BAB I PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG MASALAH Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi memberikan dampak yang besar terhadap kehidupan manusia. Tidak hanya berdampak pada kehidupan manusia sebagai makhluk individual, tapi sampai pada kehidupan manusia sebagai makhluk sosial.Kecanggihan teknologi dan berbagai macam penemuan-penemuan baru memanjakan manusia, semakin mempermudah pelaksanaan tugas dan aktifitas kehidupan. Namun hal ini juga meningkatkan taraf hidup kebutuhan manusia, semakin tinggi pengetahuan yang dimilikinya maka akan semakin banyak hal dan barang yang dibutuhkannya. Salah satu contoh kebutuhan manusia sebagai dampak perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi adalah diantaranya megenai kebutuhan tentang pemakaian barang elektroknika Di mana dalam kehidupan sehari-hari kita menjumpai suatu peralatan-peralatan elektronika yag didalam terdapat berbagai macam komponen yang didalam termasuk sel elektrokimia khususnya sel galvani atau biasanya di sebut dengan sel volta.Tapi di zaman sekarang orang atau masyrakat kita hanya ingin mrnggunakan barang tersebut tanpa mau mengetahui peristiwa apa atau apa yang ada di dalam peralatan yang ia gunakan yang dapat menunjang jalan atau proses beraktifitas barang tersebut . Jadi disebabkan masalah inilah kami bersama-sama membuat suatu makalah yang akan membahas tengtang suatu hal yang sangat sering kita temui tapi kita tidak perhatkannya dengan seksama yang berada dalam barang elektronik yang sering kita gunakan yaitu makalah tentang sel elektrokima : sel galvani 1.2 RUMUSAN MASALAH     Bagaimana konsep dan prinsip dasar dari sel volta? Bagaimana penerapan sel volta dalam kehidupan sehari-hari? Apa itu potensial elektroda? Struktur sel volta?

1.3 TUJUAN PENULISAN Adapun tujuan dari pembuatan makalah ini adalah:     Untuk mengetahui konsep dan prinsip dasar dari sel volta? Untuk mengetahui penerapan sel volta dalam kehidupan sehari-hari? Untuk mengetahui potensial elektroda? Untuk mengetahui Struktur sel volta?

pada kenyataannya. adalah baterai pertama. tumpukan volta dihasilkan arus listrik. meteorologi. keduanya ilmuwan benar. Alessandro Volta dirancang penemuan pertamanya yang Electrophorus pada tahun 1774. Alessandro Volta dari Italia membangun tumpukan volta dan menemukan metode praktis pertama dari pembangkit listrik. Tahun 1800. sebuah alat yang menghasilkan listrik statis. Alessandro Volta's volta tumpukan pertama adalah baterai yang menghasilkan yang handal. itu Volta tidak setuju dengan teori Galvani galvanik tanggapan (jaringan hewan mengandung bentuk listrik) yang menyebabkan Volta untuk membangun tumpukan volta untuk membuktikan bahwa listrik tidak berasal dari jaringan hewan tapi yang dihasilkan oleh kontak dari berbagai logam. dengan potongan karton direndam dalam air garam antara logam. secara tak sengaja melihat kaki kodok yang sudah mati bisa terkejut saat pisau bedahnya menyentuh saraf kaki kodok. 1. di sebuah lingkungan lembab. Italia pada 1745. Count Volta juga membuat penemuan-penemuan di elektrostatika. kuningan dan besi. Luigi Galvani Pada tahun 1780-an ahli anatomi Itali. dan pneumatik. Pada 1774. Alessandro Volta Alessandro Volta lahir di Como.BAB II PEMBAHASAN 2. Penemuan yang paling terkenal. bagaimanapun. Ironisnya. ia berpendapat bahwa efek ini berkaitan dengan sifat-sifat syaraf. Dibangun dari cakram bolak seng dan tembaga. Salah satu dari Alessandro Volta kontemporer adalah Luigi Galvani. ia diangkat sebagai profesor fisika di Royal School di Como. Berikut merupakan orang yang pertama kali menemukan manfaat listrik dalam kehidupan sehari. Luigi Galvani.1 SEJARAH PENEMUAN SEL LISTRIK Dalam dunia listrik banyak sekali penemu-penemu yang telah berpartisipasi. stabil arus listrik. 2. . Sementara di Royal School. Melakukan busur logam digunakan untuk membawa listrik dari jarak yang lebih jauh.

tak berlebihan jika Faraday termasuk salah satu tokoh yang telah memberi sumbangan terbesar pada umat manusia. penemuan Faraday ini merupakan "nenek moyang" dari semua motor listrik yang digunakan dunia sekarang ini. Michael Faraday si ilmuwan autodidak ini namanya mulai terkenal. sedangkan magnet bergerak. Berkat kegigihannya dalam belajar. Penemuan Faraday pertama yang penting di bidang listrik terjadi tahun 1821. yang bergerak justru kawatnya. Hukum Faraday Dalam percobaan-percobaan yang dilakukannya pada tahun 1831. hanya dalam waktu relatif singkat. arus akan mengalir di kawat. Faraday dapat berhubungan dengan para ahli ternama. Faraday berkesimpulan. Ketika umurnya menginjak 20 tahun. ia dapat membuat penemuan-penemuan baru atas hasil kreasinya sendiri. Ia seorang yang sederhana. dalam hal ini Faraday sudah menemukan motor listrik pertama. Dari temuan ini. Hasil penemuannya dianggap sebagai pembuka jalan dalam bidang kelistrikan. yaitu menemukan dua senyawa klorokarbon dan berhasil mencairkan gas klorin dan beberapa gas lainnya. Salah satunya adalah Sir Humphry Davy. seorang ahli kimia yang juga kepala laboratorium Royal Institution. Dengan berbagai temuannya. ia menemukan bahwa bila magnet dilalui sepotong kawat. Keadaan ini disebut "pengaruh elektromagnetik" dan penemuan ini disebut "Hukum Faraday".3. 2. seorang penemu yang mulai belajar secara autodidak.2 PENGERTIAN SEL VOLTA (GALVANI) . Betapa pun primitifnya. dia mengikuti ceramah-ceramah yang diberikan oleh ilmuwan Inggris kenamaan. Inggris. Berkat kepandainnya pula. Sesungguhnya. Michael Faraday Michael Faraday lahir pada tanggal 22 September 1791 di Newington Butts. Sejak penemuannya yang pertama pada tahun 1821. suatu skema pertama penggunaan arus listrik untuk membuat sesuatu benda bergerak. jika magnet diketatkan. Bekerja atas dasar dugaan ini. seperti Andre Marie Ampere. Dua tahun sebelumnya Oersted telah menemukan bahwa jarum magnet kompas biasa dapat beringsut jika arus listrik dialirkan dalam kawat yang tidak berjauhan. dia berhasil membuat suatu skema yang jelas di mana kawat akan terus-menerus berputar berdekatan dengan magnet sepanjang arus listrik dialirkan ke kawat.

Susunan sel volta adalah : Notasi sel : Y | ion Y || ion X | X . dan elektroda positif tempat berlangsungnya reaksi reduksi yang disebut katoda. Sel elektrokimia terdiri dari sel volta atau sel galvani dan sel elektrolisis Perbedaan antara sel volta dengan sel elektrolisis adalah : Sel Volta sel elektrolisis · reaksi kimia diubah menjadi energi · energi listrik diubah menjadi reaksi kimia listrik · Reaksi redoks spontan · Katoda (+) dan anoda (-) Contoh : sel aki · Reaksi redoks tak spontan · Katoda (-) dan anoda (+) Penemu Sel Volta/Galvani Sel volta atau sel galvani adalah suatu sel elektrokimia yang terdiri atas dua buah elektrode yang dapat menghasilkan energi listrik akibat terjadinya reaksi redoks secara spontan pada kedua elektroda tersebut. Sel volta terdiri atas elektroda negatif tempat berlangsungnya reaksi oksidasi yang disebut anoda.Eletrokimia adalah ilmu yang berkaitan dengan listrik dan reaksi kimia.

6. Oleh sebab itu. Sebaliknya. Pada gambar di atas. Penjelasan Deret volta Li-K-Ba-Sr-Ca-Na-Mg-Al-Mn-Zn-Cr-Fe-Cd-Co-Ni-Sn-Pb-H+-Cu-Ag-Hg-Pt-Au Logam-logam yang terletak di sisi kiri H+ memiliki E°red bertanda negatif. Pemisahan oleh jembatan garam dinyatakan dengan || sedangkan batas fasa dinyatakan |. Semakin ke kiri. logam-logam yang terletak di sisi kanan H+ memiliki E°red bertanda positif. Terdiri atas elektroda dan elektrolit yang dihubungkan dengan sebuah jembatan garam. Jembatan garam mengandung ion-ion positif dan ion-ion negatif yang berfungsi menetralkan muatan positif dan negatif dalam larutan elektrolit. Hal ini berarti bahwa logam-logam tersebut semakin mudah mengalami . Hal ini menandakan bahwa logam-logam tersebut semakin sulit mengalami reduksi dan cenderung mengalami oksidasi. dan bagian kiri menyatakan anode (yang mengalami oksidasi). nilai E°red semakin besar (semakin positif). bagian kanan menyatakan katode (yang mengalami reduksi). Adanya jembatan garam untuk menyetimbangkan ion-ion dalam larutan. 3. Arus elektron mengalir dari katode ke anode. Arus listrik mengalir dari katode ke anode. Pada anoda terjadi reaksi oksidasi dan pada katoda terjadi reaksi reduksi. sehingga logam Y bertindak sebagai anoda dan logam X bertindak sebagai katoda. logam X mempunyai potensial reduksi yang lebih positif dibanding logam Y. nilai E°red semakin kecil (semakin negatif).Pada notasi sel. kekuatan reduktor akan meningkat dari kanan ke kiri. Contoh Soal Penulisan Notasi Sel : Tuliskan notasi sel untuk reaksi Cu2+ +Zn ® Cu + Zn2+ Maka notasi selnya : Zn | Zn2+ || Cu2+ | Cu Prinsip kerja 1. Terjadi perubahan energi: energi kimia menjadi energi listrik. 4. 2. 5. Semakin ke kanan.

logam yang terletak di sebelah kanan relatif terhadap logam lainnya mampu mengoksidasi logam menjadi ion logam (melarutkan logam menjadi ion dalam larutannya).76 volt.reduksi dan sulit mengalami oksidasi. semakin mudah direduksi dan sukar di oksidasi. Beda potensial Sel dirumuskan :  Untuk keadaan standar dengan konsentrasi larutan 1 molar: Eosel = Ekatoda – E anoda . Sebaliknya. Semakin ke kiri semakin mudah dioksidasi dan sukar direduksi. kekuatan oksidator akan meningkat dari kiri ke kanan.38 volt . Oleh sebab itu. sehingga logam magnesium bertindak sebagai anoda dan logam seng bertindak sebagai katoda. akan mengalami reduksi. Perhatikan gambar berikut! Rangkaian sel volta yang terdiri atas elektroda magnesium dan seng. Gambar sel Volta elektroda Mg dan Zn Penjelasan : potensial reduksi logam magnesium lebih negatif dari potensial reduksi logam zeng. logam yang terletak disebelah kanan relatif terhadap logam lainnya. akan mengalami oksidasi. logam yang terletak di sebelah kiri relatif terhadap logam lainnya. Dari penjelasan tentang derat Volta di atas maka dapat dikatakan bahwa:   Semakin ke kanan. Singkat kata. Zn2+ | Zn = – 0. Sementara. Logam yang terletak disebelah kiri relatif terhadap logam lainnya mampu mereduksi ion logam menjadi logam (mendesak ion dari larutannya menjadi logam). dengan potensial elektrode Mg2+ | Mg = – 2.

• Aturan sel volta : .Elektron mengalir dari anoda ke katoda b. Makin ke kiri. makin aktif. Na. Au b. K.Pada katoda. katoda = kutub positif . Li. Ag. . Deret Volta/Nerst a. Sn. mudah direduksi dan sukar dioksidasi. Ba. elektron adalah reaktan dari reaksi reduksi. Cu. Untuk keadaan standar dengan konmsentrasi larutan tidak 1 molar: Ket: n = jumlah electron 2. (H). Hg. Konsep-konsep Sel Volta Sel Volta: 1. Prinsip-prinsip sel volta atau sel galvani : • Gerakan elektron dalam sirkuit eksternal akibat adanya reaksi redoks. Zn. Ca. Pb. dan sukar direduksi. mudah dioksidasi.3 PRINSIP KERJA SEL VOLTA (GALVANI) a. Fe Ni. elektron adalah produk dari reaksi oksidasi. Al. Pt. Mn. Mg. anoda kutub negatif .Terjadi perubahan : energi kimia → energi listrik . Makin ke kanan.Pada anoda.

menghasilkan kation yang terlarut dalam larutan elektrolit. Pertama. arus listrik : katoda → anoda 3. Pada logam dengan kecenderungan ionisasi lebih rendah. Anoda terjadi reaksi oksidasi . Kemudian elektron yang dihasilkan akan bermigrasi ke logam dengan kecenderungan ionisasi lebih rendah melalui kawat.Prinsip: 1.4 Struktur Sel Volta Bila Anda celupkan dua logam dengan kecenderungan ionisasi yang berbeda dalam larutan elektrolit dan menghubungkan kedua elektroda dengan kawat. katoda terjadi reaksi reduksi 2. sebuah sel volta akan tersusun. Jembatan garam : menyetimbangkan ion-ion dalam larutan Contoh dari sel galvani : / = potensial ½ sel // = potensial sambungan Sel (cell junction potential. Arus elektron : anoda → katoda . . logam dengan kecenderungan ionisasi yang lebih besar akan teroksidasi. jembatan garam) 2. kation yang terlarut dalam larutan elektrolit akan direduksi dengan adanya elektron yang mengalir ke logam tersebut.

Kemudian yang perlu dipahami disini bahwa kation yang dihasilkan dari reaksi pada elektroda negatif (oksidasi) berbeda dengan kation yang bereaksi pada elektroda positif (reduksi). Zn → Zn2+ + 2 epada katoda ion H+ yang dihasilkan dari larutan asam jeruk direduksi menjadi molekul hidrogen. 2H+ + 2e. Untuk lebih jelasnya perhatikan percobaan berikut ini : Baterai Jeruk Elektroda negatif/anoda : Logam Zn Elektroda positif/katoda : Logam Cu Larutan elektrolit : asam jeruk (H+) penggunaan Zn sebagai anoda karena kecenderungan ionisasi Zn lebih tinggi dari H dan Cu sebagai anoda karena kecenderungan ionisasi Cu lebih rendah dari H sehingga pada anoda logam Zn dioksidasi menghasilkan ion Zn2+ dan melepas elektron.→ H2 .Dalam gambar diagram skematik sel volta di atas terlihat arah arus listrik berlawanan dengan aliran elektron. jadi arus listrik mengalir dari logam yang kecenderungan ionisasinya lebih rendah ke logam yang kecenderungan ionisasinya lebih tinggi.

Dengan demikian elektrolit tetap netral. Katoda menarik kation. NaCl dan K2SO4. Hal ini menyebabkan massa elektroda tembaga bertambah. jembatan garam juga berguna untuk menetralkan kelebihan atau kekurangan muatan dari ion-ion yang ada dalam larutan di dalam kedua bejana selama reaksi elektrokimia berlangsung. Selain KCl.  Katoda adalah elektroda dimana terjadi reaksi reduksi (menerima elektron). Sebaliknya elektrolit dalam bejana kiri akan terjadi penambahan kation sebagai akibat reaksi oksidasi logam zink. Jembatan Garam Jembatan garam adalah alat yang digunakan untuk menghubungkan reaksi reduksi dan oksidasi setengah sel dari sel volta. Jembatan garam berbentuk seperti huruf U terbalik yang diisi dengan larutan elektrolit KCl (dalam agar-agar) yang kedua ujungnya disumbat dengan kapas agar tidak terjadi aliran mekanis. Fungsi dari jembatan garam adalah untuk menghantarkan arus listrik antara kedua elektrolit yang berada dalam bejana. Oleh karena itu syarat dari suatu zat yang digunakan untuk jembatan garam adalah zat tersebut tidak boleh bereaksi dengan elektrolit yang digunakan dalam pengukuran potensial sel.  Anoda adalah elektroda dimana terjadi reaksi oksidasi (kehilangan elektron). c. Elektroda Sel Galvani Elektroda dalam sel Galvani terbalik dengan elektroda sel elektrolisis. Hal ini dapat diketahui karena berkurangnya massa elektroda zink. bisa juga digunakan elektrolit KNO3. Reaksi Pada Sel Galvani Reaksi kimia yang terjadi pada bejana sebelah kanan merupakan reaksi reduksi dari ion tembaga (bilangan oksidasi positif) menjadi logam tembaga. Dalam sel Galvani. Kekurangan muatan positif terhadap muatan negatif akibat reduksi tembaga segera disetimbangkan oleh muatan positif jembatan garam. Selain itu. .a. Anoda menarik anion. Reaksi sel yang terjadi adalah : Zn (s) + Cu2+ ⇌ Zn2+ + Cu (s) b.

Contoh perhitungan sel volta adalah sebagai berikut. Elektroda yang digunakan adalah zink dan tembaga. Anoda (oksidasi) : Zn → Zn2+ + 2e E° = +0. Potensial Sel Volta Potensial sel volta dapat ditentukan dengan percobaan dengan menggunakan potemsiometer/voltmeter dan secara teoritis potensial sel dapat dihitung berdasarkan perbedaan potensial reduksi (E°red) kedua elektroda atau penjumlahan potensial oksidasi pada anoda dengan potensial reduksi pada katoda.10 V e. Kemudian mencari potensial elektroda standar (E0) dalam volt. Pada gambar di atas ada larutan ZnSO4 dan CuSO4 yang dihubungkan oleh jembatan garam.34 V yang mempunyai harga potensial reduksi (E°red) lebih kecil akan di oksidasi dan yang potensial reduksi (E°red) lebih besar akan direduksi. Jadi.76 V . Perhitungan Potensial Standar Potensial listrik standar dapat ditentukan dengan menggunakan tabel potensial standar stengah sel. sebagai contoh pada sel daniel : Zn2+ + 2e → Zn Cu2+ + 2e → Cu E° = -0. Langkah pertama adalah mengetahui logam apa yang bereaksi dalam sel.⇌ Zn E0 = -0.34 V Zn2+ + 2 e.76 V) = 1.34 V − (−0.⇌ Cu E0 = +0. dari masing-masing dua setengah reaksi.76 V Potensial standar didapatkan dengan cara menghitung E yang lebih besar dikurangi E yang lebih kecil. Maka potensial standar yang dihasilkan adalah: Cu2+ + 2 e.76 V E° = +0.d. E0 = +0.

Katoda (reduksi) : Cu2+ + 2e → Cu E° = +0. E°oks Zn = +0.34 V Reaksi total (redoks) : Zn + Cu2+ → Zn2+ + Cu E° = +1.5 POTENSIAL ELEKTRODA Arus listrik yang terjadi pada sel volta disebabkan elektron mengalir dari elektroda negatif ke elektroda positif.10 V secara singkat dapat dihitung : nilai E°red yang lebih kecil akan dioksidasi dan yang lebih besar akan direduksi. Hal ini disebabkan karena perbedaan potensial antara kedua elektroda. maka Zn akan dioksidasi dan Cu akan direduksi.76 + 0.76 V E°red Cu = +0. Reaksi dapat terjadi bila ada suplai elektron dari luar/dialiri listrik yang akan dibahas pada bab sendiri yakni pada bab elektrolisis. Maka akan diperoleh nilai limit atau perbedaan potensial saat arus listriknya nol yang disebut sebagai potensial sel (E°sel).34 V E°sel = E°oks + E°red = 0.10 V nilai potensial sel (E°sel) nya negatif menunjukkan bahwa dalam keadaan normal tidak akan terjadi reaksi.10 V nilai potensial sel (E°sel) yang positif menunjukkan bahwa reaksi tersebut dapat berlangsung secara spontan. 2. Sebagai contoh untuk sel Daniell. Andaikan kita mengukur perbedaan potensial (∆V) antara dua elektroda dengan menggunakan potensiometer ketika arus listrik yang dihasilkan mengalir sampai habis.34 = 1. bila diukur . Perbedaan potensial yang diamati bervariasi dengan jenis bahan elektroda dan konsentrasi serta temperatur larutan elektrolit. maka sebaliknya reaksi : Cu + Zn2+ → Cu2+ + Zn E° = -1.

Bila elektroda Zn/Zn2+ diganti dengan elektroda Cu/Cu2+ maka besar potensial selnya menjadi +0. Oleh karena itu.76 V E° = +0.56 V.34 V potensial reduksi (E°red) menunjukkan kecenderungan untuk menerima elektron. . potensial elektroda Zn bernilai negatif (-) menunjukkan bahwa Zn/Zn2+ lebih sukar untuk menerima elektron/direduksi dibanding dengan H/H+ dan Cu bernilai positif (+) menunjukkan bahwa Cu/Cu2+ lebih mudah untuk menerima elektron/direduksi dibanding dengan H/H+. Potensial sel yang terdiri atas pasangan elektroda hidrogen/standar (H/H+) dan elektroda Zn/Zn2+ adalah -0. Bila elektroda Cu/Cu2+ dalam sel Daniell diganti dengan elektroda Ag/Ag+ .34 V disingkat E°red Cu = +0.34 V karena besarnya potensial elektroda hidrogen = 0.76 V E° = +0. Dan telah ditentukan yang digunakan sebagai elektroda standar adalah elektroda Hidrogen.76 V.34 V. diperlukan suatu elektroda yang dipakai sebagai standar atau pembanding dengan elektroda-elektroda yang lainnya. Berdasarkan perjanjian elektroda Hidrogen diberi nilai potensial 0. H2 + Zn2+ → 2H+ + Zn H2 + Cu2+ → 2H+ + Cu dapat ditentukan : Zn2+ + 2e → Zn Cu2+ + 2e → Cu E° = -0. Jadi dengan berbagai kombinasi elektroda dapat menghasilkan nilai potensial sel yang sangat bervariasi. Jadi alat potensiometer digunakan untuk mengukur perbedaan potensial antara dua elektroda sedangkan untuk mengukur nilai potensial mutlak untuk suatu elektroda tidak bisa dilakukan.dengan potensiometer beda potensial pada suhu 25°C saat konsentrasi ion Zn2+ dan Cu2+ sama adalah 1. Elektroda Hidrogen terdiri dari gas H2 dengan tekanan 1 atm yang dialirkan melalui sekeping logam platina (Pt) yang dilapisi serbuk Pt halus pada suhu 25°C dalam larutan asam (H+) 1 M.00 V maka potensial reduksi (E°red) Zn dan Cu E° = -0.00 Volt. jadi berdasarkan nilai potensial elektroda di atas. potensial sel adalah 1.76 V disingkat E°red Zn = -0.10 V.

→ Na(s) -2.34 V Tabel Potensial Elektroda Standar Setengah Reaksi Reduksi ( pada Katoda ) Li+(aq) + e.→ Al(s) -1.71 Mg2+(aq) + 2e.76 V disingkat E°oks Zn = +0.92 Ca2+(aq) + 2e.76 Na+(aq) + e.→ Li(s) E°red (volts) -3. karena besar potensial oksidasi (E°oks) berlawanan dengan potensial reduksi (E°red).34 V disingkat E°oks Cu = -0.04 K+(aq) + e.76 V E° = -0.Semakin sukar untuk direduksi berarti semakin mudah untuk dioksidasi dan sebaliknya semakin mudah direduksi berarti semakin sukar dioksidasi. Zn → Zn2+ + 2e Cu → Cu2+ + 2e E° = +0.→ Ca(s) -2.38 Al3+(aq) + 3e.66 .→ K(s) -2.→ Mg(s) -2.

→ Ni(s) -0.→ H2(g) + 2OH-(aq) -0.13 Fe3+(aq) + 3e.41 Cd2+(aq) + 2e.→ Cr(s) -0.→ Cd(s) -0.74 Fe2+(aq) + 2e.2H2O(l) + 2e.→ Zn(s) -0.40 Ni2+(aq) + 2e.76 Cr3+(aq) + 3e.→ Fe(s) -0.→ Pb(s) -0.→ Sn2+(aq) .23 Sn2+(aq) + 2e.→ Sn(s) -0.83 Zn2+(aq) + 2e.00 Sn4+(aq) + 2e.04 2H+(aq) + 2e.→ H2(g) 0.→ Fe(s) -0.14 Pb2+(aq) + 2e.

59 Fe3+(aq) + e.34 ClO3-(aq) + H2O(l) + 2e.→ ClO3-(aq) + 2OH-(aq) 0.→ Ag(s) + Cl-(aq) 0.→ I-(aq) + 2OH-(aq) 0.35 IO-(aq) + H2O(l) + 2e.→ Cu(s) 0.→ Fe2+(aq) 0.→ Cu(s) 0.17 AgCl(s) + e.49 Cu+(aq) + e.15 Cu2+(aq) + e.0.77 .→ ClO-(aq) + 2OH-(aq) 0.16 ClO4-(aq) + H2O(l) + 2e.22 Cu2+(aq) + 2e.54 ClO2-(aq) + H2O(l) + 2e.52 I2(s) + 2e.→ Cu+(aq) 0.→ ClO2-(aq) + 2OH-(aq) 0.→ 2I-(aq) 0.

→ Hg(l) 0.80 Hg2+(aq) + 2e.→ NO(g) + 2H2O(l) 0.→ 2Cl-(aq) 1.33 Cl2(g) + 2e.80 Ag+(aq) + e.85 ClO-(aq) + H2O(l) + 2e.→ Ce3+(aq) .→ 2Br-(aq) 1.90 2Hg2+(aq) + 2e.→ Hg22+(aq) 0.90 NO3-(aq) + 4H+(aq) + 3e.Hg22+(aq) + 2e.23 Cr2O72-(aq) + 14H+(aq) + 6e.→ 2Hg(l) 0.96 Br2(l) + 2e.→ Cl-(aq) + 2OH-(aq) 0.36 Ce4+(aq) + e.→ Ag(s) 0.→ 2Cr3+(aq) + 7H2O(l) 1.07 O2(g) + 4H+(aq) + 4e.→ 2H2O(l) 1.

Semakin ke kiri semakin mudah dioksidasi yang berarti semakin mudah melepas elektron dan merupakan reduktor (penyebab zat lain mengalami reduksi).→ 2SO42-(aq) 2.07 F2(g) + 2e.→ Co2+(aq) 1.49 H2O2(aq) + 2H+(aq) + 2e.44 MnO4-(aq) + 8H+(aq) + 5e. Logam di sebelah kiri dapat bereaksi dengan ion logam di sebelah kanannya : Zn + Cu2+ → Zn2+ + Cu .01 O3(g) + 2H+(aq) + 2e.→ 2F-(aq) 2.→ Mn2+(aq) + 4H2O(l) 1.78 Co3+(aq) + e.82 S2O82-(aq) + 2e. adapun deret volta yang sering keluar dalam materi SMA disusun dalam baris sebagai berikut : K-Ba-Sr-Ca-Na-Mg-Al-Zn-Cr-Fe-Ni-Sn-Pb-H-Cu-Hg-Ag-Pt-Au Semakin ke kanan semakin mudah direduksi yang berarti semakin mudah menerima elektron dan merupakan oksidator (penyebab zat lain mengalami oksidasi).87 tabel di atas lebih dikenal sebagai deret volt.→ 2H2O(l) 1.→ O2(g) + H2O(l) 2.1.

Seng tersebut akan dioksidasi sesuai dengan persamaan reaksi di bawah ini: Zn(s) → Zn2+(aq) + 2e. yaitu grafit. dan masih banyak lagi. Anoda seng dan katoda merkuri (II) oksida (HgO) adalah penyusun . radio. Baterai kering ini mendapatkan hak paten penemuan di tahun 1866. Dan harganya di pasaran sangatlah murah. jam dinding. Sel Lanchache ini terdiri atas suatu silinder zink berisi pasta dari campuran batu kawi (MnO2).Logam di sebelah kanan tidak dapat bereaksi dengan ion logam di sebelah kirinya : Cu + Zn2+ → tidak bereaksi 2. ammonia ini akan bereaksi dengan Zn2+ yang dihasilkan di anode. karbon (C). Reaksi tersebut akan membentuk ion yang kompleks [Zn(NH3)4]2+. Baterai Merkuri Baterai merkuri ini merupakan satu dari baterai kecil yang dikembangkan untuk usaha perdagangan atau komersial. Pasta ini bertujuan sebagai oksidator.(anoda) Sedangkan katoda terdiri atas campuran dari MnO2 dan NH4Cl. senter. salmiak (NH4Cl).5 PENERAPAN DALAM KEHIDUPAN SEHARI – HARI SEL VOLTA PRIMER a. Sel Kering Seng – Karbon Sel kering juga dapat disebut sel Lenchanche atau baterai. Reaksi yang terjadi dapat ditulis sebagai berikut: 2MnO2(s) + 2NH4+(aq) 2e. Penggunaan logam seng adalah sebagai anoda sedangkan katoda digunakan elektrode inert. Dengan adanya air jadi baterai kering ini tidak 100% kering. Sel ini biasanya digunakan sebagai sumber tenaga atau energi pada lampu. b. dan sedikit air. yang dicelupkan ditengah-tengah pasta. Sel kering ini tidak dapat digunakan berulang kali dan memiliki daya tahan yang tidak lama.→ Mn2O3(s) + 2NH3(aq) + H2O(l) (katoda) Katoda akan menghasilkan ammonia.

5V. Mn(OH)3. kamera.→ Hg(l) + 2OH-(aq) (katoda) Reaksi dari keseluruhan atau disebut reaksi bersih adalah: Zn(s) + HgO(s) → ZnO(s) + Hg(l) c. yang dicelupkan kedalam larutan H2SO4. Reaksi yang terjadi adalah: Zn(s) + 2OH-(aq) → Zn(OH)2(s) + 2e. Baterai Litium Terdiri atas litium sebagai anoda dan MnO2 sebagai oksidator (seperti pada baterai alkaline). Perak oksida (Ag2O) sebagai katoda dan seng sebagai anodanya. dan kalkulator elektronik. Aki timbal ini terdiri atas katoda PbO2 (timbel(IV) oksida) dan anodanya Pb (timbel=timah hitam). Reaksi yang terjadi dalam aki adalah: . Reaksi yang terjadi pada baterai ini adalah: Zn(s) + 2OH-(aq) → ZnO(s) + H2O + 2e.(anoda) HgO(s) + H2O + 2e. Reaksi elektrodenya terjadi dalam elektrolit yang bersifat basa dan mempunyai beda potensial sama seperti pada baterai alkaline sebesar 1. C SEL VOLTA SEKUNDER a. Aki Timbal Aki merupakan jenis baterai yang dapat digunakan untuk kendaran bermotor atau automobil. tergantung jumlah sel yang digunakan dalam konstruksi aki timbal tersebut.dari baterai merkuri ini yang dihubungkan dengan larutan elektrolit kalium hidroksida (KOH). Baterai Perak Oksida Baterai perak oksida tergolong tipis dan harganya yang relatif lebih mahal dari bateraibaterai yang lainnya. Sel ini mempunyai beda potensial ± 1. Kedua zat sel ini merupakan zat padat.4V.(anoda) Ag2O(s) + H2O + 2e. Baterai ini sangat populer digunakan pada jam. Baterai Litium ini dapat menghasilkan arus listrik yang lebih besar dan daya tahannya lebih lama dibandingkan baterai kering yang berukuran sama.→ 2Ag(s) + 2OH-(aq) (katoda) d. Berikut notasi dari baterai Litium: Li│Li+ (pelarut non-air)│KOH (pasta)│MnO2. Aki timbal mempunyai tegangan 6V atau 12V.

. Sel Natrium Belerang Sel natrium belerang ini dapat menghasilkan energi listrik yang lebih besar dari sel perak seng. Sel ini biasanya disebut nicad atau bateray nickel-cadmium. c.4V. Sel perak seng dibuat lebih ringan dibandingkan dengan sel timbal seng.→ PbSO4(s) + 2H2O (katoda) Aki ini dapat diisi ulang dengan mengalirkan lagi arus listrik ke dalamnya. KOH adalah elektrolit yang digunakan dan elektrodenya berupa logam Zn (seng) dan Ag (perak).→ Pb(s) + HSO4-(aq) (elektrode Pb sebagai katoda) PbSO4(s) + 2H2O(l) → PbO2(s) + HSO4-(aq) + 3H+(aq) + 2e. Berikut reaksi pengisian aki: PbSO4(s) + H+(aq) +2e. Sel Perak Seng Sel ini mempunyai kuat arus (I) yang besar dan banyak digunakan pada kendaran- kendaraan balap.(anoda) NiO2(s) + 2H2O + 2e. Pengisian aki dilakukan dengan membalik arah aliran elektron pada kedua elektrode.(anoda) PbO2(s) + 4H+(aq) + SO42-(aq) + 2e. Reaksi yang terjadi pada baterai nikel-kadmium adalah: Cd(s) + 2OH-(aq) → Cd(OH)2(s) + 2e.→ Ni(OH)2(s) + 2OH-(aq) (katoda) Reaksi keseluruhan adalah: Cd(s) + NiO(aq) + 2H2O(l) → Cd(OH)2(s) + Ni(OH)2(s) Baterai nikel-kadmium merupakan zat padat yang melekat pada kedua elektrodenya.Pb(s) + SO42-(aq) → PbSO4(s) + 2e. Dengan membalik arah aliran elektron. Sementara itu pada pengisian aki. Baterai Nikel Kadmium Baterai nikel-kadmium merupakan baterai kering yang dapat diisi ulang. Baterai nikel-kadmium memiliki tegangan sekitar 1. d. elektrode timbal dihubungkan dengan kutub negatif sumber arus sehingga Pb2SO4 yang terdapat pada elektrode timbal itu direduksi. Elektrodenya adalah Na (natrium) dan S (sulfur).(elektrode PbO2 sebagai anoda). Pada pengosongan aki. anoda (Pb) mengirim elektron ke katoda (PbO2). zat-zat tersebut dapat diubah kembali seperti zat semula. b.

Masing-masing elektrode dimasukkan kedalam elektrode karbon yang berpori-pori dan masing-masingnya elelktrode digunakan katalis dari serbuk platina. Sel Bahan Bakar Sel bahan bakar adalah sel yang menggunakan bahan bakar seperti campuran hidrogen dengan oksigen atau campuran gas alam dengan oksigen.e. Yang berperan sebagai katode adalah gas oksigen dan anodanya gas hidrogen. pesawat Challenger dan Columbia. Sel bahan bakar ini biasanya digunakan untuk sumber energi listrik pesawat ulang-alik.→ 4OH-(aq) Anoda: dari katode bereaksi dengan gas H2 H2(g) + 2OH-(aq) → 2H2O(l) + 2eReaksi selnya adalah: O2(g) + 2H2(g) → 2H2O(l) . Katoda: menghasilkan ion OHO2(g) + 2H2O(l) + 4e.

1 KESIMPULAN Setelah melakukan pembahasan maka kelompok kami dapat menyimpulkan bahwa : Elektrokimia adalah suatu Hubungan Reaksi kimia dengan daya gerak listrik (aliran elektron) Sel galvani adalah suatu Reaksi kimia menghasilkan daya gerak listrik Dan prinsip dasar dari sel volta(galvani) adalah • Gerakan elektron dalam sirkuit eksternal akibat adanya reaksi redoks.Pada anoda. katoda = kutub positif . selama kurang lebih 2 minggu penyusun banyak mendapat pengalaman baik dari pencarian artikel-artikel tentang elektrokimia maupun pengalaman yang lainya .BAB III PENUTUP 3. elektron adalah reaktan dari reaksi reduksi. • Aturan sel volta : .Terjadi perubahan : energi kimia → energi listrik . anoda kutub negatif .Elektron mengalir dari anoda ke katoda .Pada katoda.Jembatan garam : menyetimbangkan ion-ion dalam larutan Yang berakibat terjadinya reaksi redoks secara spontan pada kedua elektroda tersebut. elektron adalah produk dari reaksi oksidasi.Sehingga dihasilkan beda potensial 3.2 SARAN Setelah penyusun melaksanakan penyusunan makalah ini.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful