HUBUNGAN TUMBUHAN DENGAN AIR TRANSPIRASI DAN EVAPORASI FITHRIA DINIYATI 1110423034 Abstrak Tujuan pratikum kali ini

adalah untuk mengukur kadar air yang ada pada bagian tanaman, untuk mengukur turginitas relatif dan defisit air dari jaringan tumbuhan dan untuk menghitung luas permukaan daun dan laju evaporasi dan transpirasi dari lembaran daun.praktikum ini dilaksanakan dilaboratorium Fisiologi Tumbuhan Jurusan Biologi Universitas Andalas.hasil yang didapatkan pada percobaan kali adalah berat ranting Philicium desiepien mengalami perubahan dari berat 10 gram menjadi 4,43 gram,dan nilai turgiditas yang didapatkan adalah sebesar 0,24 %.kesimpulannya tumbuhan mengalami transpirasi dan evaporasi ,dan untuk membukktikannya bisa diberi perlakukan dengan cara tertentu. Kata kunci : Turginitas relatif,evaporasi,transpirasi 1. PENDAHULUAN Fisiologi tumbuhan merupakan kajian tentang air. Banyak aktivitas tumbuhan ditentukan oleh sifat air. Jadi, telaah singkat mengenai sifat air merupakan cara yang baik untuk memulai kajian tentang fisiologi tumbuhan. Selain manusia yang membutuhkan air tumbuhan dan hewan juga sangat membutuhkan air demi kelangsungan hidup mereka.Peranan air di dalam kehidupan tumbuhan adalah sangat penting karena lebih dari 89% berat basah jaringan tumbuhan terdiri dari air. Baik dalam proses pertumbuhan maupun perkembangan dari tumbuhan tidak lepas atau bergantung pada pengambilan air dan banyak hal. Banyak fungsi-fungsi tumbuhan secara langsung bergantung pada sifat air dan senyawa – senyawa yang terlarut didalamnya, sehingga dapat dikatan air memiliki hubungan yang sangat erat dengan tumbuhan, karena banyak aktivitas tumbuhan ditentukan oleh sifat air dan bahan yang larut dalam air (Salisbury dan Ross, 1995). Air merupakan salah satu unsur alam yang sangat penting bagi kehidupan makhluk hidup, disamping oksigen (udara) serta unsur-unsur alam lainnya. Setiap makhluk hidup pasti sangat membutuhkan air atau dengan kata lain setiap makhluk hidup tidak dapat lepas dari air. Untuk dapat mempertahankan kehidupan kita sangat butuh air itu.Selain itu di dalam air juga banyak terkandung unsur dan zat yang sangat dibutuhkan oleh setiap makhluk hidup tersebut(Dwidjoseputro 1992). Air merupakan pelarut yang umum pada tumbuhan. Air dapat melarutkan lebih banyak jenis bahan kimia dibandingkan dengan zat cair lainnya. Sifat ini disebabkan karena air memilikii konstanta dielektrik yang paling tinggi. Konstanta dielektrik merupakan ukuran dari kemampuan untuk menetralisir daya tarik menarik antara molekul atau atom yang bermuatan listrik berbeda. Oleh sebab itu air merupakan pelarut yang sangat baik untuk ion-ion bermuatan positif maupun negatif. Peranan air sebagai pelarut ini penting sekali artinya bagi tumbuhan. Air dapat menciptakan lingkungan yang mrmungkinkan untuk berlangsungnya berbagai reaksi biokimia dalam sel tumbuhan. Air sangat penting sebagai pelarut dalam organisme hidup. Proses osmosis, misalnya bergantung pada bahan terlarut yang ada didalam sel, pergerakan berbagai bahan terlarut dengan cara difusi dan aliran massa dalam tumbuhan (Lakitan, 2004). Selama siklus hidup tanaman, mulai dari perkecambahan sampai panen selalu membutuhkan air. Tidak satupun proses kehidupan tanaman yang dapat bebas dari air.

Lapisan tipis sitoplasma bersama-sama dengan gabungan plasmolesma dan tonoplast yang kompleks memisahkan isi vakuola dari medium eksternal (Noogle.Jalur itu ditempuh dari jaringan epidermis ke korteks.Bila air masuk melalui dinding sel atau ruang antar sel. 1985). Medium eksternal adalah air dalam dinding sel dan ruang intraselular (apoplas) yang terpengaruh oleh tekanan atmosfer (wp=0) karena konsentrasi larutan dari air ini secara normal sangat rendah. Pergerakan masuknya air pada tumbuhan adalah melalui akar dan jalan difusi osmosa. Namun demikian air bukanlah pelarut universal. dan masuk ke apoplas. yaitu jalur apoplas dan simplas. 1979). dan mejadi sebuah osmosis.Simplas mencakup sitoplasma semua sel yang berhubungan melalui plasmodesmata. Kebutuhan air pada tanaman dapat dipenuhi melalui tanah dengan jalan penyerapan oleh akar.Kemudian melalui plasmodesmata. Proses fisiologi dari suatu tanaman tidak dapat berjalan dengan lancar tanpa adanya air yang cukup. Dengan adanya air maka mineral-mineral yang ada di dalam tubuh dan hasil-hasil pembentukan makanan di daun diangkut ke jaringan tertentu dalam bentuk terlarut dalam air tersebut (Kramer. air masuk ke jaringan pembuluh. oleh akar tanaman sangat tergantung pada kadar air dalam tanah ditentukan oleh pF (Kemampuan partikel tanah memegang air). Hal ini berhubungan langsung dengan proses fisiologis. Besarnya air yang diserap. Peristiwa menembusnya ion ke membrane sel dari apoplas masuk ke simplas adalah proses aktif yang memerlukan energi yang diperoleh dari hasil respirasi. Campbell (2002) mengemukakan bahwa ahli kimia zaman dahulu mencoba menemukan pelarut universal yang dapat melarutkan segala macam zat.Jalur tersebut dinamakan simplas. Untuk itu air tersebut hendaklah dikeluarkan dengan cara penguapan (Dwijoseputro. 1997). dimana ws nya sangat kecil dan oleh karena itu potensial air dalam apoplas ditentukan oleh kekuatan matrik yang dilancarkan oleh dinding sel (Fitter.Apoplas diartikan sebagai bagian mati dari tumbuhan. ion dipompa secara aktif ke luar simplas. maka ion bergerak secara bebas masuk ke perisiklus dan berbagai sel hidup dalam stilus.Xylem sendiri merupakan bagian dari apoplas.Setelah berada di dalam stilus. 1992). sehingga air harus masuk ke dalam melintasi membrane plasma. Air dari tanah ke xylem melalui dua jalur. dan kemampuan akar untuik menyerapnya (Jumin. 1981). maka air tidak akan dapat disimpan dimanapun termasuk dalam sel-sel tubuh manusia tetapi air adalah pelarut yang sangat serbaguna. Kebanyakan sel yang terlibat dalam hubunga air dengan tumbuhan adalah sel masak dengan sebagian besar dari air dalam sel dikandung dalam vakuola pusat. berupa pengisapan air dari dalam tanah. Menurut Henderson (1913) air adalah . maka lapisan selsel ini bertindak sebagai membran yang permeable diferensial. morfologis dan kombinasi kedua faktor di atas dengan faktor-faktor lingkungan (Khairunna. Jika hal itu benar.2000). Mereka tidak menemukan zat pelarut yang lebih baik dari air. Air sangat penting dalam reaksi-reaksi metabolisme tubuh. dikatakan air menembus jalur apoplas. Akan tetapi pemasukan air pada tumbuhan itu haruslah seimbang dengan pengeluaran air agar tercapai keseimbangan air pada tumbuhan tersebut.Di dinding dalam korteks terdapat jaringan endodermis yang mempunyai pita Caspari yang tidak permeable terhadap air pada dindingnya. 1960).Tekanan yang timbul pada sistem osmosis ini merupakan penyebab adanya tekanan akar (Dawair.Aliran sitoplasma adalah aliran berputar yang sering terlihat dalam sel hidup.Besarnya kebutuhan air setiap fase pertumbuhan selama siklus hidupnya tidak sama.Karena lintasan simplas melewati lapisan endodermis dan aksodermis.Akibatnya konsentrasi linarut dalam apoplas stilus lebih tinggi dari pada konsentrainya dalam larutan tanah sehingga potensial osmotic si stilus lebih negative dari pada di tanah. Akibatnya konsentrasi ion dari apoplas masuk ke dalam sel (simplas) yang mempunyai konsentrasi lebih tinggi dibandingkan dengan konsentrasi diluar (apoplas).Karena air harus melewati protoplas lapisan epidermis dan eksodermis.

Setelah 3 jam potongan daun diambil. Selanjutnya potongan . Pemanasan dilakukan sampai beratnya konstan.3.komponen utama tanaman hijau yang merupakan 70-90 % dari serat segar. PELAKSANAAN PRATIKUM 2. Selanjutnya potongan-potongan daun kemudian dimasukan kedalam petridish dan isi dengan aquades. cork borer. 2. untuk mengukur turginitas relatif dan defisit air dari jaringan tumbuhan dan untuk menghitung luas permukaan daun dan laju evaporasi dan transpirasi dari lembaran daun 2.1 Percobaan a.2 Tujuan Tujuan dari praktikum ini adalah untuk mengukur kadar air yang ada pada bagian tanaman.3 Cara Kerja 2. Kemudian berat yang hilang dari bahan yang dipanaskan. Selanjutnya hitung kadar air tumbuhan dengan rumus sebagai berikut : BB – BK = % dari Berat Basah (BB) BB Atau BB – BK = % dari Berat Kotor (BK) BB 2. Pengukuran Kadar Air Jaringan Tumbuhan Bahan yang segar ditimbang seberat 10 gr dan dibuat 3 sampel. Berat daun ini adalah berat daun dalam keadaan Turgid (BT). 1. yang merupakan media yang baik untuk banyak reaksi biokimia.3. lalu berat daun ditimbang. Berat ini disebut berat segar (BS). kertas. Jurusan Biologi.1 Waktu dan Tempat Praktikum ini dilaksanakan pada hari rabu. maka air yang di dalam sel tidak pernah berupa air murni melainkan mengandung partikel-partikel bebas yang tidak mungkin larut didalamnya. tanggal 13 Februari 2013. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. jepitan kertas dan selotip. kelebihan air yang menempel dihilangkan dengan cara meletakan sebentar potongan daun diatas kertas saring. Pengukuran Turgiditas Relatif Jaringan Tumbuhan Buat potongan daun dengan menggunakan cork borer sebanyak 10 buah dari tanaman yang tanahnya dalam keadaan kapasitas lapang dan 10 buah lagi dari tanaman yang tanahnya agak kering (beberapa hari tidak disiram). 2.2 Percobaan b. Kebanyakan spesies tanaman tak berkayu sebagian besar air dikandung dalam isi sel (85-90%). Menurut Dwijoseputro (1980) air adalah bahan yang paling banyak di dalam sel-sel yang hidup dan karena air itu sebagai pelarut yang baik. Universitas Andalas. Kemudian berat masing-masing potongan daun ditimbang dan catat berapa beratnya. petridish kertas saring. oven. timbangan.2 Alat dan Bahan Alat yang digunakan dalam praktikum ini adalah kotak karton. Lalu masing-masing sampel disimpan dalam kotak karton dan selanjutnya dipanaskan dalam oven dengan suhu 80 oC. Petridish ditutup dan diletakan pada ruangan dengan penerangan lampu neon yang berintensitas + 25 lumen /sq-ft selama 3 jam. di Laboratorium Fisiologi Tumbuhan. Sedangkan bahan yang digunakan adalah tanaman phaseolus radiatus umur 14 hari dan philicium desipiens. merupakan berat air yang dikandung bahan tersebut.

3.Dihitung luas daun dengan rumus : Luas daun = Berat guntingan gambar daun x Luas kertas Berat kertas B. kemudian direndam dalam air dan dikeringkan dengan tissue. Perkiraan kecepatan evaporasi daun Dimabil lembaran daun yang telah diketahui luas permukaan tadi. HASIL DAN PEMBAHASAN 3.Lembaran daun dijiplakan pada kertas tersebut. perkiraan laju respirasi daun permukaan dorsiventral Dua lembar daun yang telah diketahui luasnya pada percobaan A ditimbang. Dibandingkan hasil antara transpirasi kuitkula dari permukaan atas dan transpirasi stomata dari permukaan bawah. Dibuat daftar penimbangan pengukuran berat daun selama evaporasi.kemudian jiplakan gambar daun digunting dan ditimbang. Kedua daun tersebut diletakkan pada panas matahari selama 1 jam atau lebih dan ditimbang kembali. Lalu berat keringnya ditimbang. Perkiraan Laju Evaporasi dan Transpirasi Permukaan Dorsiventral Daun A. Terakhir hitung besar Turgiditas Relatif (TR) dari daun : TR = BS – BK X 100% BT – BK Serta hitung berapa besarnya deficit air /Water Defisit (WD) dari daun : WD = BT – BS X 100% BT – BK 2.lalu ditempelkan pada selembar kertas yang telah diketahui berat dan luasnya.daun dikeringkan dalam oven dengan suhu 80oC sampai kering. 3.3 Percobaan c. Dalam interval waktu tertentu(30 menit) dilakukan penimbangan terhadap daun tersebut(penimbangan dilakukan sebanyak 3 kali). Perhitungan Luas Permukaan Daun. Daun pertama diolesi vaselin pada permukaan atasnya dan yang kedua pada permukaan bawahnya dan ditimbang kembali. didapatkan hasil sebagai berikut : . C. kemudian ditimbang dan digantung dengan jepitan kertas didalam ruangan atau sinar matahari langsung. Menghitung luas daun Diambil 3 lembaran daun dari tanaman.1 Hasil Dari praktikum yang telah dilaksanakan.

75 1.18 3 0. maka dapat diketahui bahwa : 3.557 0.555 0.21 Percobaan b : pengukuran turgiditas relative jaringan tumbuhan Perlakuan Basah Kering(oven) Berat segar (disiram)(gr) 0.51 0.43 4.97 b).51 4.49 1.perkiraan laju evaporasi dan transpirasi permukaan dorsiventral daun a).36 1.51 Ditambah vaselin (gr) 0.42 4.5 1 Percobaan c :perhitungan luas permukaan daun.60 Dijemur (gr) 0.549 % BK 1.52 0.24 0 WD (%) 1.21 1.578 0.51 0.599 0.62 1.06 0 Berat turgit (gr) 0.Percobaan a : Pengukuran Kadar Air Jaringan Tumbuhan Perlakuan Ranting 1 Ranting 2 Ranting 3 Daun 1 Daun 2 Daun 3 Berat basah(BB) (gr) 10 10 10 10 10 10 Berar kering(BK) (gr) 4.41gr c). Perkiraan laju respirasi daun permukaan dorsiventral N o 1 2 Awal (gr) 0.51 % BB 0.5 619.59 0.5 619.03 Berat kering (gr) 0.01 0 TR(%) 0.5 Daun (gr) 0.02 0.78 gr 40 0.24 1.58 3. Menghitung luas daun N Kertas (gr) o 1 0.25 1.549 0.45 4.42 gr 20 0.16 2 0.42 gr 60 0.51 Daun (cm2) 1.2.1 Pengukuran Kadar Air Jaringan Tumbuhan .2 Pembahasan Dari hasil yang didapatkan.42 0.16 Kertas (cm2) 619.01 4. Perkiraan kecepatan evaporasi daun Berat awal (gr) 0.

berat turgid.Pada tabel dapat diamati berbagai berat kering dari daun dengan berat basah semuanya adalah 10 gram. Dari data tersebut dapat diketahui bahwa keadaan turgiditas relative pada keadaan basah lebih besar dibandingkan dengan keadaan kering. berat segar lebih kecil dari berat turgid. Hal ini disebabkan tanaman membutuhkan air yang cukup sehingga air yang dikandungnya banyak dan mengakibatkan . Ini membuktikan jumlah air terkandung paling banyak adalah pada daun Philicium desipiens dibandingkan rantingnya. Akibat dari ini maka akan terjadi peningkatan jumlah air dan bahan terlarut. sedangkan kadar air pada batang lebih dari 50 %. dan berat kering yang didapatkan paling rendah yaitu ranting 3 yaitu 4. Kadar air di daun kurang dari 50 %. Apabila tanaman tersebut berada pada lingkungan yang banyak airnya maka jaringan tanaman tersebut akan dengan mudah menyerap air yang ada di sekitarnya. Pada kondisi tanah kering. juga menyatakan bahwa tanaman pada tempat yang kering seakan tekanan turgiditasnya berkurang sehingga memiliki kemampuan untuk menyerap air lebih besar.). Tetapi bila jaringan akar yang sudah tua yang sel endodermisnya sudah mengalami penebalan pita kaspari. Proses ini pada sel tanaman ditentukan oleh tegangan turgor. Sedangkan persentase turgid dan water defisit pada tabel menunjukkan persentase turgiditas relatif lebih besar dari persentase water defisit.5% dan untuk tanaman yang kondisinya kering sebesar 1 %. 3. aliran air dari medium tanah ke silinder pusat diketahui sebagai transport air sentripital. maka aliran air dengan cara apoplas akan terhalang dengan kuat. dan berat kering mengalami peningkatan pada berat.Hal ini sesuai dengan pendapat Dwidjoseputro (1980) yang menyatakan bahwa kadar air dari berbagai macam tanaman berbeda dimana tanaman herbacius lebih banyak mengandung air dari tanaman lignosus. 2004. dan berat keringnya mengalami penurunan.1.Berdasarkan tabel diatas dapat diketahui turgiditas relative untuk tanaman basah sebesar 0. Keadaan ini sesuai dengan teori yang menyatakan bahwa pada keadaan basah memiliki Turgiditas Relatif (TR) yang besar dan Water Defisit (WD) yang kecil dari pada tanaman pada kapasitas kering. sehingga menimbulkan aliran balik yang keluar dari akar sebagai kebocoran apoplas.24 % dan untuk kondisi tanaman yang kering 0 %. Menurut Devlin (1975) menyatakan bahwa Turgiditas relatif adalah perkiraan isi sel terhadap dinding sel dan water defisit adalah perkiraan kekurangan air pada sel tersebut.2 Pengukuran Turgiditas Relatif Jaringan Tumbuhan Pada percobaan pengukuran turgiditas relatif. Hilangnya turgiditas dapat menghentikan pertumbuhan sel (penggandaan dan pembesaran) yang akibatnya pertumbuhan tanaman terhambat (Lovelles. Apoplas terjadi terutama pada jaringan akar yang masih muda yang sel endodermisnya belum mengalami penebalan pita kaspari.Ada beberapa kemungkinan yaitu cara apoplas dan simplas. Persentase turgiditas relatifnya juga lebih besar dibanding persentase water defisitnya.51 gram. Noggle dan Fritz (1979). 1991). ranting memiliki kadar air yang lebih tinggi dari pada kadar air daun. Ini membuktikan jumlah air terkandung paling banyak adalah pada daun Philicium desipiens dibandingkan rantingnya. sedangkan yang paling berat adalah daun 2 yaitu 4.Cara ini memegang peran utama pada akar muda. Sedangkan nilai deficit air untuk keadaan basah sebesar 1. didapatkan hasil bahwa pada kondisi tanah basah dari berat segar. Akan tetapi kalau dilihat dari segi % berat kering dan berat basah. Hal lain juga menimbulkan naiknya potensi air sehingga memungkinkan terjadinya osmosis ke dalam sel dan dilanjutkan secara simplas menuju silinder pusat atau ke jaringan pembuluh(Lakitan. Defisit air langsung mempengaruhi pertumbuhan vegetatif tanaman.01 gram. Aliran air dari tanah ke jaringan pembuluh.

suhu yang sangat tinggi dan kurangnya persediaan air dalam tanah.1. . Luas permukaan daun yang diberi vaselin lebih besar dari yang tidak diberi vaselin. Penurunan kandungan air dalam sel tumbuhan diikuti dengan kehilangan turgor dan terjadinya layu. 3. Factor-faktor yang mempengaruhi kekurangan air pada tumbuhan adalah PH yang sangat rendah. Pengamatan selama 48 jam dilakukan dengan teliti agar terlihat pengaruh yang sebenarnya.3 Perhitungan luas permukaan daun. Berat yang hilang pada saat pemanasan (menggunakan oven) merupakan berat air yang dikandung bahan tersebut. Hati-hati dalam penimbangan agar data yang didapat akurat. Turgiditas relatif tanaman yang tidak disiram lebih besar dibanding turgiditas relatif tanaman yang disiram 4. IV.1987). demikian juga dapat menganggu proses reproduksi dan fotosintesis serta respirasi (Devlin.tekanan turgor menjadi lebih besar. 4.perkiraan laju evaporasi dan transpirasi permukaan dorsiventral daun Daun yang diberi vaselin permukaannya lebih besar daripada permukaan daun yang tidak diberi vaselin. penutupan stomata dan proses metabolisme akan terganggu.naik 8 gram hal ini menunjukan bahwa dengan diberi vaselin bobot daun dapat bertambah kemudian berat daun juga dapat mengalami perubahan dengan cara dipanaskan.1 Kesimpulan Dari pecobaan yang telah dilaksanakan.59 gram berkurang menjadi 0.24 % 3.dapat diliaht dari hasil yang didapatkan berat awalnya 0. KESIMPULAN DAN SARAN 4. Dan dalam praktikum sebaiknya terdapat pembagian kerja yang jelas sehingga masinng masing individu bekerja dan lebih paham terhadap percobaan yang dilakukan.1975). menjelaskan bahwa apabila kandungan air berada pada kondisi kapasitas lapang maka semua ruangan dalam tanah akan terisi oleh air ( Abidin. Sehingga didapatkan hasilnya 0 gram 2.59 gram.2 Saran Sebaiknya tanaman dibawa dalam keadaan segar.52 hal ini menunjukan daun mengalami respirasi secara dorsiventral.jadi daun yang setelah diberi vaselin kemudian dijemur dan di dapatkan hasil dari semula beratnya 0. Turgiditas relatif tertinggi terdapat pada daun basah yaitu seberat 0.51 gram tetapi setelah diberi vaselin beratnya berubah menjadi 0. maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut: 1.

F.Tanggapan Tanaman Terhadap Kekurangan Air. 1980. Kramer. D. Fisiologi Tumbuhan.Gramedia:Jakarta. 3-16 dan 156-160.Ekologi Tanaman suatu Pendekatan Fisiologi. Pengantar Fisiologi Tumbuhan. Khairunna. Van Hostrand Rain Hold : New York Salisbury. D. M and F.Pengantar Fisiologi Tumbuhan. B. Frank B. B.J.PT. Dasar Ilmu Tanaman.Introductory Plant Physiology. R.R.DAFTAR PUSTAKA Campbell. Dasar-Dasar Fisiologi Tumbuhan. J.Gramedia : Jakarta Loveless. H. Neil. Co ltd : New York. Plant Physiology.1998. Noggle. Plant and Soil Water Relationship. A. Erlangga : Jakarta.1991.Hill Book.L. Devlin. Fritz. ITB. 1975. 2000.R dan G. Gramedia:Jakarta.A.Rajawali Press: Jakarta. Jumin. Bandung.1992. PT Gramedia.Prinsip-Prinsip Biologi Tumbuhan Untuk Daerah Tropik 1. Dwijoseputro.Mac Crow.Gramedia : Jakarta Dwidjoseputro. 2002. H Witham.D.Fakultas Pertanian USU : Medan. 1995. Cleon W. Hal. Lakitan. .P. 1980. Terjemahan. 2004.Fisiologi Lingkungan Tanaman. Gajah mada University Press : Jakarta. Fitter. 1992. dan Ross. A. Biologi Edisi ke Lima Jilid 1. Jakarta. Rinelang book Corporation Subsidiarey of Champion Reinhold inc: New York Dwijoseputro.H dan Hay.1985. et al.1979.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful