P. 1
proposal bab 1-3 print.doc

proposal bab 1-3 print.doc

|Views: 246|Likes:
Published by Silvia Yana Utama
proposal aseton
proposal aseton

More info:

Published by: Silvia Yana Utama on Oct 26, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/24/2015

pdf

text

original

1

BAB I PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang Aseton adalah turunan keton yang merupakan senyawa paling penting dalam dunia industri. Adapun sejarah perkembangan teknologi proses pembuatan aseton yaitu (Kirk & Othmer, 1983) :  Aseton pertama kali ditemukan pada tahun 1595 sebagai produk dari distilasi timah asetat.  Pada tahun 1920, produksi aseton menggunakan proses dehidrogenasi dengan bahan baku isopropyl alkohol.  Selama perang dunia II, terjadi perkembangan proses yang digunakan, yaitu proses fermentasi.  Pada pertengahan tahun 1960, aseton diproduksi dari propilena dengan proses oksidasi langsung yang dikenal dengan proses Wacker. Pada pertengahan tahun 1970, produksi aseton menggunakan proses cumene hydroperoxide. Pada proses ini hasil utamanya adalah phenol, sedangkan aseton merupakan produk samping.

1.2. Maksud dan Tujuan Perancangan Pabrik 1.2.1. Alasan Pendirian Pabrik Perkembangan dunia industri di Indonesia mengalami peningkatan begitu pesat seiring dengan kemajuan teknologi yang ditemukan, sehingga diharapkan mampu bersaing dengan Negara-negara maju. Perkembangan industri tersebut juga terjadi pada industri kimia, dimana produk-produk kimia sangat dibutuhkan baik digunakan secara langsung maupun sebagai intermediate product. Aseton merupakan salah satu produk industri kimia

2

yang dapat digunakan secara langsung dan dapat digunakan sebagai intermediate product. Aseton banyak digunakan pada industri selulosa asetat, cat, serat, plastic, karet, kosmetik, perekat, pernis, penyamakan kulit, pembuatan minyak pelumas, pelarut dalam proses ekstraksi, dan sebagai bahan baku methyl isobutyl ketone. Kebutuhan aseton dalam jumlah besar di Indonesia relative meningkat setiap tahun. Namun, sampai saat ini masih belum ada pabrik yang memproduksi aseton di Indonesia, sehingga Indonesia mengimpor aseton untuk memenuhi kebutuhan industri dari negara lain seperti Amerika Serikat, Belanda, Cina, Korea, Jepang dan Singapura. Tabel 1.1 dibawah ini menunjukkan banyaknya impor aseton Indonesia per tahun nuntuk memenuhi kebutuhan industri di Indonesia. Tabel 1.1 Data Impor Aseton Indonesia*) No 1 2 3 4 5
*)

Tahun 2007 2008 2009 2010 2011

Jumlah (kg) / tahun 12.719.092 12.973.473 13.232.942 14.058.136 15.806.833

Sumber : Badan Pusat Statistik

Dengan didirikannya pabrik aseton di Indonesia diharapkan dapat memberikan keuntungan antara lain :  Menghemat devisa Negara karena dapat mengurangi kegiatan impor aseton.  Menyediakan aseton bagi industri-industri di Indonesia yang

menggunakan bahan tersebut.  Membuka lapangan kerja baru untuk mengurangi jumlah

pengangguran.

Equistar.496.318 1. Kapasitas (juta pound / tahun) 550 65 660 600 . Tex. Baton Ronge.404.497.2. Isopropil alkohol telah banyak diproduksi di Indonesia. maka dapat dilakukan impor bahan baku untuk memenuhi kebutuahn bahan baku tersebut. ExxonMobil.2 Data Ekspor Isopropil Alkohol di Indonesia*) No 1 2 3 4 5 *) Tahun 2007 2008 2009 2010 2011 Jumlah ekspor Isopropil Alkoho (kg) 8. La.649 Sumber : Digital Information Services Bahan baku pembuatan aseton (Isopropil alkohol) juga diproduksi oleh industri-industri kimia luar negeri. Texas City.326. dibuktikan dengan adanya data isopropyl alkohol yang diekspor. Tabel 1. Tex. Deer Park. Channelview. sehingga bila suatu saat produksi isopropyl alkohol dalam negeri tidak mencukupi kebutuhan produksi.861.901 5.720 1. Shell. Tabel 1. Ketersediaan Bahan Baku Bahan baku pembuatan Aseton adalah isopropyl alkohol.395 1.3 1.2. tex.3 Data produsen Isopropil Alkohol (IPA) di Luar Negeri *) No 1 2 3 4 Produsen Dow.

pernis. lak Sumber : Badan Pusat Statistik Jumlah (kg) 4.914 1. plastic. Kebutuhan Aseton sangat dibutuhkan untuk industri di Indonesia sehingga pendirian Pabrik Aseton di Indonesia dapat mengurangi jumlah impor aseton dari luar negeri. Aseton digunakan pada industry selulosa asetat.3. pelarut dalam proses ekstraksi dan sebagai bahan baku methyl isobutyl ketone. kosmetik.445 171. Analisa Pasar dan Perencanaan Kapasitas Produksi 1. Di Indonesia. pembuatan minyak pelumas.3.1.4 Data Kebutuhan Aseton untuk Beberapa Industri di Indonesia *) No 1 2 3 4 5 Tahun 2007 2008 2009 2010 2011 *) Industri Industri karet Industry cat.2. berpotensi untuk berkembang pesat karena saat ini di Indonesia masih belum ada pabrik aseton.4 di bawah ini menunjukkan kebutuhan aseton di Indonesia untuk berbagai industri.000 39. cat. karet. pernis dan lak Industri remiling karet Industri molding Industri cat.543 1. Kebutuhan aseton di Indonesia juga relative tinggi namun . pernis. Tabel 1. Tabel 1.4 Total *) 1.084 3.875 Sumber : Digital Information Services 1. Aspek Pasar Prospek pendirian pabrik aseton di Indonesia dilihat dari aspek pasar. perekat. peyamakn kuli. Kebutuhan aseton di Indonesia masih belum ada pabrik aseton. serat.3.

5 data Produsen Aseton di Luar Negeri*) No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 Produsen Dow Chemical. Blue Island. Shell. Georgia Gulf. Ind. Sunoco. Namun. Deer Park. Inoes Phenol. Dow Chemical. JLM Chemicals. Ohia. Haverhill. Goodyear Tire & Rubber. Hal ini menunjukkan bahwa pabrik aseton yang akan di bangun dapat membantu memenuhi kebutuhan industri yang menggunakan bahan baku aseton dan belum ada persaingan pasar dalam negeri. Tabel 1. Institute. serta ketentuan kapasitas minimum. tersedianya bahan baku. Freeport. La. Pasadena. Theodore. Total *) Kapasitas (juta pound / tahun) 395 170 95 305 15 605 55 430 715 680 590 4055 Sumber : www. Mount Vernon. Frankford.2. Tex. W. Bayport. . Tex. III Mount Vernon Phenol Plant Partnership. untuk menghadapi persaingan dengan produsen luar negeri harus menjaga kualitas produk dan sistem manajemen yang bagus. Ala.3.Va. Georgia Gulf. Sunoco. Perencanaan Kapasitas Produksi Pemilihan kapasitas perancangan didasarkan pada kebutuhan aseton di Indonesia. Tex.com. 1.icis.5 untuk memenuhi kebutuhan tersebut harus di impor dari luar negeri. Pa. Tex. Plaquemine.

726 (2011) – 1444 = 15.1 maka di dapatkan grafik dengan persamaan linier y = 0.6 Kebutuhan aseton di Indonesia dari tahun ke tahun mengalami peningkatan.726x – 1444 = 0.5%. Hal ini menunjukan pesatnya perkembangan industry kimia di Indonesia. Data statistic berikut menunjukan kenaikan permintaan aseton dari luar.726x – 1444 = 0. diperkirakan kebutuhan aseton akan terus meningkat pada tahun-tahun mendatang sejalan dengan perkembangan industri yang menggunakan aseton sebagai bahan baku.1 Grafik Jumlah Impor Aseton Indonesia Berdasarkan data diatas.726x . Dengan perhitungan sebagai berikut: y1 y1 = 0. Dari data impor aseton pada Tabel 1.1444. Peningkatan ratarata kebutuhan Aseton di Indonesia sebesar 4. Gambar 1.99 ribu ton .726 (2020) – 1444 = 22.52 ribu ton y2 y2 = 0.

Bahan baku pembuatan aseton adalah isopropyl alkohol. dengan pertimbangan bahwa produksi aseton di Indonesia 0 (nol). Gambar 1.5 ribu ton per tahun. Pendirian pabrik aseton dari isopropil alkohol dengan proses dehidrogenasi direncanakan di Cilegon.1 Peta Propinsi Banten Hal-hal yang digunakan sebagai dasar penentuan lokasi pabrik adalah : • Bahan baku Penentuan lokasi pabrik yang didasarkan pada lokasi ketersediaan bahan baku akan memberikan keuntungan tersendiri yaitu bahan baku mudah diperoleh dengan harga yang lebih murah. Pemilihan Lokasi Pemilihan lokasi pabrik sangat menentukan kemudahan mobilitas pabrik. dimana produsen isopropyl alkohol antara lain berada di .7 Rata-rata pertumbuhan kebutuhan aseton di Indonesia Pada tahun 2020 diperkirakan kebutuhan aseton mencapai 22. 1. sehingga diambil kapasitas produksi 22. sehingga diperlukan pertimbangan-pertimbangan dalam pemilihan lokasi pendirian pabrik.500 ton per tahun. Banten.4.

karet dan kosmetik. sehingga lokasi pabrik didirikan di Cilegon. Banten agar dekat dengan bahan baku.8 daerah Jawa Barat. sehingga penting mempertimbangkan sumber air dan sumber energi yang dibutuhkan untuk kepentingan operasional pabrik dalam penentuan lokasi pendirian pabrik. Aseton yang dihasilkan akan dipasarkan ke eluruh Indonesia untuk memenuhi kebutuhan industri-industri yang membutuhkannya. Aseton merupakan salah satu bahan yang digunakan untuk industri cat. • Pengembangan di masa depan Dengan melihat prediksi kebutuhan aseton yang semakin meningkat setiap tahun maka perlu dipikirkan masalah perluasan pabrik di masa depan. • Pemasaran Lokasi pendirian suatu pabrik harus mempertimbangkan aspek pasar karena hal tersebut yang menentukan keberlangsungan pabrik tersebut. • Sarana transportasi Dalam upaya pemenuhan bahan baku dan pemasaran hasil produksi. saran transportasi sangat berperan penting. sehingga lokasi pendirian pabrik mendekati lokasi industri-industri tersebut (dekat dengan konsumen) akan memberikan keuntungan yang lebih bagi produsen dan konsumen. • Sumber air dan sumber energi Operasional suatu pabrik membutuhkan air dan sumber energi seperti listrik untuk utilitas. pernis. dengan adanya sarana transportasi yang mudah maka akan mendukung keberlangsungan pabrik dan pemasaran hasil produksi juga menjadi lebih mudah.lak. BAB II . selulosa. Oleh karena itu. Lokasi pendirian pabrik harus memiliki saran transportasi yang mudah untuk melakukan transportasi darat maupun laut.

isopropyl asetat (suatu pelarut untuk cellulose derivative) dan isopropyl myristate (pelumas.1. Proses esterifikasi atau hidrolisis dilakukan dengan hidrasi langsung. iso-propanol.10 : cairan tak berwarna .1. 2 –propanol.1. rubbing alcohol) dibuat dengan proses esterifikasi atau hidrolisis dari propilena menjadi isopropyl alkohol. Tahap esterifikasi terjadi dengan asam sulfat 85 % pada 24-27°C dan konsentrasi berkurang menjadi 20 % pada tangki pemisahan. campuran untuk kosmetik. Isopropyl alkohol digunakan untuk produksi aseton.propel alcohol. Bahan Baku Utama Isopropil alkohol Isopropil alcohol (2. Isopropyl alkohol didistilasi dari asam yang terlarut dan kemudian dikembalikan lagi ke reactor esterifikasi. g/gmol Kenampakan : C3H7OH : 60. pelarut dan coating. Sifat Fisik dan Kimia Bahan baku yang digunakan adalah isopropyl alkohol (isopropanol. dimethyl karbonil). Bahan Baku dan Bahan Pembantu Tambahan 2. Isopropyl alkohol didistilasi azeotropic dengan air. dimana proses ini lebih sulit untuk crude propilena. antara lain adalah isopropyl eter (pada industry ekstraksi pelarut). dimana sifat fisika dan sifat kimianya adalah sebagai berikut :  Sifat Fisika Isopropil Alkohol Rumus molekul Berat molekul. tinta dan plasticizer). untuk farmasi. Beberapa bahan kimia diturunkan dari isopropyl alkohol.9 TINJAUAN PUSTAKA 2.

4 Densitas (20 °C). Reaksi : CH3CHOHCH3  CH3COCH3 + H2 Isopropyl alcohol dapat juga dioksidasi secara parsial membentuk aseton dengan katalis yang sama dengan proses dehidrogenasi.10 Titik didih. Reaksi : CH3CHOHCH3 + HX CH3CHXCH3 + H2O . g/cm3 : 0. Reaksi : CH3CHOHCH3 + ½ O2  C3H6O + H2O Dengan asam halogen dihasilkan Isopropil alcohol Halida. °C : 82.764 Sangat larut dalam air   Sifat Kimia Isopropil Alkohol Isopropyl alcohol didehidrogenasi membentuk Aseton dengan katalis bermacam-macam seperti logam.2 Tekanan kritis (20 °C).7864 Temperature kritis. oksida dan campuran logam dengan oksidanya.5 Refractive index (20 °C) : 1.3772 Viskositas (20 °C). cP : 2.3 : -88.7854 Spesific Gravityi (20 °C) : 0. °C : 235. °C Titik beku. kPa: 4.

2 Bahan Baku Pendukung .1. alumina dengan katalis Merkuri Oksida. Reaksi : 2 CH3CHOHCH3 CH3CHOHCH3 (CH3)2CHOCH(CH3)2 + H2O CH3CH=CH2 + H2O 2.  Dengan Asam Asetat dan katalis Asam Sulfat dapat membentuk Isopropil Asetat. Reaksi : 2 CH3CHOHCH3 + 2 M 2 CH3CHOMCH3 + H2 Alumina Isopropoksida dapat dihasilkan dari reflux Isopropil Alkohol 99 %.isopropoksi etanol  Isopropyl alcohol dapat mengalami dehidrasi menghasilkan CH3CHOC2H4OHCCH3 Diisopropil Eter maupun Propilen.11  Bereaksi dengan logam-logam aktif seperti sodium dan potassium membentuk Metal Isopropoksida dan hydrogen. Reaksi : C3H8O + CH3COOH  H2O + CH3CHCOOCCH3CHCH3 Dengan Etilen Oksida atau Propilen Oksida dengan katalis basa seperti NaOH akan membentuk Eter Alkohol dari isopropyl alkohol. Reaksi : C3H8O + CH2=CH2 2.

2. g/cm3 Melting Point. Produk dan Sifat-sifatnya 2.0041 Kelarutan dalam air (30 °C). mg/100 mL  Sifat Kimia  Zinc oxide bila direaksikan dengan HCl membentuk Zinc clorida dan air.408 g / mol : padatan putih : 5.12 Bahan baku pendukung untuk pembuatan aseton dengan proses dehidrogenasi adalah katalis yang digunakan yaitu kombinasi Zinc oxide dan Zirconium oxide.2.1.2. Produk Utama . Reaksi : ZnO + 2 HCl ZnCl2 + H2O  ZnO bereaksi lambat dengan fatty acid pada minyak untuk produksi karboksilat seperti oleat atau stearat. • Zinc Oxide  Sifat Fisika Molecular formula Molar mass Kenampakan Density.606 : 1975 : 2360 : 2. °C : ZnO : 81. °C Boiling Point.

13 Aseton (dimethyl ketone. alcohol atau eter. Larut dalam air.thinner. nitrocellulose.000 metric ton aseton digunakan untuk komponenkomponen antioksidan.3588 Densitas. kPa : 24. keton yang lebih tinggi dan vitamin intermediate.6 . g/cm3 Viskositas (20°C) Specific gravity (20°C) : 0. pelarut lem super. industry cat dan pelarut polar di laboratorium.783 Vapor pressure (20°C).32 cP : 0.79 (cair) : 0.08 : cairan tidak berwarna Refractive Index (20°C). pembersih tinta). digunakan pada industry coating. Kegunaan aseton adalah sebagai berikut: • Aseton digunakan sebagai reaction ontermediate untuk produksi kompone-komponen lain seperti bisfenol A. nD : 1. cairan pembersih (pembersih cat kuku. acrylic. herbisida.7 Melting point (°C) : -94. acrylics dan methyl isobutyl keton ( MIBK). Sifat Fisika Aseton Rumus molekul Berat molekul. 2-propanone) merupakan keton yang paling sederhana dan berwujud liquid yang tidak berwarna. • Lebih dari 70. • Sebagai direct solvent. g/mol Kenampakan : CH3COCH3 : 58.

°C: 56.  Aseton membentuk acetals pada reaksi eksotermik. L / mol Critical compressibility Sifat kimia Aseton  Dapat membentuk komponen-komponen crystalline seperti aseton sodium bisulfate ((CH3)2COH)SO3Na) dengan alkali bisulfate. isopropyl alcohol atau propane. asam nitrat dingin dan potassium permanganate netral. Produk Samping Hidrogen  Sifat Fisika .3 kPa).29 Critical temperature (°C) Critical pressure. kPa Critical volume.2. tetapi equilibrium consentration kecil pada temperature lingkungan. : 235. silver nitrate.  Pyrolisis aseton menghasilkan ketene.2.14 Boiling point (101. 2.233 Reaksi : CH3COCH3  CH2=C=O Reduksi menyebabkan aseton berubah menjadi pinacol.chromic acid dan asam nitrat panas.  Aseton bersifat stabil digunakan dengan oksidant-oksidant seperti larutan Fehling.209 : 0.05 : 4701 : 0. tetapi dapat teroksidasi dengan beberapa oksidant yang lebih kuat seperti alkaline permanganate.

cP : 28.01 : 0.740 Thermal conductivity (0°C).K) Enthalphy (0°C). Reaksi : CnH2n + n/2 O2 nCO + nH2  Elektrolisis air dapat menghasilkan hydrogen dan oksigen. MPa-1 Cp (0°C). .30 : 7749.15 Rumus molekul Kenampakan Berat molekul.03 Adiabatic compressibility (300°C). Reaksi : 2 H2O 2 H2 + O2  Steam pyrolisis hidrokarbon menghasilkan ethylene dan hydrogen sebagai by product.K) Cv (0°C). J/ (mol.2 : 0.59 : 20. mW / (cm. J/ (mol. J/ mol Viscosity (0°C). (mol/cm3) Compressibility factor (0°C) : H2 : gas tak berwarna : 2.00839 : 1. (kg/kmol) Density (0°C).K)  Sifat kimia  Oksidasi hidrokarbon dapat menghasilkan hidrokarbon dan karbon mnoksida.00042 : 7.04460 : 1.

cP Titik didih. Reaksi : FeO + H2 Air  Sifat fisika Rumus molekul Kenampakan Berat molekul. kg/kmol Density (25°C). J/(kg.8937 : 0.16 Reaksi : C2H6 C2H4 + H2  Hydrogen bila direaksikan dengan sejumlah metal oksida pada kenaikan temperature dapat menghasilkan metal dan air.K)  Sifat kimia Elektrolisis air menghasilkan hydrogen dan oksigen Reaksi : 2 H2O 2 H2 + O 2 : H2O : liquid tidak berwarna : 18 : 997. (°C) Titik beku. cP Heat capacity (25°C).08 : 0. kg/m3 Viscosity (25°C).9989 : 100 :0 :4184 Fe + H2O . (°C) Kalor jenis (20°C).

serta dengan penambahan Na2CO3. Kemudian dengan penambahan asam akan terjadi reaksi pembelahan cumene hidroperoksida menjadi suatu campuran yang terdiri dari Fenol. Reaksi: C6H5CH(CH3)2 C6H5(CH3)2 C6H5OH + CH3CO CH3 Hasil dari oksidasi ini pada reactor pertama mengandung 9-12% cumene hidroperoksida. Penambahan satu tau dua kolom distilasi perlu dilakukan untuk mendapatkan kemurnian yang diinginkan. Selanjutnya campuran dipisahkan dan crude aseton diperoleh dengan cara distilasi. 15-20% pada reaktor kedua. dan hidroxyaseton. α-methylstyrene. dimethyl phenylcarbinol. (Kirk & Othmer. acetophenone. Campuran ini kemudian dinetralkan dengan menambahkan larutan natrium phenoxide atau basa yang lain atau dengan resin penukar ion (ion exchanger resin). Macam-macam Proses Ada beberapa macam proses pembuatan aseton antara lain: 1. Proses Cumene Hidroperoksida Pada proses cumene hidroperoksida. 1991) . mula-mula cumene dioksidasi menjadi cumene hidroperoksida dengan udara atmosfer atau udara kaya oksigen dalam satu atau beberapa oksidasinya. Pada umumnya proses oksidasi ini dijalankan dalam tiga atau empat reactor yang dipasang secara seri. Selanjutnya produk reaktor keempat dievaporasikan hingga konsentrasi cumene hidroperoksida menjadi 75-85%.3. menara pertama berfungsi untuk memisahkan impuritas seperti asetaldehid atau propionaldehid. Temperatur yang digunakan adalah antara 80-130°C dengan tekanan 6 atm. 24-29% pada reaktor ketiga dan 32-39% pada reaktor keempat. menara kedua untuk memisahkan fraksi-fraksi berat yang sebagian besar terdiri dari air. Aseton diperoleh sebagai hasil atas pada menara kedua.17 2. Aseton dan berbagai produk lain seperti chumylphenols. Jika digunakan dua kolom.

Proses jarang digunakan bila disbanding dengan proses dehidrogenasi. Pada proses ini hasil reaksi terdiri dari Aseton dan Propanoldehid. Untuk mendapatkan konversi yang baik reaktor dirancang agar hasil dapat langsung diinginkan. 1983) Reaksi: CH2 = CHCH3 + ½O2 C3H6O + C3H6O Proses Oksidasi Isopropil Alkohol Pada pembuatan Aseton pada proses ini. Isopropil Alkohol dicampur dengan udara dan digunakan sebagai umpan reactor yang beroperasi pada suhu 200°C-800°C.18 2. (Kirk & Othmer) 3. Proses Dehidrogenasi Isopropil Alkohol Proses lain yang sangat penting untuk memproduksi Aseton adalah dehidrogenasi katalitik dimana reaksinya adalah endotermis. Reaksi: C3H8O + 66. Proses Oksidasi Propilen Proses oksidasi Propilen menjadi Aseton dapat berlangsung pada suhu 145°C dan tekanan 10 atm dengan bantuan katalis bismuth phaspomolibdat pada alumina. Reaksi: CH3CHOHCH3 + ½O2 H2O + C3H6O Reaksi ini sangat eksotermis (43 kkal/mol) pada 25°C dan untuk itu diperlukan pengontrola suhu yang sangat cermat untuk mencegah turunnnya yield yang dihasilkan.5 (pada 372°C) C3H6O + H2 . Reaksi dapat berjalan dengan baik menggunakan katalis seperti yang digunakan pada proses dehidrogenasi Isopropil Alkohol. (Kirk & Othmer.

kemudian barulah dipompakan ke dalam fermenter. Hasil bawah ini didistilasi lagi untuk recovery Isopropil Alkohol yang diambil sebagai hasil atas yang kemudian di recycle ke reactor (Kirk & Othmer.4. Campuran solvent tersebut terdiri dari aseton. 2002) 2.5 % campuran solvent dipompakan kedalam kolom distilasi. Pemilihan Proses . Setelah fermentasi selama 36 – 48 jam. 1983) 4. dan air.5 – 3 atm dan suhu 400°C-600°C. Gas panas keluar dari reactor yang terdiri dari Isopropil Alkohol. Fermentasi dari Karbohidrat Fermentasi cormeal atau molasses dengan genus clostridium menghasilkan suatu campuran yang terdiri dari 1-butanol. Secara garis besar prosesnya adalah sebagai berikut: Molasses dilarutkan dalam air hingga konsentrasi gula mencapai 5% kemudian larutan ini disterilisasi lalu didinginkan sampai temperatur 95°F. Ada sejumlah katalis yang dapat digunakan dalam proses ini yaitu kombinasi zinc oxide – zirconium oxide. aseton. Dengan proses ini konversi dapat mencapai 75-98% dan yield dapat mencapai 85-90%. silicon dioxide. campuran fermentasi yang mengandung 1. kemudian ditambahkan kultur bakteri clostridium kedalam molasses yang sudah disterilkan tadi. kombinasi copper – chromium oxide. etanol dan 1-butanol.19 Pada proses ini Isopropil alcohol diuapkan dengan vaporizer dan dipanaskan dalam HE dengan menggunakan steam kemudian dimasukan ke dalam multi turbular fixed bed reactor. Kondisi operasi reactor ini adalah 1. copper.5 – 2. Selanjutnya ditambahkan protein nutriens dan alkali untuk mengatur pH. Aseton diambil sebagai hasil atas sedangkan campuran Isopropil Alkohol dan air sebagai hasil bawah. Hasil dari scrubber ini didistilasi. untuk dipisahkan antara gas insoluble (H 2) dengan Aseton. dan etanol dengan konsentrasi keseluruhan 2%. Isopropil Alkohol. Produk yang diperoleh dipisahkan dengan steam distilasi dan selanjutnya difraksionasikan. Aseton dan Hidrogen dilewatkan scrubber. (Speight.

BAB III KONSEPSI PERANCANGAN 3. Proses dehidrogenasi Isopropil Alkohol tidak memerlukan unit pemisahan O 2 dari udara sebelum diumpankan kedalam reactor.20 Proses dehidrogenasi Isopropil Alkohol dipilih karena memiliki alasan sebagai berikut: a. hal tersebut dapat dikurangi. konversi pada proses dehidrogenasi lebih besar sehingga hasil Aseton yang didapatkan lebih banyak. c. Pada proses oksidasi timbul masalah terjadinya korosi sehingga dapat mengganggu jalannya proses. Deskripsi Proses . sedangkan pada proses dehidrogenasi. b. Dengan jumlah Isopropil Alkohol yang sama.1.

Reaksi: C3H8O + 66. Aseton dihasilkan dari proses dehidrogenasi Isopropil Alkohol dengan menggunakan katalis Zinc Oxide. Proses dehidrogenasi adalah reaksi yang endotermis sehingga dibutuhkan banyak panas yaitu antara 15 sampai 35 kkal/mol. Keyes & . misalnya hidrokarbon dan alkohol. 1975) (pada 372°C) C3H6O + H2 (Faith. Pada umumnya reaksi dehidrogenasi sulit dilakukan. Ada beberapa macam proses pengembangannya yang semuanya tergantung dari pengambilan hidrogen yang dihasilkan tersebut langsung atau tidak langsung. Proses ini membutuhkan temperature yang tinggi agar tercapai kesetimbangan dan kecepatan reaksi yang baik. dimana reaksinya adalah endotermis. Pemakaian katalis biasanya dimasukan ke reactor secara acak/ random untuk mencegah terbentuknya endapan karbon maka secara periodic perlu diadakan regenerasi katalis.5 Clark.21 Dehidrogenasi adalah salah satu reaksi kimia yang akan menghasilkan senyawa tak jenuh dan lebih aktif. Tetapi dalam hal ini hanya akan menjelaskan dehidrogenasi dari senyawa karbon. Namun pada pronsipnya beberapa senyawa yang mengandung atom hidrogen dapat langsung didehidrogenasi.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->