Makalah Dermatitis Kontak Iritan Posted: Agustus 3, 2010 in Asuhan Keperawatan 0

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Dermatitis merupkan salah satu penyakit yang timbul gangguan pada sistem imun, dermatitis kontak merupakan suatu berntuk penyakit yangdisebabkan hipersensivitas IV, dan diawali oleh kontak langsung antara bahan allergik dan lain-lain. Ada banyak factor pencetus penyakit tersebut, dan perlu untuk diketahui oleh semua kalangan masyarakat, demi mewujudkan hal tersebut maka penulis membuat sebuah makalah yang berisikan tentang materi dermatitis.

Di Era globalisasi saat ini, Perawat seharusnya mampu menguasai tentang konsep medis sehingga perawat dapat mengantisipasi secara dini mengenai dermatitis kontak iritan. B. Tujuan Adapun beberapa tujuan dari pembuatan makalah ini adalah sebagai berikut: a. Memberikan pengetahuan mengenai defenisi dari Dermatitis kontak iritan. b. Memberikan pengetahuan mengenai etiologi dari Dermatitis kontak iritan. c. Memberikan pengetahuan mengenai patofisiologi Dermatitis kontak iritan. d. Memberikan pengetahuan mengenai manifestasi klinis dari Dermatitis kontak iritan. e. Memberikan pengetahuan mengenai pemeriksaan diagnostik pada penyakit Dermatitis kontak iritan. f. Memberikan pengetahuan mengenai penatalaksanaan Dermatitis dan kontak iritan jika dipandang dari segi medis dan keperawatan. g. Memberikan pengetahuan mengenai upaya pencegahan Dermatitis kontak iritan.

BAB II ISI A. Konsep Medis 1. Definisi Dermatitis kontak iritan adalah efek sitotosik lokal langsung dari bahan iritan pada sel-sel epidermis, dengan respon peradangan pada dermis. Daerah yang paling sering terkena adalah tangan dan pada individu atopi menderita lebih berat. Secara definisi bahan iritan kulit adalah bahan yang menyebabkan kerusakan secara langsung pada kulit tanpa diketahui oleh sensitisasi. Mekanisme dari dermatis kontak iritan hanya sedikit diketahui, tapi sudah jelas terjadi kerusakan pada membran lipid keratisonit. Dermatitis kontak iritan merupakan reaksi peradangan setempat yang non-imunologik pada kulit sesudah mendapat paparan iritan baik satu kali maupun berulang. Paparan sekali (tidak disengaja atau kecelakaan) biasanya dari iritan asam, basa dan sebagainya. Sedangkan paparan berulang yang merusak kulit secara kumulatif misalnya iritan yang lebih kecil dosisnya. Menurut kelompok kami, dermatitis kotak iritan adalah reaksi peradangan yang timbul akibat terpapar suatu zat kimia yang dapat menimbulkan lesi. 2. Etiologi Penyebab timbulnya dermatitis kontak iritan cukup rumit dan biasanya melibatkan gabungan berbagai iritan. Iritan adalah substansi yang akan menginduksi dermatitis pada setiap orang jika terpapar pada kulit dalam konsentrasi, waktu dan frekuensi yang cukup. Iritasi pada kulit merupakan sebab terbanyak dari dermatitis kontak. Beberapa contoh iritan akibat kerja yang lazim dijumpai adalah sebagai berikut : a. Sabun, detergen, dan pembersih lainnya. b. Bahan-bahan industri, seperti petroleum, klorinat hidrokarbon, etil, eter, dan lain-lain. Faktor predisposisinya mencakup keadaan panas dan dingin yang ekstrim, kontak yang frekuen dengan sabun serta air, dan penyakit kulit yang sudah ada sebelumnya. Penggunaan berulang dari sabun basa kuat dan produk industri dapat merusak struktur lunak pada sel. Asam dapat larut pada air dan menyebabkan dehidrasi pada kulit. Ketika kulit telah mengalami gangguan, pajanan dari bahan iritan lemah pun dapat menyebabkan inflamasi pada kulit. Besar intensitas dari inflamasi bergantung pada konsentrasi dari iritan dan lamanya terpajan dari bahan iritan tersebut. Iritan yang lembut dapat menyebabkan kulit kering, fissura, dan eritema. A mild eczematous reaction dapat timbul pada eksposure yang berkelanjutan. Pajanan yang berkelanjutan pada daerah seperti tangan, area diaper, atau pada sekeliling kulit yang terkadang menyebabkan eczematous inflamatour. Zat kimia kuat dapat menyebabkan reaksi yang berat.

Masing-masing individu memiliki predisposisi yang berbeda terhadap berbagai iritan, tetapi jumlah yang rendah dari iritan menurunkan dan secara bertahap mencegah kecenderungan untuk menginduksi dermatitis. Fungsi pertahanan dari kulit akan rusak baik dengan peningkatan hidrasi dari stratum korneum (oklusi, suhu dan kelembaban tinggi, bilasan air yang sering dan lama) dan penurunan hidrasi (suhu dan kelembaban rendah). Tidak semua pekerja di area yang sama akan terkena. Siapa yang terkena tergantung pada predisposisi individu (riwayat atopi misalnya), personal higiene dan luas dari paparan. Iritan biasanya mengenai tangan atau lengan. 3. Patofisiologi Pada dermatitis kontak iritan kelainan kulit timbul akibat kerusakan sel yang disebabkan oleh bahan iritan melalui kerja kimiawi maupun fisik. Bahan iritan merusak lapisan tanduk, dalam beberapa menit atau beberapa jam bahan-bahan iritan tersebut akan berdifusi melalui membran untuk merusak lisosom, mitokondria dan komponen-komponen inti sel. Dengan rusaknya membran lipid keratinosit maka fosfolipase akan diaktifkan dan membebaskan asam arakidonik akan membebaskan prostaglandin dan leukotrin yang akan menyebabkan dilatasi pembuluh darah dan transudasi dari faktor sirkulasi dari komplemen dan sistem kinin. Juga akan menarik neutrofil dan limfosit serta mengaktifkan sel mast yang akan membebaskan histamin, prostaglandin dan leukotrin. PAF akan mengaktivasi platelets yang akan menyebabkan perubahan vaskuler. Diacil gliserida akan merangsang ekspresi gen dan sintesis protein. Pada dermatitis kontak iritan terjadi kerusakan keratinosit dan keluarnya mediator- mediator. Sehingga perbedaan mekanismenya dengan dermatis kontak alergik sangat tipis yaitu dermatitis. Kontak iritan tidak melalui fase sensitisasi. Ada dua jenis bahan iritan yaitu : iritan kuat dan iritan lemah. Iritan kuat akan menimbulkan kelainan kulit pada pajanan pertama pada hampir semua orang, sedang iritan lemah hanya pada mereka yang paling rawan atau mengalami kontak berulang-ulang. Faktor kontribusi, misalnya kelembaban udara, tekanan, gesekan dan oklusi, mempunyai andil pada terjadinya kerusakan tersebut. (Hetharia, Rospa. Halaman 95-96) 4. Manifestasi Klinis Dua jenis bahan iritan, maka dermatitis kontak iritan juga ada dua macam yaitu dermatitis kontak iritan akut dan dermatitis kontak iritan kronis. Dermatititis kontak iritan akut. Penyebabnya iritan kuat, biasanya karena kecelakaan. Kulit terasa pedih atau panas, eritema, vesikel, atau bula. Luas kelainan umumnya sebatas daerah yang terkena, berbatas tegas. Pada umumnya kelainan kulit muncul segera, tetapi ada segera, tetapi ada sejumlah bahan kimia yang menimbulkan reaksi akut lambat misalnya podofilin, antralin, asam fluorohidrogenat, sehingga dermatitis kontak iritan akut lambat. Kelainan kulit baru terlihat setelah 12-24 jam atau lebih. Contohnya ialah dermatitis yang disebabkan oleh bulu serangga yang terbang pada malam hari (dermatitis venenata); penderita baru merasa pedih setelah esok harinya, pada awalnya terlihat eritema dan sorenya sudah menjadi vesikel atau bahkan nekrosis.

Dermatitis kontak iritan kronis atau dermatitis iritan kumulatif, disebabkan oleh kontak dengan iritan lembah yang berulang-ulang (oleh faktor fisik, misalnya gesekan, trauma mikro, kelembaban rendah, panas atau dingin; juga bahan contohnya detergen, sabun, pelarut, tanah, bahkan juga air). Dermatitis kontak iritan kronis mungkin terjadi oleh karena kerjasama berbagai faktor. Bisa jadi suatu bahan secara sendiri tidak cukup kuat menyebabkan dermatitis iritan, tetapi bila bergabung dengan faktor lain baru mampu. Kelainan baru nyata setelah berhari-hari, berminggu atau bulan, bahkan bisa bertahun-tahun kemudian. Sehingga waktu dan rentetan kontak merupakan faktor paling penting. Dermatitis iritan kumulatif ini merupakan dermatitis kontak iritan yang paling sering ditemukan. Gejala klasik berupa kulit kering, eritema, skuama, lambat laun kulit tebal (hiperkeratosis) dan likenifikasi, batas kelainan tidak tegas. Bila kontak terus berlangsung akhirnya kulit dapat retak seperti luka iris (fisur), misalnya pada kulit tumit tukang cuci yang mengalami kontak terus menerus dengan deterjen. Ada kalanya kelainan hanya berupa kulit kering atau skuama tanpa eritema, sehingga diabaikan oleh penderita. Setelah kelainan dirasakan mengganggu, baru mendapat perhatian. Banyak pekerjaan yang beresiko tinggi yang memungkinkan terjadinya dermatitis kontak iritan kumulatif, misalnya : mencuci, memasak, membersihkan lantai, kerja bangunan, kerja di bengkel dan berkebun. 5. Pemeriksaan Diagnostik Pengkajian pasien gangguan alergik umumnya mencakup pemeriksaan darah, sediaan apus sekresi tubuh test kkulit dan RASt (Radioallergosorbent test) hasil pemeriksaan darah akan memberikan datadata yang suportif untuk pelbagai kemungkinan diagnostik, kendati demikian tes darah hasil laboratorium bukan Kriteria utama dalam pemeriksaan gangguan alergik. Pemeriksaan awal dapat mencakup pemeriksaan ini : Hitung darah lengkap dan hitung jeniseosinofil dalam keadaan normal merupakan 1% sampai 4% dari jumlah total sel darah putih. Tingkat antara 5% sampai 15% adalah nonspesifik tetapi benar-benar menunjukkan reaksi alergik. Eosinofilia sedang 15%hingga 40% leukosit dalam darah sebagai eosinofel ditemukan pada pasien gangguan alerik disamping pasien gangguan malignitas, immunodefisiensi, infeksi parasit, penyakit jantung congenital, dan pada pasien yang mengalamidialisis peritoneal. Kadar total serum Ig E, kadar total serum IgE, yang tinggi mendukung diagnosis penyakit atopik ; kendati demikian, kadar IGE yang normal tidak menyingkirkan kemungkinan diagnosisi gangguan alergik. Kadar IgE tidak sesensitif pemeriksaan PRIST (paper radio immunosorbent test) dan ELISA (Enzymelinked immunosrbent assay). Tes kulit. Tes kulit mencakup penyuntikan intra dermal atau aplikasi superficial yang dilakukan secara bersamaan waktunya pada tempat-tempat terpisah dengan menggunakan beberapa jenis larutan. Larutan ini masing-masing mengandung antigen yang mewakili suatu jenis alergen, termasuk tepung sari.

2) berikan pendidikan kesehatan kepada klien bahwa gejala gatal berhubungan dengan penyebanya (misal keringnya kulit) dan prinsip terapinya (misal hidrasi) dan siklus gatal-garuk-gatal-garuk. dan lain-lain. Rasionalisasi dengan mengetahui proses fisiologis dan psikologis dan prinsip gatal serta penangannya akan meningkatkan rasa kooperatif 3) hindarkan binatang peliharaan. Radiasi ultraviolet. Penatalaksanaan Medis. 1) Berkolaborasi dengan tim kesehatan lainnya dalam pemberian jenis obat-obatan seperti Kortikosteroid. “Tes radioallergosorbent. Rasionalisasi jika alergi terhadap bulu binatang sebaiknya hindari memelihara binatang atau batasi keberadaan binatang di sekitar area rumah. tes provokasi meliputi pemberian allergen secara langsung pada mukosa respiratorius dengan mengamati respon target tersebut. Jika terdapat antibody. 7. Pencegahan Pencegahan dermatitis kontak berarti menghindari kontak dengan zat seperti poison ivy atau sabun keras yang dapat menyebabkan hal itu. Imunosupresif topical. kompleks ini akan berikatan dengan allergen yang berlabel-radio aktif” (Smeltzer. 1) Kortikosteroid 2) Antihistamin 3) Krim hidrofilik atau vaselin 4) Kortikosteroid topical 5) Antibiotik b. Spesifik allergen. Sample serum pasien dikenakan dalam jumlah kompleks allergen yang dicurigai. Siklosporin A. Strategi pencegahan meliputi: . merupakan test pemeriksaan kadar IgE. khususnya bronkhospasme pada pasien asma. halaman 1760-1763) 6.Tes provokasi. Suzanne C. Antibiotika dan antimikotika. Penatalaksanaan Keperawatan. Pengobatan sistemik sesuai dengan medik. kekurangan yang utama pada tipe pengujian ini adalah keterbatasan satu antigen persesi dan risike timbulnya gejala yang berat. Tipe pengujian ini sangat membantu dalam mengena allergen yang bermakna secara klinis pada pasien-pasien dengan hasil positif. Penatalaksanaan a.

edema dan papula disusul dengan pembentukan vesikel yang jika pecah akan membentuk dermatitis yang membasah. Kriteria diagnosis dermatitis kontak alergik adalah : a. Oleskan krim atau gel penghalang untuk kulit Anda untuk memberikan lapisan pelindung. memakai pakaian pelindung atau sarung tangan untuk melindungi kulit Anda terhadap senyawa berbahaya. Pengkajian Untuk menetapkan bahan kimia penyebab dermatitis kontak iritan diperlukan anamnesis yang teliti. Bilas kulit dengan air dan gunakan sabun ringan jika dermatitis karena kontak dengan suatu zat. Pastikan untuk membilas sabun sepenuhnya dari tubuh Anda. Karena beberapa bagian tubuh sangat mudah tersensitisasi dibandingkan bagian tubuh yang lain maka predileksi regional diagnosis regional akan sangat membantu penegakan diagnosis. Jika di tempat kerja. handuk dan selimut.(http://medicastore. Gunakan deterjen ringan. Juga. Pada anamnesis perlu juga ditanyakan riwayat atopi. tidak berbatas tegas dan dapat meluas ke daerah sekitarnya. perjalanan penyakit. kaca mata. b. Coba lakukan siklus bilas tambahan pada mesin cuci. obyek personal meliputi pertanyaan tentang pakaian baru. Konsep Asuhan Keperawatan 1. kosmetika. gunakan pelembab untuk mengembalikan lapisan terluar kulit dan untuk mencegah penguapan kelembaban. Kenakan kapas atau sarung tangan plastik ketika melakukan pekerjaan rumah tangga untuk menghindari kontak dengan pembersih atau larutan. hobi. riwayat penyakit yang lengkap. beberapa kali atau satu kali tetapi sebelumnya pernah atau sering kontak dengan bahan serupa. Lesi pada umumnya timbul pada tempat kontak. Usahakan mencuci untuk menghapus banyak iritan atau alergen dari kulit Anda.com/penyakit/74/Dermatitis_Kontak.html) 8. Pemeriksaan fisik didapatkan adanya eritema.a. e. Adanya riwayat kontak dengan suatu bahan satu kali tetapi lama. c. Penyimpangan KDM A. pekerjaan. sepatu lama. tanpa wewangian saat mencuci pakaian. d. pemeriksaan fisik dan uji tempel. dan jam tangan serta kondisi lain yaitu riwayat medis umum dan mungkin faktor psikologik. . riwayat kontaktan dan pengobatan yang pernah diberikan oleh dokter maupun dilakukan sendiri.

Uji tempel dengan bahan yang dicurigai hasilnya positif. Kurang pengetahuan tentang penyakitnya berhubungan dengan kurangnya sumber informasi. 2) Tanda vital dalam batas normal 3) Ekspresi tenang/nyaman Intervensi dan rasional: 1) Catat keluhan nyeri.ditandai dengan : 1) Keluhan nyeri 2) Klien tampak meringis 3) Klien tampak melindungi diri akibat nyeri Tujuan dan kriteria hasil : Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 1×24 jam. . Diagnosis Keperawatan a. d. e. diharapkan nyeri berkurang atau terkontrol dengan kriteria: 1) Pernyataan verbal klien bahwa nyeri berkurang atau terkontrol. b. Resiko tinggi infeksi berhubungan dengan kerusakan perlindungan kulit. Nyeri berhubungan dengan kerusakan kulit atau jaringan kulit. intensitas (skala 0-10). 3.b. yang tumbuhnya setelah pada tempat kontak. Gangguan citra tubuh berhubungan dengan perubahan dalam penampilan sekunder akibat penyakit. termasuk lokasi. Intervensi dan Rasional a. Terdapat tanda-tanda dermatitis disekitar tempat kontak dan lain tempat yang serupa dengan tempat kontak tetapi lebih ringan serta timbulnya lebih lambat. Terdapat tanda-tanda dermatitis terutama pada tempat kontak. c. c. Kerusakan integritas kulit berhubungan dengan Inflamasi dermatitis. Rasa gatal e. 2. Nyeri berhubungan dengan kerusakan kulit atau jaringan kulit. d. lamanya. respon menggaruk.

fungsi lausea. menurunkan tegangan otot dan kelelahan umum 5) Anjurkan penggunaan teknik manajemen stress Memfokuskan kembali perhatian.Nyeri tidak selalu ada tetapi bila ada harus dibandingkan sebelumnya dimana dapat membantu mendiagnosa etiologi dan terjadinya komplikasi. Kondisi kulit dipengaruhi oleh sirkulasi. pemberian obat. meningkatkan relaksasi. Jaringan dapat menjadi rapuh dan cenderung untuk infeksi dan rusak. hangat lokal. perubahan posisi dengan sering. dolor. Sumber panas eksternal perlu untuk mencegah menggigil. kalor. 3) Libatkan pasien dalam penentuan jadwal aktivitas. penutup tubuh hangat. Meningkatkan relaksasi. tumor. 2) Anjurkan agar permukaan kulit tetap kering dan bersih. catat perubahan pada turgor. 2) Adanya krusta kekuningan dengan bentuk dan besar bervariasi. 4) Berikan tindakan kenyamanan dasar. b. gangguan warna. pengobatan. yang dapat menurunkan ketergantungan farmakologis. contohnya pijatan pada area yang tidak sakit. nutrisi dan imobilisasi. respon menggaruk ditandai dengan : 1) Adanya skuama kering. 2) Pertahankan suhu lingkungan nyaman. eritama. . 3) Menunjukkan regenerasi jaringan kulit. dan meningkatkan rasa kontrol. basah atau kasar. Tujuan dan kriteria hasil: Setelah dilakukan tindakan keperatawan selama 3×24 jam diharapkan kerusakan integritas kulit dapat membaik dengan kriteria hasil: 1) Mencapai penyembuhan tepat waktu pada area luka yang terdapat lesi. Intervensi dan rasional: 1) Kaji integritas kulit. berikan lampu penghangat. Batasi penggunaan sabun. 2) Tidak adanya tanda-tanda infeksi seperti rubor. Meningkatkan rasa kontrol pasien dan kekuatan mekanisme koping. Kerusakan integritas kulit berhubungan dengan Inflamasi dermatitis.

meminimalkan dengan kelembaban atau ekskresi. fungsi lausea. 5) Berikan obat sesuai indikasi: Antihistamin. dan bedak kecuali diijinkan dokter. Dapat meningkatkan iritasi atau reaksi secara nyata. Mencegah kontaminasi silang. . kalor. 3) Anjurkan pasien untuk menghindari krim kulit apapun.Area lembab. terkontaminasi memberikan media yang sangat baik untuk pertumbuhan organisme patogenik. Masalah resiko infeksi harus seimbang mengalawan kebutuhan pasien utuk dukungan keluarga dan sosialisasi. Jelaskan prosedur isolasi terhadap pengunjung bila perlu. Mencegah kontaminasi silang dari pengunjung. Tergantung tipe/luasnya luka dan isolasi dapat direntang dari luka sederhana/kulit sampai komlpit/sebaiknya untuk menurunkan resiko kontaminasi silang/ terpajannya pada florea bakteri multipel 3) Tekankan pentingnya teknik cuci tangan yang baik untuk semua individu yang datang kontak dengan pasien. ditandai dengan: 1) Demam 2) Luka terdapat eksudat Tujuan dan kriteria hasil: Setelalah melakukan tindakan keperawatan selama 1×24 jam. Sabun dapat mengeringkan kulit secara berlebihan dan meningkatkan iritasi. infeksi dapat di hindari dengan kriteria hasil: 1) Tanda-tanda vital dalam batas normal 2) Tidak adanya tanda-tanda infeksi seperti rubor. Menghilangkan gatal. menurunkan resiko infeksi. 2) Implementasikan teknik isolasi yang tepat sesai indikasi. Resiko tinggi infeksi berhubungan dengan kerusakan perlindungan kulit. 4) Berikan perawatan kulit sering. c. dolor. salep. tumor. Intervensi dan rasional: 1) Awasi atau batasi pengunjung bila perlu. Terlalu kering atau lembab merusak kulit dan mempercepat kerusakan.

adanya diare. bau. 3) Pertahankan tindakan tenang. 4) Ajurkan pasien untuk menerima situasi pada tahap masalah yang kecil. 5) Awasi tanda vital untuk demam. ketidakmampuan berkomunikasi dengan orang lain. penurunan jumlah trombosit dan hipoglikemia dan glikosuria. periksa/catat perubahan penampilan. kebutuhan untuk pengkajian lanjut/intervensi lebih intensif. 3) Menyembunyikan bagian tubuh secara berlebihan. 3) Mengakui diri sebagai individu yang mempunyai tanggung jawab sendiri. meyakinkan. 2) Catat bahas tubuh non verbal. 2) Membuat gambaran diri lebih nyata. Indikasi sepsis memerlukan evaluasi cepat dan intervensi. . diharapkan klien dapat menerima perubahan citra tubuhnya .4) Periksa luka tiap hari. 2) Tidak melihat / menyentuh bagian tubuh yang terganggu. Mengidentifikasi adanya penyembuahan dan memberikan deteksi dini infeksi. 4) Perubahan dalam keterlibatan sosial. sulit bergaul. Tujuan dan kriteria hasil : Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 3×24 jam. Gangguan citra tubuh berhubungan dengan perubahan dalam penampilan sekunder akibat penyakit. ditandai dengan : 1) Klien merasa malu. prilaku negatif/bicara sendiri. d. Alat dalam mengidentifikasi/mengartikan masalah untuk memfokuskan perhatian dan intervensi secara konstruktif. Intervensi dan Rasional: 1) Kaji persepsi klien tentang kondisi tubuhnya saat ini. akui terima pengungkapan perasaan terhadap dirinya. Dapat menunjukkan depresi atau keputusasaan. atau kualitas drainase. Kaji prilaku diri. Dapat membantu menghilangkan takut pasien akan rasa malu. peningkatan frekwensi kedalaman pernafasan sehubungan dengan perubahan sensori. dengan kriteria hasil: 1) Menyatakan perasaan tentang penyakitnya.

Tujuan dan kriteria hasil: Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 1×45 Menit. Memberikan pandangan terhadap beberapa masalah pasien/orang terdekat dapat menambah/membantu mereka menjadi waspada bahwa batuan/pertolongan tersedia bila perlu. Kurang pengetahuan tentang penyakitnya berhubungan dengan kurangnya sumber informasi. 2) Pernyataan salah tentang dermatitis kontak iritan. dan aktivitas normal. emosi labil. Memberikan dasar pengetahuan dimana pasien dapat membuat pilihan berdasarkan info. 2) Diskusikan harapan pasien kembali kerumah. Pasien sering mengalami kesulitan memutuskan pulang. masalah pengambilang keputusan. Intervensi dan rasional: 1) Kaji ulang prognosis harapan yang akan datang. Kemungkinan pembatasan tergantung pada berat/cedera dan tahap penyembuhan. ditandai dengan : 1) Pasien sering bertanya / minta informasi. 3) Identifikasi keterbatasan spesifik aktivitas sesuai individu. Masalah sering terjadi yang mempengaruhi keberhasilan menilai tindakan hidup normal. 4) Anjurkan pasien atau keluarga pasien tentang kelelahan. Diharapkan klien mengetahui tentang penyakitnya dengan kriteria hasil: 1) Klien dapat menjelaskan kembali tentang penyakitnya dengan menggunakan bahasanya sendiri. 5) Anjurkan orang terdekat untuk mengobati pasien secara baik dan tidak sebagai orang yang depresi. 5) Tekankan perlunya/pentingnya mengevaluasi/rehabilitasi.Merasa sehat/mengalami kesulitan dalam mengatasi gambaran yang lebih besar tatapi dapat mengatasi satu bagian pada saat itu. kebosanan. Memberi informasi tentang kemungkinan diskusi/interaksi dengan penasehat profesional yang tepat. bekerja. 2) Klien tidak bertanya-tanya lagi tentang penyakitnya. Penyimpangan harga diri dapat tidak disadari penguatannya. . e.

2. etil. BAB III PENUTUP A. seperti petroleum. Usahakan mencuci untuk menghapus banyak iritan atau alergen dari kulit Anda. handuk dan selimut. b. Dermatitis kontak iritan ini disebabkan oleh terpapan oleh zatzat kimia seperti: a. dan pembersih lainnya. Saran Dari pembahasan diatas. Segera memeriksakan diri bila terkena dermatitis kontak iritan. klorinat hidrokarbon. Sabun. Pastikan untuk membilas sabun sepenuhnya dari tubuh Anda. . 3. Bahan-bahan industri. diantaranya yaitu: 1. Selalu menjaga kebersihan diri saat terpapar dengan bahan kimia. Dermatitis kontak iritan ini dapat dicegah yaitu dengan cara: Bilas kulit dengan air dan gunakan sabun ringan jika dermatitis karena kontak dengan suatu zat. Kesimpulan Dermatitis kontak iritan adalah efek sitotosik lokal langsung dari bahan iritan pada sel-sel epidermis. Coba lakukan siklus bilas tambahan pada mesin cuci. memakai pakaian pelindung atau sarung tangan untuk melindungi kulit Anda terhadap senyawa berbahaya. detergen. eter. maka penulis dapat memberikan saran kepada pembaca. Untuk menjaga kontak langsung dengan bahan kimia yang memiliki konsentrasi tinggi terutama bagi orang-orang yang memiliki riwayat alergi sebelumnya agar dapat terhindar dari penyakit dermatitis kontak iritan. BAB II KONSEP DASAR A. tanpa wewangian saat mencuci pakaian. Jika di tempat kerja.Dukungan jangka panjang dengan evaluasi ulang pentingnya dan perubahan terapi dibutuhkan untuk mencapai penyembhan optimal. PENGERTIAN. dengan respon peradangan pada dermis. Gunakan deterjen ringan. dan lain-lain. B.

Dapat disimpulkan bahwa peningkatan kadar IgE bukan merupakan prasyarat patogenesis dermatitis atopik. trauma.Dermatitis adalah peradangan kulit ( epidermis dan dermis ) sebagai respon terhadap pengaruh faktor eksogen atau pengaruh faktor endogen. keringat. disertai gatal yanmg umumnya sering terjadi selama masa bayi dan anak-anak. yang biasa ditandai oleh rasa gatal. dan distribusi lesi yang khas. menimbulkan kelainan klinis berupa efloresensi polimorfik ( eritema. 8 Dermatitis atopik adalah keadaan peradangan kulit kronis dan residif. Bentuk lain adalah intrinsik atau non alergik. . rhinitis alergi. 2000). termasuk di antaranya faktor genetik. ANATOMI DAN FISIOLOGI.. B. Didapatkan dua bentuk dermatitis atopik. dan faktor imunologis (Mansjoer.. tempatnya dilipatan atau fleksural (Brunner 2008). vesikel. yang kemudian mengalami ekskoriasi dan likenifikasi. penyakit sering kambuh. sering berhubungan dengan peningkatan IgE dalam serum dan riwayat atopi keluarga atau penderita (DA. b. White dermatographism. 2005). Dermatitis atopik adalah keadaan peradangan kulit kronis dan resedif. emosi. Reaksi vaskular paradoksal. skuama ) dan keluhan gatal (Djuanda 2007). Goresan pada penderita kulit dermatitis atopik akan menyebabkan kemerahan dalam waktu 10-15 detik dengan diikuti vasokonstriksi yang menyebabkan garis berwarna putih dalam waktu 10-15 menit berikutnya. tanpa berkaitan dengan penyakit saluran nafas dan bentuk campuran (Mixed Type) yang terkait dengan sensitisasi terhadap alergen hirup atau alergen mkanan disertai dengan peningkatan kadar IgE (Soebaryo. sering berhubungan dengan peningkatan kadar IgE dalam serum dan riwayat atopi pada keluarga atau penderita. disertai gatal dan umumnya sering terjadi selama masa bayi dan anak-anak. Terdapat pula konsep murni (Pure Type). bentuk alergik yang merupakan bentuk utama (70-80% pasien) terjadi akibat sensitisasi terhadap alergen lingkungan disertai dengan peningkatan kadar IgE serum.. Dermatitis atopik ini penyebabnya adalah multifaktorial. Terdapat beberapa gambaran klinis dan stigmata yang terjadi pada dermatitis atopik. dan atau asma bronchial) (Sularsito. edema. Kelainan kulit berupa papul gatal. terdapat pada 20-30% pasien. Dermatitis atopik adalah kelainan kulit yang sering terjadi pada bayi dan anak. dengan kadar IgE rendah dan tanpa sensitisasi terhadap lingkungan. 2009). papul. yaitu : a.

bersisik. Hiperpigmentasi. (Zulkarnain. d. Pada kondisi kronis terdapat penambahan mencolok lipatan pada telapak tangan meskiput hal tersebut bukan merupakan tanda khas untuk dermatitis atopik. Lipatan telapak tangan. Kuku terlihat mengkilat karena selalu menggaruk akibat dari rasa gatal.. (Judarwanto. Allergic shiner. Kekeringan berlebihan. Terutama pada musim panas. Keadaan ini pada saat lahir atau sesudah itu dan bertahan bertahan sepanjang hidup. nampak seperti adema dari kelopat mata bawah namun bukan merupakan atonogmomik dermatitis atopik. Sindrom buffed-nail. Kulit kering. . Sering dijumpai pada penderita penyakit allergi karena gosokan dan garukan berulang jaringan dibawah mata dengan akibat perangsangan melanosit dan peningkatan timbulnya melanin. sel pengeluaran air dan xerosis. f. Jumlah kelenjar sebasea berkurang sehingga terjadi pengurangan pembentukan sabun. b.. c. Delayed dlanch. 2009). Pada penderita atopi akan terjadi eritema ringan dengan Delayed dlanch. Terdapat daerah Hiperpigmentasi karena garukan terus menerus. 2009). pecah-pecah dan berpapul folikular hiperkeratotik yang disebut peratotis pelaris. Hal ini diduga karena ada pelebaran kapiler dan peningkatan permeabilitas pembuluh darah yang mengakibatkan terjadinya edema dan warna pucat dijaringan sekelilingnya. Hal ini disebabkan oleh vasokonstistik atu peningkatan permeabilitas kapiler. Penyuntikan asetilkolin pada kulit normal menghasilkan keluarnya keringat dan eritema. 2009). yang lebih dalam dan menetal sepanjang hidup. c.Merupakan adaptasi terhadap perubahan suhu pada penderita dermatiitis atoik. Kulit penderita dermatitis atopik umumnya kering. a. e. Pada umumya penderita dermatitis atopik sejak lahir mempunyai parmal. g.. (Zulkarnain. 2009).. Apabila ekstremitaspenderita dermatiti atopik mendapat pajanan hawa dingin akan akan terjadi percepatan pendingan dan perlambatan pemanasan dibandingkan dengan orang normal (Judarwanto. Garis morgan atau dennie. 2009). (Zulkarnain. Kalainan ini berupa cekungan yang menyolok dan simetris namun dapat ditemukan satu atau dua cekungan dibawah kelopak mata bagian bawah..

sedangkan faktor ekstrinsik meliputi bahan yang bersifat iritan dan kontaktan.kelainan fisiologi dan biokimia kulit. Faktor intrinsik berupa predisposisi genetik. j. Prevelensi reaksi alergi makanan lebih banyak pada anak dengan dermatitis atopik berat. ETIOLOGI. 2009). 2001). Faktor pencetus lain diantaranya : a. C. b. Bayi dan anak dengan alergi makanan biasanya diser tai uji kulit (skin pick test) da kadar IgE spesifik positif berbagai macam makanan. perubahan temperatur dan trauma (Fauzi.. (Zulkarnain. hampir 40% bayi dan anak dengan dermatitis atopik sedang dan berat mempunyai riwayat alergi makanan. Hertoge sign. Alergen hirup. Penyebab dermatitis atopik tidak diketahui dengan pasti. Pada daerah dengan kelembapan nispi tinggi musim panas berpengaruh buruk. Berdasarkan hasil (DBPCFC) double blind placibo controlled food challenge. alergen hirup. 2009). Gatal dan garukan berlebihan. h. 2009).. 2009).Penderita dermatitis atopik cenderung berkeringat banyak Sehingga premitus bertambah. Didevinisikan sebagai penipisan atau hilangnya lateral alis mata. Walaupun demikian uji kulit positif terhadap suatu makanan tertentu. (Judarwanto.makanan. i. Mekanisme terjadinya ekseserbasi sesuai dengan perubahan musim belum difahami secara menyeluruh.. disfungsi imunologis. sedangkan pada dermatitis atopik akan bertahan selama 45 menit. tidak berarti bahwa penderita tersebut alegi pada makanan tersebut.. mikroorganisme. Beberapa penelitian menunjukan bahwa kelembapan nispi tinggi musim baik pada kekerongan kulit penderita dermatitis atopik. Makanan yang sering menyebabkan alergi antara lain susu. Makanan.diduga disebabkan oleh berbagai faktor yang saling berkaitan (multifaktorial). sedangkan lingkungan sejuk dan kering akan berpengaruh baik pada kulit penderita dermatitis atopik. Penyuntikan pada pemacu rasa gatal (tripsin) pada orang normal akan menimbulkan gatal selama 10-15 menit.. Faktor psikologis dan psikomatis dapat menjadi faktor pencetus (Mansjoer. telur. oleh karena itu masih diperlukan uji eliminasi dan provokasi terhadap makanan tersebut untuk menentukan kepastinnya (Judarwanto W.. 2001). kacang-kacangan kedelai dan makanan laut (Roesyanto. . gandum. Variasi musim. interaksi psikomatik dan disregulasi/ketidakseimbangan sistem saraf otonom.

rhinitis. Mikroorganisme telah diketahui sebagai salah satu faktor ekstrintik yang berperan sebagai kontribusi sebagai pencetus kambuhnya dermatitis atopik. Tetapi bila dermatitis atopik dialmi hingga berlanjut hingga masa dewasa maka resiko untuk mewariskan kepada anaknya Sama saja yaitu 50%. Reaksi positif dapat terlihat pada alergi tungau debu rumah (TDR).yang dapat di praktekan dengan uji tempel.lebih dari setengah jumblah anak akan mengalami gejala alergi smpai usia 2 tahun. Sawar kulit... Enterotoxin stahyllococcus aureus menginduksi inflamasi pada dermatitis atopik dan memprovokasi penngeluaran antibodi IgE spesifik terhadap enterotoksin stahyllococcus aureus.positif pada 30-50% penderita dermatitik atopik. Resiko mewarasi dermatitis atopik lebih tinggi bila ibu menderita dermatitis atopik di banding dengan ayah. c. Genetik. 2009).Alergen hirup sebagai penyebab Dermatitis Atopik dapat lewat kontak.seperti asma. 2009).. Faktor lain dari mikroorganisme yang dapat menimbulkan kekambuhn dermatitis atopik adalah adanya toksin yang dihasilkan oleh stahyllococcus aureus. Ada peran kromosom 5q31-33.. sehingga dapat mencetuskan terjadinya inflamasi. bulu binatang rumah tangga. dan merupakan faktor yang dikatakan mempengaruhi beratnya penyakit.bila salah satu orang tua menderita atopi. Enterotoksin yang dihasilkan oleh stahyllococcus aureus ini dapat menembus fungsi sawar kulit. a. stahyllococcus aureus. PATOFISIOLOGI. Mikroorganisme utamanya adalah stahyllococcus aureus (SA). Lebih dari kesempatan anak dari seorang ibu yang menderita atopi keluarga akan mengalami dermatitis atopik pada masa 3 bulan pertama kehidupan. b.kromosom 3q21 serta kromosom 1q21 dan 17q25 juga melibatkan gen yang independen dari mekanisme alergi. antara lain faktor genetik terkait dengan kelainan intrinsik sawar kulit. D. jamur atau ragweed di negara negara 4 musim (Judarwanto. reSiko eorang kembar monosigotik yang saudara kembarnya menderita dermatitis atopik adalah 86% (Judarwanto.2009.. dan faktor lingkungan (Soebaryo. Enterotoksin tersebut bersifat sebagai superantigen. merupakan salah satu faktor pencetus yang penting pada terjadinya eksaserbasi. tidak didapatkan kolerasi antara jumlah kolonisasi stahyllococcus aureus dan kadar IgE spesifik enterotoksin stahyllococcus aureus. Infeksi kulit.dan meningkat sampai 79% bila kedua orang tua menderita atopi. tetapi menurut penelitiann pada fauzi nurul.2009). Genetik pengaruh gen maternal sangat kuat. Ada peningkatan prevelensi HLA-A3 dan HLA-A9 pada umumnya berjalan bersama penyakit atopi lainnya. Pada penderita dermatitis atopik didapatkan perbedaan yang nyata pada jumlah koloni stahyllococcus aureus pada kulit dengan lesi ataupun non lesi pada penderita dermatitis atopik. . yang secara kuat dapat menstimulasi aktifasi sel T dan makrofag yang selanjutnya mengeluarkan histamin. Berbagai faktor turut berperan dalam patofisiologi dermatitis atopik. kelainan imunologik. atau lewat inhalasi.

antara lain jamur. 2009). GS-CSF. bakteri dan virus..sel yang terktivasi ini mengekspresikan Fan dan Fan ligand yang menjadi penyebab apoptosis. 2009). Rangsangan yang ringan. allergen makanan... Bakteri pada pasien dermatitis atopik mensekresi ceramide sehingga menyebab kan kulit semakin kering (Soebaryo. eksaserbasi pada dermatitis atopic dapat dipicu beberapa macam infeksi. seperfisial dengan intensitas rendah menyebabkan rasa gatal.2009).kulit akan semakin kering dan merupakan port d’entry untuk terjadinya penetrasi elergen. dan virus. 2009).. 2009). iritan. Sampai saat ini etiologi maupun mekanisme yang pasti dermatitis atopic belum semua diketahui. Imunopatogenesis dermatitis atopic.. bakteri. Respon imun kulit sel-sel T baik subset CD4+ maupun subset CD8+ yang diisolasi dari kulit (CLA+ CD45RO+ T cells) maupun dari darah perifer. sedangkan yang dalam dan berintensitas tinggi menyebabkan nyeri. demikian pula prumitus pada dermatitis atopic. Rasa gatal dan rasa nyeri sama-sama memiliki reseptor di taut dermoepidermal. Lesi akut di dominasi oleh akspresi IL-5. Variasi Ph kulit dapat menyebabkan kelainan metabolisme lipid di kulit. Kelinan fungsi sawar mengakibatkan peningkatan transepidermal water loss. .2009). sel T yang ilfiltrasi ke kulit adalah CD45RO+.yang berfungsi sebagai molekul utama pengikat air diruang ekstraseluler srttum kornium dianggap sebagai penyebab kelainan fungsi sawar kulit. terbukti mengsekresi sejumlah besar IL-5 dan IL-15.. c. Imunopatologi kulit pada dermatitis atopik. yang disalurkan lewat saraf C tidak bermielin kesaraf spinal sensorik yang selanjutnya di salurkan ke thalamus kontralateral dan korteks untuk diartikan. Sel-sel itu sendiri tidak menunjukan apoptosis karena mereka diproteksi oleh sitokin dan protein extracellular matrik (ECM). Sebagai tambahan selain allergen hirup. Sebagai pathogenesis dermatitis atopic dapat dijelaskan secara imunologik dan nonimunologik (Judarwanto. juga panjana tunggau debu rumah dan binatang peliharaan. IL-12 dan IFNg serta infiltrasi makrofag dan aosinofil (Judarwanto. Lingkungan. Sel-sel T tersebut mengsekresi IFN g yang melakukan upregulation Fas pada keratinocytes dan menjadikan peka terhadap proses apoptosis di kulit. Hygiena Hypotesis menyatakan bahwa berkurangnya stimuasi sister imun oleh pajanan antigen microba dinegara barat mengakibatkan meningkatnya kerentanan terhadap penyakit atopic (Sugito. d. sehingga dengan kondisi ini lifepan dari eosinofil memanjang danterjadi induksi pada produksi IgE. Sel T ini menggunakan CLA maupun reseptor lainnya untuk mengenali dan menyeberangi andotelium pembuluh darah perifer pasien dermatitis atopic.Hilangnya caremide dikulit. sel T subset CD4+ maupun subset CD8+ dari sel T dengan petanda CLA+CD45RO+ dalam status teraktivasi (SD25+ CD40L+ HLADR+). Hal tersebut mendukung teori Hygiena Hypotesis (Roesmanto. Apoptosis keratinosit diinduksi oleh Fas ligand yang diekspresi dipermukaan sel-sel T atau yang berada di microenvironment (Judarwanto.

Reaksi imunologis dermatitis atopik. sehingga dapat dipahami bahwa dalam penatalaksanaan dermatitis atopik. bradikinin. Diantara mediator yang dilepaskan oleh sel mast. Difisiensi sel ini menyebabkan produksi berlebih IgE (Mansdjoer. pada pasien dermatitis atopik kapasitas untuk menghasilkan IgE secara berlebihan diturunkan secara genetik. dan menimbulkan sensitisasi terhadap reaksi hipersentivitas tite 1. Histatamin sender dapat menyebabkan lesi ekzematosa. walaupun antihistamin sering digunakan. Ekspresi sitokin. bakteri dan jamur meningkat. seperti histamin. 2009). II-12 dan INFg lebih tinggi dibandingkan pada dermatitis atopik akut. Interleukin spesifik elergen yang diproduk sel T pada darah perifer (interleukin IL-4. 1. Juga terjadi eosinophilia dan peningkatan IgE (Judarwanto. II-5 dan II-13 yang tinggi.Histamine dianggap sebagai zat penting yang memberi reaksi dan menyebabkan pruritus. rinitis alergi. sel mast meningkat lesi pada dermatitis atopic kronis.2009). Sel ini menmpunyai kemanpuan melepaskan histamin. Sebagian besar anak dengan dermatitis atopik (sekitar 80%). sehingga rasio limfosit T sitolitik (CD8+) terhadap limfosit T helper (CD8+) menurun dengan akibat kepekaan terhadap infeksi virus. kinin. Demikian pula defisiensi sel T penekan (suppressor). Kemungkinan zat tersebut menyebabkan pruritus dan eritema.. prostaktaklandin dan sebagai. yang berparan pada pruritus adalah vasokvif amin. dan semuanya memberikan dugaan bahwa besar dermatitis atopik adalah suatu penyakit atopi. tetapi II-5. namunhasilnya tidak terlalu menggembirakan dan sampai saat ini masih banyak silang pendapat para ahli mengenai antihistamin pada dermatitis atopik (Soebaryo. Keseimbangan sitokin yang berasaldari Th1 dan Th2 sangat berberan pada reaksi iflamasi penderita dermatitis atopik. Anak dengan dermatitis atopik moderat dan berat akan berlanjutkan dengan asma dan atau rinitis alergika dikemudian hari (allergic march).. 2000).. Histamin menghambat hemotaksis dan menekan produksi sel T. Pada lesi yang akut biasanya ditandai dengan kadar II-4. terdapat peningkatan kadar IgE total dan eosinofil di dalam darah. atau dermatitis atopik. Trauma mekanik (garukan) akan melepaskan TNF-a dan sitokinin pro inflammatory lainnya diepidermi. akibat menurunnya jumlah limfosit T sitolitik (CD8+).mungkin akibat garukan karena gatal mengakibatkan lesi ekzamatosa. IL-5 dan IL-13) meningkat. Sekitar 70% anak dengan dermatitis atopik mempunyai riwayat atopi dalam keluarga seperti asma bronkial. e. leukotrien. sedangkan dermatitis yang kroniS disertai kadar II-4 dan II-13 yang lebih rendah. Anak dengan bawaan atopi lebih mudah bereaksi terhadap antigen lingkkungan (makanan dan inhalan). imunitas seluler dan respons terhadap hipersensitivitas tipe lambat akan menurun pada penderita dengan dermatitis atopik. Antigen presenting cells.. Respon imun sistemik terdapat IFN-g yang menurunkan. 2. . 2009). yang selannya akan meningkatkan kronisitas dermatitis atopik dan bertambah beratnya eskema (Judarwanto. GM-CSF (granulocyte-microphage colony-stimulating factor).

ekstremitas bagian fleksor. f. kadar lipid diepidermis berkurang dan kehilangan air lewat epidermis meningkat. Terdapat eritem berbatas tegas. Faktor non imunologis yang menyebabkan rasa gatal pada dermatitis atopik antara lain adanya faktor genetik. Pada umumnya lesi sermatitis atopik infentil eksudatif. Sehingga anak gelisah. pada dermatitis atopik berat. Sehingga dengan rangsangan yang ringan seperti iritasi wol. derkrusta. susah tidur. Auto alergi tersebut merupakan intraseluler. rangsangan mekanik. Sebagian besar serum pasien dermatitis topik mengandung antibody IgE terhadap protein manusia. dan termal akan menyebabkan rasa gatal (Judarwanto.. Tempat predileksi kedua pipi. Penderta dermatitis atopik cenderung tipe astenik. banyak eksudat. eksudatif. agresif atau merasa tertekan (Sularsito 2005). 2001). g.2009).el memori Th2 di kulit dan yang juga berperan mengaktifkan Th0 menjadi Th2 di sirkulasi (Judarwanto.2 tahun). simetris kedua pipi (Zulkarnain I. dan ekstensor (Mansjoer. dapat disertai papulpapul dan vesikel-vesikel miliar. Pada setiap anak didapat keparahan yang berbeda. Lesi . yang dapat di keluarkan karena adanya kerusaqkan kreatinosit akibat garukan dan dapat memicu pespon IgE dan sel T. 2009). inflamasi tersebut dapat dipertahankan oleh adanya antigen endogen manusia sehingga dermatitis atopik dapat digolongkan sebagai penyakit terkait dengan alerga dan automunitas (Soebaryo. egois. erosi. Subyektis selalu terdapat pruritus. mengaktifkan Sel . rekuren. tapi secara umum mereka mengalami pola distribusi lesi yang serupa (Zulkarnain. Bentuk infantil ( 0 . yang menjadi erosis. dengan intelegensia diatas rata-rata dan merasa cemas. sering diSebut eskema susu.. dan perberan untuk mempresepsikan alergen ke limfosit Th2. krusta dan dapat mengalami infeksi. Faktor non imunologis. Kulit yang kering akan menyebabkan nilai ambang rasa gatal menurun... dan sering menangis. Lesi awal pada dermatitis atopik muncul pada bulan pertama kelahiran. 2009). biasanya bersifat akut. Ras gatal sangat mengganggu. yaitu kulit dermatitis atopik kering (xerosis). sup akut.. E. Autoalergen. Kulit penderitan dermatitis atopik umumnya kering. Manifetasi klinis dermatitis atopik berbeda pada setiap tahapan atau fase perkembangan kehidupan. MANIFESTASI KLINIS. 2009). pucat atau keruh.. terdiri dari 3 bentuk yaitu: 1. Karena bentuknya di daerah pipi yang berkontak dengan payudara. 2009).Kulit penderita dermatitis atopik mengandung sel langerhans (LC) yang mempunyai afinitas tinggi untuk mengikat antigen asin (Ag) dan IgE lewat reseptor FceRI permukaannya. mulai dari saat bayi sampai dewasa. frustasi.

Pada kondisi kronis tampak lesi hiperkeratosis.. Manifestasi klinis dermatitis atopik berbeda pada setiap tahapanatau fase perkembangan kehidupan. Sedangkan tanda: 1. 2009). 2005). Bentuk dewasa ( 12 tahun <). iktoSiS. Bagus BAB IV SASARAN & STRATEGI TERAPIa. Eskim pada kelompok ini dapat terjadi pada daerah. Sekitar usia 18 bulan mulai tampak likenifikasi (Sularsito. Pruritus 2. 2005) 3. Morfologi dan distribusi yang khas : . Lesi selalu kering dan dapat di sertai likenifikasi dan hiperpigmentasi.. hanya sebagian kecil berlangsung sampai tua (Sularsito.. Prognosis. 2001).. gataldapat hilang timbul sepanjang hari tetapi umumnya lebih hebat pada malam hari serta adanya stigmataatopik pada pasien maupun keluarga yang lain. 2001). Bentuk anak ( 2 -12 tahun). Awitan lesi mancul sebelum umur 5 tahun. Tempat predileksi adalah hal yang paling penting untukdiketahui dari pasien dermatitis atopik. Tanda. Pada setiap anak didapatkanderajat keparahan yang bervariasi. dapat terjadi eritroderma. berlangsungkronis dan residif. Manifestasi lain berupa kulit kering dan sukr ber keringat. tetapi secara umum mereka mengalami pola distribusi lesi yang serupa. Pada orang dewasa sering mengeluh bahwa penyakitnya kambuh bila mengalami stress. Lesi dermatitis atopik pada anak bisa terjadi di paha dan bokong (Zulkarnain . dan lutut). dermatitis atopik remaja cenderung berlangsung lama kemudian menurun dan membaik (sembuh) setelah uSia 30 tahun. 2005) 2. jarang sampi usia pertengahan. Bentuk lesi padafase dewasa hampir serupa dengan lesi kulit fase akhir anak-anak (Zulkarnain. pomfontoliks. siku. mulai dari saat bayi hingga saat dewasa.likenifikasi fleksural pada orang dewasa gambaran dermatitis di pipi dan ekstensor pada bayi . Sasaran (Gejala.dapat meluas generalisata bahkan maupun jarang.. pada daerah genetal juga dapat terjadi. Tempak predileksi tengkuk serta daerah freksor kubital dan freksor popliteal. eksoriasi linear yang disebut starch marks .. Tempat predilaksi tengkuk. flesor tubital. 2009).. Berbagai kelainan yang dapat menyertainya ialah xerosis kutis. likefinikasi.ekstensor (luar) daerah persendian (Sendi pergelangan. fleksor poplitear sangat jarang di wajah (Mansjoer A. keratosis kelaris (berupa papul-papul miliar danditengahnya terdapat lekukan). ptiriasis alba.. Sebagian merupakan kelanjutan fase bayi. hiperlinearis palmaris et plantaris.dll (Mansjoer. mungkin karena stress menurunkan rangsang ambang gatal.(Simpson.dkk. dll) Gejala klinis yang spesifik yaitu rasa gatal yang khas dengan predileksi yang khas. Akibat adanya gatal dan garukan akan tampak erosi. Penderita dermatitis atopik mempunyai tingkat ambang rasa gatal yang rendah.. hiperpigmentasi.

Strategi (Mencegah. Iktiosis. dan/atau Tanda dengan Obat. keratosis pilaris 7. Mengurangi. penurunan kolonisasi bakteri melalui aplikasi lokal lotionmengandung antiseptik seperti triclosan dan klorheksidin.2. Onset pada usia muda (sebelum usia 5 tahun) 3. Peningkatan kadar IgE 12. Gatal saat berkeringat 17. sebelum dan setelah diagnosis sensitisasi media IgE. tindakan mencegah paparanallergen seharusnya bermanfaat. Dermatitis pada putting susu 19. hiperlinear Palmaris. luas/area yang terkena. dan tingkat keparahan Meliputi penilaian terhadap status stress psikologi serta dampak terhadap keluarga Emolien. Pada anak-anak. aureus. dan paling penting adalah kontrol peradangandengan menggunakan kortikosteroid topikal rutin atau inhibitor calcineurin topikal. Dipengaruhi oleh faktor lingkungan dan sosial Adapula faktor yang berhubungan dengan prognosis kurang baik dermatitis 3. intensif dan individudiadaptasi dengan perawatan kulit. Lipatan kulit leher anterior 21. b. Konjungtivitis berulang 16. dan Herpes simpleks) atau kerusakan sistem imunitas seluler 14. bisa berpotensi membantu mengurangi kemudian kepekaanuntuk lingkungan antigen dan autoallergens. Biladiterapkan pada awal masa kanak-kanak. rinitis multipel) 2. Intoleransi terhadap makanan 18. Katarak subkapsular anterior (terutama bilateral) 5. 3. atau Gabungan Keduanya) Karena disfungsi barrier kulit dan peradangan kronis merupakan ciri khas dari dermatitis atopik. kasar. Keratokonus 13. Dermografisme putih atau timbul kepucatan pada tes dengan zat kolinergik 4. gunakan inhibitor topikal Penggunaan berselang. Riwayat atopi pribadi atau keluarga : asma. Xerosis (kulit tak terinflamasi. Kecenderungan infeksi kulit yang berulang (khususnya Staphylococcus aureus. Menghilangkan Gejala. terutama pada bibir atas) 15. Strategi ini telah terbukti efektif dalam mengurangi jumlah dari flares. Dermatitis Atopik : Algoritma Terapi Penilaian awal tentang riwayat penyakit. Intoleransi terhadap wool dan pelarut lemak (penurunan batas ambang gatal) 20. antivirus gunakan Inhibitor kalsineurin topikal untuk Intervensi mencegah perkembangan psikologikal penyakit Pimekrolimus mengurangi Antihistamin insidesi Untuk pemeliharaan jangka panjang.manajemen jangka panjang seharusnya diberikan untuk menekan pencegahan. Cheilitis (eczema jilatan. Kepucatan fasial atau eritem 9. Dermatitis kronis atau kronis kambuhan 4. bersisik) 6. Aksentuasi perifolikular (seperti kerikil) 22. Terapi dermatitis atopik saat ini adalah reaktif tetapi manajemen harustermasuk intervensi awal dan proaktif dengan efektif dan terus menerus mengendalikan peradangan kulitdan kolonisasi S. Lipatan infraorbital Dennie-Morgan (terutama lipatan ganda) 11. Warna hitam sekitar orbita (alergic shiner) 10.seling dengan kortikosteroid topikal Kekambuhan yang parah Fototerapi Steroid topikal yang kuat Siklosporin Methotrexat Steroid oral Azatioprin Psikoteraneutik . edukasi Penanganan akut dari pruritus danRemisi peradanganpenyakit(tidak ada Kortikosteroid topikal atautanda atau Inhibitor kalsineuringejala) Pimekrolimus BID atau Takrolimus BID Terapi tambahan *Baca petunjuknya menghindari faktor pemicu Infeksi bakteri : antibiotik Pemeliharaan terapi untuk penyakit oral atau yang tidak kunjung membaik dan topikal atau kambuh Infeksi virus : Pada tanda pertama kemunculan penyakit. Pitiriasis alba 8. 4. Tanpa Obat.

dapatdikombinasi dengan asam salisilat 1-3% dalam salep. BAB V TATA LAKSANA TERAPIa. sebaiknya psien menggunakan sarung tangan dari katun.5% Pada bentuk anak dan dewasa dengan likenifikasi dapat diberi kortikosteroid kuat sepertibetametason dipropionat 0.Hindari rangsangan pada kulit ( seperti tidak boleh menggaruk setelah mandi. Tata Laksana (Obat dan/ atau Tanpa Obat serta KIE. karena . Tujuan Terapi Tujuan secara umum terapi dermatitis atopik ialah untuk mengendalikan kondisi dengan mencegahtimbulnya ruam/suar sehingga memberikan kualitas hidup yang lebih baik dan mencegah timbulnyakomplikasi.25%.. Seluruh pasien dermatitis atopik harus diberi konseling untukmenekankan pentingnya penggunaan emolien dan upaya lain guna merawat kulit. misalnya krim hidroklortison 1-1. hindari pakaian dari bahan wol dan bahan sintetik). cara perawatan kulityang benar untuk mencegah bertambahnya kerusakan sawar kulit dan memperbaiki sawar kulit sertapenting juga untuk mencari faktor pencetus serta menghindari atau menghilangkannya (Sugito T. Penting bagi pasien untuk berkonsultasi dengan praktisi guna mengidentifikasi danmengeliminasi faktor pemicu dan alergen serta mengomunikasikan penanganan nonfarmakologi yangberkaitan dengan penyakit tersebut.. Pemberian antibiotik Pemberian antihistamin Mengurangi stress Dan memberikan edukasi pada penderita maupun keluarga (Kariossentono H.05% atau desoksimetason 0. beberapa pasien mungkin membutuhkan kortikosteroid topikal denganpotensi rendah untuk terapi pemeliharaan. Beberapa tata pelaksanaan terapi dermatitis atopik yaitu :Non medikamentosa: Hindari semua faktor luar yang mungkin menimbulkan manifestasi klinik Menjauhi antigen pencetus Hindari pemakaian bahan yang merangsang seperti sabun keras dan bahan pakaian dari wolMedikamentosaSistemik : Antihistamin golongan H1 untuk mengurangi gatal dan sebagai penenang Kortikosteroid jika gejala klinis berat dan sering mengalami kekambuhan Jika ada infeksi sekunder diberi antibiotik seperti eritromisin. mencari faktor pencetus dan mengurangi kekambuhan.Hindari bahan pembersih yang dapat merangsang kulit. Bergantung padatingkat keparahan penyakit. dll) Syarat-syarat dasar pengobatan dermatitis atopik :. sebaiknya penderita pindah lingkungan (misalnya rumah sakit)Pengobatan Balneotherapeutic regimen ( mandi berendam dengan air yang telah ditambah bahan minyak.Moewardi Surakarta bertujuan untuk menghilangkan ujud kelainan kulit dan rasagatal. Protab pelayanan profesi untuk pengobatan DA di SMF kulit& kelamin RSUD dr. 2006). hindari sabun/ pembersih kulit yangmengandung antiseptik.Bila dermatitisnya basah. Mandi dan emolien Jangan mandi dengan air terlalu panas.Bila harus memakai sarung tangan plastik pada waktu bekerja. sebaiknya dalam waktu singkat saja (misalnya dalam kamar mandi) Pengobatan pada bayi dan anak dengan DA harus secara individual dan didasarkan pada keparahanpenyakit.. tetrasiklinTopikal: Pada bentuk bayi diberi kortikosteroid ringan dengan efek samping sedikit. mengobati lesi kulit.Pada eksaserbasi yang berat.1. Sebaiknya penatalaksanaan ditekankan pada kontrol jangka waktu lama (Long-Term Control)bukan hanya untuk mengatasi kekambuhan. pakai celana dalam yang lembut. mandi dengan air dingin untuk menghilangkan gatal pada malam hari). jangan memakai handukdengan menggosok pada kulit melainkan menepuk-nepuknya. karena dapat menambah rasa gatal.Edukasi : Menjelaskan bahwa DA merupakan penyakit yang penyebabnya multifaktorial. hindari pembersih antibakterial karena dapat menginduksi resistensi.5.2009).L. Secara konvensionalpengobatan DA kronik pada prinsipnya adalah sebagai berikut : Menghindari bahan iritan Mengeliminasi allergen yang telah terbukti Menghilangkan pengeringan kulit (hidrasi) Pemberian pelembab kulit ( Moisturizing) Kortikostreroid topikal 6.b. Untuk efek yang lebih kuat.

. Terdapat dua macam yaitu salep takrolimus 0. usia pasien. Kelemahan ujiklinik adalah ketidakmampuannya dalam menghasilkan informasi mengenai mekanisme dan hubungansebab akibat. interginosa. teleangiektasis. potensi kortikosteroid. letak lesi. Gunakan potensi kuat hanya dalam jangka waktu pendek (≤ 2 minggu untuk potensi kelas 1). sindrom Chusing). Prinsip penggunaan: i.. Pada uji klinik. Beberapa faktor perlu dipertimbangkan yakni vehikulum. Pohan S. sedangkan pembalut yang mengandung obat misalnya pasta zinc dan iktamol atau zinc oksida dan ter batu bara. Hindari pemakaian dalam jangka waktu lamaii.pituitasiadrenal. kompres basah. Bila lesi awal sudah teratasi ganti dengan potensi lebih rendah/ dengan antiinflamasi nonsteroid untuk terapi pemeliharaan v. Hindari potensi kuat untuk daerah kulit dengan permeabilitas tinggi (muka. Gatal dapat diatasi dengan pemberian emolien. inhibitor kalsineurin). Mengatasi gatal 7. Bila dingin dapat diberikan krim kortikosteroid ringan sedang. probiotik dibuktikan dapatmenurunkan gejala alergi yang berhubungan dengan dermatitis atopik dan alergi makanan. Kompres basah bermanfaat dalam menangani eksema yang berat. Ekstrapolasi dan sintesis .1% (untuk usia 3 tahun ke atas) Mengindari faktor pencetus / presdiposisi Bila eksudasi berat atau stadium akut beri kompres terbuka. dapat dinaikkan bila perlu. serta menghambat proliferasi sel T. bayi)iii.L.dkk. Perkembangan ilmu dan teknologi memungkinkanperubahan paradigma pencegahan alergi dari paradigma penghindaran faktor resiko menjadi paradigmainduksi aktif toleransi imunologik. Pada lesi kronis dan likenifikasi dapat diberikan salep kortikosteroid kuat (Mansjoer A.R... gangguan pertumbuhan. Alergi merupakan bentuk “Th2-disease” yang upaya perbaikannya memerlukan pengembalianpenderita pada kondisi “Th1-Th2” yang seimbang. derajat dan luas lesi serta cara pemakaian. striae. Maupun sistemik (supresi aksis hipothalamus. Probiotik dan DA Untuk penggunaan probiotik.. kecuali bila ada infeksi sekunder. 2001). dsb).S. 2005). Kortikosteroid topikal dalam jangka waktu lama dapat menyebabkan efek samping lokal (atrofi. hipopigmentasi. Penggunaan emolien/ pelembab yang adekuat secara teratur sangat penting untuk mengatasikekeringan kulit dan memperbaiki integritas sawar kulit. Penderita DA yang disertai infeksi harus diberikan kombinasi antibiotika terhadap kuman stafilokokus dan steroid topikal (Fauzi N. anti inflamasi topikal (kortikosteroid. Gunakan potensi terendah yang dapat mengatasi radang. hipertrikosis.2. Inhibitor kalsineurin topikal Obat ini dapat mengatasi kekurangan/ kerugian menggunakan kortikosteroid topikal. 2009). dan antihistamin oral (Sugito T. beberapa randomized controlled trials dengan jumlah sampel kecil menunjukkan penurunan derajat keparahan DA dan dapat mencegah DA sampai derajat tertentu dkk . Potensi kuat digunakan bila gatal sangat berat dan atau peradangan/ likenifikasi berativ. Sawitri. 2009).. Menurut penelitian Isaular CFU Lactobacillus GG yang diberikan selama 2-4 minggu sebelum lahir 8. Konsep probiotik pada pencegahan alergi didasari pada induksi aktifrespon imunologik menuju keseimbangan “Th1-Th2”..L. bekerja dengan menghambat transkripsi sistem inflamasi dalam sel T yang teraktifasi dan sel radang lainnya sehingga mencegah pelepasan sitokin oleh sel T helper. sampai 6 bulan sesudah lahir menurunkan kejadian DA sampai 50% pada bayi-bayi dengan risiko tinggiDA (Sugito T.dapat mempermudah resistensi. Bentuk salep dan krim memberi sawar lebih baikdaripada lotion. yang dipakai di atas steroid topikal bermanfaat untuk mengobati eksema pada ekstremitas (Graham B.03% (untuk usia 2-12 tahun) dan 0. 2009).

Pemberian ASI ekslusif Studi menunjukkan pemberian ASI ekslusif dalam 3 bulan pertama kehidupan berhubungan denganmenurunnya insidensi dermatitis atopik semasa anak-anak pada anak dengan riwayat atopi pada keluarga.Menghindarkan aktifitas yang akan mengeluarkan banyak keringatMenghindarkan makanan-makanan yang dicurigai dapat mencetuskan DA. Memakai kain yang lembut untuk berpakaian.Menghindarkan pemakaian bahan-bahan iritan (deterjen. Epidermis dari kulit atopik menunjukkan penurunan kemampuan dalam menahan kelembaban. Perludiperhatikan juga komposisi emolien yang akan dipilih sebab aroma.. tetapi lebih baik menggunakan agen nonkimia sebab bahan-bahan tersebut lebih tidak menyebabkan iritasi atau dermatitis kontak (tabir surya kimia biasanyamengandung titanium atau seng oksida). Penelitian probiotik pada ibu hamil menunjukkan bahwaefek dini probiotik pada sistem imun ibu bukanlah pada supresi Th1 tetapi pada aktivasi tregulator yangberfungsi menjaga homeostasis Th1-Th2. Penanganan Nonfarmakologi Dermatitis Atopik Identifikasi dan eliminasi alergen yang berpotensi memicu atau memperparah dermatitis . Berbagai faktor dapat menjadi pencetus DA dan tidak sama untuk setiap individu. kelembaban tinggi. Oleh karena itu. dll). Losion dapat memperparah xerosis. karena itu perludiidentifikasi dan dieliminasi berbagai faktor tersebut. Eucerin) atau salep (seperti Aquaphor. Menghindari faktor-faktor pencetus. Denganmengetahui daftar makanan sehari-hari secara detail dapat membantu penderita dan dokter dalammemperkirakan jenis makanan mana yang ada hubungannya dengan gejala-gejala alergi makanan yangtimbul seperti urtikaria dan pruritus.3. amat penting untuk memelihara kenormalan kulit sebab iritasi.4. alkohol. Hidrasi kulitmerupakan penanganan nonfarmakologi yang paling utama. 9. seperti menghindari penggunaan kapuk/karpet/mainan berbulu.. penting untuk mengidentifikasi faktor-faktor pemicu yang mungkinmemperparah keadaan ruam/suar. Makanan yang dicurigai dihindari dari diet selama 2 minggu atausampai gejala hilang. serta waspada terhadap senyawa-senyawa yang berpotensi sebagai alergi. Tabir surya dapatdigunakan pada pasien dermatitis atopik. dan pengawet tertentudapat menyebabkan iritasi. menghindari perubahan suhuyang ekstrem. pemutih.Mengobati rasa gatalDIET ELIMINASI Alergi makanan dapat mencetuskan kekambuhan lesi kulit penderita dermatitis atopik melaluimekanisme imunologi dan non imunologis. walaupun sedikit. Menggunaka pelembab. membilas dua kali pakaian yang dicuci. 2010).atas fakta-fakta ilmiah yang telah dihasilkan oleh uji klinik danpenelitian mekanisme probiotik pada hewan coba menunjukkan bahwa probiotik dapat menurunkanreaksi alergi melalui aktivasi TLR2 dan TLR4. Rekomendasi yang diberikan dapat berupa menghindari parfum yangberlebihan dari sabun atau deterjen. seperti perubahan udara dan paparanalergen. Menghindari keringat berlebihan. pewarna. Hubungan antara alergi makanan dengan dermatitis atopikdapat diketahui dari gejala klinis.Melakukan hal-hal yang dapat mengurangi jumlah TDR/agen infeksi.sedangkan krim (seperti Cetaphil. Intervensi dan Pencegahan Nonmedis1. Dengan diet eliminasi dapat memperbaiki dermatitis atopik.Menghindarkan stres emosi.. & Harsono A.5.Karakteristik tersebut diperparah oleh adanya perubahan eksternal. Pemberian emolien disarankan segera setelah mandi. sehingga kelangsungan kehamilan tidak terganggu (EndaryantoE. petroleum jelly) lebih baikdalam melindungi terhadap kekeringan. astringen. Oleh karena itu.dapat mengakibatkan mikrofisura yang bertindak sebagai jalur masuk berbagai patogen.TERAPI NON-FARMAKOLOGI Telah diketahui bahwa pasien dengan dermatitis atopik lebih rentan terhadap iritan daripada orangnormal.2.Menghindarkan suhu yang terlalu panas dan dingin.

Kegagalan terapibiasanya disebabkan oleh jumlah yang tidak memadai. tetapi bisa juga tidak. pakaian yang ketat atau popok. Sama halnya deengan penggunaan emolien.steroid dengan potensi yang paling tinggi digunakan untuk jangka waktu yang pendek (umumnya. Dalam meracik kortikosteroid. Praktisi yang asing denganpenggunaan kortikosteroid topikal seringkali sulit menentukan penggunaannya sebab amat banyaknyatipe. bentuk sediaan salep lebih baik dipilih dalampenggunaan steroid sebab sediaan salep lebih baik dalam mengoklusi epidermis sehinngga dapatmeningkatkan absorbsi perkutan dari kortikosteroid dibandingkan sediaan krim dengan kekuatan yangsama.Oleh karena itu. Ketika digunakan bersama denganproduk topikal lain. seperti kulit kepala atau janggut. Pemilihan pembawa juga dapat didasarkan oleh area tubuh. penting diperhatikan bahwa kortikosteroid harus digunakan terlebihdahulu. kortikesteroid topikal digunakan dalam terapi akut jangkapendek dari ruam/suar. jika diinginkan penggunaan pada area berambut. kekuatan. Metode lain oklusi.kortikosteroid diurutkan berdasarkan potensinya serta kemampuan vasokonstriktornya. praktisi harus tetap waspada. Biasanya. Sebagai contoh. kelopak mata. kebanyakan kortikosteroid digunakan satu hingga beberapa kali sehari walaupun belumada manfaat yang jelas dengan penggunaan lebih dari sekali sehari. kurangdari tiga minggu) dalam penanganan dermatitis atopik akut atau untuk lesi yang menebal. dapatdipilih bentuk sediaan larutan atau gel. seperti pelembab. Pembawa yang digunakan dalam sediaan steroid juga merupakan hal penting yang sangat perludiperhatikan. Hal tersebut dapat menjadi pilihan untuk lesi yang menebal atau untuk ruam/suar akut sebabkondisi tersebut membutuhkan tingkat oklusi yang tinggi guna menunjang absorbi. nama generik.Kurangi frekuensi mandi. Hal ini bisa memberikan efek seperti yang diharapkan oleh praktisi. Biasanya.atau area kulit yang berlipat. jika terapi dua kali sehari keseluruh tubuh selama dua minggu. nama dagang. Steroid dengan potensi rendah biasanya digunakanpada anak-anak. tetapi harus dikombinasikan dengan emolien. Karena efeksampingnya. terutama pada area leher atau punggung. lalu tepuk-tepuk dengan lembut hingga kering Gunakan emolien dalam tiga menit setelah mandi Jaga agar kuku tetap pendek dan bersih untuk mencegah timbulnya guratan ketika menggaruk Gunakan sarung tangan berbahan katun untuk mencegah menggaruk dimalam hari Gunakan baju dan piyama yang berbahan katun Hindari mencuci dengan deterjen yang keras Gunakan pelembab sesering mungkin guna menjaga kulit tetap lembut dan halus (minimal dua kali sehari)TERAPI FARMAKOLOGI1. serta indikasi produk. jumlah yang pas untuk penggunaan sekali dewasa untuk seluruhtubuh umumnya berkisar antara 30 gram krim atau salep. jumlah rata-rata yang dibutuhkan ialah 1 kg. Ole karena itu. mandi sehari sekali Gunakan air yang hangat ketika mandi Hindari penggunaan sabun yang dapat mengiritasi Hindari penggunaan lap atau penggosok yang dapat 10. Keprihatinan terhadap efek samping yang muncul akibat penggunaan steroid berdampak . Steroid dengan potensi sedang dapat digunakan untuk dermatitis atopik yanglebih kronik . Dalam penggunaannya. Hal-hal tersebut merupakan pertimbangan yang dapat digunakanketika merekomendasikan penggunaan kortikosteroid atau ketika pemberian konseling kepada pasien. Pada umumnya.seperti pengunaan perban. steroid tipe ini tidak boleh digunakan pada area wajah. Kortikosteroid Topikal Kortikoid topikal telah menjadi standard dalam penanganan peradangan serta pruritus yangberkaitan dengan dermatitis atopik. mengiritasi Lembabkan kulit yang kering. juga dapat meningkatkan absorpsi secarabermakna. membran mukosa. formulasi. 11.

atau membran mucusPembawa merupakan faktor penting yang harus diperhatikan selain konsentrasi steroid Sifat oklusif dapat meningkatkan absorbs perkutan Salep lebih kuat daripada krim yang mana krim lebih kuat daripada losion Bentuk gel dapat bermanfaat pada area berambut atau berminyakPenggunaan bersama dengan pelembab Gunakan kortikosteroid terlebih dahulu Tujuan kombinasi tersebut ialah untuk meningkatkan kelembaban sementara mengurangi penggunaan kortikosteroid. area lipatan kulit. kompleks yang terbentuk dapat mengurangi komponen inflamasi dari dermatitis atopik. baik jangka pendek maupun jangka panjang. Sejumlah studi menunjukkan efektivitas. telah dilaporkan sehingga mempersempitpenggunaan steroid topikal pada anak-anak. Imunomodulator topical Inhibitor kalsineurin topikal.Walaupun struktur kedua senyawa tersebut mirip. Efek sistemik. jugamenunjukkan hasil yang netral. Penggunaan Kortikosteroid Topikal Pada Dermatitis AtopikPotensi steroid berdasarkan kemampuan vasokonstriksinya Biasanya. jumlah yangdigunakan. Merujuk pada efek samping yang muncul pada penggunaan kortikesteroid. seperti atropi kulit. Antidepresan trisiklik.keterlambatan pertumbuhan. seperti krim doxepin 5 % atau krim difenhidramin. tetapi pada umumnya tidak direkomendasikan sebab menyebabkansensitifitas tinggi pada kulit karena bahan tambahannya. pasien melaporkan . Mediator. frekuensi penggunaan. dievaluasipotensi atropogenik dari takrolimus dan pimekrolimus pada orang sehat. telah menunjukkan asosiasi dengan rasa gatal pada dermatitis atopik. serta jerawatyang diinduksi steroid.03% dan 0. seperti takrolimus dan pimekrolimus dapat menjadi pilihan untukterapi jangka panjang sebab produk tersebut dapat digunakan pada seluruh bagian tubuh dalam jangkawaktu yang cukup lama tanpa harus takut akan efek samping seperti yang timbul pada penggunaankortikesteroid. Penggunaan kortikosteroid topikal jangkapanjang berdampak pada abnormalitas kulit. Melaluiinhibisi tersebut. dalampenggunaan salep takrolimus 0. antihistamin biasanya digunakan untukmencegah terjadinya siklus “garuk-gatal “. suatu senyawa yang menginhibisi aktivitas sel T. seperti supresi HPA (hypothalamic-pituitaryadrenal). Agen tersebut membentuk kompleks yangmenghasilkan inhibisi terhadap kalsineurin. sedangkan antihistamin dengan efeknonsedasi memberikan hasil yang bervariasi. yang menghambatbaik reseptor h 1 dan h 2. seperti konsentrasi sediaan yang digunakan.padapembatasan penggunaannya pada area tertentu anak-anak. hipopigmentasi. Antihistamin Karena dermatitis atopik seringkali menyebabkan pruritus. Efek samping yangterjadi bergantung pada berbagai faktor. Data menunjukan bahwa tidakada ancaman atropi kulit untuk penggunaan jangka panjang. Padapenggunaan dua kali sehari. seperti doxepin. 2. serta abnormalitas adrenal lain.3. Penggunaan antihistamin dalam kasus ini masih sedikitditunjang oleh uji klinik karena setiap pruritus yang dirasakan bukan dimediasi oleh histamine. Penggunaan obat tersebut dapat bermanfaat. Antihistamin topikal. 12.1% untuk dermatitis atopik pada anak-anak dan dewasa.seperti neuropeptide dan sitokin. pimekrolimus topikal lebih lipofilik daripadatakrolimus sehingga menunjukkan lebih sedikitnya penetrasi kutan. antihistamin yang memberikan efek sedasi(seperti hidroksin atau difenhidramin) dapat membantu tidur. juga dapat digunakan pada dosis 10-75 mg pada malam hari dan sampai 75 mgdua kali sehari dewasa. steroid dengan potensi tinggi : Penggunaan tidak lebih dari tiga minggu Penggunaan untuk lesi yang tebalTidak untuk digunakan pada wajah.Akan tetapi karena pruritus bertambah parah pada malam hari. serta durasi penggunaan. striae. Kurangnya kepercayaan praktisi dan pasienkeamanaan kortikosteroid topikal berdampak pada ketidakpatuhan dan subterapi. terutama pada pasien atopik yangmengalami depresi.

Terdapat efek samping sistemik untuk penggunaantakrolimus yang telah tercatat dengan baik. Penggunaan Imunomodulator Topikal pada Dermatitis Atopik1.adanya pengurangan pruritus dan lesi secara bermaknasehingga menunjukkan peningkatan kualitas hidup.banyak praktisi merekomendasikan pemberian kortikosteroid topikal sebelum takrolimus untukmengurangi rasa terbakar dan eritema yang muncul. penggunaan krim ini dapat mengurangi secarabermakna durasi penggunaan steroid. diberikan kortikosteroid potensi sedang di malam harinya.03% : Untuk dermatitis atopik sedang hingga parah pada anak-anak yang berusia dua tahun ke atas. Ditemukan bahwa kombinasitersebut cukup efektif dalam penanganaan dermatitis atopik.3. double-blind pada bayi dan anak-anak ditemukan bahwakemunculan ruam/suar dapat dihambat dan terjadi penurunan keparahan penyakit secara umum. nampak bahwa takrolimus dapat lebih efektif dalammenangani kasus berat dermatitis atopik daripada pimekrolimus. Suatu studi terbaruyang mengevaluasi penggunaan krim pimekrolimus 1% pada bayi mengalami tanda dan gejala dermatitisatopik menunjukkan adanya penurunan tanda dan gejala secara progresif. Bahkanpada pasien yang membutuhkan steroid sekalipun.03% untukdermatitis atopik anak-anak berusia 2-15 tahun. Diduga juga bahwa penggunaantakrolimus dapat memunculkan rasa terbakar sementara yang lebih tinggi dibandingkan pimekrolimus. Krim pimekrolimus 1% : Untuk dermatitis atopik . Walaupun belum ada studi perbandingan. Pimekrolimus digunakan pada tahap awal munculnya tanda dan apabila tidakterkontrol. acak.0% denganhidrokortison butirat 0.Hal tersebut disinyalir karena lebih tingginya aktivitas imunosupresan takrolimus.03% dan 0. Walaupun mengeluarkanperingatan tentang penggunaan jangka panjang takrolimus dan pimekrolimus. Hal tersebut mendukung penggunaan pimekrolimus sebagai terapilini pertama. Walaupun belum ada data yang menunjukkan pernyataan ini . serta kanker kulitnon melanoma. Takrolimus topikal diindikasikan untuk terapi lini keduadalam penanganan dermatitis atopik jangka pendek atau penanganan akut dermatitis atopik sedang hinggaberat yang gagal diterapi dengan jenis obat lain. Studi farmakokinetik telah mengevaluasi konsentrasi akibat absorpsi pimekrolimus padaanak-anak. Suatuperbandingan menemukan adanya efikasi yang sebanding antara salep takrolimus 0.1% (protopic) : Untuk dermatitis atopik sedang hingga parah pada dewasa yang tidak cukup memberikan respon dengan terapi lain. Salep Takrolimus 0. Salep Takrolimus 0.1% yang merupakan kortikosteroid dengan potensi sedang. Pasien yang menerima imunosupresan sistemik secara jangka panjang cenderungmengalami aktinik keratosis. Studi tersebut menyimpulkan bahwa pimekrolimus dapat ditoleransi pada penggunaan lokaldan efek sistemik tidak nampak.1% untuk dermatitis atopik sedang hingga berat pada dewasa dan salep 0. Oleh karena itu. Beberapa studi pada anak-anak dan dewasa menunjukkanpengurangan frekuensi ruam/ suar serta gejala dermatitis atopik pada penggunaan salep takrolimus. FDA mengakui belumdiketahuinya hubungan sebab-akibat langsung antara kanker kulit inhibitor kalsineurin topikal. Suatu studi multisenter. Penggunaan bersama antara kortikosteroid dan pimekrolimusjuga dievaluasi pada bayi dan anak-anak berusia tiga bulan hingga 11 tahun dengan dermatitis atopikringan hingga berat. kulit akibat virus. Fakta tersebut mendukungpenggunaan pimekrolimus pada tahap awal.2. tetapi belum teramati pada pasien yang menggunakan salepuntuk dermatitis atopik. Krim pimekrolimus 1% telah menunjukkan keamanan dan efektivitas pada terapi dermatitis atopikjangka panjang. Studijangka panjang sedang berlangsung. FDA mengizinkan penggunaan salep0. Evaluasi terhadap keamanan takrolimus topikal menunjukkan keluhan paling umum berupa rasagatal atau terbakar pada area aplikasi. 13.

masalah pertumbuhan dan prekembangan.Pada waktu tertentu. 1. sediaan tar batu bara dapat dibuat sendiri oleh farmasis menjadi berbagai jeniskonsentrasi atau bahkan dikombinasikan dengan kortikosteroid topikal.sebaiknya pasien diinstruksikan untuk menggunakan produk tersebut sebelum tidur dan segeramembilasnya ketika bangun.IMUNOSUPRESAN SISTEMIK Jika terapi topikal atau fototerapi gagal mengendalikan gejala dermatitis atopik. Sinar ultraviolet Sinar UV memilliki manfaat fototerapeutik bagi pasien dengan dermatitis atopik yang parah. Penggunaan dalam jangka panjang dapat menyebabkan efek samping sistemik. Okulasi dan Pembalut yang basah Membalut atau membungkus seluruh badan dengan kain yang sejuk dapat efektif dalam meringankan rasa gatal.3. Dengan demikian. Produk tar batubara tersedia dalam bentuk tar batu bara kasar (1-3%) atau liquor carbonic detergens (LCD) (5-20%). yakni menggunakan kortikosteroid topikal dan emolien. 14. Siklosporin Siklosporin oral dapat digunakan dalam jangka pendek untuk dermatitis yang parah dan membandel pada dewasa dengan dosis 5 mg/kg/hari. Maserasi kulit. fisura. Hal tersebut didasarkan oleh penjelasan yang menyimpulkanbahwa penyakit tersebut melibatkan sel langerhans.2. Terapi sinar dengan sinar ultraviolet B gelombang pendek (UVB) dapat bermanfaat sebagai terapi tambahan untuk dermatitis atopik yang kronis dan membandel. 3 mg/kg/hari dengan peringatan.2. Tolerabilitas dengan dosis anak baik dan kebanyakan efek samping yang muncul teratas pada nyeri abdominal dan sakit kepala. Selain itu. eosinofil serta sel mast. cara ini hanya dibatasi pada lesi yang kronik dan berat. Biasanya terapi jangka pendek ( seperti prednisone 40 -60 mg/hari selama 3-4 hari lalu 20 -30 mg/hari selama 3-4 hari) dapat digunakan untuk mengendalikan ruam/suar parah.ringan hingga sedang pada anak-anak dan dewasa ( telah dipelajari penggunaannya pada bayi berusia tiga bulan). Mengompres dengan air hangat selama 20 menit empat sampai enam kali sehari dapat membantu mengeringkan luka berdarah.Terapi untuk dermatitis atopik yang sukar disembuhkan1. atau gejala cushigoid. 15. Cara tersebut dapat digunakan bersamaan dengan kortikosteroid topikal untuk menangani ruam/suar akut atau lesi kronik yang menebal (likenifikasi). dilaporkan juga adanya folikulitis dan fotosensitivitas. Baunyayang tajam dan dapat mewarnai pakaian merupakan faktor pembatas penggunaannya. Tarbatu bara telah digunakan dalam kombinasi dengan kortikosteroid topikal sebagai tambahan untukmengurangi kekuatan kortikosteroid dan dalam hubungannya dengan terapi sinar UV. Oleh karena itu. terutama di malam hari. agenimunosupresan sistemik dapat digunakan. Anak-anak dengan kasus serupa dapat diberi siklosporin dengan dosis yang lebih rendah yakni. Gunakan dua kali sehari Dapat digunakan untuk jangka panjang Dapat menyebabkan penurunan ruam/ suar4. Azatioprin Azatioprin merupakan imunosupresan sistemik . Terapi dengan kortikosteroid sistemik penting dikombinasikan dengan perawatan kulit secara intensif. seperti hipertensi. Sediaan Tar Sediaan tar batu bara menunjukkan aktivitas sebagai antipruritus dan antiinflamasi pada kulit. Sediaan tar batu bara tidak bolehdigunakan pada lesi akut yang berdarah sebab dapat menyebabkan iritasi dan sensasi menyengat. Terapi ultraviolet A (UVA) dengan intensitas yang lebih tinggi dapat bermanfaat pada eksaserbasi akut dan dari mekanisme kerja dapat diindikasikan bahwa eosinofil serta sel epidermal Langerhans dapat menjadi target dari intensitas tinggi UVA. serta infeksi dapat terjadi. Kortikosteroid Sistemik Kortikosteroid oral diindikasikan untuk terapi dermatitis atopik kronik yang parah.

Kortikosteroid topikal dipakai untuk mengobati radang kulit yang bukan disebabkan oleh infeksi. . seperti hidrokortison 1% sebanding dengan betametason 0.5. menggigil. misalnya pada keilitis angular. gigitan serangga dan eksim scabies bersama-sama dengan obat scabies. Untuk bayi di bawah 1 tahun. Kerugian utama penggunaan azatioprin dibandingkan siklosporin ialah onset yang tertunda selama 4-6 minggu. hepatotoksisitas. Salep atau krim hidrokortison dan mikonazolbermanfaat pada inflamasi yang disertai infeksi oleh organisme yang peka. Pada keadaankambuhan akut eksim atopik. Antimetabolit Mikofenolat mofetil suatu imunosupresan yang biasa digunakan dalam trasnplantasi organ. cocok digunakan sediaan kortikosteroid kuat dalam jangka pendek untukmengendalikan kondisi penyakit. khususnya bayi. dermatitis kontak. Obat-obat ini diindikasikan untuk menghilangkan gejala dan penekanan tandatanda penyakit bila cara lain seperti pemberian emolien tidak efektif.Pemakaian Pada AnakAnak-anak. Kortikosteroid topical untuk anak dapat digunakan pada kondisi berikut : Gigitan dan sengatan serangga – kortikosteroid dengan potensi ringan. mialgia. anak-anak menjadi tidak diobati.Penggunaan Kortikosteroid TopikalIndikasi :Lesi perioralKrim hidrokortison 1% dapat digunakan dalam waktu tidak lebih dari 7 hari untuk mengatasi lesi radangyang tidak terinfeksi pada bibir dan kulit di sekitar mulut. Bila kondisi membaik. toksisitas paru-paru. Kortikosteroid Topikal 16. Diperlukan pemberian suplemen asam folat.5 mg/hari sebanyak empat kali seminggu. Injeksi interferon mahal dan seringkali menimbulkan gejala mirip flu. bermanfaat untuk mengobati ruam popok dan untuk eksim atopik pada masakanak-kanak.6. terbukti bahwa azatropin dapat membantu mengurangi gejala dermatitis atopik. Penggunaan harian terus-menerus tidak dianjurkan meskipunkortikosteroid ringan. hidrokortison merupakan satu-satunya kortikosteroid yangdirekomendasikan penggunaannya. dan diare. menunjukkan pengurangan dermatitis atopik yang resisten terhadap terapi lain dalam suatu studi terbuka dan berjangka pendek. Kortikosteroid lemah. Kortikosteroid lain dengan potensi lebih kuat dikontraindikasikan.4. arthralgia.Untuk anak usia di atas 1 tahun. seperti demam.Kortikosteroid yang sangat poten hanya dapat digunakan berdasarkan konsultasi dengan dokter spesialiskulit. muntah. ganti ke sediaan yang kurang kuat. Tujuannya adalah untuk mengatasi kondisi sebaikmungkin. terdapat bukti anekdotal tentang efektifitas metotrekstat pada dosis 2. mual.digunakan hanya 1-2 minggu. pengobatan yang tidak memadai akan memperparah kondisi. dan beberapa gram positif.1% yang digunakansesekali. terutama pada awalpengobatan (sampai sekitar 7 hari). sepertisalep atau hidrokortison 1%. kortikosteroid topikal dengan potensi kuat atau kuat-sedang sebaiknyadigunakan dengan sangat hati-hati dan hanya digunakan dalam jangka pendek ( 1-2 minggu ). seperti krim hidrokortison 1%. parameter hematologi pasien perlu diawasi secara ketat.yang lain bermanfaat pada dermatitis atopik parah. Interferon Interferon yang dikenal sebagai inhibitor sel TH. Walaupun tercatat banyak efek samping. Efek samping lain meliputi hepatotoksitas. seperti mielosupresi. gangguan gastrointestinal dan lain-lain. dipertimbangkan menjadi plihan yang logis untuk menekan respon lgE pada pasien dermatitis atopik. Namun. Diperlukan studi lebih lanjut untuk mengevaluasi penggunaan rutin pada pasien dermatitis atopik. Organisme yang rentan terhadapmikonazol adalah Candida spp. termasuk streptokokus dan stafilokokus. jangan karena profil keamanankortikosteroid topikal. dan toksisitas saluran cerna. Walaupun belum ada studi yang mengevaluasi penggunaannya untuk dermatitis atopik. sangat rentan terhadap efek samping. khususnya penyakit eksim. Karena efek mielosupresinya. sakit kepala. Kortikosteroid sedang sampai kuat cocok untuk eksim atopik parah pada anggota badan.

Striae atrofis yang menetap. Jerawat. Tidak perlumengoleskan obat ini lebih sering. Dermatitis perioral. Perlu diingat bahwa absorpsi terbanyak terjadi dari kulityang tipis. termasuk ruam popok. tapi efektif. serta daerah lipatan kulit dan absorpsi ditingkatkan oleh adanya oklusi. Kekuatan Kortikosteroid Topikal Potensi Contoh Ringan Hidrokortison 1% Kuat-sedang Klobetason butirat 0. fleksural. Ruam kulit yang disertai inflamasi berat akibat penggunaan popok pada bayi di atas 1 bulan – kortikosteroid dengan potensi ringan. Losion mungkin berguna biladiaplikasikan minimal dibutuhkan untuk daerah yang luas atau untuk pengobatan luka eksudatif. Sediaan yangmengandung kortikosteroid paling ringan denagn dosis efektif terendah merupakan salah satu pilihan.Frekuansi Aplikasi Sediaan kortikosteroid sebaiknya diberikan sekali atau dua kali sehari saja. atau bila efek oklusif diperlukan. Eksim di sekitar area kulit yang mengeras. tetapi juga meningkatkan efek samping. Penambahan urea atau asam salisilat meningkatkan penetrasi dari kortikosteroid. kelompok kortikosteroid sedang dan lemahjarang menyebabkan efek samping.05% Kuat Betametason 0. segera ganti ke sediaan dengan potensi lebih ringan pada saat kondisi membaik. Perbanoklusif polythene meningkatkan absorpsi. Kontraindikasi Lesi kulit akibat bakteri.Efek Samping Berbeda dengan golongan yang kuat dan sangat kuat. Depigmentasi ringan yang mungkin hanya sementara.kortikosteroid topikal dengan potensi kuat dalam kombinasi dengan urea atau asam salisilat untuk meningkatkan penetrasi kortikosteroid.Catatan Untuk meminimalkan efek samping kortikosteroid topikal. tetapi bisa menetap sebagai bercak-bercak putih. Eksim ringan hingga sedang. seperti telapak tangan dan kaki. permukaan kasar. Hipertrikosis. seperti hidrokortison 0. timbulnya psoriasis pustular yang merata dan toksisitas lokal dan sistemik. 18.Pilihan Formulasi Krim larut air untuk lesi yang lembab atau eksudatif dan salep umumnya dipilih untuk lesi yangkering. semakin perlu untuk berhati-hati karenaabsorpsi dari kulit dapat menyebabkan penekanan adrenal dan Cushing syndrome tergantung dari daerahtubuh yang diobati dan lamanya pengobatan. harus di bawah pengawasan dokterspesialis. perburukan jerawat atau rosasea. Kortikosteroid topikal . jamur. dan eksim wajah atau psoriasis kortikosteroid ringan. Pada anak-anak hindari penggunaan jangka panjang danpenggunaan kortikosteroid kuat atau sangat kuat. Penipisan kulit yang belum tentu pulih setelah pengobatan dihentikan karena struktur asli mungkin tak akan kembali. apabila digunakan. dipakaihanya di bawah kulit yang sangat tebal. kortokosteroid kulit dikontraindikasikan untuk plak psoriasis dengan sebaran yangluas. karena itu. Eksim berat di sekitar badan dan lengan pada anak usia di atas tahun – kortikosteroid dengan potensi kuat atau kuat-sedang selama hanya 1-2 minggu. Dermatitis kontak. pemakaian sediaan ini hendaknyadioleskan secara tipis saja pada daerah yang akan diobati dan gunakan kortikosteroid yang paling kecilkekuatannya. misal telapak kaki. Semakin kuat sediaannya. rosasea ( jerawat rosasea ) danperioral dermatitis. Efek samping lokal meliputi : Penyebaran dan perburukan infeksi yang tidak diobati. atau virus yang tidak diobati. pengobatansebaiknya dibatasi 5-7 hari. seperti hidrokortison 1%.1% ( sebagai valerat ) Hidrokortison butirat Sangat kuat Klobetasol propionatPeringatan Hindari penggunaan jangka panjang kortikosteroid topikal pada wajah karena dapat meninggalkanbekas yang tidak hilang dan hindarkan dari mata. Peringatan keras juga ditujukan pada dermatosis pada bayi.5 atau 1% selama 5-7 hari ( dikombinasikan dengan antimikroba jika terjadi infeksi ).sedapat mungkin pengenceran harus dihindari. Penggunaan yang kuat pada psoriasis dapat menyebabkan penyakit muncullagi. lichenified atau bersisik.17. .

Penggunaan pada anak di bawah2 tahun tidak dianjurkan. dan gangguan saluran cerna. feksofenadin. lebih sedikit menyebabkan efek sedasi dan gangguan psikomotor dibandinggolongan lama karena jumlah obat yang menembus sawar darah otak hanya sedikit. Mencampur sediaan topikal pada kulit sedapat mungkin dihindari. Berikut ini adalah besar kemasan sediaan kortikosteroid yang tepat untukperesepan bagi daerah tubuh tertentu. Mengantuk dapat menghilang setelah beberapa hari pengobatan dan jauhkurang dengan antihistamin yang lebih baru. efek ekstrapiramidal.terfenadin. gatal. kecuali atas petunjuk dokter. Penggunaan emolien sesaat sebelumpemakaian kortikosteroid adalah tidak tepat. Antihistamin Antihistamin topikal dapat digunakan pada mata. disfungsi hati. desloratadin. Antihistamin oral juga dapatmencegah urtikaria dan digunakan untuk mengatasi ruam kulit pada urtikaria. tremor. ruamkulit. EFEK SAMPING Mengantuk adalah efek samping utama pada sebagian besar antihistamin golongan lama walaupunstimulasi yang paradoksikal dapat terjadi meski jarang. depresi.Panjang/banyaknya salep/krim yang dikeluarkan dari tube dapat digunakan untuk menentukan banyaknyaobat yang dioleskan pada kulit. dan anafilaksis. retensi urin. Banyakantihistamin harus dihindari pada porfiria meskipun beberapa (seperti klorfeniramin dan setirizin)diperkirakan aman. terutama pada pemberian dosis tinggi atau padaanak dan pada lanjut usia.konvulsi. reaksi hipersensitivitas (bronkospasmus. dan glaukoma sudut sempit.7. serta alergi obat.Antihistamin golongan lama relatif mempunyai kerja pendek.Semua antihistamin golongan lama menyebabkan sedasi meskipun alimemazin (trimeprazin) danprometazin mempunyai efek sedasi yang lebih besar dibanding klorfeniramin dan siklizin. gangguan tidur. sekurang-kurangnya sebaiknyaberselang 30 menit antara pemakaian sediaan yang berbeda. angioedema. penyakit hati. Antihistamin nonsedatif. dan efek antimuskarinik.PERINGATAN DAN KONTRAINDIKASI Antihistamin yang menyebabkan kantuk mempunyai aktivitas antimuskarinik yang nyata dan harusdigunakan dengan hati-hati pada hipertrofi prostat. gangguan psikomotor. meliputi sakit kepala. 20. loratadin. hidung. sedangkan antihistamin nonsedatif yang lebih baru memiliki kerja panjang. palpitasi. dan epilepsi.mulut kering. dan kulit. tetapi beberapa (seperti prometazin)memiliki kerja sampai 12 jam. dan reaksi fotosensitivitas). Efek samping lain yang jarang dariantihistamin. bingung. obstruksi pyloroduodenal. gigitan dan sengatanserangga.diratakan secara tipis pada kulit. Efek samping yang lebih sering terjadi dengan antihistamingolongan lama. Efek sedasi inikadang-kadang dibutuhkan untuk mengendalikan gatal karena alergi. pusing. termasuk hipotensi. aritmia. pasien dengan risiko glaukoma sudutsempit. Dosis mungkin perlu diturunkan padagangguan ginjal. dan mizolastin. dan tidak boleh digunakan pada neonatus. seperti retensi urin. Wajah dan leher 15 hingga 30 gram Tangan 15 hingga 30 gram Kulit kepala 15 hingga 30 gram Lengan 30 hingga 60 gram Kaki 100 gram Badan 100 gram Selangkangan dan alat kelamin 15 hingga 30 gram Jumlah ini biasanya cocok untuk dewasa dengan penggunaan dua kali sehari selama seminggu. Daerah Tubuh Krim dan Salep 19. Antihistamin berbeda-beda dalam lama kerja serta dalam derajat efek sedatif dan antimuskarinik. Anak dan lansia lebih mudah mendapat efek samping. pandangan kabur. Tidak banyak bukti yangmenunjukkan bahwa antihistamin sedatif yang satu lebih baik dari yang lain karena pasien mempunyairespon yang sangat berbeda satu sama lain.ANTIHISTAMIN YANG TIDAK MENYEBABKAN KANTUK . kelainan darah. seperti setirizin. levosetirizin.

imunoterapi dengan aeroalergen tidak menunjukkankemanjuran yang berarti. dermatitis atopik resisten yang telah diobati denganExtracorporel Photopheresis dan glukokortikoid topikal.ANTIHISTAMIN YANG MENYEBABKAN KANTUK Efek samping mengantuk akan mempengaruhi aktivitas yang memerlukan keterampilan sepertimengemudi mobil. Berkurangnya keparahan dermatitis atopikterkait dengan kemampuan IFNγ untuk mengurangi angka eosinofil. grup yang sama dinilai potensi persisten pada pencegahan dermatitis atopik dalam 4 tahun. penelitianyang terkontrol dengan baik masih dibutuhkan untuk menentukan hubungan imunoterapi dengan penyakitini. Studi yang kedua.Hasilnya menunjukkan bahwa pencegahan efek Lactobacillus pada DA dapat diperpanjang hingga diluarmasa pertumbuhan anak-anak.efek akhir dari insidensi dermatitis atopik pada sebuah subset .. anak-anak dengan dermatitis atopik diobati dengan 2 jenis Lactobacillus selama 6minggu mengalami perbaikan pada eksema dibandingkan pasien yang diberikan plasebo. Ada laporan yang bersifat anekdot pada eksaserbasi penyakit dankesembuhannya. pasien harus diingatkan bahwa hal itu dapat terjadi dandapat mempengaruhi aktivitas yang memerlukan keterampilan.Imunoterapi alergenTidak seperti rhinitis alergika dan asma berat.ProbiotikPemberian probitik Lactobacillus rhamnosus jenis GG pada perinatal menunjukkan penurunan insidensidermatitis atopik pada anak-anak berisiko selama 2 tahun pertama kehidupan. Perkembangan klinis di lesi kulit berhubungan dengan penurunan level IgEyang telah dilaporkan pada beberapa pasien berat.Walaupun mengantuk jarang dijumpai. placeco-controlled trial.OmalizumabPengobatan pasien dermatitis atopik yang berat dan peningkatan level serum IgE dengan anti-IgEmonoclonal menunjukkan kemanjuran yang kecil pada tiga pasien dewasa dan perbaikan yang bermaknapada tiga pasien remaja. Respon pengobatan yang ditemukanlebih menyatakan pada pasien dengan tes skin prick positif dan kenaikan level IgE.60 telah menunjukkan bahwa pengobatan denganrekombinan IFNγ manusia menghasilkan perbaikan klinis. 22. Bagaimanapun juga. Efek sedasi meningkat dengan pengaruh alkohol (Sukandar et al. Gejala menyerupai influenza secaraumum merupakan efek samping awal pada pengobatan ini. mungkin dapat mencegah. misalnya mengendalikan mobil. double-blind.59. Penelitian terbaru tentang imunoterapi yang spesifik selama lebih dari 12 bulan padapasien dermatitis atopik dewasa yang disensitisasi dengan alergen debu menunjukkan perbaikan padaindeks SCORAD sama seperti pengurangan penggunaan steroid topikal. meskipunindeks SCORAD tidak menunjukkan perubahan yang signifikan. Ibu diberikan salah satuplasebo atau Lactobacillus GG setiap hari selama 4 minggu sebelum persalinan dan kemudian ibu yanglain (apabila menyusui) atau pada bayi dilanjutkan dengan terapi harian selama 6 bulan.Pemakaian alkohol berlebihan harus dihindari. BAB VI EVALUASI & PEMILIHAN PRODUK OBAT TERKAIT YANG ADA DI PASARANTERAPI YANG TIDAK TERBUKTIInterferon γIFN γ dikenal untuk menekan respon IgE dan menurunkan regulasi proliferasi dan fungsi sel Th2. Studi inimenunjukkan probiotik ini.Beberapa penelitian pada pasien dermatitis atopik. termasuk pada multicentre. fermentumpada studi kontrol plasebo menunjukkan kemajuan persisten dari SCORAD dalam 16 minggu. Pada studiselanjutnya. atau sekurangnya beberapa jenis Lactobacillus. 2011) 21. Studi yang lain padaanak-anak dari dermatitis atopik sedang sampai berat yang diobati selama 8 minggu dengan L.58 dan two long-term open trials.Extracorporeal PhotopheresisExtracorporeal Photopheresis terdiri dari bagian dari psoralen-pengobatan leukosit yang melalui sistemsinar UVA extracorporeal.

05%. meskipun.Kombinasi dengan Mikonazol: Proson M (Bernofarm) Krim (K). kelainan kulit alergis dan kronis.25mg/g (K). psoriasis.5%. Cleniderm (Soho) Krim 0. Kontraindikasi : Lihat hidrokortikosteroid dan keterangan di atas.5 mg/g (K). psoriasis.Kontraindikasi : Lihat hidrokortison dan keterangan di atas.Betameason DipropionatIndikasi : Psoriasis. efek samping ke jantung.Proson G (Bernofarm) Salep (K).Sediaan Beredar : Beprosone (Hoe Pharmaceutical/Merapi Utama) Krim 0. Proson S (Bernofarm) Cairan obat luar. seperti eksim yang tidak member respon pada kortikosteroid yang kurang kuat.05% (K). lihat keterangan di atas. Oviskin (Dankos) Krim 0. terapi optimal [rute yaitu (langsung pada bayi ataumelalui susu ibu) lama pengobatan. Kandungan spesifik herba juga dijelaskan dan beberapa preparasi telah ditemukanterkontaminasi dengan kortikosteroid.Efek samping : Lihat hidrokortikosteroid dan keterangan di atas. Diprosone OV (Schering Plough) Krim 0. Kombinasi dengan Gentamisin. Gel 0.5 mg/g (K). Salep 0.DesoksimetasonIndikasi : Radang akut yang berat.Peringatan : Lihat hidrokortikosteroid dan keterangan di atas. Kombinasi dengan Neomisin: Proson N (Bernofarm) Krim (K). Keuntungan hasil pengobatan terapi herbalChina.025% (K). Hal tersebut mengurangi secarasignifikan penyakit kulit dan menurunkan kejadian pruritus. Kombinasi dengan Kalsipotriol: Daivobet (Leo Pharmaceutical/Darya Varia) Salep (K). Cloderm (Ikapharmindo) Krim 0.Efek samping : Lihat hidrokortikosteroid dan keterangan di atas.Cara penggunaan : Dioleskan tipis 1 – 2 kali sehari.5 mg/g. atau reaksi aneh masihmenjadi perhatian.Scanderma Plus (Tempo Scan Pacific) Krim (K).Cara penggunaan : Dioleskan tipis 1 – 2 kali sehari.025% (K).Chinese Herbal MedicationBeberapa kontrol plasebo percobaan klinis telah menunjukkan pasien dengan dermatitis atopik berat lebihmenguntungkan dengan pengobatan tradisional terapi herbal China. Scanderma (Tempo Scan Pacific) Krim 0.Kontraindikasi : Lihat hidrokortikosteroid dan keterangan di atas.Sediaan Beredar : Aloderm (Bernofarm) Krim 0. Gel 0.Efek samping : Lihat hidrokortison dan keterangan di atas. sebagai mekanisme yang terlibat sangatlahdibutuhkan. Oviski-C (Dankos) Krim (K).5 mg/g (K). Pemberian lebih dari 100 g perminggu dari sediaan 0.Skinal (Sandoz Indonesia) Krim (K). Proson (Bernofarm) Krim 0.Kombinasi dengan Asan Salisilat: Diprosalic (Schering Plough) Cairan obat luar. 23.Mastroson (Darya Varia) Krim (K).Efek samping : Lihat hidrokortikosteroid dan keterangan di atas. Perderm (Schering Plough Indonesia) Krim 0.1% menimbulkan peneknan adrenal. seringkali untuk sementara.Propaderm (Glaxo Wellcome Indonesia) Krim 0. Salep (K).05% (K).Cara penggunaan : Dioleskan tipis 1 – 2 kali sehari.05% (K). Skizon (Hexpharm) Krim 0. dan keefektivan membuthkan pengobatan yangberkesinambungan.Temprosal (Tempo Scan Pacific) Salep (K).Beklometason DipropionatIndikasi : Kelainan radang kulit yang berat.05% (K).Penemuan lain dalam subkelompok responden. Gel 0.Peringatan : Lihat hidrokortikosteroid dan keterangan di atas.pasien.MONOGRAFI OBAT KORTIKOSTEROID TOPIKALAlklometason DipropionatIndikasi : Kelainan radang kulit. Salep (K). jenis Lactobacillus]. seperti eksim.Sediaan Beredar : Bernocort (Bernofarm) Krim 0.Peringatan : Lihat hidrokortison dan keterangan di atas.Peringatan : Lihat hidrokortikosteroid dan keterangan di atas.5 mg/g.5 mg/g (K).5 mg/g (K).Cara penggunan : Dioleskan tipis 1 – 2 kali sehari . Saat ini.5 mg/g (K). Kemungkinan untuk hepatotoksik.Kontraindikasi : Lihat hidrokortikosteroid dan keterangan di atas.Kombinasi dengan Klotrimazol: Lotriderm (Schering Plough) Krim (K).Diprogenta (Schring Plough) Krim. Salep (K). terapi herbal China untuk dermatitis atopik perludipertimbangkan untuk diteliti. Mesonta (Otto) Krim 0.5 mg/g (K). Armoclom (Armoxindo Farma) Krim 0. lihat keterangan diatas. Betasin (Otto Pharmaceuticals) Krim (K). lihat keteranga di atas.

05%.1% (K).Cara penggunaan : Oleskan tipis 1 – 2 kali sehari hingga 4 minggu (sediaan 0.05% (K). Kombinasi dengan Gentamisin :Benoson G (Bernofarm) Krim (K). Salep (K).1%. Salep 0. Alphacort (Pharmac Apex) Krim 0. Kombinasi dengan Mikonazol :Benosum M (Benofarm) Krim (K).Peringatan : Lihat pada hidrokortison dan keterangan di atas.Prosonex (Bufa Aneka) Krim 0.1% (K).Nisagon (Ifars) Krim (K).3% (K). Lerskin (Nufarindo) Krim 0.3%). psoriasis.25% (K). Corsaderm (Corsa) Krim 0.24.1%. tidak lebih dari 60 g dari sedian 0. Betodermin (Mugi) Krim 0.Sediaan Beredar : Bethametasone (Generik) Krim 0. kurangi kekuatan menurut respon. 25. Topifram (Hoechst Marion Roussel Indonesia) Krim (K).Kombinasi dengan Asam Fusidat :Fusicort (Leo/Darya Varia) Krim (K). psoriasis.FluokortolonIndikasi : Kelainan radang kulit yang berat seperti eksim yang tidak menunjukkan respon terhadap kortikosteroid yang kurang kuat. 0.Kombinasi dengan Klotrimazol :Benoson C (Bernofarm) Krim (K). Betanovate (Glaxo Wellcome Indonesia) Krim 0. Kombinasi dengan Garamisin :Celestoderm V With Garamycin (Schering Plough Indonesia) Krim (K).Metaskin-N (Metiska Farma) Krim (K).1% (K).2 mg/g (K).Sediaan Beredar : Neilon (Interbat) Krim 0. Pyderma (Pyridam) Krim 2. Kombinasi dengan Klioquinol :Krimbeson (Nurfarindo) Krim (K).05%. Betason (Kimia Farma) Krim 0. Dercason (Global Multi Pharmalab) Salep 2. Vason (Sandoz) krim 0.1% (K). Metsocrim (Tropica Mas) Krim 2.1% (K). Esperson (Aventis Indonesia) Gel 0.5 mg (K). kekuatan tinggi (0.Efek samping : Lihat hidrokortikosteroid dan keterangan di atas. Inerson (Interbat) Salep 0. Betnovate Scalp Aplication (Combiphar) Cairan obat luar (K).05% (K).Sonigen (Global Multi Pharmalab) Krim (K). Nerisona (Schering Indonesia) Krim 0.1%. Krim 0. Restason (Kalbe Farma) Gel 0. psoriasis. Salep 0. lihat keterangan di atas.Ester BetametasonIndikasi : Kelainan radang kulit yang berat seperti eksim yang tidak menunjukkan respon pada kortikosteroid yang kurang kuat.Kontraindikasi : Lihat pada Hidrokortison dan keterangan . Skizon (Bintang Toedjoe) Krim 0. Sediaan Beredar : Denomix (Combiphar) Krim (K). Orsaderm (Ifars) Krim (K).1% (K). 0. lihat keterangan di atas.1% (K).5%.3%) pengobatan jangka pendek untuk eksaserbasi yang hebat.25% (K).5 mg/g (K).Cara penggunaan : Dioleskan tipis 1-2 kali sehari.Bevalex (Molex Ayus) Krim (K). Topcort (Sanbe) Gel 0. Betnasalic (Glaxo Wellcome Indonesia) Salep (K).Zensoderm (Zenith) Krim (K).1% (K).5 mg/g (K). Dexigen (Ilfars) Krim 2. Oxyzone (Dankos Laboratories) Gel 0. Kombinasi dengan Asam Salisilat:Celestoderm V (Schering Plough Indonesia) Krim 0. Valeron (Konimex) Krim 1 mg/g (K).Kontraindikasi : Lihat pada hidrokortison dan keterangan di atas. Biocort (Medikon) Krim (K).05 mg/g (K). Betopic (Armoxindo_ Krim 0. lihat keterangan di atas. Metaskin (Mestika Farma) Krim 1. Salep 0. Molason (Molex Ayus) 0.Peringatan : Lihat pada Hidrokortison dan keterangan di atas. Pemberian lebih dari 100 g per minggu dari sediaan 0.Mytaderm (Global Multi Pharmalab) Krim (K). Kombinasi dengan Neomisin :Bernosolon-N (Berlico Mulia Farma) Krim (K).1% (K).5 mg/g (K).1%) atau 2 minggu (sediaan 0.1% (K).1% menimbulkan penekanan adrenal.5 mg/g (K).1% (K).Peringatan : Lihat hidrokortikosteroid dan keterangan di atas. Betnovate-N (Glaxo Wellcome Indonesia) Krim.25% (K).Tuderm-N (Meprofarm) Krim (K). Betderma (Ikapharmindo) Krim 0.25% (K).3% dioleskan per minggu.1% (K). Engson (Trpoica Mas) Cairan obat luar (K).Diflukortolon valeratIndikasi : Radang kulit yang hebat seperti eksim yang tidak menunjukkan respon dengan kortikosteroid kurang kuat.Skilone (Corsa) Krim (K).25% (K).25% (K).Kombinasi dengan Klorquinaldol: Nerosona combi (Schering Indonesia) Krim 0.Kontraindikasi : Lihat hidrokortikosteroid dan keterangan di atas. Dexocort (Kimia Farma) Krim 0. Kombinasi dengan Isonazol Nitrat: Travocort (Schering Indonesia) Krim (K).Salgen Plus (Erlimpex) Krim (K).

Efek samping : Lihat . lihat keterangan di atas. Cinolon (Sanbe) Gel 0. Kalcinol N (Kalbe Farma) Krim (K).Efek samping : Lihat pada Hidrokortison dan keterangan di atas.025% (K).025% (K). lihat keterangan di atas.HidrokortisonIndikasi : Radang kulit ringan seperti eksim. lihat keterangan di atas.05%. salep 0. 26. Kombinasi dengan Gentamisin :Cinogenta (Ferron Par Pharma) krim (K). Salep 0. yang tidak menunjukkan respon terhadap kortikosteroid yang kurang kuat.Synalten (Ifars) Krim (K).Efek samping : Lihat pada Hidrokortison dan keterangan di atas. Inoderm (Meprofarm) Krim 0.Fluosinolon AsetonidIndikasi : Kelainan radang kulit seperti eksim. Kombinasi dengan Lidokain :Ultraproct N (Schering Indonesia) Krim (K).Kombinasi dengan Klioquinol.Prodermis (Ifars) Krim (K).Efek samping : Lihat pada Hidrokortison dan keterangan di atas. berkembangnya psoriasis pustuler. kortikosteroid yang tidak lebih kuat tidak boleh diberikan pada bayi di bawah 1 tahun (lihat keterangan di atas). psoriasis. Synalar (Astra Zeneca) Gel 0. PSORIASIS.25 mg/g (K).Kontraindikasi : Lihat pada Hidrokortison dan keterangan di atas. ruam popok.Cara penggunaan : Oleskan tipis 1-2 kali sehari. Sediaan Beredar : Bravoderm (BBufa Aneka) Krim 0.25 mg/g (K).05%. 27.025.Neoderma (Emba Megafarma) Krim (K).Cara penggunaan : Dioleskan tipis 1-2 kali sehari.Kontraindikasi : Lihat pada Hidrokortison dan keterangan di atas.Peringatan : Lihat pada Hidrokortison dan keterangan di atas. jamur.Sediaan Beredar : Halog (Squibb Indonesia) Krim 0.Cara penggunaan : Dioleskan tipis 1-2 kali sehari. kurangi kekuatan sesuai respon. Krim 0. Fluokortolon kombinasi :Ultraproct * (Schering Indonesia) Salep (K).25 mg/10 g (K).25 mg/g (K). Salep 0. atau virus yang tidak diobati. kurangi kekuatan sesuai dengan respon. Esinol (Pharmacore Labs) Gel 0.Kontraindikasi : Luka kulit akibat bakteri.hati) pada dermatosis pada bayi termasuk ruam popok yang sedapat mungkin pengobatan harus dibatasi 6-7 hari) hindarkan penggunaan jangka panjang pada wajah (dan hindarkan dari mata). Risiko dari kortikosteroid yang lebih kuat pada psoriasis antara lain kemungkinan kambuhnya.05% (K).Sediaan Beredar : Cultivate (Glaxo Wellcome Indonesia) Krim 0.di atas. toksisitas lokal dan sistemik. juga hindarkan penggunaan jangka panjang pada bayi dan anak-anak (hati-hati pada dermatosis pada bayi termasuk dan anak-anak (hati.025% (K).Synarcus (Ifars) Krim 0.1% (K). Gentasolon (Ikapharmindo) Krim (K). psoriasis.025% (K). Dermasolon (Ikapharmindo) Krim 0. rosacea (jearawat rosacea) perioral dermatitis.Kombinasi dengan Neomisin :Cinolon N (Sanbe) Krim.Synalar N (Astra Zeneca) Salep (K).Sediaan Beredar : Ultralan (Schering Indonesia) Krim.HalsinonidIndikasi : Pengobatan jangka pendek hanya untuk kelainan radang kulit yang resisten seperti eksim yang membandel tidak menunjukkan respon terhadap kortikosteroid yang kurang kuat.Peringatan : Lihat pada Hidrokortison dan keterangan di atas. obat-obat ini secara spesifik dikontraindikasikan dalam wajah psoriasis yang meluas.Peringatan : Lihat pada Hidrokortison dan keterangan di atas.025% (K). 0. Ociderm (Pyridam) 0. tidak dianjurkan untuk akne vulgaris (kontraindikasi khususnya untuk kortikosteroid lebih kuat). Halsinoid kombinasi :Halog Solution* (Squibb Indonesia) Cairan obat luar 0.Sinobiotik (Galenium Pharmasia Lab) Krim (K).Licosolon (Berlico Mulia Farma) Krim 0.1% (K).Kontraindikasi : Lihat pada Hidrokortison dan keterangan di atas.25 mg/g (K).05% (K). Salep 0.25 mg/g.Efek samping : Lihat pada Hidrokortison dan keterangan di atas.Kalcinol (Kalbe Farma) Krim 0.025 (K). Peringatan : Lihat keterangan di bawah. Mediocort (Sura Dermato Medica Lab) Krim 0.Flutikason propionatIndikasi : Kelainan radang kulit seperti dermatitis dan ekstrim.Cara penggunaan : Oleskan tipis krim 1 kali sehari atau salep 2 kali sehari.Synalar C (Astra Zeneca) Salep (K).25% (K).

Efek samping : Lihat pada Hidrokortison dan keterangan di atas. Cortidermin (Mugi) Krim 1%. Kloderma (Surya Dermato Medica Lab) Krim 0.5% (K). Bila krim atau salep hidrokortison diresepkan dan tidak ada kekuatan yang disebutkan. Steroderm (Medikon) Krim 1% (K).Colmecort (Interbat) Salep (K). Forderm (Ferron Par Pharmaceutical) Krim 0.1% (K). (K).05%.05%. Certaid With Aloe (Pharmacia Indonesia) Krim 0.5 mg/g (K). Salep 0.05% (K). Flamacort (Pfizer Indonesia) Krim 1% (K).05%. Tidak lebih dari 50 g sediaan 0.keterangan di atas.Kontraindikasi : Lihat pada Hidrokortison dan keterangan di atas. Lexacorton (Molex Ayus) Krim 2. Lotasbat (Interbat) Krim 0.05% (K).Indoson (Nufarindo) Krim (K). 2.Cara penggunaan : Dioleskan tipis 1-2 kali sehari. Chloramfecort (Kimia Farma) Krim (K). Dermotave (Glaxo Wellcome Indonesia) Krim 0.05% (K).Peringatan : Lihat pada Hidrokortison dan keterangan di atas. Cortina (Emba Megafarma) Krim 25mg.Cara penggunaan : Oleskan tipis 1-2 kali sehari hingga paling lama 4 minggu.Hidrokortison ButiratIndikasi : Kelainan radang kulit yang hebat seperti eksim tidak menunjukkan respon terhadap kortikosteroid yang kurang kuat.Cara penggunaan : Dioleskan tipis 1-2 kali sehari.5% (K).5 mg (K). Lamodex (Guardian Pharmatama) Krim 0.Sediaan Beredar : Clobetasol (Generik) Krim 0. Cartaid (Pharmacia Indonesia) Krim 2. Closol (Fahrenheit Pratapa Nirmala) Krim 0.5 mg/g.5%.05%.1%. psoriasis lihat keterangan di atas. 2.05%. Salep 0. Erlaneohydrocort* (Erela) Krim (K).Peringatan : Lihat pada Hidrokortison dan keterangan di atas.Sediaan Beredar : Hydrocortisone (Generik) Krim 1%. Alderm (Merck Indonesia) Krim 0.Sancortmycin* (Sanbe) Salep (K).05%. psoriasis.Trifamcort (Trifa Raya 28.Kombinasi dengan Clioquinol :Kalviocort (Kalbe Farma) Krim (K).Solacort (Solas Langgeng Sejahtera) Krim (K).5 mg/g (K).Hufacort (Gratia Husada) Krim 1%.05% (K).05 mg/g (K). Klonat (Sandoz Indonesia) Krim 0.Visancort* (Sanbe) Krim (K).5% (K).05% (K).Streofen* (Konimex) Krim (K). Gel 0.5 mg/g (K). Gel 0. Clonaderm (Ifars) Krim 0. Zumason (Sandoz Indonesia) Krim 10 mg/ 5 g (K).Kombinasi dengan Mikonazol :Brentan (Squibb Indonesia) Salep (K).Kemikort (Kimia Farma) Krim (K).Hidrokortison dan antiseptik :Cavicorta* (Ipha) 0.Particol* (Darya Varia) Salep (K).2 g/10 g (K).Kemiderm (Berlico Mulia Farma) Krim (K). Salep 0. 2.g (K).1% (K).Thecort (Guardian Pharmatama) Krim (K).5% (K).Kombinasi dengan Kampora :Viohydrocort (Combiphar) Krim (K).05% (K). Ikaderm (Ikapharmindo) Krim 0.Sediaan Beredar : Locoid (Yamanouchi/Combiphar) Krim 0.5% (K).Cortil (Pfizer Indonesia) Krim 1% (K).Efek samping : Lihat pada Hidrokortison dan keterangan di atas. Omnicort (Fimedco) 10 mg/g (K). Locoid Scalp Lotion (Yamanouchi/Combiphar) Cairan obat luar 0.005% dioleskan per minggu.Trifaderm (Trifa) Krim 1%. Haemocaine* (Galenium Pharmasia) Salep (K). Salep 0. Salep 0.Calacort (Gelenium Pharmasi Lab) Krim 2. harus diberikan kekuatan 1%.05% (K).05% (K).Kontraindikasi : Lihat pada Hidrokortison dan keterangan di atas.Klobetasol PropionatIndikasi : Pengobatan jangka pendek hanya untuk kelainan kulit inflamasi hebat seperti eksim bandel yang tidak responsif terhadap kortikosteroid yang kurang kuat. Berlicort (Berlico Mulia Farma) Krim 2.5% (K). Bersol (Bermofarm) Salep 0.5% (K). Primaderm (Roy . lihat keterangan di atas.5 (K).Hidrokortison dan Antibiotik :Amphecort* (Darya Varia) Krim (K). 2. 2.5% (K). 2. Nestacort (Ifars) Krim 1%.Enkacort (Kimia Farma) Krim 1%. Kombinasi dengan Kloramfenikol :Armacort (Ifars) Krim (K). Salep 0. Laboratories) Krim (K).Nufacort* (Nufarindo) Krim (K).05% (K). Westcort (Squibb Indonesia) Krim 0. Loderm (Pyridam) Krim 0. Elopro (Pharmacore Labs) Krim 0.5% (K). Micort (Fimedco) Krim (K).5% (K). Hidrokortison kombinasi : Ambiod* (Nufarindo) Salep (K).

Intercon (Interbat) Krim 0. parkinsonisme. hipertiroid.05% (K).2. D. Dosis. untuk anak lebih dari 6 tahun. hindari mengemudi dan menjalankan mesin. Drimpy 25 (Sanbe Farma) Tablet salut selaput 25 mg (T).1% (K). Salep 0. Salep 0. F.1% (K).Cara penggunaan : Oleskan tipis.Efek samping : Lihat pada Hidrokortison dan keterangan di atas. Sirup 12. G.Moteson (Konimex) krim 1 mg/g (K).5 mg/ 5 g (K). Salep 1 mg/g (K). Salep 0. 29.Triamsinolon AsetonidIndikasi : Kelainan radang kulit yang hebat seperti eksim yang tidak menunjukkan respon terhadap kortikosteroid yang kurang kuat. menyusui. Neo Ultradipe (Henson) Kapsul 50 mg (T). Uralog (Pharos) Pasta 0.1%.Motaderm (Bernofarm) Krim 1 mg/g. Salep 0. Novadryl (Novapharin) Cairan injeksi 10 mg/mL (K). E.1% (K).1% (K). C. Tempovate (Tempo Scan Pacific) Krim 0. Krim 0. Indikasi : Pruritus. Efek Samping : Pengaruh pada kardiovaskular dan SSP. Salep 0. Dosis : Dewasa 25-50 mg 3 kali sehari. Eloderma (Ethica) Krim 0.1% (K). menyusui. anak dengan gangguan emosi.Kontraindikasi : Lihat pada Hidrokortison dan keterangan di atas. Pruritus : Dosis awal 225 mg malam hari dinaikkan bila perlu sampai 25 mg 3-4 kali sehari.5 mg/g. lihat keterangan di atas. sekali sehari (untuk lotion pada kulit kepala). reaksi alergi.Kontraindikasi : Lihat keterangan di atas.1%.1% (K). Efek samping : Sedasi. dosiss awal 5-15 mg/hari dinaikkan bila perlu sampai 50 mg sehari dalam dosis terbagi.1%.1% (K). anak 5 mg/kg bb sehari. Adidryl (Aditama Raya Farmindo) Cairan injeksi 10 mg/mL (K). Interaksi : Alkohol. Tridez (Sandoz) Salep 0. Peringatan : Glaukoma sudut sempit. untuk anak 6 bulan-6 tahun. Eloskin (Soho Industri Pharmasi) Krim 0. Kontraindikasi : Bayi baru lahir atau prematur. Mesone (Pharmacore Labs) Gel 0. hamil. efek antimuskarinik. Momet (Erlimpex) Krim (K).Surya Prima Farma) Krim 0.1%.Traimcort-A (Interbat) Krim 0.1% (K). Kombinasi dengan Neomisin :Neolone (Darya Varia) Krim (K). F. Trinolon A (Kimia Farma) Krim 0. gangguan saluran cerna. gangguan darah. Ketricin (Ferron Par Pharma) Salep 0. Indikasi : Antihistamin.1%.1% (K).MONOGRAFI OBAT ANTIHISTAMIN1. C.1% (K). penyakit kardiovaskular atau hipertensi.Obat Beredar : Bufacomb (Bufa Aneka) Salep 1 mg/g (K). Kombinasi dengan Nistatin : New Kenacomb (Squibb Indonesia) Krim. depresan SSP.Efek samping : Lihat keterangan di atas.5 mg/5 ml (T). Kenacort A (Squibb Indonesia) Krim (K).1% (K). Elox (Guardian Pharmatama) Krim 0. Difenhidramin Hidroklorida A. B. psoriasis. lihat keterangan di atas. antispasmodik. gejala hipertrofi prostat atau obstruksi struktural kandung kencing. antiemetik. riwayat asma bronkial. 30.1% (K).Arcodyl (Prafa) Cairan injeksi 10mg/mL (K). kenaikan tekanan intraokuler. Hidroksizin Hidroklorida A. tukak lambung. Falcon (Fahrenheit Pratapa Nirmala) Krim 1 mg/g (K). depresan SSP. Dermovel (Ferron Par Pharma) Krim 0.1%. Peringatan : Awal kehamilan. Mometason FuroatIndikasi : Kelainan radang kulit yang berat seperti eksim yang tidak menunjukkan respon terhadap kortikosteroid. Salep 0.1%. E. Kontraindikasi : Riwayat hipersensitivitas. Elocon (Schering Plough Indonesia) Cairan obat luar 0. Kombinasi dengan Polysorbate 60 :Metagra (Graha Farms) Krim 0. Krim 0.Peringatan : Lihat pada Hidrokortison dan keterangan di atas. obstruktsi piloroduodenal. penghambat MAO. Salep (K). dosis awal15-25 mg sehari .1% (K). ansietas (penggunaan jangka pendek) B.1%.Obat Beredar : Metasone (Generik) Krim 0. reaksi ekstrapiramidal karena obat. psoriasis.Peringatan : Lihat keterangan di atas. Obat Beredar : Diphenhydramin (Generik) Cairan injeksi 10 mg/ml (K).Kombinasi dengan Asam Salisilat :Elosalic (Schering Plough) Salep (T). Interaksi : Alkohol.Cara penggunaan : Oleskan tipis 1-2 kali sehari. D.

demam (kurang dari 1%).I. merupakan antipruritus topikal. perubahan pengecapan (1-10%). F. pengolesan pada tempat terluka. retensi urin (atoni kandung kemih). pandangan kabur. sakit kepala. Interaksi obat : Alkohol. Takrolimus A. Mekanisme kerja yang pasti dari doxepin belum diketahui. termasuk kemerahan. atau intravagina. penurunan motilitas GIT. pusing. E. dilatasi pupil. rasa haus. hindari kontakdengan mata dan membran mukosa. kehamilan dan menyusui. B. iritasi. pingsan. perubahan emosional.F.03% jika kondisi klinik tidak memungkinkan. mulut/bibir kering.Walaupun demikian. hipotensi. takikardi. eritroderma secara umum. Mengantuk terjadi pada lebih dari 20% pasien yang diterapi dengan menggunakan krim doxepin. Interaksi obat : Interaksi dengan obat topikal lain belum dievaluasi. Apabila terjadi. nyeri. Overdosis : Ringan : mengantuk. diduga bahwa senyawa tersebut memiliki aksi sebagai bloker reseptor H2 dan H2 yang poten. Oleskan tipis dua kali sehari sampai lesi hilang (pertimbagkan pengobatan lain jika tidak terjadi perbaikan setelah 2 minggu).C. Simetidin. liken simpleks kronis. Efek samping : Reaksi pada tempat pengolesan.1%.) krim 5% (K) 32. hipersensitivitas. D. turunkan menjadi sekali sehari atau gunakan salep dengan kekuatan 0.D. senyawa trisiklik dibenzopin. Dosis administrasi : Gunakan selapis tipis krim 4 kali sehari dengan jeda waktu sekitar 3-4 jam. Mekanisme Kerja : Krim doxepin.Penggunaan kronik di atas 8 hari dapat berdampak pada kemungkinan meningkatnya efek sistemik. Peringatan : Infeksi pada tempat pengobatan. dan parestesia. hipertensi. konsumsi alkohol (resiko facial flushing dan iritasi kulit). Indikasi : Atopi dermatitis (eksem) pada pasien yang tidak memberikan respon atau intoleran pada pengobatan lain untuk dewasa dan anak-anak di atas 2 tahun sebagai pengobatan jangka pendek dan menengah. Kontraindikasi : Glaukoma sudut sempit yang tidak tertangani dengan baik. mulut kering. Doksepin Hidroklorida A. lemas. refleks hiperaktif. tetapi tidak dapat .3. Kontraindikasi : Hipersensitif. kecendrungan retensi urin (sebab doxepin memiliki efek antikolinergik dan karena sejumlah doxepin terdeteksi dalam plasma secara signifikan dalam penggunaan topikal). atopik dermatitis. Karena rendahnya konsentrasi pimekrolimus yang terdeteksi dalam darah.E. koma. Tidak ada data pendukung tentang keamanan dan efikasi pada penggunaan lebih dari 8 hari. MONOGRAFI OBATImunomodulator Topikal1. sinar UV (hindari paparan berlebih sinar lampu). secara oral.Parah : depresi pemanasan. 31. Indikasi : Pruritus sedang pada dewasa yang diikuti dengan bentuk eksem dermatitis.Dapat dilakukan pengurangan persentase area penggunaan krim atau frekuensi aplikasi atau jumlah yang digunakan. Ansietas (hanya dewasa) : 50-100 mg 4 kali sehari. Dosis : Dewasa dan remaja di atas 16 tahun : Pada awal pemberian gunakan salep takrolimus dengan kekuatan 0. Inhibitor MAO.G. B. Obat Beredar : Bestalin (LAPI) Tablet 25 mg. Sirup 10 mg/5mL (K). Efek samping : Sistemik : mengantuk (22%). Peringatkan pasien akan kemungkinan tersebut dan ingatkan mereka agar waspada ketika menjalankan mesin-mesin bermotor. aritmia.H. kecemasan. hipotermia. konvulsi. C. hipertermia. Sediaan Beredar : Sagalon (Surya Dermato Medica Lab. Lokal : rasa terbakar atau perih pada daerah aplikasi (21%-25% dari jumlah tersebut parah). G. terutama pada pasien yang menggunakan krim pada lebih dari 10% area tubuh. observasi dan terapi suportif perlu dilakukan. nausea.dinaikkan bila perlu sampai 50-100 mg/hari dalam dosis terbagi. Iterax (UCB PharmaBelgia/Darya Varin Laboratoria)Kaptabs salut selaput 25 mg (K). interaksi obat secara sistemik mungkin tidak terjadi. Peringatan : Hanya untuk penggunaan luar jangan gunakan pada mata.

garam kalium. F. Peringatan : Hitung darah total setiap minggu selama 4 minggu kemudian dua kali sebulan selama 2 bulan kemudian setiap bulan pada tahun pertama (pengobatan dapat dihentikan sementara jika neutropenia berlanjut). antagonis kalsium. anti depresan.50. Gengraf (Abbot Indonesia) Kapsul 25 dan 100 mg (K). eritroderma secara umum. konsumsi alkohol dapat menyebabkan resiko kemerahan pada wajah dan iritasi kulit. Sediaan Beredar : Elidel (Novartis Indonesia) Krim 1% (K). 0. infeksi pada daerah pengobatan. infeksi kulit (termasuk folikulitis dan tidak umum impetigo. Penurunan dosis pada pasien transplantasi dapat dilakukan dengan meningkatkan kadar kreatinin serum dan urea (tidak ada reaksi penolakan pada cangkok ginjal) atau dihentikan pada pasien nontransplantasi. Efek samping : Dosis tergantung pada peningkatan kadar serum kreatinin dan urea selama beberapa minggu pertama. antagonis reseptor angiotensin-II. G. bosentan. Sandimmun Neoral (Novartis) Kapsul lunal 25. herpes simpleks dan zoster. Mikofenolat mofetil harus digunakan bersamaan dengan siklosporin dan kortikosteroid. Interaksi obat : Obat 1 Obat 2 Efek yang terjadi Mikofenolat mofetil Asiklovir Kadar asiklovir meningkat Mikofenolat mofetil Gansiklovir Kadar gansiklovir meningkat Mikofenolat mofetil Kolestiramin AUC mikofenolat menurun Mikofenolat mofetil Takrolimus AUC mikofenolat meningkat Mikofenolat mofetil Probenesid AUC mikofenolat meningkat Mikofenolat mofetil Vaksin hidup Vaksin hidup tidak boleh diberikan pada . Indikasi : Lihat di bawah dosis. antagonis hormon. 4.1% (K). Cara penggunaan : Gunakan dua kali sehari hingga gejala membaik. Pantau fungsi hati (penyesuaian dosis berdasarkan bilirubin dan enzim hati mungkin diperlukan). Cairan injeksi 100 mg/mL (K). hipertensi yang tidak terkendali. kecuali pelembab (emolien) pada lokasi pengobatan. dan perforasi) C. penggunaan pada daerah oklusi.5 mg/kg bb sehari dalam 2 dosis terbagi. Pimekrolimus A. hipolipidemik. antibakteri. asam empedu. tremor. Sediaan Beredar : Cyclohexal (Sandoz) Kapsul lunak 25. infeksi tidak terkendali.Terjadi juga hipertrikosis. B. antivirus. eritema.03%. D. Pengobatan jangka pendek (maksimum 8 minggu) untuk dermatitis atopik parah ketika terapi konvensional tidak lagi efektif dan sesuai. B. Perhatian : Ekstra hati-hati pada dermatitis atopik dan psoriasis. Kontraindikasi : Fungsi ginjal abnormal. dan 100 mg. Sediaan Beredar : Protopic (Astellas/Johnson & Johnson Indonesia) Salep 0. analgesik. antimalaria. molluscum contangiosum).2. beta bloker. pada penggunaan jangka panjang dapat terjadi perubahan struktur ginjal. D. pendarahan gastrointestinal dan edema paru). glikosida jantung. 33. untuk itu diperlukan reduksi sementara dosis atau interupsi). 50. kortikosteroid. Indikasi : Profilaksis penolakan organ akut pada pasien yang menerima transplantasi ginjal allogenik dan transplantasi jantung allogenik. antijamur. congenital epidermal barrier defects. kolkisin. dan keganasan. Kontraindikasi : Kontak dengan mata dan membran mukosa. diuretik. sakit kepala. anak-anak (kejadian efek samping lebih tinggi dapat terjadi. C. Cairan injeksi 100 mg/mL (K). barbiturat. lansia (risiko infeksi meningkat. Siklosporin A. antiepilepsi. dosis awal 2. H. E. Interaksi : Alopurinol. hipertensi (terutama pada pasien transplantasi ginjal). estrogen.3. Mikofenolat Mofetil A. C. hindarkan pengobatan topikal lainnya. E. Peringatan : Cahaya ultraviolet (hindarkan pemaparan berlebihan terhadap sinar matahari dan cahaya lampu). 34. Dosis : Penggunaan oral untuk dewasa lebih dari 16 tahun sesuai petunjuk ahli. dam 100 mg. ulserasi. Meskipun sangat jarang. penyakit saluran cerna serius aktif (resiko pendarahan. pruritus. Efek samping : Rasa terbakar. Peringatan : Pantau fungsi ginjal.diabaikan G. Indikasi : Dermatitis Atopik (eksim) B. antidiabetes. antiaritmia. F.

mual. 2011) . kehamilan. H. dosis awal harus diberikan secara oral dalam 72 jam setelah transplantasi. bakteri. Bila tidak ada perbaikan dalam 3 bulan. nyeri otot. pendarahan. 3 mg/kg bb/hari. kehamilan dan menyusui E. tidak ada manfaat efikasi yang bisa diterbitkan untuk pasien transplantasi ginjal. batuk. nyeri sendi. di luar periode posttransplan atau setelah pengobatan rejeksi akut atau refraktori dosis lebih besar dari 1 gram yang di berikan dua kali sehari direkomendasikan untuk pasien transplantasi ginjal dan 1. D. muntah. Interaksi : Obat 2 Efek yang terjadi Alopurinol Efek dan toksisitas azatioprin meningkat Aminosalisilat Meningkatkan resiko leukopenia Sulfametoksazol Meningkatkan resiko toksisitas hematologi Fenitoin Menurunkan absorbsi fenitoin Kumarin Mengurangi efek kumarin Klozapin Meningkatkan resiko agranulositosis Digoksin Menurunkan absorbsi digoksin Kaptopril Meningkatkan resiko leukopenia 36. leukopenia. gangguan fungsi hati. dosis pemeliharaan 1-3 mg/kg bb. pengobatan harus dihentikan atau dosis dikurangi. gangguan abdominal. nefritis interstitial). dan jamur). pankreatitis. konstipasi. Efek samping : Reaksi hipersensitifitas (malaise. Imuran (Heumann Pcs Gmbh/Glaxo Wellcome Indonesia) Tablet salut selaput 50 mg (K) (Sukandar. pertimbangkan untuk menghentikan terapi.5 gram dua kali sehari untuk pasien transplantasi jantung. Indikasi : Transplantasi dan digunakan untuk pengobatan beberapa kondisi autoimun. perhari menunjukkan profil keamanan keseluruhan yang lebih baik dibandingkan dengan pasien yang menerima 3 g mikofenolat mofetil perhari.73 m3). tablet salut selaput 500 mg (K). C.pasien dengan kerusakan respon imun sebab respon antibodi terhadap vaksin lain dapat berkurang. dan ulserasi saluran cerna. sakit kepala. demam. supresi sumsum tulang yang bergantung dosis. D. Kontraindikasi : Hipersensitifitas azatioprin atau merkaptopurin. trombositopenia. Yang harus dipantau adalah darah lengkap.Monitoring gejala mielosupresi perlu dilakukan pada penggunaan azatioprin jangka panjang. B. Dosis : Dosis standar untuk profilaksis penolakan akut pada transplantasi ginjal. pusing. yaitu setiap minggu selama 8 minggu pertama. Peringatan : Hanya digunakan bila monitoring selama penggunaannya dapat dilaksanakan. peningkatan kreatinin darah. sindroma seperti influenza. hipotensi. 300 mg (K).5..Enzim tiopurin metil tranferase (TPMT) metabolisme azatioprin sehingga risiko mielosupresi meningkat dengan rendahnya aktivitas enzim tersebut. Efek samping : Diare. gastritis. et al. rambut rontok. Walaupun dosis 1. G.3 x 103 mcL). Sediaan Beredar : Cellcept (Roche) Kapsul 250 mg. aritmia. Azatioprin A. Pasien yang menerima 2 gram mikofenolat mofetil 35. dikurangi sesuai dengan respon. Kontraindikasi : Hipersensitif. infeksi (viral.G. lalu setiap 3 bulan. anemia. mual. rentan terhadap infeksi bila digunakan bersama kortikosteroid. efek terhadap respon imun.E.F. ikterus. Sediaan beredar : Azathioprine (Pharmachemie BV/Combiphar) Tablet 50 mg (K).5 g yang diberikan dua kali sehari (dosis harian 3 g) digunakan dalam uji klinik dan terbukti aman dan efektif. pneumonitis. Gangguan fungsi ginjal berat : pada pasien transplantasi ginjal dengan kerusakan ginjal kronik parah (kecepatan filtrasi glomerular < 25 mL/menit/1. umumnya bila penggunaan kortikosteroid tunggal tidak memberi hasil yang cukup baik. Asam mikofenolat sebagai garam natrium : Myfortic (Novartis) Tablet 180 mg. refluks gastroesofagal. dosis Khusus : Neutropenia : Jika berkembang (jumlah neutrofil absolut < 1. Dosis : Oral. F. mual.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful