P. 1
Pembentukan Badan Keton

Pembentukan Badan Keton

|Views: 1,155|Likes:
Published by citramaulidania

More info:

Published by: citramaulidania on Oct 28, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/06/2015

pdf

text

original

KETOGENESIS

Ketone bodies (senyawa keton dalam tubuh) adalah hasil oksidasi asam lemak yang tidak sempurna. Ketidakseimbangan hormonal terutama produksi insulin yang tidak cukup untuk mengimbangi aktivitas glukagon di dalam tubuh memungkinkan kondisi metabolisme yang cenderung mengarah ke produksi yang relatif banyak ketone bodies yang disebut ketosis. Pengertian lain Ketogenesis adalah pembentukan keton dari proses glukoneogenesis yang berlangsung dalam hepar. Keton merupakan senyawaan asam bilamana diproduksi berlebihan menyebabkan KETOASIDOSIS atau KETOSIS. Kelainan ini banyak ditemukan pada penderita DM. Seperti telah dijelaskan pada uraian terdahulu, asam lemak dioksidasi dan dibelah menjadi ASETIL KOENZIM A, dan diikuti oleh oksidasi gugus asetil melalui DAUR ASAM SITRAT (KREB’S CYCLE) pada sel yang sama. Proses seperti ini banyak berlangsung dalam otot (baik otot lurik maupun otot jantung) yang berguna untuk penyediaan energi. Namun demikian di dalam hati dan ginjal, oksidasi asam lemak hanya sampai pada pembentukan ASETOASETAT dengan proses sebagai berikut: Asetil KoA bergabung dengan Asetoasetil KoA dan dikatalisasi enzim hidroksimetil glutaril KoA sintetase membentuk 3hidroksi-3-metilglutaril KoA dengan melepas satu molekul Koenzim A, selanjutnya dibelah lagi oleh enzim hidroksi di atas menjadi Asetoasetat dengan melepas satu molekul asetil KoA. Asetoasetat ( 3-OKSOBUTIRAT atau D-3-HIDROKSIBUTIRAT) kemudian diangkut melalui peredaran, dan mengoksidasinya lebih lanjut pada jaringan lain (OTOT dan OTAK). COO∣ CH2 ∣ C=O ∣ CH3 3-OKSOBUTIRAT COO∣ CH2 ∣ H-C-OH ∣ CH3 D-3 HIROKSOBUTIRAT

1. Asam lemak yang tersimpan di dalam sel-sel adipose dengan cepat dilepas ke aliran darah. Alasan utama terjadinya hal ini adalah jika insulin sangat rendah di dalam darah, karena insulin akan menghambat lipolisis, sebaliknya akan menyimpan lemak. Pertambahan yang berlimpah dari asam lemak di dalam darah akan diambil oleh hati. 2. Oksidasi asam lemak menjadi asetil-CoA mendominasi/melebihi sintesis asam lemak di dalam hati. 3. Karena hati mengambil asam lemak dan memecahkannya menjadi asetil-CoA, kapasitas siklus asam sitrat untuk memproses molekul-molekul asetil-CoA yang dihasilkan menurun. Terutama hal ini karena metabolisme asam lemak menjadi asetil-CoA menghasilkan banyak ATP, dan jumlah ATP yang tinggi akan memperlambat aktivitas siklus asam sitrat di dalam selsel hati. Pada dasarnya, tidak perlu memakai siklus asam sitrat (yang peranan utamanya mentransfer energi dari bahan bakar untuk digunakan dalam sintesis ATP) jika sel-sel sudah

Ketosis pada keadaan lapar atau masa puasa Jika seseorang dalam keadaan puasa. akan menghemat protein yang dimanfaatkan sebagai sumber energi. oksaloasetat dipakai untuk membentuk glukosa pada jalur glukoneogenesis dan demikian tidak tersedia untuk kondensasi dengan asetil KoA. Sesudah beberapa hari dalam keadaan ketosis. Ini adalah suatu respon penyesuaian (adaptive response) yang penting terhadap puasa. otot. Hal ini kemudian mengurangi kebutuhan bagi buah pinggang dan hati untuk menghasilkan glukosa dari asam amino. Oksaloasetat dalam keadaan normal dibentuk dari piruvat. biasanya sesudah kira-kira 50-70 hari puasa total. B. . Proses ketogenesis sering terjadi pada keadaan kelaparan dan DM yang tak terkontrol. kebutuhan akan glukosa sebagai sumber energi makin berkurang. Karena rendahnya kadar insulin akan menyebabkan asam lemak banyak terdapat di dalam darah dan akhirnya membentuk ketone bodies. Kebanyakan ketone bodies akhirnya akan diubah menjadi kembali ke asetil-CoA di dalam sel lain yang memakai ketone bodies sebagai bahan bakar. C.memiliki banyak ATP. D. Asetoasetat. Pada keadaan ini asetil KoA dialihkan kepembentukan asetoasetat dan D-3hidroksibutirat. Proses Ketogenesis. Karena semakin banyak sel-sel tubuh mulai menggunakan ketone bodies untuk sumber energi.hidroksibutirat dan Aseton disebut dengan zat keton. dan bagian tertentu dari buah pinggang menggunakan ketone bodies sebagai bahan bakar. Penghematan jumlah protein dengan cara seperti ini merupakan kunci utama kemampuan utntuk melewati masa puasa atau keadaan lapar. otak juga mulai memetaboliser ketone bodies untuk energi.3. ketersediaan karbohidrat sangat rendah sehingga produksi insulin juga sedikit. Salah satu ketone bodies yang terbentuk (aseton) meninggalkan badan melalui paru-paru menyebabkan pernapasan seseorang sebagai karakteristik kondisi ketosis. Pada puasa atau diabetes. Karena masuknya asetil KoA ke dalam daur asam sitrat tergantung pada tersedianya oksaloasetat untuk pembentukan sitrat. Kematian dapat terjadi bila kirakira separoh dari protein tubuh berkurang. napas berbau seperti buah. Jantung. Senyawa ini kemudian dimetaboliser dan akhirnya disekresikan ke dalam aliran darah sebagai ketone bodies seperti asam asetoasetat dan senyawa sejenisnya asam beta-hidroksibutirat dan aseton. Kemudian ketone bodies di tolakkan melalui siklus asam sitrat. Asetil KoA yang terbentuk pada oksidasi asam lemak akan memasuki daur asam sitrat hanya jika pemecahan lemak dan karbohidrat terjadi secara berimbang. Perubahan-perubahan metabolisme ini akan memicu sel-sel hati membentuk asetil-CoA dan kemudian menyatukan dua molekul asetil-CoA menjadi senyawa yang mengandung empat atom karbon. Proses ketogenesis merupakan proses pembentukan badan-badan keton di mana proses ini terjadi akibat pemecahan lemak dan karbohidrat tidak seimbang. Tetapi konsentrasi oksaloasetat akan menurun jika karbohidrat tidak tersedia atau penggunaannya tidak sebagaimana mestinya.

Asetoasetat dan 3. . Asetoasetat dapat diaktifkan melalui pemindahan KoA dari suksinil KoA dalam suatu reaksi yang dikatalisis oleh suatu koA transferase spesifik. bau aseton dapat dideteksi dalam udara pernafasan seseorang yang kadar asetoasetat dalam darahnya tinggi. Gejala ketosis sering disertai dengan gejala ASIDOSIS. yang kemudian mengeluarkannya sebagai asetoasetat. Kemudian. 75% bahan bakar yang diperlukan oleh otak didapat dari asetoasetat. Pada kelaparan berkepanjangan.hidroksibutirat merupakan bahan bakar normal pada metabolisme energi dan secara kwantitatif penting sebagai sumber energi . Hasil dari keseluruhan reaksi adalah: 2 Asetil KoA + H20 Asetoasetat +2 KoA H+ 3–Hidroksibutirat terbentuk melalui reduksi asetoasetat di matriks mitokondria.hidroksibutirat adalah hati. Reaksi yang dikatalisis oleh tiolase ini merupakan kebalikan dari tahap tiolisis pada oksidasi asam lemak. glukosa merupakan bahan bakar utama bagi otak dan sel darah merah pada orang yang mempunyai gizi baik dengan diet seimbang. Kadar asetoasetat yang tinggi dalam darah menandakan berlimpahnya unit asetil yang menyebabkan berkurangnya laju lipolisis di jaringan adiposa. sedangkan proses pembentukan keton (KETOGENESIS) yang cepat sehingga jumlahnya berlebihan akan dibuang bersama urin.3 – metilglutaril KoA ( HMG . asetasetat secara lambat mengalami dekarboksilasi spontan menjadi aseton . Rasio hidroksibutirat terhadap astoasetat tergantung pada rasio NADH / NAD+ di dalam mitokondria . Asetoasetat adalah merupakan salah satu bahan bakar yang utama dalam jaringan. karena bersama oksibutirat juga terbentuk H + yang menyebabkan pH darah sangat asam. Kadar senyawa keton yang tinggi dalam urin dikenal sebagai KETONURIA. Kedua senyawaan inilah yang dikenal sebagai KETON BODIES. Produksi yang meningkat dari asetoasetat atau keton bodies dalam darah menyebabkan penyakit KETONEMIA.3 . Kondensasi ini mirip dengan kondensasi yang dikatalisis oleh sitrat sintase.β.hidroksi. Asam lemak dilepaskan oleh jaringan adiposa dan diubah menjadi unit. Asetoasetat atau keton bodies yang diproduksi secara terus menerus akan diDEKARBOKSILASI sehingga terbentuk ASETON dan b-HIDROKSIBUTIRAT.KoA ) dan KoA. yang keseimbangannya menguntungkan karena hidrolisis iaktan tioester.metilglutaril KoA kemudian terpecah menjadi asetil KoA dan asetoasetat. Tapi otak dapat beradaptasi dan menggunakan asetoasetat dalam keadaan kelaparan dan diabetes.unit astil oleh hati. yang selanjutnya memasuki daur asam sitrat. Dua molekul asetil KoA berkondensasi membentuk asetoasetil KoA. Hati dapat membekali organ-organ lain dengan asetoasetat karena hati tidak memiliki KoA transferase spesifik ini.Hidroksi .Asetoasetat dibentuk dari asetil KoA dalam tiga tahap. Situs utama produksi asetasetat dan 3 . asetoasetil KoA dipecah oleh tiolase menjadi dua molekul asetil KoA. Selanjutnya astoasetil KoA bereaksi dengan asetil KoA dan air untuk menghasilkan 3 . Otot jantung dan korteks ginjal menggunakan asetoasetat sebagai sumber energi dibanding glukosa. 3 . Senyawa-seyawa ini berdifusi dari mitokondria hati ke dalam darah dan diangkut ke jaringan perifer.Keseimbangan yang tidak menguntungkan bagi pembentukan asetoasetil KoA diimbangi oleh reaksi ini. Karena merupakan asam keto . sedangkan penderitanya dikenal mengalami gejala KETOSIS.

Beberapa penyebab gejala ketonemia atau ketosis: (1) Keadaan Kelaparan atau STARVATION. dan (3) Diet Abnormal. Oleh karenanya diet pada penderita DM harus dikendalikan ketat. (2) Penderita Diabetes mellitus. . Karena tubuh kekurangan glukosa maka asam lemak akan digunakan secara besar-besaran sehingga produksi aseton tinggi terjadilah Ketosis tersebut. Ciri ketosis adalah bau mulut seperti aseton. terutama penderita DM tipe II (berat).

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->