P. 1
Tumpang Sari

Tumpang Sari

|Views: 295|Likes:
Published by Ahmad Hidayat

More info:

Published by: Ahmad Hidayat on Oct 29, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/06/2015

pdf

text

original

BAB I PENDAHULUAN 1.

1 Latar Belakang Dalam bercocok tanam, terdapat beberapa pola tanam agar efisien dan memudahkan kita dalam penggunaan lahan, dan untuk menata ulang kalender penanaman. Pola tanam sendiri ada tiga macam, yaitu : monokultur, polikultur (tumpangsari), dan rotasi tanaman. Ketiga pola tanam tersebut memiliki nilai plus dan minus tersendiri. Pola tanam memiliki arti penting dalam sistem produksi tanaman. Dengan pola tanam ini berarti memanfaatkan dan memadukan berbagai komponen yang tersedia (agroklimat, tanah, tanaman, hama dan penyakit, keteknikan dan sosial ekonomi). Pola tanam di daerah tropis seperti di Indonesia, biasanya disusun selama 1 tahun dengan memperhatikan curah hujan (terutama pada daerah/lahan yang sepenuhnya tergantung dari hujan. Maka pemilihan jenis/varietas yang ditanampun perlu disesuaikan dengan keadaan air yang tersedia ataupun curah hujan. Tumpangsari merupakan suatu usaha menanam beberapa jenis tanaman pada lahan dalam waktu yang sama, yang diatur sedemikian rupa dalam barisan-barisan tanaman. Penanaman dengan cara ini bisa dilakukan pada dua atau lebih jenis tanaman yang relatif seumur, misalnya jagung dan kacang tanah atau bisa juga pada beberapa jenis tanaman yang umurnya berbeda-beda. Untuk dapat melaksanakan pola tanam tumpangsari secara baik perlu diperhatikan beberapa faktor lingkungan yang mempunyai pengaruh diantaranya ketersediaan air, kesuburan tanah, sinar matahari dan hama penyakit. Penentuan jenis tanaman yang akan ditumpangsarikan dan saat penanaman sebaiknya disesuaikan dengan ketersediaan air yang ada selama pertumbuhan. Hal ini dimaksudkan untuk menghindari persaingan (penyerapan hara dan air) pada suatu petak lahan antar tanaman. Pada pola tanam tumpangsari sebaiknya dipilih dan dikombinasikan antara tanaman yang mempunyai perakaran yang relatif dalam dan tanaman yang mempunyai perakaran relatif dangkal.

1.2 Tujuan ~ ~ Mengetahui dan memahami macam-macam pola tanaman Mengetahui dan memahami pola tanam berdasarkan kondisi lahan

melakukan penanaman lebih dari 1 tanaman (umur sama atau berbeda). Contoh: tanaman campuran seperti jagung. ubi kayu. tumpang sari beda umur seperti jagung. padi gogo. semua tercampur jadi satu Lahan efisien.~ ~ ~ Mengetahui dan memahami penetapan awal musim pada tumpang sari Mengetahui contoh-contoh pola tanam Mengetahui keuntungan dan kelemahan pola tanam tumpangsari BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2. dilakukan secara beruntun sepanjang tahun dengan mempertimbangkan faktor-faktor lain untuk mendapat keuntungan maksimum. ketela pohon. ubi kayu. waktu jagung menjelang panen disisipkan kacang panjang. kacang tanah. Tanaman Bersisipan (Relay Cropping): pola tanam dengan cara menyisipkan satu atau beberapa jenis tanaman selain tanaman pokok (dalam waktu tanam yang bersamaan atau waktu yang berbeda). Contoh: jagung muda. tetapi riskan terhadap ancaman hama dan penyakit. Tumpang gilir (Multiple Cropping). Contoh: jagung disisipkan kacang tanah.1 Pola Tanam Beberapa pola tanam yang biasa diterapkan adalah sebagai berikut: Tumpang sari (Intercropping).2 Pola Tanam Rotasi . Tanaman Campuran (Mixed Cropping): penanaman terdiri atas beberapa tanaman dan tumbuh tanpa diatur jarak tanam maupun larikannya. kedelai. 2. Contoh: tumpang sari sama umur seperti jagung dan kedelai. padi gogo.

pada sebidang lahan yang sama. misalnya tumpang sari jagung dengan . air dan sinar matahari) sebaik-baiknya agar diperoleh produksi maksimum. Sedangkan tanaman dikotil pada umumnya mempunyai sistem perakaran dalam. Tumpangsari merupakan sistem penanaman tanaman secara barisan di antara tanaman semusim dengan tanaman tahunan. Tanaman monokotil yang pada umumnya mempunyai sistem perakaran yang dangkal. karena memiliki akar tunggang. air yang berasal dari dalam tanah.3 Teknik Pola Tanam Pergiliran Tanaman Pada Pertanian 1. Sistem perakaran yang dalam ditumpangsarikan dengan tanaman yang berakal dangkal. Sistem tumpangsari dapat diatur berdasarkan: Sifat-sifat perakaran Waktu penanaman Tujuan dari pada tanaman tumpangsari adalah: Memanfaatkan tempat-tempat yang kosong Menghemat pengolahan tanah Memanfaatkan kelebihan pupuk yang diberikan kepada tanaman utamanya Menambah penghasilan tiap kesatuan luas tanah Memberikan penghasilan sebelum tanaman utama menghasilkan. 2. Polikultur (Tumpangsari) Polikultur (disebut Juga tumpangsari) adalah penanaman dua tanaman secara bersama-sama atau dengan interval waktu yang singkat.Pola tanam rotasi merupakan pola tanam yang dikembangkan dengan cara mengganti setiap musim tanaman budidaya yang bertujuan untuk meningkatkan produktivitas lahan pertanian. Tumpangsari ditujukan untuk memanfaatkan lingkungan (hara. Pengukuran sifat-sifat perakaran sangat perlu untuk menghindarkan persaingan unsur hara. Dalam pengaturan tumpang sari tanaman monokotil dengan tanaman dikotil dapat dilakukan kalau dipandang dari sifat perakarannya. karena berasal dari akar seminal dan akar buku.

yang tidak mustahil malah merupakan tanaman inang (host plant) bagi penyakit-penyakit yang justru akan diberantas. Pengaturan tumpang sari harus diingat bahwa tanaman selalu mengadakan kompetisi dengan tanaman semusim yang dapat saling menguntungkan. Memberantas nematoda-nematoda jahat dan penyakit yang dapat hidup lama di dalam tanah. sementara kacang-kacangan. Merotasi tanaman budidaya. Pergiliran Tanaman (Rotasi Tanaman) Rotasi atau pergiliran tanaman ialah pengaturan susunan urutan-urutan pertanaman yang sistematis pada suatu tempat tertentu. . Penyesuaian lahan dengan setiap musimnya. Cara pergiliran tanaman pada pertanian organik tidak dilaksanakan pada seluruh satuan luas yang bersamaan. Menghindari peledakan hama atau penyakit tanaman. sedangkan tanaman jagung tumbuh subur tanpa mengganggu kehidupan jeruk manis. Sebagai contoh rotasi. Jeruk manis dapat tumbuh dengan baik. yang sulit diberantas dengan cara lain. melainkan perbaris atau bedengan dan saling berdekatan. karena kacangan dapat memfiksasi nitrogen dari udara bebas. Tujuan dari pada rotasi ini adalah: Memperbaiki struktur dan kesuburan tanah. biasanya disebut tanaman pengisi (succession cropping). Jagung menghendaki nitrogen tinggi. misalnya antara kacangkacangan dengan jagung.jeruk manis. Menambah penghasilan tiap kesatuan luas tanah. Menjaga kesuburan lahan atau memperbaiki tekstur tanah. misalnya ialah kentang-kubis-pupuk hijau-kentang. Lamanya rotasi itu biasanya antara dua sampai lima tahun. Pemilihan jenis tanaman rotasi adalah penting sekali. Kesalahan penggunaan jenis tanaman rotasi dapat menurunkan hasil tanaman berikutnya. Apabila rotasinya dilakukan dalam waktu satu tahun.

dan bawang merah. Alternatif pertama. bahwa hasil tanaman kubis akan rendah apabila ditanam sesudah kedelai. Penanaman dilakukan secara monokultur atau tumpangsari dengan saat tanam yang bersamaan. lahan ditanami jagung. Kurang lebih 3 sampai 4 minggu sebelum panen. palawija dapat ditanam secara monokultur atau tumpangsari. Tanamilah dengan jenis-jenis pupuk hijau lainnya. tomat. Sedangkan alternatif kedua pada awal musim hujan. Tetapi sebaliknya tanaman selada. Pelaksanaannya dilakukan secara monokultur atau tumpangsari dengan waktu tanam yang bersamaan. lahan ditanami padi sebanyak satu kali. Lahan Kering (tegalan) Di lahan kering. padahal kedelai bersifat menyuburkan tanah. Alternatif pertama. singkong ditanami di antara tanaman jagung. Lahan Sawah Tadah Hujan Di lahan tadah hujan. karena bersifat sebagai tanaman inang.4 Pola Tanam Berdasarkan Kondisi Lahan 1. Ada dua alternatif untuk pelaksanaannya. Pada akhir atau pertengahan musim hujan sampai musim kemarau lahan dapat ditanami palawija secara tumpangsari. 2. Pada akhir atau pertengahan musim hujan. Ada dua alternatif pelaksanaannya. pada awal musim hujan sampai pertengahan musim huajn. Misalnya. Saat akhir atau pertengahan musim hujan. Cara pertama adalah tumpangsari dua tanaman berumur pendek. Tumpangsari dapat dilakukan dengan dua cara. lahan ditanami palawija secara monokultur sebanyak satu kali. kacang tanah atau kacang hijau. 2. Pada metode ini waktu tanam dilakukan bersamaan. Tanah-tanah yang mengandung nematoda tidak boleh ditanamiTephrosiaa sp.Sebagai contoh dapat dikemukakan. lahan ditanami padi sebanyak satu kali. jagung dengan kacang kedelai. Alternatif kedua. akan tetapi dapat tinggi sesudah jagung. lahan dapat ditanami palawija berumur pendek atau berumur panjang sebanyak satu kali tanam. palawija bisa ditanam secara monokultur atau tumpangsari. awal musim hujan. hasilnya akan rendah apabila ditanam sesudah jagung. . pada awal musim hujan. lahan dapat ditanami palawija berumur pendek sebanyak satu kali.

Metode ini waktu tanamnya bersamaan. 3. Di lahan di bagian tabukan. singkong masih dibiarkan tumbuh sampai saatnya panen. jarak tanam singkong harus lebih lebar. maka jarak tanam jagung harus lebih lebar. Lapisan ini merupakan akumulasi bahan-bahan beracun. permukaan tanah tidak lebih rendah dari lapisan pirit. Kerugian pola lahan sawah beririgasi tanam ini adalah Pola pergiliran tanaman pada setiap daerah berbeda sebab masing masing daerah mempunyai kondisi iklim. Bagian yang lain. Pada sistem ini. ditanami padi dua kali setahun. Aturannya sebagai berikut. Karena terdapat tanaman lain. 4. tanah dan kecocokan tanaman untuk pergiliran yang berbeda pula sehingga tidak bisa di samaratakan. Sementara itu. Di lahan rawa. lahan rawa harus diolah dengan sistem sarjan.Demikian pula waktu panennya. Lahan Rawa Pasang Surut Sebelum ditanam palawija. dibuat lebih rendah untuk ditanami padi. sehingga bila terangkat ke permukaan akan sangat mengganggu pertumbuhan tanaman. Lahan Sawah Beririgasi Di lahan sawah. Ketika tanaman yang berumur pendek sudah dipanen. kedelai atau kacang hijau. lahan ditanami padi sebanyak dua kali tanam. Pada awal musim hujan sampai akhir musim hujan. Bagian yang rendah ini disebut tabukan. Pada musim kemarau. palawija juga ditanami secara monokultur atau tumpang sari. palawija umumnya ditanami secara monokultur dengan pola tanam sebagai berikut. sebagian lahan ditinggikan untuk ditanami palawija atau tanaman lain yang tidak tahan genangan air. Bagian guludan tidak boleh dilampaui air. lahan dapat ditanami palawija berumur pendek sebanyak satu kali. ubi kayu dengan kacang tanah. Sedangkan di bagian guludan pada awal dan akhir musim hujan ditanami palawija berumur . Dengan cara ini. Cara kedua dilakukan antara dua tanaman dengan umur berbeda. Perbandingan luas tabukan dan guludan pasang tertinggi. Misalnya. Bagian yang lebih tinggi ini disebut guludan.

Maka dari itu.14 mm. Dari data curah hujan pada tabel ceraca air yang disesuaikan dengan kriteria diatas maka awal musim hujan jatuh pada bulan nopember dekade pertama. pada awal musim hujan ditanami palawija berumur pendek dan akhir musim hujan ditanami singkong. Pemilihan jenis tanaman budidaya umumnya disesuaikan dengan kebutuhan pasar. Diketahuinya ketersediaan air disuatu daerah dengan adanya neraca air maka penentuan pola tanam dalam satu tahun dapat diatur sehingga lahan dapat dimanfaatkan secara maksimal.37 mm. dan 28. Penetapan ini dikarenakan curah hujan pada bulan nopember dekade pertama dan dua dekade berikutnya masing-masing melebihi kriteia diatas 50 mm yaitu berturut-turut 56.31 mm.31 mm sedangkan curah hujan sebelumnya masih rendah yaitu 45. Lebih mudahnya dalam tiga dekade harus lebih besar dari 150 mm untuk musim hujan dan kurang dari 150 mm untuk musim kemarau.86 mm. dan 74.6 Contoh Pola Tanam Pola tanam dapat disusun sesuai kebutuhan petani.81 mm. Berikut akan diberikan lima contoh model pola tanam: 1. Penetapan ini dikarenakan curah hujan pada bulan april dekade pertama dan dua dekade sesudahnya masing-masing sesuai kriteia yaitu berturut-turut 42.Padi . 2. 61.pendek (jagung dan kacang-kacangan). 37. Namun jika air sulit tersedia ketika defisit air maka masih memungkinkan dilakukan .5 Penetapan Awal Musim Awal musim ditentukan jika curah hujan dalam satu dekade dan tiap dekade berikutnya lebih besar dari 50 mm untuk musim hujan sedangkan untuk musim kemarau kurang dari 50 mm.64 mm. ketika waktu defisit air penentuan pola tanam akan berbeda jika air dapat ditambahkan ataupun tidak dapat diberikan penambahan air. Penetapan awal musim kemarau jatuh pada bulan april dekade pertama. Atau.Padi Jika air saat terjadi defisit dapat disediakan maka dapat dilakukan penanaman padi sepanjang tahun. Padi .64 mm sedangkan curah hujan sebelumnya masih tinggi yaitu 60. 2. Penentuan pola tanam sangat dipengaruhi ketersediaan air.

Padi . pola tanam yang sesuai untuk tipe iklim ini yaitu hanya mungkin satu kali padi atau satu kali palawija setahun tergantung pada adanya persediaan air irigasi. Waktu penanaman padi dapat disamakan dengan pola tersebut. 2.Bero Untuk memperbaiki keadaan tanah maka disamping dilakukan penanaman dapat juga dilakukan pemberoan. Padi .penanaman padi sepanjang tahun namun dengan beberapa kriteria. Maka varietas padi yang ditanam mengunakan padi lahan kering.Bero Menurut rekomendasi Oldeman. Jika persiapan hingga panen memerlukan waktu empat bulan maka saat penanaman padi kedua yaitu pada bulan maret masih terdapat air namun bulan april hingga juni terjadi defisit air. Jika dalam satu tahun akan ditanam padi sebanyak tiga kali maka varietas padi yang digunakan adalah varietas genjah agar umurnya lebih pendek sehingga saat surplus air dapat dimanfaatkan penanaman hingga panen.Padi . Dengan waktu . Pada bulan pebruari penanaman padi kedua dapat dilaksanakan sehingga pada waktu defisit air yaitu pada bulan juni hingga oktober dapat digunakan untuk penanaman palawija dan pengolahan tanah. Maka penanaman padi kesatu dapat mulai. Awal bulan nopember merupakan awal musim hujan namun pada dekade pertama masih terjadi defisit air. Jika padi ditanam dua kali seperti pola tanam padi-padi-palawija maka waktu penanaman palawija dapat digunakan untuk pemberoan dan pengolahan tanah.Palawija Penanaman dengan pola tanam padi-padi-palawija dapat dimulai dengan penanaman padi pertama saat awal musim yaitu awal nopember.Padi .Palawija . Padi . 3. 4. Persiapan dimulai bulan oktober sehingga pada awal musim penanaman telah siap. Pola tanam ini sesuai dengan rekomendasi Oldeman maka penanaman padi dapat dilakukan saat terjadi surplus air yaitu pada bulan nopember hingga maret. Penanaman padi ketiga pada bulan juli jika tetap tidak dapat diusahakan pengairan maka padi yang ditanam menggunakan varietas lahan kering.

1 Keuntungan Pola Tanam Tumpangsari Keuntungan pola tanam tumpang sari inter cropping antara lain: . Padi .lima bulan ini maka pertumbuhan padi dapat dioptimalkan. Sedangkan penanaman padi kedua dapat digunakan padi lahan kering yang ditanam setelah padi kedua. Maka penanaman padi pertama dilakuka saat surplus air yaitu bulan nopember hingga maret. Sedangkan penanaman palawija ini dapat disesuaikan dengan jenis palawija dengan kebutuhannya terhadapa air. Jika palawija yang ditanam tahan terhadap kekeringan maka penanamannya dapat dilakukan bulan april kemudian dilakukamn pemberoan. Varietas padi dapat menggunakan varietas berumur panjang karena dalam satu tahun hanya dilakukan dua kali penanaman. BAB III PEMBAHASAN 3.Padi Jika penanaman padi akan dilaksanakan dua kali dalam satu tahun tanpa kegiatan lagi. Jika palawija yang ditanam tidak terlalu tahan kekeringan maka penanamannya dapat dilakukan bulan maret disesuaikan saat surplus air sehingga waktu untuk penanaman padi lebih dimajukan dan sisanya untuk palawija.

suhu. naungan. 3. pengerjaan tanah. Pemilihan komoditas Diperlukan wawasan yang luas untuk memilih tanaman sela sebagai pendamping dari tanaman utama. pemeliharaan. setiap tanaman memiliki jumlah kebutuhan unsur hara yang berbeda-beda.2 Kelemahan Pola Tanam Tumpangsari Kelemahan pola tanam tumpang sari inter cropping antara lain: Persaingan dalam hal unsur hara Dalam pola tanam tumpangsari. penyinaran. Kecocokan tanaman-tanaman yang akan ditumpangsarikan dapat diukur dari kebutuhan unsur haranya. akan terjadi persaingan dalam menyerap unsur hara antar tanaman yang ditanam.· Efisiensi tenaga lebih mudah dicapai karena persiapan tanam. kebutuhan air. kesuburan dan tekstur tanah · · Resiko kegagalan panen berkurang bila di bandingkan dengan monokultur Kemungkinan merupakan bentuk yang memberikan produksi tertinggi karena penggunaan tanah dan sinar matahari lebih efisien · Banyak kombinasi jenis-jenis tanaman dapat menciptakan stabilitas biologis terhadap serangan hama dan penyakit. dll. sehingga tidak menutup kemungkinan bahwa salah satu tanaman akan mengalami defisiensi unsur hara akibat kkalah bersaing dengan tanaman yang lainnya. pemupukan dan pemungutannya lebih mudah dimekanisir · Banyaknya tanaman per hektar mudah diawasi dengan mengatur jarak diantara dan didalam barisan · · Menghsilkan produksi lebih banyak untuk di jual ke pasar Perhatian lebih dapat di curahkan untuk tiap jenis tanaman sehingga tanaman yang ditanam dapat dicocokkan dengan iklim. . karena tidak semua jenis tanaman cocok ditanam berdampingan. Sebab. drainase.

perlu diperhatikan tinggi dan luas antar tajuk tanaman yang ditumpangsarikan. Sedangkan. hal ini dimaksudkan untuk menghindar persiangan (penyerapan hara dan air) pada satu petak lahan antar tanaman. Kesuburan tanah mutlak diperlukan. untuk memilih tanaman sela yang cocok ditumpangsarikan dengan tanaman utama. Tinggi dan lebar tajuk antar tanaman yang ditumpangsarikan akan berpengaruh terhadap penerimaan cahaya matahari. Pada pola tanam tumpangsari sebaiknya dipilih dan dikombinasikan antara tanaman yang mempunyai perakaran relatif dalam dan tanaman yang mempunyai perakaran relatif dangkal. lebih lanjut akan mempengaruhi hasil sintesa (glukosa) dan muara terakhir akan berpengaruh terhadap hasil secara keseluruhan. Hal ini dimaksudkan agar diperoleh pertumbuhan dan produksi secara optimal. Penentuan jenis tanaman yang akan ditumpangsari dan saat penanaman sebaiknya disesuaikan dengan ketersediaan air yang ada selama pertumbuhan. Antisipasi adanya hama penyakit tidak lain adalah untuk mengurangi resiko serangan hama maupun penyakit pada pola tanam tumpangsari. memiliki permintaan yang tinggi. Sebaran sinar matahari penting. Maka dari itu. kesuburan tanah. merupakan usaha yang tidak mudah karena diperlukan wawasan yang lebih luaslagi. diperlukan strategi pemasaran yang tepat agar hasil dari tanaman sela tersebut dapat mendatangkan keuntungan pula bagi petani. tidak selalu tanaman yang menjadi tanaman sela. atau tidak menjadi inang dari hama maupun penyakit tanaman lain yang ditumpangsarikan. sinar matahari dan hama penyakit. . Memerlukan tambahan biaya dan perlakuan Untuk dapat melaksanakan pola tanam tumpangsari secara baik perlu diperhatikan beberapa faktor lingkungan yang mempunyai pengaruh di antaranya ketersediaan air. hal ini bertujuan untuk menghindari persiangan antar tanaman yang ditumpangsarikan dalam hal mendapatkan sinar matahari.Permintaan Pasar Pada pola tanam tumpangsari. Sebaiknya ditanam tanamtanaman yang mempunyai hama maupun penyakit berbeda.

resiko kegagalan panen berkurang bila di bandingkan dengan monokultur. Bertanam Kacang Hijau. Tumpangsari ditujukan untuk memanfaatkan lingkungan (hara. sulit dalam menyesuaikan atara tanaman sela dengan permintaan pasar. H. A.1 Kesimpulan Teknik pergiliran tanaman ada dua macam. 2004. Soeprapto. kemungkinan merupakan bentuk yang memberikan produksi tertinggi karena penggunaan tanah dan sinar matahari lebih efisien. pemupukan dan pemungutannya lebih mudah dimekanisir. Sedangkan kelemahan dalam pola tanama tumpangsari. Polikultur (disebut Juga tumpangsari) adalah penanaman dua tanaman secara bersama-sama atau dengan interval waktu yang singkat. pada sebidang lahan yang sama. Dasar-dasar Agronomi. Rasyid. kesuburan dan tekstur tanah. 1998. banyak kombinasi jenis-jenis tanaman dapat menciptakan stabilitas biologis terhadap serangan hama dan penyakit. perhatian lebih dapat di curahkan untuk tiap jenis tanaman sehingga tanaman yang ditanam dapat dicocokkan dengan iklim. sulit dalam memilih komoditas yang cocok dijadikan sebagai tanaman sela. Keuntungan pola tanam tumpang antara lain : efisiensi tenaga lebih mudah dicapai karena persiapan tanam. Marzuki. pemeliharaan. yaitu polikultur (tumpangsari) dan pergiliran tanaman (rotasi tanaman). banyaknya tanaman per hektar mudah diawasi dengan mengatur jarak diantara dan didalam barisan. pengerjaan tanah. Tumpangsari merupakan sistem penanaman tanaman secara barisan di antara tanaman semusim dengan tanaman tahunan. antara lain : Persaingan dalam hal unsur hara. memerlukan tambahan biaya dan perlakuan.BAB IV PENUTUP 4. Hasan Basri. menghsilkan produksi lebih banyak untuk di jual ke pasar. . air dan sinar matahari) sebaik-baiknya agar diperoleh produksi maksimum. DAFTAR PUSTAKA Jumin. Jakarta : Penebar Swadaya. Jakarta : Rajawali.

. Budidaya. Tim Penulis PS. Jakarta : Penebar Swadaya. Pengantar Pengetahuan Dasar Hortiklutura (Produksi Hortikultura I). 1984. Jakarta : Penebar Swadaya. Palawija. dan Pemasaran Tembakau. Pengolahan. Hendro. 1993. Bandung : Sinar Baru Bandung. Pembudidayaan. Sri. 1992. dan Analisis Usaha Tani. Sunaryo.Najiyati.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->