P. 1
RUANGAN PRODUKSI STERIL.docx

RUANGAN PRODUKSI STERIL.docx

|Views: 1,762|Likes:
Published by Lukmanto
dfsaf
dfsaf

More info:

Published by: Lukmanto on Oct 29, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/21/2014

pdf

text

original

RUANGAN PRODUKSI STERIL

Ruangan produksi steril adalah tempat yang disiapkan secara khusus dari bahan-bahan dan tata bentuk yang harus sesuai dengan Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB). Ruangan ini dipersiapkan untuk produksi obat steril, sehingga harus mempunyai syarat khusus. Obat atau bahan obat yang akan diproduksi harus mempunyai kepastian bahwa obat tidak terkontaminasi (pure). Bangunan dan fasilitas untuk pembuatan obat hendaklah memiliki desain, konstruksi dan letak yang memadai, serta disesuaikn kondisinya dan dirawat dengan baik untuk memudahkan pelaksanaan operasi yang benar. Tata letak dan desain ruangan harus dibuat sedemikian rupa untuk memperkecil resiko terjadinya kekeliruan, pencemaran-silang dan kesalahan lain, dan memudahkan pembersihan , sanitasi dan perawatan yang efektif untuk menghindari pencemaran silang, penumpukan debu atau kotoran, dan dampak lain yang dapat menurunkan mutu obat. Menurut CPOB, ruangan steril dikategorikan ruang kelas I dan II atau sering disebut white area, yang harus memenuhi syarat jumlah partikel dan mikroba. Kelas I sebenarnya berada dalam ruangan kelas II, tetapi ruang kelas I memiliki alat LAF (Laminar Air Flow), yaitu alat yang menjamin ruangan dalam kondisi steril dan bias dipakai untuk pembuatan secara aseptik. Sebaliknya, ruangan produksi steril harus memenuhi syarat sebagai berikut :     Bebas mikroorganisme aktif Untuk mendapatkannya, udara yang ada di dalam ruangan disaring dengan HEPA filter agar mendapatkan udara yang bebas mikroorganisme dan partikel. Ada batasan kontaminasi dengan partikel Tekanan positif, yakni tekanan udara di dalam ruangan lebih besar daripada udara di luar, sehingga udara di dalam mengalir ke luar (udara di luar yang lebih kotor tidak dapat masuk ke dalam ruangan yang lebih bersih)  Minimal terbagi atas tiga area, yaitu area kotor (black area), intermediate area (grey area), dan area bersih (white area) Tata letak ruang hendaklah dikaji sejak tahap perencanaan konstruksi bangunan demi keefektifan semua kegiatan, kelancaran arus kerja, komunikasi, dan pengawasan serta untuk menghindari ketidakteraturan. Tata letak ruang dalam area produksi yang harus dipenuhi antara lain :

1.

Untuk pengolahan produk yang mengandung bahan yang menimbulkan sensitisasi tinggi, disediakan fasilitas tersendiri untuk masing-masing produk. Udara yang dikeluarkan dari fasilitas itu dilewatkan atau melalui suatu sistem yang sesuai sebelum dilepaskan ke atmosfer.

2.

Luas area kerja produksi minimal 2 kali luas yang diperlukan untuk penempatan peralatan (termasuk wadah yang diperlukan untuk suatu kegiatan) ditambah luas area untuk keperluan pembersihan dan perawatan mesin oleh operator produksi dan/atau teknisi.

3. Permukaan lantai, dinding, langit-langit dan pintu hendaklah :     Kedap air Tidak terdapat sambungan untuk mengurangi pelepasan atau pengumpulan partikel. Tidak merupakan media pertumbuhan mikroba. Mudah dibersihkan, serta tahan terhadap proses pembersihan, bahan pembersih dan disinfektan yang digunakan berulangkali dengan memperhatikan faktor kepadatan, porositas, tekstur, dan sifat elektrostatis Area produksi hendaknya memperhatikan beberapa hal, antara lain :

1. Untuk memperkecil resiko bahaya medis yang serius akibat terjadinya pencemaran silang, suatu sarana khusus dan self-container hendaklah disediakan untuk produksi obat tertentu seperti produk yang dapat menimbulkan sensitif tinggi, produk lainya seperti antibiotik tertentu (missal penisilin). Produk hormone seks, produk sitotoksik, produk tertentu dengan bahna aktif berpotensi tinggi, produk biologi (misal: yang berasal dari mikroorganisme hidup ) dan produk non-obat hendaklah diprodukdsi di bangunan terpisah. 2. Pembuatan produk yang diklasifikasikan sebagai racun seperti pestisida dan herbisida tidak boleh dilakukan disarana produksi obat

.3.  Mencegah kesesakan dan ketidakteraturan dan  Memungkinkan dan terlaksananya komunikasi pengawasan yang efektif. Tata-letak ruangan produksi sebaiknya dirancang sedemikian rupa untuk :  Memungkinkan kegiatan produksi dilakukan di area yang saling berhubungan antara satu ruangan dengan ruangan lain mengikuti urutan tahap produksi dan menurut kelas kebersihan yang di persyaratkan. bebas retak dan sambungan terbuka. sehingga dapat memperkecil resiko terjadi kekeliruan antara produk obat atau komponen obat yang berbeda. mencegah pencemaran silang dan memperkecil resiko terlewatnya atau salah melaksanakan tahapan proses produksi atau pengawasan. serta memungkinkan pelaksanaan pembersihan (bila perlu disinfeksi) yang mudah dan efektif. 5. Permukaan dinding. Luas area kerja dan area penyimpanan bahan atau produk yang sedang dalam proses hendaklah memadai untuk memungkinkan penempatan peralatan dan bahan secara teratur dan sesuai dengan alur proses. Konstruksi lantai di area pengolahan hendaklah dibuat dari bahan kedap air permukaannya rata dan memungkinkan pelaksanaan pembersihan yang cepat dan efisien apabila terjadi tumpahan bahan. 4. Sudut antara dinding dan lantai di area pengolahan hendaklah berbentuk lengkungan. produk antara atau ruahan yamg terpapar ke lingkungan hendaklah halus. 6. Tidak melepaskan praktikulat. lantai dan langit-langit bagian dalam ruangan dimana terdapat bahan baku dan bahan pengemas primer.

memerlukan sarana penunjang khusus untuk mencegah pencemaran silang dan memudahkan pembersihan. titik fentilasi dan instalasi sarana penunjang lain hendaklah dirancang sedemikian rupa untuk menghindari terbentuknya ceruk yang sulit dibersihkan. Apabila tidak terhindarkan. 8. pipa dan saluran udara di dalam hendaklah dihindari. Pemasangan rangka atap. Area produksi hendaklah mendapat penerangan yang memadai. Untuk kepentingan perawatan sedapat mungkin instalasi sarana penujang seperti ini hendaklah dapat di jangkau dari luar area pengolahan. 9. 14. maka prosedur dan jadwal pembersihan instalasi tersebut hendaklah dibuat dan di ikuti. pengendalian kelembaban udara sesuai kebutuhan produk yang diproses dan kegiatan yang dilakukan di dalam ruangan dan dampaknya terhadap lingkungan luar pabrik. fiting lampu. Lubang udara masuk dan keluar serta pipa-pipa dan salurannya hendaklah dipasang sedemikian rupa untuk mencegah pencemaran terhadap produk. 15. Pipa. Area produksi hendaklah diventilasi secara efektif dengan mengunakan sistem pengendalian udara termasuk filter udara dengan tingkat efisiensi yang dapat mencegah pencemaran dan pencemaran silang. pencampuran dan pengolahan bahan atau produk pengemasan produk serbuk. Area produksi hendaklah dipantau secara teratur baik selama ada maupun tidak ada kegiatan produksi untuk memastikan pemenuhan terhadap spesifikasi yang dirancang sebelumnya. 12. 10. terutama penerangan di mana pengawasan visual dilakukan pada saat proses berjalan.7. Tata letak ruang area pengemasan dirancang khusus untuk mencegah campur baur atau pencemaran silang. . 13. Saluran pembuangan air hendaklah cukup besar. 11. dirancang dan dilengkapi dengan bak control serta ventilasi yang baik maupun mencegah aliran balik sedapat mungkin saluran terbuka dicegah tetapi bila perlu hendaklah cukup dangkal untuk memudahkan pembersihan dan disinfeksi. penimbangan bahan /produk. Pipa yang terpasang didalam ruangan tidak boleh menempel diding tetapi digantung dengan menggunakan siku-siku pada jarak cukup untuk memudahkan pembersihan menyeluruh. Area dimana dilakukan kegiatan yang menimbulkan debu misalnya pada saat pengambilan sempel.

16. dinding. Hampir seluruh benda-benda yang di sterilkan harus secara fisik bersih terlebih dahulu sebelum proses standar sterilisasi dilakukan. hendaklah ditutup rapat. 17. dan langit-langit dengan cairan disinfektan hingga bebas mikroorganisme. Pintu area produksi yang berhubungan langsung ke lingkungan luar. dinding. dan virusidal. Pembersihan yang dilanjutkan dengan pengeringan terhadap permukaan hampir dapat dinyatakan efektif sebagaimana halnya jika menggunakan desinfektan. pintu tersebut hendaklah diamankan sedemikian rupa sehingga hanya dapat digunakan dalam keadaan darurat sebagai pintu keluar. Kontaminasi mikroba pada dasarnya dapat dihilangkan melalui pembersihan dengan menggunakan deterjen dan air atau dihancurkan dengan cara sterilisasi atau desinfektisasi. Pintu dalam area produksi yang berfungsi sebagai barier terhadap pencemaran silang hendaklah selalu ditutup apabila sedang tidak digunakan. partikel. Halogen : Chlorine (Na-hipoklorit) . Tahapan proses untuk mendapatkan ruangan produksi steril bisa dilakukan dengan cara sebagai berikut: 1. atau kotoran. Bersihkan lantai. fungsidal. Keuntungan : daya bunuh cepat dengan sifat bakterisidal. dan langit-langit dari debu dan kotoran. Ruangan produksi didesain sedemikian rupa sehingga mengurangi risiko terkontaminasi mikroorganisme. Alcohol : Etil atau Isopropil alcohol (60-90 %) Mekanisme kerjanya denaturasi protein. Pengawasan selama proses dapat dilakukan di dalam area produksi sepanjang kegiatan tersebut tidak menimbulkan resiko terhadap produksi obat. Kerugian :      Perlu waktu kontak minimum 5 menit untuk mencapai tingkat desinfeksi Tidak memiliki aktivitas residual Mudah menguap dan terbakar Terinaktivasi oleh materi organic Tidak bersifat sporisidal b. 2. Beberapa disinfektan yang banyak digunakan : a. separti pintu bahaya kebakaran. tuberkulosidal. Bersihkan lantai.

2 ppm dapat menyebabkan iritasi mata dan saluran pernafasan Dapat menguap Tidak mempunyai kemampuan membersihkan d. Waktu yang dibutuhkan antara 10-30 menit. Dosis : 50 ppm dapat membunuh vegetatif vakteri dan virus HIV 200 ppm dapat membunuh virus-virus lain 500 ppm dapat membunuh hepatitis B 1000 ppm dapat membunuh Mycrobacterium tuberculosis Kerugian :    c.5-8. Terinaktivasi oleh materi organic Korosif terhadap alat dan wadah Tidak bersifat sporisidal Glutaraldehid Pada konsentarsi 2 %. tuberkulosidal. dan sporisidal.Mekanisme kerjanya kemungkinan menginhibisi reaksi enzimatik dalam sel. Hidrogen peroksida Pada konsentrasi 6 % berfungsi sebagai high Level disinfectant (HLD) . basil TBC. virus ukuran kecil dan non lipid. Mekanisme kerjanya adalah membunuh mikroorganisme melalui proses alkilasi protein. dan inaktivasi asam nukleat. fungsidal. dan virusidal dengan daya kerja yang cepat. tuberkulosidal. fungi. denaturasi protein. serta virus berukuran sedang kecuali sejumlah tertentu spora bakteri. sedangkan proses sterilisasi perendaman butuh waktu sampai dengan 10 jam Kerugian:      Bau yang menyegat Dapat menyebabkan muntah-muntah bila ventilasi ruangan buruk Konsentrasi 0. pH 7. Keuntungan : efektif terhadap mikroorganisme gram positif dan gram negative.5 bertindak sebagai high level disinfectant (HLD) yang berarti dapat menghancurkan semua mikroorganisme vegetative. Bakterisidal. Keuntungan:   Dapat membunuh vegetative bakteri dalam waktu 2 menit. virusidal. fungisidal.

Fenol biasa digunakan untuk melakukan desinfeksi dinding. Kerugian : Terpengaruh oleh perubahan pH Formaldehid Konsentrasi 8 % formaldehid + 70 % alcohol berfungsi sebagai HLD. fungisidal. tuberkulosidal. virusidal. fungisidal. mikrobakterium. tuberkulosidal. dan permukaan meja (permukaan keras) Keuntungan :     Spektrum luas. fungsidal. lantai. dan virus lipofilik Toleransi cukup baik terhadap beban organic dan air sadah Mempunyai aktivitas residual Kerugian : Tidak bersifat sporisidal . Keuntungan :   e. Bakterisidal. Mekanisme kerjanya menginaktivasi mikroorganisme melalui reaksi alkilasi terhadap gugus amino dan gugus sulfhidril pada protein. Keuntungan :       f. dan virusidal Sporisidal (8% formaldehid dalam 70 % alcohol) Kerugian : Terinaktivasi oleh materi organic Potensial karsinogen Menimbulkan uap yang mengiritasi Korosif Fenol Mekanisme kerjanya penetrasi terhadap dinding sel dan mengendapkan protein sel. semua fungi. yaitu: disinfektan tidak memiliki daya bunuh terhadap spora bakteri. tuberkulosidal. Bakterisidal. serta semua virus ukuran kecil dan sedang. bakterisidal gram positif dan negative.Mekanisme kerjanya menyerang membran lipid mikroorganisme. konsentrasi kurang dari 4 % berfungsi sebagai Low Level Disinfektan (LLD). dan sporisidal. Sebaliknya.

P 40%) Pemakaian : Satu bagian di dalam 100 bagian air. sehingga didapatkan ruangan clean area untuk produksi steril. Clean area mempunyai klasifikasi atau grade A. C. coli. 3. Laboratories Anios.5% b/v. Streptococcus Faecalis dalam 4 ml/m3 4. Bersihkan udara dengan alat pengasapan (fogging) yang mengandung cairan air borne disinfectants of surfaces Contoh : Anios Special DJP. Cetrimide 15%b/v (masing-masing setara dengan 7. Dimethicone. Komposisi : Formaldehyde. Sinari ruangan dengan ultraviolet minimum selama 24 jam 5. ruangan ditutup dan dialiri udara yang telah bebas mikroorganisme. Didecyldimethylammonium chloride. B. 37. 10 ml + air hingga menjadi genap 1000 ml. Staphylococcus aureus. Pseudomonas aeruginosa.  Terinaktivasi oleh materi organik Korosif terhadap karet dan sebagian plastic g.Eur.5 µm 3500 3500 350000 5 µm 0 0 2000 Jumlah mikroorganisme <1 10 100 .5% v/v strong cetrimide solution B.5% v/v chlorhexidine gluconate solution Ph. fungsinya sebagai pembersih dan antiseptik. Grade A B C Jumlah maksimum partikel dan jumlah mikrobakteri per meter kubik 0. England Komposisi : Chlorhexidine Gluconate 1. Klasifikasi dibagi berdasarkan jumlah maksimum partikel dan jumlah mikroba yang mengkontaminasinya per meter kubik udara. Campuran chlorhexidine dan cetrimide Contoh : Cairan Hibicet dari SSL International plc Oldham. Setelah itu. Dapat membunuh mikroba : E. dan D.

Setelah itu. Control udara Dengan menggunakan HEPA filter. Hasil-hasil produksi yang ada di ruangan Oleh karena itu. aliran udara yang ada mengalir kembali kedalam ruangan laminair airflow. Tekanan yang ada di dalam ruangan laminair airflow dibuat menjadi tekanan negatif.v. untuk tes sterilitas. dia baru masuk ke ruangan clean filling room atau ruangan preparation area. baik dara dai dalam maupun dari luar. Temperature dan humidity Target temperature 20°C dan relative humidity 35-45% dengan tekanan positif. harus mengganti baju dan sepatu serta memakai topi dan kacamata steril yang telah tersedia. . dan i. Artinya. bila berasap menggunakan smoke detector. Laminair airflow merupakan tempat bekerja secara aseptic. Petugas yang akan bekerja di dalam ruangan produksi steril saat masuk ke rumah changing area.D 3500000 20000 200 Petugas yang akan bekerja di dalam ruangan produksi steril harus mengganti baju dan membersihkan diri menggunakan cairan antiseptik di dalam ruangan clean changing area dan dibilas dengan udara steril. control kualitas diperlukan untuk : 1. Penyebab kontaminasinya adalah :   Udara yang masuk ke ruangan. sehingga diharapkan petugas bebas dari kotoran dan mikroorganisme. mixture (pencampuran obat suntik). 2. aseptic dispensing.

Berbagai kegiatan persiapan komponen. 4. Kondisi “operasional” dan “nonoperasional” hendaklah ditetapkan untuk tiap ruang bersih. memasuki area ini hendaklah melalui ruang penyangga udara untuk personil dan/atau peralatan dan bahan. pertama produk yang disterilkan dalam wadah akhir dan disebut juga sterilisasi akhir. partikulat dan pirogen. pembuatan produk dan pengisian hendaklah dilakukan di ruang terpisah di dalam area bersih. Keadaan “nonoperasional” adalah kondisi di mana fasilitas telah terpasang dan beroperasi. UMUM 1. Agar tercapai kondisi “operasional” maka area tersebut hendaklah didesain untuk mencapai tingkat kebersihan udara tertentu pada kondisi “nonoperasional”. Kondisi “operasional” adalah kondisi di mana fasilitas dalam keadaan berjalan sesuai modus pengoperasian yang ditetapkan dengan sejumlah tertentu personil yang sedang bekerja.PEMBUATAN PRODUK STERIL CPOB PRINSIP Produk steril hendaklah dibuat dengan persyaratan khusus dengan tujuan memperkecil risiko pencemaran mikroba. Pembuatan produk steril hendaklah dilakukan di area bersih. kedua produk yang diproses secara aseptis pada sebagian atau semua tahap. Kegiatan pembuatan produk steril dapat digolongkan dalam dua kategori. Tiap kegiatan pembuatan membutuhkan tingkat kebersihan ruangan yang sesuai dalam keadaan operasional untuk meminimalkan risiko pencemaran oleh partikulat dan/atau mikroba pada produk dan/atau bahan yang ditangani. Area bersih hendaklah dijaga tingkat kebersihannya sesuai standar kebersihan yang ditetapkan dan dipasok dengan udara yang telah melewati filter dengan efisiensi yang sesuai. . Area bersih untuk pembuatan produk steril digolongkan berdasarkan karakteristik lingkungan yang dipersyaratkan. Pelaksanaan proses akhir atau pengujian produk jadi tidak dapat dijadikan sebagai satu-satunya andalan untuk menjamin sterilitas atau aspek mutu lain. 3. 2. pelatihan dan sikap personil yang terlibat. Pemastian Mutu sangatlah penting dan pembuatan produk steril harus sepenuhnya mengikuti secara ketat metode pembuatan dan prosedur yang ditetapkan dengan seksama dan tervalidasi. lengkap dengan peralatan produksi tetapi tidak ada personil. yang sangat tergantung dari ketrampilan.

54 m/detik (nilai acuan) pada posisi kerja dalam ruang bersih terbuka. wadah tutup karet. penyambungan secara aseptis. Keadaan laminar yang selalu terjaga hendaklah dibuktikan dan divalidasi. Untuk Kelas B . Umumnya kondisi ini dicapai dengan memasang unit aliran udara laminar (laminar air flow) di tempat kerja.0 μm.36 – 0. Kelas ini adalah lingkungan latar belakang untuk zona Kelas A. Sistem udara laminar hendaklah mengalirkan udara dengan kecepatan merata berkisar 0. ampul dan vial terbuka. Kelas B: Untuk pembuatan dan pengisian secara aseptis. perlu diambil sampel udara minimum 1 m3 per lokasi pengambilan sampel. Jumlah maksimum partikulat udara yang diperbolehkan untuk tiap Kelas kebersihan adalah sebagai berikut: 6. Kelas C dan D: Area bersih untuk melakukan tahap proses pembuatan yang mengandung risiko lebih rendah. Aliran udara searah berkecepatan lebih rendah dapat digunakan pada isolator tertutup dan kotak bersarung tangan.8 ditentukan oleh batas jumlah partikel dengan ukuran > 5. Klasifikasi hendaklah dibedakan dengan jelas dari pemantauan lingkungan pada saat operasional. misal zona pengisian.Pada pembuatan produk steril dibedakan 4 Kelas kebersihan: Kelas A: Zona untuk kegiatan yang berisiko tinggi. Ruang bersih dan sarana udara bersih diklasifikasikan sesuai dengan EN ISO 14644-1. KLASIFIKASI RUANG BERSIH DAN SARANA UDARA BERSIH 5. Untuk Kelas A klasifikasi partikulat udara adalah ISO 4. Untuk tujuan klasifikasi zona Kelas A.

proses simulasi atau selama pelaksanaan media fill karena diperlukan simulasi pada kasus terburuk untuk tujuan klasifikasi ini. Jumlah rendah dari partikel yang berukuran > 5. misal organisme hidup dan bahan berbahaya radiologis. karena akan terjadi presipitasi yang tinggi dari partikel >5. EN ISO 14644-2 memberikan informasi tentang cara melakukan pengujian untuk membuktikan pencapaian secara berkesinambungan klasifikasi kebersihan yang ditetapkan. Frekuensi pengambilan sampel dan ukuran sampel dalam pemantauan zona Kelas A hendaklah ditetapkan sedemikian rupa sehingga mudah diintervensi. Untuk tujuan klasifikasi. Ruang bersih dan sarana udara bersih hendaklah dipantau secara rutin pada saat kegiatan berlangsung dan penentuan lokasi pengambilan sampel hendaklah berdasarkan studi analisis risiko yang dilakukan secara formal dan dari data yang diperoleh selama penentuan klasifikasi ruangan dan/atau sarana udara bersih. 7. PEMANTAUAN RUANG BERSIH DAN SARANA UDARA BERSIH 9.(nonoperasional) klasifikasi partikulat udara adalah ISO 5 untuk kedua ukuran partikel. 10. 8. klasifikasi partikulat udara adalah ISO 8. pemantauan selama kegiatan rutin penyiapan alat hendaklah dilakukan sebelum terpapar ke risiko kontaminasi tersebut di atas. Untuk Kelas D (nonoperasional).0 μm di . termasuk perakitan alat. pemantauan partikel hendaklah dilakukan selama proses kritis berlangsung. Untuk zona Kelas A. Untuk Kelas C. kecuali bila dijustifikasi bahwa kontaminasi yang terjadi dalam proses dapat merusak alat penghitung partikel atau menimbulkan bahaya. klasifikasi partikulat udara adalah ISO 7 untuk nonoperasional dan ISO 8 untuk operasional. metodologi EN/ISO 14644-1 menjelaskan jumlah lokasi minimal untuk pengambilan sampel udara dan volume sampel berdasarkan batas ukuran partikel terbesar bagi Kelas kebersihan terkait serta metode untuk mengevaluasi data yang terkumpul. Kejadian yang bersifat sementara dan kegagalan sistem apa pun dapat terdeteksi dan memicu alarm bila batas waspada terlampaui. Untuk tujuan klasifikasi hendaklah dipakai alat penghitung partikel portabel dengan selang pendek untuk pengambilan sampel. Pada sistem aliran udara unidirectional hendaklah digunakan sample heads isokinetis. Pada kasus demikian. Klasifikasi saat operasional dapat dilakukan selama kegiatan rutin.0 μm apabila menggunakan sistem pengambilan sampel dari jarak jauh yang menggunakan selang yang panjang. Pemantauan selama kegiatan proses yang disimulasikan hendaklah juga dilakukan.

walaupun frekuensi pengambilan sampel dapat dikurangi. tidak merupakan tempat pertumbuhan mikroba. Unclassified Area Area ini merupakan area yang tidak dikendalikan (Unclassified area) tetapi untuk kepentingan tertentu ada beberapa parameter yang dipantau. mudah dibersihkan. Termasuk didalamnya . 12. Permukaan ruangan harus kedap air. suatu jaringan dari serangkaian titik pengambilan sampel yang dihubungkan dengan manifold pada satu penghitung partikel. bagian sudut dan tepi dinding dibuat melengkung.lokasi di titik pengisian pada saat proses pengisian berlangsung tidak selalu dapat tercapai. Tahan terhadap bahan pembersih. Pipa saluran udara. 4. tidak terdapat sambungan atau retakan. atau kombinasi dari kedua sistem tersebut. 3. 2. Area pabrik dibagi menjadi 4 zona dimana masing-masing zona memiliki spesifikasi tertentu. Untuk menghindari terjadinya kontaminasi silang antar produk maka ada beberapa hal yang perlu diperhatikan : 1. Sistem yang sama dianjurkan untuk Kelas B. Klasifikasi Ruang Industri Farmasi Ruangan di industri farmasi merupakan salah satu aspek yang harus dijaga kebersihannya. Pemantauan Kelas B hendaklah dilakukan pada frekuensi dan jumlah sampel yang memadai sehingga perubahan pola kontaminasi dan kegagalan sistem dapat terdeteksi dan memicu alarm bila batas waspada terlampaui. Kepentingan akan sistem pemantauan partikel hendaklah ditetapkan berdasarkan efektivitas pemisahan Kelas A dan Kelas B yang berdampingan. Sistem yang dipilih hendaklah disesuaikan dengan ukuran partikel. listrik. Sistem pemantauan partikel udara dapat terdiri dari beberapa alat penghitung partikel yang independen. Hal ini dapat diterima karena ada sebaran partikel atau tetesan produk itu sendiri. air dipasang diatas langit-langit. 11. Lampu penerangan harus dipasang rata dengan langit-langit. Empat zona tersebut meliputi : a.

Antara grey area dan white area dipisahkan oleh ruang ganti pakaian white dan airlock. C. kantor. Ruangan yang masuk dalam area ini adalah ruangan yang digunakan untuk penimbangan bahan baku produksi steril. B dan A (dibawah LAF). kantin. E dan F. Black area Area ini disebut juga area kelas F.adalah laboratorium kimia (suhu terkontrol). ruang sampling di gudang. ruang diklasifikasikan menjadi kelas A. Ruangan ataupun area yang masuk dalam kelas ini adalah ruang produksi produk non steril. D. Setiap karyawan yang masuk ke area ini wajib mengenakan gowning (pakaian dan sepatu grey). laboratorium mikrobiologi (ruang uji sterilitas). laboratorium mikrobiologi (ruang preparasi. ruang timbang. ruang pengemasan primer. ruang uji potensi dan inkubasi). Airlock berfungsi sebagai ruang penyangga antara 2 ruang dengan kelas kebersihan yang berbeda untuk mencegah terjadinya kontaminasi dari ruangan dengan kelas kebersihan lebih rendah ke ruang dengan kelas kebersihan lebih tinggi. Ruangan ataupun area yang termasuk dalam kelas ini adalah koridor yang menghubungkan ruang ganti dengan area produksi. Grey area Area ini disebut juga area kelas D/E. area staging bahan kemas dan ruang kemas sekunder. Setiap karyawan yang akan memasuki area ini wajib mengenakan pakaian antistatik (pakaian dan sepatu yang tidak melepas partikel). ruang ganti dan ruang teknik. Antarablack area dan grey area dibatasi ruang ganti pakaian grey dan airlock. background ruang filling . White area Area ini disebut juga area kelas C. Setiap karyawan wajib mengenakan sepatu dan pakaian black area (dengan penutup kepala) c. dimana setiap kelas . B. ruang mixing untuk produksi steril . gudang (suhu terkontrol untuk cold storage dan cool room). d. Berdasarkan CPOB. b.

kelembaban udara dan air change rate.5 (µm) 5.520 .0 (µm) 0.0 (µm) A 100 ≤ 3. tekanan.memiliki persyaratan jumlah partikel.5 (µm) 5. Tabel pembagian kelas ruangan berdasarkan jumlah partikel Hygine Zoning Kelas Jumlah partikel/m3 At rest In Operational 0. jumlah mikroba.

900 C 10.000 ≤ 352.≤ 20 ≤ 3.520 ≤ 29 ≤ 352.520 ≤ 20 B 100 ≤ 3.000 ≤ 2.900 .000 ≤ 2.

000 ≤ 29.000 ≤ 29.≤ 3.520.000 D/E 100.000 NS NS F UC NS NS NS NS .520.000 ≤ 3.

Hygine Zoning Class Limit for Microbial contamination (In operation) Air sample (cfu/m3) Settle plates diam. 5 fingers (cfu/glove) A 100 <1 <1 . 90mm (cfu/4 hours) Glove print.

<1 B 100 10 5 5 C 10.000 100 50 NS D/E 100.000 200 .

100 NS F UC NS NS NS E2 UC NS NS NS E3 UC .

Lampu penerangan harus dipasang rata dengan langit-langit. Black area Area ini disebut juga area kelas E. kantor. ruang ganti dan ruang teknik. mudah dibersihkan. Empat zona tersebut meliputi : a. tidak merupakan tempat pertumbuhan mikroba. Setiap karyawan wajib mengenakan sepatu dan pakaian black area (dengan penutup kepala) . Tahan terhadap bahan pembersih. 2.NS NS NS Keterangan : UC Klasifikasi Ruang Industri Farmasi Ruangan di industri farmasi merupakan salah satu aspek yang harus dijaga kebersihannya. tidak terdapat sambungan atau retakan. Ruangan ataupun area yang termasuk dalam kelas ini adalah koridor yang menghubungkan ruang ganti dengan area produksi. Unclassified Area Area ini merupakan area yang tidak dikendalikan (Unclassified area) tetapi untuk kepentingan tertentu ada beberapa parameter yang dipantau. Permukaan ruangan harus kedap air. area staging bahan kemas dan ruang kemas sekunder. kantin. bagian sudut dan tepi dinding dibuat melengkung. gudang (suhu terkontrol untuk cold storage dan cool room). b. Pipa saluran udara. 3. Untuk menghindari terjadinya kontaminasi silang antar produk maka ada beberapa hal yang perlu diperhatikan : 1. 4. Area pabrik dibagi menjadi 4 zona dimana masing-masing zona memiliki spesifikasi tertentu. Termasuk didalamnya adalah laboratorium kimia (suhu terkontrol). listrik dipasang diatas langit-langit.

Airlock berfungsi sebagai ruang penyangga antara 2 ruang dengan kelas kebersihan yang berbeda untuk mencegah terjadinya kontaminasi dari ruangan dengan kelas kebersihan lebih rendah ke ruang dengan kelas kebersihan lebih tinggi. tekanan. untuk pencegahan kontaminasi 3. background ruang filling . dimana setiap kelas memiliki persyaratan jumlah partikel. d. B dan A (dibawah LAF). Berdasarkan CPOB. ruang diklasifikasikan menjadi kelas A. diantaranya adalah : 1. C. Tujuan ruang antara ada beberapa macam. untuk mengendalikan partikel 2. B. Setiap karyawan yang masuk ke area ini wajib mengenakan gowning (pakaian dan sepatu grey). kelembaban udara dan air change rate. laboratorium mikrobiologi (ruang preparasi. White area Area ini disebut juga area kelas C.c. Grey area Area ini disebut juga area kelas D. jumlah mikroba. Ruangan yang masuk dalam area ini adalah ruangan yang digunakan untuk penimbangan bahan baku produksi steril. sedangkan kondisi in operational yaitu kondisi dimana ada operator yang sedang bekerja di dalam ruangan dan kondisi mesin sedang beroperasi Buffer Room/Ruang Antara/Ruang Penyangga Adalah ruangan yag terletak antara dua ruang dengan kelas kebersihan yang berbeda. ruang timbang. Setiap karyawan yang akan memasuki area ini wajib mengenakan pakaian antistatik (pakaian dan sepatu yang tidak melepas partikel). untuk self containment . Antara grey area dan white area dipisahkan oleh ruang ganti pakaian white dan airlock. Antarablack area dan grey area dibatasi ruang ganti pakaian grey dan airlock. laboratorium mikrobiologi (ruang uji sterilitas). mesin dalam kondisi beroperasi. ruang pengemasan primer. Ruangan ataupun area yang masuk dalam kelas ini adalah ruang produksi produk non steril. ruang sampling di gudang. ruang uji potensi dan inkubasi). D dan E. Tabel pembagian kelas ruangan berdasarkan jumlah partikel Kondisi at rest yaitu kondisi dimana tidak ada operator yang beraktivitas di dalam ruangan. ruang mixing untuk produksi steril .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->