P. 1
BAB I

BAB I

|Views: 8|Likes:
Published by Jordan Syahreza

More info:

Published by: Jordan Syahreza on Oct 29, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/11/2014

pdf

text

original

Sections

RANCANG BANGUN SISTEM INFORMASI PERPAJAKAN KENDARAAN BERMESIN BERBASIS WEB PADA KANTOR SAMSAT KABUPATEN BIREUEN NANGGROE

ACEH DARUSSALAM

PROPOSAL

Diajukan Untuk Melengkapi Tugas-Tugas Dan memenuhi Syarat-Syarat Untuk Mencapai Gelar Sarjana Strata Satu (S-1) Jurusan Teknik Informatika

Oleh: INTAN NURAINI NIM: 05110220

SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER (STMIK) BINA BANGSA LHOKSEUMAWE 2009 ABSTRAK

Wajib pajak (WP) adalah orang pribadi atau badan yang menurut ketentuan peratuan perundang-undangan perpajakan ditentukan untuk melakukan kewajiban perpajakan, termasuk pemungut pajak atau pemotong pajak tertentu. Dengan adanya sistem informasi yang baik merupakan nilai tambah dalam pengembangan strategi pengawasan dan penegakan hukum. Demikian pula dengan aparatur negara, pemerintahan daerah melalui Dinas Pendapatan Daerah memiliki kewajiban untuk mengelola pendapatan daerah, khususnya pajak. Dengan pengelolaan pendapatan yang baik melalui sistem informasi yang handal, maka sinergi antara kepentingan pemerintah dan pemenuhan kebutuhan rakyat akan semakin meningkat. Untuk memberikan layanan yang baik, cepat dan mengesankan tersebut, baik kepolisian maupun Pemerintah Daerah melalui Dispenda-nya memerlukan backroom sistem informasi manajemen yang handal dan efektif. Semua orang di dunia ini mencari sesuatu yang praktis untuk dijalankan. Semuanya mencari kemudahan dalam melakukan segala hal terutama yang berkaitan dengan waktu dan uang, apalagi apabila kegiatan tersebut membutuhkan koordinasi ataupun birokrasi yang tergolong rumit. Salah satunya ialah perpanjangan SIM, STNK, Pembayaran pajak, dan layanan informasi online. SIM dan STNK memang tidak harus diperpanjang setiap tahun sekali namun pajak kendaraan harus dibayar setiap tahunnya oleh pelanggan, tetapi hal ini selalu membuat setiap orang merasa kesulitan dan merasa malas jika harus melakukan hal tersebut, apalagi mengingat waktu dan jarak yang harus ditempuh khususnya dihari kerja. Samsat keliling merupakan salah satu alternatif yang disediakan pemerintah, tetapi tetap saja dibutuhkan usaha dan waktu ekstra untuk mencapai tempat dimana SAMSAT keliling berada. Dalam pembayaran pajak kendaraan bermotor pada Kabupaten Bireuen diketik pada aplikasi excel dan secara manual. Sehingga waktu yang diperlukan untuk proses pembayaran pajak kendaraan bermotor yang akurat dan tepat relatif lama. Ditinjau dari banyaknya data yang harus diolah, dirasakan sistem yang digunakan sekarang ini tidak tepat lagi digunakan. Untuk itu perlu ada sebuah perangkat lunak khusus dalam menyelesaikan pembayaran pajak kendaraan bermotor. Kata Kunci : SIM, STNK, Pajak, Sistem, Online

BAB I PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang permasalahan Semakin berkembangnya zaman semakin berkembangnya teknologi, kebutuhan, pendidikan, taraf hidup, dan lain-lain sebagainya. Dilihat dari sisi kebutuhan saat ini, tingkat kebutuhan akan transportasi semakin berkembang, mulai dari transportasi darat, transportasi laut dan transportasi udara. Jika kita mengacu pada transportasi darat tentu jenis transporatsi ini akan berkembang sangat cepat dari tahun ke tahun. Semakin berkembangnya taraf hidup masyarakat khususnya Indonesia, maka semakin bertambah pula kepadatan penduduk sehingga dengan bertambahnya jumlah penduduk semakin bertambahnya kebutuhan serta bertambahnya jumlah permintaan masyarakat akan transportasi darat khususnya kendaraan bermotor. Pemerintah telah menetapkan aturan undang-undang untuk mewajibkan pajak kepada para pemilik kendaraan bermotor, dengan cara ini maka pendapatan negara atau masukan dana untuk pembangunan negara dapat terpenuhi. Pajak kendaraan bermotor ini dapat dimanfaatkan pemerintah untuk mengembangkan pembangunan serta perbaikan negara seperti pembangunan jalan raya dan perbaikannya, pembangunan gedung sekolah, rumah ibadah, gedung pemerintahan, serta dapat pula menjadi pendanaan untuk memberantas rakyat miskin. Wajib pajak (WP) adalah orang pribadi atau badan yang menurut ketentuan peratuan perundang-undangan perpajakan ditentukan untuk melakukan kewajiban perpajakan, termasuk pemungut pajak

atau pemotong pajak tertentu. Adapun latar belakang dari pada permasalahan pada tempat tersebut yaitu : I. Kantor Samsat tidak membuat pemisahan antara pembayaran pajak untuk kendaraan roda dua (sepeda motor) dengan pembayaran pajak kenderaan roda empat (mobil). Di loket pembayaran, pembayaran antara kendaraan roda dua dengan kendaraan roda empat dijadikan satu tempat (loket) pembayaran. II. Hilangnya suatu dokumen penting kita, misalkan dalam hal pengurusan STNK ini kita kehilangan BPKB, mungkin karena dicuri atau benar-benar hilang. Proses penggantian dokumen ini ada yang merasa sulit dan membutuhkan waktu lama. Untuk masalah ini bisa juga dilakukan dengan pengurusan di tempat dengan menggunakan aplikasi yang terhubung ke database tempat pengurusan BPKB/lainnya. III. Semakin banyaknya jumlah pelanggan yang akan melakukan pembayaran serta perpanjangan pajak akan meningkatkan jumlah antrian yang panjang. Sebenarnya pembayaran yang terlambat membayar/ memperpanjang pajak serta banyak pelanggan yang melakukan perpanjangan pajak di akhir-akhir masa berlaku pajak mereka. IV. Para pemilik kendaraan bermotor biasanya yag baru melakukan dan pengurusan untuk pertama kalinya merasa kebingungan tentang alur atau proses-proses apa saja yang harus dilakukan. Hal ini karena kurang piblikasinya informasi yang jelas di sekitar tempat layanan. Seharusnya pihak kepolisian Samsat memberikan tempat informasi khusus bagi para pemilik kendaraan bermotor yang akan melakukan pembayaran, perpanjanga dan lainlain sehingga tidak merasa kebinggungan. Selain menyediakan tempat

layanan informasi khusus sebaiknya pihak Samsat memberikan layanan berbentuk tulisan yang dapat dijadikan petunjuk dan tahap-tahap proses oleh pemilik kendaraan bermotor, misalnya denah lokasi Samsat dan alur proses pembayaran. V. Bagi manajemen kepolisian, adanya sistem informasi yang baik merupakan nilai tambah dalam pengembangan strategi pengawasan dan penegakan hukum. Demikian pula dengan aparatur negara, pemerintahan daerah melalui Dinas Pendapatan Daerah memiliki kewajiban untuk mengelola pendapatan daerah, khususnya pajak. Dengan pengelolaan pendapatan yang baik melalui sistem informasi yang handal, maka sinergi antara kepentingan pemerintah dan pemenuhan kebutuhan rakyat akan semakin meningkat. Untuk memberikan layanan yang baik, cepat dan mengesankan tersebut, baik kepolisian maupun Pemerintah Daerah melalui Dispenda-nya memerlukan backroom sistem informasi manajemen yang handal dan efektif Agar tidak terjadi penyimpangan dalam pembayaran pajak kendaraan bermotor, diperlukan ketelitian dan kecakapan yang tinggi dalam melakukan pemrosesan maupun saat pembayaran. Berdasarkan uraian di atas, penulis tertarik untuk membahas masalah tersebut yang penulis sajikan dalam skripsi yang berjudul “Rancang Bangun Sistem Informasi Perpajakan Kendaraan Bermesin Berbasis Web pada Kantor Samsat Kabupaten Bireuen Nanggroe Aceh Darussalam”

1.2. Identifikasi Masalah

Pembayaran pajak kendaraan bermotor pada Kabupaten Bireuen diketik pada aplikasi excel dan secara manual juga tidak ada pemisahan pembayaran antara kendaraan bermotor roda dua dan empat, jumlah pelanggan yang melebihi kapasitas layanan normal yang bisa dilakukan per hari, pemilik kendaraan banyak yang binggung tentang alur proses atau alur pembayaran, proses yang berbelitbelit, kurangnya tenaga kerja kepolisian dalam pengurusan pembayaran serta adanya pemungutan liar dari petugas Samsat. Sehingga waktu yang diperlukan untuk proses pembayaran pajak kendaraan bermotor yang akurat dan tepat relatif lama. Ditinjau dari banyaknya data yang harus diolah, dirasakan sistem yang digunakan sekarang ini tidak tepat lagi digunakan. Untuk itu perlu ada sebuah perangkat lunak khusus dalam menyelesaikan pembayaran pajak kendaraan bermotor.

1.3. Tujuan dan Manfaat Penulisan Adapun tujuan yang hendak dicapai dalam penulisan tugas akhir ini antara lain :
a. Memanfaatkan Teknologi Informatika (IT) dengan merancang merancang

sistem perpajakan berbasis komputerisasi.
b. Untuk memenuhi syarat-syarat guna memperoleh gelar Sarjana (Strata 1)

Jurusan Teknik Informatika pada Sekolah Tinggi Manajemen Informatika Dan Komputer (STMIK) Bina Bangsa Lhokseumawe
c. Untuk mempercepat proses penyelesaian pembayaran pajak bermotor. d. e.

Mencoba mencari solusi sesuai indentifikasi masalah. Membantu para karyawan Samsat dengan pemilik kendaraan bermotor menyelesaikan pengurusan perpanjangan SIM, STNK, serta Pembayaran

pajak apalagi apabila kegiatan tersebut membutuhkan waktu serta koordinasi ataupun birokrasi yang tergolong rumit sehingga waktu yang diperlukan untuk pembayaran pajak menjadi akurat dan cepat.

1.4. Batasan Masalah Banyaknya aktifitas pada kantor Samsat Kab. Bireuen maka perlu penulis memberikan batasan supaya jangan keluar dari judul penulis adalah menitik beratkan pada pajak kendaraan darat bermesin di wilayah Kabupaten Bireuen.

1.5. Metodologi Pengumpulan Data Di dalam menyusun skripsi ini, penulis berusaha mendapatkan serta mengumpulkan data yang lengkap, guna menyusun karya ilmiah ini. Adapun metode yang penulis gunakan dalam mendapatkan data-data adalah berikut : I. Studi Literatur (penelitian kepustakaan), yaitu dengan mempelajari bukubuku, Internet,karya ilmiah, serta sumber-sumber lainnya yang menguatkan alibi/ argumen didasari bentuknya mengutip sehingga mendukung judul penulis buat. II. Field Research (penelitian lapangan), yaitu dengan penelitian dilakukan di lapangan untuk memperoleh informasi serta data yang diperlukan. Adapun teknik yang ditempuh adalah dengan cara wawancara yaitu memberikan pertanyaan seputar bagaimana prosedur/ cara pengambilan pajak pada kendaraan bermesin. III. Metode Laboratorium sebagai

a.

Membuat program dan menguji kelemahannya sesuai dengan desain yang telah dihasilkan mengenai pajak kendaraan bermesin.

b.

Merancang adalah tahap penerjemah dari kebutuhan atau data yang telah dianalisis kedalam bentuk yang dimengerti oleh pemakai, yang difokuskan pada 4 (empat) atribut program, yaitu struktur data, arsitektur perangkat lunak, representasi antar muka dan rincian prosedur atau algoritma.

c. d.

Database dipakai adalah MySQL dengan bahasa pemrograman PHP. Menguji Program adalah kegiatan pengujian program. Proses ini terfokuskan pada logic internal perangkat lunak untuk menyakin bahwa semua statemen telah diuji, dan pada fungsi eksternal pengujian dilakukan untuk mencari kesalahan (error) dan memastikan bahwa masukan yang telah ditentukan akan menghasilkan keluaran yang sesuai dengan kebutuhan.

1.6. Sistematika Penulisan Adapun sistematika penulisan dalam Tugas Akhir ini adalah sebagai berikut: Bab I : Pendahuluan Berisi latar belakang permasalahan, identifikasi masalah, tujuan dan manfaat, batasan masalah, Metodelogi Pengumpulan Data serta sistematika penulisan. Bab II : Landasan Teori Berisi tentang teori pendukung dari metode yang digunakan Bab III : Analisa dan Perancangan Berisi tentang metode analisis dan perancangan terhadap sistem informasi perpajakan kendaraan bermotor mulai dari bagian masukan, bagian proses sampai bagian keluaran.

Bab IV : Algoritma dan Implementasi Program Berisi tentang algoritma program dan perangkat – perangkat beserta pengujian hasil dari implementasi program. Bab V : Kesimpulan dan Saran Berisi tentang kesimpulan yan diperoleh serta saran untuk program yang lebih lanjut

BAB II LANDASAN TEORITIS

1

Pengertian Sistem Istilah sistem berasal dari bahasa Yunani yang artinya kesatuan. Sebuah

sistem terdiri dari bagian-bagian yang saling berhubungan yang tidak dapat dipisahkan antara satu dengan lainnya yang beroperasi secara bersama-sama untuk mencapai beberapa sasaran atau tujuan yang ingin dicapai. Andreas S. Adiwardana (1995:68) mendefinisikan sistem adalah: Sebuah sistem terdiri dari bagian-bagian saling berkaitan yang beroperasi bersama untuk mencapai beberapa sasaran atau maksud. Sebuah sistem bukanlah seperangkat unsur yang tersusun secara tak teratur, tetapi terdiri dari unsur yang dapat dikenal sebagai saling melengkapi karena satunya maksud, tujuan atau sasaran. Jogiyanto H.M (1990:1) mendefinisikan sistem “merupakan suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan atau menyelesaikan suatu sasaran yang tertentu”. Sedangkan menurut McLeod (1998), “sistem adalah suatu kesatuan (entity) yang terdiri dari bagian-bagian (sub-sistem) yang saling berkaitan dengan tujuan untuk mencapai suatu tujuan tertentu”. Suatu sistem dapat terdiri dari sistem-sistem bagian (subsystem). Misalnya sistem komputer dapat terdiri subsistem perangkat keras dan subsistem perangkat lunak. Masing-masing subsistem dapat terdiri dari subsistem-subsistem yang lebih kecil lagi atau terdiri dari komponen-komponen. Subsistem dari perangkat keras dapat terdiri dari alat masukan, alat pemroses, alat keluaran ada alat simpanan luar.

Dari pengertian sistem yang telah dijelaskan, dapat disimpulkan bahwa sistem adalah seperangkat elemen yang mana elemen-elemen tersebut mempunyai sub-sub elemen yang saling berinteraksi antara satu sama lainnya untuk mencapai suatu tujuan tertentu. 2 Pengertian Informasi Informasi merupakan data yang diolah menjadi sebuah bentuk yang berarti bagi para penerimanya dan bermanfaat bagi pengambil keputusan saat ini maupun dimasa yang akan datang. Menurut R.L. Martino (1986:28) Informasi adalah: “ sepotong pengetahuan yang mengandung unsur kejutan dan dapat mengalir dari satu orang ke orang lain”. Menurut McLeod (1998), “Informasi adalah data yang telah diproses, atau data yang telah memiliki arti”. Jogiyanto H.M (1995:8) menjelaskan bahwa: “Informasi ialah data yang telah diolah menjadi bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi yang menerimanya”. Sedangkan menurut Murdick (1984:11) mengemukakan bahwa: “ Informasi merupakan data yang telah disusun sedemikian rupa sehingga bermakna dan bermanfaat karena dapat dikemunikasikan kepada seseorang yang akan menggunakannya untuk membuat keputusan”. Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa sistem infrmasi adalah suatu kesatuan dari elemen-elemen informasi yang saling berkaitan dengan tujuan untuk

menghasilkan suatu informasi yang baik sehingga dapat digunakan untuk pengambilan keputusan. 3 Pengertian Perancangan Pengertian perancangan menurut J.C Jones dalam bukunya Methods” (1972) yaitu : melakukan suatu pengkajian proses desain sebagai suatu penyelidikan untuk metode – metode yang akan memperrbaiki mutu desain. Pendekatan perancangan dimulai dari Pendekatan terstruktur dilengkapi dengan alat-alat (tools) dan teknik - teknik (techniques) yang dibutuhkan dalam pengembangan sistem, sehingga hasil akhir dari sistem yang dikembangkan akan diperoleh sistem yang strukturnya didefinisikan dengan baik dan jelas. Melalui pendekatan terstruktur, permasalahan yang komplek di organisasi dapat dipecahkan dan hasil dari sistem akam mudah untuk dipelihara, fleksibel, lebih memuaskan pemakainya, mempunyai dokumentasi yang baik, tepat waktu, sesuai dengan anggaran biaya pengembangan, dapat meningkatkan produktivitas dan kualitasnya akan lebih baik (bebas kesalahan). 2.3.1. Perancangan Global Perancangan Global Merupakan suatu perancangan yang melakukan pengembangan sistem secara umum mulai dari permasalahan yang komplek di organisasi yang mempunyai kaitan dan hubungan dengan sistem lingkungan “Design

luarya yang di kenal dengan diagram context. Diagram context ini merupakan suatu diagram yang mempunyai level tertinggi dari DFD yang menggambarkan hubungan sistem dengan lingkungan luarnya, di bawah ini menunjukkan simbol – simbol diagram context.

Terminator

Proses

Alur data

Keterangan :
a. Terminator merupakan bagian/lingkungan luar sistem. Alur data yang

menghubungkan terminator dengan berbagai proses sistem, menunjukkan hubungan sistem dengan dunia luar.
b. Proses

merupakan

menggambarkan

bagian

dari

sistem

yang

mentransformasikan input menjadi output.
c.

Suatu data flow/alur data digambarkan dengan anak panah, yang menunjukkan arah menuju ke dan keluar dari suatu proses. Alur data ini digunakan untuk menerangkan perpindahan data atau paket data/informasi dari satu bagian sistem ke bagian lainnya.

2.3.2. Perancangan Terperinci Perancangan terperinci merupakan suatu perancangan yang

menggambarkan dan menjelaskan suatu bagian dari tiap – tiap fungsi sistem yang ada hubungannya dengan sistem yang sedangkan di kembangkan untuk membahas secara mendetil melalui suatu proses fungsional yang berhubungan antara satu dengan lainnya yang di kenal dengan DFD (Data Flow Diagram). Data Flow Diagram (DFD) adalah alat pembuatan model yang memungkinkan profesional sistem untuk menggambarkan sistem sebagai suatu jaringan proses fungsional yang dihubungkan satu sama lain dengan alur data, baik secara manual maupun komputerisasi. DFD ini sering disebut juga dengan nama Bubble chart, Bubble diagram, model proses, diagram alur kerja, atau model fungsi. Di bawah ini merupakan simbol – simbol DFD.

Terminator Keterangan :

Proses

Alur data

Data store

a. Terminator adalah merupakan bagian/lingkungan luar sistem. Alur data

yang menghubungkan terminator dengan berbagai proses sistem, menunjukkan hubungan sistem dengan dunia luar.
b. Proses adalah merupakan menggambarkan bagian dari sistem yang

mentransformasikan input menjadi output.
c. Alur data adalah digambarkan dengan anak panah, yang menunjukkan

arah menuju ke dan keluar dari suatu proses. Alur data ini digunakan untuk menerangkan perpindahan data atau paket data/informasi dari satu bagian sistem ke bagian lainnya.
d. Data store adalah digunakan untuk membuat model sekumpulan paket data

dan Data store ini biasanya berkaitan dengan penyimpanan penyimpanan, seperti file atau database.

4

Pengertian Komputer Dalam kehidupan sehari-hari baik pada instansi pemerintahan maupun

swasta bahkan di rumah tangga, penggunaan komputer semakin kompleks baik digunakan sebagai alat menghitung, klasifikasi data, sortir, melukis, membuat pegabungan foto-foto dan sebagainya. Tujuan pokok dari sistem komputer adalah

mengolah data untuk menghasilkan informasi. Komputer adalah perangkat mesin yang berfungsi sebagai alat yang dipakai untuk mengolah data elektronik yang mempunyai kecepatan tinggi dalam pengolahan data. Kata computer

dipergunakan untuk menggambarkan orang yang perkerjaannya melakukan perhitungan aritmatika, kata ini kemudian dipindahkan kepada mesin itu sendiri. Asal mulanya berasal dari bahasa latin “compute” yang berarti menghitung. Sedangkan kata komputer itu sendiri terdiri dari dua kata com dan puture. Com berarti menggabungkan atau secara metal dan puture berarti melakukan perhitungan. Ada beberapa pendapat yang berbeda mengenai definisi komputer, antara lain: a. Suatu alat elektronik yang mampu melakukan beberapa tugas, yaitu Menurut Blissmer (1985)” Komputer adalah menerima input, memproses input sesuai dengan instruksi yang diberikan, menyimpan perintah-perintah dan hasil pengolahannya serta menyediakan output dalam berbentuk informasi”. b. William M Fourti (1993:11)” Komputer adalah suatu proses data yang perhitungannya aritmatika yang besar dan cepat, termasuk campur tangan dari manusia yang mengoperasikan selama pemrosesan”. c. Gardon B. Davis (1993:1)” Komputer adalah tipe khusus alat perhitungan yang mempunyai sifat tertentu yang pasti”. d. V. C. Hamacher, Z. G. Vranesic, S. G. Zaky “ Komputer merupakan mesin penghitung elektronik yang cepat dapat menerima intruksi input digital, memrosesnya sesuai dengan suatu program yang tersimpan di memorinya (stored program) dan menghasilkan output informasi.

e.

Donald H. Sanders dalam bukunya mengatakan “ Komputer adalah sistem elektronik untuk memanipulasi data yang tepat dan cepat serta dirancang, dan di organisasikan supaya secara otomatis menerima dan menyimpan data input, memprosesnya dan menghasilkan output dibawah pengawasan suatu langkah-langkah yang tersimpan di memori.

Tujuan pokok dari suatu sistem komputer adalah mengolah data menjadi informasi yang berguna bagi si pemakai, oleh karena itu untuk mencapai tujuan tersebut, maka harus ada elemen-elemen yang mendukung sistem komputer. Elemen-elemen yang harus ada dalam sistem komputer adalah :

a. Hardware (perangkat keras/piranti keras) adalah peralatan di sistem komputer yang secara fisik terlihat dan dapat dipegang atau dirasakan. b. Software (perangkat lunak/piranti lunak) adalah program yang berisi perintah-perintah untuk melakukan pengolah data. c. Brainware adalah manusia yang terlibat di dalam mengoperasikan serta mengatur sistem komputer (Jogiyanto H.M, 2000:3). Jadi secara umum dari beberapa pengertian diatas komputer dapat diartikan: Serangkaian ataupun sekelompok mesin elektronik yang terdiri dari ribuan bahkan jutaan komponen yang dapat saling bekerja sama, serta membentuk sebuah sistem kerja yang rapi dan teliti. Sistem ini kemudian dapat digunakan untuk melaksanakan serangkaian pekerjaan secara otomatis, berdasar urutan instruksi ataupun program yang diberikan kepadanya.

Dari pengertian yang telas dijelaskan, dapat disimpulkan bahwa komputer adalah :

a. Alat elektronik b. Dapat menerima Input data c. Dapat mengolah data d. Dapat memberikan informasi e. Mengunakan suatu program yang tersimpan di memori komputer f. Dapat menyimpan program dan hasil pengolahan g. Bekerja secara otomatis.

5

WEB “WWW" atau lebih singkat "Web" adalah sebuah media informasi global

dimana pengguna dapat membaca dan menulis melalui komputer yang tersambung ke Internet. Istilah web sering secara tidak dasar di anggap sebagai Internet itu sendiri, walaupun sebetulnya web merupakan jasa yang beroperasi di atas Internet sama seperti e-mail. Sejarah Internet terjadi jauh sebelum web di kembangkan. Di tahun 1980, seorang Inggris Tim Berners-Lee, kontraktor independent di CERN (Badan Tenaga Atom Swiss) membuat ENQUIRE, sebuah basis data personal dan model software, juga berkesempatan untuk bermain dengan konsep hypertext, dimana setiap halaman informasi baru di ENQUIRE tersambung secara langsung ke halaman yang ada. Tahun 1984, Tim Berners-Lee kembali ke CERN dan memperesentasikan masalah bahwa semua fisikawan di dunia butuh untuk melakukan berbagi data, sayangnya tidak ada perangkat keras dan perangkat lunak yang memungkinkan hal itu terjadi. Atasan Tim, Mike Sendall, meminta Tim untuk mengimlementasikan ide-nya di mesin workstation

NeXT yang baru saja di terima oleh CERN. Waktu itu ada beberapa nama yang dipikirkan untuk itu, mulai dari Information Mesh, The Information Mine atau Mine of Information, akhirnya dipilihkan world wide web. Mesin NeXT tempat web Server Pertama di Lahirkan. Sumber: http://en.wikipedia.org Bulan Desember tahun 1990, Tim Berners-Lee berhasil membuat semua perangkat yang dibutuhkan agar web dapat bekerja, web browser yang pertama world wide web (yang juga merupakan web editor), web server pertama (info.cern.ch), dan halaman web yang pertama yang menjelaskan tentang proyek tersebut. Browser yang di kembangkan dapat mengakses kelompok diskusi Usenet dan juga akses file FTP. Sayangnya hanya dapat di jalankan di NeXT. Nicola Pellow kemudian membuat browser text sederhana yang dapat di operasikan di hampir semua komputer. May 1991, Paul Kunz dari Stanford Linear Accelerator Center (SLAC) mengunjungi CERN dan sangat tertarik dengan web. Paul membawa pulang perangkat lunak NeXT ke SLAC, dimana pustakawan Louise Addis mengadaptasikannya untuk sistem operasi VM/CMS di IBM mainframe untuk memperlihatkan katalog dari dokumen online di SLAC,web ini merupakan web Server pertama di luar Eropa dan pertama di Amerika Utara. Pada tanggal 6 Agustus 1991, Tim Berners-Lee memposting / menulis resume singkat dari proyek world wide web di kelompok diskusi alt.hypertext. Tanggal ini di tandai sebagai pertama kali web muncul secara publik di Internet. 6 Konsep Dasar Pengolahan Data Pengolahan data diperlukan dengan tujuan menghasilkan informasi yang berguna bagi manajemen dalam pengambilan keputusan. Pengolahan data dapat

dilakukan secara manual dan dapat juga dilakukan dengan menggunakan komputer. Data adalah kumpulan kejadian yang diangkat dari suatu kenyataan. Jogiyanto H.M. (1999:2) mengatakan bahwa “Data dapat berupa angka-angka, huruf-huruf atau simbol-simbol khusus atau gabungan darinya”. Data dapat diartikan dengan bahan mentah yang harus diolah untuk menjadi barang jadi yang siap pakai. Sedangkan pengolahan data (data processing) adalah manipulasi data ke dalam bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti, berupa suatu informasi (Jogiyanto H.M (1999:2). Muhammad Razali (1992:92) pengolahan data dengan komputer yaitu “ Komputer menerima data melalui alat input, memprosesnya melalui alat pemrosesan dan menghasilkan output yang dikeluarkan melalui alat keluaran”. Pengolahan data menurut Longkutoy (1998 : 4) adalah segala macam pengolahan terhadap data atau kombinasi-kombinasi dari bermacam pengolahan terhadap data untuk membuat data itu berguna sesuai dengan hasil yang di inginkan, sehingga dapat segera dipakai. Menurut Jogiyanto (1999 : 5) pengolahan data adalah : proses yang menerima data sebagai masukan ( input) memproses (processing) data menggunakan program tertentu dan mengeluarkan hasil proses data tersebut dalam bentuk informasi ( outpot). Dengan demikian pemrosesan data terdiri dari tiga dasar yaitu: input, proses, outpot. Langkah ini biasanya disebut dengan siklus pengolahan data. Menurut Longkutoy (1998 : 3) data adalah suatu istilah majemuk dari kata ketum, yang berarti fakta atau bagian dari fakta yang mengandung arti yang berhubungan dengan pernyataan gambargambar, kata-kata, huruf-huruf atau simbol-simbol yang menunjukkan suatu ide, objek, kondisi atau situasi.

Menurut Jogiyanto (1999 : 2) menyataka bahwa data adalah kumpuan elemen-elemen, fakta bahan yang digunakan untuk memperoleh suatu antrian sehingga menimbulkan suatu pengertian.

Jogiyanto H.M (2000 : 3) “ Suatu proses pengolahan data terdiri dari 3 tahapan dasar, disebut dengan siklus pengolahan data (data processing cycle), yaitu input, processing dan output”. Siklus pengolahan data dapat dilihat pada gambar 2.1. INPUT PROCESSING OUTPUT

Gambar 2.1 : Siklus Pengolahan Data Dari gambar 2.1 daat dijelaskan bahwa komputer bekerja jika ada masukan (data), kemudian komputer memproses dengan bantuan program tertenu yang akan menghasilkan informasi yang berguna bagi pemakai.

Tiga tahap dasar dari siklus pengolahan data yang telah dijelaskan di atas, dapat dikembangkan lebih lanjut. Jogiyanto (1994:3-4) menulis “Siklus pengolahan data yang dikembangkan (expanded data processing cycle) dapat ditambah tiga atau lebih tahapan lagi, yaitu origination, strorage dan distribution”.

ORGINATION

INPUT

PROCESSING

OUTPUT

DISTRIBUTION

STORAGE

Gambar 2.2. Siklus Pengolahan Data yang Dikembangkan. Origination, tahap ini berhubungan dengan proses dari pengumpulan data yang biasanya merupakan proses pencatatan (recording) data ke dokumen dasar.

Input, tahap ini merupakan proses memasukkan data ke dalam proses komputer lewat alat input (input device).

Processing, tahap ini merupakan proses pengolahan dari data yang sudah dimasukkan yang dilakukan oleh pemroses (processing device), yang dapat berupa proses menghitung, membandingkan, mengklasifikasikan, mengurutkan, mengendalikan atau mencari di strorage.

Output, tahap ini merupakan penghasil output dari hasil pengolahan data ke output (output device), yaitu berupa informasi.

Distribution, tahap ini merupakan proses dari distribusi output kepada pihak yang berhak dan membutuhkan informasi.

Storage, tahap ini merupakan proses perekaman hasil pengolahan ke simpanan luar (storage). Hasil pengolahan yang disimpan di storage dapat dipergunakan sebagai bahan input untuk proses selanjutnya. Pada gambar 2.2 tampak ada 2 buah anak panah yang berlawanan arah, menunjukkan hasil pengolahan dapat disimpan di storage dan dapat di ambil kembali untuk proses pengolahan data selanjutnya. 7 Pengertian Database Jogiyanto H.M (1999:711) mendefinisikan database adalah “Kumpulan dari data yang saling berhubungan satu dengan yang lainnya, tersimpan di perangkat keras komputer dan digunakan perangkat lunak untuk memanipulasinya”. Penerapan database dalam sistem informasi disebut dengan database system. Sistem basisdata (database system) adalah suatu sistem informasi yang saling berhubungan satu dengan yang lainnya dan membuatnya tersedia untuk beberapa aplikasi yang bermacam-macam di dalam suau organisasi. Selanjutnya Harianto Kristanto (1994:1) mengatakan “ Suatu Database Managemen System (DBMS) berisi satu koleksi data yang saling berelasi dan satu set program untuk mengakses data tersebut”. Jadi DBMS terdiri dari Database dan set program pengelola untuk menambah data, menghapus data, mengambil dan membaca data.

Menurut Harianto (1994:2) suatu Database Manajemen Sistem (DBMS) dibentuk oleh elemen-elemen sebagai berikut:

7.1 Entity yaitu merupakan orang, tempat, kejadian atau konsep yang informasinya direkam pada bidang administrasi. 7.2 Atribut yaitu setiap entity mempunyai atribute atau untuk mewakili suatu entity. Atribut disebut juga data elemen, data filed, data item. 7.3 Data value yaitu data aktual atau informasi yang di simpan pada setiap data elemen atau atribute. 7.4 Field yaitu kumpulan dari karakter yang mempunyai makna atau sering juga disebut bagian dari record-record. 7.5 Record yaitu kumpulan elemen-elemen yang saling berkaitan

menginformasikan tentang suatu entity secara lengkap. 7.6 File yaitu merupakan kumpulan record-record sejenis yang mempunyai panjang elemennya yang sama, namun berbeda pada angka. 2.6. Struktur dokumen HTML HTML (Hypertext Markup Language) adalah bahasa yang digunakan untuk menulis halaman web. Ciri utama dolumen HTML adalah adanya tag dan elemen. Elemen dalam kolumen HTML dikategorikan menjadi dua yaitu elemen <HEAD> yang berfungsi memberikan informasi tentang dokumen tesebut dan elemen <BODY> yang menentukan bagaimana isi suatu dokumen ditampilkan oleh browser seperti paragraf, list (daftar), tabel dan lain-lain. Sedangkan tag dinyatakan dengan tanda lebih kecil “<” (tag awal) dan tanda lebih besar “>” (tag akhir). Dalam penggunaannya sebagian besar kode HTML tersebut harus terletak di antara tag kontainer. Yaitu diawali dengan <nama tag> dan diakhiri dengan </nama tag> (terdapat tanda “/”).

Dokumen tag HTML mempunyai tiga buah tag utama yang membentuk struktur dari dokumen HTML yaitu HTML, HEAD dan BODY. Tag HTML berfungsi untuk menyatakan suatu dolumen HTML, tag HEAD berfungsi untuk memberikan informasi tentang dokumen HTML dan tag BODY berfungsi untuk menyimpan informasi atau data yang akan ditampilkan dalam dokumen HTML. Struktur dokumen HTML dapat terlihat seperti berikut: <HTML>*** sebagai tanda awal dokumen HTML. <HEAD>*** bagian HEAD *** Sebagai informasi page header. Di dalalm tag ini kita bisa meletakkan tagtag TITLE, BASE, ISINDEX, LINK, SCRIPT, STYLE & META. </HEAD> <BODY>*** bagian BODY *** Di dalam tag ini bisa diletakkan berbagai page attribute seperti warna latar belakang, warna teks, warna link, warna visited link, warna active link dan lain-lain. Dalam tag body inilah isinya akan ditampilkan pada browser. Attribute: BGCOLOR, BACKGROUND, TEXT, LINK, BLINK, ALINK,

LEFTMARGIN, & TOPMARGIN. </BODY> </HTML>

2.7.

PHP (PHP:Hyper Text Preprocesor) PHP singkatan dari PHP Hyper text Preprocesor yang digunakan sebagai

bahasa script server-side dalam pengembangan web yang disisipkan pada dokumen HTML. Pengguna PHP memungkinkan Web dapat dibuat dinamis sehingga pengelolaan situs web tersebut menjadi lebih mudah dan efisien. PHP diciptakan pertama kali oleh Rasmus Lerdorf pada tahun 1994. Awalnya, PHP digunakan untuk mencatat jumlah serta untuk mengetahui siapa saja pengunjung pada homepage-nya. Rasmus Lerdorf adalah salah seorang pendukung open source. Oleh karena itu, ia mengeluarkan Personal Home Page Tools versi 1.0 secara gratis, kemudian menambah kemampuan PHP 1.0 dan meluncurkan PHP 2.0. Pada tahun 1996, PHP telah banyak digunakan dalam website di dunia. Sebuah kelompok pengembang software yang terdiri dari Rasmus, Zeew Suraski, Andi Gutman, Stik Bakken, Shane Caraveo, dan Jim Winstead bekerjasama untuk menyempurnakan PHP 2.0. Akhirnya pada tahun 1998, PHP 3.0 diluncurkan. Penyempurnaan terus dilakukan sehingga pada tahun 2000 dikeluarkan PHP 4.0. Tidak berhenti sampai disitu, kemampuan PHP terus ditambah, dan sekarang versi terbaru adalah PHP 5.0.x. Sintaks Program/ script PHP ditulis dalam apitan tanda khusus PHP. Ada empat macam pasangan tag PHP yang dapat digunakan untuk menandai blok script PHP: a) <?php PHP Script ?> b) <script Language=”PHP”> PHP Script</script> c) <? PHP Script ?>

d) <% PHP Script %> Dibawah ini contoh penggunaan sintak PHP: <html> <head> <title>Contoh PHP</title> </head> <?php echo"Hello World"; ?> <body> </body> </html>

PHP 5 merupakan kelanjutan dari evolusi yang berjalan pada PHP. Walaupun pada PHP 4 sudah banyak library yang ditambahkan, PHP 5 menawarkan peningkatan dari fungsionalitas dan penambahan beberapa fitur, antara lain: a. Peningkatan dari kemampuan pemrograman berorientasi objek b. Exception handling, yang menstandarisasi logika atas pemberitahuan kesalahan pemrograman. c. Peningkatan terhadap penanganan string d. Peningkatan dukungan terhadap XML dan Web Service, yang

menggunakan libxml2. e. Dukungan terhadap SQLite database server

2.8. MySQL MySQL adalah suatu Relational Database Management System (RDBMS) yang mendukung database yang terdiri dari sekumpulan relasi atau tabel. MySQL menggunakan suatu format standar SQL bahasa data yang terkenal. MySQL dilepaskan dengan suatu lisensi open source, dan tersedia secara cuma-cuma. MySQL bekerja pada berbagai sistem operasi, dan banyak bahasa. MySQL bekerja dengan cepat dan baik dengan data yang besar. PHP menyediakan banyak fungsi untuk mendukung database MySQL. MySQL dikembangkan oleh sebuah perusahaan Swedia bernama MySQL AB, yang pada saat itu bernama TcX Data Consult AB, sejak sekitar 1994—1995, meski cikal bakal kodenya bisa disebut sudah ada sejak 1979. Tujuan mula-mula TcX membuat MySQL pada waktu itu juga memang untuk mengembangkan aplikasi web untuk klien – TcX adalah perusahaan pengembang software dan konsultan database. Pada saat itu Michael Widenius, atau “Monty”, pengembang satu-satunya di TcX, memiliki aplikasi UNIREG dan rutin ISAM yang dibuat sendiri dan sedang mencari antarmuka SQL untuk ditempelkan di atasnya. Mula-mula TcX memakai mSQL, atau “mini SQL” . Jenis-jenis tabel MySQL di dalam PHP adalah sebagai berikut 1. BDB Sebuah transaksi-tabel aman yang diatur oleh handler Berkeley DB(BDB). Handler BDB mendukung proses recovery otomatis dan penguncian pagelevel. Handler BDB tidak bekerja pada semua sistem operasi dimana MySQL bisa bekerja.

2. MEMORY Sebuah tabel dimana yang isinya disimpan dalam memori. Data dalam tabel hanya tersedia selama server MySQL tersedia. Jika server rusak atau mati, data akan hilang. Akses tabel ini cepat dan bagus untuk tabel sementara. 3. InnoDB Tabel transaksi yang diatur oleh handler InnoDB. Data tidak disimpan dalam file .MYD, tapi diatur dalam tablespace InnoDB. Tabel ini mendukung fungsionalitas foreign key secara penuh dalam MySQL. Handler InnoDB mendukung recovery otomatis dan penguncian row-level. 4. MERGE Tabel virtual yang dibuat dari tabel MyISAM. Data tidak disimpan dalam tabel MERGE, tapi dalam tabel MyISAM yang dasar.mengubah definisi dari tabel MERGE tidak mempengaruhi tabel dasar MyISAM. Tabel MERGE bisa direferensikan sebagai tabel MRG_MyISAM. 5. MyISAM Tabel default dari MySQL. Tabel MyISAM telah menggantikan tabel ISAM, mendukung extensive indexing dan dioptimalkan untuk kompresi dan kecepatan. Tabel MyISAM tidak mendukung penuh fungsionalitas foreign key. Setelah membuat rancangan database, langkah berikutnya dalam pembuatan suatu database dapat dilakukan dengan memberikan perintah SQL berikut: create database nama_database; Contoh: mysql>create database siswa;

Untuk memastikan apakah perintah tersebut berhasil dilakukan, diberikan perintah SQL berikut: mysql> show karyawan; apabila berhasil, akan tampil nama database yang baru dibuat. Sebelum dapat membuat tabel atau mengerjakan sesuatu berkaitan dengan database, kita perlu memberitahu MySQL bahwa kita akan bekerja dengan database baru. Untuk memilih suatu database, dapat diberikan perintah berikut: use nama_database; Contoh: mysql>use karyawan; Artinya, seluruh aksi berikutnya akan diaplikasikan terhadap database tersebut. Untuk menghapus suatu database dapat diberikan perintah SQL berikut: drop database [if exist] nama_database; Contoh: drop database karyawan; 2.9. Pengertian Pajak pengertian pajak adalah iyuran wajib yang dipungut oleh pemerintah dari masyarakat (wajib pajak) untuk menutupi pengeluaran rutin negara dan biaya pembangunan tanpa balas jasa yang dapat ditunjuk secara langsung. Berikut ini definisi pajak yang dikemukana oleh para ahli : Menurut Prof. Dr. P. J. A. Adriani, pajak adalah “iuran masyarakat kepada negara (yang dapat dipaksakan) yang terutang oleh yang wajib membayarnya menurut peraturan-peraturan umum (undangundang) dengan tidak mendapat prestasi kembali yang langsung dapat ditunjuk dan yang gunanya adalah untuk membiayai pengeluaran-

pengeluaran umum berhubung tugas negara untuk menyelenggarakan pemerintahan.” Sedangkan menurut Prof. Dr. H. Rochmat Soemitro SH, pajak adalah “iuran rakyat kepada Kas Negara berdasarkan undang-undang (yang dapat dipaksakan) dengan tiada mendapat jasa timbal (kontra prestasi) yang langsung dapat ditunjukkan dan yang digunakan untuk membayar pengeluaran umum. Definisi tersebut kemudian dikoreksinya yang berbunyi sebagai berikut: Pajak adalah peralihan kekayaan dari pihak rakyat kepada Kas Negara untuk membiayai pengeluaran rutin dan surplusnya digunakan untuk public saving yang merupakan sumber utama untuk membiayai public investment.” Sedangkan menurut Sommerfeld Ray M., Anderson Herschel M., & Brock Horace R, pajak adalah “suatu pengalihan sumber dari sektor swasta ke sektor pemerintah, bukan akibat pelanggaran hukum, namun wajib dilaksanakan, berdasarkan ketentuan yang ditetapkan lebih dahulu, tanpa mendapat imbalan yang langsung dan proporsional, agar pemerintah dapat melaksanakan tugastugasnya untuk menjalankan pemerintahan.” Sementara pemahaman pajak dari perspektif hukum menurut Soemitro merupakan “suatu perikatan yang timbul karena adanya undang-undang yang menyebabkan timbulnya kewajiban warga negara untuk menyetorkan sejumlah penghasilan tertentu kepada negara, negara mempunyai kekuatan untuk memaksa dan uang pajak tersebut harus dipergunakan untuk penyelenggaraan pemerintahan. Dari pendekatan hukum ini memperlihatkan bahwa pajak yang dipungut harus berdsarkan undang-undang sehingga menjamin adanya kepastian hukum, baik bagi fiskus sebagai pengumpul pajak maupun wajib pajak sebagai pembayar pajak.” Pajak menurut Pasal 1 UU No.28 Tahun 2007 tentang Ketentuan umum dan tata cara perpajakan adalah "kontribusi wajib kepada negara yang terutang oleh orang pribadi atau badan yang bersifat memaksa berdasarkan Undang Undang, dengan tidak mendapat timbal balik secara langsung dan digunakan untuk keperluan negara bagi sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.”

BAB III PERANCANGAN SISTEM 3.1. Analisa Sistem Informasi Lama Saat pembayaran pajak kendaraan bermotor yang dilakukan oleh SAMSAT. Dalam memproses pembayaran pajak kendaraan bermotor, sistem yang diterapkan saat ini masih secara semi otomatis. Pada dasarnya SAMSAT telah menggunakan komputer sebagai alat bantu dalam memproses pembayaran pajak kendaraan bermotor, akan tetapi belum memaksimalkan penggunaan alat tersebut. Dari analisa yang penulis lakukan, terdapat beberapa kendala dalam memproses pembayaran pajak kendaraan bermotor tersebut, yaitu: a. Tidak adanya pemisahan pembayaran antara kendaraan bermotor roda dua dan empat. b. c. Sulitnya proses penggantian dokumen yang hilang dari pihak petugas Samsat. Alamat yang di isi oleh pelanggan tidak lengkap sehingga menyulitkan petugas untuk melakukan pengiriman. d. e. Ada kemungkinan laporan untuk Samsat via antar kota tidak lengkap. Jumlah pelanggan yang melebihi kapasitas layanan yang normal yang bisa dilakukan per hari.. f. Pemilik kendaraan banyak yang binggung tentang proses atau alur pembayaran. g. h. i. Kurangnya tenaga kerja kepolisian dalam pengurusan pembayaran. Banyaknya calo-calo atau agen yang menawarkan jasa pembayaran. Proses yang terlalu berbelit-belit kepada pemilik kendaraan.

j.

Dalam perkembangan teknologi saat ini maka pembuatan daftar pembayaran pajak dengan menggunakan program word dan excell sudah tidak sesuai lagi dengan kebutuhan yang ada. Untuk lebih jelasnya mengenai sistem informasi yang lama adalah sebagai

berikut : a. Proses Pendaftaran Pelanggan Pembayaran Pajak kendaraan bermotor. Proses ini akan membahas bagaimana pelanggan (pemilik kendaraan) melakukan proses perpanjangan atau pembayaran pajak. Dalam proses ini akan dibahas bagaimana step-step sistem lama bekerja. Proses awal adalah mengisi formulir, lalu data formulir yang sudah di isi dengan lengkap dapat diserahkan kepada petugas /loket pendaftaran. Hasil dokumentasi yang diberikan akan di cek validasinya, jika sesuai maka dokumen pembayaran pajak diproses. Disini petugas akan melayani pemilik kendaraan yang ingin melakukan proses pembayaran/ perpanjangan pajak. Petugas akan memberikan nomor antrian untuk pelanggan yang baru datang hingga batasan pelanggan yang dapat di layani per harinya (misalnya 200 pelanggan perhari). Sebelum mengisi formulir pelanggan akan memilih salah satu form dari dua form yang disediakan, form pertama untuk via antar kota dan form yang kedua untuk pelanggan yang berdomisili dengan SAMSAT untuk pengurusan (via nonantar kota). Di masing-masing form ada layanan yang harus di centeng (√) pelanggan untuk memilih apakah hasil proses pembayaran/ perpanjangan pajak di antar ke alamat yang tertulis pelanggan atau pelanggan menunggu di kantor SAMSAT

sampai semua data selesai diproses dan hasil dokumen diserahkan ke pelanggan(pemilik kendaraan). Di loket ini para pemilik kendaraan harus menyerahkan STNK (Surat Tanda Nomor Kendaraan) asli dan bukti pajak kendaraan (Surat Ketetapan Pajak Daerah PKB/BBN KB dan SWDKLU). Petugas akan memeriksa apakah dokumendokumen tersebut sudah sesuai dengan ketentuan apa belum. Jika belum maka pemilik kendaraan tersebut harus melengkapi syarat tersebut terlebih dahulu agar dapat melanjutkan ke proses selanjutnya. Hal in dilakukan guna mengurangi resiko pemalsuan data-data yang akan merugikan berbagai pihak. Setelah dokumen yang di perlukan petugas sudah diterima dan di cek maka pelanggan dipersilahkan menunggu untuk mengambil bukti proses validitas. Bukti validitas ini berguna untuk mengambil dokumen-dokumen yang sudah selesai di proses sehingga pelanggan dapat membayar tarif pajak dan denda jika pelanggan ternyata mengalami keterlambatan dalam melakukan pembayaran pajak. Data-data yang sudah diterima dari loket pendaftaran akan di cek validitasnya sekali lagi, apakah sudah sesuai dengan database yang ada. Hal ini untuk mengantipasi adanya pemalsuan data oleh pihak tak bertanggungjawab, serta pengecekan kembali apakah ada data dan form yang tidak lengkap. Tentunya akan ada suatu feeback kepada pelanggan tentang jalannya proses. Setelah lengkap dan terbukti keabsahannya, dokumen tersebut dapat di proses oleh petugas terkait. Pada loket ini proses pembuatan dokumen baru (bukti pajak dan STNK) akan diproses baik dari database dan laporan serta dokumen baru milik pelanggan akan dicetak hasilnya.

Setelah semua data lengkap dan sudah sesuai, pelanggan diminta penunggu untuk diberikan bukti validasi dari loket. Bukti validitas ini berfungsi untuk melakukan pembayaran ketika akan mengambil hasil dokumen di kantor SAMSAT, diantar ke rumah pelanggan maupun pelanggan yang melakukan proses via antar kota. Untuk lebih jelasnya diagram aliran kerja dari proses pendaftaran pelanggan pembayaran pajak kendaraan bermotor dapat dilihat pada gambar di bawah ini: Pelanggan Pendaftaran pelanggan
Penerimaan laporan pendaftaran pelanggan kenderaan

Petugas/ Loket Pendaftaran
Penerimaan laporan pelanggan kenderaan yang telah terdaftar

Pimpinan

Laporan pendaftaran Pelanggan kendaraan

Penerimaan laporan pelanggan kenderaan telah terdaftar

A

Input pedaftara n pelanggan kenderaan

Cek Penerimaan laporan pelanggan kenderaan yang telah terdaftar

A

Laporan pelanggan kenderaan telah terdaftar

Cek laporan pendaftaran pelanggan kenderaan

Paraf laporan pelanggan kenderaan yang telah terdaftar

A
Laporan pelanggan kenderaan telah terdaftar

Laporan pelanggan kenderaan telah terdaftar

A

A

Table 3.1. Analisa pendaftaran pelanggan pelanggan pembayaran pajak kendaraan bermotor

b. Analisa Pemberitahuan Pelanggan Pada analisa pemberitahuan pelanggan ini menjelaskan bagaimana berlangsungnya proses pemberitahuan pelanggan untuk melakukan pembayaran pajak kenderaannya pada Samsat, yang menjadi analisa permasalahannya yaitu proses pemberitahuan pada Samsat sehingga berlangsung pada transaksi. Untuk lebih jelasnya diagram aliran kerja dari proses analisa pemberitahuan pelanggan pembayaran pajak kendaraan bermotor dapat dilihat pada gambar di bawah ini:
Laporan pemberitahuan pelanggan untuk pembayaran pajak kenderaan

Pelanggan Kenderaan

Penerimaan Laporan pemberitahuan pelanggan untuk pembayaran pajak kenderaan

Penerimaan Informasi

Petugas / Loket Pendaftaran

Penerimaan Laporan persetujuan untuk Transaksi pembayaran pajak kenderaan

persetujuan untuk Transaksi pembayaran pajak kenderaan

Laporan Pimpinan

Penerimaan

A

Input pelanggan untuk pembayaran pajak kenderaan

Cek Laporan persetujuan untuk Transaksi pembayarn pajak kenderaan

A

Cek laporan pelanggan untuk pembayarn pajak kenderaan

paraf Laporan persetujuan untuk Transaksi pembayaran pajak kenderaan

Laporan sementara pelanggan untuk pembayarn pajak kenderaan

A

paraf Laporan persetujuan untuk Transaksi pembayaran pajak kenderaan

Laporan persetujuan untuk Transaksi pembayaran pajak kenderaan

A A

Table 3.2. Analisa pemberitahuan pelanggan 3.2. Analisa Sistem Informasi Baru Pada analisa sistem yang baru ini akan menjelaskan perubahan yang telah di lakukan pada analisa sistem yang lama untuk memberikan hasil dari pada perubahan yang telah di lakukan sebelumnya pada analisa sistem yang lama, untuk itu sistem yang baru ini yang nantinya akan di terapkan cara pemakainnya pada SAMSAT. a. Proses Pendaftaran Pelanggan Pembayaran Pajak kendaraan bermotor (Setelah Ditambahkan Aplikasi) Pada analisa pendaftaran pelanggan pembayaran pajak kendaraan bermotor ini menjelaskan proses pendaftaran pelanggan pada Samsat setelah menggunakan program aplikasi, sehingga cara kerja pendaftaran pelanggan kendaraan semakin efektif dari waktu sebelum menggunakan program aplikasi khusus . Adapun yang menjadi analisa permasalahan yaitu mengenai dengan suatu proses kerja yang dilakukan pelanggan kenderaan untuk membayar pajak kendaraan bermotor pada Samsat. Untuk lebih jelasnya diagram aliran kerja dari

proses pendaftaran pelanggan pembayaran pajak kendaraan bermotor dapat dilihat pada gambar 3.3. b. Analisa Pemberitahun Pelanggan (Setelah Ditambahkan Aplikasi) pada analisa pemberitahuan pelanggan ini menjelaskan bagaimana berlangsungnya proses pemberitahuan pelanggan untuk melakukan pembayaran pajak kenderaannya pada Samsat setelah menggunakan program aplikasi, sehingga dengan adanya pemakaian aplikasi tersebut dapat meningkatkan efektifitas kerja. yang menjadi analisa permasalahannya yaitu proses

pemberitahuan pada Samsat sehingga berlangsung pada transaksi. Untuk lebih
Penerimaan laporan pelanggan jelasnya diagram aliran laporan kerja dari proses analisa pemberitahuan pelanggan pendaftaran Laporan pelanggan Laporan Penerimaan Penerimaan pelanggan Kenderaan pendaftaran pelanggan kenderaan kenderaan yang telah terdaftar

pembayaran pajak kendaraan bermotor dapat dilihat pada gambar 3.4.

kenderaan telah terdaftar

Pelanggan Kenderaan
A

Pendaftaran Pelanggan Kenderaan
Input pedaftaran pelanggan kenderaan

Petugas / Loket Pendaftaran
Cek & Paraf Laporan pelanggan kenderaan yang telah terdaftar

Pimpinan
A

Laporan pelanggan kenderaan telah terdaftar

Cek bahwa Laporan pelanggan kenderaan telah terdaftar

Laporan pelanggan kenderaan telah terdaftar

A

A

A

Laporan pemberitahuan pelanggan untuk pembayaran pajak kenderaan

Penerimaan Laporan pemberitahuan pelanggan untuk pembayaran pajak kenderaan

Cek Laporan Penerimaan persetujuan untuk Transaksi pembayaran pajak kenderaan

Penerimaan Laporan persetujuan untuk Transaksi pembayaran pajak kenderaan

Table 3.3. Analisa pendaftaran pelanggan pelanggan pembayaran pajak kendaraan bermotor dengan aplikasi
A

Pelanggan Kenderaan

Input pelanggan untuk pembayaran pajak kenderaan

Penerimaan Informasi Pelanggan

Petugas /Loket Pendaftaran

paraf Laporan persetujuan untuk Transaksi pembayaran kenderaan

A Pimpinan

Laporan persetujuan untuk Transaksi pembayaran pajak kenderaan

Cek & buat Laporan sementara pelanggan untuk pembayaran pajak kenderaan

A

Laporan persetujuan untuk Transaksi pembayaran pajak kenderaan

A

A

Tabel 3.4. Analisa pemberitahuan pelanggan dengan aplikasi 3.3. Analisa Masukan Dalam proses pembayaran pajak kendaraan bermotor pada Samsat, data masukan yang digunakan pada sistem yang berjalan saat ini yaitu: A. Identitas Pemilik 1. 2. 3. 4. 5. 6. Nama Lengkap Pemilik Kebangsaan Status kepemilikan Tanda jati diri Alamat Keterangan ijin menetap sementara

B. Identitas Kendaraan Bermotor 1. No. polisi

2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9.

Merk / type Jenis kendaraan Tahun pembuatan / perakitan Isi cilynder Warna No. rangka Warna TNKB No. BPKB

10. Kode lokasi 11. Jumlah sumbu / as / roda 12. JBB / jumlah penumpang 13. Bahan bakar 14. Type mesin 15. Kemudi 16. Jumlah pintu 17. Negara asal 3.4. Analisa Keluaran Dalam rangka pemrosesan data pembayaran pajak kendaraan bermotor pada Samsat, pendaftaran serta pendataan terlebih dahulu sangat dibutuhkan sehingga masukkan yang ingin diproses tidak terjadi kesalahan ketika dihasilkan atau dikeluarkan. Hasil keluaran yang selama ini berlaku pada Samsat adalah Surat Pendaftaran dan Pendataan Kendaraan Bermotor (SPPKB) dapat dilihat pada Lampiran 2 halaman 90

3.5. Analisa Waktu

Banyaknya data yang harus diolah dalam pembayaran pajak kendaraan bermotor pada Samsat tentunya akan membutuhkan waktu yang lama. Kantor Samsat yang melayani pelanggannya yang bekerja setiap hari selama 11 jam. Untuk mengetahui lebih rinci tentang perhitungan waktu yang di butuhkan oleh Kantor Samsat dapat di jelaskan pada rumus di bawah ini : T = (tr + t) - tk k

Keterangan : T = waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan semacam aktivitas atau kegiatan Tr = waktu rata – rata yang diperlukan untuk mendata pembayaran pajak kenderaan. T K = = waktu dalam sejam kenderaan waktu rata – rata kerja dalam sehari

Tk =

penyelesaian : T = (tr + t) - tk k = (16 menit x 60 menit ) – 540 menit 20 = 960 menit – 540 menit 20 = 420 menit

20 = 21 menit

Penjelasan : a. waktu rata – rata yang diperlukan untuk mendata setiap kenderaan 16 menit b. waktu dalam sejam adalah 60 menit c. jam kerja pada Kantor Samsat dalam sehari adalah 9 jam (540 menit) d. kenderaan yang melakukan pembayaran pajak dalam sehari adalah 200 unit

3.6. Analisa Tenaga Kerja Pelaksanaan kerja pengolahan data pembayaran pajak kendaraan bermotor pada Kantor Samsat selama ini dilakukan oleh petugas kepolisian. Jumlah petugas yang mengerjakan pekerjaan tersebut adalah 10 (sepuluh) orang yang mencakup: a. b. c. Operator komputer 5 (dua) orang Bagian pemeriksa kelengkapan administrasi 3 (tiga) orang Petugas pembayaran pajak 2 (dua) orang

3.7. Analisa Biaya Untuk terlaksananya suatu pekerjaan dengan sempurna tidak terlepas dari pengaruh faktor biaya. Dalam menanggani proses pembayaran pajak kenderaan bermotor pada Kantor Samsat yang selama ini membutuhkan biaya dengan rincian seperti pada tabel 3.1. berikut ini:

No Bahan/peralatan jumlah satuan 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Komputer p4 Biaya perawatan komputer Printer Epson Pita printer Kertas continues ukuran 13.2”x11” Alat tulis / pulpen Stip ex Biaya perawatan printer Kertas ukuran 81/2x14 inc 5 5 5 5 9 11 4 5 9 Jumlah Unit Unit Buah Kotak Kotak Buah Kotak Unit Rim

Sifat pengadaan /total biaya Pengadaan Setiap Triwulan Setahu sekali bulan (RP) (RP) (RP) (Rp) 6.000.00 30.000.00 0 0 Harga satuan (RP) 500.000 5.000.00 0 25.000 100.000 1.500 5.000 300.000 32.000 -

2.500.00 -

25.000.00 0 625.000 55.000.00 0 900.000 16.500 20.000 288.000 1.849.50 0

7.500.00

10.800.0

198.00

240.00

1.500.0

3.456..0

26.194.0

Tabel 3.1. Rincian Biaya

3.8.

Desain Output Program rancang bangun sistem informasi perpajakan kendaraan bermesin

berbasis web yang akan dibuat ini akan menghasilkan beberapa informasi yang akan di desain sebagai berikut: 1. Laporan Pelanggan LAPORAN PELANGGAN No. Antrian x-5-x 1 11 Nama Pelanggan x-25-x 37 Cetak Nomor KTP x-30-x 68 Alamat x-50-x 118 No. Telpon x-20-x 138

Bireuen,99/99/9999 Petugas

(…………………………………) Keterangan a. Gunanya daftar pelanggan ini untuk mengetahui setiap data pelanggan yang telah melakukan pembayaran pajak kenderaan pada Samsat. b. Nama file : pelanggan. c. Kertas yang dipakai A4 Vertikal. d. Printer yang dipakai 80 kolom. e. Data 1 halaman 37 baris. f. Field yang pakai : no_antrian, nama_pelanggan, nomor_ktp,

alamat,no_telepon. g. Variabel yang dipakai No (Nomor Urut), Hal (Nomor Halaman) dan baris (Menentukan jumlah baris 1 kolom).

2.

Laporan Petugas LAPORAN PETUGAS No. Urut 9-6-9 1 7 NIP x-10-x 18 Cetak Bireuen,99/99/9999 Petugas Nama Pegawai x-25-x 44 Alamat x-50-x 95 No. Telpon x-20-x 116

(…………………………………)

Keterangan a. Gunanya daftar petugas ini untuk menyimpan setiap data petugas yang ada pada Kantor Samsat. b. Nama file : petugas. c. Kertas yang dipakai A4 Vertikal. d. Printer yang dipakai 80 kolom. e. Data 1 halaman 37 baris. f. Field yang pakai : no_urut, nip, nama_pegawai, alamat,no_telepon. g. Variabel yang dipakai No (Nomor Urut), Hal (Nomor Halaman) dan baris (Menentukan jumlah baris 1 kolom). 3. Laporan Kendaraan LAPORAN KENDARAAN

No. No. Polisi Urut 9-5-9 1 7 x-10-x 18 x-15-x x-15-x 34 Cetak 50 x-10-x 61 No. Mesin Merk Warna

Tanggal Jatuh Tempo 99/99/9999 62

Bireuen,99/99/9999 Petugas

(…………………………………) Keterangan a. Gunanya daftar kenderaan ini untuk menyimpan setiap data kenderaan yang telah membayar pajak kendaraan pada Kantor Samsat. b. Nama file : kendaraan c. Kertas yang dipakai A4 Vertikal. d. Printer yang dipakai 80 kolom. e. Data 1 halaman 37 baris. f. Field yang pakai : no_urut, no_polsi, tgl_jatuh_tempo. g. Variabel yang dipakai No (Nomor Urut), Hal (Nomor Halaman) dan baris (Menentukan jumlah baris 1 kolom). no_mesin, merk, warna,

4.

Laporan Layanan LAPORAN LAYANAN No. Urut Kode Layanan Jenis Layanan

9-5-9 1 7

x-2-x 22 Cetak

x-15-x 38 Bireuen,99/99/9999 Petugas

(…………………………………)

Keterangan a. Gunanya daftar layanan ini untuk menyimpan setiap data layanan yang ada pada Kantor Samsat. b. Nama file : layanan. c. Kertas yang dipakai A4 Vertikal. d. Printer yang dipakai 80 kolom. e. Data 1 halaman 27 baris. f. Field yang pakai : no_urut, kode_layanan, jenis_layanan. g. Variabel yang dipakai No (Nomor Urut), Hal (Nomor Halaman) dan baris (Menentukan jumlah baris 1 kolom). 5. Laporan Pembayaran LAPORAN PEMBAYARAN No. Urut 9-5-9 1 7 Kode Pembayaran x-10-x 22 Cetak Tanggal Pembayaran 99/99/9999 33 Bireuen,99/99/9999 Biaya 9-8-9 42

Petugas

(…………………………………)

Keterangan a. Gunanya daftar pembayaran ini untuk menyimpan setiap data pembayaran pajak kendaraan pada Kantor Samsat. b. Nama file : pembayaran. c. Kertas yang dipakai A4 Vertikal. d. Printer yang dipakai 80 kolom. e. Data 1 halaman 27 baris. f. Field yang pakai : no_urut, kode_pembayaran, tanggal_pembayaran, biaya. g. Variabel yang dipakai No (Nomor Urut), Hal (Nomor Halaman) dan baris (Menentukan jumlah baris 1 kolom). 6. Laporan Loket LAPORAN LOKET No. Urut 9-5-9 1 7 Kode Loket x-3-x 17 Cetak Bireuen,99/99/9999 Petugas Nama Loket x-15-x 33

(…………………………………) Keterangan a. Gunanya daftar loket ini untuk menyimpan setiap data loket yang ada pada Kantor Samsat. b. Nama file : loket. c. Kertas yang dipakai A4 Vertikal. d. Printer yang dipakai 80 kolom. e. Data 1 halaman 27 baris. f. Field yang pakai : no_urut, kode_loket, nama_loket. g. Variabel yang dipakai No (Nomor Urut), Hal (Nomor Halaman) dan baris (Menentukan jumlah baris 1 kolom). 7. Laporan Jenis Kendaraan LAPORAN JENIS KENDARAAN No. Urut 9-5-9 1 7 Nama Jenis Kendaraan x-10-x 26 Cetak Tarif Pajak 9-7-9 37 Bireuen,99/99/9999 Petugas Denda per Hari 9-5-9 50

(…………………………………)

Keterangan

a. Gunanya daftar jenis kendaraan ini untuk menyimpan setiap data jenis kendaraan yang ada pada Kantor Samsat. b. Nama file : jenis kendaraan. c. Kertas yang dipakai A4 Vertikal. d. Printer yang dipakai 80 kolom. e. Data 1 halaman 37 baris. f. Field yang pakai : no_urut, nama_jenis_kendaraan,

tarif_pajak,denda_perhari. g. Variabel yang dipakai No (Nomor Urut), Hal (Nomor Halaman) dan baris (Menentukan jumlah baris 1 kolom). en,

3.9. Rancangan File Program aplikasi yang dirancang ini menggunakan beberapa buah file yang saling berhubungan antara satu file dengan file yang lainnya dengan menggunakan suatu field kunci dari masing-masing file tersebut. Adapun struktur database selengkapnya yang digunakan dalam aplikasi ini adalah sebagai berikut: 1. Perancangan tabel pelanggan Tabel 3.2 Struktur Tabel Pelanggan Field no_antrian nama_pelanggan no_ktp alamat no_telpon Kunci Primer: no_atrian Tipe Data Char(5) Varchar(25) Varchar(30) Varchar(50) Int(20) Keterangan Untuk nomor antrian Untuk nama pelanggan Untuk nomor ktp Untuk alamat pelanggan Untuk nomor telepon

2.

Perancangan tabel Petugas Tabel 3.3 Struktur Tabel Petugas Field

nip nama_petugas alamat_petugas no_telpon Kunci Primer: nip

Tipe Data Char(10) Varchar(25) Varchar(50) Int(20)

Keterangan Untuk nomor induk pegawai Untuk nama petugas Untuk alamat petugas Untuk nomor telepon

3.

Perancangan tabel Kendaraan Tabel 3.4 Struktur Tabel Kendaraan

Field no_polisi no_mesin merk

Tipe Data Varchar(10) Varchar(15) Varchar(15)

Keterangan Untuk nomor polisi Untuk nomor mesin Untuk merk kendaraan

warna Varchar(10) tgl_jatuh_tempo Date Kunci Primer: no_polisi

Untuk warna kendaraan Untuk tanggal jatuh tempo

4.

Perancangan tabel Layanan Tabel 3.5 Struktur Tabel Layanan

Field Tipe id_layanan char(2) jenis_layanan Varchar(15) Kunci Primer: id_layanan

Data Keterangan Untuk kode layanan Untuk jenis layanan

5.

Perancangan tabel Pembayaran Tabel 3.6 Struktur Tabel Pembayaran

Field Tipe Data id_pembayaran Char(10) tgl_pembayaran DATE biaya Int(8) Kunci Primer: id_pembayaran 6. Perancangan tabel Loket

Keterangan Untuk kode pembayaran Untuk tanggal pembayaran Untuk biaya pemabayaran

Tabel 3.7 Struktur Tabel Loket Field Tipe id_loket Char(3) nama_loket Varchar(15) Kunci Primer: id_loket 7. Perancangan tabel Jenis Kendaraan Tabel 3.7 Struktur Tabel Jenis Kendaraan Field Tipe id_jenis Char(5) nama_jenis Varchar(15) tarif_pajak Int(7) denda_perhari Int(5) Kunci Primer: id_loket Data Keterangan Untuk kode jenis kendaraan Untuk nama jenis kendaraan Untuk tarif pajak kendaraan Untuk denda pajak per hari Data Keterangan Untuk kode loket Untuk nama loket

3.10. Rancangan Struktur Database Entity Relational Diagram adalah relasi antara dua entity atau lebih yang hubungannya terdiri dari tiga macam yaitu one to one, one to many, dan many to many. Hubungan antar entity dalam database dapat digambarkan dalam bentuk diagram yang disebut dengan Entity Relationship Diagram. Diagram ini dapat dilihat pada gambar 3.5, pada gambar tersebut terdapat 5 entity yaitu pelanggan, kendaraan, petugas, loket dan jenis kendaraan.

no_telpon
nama_pelanggan

merk

alamat no_ktp

no_mesin

warna

no_antrian

no_polisi

Tgl_jatuh_tempo

Pelanggan

1
memilih

memiliki

1

Kendaraan

id_pembayara n

1

id_layanan

tgl_pembayar an

membaya r

Layanan

Jenis_layanan

termasuk

biaya

1
nip Petugas

1

menempa ti

Loket

1

Jenis Kendaraan

nama_petugas

id_loket

nama_loket

alamat
denda_perhari

id_jenis

no_telpon

taris_pajak

nama_jenis

Gambar 3.5. ER-D

3.11. Desain Input Adapun desain input yang dibuat untuk proses rancang bangun sistem informasi perpajakan kendaraan bermesin berbasis web Bireuen Nanggroe Aceh Darussalam terdiri atas : 1. Desain Login X Member Login Username Gambar Logo Password Login x-25-x x-15-x Ganti

Website---E-mail KEPOLISIAN REPUBLIK INDONESIA -NANGGROE ACEH DARUSSALAM Copyright @ 2009 | Kepolisian RI Gambar 3.7. Desain login 2. Desain sub menu utama X

KEPOLISIAN REPUBLIK INDONESIA -NANGGROE ACEH DARUSSALAM
Pelanggan Kendaraan Pembayaran
Jenis Kenderaan

Petugas

Layanan

Loket

RANCANG BANGUN SISTEM INFORMASI PERPAJAKAN KENDARAAN BERMESIN BERBASIS WEB PADA KANTOR SAMSAT KABUPATEN BIREUEN NANGGROE ACEH DARUSSALAM

Copyright @ 2009 | Kepolisian RI Gambar 3.8. Desain sub menu utama 3. Desain input pelanggan X Halaman Utama FROM INPUT PELANGGAN Nomor Antrian Nama Pelanggan Nomor KTP Alamat Pelanggan Nomor Telepon
Reset

x-5-x x-25-x x-30-x x-50-x x-20-x
Simpan

Gambar 3.9. Desain input pelanggan 4. Desain edit pelanggan X

Halaman Utama FROM EDIT PELANGGAN Nomor Antrian Nama Pelanggan Nomor KTP Alamat Pelanggan Nomor Telepon
Reset

x-5-x x-25-x x-30-x x-50-x x-20-x
Edir

Gambar 3.10. Desain edit pelanggan

5.

Desain hapus pelanggan X Halaman Utama FROM HAPUS PELANGGAN Nomor Antrian Nama Pelanggan Nomor KTP Alamat Pelanggan Nomor Telepon
Reset

x-5-x x-25-x x-30-x x-50-x x-20-x
Hapus

Gambar 3.11. Desain hapus pelanggan 6. Desain input petugas X

Halaman Utama FROM INPUT PETUGAS NIP Nama Petugas Alamat Nomor Telepon
Reset

x-10-x x-25-x x-50-x x-20-x
Simpan

Gambar 3.12. Desain input petugas

7.

Desain edit petugas X Halaman Utama FROM EDIT PETUGAS NIP Nama Petugas Alamat Nomor Telepon
Reset

10 x-25-x x-50-x x-20-x
Edit

Gambar 3.13. Desain edit petugas 8. Desain hapus petugas X

Halaman Utama FROM HAPUS PETUGAS NIP Nama Petugas Alamat Nomor Telepon
Reset

x-10-x x-25-x x-50-x x-20-x
Hapus

Gambar 3.14. Desain hapus pelanggan

9.

Desain input kendaraan X Halaman Utama FROM INPUT KENDARAAN Nomor Polisi Nomor Mesin Merk Warna Tanggal Jatuh Tempo 99
Reset

x-10-x 15 x-15-x x-10-x ∇ 99
Simpan

9999

Gambar 3.15. Desain input kendaraan 10. Desain edit kendaraan X

Halaman Utama FROM EDIT KENDARAAN Nomor Polisi Nomor Mesin Merk Warna Tanggal Jatuh Tempo 99
Reset

x-10-x x-15-x x-15-x x-10-x ∇ 99
Edit

9999

Gambar 3.16. Desain edit kendaraan

11. Desain hapus kendaraan X Halaman Utama FROM HAPUS KENDARAAN Nomor Polisi Nomor Mesin Merk Warna Tanggal Jatuh Tempo 99
Reset

x-10-x x-15-x x-15-x x-10-x ∇ 99
Hapus

9999

Gambar 3.17. Desain hapus kendaraan 12. Desain input layanan X

Halaman Utama FROM INPUT LAYANAN Kode Layanan Jenis Layanan
Reset

x-2-x x-15-x
Simpan

Gambar 3.18. Desain input layanan

13. Desain edit layanan X Halaman Utama FROM EDIT LAYANAN Kode Layanan Jenis Layanan
Reset

x-2-x x-15-x
Edit

Gambar 3.19. Desain edit layanan 14. Desain hapus layanan X

Halaman Utama FROM HAPUS LAYANAN Kode Layanan Jenis Layanan
Reset

x-2-x x-15-x
Hapus

Gambar 3.20. Desain hapus layanan

15. Desain input pembayaran X Halaman Utama FROM INPUT PEMBAYARAN Kode pembayaran Tanggal Pembayaran Biaya
Reset

x-10-x 99 ∇ 99 ∇ 9999 ∇

9-8-9
Simpan

Gambar 3.21. Desain input pembayaran 16. Desain edit pembayaran X

Halaman Utama FROM EDIT PEMBAYARAN Kode pembayaran Tanggal Pembayaran Biaya
Reset

x-10-x 99 ∇ 99 ∇ 9999 ∇

9-8-9
Simpan

Gambar 3.22. Desain edit pembayaran

17. Desain hapus pembayaran X Halaman Utama FROM HAPUS PEMBAYARAN Kode pembayaran Tanggal Pembayaran Biaya
Reset

x-10-x 99 ∇ 99 ∇ 9999 ∇

9-8-9
Simpan

Gambar 3.23. Desain hapus pembayaran 18. Desain input loket X

Halaman Utama FROM INPUT LOKET Kode Loket Nama Loket
Reset

x-3-x x-15-x
Simpan

Gambar 3.24. Desain input loket

19. Desain edit layanan X Halaman Utama FROM EDIT LOKET Kode Loket Nama Loket
Reset

x-3-x x-15-x
Edit

Gambar 3.25. Desain edit loket 20. Desain hapus layanan X

Halaman Utama FROM HAPUS LOKET Kode Loket Nama Loket
Reset

x-3-x x-15-x
Hapus

Gambar 3.26. Desain hapus loket

21. Desain input jenis kendaraan X Halaman Utama FROM INPUT JENIS KENDARAAN Kode Jenis Nama Jenis Tarif Pajak Denda Per Hari
Reset

x-5-x x-5-x 9-7-9 9-5-9
Simpan

Gambar 3.27. Desain input jenis kendaraan 22. Desain edit jenis kendaraan X

Halaman Utama FROM EDIT JENIS KENDARAAN Kode Jenis Nama Jenis Tarif Pajak Denda Per Hari
Reset

x-5-x x-5-x 9-7-9 9-5-9
Edit

Gambar 3.28. Desain edit jenis kendaraan

23. Desain hapus jenis kendaraan X Halaman Utama FROM HAPUS JENIS KENDARAAN Kode Jenis Nama Jenis Tarif Pajak Denda Per Hari
Reset

x-5-x x-5-x 9-7-9 9-5-9
Hapus

Gambar 3.27. Desain hapus jenis kendaraan

3.12. Dialoq Layar

Pelanggan

Petugas

Kenderaan

Layanan

Pemabayaran

Loket

Jenis Kenderaan

Input

Input

Input

Input

Input

Input

Input

Edit

Edit

Edit

Edit

Edit

Edit

Edit

Delete

Delete

Delete

Delete

Delete

Delete

Delete

Laporan

Laporan

Laporan

Laporan

Laporan

Laporan

Laporan

3.13. Flowchart FlowChart Halaman Utama Start
Id_Admin, UserName, Passwd A
Klick_Login Klick

T

Klick_Edit

T

Klick_Close

Y Admin
K

Y

Id_Admini

Read Data
Id_Admini = Id_Admini

T

Username, Passwd

T

Usernamei, Passwdi
Data Sudah Ada Data Sudah Benar ..?

T

Simpan..?

Y

Id_Admin = Id_Admini, Username = Usernamei, Passwd = Passwdi
Masih Ada Data Lagi ….?

Y
Lagi..?

T

K

Admin
Id_Admini

Read Data
Id_Admini = Id_Admini

T Y Username, Passwd

Data Tidak Ada

Data Akan Diperbaiki..?

Perbaiki..?

T

Y Usernamei, Passwdi
Data Akan DiUpDate..?

T

UpDate..?

Y Id_Admin = Id_Admini, Username = Usernamei, Passwd = Passwdi
Masih Ada Data Lagi ….?

Y

Lagi..?

T
A

Sub Halaman Utama B Pil = “” Pelanggan Petugas Kendaraan Layanan Pembayaran Loket Jenis Kendaraan Close

Pil = 1
T

Y

1.1

Pil = 2
T

Y

1.2

Pil = 3
T

Y

1.3

Pil = 4
T

Y

1.4

Pil = 5
T

Y

1.5

Pil = 6

Y

1.6

T
Pil = 7
T Y

1.7

Pil = 8
T

Y

1.8

A

1.1

Pil = “” C
Input Pelanggan Edit Pelanggan Hapus Pelanggan Close

Pil = 1 T

Y

1.1.1

Pil = 2 T

Y

1.1.2

Pil = 3 T B

Y

1.1.3

1.1.1

Input Pelanggan

Data = Y Noi Pelanggan Baca Data

Noi=No

Y

Dat a sud ah ada

T
no, nama_pelanggan, nomor_ktp, alamat,no_telepon Dat
a sud ah ada Y/T

T

Data = Y

Y Kenderaan
noi=no, nama_p elangga ni=nama _pelang gan, nomor_ ktpi=no mor_ktp , alamati= alamat,n o_telepo ni=no_te lepon

Dat a suda h ada Y/T

Y

Data = Y

T C

1.1.2

Edit Pelanggan

Data = Y Noi Pelanggan Baca Data
no,
Noi=No nama_

T

T

D at a di ed it Y/ Data = Y T Y

pelang gan, Y nomor _ktp, alamat ,no_tel epon

Da ta tid ak ad a

no, nama_pelanggan, nomor_ktp, alamat,no_telepon

Ada lagi data yan g di edit Y/T

noi=no, nama_p elangga ni=nama _pelang gan, nomor_ ktpi=no mor_ktp , alamati= alamat,n o_telepo ni=no_te lepon

Y

Data = Y

T
C

1.1.3

Hapus Pelanggan

Data = Y Noi Pelanggan Baca Data
no, nama_ Noi=No pelang gan, Y nomor _ktp, alamat ,no_tel epon Dat
a di Hap us Y/T

T

Dat a tid ak ada

T

Data = Y

Ada lagi DELETE data yan g di hap us Y/T

Y

Y

Data = Y

T C

1.3

Pil = “” D
Input Petugas Edit Petugas Hapus Petugas Close

Pil = 1 T

Y

1.2.1

Pil = 2 T

Y

1.2.2

Pil = 3 T B

Y

1.2.3

1.2.1

Input Petugas

Data = Y NoUruti Petugas Baca Data

NoUruti

Y

Dat a sud ah ada

T
no_urut, nip, nama_pegawai, alamat,no_telepon. Dat
a sud ah ada Y/T

T

Data = Y

Y pembayaran
nama_p egawaii =nama_ pegawai , alamati= alamat,n o_telepo ni=no_te lepon.

no_uruti =no_uru t, nipi=nip,

Dat a suda h ada Y/T

Y

Data = Y

T D

1.2.2

Edit Petugas

Data = Y NoUruti Petugas Baca Data
no_uru
NoUruti=NoUrut t, nip,

T

nama_ pegaw Y ai, alamat ,no_tel epon.
Dat a di edi t Y/ T

Dat a tid ak ada

T

Data = Y

Y
no_urut, nip, nama_pegawai, alamat,no_telepon.

Ada lagi data yan g di edit Y/T

nama_p egawaii =nama_ pegawai , alamati= alamat,n o_telepo ni=no_te lepon.

no_uruti =no_uru t, nipi=nip,

Y

Data = Y

T D

1.2.3

Hapus Petugas

Data = Y NoUruti Petugas Baca Data
no_uru
NoUruti=NoUrut t, nip,

T

nama_ pegaw Y ai, alamat ,no_tel epon.
Dat a di Ha pus Y/ T

Dat a tid ak ada

T

Data = Y
Ad a DELETE lagi dat a yan g di hap us Y/T

Y

Y

Data = Y

T D

1.3

Pil = “” E
Input Kendaraan Edit Kendaraan Hapus Kendaraan Close

Pil = 1 T

Y

1.3.1

Pil = 2 T

Y

1.3.2

Pil = 3 T B

Y

1.3.3

1.3.1

Input Kendaraan

Data = Y NoUruti Kendaraan Baca Data

NoUruti

Y

Dat a sud ah ada

T
no_urut, no_polsi, no_mesin, merk, warna, tgl_jatuh_tempo Dat
a sud ah ada Y/T

T

Data = Y

Y Pelanggan
no_uruti =no_uru t, no_polsi i=no_pol si, no_mesi ni=no_m esin, merki=m erk, warnai= warna, tgl_jatuh _tempoi =tgl_jatu h_temp o
Dat a suda h ada Y/T

Y

Data = Y

T E

1.3.2

Edit Kendaraan

Data = Y NoUruti Kendaraan Baca Data
no_uru
NoUruti=NoUrut t,

T

no_pol si, Y no_me sin, merk, warna, tgl_jat Dat uh_te a di mpo edi
t Y/ T

Dat a tid ak ada

T

Data = Y

Y
no_urut, no_polsi, no_mesin, merk, warna, tgl_jatuh_tempo

Ada lagi data yan g di edit Y/T

no_uruti =no_uru t, no_polsi i=no_pol si, no_mesi ni=no_m esin, merki=m erk, warnai= warna, tgl_jatuh _tempoi =tgl_jatu h_temp o

Y

Data = Y

T E

1.3.3

Hapus Kendaraan

Data = Y NoUruti Kendaraan Baca Data
no_uru
NoUruti=NoUrut t,

T

no_pol si, Y no_me sin, merk, warna, tgl_jat Dat uh_te a di mpo Ha
pus Y/ T

Dat a tid ak ada

T

Data = Y
Ad a DELETE lagi dat a yan g di hap us Y/T

Y

Y

Data = Y

T E

1.4

Pil = “” F
Input Layanan Edit Layanan Hapus Layanan Close

Pil = 1 T

Y

1.4.1

Pil = 2 T

Y

1.4.2

Pil = 3 T B

Y

1.4.3

1.4.1

Input Layanan

Data = Y NoUruti Layanan Baca Data

NoUruti

Y

Dat a sud ah ada

T
no_urut, kode_layanan, jenis_layanan
Dat a sud ah ada Y/T

T

Data = Y

Y petugas

no_uruti =no_uru t, kode_la yanani= kode_la yanan, jenis_la yanani=j enis_lay anan

Dat a suda h ada Y/T

Y

Data = Y

T F

1.4.2

Edit Layanan

Data = Y NoUruti Layanan Baca Data
no_uru
NoUruti=NoUrut t,

T

kode_l ayana Y n, jenis_l ayana n
Dat a di edi t Y/ T

Dat a tid ak ada

T

Data = Y

Y
no_urut, kode_layanan, jenis_layanan

Ada lagi data yan g di edit Y/T

no_uruti =no_uru t, kode_la yanani= kode_la yanan, jenis_la yanani=j enis_lay anan

Y

Data = Y

T F

1.5.3

Hapus Layanan

Data = Y NoUruti Layanan Baca Data
no_uru
NoUruti=NoUrut t,

T

kode_l ayana Y n, jenis_l ayana n
Dat a di Ha pus Y/ T

Dat a tid ak ada

T

Data = Y
Ad a DELETE lagi dat a yan g di hap us Y/T

Y

Y

Data = Y

T F

1.5

Pil = “” G
Input Pembayaran Edit Pembayaran Hapus Pembayaran Close

Pil = 1 T

Y

1.5.1

Pil = 2 T

Y

1.5.2

Pil = 3 T B

Y

1.5.3

1.5.1

Input Pembayaran

Data = Y NoUruti Pembayaran Baca Data

NoUruti

Y

Dat a sud ah ada

T
no_urut, kode_pembayaran, tanggal_pembayaran, biaya Dat
a sud ah ada Y/T

T

Data = Y

Y pelanggan
no_uruti =no_uru t, kode_pe mbayar ani=kod e_pemb ayaran, tanggal_ pembay arani=ta nggal_p embaya ran, biayai=b iaya

Dat a suda h ada Y/T

Y

Data = Y

T G

1.5.2

Edit Pembayaran

Data = Y NoUruti Pembayaran Baca Data
no_uru
NoUruti=NoUrut t,

T

kode_ pemba Y yaran, tangga l_pem bayara n, Dat biaya a di
edi t Y/ T

Dat a tid ak ada

T

Data = Y

Y
no_urut, kode_pembayaran, tanggal_pembayaran, biaya

Ada lagi data yan g di edit Y/T

no_uruti =no_uru t, kode_pe mbayar ani=kod e_pemb ayaran, tanggal_ pembay arani=ta nggal_p embaya ran, biayai=b iaya

Y

Data = Y

T G

1.5.3

Hapus Pembayaran

Data = Y NoUruti Pembayaran Baca Data
no_uru
NoUruti=NoUrut t,

T

kode_ pemba Y yaran, tangga l_pem bayara n, Dat biaya a di
Ha pus Y/ T

Dat a tid ak ada

T

Data = Y
Ad a DELETE lagi dat a yan g di hap us Y/T

Y

Y

Data = Y

T G

1.6

Pil = “” H
Input Loket Edit Loket Hapus Loket Close

Pil = 1 T

Y

1.6.1

Pil = 2 T

Y

1.6.2

Pil = 3 T B

Y

1.6.3

1.6.1

Input Loket

Data = Y NoUruti Loket Baca Data

NoUruti

Y

Dat a sud ah ada

T
no_urut, kode_loket, nama_loket
Dat a sud ah ada Y/T

T

Data = Y

Y petugas
no_uruti =no_uru t, kode_lo keti=kod e_loket, nama_lo keti=na ma_loke t

Dat a suda h ada Y/T

Y

Data = Y

T H

1.6.2

Edit Loket

Data = Y NoUruti Loket Baca Data
no_uru
NoUruti=NoUrut t,

T

kode_l oket, Y nama_ loket

Dat a tid ak ada

Dat a di edi t Y/ T

T

Data = Y

Y
no_urut, kode_loket, nama_loket

Ada lagi data yan g di edit Y/T

no_uruti =no_uru t, kode_lo keti=kod e_loket, nama_lo keti=na ma_loke t

Y

Data = Y

T H

1.6.3

Hapus Loket

Data = Y NoUruti Loket Baca Data
no_uru
NoUruti=NoUrut t,

T

kode_l oket, Y nama_ loket

Dat a tid ak ada

Dat a di Ha pus Y/ T

T

Data = Y
Ad a DELETE lagi dat a yan g di hap us Y/T

Y

Y

Data = Y

T H

1.7

Pil = “” I
Input Jenis Kendaraan Edit Jenis Kendaraan Hapus Jenis Kendaraan Close

Pil = 1 T

Y

1.2.1

Pil = 2 T

Y

1.2.2

Pil = 3 T B

Y

1.2.3

1.7.1

Input Jenis Kendaraan

Data = Y NoUruti
Jenis Kendaraan

Baca Data

NoUruti

Y

Dat a sud ah ada

T
no_urut, nama_jenis_kendaraan, tarif_pajak,denda_perhari Dat
a sud ah ada Y/T

T

Data = Y

Y pembayaran
no_uruti =no_uru t, nama_je nis_ken daraani =nama_j enis_ke ndaraan , tarif_paj aki=tarif _pajak,d enda_p erharii= denda_ perhari
Dat a suda h ada Y/T

Y

Data = Y

T I

1.7.2

Edit Jenis Kendaraan

Data = Y NoUruti
Jenis Kendaraan

Baca Data
no_uru
NoUruti=NoUrut t,

T

nama_ jenis_k Y endara an, tarif_p ajak,d enda_ Dat perhari a di
edi t Y/ T

Dat a tid ak ada

T

Data = Y

Y
no_urut, nama_jenis_kendaraan, tarif_pajak,denda_perhari

Ada lagi data yan g di edit Y/T

no_uruti =no_uru t, nama_je nis_ken daraani =nama_j enis_ke ndaraan , tarif_paj aki=tarif _pajak,d enda_p erharii= denda_ perhari

Y

Data = Y

T I

1.7.3

Hapus Jenis Kendaraan

Data = Y NoUruti
Jenis Kendaraan

Baca Data
no_uru
NoUruti=NoUrut t,

T

nama_ jenis_k Y endara an, tarif_p ajak,d enda_ Dat perhari a di
Ha pus Y/ T

Dat a tid ak ada

T

Data = Y
Ad a DELETE lagi dat a yan g di hap us Y/T

Y

Y

Data = Y

T I

1.8

Pil = “”
Laporan Pelanggan Laporan Petugas Laporan Kendaraan Laporan Layanan Laporan Pembayaran Laporan Loket Laporan Jenis Kendaraan Close

U

Pil = 1 T

Y

1.8.1

Pil = 2 T

Y

1.8.2

Pil = 3 T

Y

1.8.3

Pil = 4 T

Y

1.8.4

Pil = 5 T

Y

1.8.5

Pil = 6 T

Y

1.8.6

Pil = 7

Y

1.8.7

T

B

1.8.1

Laporan Pelanggan

No, Hal, Br = 0

Hal = hal + 1 Judul, Hal

Pelanggan

Baca Data

Eof () T No = No + 1

Y

B

no, nama_pelanggan, nomor_ktp, alamat,no_telepon

Br = Br + 1

T

Br = 45 Y Br = 0

1.5.2

Laporan barang berdasarkan tahun penerimaan

No, Hal, Br = 0

Hal = hal + 1 Judul, Hal

Inventaris

Baca Data

Eof () T No = No + 1

Y

B

No, NoInves ,KdBrg,NB,KlpkBrg, TglP

Br = Br + 1

T

Br = 45 Y Br = 0

1.5.3

Laporan barang berdasarkan kondisi barang baik

No, Hal, Br = 0

Hal = hal + 1 Judul, Hal

Inventaris

Baca Data

Eof () T No = No + 1

Y

B

No, NoInves ,KdBrg,NB,KlpkBrg, KondBrg

Br = Br + 1

T

Br = 45 Y Br = 0

1.5.4

Laporan barang berdasarkan kondisi barang rusak ringan

No, Hal, Br = 0

Hal = hal + 1 Judul, Hal

Inventaris

Baca Data

Eof () T No = No + 1

Y

B

No, NoInves ,KdBrg,NB,KlpkBrg, KondBrg

Br = Br + 1

T

Br = 45 Y Br = 0

1.5.5

Laporan barang berdasarkan kondisi barang rusak berat

No, Hal, Br = 0

Hal = hal + 1 Judul, Hal

Inventaris

Baca Data

Eof () T No = No + 1

Y

B

No, NoInves ,KdBrg,NB,KlpkBrg, KondBrg

Br = Br + 1

T

Br = 45 Y Br = 0

1.5.6

Laporan barang berdasarkan kondisi barang hilang

No, Hal, Br = 0

Hal = hal + 1 Judul, Hal

Inventaris

Baca Data

Eof () T No = No + 1

Y

B

No, NoInves ,KdBrg,NB,KlpkBrg, KondBrg

Br = Br + 1

T

Br = 45 Y Br = 0

1.5.7

Laporan Cetak Data No, Hal, Br = 0

Hal = hal + 1 Judul, Hal

Inventaris

Baca Data

Eof () T No = No + 1

Y

B

No, NoInves,KdBrg,TglP,NB,KondBrg, KlpkBrg,MkBrg,TpBrg,Ruang

Br = Br + 1

T

Br = 45 Y Br = 0

3.14. Rancangan Masukan Rancangan masukan pada sistem baru ini tidak banyak terjadi perubahan dengan analisis masukan. Adapun rancangan masukan pada sistem baru ini adalah Pogram entri data asset adalah program untuk menyimpan data asset. Data-data yang berhubungan dengan program ini adalah : Tempat/ruang, Kode Barang, Tanggal Pengadaan, Nama Barang, Kondisi Barang, Jumlah Barang, Merk Barang, Type Barang, No. Inventaris, Kelompok Barang. Program ini dikontrol

dengan menggunakan item Kode barang. Data entri data asset dimasukan dan disimpan pada sebuah file yang bernama harta_unimus.php

3.15. Rancangan Keluaran Dari hasil analisa yang penulis lakukan terhadap rancangan keluaran rancang bangun sistem informasi pengolahan data asset Universitas Al-Muslim berbasis web matangglumpangdua Kab. Bireuen NAD, terlihat bahwa hasil keluaran tersebut tidak perlu diganti, karena sistem yang lama tersebut sudah memenuhi kebutuhan hanya saja perlu perubahan sedikit guna mendukung sistem yang baru tersebut. Rancangan keluaran yang penulis buat dalam skripsi ini berupa rancangan di layar monitor dan cetakan ke printer. Untuk media keluaran dapat ditentukan melalui suatu menu pilihan. Ada dua pilihan menu keluaran, yaitu menampilkan data ke media display (monitor) atau mencetak ke media kertas melalui media pencetak (printer).

3.16. Rancangan Kontrol Rancangan kontrol dibuat dengan tujuan untuk mencegah atau melindungi data-data dari gangguan atau resiko yang memungkinkan data-data tersebut akan hilang atau rusak. Rancangan kontrol dimaksudkan juga untuk memudahkan user memasukkan data-data yang benar sehingga informasi yang dihasilkan akan benar pula.

Rancang bangun sistem informasi pengolahan data asset Universitas

Al-

Muslim terdiri dari menu utama dengan sub-sub menu lainnya. Untuk mencegah agar orang lain tidak bisa menggunakan aplikasi ini, maka dirancang sebuah password untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Selain itu juga harus ada UPS untuk mencegah kehilangan data pada waktu pengisian data jika tiba-tiba arus listrik mati, juga dapat mencegah kerusakan komputer. Sistem rancangan ini menggunakan Sistem Jaringan Local Area Network (LAN) yang dapat menghubungkan/menstransfer data dari satu komputer dengan komputer lainnya dengan cepat. Sistem Operasi yang digunakan adalah Windows XP dengan bentuk jaringan (topologi) Ring.

3.17. Rancangan Waktu Perkiraan waktu setelah adanya sistem ini dalam memproses data asset untuk tahap pertama membutuhkan waktu 6 hari kerja, karena pada tahap awal ini semua berkas-berkas asset yang ada pada Biro Umum di Universitas Al-

Muslim di masukannya semua data kedalam program aplikasi yang baru dirancang. Untuk selanjutnya proses pembuatan daftar asset pada Biro Umum di Universitas Al-Muslim dengan adanya sistem yang baru hanya membutuhkan waktu 72 (tujuh puluh dua) menit. Untuk mengetahui lebih rinci tentang perhitungan waktu pembuatan daftar asset pada Biro Umum di Universitas Al-Muslim tiap tahunnya dapat dilihat pada rumus dibawah ini: T = (tr + tp) x Vr

= = = = = Keterangan : T =

(120 menit + 2 menit) x 21 program studi 122 menit : 60 menit = 2 jam 2 jam x 21 = 42 : 6 jam/hari 7 hari : 2 orang 3,5 hari (dibulatkan = 4 hari kerja)

Waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan satu macam aktivitas/ kegiatan.

tr

=

Waktu rata-rata yang diperlukan untuk menyelesaikan satu unit kegiatan.

tp = Vr =

Waktu penyesuaian untuk satu unit kegiatan. Volume rata-rata pekerjaan dalam periode waktu tertentu.

3.18. Rancangan Tenaga Kerja Tenaga kerja yang dibutuhkan dalam pengolahan data asset dengan menggunakan sistem komputerisasi terjadi perubahan dengan tenaga kerja yang lama. Tenaga kerja yang dibutuhkan setelah adanya perangkat lunak sistem aplikasi pengolahan data asset hanya membutuhkan tenaga kerja 1 (dua) orang pegawai yang bertugas sebagai operator merangkap sebagai bagian pemeriksa asset.

3.19. Rancangan Proses

Rancangan proses rancang bangun sistem informasi pengolahan data asset Universitas Al-Muslim yang dirancang pada dasarnya tidak jauh berbeda dengan sistem yang sedang berjalan saat ini. Pada rancangan proses ini, operator dengan mudah dan cepat mengetahui informasi yang diperlukan, misalnya mengenai asset Universitas, asset berdasarkan tahun, asset berdasarkan kondisi, asset berdasarkan fakultas dan pembuatan laporan yang cepat Dalam memasukkan data, pencarian maupun pengolahan data lainnya, sistem akan mencari kode-kode yang telah ditentukan sebelumnya. Rancangan proses sistem informasi pengolahan data asset Universitas Al-Muslim yang diterapkan pada sistem aplikasi ini dapat dilihat pada gambar 3.15.

0 Sistem Informasi Pengolahan Data Asset

Daftar Asset

Biro Umum
Brks Asset

Lap

Pimpinan

Gambar 3.15. Diagram Konteks

Dari gambar 3.15. dapat dijelaskan bahwa bagian Biro Umum menerima data asset selanjutnya dari data tersebut, karyawan pembuat konsep data asset akan memasukkan data tersebut ke program aplikasi pengolahan data asset yang telah dirancang. Sedangkan urutan proses pengolahan data asset pada Biro Umum di Universitas Al-Muslim dapat dilihat pada gambar 3.16.

0 Sistem Informasi Pengolahan Data Asset

1 Menerima berkas asset dari Biro Umum

2 Proses Entri Data Master

3 Cetak daftar asset

4 Pembuatan laporan

Gambar 3.16. Diagram Berjenjang

Berdasarkan gambar 3.16. dapat terlihat bahwa sistem informasi pengolahan data asset Universitas Al-Muslim terdiri atas empat proses, yaitu proses penerimaan berkas asset dari Biro Umum, proses entri data

master, cetak daftar asset dan pembuatan laporan. Diagram konteks (gambar 3.15) dan diagram berjenjang (gambar 3.16) digabungkan untuk melihat hasil tersebut. Penggabungan kedua diagram tersebut akan menghasilkan diagram DFD level 0 yang dapat dilihat pada gambar 3.17.

Biro Umum

Brks Asset

1 Penerimaan berkas asset dari Biro Umum

Brks Asset

2 Proses Entri Data Master

Dt. Asset

D1

F. Asset

Dt. Asset

3 Cetak daftar asset

Dt. Asset

Pimpinan

Lap

4 Pembuatan laporan

Dt. Asset

Gambar 3.17. Diagram DFD Level 0 Dari gambar 3.17 dapat dijelaskan bahwa rancangan proses pembuatan daftar asset pada Biro Umum di Universitas Al-Muslim adalah sebagai berikut: pertama Bagian Biro Umum menerima berkas asset, setelah menerima berkas asset tersebut, karyawan pembuat daftar asset akan memproses data asset dengan memasukkan/mengentri data-data ke dalam sistem yang telah dirancang. Setelah data-data asset selesai dimasukkan ke dalam sistem komputer yang telah dirancang selanjutnya data tersebut dicetak. Pada bagian Biro Umum ini juga membuat laporan asset yang selanjutnya akan diserahkan kepada pimpinan pada setiap tahunnya. Semua data yang mengalir dari satu modul lainnya dapat dijelaskan dalam tabel 3.8. Tabel 3.8. Kamus Data No 1 3 4 5 Nama Arus Bentuk Data Penjelasan Frekuensi Data Brks Asset Berkas Berkas Awal jadi Data Asset Asset Dt. Asset Ketikan Data Asset Akhir komputer Tahun Lap Ketikan Laporan Akhir Komputer Biro Tahun Umum F.Asset Ketikan File Asset Akhir Komputer Tahun Sumber Data Biro Umum Biro Umum Bagian Biro Umum Biro Umum Tujuan Data Bagian Biro Umum File Asset Pimpinan Pembuatan Laporan

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->