• Kepemimpinan pada Sektor Publik: Kepemimpinan adalah komponen penting dari tata kelola publik yang baik, mencari

orang yang akan mempromosikan adaptasi institusional dalam kepentingan publik (OECD, 2011). 1. Leader vs Manager • Leader vs Manager: 1) Leader : Seseorang dapat menjadi seorang pemimpin tanpa menjadi seorang manajer. (contohnya: sorang ulama/tokoh agama) 2) Manager : Seseorang dapat menjadi seorang manajer tanpa menjadi pemimpin. (contohnya: account manager yang tidak memiliki anak buah) • Perbedaan Manager dengan Leader: 1) Manager Melakukan perencanaan dan penganggaran, pengaturan, melakukan kontrol dan menemukan solusi atas suatu masalah dimana hal tersebut bertujuan untuk menciptakan ketertiban (mempertahankan status quo karena menghindari resiko ). 2) Leader Menentukan arah dan menyelaraskan melalui motivasi dan menginspirasi mereka melalui pandanganya dimana hal tersebut bertujuan untuk menghasilkan perubahan (menghendaki adanya perubahan karena menginginkan perbaikan terus-menerus ). 1 2 3 4 5 6 7 Manager Mengelola Menanyakan bagaimana dan kapan Berfokus pada sistem Melakukan sesuatu dengan benar Memelihara Bergantung pada kontrol Memiliki perspektif jangka pendek Menerima status quo Menyalin Leader Berinovasi Bertanya apa dan mengapa Berfokus pada orang Melakukan sesuatu dengan tepat Mengembangkan Menumbuhkan kepercayaan Memiliki perspektif jangka panjang

8 Melawan status quo 9 Memperlihatkan orisinalitas 1 Meniru/ditiru Berasal 0 Sumber : (Bennis & Nanus, 1985, Zaleznik 1977, Kotter, 1990). • Leaders: • Managers: 1) Pemikir strategis 1) Mempertahankan status quo 2) Melihat kedepan dan memiliki visi 2) Memantau situasi 3) Suka tantangan 3) Mengalokasikan sumberdaya 4) Dapat memberi motivasi 4) Berkomunikasi pada target 5) Dapat menjadi sumber inspirasi 5) Mengukur hasil yang akan diperoleh 6) Umpan balik pada trend • Hubungan antara Kepemimpinan dan Manajerial : 1) Konsep kepemimpinan telah muncul sejak ratusan tahun yang lalu, sedangkan konsep manajerial muncul pada abad 20 yang ditandai dengan fenomena munculnya konglomerasi pada suatu organisasi/perusahaan. 2) Seorang pemimpin membutuhkan managerial skills. Sedangkan seorang manajer membutuhkan leadership skills. 3) Era teknologi informasi, telah memiliki dampak mudahnya akses informasi bagi organisasi. Seorang manajer yang sukses tidak harus mendorong terciptanya budaya untuk mengeluarkan potensi organisasi. 4) Globalisasi, memberikan dampak bervariasinya karyawan dari berbagai macam suku bangsa. Manajer harus menciptakan lingkungan kerja yang inklusif dengan mengadaptasi berbagai macam situasi/gaya kepemimpinan untuk menciptakan kepercayaan bawahan/pengikutnya.

Adapun 3 macam gaya kepemimpinan behavioral approach yaitu: a. kebebasan kepada bawahan untuk menentukan tujuan dan membuat keputusan. d. c. 1974). b. Democratic Partisipasi aktif dari bawahannya dalam pengambilan keputusan. 1971). 6) Perubahan yang cepat dari perkembangan ekonomi dan teknologi . kebutuhan. 2) Behavioral Approach Kepemimpinan efektif ditentukan oleh gaya perilaku pemimpinnya. . kepercayaan diri. Definisi mengenai kualitas atau sifat yang dimiliki seorang pemimpin menjadi subyektif. ada beberapa hal yang menunjukkan karakter individu mencerminkan kepemimpinan yang efektif. kebijakan dibuat secara terbuka dengan bawahan. Intelegensi : Seorang pemimpin memiliki intelegensi yang lebih ditinggi dibandingkan dengan bawahannya (Stogdill. ambisi. • Kelemahan Trait Approach: a. Kemampuan men-supervisi : Adanya korelasi positif antara kemampuan men-supervisi dengan hierarki jabatan dalam organisasi (Ghiselli. Trait Didefinisikan sebagai sejumlah atribusi individu termasuk aspek: kepribadian. b. Authoritarian hands-on style. Karakteristiknya adalah: a. integritas dan kepercayaan diri (Kirpatrick dan Locke. tidak ada kebijakan atau prosedur yang dibuat. Laissez Faire hands-off style. Namun. drive. Personality: Pemimpin yang efektif memiliki beberapa kepribadian yang menonjol seperti: orisinalitas. 1961). b. menciptakan tantangan tersendiri bagi manajer sehingga mereka harus dinamis dalam menghadapi situasi yang berubah. intervensi penuh pada setiap pengambilan keputusan. tanpa meminta pertimbangan dari bawahannya. tanggung jawab dan rentang kendali yang semakin besar mengharuskan seorang manajer memiliki visi dan kendali untuk pencapaian suatu sasaran. Sulit untuk menentukan sifat atau karakter yang berguna untuk membedakan antara pemimpin dan bawahan (Jennings. temperamen. motif dan nilai yang dianut. group oriented. seperti: motivasi. yaitu: 1) Trait and Skills Approach Penelitian awal menunjukkan bahwa pemimpin yang efektif tergantung dari sifat/karakter individu. tinggi. 2.5) Organisasi semakin ramping. postur tubuh. Tidak semua pemimpin memiliki semua ciri-ciri yang dijelaskan dalam trait teori. task oriented. 1991). Karakter yang umum dari seorang pemimpin menurut Trait Approach adalah: a. Ketrampilan Didefinisikan sebagai kemampuan individu untuk membuat sesuatu yang dipengaruhi oleh hasil belajar dan sifat menurun (hereditas). d. dan penampilan). integritas dan responsif terhadap suatu situasi. trait teori tidak sepenuhnya invalid. Teori Kepemimpinan Klasik • Terdapat 3 teori kepemimpinan klasik. c. berat. Stereotipe “great men theory” c. Perilaku pemimpin memiliki dampak terhadap kinerja dan tingkat kepuasan bawahan. sedikit intervensi atau arahan dari pemimpinnya. b. Karakter fisik : Ada penelitian yang menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara karakter fisik (usia. Mengasumsikan ada sejumlah sifat/kualitas yang berperan dalam menciptakan seorang pemimpin yang efektif.

Teori Kepemimpinan Modern . The Hersey-Blanchard Situational Leadership Model 1) S1 (Telling/Directing) cocok ketika bawahan diinstruksikan untuk mengerjakan tugas yang sulit dimana mereka belum mempunyai kompetensi yang cukup pada tugas tersebut. kepercayaan. 2) Pertimbangan (consideration) perilaku pemimpin yang menghargai bawahan. level wewenang yang dimiliki pemimpin b. Mengasumsikan setiap pemimpin dapat mampu merubah gaya kepemimpinan sesuai dengan kondisi yang ada. peduli dan mempercayai bawahannya. Dikotomi antara gaya otoriter dan demokratis kurang relevan dalam menciptakan pemimpin yang efektif. Adanya bukti empiris yang menyatakan bahwa kolaborasi antara task oriented dengan employee oriented menciptakan kepemimpinan yang efektif. cenderung memberikan hasil yang positif.Kelemahan Behavioral Approach : a. kekuasaan. hubungan kerja dan tujuan. Situasi sulit untuk berubah. a. Pemimpin yang memiliki inisiatif dan pertimbangan yang tinggi. tingkat keyakinan. b. persepsi dan kepribadian pemimpin. Michigan Leadership Studies Mengidentifikasi bahwa ada 2 aspek kepemimpinan yaitu: orientasi pegawai (employee orientation) dan orientasi produksi (production orientation). namun ada risiko munculnya demotivasi (low commitment) pada bawahan. b. 3) Situational Contingencies Approach Menekankan bahwa kepemimpinan efektif merupakan gabungan antara. Ohio State Leadership Studies Perilaku pemimpin ditentukan oleh 2 faktor. 4) S4 (Delegating/Observing) cocok ketika bawahan telah menguasai tugas dan tetap bermotivasi melaksanakan tugas tersebut. sikap. Model Fiedler Mengembangkan kuesioner LPC (least preferred co-worker). yaitu: 1) Struktur awal (initiating structure): perilaku pemimpin untuk mengorganisasi kerja. level prosedur penugasan (terstruktur atau tidak terstruktur) 3) Kekuasaan posisi. 3. 2) S2 (Selling/Coaching) cocok ketika bawahan mampu mengerjakan suatu tugas. Adapun 3 dimensi variabel kemungkinan. b. Kritik terhadap Situational Contingencies Approach : a. Kinerja kelompok yang efektif bergantung pada kolaborasi antara gaya interaksi pemimpin dengan bawahannya dan level situasi yang berkontribusi terhadap pengaruh pemimpin. Pemimpin harus fleksibel dan adaptive terhadap lingkungan. respek bawahan terhadap pemimpin 2) Struktur tugas. Adapun hasil penelitian kritik ini adalah pemimpin yang mengutamakan orientasi karyawan. menghasilkan produktivitas kelompok dan kepuasan kerja yang lebih tinggi dibanding dengan pemimpin yang berorientasi produksi . yaitu : 1) Hubungan pemimpin-anggota. orientasi tugas. 3) S3 (Participating/Supporting) cocok ketika bawahan telah menguasai tugas. namun memiliki kompetensi yang terbatas. Kritik terhadap teori Behavioral Approach : a.

1) Bass. regresi. Tichy dan Devanna. Burns. yaitu pemimpin berusaha memberikan moril untuk mengoptimalkan bawahan agar mencapai tujuan yang diinginkan . adalah: 1) Dominan 4) Ekspresif dalam berkomunikasi 2) Kepercayaan diri yang tinggi 5) Beranimengambil risiko 3) Memiliki falsafah yang kuat • Teori Kharismatik Lainnya: 1) Psychodinamics Process Adanya pengaruh yang irrational terhadap pengikutnya dan dipandang sebagai idola/pahlawan/manusia super melalui proses psikodinamis. 3) Close and Distant Charisma Kharisma pemimpin muncul untuk pengikut yang memiliki kedekatan fisik (Shamir. • Pemimpin Kharismatik: Merupakan seorang pemimpin yang memiliki kharisma yang merupakan bakat yang dimiliki oleh individu tersebut. transference dan proyeksi. 1990). 1985. • Teori Atribusi tentang Kepemimpinan Karismatik (Conger. 1978. rasa sayang pengikut terhadap pemimpinnya dan ikatan emosional yang tinggi antara follower dengan leadernya. dimana apabila pemimpin tersebut meninggal maka berakhir pula kesuksesannya.• Weber (1974) mendefinisikan bahwa karisma merupakan suatu bentuk pengaruh yang tidak didasarkan pada tradisi atau otoritas formal tetapi lebih kepada persepsi pengikut bahwa pemimpin tersebut memiliki kualitas yang luar biasa . pengorbanan diri untuk mencapai kepentingan masyarakat 4) Percaya diri. komunikasi verbal. berpikir strategis 5) Sebagai inspirator bagi pengikutnya tanpa menggunakan kekuasaan 6) Memiliki kemampuan membaca situasi dan mengambil keputusan dalam waktu yang tepat. 1986. • Kepemimpinan Karismatik: Karisma didefinisikan sebagai suatu kombinasi dari keterampilan komunikasi yang sangat maju. 2) Inovatif. 1977): Ditandai oleh sikap pengikut yang sangat patuh. Karisma adalah kualitas khusus yang dimiliki oleh beberapa orang dan memungkinkan mereka untuk berhubungan dan mengilhami orang lain pada tingkat emosional yang dalam. dan peranperan sosial. • Transformational Leadership: Diperkenalkan oleh James MacGregor Burns tahun 1978. Selain itu juga memiliki kemampuan untuk mempengaruhi orang lain dan berperan dalam suatu perubahan yang vital. seperti dikutip oleh Locke. Pemimpin kharismatik menurut House. • Teori Konsep Diri (House. • Weber (1974) juga menekankan bahwa pemimpin karismatik muncul selama krisis sosial dan dapat menawarkan solusi sosial yang luar biasa. 1997 : . termasuk keterampilan dalam komunikasi emosional. 4) Routinization of Charisma Kharisma dipandang sebagai fenomena transisi yang bergantung pada pemimpin yang dianggap luar biasa. 2) Social Contagion and Charisma Pengikut dipengaruhi oleh suatu kelompok dalam melihat seorang pemimpin yang dinilai memiliki kharisma (Meindl. 1998): 1) Memiliki visi yang jauh kedepan namun tetap diterima oleh pengikutnya. 1995). pencapaian strategi dilakukan dengan berbagai macam cara 3) Self-sacrifices. Kanungo.

• Karakteristik Transformational Leadership: 1) Kharismatik 2) Inspiratif dan motivatif 3) Percaya diri 4) Mampu berkomunikasi dengan baik 5) Visioner 6) Memiliki idealisme yang tinggi • Situasi yang Mendukung: 1) Eksternal a. Bycio dkk. Struktur lingkungan luar (ada tekanan terhadap situasi. dan penghargaan. Tipe kelompok kerja (kerja tim-variatif. hak istimewa. kewajiban dan tugas yang berhubungan dengan posisi tertentu dalam organisasi atau sistem sosial . Kondisi perubahan (berubah cepat. ketidakpastian) c. craft/keahlian. Power & Influence (Kekuasaan & Pengaruh) • Kekuasaan : Kapasitas mutlak suatu individu untuk mempengaruhi perilaku/sikap satu orang atau lebih pada suatu titik waktu tertentu . 2) Sarros dan Butchatsky 1996: Model kepemimpinan transformasional merupakan konsep kepemimpinan yang terbaik dalam menguraikan karakteristik pemimpin sehingga pemimpin lebih berkerakyatan dan berkeadilan sosial. para anggota. Pola hubungan kepemimpinan (pemimpin sebagai orang tua yang membimbing ke pencapaian tujuan. desentralisasi) b. Sumber kekuasan & pola hubungan anggota organisasi (sumber kekuasaan penguasaan informasi. manajemen atas dan menengah) • Transactional Leadership: Pemimpin bertransaksi (melakukan kontrak sosial) dengan pengikutnya untuk mencapai sasaran. Teknologi Organisasi (teknologi batch/satu kali pengerjaan) c. (1995): Kepemimpinan transaksional adalah gaya kepemimpinan di mana seorang pemimpin menfokuskan perhatiannya pada transaksi interpersonal antara pemimpin dengan karyawan yang melibatkan hubungan pertukaran . heuristic/tidak terstruktur. bergejolak. dan menyediakan kompensasi bagi pemimpin ketika dia berhasil. Kondisi pasar (sering terjadi perubahan dan tak stabil) d.Kepemimpinan ini juga didefinisikan sebagai kepemimpinan yang membutuhkan tindakan memotivasi para bawahan agar bersedia bekerja demi sasaran-sasaran "tingkat tinggi" yang dianggap melampaui kepentingan pribadinya pada saat itu . sifat pekerjaan umumnya yang memerlukan kreativitas tinggi. • Hasil dari Pengaruh: . 2) Eksepsi/Pengecualian Pemimpin akan memberi tindakan koreksi atau pembatalan imbalan atau sanksi apabila anggota gagal mencapai sasaran prestasi yang ditetapkan. otoritas tidak jelas. Struktur Organisasi (organik. standar kerja. ketidakpuasan masyarakat) b. hubungan emosional dengan anggota kental dan dekat) 2) Internal a. 4. Kepemimpinan yang membawa organisasi pada tujuan baru yang lebih besar dan belum pernah dicapai sebelumnya dengan memberikan kekuatan mental dan keyakinan kepada para anggota agar mereka bergerak secara sungguhsungguh menuju tujuan bersama tersebut dengan mengesampingkan kepentingan/keadaan personalnya. • Karakteristik Transactional Leadership: 1) Pengadaan Imbalan Pemimpin menggunakan serangkaian imbalan untuk memotivasi Imbalannya berupa kebutuhan tingkat fisiologis (teori maslow). prosedur adaptif. Pertukaran tersebut didasarkan pada kesepakatan mengenai klasifikasi sasaran. • Otoritas :Melibatkan hak-hak. penugasan kerja. Dianggap kebalikan dari Transformational Leadership. hubungan informal) d. (1995) serta Koh dkk.

manipulasi dan penyalahgunaan kekuasaan. Untuk mempengaruhi keputusan organisasi melalui penipuan. 2) Political: Politis. • Sumber Kekuasaan (French and Raven. EFFECTIVE LEADERSHIP • Seorang pemimpin yang efektif umumnya seseorang yang memimpin dengan contoh dan orang-orang lain hanya cenderung mengikuti karena mereka percaya apa yang mereka lakukan adalah hal yang benar. tampaknya secara intrinsik. Untuk mempengaruhi kinerja pengikut. Terlambat bertindak.1) Komitmen : Orang yang menjadi target internal setuju dengan keputusan 2) Kepatuhan : Orang/target bersedia untuk melakukan apa yang pemimpin tanyakan 3) Perlawanan :Orang yang menjadi target menentang/menolak apa yang pemimpin tanyakan. 2) Internalization : Orang yang menjadi target berkomitmen untuk mendukung permintaan tersebut. • Sumber Lain Kekuasaan: 1) Information Power : Memiliki akses atas informasi penting dan kontrol atas distribusi informasi-informasi penting tersebut (Pettigrew. Mencari-cari alasan. 5. • Pengaruh Proses: 1) Instrumental Compliance : Orang yang menjadi target bertindak untuk tujuan mendapatkan pahala atau menghindari hukuman. kepatuhan dan perlawanan. 3) Personal Identification : Orang yang menjadi target meniru pemimpin dalam rangka untuk menjaga hubungan dengan pemimpin. 2) Ecological Power : Memiliki kekuasaan untuk menghasilkan kontrol atas lingkungan fisik dan teknologi. 1972). Kekuasaan yang diperoleh atau hilang sebagai pertukaran resiprocal antara pemimpin dan pengikut. • Kekuasaan dan Pengaruh Perilaku: Kekuasaan seorang pemimpin sangat berpengaruh terhadap perilaku pemimpin tersebut dimana perilaku pemimpin mempengaruhi hasil berupa komitmen. • Bagaimana Kekuasaan dapat Beralih atau Hilang: 1) Social Exchange Theory Teori Pertukaran Sosial. Kekuatan diperoleh atau hilang tergantung pada sub unit dalam organisasi. (Dale Carnegie) . Membujuk pemimpin untuk mengubah/menarik keputusannya . Untuk memiliki evaluasi yang menguntungkan. 2) Strategic Contingencies Theory Teori Kontingensi Strategis. Sabotase. • Pengaruh: Adapun pengaruh seorang pemimpin karena pemimpin tersebut memiliki tujuan: 1) Mempengaruhi dan meyakinkan karyawan 2) Mengembangkan sikap kerja dan perilaku 3) Meningkatkan efisiensi dan efektivitas perusahaan Taktik mempengaruhi: 1) Impression Management : Kesan Manajemen. Seorang pemimpin yang efektif/karismatik biasanya memiliki lebih dari satu jenis sumberdaya. 3) Proactive Influence Pengaruh Proaktif. Adapun alasan perlawanan tersebut adalah: Penolakan. Meminta otoritas yang lebih tinggi untuk mengubah aturan . 1959): 1) Legitimate (otoritas hukum atau hak3) Referent (status pribadi atau prestasi) hak tertentu) 4) Expert (keahlian atau keterampilan) 2) Reward (adanya pengakuan atas 5) Coercive (adanya sanksi atau kinerja) hukuman) Kelima unsur tersebut melekat dalam sumber kekuasaan dan bersistem insentif.

menawarkan dan menerima saran konstruktif.  Mereka percaya pada nilai diri yang melekat pada orang lain. memberikan presentasi formal dan informal. dan perasaan lebih kepemilikan dan tanggung jawab pribadi. mengajukan pertanyaan dari kelompok untuk respon cepat.Mereka menghindari frase yang menyebabkan kebencian. Mereka menunjukkan para anggota mereka tidak hanya boneka atau pengambil keputusan. membantu para anggota mengidentifikasi dan menyelesaikan masalah. membimbing kelompok dalam penetapan tujuan dan pengambilan keputusan.  Mereka mengakui kesalahan mereka. semangat kuat kerjasama dan kerja sama tim. Pemimpin kelompok yang baik berusaha untuk belajar dan berlatih keterampilan sehingga mereka dapat: mendengarkan secara terbuka kepada orang lain. sehingga kepercayaan dan keyakinan rakyat mereka. menciptakan suasana yang produktif.  Pemimpin yang kredibel mendorong kebanggaan besar dalam organisasi. menunjukkan pemahaman.  Menciptakan iklim saling percaya. Mereka menepati janji mereka dan menindaklanjuti komitmen mereka.  Mereka menyingsingkan lengan baju mereka. tapi tahu kalau sudah terlalu banyak. menetapkan dan memenuhi tenggat waktu. pemimpin yang efektif meminta atau merekomendasikan bahwa anggota melakukan sesuatu. Mereka mendorong para anggota untuk berbuat lebih banyak. keengganan dan resistensi. Misalnya. menunjukkan penghargaan dari kontribusi orang lain.  Mereka tidak mendorong terlalu banyak. memberi contoh perilaku yang diinginkan. ini member mrk kredibilitas.  Mereka melakukan apa yang mereka katakan akan mereka lakukan.terbuka & membantu lainnya menjadi sukses dan merasa diberdayakan. Mereka memiliki gagasan yang jelas tentang apa yang nilai orang lain dan apa yang bisa mereka lakukan.  Anggota menghormati pemimpin lebih banyak ketika mereka menunjukkan kesediaan untuk bekerja bersama mereka. mendelegasikan tanggung jawab. .  Mereka memastikan tindakan mereka konsisten dengan keinginan rakyat yang dipimpinnya. Mereka menyadari bahwa mencoba untuk menyembunyikan kesalahan adalah merusak dan mengikis kredibilitas. memberikan arah yang jelas. daripada mengatakan Anda harus melakukan sesuatu. • Tingkah laku pemimpin yang efektif:  Mereka jujur. mendorong anggota untuk bertukar pikiran menangani konflik.• Karakteristik : Pemimpin yang efektif memiliki banyak kualitas.