P. 1
Makala h

Makala h

|Views: 106|Likes:
Published by Dian Aji

More info:

Published by: Dian Aji on Nov 02, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/24/2014

pdf

text

original

SERIKAT PEKERJA PERUSAHAAN BUMN SERIKAT PEKERJA PT PLN PERSERO

MUTASI PEGAWAI PT PLN (PERSERO)

Disusun oleh : Hasnah Rahmawati Khairunnisak 21060112083

PSD III TEKNIK ELEKTRO UNIVERSITAS DIPONEGORO SEMARANG

I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
Rotasi pegawai pada perusahaan bukan semata-mata sekedar memindahkan orang. Ada filosofi mendasar di sana, di mana setiap orang harus terus belajar dan menyesuaikan diri, demikian pula organisasi harus terus belajar dan menyesuaikan diri. Tanpa mobilitas, tanpa perpindahan, tanpa hijrah, pembelajaran tidak akan terjadi, akan muncul kejemuan dan stagnansi.

Perpindahan atau rotasi pegawai ini akan menumbuhkan suasana baru, akan mendorong kreativitas dan inovasi dan orang maupun organisasi akan terus beradaptasi. Inilah esensi pembelajaran yang sangat penting. Rotasi juga akan memperkaya pengalaman kerja pegawai, akan menambah kesempatannya untuk mengembangkan kompetensi lebih lanjut.

Rotasi juga akan membuka kesempatan membangun jaringan kerja baru dan memperluas jaringan. Bukankah kemampuan orang untuk berkembang dan sukses selain dipengaruhi oleh faktor kompetensi, pengalaman, juga dipengaruhi kemampuan dalam membina jejaring. Rotasi yang dikelola dengan baik jelas akan sangat bermanfaat bagi pegawai maupun organisasi dan manfaatnya lebih besar dibandingkan dengan biaya, atau usaha lain yang diperlukan dalam proses rotasi tersebut.

1.2 TUJUAN
Tujuan dari penyusunan makalah ini adalah menambah wawasan atau pengetahuan tentang adanya mutasi pegawai yang bekerja di perusahaan BUMN lebih spesifiknya di Perusahaan Listrik Negara atau PT PLN (PERSERO).

II RUMUSAN MASALAH

2.1 Apakah yang dimaksud dengan mutasi pegawai ? 2.2 Mengapa dilakukan mutasi pegawai ? 2.3 Apa tujuan dilakukan mutasi pegawai? 2.4 Apa landasan peraturan mutasi pegawai ? 2.5 Apa syarat-syarat terjadinya mutasi pegawai ? 2.6 Bagaimana langkah-langkah mutasi kerja ? 2.7 Apa saja hambatan dan upaya dalam melaksanakan mutasi kerja ?

III PEMBAHASAN

3.1 Mutasi Pegawai
Menurut Perjanjian Kerja Bersama (PKB) untuk tahun 2010-2012 pada bagian pertama tentang definisi dan singkatan,mutasi adalah pemindahan Pemangku Jabatan dari satu Sebutan Jabatan ke Sebutan Jabatan lain baik intern maupun antar Unit yang berupa Promosi, Rotasi dan Demosi berdasarkan prinsip yang transparan dan berkeadilan.

3.2 Sebab diadakan Mutasi Pegawai
Mutasi pegawai terjadi karena untuk memenuhi kebutuhan perusahaan dalam rangka meningkatkan kinerja pegawai, memperbaiki hubungan kerja, dan diharapkan mampu menimbulkan semangat baru karena pegawai akan medapatkan suasana baru,tidak melulu mengerjakan tugas yang sama, sehingga diharapkan muncul inovasi dan kreasi baru pada pegawai.Hal-hal itulah esensi diadakannya mutasi pegawai.

3.3 Tujuan dilakukan Mutasi Pegawai
3.3a Memperbaiki Kinerja Mutasi seorang pegawai diharapkan dapat memperbaiki kinerjanya dalam menjalankan tugas-tugasnya. Jika di kantor sebelumnya menunjukkan etos kerja yang kurang baik saat menjabat, diharapkan dengan dilakukan mutasi ini dapat memperbaiki kinerja pegawai yang bersangkutan. Dengan kinerja yang baik maka akan membuat budaya organisasi yang kondusif dan mengarah kea rah yang positif. Dampak baik lain yang timbul akibat mutasi pegawai adalah pegawai akan lebih menghargai suatu wewenang dan tanggung jawab yang diberikan oleh atasan atau manajer.

3.3b Meningkatkan Kinerja Selain untuk memperbaiki kinerja pegawai yang dimutasikan. Tujuan dilakukan mutasi ini adalah untuk meningkatkan kinerja pegawai agar bisa lebih terampil.Bagi pegawai yang akan dimutasikan akan merasa mempunyai tanggung jawab yang lebih besar atas tugas dan wewenangnya, bukan berarti etos kerja sebelumnya tidak baik melainkan semata-mata guna sebagai pelatihan bagi pegawai yang bersangkutan. Tidak dapat dipungkiri sifat dari satu individu dengan individu lain berbeda maka hal ini akan meningkatkan kinerja bagi pegawai yang dimutasi karena mendapat lingkungan baru.

3.3c Memperdalam Kompetensi Tentunya setiap kantor mempunyai kondisi dan keadaan yang berbeda baik dari segi fisik kantor, lingkungan kerja, keadaan para pegawai, dll. Disinilah bagi pegawai yang dimutasikan kerjanya akan mendapat ilmu yang baru sehingga meningkatkan kompetensi dirinya. Jika seorang pegawai lebih memperdalam kompetensinya maka akan mendapatkan keuntungan yang sangat baik bagi pegawai yang dimutasikan karena mendapatkan ilmu yang baru dampak dari lingkungan yang baru tersebut sehingga lenih terampil dalam bidang pekerjaan yang dikuasai oleh pegawai yang dimutasikan tersebut.

3.4 Peraturan Mengenai Mutasi Pegawai
Setiap perusahaan memiliki peraturan tersendiri dalam mengatur rotasi pegawai di organisasinya, pun demikian halnya dengan PLN. Keputusan Direksi PT PLN (Persero) Nomor : 004.K/DIR/2006 Tentang Mutasi Jabatan di Lingkungan PT PLN (Persero) merupakan landasan hukum bagi lahirnya keputusan rotasi pegawai di PLN. Mengacu pada Keputusan Direksi PT PLN (Persero) Nomor : 004.K/DIR/2006 Tentang Mutasi Jabatan di Lingkungan PT PLN (Persero), mutasi jabatan dimaksudkan sebagai salah satu cara pelaksanaan pembinaan pegawai dalam meningkatkan kompetensi individu, dan pengkayaan pengenalan terhadap kebutuhan kompetensi jabatan.

3.5 Syarat-syarat Mutasi Pegawai
Mutasi pegawai juga ada syaratnya. Jika seorang peagawai tidak memenuhi syarat maka tidak bisa dimutasi. Mutasi dapat dilakukan apabila memenuhi serangkaian persyaratan diantaranya, diusulkan oleh atasan yang bersangkutan apabila mutasi intern unit, dan masa kerja pada jabatan terakhir atau peringkat gaji terakhir, paling sedikit satu tahun enam bulan. Mutasi pegawai atau karyawan akan menimbulkan suatu perubahan baik bagi pegawai itu sendiri maupun bagi organisasi.

3.6 Langkah-langkah Mutasi Kerja
Dibawah ini akan diuraikan langkah-langkah mutasi kerja pegawai di PT.PLN (Persero) : 1. Mengajukan PT.PLN (Persero) APJ hanya bisa mengajukan atas pegawai yang akan dimutasikannya ke kantor PT.PLN distribusi. Sebelum mengajukan kepada kantor induk di kantor PT.PLN (Persero) APJ, dilakukan rapat besar terlebih dahulu. Pada rapat itu harus terdapat manajer dan HDR. Perlu diadakan pertimbangan-pertimbangan sebelum diajukan. Karena tidak hanya semata memutasikan pegawai begitu saja. Harus diperhatikan dampak dari pegawai yang bersangkutan untuk dimutasikan. Pada saat keputusan itu telah ditetapkan maka divisi bagian HRD mengajukan pernyataan mengenai mutasi pegawai kepada PT.PLN (Persero) Distribusi, tentunya diajukan kepada bagian HRD yang ada di kantor induk. Ada dua jenis pengajuan yang bisa dilaksanakan di PT.PLN (Persero),yaitu : a. Oleh Atasan Dengan segala pertimbangan atasan melalui rapat besar dengan divisi HRD , pegawainya dapat dimutasikan ke kantor lain yang telah ditentukan. Bagi calon pegawai yang akan dimutasikan harus menerima dari keputusan yang telah disepakati rapat besar tersebut. Tentunya ini dilakukan dengan mengajukan ke PT.PLN ( Persero) Distribusi yang dilakukan oleh divisi HRD di PT.PLN ( Persero) APJ.

b. Oleh Diri Sendiri Selama menjadi pegawai PLN, diri pribadi bisa mengajukan mutasi kerja dengan ketentuan yang berlaku yaitu bisa pindah tempat kerja 2 ( dua) kali selama menjadi pegawai. Tetapi pengajuan ini harus disertakan alasan-alasan yang tepat dan bisa diterima oleh atasan. Hal yang sering terjadi mengenai alasan pribadi adalah dengan alasan sakit yang mana tempet kerja harus berdekatan dengan layanan kesehatan seperti Rumah Sakit dan memerlukan pelayanan kesehatan yang ekstra sehingga mutasi ini perlu dilakukan guna memenuhi kesejahteraan pegawai PT.PLN (Persero). Selain itu bagi pegawai yang berjenis kelamin wanita mengajukan mutasi kerja karena ikut suami. Bagi suami yang pindah tempat tinggal yang jauh misalnya ke luar kota secara otomatis istri mengikuti suami dan mengajukan mutasi kerja ke daerah suaminya yang baru.

2. Proses Atas Pengajuan Setelah divisi HRD di PT.PLN (Persero) APJ mengajukan kepada divisi HRD PT.PLN (Persero) Distribusi maka di kantor ini pengajuan itu akan diproses. Dari pengajuan-pengajuan yang diberikan dari PT.PLN (Persero) APJ akan dipelajari secara detail. Namun di kantor PT.PLN (Persero) Distribsi akan mempercayai atas pengajuan yang diberikan karena di kantor PT.PLN (Persero) APJ telah dilakukan rapat besar sehingga pengajuan ini tidak lama akan diproses dan akan di ACC. Namun di kantor PT.PLN (Persero) Distribusi juga akan mengadakan rapat terlebih dahulu untuk menjaga sikap transparan kepada semua pegawai agar tidak terjadi kecemburuan social antar pegawai. Dari hasil rapat itu maka keputusan akan didapatkan mengenai pengajuan itu.

3. Diresmikan atau Ditetapkan Setelah mengadakan rapat di PT.PLN (Persero) Distribusi mengenai pengajuan mutasi kerja pegawai maka keputusan telah didapat. Dari pengajuan yang diterima akan dikeluarkan pernyataan dari divisi HRD PT.PLN (Persero) Distribusi mengenai mutasi kerja pegawai yang akan dimutasikan dan disahkan oleh pemimpin PT.PLN (Persero) Distribusi.

3.7 Hambatan dan Upaya dalam Mutasi Kerja
Tidak terlalu terdapat hambatan dalam melakukan mutasi kerja pegawai tentunya ada perencanaan atau alasan dalam melakukan mutasi kerja pegawai ini. Namun disamping itu kantor sebelumnya atau tempat kerja pegawai sebelum dilakukan mutasi kerja harus secepatnya ada pengganti untuk menunjang pelaksanaan operasional kantor yang sebelumnya. Maka dari itu upaya yang dilakukan adalah mencari pegawai lain secepatnya untuk menggantikan pegawai yang telah dimutasikan kerjanya terlebih jika kedudukan di kantor sebelumnya penting atau diatas dalam struktur organisasinya seperti manajer, asisten manajer atau supervisor. Bahkan bisa terjadi mutasi kerja pegawai akan ada pegawai lain yang akan dimutasikan untuk menggantinya. Dengan kata lain bisa terjadi ada dua orang pegawai yang akan dimutasikan kerjanya.

IV PENUTUP

4.1 Kesimpulan
Mutasi pegawai pada PT.PLN (Persero) ditentukan pada Perjanjian Kerja Bersama (PKB) yang meliputi promosi,rotasi dan demosi berdasarkan prinsip yang transparan dan berkeadilan. Mutasi pegawai juga memiliki syarat-syarat agar mutasi dapat dilaksanakan. Mutasi pegawai dilaksanakan sesuai dengan Keputusan Direksi PT PLN (Persero) Nomor : 004.K/DIR/2006 Tentang Mutasi Jabatan di Lingkungan PT PLN (Persero).Pegawai diharapkan mampu mengambil esensi dan manfaat dari tujuan diadakannya mutasi pegawai ini dan diharapkan dapat menimbulkan semangat, inovasi, kreasi baru sehingga akan menambah kemampuan etos kerja dan memajukan perusahaan.

4.2 Saran
Demikian makalah ini dibuat dengan semampu penulis. Tentunya tidak ada yang sempurna, maka dari itu saran dan kritik yang bersifat membangun diperlukan penulis untuk pembuatan makalah selanjutnya semoga bisa lebih baik. Penulis mohon maaf apabila terjadi kesalahan penulisan dan kesalahan informasi. Penulis juga mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah membantu menyelesaikan pembuatan makalh ini.

V DAFTAR PUSTAKA
Perjanjian Kerja Bersama (PKB) antara PT.PLN (Persero) dengan serikat Pekerja PT.PLN (Persero) Nomor : 140-1.P-J/040/DIR/2010 / Nomor : DPP-002.PJ/SP-PLN/2010 Periode Tahun 2010-2012. Ismai Yuyun,Pelaksanaan Kerja Praktek,unikom. http://www.pln.co.id/uipringsulmapa/?p=738 . Jurnal Manajemen, oleh Denny, Minggu 25 November 2007. Serikat Pekerja PT.PLN (Persero) official website.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->