P. 1
beban pembuktian

beban pembuktian

|Views: 25|Likes:
Published by Alfi Luthfan

More info:

Published by: Alfi Luthfan on Nov 03, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/02/2014

pdf

text

original

http://anitasilalahi.wordpress.

com/2013/04/19/beban-pembuktian-terbalik-dalamperampasan-aset-pada-tindak-pidana-pencucian-uang/

Beban Pembuktian Terbalik dalam Perampasan Aset pada Tindak Pidana Pencucian Uang
Posted on pril 19! 2013 " #ea$e a comment

Pencucian uang merupakan tindakan %ang melanggar hukum karena pendapatan atau keka%aan %ang didapat dari hasil ke&ahatan dirubah men&adi dana %ang seolah-olah berasal dari sumber %ang sah/legal. 'u&uann%a antara lain untuk: (a) *en%embun%ikan uang/keka%aan %ang diperoleh dari ke&ahatan+ (b) *enghindari pen%elidikan dan/atau tuntutan hukum+ (c) *enghindari Pa&ak+ (d) *eningkatkan keuntungan dengan cara uang ilegal diikutsertakan dalam bisnis legal. ,alam praktekn%a, orang-orang %ang melakukan white collar crimecenderung untuk melakukan kejahatan yang sama berulang kali &ika dia menganalis secara ekonomi keuntungan yang akan diperolehnya akan lebih besar daripada biaya yang dikeluarkan. -euntungan itu diperhitungkan dari kemungkinan bia%a bila tertangkap dan terbukti melakukan ke&ahatan serta besarn%a hukuman %ang akan di&atuhkan. .ila bia%a ke&ahatan %ang telah diperhitungkan lebih rendah dibandingkan keuntungan %ang akan didapat saat melakukan ke&ahatan tersebut! maka orang tersebut akan merespon dengan melakukan ke&ahatan %ang sama./10 -e&ahatan pencucian uang sebagai salah satu white collar crimes, apabila dilakukan penindakan dengan menggunakan hukum kon$esional melalui cara 1follow the suspect2 akan sulit mengungkap identitas pelaku pencucian uang. lasann%a bila diperhitungkan dari sisi ekonomi kurang berhasil dalam mengembalikan keuangan negara atau pihak yang dirugikanantara lain karena:/20 1. Sebagai tindak pidana %ang terorganisir! tindak pidana pencucian uang tentu melibatkan oknum pe&abat dan cukong pen%andang dana! biasan%a disebut dengan sindikat atau &aringan. 3amun di pengadilan! keban%akan %ang dihukum adalah pelaku lapangan! sementara oknum pe&abat dan cukong %ang mendalangi hampir tidak ada %ang ter&erat./30 2. 4arta atau aset %ang diambil oleh pelaku tindak pidana pencucian uang sulit untuk dilacak secara utuh lagi keberadaann%a karena pelaku telah berusaha men%embun%ikan atau men%amarkan asal usuln%a dengan melakukan rein$estasi hasil ke&ahatan ke dalam bisnis %ang sah.

5alah satu contoh penanganan ke&ahatan korupsi pencucian uang %ang ban%ak mendapat kiritik dan soroton ta&am dari mas%arakat adalah kasus

-epolisian berhasil men%ita 9p. -emudian pada tingkat banding/:0! 7a%us dipidana pen&ara selama 10 tahun dan denda 9p. -ata 1beban2 ditekankan bukan pada alat buktin%a tapi pada siapa %ang berhak untuk melakukan.ma6ia pa&ak 7a%us 'ambunan karena pengenaan sanksi %ang di&atuhkan dianggap tidak sesuai dengan rasa keadilan. 2. sas beban pembuktian terbalik sempat men&adi perdebatan pan&ang akibat anggapan bahwa asas ini melanggar hak-hak dasar seseorang %ang dibentengi oleh asas praduga tak bersalah (presumption of innocence). :00 &uta. -endala %ang disampaikan oleh -apolri <endral Polisi 'imur Pradopo bahwa untuk menggunakan beban pembuktian terbalik perlu rekomendasi dari pengadilan dan sampai saat ini! upa%a pembuktian terbalik belum diatur secara tegas dalam undang-undang sehingga hal tersebut belum dapat dilakukan kecuali bila ada putusan hakim %ang men%atakan hal tersebut. 84 miliar bersama PP '-! . =emar 5enoad&i adalah pergeseran bukan pembalikan beban pembuktian. Polemik ini sudah ter&adi se&ak tahun 1981! %ang menurut istilah almarhum Pro6. 10 miliar dari 9p. Pasal-pasal %ang berkaitan dengan pembalikan beban pembuktian atau pembuktian terbalik sebenarn%a tidak dikenal dalam se&arah negara-negara %ang mengakui sistem hukum pidana pada negara nglo 5a@on dan Aropa -ontinental. Prinsip-prinsip di negara demokrasi %ang men&un&ung tinggi rule of law! salah satu karaktern%a ialah presumption of innocence.P-P! dan -P-. miliar %ang tersebar di berbagai rekening bank dan sebagian besar diduga telah habis untuk men%uap para aparat penegak hukum. Pada -B4P atau -B4 P di negara-negara -ontinental atau dari doktrin-doktrin nglo 5a@on khususn%a untuk korupsi! sampai sekarang belum pernah menemukan delik mengenai pemberlakuan pembalikan beban pembuktian! kecuali suap (bribery).P-! . . Pada tingkat pertama/40! 7a%us di$onis han%a 8 tahun pen&ara dan denda 9p. Pembuktian negati6 menurut International Covenant on Civil and Political Rights (>??P9) berarti tetap menghargai hak untuk tidak mempersalahkan diri sendiri dari seorang tersangka atau terdakwa. 300 &uta. . <adi! amanah dari >??P9 ini adalah penekanan dari berlakun%a non self-incrimination! bagian dari perlindungan 4 * (right to remind silence).alam sistem acara pidana terkait dengan pembuktian! non self incrimination dikenal dengan istilah pembuktian negati6. 5ementara polisi &uga sedang men%elidiki aset 7a%us lainn%a sebesar 9p. Pada kasus 7a%us tercium aroma kolusi %ang kental sehingga tidak digunakan mekanisme beban pembuktian terbalik. 5anksi ini tidak sebanding dengan harta %ang dimiliki 7a%us %ang dilansir di berbagai media.

.i negara-negara nglo 5a@on pun suap %ang men&adi kendala! makan%a lalu keluar istilah grati6ikasi %ang kemudian diadopsi di >ndonesia. . .ir&en Pa&ak <akarta 'u&uh.ahas%im diminta membuktikan transaksi %ang mencapai 9p932 miliar di rekeningn%a dan keluargan%a! namun ia mengatakan sama sekali tidak tahu &umlah tersebut !arena pengelolaan dana !euangan yang dimili!inya tida! lebih dari Rp" #$ miliaran dalam bentu! investasi.. -ini sebagai terobosan digunakan cara ker&a %ang mengedepankan upa%a mengikuti aliran uang (follow the money)! %akni denganmeneliti aliran dana dari hilir ke hulu. . . .ahas%im terbukti menerima hadiah dari wa&ib pa&ak -artini *ul%adi senilai 9p1 miliar! saat men&abat -epala -antor Pemeriksaan dan Pen%idikan Pa&ak <akarta pada . 2) 4asil ke&ahatan sebagai darah %ang menghidupi tindak pidana itu sendiri (live bloods of the crime) dapat dike&ar dan disita lebih ban%ak sehingga semangatn%a untuk mengulangi perbuatan %ang sama akan berkurang.ahas%im ssi6ie %ang di$onis 10 tahun pen&ara dan denda 9p. Dilihat dari teori Analisis Ekonomi pada Hukum.uah keberhasilan dari penerapan pembuktian terbalik pada tindak pidana pencucian uang ini dapat dilihat pada kasus . .ari perkara tindak pidana korupsi di >ndonesia! suap dikatakan sebagai ke&ahatan %ang sulit pembuktiann%a (invisible crime). 'ahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan 'indak Pidana Pencucian Bang (selan&utn%a disebut BB 3o. dengan “Follow the Money” banyak keuntungan yang didapat antara lain:[6 1) <angkauann%a lebih &auh karena dari aliran dana bisa terkuak aktor intelektual pencucian uang dan melakukan proses hukum %ang lebih luas./80 3) *enge&ar dan men%ita harta keka%aan hasil ke&ahatan akan memperlemah pelaku dan sindikatn%a sehingga tidak lagi membaha%akan kepentingan umum. 'ahun 2010). 2:0 &uta oleh *a&elis 4akim Pengadilan 3egeri <akarta 5elatan pada 9abu 2 Cebruari 2009. Follow The oney dan Pembuktian 'erbalik *en%ikapi ken%ataan sulitn%a penegakan hukum! Pemerintah men%usun terobosan di dalam BB. !etidakmampuan "ahasyim membuktikan hartanya membuat 4akim men%atakan dirin%a melanggar Pasal 11 BB 3o 20 tahun 2001 tentang 'indak Pidana -orupsi dan Pasal 3 %at 1 huru6 a BB 3o 1: 'ahun 2002 tentang 'indak Pidana Pencucian Bang. 3o.

.engan 1follow the money2 dan beban pembuktian terbalik sebagaimana %ang diterapkan dalam kasus . Pasal .alam hal terdakwa dapat membuktikan bahwa ia tidak melakukan tindak pidana korupsi! maka pembuktian tersebut dipergunakan oleh pengadilan sebagai dasar untuk men%atakan bahwa dakwaan tidak terbukti. . ana!.ahas%im maka seharusn%a sanksi %ang di&atuhkan kepada 7a%us dapat lebih maksimal.ndang-undang /omor +( Tahun (000 tentang Tinda! Pidana &orupsi dan Pasal . %at (2)! .alam Bndang-undang 3omor 20 'ahun 2001! Pasal 38 a%at (1)! dikatakan bahwa: 1terda!wa mempunyai ha! untu! membu!ti!an bahwa ia tida! mela!u!an tinda! pidana !orupsi2.ari kasus ini nampak &elas secara analisis ekonomi pada hukum bahwa dengan menggunakan beban pembuktian terbalik e#ekti# dalam mengembalikan kerugian negara akibat korupsi dan pencucian uang. . dan Pasal (# . .. dan harta benda setiap orang atau !orporasi yang diduga mempunyai hubungan dengan per!ara yang dida!wa!an2. Pasal (. Pasal (-.eban Pembuktian 'erbalik di >ndonesia 9uang pemberlakuan asas beban pembuktian terbalik di >ndonesia diatur dalam beberapa undang-undang! antara lain: Bndang-Bndang 3omor 31 'ahun 1999 &o.eban pembuktian terbalik bisa dikatakan setengah hati! dengan tetapmembebankan pembuktian kepada jaksa penuntut umum. . $amun pelaksanaan pembuktian terbalik ini lemah! karena meskipun seseorang telah gagal membuktikan asal-usul harta keka%aann%a %ang patut dicurigai dari hasil tindak pidana! jaksa sebagai penuntut umum tetap memiliki ke%ajiban untuk membuktikan dak%aannya di pengadilan . 4al tersebut tertuang dalam Pasal 38 a%at (3)! %ang men%ebutkan bahwa! 1&etentuan sebagaimana dima!sud dalam ayat '() dan ayat '*) merupa!an tinda! pidana atau per!ara po!o! sebagaimana dima!sud dalam Pasal *. meski si terdak%a gagal membuktikan asal&usul kekayaannya .. Pada pasal 38 a%at (1) dan (2)! lebih menguatkan posisi beban pembuktian terbalik tersebut! dengan menegaskan bahwa! 1Terda!wa wa%ib memberi!an !eterangan tentang seluruh harta bendanya dan harta benda istri atau suami.sampai ..alam hal terdakwa tidak dapat membuktikan tentang keka%aan %ang tidak seimbang dengan penghasilann%a atau sumber penambahan keka%aann%a! maka keterangan sebagaimana dimaksud dalam a%at (1) digunakan untuk memperkuat alat bukti %ang sudah ada bahwa terdakwa telah melakukan tindak pidana korupsi. Pasal +. Pasal (+. Bndang-undang 3omor 20 'ahun 2001 tentang Pemberantasan 'indak Pidana -orupsi.

sehingga penuntut umum tetap berkewajiban untuk membuktikan dakwaannya2. 5elan&utn%a pengaturan tentang pembuktian terbalik dalam Bndang-Bndang 3omor 2.ebas dari -orupsi! -olusi! dan 3epotisme! secara &elas &uga telah memberikan amanat agar pen%elenggara negara men&elaskan asal-usul keka%aann%a apabila dimintai keterangan oleh -omisi Pemeriksa -eka%aan Pen%elenggara 3egara (-P-P3). Progresi$itas hukum harus dipandang sebagai proses pengembangan dan pembangunan hukum %ang tidak sekedar sebagai wu&ud pelaksanaan aturan! namun sebagai perwu&udan esensi dasar hukum sebagai sarana manusia untuk memperoleh kebahagiaan dan keadilan secara utuh. <ika s%stem aturan hukum telah menghalang-halangi proses pencarian keadilan mas%arakat! maka adalah keharusan kita untuk mencari &alan keluar dengan memberlakukan asas pembuktian terbalik sebagai wu&ud keberpihakan hukum di 3egara kita. Persoalan korupsi! penggelapan dan pencucian uang 3egara %ang dilakukan oleh pen%elenggara 3egara! merupakan tindakan ke&ahatan %ang telah menyerang rasa keadilan masyarakat. terda!wa wa%ib membu!ti!an bahwa 2arta &e!ayaannya bu!an merupa!an hasil tinda! pidana.0 Pertama! 6iloso6i dan si6at dasar hukum adalah bahwa ia ada bukan untuk dirin%a sendiri! namun hukum ada untuk memberikan rasa nyaman dan keadilan bagi manusia.isamping itu! dalam pasal 18 a%at (2) huru6 e! disebutkan bahwa! 11i!a dianggap perlu. atau nepotisme selama men%abat sebagai Penyelenggara /egara.2 Dari sisi teori hukum progresi#! pelaksanaan mekanisme beban pembuktian terbalik pada kasus pencucian uang dapat dikuatkan dalam beberapa alasan! antara lain : /. selain meminta bu!ti !epemili!an sebagian atau seluruh harta !e!ayaan Penyelenggara /egara yang diduga diperoleh dari &orupsi.ersih dan .alam Pasal 88 Bndang-Bndang 3o. . %uga meminta pe%abat yang berwenang membu!ti!an dugaan tersebut sesuai dengan !etentuan peraturan perundang-undangan yang berla!u2. !olusi.ndang-undang ini.dengan Pasal (* .ntu! !epentingan pemeri!saan di sidang pengadilan. 'ahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan 'indak Pidana Pencucian Bang din%atakan: 1. Bntuk itu! aturan hukum %ang bersi6at status Duo! perlu untuk ditin&au ulang dengan tidak han%a terpatok kepada aturan-aturan teks semata. 'ahun 1999 tentang Pen%elenggaraan 3egara %ang . . . Kedua! &ika kita memaknai tindakan pen%alahgunaan uang 3egara! sebagai ke&ahatan luar biasa (e3tra ordinary crime)! maka sepatutn%a pulalah asas pembuktian terbalik diberlakukan sebagai cara %ang luar biasa pula! meski .

>ni bertu&uan membangun buda%a hukum dan keperca%aan mas%arakat dalam penegakan hukum. #ogika hukum (logic of law)! adalah sebagai upa%a hukum luar biasa untuk menutup kelemahan lembaga penuntut kita %ang cenderung lemah dalam men%elesaikan perkara korupsi. 5elain itu! perlu perubahan baik di dalam hukum acara pidana maupun peraturan pendukung lainn%a. 2) Organ ?ara e6ekti6 memberantas tindak pidana pencucian uang adalah ker&asama %ang e6ekti6 di antara aparat penegak hukum! dengan dibekali pemahaman %ang sama dan keahlian dalam melakukan financial investigation.bertentangan dengan prinsip-prinsip praduga tak bersalah. . Pemerintah telah mengeluarkan >nstruksi Presiden 3omor 1 'ahun 2011 dan 3omor 2 'ahun 2011! untuk penggunaan metode pembuktian terbalik dalam menge6ekti6kan penegakan hukum tindak pidana korupsi dan pencucian uang.engan demikian! upa%a pemberlakukan beban pembuktian terbalik! &uga harus kita maknai sebagai upa%a hukum luar biasa dalam membangun sistem pen%elenggaraan 3egara %ang bebas dari -olusi! -orupsi dan 3epotisme. . ) !egal "ulture Para pen%elenggara membuktikan political will %ang kuat untuk memberikan tauladan dalam pemberantasan tindak pidana korupsi dan pencucian uang! salah satun%a dengan memberikan #aporan -eka%aan Pe&abat 3egara. Dengan menyerap aspirasi masyarakat tersebut berdasarkan teori Hukum 'esponsi#./90 1) (ubstance Pengaturan beban pembuktian terbalik perlu diatur seutuhn%a dan tidak setengah hati dengan memberikan kewa&iban kembali kepada &aksa penuntut umum untuk membuktikan asal usul harta hasil tindak pidana korupsi. Pelaksanaan mekanisme beban pembuktian terbalik ini &uga mendapat respon positi6 dari lembaga kemas%arakatan! antara lain >?E! *as%arakat 'ransparansi >ndonesia! dan -oalisi *as%arakat 5ipil untuk nti -orupsi (-=*P -) %ang mendambakan adan%a perubahan citra dalam penegakan hukum di >ndonesia. Bntuk dapat menerapkan mekanisme beban pembuktian terbalik! perlu pembenahan sistem hukum.

! di merika 5erikat berdasarkan BB Pembaruan tentang Perampasan set melalui -eperdataan (?i$il sset Cor6eiture 9e6orm ct/? C9 ) 'ahun 2000 dan di >nggris dengan BB 'indak Pidana Pencucian Bang (Procedd o6 ?rime ct) 'ahun 2002. Praktik 3?. .*enindak-lan&uti >npres tersebut! Pemerintah men%usun rancangan BB Perampasan set 'indak Pidana %ang memuat dua model perampasan aset melalui sarana hukum pidana )criminal based #or#eiture$ *b+ dan sarana hukum perdata )non%con&ition based #or#eiture.$*"+ Perampasan set .ahkan! di dalam pen&ara sekalipun! organisasi ke&ahatan dapat mengendalikan akti$itas ke&ahatann%a! sedangkan ancaman hukuman mati dalam sistem hukum negara ma&u terlan&ur tidak diakui. di merika 5erikat dan >nggris! &uga di beberapa negara Bni Aropa! telah berhasil mengembalikan keuangan secara signi6ikan dari organisasi ke&ahatan! terutama %ang berasal dari ke&ahatan narkotik dan pencucian uang.A menggunakan cara perampasan melalui sarana hukum perdata (civil based forfeiture) berhasil secara signi6ikan membekukan dan merampas aset organisasi ke&ahatan. #aFimn%a! se&ak lama diakui sistem hukum perampasan aset tindak pidana melalui sarana hukum pidana (criminal based #or#eiture$ *b+ %ang dilaksanakan berdasarkan putusan pengadilan %ang telah memperoleh kekuatan hukum tetap. 3amun! pembuktian terbalik untuk menetapkan perampasan aset tindak pidana se&ak tahun 2000! telah dipraktikkan dalam sistem hukum perampasan aset tindak pidana di merika 5erikat melalui sarana hukum perdata (civil based forfeiture atau non%con&ition based #or#eiture. . #ahirn%a konsep 3?. Pengalaman . disebabkan perkembangan organisasi ke&ahatan transnasional pasca perang dingin telah meningkatkan aset organisasi ke&ahatan tiga kali P. Perkembangan itu dipandang sebagai ancaman terhadap ketenteraman dan ketertiban dunia. #angkah hukum pembuktian terbalik dengan 3?.3 negara berkembang! terutama diperoleh dari ke&ahatan narkotik dan pencucian uang.oktrin hukum pidana dan kon$ensi internasional mengenai perlindungan hak asasi manusia tidak mengakui pembuktian terbalik untuk menentukan kesalahan tersangka. Cakta tersebut membuktikan bahwa e6ek &era penghukuman tidak cukup dan tidak berhasil secara tuntas memerangi ke&ahatan transnasional.$*").

sebaliknya tidak memberikan jaminan perlindungan hak kepemilikan terdak%a atas aset yang diduga berasal dari tindak pidana. tidak perlu menunggu putusan pengadilan %ang berkekuatan hukum tetap apabila terdakwa di pengadilan tidak mampu men&elaskan asalusul asetn%a %ang diduga berasal dari tindak pidana melalui beban pembuktian terbalik. kecuali yang bersangkutan dapat membuktikan sebaliknya.ebas dari --3 .i >ndonesia! langkah hukum pembuktian terbalik diatur dalam BB 3omor . 4al itu didasarkan premis bahwa perlindungan hak terdak%a untuk dianggap tidak bersalah )praduga tak bersalah+ dan prinsipnon%sel# incrimination harus diimbangi ke%ajiban terdak%a membuktikan asal&usul aset yang dimilikinya. 5istem pelaporan harta keka%aan pen%elenggara negara %ang demikian akan memberikan dukungan signi6ikan terhadap aparat penegak hukum! termasuk -P-! dalam men%ita dan merampas aset pen%elenggara negara %ang diduga berasal dari tindak pidana. 5istem pelaporan harta keka%aan %ang telah diatur dalam BB 3omor 2.eori ini masih memberikan jaminan perlindungan hak asasi tersangka untuk dianggap tidak bersalah. . 'ahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan 'indak Pidana Pencucian Bang! BB 3omor 31 'ahun 1999 &o BB 3omor 20 'ahun 2001 tentang Pemberantasan 'indak Pidana -orupsi! BB 3omor 3: 'ahun 2009 tentang 3arkotika dan BB Pemberantasan 'eroris..karena didasarkan pada teori 'alanced Probability Principle( %ang memisahkan antara aset tindak pidana dan pemiliknya. dapun perampasan aset tindak pidana melalui 3?. *odel perampasan aset $*" dengan pembuktian terbalik tidak melanggar HA. . 'ahun 1999 tentang Pengelenggara 3egara %ang .ersih dan .eran&ak dari ken%ataan tersebut! ter&adi perubahan drastis dalam kebi&akan kriminal! khususn%a di negara ma&u! %aitu strategi perampasan aset organisasi ke&ahatan atau %ang diduga berasal dari ke&ahatan terbukti lebih ampuh sehingga dapat 1mematikan2 kehidupan organisasi ke&ahatan.i dalam sistem hukum acara pidana >ndonesia digunakan cara ?b! dan perlu menunggu waktu 400 hari untuk sampai pada putusan %ang memperoleh kekuatan hukum tetap. 5esungguhn%a! pembuktian terbalik melalui ?. di >ndonesia akan lebih mudah dilaksanakan &ika sistem pelaporan harta kekayaan penyelenggara negara telah dilaksanakan secara konsisten dan sistemik. dan 3?. .

/aktu . Penggunaan model perampasan ?. dan 3?. Eaktu 90 hari itu memang sangat singkat! namun pihak %ang berwenang itu dapat menggunakan asas pembuktian terbalik! maka waktu itu masih cukup memadai. Gang penting ada kemauan dari aparat penegak hukum untuk menuntaskan status hukum 4arta -eka%aan.masih perlu dire$isi dan diperkuat dengan sistem pembuktian terbalik &ika ditemukan bukti awal (prima facie evidence) aset pen%elenggara diduga berasal dari tindak pidana. Pemerintah telah men%usun 9BB P -! menggunakan model perampasan ?. secara bersamaan memerlukan dukungan sumber da%a manusia dan anggaran %ang memadai.alam pembuktian terbalik! terkandung kemudahan dan kecepatan %ang sangat dibutuhkan dalam penangan tindak pidana pencucian uang! korupsi! dan pen%uapan.. Bntuk tu&uan perampasan aset dengan cara ?. <ika sistem pelaporan harta keka%aan! sistem klari6ikasi! dan sistem $eri6ikasi aset pen%elenggara negara ber&alan baik se&ak diberlakukan BB 3omor 2. melalui pembuktian terbalik diperlukan database harta keka%aan pen%elenggara negara %ang akurat! serta data wa&ib pa&ak %ang akurat dari semua warga negara ataupun orang asing. bersamaan. >ni berarti! selama 90 hari status 4arta -eka%aan apakah akan disita untuk negara atau sebalikn%a harus mempun%ai kekuatan hukum %ang &elas./2010 serta pen&elasann%a telah memberikan batasan waktu %ang &elas! %aitu ditingkat pen%idikan! penuntutan! dan pemeriksaan di pengadilan pihak-pihak %ang berwenang dapat memerintahkan pemblokiran 4arta -eka%aan paling lama 30 hari ker&a. 'ahun 1999! maka peristiwa 7a%us 'ambunan se&ak lama dapat dicegah. dan 3?. dan 3?. 4al ini se&alan dengan pandangan teori Analisis Ekonomi pada Hukum %ang mendukung e6isiensi pelaksanaan hukum demi kepentingan negara dan pihak lain %ang dirugikan 5ecara implisit! Pasal 81 a%at (1) dan (3) BB 3o. <ika tidak! maka &angan diharapkan aspirasi pembuktian terbalik terhadap aset %ang diduga berasal dari ke&ahatan dapat dicapai dalam waktu dekat. *encuatn%a kasus 7a%us merupakan momentum %ang mendorong pemerintah mempertimbangkan secara serius pemberlakuan 9BB Perampasan set -e&ahatan (9BB P -). 3amun! %ang terpenting dari pemberlakukan BB tersebut adalah masih diperlukan ketentuan lain %ang mengatur khusus sistem chec! and balancesagar BB baru tersebut tidak disalahgunakan untuk kepentingan politik dan tidak rentan dari suap dan --3./100 Bntuk dapat merampas kembali aset %ang disembun%ikan para koruptor >ndonesia di luar negeri! maka paling tidak diperlukan dua s%arat utama: .

engan kata lain! pihak %ang .alam kasus ini! negara bukan beperkara dengan orang! melainkan asetn%a.1) >ndonesia harus mempun%ai sistem peradilan %ang &elas dan tegas melawan korupsi (dalam hal ini BB -orupsi! -P. -onsep 1pen%itaan2 menurut hukum pidana >ndonesia di&elaskan dalam -B4 P (hukum acara) >ndonesia! antara lain dalam Pasal 1! butir 1H. palagi! standar pembuktian pidana dinilai sulit. >ndonesia adalah %ang meminta (re4uesting state)! atau 1negara korban2! dan negara lain tersebut adalah %ang kita minta bantuann%a (re4uested state)! 1negara tempat aset2.elanda) adalah: suatu pidana tambahan %ang dapat di&atuhkan oleh hakim! bersama-sama dengan pidana pokok (di .elanda dapat &uga di&atuhkan secara tersendiri oleh hakim). *engenai tata cara perampasan aset sebelum melakukan perampasan!<aksa gung %ang diwakili &aksa pengacara negara terlebih dahulu menga&ukan permohonan perampasan kepada ketua pengadilan negeri. Perampasan aset tindak pidana Perampasan aset dikenal dalam hukum pidana >ndonesia melalui Pasal 10 b (pidana tambahan) -B4P dan selan&utn%a diatur lebih lan&ut dalam pasalpasal 39-42 -B4P. . 5etelah ada putusan pengadilan! aset diserahkan kepada lembaga %ang disebut . Pen%itaan ini &uga dipakai dalam 9BB P dalam arti 1pemblokiran2 (Pasal . . -onsep hukum (legal concept) perampasan aset menurut hukum pidana >ndonesia (dan .dan Pengadilan 'ipikor)+ 2) >ndonesia mempun%ai undang-undang %ang &elas dalam 1merampas kembali2 aset %ang dicuri oleh para koruptor (baik aset %ang disembun%ikan di dalam negeri! maupun di luar negeri) >ndonesia tidak akan dapat begitu sa&a meminta/merampas aset koruptor >ndonesia di luar negeri! tetapi harus melalui &alur hukum negara di mana aset tersebut ditempatkan. 9ancangan undang-undang perampasan aset tindak pidana tentu harus sesuai sistem hukum di >ndonesia dan &uga diakui oleh negara-negara tempat aset (disembun%ikan) dengan memenuhi pers%aratan tentang 1rule of law2 dan 1due process of law2. . .erdasarkan pengalaman di beberapa negara! pengembalian aset melalui perdata lebih cepat dan lebih ban%ak hasiln%a. 9BB). Pasal 39 -B4P selan&utn%a mengatur barang (aset) apa sa&a %ang dapat dirampas.adan Pengelola set.erbeda dengan 1perampasan2 di mana hak milik aset berpindah permanen ke negara! tanpa kompensasi+ maka 1pen%itaan2 si6atn%a sementara.

2 ini di negara merika 5erikat di namakan &uga 1civil forfeiture2! atau 1perampasan perdata2 (menurut hukum perdata). /on-Conviction 5ased '/C5) Forfeiture -onsep baru %ang dia&ukan dalam 9BB ini adalah %ang di luar negeri (P.alam pasal tersebut! &uga disebutkan aset %ang dapat dirampas adalah benda %ang khusus dibuat atau diperuntukkan melakukan tindak pidana. ... 7reenberg! dkk) ber&udul: )tolen *sset +eco&ery.. ini diakui di luar negeri sebagai berdasarkan 1rule of law2 dan mengakui 1due process of law2. . -onsep 1perampasan 3?.) perampasan aset adalah alat %ang tangguh untuk merampas kembali hasil korupsi! terutama dalam kasus-kasus di mana hasiln%a telah ditran6ers ke luar negeri0 <adi 1Perampasan 3?.ank . . Forfeiture2! %ang dalam Pasal 1 butir 1 9BB dide6inisikan sebagai: 1I upa%a paksa (dwangmiddel) %ang dilakukan oleh negara untuk merampas aset tindak pidana berdasarkan penetapan pengadilan! tanpa dikaitkan dengan penghukuman terhadap pelakun%a2 (non conviction).ank .alam Pasal 29 9BB P disebutkan! aset %ang dapat dikenakan perampasan adalah benda atau tagihan tersangka! atau terdakwa %ang seluruh atau sebagian asetn%a diduga diperoleh dari tindak pidana! atau benda %ang telah dipergunakan secara langsung untuk melakukan tindak pidana.on% "on&iction 'ased *sset For#eiture ( pril 2009). (3?. particulary in cases where the proceeds have been transferred abroad"8 /.menguasai aset terakhir %ang dimaksud harus bisa membuktikan aset tersebut bukan hasil ke&ahatan. *enurut in6ormasi di >nternet! bab 3 dari . * -ood Practice -uide #or . . dan .unia) dikenal sebagai 13?.agian men&elaskan: buku ini akan .unia telah menerbitkan sebuah buku (oleh 'heodore 5.alam promosi buku ini (sa%a belum mempun%ain%a) dikatakan antara lain: 67 '/C5) asset forfeiture is a powerful tool for recovering the proceeds of corruption.2 ini didesain khusus untuk perampasan aset tindak pidana %ang disembun%ikan di luar negeri. -alau pemilik terakhir aset tidak bisa membuktikan dari mana perolehann%a! pengadilan bisa memutuskan disita untuk negara. 5ekali lagi! han%a e6ekti6 bilamana undang-undang perampasan 3?.

agian buku %ang dikeluarkan . set0 gar 9BB kita memang dapat diakui di negara-negara tempat aset! maka sebaikn%a kita mempergunakan bab 3! . -arena itulah di merika 5erikat! civil forfeiture atau 3?.: 1(1) 5etiap orang berhak atas perlindungan I harta benda %ang dibawah kekuasaann%a I2 4al ini antara lain berarti bahwa harta benda (keka%aan) seseorang tidak boleh secara sewenang-wenang digeledah atau dirampas (ini termasuk dalam perlindungan hukum acara pidana dan hukum pidana).. ... Civil vs Criminal Forfeiture da dua &enis perampasan %ang dipergunakan secara internasional untuk memperoleh kembali hasil korupsi! %aitu menurut hukum pidana dan menurut hukum perdata.unia ( pril 2009) ini sebagai pedoman. .) dianggap6in rem actions2! didasarkan pada 1the unlawful use of the res 'the thing). /membedakan antara perampasan menurut hukum pidana dan 3?. Perampasan menurut -B4P adalah pidana (tambahan) terhadap harta keka%aan (vermogensstraf)! %ang bermaksud untuk 1merugikan2 terpidana dengan mengurangi keka%aann%a.criminal forfeiture) disebut sebagai 1in personam forfeiture2.i merika 5erikat (%ang mendorong dipergunakann%a lembaga hukum ini untuk memerangi narkoba! dan sekarang terorisme) pada dasarn%a dipergunakan 1rules of civil procedure) (hukum acara perdata).ank . perampasan aset . 5edangkan 1civil forfeitures2 (perampasan 3?. ..i . di %urisdiksi hukum 1?i$il #aw dan 1?ommon #aw2 . ntara lain ditetapkan bahwa %ang dapat dirampas adalah: 6rights in rem and rights in personam pertaining to the ob%ects specified in a through e 'a s/d e). irrespective of its owner9s culpability2. 3amun demikian diakui pula bahwa si6atn%a sebenarn%a 14uasi-criminal2 (hampir seperti hukum pidana). Bntuk >ndonesia! maka &aminan konstitusi itu ada dalam Pasal 2.istinguishing between ?riminal Cor6eiture and 3?.. Bndang-undang (hukum) %ang cocok untuk mengantar Perampasan .1.g BB.elanda pasal-pasal tentang perampasan menurut hukum pidana ini disempurnakan bulan =ktober 1992. Perampasan menurut hukum perdata (civil forfeiture) sering pula dinamakan 1in rem forfeiture2! sedangkan perampasan menurut hukum pidana (%ang kita kenal dalam -B4P. sset Cor6eiture I in ?i$il dan ?ommon #aw <urisdiction I ppropriate #aws to >ntroduce Cor6eiture I sset 9eco$er%2. forfeiture tetap mendapat &aminan konstitusi Courth mendement! mengenai 1search and sei:ure2..

4ukum Pidana tradisional %ang bertumpu pada pertanggung&awaban pidana seorang pelaku men%ebabkan aset ilegal pelaku tidak dapat dirampas negara. Perampasan 3?.saat ini bertugas mencegah dan memberantas tindak pidana pencucian uang. >ni bukan membuka kembali kasus tersebut! karena sekarang tidaklah bertu&uan meminta pertanggung&awaban terdakwa! tetapi bermaksud untuk membuktikan asal-usul aset %ang bersangkutan. .! maka melalui proses in rem terhadap aset! harta illegal tersebut dapat dirampas. diharapkan memungkinkan perampasan hasil ke&ahatan. -e&ahatan ekonomi biasan%a diikuti dengan usaha 1pencucian uang2 (money laundering)! kalau hal ini berhasil! maka kepemilikan ('ersangka) sukar di buktikan.ari . -ewenangan PP '.. memungkinkan untuk merampas hasil ke&ahatan. 'ugas PP 'Pusat Pelaporan dan nalisis 'ransaksi -euangan (PP '-) dibentuk sebagaiFinancial Intelligence . International Centre for <sset Recovery: keuntungan prosedur perampasan asset tindak pidana melalui prosedur khusus perundang-undangan adalah dalam hal: 1) 'erdakwa telah wa6at. 3) 'erdakwa tidak dapat ditemukan dalam 1negara korban2! karena dia sudah melarikan diri keluar negeri. PP '. diharapkan dapat sangat berman6aat.&uga diperluas! antara lain dengan ditambahkan kewenangan untuk melakukan pemeriksaan laporan dan in6ormasi 'ransaksi -euangan %ang terindikasi tindak pidana .asel Institute on .diperluas.overnance. Perampasan 3?. *elalui perampasan 3?. 2) 'erdakwa bebas dalam peradilan pidana dan karena itu perampasan menurut hukum pidana tidaklah mungkin.nit atau lembaga %ang tidak berada di bawah struktur suatu lembaga pemerintah ataupun lembaga lainn%a dalam rangka men&aga independensi pelaksanaan tugas serta &aminan agar pengambilan keputusan dan pelaksanaan 6ungsin%a tidak diinter$ensi oleh pihak lain! termasuk dalam kaitan ini adalah men&aga kerahasiaan data dan in6ormasi inteli&en %ang dimiliki./110 5e&ak diundangkann%a BB 3o. 'ahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan 'indak Pidana Pencucian Bang! tugas dan kewenangan PP '. :) -etentuan daluarsa menuntut ke&ahatan korupsi (bila ada)! tidak memungkinkan pen%idikan perbuatan ini. Perampasan 3?. 4) Pemilik aset bersangkutan tidak pasti.

>/2010 tentang Penerapan nti Pencucian Bang dan Pencegahan Pendanaan 'erorisme bagi Pedagang A6ek .ank >ndonesia telah mengeluarkan Peraturan . Bntuk mengawasi pelaksanaan ketentuan BB .> 3o :/21/P. 'entang Perbankan+ 3. 'ahun 2010! PP '. 0elaksanaan 0rinsip -engenal $asabah )Know your "ustomer+ Prinsip *engenal 3asabah membantu melindungi reputasi dan integritas sistem perbankan dengan mencegah perbankan digunakan sebagai alat ke&ahatan ekonomi termasuk pencucian uang.tetap tidak memiliki kewenangan untuk melakukan pen%elidikan. -ewenangan PP '.>/2003 tentang Penerapan Prinsip *engenal 3asabah &o Peraturan 3o. *ana&emen bank harus men&amin bahwa transaksi %ang dilakukan telah sesuai dengan kode etik dan peraturan atau ketentuan %ang berkaitan dengan transaksi tersebut 'prudential system) BB 3o 10 'ahun 199. . . 5ementara untuk menganalisis in6ormasi %ang ada! PP '.alam rangka penerapan prinsip 1*engenal 3asabah2! .berwenang untuk meminta keterangan dari pihak %ang wa&ib lapor! merokemendasikan dilakukann%a pen%adapan atas in6ormasi elektronik! atau meminta pen%edia &asa keuangan untuk menghentikan sementara transaksi %ang dicurigai merupakan hasil tindak pidana.ank harus mengetahui identitas nasabah %ang akan atau sedang menggunakan &asa perbankan '!now your customer principles)> 2.diatur dalam pasal 41 sampai dengan pasal 4H BB 3o.> . Penerapan prinsip mengenal nasabah'&now =our Customer Principle) ini didasari pertimbangan bahwa prinsip ini penting dalam rangka prudential ban!ing untuk melindungi bank dari berbagai risiko dalam berhubungan dengan nasabah. maka bank harus melakukan berbagai upa%a antara lain: /120 1.12 /3/ P.alam kaitann%a dengan pelaksanaan ketentuan rahasia bank! bank harus beker&asama dengan aparat penegak hukum sesuai ketentuan %ang berlaku'ban! secrecy)" Peraturan . 'ahun 2010.diberi wewenang untuk memberikan peringatan kepada pihak %ang wa&ib lapor %ang dianggap tidak melakukan kewa&iban pelaporann%a secara benar dan merekomendasikan kepada lembaga %ang berwenang untuk mencabut iFin usaha pihak %ang wa&ib lapor tersebut. Bntuk melindungi kepentingan perbankan dan dalam hal penegakan prudential system. .pencucian uang. kan tetapi! PP '.

pabila ter&adi transaksi %ang mencurigakan! Pen%edia &asa keuangan dapat menunda transaksi selama : hari berdasarkan Pasal 2H BB 3o. <uga analisis #aporan 'ransaksi -euangan *encurigakan (#'-*) %ang berindikasi korupsi atau pen%uapan dan laporan mas%arakat dapat men&adi sumber in6ormasi pendukung.ahan -uliah *agister 4ukum! 'eori hukum! B> Press hal.. /10 4ikmahanto <uwana! .3on-. .karena melibatkan harta keka%aan %ang diduga berasal dari tindak pidana. 2-3.5el tanggal 19 <anuari 2011 /:0 3omor Putusan 0H/ P>. /30 -abareskrim Polri! Peran Polri dalam Penanggulangan >llegal #ogging! makalah sosialisasi Bpa%a Pemerintah dalam *engatasi >llegal #ogging! 200H! hal. 'u&uann%a mendukung upa%a mencegah tindak pidana pencucian uang dan pendanaan terorisme! mengacu pada standar %ang dikeluarkan oleh Financial <ction Tas! Force on oney ?aundering (C 'C).ank sing. #4-P3 bisa men&adi sumber in6ormasi adan%a laporan harta keka%aan %ang tidak wa&ar.<kt. Gang dimaksud sebagai transaksi mencurigakan adalah: /130 1) transaksi keuangan %ang men%impang dari pro6il! karakteristik atau kebiasaan pola transaksi dari nasabah %ang bersangkutan. 5elain itu! PP './2011/P3. 4asil penerapan prinsip ini adalah berupa laporan %ang sangat membantu PP '-! karena dalam men&alankan analisa perlu didukung oleh data %ang akurat mengenai transaksi %ang dilakukan nasabah. 1:2. /20Gunus 4usein! 3egeri 5ang Pencuci Bang! Pustaka <uanda 'igalima! hal. 2) 3) menghindari pelaporan transaksi transaksi %ang dilakukan/batal terkait hasil tindak pidana 4) transaksi keuangan %ang diminta PP '. dapun dasar penundaan transaksi %ang mencurigakan karena: (a) transaksi diduga terkait dengan pidana! (b) rekening digunakan nasabah untuk menampung hasil ke&ahatan! (c) nasabah menggunakan dokumen palsu.&uga dapat menggunakan data #aporan 4arta -eka%aan Pen%elenggara 3egara (#4-P3) %ang disampaikan kepada -P-./'P-/2011/P' . /40 3omor Putusan 119:/Pid.-> tanggal 29 pril 2011 . H:-H8. 'ahun 2010.

sebagai Cinancial >ntelligence Bnit! hal."alumnus Fisipol . 2.iscuss 7et >nspired 7et Polling 7et 5upport . LEAVE A REPLY • SEARCH IT 5earch 6or: 5earch •           •     RECE!T E!TRIES Pen%alahgunaan 3arkoba di -alangan 9ema&a: 5uatu Perspekti6 *uro&aJah 5urah l . :. 'his entr% was posted in 4ukum. Fra!si @emo!rat @PR-RI.niversitas . Ls.ahan -uliah *agister 4ukum B>! 19eFim nti Pencucian Bang2! 2 *ei 2011.0 4erdians%ah 4amFah! sas Pembuktian 'erbalik! 4ukum! Pidana /90 Gunus 4usein! 3egara 5ang Pencuci Bang! Pustaka <uanda 'igalima! hal. H8. mantan %urnalis SCTB.aDoroh 1 K 101 .ad%ah ada /110 Gunus 4usein! Peranan PP '. /. H2. mantan staf peneliti ?P+AS./H0 Gunus 4usein! 3egeri 5ang Pencuci Bang! Pustaka <uanda 'igalima: <akarta! hal.aerah hlan EasahlanI. 'ahun 2009 'entang Pa&ak .93 /130 Gunus 4usein! . *as%arakat 'ransparansi >ndonesia! <akarta! hal. /120 Prad&oto! 2003! encegah &ebang!rutan 5angsa.eban Pembuktian 'erbalik dalam Perampasan set pada 'indak Pidana Pencucian Bang .angga >ndonesiaku 5unrise in #i6e nalisa 5engketa *erek '=54>.aerah dan 9etribusi . '=54>* ?heers :) -omentar Pasal 9 Bni6orm ?ommercial ?ode (B??) Perlun%a Perubahan BB 3o.ookmark the permalink. /80 >bid.ugroho( Staf <hli &husus <nggota @ewan. . /100 3/ery . LI!"S .

com EordPress Planet .  #earn EordPress.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->