MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF THINK PAIR SHARE

Hafidz Husaini

Disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah IPM Dosen Pengampu : Aryo Andri Nugroho, S.Si, M.Pd Disusun oleh: (11310065)

Kelas 3I

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA FAKULTAS PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM IKIP PGRI SEMARANG 2012

BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang

Rumusan Masalah Sejalan dengan itu. Siswa dapat mengembangkan kemampuan mengungkapkan ide atau gagasan dengan kata-kata secara verbal dan membandingkannya dengan ide orang lain dan mendapatkan pemahaman dari ide yang diujinya sendiri. produktif. Indikator ini akan terwujud apabila diiringi dengan upaya peningkatan mutu dan relevansi sumber daya manusia (SDM) melalui proses pada berbagai jenjang pendidikan. belajar dipandang sebagai musuh yang patut dijauhi. belajar tidak pernah menjadi hal yang menyenangkan bagi mereka. Kelemahan Model Pembelajaran Think Pair Share . Secara berturut-turut. Interaksi yang terjadi selama pembelajaran dapat meningkatkan motivasi dan memberi rangsangan untuk berpikir sehingga bermanfaat dalam proses pembelajaran jangka panjang. takut. Salah satu model pembelajaran kooperatif yang dapat dipilih agar belajar menjadi suatu hal yang menyenagkan adalah model pembelajaran think. terutama siswa sekolah dasar. B. Pengertian Model Pembelajaran Think Pair Share B. Model pembelajaran ini dirancang untuk mempengaruhi pola interaksi siswa bersama pasangan kelompoknya untuk merumuskan jawaban dari pertanyaan yang telah diajukan guru. makalah ini mencoba memaparkan ihwal pembelajaran Think Pair Share secara relatif utuh dan lengkap agar kita dapat mengenalinya lebih baik dan mampu menempatkannya secara proporsional di antara pelbagai falsafah dan metodologi pembelajaran lainnya yang sekarang juga berkembang dan populer di Indonesia. kreatif dan memiliki sikap kepemimpinan dan berwawasan keilmuan sebagai warga negara yang bertanggung jawab. pair and share. Di dalam pembelajaran berbasis kompetensi tersebut tersirat adanya nilainilai pembentukan manusia Indonesia seutuhnya. Langkah-langkah Pembelajaran Think Pair Share C. kini belajar adalah hal yang menyenangkan dan nyaman tanpa perasaan cemas. Di kalangan umum. adalah reorientasi pendidikan ke arah pendidikan berbasis kompetensi. tulisan ini memaparkan: A.Upaya pembaharuan pendidikan sebagaimana yang tertuang di dalam Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional Tahun 2003. Kelebihan Model Pembelajaran Think Pair Share D. dan lelah dengan panduan dari pembelajaran. sebagai pribadi yang integral. menengah dan perguruan tinggi.

Pengertian Pembelajaran Think Pair Share Model pembelajaran Think-Pair. Hal ini dapat dilihat dalam langkah langkah dalam model pembelajaran ini. berpasangan ( pairing ). Teknik ini memberi kesempatan pada siswa untuk bekerja sendiri serta bekerja sama dengan orang lain. pairing. dan berbagi ( share ). dan sharing.Share (TPS) dikembangkan oleh Frank Lyman dkk dari Universitas Maryland pada tahun 1985. 2004). B. Think Pair Share (TPS) sebagai salah satu metode pembelajaran kooperatif yang terdiri dari 3 tahapan. Model pembelajaran Think-PairShare (TPS) merupakan salah satu model pembelajaran kooperatif sederhana. maka dapat disimpulkan bahwa ada tiga hal mendasar yang harus dilakukan dalam model pembelajaran Think Pair and Share antara lain. Think Pair Share (TPS) juga dapat memperbaiki rasa percaya diri dan semua siswa diberi kesempatan untuk berpartisipasi dalam kelas. Guru tidak lagi sebagai satu-satunya sumber pembelajaran (teacher oriented).” Bertitik tolak dari pengertian di atas. Dengan asumsi bahwa semua resitasi atau diskusi membutuhkan pengaturan untuk mengendalikan kelas secara keseluruhan. Model pembelajaran Think-Pair-Share (TPS) adalah salah satu model pembelajaran yang memberi kesempatan kepada setiap siswa untuk menunjukkan partisipasi kepada orang lain. untuk merespon dan saling membantu. Dengan metode klasikal yang memungkinkan hanya satu siswa maju dan membagikan hasilnya untuk seluruh kelas. Arends ( Komalasari. tetapi justru siswa dituntut untuk dapat menemukan dan memahami konsep-konsep baru (student oriented). tipe Think-Pair-Share (TPS) ini memberi kesempatan sedikitnya delapan kali lebih banyak kepada siswa untuk dikenali dan menunjukkan partisipasi mereka kepada orang lain (Lie. berfikir ( thinking ). Selain itu. dan prosedur yang digunakan dalam Think Pair and Share dapat memberi murid lebih banyak waktu berfikir. Think Pair Share (TPS) merupakan suatu teknik sederhana dengan keuntungan besar. 2004). yaitu murid melakukan diskusi dalam dua tahap yaitu tahap diskusi dengan teman sebangkunya kemudian dilanjutkan diskusi dengan keseluruhan kelas pada tahap berbagi (sharing). Alternatif proses belajar mengajar dengan model pembelajaran Think Pair and Share merupakan jenis pembelajaran kooperatif yang dirancang untuk mempengaruhi pola interaksi murid.BAB II PEMBAHASAN A. 2010: 84) mengemukakan bahwa: “Model pembelajaran Think Pair and Share merupakan suatu cara yang efektif untuk membuat variasi suasana pola diskusi kelas. Keunggulan teknik ini adalah optimalisasi partisipasi siswa (Lie. Langkah-langkah Pembelajaran Think Pair Share . yaitu thinking. Think Pair Share (TPS) dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam mengingat suatu informasi dan seorang siswa juga dapat belajar dari siswa lain serta saling menyampaikan idenya untuk didiskusikan sebelum disampaikan di depan kelas.

(2) setiap siswa memikirkan dan mengerjakan tugas tersebut sendiri. berpasangan dengan siswa lain dan mendiskusikannya. Jumlah anggota kelompok yang kecil mendorong setiap anggota untuk terlibat secara aktif. guru meminta siswa untuk memikirkan suatu topik. Siswa mempunyai kesempatan untuk membagikan hasil kerjanya kepada kelompok berempat (Lie. Sebagai contoh.Share (TPS) adalah: (1) guru membagi siswa dalam kelompok berempat dan memberikan tugas kepada semua kelompok. selanjutnya guru meminta siswa untuk memikirkan permasalahan yang ada dalam topik/bacaan tersebut. Langkah-langkah atau alur pembelajaran dalam model Think-Pair-Share (TPS) adalah: Langkah ke 1 : Guru menyampaikan pertanyaan . dan saling membantu satu sama lain. Adanya kegiatan berpikir-berpasangan-berbagi dalam metode thinkpairshare memberi banyak keuntungan. paling meyakinkan. Tahapan-tahapan dalam pembelajaran think-pair-share sederhana.Adapun langkah-langkah dalam pembelajaran Think-Pair. akuntabilitas berkembang karena setiap siswa harus saling melaporkan hasil pemikiran masing-masing dan berbagi dengan seluruh kelas. Dalam model ini. kemudian berbagi ide dengan seluruh kelas. namun penting terutama dalam menghindari kesalahan-kesalahan kerja kelompok. Dalam tahap ini. Biasanya guru memberi waktu 4-5 menit untuk berpasangan. 2004). namun penting terutama dalam menghindari kesalahan dalam kerja kelompok. atau paling unik. guru baru saja menyajikan suatu topik atau siswa baru saja selesai membaca suatu tugas. berpasangan dengan siswa lain. Think-Pair-Share (TPS) memiliki prosedur yang ditetapkan secara eksplisit untuk memberi siswa waktu lebih banyak untuk berpikir. Tahap utama dalam pembelajaran Think-Pair-Share (TPS) menurut Ibrahim (2000) adalah sebagai berikut: Tahap 1 : Thingking (berpikir) Guru mengajukan pertanyaan atau isu yang berhubungan dengan pelajaran. Siswa secara individual dapat mengembangkan pemikirannya masing-masing karena adanya waktu berpikir (think time) sehingga kualitas jawaban siswa juga dapat meningkat. guru meminta kepada pasangan untuk berbagi dengan seluruh kelas tentang apa yang telah mereka bicarakan. Dalam model ini guru meminta siswa untuk memikirkan suatu topik. sehingga siswa yang jarang atau bahkan tidak pernah berbicara di depan kelas paling tidak memberi ide atau jawaban kepada pasangannya. (3) siswa berpasangan dengan salah satu rekan dalam kelompok dan berdiskusi dengan pasangannya. menjawab. Kemudian siswa diminta untuk memikirkan pertanyaan atau isu tersebut secara mandiri untuk beberapa saat. Menurut Nurhadi (2003: 65). setiap anggota pada kelompok membandingkan jawaban atau hasil pemikiran mereka dengan mendefinisikan jawaban yang dianggap paling benar. Keterampilan berbagi dalam seluruh kelas dapat dilakukan dengan menunjuk pasangan yang secara sukarela bersedia melaporkan hasil kerja kelompoknya atau bergiliran pasangan demi pasangan hingga sekitar seperempat pasangan telah mendapat kesempatan untuk melaporkan. Tahap 2 : Pairing Guru meminta siswa berpasangan dengan siswa lain untuk mendiskusikan apa yang telah dipikirkannya pada tahap pertama. Tahap 3 : Sharing (berbagi) Pada tahap akhir. kemudian berbagi ide dengan seluruh kelas. Langkah-langkah dalam pembelajaran Think-Pair-Share (TPS) sederhana. (4) kedua pasangan bertemu kembali dalam kelompok berempat.

Langkah ini dapat dikembangkan dengan meminta siswa untuk menuliskan hasil pemikirannya masing-masing. murid tidak lagi merasa bosan ketika belajar di dalam Kelas dan kompetensi dasar yang diharapkan bisa tercapai Fadholi (2009:1) mengemukakan 5 Kelebihan Model Pembelajaran Think Pair and Share ( TPS ) sebagai berikut: Memberi murid waktu lebih banyak untuk berfikir. Langkah ke 3 : Setiap siswa mendiskusikan hasil pemikiran masing-masing dengan pasangan Aktifitas : Guru mengorganisasikan siswa untuk berpasangan dan memberi kesempatan kepada siswa untuk mendiskusikan jawaban yang menurut mereka paling benar atau paling meyakinkan. 2. 1. Langkah ke 4 : Siswa berbagi jawaban dengan seluruh kelas Aktifitas : Siswa mempresentasikan jawaban atau pemecahan masalah secara individual atau kelompok didepan kelas. C. dan menyampaikan pertanyaan yang berhubungan dengan materi yang akan disampaikan. Pelaksanaan model ini dapat dilengkapi dengan LKS sehingga kumpulan soal latihan atau pertanyaan yang dikerjakan secara kelompok. . 4. dimana tiap kelompok hanya terdiri dari 2 orang Murid memperoleh kesempatan untuk mempersentasikan hasil diskusinya dengan seluruh murid sehingga ide yang ada menyebar Memungkinkan murid untuk merumuskan dan mengajukan pertanyaan-pertanyaan mengenai materi yang diajarkan karena secara tidak langsung memperoleh contoh pertanyaan yang diajukan oleh guru. menjelaskan tujuan pembelajaran. Langkah ke 2 : Siswa berpikir secara individual Aktifitas : Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk memikirkan jawaban dari permasalahan yang disampaikan guru.Aktifitas : Guru melakukan apersepsi. dan saling membantu satu sama lain Lebih mudah dan cepat membentuk kelompoknya Murid lebih aktif dalam pembelajaran karena menyelesaikan tugasnya dalam kelompok. serta memperoleh kesempatan untuk memikirkan materi yang diajarkan. 3. Langkah ke 5 : Menganalisis dan mengevaluasi hasil pemecahan masalah Aktifitas : Guru membantu siswa untuk melakukan refleksi atau evaluasi terhadap hasil pemecahan masalah yang telah mereka diskusikan. Kelebihan Model Pembelajaran Think Pair Share Model Pembelajaran TPS merupakan salah satu model pembelajaran Kooperatif yang bisa menjadi pilihan bagi Anda yang berprofesi sebagai Guru ketika nantinya mengajar di dalam kelas. Guru memotivasi siswa untuk aktif dalam kerja kelompoknya. Semoga lewat model pembelajaran ini. 5. menjawab.

dan mengajukan pertanyaaan tingkat tinggi. 4. 5. Siswa mengikuti proses yang telah tertentu sehingga membatasi kesempatan berfikirnya melantur dan tingkah lakunya menyimpang karena mereka harus berfikir dan melaporkan hasil pemikirannya ke mitranya (Jones. Think Pair Share meningkatkan partisipasi siswa dan meningkatkan banyaknya informasi yamg diingat siswa (Gunter. Think Pair Share membantu menstrukturkan diskusi. D.tidak ada penengah Jumlah kelompok yang terbentuk banyak Menggantungkan pada pasangan Sangat sulit diterapkan di sekolah yang rata-rata kemampuan muridnya rendah. Kelemahan Model Pembelajaran Think Pair Share Model Pembelajaran TPS merupakan salah saru model pembelajaran kooperatif yang pertama kali dikembangkan oleh Frank Lyman dan Koleganya di Universitas Maryland.2005). 2. dengan Think Pair Share siswa belajar dari satu sama lain dan berupaya bertukar ide dalam konteks yang tidak mendebarkan hati sebelum mengemukakan idenya ke dalam kelompok yang lebih besar. Menurut Spencer Kagan (dalam Maesuri.2005).1999 dalam Susilo.2002 dalam Susilo. dan Para guru juga mungkin mempunyai waktu yang lebih banyak untuk berpikir ketika menggunakan Think Pair and Share. 3. 2. Fadholi (2009: 1) mengemukakan 5 Kelemahan Atau Kekurangan Model Pembelajaran Think Pair and Share ( TPS ) sebagai berikut: Jumlah murid yang ganjil berdampak pada saat pembentukan kelompok. 1. Ester dan Schwab. 2002:37) manfaat Think Pair and Share adalah: Para siswa menggunakan waktu yang lebih banyak untuk mengerjakan tugasnya dan untuk mendengarkan satu sama lain ketika mereka terlibat dalam kegiatan Think Pair and Share lebih banyak siswa yang mengangkat tangan mereka untuk menjawab setelah berlatih dalam pasangannya. Terdapat beberapa alasan mengapa perlu menggunakan Think Pair Share diantaranya. Mereka dapat berkonsentrasi mendengarkan jawaban siswa. mengamati reaksi siswa.1. 2. karena ada satu murid tidak mempunyai pasangan Jika ada perselisihan. Rasa percaya diri siswa meningkat dan semua siswa mempunyai kesempatan berpartisipasi di kelas . Model Pembelajaran ini bisa menjadi pilihan bagi Guru kelas yang memiliki jumlah murid yang sedikit karena dalam penyusunan kelompok nantinya membentuk pasangan berkelompok 2 orang saja. Para siswa mungkin mengingat secara lebih seiring penambahan waktu tunggu dan kualitas jawaban mungkin menjadi lebih baik. 1.

Teknik ini memberi kesempatan pada siswa untuk bekerja sendiri serta bekerja sama dengan orang lain. 4. BAB III PENUTUP A. berpasangan ( pairing ). Siswa dapat mengembangkan kecakapan hidup sosial mereka. tanpa tahun). (b) menjunjung akuntabilitas individu karena mau tidak mau mereka harus saling berbagi ide. maka dapat disimpulkan bahwa ada tiga hal mendasar yang harus dilakukan dalam model pembelajaran Think Pair and Share antara lain. Model pembelajaran Think-Pair-Share (TPS) merupakan salah satu model pembelajaran kooperatif sederhana. Dalam Think Pair Share mereka juga merasakan (a) saling ketergantungan positif karena mereka belajar dari satu sama lain. Kesimpulan Berdasarkan paparan di atas dapat diketahui bahwa model pembelajaran Think-PairShare (TPS) dikembangkan oleh Frank Lyman dkk dari Universitas Maryland pada tahun 1985. Dalam model ini guru meminta .3. Bertitik tolak dari pengertian di atas. berfikir ( thinking ). Keunggulan teknik ini adalah optimalisasi partisipasi siswa. dan wakil kelompok harus berbagi ide pasangannya dan pasangan yang lain atau keseluruh kelas. dan berbagi ( share ). (c) punya kesempatan yang sama untuk berpartisipasi karena seyogyanya tidak boleh ada siswa yang mencoba mendominasi dan (d) interaksi antar siswa cukup tinggi karena akan terlibat secara aktif dalam sengaja berbicara atau mendengarkan (Anonim. Think Pair Share meningkatkan lamanya “time on task” dalam kelas dan kualitas kontribusi siswa dalam diskusi kelas. Tahapan-tahapan dalam pembelajaran think-pair-share sederhana. namun penting terutama dalam menghindari kesalahan dalam kerja kelompok. karena sudah memikirkan jawaban atas pertanyaan guru. tidak seperti biasanya hanya siswa siswa tertentu saja yang menjawab.

1993 Dahar. Dave. New York. Business: Membiasakan Bisnis secara Etis dan Sehat. 2001 DePorter. Learning. New York: McGraw-Hill. Bandung: Penerbit KAIFA. Heinich. Tony. Guru dan Anak Didik dalam Interaksi Edukatif. 2001. 1087 Meier. Jakarta. 2002. B. Quantum Learning. PT Rineka Cipta. Bobbi.W. Teori-teori Belajar. 2000. Media Pembelajaran. Learning: Membiasakan Belajar Nyaman dan Menyenangkan. Jakarta. 1999. Syaiful. Penulis sadar bahwasanya makalah ini jauh dari kesempurnaan maka dari itu penulis menerima kritik dan saran untuk kesempurnaan makalah ini. Bahri Djamarah. Bandung:KAIFA LEARNING DePorter. New York: Dutton. Suggestology and Suggestopedia. Bobbi and Mike Hernacki. Bandung: Penerbit KAIFA.Bobbi. . The Min Map Book. Siswa secara individual dapat mengembangkan pemikirannya masing-masing karena adanya waktu berpikir (think time) sehingga kualitas jawaban siswa juga dapat meningkat. Optimalisasi Media Pembelajaran. The Learning Revolution: To Change the Way the World Learns. Mark Reardon. Buzan. Bobbi dan Mike Hernacki. New York: Dell Publishing. Gordon dan Jeanette Vos. The Accelerated Learning Handbook. 1996. John Wiley & Sons Lozanov. Bandung: Penerbit KAIFA. Arsyad. Rajawali Pers. dan Sarah Singer-Nourie. DePorter. George. Grasindo. Bobbi dan Mike Hernacki. Penerbit Erlangga De Porter. Selandia Baru: The Learning Web. DePorter. DAFTAR PUSTAKA Angkowo dan Kosasih. 2009. Adanya kegiatan berpikir-berpasangan-berbagi dalam metode thinkpairshare memberi banyak keuntungan. 1999. Molenda dan Russell. Dryden. 2000. Jakarta. Saran-saran Demikian makalah ini penulis sampaikan. Paris : makalah yang disajikan kepada United Nations Educational Scientific and Cultural Organization. berpasangan dengan siswa lain. Jakarta. Teaching: Mempraktikkan Learning di Ruang-ruang Kelas. Azhar. kemudian berbagi ide dengan seluruh kelas. R. 1982. 2007. 2000.siswa untuk memikirkan suatu topik. Instruksional Media and The New Technologies of Instruction.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful