P. 1
LAPORAN PENDAHULUAN DEMENSIA.doc

LAPORAN PENDAHULUAN DEMENSIA.doc

|Views: 647|Likes:
Published by Luqman Syarief
lp dimensia
lp dimensia

More info:

Published by: Luqman Syarief on Nov 05, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/16/2015

pdf

text

original

LAPORAN PENDAHULUAN DEMENSIA

A. Pengertian Demensia dapat diartikan sebagai gangguan kognitif dan memori yang dapat mempengaruhi aktifitas sehari-hari. Penderita demensia seringkali menunjukkan beberapa gangguan dan perubahan pada tingkah laku harian (behavioral symptom) yang mengganggu (disruptive) ataupun tidak menganggu (non-disruptive) (Volicer, ., !urley, A."., #ahoney, $. %&&'). (rayson ()**+) menyebutkan bah,a demensia bukanlah sekedar penyakit biasa, melainkan kumpulan gejala yang disebabkan beberapa penyakit atau kondisi tertentu sehingga terjadi perubahan kepribadian dan tingkah laku. Demensia ialah kondisi keruntuhan kemampuan intelek yang progresif setelah mencapai pertumbuhan - perkembangan tertinggi (umur %. tahun) karena gangguan otak organik, diikuti keruntuhan perilaku dan kepribadian, dimanifestasikan dalam bentuk gangguan fungsi kognitif seperti memori, orientasi, rasa hati dan pembentukan pikiran konseptual ( http /00askep-askeb- kita.blogspot.com0 ) Dimensia merupakan sindroma yang ditandai oleh berbagai gangguan fungsi kognitif tanpa gangguan kesadaran ( 1usuma, %&&2). Demensia dapat diartikan sebagai gangguan kognitif dan memori yang dapat mempengaruhi akti3itas sehari-hari. Penderita demensia seringkali menunjukkan beberapa gangguan dan perubahan pada tingkah laku harian ( 4eha3ioral 5ymptom) yang mengganggu ( destruptif ) ataupun tidak mengganggu ( non destruptif) ( http/00,,,.komnaslansia.or.id0 mengenal demensia pada lanjut usia, )**2). Dari beberapa pendapat para ahli diatas dapat dikemukakan bah,a demensia adalah suatu keadaan dimana seorang indi3idu mengalami penurunan daya ingat sehingga meyebabkan disfungsi hidup sehari-hari. 4. $tiologi Penyebab demensia menurut ( http/00,,,.mitrakeluarga.com0 demensia, )**') yaitu / %. Penurunan fungsi otak ). Parkinson

6. 7umor +. 5troke .. Al8heimer 9. Penyakit pada jaringan pembuluh otak #enurut Darmojo (%&&&) penyebab demensia yaitu / %. 1eadaan yang secara potensial re3ersible atau bisa dihentikan a. c. e. f. :ntoksikasi ( obat, termasuk alkohol dan lain-lain) (angguan metabolik (angguan 3askuler esi desak ruang b. :nfeksi susunan saraf pusat d. (angguan nutrisi

g. !idrosefalus bertekanan normal h. Depresi ). Penyakit degeneratif progesif a. 7anpa gejala neurologik lain %) Penyakit Al8heimer )) Penyakit Pick b. Dengan gangguan neurologik yang prominen %) Penyakit Parkinson )) Penyakit !untington 6) 1elumpuhan supranuklear progesif +) Penyakit degeneratif lain yang jarang didapat #enurut ;atim ( )**6), penyebab pikun antara lain/ %. ). 6. +. .. 9. 2. 7umor 7rauma :nfeksi kronis 1elainan jantung dan pembuluh darah 1elainan kongenital Penyakit Psikiatri 1elainan faali

'. &.

1elainan metabolik 1erusakan sel-sel otak

%*. <bat-obatan dan racun ". #anifestasi 1linis %. 7anda 7anda dari demensia menurut (http/00,,,.mitrakeluarga.com0 demensia, )**') antara lain/ a. c. 4icara tidak nyambung Pengetahuan tentang diri dan lingkungan menurun Dengan bertambahnya usia, kemampuan memori menurun secara ,ajar. "iri-ciri mudah lupa antara lain / a. c. #udah lupa nama benda, nama orang dan sebagainya 7erdapat gangguan dalam mengambil kembali informasi yang telah tersimpan dalam memori d. 7idak ada gangguan dalam mengenal kembali sesuatu, apabila diberi isyarat. e. ebih sering menjabarkan bentuk atau fungsi daripada menyebutkan namanya (ejala demensia menurut "hristopher ( )**)) yaitu / a. 1ehilangan ingatan (ejala ini merupakan gejala umum dari demensia, dan ingatan mengenai kejadiankejadian baru yang pertama-tama terkena dampaknya. 1emampuan untuk menyimpan informasi baru mengalami kemunduran karena perubahan dalam otak yang terjadi b. Disorientasi !ilangnya kemampuan untuk mengarahkan diri pada tujuan atau ,aktu tertentu. 4anyak penderita demensia menunjukkan tanda disorientasi, dimana mereka berada dan kadang keluyuran keluar rumah dan tersesat. c. Perubahan kepribadian dan perilaku ). (ejala b. 7erdapat gangguan dalam mengingat kembali atau recall b. Daya ingat menurun d. $mosi labil ( cepat marah dan cepat berubah)

1epribadian pada sebagian penderita tampak tetap sama tapi yang lainnya menunjukkan perubahan yang menyolok. Penarikan diri secara sosial dan hilangnya minat terhadap kegiatan merupakan hal biasa. #ereka cenderung menjadi pendengki dan cemas. d. 1ehilangan kemampuan praktis 5ulit berkonsentrasi adalah salah satu ciri demensia. Para penderita mengalami kesulitan dalam melakukan tindakan yang sebelumnya dapat dilakukan dengan mudah. e. 1esulitan berkomunikasi Pada tahap a,al demensia orang mengalami kesulitan menemukan kata yang tepat untuk diucapkan. 1emampuan non3erbal seperti sentuhan dan ekspresi ,ajah sangat penting untuk mera,at orang yang mengalami demensia. Pada umumnya gejala yang tampak pada demensia menurut( http/00,,,.epsikologi.com0 gangguan psikologi dan perilaku pada dimensia, )**)) yaitu / a. 7erganggunya fungsi daya ingat yang makin berat terutama daya ingat jangka pendek. :ngatan masa lalu masih tetep baik dan bertahap. b. 7erganggunya fungsi berpikir antara lain/ afasia, apraksia, aknosia, atau gangguan fungsi eksekutif. c. Penurunan fungsi daya ingat dan daya pikir menimbulkan gangguan fungsi kehidupan sehari-hari. d. #akin lama gangguan yang terjadi semakin berat D. Psikophatologi Dimensia Demensia cukup sering dijumpai dalam lansia. (angguan demensia dimanifestasikan dengan defisit kognitif multipel seperti gangguan memori, afasia ( kehilangan kemampuan berbicara, kemampuan menulis atau pemahaman bahasa akibat penyakit pada otak ). (angguan memori mungkin pertama kali disadari ketika kehilangan atau salah menempatkan barang-barang pribadi. =ika gangguan memori memburuk, seseorang dapat melupakan namanya sendiri, hari ulang tahun, atau nama-nama anggota keluarganya. 1emampuan dalam memahami pembicaraan atau bahasa tertulis menjadi menurun. Pada demensia tahap lanjut, indi3idu dapat menjadi bisu atau membentuk pola pembicaraan, kesulitan dalam melaksanakan akti3itas motorik. ( umbantobing, )**%).

Demensia ada beberapa macam diantaranya demensia Al8heimer dan demensia multi infark. Pada demensia Al8heimer terdapat penurunan neurotransmiter tertentu terutema acetilkolin. Area otak yang terkena adalah korteks cerebral dan hipotalamus, keduanya merupakan bagian penting dalam fungsi kognitif dan memori. Acetilkolin dan neurotransmiter merupakan 8at kimia yang diperlukan untuk mengirim pesan melalui sistem saraf. Defisit neurotransmiter menyebabkan pemecahan proses komunikasi yang kompleks diantara sel-sel pada sistem saraf. 5edangkan demensia multi infark terjadi pada pasien yang menderita penyakit cerebro3askuler ( 5tandley, )**9). (angguan fungsi luhur terlihat dalam bentuk kehilangan kemampuan untuk berpikir abstrak. 7erdapat ketidakmampuan dalam merencanakan, mengurutkan, dan menghentikanperilaku yang kompleks. :ndi3idu demensia mengalami disorientasi tempat, ,aktu, dan orang atau menunjukkan penurunan daya nilai dan keterbatasan atau sama sekali tidak memiliki pemahaman sehingga dapat terjadi perubahan proses pikir. Pasien demensia seringkali terdapat gangguan berjalan yang menyebabkan klien terjatuh. Dan hal ini dapat memunculkan masalah resiko trauma atau cedera. 4eberapa orang menunjukkan cemas, depresi, atau mengalami gangguan tidur. :ndi3idu yang mengalami demensia sangat rentan terhadap stresor fisik dan stresor psikososial yang memperburuk defisit kognitif serta masalah-masalah lain.

$. Path,ay ansia Degeneratif Parkinson 7ermor Al8heimer 1ematian sel neuron

Penurunan fungsi otak

Perubahan cara berjalan

5troke

#elemahnya fungsi <rganik

1elemahan

Penurunan neurotrnsmiter

>esiko terjatuh

#1 / >esiko "edera 1emunduran :ntelektual

Disintegrasi kepribadian

Defisit neurotransmiter dan Acetilkolin

Defisit 1ognitif #ultipel

Perubahan perilaku

Pemecahan proses komunikasi antara sel

(g. #emori Depresi 5ulit ebih mengingat sensitif kembali, mengambil keputusan, #enarik diri bertindak lebih lamban :solasi 5osial #1 / :ntoleransi Akti3itas 4erkurangny a kemampuan fungsi sehari-hari #1 / (angguan Persepsi 5ensori 7idak dapat melakukan akti3itas mandiri

halusinasi

Demensia Penurunan daya ingat 7idak mampu Disorientasi berpikir (g.1omunikasi abstrak Disfungsi 3isual auditorius #1 / pada (angguan dan Proses Pikir Penurunan daya nilai

#1 / Defisit Pera,atan Diri Degenerasi progresif korteks cerebral 1ekecauan #ental 1ronis Path,ay Demensia dikembangkan dari / "opel ( )**2), 7o,send ( %&&') , ( ,,,.komnaslansia.co.id)

?. Diagnosa 1epera,atan Diagnosa kepera,atan yang muncul pada demensia menurut @ilkinson ( )**9)

yaitu / %. Perubahan proses pikir a. Definisi 5uatu kondisi gangguan akti3itas dan kerja kognitif ( misalnya pikiran sadar, orientasi realita, pemecahan masalah, dan penilaian) yang terjadi pada indi3idu. b. 4atasan karakteristik %) 5ubjektif a) 1etidaksesuaian kognitif b) :nterpretasi lingkungan tidak akurat c) 1etidaksesuaian pemikiran yang tidak berdasarkan realita )) <bjektif a) Distraktibilitas b) $gosentris c) 1e,aspadaan berlebihan atau kurang sama sekali d) Defisit0masalah memori ). Perubahan persepsi sensori a. Definisi 1eadaan seorang indi3idu yang mengalami sutau perubahan pada jumlah atau pola stimulus yang diterima, dikuti dengan suatu respon terhadap stimulus yang dihilangkan, dilebihkan, disimpangkan, atau dirusakkan. b. 4atasan karakteristik %) 5ubjektif a) Distorsi pendengaran b) #elaporkan adanya perubahan dalam ketepatan sensori c) Distorsi penglihatan )) <bjektif a) Perubahan pola komunikasi b) Perubahan perilaku c) Perubahan kemampuan menyelesaikan masalah d) Perubahan respon yang biasanya terhadap stimulus e) Disorientasi ,aktu, tempat, orang

f)

!alusinasi

g) :ritabilitas h) Perubahan ketepatan sensori yang dapat diukur i) j) 1urang konsentrasi (elisah

6. >esiko cedera a. Definisi 5uatu kondisi indi3idu yang beresiko untuk mengalami cedera sebagai akibat dari kondisi lingkungan yang berhubungan dengan sumber-sumber adaptif dan perubahan b. ?aktor resiko %) :nternal/ a) Disfungsi sensori b) Asia perkembangan (fisiologi dan psikososial) c) Penyakit imun0autoimun d) Disfungsi integratif e) #alnutrisi f) a. Psikologis ( orientasi afektif) Definisi 5uatu kondisi indi3idu yang tidak cukup mempunyai energi fisiologis atau psikologis untuk bertahan atau memenuhi kebutuhan atau akti3itas sehari-hari yang diinginkan. b. 4atasan karakteristik %) 5ubjektif a) 1etidaknyamanan b) #elaporkan keletihan atau kelemhan secara 3erbal )) <bjektif a) 7ekanan darah tidak normal sebagai akibat terhadap akti3itas b) Perubahan $1( .. Defisit pera,atan diri +. :ntoleransi akti3itas

a.

Definisi 5uatu keadaan seseorang yang mengalami gangguan kemampuan untuk melakukan akti3itas pera,atan diri.

b. ?aktor yang berhubungan %) Depresi )) 1etakutan akan ketergantungan 6) 1etidakberdayaan 9. 1ekacauan #ental 1ronis a. Definisi 5uatu keadaan dimana indi3idu mengalami kemunduran intelektual dan kepribadian yang tak dapat pulih berlangsung lama, dan atau progresif ( "arpenito, %&&') b. ?aktor yang 4erhubungan %) Degenerasi progresif dari korteks cerebral )) (angguan metabolisme cerebral

(. Pengkajian ?okus %. Pengkajian >i,ayat 1esehatan a. c. e. f. :dentitas0Data 4iografis 1lien >i,ayat Pekerjaan >i,ayat >ekreasi 5istem Pendukung b. >i,ayat 1eluarga d. >i,ayat ingkungan !idup

g. 1ebiasaan >itual h. 5tatus 1esehatan 5aat :ni i. j. 5tatus 1esehatan #asa alu 7injauan 5istem 1aji ada tidaknya tanda-tanda0setiap gejala berikut ini/ %) 1eadaan Amum 1elelahan, perubahan 44 setahun lalu, perubahan nafsu makan, demam, keringat malam,

kesulitan tidur, sering pilek dan infeksi, penilaian diri terhadap status kesehatan, kemampuan melakukan AD , tingkat kesadaran(kualitatif,kuntitatif), 77V. )) :ntegument esi0luka, perubahan pigmentasi, perubahan tekstur, perubahan ne3i, sering memar, perubahan rambut, perubahan kuku, katimumul pada jari kaki dan kallus, pola penyembuhan lesi dan memar, elastisitas0turgor. 6) !emopoetik Perdarahan0memar abnormal, pembengkakan kelenjar limfe, anemia, ri,ayat transfusi darah. +) 1epala 5akit kepala, trauma pada masa lalu, pusing, gatal kulit kepala, lesi0luka. .) #ata Perubahan penglihatan, pemakaian kaca mata0lensa kontak, nyeri, air mata berlebihan, pruritus, bengkak sekitar mata, floater, diplopia, kabur, fotofobia, ri,ayat infeksi, tanggal pemeriksaan paling akhir, dampak pada penampilan AD B 9) 7elinga Perubahan pendengaran, rabas, titinus, 3ertigo, sensiti3itas pendegaran, alat-alat protesa, ri,ayat infeksi, tanggal pemeriksaan paling akhir, kebiasaan pera,atan telinga, dampak penampilan pada AD . 2) !idung dan 5inus >inorea, rabas, epistaksis, obstruksi, mendengkur, nyeri pada sinus, alergi, ri,ayat infeksi, penilaian diri pada kemampuan olfaktorius. ') #ulut dan 7enggorok 5akit tenggorakan, lesi0ulkus, serak, perubahan suara, kesulitan menelan, perdarahan gusi, karies, alat-alat protesa, ri,ayat infeksi, tanggal pemeriksaan akhir, pola menggosok gigi, pola flossing, masalah dan kebiasaan membersihkan gigi palsu. &) eher 1ekakuan, nyeri0nyeri tekan, benjolan0massa, keterbatasan gerak, pembesaran kelenjar thyroid. %*) Payudara 4enjolan0massa, nyeri0nyeri tekan, bengkak, keluar cairan dari puting susu, perubahan

pada puting susu, pola pemeriksaan payudara, tanggal momografi paling akhir. %%) Pernapasan 4atuk, sesak napas, hemoptisis, sputum, mengi, asma0alergi pernapasan, frekuensi, auskultasi, palpasi, perkusi, ,hee8ing. %)) 1ardio3askuler Cyeri0ketidaknyamanan dada, palpitasi, sesak napas, dispnea pada akti3itas, ortopnea, murmur, edema, 3arises, kaki timpang, parestesia, perubahan ,arna kaki. %6) (astrointestinal Disfagia, tak dapat mencerna, nyeri ulu hati, pembesaran hepar, mual0muntah, hematesis, perubahan nafsu makan, intoleransi makanan, ulkus, nyeri, ikterik, benjolan0massa, perubahan kebiasaan defekasi, diare, kontipasi, melena, hemoroid, perdarahan rektum, pola defekasi biasanya. %+) Perkemihan Disuria, frekuensi, menetes, ragu-ragu, dorongan, hematuria, poliuria, oliguria, nokturia, inkontinensia, nyeri saat berkemih, batu, infeksi. %.) (enitor >eproduksi - Pria esi, rabas, neri tekstuler, masalah prostat, penyakit kelamin, perubahan hasrat seksual, impotensi, masalah akti3itas seksual. %9) (enitor >eproduksi D @anita esi rabas, dispareunia, perubahan pasca senggama, nyeri pel3ik, penyakit kelamin, infeksi, maslah akti3itas seksual, ri,ayat menstruasi, tanggal dan hasil papsmear terakhir. %2) #uskuloskeletal Cyeri persendian, kekakuan, pembengkakan sendi, deformitas, spasme, kram, kelemahan otot, maslah cara berjalan, nyeri punggung, protesa, pola kebiasaan latihan, dampak pada penampilan AD . %') 5istem 5araf Pusat 5akit kepala, kejang, sinkope, paralisis, paresis, masalah koordinasi, tic0tremor0spasme, parestesia, cedera kepala, maslah memori. %&) 5istem $ndokrin :ntoleransi panas0dingin, goiter, pigmentasi kulit, perubahan rambut, polifagia, poliuria, polidpsia.

)*) 5istem :mun 1erentanan dan seringnya terkena penyakit, imunisasi. )%) 5istem Pengecapan 4erkurangnya rasa asin dan panas. ))) 5istem Penciuman Peningkatan sistem penciuman. )6) Psikososial "emas, depresi, insomnia, menangis, gugup, takut, masalah dalam mengambil keputusan, kesulitan berkonsentrasi, pernyataan perasaan umum mengenai keputusan0frustasi mekanisme koping yang biasa, stres saat ini, masalah tentang kematian dan kehilangan, dampak penampilan AD . ). Pengkajian 5tatus ?ungsional, 1ognitif, Afektif dan 5osial a. Pengkajian 5tatus ?ungsional :ndeks kemandirian pada akti3itas kehidupan sehari-hari berdasarkan pada e3aluasi fungsi mandiri atau tergantung dari klien dalam mandi, berpakaian, pergi ke kamar mandi, berpindah, kontinen dan makan. INDEKS KATZ 51<>$ 1>:7$>:A A 1emandirian dalam hal makan, kontinen, berpindah, ke kamar 4 " D $ ? ( ainlain kecil, berpakaian dan mandi. 1emandirian dalam semua aktifitas hidup sehari-hari, kecuali satu dari fungsi tersebut. 1emandirian dalam semua aktifitas hidup sehari-hari, kecuali mandi dan satu fungsi tambahan. 1emandirian dalam semua aktifitas hidup sehari-hari, kecuali mandi, berpakaian dan satu fungsi tambahan. 1emandirian dalam semua aktifitas hidup sehari-hari, kecali mandi, berpakaian, ke kamar kecil dan satu fungsi tambahan. 1emandirian dalam semua aktifitas hidup sehari-hari, kecuali mandi, berpakaian, berpindah dan satu fungsi tambahan. 1etergantungan pada enam fungsi tersebut. 1etergantungan pada sedikitnya dua fungsi, tetapi tidak dapat diklasifikasikan sebagai ", D, $, ? dan (.

b. Pengkajian 5tatus 1ognitif dan Afektif %) #enggunakan 5hort Portable #ental 5tatus Euestionnaire (5P#5E) untuk mendeteksi adanya dan tingkat kerusakan intelektual, terdiri dari %* hal yang mengetes orientasi, memori dalam hubungannya dengan kemampuan pera,atan diri, memori jauh, kemampuan matematis. )) #enggunakan #ini #ental 5tate $Fam (##5$) untuk menguji aspek-aspek kognitif dari fungsi mental meliputi orientasi, registrasi, perhatian, kalkulasi, mengingat kembali dan bahasa. 6) #enggunakan :n3entaris Depresi 4eck untuk membedakan jenis depresi serius yang mempengaruhi fungsi-fungsi dari suasana hati rendah umum pada banyak orang. +) #engguanakan 5kala Depresi (eriatrik ;esa3age untuk menilai depresi lansia. c. Pengkajian 5tatus 5osial 5tatus sosial lansia dapat diukur dengan menggunakan AP(A> 1eluarga. Penilaian jika pertanyaan-pertanyaan yang dija,ab selalu (poin 2), kadang-kadang (poin 1), hampir tidak pernah (poin 0). Co. %. ?ungsi Adaptasi APGAR Keluarga Araian 5aya puas bah,a saya dapat kembali pada keluarga (temann-teman) saya untuk membantu ). !ubungan pada ,aktu sesuatu menyusahkan saya 5aya puas dengan cara keluarga (temanteman) dengan 6. saya saya membicarakan dan sesuatu mengungkapakan 5kore

masalah dengan saya Pertumbuhan 5aya puas bah,a keluarga (teman-teman) saya menerima dan mendukung saya untuk melakukan aktifitas atau arah baru 5aya puas dengan keluarga (temanteman) saya mengekspresikan afek dan berespon terhadap emosi-emosi saya, seperti marah, sedih atau mencintai 5aya puas dengan cara teman-teman saya

+.

Afeksi

..

Pemecahan

dan saya menyediakan ,aktu bersamasama !. ?okus :nter3ensi #enurut 7o,nsend ( %&&') %. Perubahan proses pikir a. b. c. d. e. f. a. b. c. d. e. f. <rientasikan pasien lebih sering kepada realitas dan sekelilingnya. Ajarkan calon pemberi pera,atan bagaimana mengorientasikan ,aktu, tempat, dan keadaan D keadaan sesuai dengan kebutuhan. 4erikan umpan balik positif bila pikiran dan perilaku tepat atau bila pasien mengungkapkan bah,a ide yang diekspresikan tidak didasarkan pada realitas. (unakan penjelasan sederhana dan interaksi, saling berhadapan bila berkomunikasi dengan pasien. =angan biarkan memikirkan ide-ide yang salah dengan berbicara keadaan nyata. <bser3asi ketat terhadap perilaku pasien yang diindikasikan. 1urangi jumlah rangsang pada lingkungan pasien ( misalnya kebisingan rendah, sedikit orang, dekorasi sederhana). Pertahankan realitas melalui reorientasi dan fokus pada situasi-situasidan orang- orang yang sebenarnya. 4erikan jaminan terhadap keselamatan jika pasien memberikan respon dengan rasa takut terhadap persepsi yang tidak akurat. Perbaiki dekripsi pasien pada persepsi yang tidak akurat, dan uraikan situasinya yang realitas. 4erikan perasaan aman dan stabilitas pada lingkungan pasien dengan memungkinkan pera,atan diberikan oleh petugas yang sama secara teratur. Ajarkan calon pemberi pera,atan bagaimana mengetahui tanda- tanda dan gejala ketidakakuratan persepsi sensori pada pasien. 6. >esiko cedera a. 1aji tingkat disorientasi atau kebingungan pasien untuk menurunkan kebutuhan keamanan. b. Dapatkan ri,ayat obat-obatan ( jika mungkin)

). Perubahan persepsi sensori

c. d. e. f.

7empatkan pasien pada ruangan yang tenang dan tersendiri. akukan ke,aspadaan keamanan <rientasikan pasien lebih sering pada realitas dan hal- hal di sekelilingnya Pantau tanda-tanda 3ital

+. :ntoleransi akti3itas
a. b. c. Pantau HR, irama, dan perubahan TD sebelum, selama dan sesudah aktivitas sesuai indikasi. Tingkatkan istirahat, batasi aktivitas Bantu aktivitas sesuai dengan keadaan klien dan jelaskan pola peningkatan aktivitas bertahap.

.. Defisit pera,atan diri a. c. Perhatikan berat0durasi ketidaknyamanan Abah posisi klien tiap %-) jam, bantu dalam latihan paru, ambulasi dan latihan kaki. b. 4erikan bantuan sesuai kebutuhan dengan higiene. 9. 1ekacauan #ental 1ronis a. 1aji sikap-sikap kekacauan mental pada diri klien b. Pertahankan pera,atan yang menghargai c. Anjurkan kepada keluarga untuk berbicara lambat dengan suara jelas d. <rientasikan klien pada ,aktu dan tempat e. Diskusikan kejadian yang sedang berlangsung, kejadian musiman f. !indari berdebat dengan klien DAFTAR PUSTAKA "hristopher, # . )**2. Pikun dan Pelupa. =akarta / Dian >akyat "arpenito, .=. %&&'. Diagnosa Kepera atan !plikasi pada Praktis Klinis. $d. 9. =akarta / $(" "opel, . )**2. Kesehatan "i a dan Psikiatri. =akarta G $(" Darmojo, 4. %&&&. #eriatri. =akarta/ ?1A: (rayson, ". ()**+). !ll about !l$heimer. >etrie3ed on <ctober )**9 from http/00,,,.,ebmd.com0content0article02%0'%+%6.htm. 1usuma, @. %&&2. Kedaruratan Psikiatri dalam Praktek. =akarta / Profesional 4ookHs

umbantobing. )**%. Ke%erdasan pada &sia 'an(ut dan Demensia. =akarta/ ?1A: Cur3iandari, 1. )**2. )engenal Demensia pada 'an(ut &sia. ,,,.komnaslansia.co.id ( )2 =uni )**') 5ubaidah, #. )**'. Demensia. ,,,.mitrakeluarga.com ( )2 =uni )**') 7o,nsend, #. %&&'. Diagnosa Kepera atan pada Kepera atan Psikiatri. =akarta / $(" Volicer, ., !urley, A."., #ahoney, $. (%&&'). *ehavioral symptom o+ dementia. Ce, ;ork/ 5pringer Publishing "ompany. @ilkinson. )**9. 4uku ,aku Diagnosa Kepera atan dengan -ntervensi .-/ dan Kriteria hasil .0/. =akarta / $(" ;atim, ?. )**6. Pikun ( Demensia) , Penyakit !l$heimer, dan ,e(enisnya . =akarta/ Pustaka Populer <bor

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->