PENGERTIAN KEPARIWISATAAN | Ecotourism

Posted on August 30, 2011 by Care Tourism

6 Votes

Sementara di tanah air, kita masih berjuang untuk arus pengunjung mancanegara yang belum kunjung mencapai 10 juta, dengan terjadiya berbagai gejala alam maupun gejolak ekonomi internasional, kalangan kepariwisataan di luar sana gencar memperbincangkan “Nasib Kepariwisataan Global di Kemudian Hari”. Salah satu yang sedang hangat diperbincangkan adalah “Perubahan Cuaca Global (Global Climate Change) yang langsung akan berpengaruh pada perkembangan kepariwisataan terutama dalam hal pandangan dan perilaku para wisatawan dan calon wisatawan internasional serta paradigma pariwisata secara umum, yang akan mengubah perilaku pasar kepariwisataan secara global. Pada gilirannya penyelenggaraan kepariwisataan pun harus mengalami perubahan pula. Para ahli, anggota TIES (The International Ecotourism Society), yang tahun 2010 berulang tahun ke-20, menunjukkan kekhawatirannya akan berbagai dampak negatif yang timbul disebabkan oleh perilaku para pemangku kepentingan (stakeholders) di bidang pariwisata dan perjalanan yang kurang bertanggung jawab, dalam arti kurang memberikan perhatian pada dampak negatif terhadap lingkungan alam, sosial, budaya dan ekonomi masyarakat setempat. Mereka berupaya sangat gencar dengan melakukan berbagai kegiatan untuk menyebarluaskan pemahaman tentang pentingnya penerapan prinsip Pengembangan Pariwisata Berkelanjutan (Sustainable Tourism Development). Semula, – pada awal perkembangan kepariwisataan -, paradigma kepariwisataan dunia mengusung keyakinan bahwa kepariwisataan tidak menghabiskan sumber daya alam. Namun dewasa ini, pandangan tentang sumber daya alam tersebut dilihat juga dari sudut nilai-nilainya, tidak semata-mata dari kuantitasnya belaka. Dengan adanya “drive” ke arah pemanfaatan sumber daya alam untuk kepentingan kepariwisataan, misalnya bahan bangunan kayu, yang digunakan untuk membangun hotel, restoran, gedung pertemuan/konferensi, furniture dsb., serta sumber alam mineral seperti Bahan Bakar Minyak yang digunakan untuk keperluan angkutan wisatawan, serta kerusakan lingkungan alam yang disebabkan oleh pembangunan fasilitas dan sarana kepariwisataan, menyebabkan paradigma itu bergeser ke arah pemahaman bahwa sumber alam, – cepat atau lambat -, semakin berkurang nilainya disebabkan karena perkembangan kepariwisataan. Pada gilirannya, kuantitasnya pun semakin berkurang, dalam bentuk berkurangnya luas hutan, luas lahan hijau, jumlah keragaman hayati (bio-diversity), debit air tanah, dsb. Atas dasar pemikiran tersebutlah timbul berbagai gerakan, berupa pembahasan, pengamatan, penelitian dsb. -, yang menunjang penyelenggaraan kepariwisataan berkelanjutan. Meskipun demikian, gerakan itu bukanlah tidak berhadapan dengan kendala. Adapun salah satu kendalanya adalah perbedaan pemahaman tentang pembangunan berkelanjutan itu sendiri,

jika dilaksanakan berdasar prinsip-prinsip ini. Pariwisata Bertanggungjawab (Responsible Tourism). Sebagaimana ecotourism. budaya maupun ekonomi. maka Kepariwisataan Berkelanjutan (Sustainable tourism) didefinisikan dalam Agenda 21. Pariwisata Alternatif (Alternative Tourism). Pariwisata pro-masyarakat miskin (Pro-poor Tourism). Dengan pemikiran konsep ini. secara global telah menjadi sektor industri pariwisata yang mengalami laju pertumbuhan terpesat. ecotourism telah menyebabkan berkembangnya berbagai istilah lain seperti Pariwisata Berkelanjutan (Sustainable Tourism). menciptakan pengembangan kepariwisataan yang memberi manfaat sosial dan lingkungan yang sehat. budaya.com/2011/08/30/pengertian-kepariwisataan-ecotourism/ . sekedar menjelaskan perjalanan ke tempat-tempat di lingkungan alam”.terutama dalam hubungannya dengan pemahaman tentang Wisata Eco (Ecotourism). sebagai “kepariwisataan yang memenuhi kebutuhan wisatawan dan destinasi tuan rumah saat ini. Pada awal tahun 1990-an.” Melalui artikel ini. semoga para pembaca mendapat pengertian lebih mendalam tentang kepariwisataan pada umumnya. yaitu “pembangunan yang memenuhi kebutuhan saat ini tanpa mengabaikan kemampuan generasi mendatang untuk memenuhi kebutuhan mereka sendiri (Bruntland Commission. – bersama dengan pariwisata alam. Ecotourism adalah jenis kepariwisataan berbasis alam yang memberi manfaat bagi masyarakat dan destinasi setempat baik dalam hal lingkungan alam. Sementara “kepariwisataan berbasis alam (Nature Tourism).wordpress. … dsb. Ecotourism. 1987). istilah-istilah seperti sustainable tourism dan responsible tourism berakar dari konsep pembangunan berkelanjutan (sustainable development). Ecotourism menghadirkan seperangkat prinsip yang telah berhasil dilaksanakan di berbagai masyarakat global dan telah didukung luas oleh industri (pariwisata) maupun penelitian akademik. dengan melindungi dan mengembangkan peluang untuk masa depan. peninggalan sejarah dan petualangan -. serta tentang ecotourism dan sustainable tourism development khususnya. perkembangan dan pertumbuhan ecotourism. Akhir-akhir ini. Bagaimana pemahaman tentang Ecotourism menurut TIES?       Ecotourism didefinisikan sebagai “perjalanan yang bertanggung jawab ke wilayah alam yang disertai upaya melestarikan lingkungan dan memperbaiki kesejahteraan penduduk setempat”. – di Indonesia diperkenalkan sebagai DESA WISATA -. Pariwisata Hijau (Green Tourism). http://caretourism. 1992 untuk Industri Perjalanan dan Pariwisata. Perkembangan pemahaman tentang ecotourism berawal di tahun 1970-an dengan berkembangnya kepariwisataan berbasis alam. yang pada intinya merupakan “acara perjalanan” yang meliputi kunjungan ke tempat-tempat yang berada di lingkungan alam.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful