P. 1
tugas agama.doc

tugas agama.doc

|Views: 0|Likes:
Published by John O'connor
agama islam
agama islam

More info:

Published by: John O'connor on Nov 07, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/17/2014

pdf

text

original

Daftar Isi

Bab 1 Penciptaan Alam Semesta dari Ketiadaan .......................... 12
• Pengembangan Alam Semesta dan Penemuan Dentuman Besar.......... 13
• Hipotesis Keadaan Stabil ..................................................................... 15
• Kemenangan Dentuman Besar.............................................................. 15
• Siapa yang en!ipta"an Alam Semesta dari Ketiadaan# .................... 1$
• Penola"an ter%adap Pen!iptaan dan engapa &eori itu Ber!a!at ....... 1'
• &anda(&anda Al )uran ........................................................................ *1
Bab 2 Keseimbangan dalam Ledakan ............................................. 22
•Ke!epatan +eda"an ............................................................................... *,
• -mpat .aya .......................................................................................... *5
•atemati"a Probabilitas eruntu%"an &eori /Kebetulan/ .................. *'
•eli%at Kebenaran 0yata ..................................................................... *1
Bab 3 Irama Atom ............................................................................. 32
• Stru"tur 2nsur(2nsur ........................................................................... 3*
• +aboratorium Al"imia di Alam Semesta3 4a"sasa era% .................. 33
• 4esonansi dan 4esonansi .anda ........................................................ 35
• +aboratorium Al"imia yang +ebi% Ke!il3 ata%ari ............................ 3'
• Proton dan -le"tron ............................................................................. 31
Bab 4 Keteraturan di Langit ............................................................ 42
• engapa Begitu Banya" 4uang Kosong ............................................. ,3
• -ntropi dan Keteraturan ....................................................................... ,,
• &ata Surya ............................................................................................ ,$
• &empat Kedudu"an Bumi .................................................................... ,5
Bab 5 Planet Biru .............................................................................. 51
• Perali%an &opi" Sesaat dan Peringatan tentang /Adaptasi/ ................ 53
• Su%u Bumi ........................................................................................... 55
• assa dan edan agnet Bumi ......................................................... 5'
• Ketepatan Atmosfer ............................................................................. 55
• Atmosfer dan Pernafasan ..................................................................... 51
• Keseimbangan yang emung"in"an Ke%idupan ................................ $*
1
!"A"# P!"#A$A"#
Pengarang6 yang menulis dengan nama pena HA420 7AH7A6 la%ir di
An"ara pada ta%un 115$. Setela% menyelesai"an se"ola% dasar dan menenga%nya di
An"ara6 ia "emudian mempela8ari seni di 2ni9ersitas imar Sinan6 Istambul dan
filsafat di 2ni9ersitas Istam(bul. Semen8a" 115:(an6 pengarang tela% menerbit"an
banya" bu"u bertema politi"6 "eimanan6 dan ilmia%. Harun 7a%ya ter"enal sebagai
penulis yang menulis "arya("arya penting yang menying"ap "e"eliruan para
e9olusionis6 "etida"(sa%i%an "laim("laim mere"a dan %ubungan gelap antara
Dar;inisme dengan ideologi berdara% seperti fasisme dan "omunisme.
0ama penanya berasal dari dua nama 0abi3 /Harun< dan /7a%ya< untu"
memulia"an dua orang nabi yang ber8uang mela;an "e"ufuran. Stempel 0abi pada
!o9er bu"u(bu"u penulis berma"na simbolis yang ber%ubungan dengan isi bu"unya.
Stempel ini me;a"ili Al )uran6 "itabulla% tera"%ir6 dan 0abi "ita6 penutup segala
nabi. Di ba;a% tuntunan Al )uran dan Suna%6 pengarang menegas"an tu8uan
utamanya untu" menggugur"an setiap a8aran fundamental dari idelogi ateis dan
memberi"an /"ata a"%ir<6 se%ingga membisu"an sepenu%nya "eberatan yang
dia8u"an mela;an agama.
Semua "arya pengarang ini berpusat pada satu tu8uan3 menyampai"an pesan(
pesan Al )uran "epada masyara"at6 dan dengan demi"ian mendorong mere"a untu"
memi"ir"an isu(isu yang ber%ubungan dengan "eimanan6 seperti "eberadaan &u%an6
"eesaan(0ya6 dan %ari a"%irat6 dan untu" menun8u""an dasar(dasar lema% dan
"arya("arya sesat dari sistem(sistem ta" bertu%an.
Karya("arya Harun 7a%ya diba!a di banya" negara6 dari India %ingga
Ameri"a6 dari Inggris %ingga Indonesia. Bu"u(bu"unya tersedia dalam ba%asa
Inggris6 Pran!is6 =erman6 Italia6 Spanyol6 Portugis6 2rdu6 Arab6 Albania6 4usia6
Serbia(Kroasia >Bosnia?6 Polandia6 elayu6 &ur"i 2ygur6 dan Indonesia6 dan
dini"mati ole% pemba!a di seluru% dunia.

*
Bumi dan Planet%Planet Lainn&a
Dimulai dari planet Bumi3 sebua% ;a%ana yang ditumpangi ole% ber(miliar
manusia. Ke!erdasan spiritual manusiala% yang a"an memberi ma"na per8alanan di
alam semesta ini@ per8alanan antargenerasi selama bermiliar ta%un tanpa tu8uan a"%ir
yang di"eta%ui pasti6 yang gratis dan ta" beru8ung6 %ingga ;a"tu "e%an!urannya
tiba.
0amun Bumi masi% terlalu "e!il dibanding"an ata%ari6 sebua% bola gas pi8ar
ra"sasa6 lebi% dari 1.*5:.::: "ali u"uran Bumi dan bermassa 1::.::: "ali lebi%
besar. Bumi yang ta" berdaya6 tertambat ole% gra9itasi6 terseret ata%ari
mengelilingi pusat .ala"si lebi% dari *:: 8uta ta%un untu" se"ali edar penu%. >+alu
apa ren!ana se!er!a% "e%idupan "ita dalam pengembaraan pan8ang ini# Sangat
sayang bila "ita tida" sempat meli%at "osmos %ari ini. Sangat sayang "ita tida"
beren!ana su8ud dan bersera% "epada &u%an 7ang a%a"uasa.?
Pengiring ata%ari lainnya adala% planet er"urius6 Aenus6 ars6 =upiter6
Saturnus6 2ranus6 0eptunus6 Pluto6 asteroid6 "omet dan sebagai(nya. 4agam ;a%ana
dalam tata surya itu berupa soso" bola gas6 bola be"u6 "arang tandus yang sangat
panas@ semuanya ta" terpili% seperti planet Bumi. >+alu6 mengapa ;a%ana yang
tersebar di alam semesta yang sangat luas itu ta" semuanya muda% atau laya" di%uni
ole% "e%idupan#?
Putaran demi putaran ;a"tu berlalu6 "e%an!uran ;a%ana bermiliar manusia
a"an meng%ampiri perla%an tapi pasti. 0amun6 berbagai perta(nyaan manusia
tentang misteri alam semesta masi% belum atau ta" ber(8a;ab. Berbagai upaya
rasionalitas manusia tela% di"era%"an dan penge(ta%uan bertamba%6 namun misteri
alam semesta itu terus men8adi ;arisan bagi generasi beri"utnya.
Pen8ela8a%an a"al manusia mendapat"an fa"ta(fa"ta penyusun alam semesta6
mulai dari dunia atom6 planet6 tata surya6 %ingga gala"si dan ruang alam semesta
yang berbatas gala"si(gala"si muda. Dengan itu6 pengeta%uan manusia merentang
dalam dimensi pan8ang 1:(13 %ingga 1:*$ meter6 yang merupa"an batas fa"ta(fa"ta
yang dapat diperole% dalam dunia sains. Pada abad "e(*1 manusia masi% berambisi
untu" menyelami dunia 1:(35 meter >s"ala pan8ang Plan!"? atau 1:(*: "ali lebi%
"e!il dari pe(nemuan s"ala atom pada de"ade pertama abad "e(*:. Begitu pula
dimen(si lainnya seperti ;a"tu6 energi6 massa6 rentangnya meluas dari yang le(bi%
"e!il dan lebi% besar.
&entang rentang ;a"tu alam semesta6 manusia mendefinisi"an berba(gai
Baman >dan Baman transisi di antaranya?3 Caman Primordial6 "eti"a usia alam
semesta antara 1:(5: %ingga 1:5 ta%un6 Caman Bintang6 >1:$ ( 1:1, ta%un?6 Caman
ateri &erdegenerasi6 >1:15 ( 1:31 ta%un?6 Caman Bla!" Hole6 >1:,: (
1:1::ta%un?6 Caman .elap "eti"a alam semesta meng%ampiri "e%an(!urannya
>1:1:1 ( 1:### ta%un? dan Caman Ke%an!uran Alam Semesta >1:*::#### ta%un?6
"eti"a materi meluru%. &anpa fa"ta(fa"ta dan ilmu yang di"eta%ui manusia >atas iBin
Alla%?6 a"%irnya manusia %anya bisa berspe"ulasi dan ta" bisa mendefenisi"an
3
berbagai "eadaan6 misalnya sebelum "ela%iran alam semesta dan setela%
"e%an!uran.
Pen8ela8a%an a"al manusia bisa menggapai pena"siran %al(%al beri"ut3 8umla%
parti"el >di ata%ari 1:$: atau di Bumi 1:5:?6 energi i"at >antara Bumi dan
ata%ari sebesar 1:33 =oule?6 energi radiasi mata%ari sebesar 1:*$ ;att6 energi
ata%ari yang diterima Bumi sebesar 1:** =oule6 energi yang diperlu"an manusia
per ta%un sebesar 1:*: =oule6 energi penggabungan inti atom6 fissi 1 mol 2ranium
sebesar 1:13 =oule6 energi yang di%asil"an 1 "g bensin sebesar 1:5 =oule. Sebua%
anugera% yang besar bagi manusia6 ;alaupun melalui proses yang pan8ang.
'eskripsi dan (odel Alam Semesta
Kesan umum luas dan mega%nya alam semesta diperole% peng%uni Bumi
dengan memandang langit malam yang !era% tanpa !a%aya Bulan. +angit tampa"
penu% taburan bintang yang seola% ta" ter%itung 8umla%(nya. Stru"tur dan luas alam
semesta sangat su"ar dibayang"an manusia6 dan progres persepsi dan rasionalitas
manusia tentang itu memerlu"an ;a"tu berabad(abad.
Des"ripsi pemandangan alam semesta pun beragam. Dulu alam se(mesta
dimodel"an sebagai ruang beru"uran 8au% lebi% "e!il dari realitas se%arusnya.
2"uran diameter Bumi >1*.5:: "m? baru di"eta%ui pada abad "e( 3 >ole%
-ratost%enes?6 8ara" "e Bulan >35,.,:: "m? abad "e(1$ > &y!%o Bra%e6 1555?6 8ara"
"e ata%ari >se"itar 15: 8uta "m? abad "e(1' >Dassini6 1$'*?6 8ara" bintang $1
Dygni abad "e(11 6 8ara" "e pusat .ala"si abad "e(*: >S%apley6 1115?6 8ara" "e
gala"si(luar >11*1?6 )uasar dan Big Bang >11$5?. Per8alanan pan8ang ini terus
berlan8ut antargenerasi.
Benda langit yang terde"at dengan bumi adala% bulan. .aya gra9itasi bulan
menggera""an pasang surut air laut di bumi6 ta" %enti(%entinya selama bermiliar
ta%un. Karena periode orbit dan rotasi Bulan sama6 manusia di Bumi ta" perna% bisa
meli%at sala% satu sisi permu"aan Bulan tanpa bantuan te"nologi untu" mengorbit
Bulan. 4a%asia sisi Bulan lainnya6 baru didapat dengan penerbangan +una 3 pada
ta%un 1151.
Pada siang %ari6 pemandangan langit sebatas langit biru dan mata%ari atau
bulan "esiangan@ sedang di saat fa8ar dan sen8a6 langit mera% di "a"i langit timur dan
barat. Intera"si !a%aya mata%ari dengan ang"asa Bumi melu"is"an suasana langit
yang ber;arna ;arni.
ata%ari sendiri adala% satu di antara beragam bintang di .ala"si. Ada
bintang yang lebi% panas dari ata%ari >su%u permu"aan ata%ari 5.5::o K?6
seperti bintang panas >bisa men!apai 5:.:::oK? yang meman!ar"an lebi% banya"
!a%aya ultra9ioletE!a%aya yang berba%aya bagi "e%idupan. Ada bintang yang lebi%
dingin6 lebi% banya" meman!ar("an !a%aya mera% dan inframera% dibanding"an
!a%aya tampa" yang banya" diperguna"an manusia.
,
anusia bisa men!apai batas(batas pengeta%uan alam semesta yang luas6
mengenal !iptaan Alla% yang tida" perna% di"enali di mu"a bumi seperti Bla!"
Hole6 bintang 0etron6 Pulsar6 bintang mati6 leda"an bintang 0o9a atau Superno9a6
leda"an inti gala"si dan sebagainya. A"an tetapi6 berbagai fenomena yang sangat
da%syat itu ta" mung"in dide"at"an dengan ma%lu" %idup yang rentan ter%adap
"erusa"an. Falau demi("ian6 ada 8alan bagi yang ingin bersunggu%(sunggu%
mene"uninya.
'engan Sains (enangkap $ealitas Alam Semesta
Pema%aman manusia tentang alam semesta memperguna"an seluru%
pengeta%uan di bumi6 berbagai prinsip(prinsip6 "eper!ayaan umum dalam sains
>seperti "etida"pastian Heisenberg tentang pengu"uran simul(tan dimensi ruang dan
;a"tu?6 serta berbagai aturan untu" "eperluan pra"tis. elalui sebua% "erang"a
besar gagasan yang meng%ubung"an berbagai fenomena >teori relati9itas umum6
teori "ineti" materi6 teori relati9itas "%usus? !oba di"emu"a"an satu pen8elasan.
Berbagai %ipotesa6 gagasan a;al atau tentatif di"emu"a"an untu" men8elas"an
fenomena. &entu gagasan tersebut masi% perlu diu8i "ebenarannya untu" dapat
di"ata"an sebua% %u"um.
Dunia fisi"a memba%as "onsep energi6 %u"um "onser9asi6 "onsep gera"
gelombang6 dan "onsep medan. Pemba%asan e"ani"a pun sangat luas6 dari
e"ani"a "lasi" "e e"ani"a Kuantum 4elati9isti". e"ani"a Kuantum
4elati9isti" menga"omodasi peme!a%an persoalan me"ani"a semua benda6
e"ani"a "uantum melayani persoalan me"ani"a untu" semua massa yang
"e!epatannya "urang dari "e!epatan !a%aya. e"ani("a 4elati9isti" meme!a%"an
persoalan me"ani"a massa yang lebi% besar dari 1:(*' "g dan bagi semua
"e!epatan. e"ani"a 0e;ton >disebut 8uga me"ani"a "lasi"? men8elas"an fenomena
benda yang relatif besar6 dengan "e!epatan relatif renda%6 tapi 8uga bisa
diperguna"an sebagai pende"atan fenomena benda mi"ros"opi".
e"ani"a statisti" >"uantum "lasi"? adala% suatu te"ni" statisti" untu"
intera"si benda dalam 8umla% besar untu" men8elas"an fenomena yang besar6 teori
"ineti" dan termodinami". Dalam pen8ela8a%an a"al ma(nusia di dunia
ele"tromagnet di"enal persamaan aG;ell untu" mendes("ripsi"an "ela"uan medan
ele"tromagnet6 8uga teori tentang %ubungan !a%aya dan ele"tromagnet. Dalam
pemba%asan intera"si parti"el6 ada prinsip larangan Pauli6 intera"si gra9itasi6 dan
intera"si ele"tromagnet. edan menyebab"an gaya@ medan(gra9itasi menyebab"an
gaya gra9ita(si6 medan(listri" menyebab"an gaya listri" dan sebagainya.
Demi"ianla%6 metode sains men!oba dengan lebi% !ermat menerang"an realitas
alam semesta yang berisi banya" se"ali benda langit >dan lebi% banya" lagi yang
belum ditemu"an?.
Pengeta%uan tentang luas alam semesta dibatasi ole% "eberadaan ob8e"
berdaya besar6 seperti )uasar atau inti gala"si6 sebagai penuntun tepi alam semesta
5
yang bisa diamati@ selain itu 8uga dibatasi ole% "e!epatan !a%aya dan usia alam
semesta >15 miliar ta%un?. Itula% sebabnya ruang alam semesta yang perna% diamati
manusia berdimensi 15(*: miliar ta%un !a%aya. 0amun6 banya" benda langit yang
ta" meman!ar"an !a%aya dan ta" bisa didete"si "eberadaannya6 protoplanet
misalnya. (enurut taksiran) sekitar *+, ob-ek di alam semesta
belum atau tak akan terdeteksi secara langsung. Keberadaannya ob8e"
gelap ini diya"ini "arena se!ara dinami"a mengganggu orbit ob8e"(ob8e" yang
teramati6 le;at gra9itasi.
Berbi!ara tentang daya ob8e"6 dalam "e%idupan se%ari(%ari ada lampu
penerangan berdaya 1: ;att6 '5 ;att dan sebagainya@ sedang"an ata%ari berdaya
1:*$ ;att dan ber8ara" satu saH dari Bumi6 meng%angatinya. =i"a "ita li%at6 lampu(
lampu "ota dengan daya lebi% besarla% yang tam(pa" terang. enurut %u"um
!a%aya6 terang lampu a"an melema% seban(ding dengan 8ara" "uadrat6 8adi sebua%
lampu pada 8ara" 1 meter tampa" , "ali lebi% terang dibanding"an pada 8ara" *
meter6 dan apabila dili%at pada 8ara" 5 meter tampa" *5 "ali lebi% redup.
a"a6 "emampuan mata manusia mengamati bintang lema% terbatas. 2"uran
"ole"tor !a%aya 8uga a"an membatasi s"ala terang ob8e" yang bisa diamati. 2ntu"
pengamatan ob8e" langit yang lebi% lema% dipergu(na"an "ole"tor atau teles"op
yang lebi% besar. &eles"op yang besar pun mempunyai "eterbatasan dalam
mengamati obye" langit yang lema%6 ;alaupun ber%asil mendete"si obye" langit
yang ber8uta atau bermiliar "ali lebi% lema% dari bintang terlema% yang bisa
didete"si manusia. Pertanyaan lain mun!ul3 Apa"a% semua ob8e" langit bisa diamati
melalui teles"op# Berapa banya" yang mung"in diamati dan di%adir"an sebagai
pengeta%uan#
a"in 8au% 8ara" gala"si6 berarti pengamatan "ita 8uga merupa"an
pengamatan masa silam gala"si tersebut. Da%aya merupa"an fosil informasi
pembentu"an alam semesta yang berguna6 dan manusia berupaya menang"apnya
untu" mengeta%ui prosesnya %ingga ta"dir di masa depan yang sangat 8au%6 yang
a"an dilalui melalui %u"um(%u"um alam !iptaan(0ya. Pengeta%uan "ita tentang %al
tersebut sangat bergantung pada pengeta%uan "ita tentang %u"um alam !iptaan(0ya@
suda% leng"ap dan suda% sempurna"a%6 atau"a% baru sebagian "e!il6 se%ingga
mung"in bisa membentu" e"strapolasi persepsi yang sala%#
Sampai di batas mana manusia bisa membayang"an dan men8ang"au(nya#
Bagaimana "ondisi a;al6 bagaimana "ondisi sebelumnya6 bagai(mana "ondisi 5
miliar ta%un "e depan6 bagaimana "ondisi 5: miliar ta%un "e depan dan seterusnya#
Apa"a% pengeta%uan agama a"an memberi 8a;aban atas berbagai pertanyaan
tersebut# Alam semesta yang mega% a"an runtu%6 a"an %an!ur6 tapi enta%
bagaimana prosesnya6 dan ada apa setela% "e%an!uran itu# Kita "embali "epada
Alla% untu" men!ari 8a;aban(0ya6 "arena 'ia adala. /at (a.a (engeta.ui
atas segala ciptaan%"&a) dan manusia .an&a diberi pengeta.uan%
"&a sedikit.
K.atima.
$
Begitula%6 melalui sains manusia men!oba dides"ripsi"an apa dan bagaimana
proses fenomena alam bisa ter8adi dalam "onte"s e"sperimen dan pengamatan6
dengan parameter yang bisa diamati dan diu"ur. Aga(ma memperluas spe"trum
ma"na alam semesta bagi manusia tentang "e%adiran benda(benda alam semesta6
"e%idupan dan manusia. =a;aban sing"at tentang pertanyaan Siapa pen!ipta alam
semesta beserta %u"um(%u"um alamnya3 Alla% adala% Bat yang a%a Pen!ipta.
Agama memper(luas pengeta%uan yang di!a"up ole% metodologi sains dan
rasionalitas manusia seperti ber"enalan dengan alam gaib6 a"%irat dan sebagainya.
0amun begitu6 rupanya berbagai pertanyaan manusia tentang misteri alam semesta
di se"itar planet Bumi masi% banya" yang belum ter8a;ab atau mung"in ta"
ber8a;ab %ingga "e%an!uran Bumi.
0alla.u a1lam bis.a22ab
'
P!"'A34L4A"
Keruntu%an Ilmia% aterialisme
aterialisme tida" dapat lagi dinyata"an sebagai filsafat ilmia%.
Art%ur Koestler6 Iilsuf Sosial ter"enal1
Bagaimana"a% alam semesta ta" berbatas tempat "ita tinggal ini terbentu"#
Bagaimana"a% "eseimbangan6 "eselarasan6 dan "eteraturan 8agat raya ini
ber"embang# Bagaimana"a% bumi ini men8adi tempat tinggal yang tepat dan
terlindung bagi "ita#
Ane"a pertanyaan seperti ini tela% menari" per%atian se8a" ras manusia
bermula. Para íímuwan dan fíísuf yang mencarí |awaban
dengan kecerdasan dan akaí sehat mereka sampaí pada
kesímpuían bahwa rancangan dan keteraturan aíam
semesta merupakan buktí keberadaan Pencípta Maha
tínggí yang menguasaí seíuruh |agat raya.
Ini adala% "ebenaran ta" terbanta%"an yang dapat "ita !apai dengan
mengguna"an "e!erdasan "ita. Aííah mengungkapkan kenyataan
íní daíam kítab sucí-Nya, Aí Ouran, yang teíah
díwahyukan empat beías abad yang íaíu sebagaí
penerang |aían bagí kemanusíaan. Alla% menya(ta"an ba%;a Dia
tela% men!ipta"an alam semesta dari "etiadaan6 untu" suatu tu8uan "%usus6 serta
dileng"api dengan semua sistem dan "eseimbangannya yang diran!ang "%usus
untu" "e%idupan manusia.
Alla% menga8a" manusia untu" mempertimbang"an "ebenaran ini dalam ayat
beri"ut3
5Apaka. kamu &ang lebi. sulit penciptaann&a atauka. langit6 Alla.
tela. membangunn&a. 'ia meninggikan bangunann&a lalu me%
n&empurnakann&a. 'an 'ia men-adikan malamn&a gelap gulita dan
men-adikan siangn&a terang benderang. 'an bumi sesuda. itu di.amparkan%
"&a.7 89S. An%"aa/i1aat) :*; 2:%3+< =
Pada ayat lain dalam Al )uran dinyata"an pula ba%;a manusia %arus meli%at
dan mempertimbang"an semua sistem dan "eseimbangan di alam semesta yang
tela% di!ipta"an Alla% untu"nya6 serta memeti" pela8aran dari pengamatannya3
5'an 'ia menundukkan malam dan siang) mata.ari dan bulan untukmu.
'an bintang%bintang itu ditundukkan 8untukmu< dengan perinta.%"&a.
Sesunggu.n&a pada &ang demikian itu benar%benar ada tanda%tanda
8kekuasaan Alla.< bagi kaum &ang mema.ami 8n&a<.7 89S. An%"a.l) 1>; 12< =
5
Dalam ayat Al )uran lainnya 6 ditun8u""an3
5'ia memasukkan malam ke dalam siang dan memasukkan siang ke
dalam malam dan menundukkan mata.ari dan bulan) dan masing%masing
ber-alan menurut 2aktu &ang ditentukan. ?ang 8berbuat< demikian itula.
Alla. u.anmu) kepun&aan%"&a%la. kera-aan. 'an orang%orang &ang kamu
seru 8semba.< selain Alla. tiada mem%pun&ai apa%apa 2alaupun setipis kulit
ari.7 89S. @aat.ir) 35; 13< =
Kebenaran nyata yang dipapar"an Al )uran 8uga ditegas"an ole% se(8umla%
penemu penting ilmu astronomi modern6 .alileo6 Kepler6 dan 0e;ton. Semua
menyadari ba%;a stru"tur alam semesta6 ran!angan tata surya6 %u"um(%u"um fisi"a6
dan "eadaan seimbang6 semuanya di!ipta"an &u%an6 dan para ilmu;an itu sampai
pada "esimpulan dari penelitian dan pengamatan mere"a sendiri.
(aterialisme; Kesala.an Abad ke%1*
4ealitas pen!iptaan yang "ita bi!ara"an tela% diabai"an atau diing"ari se8a"
da%ulu ole% sebua% pandangan filosofis tertentu. Pandangan itu disebut
/materialisme<. Iilsafat ini6 yang semula dirumus"an di "alangan bangsa 7unani
"uno6 8uga tela% mun!ul dari ;a"tu "e ;a"tu dalam budaya lain6 dan di"embang"an
pula se!ara perorangan. Menurut materíaíísme, hanya materí
yang ada, dan begítu-íah adanya sepan|ang waktu yang
tak terbatas. Darí pendírían ítu, díkíaím bahwa aíam
semesta |uga "seíaíu" ada dan tídak dícíptakan.
Sebagai tamba%an bagi "laim mere"a@ ba%;a alam semesta ada dalam ;a"tu
yang tida" terbatas6 penganut materialisme 8uga menge(mu"a"an ba%;a tida" ada
tu8uan atau sasaran di dalam alam semesta. ere"a menyata"an ba%;a semua
"eseimbangan6 "eselarasan6 dan "eteraturan yang tampa" di se"itar "ita %anyala%
peristi;a "ebetulan. /Peristi;a "ebetulan< 8uga dia8u"an "eti"a mun!ul pertanyaan
tentang bagaimana manusia ter8adi. &eori e9olusi6 di"enal luas sebagai Dar;in(
isme6 adala% apli"asi lain materialisme pada dunia alam.
Baru sa8a disebut"an ba%;a sebagian pendiri sains modern adala% orang yang
beriman6 yang sepa"at ba%;a alam semesta di!ipta"an dan diatur ole% &u%an. Pada
abad "e(116 ter8adi peruba%an penting dalam si"ap dunia ilmia% mengenai masala%
ini. aterialisme dengan senga8a dimasu""an dalam agenda ilmu alam modern ole%
pelbagai "elompo". Karena "eadaan politi" dan sosial abad "e(11 membentu" basis
"uat bagi materialisme6 filsafat tersebut diterima luas dan tersebar "e seluru% dunia
ilmia%.
Akan tetapí, temuan saíns modern secara tak
terbantahkan menun|ukkan betapa keíírunya pernyataan
materíaíísme.
1
emuan%emuan Sains Abad ke%2+
Marí kíta tín|au íagí dua pandangan materíaíísme
tentang aíam semesta:
1. Aíam semesta teíah ada se|ak waktu yang tak
terbatas, dan karena tídak mempunyaí awaí atau
akhír, aíam semesta tídak dícíptakan.
2. Segaía sesuatu daíam aíam semesta hanyaíah hasíí
perístíwa kebe-tuían dan bukan produk rancangan,
rencana, atau vísí yang dísenga|a.
Kedua pandangan ini di"emu"a"an dengan berani dan dibela mati(matian ole%
materialis abad "e(116 yang tentu sa8a tida" punya 8alan lain "e!uali bergantung
"epada pengeta%uan ilmia% Baman mere"a yang terbatas dan tida" !anggi%. Kedua
pendapat itu tela% dibanta% sepe(nu%nya dengan penemuan(penemuan sains abad
"e(*:.
7ang ter"ubur pertama "ali adala% pendapat ba%;a alam semesta suda% ada
se8a" ;a"tu yang ta" terbatas. Se8a" ta%un 11*:(an6 tela% mun!ul bu"ti tegas ba%;a
pendapat ini tida" mung"in benar. Para íímuwan sekarang merasa
pastí bahwa |agat raya tercípta darí ketíadaan, sebagaí
hasíí suatu íedakan besar yang tak terbayangkan, yang
díkenaí sebagaí "Dentuman Besar (Bíg Bang)". Dengan
kata íaín, aíam semesta terbentuk, atau tepatnya,
dícíptakan oíeh Aííah.
Abad "e(*: 8uga menya"si"an "e%an!uran "laim materialis yang "edua3
ba%;a segala sesuatu di 8agat raya adala% %asil dari "ebetulan dan bu"an ran!angan.
4iset yang diada"an se8a" ta%un 11$:(an dengan "onsisten menun8u""an ba%;a
semua "eseimbangan fisi" alam semesta umumnya dan bumi "ita "%ususnya
diran!ang dengan rumit untu" memung"in"an "e%idupan. Keti"a penelitian ini
diperdalam6 ditemu"an ba%;a setiap %u"um fisi"a6 "imia6 dan biologi6 setiap gaya(
gaya fundamental seperti gra9itasi dan ele"tromagneti"6 dan setiap detail stru"tur
atom dan unsur(unsur alam semesta suda% diatur dengan tepat se%ingga manusia
dapat %idup. Ilmu;an masa "ini menyebut de(sain luar biasa ini /prinsip antropis<.
Prinsip ini menyata"an ba%;a setiap detail alam semesta tela% diran!ang dengan
!ermat untu" me(mung"in"an manusia %idup.
Kesimpulannya6 filsafat yang disebut materialisme tela% ditola" ole% sains
modern. Dari posisinya sebagai pandangan ilmia% yang dominan pada abad "e(116
materialisme tela% 8atu% men8adi !erita fi"si pada abad "e(*:.
1:
Bagaimana tida"# Seperti yang ditun8u""an Alla%3
5'an Kami tidak menciptakan langit dan bumi) dan apa &ang ada antara
keduan&a tanpa .ikma.. ?ang demikian itu adala. anggapan orang%orang
kaAir) maka celakala. orang%orang kaAir itu karena mereka akan masuk
neraka.7 89S. S.aad) 3B; 2:< =
Adala% "eliru untu" menganggap alam semesta di!ipta"an dengan sia(sia.
Iilsafat yang benar(benar "eliru seperti materialisme dan sistem(sistem yang
berdasar"an pada pa%am itu tela% dita"dir"an untu" gagal se8a" a;al se"ali.
Pencíptaan adaíah sebuah fakta. Daíam makaíah íní
kíta akan mengka|í buktí kenyataan tersebut. Kíta akan
meííhat bagaímana materíaíísme teíah runtuh dí hadapan
saíns modern dan |uga menyaksíkan betapa
menak|ubkan dan sempurna aíam semesta dírancang
dan dícíptakan oíeh Aííah.
11
BAB 1
P!"CIPAA" ALA( S!(!SA
'A$I K!IA'AA"
Dalam bentu" standarnya6 teori Dentuman Besar >Big Bang? mengasumsi"an
ba%;a semua bagian 8agat raya mulai mengembang se!ara serenta". 0amun
bagaimana semua bagian 8agat raya yang berbeda bisa menyelaras"an a;al
pengembangan mere"a# Siapa yang memberi"an perinta%#
Andre +inde6 Profesor Kosmologi *
Seabad yang lalu6 pen!iptaan alam semesta adala% sebua% "onsep yang
diabai"an para a%li astronomi. Alasannya adala% peneri(maan umum atas gagasan
ba%;a alam semesta tela% ada se8a" ;a"tu ta" terbatas. Dalam meng"a8i alam
semesta6 ilmu;an berang(gapan ba%;a 8agat raya %anyala% a"umulasi materi dan
tida" mem(punyai a;al. &ida" ada momen /pen!iptaan<6 ya"ni momen "eti"a alam
semesta dan segala isinya mun!ul.
Gagasan "keberadaan abadí" íní sesuaí dengan
pandangan orang Eropa yang berasaí darí fíísafat
materíaíísme. Fíísafat íní, yang awaínya díkembangkan dí
dunía Yunaní kuno, menyatakan bahwa materí adaíah
satu-satunya yang ada dí |agat raya dan |agat raya ada
se|ak waktu tak terbatas dan akan ada seíamanya. Iilsafat
ini berta%an dalam bentu"(bentu" berbeda selama Baman 4oma;i6 namun pada
a"%ir "e"aisaran 4oma;i dan Abad Pertenga%an6 materialisme mulai mengalami
"emun(duran "arena pengaru% filsafat gere8a Katoli" dan Kristen. Setela%
4enaisans6 materialisme "embali mendapat"an penerimaan luas di antara pela8ar
dan ilmu;an -ropa6 sebagian besar "arena "esetiaan mere"a ter%adap filsafat
7unani "uno.
Immanuel Kant(la% yang pada masa Pen!era%an -ropa6 menyata"an dan
mendu"ung "embali materialisme. Kant menyata"an ba%;a alam semesta ada
selamanya dan ba%;a setiap probabilitas6 betapapun mus(ta%il6 %arus dianggap
mung"in. Pengi"ut Kant terus memperta%an("an gagasannya tentang alam semesta
tanpa batas beserta materialisme. Pada a;al abad "e(116 gagasan ba%;a alam
semesta tida" mempunyai a;alE ba%;a tida" perna% ada momen "eti"a 8agat raya
di(!ipta"anEse!ara luas diterima. Pandangan ini diba(;a "e abad "e(*: melalui
"arya("arya materialis dia(le"ti" seperti Karl arG dan Iriedri!% -ngels.
Pandangan tentang alam semesta tanpa batas sa(ngat sesuai dengan ateisme.
&ida" sulit meli%at alas(annya. 2ntu" meya"ini ba%;a alam semesta mem(punyai
permulaan6 bisa berarti ba%;a ia di(!ipta"an dan itu berarti6 tentu sa8a6 memerlu"an
pen!ipta6 yaitu &u%an. =au% lebi% muda% dan aman untu" meng%in(dari isu ini
dengan menga8u"an gagasan ba%;a /alam semesta ada selamanya<6 mes"ipun tida"
ada dasar ilmia% se"e!il apa pun untu" membuat "laim seperti itu. .eorges PolitBer6
yang mendu"ung dan memper(ta%an"an gagasan ini dalam bu"u(bu"unya yang di(
1*
terbit"an pada a;al abad "e(*:6 adala% pendu"ung setia arGisme dan
aterialisme.
Dengan memper!ayai "ebenaran model /8agat raya tanpa batas<6 PolitBer
menola" gagasan pen!iptaan dalam bu"unya Prin!ipes Ionda(mentauG de
P%ilosop%ie "eti"a dia menulis3
Alam semesta bu"anla% ob8e" yang di!ipta"an6 8i"a memang demi"ian6 ma"a
8agat raya %arus di!ipta"an se!ara se"eti"a ole% &u%an dan mun!ul dari "etiadaan.
2ntu" menga"ui pen!iptaan6 orang %arus menga"ui6 se8a" a;al6 "eberadaan momen
"eti"a alam semesta tida" ada6 dan ba%;a sesuatu mun!ul dari "etiadaan. Ini
pandangan yang tida" bisa diterima sains.
PolitBer menganggap sains berada di pi%a"nya dalam pem(belaan(nya
ter%adap gagasan alam semesta tanpa batas. Kenyataannya6 sains merupa"an bu"ti
ba%;a 8agat raya sunggu%(sunggu% mempunyai per(mulaan. Dan seperti yang
dinyata"an PolitBer sendiri6 8i"a ada pen!iptaan ma"a %arus ada pen!iptanya.
Pengembangan Alam Semesta
dan Penemuan 'entuman Besar
&a%un 11*:(an adala% ta%un yang penting dalam per"embangan as(tronomi
modern. Pada ta%un 11**6 a%li fisi"a 4usia6 AleGandra Iriedman6 meng%asil"an
per%itungan yang menun8u""an ba%;a stru"tur alam semesta tida"la% statis dan
ba%;a impuls "e!il pun mung"in !u"up untu" menyebab"an stru"tur "eseluru%an
mengembang atau mengerut menurut &eori 4elati9itas -instein. George
Lemaítre adaíah orang pertama yang menyadarí apa artí
perhítungan Fríedman. Berdasarkan perhítungan íní,
astronomer Beígía, Lemaítre, menyatakan bahwa aíam
semesta mempunyaí permuíaan dan bahwa ía
mengembang sebagaí akíbat darí sesuatu yang teíah
memícunya. Día |uga menyatakan bahwa tíngkat radíasí
(rate of radíatíon) dapat dígunakan sebagaí ukuran
akíbat (aftermath) darí "sesuatu" ítu.
Pemi"iran teoretis "edua ilmu;an ini tida" menari" banya" per%atian dan
barang"ali a"an terabai"an "alau sa8a tida" ditemu"an bu"ti pengamatan baru yang
menggun!ang"an dunia ilmia% pada ta%un 11*1. Pada ta%un itu6 astronomer
Ameri"a6 -d;in Hubble6 yang be"er8a di Jbser9atorium ount Filson Dalifornia6
membuat penemuan paling penting dalam se8ara% astronomi. Keti"a mengamati
se8umla% bintang melalui teles"op ra"sasanya6 dia menemu"an ba%;a !a%aya
bintang(bintang itu bergeser "e ara% u8ung mera% spe"trum6 dan ba%;a per(geseran
itu ber"aitan langsung dengan 8ara" bintang(bintang dari bumi. Penemuan ini
menggun!ang"an landasan model alam semesta yang diper!aya saat itu.
enurut aturan fisi"a yang di"eta%ui6 spe"trum ber"as !a%aya yang mende"ati
titi" obser9asi !enderung "e ara% ungu6 sementara spe"trum ber"as !a%aya yang
men8au%i titi" obser9asi !enderung "e ara% mera%. >Seperti suara peluit "ereta yang
13
sema"in samar "eti"a "ereta sema"in 8au% dari pengamat?. Pengamatan Hubble
menun8u""an ba%;a menurut %u"um ini6 benda(benda luar ang"asa men8au% dari
"ita. &ida" lama "emudian6 Hubble membuat penemuan penting lagi@ bintang(
bintang tida" %anya men8au% dari bumi@ mere"a 8uga men8au%i satu sama lain. Satu(
satunya "esimpulan yang bisa diturun"an dari alam semesta di mana segala
sesuatunya saling men8au% adala% ba%;a alam semesta dengan "onstan
/mengembang<.
Hubble menemu"an bu"ti pengamatan untu" sesuatu yang tela% /diramal"an<
.eorge +amaitre sebelumnya6 dan sala% satu pemi"ir terbesar Baman "ita tela%
menyadari ini %ampir lima belas ta%un lebi% a;al. Pada ta%un 11156 Albert -instein
tela% menyimpul"an ba%;a alam semesta tida" mung"in statis dengan per%itungan(
per%itungan ber(dasar"an teori relati9itas yang baru ditemu"annya >yang
mengantisipasi "esimpulan Iriedman dan +emaitre?. &er"e8ut ole% temuannya6
-instein menamba%"an /"onstanta "osmologis< pada persamaannya agar mun!ul
/8a;aban yang benar<6 "arena para a%li astronomi meya"in"an dia ba%;a alam
semesta itu statis dan tida" ada !ara lain untu" membuat persamaannya sesuai
dengan model seperti itu. Beberapa ta%un "emudian6 -instein menga"ui ba%;a
"onstanta "osmologis ini adala% "esala%an terbesar dalam "arirnya.
Penemuan Hubbíe bahwa aíam semesta
mengembang memuncuí-kan modeí íaín yang tídak
membutuhkan típuan untuk menghasííkan persamaan
sesuaí dengan keíngínan. |íka aíam semesta semakín
besar se|aían dengan waktu, mundur ke masa íaíu berartí
aíam semesta semakín kecíí; dan |íka seseorang bísa
mundur cukup |auh, segaía sesuatunya akan mengerut
dan bertemu pada satu títík. Kesimpulan yang %arus diturun("an dari
model ini adala% ba%;a pada suatu saat6 semua materi di alam semesta ini
terpadat"an dalam massa satu titi" yang mempunyai /9olume nol< "arena gaya
gra9itasinya yang sangat besar. Alam semesta "ita mun!ul dari %asil leda"an massa
yang mempunyai 9olume nol ini. +eda"an ini mendapat sebutan /Dentuman Besar<
dan "eberadaannya tela% berulang(ulang ditegas"an dengan bu"ti pengamatan.
Ada kebenaran íaín yang dítun|ukkan Dentuman
Besar íní. Untuk mengatakan bahwa sesuatu mempunyaí
voíume noí adaíah sama sa|a dengan mengatakan
sesuatu ítu "tídak ada". Seíuruh aíam semesta dícíp-
takan darí "ketídakadaan" íní. Dan íebíh |auh, aíam
semesta mempunyaí permuíaan, beríawanan dengan
pendapat materíaíísme, yang mengata-kan bahwa "aíam
semesta sudah ada seíamanya".
3ipotesis 5Keadaan%Stabil7
1,
&eori Dentuman Besar dengan !epat diterima luas ole% dunia ilmia% "arena
bu"ti(bu"ti yang 8elas. 0amun6 para a%li astronomi yang memi%a" materialisme dan
setia pada gagasan alam semesta tanpa batas yang dituntut pa%am ini menentang
Dentuman Besar dalam usa%a mere"a memperta%an"an do"trin fundamental
ideologi mere"a. Alasan mere"a di8elas"an ole% a%li astronomi Inggris6 Art%ur
-ddington6 yang ber"ata6 /Se!ara filosofis6 pendapat tentang permulaan yang tiba(
tiba dari "eter(aturan alam se"arang ini bertentangan dengan"u.<,
A%li astronomi lain yang menentang teori Dentuman Besar adala% Ired Hoyle.
Se"itar pertenga%an abad "e(*: dia mengemu"a"an sebua% model baru yang
disebutnya /"eadaan(stabil<6 yang ta" lebi% suatu per(pan8angan gagasan abad "e(11
tentang alam semesta tanpa batas. Dengan menerima bu"ti(bu"ti yang tida" bisa
disang"al ba%;a 8agat raya mengembang6 dia berpendapat ba%;a alam semesta ta"
terbatas6 bai" dalam dimensi maupun ;a"tu. enurut model ini6 "eti"a 8agat raya
mengembang6 materi baru terus(menerus mun!ul dengan sendirinya dalam 8umla%
yang tepat se%ingga alam semesta tetap berada dalam /"eadaan(stabil<. Dengan satu
tu8uan 8elas mendu"ung dogma /materi suda% ada se8a" ;a"tu ta" terbatas<6 yang
merupa"an basis filsafat mate(rialis6 teori ini mutla" bertentangan dengan /teori
Dentuman Besar<6 yang menyata"an ba%;a alam semesta mempunyai permulaan.
Pendu"ung teori "eadaan(stabil Hoyle tetap ber"eras menentang Dentuman Besar
selama berta%un(ta%un. 0amun6 sains menyang"al mere"a.
Kemenangan 'entuman Besar
Pada ta%un 11,56 .eorge .amo9 mengembang"an per%itungan .eorge
+emaitre lebi% 8au% dan meng%asil"an gagasan baru mengenai Dentuman Besar.
=i"a alam semesta terbentu" dalam sebua% leda"an be(sar yang tiba(tiba6 ma"a %arus
ada se8umla% tertentu radiasi yang ditinggal"an dari leda"an tersebut. 4adiasi ini
%arus bisa didete"si6 dan lebi% 8au%6 %arus sama di selu(ru% alam semesta.
Dalam dua de"ade6 bu"ti pengamatan dugaan .amo9 diperole%. Pada ta%un
11$56 dua peneliti ber(nama Arno PenBias dan 4obert Filson menemu"an sebentu"
radiasi yang selama ini tida" teramati. Dise(but /radiasi latar bela"ang "osmi"<6
radiasi ini tida" seperti apa pun yang berasal dari seluru% alam semesta "arena luar
biasa seragam. 4adiasi ini tida" dibatasi6 8uga tida" mempunyai sumber tertentu@
ali%(ali%6 radiasi ini tersebar merata di seluru% 8agat raya. Segera disadari ba%;a
radiasi ini adala% gema Dentuman Besar6 yang masi% menggema bali" se8a" momen
pertama leda"an besar tersebut. .amo9 tela% mengamati ba%;a fre"uen(si radiasi
%ampir mempu(nyai nilai yang sama dengan yang tela% di(per"ira"an ole% para
ilmu(;an sebelumnya. PenBias dan Filson dianugera%i %adi(a% 0obel untu"
penemuan mere"a.
Pada ta%un 11516 .eorge Smoot dan tim 0ASA(nya melun!ur"an sebua%
satelit "e luar ang"asa. Sebua% in(strumen sensitif yang disebut /Dosmi!
Ba!"ground -mission -Gplorer< >DJB-? di dalam satelit itu %anya memerlu"an
15
delapan menit untu" mendete"si dan menegas"an ting"at radiasi yang dilapor"an
PenBias dan Filson. Hasil ini se!ara pasti menun(8u""an "eberadaan bentu" rapat
dan panas sisa dari leda"an yang meng%asil"an alam semesta. Kebanya"an ilmu;an
menga"ui ba%;a DJB- tela% ber%asil menang"ap sisa(sisa Dentuman Besar.
Ada lagi bu"ti(bu"ti yang mun!ul untu" Dentuman Besar. Sala% satunya
ber%ubungan dengan 8umla% relatif %idrogen dan %elium di alam semesta.
Pengamatan menun8u""an ba%;a !ampuran "edua unsur ini di alam semesta sesuai
dengan per%itungan teoretis dari apa yang se%arus(nya tersisa setela% Dentuman
Besar. Bu"ti itu memberi"an tusu"an lagi "e 8antung teori "eadaan(stabil "arena 8i"a
8agat raya suda% ada selamanya dan tida" mempunyai permulaan6 semua
%idrogennya tela% terba"ar men8adi %elium.
Di%adap"an pada bu"ti seperti itu6 Dentuman Besar
memperoíeh persetu|uan dunía íímíah nyarís
sepenuhnya. Daíam sebuah artíkeí edísí Oktober 1994,
Scíentífíc Amerícan menyatakan bahwa modeí Dentuman
Besar adaíah satu-satunya yang dapat men|eíaskan
pengembangan terus menerus aíam semesta dan hasíí-
hasíí pengamatan íaínnya.
Setela% memperta%an"an teori Keadaan(Stabil bersama Ired Hoyle6 Dennis
S!iama menggambar"an dilema mere"a di %adapan bu"ti Den(tuman Besar. Dia
ber"ata ba%;a semula dia mendu"ung Hoyle6 namun setela% bu"ti mulai
menumpu"6 dia %arus menga"ui ba%;a pertempuran tela% usai dan ba%;a teori
"eadaan(stabil %arus ditinggal"an.
Siapa &ang (enciptakan Alam Semesta dari Ketiadaan6
Dengan "emenangan Dentuman Besar6 tesis /alam semesta tanpa batas<6 yang
membentu" basis bagi dogma materialis6 dibuang "e tum(pu"an sampa% se8ara%.
0amun bagi materialis6 mun!ul pula dua perta(nyaan yang tida" mengena""an3 Apa
yang suda% ada sebelum Dentuman Besar# Dan "e"uatan apa yang tela%
menyebab"an Dentuman Besar se%ingga memun!ul"an alam semesta yang tida" ada
sebelumnya#
aterialis seperti Art%ur -ddington menyadari ba%;a 8a;aban untu"
pertanyaan(pertanyaan ini dapat mengara% pada "eberadaan pen!ipta agung dan itu
tida" mere"a su"ai. Iilsuf ateis6 Ant%ony Ile;6 mengomentari masala% ini3
=elas se"ali6 penga"uan itu bai" bagi 8i;a. Jle% "arena itu6 saya a"an mulai
dengan menga"ui ba%;a penganut ateis Stratonis %arus merasa malu dengan
"onsensus "osmologis de;asa ini. Karena tampa"nya para a%li "os(mologi
menyedia"an bu"ti ilmia% untu" apa yang dianggap St. &%omas tida" terbu"ti se!ara
filosofis@ yaitu6 ba%;a alam semesta mempunyai permulaan. Selama alam semesta
dapat dengan muda% dianggap tida" %anya tanpa a"%ir6 namun 8uga tanpa
permulaan6 a"an tetap muda% untu" mendesa" ba%;a "eberadaannya yang tiba(tiba6
dan apa pun yang ditemu"an men8adi !iri(!irinya yang paling mendasar6 %arus
1$
diterima sebagai pen8elasan a"%ir. es"ipun saya memper!ayai ba%;a teori itu
>alam semesta tanpa batas? masi% benar6 tentu sa8a tida" muda% atau nyaman untu"
memperta%an"an posisi ini di %adapan "isa% Dentuman Besar.$
Banya" ilmu;an yang tida" mau mema"sa"an diri men8adi ateis menerima
dan mendu"ung "eberadaan pen!ipta yang mempunyai "e"uatan ta" terbatas.
isalnya6 ahíí astrofísíka Ameríka, Hugh Ross, menyatakan
Pencípta |agat raya, adaíah yang berada dí atas segaía
dímensí físík.
Secara defínísí, waktu adaíah dímensí dí mana
fenomena sebab-dan-akíbat ter|adí. Tídak ada waktu,
tídak ada sebab dan akíbat. |íka permuíaan waktu sama
dengan permuíaan aíam semesta, sepertí yang díkatakan
teorema ruang-waktu, maka sebab aíam semesta
harusíah entítas yang beker|a daíam dímensí waktu yang
sepenuhnya mandírí dan hadír íebíh duíu darípada dí-
mensí waktu kosmos... íní berartí bahwa Pencípta ítu
transenden, beker|a dí íuar batasan-batasan
dímensí aíam semesta. Iní berartí bahwa
Tuhan bukan aíam semesta ítu sendírí, dan
Tuhan |uga tídak berada dí daíam aíam
semesta.
Penolakan ter.adap Penciptaan dan
(engapa eori%eori Itu Bercacat
Sangat 8elas ba%;a Dentuman Besar berarti pen!iptaan alam semesta dari
"etiadaan dan ini pasti bu"ti "eberadaan pen!ipta yang ber"e(%enda". engenai
fa"ta ini6 beberapa a%li astronomi dan fisi"a materialis tela% men!oba
mengemu"a"an pen8elasan alternatif untu" membanta% "enyataan ini. 4u8u"an
suda% dibuat dari teori "eadaan(stabil dan ditun8u""an "e mana "aitannya6 ole%
mere"a yang tida" merasa nyaman dengan pendapat /pen!iptaan dari "etiadaan<
mes"ipun bu"ti berbi!ara lain6 sebagai usa%a memperta%an"an filsafat mere"a.
Ada pula se8umla% model yang tela% di"emu"a"an ole% materialis yang
menerima teori Dentuman Besar namun men!oba melepas"annya dari gagasan
pen!iptaan. Sala% satunya adala% model alam semesta /ber(osilasi<@ dan yang
lainnya adala% /model alam semesta "uantum<. ari "ita "a8i teori(teori ini dan
meli%at mengapa "eduanya tida" berdasar.
odel alam semesta berosilasi di"emu"a"an ole% para a%li astro(nomi yang
tida" menyu"ai gagasan ba%;a Dentuman Besar adala% per(mulaan alam semesta.
Dalam model ini6 dinyata"an ba%;a pengem(bangan alam semesta se"arang ini
pada a"%irnya a"an membali" pada suatu ;a"tu dan mulai mengerut. Pengerutan ini
a"an menyebab("an segala sesuatu runtu% "e dalam satu titi" tunggal yang
"emudian a"an meleda" lagi6 memulai pengembangan baba" baru. Proses ini6 "ata
1'
mere"a6 berulang dalam ;a"tu ta" terbatas. odel ini 8uga menyata"an ba%;a alam
semesta suda% mengalami transformasi ini ta" ter%ingga "ali dan a"an terus
demi"ian selamanya. Dengan "ata lain6 alam semesta ada selamanya namun
mengembang dan runtu% pada inter9al berbeda dengan leda"an besar menandai
setiap si"lusnya. Alam semesta tempat "ita tinggal merupa"an sala% satu alam
semesta tanpa batas itu yang sedang melalui si"lus yang sama.
Ini ta" lebi% dari usa%a lema% untu" menyelaras"an fa"ta Dentuman Besar
ter%adap pandangan tentang alam semesta tanpa batas. S"enario tersebut tida"
didu"ung ole% %asil(%asil riset ilmia% selama 15(*: ta%un tera"%ir6 yang
menun8u""an ba%;a alam semesta yang berosilasi seperti itu tida" mung"in ter8adi.
+ebi% 8au%6 %u"um(%u"um fisi"a tida" bisa me(nerang"an mengapa alam semesta
yang mengerut %arus meleda" lagi setela% runtu% "e dalam satu titi" tunggal3 ia
%arus tetap seperti apa ada(nya. Hu"um(%u"um fisi"a 8uga tida" bisa menerang"an
mengapa alam semesta yang mengembang %arus mulai mengerut lagi.5
Ba%"an "alaupun "ita menerima ba%;a me"anisme yang mem(buat si"lus
mengerut(meleda"(mengembang ini benar(benar ada6 satu %al penting adala% ba%;a
si"lus ini tida" bisa berlan8ut selamanya6 seperti anggapan mere"a. Per%itungan
untu" model ini menun8u""an ba%;a setiap alam semesta a"an mentransfer
se8umla% entropi "epada alam semesta beri"utnya. Dengan "ata lain6 8umla% energi
berguna yang ter(sedia men8adi ber"urang setiap "ali6 dan setiap alam semesta a"an
ter(bu"a lebi% lambat dan mempunyai diameter lebi% besar. Ini a"an me(nyebab"an
alam semesta yang terbentu" pada baba" beri"utnya men8adi lebi% "e!il dan
begitula% seterusnya6 sampai pada a"%irnya meng%ilang men8adi "etiadaan. Ba%"an
8i"a alam semesta /bu"a dan tutup< ini dapat ter8adi6 mere"a tida" berta%an
selamanya. Pada satu titi"6 a"an diperlu("an /sesuatu< untu" di!ipta"an dari
/"etiadaan<.1
Sing"atnya6 model alam semesta /berosilasi< merupa"an fantasi tanpa %arapan
yang realitas fisi"nya tida" mung"in.
/odel alam semesta "uantum< adala% usa%a lain untu" member(si%"an teori
Dentuman Besar dari impli"asi pen!iptaannya. Pendu"ung model ini
mendasar"annya pada obser9asi fisi"a "uantum >subatomi"?. Dalam fisi"a "uantum6
diamati ba%;a parti"el(parti"el subatomi" mun(!ul dan meng%ilang se!ara spontan
dalam ruang %ampa. enginterpre(tasi"an pengamatan ini sebagai /materi dapat
mun!ul pada ting"at "uantum6 ini merupa"an sebua% sifat yang ber"enaan dengan
materi<6 beberapa a%li fisi"a men!oba men8elas"an asal materi dari "etiadaan
selama pen!iptaan alam semesta sebagai /sifat yang ber"enaan dengan materi< dan
menyata"annya sebagai bagian dari %u"um(%u"um alam. Dalam model ini6 alam
semesta "ita diinterpretasi"an sebagai parti"el subatomi" di dalam parti"el yang
lebi% besar.
A"an tetapi6 silogisme ini sama se"ali tida" mung"in dan bagai(manapun
tida" bisa men8elas"an bagaimana alam semesta ter8adi. Filliam +ane Draig6
penulis &%e Big Bang3 &%eism and At%eism6 men8elas("an alasannya3
15
4uang %ampa me"anis "uantum yang meng%asil"an parti"el materi adala%
8au% dari gagasan umum tentang /ruang %ampa< >yang berarti tida" ada apa(apa?.
elain"an6 ruang %ampa "uantum adala% lautan parti"el yang terus(menerus
terbentu" dan meng%ilang6 yang memin8am energi dari ruang %ampa untu"
"eberadaan mere"a yang sing"at. Ini bu"an /"etiadaan<6 se%ingga parti"el materi
tida" mun!ul dari /"etiadaan<.1:
=adi6 dalam fisi"a "uantum6 materi /tida" ada "alau sebelumnya tida" ada.<
7ang ter8adi adala% ba%;a energi ling"ungan tiba(tiba men(8adi materi dan tiba(tiba
pula meng%ilang men8adi energi lagi. Sing"atnya6 tida" ada "ondisi /"eberadaan
dari "etiadaan< seperti "laim mere"a.
Dalam fisi"a6 tida" lebi% sedi"it daripada yang terdapat dalam !a(bang(!abang
ilmu alam lain6 terdapat ilmu;an(ilmu;an ateis yang tida" ragu menyamar"an
"ebenaran dengan mengabai"an titi"(titi" "ritis dan detail(detail dalam usa%a
mere"a mendu"ung pandangan materialis dan men!apai tu8uan mere"a. Bagi
mere"a6 8au% lebi% penting memperta%an("an materialisme dan ateisme daripada
mengung"ap"an fa"ta(fa"ta dan "enyataan ilmia%.
Di%adap"an pada realitas yang disebut"an di atas6 "ebanya"an ilmu(;an
membuang model alam semesta "uantum. D.= Is%am men8elas("an ba%;a /model
ini tida" diterima se!ara luas "arena "esulitan("esulitan yang diba;anya.< 11
Ba%"an sebagian pen!etus gagasan ini6 seperti Brout dan Spindel6 tela%
meninggal"annya.1*
Sebua% 9ersi terbaru yang dipubli"asi"an lebi% luas dari model alam semesta
"uantum dia8u"an ole% a%li fisi"a6 Step%en Ha;"ing. Dalam bu"unya6 A Brief
History of &ime6 Ha;"ing menyata"an ba%;a Dentuman Besar tida" %arus berarti
"eberadaan dari "etiadaan. Ali%(ali% /tiada ;a"tu< sebelum Dentuman Besar6
Ha;"ing menga8u"an "onsep /;a"tu ima8iner<. enurut Ha;("ing6 %anya ada
selang ;a"tu ima8iner 1:,3 deti" sebelum Dentuman Besar ter8adi dan ;a"tu
/nyata< terbentu" setela% itu. Harapan Ha;"ing %a( nyala% untu" mengabai("an
"enyataan /"etiada(an ;a"tu< >timelessness? sebelum Dentuman Besar dengan
gagasan ;a"tu /ima8iner< ini.
Sebagai sebua% "onsep6 /;a"tu ima8iner< sama sa8a dengan nol atau se(perti
/tida" ada<nya 8umla% ima8iner orang dalam ruangan atau 8umla% ima8iner mobil di
8alan. Di sini Ha;"ing %anya bermain dengan "ata("ata. Dia menyata"an ba%;a
persamaan itu benar "alau mere"a di%ubung"an dengan ;a"tu ima8iner6 namun
"enyataannya ini tida" ada artinya. A%li matemati"a6 Sir Herbert Dingle6 menyebut
"emung"inan memalsu"an %al(%al ima8iner sebagai %al nyata dalam matemati"a
sebagai3
Dalam ba%asa matemati"a6 "ita bisa mengata"an "ebo%ongan di samping
"ebenaran6 dan dalam !a"upan matemati"a sendiri6 tida" ada !ara yang mung"in
untu" membeda"an satu dengan lainnya. Kita dapat membeda"an "eduanya %anya
dengan pengalaman atau dengan penalaran di luar matemati"a6 yang diterap"an
pada %ubungan yang mung"in antara solusi matemati"a dan "orelasi fisi"nya.13
11
Sing"atnya6 solusi ima8iner atau teoretis matemati"a tida" perlu mengandung
"onse"uensi benar atau nyata. engguna"an sifat yang %anya dimili"i matemati"a6
Ha;"ing meng%asil"an %ipotesis yang tida" ber"aitan dengan "enyataan. 0amun
apa alasan yang mendorongnya mela"u"an ini# Ha;"ing menga"ui ba%;a dia lebi%
menyu"ai model alam semesta selain dari Dentuman Besar "arena yang tera"%ir ini
/mengisyarat"an pen!iptaan ila%ia%<6 dan model(model seperti itu diran!ang untu"
ditentang.1,
Semua ini menun8u""an ba%;a model alternatif dari Dentuman Besar6 seperti
"eadaan(stabil6 model alam semesta berosilasi6 dan model alam semesta "uantum6
"enyataannya timbul dari prasang"a filosofis materialis. Penemuan-penemuan
íímíah teíah menun|ukkan reaíítas Dentuman Besar dan bahkan
dapat men|eíaskan "keberadaan darí ketía-daan". Dan íní
merupakan buktí sangat kuat bahwa aíam semesta dícíptakan oíeh
Aííah, satu haí yang mentah-mentah dítoíak materíaíís.
Sebua% !onto% penola"an Dentuman Besar bisa ditemu"an dalam esai ole%
=o%n addoG6 editor ma8ala% 0ature >ma8ala% materialis?6 yang mun!ul pada ta%un
1151. Dalam /Do;n ;it% t%e Big Bang<6 addoG menyata"an Dentuman Besar
tida" dapat diterima se!ara filosofis "arena teori ini membantu teologis dengan
menyedia"an du"ungan "uat untu" gagasan(gagasan mere"a. Penulis itu 8uga
meramal"an ba%;a Dentuman Besar a"an runtu% dan ba%;a du"ungan untu"nya
a"an meng%ilang dalam satu de"ade.15 addoG %anya bisa merasa sema"in resa%
"arena penemuan(penemuan selama sepulu% ta%un beri"utnya memberi"an bu"ti
sema"in "uat a"an "eberadaan Dentuman Besar.
Sebagian materialis bertinda" dengan lebi% mengguna"an a"al se%at mengenai
%al ini. aterialis Inggris6 H.P. +ipson menerima "ebenaran pen!iptaan6 mes"ipun
/tida" dengan senang %ati<6 "eti"a dia ber"ata3
=i"a materi %idup bu"an disebab"an ole% intera"si atom(atom6 "e"uatan alam6
dan radiasi6 bagaimana dia mun!ul#.... 0amun saya pi"ir6 "ita %a(rus... menga"ui
ba%;a satu(satunya pen8elasan yang bisa diterima adala% pen!iptaan. Saya ta%u
ba%;a ini sangat diben!i para a%li fisi"a6 demi"ian pula saya6 namun "ita tida"
bole% menola" apa yang tida" "ita su"ai 8i"a bu"ti e"sperimental mendu"ungnya.1$
Sebagai "esimpulan6 "ebenaran yang terung"ap ole% ilmu alam adala%3 ateri
dan ;a"tu tela% dimun!ul"an men8adi ada ole% pemili" "e"uatan besar yang
mandiri6 ole% Pen!ipta. Alla%6 Pemili" "e"uatan6 pengeta%uan6 dan "e!erdasan
mutla"6 tela% men!ipta"an alam semesta tempat tinggal "ita.
*:
anda%anda Al 9uran
Seíaín men|eíaskan aíam semesta, modeí Dentuman Besar
mempu-nyaí ímpííkasí pentíng íaín. Sepertí yang dítun|ukkan
daíam kutípan darí Anthony Fíew dí atas, íímu aíam teíah
membuktíkan pandangan yang seíama íní hanya dídukung oíeh
sumber-sumber agama.
Kebenaran yang diperta%an"an ole% sumber(sumber agama adala% realitas
pen!iptaan dari "etiadaan. Ini tela% dinyata"an dalam "itab("itab su!i yang tela%
berfungsi sebagai penun8u" 8alan bagi manusia selama ribuan ta%un. Dalam semua
"itab su!i seperti Per8an8ian +ama6 Per8an8ian Baru6 dan Al )uran6 dinyata"an
ba%;a alam semesta dan segala isinya di!ipta"an dari "etiadaan ole% Alla%.
Dalam satu(satunya "itab yang diturun"an Alla% yang tela% berta%an
sepenu%nya utu%6 Al )uran6 ada pernyataan tentang pen!iptaan alam semesta dari
"etiadaan6 di samping bagaimana "emun!ulannya sesuai dengan ilmu pengeta%uan
abad "e(*:6 mes"ipun diung"ap"an 1, abad yang lalu.
Pertama6 pen!iptaan alam semesta dari "etiadaan diung"ap"an dalam Al
)uran sebagai beri"ut3
5'ia pencipta langit dan bumi. Bagaimana 'ia mempun&ai anak pada.al
'ia tidak mempun&ai istri. 'ia menciptakan segala sesuatu dan 'ia
mengeta.ui segala sesuatu.7 89S. Al An1aam) >; 1+1< =
Aspe" penting lain yang diung"ap"an dalam Al )uran empat belas abad
sebelum penemuan modern Dentuman Besar dan temuan(temuan yang ber"aitan
dengannya adala% ba%;a "eti"a di!ipta"an6 alam semes(ta menempati 9olume yang
sangat "e!il3
5'an apaka. orang%orang kaAir tidak mengeta.ui ba.2asan&a langit dan
bumi itu keduan&a da.ulu adala. suatu &ang padu) kemudian Kami pisa.kan
antara keduan&a. 'an daripada air Kami -adikan segala sesuatu &ang .idup.
(aka mengapaka. mereka tiada -uga beriman67 89S. Al Anbi&aa1) 21; 3+< =
&er8ema%an ayat di atas mengandung pemili%an "ata yang sangat penting
dalam ba%asa aslinya6 ba%asa Arab. Kata rat" diter8ema%"an sebagai /suatu yang
padu< yang berarti /ber!ampur6 bersatu< dalam "amus ba%asa Arab. Kata itu
diguna"an untu" meru8u" dua Bat berbeda yang men8adi satu. Irasa /Kami
pisa%"an< diter8ema%"an dari "ata "er8a ba%asa Arab6 fat" yang mengandung ma"na
ba%;a sesuatu ter8adi de(ngan memisa%"an atau meng%an!ur"an stru"tur rat".
&umbu%nya bi8i dari tana% adala% sala% satu tinda"an yang meng(guna"an "ata "er8a
ini.
ari "ita tin8au lagi ayat tersebut dengan pengeta%uan ini di bena" "ita.
Dalam ayat itu6 langit dan bumi pada mulanya berstatus rat". e(re"a dipisa%"an
*1
>fat"? dengan satu mun!ul dari yang lainnya. ena(ri"nya6 para a%li "osmologi
berbi!ara tentang /telur "osmi"< yang me(ngandung semua materi di alam semesta
sebelum Dentuman Besar. Dengan "ata lain6 semua langit dan bumi ter"andung
dalam telur ini dalam "ondisi rat". &elur "osmi" ini meleda" dengan da%syat
menyebab"an materinya men8adi fat" dan dalam proses itu ter!iptala% stru"tur
"eseluru%an alam semesta.
Kebenaran lain yang terung"ap dalam Al )uran adala% pengem(bangan 8agat
raya yang ditemu"an pada a"%ir ta%un 11*:(an. Penemuan Hubble tentang
pergeseran mera% dalam spe"trum !a%aya bintang diung"ap"an dalam Al )uran
sebagai beri"ut3
5'an langit itu Kami bangun dengan kekuasaan 8Kami< dan sesung%
gu.n&a Kami benar%benar meluaskann&a.7 89S. Ad/%'/aari&at) 51; 4:< =
Sing"atnya6 temuan(temuan ilmu alam modern mendu"ung "ebe(naran yang
dinyata"an dalam Al )uran dan bu"an dogma materialis. aterialis bole% sa8a
menyata"an ba%;a semua itu /"ebetulan<6 namun fa"ta yang 8elas adala% ba%;a
alam semesta ter8adi sebagai %asil pen!iptaan dari pi%a" Alla% dan satu(satunya
pengeta%uan yang benar tentang asal mula alam semesta ditemu"an dalam firman
Alla% yang diturun"an "epada "ita.
Per-alanan Sains 'alam (ema.ami Penciptaan Alam Semesta.
Iilsuf =erman6 Immanuel Kant adala% orang pertama yang menga8u"an
pernyataan /alam semesta tanpa batas< pada Caman Baru. &etapi penemuan ilmia%
menggugur"an pernyataan Kant.
-d;in Hubble menemu"an ba%;a alam semesta mengembang. Pada a"%irnya
dia menemu"an bu"ti /+eda"an Besar<6 peristi;a besar yang penemuannya
mema"sa ilmu;an meninggal"an anggapan alam semesta tanpa batas dan abadi.
Pernyataan Sir Art%ur -ddington ba%;a /pendapat tentang permulaan yang
tiba(tiba dari "eteraturan alam se"arang ini bertentangan dengan"u6< adala%
penga"uan ba%;a +eda"an Besar tela% menimbul"an "eresa%an di "alangan
materialis.
4adiasi +atar Bela"ang Kosmi" yang ditemu"an ole% PenBias dan Filson
dianggap sebagai bu"ti +eda"an Besar yang ta" terbanta%"an ole% dunia ilmia%.
Step%en Ha;"ing 8uga men!oba menga8u"an pen8elasan berbeda untu"
+eda"an Besar selain Pen!iptaan seperti yang dila"u"an ilmu;an materialis lainnya
dengan mengandal"an "ontradi"si dan "onsep "eliru.
**
BAB 2
K!S!I(BA"#A" 'ALA( L!'AKA"
Energí íedakan aíam semesta mengímbangí gaya gravítasínya
dengan ketepatan yang nyarís tak dapat dípercaya. Dentuman
Besar |eías bukaníah sembarang íedakan dí masa íaíu, namun
íedakan dengan kekuatan yang dírancang begítu índah.
Pauí Davíes, Profesor Físíka Teoretís.17
Dalam bab pertama6 "ita mempela8ari pen!iptaan alam semesta dari "etiadaan
sebagai %asil leda"an da%syat. Marí kíta ka|í ímpííkasí darí kenyataan íní.
Para íímuwan memperkírakan dí seíuruh aíam semesta terdapat
300 míííar gaíaksí. Gaíaksí-gaíaksí íní me-míííkí beberapa bentuk
berbeda (spíraí, eííps, dan íaín-íaín) dan masíng-masíng memíííkí
bíntang kíra-kíra sebanyak |umíah gaíaksí dí aíam se-mesta. Saíah
satu bíntang íní, Mataharí, memíííkí sembíían píanet utama yang
mengítarínya daíam keserasían yang íuar bíasa. Seíuruh manusía
hídup dí píanet ketíga díhítung darí mataharí.
Per%ati"an se"itar Anda3 Apa"a% yang Anda li%at tampa" seperti sebaran
materi yang bersera"an tida" "aruan# &entu sa8a tida". 0amun6 bagaimana materi
membentu" gala"si(gala"si yang teratur seandainya materi itu tersebar se!ara a!a"#
engapa materi ber"umpul di satu titi" dan membentu" bintang# Bagaimana
"eseimbangan yang begitu inda% pada tata surya dapat mun!ul dari leda"an yang
da%syat# Ini adala% per(tanyaan(pertanyaan penting dan menuntun "ita pada
pertanyaan yang sesunggu%nya yaitu bagaimana alam semesta tersusun setela%
Dentuman Besar.
=i"a Dentuman Besar benar(benar leda"an yang ma%a meng%an!ur("an6 ma"a
masu" a"al untu" memper"ira"an ba%;a materi a"an tersebar "e segala pen8uru
se!ara a!a". 0amun ternyata tida" demi"ian. ateri %asil Dentuman Besar tersusun
men8adi planet6 bintang6 gala"si6 "luster6 dan super"luster. Seola%(ola% sebua% bom
meleda" dalam lumbung dan men8adi"an seluru% gandum terisi"an "e dalam
"arung6 dan tersusun rapi di atas tru"6 siap untu" di"irim"an6 bu"annya tersebar
a!a"(a!a"an "e seluru% pen8uru. Ired Hoyle6 penentang setia teori Den(tuman
Besar6 mengemu"a"an "eter"e8utannya sendiri a"an "eteraturan ini3
&eori Dentuman Besar menyata"an alam semesta dimulai dengan leda"an
tunggal. 0amun seperti terli%at pada bagian beri"ut6 sebua% leda"an %anya a"an
membuat materi terlontar se!ara a!a"6 namun Dentuman Besar se!ara misterius
memberi"an %asil berla;anan dengan materi ter"umpul dalam bentu" gala"si(
gala"si.15
Ba%;a materi yang di%asil"an Dentuman Besar membentu" susun(an yang
begitu rapi dan teratur memang suatu %al yang luar biasa. &erbe(ntu"nya "eserasian
yang luar biasa tersebut menuntun "ita "epada "enyataan ba%;a alam semesta
merupa"an !iptaan sempurna Alla%.
*3
Pada bab ini "ita a"an meng"a8i dan merenung"an "esempurnaan luar biasa
ini.
Kecepatan Ledakan
Jrang yang mendengar teori Dentuman Besar namun tida" memi("ir"an
masala% ini dengan sa"sama6 tida" a"an menyadari ren!ana yang luar biasa di bali"
leda"an tersebut. Karena bagi "ebanya"an orang6 leda"an tida" mengimpli"asi"an
"eserasian6 ren!ana6 atau "eteraturan. Kenyataannya terdapat se8umla% aspe" yang
sangat membingung"an pada "eteraturan yang rumit dalam Dentuman Besar.
Sala% satu te"a(te"i ber%ubungan dengan per!epatan yang ditimbul("an ole%
leda"an. Keti"a leda"an ter8adi6 materi pasti mulai bergera" dengan "e!epatan luar
biasa tinggi "e segala ara%. 0amun ada %al lain yang %arus diper%ati"an dalam %al
ini. Pasti ada gaya tari" yang begitu besar di a;al leda"an3 gaya tari" yang !u"up
"uat untu" mengumpul"an seluru% alam semesta pada satu titi".
Dua "e"uatan berbeda dan saling berla;anan be"er8a di sini. Ke"u(atan dari
leda"an6 melontar("an materi "e luar dan men(8au%6 serta "e"uatan dari gaya tari"6
men!oba mena%an "e"uatan dari leda"an dan menari" semua materi untu" "embali
menyatu. Alam se(mesta terbentu" "arena dua "e"uatan ini dalam "eseim(bangan.
=i"a "e"uatan gaya tari" lebi% besar daripada "e"uatan leda"an6 alam se(mesta
%an!ur bertubru"an. =i"a ter8adi sebali"nya6 materi a"an berpen!ar "e segala pen8uru
dan tida" mung"in menyatu "embali.
+antas6 seberapa pe"a "eseimbangan ini# Berapa banya" /selisi%< yang
mung"in ada di antara dua "e"uatan ini#
A%li fisi"a matematis6 Paul Da9ies6 Profesor dari 2ni9ersitas Adelai(de di
Australia6 mela"u"an per%itungan pan8ang ter%adap "eadaan yang %arus ada pada
saat Dentuman Besar ter8adi dan meng(%asil"an ang"a yang %anya dapat
digambar"an sebagai men!engang("an. enurut Da9ies6 8i"a la8u pengembangan
%anya berbeda lebi% dari 1:(15 deti" sa8a >satu deti" dibagi satu miliar "emudian
dibagi satu miliar lagi?6 alam semesta tida" a"an terbentu". Da9ies men8elas"an
"esimpulannya3
Pengu"uran yang teliti menempat"an la8u pengembangan sangat de"at pada
nilai "ritis se%ingga alam semesta dapat bebas dari gaya gra9itasi dirinya dan
mengembang selamanya. Sedi"it lebi% lambat ma"a alam semesta a"an %an!ur
bertubru"an6 sedi"it lebi% !epat ma"a materi "osmi" suda% menyebar se!ara a!a"
se8a" dulu. Sangat menari" untu" menanya("an dengan pasti seberapa rumit la8u
pengembangan ini tela% disesuai"an dengan tepat untu" berada pada batas tipis dua
"e%an!uran da%syat. =i"a pada ;a"tu I S >pada saat pola ;a"tu pengembangan tela%
terbentu"? la8u pengembangan berbeda lebi% dari 1:(15 deti" dari semestinya6 ma"a
suda% !u"up untu" memora"(poranda"an "eseimbangan yang rumit tersebut. -nergi
leda"an alam semesta mengimbangi gaya gra9itasinya dengan "etepatan yang nyaris
ta" dapat diper!aya. Dentuman Besar 8elas bu"anla% sembarang leda"an di masa
lalu6 namun leda"an dengan "e"uatan yang diran!ang begitu inda%.11
*,
Bilim 9e &e"ni" >ma8ala% ilmia% &ur"i? mengutip sebua% arti"el yang mun!ul
dalam ma8ala% S!ien!e. Dalam arti"el tersebut6 "eseimbangan fenomenal yang
di!apai dalam fase a;al alam semesta dinyata"an3
|íka kekerapan aíam semesta hanya sedíkít íebíh tínggí, daíam
haí íní, menurut teorí reíatívítas Eínsteín, aíam semesta tídak akan
mengembang akíbat gaya-gaya tarík partíkeí-partíkeí atom, namun
mengerut, dan pada akhírnya íenyap pada satu títík. =i"a "e"erapan
a;al sedi"it lebi% "e!il6 ma"a alam semesta a"an dengan !epat mengembang6
namun dalam %al ini6 parti"el(parti"el atom tida" a"an tertari" satu sama lain dan
tida" ada bintang dan tida" ada gala"si a"an perna% terbentu". A"ibatnya6 manusia
tida" a"an perna% mun!ulK enurut per%itungan6 perbedaan antara "era(patan a;al
alam semesta yang sesunggu%nya dan "erapatan "ritisnya6 yang tida" mung"in
ter8adi6 adala% "urang dari 1:(1'. Ini sama sa8a dengan memberdiri"an pensil pada
u8ung ta8amnya ba%"an selama miliaran ta%unL lebi% 8au%6 "eti"a alam semesta
mengembang6 "eseimbangan ini men8adi lebi% rumit.*:
Ba%"an Step%en Ha;"ing6 yang berusa%a "eras men8elas"an pen!ip(taan alam
semesta sebagai rang"aian "ebetulan dalam A Brief History of &ime6 menga"ui
"eseimbangan luar biasa dalam la8u pengembangan3
|íka ía|u pengembangan satu detík seteíah Dentuman Besar
íebíh kecíí bahkan darí satu bagían per seratus ríbu |uta |uta, aíam
semesta akan hancur sebeíum pernah mencapaí ukurannya
sekarang.
Laíu, apa yang dííndíkasíkan keseímbangan yang begítu íuar
bíasa íní? Satu-satunya |awaban rasíonaí untuk pertanyaan ítu
adaíah bahwa keseímbangan ítu merupakan buktí rancangan sadar
dan tídak mungkín ketídaksenga|aan. Dr. Davíes mengakuí sendírí
haí íní, meskípun kecen-derungannya tetap mengarah pada
materíaíísme:
Suíít untuk menoíak bahwa struktur aíam semesta sekarang
íní, yang tam-pak begítu sensítíf terhadap perubahan kecíí daíam
angka, teíah dípíkírkan dengan saksama.... nííaí-nííaí numerík a|aíb
yang dísuguhkan aíam untuk konstanta-konstanta dasarnya tetap
merupakan buktí yang paííng kuat bagí unsur rancangan kosmík.
!mpat #a&a
Ke!epatan Dentuman Besar merupa"an sala% satu "eadaan "eseim(bangan
yang luar biasa pada momen a;al pen!iptaan. Segera setela% Dentuman Besar6
gaya(gaya yang menopang dan mengatur alam seme(sta tempat "ita tinggal %arus
/tepat benar< se!ara numeri"6 "arena "alau tida"6 alam semesta tida" a"an
terbentu".
*5
Ada /empat gaya dasar< yang di"enali fisi"a modern. Semua stru"(tur dan
gera"an dalam alam semesta diatur dengan "eempat gaya ini6 yang di"enal sebagai
gaya gra9itasi6 gaya ele"tromagneti"6 gaya nu"lir "uat6 dan gaya nu"lir lema%. .aya
nu"lir "uat dan lema% be"er8a %anya pada s"ala atom. Kedua gaya lainnyaEgaya
gra9itasi dan gaya ele"tro(magneti"Emengatur "umpulan atom6 dengan "ata lain
/materi<. Keem(pat gaya dasar ini langsung be"er8a setela% Dentuman Besar ter8adi
dan meng%asil"an pembentu"an atom(atom dan materi.
Perbandingan "eempat gaya yang menun8u""an nilai(nilai mere"a saling
berbeda. Di ba;a% ini "eempat gaya tersebut dinyata"an dalam satuan standar
internasional3
.aya nu"lir "uat 3 15
.aya nu"lir lema% 3 '6:3 G 1:(3
.aya ele"tromagneti" 3 36:5 G 1:(1*
.aya gra9itasi 3 5.1: G 1:(31
Per%ati"an betapa besar perbedaan "e"uatan "eempat gaya dasar ini. Selisi%
antara yang ter"uat >gaya nu"lir "uat? dan yang terlema% >gaya gra9itasi? adala%
se"itar *5 dii"uti dengan 35 nolK engapa bisa demi("ian#
A%li biologi mole"uler6 i!%ael Denton menanggapi pertanyaan ini dalam
bu"unya6 0atureMs Density3
=i"a6 misalnya6 gaya gra9itasi satu triliun "ali lebi% "uat6 ma"a alam semesta
a"an 8au% lebi% "e!il dan se8ara% %idupnya 8au% lebi% pende". Sebua% bintang rata(
rata a"an mempunyai massa satu triliun lebi% "e!il dari mata%ari dan masa %idup
se"itar satu ta%un. Di lain pi%a"6 8i"a gra9itasi "urang "uat6 tida" ada bintang atau
gala"si yang a"an perna% terbentu". Hubungan dan nilai(nilai lain tida" "urang
"ritisnya. =i"a gaya nu"lir "uat sedi"it lebi% lema% sa8a6 satu(satunya unsur yang
a"an stabil %anya %idrogen. &ida" ada atom lain yang bisa terbentu". =i"a gaya
nu"lir "uat tersebut sedi"it lebi% "uat dalam "aitannya dengan ele"tromagnetisme6
ma"a inti atom yang terdiri dari dua proton men8adi yang paling stabil di alam
semesta6 yang berarti tida" a"an ada %idrogen6 dan 8i"a ada bintang atau gala"si
yang terbentu"6 mere"a a"an sangat berbeda dari bentu"nya se"arang. =elas se"ali6
8i"a semua gaya dan "onstanta ini tida" mempunyai nilai tepat demi"ian6 tida" a"an
ada bintang6 superno9a6 planet(planet6 atom6 dan "e%idupan.*3
Pauí Davíes berkomentar tentang bagaímana hukum-hukum
físíka menyedíakan kondísí ídeaí untuk kehídupan manusía:
Kaíau sa|a aíam memíííh serangkaían angka yang sedíkít
berbeda, dunía akan men|adí tempat yang sangat berbeda.
Barangkaíí kíta tídak akan ada untuk meííhatnya.. Penemuan
baru tentang kosmos prímítíf mewa|íbkan kíta me-neríma bahwa
aíam semesta yang mengembang teíah díatur daíam geraknya
dengan suatu keteíítían yang menak|ubkan.
Arno PenBias6 yang pertama mendete"si radiasi latar bela"ang "osmi"
bersama 4obert Filson6 >"eduanya menerima %adia% 0obel ta%un 11$5 untu"
penemuan ini?6 mengomentari ran!angan inda% alam semesta3
*$
Astronomi mengara%"an "ita pada sebua% peristi;a uni"6 alam semesta yang
di!ipta"an dari "etiadaan6 alam semesta dengan "eseimbangan sangat rumit yang
diperlu"an untu" menyedia"an "ondisi tepat bagi "e%idupan6 dan alam semesta yang
mempunyai ren!ana dasar >bisa di"ata"an /super(nasional<?.*5
Ilmu;an(ilmu;an yang baru sa8a di"utip tela% menari" "esimpulan penting
dari pengamatan mere"a. eng"a8i dan memi"ir"an "eseimbangan luar biasa dan
"eteraturan yang inda% dalam ran(!angan alam semesta ta" pela" lagi mengara%"an
seseorang pada "ebenaran3 Di alam semesta6 ada ran!angan unggul dan "eselarasan
sempurna. &ida" diragu"an lagi6 Pembuat ran!angan dan "eselarasan ini adala%
Alla%6 yang tela% men!ipta("an segalanya tanpa !a!at. Dalam sala% satu ayat(0ya6
Alla% menari" per%atian "ita pada "eteraturan pen!iptaan alam semesta6 yang
diren!a(na"an6 dan diper%i(tung"an dalam setiap detail3
5?ang kepun&aan%"&a%la. kera-aan langit dan bumi dan 'ia tidak
mempun&ai anak dan tidak ada sekutu bagi%"&a dalam kekuasaan 8"&a< dan
'ia tela. menciptakan segala sesuatu dan 'ia menetapkan ukuran%ukurann&a
dengan serapi%rapin&a.7 89S. Al @urDan) 25; 2< =
(atematika Probabilitas
(eruntu.kan eori 5Kebetulan7
Pen8elasan se8au% ini menun8u""an "eseimbangan luar biasa antara gaya(gaya
yang memung"in"an manusia %idup di alam semesta ini. Ke(!epatan leda"an
Dentuman Besar6 nilai gaya(gaya dasar6 dan semua 9ariabel lain yang a"an "ita
ba%as dalam bab(bab selan8utnya6 yang "esemuanya 9ital untu" "eberadaan alam
semesta6 tela% diatur dengan "etepatan luar biasa.
ari "ita menyimpang sebentar dari po"o" ba%asan dan mem(pertimbang"an
teori "ebetulan materialisme. Kebetulan adala% sebua% istila% matemati"a dan
peluang ter8adinya sebua% peristi;a dapat di%itung mengguna"an matemati"a
probabilitas. ari "ita la"u"an.
Dengan mempertimbang"an 9ariabel(9ariabel fisi"6 bagaimana peluang alam
semesta yang memberi "ita "e%idupan terbentu" se!ara "ebetulan# Satu dalam
miliar miliar# Atau triliun triliun triliun# Atau lebi%#
4oger Penrose6 seorang a%li matemati"a Inggris ter"enal dan teman de"at
Step%en Ha;"ing6 memi"ir"an pertanyaan ini dan men!oba mem(per%itung"an
"emung"inannya. Dengan memasu""an semua 9ariabel yang dianggapnya perlu
bagi manusia untu" mun!ul dan %idup di planet bumi6 dia meng%itung probabilitas
untu" ling"ungan ini mun!ul di antara semua %asil yang mung"in dari Dentuman
Besar.
enurut Penrose6 peluang untu" "e8adian seperti itu adala% 1 banding
1:1:1*3 .
embayang"an arti ang"a itu sa8a suda% sulit. Dalam matemati"a6 nilai 1:1*3
berarti 1 dii"uti dengan 1*3 nol >ang"a ini 8au% lebi% besar dari 8umla% total atom
*'
yang diya"ini ada di seluru% alam semesta6 1:'5?. 0amun 8a;aban Penrose 8au%
lebi% besar lagi3 yaitu 1 dii"uti 1:1*3 ang"a nol.
Atau pi"ir"an ini3 1:3 berarti 1.:::6 seribu. 1:1:3 adala% ang"a 1 yang dii"uti
1.::: nol. =i"a ada enam nol6 disebut satu 8uta@ 8i"a sembilan6 satu miliar@ 8i"a dua
belas6 satu triliun dan seterusnya. Ba%"an tida" ada nama untu" ang"a 1 dii"uti
1:1*3 nol.
2ntu" pra"tisnya6 dalam matemati"a6 probabilitas 1 dalam 1:5: berarti
/probabilitas nol<. Ang"a Penrose lebi% besar daripada triliun triliun triliun "ali
ang"a tersebut. Dengan "ata lain6 ang"a Penrose menyata"an ba%;a pembentu"an
alam semesta "ita merupa"an /"ebe(tulan< atau /"etida"senga8aan< adala% tida"
mung"in.
engenai ang"a yang membingung"an ini6 4oger Penrose ber"o(mentar3
Ang"a ini menun8u""an betapa tepatnya ma"sud Pen!ipta6 yaitu "etelitian satu
dalam 1:1:1*3. Ang"a ini sangat luar biasa. Jrang ba%"an tida" mung"in
menulis"an ang"a itu dalam bentu" penu%nya3 yang berarti satu dii"uti 1:1*3 nol.
Ba%"an 8i"a "ita menulis"an sebua% nol pada setiap proton dan setiap neutron di
seluru% 8agat rayaEdan "ita bisa mengguna"an parti"el(parti"el lain selebi%nyaE
"ita tetap sa8a "e"urangan tempat untu" menulis"an semua nol yang diperlu"an. *$
Ang"a(ang"a yang menentu"an ran!angan dan ren!ana "eseim(bangan alam
semesta memain"an peranan penting dan melampaui pema%aman manusia. ere"a
membu"ti"an ba%;a alam semesta bu"an %asil peristi;a "ebetulan6 dan
menun8u""an /betapa tepatnya ma"sud Pen!ipta< seperti yang dinyata"an Penrose.
Ba%"an6 untu" menyadari ba%;a alam semesta bu"an /%asil peristi;a
"ebetulan<6 seseorang tida" benar(benar membutu%"an per(%itungan ini sama se"ali.
Hanya dengan meli%at se"elilingnya6 manusia dapat dengan muda% menang("ap
fa"ta pen!iptaan ba%"an dalam suatu detail ter"e!il. Bagaimana mung"in alam
semesta seperti ini6 sempurna dalam sistemnya6 mata%ari6 bumi6 manusia6 ru(ma%6
mobil6 po%on6 bunga6 se(rangga6 dan segala %al lain di dalamnya6 dapat terbentu"
"a(rena atom(atom se!ara "ebetul(an bertemu setela% sebua% leda"an# Setiap detail
yang "ita li%at menun8u""an bu"ti "eber(adaan Alla% dan "e"uatan a(%abesar(
0ya. Hanya orang yang merenung"annya yang dapat meli%at tanda(tanda tersebut.
5Sesunggu.n&a dalam penciptaan langit dan bumi) sili. bergantin&a
siang dan malam) ba.tera &ang berla&ar di laut memba2a apa &ang berguna
bagi manusia) dan apa &ang Alla. turunkan dari langit berupa air) lalu dengan
air itu 'ia .idupkan bumi sesuda. mati 8kering<%n&a dan 'ia sebarkan di
bumi segala -enis .e2an dan pengisaran angin dan a2an &ang dikendalikan
antara langit dan bumiE sunggu. 8terdapat< tanda%tanda 8keesaan dan
kebesaran Alla.< bagi kaum &ang memikirkan.7 89S. Al BaDara.) 2;1>4< =
(eli.at Kebenaran "&ata
*5
Sains abad "e(*: tela% menun8u""an bu"ti mutla" ba%;a alam semesta
di!ipta"an ole% Alla%. Prinsip antropi yang tela% disebut"an sebelumnya
mengung"ap"an ba%;a setiap detail alam semesta tela% diran!ang bagi manusia
untu" %idup di dalamnya dan ba%;a tida" mung"in itu ter8adi se!ara "ebetulan.
7ang menari" adala% ba%;a orang(orang yang menemu"an semua ini dan
sampai pada "esimpulan ba%;a alam semesta tida" mung"in terbentu" tanpa
senga8a adala% orang(orang yang sama dengan yang memperta%an"an filsafat
materialisme. Ilmu;an seperti Paul Da9ies6 Arno PenBias6 Ired Hoyle6 dan 4oger
Penrose bu"anla% orang(orang yang taat beragama dan mere"a tentu sa8a tida"
bertu8uan membu"ti"an "eberadaan Alla% "eti"a mere"a mela"u"an pe"er8aan
mere"a. Jrang dapat membayang"an ba%;a mere"a men!apai "esimpulan tentang
ran!angan alam semesta "arena "e%enda" a%a"uasa yang tida" mere"a sadari.
A%li astronomi Ameri"a6 .eorge .reenstein6 menga"ui ini dalam bu"unya
&%e Symbioti! 2ni9erse3
Bagaimana ini bisa ter8adi >ba%;a %u"um(%u"um fisi"a menyesuai"an diri
dengan "e%idupan?#... Setela% "ami menin8au semua bu"ti6 suatu pemi"iran ber"eras
mun!ul ba%;a suatu "e"uatan supranaturalEatau tepatnya6 Ke"u(atanEpasti
terlibat. ung"in"a% ba%;a tiba(tiba6 tanpa diniat"an6 "ami mendapat"an bu"ti
ilmia% a"an "e%adiran Cat a%aagung# Apa"a% itu &u%an yang turun tangan dan
ber"enan men!ipta"an "osmos untu" "eun(tungan "ita#*'
Sebagai seorang ateis6 .reenstein mengabai"an "ebenaran nyata@ ;a(laupun
dia tida" bisa men!ega% dirinya bertanya(tanya. Di lain pi%a"6 ilmu;an lain yang
tida" begitu berprasang"a6 langsung menga"ui ba%;a alam semesta pasti tela%
diran!ang "%usus untu" umat manusia agar %idup di dalamnya. Ahíí
astrofísíka Ameríka, Hugh Ross mengakhírí artíkeínya
"Desígn and the Anthropíc Príncípíe" dengan kata-kata
íní:
Pencípta yang transenden dan cerdas pastí teíah
mencíptakan aíam semesta. Pencípta yang transenden
dan cerdas pastí teíah merancang aíam semesta.
Pencípta yang transenden dan cerdas pastí teíah
merancang píanet bumí. Pencípta yang transenden dan
cerdas pastí teíah merancang kehídupan.
=adi6 ilmu pengeta%uan membu"ti"an pen!iptaan. &entu sa8a ada Alla% dan
Dia men!ipta"an segalanya di se"eliling "ita6 terli%at maupun tida". Dia adala%
Pen!ipta tunggal "eseimbangan yang luar biasa men(!engang"an dan ran!angan
langit dan bumi.
&ela% sampai pada satu ;a"tu ba%;a se"arang materialisme ta" lebi% dari
sistem "eper!ayaan ta"%yul6 tida" ilmia%. A%li geneti" Ameri"a 4obert .riffit%s
dengan ber!anda menyata"an /=i"a "ita me(merlu"an seorang ateis untu" berdebat6
saya a"an pergi "e 8urusan filsafat. =urusan fisi"a tida" berguna sedi"it pun.< *1
Sebagai ring"asan3 Setiap %u"um fisi"a dan setiap "onstanta fisi" dalam alam
semesta tela% se!ara spesifi" diran!ang untu" memung"in("an manusia ada dan
*1
%idup. Dalam bu"unya &%e Dosmi! Blueprint6 Da9ies menyata"an "ebenaran ini di
paragraf tera"%ir6 /Kesan adanya 4an!ang(an sangat mendalam.<3:
&a" diragu"an lagi6 ran!angan alam semesta adala% bu"ti per;u8ud(an
"e"uatan Alla%. Keseimbangan tepat dan semua manusia dan ma"%lu" lainnya
adala% bu"ti "e"uatan agung Alla% dan pen!iptaan. Hasíí yang dítemukan
oíeh íímu modern hanyaíah penger|aan uíang darí kebenaran yang
teíah díungkapkan empat beías abad íaíu daíam Aí Ouran:
5Sesunggu.n&a u.an kamu adala. Alla. &ang tela. menciptakan langit
dan bumi dalam enam masa) lalu 'ia bersema&am di atas FAras&. 'ia
menutupkan malam kepada siang &ang mengikutin&a dengan cepat) dan
8diciptakan%"&a pula< mata.ari) bulan) dan bintang%bintang 8masing%masing<
tunduk kepada perinta.%"&a. Ingatla.) menciptakan dan memerinta.
.an&ala. .ak Alla.. (a.a%suci Alla. u.an semesta alam.7 89S. Al A1raaA)
:;54< =
Paul Da9ies3 NBu"ti ini !u"up "uat untu" menga"ui "eberadaan suatu desain
"osmi" yang sadarN
5'an langit itu Kami bangun dengan kekuasaan 8Kami< dan
sesunggu.n&a Kami benar%benar meluaskann&a.7 89S. Ad/%'/aari&aat) 51;
4:<
A%li biologi mole"uler6 i!%ael Denton6 memba%as topi" penting dalam
bu"unya6 0atureMs Destiny3 Ho; t%e +a;s of Biology 4e9eal Purpose in t%e
2ni9erse. enurut Denton alam semesta di!ipta"an dan diran!ang "%usus untu"
memung"in"an "e%idupan manusia.
P4JBABI+I&AS &-4=ADI07A A+A S--S&A 7A0.
-20.KI0KA0 K-HID2PA0 &-4B-0&2K
Perhítungan ahíí matematíka Inggrís, Roger Penrose,
menun|ukkan bahwa probabííítas bagí terbentuknya aíam semesta
yang kondusíf untuk kehídupan secara kebetuían adaíah 1 daíam
1010123. Frase "sangat mustahíí" tídak cukup untuk
menggambarkan peíuang íní.
1:
1:::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::
::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::
4oger Penrose3 Ang"a ini menun8u""an betapa tepatnya ma"sud
Pen!ipta.
3:
31
BAB 3
I$A(A AG(
=i"a pemi"iran paling !emerlang di dunia %anya dapat dengan susa% paya%
mengurai"an "er8a alam yang misterius6 bagaimana mung"in "er8a alam itu %anya
merupa"an suatu "ebetulan tanpa pemi"iran6 atau sebua% produ" peristi;a a!a"#
Paul Da9ies6 profesor Iisi"a &eoretis 31
Ilmu;an sepenu%nya sepa"at ba%;a6 berdasar"an per%itungan6 Dentuman
Besar ter8adi se"itar 1' ribu miliar yang lalu. Semua mate(ri yang membentu" alam
semesta di!ipta"an dari "etiadaan6 namun dengan ran!angan luar biasa6 seperti yang
"ita bi!ara"an pada dua bab pertama. A"an tetapi6 alam semesta yang mun!ul dari
Dentuman Besar bisa sa8a berbeda dengan alam semesta yang suda% terbentu" alam
semesta "ita.
isalnya6 andai"an nilai "eempat gaya dasar berbeda6 alam semesta a"an
%anya terdiri dari radiasi dan men8adi 8aringan !a%aya tanpa bin(tang6 gala"si6
manusia6 atau lain(lainnya. Ber"at "eseimbangan sempurna "e(empat gaya tersebut6
/atom(atom< ba%an pembangun untu" apa yang disebut /materi< terbentu".
Para íímuwan |uga bersepakat bahwa dua unsur pertama yang
paííng sederhana-hídrogen dan heííum-muíaí terbentuk daíam
empat beías detík pertama seteíah Dentuman Besar. Kedua unsur
ítu terbentuk seba-gaí hasíí reduksí/pengurangan daíam entropí
aíam semesta yang menye-babkan materí tersebar ke mana-
mana. Dengan kata íaín, pada awaínya aíam semesta hanya
sebuah kumpuían atom hídrogen dan heííum. =i"a tetap seperti itu6 lagi(
lagi tida" a"an ada bintang6 planet6 batu6 tana%6 po%on6 atau manusia. Alam semesta
a"an men8adi 8agat raya tanpa "e%idupan6 yang terdiri %anya dari "edua unsur itu.
Karbon6 unsur dasar "e%idupan6 adala% unsur yang 8au% lebi% berat daripada
%idrogen dan %elium. Bagaimana unsur tersebut terbentu"#
Keti"a men!ari 8a;aban untu" pertanyaan itu6 para ilmu;an ter(sandung pada
sebua% penemuan paling menge8ut"an di abad ini.
Struktur 4nsur%4nsur
Kimia adala% ilmu alam yang mempela8ari senya;a6 stru"tur6 dan sifat(sifat
Bat dan peruba%an yang mere"a alami. Dasar "imia modern adala% tabel periodi"
unsur. Pertama "ali diper"enal"an ole% a%li "imia 4usia6 Dmitry I9ano9i!%
endeleye96 unsur(unsur dalam tabel periodi" disusun menurut stru"tur atom
mere"a. Hidrogen menempati posisi pertama dalam tabel "arena %idrogen adala%
unsur paling seder%ana6 yang terdiri dari %anya satu proton dalam nu"leusOintinya
dan satu ele"(tron yang mengitarinya.
3*
Proton adala% parti"el subatomi" yang memba;a muatan listri" po(sitif dalam
nu"leus atom. Helium6 dengan dua proton6 menempati posisi "edua dalam tabel
periodi". Karbon mempunyai enam proton dan o"si(gen mempunyai delapan proton.
Semua unsur mengandung 8umla% pro(ton berbeda(beda.
Parti"el lain yang terdapat di dalam inti atom adala% neutron. &ida" seperti
proton6 neutron tida" memba;a muatan listri"3 dengan "ata lain mere"a bermuatan
netral6 se%ingga diberi nama neutron.
Parti"el dasar "etiga yang membangun atom adala% ele"tron6 yang bermuatan
negatif. Dalam setiap atom6 8umla% proton sama dengan 8umla% ele"tron. 0amun6
tida" seperti proton dan neutron6 ele"tron tida" berlo"asi dalam nu"leus. Ali%(ali%6
mere"a bergera" mengelilingi nu"le(us dengan "e!epatan tinggi se%ingga muatan
positif dan negatif atom tetap terpisa%.
Perbedaan dalam stru"tur atom >8umla% protonOele"tron? adala% yang
membuat unsur(unsur berbeda satu sama lain.
Aturan penting dalam "imia >"lasi"? adala% ba%;a unsur(unsur tida" bisa
beruba% men8adi unsur lain. enguba% besi >dengan *$ proton? men8adi pera" >15
proton? a"an meng%arus"an penying"iran delapan proton dari nu"leus. 0amun
proton teri"at 8adi satu ole% gaya intiOnu"lir yang "uat dan 8umla% proton dalam
nu"leus %anya bisa diuba% dengan rea"si nu"lir. &etapi rea"si yang ter8adi pada
"ondisi bumi adala% rea"si "imia yang %anya bergantung pada pertu"aran ele"tron
dan tida" mempengaru%i nu"leus.
Pada Abad Pertenga%an mun!ul /sains< yang disebut al"imia >al!%e(my?E
!i"al ba"al "imia modern. A%li al"imia6 yang tida" mengeta%ui tabel periodi" atau
stru"tur atom unsur(unsur6 mengira ba%;a mengu(ba% satu unsur men8adi unsur lain
bisa sa8a dila"u"an. >&u8uan yang pa(ling disu"ai6 untu" alasan yang 8elas6 adala%
men!oba menguba% besi men8adi emas.? Kita ta%u se"arang ba%;a yang dila"u"an
para a%li al"i(mia tida" mung"in ter!apai di ba;a% "ondisi normal seperti "ondisi di
bumi3 Su%u dan te"anan yang diperlu"an agar peruba%an seperti itu ter8a(di terlalu
besar untu" di!apai di laboratorium bumi. 0amun peruba%an itu mung"in 8i"a Anda
punya tempat yang tepat untu" mela"u"annya.
Dan tempat yang tepat6 ternyata6 di 8antung bintang(bintang.
Laboratorium Alkimia di Alam Semesta;
$aksasa (era.
Su%u yang diperlu"an untu" mela;an "eengganan inti atom ber(uba% adala%
mende"ati 1: 8uta dera8at Delsius. Inila% yang menyebab"an al"imia %anya mung"in
ter8adi di bintang. Dalam bintang beru"uran sedang seperti ata%ari6 energi luar
biasa banya"nya yang dipan!ar"an berasal dari %idrogen yang bergabung men8adi
%elium.
Dengan mengingat ulasan sing"at ilmu "imia unsur ini6 mari "ita "a8i "embali
efe" yang ter8adi sesaat setela% Dentuman Besar. &ela% disebut("an ba%;a %anya
atom %idrogen dan %elium yang ada di alam semesta setela% Dentuman Besar. Para
33
a%li astronomi per!aya ba%;a bintang se8e(nis mata%ari terbentu" dari nebula >a;an
"osmis? yang terdiri dari %idro(gen dan %elium yang dimampat"an sampai rea"si
termonu"lir %idrogen(men8adi(%elium ter8adi. =adi6 se"arang "ita memili"i bintang(
bintang. 0amun alam semesta masi% tanpa "e%idupan. 2ntu" "e%idupan6 unsur yang
lebi% beratE"%ususnya6 o"sigen dan "arbonEdiperlu"an. Diper(lu"an proses lain
untu" menguba% %idrogen dan %elium men8adi unsur lain lagi.
/Pabri" pengola%an< unsur(unsur berat ini ternyata adala% ra"sasa(ra"sasa
mera% 8enis bintang yang lima pulu% "ali lebi% besar daripada mata%ari.
4a"sasa mera% 8au% lebi% panas daripada bintang 8enis mata%ari dan sifat ini
men8adi"an mere"a ber"emampuan mela"u"an sesuatu yang tida" dapat dila"u"an
bintang lain3 menguba% %elium men8adi "arbon. Ba%"an6 ini 8uga tida" muda% bagi
ra"sasa mera%. Seperti diung"ap"an ole% a%li astronomi .reenstein3 /Ba%"an
se"arang6 setela% 8a;aban >se(perti untu" pertanyaan bagaimana mere"a
mela"u"annya? di"eta%ui6 metode yang diperlu"an begitu men!engang"an.<3*
0omor atom %elium adala% *3 yaitu memili"i dua proton dalam inti(nya.
0omor atom "arbon adala% $. Dalam su%u yang begitu tinggi pada ra"sasa mera%6
tiga atom %elium bergabung men8adi atom "arbon. Inila% /al"imia< yang
menyedia"an unsur lebi% berat bagi alam semesta setela% Dentuman Besar.
0amun seperti "ami sebut"an6 ini tida"la% muda%. Hampir tida" mung"in
untu" menggabung"an dua atom %elium6 dan sangat tida" mung"in menggabung"an
tiga atom. +antas6 bagaimana enam proton yang diperlu"an "arbon dapat
bergabung#
Ini adala% proses dua lang"a%. Pertama6 dua atom %elium berfusi men8adi
unsur antara yang memili"i empat proton dan empat neutron. Selan8utnya6 %elium
"etiga berfusi dengan unsur antara ini untu" mem(bentu" "arbon dengan enam
proton dan enam neutron.
2nsur antara tersebut adala% berilium. Berilium biasa ditemu"an di bumi6
namun berilium yang ada di ra"sasa mera% berbeda dalam %al yang sangat penting3
terdiri dari empat proton dan empat neutron6 sementara berilium di bumi memili"i
lima neutron. /Berilium ra"sasa(mera%< merupa"an 8enis yang berbeda. Inila% yang
disebut /isotop< dalam ilmu "imia.
Se"arang mun!ulla% "e8utan sesunggu%nya. Isotop tersebut rupa(nya sama
se"ali tida" stabil. Para ilmu;an tela% meneliti isotop ini berta%un(ta%un dan
mendapati ba%;a setela% terbentu"6 isotop ini a"an meluru% dalam ;a"tu
:6::::::::::::::1 >satu per(8uta(miliar? deti".
Bagaimana isotop berilium yang begitu tida" stabil6 yang terbentu" dan
meluru% dalam ;a"tu sangat sing"at6 mampu bergabung dengan %elium men8adi
atom "arbon# Ini seperti meleta""an batu bata "etiga di atas dua lainnya yang a"an
berpen!ar dalam ;a"tu satu per(8uta(miliar deti" 8i"a mere"a sempat saling
bertumpu" dalam susunan tertentu. Bagaimana proses ini berlangsung di ra"sasa
mera%# Para a%li fisi"a tela% berusa%a meme!a%"an te"a(te"i ini selama beberapa
de"ade tanpa 8a;ab(an. A%li astrofisi"a Ameri"a6 -d;in Salpeter6 a"%irnya
menemu("an petun8u" untu" misteri ini dalam "onsep /resonansi atomi"<.
3,
$esonansi dan $esonansi #anda
4esonansi didefinisi"an sebagai fre"uensi >getaran? selaras dari dua materi
yang berbeda.
Donto% seder%ana dari pengalaman se%ari(%ari a"an men8elas"an apa yang
disebut para a%li fisi"a sebagai /resonansi atomi"<. Bayang"an6 Anda bermain
ayunan bersama ana" Anda di taman bermain. Si "e!il dudu" di atas ayunan dan
Anda mendorongnya untu" memulai ayunan. 2ntu" men8aga ayunan terus
mengayun6 Anda %arus mendorongnya dari bela"ang. 0amun6 ;a"tu memberi"an
dorongan ini sangat penting. Se(tiap "ali ayunan mende"at6 Anda %arus memberi"an
dorongan tepat pada ;a"tunya3 "eti"a ayunan berada pada titi" tertinggi dari
gera"an(nya menu8u Anda. =i"a Anda mendorong terlalu a;al6 %asilnya adala%
tabra"an yang mengganggu irama ayunan@ 8i"a Anda terlambat mendo(rong6 usa%a
tersebut a"an sia(sia "arena ayunan tela% bergera" men8au%. Dengan "ata lain6
fre"uensi dorongan %arus selaras dengan fre"uensi ayunan menu8u Anda.
Para a%li fisi"a menyebut /"eselarasan fre"uensi< seperti itu sebagai
/resonansi<. Ayunan memili"i fre"uensi3 misalnya mende"ati Anda setiap 16' deti".
Anda mendorong ayunan setiap 16' deti" 8uga. &entu sa8a 8i"a Anda meng%enda"i6
Anda dapat menguba% fre"uensi gera"an ayunan6 namun 8i"a demi"ian6 Anda %arus
menguba% fre"uensi dorongan 8uga6 8i"a tida"6 ayunan tida" a"an berayun dengan
nyaman.33
Seperti %alnya dua benda atau lebi% yang bergera" dapat beresonan(si6
resonansi 8uga dapat ter8adi "eti"a satu benda bergera" menyebab"an gera"an pada
benda lain. 4esonansi 8enis ini sering terli%at pada alat musi" dan disebut /resonansi
a"usti"<. Ini dapat ter8adi6 misalnya6 di antara dua biola yang tela% disetel selaras.
=i"a sala% satu dari biola ini dimain"an di dalam satu ruangan dengan biola yang
lain6 senar biola "edua a"an bergetar ;alaupun tida" ada seorang pun yang menyen(
tu%nya. Karena "edua alat musi" tela% disesuai"an dengan teliti sampai pada
fre"uensi yang sama6 getaran pada satu biola menyebab"an getaran pada biola yang
lain. 3,
4esonansi dalam "edua !onto% di atas adala% bentu" resonansi yang seder%ana
dan muda% untu" dipa%ami. Ada bentu" resonansi lain dalam ilmu fisi"a yang tida"
seder%ana6 dan dalam "asus inti atom6 resonansi dapat begitu rumit dan pe"a.
Setiap inti atom memili"i ting"at energi alamia% yang tela% ber%asil di"eta%ui
setela% penelitian pan8ang para a%li fisi"a. &ing"at energi ini sangat berbeda antara
satu atom dan atom yang lain6 namun dalam beberapa "e8adian yang sangat 8arang
dapat di(amati adanya resonansi di antara bebe(rapa inti atom. Keti"a resonansi
tersebut ter8adi6 gera"an inti atom saling selaras seperti %alnya pada !onto% ayunan
dan biola. Hal yang penting dari "e8adian ini adala% resonansi mendorong rea"si
nu"lir yang mempengaru%i inti atom. 35
35
Keti"a menyelidi"i bagaimana "ar(bon dibuat ole% ra"sasa mera%6 -d;in
Salpeter menyaran"an adanya resonansi antara inti atom %elium dan berilium yang
mendorong rea"si tersebut. 4eso(nansi ini6 menurutnya6 membuat atom(atom
%elium lebi% muda% berfusi men8a(di berilium6 dan ini menyebab"an rea"si di
ra"sasa mera%. 0amun6 penelitian se(lan8utnya gagal untu" mendu"ung gagasan ini.
Fred Hoyíe adaíah ahíí astronomí kedua yang men|awab
pertanyaan íní. Hoyíe mengembangkan gagasan Saípeter íebíh
ían|ut, dengan memper-kenaíkan gagasan "resonansí ganda".
Hoyíe menyebutkan harus terdapat dua resonansí: satu yang
menyebabkan dua heííum berfusí men|adí beríííum, dan satu íagí
menyebabkan heííum ketíga bergabung dengan formasí yang tídak
stabíí íní. &a" seorang pun per!aya "epada Hoyle. .agasan resonansi selaras yang
ter8adi se"ali sa8a suda% sulit untu" diterima@ apalagi resonansi tersebut ter8adi dua
"ali6 sama se"ali tida" terpi"ir"an. Hoyle mene"uni penelitiannya selama ber(ta%un(
ta%un6 dan pada a"%irnya dia membu"ti"an ba%;a gagasannya benar3 Sunggu%(
sunggu% ter8adi resonansi ganda pada ra"sasa mera%. &epat pada saat dua atom
%elium beresonansi untu" bergabung6 atom berilium mun!ul dalam satu per(8uta(
miliar deti" yang diperlu"an untu" meng%asil"an "arbon. .eorge .reenstein
men8elas"an mengapa resonansi ganda meru(pa"an me"anisme yang luar biasa3
&erdapat tiga stru"tur yang sama se"ali terpisa% dalam !erita iniE%elium6
berilium dan "arbonEdan dua resonansi yang sama se"ali terpisa%. Sulit untu"
meli%at mengapa inti(inti atom ini %arus be"er8a sama dengan mu(lus... 4ea"tor
nu"lir lain tida" berlangsung dengan serang"aian "ebetulan yang luar biasa... Ini
seperti menemu"an resonansi yang dalam dan rumit antara mobil6 sepeda6 dan tru".
engapa stru"tur yang sama se"ali berbeda dapat bersatu dengan begitu sempurna#
Keberadaan "ita6 dan seluru% ben(tu" "e%idupan di alam semesta6 bergantung pada
proses ini. 3$
Pada ta%un(ta%un beri"utnya6 ditemu"an ba%;a unsur lain seperti o"sigen 8uga
terbentu" dari resonansi yang begitu mengagum"an. &emu(an penganut materialis
tulen Ired Hoyle atas /transa"si luar biasa< ini mema"sanya untu" menga"ui dalam
bu"unya .alaGies6 0u!lei and )uasar6 ba%;a resonansi ganda seperti itu pastila%
%asil ran!angan dan bu"an "ebetulan. Dalam ma"ala% lain6 dia menulis3
|íka Anda íngín menghasííkan karbon dan oksígen daíam
|umíah yang hampír sama dengan cara síntesís-íntí bíntang, íní
adaíah dua tíngkat yang harus Anda tetapkan, dan penetapan
Anda harus tepat pada tíngkat dí mana tíngkat íní dítemukan....
Penafsíran yang masuk akaí atas fakta íní menyarankan bahwa
kecerdasan super teíah mempermaíukan para ahíí físí-ka, |uga ahíí
kímía dan bíoíogí, dan bahwa tídak ada kekuatan buta yang íayak
dísebutkan dí aíam. Angka yang díhítung darí fakta ítu begítu
menyesakkan saya sehíngga hampír tídak mungkín mengeíuarkan
kesímpuían íní.
3$
Hoyle menyata"an ba%;a "esimpulan yang ta" terpung"iri dari "ebenaran
nyata ini 8angan sampai diabai"an ole% ilmu;an lain.
Saya tida" per!aya ilmu;an yang mempela8ari "enyataan ini a"an gagal
menari" "esimpulan ba%;a %u"um fisi"a nu"lir tela% diran!ang dengan senga8a
dengan memper%ati"an "onse"uensi("onse"uensi yang mere"a %asil"an di dalam
bintang.31
Kebenaran nyata ini tela% disebut"an dalam Al )uran 1,:: ta%un yang lalu.
Alla% menun8u""an "eserasian dalam pen!iptaan langit dalam ayat3
5idakka. kamu per.atikan bagaimana Alla. tela. menciptakan langit
bertingkat%tingkat67 89S. "u.) :1; 15< =
Laboratorium Alkimia &ang Lebi. Kecil; (ata.ari
Peruba%an %elium men8adi "arbon yang tela% di8elas"an merupa"an al"imia
ra"sasa mera%. Di dalam bintang yang lebi% "e!il seperti mata%ari "ita6 bentu"
al"imia yang lebi% seder%ana ter8adi. ata%ari menguba% %idrogen men8adi %elium
dan rea"si ini merupa"an sumber energinya.
4ea"si ini tida" "urang penting bagi "eberadaan "ita dibanding"an dengan
rea"si di ra"sasa mera%. +ebi% lan8ut6 rea"si nu"lir di mata%ari 8uga merupa"an
proses yang diran!ang6 seperti %alnya di ra"sasa mera%.
Hidrogen6 unsur masu"an rea"si ini6 adala% unsur paling seder%ana di alam
semesta dengan %anya memili"i proton tunggal dalam intinya. Inti %elium memili"i
dua proton dan dua neutron. Proses yang ter8adi di mata%ari adala% penggabungan
empat atom %idrogen men8adi satu atom %elium.
Se8umla% besar energi dilepas"an dari proses ini. Hampir semua energi panas
dan !a%aya yang men!apai bumi merupa"an %asil dari rea"si nu"lir mata%ari ini.
Seperti rea"si yang ter8adi di ra"sasa mera%6 rea"si nu"lir mata%ari ternyata
melibat"an se8umla% aspe" yang menge8ut"an yang tanpanya re(a"si tersebut tida"
a"an ber8alan. Anda tida" dapat begitu sa8a men!am(pur empat atom %idrogen
men8adi sebua% atom %elium. Agar %al ini ter8adi6 diperlu"an proses dua ta%ap6
seperti yang ter8adi di ra"sasa me(ra%. Pada lang"a% pertama6 dua atom %idrogen
bergabung membentu" inti antara yang disebut deuteron terdiri dari sebua% proton
dan sebua% neutron.
.aya apa yang !u"up besar untu" meng%asil"an deuteron dengan
men!ampur"an dua inti bersama# .aya ini disebut /gaya nu"lir "uat<6 sala% satu
dari empat gaya dasar alam semesta yang tela% disebut"an pada bab sebelumnya. Ini
adala% gaya fisi" yang paling "uat di seluru% alam semesta dan besarnya bermiliar(
miliar(miliar(miliar "ali lebi% besar daripada gaya gra9itasi. Hanya gaya ini6 bu"an
lainnya6 yang mampu menyatu"an dua inti seperti ini.
Se"arang6 %al paling ane% dari peristi;a ini adala% penelitian tela%
menun8u""an ba%;a6 sebegitu "uatnya gaya nu"lir "uat ini6 namun %a(nya !u"up
3'
"uat untu" mela"u"an tepat apa yang selama ini tela% dila("u"annya. =i"a %anya
sedi"it lebi% lema%6 ma"a gaya ini tida" mampu menyatu"an dua inti. Sebali"nya6
dua proton yang saling berde"atan a"an segera saling men8au%6 dan rea"si di
mata%ari a"an ber%enti sebe(lum dimulai. Dengan "ata lain6 mata%ari tida" a"an ada
sebagai bintang yang meman!ar"an energi. &entang %al ini6 .reenstein menyata"an
/An(dai sa8a gaya nu"lir "uat sedi"it lebi% lema%6 !a%aya bagi dunia tida" a"an
perna% menyala.< ,:
Bagaimana 8i"a sebali"nya6 gaya nu"lir "uat sedi"it lebi% "uat# 2n(tu"
men8a;abnya6 mula(mula "ita %arus mempela8ari proses peruba%an dua inti
%idrogen men8adi inti deuteron dengan lebi% terperin!i. Pertama6 sala% satu proton
membuang muatannya untu" men8adi neutron. 0eu(tron ini bergabung dengan
proton men8adi deuteron. .aya yang menye(bab"an penyatuan ini disebut /gaya
nu"lir "uat<@ gaya yang menguba% proton men8adi neutron adala% gaya yang
berbeda yang disebut /gaya nu"lir lema%<. &etapi lema% %anya dalam perbandingan6
dan memer(lu"an sepulu% menit untu" mela"u"an penguba%an. Pada ting"at atom6
ini adala% ;a"tu yang begitu lama dan bera"ibat memperlambat la8u rea"si di
mata%ari.
ari "ita "embali "e pertanyaan "ita3 Apa yang a"an ter8adi 8i"a gaya nu"lir
"uat sedi"it lebi% "uat# =a;abannya adala% rea"si di mata%ari a"an 8au% beruba%
sebab gaya nu"lir lema% a"an lenyap dari rea"si.
=i"a gaya nu"lir "uat lebi% "uat dari yang ada6 ini a"an mampu meng(
gabung"an dua proton se"eti"a tanpa menunggu sepulu% menit yang diperlu"an
bagi proton untu" beruba% men8adi neutron. Hasilnya a"an terbentu" sebua% inti
dengan dua proton bu"annya deuteron. Ilmu;an menyebut inti seperti itu sebagai
diproton. Se8au% ini6 diproton adala% unsur teoretis sebab belum perna% teramati
ter8adi se!ara alamia%. 0amun 8i"a gaya nu"lir "uat lebi% "uat daripada
sesunggu%nya6 ma"a a"an terbentu" diproton nyata di mata%ari. +antas apa#
Dengan meng(%ilang"an peruba%an proton men8adi neutron6 "ita a"an
meng%ilang"an /penyumbatan< yang men8aga /mesin< mata%ari be"er8a selambat
se"a(rang. .eorge .reenstein men8elas"an apa yang a"an ter8adi3
ata%ari a"an beruba%6 sebab ta%ap pertama dalam pembentu"an %elium
bu"an lagi pembentu"an deuteron. Ini a"an men8adi pembentu"an di(proton. Dan
rea"si ini sama se"ali tida" memerlu"an penguba%an proton men8adi neutron. Peran
gaya nu"lir lema% a"an bera"%ir6 dan %anya gaya nu"lir "uat yang terlibat... dan
sebagai %asilnya6 ba%an ba"ar mata%ari tiba(tiba a"an men8adi sangat ampu%.
ata%ari dalam "eadaan ini a"an begitu "uat6 begitu rea"tif se%ingga mata%ari dan
setiap bintang yang lain a"an meleda" se"eti"a. ,1
Ledakan mataharí akan menyebabkan dunía dan ísínya
terbakar, membuat píanet bíru kíta beserta ísínya hangus daíam
beberapa detík. Dísebabkan gaya nukíír kuat yang teíah
dísesuaíkan dengan tepat untuk tídak íebíh kuat atau íebíh íemah,
ía|u reaksí nukíír mataharí meíambat dan mataharí mampu
memancarkan energí untuk bermíííar-míííar tahun. Penyesuaian yang
35
teliti ini memung"in"an manusia untu" %idup. =i"a terdapat sedi"it sa8a
penyimpangan dalam pengaturan ini6 bintang(bintang >termasu" mata%ari? tida"
a"an terbentu"6 "alaupun terbentu" a"an segera meleda".
Dengan kata íaín, struktur mataharí bukaníah kebetuían atau
ketídaksenga|aan. Sungguh kebaííkannya: Mataharí teíah
dícíptakan bagí kehídupan manusía, sebagaímana dínyatakan
daíam ayat:
5(ata.ari dan bulan 8beredar< menurut per.itungan.7 89S. Ar%
$a.maan) 55; 5< =
Proton dan !lektron
Se8au% ini "ita tela% meng"a8i %al(%al yang ter"ait dengan gaya yang
mempengaru%i inti atom. &erdapat "eseimbangan lain dalam atom yang %arus
diper%ati"an3 "eseimbangan antara inti dan ele"tron.
Dalam ba%asa paling seder%ana6 ele"tron mengitari inti. Penyebab(nya adala%
muatan listri". -le"tron memili"i muatan negatif dan proton memili"i muatan
positif. uatan yang berla;anan saling tari"6 se%ingga ele"tron sebua% atom a"an
tertari" "e inti. 0amun ele"tron 8uga berputar dengan "e!epatan sangat tinggi yang
dalam "eadaan normal a"an melontar"annya dari inti atom. Dua gaya ini >saling
tari" dan daya lontar? seimbang se%ingga ele"tron bergera" pada orbit mengitari
inti.
Atom 8uga seimbang dalam %al muatan listri"3 =umla% ele"tron yang
mengorbit sama dengan 8umla% proton dalam inti >misalnya6 o"sigen memili"i
delapan proton dan delapan ele"tron.?. Dengan !ara ini gaya listri" dalam atom
seimbang6 dan dari sisi listri"6 atom bermuatan netral.
Se8au% ini6 begitu banya" peri%al "imia dasar. 0amun terdapat satu %al dalam
stru"tur yang "eli%atan seder%ana ini yang diabai"an banya" orang. Proton 8au%
lebi% besar daripada ele"tron dari sisi u"uran dan berat. Seandainya ele"tron adala%
bi8i "a!ang6 ma"a proton a"an sebesar manusia. Se!ara fisi" mere"a 8au% berbeda.
0amun muatan listri" mere"a besarnya samaK
es"ipun muatan mere"a >ele"tron negatif6 proton positif? berla(;anan6
besarnya sama. &ida" ada alasan 8elas "enapa %al ini ter8adi. +ebi% meya"in"an >dan
/masu" a"al<? 8i"a sebua% ele"tron memili"i muatan yang 8au% lebi% "e!il.
=i"a %al ini benar6 apa yang a"an ter8adi selan8utnya#
Apa yang a"an ter8adi adala% setiap atom dalam alam semesta a"an bermuatan
positif bu"annya netral. Dan "arena muatan yang sama saling tola"6 setiap atom di
alam semesta a"an men!oba dan menola" setiap atom yang lain. Alam seperti yang
"ita "eta%ui tida" a"an ada.
Apa yang a"an ter8adi 8i"a %al itu tiba(tiba ter8adi se"arang# Apa yang a"an
ter8adi 8i"a setiap atom mulai saling tola"#
31
Hal yang sangat luar biasa a"an ter8adi. ari "ita mulai dari per(uba%an tubu%
"ita sendiri. Begitu %al ini ter8adi6 tangan dan lengan yang memegang bu"u ini a"an
se"eti"a beranta"an. Dan tida" %anya tangan6 melain"an 8uga "a"i6 mata6 gigi6 dan
setiap bagian tubu% a"an meleda" dalam "urang dari satu deti".
4uangan tempat Anda dudu" dan dunia se"itar a"an meleda" dalam sesaat.
Seluru% lautan6 gunung6 planet dalam tata surya6 bintang serta gala"si di alam
semesta a"an beranta"an men8adi debu atom. Dan tida" a"an ada sesuatu pun di
alam semesta yang dapat diamati. Alam semesta a"an men8adi se"umpulan atom ta"
beraturan yang saling tola".
Seberapa besar perbedaan muatan listri" antara proton dan ele"tron untu"
men8adi"an %al mengeri"an tersebut ter8adi# Satu persen# Seper(sepulu% persen#
.eorge .reenstein men8a;ab pertanyaan ini dalam bu"u &%e Symbioti! 2ni9erse3
Benda "e!il seperti batu6 manusia6 dan sebagainya a"an terbang beranta"an
8i"a "edua muatan berbeda se"e!il satu bagian dalam 1:: miliar. Stru"tur lebi%
besar seperti bumi dan mata%ari memerlu"an "eseimbangan yang lebi% sempurna
untu" "eberadaan mere"a sampai satu bagian dari semiliar(miliar. ,*
Ini adala% "eseimbangan lain yang dengan tepat disesuai"an6 yang
membu"ti"an ba%;a alam semesta dengan senga8a diran!ang dan di!ip(ta"an untu"
tu8uan tertentu. Seperti diung"ap"an =o%n D. Barro; dan Iran" =. &ipler dalam
bu"u /&%e Ant%ropi! Dosmologi!al Prin!iple<6 /terda(pat ran!angan besar dalam
alam semesta yang memung"in"an per("embangan ma"%lu" %idup ber"e!erdasan<.
,3
Tentu sa|a setíap rancangan membuktíkan keberadaan
"perancang" dengan kesadaran. Díaíah Aííah, "Penguasa seíuruh
aíam", di8elas"an dalam Al )uran sebagai satu(satunya Ke"uatan yang
men!ipta"an alam semesta dari "e%ampaan6 meran!ang6 dan membentu"nya atas
"e%en(da"(0ya. Sebagaimana disebut"an dalam Al )uran3
5Apaka. kamu &ang lebi. sulit penciptaann&a atauka. langit6 Alla.
tela. membinan&a. 'ia meninggikan bangunann&a lalu me%
n&empurnakann&a.7 89S. An%"aa/i1aat) :*; 2:%2B< =
Ber"at "eseimbangan luar biasa yang "ita pela8ari dalam bab ini6 materi
mampu berta%an dengan stabil6 dan "estabilan ini merupa"an bu"ti "esempurnaan
!iptaan Alla% sebagaimana disebut"an dalam Al )uran3
5'an kepun&aan%"&ala. siapa sa-a &ang ada di langit dan di bumi.
Semuan&a .an&a kepada%"&a tunduk.7 89S. Ar%$um) 3+; 2>< =
4a"sasa mera% adala% bintang(bintangyang sangat besar6 se"itar lima pulu%
"ali lebi% besar daripada mata%ari. =au% di tenga% ra"sasa(ra"sasa ini berlangsung
proses yang luar biasa.
,:
Ired Hoyle adala% orang pertama yang menemu"an "eseimbangan luar biasa
pada rea"si nu"lir yang ter8adi di ra"sasa mera%. es"ipun ateis6 Hoyle menga"ui
ba%;a "eseimbangan ini tida" dapat di8elas"an sebagai "ebetulan dan merupa"an
sebua% pengaturan yang disenga8a.
ata%ari adala% rea"tor nu"lir ra"sasa yang terus(menerus menguba% atom
%idrogen men8adi atom %elium dan meng%asil"an panas dari proses tersebut. 0amun
yang penting untu" proses ini adala% "etepatan luar biasa yang membuat rea"si(
rea"si ini seimbang di dalam mata%ari. Peruba%an sedi"it sa8a pada sala% satu gaya
yang mengatur rea"si ini a"an menyebab"an "egagalan rea"si atau leda"an
ber"elan8utan yang meng%an!ur"an.
$!AKSI K$IIS 'I (AA3A$I
1. Atas3 -mpat atom %idrogen di mata%ari bergabung men8adi sebua%
atom %elium.
*. Ba;a%3 Ini adala% proses dengan dua lang"a%. ula(mula dua atom
%idrogen berfusi mem(bentu" sebua% deuteron. Peruba%an ini sangat pelan dan yang
membuat mata%ari terba"ar terus(menerus.
=i"a gaya nu"lir sedi"it lebi% "uat6 sebua% di(proton a"an terbentu" bu"annya
sebua% deuteron. &etapi6 rea"si seperti itu tida" dapat diperta%an"an untu" ;a"tu
lama3 +eda"an ber"elan8utan yang meng%an!ur"an a"an ter8adi %anya dalam
beberapa deti".
Bai" massa maupun 9olume sebua% proton 8au% lebi% besar daripada ele"tron6
namun ane%nya6 "edua parti"el ini memili"i muatan listri" yang besarnya sama
>mes"ipun berla;anan?. Karena "enyataan ini6 atom bermuatan listri" netral.
,1
BAB 4
K!!$A4$A" 'I LA"#I
....Sesuatu yang íaín pastí berada dí beíakang segaíanya,
mengarahkan. Dan ítu, bísa dísebut, semacam buktí matematíka
atas ketuhanan.
Guy Murchíe, Penuíís Saíns darí Ameríka44
Pada malam tanggal , =uli 1:5,6 para a%li astronomi Dina menya"(si"an
"e8adian luar biasa3 Sebua% bintang yang sangat terang mun!ul se!ara tiba(tiba di
se"itar gugusan &aurus. Begitu terang se%ingga dapat disa"si"an ba%"an pada siang
%ari. Pada malam %ari6 bintang tersebut lebi% terang daripada bulan.
Apa yang diamati para a%li astronomi Dina adala% sala% satu fenome(na
astronomis yang paling menari" dan ben!ana paling besar di alam se(mesta. Itula%
superno9a.
Superno9a adala% sebua% bintang yang %an!ur ole% leda"an. Sebua% bintang
ra"sasa meng%an!ur"an diri dalam leda"an da%syat6 dan materi intinya bertebaran
"e seluru% pen8uru. Da%aya yang di%asil"an dalam peristi;a ini ribuan "ali lebi%
terang daripada "eadaan normal.
Para ilmu;an masa "ini menganggap ba%;a superno9a memain"an peran
penting dalam pen!iptaan alam semesta. +eda"an ini menyebab("an unsur(unsur
berbeda berpinda% "e bagian lain alam semesta. Diasumsi"an ba%;a materi yang
dilontar"an leda"an ini "emudian ber(gabung untu" membentu" gala"si atau
bintang baru di bagian lain alam semesta. enurut %ipotesis ini6 tata surya "ita6
mata%ari dan planetnya termasu" bumi6 merupa"an produ" superno9a yang ter8adi
da%ulu "ala.
es"ipun superno9a tampa" seperti leda"an biasa6 pada "enyataan(nya sangat
terstru"tur dalam setiap detailnya. Dalam 0atureMs Destiny6 i!%ael Denton
menulis3
=ara" antarsuperno9a dan ba%"an antar semua bintang sangat penting untu"
alasan yang lain. =ara" antarbintang dalam gala"si "ita adala% se"itar 3: 8uta ta%un
!a%aya. =i"a 8ara" ini lebi% de"at6 orbit planet(planet a"an tida" stabil. =i"a lebi%
8au%6 ma"a debu %asil superno9a a"an tersebar begitu a!a" se%ingga sistem planet
seperti tata surya "ita tida" mung"in perna% terben(tu". =i"a alam semesta men8adi
ruma% bagi "e%idupan6 ma"a "edipan super(no9a %arus ter8adi pada la8u yang sangat
tepat dan 8ara" rata(rata di antara(nya6 dan ba%"an antarseluru% bintang6 %arus
sangat de"at dengan 8ara" yang teramati se"arang. ,5
Perbandingan antara superno9a dan 8ara" antarbintang %anyala% dua detail lain
yang sangat selaras pada alam semesta yang penu% "ea8a(iban. engamati lebi%
teliti alam semesta6 pengaturan yang "ita li%at be(gitu inda%6 bai" dalam
peran!angan maupun susunan.
,*
(engapa Begitu Ban&ak $uang Kosong6
arila% "ita rang"um apa yang tela% "ita "a8i. Alam semesta setela%
Dentuman Besar adala% nebula yang %anya terdiri dari %idrogen dan %elium. 2nsur
yang lebi% berat terbentu" "emudian melalui rea"si nu"lir yang diran!ang dengan
senga8a. 0amun6 "eberadaan unsur yang lebi% berat tida"la% !u"up bagi alam untu"
men8adi tempat yang laya" bagi "e%idupan. asala% yang lebi% penting adala%
bagaimana alam semesta dibentu" dan diatur.
Kita a"an mulai dengan pertanyaan seberapa besar alam semesta.
Bumi adala% bagian dari tata surya. Dalam sistem ini6 terdapat sem(bilan
planet utama dan lima pulu% empat satelit6 serta ta" ter%itung aste(roid6 yang
semuanya mengitari bintang yang disebut /ata%ari<E sebu(a% bintang beru"uran
sedang dibanding"an bintang lainnya di alam semesta. Bumi adala% planet "etiga
dari mata%ari.
arila% "ita !oba mema%ami seberapa besar sistem tata surya. Dia(meter
mata%ari adala% 1:3 "ali diameter bumi. Untuk menggambarkan-nya,
díameter bumí adaíah 12.200 km. |íka kíta memperkecíí bumí
men-|adí sebesar keíereng, maka mataharí sebesar boía sepak.
Namun yang menarík adaíah |arak antar keduanya. Dengan
perbandíngan yang masíh tetap, maka |arak antara boía sepak dan
keíereng adaíah 280 meter. Benda yang mewakííí píanet teríuar
harus dííetakkan beberapa kííometer darí boía sepak.
es"ipun tampa" begitu besar6 tata surya sungguh kecíí díbandíng-
kan dengan gaíaksí Bíma Saktí, tempat tata surya berada.
Terdapat íebíh darí 250 míííar bíntang dí daíam Bíma Saktí-
beberapa míríp dengan mataharí, yang íaín íebíh besar atau íebíh
kecíí. Bíntang terdekat dengan mataharí adaíah Aípha Centaurí.
|íka kíta akan meíetakkan Aípha Centaurí ke daíam modeí tata
surya kíta (boía dan keíereng), maka modeí bíntang íní harus
dííetakkan 78.000 km darí boía.
Iní teríaíu besar bagí síapa pun untuk memahamínya, |adí
marí kíta perkecíí skaíanya. Kíta anggap bumí sebesar debu. Iní
akan men|adíkan mataharí sebesar bí|í kacang dan ber|arak tíga
meter darí bumí. Dengan skaía íní, Aípha Centaurí harus dííetakkan
640 km darí mataharí.
Bíma Saktí memíííkí íebíh darí 250 míííar bíntang dengan |arak
antar-bíntang yang sama mencengangkannya. Mataharí teríetak
íebíh ke tepí pada gaíaksí dengan bentuk spíraí íní, bukan
cenderung ke tengah.
Bahkan Bíma Saktí ítu kerdíí díbandíngkan dengan aíam
semesta yang íuas. Bíma Saktí hanyaíah satu darí sekían banyak
,3
gaíaksí-300 míííar menurut perhítungan terakhír. Dan 8ara"
antargala"si adala% 8utaan "ali 8ara" mata%ari dan Alp%a Dentauri.
.eorge .reenstein6 dalam bu"u &%e Symbioti! 2ni9erse6 memberi"an
"omentar ter%adap luas yang ta" terbayang"an ini3
Seandainya bintang(bintang lebi% de"at6 ilmu astrofisi"a tida" a"an 8au%
berbeda. Proses fisi" dasar yang ter8adi pada bintang6 nebula6 dan sebagainya6 tetap
ber8alan tanpa peruba%an. Penampa"an gala"si "ita dili%at dari 8ara" yang 8au%6 a"an
sama. Sedi"it perbedaan yang tampa" %anyala% pemandangan langit pada malam
%ari dari rerumputan tempat saya berbaring a"an lebi% "aya dengan bintang. Dan6 o%
ya6 satu lagi peruba%an "e!il3 &ida" a"an ada saya yang mela"u"an pengamatan
itu.... Begitu sia(sia ang"asa tersebutK Di sisi lain6 pada "esia(siaan itula% "esela(
matan "ita bergantung. ,$
Greensteín |uga menerangkan aíasan untuk haí íní. Daíam
pandang-annya, ruang yang íuar bíasa besarnya dí angkasa
memungkínkan unsur-unsur físík tertentu untuk díatur sedemíkían
tepat agar cocok untuk ke-hídupan manusía. Día |uga
menekankan pentíngnya ruang yang begítu
besar íní bagí keberadaan bumí sambíí
memperkecíí kemungkínan tabrakan dengan
bíntang íaín.
4ing"asnya6 penyebaran benda(benda langit di alam semesta adala%
pengaturan yang tepat bagi manusia untu" dapat %idup di planet ini. 4uang yang
begitu besar ini adala% %asil dari ran!angan yang disenga8a dengan ma"sud tertentu
dan bu"an %asil peristi;a "ebetulan.
!ntropi dan Keteraturan
2ntu" mengeta%ui "onsep "eteraturan di alam semesta6 mula(mula "ita perlu
memba%as Hu"um Kedua &ermodinami"a6 sala% satu %u"um fisi"a dasar.
Hukum íní menyatakan bahwa, |íka díbíarkan, sístem yang
teratur akan men|adí tídak stabíí dan berkurang keteraturannya
se|aían dengan waktu. Hukum íní dísebut Hukum Entropí. Daíam
íímu físíka, entropí adaíah dera|at ketídakteraturan daíam sístem.
Peruba%an sistem dari "e(adaan stabil men8adi tida" stabil adala% pening"atan
entropi. Ketida"(stabilan se!ara langsung ter"ait dengan entropi sistem tersebut.
Ini adala% pengeta%uan umum6 yang banya" di antaranya dapat "ita amati
dalam %idup "ese%arian. =i"a Anda meninggal"an mobil di tempat terbu"a berta%un(
ta%un atau ba%"an !uma beberapa bulan6 "eti"a "ebali6 Anda pasti tida" bisa
meng%arap"an mobil Anda dalam "ondisi seperti pada ;a"tu Anda
meninggal"annya. Anda mung"in mendapati ban "empes6 8endela rusa"6 "arat pada
bagian mesin dan rang"a6 dan seba(gainya. Hal yang sama ter8adi 8i"a Anda
mengabai"an pemeli%araan ruma% beberapa %ari6 dan Anda a"an mendapati ruma%
,,
lebi% berdebu dan lebi% beranta"an setiap %arinya. Ini adala% bentu" entropi@ namun
Anda dapat mengembali"annya dengan membersi%"an6 merapi"an6 serta membuang
sampa%.
Hu"um Kedua &ermodinami"a se!ara luas diterima dan mengi"at. -instein6
ilmu;an paling penting abad ini6 menyata"an ba%;a %u"um ini adala% /%u"um
pertama seluru% ilmu pengeta%uan<. Ilmu;an Ameri"a6 =eremy 4if"in6 menyata"an
dalam -ntropy3 A 0e; Forld Aie;3
Hu"um -ntropi a"an memimpin sebagai %u"um yang ber"uasa sampai pada
periode se8ara% beri"utnya. Albert -instein me(nyata"an ba%;a ini adala% %u("um
utama seluru% ilmu pengeta%uan3 Sir Art%ur -ddington menyebutnya %u("um
metafisi"al agung di seluru% alam semesta. ,'
Penting untu" ditegas"an ba%(;a Hu"um -ntropi dengan sendirinya
menggugur"an banya" "laim penganut materialisme se8a" a;al. =i"a terdapat
ran!angan nyata dan "e(teraturan pada alam semesta6 %u"um ini menyata"an ba%;a6
se8alan dengan ;a"tu6 "eadaan ini a"an dianulir ole% alam itu sendiri. Ada dua
"esimpulan dari pengamatan ini3
1. Dibiar"an begitu sa8a6 alam semesta tida" a"an berta%an untu"
selama(nya. Hu"um "edua menyata"an ba%;a tanpa !ampur tangan dari luar dalam
bentu" apa pun6 entropi pada a"%irnya menu8u ma"simal di seluru% pen8uru alam
semesta6 men8adi"annya dalam "eadaan benar(benar %omogen.
*. Klaim ba%;a "eteraturan yang "ita amati bu"an %asil !ampur tangan
dari luar 8uga tida" benar. Segera setela% Dentuman Besar6 alam se(mesta benar(
benar dalam "eadaan sama se"ali ta" beraturan seperti ter8adi 8i"a entropi tela%
men!apai dera8at paling tinggi. 0amun %al tersebut beruba% seperti yang terli%at
dengan muda% di se"itar "ita. Peruba%an ini berlangsung dengan melanggar sala%
satu %u"um alam paling dasarEHu"um -ntropi. =elas6 tida" mung"in menerang"an
peruba%an ini "e!uali dengan menga"ui adanya pen!iptaan supra(natural.
Sebua% !onto% mung"in a"an memper8elas poin "edua. Bayang"an alam
semesta merupa"an gua yang dipenu%i dengan segala 8enis air6 batu6 dan debu. Kita
tinggal"an gua tersebut untu" beberapa miliar ta%un dan "embali menengo"nya.
Pada saat "ita "embali6 a"an mendapati beberapa batu yang menge!il6 beberapa
meng%ilang6 "etebalan debu mening"at6 lumpur yang lebi% banya"6 dan seterusnya.
Benda(benda sema"in beran(ta"an6 suatu %al yang lumra% persis seperti per"iraan
"ita. =i"a beberapa miliar ta%un "emudian6 Anda mendapati batuan dengan rumit
diu"ir men8adi patung6 Anda tentu a"an menyimpul"an ba%;a "eteraturan ini tida"
dapat di8elas"an dengan %u"um(%u"um alam. Satu(satunya pen8elasan yang masu"
a"al adala% ba%;a sebua% /pemi"iran ber"esadaran penu%< me(nyebab"an %al ini
ter8adi.
=adi6 "eteraturan alam semesta me(rupa"an bu"ti yang da%syat atas "eber(
adaan "esadaran yang agung. Ahíí físíka pemenang Nobeí darí |erman,
Max Píanck, men|eíaskan keteraturan aíam semesta sebagaí
beríkut:
,5
Sebagaí kesímpuían kíta harus menga-takan, pada setíap
ke|adían, menurut se-mua yang día|arkan íímu penge-tahuan
tentang aíam semesta yang begítu besar, dí mana píanet kecíí kíta
memaín-kan peran tak pentíng, terdapat keteraturan yang tídak
tergantung kepada pemíkíran manusía. Namun, se|auh kíta dapat
merumuskan dengan píkíran |erníh kíta, keteraturan íní dapat
dírumuskan sebagaí ke|adían yang memíííkí tu|uan. Terdapat buktí
adanya keteraturan cerdas pada aíam semesta.
Paul Da9ies men8elas"an "emenangan "eselarasan dan "eseimbang(an yang
luar biasa ini dari materialisme sebagai3
Ke manapun "ita meli%at di alam semesta6 dari gala"si nun 8au% di sana "e
detail atom terdalam6 "ita men8umpai "eteraturan.... Pusat dari gagasan alam
semesta yang begitu teratur adala% "onsep informasi. Sistem yang sangat rapi6
mempertonton"an "egiatan yang sedemi"ian rapi6 memerlu"an begitu banya"
informasi untu" menggambar"annya. Dengan "ata lain6 alam semesta mengandung
begitu banya" informasi.
Kíta íantas díhadapkan pada pertanyaan yang membuat
penasaran. |íka ínformasí dan keteraturan seíaíu punya
kecenderungan aíamíah untuk íenyap, íantas darí mana asaí muía
ínformasí yang men|adíkan bumí sebagaí tempat yang begítu
ístímewa? Aíam semesta tampak sepertí |am yang bergerak
teratur. Bagaímana pertama kaíí aíam íní mendapatkan
tenaganya?
-instein meru8u" "eteraturan ini sebagai "e8adian yang tida" diper("ira"an6
dan 8uga mengata"an ba%;a ini dapat disebut sebagai "ea8aiban3
0a%6 seorang yang a priori Pmenalar dari sebab "e a"ibatQ pasti memper(
"ira"an ba%;a dunia a"an terbentu" sesuai dengan %u"um Pmengi"uti %u"um dan
aturanQ %anya selama "ita PmanusiaQ turut !ampur dengan "e!erdasan "ita yang
mengatur... P0amun6 ali%(ali%6 "ita menemu"anQ dalam dunia nyata suatu dera8at
"eteraturan yang tinggi6 se%ingga "ita yang a priori tida" diiBin"an sedi"it pun untu"
memper"ira"an. Ini adala% M"ea8aibanM yang sema"in diper"uat lagi dan lagi dengan
per"embangan pengeta%uan "ita.5:
4ing"asnya6 untu" mema%ami "eteraturan alam semesta diperlu"an
pema%aman dan pengeta%uan yang dalam dan luas. Alam semesta diran(!ang6
diatur6 dan di8aga ole% Alla%.
Alla% mengung"ap"an dalam Al )uran6 bagaimana bumi dan langit di8aga
dengan "uasa(0ya yang agung3
5Sesunggu.n&a Alla. mena.an langit dan bumi supa&a -angan len&apE
dan sunggu. -ika keduan&a akan len&ap tidak ada seorang pun &ang dapat
mena.an keduan&a selain Alla.. Sesunggu.n&a 'ia adala. (a.a Pen&antun
lagi (a.a Pengampun.7 89S. @aat.ir) 35; 41< =
,$
Keteraturan ila%ia% di alam semesta mengung"ap"an "elema%an "eper!ayaan
materialisme ba%;a alam semesta adala% se"umpulan materi ta" beraturan. Ini
diung"ap"an dalam ayat lain3
Andaikan kebenaran itu menuruti .a2a naAsu mereka) pasti binasala.
langit dan bumi ini) dan semua &ang ada di dalamn&a. Sebenarn&a Kami tela.
mendatangkan kepada mereka kebanggaan mereka tetapi mereka berpaling
dari kebanggaan itu. 89S. Al (u1minuun) 23; :1< =
ata Sur&a
&ata surya adala% sala% satu !onto% "eselarasan inda% yang paling
mengagum"an yang dapat disa"si"an. &erdapat sembilan planet dengan lima pulu%
empat satelit yang di"eta%ui dan benda(benda "e!il yang 8umla%nya tida" di"eta%ui.
planet(planet utama di%itung men8au% dari mata%ari adala% er"urius6 Aenus6
Bumi6 ars6 7upiter6 Saturnus6 2ra(nus6 0eptunus6 dan Pluto. Bumi adala% satu(
satunya planet yang di("eta%ui mengandung "e%idupan.
&entunya6 bumi adala% satu(satunya tempat di mana manusia dapat %idup dan
berta%an tanpa alat bantu6 ber"at tana% dan air yang melim(pa% serta atmosfer yang
dapat di%irup untu" bernafas.
Pada stru"tur tata surya6 "ita menemu"an !onto% lain dari "ein(da%an
"eseimbangan3 Keseimbangan antara gaya sentrifugal planet yang dila;an ole%
gaya gra9itasi dari benda primer planet tersebut. >Dalam astronomi6 benda primer
adala% benda yang di"itari ole% benda lainnya. Benda primer bumi adala% mata%ari6
benda primer bulan adala% bumi?. &anpa "eseimbangan ini6 segala sesuatu yang ada
di tata surya a"an terlontar 8au% "e luar ang"asa. Keseimbangan di antara "edua
gaya ini meng%asil"an 8alur >orbit? tempat planet dan benda ang"asa lain mengi(tari
benda primernya.
=i"a sebua% benda langit bergera" terlalu lambat6 dia a"an tertari" "epada
benda primernya@ 8i"a bergera" terlalu !epat6 benda primernya tida" mampu
mena%annya6 dan a"an terlepas 8au% "e ang"asa. Sebli"nya6 setiap benda langit
bergera" pada "e!epatan yang begitu tepat untu" terus dapat berputar pada orbitnya.
+ebi% 8au%6 "eseimbangan ini tentu berbeda untu" setiap benda ang"asa6 sebab 8ara"
antara planet dan mata%ari berbeda(beda. Demi"ian 8uga massa benda(benda langit
ter(sebut. =adi6 planet(planet %arus memili"i "e!epatan yang berbeda untu" tida"
menabra" mata%ari atau terlempar men8au% "e ang"asa.
A%li astronomi penganut materialisme bersi"u"u% ba%;a asal mula dan
"elangsungan tata surya dapat di8elas"an "arena "ebetulan. +ebi% dari tiga abad lalu6
banya" pemu8a materialisme tela% berspe"ulasi tentang bagaimana "eteraturan
mena"8ub"an ini bisa ter8adi dan mere"a gagal sama se"ali. Bagi penganut
materialisme6 "eseimbangan dan "eter(aturan tata surya adala% misteri ta" ter8a;ab.
,'
Kepler dan .alileo6 dua a%li astronomi yang termasu" orang(orang pertama
yang menemu"an "eseimbangan paling sempurna6 menga"uinya sebagai ran!angan
yang disenga8a dan tanda !ampur tangan ila%ia% di seluru% alam semesta. Isaac
Newton, yang díakuí sebagaí saíah satu pemíkír íímíah terbesar
sepan|ang masa, pernah menuíís:
Sístem paííng índah yang terdírí darí mataharí, píanet, dan
komet íní dapat muncuí darí tu|uan dan kekuasaan Zat yang
berkuasa dan cerdas... Día mengen-daííkan semuanya, tídak
sebagaí |íwa na-mun sebagaí penguasa darí segaíanya, dan
dísebabkan kekuasaan-Nya, Día bíasa díse-but sebagaí "Tuhan
Yang Mahaagung."
empat Kedudukan Bumi
Di samping "eseimbangan yang mena"8ub"an ini6 posisi bumi di dalam tata
surya dan di alam semesta 8uga merupa"an bu"ti lain "esem(purnaan pen!iptaan
Alla%.
&emuan tera"%ir astronomi menun8u""an pentingnya "eberadaan planet lain
bagi bumi. 2"uran dan posisi 7upiter6 sebagai !onto%6 ternyata begitu penting.
Per%itungan astrofisi"a menun8u""an ba%;a6 sebagai planet terbesar dalam tata
surya6 7upiter men8amin "estabilan orbit bumi dan planet lain. Peran 7upiter
melindungi bumi di8elas"an dalam arti"el /Ho; Spe!ial =upiter is< "arya .eorge
Fet%erill3
&anpa planet besar yang dengan tepat ditempat"an di posisi 7upiter6 bumi
tentunya tela% ditabra" ribuan "ali lebi% sering ole% "omet dan meteor serta serpi%an
antarplanet. =i"a sa8a tanpa 7upiter6 "ita tida" mung"in ada untu" mempela8ari asal
usul tata surya.5*
Intinya6 stru"tur tata surya tela% diran!ang "%usus bagi umat manu(sia untu"
%idup.
ari "ita "a8i 8uga tempat "edudu"an tata surya di alam semesta. &ata surya
"ita berada di sala% satu !abang spiral ra"sasa dari gala"si Bima Sa"ti6 lebi% de"at
"e tepi daripada "e tenga%. Keuntungan apa yang didapat dari posisi seperti ini#
Dalam 0atureMs Destiny6 i!%ael Denton men8elas"an3
7ang menge8ut"an adala% ba%;a alam semesta bu"an sa8a luar biasa tepat
bagi "eberadaan manusia dan adaptasi biologis manusia6 namun 8uga bagi
pema%aman "ita... Karena posisi tata surya "ita di tepi gala"si6 "ita dapat pada
malam %ari memandang 8au% "e gala"si nun 8au% di sana dan menggali pengeta%uan
dari stru"tur "eseluru%an alam semesta. Andai sa8a "ita berada di tenga% gala"si6
"ita tida" a"an perna% menya"si"an "einda%an gala"si spiral atau memili"i gagasan
tentang stru"tur alam semesta.53
,5
Dengan "ata lain6 ba%"an posisi bumi di gala"si merupa"an bu"ti ba%;a bumi
di!ipta"an bagi manusia untu" %idup6 demi"ian pula selu(ru% %u"um fisi"a alam
semesta.
Adala% "ebenaran nyata ba%;a alam semesta di!ipta"an dan diatur ole% Alla%.
Alasan mengapa sebagian orang tida" dapat mema%ami %al ini adala%
prasang"a mere"a sendiri. 0amun pemi"iran yang murni berda(sar"an "enyataan
tanpa prasang"a dapat dengan muda% mema%ami ba%;a alam semesta di!ipta"an
dan di"endali"an ole% Alla% bagi manusia untu" %idup6 seperti yang diung"ap"an di
dalam Al )uran3
5'an tidak Kami tidak menciptakan langit dan bumi dan apa &ang ada
di antara keduan&a tanpa .ikma.. ?ang demikian itu adala. anggapan orang%
orang kaAir) maka celakala. orang%orang kaAir itu karena mereka akan masuk
neraka.7 89S. S.aad) 3B; 2:< =
Pema%aman mendalam ini diung"ap"an di dalam ayat lain Al )uran3
5Sesunggu.n&a dalam penciptaan langit dan bumi) dan sili. bergan%tin&a
malam dan siang terdapat tanda%tanda bagi orang%orang &ang berakal) 8&aitu<
orang%orang &ang mengingat Alla. sambil berdiri atau duduk atau dalam
keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan
bumi 8sera&a berkata<; 5?a u.an kami) tiadala. !ngkau menciptakan ini
dengan sia%sia) (a.asuci !ngkau) maka peli.arala. kami dari siksa neraka.7
89S. Ali HImran) 3; 1*+%1*1<
+eda"an ra"sasa yang di"enal sebagai superno9a menyebab"an materi
terlontar "e seluru% pen8uru alam semesta. =ara" yang luar biasa 8au% antar bintang
dan gala"si di alam semesta memper"e!il risi"o yang dia"ibat"an leda"an tersebut
ter%adap benda(benda alam semesta lainnya.
5Sesunggu.n&a Kami tela. meng.ias langit
&ang terdekat dengan .iasan) &aitu bintang%bintang.7
89S. As.%S.aAAat) 3:; ><
obil yang ditelantar"an a"an memburu" dan %an!ur ber"eping("eping.
Segala sesuatu di alam semesta patu% ter%adap entropi3 %u"um ini menyata"an
ba%;a6 8i"a dibiar"an begitu sa8a6 segala sesuatu ber"urang "estabilannya dan
ber"urang "eteraturannya se8alan dengan ;a"tu.
Setiap gala"si di alam semesta adala% bu"ti stru"tur teratur yang ada di mana(
mana. Sistem(sistem yang luar biasa ini6 dengan rata(rata 3:: miliar bintang di
setiap sistem6 menun8u""an "eseimbangan dan "eselarasan nyata.
,1
aG Plan!"6 Pemenang 0obel untu" bidang fisi"a3
/Sebua% "eteraturan berla"u di 8agat raya "ita. Keteraturan ini dapat
diformulasi"an dalam bentu" a"ti9itas yang punya ma"sud tertentu.<
Albert -instein3 /Kita menemu"an di dunia nyata sebua% "eteraturan ting"at
tinggi.<
Isaa! 0e;ton6 sala% satu perintis dan penemu fisi"a modern dan astronomi6
menya"si"an bu"ti "uat !iptaan &u%an dalam "eteraturan alam semesta.
5idakla. mungkin bagi mata.ari mendapatkan bulan dan malam pun
tidak dapat menda.ului siang) dan masing%masing beredar pada garis
edarn&a.7 89S. ?aasin) 3>; 4+<
5:
BAB 5
PLA"! BI$4 8B4(I<
Bumi6 beserta atmosfer dan lautannya6 beserta biosfernya yang rumit6 beserta
"era" yang terbentu" dari be"uan batuan metamorfi" berlapis(lapis6 yang relatif
tero"sidasi6 "aya a"an sili"a6 dan menyelimuti Plapisan dan inti yang terdiri dari
magnesium sili"atQ bi8i besi6 beserta pun!a" sal8u6 gurun pasir6 %utan6 padang lumut6
rimba belantara6 padang rumput6 danau air ta;ar6 padang batubara6 "antong minya"6
gunung api6 lubang la%ar6 pabri"6 mobil6 tanaman6 binatang6 medan magnet6
ionosfer6 pegunungan di tenga% laut6 lapisan penyangga...merupa"an sistem dengan
"erumitan men!engang"an.
=. S. +e;is6 A%li .eologi dari Ameri"a
Petualang luar ang"asa "%ayalan6 dari planet di ang"asa nun 8au% di sana6
"eti"a mende"ati tata surya a"an men8umpai peman(dangan yang sangat menari".
Bayang"an ba%;a "ita adala% pe(ngembara seperti itu6 dan "ita sedang
meng%ampiri bidang edar planet ter%adap mata%ariEsebua% ling"aran ra"sasa pada
bola langit di mana seluru% planet utama dalam tata surya "ita bergera".
Planet pertama yang di8umpai adala% Pluto.
Planet ini sangat dingin6 dengan su%u se"itar (*35oD. Atmosfernya tipis dan
a"an berbentu" gas 8i"a planet ini berada %anya sedi"it lebi% de"at "e mata%ari pada
orbitnya yang berbentu" aga" elips. +ain saat6 atmosfernya men8adi lapisan es.
Pluto6 ring"asnya6 adala% bola tanpa "e%idupan yang diselimuti es.
Bergera" mende"at mata%ari6 Anda a"an men8umpai 0eptunus. Planet ini
dingin 8uga6 se"itar (*15oD. Atmosfernya terdiri dari %idrogen6 %elium6 dan metan6
bera!un bagi "e%idupan. Angin yang bertiup "en!ang6 mende"ati *.::: "m per 8am6
bergemuru% di seluru% permu"aan planet.
+antas 2ranus3 planet gas yang pada permu"aannya terdapat batuan dan es.
Su%u permu"aannya adala% (*1,oD dan atmosfernya6 lagi(lagi6 terdiri dari %idrogen6
%elium6 dan metanEta" !o!o" bagi "e%idupan manusia.
Setela% 2ranus6 Anda mende"ati Saturnus. Ini adala% planet terbesar "edua
dalam tata surya6 dan terutama ter"enal dengan sistem berbentu" !in!in yang
mengitarinya. Din!in ini terdiri dari gas6 batuan6 dan es. Sala% satu dari se"ian
banya" %al menari" tentang Saturnus adala% planet ini seluru%nya terdiri dari gas3
'5R %idrogen dan *5R %elium6 dan "era(patannya "urang daripada "erapatan air.
=i"a Anda ingin /mendarat("an< pesa;at di Saturnus6 Anda sebai"nya meran!ang
pesa;at Anda agar bisa seperti pelampungK Su%u rata(rata lagi(lagi sangat renda%3
(1'5oD.
Beri"utnya adala% 7upiter3 planet terbesar dalam tata surya6 315 "ali lebi%
besar daripada bumi. Seperti Saturnus6 7upiter 8uga planet yang dibentu" ole% gas.
Karena sulit membeda"an /atmosfer< dan /permu("aan< pada planet seperti ini6
sulit 8uga ditentu"an berapa su%u /permu("aan<nya6 namun pada lapisan atas
atmosfer6 su%u men!apai (1,3oD. Bentu"an alam yang menari" di atmosfernya
51
adala% apa yang disebut /Binti" era% 4a"sasa<. Ini pertama "ali di"eta%ui 3::
ta%un yang lalu. A%li astronomi se"arang mengeta%ui ba%;a ini adala% badai yang
luar biasa "uatnya yang tela% ber"e!amu" di atmosfer =o9ian selama berabad(abad.
Badai ini !u"up besar untu" menelan beberapa planet seu"uran bumi. 7upiter
mung"in planet yang mendebar"an6 namun bu"an ruma% bagi manusia6 yang
se"eti"a a"an te;as "arena temperatur yang mem(be"u"an6 angin yang ganas6 dan
radiasi yang tinggi.
+antas mun!ul ars. Atmosfer planet ini tida" mung"in mendu"ung
"e%idupan manusia sebab sebagian besar terdiri dari "arbondio"sida. Seluru%
permu"aannya dipenu%i "a;a%3 %asil dari tubru"an meteor yang terus(menerus dan
angin "en!ang yang bertiup di seluru% permu("aannya6 yang dapat menimbul"an
badai pasir ber%ari(%ari ba%"an ber(minggu(minggu. Su%u aga" ber9ariasi namun
turun %ingga (53oD. &ela% banya" spe"ulasi ba%;a di ars mung"in terdapat
"e%idupan6 namun seluru% bu"ti menun8u""an ba%;a planet ini tanpa "e%idupan
8uga.
elesat dari ars menu8u mata%ari6 "ita meli%at planet biru yang "ita
putus"an untu" sementara dile;at"an6 dan men8ela8a% lagi. Pen!ari(an "ita
memba;a "ita "e sebua% planet bernama Aenus. planet ini diseli(muti "abut puti%
!emerlang namun su%u permu"aannya ,5:oD6 yang !u"up untu" melele%"an tima%.
Sebagian atmosfernya berupa "arbon(dio"sida. Di permu"aan planet6 te"anan
atmosfer setara dengan 1: "ali te"anan atmosfer bumi3 di bumi6 Anda %arus
menyelam satu "ilometer "e dalam laut untu" mendapat"an te"anan setinggi ini. Di
atmosfernya terdapat berlapis(lapis gas asam belerang sedalam beberapa "ilometer.
&ida" ada seorang pun atau "e%idupan lain yang mampu berta%an sedeti" pun di
tempat yang "eras seperti ini.
Kita bergera" terus dan men!apai er"urius6 dunia "e!il berbatu6 ditempa
panas dan radiasi mata%ari. 4otasinya begitu ter%ambat ole% "ede"atannya dengan
mata%ari6 menyebab"an planet ini mela"u"an %anya tiga rotasi a"sial penu% selama
dua "ali peredaran mengelilingi mata%ari. Dengan "ata lain6 di er"urius6 dua
/ta%un< sama dengan tiga /%ari<. Disebab"an perputaran %arian yang begitu lama6
satu sisi planet men8adi begitu panas sementara sisi lainnya begitu dingin.
Perbedaan ssu%u antara sisi siang dan sisi malam dapat men!apai 1.:::o D. &entu
sa8a ling"ungan seperti ini tida" mung"in menopang "e%idupan.
4ing"asnya6 "ita tela% mengamati delapan planet dan tida" satu pun darinya6
termasu" lima pulu% tiga satelitnya menyedia"an sesuatu yang mung"in menopang
"e%idupan. Semuanya ta" lebi% dari bola gas6 es atau batu tanpa "e%idupan.
0amun6 bagaimana dengan planet biru yang "ita le;at"an beberapa saat lalu#
Ia berbeda dari yang lain. Dengan atmosfer yang rama%6 "ondisi permu"aan6 su%u
permu"aan6 medan magnet6 "etersediaan unsur(unsur6 serta posisi pada 8ara" yang
tepat dari mata%ari6 tampa" seperti tela% diran!ang se!ara "%usus untu" tempat
%idup.
Dan6 seperti yang a"an "ita temu"an6 memang demi"ian adanya.
5*
Perali.an opik Sesaat dan
Peringatan tentang 5Adaptasi7
Seterusnya dalam bab ini6 "ita a"an mempela8ari sifat(sifat bumi yang
memper8elas ba%;a planet "ita se!ara "%usus tela% di!ipta"an untu" menopang
"e%idupan. 0amun sebelum mela"u"annya6 "ita perlu mem(bi!ara"an %al lain untu"
meng%indari "emung"inan "esala%pa%aman. Pembi!araan lain ini "%ususnya
diperuntu""an bagi mere"a yang ter(biasa menerima teori e9olusi sebagai "ebenaran
ilmia% dan per!aya sepenu%nya a"an "onsep /adaptasi<.
/Adaptasi< adala% "ata benda dari "ata "er8a /adapt< >menyesuai("an?.
/Adapt< menyirat"an peruba%an mengi"uti "eadaan. Sebagaimana diguna"an para
e9olusionis6 ini berarti /peruba%an suatu ma"%lu" atau bagiannya yang membuat
"eberadaannya sema"in sesuai dengan "ondisi ling"ungan<. &eori e9olusi
menyata"an ba%;a seluru% ma"%lu" %idup di bumi berasal dari satu ma"%lu"
>nene" moyang tunggal?. 0ene" moyang tunggal itu sendiri mun!ul se!ara
"ebetulan6 dan teori ini sangat sering mengguna"an ma"na "ata /adaptasi< untu"
mendu"ungnya.
Pendukung evoíusí percaya bahwa makhíuk hídup berubah
men|adí spesíes baru dengan beradaptasí terhadap ííngkungan.
Kíta teíah memba-has kesaíahan kíaím íní, bahwa mekanísme
adaptasí makhíuk hídup terhadap kondísí aíam hanya ter|adí
daíam suatu kondísí tertentu, dan adaptasí tídak pernah bísa
mengubah suatu spesíes men|adí spesíes ía-ínEdalam bu"u "ami yang
lain.55 &eori e9olusi beserta "onsep /adaptasi< ta" lebi% merupa"an bentu" lain
+amar!"isme6 yaitu teori e9olusi ma"%(lu" %idup yang menyata"an ba%;a
peruba%an ling"ungan menyebab"an peruba%an stru"tur binatang dan tumbu%an
yang dapat diterus"an "epa(da "eturunannya. &eori ini tela% dibanta% "uat dan tepat
ole% "omunitas ilmia%.
es"ipun tida" memili"i du"ungan ilmia%6 gagasan adaptasi me(ngesan"an
sebagian besar orang6 dan inila% sebabnya "ami %arus me(nyinggung %al ini
sebelum melan8ut"an pemba%asan. Dari "eper!ayaan pada "emampuan ma"%lu"
%idup untu" beradaptasi6 %anya perlu selang"a% lagi untu" sampai "epada gagasan
ba%;a "e%idupan dapat terbentu" di planet lain seperti %alnya perna% terbentu" di
bumi. Ke(mung"inan ada ma"%lu" "e!il %i8au %idup di Pluto6 yang %anya sedi"it
ber"eringat "eti"a su%u men!apai (*35oD6 yang meng%irup %elium6 ali%(ali%
o"sigen6 dan yang minum asam belerang6 ali%(ali% air6 tela% meng(goda "%ayalan
orang6 terutama mere"a yang "%ayalannya tela% dipupu" produ"(produ" studio film
Holly;ood.
0amun ini %anyala% ba%an untu" "%ayalan >serta film(film Holly(;ood?6
sedang evoíusíonís yang íebíh mengetahuí bíoíogí dan bíokímía
bahkan tídak mencoba untuk mempertahankan pernyataan sepertí
ítu. Mereka mengetahuí dengan sangat pastí bahwa kehídupan
hanya ada |íka tersedía kondísí dan unsur yang díperíukan. =i"a
53
mere"a benar(benar per!aya ter%adap ini semua6 pendu"ung ma"%lu" %i8au "e!il
>atau bentu" "e%idupan alien lainnya? adala% mere"a yang setia buta ter%adap teori
e9olusi dan mengabai"an ba%"an dasar(dasar biologi dan bio"imia. Dalam
pengabaian6 mere"a 8uga mela%ir"an s"enario yang tida" masu" a"al.
=adi6 dalam mema%ami "esala%an dari "onsep adaptasi6 %al pertama yang patut
diper%ati"an adala% ba%;a "e%idupan %anya ada 8i"a terda(pat "ondisi dan unsur
penting tertentu. Satu(satunya model "e%idupan yang berdasar"an "riteria ilmia%
adala% "e%idupan berbasis "arbon6 dan ilmu;an sepa"at ba%;a tida" ada bentu"
"e%idupan lainnya di manapun di alam semesta.
Karbon adala% unsur dengan nomor atom $ dalam tabel periodi" un(sur. Atom
ini adala% dasar "e%idupan di bumi sebab seluru% mole"ul ma"%lu" %idup >seperti
asam nu"leat6 asam amino6 protein6 lema" dan gula? dibentu" ole% "ombinasi
"arbon dengan unsur lain dalam berbagai !ara. Karbon membentu" ber8uta(8uta 8enis
protein setela% bergabung de(ngan %idrogen6 o"sigen6 nitrogen dan lain(lain. &ida"
ada unsur lain yang dapat mengganti"an "arbon. Seperti yang a"an "ita li%at pada
bagian be(ri"ut6 ta" ada unsur selain "arbon yang memili"i "emampuan untu"
membentu" begitu banya" rantai "imia yang amat diperlu"an ole% "e%idupan.
A"ibatnya6 8i"a "e%idupan dapat ter8adi di planet lain di mana pun di alam
semesta6 ma"a "e%idupan ini pasti berbasis "arbon.5$
&erdapat se8umla% "ondisi yang mutla" penting bagi berlangsung(nya
"e%idupan berbasis "arbon. isalnya6 senya;a berbasis "arbon >se(perti protein?
%anya dapat berta%an pada rentang temperatur tertentu. Senya;a ini a"an mulai
terurai pada temperatur lebi% dari 1*:oD dan ru(sa" ta" terpuli%"an 8i"a didingin"an
di ba;a% (*:oD. 0amun6 tida" %anya su%u yang berperan penting dalam penentuan
batasan "ondisi yang !o!o" untu" "eberadaan "e%idupan berbasis "arbon3 8uga 8enis
dan "e"uatan !a%aya6 "e"uatan gaya gra9itasi6 "omposisi atmosfer6 dan "e"uatan
medan magnet. Bumi menyedia"an dengan tepat "ondisi("ondisi yang
memung"in"an "e%idupan tersebut. =i"a ba%"an satu sa8a "eadaan diuba%6 misalnya
su%u rata(rata melebi%i 1*:oD6 tida" a"an ada "e%idupan di bumi.
a"a ma"%lu" "e!il %i8au "ita6 yang mung"in %anya sedi"it ber("eringat
"eti"a su%u men!apai (*35oD6 yang meng%irup %elium6 ali%(ali% o"sigen6 dan yang
minum asam belerang6 ali%(ali% air6 tida" mung"in ada di mana pun "arena ma"%lu"
%idup berbasis "arbon tida" mampu ber(ta%an dalam "ondisi seperti itu6 dan satu(
satunya "e%idupan adala% "e%idupan berbasis "arbon. Ke%idupan %anya mung"in
ada dalam ling("ungan dengan batas(batas tertentu6 dan dalam "ondisi yang dengan
senga8a diran!ang bagi "e%idupan. Ini adala% "ebenaran bagi "e%idupan se!ara
umum dan bagi manusia "%ususnya.
Bumi adala% ling"ungan yang dengan senga8a tela% diran!ang.
Su.u Bumi
5,
Suhu dan atmosfer adaíah unsur pentíng pertama bagí
kehídupan dí bumí. píanet bíru íní memíííkí dua haí, baík suhu yang
memungkínkan untuk hídup maupun atmosfer yang dapat
dígunakan makhíuk hídup untuk bernapas, khususnya bagí
makhíuk hídup yang kompíeks sepertí manusía. Namun, dua faktor
yang sama sekaíí berbeda íní teíah ada sebagaí akíbat darí kondísí
yang ternyata ídeaí bagí keduanya.
Saíah satu kondísí ídeaí íní adaíah |arak antara bumí dan
mataharí. Bumí tídak akan men|adí tempat kehídupan seandaínya
íebíh dekat ke mataharí sepertí Venus atau íebíh |auh sepertí
Yupíter: Moíekuí berbasís karbon hanya mampu bertahan pada
suhu antara -20oC dan 120oC, dan bumí satu-satunya píanet
dengan suhu rata-rata daíam batas tersebut.
Keti"a seseorang memandang alam semesta sebagai suatu "eselu(ru%an6
mendapati rentang su%u sesempit ini merupa"an %al yang sangat sulit "arena su%u di
seluru% alam semesta ber9ariasi dari beberapa 8uta dera8at pada bintang terpanas
%ingga nol mutla" >(*'3oD?. Dalam selang su%u yang begitu lebar6 toleransi su%u
yang memung"in"an adanya "e%i(dupan sunggu% sempit@ namun bumi memili"inya.
Ahíí geoíogí Ameríka, Frank Press dan Raymond Síever,
menun|uk-kan keístímewaan suhu rata-rata dí bumí. Mereka
menyatakan, "kehídupan sepertí yang kíta ketahuí hanya mungkín
ter|adí pada seíang suhu yang sangat sempít. Seíang suhu íní
mungkín hanya 1 atau 2 persen darí seíang suhu antara noí mutíak
dan suhu permukaan mataharí."
&er8aganya selang su%u ini 8uga ber"aitan dengan 8umla% panas yang
dipan!ar"an mata%ari6 di samping 8ara" bumi dengan mata%ari. enurut
per%itungan6 penurunan 1:R sa8a dari panas yang dipan!ar"an mata%ari a"an
membuat permu"aan bumi ditutupi lapisan es setebal beberapa me(ter6 dan andai"an
panas yang dipan!ar"an mata%ari nai" sedi"it sa8a6 seluru% ma"%lu" %idup a"an
%angus dan mati.
&ida" sa8a su%u rata(rata %arus ideal3 Panas yang tersedia %arus tersebar !u"up
merata "e seluru% planet. Se8umla% "ondisi "%usus tela% di!ipta"an untu"
memasti"an %al ini benar(benar ter8adi.
Sumbu rotasí bumí míríng 23o27' terhadap bídang ecííptíc
(garís edar bumí mengítarí mataharí). Kemíríngan íní mencegah
panas beríebíhan pada atmosfer dí wííayah antara kutub dan
khatuíístíwa, membuat suhu men|adí íebíh sedang. =i"a "emiringan ini
tida" ada6 peruba%an su%u an(tara "utub dan "%atulisti;a a"an 8au% lebi% tinggi dan
daera% bersu%u sedang >temperate Bone? tida" a"an adaEatau tida" dapat ditinggali.
Kecepatan rotasí bumí pada sumbunya |uga men|aga
penyebaran panas men|adí seímbang. Bumi mela"u"an satu rotasi penu%
dalam *, 8am meng%asil"an periode pergantian terang dan gelap !u"up sing"at.
55
Karena periode ini sing"at6 peruba%an panas antara sisi terang dan gelap !u"up
renda%. Pentingnya %al ini dapat dili%at dalam !onto% e"strem planet er"urius6 di
mana siang lebi% dari seta%un dan perbedaan su%u antara siang dan malam
mende"ati 1.:::oD.
Geografí bumí |uga membantu menyebarkan panas secara
merata dí seíuruh permukaan bumí. &erdapat perbedaan su%u se"itar
1::oD antara "utub dan "%atulisti;a. =i"a perbedaan su%u sebesar ini ter8adi pada
daera% yang benar(benar rata6 %asilnya adala% angin dengan "e!epatan men!apai
1.::: "m per 8am menyapu segala sesuatu yang dilaluinya. 0amun6 bumi dipenu%i
peng%alang berupa bentu"an alam yang meng(%ambat perpinda%an !epat udara yang
di%asil"an ole% perbedaan su%u itu. Peng%alang ini berupa pegunungan6 seperti yang
membentang antara Pasifi" di timur dan Atlanti" di barat6 dimulai dari Himalaya di
Dina dan dilan8ut"an dengan Pegunungan &aurus di Anatolia dan Alpen di -ropa.
Di laut6 "elebi%an panas di daera% "atulisti;a dipinda%"an "e utara dan selatan
ber"at "emampuan air yang luar biasa untu" meng(%antar"an dan melepas"an
panas.
Pada saat yang sama, terdapat se|umíah sístem otomatís
yang mem-bantu men|aga suhu atmosfer seímbang. Mísaínya, saat
suhu dí suatu wííayah naík, ía|u penguapan aír akan meníngkat,
menyebabkan ter-bentuknya awan. Awan íní memantuíkan íebíh
banyak cahaya kembaíí ke angkasa, mencegah peníngkatan suhu
udara dan permukaan dí bawahnya.
5$
(assa dan (edan (agnet Bumi
Ukuran bumí tídak kaíah pentíng bagí kehídupan darípada
|arak bumí dengan mataharí, kecepatan rotasí dan bentukan-
bentukan dí per-mukaan bumí. Memperhatíkan píanet íaín, kíta
meííhat rentang ukuran yang íebar: Merkuríus íebíh kecíí darípada
sepersepuíuh bumí, sementara Yupíter 318 kaíí íebíh besar.
Apakah ukuran bumí díbandíngkan dengan píanet íaín kebetuían?
Ataukah suatu kesenga|aan?
Keti"a "ita mengamati u"uran bumi6 dengan muda% "ita meli%at ba;a planet
"ita diran!ang untu" sebesar bumi ini se"arang. A%li geologi Ameri"a Iran" Press
dan 4aymond Sie9er memberi"an "omentar ten(tang /"etepatan< u"uran bumi3
Dan ukuran bumí begítu tepat-tídak teríaíu kecíí sehíngga
kehííangan atmosfernya, karena gravítasí yang kecíí gagaí
mencegah gas íepas ke ang-kasa, dan tídak teríaíu besar sehíngga
gravítasínya menahan begítu banyak atmosfer, termasuk gas yang
berbahaya.
Selain massa bumi6 susunan perut bumi 8uga diran!ang "%usus. Dise(bab"an
intinya6 bumi memili"i medan magnet "uat yang berperan pen(ting dalam men8aga
"elangsungan %idup. enurut Press dan Sie9er3
Perut bumí íuar bíasa besarnya, namun merupakan mesín
penghasíí panas yang díseímbangkan secara rumít dengan bahan
bakar radíoaktíf.. Andaí-kan beker|a íebíh íambat, aktívítas
geoíogí akan ber|aían íebíh íambat. Besí mungkín tídak mencaír
dan terbenam membentuk íntí caír, dan medan mag-net tídak
pernah terbentuk..Andaíkan íebíh banyak bahan radíoaktíf, dan
mesín beker|a íebíh cepat, gas dan debu vuíkaník tentu teíah
menghaíangí mataharí, sehíngga atmosfer men|adí pekat
mematíkan, dan permukaan bu-mí díguncang oíeh gempa dan
íetusan gunung apí setíap harí.
edan magnet yang dibi!ara"an a%li geologi ini berperan penting bagi
"e%idupan. edan magnet ini berasal dari stru"tur inti bumi. Inti bu(mi terdiri dari
unsur(unsur berat seperti besi dan ni"el yang mampu me(na%an muatan magnet. Inti
dalam berbentu" padat sementara inti luar !air. Dua lapis inti bergera" saling
mengitari6 dan gera"an inila% sumber medan magnet bumi. enyebar 8au% di atas
permu"aan6 medan ini melindungi bumi dari radiasi merusa" yang berasal dari
ang"asa luar. 4adiasi dari bintang selain mata%ari tida" dapat mele;ati perisai ini.
Sabu" Aan Allen6 yang medan magnetnya merentang %ingga 15.::: "m dari bumi6
melindungi bola ini dari energi memati"an.
Diper"ira"an ba%;a a;an plasma yang ter8eba" Sabu" Aan Allen ter"adang
men!apai energi yang besarnya 1:: miliar "ali lebi% besar daripada bom nu"lir yang
menimpa Hiros%ima. 4adiasi dari langit mung"in sama merusa"nya. &etapi medan
listri" bumi6 %anya melolos("an :61R radiasi tersebut dan ini diserap ole% atmosfer.
5'
-nergi listri" yang diperlu"an untu" men!ipta"an dan memperta%an"an medan
listri" sebesar ini men!apai miliaran Ampere6 sebanya" yang dibang"it"an umat
manusia sepan8ang se8ara%.
=i"a perisai pelindung ini tida" ada6 "e%idupan tela% dimusna%"an ole% radiasi
memati"an dari ;a"tu "e ;a"tu dan mung"in ta" perna% ter(;u8ud sama se"ali.
0amun seperti yang diung"ap"an Press dan Sie9er6 inti bumi tela% diran!ang
dengan tepat untu" men8aga planet ini tetap aman.
5'an Kami men-adikan langit itu sebagai atap &ang terpeli.ara) sedang
mereka berpaling dari segala tanda%tanda 8kekuasaan Alla.< &ang terdapat
padan&a.7 89S. Al Anbi&aa1) 21; 32< =
Ketepatan AtmosAer
Seperti yang "ita sa"si"an6 sifat fisi" bumiEmassa6 stru"tur6 su%u6 dan
seterusnyaEbegitu tepat bagi "e%idupan. 0amun6 sifat(sifat itu sa8a tida" !u"up
untu" memung"in"an "e%idupan ada di bumi. Ia"tor pen(ting lain adala% susunan
atmosfer.
&ela% di"emu"a"an sebelumnya bagaimana film(film fi"si(ilmia% ter"adang
menyesat"an orang. Sala% satu !onto%nya adala% betapa mu(da%nya petualang dan
pengembara luar ang"asa menemu"an planet(planet dengan atmosfer yang
memung"in"an untu" bernafas3 ere"a tampa"nya ada di mana(mana. Andai"an
"ita dapat men8ela8a% ruang ang"asa yang sebenarnya6 "ita a"an menemu"an ini
sama se"ali sala%3 Kemung"inan planet lain memili"i atmosfer yang dapat di%irup
untu" bernafas sangat tida" mung"in. Ini "arena atmosfer bumi tela% diran!ang
"%usus untu" menopang "e%idupan dengan se8umla% !ara yang penting.
Atmosfer bumi terdiri dari ''R nitrogen6 1R o"sigen6 dan 1R "arbon(
dio"sida. ari "ita mulai dari gas yang paling penting6 ya"ni o"sigen. J"sigen
begitu penting bagi "e%idupan6 "arena gas ini terlibat dalam sebagian besar rea"si
"imia yang melepas"an energi yang dibutu%"an setiap ma"%lu" %idup.
Senya;a "arbon berea"si dengan o"sigen. Hasil rea"si ini adala% air6
"arbondio"sida6 dan energi. I"atan "e!il energi yang disebut A&P >adeno(sine
trip%osp%ate?6 yang diguna"an ole% sel %idup di%asil"an dari rea"si ini. Karena
inila% "ita selalu memerlu"an o"sigen untu" %idup6 dan bernafas untu" memenu%i
"ebutu%an tersebut.
Hal yang menari" dari "e8adian ini adala% ba%;a "adar o"sigen dalam udara
yang "ita %irup tela% dengan tepat disesuai"an. i!%ael Denton menulis tentang %al
ini3
Dapatkah atmosfer mengandung íebíh banyak oksígen dan
masíh mampu menopang kehídupan? Tídak! Oksígen adaíah unsur
yang sangat mudah bereaksí. Bahkan kandungan oksígen daíam
atmosfer saat íní, 21%, adaíah mendekatí batas-atas keseíamatan
55
untuk kehídupan pada suhu ííngkungan. Kemungkínan kebakaran
hutan tersuíut naík 70% untuk setíap penambah-an 1% oksígen dí
atmosfer.60
Menurut ahíí bíokímía darí Inggrís, |ames Loveíock:
(Kandungan oksígen) dí atas 25%, sedíkít sekaíí darí
tumbuhan saat íní yang mampu bertahan darí amukan apí yang
memusnahkan hutan hu|an tropís dan padang íumut kutub....
Kandungan oksígen saat íní adaíah pada títík dí mana rísíko dan
keuntungan tepat seímbang.
Ba%;a "adar o"sigen di atmosfer saat ini berta%an pada nilai yang tepat6
adala% ber"at sistem /daur ulang< yang luar biasa3 Binatang terus(menerus
meng%irup o"sigen dan meng%asil"an "arbondio"sida6 yang bagi mere"a tida" dapat
diguna"an untu" bernafas. &umbu%an mela("u"an tepat sebali"nya3 ere"a
meng%irup "arbondio"sida yang mere"a perlu"an untu" %idup6 dan sebali"nya
mengeluar"an o"sigen. Ber"at sistem ini6 "e%idupan terus berlan8ut. &umbu%an
melepas"an 8utaan ton o"sigen "e atmosfer setiap %ari.
&anpa "er8asama dan "eseimbangan dari dua "elompo" ma"%lu" %idup yang
berbeda ini6 planet "ita tida" mung"in di8adi"an tempat %idup. isalnya6 8i"a
ma"%lu" %idup %anya meng%irup "arbondio"sida dan melepas"an o"sigen6 ma"a
atmosfer bumi a"an 8au% mempermuda% pemba"aran daripada saat ini6 dan ba%"an
per!i"an api "e!il dapat me(nyebab"an "eba"aran yang da%syat. Sebali"nya6 8i"a
seluru% ma"%lu" meng%irup o"sigen dan melepas"an "arbondio"sida6 "e%idupan
pada a"%irnya a"an musna% "eti"a seluru% o"sigen tela% %abis diguna"an.
Kenyataannya6 atmosfer berada dalam "eadaan seimbang6 di mana seperti
diung"ap"an +o9elo!"6 risi"o dan "euntungan tepat seimbang.
Aspe" lain dari atmosfer adala% "erapatannya6 yang tela% disesuai"an dengan
tepat se"ali bagi "ita untu" bernafas.
AtmosAer dan Pernapasan
Kita bernafas setiap saat. Kita se!ara terus(menerus meng%irup udara "e
dalam paru(paru dan mengeluar"annya. Kita begitu sering mela"u("annya sampai
menganggapnya %al yang biasa. Kenyataannya6 pernapasan adala% proses yang
sangat rumit.
Sistem tubu% "ita diran!ang sedemi"ian sempurna sampai "ita tida" perlu
memi"ir"an pernafasan. &ubu% "ita memper"ira"an berapa ba(nya" o"sigen yang
diperlu"an6 dan mengatur pengiriman dengan 8umla% yang tepat bai" "eti"a "ita
sedang ber8alan6 berlari6 memba!a bu"u6 atau tidur. Penyebab begitu pentingnya
pernafasan adala% "arena ber8uta(8uta rea"si yang %arus tetap berlangsung dalam
tubu% untu" men8aga "elang(sungan %idup "ita6 semuanya memerlu"an o"sigen.
Kemampuan Anda untu" memba!a bu"u ini adala% ber"at ber8uta(8uta sel
retina di dalam mata yang terus(menerus di!atu dengan energi yang diturun"an dari
51
o"sigen. Demi"ian 8uga6 seluru% 8aringan tubu% "ita dan sel yang membentu"nya
memperole% energi dari /pemba"aran< senya;a "arbon ole% o"sigen. Hasil
pemba"aran iniE"arbondio"sidaE
%arus di"eluar"an dari tubu%. =i"a "adar o"sigen dalam aliran dara% tu(run
drastis6 tubu% a"an lema%@ dan 8i"a "e"osongan o"sigen berlangsung lebi% dari
beberapa menit6 a"ibatnya adala% "ematian.
Dan itula% sebabnya "ita bernafas. Keti"a "ita menari" nafas6 o"sigen
memban8iri se"itar 3:: 8uta ruang "e!il dalam paru(paru "ita. Pembulu% dara%
"apiler yang mele"at pada ruang ini menyerap o"sigen dalam se("e8ap dan
memba;anya6 mula(mula "e 8antung6 lantas diterus"an "e seluru% bagian tubu%. Sel
tubu% "ita mengguna"an o"sigen ini6 dan me(lepas"an "arbondio"sida "e dalam
dara%6 yang memba;anya "embali "e paru(paru6 di mana Bat ini "emudian
di"eluar"an. Seluru% proses memer(lu"an ;a"tu ta" lebi% dari setenga% deti"3
J"sigen /bersi%< masu" dan "arbon dio"sida /"otor< "eluar.
Anda mung"in bertanya(tanya mengapa ada begitu banya" >3:: 8uta? ruang
"e!il dalam paru(paru. ere"a ada untu" memperluas permu"aan yang
bersinggungan dengan udara. ere"a dengan %ati(%ati dilipat agar mendudu"i
tempat se"e!il mung"in@ andai"an tida" dilipat6 %asilnya !u"up untu" menutup
lapangan tenis.
Ada %al lain yang %arus diingat. 4uang "e!il dalam paru(paru dan pembulu%
"apiler yang mele"at padanya tela% diran!ang begitu "e!il dan sempurna untu"
mening"at"an la8u pertu"aran o"sigen dan "arbon(dio"sida. 0amun ran!angan yang
sempurna ini bergantung "epada fa"tor lain3 "erapatan6 9is"ositas >"e"entalan?6 dan
te"anan udara %arus tepat agar udara dapat bergera" masu" dan "eluar paru(paru
dengan benar.
Pada "etinggian se8a8ar permu"aan laut6 te"anan udara adala% '$: mm air
ra"sa dan "erapatannya se"itar 1 gramOliter. asi% pada "eting(gian se8a8ar
permu"aan laut6 9is"ositas udara se"itar 5: "ali dari air. Anda mung"in
menganggap ang"a ini tida" penting namun ang"a ini sangat menentu"an %idup
"ita6 sebab seperti diung"ap"an i!%ael Denton3
Komposisi "eseluru%an dan sifat umum dari atmosferE"erapatan(nya6
9is!ositasnya6 te"anannya6 dan lain(lainnyaE%arus sama seperti se"arang ini6
"%ususnya bagi ma"%lu" yang meng%irup udara.
Keti"a bernapas6 paru(paru mengguna"an energi untu" mela;an gaya yang
disebut /%ambatan udara<. .aya ini adala% %asil dari "eeng(ganan udara untu"
berpinda%. 0amun ber"at sifat fisi" atmosfer6 %am(batan ini !u"up lema% se%ingga
paru(paru dapat menari" masu" dan mendorong "eluar udara dengan mengguna"an
energi minimum. =i"a "eengganan udara lebi% besar6 paru(paru a"an dipa"sa untu"
be"er8a le(bi% "eras agar mampu bernapas. Ini dapat di8elas"an dengan satu !onto%.
enyedot air "e dalam 8arum sunti" itu muda%6 namun menyedot madu 8au% lebi%
sulit. Penyebabnya adala% madu lebi% rapat daripada air dan 8uga lebi% "ental.
Andai"an "erapatan6 9is"ositas dan te"anan udara lebi% besar6 bernapas a"an
sesulit menyedot madu "e dalam 8arum sunti". Seseorang mung"in mengata"an6
$:
/Itu muda% dibetul"an. Kita %anya perlu memper(besar lubang 8arum sunti" untu"
mening"at"an la8u aliran<. 0amun 8i"a "ita mela"u"annya6 dalam "asus pembulu%
"apileri dalam paru(paru6 %asilnya a"an menurun"an luas permu"aan yang
bersinggungan dengan udara6 yang menyebab"an ber"urangnya pertu"aran o"sigen
dan "ar(bondio"sida pada ;a"tu yang sama6 dan "ebutu%an pernapasan tubu% tida"
terpenu%i. Dengan "ata lain6 nilai masing(masing "erapatan6 9is"o(sitas dan te"anan
udara %arus berada dalam batas tertentu agar dapat diguna"an untu" bernafas6 dan
nilai(nilai tersebut dalam udara yang "ita %irup adala% nilai yang tepat.
Míchaeí Denton mengomentarí haí íní dengan:
Sudah |eías bahwa andaíkan saíah satu darí vískosítas atau
kera-patan udara íebíh besar, hambatan udara tídak akan
memungkínkan un-tuk bernapas, dan tídak ada rancangan sístem
pernapasan íaín yang akan mampu mengantarkan oksígen yang
cukup bagí makhíuk hídup yang menghírup udara dengan
metaboíísme yang aktíf.... Dengan memper-kírakan seíuruh
kemungkínan tekanan atmosfer terhadap kan-dungan oksígen
yang mungkín, men|adí |eías bahwa hanya ada satu wííayah uník...
dí mana berbagaí kondísí untuk kehídupan terpenuhí.... Iní
tentunya haí yang íuar bíasa pentíng bahwa beberapa kondísí
menentukan terpenuhí pada sebuah daerah yang sempít íní darí
semua kemungkínan keadaan atmosfer.
0ilai numeri" dari atmosfer bu"an %anya "ita perlu"an untu" ber(napas6
namun menentu"an bagi planet Biru "ita untu" tetap biru. |íka tekanan
atmosfer dí atas permukaan íaut |auh íebíh kecíí darí nííaí
sekarang, ía|u penguapan aír akan |auh íebíh tínggí. Aír yang
meníngkat daíam atmosfer akan mengakíbatkan "efek rumah
kaca" men|ebak íebíh banyak panas dan meníngkatkan suhu rata-
rata bumí. Sebaííknya, |íka tekanan |auh íebíh tínggí, ía|u
penguapan aír akan turun. (Akíbatnya aír dí íaut tetap berada dí
íaut, aír dí daratan akan mengaíír ke íaut), membuat sebagían
píanet men|adí gurun pasír.
Seluru% "eseimbangan yang diatur dengan tepat ini menun8u""an atmosfer
kíta teíah dengan senga|a dírancang dengan teíítí sehíngga me-
mungkínkan kehídupan dí bumí. Iní adaíah kenyataan yang
dítemukan dengan íímu pengetahuan dan kembaíí menun|ukkan
kepada kíta, bahwa aíam semesta bukaníah kumpuían acak materí
yang ter|adí secara kebe-tuían. Tídak díragukan íagí terdapat
Pencípta yang mengatur aíam semes-ta, membentuk materí sesuaí
kehendak-Nya, menguasaí seíuruh gaíaksí, bíntang dan píanet dí
bawah keagungan-Nya.
Ke"uasaan agung6 sebagaimana Al )uran menyebut"an "epada "ita6 adala%
mili" Alla%6 Penguasa seluru% semesta.
$1
Dan planet Biru tempat "ita %idup adala% tela% diran!ang se!ara "%usus dan
/disempurna"an< ole% Alla% bagi manusia sebagaimana disebut"an dalam Al )uran
>)S. An(0aaBiSaat6 '13 3:?. Ada ayat lain mengung"ap"an ba%;a Alla% tela%
men!ipta"an bumi bagi manusia untu" %idup3
5Alla. la. &ang man-adikan bumi bagi kamu tempat menetap dan langit
sebagai atap) dan membentuk kamu lalu membaguskan rupamu serta
memberi kamu re/eki dengan seba.agian &ang baik%baik. ?ang demikian itu
adala. Alla. u.anmu) (a.a agung Alla.) u.an semesta alam.7 89S. Al
(u1min) 4+; >4< =
5'iala. &ang men-adikan bumi itu muda. bagi kamu) maka ber-alanla.
di segala pen-urun&a dan makanla. seba.agian dari re/ki%"&a. 'an .an&a
kepada%"&a%la. kamu 8kembali setela.< dibang%kitkan.7 89S. Al (ulk) >:;15< =
Keseimbangan &ang (emungkinkan Ke.idupan
Hal(%al yang tela% "ita ba%as se8au% ini %anyala% sedi"it dari "eseim(bangan
rumit yang begitu menentu"an bagi "e%idupan di bumi. empe(la8ari bumi6 "ita
dapat menyusun daftar /fa"tor yang menentu"an bagi "e%idupan< sepan8ang yang
"ita mau. A%li astronomi Ameri"a membuat daftarnya sendiri3
.ra9itasi di Permu"aan3
( =i"a lebi% "uat3 atmosfer mena%an terlalu banya" amonia dan met%ana.
( =i"a lebi% lema%3 atmosfer planet a"an terlalu banya" "e%ilangan air.
=ara" dengan Bintang Indu" >ata%ari?3
( =i"a lebi% 8au%3 planet a"an terlalu dingin bagi si"lus air yang stabil.
( =i"a lebi% de"at3 planet a"an terlalu panas bagi si"lus air yang stabil.
Ketebalan Kera" Bumi3
( =i"a lebi% tebal3 terlalu banya" o"sigen berpinda% dari atmosfer "e "era"
bumi.
( =i"a lebi% tipis3 a"ti9itas te"toni" dan 9ul"ani" a"an terlalu besar.
Periode 4otasi3
( =i"a lebi% lama3 perbedaan su%u pada siang dan malam %ari terlalu besar.
( =i"a lebi% !epat3 "e!epatan angin pada atmosfer terlalu tinggi.
Intera"si .ra9itasi dengan Bulan3
( =i"a lebi% besar3 efe" pasang(surut pada laut6 atmosfer dan periode rotasi
sema"in merusa".
( =i"a lebi% "e!il3 peruba%an tida" langsung pada orbit menyebab("an
"etida"stabilan i"lim.
edan agnet3
( =i"a lebi% "uat3 badai ele"tromagneti" terlalu merusa".
$*
( =i"a lebi% lema%3 "urang perlindungan dari radiasi yang mem(ba%aya"an
dari bintang.
Albedo >Perbandingan antara !a%aya yang dipantul"an dengan yang diterima
pada permu"aan?3
( =i"a lebi% besar3 Baman es ta" ter"endali a"an ter8adi.
( =i"a lebi% "e!il3 efe" ruma% "a!a ta" ter"endali a"an ter8adi.
Perbandingan J"sigen dengan 0itrogen di Atmosfer3
( =i"a lebi% besar3 fungsi %idup yang ma8u ber8alan terlalu !epat.
( =i"a lebi% "e!il3 fungsi %idup yang ma8u ber8alan terlalu lambat.
Kadar Karbondio"sida dan 2ap Air dalam Atmosfer3
( =i"a lebi% besar3 efe" ruma% "a!a ta" ter"endali a"an ter8adi.
( =i"a lebi% "e!il3 efe" ruma% "a!a tida" memadai.
Kadar JBon dalam Atmosfer3
( =i"a lebi% besar3 su%u permu"aan bumi terlalu renda%.
( =i"a lebi% "e!il3 su%u permu"aan bumi terlalu tinggi@ terlalu banya" radiasi
ultra9iolet.
A"ti9itas .empa3
( =i"a lebi% besar3 terlalu banya" ma"%lu" %idup binasa.
( =i"a lebi% "e!il3 ba%an ma"anan di dasar laut >yang di%anyut"an aliran
sungai? tida" a"an didaur ulang "e daratan melalui peng(ang"atan te"toni".$,
Ini %anya sebagian /"eputusan ran!angan< yang %arus dibuat agar "e%idupan
ada dan berta%an. 0amun sesedi"it ini pun !u"up untu" menun8u""an ba%;a
"eberadaan bumi bu"an "arena "ebetulan6 tida" 8uga terbentu" ole% serang"aian
"e8adian a!a".
Hal tersebut dan detail lain yang ta" ber%ingga meya"in"an "embali
"ebenaran yang seder%ana dan murni3 Alla% dan %anya Alla% yang men(!ipta"an
alam semesta6 bintang6 planet6 pegunungan6 dan laut dengan sempurna6 memberi"an
"e%idupan bagi manusia dan ma"%lu" %idup lainnya6 dan menempat"an !iptaan(0ya
di ba;a% "endali manusia. Alla% dan %anya Alla%6 sumber pengampunan dan
"e"uasaan6 !u"up ber"e"uatan untu" men!ipta"an sesuatu dari "e%ampaan.
Diptaan Alla% yang sempurna ini di8elas"an dalam Al )uran sebagai3
5Apaka. kamu &ang lebi. sulit penciptaann&a atauka. langit6 Alla.
tela. membinan&a. 'ia meninggikan bangunann&a lalu men&empurnakann&a.
'an 'ia men-adikan malamn&a gelap gulita dan men-adikan siangn&a terang
benderang. 'an bumi sesuda. itu di.amparkan%"&a. Ia memancarkan
daripadan&a mata airn&a) dan 8menumbu.kan< tumbu.%tumbu.ann&a. 'an
gunung%gunung dipan%cangkan%"&a dengan tegu.. 8Semua itu< untuk
kesenanganmu dan binatang%binatang ternakmu.7 89S. An%"aa/i1aat) :*; 2:%
33< =
$3
5Alla. menciptakan langit dan bumi dengan .ak. Sesunggu.n&a pada
&ang demikian itu terdapat tanda%tanda kekuasaan Alla. bagi orang
mukmin.7 89S. Al FAnkabuut) 2*; 44<
Bahkan Mars, satu-satunya píanet íaín dí tata surya yang
secara físík mendekatí bumí, tak íebíh darí boía batu yang keríng
dan tandus.
K!SI(P4LA"
$,
Iilosofi materialis dan Dar;inisme6 yang bersumber pada material(isme6
"eduanya menganggap ba%;a "e%idupan manusia mun!ul di alam semesta %anya
"ebetulan dan ba%;a /"ebetulan< tersebut tanpa disertai tu8uan apa pun. 0amun
pengeta%uan yang di!apai melalui "ema8uan ilmu alam menun8u""an ba%;a dalam
setiap detail alam semesta6 terdapat ran!angan dan peren!anaan dengan tu8uan a"%ir
"e%idupan manusia. 4an!angan yang demi"ian /tepat<6 se%ingga ba%"an satu unsur
seperti !a%aya6 yang mung"in tida" perna% "ita pi"ir"an sebelumnya6 pasti a"an
menimbul"an "eta"8uban.
enyata"an dan men8elas"an ran!angan seteliti itu sebagai suatu "ebetulan
tida"la% masu" a"al. Kenyataan ba%;a semua radiasi mata(%ari termampat"an pada
pita spe"trum sempit6 %anya 1O1:*5 dari total spe"trum ele"tromagneti"6 "enyataan
ba%;a !a%aya yang penting bagi "e%idupan tepat berada dalam pita spe"trum sempit
tersebut6 "enya(taan ba%;a atmosfer meng%alangi pan8ang gelombang radiasi yang
lain dan mele;at"an %anya pan8ang gelombang pada bagian tersebut6 "e(nyataan
ba%;a air 8uga meng%alangi semua bentu" radiasi yang mema(ti"an lainnya dan
%anya mele;at"an !a%aya(tampa"3 ung"in"a% semua itu benar(benar "ebetulan#
Kesesuaian luar biasa seperti ini da(pat di8elas"an bu"an dengan "ebetulan6 namun
dengan ran!angan yang disenga8a. Ini pada gilirannya menun8u""an "epada "ita
ba%;a seluru% alam semesta beserta seluru% detailnyaEtermasu" sinar mata%ari
yang memung"in"an "ita meli%at dan men8aga "ita tetap %angat se!ara "%usus tela%
di!ipta"an dan diperuntu""an bagi "ita untu" %idup.
Kesímpuían yang dícapaí oíeh saíns merupakan sebuah
kebenaran yang teíah día|arkan daíam Aí Ouran seíama empat
beías abad kepada umat manusía. Ilmu alam menun8u""an ba%;a !a%aya
mata%ari tela% di!ipta"an untu" "ita6 dengan "ata lain6 !a%aya mata%ari tela%
di!ipta"an untu" /melayani "ita<. Dalam Al )uran difirman"an ba%;a3 /ata%ari
dan bulan >beredar? menurut per%itungan.< >)S. Ar(4a%maan6 553 5?. Da(lam ayat
lain disebut"an3
5Alla.%la. &ang tela. menciptakan langit dan bumi dan menurun%kan air
.u-an dari langit) kemudian 'ia mengeluarkan dengan air .u-an itu berbagai
bua.%bua.an men-adi re/eki untukmu.... 'an 'ia tela. menundukkan 8pula<
bagimu mata.ari dan bulan &ang terus menerus beredar 8dalam orbitn&a<E
dan tela. menundukkan bagimu malam dan siang. 'an 'ia tela. memberimu
8keperluanmu< dari segala &ang kamu mo.onkan kepada%"&a. 'an -ika kamu
meng.i%tung nikmat Alla.) tidakla. dapat kamu meng.inggakann&a. Se%
sunggu.n&a manusia itu) sangat /alim dan sangat mengingkari 8nikmat
Alla.<.7 89S Ibra.im) 14; 32%34< =
$5
$$
$'

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->