P. 1
smk11 SeniTari Rahmida

smk11 SeniTari Rahmida

4.0

|Views: 17,786|Likes:
Published by oommoo

More info:

Published by: oommoo on Aug 07, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/07/2013

pdf

text

original

Estetika tradisional pada dasarnya merupakan unsur
keindahan. Keindahan untuk dipahami oleh pelaku yang aktif
berkesenian, termasuk seniman dan para akademisi harus
memiliki konsep dasar keindahan dalam suatu penciptaan.
Tahap keindahan dimulai dari Ide dasar yang muncul tiba-
tiba. Bentuk awal adalah kemauan untuk mempeta unsur-unsur
seni ke dalam suatu penciptaan. Selanjutnya, proses kreatif
menjabarkan berbagai tanggapan yang dilakukan dalam proses
berkesenian secara runut ke dalam kerja studio.
Di sisi lain, bagi kalangan tertentu estetika tradisional
adalah sebagai sesuatu yang sulit dimengerti. Pokok masalah
tentang keindahan yang dipahami terkadang kurang dapat
dicerna secara jelas, matang dan mendalam. Di sini menu
tentang keindahan diharapkan mampu digunakan untuk
pemenuhan kepuasan batin semata. Bentuk estetika seni
tradisional Indonesia dibutuhkan dan ukuran acuannya tersendiri.
Estetika seni Indonesia diyakini banyak variasinya. Hal ini
tercermin banyak etnik yang menghuni warisan estetika seni
Indonesia. Estetika etnik Indonesia memiliki folkwaysmasing-
masing. Pada sesungguhnya, asumsi ini tidak benar semuanya.
Setidaknya, hal ini seperti dikatakan Sumarsan melalui jelajah
kritis bahwa konsep Adiluhung Jawa terhadap pencarian estetika
Indonesia dalam telaahLedek Banyumasan, ledek Blora, dan
Kaleran masih jauh dari kesamaan yang ditawarkan.
Salah satu pertimbangan dalam menggali estetika
Indonesia diharapkan dapat hidup dalam kebudayaan yang
tumbuh dan berkembang dari zaman dahulu hingga Indonesia
sekarang. Usaha mencoba untuk membedah estetika Indonesia
secara dini bagi pemula dalam hal ini siswa, guru, dan
mahasiswa harus dengan kriteria yang dipertimbangkan
kesamaannya. Asumsi yang ada disepakati bahwa sasaran baca
buku ini bukan bagi kritikus seni, penulis budaya, praktisi seni dan
segolongannya, akan tetapi bagi kalangan siswa itu sendiri.
Apresiasi karya seni tari dapat ditelaah melalui
pengamatan berdasarkan estetika tradisional. Estetika tradisional
cukup mampu digunakan untuk menelaah kasus-kasus tari yang
sedang berkembang dewasa ini. Secara umum dapat dijelaskan,
estetika tradisional yang berkembang sekarang bertumpu pada
logika bentuk dan isi, keduanya menjadi fondasi bagaimana seni
ditelaah secara detail. Masalah inner kehendak sangat resistensi

SENI TARI

274

ke dalam karya tari dalam banyak bentuk masih kurang
diperhitungkan.

Perlu dicermati, pelaku aktif (seniman, kritikus seni)
sewaktu melakukan apresiasi berusaha memahami beberapa
pikiran berhubungan dengan:

(1) bentuk atau wujud beserta isi seni yang disampaikan,
(2) pelaku seni (siapa obyek dan konsumsi publiknya),
(3) ide konsep dalam melahirkan karya atau kontekstual,
(4) gaya dan aliran yang digunakan sebagai pijakan dalam
menuangkan ide.

Aspek yang dicermati dalam karya tari adalah bentuk dan isi agar
dapat diserap oleh panca indera (elemen komposisi dan
pendukungnya). Selanjutnya, pemahaman tentang keindahan
karya seni memiliki nilai yang disebut dengan Indah. Keindahan
dalam seni adalah merupakan satu nilai. Nilai merupakan unsur
yang dapat memuaskan keinginan manusia. Benda seni dapat
digunakan untuk memuaskan keinginan manusia, termasuk
adalah karya tari.

Indah adalah suatu nilai. Nilai tari dipakai untuk
memberikan arti suatu tarian(elemen komposisi dan elemen
pendukungun tari). Nilai tersebut dapat dikelompokkan menjadi
dua yaitu nilai intrinsik dan ekstrinsik.
Nilai ekstrinsik nilai benda tersebut. Jenis nilai benda
merupakan kesatuan dari hubungan bentuk dan isinya.
Pemahaman tentang indah awalnya mencakup nilai seni, alam,
moral dan intelektual. Perkembangannya, keindahan adalah nilai
estetis murni. Atik Sopandi berusaha mengungkap, penemuan
beberapa kecenderungan bahwa pengamatan nilai indah adalah
kesatuan hubungan bentuk dan isi yang ada pada kesadaran kita.

Teori keindahan dikembangkan lagi menjdai 5 jenis

katagori adalah :
Teori subyektif yaitu ciri menciptakan keindahan suatu benda
sesungguhnya tidak ada, yang ada hanyalah tanggapan
perasaan dalam diri seseorang yang mengamati.
Teori Obyektif menciptakan sesuatu keindahan, sifat yang
ada pada benda yang bersangkutan.
Teori Campuran adalah gabungan antara subyektifisme dan
obyektifisme.
Teori Perimbangan keindahan adalah benda tercipta dari
ukuran, jumlah dan susunan yang memepunyai perimbangan
tertentu.

SENI TARI

275

Teori Proporsi keindahan tercipta dari tidak adanya
keteraturan, yang tersusun dari daya hidup, penggambaran,
kelimpahan dan pengungkapan perasaan.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->