META ANALISIS

EFLITA M (1006798966) WARDAH (1006799325)

• Meta analisis termasuk dalam desain studi observasional retrospektif • Eff ect size yakni perbedaan kejadian efek antara kelompok eksperimental dan kelompok kontrol dalam meta-analisis merupakan gabungan eff ect size masing-masing studi yang dilakukan dengan teknik statistika tertentu .Pe n g e rt i a n • Meta-analisis adalah suatu tehnik statistika untuk menggabungkan secara kuantitatif dua atau lebih penelitian orisinal. • Saat ini meta-analisis paling banyak digunakan untuk uji klinis.

baik dengan uji hipotesis (nilai p) maupun estimasi (interval kepercayaan) • Melakukan kontrol terhadap variabel yang potensial bersifat sebagai perancu (confounding) agar tidak mengganggu kemaknaan statistik dari hubungan atau perbedaan.Tujuan Meta Analisis • Untuk memperoleh estimasi ef f ect size. . yaitu kekuatan hubungan ataupun besarnya perbedaan antar-variabel • Melakukan inferensi dari data dalam sampel ke populasi.

rencana pelaporan hasil) . kriteria yang jelas untuk penilaian kualitas artikel penelitian. rencana interpretasi hasil. rencana usulan penelitian. hipotesis.Langkah-langkah dalam Penyusunan Meta Analisis Usulan penelitian meta analisis mencakup : • Pendahuluan (Latar belakang. pertanyaan penelitian. metode untuk menemukan atau menelusur penelitian. tujuan dan manfaat penelitian) • Metodologi (Kriteria pemilihan.abstraksi kuantitatif hasil masing-masing penelitian. klasifikasi dan kodifikasi unit penelitian untuk digabungkan.

• Pertimbangan utama untuk menyertakan suatu studi dalam meta analisis adalah relevansi studi terhadap tujuan meta analisis. hanya laporan akhir (final report) yang dapat disertakan.• Teknik abstraksi. • Harus diingat bahwa laporan penelitian. . yang antara lain bergantung pada jenis data dan substansi yang diselidiki. dan statistika yang digunakan untuk melakukan meta-analisis dapat bervariasi. penentuan kualitas.

Karena itulah hipotesis studi meta analisis amat membantu menentukan kriteria inklusi dan eksklusi yang harus digunakan sejak awal untuk identifikasi studi yang relevan. .Kriteria Pemilihan Studi yang akan disertakan dalam metaanalisis bergantung pada maksud metaanalisis.

• Penilaian kualitas artikel • Menggabungkan hasil studi .Strategi Penelusuran Laporan Penelitian • Untuk penelusuran bahan studi harus ditentukan kualifikasi penelusur (misalnya petugas perpustakaan dan peneliti). Ini perlu ditekankan. karena kualitas penelusur sangat mempengaruhi jumlah dan jenis pustaka yang diperlukan.

Number needed to treat C.Skala Variabel Yang dapat Digabungkan dalam Meta. Insidens 2.Analisis A. Perbedaan risiko (risk difference) d. Risiko relatif c. Data nominal komparati f a. Rasio odds b. Odds b. Perbedaan rerata yang distandardisasi (standardized mean difference) B. Data nominal non-komparati f a. Hasil berskala numerik 1. Hasil berskala ordinal . Perbedaan rerata (mean difference) 2. Hasil berskala nominal 1.

beda odds = a/b . Odds untuk terjadinya efek pada kelompok eksperimental = a/b. insidens efek pada kelompok kontrol= c/(c+d). rasio odds = a/b : c/d = ad/bc. risiko relatif = a/(a+b) : a/(c+d).c/d.c/(c+d). . insidens terjadinya efek pada kelompok eksperimental= a/(a+b). odds untuk kelompok kontrol = c/d. beda risiko = a/(a+b) .Ya Eksperimen Ko ntrol Jumlah Tabel 2. a c a+c Tidak b d b+d Jumlah a+b c+d a+b+c+d Tabe1 2x2 memperlihatkan hasil uji klinis yang dapat dilaporkan dalam meta-analisis.

yakni fixed effects model dan random effects model • fixed effects model diasumsikan bahwa variabilitas di antara berbagai penelitian semata-mata didasarkan oleh faktor peluang. namun dapat dikategorikan dalam 2 kelompok. selain variabilitas intrastudi juga diperhitungkan variabilitas antar studi . variabilitas antar studi diabaikan • random effects model.• Teknik statistika jenisnya bermacam-macam.

maka dapat dianggap hasil studi cukup homogen. dan analisis statist ika yang sesuai adalah f ixed effects model. maka random effects model yang diterapkan .Penilaian Heterogenitas • Bila uji heterogenitas memberikan hasil tidak bermakna. • Bila hasilnya heterogen.

tahun publikasi. lama follow up. Hasil. • Hasil akhir meta-analisis sendiri biasanya disajikan dalam bentuk grafik .Penyajian Laporan Meta Analisis • Penyajian laporan meta analisis mencakup : Pendahuluan. dan lain-lain yang relevan. jumlah subyek. rentang usia. Metode. • Penyajian Hasil biasanya diawali dengan karakteristik subyek penelitian. randomisasi. hasil akhir penelit ian. dan Diskusi.

diagram dibuat dalam logaritme rasio odds.Hasil berskala nominal dikotom Gambar 2. Hasil meta-analisis yang disajikan dalam forest plot. . memperlihatkan rasio odds masing-masing studi (kotak hitam) dengan interval kepercayaannya (garis horizontal). Agar interval kepercayaan simetris di sekitar rsio odds. Pada contoh ini 6 dari 7 studi yang digabungkan interval kepercayaannya memotong garis vertikal yang dibuat melalui hasil gabungan. Rasio odds gabungan digambarkan sebagai wajik (diamond). Garis vertikal menunjukkan rasio odss = 1 artinya tidak ada perbedaan antara kelompok eksperimental dan kon trol. yang menunjukkan bahwa studi yang digabungkan bersifat homogen.

antara lain dengan cara: • Dibandingkan hasil.Analisis Sensitivitas Untuk menilai apakah satu hasil meta-analisis `robust' (relatif stabil terhadap perubahan) perlu dilakukan uji sensitivitas. bila hasilnya sama atau hampir sama. dapat disimpulkan bahwa variasi antar-penelitian tidak begitu penting pada set data tersebut. • Dilakukan uji untuk menilai peran kualitas metodologi penelitian terhadap hasil yang diperoleh • Di identifikasi terdapatnya publication bias • Dilakukan uji terhadap keadaan khusus .

Meta Analisis Kumulatif • Teknik ini hasil meta-analisis tidak dinyatakan dalam simpulan akhir. • Teknik ini biasanya dipergunakan untuk studi meta analisis terhadap suatu topik yang tidak banyak dilaporkan dalam literatur . menunggu evidence lain dari penelitian serupa yang memenuhi kriteria. namun dibiarkan `terbuka'.

• Jumlah subyek yang besar juga memungkinkan untuk dilakukan analisis terhadap sub-grup yang tidak dapat dilakukan pada penelit ian aslinya. atau pada kelompok usia tertentu. outcom e dan cara untuk memadukan berbagai bukti. populasi. Metode ini menawarkan mekanisme untuk estimasi besarnya efek dalam pengertian statistika (rasio odds atau risiko relat if) dan kemaknaannya. intervensi.Kelebihan dan Keterbatasan Meta Analisis Kelebihan • Meta analisis mendorong pemikiran sistematis tentang metode. misalnya efek intervensi pada lelaki atau perempuan secara terpisah. . • Penggabungan data dari berbagai studi akan meningkatkan kemampuan generalisasi dan power statistika. termasuk besar sampel yang diperlukan. • Jumlah individu yang bertambah banyak dalam meta-analisis memberi kesempatan untuk interpretasi data tentang keamanan ataupun bahaya dengan tingkat kepercayaan yang lebih besar. sehingga dampak suatu prosedur dapat dinilai lebih lengkap. • Hasil meta analisis dapat memberi petunjuk penelitian lebih lanjut. kategorisasi.

• Bias publikasi merupakan masalah yang mengancam pada meta analisis. Dengan demikian. • Perbedaan mendasar antara meta-analisis dengan jenis penelitian lain ialah bahwa pada meta-analisis data telah dikumpulkan. besar sampel dalam metaanalisis sangat dibatasi oleh studi yang relevan yang ada.Kelebihan dan Keterbatasan Meta Analisis Keterbatasan • Karena masih dalam taraf pengembangan. peneliti biasanya harus mengikuti metode yang dipakai oleh peneliti pertama untuk menilai hasil studi. • Dalam meta-analisis. pilihan peneliti terbatas dalam menyertakan atau menyingkirkan studistudi yang ada. . masalah metodologi menjadi salah satu kekurangan yang harus diperhatikan bila kita membaca artike l tentang meta-analisis.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful