Laporan DBT bahan tanam & media tanam.docx

LAPORAN PRAKTIKUM DASAR BUDIDAYA TANAMAN

“Media Tanam dan Bahan Tanam”

Nama Nim Kelompok Asisten

: Fikriyah Nuril Fiddin : 125040201111018 : F1 : Isa Apri Adi

Program Studi Agroekoteknologi Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya Malang 2013

BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Untuk memulai suatu budidaya tanaman diperlukan adanya bahan tanam dan media tanam. Bahan tanam adalah bagian dari tanaman yang digunakan untuk memulai suatu budidaya pertanian . Bahan tanam dapat berupa bibit atau benih. Benih adalah biji yang telah medapatkan perlakuan dan merupakan hasil dari penggabungan dua gamet. Perbanyakan melalui benih biasa disebut dengan perbanyakan generatif. Bahan tanam yang lain adalah bibit yang merupakan suatu tanaman muda. Jika ingin mendapatkan hasil produksi yang optimal, maka diperlukan pemilihan bibit atau benih yang unggul dan sesuai dengan media tanam dan kebutuhan tanman tersebut. Hal lain yang harus diperhatikan dalam memulai suatu budidaya tanaman adalah media tanam. Media tanam merupakan tempat suatu tamanan ditumbuhkan. Media tanam sangat berperan karena fungsinya yang menyediakan nutrisi bagi tanaman, tempat berkembangnya perakaran, tempat tersedianya air serta penompang tanaman agar tumbuh tegak. Media tanam dapat berupa media tanam organik seperti cocopeat, arang sekam, batang pakis, kompos dll. Dapat pula berupa media tanam anorganik, seperti gel/hidrogel, pasir, kerikil, pecahan batu bata, spons, dll. Semua dari macam bahan tanan harus disesuaikan dengan kebutuhan tanaman yang akan ditanam. Jika ingin mendapatkan hasil produksi yang optimal harus dipilih media tanam dan bahan tanamnya yang sesuai dan saling melengkapi, karena media tanam dan bahan tanam tidak dapat dipisahkan. Untuk itu pembahasan lebih lanjut tentang media tanam dan bahan tanam perlu dibahas dalam laporan ini.

1.2 Tujuan  Mengetahui pengertian media tanam  Mengetahui pengertian bahan tanam  Mengetahui macam-macam media tanam non tanah dan sifatnya  Mengetahui fungsi media tanam  Mengetahui pengertian perkecambahan  Memahami proses pemecahan dormansi secara alami dan kimia  Mengetahui macam-macam tipe perkecambahan  Mengetahui pengertian perbanyakan vegetatif dan generatif  Mengetahui macam-macam perkembangbiakan vegetatif  Mengetahui kelebihan dan kekurangan perbanyakan vegetatif dan generatif  Mengetahui faktor yang mempengaruhi keberhasilan perbanyakan vegetatif

1.3 Manfaat  Mahasiswa mampu memahami segala sesuatu tentang media tanam dan bahan tanam  Mahasiswa mampu memahami segala sesuatu tentang perkecambahan  Mahasiswa mampu memahami segala sesuatu tentang perkembang biakan vegetatif dan generatif

 Cocopeat Sabut kelapa atau coco peat merupakan bahan organik alternatif yang dapat digunakan sebagai media tanam. 2007) 2. (Redaksi Ps.  Kompos Kompos merupakan media tanam organik yang bahan dasarnya berasal dari proses fermentasi tanaman atau limbah organik.  Sekam Padi Sekam padi adalah kulit biji padi (Oryza sativa) yang sudah digiling.1 Pengertian Media Tanam   Media Tanam Adalah tempat untuk hidup/tumbuh bagi tanaman misalnya tanah. sekam. baik untuk perbanyakan vegetatif maupun perbanyakan generatif. . bibit dan biji. Bahan tanam harus berasal dari pohon induk yang sehat dan telah diketahui silsilahnya. dan dapat menahan ketersediaan unsur hara. menyediakan cukup udara. 2010) 2. Media Tanam Anorganik  Gel Gel atau hidrogel adalah kristal-kristal polimer yang sering digunakan sebagai media tanam bagi tanaman hidroponik.2009) Media tanam merupakan tempat tanaman hidup.2 Pengertian Bahan Tanam   Bahan Tanam Adalah bahan yang digunakan untuk memulai kehidupan baru dari suatu tanaan tertentu. dan sampah kota. arang sekam dll. (Zulkarnain.1984) Bahan tanam adalah dari pohon yang digunakan untuk memperbanyak tanaman. Hal itu dikarenakan arang kurang mampu mengikat air dalam jumlah banyak. (Redaksi Agromedia. daun. bahan tanam dapat berupa benih. mudah dikembangkan produktivitas tinggi. berbatang kekar tumbuh normal serta memiliki perakaean kuat dan rimbum. media tanam harus dapat menjaga kelembapan daerah sekitar akar. Penggunaan media jenis ini sangat praktis dan efisien karena tidak perlu repot-repot untuk 2.BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2. Media Tanam Organik  Arang Arang bisa berasal dari kayu atau batok kelapa. rumput. seperti jerami. Media ini mempunyai banyak rongga sehingga memungkinkan akar tanaman tumbuh dan berkembang dengan leluasa. Keunikan dari media jenis arang adalah sifatnya yang bufer (penyangga). Media tanam ini sangat cocok digunakan untuk tanaman anggrek di daerah dengan kelembapan tinggi.3 Macam-macam Media Non-Tanah dan Sifatnya 1. (Danoesastro.  Moss Moss yang dijadikan sebagai media tanam berasal dari akar paku-pakuan. Sekam padi yang biasa digunakan bisa berupa sekam bakar atau sekam mentah (tidak dibakar). Sekam bakar dan sekam mentah memiliki tingkat porositas yang sama.

kerikil memiliki kemampuan mengikat air yang relatif rendah sehingga mudah basah dan cepat kering jika penyiraman tidak dilakukan secara rutin. Namun. Selain itu.    mengganti dengan yang baru. keunggulan media tanam pasir adalah kemudahan dalam penggunaan dan dapat meningkatkan sistem aerasi serta drainase media tanam. pertumbuhan bibit tanaman. Kelebihan kerikil sintesis dibandingkan dengan kerikil biasa adalah kemampuannya yang cukup baik dalam menyerap air. Oleh karena itu. Styrofoam sering digunakan sebagai campuran media tanam untuk meningkatkan porositas media tanam. atau memupuk. pasir dianggap memadai dan sesuai jika digunakan sebagai media untuk penyemaian benih. Sifatnya yang cepat kering akan memudahkan proses pengangkatan bibit tanaman yang dianggap sudah cukup umur untuk dipindahkan ke media lain. Pasir Pasir sering digunakan sebagai media tanam alternatif untuk menggantikan fungsi tanah. Dengan demikian. Gabus(Styrofoam) Styrofoam merupakan bahan anorganik yang terbuat dari kopolimer styren yang dapat dijadikan sebagai alternatif media tanam. penggunaan media ini perlu ditambahkan dengan pupuk kandang yang komposisi haranya disesuaikan dengan kebutuhan tanaman.Walaupun miskin unsur hara. Selain itu. menyiram. Pecahan Batubata Semakin kecil ukurannya. ukuran yang semakin keeil juga akan membuat sirkulasi udara dan kelembapan di sekitar akar tanaman berlangsung lebih baik. Selain itu.2010) . media pecahan batu bata tidak mudah melapuk.Hal yang perlu diperhatikan dalam penggunaan media tanam ini adalah kondisinya yang miskin hara. dan perakaran setek batang tanaman. Kerikil Penggunaan media ini akan membantu peredaran larutan unsur hara dan udara serta pada prinsipnya tidak menekan pertumbuhan akar. pecahan batu bata cocok digunakan sebagai media tanam di dasar pot karena memiliki kemampuan drainase dan aerasi yang baik. ( Ngadiyanto. kemampuan daya serap batu bata terhadap air maupun unsur hara akan semakin balk. Sejauh ini. Keunggulan lain dari gel yaitu tetap cantik meskipun bersanding dengan media lain. sistem drainase yang dihasilkan juga baik sehingga tetap dapat mempertahankan kelembaban dan sirkulasi udara dalam media tanam.

Bila suatu benih berada .4 Fungsi Media Tanam  Tempat berdiri tegak tanaman Cukup kuat memegang tanaman agar tetap tegak (media cukup berat atau diperlukan penyangga) Ada keseimbangan ukuran tanaman dan BD (Bulk Density = Kerapan Massa) media. Proses Pemecahan Dormansi Benih merupakan komponen teknologi kimiawi-biologis pada setiap musim tanam untuk komoditas tanaman pangan. germination) merupakan tahap awal perkembangan suatu tumbuhan. embrio di dalam biji yang semula berada pada kondisi dorman mengalami sejumlah perubahan fisiologis yang menyebabkan ia berkembang menjadi tumbuhan muda. Selain itu. keadaan fisik lingkungan. dormansi merupakan suatu reaksi atas keadaan fisik atau lingkungan tertentu. Dengan demikian. dormansi dapat dipandang sebagai salah satu keuntungan biologis dari benih dalam mengadaptasikan siklus pertumbuhan tanaman terhadap keadaan lingkungannya.2007). 2013) 2.Aerasi yg baik akan memperlancar respirasi dan menjamin pergerakan CO2 untuk dapat keluar dari media. (Bambang . khususnya tumbuhan berbiji.pH dalam keadaan optimum. Dalam tahap ini. 2010) 2.Oleh karena itu media seharusnya memeliki CEC yg tinggi. Dormansi adalah suatu keadaan berhenti tumbuh yang dialami organisme hidup atau bagiannya sebagai tanggapan atas suatu keadaan yang tidak mendukung pertumbuhan normal. ( Li et al. atau kimiawi.  Tempat Suplai Air Porositas yg baik akan menyediakan air dan oksigen yg cukup bagi pertumbuhan tanaman. baik musim maupun variasi-variasi yang kebetulan terjadi.  Suplai Nutrisi/Hara Total suplai dibatasi oleh ukuran wadah. Pemicu dormansi dapat bersifat mekanis. Benih dari segi teknologi diartikan sebagai organisme mini hidup yang dalam keadaan “istirahat” atau dorman yang tersimpan dalam wahana tertentu yang digunakan sebagai penerus generasi.GEL KERIKIL (Anonymous. Tumbuhan muda ini dikenal sebagai kecambah.5 Pengertian Perkecambahan dan Proses Pemecahan Dormansi secara Alami dan Kimia Perkecambahan (Ing.

Perkecambahan Hipogeal Perkecambahan Hipogeal adalah pertumbuhan memanjang dari epikotil sehingga menyebabkan plumula keluar dan menembus pada bijinya yang nantinya akan muncul di atas tanah. Sedangkan dormansi fisiologi merupakan keadaan dimana embrio yang belum sempurna pertumbuhannya atau belum matang. 2009). Ciri-ciri benih yang mengalami dormansi ditandai oleh rendahnya/tidak adanya proses imbibisi air. Penanaman benih secara normal tidak menghasilkan perkecambahan atau hanya sedikit perkecambahan. (Lestari. Dormansi fisik disebabkan oleh impermeabilitas kulit biji terhadap air. 2009) . Sebagian besar benih menunjukkan perilaku ini. sedangkan kotiledonnya masih tetap berada di dalam tanah. sehingga kotiledon terdapat di atas tanah. perlakuan mekanis (skarifikasi) maupun perlakuan kimia.dalam suatu keadaan dimana pertumbuhan tidak terjadi walaupun kondisi lingkungan mendukung untuk terjadinya perkecambahan. dam rendahnya proses metabolisme cadangan makanan. rendahnya proses mobilisasi cadangan makanan. 2. Maka dari itu. resistensi mekanis kulit biji terhadap pertumbuhan embrio dan adanya zat penghambat. (Sri Lestari.macam Tipe Perkecambahan 2. Bagian tumbuhan yang lainnya yang juga diketahui berperilaku dorman adalah kuncup. 2. untuk mematahkan dormansi benih dapat dilakukan beberapa teknik untuk pematahan yaitu dengan menggunakan air panas. itu juga berarti benih dalam keadaan dorman. Perkecambahan Epigeal Perkecambahan Epigeal adalah pertumbuhan memanjang yang mengakibatkan kotiledon dan plumula sampai keluar ke permukaan tanah.1. Dormansi biji terbagi menjadi dua yaitu dormansi fisik dan fisiologis.2.6. proses respirasi tertekan/terhambat.6 Macam.6. Perlakuan tertentu perlu dilakukan untuk mematahkan dormansi sehingga benih menjadi tanggap terhadap kondisi yang kondusif bagi pertumbuhan.

tunas. Bulb (Umbi lapis) Bahan tanaman yang terdiri dari suatu batang dan pipih yang pendek berbentuk cawan dikelilingi sisik yang merupakan struktur seperti daun berdaging. seperti daun. Setelah beberapa minggu kar telah terbentuk dan anakan dipisah dari pohon induk. Suatu bagian batang (biasanya ujung) dikerat kulitnya hingga terlihat kayu.2 . mengacu pada suatu pengertian perkawinan antara 2 tanaman induk yang terpilih melalui organ bunga pada salah satu induk.1 Perbanyakan vegetative alami  Stolon Batang yang menebal dan tumbuh secara horizontal sepanjang atau tumbuh di bawah permukaan tanah dan pada intervaltertentu memunculkan tunas ke permukaan tanah.8. Tuber (Umbi batang) Batang yang mempunyai daging tebal yang terdapat di dalam tanah yang mengandungbeberapa mata tunas.macam Perkembangbiakan Vegetatif 2.batang.2011) Perbanyakan vegetative buatan 1. agar bagian-bagian tanaman tersebut membentuk ajar atau tanaman baru. Rhizome Akar rimpang yang memiliki mata tunas baru dan tiap mata tunas akan membengkok sebagai cadangan energy.2. sisik ini menutupi tunas (titik tumbuh).2008) Perbanyakan generatif. ( Tim Dosen. (Deden. (puspitta. Pada dasarnya cormus terdapat lubang tempat tumbuhnya akar sedangkan di bagian atas (ujung) terdapat mata tunas.8. Tanpa perbaikan sifat  Setek (cutting) Setek diartikan sebagai suatu perlakuan pemisahan/pemotongan beberapa bagian tanaman. Anakan Hasil pembiakan vegetative induk yang berkembang sendiri yang tumbuh di dekat tanaman induk.7 Penjelasan Perbanyakan Vegetatif dan Generatif Perbanyakan vegetatif dimana mengambil bahan tanam dari organ tubuh tanaman induk yang merupakan hasil pertumbuhan tanaman (bagian generatif) dan sifat dari keturunannya pasti sama dengan induknya. Corm Pangkal batang yang membengkok dan memadat serta mengandung cadangan makanan. 2013) 2.      2. kemudian terjadi penyerbukan dan menjadi buah dengan kandungan biji di dalamnya.8 Macam.  Cangkok Cangkok adalah suatu cara perbanyakan vegetative tanaman dengan membiarkan suatu bagian tanaman menumbuhkan akar sewaktu bagian tersebut masih tersambung dengan tanaman induk. Bagian yang terbuka ini lalu dibungkus dengan bahan yang dapat menyimpan air dan kemudian dibebat dengan bahan kedap air.

jangka waktu berbuah lebih panjang Kelemahan : -. sifat turunan sesuai dengan induk -.2012)   2. Faktor Suhu / Temperatur Lingkungan Tinggi rendah suhu menjadi salah satu faktor yang menentukan tumbuh kembang. yaitu : side graft. sifat turunan tidak sama dengan induk -. kotak. cleft graft. . reproduksi dan juga kelangsungan hidup dari tanaman. Macam grafting. kulasi bentuk miring.Suhu yang baik bagi tumbuhan adalah antara 22 derajat celcius . dan top working. Sistem perakaran lebih kuat -. Grafting (sambung tunas) Seni menyambung dua jaringan tanaman hidup sedemikian rupa sehingga keduanya bergabung dan tumbuh serta berkembang sebagai salah stu tanaman gabungan. waktu untuk mulai berbuah lebih lama -. lebih mudah di perbanyak -.2. lebih sulit di kerjakan karena membutuhkan keahlian tertentu -. ada banyak jenis tanaman produksi benihnya sedikit atau benihnya sulit untuk berkecambah Perbanyakan Vegetatif Keuntungan : -. lebih cepat berbuah -.9 Keuntungan Perbanyakan Vegetatif dan Generatif Cara pebanyakan tanaman buah dapat di golongkan menjadi dua bagian yaitu perbanyakan generatif dan perbanyakan vegetatif. atau antara varietas dalam spesies. wdge.2012) 2. bark graft. yaitu : Okulasi bentuk batang. notch or saw-kerf graft. perakaran kurang baik -. Dengan perbaikan sifat  Okulasi Okulasi adalah menempelkan mata tunas tanaman lain kepada batang muda dan dari varietas yang sama. okulasi bentuk T. atau persegi.  Perbanyakan generatif (biji) Keuntungan : -. approach graft.37 derajat celcius. Macam okulasi. Temperatur yang lebih atau kurang dari batas normal tersebut dapat mengakibatkan pertumbuhan yang lambat atau berhenti.10 Faktor yang Mempengaruhi Perbanyakan Vegetatif a) Faktor Ekstern: 1. (Dosen pemuliaan tanaman. dapat digabung sifat-sifat yang diinginkan Kelemahan : -. jangka waktu berubah menjadi pendek ( Tughino.

hormon sitokinin untuk menggiatkan pembelahan sel dan hormon etilen untuk mempercepat buah menjadi matang.2. hormon giberelin untukpemanjangan dan pembelahan sel. 4.2011) . maka tanaman itu bisa tampak pucat dan warna tanaman itu kekuning-kuningan (etiolasi). Faktor Kelembaban / Kelembapan Udara Kadar air dalam udara dapat mempengaruhi pertumbuhan serta perkembangan tumbuhan.jamur dan bakteri (biasanya sangat peka terhadap keadaan yang lembab. ( Vega. bahan tanam yang terlukai sangat rawan terhadap serangan jamur dan bakteri sehingga menyebabkan kebusukan) b) Faktor Intern : 1. Tempat yang lembab menguntungkan bagi tumbuhan di mana tumbuhan dapat mendapatkan air lebih mudah serta berkurangnya penguapan yang akan berdampak pada pembentukan sel yang lebih cepat. Faktor Hormon Hormon pada tumbuhan juga memegang peranan penting dalam proses perkembangan dan pertumbuhan seperti hormon auksin untuk membantu perpanjangan sel.Pada kecambah. Faktor Cahaya Matahari Sinar matahari sangat dibutuhkan oleh tanaman untuk dapat melakukan fotosintesis (khususnya tumbuhan hijau).Jika suatu tanaman kekurangan cahaya matahari. 3. justru sinar mentari dapat menghambat proses pertumbuhan.

Timbangan : mengukur kapasitas aie lapang 8. Benih kacang panjang : sebagai bahan tanam 14. Kamera : untuk mendokumentasikan objek pengamatan 5. Arang sekam : sebagai media tanam 22. Pasir : Sebagai Media tanam . Pisau : memotong dan melukai bahan tanam 9. Modul DBT : sebagia acuan praktikum 10.1 Alat. Bibit gladiol : sebagai bahan tanam 12. Kerikil : sebagai media tanam 24. Cocopeat : sebagai media tanam 20. Batang tebu : sebagai bahan tanam 16. Bahan dan Fungsi 1. Grajen : sebagai media tanam 21. Air : untuk menyiram tanaman. Pacahan batubata : sebagai media tanam 23. Daun cocor bebek : sebagai bahan tanam 15. Alat tulis : mencatat hasil pengamatan 7. Kompos : sebagai media tanam 19. 25. Benih kedelai : sebagai bahan tanam 13. Polibag : sebagai tempat media tanam 2. Pupuk kandang : sebagai media tanam 18. Penggaris : mengukur tinggi tanaman 6. Benih jagung : sebagai bahan tanam 11. Tanah : sebagai media tanam 17. Cangkul : untuk menggali tanah 3.BAB III METODOLOGI 3. Sekop : sebagai alat bentu mengisi polibag dengan media tanam 4.

siram dengan air amati pertumbuhan biji setiap minggunya selama 1 bulan.kacang panjang) tiap luabang diisi 2 bibit. Dan siram tanamn seminggu 2x selama 1 bulan.kedelai.3. untuk biji-bijian (jagung. dokumentasikan objek pengamatan catat hasil pengamatan (tinggi dan jumlah daun) Laporan .2 Cara Kerja siapkan alat dan bahan isi polibag dengan media tanam hingga 2/3 bagian polibag tiap 1 jenis media tanam diisikan ke polibag sebanyak 6 polibag ukur kapasitas air lapang tanam bibit kedalam media tanam sedalam 2cm.

6 9.5 6.1 8.8 4.2 5.6 5.8 6.1 Tabel Data Hasil Pengamatan  Minggu pertama 14-03-2013 Media Tanam P.BAB IV HASIL dan PEMBAHASAN 4.8 B Jagung A (cm) 10 8.4 B Kacang Panjang A B (cm) 4.8 8.5 4.2 2.7 2.5 3.2 7 10.5 0.7 5 5 8.5 B Cocor Bebek A B (cm) Gladiol A (cm) B -  Minggu kedua 21-03-2013 Media Tanam P.5 10 8 Tebu A (cm) 6. Kandang+ Tanah (1:1) Sekam Pasir Cocopeat Kompos + tanah (1:1) Grajen Batu Bata Tanah + Pasir (1:1) Tanah Krikil Kedelai A (cm) 4.4 5.1 8.5 7. Kandang+ Tanah (1:1) Sekam Pasir Cocopeat Kompos + tanah (1:1) Grajen Batu Bata Tanah + Pasir (1:1) Tanah Krikil Kedelai A 14 7 14 11 9 9 9 12 7 B 3 1 1 2 Jagung A 36 10 29 18 31 20 18 23 28 11 B 2 2 1 1 2 1 Kacang Panjang A B 15 7 15 21 12 12 20 15 2 1 1 2 2 1 3 Tebu A 32 26 17 16 33 30 29 B 2 2 3 2 Cocor Bebek A B Gladiol A B - .5 1 5 6.8 2.3 5.

5 0. Minggu ketiga 28-03-2013 Media Tanam P.5 1.5 16 10 12 20 13 B 16 2 2 7 9 10 5 6 Jagung A 44 15 25 19 48 22 21 31 33 11. Kandang+ Tanah (1:1) Sekam Pasir Cocopeat Kompos + tanah (1:1) Grajen Batu Bata Tanah + Pasir (1:1) Tanah Krikil Kedelai A 27 14 20 10 22 19 20 23 20 B 24 9 11 2 4 13 16 8 11 Jagung A 50 19 30 27 52 28 36 38 37 14 B 7 3 4 7 4 6 7 6 4 48 22 20 25 30 12 8 8 9 11 Kacang Panjang A B 33 14 32 11 6 11 Tebu A 59 50 34 51 45 0 52 40 B 4 5 3 5 4 0 3 4 Cocor Bebek A 1 0.3 B Gladiol A B - A = Tinggi Tanaman (cm) B = Jumlah Daun Gladiol tidal mengalami pertumbuahan hingga minggu 4 .5 0. Kandang+ Tanah (1:1) Sekam Pasir Cocopeat Kompos + tanah (1:1) Grajen Batu Bata Tanah + Pasir (1:1) Tanah Krikil Kedelai A 14 7 11 9.2 Gladiol A B -  Minggu keempat 04-04-2013 Media Tanam P.8 1.5 B 7 2 3 8 4 7 7 5 4 Kacang Panjang A B 17 10 18 25 15 14 21 20 8 5 5 9 5 5 7 Tebu A 38 45 28 45 39 46 37 B 3 4 2 4 3 2 3 Cocor Bebek A B 0.

2.8 0.8 4.3 1.8 5.3 1.7 5.7 3.5 3.5 4.5 Kapasitas Air Lapang (Kg) 0.1 Jumlah Daun Kacang Panjang 14 12 10 8 6 4 2 0 Kacang Panjang Minggu 1 Kacang Panjang Minggu 2 Kacang Panjang Minggu 3 Kacang Panjang Minggu 4 .1 0.3 0. Kandang+ Tanah (1:1) Sekam Pasir Cocopeat Kompos + tanah (1:1) Grajen Batu Bata Tanah + Pasir (1:1) Tanah Krikil Berat Kering (Kg) 3.9 1.1 4.Kapasitas Air Lapang Pada Setiap Media Tanam Media Tanam P.1 3.5 3.4 0.9 2.5 6.7 Berat Basah (Kg) 3.2 5.2 0.3 1.2 Grafik Parameter Pengamatan 4.2 2.7 0.9 1.2 0.5 4.6 1.8 4.

Kedelai 30 25 20 15 10 5 0 Kedelai Minggu 1 Kedelai Minggu 2 Kedelai Minggu 3 Kedelai Minggu 4 Tebu 6 5 4 3 2 1 0 Tebu Minggu 1 Tebu Minggu 2 Tebu Minggu 3 Tebu Minggu 4 .

2.2 Tinggi Tanaman Kacang Panjang 60 50 40 30 20 10 0 Kacang Panjang Minggu 1 Kacang Panjang Minggu 2 Kacang Panjang Minggu 3 Kacang Panjang Minggu 4 .Jagung 9 8 7 6 5 4 3 2 1 0 Jagung Minggu 1 Jagung Minggu 2 Jagung Minggu 3 Jangung Minggu 4 4.

Kedelai 30 25 20 15 10 5 0 Kedelai Minggu 1 Kedelai Minggu 2 Kedelai Minggu 3 Kedelai Minggu 4 Tebu 70 60 50 40 30 20 10 0 Tebu Minggu 1 Tebu Minggu 2 Tebu Minggu 3 Tebu Minggu 4 .

6 1.6 0.2 0 Cocor Bebek Minggu 1 Cocor Bebek Minggu 2 Cocor Bebek Minggu 3 Cocor Bebek Minggu 4 .4 0.4 1.8 0.Jagung 60 50 40 30 20 10 0 Jagung Minggu 1 Jagung Minggu 2 Jagung Minggu 3 Jagung Minggu 4 Cocor Bebek 1.2 1 0.

cocor bebek dan gladiol merupakan perbanyakan tanaman mengunakan bibit yang biasa disebut perbanyakan vegatatif. Sedangkan pada kacang panjang tipe perkecambahannya adalah hipogeal. pupuk kandang dan grajen. Karena media tanam kompos banyak terdapat kandungan bahan organik yang dibutuhkan oleh jagung. b) Jagung Dari hasil pengamatan selama 4 minggu. Hal tersebut ditandai dengan muculnya kotiledon ke permukaan tanah karena adanya pertumbuhan memanjang.3. karena tidak mampu mengikat air dengan baik dan kandungan unsur haranya sedikit. Tanah berpasir dapat ditanami kedelai. hampir berbagai macam tanah dapat diusahakan untuk pertanaman jagung. Karena media tanam tersebut dapat menyediakan unsur hara dan air. Pada media tanam pasir yang notabenya cepat kering karena mempunyai pori makro. Pada pupuk kandang juga mengandung bayak unsur hara makro seperti N. setalah dilakukan pengamatan selam 4 minggu. yaitu tanah pasir. .1 Tipe Perkecambahan Tipe perkecambahan pada tanaman kedelai adalah epigeal. Kedelai dapat tumbuh pada 9 media tanam. Sedangkan pada gladiol bagian tanaman yang digunakan adalah subangnya 4. asal air dan hara tanaman untuk pertumbuhannya cukup (Waristek. kedelai dapat tumbuh. Tanaman jagung juga memiliki tipe perkecambahan yang sama dengan tanaman kacang panjang yaitu percekambahan hipogeal. Hal tersebut didukung oleh Tim dosen (2013) dalam modul DBT yang menyatakan bahwa media arang sekam cencerung miskin unsur hara dan tidak mudah mengikat air. tetapi air tetap tersedia. 2013). 2013). namun kotiledonya akan tetap dibawah tanah. kompos. tanah. Tanaman tebu.3 Pembahasan 4. Hal tesebut didukung oleh Waristek (2013) yang menyatakan bahwa pada dasarnya kedelai menghendaki kondisi tanah yang tidak terlalu basah. hasilnya adalah kedelai dapat tumbuh pada semua media tanam kecuali kerikil. Tebu bagian tanaman yang digunakan untuk bibit adalah batangnya. Karena kedelai dapat tumbuh pada keadaan media tanam yang tidak terlalu basah dan berdainase baik namun tetap tersedia air. Karena jagung hanya membutuhkan unsur hara dan air yang cukup untuk tumbuh dan tidak membutuhkan syarat khusus untuk tanah. Menurut AAK (1993) jagung tidak membutuhkan persyaratan tanah yang khusus. Dari data dan grafik . P dan K yang sangat penting bagi pertumbuhan tanaman jagung (Tim Dosen. Dalam masa pertumbuhan keldelai diperlukan adanya unsur hara dan air yang cukup namun tidak terlalu basah media tanamnya. pasir. sedangkan kerikil mempunyai drainase yang baik namun tidak dapat mengikat air dengan baik.3. arang sekam. tanaman jagung dapat tumbuh pada semua media tanam. sehingga disebut stek batang. sehingga disebut stek daun.4. Sedangkan pada tanaman cocor bebek bagian tanaman yang digunakan sebagai bibit adalah daunnya. diketahui bahwa jagung tumbuh dengan baik pada media tanam kompos dan kandang. cocopeat.2 Pengaruh Berbagai Media pada Keberhasilan Bahan Tanam a) Kedelai Pada tanaman kedelai. Hal tersebut ditandai dengan adanya pertumbuhan memanjang pada epikotil biji yang menyababkan plumula menumbus bijinya dan keluar ke permukaan tanah. Namun pada sekam pertumbuhnya kurang maksimal. karena kebutuhan unsur hara dan air yang cukup.

Menurut Yunara (2013) cocor bebek merupakan tumbuhan berair yang tidak suka banyak air atau kering. tebu dapat tumbuh karena pasir ccock untuk media perakaran stek batang tanaman (Tim Dosen. grajen. dapat diketahui bahwa kacang panjang pada media cocopeat dan kerikil tidak dapat tumbuh. tidak ada tanaman gladiol yang dapat tumbuh pada berbagai jenis media tanam. karena selama 2 minggu berturut-turut setelah menanaman terjadi hujan. kompos. Karena media tanam tersebut dapat menyediakan unsur hara dan air yang cukup untuk pertumbuhan cocor bebek. 2010) Faktor yang menyebabkan gladiol yang tidak tumbuh adalah masa dormansi. Pada saat setelah penanaman.c) Kacang panjang Dari hasil pengamatan. f) Gladiol Pada pengamatan selam 4 minggu. namul hal tersebut tidak terjadi. tebu banyak membutuhkan unsur hara dan air. tebu tidak dapat tumbuh. walaupun aerasi dan draenasenya baik. cocopeat. tetapi harus subur. Selain itu. serta memiliki drainase dan aerasi yang baik. batu bata. dari tanah berpasir hingga tanah berlempung (Redaksi Agromedia. Gladiol menyukai media taman yang bayak mengadung bahan organik. Pupuk kandang mengandung unsur hara makro. dapat diketahui bahwa tebu yang diamati selama 4 minggu dapat tumbuh pada media tanam pupuk kandang. Menurut Rukmana (1995) hampir semua jenis tanah dan media tanam dapat digunakan untuk budidaya pertanian kacang panjang. P dan K. batu bata. kompos. 2013). Karena pada masa pertumbuhan vegatatif. pasir. grajen. tanah pasir dan pasir. garjen. sehingga kacang tanah akan kekurangan air. Seharusnya tanaman tersebut pasti masih bisa hidup pada media tanam tanah. Pada media tanam cocopeat kacang panjang tidak tumbuh karena cocopeat mengandung tannin yang menghambat proses fisiologi tanaman kacang panjang (Tim Dosen. tanah pasir dan tanah. Menurut Syakir (2010) struktur tanah yang baik untuk pertanaman tebu adalah tanah yang gembur sehingga aerasi udara dan perakaran berkembang sempurna. e) Cocor bebek Dari hasil pengamatan selama 4 minggu. 2013) Tanaman kacang panjang berhasil tumbuh pada media tanam pupuk kandang. Cocor bebek berhasil tumbuh pada media tanam cocopeat. sehingga mempunyai aerasi yang baik dan smedia perakarab yang baik. 2013). sedangkan kompos mengandung bahan organik yang dapat memperbaiki sifat tanah (Tim Dosen. tanah pasir dan tanah. Gladiol memiliki masa dormansi yang panjang. cocor bebek tumbuh saat sudah minggu ke-3 HST. gembur. Pada saat penamanan mungkin bibit gladiol tersebut masih dalam masa dormansi. suatu keadaan berhenti tumbuh yang dialami organisme hidup atau bagiannya sebagai tanggapan atas suatu keadaan yang tidak mendukung pertumbuhan normal. Media tanam tersebut cocok untuk tanaman kacang panjang karena dapat memenuhi kebutuahan hara dan air. Pada media tanam batu bata dan kerikil. Hal tersebut terjadi karena pada media tanam kerikil kemampuan untuk mengikat airnya rendah. d) Tebu Dari hasil praktikum. seperti N. pasir memiliki struktur tanah yang gembur. sekam. Pada media tanam pasir. memiliki daya adaptasi yang tinggi terhadap berbagi kondisi tanah. cocor bebek mendapatkan air yang jumlahnya terlalu banyak. Pada media tanam pupuk kandang dan kompos. sehingga belum ada yang tumbuh . tebu dapat tumbuh dengan baik karena keduannya mengandung unsur hara yang dibutuhkan oleh tanaman tersebut. tanah. Hal tersebut terjadi karena batu bata dan kerikil miskin unsur hara.

seperti krikil. batu bata. steroform. seperti kompos. Bahan tanam yang baik adalah bahan tanam yang berpotensi untuk berproduksi tinggi dan tahan terhadap hama. Pada tanaman kedelai. grajen. Tipe perkecambahan biji antara lain adalah hypogeal dan epigeal. tanah pasir dan tanah.1 Kesimpulan Media tanam adalah suatu tempat untuk membudidayakan tanaman dan tempat tanaman hidup. Karena untuk tumbuh. batu bata. okulasi. Media tanam organik adalah media tanam yang berasal dari sisa makhluk hidup.BAB V PENUTUP 5. Sedangkan pada tanaman cocor bebek yang tumbuh hanya pada media tanam cocopeat. Media tanam terdiri dari media tanam organik dan anorganik. dll. stek daun dll. stolon. Dari hasi praktikum. sedangkan bibit berasal dari organ vegetatif suatu tanaman. Untuk tanaman galdiol tidak tumbuh pada semua media tanam. tanaman jagung tumbuh pada semua media tanam. Bahan tanam adalah bagian dari tumbuhan yang digunakan untuk memulai suatu budidaya tanaman. arang. . Bahan tanam terdiri atas benih dan bibit. stek batang. Perabyakan vegatatif dapat berupa grafting. tanaman membutuhkan unsur hara dan air yang sesuai. sekam padi. Sedangkan media tanam anorganik adalah media tanam yang berasal dari pelapukan batuan. Media tanam yang baik adalah media tanam yang dapat menyediakan kebutuhan tanaman seperti unsur hara dan air yang cukup. Benih adalah bahan tanam yang berasal dari biji. Sedangkan pada tanaman tebu tidak tumbuh pada media tanam sekam dan kerikil. Pada tanaman kacang panjang tidak tumbuh pada media tanam cocopeat dan krikil. tumbuh pada media tanam selain kerikil. cocopeat dll.

Yogyakarat: Kanisius Syakir.html. 2013. 2010a. Budidaya dan Pasca Panen Tebu. 2013. 2009.html. Yogyakarta: Kanisius Anonymous. Harjono. Media Tanam Untuk Tanaman Hias. Bercocok Tanam Umum. 2010b.wordpress.warintek. Dasar-Dasar Hortikultura. 2010. Diakses 17 April 2013 Zulkarnain. Yogyakarta: Andi Offset http://kangtoo.2011. Bogor: Penebar Swadaya Rukmana. Menejemen Pembibitan dan Produksi Hortikultura.id /puspitta/2011/03/12 /perbanyakan-vegetatif/. Perkembangbiakan Tumbuhan Secara Vegetatif ~ Media Belajar (Online) http://mastugino. 2009. Modul 7 Perbanyakan Vegetatif (Online ) labpemuliaantanaman.ristek. Repression of AUXIN RESPONSE FACTOR10 by microRNA 160 is critical for seed germination and post-germination stages.go.com/macam-macam-media-tanam/ .staff. Diakses 12 April 2013 Puspitta. 2011. Diakses 17 April 2013 Yunara.id/files/2012/04/modul7-perbanyakan-vegetatif. Cocor Bebek (online) http://nellilinggayunara.web. 2012. Budidaya Petanian Kedelai (online).bisnisant. Sri Endang & Indun kistinah.ac. Kunci Sukses Memperbanyak Tanaman.ub. Ngadiyanto. Media Tanam( Online ) http://hidrogeal.2012. Diakses 12 April 2013 Bambang. Jakarta: ESKA Media Tim Dosen. Jakarta Selatan: Agromedia Redaksi Agromedia. http://www. 1993.pdf. wordpress . 1995. 2010. 1984. 2007. Macam-macam Media Tanam | Tugas Sekolah ( Online ) http://kangtoo.com/ 2008/07/ cocor-bebek. Kacang Panjang. Perbanyakan Vegetatif | veganojustice (Online) http://veganojustice. Santoso. Diakses 12 April 2013 Dosen Pemuliaan Tanaman. Diakses 12 April 2013 Waristek.pdf. com /2011/07/18/perbanyakan-vegetatif/. Tips Merawat Tanaman Hias.id/. Perbanyakan Vegatatif (Online) blog. 2010. Jakarta Selatan: Agromedia Redaksi Ps. blogspot. Modul Praktikum Dasar Budidaya Tanaman.ub. 2007. Diakses 12 April 2013 Redaksi Agromedia. Nelli. Jagung.Daftar Pustaka AAK. Biologi Makhluk Hidup dan Lingkungannya.id / pertanian/kedelai. 2013.com/2012/07/perkembangbiakan-vegetatif. Diakses 12 April 2013 Lestari. Jakarta: Bumi Aksara .blogspot. M. Rahmat. wordpress.H.com/macam-macam-media-tanam/. Malang: FP-UB Tugino.ac. Dr. Jakarta: Esis Li et al.pdf Danoesastro.2012. Diakses 12 April 2013 Vega. The Plant Journal 52:133-146.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful

Master Your Semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master Your Semester with a Special Offer from Scribd & The New York Times

Cancel anytime.