MAKALAH MATA KULIAH

“Alat

Industri Kimia”

Kristalisasi

Disusun Oleh :
1. Finayuari Kausarisma 2. Bella Beauty Julia P 3. Graddia Theo Christya P 1131010003 1131010022 1131010062

PROGRAM STUDI TEKNIK KIMIA FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL “VETERAN” JAWA TIMUR SURABAYA 2012

tak lupa penulis sampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada ibu Ir. yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu . Dwi Hery Astuti. Untuk itu dalam kesempatan yang baik ini. Sebagai akhir kata. Makalah ini tidak akan dapat terwujud tanpa bantuan dari semua pihak. MT serta untuk memenuhi kriteria penilaian bagi setiap mahasiswa yang menempuh pendidikan di program studi Teknik Kimia UPN Veteran Jawa Timur. penulis juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada teman-teman penulis. atas atensi serta bantuannya dalam bertukar pikiran mengenai isi materi yang penulis buat dalam Makalah ALAT INDUSTRI KIMIA ini. Surabaya. Mei 2012 Penulis. . MT selaku dosen mata kuliah Alat Industri Kimia yang selama ini telah banyak memberikan bimbingan. Dwi Hery Astuti. Makalah ALAT INDUSTRI KIMIA tentang Kristalisasi ini penulis buat sebagai salah satu prasyarat dalam mengikuti pelajaran yang diasuh oleh ibu Ir. pengarahan. dan motivasi kepada penulis untuk bisa mengerti dan memahami dengan benar apa saja yang terkandung dalam mata kuliah Alat Industri Kimia.KATA PENGANTAR Puji syukur penulis sampaikan kehadirat Allah SWT. Karena atas berkat rakhmad serta karunianya penulis dapat menyelesaikan Makalah ALAT INDUSTRI KIMIA tentang Kristalisasi ini telah dapat penulis selesaikan tepat pada waktunya.

Kristalisasi juga merupakan metode pemisahan untuk memperoleh zat padat yang terlarut dalam suatu larutan. Pertumbuhan Kristal II. melt (campuran leleh). atau lebih jarang pengendapan langsung dari gas. Membuat Larutan Lewat Jenuh Bila larutan telah mencapai derajat saturasi tertentu.BAB I KAJIAN TEORI I. Oleh sebab itu derajat supersaturasi larutan merupakan faktor terpenting dalam mengontrol operasi kristalisasi. Operasi kristalisasi terbagi menjadi: 1. dan penambahan solvent bahan kimia. Kristalisasi Kristalisasi ialah Proses pembentukan bahan padat dari pengendapan larutan. PEMBAGIAN TAHAPAN OPERASI KRISTALISASI II. dll. pembuatan kristal pupuk dari larutan induknya. Membuat larutan supersaturasi (lewat jenuh) 2. penguapan. Pembuatan inti kristal 3.1. Kristalisasi dapat juga dipakai sebagai salah satu cara pemurnian karena lebih ekonomis. maka di dalam larutan akan terbentuk zat padat kristaline. . Kristalisasi dapat memisahkan suatu campuran tertentu dari larutan multi komponen sehingga didapat produk dalam bentuk kristal. Kristalisasi juga merupakan teknik pemisahan kimia antara bahan padat-cair. Contoh proses kristalisasi : pembuatan gula pasir dari jus tebu/beet. di mana terjadi perpindahan massa (mass transfer) dari suat zat terlarut (solute) dari cairan larutan ke fase kristal padat. Kristalisasi dapat dilakukan dengan pendinginan. Dasar metode ini adalah kelarutan bahan dalam suatu pelarut dan perbedaan titik beku.

sebab tekanan totalnya menjadi lebih rendah dari tekanan uap solvent pada suhu itu. lalu dikristalkan dengan pendingn. maka terjadi penguapan dengan sendirinya. misalnya larutan NaOH ditambah gliserol. Primary Nukleus Proses pembentukan inti kristal karena larutan telah mencapai derajat supersaturasi yang cukup tinggi. II. Cara ini digunakan untuk zat yang mempunyai kurva kelarutan agak dalam.2. .  Penambahan zat lain yang dapat menurunkan kelarutan zat yang akan dikristalisasi. Penguapan dan turunya suhu disertai kristalisasi.  Penguapan Solvent Larutan disiapkan dalam evaporator untuk dipekatkan.Cara mencapai supersaturasi:  Pendinginan Yaitu mendinginkan larutan yang akan dikristalka sampai keadaan supersaturasi dimana konsentrasi larutan lebih besar dari konsentrasi larutan jenuh pada suhu tersebut. maka kelarutan NaOH menjadi turun dan larutan NaOH mudah diendapkan. Pembentukan Inti Kristal Pembentukan Inti Kristal secara sistematis : Gambar 1: Pembentukan Inti Kristal 1.  Evaporasi Adiabatis Larutan dalam keadaan panas bila dimasukan ke dalam ruang vacuum.

Dinyatakan dengan persamaan : N = (a) (L)b (¨C)c (P)d Dimana : N L ¨C P a. Homogen Nukleus Nukleus disini pembentukannya spontan pada larutan dengan supersaturasi tinggi.b. 2. Secondary Nukleus (Contact Nucleation) Pembentukan inti kristal dengan akibat dari :    Tumbukan antarkristal induk Tumbukan antar kristal dengan katalisator Gerakan antara permukaan kristal yang relatif lebih kecil. namun dapat dipercepat dengan adanya partikel-partikel asing seperti debu dan sebagainya.c.d : jumlah nukleus yang terbentu (number/jam) : ukuran kristal induk (mm) : derajat supersaturasi larutan (mol/lt) atau (oC) : power dari pengaduk (Hp) : konstanta-konstanta . artinya nukleus terbentuk karena penggabungan molekul-molekul solute sendiri  Heterogen Nukleus Pembentukan inti kristalnya masih dalam supersaturasi tinggi.

krisatal makin besar menyebabkan kemungkinan tumbukan semakin banyak. II.Jika : 1. Pada konsentrasi ini di titik baru akan terbentuk inti kristal. artinya inti kristal yang terbentuk primary homogen nuklei mulai terbentuk dengan terbentuknya inti kristal yang selanjutnya tumbuh maka konsentrasi solute dalam larutan akan turun (dari F ke G). maka inti kristal yang terbentuk juga semakin besar jumlahnya. Pecahan bagian kecil dari kristal menyebabkan terbentuknya inti kristal. Miers membuat larutan supersaturasi melalui pendingin setelah melalui kurva saturasi A-B sampai pada kondisi kristalisasi mulai terbentuk inti kristal (titik ke F). penambahan kristal pada sistem ini akan memperoleh penghematan. P >>> maka gaya gesekan partikel larutan juga semakin besar sehingga kemungkinan terjadinya tumbukan partikel semakin besar. Tetapi mengingat efisiensi secar ekonomis. Dalam percobaan. Karena itu dalam kondisi industri dikenal sistem seeding (pemberian kristal nuklei).3. Untuk beberapa sistem tertentu yang viskositasnya tinggi. L >>> maka jumlah kristal yang terbentuk juga semakin besar. ¨C >>> maka jumlah kristal yang terbentuk juga semakin banyak. Hal ini sangat tidak rfisien secara teoritis dan ekonomi. Nukleasi ini disebut secondary nukleasi. kurva primary homogen nuklei tetap jenuh daripada kurva saturasi. Penambahan larutan supersaturasi melaui pendinginan setelah melalui kurva saturasi AB. 3. Derajat saturasi makin besar maka semaikn besar pula kemungkinan terbentuk inti kristal baru. kurva larutan murni dua komponen tanpa feeding. 2. Dengan kata lain diperlukan konsentrasi lebih tinggi untuk membuat primary homogen nukleasi. Pertumbuhan Kristal Umumnya kristal yang berukuran > 100 kecepatan tumbuhnya tidak tergantung pada ukuran dan dapat dinyatakan dengan : r = a (¨C)b di mana : r : kecepatan tumbuhnya kristal .

Oleh karenaitu. bila larutan tersebut didinginkan. Pada keadaan ini. Proses Kristalisasi secara sederhana Seperti dijelaskan pada pendahuluan di atas. Kristalisasi tidak d a p a t t e r j a d i t a n p a s u p e r s a t u r a s i t e r l e b i h d a h u l u . Sementara kotorankotoran yang terlarut tidak ikut mengendap. III. Tahap pertama adalah nukleasi primer atau pembentukkan inti.b : derajat saturasi (mol/L) : kontanta Derajat saturasi (oC) merupakan faktor terpenting dalam proses pertumbuhan kristal. Pada tahap ini petumbuhan kristal semakin cepat. larutan yang akan dikristali sasi harus dibuat lewat jenuh terlebih d u l u d e n g a n jalan penguapan atau pendinginan. perbedaan konsentrasi antara permukaan kristal dengan permukaan akan tinggi sehingga r dan ¨C juga semakin tinggi. pelarut tidak dapat “menahan” semua za-zat terlarut. dan mulai tumbuh menjadi inti kristal. D a l a m p r o s e s k r i s t a l i s a s i d i s i n i . maka mlekul-molekul senyawa terlarut akan saling menempel. yang ditandai dengan saling menempelnya inti-inti menjadi kristal-kristal padat. Larutan yang berderajat saturasi tinggi. yaitu tahap dimana kristal-kristal mulai tumbuh namun belum mengendap. Tahap kedua setelah nukleasi primer adalah nukleasi sekunder. Tahap ini membutuhkan keadaan superjenuh dari zat terlarut. tumbuh menjadi kristal-kristal yang akan mengendap di dasar wadah. . Pembentukkan kristal itu sendiri terdiri dari dua tahap.¨C a. Saat larutan didinginkan. d i m a n a c a r a memperoleh saturasi ini tergantung dari kelarutannya. maka akan semakin cepat pula pertumbuhan kristal tersebut. k i t a m e n g g u n a k a n a l a t y a n g dinamakan dengan crystallizer. akibatnya molekul-molekul yang lepas dari pelarut saling menempel. Crystallizer adalah alat yang digunakan untuk memperoleh atau membuat kristal dari larutannya. proes kristalisasi dimualai dengan menambahkan senyawa yang akan dimurnikan dengan pelarut panas sampai kelarutan senyawa tersebut berada pada level super jenuh. Semakin banyak inti-inti yang bergabung.

Kontak cairan pada unggun E membantu supersaturasi pada pertumbuhan kristal dan menuju pertumbuhan kristal. Pada puncak ruang suspensi aliran larutan induk (D) dapat dipisahkan digunakan untuk memindahkan partikel halus IV. Oslo Evaporative Crystalizer Larutan yang meninggalkan ruang penguapan pada sueprsaturated.IV. Sebuah penukar panas dipasang antara pipa sirkulasi dan ruang penguapn utnuk mencuplai panas yang dibutuhkan. JENIS .JENIS KRISTALIZER IV. mendekati daerah metastail sehingga nukleus baru tidak akan terentuk. Perpindahan larutan supersaturasi dai vaporizer (titik B).1. Dalam kristal tipe umpan panas dimasukan pada 6 dan campurn larutan menyemprot ketika mencapai kamar penguapan pada A. sering menyebabkan timbulnya kerak dan pengurang sirkulasi. Oslo Surface Cooled Crystalizer Alat ini dikembangkan dalam larutan tersirkulasi dengan pendinginan di dalam cooler (H) larutan supersaturasi ini dengan dikontakan dengan suspensi kristal alm ruangan suspensi pada (E).2. Jika evaporator lebih jauh diperlukan untuk menghentikan driving force. Gambar 2: Oslo Evaporative Crystalizer .

maka diperlukan recycle dengan ukuran pompa sirkulasi yang bersama-sama feednya masuk melalui heater sehingga larut dan masuk kembali ke dalam ruang kristalisasi. flow rate dibesarkan. sedangakan partikel ringan akan masuk ke atas (karena adanya aliran ke bawah). . maka dakan didapat kristal dengan ukuran yang besar dan menyebabkan turun ke bawah dan dapat dikeluarkan sebagai produk. Untuk mendapatkan kristal yang besar. Disini untuk mendapatkan kristal dengan ukuran tertentu dapat diatur dengan mengatur aliran larutannya. maka kristal ni diklasifikasikan ukuranya dengan mengalirkan larutan ini dari bawah ke atas dengan menggunakan ekstraktor pump. kristal dengan ukuran yang besar akan berada di bawah. Dengan adanya larutan jenuh ini. Padahal kecepatan feed masuk tetap. Draft Tube Buffle Crystalizer Dilengkapi buffle untuk mengukur sirkulasi magma dan propeler yang berfungsi mengatur sirkulasi kristal magma sedangkan diluar body crystalizer ditambah pompa untuk sistem sirkulasi di mana pada pompa dihubungkan heater dan feed inert. Ekstraksi pump bergunsi untuk membantu memisahkan kristal : prinsip pemisahan berdasarkan peredaan berat kristal. Sistem sirkulasi ini simaksudkan agar inti kristal berkurang dimana dibiarkan makin lama makin banyak.3. Jadi ukuran kristal produk bisa diatur dengan mengatur flowrate aliran dari bawah. Klasifikasi ukuran kristal di sini didasarkan atas gaya gravitasi dengan jalan sebagai berikut: Jika dalam kristalizer telah terbentuk kristal-kristal dengan ukuran heterogen. dengan demikian didapatkan produk dengan ukuran yang homogen. Alat ini dilengkapi dengan ekstraktor pum yang berfungsi untuk mengklasifikasikan kristal hingga didapat kristal dalam ukuran tertentu. Karena inti kristal membutuhkan solute untuk pertumbuhan selanjutnya. Jika larutan mempunyai kecepatan tinggi.IV. Karena adanya gaya gravitasi maka partikel (padat) berat akan lebih dahulu mengendap.

Sebaliknya bila proses kristalisasi berjalan lambat maka kristal yang terbentuk kasar (besar). Pembentukan inti Kristal b. . Hasil Kristalisasi Hasil kristalisasi tergantung dari prosesnya.Gambar 3 : Draft Tube Buffle Crystalizer 1 . Pertumbuhan Kristal Terjadinya inti kristal dapat dipertinggi dengan :       pendinginan yang cepat pengadukan yang baik memakai larutan yang murni temperature yang tinggi konsentrasi yang tinggi pemberian kristal halus sebagai bibitan 2. Apabila proses k r i s t a l i s a s i b e r j a l a n c e p a t m a k a k r i s t a l y a n g t e r j a d i h a l u s . Kecepatan kristalisasi meliputi : a.

4. Kristal yang uniform akan memberikan keseragaman dalam proses berikutnya t e r h a d a p k r i s t a l t e r s e b u t . Energy yang diperlukan Pada kristalisasi energi diperlukan untuk penguapan sampai diperoleh larutan yang lewat jenuh.3. Hal ini terutama bagi kristal yang mudah l a r u t d a n k r i s t a l ya n g b e r s i f a t h i d r o s k o p i s . peralatan kristalisasi diklasifikasikan sebagai berikut :  Super saturasi diperoleh dengan pendinginan tanpa penguapan :    Tank Crystallizer Swenson Walker Crystallizer Crystal Cooling Crysyallizer  Super saturasi diperoleh dengan penguapan tanpa pendinginan :   Crystal Evaporator Crystallizer Strike Pans . Disini Kristal halus tersebut berfungsi sebagai inti kristal (bibitan). Kemurnian dan Ukuran Kristal Pada proses kristalisasi harus dihindarkan adanya pencucian kristal yang dihasilkan. 5. V. Untuk kristaliser yang bekerja secara adiabatic (tidak memerlukan energi dari luar) biasanya m e n g g u n a k a n p e n g u a p a n d i s e r t a i p e n d i n g i n a n a t a u d e n g a n memakai vacuum. D i s a m p i n g i t u k r i s t a l ya n g u n i f o r m menunjukkan bahwa proses pembuatanya sangat teliti sehingga akan lebih menarik. Uniformity (Keseragaman Ukuran) Kristal yang uniform dapat diperoleh dengan menambahkan kristal halus pada larutan yang telah lewat jenuh. U n t u k i n i l e b i h b a i k larutan yang akan dikristalkan dibuat semurni mungkin sehingga pada kristalisasi akan diperoleh kristal yang lebih bersih. Klasifikasi Peralatan Kristalisasi 1. Berdasarkan cara memperoleh super saturasi.

 Super saturasi diperoleh dengan kombinasi penguapan dan pendinginan adiabatic :   Swenson Vacum Crystallizer Crystal Vacum Crystallizer .

Apabila ada kurang maupun lebihnya kami mohon maaf yang sebesar-besarnya. . MT selaku dosen mata kuliah Alat Industri Kimia yang telah meluangkan waktunya untuk membaca makalah dari penulis.BAB II PENUTUP Kembali kami ucapkan terima kasih kepada ibu Ir. Dwi Hery Astuti. Demikian makalah mengenai Kristalisasi sebagai salah satu bagian daripada materi yang ada di dalam mata kuliah Alat Industri Kimia yang dapat penulis uraikan dalam makalah ini.