P. 1
Bab IV Standr Komp Elekt Mr 2447

Bab IV Standr Komp Elekt Mr 2447

|Views: 1,494|Likes:
Published by maswidi09

More info:

Published by: maswidi09 on Aug 09, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/29/2010

pdf

text

original

BAB IV

STANDAR KOMPETENSI MAINTENANCE & REPAIR
Pada bab ini disajikan jenis-jenis kompetensi untuk merawat dan memperbaiki mesin produksi pada manufaktur elektronika dan kompetensi untuk perawatan dan perbaikan bagi produk manufaktur yang sudah terjual kepada masyarakat. Kemampuan perawatan dan perbaikan atas produk jadi dalam kenyataannya memang tidak terjadi di dalam pabrik atau proses manufaktur, tetapi merupakan kegiatan usaha layanan purna jual produkproduk elektronika. Kerja sama yang baik antara produsen dengan pelaku usaha M&R di luar pabrik sangat diperlukan karena kedua belah pihak saling memerlukan satu sama lain. Pihak produsen menerbitkan buku petunjuk servis untuk setiap jenis produk elektronika yang dibuatnya, kemudian berdasarkan petunjuk tersebut para pelaku usaha M&R melakukan tugasnya sehingga mampu memuaskan para pelanggannya. 4.1. UNIT KOMPETENSI SUB-BIDANG KEAHLIAN ELEKTRONIKA MAINTENANCE & REPAIR MESIN PRODUKSI Untuk bidang keahlian MR bagi mesin-mesin produksi di manufaktur elektronika baru berhasil digali kompetensi untuk pabrik-pabrik pembuat barang rumah tangga yang paling banyak ada di masyarakat, yaitu sistem audio, televisi, dan lemari es. Berikut ini disajikan 8 (delapan) unit kompetensi inti untuk mesin-mesin produksi tiga jenis produk di atas. No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Kode ELKA-MR.MAN-AUD.001.A ELKA-MR.MAN-AUD.002.A ELKA-MR.MAN-AUD.003.A ELKA-MR.MAN-TV.004.A ELKA-MR.MAN-TV.005.A ELKA-MR.MAN-TV.006.A ELKA-MR.MAN-LE.007.A ELKA-MR.MAN-LE.008.A ELKA-MR.MAN-TI.009.A Deskripsi Merawat mesin Auto Insert Process (AIP) di Industri Audio merawat mesin line-produksi di industri audio Melakukan proses perbaikan dalam proses produksi di departemen Audio (Repair) Merawat mesin auto-insertion pada production line industri televisi Memperbaiki /reparasi mesin auto-insertion pada line production industri televisi. Merawat mesin produksi manual di industri televisi (manual insertion s/d final assembly) Merawat mesin-mesin fabrikasi pada produksi lemari es Memperbaiki kerusakan pada mesin-mesin produksi lemari es Teknisi ahli Elektronika Industri

Standar Kompetensi Bidang Keahlian Elektronika MR

IV- 1

4.2. UNIT KOMPETENSI SUB-BIDANG KEAHLIAN ELEKTRONIKA MAINTENANCE & REPAIR PRODUK ELEKTRONIKA Untuk sub-bidang elektronika MR bagi produk-produk elektronika telah berhasil digali kompetensi keahlian sebanyak 11 jenis produk yang didalamnya dipecah lagi menjadi beberapa unit kompetensi atau pun sub-kompetensi sebagai berikut.
No Kode Deskripsi

1 ELKA-MR.PS.001.A 2 ELKA-MR.PS.002.A 3 ELKA-MR.AMP.003.A 4 ELKA-MR.AM.004.A 5 ELKA-MR.TAP.005.A 6 ELKA-MR.TV.006.A 7 ELKA-MR.CD.007.A 8 ELKA-MR.AC.008.A 9 ELKA-MR.LE.009.A 10 ELKA-MR.MC.010.A 11 ELKA-MR.TCE.011.A

Memperbaiki /Reparasi Power Supply Kecil (Adaptor dinding) Mereparasi Power Supply pada Produk Elektronika Memperbaiki /Reparasi Amplifier (Sistem Penguat Suara) Memperbaiki /Reparasi Radio Memperbaiki /reparasi Tape recorder Memperbaiki /reparasi Televisi Memperbaiki / reparasi VCD/DVD Memperbaiki /reparasi mesin pendingin ruangan (AC) Memperbaiki /reparasi Lemari Es. Memperbaiki Mesin Cuci pakaian Teknisi Ahli Reparasi Peralatan ‘Consumer Electronic’

Standar Kompetensi Bidang Keahlian Elektronika MR

IV- 2

Kode Unit

: ELKA-MR.MAN-AUD.001.A

Judul Unit : Merawat mesin Auto Insert Process (AIP) di Industri Audio Uraian Unit : Kompetensi ini mencakup ketrampilan dan sikap serta pengetahuan yang diperlukan untuk melakukan perawatan mesin-mesin pada bagian AUTO INSERT PROCESS di Industri manufaktur elektronika. Sub Kompetensi 1. Mempersiapkan pekerjaan perawatan Kriteria Unjuk Kerja 1.1.Semua peralatan kerja perawatan supaya disiapkan pada tempat yang sudah ditentukan dan setelah digunakan supaya dikembalikan ke tempat semula. 1.2.Semua peralatan kerja perawatan supaya selalu dalam keadaan bersih dan dalam kondisi siap pakai 1.3.Perlengkapan keselamatan dan kesehatan kerja serta langkah pengamanan dilakukan sesuai dengan prosedur yang berlaku. 1.4.Jadwal dan prosedur perawatan disiapkan 1.5.Daily machine report dan maintenance check list disiapkan 2.1. Prinsip kerja dari sistem AV dikuasai berdasarkan buku manual perawatan mesin. 2.2. Pada bagian mesin Under Anvil (cam follower, cam surface, cylinder fulcrum), dan shaft surface dari X-Y Table dilakukan pelumasan 2.3. Pada bagian mesin Insertion unit (shaft sliding, roller sliding, rotation sliding, cam follower, dan cam surface), Louder/unlouder (shaft surface, bearing sliding, belt roller, link fulcrum), dan carry dilakukan pelumasan 2.4. Pada mesin dilakukan perawatan harian, mingguan dan bulanan. 2.5. Pada mesin dilakukan overhaul dan Machine Alignment/ Adjustment secara berkala sesuai maintenance manual 3.1.Prinsip kerja dari mesin AE dikuasai berdasarkan buku manual perawatan mesin. 3.2.Pada mesin dilakukan pelumasan pada bagian Insertion head (shaft sliding, roller sliding, cam follower, lever fulcrum, rod-end, dan rack & pinion), Anvil (rod-end, cam follower), X-Y Table (shaft sliding surface), dan Louder Unlouder (belt roller, link fulcrum, shaft surface, bearing sliding) 3.3.Pada mesin dilakukan perawatan harian, mingguan dan bulanan. IV- 3

2. Melakukan perawatan mesin Axial Variable (AV)

3. Melakukan perawatan mesin Axial E (AE)

Standar Kompetensi Bidang Keahlian Elektronika MR

3.4.Pada mesin dilakukan overhaul dan Machine Alignment/ Adjustment secara berkala sesuai maintenance manual 4. Melakukan perawatan 4.1 Prinsip kerja dari mesin RH dikuasai berdasarkan mesin Radial Highspeed buku manual perawatan mesin. (RH) 4.2 Pada mesin dilakukan pelumasan pada Anvil, X-Y Table, Insertion head unit (transfer chuck, insertion chuck, guide chuck, center pin, piston, rack & pinion, rack sliding), cutter unit (slider, link fulcum, lever fulcum, cylinder fulcum), Louder Unlouder (shaft surface, dan bearing sliding). 4.3 Pada mesin dilakukan perawatan harian, mingguan dan bulanan. 4.4 Pada mesin dilakukan overhaul dan Machine Alignment/ Adjustment secara berkala sesuai maintenance manual 5. Melakukan perawatan AVK 5.1.Prinsip kerja dari mesin AVK dikuasai berdasarkan buku manual perawatan mesin. 5.2.Pada mesin dilakukan pelumasan pada bagian-bagian joint pusher shaft, guide slider L/R, lever support, Pin & Shaft, semua LM guide, gear unit, cam surface/ follower, ball screw, roller, groove, dsb. 5.3.Pada mesin dilakukan perawatan harian, mingguan dan bulanan. 5.4.Pada mesin dilakukan overhaul dan Machine Alignment/ Adjustment secara berkala sesuai maintenance manual 6. Melakukan perawatan 6.1.Prinsip kerja dari mesin JVK dikuasai berdasarkan mesin JVK buku manual perawatan mesin. 6.2.Pada mesin dilakukan pelumasan pada Anvil, X-Y Table (LM guide), Louder Unlouder (belt roller, link support, shaft), Insertion head unit (shaft, grease fitting, roller guide, cam surface), main drive (cam & cam follower), tape feed, cutter, dan insertion chuck. 6.3.Pada mesin dilakukan perawatan harian, mingguan dan bulanan. 6.4.Pada mesin dilakukan overhaul dan Machine Alignment/ Adjustment secara berkala sesuai maintenance manual 7. Melakukan perawatan 7.1.Prinsip kerja mesin RHxx dikuasai berdasarkan buku mesin RHxx manual perawatan mesin. 7.2.Pada mesin dilakukan pelumasan pada Anvil, X-Y Table (LM guide, ball screw), Louder Unlouder (link
Standar Kompetensi Bidang Keahlian Elektronika MR

IV- 4

fulcrum), Insertion chuck, insertion head, transfer chuck, main drive (cam & cam follower), tape feed, cutter, dan insertion chuck. 7.3.Pada mesin dilakukan perawatan harian, mingguan dan bulanan. 7.4.Pada mesin dilakukan overhaul dan Machine Alignment/ Adjustment secara berkala sesuai maintenance manual 8. Melakukan perawatan 8.1.Prinsip kerja mesin JV dikuasai berdasarkan buku mesin Jumper Variable manual perawatan mesin. (JV) 8.2.Pada mesin dilakukan pelumasan pada Anvil (grease nippel, slider, upper unvil), X-Y Table (shaft sliding surface), Louder Unlouder (belt roller, link pipot, shaft, bearing sliding), Insertion head unit (shaft, grease nippel, roller sliding, cam plate, cam follower) 8.3.Pada mesin dilakukan perawatan harian, mingguan dan bulanan. 8.4.Pada mesin dilakukan overhaul dan Machine Alignment/ Adjustment secara berkala sesuai maintenance manual 9. Membuat laporan 9.1.Setiap selesai diadakan perawatan mesin, dibuatkan laporan berupa maintenance check list dan laporan mesin harian, mingguan dan bulanan. 9.2.Pada laporan supaya ditunjukkan dan dicatat komponen/spare part/peralatan yang telah dilakukan perawatan/penggantian 9.3.Setiap kegiatan perawatan dibuatkan riwayat perawatan mesin pada history card. Persyaratan / Kondisi Unjuk Kerja 1. Unit kompetensi ini dapat dilaksanakan diseluruh Industri Elektronika dengan perlengkapan komplek maupun sederhana dengan memperhatikan aspek-aspek keselamatan kerja. 2. Dilengkapi dengan gambar komponen elektronika, gambar rangkaian elektronika dan prosedur petunjuk kerja. 3. Kondisi mesin dalam keadaan baik 4. Kondisi lingkungan, alat kerja, alat ukur dan alat tester dalam keadaan baik 5. Memperhatikan Kondisi Keselamatan kerja terhadap Alat kerja, alat tester dan mesin yang akan digunakan 6. Pelaku / karyawan bagian ini dalam keadaan sehat jasmani dan rohaninya. 7. Pimpinan tertinggi di bagian ini bisa sampai jabatan Section Chief langsung dibawah instruksi dan koordinasi Manager Produksi. Acuan Penilaian 1. Penilaian untuk operator dilakukan pada saat melakukan Insert machine dan placement
Standar Kompetensi Bidang Keahlian Elektronika MR

IV- 5

2.

3.

4.

5.

6. 7. 8.

machine, ganti model, seting mesin, setting program mesin, mengetahui kode komponen elektronika. Penilaian untuk programmer pada saat membuat program/software yang dipakai di insert machine dan placement machine sesuai dengan spesifikasi produk, spesifikasi insert machine, dan placement machine juga harus memperhatikan efisiensi waktu proses dan pergerakan dari sumbu X, Y, Z (system pergerakan mesin). Penilaian untuk teknisi maintenance dilakukan pada saat melakukan perbaikan serta perawatan insert machine dan placement machine yang harus mengetahui system kerja mesin meliputi mekanik, elektrik, dan pneumatik. Penilaian terhadap laporan lisan maupun tertulis hasil kerja masing-masing proses di bagian PCB Assembly, pemeriksaan stok harian, mingguan, bulanan maupun korelasinya yang ada di setiap proses agar tidak unmatch. Penilaian pengetahuan pendukung khusus meliputi pengetahuan komponen elektronika, membaca rangkaian elektronika radio, video dan televisi / teknologi informasi dan telekomunikasi serta instalasi elektrik. Penilaian pengetahuan umum diantaranya Etos kerja, TQC/TQM . Production management dan Production planning Penilaian sikap kerja meliputi penerapan keselamatan kerja dan pemeliharaan alat kerja tingkat sederhana sampai tingkat komplek . Penilaian terhadap kompetensi personal tambahan meliputi : 8.1. Kompetensi Attittude diantaranya : 8.1.1. Mentaati semua peraturan perusahaan dan menepati janji yang diikrarkan 8.1.2. Bertanggungjawab terhadap tugas dan kewajibannya 8.1.3. Berdisiplin terhadap waktu dan tugasnya 8.1.4. Bersikap mandiri, tidak selalu tergantung pada orang lain 8.1.5. Mengembangkan diri menuju arah positif 8.1.6. Bersikap Jujur dan dapat dipercaya 8.2. Kompetensi Sosial diantaranya : 8.2.1. Dapat menerima gagasan baru / pendapat orang lain 8.2.2. Dapat bekerja sama dengan teman sekerja atau siapapun dalam segi positif 8.2.3. Dapat mengungkapkan pendapat sendiri 8.2.4. Peduli akan lingkungan sekitamya

Level Kunci Kompetensi
Kompetensi Mengumpulkan Mengkomunika Merencanakan Bekerja sama Menggunakan Memecahkan Menggunakan kunci informasi sikan ide dan dan mengatur dengan orang ide dan teknik persoalan/mas teknologi informasi kegiatan lain dan matematika alah kelompok Level kinerja 2 2 1 2 1 1 2

Standar Kompetensi Bidang Keahlian Elektronika MR

IV- 6

Kode Unit : ELKA-MR. MAN-AUD.002.A Judul Unit : Merawat Mesin Line-Produksi di Industri Audio Uraian Unit : Kompetensi ini mencakup ketrampilan dan sikap serta pengetahuan yang diperlukan Sub Kompetensi 1. Mempersiapkan pekerjaan perawatan Kriteria Unjuk Kerja 1.1.Semua peralatan kerja perawatan supaya disiapkan pada tempat yang sudah ditentukan dan setelah digunakan supaya dikembalikan di tempat semula. 1.2.Semua peralatan kerja perawatan supaya selalu dalam keadaan bersih dan dalam kondisi siap pakai 1.3.Perlengkapan keselamatan dan kesehatan kerja serta langkah pengamanan dilakukan sesuai dengan prosedur yang diberlakukan. 1.4.Jadwal dan prosedur perawatan disiapkan 1.5.Daily machine report dan maintenance check list disiapkan 2.1.Prinsip kerja sistem mesin conveyor dikuasai berdasarkan buku manual perawatan mesin. 2.2.Dilakukan pemeriksaan dan perawatan bagian-bagian mesin conveyor meliputi : 2.2.1. Frame conveyor, terdiri dari : 2.2.1.1.Deformasi 2.2.1.2.Pengencangan baut 2.2.2. Gear motor, terdiri dari : 2.2.2.1.Pelumasan 2.2.2.2.Periksa getaran 2.2.2.3.Pengencangan baut 2.2.2.4.Periksa performance 2.2.3. Rantai Motor, terdiri dari : 2.2.3.1.Kecenteran poros 2.2.3.2.Deformasi 2.2.3.3.Pengencangan baut 2.2.3.4.Pengaturan kekencangan rantai 2.2.4. Bearing, terdiri dari : 2.2.4.1. Pengukuran noise 2.2.4.2. Pengencangan baut 2.2.4.3. Periksa getaran 2.2.4.4. Pelumasan 2.2.5. Gear Rantai, terdiri dari : 2.2.5.1.Kecenteran poros 2.2.5.2.Deformasi IV- 7

2. Merawat Conveyor Line

Standar Kompetensi Bidang Keahlian Elektronika MR

2.2.5.3.Pengencangan baut 2.2.6. Rantai Conveyor, terdiri dari : 2.2.6.1. Periksa performance 2.2.6.2. Pengencangan baut 2.2.6.3. Pengaturan putaran 2.2.7. Selang Angin, sensor 2.2.7.1.Periksa kebocoran angin 2.2.7.2.Pengencangan baut 2.2.7.3.Periksa fungsi sensor 2.3.Pada mesin dilakukan perawatan harian, mingguan dan bulanan. 2.4.Pada mesin dilakukan overhaul dan Machine Alignment/ Adjustment secara berkala sesuai main-tenance manual 3. Merawat mesin Dipping 3.1.Prinsip kerja sistem mesin dikuasai berdasarkan buku Solder manual perawatan mesin. 3.2.Dilakukan perawatan mesin Dipping Solder meliputi : 3.2.1. Service unit, terdiri dari : 3.2.1.1.Pelumasan 3.2.1.2.Periksa Filter, regulator, pressure gauge. 3.2.2. Selang angin, terdiri dari : kebocoran dan trotle valve 3.2.3. Periksa temperatur dan fungsi pada Solenoid valve 3.2.4. Periksa fungsi, kebersihan dan power pada Cooling Unit Fluxer 3.2.5. Diperiksa fungsi Flux controller, terdiri dari : gravity sensor, temperature sensor, life meter, wire, selang, pompa, valve flux, valve solvent 3.2.6. Fluxer : a. Dilakukan pemeriksaan dan fungsi pada Fluxer, terdiri dari : filter, gravity campuran fluxer, kebersihan bak, selang, thermocouple, level fluxer dan level PCB yang terkena fluxer b. Dilakukan pelumasan pada baut, roda gigi, bearing 3.3.Pada mesin dilakukan perawatan harian, mingguan dan bulanan. 3.4.Pada mesin dilakukan overhaul dan Machine Alignment/ Adjustment secara berkala sesuai mainte-nance manual
Standar Kompetensi Bidang Keahlian Elektronika MR

IV- 8

4. Merawat mesin Transverser

4.1.Prinsip kerja sistem mesin Transverser dikuasai berdasarkan buku manual perawatan mesin. 4.2.Dilakukan perawatan mesin Transverser meliputi : 4.2.1. Frame conveyor, terdiri dari : 4.2.1.1. Deformasi 4.2.1.2. Pengencangan baut 4.2.2. Gear motor, terdiri dari : 4.2.2.1.Pelumasan 4.2.2.2.Periksa getaran 4.2.2.3.Pengencangan baut 4.2.2.4.Periksa performance 4.2.3. Rantai dan sprocket, terdiri dari 4.2.3.1.Kecenteran poros 4.2.3.2.Deformasi 4.2.3.3.Pengencangan baut 4.2.3.4.Kekencangan rantai 4.2.4. Bearing, terdiri dari : 4.2.4.1.Pengukuran noise 4.2.4.2.Pengencangan baut 4.2.4.3.Periksa getaran 4.2.4.4.Pelumasan 4.2.5. Roller, terdiri dari : 4.2.5.1.Periksa getaran 4.2.5.2.Kecenteran poros 4.2.5.3.Diukur besarnya noise 4.2.6. Diuji pada Selang angin tentang adanya kebocoran angin 4.2.7. Dilakukan pengencangan baut pada Baut Assembly 4.2.8. Periksa kekencangan Take-up bolt 4.2.9. Periksa Rod cylinder, terdiri dari : 4.2.9.1.Diperiksa posisi sensor 4.2.9.2.Diperiksa kebocoran angin 4.2.9.3.Dilakukan pengencangan baut 4.2.10. Solenoid valve, terdiri dari : 4.2.10.1.Diperiksa temperaturnya 4.2.10.2.Diukur besarnya noise 4.2.10.3.Diperiksa adanya kebocoran angin 4.2.11. Bearing luncur, terdiri dari : 4.2.11.1.Dilakukan pelumasan

Standar Kompetensi Bidang Keahlian Elektronika MR

IV- 9

4.2.11.2.Diperiksa tingkat kelelahannya 4.2.11.3.Dilakukan pengencangan baut 4.2.12. Shock absorber, terdiri dari : 4.2.12.1.Dilakukan pengencangan baut 4.2.12.2.Diperiksa performancenya 4.2.13. Sprocket, terdiri dari: 4.2.13.1.Periksa performance 4.2.13.2.Diperiksa kecenteran poros 4.2.14. Perangkat sensor, terdiri dari : 4.2.14.1.Dilakukan pelumasan 4.2.14.2.Dilakukan pengencangan mur-baut 4.2.14.3.Diperiksa fungsi kerjanya 4.2.15. Cover, terdiri dari : 4.2.15.1.Dilakukan pengencangan mur-baut 4.2.15.2.Diperiksa adakah deformasi 4.4. Pada mesin dilakukan perawatan harian, mingguan dan bulanan. 4.5. Dilakukan overhaul dan Machine Alignment/ Adjustment secara berkala sesuai maintenance manual. 5. Merawat mesin High Speed 5.1. Prinsip kerja sistem mesin High Speed Lifter dikuasai berdasarkan buku manual perawatan mesin. Lifter 5.2. Dilakukan perawatan pada bagian-bagian mesin High Speed Lifter meliputi : 5.2.1. Motor, terdiri dari : 5.2.1.1.Diperiksa performancenya 5.2.1.2.Diperiksa vibrasi motor 5.3. Kopel, terdiri dari : 5.3.1. Diperiksa kecenteran poros 5.3.2. Dilakukan pengencangan rantai 5.3.3. Dilakukan pengencangan screw 5.3.4. Diperiksa performance gear 5.4. Bearing, terdiri dari : 5.4.1. Dilakukan pelumasan 5.4.2. Dilakukan pengukuran noise 5.4.3. Dilakukan pengencangan screw 5.5. Gear, terdiri dari : 5.5.1. Diperiksa performance 5.5.2. Diperiksa performance pasak 5.5.3. Dilakukan pengencangan screw 5.6. Rantai, terdiri dari :

Standar Kompetensi Bidang Keahlian Elektronika MR

IV- 10

6. Merawat mesin Air Compressor

5.6.1. Dilakukan pelumasan 5.6.2. Diperiksa kekencangan screw 5.6.3. Diperiksa kelelahan rantai 5.7. Sensor, terdiri dari : 5.7.1. Dilakukan pengencangan baut mounting 5.7.2. Diperiksa fungsi dan posisi sensor 5.8. Cover, terdiri dari : 5.8.1. Diperiksa kekencangan baut 5.8.2. Dilakukan pembersihan cover 5.8.3. Diperiksa kelengkapan screw 5.9. Rel, terdiri dari : 5.9.1.1.Diperiksa defleksi rel 5.9.1.2.Dilakukan pelumasan 5.10. Diperiksa kelengkapan dan kekencangan Baut dan Mur 5.11. Mini Conveyor, terdiri dari : 5.11.1. Diperiksa kinerjanya 5.11.2. Diperiksa Belt 5.11.3. Diperiksa kekencangan rantai 5.11.4. Diperiksa performance gear 5.12. Pada mesin dilakukan perawatan harian, mingguan dan bulanan. 5.13. Pada mesin dilakukan penggantian part yang rusak 6.1.Prinsip kerja sistem mesin Air Compressor dikuasai berdasarkan buku manual perawatan mesin. 6.2.Pada mesin dilakukan perawatan harian, mingguan dan bulanan. 6.3.Dilakukan pemeriksaan dan perawatan pada bagianbagian mesin compressor, antara lain: 6.3.1. Kondisi setting pada display dan display dibersihkan 6.3.2. Dust filter sesuai SOP 6.3.3. Drain Trap dibersihkan dan dipastikan bekerja 6.3.4. Oil-level dan ditambah bila kurang 6.3.5. Volumetric regulating valve 6.3.6. Pressure control valve 6.3.7. Solenoid valve 6.3.8. Suction filter dibersihkan 6.3.9. Motor grease 6.3.10. Insulasi arus motor pada main motor 6.3.11. Insulasi arus motor pada Fan motor IV- 11

Standar Kompetensi Bidang Keahlian Elektronika MR

7. Membuat laporan

6.3.12. Kinerja Safety valve 6.3.13. Kinerja sensor 6.4.Pada mesin dilakukan perawatan harian, mingguan dan bulanan. 6.5.Pada mesin dilakukan penggantian part yang rusak 7.1. Setiap selesai diadakan perawatan mesin, dibuatkan laporan berupa maintenance check list mesin harian, mingguan dan bulanan. 7.2. Pada laporan supaya ditunjukkan komponen/parts/ peralatan yang telah dilakukan perawatan/ penggantian 7.3. Setiap kegiatan perawatan dibuatkan riwayat perawatan mesin pada history card.

Persyaratan/Kondisi Unjuk Kerja Persyaratan perawatan rutin mesin/instrument dilakukan sesuai unjuk kerja perawatan, juga dipengaruhi oleh kondisi mesin selama operasi (kelengkapan Jig dan Tools) sebelum dan sesudah dilakukan perawatan. 1. Dalam melaksanakan unit kompetensi ini harus didukung dengan tersedianya : 1.1. SOP yang disyaratkan oleh perusahaan 1.2. Service manual dari masing-masing peralatan 1.3. Maintenance Check List dan Laporan mesin harian/mingguan dan bulanan yang ditetapkan perusahaan 1.4. Material, peralatan dan instrument yang terkait dengan pelaksanaan kompetensi ini disiapkan perusahaan 2. Unit kompetensi ini dapat dilaksanakan diseluruh Industri Elektronika dengan perlengkapan komplek maupun sederhana dengan memperhatikan aspek-aspek keselamatan kerja. 3. Dilengkapi dengan gambar komponen elektronika, gambar rangkaian elektronika dan prosedur petunjuk kerja. 4. Menyiapkan kondisi mesin dalam keadaan baik 5. Menyiapkan kondisi lingkungan, alat kerja, alat ukur dan alat tester dalam keadaan baik 6. Memperhatikan Kondisi Keselamatan kerja terhadap Alat kerja, alat tester dan mesin yang akan digunakan 7. Pelaku / karyawan bagian ini dalam keadaan sehat jasmani dan rohaninya. 8. Pimpinan tertinggi di bagian ini bisa sampai jabatan Section Chief langsung dibawah instruksi dan koordinasi Manager Produksi. Acuan Penilaian 1. Penilaian untuk operator dilakukan pada saat melakukan Insert machine dan placement machine, ganti model, seting mesin, setting program mesin, mengetahui kode
Standar Kompetensi Bidang Keahlian Elektronika MR

IV- 12

2.

3.

4.

5.

6. 7. 8.

komponen elektronika. Penilaian untuk programmer pada saat membuat program/software yang dipakai di insert machine dan placement machine sesuai dengan spesifikasi produk, spesifikasi insert machine, dan placement machine juga harus memperhatikan efisiensi waktu proses dan pergerakan dari sumbu X, Y, Z (system pergerakan mesin). Penilaian untuk teknisi maintenance dilakukan pada saat melakukan perbaikan serta perawatan insert machine dan placement machine yang harus mengetahui system kerja mesin meliputi mekanik, elektrik, dan pneumatik. Penilaian terhadap laporan lisan maupun tertulis hasil kerja masing-masing proses di bagian PCB Assembly, pemeriksaan stok harian, mingguan, bulanan maupun korelasinya yang ada di setiap proses agar tidak unmatch. Penilaian pengetahuan pendukung khusus meliputi pengetahuan komponen elektronika, membaca rangkaian elektronika radio, video dan televisi / teknologi informasi dan telekomunikasi serta instalasi elektrik. Penilaian pengetahuan umum diantaranya Etos kerja, TQC/TQM . Production management dan Production planning Penilaian sikap kerja meliputi penerapan keselamatan kerja dan pemeliharaan alat kerja tingkat sederhana sampai tingkat komplek . Penilaian terhadap kompetensi personal tambahan meliputi : 8.1. Kompetensi Attittude diantaranya : 8.1.1. Mentaati semua peraturan perusahaan dan menepati janji yang diikrarkan 8.1.2. Bertanggungjawab terhadap tugas dan kewajibannya 8.1.3. Berdisiplin terhadap waktu dan tugasnya 8.1.4. Bersikap mandiri, tidak selalu tergantung pada orang lain 8.1.5. Mengembangkan diri menuju arah positif 8.1.6. Bersikap Jujur dan dapat dipercaya 8.2. Kompetensi Sosial diantaranya : 8.2.1. Dapat menerima gagasan baru / pendapat orang lain 8.2.2. Dapat bekerja sama dengan teman sekerja atau siapapun dalam segi positif 8.2.3. Dapat mengungkapkan pendapat sendiri 8.2.4. Peduli akan lingkungan sekitamya

Level Kunci Kompetensi
Kompetensi Mengumpulkan Mengkomunika Merencanakan Bekerja sama Menggunakan Memecahkan Menggunakan kunci informasi sikan ide dan dan mengatur dengan orang ide dan teknik persoalan/mas teknologi informasi kegiatan lain dan matematika alah kelompok Level kinerja 2 2 2 2 1 2 2

Standar Kompetensi Bidang Keahlian Elektronika MR

IV- 13

Kode Unit Judul Unit

: ELKA-MR.MAN-AUD.003.A : Melakukan Proses Perbaikan Dalam Proses Produksi di Departemen Audio (Repair) Uraian Unit : Kompetensi ini diperlukan untuk melakukan kegiatan yang berkaitan dengan proses perbaikan yang dilakukan pada bagian produksi di departemen Audio yang memproduksi beragam jenis radio tape dan perangkat audio. Sub Kompetensi 1. Mempersiapkan pekerjaan perbaikan Kriteria Unjuk Kerja 1.1. Semua peralatan kerja perawatan supaya disiapkan pada tempat yang sudah ditentukan dan setelah digunakan supaya dikembalikan di tempat semula. 1.2. Semua peralatan kerja perawatan supaya selalu dalam keadaan bersih dan dalam kondisi siap pakai 1.3. Perlengkapan keselamatan dan kesehatan kerja serta langkah pengamanan dilakukan sesuai dengan prosedur yang berlaku. 1.4. Lembar kerja (daily report) disiapkan dan diisi sesuai SOP 2.1.Masalah yang terjadi ditelusuri dengan benar sesuai prosedur troubleshooting 2.2.Dilakukan perbaikan secara benar 2.3.Penggunaan Tester elektrik diperagakan 2.4.Standard pemasangan dan jenis part diketahui 2.5.Dilakukan perbaikan pada bagian manual solder, radio aligment, radio inspection, tape inspection, safety standard, dan data checksheet 2.6.Laporan data defect dibuat dan diisi sesuai dengan petunjuk pengisian yang telah ditetapkan 3.1.Masalah yang terjadi ditelusuri dengan benar sesuai prosedur troubleshooting 3.2.Dilakukan perbaikan secara benar 3.3.Penggunaan Tester elektrik diperagakan 3.4.Standard pemasangan dan jenis part diketahui 3.5.Dilakukan perbaikan pada bagian manual solder, mechanical assembly dan aligment, tape inspection, safety standard, dan data checksheet 3.6.Laporan data defect dapat dibuat dan diisi sesuai dengan petunjuk pengisian yang telah ditetapkan 4.1.Masalah yang terjadi ditelusuri dengan benar sesuai prosedur troubleshooting 4.2.Dilakukan perbaikan secara benar 4.3.Penggunaan Tester elektrik diperagakan IV- 14

2. Melakukan perbaikan di bagian PCB assembly

3. Melakukan perbaikan di bagian mechanic assembly

4. Melakukan perbaikan di bagian final assembly

Standar Kompetensi Bidang Keahlian Elektronika MR

4.4. Standard pemasangan dan jenis part diketahui 4.5. Dilakukan perbaikan pada bagian manual solder, radio aligment, radio inspection, tape inspection, general inspection, safety standard, dan data checksheet 4.6. Data defect dapat dibuat dan diisi sesuai dengan petunjuk pengisian yang telah ditetapkan Kondisi/Persyaratan Unjuk Kerja 1. Unit kompetensi ini dapat digunakan di seluruh industri elektronik yang salah satu bagian produknya melakukan assembly/mounting PCB 2. Setiap bagian proses/mesin-mesin produksi harus disertai dokumen operasi mesin atau petunjuk kerja 3. Memiliki kemampuan mengenai petunjuk keselaman kerja secara umum 4. Memperhatikan prosedur pengendalian kualisan pada setiap bagian proses 5. Memperhatikan pelaksanaan dokumentasi setiap bagian 6. Menjembatani komunikasi antara bagian produksi dengan bagian engineering 7. Memperhatikan kondisi lingkungan, alat tulis dan kertas-kertas, serta komputer dalam keadaan memadai 8. Semua karyawan dalam keadaan sehat jasmani dan rohani 9. Struktur organisasi di depertement audio sesuai dengan kebutuhan yang mengacu pada industri elektronika yang ada Acuan Penilaian Penilaian unjuk kerja pengoperasian menggunakan peralatan / permesinan / instrumentasi di Industri Audio equipment dapat berdasarkan efisiensi dan efektivitas penggunaannya serta hasil unjuk kerja peralatan / permesinan / instrumentasi di Industri audio equipment yang dioperasikan atau digunakan secara optimal dan aman (secure, safe dan peace) yakni : 1. Menggunakan alat / perlengkapan keselamatan kerja dan 5 K : 1.1. Prosedur menggunakan alat / perlengkapan keselamatan kerja dan 5 K dikuasai dengan baik sesuai buku petunjuk 1.2. Alat / perlengkapan keselamatan kerja dan 5 K diindentifikasi dan dibedakan berdasarkan fungsi dan spesifikasi tcknis 1.3. Kondisi alat / pelengkapan keselamatan kerja dan 5K dikenali untuk meningkatkan efesiensi dan pengoperasian alat / perelengkapan ini 1.4. Alat / perlengkapan keselamatan kerja dan 5 K dioperasikan sesuai prosedur untuk memperoleh unjuk kerja yang optimal 2. Mengoperasikan / menggunakan alat / perlengkapan / Mesin pemadam kebakaran : 2.1. Prosedur mengoperasikan / menggunakan alat / perelengkapan / mesin pemadam kebakaran dikuasai dengan baik sesuai buku petunjuk 2.2. Instrument / alat / mesin pemadam kebakaran diindentifikasi dan dibedakan berdasarkan fungsi dan spesifikasi teknis
Standar Kompetensi Bidang Keahlian Elektronika MR

IV- 15

2.3. Kondisi mesin / alat / perlengkapan pemadam kebakaran dikenali untuk meningkatkan efesiensi dan pengoperasian alat / instrument mesin ini 2.4. Mesin / Instrument / alat pemadam kebakaran ini dioperasikan sesuai prosedur untuk memperoleh unjuk kerja yang Optimal 2.5. Faktor hambatan dan gangguan diindentifikasi, disikapi dan diambil tindakan serta ditindak lanjuti sesuai prosedur yang berlaku. Penilaian unjuk kerja dapat dilakukan secara langsung dan tidak langsung.

Level Kunci Kompetensi
Kompetensi Mengumpulkan Mengkomunika Merencanakan Bekerja sama Menggunakan Memecahkan Menggunakan informasi sikan ide dan dan mengatur dengan orang ide dan teknik persoalan/mas teknologi kunci informasi kegiatan lain dan matematika alah kelompok Level kinerja 3 3 3 3 1 3 3

Standar Kompetensi Bidang Keahlian Elektronika MR

IV- 16

Kode Unit Judul Unit

: ELKA-MR.MAN-TV.004.A : Merawat Mesin Auto-Insertion Pada Production Line Industri Televisi Uraian Unit : Kompetensi ini merupakan prasyarat untuk menjamin berjalannya proses produksi pada industri televisi. Disini tercakup ketrampilan dalam merawat semua mesin auto-insert pada production-line TV dan sikap serta pengetahuan yang diperlukan. Sub Kompetensi 1. Melakukan persiapan perawatan mesin autoinsert Kriteria Unjuk Kerja 1.1. Semua peralatan kerja perawatan supaya disiapkan pada tempat yang sudah ditentukan dan setelah digunakan supaya dikembalikan ke tempat semula. 1.2. Semua peralatan kerja perawatan supaya selalu dalam keadaan bersih dan dalam kondisi siap pakai 1.3. Perlengkapan keselamatan dan kesehatan kerja serta langkah pengamanan dilakukan sesuai dengan prosedur yang diberlakukan. 1.4. Jadwal perawatan mesin dibuat secara berkala baik harian, mingguan, maupun bulanan dalam rangka mencegah terjadinya kerusakan mesin. 1.5. Perawatan peralatan yang ada di Auto Insertion Machine dilakukan sesuai jadwal dan prosedur kerja yang sudah ditetapkan. 2.1.Prinsip kerja mesin JVK dikuasai berdasarkan buku manual perawatan mesin 2.2. Bagian-bagian mesin JVK diperiksa dan dilakukan perawatan sesuai petunjuk perawatan; meliputi: 2.2.1. Dilakukan pemeriksaan gerakan Up-Down dari insertion unit 2.2.2. Dilakukan pemeriksaan bagian bending U profile 2.2.3. Dilakukan pemeriksaan sisi potong jumper oleh cutter 2.2.4. Dilakukan pemeriksaan keausan insertion unit parts (slider, pusher, cutter set, cutter & bending die) 2.2.5. Dilakukan pelumasan bagian pusher 2.2.6. Dilakukan pemeriksaan gerakan up/down anvil unit 2.2.7. Dilakukan pemeriksaan mutu bending anvil 2.2.8. Dilakukan pemeriksaan keausan Anvil unit parts (cutter clincher, Clinch dan sub-clinch base ) IV- 17

2. Merawat JVK Machine

Standar Kompetensi Bidang Keahlian Elektronika MR

2.2.9. Dilakukan pelumasan pin lever dengan minyak pelumas 3. Merawat MH Machine 3.1. Prinsip kerja mesin MH dikuasai berdasarkan buku manual perawatan mesin. 3.2. Bagian-bagian mesin MH diperiksa dan dilakukan perawatan sesuai petunjuk perawatan; meliputi: 3.2.1. Dilakukan pemeriksaan gerakan Up-Down dari insertion unit 3.2.2. Dilakukan pemeriksaan kekuatan vacum insertion unit 3.2.3. Dilakukan pemeriksaan keausan Insertion unit parts (guide pins) 3.2.4. Drain-trap dipastikan bekerja 3.2.5. Dilakukan pemeriksaan gerakan Up-Down dari Anvil unit 3.2.6. Dilakukan pemeriksaan keausan Anvil unit parts (punch) 3.2.7. Dilakukan pemeriksaan centering antara insertion dan anvil unit 3.2.8. Dilakukan pemeriksaan mutu bending 3.2.9. Dilakukan pelumasan anvil-hole dengan minyak pelumas 4.1.Prinsip kerja mesin Axial Jumper dikuasai berdasarkan buku manual perawatan mesin. 4.2.Bagian-bagian mesin Axial Jumper diperiksa dan dilakukan perawatan sesuai petunjuk perawatan; meliputi: 4.2.1. Dilakukan pemeriksaan gerakan cut dari cutter 4.2.2. Dilakukan pemeriksaan bending U profile 4.2.3. Dilakukan pemeriksaan sisi potong kaki parts oleh cutter 4.2.4. Dilakukan pemeriksaan keausan cutter parts (cutter kiri/kanan, cutter dalam, insertion guide, dan lever) 4.2.5. Dilakukan pelumasan cutter-hole dengan minyak pelumas 4.2.6. Dilakukan pemeriksaan gerakan feed dari semua component-feeder 4.2.7. Dilakukan pemeriksaan keausan dari component feeder parts 4.2.8. Dilakukan pemeriksaan centering antara IV- 18

4. Merawat Axial Jumper Machine

Standar Kompetensi Bidang Keahlian Elektronika MR

5. Merawat Axial Variable Machine

cutter dan componen feeder 4.2.9. Dilakukan pemeriksaan gerakan Up/Down dari anvil 4.2.10. Dilakukan pemeriksaan mutu bending 4.2.11. Dilakukan pemeriksaan gap antara cutter clincher dan clinch base (sesuai manual) 4.2.12. Dilakukan pemeriksaan keausan anvil parts 4.2.13. Dilakukan pelumasan roller dengan minyak pelumas 5.1.Prinsip kerja mesin Axial Variable dikuasai berdasarkan buku manual perawatan mesin. 5.2.Bagian-bagian mesin Axial Variable diperiksa dan dilakukan perawatan sesuai petunjuk perawatan; meliputi: 5.2.1. Dilakukan pemeriksaan gerakan cut dari cutter 5.2.2. Dilakukan pemeriksaan bending U profile 5.2.3. Dilakukan pemeriksaan sisi potong kaki parts oleh cutter 5.2.4. Dilakukan pemeriksaan keausan cutter parts (cutter kiri/kanan, cutter dalam, insertion guide, dan lever) 5.2.5. Dilakukan pelumasan cutter-hole dengan minyak pelumas 5.2.6. Dilakukan pemeriksaan gerakan feed dari semua component-feeder 5.2.7. Dilakukan pemeriksaan keausan dari component feeder parts 5.2.8. Dilakukan pemeriksaan centering antara cutter dan componen feeder 5.2.9. Tape-cutter dibersihkan dan dilakukan pemeriksaan kemampuan potongnya 5.2.10. Dilakukan pemeriksaan keausan tape-cutter (moving & fix blade) 5.2.11. Dilakukan pemeriksaan gerakan Up/Down dari anvil 5.2.12. Dilakukan pemeriksaan mutu bending 5.2.13. Dilakukan pemeriksaan gap antara cutter clincher dan clinch base (sesuai manual) 5.2.14. Dilakukan pemeriksaan keausan anvil parts 5.2.15. Dilakukan pemeriksaan kesamaan potong antara kaki kiri dan kanan dengan melepas IV- 19

Standar Kompetensi Bidang Keahlian Elektronika MR

6. Merawat ML Machine

7. Merawat Radial Highspeed Machine

anvil unit dari mesin 5.2.16. Dilakukan pelumasan roller dengan minyak pelumas 6.1.Prinsip kerja mesin ML dikuasai berdasarkan buku manual perawatan mesin. 6.2.Bagian-bagian mesin ML diperiksa dan dilakukan perawatan sesuai petunjuk perawatan; meliputi: 6.2.1. Dilakukan pemeriksaan gerakan Up-Down dari insertion unit 6.2.2. Dilakukan pemeriksaan kekuatan vacum insertion unit 6.2.3. Dilakukan pemeriksaan keausan Insertion unit parts (Link spring dan Steel ball) 6.2.4. Dilakukan pemeriksaan gerakan Up-Down dari Anvil unit 6.2.5. Dilakukan pemeriksaan keausan Anvil unit parts (cutter) 6.2.6. Dilakukan pemeriksaan centering antara insertion dan anvil unit 6.2.7. Dilakukan pemeriksaan mutu bending 6.2.8. Dilakukan pelumasan anvil-hole dengan minyak pelumas 7.1.Prinsip kerja mesin Radial Highspeed dikuasai berdasarkan buku manual perawatan mesin. 7.2.Bagian-bagian mesin Radial Highspeed diperiksa dan dilakukan perawatan sesuai petunjuk perawatan; meliputi: 7.2.1. Dilakukan pemeriksaan gerakan Up/Down anvil 7.2.2. Dilakukan pemeriksaan kelurusan Guide pin 7.2.3. Dilakukan pemeriksaan mutu bending 7.2.4. Dilakukan pemeriksaan gap antara Fix Blade dan Moving Blade (sesuai manual) 7.2.5. Dilakukan pemeriksaan keausan anvil-parts (Fix blade, moving blade, dan guide pin) 7.2.6. Dilakukan pelumasan roller dengan minyak pelumas 7.2.7. Dilakukan pemeriksaan gerakan feed dari component-feeder 7.2.8. Componet-feeder yang bermasalah diganti 7.2.9. Component-feeder dibersihkan 7.2.10. Dilakukan pemeriksaan kekuatan spring lever IV- 20

Standar Kompetensi Bidang Keahlian Elektronika MR

8. Merawat Surface Mounting Technology (SMT) Machine

7.2.11. Dilakukan pemeriksaan keausan lever 7.2.12. Dilakukan pelumasan pusher dengan pelumas 1 tetes 7.2.13. Dilakukan pemeriksaan keselarasan gerakan dari Lead-cutter, chuck, transfer chuck, insertion chuck, dan anvil 7.2.14. Lead cutter, chuck, transfer chuck, dan insertion chuck dibersihkan 7.2.15. Dilakukan pemeriksaan keausan lead cutter, chuck unit, transfer chuck unit, dan insertion unit 7.2.16. Dilakukan pemeriksaan ketepatan component feed dengan lead cutter dan chuck 7.2.17. Dilakukan pemeriksaan ketepatan transfer komponen dari chuck ke transfer-chuck 7.2.18. Dilakukan pemeriksaan kelurusan component-insert dari transfer-chuck ke Insertion chuck 7.2.19. Dilakukan pemeriksaan kelurusan guide pin dengn insertion-chuck 7.2.20. Dilakukan pemeriksaan timing-chuck, transfer chuck, dan insertion-chuck 8.1.Prinsip kerja mesin SMT dikuasai berdasarkan buku manual perawatan mesin. 8.2.Bagian-bagian mesin SMT diperiksa dan dilakukan perawatan sesuai petunjuk perawatan; meliputi: 8.2.1. Dilakukan pemeriksaan mutu lem bondo, misalnya: 8.2.1.1.Dilakukan pemeriksaan tanggal kedaluwarsa 8.2.1.2.Dilakukan pemeriksaan stock tube lem bondo disesuaikan dengan target produksi 8.2.1.3.Dilakukan pemeriksaan suhu penyimpanan lem bondo sesuai manual 8.2.1.4.Dilakukan pemeriksaan stock ready lem bondo sesuai manual 8.2.1.5.Dilakukan pemeriksaan mutu kondisi lem bondo pada syringe 8.2.2. Dilakukan pemeriksaan nozzle lem bondo, misalnya: 8.2.2.1.Dilakukan pemeriksaan kelurusan aliran dari lem bondo kiri dan kanan IV- 21

Standar Kompetensi Bidang Keahlian Elektronika MR

untuk masing-masing nozzle 8.2.2.2.Dilakukan pemeriksaan mutu dispense 8.2.2.3.Dilakukan pemeriksaan keausan nozzle 8.2.2.4.Nozzle dan lubang nozzle dibersihkan 8.2.2.5.Nozzle yang cacat diganti 8.2.3. Dilakukan pemeriksaan component-feeder, misalnya: 8.2.3.1.Dilakukan pemeriksaan gerakan feed 8.2.3.2.Dilakukan pemeriksaan ketajaman pusher pendorong parts 8.2.3.3.Dilakukan pemeriksaan rachet set 8.2.3.4.Dilakukan pemeriksaan Wheel set 8.2.3.5.Dilakukan pemeriksaan Wheel lever 8.2.3.6.Feeder dibersihkan 8.2.3.7.Dilakukan pelumasan bagian yang berputar 8.2.4. Dilakukan test temperatur sesuai SOP yang ada. Persyaratan / Kondisi Unjuk Kerja Dalam melaksanakan unjuk kerja ini harus didukung dengan tersedianya: 1. SOP yang berlaku di perusahaan 2. Servis Manual dari masing-masing jenis mesin 3. Logsheet dan report sheet yang ditetapkan oleh perusahaan 4. Peralatan kerja dan instrumen yang terkait dengan pelaksanaan unit kompetensi ini Acuan Penilaian 1. Kompetensi ini harus diujikan di tempat kerja atau di tempat lain yang setara yang merupakan simulasi dari kondisi kerja yang sesungguhnya 2. Pengetahuan yang diperlukan: 2.1.Prinsip kerja setiap mesin; semakin banyak jenis mesin yang dikuasai, semakin tinggi level seorang teknisi dan semakin banyak kompetensi yang dikuasainya 2.2.Tujuan, produk, dan cara penggunaan mesin sebagai dasar pemeriksaan dan perawatan 2.3.Prosedur dan tindakan perawatan untuk setiap jenis mesin 2.4.Peringatan tentang keselamatan kerja dari servis manual tiap mesin 2.5.Prosedur pengisian log-sheet dan report-sheet Level Kunci Kompetensi
Kompetensi Mengumpulkan Mengkomunika Merencanakan Bekerja sama Menggunakan Memecahkan Menggunakan kunci informasi sikan ide dan dan mengatur dengan orang ide dan teknik persoalan/mas teknologi informasi kegiatan lain dan matematika alah kelompok Level kinerja 2 2 1 2 1 1 2 Standar Kompetensi Bidang Keahlian Elektronika MR

IV- 22

Kode Unit Judul Unit

: ELKA-MR.MAN-TV.005.A : Memperbaiki /Reparasi Mesin Auto-Insertion pada Line Production Industri Televisi. Uraian Unit :Unit kompetensi merupakan keahlian untuk menjamin berjalannya proses produksi pada industri televise. Disini tercakup ketrampilan dalam memperbaiki semua mesin auto-insert pada line production televise dan sikap serta pengetahuan yang diperlukan. Sub Kompetensi 1. Mempersiapkan pekerjaan perbaikan/reparasi. Kriteria Unjuk Kerja 1.1.Pengetahuan umum tentang mesin auto-insert dikuasai lebih dulu. 1.2.Cara membaca nilai part dan cara mengganti part dikuasai dulu. 1.3.Spesifikasi dan prinsip dasar operasi semua jenis mesin dikuasai. 1.4.Kebutuhan peralatan kerja mekanis dan alat ukur listrik serta bahan reparasi dipersiapkan dan diidentifikasi apakah sesuai dengan SOP (Standard Operation Procedure). 1.5.Tempat kerja dipersiapkan dan dibebaskan dari kemungkinan bahaya kecelakaan. 1.6.Perlengkapan keselamatan dan kesehatan kerja digunakan secara benar serta langkah pengamanan dilakukan sesuai dengan prosedur yang diberlakukan 2. Melakukan troubleshooting 2.1.Berdasar pemahaman prinsip kerja mesin (sesuai jenisnya), dan mengacu pada servis manual, dilakukan pelacakan kerusakan berdasarkan gejala yang terpantau 2.2.Ditentukan komponen yang rusak dari bagian yang dijumpai mengalami kerusakan 2.3.Diklasifikasi jenis kerusakan, ringan-sedang-berat 2.4.Dilakukan penggantian sparepart yang mengalami kerusakan sesuai servis manual. 3. Memperbaiki kerusakan 3.1. Kemampuan perbaikan mesin dikuasai. mesin. 3.2. Diperagakan perbedaan penanganan atas kerusakan ringan, sedang, dan berat 3.3.Dalam kondisi tidak tersedia part pengganti, dilakukan modifikasi pada mesin sehingga berfungsi kembali normal 4. Melakukan pengujian dan 4.1.Kemampuan adjustment harus telah dikuasai sesuai adjustment mesin. servis manual dari mesin yang ditangani. 4.2.Mesin yang telah diperbaiki diuji operasinya untuk memastikan kelayakan pakainya IV- 23

Standar Kompetensi Bidang Keahlian Elektronika MR

5. Menulis laporan

4.3. Dilakukan tindakan korektif jika pekerjaan running test tidak berjalan dalam kondisi normal. 4.4. Dilakukan adjustment pada mesin yang telah diperbaiki agar bekerja sesuai standar. 6.1.Setiap hal selama proses perbaikan dicatat dan diklasifikasi 6.2.Setiap selesai dilakukan perbaikan, dibuatkan laporan berupa riwayat perbaikan mesin yang mencakup gejala kerusakan, jenis kerusakan yang dijumpai, penggantian spare-part dan riwayat mesin.

Persyaratan/Kondisi Unjuk Kerja 1. Unit kompetensi ini berlaku untuk perbaikan sistem penguat suara baik yang dilakukan di pusat perbaikan (service center) maupun di bengkel-bengkel service sistem penguat suara. 2. Tersedia buku service manual yang berlaku sesuai dengan merek tipe masing-masing sistem penguat suara. 3. Peralatan dan bahan yang dipergunakan: 3.1.Peralatan umum perbaikan mekanikal 3.2.Bahan : grease, pelumas, dan lain-lain untuk bagian mekanik. Acuan Penilaian Penilaian unjuk kerja perbaikan sistem penguat suara, dengan menggunakan peralatan/ instrument di pusat perbaikan dan bengkel perbaikan sistem penguat suara dapat dinilai berdasarkan efisiensi dan efektifitas perbaikan sistem penguat suara, sesuai dengan spesifikasi teknis dan kapasitas penggunaannya serta hasil unjuk kerja peralatan yang dioperasikan atau siap digunakan secara optimal. 1. Unit kompetensi ini dapat diujikan secara langsung kepada peserta di tempat kerja atau tempat lain sesuai dengan kondisi yang sebenarnya. 2. Kompetensi yang harus dikuasai sebelumnya antara lain: 2.1.Bekerja berdasarkan K3 di bidang perawatan dan perbaikan sistem penguat suara. 2.2.Menggunakan peralatan tangan 2.3.Mengoperasikan komputer. 3. Pengetahuan yang terkait : Pengetahuan komponen elektronika, membaca gambar rangkaian elektronika dan rangkaian listrik, pengetahuan teknik sistem penguat suara dan setting/aligment pada sistem penguat suara. Selain itu pengetahuan tentang cara kerja dan pembacaan alat ukur. 4. Aspek kritikal yang harus dipenuhi. Setelah perbaikan/reparasi, sistem penguat suara harus mampu berfungsi normal dan jelas dengan pengatur volume, bass and treble pada posisi maksimum. 5. Ketrampilan pendukung yang dibutuhkan: Penggunaan peralatan toolkit dan soldering , penggunaan alat ukur listrik(multimeter) dan penggunaan instrumen osiloskop. IV- 24

Standar Kompetensi Bidang Keahlian Elektronika MR

Level Kunci Kompetensi
Kompetensi Mengumpulkan Mengkomunika Merencanakan Bekerja sama Menggunakan Memecahkan Menggunakan kunci informasi sikan ide dan dan mengatur dengan orang ide dan teknik persoalan/mas teknologi informasi kegiatan lain dan matematika alah kelompok Level kinerja 3 3 3 3 1 3 3

Standar Kompetensi Bidang Keahlian Elektronika MR

IV- 25

Kode Unit Judul Unit

: ELKA-MR.MAN-TV.006.A : Merawat Mesin Produksi Manual di Industri Televisi (Manual Insertion s/d Final Assembly) Uraian Unit :Kompetensi ini merupakan prasyarat untuk menjamin berjalannya proses produksi pada industri televisi. Disini tercakup ketrampilan dalam merawat semua mesin pada production-line TV diluar bagian autoinsertion dan sikap serta pengetahuan yang diperlukan. Sub Kompetensi 1. Melakukan persiapan perawatan mesin autoinsert Kriteria Unjuk Kerja 1.1. Semua peralatan kerja perawatan supaya disiapkan pada tempat yang sudah ditentukan dan setelah digunakan supaya dikembalikan ke tempat semula. 1.2. Semua peralatan kerja perawatan supaya selalu dalam keadaan bersih dan dalam kondisi siap pakai 1.3. Perlengkapan keselamatan dan kesehatan kerja serta langkah pengamanan dilakukan sesuai dengan prosedur yang diberlakukan. 1.4. Jadwal perawatan mesin dibuat secara berkala baik harian, mingguan, maupun bulanan dalam rangka mencegah terjadinya kerusakan mesin. 1.5. Perawatan peralatan yang ada di Auto Insertion Machine dilakukan sesuai jadwal dan prosedur kerja yang sudah ditetapkan. 2.1. Prinsip kerja mesin Dipping dikuasai berdasarkan buku manual perawatan mesin. 2.2. Bagian-bagian mesin Dipping diperiksa dan dilakukan perawatan sesuai petunjuk perawatan; meliputi: 2.2.1. Bagian dalam Fluxer Tank dibersihkan 2.2.2. Dilakukan pemeriksaan keretakan dan kekerasan pada Flux Controller Tube 2.2.3. Foaming Tube dibersihkan dengan thinner atau mengganti 2.2.4. Air Dry Filter dibersihkan atau diganti 2.2.5. Jaring-jaring di atas Pre-Heater dibersihkan dengan sikat 2.2.6. Permukaan timah cair pada Solder Bath dibersihkan 2.2.7. Jaring-jaring pada Nozzle dibersihkan 2.2.8. Flux dan solder yang lengket pada conveyor Finger dibersihkan 2.2.9. Dilakukan pemeriksaan keregangan rantai conveyor dan memberi pelumas

2. Merawat Dipping Machine

Standar Kompetensi Bidang Keahlian Elektronika MR

IV- 26

3. Merawat Screw Compressor

4. Merawat Conveyor (Cabinet Casing, Aging, Final Line, Packing, Finished Good)

3.1.Prinsip kerja mesin Screw Compressor dikuasai berdasarkan buku manual perawatan mesin. 3.2.Bagian-bagian mesin Screw Compressor diperiksa dan dilakukan perawatan sesuai petunjuk perawatan meliputi: 3.2.1. Dilakukan pemeriksaan kondisi setting pada display dan membersihkan display 3.2.2. Dilakukan pemeriksaan dan membersihkan dust filter sesuai SOP 3.2.3. Dilakukan pemeriksaan dan membersihkan drain Trap 3.2.4. Drain-trap dipastikan bekerja 3.2.5. Dilakukan pemeriksaan oil-level dan menambahkan bila kurang 3.2.6. Dilakukan pemeriksaan volumetric regulating valve 3.2.7. Dilakukan pemeriksaan pressure control valve 3.2.8. Dilakukan pemeriksaan solenoid valve 3.2.9. Dilakukan pemeriksaan dan membersihkan suction filter 3.2.10. Dilakukan pemeriksaan Motor grease 3.2.11. Dilakukan pemeriksaan insulasi arus motor pada main motor 3.2.12. Dilakukan pemeriksaan insulasi arus motor pada Fan motor 3.2.13. Dilakukan pemeriksaan kinerja Safety valve 3.2.14. Dilakukan pemeriksaan kinerja sensor 4.1. Prinsip kerja mesin Conveyor dikuasai berdasarkan buku manual perawatan mesin. 4.2. Bagian-bagian mesin Conveyor diperiksa dan dilakukan perawatan sesuai petunjuk perawatan; meliputi: 4.2.1. Dilakukan pemeriksaan gear-box / speedreducer; misalnya: 4.2.1.1.Adanya bunyi gesekan yang abnormal pada bearing 4.2.1.2.Dilakukan pemeriksaan panas dari speed reducer dengan sentuhan tangan, sesuai manual 4.2.1.3. Dilakukan pemeriksaan oli; level, kebocoran, dan ganti pelumas 4.2.2 Dilakukan pelumasan pada motor roller IV- 27

Standar Kompetensi Bidang Keahlian Elektronika MR

5. Merawat In Circuit Tester

6. Merawat PCB Line Conveyor

bearing 4.2.3 Dilakukan pelumasan pada rantai lift dan conveyor 4.2.4 Dilakukan pemeriksaan kondisi putaran freeroller 4.2.5 Dilakukan pemeriksaan kerja silinder (sesuai manual) , dan kehalusan gerakan. 5.1.Prinsip kerja mesin Conveyor dikuasai berdasarkan buku manual perawatan mesin. 5.2.Bagian-bagian mesin Conveyor diperiksa dan dilakukan perawatan sesuai petunjuk perawatan; meliputi: 5.2.1. Seluruh permukaan ICT system dibersihkan dengan sikat dan vacuum cleaner 5.2.2. Dilakukan pelumasan pada bagian-bagian yang bergerak pada press-board mekanik 5.2.3. Dilakukan pemeriksaan sistem kabel dan PCB; Dilakukan pemeriksaan konektor-konektor dan memastikan PCB bersih dan baik 5.2.4. Dilakukan pelumasan pada bagian multiplexer mekanik 5.2.5. Dilakukan pelumasan dan dilakukan pemeriksaan gerakan rantai 5.2.6. Dilakukan pemeriksaan lebar dan ketinggian conveyor 6.1.Prinsip kerja mesin Conveyor dikuasai berdasarkan buku manual perawatan mesin. 6.2.Bagian-bagian mesin Conveyor diperiksa dan dilakukan perawatan sesuai petunjuk perawatan; meliputi: 6.2.1. Dilakukan pemeriksaan PCB Feeder, misalnya: 6.2.1.1. Dilakukan pemeriksaan regangan rantai transmisi 6.2.1.2. Dilakukan pemeriksaan kekencangan baut, terutama baut pengikat limit-switch 6.2.1.3. Dilakukan pelumasan pada tiap unit bearing 6.2.1.4. Dilakukan pelumas pada rantai transmisi 6.2.1.5. Dilakukan pemeriksaan untuk memastikan bahwa roda-gigi terikat dengan baik 6.2.1.6. Memberi pelumas pada guide shaft 6.2.2. Dilakukan pemeriksaan keregangan dari rantai dan kekencangan baut pada Insertion, Stock, IV- 28

Standar Kompetensi Bidang Keahlian Elektronika MR

7. Merawat Mesin Chasis Alignment Jig Line

8. Merawat mesin pada Final Adjusment Jig

dan Short Conveyor 6.2.3. Pelumas diberikan pada unit bearing 6.2.4. Dilakukan pemeriksaan bagian Circle Feeder; kekencangan rantai, dan baut pengikat. 6.2.5. Dilakukan pemeriksaan kekencangan rantai, dan baut pengikat.bagian turn-over conveyor 6.2.6. Dilakukan pemeriksaan level konveyor agar PCB bisa berjalan halus 6.2.7. Dilakukan pemeriksaan bagian kekencangan rantai, dan baut pengikat retouch conveyor 7.1.Prinsip kerja mesin Alignment Jig dikuasai berdasarkan buku manual perawatan mesin. 7.2.Bagian-bagian mesin Alignment Jig diperiksa dan dilakukan perawatan sesuai petunjuk perawatan; meliputi: 7.2.1. Ujung test-pin dibersihkan dari kotoran solven, timah, dan debu dengan menggunakan sikat kawat 7.2.2. Test-pin yang sudah rusak (tumpul/bengkok) atau pegas yang tidak berfungsi lagi diganti 7.2.3. Fixture jig board dibersihkan dari kotoran timah solvent, dan debu dengan angina 8.1.Prinsip kerja mesin Final Adjustment dikuasai berdasarkan buku manual perawatan mesin. 8.2.Bagian-bagian mesin Final Adjustment diperiksa dan dilakukan perawatan sesuai petunjuk perawatan; meliputi: 8.2.1. Dilakukan pemeriksaan dan membersihkan Intelligent Actuator: 8.2.2. Dilakukan pemeriksaan sumber tegangan 8.2.3. Debu yang ada pada exhaust Fan dibersihkan 8.2.4. Dilakukan pemeriksaan kekencangan screw atau konektor kabel kontrol 8.2.5. Dilakukan pemeriksaan semua kabel konektor (I/O, system I/O, PC interface, power kabel) 8.2.6. Pelumas diberikan pada ball-screw dengan lithium-grease atau spray lubrication 8.2.7. Measure computer dan daerah sekitarnya dibersihkan dari debu menggunakan kain 8.2.8. Alat pendukung/accessories dibersihkan menggunakan kain bersih 8.2.9. Dilakukan pemeriksaan memastikan alat ukur IV- 29

Standar Kompetensi Bidang Keahlian Elektronika MR

9. Membuat laporan

bekerja dengan baik 9.1. Setiap selesai diadakan perawatan mesin, dibuatkan laporan berupa maintenance check list mesin harian, mingguan dan bulanan. 9.2. Pada laporan supaya ditunjukkan komponen/parts/ peralatan yang telah dilakukan perawatan/penggantian 9.3. Setiap kegiatan perawatan dibuatkan riwayat perawatan mesin pada history card.

Persyaratan / Kondisi Unjuk Kerja Dalam melaksanakan unjuk kerja ini harus didukung dengan tersedianya: 1. SOP yang berlaku di perusahaan 2. Servis Manual dari masing-masing jenis mesin 3. Logsheet dan report sheet yang ditetapkan oleh perusahaan 4. Peralatan kerja dan instrumen yang terkait dengan pelaksanaan unit kompetensi ini Acuan Penilaian 1. Kompetensi ini harus diujikan di tempat kerja atau di tempat lain yang setara yang merupakan simulasi dari kondisi kerja yang sesungguhnya 2. Pengetahuan yang diperlukan: 2.1.Prinsip kerja setiap mesin; semakin banyak jenis mesin yang dikuasai, semakin tinggi level seorang teknisi dan semakin banyak kompetensi yang dikuasainya 2.2.Tujuan, produk, dan cara penggunaan mesin sebagai dasar pemeriksaan dan perawatan 2.3.Prosedur dan tindakan perawatan untuk setiap jenis mesin 2.4.Peringatan tentang keselamatan kerja dari servis manual tiap mesin 2.5.Prosedur pengisian log-sheet dan report-sheet

Level Kunci Kompetensi
Kompetensi Mengumpulk Mengkomunika Merencanakan Bekerja sama Menggunakan Memecahkan Menggunakan kunci an informasi sikan ide dan dan mengatur dengan orang ide dan teknik persoalan/mas teknologi informasi kegiatan lain dan matematika alah kelompok Level kinerja 2 2 1 2 1 1 2

Standar Kompetensi Bidang Keahlian Elektronika MR

IV- 30

Kode Unit : ELKA-MR.MAN-LE.007.A Judul Unit : Merawat Mesin-Mesin Fabrikasi pada Produksi Lemari Es Uraian Unit : Kompetensi ini mencakup ketrampilan dan sikap serta pengetahuan yang diperlukan Sub Kompetensi 1. Mempersiapkan pekerjaan perawatan Kriteria Unjuk Kerja 1.1. Semua peralatan kerja perawatan supaya disiapkan pada tempat yang sudah ditentukan dan setelah digunakan supaya dikembalikan di tempat asal. 1.2. Semua peralatan kerja perawatan supaya selalu dalam keadaan bersih dan dalam kondisi siap pakai 1.3. Perlengkapan keselamatan dan kesehatan kerja serta langkah pengamanan dilakukan sesuai dengan prosedur yang diberlakukan. 1.4. Jadwal dan prosedur perawatan disiapkan 1.5. Daily machine report dan maintenance check list disiapkan 2.1. Prinsip kerja mesin Roll-forming dikuasai berdasarkan buku manual perawatan mesin. 2.2. Bagian-bagian mesin Roll-forming diperiksa dan dilakukan perawatan sesuai petunjuk perawatan; meliputi: 2.2.1. Switch diperiksa apakah beroperasi normal. 2.2.2. Adanya noise dan temperatur pada motor induksi hydraulic diukur. 2.2.3. Level oli diperiksa apakah masih berada diatas level. 2.2.4. Pada selenoide valve diperiksa adakah kebocoran oli dan dipastikan kondisinya bersih. 2.2.5. Diperiksa apakah pipa hydraulic tidak bocor. 2.2.6. Diperiksa apakah tekanan oli tetap sesuai tanda. 2.2.7. Diperiksa apakah hydraulic cylinder bekerja normal. 2.2.8. Bagian-bagian pneumatic diamati apakah tidak ada kebocoran angin dan masih bekerja normal. 2.2.9. Diperiksa slang hydraulic tidak ada yang bocor. 2.2.10. Diperiksa V-belt apakah tidak retak atau aus. 2.2.11. Diperiksa kebersihan fan cooler. 2.2.12. Diperiksa bagian-bagian elektrik dan sensor apakah bekerja normal. 2.2.13. Diperiksa apakah roller bekerja normal. 2.2.14. Diukur batas defleksi maksimum rantai conveyor IV- 31

2. Merawat mesin-mesin roll forming

Standar Kompetensi Bidang Keahlian Elektronika MR

2.2.15. Diperiksa kipas motor hydraulic apakah tidak bocor. 2.2.16. Diperiksa kebersihan filter hydraulic. 2.2.17. Diperiksa slang pneumatic apakah tidak ada yang bocor. 2.2.18. Diperiksa total bearing apakah tidak seret. 2.2.19. Diperiksa gear/sprocket apakah tidak aus, kendor dan tidak terhambat geraknya. 2.2.20. Diperiksa apakah stopper tidak goyang. 2.2.21. Diperiksa apakah hydraulic tank tidak bocor. 2.2.22. Diperiksa dudukan adjuster apakah kuat dan tidak geser. 3. Merawat mesin-mesin 3.1.Prinsip kerja mesin bending dikuasai berdasarkan buku bending manual perawatan mesin. 3.2.Bagian-bagian mesin bending diperiksa dan dilakukan perawatan sesuai petunjuk perawatan; meliputi: 3.2.1. Diperiksa apakah switch bekerja normal. 3.2.2. Diukur adanya noise dan temperatur motor induksi hydraulic. 3.2.3. Diperiksa level oli apakah masih berada diatas level. 3.2.4. Diperiksa oli pada selenoide valve tidak bocor dan kondisinya bersih. 3.2.5. Diperiksa apakah pipa hydraulic tidak bocor. 3.2.6. Diperiksa apakah stopper bending sesuai dengan dudukan. 4. Merawat mesin-mesin 4.1.Prinsip kerja mesin press break dikuasai berdasarkan press break. buku manual perawatan mesin. 4.2.Bagian-bagian mesin press break diperiksa dan dilakukan perawatan sesuai petunjuk perawatan; meliputi: 4.2.1. Diperiksa apakah switch bekerja normal. 4.2.2. Diukur adanya noise dan temperatur motor induksi hydraulic. 4.2.3. Diperiksa level oli apakah masih berada diatas level. 4.2.4. Diperiksa apakah pipa hydraulic tidak bocor. 4.2.5. Diperiksa bagian-bagian elektrik apakah bekerja normal. 4.2.6. Diperiksa bagian-bagian pneumatic apakah bekerja normal. 4.2.7. Diperiksa tekanan air regulator apakah tetap sebesar 5 kgf/cm2.
Standar Kompetensi Bidang Keahlian Elektronika MR

IV- 32

5. Merawat mesin-mesin spray paint.

6. Merawat mesin-mesin pre-degreasing, degreasing

4.2.8. Diperiksa support pengarah apakah bergerak lancar. 4.2.9. Diperiksa V-belt apakah tidak aus. 5.1. Prinsip kerja mesin spray paint dikuasai berdasarkan buku manual perawatan mesin. 5.2. Bagian-bagian mesin spray paint diperiksa dan dilakukan perawatan sesuai petunjuk perawatan; meliputi: 5.2.1. Diperiksa slang hydraulic apakah tidak bocor. 5.2.2. Diukur defleksi maksimal wire steel sesuai manual 5.2.3. Diperiksa limit witch apakah bekerja aktif. 5.2.4. Diperiksa slang paint apakah tidak bocor. 5.2.5. Diperiksa total bearing apakah masih seret. 5.2.6. Diukur noise dan suhu motor hydraulic. 5.2.7. Diperiksa packing O-ring apakah tidak rusak, robek. 5.2.8. Diperiksa dudukan motor adjuster apakah kuat dan tidak geser. 5.2.9. Diperiksa bagian-bagian elektrik apakah bekerja normal. 5.2.10. Diperiksa bagian-bagian pneumatic apakah bekerja normal. 5.2.11. Diperiksa valve hydraulic dan pneumatic apakah bekerja normal. 5.2.12. Diperiksa pressure gauge hydraulic apakah masih sesuai tanda. 5.2.13. Diperiksa oli gear box apakah tidak habis. 5.2.14. Diukur noise dan suhu motor paint 5.2.15. Diperiksa stopper apakah tidak goyang. 5.2.16. Diperiksa hydraulic tank apakah tidak bocor. 5.2.17. Diperiksa gear/sprocker apakah tidak aus/kendor 6.1.Prinsip kerja mesin pre-degreasing, degreasing dikuasai mengacu buku manual perawatan mesin. 6.2.Bagian-bagian mesin pre-degreasing, degreasing diperiksa dan dilakukan perawatan sesuai petunjuk perawatan; meliputi: 6.2.1. Diperiksa nozzle apakah tidak mampet. 6.2.2. Diperiksa tank apakah tidak bocor. 6.2.3. Diperiksa strainer/filter apakah tidak rusak/ mampet. 6.2.4. Diukur noise dan suhu motor pump. IV- 33

Standar Kompetensi Bidang Keahlian Elektronika MR

6.2.5. Diperiksa packing O-ring apakah tidak rusak atau robek. 6.2.6. Diperiksa dudukan motor adjuster apakah masih kuat dan tidak geser. 6.2.7. Diperiksa total bearing apakah tidak seret. 6.2.8. Diperiksa valve apakah tidak bocor. 6.2.9. Diperiksa pressure gauge water apakah masih sesuai tanda. 6.2.10. Diperiksa thermometer apakah sesuai tanda. 7. Merawat mesin-mesin 7.1.Prinsip kerja mesin press punch.dikuasai berdasarkan press punch. buku manual perawatan mesin. 7.2.Bagian-bagian mesin press punch.diperiksa dan dilakukan perawatan sesuai petunjuk perawatan; meliputi: 7.2.1. Diperiksa switch apakah beroperasi normal. 7.2.2. Diukur noise dan suhu motor induksi. 7.2.3. Diperiksa tekanan pressure regulator sesuai manual 7.2.4. Diperiksa level oil apakah tetap diatas level. 7.2.5. Diperiksa selenoid valve apakah oli tidak bocor 7.2.6. Diperiksa pipa hydraulic apakah tidak ada yang bocor. 7.2.7. Diperiksa stopper contact limit switch apakah tidak kendor, aus dan kekerja normal. 7.2.8. Diperiksa filter oil apakah kondisinya bersih. 7.2.9. Memeriksa bagian-bagian elektrik apakah tidak ada yang kendor, lepas dan bekerja normal. 7.2.10. Diperiksa spring press apakah tidak retak, pecah 7.2.11. Diperiksa fan cooler apakah bekerja normal. 8. Membuat laporan 8.1.Setiap selesai diadakan perawatan mesin, dibuatkan laporan berupa maintenance check list mesin harian, mingguan dan bulanan. 8.2.Pada laporan supaya ditunjukkan komponen /parts/peralatan yang telah dilakukan perawatan/penggantian 8.3.Setiap kegiatan perawatan dibuatkan riwayat perawatan mesin pada history card. Persyaratan/Kondisi Unjuk Kerja Untuk dapat melaksanakan unit kompetensi ini harus didukung tersedianya : 1. Gambar mekanis dan elektrik setiap mesin 2. Instruction manual dari setiap mesin 3. Maintenance plan yang disusun untuk setiap mesin 4. Report sheet yang ditetapkan oleh perusahaan.
Standar Kompetensi Bidang Keahlian Elektronika MR

IV- 34

5. Peralatan dan instrumen yang terkait dengan pelaksanaan unit kompetensi

Acuan Penilaian 1.Penilaian untuk operator dilakukan pada saat menjalankan perawatan mesin, ganti model, seting mesin, dan setting program mesin. 2.Penilaian untuk programmer pada saat membuat program/software yang dipakai di mesin otomatis sesuai dengan spesifikasi produk, spesifikasi mesin 3.Penilaian untuk teknisi maintenance dilakukan pada saat melakukan perbaikan serta perawatan mesin yang harus mengetahui system kerja mesin meliputi mekanik, elektrik, dan pneumatik. 4.Penilaian pengetahuan umum diantaranya Etos kerja, TQC/TQM . Production management dan Production planning 5.Penilaian sikap kerja meliputi penerapan keselamatan kerja dan pemeliharaan alat kerja tingkat sederhana sampai tingkat komplek . 6.Penilaian terhadap kompetensi personal tambahan meliputi : 6.1. Kompetensi Attittude diantaranya : 6.1.1. Mentaati semua peraturan perusahaan dan menepati janji yang diikrarkan 6.1.2. Bertanggungjawab terhadap tugas dan kewajibannya 6.1.3. Berdisiplin terhadap waktu dan tugasnya 6.1.4. Bersikap mandiri, tidak selalu tergantung pada orang lain 6.1.5. Mengembangkan diri menuju arah positif 6.1.6. Bersikap Jujur dan dapat dipercaya 6.2. Kompetensi Sosial diantaranya : 6.2..1. Dapat menerima gagasan baru / pendapat orang lain 6.2..2. Dapat bekerja sama dengan teman sekerja atau siapapun dalam segi positif 6.2..3. Dapat mengungkapkan pendapat sendiri 6.2..4. Peduli akan lingkungan sekitamya

Level Kunci Kompetensi
Kompetensi Mengumpulk Mengkomunika Merencanakan Bekerja sama Menggunakan Memecahkan Menggunakan kunci an informasi sikan ide dan dan mengatur dengan orang ide dan teknik persoalan/mas teknologi informasi kegiatan lain dan matematika alah kelompok Level kinerja 2 2 1 2 1 1 2

Standar Kompetensi Bidang Keahlian Elektronika MR

IV- 35

Kode Unit : ELKA-MR. MAN-LE.008.A Judul Unit : Memperbaiki Kerusakan pada Mesin-Mesin Produksi Lemari Es Uraian Unit : Kompetensi ini mencakup ketrampilan dan sikap serta pengetahuan yang diperlukan Sub Kompetensi 1. Mempersiapkan pekerjaan perbaikan Kriteria Unjuk Kerja 1.1. Semua peralatan kerja perbaikan supaya disiapkan pada tempat yang sudah ditentukan dan setelah digunakan supaya dikembalikan di tempat semula. 1.2. Semua peralatan kerja perawatan supaya selalu dalam keadaan bersih dan dalam kondisi siap pakai 1.3. Perlengkapan keselamatan dan kesehatan kerja serta langkah pengamanan dilakukan sesuai dengan prosedur yang diberlakukan. 1.4. Jadwal dan prosedur perawatan disiapkan 1.5. Daily machine report dan maintenance check list disiapkan 2.1. Informasi kerusakan yang didapat dari operator mesin harus segera ditemukan dan dianalisa. 2.2. Dilakukan penyimpulan kerusakan apakah terjadi pada bagian electric, elektronik, mekanik atau pneumatic. 2.3. Diambil keputusan tingkat kesulitan kerusakan yang ditemukan, sehingga dapat dengan cepat dilakukan aksi apakah perbaikan dilakukan oleh teknisi sendiri atau teknisi pabrik pembuat mesin. 2.4. Dilakukan perbaikan dengan mengacu pada manual book untuk kerusakan pada bagian mekanik dan pneumatik 2.5. Dilakukan pengecekan pada keluaran instrumen kontrol (PLC) bila kerusakan pada bagian elektronik atau kontrol. 2.6. Bila ditemukan kerusakan terjadi pada instrumen kontrol, maka dilakukan pengecekan terhadap data masukannya dengan tujuan untuk mengecek apakah terdapat kesalahan pada program kontrolnya 2.7. Dilakukan modifikasi program bila ditemukan dengan pasti asal kerusakan terdapat pada program kontrol 2.8. Dilakukan pengecekan dan pergantian pada kabelkabel elektrik bila tidak ditemukan kerusakan pada program kontrolnya. 2.9. Dilakukan pergantian bagian-bagian yang rusak mengacu pada prosedur part replacement IV- 36

2.

Memperbaiki mesin-mesin fabrikasi

Standar Kompetensi Bidang Keahlian Elektronika MR

2.10. Dilakukan adjustment dan/atau pengesetan 2.11. Dilakukan trial dengan disaksikan QC atau PPC 3. Memperbaiki mesin-mesin 3.1. Informasi kerusakan yang didapat dari operator spot welding mesin harus cepat ditemukan dan dianalisa. 3.2. Dilakukan penyimpulan kerusakan apakah terjadi pada bagian electric, elektronik, mekanik atau pneumatic. 3.3. Diambil keputusan tingkat kesulitan kerusakan yang ditemukan, sehingga dapat dengan cepat dilakukan aksi apakah perbaikan dilakukan oleh teknisi sendiri atau teknisi pabrik pembuat mesin. 3.4. Dilakukan perbaikan dengan mengacu pada manual book untuk kerusakan pada bagian mekanik dan pneumatik 3.5. Dilakukan pengecekan pada keluaran instrumen kontrol (PLC) bila kerusakan pada bagian elektronik atau kontrol. 3.6. Bila ditemukan kerusakan terjadi pada instrumen kontrol, maka dilakukan pengecekan terhadap data masukannya dengan tujuan untuk mengecek apakah terdapat kesalahan pada program kontrolnya. 3.7. Dilakukan modifikasi program bila ditemukan dengan pasti asal kerusakan terdapat pada program kontrol. 3.8. Dilakukan pengecekan dan pergantian pada kabelkabel elektrik bila tidak ditemukan kerusakan pada program kontrolnya. 3.9. Dilakukan pergantian bagian-bagian yang rusak mengacu pada prosedur part replacement. 3.10.Dilakukan adjustment dan/atau pengesetan. 3.11.Dilakukan trial dengan disaksikan QC atau PPC 4. Memperbaiki mesin-mesin 4.1. Informasi kerusakan yang didapat dari operator vacuum forming mesin harus cepat ditemukan dan dianalisa. 4.2. Dilakukan penyimpulan kerusakan apakah terjadi pada bagian electric, elektronik, mekanik atau pneumatic. 4.3. Diambil keputusan tingkat kesulitan kerusakan yang ditemukan, sehingga dapat dengan cepat dilakukan aksi apakah perbaikan dilakukan oleh teknisi sendiri atau teknisi pabrik pembuat mesin. 4.4. Dilakukan perbaikan dengan mengacu pada manual book untuk kerusakan pada bagian mekanik dan pneumatik
Standar Kompetensi Bidang Keahlian Elektronika MR

IV- 37

5. Memperbaiki mesin-mesin interliner assembly,

6. Memperbaiki mesin-mesin sealing

4.5. Dilakukan pengecekan pada keluaran instrumen kontrol (PLC) bila kerusakan pada bagian elektronik atau kontrol. 4.6. Bila ditemukan kerusakan terjadi pada instrumen kontrol, maka dilakukan pengecekan terhadap data masukannya dengan tujuan untuk mengecek apakah terdapat kesalahan pada program kontrolnya. 4.7. Dilakukan modifikasi program bila ditemukan dengan pasti asal kerusakan terdapat pada program kontrol. 4.8. Dilakukan pengecekan dan pergantian pada kabelkabel elektrik bila tidak ditemukan kerusakan pada program kontrolnya. 4.9. Dilakukan pergantian bagian-bagian yang rusak mengacu pada prosedur part replacement. 4.10. Dilakukan adjustment dan/atau pengesetan. 4.11. Dilakukan trial dengan disaksikan QC atau PPC 5.1. Informasi kerusakan yang didapat dari operator mesin harus cepat ditemukan dan dianalisa. 5.2. Dilakukan penyimpulan kerusakan apakah terjadi pada bagian electric, mekanik atau pneumatic. 5.3. Diambil keputusan tingkat kesulitan kerusakan yang ditemukan, sehingga dapat dengan cepat dilakukan aksi apakah perbaikan dilakukan oleh teknisi sendiri atau teknisi pabrik pembuat mesin. 5.4. Dilakukan perbaikan dengan mengacu pada manual book 5.5. Dilakukan pergantian bagian-bagian yang rusak mengacu pada prosedur part replacement. 5.6. Dilakukan adjustment dan/atau pengesetan 5.7. Dilakukan trial dengan disaksikan QC atau PPC 6.1. Informasi kerusakan yang didapat dari operator mesin harus cepat ditemukan dan dianalisa. 6.2. Dilakukan penyimpulan kerusakan apakah terjadi pada bagian electric, mekanik atau pneumatic. 6.3. Diambil keputusan tingkat kesulitan kerusakan yang ditemukan, sehingga dapat dengan cepat dilakukan aksi apakah perbaikan dilakukan oleh teknisi sendiri atau teknisi pabrik pembuat mesin. 6.4. Dilakukan perbaikan dengan mengacu pada manual book. 6.5. Dilakukan pergantian bagian-bagian yang rusak mengacu pada prosedur part replacement IV- 38

Standar Kompetensi Bidang Keahlian Elektronika MR

7. Memperbaiki mesin-mesin urithane door.

8.

Memperbaiki mesin-mesin urithane cabinet

6.6. Dilakukan adjustment dan/atau pengesetan 6.7. Dilakukan trial dengan disaksikan QC atau PPC 7.1. Informasi kerusakan yang didapat dari operator mesin harus cepat ditemukan dan dianalisa. 7.2. Dilakukan penyimpulan kerusakan apakah terjadi pada bagian electric, elektronik, mekanik atau pneumatic. 7.3. Diambil keputusan tingkat kesulitan kerusakan yang ditemukan, sehingga dapat dengan cepat dilakukan aksi apakah perbaikan dilakukan oleh teknisi sendiri atau teknisi pabrik pembuat mesin. 7.4. Dilakukan perbaikan dengan mengacu pada manual book untuk kerusakan pada bagian mekanik dan pneumatik 7.5. Dilakukan pengecekan pada keluaran instrumen kontrol (PLC) bila kerusakan pada bagian elektronik atau kontrol. 7.6. Bila ditemukan kerusakan terjadi pada instrumen kontrol, maka dilakukan pengecekan terhadap data masukannya dengan tujuan untuk mengecek apakah terdapat kesalahan pada program kontrolnya. 7.7. Dilakukan modifikasi program bila ditemukan dengan pasti asal kerusakan terdapat pada program kontrol. 7.8. Dilakukan pengecekan dan pergantian pada kabelkabel elektrik bila tidak ditemukan kerusakan pada program kontrolnya. 7.9. Dilakukan pergantian bagian-bagian yang rusak mengacu pada prosedur part replacement. 7.10. Dilakukan adjustment dan/atau pengesetan. 7.11. Dilakukan trial dengan disaksikan QC atau PPC 8.1. Informasi kerusakan yang didapat dari operator mesin harus cepat ditemukan dan dianalisa. 8.2. Dilakukan penyimpulan kerusakan apakah terjadi pada bagian electric, elektronik, mekanik atau pneumatic. 8.3. Diambil keputusan tingkat kesulitan kerusakan yang ditemukan, sehingga dapat dengan cepat dilakukan aksi apakah perbaikan dilakukan oleh teknisi sendiri atau teknisi pabrik pembuat mesin. 8.4. Dilakukan perbaikan dengan mengacu pada manual book untuk kerusakan pada bagian mekanik dan pneumatik IV- 39

Standar Kompetensi Bidang Keahlian Elektronika MR

8.5. Dilakukan pengecekan pada keluaran instrumen kontrol (PLC) bila kerusakan pada bagian elektronik atau kontrol. 8.6. Bila ditemukan kerusakan terjadi pada instrumen kontrol, maka dilakukan pengecekan terhadap data masukannya dengan tujuan untuk mengecek apakah terdapat kesalahan pada program kontrolnya. 8.7. Dilakukan modifikasi program bila ditemukan dengan pasti asal kerusakan terdapat pada program kontrol. 8.8. Dilakukan pengecekan dan pergantian pada kabelkabel elektrik bila tidak ditemukan kerusakan pada program kontrolnya. 8.9. Dilakukan pergantian bagian-bagian yang rusak mengacu pada prosedur part replacement. 8.10. Dilakukan adjustment dan/atau pengesetan. 8.11. Dilakukan trial dengan disaksikan QC atau PPC. Persyaratan/Kondisi Unjuk Kerja Untuk dapat melaksanakan unit kompetensi ini harus didukung tersedianya : 1. Gambar mekanis dan elektrik setiap mesin 2. Instruction manual dari setiap mesin 3. Maintenance & Repair plan yang disusun untuk setiap mesin 4. Report sheet yang ditetapkan oleh perusahaan. 5. Peralatan dan instrumen yang terkait dengan pelaksanaan unit kompetensi Acuan Penilaian 1. Penilaian untuk operator dilakukan pada saat menjalankan perawatan mesin, ganti model, seting mesin, dan setting program mesin. 2. Penilaian untuk programmer pada saat membuat program/software yang dipakai di mesin otomatis sesuai dengan spesifikasi produk, spesifikasi mesin 3. Penilaian untuk teknisi maintenance dilakukan pada saat melakukan perbaikan serta perawatan mesin yang harus mengetahui system kerja mesin meliputi mekanik, elektrik, dan pneumatik. 4. Penilaian pengetahuan umum diantaranya Etos kerja, TQC/TQM . Production management dan Production planning 5. Penilaian sikap kerja meliputi penerapan keselamatan kerja dan pemeliharaan alat kerja tingkat sederhana sampai tingkat komplek . 6. Penilaian terhadap kompetensi personal tambahan meliputi : 6.1. Kompetensi Attittude diantaranya : 6.1.1. Mentaati semua peraturan perusahaan dan menepati janji yang diikrarkan 6.1.2. Bertanggungjawab terhadap tugas dan kewajibannya
Standar Kompetensi Bidang Keahlian Elektronika MR

IV- 40

6.1.3. Berdisiplin terhadap waktu dan tugasnya 6.1.4. Bersikap mandiri, tidak selalu tergantung pada orang lain 6.1.5. Mengembangkan diri menuju arah positif 6.1.6. Bersikap Jujur dan dapat dipercaya 6.2. Kompetensi Sosial diantaranya : 6.2.1. Dapat menerima gagasan baru / pendapat orang lain 6.2.2. Dapat bekerja sama dengan teman sekerja atau siapapun dalam segi positif 6.2.3. Dapat mengungkapkan pendapat sendiri 6.2.4. Peduli akan lingkungan sekitamya

Level Kunci Kompetensi
Kompetensi Mengumpulk Mengkomunika Merencanakan Bekerja sama Menggunakan Memecahkan Menggunakan kunci an informasi sikan ide dan dan mengatur dengan orang ide dan teknik persoalan/mas teknologi informasi kegiatan lain dan matematika alah kelompok Level kinerja 3 3 3 3 1 3 3

Standar Kompetensi Bidang Keahlian Elektronika MR

IV- 41

Kode Unit : ELKA-MR. MAN-TI.009.A Judul Unit : Teknisi Ahli Elektronika Industri Uraian Unit : Kompetensi ini mencakup ketrampilan dan sikap serta pengetahuan yang diperlukan untuk menjadi seorang teknisi ahli yang mampu masuk dibagian yang mana saja di dalam industri elektronika. Sub Kompetensi 1. Menguasai Amplifier Kriteria Unjuk Kerja 1.1. Digambarkan kegunaan dari berbagai jenis amplifier dan konfigurasinya, serta fitur-fiturnya. Ini meliputi penguat pushpull, darlington, komplementer, transformerless, dan video amplifier. 1.2. Disebutkan bagaimana cara mengubah-ubah penguatan dalam sebuah amplifier 1.3. Dijelaskan tentang ‘overdrive’ dan sebab-sebabnya 1.4. Diterangkan konsep bandwidth dan dijelaskan mengapa bandwidth tertentu diperlukan untuk: tuner radio, bagian IF, video amp, dan kabel 1.5. Dijelaskan alasan-alasan dalam memilih amplifier 1.6. Diperagakan kemampuan mengukur gain amplifier 1.7. Dijelaskan cara memberi bias sebuah amplifier 2.1. Berbagai macam komponen listrik dan elektronika industri di-identifikasi simbol-simbol skemanya 2.2. Digambarkan macam-macam filter dan fungsinya 2.3. Dijelaskan manfaat kristal dan ditunjukkan variasi rangkaian memanfaatkan kristal 2.4. Diidentifikasi komponen-komponen yang biasa dipakai dalam power supply di industri 2.5. Dibandingkan kepraktisan antara sistem penggantian modular dalam proses reparasi dengan penggantian part satu-per-satu (mana yang lebih baik untuk kasus tertentu) 2.6. Diperbandingkan beberapa piranti display yang berbeda, misalnya CRT, LED, dan LCD. 2.7. Dijelaskan perbandingan antara filter pasif dan aktif 2.8. Di-identifikasi dan dijelaskan kegunaan dari tachometer, tranduces dielektrik tegangan rendah, RTD, SCR, Triac, dan solenoid 2.9. Di-identifikasi dan dijelaskan fungsi dari thermostat, limit switch, kipas angin, kontrol tekanan dan level 2.10. Digambarkan rangkaian op-amp untuk amplifier, LPF, HPF, dan BPF 2.11. Dibandingkan bermacam jenis battery dan dijelaskan pemakaiannya. IV- 42

2.

Mengenali komponen dengan baik

Standar Kompetensi Bidang Keahlian Elektronika MR

3. Menguasai cara membaca diagram blok dan skema rangkaian

2.12. Dibandingkan fenomena cahaya, gelombang electro-magnetic, gravitasi, listrik&magnet statik, dan dijelaskan aplikasinya di industri elektronika. 3.1. Diperagakan pemahaman tentang pentingnya diagram dan skema rangkaian dalam pekerjaan troubleshooting rangkaian elektronika 3.2. Digambarkan dan dijelaskan level tegangan atau sinyal pada titik tertentu dalam diagram atau skema dan dijelaskan teknik troubleshooting berdasarkan hal itu. 3.3. Diperagakan pemilahan diagram blok pada sebuah rangkaian elektronika 3.4. Diperagakan dan dijelaskan cara menentukan alat ukur yang paling tepat digunakan untuk berbagai test-point dalam rangkaian.

4. Meng-integrasi sistem / inter- 4.1. Diperagakan kemampuan dalam instalasi dan facing troubleshooting peralatan-peralatan elektronika industri yang saling tersambung satu-sama-lain 4.2. Disebutkan jenis-jenis sinyal, frekuensi, dan level yang diperlukan untuk inter-koneksi peralatan elektronika industri 4.3. Dijelaskan bagaimana data di-transfer melalui jaringan sederhana termasuk RS-232C 4.4. Digambarkan diagram blok sistem intercom dan dijelaskan aplikasinya di industri 4.5. Dijelaskan sistem catu-daya pada motor listrik 4.6. Diterangkan interferensi oleh noise dan sebab-sebab yang mungkin dan bagaimana cara mengurangi pengaruh noise tersebut 4.7. Dijelaskan instalasi kabel bangunan yang ada 5. Menguasai tentang Kabel 5.1. Diperagakan aturan-aturan dalam membuang Optik sampah kabel optik demi keamanan mata dan badan 5.2. Digambarkan dua jenis kabel optik dan dijelaskan perbedaan keduanya lengkap dengan parameterparameter yang memberikan alasan kenapa memilih satu dari yang lain 5.3. Dijelaskan proses konversi dari sinyal listrik menjadi sinyal optik/cahaya dan sebaliknya 5.4. Disebutkan definis SONET 5.5. Diterangkan tentang DWDM (dense wave division multiplexing) 6. Menguasai alat ukur dan 6.1. Dijelaskan cara menggunakan OTDR dan TDR IV- 43

Standar Kompetensi Bidang Keahlian Elektronika MR

6.2. Diperagakan cara mengukur SWR dan diterangkan pentingnya SWR dalam industri telekomunikasi 6.3. Diperagakan kemampuan menggunakan AVO meter, oscilloscope, signal generator, power meter, megger, frequency counter, dan alat ukur elektronika industri secara efisien 6.4. Diperagakan ketrampilan menggunakan perkakas tangan yang umum 6.5. Disebutkan jenis-jenis solder yang dipakai dalam pekerjaan servis. Diterangkan bahwa bahan yang mengandung timbal saat ini dalam proses diganti dengan bahan yang non-timbal 6.6. Dinyatakan prosedur standar dan aturan-aturan untuk static-control, keamanan mata, dan bekerja di tempat tinggi. 7. Menguasai matematika 7.1. Diperagakan kemampuan bekerja menggunakan terapan formula matematika sederhana 7.2. Diperagakan kemampuan menggunakan kalkulator scientific 7.3. Diperagakan penggunaan folmula Ohm untuk arus, tegangan, dan resistansi; reaktansi, kapasitansi, induktansi; perhitungan rangkaian seridan paralel; rangkaian resonansi, frekuensi dan lamda, dan perhitungan rangkaian RC dan RL 7.4. Diperagakan kemampuan menggunakan ukuran decibels (dB) 7.5. Diperagakan kemampuan memanfaatkan kalkulasi eksponensial 7.6. Dijelaskan perbedaan antara sistem bilangan desimal, biner, oktal, dan hexadesimal 7.7. Diterangkan tentang tabel kebenaran dan Boolean 7.8. Diperagakan menyusun rencana anggaran biaya untuk sebuah pekerjaan instalasi atau reparasi 8. Menguasai dasar komputer 8.1. Diperagakan pemahaman atas dasar kerja komputer dan konsep digital 8.2. Simbol-simbol komponen komputer di-identifikasi 8.3. Diterangkan pemanfaatan gerbang-logika dan tabel kebenaran 8.4. Diperagakan pengenalan terhadap IC umum dan kegunaannya 8.5. Di-identifikasi beberapa chip dan di-jelaskan kegunaannya 8.6. Dijelaskan tentang ADC & DAC, piranti interface, modem, dan extension board yang lain
Standar Kompetensi Bidang Keahlian Elektronika MR

perkakas kerja

IV- 44

9. Menguasai software aplikasi umum

10. Memahami K3

8.7. Diperagakan petunjuk-petunjuk keselamatan terkait dengan rangkaian digital 8.8. Digambarkan tentang konsep programing komputer 8.9. Diterangkan berbagai cara menyimpan data atau program komputer 8.10. Diperagakan kemampuan menggunakan software tools untuk troubleshooting software 8.11. Diperagakan kemampuan menggunakan graphic translator, digital camera, dan scanner 8.12. Diterangkan bagaimana keyboard-matrix digunakan 8.13. Dibandingkan antara kontrol menggunakan saklar manual dan relay dengan yang menggunakan CNC 8.14. Digambarkan block-diagram rangkaian PLC 9.1. Digambarkan dasar spread-sheet, word processor, grafik, program jaringan, deteksi virus, dan program utilitas. 9.2. Diperagakan program diagnostik yang dipakai dalam industri elektronika yang ‘computerized system’ 10.1. Diperagakan aturan-aturan menangani komponen atau produk elektronika yang peka terhadap statik 10.2. Sebutkan konsep-konsep yang terkandung dalam NEC (national electrical code) yang berlaku untuk para teknisi yang bekerja di dalam lokasi industri 10.3. Diterangkan bagian-bagian perkabelan pada peralatan elektronika yang mungkin tidak aman selama masa maintenance atau reparasi 10.4. Diterangkan kemungkinan-kemungkinan terkena kejutan listrik saat menyentuh peralatan elektronika sekalipun dalam keadaan power mati 10.5. Kesalahan grounding dipahami dan diterangkan bagaimana cara memeriksa grounding pada sistem perkabelan gedung apakah sudah aman 10.6. Diterangkan kenapa dipakai travo terisolasi pada saat melakukan troubleshooting produk elektronik 10.7. Diterangkan cara grounding peralatan elektronik yang outdoor dan diperlihatkan baagaimana menggunakan batangan ground 10.8. Diterangkan aturan-aturan pemadaman kebakaran yang berasal dari listrik atau bahan kimia 10.9. Diterangkan bahayanya teknisi yang memakai rantai logam atau aksesoris logam yang lain 10.10. Diterangkan cara-cara menyelamatkan rekan kerja yang mengalami ke-setrum IV- 45

Standar Kompetensi Bidang Keahlian Elektronika MR

11. Menguasai teori Komunikasi Satelit, Wireless, dan Data

12. Menguasai teknik Cabling untuk Komunikasi

13. Menguasai teknik dasar troubleshooting

10.11. Diperagakan cara-cara melakukan pertolongan pertama 10.12. Disebutkan sepuluh cara berpakaian yang tidak aman bagi para pekerja industri 10.13. Diterangkan mengapa solder yang mengandung timbal saat ini diganti dengan bahan lain yang tidak ber-timbal 11.1. Pemahaman tentang ketiga sistem komunikasi tersebut diperlihatkan 11.2. Diterangkan tentang istilah baseband dibandingkan dengan yang dipakai di komunikasi satelit 11.3. Digambarkan diagram sistem penerimaan satelit dan interkoneksinya dengan peralatan industri 11.4. Dijelaskan garis besar aturan keselamatan OSHA bagi para pekerja yang memasang atap, tower, dan peralatan elektronika di tempat tinggi 12.1. Diterangkan hubungan antara panjang gelombang dan frekuensi 12.2. Disebutkan impedansi dari kabel RG-8, RG-11, RG-58, dan beberapa yang lain 12.3. Digambarkan sistem komunikasi serat-optik dan prinsip komunikasi telepon 12.4. Digambarkan tentang karakteristik kabel panjang dan dihitung kemungkinan losses yang timbul pada frekuensi yang berbeda-beda 12.5. Diperagakan cara memasang konektor, memasang jack, dan persiapan ujung kabel yang lain, serta tata cara memeriksa kelainan sambungan 13.1. Dibuktikan ketrampilan menggunakan alat ukur umum, meliputi RF AVO meter, oscilloscope, signal generator, power supplies, frequency meter, logic pulser, logic probe, decade resistor, megger, dummy load, cable checker, dan meter kapasitansi 13.2. Diperagakan kemampuan menggunakan software troubleshooting program 13.3. Dijelaskan tentang tata-cara testing yang benar / tidak merusak 13.4. Diperagakan tata-cara penggantian komponen yang rusak 13.5. Diperagakan tata-cara menyiapkan catatan servis (ganti part atau riwayat alat) dan catatan keuangan yang benar 13.6. Diperagakan kemampuan mencari info komponen IV- 46

Standar Kompetensi Bidang Keahlian Elektronika MR

14. Menguasai tentang Motor Listrik

15. Menguasai tentang budaya kerja

dari berbagai katalog atau literatur lain 13.7. Bisa ditunjukkan kemampuan melokalisir masalah memanfaatkan skema rangkaian dan test point 14.1. Diterangkan tentang konsep magnetism 14.2. Diuraikan definis ampere, coulomb, bahan ferromagnetic, magnet permanen, elektromagnet, garis gaya, effect Hall, hysterisis, saturasi magnetik, gauss, arus eddy, dan daya-kuda 14.3. Diterangkan tentang maksud dan tujuan dari laminasi pada inti travo 14.4. Diterangkan perbedaan antara motor dan generator 14.5. Diterangkan kegunaan dari commutator 14.6. Dijelaskan bagaimana sikat motor/generator bekerja 14.7. Dijelaskan tentang perbedaan antara motor AC dan DC, motor seri dan paralel 14.8. Diterangkan tentang cara-cara pengaturan kecepatan motor untuk motor AC dan DC 14.9. Digambarkan diagram dari motor gabungan 14.10. Dijelaskan perbedaan antara motor induksi satu fase, fase terpisah, dan polyphase. 14.11. Digambarkan rangkaian untuk pengaturan kecepatan motor ter-regulasi dan memakai feedback 14.12. Digambarkan rangkaian untuk pengaturan kecepatan motor universal menggunakan triac 14.13. Dijelaskan tentang jenis-jenis kontrol motor dan kemungkinan penggunaannya: strating, stopping, reversal, positioning, torsi, dan daya kuda. 14.14. Dijelaskan tentang kontrol motor dengan PWM 14.15. Dijelaskan tentang kontrol motor dengan PLL 14.16. Digambarkan sistem dynamic-braking untuk motor AC dan DC 14.17. Disebutkan kapan diperlukan elektronika optik untuk pengaturan kecepatan motor. 15.1. Diterangkan tentang konsep dalam program CSS (customer service specialist) 15.2. Diperagakan kemampuan bekerja sama dengan sesama pekerja termasuk dengan tenaga non teknis 15.3. Diterangkan bagaimana metode melayani pelanggan yang sulit 15.4. Diperagakan cara menelepon yang baik 15.5. Diperagakan tata cara berbusana yang bersih dan rapi IV- 47

Standar Kompetensi Bidang Keahlian Elektronika MR

15.6. Disebutkan contoh-contoh kerja-sama tim yang baik dan sebutkan keuntungannya 15.7. Digambarkan bagaimana emosi bisa menyebabkan masalah dalam hubungan dengan manajemen, sesama pekerja, dengan orang lain yang mungkin suatu hari menjadi atasan 15.8. Disebutkan contoh-contoh tindakan pelayanan yang tidak benar dalam suasana rumah dan suasana kantor. 15.9. Disebutkan contoh-contoh cara menghargai atasan, menghargai produk perusahaan, fasilitas dan asset, sesama pekerja, dan menghargai perasaan pelanggan, kerabat, dan keluarga 15.10. Dijelaskan bagaimana menyiapkan urutan pekerjaan yang akan dilaksanakan oleh orang lain Persyaratan/Kondisi Unjuk Kerja Untuk dapat melaksanakan unit kompetensi ini harus didukung tersedianya : 1. 2. 3. 4. 5. Gambar mekanis dan elektrik sebagai peraga Instruction manual, data / katalog, akses internet Kondisi tempat kerja yang sesuai untuk setiap sub-kompetensi Report sheet yang ditetapkan oleh perusahaan. Peralatan dan instrumen yang terkait dengan pelaksanaan unit kompetensi

Acuan Penilaian 1. Penilaian untuk masing-masing sub-kompetensi bisa dilakukan di kelas, di laboratorium, atau di tempat kerja yang memungkinkan dilakukan penilaian 2. Penilaian untuk programmer pada saat membuat program/software yang dipakai di mesin otomatis sesuai dengan spesifikasi produk, spesifikasi mesin 3. Penilaian untuk teknisi maintenance dilakukan pada saat melakukan perbaikan serta perawatan mesin yang harus mengetahui system kerja mesin meliputi mekanik, elektrik, dan pneumatik. 4. Penilaian sikap kerja meliputi penerapan keselamatan kerja dan pemeliharaan alat kerja tingkat sederhana sampai tingkat komplek . 5. Penilaian terhadap kompetensi personal tambahan meliputi : 6.1. Kompetensi Attittude diantaranya : 6.1.7. Mentaati semua peraturan perusahaan dan menepati janji yang diikrarkan 6.1.8. Bertanggungjawab terhadap tugas dan kewajibannya 6.1.9. Berdisiplin terhadap waktu dan tugasnya 6.1.10. Bersikap mandiri, tidak selalu tergantung pada orang lain 6.1.11. Mengembangkan diri menuju arah positif 6.1.12. Bersikap Jujur dan dapat dipercaya
Standar Kompetensi Bidang Keahlian Elektronika MR

IV- 48

6.2. Kompetensi Sosial diantaranya : 6.2.5. Dapat menerima gagasan baru / pendapat orang lain 6.2.6. Dapat bekerja sama dengan teman sekerja atau siapapun dalam segi positif 6.2.7. Dapat mengungkapkan pendapat sendiri 6.2.8. Peduli akan lingkungan sekitamya

Level Kunci Kompetensi
Kompetensi Mengumpulk Mengkomunika Merencanakan Bekerja sama Menggunakan Memecahkan Menggunakan kunci an informasi sikan ide dan dan mengatur dengan orang ide dan teknik persoalan/mas teknologi informasi kegiatan lain dan matematika alah kelompok Level kinerja 3 3 3 3 3 3 3

Standar Kompetensi Bidang Keahlian Elektronika MR

IV- 49

Kode Unit Judul Unit Uraian Unit

: ELKA-MR.PS.001.A : Memperbaiki /Reparasi Power Supply Kecil (Adaptor dinding) : Unit kompetensi ini adalah keahlian untuk tindakan perbaikan adaptor dinding yang dilakukan di pusat perbaikan(service center), bengkel perbaikan/reparasi elektronika.

Sub Kompetensi 1. Menguasai ilmu dasar adaptor

Kriteria Unjuk Kerja 1.1.Dijelaskan prinsip kerja sebuah adaptor ac; halfwave, fullwave, ripple, dst. 1.2.Dijelaskan tentang rating (batasan kerja maksimum) dari sebuah adaptor 1.3.Dijelaskan kenapa adaptor umumnya menggunakan transformer yang berat 1.4.Dijelaskan bagaimana teknologi untuk membuat adaptor yang kompak 2. Menguasai Troubleshooting 2.1.Diperagakan cara memeriksa dan menguji sebuah dan reparasi adaptor adaptor 2.2.Dijelaskan bagaimana cara menggunakan tester saku atau polarity checker 2.3.Diperagakan cara membuka dan melihat isi sebuah adapter 2.4.Diperagakan tata-cara penggantian komponen rusak 2.5.Dijelaskan bagaimana menentukan polaritas dari adaptor ac 3. Memodifikasi adaptor 3.1.Dijelaskan bagaimana membuat adaptor dengan output tegangan yang bermacam-macam 3.2.Dijelaskan bagaimana mempertinggi atau memperendah tegangan output sebuah adaptor 3.3.Dijelaskan bagaimana menggantikan battery dengan sebuah adaptor 3.4.Dijelaskan bagaimana mengubah tegangan ac menjadi tegangan dc 3.5.Dijelaskan cara menambahkan regulator pada sebuah adaptor atau battery

Persyaratan/Kondisi Unjuk Kerja Unjuk kerja di atas bisa dipertunjukkan dengan bantuan tersedianya: 1. Shcematic diagram untuk perbaikan sistem adaptor sederhana 2. Buku service manual atau literatur yang sesuai dengan merek tipe masing-masing sistem power supply 3. Peralatan dan bahan yang dipergunakan: 3.1.Peralatan umum perbaikan elektronika sistem adaptor meliputi : Toolkit, Multitester (AVO meter)
Standar Kompetensi Bidang Keahlian Elektronika MR

IV- 50

3.2.Bahan : kabel, timah solder, komponen elektronik dan bagian mekanik Acuan Penilaian Penilaian unjuk kerja perbaikan adaptor dinding, dengan menggunakan peralatan/ instrument di pusat perbaikan atau bengkel, dapat dinilai berdasarkan efisiensi dan efektifitas perbaikan yang dilakukan, sesuai dengan spesifikasi teknis dan kapasitas penggunaannya serta hasil unjuk kerja peralatan yang dioperasikan atau siap digunakan secara optimal. 1. Unit kompetensi ini dapat diujikan secara langsung kepada peserta di tempat kerja atau tempat lain yang bisa tersedia peralatan pendukungnya. 2. Kompetensi yang harus dikuasai sebelumnya antara lain: 2.1. Bekerja berdasarkan K3 di bidang perawatan dan perbaikan sistem penguat suara. 2.2. Menggunakan peralatan tangan (toolkit) 2.3. Menggunakan alat ukur sederhana (AVO meter). 3. Pengetahuan yang terkait : Pengetahuan komponen elektronika, membaca gambar rangkaian elektronika dan rangkaian listrik, dan cara kerja dan pembacaan alat ukur. 4. Aspek kritikal yang harus dipenuhi. Setelah perbaikan/reparasi, hasil kerja harus mampu berfungsi normal 5. Ketrampilan pendukung yang dibutuhkan: Penggunaan peralatan toolkit dan soldering , penggunaan alat ukur listrik(multimeter) dan pemahaman tentang bahaya listrik.

Level Kunci Kompetensi
Kompetensi Mengumpulk Mengkomunika Merencanakan Bekerja sama Menggunakan Memecahkan Menggunakan kunci an informasi sikan ide dan dan mengatur dengan orang ide dan teknik persoalan/mas teknologi informasi kegiatan lain dan matematika alah kelompok 1 1 1 1 1 1 1 Level kinerja

Standar Kompetensi Bidang Keahlian Elektronika MR

IV- 51

Kode Unit Judul Unit Uraian Unit

: ELKA-MR.PS.002.A : Mereparasi Power Supply pada Produk Elektronika : Unit kompetensi ini adalah keahlian untuk tindakan perbaikan power supply yang terdapat pada ‘consumer electronic (CE)’; dilakukan di pusat perbaikan (service center), dan bengkel perbaikan/reparasi elektronika. Kriteria Unjuk Kerja 1.1.Disebutkan macam-macam power supply yang terdapat di dalam bermacam-macam produk elektronika 1.2.Dijelaskan tentang cara troubleshooting power supply yang mati total (jenis non-switching) 1.3.Dijelaskan tentang cara troubleshooting power supply dengan output rendah atau dayanya loyo (jenis nonswitching) 1.4.Dijelaskan cara troubleshooting UPS dan power inverter 2.1. Dijelaskan tentang sekring, protektor menggunakan IC, dan Circuit Breaker 2.2. Diperagakan cara mengganti sekring 2.3. Diperagakan cara troubleshooting dan penggantian circuit-breaker 3.1.Dijelaskan bermacam-macam trasformer yang umum 3.2.Dijelaskan cara menguji sebuah transformer 3.3.Di-identifikasi dan diperiksa sambungan dari sebuah travo yang tidak diketahui 3.4.Dijelaskan bagaimana menentukan rating dari travo yang tidak diketahui 3.5. Digambarkan bagaimana men-diagnosis kerusakan pada transformer 3.6. Diperagakan cara menggulung ulang sebuah travo

Sub Kompetensi 1. Mengenali macam-macam power-supply dalam CE

2. Menguasai rangkaian proteksi dalam CE

3. Menguasai tentang Travo Daya dalam CE

Persyaratan/Kondisi Unjuk Kerja Unjuk kerja di atas bisa dipertunjukkan dengan bantuan tersedianya: 1. Shcematic diagram untuk perbaikan sistem adaptor sederhana 2. Buku service manual atau literatur yang sesuai dengan merek tipe masing-masing sistem power supply 3. Peralatan dan bahan yang dipergunakan: 4.1. Peralatan umum perbaikan elektronika sistem adaptor meliputi : Toolkit, Multitester (AVO meter) 4.2. Bahan : kabel, timah solder, komponen elektronik dan bagian mekanik

Standar Kompetensi Bidang Keahlian Elektronika MR

IV- 52

Acuan Penilaian Penilaian unjuk kerja perbaikan adaptor dinding, dengan menggunakan peralatan/ instrument di pusat perbaikan atau bengkel, dapat dinilai berdasarkan efisiensi dan efektifitas perbaikan yang dilakukan, sesuai dengan spesifikasi teknis dan kapasitas penggunaannya serta hasil unjuk kerja peralatan yang dioperasikan atau siap digunakan secara optimal. 1. Unit kompetensi ini dapat diujikan secara langsung kepada peserta di tempat kerja atau tempat lain yang bisa tersedia peralatan pendukungnya. 2. Kompetensi yang harus dikuasai sebelumnya antara lain: 2.1. Bekerja berdasarkan K3 di bidang perawatan dan perbaikan sistem penguat suara. 2.2. Menggunakan peralatan tangan (toolkit) 2.3. Menggunakan alat ukur sederhana (AVO meter). 3. Pengetahuan yang terkait : Pengetahuan komponen elektronika, membaca gambar rangkaian elektronika dan rangkaian listrik, dan cara kerja dan pembacaan alat ukur. 4. Aspek kritikal yang harus dipenuhi. Setelah perbaikan/reparasi, hasil kerja harus mampu berfungsi normal 5. Ketrampilan pendukung yang dibutuhkan: Penggunaan peralatan toolkit dan soldering , penggunaan alat ukur listrik(multimeter) dan pemahaman tentang bahaya listrik.

Level Kunci Kompetensi
Kompetensi Mengumpulk Mengkomunika Merencanakan Bekerja sama Menggunakan Memecahkan Menggunakan kunci an informasi sikan ide dan dan mengatur dengan orang ide dan teknik persoalan/mas teknologi informasi kegiatan lain dan matematika alah kelompok Level kinerja 1 1 1 1 1 1 1

Standar Kompetensi Bidang Keahlian Elektronika MR

IV- 53

Kode Unit Judul Unit

: ELKA-MR.AMP.003.A : Memperbaiki /Reparasi Amplifier (Sistem Penguat Suara)

Uraian Unit : Unit kompetensi ini berkaitan dengan tindakan perbaikan sistem penguat suara baik yang dilakukan di pusat perbaikan(service center), bengkel perbaikan/reparasi sistem penguat suara. Sub Kompetensi 1. Mempersiapkan pekerjaan perbaikan/reparasi. Kriteria Unjuk Kerja 1.1. Spesifikasi dan cara kerja sistem penguat suara dikuasai lebih dulu. 1.2. Kebutuhan peralatan kerja mekanis dan alat ukur listrik serta bahan reparasi dipersiapkan dan diidentifikasi apakah sesuai dengan SOP (Standard Operating Procedure). 1.3. Tempat kerja dipersiapkan dan dibebaskan dari kemungkinan bahaya kecelakaan. 1.4. Perlengkapan keselamatan dan kesehatan kerja digunakan secara benar serta langkah pengamanan dilakukan sesuai dengan prosedur yang diberlakukan 2.1. Sistem penguat suara dioperasikan untuk diamati gejala kerusakan yang timbul dengan melakukan pengamatan pada kontrol-kontrol : 2.1.1. Tombol power 2.1.2. Tombol pengatur volume 2.1.3. Tombol tone kontrol 2.1.4. Tombol pemilih atau selektor 2.2. Dilakukan identifikasi terhadap gejala yang timbul sesuai dengan fungsinya. 3.1.Berdasar pada gejala kerusakan yang timbul lalu didiagnosa jenis kerusakannya yang dapat berupa : 3.1.1. Kerusakan pada komponen 3.1.2. Masalah koneksitas pada PCB atau kabel 3.1.3. Masalah pada bagian mekanik. 3.2.Dilakukan pengalokasian kerusakan pada rangkaian, blok rangkaian atau bagian mekaniknya 3.3.Urutan pemeriksaan ditetapkan sesuai prosedur buku petunjuk servis (service manual) pada titik-titik pengukuran untuk dapat mencari kerusakannya. 3.4.Dilakukan pengukuran dengan mengamati tegangan, bentuk pulsa pada titik-titik pengukuran yang sudah ditetapkan dengan alat ukur misalnya Multitester, Osiloskop dll. IV- 54

2.Mengamati gejala kerusakan

3. Mengalokasi kerusakan.

Standar Kompetensi Bidang Keahlian Elektronika MR

4. Melakukan analisa hasil pengukuran.

5. Melakukan perbaikan/ reparasi.

6. Menguji hasil perbaikan/reparasi

7. Membuat laporan perbaikan

4.1.Dengan mengacu pada skema rangkaian serta buku service manual hasil-hasil pengukuran dianalisa. 4.2.Dari hasil analisa lalu dipastikan jenis kerusakan secara benar. 5.1.Sesuai jenis kerusakannya perbaikan dapat dikerjakan dengan pergantian komponen, repair/ penggantian bagian mekanik atau dengan perbaikan solder, adjustement/seting ulang. 5.2.Perbaikan dapat pula dikerjakan dengan hanya pembersihan pada jalur-jalur rangkaian, konektorkonektor atau bagian mekanik bila tidak perlu dilakukan penggantian komponen. 6.1.Hasil perbaikan diuji dengan running test untuk mengamati aktivasi kerja sistemnya. 6.2.Dilakukan tindakan korektif agar pekerjaan running test tidak berjalan dalam kondisi normal. 6.3.Untuk memastikan kerusakan yang ditemukan bukan diakibatkan oleh bagian atau komponen lain sehingga dapat dihindari kerusakan yang sama berulang, maka perlu dilakukan analisa lanjutan. 7.1.Setiap selesai dilakukan perbaikan atau penggantian komponen, perlu dibuatkan laporan berupa service check list. 7.2.Pada laporan supaya dituliskan komponen, bagian mekanik yang telah dilakukan perbaikan/ penggantian. 7.3.Setiap selesai kegiatan perbaikan dibuatkan riwayat perbaikan pada history card.

Persyaratan/Kondisi Unjuk Kerja 1. Unit kompetensi ini berlaku untuk perbaikan sistem penguat suara baik yang dilakukan di pusat perbaikan (service center) maupun di bengkel-bengkel service sistem penguat suara. 2. Shcematic diagram untuk perbaikan sistem penguat suara. 3. Buku service manual yang berlaku sesuai dengan merek tipe masing-masing sistem penguat suara. 4. Peralatan dan bahan yang dipergunakan: 4.3.Peralatan umum perbaikan elektronika sistem penguat suara. meliputi : Toolkit, Multitester dan Osiloskop, Audio Generator, Total Harmonic Distortion. 4.4.Bahan : kabel, timah solder, komponen elektronik dan bagian mekanik Acuan Penilaian Penilaian unjuk kerja perbaikan sistem penguat suara, dengan menggunakan peralatan/ instrument di pusat perbaikan dan bengkel perbaikan sistem penguat suara dapat dinilai
Standar Kompetensi Bidang Keahlian Elektronika MR

IV- 55

berdasarkan efisiensi dan efektifitas perbaikan sistem penguat suara, sesuai dengan spesifikasi teknis dan kapasitas penggunaannya serta hasil unjuk kerja peralatan yang dioperasikan atau siap digunakan secara optimal. 1. Unit kompetensi ini dapat diujikan secara langsung kepada peserta di tempat kerja atau tempat lain sesuai dengan kondisi yang sebenarnya. 2. Kompetensi yang harus dikuasai sebelumnya antara lain: 2.4. Bekerja berdasarkan K3 di bidang perawatan dan perbaikan sistem penguat suara. 2.5. Menggunakan peralatan tangan 2.6. Mengoperasikan komputer. 3. Pengetahuan yang terkait : Pengetahuan komponen elektronika, membaca gambar rangkaian elektronika dan rangkaian listrik, pengetahuan teknik sistem penguat suara dan setting/aligment pada sistem penguat suara. Selain itu pengetahuan tentang cara kerja dan pembacaan alat ukur. 4. Aspek kritikal yang harus dipenuhi. Setelah perbaikan/reparasi, sistem penguat suara harus mampu berfungsi normal dan jelas dengan pengatur volume, bass and treble pada posisi maksimum. 5. Ketrampilan pendukung yang dibutuhkan: Penggunaan peralatan toolkit dan soldering , penggunaan alat ukur listrik(multimeter) dan penggunaan instrumen osiloskop.

Level Kunci Kompetensi
Kompetensi Mengumpulk Mengkomunika Merencanakan Bekerja sama kunci an informasi sikan ide dan dan mengatur dengan orang informasi kegiatan lain dan kelompok 2 3 3 2 Level kinerja Menggunakan ide Memecahkan Menggunakan dan teknik persoalan/masal teknologi matematika ah 2 3 3

Standar Kompetensi Bidang Keahlian Elektronika MR

IV- 56

Kode Unit : ELKA-MR.AM.004.A Judul Unit : Memperbaiki /Reparasi Radio Uraian Unit : Unit kompetensi ini berkaitan dengan tindakan perbaikan radio baik yang dilakukan di pusat perbaikan(service center), bengkel perbaikan/reparasi radio maupun di tempat lain. Sub Kompetensi 1. Mempersiapkan pekerjaan perbaikan/reparasi. Kriteria Unjuk Kerja 1.1.Spesifikasi dan cara kerja radio dikuasai lebih dulu. 1.2.Kebutuhan peralatan kerja mekanis dan alat ukur listrik serta bahan reparasi dipersiapkan dan diidentifikasi apakah sesuai dengan SOP(Standard Operation Procedure). 1.3.Tempat kerja dipersiapkan dan dibebaskan dari kemungkinan bahaya kecelakaan. 1.4.Perlengkapan keselamatan dan kesehatan kerja digunakan secara benar serta langkah pengamanan dilakukan sesuai dengan prosedur yang diberlakukan 2.1.Radio tape recorder dioperasikan untuk diamati gejala kerusakan yang timbul dengan melakukan pengamatan pada bagian-bagian: 2.1.1. Tombol power 2.1.2. Tombol pengatur volume 2.1.3. Tombol pencari gelombang AM/FM. 2.2.Dilakukan identifikasi terhadap gejala yang timbul sesuai dengan fungsinya. 3.1.Berdasar pada gejala kerusakan yang timbul lalu diklasifikasikan jenis kerusakannya yang dapat berupa : 3.1.1. Kerusakan pada komponen 3.1.2. Masalah koneksitas pada PCB atau kabel 3.1.3. Masalah pada bagian mekanik. 3.2.Dilakukan pengalokasian kerusakan pada rangkaian, blok rangkaian atau bagian mekaniknya 3.3.Urutan pemeriksaan ditetapkan sesuai prosedur buku petunjuk servis (service manual) pada titik-titik pengukuran ditentukan untuk mencari kerusakannya. 3.4.Dilakukan pengukuran dengan mengamati tegangan, bentuk pulsa pada titik-titik pengukuran yang sudah ditetapkan dengan alat ukur misalnya Multitester dan Osiloskop. 4.1.Dengan mengacu pada skema rangkaian serta buku service manual hasil-hasil pengukuran dianalisa. IV- 57

2. Mengamati gejala kerusakan.

3. Mengalokasi kerusakan.

4. Melakukan analisa hasil pengukuran.

Standar Kompetensi Bidang Keahlian Elektronika MR

5. Melakukan perbaikan/ reparasi.

6. Menguji hasil perbaikan/reparasi

7. Membuat laporan perbaikan

4.2.Dari hasil analisa lalu didiagnosa jenis kerusakan secara benar. 5.1.Sesuai hasil diagnosa perbaikan dapat dikerjakan dengan pergantian komponen, repair/penggantian bagian mekanik atau dengan perbaikan solder, adjustement/seting ulang. 5.2.Perbaikan dapat pula dikerjakan dengan hanya pembersihan pada jalur-jalur rangkaian, konektrokonektor atau bagian mekanik bila tidak perlu dilakukan penggantian komponen. 6.1.Hasil perbaikan atau pergantian komponen diuji dengan running test untuk mengamati aktivasi kerja sistemnya. 6.2.Dilakukan tindakan korektif jika pekerjaan running test tidak berjalan dalam kondisi normal. 6.3.Untuk memastikan kerusakan yang ditemukan bukan diakibatkan oleh bagian atau komponen lain sehingga dapat dihindari kerusakan yang sama berulang, maka perlu dilakukan analisa lanjutan. 7.1.Setiap selesai dilakukan perbaikan atau penggantian komponen, perlu dibuatkan laporan berupa service check list. 7.2.Pada laporan supaya dituliskan komponen, bagian mekanik yang telah dilakukan perbaikan/ penggantian. 7.3.Setiap selesai kegiatan perbaikan dibuatkan riwayat perbaikan pada history card.

Persyaratan / Kondisi Unjuk Kerja 1. Unit kompetensi ini berlaku untuk perbaikan radio AM-FM baik yang dilakukan di pusat perbaikan (service center) televisi maupun di bengkel-bengkel service radio. 2. Shcematic diagram / buku service manual yang berlaku sesuai dengan merek tipe masing-masing radio. 3. Peralatan dan bahan yang dipergunakan: 3.1. Peralatan umum perbaikan elektronika radio meliputi : Toolkit, Multitester dan Osiloskop dll. 3.2. Bahan : kabel, timah solder, komponen elektronik dan bagian mekanik. Acuan Penilaian Penilaian unjuk kerja perbaikan radio AM-FM, dengan menggunakan peralatan/ instrument di pusat perbaikan dan bengkel perbaikan radio dapat dinilai berdasarkan efisiensi dan efektifitas perbaikan radio, sesuai dengan spesifikasi teknis dan kapasitas penggunaannya serta hasil unjuk kerja peralatan yang dioperasikan atau siap digunakan secara optimal.
Standar Kompetensi Bidang Keahlian Elektronika MR

IV- 58

1. Unit kompetensi ini dapat diujikan secara langsung kepada peserta di tempat kerja atau tempat lain sesuai dengan kondisi yang sebenarnya. 2. Kompetensi yang harus dikuasai sebelumnya antara lain: 2.1.Bekerja berdasarkan K3 di bidang perawatan dan perbaikan radio. 2.2.Menggunakan peralatan tangan 2.3.Mengoperasikan komputer. 3. Pengetahuan yang terkait : Pengetahuan komponen elektronika, membaca gambar rangkaian elektronika dan rangkaian listrik, pengetahuan teknik radio AM-FM dan setting/aligment pada radio AM-FM. Selain itu pengetahuan tentang cara kerja dan pembacaan alat ukur. 4. Aspek kritikal yang harus dipenuhi. Setelah perbaikan/reparasi, bagian radio dari radio tape recorder harus mampu berfungsi menerima pemancar radio AM dari range frekwensi 530 kHz sampai 1605 kHz dan FM dari range 88 MHz sampai 108 MHz dengan jelas pada posisi pengatur volume. 5. Ketrampilan pendukung yang dibutuhkan: Penggunaan peralatan toolkit dan soldering , penggunaan alat ukur listrik, penggunaan instrumen, dll.

Level Kunci Kompetensi
Kompetensi Mengumpulk Mengkomunika Merencanakan Bekerja sama Menggunakan Memecahkan Menggunakan kunci an informasi sikan ide dan dan mengatur dengan orang ide dan teknik persoalan/mas teknologi informasi kegiatan lain dan matematika alah kelompok Level kinerja 2 3 3 2 2 3 3

Standar Kompetensi Bidang Keahlian Elektronika MR

IV- 59

Kode Unit Judul Unit Uraian Unit

: ELKA-MR.TAP.005.A : Memperbaiki /Reparasi Tape Recorder :Unit kompetensi ini berkaitan dengan tindakan perbaikan tape recorder baik yang dilakukan di pusat perbaikan(service center), bengkel perbaikan/reparasi tape recorder maupun di tempat lain. Kriteria unjuk Kerja 1.1.Spesifikasi dan cara kerja tape recorder dikuasai lebih dulu. 1.2.Kebutuhan peralatan kerja mekanis dan alat ukur listrik serta bahan reparasi dipersiapkan dan diidentifikasi apakah sesuai dengan SOP(Standard Operation Procedure). 1.3.Tempat kerja dipersiapkan dan dibebaskan dari kemungkinan bahaya kecelakaan. 1.4.Perlengkapan keselamatan dan kesehatan kerja digunakan secara benar serta langkah pengamanan dilakukan sesuai dengan prosedur yang diberlakukan 2.1.Tape recorder dioperasikan untuk diamati gejala kerusakan yang timbul dengan melakukan pengamatan pada kontrol-kontrol : 2.1.1. Tombol power 2.1.2. Tombol pengatur volume 2.1.3. Tombol tone kontrol 2.1.4. Tombol pemilih atau selektor 2.1.5. Tombol bagian mekanik. 2.2.Dilakukan identifikasi terhadap gejala yang timbul sesuai dengan fungsinya. 3.1.Berdasar pada gejala kerusakan yang timbul lalu diklasifikasikan jenis kerusakannya yang dapat berupa : 3.1.1. Kerusakan pada komponen 3.1.2. Masalah koneksitas pada PCB atau kabel 3.1.3. Masalah pada bagian mekanik. 3.2.Dilakukan pengalokasian kerusakan pada rangkaian, blok rangkaian atau bagian mekaniknya 3.3.Urutan pemeriksaan ditetapkan sesuai prosedur buku petunjuk servis (service manual) pada titik-titik pengukuran ditentukan untuk mencari kerusakannya. 3.4.Dilakukan pengukuran dengan mengamati tegangan, bentuk pulsa pada titik-titik pengukuran yang sudah IV- 60

Sub Kompetensi 1. Mempersiapkan pekerjaan perbaikan/reparasi.

2. Mengamati gejala kerusakan.

3. Mengalokasi kerusakan.

Standar Kompetensi Bidang Keahlian Elektronika MR

4. Melakukan analisa hasil pengukuran.

5. Melakukan perbaikan/ reparasi.

6. Menguji hasil perbaikan/reparasi

7. Membuat laporan perbaikan

ditetapkan dengan alat ukur misalnya Multitester dan Osiloskop. 4.1.Dengan mengacu pada skema rangkaian serta buku service manual hasil-hasil pengukuran dianalisa. 4.2.Dari hasil analisa lalu didiagnosa jenis kerusakan secara benar. 5.1.Sesuai jenis diagonosa perbaikan dapat dikerjakan dengan pergantian komponen, repair/penggantian bagian mekanik atau dengan perbaikan solder, adjustement/seting ulang. 5.2.Perbaikan dapat pula dikerjakan dengan hanya pembersihan pada jalur-jalur rangkaian, konektorkonektor atau bagian mekanik bila tidak perlu dilakukan penggantian komponen. 6.1.Hasil perbaikan atau pergantian komponen diuji dengan running test aktivasi kerja sistemnya. 6.2.Dilakukan tindakan korektif jika pekerjaan running test tidak berjalan dalam kondisi normal. 6.3.Untuk memastikan kerusakan yang ditemukan bukan diakibatkan oleh bagian atau komponen lain sehingga dapat dihindari kerusakan berulang yang sama, maka perlu dilakukan analisa lanjutan. 7.1.Setiap selesai dilakukan perbaikan atau penggantian komponen, perlu dibuatkan laporan berupa service check list. 7.2.Pada laporan supaya dituliskan komponen, bagian mekanik yang telah dilakukan perbaikan/ penggantian. 7.3.Setiap selesai kegiatan perbaikan dibuatkan riwayat perbaikan pada history card.

Persyaratan/Kondisi Unjuk Kerja 1. Unit kompetensi ini berlaku untuk perbaikan baik yang dilakukan di pusat perbaikan (service center) maupun di bengkel-bengkel service tape recorder. 2. Shcematic diagram / buku service manual yang berlaku sesuai dengan merek tipe masing-masing radio tape recorder. 3. Peralatan dan bahan yang dipergunakan: 1.1.Peralatan umum perbaikan elektronika tape recorder meliputi : Toolkit, Multitester, Osiloskop, Audio Generator, Test tape, Torque meter, Wow and Flutter Meter, VTVM. 1.2.Bahan : kabel, timah solder, komponen elektronik dan bagian mekanik. Acuan Penilaian Penilaian unjuk kerja perbaikan tape recorder, dengan menggunakan peralatan/instrument
Standar Kompetensi Bidang Keahlian Elektronika MR

IV- 61

di pusat perbaikan dan bengkel perbaikan tape recorder dapat dinilai berdasarkan efisiensi dan efektifitas perbaikan tape recorder, sesuai dengan spesifikasi teknis dan kapasitas penggunaannya serta hasil unjuk kerja peralatan yang dioperasikan atau siap digunakan secara optimal. 1. Unit kompetensi ini dapat diujikan secara langsung kepada peserta di tempat kerja atau tempat lain sesuai dengan kondisi yang sebenarnya. 2. Kompetensi yang harus dikuasai sebelumnya antara lain: 2.1. Bekerja berdasarkan K3 di bidang perawatan dan perbaikan radio tape recorder 2.2. Menggunakan peralatan tangan 2.3. Mengoperasikan komputer. 3. Pengetahuan yang terkait : Pengetahuan komponen elektronika, membaca gambar rangkaian elektronika dan rangkaian listrik, pengetahuan teknik tape recorder dan setting/aligment pada tape recorder. Selain itu pengetahuan tentang cara kerja dan pembacaan alat ukur. 4. Aspek kritikal yang harus dipenuhi. Bagian tape recoder harus mampu bekerja sebagai player dan recorder secara normal. 5. Ketrampilan pendukung yang dibutuhkan: Penggunaan peralatan toolkit dan soldering , penggunaan alat ukur listrik, penggunaan instrument,dll.

Level Kunci Kompetensi
Kompetensi Mengumpulk Mengkomunika Merencanakan Bekerja sama Menggunakan Memecahkan Menggunakan kunci an informasi sikan ide dan dan mengatur dengan orang ide dan teknik persoalan/mas teknologi informasi kegiatan lain dan matematika alah kelompok Level kinerja 2 3 3 2 2 3 3

Standar Kompetensi Bidang Keahlian Elektronika MR

IV- 62

Kode Unit Judul Unit

: ELKA-MR.TV.006.A : Memperbaiki /Reparasi Televisi

Uraian Unit : Unit kompetensi ini berkaitan dengan tindakan perbaikan televisi baik yang dilakukan di pusat perbaikan(service center) televisi, bengkel perbaikan/reparasi televisi maupun di tempat lain. Sub Kompetensi Kriteria unjuk Kerja

1. Mempersiapkan pekerjaan 1.1.Spesifikasi dan cara kerja televisi dikuasai lebih dulu. perbaikan/reparasi. 1.2.Kebutuhan peralatan kerja mekanis dan alat ukur listrik serta bahan reparasi dipersiapkan dan diidentifikasi apakah sesuai dengan SOP (Standard Operating Procedure). 1.3.Tempat kerja dipersiapkan dan dibebaskan dari kemungkinan bahaya kecelakaan. 1.4.Perlengkapan keselamatan dan kesehatan kerja digunakan secara benar serta langkah pengamanan dilakukan sesuai dengan prosedur yang diberlakukan 2. Mengamati gejala 2.1.Televisi dioperasikan untuk diamati gejala kerusakerusakan. kan yang timbul dengan melakukan pengamatan pada kontrol-kontrol : 2.1.1. Tombol power, 2.1.2. Tombol pengatur volume, 2.1.3. Tombol pengatur kecerahan layar, 2.1.4. Tombol kontras gambar, 2.1.5. Tombol warna, 2.1.6. Tombol pemilih saluran, 2.1.7. Antena, 2.1.8. Fasilitas-fasilitas lain. 2.2.Dilakukan identifikasi terhadap gejala-gejala yang timbul sesuai dengan fungsinya. 3. Mengalokasi kerusakan. 3.1.Berdasar pada gejala kerusakan yang timbul lalu diklasifikasikan jenis kerusakannya yang dapat berupa : 3.1.1. Kerusakan pada komponen 3.1.2. Masalah koneksitas pada PCB atau kabel 3.1.3. Masalah pada bagian mekanik. 3.2.Dilakukan pengalokasian kerusakan pada rangkaian, blok rangkaian.bagian mekaniknya 3.3.Urutan pemeriksaan ditetapkan sesuai prosedur buku petunjuk servis (service manual) pada titik-titik pengukuran untuk dapat mencari kerusakannya.
Standar Kompetensi Bidang Keahlian Elektronika MR

IV- 63

4. Melakukan analisa hasil pengukuran.

5. Melakukan perbaikan/ reparasi.

6. Menguji hasil perbaikan / reparasi

7. Memperbaiki antenna TV

3.4.Dilakukan pengukuran dengan mengamati tegangan, bentuk pulsa pada titik-titik pengukuran yang sudah ditetapkan dengan alat ukur misalnya Multitester, Osiloskop dan Patern Generator, Sweep Generator, Marker Generator, Vectorscope. 4.1.Dengan mengacu pada skema rangkaian serta buku service manual hasil-hasil pengukuran dianalisa. 4.2.Dari hasil analisa lalu didiagnose jenis kerusakan secara benar. 5.1.Sesuai jenis kerusakannya perbaikan dapat dikerjakan dengan pergantian komponen, repair/penggantian bagian mekanik atau dengan perbaikan solder, adjustement/seting ulang. 5.2.Perbaikan dapat pula dikerjakan dengan hanya pembersihan pada jalur-jalur rangkaian, konektorkonektor atau bagian mekanik bila tidak perlu dilakukan penggantian komponen. 6.1. Hasil perbaikan atau pergantian komponen diuji dengan running test untuk mengamati aktivasi kerja sistemnya. 6.2. Dilakukan tindakan korektif jika pekerjaan running test tidak berjalan dalam kondisi normal. 6.3. Untuk memastikan kerusakan yang ditemukan bukan diakibatkan oleh bagian atau komponen lain sehingga dapat dihindari kerusakan yang sama berulang, maka perlu dilakukan analisa lanjutan. 7.1. Diterangkan tentang segmen utama dari sinyal TV Cable, dan level ideal bagi pelanggan 7.2. Digambarkan konstruksi antena TV, jenisnya, gain, pola radiasi, dan karakteristik frekuensinya 7.3. Dijelaskan tentang propagasi gelombang radio TVmedan elektromagnetik 7.4. Dijelaskan tentang karakteristik dari gelombang pantul dan fenomena lintasan-jamak/efek hantu 7.5. Dijelaskan tentang beda antara sinyal TV melalui satelit dengan yang melalui terrestrial 7.6. Dijelaskan tentang prosedur instalasi antenna di atas genting atau tower 7.7. Dijelaskan tentang pengaruh ketinggian antenna 7.8. Dijelaskan tentang alasan dipasangnya tower, rotor, booster (pre-amplifier), dan aksesoris lain

Standar Kompetensi Bidang Keahlian Elektronika MR

IV- 64

8. Membuat laporan perbaikan

8.1.Setiap selesai dilakukan perbaikan atau penggantian komponen, perlu dibuatkan laporan berupa service check list. 8.2.Pada laporan supaya dituliskan komponen, bagian mekanik yang telah dilakukan perbaikan/ penggantian. 8.3.Setiap selesai kegiatan perbaikan dibuatkan riwayat perbaikan pada history card.

Persyaratan/Kondisi Unjuk Kerja 1. Unit kompetensi ini berlaku untuk perbaikan baik yang dilakukan di pusat perbaikan (service center) televisi maupun di bengkel-bengkel service televisi . 2. Shcematic Diagram / buku service manual yang berlaku sesuai dengan merek tipe masing-masing televisi, 3. Peralatan dan bahan yang dipergunakan: 1.1.Peralatan umum perbaikan elektronika televisi meliputi : Toolkit, Multitester, pembangkit sinyal patron (Pattern Signal Generator), Osiloskop, Sweep generator, Marker Generator, Vectorscope. 1.2.Bahan : kabel, timah solder, komponen elektronik dan bagian mekanik. Acuan Penilaian Penilaian unjuk kerja perbaikan televisi , dengan menggunakan peralatan/instrument di pusat perbaikan dan bengkel perbaikan televisi dapat dinilai berdasarkan efisiensi dan efektifitas perbaikan televisi, sesuai dengan spesifikasi teknis dan kapasitas penggunaannya serta hasil unjuk kerja peralatan yang dioperasikan atau siap digunakan secara optimal. 1. Unit kompetensi ini dapat diujikan secara langsung kepada peserta di tempat kerja atau tempat lain sesuai dengan kondisi yang sebenarnya. 2. Kompetensi yang harus dikuasai sebelumnya antara lain: 2.1.Bekerja berdasarkan K3 di bidang perawatan dan perbaikan televisi 2.2.Menggunakan peralatan tangan 2.3.Mengoperasikan komputer. 3. Pengetahuan yang terkait : Pengetahuan komponen elektronika, membaca gambar rangkaian elektronika dan rangkaian listrik, pengetahuan teknik televisi hitam putih dan setting/aligment pada televisi hitam-putih. Selain itu pengetahuan tentang cara kerja dan pembacaan alat ukur. 4. Aspek kritikal yang harus dipenuhi : Setelah perbaikan/reparasi, televisi harus mampu berfungsi menghasilkan suara yang jelas pada posisi pengatur volume suara maksimum dan gambar yang jelas pada pengatur kontras dan kecerahan maksimum. 5. Ketrampilan pendukung yang dibutuhkan: Penggunaan peralatan toolkit dan soldering , penggunaan alat ukur listrik, penggunaan instrument, dll.
Standar Kompetensi Bidang Keahlian Elektronika MR

IV- 65

Level Kunci Kompetensi
Kompetensi Mengumpulk Mengkomunika Merencanakan Bekerja sama Menggunakan Memecahkan Menggunakan kunci an informasi sikan ide dan dan mengatur dengan orang ide dan teknik persoalan/mas teknologi matematika alah informasi kegiatan lain dan kelompok Level kinerja 2 3 3 2 2 3 3

Standar Kompetensi Bidang Keahlian Elektronika MR

IV- 66

Kode Unit Judul Unit

: ELKA-MR.CD.007.A : Memperbaiki/Reparasi VCD/DVD

Uraian Unit : Unit kompetensi ini berkaitan dengan tindakan perbaikan VCD/DVD baik yang dilakukan di pusat perbaikan(service center), bengkel perbaikan/ reparasi VCD/DVD maupun di tempat lain. Sub Kompetensi 1. Mempersiapkan pekerjaan perbaikan/reparasi. Kriteria unjuk Kerja 1.1.Spesifikasi dan cara kerja VCD/DVD dikuasai lebih dulu. 1.2.Kebutuhan peralatan kerja mekanis dan alat ukur listrik serta bahan reparasi dipersiapkan dan diidentifikasi apakah sesuai dengan SOP (Standard Operation Procedure). 1.3.Tempat kerja dipersiapkan dan dibebaskan dari kemungkinan bahaya kecelakaan. 1.4.Perlengkapan keselamatan dan kesehatan kerja digunakan secara benar serta langkah pengamanan dilakukan sesuai dengan prosedur yang diberlakukan 2.1.VCD/DVD dioperasikan untuk diamati gejala kerusakan yang timbul dengan melakukan pengamatan pada kontrol-kontrol : 2.1.1. Tombol power 2.1.2. Tombol pengatur volume 2.1.3. Tombol tone kontrol 2.1.4. Tombol pemilih atau selektor 2.1.5. Tombol bagian mekanik. 2.2.Dilakukan identifikasi terhadap gejala yang timbul sesuai dengan fungsinya. 3.1.Berdasar pada gejala kerusakan yang timbul lalu diklasifikasikan jenis kerusakannya yang dapat berupa : 3.1.1. Kerusakan pada komponen 3.1.2. Masalah koneksitas pada PCB atau kabel 3.1.3. Masalah pada bagian mekanik. 3.2.Dilakukan pengalokasian kerusakan pada rangkaian, blok rangkaian atau bagian mekaniknya 3.3.Urutan pemeriksaan ditetapkan sesuai prosedur buku petunjuk servis (service manual) pada titik-titik pengukuran ditentukan untuk mencari kerusakannya. 3.4.Dilakukan pengukuran dengan mengamati tegangan, bentuk pulsa pada titik-titik pengukuran yang sudah IV- 67

2. Mengamati gejala kerusakan.

3. Mengalokasi kerusakan.

Standar Kompetensi Bidang Keahlian Elektronika MR

4. Melakukan analisa hasil pengukuran.

5. Melakukan perbaikan/ reparasi.

6. Menguji hasil perbaikan/reparasi

7. Membuat laporan perbaikan

ditetapkan dengan alat ukur misalnya Multitester dan Osiloskop. 4.1.Dengan mengacu pada skema rangkaian serta buku service manual hasil-hasil pengukuran dianalisa. 4.2.Dari hasil analisa lalu didiagnosa jenis kerusakan secara benar. 5.1.Sesuai jenis diagonosa perbaikan dapat dikerjakan dengan pergantian komponen, repair/penggantian bagian mekanik atau dengan perbaikan solder, adjustement/seting ulang. 5.2.Perbaikan dapat pula dikerjakan dengan hanya pembersihan pada jalur-jalur rangkaian, konektorkonektor atau bagian mekanik bila tidak perlu dilakukan penggantian komponen. 6.1. Hasil perbaikan atau pergantian komponen diuji dengan running test untuk mengamati aktivasi kerja sistemnya. 6.2. Dilakukan tindakan korektif jika pekerjaan running test tidak berjalan dalam kondisi normal. 6.3. Untuk memastikan kerusakan yang ditemukan bukan diakibatkan oleh bagian atau komponen lain sehingga dapat dihindari kerusakan berulang yang sama, maka perlu dilakukan analisa lanjutan. 7.1. Setiap selesai dilakukan perbaikan atau penggantian komponen, perlu dibuatkan laporan berupa service check list. 7.2. Pada laporan supaya dituliskan komponen, bagian mekanik yang telah dilakukan perbaikan/ penggantian. 7.3. Setiap selesai kegiatan perbaikan dibuatkan riwayat perbaikan pada history card.

Persyaratan/Kondisi Unjuk Kerja 1. Unit kompetensi ini berlaku untuk perbaikan VCD/DVD baik yang dilakukan di pusat perbaikan (service center) maupun di bengkel-bengkel service VCD/DVD. 2. Shcematic Diagram / buku service manual yang berlaku sesuai dengan merek tipe masing-masing VCD/DVD. 3. Peralatan dan bahan yang dipergunakan: 3.1. Peralatan umum perbaikan elektronika VCD/DVD meliputi : Toolkit, Multitester, optical CD Tester, Osiloskop, VTVM. 3.2 Bahan : kabel, timah solder, komponen elektronik dan bagian mekanik.

Standar Kompetensi Bidang Keahlian Elektronika MR

IV- 68

Acuan Penilaian Penilaian unjuk kerja perbaikan VCD/DVD, dengan menggunakan peralatan/ instrument di pusat perbaikan dan bengkel perbaikan VCD/DVD dapat dinilai berdasarkan efisiensi dan efektifitas perbaikan VCD/DVD, sesuai dengan spesifikasi teknis dan kapasitas penggunaannya serta hasil unjuk kerja peralatan yang dioperasikan atau siap digunakan secara optimal. 1. Unit kompetensi ini dapat diujikan secara langsung kepada peserta di tempat kerja atau tempat lain sesuai dengan kondisi yang sebenarnya. 2. Kompetensi yang harus dikuasai sebelumnya antara lain: 2.1. Bekerja berdasarkan K3 di bidang perawatan dan perbaikan radio tape recorder 2.2. Menggunakan peralatan tangan 2.3. Mengoperasikan komputer. 3. Pengetahuan yang terkait : Pengetahuan komponen elektronika, membaca gambar rangkaian elektronika dan rangkaian listrik, pengetahuan teknik VCD/DVD dan setting/aligment pada VCD/DVD. Selain itu pengetahuan tentang cara kerja dan pembacaan alat ukur. 4. Aspek kritikal yang harus dipenuhi : Bagian tape recoder harus mampu bekerja sebagai player normal. 5. Ketrampilan pendukung yang dibutuhkan: Penggunaan peralatan toolkit dan soldering , penggunaan alat ukur listrik, penggu-naan instrument, dll.

Level Kunci Kompetensi
Kompetensi Mengumpulk Mengkomunika Merencanakan Bekerja sama Menggunakan Memecahkan Menggunakan kunci an informasi sikan ide dan dan mengatur dengan orang ide dan teknik persoalan/mas teknologi informasi kegiatan lain dan matematika alah kelompok Level kinerja 2 3 3 2 2 3 3

Standar Kompetensi Bidang Keahlian Elektronika MR

IV- 69

Kode Unit Judul Unit Uraian Unit

: ELKA-MR.AC.008.A : Memperbaiki /Reparasi Mesin Pendingin Ruangan(AC) :Unit kompetensi ini berkaitan dengan tindakan perbaikan mesin pendingin ruangan(AC) yang dilakukan di pusat perbaikan(service center), bengkel perbaikan AC maupun di tempat lain. Kriteria Unjuk Kerja

Sub Kompetensi 1. Mempersiapkan pekerjaan perbaikan/reparasi.

1.1. Spesifikasi dan cara kerja AC dikuasai lebih dulu. 1.2. Kebutuhan peralatan kerja mekanis dan alat ukur listrik serta bahan reparasi dipersiapkan dan diidentifikasi apakah sesuai dengan SOP (Standard Operation Procedure). 1.3. Tempat kerja dipersiapkan dan dibebaskan dari kemungkinan bahaya kecelakaan. 1.4. Perlengkapan keselamatan dan kesehatan kerja digunakan secara benar serta langkah pengamanan dilakukan sesuai dengan prosedur yang diberlakukan. 2. Mengamati gejala kerusakan 2.1. AC dioperasikan untuk diamati gejala kerusakan yang timbul dengan melakukan pengamatan gejala seperti : 2.1.1. Tidak kerja (mati). 2.1.2. Tidak dingin, 2.1.3. Kurang dingin 2.1.4. Ada gangguan suara 2.1.5. Air pembuangan bocor. 3. Mengalokasi kerusakan 3.1.Berdasar pada gejala kerusakan yang timbul lalu diklasifikasikan jenis kerusakannya yang dapat berupa : 3.1.1. Bagian kelistrikan 3.1.2. Bagian proses pendinginan. 3.2.Dilakukan pengalokasian kerusakan pada bagian listrik atau bagian proses pendinginan. 3.3.Urutan pemeriksaan ditetapkan sesuai prosedur buku petunjuk servis (service manual) dan titik atau terminal pengukuran ditentukan untuk dapat memastikan kerusakannya. 3.4.Dilakukan pengukuran dengan mengamati tegangan, arus pada titik pengukuran yang sudah ditetapkan dengan alat ukur Clamp A Meter dan Manifold. 3.5.Adanya kebocoran pada bagian proses pendinginan perlu diamati. IV- 70

Standar Kompetensi Bidang Keahlian Elektronika MR

4. Melakukan analisa hasil pengukuran.

4.1.Dengan mengacu pada skema dan buku service manual hasil-hasil pengukuran dianalisa. 4.2.Dari hasil analisa lalu didiagnosa jenis kerusakan secara benar 5. Melakukan perbaikan. 5.1.Sesuai hasil diagnosa perbaikan dapat dikerjakan dengan pergantian komponen, isi/tambah refrigerant, pengelasan pada bagian yang bocor atau dengan adjustment/seting ulang. 5.2.Perbaikan dapat pula dikerjakan dengan pembersihan pipa-pipa (pada kondensor, evaporator) pembuangan air yang tersumbat. 6. Menguji hasil perbaikan/ 6.1. Hasil perbaikan atau pergantian komponen diuji reparasi dengan running test untuk mengamati aktivasi kerja sistemnya. 6.2. Dilakukan tindakan korektif agar pekerjaan running test dapat berjalan dalam kondisi normal. 6.3. Untuk memastikan kerusakan yang ditemukan bukan diakibatkan oleh bagian atau komponen lain sehingga dapat dihindari kerusakan yang sama berulang, maka perlu dilakukan analisa lanjutan. 7. Membuat laporan. 7.1. Setiap selesai dilakukan perbaikan atau penggantian komponen, perlu dibuatkan laporan berupa service check list. 7.2. Pada laporan supaya dituliskan komponen, bagian mekanik yang telah dilakukan perbaikan/ penggantian. 7.3. Setiap selesai kegiatan perbaikan dibuatkan riwayat perbaikan pada history card. Persyaratan/Kondisi Unjuk Kerja

1. Unit kompetensi ini berlaku untuk perbaikan mesin pendingin ruangan(AC), baik yang dilakukan di pusat perbaikan (Service centre) maupun di bengkel perbaikan mesin pendingin ruangan (AC) di tempat lain. 2. Standard Operating Procedure (SOP) untuk perbaikan mesin pendingin ruangan (AC) yang berlaku sesuai dengan merek tipe mesin pendingin ruangan masing-masing. 3. Buku service manual yang berlaku 4. Peraturan K3 5. Peraturan KLH 6. Peralatan dan bahan yang dipergunakan: 6.1.Peralatan umum perbaikan mekanik meliputi Toolset, peralatan Vaccum pump, tabung penyimpan bahan pendingin , alat ukur tekanan bahan pendingin, peralatan semprot (pembersih), Peralatan las logam. 6.2.Peralatan umum perbaikan kelistrikan meliputi Toolkit, Multimeter,Test pen.
Standar Kompetensi Bidang Keahlian Elektronika MR

IV- 71

Clamp Ampere meter, Termometer. 6.3.Bahan : Bahan pendingin, Kabel, Timah solder, pipa-pipa pendingin, isolasi pipa pendingin , komponen listrik yang diperlukan. Acuan Penilaian Penilaian unjuk kerja perbaikan mesin pendingin ruangan(AC) dengan unjuk kerja menggunakan peralatan/mesin/instrument pusat perbaikan mesin pendingin ruangan(AC) dapat dinilai berdasarkan efisiensi dan efektifitas perbaikan mesin pendingin ruangan(AC) sesuai dengan spesifikasi teknis dan kapasitas penggunaannya serta hasil unjuk kerja peralatan yang dioperasikan atau siap digunakan secara optimal. 1. Unit kompetensi ini dapat diujikan secara langsung di tempat kerja atau tempat lain sesuai dengan kondisi yang sebenarnya 2. Kompetensi yang harus dikuasai sebelumnya : 2.1. Bekerja berdasarkan keselamatan dan kesehatan kerja 3. Pengetahuan yang terkait : Prinsip kerja motor listrik, prinsip kerja kompressor bahan pendingin, pengetahuan mekanikal pipa pendingin , rangkaian listrik, pengetahuan bahan pendingin ,cara membaca gambar instalasi listrik mesin pendingin ruangan(AC). 4. Aspek kritikal yang harus dipenuhi : Dinginnya cukup dan tidak ada gangguan suara. 5. Ketrampilan pendukung yang dibutuhkan : Penggunaan peralatan perbaikan pipa mekanik, penggunaan alat ukur listrik multimeter, Clamp Ampere meter, penggunaan peralatan vaccum bahan pendingin. Level Kunci Kompetensi
Kompetensi Mengumpulk Mengkomunika Merencanakan Bekerja sama Menggunakan Memecahkan Menggunakan kunci an informasi sikan ide dan dan mengatur dengan orang ide dan teknik persoalan/mas teknologi informasi kegiatan lain dan matematika alah kelompok Level kinerja 2 3 3 2 2 3 3

Standar Kompetensi Bidang Keahlian Elektronika MR

IV- 72

Kode Unit : ELKA-MR.LE.009.A Judul Unit : Memperbaiki /Reparasi Lemari Es. Uraian Unit : Unit kompetensi ini berkaitan dengan tindakan perbaikan lemari es yang dilakukan di pusat perbaikan (service center), bengkel perbaikan lemari es maupun di tempat lain. Sub Kompetensi 1. Mempersiapkan pekerjaan perbaikan/reparasi. Kriteria Unjuk Kerja 1.1. Spesifikasi dan cara refrigator dikuasai lebih dulu. 1.2. Kebutuhan peralatan kerja mekanis dan alat ukur listrik serta bahan reparasi dipersiapkan dan diidentifikasi apakah sesuai dengan SOP (Standard Operation Procedure). 1.3. Tempat kerja dipersiapkan dan dibebaskan dari kemungkinan bahaya kecelakaan. 1.4. Perlengkapan keselamatan dan kesehatan kerja digunakan secara benar serta langkah pengamanan dilakukan sesuai dengan prosedur yang diberlakukan. 2. Mengamati gejala kerusakan 2.1.Lemari es dioperasikan untuk diamati gejala kerusakan yang timbul dengan melakukan pengama-tan gejala seperti : 2.1.1. Tidak kerja (mati). 2.1.2. Tidak dingin 2.1.3. Kurang dingin 2.1.4. Ada gangguan suara 2.1.5. Air pembuangan bocor. 3. Mengalokasi kerusakan 3.1.Berdasar pada gejala kerusakan yang timbul lalu diklasifikasikan jenis kerusakannya yang dapat berupa : 3.1.1. Bagian kelistrikan 3.1.2. Bagian proses pendinginan. 3.2.Dilakukan pengalokasian kerusakan pada bagian listrik atau bagian proses pendinginan. 3.3.Urutan pemeriksaan ditetapkan sesuai prosedur buku petunjuk servis (service manual) dan titik atau terminal pengukuran ditentukan untuk dapat memastikan kerusakannya. 3.4.Dilakukan pengukuran dengan mengamati tegangan, arus pada titik pengukuran yang sudah ditetapkan dengan alat ukur Clamp A Meter dan Manifold. 3.5..Adanya kebocoran pada bagian proses pendinginan perlu diamati. 4 . Melakukan analisa hasil 4.1.Dengan mengacu pada skema dan buku service pengukuran. manual, hasil-hasil pengukuran dianalisa.
Standar Kompetensi Bidang Keahlian Elektronika MR

IV- 73

4.2.Dari hasil analisa lalu didiagnosa jenis kerusakan secara benar 5 .Melakukan perbaikan. 5.1.Sesuai hasil diagnosa perbaikan dapat dikerjakan dengan pergantian komponen, isi/tambah refrigerant, pengelasan pada bagian yang bocor atau dengan adjustment/setting ulang. 5.2.Perbaikan dapat pula dikerjakan dengan pembersihan pada kondensor, evaporator, pembuangan air yang tersumbat. 6. Menguji hasil perbaikan/ 6.1. Hasil perbaikan atau pergantian komponen diuji reparasi dengan running test untuk mengamati aktivasi kerja sistemnya. 6.2. Dilakukan tindakan korektif agar pekerjaan running test dapat berjalan dalam kondisi normal. 6.3. Untuk memastikan kerusakan yang ditemukan bukan diakibatkan oleh bagian atau komponen lain sehingga dapat dihindari kerusakan yang sama berulang, maka perlu dilakukan analisa lanjutan. 7.Membuat laporan. 7.1. Setiap selesai dilakukan perbaikan atau penggantian komponen, perlu dibuatkan laporan berupa service check list. 7.2. Pada laporan supaya dituliskan komponen, bagian mekanik yang telah dilakukan perbaikan/ penggantian. 7.3. Setiap selesai kegiatan perbaikan dibuatkan riwayat perbaikan pada history card. Persyaratan/Kondisi Unjuk Kerja 1. Unit kompetensi ini berlaku untuk perbaikan lemari es, baik yang dilakukan di pusat perbaikan (Service centre) maupun di bengkel perbaikan lemari es di tempat lain. 2. Standard Operating Procedure(SOP) untuk perbaikan lemari es yang berlaku sesuai dengan merek tipe mesin pendingin ruangan masing-masing. 3. Buku service manual yang berlaku 4. Peraturan K3 5. Peraturan KLH 6. Peralatan dan bahan yang dipergunakan: 6.1.Peralatan umum perbaikan mekanik meliputi Toolset, peralatan Vaccum pump, tabung penyimpan bahan pendingin , alat ukur tekanan bahan pendingin, peralatan semprot (pembersih), Peralatan las logam. 6.2.Peralatan umum perbaikan kelistrikan meliputi Toolkit, Multimeter,Test pen. Clamp Ampere meter, Termometer. 6.3.Bahan : Bahan pendingin, Kabel, Timah solder, isolasi pipa pendingin , komponen listrik yang diperlukan.
Standar Kompetensi Bidang Keahlian Elektronika MR

IV- 74

Acuan Penilaian Penilaian unjuk kerja perbaikan lemari es dengan unjuk kerja menggunakan peralatan/ mesin/instrument pusat perbaikan lemari es dapat dinilai berdasarkan efisiensi dan efektifitas perbaikan lemari es sesuai dengan spesifikasi teknis dan kapasitas penggunaannya serta hasil unjuk kerja peralatan yang dioperasikan atau siap digunakan secara optimal. 1. Unit kompetensi ini dapat diujikan secara langsung di tempat kerja atau tempat lain sesuai dengan kondisi yang sebenarnya 2. Kompetensi yang harus dikuasai sebelumnya : 2.1. Bekerja berdasarkan keselamatan dan kesehatan kerja 3. Pengetahuan yang terkait : Prinsip kerja motor listrik, prinsip kerja kompressor bahan pendingin, pengetahuan mekanikal pipa pendingin , rangkaian listrik, pengetahuan bahan pendingin ,cara membrefrigeratora gambar instalasi listrik refrigerator. 4. Aspek kritikal yang harus dipenuhi : Dinginnya cukup dan tidak ada gangguan suara. 5. Ketrampilan pendukung yang dibutuhkan : Penggunaan peralatan perbaikan pipa mekanik, penggunaan alat ukur listrik multimeter, Clamp Ampere meter. penggunaan peralatan vaccum.

Level Kunci Kompetensi
Kompetensi Mengumpulk Mengkomunika Merencanakan Bekerja sama Menggunakan Memecahkan Menggunakan kunci an informasi sikan ide dan dan mengatur dengan orang ide dan teknik persoalan/mas teknologi informasi kegiatan lain dan matematika alah kelompok Level kinerja 2 3 3 2 2 3 3

Standar Kompetensi Bidang Keahlian Elektronika MR

IV- 75

Kode Unit Judul Unit Uraian Unit

: ELKA-MR.MC.010.A : Memperbaiki Mesin Pencuci Pakaian :Unit kompetensi ini berkaitan dengan tindakan perbaikan mesin pencuci pakaian yang dilakukan di pusat perbaikan(servis center), bengkel perbaikan maupun di tempat lain.

Sub Kompetensi 1. Mempersiapkan pekerjaan perbaikan

Kriteria Unjuk Kerja 1.1. Spesifikasi dan cara kerja tape recorder dikuasai lebih dulu. 1.2. Kebutuhan peralatan kerja mekanis dan alat ukur listrik serta bahan reparasi dipersiapkan dan diidentifikasi apakah sesuai dengan SOP(Standard Operation Procedure). 1.3. Tempat kerja dipersiapkan dan dibebaskan dari kemungkinan bahaya kecelakaan. 1.4. Perlengkapan keselamatan dan kesehatan kerja digunakan secara benar serta langkah pengamanan dilakukan sesuai dengan prosedur yang diberlakukan 2. Mengamati gejala kerusakan 2.1.Mesin pencuci dioperasikan untuk diamati gejala kerusakan yang timbul dengan melakukan pengamatan pada : 2.1.1. Bagian kelistrikan 2.1.2. Bagian mekanik pencucian dan pengeringan 2.1.3. Bagian penyaluran/pembuangan air. 2.2.Ditentukan indentifikasi terhadap gejala yang timbul sesuai dengan fungsinya 3. Mengalokasikan kerusakan 3.1 Berdasarkan gejala yang timbul lalu dialokasikan jenis kerusakan yang dapat berupa. 3.1.1 Kerusakan pada komponen kelistrikan 3.1.2 Kerusakan pada perkabelan/konektor 3.1.3 Kerusakan pada bagian mekanik 3.1.4 Kerusakan pada bagian pemipaan 3.2 Bagian kelistrikan diperiksa dengan menggunakan alat ukur listrik (AVOmeter) 3.3 Bagian mekanik/cabinet diperiksa dengan pengamatan 4. Melakukan perbaikan 4.1.Perbaikan, penggantian komponen dan atau setting ulang system pencuci pakaian meliputi : 4.1.1.Bagian/komponen mesin pencuci pakaian diperiksa secara phisik maupun fungsinya dengan menggunakan cara/metoda dan peralatan sesuai instruksi manual dan dilakukan tindakan korektif agar bagian/komponen mesin pencuci berada
Standar Kompetensi Bidang Keahlian Elektronika MR

IV- 76

5. Menguji hasil perbaikan.

6. Membuat laporan

dalam kondisi yang semestinya, misalnya : 4.1.1.1.Bagian panel display yang berfungsi untuk mengatur tampilan pada panel display, 4.1.1.2.Bagian power supply dan kabel-kabel penyambungan yang berfungsi memberikan tegangan catu ke semua bagian rangkaian, 4.1.1.3.Bagian kontrol motor pembilas/pencuci yang berfungsi untuk mengatur jalannya motor listrik, 4.1.1.4.Bagian kontrol motor pengering yang berfungsi untuk mengatur jalannya motor listrik, 4.1.1.5.Bagian transmisi belt yang berfungsi mentransmisikan putaran motor ke mesin pencuci, 4.1.1.6.Bagian pipa saluran masukan air, sabun pembersih dan pipa pembuangan serta valve-valve pada pipa yang berfungsi penunjang pekerjaan mesin. 4.1.2.Apabila diperlukan komponen mesin pencuci pakaian yang tidak berfungsi/rusak diganti dan dilakukan setting sesuai instruksi service manual dan SOP yang berlaku, 4.2.Perbaikan mugkin juga hanya dilakukan dengan pembersihan perbaikan konektor, bagian mekanik/ perpipaan, ajustment tension belt yang dilakukan sesuai dengan petunjuk buku manual. 5.1. Hasil perbaikan atau penggantian komponen diuji untuk mengamati aktivai kerja sistimnya. 5.2. Dilakukan tindakan korektif jika pekerjaan running test tidak berjalan dalam kondisi normal/gejala kerusakan belum hilang 5.3. Untuk memastikan kerusakan yang ditemukan bukan diakibatkan oelah bagian atau komponen lain sehingga dapat dihindari kerusakan yang sama berulang, maka perlu dilakukan analisa lanjutan. 6.1.Setiap selesai diadakan perbaikan mesin pencuci pakaian, dibuatkan laporan berupa service check list dan laporan mesin harian, mingguan dan bulanan. 6.2.Pada laporan supaya ditunjukkan komponen/spare part/peralatan yang telah dilakukan perbaikan

Standar Kompetensi Bidang Keahlian Elektronika MR

IV- 77

6.3.Setiap kegiatan perbaikan dibuatkan riwayat perbaikan mesin pencuci pakaian pada history card Persyaratan/Kondisi Unjuk Kerja 1. Unit ini berlaku untuk perbaikan mesin pencuci pakaian, baik yang dilakukan di Pusat perbaikan (Service centre) maupun di bengkel perbaikan mesin pencuci pakaian lain. 2. Standard Operating Procedure (SOP) untuk perbaikan mesin pencuci pakaian yang berlaku sesuai dengan merek tipe mesin pencuci pakaian masing-masing. 3. Skematic Diagram dan buku service manual yang sesuai dengan modelnya. 4. Peraturan K3 5. Peraturan KLH 6. Peralatan dan bahan yang dipergunakan: 6.1.Peralatan umum perbaikan mekanik meliputi Toolset, peralatan semprot cat, Peralatan las logam 6.2.Peralatan umum perbaikan kelistrikan meliputi Toolkit, Multimeter,Test pen. Clamp Ampere meter 6.3.Bahan : Kabel, Timah solder, komponen elektronik/mekanik yang diperlukan, Cat warna Acuan Penilaian Penilaian unjuk kerja perbaikan dengan unjuk kerja menggunakan peralatan/mesin/ instrument pusat perbaikan mesin pencuci pakaian dapat dinilai berdasarkan efisiensi dan efektifitas perbaikan mesin pencuci pakaian sesuai dengan spesifikasi teknis dan kapasitas penggunaannya serta hasil unjuk kerja peralatan yang dioperasikan atau siap digunakan secara optimal. 1. Unit kompetensi ini dapat diujikan secara langsung kepada peserta uji di pusat perbaikan (service centre) mesin pencuci pakaian atau bengkel perbaikan alat-alat rumah tangga di tempat lain sesuai dengan kondisi yang sebenarnya. 2. Kompetensi yang harus dikuasai sebelumnya antara lain: 2.1. Bekerja berdasarkan K3 di bidang perawatan dan perbaikan Mesin pencuci pakaian. 2.2. Menggunakan peralatan tangan 2.3. Mengoperasikan komputer. 3. Pengetahuan yang terkait : Prinsip kerja motor listrik, mekanikal belt transmisi, rangkaiain listrik, rangkaian elektronika, cara membaca gambar instalasi listrik . 4. Ketrampilan pendukung yang dibutuhkan Penggunaan peralatan perbaikan mekanik, penggunaan alat ukur listrik multimeter, Clamp Ampere meter. Level Kunci Kompetensi
Kompetensi Mengumpulk Mengkomunika Merencanakan Bekerja sama Menggunakan Memecahkan Menggunakan kunci an informasi sikan ide dan dan mengatur dengan orang ide dan teknik persoalan/mas teknologi informasi kegiatan lain dan matematika alah kelompok Level kinerja 2 2 2 2 2 2 2

Standar Kompetensi Bidang Keahlian Elektronika MR

IV- 78

Kode Unit Judul Unit

: ELKA-MR.TCE .011.A : Teknisi Ahli Reparasi Peralatan Consumer Electronic (CE)

Uraian Unit : Kompetensi ini mencakup ketrampilan dan sikap serta pengetahuan yang diperlukan untuk menjadi seorang teknisi ahli yang mampu masuk dibagian yang mana saja di dalam bisnis layanan purna jual CE. Sub Kompetensi 1. Mengenali komponen dengan baik Kriteria Unjuk Kerja 1.1. Digambarkan dan dibandingkan piranti display yang umum digunakan dalam CE 1.2. Diterangkan tentang teknologi speaker, frekuensi dan powernya serta pemakaiannya 1.3. Digambarkan teori tentang remote control; prinsip kerja dan kepraktisannya 1.4. Disebutkan jenis-jenis sekring, circuit breaker, ground fault interrupter dan pemakaiannya masingmasing 1.5. Digambarkan bagian-bagian utama dari tuner TV/ VCR dan diperhitungkan frekuensi yang terlibat 1.6. Dijelaskan beda antara kumparan degauss yang telah terpasang di CE dengan yang digunakan sebagai perkakas kerja 1.7. Di-identifikasi dan dijelaskan kegunaan dari tachometer, tranduces dielektrik tegangan rendah, RTD, SCR, Triac, dan solenoid 1.8. Dijelaskan cara kerja perangkat audio dan ditunjukkan cara troubleshooting-nya 1.9. Pin-pin pada chip audio yang umum di-identifikasi 1.10. Dijelaskan cara memeriksa power supply eksternal 1.11. Dijelaskan tentang prinsip rangkaian IC khusus (integrator, differentiator, dan chip digital) 1.12. Diterangkan bagaimana cara kerja head dari tape recorder/player dan video player, serta cara melacak kesalahannya 1.13. Diterangkan terinci tentang SMT (surface mount technology) dan cara troubleshooting dan penggantian komponennya 1.14. Diperagakan kemampuan intrepretasi dalam membaca rating komponen dan spesifikasi 1.15. Dijelaskan bagaimana cara menguji komponen didalam dan di luar rangkaian 2.1. Dijelaskan maksud dari dipakainya booster TV dan dimana letaknya yang umum IV- 79

2. Menguasai Amplifier

Standar Kompetensi Bidang Keahlian Elektronika MR

3. Menguasai cara membaca diagram blok dan skema rangkaian

2.2. Dijelaskan perbedaan antar penguat (RF, IF, video, dan audio) 2.3. Dijelaskan fungsi dari sebuah tuner radio dan ditujukkan level sinyal dan frekuensinya 2.4. Dijelaskan perbedaan antara penguat mic, phono, CD, dan Power Amplifier. 2.5. Diterangkan tentang manfaat equalizer dan tone control dan cara kerjanya 2.6. Di-identifikasi bagian kontrol mekanik yang dipakai dalam VCR, CD, dan DVD 2.7. Dijelaskan perbandingan antara sistem stereo dan multi-channel sound 2.8. Dijelaskan tentang teknologi speaker wireless 2.9. Dijelaskan bermacam cara coupling amplifier; dengan capasitor, transformer, atau langsung. 2.10. Dijelaskan tentang penggunaan Op-amp dan cara mengatur gain-nya 2.11. Dijelaskan tentang gain dan Signal-to-Noise ratio 3.1. Di-identifikasi bagian-bagian utama dari sebuah radio 3.2. Di-identifikasi bagian-bagian utama dari sebuah perangkat audio (phono, tuner, VCR, dan aux) 3.3. Diperagakan analisa block diagram dan skema untuk TV sistem langsung dan sistem tuner 3.4. Digambarkan tentang TV dengan teknologi LCD, plasma, dan HDTV 3.5. Dibandingkan antara rangkaian TV monitor dengan TV lengkap 3.6. Dibandingkan antara rangkaian analog dan rangkaian digital

4. Meng-integrasi sistem / inter- 4.1. Digambarkan masalah yang mungkin timbul pada facing saat integrasi beberapa perangkat elektronika 4.2.Dijelaskan beberapa penyebab konflik sinyal 4.3.Disebutkan gejala-gejala konflik catu daya dan grounding 4.4.Digambarkan contoh konflik sinyal karena produk tidak kompatible 4.5.Disebutkan jenis-jenis konektor yang umum pada produk CE 4.6.Diterangkan interferensi oleh noise dan sebab-sebab yang mungkin dan bagaimana cara mengurangi pengaruh noise tersebut IV- 80

Standar Kompetensi Bidang Keahlian Elektronika MR

5. Menguasai tentang Elektronika Optik

4.7.Dijelaskan bagaimana dan dimana komputer dihubungkan – kapan diperlukan modem dan persyaratan protocol yang diperlukan 5.1.Disebutkan tempat dimana teknologi laser digunakan dalam peralatan audio dan video 5.2.Dijelaskan teknik recovery sinyal CD dan disebutkan komponen-komponen yang digunakan. 5.3.Dijelaskan teknik recovery sinyal DVD dan disebutkan komponen-komponen yang digunakan 5.4.Disebutkan bagian-bagian utama dari sebuah camera elektronik 5.5.Dijelaskan teori dasar kabel optik dan komponenkomponen dalam perkabelan optik 5.6.Dijelaskan teori tentang display LCD dan di-identifikasi komponen yang diperlukan 5.7.Dijelaskan teori tentang display LCD dan rangkaian unik yang digunakan 5.8.Diterangkan tentang prinsip kerja remote-control dan remote control yang satu unit untuk banyak alat 5.9.Dijelaskan tentang CCD dan dimana dipakainya 5.10. Dibandingkan pemakaian infra-merah (pada CE, intrusion alarm, auto-focus, dsb.) 6.1. Dijelaskan bagaimana variac dan travo isolasi dipakai dan perbedaan keduanya 6.2. Diperagakan cara menggunakan pattern generator dengan benar 6.3. Diperagakan kemampuan menggunakan signal generator audio dan RF dengan benar 6.4. Diperagakan ketrampilan menggunakan frequencycounter untuk mengukur frekuensi radio dan TV dan dijelaskan keterbatasannya 6.5. Diterangkan fungsi dari masing-masing tombol pada oscilloscope dan cara menggunakannya 6.6. Dibandingkan beberapa spesifikasi dari power supply DC dan dijelaskan pemakaian yang benar 6.7. Diperagakan cara mengukur sinyal radio, TV, dan kabel menggunakan level-meter 6.8. Dijelaskan tentang penggunaan pulser dan logicanalyzer 6.9. Dijelaskan bagaimana sebuah kaca pembesar bisa sangat berguna bagi sebagian besar teknisi 6.10. Diperagakan kemahiran menggunakan IC extractor IV- 81

6. Menguasai alat ukur dan perkakas kerja

Standar Kompetensi Bidang Keahlian Elektronika MR

7. Menguasai matematika terapan

8.

Menguasai konsep digital dan pirantinya

7.1.Diperagakan kemampuan bekerja menggunakan formula matematika sederhana 7.2.Diperagakan kemampuan menggunakan kalkulator scientific 7.3.Diperagakan penggunaan folmula Ohm untuk arus, tegangan, dan resistansi; reaktansi, kapasitansi, induktansi; perhitungan rangkaian seridan paralel; rangkaian resonansi, frekuensi dan lamda, dan perhitungan rangkaian RC dan RL 7.4.Diperagakan kemampuan menggunakan ukuran decibels (dB) 7.5.Diperagakan kemampuan memanfaatkan kalkulasi eksponensial 7.6. Dijelaskan perbedaan antara sistem bilangan desimal, biner, oktal, dan hexadesimal 7.7.Diterangkan tentang tabel kebenaran dan Boolean 7.8.Diperagakan menyusun rencana anggaran biaya untuk sebuah pekerjaan instalasi atau reparasi 8.1. Dibandingkan penggunaan rangkaian digital saat ini dengan rangkaian masa lalu yang berfungsi sama 8.2. Diperagakan kemempuan mengenali simbol-simbol dan komponen digital 8.3. Disebutkan beberapa IC digital yang umum dipakai dalam produk elektronika 8.4. Diperagakan pengenalan terhadap gerbang logika dan tabel kebenaran 8.5. Dijelaskan tentang memory dan penyimpanan data pada produk CE yang berbasis komputer 8.6. Dijelaskan tentang ADC & DAC, piranti interface, modem, dan extension board yang lain 8.7. Dijelaskan tentang register dan counter dan penggunaannya 8.8. Dijelaskan tentang rangkaian clock dan timing 8.9. Dibandingkan antara oscillator sinusoidal dengan non-sinusoidal 8.10. Dijelaskan penggunaan multiplexer dan demultiplexer 8.11. Digambarkan manfaat dan penggunaan dari encoder dan decoder 8.12. Digambarkan diagram-blok dari microprocessor dan dijelaskan fungsi-fungsinya 8.13. Digambarkan diagram-blok microcontroller dan dijelaskan fungsi-fungsinya, serta dijelaskan pengIV- 82

Standar Kompetensi Bidang Keahlian Elektronika MR

9. Menguasai aplikasi Komputer

10. Memahami K3

gunaannya dalam produk CE 8.14. Digambarkan piranti PLD (programmable logic devices) dan gate-arrays 8.15. Dibandingkan antara protocol serial dan paralel dalam produk CE 9.1. Dijelaskan bagaimana komputer bisa digunakan sebagai alat bantu troubleshooting 9.2. Diperagakan kemampuan meng-akses informasi dari product-maker sebagai bahan pendukung pekerjaan reparasi 9.3. Diperagakan kemampuan menggunakan internet untuk mencari komponen yang diperlukan 9.4. Diperagakan kemampuan meng-entry data kedalam database informasi pelanggan dan pelayanan 9.5. Diperagakan kemampuan menggunakan software aplikasi seperti word processor dan spread-sheet 9.6. Dijelaskan konsep programming untuk berbagai jenis produk CE 9.7. Diperagakan langsung kemampuan searching komponen, informasi teknologi, dan data digital secara on-line 9.8. Diperagakan kemampuan mencari dan memanfaatkan sumber daya pelatihan melalui internet 10.1. Diperagakan aturan-aturan menangani komponen atau produk elektronika yang peka terhadap statik 10.2. Sebutkan konsep-konsep yang terkandung dalam NEC (national electrical code) yang berlaku untuk para teknisi yang bekerja di dalam lokasi industri 10.3. Diterangkan cara penanganan tabung gambar TV yang benar sesuai petunjuk keselamatan 10.4. Diterangkan dengan rinci petunjuk khusus dalam menangani tegangan tinggi pada TV dan power supply 10.5. Kesalahan grounding dipahami dan diterangkan bagaimana cara memeriksa grounding pada sistem perkabelan gedung apakah sudah aman 10.6. Dijelaskan tentang aturan bekerja di tempat tinggi menurut OSHA 10.7. Diterangkan bahan-bahan yang tidak ramah lingkungan 10.8. Diterangkan aturan-aturan pemadaman kebakaran yang berasal dari listrik atau bahan kimia 10.9. Diterangkan bahayanya teknisi yang memakai IV- 83

Standar Kompetensi Bidang Keahlian Elektronika MR

11. Menguasai penggunaan perkakas tangan

12. Menguasai teknik Cabling

13. Menguasai teknik dasar troubleshooting

rantai logam atau aksesoris logam yang lain 10.10. Diterangkan cara-cara menyelamatkan rekan kerja yang mengalami ke-setrum 10.11. Diperagakan cara-cara melakukan pertolongan pertama 10.12. Disebutkan sepuluh cara berpakaian yang tidak aman bagi para pekerja industri 10.13. Diterangkan mengapa solder yang mengandung timbal saat ini diganti dengan bahan lain yang tidak ber-timbal 11.1. Diperagakan ketrampilan menggunakan perkakas dengan aman (tang, obeng, kunci pas, gergaji, bor tangan, palu, clamp, pemotong pipa, dsb.) 11.2. Diperagakan teknik crimping dan stripping pada kabel telepon dan coaxial menggunakan alat baku 11.3. Diperagakan penggunaan bor besar untuk tembok, lantai, untuk membuat lubang kabel 11.4. Diperagakan kemahiran soldering dan desoldering 11.5. Disebutkan petunjuk dan penggunaan yang benar dari pembersih kimia yang umum digunakan dalam reparasi produk CE 12.1. Diterangkan tentang jenis kabel coaxial dan penggunaannya 12.2. Disebutkan kabel twisted pair dan dibandingkan dengan kabel lain karakteristiknya 12.3. Digambarkan tentang impedance-matching dan pengaruhnya dalam sistem komunikasi 12.4. Digambarkan tentang pengukuran level sinyal pada kabel dan dijelaskan tentang teknik fault-locator 12.5. Diperagakan cara memasang konektor, memasang jack, dan persiapan ujung kabel yang lain, serta tata cara memeriksa kelainan sambungan 12.6. Diterangkan tentang pentingnya grounding , anti petir (arrester), dan proteksi terhadap kilat 13.1. Dibuktikan ketrampilan menggunakan alat ukur umum, meliputi RF AVO meter, oscilloscope, signal generator, power supplies, frequency meter, logic pulser, logic probe, decade resistor, megger, dummy load, cable checker, dan meter kapasitansi 13.2. Diperagakan kemampuan melakukan verifikasi terhadap gejala kerusakan dan melakukan visual check sebagai langkah awal dalam troubleshooting 13.3. Dijelaskan tentang tata-cara testing tegangan yang IV- 84

Standar Kompetensi Bidang Keahlian Elektronika MR

14. Menguasai penggunaan Internet

15. Menguasai tentang budaya kerja

benar / tidak merusak 13.4. Diperagakan tata-cara melokalisir bagian yang rusak dalam rangkaian yang rumit 13.5. Diperagakan tata-cara menyiapkan catatan servis (ganti part atau riwayat alat) dan catatan keuangan yang benar 13.6. Diperagakan kemampuan mencari info komponen dari berbagai katalog atau literatur lain 13.7. Bisa ditunjukkan kemampuan melokalisir masa-lah memanfaatkan skema rangkaian dan test point 14.1. Diperagakan kemampuan meng-akses internet dan menggunakan world-wide-web 14.2. Digambarkan cara berkomunikasi dengan orang lain melalui internet 14.3. Diperagakan kemampuan meng-akses produk, komponen, dan literatur pendukung 14.4. Diperagakan kemampuan meng-akses perusahaan, asosiasi, dan sumber informasi yang lain dan kemudian ber-interaksi 14.5. Diperagakan pemanfaatan tutorial on-line dan pelatihan on-line 15.11. Diterangkan tentang konsep dalam program CSS (customer service specialist) 15.12. Diperagakan kemampuan bekerja sama dengan sesama pekerja termasuk dengan tenaga non teknis 15.13. Diterangkan bagaimana metode melayani pelanggan yang sulit 15.14. Diperagakan cara menelepon yang baik 15.15. Diperagakan tata cara berbusana yang bersih dan rapi 15.16. Disebutkan contoh-contoh kerja-sama tim yang baik dan sebutkan keuntungannya 15.17. Digambarkan bagaimana emosi bisa menyebabkan masalah dalam hubungan dengan manajemen, sesama pekerja, dengan orang lain yang mungkin suatu hari menjadi atasan 15.18. Disebutkan contoh-contoh tindakan pelayanan yang tidak benar dalam suasana rumah dan suasana kantor. 15.19. Disebutkan contoh-contoh cara menghargai atasan, menghargai produk perusahaan, fasilitas dan asset, sesama pekerja, dan menghargai perasaan pelanggan, kerabat, dan keluarga IV- 85

Standar Kompetensi Bidang Keahlian Elektronika MR

15.20. Dijelaskan bagaimana menyiapkan urutan pekerjaan yang akan dilaksanakan oleh orang lain Persyaratan/Kondisi Unjuk Kerja Untuk dapat melaksanakan unit kompetensi ini harus didukung tersedianya : 6. Gambar mekanis dan elektrik sebagai peraga 7. Instruction manual, data / katalog, akses internet 8. Kondisi tempat kerja yang sesuai untuk setiap sub-kompetensi 9. Report sheet yang ditetapkan oleh perusahaan. 10. Peralatan dan instrumen yang terkait dengan pelaksanaan unit kompetensi Acuan Penilaian 6. Penilaian untuk masing-masing sub-kompetensi bisa dilakukan di kelas, di laboratorium, atau di tempat kerja yang memungkinkan dilakukan penilaian 7. Penilaian untuk programmer pada saat membuat program/software yang dipakai di mesin otomatis sesuai dengan spesifikasi produk, spesifikasi mesin 8. Penilaian untuk teknisi maintenance dilakukan pada saat melakukan perbaikan serta perawatan mesin yang harus mengetahui system kerja mesin meliputi mekanik, elektrik, dan pneumatik. 9. Penilaian sikap kerja meliputi penerapan keselamatan kerja dan pemeliharaan alat kerja tingkat sederhana sampai tingkat komplek . 10. Penilaian terhadap kompetensi personal tambahan meliputi : 6.2. Kompetensi Attittude diantaranya : 6.1.13. Mentaati semua peraturan perusahaan dan menepati janji yang diikrarkan 6.1.14. Bertanggungjawab terhadap tugas dan kewajibannya 6.1.15. Berdisiplin terhadap waktu dan tugasnya 6.1.16. Bersikap mandiri, tidak selalu tergantung pada orang lain 6.1.17. Mengembangkan diri menuju arah positif 6.1.18. Bersikap Jujur dan dapat dipercaya 6.2. Kompetensi Sosial diantaranya : 6.2.9. Dapat menerima gagasan baru / pendapat orang lain 6.2.10. Dapat bekerja sama dengan teman sekerja atau siapapun dalam segi positif 6.2.11. Dapat mengungkapkan pendapat sendiri 6.2.12. Peduli akan lingkungan sekitamya

Level Kunci Kompetensi
Kompetensi Mengumpulk Mengkomunika Merencanakan Bekerja sama Menggunakan Memecahkan Menggunakan kunci an informasi sikan ide dan dan mengatur dengan orang ide dan teknik persoalan/mas teknologi informasi kegiatan lain dan matematika alah kelompok Level kinerja 3 3 3 3 3 3 3

Standar Kompetensi Bidang Keahlian Elektronika MR

IV- 86

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->