Pembuatan Kornet

Definisi • Kornet. yaitu air yang dicampur dengan larutan garam jenuh. . Kornet daging sapi diolah dengan cara diawetkan dalam air garam. adalah salah satu jenis produk olahan daging sapi yang banyak digunakan dalam resep masakan Indonesia.

Alur Pembuatan Kornet Daging Sapi Penggilingan suhu rendah Mixing Filling Cooling Sterilisasi Seaming Exhausting Labelling Corned Beef .

Proses Pembuatan • Penjelasan Proses Pembuatan Kornet.  Pembersihan Bahan Baku (Daging Sapi). Selain itu menghilangkan bagian-bagian yang tidak bisa dimakan.  Pembersihan dilakukan dengan menggunakan air bersih yang mengalir. . guna menghilangkan kotoran yang menempel pada bahan.

.Penggilingan dengan suhu rendah • Daging sapi digiling dengan chopper pada suhu rendah sehingga selama penggilingan. Hasil gilingan berupa daging cincang yang masih kasar. • Hal tersebut dilakukan dengan menambahkan es batu atau air dingin. suhu dapat dipertahankan tetap di bawah 16°C.

Sehingga mendapatkan warna yang stabil. aroma. dan bahan lainnya menjadi adonan yang homogen yang disebut dengan curing.Curing • Lalu daging dimasukkan kedalam mixer untuk mencampur daging. dan untuk mengurangi pengerutan daging selama processing serta memperpanjang masa simpan produk daging. pencampuran harus dilakukan pada suhu rendah (10-16°C). . Dan dengan menambahkan garam NaCl. • Agar emulsi tetap terjaga stabilitasnya. bumbu. Na-nitrat dan gula. tekstur dan kelezatan yang baik.

disebut head space.Filling • Campuran daging yang telah homogen selanjutnya diisikan ke dalam kaleng yang sebelumnya telah disterilkan dengan panas. umumnya pada suhu 180oF). . Ukurannya bervariasi. umumnya kurang dari ¼ tinggi kaleng. Pengisian dilakukan dengan metode hot filling (pengisian ke dalam kemasan dalam keadaan panas. Pengisian dilakukan dengan menyisakan sedikit ruang kosong di dalam kaleng.

.

Exhausting • Kaleng yang telah diisi. . kemudian divakum (exhausting) dengan cara melewatkannya melalui ban berjalan ke dalam exhauster box bersuhu 90-95°C selama 15 menit.

.Seaming • Setelah itu. kaleng dalam keadaan panas langsung ditutup dengan mesin penutup kaleng. Penutupan yang baik akan mencegah terjadinya kebocoran yang dapat mengakibatkan kerusakan.

Pencucian • Tujuannya untuk menghilangkan kotoran yang tercecer dipermukaan kaleng akibat proses filling. Apabila kotoran tidak dibersihkan. karena proses sterilisasi hanya difokuskan pada daging dalam kaleng . dikhawatirkan mikroba dapat tumbuh dan mengkontaminasi produk setelah dibuka.

55 kg/cm2. kaleng beserta isinya disterilisasi dengan cara memasukkan kaleng ke dalam retort dan dimasak pada suhu 120°C dan tekanan 0. selama 15 menit. .Sterilisasi • Setelah ditutup.

yaitu setelah dipanskan. • Biasanya untuk industri besar. proses pendinginan dilakukan secara otomatis di dalam retort. maka tekanan udara dalam retort perlu dikendalikan sehingga tidak menyebabkan terjadinya kaleng-kaleng yang menggelembung dan rusak. kaleng yang telah disterilkan harus segera didinginkan di dalam bak pendingin yang berisi air selama 20-25 menit. dimasak. • . Maka segera dibuka katup air dingin.Cooling • Agar daging tidak mengalami pemanasan yang berlebihan. Untuk ukuran kaleng yang besar.

Pemberian label pada kemasan • Setelah permukaan kaleng dibersihkan dengan lap hingga kering. produk siap untuk diberi label dan dikemas. .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful