P. 1
Peranan Bank Indonesia Dalam Pengendalian Inflasi

Peranan Bank Indonesia Dalam Pengendalian Inflasi

|Views: 10|Likes:
Published by Ayu Steffina

More info:

Published by: Ayu Steffina on Nov 12, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/01/2014

pdf

text

original

Peranan Bank Indonesia Dalam Pengendalian Inflasi

1. Question (Q) : Dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 1999 tentang Bank Indonesia (BI), pada salah satu pasalnya disebutkan bahwa BI adalah lembaga negara yang independen. Apa maksud kalimat tersebut? Answer (A) : Independen diartikan sebagai lembaga negara yang bebas dari campur tangan pemerintah dan atau pihak lainnya. Selanjutnya, dalam Pasal 9 dinyatakan bahwa pihak lain dilarang melakukan segala bentuk campur tangan terhadap pelaksanaan tugas BI, dan demikian pula BI wajib menolak dan/ atau mengabaikan segala bentuk campur tangan dari pihak manapun dalam rangka melaksanakan tugasnya. Independensi tersebut ditandai dengan diberikannya kewenangan penuh pada BI dalam menetapkan target-target yang akan dicapai (goal independence) dan kebebasan dalam menggunakan berbagai piranti moneter (instrument independence) dalam mencapai target tersebut. Selanjutnya, dalam Pasal 10 ditegaskan bahwa BI memiliki kewenangan untuk melaksanakan kebijakan moneter melalui penetapan sasaran moneter dengan memperhatikan sasaran laju inflasi. Demikian pula, untuk lebih meningkatkan efektivitas pengendalian moneter serta kapasitasnya sebagai lender of the last resort, dalam Pasal 11 dinyatakan bahwa pemberian kredit oleh BI kepada bank dibatasi. Jangka waktu kredit kepada bank maksimal 90 hari dan penggunaannya hanya untuk mengatasi kesulitan pendanaan jangka pendek. Selain itu, kredit tersebut harus dijamin dengan surat berharga yang bernilai tinggi dan mudah dicairkan yang nilainya minimal sebesar jumlah kredit atau pembiayaan yang diterima oleh bank. 2. Q : Apa tujuan dan tugas BI saat ini sesuai dengan undang-undang baru tersebut ? A : Tujuan BI adalah mencapai dan memelihara kestabilan nilai rupiah. Untuk mencapai tujuan tersebut BI mempunyai 3 tugas utama, yaitu menetapkan dan melaksanakan kebijakan moneter, mengatur dan menjaga kelancaran sistem pembayaran, serta mengatur dan mengawasi bank. Dalam rangka menetapkan dan melaksanakan kebijakan moneter tersebut, BI berwenang menetapkan sasaran-sasaran moneter dengan memperhatikan sasaran laju inflasi yang ditetapkan. Perlu dikemukakan bahwa tugas pokok BI berubah sejak diterapkannya undang-undang tersebut, yaitu dari multiple objective (mendorong pertumbuhan ekonomi, menciptakan lapangan kerja, dan memelihara kestabilan nilai rupiah) menjadi single objective (mencapai dan memelihara kestabilan nilai rupiah). Dengan demikian tingkat keberhasilan BI akan lebih mudah diukur dan dipertanggungjawabkan kepada masyarakat. 3. Q : Apa yang dimaksud dengan kestabilan nilai rupiah? A : Kestabilan nilai rupiah tercermin dari tingkat inflasi dan nilai tukar yang terjadi. Tingkat inflasi tercermin dari naiknya harga barang-barang secara umum. Faktor-faktor yang mempengaruhi inflasi dapat dibagi menjadi 2 macam, yaitu tekanan inflasi yang berasal dari sisi permintaan dan dari sisi penawaran. Dalam hal ini, BI hanya memiliki kemampuan untuk mempengaruhi tekanan inflasi yang berasal dari sisi permintaan, sedangkan tekanan inflasi dari sisi penawaran (bencana alam, musim kemarau, distribusi tidak lancar, dll) sepenuhnya berada diluar pengendalian BI. Oleh karena itu, untuk dapat mencapai dan menjaga tingkat inflasi yang rendah dan stabil, diperlukan adanya kerjasama dan komitmen dari seluruh pelaku ekonomi, baik pemerintah maupun swasta. Tanpa dukungan dan komitmen tersebut niscaya tingkat inflasi yang sangat tinggi selama ini akan sulit dikendalikan. Selanjutnya nilai tukar rupiah sepenuhnya ditetapkan oleh kekuatan permintaan dan panawaran yang terjadi di pasar. Apa yang dapat dilakukan oleh BI adalah menjaga agar nilai rupiah tidak terlalu berfluktuasi secara tajam.

Pemilihan inflasi sebagai sasaran akhir ini sejalan pula dengan kecenderungan perkembangan terakhir bank-bank sentral di dunia. Strategi yang digunakan oleh BI dalam mencapai sasaran inflasi yang rendah adalah : . namun menggunakan inflasi inti. Sebagai contoh. Disamping itu. dimana banyak bank sentral yang beralih untuk lebih memfokuskan diri pada upaya pengendalian inflasi. Ketiga. inflasi inti sebagai komponen inflasi yang cenderung 'menetap' atau persisten (persistent component) di dalam setiap pergerakan laju inflasi. Q : Bagaimana BI mengontrol tingkat inflasi ? A : Seperti dikemukakan diatas bahwa kontrol BI atas inflasi sangat terbatas. Q : Bagaimana kebijakan moneter BI kedepan yang lebih memfokuskan pada sasaran tunggal inflasi? A : Sasaran akhir kebijakan moneter BI di masa depan pada dasarnya lebih diarahkan untuk menjaga inflasi. Penggunaan inflasi inti sebagai sasaran operasional dikarenakan inflasi inti dapat memberikan signal yang tepat dalam memformulasikan kebijakan moneter. 6. Perlu disampaikan pula bahwa pengendalian inflasi tidak bisa dilakukan hanya melalui kebijakan moneter. karena inflasi dipengaruhi oleh banyak faktor. .mengidentifikasi variabel yang menyebabkan tekanan-tekanan inflasi. Untuk itulah koordinasi dan kerjasama antar lembaga lintas sektoral sangatlah penting dalam menangani masalah inflasi ini. BI selalu melakukan assessment terhadap perkembangan perekonomian. respon bank sentral akan mengetatkan uang beredar sehingga tingkat inflasi dapat ditekan. . Kedua. yang terpenting. Selanjutnya respon kebijakan moneter didasarkan kepada hasil assessment tersebut.4. inflasi inti sebagai kecenderungan perubahan harga-harga secara umum (generalized component). seperti pertumbuhan output ataupun tingkat pengangguran. Di dalam operasionalnya. pertama. seperti pertumbuhan pada tingkat kapasitas penuh (full employment) dan penyediaan lapangan kerja yang seluas-luasnya. dalam hal terjadi gangguan permintaan (demand shock) yang mengakibatkan inflasi tinggi. 5. Alasan yang mendasari perubahan tersebut adalah. ada 2 konsep dalam pengertian inflasi inti. Core inflation pada beberapa literatur disebut juga dengan underlying inflation. Oleh karena itu. pencapaian inflasi rendah merupakan prasyarat bagi tercapainya sasaran makroekonomi lainnya. Kedua. Q : Dapatkan dijelaskan mengenai konsep inflasi inti (core inflation) ? A : Berdasarkan pengertiannya. kebijakan tersebut dapat juga untuk menyesuaikan kembali pertumbuhan ekonomi pada tingkat yang sesuai dengan . Inflasi inti inilah yang dapat dipengaruhi atau dikendalikan oleh BI.memformulasikan respon kebijakan moneter. kebijakan moneter tidak dapat mempengaruhi variabel riil. buktibukti empiris menunjukkan bahwa dalam jangka panjang kebijakan moneter hanya dapat mempengaruhi tingkat inflasi. Dapat ditambahkan bahwa laju inflasi yang diperoleh dari indeks harga konsumen (IHK) sebagai sasaran akhir dan laju inflasi inti (core atau underlying inflation) sebagai sasaran operasional.mengkaji efektivitas instrumen moneter dan jalur transmisi kebijakan moneter. Pertama. melainkan juga kebijakan ekonomi makro lainnya seperti kebijakan fiskal dan kebijakan di sektor riil. BI tidak menggunakan inflasi IHK sebagai acuan dalam mengambil kebijakan moneter. penetapan tingkat inflasi rendah sebagai tujuan akhir kebijakan moneter akan menjadi nominal anchor berbagai kegiatan ekonomi. khususnya terhadap kemungkinan tekanan inflasi.menentukan sasaran akhir kebijakan moneter. .

gangguan distribusi tidak lancar dan adanya kerusuhan-kerusuhan sosial yang berakibat terputusnya pasokan dari luar daerah. kenaikan pajak. misalnya kenaikan harga makanan karena musim kering maka kebijakan uang ketat justru dapat memperburuk tingkat harga dan pertumbuhan ekonomi. 9. lonjakan harga cabe. misalnya kebijakan penghapusan subsidi pemerintah.kapasitas perekonomian. Pengumuman target dan sasaran moneter tersebut mengandung makna yang penting dalam rangka transparansi dan menunjukkan komitmen BI terhadap pengendalian laju inflasi. sehingga hasil pengukuran IHK selalu memiliki kualitas yang lebih baik dan selalu tersedia secara tepat waktu. terjadinya bencana alam. Kelebihan digunakannya IHK ini antara lain adalah merupakan alat ukur yang paling tepat dalam mengukur tingkat kesejahteraan masyarakat karena IHK mengukur indeks biaya hidup konsumen. 7. Respon yang dapat dilakukan oleh bank sentral adalah kebijakan melonggarkan likuiditas perkonomian justru diperlukan untuk menstimulir peningkatan penawaran. Seperti yang berlaku pada negaranegara lain institusi yang bertugas mengumpulkan data statistik selalu memfokuskan sebagian besar sumber dayanya untuk menghasilkan data IHK yang reliable dibandingkan indeks harga lainnya. jika inflasi meningkat karena terjadinya gangguan penurunan di sisi penawaran (supply side). Q : Apakah BI akan mengumumkan angka-angka inflasi tersebut kepada masyarakat? A : Dalam Pasal 58 Undang-undang BI yang baru tersebut diatas disebutkan bahwa BI wajib menyampaikan informasi kepada masyarakat secara terbuka melalui media massa pada setiap awal tahun anggaran yang antara lain memuat rencana kebijakan dan penetapan sasaran-sasaran laju inflasi serta perkembangan kondisi ekonomi dan keuangan. target dan sasaran moneter tersebut dapat menjadi arah mengenai kondisi perekonomian di masa mendatang sehingga mereka dapat melakukan perencanaan kegiatan ekonominya dengan lebih baik. Ada beberapa alasan yang mendasari dipilihnya IHK sebagai target bank sentral. Q : Inflasi mana yang akan dipakai BI dalam menetapkan targetnya? A : BI menetapkan IHK sebagai targetnya. Gangguan dari sisi penawaran dapat timbul apabila terjadi musim kering yang mengakibatkan gagal panen. . baik dari sisi teoritis maupun dari segi kepraktisannya. Bagi masyarakat. Atas dasar hal tersebut maka BI akan mengumumkan sasaran inflasi untuk jangka waktu antara 2 . Sebaliknya. Tekanan yang berasal dari dalam negeri dapat diakibatkan oleh adanya gangguan dari sisi penawaran dan permintaan serta kebijakan yang diambil oleh instansi lain di luar BI. 8. Gangguan dari sisi permintaan dapat terjadi apabila otoritas moneter menerapkan kebijakan uang longgar. tekanan inflasi dapat dibedakan atas domestic pressures (berasal dari dalam negeri) dan external pressures (berasal dari luar negeri). seperti kelangkaan semen. Hal ini dimaksudkan untuk mengakomodasi kemungkinan terjadinya random shocks (tekanan-tekanan dari sisi penawaran yang tidak dapat diperkirakan sebelumnya).3 tahun ke depan. dll. seperti yang diterapkan di semua negara yang menganut sistem target inflasi secara eksplisit. Sasaran tersebut akan diumumkan dalam suatu range (band) dengan titik tengah tertentu. Q : Apakah tekanan terhadap angka inflasi hanya berasal dari dalam negeri saja ? A : Dilihat dari asalnya.

berbagai kebijakan penyesuaian harga barang yang dikendalikan pemerintah dapat memberikan tekanan inflasi secara signifikan . Q : Berapakah laju inflasi yang dikehendaki oleh BI ? A: • Dalam jangka menengah dan panjang. angka inflasi dipertahankan dibawah single digit. laju inflasi diharapkan dapat ditekan sekitar 5%.10. Dalam jangka pendek. Namun demikian.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->