P. 1
Mediabahanbekas

Mediabahanbekas

|Views: 79|Likes:

More info:

Published by: Nunung Dwi Kustiarni on Nov 12, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/21/2014

pdf

text

original

PENGEMBANGAN KETRAMPILAN PEMBUATAN MEDIA PEMBELAJARAN FISIKA MELALUI PEMANFAATAN BAHAN -BAHAN BEKAS PADA DIKLAT GURU MAPEL

FISIKA MA Oleh: Miftakhul Anwar

Abstrak

This Study is a descriptive research, which describes the media of teaching and lear ning physics which is created from unused things. They are like electrical board, electrical motor, hydrometer, gas pressure, ampere rmeter, lorentz force, rice cooker, U pipe, and many thing.

The aim of this essay is to know the use of unused thing as media in teaching and learning physics in the Madrasah Aliyah teacher training in Balai Diklat Surabaya . Beside that, this essay to see how the media are implemented during teaching and learning activities.

Key: Media, pembelajaran, bahan bekas

A.Pendahuluan fisika adalah bagian science yang mempelajari cara mencari tahu tentang alam secara sistematis, sehingga sains bukan hanya penguasaan kumpulan pengetahuan yang berupa fakta-fakta, konsep-konsep, atau prinsip-prinsip saja tetapi juga merupakan suatu p roses penemuan. Oleh karena itu pendidikan sains harus menekankan pada pemberian

pengalaman langsung untuk mengembangkan kompetensi agar siswa mampu menjelajahi dan memahami alam sekitar secara ilmiah. Pendidikan Sains diarahkan untuk “ mencari tahu” dan “ berbuat” sehingga dapat membantu siswa untuk memperoleh pemahaman yang lebih mendalam tentang alam sekitar (Standar Isi,2006). Menurut Nur (2004), belajar akan lebih bermakna jika anak mengalami sendiri apa yang dipelajarinya bukan mengetahuinya. Fisika adalah pelajaran eksprimen, yaitu pelajaran yang harus disertai percobaan 4

akan tetapi pengetahuan itu dibangun siswa melalui pengalaman yata. Akan tetapi yang menjadi kendala di lapangan adalah sebagian besar Madrasah Aliyah di wilayah Jawa Timur tidak mempunyai sarana laboratorium dengan peralatannya atau media yang memadai (Survey Pesert a Diklat guru mapel fisika. rumus-rumus saja dengan metode ceramah sehingga membuat siswa tidak punya motivasi dalam mengikuti pembelajaran. Selain itu kebanyakan guru kurang atau tidak punya daya kreativitas dan inovatif. Oleh karena itu pembelajaran fisika perlu mengaitkan dan pengaplikasikan konsep fisika pada tekonol ogi. Oleh karena itu untuk memberikan pengalaman lansung pada pembelajaran físika dan menyenangkan maka guru harus menggunakan media pembelajaran yang tepat sesuai dengan materi yang diajarkan . 1995). Jika ada. Hal ini disebabkan ketersediaan dana atau alatnya berasal dari bantuan yang tidak sesuai dengan kebutuhan dilapangan. Seorang guru dituntut kreatif. mengatakan perlunya mengaplikasikan konsepkonsep fisika pada teknologi.. sehingga tujuan pembelajaran fisika dapat dicapai oleh siswa. 2011 dan data tidak dipublikasikan). tetapi kita tidak mengetahui bagaimana proses penemuan teknologi dan ilmu yang mendasari penemuan teknologi itu sendiri. inovatif dalam menciptakan suasana pembelajaran. menekankan pembelajaran yang aktif. motivasi. fakta. Menurut Hutagalung (2001). dan tidak terjangkau. peralatannya rusak. konsep-konsep. sehingga siswa tahu apa manfaatnya mereka belajar fisika. Jika membeli harganya mahal. konsep-konsep. terutama sekolah -sekolah yang berada di pedesaan atau pinggiran. inovatif. Siswa jangan diajarkan menghafal teori-teori. Ini berarti p embelajaran fisika dikaitkan dengan pengalaman nyata atau kontekstual dan lebih bermakna. dalil-dalil atau rumus-rumus saja. Berikan pengalaman lansung dengan mengaitkan apa yang dipelajari dengan kontek yang nyata. dan pengalaman bagaimana membuat media yang dibuat dari bahan-bahan bekas yang tersedia 5 . kurang memadai atau tidak sesuai dengan kebutuhan.(Druxes dkk. Marthen (2007). kita bisa menikmati hasil perkembangan teknologi. Pembelajaran fisika jangan melalalui hafalan tentang teori-teori. Salah satu ilmu penting yang mengantar ditemukan teknologi adalah ilmu fisika. ini akan membangkitkan antusias dan motivasi siswa untuk belajar fisika Kurikulum Standar Isi atau Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK). kreatif dan menyenangkan .

guru terpaksa mengajarkan “Fisika kapur murni” yaitu mengajar Fisika hanya bermodalkan kapur dan ceramah saja. 6 . Media Bahan Bekas Yang dimaksud dengan media bahan bekas adalah media atau alat bantu pembelajaran yang menggunakan atau dibuat dari bahan -bahan beka atau bahan yang idak digunakans. Dan juga bagaimana mengaitkan konsep fisika pada teknologi atau mengaplikasikasikan konsep fisika dalam kehidupan sehari -hari. sehinnga tujuan pembelajaran tidak tercapai.di lingkungan sekolah dan terjangkau . perasaan. Dari beberapa pengertian media diatas maka dapat disimpulkan bahwa media itu bisa berbentuk softwere maupun hardware dan sebagai alat bantu proses belajar mengajar baik di dalam kelas maupun di luar kelas yang berfungsi sebagai menyalurkan pesan yang dapat merangsang pikiran. media berasal dari kata/bahasa latin dan merupakan bentuk jamak dari kata medium. Sehingga sekolah yang tidak mempunyai alat peraga. yang secara harfiah berati perantara tau pengantar. Sedangkan Arsyad (2002) mengatakan bahwa media pendidikan alat bantu pada proses belajar baik didalam maupun diluar kelas dalam rangkah komunikasih antara guru dan siswa dalam proses pembelajaran. tidak kontektual dan membuat banyak siswa menjadi bosan. perhatian dan kemauan siswa sehingga dapat mendorong terjadinya proses belajar pada diri siswa. Munculnya masalah di atas perlu dipecahkan . dan untuk itulah penulis mencobah menguraikan melalui tulisan pengembangan media yaitu Pengembangan Ketrampilan Pembuatan Media Pembelajaran Fisika Melalui Pemanfaatan Bahan -Bahan Bekas Pada Diklat Guru Mapel Fisika Madrasah Aliyah B. Sadiman (1989) mengatakan media itu tidak lain dan tidak bukan adalah software dan hardwere yang berfungsi sebagai perantara atau pengantar pesan dari pengirim ke penerima pesan. perasaan. perhatian dan kemauan siswa sehingga dapat mendorong terjadinya proses belajarpada diri siswa C. Soeharto (2003) mengatakan media adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan yang dapat merangsang pikiran. Definisi Media Menurut asal katanya.

pokok bahasan/sub pokok bahasan dan uraian) 2. dan urutan langkah kegiatan) 5.Langkah-langkah dalam pembuatan m edia/alat peraga/praktik menurut Achmad Djazuli (1996). urutan materi.Menetapkan strategi pembelajaran yang efektif(dengan memperhatikan metode. menentukan hal -hal dari alat peraga/praktik yang akan dibuat tersebut. tujuan. dan (3) materi yang diajarkan 6. Mempelajari GBPP(silabus) yang akan diajarkan (menyangkut indikator. Melaksanakan kegiatan pembelajaran Secara garis besar yang harus dilakukan dalam prakt ik membuat alat peraga/praktik menurut Achmad Djazuli (1996). yaitu sebagai berikut : 1.Pembuatan Alat(menentukan langkah -langkah pembuatan dari alat perga yang akan dibuat) 4. hal yang dapat dilakukan adalah : (1) mencoba alat yang dibuat. yang meliputi : (1) kelas/ semester dan (2) pokok bahasan b. Penggunaan Alat(cara penggunaannya) 7 . yang dapat dilakukan dengan cara : (1) memanfaatkan barang bekas atau bahan lain yang ada dilingkungan sekolah yang mudah didapat.Penggunaan Alat dan proses pembelajaran : a. (2) metode yang digunak an. dan (3) menetapkan cara pengorganisasian kelas 8.Menentukan kedalaman dan keluasan materi pokok bahasan/sub pokok bahasan yang akan diajarkan(dengan bantuan buku -buku sumber atau sumber lainny a) 4.Alat dan Bahan(menentuakan alat dan bahan d ari alat peraga yang dibuat) 3.Pembuatan alat peraga/praktik.Silabus mata pelajaran tingkat sekolah dan tahun. sebagai berikut : 1. (2) menyiapkan jumlah dan jenis alat.Fungsi(menentukan fungsi dari alat peraga yang dibuat ) 2.Persiapan mengajar.Menentukan jumlah dan jenis alat dalam kegiatan pembelajaran yang meliputi : (1) kemampuan yang ingin dicapai.Mengidentifikasi kemampuan-kemampuan yang hendak dikembangkan dalam kegiatan pembelajaran untuk menunjang pencapaian tujuan pembelajaran dan indikator suatu kompetensi dasar 3. dan (2) dibuat sendiri olrh guru (bila perlu bersama siswa) 7.

Menentukan jumlah dan jenis alat dalam kegiatan pembelajaran yang meliputi : (a) kemampuan yang ingin dicapai. karena tanpa media pembelajaran tidak menarik seperti diungkapkan oleh Thomas Gordon(1990). yang dilakukan dengan cara: (a) memanfaatkan barang bekas atau bahan lain yang ada dilingkungan sekolah yang mudah didapat. Media pembelajaran sangat diperlukan oleh guru maupun siswa ketika mereka melakukan aktifitas pembelajaran. dan (c) materi yang diajarkan 13. Kompetensi dasar. hal yang dapat dilakukan adalah : (a) mencoba alat yang dibuat. Mengingat pentingnya media dalam pembelajaran. dan urutan langkah kegiatan) 12.Langkah-langkah dalam pembuatan alat peraga/praktik adalah : 1. dan (c) menetapkan cara pengorganisasian kelas 15. dan (b) dibuat sendiri oleh gu ru (bila perlu bersama siswa) 14. (b) metode yang digunakan. indikator. Mengidentifikasi kemampuan -kemampuan yang hendak dikembangkan dalam kegiatan pembelajaran untuk menunjang pencapaian tujuan pembelajaran dan indikator suatu kompetensi dasar 10. Pengalaman Belajar 9. 8 . sering terjadi keluhan yang berbeda pada diri setiap siswa dalam mengungkapkan pembelajaran yang kurang menarik. monoton.Menetapkan strategi pembelajaran yang efektif (dengan memperhatikan metode. tetapi bagian integral dalam pembelajaran. membuat ngantuk. Melaksanakan kegiatan pembelajaran . urutan materi. abstrak. dan lain sebagainya. (b) menyiapkan jumlah dan jenis alat.Menentukan kedalaman dan keluasan materi pokok bahasan/sub pokok bahasan yang akan diajarkan(dengan bantuan buku -buku sumber atau sumber lainnya) 11. Mempelajari silabus yang akan diajarkan (menyangkut standar Isi.Persiapan mengajar. Pembelajaran tersebut dapat dikatakan tidak efektif. maka guru harus menggunakan media dalam proses pembelajaran. Selain dapat mengantikan sebagian tugas guru sebagai penyaji materi (penyalur pesan ) media juga memiliki potensi yang unik yang dapat membantu siswa dalam belajar. Fungsih Media Dalam Pembelajaran Fisika Hadirnya media sangat diperlukan mengingat bahwa kedudukan media ini bukan sekedar alat bantu mengajar.Pembuatan alat peraga/praktik/media.

penyajian materi ajar akan lebih menarik 2. Tugas setiap kelompok adalah membuat disain media. setiap kelompok membuat media sesuai dengan tugasnya. dimana saja tergantung keperluan 7. effisiensi waktu 5.Pembagian tugas kelompok. dilakukan dengan beberapa langkah 1. memberikan nilai positif terhadap pengajar Penggunaan Bahan-Bahan Bekas Sebagai Media Pembelajaran Fisika Dalam pengembangan pembuatan media yang memanfaatkan bahan -bahan bekas ini. penyajian materi lebih berstandar 3. antara lain: 1. kualitas belajar dapat ditingkatkan 6. mer encanakan langkah-langkah pembuatan media.Membuat media sesuai dengan tugas kelompok masing -masing 4. saran. Menerapkan media dalam pembelajaranya semen tara kelompok lain memberikan masukan.Menurut Kemp dalam Hamzah (2007) bahwa kehadiran media dalam pembelajaran memberikan kontribusi.Mendiskusikan silabus yang telah merek a persiapkan. SK-KD mana yang bisa dibuatkan media pembelajarannya 2. pembelajaran dapat disajikan kapan. kritikan untuk perbaikan alat selanjutnya Adapun media pembelajaran fisika yang telah dibuat oleh peserta diklat dapat dilihat dalam table sebagai berikut: Media Yang Dibuat Dari Bahan -bahan Bekas No 1 Standar KompetensiKompetensi dasar Memformulasikan besaranbesaran listrik rangkaian tertutup sederhana (satu loop) Materi Yang Sesuai dengan Media Listrik Dinamik Nama Media Papan listrik Bahan Bekas Yang Diperlukan Kardus Kertas aluminium foil Jarum pentul Magnit Alat Yang Diperlu kan Gunting Lem Fungsi Media Dalam Pembelajaran Untuk mempelajari pokok bahasan: (1) arus listrik mengalir dalam rangkaian tertutup 9 . kegiatan pembelajaran lebih interaktif 4. meningkatkan sifat positif siswa terhadap proses pembelajaran 8. membawa bahan -bahan bekas dant-alat yang diperlukan. dan langkah-langkah penggunan media serta menjelaskan kesesuaiannya dengan SK KD/materi/konsep-konsep fisikanya 3.

dan momen inersia.Kerta grenjeng rokok/aluminium foil . (2) arus listrik mengalir antara dua titik pada penghantar jika ada beda potensial. Menjelaskan gaya lorentz Dan menjelaskan prinsip motor listrik 3 Tekanan dalam zat cair Hidrometer 4 Hukum boyle 5 Satuan kuat arus Corong Balon Selang plastik Gelang karet Kayu triplek Kawat Suntikan plastik Beban semen yang berbeda (1 kg. (4) di sekitar arus listrik terdapat medan magnet. fluks.Kawat penghantar 2 meter Batu baterei 4 buah Bor Mengukur tekanan pada kedalam tertentu pada zat cair Mengukur volume gas dalam ruang tertutup akibat adanya perbedaan tekanan tetutup Untuk menjelaskan pengertian 1 ampere 6 Gaya lorentz 7 Hukum Kekekalan Energi . kuat medan listrik. potensial listrik. kuat medan listrik.2 Menformulasikan hubungan antara konsep torsi. momentum sudut. energi potensial listrik serta penerapannya pada keping sejajar Menerapkan hukum kekekalan energi mekanik untuk menganalisis gerak dalam kehidupan sehari-hari Induksi elektromagnit Motor listrik Kawat email Batu baterei Papan kayu Magnit lounspiker Kawat besi/baja Tang yang di dalamnya terdapat sumber listrik. berdasarkan hukum II Newton serta penerapannya dalam masalah benda tegar Menganalisis hukum-hukum yang berhubungan dengan fluida statik dan dinamik serta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari Menganalisis perubahan keadaan gas ideal dengan menerapkan hokum termodinamika Memformulasikan gaya listrik. 2 kg. fluks. 3kg) Tali ravia . (3) bumi memiliki sifat magnet. energi potensial listrik serta penerapannya pada keping sejajar Memformulasikan gaya listrik.Magnit U/magnid bekas lounspiker Baterei Papan kayu / triplek 12 Cm x 22 Cm Pelat baja 15 Cm Roda Kertas karton tebal Kertas HVS Roda Kertas karton yang erwarna Menjelaskan gaya lorentz 8 Menerapkan hukum kekekalan energi mekanik untuk menganalisis gerak dalam kehidupan sehari-hari Menganalisis pengaruh kalor terhadap suatu zat Hukum Kekekalan Energi 9 Kalor 10 . potensial listrik.

dan momen inersia. berdasarkan hukum II Newton serta penerapannya dalam masalah benda tegar Menganalisis hukum-hukum yang berhubungan dengan fluida statik dan dinamik serta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari Menganalisis hubungan antara gaya dengan gerak getaran Kesetimbangan Kesetimbanga n Benda Kertas karton Benang Paku penggaris Menentukan pusat kesetimbangan 11 kesetimbangan Sendok garbu 1 buah Sendok makan 2 buah Paku besar 20 buah Membuat kesetimbangan benda 12 Bejana berhubungan Pipa U Selang plastik Triplek Pengharis kawat Bor Menghitung masa jenis zat cair 13 Resonansi Tabung resonansi Lampu tabung logam paralon Karet Kayu papan Penggaris 100 cm/50 cm Tabung paralon Botol aqua 1. momentum sudut. dan momen inersia. berdasarkan hukum II Newton serta penerapannya dalam masalah benda tegar Menformulasikan hubungan antara konsep torsi.gelap Kertas hitam Kertas Aluminium Foil Cermin Plastik Lem / Selotip Gunting Penggaris Magic Cooker Benang Kayu 10 Menformulasikan hubungan antara konsep torsi. momentum sudut.5 lt Selang plastik transparan Meteran Lem karet Bola karet (bola bekel) Bola pimpong Kelereng Pengaris 2 meter Botol aqua Botol air aki 14 Menganalisis hubungan antara gaya dengan gerak getaran Resonansi Tabung resonansi Bor Paku Baut dan moor Obeng Tang Bor Menentukan frekuensi getaran l Menentukan panjang gelombang resonansi udara 15 Menunjukkan hubungan antara konsep impuls dan momentum untuk menyelesaikan masalah tumbukan Menerapkan konsep dan prinsip gelombang bunyi dan cahaya dalam teknologi Menganalisis hukum-hukum yang berhubungan dengan Tumbukan Menentukan koefisien tumbukan 16 Grafitasi bumi Paku Menentukan pecepatan grafitasi bumi Menentukan massa jenis benda padat 17 Masa jenis Balok kayu 11 .

potensial listrik. siswa model disamping sebagai siswa juga bertindak sebagai penilai dengan menggunakan instrumen 1. gerak vertikal. energi potensial listrik serta penerapannya pada keping sejajar Gaya sentripetal Paralon 15 cm Beban Benang Menen tukan panjang pergeseran Menentukan deviasi minimum Menentukan indek bias zat cair bening Menentukan dispersi cahaya Menetukan gaya sentripetal Muatan listrik Elektroskop Logam Aluminium foil Karet Gunting Menentukan benda bermuatan positif atau negatif B. dan gerak melingkar beraturan Memformulasikan gaya listrik. 5. Ketika guru model melakukan pembelajaran tersebut. Penerapan ”Media Bahan Bekas” dalam pembelajaran fisik Penerap an penggunaan media pembelajaran fisika yang dibuat dari bahan bekas oleh peserta diklat ini sebagai berikut: 1. Setiap kelompok diwakili satu orang sebagai guru model melak ukan pembelajaran fisika MA dengan media yang telah dibuat. 4. fluks. Setiap kelompok hanya menampilkan 1 media terbaiknya 3. kuat medan listrik.fluida statik dan dinamik serta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari 18 Menunjukkan hubungan antara konsep impuls dan momentum untuk menyelesaikan masalah tumbukan Menganalisis hukum-hukum yang berhubungan dengan fluida statik dan dinamik serta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari Menganalisis alat-alat optik secara kualitatif dan kuantitatif Menganalisis alat-alat optik secara kualitatif dan kuantitatif Koefisien gesekan Papan kayu Kaca Balok kayu Busur Botol aqua Tabung paralon Meteran Bor berdasarkan hukum Archimides Menentukan koefisien gesekan benda 19 Hukum bernoulli Menghitung kecepatan aliran air 20 21 Pembiasan pada kaca planparalel Pembiasan Dispersi cahaya Water Planpararel Water Prisma Kaca Lem kaca Kaca Lem kaca 22 23 Menerapkan Hukum Newton sebagai prinsip dasar dinamika untuk gerak lurus. Peserta dibagi menjadi enam kelompok tampilan 2. Instrumen 1 ini mengambarkan tingkat kemanfaatan media dari bahan bekas terhdap pembelajaran fisika dengan indikator-indikator seperti dalam tabel 3.2 12 . Peserta kelompok lain bertindak sebagai siswa model.

100Baik Sekali : 66 .2 No 1 Nama Kelompok Einstein Penilaian kelompok lain Nama Media Papan listrik I II 100 III 100 IV 100 V 80 VI 80 Nilai Tota l 460 Nilai Ratarata 92 13 .79Baik : 51 .79Baik : 51 .No 1 2 3 4 5 Indikator Apakah medianya sesuai dengan SK -KD? Apakah medianya sesuai dengan materi ajar? Apakah medianya sesuai dengan kecukupan waktu? Apakah penggunaan medianya sudah benar? Apakah visulisasi medianya baik? Skor 1 2 3 4 Nilai kemanfaata media = Jumlahskor perolehan x 100 % jumlahskor max imum Kriteria kemanfaatan media: : 80 .65Cukup : 25 – 50Kurang baik Contoh: Presentase yang telah dilakukan oleh 5 kelompok dan hasil penilaiannya oleh kelompok yang lain seperti pada tabel dibawah: Tabel 3.65Cukup : 25 – 50Kurang baik Nilai kemanfaata media = Jumlahskor perolehan x 100 % jumlahskor max imum Kriteria kemanfaatan media: : 80 .100Baik Sekali : 66 .

grafimeter . Kurang sesuai dengan materi b. elektroskop. ricecoocer.kesetimbangan benda. tabung resonansi. cartraik. Kurang visualisasi 3.2 52 85 75 60 75 50 40 Rata-rata Total 77. Penutup: Diklat Mapel Guru Fisika M adrasah Aliyah telah menghasilkan media pembelajaran seperti: papan listrik. hidrometer. Media dari bahan-bahan bekas ini mempunyai nilai kemanfaatan yang tinggi .97 Dari data diatas dapat diuraikan sebagai berkut 1. water planpararel. Thomson Motor listrik Water planparalel Pipa U Tabung resonansi Elektroskop 90 80 80 88 60 80 80 88 50 90 80 75 88 80 80 80 80 80 65 428 395 405 391 260 467. E. ampere. rhometer. 2. Nilai rata-rata total penampilan kelompok adalah 73. Kurang benar penggunan Media c. Nilai penampilan tejelek adalah penampilan kelompok JJ. motor listrik. Ini berarti penampilan pembelajaran dengan media yang terbuat dari barang bekas adalah baik.8 85. Nilai penampilan media yang yang terbaik adalah penampilan kelompok Einstein dengan nilai rata-rata 92 (sangat baik). tekanan gas. gaya lorentz. Ini terjadi karena berdasarkan isian instrumen 1 : bahwa media yang ditampilkan: a. pipa u. water prisma.6 79 81 78. air car. Thomson dengan nilai 52 (cukup). Ini berarti media tersebut telah memenuhi enam indikator kemanfatan media dengan sangat baik. Berarti pula media telah memenuhi standar kemanfaatan.2 3 4 5 6 Newton Archimides Pascal Hertz JJ. sehingga meskipun dengan biaya yang tidak terlalu besar namun diharapkan dapat mengatasi keterbatasan media pembelajaran fisika khususnya pada Madrasah Aliyah 14 .

SAP. Dkk. Martin. 2002. dan reformasi pendidikan di indonesia.S. sumber belajar dan Media . Training for Indonesian Education Team In Contextual Teaching and Le arning. Jakarta. Druxes. Profesi kependidikan problem. H. Dkk. .2000. Kurikulum KTSP Sekolah Menengah Atas . Pedoman Pembuatan . Fisika SMA Kelas 2 . Media Pembelajaran . dkk. Muhamad. Allan. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan RI Harsono. Jakarta.E.Daftar Pustaka: Depadiknas. Hamzah (2007). Penggunaan dan Pemeliharaan Alat Peraga/Praktik Sederhana Mata Pelajaran Matematika untuk SD . Kompendium Didaktik Fisika . solusi. Washington. Erlangga. USA. teknologi pembelajaran. Surabaya intelectual Club Nur.T. 1985. @ B. University of Washington College of Education. 2001. 2005. PT Raja Grafindo persada Achnad Djazuli (1996). Arsyad. Petunjuk Teknis Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam . Blanchard. Bumi Aksar. Media Pengajaran dan Teknologi untuk Pembelajaran . 15 . 2001. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Jakarta: Departemen Agama RI Kanginan. Ilmu Alam: Petunjuk Pratikum Untuk SMP . Surabaya. 1997. contextual Teaching and Learnin g. Uno. 1995. 2003. Jakarta: Depdiknas B. Jakarta Kertiasa. Marsono. Seatle. Surabaya: Pusat Studi Matematika dan IPA Sekolah. evaluasi. 2006. pendekatan system konsepsi dan model.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->