P. 1
Bahan Ajar Kewirausahaan

Bahan Ajar Kewirausahaan

4.0

|Views: 23,575|Likes:
Published by Hatani

More info:

Published by: Hatani on Aug 10, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/14/2015

pdf

text

original

Sumber : Kreitner and Kinicki, Organizational Behavior, 2000

Pada gambar di atas, mengintegrasikan berbagai elemen yang pada

intinya model itu mengidentifikasi penyebab dan konsekuensi dari

motivasi. Input individu dan konteks pekerjaan adalah dua kategori kunci

dari faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi. Konteks pekerjaan

mencakup lingkungan hati, tugas yang diselesaikan oleh seseorang,

cukupnya

sup

pendekatan organisasi terhadap pengakuan dan penghargaan,

ervisor pengawasan dan pembimbing, dan budaya organsiasi. Kedua

kategori yang menjadi faktor yang mempengaruhi satu sama lain

60

sebagaimana proses yang berkaitan dengan motivasi, yaitu meminta,

mengarahkan, dan menetapkan. Lebih lanjut gambar tersebut

memperlihatkan bahwa karyawan lebih cenderung termotivasi pada saat

mereka yakin bahwa prestasi kerja mereka akan diakui dan diberi

penghargaan yang setimpal.

Perilaku, secara langsung dipengaruhi oleh kemampuan dan

pengetahuan (keterampilan) individu, motivasi, dan suatu kombinasi dari

faktor yang memungkinkan dan membatasi konteks pekerjaan. Sebagai

contoh, akan sulit untuk bertahan pada suatu proyek jika seseorang bekerja

dengan bahan baku yang cacat atau perlengkapan yang rusak. Sebaliknya

perilaku yang termotivasi cenderung meningkat pada saat para manajer

me

s

untuk mencapai puncak keinginan dan maksud seorang individu untuk

mberi para karyawan bahan-bahan dan pelengkapan yang mencukupi

untuk menyelesaikan pekerjaan dan memberikan bimbingan yang efektif.

Pemberian bimbingan ini mungkin berlanjut pada penyempurnaan model

peran karyawan yang berhasil, dan membantu mereka mempertahankan

self-afficay dan self-esteem yang tinggi. Selanjutnya, prestasi dipengaruhi

oleh motivasi perilaku. Dengan demikian, terdapat empat kesimpulan

penting untuk diperhatikan dalam model tesebut: Pertama, motivasi

berbeda dengan perilaku. Motivasi melibatkan suatu proses psikologi

berperilaku dengan cara tertentu. Perilaku mencerminkan sesuatu yang

dapat kita lihat atau dengar. Hasil dari motivasi secara umum dinilai

dengan perilaku yang ditunjukkan, jumlah usaha yang dikeluarkan, atau

strategi pilihan yang digunakan untuk menyelesaikan sebuah pekerjaan

atau tugas. Usaha yang sesungguhnya atau prestasi adalah hasil motivasi

yang berkaitan dengan perilaku langsung.

61

Kedua, perilaku dipengaruhi oleh lebih dari sekedar motivasi. Perilaku

dipengaruhi oleh input dari individu, faktor konteks pekerjaan, dan

motivasi. Sebagai contoh, jumlah waktu yang dihabiskan untuk belajar

dalam menghadapi ujian dipengaruhi oleh motivasi individu, kemampuan

dan tujuan pribadi, serta kualitas catatan kuliah. Ketiga, perilaku berbeda

de

C.

erdaya sampai orang menemukan manfaat

ng terdapat di alam, sehingga memberinya nilai ekonomi.

Da

ubahan yang luar biasa.

ngan prestasi. Prestasi mencerminkan suatu akumulasi perilaku yang

muncul dari waktu ke waktu dalam seluruh konteks dan orang. Prestasi

juga mencerminkan suatu standar eksternal yang biasanya ditetapkan oleh

organisasi dan dinilai oleh manajer. Keempat, motivasi diperlukan tetapi

bukan merupakan satu-satunya kontributor yang mencukupi prestasi kerja.

Kesimpulan ini mengungkapkan bahwa persoalan prestasi disebabkan oleh

suatu kombinasi input individu, faktor konteks pekerjaan, motivasi, dan

perilaku motivasi yang sesuai.

Daya Inovasi

Drucker (1985) mengemukakan bahwa inovasi adalah tindakan yang

memberi sumberdaya kekuatan dan kemampuan baru untuk menciptakan

kesejahteraan. Inovasi menciptakan sumberdaya, karena tidak ada

sesuatupun yang menjadi sumb

dari sesuatu ya

lam bidang sosial dan ekonomi tidak ada sumberdaya yang lebih besar

dalam perekonomian daripada daya beli, tetapi daya beli adalah hasil

ciptaan dari wirausaha yang melakukan inovasi.

Hirsch dan Peters, (1992) berpendapat bahwa wirausahawan adalah

seorang yang inovatif. Mereka membuat perubahan melalui introduksi

teknologi, proses atau produk. Menurut Schumpeter hanya orang-orang

yang luar biasa saja yang mempunyai kemampuan menjadi wirausahawan

dan mereka mampu melakukan perubahan-per

62

De

(invention), pengembangan (extention),

pe

ngan demikian seorang wirausahawan juga merupakan orang yang

mampu mengembangkan teknologi baru, dimana dengan perubahan

tersebut akan membangkitkan peluang dan mengkonversi peluang tersebut

ke dalam aktivitas-aktivitas produksi. Pengertian seperti ini akan lebih

relevan untuk menggambarkan perusahaan besar. Dalam hal ini seorang

wirausahawan lebih dikenal sebagai orang yang menginisiasi perubahan-

perubahan besar. Kontribusi Joseph Schumpeter terhadap pemahaman dari

mekanisme perkembangan teknologi dan pembangunan ekonomi telah

dikenal secara luas. Di dalam tulisannya The Theory of Economc

Development. Ia menekankan peranan dari wirausahawan sebagai

penyebab utama dari pembangunan ekonomi. Ia juga menjelaskan

bagaimana wirausahawan yang inovatif menantang perusahaan-perusahaan

yang sedang jaya dengan cara memperkenalkan penemuan baru yang

membuat teknologi dan produk yang ada waktu itu menjadi ketinggalan

jaman. Pengertian wirausahawan sebagai inovator membedakannya dengan

pemilik usaha kecil yang tidak punya ambisi mengembangkan usahanya

tetapi tetap sebagai self employed.

Inovasi yang sukses adalah yang sederhana dan terfokus. Ia harus terarah

secara spesifik, jelas dan memiliki desain yang dapat diterapkan. Dalam

prosesnya, ia menciptakan pelanggan dan pasar yang baru. Kuratko dan

Hodges (1995) mengelompokkan empat jenis inovasi yang bisa

dikembangkan, yaitu ; penemuan

nggandaan (duplication), dan sintesis. Inovasi merupakan sarana seorang

wirausaha untuk mengeksploitasi perubahan ketimbang membuat

perubahan-perubahan. Berikut ini adalah beberapa hal yang menjadi

sumber inovasi (Howel dan Higgins, 1990) :

63

a. Kejadian yang tidak terduga.

b. Ketidakharmonisan.

c. Proses sesuai kebutuhan.

d. Perubahan pada industri dan pasar.

e. erubahan demografi.

dasar (belajar).

an kompetensi sebagai karakteristik

ubungan dengan sebab seseorang menjadi efektif

kerjaannya. Kompetensi akan membedakan orang

iasa-biasa saja. Kompetensi dapat

sifat, konsep diri, sikap atau nilai maupun

pe

bawaan atau bakat): kecenderungan atau watak umum dalam

an

P

f. Perubahan persepsi.

g. Konsep pengetahuan

D. Kompetensi Wirausaha

Hooghiemstra (1992) mendefinisik

dasar individu yang berh

dan superior dalam pe

yang berprestasi baik dengan yang b

berupa motif, bakat atau

ndirian, pengetahuan diri, atau keterampilan kognitif dalam perilaku.

Kompetensi merupakan karakteristik individu yang dapat diukur dengan

cara membedakan secara signifikan antara orang-orang yang berprestasi

baik dan yang biasa saja atau antara orang yang berkinerja efektif dan yang

tidak efektif.

Secara umum kompetensi terdiri dari elemen-elemen sebagai berikut:

a. Motif: kebutuhan yang mendasari atau pola pikir yang mengarahkan,

menggerakkan dan memilih perilaku individu misalkan kebutuhan untuk

berhasil.

b. Sifat dasar (

berperilaku atau cara merespon. Misalkan berkaitan dengan kepercaya

diri, pengendalian diri, daya tahan stres, atau ketahanan.

64

c. Konsep diri, sikap atau nilai yang diukur oleh uji responden yang

menanyakan apa yang mereka hargai, apa yang mereka pikirkan atau

tertarik dalam melakukan sesuatu.

d. Kekuatan pengetahuan tentang fakta-fakta atau prosedur, apakah teknis

atau interpersonal, yang diukur dengan uji responden. Kebanyakan

temuan menunjukkan bahwa pengetahuan jarang dapat membedakan

ktif).

antara kinerja yang rata-rata dan superior.

e. Kemampuan atau keterampilan kognitif dan perilaku: apakah

tersembunyi (misal alasan yang induktif atau deduktif) atau yang terlihat

(misal, kemampuan mendengarkan secara a

Kompetensi juga dapat dihubungkan dengan kinerja dalam model alur

sebab yang sederhana sebagai berikut:

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->