Kurikulum 2013

Pengertian Kurikulum Kurikulum adalah perangkat mata pelajaran dan program pendidikan yang diberikan oleh suatu lembaga penyelenggara pendidikan yang berisi rancangan pelajaran yang akan diberikan kepada peserta pelajaran dalam satu periode jenjang pendidikan. Penyusunan perangkat mata pelajaran ini disesuaikan dengan keadaan dan kemampuan setiap jenjang pendidikan dalam penyelenggaraan pendidikan tersebut serta kebutuhan lapangan kerja (sumber : wikipedia) Lama waktu dalam satu kurikulum biasanya disesuaikan dengan maksud dan tujuan dari sistem pendidikan yang dilaksanakan. Kurikulum dimaksudkan untuk dapat mengarahkan pendidikan menuju arah dan tujuan yang dimaksudkan dalam kegiatan pembelajaran secara menyeluruh. Komponen Kurikulum Pada dasarnya kurikulum memiliki komponen pokok dan komponen penunjang yang saling berkaitan dan berinteraksi satu sama lainnya dalam rangka mencapai tujuan. Komponen merupakan satu sistem dari berbagai komponen yang saling berkaitan dan tidak bisa dipisahkan satu sama lainnya, sebab bila satu komponen saja tidak ada akan mengakibatkan tidak berfungsinya komponen itu sendiri dan komponen lainnya. Beberapa pendapat para ahli menyampaikan tentang komponen kurikulum antara lain : Subandiyah (1993: 4-6) mengemukakan ada 5 komponen kurikulum, yaitu: (1) komponen tujuan; (2) komponen isi/materi; (3) komponen media (sarana dan prasarana); (4) komponen strategi dan; (5) komponen proses belajar mengajar. Sementara Soemanto (1982) mengemukakan ada 4 komponen kurikulum, yaitu: (1) Objective (tujuan); (2) Knowledges (isi atau materi); (3) School learning experiences (interaksi belajar mengajar di sekolah) dan; (4) Evaluation (penilaian). Pendapat tersebut diikuti oleh Nasution (1988), Fuaduddin dan Karya (1992), serta Nana Sudjana (1991: 21). Walaupun istilah komponen yang dikemukakan berbeda, namun pada intinya sama yakni: (1) Tujuan; (2) Isi dan struktur kurikulum; (3) Strategi pelaksanaan PBM (Proses Belajar Mengajar), dan: (4) Evaluasi. Fungsi Kurikulum Fungsi kurikulum secara umum adalah sebagai berikut : 1. Kurikulum merupakan alat untuk mencapai tujuan pendidikan nasional, 2. Kurikulum merupakan program yang harus dilaksanakan oleh guru dan murid dalam proses belajar mengajar, guna mencapai tujuan-tujuan itu, 3. kurikulum merupakan pedoman guru dan siswa agar terlaksana proses belajar mengajar dengan baik dalam rangka mencapai tujuan pendidikan.

Selanjutnya kesinambungan pembelajaran vertikal bermakna adanya kesinambungan antara mata pelajaran pada tingkat SD. dan keterampilan secara terpadu. Efektifitas Penyerapan dapat tercipta mana kala adanya kesinambungan pembelajaran secara horisontal dan vertikal. pengetahuan. Efektifitas pembelajaran dicapai melalui 3 tahapan yaitu efektifitas Interaksi.Kurikulum 2013 (sumber : Pusat Kurikulum dan Perbukuan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan) Kurikulum 2013 merupakan kelanjutan dari Kurikulum Berbasis Kompetensi yang telah dirintis pada tahun 2004 dengan mencakup kompetensi sikap. Sinergitas dari ketiga efektifitas pembelajaran tersebut akan menghasilkan sebuah transfomasi nilai yang bersifat universal. menyimpulkan. asosiasi. Iklim dan budaya sekolah sangat kental dipengaruhi oleh manajemen dan kepemimpinan dari kepala sekolah dan jajarannya. Efektifitas tersebut dapat tercapai apabila pembelajaran yang mengedepankan pengalaman personal siswa melalui observasi (Menyimak. Tantangan saat ini adalah sering dijumpai pergantian manajemen dan kepemimpinan sekolah secara cepat sebagai efek adanya otonomi pendidikan yang sangat dipengaruhi oleh politik daerah. Efektifitas Interaksi akan tercipta dengan adanya harmonisasi Iklim akademik dan budaya sekolah. Selain itu penataan Kurikulum pada Kurikulum 2013 dilakukan sebagai amanah dari Undang-undang nomor 20 tahun 2003 tentang SIstem Pendidikan Nasional dan Peraturan Presiden Nomor 5 Tahun 2010 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional. mengkomunikasikan. Ketiga. akan merubah pula proses penilaian yang semula dari berbasis output menjadi berbasis proses dan output. . Efektifitas pemahaman menjadi bagian penting dalam pencapaian efektifitas pembelajaran. Oleh karena itu Penilaian berdasarkan proses dan hasil pekerjaan serta kemampuan menilai sendiri. sampai dengan SMA/SMK. Selanjutnya. Mendengar). Hal tersebut sebagai akibat dari adanya perubahan proses pembelajaran yang semula dari siswa diberi tahu menjadi siswa mencari tahu. bertanya. SMP. nasional dengan tetap menghayati kearifan lokal yang berkembang dalam masyarakat Indonesia yang berkarakter mulia. Melihat. penerapan kurikulum 2013 diimplementasikan adanya penambahan jam pelajaran. Kesinambungan pembelajaran secara horizontal bermakna adanya kesimbungan mata pelajaran dari kelas I sampai dengan kelas VI pada tingkat SD. Selain itu. efektifitas pemahaman. Kedua. kelas VII sampai dengan IX pada tingkat SMP dan kelas X sampai dengan kelas XII. Efektifitas Interaksi dapat terjaga apabila kesinambungan manajemen dan kepemimpinan pada satuan pendidikan. Kurikulum 2013 dikembangkan untuk meningkatkan capaian pendidikan dengan 2 (dua) strategi utama yaitu peningkatan efektifitas pembelajaran pada satuan pendidikan dan penambahan waktu pembelajaran di sekolah. Membaca. dan efektifitas penyerapan. Pertama.

dan peranan guru sebagai ujung tombak pelaksana pendidikan. keterampilan (skill) dan pengetahuan (knowledge). dan ekonomi berbasis pengetahuan.text/-/Menyongsong-Kurikulum-2013 . tantangan masa depan diantaranya meliputi arus globalisasi. dan keterampilan sesuai dengan standar nasional yang telah disepakati. kemampuan berpikir jernih dan kritis. kemampuan menjadi warga negara yang efektif.com/Publication/878784857071999mb. beban siswa yang terlalu berat. Korea Selatan.atcontent. Tiga faktor lainnya juga menjadi alasan Pengembangan Kurikulum 2013 adalah: pertama. kemampuan mempertimbangkan segi moral suatu permasalahan. lama siswa tinggal di sekolah. narkoba. Hal ini sejalan pula dengan pengembangan kurikulum berbasis kompetensi yang telah dirintis pada tahun 2004 dengan mencakup kompetensi sikap.Penambahan jam pelajaran bukan suatu hal kemustahilan. Perubahan kurikulum diperlukan karena adanya perubahan zaman. Indonesia memiliki demografi dalam jumlah usia penduduk yang produktif dalam kurun waktu 2010-2040. dan gejolak sosial (social unrest). Orientasi Kurikulum 2013 adalah terjadinya peningkatan dan keseimbangan antara kompetensi sikap (attitude). pembelajaran siswa aktif berbasis kompetensi. keterampilan. masalah lingkungan hidup. kompetensi masa depan yang antaranya meliputi kemampuan berkomunikasi. Kedua. kemajuan teknologi informasi. baik dari sisi pengetahuan. konvergensi ilmu dan teknologi. korupsi. Pengembangan Kurikulum 2013 merupakan bagian dari strategi meningkatkan capaian pendidikan. dan kurang bermuatan karakter. plagiarisme. dan keterampilan secara terpadu. pengetahuan. fenomena sosial yang mengemuka seperti perkelahian pelajar. kecurangan dalam berbagai jenis ujian. Sumber : http://www. terdapat sejumlah faktor diantaranya: lama siswa bersekolah. buku pegangan atau buku babon. Jika dibandingan dengan negara-negara lain jam pelajaran di Indonesia relatif lebih singkat. 20 Tahun 2003 sebagaimana tersurat dalam penjelasan Pasal 35: kompetensi lulusan merupakan kualifikasi kemampuan lulusan yang mencakup sikap. Disamping kurikulum. pengetahuan. Banyak negara menambah jam pelajaran seperti KIPP dan MELT di AS. dan kemampuan mencoba untuk mengerti dan toleran terhadap pandangan yang berbeda. Hal ini sejalan dengan amanat UU No. Walaupun pembelajaran di Finlandia relatif singkat. Ketiga. Yang keempat adalah persepsi publik yang menilai pendidikan selama ini terlalu menitikberatkan pada aspek kognitif. tetapi sudah didukung dengan pembelajaran tutorial. sehingga kebutuhan dalam bidang pendidikan juga ikut berubah. maupun sikap yang harus dimiliki generasi muda bangsa.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful