P. 1
Sakit Dalam Pandangan Islam

Sakit Dalam Pandangan Islam

|Views: 39|Likes:
Published by Parama Dina

More info:

Published by: Parama Dina on Nov 13, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/17/2014

pdf

text

original

Sakit dalam Pandangan Islam

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang 1. Sakit dalam Pandangan Islam Seiring dengan pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, dan umat manusia secara beramai-ramai memburu kemewahan hidup, disisi lain masih banyak manusia yang terkungkung dengan penderitaan hidup. Akibat ketidak mampuan mengatasi kesulitan hidup banyak manusia yang mengalami kegoncangan jiwa karena tertekan oleh suatu kondisi. Kondisi yang menekan ini membuat jiwanya goncang lalu menimbulkan penderitaan bathin atau muncul bermacam-macam penyakit pada fisik. Dalam perjalanan hidupnya didunia, manusia menjalani tiga keadaan penting: sehat, sakit atau mati. Kehidupan itu sendiri selalu diwarnai oleh hal-hal yang saling bertentangan, yang saling berganti mengisi hidup ini tanpa pernah kosong sedikit pun. Sehat dan sakit merupakan warna dan rona abadi yang selalu melekat dalam diri manusia selama dia masih hidup. Tetapi kebanyakan manusia memperlakukan sehat dan sakit secara tidak adil. Kebanyakan mereka menganggap sehat itu saja yang mempunyai makna. Sebaliknya sakit hanya dianggap sebagai beban dan penderitaan, yang tidak ada maknanya sama sekali. Orang yang beranggapan demikian jelas melakukan kesalahan besar, sebab Allah SWT selalu menciptakan sesuatu atau memberikan suatu ujian kepada hambanya pasti ada hikmah / pelajaran dibalik itu semua. (Q.S. Shaad : 27). Walaupun demikian tidak seorang pun menginginkan dirinya sakit, namun kalau dia datang manusia tidak kuasa untuk menolaknya. Dalam keadaan sakit seseorang selain mengeluhkan penderitaan fisiknya juga biasanya disertai gangguan/guncangan jiwa dengan gejala ringan seperti stes sampai tingkat yang lebih berat. Hal ini wajar karena secara fisik seseorang yang sedang sakit akan dihadapkan kepada tiga alternatif kemungkinan yang akan dialaminya, yaitu : sembuh sempurna, sembuh disertai cacat sehingga terdapat kemunduran menetap pada fungsifungsi organ tubuhnya, atau meninggal dunia. Alternatif meninggal umumnya cukup menakutkan bagi mereka yang sedang sakit, karena mereka seperti juga kebanyakan diantara kita belum siap menghadapi panggilan malakul maut. Kecemasan atau ketakutan pada penderita ini, dapat menyebabkan timbulnya stess psikis yang justru akan melemahkan respons imonologi (daya tahan tubuh) dan mempersulit proses penyembuhan diri bagi mereka yang sakit. Menghadapi kondisi seperti ini bimbingan ruhani sangat diperlukan agar jiwa manusia tidak terguncang dan menjadi lebih kuat, yang pada akhirnya akan membantu proses kesembuhan. Gangguan psikis lainnya yang sering dialami oleh orang sakit adalah rasa putus asa, terutama bagi penderita yang kronis dan susah sembuh. Karena tipisnya aqidah (keimanan) kemudian muncul keinginan pada diri orang sakit untuk mengakhiri hidup dengan jalan yang tidak diridhai Allah SWT. Semua ini diakibatkan oleh hilangnya keyakinan kepada rahmat Allah SWT, sehingga kadang kala ada pasien yang sengaja meninggalkan ibadah sehari-hari, seperti doa, dzikir, atau sholat. Akibatnya semakin gersanglah nurani orang sakit tersebut dari sibghah ilahi rabbi. Sakit sebagai salah satu ciptaan Allah SWT yang ditimpakan kepada manusia juga pasti ada maksudnya. Salah satu hikmah Allah SWT kepada hamba-Nya adalah sebagai ujian dan cobaan untuk membuktikan siapa-siapa saja yang benar-benar beriman. Firman Allah SWT :

Kalau dahulu seorang insan yang banyak berbuat kesalahan tidak berfikir tentang dosa dan pahala. Disamping itu. ibadah. kehilangan pegangan. Ketika seseorang sakit disana terkandung pahala. Aisyah pernah meriwayatkan. ia selalu mengucapkan dalam salatnya : Artinya : "Sesungguhnya salat. hidup dan matiku hanyalah untuk Allah. Namun kesehatan yang dimilikinya itu sering kali di abaikan. agar mereka bersyukur dan mengetahui keutamaan Allah SWT serta kebaikan-Nya kepada mereka. Padahal di waktu sehat.S. Dia menguji manusia berupa kesehatan.Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga. bahwa Rasulullah SAW bersabda : 'Tidak ada musibah yang menimpa diri seorang muslim.S.Artinya : 214. bahkan mungkin disia-siakan. sakit juga digunakan oleh Allah SWT untuk memperingatkan manusia atas segala dosa-dosa dan perbuatan jahatnya selama hidup di dunia. Amat banyak orang yang tidak memahami kenapa ia harus sakit. Kemudian Allah SWT juga akan menguji manusia dengan keburukan seperti sakit dan miskin. sampai-sampai sakitnya karena tertusuk duri sekalipun" (H. agar mereka bersabar dan memohon perlindungan serta berdo'a kepada-Nya. Padahal ia mempunyai harga yang sangat bernilai tiada tolak ukur dan bandingannya. (Q. Buchari). serta diguncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: "Bilakah datangnya pertolongan Allah?" Ingatlah. Tuhan semesta alam" (Q. merasa bahwa dengan sakitnya itu Allah bersikap tidak adil. maka disaat sakit biasanya . penyakit merupakan cobaan yang diberikan Allah SWT kepada hambaNya untuk menguji keimanannya. sehingga ia tidak lagi menjalankan kewajiban-kewajiban-Nya sebagai hamba Allah. kecuali Allah mengampuni dosa-dosanya. Tidak sedikitpun orang yang tatkala ditimpa penyakit menjadi putus asa.R. ampunan dan akan mengingatkan orang sakit kepada Allah SWT. Lalu timbul rasa tidak puas kepada Allah SWT. Al Baqarah : 214). bahkan berburuk sangka kepada Allah SWT. padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan. Demikianlah Allah SWT akan menguji hamba-hamba-Nya dengan kebaikan dan keburukan. Allah SWT menciptakan cobaan antara lain untuk mengingatkan manusia terhadap rahmatrahmat yang telah diberikan-Nya. sehingga secara tidak sadar ia menganggap bahwa penyakit yang dideritanya tersebut sebagai malapetaka atau kutukan Allah yang dijatuhkan kepadanya. Al An'am : 162) Dalam pandangan Islam. sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat. Allah SWT memberikan penyakit agar setiap insan dapat menyadari bahwa selama ini dia telah diberi rahmat sehat yang begitu banyak.

B. Dan yang lebih utama yaitu dengan mengangkat kepala untuk menghadap kiblat. Cara Beribadah Orang Sakit Orang yang sakit tetap dapat melaksanakan ibadah semampunya. Jika tidak memungkinkan untuk menghadap kiblat boleh menghadap ke mana saja dan tidak perlu megulangi shalatnya. bershalawat. Lalu pada waktu berdiri dan ruku‟ sebaiknya duduk bersila sedangkan pada waktu sujud sebaiknya dia duduk iftirasy. sakaratul maut dan meninggal dunia dalam pandangan agama islam.manusia teringat akan dosa-dosanya sehingga ia berusaha untuk bertaubat dan memohon ampunan kepada Allah SWT. maupun melaksanakan shalat sekalipun. Dan bertumpu pada sisi kanan lebih utama daripada sisi kiri. Jika masih maupun dan sanggup. Seperti berzikir. Jika tidak sanggup shalat sambil duduk boleh shalat sambil berbaring bertumpu pada sisi badan menghadap kiblat. BAB II ISI A. Tujuan Untuk mengetahui bagaimana cara mendampingi atau menghadapi orang yang sakit. . Jika tidak sanggup shalat berbaring boleh shalat sambil terlentang dengan menghadapkan kedua kaki ke kiblat. wajib dalam melaksanakan shalat fardhu dengan berdiri sekalipun bersandar ke dinding atau ke tiang atau tongkat. membaca doa-doa. Berikut cara-cara shalatnya : Jika tidak sanggup shalat berdiri hendaklah ia shalat dengan duduk.

Jika tidak sanggup juga shalat dengan menggerakkan kepala dan isyarat mata hendaknya ia shalat dengan hatinya dia berniat ruku‟ sujud dan berdiri serta duduk. “Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini. Al-Imran: 14) . Isyarat dengan mata ketika ruku‟ dan dengan memejamkan lebih kuat ketika sujud.Jika tidak bisa menghadapkan kedua kakinya ke kiblat dibolehkan shalat menghadap ke mana saja. Bimbingan Terhadap Pasien Yang Sakaratul Maut Mati adalah kata yang tidak disukai oleh kebanyakan orang. anak-anak. yaitu: wanita-wanita. Tidak hanya oleh manusia. Allah Subhanahu wa Ta‟ala berfirman yang artinya “ Dan dirikanlah salah dari sesudah tergelincirnya matahari sampai gelap malam dan shalat shubuh. Banyak yang menghindar darinya. Dan jika sanggup ruku‟ saja dan tidak sanggup sujud dia boleh ruku‟saja dan menundukkan kepala saat sujud. Kita dapat mendampinginya sebagai wujud bertawaqal dan menyerahkan diri kepada Allah swt dan menyadari segalanya kembali atas kehendaknya. Pendampingan Terhadap Orang Sakit Orang sakit biasanya mengalami krisis psikologis dalam dirinya. Doa-doa serta dzikir dirasa mampu mengurangi rasa sakit orang yang merasakannya. Orang yang sakit wajib melaksanakan semua kewajiban shalat tepat pada waktunya menurut kemampuannya. Kalau dia mau dia boleh memajukan shalat asharnya di gabung dengan dzuhur atau mengakhirkan dzuhurnya digabung dengan ashar di waktu shalat ashar. C. Jika mau boleh juga dia memajukan shalat isya untuk digabung engan shalat maghrib diwaktu maghrib atau sebaliknya. Kematian itu sendiri tentunya lebih ditakuti dari sekadar kata mati. dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga). Sementara manusia memang mencintai dunia dan seisinya. harta yang banyak dari jenis emas. berpisah dari dunia dan segala isinya. Demikian pula sebaliknya jika dia sanggup sujud saja dan tidak sanggup ruku‟ dia boleh sujud saja dan ketika ruku‟ dia menundukkan kepala. karena mati merupakan sebab berpisahnya seorang dari hal yang ia senangi. B. Itulah kesenangan hidup di dunia. yang artinya. binatang pun takut mati. Jika termasuk orang yang kesulitan berwudhu dia boleh menjamak shalatnya seperti layaknya seorang musafir. Adapun shalat subuh maka tidak boleh dijamak dengan shalat yang sebelumnya atau sesudahnya karena waktunya terpisah dari waktu shalat sebelumnya dan shalat sesudahnya. binatangbinatang ternak dan sawah ladang. Karena dalam doa dan dzikir tersebut terdapat ilmu ikhlas sebagai hamba Allah swt yang tidak mempunyai daya dan upaya dihadapan-nya. Seakan tidak ada yang sudi mati. kuda pilihan. perak. Hal ini wajar bagi makhluk yang bernyawa. Sebagaimana firman Allah Subhaanahu Wata'ala. oleh karena itu hendaknya didampingi dan diberi perhatian lebih. Sesungguhnya shalat shubuh itu di saksikan”. serta dorongan motivasi untuk kesembuhannya. Masing-masing orang akan diganjar sesuai dengan niatnya. Jika dia sulit untuk shalat pada waktunya boleh menjamak antara dzuhur dengan ashar dan antara magrib dan isya baik jamak taqdim maupun jamak takhir sesuai dengan kemampuannya. Orang sakit wajib melaksanakan ruku‟ dan sujud jika tidak sanggup cukup dengan membungkukkan badan pada ruku‟ dan sujud dan ketika sujud hendaknya lebih rendah dari ruku‟.” (QS.

Bukhari dan Muslim) . tentu ia harus segera kembali. ia bagaikan budak yang diperintahkan tuannya untuk ke kota lain agar menunaikan tugasnya. istri Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam pernah berkata: "Aku belum pernah melihat seorang yang mengalami derita sebarat yang dialami oleh Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam. (QS. munculnya uban. tentu ia akan dicari dan dipaksa pulang kembali. Namun terkadang manusia tidak menyadari peringatan itu. Di sinilah perlunya peringatan. Hidup tak kekal Perumpamaan hidup di dunia. sebagaimana yang dikatakan Al-Hafizh Ibnu Hajar— rahimahullah. Dialah yang menciptakan kamu dari keadaan lemah. Tercabutnya ruh dari jasad Ummul Mukminin Aisyah—radiallahu anha. Jika budak itu berusaha melarikan diri dari tuannya dan bersembunyi di kota tersebut. seakan-akan maut tidak akan menjemputnya. Thaha: 55). Dan ini sekaligus pembuktian bahwasanya dunia ini tak abadi. artinya: “Allah. kita sering mendengar kasus bunuh diri. Manusia yang asalnya dari tanah maka kepada tanahlah juga akan dikembalikan. b. tua renta dan kematian pun adalah kondisi yang kental dengan kelemahan. Dia menciptakan apa yang dikehendaki-Nya dan Dialah yang Mahamengetahui lagi Mahakuasa. Ayat di atas mestinya bisa mejadi peringatan bagi seluruh makhluk akan adanya kematian. Atau pura-pura tidak tahu? Di antara peringatan Allah Subhaanahu Wata'ala itu ialah umur yang semakin bertambah. Tubuh yang dianggap sangat penting ini akan membusuk serta menjadi kerangka. Karenanya. Manusia harus paham akan kematian jasadnya—yang ia coba untuk miliki seakan-akan mau hidup selamanya di dunia yang sementara ini.” (QS. Setiap yang bernyawa pasti merasakan kematian. artinya. Akhir kehidupan yang sangat dahsyat yang menunggu manusia. penglihatan mulai rabun. dan Allah Subhaanahu Wata'ala begitu banyak memberikan peringatan kepada manusia. Begitu pun kehidupan ini. bukannya berlama-lama di kota itu. Ada juga golongan manusia yang sepanjang harinya bermaksiat. tiada yang mampu menghindar darinya. Ali Imran: 180). Ar-Rum: 54) Seperti bayi yang tak bisa apa-apa. melainkan jiwa yang 'dibungkus' dalam jasad. “Tiap-tiap yang bernyawa pasti akan merasakan kematian. Allah Subhaanahu Wata'ala berfirman. dan sakit. Kemudian Dia menjadikan (kamu) sesudah kuat itu lemah (kembali) dan beruban. ada yang menyangka bahwa kematian menjanjikan ketenangan. Sakaratul maut yang menjadi gerbang keluar dari kehidupan dunia begitu dahsyat hingga tidak sekadar melemahkan fisik tapi juga akal. Allah Subhaanahu Wata'ala berfirman.” (QS. Setelah selesai. a. Terutama kelemahan saat menghadapi sakaratul maut." (HR. “Dari bumi (tanah) itulah kami menjadikan kamu dan kepadanya kami akan mengembalikan kamu dan dari padanya kami akan mengeluarkan kamu pada kali yang lain. kurangnya pendengaran. kemudian Dia menjadikan (kamu) sesudah keadaan lemah itu menjadi kuat. Kematian pasti akan menemui setiap orang. seharusnya menyadarkan bahwasanya ia bukanlah jasad semata.Di sisi lain. Orang itu mengira kematian merupakan solusi ampuh untuk mengatasi semua masalah.

Kemudian ruhnya keluar dengan tenang dan mudah. kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka. Ada derita luar biasa. Hal ini pun pernah dikabarkan Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam. Kemudian datang malaikat maut duduk di dekatnya seraya berkata. ada prahara besar menjelang kematian. diperkuat oleh sabda Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam yang artinya. "Seorang mukmin ketika hendak meninggalkan dunia menuju akhirat. turunlah para malaikat kepadanya dari langit. wajahnya putih bersih laksana sinar matahari." Pernyataan Ibnu Hajar. Sebagaimana firman Allah Subhaanahu Wata'ala yang artinya. Inilah kondisi kaum muslimin yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya. dia tidak lain adalah sakaratul maut. dan gembirakanlah mereka dengan jannah yang telah dijanjikan Allah kepadamu. Menjelang kematian. itu kondisi kaum mukminin." (QS. Ketika ruh akan diangkat. para malaikat datang memberikan ketenagan dan kabar yang menyenangkan. Allah Subhaanahu Wata'ala berfirman. "Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan. Kemudian malaikat maut membawa ruh tersebut. Dari Barra' bin Azib berkata. dinyatakan sahih oleh Syaikh Al-Albani). maka malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan. Abu Daud & Al-Hakim.Hadis di atas menggambarkan. Pada saat itulah seorang mukmin merasakan kegembiraan yang luar biasa hingga lenyap pula derita yang dirasakannya. "Tuhan kami ialah Allah". Iya. seseorang menjadi dan keluarganya. Nah. Yaitu dimintanya untuk keluar dengan tenang dan kembali kepada ridha-Nya serta ia dimasukkan ke dalam surga Allah. "Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih. Al-Hafifzh Ibnu Hajar—rahimahullah—berkata. Kebanyakan dalil yang menunjukkan bahwa kepayahan sekarat yang dialami oleh orang shalih hanya pada awal pencabutan ruh. Allah Subhaanahu Wata'ala firman. Para malaikat duduk di depannya sejauh mata memandang. Maka masuklah ke dalam jama'ah hamba-hamba-Ku. Al-Fajr: 28-30). menunjukkan bahwa sengsaranya seseorang ketika sakaratul maut tidak menunjukkan rendahnya kedudukan di hadapan Allah Subhaanahu Wata'ala. Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda. artinya: "Dan datanglah sakaratul maut dengan sebenar-benarnya. sebelum semua orang sampai ke sana. Lalu bagaimana kondisi orang kafir? Allah Subhaanahu Wata'ala menggambarkan kondisi itu dalam firman-Nya: "Kalau kamu melihat ketika para malaikat mencabut jiwa orang-orang yang kafir seraya . Fushshilat: 30)." (QS. (QS. artinya: "Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya. Semua itu dapat disaksikan dan dirasakan oleh orang yang menjelang ajal." (HR. Di saat itu. Masuklah ke dalam surga-Ku. malaikat datang dan memberikan kabar gembira kepada seorang mukmin. Itulah yang kamu selalu lari daripadanya". Qaaf: 19) Hadits ini juga menyampaikan kepada kita bahwa Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam pun mengalaminya. justru menunjukkan tambahan kebahagian baginya atau sebagai penebus atas dosadosanya. "Wahai jiwa yang baik keluarlah menuju ampunan dan keridhaan Allah." Lalu ruh tersebut keluar dari tubuhnya laksana mengalirnya tetesan air dari mulut kendi. "Berdasarkan hadits Aisyah tentang kondisi wafatnya Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam.

Baik atau buruknya akhir kehidupan seseorang adalah akibat dari perbuatannya selama hidup. terutama keluarga yang ditinggalkan untuk mengurusnya sampai menguburnya. Ibnu Katsir—rahimahullah—berkata tentang tafsir ayat ini. (tentulah kamu akan merasa ngeri). keluarlah menuju kemungkaran dan marah Allah Subhaanahu Wata'ala. Tentu saja hal ini adalah menjadi kewajiban bagi orang yang masih hidup. lalu ruh itu memancar dalam tubuh (tidak ingin keluar) sehingga malaikat mencabutnya dengan paksa dan kasar. dan ikhlas beramal. Namun kenyatannya banyak manusia yang terbuai dengan kehidupan dunia sehingga hamper melupakan tujuan hidup yang sebenarnya. Sementara yang benar-benar beriman. serta menyadari bahwa semua takdir yang terjadi merupakan kehendak-NYA. Adapun bimbingan bagi keluarga pasien yang sakaratul maut : Mengajak keluarga untuk tetap berusaha member yang terbaik untuk pasien sakaratul maut dengan ridho dan ikhlas atas apa yang terjadi Menghimbau untuk menciptakan suasana yang tenang Ajak untuk berdoa bersama serta pasrah dengan apa yang akan terjadi dan menyadari bahwa semata-mata atas kehendak-NYA. "Jika engkau. apabila hendak menuju akhirat meninggalkan dunia maka akan turun malaikat dari langit. Merawat jenazah adalah hukumnya wajib kifayah. Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabbda. tidak ada manusia satupun yang apabila mati kemudian berangkat sendiri menuju liang kuburnya. "Adapun hamba yang kafir—dalam riwayat lain „fajir‟." (HR. D. Yang jadi permasalahan sekarang adalah. Itulah sakaratul maut. Mereka membawa pakaian yang kasar dari neraka. Kemudian hanyalah kepada kami kamu dikembalikan. “Rasakanlah adzab neraka yang membakar. Al-Anfal: 50). Sifat mereka kasar dan keras bermuka hitam. ( QS. Bimbingan terhadap pasien yang sakaratul maut yaitu hendaknya kita tetap menjalankan tugas kita sabagai seorang muslim. melihat saat dicabutnya ruh orang kafir. hal ini juga membuat manusia tidak banyak yang mengingat tentang kematian. sebagaimana besi yang banyak kaitnya lalu dipakai mencabut bulu domba yang dibasahi sehinga tercabut pula kulit dan uratnya. membisikkan kalimat atau bacaan Tauhid ditelinga pasien di doakan Pasrah dan ikhlas atas segala yang terjadi. . Perawatan Jenazah Menurut Pandangan Agama Islam Firman Allah swt : “Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. "Wahai ruh yang buruk. namun setiap orang tentunya wajib mengetahui tatacara bagaimana merawat jenazah yang sesuai dengan tuntunan agama islam. "Rasakanlah olehmu siksa neraka yang membakar"." (QS. Bukhari). wahai Muhammad." Barra' bin Azib juga pernah berkata. Al‟ Ankabuut : 57 ) Ayat tersebut mempertegas bahwa kita yang hidup di dunia ini pasti akan merasakan mati.memukul muka dan belakang mereka (dan berkata). maka insya Allah terhindar dari su‟ul khatimah. atau orang yang jahil terhadap agama Allah maka akan terancam su‟ul khatimah. Orang yang tidak ikhlas dalam beramal. kemudian duduk di depannya sejauh mata memandang. yakni : Mendampinginya dengan tegar Apabila diperkenankan. nicaya engkau akan menyaksikan pemandangan dahsyat dan mengerikan. Para malaikat memukul wajah dan bagian belakang mereka seraya berkata. Kemudian datanglah malaikat maut duduk di dekat kepalanya seraya berkata.

bila seluruh masyarakat tidak ada yang merawat maka seluruh masyarakat akan dituntut dihadapan Allah swt. suami/istrinya. Anak putra/putrinya. sementara kita tidak tahu mayat ini harus diapakan.Karena kewajiban merawat jenazah yang pertama adalah keluarga terdekat. barulah orang muslim yang lainnya berkewajiban untuk merawatnya. Kalau kita tidak bisa merawatnya sampai menguburkannya berarti kita tidak (birrul walidaini) berbakti kepada kedua orang tua kita. karena ajal bila sudah tiba saatnya. apalagi kalau yang meninggal adalah orang tua atau anak kita. Jadi yang jelas pengurusan jenazah adalah menjadi kewajiban keluarga terdekat si mayat. Ibu. Inilah yang perlu kita pikirkan sepertinya di millist ini belum pernah ada yang memberikan pencerahan.. perdekatkanlah kebaikannya dan bila tidak demikian. Sedang bagi orang yang mengerjakannya. Permasalahan yang lain dan mungkin bisa saja terjadi adalah. yaitu dengan merawat sampai menguburkan serta mendo‟akannya. adapun yang perlu dilakukan adalah : . pastilah tidak bisa ditunda kapanpun dan dimanapun. Sabda Rasulullah : “ada 3 hal Hai Ali jangan ditunda. b) Orang Yang Berhak Merawat Jenazah Keluarga terdekat (Ayah. Fenomena lain yang banyak terjadi sekarang. bahkan sampai mendo‟akannya juga orang lain yang mendoa‟kan. jenazah bila telah nyata kematiannya. maka kamu akan lepas kejelekannya tersebut dari bebanmu. Bila urutan tersebut di atas tidak ada baru beralih kepada yang lain. pastilah kita akan berdosa. bila kita mengkehendaki kalau kita mati nanti anak kita dan keluarga dekat kita yang merawatnya. 1) Kaifiat (cara perawatan jenazah) Bila telah terang. semoga bisa mengingatkannya kembali. jelas ajalnya seseorang. Mungkin diantara kita masih banyak yang belum tahu tentang tatacara merawat jenazah dan kalaupun sudah tahu. ilmu yang bermanfaat dan anak yang sholeh yang mau mendo‟akan kedua orang tuan ya. terutama di kota-kota besar. mendapat pahala yang banyak disisi Allah swt. bila ia seorang yang baik. Kecuali tiga perkara. a) Hukum Merawat Jenazah Hukum merawat jenazah adalah wajib kifayah artinya cukup dikerjakan oleh sebagian masyarakat. dilarang ditangguhkannya yaitu sholat bila telah dating waktunya. c) Waktu Penyelenggaraan Sesegera mungkin. Disini lah kita harus menunjukkan bakti kita yang terakhir apabila orangtua kita meninggal. Rasulullah saw telah bersabda : “ apabila telah mati anak Adam.nyata. shodaqoh jariyah. bahkan keluarga tinggal terima bersih karena sudah membayar orang untuk merawatnya. kalau keluarga yang terdekat tidak ada. kakak/adiknya dst ) namun sebaiknya yang sejenis pria oleh pria wanita oleh wanita kecuali suami/istrinya atau ayah dan ibunya. Pengurusan jenazah kebanyakan tidak dilakukan oleh keluarga dekat. dan wanita yang tidak ada suami bila telah menemukan jodohnya”(Al-Hadist) Percepatan penyelenggaraan jenazah. tidak ada keharusan menunggu berkumpulnya seluruh kerabat. Dan ini harus kita tanamkan pada diri kita masing-masing dan juga anak-anak kita untuk jadi anak yang sholeh dan sholehah. maka segerakanlah perawatannya. Bagaimana kalau kita seandainya sementara kita ditengah hutan belantara jauh dari permukiman dan kita punya teman Cuma beberapa orang saja. maka terputuslah amalnya.

Pejamkan matanya Lemaskan terutama tangan. BAB III PENUTUP A. dan kakinya diluruskan Dikatupkan mulutnya. . Kecuali mempertanggung jawabkan amal perbuatnnya. Al Hadist Menyebarluaskan berita kematiannya kepada keluarga/ ahli waris. Simpulan Orang yang sakit tetap dapat melaksanakan ibadah semampunya. dengan ikatkan kain. Diutamakan ditelentangkan membujur menghadap kiblat dengan kepala di sebelah kanan kiblat (untuk daerah sidangoli berarti kepala di sebelah utara) Ditutup muka wajahnya. tak perlu dibawa ke darat untuk dimakamkan apabila untuk mencapai daratan perlu waktu lama 3) Mati saat ihrom. utang piutang. kerabat dan masyarakat lingkungannya Mempersiapkan keperluan/perlengkapan perawatan mayat/jenazah Keluarga / ahli waris segera menyelesaikan hak insane/Adam. dan lingkarkan dagu. mengambil alih tanggung jawab hingga bagi yang telah wafat tiada lagi memiliki kewajiban. Seperti berzikir. maka kain kafannya cukup pakaian ihromnya dan tidak boleh diberi parfum sebagaimana jenazah biasa. 2) Hak Dan Kewajiban terhadap Jenazah 1) Memandikannya/ mensucikannya 2) Mengkafaninya/ membungkus seluruh tubuhnya 3) Menshalatkannya 4) Menguburkannya 3) Jenazah Yang Tidak Mendapat Perlakuan seperti Biasa 1) Mati sahid dalam peperangan tidak perlu dimandikan dan dikafani cukup dimakamkan dengan pakaiannya yang melekat 2) Mati di atas perjalanan laut. memaafkannya serta memulyakannya. pelipis sampai ubun-ubun. melimpahkan kasih sayangnya. serta seluruh tubuhnya Mengucapkan kalimat tarji‟ untuk istirja‟ (pasrah dengan ikhlas dan ingat bahwa kita bersama akhirnya juga akan mengalami kematian (Innalillahi Wainna ilaihi rooji‟uun (Al-baqaroh Ayat 156) Mendoakannya (Allahumma ighfirlahu warhamhu wa‟afihi wa‟fu anhu) artinya : ya Allah semoga Allah mengampuni. bershalawat.

wajib dalam melaksanakan shalat fardhu dengan berdiri sekalipun bersandar ke dinding atau ke tiang atau tongkat.com/2010/05/sakit-dalam-pandangan-islam. Orang yang sakit wajib melaksanakan semua kewajiban shalat tepat pada waktunya menurut kemampuannya. Jika mau boleh juga dia memajukan shalat isya untuk digabung engan shalat maghrib diwaktu maghrib atau sebaliknya. http://stikesmbbaksos.membaca doa-doa. Kalau dia mau dia boleh memajukan shalat asharnya di gabung dengan dzuhur atau mengakhirkan dzuhurnya digabung dengan ashar di waktu shalat ashar. Jika dia sulit untuk shalat pada waktunya boleh menjamak antara dzuhur dengan ashar dan antara magrib dan isya baik jamak taqdim maupun jamak takhir sesuai dengan kemampuannya. maupun melaksanakan shalat sekalipun.blogspot. Adapun shalat subuh maka tidak boleh dijamak dengan shalat yang sebelumnya atau sesudahnya karena waktunya terpisah dari waktu shalat sebelumnya dan shalat sesudahnya. Jika masih maupun dan sanggup. Jika termasuk orang yang kesulitan berwudhu dia boleh menjamak shalatnya seperti layaknya seorang musafir.html .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->