P. 1
syair sang pujangga

syair sang pujangga

|Views: 1,035|Likes:
Published by Muhammad Syarief

More info:

Published by: Muhammad Syarief on Aug 11, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/05/2012

pdf

text

original

Sahabatku

Tidak mudah bagiku Tuk jadikanmu yang pertama Walaupun halangan dan rintangan Yang membuat kita jauh
Ivan, My Beloved Cousin

Kau yang pertama menghiburku Disaat suka dan duka Kau yang selalu menemaniku Disaat ku mulai lelah berjalan Tapi, mengapa kau pergi tinggalkanku Tanpa pesan dan kabar yang pasti Sekian lama kita bersama Kau pergi begitu saja Ku do’akan Smoga kau bahagia Dengan kehidupan barumu Dengan teman barumu

Kesunyian Ditengah Malam

Aku berjalan menyusuri lorong sempit Melihat bulan yang bersinar terang Angin menyapu tubuhku Kudengar para binatang malam mengeluarkan pendapatnya Tentang kerusakan dunia ini Oh Tuhan, bagaimana dengan masa depan Akankah dunia ini akan damai Ataukah semakin berantakan Aku tak tahu dan tak mau tahu Aku malu untuk mengatakan Akan dunia yang berantakan Membuatku lelah berjalan Menuju kebahagiaan Oh Tuhan, berikanlah hidayah-Mu Pada dunia yang hina ini Semakin banyak manusia rusak Hanya demi jabatan dan keagungan Aku berhenti berharap Pada dunia yang terlelap Akan segenap kekayaan Yang membodohi dunia!

Aku bingung… Untuk mengatakan sesuatu Yang membuatku canggung Mengatakan itu…. Aku yang lelah…. Membuatku tak berdaya… Menghadapi semua masalah… Yang membutakan mata….. Ketika itu…. Aku mulai menulis semua… Kehidupan yang penat…. Dan penuh dengan fatamorgana.. Aku mulai marah…. Dengan semua kepenatan…. Yang membutakan mata… Menutupi telinga…. Sang surya…. Telah tenggelam… Menggelapkan dunia.. Dan tak bersinar lagi….. Mataku terlelap…. Dalam kesedihan… Menanti cahaya-Nya…. Yang tiada duanya….

Kusambut malam dengan kekecewaan

Di malam yang sunyi akan binatang malam Ku lelah dengan semua ini Mataku terlelap dengan air mata Biarkan ku gapai langit malam ini Biarkan ku peluk bulan dengan mesra Menemani tidurku yang sunyi Seakan tak ada lagi kebahagiaan Ku keluarkan emosiku lewat tulisan Agar beban ini trasa lebih ringan Tanpa ada air Mata yang tertahan Hingga ku mulai terlelap Bintang-bintang malam seakan tertawa Tapi tidaklah aku Aku menangisi kehidupanku Yang sunyi dan sepi

Ku sambut pagi ini dengan senyuman Hari ini ku bahagia akan suatu kejadian Yang takkan mungkin kulupakan Sepanjang hidupku Ku lihat di balik pintu Seorang lelaki besar Berjalan dengan tegap Seperti layaknya tentara Dialah ayahku Pulang kerumah dengan gembira Ku peluk erat ayahku ‘tuk melepas rindu Aku berharap Dia takkan pergi lagi Dari kehidupanku Tuk slamanya

SELAMAT TINGGAL RUMAHKU
Kau adalah rumahku Tempat terindah yang pernah kusinggahi Darimulah aku lebih mengenal Allah

Mengenal islam lebih dekat Rumah terindah Rasanya tak ingin pulang Karena keramahan penghuninya Yang jarang ku temukan dirumah lain Banyak khilaf dan salah Yang telah kulakukan Tapi kau tetap peduli padaku Maafkan aku Tibalah saatnya Kita berpisah Tuk bertemu lagi Suatu saat nanti Selamat tinggal Rumahku yang nyaman Serta ramah penghuninya Aku takkan melupakanmu

Pengorbanan Guru
Guru Betapa besar pengorbananmu Mengajariku berbagai hal

Sehingga ku bisa membuka pintu dunia Guru Betapa besar pengabdianmu Sehingga aku bisa belajar Tuk menggapai kesuksesan Guru Maafkan aku Yang khilaf dan bersalah Hingga menyakiti hatimu Guru Aku ucapkan maaf dan terima kasih Karena telah membuat dunia Tertuju pada diriku

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->