ANALISIS INFORMASI KEUANGAN

Analisis Aktivitas Investasi

KELOMPOK 4 Made Fajar Paramartha I Putu Niko Budatama I Kadek Adi Dwiadnyana (1015351048) (1015351063) (1015351065)

Luh Gita Andini A. P.

(1015351077)

Kadek Dwijana Asriningsih (1015351082) Ni Wayan Septia Wini (1015351083)

FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS UDAYANA DENPASAR 2012

perusahaan mengalami penurunan likuiditas jika nilai pasar dari efek investasi tersebut turun. Aktiva Lancar (Current Assets) Aktiva lancar merupakan sumber daya atau klaim atas sumber daya yang langsung dapat diubah menjadi kas. 1. Kas dan Setara Kas Kas (cash) merupakan aktiva yang paling likuid. Konsep likuiditas (liquidity) penting dalam analisis laporan keuangan. Selain memeriksa jumlah aktiva likuid yang tersedia untuk perusahaan. Likuiditas juga terkait dengan kermampuan perusahaan untuk memenuhi kewajibannya saat jatuh tempo. biasanya dalam jangka waktu siklus operasi perusahaan. Risiko analisis ini adalah pengalaman masa lalu mungkin bukan alat 1 . Piutang Piutang (receivables) merupakan nilai jatuh tempo yang berasal dari penjualan barang atau jasa. investasi jangka pendek yang siap dikonversi menjadi kas dan hampir jatuh tempo sehingga risiko perubahan harga yang disebabkan pergerakan tingkat minimal. Likuiditas memberikan fleksibilitas untuk bunga hanya memanfaatkan kondisi perubahan pasar dan untuk bereaksi terhadap strategis pesaing. mencakup mata uang. atau dari pemberian pinjaman uang. analisis juga harus mempertimbangkan hal berikut: • • Sejauh mana setara kas diinvestasikan pada efek ekuitas. Penilaian Piutang Analisis piutang penting karena dampaknya terhadap posisi aktiva dan arus laba perusahaan. deposito dana. 2. a. Likuiditas berarti jumlah kas atau setara kas yang dimiliki perusahaan dan jumlah kas yang dapat diperoleh dalam periode singkat. Setara kas (cash equivalents) juga tergolong sangat lancar. money orders. dan cek. Kas dan setara kas sering kali dibutuhkan sebagai saldo kompensasi (compensating balances) untuk mendukung suatu perjanjian pinjaman atau sebagai jaminan utang.Analisis Aktivitas Investasi A. Banyak perusahaan dengan neraca yang kuat mengalami kesulitan yang serius karena tidak likuid.

Memeriksa konsentrasi pelanggan. Kerugian piutang dapat menjadi sangat berarti dan memengaruhi baik aktiva lancar serta laba bersih sekarang dan masa depan. Piutang dapat dijual dengan recourse atau tanpa recourse pada pembeli (recourse terkait atas jaminan kolektibilitas) 2 . Kebijakan kredit yang ketat berdampak pada kualitas yang lebih tinggi. atau risiko piutang yang lebih rendah. Analisis Piutang • Risiko Kolektibilitas Informasi penuh untuk menilai risiko kolektibilitas biasanya tidak dicakup dalam laporan keuangan. b. Perusahaan biasanya melaporkan kebijakan kreditnya dalam catatan atas laporan keuangan. Menyelidiki pola umur piutang (sudah melewati jatuh tempo dan berapa lama). Keaslian Piutang Deskripsi piutang pada laporan keuangan atau catatan atas laporan keuangan biasanya tidak cukup untuk memberikan tingkat keandalan mengenai apakah piutang asli. Praktik ini disebut anjak piutang (factoring) atau sekuritisasi (securitization). Informasi yang berguna harus diperoleh dari sumber lain atau dari perusahaan. Menentukan bagian piutang yang merupakan pengalihan atau perpanjangan (renewal) dari piutang atau wesel tagih masa lalu. Alat analisis untuk memeriksa kolektibilitas mencakup: • Membandingkan persentase piutang terhadap penjualan perusahaan pesaing dengan perusahaan yang sedang dianalisis. Pemahaman mengenai praktik industri dan sumber informasi tambahan digunakan untuk menambah keyakinan. Salah satu faktor yang memengaruhi keandalan piutang adalah kebijakan kredit perusahaan. dan dapat ditagih. risiko meningkat jika piutang terkonsentrasi pada satu atau sedikit pelanggan. atau mungkin kita gagal mencerminkan kondisi terkini. • Sekuritisasi Piutang Salah satu masalah analisis penting adalah saat perusahaan menjual semua atau sebagian piutangnya pada pihak ketiga. jatuh tempo.prediksi yang layak atas kerugian masa depan.

atau diakui saat ini pada laporan laba rugi dan mengurangi profitabilitas untuk dikaitkan dengan pendapatan penjualan. biaya ini dipindahkan dari neraca dan mengalir pada laporan laba rugi sebagai harga pokok penjualan (HPP). a. Analisis kita harus mewaspadai bahwa. mereka dapat dicatat pada neraca (sebagai beban masa depan). persediaan merupakan aktiva inti dan penting dalam perusahaan. 3. Dampak biaya persediaan terhadap profitabilitas Laba kotor dapat dipengaruhi oleh pilihan metode penghitungan biaya perusahaan. Biaya tidak dapat berada pada dua tempat yang sama pada waktu bersamaan. Beban Dibayar Dimuka Beban dibayar di muka (prepaid expenses) merupakan pembayaran di muka atas jasa atau barang yang belum diterima. Pada periode di mana harga meningkat FIFO memberikan laba kotor yang lebih tinggi dibandingkan LIFO karera persediaan yang lebih rendah dikaitkan dengan pendapatan penjualan dengan harga pasar terkini. dan pajak bangunan.Penjualan piutang dengan recourse tidak memindahkan dengan efektif risiko kepemilikan piutang dari penjual. Laba ekonomi sesuai dengan jumlah yang terjual dikalikan dengan selisih antara harga jual dan biaya penggantian persediaan (kira-kira sebesar biaya pembelian persediaan yang paling kini). 4. Saat persediaan terjual. utilitas. Persediaan Persediaan (inventory) merupakan barang yang dijual dalam aktivitas operasi normal perusahaan. Laba kepemilikan merupakan kenaikan pada biaya penggantian karena persediaan telah diperoleh dan sama dengan 3 . Dengan pengecualianorganisasi jasa tertentu. Hal ini sering kali dinyatakan sebagai keuntungan fiktif FIFO karena laba kotor sebenarnya merupakan penjumlahan dari dua komponen: laba ekonomi (economic profit) dan laba kepemilikan (holding gain). Biaya persediaan awalnya dicatat pada neraca. karena alasan percepatan atau tidak material. beberapa jasa yang jatuh tempo lebih dari satu tahun juga dicakup dalam beban dibayar dimuka yang dikelompokkan sebagai aktiva lancar. Persediaan harus diperhatikan karena merupakan komponen utama dari aktiva operasi dan langsung memengaruhi penghitungan laba. Sebagai contoh adalah pembayaran di muka untuk asuransi.

b.jumlah unit terjual dikali dengan selisih biaya penggantian terkini dengan biaya perolehan awal. Efek Investasi Perusahaan juga menginvestasi aktivanya pada efek investasi (investment sec urities). Efek 4 . 5. dan dengan asumsi persediaan belum melikuidasi layer persediaan lamanya. Misalnya obligasi perusahaan lain. c. Pada periode di mana harga meningkat. Efek Utang Efek utang (debt securities) adalah efek yang mewakili hubungan sebagai kreditor terhadap pihak lain. atau dapat digunakan sebagai dana pembayaran kewajiban. a. • Efek diperdagangkan (trading securities) merupakan utang (atau ekuitas yang tidak memiliki pengaruh) yang dibeli dengan tujuan dikelola secara aktif dan dijual untuk mendapat keuntungan pada jangka waktu dekat. dan karenanya. Dampak biaya persediaan terhadap arus kas Peningkatan laba kotor dengan metode FIFO juga menyebabkan laba sebelum pajak lebih tinggi. perusahaan dapat terjebak pada pengurangan arus kas karena mereka membayar pajak yang lebih tinggi dan perlu mengganti persediaan yang terjual pada biaya penggantian yang lebih tinggi dibandingkan dengan biaya pembelian awal. obligasi pemerintah. Beberapa investasi merupakan penyimpanan sementara kelebihan kas dalam bentuk efek. Dampak biaya persediaan terhadap neraca Pada periode harga meningkat. Investasi ini juga dapat mencakup dana yang akan digunakan untuk investasi pada pabrik. peralatan. LIFO melaporkan persediaan akhir pada harga yang jauh lebih rendah dibandingkan dengan biaya penggantian. surat utang. utang pajak yang lebih tinggi. Hasilnya neraca perusahaan yang menggunakan LIFO tidak secara akurat mencerminkan investasi lancar yang dimiliki perusahaan dalam persediaannya. • Efek yang dimiliki hingga jatuh tempo (held-to-maturity securities) merupakan efek utang yang ingin dan mampu dimiliki manajemen hingga jatuh tempo. dan aktiva operasi lain. Hal ini dapat mengarah pada masalah likuiditas. Tujuan penyimpanan sementara ini adalah untuk menggunakan kas yang menganggur secara produktif.

pelanggan.ini dapat jatuh tempo dalam jangka waktu pendek (di mana mereka diklasifikasi sebagai aktiva lancar) atau jangka panjang (di mana mereka klasifikasi sebagai aktiva tak lancar). • Efek yang tersedia untuk dijual (available-for-sale securities) merupakan efek utang (atau ekuitas yang tidak memiliki pengaruh) yang tidak tergolong efek diperdagangkan atau dimiliki hingga jatuh tempo. • Pihak yang mengendalikan (kepemilikan lebih dari 50%). Efek Ekuitas Efek ekuitas (equity securities) mencerminkan bagian kepemilikan pada entitas. stock right. • Tidak memiliki pengaruh(kepemilikan kurang dari 20%). Efek ekuitas berbentuk saham preferen tanpa hak suara atau kurang dari 20% dari seluruh saham hak suara investee. anak perusahaan) dan untuk mendapatkan dividen dan penghasilan dari kenaikan harga saham. dapat memberikan investor kemampuan untuk memengaruhi secara signifikan aktivitas usaha investee. tergantung dari jangka waktu atau kapan manajemen berniat menjual efek tersebut. Pada kasus ini. Motivasi utama perusahaan membeli efek ekuitas adalah untuk memaksakan pengaruh pada direksi dan manajemen entitas lain (seperti emasok. b. perwakilan dan partisipasi manajemen. Kepemilikan saham meskipun kurang dari 50% saham dengan hak suara. Investasi ini dapat dikelompokkan sebagai efek diperdagangkan atau tersedia untuk dijual berdasarkan niat dan kemampuan manajemen. investor diasumsikan memiliki pengaruh minimal pada aktivitas investee. • Pengaruh signifikan (kepemilikan antara 20% hingga 50%). Contohnya meliputi saham biasa dan preferen serta hak untuk memperoleh atau menjual bagian kepemilikan seperti waran. serta opsi beli dan opsi jual. maka efek ini dianggap tidak berpengaruh. Efek ini dapat dikelompokkan sebagai aktiva lancar atau tak lancar. Kepemilikan lebih 50% disebut sebagai pihak yang mengendalikan (controlling interests). Investor 5 . Efek ini dinilai berdasarkan nilai wajar pada neraca. Pembuktian atas kemampuan investor untuk memaksakan pengaruh signifikan terhadap aktivia usaha investee diperlihatkan dalam berbagai cara seperti.

Opsi beli (call option) merupakan hak untuk membeli sekuritas (atau komoditas) dengan harga tertentu pada atau sebelum tanggal penyerahan. dan untuk menganalisis distorsi akuntansi yang disebabkan aturan akuntansi dan/atau manajemen laba yang terkait dengan investasi efek. harga komoditas. Jenis-jenis derivatif Kontrak masa depan (futures contract) merupakan perjanjian antara dua atau lebih untuk membeli atau menjual komoditas tertentu atau aktiva keuangan pada tanggal tertentu di masa depan (yang disebut tanggal penyerahan) pada harga tertentu. Kontrak ini umumnya digunakan sebagai perlindungan atas risiko seperti tingkat bunga dan.disebut sebagai induk perusahaan (holding company) dan investee sebagai anak perusahaan (subsidiary). 6 . atau variabel ekonomis seperti harga saham. a. 6. atau kurs pertukaran valuta. Salah satu contohnya adalah pembelian atau pejualan persediaan dengan kontrak forward sebagai bagian dari operasi usaha normal. Analisis Efek Investasi Analisis investasi efek memiliki paling tidak tiga tujuan utama: untuk memisahkan kinerja operasi dengan kinerja investasi dan pendanaan. obligasi. tingkat bunga. Kontrak opsi (option contract) memberikan hak pada suatu pihak bukan kewajiban untuk melakukan suatu transaksi. karena penyelesaian langsung tidak dimungkinkan. Derivatif penting yang sering kali tidak diatur dalam SFAS 133 adalah kontrak forward (forward contract). Untuk kepemilikan lebih dari 50%. Kontrak ini dapat dibuat untuk berbagai komoditas dan aktiva keuangan. Kontrak swap (swap contract) merupakan perjanjian antara dua pihak atau lebih untuk menukar arus kas masa depan. untuk mengevaluasi kinerja dan risiko investasi.risiko kurs valuta asing. Sekuritas Derivatif Derivatif merupakan instrumen keuangan yang nilainya berasal dari nilai aktiva lain. kelompok aktiva. Opsi jual (put option) merupakan opsi untuk menjual sekuritas (atau komoditas) dengan harga tertentu pada atau sebelum tanggal penyerahan. c. perusahaan menyiapkan laporan keuangan konsolidasi.

Kriteria ini (dan lainnya) tidak memungkinkan kapitalisasi teknologi atau modal manusia karena kepemilikan tidak dapat dipaksakan secara hukum.B. meskipun litbang merupakan salah satu dari aktiva yang paling berharga bagi perusahaan teknologi tinggi. amortisasi (amortization) jika digunakan untuk aktiva tak berwujud. Misalnya. Kriteria ini menghasilkan pembebanan pengeluaran litbang dengan segera. goodwill yang dibeli dapat dikapitalisasi. • Aktiva harus menghasilkan kemungkinan manfaat masa depan yang dapat diidentifikasi dan layak. Aturan akuntansi untuk kapitalisasi dibatasi untuk memenuhi tujuan relevan dan andal. Tujuan andal berarti aturan kapitalisasi menjadi konservatif dan. Alokasi. Alokasi biaya disebut penyusutan (depreciation) jika terkait dengan aktiva tetap. 1. dalam berapa kasus. dan deplesi (depletion) jika dikaitkan dengan sumber daya alam. dan Penurunan Nilai Kapitalisasi merupakan keputusan. perlu diturunkan nilainya dan dinyatakan sebesar nilai pasar wajar (jumlah diskonto taksiran arus kas). terdapat dua distorsi terkait dengan penurunan nilai aktiva: 7 . Aktiva Jangka Panjang a. tetapi goodwill yang diciptakan sendiri (yang nilainya jauh lebih besar) tidak dapat dikapitalisasi. Aktiva Tak Lancar (Non Current Assets) Aktiva tak lancar (Non Current Assets) atau aktiva jangka panjang atau juga disebut aktiva tetap merupakan sumber daya atau klaim atas sumber daya yang diharapakan dapat memberikan manfaat pada perusahaan selama periode melebihi periode kini. Umumnya. Alokasi merupakan pembebanan biaya aktiva secara periodik sepanjang periode manfaat yang diharapkan. tidak konsisten. Kriteria ini menghasilkan perlakuan yang tidak konsisten antara aktiva tak berwujud yang dibeli dengan yang diciptakan internal. suatu biaya akan dikapitalisasi jika emenuhi kriteria berikut: • Aktiva harus berasal dari transaksi atau kejadian masa lalu. Jika arus kas yang diharapkan (tidak didiskonto) lebih dibandingkan nilai tercatat aktiva (biaya dikurangi akumulasi penyusutan). • Aktiva memberikan pemiliknya pengendalian (khusus) atas manfaat masa depan. Aktiva jangka panjang diciptakan memalui proses kapitalisasi. Kapitalisasi. Dari perspektif analisis kita.

Menilai properti. Alasan digunakannya biaya historis adalah: • • • Konservatisme (conservatism). dalam penentuan biaya. dan minyak. b. karena tidak mengantisipasi adanya biaya penggantian berikutnya. 8 Berdasarkan aturan terkini. dan Peralatan Prinsip biaya historis digunakan saat menilai properti. dan akuntansi atas uang yang diinvestasikan pada aktiva tersebut. 2. Pengakuan penurunan nilai aktiva memiliki dampak temporer besar mendistorsi laba bersih sementara berpotensi untuk meningkatkan kegunaan nilai aktiva pada neraca. bangunan. mengambil gas alam. perusahaan . bangunan. dan peralatan sepanjang masa manfaatnya. Aktiva Tetap dan Sumber Daya Alam a. juga disebut aktiva yang dihabiskan (wasting asset). Sumber daya alam memiliki dua karakteristik penting yaitu pemindahan konsumsi aktiva dan penggantian aktiva hanya melalui proses alamiah. manajer dalam jumlah uang. Akuntabilitas (accountability). Penilaian biaya historis mengharuskan suatu perusahaan pertama kali mencatat sebesar nilai wajar atau nilai wajar aktiva yang ditukarkan. penyusutan akan menjadi biaya yang tidak dapat dihindari. prinsip konservatisme. Contohnya meliputi hak untuk menambang. merupakan hak untuk mengambil atau mengonsumsi sumber daya alam. Objektivitas (objectivity). Jika suatu operasi tidak menguntungkan. Menganalisis aktiva tetap dan sumber daya alam Penilaian aktiva tetap dan sumber daya alam menekankan objektivitas biaya historis. d. sehingg menambah kerugian. bangunan.• • Bias konservatif mendistorsi penilaian aktiva jangka panjang karena nilai aktiva dapat diturunkan namun tidak dapat dinaikkan. Penyusutan Penyusutan merupakan alokasi biaya properti. menebang kayu. c. dan peralatan. Menilai sumber daya alam Sumber daya alam (natural resource). Aturan akuntansi untuk penurunan nilai aktiva jangka panjang mewajibkan perusahaan untuk secara berkala menelaah kejadian atau perubahan kondisi yang memungkinkan penurunan nilai.

Aktiva tak berwujud yang dapat diidentifikasi Aktiva tak berwujud yang dapat diidentifikasi merupakan aktiva yang dapat diidentifikasi terpisah dan dikaitkan dengan hak tertentu atau keistimewaan selama periode manfaat terbatas. dan manfaat kepemilikan atau pengendalian. penilaian. Investasi Antar Perusahaan Investasi antarperusahaan (intercorporate investments) merupakan investasi oleh satu perusahaan dalam efek-efek (sekuritas atau surat berharga) ekuitas perusahaan lainnya. Contohnya hak paten. terutama goodwill. fisik. Aktiva tak berwujud yang tidak dapat diidentifikasi Aktiva tak berwujud yang dapat diidentifikasi merupakan aktiva yang dapat dikembangkan secara internal atau dibeli namun tidak dapat diidentifikasi dan sering kali memiliki masa manfaat yang tak terhingga. Disposisi. 3. dan disposisi goodwill. Contohnya iklan dan goodwill. hak cipta. Aktiva Tak berwujud Aktiva tak berwujud (intangible asset) merupakan hak. c. keistimewaan. Mereka menganggap sulit untuk menilai aktiva tak berwujud yang belum diamortisasi. kita harus siap untuk membuat estimasi sendiri mengenai penilaian aktiva. Aktivitas Antar Perusahaan (Intercompany Activities) 1. dan franchise. merek dagang. yaitu perusahaan harus mengestimasi taksiran arus kas bersih masa depan aktiva tersebut dan nilai disposisi akhirnya.menggunakaan “uji perolehan kembali” (recoverability test) untuk menentukan apakah terdapat penurunan nilai. Analisis juga harus waspada terhadap komposisi. b. atau penghapusan goodwill sering kali dilakukan manajemen pada periode hal tersebut memiliki dampak pasar terendah. C. Dua karakteristik umum aktiva tak berwujud adalah tingginya ketidakpastian masa manfaat dan tidak adanya wujud. a. Juga harus diingat bahwa goodwill tidak membutuhkan amortisasi dan auditor mengalami masa sulit dengan aktiva tak berwujud. Goodwill dihapus jika kelebihan laba yang mendasari eksistensinya tidak ada lagi. umumnya 9 . Menganalisa aktiva tak berwujud Dalam menganalisis aktiva tak berwujud. Induk perusahaan (parent) merupakan pihak yang mengendalikan.

Jika terdapat ketidakpastian yang tinggi tentang peningkatan ekuitas dari anak perusahaan telah dicatat sebagai akrual pada induk perusahaan. Sebagai contoh. induk perusahaan harus mempunyai kepemilikan atas anak perusahaan atau mengendalikan manajemen anak perusahaan secara efektif. ketika terdapat batasan-batasan konversi atas mata uang asing atau atas penerimaan laba dari luar negeri. atau jika anak perusahaan akan dihapuskan. Laporan Keuangan Konsolidasi Laporan keuangan konsolidasi (consolidated financial statements) melaporkan hasil operasi dan kondisi keuangan induk perusahaan berikut anak perusahaannya dalam satu set laporan keuangan. Ketidakpastian yang tinggi dapat muncul. dan beban anak perusahaan ke akun-akun terkait dalam laporan keuangan induk perusahaan. Langkah kedua adalah mengeliminasi "transaksi antarperusahaan. pengendalian tidak berada di tangan pemilik mayoritas. • Laba tidak pasti. Hubungan induk perusahaan-anak perusahaan (parentsubsidiary) terjadi saat satu perusahaan memiliki seluruh atau sebagian besar efek ekuitas dengan hak suara perusahaan lain.melalui kepemilikan efek ekuitas. Untuk mengonsolidasikan perusahaan. Pertama. Akun investasi dalam laporan keuangan induk perusahaan merupakan bukti kepemilikan saham dalam anak perusahaan b. sebagian dengan anak perusahaan internasional. c. pendapatan." untuk menghindari pencatatan ganda atau pengakuan laba terlalu cepat. 10 . Teknik Dasar Konsolidasi Konsolidasi terdiri atas dua langkah. Kepemilikan saham lebih dari 50% umumnya mensyaratkan konsolidasi Konsolidasi tidak tepat jika pengendalian bersifat sementara. kewajiban. utang induk perusahaan pada anak perusahaannya dan piutang anak perusahaan terhadap induk perusahaan dieliminasi saat neraca konsolidasi disiapkan. konsolidasi bukanlah hal yang tepat. a. laporan keuangan konsolidasi menambahkan aktiva. agregasi dan eliminasi. Aktivitas entitas legal terpisah lainnya disebut sebagai anak perusahaan (subsidiary). Prinsip-prinsip Konsolidasi Terdapat dua kondisi di mana anak perusahaan seharusnya tidak dikonsolidasikan untuk keperluan pelaporan yaitu: • Pengendalian tidak lengkap atau sementara.

Standar ini memuat beberapa perubahan besar dalam pelaporan keuangan: 11 . 2. a. • Apakah hanya partner umum (general partner) dalam persekutuan terbatas (limited partnership) dan tidak ada partner atau kelompok partner lain yang memiliki kemampuan untuk menghentikan persekutuan terbatas atau sebaliknya memindahkan partner umum. reorganisasi. atau restrukturisasi atas dua atau lebih perusahaan untuk membentuk sebuah perusahaan lainnya. Memiliki hak suara minoritas dalam jumlah besar dan tidak terdapat pihak atau organisasi lain yang memiliki hak suara signifikan. e. akuisisi. Penggabungan usaha mengubah kepemilikan dan pengendalian atas perusahaan yang diakuisisi atau diinvestasi.d. Penggabungan Usaha Penggabungan usaha (business combination) mengacu pada merger. Draf eksposur atas konsolidasi Draf eksposur mengasumsikan adanya pengendalian jika perusahaan memenuhi satu atau lebih kondisi sebagai berikut: • • • Memiliki hak suara mayoritas dalam kepengurusan perusahaan lain atau memiliki hak untuk menunjuk mayoritas kepengurusan perusahaan lain. Memiliki kemampuan unilateral untuk (1) mendapatkan hak suara mayoritas dalam kepengurusan perusahaan lain atau (2) mendapatkan hak untuk menunjuk mayoritas kepengurusan perusahaan lain melalui kepemilikan efek yang dapat dikonversi atau hak lainnya yang saat ini dapat dipilih untuk dijalankan oleh pemegang efek dan manfaat yang diharapkan dari konversi efek tersebut atau pelaksanaan hak tersebut melebihi biaya yang diharapkan. Akuntansi Penggabungan Usaha FASB baru-baru ini mengeluarkan dua standar penting (SFAS 141 "Business Combination" dan SFAS 142 "Goodwill and Other Intangible Assets"). Metode akuntansi ekuitas Metode akuntansi ekuitas (equity accounting method) melaporkan investasi perusahaan dalam anak perusahaan dan bagian induk perusahaan atas laba anak perusahaan sebagai akun dalam laporan keuangan induk perusahaan.

penggabungan usaha terdahulu yang memenuhi perlakuan pooling terus dicatat sebagai pooling dalam laporan keuangan konsolidasi. 12 . atau dalam penggabungan usaha. b. • • • Perusahaan harus mencatat nilai pasar wajar aktiva tak berwujud yang dibeli. Standar mengharuskan pengungkapan alasan utama penggabungan usaha dan memperluas informasi alokasi harga beli. Penentuan harga perolehan aktiva yang diperoleh secara individu. dalam kelompok. melainkan diuji setiap tahun untuk penurunan nilai (impairment). menggunakan prinsip akuntansi yang sama. • Alokasi total harga perolehan Setelah total harga/biaya perolehan aktiva yang diakuisisi dapat ditentukan. (3) menyesuaikan jumlah yang semula dicatat untuk saham pada tanggal akuisisi untuk pengeluaran kontinjen atas nilai pertukaran tambahan berdasarkan harga saham di masa depan. Goodwill tidak lagi diamortisasi. tetapi tidak sebagai kewajiban atau sebagai saham beredar. Namun demikian. kecuali hasil kontinjen dapat ditentukan dengan pasti.• Akuntansi dengan purchase method diharuskan untuk semua penggabungan usaha. yang sebelumnya tidak diakui. • Nilai pertukaran kontijen Panduan untuk akuntansi kontinjensi meliputi: (1)mengungkapkan pengeluaran kontinjen atas aktiva tambahan. sebelum mencatat goodwill. sehingga pooling accounting dilarang untuk digunakan di masa depan. yang umumnya sama dengan nilai wajar masing-masing pada tanggal akuisisi. Seluruh aktiva yang dapat diidentifikasi yang diakuisisi dan kewajiban yang ditanggung dalam penggabungan usaha menerima alokasi harga perolehan. Masalah-masalah penggabungan Usaha • Menilai pertukaran Masalah utama dalam purchase accounting adalah penentuan total harga perolehan entitas yang diakuisisi. harga perolehan tersebut harus dialokasikan ke masing-masing aktiva. (2) mencatat pengeluaran kontinjen atas aktiva tambahan berdasarkan laba di masa depan sebagai tambahan harga perolehan akuisisi ketika kontinjen terselesaikan.

Analisis harus menggunakan sumber yang terbaru untuk mengidentifikasi perbedaan akuntansi internasional yang signifikan. Akuntansi Internasional dan Praktik Audit Praktik akuntansi di berbagai negara sangatlah beragam. b. Dalam mengkonolidasikan anak perusahaannya yang berada di negara lain. variasi dalam otoritas dan umur badan profesi lokal (seperti pasar saham). termasuk tiadanya kesepakatan atas tujuan laporan keuangan. perbedaan undang-undang perpajakan. 13 . a. Kendala tersebut dapat dikelompokkan dalam setidaknya dua kategori: • • Kendala karena perbedaan praktik akuntansi di negara di mana perusahaan beroperasi. Pembuatan standar akuntansi internasional oleh International Accounting Standards Board (IASB) merupakan langkah besar menuju keseragaman. perusahaan multinasional yang berpusat di Amerika Serikat umumnya meminta anak perusahaan untuk menerapkan akuntansi yang selaras dengan induk perusahaan. kewajiban. Perspektif atas akuntansi internasional Keragaman lingkungan sosial tersebut menyebabkan perbedaan besar dalam praktik akuntansi antarnegara. Aktivitas Internasional (International Activities) 1. Perspektif atas pemeriksaan dan tata kelola internasional Aktivitas pemeriksaan dan tata kelola terkait dengan keandalan pelaporan keuangan dan keyakinan akuntabilitas manajemen. Kendala karena translasi aktiva. Terdapat beberapa alas an atas keragaman tersebut. Tujuan IASB adalah merumuskan dan mempublikasikan kepada publik standar dasar yang diobservasi dalam penyajian akun yang diaudit dan penyajian laporan keuangan. serta mempromosikan penggunaan standar tersebut di seluruh dunia. Terdapat keragaman dalam pemeriksaan dan praktik tata kelola internasional.D. dan ekuitas dalam unit pengukuran negara di mana induk perusahaan berada. perbedaan ketentuan hukum. Pelaporan Aktivitas Internasional Kita menghadapi kendala yang khas dalam perusahaan yang beroperasi dilebih dari satu negara. c.

14 . standar menerapkan konsep mata uang fungsional (functional currency) Mata uang fungsional adalah mata uang utama yang digunakan oleh anak perusahaan. melainkan laporkan dan diakumulasikan sebagai komponen ekuitas terpisah (dalam pendapatan komprehensif) sampai induk perusahaan menjual atau melikuidasi investasinya dalam entitas asing. Metode translasi mata uang asing Akuntansi untuk translasi mata uang asing diatur dalam SFAS 52 yang dikeluarkan di tahun 1981. Translasi ini umumnya terjadi pada nilai tukar kini (tanggal pelaporan). penyesuaian translasi kumulatif ini dipindahkan dari ekuitas dan diakui sebagai laba atau rugi yang menentukan laba. Seluruh elemen laporan keuangan entitas asing diukur dengan menggunakan mata uang fungsional. Akuntansi translasi mata uang asing Persyaratan utama untuk akun translasi mata uang asing yaitu: • Translasi memerlukan identifikasi mata uang fungsional bagi sebuah entitas. • Translasi dari mata uang fungsional menjadi AS$ harus dilakukan sebelum konsolidasi. kecuali untuk pendapatan dan beban yang ditranslasikan pada nilai tukar rata-rata sepanjang periode. • Setelah laporan keuangan anak perusahaan ditranslasikan dalam AS$.d. e. Translasi mata uang asing Konsolidasi dan akuntansi ekuitas atas anak perusahaan asing memerlukan translasi laporan keuangan menjadi setara dolar. sejalan dengan praktik akuntansi induk perusahaan. Hal ini dilakukan sebelum akun anak perusahaan asing digabungkan dengan induk perusahaan. Standar ini menyarankan dua pendekatan translasi. f. Untuk menentukan metode mana yang tepat untuk satu anak perusahaaa tertentu. Mata uang fungsional ini umumnya mata uang negara di mana anak perusahaan berada. • Penyesuaian translasi tidak disertakan dalam laba bersih. Pada saat penjualan atau likuidasi terjadi. anak perusahaan dikonsolidasikan dalam laporan keuangan induk perusahaan. Mata uang tersebut dapat berupa dolar AS atau mata uang lokal. metode kurs kini (current rate method) yang banyak digunakan dan metode sementara (temporal method).

& Hasley. Robert F. K. 15 . John J. Finacial Statement Analysis. 2007.R.Referensi Wild. Mc Graw Hill Internasional Edition. Subramanyam.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful