i

HIBAH PENULISAN BUKU AJAR UNIVERSITAS HASANUDDIN TAHUN 2011

PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN

OLEH : RAHMATULLAH, S.Ip, M.Si

Dibiayai oleh dana DIPA BLU Universitas Hasanuddin Sesuai SK Rektor Unhas Nomor : …../H4.2/KU.10/2011 Tanggal……………..…..2011 dengan Surat Perjanjian Pelaksanaan Pekerjaan Nomor : 70/H4.21.2.4/UM.16/2011 Tanggal 14 November 2011

BIDANG MPK, MBB UNIT PELAKSANA TEKNIS MATA KULIAH UMUM (UPT MKU) UNIVERSITAS HASANUDDIN NOVEMBER 2011

ii KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN UNIVERSITAS HASANUDDIN LEMBAGA KAJIAN DAN PENGEMBANGAN PENDIDIKAN JL.Perintis Kemerdekaan Km.10 Makassar 90245 (Gedung Perpustakaan Unhas Lantai Dasar) Telp. (0411) 586200, Extr. 1064 Fax. (0411) 585188 e-mail : lkpp@unhas.ac.id =================================================================== HALAMAN PENGESAHAN HIBAH PENULISAN BUKU AJAR BAGI TENAGA AKADEMIK UNIVERSITAS HASANUDDIN TAHUN 2011 Judul Buku Ajar Nama Lengkap NIP Pangkat/Golongan Jurusan/Program Studi Fakultas/Universitas Alamat e-mail Biaya : : : : : : Pendidikan Kewarganegaraan Rahmatullah, S.Ip,M.Si 19770513 200312 1 002 Penata / IIIc Ilmu Politik Pemerintahan/ Ilmu Pemerintahan Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (SOSPOL) / Universitas Hasanuddin : rahmatullah_jafar@yahoo.com : Rp 5.000.000,- (Lima Juta Rupiah) Dibiayai oleh dana DIPA BLU Universitas Hasanuddin tahun 2011 sesuai SK Rektor Unhas Nomor : …./H4.2/KU.10/2011 Tanggal……………………..2011 Makassar , November 2011 UPT MKU Universitas Hasanuddin Kepala, Penulis

Prof.Dr.H.Hanapi Usman, M.S NIP.19570228 198703 1 001

Rahmatullah,S.Ip,M.Si NIP. 19770513 200312 1 002

Mengetahui : Ketua Lembaga Kajian dan Pengembangan Pendidikan (LKPP) Universitas Hasanuddin,

Prof.Dr.Ir.Lellah Rahim,M.Sc NIP.19630501 198803 1 004

iii

KATA PENGANTAR
Perubahan yang terjadi dewasa ini terasa begitu cepat sehingga menyebabkan seluruh tatanan yang ada didunia ini ikut berubah, sementara itu tatanan yang baru belum terbentuk. Hal ini disebabkan sendi-sendi kehidupan yang selama ini diyakini kebenarannya menjadi usang. Nilai-nilai yang menjadi anutan hidup kehilangan otoritasnya sehingga manusia menjadi bingung. Kebingungan ini menimbulkan berbagai krisis, terutama ketika terjadi krisis moneter yang dampaknya terasa sekali di bidang politik; sekaligus berpengaruh dibidang moral; serta sikap perilaku manusia diberbagai belahan dunia, khususnya Negara berkembang, termasuk Indonesia. Untuk merespon kondisi ini pemerintah perlu mengantisipasinya agar tidak menuju pada keadaan yang lebih memprihatinkan. Salah satu solusi yang dilakukan pemerintah dalam menjaga nilai-nilai anutan hidup dalam berbangsa dan bernegara secara lebih efektif adalah melalui bidang pendidikan. Upaya dibidang pendidikan, khususnya pendidikan tinggi, berupa perubahan-perubahan dibidang kurikulum. Kurikulum pengajaran diperguruan tinggi harus mampu menjawab problem transformasi nilai-nilai tersebut. Sesuai dengan acuan strategi pembangunan pendidikan nasional (UU NO.20 Tahun 2003 tentang sisdiknas), telah ditetapkan sebagai berikut : 1. Kurikulum perguruan tinggi, termasuk kurikulum inti mata kuliah pengembangan kepribadian perlu dirancang berbasis kompetensi yang sejalan dan searah dengan desain kurikulum bidang studi di perguruan tinggi. 2. Proses pembelajaran berpendekatan kepentingan mahasiswa yang bersifat mendidik dan dialogis 3. Profesionalisme dosen selaku pendidik perlu terus menerus ditingkatkan Pasal 37 ayat 2 UU NO. 20 Tahun 2003 tentang system pendidikan nasional menyatakan bahwa kurikulum pendidikan tinggi wajib memuat : 1. Pendidikan agama 2. Pendidikan Kewarganegaraan yang berlandaskan nilai-nilai Pancasila 3. Bahasa Ketentuan tersebut akan diatur lebih lanjut oleh Peraturan pemerintah, tetapi sampai sekarang Peraturan Pemerintah yang dimaksud tidak kunjung tiba. Secara khusus Universitas Hasanuddin pada semester awal 2008-2009 telah menindak lanjuti penggabungan mata kuliah

iv pendidikan pancasila dan kewarganegaraan menjadi mata kuliah pendidikan kewarganegaraan dengan kode mata kuliah 082U003. Secara ideal pendidikan pancasila dan kewarganegaraan memegang peranan untuk mengembangkan potensi mahasiswa sebagai warga Negara indonesia yang berkepribadian mantap, serta mempunyai rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan. Aktualisasi dari pendidikan pancasila dan kewarganegaraan tersebut adalah melahirkan mahasiswa sebagai ilmuan profesional, sekaligus warga Negara Indonesia yang memiliki rasa kebangsaan dan cinta tanah air (nasionalisme) yang tinggi. Sesuai dengan keputusan DIRJEN DIKTI RI tentang rambu-rambu pelaksanaan kelompok mata kuliah pengembangan kepribadian diperguruan tinggi : • VISI KELOMPOK MATA KULIAH PENGEMBANGAN KEPRIBADIAN : “Merupakan sumber nilai dan pedoman dalam pengembangan dan program studi guna mengantarkan mahasiswa memantapkan kepribadiaannya sebagai manusia indonesia seutuhnya”. • MISI KELOMPOK MATA KULIAH PENGEMBANGAN KEPRIBADIAN : “Membantu mahasiswa memantapkan kepribadiannya agar secara konsisten mampu mewujudkan nilai-nilai dasar keagamaan dan kebudayaan, rasa kebangsaan dan cinta tanah air sepanjang hayat dalam menguasai, menerapkan dan mengembangkan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni yang dimilikinya dengan rasa tanggung jawab”. • ORGANISASI PENYELENGGARAAN : “Penyelenggaraan pembelajaran MPK dan MBB dikelola oleh universitas dalam satu unit. Di universitas hasanuddin disebut UPT MKU”. Untuk mewujudkan peningkatan efektifitas proses pembelajaran mata kuliah pendidikan kewarganegaraan, disamping strategi pembelajaran, bahan ajar juga memegang peranan penting. Itulah sehingga bahan ajar pendidikan kewarganegaraan ini disusun untuk memudahkan mahasiswa mengikuti proses pembelajaran. Penyusun menyadari bahwa bahan ajar ini masih perlu disempurnakan sehingga masukan dari pembaca khususnya tim pengajar mata kuliah pendidikan kewarganegaraan sangat diperlukan. Akhir kata penyusun mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu penyusunan bahan ajar ini sehingga dapat diselesaikan tepat waktu.

v DAFTAR ISI Halaman sampul Lembar Pengesahan Kata pengantar Daftar isi Senarai Kata Penting (Glosarium) BAB I BAB II BAB III BAB IV BAB V BAB VI BAB VII BAB VIII BAB IX BAB X BAB XI BAB XII Evaluasi Pendahuluan Pancasila Sebagai Sistem Filsafat Pancasila Sebagai Ideologi Nasional Identitas Nasional Konstitusi Negara RI Sebagai Landasan Politik Dan Strategi Nasional Politik dan Strategi Nasional Demokrasi dan Pendidikan Demokrasi Hak Azasi Manusia Rule Of Law Hak Dan Kewajiban Warga Negara Geopolitik Indonesia Geostrategi Indonesia i ii iii v vi 1 15 33 45 66 96 127 147 173 180 192 227 238

Filsafat: Secara etimologis cinta akan kebijaksanaan. Kewarganegaraan: pengetahuan mengenai warga negara di suatu negara tertentu.vi SENARAI KATA PENTING (GLOSARIUM) Adapun istilah kunci : 1. Globalisasi 10. Ontologi: Bidang filsafat yang membahas tentang hakikat keberadaan sesuatu dan mencari hakikat mengapa sesuatu itu ada. Kepribadian bangsa yang menjadi identitas nasional. atau ilmu antarnegara akibat kemajuan teknologi informasi melalui permasalahan internasional. Paham kebangsaan yang dianut oleh suatu negara. Nilai 8. 3. Kausa materialis 14.finalis : : : : : : : : : Bidang filsafat yang membahas tentang hakikat nilai atau Segala sesuatu yang berguna atau berharga bagi manusia. sebab final dari sesuatu. Suatu kesatuan yang utuh dan tidak bisa dipisahSuatu kajian filsafat Aristotelcs yang membahas tentang Suatu kajian filsafat Aristoteles yang membahas tentang pisahkan di antara sub-sub sistem sebab material dari sesuatu. Epistemologi: Bidang filsafat yang membahas hakikat ilmu pengetahuan tentang ilmu. Kausa efisiensi: Suatu kajian filsafat Aristoteles yang membahas tentang pelaku dari adanya sesuatu . Nasionalisme 12. Internasionalisasi 11. 4. 5. Kausa. 6. Filsafat Pancasila: Kebenaran dari sila-sila Pancasila sebagai dasar negara atau dapat pula diartikan bahwa Pancasila merupakan satu kesatuan sistem yang utuh dan logis. Aksiologi 7. 2. Sistem 13. Proses Upaya mendunia hegemoni menjadi negara keadaan maju tanpa isu batas dan filsafat yang membahas nilai praksis dari sesuatu. Jati diri bangsa 9. tapi dapat pula diartikan sebagai keinginan yang sungguh-sungguh untuk mencari kebenaran yang sejati.

vii 15. Demokrasi pancasila Reformasi ( Indonesia IV ) 27. Rechstaat 31. Demokrasi: arti kata demos = rakyat. Representative Democracy = Demokrasi langsung = Demokrasi tidak langsung = negara kesejahteraan = sosial sevice state = negara hukum = pemerintah berdasarkan hukum = demokrasi berdasarkan perwakilan Demokrasi menonjolkan peranan parlemen serta partai-partai. Founding Fathers : 17. 25. Welfare state 30. Indirect Democracy 29. cratos = berkuasa → rakyat berkuasa 20. Demokrasi Tepimpin (indonesia II) → demokrasi yang dalam banyak aspek telah menyimpang dari demokrasi konstitusional. 16. Demokrasi Pancasila (Indonesia III) sistem presidensial 26. Local Wisdom : : 1945 dalam mempersiapkan Indonesia merdeka. Kearifan lokal yang hidup dan membentuk sikap bijak dalam dari adanya sesuatu. disebut juga demokrasi parlementer 24. Demokrasi konstitusional → demokrasi yang dibatasi oleh konstitusi 22. Rule of Law 32. Definisi: Government of rule by the people. Counstitusional Government = limited government = redtrained goverenment → pemerintah berdasarkan konstitusi 19. suatu masyarakat. Kausa forma : Suatu kajian filsafat Aristoteles yang membahas tentang bentuk Para pendiri negara yang merumuskan Pancasila dan UUD Kreatifitas lokal yang keunggulan kompetitif. tetapi melibatkan langsung rakyat dalam pemilunya demokrasi konstitusional yang menonjolkan . Direct Democracy 28. kekuasaan ada pada presiden. (hukum dasar) 23. Demokrasi konstitusional (Indonesia II) → demokrasi yang menonjolkan peranan perlement serta partai. 21. Local Genius 18.

serta strategi psiko-pedagosis dan . dan berkembang dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Dalam ketentuan tersebut di atas dapat dilihat bahwa pendidikan demokrasi merupakan bagian integral dari pendidikan nasional. Hal ini selaras dengan tujuan pendidikan nasional menurut Pasal 3 Undang-Undang tentang Sisdiknas yang berbunyi: “…berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Pendidikan Kewarganegaraan memperoleh dasar legalitasnya dalam Pasal 3 Undang-Undang No. hidup. serta menjadi warga negara yang demokratis dan bertanggung jawab”. sehat. Pendidikan Kewarganegaraan sebagai instrument pengetahuan (The Body of Knowledge) diarahkan untuk membangun masyarakat demokrasi berkeadaban. kreatif. cakap. berilmu.viii BAB I PENDAHULUAN A. misi. PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN UNTUK MEMBANGUN MASYARAKAT DEMOKRASI BERKEADABAN Pendidikan Kewarganegaraan yang dikenal sekarang telah mengalami perjalanan panjang dan melalui kajian kritis sejak tahun 1960-an yang dikenal dengan Mata Pelajaran “Civic” di Sekolah Dasar dan merupakan embrio dari “Civic Education” sebagai “The Body of Knowledge”. Ketentuan di atas harus dipahami sebagai pendidikan yang akan mengembangkan kemampuan dan membentuk watak bangsa yang didasarkan pada nilainilai yang tumbuh. Secara normative. mandiri. Secara kontekstual dewasa ini pendidikan demokrasi sangat memerlukan adanya pemahaman bersama tentang perlunya perubahan dan penegasan kembali mengenai visi. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional yang menyatakan: “Pendidikan Nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa”. berakhlak mulia.

dan HAM selama ini belum memberikan hasil yang mengembirakan dan prospek yang menjanjikan. serta diorientasikan pada upaya sistematis dan sistemik untuk membangun kehidupan demokrasi yang lebih baik. nilai. hukum yang terkalahkan.ix sosio-andragogis pendidikan kewarganegaraan. yang menggunakan disiplin ilmu pendidikan dan ilmu politik sebagai kerangka kerja keilmuan pokok serta disiplin ilmu lain yang relevan yang secara koheren diorganisasikan dalam bentuk program kurikuler kewarganegaraan. Proses rekonseptualisasi pendidikan demokrasi dapat didasarkan pada asumsiasumsi dasar sebagai berikut: 1. Demikian pula. demokrasi. rekonseptualisasi pendidikan kewarganegaraan dalam konteks pendidikan demokrasi Indonesia sangatlah diperlukan karena ternyata proses pendidikan politik. ketika pendidikan demokrasi menjadi bagian substansinya. dan bagaimana demokrasi. konsep. Pendidikan Kewarganegaraan adalah suatu bidang kajian yang mempunyai objek telaah kebijakan dan budaya kewarganegaraan. komunikasi sosial-politik yang cenderung mau menang sendiri. pelanggaran HAM di mana-mana. dan prinsip demokrasi melalui interaksi sosial kultural dan psiko-pedagosis yang demokratis. dan kajian ilmiah kewarganegaraan. serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan bangsa memerlukan wahana psikopedagosis (pengembangan potensi didik di sekolah) dan sosio-andragogis (fasilitasi pemberdayaan pemuda dan orang dewasa dalam masyarakat) yang memungkinkan . juga terdegradasinya kewibawaan para pejabat negara. Oleh karena itu. Indikator yang kasat mata dapat dilihat pada kebebasan untuk mengeluarkan pendapat yang cenderung anarkis. serta kontrol sosial yang sering lepas dari tata karma. aktivitas sosial kultural. pendidikan demokrasi merupakan suatu konsep pendidikan yang sistematik dan koheren yang mencakup pemahaman tentang cita-cita. mengapa. Hasil “National Survey of Voter Education” (Asia Foundation: 1998) menunjukkan bahwa lebih dari 60% dari sample nasional mengindikasikan belum mengerti tentang apa. Komitmen Nasional untuk memfungsikan pendidikan sebagai wahana untuk mengembangkan kemampuan dan membentuk watak.

dan akseptabel. dan untuk demokrasi (education about. nonformal. through. Untuk itu. strategis. dan proses. dan informal selama ini belum mencapai sasaran optimal dalam mengembangkan masyarakat yang cerdas. diperlukan upaya untuk mengkaji kekuatan konteks. yang di dalamnya mewadahi pendidikan tentang. 5. . dan kontekstual agar setiap individu warga negara mampu memerankan dirinya sebagai warga negara yang cerdas. Pendidikan demokrasi dapat dilihat dalam 2 (dua) setting besar. 3. Pendidikan demokrasi yang dilakukan dalam konteks pendidikan formal. Untuk mendapatkan model pendidikan kewarganegaraan yang secara psiko-pedagogis dan secara sosio-andragogis akseptabel dan andal. andal. School-based democracy merupakan pendidikan demokrasi dalam konteks atau berbasis pendidikan formal. kontekstual. baik. berwatak. keandalan input. dan berkeadaban. Transformasi demokrasi dalam masyarakat Indonesia memerlukan konsepsi yang diyakini benar dan bermakna yang didukung dengan sarana pendidikan yang tepat sasaran. demokratis. yaitu: “schoolbased democracy education” dan “society-based democracy education”. 4. berwatak. diperlukan upaya sistematis dan sistemik untuk mengembangkan model pendidikan demokrasi yang secara teoretis dan empiris valid. melalui. pendidikan demokrasi yang dianggap paling tepat adalah pendidikan untuk mengembangkan kewarganegaraan yang demokratis (education for democratic citizenship). and for democracy) yang dilakukan secara sistemik dalam sistem pendidikan formal termasuk pendidikan tinggi. dalam rangka menghasilkan produk pendidikan yang memadai sesuai dengan visi dan misi pendidikan kewarganegaraan untuk masyarakat warga Indonesia (civil society/madani/masyarakat Pancasila). 2. sedangkan society-based democracy education merupakan pendidikan demokrasi dalam konteks atau yang berbasis kehidupan masyarakat. Secara psiko-pedagosis dan sosio-andragogis. dan berkeadaban.x terjadinya proses belajar berdemokrasi sepanjang hayat melalui pendidikan demokrasi.

program kurikuler pendidikan kewarganegaraan. pendidikan demokrasi di Indonesia telah digariskan dalam berbagai peraturan perundang-undangan sejak dari usulan BP KNIP tanggal 1945 sampai munculnya Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (UU tentang Sisdiknas). serta berdasarkan nilai dan sikap kewarganegaraan. keterampilan kewarganegaraan harus dioptimalkan. di New Delhi 1996. tujuan pendidikan nasional dinyatakan sebagai: “…berkembangnya peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. B. cakap. Dengan demikian. sehat. and responsibility” melalui berbagai dimensi “civic education” sebagai wahana utama pendidikan demokrasi tidak dapat diwujudkan secara maksimal.xi Secara instrumental. Mempersiapkan pribadi. berakhlak mulia. Menurut Pasal 3 Undang-Undang tentang Sisdiknas. yaitu kajian ilmiah pendidikan ilmu kewarganegaraan. Secara koheren bertolak dari esensi dan bermuara pada upaya pengembangan pengetahuan kewarganegaraan. sejak tahun 1945 sampai sekarang ini. antara lain menyatakan pendidikan harus berperan efektif dalam hal: 1. mandiri. Secara paradigmatis sistem pendidikan kewarganegaraan yang di dalamnya juga menyangkut sistem demokrasi memiliki tiga komponen. kreatif. instrumen peraturan perundang-undangan telah menempatkan pendidikan demokrasi sebagai bagian integral dari pendidikan. . PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN DI PERGURUAN TINGGI UMUM SEBAGAI DASAR NILAI DAN PEDOMAN BERKARYA BAGI LULUSAN Pendidikan abad 21 yang disepakati oleh 9 menteri pendidikan dari negaranegara berpenduduk terbesar di dunia. sebagai warga negara dan anggota masyarakat yang bertanggung jawab. Dalam tatanan instrument kurikuler. serta menjadi warga negara yang demokratis dan bertanggung jawab”. serta gerakan social-kultural kewarganegaraan. termasuk Indonesia. pendidikan demokrasi telah disajikan dalam berbagai mata pelajaran dan mata kuliah. pendidikan demokrasi di Indonesia belum berhasil secara mendasar karena belum dikembangkan paradigma pendidikan demokrasi yang sistemik sehingga upaya pengembangan “ civic intelligence. Namun. civic participation. berilmu.

mandiri. menghargai perbedaan. sikap hidup.xii 2. Menanamkan dasar pembangunan berkelanjutan (sustainable development) bagi kesejahteraan manusia dan kelestarian lingkungan hidup. Selain meneruskan nilai-nilai. berkeadaban. juga melahirkan warga negara yang berkesadaran tinggi tentang bangsa dan kemanusiaan. Senyampang dengan kesepakatan dunia yang telah disebutkan di atas. pengembangan. dan perilaku berkarya individu atau pun kelompok masyarakat dalam rangka memprakarsai perubahan social yang berkaitan perubahan kearah kemajuan. seperti wujud visi Indonesia 2020 tersebut. konfrensi dunia tentang pendidikan tinggi yang diselenggarakan oleh UNESCO di Paris pada tahun 1998 yang dihadiri oleh wakil-wakil dari 140 negara. Mengakui dan menjunjung tinggi hak asasi manusia. sejahtera. Senada dengan hal di atas. demokratis. adil dan bebas. serta Mengubah cara berpikir. kesetaraan. dan seni demi kepentingan kemanusiaan. yaitu suatu masyarakat yang memiliki “keadaban demokratis” atau masyarakat yang berkarakter sebagai berikut: 1. serta baik dan bersih dalam penyelenggaraan negara. Beriman dan bertakwa kepada tuhan yang maha esa dan pancasilais. serta penyebaran ilmu pengetahuan. . teknologi. 2. Mempersiapkan tenaga kerja masa depan yang produktif dalam konteks yang dinamis. bersatu. adil. VII Tahun 2001 yang menyatakan bahwa visi Indonesia 2020 bertujuan mewujudkan masyarakat Indonesia yang religius. 3. disebut pula sebagai “masyarakat madani”. 3. Demokratis. 3. serta Menyelenggarakan pendidikan yang berorientasi pada penguasaan. masyarakat Indonesia. transfer ilmu pengetahuan teknologi dan seni. serta keragaman pendapat dan pandangan. menyepakati perubahan pendidikan tinggi ke masa depan yang bertumpu pada pandangan bahwa tanggungjawab pendidikan tinggi adalah: 1. Menurut Malik Fajar (1999). 2. dan tidak deskriminatif. manusiawi. pendidikan nasional Indonesia melakukan penyesuaian yang ditungkan dalam Tap MPR No. maju. termasuk Indonesia.

Mampu berpartisipasi dalam pengambilan keputusan public. cakap. Sadar serta tunduk pada hukum dan ketertiban. Menjunjung tinggi nilai-nilai luhur yang mengakar pada masyarakat beradab dan demokratis. serta menjadi warga negara yang demokratis dan bertanggung jawab”. yaitu: 1. serta membangun warga negara berkeadaban. anggun secara moral. berakhlak mulia. 6. serta menjaga kesatuan dan persatuan nasional. perguruan tinggi harus mampu menghasilkan: “manusia yang unggul secara intelektual. Undang-Undang No.xiii 4. 7. Mengembangkan kemampuan intelektual mahasiswa untuk menjadi warga negara yang baik dan bertanggung jawab bagi kemampuan bersaing bangsa dalam mencapai kehidupan yang bermakna. Untuk mencapai Visi Indonesia 2020 Pendidikan Tinggi Nasional Indonesia memiliki program jangka menengah yang disebut Visi Pendidikan Tinggi Nasional 2010. kompeten dalam penguasaan ilmu pengetahuan. Dengan dasar semua itu. dan seni. berkeadaban dan inklusif. 20 Tahun 2003 memberikan rumusan tentang Visi Indonesia 2020 berupa masyarakat warga yang berkeadaban (civil society. kreatif. masyarakat madani) yang hendak diwujudkan melalui pendidikan nasional. serta 2. serta memiliki komitment tinggi untuk berbagai kegiatan pemenuhan amanat sosial”. serta memiliki keahlian dan keterampilan kompetitif dengan solidaritas universal. sehat. teknologi. 5. Membangun suatu sistem pendidikan tinggi yang berkontribusi dalam pembangunan masyarakat yang demokratis. yaitu sebagai berikut: “…berkembangnya peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. . berilmu. mandiri. serta Belajar dan berlangsung sepanjang hayat.

Proses pembelajaran sebagai pemupukan nasionalisme. ataupun tenaga professional yang berkemampuan kompetitif secara internasional berdasarkan pada prinsip-prinsip dan pola Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK).Pendidikan Kewarganegaraan Dalam Kurikulum Pendidikan Tinggi Pasal 37 Ayat 2 UU No.Materi Kajian Pendidikan Kewarganegaraaan Berdasarkan paradigma pendidikan tinggi 2003-2010. Aktualisai dari pendidikan kewarganegaraa tersebut adalah melahirkan mahasiswa sebagai ilmuan professional. pendidikan kewarganegaraan termasuk dalam kelompok mata kuliah pengembangan kepribadian (MPK). kompetensi pendidikan kewarganegaraan di perguruan tinggi dapat dirumuskan sebagai berikut: . Pendidikan Kewarganegaraan.xiv I. maka Keputusan Menteri Pendidikan Nasional No. Secara ideal pendidika kewarganegaraan memegang peran untuk mengembangkan potensi mahasiswa sebagai Warga negara Indonesia yang berkepribadian mantap.045/U/2002 tentang Kurikulum Inti Pendidikan Tinggi dinyatakan masih tetap berlaku. Sebelum Peraturan Pemerintah keluar. 2. 232/U/2000 tenteng Pedoman Penyusunan Kurikulum Pendidikan Tinggi dan Penilaian Hasil Belajar Mahasiswa dan No. tetapi sampai sekarang yang dimaksud tidak kunjung tiba. Hal ini sesuai dengan paradigma pendidikan tinggi nasional yang telah dicanangkan untuk 2003-2010. Pendidikan Agama. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional menyatakan bahwa Kurikulum Pendidikan Tinggi wajib memuat: 1. dan 3. ilmuwan. serta kesadaran berbangsa dan bernegara bagi mahasiswa sebagai calon cendikiawan. serta mempunyai rasa tanggungjawab kemasyarakatan dan kebangsaan. II. sekaligus warga negara Indonesia yang memiliki rasa kebangsaan dan cinta tana air (nasionalisme) yang tinggi. Menurut ketentuan ini. Bahasa Ketentuan tersebut akan diatur lebih lanjuta oleh Peraturan Pemerintah.

4. 2. serta berpikir kritis terhadap permasalahannya. serta 5. 2. 3. Melahirkan warga negara yang memiliki pemahaman internasional mengenai “civil society”. Melahirkan warga negara yang mampu memberikan kontribusi terhadap persoalan bangsa dan kebijakan publik. serta menghormati supremasi hukum (rule of law/rechtstaat). Filsafat pancasila Identitas nasional Politik dan strategi Demokrasi indonesia Ham dan rule of law Hak dan kewajiban warga negara Geopolitik indonesia Geostrategi indonesia Dengan memahami latar belakang filosofis Pendidikan Kewarganegaraan di Perguruan Tinggi Umum. 5. Berdasarkan itu semua. Melahirkan warga negara yang memiliki komitmen kuat terhadap nilai-nilai ham dan demokrasi. Melahirkan warga negara yang mampu berpartisipasi dalam upaya menghentikan budaya kekerasan. 3. Perguruan Tinggi Umum harus mampu menghasilkan manusia yang unggul secara intelektual. anggun secara moral. berbangsa dan bernegara secara demokratis dalam rangka mewujudkan masyarakat bangsa yang berkeadaban. education” Pancasila. pasal 4 ayat 2. menyelesaikan konflik dalam masyarakat secara damai berdasar nilai-nilai pancasila dan nilai-nilai universal. and civic responsibility dari “civic merupakan wahana menghasilkan manusia berkualitas dengan keahlian profesional serta berkeadaban khas . maka diharapkan pelaksanaan pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan.xv 1. 7. berkompoten paradigma pendidikan pendidikan demokrasi demokrasi secara yang sistematis diharapkan dengan dapat pengembangan civic intelligence. 4. serta nasionalisme yang tinggi. yaitu: 1. 6. civic participation. Melahirkan warga negara yang memiliki wawasan berbangsa dan bernegara. Pancasila harus menjadi core philoshopy bagi kehidupan bermasyarakat. 8. Untuk mencapai kompetensi tersebut materi kajian kewarganegaraan di perguruan tinggi sesuai Keputusan Dirjen Dikti Nomor : 43/DIKTI/Kep/2006 Tentang rambu-rambu pelaksanaan kelompok mata kuliah pengembangan kepribadian di perguruan tinggi.

serta memiliki komitmen tinggi untuk berbagai kegiatan pemenuhan amanat sosial tersebut. C.xvi dalam penguasaan ilmu pengetahuan.Ip.Si) MATA KULIAH PENGEMBANGAN KEPRIBADIAN (MPK) UNIT PELAKSANA TEKNIS MATA KULIAH UMUM (UPT MKU) UNIVERSITAS HASANUDDIN MAKASSAR 2011 .KEWARGANEGARAAN (Rahmatullah Jafar.M. tekhnologi dan seni.S. GARIS BESAR RENCANA PEMBELAJARAN (GBRP) KODE/ MATA KULIAH : 082 U003/ PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Oleh : TIM MATA KULIAH PEND.

4. Estetis dan Dinamis Memiliki pandangan Luas Kemampuan bersikap demokratis yang berkeadaban 3. rasa kebangsaan dan cinta tanah air sepanjang hayat dalam menguasai. MISI MPK “Membantu mahasiswa memantapkan kepribadiannya agar secara konsisten mampu mewujudkan nilai-nilai dasar keagamaan dan kebudayaan. KOMPETENSI LULUSAN MATA KULIAH PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAAN KELOMPOK KOMPETENSI NO 1 Kompetensi Utama 2 RUMUSAN KOMPETENSI LULUSAN Menjadi ilmuan dan profesional yang memiliki rasa kebangsaan dan cinta tanah air. menerapkan dan mengembangkan ilmu pengetahuan. Menjadi warga negara yang memiliki daya saing. 2.nilai Agama.UNIVERSITAS HASANUDDIN KEPUTUSAN DIRJEN DIKTI DEPDIKNAS NO : 43/DIKTI/Kep/2006 “Merupakan sumber nilai dan pedoman dalam pengembangan dan program studi guna mengantarkan mahasiswa memantapkan kepribadiaannya sebagai manusia indonesia seutuhnya”. 5.xvii 1. VISI MPK 2. dan berpartisipasi aktif dalam membangun kehidupan yang damai berdasarkan sistem pancasila Mahasiswa dapat mengetahui dan memahami pentingnya matakuliah pendidikan kewarganegaraan. Etis. KOMPETENSI LULUSAN MATA KULIAH PENGEMBANGAN KEPRIBADIAN (MPK). berdisiplin. Sosial Budaya dan Kewarganegaraan dalam kehidupan Memiliki kepribadian yang Mantap Kemampuan berpikir kritis Kemampuan bersikap Rasional. 1. Memiliki pengetahuan tentang nilai-nilai Agama. Budaya dan Kewarganegaraan Kemampuan menerapkan nilai. Mahasiswa dapat memperluas wawasan berpikirnya dalam mengaktualisasikan nilainilai pancasila Mahasiswa dapat mengetahui dan memahami identitas nasional ELEMEN KOMPETENSI A V B C D E V 1 Kompetensi Pendukung 2 3 V V V . UNIT PELAKSANA TEKNIS MATA KULIAH UMUM (UPT MKU). 2. 6. STANDAR KOMPETENSI MPK 3. demokratis yang berkeadaban. teknologi dan seni yang dimilikinya dengan rasa tanggung jawab”. 1. 7.

berdisiplin.nilai Agama. B. Landasan kepribadian Penguasaan ilmu dan keterampilan Kemampuan berkarya Sikap dan prilaku dalam berkarya Pemahaman kaidah berkehidupan bersama sesuai dengan keahliah berkarya 3. Sosial Budaya dan Kewarganegaraan Kemampuan berpikir kritis Kemampuan bersikap Rasional. E. menerapkan konsep demokrasi indonesi. memahami dan menerapkan hak dan kewajiban warga Negara dan dapat memahami geopolitik dan geostrategi Indonesia. FORMAT RENCANA PEMBELAJARAN BERBASIS SCL MATA KULIAH : PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Kompetensi Utama Menjadi ilmuan dan profesional yang memiliki rasa kebangsaan dan cinta tanah air. mengetahui dan memahami politik dan strategi nasional. mengetahui dan memahami hak azasi manusia dan aturan hukum di Indonesia. Estetis dan Dinamis ELEMEN KOMPETENSI A V V V V V V V V V B C D E Kompetensi Pendukung 6 7 8 1 Kompetensi Lainnya 2 3 4 Elemen Kompetensi : A. Budaya dan Kewarganegaraan Kemampuan menerapkan nilai. Kompetensi Pendukung . C. Etis. D. demokratis yang berkeadaban dan menjadi warga negara yang memiliki daya saing.xviii = KELOMPOK KOMPETENSI NO 4 5 RUMUSAN KOMPETENSI LULUSAN Mahasiswa dapat mengetahui dan memahami politik dan strategi nasional Mahasiswa dapat menerapkan konsep demokrasi Indonesia Mahasiswa dapat mengetahui dan memahami hak azasi manusia dan aturan hukum di indonesia Mahasiswa dapat memahami dan menerapkan hak dan kewajiban warga negara Mahasiswa dapat memahami geopolitik dan geostrategi Indonesia Memiliki pengetahuan tentang nilai-nilai Agama. sehingga mengetahui dan memahami identitas nasional. dan berpartisipasi aktif dalam membangun kehidupan yang damai berdasarkan sistem pancasila. Mampu mengetahui dan memahami pentingnya matakuliah pendidikan kewarganegaraan. Mampu memperluas wawasan berpikirnya dalam mengaktualisasikan nilai-nilai pancasila.

2. Membandingkan idiologi pancasila dengan idiologi dunia lainnya seperti liberalisme. Memahami aturan perkuliahan. Penjelasan tentang materi dan aturan perkuliahan 2. reformatif. Mendeskripsikan aspek ontologi Filsafat Pancasila. civic skills.Kewarganegaraan 5% IV Mahasiswa dapat memahami nilai-nilai jati diri bangsa melalui pengkajian aspek ontologi. Memiliki kemampuan berpikir kritis.xix Kompetensi Institusional Memiliki pengetahuan tentang nilai-nilai Agama. bersikap Rasional. 5. GARIS BESAR RENCANA PEMBELAJARAN BERBASIS SCL MATA KULIAH PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN (082 U003) M KESASARAN PEMBELAJARAN MATERI PEMBELAJARAN PENDAHULUAN 1. Kompetensi Pendidikan Kewarganegaraan STRATEGI PEMBELAJARAN INDIKATOR PENILAIAN BOBOT PENILAIAN I-III Mahasiswa dapat memahami latar belakang. dan dinamis. 4. Menjelaskan pengertian idiologi secara umum. Mengemukakan Pengertian Filsafat Pancasila. Mampu menerapkan nilai. komunisme. Menjelaskan tujuan dan kompetensi Pend. 6. 2. Etis. Menjelaskan keterkaitan Globalisasi dengan Identitas Nasional. Mendeskripsikan aspek epistemologi Filsafat Pancasila. epistemologi. 5. civic commitment. tujuan dan kompetensi pendidikan kewarganegaraan Ceramah Interaktif Mahasiswa dapat: 1. Menjelaskan Latar belakang Pend. Estetis dan Dinamis. Pancasila Sebagai Sistem Filsafat Colaboratif Learning Mahasiswa dapat: 1. Menjelaskan Muatan dan Unsur-Unsur Identitas Nasional. Menjelaskan idiologi terbuka. Menganalisis tentang Paham Nasionalisme atau 10 % V Mahasiswa dapat memahami pancasila sebagai idiologi bangsa dan negara Pancasila Sebagai Ideologi Bangsa Dan Negara Colaboratif Learning 5% VI Mahasiswa dapat mengenali karakteristik identitas nasional sehingga dapat memiliki daya tangkal terhadap berbagai hal yang akan menghilangkan identitas nasional indonesia Identitas Nasional Colaboratif Learning 10 % . Menjelaskan keterkaitan Integrasi Nasional dengan Identitas Nasional. sekularisme. 5. Menganalisis sila-sila Pancasila sebagai suatu sistem Filsafat. Latar Belakang Pendidikan Kewarganegaraan 3. Menganalisis secara komprehensif Filsafat Pancasila dalam konteks kewarganegaraan. Mendeskripsikan aspek aksiologi Filsafat Pancasila. Menjelaskan Latar Belakang dan Pengertian Identitas Nasional.nilai Agama. 4. ideologi tertutup. Budaya dan Kewarganegaraan. 3. Memahami peranan idiologi bangsa bagi bangsa dan negara. serta 7. dan civic competence). Menjelaskan makna idiologi bagi bangsa dan negara. Memahami pancasila sebagai ideologi bangsa dan negara indonesia yang memiliki ciri terbuka. 2. 6. Tujuan Pendidikan Kewarganegaraan 4. 3. dan aksiologi filsafat Pancasila sehingga dengan pemahaman tersebut dapat tumbuh personal wisdom yang integratif dalam dimensi kompentensi kewarganegaraan (civic knowledge. Mahasiswa dapat: 1. komprehensif. dan idiologi keagamaan. 3. 2. Mendeskripsikan Pancasila sebagai jati diri bangsa. civic convidence. 4. ideologi komprehensif dan ideologi partikular. Sosial Budaya dan Kewarganegaraan dalam kehidupan. Mahasiswa dapat : 1.Kewarganegaraan 3. 4.

6. Menjelaskan pengertian dan Lingkup Rule of Law 2. 3. Penduduk dan warga Negara. dan. Menjelaskan tentang reformasi hukum tata negara yang melatarbelakangi amandemen serta proses amandemen. Mahasiswa dapat: 1.xx Paham Kebangsaan sebagai paham yang mengantarkan pada konsep Identitas Nasional. 4. memahami tentang demokrasi dan pendidikan demokrasi. 4. Menganalisis berbagai permasalahan polsrahanka Mahasiswa dapat: 1. Menjelaskan hubungan antara lembaga-lembaga negara Mahasiswa dapat : 1. Menganalisa Isu-Isu Rule of Law 3. Politik dan Strategi Nasional Colaboratif Learning 5% IX Demokrasi dan Pendidikan Demokrasi Colaboratif Learning 10 % X Hak Asasi Manusia Colaboratif Learning 5% XI Mahasiswa dapat mengetahui dan memahami aturan hukum di indonesia serta memiliki kesadaran tentang pentingnya rule of law dalam konteks kehidupan bermasyarakat. 5. Menjelaskan Prinsip-Prinsip Rule of Law Secara Formal di Indonesia 4. Menjelaskan bentuk-bentuk demokrasi. Mahasiswa dapat menjelaskan: Pengertian bangsa dan Negara. Hak Warga Negara Kewajiban Warga Negara. Mahasiswa dapat mengidentifikasi dan menganalisis HAM. Asas kewarganegaraan. Hasil Amandemen UUD 1945 dan Hubungan Antara LembagaLembaga Sistem Konstitusi Indonesia Colaboratif Learning 5% VIII Mahasiswa dapat mengenali masalahmasalah strategis dalam politik dan strategi nasional Mahasiswa dapat mengerti. Menjelaskan Prinsip-Prinsip Rule of law Secara Hakiki dalam Penyelenggaraan Pemerintahan 5. Kewajiban Negara dan Pemerintah.strategi nasional. berbangsa. Menganalisis tentang Revitalisasi Pancasila sebagai Pemberdayaan Identitas Nasional = M KE SASARAN PEMBELAJARAN MATERI PEMBELAJARAN STRATEGI PEMBELAJARAN INDIKATOR PENILAIAN Mahasiswa dapat: 1. Menjelaskan makna isi pembukaan UUD 1945. Memecah permasalahan politik. Menjelaskan secara terperinci nilai-nialai demokrasi. geopolitik. 2. Menjelaskan kedudukan Pancasila sebagai sumber hukum dasar negara Indonesia. Menganalisa Strategi Pelaksanaan (Pengembangan) Rule of Law. 3. dan bernegara. 2. Menganalisis wujud polnas dan stranas di indonesia. serta 6. 6. sejarah dan macammacam HAM 2. BOBOT PENILAIAN VII Mahasiswa dapat menjelaskan konsep dasar ketatanegaraan secara konstitusional. Menjelaskan pengertian. Menjelaskan makna isi pembukaan UUD 1945 sebagai “ staat fundamentalnorm ‘ dan kedudukannya dalam tertib hukum Indonesia. kedudukan pembukaan UUD 1945. 5. 7. 5. Menjelaskan HAM dalam Tataran Global 3. 3. 2. 1. 4. serta dapat mengembangkan sikap demokrasi dalam kehidupannya seharihari. 2. Menjelaskan tentang Pendidikan Demokrasi. Menjelaskan makna demokrasi. Menjelaskan latar belakang politik dan strategi nasional. Mahasiswa dapat mengidentifikasi dan menganalisis Hak dan Kewajiban warga Negara Rule Of Law Colaboratif Learning 5% XII Hak dan Kewajiban Warga Negara Colaboratif Learning 10 % = . 3. Menjelaskan macam-macam demokrasi yang pernah berlaku di indonesia. Problem status kewarganegaraan. Menjelaskan keunggulan demokrasi. 4. Menganalisa HAM di Indonesia dalam konteks permasalahan dan penegakannya Mahasiswa dapat: 1.

4. kebhinekaan etnik. Menggambarkan keterkaitan berbagai aspek Ketahanan Nasional.Menganalisis isu-isu aktual berdasarkan perspektif Ketahanan Nasional. 2. bangsa. Mahasiswa dapat: 1. 3. budaya. Remedial Unit Tertulis Tertulis/ Lisan/Tugas Kesesuaian Jawaban dengan pertanyaan Kesesuaian Jawaban dengan pertanyaan/ Terpenuhinya Unsurunsur tugas 100 % 60 15 25 15 . 4. 3. Memahami berbagai masalah dasar kehidupan masyarakat. Menjelaskan pengertian Ketahanan Nasional. filsafat. Menjelaskan konsepsi cara pandang wawasan nasional bangsa Indonesia. Menjelaskan landasan histories perkembangan pengetahuan tentang geopolitik . Menggunakan konsep Ketahanan Nasional dalam memecahkan persoalan atau mencari solusi persoalan yang muncul dalam masyarakat. agama dan lingkungan geografi yang berbentuk Negara kepulauan yang berada diposisi silang antara dua benua dan dua lautan. 2. BOBOT PENILAIAN XIII Mahasiswa dapat memahami Geo Politik Indonesia Geo Politik Colaboratif Learning 15 % XIV Mahasiswa dapat memahami dan menganalisis konsep Geostiategi Indonesia yang berupa konsep Ketahanan Nasional Indonesia Geo Strategi Colaboratif Learning 15 % I-XIV XV XVI TOTAL PROSES SCL TOTAL PROSES SCL DIKONVERSI MENJADI TUGAS MANDIRI Pemahaman materi Pemahaman materi Ujian Akhir Sem. dan Negara Indonesia dengan menerapkan pandangan bangsa Indonesia tentang diri meliputi: sejarah. Menjelaskan tentang pelaksanaan otonomi daerah.xxi M KE SASARAN PEMBELAJARAN MATERI PEMBELAJARAN STRATEGI PEMBELAJARAN INDIKATOR PENILAIAN Mahasiswa dapat : 1.

termasuk Indonesia. serta terjadinya pergeseran nilai di tengah masyarakat yang pada akhirnya mengancam-prinsip-prinsip hidup berbangsa masyarakat Indonesia. Permasalahan kebangsaan dan kenegaraan di Indonesia menjadi semakin kompleks dan rumit manakala ancaman internasional yang terjadi di satu sisi. maka pancasila sebagai filsafat hidup bangsa Indonesia saat ini mengalami ancaman dengan munculnya nilai-nilai baru dari nuar dan pergeseran nilai-nilai yang terjadi. Gelombang besar kekuatan internasional dan transnasional melalui globalisasi telah mengancam. Dengan pemahaman demikian. Latar Belakang Perkembangan masyarakat dunia yang semakin cepat secara langsung ataupun tidak langsung mengakibatkan perubahan besar pada berbagai bangsa di dunia. itulah pancasila.xxii BAB II PANCASILA SEBAGAI SISTEM FILSAFAT PENDAHULUAN A. mengakibatkan suatu tarik menarik kepentingan yang secara langsung mengancam jati diri bangsa. yang secara objektif mengalami suatu kehidupan yang jauh dari kesejahteraan dan keadilan social. Secara ilmiah harus disadari bahwa suatu masyarakat suatu bangsa. yang berbeda dengan . pada sisi yang lain muncul masalah internal. yaitu maraknya tunttan rakyat. Nilai-nilai baru yang masuk. Paradoks antara kekuasaan global dengan kekuasaan nasional ditambah komplik internal seperti gambaran di atas. Akibat yang langsung terlihat adalah terjadinya pergeseran nilai-nilai dalam kehidupan kebangsaan karena adanya perbenturan kepentingan antara nasionalisme dan internasionalisme. senantiasa memeliki suatu pandangan hidup atau filsaat hidup masing-masing. baik secara sujektif maupun objektif. bahkan mengasai eksistensi Negara-negara kebangsaan. Prinsip dasar yang telah ditemukan oleh peletak dasar ( The founding fathers ) Negara Indonesia yang kemudian diabstraksikan menjadi suatu prinsip dasar filsafat bernegara.

B. civic skills. bangsa Indonesia tidak mungkin memiliki kesamaan pandangan hidup dan filsafat hidup dengan bangsa lain. Pemahaman demikian memerlukan pengkajian lebih lanjut menyangkut aspek ontology. civic commitment. . dan aksiologi dari kelima sila pancasila. Pemahaman demikian memerlukan pengkajian lebih lanjut menyangkut aspek ontology. epistemology dan aksiologi dari kelima sila pancasila. epistemology. mereka sadar sepenuhnya untuk menjawab suatu pertanyaan yang fundamental “ di atas dasar apakah Negara Indonesia merdeka ini didirikan?” jawaban atas pertanyaan mendasar ini akan selalu menjadi dasar dan tolak ukur utama bangsa ini meng-Indonesia. Melalui pembelajaran ini mahasiswa diharapkan dapat: 1. Dengan demikian. Inilah yang disebut sebagai local genius (kecerdasan / kreatifitas local) dan sekaligus sebagai local wisdom (kearifan local) bangsa. jati diri bangsa selalu bertolak ukur pada nilai-nilai pancasila sebagai filsafat bangsa. Ruang Lingkup Pancasila yang terdiri atas lima sila pada hakekatnya merupakan system filsafat. Mendeskripsikan Pancasila sebagai jati diri bangsa. civic convidence. Pancasila yang terdiri atas lima sila pada hakikatnya merupakan sistim filsafat. Dengan kata lain. Sasaran Pembelajaran Mahasiswa mampu memahami nilai-nilai jati diri bangsa melalui pengkajian aspek ontologi.xxiii bangsa lain didunia. dan aksiologi filsafat Pancasila sehingga dengan pemahaman tersebut diharapkan dapat tumbuh personal wisdom yang integratif dalam dimensi kompentensi kewarganegaraan (civic knowledge. epistemologi. dan civic competence). C. Ketika para pendiri Negara Indonesia menyiapkan berdirinya Negara Indonesi merdeka.

Mendeskripsikan aspek ontologi Filsafat Pancasila. 4. Mendeskripsikan aspek epistemologi Filsafat Pancasila. serta 7. 3. Mengemukakan Pengertian Filsafat Pancasila. .xxiv 2. Menganalisis secara komprehensif Filsafat Pancasila dalam konteks kewarganegaraan. Menganalisis sila-sila Pancasila sebagai suatu sistem Filsafat. 5. Mendeskripsikan aspek aksiologi Filsafat Pancasila. 6.

atau mencintai kebenaran / pengatahuan. maka itu bukan pancasila. Karakteristik Sistem Filsafat Pancasila Sebagai filsafat. Gredt dalam bukunya “elementa philosophiae”. pancasila memiliki karasteristik system filsafat tersendiri yang berbeda dengan filsafat lainnya. Filsafat merupakan induk dari ilmu pengetahuan menurut J. di antaranya: 1. Sila-sila pancasila merupakan satu kesatuan sistim yang bulat dan utuh (sebagai suatu totalitas). Dengan pengertian lain. Dari seluruh bangsa Indonesia. filsafat sebagai “ilmu pengetahuan yang timbul dari prinsip-prinsip mencari sebab musababnya yang terdalam”. kemudian dituangkan dalam suatu “system” yang tepat. filsafat secara sederhana dapat diartikan sebagai keinginan yang sungguh-sungguh untuk mencari kebenaran yang sejati. Cinta dalam hal ini mempunyai arti yang seluasluasnya. Adapun menurut Notonagoro. Pengertian Filsafat Filsafat berasal dari bahasa Yunani “philein” yang berarti cinta dan “Sophia” yang berarti kebijaksanaan.xxv URAIAN BAHAN PEMBELAJARAN A. b. Filsafat Pancasila menurut Ruslan Abdul Gani. Dengan demikian. Jadi. karena pancasila merupakan hasil perenungan jiwa yang mendalam yang dilakukan oleh the founding father bangsa Indonesia. filsafat menurut asal katanya berarti cinta akan kebijaksanaan. bahwa pancasila merupakan filsafat Negara yang lahir collective ideologie (cita-cita bersama). sedangkan kebijaksanaan dapat diartikan sebagai kebenaran yang sejati. apabila tidak bulat dan utuh atau satu sila dengan sila lainnya terpisah-pisah. filsafat pancasila memberi pengetahuan dan pengertian ilmiah. yaitu tentang hakikat pancasila. yang dapat dikemukakan sebagai keinginan yang menggebu dan sungguhsungguh terhadap sesuatu. Dikatakan sebagai filsafat. . a.

xxvi 2. Susunan pancasila dengan suatu sistim yang bulat dan utuh itu dapat digambarkan sebagai berikut : .

4. dan dijiwai sila 1. 3. serta mendasari dan menjiwai sila 5. 2) Manusia. Inti atau esensi sila-sila Pancasila meliputi: 1) Tuhan. diliputi. Pancasila yang ada dalam pembukaan UUD '45 memenuhi syarat formal (kebenaran formal). serta mendasari dan mcnjiwai sila 3. yaitu tujuan diusulkannya Pancasila sebagai dasar negara Indonesia merdeka. dan dijiwai sila 1. artinya ada dalam diri manusia Indonesia dan masyarakatnya. • Sila 3. yaitu makhluk individu dan makhluk sosial. didasari. diliputi. maksudnya sebab yang berhubungan dengan materi/bahan. 3. didasari. 2) Kausa Formalis. serta mendasari dan menjiwa. dalam hal ini Pancasila digali dari nilai-nilai sosial budaya yang ada dalam bangsa Indonesia sendiri. dan 4. maksudnya kegiatan BPUPKI dan PPKI dalam menyusun dan merumuskan Pancasila menjadi dasar negara Indonesia merdeka. 2. 3) Satu.4. didasari. yaitu sebagai kausa prima. dan berkembang dalam kehidupan sehari-hari. artinya unsur asli/permanen/primer Pancasila sebagai suatu yang ada mandiri. • Sila 5. mendasari. maksudnya berhubungan dengan tujuannya. dan dijiwai sila 1. c. dan menjiwa: sila 2. diliputi. hidup. maksudnya sebab yang berhubungan dengan bentuknya. 4) Rakyat. 3) Kausa Efisiensi. • Sila 2. yaitu unsur mutlak negara.xxvii Ketiga gambar di atas menunjukkan bahwa: • Sila 1. yaitu kesatuan memiliki kepribadian sendiri. sebagai suatu kenyataan hidup bangsa. & 3. • Sila 4. meliputi. harus bekerja sama dan hergotong royong. • Pancasila sebagai suatu realitas. dan dijiwai sila 1. diliputi. sila 4 dan 5. dan 5. yang tumbuh. yang unsur-unsurnya berasal dari dirinya sendiri. • Pancasila sebagai suatu substansi. serta . Prinsip-Prinsip Filsafat Pancasila Pancasila ditinjau dari Kausalitas Aristoteles dapat dijelaskan sebagai berikut: 1) Kausa Materialis. . 2. dan 5. serta 4) Kausa Finalis. didasari. 2.

Dalam ungkapan lain. pria pemakai anting-anting. really. yaitu memberikan keadilan kepada diri sendiri dan orang lain yang menjadi haknya. Estetika cenderung pada studi dan justifikasi yang menyangkut tentang manusia memikirkan keindahan. dan moral bangsa. nilai. untuk menyinkronkan dasar filosofis-ideologis menjadi wujud jati . nyanyian-nyanyian bising. Secara epistemologis bangsa Indonesia punya keyakinan bahwa nilai dan moral yang terpancar dari asas Pancasila ini sebagai suatu hasil sublimasi.xxviii 5) Adil. Dia nyata dalam jiwa manusia. serta kristalisasi dari sistem nilai budaya bangsa dan agama yang seluruhnya bergerak vertikal. " Studi tentang nilai termasuk dalam ruang lingkup estetika dan etika. Ungkapan etika sering timbul dari pertanyaan-pertanyaan yang mempertentangkan antara benar dan salah. Nilai dapat berada di dua kawasan : kognitif dan afektif. dan bentuk-bentuk scni lain. want. berkonsensus untuk memegang dan menganut Pancasila sebagai sumber inspirasi. Pada dasarnya studi tentang etika merupakan pelajaran tentang moral yang secara langsung merupakan pemahaman tentang apa itu benar dan salah. Konsensus bahwa Pancasila sebagai anutan untuk pengembangan nilai dan -moral bangsa ini secara ilmiah filosofis merupakan pemufakatan yang normatif. Nilai merupakan ha! yang terkandung dalam hati nurani manusia yang lebih memberi dasar dan prinsip akhlak yang merupakan standar dari keindahan dan efisiensi atau keutuhan kata hati (potensi). bisa dikatakan konsep dan bisa dikatakan abstraksi (Sidney Simon: 1986). baik dan buruk. Nilai adalah ide. Misalnya. d. Adapun etika cenderung pada studi dan justifikasi tentang aturan atau bagaimana manusia berperilaku. ditegaskan oleh Sidney B. mempersoalkan atau menceritakan si rambut panjang. Selanjutnya. Bangsa Indonesia sejak awal mendirikan negara. Simon (1986) bahwa sesungguhnya yang dimaksud dengan nilai adalah jawaban yang jujur tapi benar dari pertanyaan "what you are really. atau apa yang mereka senangi. Langkah-langkah awal dari "nilai" adalah seperti halnya ide manusia yang merupakan potensi pokok human being. really. Nilai tidaklah tampak dalam dunia pengalaman. juga horizontal serta dinamis dalam kehidupan masyarakat. Hakikat Nilai-Nilai Pancasila Nilai adalah suatu ide atau konsep tentang apa yang seseorang pikirkan yang merupakan hal yang penting dalam hidupnya.

Mendasar. Pengamalan secara subjektif adalah pengamalan yang dilakukan oleh manusia individual. dan Evaluatif. Representatif. bangsa dan negara Indonesia berkehendak untuk mengerti. Filsafat Agama. Etika (Filsafat Moral). dan peraturan-peraturan pelaksanaan lainnya. berperi Kebangsaan. berperi Kerakyatan. baik sebagai pribadi maupun sebagai warga masyarakat ataupun sebagai pemegang kekuasaan. Analitis. dan berperi Keadilan Sosial. masyarakat. Upaya ini dikembangkan melalui jalur keluarga. membudayakan. Komprehensif. . dan adil dijabarkan menjadi konsep Etika Pancasila. hakikat nilai-nilai Pancasila. berperi Kemanusiaan. Nilai-nilai yang bersumber dari hakikat Tuhan. bahwa hakikat manusia Indonesia adalah untuk memiliki sifat dan keadaan yang berperi Ketuhanan Yang Maha Esa. Konsep Filsafat Pancasila dijabarkan menjadi sistem Etika Pancasila yang bercorak normatif. Filsafat Pendidikan. Filsafat Ilmu. Ketetapan MPR. yang penjelasannya berupa suatu pcrangkat ketentuan hukum yang secara hierarkis berupa pasal-pasal UUD. Spekulatif. dan melaksanakan Pancasila. satu rakyat. Politik (Filsafat Pemerintahan). Ciri atau karakteristik berpikir filsafat adalah: 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) 8) Sistematis. ternyata kemudian dijadikan pangkal tolak pelaksanaannya yang berwujud konsep pengamalan yang bersifat subjektif dan objektif. yang penjelmaannya berupa tingkah laku dan sikap dalam hidup sehari-hari. Metafisika (membicarakan tentang segala sesuatu di balik yang ada). Cabang-cabang filsafat meliputi: 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) Epistemologi (Filsafat Pengetahuan). menghayati.xxix diri bangsa yang nyata dan konsekuen secara aksiologis. dan sekolah. Refleksi filsafat yang dikembangkan oleh Notonagoro untuk menggali nilai-nilai abstrak. Undang-undang Organik. manusia. Estetikaf Filsafat Seni). Mendalam. Pengamalan secara cbjektif adalah pengamalan di bidang kehidupan kenegaraan atau kemasyarakatan.

2. Aliran Filsafat meliputi: 1) Rasionalism 2) Marxisme 3) Idealisme 4) Realisme 5) Positivisme 6) Materialisme 7) Eksistensialisme 8) Utilitarianisme 9) Hedonisme 10) Spiritualisme 11) Stoisme 12) Liberalisme e. 10) Filsafat Matematika. maka perlu dijabarkan tentang syarat-syarat filsafat terhadap Pancasila tersebut. . maka Pancasila merupakan system filsafat. Penjabaran filsafat terhadap Pamcasila : 1) Objek filsafat : yang pertama objek material adalah segala yang ada dan mungkin ada. Pancasila adalah suatu yang ada. Objek yang demikian ini dapat digolongkan ke dalam tiga hal. sebagai dasar negara rumusannya jelas yaitu : 1. 4.M. jika syarat-syarat system filsafat cocok pada Pancasila. maka dapat dikaji secara filsafat (ingat objek material filsafat adalah segala yang ada). ada manusia. Pancasila sebagai sistem filsafat bangsa Indonesia Pancasila sebagai sesuatu yang ada.E. Kemanusiaan yang adil dan beradab Persatuan Indonesia Kerakyatan yang dipimpin dalam permusyawaratan/perwakilan Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. 5. dan Kosmologi (membicarakan tentang segala sesuatu yang ada yang teratur). Sebaimana suatu logam dikatakan emas bila syarat-syarat emas terdapat pada logam tersebut.xxx 8) Filsafat hukum. 9) Filsafat Sejarah. 3. Ke-Tuhanan Y. dan ada alam semesta. dan untuk mengetahui bahwa Pancasila sebagai system filsafat. tetapi jika tidak maka bukan system filsafat. yaitu ada Tuhan.

tetapi cara menemukan hakikat. semuanya tersusun atas kata dasar dengan tambahan awalan ke/per dan akhiran an. Kedua. yaitu Ke-Tuhanan. tetap dan tidak berubah. ia temuikan dengan cara-cara tertentu dengan metode analisa dan sintesa. metode sintesa serta metode analisa dan sintesa (analitico-syntetik). rakyat dan keadilan itu berada pada alam Dengan demikian dari segi objek material Pancasila dapat diterima. Misalnya kemanusiaan. rakyat. manusia dan alam semesta untuk mewakili objek satu. dan adil. Demikian juga Pancasila. dan adil. . Dan dari kelima objek itu dapat dipersempit lagi ke dalam tiga saja. objek formal filsafat adalah hakikat dari segala sesuatu yang ada itu sendiri. dan keadilan. atau metode menemukan hakikat. Misalnya psykhologi merupakan kebulatan tersendiri terpisah dan berbeda dengan anthropologi. Khusus untuk persatuan. demikian seterusnya ilmu-ilmu dan filsafat yang lain. Secara umum ada dua dan tiga dengan metode campuran. persatuan. hal-hal yang bersatu. nilai-nilainya digali dari buminya Indonesia. yaitu sebab Tuhan. maka akan menjadi abstrak (bersifat abstrak) benda kata dasar tersebut. Dengan analisis penjabaran ini. maknanya adalah hakikat abstrak dari manusia itu sendiri. semesta itu sendiri. Menurut ilmu bahasa. yang mutlak. terpisah dengan system lainnya. manusia. Jadi di sini bukan berfikirnya. rakyat. maka Pancasila memenuhi syarat juga dalam hal objek formalnya. yaitu metode analisa. jika suatu kata dasar diberi awalan ke atau per dan akhiran an. 3) Sistem filsafat : setiap ilmu maupun filsafat dalam dirinya merupakan suatu system. lebih dari itu menunjukkan sifat hakikat dari bendanya. kerakyatan. satu. awalan per menunjukkan suatu proses menuju ke awalan ke yang nantinya diharapkan menjadi kesatuan juga. Demikian juga dalam sila-sila Pancasila yang lainnya. artinya merupakan suatu kebulatan dan keutuhan tersendiri. Apakah Pancasila juga kajian hakikat? Kalau menilik dari kelima objek kelima sila Pancasila itu.xxxi Dari rumusan ini maka objek yang didapat adalah : Tuhan. 2) Metode filsafat : Metode filsafat adalah kontemplasi atau perenungan atau berfikir untuk menemukan hakikat.

tidak ada satupun sila yang terpisah dengan yang lainnya. Setiap sila mengandung. di mana dan kapanpun manusia itu berada. dari umum penjumlah yang kecil (kolektif) dari sekumpulan jumlah tertentu sampai jumlah yang lebih besar dan lagi hingga kepada umum seumum-umumnya (universal). tetapi sila-sila tersebut saling ada hubungannya satu dengan lainnya secara keseluruhan. dan universal adalah sifat dari kajian filsafat. sebagaimana terdapat dalam sila ke dua Pancasila.. Oleh karena itu dapat diistilahkan “Eka Pancasila”. demikian juga berlaku pada sila-sila yang lainnya. 4) Sifat universal filsafat : Berlaku umum adalah sifat dari pengetahuan ilmiah. dibatasi dan disifati oleh keempat sila lainnya. Dengan uraian yang merupakan penjabaran dari syarat-syarat filsafat yang ternyata cocok diterapkan kepada Pancasila. ini menunjukkan dan mengukuhkan bahwa luas . sedang semua sila yang kelima merupakan sila yang terkhusus dan merupakan tujuan dari semua sila yang di depan. adalah dasar yang paling umum bagi semua sila yang di belakang. dan dari segi keluasannya sila-sila yang di belakang lebih sempit dari sila-sila yang di muka. lima sila dalam satu kesatuan yang utuh. Hakikat manusia adlah unsur-unsur dasar yang mutlak pada manusia adalah sama bagi seluruh jenis makhluk yang namanya manusia. Bagaimana jika diterapkan pada Pancasila? Misalnya kajian tentang hakikat manusia.M. maka sila pertama ke-Tuhanan Y. dan menjiwai semua sila. yang berada di manapun dan waktu kapanpun. jadi pengertian ini (universal) tidak terbatas pada ruang dan waktu. bahwa yang namanya “adil” itu sama hakikatnya maknanya di manapun dan kapanpun.E. Sila keadilan demikian juga. mendasari. Memang terdiri dari lima. Pengertian umum itu bertingkat. sedang sila-sila yang di belakang merupakan pengkhususan atau bentuk realisasi dari sila-sila yang di depan.xxxii Pancasila sebagai suatu Dasar Negara adalah merupakan suatu kebulatan. Silasila yang di depan mendasari dan menjiwai sila-sila yang di belakang. oleh karena itu rumusannya (redaksinya) berbunyi “… untuk mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia”. Dilihat dari pemahaman ini.

kebudayaannya. adaptistiadatnya. raga dan jiwa. serta kedudukan kodrat manusia sebagai makhluk pribadi dan sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa. Mengapa?. Untuk hal ini. sekaligus sebagai makhluk Tuhan. berkerakyatan yang dipimpin 2005). berkemanusian yang adil dan beradab. Pancasila sebagai dasar filsafat negara Republik Indonesia memiliki susunan lima sila yang merupakan suatu persatuan dan kesatuan. Notonagoro lebih lanjut mcngemukakan bahwa manusia sebagai pendukung pokok sila-sila Pancasila secara ontologis memiliki hal-hal yang mutlak. dari nenek moyang kita sejak lama. Yaitu Sistem Filsafat Bangsa Indonesia. serta mempunyai sifat dasar kesatuan yang mutlak. Dengan demikian. Hal ini dapat dijelaskan bahwa yang berketuhanan Yang Maha Esa. segala aspek dalam penyelenggaraan negara diliputi oleh nilaioleh hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan. dari khasanah kehidupannya. Kajian Ontologis Secara ontologis kajian Pancasila sebagai filsafat dimaksudkan sebagai upaya untuk mengetahui hakikat dasar dari sila-sila Pancasila. kedudukannya sebagai makhluk pribadi yang berdiri sendiri. Konsekuensmya. secara ontologis hakikat dasar keberadaan dari sila-sila Pancasila adalah manusia. berkesatuan Indonesia. Oleh karena itu. yaitu terdiri atas susunan kodrat.xxxiii Pancasila benar-benar suatu system filsafat. serta berkeadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia pada hakikatnya adalah manusia (Kaelan. B. serta jasmani dan rohani. yaitu berupa sifat kodrat monodualis. karena manusia merupakan subjek hukum pokok dari sila-sila Pancasila. Di samping itu. . sebagai makhluk individu dan sosial. nama Indonesia ini ditambahkan karena objek materialnya seperti telah diutarakan di muka adalah dari bangsa Indonesia sendiri. Menurut Notonagoro hakikat dasar ontologis Pancasila adalah manusia. dari kebiasaannya. Yaitu digali dari buminya Indonesia. sebagai makhluk individu sekaligus juga sebagai makhluk sosial. Selain itu. 2005). secara hierarkis sila pertama Ketuhanan Yang Maha Esa mendasari dan menjiwai keempat silasila Pancasila (Kaelan. Selanjutnya. serta kepercayaan dan agama-agamanya.

C. susunan Pancasila sebagai suatu sistem pengetahuan maka Pancasila memiliki susunan yang bersifat formal logis. Hal ini berarti bahwa dalam setiap aspek penyelenggaraan negara harus dijabarkan dan bersumberkan pada nilai-nilai Pancasila. tujuan negara. seperti bentuk negara. sebagaimana telah dipahami bersama. baik dalam arti susunan sila-sila Pancasila maupun isi arti dari dari sila-sila Pancasila ifu. Epistemologi Pancasila sebagai suatu objek kajian pengetahuan pada hakikatnya meliputi masalah sumber pengetahuan Pancasila dan susunan pengetahuan Pancasila. tentang teori kebenaran pengetahuan manusia. tentang sumber pengetahuan manusia. seluruh nilai-nilai Pancasila tersebut menjadi dasar rangka dan jiwa bagi bangsa Indonesia. Kajian Epistemologi Kajian epistemologi filsafat Pancasila dimaksudkan sebagai upaya untuk mencari hakikat Pancasila sebagai suatu sistem pengetahuan. dasar epistemologis Pancasila sangat berkaitan erat dengan konsep dasarnya tentang hakikat manusia. Kemudian. Menurut Titus (1984:20) terdapat tiga persoalan yang mendasar dalam epistemologi. sifat negara. . sistem hukum negara. Sila pertama Pancasila mendasari dan menjiwai keempat sila lainnya. adalah nilai-nilai yang ada pada bangsa Indonesia itu sendiri. tentang watak pengetahuan manusia. serta c. Hal ini dimungkinkan karena epistemologi merupakan bidang filsafat yang membahas hakikat ilmu pengetahuan (ilmu tentang ilmu). Oleh karena itu. Adapun tentang sumber pengetahuan Pancasila. yaitu: a.xxxiv nilai Pancasila yang merupakan suatu kesatuan yang utuh yang memiliki sifat dasar yang mutlak berupa sifat kodrat manusia yang monodualis tersebut. b. serta segala aspek penyelenggaraan negara lainnya. moral negara. Merujuk pada pemikiran filsafat Aristoteles. Susunan kesatuan sila-sila Pancasila adalah bersifat hierarkis dan berbentuk piramidal. Selanjutnya. bahwa nilai-nilai tersebut sebagai kausa material is Pancasila. yaitu: a. tugas/kewajiban negara dan warga negara. Kajian epistemologi Pancasila tidak dapat dipisahkan dengan dasar ontologisnya.

Sila kelima didasari dan dijiwai sila pertama. keempat. kebenaran dan pengetahuan manusia merupakan suatu sintesis yang harmonis di antara potensi-potensi kejiwaan manusia. epistemologi Pancasila juga mengakui kcbenaran wahyu yang bersifat mutlak. dan kelima. keempat. Sila kedua didasari sila pertama serta mendasari dan menjiwai sila ketiga. epistemologi Pancasila mengakui kebenaran konsensus terutama dalam kaitannya dengan hakikat sifat kodrat manusia sebagai makhluk individu dan makhluk sosial. dan kehendak manusia untuk mendapatkan kebenaran yang tertinggi. dan keempat. baik yang menyangkut kualitas maupun kuantitasnya. yaitu akal. c. Sila keempat didasari dan dijiwai sila pertama. dasar-dasar rasional logis Pancasila juga menyangkut isi arti sila-sila Pancasila tersebut. rasa. kedua. Selain itu. Sila Ketuhanan Yang Maha Esa member! landasan kebcnaran pengetahuan manusia yang bersumber pada intuisi. dalam sila ketiga. Kajian Aksiologi Kajian aksiologi filsafat Pancasila pada ivakikatnya membahas tentang nilai praksis atau manfaat suatu pengeiahuan tentang Pancasila. susunan Pancasila memiliki sistem logis. Kedudukan dan kodrat manusia pada hakikatnya adalah sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa. serta mendasari dan menjiwai sila keempat dan kelima. sesuai dengan sila pertama Pancasila. Hal ini sebagai tingkat kebcnaran yang tertinggi: Selanjutnya. Demikianlah. Itulah sebabnya Pancasila secara epistemologis harus menjadi dasar moralitas bangsa dalam membangun perkembangan sains dan teknologi dewasa ini. Pancasila memandang bahwa ilmu pengetahuan pada hakikatnya tidak bebas nilai karena harus diletakkan pada kerangka moralitas kodrat manusia serta moralitas religius dalam upaya untuk mendapatkan suatu tingkatan pengetahuan dalam hidup manusia. Dasar-dasar rasional logis Pancasila juga menyangkut kualitas ataupun kuantitasnya. ketiga.xxxv b. d. kedua. Selain itu.Sebagai suatu paham epistemologi. dan ketiga. dan kelima. Karena itu. D. serta e. Karena sila-sila Pancasila sebagai suatu sistem filsafat memiliki satu kesatuan dasar aksiologis. maka nilai-nilai yang . Sila ketiga didasari dan dijiwai sila pertama dan kedua. serta mendasari dan menjiwai sila kelima.

xxxvi terkandung dalamnya pada hakikatnya juga merupakan suatu kesatuan. Adanya nilai itu karena adanya kenyataan-kenyataan lain sebagai pembawa nilai. manusia memiliki orientasi nilai yang berbeda bergantung pada pandangan hidup dan filsafat hidup masing-masing. tetapi juga terdapat pandangan bahwa pada hakikatnya nilai sesuatu itu melekat pada dirinya sendiri. Di dalam Dictionary of Sociology' an Related Sciences dikemukakan bahwa nilai adalah suatu kemampuan yang dipercayai yang ada pada suatu benda untuk memuaskan manusia. Sesuatu itu mengandung nilai. Jadi. Hal ini merupakan pandangan dari paham objektivisme. Selanjutnya. Notonagoro memerinci tentang nilai. Akan tetapi. Terdapat berbagai macam teori tentang nilai dan hal ini sangat bcrgantung pada titik tolak dan sudut pandang setiap teori dalam menentukan pengertian nilai. Istilah nilai dalam kajian filsafat dipakai untuk merujuk pada ungkapan abstrak yang dapat juga diartikan sebagai "keberhargaan " (worth) atau "kebaikan " (goodnes). Ada yang mendasarkan pada orientasi nilai material. misalnya bunga itu indah. nilai itu pada hakikatnya adalah sifat atau kualitas yang melekat pada suatu objek. yaitu bahwa sesuatu itu bernilai karena berkaitan dengan sabjek pemberi nilai. yaitu berorientasi pada nilai yang nonmaterial. aksiologi Pancasila mengandung arti bahwa kita membahas tentang filsafat nilai Pancasila. Sifat dari suatu benda yang menyebabkan menarik minat seseorang atau kelompok. Indah dan baik adalah sifat atau kualitas yang melekat pada bunga dan perbuatan. ada yang bersifat material dan nonmaterial. nilai itu sebenarnya adalah suatu kenyataan yang tersembunyi di balik kenyataan-kenyataan lainnya. dan kata kerja yang artinya sesuatu tindakan kejiwaan tertentu dalam menilai atau melakukan penilaian (Frankena: 229). yaitu manusia. dari berbagai macam pandangan tentang nilai dapat dikelompokkan pada dua macam sudut pandang. Namun. artinya ada sifat atau kualitas yang melekat padanya. sedangkan kalangan hedonis berpandangan bahwa nilai yang tertinggi adalah nilai kenikmatan. nilai yang bersifat rohaniah . Nilai material relatif lebih mudah diukur menggunakan pancaindra ataupun alat pengukur. pcrbuatan itu baik. tetapi ada pula yang sebaliknya. Kalangan materialis memandang bahwa hakikat nilai yang tertinggi adalah nilai material. Dengan demikian. Dalam hubungan ini. Hal ini bersifat subjektit.

dan yang berkeadilan sosial. nilainilai Pancasila yang tergolong nilai kerohanian itu juga mengandung nilai-nilai lain secara lengkap dan harmonis. penghargaan. ataupun nilai kesucian yang secara keseluruhan bersifat sistemik-hierarkis. yang berkemanusiaan. Secara aksiologis. penerimaan. yang berpersatuan. tingkah laku. Kalau pengakuan. nilai kebaikan atau nilai moral. tingkah laku. rasa. . nilai vital. tetapi nilai-nilai kerohanian yang mengakui nilai material dan nilai vital. nilai kebenaran. atau penghargaan itu telah menggejala dalam sikap.xxxvii sulit diukur. yaitu ketuhanan Yang Maha Esa menjadi basis dari semua sila-sila Pancasila (Darmodihardjo: 1978). dan perbuatan manusia Indonesia. Bangsa Indonesia yang berketuhanan. nilai-nilai Pancasila itu termasuk nilai kerohanian. Dengan demikian. sila pertama. seperti nilai material. Sehubungan dengan ini. dan perbuatan bangsa Indonesia. tingkah laku. serta perbuatan manusia dan bangsa Indonesia. Pengakuan. serta menerima Pancasila sebagai sesuatu yang bernilai. Sebagai pendukung nilai. nilai keindahan atau estetis. 2005). Menurut Notonagoro. maka bangsa Indonesia dalam hal ini sekaligus adalah pengembannya dalam sikap. mengakui. dan penerimaan Pancasila sebagai sesuatu yang bernilai itu akan tampak menggejala dalam sikap. bangsa Indonesialah yang menghargai. yang berkerakyatan. tetapi dapat juga dilakukan dengan hati nurani manusia sebagai alat ukur yang dibantu oleh cipta. bangsa Indonesia merupakan pendukung nilai-nilai Pancasila (subcriber of values Pancasila). serta karsa dan keyakinan manusia (Kaelan.

hak serta kekuasaan rakyat harus dijamin. yang merupakan masyarakat hukum (legal society). . kerakyatan. persatuan. . manusia harus membentuk suatu ikatan sebagai suatu bangsa (hakikat sila ketiga). dan menyeluruh. negara harus bersifat demokratis. tetapi memiliki esensi serta makna yang utuh. Untuk itu. pada hakikatnya bertujuan mewujudkan harkat dan martabat manusia sebagai makhluk yang berbudaya atau makhluk yang beradab (hakikat sila kedua). kemasyarakatan. Maka itu. dan kenegaraan harus berdasarkan pada nilai-nilai ketuhanan. sila-sila Pancasila merupakan suatu nilai-nilai yang bersifat bulat dan utuh. Dalam pengertian inilah. sila-sila Pancasila merupakan suatu sistem filsafat. fundamental. yaitu sebagai bagian persekutuan hidup yang mendudukkan kodrat manusia sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa (hakikat sila pertama). Untuk mewujudkan suatu negara sebagai suatu organisasi hidup. Pancasila sebagai filsafat bangsa dan negara Republik Indonesia mengandung makna bahwa setiap aspek kehidupan kebangsaan. Konsekuensinya. dan keadilan. Terwujudnya persatuan dan kesatuan akan melahirkan rakyat sebagai suatu bangsa yang hidup dalam suatu wilayah negara tertentu. hierarkis. Negara yang merupakan persekutuan hidup manusia sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa. kemanusiaan. Adapun negara yang didirikan oleh manusia itu berdasarkan pada kodrat bahwa manusia sebagai warga negara. dan sistematis. Konsekuensinya kelima sila tidak terpisah-pisah dan memiliki makna sendirisendiri.xxxviii PENUTUP Pancasila sebagai dasar filsafat negara serta sebagai filsafat hidup bangsa Indonesia pada hakikatnya merupakan suatu nilai-nilai yang bersifat sistematis. Pemikiran filsafat kenegaraan bertolak dari pandangan bahwa negara adalah merupakan suatu persekutuan hidup manusia atau organisasi kemasyarakatan. hidup kenegaraan itu haruslah didasarkan pada nilai bahwa rakyat merupakan asal mula kekuasaan negara.

No.. PT Gramedia: Jakarta. dalam hidup kenegaraan harus diwujudkan jaminan perlindungan bagi seluruh warga. SOAL LATIHAN Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini : 1. Magnis. Dengan demikian. Suseno. Jelaskas kajian ontologis.xxxix baik sebagai individu maupun secara bersama (hakikat sila keempat). Notonagoro. Pengertian Dasar bagi Departemen Pertahanan dan Keamanan: Jakarta. 1989. Nolan. 2005. Penerbit bulan Bintang: Jakarta. The End of History. Poespowardoyo. Tim Dosen Pancasila Unhas.W. 1996. F. efistimologis dan aksiologis dari pancasila! 4. Jelaskan pancasila sebagai kristalisasi nilai-nilai budaya bangsa Indonesia! DAFTAR BACAAN Darmodiharjo. 1984. dalam National Interest. Filsafat Pancasila. diterjemahkan oleh Rasyidi. Sejarah Pemikiran tantang Pancasila. Untuk mewujudkan tujuan negara sebagai tujuan bersama. Makalah pada Kursus Calon Dosen Pendidikan Kewarganegaraan: Jakarta. CSIS: Jakarta. A. 1985. Darji. Marilyn S.2003 . Pokok-Pokok Filsafat Hukum. 1987. Jelaskan Prinsip-prinsip filsafat pancasila! 3. Etika Politik: Prinsip-Prinsip Moral Dasar Modern. 1989. untuk mewujudkan tujuan. Smith. Implementasi Pancasila untuk ABR1. and Richard T. Gramedia: Jakarta. Kaelan. Fukuyama. Filsafat Pancasila sebagai Filasfat Bangsa Negara Indonesia. Living Issues Philosophy.Makassar. Universitas Hasanuddin. Jelaskan Pengertian Filsafat Pancasila! 2. seluruh warga negara harus dijamin berdasarkan suatu prinsip keadilan yang timbul dalam kehidupan bersama (hakikat sila kelima). Gramedia Pustaka Utama: Jakarta. Soeryanto. Titus Harold. 1971.M. Dikutip dari Modernity and Its Future. Franz. Polity Press: Cambridge.Pendidikan Pancasila Perguruan Tinggi. 16 (1989). Pranarka.

Kumpulan nilai – nilai dari kehidupan lingkungan sendiri dan yang diyakini kebenarannya kemudian digunakan untuk mengatur masyarakat. pancasila dihadapkan pada kekuatan kapitalisme global yang telah dijadikan "ideologi" . Pendidikan Kewarganegaraan. Pancasila sebagai ideologi bersifat dinamik.STIMIK DIPANEGARA . Latar Belakang Pancasila merupakan hasil perenenungan atau pemikiran seseorang atau kelompok orang.2004 Tim Dosen Kewarganegaraan Hasanuddin. inilah yang dinamakan ideologi. yang juga diangkat dari nilai adat istiadat. Bakry [1994]. nilai tradisi. Dalam arti. Universitas BAB III PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI NASIONAL PENDAHULUAN A. nilai religius yang terdapat pada pandangan hidup bangsa indonesia sendiri sebelum membentuk negara. Apa yang dipaparkan Noor MS Bakry mengindikasikan. Menurut Noor MS. Pengejawantahannya tercermin dalam kehidupan praksis.Makassar. maupun religi. Pancasila telah tampil di garda depan. khususnya menyangkut nilai-nilai kemanusiaan dan keadilan. ia menjadi kesatuan prinsip pengarahan yang berkembang dialektik serta terbuka penafsiran baru untuk melihat perspektif masa depan dan aktual antisipatif dalam menghadapi perkembangan dengan memberikan arah dan tujuan yang ingin dicapai dalam melangsungkan hidup dan kehidupan nasional. melainkan berasal dari nilai – nilai yang dimiliki bangsa Indonesia sendiri. nilai kebudayaan. Dalam beberapa pasal.2008 Unhas. nilai kepustakaan.Pendidikan Pancasila Bunga Rampai . baik dalam bidang politik. Pancasila akan selalu mempunyai hal baru yang progresif dalam menghadapi tantangan kehidupan yang makin maju dan kompleks.Makassar.xl Tim Dosen Pancasila Unhas. Tantangan sekarang ini. sosial budaya. ekonomi. Pancasila bukan berasal dari dari ide – ide bangsa lain.

negara bergerak seperti layangan putus. yang merupakan sifat hakikat manusia. jika tidak berpersatuan juga tidak manusia. Akhir-akhir ini. Agar Pancasila sebagai ideologi bangsa tetap mempunyai semangat untuk diperjuangkan. Saatnya kita menggali nilai-nilai kemanusiaan dan keadilan yang terkandung didalamnya. kita perlu menerima kenyataan belum diterimanya Pancasila oleh semua pihak. Masyarakat Indonesia sedikit banyak terpengaruh dengan kaum kapitalisme global ini. Dengan demikian. sejak awal reformasi hingga saat ini sedang terjadi declining (kemunduran) pamor ideologi Pancasila seiring meningkatnya liberalisasi dan demokratisasi dunia. Tampaknya. misi. yang terjadi adalah emergence (kemunculan). Atas dasar Weltanschauung itu. Dunia juga tampak belum yakin pada kelangsungan dan kemajuan sebuah negara bangsa bernama Indonesia. jika tidak berkemanusiaan juga bukan manusia. terasa pamor Pancasila sedang menurun. keadilan. lima unsur tersebut mutlak ada dalam diri manusia.xli masyarakat dunia. persatuan. Jika tidak demikian bukanlah manusia. tanpa pedoman. Sebuah negara bangsa membutuhkan Weltanschauung atau landasan filosofis. Ruang Lingkup Bahan pembelajaran ini akan membahas : . yaitu ketuhanan. disusunlah visi. Menghadapi konsepsi tatanan pemikiran yang berkembang. Pancasila juga dapat dipandang sebagai ideologi negara kebangsaan Indonesia. B. Tanpa itu. sehingga disebut kepribadian kemanusiaan. sekarang saatnya kita menghidupkan dan memperlihatkan Pancasila sebagai sosok yang sakti. dan resurgence of ideologies (kebangkitan kembali suatu ideologi). kerakyatan. dan tujuan negara. serta jika tidak berkeadilan juga bukan manusia. ideologi itu tidak pernah mati. kemanusiaan. decline (kemunduran). Dalam Pancasila ada kepribadian kemanusiaan yang sangat penting. dan jika tidak berkerakyatan dan berkeluargaan juga bukan ma-nusia. Mustafa Rejai dalam buku Political Ideologies menyatakan. Kepribadian kemanusiaan merupakan sifat-sifat hakikat kemanusiaan abstrak umum universal yang dapat membedakan manusia dengan makhluk lain.

5. Menjelaskan makna idiologi bagi bangsa dan negara. Perbandingan Ideologi Pancasila dengan Ideologi Lainnya e. dan dinamis kemudian Membandikan idiologi pancasila dengan idiologi dunia lainnya seperti liberalisme. dan menghayati Pancasila sebagai Idiologi bangsa dan negara. Berbangsa dan Bernegara c. komunisme. sekulerrisme. 4. ideologi tertutup. Menjelaskan pengertian macam – macam idiologi yang meliputi idiologi terbuka. Menjelaskan pengertian idiologi secara umum. Pancasila sebagai Ideologi Terbuka d. Sasaran Pembelajaran Modul Mahasiswa diharapkan dapat mengerti. Melalui pembelajaran ini mahasiswa diharapkan dapat : 1. Memahami peranan idiologi bangsa bagi bangsa dan negara serta Memahami pancasila sebagai ideologi bangsa dan negara indonesia yang memiliki ciri terbuka. Reformasi Socio-Moral C. Pengertian Ideologi dan Dimensi-dimensinya b. 6. 2. Peranan Ideologi dalam Kehidupan Bermasyarakat. . reformatif.xlii a. 3. memahami. ideologi komprehensif dan ideologi partikular. dan idiologi keagamaan. komprehensif.

ajaran. Ideologi mengandung nilai-nilai dasar yang hidup dalam masyarakatnya dan terkristalisasi dalam falsafah negara. dalam tulisannya tentang The Consept of Ideology (2002) menjelaskan bahwa “ideology as a set of beliefs” yaitu setiap individu atau kelompok masyarakat memiliki suatu sistem kepercayaan mengenal sesuatu yang dipandang bernilai dan menjadi kekuatan motivasi bagi perilaku individu atau kelompok masyarakat. Sedangkan logos berarti ilmu. Jorge Larrain. dan cara tindak seseorang atau bangsa dalam menyelesaikan masalah-masalah yang dihadapinya. atau paham. Jadi. Pengertian Ideologi dan Dimensi-Dimensinya A. Eidos berarti idea. istilah ideologi berasal dari bahasa Yunani yaitu dari kata “eidos” dan “logos”. gagasan. cita-cita ataupun konsep.1 Pengertian Ideologi Secara etimologi. cara fikir. Nilai-nilai yang dipandang itu sebagai cita-cita yang menjadi landasan bagi cara pandang. Selanjutnya ideologi menurut makna yang dikandungnya berarti suatu ilmu atau ajaran yang mengandung ide atau cita-cita yang bersifat tetap dan sekaligus merupakan dasar. ideologi adalah ilmu atau ajaran tentang idea-idea. Dengan demikian dapat dipahami bahwa ideologi adalah seperangkat sistem nilai yang diyakini kebenarannya oleh suatu bangsa dan digunakan sebagai dasar untuk menata masyarakat dalam negara. A.xliii URAIAN BAHAN PEMBELAJARAN A. atau cita-cita tertentu.2 Dimensi-Dimensi Ideologi Dimensi Realitas . pandangan ataupun paham. gagasan-gagasan.

ideologi merupakan pencerminan realitas yang hidup dalam masyarakat. Berbangsa. dan Negara dibangun. ideologi mengandung nilai-nilai dasar. arah. berbangsa. dan dasar tersebut umumnya berasal dari nilai-nilai yang berkembang dan hidup dalam masyarakat itu sendiri . Dimensi Fleksibilitas Disini ideologi seyogyanya dapat mengikuti spirit perkembangan zaman. Dimensi ini terutama terdapat pada ideologi yang bersifat terbuka dan demokratis. sehingga mereka tidak asing dan merasa dipaksakan untuk melaksanakannya. Sebagai Dasar Artinya merupakan pangkal tolak. Dimensi Idealitas Disini ideologi mengandung cita-cita dalam berbagai bidang kehidupan yang ingin dicapai oleh masyarakat penganutnya. asas atau fundasi di atas mana semua kegiatan kehidupan masyarakat. dan Bernegara Sebagaimana diuraikan di muka. normanorma dan cita-cita yang ingin diwujudkan oleh masyarakat penganutnya. Karena itu. B. berupa norma-norma atau aturan-aturasn yang harus dipatuhi yang sifatnya positif. karena nila-nilai dasar itu telah menjadi milik bersama. bangsa. Cita-cita yang dimaksud hendaknya berisi harapan-harapan yang mungkin direalisasikan. Dimensi Normalitas Artinya ideologi mengandung nilai-nilai yang bersifat mengikat masyarakatnya.xliv Pada dimensi ini. Nilai-nilai dasar yang terkandung di dalamnya bersumber dari nilai-nilai yang hidup dalam masyarakat penganutnya. a. dan bernegara. ideologi memiliki peranan sebagai dasar. Peranan Ideologi Dalam Kejhidupan Bermasyarakat . dan tujuan yang ingin dicapai dalam kehidupan bermasyarakat. sesuai tuntunan perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi.

Pancasila sejak awal pembahasannya (sidang BPUPKI tanggal 29 Mei sampai dengan 1 Juni 1945 dan sidang gabungan tanggal 22 Juni 1945) memang direncanakan untuk dijadikan Dasar Negara. yang berlawanan dengan ideologi tertutup atau tidak demokratis (otoriter/totaliter).xlv (dimensi realitas). Peran sebagai pengarah ditunjukkannya pada kedudukan Pancasila sebagai “sumber dari segala sumber hukum” segala peraturan hukum dan perundang-undangan yang ada di Negara Kesatuan Republik Indonesia. Pancasila sebagai ideologi nasional akan memberikan motivasi dan semangat untuk melaksanakan pembangunan bangsa secara adil dan seimbang untuk mencapai tujuan yang tercantum dalam Pembukaan UUD 1945 (dimensi idealitas). Pancasila Sebagai Ideologi Terbuka Suatu ideologi disebut terbuka bila ideologi tersebut dapat menerima dan bahkan mengembangkan pemikiran-pemikiran baru sejauh tidak bertentangan dengan nilai-nilai dasarnya. Disini Pancasila menjelmakan diri sebagai pengarah. bangsa dan Negara berupa norma-norma atau aturan-aturan yang harus dipatuhi agar arah untuk mencapai cita-cita atau tujuan tidak menyimpang (dimensi normalitas). . tanpa harus khawatir kehilangan jati dirinya. berbangsa. Sebagai Pengarah Artinya sebagai pengatur dan pengendali kehidupan masyarakat. Sebagai Tujuan Artinya semua aktivitas dalam kehidupan bermasyarakat. c. Ideologi seperti ini disebut ideologi yang demokratis. dan bernegara pada akhirnya mengarah pada suatu tujuan atau cita-cita yang terkandung dalam ideologi yang dipakai. b. C. Tanggal 18 Agustus 1945 sidang PPKI menetapkan secara resmi Pancasila sebagai dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia. pengendali di dalam setiap gerak tata kehidupan berbangsa dan bernegara. Ideologi yang dapat menerima pemikiran-pemikiran baru tentang nilai dasar yang terkandung pada dirinya.

Monodualisme ini adalah kodrati. dan bernegara. ia selalu membutuhkan yang lain. Lebih dari itu justru memperkaya bentuk perwujudan yang beraneka ragam dalam tata kehidupan bermasyarakat.xlvi Pancasila sebagai ideologi jelas mempunyai nilai demokratis. bahwa Negara kita berdasar atas hukum. yang demikian disebut ideologi tertutup atau ideologi otoriter/totaliter. berbangsa.Ideologi Pancasila : Ideologi Pancasila : memandang manusia sebagai makhluk individu dan makhluk sosial. Dengan demikian. Suatu ideologi yang demokratis adalah ideologi terbuka. Hal ini telah ditunjukkan oleh asas sila keempat yaitu : “Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan / perwakilan”. . Inilah yang dimaksudkan dengan nilai instrumental yang dapat dikembangkan sesuai dengan perkembangan spirit zaman. Perbandingan Ideologi Pancasila Dengan Ideologi Lainnya a. walaupun dapat saja penganutnya menyatakan ideologinya demokratis. D. perwujudan Pancasila sebagai ideologi terbuka adalah dalam tata kehidupan Negara kita yang dinyatakan. bukan atas kekuasaan belaka. Sebagai ideologi terbuka. Suaitu ideologi yang dalam kenyataannya tidak mampu lagi menerima pemikiranpemikiran baru atau metode baru yang berbeda. dengan tidak harus mengorbankan nilai-nilai dasarnya yang bersifat tetap. maka manusia tidak dapat hidup sendirian. Pancasila sebagai ideologi terbuka. mengandung arti bahwa nilai dasar yang terkandung dalam Pancasila bersifat tetap atau abadi. namun dalam penjabarannya dapat dikembangkan secara kreatif dan dinamis sesuai dengan kebutuhan dinamika perkembangan masyarakat Indonesia sendiri. dalam batas-batas tertentu Pancasila dapat menerima dan menampung pengaruh-pengaruh dari nilai-nilai yang berasal dari luar sepanjang tidak bertentangan dengan nilai-nilai dasar yang ada. bahkan mendorong untuk dapat menciptakan pemikiran-pemikiran baru tersebut dalam rangka lebih menyegarkan dan memperkuat relevansinya dengan perkembangan spirit zaman. Pancasila sebagai ideologi terbuka tidak sekedar dapat menerima. yaitu mampu menerima pemikiran-pemikiran baru dalam rangka pengembangan atau penyempurnaan perwujudan nilai-nilai dasar yang terkandung di dalamnya.

Sila kerakyatan Yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan / Perwakilan. tersimpul nilai satu derajat. nilai yang terkandung di . yakni manusia dalam hidup saling tergantung antar manusia. spiritual. Ideologi Pancasila. hormat menghormati. saling mencintai. sehingga pemahaman dan pengamalannya harus mencakup semua dalamnya. Sila Persatuan Indonesia. Nilai ini berfungsi sebagai kekuatan mental. mengandung nilai spiritual. maka atheisme tidak berhak hidup di bumi Indonesia dalam kerukunan dan kedamaian hidup beragama. toleransi dan nilai gotong royong. Nilai ini mengutamakan kepentingan Negara / bangsa dengan tetap menghargai kepentingan pribadi dan golongan. Sila Ketuhanan Yang Maha Esa. baik setiap silanya maupun paduan dari kelima sila-silanya. Sila Kemanusioann Yang Adil dan Beradab. Kelima sila dalam Pancasila merupakan kesatuan yang bulat dan utuh. keberanian membela kebenaran dan keadilan. sama kewajiban dan hak. saling menerina dan memberi antar manusia dalam memasyarakat dan menegara. cinta tanah air dan rela berkorban demi kepentingan bangsa dan Negara.xlvii Menurut konsep Pancasila. musyawarah untuk mufakat dan menjunjung tinggi harkat dan martabat serta nilai kebenaran dan keadilan. mengandung nilai-nilai kebangsaan. 1 Juni 1945). dan landasan etik dalam Ketahanan Nasional. mengajarkan dan menerapkan sekaligus mengehendaki persatuan. Saling tergantung dan saling memberi merupakan pasangan pokok dan ciri khas persatuan serta menjadi inti isi dari nilai kekeluargaan. Pancasila merupakan tatanan nilai yang digali atau dikristalisasikan dari nilai-nilai dasar budaya bangsa Indonesia yang sudah sejak ratusan tahun lalu tumbuh dan berkembang dalam kehidupan masyarakat di Indonesia (Bung Karno. memberikan kesempatan yang seluas-luasnya kepada semua pemeluk agama dan penganut kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa untuk berkembang di Indonesia. mengandung nilai kedaulatan berada di tangan rakyat (demokrasi) yang dijelmakan oleh persatuan nasional yang riil dan wajar.

Hak dan kebebasan orang seorang hanya dibatasi oleh hak yang sama dimiliki orang lain bukan oleh kepentingan masyarakat seluruhnya. Herbert Spencer dan Harold J. John Locke. yang menjamin kemakmnuran masyarakat secara menyeluruh dan adil. Aliran pikiran perseorangan atau individualistik diajarkan oleh Thomas Hoobbes. c. Ciri konsep dialetik tentang manusia. dengan menempuh proses dialetik. b. Ideologi Komunis : Ideologi Komunistik mendasarkan diri pada premise bahwa semua materi berkembang mengikuti hukum kontradiksi. ialah kontradiksi terhadap lingkungan selalu . Liberalisme bertitik tolak dari hak azasi yang melekat pada manusi sejak ia lahir dan tidak dapat diganggu gugat oleh siapapun termasuk penguasa. menghormati hak orang dan sikap gotong royong.xlviii Sila Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia. hak kebebasan. Faham liberalisme mempunyai nilai-nilai dasar (intrinsik). Menurutnya kepentingan harkat dan martabat manusia (individu) dijunjung tinggi. Jean Jaques Rousseau. maka nilai kebebasan itulah yang utama. Laski. terkecuali atas pesetujuan yang bersangkutan. hak kesamaan. Faham liberalisme selalu mengkaitkan aliran pikirannya dengan hak azasi manusia menyebabkan paham tersebut meiliki daya tarik yang kuat di kalangan masyarakat tertentu. mengandung nilai sikap adil. yaitu bahwa tidak terdapat sifat permanen pada diri manusia. hak kebahagiaan. Metode berfikir ideologi ini ialah liberalistik yang berwatak individualistik. sehingga masyarakat merupakan jumlah para anggotanya saja tanpa ikatan nilai tersendiri. yaitu hak hidup. Aliran pikiran ini mengajarkan bahwa Negara adalah masyarakat hukum (legal society) yang disusun atas kontrak semua orang (individu) dalam masyarakat itu (kontrak sosial). Ideologi Liberal : Ideologi liberal memandang bahwa sejak manusia dilahirkan bebas dan dibekali penciptanya sejumlah hak azasi. yaitu kebebasan dan kepentingan pribadi yang menuntut kebebasan individual secara mutlak yaitu kebebasan mengejar kebahagiaan hidup di tengah-tengah kekayaan material yang melimpah dan dicapai dengan bebas. namun ada keteraturan.

Aliran pikiran golongan (dass theory) beranggapan bahwa Negara ialah susunan golongan (kelas) untuk menindas golongan (kelas) lain. dikaitkan dengan tujuan merupakan suatu keinginan untuk melaksanakan citra menjadi kenyataan (konkritisasi) b. dikaitkan dengan laku/prilaku maka usaha untuk mencapai tujuan tersebut harus melalui tanggap nilai c. Pikiran Karl Marx tentang sosial. konsisten terhadap esprit dan ethos yang dijabarkan dalam filsafat pancasila . ekonomi. Agar tidak terombang-ambing maka sadar kehendak ini perlu sadar tujuan.xlix menghasilkan perkembangan dialetik dari manusia. dikaitkan dengan landasan. (Lihat buku Pendidikan Pancasila oleh Tim Dosen Pancasila Unhas). Sebagai suatu ideologi maka terkandung suatu kehendak untuk berbuat sesuatu. dan Lenin bermula merupakan kritik Karl Marx atas kehidupan sosial ekonomi masyarakat pada awal revolusi industri. Marx menganjurkan agar kaum buruh mengadakan revolusi politik untuk merebut kekuasaan Negara dari kaum golongan karya kapitalis dan borjuis agar kaum buruh dapat ganti berkuasa dan mengatur Negara. dengan pikiran Leni terutama dalam pengorganisasian dan operasionalisasinya menjadi landasaan paham komunis. Aliran pikiran golongan (dass theory) yang diajarkan oleh Karl Marx. metoda befikirnya materialisme dialetik dan jika diterapkan pada sejarah dan kehidupan sosial disebut materialisme-historik. Aliran pikiran ini sangat menonjolkan adanya kelas/revolusi dan perebutan kekuasaan Negara. golongan borjuis menindas golongan proletar (kaum buruh). Kelas ekonomi kuat menindas ekonomi lemah. Reformasi Socio-Moral Ideologi yang bersumber pada filsafat pancasila maka reformasi kita bersifat sociomoral. E. Bagi ideologi pancasila diperlukan adanya sadar kehendak (dalam arti tidak akan terombang-ambing). maka sejarahpun berkembang secara dialetik pula. Secara operasional sadar berarti : a. Aliran pikiran ini erat hubungannya dengan aliran material-dialektis atau materialistik. sadar laku (usaha) dan sadar landasan. Sehubungan dengan itu. Oleh karena itu. Engels.

sistem kelembagaan b. sejahtera. Keberhasilan Pancasila sebagai suatu ideologi akan diukur dari terwujudnya kemajuan yang pesat. sosialisme dengan kapitalisme. Tentu bentuk perjuangan ideologi pada waktu ini berbeda dengan zaman berbenturannya nasionalisme dengan imperialisme. PENUTUP Pancasila perlu disosialisasikan agar dipahami oleh dunia sebagai landasan filosofis bangsa Indonesia dalam mempertahankan eksistensi dan mengembangkan dirinya menjadi bangsa yang sejahtera dan modern. sistem norma yang ideal (esprit dan ethos) Ini berarti suatu ideologi apapun namanya termasuk ideologi pancasila. Sebagai hasil dari reformasi socio moral tercipta suatu peradabandalam masyarakat berdasarkan pancasila. sistem tanggap nilai c. dan bersatu sajalah Indonesia dapat menjadi salah satu rujukan dunia. Konsepsi dan praktik kehidupan yang Pancasilais terutama harus diwujudkan dalam keseharian kaum elite. kesejahteraan yang tinggi. dan antara demokrasi dengan totaliterianisme. ia harus diperjuangkan untuk diterima kebenarannya melewati batas-batas negara bangsa kita sendiri. dan persatuan yang mantap dari seluruh rakyat Indonesia. Saya berpendapat. para . Tugas kaum terpelajarlah untuk mengartikulasikan keinginan rakyat untuk maju dengan mewarnai Pancasila yang memiliki rumusan tajam di segala bidang untuk menjawab tantangan yang sedang dihadapi bangsa dan negara kita. Sebagai ideologi nasional. Saat itulah Pancasila berpotensi untuk diterima oleh bangsa-bangsa lain di dunia. “terbuka” terhadap suatu perubahan yang datangnya dari luar. para pemimpin.l Reformasi socio-moral yg berdasarkan ideologi pancasila berarti akan menciptakan : a. kondisi itu adalah hal yang mungkin terjadi yang perlu diwujudkan. menjadi mission sacre kita sebagai suatu bangsa. Hanya dengan mencapai kondisi bangsa yang maju. walaupun nilai-nilai dasar yang terkandung di dalamnya tidak berubah.

Jelaskan pengertian reformasi sosio-moral! DAFTAR BACAAN Alfian. 1978. E.2008 Unhas. Jelaskan peranan Ideologi dalam Kehidupan Bermasyarakat. Universitas Hasanuddin.Makassar.Pendidikan Pancasila Bunga Rampai .2004 Tim Dosen Kewarganegaraan Hasanuddin. 1978. SOAL LATIHAN Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini : 1. Isme-isme Dewasa ini.li penguasa. Jakarta. Pendidikan Kewarganegaraan. Fogel.William.STIMIK DIPANEGARA .Makassar.2003 Tim Dosen Pancasila Unhas. Jelaskan perbandingan pancasila dengan ideology lainnya didunia! 4. berbangsa dan bernegara Tim Dosen Pancasila Unhas. Penerbit Erlangga. 1991.E. Pemikiran Dan Perubahan Politik Indonesia. Pancasila sebagai ideology dalam berbagai bidang Kehidupan bermasyarakat. Jelaskan pengertian ideology dan dimensi-dimensinya! 2.Jakarta BP-7 Pusat Jakarta. Universitas .Makassar. Gramedia. Berbangsa dan Bernegara! 3.Pendidikan Pancasila Perguruan Tinggi. para pengusaha.man. dan kaum terpelajar Indonesia untuk menjadi pelajaran masyarakat luas.

lii

BAB IV IDENTITAS NASIONAL
PENDAHULUAN A. Latar belakang Situasi dan kondisi masyarakat dewasa ini menjadikan kita prihatin dan merasa ikut bertanggung jawab atas tercabik-cabiknya Indonesia serta kerusakan social yang menimpah masyarakatnya.Bangsa Indonesia yang dahulu dikenal sebagai “het zachste volk ter aarde” dalam pergaulan antarbangsa, kini sedang mengalami bukan saja krisis identitas, melainkan juga krisis dalam berbagai dimensi kehidupan yang melahirkan instabilitas yang berkepanjangan semenjak reformasi digulirkan tahun 1998 (Koento W:2005) Identitas Nasional saat ini bukan lagi menjadi suatu kebanggaan bagi bangsa Indonesia. Saat ini Indonesia tidak hanya mengalami krisis multidimensi, namun juga mengalami krisis dalam berbagai aspek kehidupan yang melahirkan suatu instabilitas yang berkepanjangan semenjak reformasi digulirkan. Akibat dari semakin biasnya nilai-nilai yang terkandung dalam Identitas Nasional yang tertanam pada diri setiap warga negara Indonesia telah menjadikan situasi dan kondisi masyarakat semakin memprihatinkan dalam berbagai bidang kehidupan, seperti ekonomi, politik, budaya, social dan sebagainya.

liii Masyarakat Indonesia yang dahulu dikenal sebagai suatu bangsa yang memiliki budi yang luhur, sopan santun yang tinggi, kerukunan, idealisme, toleransi, solidaritas social dan gotong royong, telah hilang akibat semakin derasnya arus modernisasi dan globalisasi yang menerjang bangsa Indonesia. Hal ini mengakibatkan bangsa Indonsia semakin berada dalam keterpurukan. Krisis moneter disusul krisis ekonomi dan politik yang akar-akarnya tertanam pada krisis moral dan menjalar pada krisis budaya, menjadikan masyarakat kita kehilangan orientasi nilai. Masyarakat Indonesia yang dikenal ramah, hancur porak-poranda ,kemudian menjadi kasar, serta gersang dalam kemiskinan budaya dan kekeringan spiritual. “social terrorism” muncul dan berkembang di sana-sini dalam fenomena pergolakan fisik, pembakaran, dan penjarahan yang disertai pembunuhan sebagaimana terjadi di Poso, Ambon, dan bom bunuh diri di berbagai tempat yang disiarkan secara luas, baik oleh media massa di dalam maupun di luar negeri. Semenjak pergolakan antaretnis di Kalimantan Barat, bangsa Indonesia di forum internasional dilecehkan sebagai bangsa yang telah kehilangan peradabannya. Kehalusan budi, sopan santun dalam sikap dan perbuatan, kerukunan, toleransi, serta solidaritas social, idealisme,dan sebagainya telah hilang hanyut karena derasnya arus modernisasi dan globalisasi yang penuh paradoks. Berbagai lembaga kocar-kacir semuanya dalam malfungsi dan disfungsi. Trust atau kepercayaan terhadap sesama, baik vertical maupun horizontal telah lenyap dalam kehidupan bermasyarakat. Identitas nasiional kita dilecehkan dan dipertanyakan ekistensinya. Krisis multidimensi yang sedang melanda masyarakat menyadarkan kita semua bahwa pelestarian budaya sebagai upaya untuk mengembangkan identitas nasional telah ditegaskan sebagai komitmen konstitusional, sebagaimana telah dirumuskan oleh para pendiri Negara dalam pembukaan UUD 1945 yang intinya adalah memajuan kebudayaan Indonesia. Dengan demikian, secara konstitusional pengembangan kebudayaan untuk membina dan mengembangkan Identitas Nasional telah diberi dasar dan arahnya. B. Ruang Lingkup Adapun ruang lingkup yang akan dijelaskan dari Identitas Nasional meliputi : Latar Belakang dan Pengertian Identitas Nasional, Muatan dan Unsur-unsur Identitas

liv Nasional, Keterkaitan Globalisasi dengan Identitas Nasional, Keterkaitan Integrasi Nasional dan Identitas Nasional, Paham Nasionalisme atau Paham Kebangsaan, Revitalisasi Pancasila Sebagai Pemberdayaan Identitas Nasionalisme B. Sasaran Pembelajaran Mahasiswa diharapkan mampu mengenali karasteristik identitas nasional sehingga dapat memiliki daya tangkal terhadap berbagai hal yang akan menghilangkan identitas nasional Indonesia.

Melalui pembelajaran ini mahasiswa diharapkan dapat : 1. Mengerti tentang Latar Belakang dan Pengertian Identitas Nasional; 2. Menjelaskan Muatan dan Unsur-Unsur Identitas Nasional; 3. Menjelaskan keterkaitan Globalisasi dengan Identitas Nasional; 4. Menjelaskan keterkaitan Integrasi Nasional dengan Identitas Nasional; 5. Menganalisis tentang Paham Nasionalisme atau Paham Kebangsaan sebagai paham yang mengantarkan pada konsep Identitas Nasional; serta 6. Menganalisis tentang Revitalisasi Pancasila sebagai Pemberdayaan Identitas Nasional

lv

URAIAN BAHAN PEMBELAJARAN

A. Pengertian Identitas Nasional Kata Identitas berasal dari bahasa Inggris “identity” yang memiliki pengertian harafiah ciri-ciri, tanda-tanda, atau jati diri yang melekat pada seseorang atau sesuatu yang membedakannya dengan yang lain. Dalam terminology antropologi ,Identitas adalah sifat khas yang menerangkan dan sesuai dengan kesadaran diri pribadi sendiri ,golongan sendiri,kelompok sendiri, komunitas sendiri, atau negara sendiri. Mengacu pada pengertian ini identitas tidak terbatas pada individu semata, tetapi berlaku pula pada suatu kelompok. Adapun kata nasional merupakan identitas yang melekat pada kelompok-kelompok yang lebih besar yang diikat oleh kesamaan-kesamaan, baik fisik, seperti budaya, agama dan bahasa maupun nonfisik, seperti keinginan, cita-cita, dan tujuan. Himpunan kelompokkelompok inilah yang disebut dengan istilah identitas bangsa atau identitas nasional yang akhirnya melahirkan tindakan kelompok (collective action) yang diwujudkan dalam bentuk organisasi atau pergerakan-pergerakan yang diberi atribut-atribut nasional. Kata nasional sendiri tidak bias dipisahkan dari kemunculan konsep nasionalisme.

Bila dilihat dalam konteks Indonesia maka Identitas nasional merupakan manifestasi nilai-nilai budaya yang tumbuh dan berkembang dalam berbagai aspek

lvi kehidupan dari ratusan suku yang “dihimpun” dalam satu kesatuan Indonesia menjadi kebudayaan nasional dengan acuan Pancasila dan roh “Bhineka Tunggal Ika” sebagai dasar dan arah pengembangannya. Dengan kata lain, dapat dikatakan bahwa hakikat identitas Nasional kita sebagai bangsa di dalam hidup dan kehidupan berbangsa dan bernegara adalah Pancasila yang aktualisasinya tercermin dalam penataan kehidupan dalam arti yang luas. Misalnya, dalam aturan perundang-undangan atau hukum, system pemerintahan yang diharapkan, serta dalam niai-nilai etik dan moral yang secara normative diterapkan di dalam pergaulan, baik dalam tataran nasional maupun internasional, dan sebagainya. Nilainilai budaya yang tercermin di dalam Identitas Nasional tesebut bukanlah barang jadi yang sudah selesai dalam kebekuan normative dan dogmatis, melainkan sesuatu yang “terbuka” yang cenderung terus-menerus bersemi karena hasrat menuju kemajuan yang dimiliki oleh masyarakat pendukungnya. Konsekuensi dan implikasinya adalah bahwa identitas nasional adalah sesuatu yang terbuka untuk ditafsirkan dengan diberi makna baru agar tetap relevan dan fungsional dalam kondisi aktual yang berkembang dalam masyarakat. B. Muatan dan Unsur-Unsur Identitas Nasional a. Muatan Unsur-Unsur Identitas Nasional Muatan Identitas Nasional dapat digambarkan sebagai berikut:

Pandangan Hidup Bangsa Kepribadian bangsa Filsafat Pancasila

Dasar Negara

Norma Peraturan

Rule of Law

Hak dan Kewajiban WN Demokrasi dan HAM

Unsur-unsur Identitas Nasional Identitas Nasional Indonesia merujuk pada suatu bangsa yang majemuk. Katolik. Filsafat Pancasila dan juga sebagai ideologi Negara. dan bahasa. 2) Agama bangsa Indonesia dikenal sebagai masyarakat yang agamis. Di Indonesia terdapat banyak sekali suku bangsa atau kelompok etnis dengan tidak kurang 300 dialek bahasa. . Kemajemukan itu merupakan gabungan dari unsur-unsur pembentuk identitas. Dengan demikian Identitas Nasional mempunyai kedudukan paling tinggi dalam tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara. b. Kristen. demokrasi serta hak asasi manusia yang berkembang semakin dinamis di Indonesia. Dengan kata lain juga merupakan dasar Negara yang merupakan norma peraturan (Rule of Law) yang harus dijunjung tinggi oleh semua warga Negara tanpa terkecuali. Norma peraturan ini mengatur mengenai hak dan kewajiban warga Negara.Agama-agama yang tumbuh berkembang di Nusantara adalah agama Islam.lvii Etika Politik Geopolitik Indonesia Deostrategi Ketahanan Dari gambaran tersebut. Kepribadian Bangsa. 1) Suku bangsa adalah golongan social yang khusus bersifat askriptif (ada sejak lahir) yang sama coraknya dengan golongan umur dan jenis kelamin. agama.termasuk disini adalah tatanan hukum yang berlaku di Indonesia. Hal ini akhirnya menjadi etika Politik yang kemudian dikembangkan menjadi konsep geopolitik dan geostrategi Ketahanan Nasional di Indonesia. Hindu. kebudayaan. yaitu suku bangsa. bisa dikatakan bahwa Identitas Nasional adalah merupakan Pandangan Hidup Bangsa.

dan Kong Hu Cu. dalam hal ini adalah pancasila yang merupakan Falsafat Bangsa. Bendera Negara. lambing negara. Dari Unsur-unsur Identitas Nasional tersebut dapat dirumuskan pembagiannya menjadi tiga bagian yaitu : 1) Identitas Fundamental. tetapi sejak pemerintahan Presiden Abdurrahman Wahid. Agama Kong Hu Cu pada masa orde baru tidak diakui sebagai agama resmi negara. bahasa. Identitas Instrumental. Bahasa Indonesia. 3) Identitas Alamiah. dan Ideologi Negara. yang bersisi UUD 1945 dan Tata Perundangannya. budaya. Lambang Negara. istilah agama resmi dihapuskan. Dasar Negara. Lagu Kebangsaan “Indonesia Raya”. 2) Identitas Instrumental.lviii Buddha. yaitu Pancasila yang merupakan Falsafah Bangsa. yang meliputi Negara kepulauan (archipelago) dan pluralisme dalam suku. Bahasa dipahami sebagai system perlambang yang secara arbitrer dibentuk atas unsur-unsur bunyi ucapan manusia dan yang digunakan sebagai sarana berinteraksi antar manusia. Bendera Kebangsaan Indonesia Merah Putih . dan Ideologi Negara. 4) Bahasa merupakan unsur pendukung identitas nasional yang lain. yaitu identitas sebagai alat untuk menciptakan Indonesia yang dicita-citakan. 3) Kebudayaan adalah pengetahuan manusia sebagai makhluk social yang isinya perangkat-perangkat atau model-model pengetahuan yang secara kolektif digunakan oleh pendukung-pendukungnya untuk menafsirkan dan memahami lingkungan yang dihadapi dan digunakan sebagai rujukan atau pedoman untuk bertindak (dalam bentuk kelakuan dan benda-benda kebudayaan) sesuai dengan lingkungan yang dihadapi. Alatnya berupa UUD 1945. bahasa Indonesia. dan lagu kebangsaan. Dasar Negara. serta agama dan kepercayaan Identitas Nasional Indonesia yang bersifat pluralistic (ada keanekaragaman) baik menyangkut sosio-kultural maupun religiositas terbagi atas : • • Identitas fundamental/ideal.

kepribadian. tetapi merupakan penjelman dari cita-cita tinggi yang terkandung dalam jiwa bangsa Indonesia. 3.dan sekaligus sebagai peluang bagi bangsa Indonesia untuk berkreasi dan berinovasi disegala aspek kehidupan. Identitas alamiah. Wujud lambing negara Indonesia adalah sebagai nerikut : 1. satu di tengah dan empat di tepi.tantangan. Lambang Negara Republik Indonesia Lambang negara Garuda Pancasila menggambarkan kedaulatan. sedangkan kepalanya menghadap kanan. 2. bahasa. dan kepercayaan. Globalisasi Adanya Era globalisasi dapat berpengaruh terhadap nilai-nilai budaya bangsa Indonesia. Nilai-ninlai tersebut. juga mencakup di dalamnya identitas religiulitas dan sosio-kultural yang meliputi pluralistic dalam suku. Semua ini merupakan ancaman. Era Globalisasi tersebut mau tidak mau. • Identitas alamiah. Keterkaitan Globalisasi Dengan Identitas Nasional a. . Kaki burung mencengkeram sebuah pita yang sedikit melengkung ke atas. suka tidak suka telah datang dan menggeser nilai-nilai yang telah ada. Pada pita itu tertulis “Bhineka Tunggal Ika” yang berarti walaupun berbedabeda tetap satu jua. Indonesia merupakan negara kepulauan. C. ada yang bersifat positif dan ada pula yang bersifat negative. Pada dadanya digantungsebuah perisai yang dibagi menjadi lima ruang. seekor burung garuda yang berdiri tegak dengan mengembangkan sayapnya ke kanan dan ke kiri. budaya. dan kemegahan negara Indonesia.lix Bendera Merah Putih bukanlah semata-mata sebagai benda untuk keindahan belaka. agama. Lagu Kebangsaan Indonesia Raya Lagu kebangsaan Indonesia Raya menggambarkan semangat cinta tnah air dan kegagahan serta kebenaran.

berarti etika dan moral telah dikesampingkan. akan menggagu ketahanan disegala aspek kehidupan. serta 2) semakin menonjolnya sikap materialistis. intensitas hubungan masyarakat antara satu Negara dengan Negara yang lain menjadi semakin tinggi. batas wilayah tidak lagi menjadi penghalang. Apabila ini terjadi. Untuk membendung arus globalisasi yang sangat deras tersebut maka harus diupayakan suatu kondisi (konsepsi) agar ketahanan nasional dapat terjaga. Jika semua ini tidak dapat dibendung. Apabila proses ini tidak segera dibendung. Pengaruh negative akibat proses akulturasi dapat merongrong nilai-nilai yang telah ada di dalam masyarakat. Dengan demikian. Di dalam pergaulan antarbangsa yang semakin kental itu. akan berakibat lebih serius ketika pada puncaknya masyarakat tidak bangga lagi pada bangsa dan negaranya. Adapun yang perlu dicermati dalam proses akulturasi tersebut. b. yaitu mengutamakan kepentingan pribadi di atas kepentingan umum. saling meniru dan saling mempengaruhi diantara budaya masing-masing. Keterkaitan Globalisasi Dengan Identitas Nasional Dengan adanya globalisasi. apakah dapat melunturkan tata nilai yang merupakan jati diri bangsa Indonesia? Lunturnya tata nilai tersebut biasanya ditandai oleh dua faktor yaitu : 1) semakin menonjolnya sikap individualistis. Batas antarnegara hampir tidak ada artinya. bahkan akan berpengaruh pada kredibilitas sebuah ideologi. yang berarti harkat dan martabat manusia hanya diukur dari hasil atau keberhasilan sesorang dalam memperoleh kekayaan. kecenderungan . akan terjadi proses akulturasi. Arus informasi yang semakin pesat mengakibatkan akses masyarakat tehadap nilainilai asing yang negative semakin besar.lx Di era globalisasi. hal ini bertentangan dengan asas gotong royong. Hal ini bisa berakibat bagaiman cara memperolehnya menjadi tidak dipersoalkan lagi. pergaulan antar bangsa semakin ketat. yaitu dengan cara membangun sebuah konsep nasionalisme kebangsaan yang mengarah kepada konsep Identitas Nasional.

Pada akhirnya. peredaran dokumen keimigrasian palsu. Ambon. Kalimantan Barat. Keterkaitan Intergrasi Nasional Dan Identitas Nasional Masalah integrasi nasional di Indonesia sangat kompleks dan multidimensional. khususnya bagi generasi penerus bangsa. dan tentram. dan Papua merupakan cermin belum terwujudnya integrasi nasional yang diharapkan. kesatuan. Untuk mewujukan. Hal ini ditunjukkan dengan semakin merajalelanya peredaran narkotika dan psikotropika sehingga sangat merusak kepribadian dan moral bangsa. Masalah-masalah tersebut berpengaruh terhadap nilai-nilai budaya bangsa yang selama ini dijunjung tinggi. dan terorisme. antara lain terkait dengan masalah narkotika. bahasa dan sebagainya. . diperlukan keadilan dan kebajikan yang diterapkan oleh pemerintah dengan tidak membedakan ras. upaya membangun keadilan. Upaya pembangunan dan pembinaan integrasi nasional ini perlu karena pada hakekatnya integrasi nasional menunjukkan kekuatan persatuan dan kesatuan bangsa yang diinginkan. Konflik yang terjadi di Aceh. pencucian uang (money laundering). upaya lain yang dilakukan. agama. seperti banyaknya keterlibatan pemerintah dalam menentukan komposisi dan mekanisme parleman. bahkan akan menyebabkan lunturnya nilai-nilai Identitas Nasional. Kejahatankejahatan tersebut. Adapun keterkaitan integrasi nasional dengan Identitas Nasional adalah bahwa adanya integrasi nasional dapat menguatkan akar dari Identitas Nasional yan sedang dibangun. suku. persatuan dan kesatuan bangsa inilah yang dapat lebih menjamin terwujudnya negara yang makmur. Sebenarrnya. Di samping itu. Jika hal tersebut tidak dibendung akan menggagu terhadap ketahanan nasional di segala aspek kehidupan.lxi munculnya kejahatan yang bersifat transnasional semakin sering terjadi. Dengan demikian. D. dan persatuan bangsa merupakan bagian dari upaya membangun dan membina stabilitas politik. aman. upaya integrasi nasional dengan strategi yang mantap perlu terus dilakukan agar terwujud integrasi bangsa Indonesia yang diinginkan.

mantap. walaupun hal ini sangat sulit untuk dicapai. Dalam hal ini. Pembenahan Hukum Nasional Pembenahan hokum nasional merupakan langkah nyata penghapusan diskriminasi di dalam kehidupan berbangsa dan bernegara di RI. Penghapusan segala bentuk diskriminasi ini merupakan langkah konkret penegakan supremasi hokum. Berbagai bentuk diskriminasi ini dapat dilihat dalam wujud diskriminasi agama.lxii Maka. Untuk itu. dan actual. maka sebenarnya kita telah melakukan proses yang begitu “hebat”. sifat kedaerahan yang cenderung separatis ini menjadi penyebab dari tak terwujudnya integrasi nasional di dalam diri masyarakat Indonesia. Upaya-upaya perwujudan integrasi nasional. Kesamaan persepsi merupakan solusi yang tepat. yaitu : Persamaan Persepsi Dalam integrasi nasional diperlukan persamaan persepsi di antara segenap masyarakat mengenai adanya keragaman dan memunculkan semangat untuk membina kehidupan bersama secara harmonis dengan prinsip mementingkan kepentingan bersama daripada individu. masyarakat selalu membanggakan daerahnya masing-masing. integrasi nasional harus mendapatkan perhatian seriusdan upaya perwujudan yang strategis. Karena kita telah berhasil meruntuhkan bangunan ego yang telah mengakar. social-ekonomi. Dengan terhapusnya diskriminasi tersebut. karena melibatkan pertarungan ego yang sungguh rumit. mereka hanya bisa mengatakan bahwa hal tersebut adalah urusan pemerintah. Asimilasi Upaya ini bertujuan untuk meminilisasi sifat-sifat kedaerahan sukuisme yang dianut sebagian besar masyarakat Indonesia. akan berdampak bagi proses mempertahankan integrasi nasional. ketika kita telah berhasil dan mengatakan “kesamaan persepsi”. Namun. Karena salah satu faktor perekat bagi integrasi nasional adalah kesetaraan antara warga negara di mata hokum dan pemerintahan. Asimilasi . dan adanya diskriminasi terhadap perempuan. diskriminasi merupakan musuh bersama bagi warga negara bangsa Indonesia.

Jika integrasi nasional terwujud dengan upaya-upaya di atas. yakni sebagai alat untuk memutuskan/mempermudah jalannya penerapan kebijakan pemerintah. integrasi nasional menguatkan akar dari Identitas Nasional yang sedang dibangun. yakni persatuan dan kesatuan bangsa dan negara. Dalam situasi perjuangan kamerdekaan dari kolonialisme itu. maka Identitas Nasional sebagai manifestasi nilai-nilai budaya yang dihimpun dalam satu kesatuan tentu akan semakin kukuh dan relevan. Di kalangan bangsa-bangsa yang tertindas kolonialisme. Dalam upaya melayani masyarakat. kebutuhan. Ada 3 tuntutan terhadap birokrasi berkaitan dengan integrasi nasional. seperti Indonesia salah satunya. Paham Nasionalisme Kebangsaan Dalam perkembangan peradaban manusia. dibutuhkan suatu konsep sebagai dasar pembenaran rasional dari tuntutan terhadap penentuan nasib sendiri yang dapat mengikat keikutsertaan semua orang atas . yaitu : Harus peka terhadap tuntutan. dan kepuasan kualitatif rakyat dan pola pelayanannya. lahir semangat untuk mandiri dan bebas untuk menentukan masa depannya sendiri. Harus berani terbuka dan mengakui unsure modernisasi dari proses social politik.lxiii memperbaiki anggapan masyarakat dan menciptakan kebersamaan sebagai suatu jalan untuk mewujudkan integrasi nasional dan mewujudkan Indonesia itu sendiri. Meningkatkan kualitas pengabdian birokrasi Birokrasi seharusnya tetap solid tetapi dinmis dalam merespon perubahan. Paham Nasionalisme Atau Paham Kebangsaan a. Hal ini dimulai dari tumbuhnya kesadaran untuk menentukan nasib sendiri. Karena pada dasarnya. prestasi. interaksi sesame manusia berubah menjadi bentuk yang lebih kompleks dan rumit. Penataan Birokrasi Birokrasi sebagai komponen yang menentukan dalam integrasi nasional harus kembali pada fungsi awalnya. bukan malah menjadi tangan panjang dari pejabat pemerintah untuk dilayani oleh masyarakat. E.

dapat dikatakan bahwa Paham Naasional atau Kebangsaan adalah sebuah situasi kejiwaan ketika kesetiaan seseorang secara total diabdikan langsung pada negara bangsa atas nama sebuah bangsa. selanjutnya mengkristal dalam konsep paham ideology kebangsaan yang biasa disebut dengan nasionalisme. kecurigaan di antara para tokoh pergerakan yang telah tumbuh disaat-saat menjelang kemerdekaan berkembang menjadi pola ketegangan politik yang lebih permanen antara Negara melalui figur nasionalis Soekarno disatu sisi. b. Munculnya nasionalisme terbukti sangat efektif sebagai alat perjuangan bersama merebut kemerdekaan dari cengkeraman colonial. Paham Nasionalisme Kebangsaan Sebagai Paham Yang Mengantarkan Pada Konsep Identitas Nasional Paham Nasionalisme atau paham Kebangsaan terbukti sangat efektif sebagai alat perjuangan bersama merebut kemerdekaan dari cengkeraman kolonial. Dasar pembenaran tersebut. Semangat nasionalisme dipakai sebagai metode perlawanan secara efektif oleh para penganutnya. Marxisme dan Nasionalisme Indonesia. yaitu paham keislaman. dengan para tokoh yang mewakili pemikiran Islam (sebagai agama terbesar pemeluknya di Indonesia) dan Marxisme di sisi yang lain. Seiring dengan naiknya pamor Soekarno ketika menjadi Presiden pertama RI. dan gabungan keduanya yang menjadi konsep negara bangsa (nation state) sebagai komponen-komponen yang membentuk Identitas Nasional atau Kebangsaan. sebagaimana yang disampaikan oleh Larry Diamond dan Marc F. Para pengikut nasionalisme tersebut berkeyakinan bahwa persamaan cita-cita yang mereka miliki dapat diwujudkan dalam sebuah identitas politik atau . Dalam konteks ini.Plattner bahwa para penganut nasionalisme dunia ketiga secara khas menggunakan retronika antikolonialisme dan antiimperalisme.lxiv nama sebuah bangsa. Secara garis besar terdapat tiga pemikiran besar tentang nasionalisme di Indonesia yang terjadi pada masa sebelum kemerdekaan. Negara (state). Semangat nasionalisme diharapkan secara efektif dapat dipakai sebagai metode perlawanan dan alat identifikasi oleh para penganutnya untuk mengetahui siapa lawan dan kawan. lahir konsep-konsep lain seperti bangsa (nation). Dari sinilah.

lxv kepentingan bersama dalam bentuk sebuah wadah yang disebut bangsa (nation). Dengan demikian. Kemudian faham ini semakin berkembang paradikmanya hingga sekarang dengan munculnya konsep Identitas . Unsur persamaan tersebut dapat dijadikan sebagai identitas politik bersama atau untuk menentukan tujuan organisasi politik yang dibangun berdasarkan geopolitik yang terdiri atas populasi. atau berwatak chauvinism. menurutnya kebijakan ini merupakan pihak terbaik bagi kemerdekaan ataupun bagi masa depan seluruh bangsa Indonesia.Semangat nasionalisme Soekarno tersebut mendapat respon dan dukungan luas dari kalangan intelektual muda didikan Barat. etnis. Selain itu. Munculnya paham atau paham kebangsaan indonesia tidak bisa dilepaskan dari situasi sosial politik dekade pertama abad ke-20. bangsa atau nation merupakan suatu wadah yang didalamnya terhimpun orangorang yang mempunyai persamaan keyakinan dan persamaan lainnya yang mereka miliki. seperti ras. pengakuan luar negeri. dan tidak agresif sebagaimana nasionalisme yang dikembangkan di Eropa.semisal Syahrir dan Mohammad Hatta. semangat tersebut diformulasikan dalam bentuk nasionalisme yang sesuai dengan kondisi masyarakat Indonesia. juga meyakinkan pihak-pihak yang bersebrangan pandangan bahwa kelompok nasional dapat bekerja sama dengan kelompok mana pun. baik golongan Islam maupun Marxis. bercorak ketimuran. Sekalipun Soekarno seorang Muslim. dan pemerintahan yang permanen yang disebut negara atau state. Soekarno menggungkapkan keyakinan watak nasionalisme yang penuh nilai-nilai kemanusiaan. Cit-cita bersama untuk merebut kemerdekaan menjadi semangat umum di kalangan tokoh-tokoh pegeakan nasional. Kemudian. Pada waktu itu semangat menentang kolonialisme Belanda mulai bermuculan di kalangan pribumi. agama. seperti ketentuan-ketentuan perbatasan territorial. bahasa. pemerintah yang sah. dan budaya. dan sebagainya. tidak sekadar mendasarkan pada perjuangan Islam. Menurut penganutnya. paham Nasionalisme di Indonesia yang disampaikan oleh Soekarno bukaknlah nasionalisme yang bewatak sempit. geografis. Nation state atau negara bangsa merupakan sebuah bangsa yang memiliki bagunan yang memiliki bangunan politik (political building). sekedar meniru dari Barat. Nasiaonalisme yang dikembangkan Soekarno bersifat toleran.

yakni adanya perdebatan panjang tentang paham nasionalisme keangsaan ketika para founding father bangsa ini mempunyai kesepakatan perlunya paham nasionalisme kebangsaan. tetapi mereka berbeda pendapat mengenai masalah nilai atau watak nasionalisme Indonesia. Dengan Pancasila dapat dijadikan dasar dan arah dalam upaya untuk mengatasi krisis dan disintegrasi yang cenderung sudah menyentuh kesemua segi dan sendi kehidupan.lxvi Nasional.bahkan lebih penting daripada aspek having dalam kerangka . kontra produktif. Artinya moralitas yang tidak didukung oleh kehidupan hukum yang kondusif akan menjadi subjektivitas dengan satu sama lain akan saling berbenturan.religiusitas. dan bertentangan dengan nilai-nilai pancasila itu sendiri. moralitas Pancasila sebagaimana manifestasi Identitas Nasional pada giliranyaharus diarahkan pula pada pembinaan dan pengembangan moral. Antara moralitas dan hukum memang terdapat korelasi yang sangat erat. perlu disadari bahwa moralitas Pancasila akan menjadi tanpa makna dan hanya menjadi “karikatur” apabila tidak disertai dukungan suasana dibidang hukum secara kondusif. ada yang perlu diperhatikan di sini. ketentuan hukum yang dibuat tanpa disertai dasar dan alasan moral. penyelenggaraan MPK maka harus dikaitkan dengan wawasan: 1) Spiritual. 2) Akademis.akan melahirkan suatu legalisme yang represif. Revitalisasi Pancasila Sebagai Pemberdayaan Identitas Nasional a.moral.sebagai dasar dan arah pengembangan suatu profesi. F. untuk meletakkan landasan etika.Sehubungan dengan ini. Revitalisasi Pancasila Revitalisasi demikian. untuk menunjukkan bahwa MPK merupakan aspek being yang tidak kalah pentingnya.Sebaliknya. Walaupun demikian. bisa dikatakan bahwa paham Nasionalisme atau Kebangsaan disini adalah merupakan refleksi dari Identitas Nasional. Dalam merevitalisasi Pancasila sebagai manifestasi Identitas Nasional.

diharapkan mampu untuk segera beradaptasi dengan perubahan yang terus menerus terjadi dalam masyrakat moderen. Realitas : bahwa nilai-nilai yang terkandung didalamnya dikonsentrasikan sebagai cerminan kondisi objektif yang tumbuh dan berkembang dalam masyarakat kampus utamanya .juga mampumenjari jalan keluar sendiri dalam mengatasi setiap tantangan yang dihadapi. untuk menyadarkan bahwa manusia dan bangsa di masa kini siap menghadapi dialektika perkembangan dalam masyarakat dunia yang “terbuka”. b. Fleksibilitas : bahwa pancasila bukanlah barang jadi yang sudah selesai dan tertutup atau menjadi sesuatu yang sacral. suatu rangkaian nilai-nilai yang bersifat sein im sollen dan das sollen im sein. serta bangga dan respek pada jati diri bangsanya yang memiliki ideology tersendiri. Idealitas : bahwa idealisme yang terkandung didalamnya bukanlah bsekedar utopis tanpa makna.Disamping itu.Hal ini dapat dilakukan melalui seminaratau gerakan dengan tema revitalisasi pancasila.melainkan terbuka bagi tafsir-tafsir baru untuk memenuhi kebutuhan zaman yang terus menerus berkembang. 2. serta 4) Mondial. 3.untuk menumbuhkan kesadaran nasionalismenya agar dalam pergaulan antar bangsa tetap setia pada kepentingan bangsanya.lxvii persiapan SDM yang bukan sekedar instrument. 3) Kebangsaan.relevan.melainkan sebagai subjek pembaharuan dan pencerahan.serta .melainkan diobjektivasikan sebagai kata kerja untuk membangkitkan gairah dan optimisme warga masyarakat agar melihat masa depan secara prospektif.serta dieksplorasikan dimensi-dimensiyang melekat padanya uyang meliputi: 1.Selain itu.perlu ditempuh melalui revitalisasi pancasila. Pemberdayaan Identitas Nasional Dalam rangka pemberdayaan Identitas Nasional.Revitalisasi sebagai manifestasi Identitas Nasional mengandung makna bahwa pancasila harus diletakkan dalam keutuhannya dengan pembukaan.Dengan demikian tanpa kehilangan nilai hakikinya pancasila menjadi tetap actual.serta menuju hariesok yang lebih baik.

lxviii fungsional sebagai tiang-tiang penyangga bagi kehidupan bangsa dan Negara dengan jiwa dan semangat”Bhinneka Tunggal Ika”. Dengan kemampuan refleksinya. Namun. agar identitas Nasional dapat dipahami oleh masyrakat sebagaipenerus tradisi nilai-nilai yang diwariskan oleh nenek moyang maka pemberdayaan nilai ajarannya harus bermakna. Perlu disadari bahwa umat manusia masa kini hidup di abad XXI. Nilai-nilai budaya yang diajarkan oleh nenek moyang tidak hanya diwarisi dengan barang sudah “jadi” yang berhenti dalam kebekuan normative. Dalam kondisi kehidupan bermasyarakat dan b erbangsa yang sedang dilanda krisis dan disintegrasi. sinisme.dalam arti relevan dan fungsional bagi kondisi actual yang sedang berkembang dalam masyarakat. Pancasila pun tidak terhindar dari berbagai macam gugatan. juga nilai-nilai spiritual yang dianggap sacral. tetapi harus diperjuangkan serta terus-menerus ditumbuhkan dalam dimensi ruang dan waktu yang terus berkembang dan berubah. serta pelecehan terhadap kedibilitas dirinya sebagai dasar Negara ataupun sebagai manisfestasi Identitas Nasional. Kesasihan tradisi. . yaitu zaman baru yang sarat dengan nilai-nilai baru yang tidak saja berbeda. manusia menjadikan rasio sebagai mitos. Abad XXI sebagai zaman baru mengandung arti sebagai zaman ketika umat manusia semakin sadar untuk berfikir dan bertindak secara baru. atau sebagai sarana yang andal dalam bersikap dan bertindak dalam memecahkan masalahmasalah yang dihadapi dalam kehidupan. tetapi juga bertentangan dengan nilai-nilai lama sebagaimana diwariskan oleh nenek moyang dan dikembangkan para pendiri Negara ini. kini dikritisi dan dipertanyakan berdasarkan visi dan harapan tentang masa depan yang lebih baik. perlu segera disadari bahwa tanpa suatu “platform” dalam format dasar Negara atau idiologi. mustahil suatu bangsa akan dapat survive menghadapi berbagai tantangan dan ancaman yang menyertai derasnya arus globalisasinya yang melanda seluruh dunia yang otonom. Dengan demikian.

tetapi juga sebuah pilihan yang rasional dan emosional . nilai-nilai yang ada tersebut harus digali dulu. Semua nilainilai ini sangat berarti dalam memperkuat rasa nasionalisme bangsa. perlu perjuangan dan ketekunan untuk menentukan nilai. tetapi juga segi konstekstualnya dieksplorasikan sebagai referensi kritik sosial terhadap berbagai penyimpangan yang melanda masyarakat dewasa ini. letak arti pentingnya pelaksanaan MPK dalam kerangka pendidikan tinggi untuk menembangkan dialog budaya dan budaya dialog untuk mengantarkan lahirnya generasi penerus yang sadar dan tedidikn dengan wawasan nasional yang menjangkau jauh ke masa depan. yaitu nilai-nilai kejujuran. Untuk membentuk jati diri. berani mengambil resiko. Untuk itu. secara lngsung akan memperlihatkan jati diri bangsa yang pada akhirnya mewujudkan Identitas Nasional. seperti gotong royong. rasa. Dengan adanya saling pengertian di antara satu dengan yang lain. dan karsa.lxix Melalui revitalisasi Pancasila sebagai wujud pemberdayaan Identitas Nasional inilah. Identitas Nasional dalam alur rasional-akademik tidak saja diartikan secara tekstual. serta adanya kesepakatan di antara sersama. juga saling menghargai dan menghormati. betanggunug jawab. harus dimulai dari pengembangan nilai-nilai. misalnya nilai-nilai lainnya. untuk mengembangkan jati diri bangsa. Sementara itu. cipta. Di sinilah. (Soemaro. yang di dalam pergaulan antarbangsa dahulu dikenal ebagai bangsa yang paling “halus” atau sopan di bumi “het zashte volk ter aarde”. MPK harus dimanfaatkan ntuk mengembalikan Identitas Nasional bangsa. Soedarsono). (Wibisono Koento: 2005) Dari nilai-nilai budaya tersebut. persatuan dan kesatuan. keterbukaan. lahir asumsi dasar bahwa menjadi bangsa Indonesia tidak sekedar masalah kelahiran saja.

kita harus memanfaatkan dampak positif dari era globalisasi dan menolak hal-hal akibat adanya era globalisasi yang dapat mengancam Identitas Nasional bangsa Indonesia. kita juga harus menaati aturan dan norma yang telah ditetapkan oleh pemerintah menyangkut budaya asing yang dapat mengancam Identitas Nasional. dan paham-paham luar yang dapat mengancam Identitas Nasional bangsa Indonesia. dan harus berpatokan pada nilai-nilai agama atau spiritual yang merupakan salah satu cara untuk membentengi diri dari pengaruh negative pada era globalisasi.lxx PENUTUP Cara untuk mempertahankan Identitas Nasional. namun juga dapat menimbulkan dampak positif bagi bangsa Indonesia dengan adanya kemajuan teknologi yang sedang meningkat dengan pesat. Walaupun hal ini sangat sulit karena setiap orang mempertahankan egonya masing-masing. Selain itu yang perlu kita sadari bahwa pengaruh globalisasi tidak hanya mendatangkan dampak negative. yaitu : Mengusahakan persamaan persepsi dalam hal memunculkan semangat untuk membina kehidupan bersama yang harmonis. namun sebagai masyarakat . Oleh karena itu. aman. yaitu setiap warga negara seharusnya menanamkan kesadaran dalam diri mereka untuk bisa memfilter informasi. Upaya-upaya yang dapat ditempuh untuk dapat menciptakan integrasi nasional. budaya. Selain itu. dan tenteram.

maka kita harus merasa bangga pada apa yang telah ditinggalkan oleh mereka. Revitalisasi pancasila harus dilakukan dalam dua tingkatan. Dengan demikian. Gotong royong bisa dijadikan “mascot” dalam rangka revitalisasi pancasila. sopan santun.lxxi Indonesia kita harus dapat mengalahkan ego yang ada pada diri kita demi kepentingan bersama. Karena itu. Sebagai bangsa Indonesia kita harus dapat mempertahankan dan melestarikan Identitas Nasional bangsa Indonesia. revitalisasi pancasila harus dimulai dengan membangkitkan kegairahan dan optimisme public. yang akan mewujudkan suatu persatuan di antara perbedaan-perbedaan yang ada. solidaritas social. Oleh karena itu. Selain itu. kita sebagai bangsa Indonesia harus mengembangkan dan mencari kembali nilai-nilai luhur yang pernah ada yang menggambarkan identitas atau jati diri sebagai bangsa Indonesia. gotong royong bisa menjadi “nafas” bagi representasi pancasila. Sedangkan dalam tatanan praksis. maka bangsa Indonesia tidak akan terpecah-pecah pada kelompokkelompok yang saling berbeda atau bertentangan. upaya lain yang dapat dilakukan adalah dengan mewujudkan integrasi nasional bangsa Indonesia. sebagai wujud penghargaan kita pada pahlawan bangsa yang telah mengorbankan jiwa dan raga mereka. Identitas Nasional dapat terus dipertahankan dan dilestarikan sebagai suatu kebangganan bangsa Indonesia. yaitu pada tataran ide dan praksis. dengan adanya rasa cinta tanah air dan bangga akan Identitas . Dalam tataran ide. dan sebagainya. Upaya-upaya yang dapat dilakukan oleh bangsa Indonesia untuk dapat memberdayakan Identitas Nasional bangsa Indonesia yaitu dengan cara menggali kembali nilai-nilai dasar atau muatan-muatan yang terkandung dalam Identitas Nasional. utamanya menyangkut relasi penyelenggaraan negara dan masyarakat. Melakukan pembinaan hokum bersama Mewujudkan asimilasi untuk menghindari munculnya sikap etnosentris yang dapat memunculkan suatu perselisihan dengan suku atau budaya lain. Kita harus menyadari bahwa kemerdekaan yang telah kita raih saat ini adalah melalui perjuangan keras pahlawan bangsa yang bertujuan untuk menciptakan keadaan yang lebih baik dari masa penjajahan pada generasi selanjutnya. karena dengan adanya integrasi nasional. seperti gotong royong. yaitu Identitas Nasional. Penataan birokrasi. hal yang paling penting dilakukan adalah menjawab sikap alergi masyarakat terhadap pancasila.

2005. M. 2005. Makalah disampaikan pada kursus Calon Dosen Pendidikan Kewarganegaraan yang diselenggarakan oleh Depdiknas Dirjen Dikti di Jakarta pada tanggal 12-23 Desember 2005 Sastrapratedja. Darmodiharjo. Yogyakarta . Makalah disampaikan pada Kursus Calon Dosen Pendidikan kewarganegaraan yang diselenggarakan oleh Dirjen Desember Soegito. Jelaskan pengertian nasionalisme dan hubungannya dengan identitas nasional! DAFTAR BACAAN Armawi. Jelaskan pengertian globalisasi dan hubungannya dengan identitas nasional! 4. Pembelajaran Berbasis Kompetensi (Implementasi KBK). Pengetahuan Politik dan Strategi. Geostrategic Indonesia. SOAL LATIHAN Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini : 1. Mansoer. Jelaskan unsur-unsur pembentukan identitas nasional! 3. Kaelan. AT. Makalah disampaikan pada Kursus Calon Dosen Pendidikan Keewarganegaraan yang diselenggarakan oeh Depdiknas Dirjen Dikti di Jakarta pada tanggal 12-23 Desember 2005. Chaidir.lxxii Nasional. Jelaskan pengertian identitas nasional! 2. Makalah disampaikan pada Kusus Calon dosen Pendidikan Kewarganegaraan yang diselenggarakan oleh Depdiknas Dirjen Dikti di Jakarta pada tanggal 12-13 Desember 2005. hak dan kewajiban warga Negara. Filsafat Pancasila sebagai filsafat bangsa dan Negara Indonesia. Universitas Sanata Dharma. Hamdan. Basri. tingkatkanlah rasa cinta tanah air dan bangga akan Identitas Nasional bangsa Indonesia. maka kita akan dapat melakukan suatu perubahan dn pembangunan di segala aspek kehidupan dengan tujuan kehidupan yang lebih baik bagi seluruh warga negara.2005. 2001. Maka. Makalah disapaikan pada kursus Calon Dosen Pendidikan Kewarganegaraan yang diselenggarakan oleh Depdiknas Dirjen Dikti di Jakarta pada tanggal 12-13 Desember 2005. Pancasila sebagai visi dan referensi kritik social. Darji. 1996. armaidy. 2005. Gramedia Pustaka Utama: Jakarta. Pokok-pokok Filsafat Hukum.

Winaputra Udin S. Pendidikan Kewarganegaraan. UUD 1945 mengalami 4 kali perubahan (amandemen).2008 Unhas. 2003. Dengan mempelajari proses di atas maka kita sebagai mahasiswa akan lebih memahami kedudukan Pancasila sebagai dasar .lxxiii Siswomiharjo. Tim Dosen Kewarganegaraan Hasanuddin. adalah konstitusi negara Republik Indonesia saat ini. di Indonesia berlaku Konstitusi RIS. Elex Media Komputindo.Makassar. Pada kurun waktu tahun 1999-2002. koento wibisono. Kelompok Gramedia: Jakarta. Makalah disampaikan pada kursus Calon Dosen Pendidikan Kewarganegaraan yang diselenggarakan oleh Depdiknas Dirjen Dikti di Jakarta pada tanggal 12-23 Desember 2005 Tim sosialisasi Penyemaian jati diri bangsa. akan dibahas lebih lanjut mengenai Undang-Undang Dasar 1945. yang merubah susunan lembagalembaga dalam sistem ketatanegaraan Republik Indonesia. 2005. membangun kembali karakter bangsa. lembaga-lembaga Negara dan hubungannya.UUD 1945 disahkan sebagai undang-undang dasar negara oleh PPKI pada tanggal 18 Agustus 1945. 2005. Sejak tanggal 27 Desember 1945. Demokrasi dan Pendidikan Demokrasi. Universitas BAB V KONSTITUSI NEGARA REPUBLIK INDONESIA SEBAGAI LANDASAN POLITIK DAN STRATEGI NASIONAL PENDAHULUAN A. Makalah disampaikan pada Kursus Calon Dosen Pendidikan Kewarganegaraan yang diselenggarakan oleh Depdiknas Dirjen Dikti di Jakarta pada tanggal 12-23 Desember 2005. berbangas dan bernegara. Dalam pembahasan. dan sejak tanggal 17 Agustus 1950 di Indonesia berlaku UUDS 1950. Latar belakang Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Pancasila sebagai dasar etika kehidupan bermasyarakat. atau disingkat UUD 1945 atau UUD '45. PT.

memahami. kedudukan pembukaan UUD 1945. e. Menjelaskan makna isi pembukaan UUD 1945 sebagai “ staat fundamentalnorm ‘ dan kedudukannya dalam tertib hukum Indonesia.lxxiv negara yang realisasinya sebagai sumber dari segala sumber hukum negara Indonesia. d. . d. Menjelaskan makna isi pembukaan UUD 1945. pembukaan sebagai “ staasfundamentalnorm “ . memahami hubungan UUD 1945 dengan Pancasila dan pasal – pasal UUD 1945 serta mahasiswa memiliki pengetahuan tentang reformasi hukum tata negara maka mahasiswa diharapkan mempelajari latar belakang amandemen serta proses amandemen. B. Sasaran Pembelajaran Mahasiswa dapat mengetahui. Melalui Pembelajaran ini mahasiswa diharapkan dapat : a. Pengertian Konstitusi Undang-Undang Dasar 1945 Amandemen/perubahan UUD 1945 dan Dinamika Pelaksanaan UUD 1945 Sistem Ketatanegaraan Negara RI Sistem Kelembagaan Negara Kesatuan RI C. Menjelaskan kedudukan Pancasila sebagai sumber hukum dasar negara Indonesia. b. dan mengerti pancasila dalam konteks ketatanegaraan Indonesia. c. Mahasiswa juga diharapkan untuk memiliki kemampuan untuk memahami isi pembukaan UUD 1945. Menjelaskan tentang reformasi hukum tata negara yang melatarbelakangi amandemen serta proses amandemen. Ruang Lingkup Bahan pembelajaran ini akan membahas : a. c. b.

Dalam pengertian yang jauh lebih luas jangkauannya. ide konstitusi disebutnya sebagai konstitutionalisme. political decision. menurut Soetandyo. Paham ini mengantarkan perdebatan awal dalam sistem ketatanegaraan yang diatur dalam teks hukum dasar sebuah negara.lxxv URAIAN BAHAN PEMBELAJARAN A. atau disebut kontitusi. . adalah sebuah paham mengenai pembatasan kekuasaan dan jaminan hak-hak rakyat melalui konstitusi. Konstitusi sebagai pengertian sosial politik. Bangunan-bangunan yang ada dalam masyarakat tersebut sebagai hasil keputusan masyarakat itu sendiri. dan digambarkan bahwa paradigma hukum perundang-undangan sebagai penjamin kebebasan dan hak – yaitu dengan cara membatasi secara tegas dan jelas mana kekuasaan yang terbilang kewenangan (dan mana pula yang apabila tidak demikian harus dibilang sebagai kesewenang-wenangan) – inilah yang di dalam konsep moral dan metayuridisnya disebut “konstitutionalisme”. Konstitusionalisme Dan Konstitusi Konstitutionalisme.

Bagi mereka yang menganggap negara sebagai satu organisasi kekuasaan. Jadi pada prinsipnya mekanisme dan dasar setiap sistem pemerintahan diatur dalam undang-undang dasar. Konstitusi sebagai suatu peraturan hukum.S. kesederhanaan hukum. telah mengilhami lahirnya De Declaration des Droit de l’Homme et du Citoyen. Pengertian Hukum Dasar Negara Setiap negara berdaulat memiliki instrument menjelaskan eksistensi sebuah negara. Salah satunya adalah Undang-Undang Dasar atau konstitusi negara. Pengertian ini adalah suatu peraturan hukum yang tertulis. Ada dua macam hukum dasar. maka mereka dapat memandang undang-undang dasar sebagai sekumpulan asas yang menetapkan bagaimana kekuasaan tersebut dibagi antara badan legislatif. yaitu hukum dasar tertulis (Undang-Undang Dasar) dan hukum dasar tidak tertulis (Konvensi). Contoh: aliran kodifikasi. Kutipan pikiran Rousseau di atas. eksekutif. . dalam pengertian ini keputusan-keputusan masyarakat dijadikan perumusan yang normative. Dengan demikian Undang-undang dasar adalah salah satu bagian dari konstitusi. yaitu yang menghendaki sebagaian hukum ditulis dengan maksud untuk mencapai kesatuan hukum.lxxvi Konstitusi sebagai pengertian hukum. dan pembentukan Konstitusi Perancis (1791).C. yang kemudian harus berlaku. Hukum Dasar Tertulis (Undang-Undang Dasar) E. dan kepastian hukum. tetapi menganut sistem pembagian kekuasaan dengan lima lembaga negara). dan yudikatif (Indonesia tidak menganut sistem Trias Politika tersebut. Wade dalam bukunya Constitutional Law mengatakan bahwa secara umum undang-undang dasar adalah suatu naskah yang memaparkan kerangka dan tugas-tugas pokok dari badan-badan pemerintahan suatu negara dan menentukan cara kerja badanbadan tersebut. 1. serta cikal bakal lahirnya berbagai konstitusi modern di dunia B.

Konvensi misalnya terdapat pada praktek penyelenggara negara yang sudah menjadi hukum dasar yang tidak tertulis. b. dan rumusannya bukan berupa hukum dasar melainkan tertuang dalam ketetapan MPR. Bersifat sebagai pelengkap yang tidak terdapat di dalam undang-undang dasar. c. Pengertian. Undang-undang dasar juga merekam hubungan-hubungan kekuasaan dalam suatu negara (Budiarjo. 1981: 95-96 ). Pidato Presiden yang diucapkan sebagai keterangan pemerintah tentang RAPBN pada minggu pertama Januari setiap tahunnya. Sifat-sifat konvensi adalah sebagai berikut: a.(yang dimulai sejak tahun 2000).lxxvii Undang-undang dasar menentukan bagaimana pusat-pusat kekuasaan ini bekerjasama dan menyesuaikan diri satu sama lain. b. Pidato pertanggungjawaban Presiden dan Ketua Lembaga Negara lainnya dalam sidang Tahunan MPR. Dapat diterima oleh seluruh rakyat. d. Hukum Dasar Tak Tertulis (Konvensi) Konvensi adalah hukum yang yang timbul dan terpelihara dalam praktek penyelenggara negara secara tidak tertulis. d. c. Yang berwenang mengubah konvensi menjadi rumusan yang bersifat tertulis adalah MPR. seperti: a. 3. Merupakan kekuasaan yang muncul berulang kali dan terpelihara dalam praktek penyelenggaraan negara. Sifat Dan Isi Undang-Undang Dasar 1945 . Pidato kenegaraan Republik Indonesia setiap tanggal 16 Agustus di dalam sidang Dewan Perwakilan Rakyat. 2. Mekanisme pembuatan GBHN. Keempat hal tersebut secara tidak langsung merupakan realisasi UUD 1945 (merupakan pelengkap). Tidak bertentangan dengan undang-undang dasar dan berjalan sejajar. Kedudukan.

Sebagai hukum. yang berisi Pasal 1 s/d 37 yang dikelompokkan dalam 16 bab. dan Penjelasan UUD 1945 merupakan satu kesatuan yang utuh dan tidak.lxxviii a. atau keputusan pemerintah. Kedudukan UUD 1945 Undang-undang dasar merupakan hukum dasar yang menjadi sumber hukum. yang terdiri dari 4 alinesa. Naskah yang resmi telah dimuat dan disiarkan dalam Berita Republik Indonesia tahun II No. yang dimaksud dengan Undang-Undang Dasar 1945 adalah keseluruhan naskah yang terdiri dari: (1) Pembukaan. Batang Tubuh yang memuat pasal-pasal. Namun berdasarkan hasil Sidang Tahunan MPR 2002. Pembukaan. dapat dipisah-pisahkan. Yang dimaksud dengan undang-undang dasar dalam UUD 1945 adalah hukum dasar tertulis yang bersifat mengikat bagi pemerintah. 7 yang terbit pada tanggal 15 Februari 1946 sebuah penerbitan resmi pemerintah Republik Indonesia. Dalam kerangka tata susunan norma hukum yang berlaku. serta (3) Penjelasan UUD 1945 yang terbagi atas penjelasan umum dan penjelasan pasal demi pasal. Setiap produk hukum seperti undang-undang. lembaga masyarakat. Dalam ayat (2) aturan tambahan UUD 1945 disebutkan bahwa . sistematika UUD 1945 adalah Pembukaan dan pasal-pasal yang terdiri dari 37 pasal. aturan. b. 4 pasal aturan peralihan dan 2 ayat aturan tambahan. bahkan setiap kebijaksanaan pemerintah harus berlandaskan dan bersumber pada peraturan yang lebih tinggi dan tidak bertentangan dengan ketentuan-ketentuan UUD 1945. peraturan. UUD 1945 ditetapkan dan dijelaskan oleh PPKI (Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia) pada tanggal 18 Agustus 1945. ditambah 3 pasal aturan: peralihan dan 2 pasal aturan tambahan (Lihat Pasal 2 Aturan Tambahan UUD 1945 hasil amandemen keempat). (2) Batang Tubuh UUD 1945. atau ketentuan yang harus dilaksanakan dan ditaati. UUD 1945 merupakan hukum yang menempati kedudukan tertinggi. UUD 1945 berisi norma. UUD 1945 telah ditetapkan oleh Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia dan mulai berlaku pada tanggal 18 Agustus 1945. seperti telah dijelaskan. dan warga negara Indonesia di mana pun mereka berada. serta setiap penduduk yang ada di wilayah Republik Indonesia. lembaga negara. Pengertian UUD 1945 Sebelum amandemen.

Dengan aturan-aturan yang tertulis. Sifat undang-undang yang singkat dan supel itu juga dikemukakan dalam Penjelasan: 1. UUD 1945 yang singkat dan supel itu lebih baik bagi negara seperti Indonesia ini. Namun UUD 45 tetap bersifat fleksibel. UndangUndang Dasar menjadi aturan yang luwes.lxxix dalam 6 bulan sesudah MPR dibentuk. masih terus akan mengalami perubahan-perubahan. dan tidak ketinggalan zaman. Undang-Undang Dasar itu sudah cukup apabila telah memuat aturan-aturan pokok saja. harus terus hidup secara dinamis. UUD. 2. hanya memuat garis-garis besar sebagai instruksi kepada pemerintah pusat dan lainlain penyelenggara negara untuk menyelenggarakan kehidupan negara dan kesejahteraan sosial. Sifat UUD 1945 Dalam Penjelasan UUD 1945 sebelum amandemen menyatakan bahwa UUD 1945 bersifat singkat dan supel. supel. karena telah ditetapkan oleh MPR menjadi konstitusi tertulis. UUD 1945 hasil amandemen terdiri atas 37 pasal ditambah 3 pasal aturan peralihan dan 2 pasal aturan tambahan. Setelah amandemen keempat (ST MPR 2002). Kini UUD 45 tidak bersifat sementara lagi. c. majelis itu bersidang untuk menetapkan. Ini tidak . tetapi suasana politik waktu itu tidak memungkinkan realisasi rencana tersebut. yakni hanya memuat 37 pasal. yang hanya memuat aturan pokok. Sesungguhnya rencana pembuat UUD 1945 adalah bahwa sebelum tanggal 17 Agustus 1946 undang-undang dasar tetap diharapkan dapat disusun oleh badan yang berwenang. sifat singkat dan supel masih mewarnai UUD 1945 karena ia masih berisi hal-hal pokok dan masih dimungkinkan untuk terus disesuaikan dengan perkembangan bangsa dan negara Indonesia. ditambah 4 pasal aturan peralihan dan 2 ayat aturan tambahan. yang masih harus berkembang. yaitu MPR hasil Pemilu sebagaimana ditetapkan dalam UUD 1945 itu sendiri. Aturan tambahan ini menunjukkan bahwa status UUD 1945 adalah sementara.

Selain itu.lxxx berarti bahwa UUD 1945 tidak lengkap atau tidak sempurna dan mengabaikan kepastian. Keluasan atau fleksibilitas ini tetap menjamin kejelasan dan kepastian hukum apabila aturan-aturan pokok itu menyerahkan pengaturan lebih lanjutnya kepada aturan hukum dalam tingkat yang lebih rendah. Demikian pula pasalnya tetap 37 pasal dan 3 pasal Aturan Tambahan serta 2 pasal Aturan Tambahan. memuat 5 . Proses Perubahan/Amandemen Undang Undang Dasar 1945 Pasal terakhir Undang-Undang Dasar 1945 hasil amandemen juga memuat tentang perubahan Undang-Undang Dasar. pengubahan. setiap penyelenggara negara dan pemimpin pemerintahan selain harus mengetahui teks UUD 1945 juga harus menghayati semangatnya. sehingga jumlah pasalnya sebanyak 72 pasal (lihat lampiran). d. yang pembuatan. C. namun dari pasal-pasalnya dikembangkan dan ditambah ayat-ayatnya. namun jumlah babnya bertambah sebanyak 22 bab. Dengan semangat penyelenggara negara dan pemimpin pemerintahan yang baik. maka tetap 16 bab walaupun Bab IV tentang Dewan Pertimbangan Agung (DPA) dihapus. pelaksanaan aturan-aturan pokok yang tertera dalam UUD 1945 akan baik dan sesuai dengan maksud ketentuannya. Karena itu. dan pencabutannya lebih mudah daripada UUD 1945. penjelasan UUD 1945 menekankan bahwa semangat penyelenggara negara. misalnya ketetapan MPR dan undang-undang. Isi Undang Undang Dasar 1945 Setelah UUD 45 diamandemen 2002. Amandemen/Perubahan UUD’45 Dan Dinamika Pelaksanaan UUD’45 Sejak Awal Kemerdekaan Hingga Masa Reformasi a. Pasal 37. terutama mengingat agar Undang-Undang Dasar itu senantiasa sesuai dengan perkembangan zaman dan aspirasi rakyat. semangat pemimpin pemerintahan sangat penting.

1. b. Berketuhanan. tujuan negara dan dasar negara Pancasila. (3) Untuk mengubah pasal-pasal Undang-Undang Dasar. Sidang Majelis Permusyawaratan Rakyat dihadiri oleh sekurang-kurangnya 2/3 dari jumlah anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat. sebagai berikut: (1) Usul perubahan pasal-pasal Undang-Undang Dasar dapat diagendakan dalam sidang Majelis Permusyawaratan Rakyat. apabila diajukan oleh sekurang-kurangnya 1/3 dari jumlah anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat. sifat negara. (4) Putusan untuk mengubah pasal-pasal Undang-Undang Dasar dilakukan dengan persetujuan sekurang-kurangnya lima puluh persen ditambah satu dan seluruh anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat. yaitu masa kemerdekaan (tahun 1945 s/d 27 Desember 1949) dan pada tahun 1959 sampai sekarang. hak itu sama halnya mengubah seluruh sistem negara yang meliputi bentuk negara. Masa Kemerdekaan (1945-1949) Kurun waktu ini adalah masa revolusi fisik karena bangsa Indonesia harus berjuang kembali mempertahankan negara dari rongrongan penjajah yang tidak mau mengakui . (5) Khusus tentang bentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia tidak dapat dilakukan perubahan. Logikanya kalau hak itu menyangkut Perubahan Pembukaan UUD 1945.lxxxi ayat berkaitan dengan ketentuan tentang perubahan Undang-Undang Dasar. mengingat Pembukaan sebagai deklarasi bangsa Indonesia dan dalam ilmu hukun disebut sebagai ‘Stoatsfun damentainomy’. (2) Setiap usul perubahan pasal-pasal Undang-Undang Dasar diajukan secara tertulis dan ditunjukkan dengan jelas bagian yang diusulkan untuk diubah beserta alasannya. Dinamika pelaksanaan UUD’45 sejak awal kemerdekaan hingga era reformasi. Pasal yang mengatur tentang perubahan Undang-Undang dasar ini ditentukan berkaitan dengan pasal-pasal Undang-Undang Dasar. yang merupakan sumber norma hukum positif Indonesia. Sejarah pelaksanaan UUD 1945 terbagi alas dua kurun waktu. jadi bukan terhadap Pembukaan UUD 1945.

misalnya Nasakom. pengangkatan Presiden seumur hidup. Pada masa itu terjadi pergantian kabinet sebanyak. konstituante mengadakan sidang namun selalu gagal. Di masa ini banyak terjadi penyelewengan terhadap Pancasila. . Masa Orde Lama (1959-1966) 1) Pengertian Orde Lama Orde lama mulai pada tanggal 5 Juli 1959 hingga 11 Maret 1966 saat diserahkannya Supersemar oleh Presiden kepada Letjen Soeharto. (12-8-1955 s/d 24-3-1956) 6) Kabinet Ali Sastroamijoyo II (24-3-1956 s/d 9-4-1957) 7) Kabinet Juanda (9-4-1957 s/d 10-7-1959) Karena seringnya pergantian kabinet. 7 kali yaitu: 1) Kabinet Natsir (6-9-1950 s/d 27-4-1951) 2) Kabinet Sukirman (27-4-1951 s/d 3-4-1952) 3) Kabinet Wilopo (3-4-1952 s/d 1-8-1953) 4) Kabinet Ali Sastroamijoyo I (1-8-1953 s/d 12-8-1955) 5) Kabinet Burhanudin Harahap. karena pada tanggal 17 Agustus 1950 negara RIS berubah menjadi NKRI dengan UUDS’50. sehingga Presiden mengeluarkan Dekrit Presiden pad tanggal 5 Juli 1959. Membentuk NKRI yang berbentuk kesatuan dan kebangsaan yang demokratis. Mempunyai tujuan: i. karena NKRI berubah menjadi negara RIS sesuai dengan hasil sidang KMB. Tapi ternyata pelaksanaan UUDS’50 itu tidak memuaskan rakyat dan stabilitas nasional tidak dapat tercapai. Ciri-ciri Orde Lama adalah sebagai berikut: a) b) Mempunyai landasan idil Pancasila dan landasan struktural UUD 1945. 2.lxxxii kemerdekaan Indonesia. Namun keadaan ini tidak bertahan lama. dan pembubaran DPR oleh Presiden. Pada masa ini juga terjadi penyimpangan sistem pemerintahan dari presidensial menjadi parlementer.

DPR. Dalam situasi ini Presiden Soekarno memberikan Surat perintah kepada Letjen Soeharto untuk mengambil tindakan pemulihan keadaan dan mengembalikan stabilitas negara. dan Hanura secara konstitusional. tetapi landasan strukturalnya adalah kabinet Ampera sedangkan landasan operasionalnya adalah Tap MPR sejak sidang umum ke IV tahun 1966. terutama dengan negara-negara di kawasan Asia-Afrika iv. iii. Lembaga negara seperti MPR. Masa Orde Baru 1) Pengertian Orde Baru Orde Baru lahir sejak diselenggarakannya seminar TNI/AD yang kedua di Seskoad Bandung pada tanggal 25 s/d 31 Agustus 1966. Presiden memegang kekuasaan sepenuhnya dan kemudian MPR mengangkatnya sebagai Presiden seumur hidup. 3. Landasan konstitusionalnya tetap UUD 1945. dan politik yang stabil serta . Penyimpangan yang terjadi antara lain Presiden membuat UU tanpa persetujuan DPR dan Presiden membubarkan DPR yang tidak menyetujui APBN yang diajukannya. Melaksanakannya dengan meluruskan segala cara. Orde Baru menghendaki kepentingan nasional tetapi tidak meninggalkan komitmen anti-kolonialisme.lxxxiii ii. Tritura. Berbagai ancaman datang silih berganti. Puncak dari semua itu adalah terjadinya pemberontakan PKI pada tanggal 30 September 1965. perekonomian. Ciri-ciri Orde Baru hampir sama dengan Orde Lama. kecuali landasannya yang sedikit mengalami perubahan. Adapun pelaksanaan Pancasila dilakukan secara murni dan konsekuen. Selain itu. 2) Beberapa Penyimpangan Dalam Pelaksanaan Uud 1945 UUD 1945 pada masa ini tidak dilaksanakan secara murni dan konsekuen. jadi hanya bersifat sementara. Membentuk suatu masyarakat yang adil dan makmur baik materil maupun spiritual dalam wadah NKRI. Membentuk kerja sama yang baik dengan semua negara di dunia. Keadaan tersebut membuat stabilitas nasional makin memburuk. tujuannya adalah menegakkan kebenaran dan keadilan demi Ampera. Orde Baru menginginkan suatu tatanan hidup. DPA dan BPK belum terbentuk sesuai UUD 1945.

d. Kemudian terbentuklah lembaga negara seperti MPR.XII/MPR/1966 tentang perubahan landasan di bidang ekonomi dan pembangunan. MPR No. Masa Reformasi . a. yaitu DPA dan BPK. Membuat UU dengan persetujuan DPR dalam rangka pelaksanaan UUD 1945 dan GBHN. b. Produk hukum yang dihasilkan antara lain pengesahan Supersemar ke dalam Tap. Sidang istimewa MPRS tahun 1967 menarik mandat MPRS dari Presiden Soekarno dan pada sidang istimewa pada tahun 1968 MPRS mengangkat Soeharto menjadi presiden sampai terselenggaranya Pemilu. Mengajukan APBN setiap tahun tepat waktu dan harus menyusun Repelita. Menetapkan GBHN. dan para menteri negara menjalankan tugas berdasarkan UUD 1945. Melaksanakan Pemilu tepat waktu. b. 4) Tugas Presiden: a. dan Tap MPR No.lxxxiv melaksanakan cita-cita demokrasi politik. dan Pemilu 2) Dalam sidang umum MPR bertugas. 4. Memilih presiden dan wakilnya untuk melaksanakan GBHN. MPR No. Strategi dan taktik Orde Baru ini tercermin dalam program kabinet Ampera. 6) Lembaga negara lainnya melaksanakan tugasnya harus sesuai dengan UUD 1945 dan undang-undang.XXV/MPR/1966 tentang pembubaran PKI dan ormasnya. 3) Presiden. c. 2) Langkah Pengamalan UUD 1945 Oleh Orde Baru Orde Baru berhasil menyalurkan aspirasi masyarakat dan mengoreksi kesalahan yang dilakukan di masa Orde Lama. DPA dan BPK yang sesuai dengan UUD 1945. 5) DPR bertugas mengawasi pelaksanaan tugas Presiden. Membentuk lembaga tinggi negara. wakilnya. DPR.IX/MPR/1966. Mekanisme kegiatan kenegaraan lima tahunan secara garis besar adalah sebagai berikut: 1) MPR mengadakan sidang umum. Tap.

lxxxv Dalam proses reformasi dewasa ini, terdapat berbagai pendapat dan kajian untuk mengamandemen UUD 1945, karena UUD 1945 harus bersifat fleksibel, yaitu mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan bangsa dan negara Indonesia. Keinginan untuk mengamandemen itu juga muncul karena adanya sifat “muitiinterpretable” pada pasal-pasal UUD 1945, sehingga mengakibatkan adanya sentralisasi kekuasaan terutama Presiden di masa Orde Lama maupun Orde Baru. Melalui Sidang Umum MPR tahun 1999, SidangTahunan MPR tahun 2000, Sidang Tahunan MPR 2001, dan Sidang Tahunan MPR 2002, UUD 1945 telah mengalami perubahan (amandemen). Perubahan ini dimaksudkan untuk menyempurnakan Batang Tubuh UUD 1945 dan tidak mengubah Pembukaan UUD 1945. Karena Pembukaan UUD 1945 merupakan ikrar berdirinya negara Kesatuan Republik Indonesia dan ia memuat Pancasila sebagai Dasar Negara, MPR berketetapan hati untuk tidak mengubahnya. Pembukaan UUD 1945 serta amandemen UUD 1945 berdasarkan Sidang Umum MPR 1999, Sidang Tahunan MPR 2000, Sidang Tahunan MPR 2001, dan Sidang Tahunan MPR 2002.

a.

SISTEM KETATANEGARAAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA a. Tujuh Kunci Pokok Sistem Pemerintahan Negara R.I. Sistem pemerintahan Indonesia dijelaskan di dalam Penjelasan UUD 1945 (sebelum amandemen), yang menyebutkan tujuh kunci pokok sistem pemerintahan Indonesia. Meskipun UUD 1945 telah diamandemen, ketujuh kunci pokok tersebut masih relevan dalam sistem pemerintahan Indonesia dewasa ini. Ketujuh kunci pokok itu adalah: 1) Indonesia adalah Negara yang Berdasarkan Hukum (Rechtsstsat) Negara Indonesia adalah negara yang berdasarkan hukum (rechtsstaat), tidak berdasarkan kekuasaan belaka (machts-staat). Artinya, setiap tindakan harus berlandaskan hukum, sehingga dapat dipertanggungjawabkan secara hukum dan

lxxxvi tekanan yang dilakukan terhadap hukum juga berarti terhadap kekuasaan. Hal ini terkandung di dalam Pembukaan UUD 1945 yang merupakan perwujudan cita hukum yang menjiwai Batang Tubuh UUD 1945 maupun dasar hukum yang tidak tertulis. Yang dimaksud dengan negara hukum bukan hanya, dalam arti formal saja, yaitu sebagai penjaga atau alat dalam menindak segala bentuk kejahatan dan ketidakadilan, tetapi juga dalam arti materiil, yaitu alat dalam menciptakan kesejahteraan sosial seluruh rakyat Indonesia, yang sesuai dengap alinea dalam Pembukaan UUD 1945. Ciri-ciri negara berdasarkan hukum dalam arti materiil adalah sebagai berikut: a. Adanya pembagian kekuasaan dalam negara; lihat UUD 1945 Pasal 2 ayat (I), 4 , 5, 19, 20, 23E dan 24, 24A-C dan pasal-pasal lain sampai amandemen keempat. 2. Diakuinya hak asasi manusia yang tertuang dalam konstitusi dan peraturan perundang-undangan; lihat UUD 1945 Pasal 27, 28, 28A-28J, 29 ayat (2) dan 31 ayat (1). 3. Adanya dasar hukum bagi kekuasaan pemerintah (asas legalitas); lihat UUD 1945 Pasal 1 ayat (3). 4. Adanya peradilan yang bebas dan merdeka serta tidak memihak; lihat UUD 1945 Pasal 24. 5. Semua warga negara memiliki kedudukan yang sama di mata hukum dan pemerintahan, wajib menjunjung hukum dan pemerintahai tersebut tanpa kecuali, dan berhak mendapatkan pendidikan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan; lihat UUD 1945 Pasal 27 ayat (I)dan(2). 6. Pemerintah berkewajiban memajukan kesejahteraan umum serta mencerdaskan rakyat Indonesia; lihat UUD 1945 Awal tentang Hak Asasi Manusia, Pasal 31, 33 dan 34. 2) Sistem Konstitusional Pemerintahan Indonesia bersifat konstitusional, bukan absolut (tidak terbatas). Pernyattaan itu menunjukkan bahwa pemerintahan dijalankan menurut sistem

lxxxvii konstitusional. Dalam sistem ini, penggunaan kekuasaan secara sah oleh aparatur negara dibatasi secara formal berdasarkan UUD 1945. Hal ini menunjukkan bahwa kekuasaan aparatur negara dan pemerintahan harus bersumber dari UUD 1945 atau undang-undang yang menyelenggarakan UUD 1945. 3) Kekuasaan Negara yang Tertinggi di Tangan Rakyat Kedaulatan, berada di tangan rakyat dan dilaksanakan menurut UUD 1945 (Pasal 1 ayat 2). Badan yang diberi kewenangan untuk melaksanakan kedaulatan ini adalah MPR, yang merupakan penjelmaan dari seluruh rakyat Indonesia. Majelis ini bertugas rnenetapkan UUD, serta melantik dan memberhentikan Presiden dan Wakil Presiden. Sedangkan Presiden harus menjalankan haluan negara berdasarkan haluanhaluan yang telah ditetapkan oleh MPR, serta bertanggung jawab kepada majelis ini. Karena ia adalah mandataris MPR, maka dia. wajib menjalankan putusan-putusan majelis. Dengan demikian maka dapat disimpulkan bahwa tugas MPR sangat luas dan segala keputusannya mencerminkan keinginan dan aspirasi rakyat. Anggota MPR terdiri dari anggota DPR dan DPD yang dipilih oleh rakyat melalui Pemilu. 4) Presiden adalah Penyelenggara Pemerintah Negara yang Tertinggi di bawah Majelis Permusyawaratan Rakyat Pasal 4 ayat (I) UUD 1945 menyebutkan bahwa Presiden Republik Indonesia memegang kekuasaan dan tanggung jawab dalam menjalankan pemerintahan. Dalam melakukan kewajibannya, Presiden dibantu oleh seorang wakil presiden. Tugas dan kewajiban Presiden serta Wakil Presiden dapat dilihat dalam pasalpasal UUD 1945 hasil amandemen keempat.

5)

Presiden Tidak Bertanggung Jawab kepada Dewan Perwakilan Rakyat UUD 1945 telah menggariskan kerjasama antara Presiden dan Dewan

Perwakilan Rakyat, antera lain dalam membentuk undang-undang dan menetapkan anggaran serta belanja negara, pengangkatan duta dan konsul, penganugerahan gelar dan tanda jasa, pemberian amnesti dan abolisi dan lain-lain. Dalam perkara-perkara tersebut Presiden harus, mendapatkan persetujuan DPR. Karena itu Presiden dan DPR

lxxxviii harus bekerja sama, tetapi tidak dalam arti Presiden bertanggung jawab kepada DPR karena kedudukan Presiden tidak tergantung kepada DPR. Presiden tidak dapat membekukan dan/atau membubarkan DPR (Lihat Pasal 7C) dan DPR pun tidak dapat menjatuhkan Presiden karena mereka adalah mitra kerja. DPR hanya mengawasi Presiden dalam menjalankan pemerintahan. Tetapi DPR dapat mengajukan usul pemberhentian Presiden kepada MPR (Lihat Pasal 7A, 7B). 6) Menteri Negara adalah Pembantu Presiden dan Menteri Negara Tidak Bertanggung Jawab kepada Dewan Perwakilan Rakyat UUD 1945 menyatakan bahwa Presiden dibantu oleh. Menteri-menteri negara dan dapat memberhentikan menteri-menteri negara menurut ketentuan UU (lihat Pasal 17). Menteri-menteri negara itu tidak bertanggung jawab kepada DPR. Kedudukan mereka tidak tergantung pada DPR tetapi pada Presiden karena mereka adalah pernbantu Presiden. Presiden berwenang mengangkat dari memberhentikan menteri. Pembentukan, pengubahan, dan pembubaran kementerian diatur oleh undang-undang. 7) Kekuasaan Kepala Negara Tidak Tak Terbatas Penjelasan UUD 1945 menyatakan bahwa “Meskipun Kepala Negara tidak bertanggung jawab kepada DPR, ia bukan diktator, artinya kekuasaannya tidak tak terbatas”. Seperti dijelaskan sebelumnya., sistem pemerintahan konstitusional tidak bersifat Absolut. Keberadaan DPR dan menteri negara dapat mencegah terjadinya pemerintahan yang absolut atau kekuasaan mutlak.Dalam hal ini kedudukan dan peran DPR sangatlah kuat, karena selain tidak dapat dibubarkan oleh Presiden, dia juga berwenang mengajukan usul dan persetujuan pembentukan undang-undang maupun penetapan anggaran dan belanja negara. Selain itu, karena semua anggota DPR adalah anggota MPR maka DPR memiliki wewenang untuk mengadakan sidang istimewa guna meminta pertanggungjawaban Presiden. Jika Presiden benar-benar melanggar haluan yang telah ditetapkan oleh MPR. Jadi jelas bahwa hubungan antara MPR, DPR, dan Presiden sangat erat. D. Susunan Kekuasaan Negara R.I.

lxxxix

Konsep kekuasaan negara menurut demokrasi sebagai terdapat dalam UUD 1945 sebagai berikut: (1) Kekuasaan di Tangan rakyat (a) Pembukaan UUD 1945 Alinea IV..”...Maka disusunlah kemerdekaan kebangsaan Indonesia itu dalam suatu Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat....... (b)Pokok Pikiran dalam Pembukaan UUD 1945 “Negara yang berkedaulatan rakyat, berdasarkan atas kerakyatan dan permusyawaratan perwakilan” (pokok Pikiran III). (2) Pembagian Kekuasaan Sebagaimana dijelaskan bahwa kekuasaan. tertinggi adalah ditangan rakyat, dan dilakukan menurut Undang-Undang Dasar oleh karena itu pembagian kekuasaan menurut demokrasi sebagaimana tercantum di dalam UUD 1945 adalah sebagai berikut : (a) Kekuasaan Eksekutif, didelegasikan kepada Presiden (Pasal 4 ayat (1) UUD 1945). (b)Kekuasaan Legislatif, didelegasikan kepada Presiden dan DPR dan DPD (Pasal 5) ayat (1), Pasal 19 dan Pasal 22C UUD 1945). (c) Kekuasaan Yudikatif, didelegasikan kepada Mahkamah Agung (Pasal 24 ayat (1) UUD 1945). (d)Kekuasaan Inspektif, atau pengawasan didelegasikan kepada Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Hal ini termuat dalam UUD 1945 Pasal 20-A ayat (1) “.... DPR juga memiliki fungsi pengawasan”. artinya DPR melakukan pengawasan terhadap Presiden selaku penguasa eksekutif. (e) Dalam UUD 1945 hasil amandemen tidak ada Kekuasaan Konsultatif, yang dalam UUD lama didelegasikan kepada Dewan Pertimbangan Agung (DPA). (Pasal 16 UUD 1945). Dengan lain perkataan UUD 1945 hasil amandemen telah Menghapuskan lembaga Dewan Pertimbangan Agung, karena hal ini berdasarkan kenyataan pelaksanaan kekuasaan negara fungsinya tidak jelas. Mekanisme pendelegasian kekuasaan yang demikian ini dalam khasanah ilmu hukum tatanegara dan ilmu politik

Oleh karena itu sistem negara yang terbentuk dalam UUD 1945.. (d)Rakyat kembali mengadakan Pemiku setelah membentuk MPR dan DPR (rangkaian kegiatan 5 (lima) tahunan sebagai realisasi periodesasi kekuasaan). yaitu” .. (4) Pengambilan Keputusan Pengambilan keputusan menurut UUD 1945 dirinci sebagai berikut: a) Penjelasan UUD 1945 tentang Pokok Pikiran ke III. misalnya Pasal 7B ayat (7)..xc dikenal dengan istilah ‘distribution of power’ yang merupakan unsur mutlak dari negara demokrasi.. Memang aliran ini sesuai dengan sifat masyarakat Indonesia”. pengawasan kekuasaan dan pertanggungjawaban kekuasaan. menurut UUD 1945 mencakup antara lain: periode kekuasaan. harus berdasar atas kedaulatan rakyat dan berdasar atas permusyawaratan perwakilan. .”. Kedaulatan politik rakyat dilaksanakan lewat Pemilu untuk membentuk MPR dan DPR setiap 5 tahun sekali. (c) Pasal 20 ayat (1) memuat “Dewan Perwakilan Rakyat memiliki fungsi pengawasan yang berarti melakukan pengawasan terhadap jalannya pemerintahan yang dijalankan oleh Presiden dalam jangka waktu 5 (lima) tahun”. Dalam pembatasan kekuasaan menurut konsep mekanisme 5 tahunan kekuasaan sebagaimana tersebut di atas. Melantik Presiden dan Wakil Presiden. b) Putusan Majelis Permusyawaratan Rakyat ditetapkan dengan suara terbanyak. (b)“Majelis Permusyawaratan Rakyat memiliki Kekuasaan melakukan perubahan terhadap UUD. (3) Pembatasan kekuasaan Pembatasan kekuasaan menurut konsep UUD 1945. serta melakukan impeachment terhadap Presiden jikalau melanggar konstitusi. dapat dilihat melalui proses atau mekanisme 5 tahunan kekuasaan dalam UUD 1945 sebagai berikut : (a) Pasal 1 ayat (2) UUD 1945 ‘kedaulatan di tangan rakyat.

yaitu mengubah UUD... Majelis Permusyawaratan. Berdasarkan ketentuan tersebut maka menurut UUD 1945 hasil amandemen MPR hanya dipilih melalui Pemilu. Oleh karena itu DPR dapat senantiasa mengawasi tindakan-tindakan Presiden. dengan musyawarah untuk . b) Pasal 2 ayat (1). b) Namur demikian jikalau mufakat itu tidak tercapai. disebut “.” sebagai asasnya.. yaitu meliputi tiga hal. “Kedaulatan adalah ditangan rakyat dan dilakukan menurut UndangUndang Dasar”. MPR yang memiliki kekuasaan tertinggi sebagai penjelmaaan kekuasaan rakyat.kecuali itu anggota-anggota DPR semuanya merangkap menjadi anggota MPR. melantik Presiden dan Wakil Presiden dan memberhentikan Presiden dengan masa jabatannya atau jikalau melanggar UUD. (5) Pengawasan Dalam UUD 1945 termuat konsep pengawasan. artinya segala keputusan yang diambil sejauh mungkin diusahakan. Konsep pengawasan tersebut menurut UUD 1945 ditentukan sebagai berikut: Pasal I ayat (2). a) Berbeda dengan UUD lama sebelum dilakukan amandemen.xci Ketentuan-ketentuan tersebut di atas mengandung pokok pikiran bahwa konsep pengambilan keputusan yang dianut dalam hukum tata negara Indonesia adalah berdasarkan : a) Keputusan didasarkan pada suatu musyawarah mencapai mufakat. maka dimungkinkan pengambilan keputusan itu melalui suara terbanyak. Maka menurut UUD hasil amandemen MPR kekuasaannya menjadi terbatas. Rakyat terdiri dari anggota Dewan Perwakilan Rakyat dan anggota Dewan Perwakilan Daerah. c) Penjelasan UUD tentang kedudukan DPR. Dalam penjelasan terhadap pasal I ayat (2) UUD 1945 disebutkan bahwa rakyat memiliki kekuasaan tertinggi namun dilaksanakan dan didistribusikan berdasarkan UUD..

xcii Berdasarkan ketentuan tersebut di atas maka konsep pengawasan menurut demokrasi Indonesia sebagai tercantum dalam UUD 1945 pada dasarnya adalah sebagai berikut : a) Dilakukan oleh seluruh warga negara, karena kekuasaan di dalam sistem ketatanegaraan Indonesia adalah di tangan rakyat, dan b) Secara formal ketatanegaraan pengawasan berada pada rakyat.

E. Sistem Kelembagaan Negara RI 1. Kelembagaan Negara UUD 1945 bukan hanya mengandung semangat dan perwujudan pokok pikiran yang terkandung di dalam Pembukaannya, tetapi juga merupakan rangkaian kesatuan pasalpasalnya. Sebagian dari pasal itu berisi tentang kedudukan, wewenang, tugas dan hubungan antar lembag,a negara. Dalam Tap. MPR No.VI/MPR/1973 dan Tap. MPR No.III/MPR/1978. MPR me-netapkan bahwa MPR adalah lembaga tertinggi negara sedangkan lembaga tinggi negara terdiri Presiden, Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Pertimbangan Agung, Badan Pemeriksa Keuangan, dan Mahkamah Agung.

Berdasarkan hasil Sidang Tahunan MPR 2002, Dewan Pertimbangan Agung ditiadakan. Sehingga struktur ketatanegaraan Republik Indonesia menjadi:

xciii

Hal-hal mengenai DPR diatur dalam Pasal 19, 20, 20A, 21, 22B, 22C, dan dalam pasal-pasal yang berkaitan dengan kerja-sama dengan Presiden, sedangkan Dewan Perwakilan Daerah (DPD) diatur dalam Pasal 22D. BPK mempunyai tugas khusus untuk memeriksa keuangan negara dan kemudian hasilnya dilaporkan kepada DPR, DPD, dan DPRD (Pasal 23 E, Pasal 23F, dan 23G). Badan ini bersifat bebas dan mandiri, jadi tidak dipengaruhi atau mempengaruhi kekuasaan pemerintah. Tugas BPK antara lain: 1. Memeriksa pengelolaan dan tanggung jawab keuangan negara. 2. Merneriksa semua pelaksanaan APBN.

xciv

Sedangkan kekuasaan kehakiman dipegang oleh Mahkamah Agung (MA) dan badan peradilan yang berada di bawahnya (Lihat Pasal 24, 24AJ yang terlepas dari pengaruh semua lembaga negara. Sedangkan kekuasaan kehakiman dipegang oleh Mahkamah Agung (MA) dan badan peradilan yang berada di bawahnya (Lihat Pasal 24, 24AJ yang terlepas dari pengaruh semua lembaga negara. Komisi Yudisial bersifat mandiri dan mempunyai wewenang mengusulkan pengangkatan hakim agung dan wewenang lain dalam rangka menjaga dan menegakkan kehormatan, martabat serta perilaku hakim. (Lihat Pasal 24B). Mahkamah Konstitusi berwenang mengadili pada tingkat pertama dan terakhir dengan keputusan yang bersifat final, menguji undang-undang terhadap Undang-Undang Dasar, memutus sengketa kewenangan lembaga negara dan kewenangan yang diberikan oleh UUD, memutus pembubaran partai politik, dan memutus perselisihan tentang hasil pemilihan umum. (Lihat Pasal 24C)

F. HUBUNGAN ANTAR LEMBAGA-LEMBAGA NEGARA RI i. Hubungan Antara MPR Dan Presiden Majelis Permusyawaratan Rakyat sebagai pemegang kekuasaan tinggi sebagai wakil rakyat sesuai dengan UUD 1945 (Pasal I ayat (2) ). di samping DPR dan Presiden. Hal ini berdasarkan ketentuan dalam UUD 1945 bahwa baik Presiden maupun MPR dipilih langsung oleh rakyat (Pasal 2 ayat (1) dan Pasal 6 ayat (1)). Berbeda dengan kekuasaan MPR menurut UUD 1945 sebelum dilakukan amandemen 2002, yang memiliki kekuasaan tertinggi dan mengangkat serta memberhentikan Presiden dan/atau Wakil Presiden. Sesuai dengan ketentuan UUD 1945 hasil amandemen 2002, maka Presiden dapat diberhentikan sebelum habis masa jabatannya baik karena permintaan sendiri atau karena tidak dapat melakukan kewajibannya maupun diberhentikan oleh MPR.

xcv Pemberhentian Presiden oleh MPR sebelum masa jabatan berakhir, hanya mungkin dilakukan jikalau Presiden sungguh-sungguh telah melanggar hukum berupa pengkhianatan terhadap negara, korupsi, penvuapan, tindak pidana berat lainnya, atau perbuatan tercela maupun apabila terbukti tidak lagi memenuhi syarat sebagai Presiden dan/atau wakil Presiden (Pasal 7A). Namun demikian perlu dipahami bahwa oleh karena Presiden tidak diangkat oleh MPR, maka Presiden tidak bertanggung jawab kepada MPR. melainkan kepada rakyat Indonesia sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Dasar. ii. Hubungan Antara MPR Dan DPR Majelis Permusyawaratan Rakyat terdiri atas anggota-anggota. Dewan Perwakilan Rakyat, dan anggota-anggota. Dewan Perwakilan Daerah yang dipilih melalui pemilu. Dengan demikian maka seluruh anggota. MPR menurut UUD 1945 dipilih melalui Pemilu. Mengingat kedudukannya sebagai penjelmaan seluruh rakyat Indonesia yang memegang kedaulatan rakyat tertinggi (Pasal 2 ayat (1)) dan untuk menegakkan martabat serta kewibawaannya, maka MPR menyelesaikan masalah-masalah yang bersifat dasar, yang bersifat struktural dan memiliki kekuasaan untuk mengubah UUD, maka antara DPR dengan MPR harus melakukan kerjasama yang simultan dalam melakukan pengawasan terhadap jalannya pemerintahan yang dilakukan oleh Presiden. Oleh karena anggota DPR seluruhnya merangkap angota MPR, maka MPR menggunakan DPR sebaoai tangan kanannya dalam melakukan pengawasan pelaksanaan kebijakan yang dilakukan oleh Presiden sebagaimana ditetapkan oleh MPR. Dalam hal ini DPR menggunakan hak-hak tertentu. yang dimilikinya seperti hak angket, hak amandemen, hak interpelasi, hak budget, hak tanya inisiatif (Pasal 20-A). MPR mempunyai tugas yang sangat luas, melalui wewenang DPR, MPR mengemudikan pembuatan Undang-Undang serta peraturan-peraturan lainnya agar

xcvi undang-undang serta peraturan-peraturan itu sesuai dengan UUD 1945. Melalui wewenang DPR ia juga menilai dan mengawasi wewenang lembaga-lembaga lainnya. Demikianlah hubungan DPR dan MPR sebagai bagian yang diutamakan Maielis. terutama pasca amandemen UUD 1945 2002 ini diharapkan dengan adanya reformasi kelembagaan tinggi negara, benar-benar dapat tercipta iklim pelaksanaan negara yang lebih demokratis.

iii. Hubungan Antara DPR Dan Presiden Sebagai sesama lembaga dan sesama anggota badan legislatif maka DPR dan Presiden bersama-sama mempunyai tugas antara lain: i. Membuat Undang-Undang (Pasal 5 ayat (1), 20 dan 21). dan Menetapkan Undang-Undang tentang anggaran pendapatan dan belanja negara (Pasal 23 ayat (1)). ii. Membuat undang-undang berarti menentukan kebijakan politik yang diselenggarakan oleh Presiden (Pemerintah). iii. Menetapkan budget negara pada hakekatnya berarti menetapkan rencana kerja tahunan. DPR melalui anggaran belanja yang telah disetujui dan mengawasi Pemerintah dengan efektif. Di dalam, pekerjaan untuk membuat UU, maka Iembagalembaga negara lainnya dapat diminta pendapatnya. Sesudah DPR bersama Presiden menetapkan UU dan RAP/RAB negara maka di dalam pelaksanaannya DPR berfungsi sebagai pengawas terhadap pemerintah. Pengawasan DPR terhadap Presiden adalah suatu konsekuensi yang wajar (logis), yang pada hakikatnya mengandung arti bahwa presiden bertanggung jawab kepada DPR dalam arti partnership. Presiden tidak dapat dijatuhkan oleh DPR, dan dengan pengawasan tersebut, maka terdapat kewajiban bagi Pemerintah untuk selalu bermusyawarah dengan DPR tentang

. mendengarkan. Sebaliknya keduduk-an DPR adalah kuat. 1) Hak budget. Presiden harus memperhatikan. maka DPR dapat senantiasa mengawasi segala tindakan-tindakan Presiden dan jikalau Dewan menganggap bahwa Presiden sungguh-sungguh melanggar pidana atau konstitusi yang telah. yaitu hak untuk menyusun rancangan Anggaran Belanja dan Pendapatan Negara (Pasal 23 ayat (1)).xcvii masalah-masalah pokok dari negara yang menyangkut kepentingan rakyat dengan UUD sebagai landasan kerja. 2) Hak inisiatif vaitu hak untuk mengusulkan rancangan uu (pasal 21 ayat (1)) b. dan DPR menpunyai kesempatan untuk menemukakan pendapat rakvat secara kritis terhadap kebijaksanaan dan politik pemerintah. Hal ini tetap sesuai dengan penjelasan resmi UUD 1945 dinyatakan bahwa Presiden harus tergantung kepada Dewan. Dewan ini tidak dapat dibubarkan oleh Presiden karena anggota-anggota DPR semuanya merangkap menjadi anggota-anggota MPR. memberikan keterangan-keterangan serta laporan-laporan kepada Dewan dan meminta pendapatnva. maka sepanjang tahun teriadi musyawarah yang diatur antara pemerintah dan DPR. Menurut UUD1945 hasil amandemen 2002 pasal 20-A ayat (2) dan 1) Hak amandemen (mengadakan perubahan) 2) Hak interpelasi (meminta kete-rangan) 3) Hak bertanya 4) Hak angket (hak untuk mengadakan suatu penyelidikan). Untuk pengawasan tersebut maka DPR mempunyai beberapa wewenang yaitu a. Dengan adanya wewenang DPR tersebut. ma.ka Majelis itu dapat melakukan sidang istimewa untuk melakukan inpeachment. Menurut UUD 1945. Bentuk kerja sama antara DPR dan Presiden tidak boleh mengingkari partner legislatifnya. berkonsultasi dan dalam banyak hal.

dalam pasal tentang kementerian negara (Pasal 17) diterangkan bahvva Presiden tidak bertanggungjawab kepada DPR (sistem Kabinet Presidensial) Seperti juga halnya dengan Presiden. akan tetapi tergantung kepada Presiden. 1945. akan tetapi sebagai konsekuensinya yang waiar (logis) dari tugas clan kedudukannya. artinya kedudukannya tidak tergantung kepada Dewan. iv. ditambah pula ketentuan dalam penjelasan yang mengatakan bahwa Presiden harus memperhatikan sungguh-sungguh suara DPR.xcviii Kritik-kritik itu dapat dilanjutkan dan dibahas oleh surat-surat kabar sebagai pembawa suara masyarakat yang langsung sehingga terjadilah suatu 'Sosial Control` yang baik terhadap pemerintah khususnya dan terhadap lembaga-lembaga negara lain pada umumnya. yang berakibat diberhentikannya menteri oleh Presiden. melainkan secara serius harus memberikan pertimbangan kepada Presiden dan sebaiknva Presiden tidak boleh . Sudah terang bahwa DPR tidak boleh main mosi tidak percaya. Penafsiran tentang kedudukannya menteri-menteri itu tidak bisa dilepaskan dari penafsiran tentang kedudukan Presiden yang juga dalam penjelasan UUD. menteri-menteri tidak dapat dijatuhkan dan/atau diberhentikan oleh DPR. Hubungan Antara DPR Dengan Menteri-Menteri Hubungan kerjasama antara Presiden dengan DPR juga harus dilaksanakan dalam hal DPR menyatakan keberatannya terhadap kebijaksanaan menteri-menteri. Oleh karena itu menterimenten pun juga tidak terlepas dari keberatan-keberatan DPR. Dalam hal ini sudah sewajarnya Presiden mengganti menteri yang bersangkutan tanpa membubarkan kabinet. sedangkan dalam penjelasannya dikemukakan bahwa menterimenteri itu tidak bertanggung jawab kepada DPR. Dalam UUD 1945 dinyatakan bahwa menteri-menteri diangkat dan diberhentikan oleh Presiden (Pasal 17 ayat (2)).

Dalam Pasal 24 ayat (1) UUD 1945 disebutkan bahwa kekuasaan kehakiman dilakukan oleh sebuah Mahkamah Agung dan lain-lain Badan Kehakiman menurut susunan dan kekuasaan Badan-Badan Kehakiman tersebut diatur menetapkan hubungan antara Mahkamah Agung dengan lembaga-lembaga lainnya. Dalam Penjelasan UUD 1945 disebutkan bahwa kekuasaan kehakiman adalah kekuasaan pemerintah ataupun kekuasaan serta kekuatan lainnya! Berhubung dengan itu harus diadakan jaminan dalam . Untuk menetapkan politik pemerintah dan koordinasi dalam pemerintah negara. mereka bukan pegawai tinggi biasa. Berhubungan dengan itu mcnteri mempunyai pengaruh besar terhadap Presiden dalam menuntun politik negara yang menyangkut departemennya. Hubungan Antara Presiden dengan Menteri-Menteri Presiden mengangkat dan memberhentikan menteri-menteri negara (Pasal 17 ayat (2)) dan menteri-menteri itu secara formal tidak bertanggung jawab kepada DPR. akan tetapi tergantung kepada Presiden.-dan terhadap MPR itu Presiden secara imperatif harus melaksanakannya. Meskipun kedudukan Para menteri tergantung. timbul kebiasaan bahwa Presiden melimpahkan sebagi-an wewenang kepada pembantu pimpinan dari Presiden Konvensi yang demikian ini tidak boleh mengurangi jiwa dari sistem kabinet Presidensial. v. terutama berdasar Pasal 3 ayat (3). sebagai pemimpin departemen (Pasal 17 ayat (3)).xcix bersitegang tidak mau memperhatikan suara DPR yang telah diberikannya dengan tulus ikhlas. vi.kepada Presiden. oleh karena itu menteri-menterilah yang terutama menjalankan pemerintahan dalam praktekm a. Memang yang dimaksudkan adalah bahwa para menteri itu peminpin-pemimpin negara. maka sebagai jalan keluar MPR harus segera memberikan keputusannya. menteri mengetahui seluk-beluk mengenai lingkungan pekerjaannya. Hubungan Antara Mahkamah Agung Dengan Lembaga Negara Lainnya. para menteri bekerjasama satu sama lain secara erat di bawah pimpinan Presiden Dalam praktek Pernerintahan. Menteri adalah pembantu Presiden (Pasal 17 ayat (3)).

not by man). Ketentuan im menunjukkan bahwa di negara Indonesia dijamin perlindungan hak-hak asasi manusia dan bukan kemauan seseorang yang menjadi dasar tindakan penguasa (Govemment by law. dituntut dan atau dihadapkan di depan pengadilan. ditangkap. karena alat penbuktian yang sah menurut undang-undang mendapat keyakinan bahwa seorang yang dianggap dapat bertanggung jawab. telah bersalah atas perbuatan yang dituduhkan atas dirinya. pertimbangan dan nasihat-nasihat tentang soal-soal hukum kepada lembaga negara lain apabila diminta. Demikian juga tiada scoarano juapun dapat dijatuhi pidana. berhubungan dengan itu pengadilan mengadili menurut hukum dengan tidak membeda-bedakan orang. Negara Republik Indonesia adalah negara yang berdasarkan atas hukum yang berdasarkan Pancasila. wajib dianggap tidak bersalah sebelum kekuatan hukum yang tetap asas (persumfion innocence).tiada seorang juapun dapat dihadapkan di depan pengadilan selain daripada yang ditentukan baginya oleh undang-undang. atau singkatnya disebut dengan 'Rule of law' Undang-undang Pokok Kehakimain (UU No. Setiap orang yang disangkakan. sebagai syarat mencapai suatu keputusan yang seadil-adilnya. selain atas printah tertulis oleh kekuasaan yang sah dalam hal-hal clan menurut cara-cara yang diatur dengan undangundang. Semua pengadilan memberikan keterangan. 14 tahun 1970) dalam Pasal 5 sampai dengan Pasal 8 menjamin hak-hak asasi manusia yang mendapatkan perlindungan. kecuali apabila pengadilan. Sifat negara hukum ini rnengandung makna bahwa alat-alat perlengkapannya hanya dapat bertindak menurut dan terikat kepada aturanaturan yang telah dibuat oleh badan yang dikuasakan untuk mengadakan peraturanperaturan itu. Berhubung dengan itu kekuasaan kehakiman adalah kekuasaan negara yang merdeka untuk menyelenggarakan peradilan guna meneoakkan hukum dan keadilan berdasarkan Pancasila. penggeledahan dan pesitaan. penahanan.c bentuk UUD 1945 tentang kedudukan para hakim. Selain itu tidda seorangpun dapat dikenakan penangkapan. ditahan. .

Undang-Undang No. Sehubungan dengan pcnuaian tugasnya BPK berwenang meminta keterangan yang wajib diberikan oleh setiap orang. sepanjang tidak bertentangan dengan Undang-Undang. akan tetapi tidak berdiri di atas pemerintah. .bahwa mahkamah Agung berhak untuk menguji secara material peraturan yang lebih rcndah tingkatnya dari undang.yang . XI/MPR/1998. bahwa BPK adalah lembaga tinggi negara yang dalam pelaksanaan terlepas dari pengaruh oleh kekuasaan pemerintah. dilakukan oleh instansi yang bersangkutan. berwenang menyatakan tidak sah peraturan perundangan dari tinokat .lebih tinggi.undang mengenal sah tidaknya dengan ketentuan perundang-undangam yang lebih tinggi. vii. BPK bertugas untuk memeriksa tanggung jawab pemerintah tentang keuangan negara dan memeriksa semua pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Ketentuan ini mengatur tentang hak menguji dari Mahkamah Agung. Dalam proses reformasi dewasa ini Mahkamah Agung merupakan ujung tombak terutama mernberantas KKN untuk rnewujudkan pemerintahan yang hersih sebagaimana diamanatkan oleh Tap No.ci Mahkamah Agung sebagai Lembaga Tinggi Negara dalam bidang kehakiman dari tingkat yang lebih tinggi. yang mengandung makna. 5 tahun 1973 tentang Badan Pemeriksa Keuangan menegaskan. Dewan Perwakilan Daerah daerah DPRD (Pasal 23-E ayat (2)) untuk mengikuti dan menilai kebijakan ekonomis financial pemerintah yang dijalankan oleh aparatur administrasi negara yang dipimpin oleh pemerintah. badan/instansi Pemerintah atau badan swasta. Hubungan Antara BPK Dengan DPR Badan Pemcriksa Keuangan (BPK) bertugas memeriksa tentang keuangan negara dan hasil perneriksaannya itu diberitahukan kepada DPR. Mahkamah Agung harus bebas dari pengaruh kekuasaan ataupun lainnya. Putusan tentang tidak sah peraturan penmdang-undangan tersebut dapat diambil berhubungan perundangan yang dinyatakan tidak sah tcrsebut.

atau perbuatan yang merugikan negara. Ditinjau dari segi ini maka hasil pemeriksaan BPK merupakan upaya yang menjamin terbinanya aparatur pemerintahan dan aparatur perekonomian negara yang bersih clan sehat. Tidak kalah pentingnya adalah mengawasi apakah kebijaksanaan dan arah tersebut dilaksanakan pemerintah dengan sebaik-baiknya menurut tujuan semula. ' Keanggotaan BPK itu tidak mewakili suatu golongan dan manapun juga asal anggotanya. secara tertib. dapat dikenakan hukuman penjara selama-lamanya satu tahun enam bulan. Sudah selayaknya sebagai sesama Lembaga Negara. ' PENUTUP . Hal itu diperlukan untuk menjamin agar BPK dapat bekerja secara objektif. oleh karena. Selain pelaksanaan APBN. Kedudukannya bebas dan terlepas dari pengaruh pemerintah.cii Pembentukan BPK sesungguhnya memperkuat pelaksanaan demokrasi dalam arti yang sesungguhnya. diperiksa pula Angggaran Pendapatan dan Belanja Daerah. Hasil pemeriksaan BPK inipun disertai sanksi pidana. Namun kerjasama yang baik itu tidaklah berarti saling melindungi atau saling menutupi kekurangan masing-masing. DPR dan Pemerintah terjalin kerjasama yang sebaik-baiknya. maka masalahnya diberitahukan kepada kepolisian atau kejaksaaan. pegaturan kebijaksanaan dan arah keuangan negara yang dilakukan DPR saja belum dapat dikatakan cukup. Barang siapa sengaja tidak memenuhi kewajiban untuk memberikan keterangan yang diminta BPK dengan jalan menolak atau menghindarkan diri untuk memberikan keterangan. Anggaran Perusahaan-perusahaan milik negara dan lain-lain. antara BPK. apabila hasil pemeriksaan mengungkapkan sangkaan terjadinya tindakan-tindakan pidana. Jadi BPK bertugas memeriksa pertanggungjawaban pemerintah tentang keuangan negara dan memeriksa semua pelaksanaan APBN yang hasil pemeriksanaannya diberitahukan kepada DPR. Dewan Perwakilan Daerah dan DPRD.

Setiadi. Universitas Hasanuddin. Kaelan. UUD 1945 mengalami 4 kali perubahan (amandemen). Pradnya Paramitha. Pen. (hasil Amandemen disahkan tanggal 16 Agustus 2002) (Anallsis Filosofis & Yuridis). Pradnya Paramitha.Si. Departemen Penerangan R. Purnomo. Pendidikan Pancasila. M. 2003. Jelaskan sistem Kelembagaan dan hubungan antar lembaga Negara Kesatuan RI! DAFTAR BACAAN Ismail Sunny..2004 BAB VI .Si. Jakarta. M. 1962.I. 2005. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta. Elly M. Pen. Pen. 1968. Kajian tentang UUD’ Negara R.Pendidikan Pancasila Bunga Rampai . Pen. Pen. Panduan Kuliah Pendidikan Pancasila untuk Perguruan Tinggi. Jelaskan konstusi sebagai landasan politik dan strategi nasional Indonesia! 3.STIMIK DIPANEGARA . CST. Jelaskan pengertian konstitusi negara! 2. 1973. Pengimplementasian UUD’45. 1973. JCT. Pen.I. II.Makassar. Kaelan. Jakarta.Jakarta. 1970. Jambatan. Dra. Erlangga. Bursa Buku FH-UI. Kanisius. Drs. Pembagian Kekuasaan Negara. Tentang dan Sekitar UUD’45. Hutauruk. R. Pancasila dan UUD'45 (I.Si. III) Pen. SOAL LATIHAN Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini : 1. Seko ABRI. Drs. Pen. M. 1993.2003 Tim Dosen Pancasila Unhas. Paramitha Pradnya.Makassar. Yogyakarta. -----------------Sistem Pemerintahan Indonesia. Kansil. yang pada kurun waktu tahun 1999-2002. Tim Dosen Pancasila Unhas.Pendidikan Pancasila Perguruan Tinggi. Jakarta. Pen. adalah konstitusi negara Republik Indonesia yang disahkan sebagai undang-undang dasar negara oleh PPKI pada tanggal 18 Agustus 1945. S. yang merubah susunan lembaga-lembaga dalam sistem ketatanegaraan Republik Indonesia. 1982.H. Hak-hak dan Kewajiban Warga Negara. Gunawan. M. Pen. Jakarta. Jelaskan Amandemen/perubahan UUD 1945 dan Dinamika Pelaksanaan UUD 1945! 4. Bandung.ciii Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Yogyakarta. Yogyakarta. Hak-hak Asasi Manusia Berdasarkan Idiologi Pancasila. Simorangkir. 2002.

berarti kesatuan masyarakat yang brdiri sendiri.civ POLITIK DAN STRATEGI NASIONAL PENDAHULUAN A. dan distribusa atua alokasi sumber daya. cita-cita . cara. prinsip. pengaturan . Latar Belakang Kata politik secara etimologi berasal dari bahasa Yunani poitenia. cara.pembagian ataupun alokasi sumber daya yang ada memerukan kekuasaan dan wewenang. adalah penggunan pertimbangan pertimbangan yang di anggap dapat lebih menjamin terlaksananya suatu usaha. kebijakan. Ruang Lingkup . politik dalam arti politics mempunyai makna kepentingan umum warga Negara suatu bangsa. dan arah tersebut sebaik-baiknya. dan alat yang digunakan untuk mencapai tujuan tertentu yang dikehendaki. B. dam tujuan yang di kehendaki. Perlu di ingat bahwa penentuan kebijakan umum. Dalam bahasa Indonesia. Kekuasaan dan wewenang ini memainkan peranan yang sangat penting dalam pembinaan kerja sama dan penyelesaian konflik yang mungkin muncul dalam proses pencapain tujuan. Pengambilan kebijaksanaan biasanya dilakukan oleh seorang pemimpin. kesatuan. pembagian atau alokasi sumber daya yang ada. Dengan demikian. Politcs memberi asa. Politik secara umum menyangkut proses penentuan tujuan Negara dan cara melaksanakannya . jalan. cara. politik membicarakan hal-hal yang berkaitan dengan Negara. pngambilan keputusan. keadaan. yaitu Negara dan tela yang berarti urusan. keadaan. pelaksanaan tjuan itu memerlukan kebijakan-kebijakan umum yang menyangkut pengaturan. jalan. dan madannya. Politik merupakan suatu rangkaian asas. sedangkan policy memberkan pertimbanagn cara pelaksanaan asas. dan alat yang di gunakan untuk mencapai cita-cita dan tujuan tertentu. arah. Politics dan policy memiliki hubungan yang erat dan timbale balik. Sementara itu policy yang dalam bahasa Indonesia di terjemahkan sebagai kebjaksanaan. yang akar katanya adalah polis. Dalam bahasa inggris. jalan. politics adalah suatu rangkaian asas.

Peka terhadap permasalahan politik yang ada di lingkungannya yang terkait dengan strategi nasional.cv Bahan pembelajaran ini akan membahas : a. dan antisipasi). Politik pembangunan nasional dan manajemen nasional. kreatif. Menganalisis wujud polnas dan stranas di indonesia. Menghubungkan strategi raya dengan strategi nasional. 4. Melalui pembelajaran ini mahasiswa diharapkan dapat : 1. 2.strategi nasional. dan polstranas b. Menjelaskan latar belakang politik dan strategi nasional. Memecah permasalahan politik. Tanggap terhadap berbagai akibat dari permasalahan politik yang dapat menggangu eksistensi negara. Pengertian politik.yang terkait dengan politik. dan. 7. strategi. geopolitik. Stratifikasi politik nasional c. serta 8. kritis. Mengambil keputusan kolektif sebagai rekomendasi terkait dengan polstrahankam URAIAN BAHAN PEMBELAJARAN . C. 5. serta strategi nasional secara rasional (proaktif. Permasalahan dan agenda pembangunan nacional. strategi nasional dan mengambil keputusan mengenai hal-hal yang strategis bagi kepentingan publik. d. Menganalisis berbagai permasalahan polsrahankam. Sasaran Pembelajaran Mahasiswa dapat mengenali masalah-masalah strategi dalam politik. 6. 3.

Strategi dan Polstranas 1. pemerintah. Pengertian Politik. cita-cita atau keinginan atau tujuan yang di kehendaki. Misalnya NATO. Secara etimologi pengertian politik di bagi atas tiga yaitu: Politik dalam arti Politce mempunyai makna kepentingan umum warga Negara suatu bangsa yang di rumuskan ialah suatu rangkaian asas. cara dan alat yang digunakan oleh individu atau kelompok untuk mencapa kepentingan tertentu. Politik dalam arti konvensional adalah alat untuk mencapai kemnangan dalam perang( pertahanan). wilayah serat kedaulatan Negara yang bersangkuan. filsafat atau sejarah masyarakat yang bersangkutan. cara. dan alat yang digunakan untuk mencapai tujun tertentu yang dikehendaki. Proses politik yaitu kegiatan politik dalam kenyataannya yang motivasinya bersumberkan dari kultur politik masyarakat yang bersangkutan dan di laksakan dalam kerangka struktur politiknya . Contoh partai politik. prinsip. Politik dalam arti policy yang d artikan kebijaksanaan yaitu berupa penggunaan pertimbangan-pertimbangan tertentu yang dianggap dapat lebih menjamin terlaksananya suatu usaha. Struktur plitik yaitu kerangka hubungan formal yang mengatur hubungan rakyat. jalan. agama. keadaan. keadaan. Politik sebagai system dapat meliputi beberapa hal yaitu: Kultur politik yaitu nilai-nilai rohaniah serta lembaga-lembaga yang menata kehidupan politik yang berasak dari adapt. Cintoh politik ekonomi. Pengertian Politik Secara umum politik merupakan suatu rangkaian asas. dalam suatu politik misalkan politik ekonomi dalam proses pelaksanaan suatu institusi perlu memilki kebijaksanan dalam menghadapi berbagai masalah yang ada di masyarakat. prinsip.cvi A. dalam hal ini tujuan dari sekelompok orang yang mendirikan suatu organisasi berupa partai politik adalah unuk mencapai suatu kepentingan berupa keduduakn yang tinggi dalam suatu pemerinitahan. jalan.

artinya suatu kumpulan keputusan yang diambil seseorang atau kelompok politik. 3. Strategi pada dasarnya merupakn seni dan ilmu dalam menggunakan serta mengembangkan kekuatan (ideology). Strategi nasional disusun untuk pelaksanaan politik nasional misalnya stretegi jangka pendek. Politik dan Strategi Nasioanal Politik nasional diartikan sebagai kebijakan umum dan pengambilan kebijakan untuk mencapai suatu cita-cita dan tujuan nasional. dan jangka panjang. yaitu pembagian atau penjatahan nilai-nilai dalam masyarakat. Jadi.cvii Politik selalu membicraka hal-hal yang berkaitan dengan: Negara. Pengertian Strategi Strategi berasal dari bahasa Yunani strategia yang di artikan sebagai “the art of general” atau seni seorang panglima yang bias any digunakan dalam peperangan. yaitu kemampuan seseorang atau kelompok mempengaruhi tingkah laku orang lain atau kelompok lain sesuai dengan keinginannya. Pengambilan Keputusan. haluan. Dengan demikian. untuk memilih tujuan dan cara mencapai tujuan itu. dan hankam) untuk mencapai tujuan yang telah di tetapkan sebelumnya. Dalam pengertian umum. Kebijakan. yang merupakan organisasi politik paling utamu dalam suatu wlayah yang berdaulat. usaha. Distribusi / Alokasi Sumber Daya. strategi adalah cara untuk mendapatkan kemenanagan atua pencapaian tujuan. sementara itu perang tu sendiri merupakan kelanjutan dari politik. strategi adalah cara melaksanakan . yaitu siapa pengambil keputusan dan untuk siapa keputusan diambil. politik. 2. Kekuasaan. kebijaksanaan negara tentang pembinaan serta penggunaan kekuatan nasional untuk mencapai tujuan nasional. dalam politik pengambilan keputusan melalui sarana umum. social budaya. defenisi politik nasional adalah asas. Karl vont Clausewitz (1780-1831) berpendapat bahwa strategi adalah penggunaan pertempuran untuk memenangkan pperangan. menengah.

Dasar Pemikiran Penyusunan Politik dan Strategi Nasional Dalam penyusunan politik dan strategi nasional perlu dipahami pokok-pokok pikiran yang terkandung dalam sistem manajemen nasional yang berlandaskan ideologi Pancasilan. 5.cviii politik nasional dalam mencapai sasaran dan tujuan yang ditetapkan dalam konteks politik nasional. Landasan pemikiran dalam sistem manajemen nasional ini sangat penting sebagai kerangka acuan dalam penyusunan politik dan strategi nasional karena didalamnya terkandung dasar negara. dan konsep strategis bangsa Indonesia. 4. Penyusunan Politik dan Strategi Nasional Politik dan strategi nasional yang berlangsung selama ini disusun berdasarkan sistem kenegaraan menurut UUD 1945. seperti Dewan Stabilitas Ekonomi Nasional. seperti partai politik. presiden dibantu oleh berbagai lembaga tinggi negara lainnya serta dewan-dewan yang merupakan badan koordinasi. Dewan Penerbangan dan . cita-cita nasional. kelompok kepentingan (interest group). Wawasan Nusantara. dan MA. Sejak tahun 1985 telah berkembang pendapat yang menyatakan bahwa jajaran pemerintah dan lembagalembaga yang tersebut dalam UUD 1945 merupakan “suprastruktur politik”. Suprastruktur dan infrastruktur politik harus dapat bekerja sama dan memiliki kekuatan yang seimbang. Sementara itu badan-badan yang ada dalam masyarakat disebut sebagai “infrastruktur politik” yang mencakup pranata politik yang ada dalam masyarakat. media massa. UUD 1945. Lembaga-lembaga tersebut adalah Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR). Mekanisme penyusunan politik dan strategi nasional ditingkat suprastruktur politik diatur oleh presiden. dan Ketahanan Nasional. organisasi kemasyarakatan. Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Dalam melaksanakan tugas ini. dan kelompok berpengaruh (pressure group). Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

masyarakat ikut berpartisipasi dalam kehidupan politik nasional. dan bernegara. Proses penyusunan politik dan strategi nasional ditingkat suprastruktur politik dilakukan setelah presiden menerima GBHN. Adapun yang dilaksanakan oleh presiden sesungguhnya merupakan politik dan strategi nasional yang bersifat pelaksanaan. Melalui pranata-pranata politik. Strategi nasional dilaksanakan oleh para menteri dan pimpinan lembaga pemerintah nondepartemen berdasarkan petunjuk presiden. Pandangan masyarakat terhadap kehidupan politik. penyelenggara negara harus mengambil langkah-langkah pembinaan terhadap semua lapisan masyarakat dengan mencantumkan sasaran sektoralnya. presiden menyusun program kabinet dan memilih menteri-menteri yang akan melaksanakan program-program tersebut. Dalam era reformasi saat ini. 2) Semakin terbuka akal dan pikiran untuk memperjuangkan haknya. masyarakat memiliki peran yang sangat besar dalam mengontrol jalannya politik dan strategi nasional yang ditetapkan oleh MPR ataupun yang dilaksanakan oleh presiden. berbangsa. 3) Semakin meningkat kemampuan untuk menentukan pilihan dalam pemenuhan kebutuhan hidup. Selanjutnya. ekonomi. Dewan Maritim. Dewan Otonomi Daerah dan Dewan Stabilitas Politik dan Keamanan.cix Antariksan Nasional RI. sudah tercantum program-program yang lebih konkret yang disebut sasaran nasional. Program kabinet dapat dipandang sebagai dokumen resmi yang memuat politik nasional yang digariskan oleh presiden. . Proses politik dan strategi nasional pada infrastruktur politik merupakan sasaran yang akan dicapai oleh rakyat Indonesia. ataupun bidang Hankam akan selalu berkembang karena : 1) Semakin tingginya kesadaran bermasyarakat. Didalamnya. Sesuai dengan kebijakan politik nasional. sosial budaya.

serta d) Dalam keadaan tertentu dapat pula dikeluarkan maklumat presiden. atau piagam kepala negara. pasal 5 ayat (2). B. peraturan. Tingkat Penentu Kebijakan Puncak 1) Tingkat kebijakan puncak meliputi kebijakan tertinggi yang menyeluruh secara nasional dan mencakup penentuan Undan-Undang Dasar. penggarisan masalah makropolitik bangsa dan negara untuk merumuskan tujuan nasional (national goals) berdasarkan falsafah Pancasila dan UUD 1945. c) Keputusan atau instruksi presiden yang berisi kebijakan-kebijakan penyelenggaraan pemerintahan yang wewenang pengeluarannya berada di tangan presiden dalam rangka pelaksanaan kebijakan nasional dan perundang-undangan yang berlaku (UUD 1945. Pasal 5 ayat (1) atau Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perpu) dalam hal ihwal kepentingan yang memaksa) b) Peraturan pemerintah untuk mengatur pelaksanaan undang-undang yang wewenang penerbitannya berada di tangan presiden (UUD 1945. . Hasil-hasilnya berbentuk a) Undang-undang yang kekuasaan pembuatnya terletak di tangan presiden dengan persetujuan DPR (UUD 1945. seperti tercantum pada Pasal 10 sampai dengan Pasal 15 UUD 1945. Stratifikasi Politik Nasional Stratifikasi politik (kebijakan) nasional dalam Negara Republik Indonesia sebagai berikut : a. Bentuk hukum dari kebijakan nasional yang ditentukan oleh kepala negara itu dapat berupa dekrit. tingkat penentuan kebijakan puncak ini juga mencakup kewenangan presiden sebagai kepala negara.cx 4) Semakin meningkat kemampuan untuk mengatasi persoalan seiring dengan semakin tingginya tingkat pendidikan yang ditunjang oleh kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Pasal 4 ayat (1). 2) Dalam hal dan keadaan yang menyangkut kekuasaan kepala negara. serta 5) Semakin kritis dan terbukanya masyarakat terhadap ide baru.

Keputusan. program. dan . sistem dan prosedur dalam bidang utama tersebut. Hasil penentuan dari pimpinan lembaga nondepartemen itu lazimnya merupakan pedoman pelaksanaan. Didalam tata laksana pemerintahan. Kebijakan ini adalah penjabaran kebijakan puncak dalam rangka merumuskan strategi administrasi. Tingkat Penentuan Kebijakan Teknis Kebijakan teknis meliputi penggarisan dalam satu sector dari bidang utama diatas dalam bentuk prosedur serta teknik untuk mengimplementasikan rencana.cxi b. Ia juga mempunyai wewenang untuk membantu mempersiapkan kebijakan umum menteri. Selain itu. d. Hasilnya dirumuskan dalam bentuk Peraturan Menteri. Dalam keadaan tertentu menteri juga dapat mengenal Surat Edaran Menteri. sekjen sebagai pembantu utama menteri bertugas mempersiapkan dan merumuskan kebijakan umum menteri dan pimpinan rumah tangga departemen. Tingkat Penentu Kebijakan Khusus Kebijakan khusus merupakan penggarisan terhadap suatu bidang utama (major area) pemerintahan. ada inspektur jenderal dalam penyelenggaraan pengendalian departemen. atau Instruksi Pimpinan Lembaga Nondepartemen/Direktur Jenderal. Tingkat Kebijakan Umum Tingkat kebijakan umum merupakan tingkat kebijakan dibawah tingkat kebijakan puncak yang lingkupnya juga menyeluruh nasional dan berupa penggarisan mengenai masalah makro-strategis untuk mencapai tujuan nasional dalam situasi dan kondisi tertentu. Wewenang pengeluaran kebijakan khusus ini terletak di tangan pimpinan eselon pertama departemen pemerintahan dan pimpinan lembaga-lembaga nondepartemen. Hasil penentuan kebijakan dirumuskan dalam bentuk Peraturan. c. Keputusan Menteri atau Instruksi Menteri dalam bidang pemerintahan yang dipertanggungjawabkan kepadanya. Wewenang kebijakan umum berada di tangan menteri berdasarkan kebijakan pada tingkat diatasnya.

Kebijakan teknis ini dilakukan oleh kepala daerah. dan hasil guna sebesar mungkin dalam penggunaan sumber daya dan dana nasional dalam rangka mewujudkan tujuan nasional. serta Bupati/Kepala Daerah atau Walikota/Kepala Daerah. Keterpaduan tersebut merupakan himpunan usaha untuk mencapai efisiensi. C. struktur. mencerdaskan kehidupan bangsa. Tujuan politik bangsa Indonesia telah tercantum dalam pembukaan UUD 1945. Perumusan hasil kebijakan tersebut diterbitkan sebagai kebijakan daerah dalam bentuk peraturan daerah provinsi atau kota/kabupaten. 1) Wewenang penentuan pelaksanaan kebijakan pemerintah pusat di daerah terletak di tangan gubernur dalam kedudukannya sebagai wakil pemerintah pusat di daerah yuridikasinya masing-masing. dibawah ini terdapat dua macam kekuasaan dalam pembuatan aturan di daerah. yaitu melindungi segenap seluruh bangsa Indonesia. Sementara itu. Dengan demikian. dan proses. Karena itu . bupati/walikota. dan kabupaten/kota. daya guna. sedangkan bagi daerah kota/ kabupaten berada di tangan Bupati atau Walikota. dan keadilan sosial. memajukan kesejahteraan umum. wewenang itu berada di tangan gubernur. dan kepala daerah tingkat I atau II disatukan dalam satu jabatan yang disebut Gubernur/Kepala Daerah. politik pembangunan harus berpedoman pada pembukaan UUD 1945. jabatan gubernur. Politik pembangunan sebagai pedoman dalam pembangunan nasional memerlukan kepanduan tata nilai. Menurut kebijakan yang berlaku sekarang. Perumusan hasil kebijaksanaan tersebut dikeluarkan dalam keputusan dan instruksi gubernur untuk wilayah provinsi. serta keputusan dan instruksi bupati atau walikota untuk wilayah bupati atau walikota. serta ikut melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan. perdamaian abadi. Bagi daerah provinsi. serta keputusan dan instruksi kepala daerah provinsi atau kota/kabupaten. provinsi. Politik Pembangunan Nasional Dan Manajemen Nasional Politik merupakan cara untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya.cxii kegiatan. 2) Kepala daerah berwenang mengeluarkan kebijakan pemerintah daerah dengan persetujuan DPRD.

mandiri. Itulah sebabnya. dan lain-lain. olahraga. kesehatan dan lain-lain. maju. hiburan. Keikutsertaan setiap warga negara dalam pembangunan nasional dapat dilakukan dengan berbagai cara. seperti mengikuti program wajib belajar. misalnya sandang. . politik. yakni sejahtera lahir dan batin. sejahtera. serta dengan memperhatikan tantangan perkembangan global. perumahan. Adapun pelaksanaannya tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. serta kukuh kekuatan moral dan etikanya. Untuk mengetahui proses pembangunan nasional itu berlangsung. dan administrasi. menaati segala peraturan dan perundang-undangan yang berlaku. pelaksanaan dan pengendalian pelaksanaan kebijaksanaan. rekreasi. berkeadilan. pengairan. menjaga ketertiban dan keamanan. Pelaksanaannya mengacu pada kepribadian bangsa-bangsa dan nilai luhur yang universal untuk mewujudkan kehidupan bangsa yang berdaulat. serasi dan seimbang. Tujuan pembangunan itu sendiri adalah sebagai usaha untuk meningkatkan kesejahteraan seluruh bangsa Indonesia.cxiii diperlukan sistem manajemen nasional yang berfungsi memadukan penyelenggaraan siklus kegiatan perumusan. contoh pembangunan yang bersifat batiniah adalah pembangunan sarana dan prasarana ibadah. Maksudnya. Sistem manajemen nasional memadukan seluruh upaya manajerial yang melibatkan pengambilan keputusan berkewenangan dalam rangka penyelenggaraan kehidupan berbangsa dan bernegara untuk mewujudkan ketertiban nasional sosial. pangan. perkantoran. dan lain-lain. a. gedung. setiap warga negara Indonesia harus ikut serta dan berperan dalam melaksanakan pembangunan sesuai dengan profesi dan kemampuan masing-masing. tetapi juga merupakan tanggung jawab seluruh bangsa Indonesia. Pembangunan nasional mencakup hal-hal yang bersifat lahiriah dan batiniah yang selaras. membayar pajak. Pembangunan yang bersifat lahiriah dilaksanakan untuk memenuhi kebutuhan hajat hidup fisik manusia. harus dipahami manajemen nasional yang terangkai dalam sistem. pembangunan nasional bertujuan mewujudkan manusia dan masyarakat Indonesia yang seutuhnya. melestarikan lingkungan hidup. Sementara itu. pabrik. sarana dan prasarana transportasi. Makna Pembangunan Nasional Pembangunan nasional merupakan usaha peningkatan kualitas manusia dan masyarakat Indonesia secara berkelanjutan dengan memanfaatkan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi.

dan damai. yang meliputi Pancasila. rukun. serta tetap berkembangnya pluralisme dan keberagaman dengan prinsip Bhinneka Tunggal Ika 2) Strategi pembangunan Indonesia yang diarahkan untuk membangun Indonesia di segala bidang merupakan perwujudan dari amant yang tertera jelas dalam pembukaan UUD 1945. Strategi ini bermaksud untuk membangun demokrasi yang dijiwai oleh Pancasila dan Pembukaan UUD 1945. Visi Pembangunan Nasional 1) Terwujudnya kehidupan masyarakat. ditempuh 2 (dua) strategi pokok pembangunan. yaitu : 1) Strategi penataan kembali Indonesia yang diarahkan pada sistem ketatanegaraan yang dilandasi dengan berdirinya negara kebangsaan Indonesia. i. Strategi pembangunan pertama. bangsa. dan hak asasi manusia. bangsa dan negara yang menjunjung tinggi hukum. 2) Mewujudkan Indonesia yang adil dan demokratis. tetap tegaknya NKRI. dan negara yang aman bersatu. serta memberikan pondasi yang kokoh bagi pembangunan yang berkelanjutan. serta 3) Mewujudkan Indonesia yang sejahtera. UUD 1945. Didalam mewujudkan visi dan menjalankan misi pembangunan nasional. Misi Pembangunan Nasional 1) Mewujudkan Indonesia yang aman dan damai. 2) Terwujdnya masyarakat. yaitu demokrasi yang mengandung elemen tanggung jawab disamping hak. .cxiv b. serta 3) Terwujudnya perekonomian yang mampu menyediakan kesempatan kerja dan penghidupan yang layak. dimaksudkan untuk mengembangkan sistem sosial politik yang tangguh sehingga sistem dan kelembagaan ketatanegaraan yang terbangun tahan menghadapi berbagai goncangan sebagai suatu sistem sosial politik yang berkelanjutan. kesetaraan. c.

dan penilaian hasil kebijaksanaan (policy evaluation) terhadap berbagai kebijaksanaan nasional. Sistem manajemen nasional merupakan perpaduan antara nilai. struktur.cxv ii. Orientasinya penemuan dan pengenalan (identifikasi) faktor-faktor strategis secara menyeluruh dan terpadu. daya guna dan daya nasional demi mencapai tujuan nasional. 1. Unsur. Secara lebih sederhana dapat dikatakan bahwa sebuah sistem sekurang-kurangnya harus dapat menjelaskan unsur. pedoman serta sarana bagi perkembangan proses pembelajaran (learning process) ataupun penyempurnaan fungsi penyelenggaraan pemerintahan yang bersifat umum ataupun untuk pembangunan. diarahkan pada dua sasaran pokok. Manajemen Nasional Manajemen nasional pada dasarnya merupakan sebuah sistem sehingga lebih tepat jika digunakan istilah bersifat “sistem manajemen nasional” layaknya sebuah adalah sistem. pengaturan dan pelayanan yang diperlukan dalam mewujudkan cita-cita bangsa. Strategi pembangunan kedua. dan proses untuk mencapai kehematan. d. fungsi serta lingkungan yang mempengaruhi. yaitu pemenuhan hak dasar rakyat serta penciptaan landasan pembangunan yang kokoh. landasan. Struktur dan Proses Secara sederhana unsur-unsur utama sistem manajemen nasional bidang ketatatnegaraan meliputi hal-hal berikut : a) Negara sebagai “organisasi kekuasaan” mempunyai hak dan peranan atas pemilikan. struktur. termasuk usaha produksi serta distribusi barang dan jasa bagi kepentingan masyarakat umum (public goods and services). proses. sistem manajemen nasional dapat menjadi kerangka dasar. . Proses penyelenggaraan yang serasi dan terpadu meliputi siklus kegiatan perumusan kebijaksanaan (policy formulation) pelaksanaan kebijaksanaan (policy implementation). pada pembahasannya komprehensif-strategis-integral. Dengan demikian.

keputusan-keputusan itu bersifat mengikutserta dapat dipaksakan (compulsory) demham sanksi-sanksi atau dengan insentif dan disinsentif tertentu yang ditujukan kepada seluruh anggota masyarakat. Masukan ini berintikan kepentingan rakyat. Tata Administrasi Negara (TAN). baik secara individual maupun melalui organisasi kemasyarakatan. kelompok berpengaruh. dan Tata Kehidupan Masyarakat (TKM). Adapun yang dilihat dari dalam ke luar adalah Tata Laksana Pemerintahan (TLP). Arus keluar ini pada dasarnya merupakan tanggapan pemerintah terhadap berbagai tuntutan. dan pers. Sejalan dengan pokok pikiran sebelumnya. partai politik. Keluaran tersebut pada umumnya berupa berbagai kebijaksanaan yang lazimnya dituangkan ke dalam bentuk-bentuk perundangan/peraturan . Rangkaian kegiatan dalam TPKB menghasilkan berbagai keputusan yang terhimpun dalam proses arus keluar yang selanjutnya disalurkan ke PTN dan TKM. Dilihat dari sisi prosesnya. penyelenggaraan TPKB memerlukan proses arus masuk yang dimulai dari TKM melalui TPN. unsur-unsur utama sistem Manajemen Nasional (SISMENNAS) tersebut secara structural tersusun atas empat tananan (setting). Tata Politik Nasional (TPN). SISMENNAS berpusat pada satu rangkaian pengambilan keputusan yang berkewenangan yang terjadi pada tatanan dalam TAN dan TLP. tatanan dalam (TAN + TLP) dapat disebut Tatanan Pengembalian Berkewenangan (TPKB).cxvi b) Bangsa Indonesia sebagai unsur “pemilik negara” berperan dalam menentukan sistem nilai dan arah/haluan/kebijakan negara yang digunakan sebagai landasan dan pedoman bagi penyelenggaraan fungsi-fungsi negara. Kata kewenangan disini mempunyai konotasi bahwa keputusan-keputusan yang diambil adalah berdasarkan kewenangan yang dimiliki oleh si pemutus kewenangan berdasarkan hukum. Sementara itu. organisasi kepentingan. serta peluang dari lingkungannya. c) Pemerintah sebagai unsur “manajer dan penguasa” berperan dalam penyelenggaraan fungsi-fungsi pemerintahan umum serta pembanunan kearah cita-cita bangsa dan kelangsungan pertumbuhan negara. Aspirasi dari TKM dapat berasal dari terselenggaranya kegiatan rakyat. d) Masyarakat adalah unsur “penunjang dan pemakai” yang berperan sebagai kontributor. Sehubungan dengan ini. tantangan. Karena itu. penerima dan konsumen bagi berbagai hasil kegiatan penyelenggaraan fungsi pemerintahan seperti yang telah disebutkan. Tata laksana dan tata administrasi pemerintahan merupakan tatanan dalam (inner setting) dari SISMENNAS.

permasalahan dan kebutuhan tersebut diolah serta dijabarkan sebagai kepentingan nasional. Dalam proses arus masuk terdapat dua fungsi. taat kepada falsafah. Sementara itu. Fungsi Sistem Manajemen Nasional Fungsi disini dikaitkan dengan pengaruh. yaitu “pemasyarakatan politik”. 2. efek atau akibat dari terpadunya sebuah organisasi atau sistem dalam rangka pembenahan (adaptasi) serta penyesuaian (adjustment) dengan tata lingkungannya untuk memelihara kelangsungan hidup dan mencapai tujuan-tujuannya. mengenali. . Dalam proses melaraskan diri serta pengaruh mempengaruhi dengan lingkungan itu. Hal ini berarti bahwa segenap usaha dan kegiatan SISMENNAS diarahkan pada penjaminan hak dan penertiban kewajiban rakyat. Di dalam Tata Politik Nasional (TPN). setiap warga negara terdorong untuk setia pada negara. Fungsi pengenalan kepentingan adalah untuk menemukan. Dengan demikian. SISMENNAS memiliki fungsi pokok. serta klasifikasi kebijakan dan instansi yang mengeluarkannya. yaitu pengenalan kepentingan dan pemilihan kepemimpinan. sedangkan kewajiban rakyat pada pokoknya adalah keikutsertaan dan tanggungjawab atas terbentuknya situasi dan kondisi kewarganegaraan yang baik. terdapat suatu proses umpan balik sebagai bagian dari siklus kegiatan fungsional SISMENNAS yang menghubungkan Arus Keluar dan Arus Masuk ataupun Tatanan Pengambilan Keputusan Kerkewenangan (TPKB). secara procedural. serta taat pada peraturan dan perundangan. Sehubungan dengan hal ini. serta merumuskan berbagai permasalahan dan kebutuhan rakyat yang terdapat pada struktur pada Tata Kehidupan Masyarakat (TKM).cxvii yang sesuai dengan permasalahan. Hak rakyat pada pokoknya adalah terpenuhinya berbagai kepentingan rakyat. serta menyelenggarakan berbagai tugas dan pekerjaan dalam rangka TPKB. Pemilihan kepemimpinan berfungsi memberikan masukan tentang tersedianya orang-orang yang berkualitas untuk menempati berbagai kedudukan dan jabatan tertentu. SISMENNAS merupakan satu siklus berkesinambungan.

2) Pengendalian sebagai pengarahan. pelanggaran dan penyelewengan yang timbul sehubungan dengan kebijaksanaan umum serta program tersebut dalam rangka pemeliharaan tertib hukum. yaitu pembuatan aturan (rule making). Selain itu. manajerial.cxviii Pada Tatanan Pengambilan Keputusan Berkewenangan (TPKB) yang merupakan inti SISMENNAS. Ketiga fungsi TPKB tersebut merupakan proses pengelolaan lebih lanjut secara strategis. Pada aspek arus keluar. penerapan. dan lain-lain. bimbingan dan koordinasi selama pelaksanaan. yaitu fungsi pengenalan kepentingan dan fungsi pemilihan kepemimpinan yang ditransformasikan dari masukan politik menjadi tindakan administratif. Fungsi-fungsi tersebut adalah : 1) Perencanaan sebagai rintisan dan persiapan sebelum pelaksanaan. ataupun pelaksanaan berbagai kebijaksanaan nasional yang lazimnya dijabarkan dalam sejumlah program dan kegiatan. Berdasarkan uraian diatas. 2) Penyelenggaraan. fungsi-fungsi yang mentransformasikan kepentingan kemasyarakatan ataupun kebangsaan yang bersifat politis terselenggara dalam bentuk-bentuk administrative untuk memudahkan pelaksanannya. yang secara singkat dapat disebut kebijaksanaan umum (public policies). norma. penegakan. SISMENNAS diharapkan menghasilkan : 1) Aturan. dapat dikatakan bahwa pada arus keluar SISMENNAS memiliki tiga fungsi utama berikut. penetapan . patokan. untuk meningkatkan daya guna dan hasil gunanya. sesuai dengan kebijaksanaan yang dirumuskan. dan operasional terhadap berbagai keputusan kebijaksanaan. serta 3) Penilaian untuk membandingkan hasil pelaksanaan dengan keinginan setelah pelaksanaan selesai. Keputusan-keputusan tersebut merupakan hasil dari fungsi-fungsi yang dikemukakan sebelumnya. serta 3) Penyelesaian segala macam perselisihan. pedoman.

h) Dengan wilayah yang sangat luas. c) Kualitas manusia dipengaruhi oleh kemampuan dalam mengelola sumber daya alam dan lingkungan hidup. serta munculnya masalah sosial yang mendasar.cxix aturan (rule application). Permasalahan Pembangunan Nasional a) Masih rendahnya pertumbuhan ekonomi mengakibatkan semakin rendah dan menurunnya tingkat kesejahteraan rakyat. dan penghakiman aturan (rule adjudication) yang mengandung arti penyelesaian perselisihan berdasarkan penentuan kebenaran peraturan yang berlaku. Permasalahan Dan Agenda Pembangunan Nasional Pembangunan nasional merupakan agenda nasional yang merupakan perwujudan dari program kerja pemerintah untuk beberapa tahun kedepan. g) Masih tingginya kejahatan nasional dan transnasional. j) Rendahnya kualitas pelayanan umum terhadap masyarakat. serta k) Belum menguatnya pelembagaan politik. seperti : 1. serta kondisi sosial ekonomi budaya yang beragam maka potensi ancaman. e) Perbaikan kesejahteraan rakyat sangat ditentukan oleh hubungan infrastruktur dalam pembangunan. d) Kesenjangan pembangunan antar daerah masih lebar. b) Kualitas sumber daya manusia Indonesia semakin rendah. f) Belum tuntasnya penanganan secara menyeluruh terhadap aksi separatisme di Aceh dan Papua. Pada beberapa hal dalam agenda pembangunan terdapat beberapa masalah yang dihadapi. kesetaraan. i) Masih banyaknya peraturan perundang-undangan yang belum mencerminkan keadilan. D. lembaga penyelenggara negara. dan lembaga kemasyarakatan. antara lain: 1) Masih lambatnya karakter bangsa . perghormatan dan perlindungan terhadap HAM. Disamping masalah pokok diatas. masih terdapat permasalahan yang mendasar. baik dari luar negeri maupun dari dalam negeri tidak bias diabaikan.

2. (3) Peningkatan keamanan. 6). 7).cxx 2) Belum terbangunnya sistem pembangunan. serta (7) Pemantapan politik luar negeri dan peningkatan kerjasama internasional. (6) Peningkatan pengetahuan pertahanan negara. 5). serta 5) Kegamangan dalam menghadapi masa depan serta rentannya sistem pembangunan. dan kenegaraan dalam menghadapi perubahan. pemenuhan serta penegakan hukum dan pengakuan atas hak asasi manusia. yaitu pemenuhan hak dasar rakyat serta penciptaan landasan pembangunan yang kokoh. (5) Pencegahan dan penanggulangan gerakan terorisme. pemerintahan. dan penanggulangan kriminalitas. pembenahan sistem hukum nasional dan politik hukum. Peningkatan kualitas kehidupan dan peran perempuan. belum berkembangnya sistem yang memungkinkan masyarakat untuk mengadopsi dan memaknai nilai-nilai kontemporer secara bijaksana. Penghormatan. pemerintahan. dan pembangunan yang berkelanjutan. Agenda mewujudkan Indonesia yang adil dan demokratis : 1). 6) Strategi pembangunan kedua. kemanusiaan serta demokrasi politik dan ekonomi. Prioritas Pembangunan Nasional Indonesia Agenda mewujudkan Indonesia yang damai dan aman meliputi : (1) Peningkatan saling percaya dan harmonisasi antar kelompok masyarakat. serta kesejahteraan dan perlindungan anak. diarahkan pada dua sasaran pokok. Revitalisasi proses desentralisasi dan otonomi daerah. ketertiban. 3). Penghapusan diskriminasi dalam berbagai bentuk. 4). (2) Mengembangkan kebudayaan yang berlandaskan pada nilai luhur. 2). Penciptaan tata pemerintahan yang bersih dan berwibawa serta Perwujudan lembaga demokrasi yang makin kokoh. . 4) Belum terjawantahnya nilai-nilai utama kebangsaan. (4) Pencegahan dan penanggulangan separatisme. 3) Belum berkembangnya nasionalisme.

serta Pemantapan stabilitas ekonomi makro Agenda Pemberdayaan masyarakat : Agenda utama dalam meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat adalah Pemberdayaan Masyarakat. Masyarakat yang sebagian besar anggotanya sehat fisik dan mentalk. kegotongroyongan.cxxi Agenda meningkatkan kesejahteraan masyarakat : 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) 8) 9) Penanggulangan kemiskinan Peningkatan investasi dan ekspor nonmigas Peningkatan daya saing industri manufaktur Revitalisasi pertanian Pemberdayaan koperasi dan usaha mikro. Namun selain nilai fisik tersebut di atas. maka perlu dipahami tentang arti dan makna keberdayaan dan pemberdayaan masyarakat. tentu memiliki keberdayaan yang tinggi. . seperti nilai kekeluargaan. Konsep pemberdayaan masyarakat mencakup pengertian community development (Pemberdayaan masyarakat) dan Community-based development (pembangunan yang bertumpu pada masyarakat). Keberdayaan dalam konteks masyarakat adalah kemampuan individu yang bersenyawa dalam masyarakat dan membangun keberdayaan masyarakat yang bersangkutan. Peningkatan pengelolaan BUMN Peningkatan ilmu pengetahuan dan teknologi Perbaikan iklim ketenagakerjaan. Proses pemahaman secara mendalam. maka ada pula nilai-nilai intrinsic dalam masyarakat yang juga menjadi sumber keberdayaan. dan yang khas pada masyarakat Indonesia yaitu Kebhinekaan. kejuangan. kecil dan menengah. dan tahap selanjutnya muncul istilah Community driven development yang diterjemahkan sebagai pembangunan yang diarahkan masyarakat atau diistilahkan pembangunan yang digerakkan masyarakat. terdidik dan kuat serta inovatif.

oleh rakyat. sedangkan pemerintah (birokrasi) berkewajiban untuk mengarahkan. konsep pemberdayaan masyarakat dalam konteks perkembangan paradigm pembangunan. Berkaitan hal tersebut. Birokrasi tersebut harus dapat berjalan efektif. untuk mencapai tujuan dan sasaran yang dikehendaki. Memberdayakan masyarakat adalah upaya untuk meningkat harkat dan martabat lapisan masyarakat Indonesia yang dalam kondisi sekarang tidak mampu melepaskan diri dari perangkap kemiskinan dan keterbelakangan. aspirasi masyarakat yang tertampung harus diterjemahkan menjadi rumusan-rumusan kegiatan yang nyata. Dalam paham bangsa Indonesia. dan kegiatan ekonomi yanga berlangsung adalah dari rakyat.cxxii Keberdayaan masyarakat merupakan unsur-unsur yang memungkin masyarakat untuk bertahan (survive) dan dalam pengertian dinamis mengembangkan diri dan mencapai suatu kemajuan. masyarakat adalah pelaku utama pembangunan. pemilikan modal. Konsep ini menyangkut penguasaan teknologi. Untuk menerjemahkan rumusan menjadi suatu kegiatan nyata. maka juga perlu dipahami tentang tujuan pembangunan. membimbing. aspek kelembagaan beserta mekanismenya serta strategi dalam . Demokrasi ekonomi secara harfiah berarti kedaulatan rakyat dibidang ekonomi. artinya mampu menjabarkan dan melaksanakan rumusan-rumusan kebijaksanaan Negara (public policies) dengan baik. serta menciptakan iklim yang menunjang masyarakat untuk berkreasi secara maksimal sesuai dengan bakat dan kemampuan yang mereka miliki. dari sudut pandang yang lain. akses ke pasar dan kedalam sumber-sumber informasi serta keterampilan manajemen. pendekatan. bahwa pemberdayaan masyarakat secara implisit mengandung arti menegakkan demokrasi ekonomi. Meskipin pemberdayaan masyarakat bukan semata-mata konsep ekonomi. Keberdayaan masyarakat ini menjadi sumber dari apa yang dalam wawasan politik pada tingkat nasional disebut Ketahanan Nasional. dan untuk rakyat. Dengan kata lain memberdayakan masyarakat adalah memampukan dan memandirikan masyarakat secara maksimal. Agar demokrasi ekonomi dapat berjalan. Negara mempunyai birokrasi.

UU SPPN menyatakan bahwa dokumen perencanaan jangka menengah (RPJMN) ditetapkan dengan Peraturan Presiden paling lambat tiga bulan setelah Presiden dilantik. Serangkaian dengan hal tersebut di atas. yaitu memantapkan penataan kembali Indonesia di segala bidang dengan menekankan upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia termasuk pengembangan kemampuan ilmu dan teknologi serta penguatan daya saing perekonomian. 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (SPPN). akan dikaji melalui proses diskusi kelompok pada kelas pembelajaran). dan Kepala Bappeda seluruh Indonesia. maka permasalah-permasalahn nyata yang terjadi di Indonesia adalah konsumsi penduduk. Kepala LPNK. (Khusus bahasan ini. serta (4) strategi pemberdayaan masyarakat (community development). Staf Khusus Presiden. Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres). Oleh karena itu. Secara umum perencanaan yang disusun di dalam dokumen tersebut merupakan penerjemahan dari visi dan misi presiden dan wakil presiden terpilih. serta mengakomodasi arahan dari Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2005-2025. Draf Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahun 2010-2014 Presiden RI telah meluncurkan Dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahun 2010-2014 dalam bentuk Peraturan Presiden (Perpres) No. E. yaitu: (1) strategi pertumbuhan yang berkualitas (quality growth). 5 Tahun 2010. RPJMN 2010-2014 merupakan tahap .cxxiii mewujudkannya. dan (3) strategi perlindungan sosial (social protection). kemiskinan yang bersifat multidimensi. pemerintah menetapkan empat strategi. Penyusunan RPJMN ini merupakan tugas pemerintah yang diamanatkan kepada Bappenas dan tertuang dalam UU No. dan kesenjangan antar wilayah. Turut hadir menyaksikan peluncuran Perpres tersebut adalah para Menteri KIB II dan Kepala UKP4. para Gubernur seluruh Indonesia. (2) strategi peningkatan akses pelayanan dasar bagi keluarga miskin (accessibility to basic public service).

yaitu wilayah Sumatera. Nusa Tenggara. Buku III menguraikan pembangunan wilayah Indonesia. yang dibagi ke dalam 7 (tujuh) wilayah pembangunan. kebijakan umum. Buku II memuat rencana pembangunan yang mencakup bidang-bidang kehidupan masyarakat sebagaimana tertuang dalam RPJPN 2005-2025 yang bertema memperkuat sinergi antarbidang pembangunan dalam rangka mewujudkan visi pembangunan nasional yang tercantum dalam Buku I. didalam Buku II ini juga ditekankan 4 (empat) isu lintas bidang. kedua. Demokratis. dan ketiga. baik sektoral maupun regional untuk mencapai prioritas nasional jangka menengah. Di samping itu. Sulawesi. meningkatkan keterkaitan antarwilayah melalui peningkatan perdagangan antar wilayah untuk mendukung perekonomian . Untuk mewujudkan visi tersebut telah disusun 3 (tiga) misi jangka menengah. Jawa-Bali. dan ketiga. perubahan iklim. dan Berkeadilan. meningkatkan daya saing daerah melalui pengembangan sektor-sektor unggulan di tiap wilayah. memperkuat pilar-pilar demokrasi. yaitu terwujudnya Indonesia yang Sejahtera. Di dalam rencana berbagai bidang tersebut. Kalimantan. Maluku. memperkuat dimensi keadilan di semua bidang. serta pembangunan kelautan berdimensi kepulauan. kedua. dan kerangka ekonomi makro yang merupakan penjabaran dari visi dan misi Presiden dan Wakil Presiden. yaitu pertama. serta Papua. mendorong pertumbuhan wilayah-wilayah potensial di luar Jawa-Bali dengan tetap menjaga momentum pertumbuhan di wilayah Jawa-Bali. RPJMN 2010-2014 disusun dalam tiga buku yang merupakan satu kesatuan yang utuh: Buku I memuat strategi. Penyusunan ketiga buku tersebut diarahkan untuk dapat menyinergikan perencanaan pembangunan. yaitu penaggulangan kemiskinan. .cxxiv kedua dari RPJPN 2005-2025 yang ditetapkan melalui Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2007. melanjutkan pembangunan menuju Indonesia yang sejahtera. Strategi dan arah kebijakan pengembangan wilayah jangka menengah adalah pertama. diletakkan pengarusutamaan pembangunan yang meliputi pembangunan berkelanjutan. tata kelola pemerintahan yang baik serta kesetaraan gender. perlindungan anak.

Dokumen ini menampung tiga hal utama. dan Berkeadilan. Demokratis. Perkuatan akuntabilitas juga ditekankan melalui kejelasan institusi penanggung jawab dan pelaksana setiap program dan kegiatan. serta ketiga. yaitu terwujudnya Indonesia yang Sejahtera. Rencana kerja yang disusun dilengkapi dengan indikator dan sasaran yang terukur sehingga memudahkan pemantauan dan evaluasi kinerja. . dunia usaha. pemerintah daerah. pelaksanaan National Summit yang bertujuan untuk mendapatkan masukan dari stakeholders. serta meningkatkan akuntabilitas dari pelaksanaan rencana tersebut. Demokratis. serta masyarakat luas. RPJMN akan dijabarkan dalam Rencana Kerja Pemerintah (RKP) yang akan menjadi pedoman bagi penyusunan RAPBN 2011 yang akan kita mulai segera untuk dapat mewujudkan visi pembangunan jangka menengah kita. RPJMN ini diharapkan dapat menjadi pedoman dan acuan bagi para pemangku kepentingan dan pelaksana pembangunan. visi dan misi Presiden dan Wakil Presiden. Untuk pelaksanaan lebih lanjut. Di dalam penyusunannya. yaitu terwujudnya Indonesia yang Sejahtera. dan Berkeadilan. semua rencana kerja ini disusun lebih realistis dan implementatif. pelaksanaan Musrenbangnas RPJMN 2010-2014 yang bertujuan untuk menyosialisasikan 11 Program Prioritas Pembangunan Nasional dan mendapatkan masukan dari kementerian/lembaga. yakni dengan memperhatikan.cxxv Lebih jauh lagi. dokumen perencanaan ini telah diupayakan semaksimal mungkin untuk dapat mengakomodasikan dan melibatkan semua pemangku kepentingan. pertama. kedua. baik pada tingkatan kementerian/lembaga di pusat dalam menyusun Renstra Kementerian/Lembaga dan menjadi bahan pertimbangan Pemerintah Daerah dalam menyusun rencana pembangunan daerahnya masing-masing serta masyarakat pada umumnya.

dan rendahnya kualitas pelayanan umum sekarang ini. Permasalahan pembangunan nasional masih rendahnya pertumbuhan ekonomi. . Bangunan Indonesia Baru dari hasil reformasi atau perombakan tatanan kehidupan Orde Baru adalah sebuah "masyarakat multikultural Indonesia" dari puingpuing tatanan kehidupan Orde Baru yang bercorak "masyarakat majemuk" (plural society). pengambilan keputusan. kualitas sumber daya manusia semakin rendah. Inti dari cita-cita tersebut adalah sebuah masyarakat sipil demokratis. dan kehidupan ekonomi yang mensejahterakan rakyat Indonesia. corak masyarakat Indonesia yang bhinneka tunggal ika bukan lagi keanekaragaman suku bangsaa dan kebudayaannya tetapi keanekaragaman kebudayaan yang ada dalam masyarakat Indonesia. Jary dan Jary 1991.cxxvi PENUTUP Politik merupakan suatu rangkaian asas. Didalam politik membicarakan hal-hal yang berkaitan dengan Negara kesatuan. pemerintahan yang bersih dari KKN. Dimana Negara kesatuan merupakan suatu organisasi dalam suatu wilayah yang memiliki kekuasaan tertinggi yang ditaati oleh rakyatnya. dan distribusi aau alokasi sumber daya. Watson 2000). terwujudnya keteraturan sosial dan rasa aman dalam masyarakat yang menjamin kelancaran produktivitas warga masyarakat. Acuan utama bagi terwujudnya masyarakat Indonesia yang multikultural adalah multikulturalisme. kebijakan. adanya dan ditegakkannya hukum untuk supremasi keadilan. bahwa cita-cita reformasi untuk membangun Indonesia Baru harus dilakukan dengan cara membangun dari hasil perombakan terhadap keseluruhan tatanan kehidupan yang dibangun oleh Orde Baru. cara dan alat yang digunakan untuk mencapai cita-cita dan tujuan tertentu. Masalah etika merupakan masalah yang makin mendapat perhatian di dunia. keadaan. Sehingga. yaitu sebuah ideologi yang mengakui dan mengagungkan perbedaan dalam kesederajatan baik secara individual maupun secara kebudayaan (Fay 1996.

----------.cxxvii SOAL LATIHAN Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini : 1. Gramedia : Jakarta.Makassar. 25 tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (SPPN). Undang-Undang No. Dirjendikti. 2005. Makalah SUSCADOS Angkatan I 2005. Jelaskan pengertian politik dan strategi nasional 2. Basrie. Fokusmedia : Jakarta. Slamet. Politik Nasional dan Strategi Nasional Perwujudannya Dalam Perencanaan Berbangsa dan Bernegara.2005. Chaidir. Jelaskan Stratifikasi politik nasional 4. S. Azra. 2003. Universitas . Sinar Grafika : Jakarta. Beningan Materi Pendidikan Kewarganegaraan. Pendidikan Kewarganegaraan. Pendidikan Kewarganegaraan. Soeminarno. Jelaskan makna pembangunan nasional BAHAN BACAAN Abdul Wahab. Jelaskan mekanisme penyusunan politik dan strategi nasional RI! 3. Prenada Media : Jakarta. dkk. Power Point Suscadoswar 2005.2005. Handan. Dirjendikti. Jakarta ----------. Azyumardi. Geopolitik Indonesia. Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional Tahun 2004-2009. Tim Dosen Kewarganegaraan Hasanuddin. makalah SUSCADOS Angkatan I 2005.2001. Desentralisasi dan Pembangunan Untuk Rakyat Miskin. PPS UB : Malang.2004. ----------.2008 Unhas. Hak Asasi Manusia dan Masyarakat Madani. Himpunan Perundang-undangan. Jakarta. Demokrasi. Jakarta. Mansoer. 2000. 2005.

masyarakat beradab. yang sesungguhnya di antara tersebut satu sama lain saling berkaitan. Dalam masyarakat madani partisipasi dan kemandiriaan masyarakat sangat di perlukan untuk menyukseskan tujuan pembangunan nasional khususnya. Misalnya. Tim Nasionol Reformasi Menuju Masyarakat Madani (1999:32) menyarankan untuk menggunakan istilah masyarakat madani sebagai terjemahan dari civil society. baik istilah maupun karateristiknya. Culla (1999:3. merupakan pengulangan kembali perdebatan “American Liberalisme/communitarianism” yang terpusat pada persoalan: the state atau negara di satu pihak. Sementara itu. Menurut pandangan Welzer (1999:1) masalah civil society yang di Indonesia disebut “masyarakat madani”. sebagaimana telah dibahas terdahulu. konsep masyarakat madani ini terhitung masih baru dan masih banyak diperdebatkan. Jacobin. . Selain itu. dan umumnya tujuan Negara. seperti masyarakatwarga.cxxviii BAB VII DEMOKRASI DAN PENDIDIKAN DEMOKRASI PENDAHULUAN A. di dalamnya peran serta masyarakat dalam penyelenggaraan negara sangatlah besar. yaitu mewujudkan tujuan nasional. dan civil society di lain pihak. masyarakat sipil. berpendapat bahwa dalam kehidupan ini hanya ada satu komunitas yng dianggap penting. masih ada beberapa padanan istilah lainnya. masyarakat kewargaan. masyarakat berbudaya. Pelaksanaan demokrasi juga diarahkan untuk civil society (masyarakat madani ). Menurut Welzer (1999) seorang civil republikan. yang memihak pada pandangan pentingnya negara. Di Indonesia. yang kini menjadi pusat perhatian dan perdebatan akademis di berbagai belahan bumi. Raharjo:1999) memandang istilah masyarakat madani hanyalah salah satu dari berbagai istilah sebagai padanan kata civil society. Latar Belakang Pelaksanaan demokrasi diIndonesia bertujuan untk kepentingan bangsa dan negera Indonesia. yakni “the political community” atau masyarakat politik yang anggotanya adalah warga negara yang kesemuanya dilihat sebagai active participant in democratic decision making atau partisipan yang aktif dalam pengambilan keputusan yang demokratis.

Perbedaan sistem pemerintah demokrasi dan oteriter. 6. Pendidikan demokrasi. Ruang Lingkup Bahan pembelajaran ini akan membahas : 1. . kelak setelah menamatkan pendidikannya dari perguruan tinggi umum dapat memiliki keterampilan yang dilandasi oleh jiwa sportif dan demokratis. demokrasi terpimpin. Nilai-nilai demokrasi. C. mengapa demikian? Juga. disamping itu. memahami tentang demokrasi dan pendidikan demokrasi. 2. Ketiga demokrasi tersebut dalam realisasinya mengalami kegagalan. 7. Demokrasi langsung. Pemilu indonesia. Mahasiswa mampu menjelaskan bentuk-bentuk demokrasi. serta dapat mengembangkan sikap demokrasi dalam kehidupannya sehari-hari. bagaimana pelaksanaan demokrasi pancasila pada era reformasi ini? Marilah kita simak uraian berikut! B. Definisi demokrasi. serta 10. 5.cxxix Dalam perjalanan sejarah bangsa. sejak kemerdekaan hingga sekarang. terutama pelaksanaan demokrasi di bidang politik. yaitu demokrasi liberal. 3. 8. 9. Demokrasi perwakilan. Melalui pembelajaran ini mahasiswa diharapkan dapat: 1. Norma dasar dan asas demokrasi. Jenis-jenis demokrasi. banyak pengalaman dan pelajaran yang dapat diambil. dan demokrasi pancasila. 2. Sasaran Pembelajaran Mahasiswa dapat mengerti. Macam-macam demokrasi yang pernah berlaku di indonesia. Ada tiga macam demokrasi yang pernah diterapkan dalam kehidupan ketatanegaraan indonesia. Mahasiswa mampu menjelaskan makna demokrasi. 4.

Mahasiswa mampu menjelaskan macam-macam demokrasi yang pernah berlaku diindonesia.cxxx 3. 5. Mahasiswa mampu menjelaskan keunggulan demokrasi. Mahasiswa mampu menjelaskan tentang Pendidikan Demokrasi. 4. . Mahasiswa mampu menjelaskan secara terperinci nilai-nialai demokrasi. 6. 7. Mahasiswa mampu menjelaskan dan melaksana demokrasi.

adanya pemerintahan mayoritas yang menghormati hak-hak kelompok minoritas dan mayarakat yang warga negaranya saling memberi peluang yang sama. pemerintahan itu disebut pemerintahan demokrasi langsung. diambil keputusan bersama mengenai garis-garis besar kebijaksaan pemerintah yang akan dilaksanakan dan segal permasalahan kemayarakatan. Dalam rapat tersebut. (2) country with governmen which encourages and allows rights of citizenship such as freedom of speeach. seperi padi atau pisang. Penduduknya tidak begitu banyak sehingga mudah dikumpulkan oleh pemerintah dalam suatu rapat untuk bermusyawarah. and associayion. Dari kutipan pengertian tersebut. pemerintahannya mendorong dan menjamin kemerdekaan berbicara. religion. Lalu. majority rule. Arti dan Makna Demokrasi Demokrasi berasal dari bahasa Yunani t artinya rakyat.: 261) dikemukakan bahwa yang dimaksud dengan Demcracy adalah: “ (1) country with principles of government in which all adult citizens share through their ellected representatives. dkk. artinya pemerintahan rakyat. berpendapat. menegakkan rule of law. Demokrasi. opinion. (3) society in which there is treatment of each other by citizans as equals”. the assertion of rule of law. Di dalam The Advancced Learner’s Dictionary of Current Enghlish ( Hornby. beragama. Rakyat memberi suara pada calon masing-masing yang dipilih dengan memasukkan lidi kedalam tabung bambu . berserikat. untuk menunjukkan sistem pemerintahan yang berlaku di sana. Kepala desa atau lurah dipilih langsung oleh rakyat desa itu sendiri. yaitu pemerintahan yang rakyatnya memegang peranan yang sangat menentukan. Pemilihan kepala desa itu dilakukan secara sederhana sekali. kratos berarti pemerintahanm. Kota-kota di daerah Yunani pada waktu itu kecil-kecil. tampak bahwa kata demokrasi merujuk pada konsep kehiduoan negara atau masyarakat tempat warga negara dewasa turut berpartisipasi dalm pemerintahan melalui wakilnya yang terpilih. Karena rakyat ikut berpartisipasisecara langsung. khususnya di kota Athena. Pemerintahan demokrasi langsung di Indonesia dapat dilihat dalam pemerintahan desa. Istilah Demokrasi pertama kali dipakai di Yunani kuno. Selain itu.cxxxi URAIAN BAHAN PEMBELAJARAN A. accompanied by respect for the rights of minoritiea. Para calon menggunakan tanda gambar hasil pertanian.

Wakilwakil rakyat yang duduk dalam badan perwakilan inilah yang menjalankan demoknrasi. Masalah yang dihadapi oleh suatu pemerintah makin rumit dan tidak sederhana lagi. Musyawarah yang baik dengan jumlah peserta yang besar tidak mungkin dilaksanakan. Istilah demokrasi yang berarti pemerintah rakyat itu sesudah zaman Yunani kuno tidak disebut lagi. kota-kota terus berkembang dan penduduknyapun terus bertambah demokrasi langsung tidak lagi diterapkan karena: a. Hasil persetujuan secara bulat atau mufakat tidak mungkin tercapai karena sulitnya memungut suara dari semua peserta yang hadir Bagi negara-negagra besar yang penduduknya berjuta-juta. Setiap warga negara memiliki kesibukan sendiri-sendiri di dalam aktivitas kehidupannya sehingga masalah perintahan cukup diserahkan kepada orang yang berminat dan mempunyai keahlian di bidang pemerintahan negara. istilah kepala desa di balai desa untuk membicarakan masalah yang menyangkut kepentingan bersama. Disamping memilih kepala desa. berbeda dengan masalah yang dihadapi desa yang tradisional. Dalam perjalanan sejarah. pada hari-hari tertentu warga desa dikumpulkan oleh desa. Rakyat ttetap merupakanpemegang kekuasaan tertinggi. b.cxxxii milik caloon yang dipilihnya. b. Untuk memudahkan pelaksanaannya. demokrasi tidak langsung dilaksanakan karena halhal berikut: a. Calon yang memiliki lidi terbanyaklah yang terpilih menjadi kepala desa. setiap penduduk dalam jumlah tertentu memilih wakilnya untuk duduk dalam suatu badan perwakilan. Bagi negara-negara modern. Hal ini disebut demokrasi tidak langsung atau demokrasi perwakilan. Tempat yang dapat menampung seluruh warga kota yang jumlahnya besar tidak mungkin disediakan. penerapan demokrasi langsung juga mengalami kesukaran. yang tempat tinggalnya bertebarandi beberapa daerah atau kepulauan. c. Peristiwa semacam ini dikenal istilah musyawarah . Baru setelah meletusnya Revolusi Amerika dan Revolusi Prancis. Penduduk yang selalu bertambah sehingga suatu musyawarah pada suatu tempat tidak mungkin dilakukan. c.

proses hukum yang wajar. misalnya. serta kerja sama dan mufakat. pluralisme sosial. pemilihan wakil-wakil rakyat untuk lembaga perwakilan rakyat secara bebas dan rahasia b.cxxxiii demokrasi muncul kembali sebagai lawan sistem pemerintahan yang absolut (monarki mutlak). yakni “ kedaulatan rakyat. ekonomi dan politik. USIS ( 1995:6 ) mengintisarikan demokrasi sebagai sistem yang memiliki 11(sebelas) pilar atau soko guru. pengertian demokrasi yang paling banyak dibahas dari dahulu sampai sekarang ialah demokrasi pemerintahan. Dengan demikian. yang menguasai pemerintahan Di dalam kenyataannya. Kemudian.persamaan didepan hukum. Sebagai suatu sistem sosial kenegaraan. b. Pengakuan partisipasi didalam pemerintahan . yaitu bahwa pada dasarnya manusia itu mempunyai kemanpuan yang sama dalam hubungan yang satu dengan yang lain. tindakan pemerintah untuk melindungi hak-hak asasi manusia demi kepentingan bersama. Landasan pokok atau gagasan dasar suatu pemerintah demokrasi ialah pengakuan hakekat manusia. demokrasi dalam arti sistem pemerintahan yang baru ini mempunyai arti yang luas sebagai berikut. pembatasan pemerintah secara kostitusional. serta hak memilih dan dipilih untuk badan-badan pewakilan. demokrasi dalam arti luas. Mula-mula demokrasi berarti politk yang mengcakup pengertian tentang pengakuan hak-hak asasi manusia. seperti hak kemerdekaan pers. jaminan hak asasi manusia. Misalnya. dapat ditarik dua buah asas pokok sebagai berikut. Namun. a. pemerintah berdasarkan pesetujuan dari yang diperintah. kekusaan mayoritas. juga meliputi demokkrasi ekonomi danpolitik. a. selain meliputi sistem politik.” . hak-hak minoritas. Pengakuan hakikat dan martabat manusia. nilai-nilai toleransi. pragmatisme. juga mengcakup sistem ekonomidan sistem sosial. selain mencakup pengertian demokrasi pemerintahan. digunakan istilah demokrasi dalam arti luas. pemilihan yang bebas dan jujur. hak berapat. Berdasarkan gagasan dasar itu.

tetapi wakil rakyat dalam menjalankan tugasnya diawasi rakyat melalui raferendum dan inisiatif rakyat. Rakyat memilih wakilnya sendiri untuk membuat keputusan politik. Jadi. Tahukah anda apa yang dimaksud dengan referendum? Ya referendum adalah pemungutan suara untuk mengetahui kehendak rakyat secara langsung.Demokrasi ini merupakan campuran antara demokrasi langsung dengan demokrasi perwakilan. anda akan diperkenalkan lebih jauh tentang jenis-jenis demokrasi sehingga anda akan lebih jelas dimana kedudukan demokrasi langsung / tidak langsungm. Referendum wajib Referendum ini dilakukan ketika ada perubahan atau pembentukan norma penting dan mendasar dalam UUD (konstitusi) atau UU yang sangat politis UUD atau UU tersebut yang telah dibuat oleh lembaga perwakilan rakyat dapat dilaksanakan setelah mendapat persetujuan rakyat melalui pemungutan suara terbanyak. a. Dalam demokrasi ini. referendum ini dilaksanakan untuk meminta persetujuan rakyat terhadap hal yang dianggap sangat penting atau mendasar.Referendum dibagi menjadi tiga macam” a. demokrasi Pancasila. pengambilan keputusan dijalankan oleh rakyat melalui wakil rakyat yang dipilihnya melalui Pemilu. Referendum tidak wajib Referendum ini dilaksanakan jika dalam waktu tertentu setelah rancangan undang-undang diumumkan.cxxxiv B. Jenis-Jenis Demokrasi Pada kegiatan belajar 2. Dengan kata lain. dalam demokrasi langsung rakyat diikutsertakan dalam pengambilan keputusan untuk menjalankan kebijakan pemerintahan. b. 3) Demokrasi perwakilan dengan sistem pengawasan langsung dari rakyat. Demokrasi tidak langsung atau demokrasi perwakilan. Demokrasi ini antara lain dijalankan di Swiss . aspirasi rakyat disalurkan melalui wakil-wakil rakyat duduk di lembaga perwakilan rakyat. Demokrasi berdasarkan cara penyampaian pendapat terbagi ke dalam : 1) 2) Demokrasi langsung. dan seterusnya. dalam demokrasi tidak langsung. Rakyat memilih wakilnya untuk duduk didalam lembaga perwakilan rakyat. sejumlah rakyat mengsulkan diadakan .

Demokrasi ini berupa menciptakan kesejahteraan seluruh rakyat dengan menempatkan persamaan derajat dan hak setiap orang. Indifidu diberi kebebasan yang luas. Demokrasi berdasarkan titik perhatian atau perioritasnya terdiri dari : 1) Demokrasi formal Demokrasi ini secara hukum menempatkan semua orang dalam kedudukan yang sama dalam bidang politik. bahkan ditolak. Referendum konsultatif Referendum ini hanya sebatas meminta persetujuan saja karena rakyat dianggap tidak mengerti permasalahannya. Pemerintah bertindak atas kostitusi (hukum dasar). Pemerintah meminta pertimbangangan pada ahli bidang tertentu yang berkaitan dengan permasalahan tersebut. sehingga demokrasi ini disebut juga demokrasi liberal 2) Demokrasi material Demokrasi material memandang manusia mempunya kesamaan dalam bidang sosial-ekonomi sehingga persamaan bidang politik tidak menjadi prioritas. c. rancangan undang-undang itu dapat menjadi undang-undanmg yang bersifat tetap. tanpa mengurangi kesenjangan ekonomi. . Demokrasi dibagi berdasarkan prisip ideologi : 1) Demokrasi liberal Demokrasi ini memberikan kebebasan yang luas pada individu. 3) Demokrasi campuran Demokrasi ini merupakan campuran dari kedua jenis demokrasi sebelumnya. b.cxxxv referendum. c. Tindakan sewenang-wenang pemerintah terhadap warganya dihindari. Demokrasi semacam ini dikembangkan di Negara sosialis komunis. Campur tangan pemeritah diminimalkan. Jika dalam wakyu tertentu tidak ada permintaan dari rakyat.

b) Menteri bertanggung jawab pada DPR. negara manakah yang menganut demokrasi parlementer? 2) Demokrasi sistem pemisahan/pebagian kekuasaan (Presidensil). serata e) Presiden dan DPR mempunya kedudukan yang sama sebagai lembaga negara. dan tidak dapat saling membubarkan. tetapi kepada presiden. b) Kekuasaan eksekutif presiden dijalankan berdasarkan kedaulatan yang dipilih dari dan oleh rakyat melalui badan perwakilan . . Dapatkah anda memberi contoh. d. Bedasarkan wewenang dan hubungan antara alat kelengkapan negara. c) Presiden mempunya kekuasaan mengangkat dan memberhentikan menteri .cxxxvi 2) Demokrasi rakyat atau demokrasi Proletar Demokrasi ini bertujuan menyejahterakan rakyat. d) Menteri tidak bertanggung jawabkepada DPR. Ciri-ciri pemerintahan yang menggunakan sistem presidensial adalah sebagai berikut : a) Negara dikepalai presiden . Semua warga negara mempunyai persamaan dalam hukum dan politik. Negara yang dibentuk tidak mengenal perbedaan kelas. c) Program kebijaksanaan kabinet disesuaikan dengan tujuan politik anggota parlemen . demokrasi dibagi menjadi : 1) Demokrasi sistem parlementer Ciri-ciri pemerintahan parlementer antara lain : a) DPR lebih kuat dari pemerintah .serta d) Kedudukan kepala negara sebagai simbol idak dapat diganggu gugat.

bentuk demokrasi pada masa sekarang berbeda dari bentuk demokrasi pada masa UUD RIS tahun 1949 dan masa UUD sementara tahun 1950.Mayo: a. sistem pemerintahan yang liberal ini mendapat dukungan penuh dari rakyat. Suatu negara dapat memberikan isi dan sifat pada demokrasi yang bebeda dari isi dan sifat demokrasi di negara lain. lahirlah sistem-sistem pemerintahan yang liberal. Adapun yang paling utama dalam menetukan berlakunya sistem demokrasi disuatu negara ialah ada atau tidaknya asas demokrasi pada sistem itu. a) b) pengakuan hak-hak asasi manusia sebagai penghargaanterhadap martabat manusia dengan tidak melupakan kepentingan umum. Misalnya. dan budaya poltik masingmasing. Henry B. sulitlah dikatakan bahwa pemerintah itu adalah suatu pemerintahan demokrasi. tetapi bergantung pada perkembangan sejarah. lahirlah suatu bentuk demokrasi yang dinamakan demokrasi liberal.Mayo telah mencoba untuk memerinci nilai-nilai ini. Di dunia Barat. Disamping itu. Dengan demikian. menyelesaikan perselisihan dengan damai dan secara melembaga. pengertian pokok itu telah mengalami banyak perubahan. Karena sistem ini sesuai dengan aspirasi rakyat didunia Barat. dan kebudayaan. bahkan kadang-kadang diatas kepetingan umum. sebagai berikut. Nilai-Nilai Demokrasi Sebenarnya pengertian pokok demokrasi ialah adanya jaminan hak-hak asasi manusia dan partisipasi rakyat. demokrasi berkembang dalam suatu sistem masyarakat yang liberal (bebas dan merdeka). Oleh karena itu. . Adanya partisipasi dan dukungan rakyat pada pemerintah. bentuk demokrasi negara yang satu akan berbeda dengan bentuk demokrasi dengan negara yang lain.cxxxvii C. dalam pertumbuhanya. peranan dan campur tangan pemerintah tidak terlalu banyak didalam kehidupan masyarakat. Atas dasar itu. sosial. bentuk demokrasi itu pada suatu masa akan berbeda dari bentuk demokrasi masa yang lain. aspirasi. yang menjunjung hak-hak asasi manusia setinggi-tingginya. Didalam sistem pemerintahan ini. dengan catatan tentu saja tidak berarti bahwa setiap masyarakat demokratis memiliki semua nilai-nilai ini. Berikut adalah nilai-nilai yang diutarakan Henry B. Jika dukungan rakyat tidak ada. terutama karena faktor politik. berikut akan dibahas bahwa demokrasi didasari oleh beberapa nilai (value). Akan tetapi. ekonomi. Sebagai akibat demokrasi liberal ini.

Satu dewan perwakilan rakyat yang mewakil golongan-golongan dan kepentingankepentingan dalam masyarakat yang diplih melalui pemilahan umum secara bebas dan rahasia. serta f. seperti di Amerika Serikat dan ada demokrasi Pancasila.cxxxviii b. Abraham Lincoln menyebutkan. membatasi pemakaian kekerasan sampai munimum. mengakui dan menganggap wajar adanya keanekaragaman. Sebenarnya apa yang dimaksud dengan demokrasi itu?. demokrasi adalah pemerintahan dari rakyat. Dewan ini harus mempunyai fungsi pengawasn terhadap penerintah. e. Sistem peradilan yang bebas untuk mejamin hak-hak dan mempaertahankan keadilan. Berdasarkan UUD 1945 nagara Indonesia adalah negara demokrasi. pemerintah dipegang oleh partai yang menang dalam pemilihan umum dan partai yang kalah menjadi pihak oposisi. oleh rakyat. Suatu organisasi politik yang mencakup satu atau lebih partai politik. Dalam demokrasi liberal. Dengan demikian. Demokrasi adalah pemerintahan oleh rakyat dimana kekuasaan tertinggi berada ditangan rakyat dan dijalankan oleh mereka atau wakil-wakil yang mereka pilih dibawah sistem pemilihan yang bebas. and the people). c. juga menghubungkan antara rakyat dan pemerintah d. menyelenggarakan pergantian pimpinan secara teratur. Pers dan media masa yang bebas untuk menyatakan pendapat. walaupun pelaksanaan demokrasi di setiap negara sudah beraneka ragam. Parpol ini menjaling hubungan yang rutin dan berkesinambungan. menjamin terselenggaranya perubahan secara damai dalam suatu masyarakat yang sedang berubah. menjamin tegaknya keadilan. Hampir semua negara di dunia sekarah ini mengatakan dirinya negara demokrasi. Tentu saja pengawasan yang konstruktif (titik membangun) dan sesuai normatif (akuran yang berlaku). . Misalnya. pemerintahan yang bertanggung jawab. ada demokrasi liberal. untuk melaksanakan nilai-nilai demokrasi perlu diselenggarakan beberapa lembaga berikut a. b. c. by the people. e. dan untuk rakyat (is a government of the people. seperti di Indonesia. d.

seperti korupsi. menciptakan prasarana dan sarana yang diperlukan bagi pelaksanaan demokrasi pancasila. khususnya bagi pemerintah. persoalan berikutnya adalah bagaimana menggerakkan rakyat untuk berpartisipasi secara penuh dalam pelaksanaan pembangunan politik. Partisipasi masyarakat dalam pembangunan sekaligus akan menjadi kontrol bagi pelaksanaan pembangunan yang lebih efektif. tetapi lebih pada praktik atau pelaksanaannya yang mengingkari keberadaan demokrasi Pancasila itu. Partisipasi yang dibutuhkan bukan hanya karena adanya hasil pembangunan yang dapat dinikmati. tidak berasal dari konsep dasar demokrasi Pacasila. Kegagalan demokrasi Pancasila zaman orde baru. Demokrasi Pancasila hanya akan dapat dilaksanakan dengan baik apabila nilai-nilai yang terkandung di dalamnya dapat dipahami dan dihayati sependukungnya. penyalagunaan wewenang. Keberhasilan pelaksanaan suatu sistem demokrasi dapat ditunjukkan dengan tingkat partisipasi rakyat pendukungnya. Pelaksanaan demokrasi pancasila harus disertai dengan pembangunan bangsa secara keseluruhan karena pembangunan adalah proses perubahan ke arah kemajuan dan proses pendidikan bangsa untuk meningkatkan mutu kehidupan bangsa.cxxxix Dengan adanya suatu kehidupan yang demokratis. baik dipusat maupun daerah. dalam era reformasi perlu penataan ulang dan penegasan kembali arah dan tujuan demokrasi pancasila. Dengan telah diletakkannya dasar-dasar pelaksanaan demokrasi pancasila. Kegagalan demokrasi pancasila pada zaman orde baru membuat banyak penafsiran mengenai asas demokrasi. serta bagaimana program-program itu dapat menggerakkan partisipasi seluruh masyarakat. dan lain-lain. Kunci semua pelaksanaan demokrasi . melainkan karena adanya pertisispasi yang timbul berdasarkan kesadaran dan pengertian terhadap hak-hak dan kewajiban masyarakat. Belajar dari pengalaman tersebut. melalui hukum dan peraturan yang dibuat berdasarkan kehendak rakyat. dapat dicegah hal-hal yang negatif dalam pembangunan. ketentraman dan ketertiban diharapkan akan lebih mudah diwujudkan. membuat dan menata kembali progrm-program pembangunan di tengahtengah berbagai persoalan yang dialami masyarakat sekarang ini. Dengan demikian. Tata cara pelaksanaan demokrasi pacasila dilandaskan atas mekanisme konstitusional karena penyelenggaraan pemerintahan negara Republik Indonesia berdasarkan konstitusi.

Hal ini karena pemerintahan orde reformasi tetap menjalankan pemerintahannya dengan demokrasi pancasila. Pers diberi kebebasan sehingga banyak sekali bermunculan media massa (cetak dan elektronik) baru. jujur. Penegakan kehidupan yang lebih demokratis pada orde reformasi telah banyak diupayakan. sedangkan bidang lainnya masih terus dalam tahap penataan. korupsi. rahasia. Diselenggarakannya pemilu 2004. D. Pelaksanaan demokrasi Pancasila pada Orde Reformasi ini tetap harus bersumberkan pada hukum yang berlaku di Indonesia. antara lain sebagai berikut. Kedudukan ketua MPR terpisah dari ketuaDPR. DPRD. kepentingan bersama lebih kepentingan daripada kepentingan individu atau golongan. b. Diselenggarakannya pemilu tahun 1999 dengan berasaskan bebas. . ciri-ciri demokrasi antara lain : a. b. Keunggulan Demokrasi Sebagaimana telah diuraikan. meski orde baru jatuh. dalam tahap awal reformasi ini. a. g. umum. dengan pemilihan lagsung anggota DPR. dan nepotisme). demokrasi pancasila tidak ikut jatuh. keputusan diambil berdasarkan suara rakyat atau kehendak rakyat kebebasan individu dibatasi oleh kepentingan bersama. e. dan Presiden/Wakil Presiden. tetapi dalam pelaksanaannya banyak yang menginkarinya sehingga menimbulkan KKN (kolusi. f. Usaha tersebut telah dilakukan oleh pemerintah orde baru. Amandemen UUD 1945 yang banyak membatasi kekuatan Presiden. c. pemerintah baru menata bidang politik dan hukum (konstitusi). Diberikannya kebebasan bagi warga negara untuk mendirikan partai politik pemilu 1999 diikuti oleh 48 partai politik. serta adil dan beradab. Dengan demikian. Refungsional lembaga-lembaga tinggi negara.cxl tersebut adalah bagaimana pancasila dan UUD 1945 dapat dilaksanakan secara murni dan konsekuen. d. langsung. Sebagaimana telah dijelaskan.

Setelah anda munyimak ciri dari demokrasi dan nilai-nilai demokrasi sebagaimana telah diuraikan. dan demokrasi Pancasila. banyak pengalaman dan pelajaran yang dapat diambil. Meskipun konsep awal pada periode tersebut . terutama pelaksanaan demokrasi di bidang politik. serta kedaulatan ada di tangan rakyat. Demokrasi dan Pelaksanaannya di Indonesia Dalam perjalanan sejarah bangsa. segala sesuatu yang dijalankan pemerintah adalah untuk kepentingan rakyat. bagaimana pelaksanaan demokrasi pancasila pada era reformasi ini? Marilah kita simak uraian berikut! Demokrasi liberal bermuara pada kegagalan konstituante menetakan UUD pengganti UUDS 1950. Ada tiga macam demokrasi yang pernah diterapkan dalam kehidupan ketatanegaraan di Indonesia. Moboraksi adalah pemerintahan yang dikuasai olah kelompok orang untuk kepentingan kelompok yang berkuasa. Demokrasi terpimpin di bawah pemerintahan Orde Lama dan demokrasi Pancasila di bawah pemerintahan Orde Baru. Diktator ialah kekuasaan yang terpusat pada seseorang yang berkuasa mutlak (otoriter). demokrasi terpimpin. kekuasaan merupakan amanat rakyat. mengapa demikian? Juga. yaitu demokrasi liberal. sejak kemerdekaan hingga sekarang. d. coba bandingkan dengan bentuk pemerintah berikut: Oligarki adalah sistem pemerintahan yang dijalankan oleh segelintir orang banyak. Ketiga demokrasi tersebut dalam realisasinya mengalami kegagalan. Biasanya mobokrasi dipimpin oleh sekelompok orang yang mempunyai motivasi yang sama. E.cxli c. bukan untuk kepentingan rakyat. Partisipasi rakyat dalam pemerintahan dibatasi atau bahkan ditoadakan dengan dihapusnya lembaga perwakilan rakyat dan keputusan hukum tertinggi ada pada tangan segelintir orang tersebut. Setiap individu bebas menentukan kehendaknya sendiri-sendiri tanpa aturan yang jelas. dan lembaga perwakilan rakyat mempunyai kedudukan penting dalam sistem kekuasaan negara. Anarki adalah pemerintahan yang kekuasaannya tidak jelas. tidak ada peraturan yang benar-benar dapat dipatuhi.

Kegagalan orde lama dan orde baru untuk menegakkan nilai-nilai demokrasi menyebabkan bergulirnya reformasi. lugas. Untuk dapat mewujudkan keadaan seperti itu. Jadi. Hal ini bukanlah pengingkaran terhadap demokrasi. tetapi pada akhirnya kekuasaan terpusat pada tangan seorang Presiden. ikhlas. serta menjaga keamanan dan kebersamaan. dan demokrasi Pancasila. perlu dikembangkan nilai-nilai sikap cerdas. Dengan belajar dari pengalaman.cxlii dimaksudkan sebagai implementasi dari sila keempat Pancasila. Demokrasi yang berlaku ddii negara ini (misalnya. tidak bisa tidak. dibawah ini akan diuraikan penjelasannya. negara kesatuan RI pernah melaksanakan demokrasi Parlementer. demokratis. Oleh sebab itu. Bukankah pengalaman itu adalah guru yang terbaik? Berdasarkan pengalaman yang dijadikan pelajaran. Semua ini diungkapkan dan dibahas sebagai bahan kajian dan pembelajaran. demokrasi Terpimpin. diharapkan nilai-nilai demokrasi dapat ditegakkan. harus dimiliki nilai dan sikap disisplin yang tercermin pada sikap taat asas. terti. Adapun nama demokrasi itu semuanya harus tetap dalam kerangka supremasi hukum dan peraturan perundangan yang berlaku. teliti. kritis. rasional. janganlah melupakan masa lalu dan jasa para pemimpin terdahulu. serta pengendalian diri. Siapkah kita menyongsong demokrasi masa depan seandainya sesuai dengan harapan? Demokrasi yang diterapkan di Indonesia berbeda dengan demokrasi yang dipraktikkan di negara lain. kemudian dilanjutkan pada masa berlakunya RIS 1949 dan UUDS 1950. Pelaksanaan Demokrasi Parlementer tersebut . pelaksanaan demokrasi pada era reformasi sekarang ini diharapkan tidak salah arah. penuh perhitungan. kooperatif. antisipatif. Dalam era reformasi ini. tegas. terbuka. seperti analisis. sepanjang hakikat demokrasi tercermin dalam konsep dan pelaksanaannya. demokrasi Pancasila) berlainan prosedur pelaksanaannya dengan demokrasi Barat yang lieral. Untuk lebih memahami perkembangan pemerintahan demokrasi yang pernah ada Indonesia. Dalam perjalanan sejarah politik bangsa. diharapkan tidak terulang lagi kesalahan yang sama. a. Demokrasi Parlementer (Liberal) Demokrasi Parlementer di negara kita telah dipraktikkan pada masa berlakunya UUD 1945 periode pertama (1945-1949).

yaitu satu pihak ingin tetap mempertahankan Pancasila sebagai dasar negara. Beranjak dari berbagai kegagalan dan kelemahan itulah maka demokrasi parlementer di indonesia ditinggalkan dan diganti dengan demokrasi terpimpin sejak 5 Juli 1959. Sementara itu. dan Kabinet Amir Syarifuddin. Pada masa berlakunya Demokrasi Parlementer (1945-1959). kehidupan politik dan pemerintahan tidak stabil sehingga program dari suatu kabinet tidak dapat dilaksanakan dengan baik dan berkesinambungan. Salah satu faktor penyebab ketidak stabilan tersebut adalah sering bergantinya kabinet yang bertugas sebagai pelaksana pemerintahan. yaitu Kabinet Natsir. 1950-1959 umur kabinet kurang lebuh hanya satu tahun dan terjadi tujuh kali pergantian kabinet. Merujuk pada kenyataan politik pada masa itu. Mengapa dalam sistem pemerintahan parlementer. dan Kabinet Juanda. maka DPR dapat menjatuhkan kabinet dengan mosi tidak percaya. Pada saat itu. Ali Sastro Amidjojo II. . Faktor lain yang menyebabkan tidak tercapainya stabilitas politik adalah perberdaan pendapat yang sangat mendasar di antara partai politik yang ada saat itu. terdapat dua kubu yang bertentangan. Wilopo. Kabinet Syahrir II. Misalnya. selama tahun 1945-1959 dikenal beberapa kabinet. kedudukan kabinet berada di bawah DPR (parlemen) dan keberadaannya sangat bergantung pada dukungan DPR. Sebagai contoh dapat dikaji peristiwa kegagalan konstituante memperoleh kesepakatan tentang dasar negara. Pertentangan tersebut terus berlanjut dan tidak pernah mencapai kesepakatan. Apabila kebijakan kabinet tidak sesuai dengan aspirasi rakyat yag tercermin di DPR (parlemen). jelas bahwa keadaan partai-partai politik pada saat itu lebih menonjolkan perbedaan-perbedaan paham dari pada mencari persamaan-persamaan yang dapat mempersatukan bangsa. dan dipihak lain menghendaki kembali pada Piagam Jakarta yang berarti menghendaki Islam sebagai dasar negara.cxliii secara yuridis formal berakhir pada tanggal 5 juli 1959 bersamaan dengan pemberlakuan kembali UUD 1945. kabinet sering diganti? Hal ini terjadi karena dalam negara demokrasi dengan sistem kabinet parlementer. antara lain Kabinet Syahrir I. Sukimin.

Apabila dikaji dari hakikat dan ciri negara demokrasi.dan keyakinan terhadap keburukan yang diakibatkan oleh praktik Demokrasi Parlementer (liberal) yang melahirkan tepecahnya masyarakat. pada 1960 presiden membubarkan DPR hasil pemilihan umum tahun 1955 dan digantikan oleh DPR Gotong Royong melalui penetapan Presiden. yang diikuti suhu politik yang memanas dan membahayakan keselamatan bangsa dan negara. maka kebijakan pemerintah sering kali menyipan dari ketentuan UUD 1945. mengandung arti bahwa yang membimbing dan sekaligus landasan kehidupan demokrasi di Indonesia adalah sila keempat pancasila. Deemokrasi Terpimpin menonjolkan “kepimimpina” yang jauh lebih besar daripada demokrasinya sehingga idedasar demokrasi kehilangan artinya. Secara konsepsional.demokrasi terpimpin berarti pemerintah rakyat yang dipimpin oleh hikmatkebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan. mengapa lahir demokrasi Terpimpin? Demokrasi terpimpintimbul dari keisyafan. Istilah Demokrasi terpimpin untuk pertama kalinya dipakai secara resmi dalam pidato presiden Soekarno pada 10 November 1956 ketika membuka sidang konstituante di Bandung. Persoalan sekarang.dan pengankatan Presiden seumur hidup melalui Tap. MPRS No. baik dalam kehidupan politik maupun dalam tatanan kehidupan ekonomi. Dalam konteks ini. dan tidak pada perseorangan atau pimpinan. di Indonesia pada saat itu digunakan demokrasi terpimpin. maka pada 5 Juli 1959 Presiden Soekarno mengeluarkan suatu keputusan yang dikenal dengan Dekrit Presiden. III/MPRS/1963. Akibat dominannya kekuasaan presiden dan kurang berfungsinya lembaga legislatif dalam mengontrol pemerintahan. Dekrit presiden dipandang sebagai usaha untuk mencari jalan dari kemacetan politik melalui pembentukan kepemimpinan yang kuat untuk mencapai hal tersebut.cxliv b.misalnya. dapat dikatakan bahwademokrasi terpimpin dalam banyak aspek telah menyimpang dari dari demokrasi konstitusional. kesadaran. .pimpinan DPR/MPR dijadikan menteri sehingga otomatis menjadi pembantu Presiden. Demokrasi Pancasila Terpimpin Adanya kegagalan konstituante dalam menetapkan UUD baru.

Adapun yang penting ialah perwakilan yang harus dipimpin dengan hikmat kebijaksanaan: a) Tujuan Melaksanakan Demokrasi Terpimpin Ialah Mencapai Suatu Masyarakat Yang Adil Dan Makmur. 4) inti daripada pimpinan dalam demokrasi terpimpin adalah permusyawatan yang di pimpin oleh hikmat kebijaksanaan.cxlv Secara konsepsional pula. demokrasi terpimpin memiliki kelebihan yang dapat mengatasi permasalahan yang dihadapi masyarakat pada waktu itu. Namun dalam praktiknya. diharuskan dalam alam demokrasi terpimpin. Demokrasi Terpimpin Mengenal Juga Kebebasan Berpikir Dan Berbicara. tampak bahwa demokrasi Terpimpin tidak bertentangan dengan pancasila dan UUD 1945. penyiasatan yang di akhiri dengan pengaduan kekuatan. Kepentingan Rakyat Banyak. dan berbeda pula dengan demokrasi liberal yang dipraktikkan selama ini. Hal itu dapat dilihat dari ungkapan Bung Karno ketika memberikan amanat pada konstituante tanggal 22 April 1959 tentang pokok-pokok demokrasi terpimpin antara lain: 1) demokrasi Terpimpin bukanlah diktator. berlainan dengan demokrasi sentralisme. serta 5) oposisi. Yang Penuh Dengan Kebahagiaan Material Dan Spiritual. juga karena . dalam arti melahirkan pendapat yang sehat dan yang membangun. serta budaya bangsa Indonesia. 3) demokrasi Terpimpin adalah demokrasi di segala soal kenegaraan dan kemasyarakatan yang meliputi bidang politik. Yakni Batas Keselamatan Negara. konsep-konsep tersebut tidak direalisasikan sebagaimana mestinya sehingga seing kali menyimpang dari nilai-nilai pancasila. b) Sebagai Alat. Berdasarkan pokok pikiran di atas. Penyebab penyelewengan tersebut. ekonomi dan sosial. Dan Pertanggung Jawaban Kepada Tuhan: c) masyarakat adil makmur tidak lain daripada suatu masyarakat teratur dan terpimpin. Kesusilaan. selain terletak pada presiden. 2) demokrasi Terpimpin adalah demokrasi yang cocok dengan kepribadian dan dasar hidup bangsa Indonesia. UUD 1945. bukan oleh perdebatan. dan budaya bangsa. Tetapi Dalam Batas-Batas Tertentu. serta penghitungan suara pro dan kontra.

yang berkemanusiaan yanng adil dan beradab. Demokrasi Pancasila pada Orde Baru 1. serta situasi sosial politik yang tidak menentu saat itu. Latar Belakang dan Makna Demokrasi Pancasila Banyaknya berbagai penyelewengan dan permasalahan yang dialami bangsa Indonesia pada masa berlakunya demokrasi parlementer dan demokrasi terpimpin. yang berketuhanan Yang Maha Esa. dianggap karena kedua jenis demokrasi tidak cocok diterapkan di Indonesia yang bernapaskan kekeluargaan dan gotong.cxlvi kelemahan Legislatif sebagai partner dan pengontrol eksekutif.royong. haruslah menjamin persatuan dan kesatuan bangsa. sumber filosofi yang paling tepat adalah aliran pikiran Integralistik. c. Dalam demokrasi Pancasila hak tersebut tetap dihargai. Secara konsepsional. khususnya di masyarakat pedesaan. Semangat kekeluargaanitu sendiri sudah lama danut dan berkembang dalam masyarakat indonesia. Demokrasi Pancasila bersumberkan pada pola pikir dan tata nilai sosial budaya bangsa Indonesia. Secara lengkap makna demokrasi pancasila adalah: “ Kerakyatam yang dipimpin oleh hikmat kebijaksaan dalam permusyawaratan/ perwakilan. Misalnya. tetapi harus diimbangi dengan kebebasan yang bertanggung jawab. “kebebasan” berpendapat merupakan hak setiap warga negara yang harus dijunjung tinggi oleh penguasa. dan menghargai hak individu yang tidak terlepas dari kepentingan sosial. . Menurut Soepomo dalam masyarakat yang dilandasi semangat kekeluargaan. serta yang berkeadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Berdasarkan rumusan tersebut terkandung arti bahwa dalam menggunakan hak-hak demokrasi haruslah disertai tanggung jawab kepada Tuhan Yang Maha Esa menurut keyakinan agama masing-masing. Jadi demokrasi pancasila berpangkal tolak dari kekeluargaan dan gotongroyang. demokrasi pancasila masih dianggap dan dirasakan paling cocok diterapkan di Indonesia. menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan sesuai dengan martabat dan harkat manusia. Sejak lahirnya Orde Baru diberlakukan Demokrasi Pancasila sampai saat ini. yang berpersatuan Indonesia. serta harus dimanfaatkan untuk mewujutkan keadilan sosial.

yakni aspek yang mengemukakan gambaran manusia. aspek-aspek yang terkandung demokrasi pancasila itu adalah: a. hal ini penting untuk menghindari adnya kegoncangan politik dalam negara. 2). serta bersendi atas hukum. dan martabat tersebut. Aspek Optatif. sosial. dan budaya. Dalam demokrasi pancasila. Selain mewarnai berbagai bidang kehidupan seperti poltik. yakni aspek yang mempersoalkan proses dan caranya rakyat menunjuk wakilnya dalam badan perwakilan rakyat dan dalam pemerintahan. pengambilan keputusan sedapat mungkin didasarkan atas musyawarah untik mufakat. indonesia sesuai dengan gambaran. Aspek Normatif (kaidah). negara Kesejahteraan. Tujuan ini meliputi tiga hal. keadilan. kehidupan ketatanegaraan harus berdasarkan atas kelembagaan hal ini bertujuan untuk menyelesaikan segala sesuatu melalui saluran-saluran tertentu sesuai dengan UUD 1945.yaitu terciptanya negara Hukum. antara lain bersifat kekeluargaan dan kegotongroyongan yang bernafaskan Ketuhanan Yang maha Esa. ekonomi. d.dan negara kebudayaan .Pamudji dalam bukunya “Demokrasi Pancasila dan Ketahanan Nasional”. Aspek Formal. c. yakni aspek yang mengetengahkan tujuan atau keinginan yang hendak dicapai. b. Norma penting yang harus diperhatikan adalah persatuan dan soladaritas. Aspek Materil. Menurut S. Ciri dan Aspek Demokrasi Pancasila Demokrasi pancasila memiliki ciri khas. serta bagaimana mengatur permusyawaratan wakil rakyat secara bebas. harkat.serta kebenaran.cxlvii Dengan demikian.terbuka. demokrasi pancasila pun mengandung berbagai aspek. dalam demokrasi Pancasila nilai-nilai perbedaan tetap dipelihara sebagai sebuah kekayaan dan anugrah Tuhan YME.menghargai hak-hak asasi manusia dan menjamin adanya hak-hak miniritas. dan jujur untuk mencapai konsensus bersama. yakni aspek yang mengungkapkan seperangkat norma atau kaidah yang menjadi pembimbing dan kriteria dalam mencapai tujuan kenegaraan.

cxlviii e. Yakni Jiwa Objektif Dan Masun Akal Tanpa Meninggalkan Jiwa Kekeluargaan Dalam Pergaulan Masyarakat. khususnya yang berkaitan dengan demokrasi pancasila. yakni aspek yang mempersoalkan organisasi sebagai wadah pelaksanaan demokrasi pancasila. Yakni Kesediaan Berkorban Demi Menunaikan Tugas Jabatan Yang Dipangkunya. masih ada intervensi pemerintah terhadap lembaga peradilan. penegakan kebebasan berpolitik bagi pegawai Negeri Sipil (monoloyalitas) khususnya dalam pemilihan umum. penyelenggaraan pemilihan umum yang tidak jujur dan tidak adil: b. Wadah tersubut harus cocok dengan tujuan yang hendak dicapai. Apabila kita kaji ciri dan prinsip demokrasi Pancasila. iii. yaitu: a. Jiwa demokrasi pancasila aktif. Organisasi ini meliputi sistem pemerintahan atau lembaga negara serta organisasi sosial-politik di masyarakat. Serta iv. Jiwa Demokrasi Pancasila Rasional. Aspek Organisasi. dalam jiwa demokrasi pancasila dikenal. aspek kejiwaan demokrasi pancasila ialah senangat para penyelenggara negara dan semangat para pemimpin pemerintahan. Jiwa demokrasi pancasila pasi. PNS seolah-olah digiring untuk mendukung OPP tertentu sehingga pemilihan umum tidak kompetitif c. serta f. Aspek Kejiwaan. praktik demokras yang dijalankan pada masa orde baru masih terdapat berbagai penyimpangan yang tidak sejalan dengan ciri dan prinsip demokrasi pancasila. Namun.Di antara penyimpangan yang dilakukan penguasa Orde Baru. dapat dikatakan bahwa demokrasi Pancasila tidak bertentangan dengan prinsip demokrasi konsttusional. ii. . yakni hak untuk mendapat perlakuan secara demokratis pancasila. Jiwa Pengabdian. Serta Jiwa Kesediaan Berkorban Untuk Sesama Manusia Dan Warga Negara. i. Penyingpangan tersebut secara transparan terungkap setelah munculnya gerakan “Reformasi” dan jatuhnya kekuasaan Orde Baru. ijwa yang mengandung kesediaan untuk memperlakukan pihak lain sesuai dengan hak-hak yang diberikan oleh demokrasi pancasila.

menteri-menteri dan gubernur diangkat menjadi anggota MPR. serta format politik yang tidak demokratis. berwibawa. kebijakan floating mass). dan hukum. Diantara bidang kehidupan yang menjadi sorotan utama untuk direformasi adlah bidang politik. dan nepotisme. Reformasi ketiga bidang tersebut harus dilakukan sekaligus karena reformasi politik yang berhasil mewujudkan demokratisasi politik. kurangnya jaminan kebebasan mengemukakan pendapat sehingga sering terjadi penculikan terhadap aktivis vokal. sosial. g. korupsi. serta i. Pelaksanaan Demokrasi pada Orde Reformasi Pelaksanaan demokrasi pancasila pada Orde Reformasi tanpak lebih marak dibandingkan dengan masa Orede Baru. Perubahan yang terjadi pada Orde reformasi ini dilakukan secara bertahap karena memang reformasi berbeda dengan revolusi yang bekonotasi perubahan mendasar pada semua komponen dalam suatu sistem politik yang cendrun menggunakan kekerasan. f. baik dalam bidang ekonomi maupum dalam bidang politik dan hukum. 1998). dan ekonomi yang lebih merata termasuk perluasan basis partisipasi politik rakyat” pada reformasi di Indonesia sekarang ini. Menurut Hutington (Chaedar. ekonomi. Sehubungan dengan ini. Demikian pula. tanpa demokratisasi poltik. h. . maraknya pratik kolusi. dan yang mampu menerapkan prinsip rule of law itu hanya dapat terwujud apabila ada demokratisasi poltik. adanya pembatasan kebebasan pers dan media massa melalui pencabutan/pembatalan SIUP. Orde Reformasi ini merupakan konsensus untuk mengadakan demokratisasi dalam segala bidang kehidupan. menciutkan jumlah partai politk dan sekaligus membatasi kesempatan partisipasi politik rakyat (misalnya.cxlix d. prinsip rule of law sulit diwujudkan. F. reformasi mengandung arti: “ perubahan yang mengarah pada persamaan politik. tidak menjadi demokratisasi kolusi. sistem kepartaian yang tidak otonom dan berat sebelah. e. badan peradilan yang otonom.

MPR mengadakan Sidang Istimewa dan berhasil mengubah. peraturan perundang lainnya. menambah. Partai politik lebih mandiri. undang-undang bidang politik. pertama harus mengkaji keterangan ketetapan MPR hasil sidang istimewa MPR 1998 beserta ini. ditetapkan pula beberapa ketetapan MPR yang mengtur materi baru. Berdasarkan peraturan perundang-undangan dan praktik pelaksanaan demokrasi tersebut.d . undangundang tentang otonomi daerah. Selain itu. Pengaturan ham. terdapat beberapa perubahan pelaksanaan demokrasi pada Orde Reformasi sekarang ini yaitu: a. d. serta mencabut ketetapan MPR sebelumnya yang dianggap tidak sesuai dengan aspirasi rakyat. Misalnya. Untuk itu.cl upaya meningkatkan partisipasi politik rakyat dalam kehidupan bermasyarakat. perkembangan demokrasi dalam negara-kebangsaan indonesia dapat dikembalikan pada dinamika kehidupan bernegara indonesia sejak proklamasi kemerdekaan sampai saat ini. b.berbangsa. serta Lembaga demokrasi lebih berfungsi. dan undang-undang tentang kemerdekaan menyampaikan pendapat di muka umum. 13 November 1998. yakni UUD 1945. kemudian melihat praktik pelaksanaan peraturan tersebut. Oleh karena itu.untuk demokrasi tuntunanreformasi. Hal tersebut daat diketahui dengan mengacu kepada konstitusi yang pernah dan sedang berlaku. UUDS . untuk memahami demokrasi pada Orde Reformasi ini. Konstitusi RIS. Lahirnya ketetapan MPR diikuti oleh ditetapkannya undang-undang organik berkaitan dengan kehidupan demokratis. dan bernegara merupakan salah satu sasaran agenda reformasi Demokrasi yang dijalankan pada masa reformasi ini masih tetap demokrasi pancasila.harus dimulai dari pembentukan peraturan yang mendorong terjadinya demokratisasi dalam bidang kehidupan. Secara khusus. pada 10 s. Perbedaanya tyerletak mewujudkan pada praktik aturan pelaksanaan yang dan sesuai praktik dengan penyelenggaraan. c. Pemilihan umum lebih demokratis.

c. Pedidikan demokrasi secara informal. dampak pengiring dari berlakunya setiap konstitusi. prisip. perensentasi. yaitu pendidikan yang melewati tahap diluar lingkungan masyarakat. sikap. sebagai hasil interaksi terhadap lingkungan sekitarnya yang langsung dirasakan hasilnya. Dengan demikian. Selain itu. Pendidikan ini lebih makro dalam berinteraksi sebab pendidikan di luar sekolah mempunyai variable ataupun parameter yng signifikan . 3). b. konsep. serta keterampilan demokrasi dalam diri earga negara melalui pengalaman hidup dan kehidupan demokrasi dalam berbagai konteks. 2).cli 1950. yaitu pendidikan yang melewati tahap di luar lingkungan masyarakat. dan sosial kultural untuk membangun citacita. Visi Pendidikan Demokrasi sebagai wahana substantif. diskusi timbal balik. serta praksis kehidupan bernegara dan bermasyarakat yang menjadi dampak langsung. dapat dimiliki wawasan yang luas dan memadai. nilai. Pendidikan demokrasi a. Pendidikan nonformal. G. Pendidikan demokrasi: 1). Pendidikan ini lebih makro dalam berinteraksi sebab pendidikan di luar sekolah mempunyai variable ataupun parameter yng signifikan terhadap pembentukan jiwa seseorang. pedagogis. yaitu pendidikan yang melewati tahap pergaulan di rumah ataupun masyarakat sebagai bentuk aplikasi nilai berdemokrasi. yaitu pendidikan yang melewati tatap muka. Pendidikan nonformal. serta dampak perkembangan internasional pada setiap zamannya. Pendidikan formal biasanya dilakukan di sekolah dan di perguruan tinggi. Misi Pendidikan Demokrasi Memfasilitasi warga negara untuk mandapatkan ber4bagai akses kepada dan menggunakan secara cerdas berbagai sumber informasi tentang demokrasi dalam teori dan praktik untuk berbagai konteks kehidupan. serta studi kasus untuk memberikan gambaran kepada siswa bagaimana agar mencintai negara dan bangsa. Pedidikan demokrasi secara formal.

sasaran yang akan dicapai adalah mengajak warga Negara. diambil keputusan bersama mengenai garis-garis besar kebijakan pemerintah yang akan dilaksanakan dan segala permasalahan kemasyarakatan. Jelaskan pengertian demokrasi Jelaskan demokrasi sebagai system politik. artinya pemerintahan rakyat. Kota-kota di daerah Yunani pada waktu itu kecil-kecil. Penduduknya tidak begitu banyak sehingga mudah dikumpulkan oleh pemerintah dalam suatu rapat untuk bermusyawarah. 3. SOAL LATIHAN Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini : 1. untuk menunjukkan sistem pemerintahan yang berlaku disana. kratos berarti pemerintahan. system ketatanegaraan dan sebagai system budaya Jelaskan jenis-jenis demokrasi Jelaskan pengertian demokrasi pancasila dan bandingkan dengan system demokrasi lainnya. . yaitu pemerintahan yang rakyat yang memegang peranan yang sangat menentukan. terutama mahasiswa pada umumnya untuk melaksanakan pendidikan ini secara baik dan benar. khususnya di kota Athena. Jadi. Dengan demikian. Proses semacam ini mempunyai implikasi yang sangat signifikan terhadap cara-cara berdemokrasi yang benar dengan memperhatikan kaidah-kaidah ataupun asas dalam berdemokrasi masyarakat. 2. Istilah demokrasi pertama kali dipakai di Yunani kuno.clii PENUTUP Demokrasi berasal dari kata yunani demos dan kratos. 4. demokrasi. Demos artinya rakyat. Dalam rapat tersebut. Pendidikan demokrasi merupakan suatu proses untuk melaksanakan demokrasi yang benar.

3. 2. bagaimana pelaksanaan nilai-nilai demokrasi di Indonesia? 6. ……………………………………………….. 8. ………………………………………………. Simak uraian berikut! Bergulirnya era reformasi di Indonesi. Sebutkan keunggulan dan kelemahan demokrasi dibandingkan bentuk pemerintahan yang lain sesuai dengan persepsi anda! Coba tulislah dalam daftar berikut! Keunggulan Demokrasi ………………………………. menciptakan banyak hal yang harus diperbaiki... 6. Jelaskan.. 5.cliii 5. Kelemahan Demokrasi ………………………………………………… Kelemahan Sistem lainnya (sebutkan sistemnya) ………………………………………………… 9. Namun.. Keunggulan Sistem lain ………………………………. Dapatkah anda membandingkan ketiga demokrasi yang pernah ada di Indonesia? Demokrasi Liberal Demokrasi Terpimpin Demokrasi Pancasila . Jelaskan mengapa? 7. ………………………………………………… ………………………………………………. Hal-hal apa sajakah yang harus diperbaiki pada masa reformasi sekarang ini ? NO 1. BIDANG Politik Ekonomi Sosial Budaya Hankam Agama HAL-HAL YANG HARUS DIPERBAIKI ………………………………………………. ………………………………………………. 4. yang ingin mengubah tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara sebagai akibat kegagalan masa-masa sebelumnya. dari sekian hal yang harus diubah atau diperbaiki. wakil-wakil rakyat tidak ada yang mengusulkan perubahan pancasila sebagai dasar negara.

Kelsen. James McGregor. Historis. Rahmat A. Santiaji Pancasila. 1966. Burns. amandeman terakhir. Suatu tinjauan Filosofis. DPD. UU tentang susunan kedudukan MPR. Demokrasi dan pendidikan Demokrasi.cliv DAFTAR BACAAN Betham. Lembaga Pembinaan Hukum nasional: Jakarta. Setiadi. disampaikan Pada Suscadorwas 2005. Kanisius: Yogyakarta. Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama: Jakarta. Demokrasi. 1949. 1968.2000. 1995.Panduan Menguasai Tata negara. DPRD. Harris soche. Goverment By the People. DPD. Budiardjo. Miriam.. Jakarta. UU tentang pemilu DPR. 1989. or. David. Gramedia Pustaka Utama: Jakarta. 1986. Suny Ismail. Udin S. 1985. Dikti: Jakarta. UU tentang partai politik. Tata Negara Edisi Kedua. 2005. Elly M. Penerbit Erlangga: Jakarta. Yudiris konstitusional. Mekanisme Demokrasi Pancasila. Kanil. Dasar-dasar Ilmmu Politik. General Theoryof Law and State. University of california: USA. DPR. PT Hanindita: Yogyakarta. 2000. Ganesha Exact: Bandung. dan DPRD. Supremasi Hukum dan Prinsip Demokrasi di Indonesia. Winataputra. serta UU tentang Pemilu presiden. CST. Daji darmodihardjo. Perundangan: UUD 1945. Hans. dkk. 2003 Pendidikan Pancasila untuk Perguruan Tinggi. .

39 1999 tentang HAM mendefinisikan HAM sebagai seperangkat hak yang melekat pada hakikat keberadaan manusia dengan makhluk Tuhan YME. kebebasan. dan lain-lain: b. HAM bersifat umum (universal) karena diyakini bahwa beberapa hak dimiliki tanpa perbedaan atas bangsa. tanpa hak-hak itu manusia tidak dapat hidup layak sebagai manusia. HAM juga bersifat supralegal. hak-hak berkenaan dengan masalah ekonomi dan sosial. UU No. HAM di indonesia : Permasalahan dan Penegakannya 4.clv BAB VIII HAK ASASI MANUSIA PENDAHULUAN A. hak milik pribadi dalam sekelompok social tempat seseorang berada: c. ras. artinya tidak bergantung pada adanya suatu negara atau undang-undang dasar. Hak tersebut diperoleh bersama dengan kelahirannya atau kehadirannya di dalam kehidupan masyarakat (tilaar 2001). serta d. bahkan memiliki kewenangan lebih tinggi karena berasal dari sumber yang lebih tinggi (Tuhan). HAM dalam tataran Global 3. Ruang lingkup HAM meliputi a. Ruang Lingkup Bahan pembelajaran ini akan membahas : 1. Sejarah dan Macam-macam HAM 2. atau jenis kelamin. hak pribadi : hak-hak persamaan hidup. Implementasi hak asasi dan kewajiban asasi dalam sila-sila pancasila . keamanan. Latar Belakang HAM adalah hak-hak yang melekat pada diri manusia. B. kebebasan sipil dan politik untuk dapat ikut serta dalam pemerintahan. Pengertian. kekuasaan pemerintah. HAM dalam UUD 1945 5.

Melalui pembelajaran ini mahasiswa diharapkan dapat: 1.clvi C. Mahasiswa mampu menjelaskan pengertian. Mahasiswa mampu menjelaskan HAM dalam Tataran Global 3. Mahasiswa mampu menganalisa HAM di Indonesia dalam konteks permasalahan dan penegakannya . sejarah dan macam-macam HAM 2. Sasaran Pembelajaran Mahasiswa dapat menganalisis dan mengidentifikasi Hak Asasi Manusia.

. yakni: Pertama. pada kenyataannya. aktivis maupun pengambil kebijakan. Mr Soenarko. karena bila dicabut hilang juga kemanusiaannya. yang tidak bisa dikurangi atau dicabut hakhaknya oleh siapapun. Ada delapan prinsip hak asasi manusia. Wolhoff. Sejarah dan Macam-Macam HAM 1. Hak Kebebasan dan Hak Kesamaan. Namun untuk mencermati apa sesungguhnya hak asasi manusia? Banyak ragam pendapat yang dikemukakan oleh para ahli. yang memiliki titik kesamaan dalam menjelaskan apa itu hak asasi manusia. hak asasi manusia adalah sejumlah hak yang seakan-akan berakar dalam tabiat setiap oknum pribadi manusia justru karena kemanusiaannya. Menurut G. prinsip universalitas.J. Sebagaimana mantan Perdana Menteri Mahathir Mohammad yang menyatakan bahwa. Prinsip universalitas adalah prinsip yang dimiliki dalam nilainilai etik dan moral yang tersebar di seluruh wilayah di dunia.clvii URAIAN BAHAN PEMBELAJARAN A. yang tak dapat dicabut oleh siapapun juga. ataukah tidak (?). dan pemerintah termasuk masyarakatnya harus mengakui dan menyokong hak-hak asasi manusia. Hak-hak itu antara lain : Hak Hidup. Pengertian HAM Hak asasi ialah hak-hak dasar (pokok) yang dibawa manusia sejak lahir sebagai anugerah dari Tuhan YME. Hak asasi manusia memiliki prinsip-prinsip utama dan menjadikannya sebagai bagian penting dalam kehidupan umat manusia. merumuskan hak-hak dasar ialah hak-hak manusia yang pokok dan tak dapat dikurangi oleh siapapun juga dalam negara yang sopan. Dari pendapat ini bisa diambil titik kesamaan bahwa hak asasi manusia itu merupakan hak yang melekat dalam diri manusia. selanjutnya disingkat DUHAM 1948) itu memiliki prinsip universal. Ia berlaku menyeluruh sebagai kodrat lahiriah setiap manusia. tidak tergantung pada wilayah atau bangsa tertentu. Ini menunjukkan bahwa hak-hak asasi manusia itu ada dan harus dihormati oleh seluruh umat manusia di dunia manapun. Universalitas hak-hak asasi manusia. Perdebatan ini sesungguhnya muncul di saat memperbincangkan apakah Universal Declaration of Human Rights 1948 (Deklarasi Universal Hak-Hak Asasi Manusia. Pengertian. masih juga tidak sepenuhnya diterima oleh negara-negara tertentu yang menolak kehadiran prinsip universalitas.

ataupun bahkan membunuh hak-hak hidup manusia. hak-hak ekonomi sosial budaya (Hak Ekosob) menjadi hak yang sangat penting. budaya. mencontohkan soal betapa hak-hak politik dan kebebasan begitu dominan mewarnai hak-hak asasi manusia. . memperbudak. ras. Prinsip ini menegaskan perlunya setiap orang untuk menghormati hak orang lain. Sehingga kewajiban untuk menghormati manusia sebagai manusia tersebut merupakan tanggungjawab hak-hak asasi manusia.clviii DUHAM 1948 itu sangat menganut paham kebebasan yang bersala dari konsep barat. Ia (Mahathir). didasarkan pada kontekstualisasi tertentu. dari sudut pandang yang berbeda. atau kelas sosial. kekuatan ekonomi. tetapi juga dalam kolektiva-kolektiva lebih luas seperti dalam kehidupan masyarakat maupun bernegara. pemartabatan terhadap manusia (human dignity). Bagi negara dunia ketiga. termasuk di dalamnya keragaman budaya dan hukum-hukum lokal. maupun realitas sosial budaya yang melahirkan keragaman pendapat soal tersebut. dimana penandatangan deklarasi tersebut hanya seperempat negara-negara yang menjadi anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sekarang. bahasa. Perbincangan ini sebenarnya tidak perlu terjadi bilamana memahami hak-hak asasi manusia yang universal maupun tidak. Dalam prinsip ini setiap orang harus menghargai manusia tanpa membeda-bedakan umur. Prinsip yang kedua. komunitas disable/berbeda kemampuan. keyakinan. Oleh sebabnya. orientasi seksual. hidup damai dalam keberagaman yang bisa menghargai satu dengan yang lainnya. mengisi perut orang yang lapar (hak atas pangan) dan hak pendidikan lebih penting dibandingkan soal hak pilih dalam pemilu. Penghormatan terhadap manusia. menyiksa. etnisitas. artinya hanya sekitar 50-an negara yang kebetulan mayoritas dari negara-negara yang disebut ‘barat’. HAM tidak menjadi universal bilamana dilihat dari perspektif tertentu. yang bisa dipengaruhi oleh kekuasaan politik. gender. bukanlah sekedar pekerjaan individual manusia. Tidak dapat dipungkiri bahwa pluralisme sosial. dengan adanya prinsip ini maka tidak mungkin praktek yang memperkenankan siapapun untuk melakukan eksploitasi. menjadi identitas peradaban tertentu yang sangat berharga dalam mengemban amanat saling menjaga dan mendorong upaya kebersamaan untuk hidup berdampingan. serta membangun toleransi sesama manusia. Artinya. khususnya manusia sebagai sesama makhluk ciptaan Allah. sepatutnya dihormati dan dihargai. padahal di negara-negara miskin maupun berkembang (negara dunia ketiga). Begitu juga.

merupakan hak yang dimiliki setiap orang dengan kewajiban yang sama pula antara yang satu dengan yang lain untuk menghormatinya. . Salah satu hal penting dalam negara hukum. agar hakhak tersebut bisa dikecualikan. karena keduanya satu kesatuan. Atau juga hak atas kehidupan yang layak. sosial. tidak bisa dihilangkan hanya dengan dibeli oleh orang yang mampu dan kemudian menggantikan posisi hak pilih. tidak bisa dilepaskan satu dengan yang lainnya. keyakinan. Prinsip non-diskriminasi sebenarnya bagian integral dengan prinsip persamaan. Manusia sebagai makhluk yang memiliki hak-hak asasi tidak bisa dilepaskan dari hak-hak tersebut. merupakan hak untuk memperoleh keadilan dalam bentuk perlakuan dalam proses peradilan. dan bila dilanggar akan melahirkan pertentangan dan ketidakadilan di dalam kehidupan manusia. warna kulit dan sebagainya. Prinsip yang keempat. meskipun dibayar atau diupahi. bahwa hak-hak asasi manusia melarang adanya diskriminasi yang merendahkan martabat atau harga diri komunitas tertentu. tidak bisa dirampas atau dipertukarkan dengan hal tertentu. inalienability. Hal ini terkait dengan pandangan yang menyesatkan tentang membeda-bedakan atau pengutamaan hak-hak tertentu dibandingkan hak-hak lain. adalah persamaan di muka hukum. Jelas dan tegas. agama. dimana menjelaskan bahwa tiada perlakuan yang membedakan dalam rangka penghormatan. equality atau persamaan. hak pilih dalam pemilu. Misalnya. sangat tidak mungkin dipisahkan dengan hak ekonomi. Prinsip ini bersentuhan atau sangat dekat dengan prinsip non-diskriminasi. Pembedaan. indivisibility.clix Prinsip yang ketiga. jenis kelamin. adalah praktek yang justru menghambat realisasi hakhak asasi manusia. Prinsip yang kelima.” Konsekuensi pemenuhan persamaan hak-hak juga menyangkut kebutuhan dasar seseorang tidak boleh dikecualikan. dan budaya. perlindungan dan pemenuhan hak-hak seseorang. sebagai prinsip hak-hak asasi manusia: “Setiap orang dilahirkan merdeka dan mempunyai martabat serta hak-hak yang sama. non-diskriminasi. Konsep persamaan menegaskan pemahaman tentang penghormatan untuk martabat yang melekat pada setiap manusia. adat. Prinsip yang keenam. Hak sipil dan politik. baik berdasarkan kelas/bangsa tertentu. Hal ini terjelaskan dalam pasal 1 DUHAM 1948. Suatu hak tidak bisa dipisah-pisahkan antara yang satu dengan yang lainnya. Pemahaman prinsip atas hak yang tidak bisa dipindahkan. tidak bisa dipertukarkan dengan perbudakan. Persamaan. suku.

. baik secara individual maupun kolektiva sosial dalam organisasi kemasyarakatan. kemiskinan. bukan soal mengambil tindakan tertentu (by commission). serta menegaskan kewajiban-kewajiban paling minimum dengan memaksimalkan sumberdaya yang ada untuk memajukannya. instrumen hukum. Pertanggungjawaban ini menekankan peran negara. sementara negara sama sekali tidak mengambil tindakan apapun (by omission). atau juga hak atas kesehatan yang layak. Peran negara menjadi vital. Prinsip pertanggungjawaban hak-hak asasi manusia ini menegaskan bahwa perlunya mengambil langkah atau tindakan tertentu untuk menghormati. hak yang satu dengan yang lainnya sangat tergantung dengan pemenuhan atau perlindungan hak lainnya. mengajarkan dan mendorong pemahaman dan penghormatan hak-hak asasi manusia bagi sesama. desa maupun perkotaan. melindungi dan memenuhi hak-hak asasi manusia. juga sangat bergantung pada penyediaan hak-hak atas pangan atau bebas dari rasa kelaparan. baik terhadap tekstualitas maupun kontekstualitasnya. di rumah sakit. dan hak atas penghidupan dan pekerjaan yang layak. Artinya. sebagai bagian dari organ politik kekuasaan yang harus memberikan perlindungan terhadap warga negaranya. merupakan hal yang mendasar untuk mengkaji hak-hak asasi manusia. tetapi ia juga bisa dimintai pertanggungjawaban ketika terjadi pelanggaran hak-hak asasi manusia. Termasuk mempertanggungjawabkan setiap langkah atau tindakan yang diambil sebagai kebijakan tertentu dan memiliki pengaruh terhadap kelangsungan hak-hak rakyat. setiap orang dituntut untuk berani melawan ketidakadilan dan pelanggaran hak-hak asasi manusia di depan matanya. Secara individu. Misalnya. interdependency (saling ketergantungan). Unsur pertanggungjawaban (terutama negara). di pasar.clx Prinsip yang ketujuh. Prinsip yang kedelapan. di hutan. Selain negara. di sekolah. dan praktek implementasinya di lapangan. dimana setiap hak-hak yang dimiliki setiap orang itu tergantung dengan hak-hak asasi manusia lainnya dalam ruang atau lingkungan manapun. adalah bagian yang tidak terpisahkan dari prinsip hak-hak asasi manusia agar bisa terwujudkan. Kedelapan prinsip-prinsip tersebut. responsibilitas atau pertanggungjawaban (responsibility). dalam pengertian untuk mempelajari sejarahnya. Prinsip ini juga sangat dekat dengan prinsip indivisibility. aktor non-negara juga mempunyai tanggung jawab yang sama untuk memajukan hakhak asasi manusia. dimana dalam situasi tidak terpenuhinya hak atas pendidikan.

Pada abad ke-20 hak-hak politik ini dianggap kurang sempurna. hak atas kebebasan. Berawal dari 2 perang besar didunia ( PD I dan PD II) timbul keinginan untuk merumuskan hak-hak asasi manusia dalam naskah internasional. Frangklin D Roosevelt yang dikenal dengan istilah The Four Freedoms (Empat Kebebasan). 1689) c. 1215) dokumen yang berisi hak yang diberikan oleh Raja John dari Inggris kepada para bangsawan bawahannya dan juga membatasi kekuasaan Raja John b. dan mulailah dicetuskan beberapa hak lain yang lebih luas ruang lingkupnya. Yang sangat terkenal adalah empat hak yang dirumuskan oelh Presiden Amerika Serikat. 1789) d. Bill of rights (Undang-Undang Hak. Kebebasan beragama (freedom of religion) . Sejarah Ham Hak asasi adalah hak yang dimiliki manusia yang telah diperoleh dan dibawanya bersamaan dengan kelahiran/kehadirannya di dalam kehidupan masyarakat. Bill of Rights (Undang-Undang Hak) naskah yang disusun oleh rakyat Amerika pada tahun 1789 Hak-hak yang dirumuskan pada abad ke-17 dan ke-18 ini sangat dipengaruhi oleh gagasan mengenai Hukum Alam (Natural Law) seperti yang dirumuskan oleh John Locke dan Jean Jaques Rousseau (1712-1778) dan hanya terbatas pada hak-hak yang bersifat politis saja seperti kesamaan hak.clxi 2. Dalam proses ini telah lahir beberapa naskah yang secara berangsur-angsur menetapkan bahwa ada beberapa hak yang mendasari kehidupan manusia dan karena itu bersifat universal dan asasi. hak untuk memilih dsb. yaitu : a. Usaha ini pada tahun 1948 berhasil dengan diterimanya Universal Declaration of Human Rights (pernyataan sedunia tentang Hak-Hak Asasi Manusia) oleh negara-negara yang tergabung dalam PBB. Magna Charta (piagam Agung. Declaration des droits de I’homme et du citoyen (pernyataan hak-hak manusia dan warga negara. Kebebaan untuk berbicara dan menyatakan pendapat (freedom of speech) b. Naskah tersebut adalah : a.

memeluk agama. maka Komisi Hak-Hak Asasi Manusia (Commission on Human Rights) yang pada tahun 1946 didirikan oleh PBB. pemeriksaan. membeli. • • Hak asasi social dan budaya (social and culture right) yaitu hak untuk memilih pendidikan. hak masuk dan ikut dalam parpol. 3. menyatakan pikiran dan kebebasan bergerak Hak asasi ekonomi (economical right) = yaitu hak untuk memiliki sesuatu. Kebebasan dari ketakutan (freedom from fear) d. disamping hak-hak politik. dan peradilan B. pernyataan sedunia tentang Hak-Hak Asasi Manusia (Universal Declaration of Human Rights). mensual. mendirikan dan mengembangkan parpol • Hak asasi untuk memperoleh perlakuan dan tata cara peradilan dan perlindungan yang adil dan sama. penggeledahan. Ham pada Tataran Global Sebelum konsep HAM diratifikasi PBB terdapat beberapa konsep utama mengenai HAM. mengembangkan pendidikan dan kebudayaan. penyidikan. menetapkan secara terperinci beberapa hak ekonomi dan sosial.clxii c. Kebebasan dari kemelaratan (freedom from want) Sejalan dengan pemikiran itu. pembelaan. diterima secara aklamasi oleh negara-negara yang tergabung dalam PBB.Macam-Macam Ham Dari ketiga hak dasar diatas berkembang menjadi : • • • Hak asasi pribadi (personal right) = yang meliputi kebebasan menyatakan pendapat.. haku untuk dipilih dan memilih dalam pemilu. yaitu: . Pada tahun 1948 hasil pekerjaan komisi ini. Hak asasi politik (political right) yaitu hak untuk ikutserta dalam politik. dan memanfaatkannya Hak asasi untuk memperoleh pengakuan yang sama dalam hukum dan pemerintahan (legal of equality right) yaitu hak yang sama dikenakan sanksi/hukuman dan duduk dalam pemerintahan negara. misalnya dalam penangkapan.

ekonomi. 3) filosofi dasar: hak asasi tertanam pada diri individu manusia: serta 4) hak asasi lebih dulu ada daripada tatanan negara. sosial. negara sebagai koordinator dan pengawas. HAM menurut konsep PBB: Konsep HAM ini dibidani oleh sebuah komisi PBB yang dipimpin oleh Elenor Roosevelt (10 Desember 1948) dan secara resmi disebut “Universal Declaration of Human Rights”. c. 2) masyarakat sebagai keluarga besar. HAM menurut konsep Negara-negara Barat: 1) ingin meninggalkan konsep negara yang mutlak. . 2) hak asasi manusia tidak ada sebelum negara ada. yaitu 1) Hak ekonomi sosial dan budaya. serta 3) Protokol opsional bagi perjanjian hak sipil dan politik internasional. dan kebudayaan yang dinikmati manusia di dunia yang mendorong perhargaan terhadap hak-hak asasi manusia. serta 3) negara berhak membatasi hak asasi manusia apabila situasi menghendaki. artinya penghormatan utama terhadap kepala keluarga. d. b. Sejak tahun 1957 konsep HAM tersebut dilengkapi dengan tiga perjanjian. HAM menurut konsep bangsa-bangsa Asia dan Afrika: 1) tidak boleh bertentangan dengan ajaran agama/sesuai dengan kodratnya. serta 3) individu tunduk kepada adat yang menyangkut tugas dan kewajiban sebagai anggota masyarakat. politik. HAM menurut konsep Sosialis: 1) hak asasi hilang dari individu dan terintegrasi dalam masyarakat. Pada Sidang Umum PBB tanggal 16 Desember 1966 ketiga dokumen tersebut diterima dan diratifikasi. Di dalamnya menjelaskan tentang hak-hak sipil. 2) Perjanjian internasional tentang hak sipil dan politik. 2) ingin mendirikan federasi rakyat yang bebas.clxiii a.

6) hak untuk masuk dan keluar wilayah suatu negara. Sesuai dengan Pasal l (3).clxiv Universal Declaration af Human Rights menyatakan bahwa setiap orang mempunyai: 1) hak untuk hidup. 10) hak untuk berapat dan berkumpul. 12) hak untuk mendapatkan pekerjaan. 8) hak untuk bebas untuk mengutarakan pikiran dan perasaan. sosial budaya. dan hubungan antarnegara serta hukum internasional berlaku. 5) hak untuk mendapat jaminan hukum dalam perkara pidana. dan 56 Piagam PBB upaya pemajuan dan perlindungan HAM harus dilakukan melalui suatu konsep kerja sama internasional yang berdasarkan pada prinsip saling menghormati. maupun dalam pelaksanaannya (Wirayuda: 2005). serta mempunyai dan mengeluarkan pendapat. yang . kesederajatan. pemantauan. 14) hak untuk mendapatkan pendidikan. dan hak pembangunan merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. 7) hak untuk mendapat hak milik atas benda. 4) hak untuk memperoleh perlakuan yang sama dengan orang lain menurut hukum. 11) hak untuk mendapatkan jaminan sosial. politik. 13) hak untuk berdagang. serta 16) hak untuk menikmati kesenian dan turut serta dalam kemajuan keilmuan. HAM di Indonesia : Permasalahan dan Penegakannya. ekonomi. 9) hak untuk bebas memeluk agama. seperti diperiksa di muka umum dan dianggap tidak bersalah kecuali ada bukti yang sah. C. 3) hak untuk diakui kepribadiannya menurut hukum. Indonesia berpandangan bahwa pemajuan dan perlindungan HAM harus didasarkan pada prinsip bahma hak-hak sipil. baik dalam penerapan. Sejalan dengan amanat Konstitusi. 15) hak untuk turut serta dalam gerakan kebudayaan masyarakat. Pasal 55. 2) kemerdekaan dan keamanan badan.

Penguatan upaya-upaya pemberantasan korupsi melalui pelaksanaan Rencana Aksi Nasional Pemberantasan Korupsi 2004-2009. d. hak atas rasa aman. f. Peningkatan penegakkan hukum terhadap pemberantasan tindak pidana terorisme dan penyalahgunaan narkotika serta obat berbahaya lainnya. c. dan hak anak. hak wanita. g. Program penegakkan hukum dan HAM (PP No. hak atas kebebasan. yaitu Pembukaan UUD 1945 (aline I). dan konsisten. Peningkatan efektivitas dan penguatan lembaga/institusi hukum ataupun lembaga yang fungsi dan tugasnya mencegah serta memberantas korupsi. dan tepat. Pelaksanaan Rencana Aksi Nasional Hak Asasi Manusia (RANHAM) dari 2004-2009 sebagai gerakan nasional. hak berkeluarga dan melanjutkan keturunan. b.clxv HAM di Indonesia di dasarkan pada Konstitusi NKRI. hak mengembangkan diri. Oleh sebab itu. dan 30). tidak diskriminatif. 26/2000 tentang Pengadilan HAM. penegakkan hukum dan HAM harus dilakukan secara tegas. serta dengan biaya yang terjangkau oleh semua lapisan masyarakat. 39/1999 tentang HAM dan UU No. a. Peninjauan serta penyempurnaan berbagai konsep dasar dalam rangka mewujudkan proses hukum yang lebih sederhana. Peningkatan efektivitas dan penguatan lembaga/institusi hukum ataupun lembaga yang fungsi dan tugasnya menegakkan hak asasi manusia. e. hak turut serta dalam pemerintahan. hak memperoleh keadilan. Penyelenggaraan audit reguler atas seluruh kekayaan pejabat pemerintah dan pejabat Negara. i. Pancasila sila ke-4. 29. 7 tahun 2005) meliputi pemberantasan korupsi. cepat. Peningkatan upaya penghormatan persamaan terhadap setiap warga negara di depan hukum melalui keteladanan kepala negara beserta pimpinan lainnya untuk mematuhi/menaati hukum dan hak asasi manusia secara konsisten serta konsekuen. hak atas kesejahteraan. serta pembasmian penyalahgunaan narkotika dan obat berbahaya. Kegiatan-kegiatan pokok penegakkan hukum dan HAM meliputi hal-hal berikut. HAM di Indonesia menjamin hak untuk hidup. antiterorisme. Peningkatan betbagai kegiatan operasional penegakan hukum dan hak asasi manusia . UU No. h. Batang Tubuh UUD 1945 (Pasal 27.

n. Peningkatan fungsi intelejen agar aktivitas terorisme dapat dicegah pada tahap yang sangat dini. baik ke luar maupun masuk ke wilayah Indonesia. Peningkatan meningkatkan penanganan penyidikan. alinea 1 : Kebebasan untuk merdeka 2. alinea 2 : Negara yang adil 3. o. Penyelamatan barang bukit accountability kinerja berupa dokumen/arsip lembaga Negara serta badan pemerintahan untuk mendukung penegakkan hukum dan HAM. k. Penjabaran Hak-Hak Asasi Manusia Dalam UUD 1945 Hak-hak asasi manusia sebenarnya tidak dapat dipisahkan dengan pandangan filosofis tentang manusia yang melatarbelakanginya. serta meningkatkan berbagai operasi keamanan dan ketertiban. alinea 4 : Menunjukkan pengakuan dan perlindungan terhadap hak bidang politik. hukum. Dalam Pembukaan UUD 1945 1. Peningkatan pengawasan terhadap lalu lintas orang yang melakukan perjalanan. pengedarnya secara maksimal. m. serta pengembangan sistem pengawasan yang transparan dan accountable. Peningkatan koordinasi dan kerja sama yang menjamin efektivitas penegakan hukum dan HAM. penyelidikan. Hak Asasi dalam UUD 1945 a. D. dan tindakan hukum terhadap dan penyalahgunaan menghukum para narkotika/obat berbahaya melalui identifikasi serta memutus jaringan peredarannya. Menurut Pancasila. sosial budaya dan ekonomi) b. Pengembangan sistem manajemen kelembagaan hukum yang transparan. l. hakikat asasi (dalam . penuntutan. j.clxvi dalam rangka rnenyelenggarakan ketertiban sosial agar dinamika masyarakat dapat bcrjalan sewajarnya. q. Pembaruan materi hukum yang terkait dengan pemberantasan korupsi. alinea 3 : Menyatakan kemerdekaan 4. Pmbenahan sistem manajemen penanganan perkara yang menjamin akses publik. p.

Dalam pengertian inilah maka hak-hak asasi manusia tidak dapat dipisahkan dengan hakikat kodrat manusia tersebut. Sehingga. hak asasi manusia tidak dapat dipisahkan dengan kewajiban asasi manusia. Deklarasi bangsa Indonesia pada prinsipnya termuat dalam naskah Pembukaan UUD 1945. Konsekuensinya dalam realisasinya maka hak asasi manusia memiliki hubungan yang koralatif dengan wajib asasi manusia karena sifat kodrat manusia sebagai individu dan makhluk sosial. Dalam rentang berdirinya bangsa dan negara Indonesia dalam kenyataannya secara resmi deklarasi. adapun sifat kodratnya sebagai makhluk individu dan makhluk sosial.clxvii manusia adalah tersusun alas jiwa dan raga. dan Pembukaan UUD 1945 inilah yang merupakan sumber nomiatif bagi hukum positif Indonesia terutama penjabaran dalam pasal-pasal UUD 1945. Kata-kata berikutnya pada alinea III Pembukaan UUD 1945 adalah sebagai berikut : . 1. melainkan menempatkan manusia dalam hubungannya dengan bangsa (makhluk sosial). Telah mengangkat hakhak asasi manusia dan melindunginya dalam kehidupan negara yang tertuang dalam UUD 1945. asasi Manusia PBB. karena Pembukaan UUD 1945 dan pasalpasalnya diundangkan tanggal 18 Agustus 1945. kedudukan kodrat sebagai makhluk Tuhan dan Makhluk pribadi. Dalam Pembukaan UUD 1945 alinea I dinyatakan bahwa : “Kemerdekaan adalah hak setiap bangsa”. Dalam pernyataan terkandung pengakuan secara yuridis hak asasi manusia tentang kemerdekaan sebagaimana tercantum dalam : deklarasi Universal Hak-hak Asasi Manusia PBB Pasal. adapun Deklarasi PBB pada tahun 1948. Hal ini juga telah ditekankan oleh para petinggi negara misalnya pernyataan Moh. tetapi masih perlu ditetapkan beberapa hak dari negara agar jangan sampai timbul negara kekuasaan (Machtsstaal atau negara penindas) (Yamin 1959 : 287-289). Hatta dalam sidang BPUPKI sebagai berikut : “Walaupun yang dibentuk itu negara kekeluargaan. Dasar filosofis hak asasi manusia tersebut bukanlah kebebasan individualis. Bangsa Indonesia telah lebih dulu dirumuskan dari Deklarasi Universal Hak-hak. Hal ini merupakan fakta pada dunia bahwa bangsa bangsa Indonesia sebelum tercapainya pernyataan hak-hak asasi manusia sedunia PBB.

tujuan negara.. Berdasarkan pada tujuan negara sebagaimana terkandung dalam Pembukaan UUD 1945 tersebut.clxviii “Atas berkat rakhmat Allah Yang Maha Kuasa dan dengan didorongkan oleh keinginan luhur.. dan mencerdaskan kehidupan bangsa.. Demikian pula negara Indonesia juga memiliki ciri. supaya berkehidupan kebangsaan yang bebas. hukum material.. Pemerintahan negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum mencerdaskan kehidupan bangsa... Pernyataan tentang “atas berkat rakhmat Allah Yang Maha Kuasa. negara Indonesia menjamin dan melindungi hak-hak asasi manusia para warganya terutama dalam kaitannya dengan kesejahteraan hidupnya baik jasmaniah maupun rokhaniah..” Tujuan negara Indonesia sebagai negara hukum yang bersifat formal tersebut mengandung konsekuensi bahwa negara berkewajiban untuk melindungi seluruh warganya dengan suatu undang-undang terutama untuk melindungi hak-hak asasinya demi kesejahteraan hidup bersama. maka negara Indonesia mengakui hak-hak asasi manusia untuk memeluk agama sebagaimana tercantum dalam Deklarasi Universal Hak-hak Asasi Manusia PBB Pasal 18 dan dalam pasal UUD 1945 dijabarkan dalam Pasal 29 terutama ayat (2).. Adapun tujuan negara tersebut adalah sebagai berikut : “.. maka rakyat Indonesia menyatakan dengan ini kemerdekaannya”. antara lain berkaitan dengan hak-hak asasi bidang .Memajukan kesejahteraan umum. Melalui pembukaan UUD 1945 dinyatakan dalam alinea IV bahwa negara Indonesia sebagai suatu persekutuan bersama bertujuan untuk melindungi warganya terutama dalam kaitannya dengan perlindungan hak-hak asasinya.. dan diteruskan dengan kata “. maka pengertian bangsa.. dalam rumusan tujuan negara “.” mengandung arti bahwa dalam deklarasi bangsa Indonesia terkandung pengakuan manusia yang berketuhanan Yang Maha Esa..”.supaya berkehidupan yang kebangsaan bebas.

clxix politik. dan agama. (7) Setiap warga negara berhak memperoleh kesempatan yang sama dalam pemerintahan. Pasal 28-D (5) Setiap orang berhak atas pengakuan. bangsa. (4) Setiap anak berhak atas kelangsungan hidup. Pasal 28-E (4) Setiap orang bebas memeluk Agama dan beribadat menurut agamanya. Pasal 28-C (3) Setiap orang berhak mengembangkan diri melalui pemenuhan kebutuhan dasarnya. memilih kewarganegaraan. sosial. kebudayaan. (6) Setiap orang berhak untuk bekerja serta mendapat imbalan yang adil dan layak dalam hubungan kerja. berhak mendapat pendidikan dan memperoleh manfaat dari ilmu pengetahuan dan teknologi. memilih pekerjaan. tumbuh dan berkembang serta berhak atas perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi. memilih pendidikan dan pengajaran. memilih tempat tingal di wilayah negara dan meningalkannya serta berhak kembali. (4) Setiap orang berhak untuk memajukan dirinya dalam memperjuangkan secara kolektif untuk membangun masyarakat. dan negaranya. Pendidikan. Pasal 28-B (3) Setiap orang berhak membentuk keluarga dan melanjutkan keturunan melalui perkawinan yang sah. yang adil serta perlakuan yang sama di hadapan hukum. ekonomi. . Rincian hak-hak asasi manusia dalam pasal-pasal UUD 1945 adalah sebagai berikut: BAB XA HAK ASASI MANUSIA Pasal 28-A Setiap orang berhak untuk hidup serta berhak mempertahankan hidup dan kehidupannya. jaminan perlindungan dan kepastian hukum. seni dan budaya demi meningkatkan dan demi kesejahteraan umat manusia. (8) Setiap orang berhak atas status kewarganegaraan.

hak beragama. (4) Setiap orang berhak untuk. atas kebebasan berserikat. (6) Setiap orang berhak mendapat kemudahan dan perlakuan khusus untuk memperoleh kesempatan dan manfaat yang sama guna mencapai persamaan dan keadilan. dan hati nurani. Pasal 28-F Setiap orang berhak untuk berkomunikasi dan memperoleh informasi untuk mengembangkan pribadi dan lingkungan sosialnya. berbuat sesuatu yang merupakan hak asasi. memperoleh. (8) Setiap orang berhak mempunyai milik pribadi dan hak milik tersebut tidak diambil alih secara sewenang-wenang oleh Pasal 28-I (6) Hak untuk hidup. bebas dan penyiksaan atau perlakuan yang merendahkan derajat martabat manusia dan berhak memperoleh suaka politik dari negara lain. kehormatan. (7) Setiap orang berhak atas jaminan sosial yang memungkinkan pengembangan dirinya secara utuh sebagai manusia yang bermartabat. Pasal 28-G (3) Setiap orang berhak atas perlindungan diri pribadi. (6) Setiap orang berhak.. hak izin untuk tidak diperbudak. martabat dan harta benda yang di bawah kekuasaannva. serta berhak untuk mencari. hak untuk tidak disiksa. menyimpan. . Pasal 28-H (5) Setiap orang berhak hidup sejahtera lahir dan bathin. menyatakan pikiran dan sikap sesuai dengan hati nuraninya. Berkumpul dan mengeluarkan pendapat. serta berhak atas rasa aman dan perlindungan dari ancaman ketakutan untuk berbuat atau tidak. memiliki. keluarga. dan hak untuk tidak di tuntut atas dasar hukum yang berlaku surut adalah. hak kemerdekaan pikiran. hak untuk diakui sebagai pribadi di hadapan hukum. dan mendapatkan lingkungan hidup yang baik dari sehat serta berhak memperoleh pelayanan kesehatan.clxx (5) Setiap orang berhak atas kebebasan meyakini kepercayaan. mengolah dan menyampaikan informasi dengan menggunakan segala jenis saluran yang tersedia. hak asasi manusia yang tidak dapat dikurangi dalam keadaan apapun. bertempat tinggal.

dan merupakan anugerahNya yang wajib dihormati. dijunjung tinggi dan dilindungi oleh negara. dalam Konsiderans dan Ketentuan Umum Pasal I dijelaskan. berbangsa. walaupun pelaksanaannya belum optimal. maka pelaksanaan hak asasi manusia dijamin. setiap orang wajib tunduk kepada pembatasan yang ditetapkan dengan undang-undang maksud semata-mata untuk menjamin perlakuan serta penghormatan atas hak dan kebebasan orang lain dan untuk memenuhi tuntutan yang adil sesuai dengan pertimbangan moral. dan bernegara. dan ketertiban umum dalam suatu masyarakat demokratis. pemerintah dan setiap orang demi kehormatan serta perlindungan harkat dan martabat manusia. Dalam perjalanan sejarah kenegaraan Indonesia pelaksanaan perlindungan terhadap hak-hak asasi manusia di Indonesia mengalami kemajuan. Antara lain sejak kekuasaan Rezim Soeharto telah dibentuk KOMNAS HAM. Oleh karena itu jaminan hak-hak asasi manusia sebagaimana terkandung dalam UUD 1945. hukum. (4) Dalam menjalankan hak dan kebebasannya. dan dituangkan dalam peraturan perundang-undangan. Pasal 28-J (3) Setiap orang wajib menghormati hak asasi manusia orang lain dalam tertib kehidupan bermasyarakat. diatur. nilai-nilai agama. terutama pemerintah. (10)Untuk menegakkan dan melindungi hak asasi manusia sesuai dengan prinsip negara hukum yang demokratis. 39 tahun 1999. menjadi semakin efektif terutama dengan diwujudkannya Undang-Undang Republik Indonesia No. bahwa Hak Asasi Manusia adalah seperangkat hak yang melekat pada hakikat dan keberadaban manusia sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa. tradisional dihormati selaras dengan perkembangan zaman dan peradaban. tentang Hak Asasi manusia. penegakkan. pemajuan.clxxi (7) Setiap orang berhak bebas dari perlakuan bersifat diskriminatif dasar apapun dan berhak mendapatkan perlindugan terhadap perlakuan yang bersifat diskriminatif itu. (9) Perlindungan. dan pemenuhan hak asasi manusia adalah tanggungjawab negara. Dalam proses reformasi dewasa ini terutama akan perlindungan hak-hak asasi manusia semakin kuat bahkan merupakan tema sentral. (8) Identitas budaya dan hak masyarakat. Selain hak asasi juga dalam LJU . keamanan.

hak mengembangkan diri. hak ekonomi diatur dalam Pasal 28 ayat (2). Dalam Undang-Undang Dasar 1945 hasil amandemen 2002. hak budaya pada Pasal 28-1 ayat (3). Pasal 28-H ayut (3). (2). Rincian tersebut antara lain misalnya tentang hak-hak sosial dijamin dalam Pasal 29-B ayat (1). Demi tegaknya asasi setiap orang maka diatur pula kewajiban dasar manusia. antara lain kewajiban untuk menghormati hak asasi orang lain. pembatasan terhadap kewenangan pemerintah serta KOMNAS HAM yang merupakan lembaga pelaksana atas perlindungan hak-hak asasi manusia. Pasal 28-E ayat (3). melindungi. hak turut serta dalam pemerintahan. ketentuan yang mengatur tentang jaminan hak-hak asasi manusia dalam Undang-Undang Dasar 1945 hasil amandemen 2002 dikembangkan dan ditambah pasalnya dan lebih rinci. hak atas kebebasan pribadi.clxxii No. hak perlindungan hukum yang sama pada Pasal 28-G ayat (1). Hak-hak asasi tersebut meliputi. hak politik diatur dalam Pasal 28-D ayat (3). Selain itu juga diatur kewajiban dan tanggung jawab pemerintah untuk menghormati. hak untuk hidup. hak memeluk. dan konsekuensinya setiap orang harus tunduk kepada peraturan perundang-undangan yang berlaku. meyakini dan beribadah menurut agama yang dianutnya. menegakkan serta memajukan hak-hak asasi manusia tersebut yang diatur dalam peraturan perundang-undangan dan hukum internasional yang diterima oleh negara Republik Indonesia. hak berkeluarga dan melanjutkan keturunan. terkandung kewajiban dasar manusia. pasal 28A sampai dengan pasal 28J. Dengan diundangkannya UU No. Jikalau. Pasal 28-C ayat (2). serta hak . yaitu seperangkat kewajiban yang apabila tidak dilaksanakan. 39 tahun 1999. UU No. tidak memungkinkan terlaksana dan tegaknya hak asasi manusia. telah memberikan jaminan secara eksplisit tentang hak-hak asasi manusia yang tertuang dalam Bab XA. 39 tahun 1999 tentang hak-hak asasi manusia tersebut bangsa Indonesia telah masuk pada era baru terutama dalam menegakkan masyarakat yang demokratis yang melindungi hak-hak asasi manusia. dibandingkan dengan Undang-Undang Dasar 1945 sebelum dilakukan amandemen. hak wanita. perlindungan hak asasi. 39 tahun 1999 tersebut terdiri atas 105 pasal yang meliputi macam Hukum asasi. hak atas rasa aman. Namun demikian sering dalam pelaksanaannya mengalami kendala yaitu dimana antara penegakkan hukum dengan kebebasan sehingga kalau tidak konsisten maka akan merugikan bangsa Indonesia sendiri. hak memperoleh keadilan. hak atas kesejahteraan. dan hak anak.

Memang pelaksanaan Pengadilan Ad Hoc atas pelanggaran hak-hak asasi manusia di Timur-Timur tersebut penuh dengan kepentingan-kepentingan politik. Sila Pertama Hak Asasi Kewajiban Asasi = Hak memilih dan mengakui agama dan = Melaksanakan perintah dan larangan Tuhan kepercayaan kepada Tuhan YME YME menurut agama dan kepercayaan masing-masing . di pihak lain perbenturan kepentingan antara penegakan hak-hak asasi dengan kepentingan nasional serta rasa nasionalisme sebagai bangsa Indonesia. Untuk ketentuan yang lebih rinci atas pelaksanaan dan penegakan hak-hak asasi tersebut. karena bangsa Indonesia memiliki komitmen yang tinggi atas jaminan serta penegakan hak-hak asasi manusia. menyampaikan informasi dan berkomunikasi melalui berbagai saluran yang ada. Di satu pihak pelaksanaan pengadilan Ad Hoc tersebut atas desakan PBB.clxxiii memperoleh. bahwa bangsa Indonesia memiliki komitmen atas penegakan hakhak asasi manusia. atas pelanggar hak-hak asasi manusia di Jakarta. 9 tahun 1999. Satu kasus yang cukup penting. diatur dalam Undang-undang No. atas pelanggaran di Timur-Timur. Implementasi Hak Asasi Dan Kewajiban Asasi Dalam Sila-Sila Pancasila a. Konsekuensi pengaturan atas jaminan hak-hak asasi manusia tersebut harus diikuti dengan pelaksanaan. E. Terlepas dari berbagai macam kelebihan dan kekuranggannya. serta jaminan hukum yang memadai. adalah dengan dilaksanakannya Pengadilan Ad Hocc. bagi suatu kemajuan yang sangat berarti. mengolah. yang taruhannya adalah nasib dan kredibilitas bangsa Indonesia di mata intemasional. bagi bangsa Indonesia dalam menegakkan hakhak asasi. Hal ini menunjukkan kepada masyarakat Internasional. menyimpan. Dalam kenyataannya mereka-mereka yang dituduh melanggar HAM berat di Tiinur-Timur pada hakikatnya berjuang demi kepentingan bangsa dan negara. memiliki.

Kewajiban Perintah (Affirmatif) : yaitu menuntut dilaksanakannya suatu perbuatan . kelompok atau kepentingan partai dll. artinya sikap = Mengutamakan kepentingan umum atau mengutamakan kepentingan bangsa di bersama daripada kepentingan golongan. suku. Sedangkan Perbedaan Kewajiban 1. Sila Keempat Hak Asasi = Kewajiban Asasi Negara RI dibentuk dari. golongan. maupun non formal demi kepentingan yaitu keadilan yang memberi bersama perimbangan dimana hak milik berfungsi sosial Kewajiban Asasi Manusia Kewajiban adalah keharusan moral untuk mengerjakan atau meninggalkan suatu pekerjaan. oleh. Sila Kedua Hak Asasi Kewajiban Asasi = Manusia sebagai mahluk individu. atas kepentingan suku. partai itu memiliki kedudukan dan kesempatan yang sama di Indonesia. saling menolong dan memiliki hak asasi yang dapat bekerjasama dengan sesama manusia dinikmati dan dipertahankan terhadap godaan dari segala arah c. Sila Ketiga Hak Asasi Kewajiban Asasi = Persatuan Indonesia. Berarti persatuan antar suku.clxxiv b. d. agama. Sila Kelima Hak Asasi = Kewajiban Asasi Keadilan Sosial barujud hendak = Melakukan kontrol sosial kepada para melaksanakan kesejahteraan umum pembimbing negara baik yang formal bagi seluruh anggota masyarakat. pribadi golongan. dan = Patuh dan taat kepada rambu-rambu hukum untuk rakyat dalam kehidupan demokrasi e. dalam arti adanya keseimbangan dengan tidak mengutamakan yang satu dan mengabaikan yang lainnya. = Saling membantu.

”30 Ini berarti. Penelusuruan terhadap pengakuan hak-hak asasi manusia dalam konstitusi akan menjadi tema penting dilihat sebagai bagian dari kajian sistem ketatanegaraan yang ada. sebagaimana dikatakan oleh Victor M. “It is the system approach that makes it possible to visualize more clearly the whole of law as a complex series or relationship between branches of law and legal institutions. terutama dari berbagai upaya pemaksaan kehendak atau bentuk kekerasan yang dilakukan oleh organ/struktur yang berkuasa. considered as a whole in comparison with one of its branches or with a simple aggregate of branches. jika saatnya diperlukan secara fisik dan mental ideologik (30) F. berarti peralihan dari tertib . Karena pengalaman bangsa Indonesia yang berulang kali mengalami pergantian dan perubahan UUD. Artinya.clxxv 2. Kewajiban larangan (Negatif) : menuntut ditinggalkannya perbuatan/tindakan. toleransi dan kerukunan beragama (29) • Wajib menghormati orang lain • Wajib bela negara. The system approach also makes it possible to reveal more clearly such important features of law as a unity and differentiation. Zivs. Tschchikvadse dan Samuel L. penegak) hukum bekerja untuk melindungi dan memenuhi hak-hak dalam ruang kehidupan warga negaranya. The system approach helps to reveal the special quality of law. the interaction and interrelation of the separate parts of elements. pendekatan sistem dalam bidang hukum memperhatikan pula bagaimana organ/struktur negara yang memiliki lembagalembaga (pembentuk. Pendekatan sistem dalam bidang hukum. hukum sebagai sarana dan sistem perlindungan bagi rakyat yang efektif. Kewajiban dalam Pasal-Pasal UUD 1945 • Wajib membayar pajak (23) • Wajib menghormati orang lain yang berbeda agama. Sarana Perlindungan Hak Asasi Manusia Salah satu pemahaman (dari banyak varian konsep) terhadap penyejahteraan warga negaranya dalam konsep tanggung jawab negara adalah upaya perlindungan hukum bagi warganya sendiri. dan pergantian UUD dalam suatu negara.

Lembaga-lembaga yang memiliki kewajiban dalam memberikan sarana perlindungan hukum bisa dilakukan oleh lembaga peradilan (judicial system) dan lembaga non-peradilan (non-judicial system). yang menyatakan “tindak pemerintahan” sebagai titik sentral. Adanya perlindungan hukum yang preventif tentunya akan mendorong pemerintah untuk bersikap lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan yang didasarkan pada diskresi. negara-negara dengan “civil law system” mengakui adanya dua set pengadilan. dan khusus hanya menangani persoalan pelanggaran HAM berat (kejahatan genosida dan kejahatan terhadap . Misalnya. Membicarakan pendekatan hukum. yaitu “ordinary court”. dibedakan dua macam perlindungan hukum bagi rakyat: perlindungan hukum yang preventif dan perlindungan yang represif. Lembaga peradilan yang menangani persoalan hak-hak asasi manusia. yaitu pengadilan umum (biasa) dan pengadilan administrasi. negara-negara Skandinavia telah mengembangkan sendiri suatu lembaga perlindungan hukum bagi rakyat yang dikenal dengan nama “Ombudsman”. Pengadilan HAM merupakan pengadilan khusus yang berada di lingkungan peradilan umum.31 Sedangkan untuk perlindungan hukum yang represif adalah berdasarkan penyelesaian suatu sengketa. kita mengenal adanya lembaga-lembaga yang menjadi sarana perlindungan hak-hak masyarakat. Dan ini pulalah yang menjelaskan situasi pendekatan hukumnya pemerintah dalam hak asasi manusia.clxxvi ketatanegaraan yang lama ke tertib ketatanegaraan yang baru. Pada perlindungan hukum yang preventif. yang tentunya (atau seharusnya) menuju ke arah yang lebih sempurna dibandingkan sebelumnya. adalah pendapat Hadjon. khususnya terhadap pelanggaran HAM berat dilakukan oleh Pengadilan HAM. Di samping kedua sistem tersebut. hanya mengenal satu set pengadilan. sedangkan negaranegara dengan “common law system”. kepada rakyat diberikan kesempatan untuk mengajukan keberatan (inspraak) atau pendapatnya sebelum suatu keputusan pemerintah mendapat bentuk yang definitif. khususnya yang diberlakukan dalam sistem hukum di Indonesia. yang sifatnya mencegah sengketa. dimana terdapat keragaman dalam berbagai sistem hukum di dunia ini. sebagai sarana perlindungan hukum bagi rakyat.32 Dalam konteks hak-hak asasi manusia.

Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas Anak). dan Komisi Ombudsman Nasional. Mekanisme Penyelesaian Pelanggaran Hak Asasi Manusia Setiap permasalahan semestinya harus ada mekanisme penyelesaian yang disiapkan sebagai satu kebijakan. di luar pelanggaran HAM berat. Kelembagaan non-peradilan yang juga terkait langsung dengan upaya perlindungan hak asasi manusia secara koordinatif membangun komunikasinya dengan lembaga atau departemen pemerintah lainnya. dan menjadi tanggung jawab seluruh jajaran pemerintahan mulai dari Presiden hingga unit pemerintahan terkecil di bawah tanpa terkecuali. Bahkan bilamana diperlukan sarana-sarana tersebut membuka terhadap kerjasama internasional untuk mendukung upaya perlindungan hak-hak asasi manusia. termasuk institusi kepolisian dan TNI. koordinatif dan strategis. sehingga permasalahan pelanggaran HAM akan dapat tercegah dan diselesaikan secara komprehensif. antara lain Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM). G. Meskipun demikian. Setiap . Sehingga tidak dimungkinkan lagi adanya sektoralisme penyelesaian masalah-masalah penegakan hak asasi manusia. dikategorikan sebagai tindak kriminal maka akan diselesaikan melalui proses peradilan umum. Demikian pula halnya dengan masalah pelanggaran HAM. tetapi haruslah lintas departemen. Komisi Nasional Anti Kekerasan Terhadap Perempuan (Komnas Perempuan). pandangan terhadap sarana-sarana perlindungan hak asasi manusia tidak bisa dikerdilkan hanya pada lembaga peradilan dan lembaga non-peradilan yang disebutkan di atas. Dalam perspektif perlindungan publik atas kebijakan atau keputusan administratif pemerintah. Ketiga lembaga peradilan tersebut merupakan sarana perlindungan hak-hak asasi manusia yang dikenal dalam konteks sistem ketatanegaraan di Indonesia. Sedangkan lembaga non-peradilan yang dibentuk pemerintah untuk melakukan upaya perlindungan dan pemenuhan hak-hak asasi manusia.clxxvii kemanusiaan).33 Sedangkan persoalan hak-hak asasi manusia lainnya. maka perlindungan hak asasi manusia bisa diselesaikan melalui Pengadilan Tata Usaha Negara.

saksi dan atau pihak lainnya yang terkait wajib memenuhi permintaan/panggilan Komnas HAM.clxxviii orang dan atau kelompok orang yang memiliki alasan kuat bahwa hak azasinya telah dilanggar dapat mengajukan laporan dan pengaduan lisan atau tertulis pada Komnas HAM. Penyelesaian melalui cara konsultasi 3. kecuali ditentukan lain oleh Komnas HAM. Dalam hal pengaduan dilakukan oleh pihak lain. 3. Sedangkan untuk pengadilan pelanggaran HAM yang berat dibentuk pengadilan HAM di lingkungan peradilan Umum. Tidak memiliki bukti awal yang memadai Materi pengaduan bukan masalah pelanggaran HAM Pengajuan diadukan dengan itikad buruk atau ternyata tidak ada kesungguhan dari pengadu. korban. Penyampaian rekomendasi pelanggaran HAM kepada Pemerintah atau DPR untuk ditindaklanjuti. maka pengaduan harus disertai dengan persetujuan dari pihak yang hak asazinyna dilanggar sebagai korban. Pemeriksaan atas pengaduan kepada Komnas HAM tidak dilakukan atau dihentikan apabila : 1. Pemeriksaan pelanggaran HAM dilakukan secara tertutup. kecuali untuk pelanggaran HAM tertetu berdasarkan kepentingan Komnas HAM. Pemberian saran kepada para pihak untuk menyelesaikan sengketa melalui pengadilan 4. 4. Komnas HAM dapat meminta bantuan Ketua Pengadilan untuk memenuhi panggilan secara paksa sesuai ketentuan peraturan perundangundangan. Perdamaian kedua belah pihak 2. 5. Pihak pengadu. Pengaduan hanya akan mendapat pelayanan apabila disertai dengan identitas pengadu yang benar dan keterangan atau bukti awal yang jelas tentang materi yang diadukan. . Terdapat upaya hokum lebih efektif bagi penyelesaian materi pengaduan Sedang berlansung penyelesaian melalui upaya hokum yang tersedia sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. 2. Apabila seseorang yang dipanggil tidak datang atau menolak memberikan keterangan. Komnas HAM berfungsi mediasi yang bertugas dan berwenang melakukan : 1.

Jelaskan prinsip-prinsip Hak asazi manusia 3. Hak yang melekat pada martabat manusia sebagai insane ciptaan Tuhan Yang Maha Esa. alinia 3 : menyatakan kemerdekaan. budaya dan ekonomi ). Dalam pasal-pasal batang tubuh undang-undang dasar 1945 : Segala warga negara bersamaan kedudukannya dalam hukum dan pemerintahan Tiap-tiap warga negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan.clxxix PENUTUP Hak asasi adalah hak-hak dasar atau pokok yang dibawa manusia sejak lahir sebagai anugerah Tuhan Yang Maha Esa. SOAL LATIHAN Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini : 1. Dalam UUD 1945 hak-hak asasi manusia terdapat dalam pembukaan UUD 1945 pada alinea pertama : kebebasan untuk merdeka. hukum. Jelaskan implementasi HAM di Indonesia dan mekanisme pemecahan masalah pelanggaran HAM . dan alinia 4 : menunjukkan pengakuan dan perlindungan terhadap hak asasi ( dalam bidang politik. Hak mendapatkan pendidikan dan pengajaran Pemerintah mengajukan kebudayaan nasional. sosial. Jelaskan secara singkat sejarah HAM di dunia 4. Jelaskan pengertian Hak Asazi Manusia 2. Hak untuk berserikat dan berkumpul Hak untuk memeluk agama dan beribadah Hak untuk ikut bela negara.hak kebebasan dan hak kesamaan. alinia ke 2 : negara yang adil. yaitu hak hidup.

Syahrial. Demokrasi Hak Asasi Manusia Masyarakat Madani. 2005. Dirjen Dikti Depdiknas. JCT. Universitas Hasanuddin. Pendidikan Pancasila. Pen. Pen.Si. Jakarta : Prenada Media Indonesia. Pen. R. S. Jakarta. Pradnya Paramitha. Pendidikan Kewarganegaraan. Jakarta. 2005. Kaelan.2004 Azra. Erlangga. Pen. 1973. M. Jakarta : Dikti Soemarsono. Hutauruk.Si. Pen. Kansil. Mansyur. Jakarta. Pendidikan Pancasila Di Perguruan Tinggi Edisi Revisi. CST.Makassar. Yogyakarta.I. Kajian tentang UUD’ Negara R. Kanisius. Pen. 12-23 Desember 2005. 1962. M. Drs. Gunawan. Tim Dosen Pancasila Unhas. III) Pen. A T. Jakarta. Bandung. azyumardi. 2002. 2005. . 1973. 2002.clxxx BAHAN BACAAN Ismail Sunny.. Gramedia Pustaka Utama: Jakarta. Pradnya Paramitha.Makassar. Pen. Departemen Penerangan R. -----------------. 1970. 2002. 1968. Pembagian Kekuasaan Negara. Bandung: Fokus Media. Yogyakarta.Pendidikan Pancasila Perguruan Tinggi. Yogyakarta. Pengimplementasian UUD’45. S. M.Jakarta. Elly M. Bursa Buku FH-UI.2003 Tim Dosen Pancasila Unhas. 2003. II. (hasil Amandemen disahkan tanggal 16 Agustus 2002) (Anallsis Filosofis & Yuridis). Hak-hak Asasi Manusia Berdasarkan Idiologi Pancasila. 1982. Seko ABRI. Panduan Kuliah Pendidikan Pancasila untuk Perguruan Tinggi. 1993. -----------------Sistem Pemerintahan Indonesia. Purnomo. Syarbani. Makalah yang disampaikan dalam kursus calon dosen Kewarganegaraan angkata I. Soemiarno.Pendidikan Pancasila Bunga Rampai .I. Hak-hak dan Kewajiban Warga Negara. Hak dan Kewajiban Warga Negara (makalah suscados PKn desember 2005 di Jakarta). Dra. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta. Pen. Simorangkir. Soegito. UUD 1945 dan Amandemennya.STIMIK DIPANEGARA . Hak Asasi Manusia. Pancasila dan UUD'45 (I.H. Dan H. Jakarta: Ghalia Indonesia. Paramitha Pradnya. Tentang dan Sekitar UUD’45. Jakarta. Setiadi. 2003. S. Jambatan. Pen.

clxxxi BAB IX RULE OF LAW PENDAHULUAN A. bersamaan dengan kelahiran negara konstitusi dan demokrasi. baik sesama warganegara. Latar Belakang Rule of law adalah suatu doktrin hukum yang mulai muncul pada abad ke 19. Ada tidaknya rule of law dalam suatu negara ditentukan oleh ”kenyataan”. ningrat. VII/MPR/2001) dan Visi Pendidikan Tinggi 2010 ( HELTS 2003-2010-DGHE ). MPR No. Doktrin tersebut lahir sejalan dengan tumbuh suburnya demokrasi dan meningkatnya peran parlemen dalam penyelenggaraan negara. Konsep ini lahir untuk mengambil alih dominasi yang dimiliki kaum gereja. artinya kaidah hukum yang menjamin perlakuan yang adil bagi masyarakat. serta merupakan elemen dalam kelompok Mata-kuliah Pengembangan Kepribadian (MPK). Rule of law merupakan konsep tentang common law tempat segenap lapisan masyarakat dan negara beserta seluruh kelembagaannya menjunjung tinggi supremasi hukum yang dibangun atas prinsip keadilan dan egalitarian. apakah rakyatnya benar-benar menikmati keadilan. serta menggeser negara kerajaan dan memunculkan negara konstitusi di mana doktrin rule of law ini lahir. maka dipandang perlu memasukkan materi instruksional rule of law sebagai salah satu materi di dalam mata kuliah Pendidikan Kewarganegaraan (PKn). Untuk membangun kesadaran di masyarakat tentang pentingnya rule by the law. serta sebagai reaksi terhadap negara absolut yang berkembang sebelumnya. PKn sendiri merupakan desain baru kurikulum inti di PTU yang menunjang pencapaian Visi Indonesia 2020 ( Tap. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional yang tidak lagi menyinggung . dan kerajaan. Rule of law adalah rule by the law dan bukan rule by man. maupun dari pemerintah? Oleh karena itu. pelaksanaan kaidah-kaidah hukum yang berlaku di suatu negara merupakan suatu premis bahwa kaidah-kaidah yang dilaksanakan itu merupakan hukum yang adil. not rule by the man. Materi ini merupakan salah satu bentuk penjabaran UU No. dalam arti perlakuan yang adil.

Sasaran Pembelajaran Modul Bertujuan mengantarkan peserta didik agar dapat berpikir. berbangsa. Pengertian dan Lingkup Rule of law. Strategi Pelaksanaan Rule of Law. . serta 6. mampu menjadi katalis bagi proses penciptaan kondisi lingkungan yang kondusif untuk tumbuh-suburnya kesadaran akan rule of law. 4. Prinsip-prinsip Rule of Law Secara Formal di Indonesia. Latar Belakang Rule of Law 2. Isu-Isu Rule of Law. 5. Ruang Lingkup Bahan pembelajaran ini akan membahas : 1. Prinsip-Prinsip Rule of Law Secara Hakiki dalam Penyelenggaraan Pemerintahan di Indonesia. serta ditiadakannya Pendidikan Pancasila sebagai mata kuliah tersendiri dari kurikulum Perguruan Tinggi. B. Dengan kompetensi tersebut. 3. serta berpandangan luas sebagai manusia intelektual yang memiliki kesadaran tentang pentingnya rule of law dalam konteks kehidupan bermasyarakat. dan bernegara. C. peserta didik diharapkan : peka terhadap permasalahan pelaksanaan rule of law yang ada di lingkungannya.clxxxii masalah Pendidikan Pendahuluan Bela Negara (PPBN) atau di perguruan Tinggi disebut Pendidikan Kewiraan. bersikap rasional dan dinamis.

bahwa kemerdekaan itu adalah hak segala bangsa. Friedman (1959) membedakan rule of law menjadi 2 (dua). Isu-Isu Rule of Law Hal-hal yang sering mengemuka dalam kaitannya dengan rule of law. Pengertian dan Lingkup Rule of Law Berdasarkan pengertiannya. secara hakiki..… dan “keadilan sosial”.kemerdekaan Indonesia. yang merdeka. . tidak personal.untuk memajukam “kesejahteraan umum”. yaitu pengertian secara formal ( in the formal sense) dan pengertian secara hakiki/materiil (ideological sence).. Rule of law merupakan suatu legalisme sehingga mengandung gagasan bahwa keadilan dapat dilayani melalui pembuatan sistem peraturan dan prosedur yang bersifat objektif. b. tidak memihak.. Sementara itu. dan otonom. misalnya negara. . “adil” dan makmur. rule of law terkait dengan penegakan rule of law karena menyangkut ukuran hukum yang baik dan buruk (just and unjust law).clxxxiii URAIAN BAHAN PEMBELAJARAN A. . Secara formal. rule of law diartikan sebagai kekuasaan umum yang terorganisasi (organized public power). berdaulat. c. antara lain (1) Masih relevankah rule of law di Indonesia ? (2) Bagaimana seharusnya rule of law itu dilaksanakan? (3) Sejauh mana komitmen pemerintah untuk melaksanakan prinsip-prinsip rule of law ? (4) Apa yang harus dilakukan agar rule of law dapat berjalan efektif ? C. bersatu. Prinsip-Prinsip Rule of Law Secara Formal di Indonesia Di Indonesia. Rule of law terkait erat dengan keadilan sehingga rule of law harus menjamin keadilan yang dirasakan oleh masyarakat. B.… karena tidak sesuai dengan peri kemanusiaan dan “peri keadilan”. prinsip-prinsip rule of law secara formal tertera dalam pembukaan UUD 1945 yang menyatakan : a.

serta e. Negara Indonesia adalah negara hukum (Pasal 1 Ayat [3]). jaminan. antara lain bahwa setiap orang berhak atas pengakuan. Penjabaran prinsip-prinsip Rule of Law secara formal termuat di dalam pasal-pasal UUD 1945. Prinsip-prinsip di atas merupakan dasar hukum pengambilan kebijakan bagi penyelengaraan negara/pemerintahan. terutama keadilan sosial. . e.disusunlah kemerdekaan kebangsaan Indonesia itu dalam suatu “Undang-Undang Dasar Negara Indonesia”. inti dari rule of law adalah jaminan adanya keadilan bagi masyarakat. . b. serta wajib menjunjung hukum dan pemerintahan itu dengan tidak ada kecualinya (Pasal 27 Ayat [1]). baik di tingkat pusat maupun daerah. Prinsip-prinsip tersebut pada hakikatnya merupakan jaminan secara formal terhadap “rasa keadilan” bagi rakyat Indonesia.clxxxiv d. memuat 10 pasal. perlindungan dan kepastian hukum yang adil. Setiap orang berhak untuk bekerja serta mendapat imbalan dan perlakuan yang adil dan layak dalam hubungan kerja ( Pasal 28 D Ayat [2]). serta f. yang berkaitan dengan jaminan atas rasa keadilan terutama keadilan sosial. yaitu : a. Kekuasaan kehakiman merupakan kekuasaan yang merdeka untuk menyelenggarakan peradilan guna menegakkan hukum dan keadilan (Pasal 24 Ayat [1]). “… kemanusiaan yang adil dan beradab”. Dengan demikian. c. … serta dengan mewujudkan suatu “keadilan sosial” bagi seluruh rakyat Indonesia. juga “keadilan sosial” sehingga Pembukaan UUD 1945 bersifat tetap dan instruktif bagi penyelenggaraan negara. Segala warga negara bersamaan kedudukannya di dalam hukum dan pemerintahan. serta perlakuan yang sama di hadapan hukum ( Pasal 28 D Ayat [1]). d. Dalam Bab X A tentang Hak Asasi Manusia..

. masyarakat. peraturan perundang-undangan yang terkait dengan rule of law telah banyak dihasilkan di Indonesia. dan negara. Rule of law juga merupakan gagasan tentang hubungan antarmanusia. Rule of law ini juga merupakan legalisme.clxxxv D. tidak personal. dan otonom. 2) Rule of law yang merupakan institusi sosial harus didasarkan pada akar budaya yang tumbuh dan berkembang pada bangsa. yang dengan demikian memuat nilainilai tertentu yang memiliki struktur sosiologisnya sendiri. maka : 1) Keberhasilan “ the enforcement of the rules of law” harus didasarkan pada corak masyarakat hukum yang bersangkutan dan kepribadian nasional masing-masing bangsa. Hal ini didukung oleh kenyataan budayanya yang khas pula. Berdasarkan pengalaman berbagai negara dan hasil kajian. tetapi implementasinya belum mencapai hasil yang optimal sehingga rasa keadilan sebagai perwujudan pelaksanaan rule of law belum dirasakan oleh sebagian besar masyarakat. Secara kuantitatif. suatu aliran pemikiran hukum yang didalamnya terkandung wawasan sosial. tidak memihak. Agar pelaksanaan (pengembangan) rule of law berjalan efektif sesuai dengan yang diharapkan. keberhasilan “ the bahwa rule of law enforcement of the rules of law” bergantung pada kepribadian nasional setiap bangsa merupakan institusi sosial yang memiliki struktur sosiologis yang khas dan mempunyai akar E. Legalisme tersebut mengandung gagasan bahwa keadilan dapat dilayani melalui pembuatan sistem peraturan dan prosedur yang sengaja bersifat objektif. Prinsip-Prinsip Rule of law Secara Hakiki dalam Penyelenggaraan Pemerintahan Prinsip-Prinsip Rule of Law secara hakiki (materiil) sangat erat kaitannya dengan “the enforcement of the rules of law” dalam penyelenggaraan pemerintahan. Strategi Pelaksanaan (Pengembangan) Rule of Law. terutama dalam hal penegakan hukum dan implementasi prinsip-prinsip rule of law. menunjukkan bahwa (Sunarjati Hartono: 1982).

clxxxvi 3) Rule of law sebagai suatu legalisme yang memuat wawasan sosial. bangsa Indonesia harus berani mengangkat “Pancasila” sebagai alternatif dalam membangun “negara berdasarkan hukum” versi Indonesia sehingga dapat menjadi lebih mengedepankan komitmen moral. juga hanya memihak pada keadilan. yaitu berdimensi kemanusiaan. asas serta aksi-aksi karena ”hukum untuk manusia”. Arah dan watak hukum yang dibangun harus berada dalam hubungan yang sinergis dengan kekayaan yang dimiliki bangsa Indonesia. law in the making). yang memihak hanya pada keadilan itu sendiri. bukan sebagai alat politik yang memihak pada kekuasaan. perlu dikembangkan hukum progresif (Satjipto Rahadjo : 2004). harus dapat ditegakkan secara adil. atau “back to law and order”. kembali pada orde hukum dan ketaatan dalam konteks Indonesia. “rule of moral” atau ‘rule of justice” yang bersifat “ke-Indonesia-an” yang lebih mengedepankan “olah hati nurani” dari pada ‘olah otak”atau . ia bebas untuk mencari format. Asumsi dasar hukum progresif bahwa “hukum adalah untuk manusia”. gagasan tentang hubungan antarmanusia. hukum selalu berada dalam proses untuk terus-menerus ‘menjadi’(law as process. Artinya. Hukum progresif merupakan gagasan yang ingin mencari cara untuk mengatasi keterpurukan hukum di Indonesia secara lebih bermakna. seperti yang selama ini terjadi. Untuk mewujudkan hal tersebut. Dalam konteks ini. Hukum progresif menolak keadaan status quo. Hukum progresif memuat kandungan moral yang sangat kuat. tetapi sebagai suatu institusi yang bermoral. pikiran. hukum tidak dijadikan sebagai teknologi yang tidak bernurani. hukum bukan merupakan institusi yang absolut dan final. Hukum progresif peka terhadap perubahan-perubahan dan terpanggil untuk tampil melindungi rakyat menuju hokum yang ideal. bukan sebaliknya. masyarakat dan negara.

dimana rakyat bisa memperoleh kepastian hukum. 2005. Tempat segenap lapisan masyarakat dan negara beserta seluruh kebanggaannya menjungjung tinggi supremasi hukum yang dibangun atas prinsip keadilan dan egalitarian. Materi kursus Calon Dosen Kewarganegaraan. Jelaskan pengertian rule of law dan sejarahnya 2.clxxxvii PENUTUP Rule Of Law adalah suatu doktrin hokum yang muncul pada abad ke-19. . Rule Of Law merupakan konsep tentang Common Law. 12-23 Desember 2005. Jelaskan strategi pelaksanaan rule of law 4. Sekretariat Jenderal MPR RI: Jakarta. rasa aman. bersamaan dengan kelahiran negara konstitusi dan demokrasi. rasa keadilan. Rule Of Law mengandung asas “dignity of man “ yang harus dilindungi dari tindakan sewenang-wenang Pemerintah / penguasa. dan dijamin hak-hak asasinya SOAL LATIHAN Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini : 1. Undang-Undang dasar Negara republic Indonesia Tahun 1945. H. Rule of Low. Pelaksanaan kaidah-kaidah hukum yang berlaku disuatu negara merupakan merupakan hukum yang adil. Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi.A. Jelaskan tujuan dari implementasi rule of law BAHAN BACAAN Sugito. “inti dari Rule of Law adalah terciptanya tatanan keadilan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Departemen Pendidikan Nasional: Jakarta. Jelaskan prinsif rule of law secara formal di Indonesia 3.T. MPR RI. Jakarta. artinya kaidah hukum yang menjamin perlakuan adil bagi masyarakat. 2005. Negara bukanlah institusi kebal hukum. Negara dapat dipersalahkan jika pelaksanaanya terjadi pelanggaran hukum.

6.clxxxviii BAB X HAK DAN KEWAJIBAN WARGA NEGARA PENDAHULUAN A. Ruang Lingkup Bahan pembelajaran ini akan membahas : 1. . Hak Warga Negara 5. adat. hlm. 2. dan sejarah. Dengan demikian. Negara merupakan wadah yang memungkinkan seseorang dapat mengembangkan bakat dan potensinya. Latar Belakang Bangsa adalah orang-orang yang memiliki kesamaan asal keturunan. Bangsa adalah kumpulan manusia yang biasanya terikat karena satu kesatuan bahasa dan wilayah tertentu di muka bumi (Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi Kedua. Hak dan kewajiban warga negara merupakan hubungan fungsional antara negara dengan warga negara. B. Kewajiban Negara dan Pemerintah. Problem status kewarganegaraan. Pengertian bangsa dan Negara. bahkan Negara memberikan pembinaan. serta berpemerintahan sendiri. 4. Penduduk dan warga Negara. 7. Depdikbud. 89). bangsa Inndonesia adalah sekeompok manusia yang mempunyai kepentingan yang sama dan menyatakan dirinya sebagai satu bangsa serta berproses dalam satu wilayah Nusantara/Indonesia. Negara dapat memungkinkan rakyatnya maju berkembang serta mengekspresikan daya cipta atau kreativiatas sebebasnya. Asas kewarganegaraan. 3. Kewajiban Warga Negara.

Problem status kewarganegaraan. Asas kewarganegaraan. Sasaran Pembelajaran Setelah proses pembelajaran. 11. 10. . Pengertian bangsa dan Negara. 14. Kewajiban Negara dan Pemerintah. 9.clxxxix C. 12. Kewajiban Warga Negara. mahasiswa diharapkan mampu menganalisis dan mengidentifikasi Hak dan Kewajiban warga Negara Melalui pembelajaran ini mahasiswa diharapkan dapat menjelaskan : 8. Pendudud dan warga Negara. Hak Warga Negara 13.

serta berpemerintahan sendiri. Wilayah. bangsa Inndonesia adalah seeompok manusia yang memepunyai kepentingan yang sama dan menyatakan dirinya sebagai satu bangsaserta berproses dalam satu wilayah: Nusantara/Indonesia. yaitu batas territorial yang jelas atas darat. adat.cxc URAIAN BAHAN PEMBELAJARAN A. setiap Negara mempunyai 4 fungsi utama bagi bangsanya. dan sejarah. sifat tersebut adalah: a. dan Sifat totalitas. b. Negara memiliki sifat yang membedakannya dengan organisasi lain. hlm. bahkan Negara memberikan pembinan. a. 89). yaitu: . fungsifungsi. c. Penduduk. Negara merupakan wadah yang memungkinkan seseorang dapatmengembangkan bakat dan potensinya. d. Pengertian Bangsa dan Negara Bangsa adaah orang-orang yang memiliki kesamaan asal keturunan. yaitu supremasi wewenang secara merdeka dan bebas dari dominasi Negara lain. Negara dapaat memungkinkan rakyatnya maju berkembang serta mengekspresikan daya cipta atau kreativiatas sebebasnya. Dengan demikian. yaitu semua orang yang berdomisili dan mengatakan dirinya ngin bersatu. dan kebijakan dalam mencapai tujuan. Sifat memaksa Sifat monopoli. Secara umum. serta udara di atasnya. yaitu organisasi uutama yang menyelenggarakan kekuasaan. b. Banyak para ahli memberikan defenisi tentang Negara. tetapi syarat dan pengertiannya mencakup elemen berikut. laut. c. Bangsa adalah kumpulan manusia yang biasanya terikat karena satu kesatuan bahasa dan wilayah tertentu di muka bumi (Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi Kedua. Depdikbud. Pemerintah. Kedaulatan. serta Negara memperoleh pengakuan dunia internasioanal.

a. b. persatuan bangsa. 1. tingkat pendidikan warga. Sumber daya manusia.cxci a. nilai budaya masyarakat. d. efisiensi birokrasi. Elemen kekuatan yang tidak nyata (tidak berwujud). Kekuatan militer dan mobilitasnya. dan situasi Negara tetangga. d. Fungsi kesejahteraan dan kemakmuran. Fungsi pengaturan dan ketertiban. reputasi bangsa (nasionalisme) an sebagainya. f. yaitu mencakup luas wilayah Negara (darat dan laut). yaitu kapasitas power (kekuatan) yang dimiliki militer dalam hal mewujudkan kekuasaan dari pemerintah demi tecapainya tujuan Negara. b. usaha warga Negara dalam bidang pertanian. serta Fungsi keadilan menurut hak dan kewajiban. Bagaimana fungsi-fungsi Negara itu terlaksana. sangat bergantung pada partsipasi politik semua warga Negara dan mobilisasi sumber daya kekuatan Negara. yaitu tingkat budaya. industry. Kapasitas pertanian dan industry. yaitu segala factor yang mendukung kedaulatan Negara. c. Fungsi pertahanan dan keamanan. serta kekayaan lat dan hutan. Adapun warga Negara menurut Pasal 26 Ayat (1) ialah orang-orang bangsa Indonesia asli dan orang-orang . letak geografis. yaitu jumlah penduduk. e. berupa andungan mineral. dan perdagangan. Teritorial negeri. c. Sumber daya alam. kesuburan. yaitu kondisi alam material buminya. dan kondisi kesehatan masyarakat. dukungan intenasional. Adapun elemen kekuatan Negara tercermin dalam hal-hal berikut. Penduduk dan warga Negara Penduduk Indonesia menurut pasal 26 Ayat (2) UUD1945 ialah warga Negara Indonesia dan orang asing yang bertempat tingal di Indonesia. berupa kepribadian dan kepemimpinan.

seorang menjadi anggota atau warga suatu Negara haruslah ditentukan oleh Undang-Undang yang dibuat oleh Negara tersebut. Penduduk. misalnya turis. yaitu orang orang asing yang tinggal sementara dalam suatu negara sesuai dengan visa yang diberikan oleh negara (kantor imigrasi) yang bersangkutan. memilih tempat tinggal di wilayah Negara dan meninggalkannya. ialah yang memiliki domisili atau tempat tinggal tetap di wilayah negara itu. Pada awalnya asas kewarganegaraan hanyalah ius soli saja. serta berhak kembali sebagaimana dinyatakan oeh Pasal 28 E Ayat (1) UUD 1945. menurut Undang-Undang No. Asas Kelahiran (Ius Soli) Asas Kelahiran (ius soli) adalah penentuan status kewarganegaraan berdasarkan tempat atau daerah kelahiran seseorang. sebagai suatu anggapan bahwa seseorang lahir di suatu wilayah negara. dinyatakan bahwa Warga Negara Inonesia adalah orang yang berdasarkan perundangundangan yang berlaku sejak proklamasi 17 Agustus 1945 sudah menjadi warga Negara Republik Inonesia. Sementara itu. 62/1958 tentang Kewarganegaraan Indonesia. Bukan Penduduk. Oleh sebab itu. Asas Kewarganegaraan Setiap negara mempunyai kebebasan dan kewenangan untuk menentukan asas kewarganegaraan. b. a. Warga Negara dari suatu Negara berarti anggota dari Negara itu yang merupakan pendukung dan penanggung jawab terhadap kemajuan dan kemunduran suatu Negara. yang dapat dibedakan warga negara dengan warga negara asing (WNA). yaitu : a. Pernyataan ini mengandung bahwa orang-orang yang tinggal dalam wilayah Negara dapat diklasifikasikan sebagai berikut.cxcii bansa lalin yang disahkan dengan Undang-Undang sebagai warga Negara. terlebih dahulu Negara harus mengakui bahwa setiap orang harus memiliki kewarganegaraan. maka . dalam asas kewarganegaraan dikenal dua pedoman. B. Sebelum Negara menentukan siapa-siapa yang menjadi warga negara.

Jika suatu negara menganut asas ius sanguinis. Atas dasar inilah maka muncul asas ius sanguinis. Sebagai contoh. yaitu seorang yang dapat menggunakan hak opsi untuk memilih atau mengajukan kehandak untuk menjadi warga negara dari suatu negara. Akan tetapi. Asas Perkawinan Status kewarganegaraan dapat dilihat dari sisi perkawinan. d. seperti Indonesia maka anak tersebut berhak mendapat status kewarganegaraan orang tuanya. si anak tidak berhak untuk mendapatkan status kewarganegaraan bapaknya. seseorang yang lahir dari orang tua yang memiliki kewarganegaraan suatu negara. yaitu warga negara Indonesia. Asas ini menghindari penyelundupan hukum. Unsur Pewarganegaraan (naturalisasi) Dalam naturalisasi ada yang bersifat aktif. dia menceraikan isterinya. Jika asas ius soli ini tetap dipertahankan. yaitu seseorang yang tidak mau diwarganegarakan oleh negara atau tidak mau diberi status warga negara suatu negara. Dengan demikian. dengan tingginya mobilitas mausia akan diperlukan asas lain yang tidak hanya berpatokan pada kelahiran sebagai realitas. Di samping itu. lalu setelah mendapat kewarganegaraan itu. . Asas Keturunan (ius sanguinis) Asas Keturunan (ius sanguinis) adalah pedoman kewarganegaraan berdasarkan pertalian darah atau keturunan. sehat. misalnya laki laki yang berkewarganegaraan asing ingin memperoleh status kewarganegaraan suatu negara dengan cara berpura pura melakukan pernikahan dengan seorang perempuan di negara tersebut.cxciii otomatis dan logis ia menjadi warga negara tersebut. dan bersatu. asas perkawinan mengandung asas persamaan derajat. yaitu paradigma suami isteri atau ikatan keluarga merupakan inti masyarakat yang mendambakan suasana sejahtera. Hal ini karena suatu perkawinan tidak menyebabkan perubahan status kewarganegaraan setiap pihak. Yang memiliki asas kesatuan hukum. Adapun naturalisasi pasif. orang tua yang memiliki status kewarganegaraan yang berbeda akan menjadi bermasalah jika orang tua tersebut melahirkan ditempat salah satu orang tuanya (misalnya ditempat ibunya). b. c.

.cxciv yang bersangkutan menggunakan hak repudiasi. Apatride. d. yaitu seseorang tidak mendapatkan kewarganegaraan disebabkan oleh orang tersebut lahir di sebuah negara yang menganut asas ius sanguinis. setiap negara memiliki peraturan sendiri sendiri yang prinsip prinsipnya bersifat universal sebagaimana dalam UUD 1945 Pasal 28 D Ayat (4) bahwa setiap orang berhak atas status kewarganegaraan. Multipatride. Karena pewarganegaraan . yaitu seseorang akan mendapatkan dua kewarganegaraan apabila orang tersebut berasal dari orang tua yang negara asalnya menganut sanguinis. yaitu hak untuk menolak pemberian kewarganegaraan tersebut. b. c. yaitu seseorang (penduduk) yang tinggal di perbatasan antar – dua negara. negara Indonesia melalui UU no. Karena dikabulkan permohonan . Karena perkawinan . Problem Status Kewarganegaraan Apabila asas kewarganegaraan di atas diterapkan secara tegas dalam sebuah negara. Bipatride. Karena turut ayah dan ibu . Karena pernyataan. f. Dalam rangka memecahkan problem kewarganegaraan di atas. 62 Tahun 1958 tentang kewarganegaraan Indonesia dinyatakan bahwa cara memperoleh kewarganegaraan Indonesia sebagai berikut: a. akan mengakibatkan status kewarganegaraan seseorang menjadi sebagai berikut : a. C. sedangkan ia lahir di suatu negara yang menganut ius soli. c. e. serta g. b. Karena pengangkatan . Oleh sebab itu. Karena kelahiran .

telah dinyatakan bahwa hak warga negara adalah sebagai berikut : 1) Hak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak. dikurangi. . 6) Setiap orang berhak mengembangkan diri melalui pemenuhan kebutuhan dasarnya. Hak asasi merupakan hak dasar yang melekat secara kodrati pada diri manusia dengan sifatnya yang universal dan abadi. jaminan perlindungan. Selain itu. hak asasi harus dilindungi. 8) Setiap orang berhak memajukan dirinya dalam memperjuangkan haknya secara kolektif untuk membangun masyarakat. atau dirampas oleh siapapun. serta perlakuan yang sama di depan hukum. Hak asasi manusia adalah sesuatu yang melekat pada diri seseorang sebagai ciptaan Tuhan agar mampu menjaga harkat. terlebih dahulu harus dipahami pengertian hak asasi manusia.cxcv D. ilmu pengetahuan dan tekhnologi. serta perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi. tumbuh dan berkembang. Hak Warga Negara Dalam UUD 1945. hukum dan pemerintah. serta perlakuan yang adil dan layak dalam hubungan kerja. Hak asasi manusia perlu mendapat jaminan perlindungan dari negara melalui pernyataan tertulis yang harus dimuat dalam UUD negara. kepastian hukum yang adil. 9) Setiap orang berhak atas pengakuan. serta mengeluarkan pikiran. Peranan negra sesuai dengan pasal 1 Ayat (1) UU No. Oleh karean itu. 39/1999 tentang HAM menyatakan bahwa negara. berkumpul. dan negaranya. 7) Berhak mendapatkan pendidikan. dan dipertahankan. serta setiap orang wajib menghormati. dan melindungi hak asasi manusia. 3) Berhak untuk hidup dan mempertahankan keidupan 4) Berhak membentuk keluarga dan melanjutkan keturunan melalui perkawinan 5) Setiap anak berhak atas kelangsungan hidup. a. martabat. Hak Dan Kewajiban Warga Negara Serta Tugas Dan Tanggung Jawab Negara Untuk memahami hak dan kewajban. bangsa. 2) Berhak berserikat. dan keharmonisan lingkungan. hak ini tidak boleh diabaikan. serta seni dan budaya untuk meningkatkan kualitas hidupnya demi kesejahteraan hidup manusia. menjunjung tinggi. dihormati. 10) Setiap orang berhak untuk bekerja dan mendapatkan imbalan.

serta berhak memperoleh layanan kesehatan. dan harta benda yang berada dibawah kekuasaannya. memperoleh.cxcvi 11) Setiap warga negara berhak memperoleh kesempatan yang sama dalam pemerintahan. Di samping itu. dan menyampaikan informasi dengan menggunakan segala jenis saluran yang tersedia. Selain itu. 15) Setiap orang berhak atas kebebasan berserikat. setiap orang berhak untuk mencari. keluarga. hak kemerdekaan pikiran dan hati murni. berkumpul. setiap orang berhak atas rasa aman dan perlindungan dari ancaman ketakutan untuk berbuat atau tidak berbuat sesuatu yang merupakan hak asasi. memilih pendidikan dan pengajaran. 16) Setiap orang berhak untuk berkomunikasi dan memperoleh informasi untuk mengembangkan pribadi dan lingkungan sosialnya. . serta menyatakan pikiran dan sikap sesuai dengan hati nuraninya. hak beragama hak untuk tidak diperbudak. memilih pekerjaan. 13) Setiap orang bebas memeluk agama dan beribadah menurut agamanya. 14) Setiap orang berhak atas kebebasan meyakini kepercayaan. menyimpan. hak untuk diakui sebagai pribadi di hadapan hukum. mendapatkan lingkungan hidup yang baik dan sehat. serta berhak memperoleh suaka poitik negara lain. dan mengeluarkan pendapat. 22) Setiap orang berhak mempunyai hak milik pribadi. memiliki. 18) Setiap orang berhak untuk bebas dari penyiksaan atau perlakuan yang merendahkan derajat martabat manusia. 23) Hak untuk hidup. 21) Setiap orang berhak atas jaminan social yang memungkinkan pengembangan dirinya secara utuh sebagi manusia yang bermartabat. mengolah. hak untuk tidak disiksa. 12) Setiap orang berhak atas status kewarganegaraan. 20) Setiap orang berhak mendapat kemudahan dan perlakuan khusus untuk memperoleh kesempatan dan manfaat yang sama dalam mencapai persamaan dan keadilan. martabat. 19) Setiap orang berhak hidup sejahtera lahir dan batin. bertempat tinggal. Hak milik tersebut tidak boleh diambil alih secara sewenang-wenang oleh siapapun. serta memilih tempat tinggal di wilayah negara juga meninggalkannya serta berhak kembali. serta hak untuk tidak dituntut atas dasar hukum yang berlaku surut adalah hak asasi manusia yang tidak dapat dikurangi dalam keaadaan apapun. kehormatan. memilih kewarganegaraan. 17) Setiap orang berhak atas perlindungan diri pribadi.

Tugas dan tanggung jawab negara Dalam rangka terpeliharanya hak dan kewajiban warga negara. 3) Pemerintah berkewajiban mengusahakan dan menyelenggarakan satu system pendidikan nasional. Kewajiban Warga Negara adalah : 1). wajib ikut serta dalam usaha pertahanan dan keamanan negara. 3). wajib ikut serta dalam pembelaan negara. 5) Pemeritah memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan menjunjung tinggi nilai-nilai agama dan persatuan bangsa untuk kemajuan peradaban serta kesejahteraan umat manusia. wajib tunduk pada pembatasan yang ditetapkan dengan undang-undang untuk menjamin pengakuan. b. 6). wajib menjunjung hukum dan pemerintahan. dengan memelihara dan mengembangkan nilai-nilai . 4). wajib ikut serta dalam upaya pembelaan negara. wajib mengikuti pendidikan dasar. 1) Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya. negara memiliki tugas dan tanggung jawab sebagai berikut. 5). 25) Identitas budaya dan hak masyarakat tradisional dihormati selaras dengan perkembangan zaman dan peradaban. masyarakat. 4) Negara memperioritaskan anggaran pendidikan sekurang-kurangnya 20 % dari anggaran belanja negara dan belanja daerah. 2) Negara atau pemerintah wajib membiayai pendidikan. khususnya pendidikan dasar. 2). serta berhak mendapatkan perlindungan terhadap perlakuan yang bersifat diskriminatif itu.cxcvii 24) Setiap orang berhak bebas dari perlakuan yang bersifat diskriminatif atas dasar apapun. c. wajib menghormati hak asasi manusia orang lain. serta 7). serta penghormatan atas hak dan kebabasan orang lain. 6) Negara memajukan kebudayaan manusia di tengah peradaban dunia dengan menjamin kebebasan budayanya.

dan kekayaan alam demi kemakmuran rakyat. 8) Negara menguasai cabang-cabang produksi terpenting bagi negara dan menguasai hidup orang banyak. 11) Negara mengembangkan sistem jaminan social bagi seluruh rakyat. 9) Negara menguasai bumi. 12) Negara bertanggung jawab atas persediaan fasilitas pelayanan kesehatan dan fasilitas pelayanan umum yang layak. .cxcviii 7) Negara menghormati dan memelihara bahasa daerah sebagai kekayaan kebudayaan nasional. serta memberdayakan masyarakat yang lemah dan tidak mampu sesuai dengan martabat kemanusiaan. 10) Negara berkewajiban memelihara fakir miskin dan anak-anak terlantar. air.

Jelaskan yang maksud warga negara menurut Undang-Undang No. Mansoer. . A T.2002. Jakarta: Depdiknas. Mansyur. dan H. Hak dan Kewajiban Warga Negara (Makalah Suscados PKn Desember 2005 di Jakarta. Soemiarno. Pendidikan Kewarganegaraan dan Hak AsasiManusia. S. Soemasono.Yogykarta: Citra Karsa Mandiri. Jakarta . Marjuki (editor). 2005. Syarbani.Jakarta: Ghalia Indonesia. Marlian. Pendididkan Kewarganegaraan. 2003. 12 – 23 Desember. negara. 2005. S. Soegito. Pasha. 12/2006 BAHAN BACAAN Azra. Hamdan (Pnyt). Hak Asasi Manusia. Azyumardi. Jakarta: Dikti. Pendidikan Kewarganegaraan. Jelaskan Hak dan Kewajiban sebagai warga Negara di bidang ekonomi 3. Jelaskan azas kewarganegaraan dan permasalahn kewarganegaraan di Indonesia 4. Pendididkan Pancasila di Perguruan Tinggi Edisi Revisi. Gramedia Pustaka Utama: Jakarta. Dirjen Dikti Dediknas. UII Press:Yogyakarta. 2002. Jelaskan pengertian bangsa.cxcix PENUTUP SOAL LATIHAN Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini : 1. penduduk dan warga negara 2.2002. 2002 Kapita Selekta Pendidikan Kewarganegaraan Bagian I. Makalah yang disampaikan dalam ursus Calon Dosen Kewarganegaraan Angkatan I . Demokrasi Hak Asasi Manusia Masyarakat Madani. Jakarta: Prenada Media. S. 2003. Syarial. Mustfa Kamal. 2005.

Prasarat Negara sebagai initusi menurut Prof. dan pemerintah yang berkuasa. Latar Belakang Geopolitik dan geostrategi merupakan permasalahan yang sangat penting pada dua abad terakhir ini. bangsa.agar tecapai tujuan banga. Unsur rakyat suatu Negara di samping warga Negara juga meliputi bukan warga Negara. tetapi di artikan lebih luas. Menjelaskan konsepsi cara pandang wawasan nasional bangsa Indonesia yang didasari filsafat pancasilayang pada hakekatnya merupakan konsepsi geopolitik Indonesia. Menguasai dan memahamiberbagai masalah dasar kehidupan masyarakat.tujuan pendidikan kewarganegaraan untuk membentuk peserta didik menjadi manusia yang memiliki rasa kebangsaan dan cinta tanah air. Bertitik tolak dari amanat UU No. 2001 : 36) secara minimal meliputi unsur wilayah.agama. Secara terperinci visi dan misi bahan ajar adalah agar peserta didik mampu : 5. Sri Soemantri (Dikti. 20/2003 tentang sis diknas. 7.khususnya penjelasan pasal 37. Dalam perkembangannya pengertian Negara tidak saja di arikan sebagai wilayah.cc BAB XI GEOPOLITIK INDONESIA PENDAHULUAN A. Menjelaskan landasan histories perkembangan pengetahuan tentang geopolitik yang kini menjadi salah satu unsur dalam konsep perencanaan pembangunan bangsa dan Negara.dan lingkungan geografiyang berbentuk Negara kepulauan yang berada diposisi silang antara dua benua dan dua lautan: serta .filsafat. Pendidikan yang dimaksud agar warga Negara Indonesia tahu tentang hak dan kewajiban. DR. Permasalahan ini menjadi penting karena manusia yang telah berbangsa membutuhkan wilayah sebagai tempat tinggalnya yang kemudian di kenal dengan Negara. Agar Negara mencapai tujuan nasioal aman dan sejahtera (Pembukaan UUD’45 Alinea IV) perlu pendidikan kewarganegaraan. serta mampu berdiri dan tetap menjaga jati dirinya di tengah arus globalisasi. 6. rakyat.kebhekaan etnik. dan Negara Indonesia dengan menerapkan pandangan babngsa Indonesia tentang diri meliputi: sejarah. budaya. yaitu sebagai intitusi.

dan lingkungan geografi yang berbentuk Negara kepulauan yang berada diposisi silang antara dua benua dan dua lautan: serta 4. 2. Wawasan nasional 3. Geopolitik Dan Hukum Kewilayahan 5. Menjelaskan konsepsi cara pandang wawasan nasional bangsa Indonesia yang didasari filsafat pancasilayang pada hakekatnya merupakan konsepsi geopolitik Indonesia. Ruang Lingkup Bahan pembelajaran ini akan membahas : 1. agama. Mengaplasikan cara pandang bangsa Indonesia dalam pembinaan dan pengendalian hidup bangsa di NKRI. Perkembangan Teori Geopolitik 2.cci 8. . bangsa. membentuk peserta didik menjadi manusia yang memiliki rasa kebangsaan dan cinta tanah air Melalui pembelajaran ini mahasiswa diharapkan dapat : 1. filsafat. kebhinekaan etnik. budaya. Wawasan nusantara 4. Menguasai dan memahami berbagai masalah dasar kehidupan masyarakat. Sasaran Pembelajaran Modul Setelah proses pembelajaran. Mengaplasikan cara pandang bangsa Indonesia dalam pembinaan dan pengendalian hidup bangsa di NKRI. B.agar tecapai tujuan banga. 3. Menjalaskan landasan histories perkembangan pengetahuan tentang geopolitik yang kini menjadi salah satu unsur dalam konsep perencanaan pembangunan bangsa dan Negara. Geopolitik Dan Otonomi Daerah C. dan Negara Indonesia dengan menerapkan pandangan babngsa Indonesia tentang diri meliputi: sejarah.

rakyat. keluarga. tetapi diartikan lebih luas lagi yang meliputi institusi. kedaulatan. Latar Belakang Geopolitik Orang dan tempat tidak dapat dipisahkan! Tidak dapat dipisahkan rakyat dari bumi yang ada di bawah kakinya. Geopolitik Indonesia dinamakan wawasan nusantara. Indonesia berada di antara dua benua (Asia dan Australia) dan dua lautan (Lautan India dan Lautan pasifik) sehinnga tepatlah jika di namakan nusa diantara laut/air yang selanjutnya dinamakan Nusantara. dan lain .perebutan ruang yang menjadi hal yang menimbulkan konflik antar manusia _induvidu. Sukarno pada 1 juni 1945 dihadapan siding BPUPKI (Setneg RI. suatu bangsa harus mempunyai kesatuan cara pandang yang dikenal sebagai wawasan nasional. Dalam perkembangan selanjutnya pengertian Negara tidak hanya tempat tinggal. Oleh karena itu. Keunikan lainnya adalah bahwa wilayah Nusantara berada di Garis Khatulistiwa dan diliwati oleh Geostationery Satellite Orbit ( GSO ). Karena orang dengan tempat tinggalnya dapat di pisahkan. Kedua unsure pokok profil bangsa dan geografi inilah yang harus diperhatikan dalam membuat konsep geopolitik bangsa dan Negara. yaitu pemerintah. tt: 66). budaya dan sudah barang tentu ruang hidupnya. Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah Negara kepulauan (Setneg RI. Untuk dapat mempertahankan ruang hidupnya. 3.ccii URAIAN BAHAN PEMBELAJARAN A. ideology.lain. tt: 66) 2. yaitu geografi. Para ilmuwan politik dan militer menyebutnya sebagai geopolitik yang merupakan kepanjangan dari geografi politik. Demikian. dengan alasan sebagai berikut : 1. Konsep wawasan bangsa tentang wilayah mulai dikembangkan sebagai ilmu pada akhir abad XIX dan awal abad XX dan dikenal sebagai geopolitik. Konsep wawasan nasional setiap bangsa berbeda. meskipun bentuknya dapat secara fisik ataupn nonfisik. Hal ini berkaitan dengan profil diri bangsa sejarah. pandangan hidup. kata Ir. setelah membangsa orang menyatakan tempat tinggal sebagai Negara. masyarakat dan bangsa_ hingga kini. yang pada mulanya membahas .

negara kepulauan (archipelago). Selain itu. negara pulau (oceanic archipelago) b. Poland. dalam lingkungan terdapat pulau-pulau dan gugusan pulau-pulau. di samping membahas sejarah terjadinya konsep wawasan nasional. pertama dikelilingi daratan (land lock country). Negara berdasarkan bentuk geografinya dapat dibedakan dalam dua yaitu. pengertian negara identik dengan tanah sehingga banyak bangsa menamakan negaranya dengan unsur tanah. Geomorfologi Negara Sebelum membahas masalah geopolitik suatu negara. perlu didalami ciri khusus negara berdasarkan bentuk geomorfologinya (ciri fisik dan nonfisik). akan dibahas pula teori geopolitik dan implementasinya pada negara Indonesia. berkembang konsep politik _dalam arti distribusi kuatan_ pada hamparan geografi negara sehingga tidaklah berlebihan bahwa geopolitik sebagai ilmu “baru” dicuragai sebagai pembenaran pada kosepsi ruang (Sunardi . . Adapun pengertian Asas Kepulauan berdasarkan UNCLOS 1982 adalah Kepulauan sebagai suatu kesatuan utuh wilayah yang batas-batasannya ditentukan oleh laut. Rusland. Selanjutnya. misalnya England. Setelah abad XIX. 1. negara pantai (coastal archipelago) c. atau Thailand.cciii geografi dari segi politik negara (state). Pada masa lalu _sebelum abad XIX. yang kemudian dapat dibedakan menjadi: a. dan yang kedua berbatasan dengan laut. Holland.2004:157). kepulauan dapat diartikan: gugusan pulau-palau ddengan perairan diantaranya dan angkasa di atasnya sebagai kesatuan utuh. dengan unsur air senagai penghubung. perkembangan geopolitik dipengaruhi oleh orentasi manusia pada konstelasi wilayah. dalam membahas masalah wawasan nasional bangsa. Oleh karena itu.

dapat dipelajari kemana arah arah perkembangan sautu negara. diantaraya: a. teori geopolitik berkembang menjadi konsepsi wawasan nasional bangsa. Perkembangan Teori Geopolitik Istilah geopolitik semula sebagai ilmu politik. Dengan wawasan nasional suatu negara. Ia menyamakan negara sebagai makhluk hidup yang makin sempurna serta membutuhkan ruang hidup yang makin meluas karena kebutuhan. Adapun geostrategi diartikan sebagai pelaksanaan geopolitik dalam negara (Poernomo: 1972). terlebih dahulu perlu pembahasan tentang beberapa pendapat dari para penulis geopolitik.cciv 2. Pendapat ini dipertegas Rudolf Kjellen (1864-1922) dengan teori kekuatan. Beberapa Pandangan para pemikir geopolitik Sebelum membahas wawasan nasional. Dalam teorinya. oleh ahli biologi Charles Darwin. lalu berkembang menjadi ajaran yang melegitimasi Hukum Ekspansi suatu negara. Kemudian. bahwa bangsa yang berbudaya tinggi akan membutuhkan sumber daya yang tinggi dan akhirnya mendesak wilayah bangsa yang “primitif”. Hal ini tidak terlepas sumbangsih pemikiran dari pada penulis. . Luas. Semula geopolitik adalah ilmu bumi politik yang membahas masalah politik dalam suatu negara. kemudian berkembang menjadi pengetahuan tentang sesuatu yang berhubungan dengan konstelasi ciri _khas negara yang berupa bentuk. iklim. letak. dan sumber daya alam_ sutau negara untuk membangun dan membina negara. wawasan nasional bangsa selalu mengacu pada geopolitik. Para penyelenggara pemerintah nasional hendaknya menyusun pembinaan politik nasional berdasarkan kondisi dan situasi geomorfologi secara ilmiah berdasarkan citacita bangsa. 3. Oleh karena itu. yang pada pokoknya menyatakan bahwa negara adalah satuan politik yang menyeluruh serta sebagai satuan biologis yang memiliki intelektual. Teori Geopolitik Kontinental Teori yang dikemukakannya adalah teori ruang yang dalam konsepsinya dipengaruhi Friedrich Ratzel (1844-1904).

b. Karl Haushofer (1869-1946). yaitu: 1) Lebensraum (ruang hidup) yang “cukup”. serta 3) Dunia dibagi empat Pan Region.ccv Dengan kekuatannya. akan tetapi lebih cenderung menunjukkan kepada suatu wawasan yaitu 1) Wawasan Benua Sir Halford Mackinder (1861-1947) Teori Daerah Jantung (dikenal pula sebagai wawasan benua). suatu bangsa harus mampu menguasai benua-benua di dunia. Untuk menjadi jaya. Haushofer yang pernah menjadi atase militer di Jepang meramalkan bahwa Jepang akan menjadi negara yang jaya di dunia. 2) Autarki (swasembada). serta Pan Eropa Afrika. tiap region dipimpin satu bangsa (nation) yang unggul. Pengaruh Haushofer _menjelang Perang Dunia II_ sangat besar di Jerman ataupun di Jepang. yaitu Pan Amerika. Pan Asia Timur. Teori Ruang dan Kekuatan merupakan hasil penelitiannya serta dikenal pula sebagai teori Pan Regional. Dalam teori ahli geografi ini. Pan Rusia India. mungkin terkandung maksud agar negara lain selalu berpaling pada pembentukan . Dari pembagian daerah inilah. Ia berpendapat bahwa pada hakekatnya dunia dapat dibagi atas empat kawasan benua (Pan Region) dan dipimpin oleh negara unggul. Beberapa pemikir sering menyebutnya sebagai Darwinisme social. ia mampu mengeksploitasi negara “primitif” agar negaranya dapat swasembada. Wawasan Geopolitik Selanjutnya masih ada beberapa pandangan geopolitik lain. dapat diketahui percaturan politik masalah lalu dan masa depan. Semboyan Macht und Erde di Jerman serta doktrin Fukoku Kyohei di Jepang melandasi pembangunan kekuatan angkatan perang kedua negara tersebut menjelang Perang Dunia II.

bertepatan dengan kebangkitan armada Inggris dan belanda yang ditandai dengan kemajuan teknologi perkapalan dan pelabuhan. Asia Timur. 2/12 pulau dunia (Eropa. sumber daya alam banyak terdapat di laut. who rules the Heartland commands the world. untuk itu diperlukan kekuatan darat yang memadai. di samping hal tersebut. Dengan demikian. paling tidak menyewanya. Island. Timur Tengah. tidak mengganggu pengembangan armada laut Inggris. 2004: 166): Who rules East Europe commands the Heartland. Mahan (1840-1914) Teori Kekuatan Maritim yang direncanangkan oleh Raleigh. Eropa Selatan. Teori geopolitik Mackinder dapat disimpulkan sebagai berikut (Sunardi. harus menguasai Dunia Jantung. Menurut Mahan. maka harus dibangun armada laut yang kuat untuk menjaganya. Sebagai tindak lanjut. Daerah Bulan Sabit Dalam (inner cresent) meliputi Eropa Barat. b. yaitu Rusia.Raleigh: Siapa yang kuasai laut akan menguasai perdagangan dunia/kekayaan dan akhirnya menguasai dunia. Afrika). terletak di pulau dunia.ccvi kekuatan darat. a. Pada masa ini pula. lahir pemikiran hukum laut internasional yang berlaku sampai tahun 1994 (setelah UNCLOS 1982 disetujui melalui SU PBB). Apabila suatu negara ingin menguasai dunia. Who rules the world Island commands the World. Asia. serta Bulan Sabit Luar (outer cresent) meliputi Afrika. Alfred T. serta sisanya 1/12 pulau lainnya.1995 : 425). Siberia. Amerika / Benua Baru. Australia. Asia Selatan. serta semangat perdagangan yang tidak lagi mencari emas dan sutra di Timur (Simbolon. juga perlu diperhatikan masalah akses ke laut dan jumlah penduduk karena faktor ini juga akan memungkinkan kemampuan industri untuk kemandirian suatu bangsa dan negara. b.Mahan: Laut untuk kehidupan. karena itu ia harus memiliki armada laut yang kuat. Dunia terdiri atas 9/12 air. 2) Wawasan Bahari Sir Walter Raleigh (1554-1618) dan Alfred T. maka Inggris berusaha menguasai pantai-pantai benua. . sebagian Mongolia. Teorinya dapat disimpulkan sebagai berikut : a. Daerah terdiri atas Daerah Jantung (Heartland). c. Sir W.

maka menurutnya penguasa daerah jantung harus ada akses ke laut hendaknya menguasai pantai Eurasia. Bangsa Indonesia Wawasan bangsa Indonesia tersirat melalui UUD 1945 antara lain: a. b. Dari pembahasan tersebut. Awal abad XX merupakan kebangkitan ilm pengetahuan pener_bangan.d. Dalam teorinya tersirat: a. Spijkman (1893-1943). dan Dunia Baru(Benua amerika). Teori Daerah Batas (Rimland theory). udara untuk kuasai dunia. Kekuatan bangsa untuk mempertahankan eksistensi dan kemakmuran rakyat. Karena ia adalah bangsa Belanda yang pada dasarnya bangsa mari_tim. Menggunakan kombinasi kekuatan darat. dapat disimpulkan bahwa teori geopolitik menjadi doktrin dasar bagi terbentuknya Negara nasional yang kuat dan tangguh. 4) Wawasan Kombinasi Nicholas J. 4. Daerah Bulan Sabit Dalam (Rimland) akan lebih besar panga_ruhnya dalam percaturan politik dunia dari pada daerah jantung. b. Bulan Sabit Luar. serta d. Kedua orang ini mencita-citakan berdinya Angkatan Udara. Ruang hidup bangsa terbatas diakui internasional. serta kemenangan akhir ditentukan oleh kekuatan udara. c. 2004: hlm. yaitu (Sunardi. Setiap bangsa sama derajatnya. Ruang yang merupakan inti dari konsepsi geopolitik merupakan wadah dinamika . yang merupakan aktualisasi dari pemikiran Negara sebagai organisasi hidup. berkewajiban menjaga per_damaian dunia. ada empat unsur yang perlu diperhatikan. Bulan Babit Dalam(Rimland). Sebagai doktrin dasar. terutama dalam membagi daerah. serta c. Konsepsi Ruang. 189 s. Teorinya dipengaruhi oleh Mackinder dan Haushover. 177): 1. Dunia menurunya terbagi empat daerah. yaitu daerah jantung (Hearland). disebutkan bahwa kekuatan udara mampu beroperasi hingga belakang lawan. Wilayah Amerika yang paling ideal dan menjadi negara terkuat. Dalam teorinya.ccvii 3) Wawasan Dirgantara Giulio Douhet (1869-1930) William Mitcel (1879-1936). laut.

batas resmi (boundary) dapat bergeser karena berbagai pengaruh. Pada awal era revormasi. Dengan demikian dunia semakin terbuka dan cita-cita dunia tanpa batas (Ohmae. atau mengamati.d. Politik kekuatan yang merupakan faktor dinamika kehidupan bangsa karena dinamika organisme bangsa. budaya. wawasan dapat diartikan konsepsi cara pandang (KBBI. yang ingin menjelaskan tentang kehi_dupan bernegara. Konsepsi Keamanan Negara dan Bangsa. . 7) sebagai akibat revolusi teknik. yang merupakan konsekuensi dari kebutuhan dan lingkungan. ataupun ekonomi. dan kehidupan social lainnya).ccviii politik dan militer. 3. memandang. lebih-lebih bagi negara sedang berkembang. akan menimbulkan gejolak politik yang melibatkan pemerintah. Dengan demikian. Geopolitik akhirnya bertujuan untuk pengamanan negara. Frontier merupakan batas imajiner di antara dua Negara yang saling mempengaruhi. Konsepsi Frontier. Dunia yang meyempit dan percepatan jalannya sejarah (Wright. 4. Hal ini juga dapat dirasakan pada era Perang Dingin antara Blok Barat dan Blok Timur_ ketika kedua kutub saling mencari pengaruh di dunia ketiga (Negara Sedang Berkembang). perlu dipersiapkan daerah penyangga yang dikenal sebagai daerah frontier yang berbatasan dengan Negara jira dan dipersiapkan secara sistematis pembangunannya. Konsepsi Politik Kekuatan. 2. 2002: 1271). GEOPOLITIK INDONESIA Wawasan Nasional Wawasan berasal darai kata wawas yang berarti meninjau. 5 s. Untuk itu. 1990: 214) merupakan ciri globalisasi. Fenomena ini harus dapat ditangkal oleh setiap Negara. 1941: hlm. yang kemudian melahirkan konsepsi geostrategi. B. terutama masalah social. Pengaruh negara asing/tetangga _yang lebih maju_ apabila tidak ditangani secara serius. budaya. baik secara fisik maupun social (ekonomi. Oleh karena itu. istilah ini menjadi kurang popular sehingga para politisi pun enggan menggunakannya (tidak lagi tersurat dalm GBHN 19999 sebagai wawasan bangsa).

serta lingkungan geografinya yang berwuud negara kepulauan berdasarkan pancasila dan UUD 1945. yaitu : 1. Oleh karena itu. serta kebhinekaan budaya. Dari ketiga aspek itu. Adapun tujuannya adalah untuk mewujudkan persatuan dan kesatuan segenap aspek kehidupan nasional. Wawasan nasioal bangsa Indonesia dinamakan wawasan nusantara yang merupakan implementasi perjuangan pengakuan se-bagai negara kepulauan yang disesuaikan dengan kemajuan zaman. falsafah hidup. Pedoman dan pola tindak serta pola pikir kebiaksanaan nasional. serta tempat tinggal dan lingkungan bangsa tersebut. Penjabaran tujuan nasional yang telah diselaraskan dengan kondisi. yang mengandung arti sebagai berikut : 1. Pada masa lalu negara kepulauan yang meliputi kumpulan pulaupulau_berdasarkan contour yang dipisahkan oleh laut. Oleh karena itu. 2. yang secara umum didefinisikan sebagai cara pandang dan sikap bangsa Indonesia tentang dirinya yang bhineka. dan turut serta menciptakan ketertiban dan perdamaian dunia. posisi dan potensi geografi. tercetus aspirasi bangsa yang kemudian dituangkan dalam perjanjian tertulis-konstitusi-ataupun tidak tertulis. akan terkait pula masalah sejarah diri dan budaya. ke dalam: berlaku asas kepulauan yang menuntut terpenuhnya unsur tanah dan air yang selaras dan serasi untuk merealisasikan wujud tanah air.serta 2. Wawasan Nusantara Geopolitik Indonesia dinamakan wawasan nusantara. ke luar: berlakunya asas posisi antara yang menuntut posisi kuat bagi Indonesia untuk dapat berdiri tegak dari tarikan segala penjuru. Paham Nusantara menunjukkan dua arah pengaruh. . Kesemua itu dalam rangka mencapai Tujuan Nasional. Hakekat Wawasan Nusantara dasar persatuan dan kesatuan dalam kebhinekaan.ccix Wawasan nasional suatu bangsa terbentuk karena bangsa tersebut tinggal dalam suatu wilayah yang diakui sebagai miliknya untuk kehidupannya. apabila suatu bangsa dibahas. 3. Perjanjian ini tetap menjadi catatan hidup-motivasi –yang semuanya dituangkan menjadi ajaran –doktrin dasar untuk membanngun negara yang berupa wawasan nasional. hakikat tujuan Wawasan Nusantara adalah kesatuan dan persatuan dalam kebhinekaan.

untuk dijadikan pedoman dalam melaksanakan kegiatan. Mewujudkan serta memelihara persatuan dan kesatuan. Wawasan Nusantara sebagai geopolitik bangsa Indonesia.ccx Kedudukan Wawasan Nusantara Dalam system kehidupan nasional Indonesia sebagai paradigma kehidupan nasional Indonesia yang urutannya sebagai berikut : 1. Peranan ini berkaitan dengan adanya hubungan yang erat dan saling terkait dan ketergantungan antara bangsa dan ruang hidupnya. politik dan strategi nasional. ideology bangsa. Menumbuhkan rasa tanggung jawab atau pamanfaatan lingkungannya. 2. yang serasi dan selaras pada segenap aspek kehidupan nasional.masa ORBA. maka akan menimbulkan kerusakan lingkugan yang pada akhirnya akan merugikan bangsa. UUD 1945 sebagai konstitusi negara. Sementara itu. Pancasila sebagai falsafah. 5. . pemanfaatan lingkungan harus bertanggung jawab. dan dasar negara.yang dijabarkan lebih lanjut dalam kebijaksanaan strategi pada strata di bawahnya. Doktrin dasar adalah himpunan prinsip atau teori yang diajarkan. Politik dan strategi nasional sebagai kebijaksanaan dasar nasional dalam pebangunan nasional. 2. Wawasan Nusantara dan Ketahanan Nasional sebagai doktrin dasar pengaturan kehidupan nasional. sebagai kebijaksanaan dasar nasional dalam bentuk GBHN. dianjurkan dan diterima sebagai kebenaran. 3. Peranan Wawasan Nusantara Dalam kehidupan kehidupan nasional.Wawasan Nusantara dijelaskan peranannya untuk : 1. serta dalam usaha mencapai tujuan. Ketahanan Nasional sebagai geostrategi bangsa dan Negara Indonesia. Jika tidak. Oleh karena itu. 4. Doktrin dasar adalah doktrin yang timbul dari pemikiran yang bersifat falsafah.

ccxi 3. Menegakkan kekuasaan guna melindungi kepentingan nasional. Kepentingan nasional menjadi dasar hubungan antara bangsa. Apabila suatu bangsa kepentingan nasionalnya sejalan atau parallel dengan kepentingan nasional bangsa lain, maka kedua bangsa itu akan mudah terjalin hubungan persahabatan. 4. Merentang hubungan Internasional dalam upaya ikut menegakkan perdamaian.

Wajah Wawasan Nusantara Pengertian istilah wajah adalah roman muka. Wajah manusia hanya satu, tetapi wajah itu memiliki beberapa roman muka dan tiap roman muka berbeda satu dengan yang lain sesuai dengan situasi dan kondisi yang dihadapi. Dalam hubungan itu, dapat dikatakan bahwa geopolitik Indonesia hanya satu, yaitu Wawasan Nusantara (Wasantara). Namun, wajahnya lebih dari satu, yaitu ada 4 wajah yang meliputi : 1. Wajah Wasantara sebagai Wawasan Nasional yang melandasi konsepsi Ketahanan Nasional. 2. Wajah Wasantara sebagai wawasan pembangunan nasional. 3. Wajah Wasantara sebagai wawasan pertahanan dan keamanan. 4. Wajah Wasantara sebagai wawasan kewilayahan.

Wasantara Sebagai Landasan Konsepsi Ketahanan Nasional Wajah Wasantara dalam pengembangannya dipandang sebagai konspsi politik ketatanegaraan dalam upaya mewujudkan tujuan nasional. Sebagai suatu konsepsi politik yang di dasarkan pada pertimbangan konstelasi geografis, wawasan nusantara dapat di katakan merupakan penerapan teori geopolitik dari bangsa Indonesia. Dengan demikian, wawasan nusantara selanjutnya menjadi landasan penentuan kebijaksanaan politik Negara. Dalam perjuangan mencapai tujuan nasional, akn banyak menghadapi tantangan, hambatan dan gangguan baik yang datang dari luar negri maupun dari dalam negri sendiri. Untuk menanggulanginya,dibutuhkan suatu kekuatan baik fisik maupun

ccxii mental. Semakin tinggi kekuatan itu makin tinggi pula kemampuannya. Kekuatan dan kemampuan yang diistilahkan ketahanan nasional berdasarkan rangkaian pemikiran tersebut maka ketahanan nasional diartikan sebagai konsepsi pengaturan dan penyelenggaraan dalam mencapai persatuan serta kesatuan nasional dalam rangka mencapai kesejahteraan dan keamanan nasional. Bertolak dari pandangan ini maka ketahanan nasional merupakan geostrategi nasional untuk mencapai sasaran yang telah ditegaskan dalam wawasan nusantara dan perlu ditingkatkan dengan berpedoman pada wawasan nusantara.

Wasantara sebagai Wawasan Pembangunan Nasional Menurut UUD 1945 MPR wajib membuat GBHN. GBHN_masa ORBA_ menegaskan bahwa wawasan dalam penyelenggaraan pembangunan nasional adalah Wawasan Nusantara yang bersumber pada pancasila dan UUD 1945. Wawasan Nusantara adalah cara pandang dan sikap bangsa Indonesia mengenai diri serta lingkungannya dengan mengutamakan persatuan dan kesatuan bangsa. Di samping itu, dengan mengutamakan kesatuan wilayah dalam penyelenggaraan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Hal ini mencakup : 1. Perwujudan kepulauan Nusantara sebagai satu kesatuan politik, yang berarti :

a. bahwa kebulatan wilayah nasional dengan segala isi dan kekayaannya merupakan kesatuan wilayah, wadah, ruang hidup dan kesatuan matra seluruh bangsa serta menjadi modal dan milik bersama bangsa b. bahwa bangsa Indonesia yang terdiri atas berbagai suku dan berbicara dalam berbagai bahasa daerah, serta memeluk/menyakini berbagai agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa harus merupakan suatu kesatuan bangsa yang bulat dalam artian seluas-luasnya. c. bahwa secara psikologis bangsa Indonesia harus merata satu, senasib sepenanggungan, sebangsa dan setanah air, serta mempunyai satu tekad dalam mencapai cita-cita bangsa. d. bahwa Pancasila adalah satu-satunya falsafah serta ideology bangsa dan negara yang melandasi, membimbing dan menyerahkan bangsa menuju tujuannya.

ccxiii e. bahwa kehidupan politik diseluruh wilayah Nusantara merupakan suatu kesatuan politik yang diselenggarakan berdasarkan pancasila dan UUD 1945. f. bahwa seluruh kepulauan Nusantara merupakan satu kesatuan system hukum dalam arti bahwa hanya ada satu hukun nasional yang mengabdi kepentingan nasional;serta g. bahwa bangsa Indonesia yang hidup berdampingan dengan bangsa lain ikut menciptakan ketertiban nasional yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial melalui politik luar negri bebas dan aktif serta diabadikan pada kepen_tingan nasional 2. Pewujudan kepulauan Nusantara sebagai satu kesatuan ekonomi, yang berati: a. bahwa kekayaan wilayah Nusantara, baik potensial maupun efektif adalah modal dan milik bersama bangsa dan bahwa keperluan hidup sehari-hari harus tersedia merata di seluruh wilayah tanah air; b. tingkat perkembangan ekonomi harus serasi dan seimbang di seluruh daerah, tanpa meninggalkan kehidupan ekonominya; serta c. kehiduan perekonomian di setiap wilayah Nusantara meru_pakan satu kesatuan ekonomi yang diselenggarakan sebagai usaha bersama mendasar atas asas kekeluargaan dan ditujukan bagi sebesar-besar kemakmuran rakyat. 3. Perwujudan kepulauan Nusantara sebagai satu kesatuan sosial dan budaya yang berarti: a. bahwa masyarakat Indonesia adalah satu, maka perikehidupan bangsa harus merupakan kehidupan yang serasi dengan terdapat tingkat kemajuan masyarakat yang sama merata dan seimbang, serta adanya keselarasan kehidupan yang sesuai dengan tingkat kemajuan bangsa; serta b. bahwa budaya bangsa Indonesia pada hakikatnya adalah satu, sedangkan corak ragam budaya yang ada menggambarkan kekanyaan budaya bangsa. Kekayaan ini menjadi modal dan landasan pengembagan budaya bangsa seluruhnya. Tentunya dengan tidak menolak nilai-nilai budaya lain yang tidak bertentangan dengan nilai budaya bangsa, serta hasil-hasilnya dapat dinikmati oleh bangsa. 4. Perwujudan kepulauan Nusantara sebagai kesatuan pertahanan dan keamanan, yang berarti: a. bahwa ancaman terhadap satu pulau atau satu daerah pada hakikatnya merupakan ancaman terhadap seluruh bangsa dan Negara; serta

ccxiv b. bahwa tiap-tiap warga negara mempunyai hak dan kewajiban yang sama dalam rangka pembelaan negara dan bangsa. Dari rangkaian uraian di atas, dapat di simpulkan sebagai berikut. 1. Wawasan Nusantara merupakan penjabaran tujuan nasional yang telah diselaraskan dengan kondisi, posisi dan potensi geografi, serta kebhinnekaan bangsa dalam rangka mewujudkan persatuan dan kesatuan. 2. Wawasan Nusantara merupakan pola tindak dan pola pikir dalam melaksanakan pembangunan nasional.

Wasantara sebagai Wawasan Pertahanan dan Keamanan Negara. Wawasan Nusantara adalah pandangan geopolitik Indonesia dalam mengartikan tanah air Indonesia sebagai satu kesatuan yang me-liputi seluruh wilayah dan segenap kekuatan negara. Mengingat bentuk dan letak geografis Indonesia yang merupakan suata wilayah lautan dengan pulau-pulau di dalamnya dan mempunyai letak ekuator besarta segala sifat dan corak khasnya,maka implementasi nyata dari Wawasan Nusantara yang menjadi kepentingankepentingan pertahanan keamanan negara harus ditegakkan. Realisasi penghayatan dan pengisian Wawasan Nusantara di satu pihak menjamin keutuhan wilayah nasional dan melindungi sumber-sumber kekayaan alam beserta penyelarasannya, sedangkan di lain pihak dapat menunjukkan kedaulatan negara Republik Indonesia. Untuk dapat memenuhi tuntutan itu dalam perkembangan dunia, maka seluruh potensi pertahanan ke amanan Negara haruslah sedini mungkin ditata dan di atur menjadi suatu kekuatan yang utuh dan menyeluruh. Kesatuan pertahanan dan keamanan negara mengandung arti bahwa ancaman terhadap sebagian wilayah mana pun pada hakikatnya merupakan ancaman terhadap seluruh bangsa dan negara.

ccxv Wasantara sebagai Wawasan Kewilayahan Sebagai faktor eksistensi suatu Negara, wilayah nasional perlu di tentukan batasbataasnya agar tidak terjadi sengketa dengan Negara tetangga. Oleh karena itu, pada umumnya batas-batas wilayah suatu negara dirumuskan konstitusi negara (baik tertulis maupun tidak tertulis). Namun, UUD’45 tidak memuat secara jelas ketentuan wilayah negara Republik Indonesia, baik dalam Pembukaan maupun dalam pasal-pasalnya. Adapun pasal-pasal yang menyebut wilayah/daerah, yaitu: 1. Pada pembukaan UUD’45, alinea IV di sebutkan “…seluruh tumpa darah Indonesia…”; serta 2. Pasal 18, UUD’45: “Pembagian daerah indnesia atas daerah besar dan kecil…”. Untuk dapat memahami manakah yang di maksudkan dengan wilayah atau tumpah darah Indonesia itu, maka perlu ditelusuri pemba_hasan-pembahasan yang terjadi pada sidingsidang Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI), pada Mei s.d. Juni 1945, yang ditetapkan oleh Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI), sehari setelah Proklamasi Kemerdekaan tanggal 17 Agustus 1945. Adapun pembahasan-pembahasan tersebut bersumberkan pada Rancangan UUD dan Piagam Jakarta yang dihasilkan oleh BPUPKI. Dalam rangkaian siding-sidang BPUPKI bulan Mei s.d. Juni 1945, telah dibahas masalah wilayah Negara Indonesia merdeka yang lebih populer disebut tanah air atau juga “tumpah darah” Indonesia. Dalam sidang-sidang ini yang patut dicatat adalah pendapat Dr. Supomo, S.H. dan Muh.Yamin, S.H. pada 31 Mei 1945, serta Ir.Sukarno pada 1 Juli 1945. Supomo menyatakan,antara lain: “Tentang syarat mutlak lain –lainnya, pertama tentang daerah, saya mufakat dengan pendapat yang menga-takan: pada dasarnya Indonesia yang harus meliputi batas Hindia Belanda…” (Setneg RI, tt : 25). Muh.Yamin menghendaki, antara lain: “….. bahwa Nusantara terang meliputi Sumatera, Jawa-Madura, Sunda Kecil, Borneo, Selebes, Maluku-Ambon, dan Semenanjung Malaya, Timor dan Papua…..Daerah

meyusun peta dunia. Pasal II—“Segala badan Negara dan peraturan yang ada masih langsung berlaku. ia dapat menunjukakan bahwa kepulauan Indonesia merupakan satu kesatuan…”(Setneg RI. Dari dasar inilah. tetapi juga untuk menegaskan hak bangsa dan negara dalam pergaulan internasional. kita dapat menunjukkan di mana “kesatuan-kesatuan” di situ. Untuk menjamin pelestarian kedaulatan. Ketegasan batas wilayah tidak saja untuk mempertahankan wilayah. antara lain: “…Orang dan tempat tidak dapat dipisihkan. selama belum diadakan yang baru menurut Undang-Undang Dasar ini”—yang memberlakukan undang-undang sebelumnya. Allah SWT membuat peta dunia. tt: 347). Tidak dapat di pisahkan rakyat dari bumi yang ada di bawah kakinya. tt : 49). … Tempat itu yaitu tanah-air. jelaslah bahwa wilayah. Pemerintah RI meng-acu pada Aturan Peralihan UUD’45. tanah air. atau tumpah darah Indonesia meliputi batas bekas Wilayah Hindia Belanda.ccxvi kedaulatan negara Republik Indonesia ialah daerah yang delapan yang menjadi wilayah pusaka bangsa Indonesia” (Setneg RI. dalam rancangan UUD atau pun dalam keputusan PPKI tentang UUD 1945 ketentuan tentang wilayah negara Indonesia itu tidak dicantumkan. laut bukan lagi sebagai alat pemisah wilayah. daerah (=Wilayah) tidak perlu masuk dalam UUD (Setneg RI. Sokarno dalam pidaonya. dibutuhkan ketegasan tentang batas wilayah. Dalam menentukan batas wilayah negara. Pemerintah Hindia Belanda telah mengeluarkan peraturan perundang-undangan wilayah dan termuat dalam Ordonantie tahun 1939 yang . Wujud geomorfologi Indonesia berdasarkan pancasila—dalam arti persatuan dan kesatuan—menuntut suatu konsep kewilayahan yang memandang daratan/pulau. jikalau ia melihat dunia. serta udara angkasa di atasnya sebagai satu kesatuan wilayah. Tanah-air itu adalah satu kesatuan. serta melindungi unsur wilayah dan kepentingan nasional. Namun. tt: 66). lautan. Sukarno__bahwa dalam UUD yang modern. Berdasarkan penjelasan dari Ketua PPKI tersebut. Seorang anak kecil pun. Hal ini di jelaskan oleh ketua PPKI__Ir. Adapun yang disepakati sebagai wilayah negara Indonesia adalah bekas wilayah Hindia Belanda.

442 tahun 1939. Cara penarikan batas laut wilayah tidak lagi didasarkan pada garis pasang surut (low water line). 422 tahun 1939. Dengan demikian. penentuan lebar laut wilayah sepanjang 3 mil laut dengan cara penarikan garis pangkal berdasarkan garis pasang surut. 2. tetapi didasarkan pada system penarikan garis lurus (straight base line) yang diukur dari garis yang menghubungkan titik-titik ujung yang terluar dari pada pulau-pulau atau bagian pulau yang termasuk ke dalam wilayah negara Republik Indonesia (= point to point theory). Di dalam deklarasi ini terkandung kepentingan dan tujuan bangsa Indonesia. . di sisi luar atau sisi laut (outer limits) dari tiap-tiap laut territorial dijumpai laut bebas. Isi pengumuman tersebut sebagai berikut: 1. dalam kantongkantong laut nasional tidak berlaku hukum nasional.ccxvii diundangkan pada 26 Agustus 1939 yang dimuat dalam Staatblad No. Berdasarkan ketentuan ordonansi ini. yaitu keutuhan wilayah negara di lautan. yang dikenal pula mengikuti contour pulau/darat. Jarak antara satu pulau dengan pulau lain yang menjadi bagian wilayah negara Republik Indonesia “dipisahkan” oleh adanya kantong-kantong laut yang berstatus sebagai laut bebas yang berada di luar yuridiksi nasional. Juanda pada periode itu sebagai Perdana Menteri Republik Indonesia – yang pada hakikatnya melakukan perubahan terhadap ketentuan ordonansi pada lembaran negara (staatblad) No. tentang “Territoriale Zee en Maritiem Kringen Ordonantie”. Penentuan lebar laut wilayah dari 3 mil laut menjadi 12 mil laut. Berdasarkan hal itulah. pada 13 Desember 1957 dikeluarkan pengumuman Pemerintah Republik Indonesia tentang wilayah perairan Negara Republik Indonesia yang dikenal sebagai “Deklarasi Juanda” – Ir. Sementara itu. Deklarasi Juanda pada hakikatnya adalah menerapkan asas archipelago atau Nusantara. Ketentuan demikian itu mempunyai konsekuensi bahwa secara hipotetis setiap pulau yang merupakan bagian wilayah negara Republik Indonesia mempunyai laut territorial sendiri-sendiri.

8 tahun 1960 tentang lalu-lintas laut damai perairan Indonesia. diberikan penjelasan dan kejelasan sebagai berikut: a. yakni mema-hami makna negara kepulauan dan makna “benua maritime” (Zen. menghilangkan paham bahwa batas wilayah tidak lagi berdasarkan garis pantai atau contour/coastline base. 3. Makna dan pengertian perairan Indonesia. Peraturan Pemerintah No. 4 PRP tahun 1960 tentang perairan Indonesia. Tidak kalah penting adalah tantangan ke dalam. 2002: 26): 1. Undang-Undang No. Dalam UU ini. dan makna lalu lintas damai kendaraan asing. serta bentuk dan luas kedaulatan wilayah Nusantara sejak “Deklarasi Juanda 1957”. Negara-negara yang berkepentingan terhadap usaha perikanan laut. deklarasi ini diakomodasikan dalam rangkaian peraturan perundangundangan sebagai berikut: 1. Alasan atau argumentasi perlunya meninjau kembali peraturan tentang penentuan batas laut wilayah. laut wilayah Indonesia. serta perairan pedalaman Indonesia. 2005). Tantangan Bangsa Indonesia Akibat Deklarasi Juanda Dengan adanya Deklarasi Juanda. Negara-negara maritim yang memiliki armada angkutan niaga besar. Selain itu. Negara maritim besar—terutama negara adidaya—dalam rangka mencapai tujuan strategi global. 2. pengertian. Hal ini menimbulkan reaksi beberapa negara yang beragam dan dapat dikatagorikan menjadi 4 macam reaksi sebagai berikut (Kusumaatmaja.ccxviii Selanjutnya. Negara-negara ASEAN termasuk Australia dan kini Timor Leste. . b. Peraturan ini menentukan aturan-aturan. tetapi atas dasar base line. secara yuridis formal negara Indonesia menjadi utuh tidak terpecah lagi. serta 4. antara lain tentang lalu lintas laut damai kendaraan air asing di perairan pedalaman. 2.

Namun. datar dan tebuka. karena itu dapat diambil dan dimiliki setiap negara. . serta tidak dapat dipakai sembunyi. serta media untuk bermacam-macam alat angkut. 2. teknologi maritime Belanda dan Inggris melampaui Spanyol dan Portugal. 1995). karena itu tidak dapat diambil/dimiliki oleh setiap negara. Oleh Karena itu. terutama yang bervolume besar. ada baiknya dibahas terlebih dahulu hakikat laut. 2. Belanda dan Inggris merasa bahwa mereka tidak harus tunduk pada negara yang lebih “primitif”. Laut tidak dapat di kuasai suatu negara dengan jalan “okupasi” (menduduk). 4. karena itu laut menjadi bebas. laut praktis hanya menjadi milik Spanyol dan Portugal sehingga ada semacam pembagian wilayah yuridiksi dari kedua Negara tersebut. merdeka dan bergerak. serta orientasi komoditi perdagangan dunia (Simbolon. GEOPOLITIK DAN HUKUM KEWILAYAHAN Hukum Laut dan Perkembangannya Perkembangan Sejarah hukum laut tidak lepas dari kemajuan teknologi maritime— perkapalan dan kepelabuhanan – Belanda dan Inggris. hukum laut banyak ditentukan oleh polemik bangsa Belanda dan Inggris. seorang ahli hukum internasional Belanda memberikan teori “Mare Liberum” (laut bebas). Hakikat laut adalah: 1. Res Communis: Laut milik masyarakat dunia. bebas. Bagian akhir zaman pencerahan (renaissance). Dari hakikat tersebut timbul. falsafah hukum laut yang berbuntut pada perebutan wilayah laut yakni: 1. sulit diberi tanda). Setelah Perang Salib sampai dengan bagian akhir zaman pencerahan (renaissance). para ahli hukum dari kedua negara tersebut saling berpolemik mengeluarkan argumentasi tentang hak atas laut. tidak dapat dikuasai secara mutlak (tidak dapat dikaveling.ccxix C. 1. Oleh karena itu. 3. serta relatif tetap dan tidak mudah dirusak. Hugo Grotius. sebelum membahas polemik yang menghasilkan rezim hukum laut. Res Nullius: Laut tidak ada yang memiliki.

Dengan demikian. tahun 1982. Untuk itu. Sebagai koreksi atas tulisan tersebut di atas. Garis dasar adalah garis yang menghubungkan titik-titik terluar pulau terluar.Ketentuan ini berlaku hingga tahun 1994. Grotius memuat argument bahwa. John Selden. Jamaica. . 2. setiap negara dapat menguasai laut. Ini berarti laut hanya milik negara pantai. Cornelis Bijenkershoek (seorang Belanda) berpandapat bahwa laut wilayah adalah 3 mil laut dari pantai pada saat pasang surut. “Mare Clausum” (hak kuasa laut). laut wilayah dan laut pedalaman dikenalkan sebagai laut Nusantara. laut wilayah dapat dimiliki sepanjang dapat dikuasai dari darat. Pemerintah Negara Kesatuan Republik Indonesia melalui Dekla-rasi tanggal 13 Desember 1957 mengajukan NKRI perlu laut wilaya (territory water) selebar 12 mil laut dari Garis Pangkal/Garis Dasar (base line) atas dasar “point to point theory”. Menurutnya.ccxx 2. yang merupakan tindak lanjut dari United Nations Convention on the of the sea—di kenal UNCLOS 1982—berdasarkan persetujuan 118 negara di Montego Bay. Akibat konvensi hukum laut. laut antar pulau menjadi Perairan pedalaman (internal water) Selanjutnya. Selanjutnya . Negara pantai mempunyai kedaulatan penuh. Laut Teritorial/Laut Wilayah (Territorial Sea): wilayah laut yang lebarnya tidak melebihi 12 mil dari garis pangkal/garis dasar (base line). hal ini tidak terlepas karena perhatian orang yang besar pada laut. dibahas beberapa masalah yang menyangkut hukum laut: 1. Argumentasi ini didasari bahwa jangkauan meriam kurang lebih 3 mil. Perairan Pedalaman (Internal Waters): wilayah laut sebelah dalam dari daratan/sebelah dalam dari GP. Selden menginginkan adanya hak lintas damai bagi kapal-kapal dengan alasan untuk membeli suplai segar dari negara pantai. timbul bermacam tipe perairan. sebagai jawaban atas teori Grotius. seorang ahli hukum Inggris yang pada tahun 1635 menulis tentang hukum laut dengan judul. yaitu dengan adanya pengesahan melalui Sidang Umum PBB.

konservasi. 2.kapal dan pesawat terbang tidak boleh melintas lebih dari 25 mil kiri/kanan dan garis sumbuh. 4. atau tidak melebihi 100 mil dari kedalaman 2. dan pengelolaan sumber kekayaan hayati perairan. serta . Lintas damai: bernavigasi melalui laut teritorial suatu negara sepanjng tidak merugikan kedamaian. semua bagian laut yang tak termaksud laut territorial baik perairan pedalam maupun ZEE. Alur Laut Kepulauan: a. Negara yang bersangkutan mempunyai hak berdaulat untuk kepentingan eksplorasi dan eksploi-tasi. 3. laut terbuka untuk semua negara. Laut Lepas (High Seas): dikenal pula sebagai laut bebas/laut Inter-nasional : Wilayah laut > 200 mil dari Garis Pangkal. 5. 6. terletak di luar laut teritorial sepanjang merupakan kelanjutan alamiah wilayah. Lintas: berlayar/bernavigasi melalui laut territorial.atau keamanan negara yang bersangkutan. b. b. merupakan wilayah Negara Pantai untuk melakukan pengawasan pabean. alur laut ditentukan oleh Negara Kepulauan untuk alur laut dan jalur penerbangan di atasnya yang cocok di gunakan untuk lintas kapal dan jalur pesawat terbang asing. Laut Lepas: a. termasuk masuk dan keluar perairan pedalaman untuk singgah di salah satu pelabuhan. Zona Tambahan (Contigous Zone): wilayah laut yang lebarnya ti-dak boleh melebihi 12 mil dari Laut Teritorial. Zona Ekonomi Eksklusif (Exclusive Economic Zone): wilayah laut yang tidak melebihi 200 mil dari GP. alur yang di tentukan dengan merangkai garis sumbuh pada peta.ccxxi 3.antara lain: 1. imi-grasi. 4.500 m. fiskal. Jarak 200 mil GP atau maksimal 350 mil. serta Lintas transit: bernavigasi melintasi pada selat ynag di gunakan untuk pelayaran internasional antara laut lepas/ZEE yang lain. serta sanitasi dalam wilayah laut territorial. Negara lain menuntut beberapa hak—yang sebenarnya adalah jaminan—dari Negara ke pulauan. baik berpantai maupun tidak berpantai. Landas Kontinen (Continental Shelf): wilayah laut Negara Pantai meliputi dasar laut dan tanah di bawahnya. Dengan adanya ketentuan di atas. 5. ketertiban.

Hukum Dirgantara dan Perkembangannya Ruang digantara dapat di bagi menjadi dua bagian. 4. terbang riset ilmiah dan menangkap ikan. Bertambahnya jumlah penduduk harus diimbangi dengan kenaikan produksi. Kemajuan teknologi berdampak pada meningkatnya kemampuan manusia dalam memanfatakan laut. Laut untuk kelangsungan hidup bangsa dan kesejahteraan rakyat. pembebasan udara tanpa batas atau kebebasan udara terbatas?. yaitu Ruang Udara dan Ruang Antariksa. Bagi bangsa Indonesia. 2. 2.ccxxii c. Beberapa Perhatian Manusia Terhadap Laut 1. Dengan demikian. perlu di perhatikan: a. selain itu ditinjau dari segi militer merupakan wahana pertahanan. karena itu timbul perbedaan persepsi. Hal ini juga menimbulkan perbedaan persepsi: kedaulatan negara kolong berdaulat penuh tetapi dibatasi oleh hak lintas damai?. pemanfaatannya diken-dalikan secara internasional dan tidak boleh di jadikan subjek negara kolong. . Beberapa teori yang menjadi polemic para hukum di antaranya: 1. Perubahan peta bumi terjadi setelah perang dunia ke II karena telah lahir banyak Negara nasional baru yang memiliki laut. Teori Negara berdaulat di Udara (Ari Sovereignty Theory ): behwa Negara kolong berdaulat penuh tanpa batas ke atas. laut untuk menjamin integrasi. Perlu pengaturan bersama pemanfatan laut dan lingkungan untuk bangsa-bangsa. sarana perhu-bungan dan tersportasi. Teori Udara Bebas (Air Freedom Theory): bahwa Ruang Udara Be-bas dapat digunakan siapa saja. yang pemanfaatannya dikendalikan oleh negara tersebut. serta menjadi salah satu penghidupan. 3. untuk laut lepas semua negara berhak berlayar. Adapun Ruang Antariksa. Ruang Udara berada di atas suatu wilayah negara dan dikategorikan sebagai Ruang Udara Nasional atau wilayah kedaulatan negara kolong. b. khususnya dari sumber kekayaan laut.

Batas Wilayah Udara. Oleh karena itu.apalagi di bawah khatulistiwa yang memiliki jalur GSO. Sementara itu. Namun dalam perjanjian ini juga berlaku pemafaatan ruang antariksa berdasarkan “first come. Perjanjian Ruang Antariksa (Space Treaty): 6.d. luas daerah udara lebih luas dari pada luas daratan dan lautan. batas ruang udara dan ruang antariksa di tetapkan 100/110 km. Indonesia menuntut berlakunya kedaulatan negara kolong terhadap Ruang Digantara. yang meliputi manfaatan wilayah Geostationary Satellite Orbit (GSO).first serve” yang merugikan negara sedang berkembang. Sementara itu.d. Paling sedikit tujuan yang ingin di capai Indonesia ialah Ruang Udara Indonesia sebagai wilayah udarah (air soverignty) nasional dan ruang antariksa Indonesia sebagai wilayah kepentingan (air juridiction) ZEE atau landas kontinen. Antariksa dan badan-badannya dianggap menjadi wilayah internasional. Masalah Ketinggian. balon dan pesawat terbang dapat mengapung dan diterbangkan. Seperti halnya dengan hukum laut. disepakati ditarik garis dari “pusat bumi” sampai batas ruang angkasa/antariksa yang membentuk kerucut terbalik. Geostationery Satellite Orbit (GSO) Geostationery Satellite Orbit adalah suatu orbit yang berbentuk cincin terletak pada enam radian bumi di atas garis khatulistiwa. Teori penguasaan Cooper menyatakan bahwa batas ketinggian ditentukan kemampuan teknologi setiap Negara.ccxxiii 3. menurut Teori Udara Schacter. 4. 5. Sampai kini masih belum ada kesepakatan (tahun 1910 pernah di tentukan batas ketinggian kurang lebih 500 km). Low Earth Orbit (LEO). antara lain: . Indonesia juga menuntut perlakuan yang sama terhadap ukum udara. Penggunaan damai bagi antariksa. bahwa batas ketinggian s. Ketinggian GSO km di atas permukaan bumi. Indonesia memiliki ruang digantara yang luas. Cara menentukan wilayah udara ada perbedaan. tetapi ada daerah yang lowong dan dapat menimbulkan masalah. Medium Earth Orbit (MEO). Kemudian. Dalamhal ini. GSO untuk meletakkan satelit komunikasi agar satelit tersebut berada pada posisi tetap di ruang angkasa terhadap bumi. luas daratan dan lautan = luas udara. yaitu apabila ditarik garis tegak lurus dari permukaan bumi ke atas. GSO mempunyai tiga keunikan. 30 km atau s.

Luas Wilayah: Bertambah 5. 2. 3. 1/1973 tentang Landasan Kontinen. ruas GSO ada di negara khatulistiwa. Dasar: Pengumuman Pemerintah tentang Zone Ekonomi Eksklusif UU No. Deklarasi Pemerintahan RI tanggal 13 Desember 1957 ( Deklarasi Juanda).2 juta km2 . 2 juta km2 Setelah Proklamasi s. GSO Indonesia 9.9 juta km2. UUDS 1950. 13 Desember 1957. menjadi 6. serta 24 Satelit pada orbit ini akan mengelilingi bumi dari barat ke timurdengan masa orbit jam (23 jam.7 km2 Pengumuman Pemerintah tahun 1980 (Zone Ekonomi Eksklusif). Deklarasi Pemerintahan RI tanggal 17 Februari 1969 (Landasan Kontinen).d. Dasar: Deklarasi Pemerintahan RI tanggal 17 Februari 1969. Ukuran terbatas. tetap berlaku Ordonansi No. Konstitusi RIS.422/1939 (territoralle Zee en Maritiem Krigen Ordonantie No. 442?1939. 56 menit. Wilayah Nasional Negara Kesatuan Republik Indonesia 1. menjadi 9.8 juta km2. Dasar: Ketentuan Peralihan UUD 1945.997 km atau 12. UU No.ccxxiv 1. Ukuran: 12 mil dari garis pangkal (point to point theory) Luas Wilayah: bertambah 4. GSO menjadi sumberdaya alam terbatas.5 juta km2. yaitu tebal 30 km lebar 150 km. 3. Panjang garis khatulistiwa Indonesia 6. 4 detik). 5/1983 tentang Zone Ekonomi Eksklusif (Pembenahan Kekayaan Alam dan Potensi Alam). 0. GSO hanya pada padang khatulistiwa.422/1939) Ukuran: 3 mil dari garis pantai pada saat pasang surut (low water) Luar Wilayah: 2. Dasar: Pengumuman Pemerintahan RI tanggal 13 Desember 1957 PEPERPU No. 3. 4/1960 tentang Pemerintahan Indonesia.110 km.5% keliling GSO. Dasar: Ordonansi Laut Teritorial dan Lingkungan Maritim No. Luas Wilayah: Bertambah 2. Masa Penjajahan (Belanda dan Jepang).

tetapi tujuan utamanya adalah pelayanan kepada rakyat/publik. Otonomi daerah bertujuan memudahkan pelayanan kepada rakyat/publik. Desentralisasi merupakan powersharing (otonomi formal dan otonomi material). Kebijakan desentralisasi mempunyai tujuan politis dan tujuan administrasi. Untuk keperluan tersebut. 6/1996 tentang perairan Indonesia. Pemerintah provinsi yang berbatasan dengan laut memiliki kewenangan laut sejauh 12 mil laut diukur dari garis pantai kea rah laut lepas dan ke arah perairan kepulauan (pasal18 ayat [4] UU No. dan setelah kemerdekaan otonomi masih dalam bentuk dekonsentrasi. otonomi daerah di Indonesia secara luas tidak/belum pernah terlaksana. Dekonsentrasi terdiri atas fungsional (kanwil/kandep) dan integrasi (kepala wilayah). Desentralisasi pelayanan rakyat/public. serta telah diratifikasi dengan UU No. Sejak masa masa penjajahan Belanda. output-nya hendaknya berupa pemenuhan bahan kebutuhan pokok rakyat—public goods—dan peraturan daerah public regulation—agar rakyat tertib dan adanya kepastian hukum. Oleh karena itu. Asas ini bertentangan dengan Deklarasi Pemerintaan RI yang telah dilakukan melalui UNCLOS. yang meliputi: 1. Dekonsentrasi: diselenggarakan karena tidak semua tugas-tugas teknis pelayanan kepada rakyat dapat diselenggarakan dengan baik oleh Pemerintah Daerah (kabupaten/kota). 32/2004). GEOPOLITIK DAN OTONOMI DAERAH Latar Belakang Sentralisasi pelayanan dan pembinaan kepada rakyat tidak mungkin dilakukan dari pusat saja. Pada kenyataanya.serta daerah provinsi itu dibagi atas kabupaten dan kota yang masing-masing mempunyai pemerintah daerah (pasal 2 UU No. diperlukan asa dalam mengelola daerah. Jepang. 32/2004). wilayah negara dibagi atas daerah besar dan daerah kecil. Pembagian Daerah Wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia dibagi atas daerah-daerah provinsi.ccxxv D. . 2. Adapun filsafat yang dianut adalah: Pemerintah Daerah ada karena ada rakyat yang harus dilayani. Oleh karena itu.

g. Oleh karena itu. d. wilayah-wilayah tersebut terbagi habis menjadi provinsi. yustisi. Penyelenggaraan ketertiban umum dan ketentraman masyarakat. b. Banten. 1987: 55) jangan sampai menyemangati pemekaran wilayah atas dasar pendekatan kebudayaan sehingga menimbulkan benturan budaya yang berakibat pecahnya negara nasional (Huntington. Kalimantan Barat. pertahanan. f. 2. serta Maluku dan Maluku Utara—yang bebrapa saat lalu hingga kini tetap bergejolak. penanganan bidang kesehatan. Sulawesi Tengah. dan agama. Selanjutnya. baik yang berupa konflik fisik maupun konflik nonfisik (keinginan memisahkan diri dengan membentuk provinsi baru). Sulawesi Barat. a. moneter dan fiskal nasional. e. wilayah Indonesia terbagi berdasarkan subkultur dengan dibentuknya daerah keresidenan. Bangka-Belitung. d. penanggulangan masalah sosial llintas kabupaten/kota Kewenangan Wajib Pemerintah Daerah Provinsi (Pasal 13) . 1996:100). Kewenangan Pemerintah (Pasal 10 Ayat [3]): a.32/2004 tentang Pemerintaan Daerah) 1. Perencanaan. f. c. b. perlu adanya perhatian khusus pada wilayah yang dilalui Alur Laut Kepulauan Riau. penyelenggaraan pendidikan dan alokasi sumber daya manusia potensial. kewedaan. keresidenan. penyediaan sarana dan prasarana umum. Perencanaan dan pengendalian pembangunan. Pembagian Kewenangan (UU No. c. dan pengawasan tata ruang. politik luar negeri. Pada masa penjajahan Belanda. ada yang patut diwaspadai bahwa semangat otonomi seharusnya tidak menjurus pada semangat pembentukan daerah berdasarkan etnik atau subkultur. e. Pulau Lombok. Riau Kepulauan. keamanan. kabupaten/kota. Globalisasi yang menyebabkan adanya Global Parados (Naisbit. dan kecamatan.ccxxvi Sehubungan dengan ini. pemanfaatan.

k. pengendalian lingkungan hidup. penyelenggaraan pelayanan dasar lainnya. pelayanan bidang ketenagakerjaan. fsilitasi pengembangan koperasi. d. penyelenggaraan ketertiban umum dan ketentraman masayarakat. c. p. e. pelayanan pertanahan termasuk lintas kabupaten/kota pelayanan kependudukan dan pencatatan sipil. . usaha kecil. l. pelayanan administrasi umum pemerintahan. i. pelayanan bidang ketenagakerjaan lintas kabupaten/kota fsilitasi pengembangan koperasi. urusan wajib lainnya yang diamanatkan oleh peraturan perundang-undangan. o. perencanaan. penyelenggaraan pendidikan. n.ccxxvii h. m. p. tetapi dalam skala kabupaten/kota. 3. usaha kecil. penanggulangan masalah sosial. pemanfaatan. dan menengah. Pasal 14): a. k. f. h. dan menengah. Kewenangan Pemerintah Daerah Kabupaten dan Kota (pada dasarnya sama. pelayanan kependudukan dan pencatatan sipil. termasuk lintas kabupaten/kota. pelayanan administrasi penanaman modal termasuk lintas kabupaten/kota penyelenggaraan pelayanan dasar lainnya yang belum dapat dilaksanakan oleh kabupaten/kota. perencanaan dan pengendalian pembangunan. penyediaan sarana dan prasarana umum. l. g. j. pelayanan administrasi penanaman modal. pelayanan pertanahan. pengendalian lingkungan hidup. i. n. penanganan bidang kesehatan. b. dan pengawasan tata ruang. dan urusan wajib lainnya yang diamanatkan oleh peraturan perundang-undangan. o. j. pelayanan administrasi umum pemerintahan. m.

Kewenangan Pemerintah Daerah untuk mengelola sumber daya alam dan sumber daya lainnya di wilayah laut (Pasal 18): a. c. b. dan c. dan ikur serta dalam pertahanan kedaulatan negara. dan d.lain-lain Pendapatan Asli Daerah yang sah. dana bagi hasil dari pajak dan sumber daya alam. dana alokasi khusus. Pendapatan Asli Daerah : a. Sumber Penerimaan Pelaksanaan Desentralisasi Membagi adil dan merata hasil potensi masyarakat.dana alokasi umum. Dana Perimbangan Daerah. hasil pengelolaan kekayaan daerah. b. f. diperlukan aturan yang baku.retribusi daerah. berasal dari pinjaman APBN. b. pengaturan administrasi. pengaturan tata ruang. terdiri atas: a. Dari ketentuan tersebut. ikut serta pemeliharaan keamanan. U . d. dan pengelolaan laut. e. 3. 4. eksploitasi. Agar adil dan merata. Pinjaman daerah: daerah dapat meminjam dari dalam negeri dan luar negeri (melalui Pemerintah Pusat) dengan persetujuan DPR. pajak daerah. c. Adapun batas wilayahnya adalah paling jauh 12 mil laut diukur dari garis pantai ke arah laut lepas dan 1/3-nya menjadi kewenangan daerah kabupaten/kota. Lain-lain penerimaan yang sah termasuk Dana Darurat. antara lain: 1. 2. eksplorasi. dikeluarkan beberapa istilah tentang dana untuk keperluan pembinaan wilayah. penegakan hukum terhadap peraturan yang dikeluarkan oleh daerah atau yang dilimpahkan kewenangannya oleh Pemerintah. konservasi.ccxxviii 4.

RTRW Provinsi sudah sesuai. RTRW Kabupaten dan Kota masih di bawah 50% yang telah menjadi Perda (dikukuhkan). terjadi pergeseran batas negara secara imajiner.ccxxix Daerah Frontier Banyak pimpinan daerah politisi dan pejabat daerah yang tidak menyadari dan mendalami makna filosofi otonomi daerah sehingga ada wilayah yang terpencil. baik provinsi maupun kabupaten dan kota. Dari 91 pulau yang menjadi titik batas (point) ada 12 pulau yang rawan diserobot oleh negara lain. berupa kemudahan masyarakat untuk dapat memenuhi kebutuhan hidup. Daerah frontier (Sunardi. baik melalui okupasi diam-diam (silent occupation) maupun melalul penetrasi budaya dan ekonomi. perlu berdirinya jawatan pencatatan pulau/pantai yang dikenal sebagal Marine Cadastre. ternyata perlu mengubah K . 32/2004. tetapi apabila hinterlatid ini berada di tapal batas . berupa kesamaan subkultur (suku) dan kemudahan mendapatkan fasilitas perlindungan masa depan (sekolah. Dorongan politik. dan telah menjadi Perda. serta 3. kesehatan/social security. Pada saat mengacu UU No. 2004: 151) terjadi antara lain: 1. Mereka sering mengabaikan daerah "hinterland' (pedalaman). mengingat banyak pulaupulau sepanjang perbatasan yang rawan untuk dikuasai negara tetangga. 2. antara lain adanya kepastian hukum dan tidak menutup kemungkinan adanya tuntutan referendum. perlu ditinjau kembali rencana tata ruang wilayah (RTRW). Dorongan sosial budaya.batas resmi. baik dengan manusia maupun dengan alam sehingga terjadi simbiosis. Akibatnya. Dorongan ekonomi. 32/2004. Daerah frontier terbentuk karena sifat manusia yang saling bergantung. Dengan diundangkannya UU No. Namun. 22/1999 tentang Pemerintahan Daerah. Pembinaan wilayah frontier laut hendaknya mendapat prioritas. Kehidupan masyarakat Indonesia dengan masyarakat negara jiran menjadi saling mempengaruhi. bahkan terisolasi pada era globalisasi. dan lain-lain). daerah ini merupakan daerah "frontier". Rencana Tata Ruang Wilayah Berkaitan dengan diundangkannya UU No. Untuk itu. yang dikukuhkan melalui perjanjian internasional dengan negara jiran.

Pengubahan RTRW hendaknya mengacu pada kepentingan nasional. dan berkelanjutan. Kerusakan lingkungan pada pulau-pulau yang tidak berpenghuni seperti halnya kasus di atas pada gilirannya akan merugikan masyarakat. Pemanfaatan ruang bagi semua kepentingm secara terpadu. keserasian. Padahal. persamaan. Oleh karena itu. Sebagai contoh. yaitu: 1. Tercapainya kelestarian. Terjaminnya generasi masa kini clan generasi masa depan. jelaslah bahwa masyarakat dan pemerintah sering mengabaikan baku mutu lingkungan. yaitu dengan terabaikannya salah satu sektor. reklamasi pantai utara DKI Jakarta dengan menebang hutan bakau menimbulkan banjir yang tidak saja menimpa DKI Jakarta. . terwujudnya manusia indonesia sebagai insan lingkungan hidup yang memiliki sikap untuk melindungi dan membina lingkungan hidup. tetapi juga provinsi lain. dan perlinclungan hukum. tidak hanya mengacu pada kepentingan daerah semata (UU No. 2. Selama ini sering RTRW lebih berorientasi pada negara kontinen sehingga upaya pembenahan pantai kurang berkaitan dengan masalah lingkungan hidup. baik oleh pusat maupun daerah. 2. dan keseimbangan antara manusia dan alam. serasi. semua komponen masyarakat hendaknya mengacu pada filsafat yang mendasarinya. maka akan didapat hal-hal berikut: 1. keadilan. Dengan menyadari akan filsofi ini. perlu standardisasi penataan ruang dan sudah barang tentu mengacu pada asas negara kepulauan. Kurangnya pemahaman akan makna hakikat negara Nusantara. 3. Dari gambaran tersebut. 24/1992). berdaya guna dan berhasil guna. Keterbukaan.ccxxx RTRW. Kasus yang sekarang masih terkatung-katung hingga kini adalah masih adanya limbah B-3 dari Singapura yang dionggokkan di pulau-pulau Provinsi Kepulauan Riau. Tercapainya kelestarian lingkungan hidup. menyebabkan meningkatnya kerusakan lingkungan tidak saja di darat. Masuknya limbah B-3 sebagai barang impor menandakan bahwa Indonesia masih belum—mungkin tidak—tahu akan bahaya limbah B-3 yang dimasukkan sebagai pupuk untuk pertanian. Kewajiban memiliki analisis dampak lingkungan (amdal) sering terabaikan karena kurang disadari oleh para pejabat di daerah. 4. Pulau-pulau tempat teronggoknya limbah B-3 temyata belum terencana peruntukannya oleh Pemerintah. tetapi juga di daerah maritim. selaras.

Akibatnya. tetapi tidak tabu apa atau pulau mana yang hilang. Dengan adanya Marine Cadastre. serta Memberikan batas wewenang pada daerah otonom tentang batas laut berdasarkan koordinat tidak berdasarkan perkiraan. Ini juga disebabkan kurangnya perhatian pengambil kebijakan—negarawan. banyak pulau-pulau yang hilang—dituntut kepemilikannya oleh negara jiran ataupun menjadi rusak karena alam dan manusia Indonesia—yang tidak diketahui. penyusunan rtrw perlu benar-benar terpadu.703 pulau dan sisanya sebanyak 11. . Dapat menuntut hak (claim) atas pulau tersebut di wilayah Indonesia apabila diduduki secara diam-diam oleh negara tetangga. dengan upaya proaktif.801 belum bernama (Data Mabes TNI. politisi. serta para pemimpin nonformal—di negeri ini. 2005). seperti sekarang ini yang berakibat pada konflik di kalangan masyarakat. bahkan gelap. serta ciri flora dan fauna—sehingga akan mudah bagi Indonesia untuk mendaftarkan diri ke PBB di New York. Pendaftaran Wilayah Maritim (Marine Cadastre) Tanah Air Indonesia memiliki sebanyak 17. 2. Terkendalinya pemanfaatan sumber daya secara bijaksana. 6. serta Terlindungnya nkri dari dampak kegiatan di luar wilayah nkri yang menyebabkan pencemaran dan atau perusakan lingkungan hidup.ccxxxi 5. perlu berdirinya jawatan pencatatan pulau/pantai yang dikenal sebagai Marine Cadastre. Adapun keuntungan yang didapat dari Marine Cadastre. Jangan sampai Indonesia kehilangan pulau. diharapkan Indonesia mampu menginventarisasi jumlah pulau. antara lain: 1. letak. dokumentasi nasional tentang konfigurasi kepulauan Indonesia tidak jelas.504 pulau dan yang bernama hanya 5. Walhasil. Oleh karena itu. Untuk itu. lengkap dengan tata letak (koordinat pada peta taut) dan konfigurasinya—luas. 3.

3. indonesia harus segera mengidentifikasikan pulau-pulau yang tersebar luas. dengan ditindak lanjuti secara proaktif dalam bentuk pengawasan. serta nelayan ikut memonitor para pengganggu negara yang melakukan pencurian ikan. penambahan ALKI sesuai dengan permintaan International Maritime Organization harus tetap ditolak karena pada hakikatnya akan membuat wilayah Indonesia menjadi terbuka sehingga kontraproduktif dibandingkan dengan Deklarasi Juanda. yang diisi oleh keluarga nelayan/pelaut. 2. ALKI perlu diinformasikan lebih intensif kepada masyarakat maritim Indonesia. dan perusakan alat navigasi laut. Dalam menghadapi negara adidaya yang sejak semula menentang negara Nusantara. Dalam menghadapi malaysia dan singapura yang menggunakan kekerasan. Dalam menghadapi australia dengan proyek australia maritimeidentification zone (amiz). 3. serta Dengan adanya kunjungan presiden dan wakil presiden ke perbatasan diharapkan akan meningkatkan rasa nasionalisme rakyat indonesia. Penambahan ALKI dapat mengakibatkan wilayah Indonesia terbuka kembali. Mewaspadai "silent occupation" dengan pemantapan pembinaan kekuatan maritim. perlu diwaspadai adanya ”five power defence agreement” yang masih berlaku.ccxxxii E. Apabila menghadapi negara yang berkepentingan dengan perikanan: 1. karena itu nelayan harus belajar membaca peta laut dan menggunakan peralatan navigasi dengan lebih baik. Upaya Menghadapi Geopolitik dan Geostrategi Negara Jiran Dalam menghadapi ASEAN dan Australia. Meningkatkan kemampuan nelayan dari nelayan pantai menjadi nelayan laut. tindakan Indonesia paling tidak : 1. 2. . Dengan demikian. 4. tidak seperti sekarang ini yang masih dibangun oleh petani gunung. laut nusantara menjadi ”high seas”. pencemaran lingkungan. 2. hendaknya Indonesia tetap menolak penambahan ALKI. Dalam menghadapi negara yang memiliki armada angkutan laut besar yang ingin tetap berperan dalam era globalisasi: 1. Pembangunan desa pantai.

serta lingkungan geografinya yang berwujud negara kepulauan berdasarkan pancasila dan UUD 1945. Jelaskan konsepsi-konsepsi geopolitik . serta kepentingan kawasan untuk menyelenggarakan dan membina kesejahteraan. dengan merujuk kepada percaturan politik internasional. 4) Tujuan bangsa indonesia dilihat dari konsep geopolitknya adalah menjunjung tinggi kepentingan nasional. Jelaskan pengertian geopolitik 2.ccxxxiii PENUTUP Dari pembahasan tentang Geopolitik Indonesia. SOAL LATIHAN Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini : 1. maka dapat disimpulkan sebagai berikut : 1) Menurut etimologi geopolitik berasal dari dua kata yaitu “geo” yang berarti bumi dan “politik” yang berhubungan dengan kekuasaan atau pemerintahan. sejarah dan ilmu social. serta sumber daya alam wilayah Negara tersebut. yang mencakup lokasi. luas. kedamaian dan budi luhur serta martabat manusia di seluruh dunia. yang secara umum didefinisikan sebagai cara pandang dan sikap bangsa indonesia tentang dirinya yang bhinneka.(Pasal 1 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah) 6) Pelaksanaan otonomi daerah dipengaruhi oleh faktor-faktor yang meliputi kemampuan si pelaksana. dan kemampuan dalam berorganisasi. kemampuan dalam keuangan. ketersediaan alat dan bahan. sedangkan menurut istilah geopolitik adalah suatu studi yang mengkaji masalah-masalah geografi. 3) Geopolitik indonesia dinamakan wawasan nusantara. 5) Otonomi daerah adalah kewenangan daerah otonom untuk mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat menurut prakarsa sendiri berdasarkan aspirasi masyarakat sesuai dengan peraturan perundang-undangan. 2) Geopolitik penting untuk dipelajari dan diketahui karena mengkaji makna strategis suatu wilayah geografi.

ccxxxiv 3. Gambarkan secara singkat kondisi geopolitik Indonesia 4. Pembinaan Ketahanan Bangsa. Sunardi. John (terjemahan). The Borderless World. Kusumatmadja. 1995. Ketahanan Nasional. Indonesia and the Law of the Sea. 1981. DR. Kapita Selekta Pendidikan Kewarganegaraan (untuk Mahasiswa) bag I & II . Wawasan Nasional Indonesia. Bandung: Alumni. London: Fontana. M. Grand Strategy. Global Paradox. Samuel P. Jakarta: C S I S Huntington. 2003. Ermaya dan Alex Dinuth (Pnyt). Hak Cipta. Semakin Besar Ekonomi Dunia Semakin Kuat Perusahaan Kecil. The Clash of Civilization and the Remaking of the World Order. Prof. Serpong: Lembaga Ilmu Humaniora ITI. Konsep Hukum Negara Nusantara Pada Konvensi Hukum Laut III. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Ditjen Dikti Depnas. Naisbitt. Sumardi. Modul Acuan Proses Pembelajaran MPK Pendidikan Kewarganegaraan. Jakarta: PT Kuadernita Adidarma. Jakarta: Paradigma Cipta Tatrigama .. 1996. Jakarta: Binarupa Aksara. Geopolitik dan Konsepsi Ketahanan Nasional. 1994. John M. Juajir. dalam rangka nemperkokoh keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Akar-akar Kebangsaan Indonesia. Power and Strategy in the Interlined Economy. 1974. Jakarta: Kompas. Collins. Anna-polis. Jelaskan wawasan nusantara sebagai landasan geopolitik Indonesia BAHAN BACAAN Basrie. R. Ditjen Dikti. Simbolon. Chaidir Drs. 2002. Depdiknas. Jakarta: PT Pradnya Paramita. Soewarso. 2004. Wawasan Nusantara. Jakarta: Ditjen Dikti. Kenichi. ---------. 1995. Ohmae. Ma : US Naval Institutem Djalal. Mochtar. Menjadi Indonesia.Si. Hasyim. Principle and Practices. Jakarta : Balai Pustaka. Parakitri T. 2001. Hukum Ruang Angkasa (Suatu Pengantar). Wawasan Nusantara.London. M. 2001. 1995. 1996. UK: Touchstone Book Co. 1991. 2002. Suradinata. Buku I.

Dengan demikian. dan ikut serta melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan. Jelaskan landasan geostrategi Indonesia 4. dan keadilan sosial. Geostrategi menjadi sangat penting karena setiap bangsa yang telah menegara membutuhkan strategi dalam memanfaatkan wilayah negara sebagai ruang hidup nasional.ccxxxv BAB XII GEOSTRATEGI INDONESIA A. ekonomis. Ruang Lingkup Bahan pembelajaran ini akan membahas : 1. sarana. dan hankam. sosial budaya. Jelaskan perkembangan geostrategi Indonesia 3. dan sasaran perwujudan kepentingan. Semua ini dalam rangka menentukan kebijakan. serta tujuan nasional melalui pembangunan. Pembukaan UUD 1945 memberikan amanat kepada para penyelenggara negara agar dalam hidup berbangsa dan negara dalam lingkup nasional diarahkan untuk mewujudkan upaya melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia. serta sasaran pembangunan untuk mencapai kepentingan dan tujuan nasional tersebut. politis. Jelaskan konsepsi dasar ketahanan nasional . Latar Belakang Geostrategi merupakan masalah penting bagi setiap bangsa. Selain itu. sarana. Jelaskan Pengertian geostrategi 2. B. Geostrategi Indonesia pada dasarnya adalah strategi nasional bangsa Indonesia dalam memanfaatkan wilayah negara republik Indonesia sebagai ruang hidup nasional untuk merancang arahan tentang kebijakan. untuk memajukan kesejahteraan umum. baik pada masa lampau. suatu bangsa itu tetap eksis dalam arti ideologis. mencerdaskan kehidupan bangsa. perdamaian abadi. Geostrataegi Indonesia dirumuskan dalam wujud Konsepsi "Ketahanan Nasional". maupun masa mendatang. kini.

Sasaran Pembelajaran Modul Setelah proses pembelajaran. Menggunakan konsep Ketahanan Nasional dalam memecahkan persoalan atau mencari solusi persoalan yang muncul dalam masyarakat. Menjelaskan pengertian Ketahanan Nasional. . Menyadari bahwa Ketahanan Nasional sangat diperlukan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Mahasiswa diharapkan mampu memahami dan menganalisis konsep Geostiategi Indonesia yang berupa konsep Ketahanan Nasional Indonesia Melalui pembelajaran ini mahasiswa diharapkan dapat : 1. Menggambarkan keterkaitan berbagai aspek Ketahanan Nasional.ccxxxvi C. 4. serta 5. 2. 3. Menganalisis isu-isu aktual berdasarkan perspektif Ketahanan Nasional.

Pengertian Geostrategi Dan Geostrategi Indonesia a. tujuan. Geostrategi Indonesia pada waktu itu dimaknai sebagai strategi untuk mengembangkan dan membangun kemampuan teritorial dan kemampuan gerilya untuk menghadapi ancaman komunis di Indocina. Geostrategi Indonesia memberi arahan tentang bagaimana merancang strategi pembangunan untuk mewujudkan masa depan yang lebih baik. dan sarana-sarana untuk mencapai tujuan nasional bangsa Indonesia. Isi konsep geostrategi Indonesia yang tenimus adalah pentingnya pengkajian terhadap perkembangan lingkungan strategi di kawasan Indonesia yang ditandai dengan meluasnya pengaruh Komunis. Oleh karena itu. Perkembangan Konsep Geostrategi Indonesia Pada awalnya pengembangan awal geostrategi Indonesia digagas Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (SESKOAD) Bandung tahun 1962. aman. tujuan. b.ccxxxvii URAIAN BAHAN PEMBELAJARAN A. Pengertian Geostrategi Geostartegi merupakan strategi dalam memanfaatkan konstelasi geografi negara untuk menentukan kebijakan. juga untuk mengembangkan kekuatan nasional dalam menghadapi dan . B. Pada tahun 1965-an lembaga ketahanan nasional mengembangkan konsep geostrategi Indonesia yang lebih maju dengan rumusan sebagai berikut: Bahwa geostrategi Indonesia harus berupa sebuah konsep strategi untuk mengembangkan keuletan dan daya tahan. Geostrategi dapat pula dikatakan sebagai pemanfaatan kondisi lingkungan dalam upaya mewujudkan tujuan politik. geostrategi Indonesia bukanlah merupakan geopolitik untuk kepentingan politik dan perang. serta sarana-sarana untuk mencapai tujuan nasional. dan sejahtera. melainkan untuk kepentingan kesejahteraan dan keamanan. Pengertian Geostrategi Indonesia Merupakan strategi dalam memanfaatkan konstelasi geografi negara Indonesia untuk menentukan kebijakan.

Menunjang tugas pokok pemerintahan Indonesia dalam: 1 ) menegakkan hukum dan ketertiban (law and order). metode. Geostrategi Indonesia sebagai pelaksanaan geopolitik Indonesia memiliki dua sifat pokok sebagai benkut. 4) terwujudnya keadilan hukum dan keadilan sosial (yuridical justice and social . b. dan hankam. sosial budaya. tapi tetap terlihat konsep geostrategi Indonesia baru sekadar membangun kemampuan nasional sebagai faktor kekuatan penangkal bahaya. baik bersifat internal maupun ekstemal. serta 5) tersedianya kesempatan rakyat untuk mengaktualisasikan din (freedom of the people). dan doktrin dalam pembangunan nasional. Hal ini untuk upaya kelestarian dan eksistensi hidup negara dan bangsa dalam mewujudkan cita-cita proklamasi dan tujuan nasional. Pengembangan konsep geostrategi Indonesia bahkan juga dikembangkan oleh negara-negara yang lain dengan bertujuan : a. politik. Gagasan ini agak lebih progresif.ccxxxviii menangkal ancaman. Terhitung mulai tahun 1974 geostrategi Indonesia ditegaskan wujudnya dalam bentuk rumusan ketahanan nasional sebagai kondisi. maupun aspek-aspek alamiah. 2) terwujudnya kesejahteraan dan kemakmuran (welfare and prosperity). tantangan. hambatan. dan gangguan. Pada era itu konsepsi geostrategi Indonesia dibatasi sebagai metode untuk mengembangkan potensi ketahanan nasional dengan pendekatan keamanan dan kesejahteraan untuk menjaga identitas kelangsungan serta integritas nasional sehingga tujuan nasional dapat tercapai. Sejak tahun 1972 Lembaga Ketahanan Nasional terus melakukan pengkajian tentang geostrategi Indonesia yang lebih sesuai dengan konstelasi Indonesia. justice). baik yang berbasis pada aspek ideologi. Menyusun dan mengembangkan potensi kekuatan nasional. 3) terselenggaranya pertahanan dan keamanan (defense and prosperity).

. serta eksistensi bangsa dan negara Indonesia. Tannas adalah keuletan dan daya tahan nasional dalam menghadapi segala ancaman. baik yang datang dari luar maupun dari dalam yang langsung ataupun tidak langsung membahayakan kelangsungan negara dan bangsa Indonesia. baik yang datang dari luar maupun dan dalam yang langsung ataupun tidak langsung membahayakan kelangsungan negara dan bangsa Indonesia. hambatan. C. serta perjuangan nasional.ccxxxix a.Ketahanan Nasional adalah merupakan kondisi dinamis suatu bangsa berisi keuletan dan.Tannas adalah pertahanan wilayah oleh seluruh rakyat. 5) Gagasan Tannas menurut GBHN 1978-1997. yaitu pengembangan potensi kekuatan bangsa dalam ideologi. ketangguhan yang mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional di dalam menghadapi dan mengatasi segala ancaman. politik.Tannas adalah kondisi dinamis yang merupakan integrasi dari kondisi tiap aspek kehidupan bangsa dan negara. Dalam kedudukannya sebagai konsepsi penangkalan. dan tantangan. ekonomi. 3) Gagasan Tannas oleh Lemhanas tahun 1969-an. gangguan.Tannas adalah keuletan dan daya tahan nasional dalam menghadapi segala kekuatan. SKEP/1382/XG/1974. geostrategi Indonesia ditujukan menangkal segala bentuk ancaman. Bersifat developmental/pengembangan. integritas. Bersifat daya tangkal. baik yang datang dari dalam maupun dari luar yang langsung ataupun tidak langsung. b. kelangsungan hidup bangsa dan negara. membahayakan integritas. Ketahanan Nasional Sebagai Perwujudan Geostrategi Indonesia a. identitas. dan hankarn sehingga tercapai kesejahteraan rakyat. sosial budaya. gangguan. dan tantangan terhadap identitas. 2) Gagasan Tannas oleh Lemhanas tahun 1963-an. Perkembangan Konsep Pengertian Tannas 1) Gagasan Tannas oleh Seskoad tahun 1960-an. 4) Gagasan Tannas berdasar SK Menhankam/Pangab No.

Kelemahan salah satu bidang akan mengakibatkan kelemahan bidang yang lain. Hakikat Ketahanan Nasional Pada hakikatnya Ketahanan Nasional adalah kemampuan dan ketangguhan suatu bangsa untuk dapat menjamin kelangsungan hidupnya menuju kejayaan bangsa dan negara. serta 7) tidak bergantudg pada pihak lain. . 3) kewibawaan. metode pendekatan dan pengkajian ketahanan nasional terdiri atas pendekatan keamanan dan pendekatan kesejahteraaan. Sifat-sifat ketahanan nasional adalah sebagai benkut : 1) manunggal. dilaksanakan dengan mengelola dan menyelenggarakan kesejahteraan dan keamanan terhadap sistem kehidupan nasional. 2) mawas ke dalam. Ketahanan Nasional mengandung makna keutuhan semua potensi yang terdapat dalam wilayah nasional. c. Ketahanan nasional ini bergantung pada kemampuan bangsa dan seluruh warga negara dalam membina aspek alamiah serta aspek sosial sebagai landasan penyelenggaraan kehidupan nasional di segala bidang.ccxl b. serta memiliki hubungan erat antargatra di dalamnya secara komprehensif integral. 5) tidak membenarkan sikap adu kekuasaan dan adu kekuatan. 6) percaya pada din sendiri. Sebagai konsepsi pengaturan dan penyelenggaraan kehidupan berbangsa dan bernegara. Untuk mewujudkan ketahanan nasional. 4) berubah menurut waktu. Sifat-Sifat Ketahanan Nasional. baik fisik maupun sosial. yang dapat memengaruhi kondisi keseluruhan.

maka model ini diturunkan secara analitis. dan (5) Gatra Pertahanan Keamanan. (2) Gatra keadaan dan kekayaan alam. Bila model Lemhanas berevolusi dan observasi empiris perjalanan perjuangan bangsa. (2) Gatra Politik. ia menganggap pentingnya perjuangan untuk mendapatkan power position dalam satu kawasan. (3) Gatra-Ekonomi. Dalam analisisnya. b) Aspek Pancagatra Kehidupan Sosial: (1) Gatraldeologi.ccxli d. Morgenthau menekankan pentingnya kekuatan nasional dibina dalam kaitairnya dengan negara-negara lain. Artinya. menggunakan kemampuannya. yang dikembangkan oleh Lemhanas ini menyiinpulkan adanya 8 unsur . (4) Gatra Sosial Budaya. 2) Model Morgenthau Model ini bersifat deskriptif kualitatif dengan jumlah gatra yang cukup banyak. serta (3) Gatra keadaan dan kemampuan penduduk. Konsepsi Dasar Ketahanan Nasonal 1) Model Astagatra Model ini merupakan perangkat hubungan bidang-bidang kehidupan manusia dan budaya yang berlangsung di atas bumi ini dengan memanfaatkan segala kekayaan alam yang dapat dicapai dengan Model aspek kehidupan nasional yaitu: a) Aspek Trigatra Kehidupan Alamiah: (1) Gatra letak dan kedudukan geografi. maka terdapat advokasi untuk memperoleh power position sehingga muncul strategi ke arah balanced power. Sebagai konsekuensinya.

dapat dicapai peningkatan dan pengembangan kemampuan nasional. Menurut Cline suatu negara akan muncul sebagai kekuatan besar apabila ia memiliki potensi geografi besar atau negara secara fisik yang wilayahnya besar dan memiliki sumber daya manusia yang besar pula. tetapi jumlah penduduknya kecil juga tidak akan menjadi negara besar walaupun berteknologi maju.ccxlii 3) Model Alfred Thayer Mahan Mahan dalam bukunya "The Influence Seapower on History" mengatakan bahwa kekuatan nasional suatu bangsa dapat dipenuhi apabila bangsa tersebut memenuhi unsur-unsur sebagai berikut: a) Letak geografi b) Bentuk atau wujud bumi c) Luas wilayah d) Jumlah penduduk e) Watak nasional atau bangsa f) Sifat pemerintahan 4) Model Cline Cline melihat suatu negara dan luar sebagaimana dipersepsikan oleh negara lain. Baginya hubungan antemegara pada hakikatnya amat dipengaruhi oleh persepsi suatu negara terhadap negara lainnya. suatu negara dengan wilayah yang besar. Komponeri Strategi Astagatra Komponen strategi Astagatra merupakan perangkat hubungan bidang-bidang kehidupan manusia dan budaya yang berlangsung di atas bumi ini. termasuk di dalamnya persepsi atau sistem penangkalan dan negara lainnya. . e. Model ini mengatakan bahwa suatu negara kecil bagaimanapun majunya tidak akan dapat memproyeksikan diri sebagai negara besar. Dengan memanfaatkan dan menggunakan secara memadai segala komponen strategi tersebut. Sebaliknya.

politik. f. sosial budaya. Oleh karena itu. ekonomi. Pancagatra merupakan kelompok gatra yang intangible atau bersifat kehidupan sosial. Hubungan Komponen Strategi Antargatra Hubungan komponen strategi antargatra dalam trigatra dan pancagatra. . sumber kekayaan alam. hubungan komponen strategi dalam trigatra dan pancagatra tersusun secara utuh menyeluruh (komprehensif integral) di dalam komponen strategi astagatra.ccxliii 1) Trigatra Komponen strategi trigatra ialah gatra geografi. Trigatra merupakan kelompok gatra yang tangible atau bersifat kehidupan alamiah. dan penduduk. dan pertahanan keamanan. serta antargatra itu sendiri terdapat hubungan timbal balik yang erat dan lazim hubungan (korelasi) disebut dan ketergantungan (interdependency). 2) Pancagatra Komponen strategi pancagatra adalah gatra ideologi.

Jelaskan Pengertian geostrategi 2. . Sumbangan ilmu Sosial Terhadap Ketahanan Nasional. Armaidy Armawi (ed). Dengan demikian kondisi ketahanan nasional erat kaitannya dengan kondisi rasa keadilan. Lemhanas.ccxliv PENUTUP Dalam negara republik Indonesia yang berdasarkan ketuhanan yang maha esa menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab. Kondisi rasa keadilan merupakan tolak ukur yang kongkrit bagi terwujudnya ketahanan nasional dalam pengertian kualitas dan tujuan ( in terms of quality-in terms of output ). 1996. Gadjah Mada University Press: Yogyakarta. prinsip keadilan merupakan hal yang senantiasa ditegakkan karena keadilan adalah daya hidup manusia. Jelaskan perkembangan geostrategi Indonesia 3. (ed).Nasionalisme dan Ketahanan Nasional. (ed). Regionalisme. Lemah dan teguhnya kondisi ketahanan nasional sangat ditentukan oleh terpenuhinya rasa keadilan sosial. yaitu ketahanan nasional adalah integrasi kondisi keadilan disegenap aspek sistem kehidupan masyarakat Indonesia. kondisi demikian akan membawa implikasi yang sangat luas terhadap eksistansi bangsa dan negara. Kewiraan Untuk Mahasiswa. Diterbitkan dengan Kerja Sama Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Depdikbud dan Gramedia: Jakarta. sebab “musuh utama” dari bangsa Indonesia adalah “ketidakadilan sosial”. Adapun perumusannya. Gadjah Mada University Press: Yogyakarta. 1997. 1998. Gadjah Mada University Press: Yogyakarta. Jelaskan konsepsi dasar ketahanan nasional BAHAN BACAAN Ichlasul Amal. Oleh karena itu. Jelaskan landasan geostrategi Indonesia 4. Keterbukaan Informasi dan Ketahanan Nasional. -----------------. 1996. SOAL LATIHAN Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini : 1. -----------------.

2004. Program Studi Ketahanan Nasional S. Sishankamrata/Ketahanan Nasional. Nasution. Suniodiningrat. PT Kuatemita Adidarma: Jakarta. S. 2001.S. Suryohadiprojo. .Ps-UGM: Yogyakarta. RM. Peranan Para Pemimpin dan Patriot Bangsa dalam Mempertahankan Kelangsungan Hidup Bangsa dan Negara. Sunardi. Program Studi Ketahanan Nasional S. Jumal Ketahanan Nasional. Santoso.Ps-UGM: Yogyakarta.2001.2002.ccxlv ----------------. Pendidikan Kewarganegaraan. Gunawan. Jakarta. Budi. Sayidiman. Jurnal Ketahanan Nasional. 1977. Program Studi Ketahanan Nasional S. Integrasi Bangsa. A H.UGM: Yogyakarta. Gramedia: Jakarta. Jumal Ketahanan Nasional. Mimeo: Jakarta. Pembangunan Ekonomi dan Inlegrasi Bangsa. 2004. Pembinaan Ketahanan Bangsa.Ps .

epistemologi.ccxlvi EVALUASI A. dan berpartisipasi aktif dalam membangun kehidupan yang damai berdasarkan sistem pancasila. 8. etika. 3. idiologi bangsa dan sistem konstitusi serta sistem politik dan ketatanegaraan indonesia. civic convidence. 1. KONTRAK PEMBELAJARAN 1. Pendidikan pancasila diarahkan pada materi pancasila sebagai sistem filsafat. Deskripsi Mata Kuliah Matakuliah ini merupakan penggabungan dua materi inti kurikulum nasional yaitu pendidikan pancasila dan pendidikan kewarganegaraan. Adapun pendidikan kewarganegaraan diarahkan pada materi civic. 3. 2. Serta menjadi warga negara yang memiliki daya saing. Mahasiswa dapat mengidentifikasi dan menganalisis HAM. democrasi dan citizenship education serta muatan PPBN (pendidikan pendahuluan bela negara) secara parsial berupa wawasan kebangsaan dan konsep ketahanan nasional. Hasil Amandemen UUD 1945 dan Hubungan Antara Lembaga. Manfaat Mata Kuliah Mata kuliah ini diharapkan dapat memberikan manfaat beruapa menjadikan ilmuan dan profesional yang memiliki rasa kebangsaan dan cinta tanah air. Tujuan Pembelajaran Pada akhir pembelajaran mata kuliah ini. . 7. 5. 4. Mahasiswa dapat memahami pancasila sebagai idiologi bangsa dan negara Mahasiswa dapat mengenali karakteristik identitas nasional sehingga dapat memiliki daya tangkal terhadap berbagai hal yang akan menghilangkan identitas nasional indonesia Mahasiswa dapat menjelaskan konsep dasar ketatanegaraan secara konstitusional. mahasiswa diharapkan mampu : Mahasiswa dapat memahami latar belakang. dan aksiologi filsafat Pancasila sehingga dengan pemahaman tersebut dapat tumbuh personal wisdom yang integratif dalam dimensi kompentensi kewarganegaraan (civic knowledge. 6. serta dapat mengembangkan sikap demokrasi dalam kehidupannya sehari-hari. 2. civic skills. dan civic competence). demokratis yang berkeadaban.Lembaga Mahasiswa dapat mengenali masalah-masalah strategis dalam politik dan strategi nasional Mahasiswa dapat mengerti. memahami tentang demokrasi dan pendidikan demokrasi.berdisiplin. civic commitment. tujuan dan kompetensi pendidikan kewarganegaraan Mahasiswa dapat memahami nilai-nilai jati diri bangsa melalui pengkajian aspek ontologi.

Bagan 1.berdisiplin.ccxlvii Mahasiswa dapat mengetahui dan memahami aturan hukum di indonesia serta memiliki kesadaran tentang pentingnya rule of law dalam konteks kehidupan bermasyarakat. dan bernegara. berbangsa. Menjadi ilmuan dan profesional yang memiliki rasa kebangsaan dan cinta tanah air. Menjadi warga negara yang memiliki daya saing. dan berpartisipasi aktif dalam membangun kehidupan yang damai berdasarkan sistem pancasila ↑ GEOSTRATEGI INDONESIA ↑ GEOPOLITIK INDONESIA ↑ HAK DAN KEWAJIBAN WN ↑ HAM DAN RULE OF LAW ↑ DEMOKRASI INDONESIA ↑ POLITIK DAN STRATEGI Sistem konstitusi Sistem politik dan ketatanegaraan Indonesia ↑ IDENTITAS NASIONAL ↑ FILSAFAT PANCASILA Pancasila sebagai sistem Filsafat Pancasila sebagai Ideologi Bangsa dan Negara ↑ LATAR BELAKANG. 2. 10. Mahasiswa dapat memahami dan menganalisis konsep Geostiategi Indonesia yang berupa konsep Ketahanan Nasional Indonesia 9. Mahasiswa dapat mengidentifikasi dan menganalisis Hak dan Kewajiban warga Negara 11. TUJUAN DAN KOMPETENSI PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN . Mahasiswa dapat memahami Geo Politik Indonesia 12. Skema Materi Perkuliahan Pendidikan Kewarganegaraan 1. demokratis yang berkeadaban.

KEMAMPUAN YANG BISA DIPEROLEH MAHASISWA Penghargaan Apresiasi pendapat/toleansi Sebagai fasilitator dan motivator Networking Share vision Group decision making Time management Metode Model YANG DILAKUKAN MAHASISWA Bekerja sama dengan anggota kelompoknya dalam mengerjakan tugas Membuat rancangan proses dan bentuk penilaian berdasarkan konsensus kelompoknya sendiri. Diskusi kelompok yang dilakukan dalam bentuk diskusi panel dikelas yang mana seluruh peserta mata kuliah dapat berkonstrubusi dalam proses tersebut. Strategi Pembelajaran : SCL : Collaboratif Learning YANG DILAKUKAN DOSEN Merancang tugas yang bersifat open ended. Kemudian dilanjutkan dengan tanya jawab dan diskusi kelompok untuk mencari kesepahan terhadap materi yang dipelajari. Selanjutnya diberikan tugas mandiri dan tugas kelompok dengan maksud labih memahami materi dan memperkaya pengetahuan dengan berbagai referensi yang didapatkan dari perpustakaan maupun dari sumber lainya. . Minggu berikutnya dilanjutkan pada materi selanjutnya dengan kembali memulai proses sebelumya yaitu kuliah interaktif dan dilanjutkan dengan tugas kelompok dan tugas individu yang kemudian diskusikan.ccxlviii 4. Mata kuliah ini menggunakan metode collaboratif learning yang diawali dengan kuliah/ceramah dengan topik tertentu sesuai dengan pokok pembelajaran. baik dari internet maupun dari media massa lainnya.

. sesuai dengan jumlah substansi materi Pend. Persyaratan tugas kelompok Pemateri : a. Sesuai dengan strategi pembelajaran (Collaboratif Learning) maka: a. Setiap kelompok diskusi mempresentasikan materi dalam bentuk Microsoft Power Point (sesuai jadwal pada GBRP) PEMBAGIAN KELOMPOK DISKUSI KELOMPOK I II III IV V VI VII VIII IX X XI MATERI PANCASILA SEBAGAI SISTEM FILSAFAT PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI NASIONAL IDENTITAS NASIONAL SISTEM KONSTITUSI POLITIK DAN STRATEGI DEMOKRASI INDONESIA HAK AZASI MANUSIA RULE OF LAW HAK DAN KEWAJIBAN WN GEOPOLITIK INDONESIA GEOSTRATEGI INDONESIA 2. Daftar Pustaka) Ruang lingkup Pembahasan sesuai dengan sasaran tugas dan kasus yang ditetapkan. Pendahuluan. Setiap kelompok membuat makalah kelompok sesuai dengan subtansi materi yang ditugaskan. huruf times new roman 12. warna sampul (sesuai kesepakatan kelas) Makalah dikumpul dalam bentuk soft copy dan hard copy – Hard Copy dikumpul pada saat diskusi – Soft Copy (CD) dikumpul satu minggu setelah diskusi. c. Makalah diketik computer pada kertas ukuran kwarto. spasi 1 ½. Kata Pengantar. Syarat tugas “makalah kelompok” : • • • • Struktur Makalah (Sampul. Pembahasan.ccxlix 5. Penutup. Daftar Isi. Setiap kelas dibagi menjadi 11 (sebelas) kelompok diskusi. Kewarganegaraan b. Tugas 1.

Membuat pertanyaan kelompok maksimal 2 (dua) pertanyaan dan dikumpulkan diawal perkuliahan. 2 slide).epis. Mahasiswa Peserta • • Setiap peserta mencermati sub-materi yang menjadi tugasnya untuk diumpan balik Setiap peserta membuat paper sesuai dengan sub tema yang ditugaskan diketik komputer pada kertas ukuran kwarto. spasi 1 ½. Tugas Kelompok/Mahasiswa peserta : a.aksiologi) Pokok-pokok sila pancasila (isi arti pancasila) Fungsi dan tujuan filsafat pancasila Filsafat Pancasila Dlm Konteks PKN KELOMPOK II III.kata kunci (Singkat.ccl b. b. IV V VI VII VIII IX X XI .jelas dan menarik) Soft Copy (CD) dikumpul bersama Soft Copy Makalah Kelompok 3. Setiap kelompok peserta diwakili salah seorang anggota menjelaskan sub materi yang ditugaskan (Power Point maks. Pembagian Sub materi setiap kelompok peserta : Kelompok I : Pancasila Sebagai Sistem Filsafat SUB MATERI Hierarkhi/ Jenjang Pengetahuan Perbandingan filsafat dengan ilmu pengetahuan Ilmu filsafat dan cabang-cabangnya Pancasila Sebagai Sistem Filsafat Pengertian sistem Pancasila sebagai sistem filsafat (ont. dikumpulkan diakhir sesi perkuliahan. huruf times new roman 12.padat. c. Kelompok Peserta • • • Sub-Materi yang didiskusikan pada minggu perkuliahan dibagi pada kelompok yang tidak mempresentasi. Syarat tugas “power point ” • • • Microsoft Office Power Point Memenuhi kaidah-kaidah power point berisi kalimat kunci/ kata.

Bentuk-bentuk demokrasi. X XI KELOMPOK I II. strategi.VI VII. Pendidikan demokrasi KELOMPOK I III IV-VI VII VIII IX. Permasalahan dan agenda pembangunan nasional tahun 2004-2009 Kelompok VI: Demokrasi Indonesia SUB MATERI Makna demokrasi.X XI .XI KELOMPOK I-III V-VII VIII-XI KELOMPOK I-II III-IV VI-VIII IX-XI KELOMPOK I II. ideologi tertutup Ideologi bangsa-bangsa didunia Reformasi sosio moral Kelompok III : Identitas Nasional SUB MATERI Latar Belakang dan Pengertian Muatan dan Unsur-unsur Keterkaitan Globalisasi dengan Identitas Nasional Keterkaitan Intergrasi Nasional dan Identitas Nasional Paham Nasionalisme Revitalisasi Pancasila sebagai Pemberdayaan Identitas Nasional Kelompok IV : Sistem Konstitusi SUB MATERI Konstitusi Dinamika pelaksanaan UUD 1945 Lembaga Negara Kelompok V : Politik Dan Strategi SUB MATERI Pengertian politik.III IV V VII.IV V.VIII IX X. dan polstranas Stratifikasi politik nasional Politik pembangunan nasional dan manajemen nasional. Demokrasi dan pelaksanaannya di indonesia. Keunggulan demokrasi.VIII IX.ccli Kelompok II : Pancasila Sebagai Ideologi Bangsa Dan Negara SUB MATERI Pengertian ideologi Isi ideologi Pancasila ideologi nasional Dimensi-dimensi ideologi Ideologi terbuka . Macam-macam demokrasi yang pernah berlaku di indonesia. Nilai-nilai demokrasi.

II III-VI VII-X .IV V.IV V-VII VIII X XI KELOMPOK I II III. Prinsip-prinsip Rule of Law Secara Formal di Indonesia.cclii Kelompok VII: Hak Azasi Manusia SUB MATERI Pengertian dan ruang lingkup HAM Sejarah HAM Hak asasi dalam UUD 1945 HAM Menurut UU NO 39 TH1999 Kewajiban Asasi Manusia HAM pada tatanan global. Hak Warga Negara Kewajiban Warga Negara. Asas kewarganegaraan.IX X.VI VII IX X. Kelompok IX : Hak Dan Kewajiban Warga Negara SUB MATERI Pengertian bangsa dan Negara. Problem status kewarganegaraan.VI VIII.IV V-VII VIII. Kelompok X : Geopolitik Indonesia SUB MATERI Perkembangan Teori Geopolitik Wawasan nasional Wawasan nusantara Geopolitik Dan Hukum Kewilayahan Geopolitik Dan Otonomi Daerah Kelompok XI : Geostrategi Indonesia SUB MATERI Pengertian geostrategi Perkembangan konsep geostrategi indonesia Ketahanan Nasional Sebagai Perwujudan Geostrategi Indonesia KELOMPOK I. Isu-Isu Rule of Law.XI KELOMPOK I II III.XI KELOMPOK I.IX.II III IV V. Penduduk dan warga Negara. Kewajiban Negara dan Pemerintah. serta HAM di Indonesia: Permasalahan dan penegakannya Kelompok VIII: Rule Of Law SUB MATERI Latar Belakang Rule of Law Pengertian dan Lingkup Rule of law. Prinsip-Prinsip Rule of Law Secara Hakiki dalam Penyelenggaraan Pemerintahan di Indonesia.XI KELOMPOK I II III. serta Strategi Pelaksanaan Rule of Law.

c. warna sampul (sesuai kesepakatan kelas) • Paper maksimal satu halaman per sub materi • Paper dikumpul dalam bentuk hard copy . 15 % Geostrategi indonesia 15 % b. b. Kriteria Penilaian Penilaian akan dilakukan sesuai dengan bentuk strategi pembelajaran : a. 6. • Paper diketik komputer pada kertas ukuran kwarto.ccliii 4. Rekapitulasi penilaian substansi kajian: NO I SUBSTANSI KAJIAN SKOR % 100% 5% 95% 100% 100% 100% KONSTRIBUSI NILAI PROSES SCL Pendahuluan Pengantar Kontrak perkuliahan Penjelasan materi-materi perkuliahan Penyajian substansi TUGAS MANDIRI FINAL TES TOTAL REMEDIAL 60 II III 15 25 100 Maksimal B- . Tugas akhir mahasiswa : a. spasi 1 ½. Mahasiswa menjawab pertanyaan yang ada pada buku teks pembelajaran dan dikumpulkan pada MINGGU VIII Mahasiswa menyatukan simpulan setiap materi dan membuatnya dalam bentuk paper dan dikumpulkan pada MINGGU XIV Syarat Tugas Akhir : • Ruang lingkup paper sesuai dengan sub materi yang telah ditetapkan. Penilaian substansi kajian : SUBSTANSI KAJIAN SKOR (%) Pendahuluan 5% Pancasila sebagai sistem filsafat 10 % Pancasila sebagai ideologi nasional 5% Identitas nasional 10 % Sistem konstitusi 5% Politik dan strategi nasional 5% Demokrasi Indonesia 10 % Hak azasi manusia 5% Rule of law 5% Hak dan kewajiban warga negara 10 % Geopolitik ind. huruf times new roman 12.

00 0.50 3. Remedial dan Rentang Nilai: Ketentuan Remedial : 1. dan konversi untuk program diploma dan sarjana (S-1) sebagai berikut : NILAI ANGKA >85 81-85 76-<81 71-<76 66-<71 61-<66 51-<61 45-<51 <45 NILAI MUTU A AB+ B BC+ C D E NILAI KONVERSI 4.00 1. Pelaksanaan aturan III perkuliahan BOBOT 50 25 5% 25 SKOR .ccliv c. MHS DENGAN NILAI < 66 3. MHS DENGAN KEHADIRAN >= 80 % RENTANG NILAI : Pasal 33 (Nilai Hasil Belajar) ayat 4 (Kesetaraan nilai angka.00 2.50 2. Pelaksanaan aturan II perkuliahan Kehadiran.00 d.00 3. Kriteria penilaian: • PENDAHULUAN MINGGU INDIKATOR Kehadiran I Kehadiran.75 3. Nilai Mahasiswa Maksimal B2.75 2. nilai mutu.

Surat Edaran UPT MKU Dalam upaya lebih meningkatkan disiplin dan etika mahasiswa dalam mengikuti setiap perkuliahan. maka kepada seluruh mahasiswa peserta mata kuliah Bidang UPT.6 & 7 Persyaratan Ujian – Pasal 29 Nilai T – Pasal 30 ayat 7 & 8 b. 38 – Pasal 11 ayat 1. Peraturan Akademik Unhas • • • Kelompok Mata Kuliah – Pasal 1 ayat 34. Aturan Perkuliahan a.cclv • DISKUSI KELOMPOK “PEMAKALAH” MINGGU INDIKATOR MAKALAH Ketepatan waktu pengumpulan Terpenuhinya bagian makalah Kemutakhiran referensi PRESENTASI Ketepatan ide Kejelasan uraian Kerjasama tim presentasi Kedisiplinan Kreativitas Ketuntasan materi BOBOT 100 15 60 25 100 20 20 20 10 10 20 KN IV-XIV …% • DISKUSI KELOMPOK “PESERTA” INDIKATOR Pertanyaan kelompok Kehadiran dgn aturan perkuliahan Tugas (pr/kuis/modul) Partisipasi/ konstribusi Total BOBOT 20 20 20 40 100 KN …% MINGGU IV-XIV 7. MKU Universitas Hasanuddin agar dalam mengikuti perkuliahan dan atau praktikum kiranya mengindahkan hal-hal berikut : .5.

(Sesuai dengan aturan akademik) 3.IV &Literatur lain Buku Pend. 7.II&Literatur lain Buku Pend. tidak mencoretcoret dinding kursi atau meja kuliah. Kesepakatan Dalam Kelas Perkuliahan …………………………… 8. 2. Kegiatan Extra Kurikuler (seperti Bina Akrab. Kompetensi Pendidikan Kewarganegaraan Pancasila sebagai sistem filsafat Pancasila sebagai ideologi bangsa dan negara Identitas nasional Sistem Konstitusi Indonesia I-III Buku Pend. termasuk apabila ketentuan-ketentuan di atas tidak diindahkan oleh mahasiswa c. Rambut disisir rapi dan tidak acak-acakan. KWN Bab. 6. Menjaga kebersihan dengan tidak membuang sampah dalam ruangan. baju kaos oblong dan celana compang-camping dalam mengikuti perkuliahan dan atau praktikum. MINGGU KEHARI/TGL/WAKTU/RU ANGAN Jadwal Perkuliahan TOPIK BAHASAN BACAAN/BAB PENDAHULUAN 1. KWN Bab. Kehadiran mahasiswa dalam mengikuti perkuliahan minimal 80% baru dapat dievaluasi. rapi dan bersepatu.III&Literatur lain Buku Pend.I &Literatur lain IV V VI VII Buku Pend. Tidak diperbolehkan memakai sandal. Selama kuliah berlangsung Hand Phone (HP) dimatikan dan tidak diperbolehkan keluar masuk ruangan dan atau mondar-mandir dalam ruangan yang mengganggu perkuliahan. Berpakaian bersih. dll) tidak boleh mengganggu jadwal perkuliahan UPT. KWN Bab. KWN Bab. Penjelasan tentang materi dan aturan perkuliahan 2. Tujuan Pendidikan Kewarganegaraan 4.cclvi 1. Hadir di ruangan kuliah/praktikum tepat pada waktunya sesuai jadwal yang ada. Dosen pengajar dapat mengambil tindakan penertiban apabila mahasiswa melakukan kegiatan-kegiatan yang sifatnya dapat mengganggu jalannya perkuliahan di dalam kelas. 5.V &Literatur lain . KWN Bab. Latar Belakang Pendidikan Kewarganegaraan 3. MKU. 4.

Mahasiswa (anggota kelompok peserta) mencermati presentasi dengan fokus pada sub materi yang menjadi tugasnya untuk diumpan balik. KEGIATAN BELAJAR PROSES PEMBELAJARAN A. KWN & Literatur lain B. Mahasiswa (kelompok peserta) menyerahkan pertanyaan kelompok kepada dosen/fasilitator. Buku Pend. KWN Bab.XII &Literatur lain Geo politik indonesia Geo strategi indonesia  Tugas Akhir  UJIAN AKHIR SEMESTER  REMEDIAL  Buku Pend.VI&Literatur lain Buku Pend. KWN & Literatur lain Buku Pend. Tahap Presentasi Kelompok Pemateri ( 30 menit ) : 1.VII &Literatur lain Buku Pend. Dosen/Fasilitator : a. Tahap Awal Pembelajaran ( 10 menit ) : 1. KWN Bab.X &Literatur lain Buku Pend.cclvii VIII IX X XI XII XIII XIV XV XVI Rule of law  Hak dan kewajiban wn  Politik dan strategi nasional Demokrasi dan pendidikan demokrasi Hak asasi manusia. Menyampaikan pengantar perkuliahan b. B.IX &Literatur lain Buku Pend. Mencermati presentasi dan mengamati dinamika kelas pembelajaran . KWN Bab. Mengingatkan tentang aturan perkuliahan/kontrak belajar terkait dengan materi danstrategi pembelajaran pada minggu tersebut 2. KWN Bab. Menyerahkan makalah kelompok kepada dosen/fasilitator. KWN Bab.VIII &Literatur lain Buku Pend.XI &Literatur lain Buku Pend. Mahasiswa (kelompok pemateri) mempresentasikan materi dengan ruang lingkup sesuai dengan GBRP 2. 3. Dosen/Fasilitator : a. KWN & Literatur lain Buku Pend. KWN Bab. 3. Mahasiswa (kelompok pemateri) : a. Mempersiapkan presentasi materi (mengatur media pembelajaran) b. KWN Bab.

berbeda dengan penjelasan kelompok pemateri untuk dijelaskan pada akhir perkuliahan. 3. 3. Mahasiswa (perwakilan kelompok peserta) menjelaskan (umpan balik) pada sub materi yang menjadi tugasnya masing-masing. Mahasiswa (kelompok pemateri) : a. Mengisi kolom-kolom penilaian E. c. Membaca. Mempersiapkan jawaban pertanyaan kelompok peserta 4. . Dosen/fasilitator menyerahkan pertanyaan pilihan kepada kelompok pemateri. memilah dan memilih pertanyaan kelompok peserta diskusi d. Dosen/Fasilitator : a.. Dosen/Fasilitator : a. Mengumpan balik secara tertulis tugas makalah (mengoreksi/menambahkan) c. Mencermati diskusi dan dinamika kelas pembelajaran b. Mengarahkan dan memberi alternatif pada hal-hal yang bermasalah. 2. Mahasiswa (kelompok pemateri) menerima makalah yang telah diumpan balik oleh dosen untuk diperbaiki dan dikumpul minggu berikutnya 3. Mahasiswa (kelompok pemateri) menyampaikan jawaban terhadap pertanyaanpertanyaan kelompok peserta. Tahap Diskusi Kelas ( 50 menit ) : 1. Menyampaikan simpulan materi pembelajaran b. Tahap Umpan Balik Kelompok Peserta ( 40 menit ) : kelompok 1. Mencermati umpan balik kelompok peserta b. c.kelompok peserta) mengumpan balik jawaban pertanyaan-pertanyaan tersebut. Mahasiswa (setiap anggota kelompok peserta) mengumpulkan tugas individunya. Mengisi kolom-kolom penilaian C. Mahasiswa (anggota kelompok. Tahap Akhir Pembelajaran ( 20 menit ) : 1. Mencatat hal-hal yang penting.cclviii b. Mencermati umpan balik kelompok peserta dan mengamati dinamika kelas pembelajaran b. Mengisi kolom-kolom penilaian D. 2. Bila sasaran pembelajaran dianggap belum tercapai dengan diskusi maka dapat dimunculkan kasus terkait dengan materi pembelajaran 2. Dosen/Fasilitator : a.

Daftar Pustaka) • Ruang lingkup Pembahasan sesuai dengan sasaran tugas dan kasus yang ditetapkan. warna sampul (sesuai kesepakatan kelas) M3= Kemutakhiran referensi o Minimal satu jurnal dan empat buku pustaka = 25 o Kurang dari ketentuan = 20 o Tidak memiliki referensi/daftar pustaka =0 P1= Ketepatan ide o Penyampaian argument bedasarkan data dan fakta. spasi 1 ½. RUBRIK PENILAIAN a. Penilaian kelompok pemateri INDIKATOR MAKALAH Ketepatan waktu pengumpulan Terpenuhinya bagian makalah Kemutakhiran referensi PRESENTASI Ketepatan ide Kejelasan uraian Kerjasama tim presentasi Kedisiplinan Kreativitas Ketuntasan materi KODE M M1 M2 M3 P P1 P2 P3 P4 P5 P6 BOBOT 100 15 60 25 100 20 20 20 10 10 20 KN …% Keterangan : • M1 = Ketepatan waktu pengumpulan o Tepat waktu ( satu minggu setelah dipresentasikan) o Tidak tepat waktu o Melewati dua minggu setelah dipresentasikan • M2= Terpenuhinya bagian makalah o Terpenuhinya bagian makalah yang disyaratkan o Tidak sesuai dengan syarat tugas Syarat tugas “makalah kelompok” : • = 15 = 7.cclix C. dengan rujukan buku dan ahli = 20 o Kurang/tidak tepat = 10 o Tidak menyampaikan pendapat =0 • . Penutup. huruf times new roman 12. • Makalah diketik computer pada kertas ukuran kwarto. Pendahuluan.5 =0 = 60 = 30 • Struktur Makalah (Sampul. Daftar Isi. Pembahasan. Kata Pengantar.

Penilaian kelompok peserta INDIKATOR Pertanyaan kelompok Kehadiran dgn aturan perkuliahan Tugas Individu (paper) Konstribusi Total KODE K1 K2 K3 K4 K BOBOT 20 20 20 40 100 KN …% . o Presentasi sesuai dengan kaidah-kaidah power point/ Penggunaan contoh kasus dengan penjelasan yang mudah dipahami oleh peserta. P6= Ketuntasan Materi o Penjelasan materi oleh masing-masing anggota kelompok selesai sesuai dengan waktu yang disediakan dan terjawabnya semua pertanyaan pada sesi diskusi. efisiensi penggunaan waktu presentasi o Ketepatan waktu memulai diskusi/ efisiensi penggunaan waktu presentasi P5= Kreativitas o Presentasi sesuai dengan kaidah-kaidah power point dan Penggunaan contoh kasus dengan penjelasan yang mudah dipahami oleh peserta. o Penjelasan materi oleh masing-masing anggota kelompok selesai sesuai dengan waktu yang disediakan dan terjawabnya semua pertanyaan pada sesi diskusi.cclx • P2= Kejelasan uraian o Mampu mendekripsi. = 20 = 10 =0 • = 20 = 10 =0 • = 10 =5 • = 10 =5 • = 20 = 10 b. kesesuaian penjelasan dengan Topik bahasan o Kurang/tidak tepat o Tidak menyampaikan pendapat P3= Kerjasama tim presentasi o Setiap anggota kelompok bertugas mempresentasi dan Menguasai penjelasan o Setiap anggota kelompok bertugas mempresentasi/ Menguasai penjelasan o Tidak membagi tugas sesame anggota kelompok P4= Kedisiplinan o Ketepatan waktu memulai diskusi.

DAFTAR PENILAIAN DAFTAR NILAI MATA KULIAH PENGEMBANGAN KEPRIBADIAN MATA KULIAH : PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN FAKULTAS JURUSAN : : PROSES PEMBELAJARAN NO N I M NAMA Kehadiran IV 1 10 % V 2 5 % VI 3 10 % VII VIII 4 5 % 5 5 % IX 6 10 % X 7 5 % XI 8 5 % XII 9 10 % XIII 10 15 % XIV 11 15 % Jum lah 100 % 0 0 0 60 % 0 0 0 HARI/WAKTU RUANGAN DOSEN SCL : : : RAHMATULLAH.cclxi Keterangan : • K1 = Pertanyaan Kelompok o Ada pertanyaan klp. pertanyaan sesuai dengan materi dan dikumpul sebelum presentasi o Ada pertanyaan klp/ pertanyaan sesuai dengan materi / dikumpul sebelum presentasi o Tidak ada pertanyaan kelompok • K2 = Kehadiran dengan pelaksanaan aturan kuliah o Mahasiswa hadir dengan mengikuti aturan perkuliahan o Mahasiswa hadir tapi melanggar aturan perkuliahan o Tidak hadir K3 = Tugas individu o Mahasiswa mengumpulkan tugas pada waktu pembelajaran o Mahasiswa mengumpulkan tugas melewati waktu pembelajaran (dua minggu setelah perkuliahan) o Tidak mengumpulkan tugas individu K4 = Konstribusi o Mahasiswa yang mewakili kelompoknya mengumpan balik Sub materi yang ditugaskan/ mahasiswa yang berargumen terkait dengan materi yang dibahas o Mahasiswa yang hanya berpartisipasi (menjaga suasana diskusi yang kondusif) o Mahasiswa tidak berpartisipasi dan berkonstribusi D.Si Tgs.M. Final Tes Total Skor 100 % 0 0 0 E E E = 20 = 10 =0 = 20 = 10 =0 = 20 = 10 =0 • • = 40 = 20 =0 P I-III 5 % XV 25 % XVI 15 % 1 2 3 N I LA I . Akh.

cclxii .