i

HIBAH PENULISAN BUKU AJAR UNIVERSITAS HASANUDDIN TAHUN 2011

PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN

OLEH : RAHMATULLAH, S.Ip, M.Si

Dibiayai oleh dana DIPA BLU Universitas Hasanuddin Sesuai SK Rektor Unhas Nomor : …../H4.2/KU.10/2011 Tanggal……………..…..2011 dengan Surat Perjanjian Pelaksanaan Pekerjaan Nomor : 70/H4.21.2.4/UM.16/2011 Tanggal 14 November 2011

BIDANG MPK, MBB UNIT PELAKSANA TEKNIS MATA KULIAH UMUM (UPT MKU) UNIVERSITAS HASANUDDIN NOVEMBER 2011

ii KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN UNIVERSITAS HASANUDDIN LEMBAGA KAJIAN DAN PENGEMBANGAN PENDIDIKAN JL.Perintis Kemerdekaan Km.10 Makassar 90245 (Gedung Perpustakaan Unhas Lantai Dasar) Telp. (0411) 586200, Extr. 1064 Fax. (0411) 585188 e-mail : lkpp@unhas.ac.id =================================================================== HALAMAN PENGESAHAN HIBAH PENULISAN BUKU AJAR BAGI TENAGA AKADEMIK UNIVERSITAS HASANUDDIN TAHUN 2011 Judul Buku Ajar Nama Lengkap NIP Pangkat/Golongan Jurusan/Program Studi Fakultas/Universitas Alamat e-mail Biaya : : : : : : Pendidikan Kewarganegaraan Rahmatullah, S.Ip,M.Si 19770513 200312 1 002 Penata / IIIc Ilmu Politik Pemerintahan/ Ilmu Pemerintahan Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (SOSPOL) / Universitas Hasanuddin : rahmatullah_jafar@yahoo.com : Rp 5.000.000,- (Lima Juta Rupiah) Dibiayai oleh dana DIPA BLU Universitas Hasanuddin tahun 2011 sesuai SK Rektor Unhas Nomor : …./H4.2/KU.10/2011 Tanggal……………………..2011 Makassar , November 2011 UPT MKU Universitas Hasanuddin Kepala, Penulis

Prof.Dr.H.Hanapi Usman, M.S NIP.19570228 198703 1 001

Rahmatullah,S.Ip,M.Si NIP. 19770513 200312 1 002

Mengetahui : Ketua Lembaga Kajian dan Pengembangan Pendidikan (LKPP) Universitas Hasanuddin,

Prof.Dr.Ir.Lellah Rahim,M.Sc NIP.19630501 198803 1 004

iii

KATA PENGANTAR
Perubahan yang terjadi dewasa ini terasa begitu cepat sehingga menyebabkan seluruh tatanan yang ada didunia ini ikut berubah, sementara itu tatanan yang baru belum terbentuk. Hal ini disebabkan sendi-sendi kehidupan yang selama ini diyakini kebenarannya menjadi usang. Nilai-nilai yang menjadi anutan hidup kehilangan otoritasnya sehingga manusia menjadi bingung. Kebingungan ini menimbulkan berbagai krisis, terutama ketika terjadi krisis moneter yang dampaknya terasa sekali di bidang politik; sekaligus berpengaruh dibidang moral; serta sikap perilaku manusia diberbagai belahan dunia, khususnya Negara berkembang, termasuk Indonesia. Untuk merespon kondisi ini pemerintah perlu mengantisipasinya agar tidak menuju pada keadaan yang lebih memprihatinkan. Salah satu solusi yang dilakukan pemerintah dalam menjaga nilai-nilai anutan hidup dalam berbangsa dan bernegara secara lebih efektif adalah melalui bidang pendidikan. Upaya dibidang pendidikan, khususnya pendidikan tinggi, berupa perubahan-perubahan dibidang kurikulum. Kurikulum pengajaran diperguruan tinggi harus mampu menjawab problem transformasi nilai-nilai tersebut. Sesuai dengan acuan strategi pembangunan pendidikan nasional (UU NO.20 Tahun 2003 tentang sisdiknas), telah ditetapkan sebagai berikut : 1. Kurikulum perguruan tinggi, termasuk kurikulum inti mata kuliah pengembangan kepribadian perlu dirancang berbasis kompetensi yang sejalan dan searah dengan desain kurikulum bidang studi di perguruan tinggi. 2. Proses pembelajaran berpendekatan kepentingan mahasiswa yang bersifat mendidik dan dialogis 3. Profesionalisme dosen selaku pendidik perlu terus menerus ditingkatkan Pasal 37 ayat 2 UU NO. 20 Tahun 2003 tentang system pendidikan nasional menyatakan bahwa kurikulum pendidikan tinggi wajib memuat : 1. Pendidikan agama 2. Pendidikan Kewarganegaraan yang berlandaskan nilai-nilai Pancasila 3. Bahasa Ketentuan tersebut akan diatur lebih lanjut oleh Peraturan pemerintah, tetapi sampai sekarang Peraturan Pemerintah yang dimaksud tidak kunjung tiba. Secara khusus Universitas Hasanuddin pada semester awal 2008-2009 telah menindak lanjuti penggabungan mata kuliah

iv pendidikan pancasila dan kewarganegaraan menjadi mata kuliah pendidikan kewarganegaraan dengan kode mata kuliah 082U003. Secara ideal pendidikan pancasila dan kewarganegaraan memegang peranan untuk mengembangkan potensi mahasiswa sebagai warga Negara indonesia yang berkepribadian mantap, serta mempunyai rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan. Aktualisasi dari pendidikan pancasila dan kewarganegaraan tersebut adalah melahirkan mahasiswa sebagai ilmuan profesional, sekaligus warga Negara Indonesia yang memiliki rasa kebangsaan dan cinta tanah air (nasionalisme) yang tinggi. Sesuai dengan keputusan DIRJEN DIKTI RI tentang rambu-rambu pelaksanaan kelompok mata kuliah pengembangan kepribadian diperguruan tinggi : • VISI KELOMPOK MATA KULIAH PENGEMBANGAN KEPRIBADIAN : “Merupakan sumber nilai dan pedoman dalam pengembangan dan program studi guna mengantarkan mahasiswa memantapkan kepribadiaannya sebagai manusia indonesia seutuhnya”. • MISI KELOMPOK MATA KULIAH PENGEMBANGAN KEPRIBADIAN : “Membantu mahasiswa memantapkan kepribadiannya agar secara konsisten mampu mewujudkan nilai-nilai dasar keagamaan dan kebudayaan, rasa kebangsaan dan cinta tanah air sepanjang hayat dalam menguasai, menerapkan dan mengembangkan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni yang dimilikinya dengan rasa tanggung jawab”. • ORGANISASI PENYELENGGARAAN : “Penyelenggaraan pembelajaran MPK dan MBB dikelola oleh universitas dalam satu unit. Di universitas hasanuddin disebut UPT MKU”. Untuk mewujudkan peningkatan efektifitas proses pembelajaran mata kuliah pendidikan kewarganegaraan, disamping strategi pembelajaran, bahan ajar juga memegang peranan penting. Itulah sehingga bahan ajar pendidikan kewarganegaraan ini disusun untuk memudahkan mahasiswa mengikuti proses pembelajaran. Penyusun menyadari bahwa bahan ajar ini masih perlu disempurnakan sehingga masukan dari pembaca khususnya tim pengajar mata kuliah pendidikan kewarganegaraan sangat diperlukan. Akhir kata penyusun mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu penyusunan bahan ajar ini sehingga dapat diselesaikan tepat waktu.

v DAFTAR ISI Halaman sampul Lembar Pengesahan Kata pengantar Daftar isi Senarai Kata Penting (Glosarium) BAB I BAB II BAB III BAB IV BAB V BAB VI BAB VII BAB VIII BAB IX BAB X BAB XI BAB XII Evaluasi Pendahuluan Pancasila Sebagai Sistem Filsafat Pancasila Sebagai Ideologi Nasional Identitas Nasional Konstitusi Negara RI Sebagai Landasan Politik Dan Strategi Nasional Politik dan Strategi Nasional Demokrasi dan Pendidikan Demokrasi Hak Azasi Manusia Rule Of Law Hak Dan Kewajiban Warga Negara Geopolitik Indonesia Geostrategi Indonesia i ii iii v vi 1 15 33 45 66 96 127 147 173 180 192 227 238

2. Globalisasi 10. Paham kebangsaan yang dianut oleh suatu negara.finalis : : : : : : : : : Bidang filsafat yang membahas tentang hakikat nilai atau Segala sesuatu yang berguna atau berharga bagi manusia. sebab final dari sesuatu. Kausa materialis 14. 5. Kepribadian bangsa yang menjadi identitas nasional. Ontologi: Bidang filsafat yang membahas tentang hakikat keberadaan sesuatu dan mencari hakikat mengapa sesuatu itu ada. 6. Epistemologi: Bidang filsafat yang membahas hakikat ilmu pengetahuan tentang ilmu. Kausa.vi SENARAI KATA PENTING (GLOSARIUM) Adapun istilah kunci : 1. 3. Sistem 13. Internasionalisasi 11. Suatu kesatuan yang utuh dan tidak bisa dipisahSuatu kajian filsafat Aristotelcs yang membahas tentang Suatu kajian filsafat Aristoteles yang membahas tentang pisahkan di antara sub-sub sistem sebab material dari sesuatu. Jati diri bangsa 9. atau ilmu antarnegara akibat kemajuan teknologi informasi melalui permasalahan internasional. Proses Upaya mendunia hegemoni menjadi negara keadaan maju tanpa isu batas dan filsafat yang membahas nilai praksis dari sesuatu. 4. Filsafat Pancasila: Kebenaran dari sila-sila Pancasila sebagai dasar negara atau dapat pula diartikan bahwa Pancasila merupakan satu kesatuan sistem yang utuh dan logis. Kausa efisiensi: Suatu kajian filsafat Aristoteles yang membahas tentang pelaku dari adanya sesuatu . Filsafat: Secara etimologis cinta akan kebijaksanaan. Nilai 8. Aksiologi 7. Nasionalisme 12. tapi dapat pula diartikan sebagai keinginan yang sungguh-sungguh untuk mencari kebenaran yang sejati. Kewarganegaraan: pengetahuan mengenai warga negara di suatu negara tertentu.

Demokrasi konstitusional → demokrasi yang dibatasi oleh konstitusi 22. disebut juga demokrasi parlementer 24. Local Wisdom : : 1945 dalam mempersiapkan Indonesia merdeka. kekuasaan ada pada presiden. Indirect Democracy 29.vii 15. Demokrasi konstitusional (Indonesia II) → demokrasi yang menonjolkan peranan perlement serta partai. (hukum dasar) 23. suatu masyarakat. Local Genius 18. Rule of Law 32. tetapi melibatkan langsung rakyat dalam pemilunya demokrasi konstitusional yang menonjolkan . Representative Democracy = Demokrasi langsung = Demokrasi tidak langsung = negara kesejahteraan = sosial sevice state = negara hukum = pemerintah berdasarkan hukum = demokrasi berdasarkan perwakilan Demokrasi menonjolkan peranan parlemen serta partai-partai. Demokrasi: arti kata demos = rakyat. Founding Fathers : 17. 21. Demokrasi Pancasila (Indonesia III) sistem presidensial 26. 16. Direct Democracy 28. Kearifan lokal yang hidup dan membentuk sikap bijak dalam dari adanya sesuatu. Definisi: Government of rule by the people. Rechstaat 31. Demokrasi Tepimpin (indonesia II) → demokrasi yang dalam banyak aspek telah menyimpang dari demokrasi konstitusional. Counstitusional Government = limited government = redtrained goverenment → pemerintah berdasarkan konstitusi 19. Welfare state 30. Demokrasi pancasila Reformasi ( Indonesia IV ) 27. Kausa forma : Suatu kajian filsafat Aristoteles yang membahas tentang bentuk Para pendiri negara yang merumuskan Pancasila dan UUD Kreatifitas lokal yang keunggulan kompetitif. cratos = berkuasa → rakyat berkuasa 20. 25.

berakhlak mulia. berilmu. hidup. Secara kontekstual dewasa ini pendidikan demokrasi sangat memerlukan adanya pemahaman bersama tentang perlunya perubahan dan penegasan kembali mengenai visi. Pendidikan Kewarganegaraan memperoleh dasar legalitasnya dalam Pasal 3 Undang-Undang No. cakap. dan berkembang dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional yang menyatakan: “Pendidikan Nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa”. misi. Dalam ketentuan tersebut di atas dapat dilihat bahwa pendidikan demokrasi merupakan bagian integral dari pendidikan nasional. Pendidikan Kewarganegaraan sebagai instrument pengetahuan (The Body of Knowledge) diarahkan untuk membangun masyarakat demokrasi berkeadaban. serta menjadi warga negara yang demokratis dan bertanggung jawab”. Ketentuan di atas harus dipahami sebagai pendidikan yang akan mengembangkan kemampuan dan membentuk watak bangsa yang didasarkan pada nilainilai yang tumbuh. PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN UNTUK MEMBANGUN MASYARAKAT DEMOKRASI BERKEADABAN Pendidikan Kewarganegaraan yang dikenal sekarang telah mengalami perjalanan panjang dan melalui kajian kritis sejak tahun 1960-an yang dikenal dengan Mata Pelajaran “Civic” di Sekolah Dasar dan merupakan embrio dari “Civic Education” sebagai “The Body of Knowledge”. Secara normative. serta strategi psiko-pedagosis dan . sehat.viii BAB I PENDAHULUAN A. kreatif. mandiri. Hal ini selaras dengan tujuan pendidikan nasional menurut Pasal 3 Undang-Undang tentang Sisdiknas yang berbunyi: “…berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.

nilai. juga terdegradasinya kewibawaan para pejabat negara. Pendidikan Kewarganegaraan adalah suatu bidang kajian yang mempunyai objek telaah kebijakan dan budaya kewarganegaraan. serta diorientasikan pada upaya sistematis dan sistemik untuk membangun kehidupan demokrasi yang lebih baik. demokrasi. dan bagaimana demokrasi. dan HAM selama ini belum memberikan hasil yang mengembirakan dan prospek yang menjanjikan. dan kajian ilmiah kewarganegaraan. serta kontrol sosial yang sering lepas dari tata karma. Komitmen Nasional untuk memfungsikan pendidikan sebagai wahana untuk mengembangkan kemampuan dan membentuk watak. serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan bangsa memerlukan wahana psikopedagosis (pengembangan potensi didik di sekolah) dan sosio-andragogis (fasilitasi pemberdayaan pemuda dan orang dewasa dalam masyarakat) yang memungkinkan . pelanggaran HAM di mana-mana. dan prinsip demokrasi melalui interaksi sosial kultural dan psiko-pedagosis yang demokratis. ketika pendidikan demokrasi menjadi bagian substansinya. komunikasi sosial-politik yang cenderung mau menang sendiri. yang menggunakan disiplin ilmu pendidikan dan ilmu politik sebagai kerangka kerja keilmuan pokok serta disiplin ilmu lain yang relevan yang secara koheren diorganisasikan dalam bentuk program kurikuler kewarganegaraan.ix sosio-andragogis pendidikan kewarganegaraan. rekonseptualisasi pendidikan kewarganegaraan dalam konteks pendidikan demokrasi Indonesia sangatlah diperlukan karena ternyata proses pendidikan politik. Hasil “National Survey of Voter Education” (Asia Foundation: 1998) menunjukkan bahwa lebih dari 60% dari sample nasional mengindikasikan belum mengerti tentang apa. aktivitas sosial kultural. Oleh karena itu. konsep. Indikator yang kasat mata dapat dilihat pada kebebasan untuk mengeluarkan pendapat yang cenderung anarkis. Demikian pula. Proses rekonseptualisasi pendidikan demokrasi dapat didasarkan pada asumsiasumsi dasar sebagai berikut: 1. mengapa. hukum yang terkalahkan. pendidikan demokrasi merupakan suatu konsep pendidikan yang sistematik dan koheren yang mencakup pemahaman tentang cita-cita.

berwatak. Pendidikan demokrasi yang dilakukan dalam konteks pendidikan formal. 4. 5. dalam rangka menghasilkan produk pendidikan yang memadai sesuai dengan visi dan misi pendidikan kewarganegaraan untuk masyarakat warga Indonesia (civil society/madani/masyarakat Pancasila). . Secara psiko-pedagosis dan sosio-andragogis. 3. dan berkeadaban. kontekstual. through. Untuk itu. demokratis. melalui. keandalan input. dan akseptabel. and for democracy) yang dilakukan secara sistemik dalam sistem pendidikan formal termasuk pendidikan tinggi. yang di dalamnya mewadahi pendidikan tentang. Pendidikan demokrasi dapat dilihat dalam 2 (dua) setting besar. dan kontekstual agar setiap individu warga negara mampu memerankan dirinya sebagai warga negara yang cerdas.x terjadinya proses belajar berdemokrasi sepanjang hayat melalui pendidikan demokrasi. dan informal selama ini belum mencapai sasaran optimal dalam mengembangkan masyarakat yang cerdas. baik. pendidikan demokrasi yang dianggap paling tepat adalah pendidikan untuk mengembangkan kewarganegaraan yang demokratis (education for democratic citizenship). diperlukan upaya untuk mengkaji kekuatan konteks. sedangkan society-based democracy education merupakan pendidikan demokrasi dalam konteks atau yang berbasis kehidupan masyarakat. 2. School-based democracy merupakan pendidikan demokrasi dalam konteks atau berbasis pendidikan formal. yaitu: “schoolbased democracy education” dan “society-based democracy education”. dan berkeadaban. berwatak. dan proses. strategis. nonformal. diperlukan upaya sistematis dan sistemik untuk mengembangkan model pendidikan demokrasi yang secara teoretis dan empiris valid. andal. Transformasi demokrasi dalam masyarakat Indonesia memerlukan konsepsi yang diyakini benar dan bermakna yang didukung dengan sarana pendidikan yang tepat sasaran. dan untuk demokrasi (education about. Untuk mendapatkan model pendidikan kewarganegaraan yang secara psiko-pedagogis dan secara sosio-andragogis akseptabel dan andal.

Secara paradigmatis sistem pendidikan kewarganegaraan yang di dalamnya juga menyangkut sistem demokrasi memiliki tiga komponen. serta gerakan social-kultural kewarganegaraan. serta berdasarkan nilai dan sikap kewarganegaraan. Namun. tujuan pendidikan nasional dinyatakan sebagai: “…berkembangnya peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. . Mempersiapkan pribadi. cakap. Menurut Pasal 3 Undang-Undang tentang Sisdiknas. sejak tahun 1945 sampai sekarang ini. berilmu. program kurikuler pendidikan kewarganegaraan. di New Delhi 1996. pendidikan demokrasi di Indonesia belum berhasil secara mendasar karena belum dikembangkan paradigma pendidikan demokrasi yang sistemik sehingga upaya pengembangan “ civic intelligence. berakhlak mulia. instrumen peraturan perundang-undangan telah menempatkan pendidikan demokrasi sebagai bagian integral dari pendidikan. Dengan demikian. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (UU tentang Sisdiknas). Dalam tatanan instrument kurikuler. sehat. civic participation. and responsibility” melalui berbagai dimensi “civic education” sebagai wahana utama pendidikan demokrasi tidak dapat diwujudkan secara maksimal. B.xi Secara instrumental. sebagai warga negara dan anggota masyarakat yang bertanggung jawab. kreatif. pendidikan demokrasi di Indonesia telah digariskan dalam berbagai peraturan perundang-undangan sejak dari usulan BP KNIP tanggal 1945 sampai munculnya Undang-Undang No. Secara koheren bertolak dari esensi dan bermuara pada upaya pengembangan pengetahuan kewarganegaraan. antara lain menyatakan pendidikan harus berperan efektif dalam hal: 1. yaitu kajian ilmiah pendidikan ilmu kewarganegaraan. keterampilan kewarganegaraan harus dioptimalkan. mandiri. termasuk Indonesia. serta menjadi warga negara yang demokratis dan bertanggung jawab”. PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN DI PERGURUAN TINGGI UMUM SEBAGAI DASAR NILAI DAN PEDOMAN BERKARYA BAGI LULUSAN Pendidikan abad 21 yang disepakati oleh 9 menteri pendidikan dari negaranegara berpenduduk terbesar di dunia. pendidikan demokrasi telah disajikan dalam berbagai mata pelajaran dan mata kuliah.

transfer ilmu pengetahuan teknologi dan seni. yaitu suatu masyarakat yang memiliki “keadaban demokratis” atau masyarakat yang berkarakter sebagai berikut: 1. Mempersiapkan tenaga kerja masa depan yang produktif dalam konteks yang dinamis. manusiawi. Senada dengan hal di atas. sikap hidup. Mengakui dan menjunjung tinggi hak asasi manusia. 3. termasuk Indonesia. 2. 3. adil dan bebas. seperti wujud visi Indonesia 2020 tersebut. sejahtera. adil. dan seni demi kepentingan kemanusiaan. Demokratis. serta keragaman pendapat dan pandangan. demokratis. kesetaraan. Menanamkan dasar pembangunan berkelanjutan (sustainable development) bagi kesejahteraan manusia dan kelestarian lingkungan hidup. pendidikan nasional Indonesia melakukan penyesuaian yang ditungkan dalam Tap MPR No. konfrensi dunia tentang pendidikan tinggi yang diselenggarakan oleh UNESCO di Paris pada tahun 1998 yang dihadiri oleh wakil-wakil dari 140 negara. maju. menghargai perbedaan. berkeadaban. masyarakat Indonesia. dan tidak deskriminatif. mandiri. . serta baik dan bersih dalam penyelenggaraan negara. bersatu. teknologi. VII Tahun 2001 yang menyatakan bahwa visi Indonesia 2020 bertujuan mewujudkan masyarakat Indonesia yang religius. Menurut Malik Fajar (1999). serta Mengubah cara berpikir. Beriman dan bertakwa kepada tuhan yang maha esa dan pancasilais. Selain meneruskan nilai-nilai.xii 2. dan perilaku berkarya individu atau pun kelompok masyarakat dalam rangka memprakarsai perubahan social yang berkaitan perubahan kearah kemajuan. serta penyebaran ilmu pengetahuan. Senyampang dengan kesepakatan dunia yang telah disebutkan di atas. disebut pula sebagai “masyarakat madani”. 3. juga melahirkan warga negara yang berkesadaran tinggi tentang bangsa dan kemanusiaan. pengembangan. menyepakati perubahan pendidikan tinggi ke masa depan yang bertumpu pada pandangan bahwa tanggungjawab pendidikan tinggi adalah: 1. 2. serta Menyelenggarakan pendidikan yang berorientasi pada penguasaan.

xiii 4. teknologi. Menjunjung tinggi nilai-nilai luhur yang mengakar pada masyarakat beradab dan demokratis. dan seni. serta 2. serta menjaga kesatuan dan persatuan nasional. yaitu: 1. perguruan tinggi harus mampu menghasilkan: “manusia yang unggul secara intelektual. serta Belajar dan berlangsung sepanjang hayat. 5. berakhlak mulia. Undang-Undang No. 6. masyarakat madani) yang hendak diwujudkan melalui pendidikan nasional. serta memiliki komitment tinggi untuk berbagai kegiatan pemenuhan amanat sosial”. kreatif. 20 Tahun 2003 memberikan rumusan tentang Visi Indonesia 2020 berupa masyarakat warga yang berkeadaban (civil society. . berkeadaban dan inklusif. sehat. Mengembangkan kemampuan intelektual mahasiswa untuk menjadi warga negara yang baik dan bertanggung jawab bagi kemampuan bersaing bangsa dalam mencapai kehidupan yang bermakna. cakap. serta membangun warga negara berkeadaban. yaitu sebagai berikut: “…berkembangnya peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. mandiri. Membangun suatu sistem pendidikan tinggi yang berkontribusi dalam pembangunan masyarakat yang demokratis. 7. kompeten dalam penguasaan ilmu pengetahuan. Mampu berpartisipasi dalam pengambilan keputusan public. anggun secara moral. Untuk mencapai Visi Indonesia 2020 Pendidikan Tinggi Nasional Indonesia memiliki program jangka menengah yang disebut Visi Pendidikan Tinggi Nasional 2010. serta menjadi warga negara yang demokratis dan bertanggung jawab”. berilmu. Sadar serta tunduk pada hukum dan ketertiban. serta memiliki keahlian dan keterampilan kompetitif dengan solidaritas universal. Dengan dasar semua itu.

Secara ideal pendidika kewarganegaraan memegang peran untuk mengembangkan potensi mahasiswa sebagai Warga negara Indonesia yang berkepribadian mantap. Aktualisai dari pendidikan kewarganegaraa tersebut adalah melahirkan mahasiswa sebagai ilmuan professional. Sebelum Peraturan Pemerintah keluar. ataupun tenaga professional yang berkemampuan kompetitif secara internasional berdasarkan pada prinsip-prinsip dan pola Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK). serta kesadaran berbangsa dan bernegara bagi mahasiswa sebagai calon cendikiawan. Pendidikan Kewarganegaraan.045/U/2002 tentang Kurikulum Inti Pendidikan Tinggi dinyatakan masih tetap berlaku. Menurut ketentuan ini. Hal ini sesuai dengan paradigma pendidikan tinggi nasional yang telah dicanangkan untuk 2003-2010.Materi Kajian Pendidikan Kewarganegaraaan Berdasarkan paradigma pendidikan tinggi 2003-2010. 2. Bahasa Ketentuan tersebut akan diatur lebih lanjuta oleh Peraturan Pemerintah. Proses pembelajaran sebagai pemupukan nasionalisme. tetapi sampai sekarang yang dimaksud tidak kunjung tiba. serta mempunyai rasa tanggungjawab kemasyarakatan dan kebangsaan.xiv I. ilmuwan. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional menyatakan bahwa Kurikulum Pendidikan Tinggi wajib memuat: 1. 232/U/2000 tenteng Pedoman Penyusunan Kurikulum Pendidikan Tinggi dan Penilaian Hasil Belajar Mahasiswa dan No. Pendidikan Agama. pendidikan kewarganegaraan termasuk dalam kelompok mata kuliah pengembangan kepribadian (MPK). kompetensi pendidikan kewarganegaraan di perguruan tinggi dapat dirumuskan sebagai berikut: . maka Keputusan Menteri Pendidikan Nasional No. II. sekaligus warga negara Indonesia yang memiliki rasa kebangsaan dan cinta tana air (nasionalisme) yang tinggi. dan 3.Pendidikan Kewarganegaraan Dalam Kurikulum Pendidikan Tinggi Pasal 37 Ayat 2 UU No.

Perguruan Tinggi Umum harus mampu menghasilkan manusia yang unggul secara intelektual. serta menghormati supremasi hukum (rule of law/rechtstaat). 2. anggun secara moral. maka diharapkan pelaksanaan pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan. Untuk mencapai kompetensi tersebut materi kajian kewarganegaraan di perguruan tinggi sesuai Keputusan Dirjen Dikti Nomor : 43/DIKTI/Kep/2006 Tentang rambu-rambu pelaksanaan kelompok mata kuliah pengembangan kepribadian di perguruan tinggi. 4. berkompoten paradigma pendidikan pendidikan demokrasi demokrasi secara yang sistematis diharapkan dengan dapat pengembangan civic intelligence. Melahirkan warga negara yang memiliki wawasan berbangsa dan bernegara. berbangsa dan bernegara secara demokratis dalam rangka mewujudkan masyarakat bangsa yang berkeadaban. 5. Pancasila harus menjadi core philoshopy bagi kehidupan bermasyarakat. 7. serta 5. Filsafat pancasila Identitas nasional Politik dan strategi Demokrasi indonesia Ham dan rule of law Hak dan kewajiban warga negara Geopolitik indonesia Geostrategi indonesia Dengan memahami latar belakang filosofis Pendidikan Kewarganegaraan di Perguruan Tinggi Umum. Berdasarkan itu semua. 3. civic participation. serta nasionalisme yang tinggi. 8. 4. education” Pancasila. 3. Melahirkan warga negara yang memiliki pemahaman internasional mengenai “civil society”. yaitu: 1. serta berpikir kritis terhadap permasalahannya. Melahirkan warga negara yang mampu memberikan kontribusi terhadap persoalan bangsa dan kebijakan publik. pasal 4 ayat 2. and civic responsibility dari “civic merupakan wahana menghasilkan manusia berkualitas dengan keahlian profesional serta berkeadaban khas . 2.xv 1. 6. Melahirkan warga negara yang mampu berpartisipasi dalam upaya menghentikan budaya kekerasan. menyelesaikan konflik dalam masyarakat secara damai berdasar nilai-nilai pancasila dan nilai-nilai universal. Melahirkan warga negara yang memiliki komitmen kuat terhadap nilai-nilai ham dan demokrasi.

tekhnologi dan seni.Si) MATA KULIAH PENGEMBANGAN KEPRIBADIAN (MPK) UNIT PELAKSANA TEKNIS MATA KULIAH UMUM (UPT MKU) UNIVERSITAS HASANUDDIN MAKASSAR 2011 . GARIS BESAR RENCANA PEMBELAJARAN (GBRP) KODE/ MATA KULIAH : 082 U003/ PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Oleh : TIM MATA KULIAH PEND.M.Ip.KEWARGANEGARAAN (Rahmatullah Jafar. serta memiliki komitmen tinggi untuk berbagai kegiatan pemenuhan amanat sosial tersebut. C.S.xvi dalam penguasaan ilmu pengetahuan.

Sosial Budaya dan Kewarganegaraan dalam kehidupan Memiliki kepribadian yang Mantap Kemampuan berpikir kritis Kemampuan bersikap Rasional. MISI MPK “Membantu mahasiswa memantapkan kepribadiannya agar secara konsisten mampu mewujudkan nilai-nilai dasar keagamaan dan kebudayaan. menerapkan dan mengembangkan ilmu pengetahuan. STANDAR KOMPETENSI MPK 3. demokratis yang berkeadaban. 4. Memiliki pengetahuan tentang nilai-nilai Agama. 1. VISI MPK 2. 7. 5. KOMPETENSI LULUSAN MATA KULIAH PENGEMBANGAN KEPRIBADIAN (MPK). KOMPETENSI LULUSAN MATA KULIAH PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAAN KELOMPOK KOMPETENSI NO 1 Kompetensi Utama 2 RUMUSAN KOMPETENSI LULUSAN Menjadi ilmuan dan profesional yang memiliki rasa kebangsaan dan cinta tanah air.nilai Agama. Estetis dan Dinamis Memiliki pandangan Luas Kemampuan bersikap demokratis yang berkeadaban 3. rasa kebangsaan dan cinta tanah air sepanjang hayat dalam menguasai.xvii 1. Etis. 2. dan berpartisipasi aktif dalam membangun kehidupan yang damai berdasarkan sistem pancasila Mahasiswa dapat mengetahui dan memahami pentingnya matakuliah pendidikan kewarganegaraan. Menjadi warga negara yang memiliki daya saing. 2. Budaya dan Kewarganegaraan Kemampuan menerapkan nilai. 1. 6. UNIT PELAKSANA TEKNIS MATA KULIAH UMUM (UPT MKU). teknologi dan seni yang dimilikinya dengan rasa tanggung jawab”. berdisiplin. Mahasiswa dapat memperluas wawasan berpikirnya dalam mengaktualisasikan nilainilai pancasila Mahasiswa dapat mengetahui dan memahami identitas nasional ELEMEN KOMPETENSI A V B C D E V 1 Kompetensi Pendukung 2 3 V V V .UNIVERSITAS HASANUDDIN KEPUTUSAN DIRJEN DIKTI DEPDIKNAS NO : 43/DIKTI/Kep/2006 “Merupakan sumber nilai dan pedoman dalam pengembangan dan program studi guna mengantarkan mahasiswa memantapkan kepribadiaannya sebagai manusia indonesia seutuhnya”.

dan berpartisipasi aktif dalam membangun kehidupan yang damai berdasarkan sistem pancasila. menerapkan konsep demokrasi indonesi. mengetahui dan memahami politik dan strategi nasional.nilai Agama. Landasan kepribadian Penguasaan ilmu dan keterampilan Kemampuan berkarya Sikap dan prilaku dalam berkarya Pemahaman kaidah berkehidupan bersama sesuai dengan keahliah berkarya 3. Mampu memperluas wawasan berpikirnya dalam mengaktualisasikan nilai-nilai pancasila. Kompetensi Pendukung . FORMAT RENCANA PEMBELAJARAN BERBASIS SCL MATA KULIAH : PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Kompetensi Utama Menjadi ilmuan dan profesional yang memiliki rasa kebangsaan dan cinta tanah air.xviii = KELOMPOK KOMPETENSI NO 4 5 RUMUSAN KOMPETENSI LULUSAN Mahasiswa dapat mengetahui dan memahami politik dan strategi nasional Mahasiswa dapat menerapkan konsep demokrasi Indonesia Mahasiswa dapat mengetahui dan memahami hak azasi manusia dan aturan hukum di indonesia Mahasiswa dapat memahami dan menerapkan hak dan kewajiban warga negara Mahasiswa dapat memahami geopolitik dan geostrategi Indonesia Memiliki pengetahuan tentang nilai-nilai Agama.berdisiplin. B. demokratis yang berkeadaban dan menjadi warga negara yang memiliki daya saing. Sosial Budaya dan Kewarganegaraan Kemampuan berpikir kritis Kemampuan bersikap Rasional. D. Estetis dan Dinamis ELEMEN KOMPETENSI A V V V V V V V V V B C D E Kompetensi Pendukung 6 7 8 1 Kompetensi Lainnya 2 3 4 Elemen Kompetensi : A. C. mengetahui dan memahami hak azasi manusia dan aturan hukum di Indonesia. E. Etis. sehingga mengetahui dan memahami identitas nasional. Mampu mengetahui dan memahami pentingnya matakuliah pendidikan kewarganegaraan. Budaya dan Kewarganegaraan Kemampuan menerapkan nilai. memahami dan menerapkan hak dan kewajiban warga Negara dan dapat memahami geopolitik dan geostrategi Indonesia.

nilai Agama. Tujuan Pendidikan Kewarganegaraan 4. Menjelaskan Muatan dan Unsur-Unsur Identitas Nasional. dan aksiologi filsafat Pancasila sehingga dengan pemahaman tersebut dapat tumbuh personal wisdom yang integratif dalam dimensi kompentensi kewarganegaraan (civic knowledge. Etis. serta 7. Membandingkan idiologi pancasila dengan idiologi dunia lainnya seperti liberalisme. 4. Memahami pancasila sebagai ideologi bangsa dan negara indonesia yang memiliki ciri terbuka. komprehensif. 3. civic commitment. GARIS BESAR RENCANA PEMBELAJARAN BERBASIS SCL MATA KULIAH PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN (082 U003) M KESASARAN PEMBELAJARAN MATERI PEMBELAJARAN PENDAHULUAN 1. Menganalisis secara komprehensif Filsafat Pancasila dalam konteks kewarganegaraan. Latar Belakang Pendidikan Kewarganegaraan 3. sekularisme. Penjelasan tentang materi dan aturan perkuliahan 2. ideologi komprehensif dan ideologi partikular. Mendeskripsikan aspek epistemologi Filsafat Pancasila. Menganalisis sila-sila Pancasila sebagai suatu sistem Filsafat. Memahami peranan idiologi bangsa bagi bangsa dan negara. dan dinamis. bersikap Rasional. Menjelaskan makna idiologi bagi bangsa dan negara. Kompetensi Pendidikan Kewarganegaraan STRATEGI PEMBELAJARAN INDIKATOR PENILAIAN BOBOT PENILAIAN I-III Mahasiswa dapat memahami latar belakang. reformatif. Budaya dan Kewarganegaraan. 5. Mengemukakan Pengertian Filsafat Pancasila. 2. ideologi tertutup. Memahami aturan perkuliahan. 4. civic convidence. Mahasiswa dapat : 1. dan civic competence). tujuan dan kompetensi pendidikan kewarganegaraan Ceramah Interaktif Mahasiswa dapat: 1. 6. Menjelaskan tujuan dan kompetensi Pend. Mendeskripsikan aspek ontologi Filsafat Pancasila. Estetis dan Dinamis. 3. Menjelaskan Latar belakang Pend.xix Kompetensi Institusional Memiliki pengetahuan tentang nilai-nilai Agama. dan idiologi keagamaan. komunisme. 2. 5. 4. 6. Mendeskripsikan aspek aksiologi Filsafat Pancasila.Kewarganegaraan 5% IV Mahasiswa dapat memahami nilai-nilai jati diri bangsa melalui pengkajian aspek ontologi. Menganalisis tentang Paham Nasionalisme atau 10 % V Mahasiswa dapat memahami pancasila sebagai idiologi bangsa dan negara Pancasila Sebagai Ideologi Bangsa Dan Negara Colaboratif Learning 5% VI Mahasiswa dapat mengenali karakteristik identitas nasional sehingga dapat memiliki daya tangkal terhadap berbagai hal yang akan menghilangkan identitas nasional indonesia Identitas Nasional Colaboratif Learning 10 % . Menjelaskan Latar Belakang dan Pengertian Identitas Nasional. Menjelaskan keterkaitan Globalisasi dengan Identitas Nasional. Mendeskripsikan Pancasila sebagai jati diri bangsa. Menjelaskan idiologi terbuka. Mampu menerapkan nilai. 2. 4. epistemologi. civic skills.Kewarganegaraan 3. 2. Menjelaskan pengertian idiologi secara umum. Mahasiswa dapat: 1. Menjelaskan keterkaitan Integrasi Nasional dengan Identitas Nasional. Memiliki kemampuan berpikir kritis. 5. 3. Pancasila Sebagai Sistem Filsafat Colaboratif Learning Mahasiswa dapat: 1. Sosial Budaya dan Kewarganegaraan dalam kehidupan.

Menjelaskan Prinsip-Prinsip Rule of Law Secara Formal di Indonesia 4. Menjelaskan hubungan antara lembaga-lembaga negara Mahasiswa dapat : 1. BOBOT PENILAIAN VII Mahasiswa dapat menjelaskan konsep dasar ketatanegaraan secara konstitusional. Menjelaskan makna isi pembukaan UUD 1945. 4. Menganalisis tentang Revitalisasi Pancasila sebagai Pemberdayaan Identitas Nasional = M KE SASARAN PEMBELAJARAN MATERI PEMBELAJARAN STRATEGI PEMBELAJARAN INDIKATOR PENILAIAN Mahasiswa dapat: 1. 2. 3. berbangsa. Mahasiswa dapat: 1.strategi nasional. Penduduk dan warga Negara. Menjelaskan Prinsip-Prinsip Rule of law Secara Hakiki dalam Penyelenggaraan Pemerintahan 5. Menganalisis berbagai permasalahan polsrahanka Mahasiswa dapat: 1. sejarah dan macammacam HAM 2. Mahasiswa dapat mengidentifikasi dan menganalisis HAM. Menjelaskan keunggulan demokrasi. 6. Menganalisa Isu-Isu Rule of Law 3. 2.xx Paham Kebangsaan sebagai paham yang mengantarkan pada konsep Identitas Nasional. serta 6. Memecah permasalahan politik. 7. Menganalisa Strategi Pelaksanaan (Pengembangan) Rule of Law. Problem status kewarganegaraan. Menjelaskan makna demokrasi. Menganalisa HAM di Indonesia dalam konteks permasalahan dan penegakannya Mahasiswa dapat: 1. 5. 2. Asas kewarganegaraan. kedudukan pembukaan UUD 1945. Menjelaskan makna isi pembukaan UUD 1945 sebagai “ staat fundamentalnorm ‘ dan kedudukannya dalam tertib hukum Indonesia. Menjelaskan secara terperinci nilai-nialai demokrasi. Menjelaskan tentang reformasi hukum tata negara yang melatarbelakangi amandemen serta proses amandemen. Menjelaskan tentang Pendidikan Demokrasi. Mahasiswa dapat menjelaskan: Pengertian bangsa dan Negara. 4. Menjelaskan HAM dalam Tataran Global 3. 3. 4. 6. Hasil Amandemen UUD 1945 dan Hubungan Antara LembagaLembaga Sistem Konstitusi Indonesia Colaboratif Learning 5% VIII Mahasiswa dapat mengenali masalahmasalah strategis dalam politik dan strategi nasional Mahasiswa dapat mengerti. geopolitik. Kewajiban Negara dan Pemerintah. Menjelaskan bentuk-bentuk demokrasi. Menjelaskan kedudukan Pancasila sebagai sumber hukum dasar negara Indonesia. serta dapat mengembangkan sikap demokrasi dalam kehidupannya seharihari. Menganalisis wujud polnas dan stranas di indonesia. Menjelaskan latar belakang politik dan strategi nasional. 4. Politik dan Strategi Nasional Colaboratif Learning 5% IX Demokrasi dan Pendidikan Demokrasi Colaboratif Learning 10 % X Hak Asasi Manusia Colaboratif Learning 5% XI Mahasiswa dapat mengetahui dan memahami aturan hukum di indonesia serta memiliki kesadaran tentang pentingnya rule of law dalam konteks kehidupan bermasyarakat. dan bernegara. 3. 5. 5. memahami tentang demokrasi dan pendidikan demokrasi. dan. Mahasiswa dapat mengidentifikasi dan menganalisis Hak dan Kewajiban warga Negara Rule Of Law Colaboratif Learning 5% XII Hak dan Kewajiban Warga Negara Colaboratif Learning 10 % = . 3. Hak Warga Negara Kewajiban Warga Negara. 1. 2. Menjelaskan macam-macam demokrasi yang pernah berlaku di indonesia. Menjelaskan pengertian. Menjelaskan pengertian dan Lingkup Rule of Law 2.

kebhinekaan etnik. BOBOT PENILAIAN XIII Mahasiswa dapat memahami Geo Politik Indonesia Geo Politik Colaboratif Learning 15 % XIV Mahasiswa dapat memahami dan menganalisis konsep Geostiategi Indonesia yang berupa konsep Ketahanan Nasional Indonesia Geo Strategi Colaboratif Learning 15 % I-XIV XV XVI TOTAL PROSES SCL TOTAL PROSES SCL DIKONVERSI MENJADI TUGAS MANDIRI Pemahaman materi Pemahaman materi Ujian Akhir Sem. Remedial Unit Tertulis Tertulis/ Lisan/Tugas Kesesuaian Jawaban dengan pertanyaan Kesesuaian Jawaban dengan pertanyaan/ Terpenuhinya Unsurunsur tugas 100 % 60 15 25 15 . Memahami berbagai masalah dasar kehidupan masyarakat. filsafat. budaya. agama dan lingkungan geografi yang berbentuk Negara kepulauan yang berada diposisi silang antara dua benua dan dua lautan. 3. Menggambarkan keterkaitan berbagai aspek Ketahanan Nasional. bangsa.xxi M KE SASARAN PEMBELAJARAN MATERI PEMBELAJARAN STRATEGI PEMBELAJARAN INDIKATOR PENILAIAN Mahasiswa dapat : 1. 3. Menjelaskan pengertian Ketahanan Nasional. Menjelaskan tentang pelaksanaan otonomi daerah. 4. Menjelaskan konsepsi cara pandang wawasan nasional bangsa Indonesia. Mahasiswa dapat: 1. Menjelaskan landasan histories perkembangan pengetahuan tentang geopolitik . 4. Menggunakan konsep Ketahanan Nasional dalam memecahkan persoalan atau mencari solusi persoalan yang muncul dalam masyarakat.Menganalisis isu-isu aktual berdasarkan perspektif Ketahanan Nasional. 2. dan Negara Indonesia dengan menerapkan pandangan bangsa Indonesia tentang diri meliputi: sejarah. 2.

pada sisi yang lain muncul masalah internal. bahkan mengasai eksistensi Negara-negara kebangsaan. senantiasa memeliki suatu pandangan hidup atau filsaat hidup masing-masing. Nilai-nilai baru yang masuk. Dengan pemahaman demikian. Latar Belakang Perkembangan masyarakat dunia yang semakin cepat secara langsung ataupun tidak langsung mengakibatkan perubahan besar pada berbagai bangsa di dunia. serta terjadinya pergeseran nilai di tengah masyarakat yang pada akhirnya mengancam-prinsip-prinsip hidup berbangsa masyarakat Indonesia. yaitu maraknya tunttan rakyat. baik secara sujektif maupun objektif. termasuk Indonesia. yang berbeda dengan . Permasalahan kebangsaan dan kenegaraan di Indonesia menjadi semakin kompleks dan rumit manakala ancaman internasional yang terjadi di satu sisi. maka pancasila sebagai filsafat hidup bangsa Indonesia saat ini mengalami ancaman dengan munculnya nilai-nilai baru dari nuar dan pergeseran nilai-nilai yang terjadi. Gelombang besar kekuatan internasional dan transnasional melalui globalisasi telah mengancam. Paradoks antara kekuasaan global dengan kekuasaan nasional ditambah komplik internal seperti gambaran di atas. Prinsip dasar yang telah ditemukan oleh peletak dasar ( The founding fathers ) Negara Indonesia yang kemudian diabstraksikan menjadi suatu prinsip dasar filsafat bernegara. Secara ilmiah harus disadari bahwa suatu masyarakat suatu bangsa. yang secara objektif mengalami suatu kehidupan yang jauh dari kesejahteraan dan keadilan social. mengakibatkan suatu tarik menarik kepentingan yang secara langsung mengancam jati diri bangsa. Akibat yang langsung terlihat adalah terjadinya pergeseran nilai-nilai dalam kehidupan kebangsaan karena adanya perbenturan kepentingan antara nasionalisme dan internasionalisme. itulah pancasila.xxii BAB II PANCASILA SEBAGAI SISTEM FILSAFAT PENDAHULUAN A.

epistemologi. epistemology. .xxiii bangsa lain didunia. Ketika para pendiri Negara Indonesia menyiapkan berdirinya Negara Indonesi merdeka. jati diri bangsa selalu bertolak ukur pada nilai-nilai pancasila sebagai filsafat bangsa. C. bangsa Indonesia tidak mungkin memiliki kesamaan pandangan hidup dan filsafat hidup dengan bangsa lain. civic convidence. dan aksiologi filsafat Pancasila sehingga dengan pemahaman tersebut diharapkan dapat tumbuh personal wisdom yang integratif dalam dimensi kompentensi kewarganegaraan (civic knowledge. Dengan kata lain. civic commitment. Inilah yang disebut sebagai local genius (kecerdasan / kreatifitas local) dan sekaligus sebagai local wisdom (kearifan local) bangsa. Sasaran Pembelajaran Mahasiswa mampu memahami nilai-nilai jati diri bangsa melalui pengkajian aspek ontologi. Pancasila yang terdiri atas lima sila pada hakikatnya merupakan sistim filsafat. mereka sadar sepenuhnya untuk menjawab suatu pertanyaan yang fundamental “ di atas dasar apakah Negara Indonesia merdeka ini didirikan?” jawaban atas pertanyaan mendasar ini akan selalu menjadi dasar dan tolak ukur utama bangsa ini meng-Indonesia. Pemahaman demikian memerlukan pengkajian lebih lanjut menyangkut aspek ontology. Melalui pembelajaran ini mahasiswa diharapkan dapat: 1. Pemahaman demikian memerlukan pengkajian lebih lanjut menyangkut aspek ontology. civic skills. epistemology dan aksiologi dari kelima sila pancasila. dan civic competence). B. dan aksiologi dari kelima sila pancasila. Ruang Lingkup Pancasila yang terdiri atas lima sila pada hakekatnya merupakan system filsafat. Mendeskripsikan Pancasila sebagai jati diri bangsa. Dengan demikian.

xxiv 2. Mendeskripsikan aspek epistemologi Filsafat Pancasila. Mengemukakan Pengertian Filsafat Pancasila. 3. Mendeskripsikan aspek aksiologi Filsafat Pancasila. 6. . Mendeskripsikan aspek ontologi Filsafat Pancasila. 5. Menganalisis sila-sila Pancasila sebagai suatu sistem Filsafat. 4. Menganalisis secara komprehensif Filsafat Pancasila dalam konteks kewarganegaraan. serta 7.

Pengertian Filsafat Filsafat berasal dari bahasa Yunani “philein” yang berarti cinta dan “Sophia” yang berarti kebijaksanaan. Filsafat Pancasila menurut Ruslan Abdul Gani. Dikatakan sebagai filsafat. Gredt dalam bukunya “elementa philosophiae”. Karakteristik Sistem Filsafat Pancasila Sebagai filsafat. apabila tidak bulat dan utuh atau satu sila dengan sila lainnya terpisah-pisah. Filsafat merupakan induk dari ilmu pengetahuan menurut J. maka itu bukan pancasila. kemudian dituangkan dalam suatu “system” yang tepat. pancasila memiliki karasteristik system filsafat tersendiri yang berbeda dengan filsafat lainnya. a. filsafat sebagai “ilmu pengetahuan yang timbul dari prinsip-prinsip mencari sebab musababnya yang terdalam”. filsafat secara sederhana dapat diartikan sebagai keinginan yang sungguh-sungguh untuk mencari kebenaran yang sejati. Sila-sila pancasila merupakan satu kesatuan sistim yang bulat dan utuh (sebagai suatu totalitas). bahwa pancasila merupakan filsafat Negara yang lahir collective ideologie (cita-cita bersama).xxv URAIAN BAHAN PEMBELAJARAN A. Cinta dalam hal ini mempunyai arti yang seluasluasnya. filsafat menurut asal katanya berarti cinta akan kebijaksanaan. Adapun menurut Notonagoro. Dari seluruh bangsa Indonesia. Jadi. Dengan demikian. sedangkan kebijaksanaan dapat diartikan sebagai kebenaran yang sejati. atau mencintai kebenaran / pengatahuan. yang dapat dikemukakan sebagai keinginan yang menggebu dan sungguhsungguh terhadap sesuatu. karena pancasila merupakan hasil perenungan jiwa yang mendalam yang dilakukan oleh the founding father bangsa Indonesia. Dengan pengertian lain. yaitu tentang hakikat pancasila. filsafat pancasila memberi pengetahuan dan pengertian ilmiah. . b. di antaranya: 1.

Susunan pancasila dengan suatu sistim yang bulat dan utuh itu dapat digambarkan sebagai berikut : .xxvi 2.

maksudnya sebab yang berhubungan dengan bentuknya. dan 5. c. didasari. dalam hal ini Pancasila digali dari nilai-nilai sosial budaya yang ada dalam bangsa Indonesia sendiri. sila 4 dan 5. 3) Satu.xxvii Ketiga gambar di atas menunjukkan bahwa: • Sila 1. artinya ada dalam diri manusia Indonesia dan masyarakatnya. 2. yang unsur-unsurnya berasal dari dirinya sendiri. yaitu tujuan diusulkannya Pancasila sebagai dasar negara Indonesia merdeka. yaitu makhluk individu dan makhluk sosial. 2) Kausa Formalis. 2. Inti atau esensi sila-sila Pancasila meliputi: 1) Tuhan. dan 5. • Pancasila sebagai suatu realitas. serta mendasari dan menjiwai sila 5. 2.4. mendasari. maksudnya berhubungan dengan tujuannya. dan dijiwai sila 1. . 4) Rakyat. sebagai suatu kenyataan hidup bangsa. diliputi. diliputi. meliputi. 3. serta . harus bekerja sama dan hergotong royong. dan 4. maksudnya sebab yang berhubungan dengan materi/bahan. didasari. dan dijiwai sila 1. & 3. • Sila 5. hidup. Prinsip-Prinsip Filsafat Pancasila Pancasila ditinjau dari Kausalitas Aristoteles dapat dijelaskan sebagai berikut: 1) Kausa Materialis. didasari. serta mendasari dan menjiwa. • Pancasila sebagai suatu substansi. dan dijiwai sila 1. 2) Manusia. serta 4) Kausa Finalis. dan berkembang dalam kehidupan sehari-hari. 3. • Sila 3. maksudnya kegiatan BPUPKI dan PPKI dalam menyusun dan merumuskan Pancasila menjadi dasar negara Indonesia merdeka. 4. dan menjiwa: sila 2. artinya unsur asli/permanen/primer Pancasila sebagai suatu yang ada mandiri. didasari. serta mendasari dan mcnjiwai sila 3. yaitu sebagai kausa prima. diliputi. 3) Kausa Efisiensi. yang tumbuh. • Sila 2. dan dijiwai sila 1. Pancasila yang ada dalam pembukaan UUD '45 memenuhi syarat formal (kebenaran formal). diliputi. yaitu kesatuan memiliki kepribadian sendiri. yaitu unsur mutlak negara. • Sila 4.

Nilai merupakan ha! yang terkandung dalam hati nurani manusia yang lebih memberi dasar dan prinsip akhlak yang merupakan standar dari keindahan dan efisiensi atau keutuhan kata hati (potensi). dan moral bangsa. baik dan buruk. Nilai dapat berada di dua kawasan : kognitif dan afektif. Konsensus bahwa Pancasila sebagai anutan untuk pengembangan nilai dan -moral bangsa ini secara ilmiah filosofis merupakan pemufakatan yang normatif. " Studi tentang nilai termasuk dalam ruang lingkup estetika dan etika. juga horizontal serta dinamis dalam kehidupan masyarakat. pria pemakai anting-anting. Adapun etika cenderung pada studi dan justifikasi tentang aturan atau bagaimana manusia berperilaku. untuk menyinkronkan dasar filosofis-ideologis menjadi wujud jati . want. Bangsa Indonesia sejak awal mendirikan negara. dan bentuk-bentuk scni lain. really. d. Nilai tidaklah tampak dalam dunia pengalaman. Secara epistemologis bangsa Indonesia punya keyakinan bahwa nilai dan moral yang terpancar dari asas Pancasila ini sebagai suatu hasil sublimasi. nyanyian-nyanyian bising. Dalam ungkapan lain. Selanjutnya. serta kristalisasi dari sistem nilai budaya bangsa dan agama yang seluruhnya bergerak vertikal. really. atau apa yang mereka senangi.xxviii 5) Adil. Simon (1986) bahwa sesungguhnya yang dimaksud dengan nilai adalah jawaban yang jujur tapi benar dari pertanyaan "what you are really. berkonsensus untuk memegang dan menganut Pancasila sebagai sumber inspirasi. Ungkapan etika sering timbul dari pertanyaan-pertanyaan yang mempertentangkan antara benar dan salah. Misalnya. ditegaskan oleh Sidney B. bisa dikatakan konsep dan bisa dikatakan abstraksi (Sidney Simon: 1986). mempersoalkan atau menceritakan si rambut panjang. nilai. Pada dasarnya studi tentang etika merupakan pelajaran tentang moral yang secara langsung merupakan pemahaman tentang apa itu benar dan salah. yaitu memberikan keadilan kepada diri sendiri dan orang lain yang menjadi haknya. Hakikat Nilai-Nilai Pancasila Nilai adalah suatu ide atau konsep tentang apa yang seseorang pikirkan yang merupakan hal yang penting dalam hidupnya. Dia nyata dalam jiwa manusia. Nilai adalah ide. Estetika cenderung pada studi dan justifikasi yang menyangkut tentang manusia memikirkan keindahan. Langkah-langkah awal dari "nilai" adalah seperti halnya ide manusia yang merupakan potensi pokok human being.

ternyata kemudian dijadikan pangkal tolak pelaksanaannya yang berwujud konsep pengamalan yang bersifat subjektif dan objektif. menghayati. berperi Kebangsaan.xxix diri bangsa yang nyata dan konsekuen secara aksiologis. Nilai-nilai yang bersumber dari hakikat Tuhan. Cabang-cabang filsafat meliputi: 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) Epistemologi (Filsafat Pengetahuan). Refleksi filsafat yang dikembangkan oleh Notonagoro untuk menggali nilai-nilai abstrak. dan sekolah. Metafisika (membicarakan tentang segala sesuatu di balik yang ada). membudayakan. berperi Kemanusiaan. dan melaksanakan Pancasila. Politik (Filsafat Pemerintahan). dan peraturan-peraturan pelaksanaan lainnya. Ketetapan MPR. hakikat nilai-nilai Pancasila. berperi Kerakyatan. Ciri atau karakteristik berpikir filsafat adalah: 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) 8) Sistematis. Estetikaf Filsafat Seni). . Spekulatif. bangsa dan negara Indonesia berkehendak untuk mengerti. Pengamalan secara cbjektif adalah pengamalan di bidang kehidupan kenegaraan atau kemasyarakatan. Filsafat Agama. Representatif. Mendasar. yang penjelmaannya berupa tingkah laku dan sikap dalam hidup sehari-hari. baik sebagai pribadi maupun sebagai warga masyarakat ataupun sebagai pemegang kekuasaan. Upaya ini dikembangkan melalui jalur keluarga. Komprehensif. Konsep Filsafat Pancasila dijabarkan menjadi sistem Etika Pancasila yang bercorak normatif. Etika (Filsafat Moral). dan adil dijabarkan menjadi konsep Etika Pancasila. yang penjelasannya berupa suatu pcrangkat ketentuan hukum yang secara hierarkis berupa pasal-pasal UUD. Filsafat Ilmu. Mendalam. dan berperi Keadilan Sosial. manusia. Filsafat Pendidikan. bahwa hakikat manusia Indonesia adalah untuk memiliki sifat dan keadaan yang berperi Ketuhanan Yang Maha Esa. Analitis. Undang-undang Organik. satu rakyat. Pengamalan secara subjektif adalah pengamalan yang dilakukan oleh manusia individual. dan Evaluatif. masyarakat.

dan untuk mengetahui bahwa Pancasila sebagai system filsafat. 10) Filsafat Matematika. jika syarat-syarat system filsafat cocok pada Pancasila. Kemanusiaan yang adil dan beradab Persatuan Indonesia Kerakyatan yang dipimpin dalam permusyawaratan/perwakilan Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. ada manusia. sebagai dasar negara rumusannya jelas yaitu : 1. Sebaimana suatu logam dikatakan emas bila syarat-syarat emas terdapat pada logam tersebut. Pancasila sebagai sistem filsafat bangsa Indonesia Pancasila sebagai sesuatu yang ada. 4. 9) Filsafat Sejarah. Pancasila adalah suatu yang ada. 5. dan Kosmologi (membicarakan tentang segala sesuatu yang ada yang teratur). Ke-Tuhanan Y. Aliran Filsafat meliputi: 1) Rasionalism 2) Marxisme 3) Idealisme 4) Realisme 5) Positivisme 6) Materialisme 7) Eksistensialisme 8) Utilitarianisme 9) Hedonisme 10) Spiritualisme 11) Stoisme 12) Liberalisme e. 3.M. .xxx 8) Filsafat hukum. dan ada alam semesta. tetapi jika tidak maka bukan system filsafat. maka perlu dijabarkan tentang syarat-syarat filsafat terhadap Pancasila tersebut. maka Pancasila merupakan system filsafat. maka dapat dikaji secara filsafat (ingat objek material filsafat adalah segala yang ada). Penjabaran filsafat terhadap Pamcasila : 1) Objek filsafat : yang pertama objek material adalah segala yang ada dan mungkin ada. yaitu ada Tuhan. Objek yang demikian ini dapat digolongkan ke dalam tiga hal.E. 2.

kerakyatan. 3) Sistem filsafat : setiap ilmu maupun filsafat dalam dirinya merupakan suatu system. maka Pancasila memenuhi syarat juga dalam hal objek formalnya. yang mutlak. rakyat. atau metode menemukan hakikat. metode sintesa serta metode analisa dan sintesa (analitico-syntetik). tetapi cara menemukan hakikat. persatuan. Demikian juga dalam sila-sila Pancasila yang lainnya. manusia. semesta itu sendiri. lebih dari itu menunjukkan sifat hakikat dari bendanya. semuanya tersusun atas kata dasar dengan tambahan awalan ke/per dan akhiran an. yaitu metode analisa. Misalnya psykhologi merupakan kebulatan tersendiri terpisah dan berbeda dengan anthropologi. tetap dan tidak berubah. Misalnya kemanusiaan. ia temuikan dengan cara-cara tertentu dengan metode analisa dan sintesa. demikian seterusnya ilmu-ilmu dan filsafat yang lain. yaitu sebab Tuhan. dan adil. rakyat dan keadilan itu berada pada alam Dengan demikian dari segi objek material Pancasila dapat diterima. dan adil. Demikian juga Pancasila. nilai-nilainya digali dari buminya Indonesia. manusia dan alam semesta untuk mewakili objek satu. Jadi di sini bukan berfikirnya. Dan dari kelima objek itu dapat dipersempit lagi ke dalam tiga saja. Apakah Pancasila juga kajian hakikat? Kalau menilik dari kelima objek kelima sila Pancasila itu. yaitu Ke-Tuhanan. maknanya adalah hakikat abstrak dari manusia itu sendiri. Secara umum ada dua dan tiga dengan metode campuran.xxxi Dari rumusan ini maka objek yang didapat adalah : Tuhan. hal-hal yang bersatu. rakyat. 2) Metode filsafat : Metode filsafat adalah kontemplasi atau perenungan atau berfikir untuk menemukan hakikat. satu. awalan per menunjukkan suatu proses menuju ke awalan ke yang nantinya diharapkan menjadi kesatuan juga. maka akan menjadi abstrak (bersifat abstrak) benda kata dasar tersebut. objek formal filsafat adalah hakikat dari segala sesuatu yang ada itu sendiri. Menurut ilmu bahasa. Kedua. Dengan analisis penjabaran ini. Khusus untuk persatuan. dan keadilan. jika suatu kata dasar diberi awalan ke atau per dan akhiran an. . terpisah dengan system lainnya. artinya merupakan suatu kebulatan dan keutuhan tersendiri.

sedang semua sila yang kelima merupakan sila yang terkhusus dan merupakan tujuan dari semua sila yang di depan. Silasila yang di depan mendasari dan menjiwai sila-sila yang di belakang. adalah dasar yang paling umum bagi semua sila yang di belakang. oleh karena itu rumusannya (redaksinya) berbunyi “… untuk mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia”. dan dari segi keluasannya sila-sila yang di belakang lebih sempit dari sila-sila yang di muka. dan universal adalah sifat dari kajian filsafat. Memang terdiri dari lima.. sedang sila-sila yang di belakang merupakan pengkhususan atau bentuk realisasi dari sila-sila yang di depan. lima sila dalam satu kesatuan yang utuh. Setiap sila mengandung. demikian juga berlaku pada sila-sila yang lainnya. yang berada di manapun dan waktu kapanpun. maka sila pertama ke-Tuhanan Y. Pengertian umum itu bertingkat.E. tetapi sila-sila tersebut saling ada hubungannya satu dengan lainnya secara keseluruhan. bahwa yang namanya “adil” itu sama hakikatnya maknanya di manapun dan kapanpun. dibatasi dan disifati oleh keempat sila lainnya. sebagaimana terdapat dalam sila ke dua Pancasila. mendasari. dari umum penjumlah yang kecil (kolektif) dari sekumpulan jumlah tertentu sampai jumlah yang lebih besar dan lagi hingga kepada umum seumum-umumnya (universal). di mana dan kapanpun manusia itu berada. Bagaimana jika diterapkan pada Pancasila? Misalnya kajian tentang hakikat manusia. dan menjiwai semua sila. Oleh karena itu dapat diistilahkan “Eka Pancasila”. Dengan uraian yang merupakan penjabaran dari syarat-syarat filsafat yang ternyata cocok diterapkan kepada Pancasila. Hakikat manusia adlah unsur-unsur dasar yang mutlak pada manusia adalah sama bagi seluruh jenis makhluk yang namanya manusia. tidak ada satupun sila yang terpisah dengan yang lainnya. Dilihat dari pemahaman ini.xxxii Pancasila sebagai suatu Dasar Negara adalah merupakan suatu kebulatan.M. 4) Sifat universal filsafat : Berlaku umum adalah sifat dari pengetahuan ilmiah. jadi pengertian ini (universal) tidak terbatas pada ruang dan waktu. Sila keadilan demikian juga. ini menunjukkan dan mengukuhkan bahwa luas .

xxxiii Pancasila benar-benar suatu system filsafat. yaitu terdiri atas susunan kodrat. Untuk hal ini. Kajian Ontologis Secara ontologis kajian Pancasila sebagai filsafat dimaksudkan sebagai upaya untuk mengetahui hakikat dasar dari sila-sila Pancasila. Dengan demikian. Oleh karena itu. Yaitu Sistem Filsafat Bangsa Indonesia. sekaligus sebagai makhluk Tuhan. raga dan jiwa. serta jasmani dan rohani. serta kepercayaan dan agama-agamanya. karena manusia merupakan subjek hukum pokok dari sila-sila Pancasila. serta berkeadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia pada hakikatnya adalah manusia (Kaelan. Selain itu. Mengapa?. Pancasila sebagai dasar filsafat negara Republik Indonesia memiliki susunan lima sila yang merupakan suatu persatuan dan kesatuan. segala aspek dalam penyelenggaraan negara diliputi oleh nilaioleh hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan. adaptistiadatnya. Menurut Notonagoro hakikat dasar ontologis Pancasila adalah manusia. sebagai makhluk individu sekaligus juga sebagai makhluk sosial. secara ontologis hakikat dasar keberadaan dari sila-sila Pancasila adalah manusia. B. kebudayaannya. secara hierarkis sila pertama Ketuhanan Yang Maha Esa mendasari dan menjiwai keempat silasila Pancasila (Kaelan. sebagai makhluk individu dan sosial. dari nenek moyang kita sejak lama. kedudukannya sebagai makhluk pribadi yang berdiri sendiri. yaitu berupa sifat kodrat monodualis. 2005). dari khasanah kehidupannya. Hal ini dapat dijelaskan bahwa yang berketuhanan Yang Maha Esa. dari kebiasaannya. Notonagoro lebih lanjut mcngemukakan bahwa manusia sebagai pendukung pokok sila-sila Pancasila secara ontologis memiliki hal-hal yang mutlak. berkemanusian yang adil dan beradab. . berkerakyatan yang dipimpin 2005). serta kedudukan kodrat manusia sebagai makhluk pribadi dan sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa. serta mempunyai sifat dasar kesatuan yang mutlak. Di samping itu. Konsekuensmya. berkesatuan Indonesia. nama Indonesia ini ditambahkan karena objek materialnya seperti telah diutarakan di muka adalah dari bangsa Indonesia sendiri. Selanjutnya. Yaitu digali dari buminya Indonesia.

dasar epistemologis Pancasila sangat berkaitan erat dengan konsep dasarnya tentang hakikat manusia. seluruh nilai-nilai Pancasila tersebut menjadi dasar rangka dan jiwa bagi bangsa Indonesia. bahwa nilai-nilai tersebut sebagai kausa material is Pancasila. Kajian Epistemologi Kajian epistemologi filsafat Pancasila dimaksudkan sebagai upaya untuk mencari hakikat Pancasila sebagai suatu sistem pengetahuan. Selanjutnya. Merujuk pada pemikiran filsafat Aristoteles. Menurut Titus (1984:20) terdapat tiga persoalan yang mendasar dalam epistemologi. susunan Pancasila sebagai suatu sistem pengetahuan maka Pancasila memiliki susunan yang bersifat formal logis. Epistemologi Pancasila sebagai suatu objek kajian pengetahuan pada hakikatnya meliputi masalah sumber pengetahuan Pancasila dan susunan pengetahuan Pancasila. Susunan kesatuan sila-sila Pancasila adalah bersifat hierarkis dan berbentuk piramidal. Oleh karena itu.xxxiv nilai Pancasila yang merupakan suatu kesatuan yang utuh yang memiliki sifat dasar yang mutlak berupa sifat kodrat manusia yang monodualis tersebut. moral negara. Hal ini berarti bahwa dalam setiap aspek penyelenggaraan negara harus dijabarkan dan bersumberkan pada nilai-nilai Pancasila. tugas/kewajiban negara dan warga negara. . Sila pertama Pancasila mendasari dan menjiwai keempat sila lainnya. tujuan negara. tentang watak pengetahuan manusia. yaitu: a. b. sistem hukum negara. seperti bentuk negara. adalah nilai-nilai yang ada pada bangsa Indonesia itu sendiri. baik dalam arti susunan sila-sila Pancasila maupun isi arti dari dari sila-sila Pancasila ifu. yaitu: a. tentang sumber pengetahuan manusia. sebagaimana telah dipahami bersama. Kemudian. tentang teori kebenaran pengetahuan manusia. sifat negara. Hal ini dimungkinkan karena epistemologi merupakan bidang filsafat yang membahas hakikat ilmu pengetahuan (ilmu tentang ilmu). Kajian epistemologi Pancasila tidak dapat dipisahkan dengan dasar ontologisnya. Adapun tentang sumber pengetahuan Pancasila. serta c. C. serta segala aspek penyelenggaraan negara lainnya.

Karena sila-sila Pancasila sebagai suatu sistem filsafat memiliki satu kesatuan dasar aksiologis. dan kelima. Kajian Aksiologi Kajian aksiologi filsafat Pancasila pada ivakikatnya membahas tentang nilai praksis atau manfaat suatu pengeiahuan tentang Pancasila. yaitu akal. Sila Ketuhanan Yang Maha Esa member! landasan kebcnaran pengetahuan manusia yang bersumber pada intuisi. Kedudukan dan kodrat manusia pada hakikatnya adalah sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa. baik yang menyangkut kualitas maupun kuantitasnya. Pancasila memandang bahwa ilmu pengetahuan pada hakikatnya tidak bebas nilai karena harus diletakkan pada kerangka moralitas kodrat manusia serta moralitas religius dalam upaya untuk mendapatkan suatu tingkatan pengetahuan dalam hidup manusia. c. Selain itu. dasar-dasar rasional logis Pancasila juga menyangkut isi arti sila-sila Pancasila tersebut. sesuai dengan sila pertama Pancasila. keempat. susunan Pancasila memiliki sistem logis. epistemologi Pancasila mengakui kebenaran konsensus terutama dalam kaitannya dengan hakikat sifat kodrat manusia sebagai makhluk individu dan makhluk sosial. Dasar-dasar rasional logis Pancasila juga menyangkut kualitas ataupun kuantitasnya. serta e. kedua. Selain itu. dan ketiga. dan keempat. Sila keempat didasari dan dijiwai sila pertama. dalam sila ketiga. keempat. dan kehendak manusia untuk mendapatkan kebenaran yang tertinggi.xxxv b. rasa. ketiga. kebenaran dan pengetahuan manusia merupakan suatu sintesis yang harmonis di antara potensi-potensi kejiwaan manusia. dan kelima.Sebagai suatu paham epistemologi. serta mendasari dan menjiwai sila kelima. epistemologi Pancasila juga mengakui kcbenaran wahyu yang bersifat mutlak. Hal ini sebagai tingkat kebcnaran yang tertinggi: Selanjutnya. serta mendasari dan menjiwai sila keempat dan kelima. kedua. maka nilai-nilai yang . Sila kelima didasari dan dijiwai sila pertama. Sila kedua didasari sila pertama serta mendasari dan menjiwai sila ketiga. Karena itu. Demikianlah. D. Sila ketiga didasari dan dijiwai sila pertama dan kedua. d. Itulah sebabnya Pancasila secara epistemologis harus menjadi dasar moralitas bangsa dalam membangun perkembangan sains dan teknologi dewasa ini.

Dengan demikian. Jadi. Hal ini merupakan pandangan dari paham objektivisme. aksiologi Pancasila mengandung arti bahwa kita membahas tentang filsafat nilai Pancasila. Kalangan materialis memandang bahwa hakikat nilai yang tertinggi adalah nilai material. yaitu berorientasi pada nilai yang nonmaterial. Sifat dari suatu benda yang menyebabkan menarik minat seseorang atau kelompok. yaitu bahwa sesuatu itu bernilai karena berkaitan dengan sabjek pemberi nilai. Akan tetapi. artinya ada sifat atau kualitas yang melekat padanya. Hal ini bersifat subjektit. tetapi juga terdapat pandangan bahwa pada hakikatnya nilai sesuatu itu melekat pada dirinya sendiri. dan kata kerja yang artinya sesuatu tindakan kejiwaan tertentu dalam menilai atau melakukan penilaian (Frankena: 229). Di dalam Dictionary of Sociology' an Related Sciences dikemukakan bahwa nilai adalah suatu kemampuan yang dipercayai yang ada pada suatu benda untuk memuaskan manusia. Selanjutnya. Sesuatu itu mengandung nilai. nilai yang bersifat rohaniah . Indah dan baik adalah sifat atau kualitas yang melekat pada bunga dan perbuatan. manusia memiliki orientasi nilai yang berbeda bergantung pada pandangan hidup dan filsafat hidup masing-masing. Adanya nilai itu karena adanya kenyataan-kenyataan lain sebagai pembawa nilai. Notonagoro memerinci tentang nilai. nilai itu sebenarnya adalah suatu kenyataan yang tersembunyi di balik kenyataan-kenyataan lainnya. dari berbagai macam pandangan tentang nilai dapat dikelompokkan pada dua macam sudut pandang. tetapi ada pula yang sebaliknya. Ada yang mendasarkan pada orientasi nilai material. Terdapat berbagai macam teori tentang nilai dan hal ini sangat bcrgantung pada titik tolak dan sudut pandang setiap teori dalam menentukan pengertian nilai. Dalam hubungan ini. Istilah nilai dalam kajian filsafat dipakai untuk merujuk pada ungkapan abstrak yang dapat juga diartikan sebagai "keberhargaan " (worth) atau "kebaikan " (goodnes). sedangkan kalangan hedonis berpandangan bahwa nilai yang tertinggi adalah nilai kenikmatan. pcrbuatan itu baik. yaitu manusia.xxxvi terkandung dalamnya pada hakikatnya juga merupakan suatu kesatuan. Nilai material relatif lebih mudah diukur menggunakan pancaindra ataupun alat pengukur. Namun. misalnya bunga itu indah. nilai itu pada hakikatnya adalah sifat atau kualitas yang melekat pada suatu objek. ada yang bersifat material dan nonmaterial.

Dengan demikian. dan yang berkeadilan sosial. yang berkerakyatan. ataupun nilai kesucian yang secara keseluruhan bersifat sistemik-hierarkis. Sebagai pendukung nilai. bangsa Indonesialah yang menghargai. Bangsa Indonesia yang berketuhanan. atau penghargaan itu telah menggejala dalam sikap. serta karsa dan keyakinan manusia (Kaelan. tetapi nilai-nilai kerohanian yang mengakui nilai material dan nilai vital. Menurut Notonagoro. serta menerima Pancasila sebagai sesuatu yang bernilai. dan penerimaan Pancasila sebagai sesuatu yang bernilai itu akan tampak menggejala dalam sikap. yaitu ketuhanan Yang Maha Esa menjadi basis dari semua sila-sila Pancasila (Darmodihardjo: 1978). seperti nilai material. rasa. Secara aksiologis. Sehubungan dengan ini. . tetapi dapat juga dilakukan dengan hati nurani manusia sebagai alat ukur yang dibantu oleh cipta.xxxvii sulit diukur. sila pertama. tingkah laku. nilai keindahan atau estetis. bangsa Indonesia merupakan pendukung nilai-nilai Pancasila (subcriber of values Pancasila). tingkah laku. penghargaan. Pengakuan. penerimaan. nilai kebaikan atau nilai moral. nilai vital. mengakui. dan perbuatan bangsa Indonesia. dan perbuatan manusia Indonesia. maka bangsa Indonesia dalam hal ini sekaligus adalah pengembannya dalam sikap. 2005). serta perbuatan manusia dan bangsa Indonesia. Kalau pengakuan. nilai-nilai Pancasila itu termasuk nilai kerohanian. yang berkemanusiaan. nilai kebenaran. yang berpersatuan. nilainilai Pancasila yang tergolong nilai kerohanian itu juga mengandung nilai-nilai lain secara lengkap dan harmonis. tingkah laku.

Untuk itu.xxxviii PENUTUP Pancasila sebagai dasar filsafat negara serta sebagai filsafat hidup bangsa Indonesia pada hakikatnya merupakan suatu nilai-nilai yang bersifat sistematis. Konsekuensinya. . Negara yang merupakan persekutuan hidup manusia sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa. dan keadilan. Untuk mewujudkan suatu negara sebagai suatu organisasi hidup. yaitu sebagai bagian persekutuan hidup yang mendudukkan kodrat manusia sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa (hakikat sila pertama). sila-sila Pancasila merupakan suatu nilai-nilai yang bersifat bulat dan utuh. kemanusiaan. persatuan. Adapun negara yang didirikan oleh manusia itu berdasarkan pada kodrat bahwa manusia sebagai warga negara. dan kenegaraan harus berdasarkan pada nilai-nilai ketuhanan. Terwujudnya persatuan dan kesatuan akan melahirkan rakyat sebagai suatu bangsa yang hidup dalam suatu wilayah negara tertentu. dan menyeluruh. hak serta kekuasaan rakyat harus dijamin. tetapi memiliki esensi serta makna yang utuh. yang merupakan masyarakat hukum (legal society). Konsekuensinya kelima sila tidak terpisah-pisah dan memiliki makna sendirisendiri. . pada hakikatnya bertujuan mewujudkan harkat dan martabat manusia sebagai makhluk yang berbudaya atau makhluk yang beradab (hakikat sila kedua). Pancasila sebagai filsafat bangsa dan negara Republik Indonesia mengandung makna bahwa setiap aspek kehidupan kebangsaan. negara harus bersifat demokratis. kerakyatan. sila-sila Pancasila merupakan suatu sistem filsafat. kemasyarakatan. Pemikiran filsafat kenegaraan bertolak dari pandangan bahwa negara adalah merupakan suatu persekutuan hidup manusia atau organisasi kemasyarakatan. hidup kenegaraan itu haruslah didasarkan pada nilai bahwa rakyat merupakan asal mula kekuasaan negara. Maka itu. manusia harus membentuk suatu ikatan sebagai suatu bangsa (hakikat sila ketiga). hierarkis. Dalam pengertian inilah. fundamental. dan sistematis.

Makassar.. Dengan demikian. 1985. Titus Harold.W. No. Pranarka. Jelaskas kajian ontologis. Suseno. Darji. Pokok-Pokok Filsafat Hukum. seluruh warga negara harus dijamin berdasarkan suatu prinsip keadilan yang timbul dalam kehidupan bersama (hakikat sila kelima). Etika Politik: Prinsip-Prinsip Moral Dasar Modern. Filsafat Pancasila sebagai Filasfat Bangsa Negara Indonesia. F. 1989. Magnis. Smith. Poespowardoyo. Penerbit bulan Bintang: Jakarta. Gramedia: Jakarta. diterjemahkan oleh Rasyidi. SOAL LATIHAN Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini : 1. 1971. A. Soeryanto. Jelaskan Prinsip-prinsip filsafat pancasila! 3. 1996. efistimologis dan aksiologis dari pancasila! 4. Fukuyama. 1984. 1989. The End of History. and Richard T. Universitas Hasanuddin. Jelaskan Pengertian Filsafat Pancasila! 2. PT Gramedia: Jakarta. Living Issues Philosophy. Franz. Polity Press: Cambridge. Makalah pada Kursus Calon Dosen Pendidikan Kewarganegaraan: Jakarta.M. Untuk mewujudkan tujuan negara sebagai tujuan bersama. Tim Dosen Pancasila Unhas. Jelaskan pancasila sebagai kristalisasi nilai-nilai budaya bangsa Indonesia! DAFTAR BACAAN Darmodiharjo. untuk mewujudkan tujuan. CSIS: Jakarta.xxxix baik sebagai individu maupun secara bersama (hakikat sila keempat). Kaelan. 2005. Notonagoro. dalam hidup kenegaraan harus diwujudkan jaminan perlindungan bagi seluruh warga. Dikutip dari Modernity and Its Future. Gramedia Pustaka Utama: Jakarta. Pengertian Dasar bagi Departemen Pertahanan dan Keamanan: Jakarta. Implementasi Pancasila untuk ABR1. Nolan. dalam National Interest.2003 . Marilyn S. Sejarah Pemikiran tantang Pancasila.Pendidikan Pancasila Perguruan Tinggi. 16 (1989). Filsafat Pancasila. 1987.

Makassar. Pancasila akan selalu mempunyai hal baru yang progresif dalam menghadapi tantangan kehidupan yang makin maju dan kompleks. pancasila dihadapkan pada kekuatan kapitalisme global yang telah dijadikan "ideologi" . nilai religius yang terdapat pada pandangan hidup bangsa indonesia sendiri sebelum membentuk negara. Tantangan sekarang ini. Dalam arti.2004 Tim Dosen Kewarganegaraan Hasanuddin. Latar Belakang Pancasila merupakan hasil perenenungan atau pemikiran seseorang atau kelompok orang. Pengejawantahannya tercermin dalam kehidupan praksis.STIMIK DIPANEGARA . maupun religi. Pendidikan Kewarganegaraan. nilai tradisi. nilai kepustakaan. khususnya menyangkut nilai-nilai kemanusiaan dan keadilan. Pancasila telah tampil di garda depan. baik dalam bidang politik. Kumpulan nilai – nilai dari kehidupan lingkungan sendiri dan yang diyakini kebenarannya kemudian digunakan untuk mengatur masyarakat. Dalam beberapa pasal. Pancasila sebagai ideologi bersifat dinamik. ekonomi. Menurut Noor MS. inilah yang dinamakan ideologi. Apa yang dipaparkan Noor MS Bakry mengindikasikan.Makassar. Bakry [1994].Pendidikan Pancasila Bunga Rampai . sosial budaya. nilai kebudayaan. melainkan berasal dari nilai – nilai yang dimiliki bangsa Indonesia sendiri. Universitas BAB III PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI NASIONAL PENDAHULUAN A. Pancasila bukan berasal dari dari ide – ide bangsa lain.2008 Unhas. yang juga diangkat dari nilai adat istiadat. ia menjadi kesatuan prinsip pengarahan yang berkembang dialektik serta terbuka penafsiran baru untuk melihat perspektif masa depan dan aktual antisipatif dalam menghadapi perkembangan dengan memberikan arah dan tujuan yang ingin dicapai dalam melangsungkan hidup dan kehidupan nasional.xl Tim Dosen Pancasila Unhas.

kemanusiaan. persatuan. Ruang Lingkup Bahan pembelajaran ini akan membahas : . Menghadapi konsepsi tatanan pemikiran yang berkembang. Pancasila juga dapat dipandang sebagai ideologi negara kebangsaan Indonesia. B. jika tidak berkemanusiaan juga bukan manusia. Tampaknya. sejak awal reformasi hingga saat ini sedang terjadi declining (kemunduran) pamor ideologi Pancasila seiring meningkatnya liberalisasi dan demokratisasi dunia. Masyarakat Indonesia sedikit banyak terpengaruh dengan kaum kapitalisme global ini. tanpa pedoman. Atas dasar Weltanschauung itu. terasa pamor Pancasila sedang menurun. keadilan. Mustafa Rejai dalam buku Political Ideologies menyatakan. sehingga disebut kepribadian kemanusiaan. decline (kemunduran). Jika tidak demikian bukanlah manusia. Dengan demikian.xli masyarakat dunia. Akhir-akhir ini. sekarang saatnya kita menghidupkan dan memperlihatkan Pancasila sebagai sosok yang sakti. Sebuah negara bangsa membutuhkan Weltanschauung atau landasan filosofis. Dunia juga tampak belum yakin pada kelangsungan dan kemajuan sebuah negara bangsa bernama Indonesia. dan resurgence of ideologies (kebangkitan kembali suatu ideologi). misi. dan tujuan negara. negara bergerak seperti layangan putus. jika tidak berpersatuan juga tidak manusia. Dalam Pancasila ada kepribadian kemanusiaan yang sangat penting. lima unsur tersebut mutlak ada dalam diri manusia. Tanpa itu. yaitu ketuhanan. dan jika tidak berkerakyatan dan berkeluargaan juga bukan ma-nusia. serta jika tidak berkeadilan juga bukan manusia. kerakyatan. disusunlah visi. Agar Pancasila sebagai ideologi bangsa tetap mempunyai semangat untuk diperjuangkan. yang terjadi adalah emergence (kemunculan). kita perlu menerima kenyataan belum diterimanya Pancasila oleh semua pihak. ideologi itu tidak pernah mati. Saatnya kita menggali nilai-nilai kemanusiaan dan keadilan yang terkandung didalamnya. Kepribadian kemanusiaan merupakan sifat-sifat hakikat kemanusiaan abstrak umum universal yang dapat membedakan manusia dengan makhluk lain. yang merupakan sifat hakikat manusia.

Menjelaskan pengertian idiologi secara umum. komunisme. 5. Peranan Ideologi dalam Kehidupan Bermasyarakat. 4. Memahami peranan idiologi bangsa bagi bangsa dan negara serta Memahami pancasila sebagai ideologi bangsa dan negara indonesia yang memiliki ciri terbuka. memahami. Pancasila sebagai Ideologi Terbuka d. Berbangsa dan Bernegara c. dan menghayati Pancasila sebagai Idiologi bangsa dan negara.xlii a. Menjelaskan pengertian macam – macam idiologi yang meliputi idiologi terbuka. dan dinamis kemudian Membandikan idiologi pancasila dengan idiologi dunia lainnya seperti liberalisme. 2. ideologi komprehensif dan ideologi partikular. sekulerrisme. komprehensif. 6. Melalui pembelajaran ini mahasiswa diharapkan dapat : 1. Menjelaskan makna idiologi bagi bangsa dan negara. Reformasi Socio-Moral C. Pengertian Ideologi dan Dimensi-dimensinya b. Perbandingan Ideologi Pancasila dengan Ideologi Lainnya e. Sasaran Pembelajaran Modul Mahasiswa diharapkan dapat mengerti. ideologi tertutup. reformatif. . 3. dan idiologi keagamaan.

atau cita-cita tertentu. Dengan demikian dapat dipahami bahwa ideologi adalah seperangkat sistem nilai yang diyakini kebenarannya oleh suatu bangsa dan digunakan sebagai dasar untuk menata masyarakat dalam negara. Eidos berarti idea. Selanjutnya ideologi menurut makna yang dikandungnya berarti suatu ilmu atau ajaran yang mengandung ide atau cita-cita yang bersifat tetap dan sekaligus merupakan dasar. ideologi adalah ilmu atau ajaran tentang idea-idea. Jorge Larrain. gagasan-gagasan. cara fikir. gagasan. Jadi. cita-cita ataupun konsep. Ideologi mengandung nilai-nilai dasar yang hidup dalam masyarakatnya dan terkristalisasi dalam falsafah negara. istilah ideologi berasal dari bahasa Yunani yaitu dari kata “eidos” dan “logos”. pandangan ataupun paham.xliii URAIAN BAHAN PEMBELAJARAN A. Pengertian Ideologi dan Dimensi-Dimensinya A. atau paham. Nilai-nilai yang dipandang itu sebagai cita-cita yang menjadi landasan bagi cara pandang.1 Pengertian Ideologi Secara etimologi. ajaran.2 Dimensi-Dimensi Ideologi Dimensi Realitas . A. Sedangkan logos berarti ilmu. dan cara tindak seseorang atau bangsa dalam menyelesaikan masalah-masalah yang dihadapinya. dalam tulisannya tentang The Consept of Ideology (2002) menjelaskan bahwa “ideology as a set of beliefs” yaitu setiap individu atau kelompok masyarakat memiliki suatu sistem kepercayaan mengenal sesuatu yang dipandang bernilai dan menjadi kekuatan motivasi bagi perilaku individu atau kelompok masyarakat.

Dimensi Fleksibilitas Disini ideologi seyogyanya dapat mengikuti spirit perkembangan zaman. Peranan Ideologi Dalam Kejhidupan Bermasyarakat . sesuai tuntunan perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. asas atau fundasi di atas mana semua kegiatan kehidupan masyarakat. ideologi merupakan pencerminan realitas yang hidup dalam masyarakat. Dimensi Normalitas Artinya ideologi mengandung nilai-nilai yang bersifat mengikat masyarakatnya. ideologi memiliki peranan sebagai dasar. ideologi mengandung nilai-nilai dasar. sehingga mereka tidak asing dan merasa dipaksakan untuk melaksanakannya. Sebagai Dasar Artinya merupakan pangkal tolak. Nilai-nilai dasar yang terkandung di dalamnya bersumber dari nilai-nilai yang hidup dalam masyarakat penganutnya.xliv Pada dimensi ini. B. arah. Karena itu. dan Negara dibangun. a. dan dasar tersebut umumnya berasal dari nilai-nilai yang berkembang dan hidup dalam masyarakat itu sendiri . Berbangsa. berbangsa. Dimensi Idealitas Disini ideologi mengandung cita-cita dalam berbagai bidang kehidupan yang ingin dicapai oleh masyarakat penganutnya. normanorma dan cita-cita yang ingin diwujudkan oleh masyarakat penganutnya. Dimensi ini terutama terdapat pada ideologi yang bersifat terbuka dan demokratis. dan tujuan yang ingin dicapai dalam kehidupan bermasyarakat. dan Bernegara Sebagaimana diuraikan di muka. berupa norma-norma atau aturan-aturasn yang harus dipatuhi yang sifatnya positif. karena nila-nilai dasar itu telah menjadi milik bersama. dan bernegara. bangsa. Cita-cita yang dimaksud hendaknya berisi harapan-harapan yang mungkin direalisasikan.

Peran sebagai pengarah ditunjukkannya pada kedudukan Pancasila sebagai “sumber dari segala sumber hukum” segala peraturan hukum dan perundang-undangan yang ada di Negara Kesatuan Republik Indonesia. Sebagai Tujuan Artinya semua aktivitas dalam kehidupan bermasyarakat. Pancasila Sebagai Ideologi Terbuka Suatu ideologi disebut terbuka bila ideologi tersebut dapat menerima dan bahkan mengembangkan pemikiran-pemikiran baru sejauh tidak bertentangan dengan nilai-nilai dasarnya. dan bernegara pada akhirnya mengarah pada suatu tujuan atau cita-cita yang terkandung dalam ideologi yang dipakai. berbangsa. pengendali di dalam setiap gerak tata kehidupan berbangsa dan bernegara. Tanggal 18 Agustus 1945 sidang PPKI menetapkan secara resmi Pancasila sebagai dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia. b. . Sebagai Pengarah Artinya sebagai pengatur dan pengendali kehidupan masyarakat. yang berlawanan dengan ideologi tertutup atau tidak demokratis (otoriter/totaliter). Pancasila sejak awal pembahasannya (sidang BPUPKI tanggal 29 Mei sampai dengan 1 Juni 1945 dan sidang gabungan tanggal 22 Juni 1945) memang direncanakan untuk dijadikan Dasar Negara. Pancasila sebagai ideologi nasional akan memberikan motivasi dan semangat untuk melaksanakan pembangunan bangsa secara adil dan seimbang untuk mencapai tujuan yang tercantum dalam Pembukaan UUD 1945 (dimensi idealitas). bangsa dan Negara berupa norma-norma atau aturan-aturan yang harus dipatuhi agar arah untuk mencapai cita-cita atau tujuan tidak menyimpang (dimensi normalitas). Ideologi seperti ini disebut ideologi yang demokratis. tanpa harus khawatir kehilangan jati dirinya. Ideologi yang dapat menerima pemikiran-pemikiran baru tentang nilai dasar yang terkandung pada dirinya. C.xlv (dimensi realitas). Disini Pancasila menjelmakan diri sebagai pengarah. c.

Pancasila sebagai ideologi terbuka. ia selalu membutuhkan yang lain. dengan tidak harus mengorbankan nilai-nilai dasarnya yang bersifat tetap. Dengan demikian. Sebagai ideologi terbuka. mengandung arti bahwa nilai dasar yang terkandung dalam Pancasila bersifat tetap atau abadi. berbangsa. namun dalam penjabarannya dapat dikembangkan secara kreatif dan dinamis sesuai dengan kebutuhan dinamika perkembangan masyarakat Indonesia sendiri. Perbandingan Ideologi Pancasila Dengan Ideologi Lainnya a. Suatu ideologi yang demokratis adalah ideologi terbuka. perwujudan Pancasila sebagai ideologi terbuka adalah dalam tata kehidupan Negara kita yang dinyatakan. dan bernegara. Suaitu ideologi yang dalam kenyataannya tidak mampu lagi menerima pemikiranpemikiran baru atau metode baru yang berbeda.xlvi Pancasila sebagai ideologi jelas mempunyai nilai demokratis. walaupun dapat saja penganutnya menyatakan ideologinya demokratis. yaitu mampu menerima pemikiran-pemikiran baru dalam rangka pengembangan atau penyempurnaan perwujudan nilai-nilai dasar yang terkandung di dalamnya. Pancasila sebagai ideologi terbuka tidak sekedar dapat menerima. bukan atas kekuasaan belaka. yang demikian disebut ideologi tertutup atau ideologi otoriter/totaliter. Monodualisme ini adalah kodrati. D. bahkan mendorong untuk dapat menciptakan pemikiran-pemikiran baru tersebut dalam rangka lebih menyegarkan dan memperkuat relevansinya dengan perkembangan spirit zaman. dalam batas-batas tertentu Pancasila dapat menerima dan menampung pengaruh-pengaruh dari nilai-nilai yang berasal dari luar sepanjang tidak bertentangan dengan nilai-nilai dasar yang ada. Inilah yang dimaksudkan dengan nilai instrumental yang dapat dikembangkan sesuai dengan perkembangan spirit zaman. maka manusia tidak dapat hidup sendirian. Hal ini telah ditunjukkan oleh asas sila keempat yaitu : “Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan / perwakilan”.Ideologi Pancasila : Ideologi Pancasila : memandang manusia sebagai makhluk individu dan makhluk sosial. . Lebih dari itu justru memperkaya bentuk perwujudan yang beraneka ragam dalam tata kehidupan bermasyarakat. bahwa Negara kita berdasar atas hukum.

cinta tanah air dan rela berkorban demi kepentingan bangsa dan Negara. Pancasila merupakan tatanan nilai yang digali atau dikristalisasikan dari nilai-nilai dasar budaya bangsa Indonesia yang sudah sejak ratusan tahun lalu tumbuh dan berkembang dalam kehidupan masyarakat di Indonesia (Bung Karno. memberikan kesempatan yang seluas-luasnya kepada semua pemeluk agama dan penganut kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa untuk berkembang di Indonesia. Nilai ini berfungsi sebagai kekuatan mental. Ideologi Pancasila. mengajarkan dan menerapkan sekaligus mengehendaki persatuan. tersimpul nilai satu derajat. Sila Kemanusioann Yang Adil dan Beradab. saling mencintai. Sila kerakyatan Yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan / Perwakilan. hormat menghormati. maka atheisme tidak berhak hidup di bumi Indonesia dalam kerukunan dan kedamaian hidup beragama. musyawarah untuk mufakat dan menjunjung tinggi harkat dan martabat serta nilai kebenaran dan keadilan. sama kewajiban dan hak. keberanian membela kebenaran dan keadilan. Sila Persatuan Indonesia. mengandung nilai spiritual. saling menerina dan memberi antar manusia dalam memasyarakat dan menegara. spiritual. mengandung nilai-nilai kebangsaan.xlvii Menurut konsep Pancasila. Nilai ini mengutamakan kepentingan Negara / bangsa dengan tetap menghargai kepentingan pribadi dan golongan. yakni manusia dalam hidup saling tergantung antar manusia. Sila Ketuhanan Yang Maha Esa. baik setiap silanya maupun paduan dari kelima sila-silanya. sehingga pemahaman dan pengamalannya harus mencakup semua dalamnya. Saling tergantung dan saling memberi merupakan pasangan pokok dan ciri khas persatuan serta menjadi inti isi dari nilai kekeluargaan. mengandung nilai kedaulatan berada di tangan rakyat (demokrasi) yang dijelmakan oleh persatuan nasional yang riil dan wajar. 1 Juni 1945). dan landasan etik dalam Ketahanan Nasional. toleransi dan nilai gotong royong. Kelima sila dalam Pancasila merupakan kesatuan yang bulat dan utuh. nilai yang terkandung di .

namun ada keteraturan. Liberalisme bertitik tolak dari hak azasi yang melekat pada manusi sejak ia lahir dan tidak dapat diganggu gugat oleh siapapun termasuk penguasa. Aliran pikiran perseorangan atau individualistik diajarkan oleh Thomas Hoobbes. maka nilai kebebasan itulah yang utama. yaitu kebebasan dan kepentingan pribadi yang menuntut kebebasan individual secara mutlak yaitu kebebasan mengejar kebahagiaan hidup di tengah-tengah kekayaan material yang melimpah dan dicapai dengan bebas. Laski. hak kebahagiaan. hak kebebasan. Hak dan kebebasan orang seorang hanya dibatasi oleh hak yang sama dimiliki orang lain bukan oleh kepentingan masyarakat seluruhnya. b. yang menjamin kemakmnuran masyarakat secara menyeluruh dan adil. Aliran pikiran ini mengajarkan bahwa Negara adalah masyarakat hukum (legal society) yang disusun atas kontrak semua orang (individu) dalam masyarakat itu (kontrak sosial). Jean Jaques Rousseau. Faham liberalisme selalu mengkaitkan aliran pikirannya dengan hak azasi manusia menyebabkan paham tersebut meiliki daya tarik yang kuat di kalangan masyarakat tertentu. ialah kontradiksi terhadap lingkungan selalu .xlviii Sila Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia. terkecuali atas pesetujuan yang bersangkutan. yaitu bahwa tidak terdapat sifat permanen pada diri manusia. c. menghormati hak orang dan sikap gotong royong. John Locke. dengan menempuh proses dialetik. Menurutnya kepentingan harkat dan martabat manusia (individu) dijunjung tinggi. Ideologi Komunis : Ideologi Komunistik mendasarkan diri pada premise bahwa semua materi berkembang mengikuti hukum kontradiksi. Ideologi Liberal : Ideologi liberal memandang bahwa sejak manusia dilahirkan bebas dan dibekali penciptanya sejumlah hak azasi. Faham liberalisme mempunyai nilai-nilai dasar (intrinsik). yaitu hak hidup. Ciri konsep dialetik tentang manusia. sehingga masyarakat merupakan jumlah para anggotanya saja tanpa ikatan nilai tersendiri. Metode berfikir ideologi ini ialah liberalistik yang berwatak individualistik. hak kesamaan. mengandung nilai sikap adil. Herbert Spencer dan Harold J.

Aliran pikiran golongan (dass theory) yang diajarkan oleh Karl Marx. Pikiran Karl Marx tentang sosial. Kelas ekonomi kuat menindas ekonomi lemah. konsisten terhadap esprit dan ethos yang dijabarkan dalam filsafat pancasila . sadar laku (usaha) dan sadar landasan. Bagi ideologi pancasila diperlukan adanya sadar kehendak (dalam arti tidak akan terombang-ambing). Aliran pikiran golongan (dass theory) beranggapan bahwa Negara ialah susunan golongan (kelas) untuk menindas golongan (kelas) lain.xlix menghasilkan perkembangan dialetik dari manusia. dikaitkan dengan laku/prilaku maka usaha untuk mencapai tujuan tersebut harus melalui tanggap nilai c. Aliran pikiran ini erat hubungannya dengan aliran material-dialektis atau materialistik. dikaitkan dengan tujuan merupakan suatu keinginan untuk melaksanakan citra menjadi kenyataan (konkritisasi) b. dan Lenin bermula merupakan kritik Karl Marx atas kehidupan sosial ekonomi masyarakat pada awal revolusi industri. Engels. Oleh karena itu. (Lihat buku Pendidikan Pancasila oleh Tim Dosen Pancasila Unhas). maka sejarahpun berkembang secara dialetik pula. ekonomi. dikaitkan dengan landasan. E. Secara operasional sadar berarti : a. metoda befikirnya materialisme dialetik dan jika diterapkan pada sejarah dan kehidupan sosial disebut materialisme-historik. Marx menganjurkan agar kaum buruh mengadakan revolusi politik untuk merebut kekuasaan Negara dari kaum golongan karya kapitalis dan borjuis agar kaum buruh dapat ganti berkuasa dan mengatur Negara. Aliran pikiran ini sangat menonjolkan adanya kelas/revolusi dan perebutan kekuasaan Negara. Agar tidak terombang-ambing maka sadar kehendak ini perlu sadar tujuan. Sebagai suatu ideologi maka terkandung suatu kehendak untuk berbuat sesuatu. Sehubungan dengan itu. dengan pikiran Leni terutama dalam pengorganisasian dan operasionalisasinya menjadi landasaan paham komunis. Reformasi Socio-Moral Ideologi yang bersumber pada filsafat pancasila maka reformasi kita bersifat sociomoral. golongan borjuis menindas golongan proletar (kaum buruh).

dan bersatu sajalah Indonesia dapat menjadi salah satu rujukan dunia. Saat itulah Pancasila berpotensi untuk diterima oleh bangsa-bangsa lain di dunia. PENUTUP Pancasila perlu disosialisasikan agar dipahami oleh dunia sebagai landasan filosofis bangsa Indonesia dalam mempertahankan eksistensi dan mengembangkan dirinya menjadi bangsa yang sejahtera dan modern. sosialisme dengan kapitalisme. sistem kelembagaan b. Hanya dengan mencapai kondisi bangsa yang maju. kesejahteraan yang tinggi. Sebagai hasil dari reformasi socio moral tercipta suatu peradabandalam masyarakat berdasarkan pancasila.l Reformasi socio-moral yg berdasarkan ideologi pancasila berarti akan menciptakan : a. ia harus diperjuangkan untuk diterima kebenarannya melewati batas-batas negara bangsa kita sendiri. sistem norma yang ideal (esprit dan ethos) Ini berarti suatu ideologi apapun namanya termasuk ideologi pancasila. menjadi mission sacre kita sebagai suatu bangsa. “terbuka” terhadap suatu perubahan yang datangnya dari luar. Keberhasilan Pancasila sebagai suatu ideologi akan diukur dari terwujudnya kemajuan yang pesat. sistem tanggap nilai c. Sebagai ideologi nasional. Saya berpendapat. kondisi itu adalah hal yang mungkin terjadi yang perlu diwujudkan. walaupun nilai-nilai dasar yang terkandung di dalamnya tidak berubah. Tugas kaum terpelajarlah untuk mengartikulasikan keinginan rakyat untuk maju dengan mewarnai Pancasila yang memiliki rumusan tajam di segala bidang untuk menjawab tantangan yang sedang dihadapi bangsa dan negara kita. Tentu bentuk perjuangan ideologi pada waktu ini berbeda dengan zaman berbenturannya nasionalisme dengan imperialisme. para . Konsepsi dan praktik kehidupan yang Pancasilais terutama harus diwujudkan dalam keseharian kaum elite. para pemimpin. dan persatuan yang mantap dari seluruh rakyat Indonesia. dan antara demokrasi dengan totaliterianisme. sejahtera.

Jakarta. 1978. Pancasila sebagai ideology dalam berbagai bidang Kehidupan bermasyarakat.2004 Tim Dosen Kewarganegaraan Hasanuddin. dan kaum terpelajar Indonesia untuk menjadi pelajaran masyarakat luas.man.Makassar. berbangsa dan bernegara Tim Dosen Pancasila Unhas.E.Makassar. 1991. E. Gramedia. Jelaskan pengertian ideology dan dimensi-dimensinya! 2. Jelaskan peranan Ideologi dalam Kehidupan Bermasyarakat.Jakarta BP-7 Pusat Jakarta. Fogel.William. para pengusaha.2003 Tim Dosen Pancasila Unhas. Isme-isme Dewasa ini. Universitas Hasanuddin.li penguasa. Jelaskan pengertian reformasi sosio-moral! DAFTAR BACAAN Alfian.Makassar. Penerbit Erlangga.STIMIK DIPANEGARA .Pendidikan Pancasila Perguruan Tinggi. Jelaskan perbandingan pancasila dengan ideology lainnya didunia! 4.Pendidikan Pancasila Bunga Rampai . Pendidikan Kewarganegaraan. 1978. Pemikiran Dan Perubahan Politik Indonesia.2008 Unhas. Berbangsa dan Bernegara! 3. SOAL LATIHAN Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini : 1. Universitas .

lii

BAB IV IDENTITAS NASIONAL
PENDAHULUAN A. Latar belakang Situasi dan kondisi masyarakat dewasa ini menjadikan kita prihatin dan merasa ikut bertanggung jawab atas tercabik-cabiknya Indonesia serta kerusakan social yang menimpah masyarakatnya.Bangsa Indonesia yang dahulu dikenal sebagai “het zachste volk ter aarde” dalam pergaulan antarbangsa, kini sedang mengalami bukan saja krisis identitas, melainkan juga krisis dalam berbagai dimensi kehidupan yang melahirkan instabilitas yang berkepanjangan semenjak reformasi digulirkan tahun 1998 (Koento W:2005) Identitas Nasional saat ini bukan lagi menjadi suatu kebanggaan bagi bangsa Indonesia. Saat ini Indonesia tidak hanya mengalami krisis multidimensi, namun juga mengalami krisis dalam berbagai aspek kehidupan yang melahirkan suatu instabilitas yang berkepanjangan semenjak reformasi digulirkan. Akibat dari semakin biasnya nilai-nilai yang terkandung dalam Identitas Nasional yang tertanam pada diri setiap warga negara Indonesia telah menjadikan situasi dan kondisi masyarakat semakin memprihatinkan dalam berbagai bidang kehidupan, seperti ekonomi, politik, budaya, social dan sebagainya.

liii Masyarakat Indonesia yang dahulu dikenal sebagai suatu bangsa yang memiliki budi yang luhur, sopan santun yang tinggi, kerukunan, idealisme, toleransi, solidaritas social dan gotong royong, telah hilang akibat semakin derasnya arus modernisasi dan globalisasi yang menerjang bangsa Indonesia. Hal ini mengakibatkan bangsa Indonsia semakin berada dalam keterpurukan. Krisis moneter disusul krisis ekonomi dan politik yang akar-akarnya tertanam pada krisis moral dan menjalar pada krisis budaya, menjadikan masyarakat kita kehilangan orientasi nilai. Masyarakat Indonesia yang dikenal ramah, hancur porak-poranda ,kemudian menjadi kasar, serta gersang dalam kemiskinan budaya dan kekeringan spiritual. “social terrorism” muncul dan berkembang di sana-sini dalam fenomena pergolakan fisik, pembakaran, dan penjarahan yang disertai pembunuhan sebagaimana terjadi di Poso, Ambon, dan bom bunuh diri di berbagai tempat yang disiarkan secara luas, baik oleh media massa di dalam maupun di luar negeri. Semenjak pergolakan antaretnis di Kalimantan Barat, bangsa Indonesia di forum internasional dilecehkan sebagai bangsa yang telah kehilangan peradabannya. Kehalusan budi, sopan santun dalam sikap dan perbuatan, kerukunan, toleransi, serta solidaritas social, idealisme,dan sebagainya telah hilang hanyut karena derasnya arus modernisasi dan globalisasi yang penuh paradoks. Berbagai lembaga kocar-kacir semuanya dalam malfungsi dan disfungsi. Trust atau kepercayaan terhadap sesama, baik vertical maupun horizontal telah lenyap dalam kehidupan bermasyarakat. Identitas nasiional kita dilecehkan dan dipertanyakan ekistensinya. Krisis multidimensi yang sedang melanda masyarakat menyadarkan kita semua bahwa pelestarian budaya sebagai upaya untuk mengembangkan identitas nasional telah ditegaskan sebagai komitmen konstitusional, sebagaimana telah dirumuskan oleh para pendiri Negara dalam pembukaan UUD 1945 yang intinya adalah memajuan kebudayaan Indonesia. Dengan demikian, secara konstitusional pengembangan kebudayaan untuk membina dan mengembangkan Identitas Nasional telah diberi dasar dan arahnya. B. Ruang Lingkup Adapun ruang lingkup yang akan dijelaskan dari Identitas Nasional meliputi : Latar Belakang dan Pengertian Identitas Nasional, Muatan dan Unsur-unsur Identitas

liv Nasional, Keterkaitan Globalisasi dengan Identitas Nasional, Keterkaitan Integrasi Nasional dan Identitas Nasional, Paham Nasionalisme atau Paham Kebangsaan, Revitalisasi Pancasila Sebagai Pemberdayaan Identitas Nasionalisme B. Sasaran Pembelajaran Mahasiswa diharapkan mampu mengenali karasteristik identitas nasional sehingga dapat memiliki daya tangkal terhadap berbagai hal yang akan menghilangkan identitas nasional Indonesia.

Melalui pembelajaran ini mahasiswa diharapkan dapat : 1. Mengerti tentang Latar Belakang dan Pengertian Identitas Nasional; 2. Menjelaskan Muatan dan Unsur-Unsur Identitas Nasional; 3. Menjelaskan keterkaitan Globalisasi dengan Identitas Nasional; 4. Menjelaskan keterkaitan Integrasi Nasional dengan Identitas Nasional; 5. Menganalisis tentang Paham Nasionalisme atau Paham Kebangsaan sebagai paham yang mengantarkan pada konsep Identitas Nasional; serta 6. Menganalisis tentang Revitalisasi Pancasila sebagai Pemberdayaan Identitas Nasional

lv

URAIAN BAHAN PEMBELAJARAN

A. Pengertian Identitas Nasional Kata Identitas berasal dari bahasa Inggris “identity” yang memiliki pengertian harafiah ciri-ciri, tanda-tanda, atau jati diri yang melekat pada seseorang atau sesuatu yang membedakannya dengan yang lain. Dalam terminology antropologi ,Identitas adalah sifat khas yang menerangkan dan sesuai dengan kesadaran diri pribadi sendiri ,golongan sendiri,kelompok sendiri, komunitas sendiri, atau negara sendiri. Mengacu pada pengertian ini identitas tidak terbatas pada individu semata, tetapi berlaku pula pada suatu kelompok. Adapun kata nasional merupakan identitas yang melekat pada kelompok-kelompok yang lebih besar yang diikat oleh kesamaan-kesamaan, baik fisik, seperti budaya, agama dan bahasa maupun nonfisik, seperti keinginan, cita-cita, dan tujuan. Himpunan kelompokkelompok inilah yang disebut dengan istilah identitas bangsa atau identitas nasional yang akhirnya melahirkan tindakan kelompok (collective action) yang diwujudkan dalam bentuk organisasi atau pergerakan-pergerakan yang diberi atribut-atribut nasional. Kata nasional sendiri tidak bias dipisahkan dari kemunculan konsep nasionalisme.

Bila dilihat dalam konteks Indonesia maka Identitas nasional merupakan manifestasi nilai-nilai budaya yang tumbuh dan berkembang dalam berbagai aspek

lvi kehidupan dari ratusan suku yang “dihimpun” dalam satu kesatuan Indonesia menjadi kebudayaan nasional dengan acuan Pancasila dan roh “Bhineka Tunggal Ika” sebagai dasar dan arah pengembangannya. Dengan kata lain, dapat dikatakan bahwa hakikat identitas Nasional kita sebagai bangsa di dalam hidup dan kehidupan berbangsa dan bernegara adalah Pancasila yang aktualisasinya tercermin dalam penataan kehidupan dalam arti yang luas. Misalnya, dalam aturan perundang-undangan atau hukum, system pemerintahan yang diharapkan, serta dalam niai-nilai etik dan moral yang secara normative diterapkan di dalam pergaulan, baik dalam tataran nasional maupun internasional, dan sebagainya. Nilainilai budaya yang tercermin di dalam Identitas Nasional tesebut bukanlah barang jadi yang sudah selesai dalam kebekuan normative dan dogmatis, melainkan sesuatu yang “terbuka” yang cenderung terus-menerus bersemi karena hasrat menuju kemajuan yang dimiliki oleh masyarakat pendukungnya. Konsekuensi dan implikasinya adalah bahwa identitas nasional adalah sesuatu yang terbuka untuk ditafsirkan dengan diberi makna baru agar tetap relevan dan fungsional dalam kondisi aktual yang berkembang dalam masyarakat. B. Muatan dan Unsur-Unsur Identitas Nasional a. Muatan Unsur-Unsur Identitas Nasional Muatan Identitas Nasional dapat digambarkan sebagai berikut:

Pandangan Hidup Bangsa Kepribadian bangsa Filsafat Pancasila

Dasar Negara

Norma Peraturan

Rule of Law

Hak dan Kewajiban WN Demokrasi dan HAM

bisa dikatakan bahwa Identitas Nasional adalah merupakan Pandangan Hidup Bangsa. Di Indonesia terdapat banyak sekali suku bangsa atau kelompok etnis dengan tidak kurang 300 dialek bahasa. Kemajemukan itu merupakan gabungan dari unsur-unsur pembentuk identitas.lvii Etika Politik Geopolitik Indonesia Deostrategi Ketahanan Dari gambaran tersebut. . Hindu. kebudayaan. dan bahasa. Kristen. 1) Suku bangsa adalah golongan social yang khusus bersifat askriptif (ada sejak lahir) yang sama coraknya dengan golongan umur dan jenis kelamin. yaitu suku bangsa. Filsafat Pancasila dan juga sebagai ideologi Negara.Agama-agama yang tumbuh berkembang di Nusantara adalah agama Islam.termasuk disini adalah tatanan hukum yang berlaku di Indonesia. agama. Hal ini akhirnya menjadi etika Politik yang kemudian dikembangkan menjadi konsep geopolitik dan geostrategi Ketahanan Nasional di Indonesia. Kepribadian Bangsa. 2) Agama bangsa Indonesia dikenal sebagai masyarakat yang agamis. b. Dengan demikian Identitas Nasional mempunyai kedudukan paling tinggi dalam tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara. demokrasi serta hak asasi manusia yang berkembang semakin dinamis di Indonesia. Norma peraturan ini mengatur mengenai hak dan kewajiban warga Negara. Katolik. Dengan kata lain juga merupakan dasar Negara yang merupakan norma peraturan (Rule of Law) yang harus dijunjung tinggi oleh semua warga Negara tanpa terkecuali. Unsur-unsur Identitas Nasional Identitas Nasional Indonesia merujuk pada suatu bangsa yang majemuk.

yaitu identitas sebagai alat untuk menciptakan Indonesia yang dicita-citakan. budaya. 4) Bahasa merupakan unsur pendukung identitas nasional yang lain. dan lagu kebangsaan. bahasa. Bendera Negara. Bahasa Indonesia. Dasar Negara. yang meliputi Negara kepulauan (archipelago) dan pluralisme dalam suku. dan Ideologi Negara. Agama Kong Hu Cu pada masa orde baru tidak diakui sebagai agama resmi negara. Bendera Kebangsaan Indonesia Merah Putih . bahasa Indonesia. dan Ideologi Negara. 2) Identitas Instrumental. yaitu Pancasila yang merupakan Falsafah Bangsa. Identitas Instrumental. Dari Unsur-unsur Identitas Nasional tersebut dapat dirumuskan pembagiannya menjadi tiga bagian yaitu : 1) Identitas Fundamental. serta agama dan kepercayaan Identitas Nasional Indonesia yang bersifat pluralistic (ada keanekaragaman) baik menyangkut sosio-kultural maupun religiositas terbagi atas : • • Identitas fundamental/ideal. tetapi sejak pemerintahan Presiden Abdurrahman Wahid. Bahasa dipahami sebagai system perlambang yang secara arbitrer dibentuk atas unsur-unsur bunyi ucapan manusia dan yang digunakan sebagai sarana berinteraksi antar manusia. 3) Kebudayaan adalah pengetahuan manusia sebagai makhluk social yang isinya perangkat-perangkat atau model-model pengetahuan yang secara kolektif digunakan oleh pendukung-pendukungnya untuk menafsirkan dan memahami lingkungan yang dihadapi dan digunakan sebagai rujukan atau pedoman untuk bertindak (dalam bentuk kelakuan dan benda-benda kebudayaan) sesuai dengan lingkungan yang dihadapi. lambing negara. istilah agama resmi dihapuskan.lviii Buddha. Lagu Kebangsaan “Indonesia Raya”. dalam hal ini adalah pancasila yang merupakan Falsafat Bangsa. 3) Identitas Alamiah. Alatnya berupa UUD 1945.dan Kong Hu Cu. Lambang Negara. yang bersisi UUD 1945 dan Tata Perundangannya. Dasar Negara.

Pada pita itu tertulis “Bhineka Tunggal Ika” yang berarti walaupun berbedabeda tetap satu jua. . budaya. dan kepercayaan. Nilai-ninlai tersebut. agama. Globalisasi Adanya Era globalisasi dapat berpengaruh terhadap nilai-nilai budaya bangsa Indonesia. suka tidak suka telah datang dan menggeser nilai-nilai yang telah ada. tetapi merupakan penjelman dari cita-cita tinggi yang terkandung dalam jiwa bangsa Indonesia.lix Bendera Merah Putih bukanlah semata-mata sebagai benda untuk keindahan belaka. Lambang Negara Republik Indonesia Lambang negara Garuda Pancasila menggambarkan kedaulatan. C. Lagu Kebangsaan Indonesia Raya Lagu kebangsaan Indonesia Raya menggambarkan semangat cinta tnah air dan kegagahan serta kebenaran. Era Globalisasi tersebut mau tidak mau. kepribadian. dan kemegahan negara Indonesia. juga mencakup di dalamnya identitas religiulitas dan sosio-kultural yang meliputi pluralistic dalam suku. seekor burung garuda yang berdiri tegak dengan mengembangkan sayapnya ke kanan dan ke kiri. • Identitas alamiah. Semua ini merupakan ancaman. Indonesia merupakan negara kepulauan. 2. Pada dadanya digantungsebuah perisai yang dibagi menjadi lima ruang. ada yang bersifat positif dan ada pula yang bersifat negative. satu di tengah dan empat di tepi. Wujud lambing negara Indonesia adalah sebagai nerikut : 1. Keterkaitan Globalisasi Dengan Identitas Nasional a.dan sekaligus sebagai peluang bagi bangsa Indonesia untuk berkreasi dan berinovasi disegala aspek kehidupan. Identitas alamiah.tantangan. Kaki burung mencengkeram sebuah pita yang sedikit melengkung ke atas. bahasa. sedangkan kepalanya menghadap kanan. 3.

Batas antarnegara hampir tidak ada artinya. berarti etika dan moral telah dikesampingkan. Apabila ini terjadi. Jika semua ini tidak dapat dibendung. Dengan demikian. serta 2) semakin menonjolnya sikap materialistis. Untuk membendung arus globalisasi yang sangat deras tersebut maka harus diupayakan suatu kondisi (konsepsi) agar ketahanan nasional dapat terjaga. Adapun yang perlu dicermati dalam proses akulturasi tersebut. yang berarti harkat dan martabat manusia hanya diukur dari hasil atau keberhasilan sesorang dalam memperoleh kekayaan. pergaulan antar bangsa semakin ketat. akan menggagu ketahanan disegala aspek kehidupan.lx Di era globalisasi. Pengaruh negative akibat proses akulturasi dapat merongrong nilai-nilai yang telah ada di dalam masyarakat. bahkan akan berpengaruh pada kredibilitas sebuah ideologi. Hal ini bisa berakibat bagaiman cara memperolehnya menjadi tidak dipersoalkan lagi. b. Di dalam pergaulan antarbangsa yang semakin kental itu. Arus informasi yang semakin pesat mengakibatkan akses masyarakat tehadap nilainilai asing yang negative semakin besar. yaitu dengan cara membangun sebuah konsep nasionalisme kebangsaan yang mengarah kepada konsep Identitas Nasional. Apabila proses ini tidak segera dibendung. apakah dapat melunturkan tata nilai yang merupakan jati diri bangsa Indonesia? Lunturnya tata nilai tersebut biasanya ditandai oleh dua faktor yaitu : 1) semakin menonjolnya sikap individualistis. yaitu mengutamakan kepentingan pribadi di atas kepentingan umum. intensitas hubungan masyarakat antara satu Negara dengan Negara yang lain menjadi semakin tinggi. kecenderungan . batas wilayah tidak lagi menjadi penghalang. saling meniru dan saling mempengaruhi diantara budaya masing-masing. akan berakibat lebih serius ketika pada puncaknya masyarakat tidak bangga lagi pada bangsa dan negaranya. akan terjadi proses akulturasi. hal ini bertentangan dengan asas gotong royong. Keterkaitan Globalisasi Dengan Identitas Nasional Dengan adanya globalisasi.

upaya membangun keadilan. pencucian uang (money laundering). agama. aman. Kalimantan Barat. Untuk mewujukan. suku. Kejahatankejahatan tersebut. Jika hal tersebut tidak dibendung akan menggagu terhadap ketahanan nasional di segala aspek kehidupan. bahkan akan menyebabkan lunturnya nilai-nilai Identitas Nasional. peredaran dokumen keimigrasian palsu. seperti banyaknya keterlibatan pemerintah dalam menentukan komposisi dan mekanisme parleman. Pada akhirnya. dan tentram. Di samping itu. Konflik yang terjadi di Aceh. dan terorisme. khususnya bagi generasi penerus bangsa. Dengan demikian. Upaya pembangunan dan pembinaan integrasi nasional ini perlu karena pada hakekatnya integrasi nasional menunjukkan kekuatan persatuan dan kesatuan bangsa yang diinginkan. persatuan dan kesatuan bangsa inilah yang dapat lebih menjamin terwujudnya negara yang makmur. antara lain terkait dengan masalah narkotika. upaya lain yang dilakukan. Masalah-masalah tersebut berpengaruh terhadap nilai-nilai budaya bangsa yang selama ini dijunjung tinggi. Ambon. Adapun keterkaitan integrasi nasional dengan Identitas Nasional adalah bahwa adanya integrasi nasional dapat menguatkan akar dari Identitas Nasional yan sedang dibangun. dan Papua merupakan cermin belum terwujudnya integrasi nasional yang diharapkan. dan persatuan bangsa merupakan bagian dari upaya membangun dan membina stabilitas politik. Hal ini ditunjukkan dengan semakin merajalelanya peredaran narkotika dan psikotropika sehingga sangat merusak kepribadian dan moral bangsa. bahasa dan sebagainya. . upaya integrasi nasional dengan strategi yang mantap perlu terus dilakukan agar terwujud integrasi bangsa Indonesia yang diinginkan. Sebenarrnya.lxi munculnya kejahatan yang bersifat transnasional semakin sering terjadi. D. diperlukan keadilan dan kebajikan yang diterapkan oleh pemerintah dengan tidak membedakan ras. kesatuan. Keterkaitan Intergrasi Nasional Dan Identitas Nasional Masalah integrasi nasional di Indonesia sangat kompleks dan multidimensional.

lxii Maka. mantap. Kesamaan persepsi merupakan solusi yang tepat. ketika kita telah berhasil dan mengatakan “kesamaan persepsi”. Asimilasi Upaya ini bertujuan untuk meminilisasi sifat-sifat kedaerahan sukuisme yang dianut sebagian besar masyarakat Indonesia. karena melibatkan pertarungan ego yang sungguh rumit. sifat kedaerahan yang cenderung separatis ini menjadi penyebab dari tak terwujudnya integrasi nasional di dalam diri masyarakat Indonesia. Karena salah satu faktor perekat bagi integrasi nasional adalah kesetaraan antara warga negara di mata hokum dan pemerintahan. dan adanya diskriminasi terhadap perempuan. diskriminasi merupakan musuh bersama bagi warga negara bangsa Indonesia. maka sebenarnya kita telah melakukan proses yang begitu “hebat”. social-ekonomi. Pembenahan Hukum Nasional Pembenahan hokum nasional merupakan langkah nyata penghapusan diskriminasi di dalam kehidupan berbangsa dan bernegara di RI. Berbagai bentuk diskriminasi ini dapat dilihat dalam wujud diskriminasi agama. Upaya-upaya perwujudan integrasi nasional. yaitu : Persamaan Persepsi Dalam integrasi nasional diperlukan persamaan persepsi di antara segenap masyarakat mengenai adanya keragaman dan memunculkan semangat untuk membina kehidupan bersama secara harmonis dengan prinsip mementingkan kepentingan bersama daripada individu. mereka hanya bisa mengatakan bahwa hal tersebut adalah urusan pemerintah. akan berdampak bagi proses mempertahankan integrasi nasional. Untuk itu. Karena kita telah berhasil meruntuhkan bangunan ego yang telah mengakar. Asimilasi . Dengan terhapusnya diskriminasi tersebut. integrasi nasional harus mendapatkan perhatian seriusdan upaya perwujudan yang strategis. masyarakat selalu membanggakan daerahnya masing-masing. dan actual. Dalam hal ini. Namun. Penghapusan segala bentuk diskriminasi ini merupakan langkah konkret penegakan supremasi hokum. walaupun hal ini sangat sulit untuk dicapai.

Dalam situasi perjuangan kamerdekaan dari kolonialisme itu. bukan malah menjadi tangan panjang dari pejabat pemerintah untuk dilayani oleh masyarakat. E. Dalam upaya melayani masyarakat. kebutuhan. Karena pada dasarnya. Meningkatkan kualitas pengabdian birokrasi Birokrasi seharusnya tetap solid tetapi dinmis dalam merespon perubahan. Harus berani terbuka dan mengakui unsure modernisasi dari proses social politik. integrasi nasional menguatkan akar dari Identitas Nasional yang sedang dibangun. Paham Nasionalisme Kebangsaan Dalam perkembangan peradaban manusia. Penataan Birokrasi Birokrasi sebagai komponen yang menentukan dalam integrasi nasional harus kembali pada fungsi awalnya. lahir semangat untuk mandiri dan bebas untuk menentukan masa depannya sendiri. yakni sebagai alat untuk memutuskan/mempermudah jalannya penerapan kebijakan pemerintah. interaksi sesame manusia berubah menjadi bentuk yang lebih kompleks dan rumit. dan kepuasan kualitatif rakyat dan pola pelayanannya. Di kalangan bangsa-bangsa yang tertindas kolonialisme. Ada 3 tuntutan terhadap birokrasi berkaitan dengan integrasi nasional. Paham Nasionalisme Atau Paham Kebangsaan a. yaitu : Harus peka terhadap tuntutan. dibutuhkan suatu konsep sebagai dasar pembenaran rasional dari tuntutan terhadap penentuan nasib sendiri yang dapat mengikat keikutsertaan semua orang atas . Hal ini dimulai dari tumbuhnya kesadaran untuk menentukan nasib sendiri. maka Identitas Nasional sebagai manifestasi nilai-nilai budaya yang dihimpun dalam satu kesatuan tentu akan semakin kukuh dan relevan. Jika integrasi nasional terwujud dengan upaya-upaya di atas. seperti Indonesia salah satunya.lxiii memperbaiki anggapan masyarakat dan menciptakan kebersamaan sebagai suatu jalan untuk mewujudkan integrasi nasional dan mewujudkan Indonesia itu sendiri. yakni persatuan dan kesatuan bangsa dan negara. prestasi.

Plattner bahwa para penganut nasionalisme dunia ketiga secara khas menggunakan retronika antikolonialisme dan antiimperalisme. Paham Nasionalisme Kebangsaan Sebagai Paham Yang Mengantarkan Pada Konsep Identitas Nasional Paham Nasionalisme atau paham Kebangsaan terbukti sangat efektif sebagai alat perjuangan bersama merebut kemerdekaan dari cengkeraman kolonial. Marxisme dan Nasionalisme Indonesia. yaitu paham keislaman. kecurigaan di antara para tokoh pergerakan yang telah tumbuh disaat-saat menjelang kemerdekaan berkembang menjadi pola ketegangan politik yang lebih permanen antara Negara melalui figur nasionalis Soekarno disatu sisi. Semangat nasionalisme dipakai sebagai metode perlawanan secara efektif oleh para penganutnya. dapat dikatakan bahwa Paham Naasional atau Kebangsaan adalah sebuah situasi kejiwaan ketika kesetiaan seseorang secara total diabdikan langsung pada negara bangsa atas nama sebuah bangsa. dengan para tokoh yang mewakili pemikiran Islam (sebagai agama terbesar pemeluknya di Indonesia) dan Marxisme di sisi yang lain. Secara garis besar terdapat tiga pemikiran besar tentang nasionalisme di Indonesia yang terjadi pada masa sebelum kemerdekaan. Negara (state). b. dan gabungan keduanya yang menjadi konsep negara bangsa (nation state) sebagai komponen-komponen yang membentuk Identitas Nasional atau Kebangsaan. sebagaimana yang disampaikan oleh Larry Diamond dan Marc F. Semangat nasionalisme diharapkan secara efektif dapat dipakai sebagai metode perlawanan dan alat identifikasi oleh para penganutnya untuk mengetahui siapa lawan dan kawan. Dalam konteks ini. Seiring dengan naiknya pamor Soekarno ketika menjadi Presiden pertama RI. Para pengikut nasionalisme tersebut berkeyakinan bahwa persamaan cita-cita yang mereka miliki dapat diwujudkan dalam sebuah identitas politik atau .lxiv nama sebuah bangsa. selanjutnya mengkristal dalam konsep paham ideology kebangsaan yang biasa disebut dengan nasionalisme. Dasar pembenaran tersebut. Munculnya nasionalisme terbukti sangat efektif sebagai alat perjuangan bersama merebut kemerdekaan dari cengkeraman colonial. lahir konsep-konsep lain seperti bangsa (nation). Dari sinilah.

bahasa. pengakuan luar negeri. juga meyakinkan pihak-pihak yang bersebrangan pandangan bahwa kelompok nasional dapat bekerja sama dengan kelompok mana pun. bercorak ketimuran.Semangat nasionalisme Soekarno tersebut mendapat respon dan dukungan luas dari kalangan intelektual muda didikan Barat. semangat tersebut diformulasikan dalam bentuk nasionalisme yang sesuai dengan kondisi masyarakat Indonesia. seperti ras. dan budaya. Nation state atau negara bangsa merupakan sebuah bangsa yang memiliki bagunan yang memiliki bangunan politik (political building). Dengan demikian. geografis. atau berwatak chauvinism. Soekarno menggungkapkan keyakinan watak nasionalisme yang penuh nilai-nilai kemanusiaan. dan pemerintahan yang permanen yang disebut negara atau state. Pada waktu itu semangat menentang kolonialisme Belanda mulai bermuculan di kalangan pribumi. dan tidak agresif sebagaimana nasionalisme yang dikembangkan di Eropa. dan sebagainya. tidak sekadar mendasarkan pada perjuangan Islam. Kemudian faham ini semakin berkembang paradikmanya hingga sekarang dengan munculnya konsep Identitas . agama.semisal Syahrir dan Mohammad Hatta. Menurut penganutnya. pemerintah yang sah. bangsa atau nation merupakan suatu wadah yang didalamnya terhimpun orangorang yang mempunyai persamaan keyakinan dan persamaan lainnya yang mereka miliki. Sekalipun Soekarno seorang Muslim. Cit-cita bersama untuk merebut kemerdekaan menjadi semangat umum di kalangan tokoh-tokoh pegeakan nasional. paham Nasionalisme di Indonesia yang disampaikan oleh Soekarno bukaknlah nasionalisme yang bewatak sempit. etnis. menurutnya kebijakan ini merupakan pihak terbaik bagi kemerdekaan ataupun bagi masa depan seluruh bangsa Indonesia.lxv kepentingan bersama dalam bentuk sebuah wadah yang disebut bangsa (nation). Nasiaonalisme yang dikembangkan Soekarno bersifat toleran. Kemudian. Munculnya paham atau paham kebangsaan indonesia tidak bisa dilepaskan dari situasi sosial politik dekade pertama abad ke-20. sekedar meniru dari Barat. Selain itu. seperti ketentuan-ketentuan perbatasan territorial. Unsur persamaan tersebut dapat dijadikan sebagai identitas politik bersama atau untuk menentukan tujuan organisasi politik yang dibangun berdasarkan geopolitik yang terdiri atas populasi. baik golongan Islam maupun Marxis.

Sebaliknya. ketentuan hukum yang dibuat tanpa disertai dasar dan alasan moral.akan melahirkan suatu legalisme yang represif.Sehubungan dengan ini. untuk menunjukkan bahwa MPK merupakan aspek being yang tidak kalah pentingnya. penyelenggaraan MPK maka harus dikaitkan dengan wawasan: 1) Spiritual. Walaupun demikian. untuk meletakkan landasan etika. Dengan Pancasila dapat dijadikan dasar dan arah dalam upaya untuk mengatasi krisis dan disintegrasi yang cenderung sudah menyentuh kesemua segi dan sendi kehidupan.lxvi Nasional.moral. dan bertentangan dengan nilai-nilai pancasila itu sendiri. Revitalisasi Pancasila Revitalisasi demikian.religiusitas.bahkan lebih penting daripada aspek having dalam kerangka . yakni adanya perdebatan panjang tentang paham nasionalisme keangsaan ketika para founding father bangsa ini mempunyai kesepakatan perlunya paham nasionalisme kebangsaan. kontra produktif. tetapi mereka berbeda pendapat mengenai masalah nilai atau watak nasionalisme Indonesia.sebagai dasar dan arah pengembangan suatu profesi. 2) Akademis. ada yang perlu diperhatikan di sini. Artinya moralitas yang tidak didukung oleh kehidupan hukum yang kondusif akan menjadi subjektivitas dengan satu sama lain akan saling berbenturan. Revitalisasi Pancasila Sebagai Pemberdayaan Identitas Nasional a. moralitas Pancasila sebagaimana manifestasi Identitas Nasional pada giliranyaharus diarahkan pula pada pembinaan dan pengembangan moral. perlu disadari bahwa moralitas Pancasila akan menjadi tanpa makna dan hanya menjadi “karikatur” apabila tidak disertai dukungan suasana dibidang hukum secara kondusif. Dalam merevitalisasi Pancasila sebagai manifestasi Identitas Nasional. Antara moralitas dan hukum memang terdapat korelasi yang sangat erat. F. bisa dikatakan bahwa paham Nasionalisme atau Kebangsaan disini adalah merupakan refleksi dari Identitas Nasional.

3. 2. Pemberdayaan Identitas Nasional Dalam rangka pemberdayaan Identitas Nasional.Hal ini dapat dilakukan melalui seminaratau gerakan dengan tema revitalisasi pancasila.melainkan sebagai subjek pembaharuan dan pencerahan.Dengan demikian tanpa kehilangan nilai hakikinya pancasila menjadi tetap actual.melainkan diobjektivasikan sebagai kata kerja untuk membangkitkan gairah dan optimisme warga masyarakat agar melihat masa depan secara prospektif.serta menuju hariesok yang lebih baik.Selain itu.juga mampumenjari jalan keluar sendiri dalam mengatasi setiap tantangan yang dihadapi.untuk menumbuhkan kesadaran nasionalismenya agar dalam pergaulan antar bangsa tetap setia pada kepentingan bangsanya. diharapkan mampu untuk segera beradaptasi dengan perubahan yang terus menerus terjadi dalam masyrakat moderen. 3) Kebangsaan. Fleksibilitas : bahwa pancasila bukanlah barang jadi yang sudah selesai dan tertutup atau menjadi sesuatu yang sacral. Realitas : bahwa nilai-nilai yang terkandung didalamnya dikonsentrasikan sebagai cerminan kondisi objektif yang tumbuh dan berkembang dalam masyarakat kampus utamanya .melainkan terbuka bagi tafsir-tafsir baru untuk memenuhi kebutuhan zaman yang terus menerus berkembang. serta bangga dan respek pada jati diri bangsanya yang memiliki ideology tersendiri.perlu ditempuh melalui revitalisasi pancasila. serta 4) Mondial.Disamping itu.serta .serta dieksplorasikan dimensi-dimensiyang melekat padanya uyang meliputi: 1. Idealitas : bahwa idealisme yang terkandung didalamnya bukanlah bsekedar utopis tanpa makna.lxvii persiapan SDM yang bukan sekedar instrument. suatu rangkaian nilai-nilai yang bersifat sein im sollen dan das sollen im sein.relevan. untuk menyadarkan bahwa manusia dan bangsa di masa kini siap menghadapi dialektika perkembangan dalam masyarakat dunia yang “terbuka”.Revitalisasi sebagai manifestasi Identitas Nasional mengandung makna bahwa pancasila harus diletakkan dalam keutuhannya dengan pembukaan. b.

Dengan demikian.lxviii fungsional sebagai tiang-tiang penyangga bagi kehidupan bangsa dan Negara dengan jiwa dan semangat”Bhinneka Tunggal Ika”. Abad XXI sebagai zaman baru mengandung arti sebagai zaman ketika umat manusia semakin sadar untuk berfikir dan bertindak secara baru. Perlu disadari bahwa umat manusia masa kini hidup di abad XXI. tetapi juga bertentangan dengan nilai-nilai lama sebagaimana diwariskan oleh nenek moyang dan dikembangkan para pendiri Negara ini. agar identitas Nasional dapat dipahami oleh masyrakat sebagaipenerus tradisi nilai-nilai yang diwariskan oleh nenek moyang maka pemberdayaan nilai ajarannya harus bermakna. serta pelecehan terhadap kedibilitas dirinya sebagai dasar Negara ataupun sebagai manisfestasi Identitas Nasional. manusia menjadikan rasio sebagai mitos. kini dikritisi dan dipertanyakan berdasarkan visi dan harapan tentang masa depan yang lebih baik. sinisme. Pancasila pun tidak terhindar dari berbagai macam gugatan. Nilai-nilai budaya yang diajarkan oleh nenek moyang tidak hanya diwarisi dengan barang sudah “jadi” yang berhenti dalam kebekuan normative. Kesasihan tradisi.dalam arti relevan dan fungsional bagi kondisi actual yang sedang berkembang dalam masyarakat. yaitu zaman baru yang sarat dengan nilai-nilai baru yang tidak saja berbeda. Namun. Dengan kemampuan refleksinya. juga nilai-nilai spiritual yang dianggap sacral. perlu segera disadari bahwa tanpa suatu “platform” dalam format dasar Negara atau idiologi. Dalam kondisi kehidupan bermasyarakat dan b erbangsa yang sedang dilanda krisis dan disintegrasi. mustahil suatu bangsa akan dapat survive menghadapi berbagai tantangan dan ancaman yang menyertai derasnya arus globalisasinya yang melanda seluruh dunia yang otonom. atau sebagai sarana yang andal dalam bersikap dan bertindak dalam memecahkan masalahmasalah yang dihadapi dalam kehidupan. tetapi harus diperjuangkan serta terus-menerus ditumbuhkan dalam dimensi ruang dan waktu yang terus berkembang dan berubah. .

Semua nilainilai ini sangat berarti dalam memperkuat rasa nasionalisme bangsa. yang di dalam pergaulan antarbangsa dahulu dikenal ebagai bangsa yang paling “halus” atau sopan di bumi “het zashte volk ter aarde”. nilai-nilai yang ada tersebut harus digali dulu. perlu perjuangan dan ketekunan untuk menentukan nilai. MPK harus dimanfaatkan ntuk mengembalikan Identitas Nasional bangsa. Untuk membentuk jati diri. cipta. Untuk itu. misalnya nilai-nilai lainnya. yaitu nilai-nilai kejujuran. Soedarsono). tetapi juga segi konstekstualnya dieksplorasikan sebagai referensi kritik sosial terhadap berbagai penyimpangan yang melanda masyarakat dewasa ini. (Wibisono Koento: 2005) Dari nilai-nilai budaya tersebut. tetapi juga sebuah pilihan yang rasional dan emosional . Di sinilah. untuk mengembangkan jati diri bangsa. keterbukaan. dan karsa. juga saling menghargai dan menghormati. lahir asumsi dasar bahwa menjadi bangsa Indonesia tidak sekedar masalah kelahiran saja. Dengan adanya saling pengertian di antara satu dengan yang lain. secara lngsung akan memperlihatkan jati diri bangsa yang pada akhirnya mewujudkan Identitas Nasional. seperti gotong royong.lxix Melalui revitalisasi Pancasila sebagai wujud pemberdayaan Identitas Nasional inilah. letak arti pentingnya pelaksanaan MPK dalam kerangka pendidikan tinggi untuk menembangkan dialog budaya dan budaya dialog untuk mengantarkan lahirnya generasi penerus yang sadar dan tedidikn dengan wawasan nasional yang menjangkau jauh ke masa depan. berani mengambil resiko. betanggunug jawab. harus dimulai dari pengembangan nilai-nilai. serta adanya kesepakatan di antara sersama. rasa. Identitas Nasional dalam alur rasional-akademik tidak saja diartikan secara tekstual. Sementara itu. persatuan dan kesatuan. (Soemaro.

dan paham-paham luar yang dapat mengancam Identitas Nasional bangsa Indonesia. aman. kita juga harus menaati aturan dan norma yang telah ditetapkan oleh pemerintah menyangkut budaya asing yang dapat mengancam Identitas Nasional. Selain itu yang perlu kita sadari bahwa pengaruh globalisasi tidak hanya mendatangkan dampak negative. Oleh karena itu. dan harus berpatokan pada nilai-nilai agama atau spiritual yang merupakan salah satu cara untuk membentengi diri dari pengaruh negative pada era globalisasi. namun juga dapat menimbulkan dampak positif bagi bangsa Indonesia dengan adanya kemajuan teknologi yang sedang meningkat dengan pesat. yaitu setiap warga negara seharusnya menanamkan kesadaran dalam diri mereka untuk bisa memfilter informasi.lxx PENUTUP Cara untuk mempertahankan Identitas Nasional. Upaya-upaya yang dapat ditempuh untuk dapat menciptakan integrasi nasional. budaya. yaitu : Mengusahakan persamaan persepsi dalam hal memunculkan semangat untuk membina kehidupan bersama yang harmonis. Walaupun hal ini sangat sulit karena setiap orang mempertahankan egonya masing-masing. Selain itu. dan tenteram. namun sebagai masyarakat . kita harus memanfaatkan dampak positif dari era globalisasi dan menolak hal-hal akibat adanya era globalisasi yang dapat mengancam Identitas Nasional bangsa Indonesia.

Penataan birokrasi. karena dengan adanya integrasi nasional. maka bangsa Indonesia tidak akan terpecah-pecah pada kelompokkelompok yang saling berbeda atau bertentangan. sopan santun. yang akan mewujudkan suatu persatuan di antara perbedaan-perbedaan yang ada. yaitu pada tataran ide dan praksis. kita sebagai bangsa Indonesia harus mengembangkan dan mencari kembali nilai-nilai luhur yang pernah ada yang menggambarkan identitas atau jati diri sebagai bangsa Indonesia. yaitu Identitas Nasional. Revitalisasi pancasila harus dilakukan dalam dua tingkatan. Sedangkan dalam tatanan praksis. Selain itu. revitalisasi pancasila harus dimulai dengan membangkitkan kegairahan dan optimisme public. gotong royong bisa menjadi “nafas” bagi representasi pancasila. Oleh karena itu. Dalam tataran ide. Dengan demikian. dengan adanya rasa cinta tanah air dan bangga akan Identitas . dan sebagainya. seperti gotong royong. solidaritas social. maka kita harus merasa bangga pada apa yang telah ditinggalkan oleh mereka. Karena itu. Gotong royong bisa dijadikan “mascot” dalam rangka revitalisasi pancasila. utamanya menyangkut relasi penyelenggaraan negara dan masyarakat.lxxi Indonesia kita harus dapat mengalahkan ego yang ada pada diri kita demi kepentingan bersama. hal yang paling penting dilakukan adalah menjawab sikap alergi masyarakat terhadap pancasila. Kita harus menyadari bahwa kemerdekaan yang telah kita raih saat ini adalah melalui perjuangan keras pahlawan bangsa yang bertujuan untuk menciptakan keadaan yang lebih baik dari masa penjajahan pada generasi selanjutnya. Identitas Nasional dapat terus dipertahankan dan dilestarikan sebagai suatu kebangganan bangsa Indonesia. sebagai wujud penghargaan kita pada pahlawan bangsa yang telah mengorbankan jiwa dan raga mereka. upaya lain yang dapat dilakukan adalah dengan mewujudkan integrasi nasional bangsa Indonesia. Melakukan pembinaan hokum bersama Mewujudkan asimilasi untuk menghindari munculnya sikap etnosentris yang dapat memunculkan suatu perselisihan dengan suku atau budaya lain. Upaya-upaya yang dapat dilakukan oleh bangsa Indonesia untuk dapat memberdayakan Identitas Nasional bangsa Indonesia yaitu dengan cara menggali kembali nilai-nilai dasar atau muatan-muatan yang terkandung dalam Identitas Nasional. Sebagai bangsa Indonesia kita harus dapat mempertahankan dan melestarikan Identitas Nasional bangsa Indonesia.

tingkatkanlah rasa cinta tanah air dan bangga akan Identitas Nasional bangsa Indonesia. Makalah disapaikan pada kursus Calon Dosen Pendidikan Kewarganegaraan yang diselenggarakan oleh Depdiknas Dirjen Dikti di Jakarta pada tanggal 12-13 Desember 2005. M. maka kita akan dapat melakukan suatu perubahan dn pembangunan di segala aspek kehidupan dengan tujuan kehidupan yang lebih baik bagi seluruh warga negara. Makalah disampaikan pada kursus Calon Dosen Pendidikan Kewarganegaraan yang diselenggarakan oleh Depdiknas Dirjen Dikti di Jakarta pada tanggal 12-23 Desember 2005 Sastrapratedja. SOAL LATIHAN Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini : 1. Pokok-pokok Filsafat Hukum. Mansoer. Pengetahuan Politik dan Strategi. Kaelan. Pembelajaran Berbasis Kompetensi (Implementasi KBK). Hamdan. Pancasila sebagai visi dan referensi kritik social. Chaidir. 2001. Universitas Sanata Dharma. Darji. Jelaskan pengertian identitas nasional! 2. 2005. Basri. Jelaskan pengertian globalisasi dan hubungannya dengan identitas nasional! 4. Geostrategic Indonesia. 2005. Maka. Darmodiharjo. Jelaskan unsur-unsur pembentukan identitas nasional! 3.lxxii Nasional. 1996. Makalah disampaikan pada Kursus Calon Dosen Pendidikan kewarganegaraan yang diselenggarakan oleh Dirjen Desember Soegito.2005. Makalah disampaikan pada Kursus Calon Dosen Pendidikan Keewarganegaraan yang diselenggarakan oeh Depdiknas Dirjen Dikti di Jakarta pada tanggal 12-23 Desember 2005. 2005. Makalah disampaikan pada Kusus Calon dosen Pendidikan Kewarganegaraan yang diselenggarakan oleh Depdiknas Dirjen Dikti di Jakarta pada tanggal 12-13 Desember 2005. armaidy. Gramedia Pustaka Utama: Jakarta. Filsafat Pancasila sebagai filsafat bangsa dan Negara Indonesia. Jelaskan pengertian nasionalisme dan hubungannya dengan identitas nasional! DAFTAR BACAAN Armawi. Yogyakarta . hak dan kewajiban warga Negara. AT.

Dalam pembahasan. UUD 1945 mengalami 4 kali perubahan (amandemen). 2005.2008 Unhas. Winaputra Udin S. 2005. adalah konstitusi negara Republik Indonesia saat ini. Kelompok Gramedia: Jakarta.lxxiii Siswomiharjo. 2003. akan dibahas lebih lanjut mengenai Undang-Undang Dasar 1945. Dengan mempelajari proses di atas maka kita sebagai mahasiswa akan lebih memahami kedudukan Pancasila sebagai dasar . PT. dan sejak tanggal 17 Agustus 1950 di Indonesia berlaku UUDS 1950. lembaga-lembaga Negara dan hubungannya. Sejak tanggal 27 Desember 1945. Universitas BAB V KONSTITUSI NEGARA REPUBLIK INDONESIA SEBAGAI LANDASAN POLITIK DAN STRATEGI NASIONAL PENDAHULUAN A. Makalah disampaikan pada kursus Calon Dosen Pendidikan Kewarganegaraan yang diselenggarakan oleh Depdiknas Dirjen Dikti di Jakarta pada tanggal 12-23 Desember 2005 Tim sosialisasi Penyemaian jati diri bangsa. Pancasila sebagai dasar etika kehidupan bermasyarakat. membangun kembali karakter bangsa. Demokrasi dan Pendidikan Demokrasi. atau disingkat UUD 1945 atau UUD '45. di Indonesia berlaku Konstitusi RIS. Pendidikan Kewarganegaraan. berbangas dan bernegara.Makassar.UUD 1945 disahkan sebagai undang-undang dasar negara oleh PPKI pada tanggal 18 Agustus 1945. Latar belakang Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Makalah disampaikan pada Kursus Calon Dosen Pendidikan Kewarganegaraan yang diselenggarakan oleh Depdiknas Dirjen Dikti di Jakarta pada tanggal 12-23 Desember 2005. Elex Media Komputindo. Tim Dosen Kewarganegaraan Hasanuddin. koento wibisono. Pada kurun waktu tahun 1999-2002. yang merubah susunan lembagalembaga dalam sistem ketatanegaraan Republik Indonesia.

c.lxxiv negara yang realisasinya sebagai sumber dari segala sumber hukum negara Indonesia. Menjelaskan makna isi pembukaan UUD 1945. pembukaan sebagai “ staasfundamentalnorm “ . e. Ruang Lingkup Bahan pembelajaran ini akan membahas : a. dan mengerti pancasila dalam konteks ketatanegaraan Indonesia. Menjelaskan kedudukan Pancasila sebagai sumber hukum dasar negara Indonesia. d. memahami hubungan UUD 1945 dengan Pancasila dan pasal – pasal UUD 1945 serta mahasiswa memiliki pengetahuan tentang reformasi hukum tata negara maka mahasiswa diharapkan mempelajari latar belakang amandemen serta proses amandemen. b. kedudukan pembukaan UUD 1945. Melalui Pembelajaran ini mahasiswa diharapkan dapat : a. d. b. Mahasiswa juga diharapkan untuk memiliki kemampuan untuk memahami isi pembukaan UUD 1945. Menjelaskan tentang reformasi hukum tata negara yang melatarbelakangi amandemen serta proses amandemen. Menjelaskan makna isi pembukaan UUD 1945 sebagai “ staat fundamentalnorm ‘ dan kedudukannya dalam tertib hukum Indonesia. . B. memahami. c. Sasaran Pembelajaran Mahasiswa dapat mengetahui. Pengertian Konstitusi Undang-Undang Dasar 1945 Amandemen/perubahan UUD 1945 dan Dinamika Pelaksanaan UUD 1945 Sistem Ketatanegaraan Negara RI Sistem Kelembagaan Negara Kesatuan RI C.

Konstitusi sebagai pengertian sosial politik. Konstitusionalisme Dan Konstitusi Konstitutionalisme. atau disebut kontitusi. ide konstitusi disebutnya sebagai konstitutionalisme. . Paham ini mengantarkan perdebatan awal dalam sistem ketatanegaraan yang diatur dalam teks hukum dasar sebuah negara.lxxv URAIAN BAHAN PEMBELAJARAN A. menurut Soetandyo. political decision. Dalam pengertian yang jauh lebih luas jangkauannya. Bangunan-bangunan yang ada dalam masyarakat tersebut sebagai hasil keputusan masyarakat itu sendiri. adalah sebuah paham mengenai pembatasan kekuasaan dan jaminan hak-hak rakyat melalui konstitusi. dan digambarkan bahwa paradigma hukum perundang-undangan sebagai penjamin kebebasan dan hak – yaitu dengan cara membatasi secara tegas dan jelas mana kekuasaan yang terbilang kewenangan (dan mana pula yang apabila tidak demikian harus dibilang sebagai kesewenang-wenangan) – inilah yang di dalam konsep moral dan metayuridisnya disebut “konstitutionalisme”.

eksekutif. serta cikal bakal lahirnya berbagai konstitusi modern di dunia B. dan kepastian hukum. Salah satunya adalah Undang-Undang Dasar atau konstitusi negara. yaitu hukum dasar tertulis (Undang-Undang Dasar) dan hukum dasar tidak tertulis (Konvensi). 1. Ada dua macam hukum dasar.C. Kutipan pikiran Rousseau di atas.S. yaitu yang menghendaki sebagaian hukum ditulis dengan maksud untuk mencapai kesatuan hukum. yang kemudian harus berlaku. dalam pengertian ini keputusan-keputusan masyarakat dijadikan perumusan yang normative. Pengertian Hukum Dasar Negara Setiap negara berdaulat memiliki instrument menjelaskan eksistensi sebuah negara. . Contoh: aliran kodifikasi. Hukum Dasar Tertulis (Undang-Undang Dasar) E. maka mereka dapat memandang undang-undang dasar sebagai sekumpulan asas yang menetapkan bagaimana kekuasaan tersebut dibagi antara badan legislatif. Pengertian ini adalah suatu peraturan hukum yang tertulis. dan pembentukan Konstitusi Perancis (1791). Dengan demikian Undang-undang dasar adalah salah satu bagian dari konstitusi. Bagi mereka yang menganggap negara sebagai satu organisasi kekuasaan. tetapi menganut sistem pembagian kekuasaan dengan lima lembaga negara). Jadi pada prinsipnya mekanisme dan dasar setiap sistem pemerintahan diatur dalam undang-undang dasar. Wade dalam bukunya Constitutional Law mengatakan bahwa secara umum undang-undang dasar adalah suatu naskah yang memaparkan kerangka dan tugas-tugas pokok dari badan-badan pemerintahan suatu negara dan menentukan cara kerja badanbadan tersebut. telah mengilhami lahirnya De Declaration des Droit de l’Homme et du Citoyen. Konstitusi sebagai suatu peraturan hukum. kesederhanaan hukum. dan yudikatif (Indonesia tidak menganut sistem Trias Politika tersebut.lxxvi Konstitusi sebagai pengertian hukum.

1981: 95-96 ). Sifat-sifat konvensi adalah sebagai berikut: a. Undang-undang dasar juga merekam hubungan-hubungan kekuasaan dalam suatu negara (Budiarjo. c. b.(yang dimulai sejak tahun 2000). d. dan rumusannya bukan berupa hukum dasar melainkan tertuang dalam ketetapan MPR. seperti: a. Pidato pertanggungjawaban Presiden dan Ketua Lembaga Negara lainnya dalam sidang Tahunan MPR. Merupakan kekuasaan yang muncul berulang kali dan terpelihara dalam praktek penyelenggaraan negara. Tidak bertentangan dengan undang-undang dasar dan berjalan sejajar. Keempat hal tersebut secara tidak langsung merupakan realisasi UUD 1945 (merupakan pelengkap). Dapat diterima oleh seluruh rakyat. 3. d. Konvensi misalnya terdapat pada praktek penyelenggara negara yang sudah menjadi hukum dasar yang tidak tertulis. Pidato kenegaraan Republik Indonesia setiap tanggal 16 Agustus di dalam sidang Dewan Perwakilan Rakyat. b. Sifat Dan Isi Undang-Undang Dasar 1945 . Hukum Dasar Tak Tertulis (Konvensi) Konvensi adalah hukum yang yang timbul dan terpelihara dalam praktek penyelenggara negara secara tidak tertulis. Pidato Presiden yang diucapkan sebagai keterangan pemerintah tentang RAPBN pada minggu pertama Januari setiap tahunnya. 2. Mekanisme pembuatan GBHN. Yang berwenang mengubah konvensi menjadi rumusan yang bersifat tertulis adalah MPR.lxxvii Undang-undang dasar menentukan bagaimana pusat-pusat kekuasaan ini bekerjasama dan menyesuaikan diri satu sama lain. c. Pengertian. Kedudukan. Bersifat sebagai pelengkap yang tidak terdapat di dalam undang-undang dasar.

Dalam kerangka tata susunan norma hukum yang berlaku. 7 yang terbit pada tanggal 15 Februari 1946 sebuah penerbitan resmi pemerintah Republik Indonesia. Yang dimaksud dengan undang-undang dasar dalam UUD 1945 adalah hukum dasar tertulis yang bersifat mengikat bagi pemerintah. yang dimaksud dengan Undang-Undang Dasar 1945 adalah keseluruhan naskah yang terdiri dari: (1) Pembukaan. sistematika UUD 1945 adalah Pembukaan dan pasal-pasal yang terdiri dari 37 pasal. yang terdiri dari 4 alinesa. Setiap produk hukum seperti undang-undang. 4 pasal aturan peralihan dan 2 ayat aturan tambahan. Dalam ayat (2) aturan tambahan UUD 1945 disebutkan bahwa . atau ketentuan yang harus dilaksanakan dan ditaati. atau keputusan pemerintah. UUD 1945 ditetapkan dan dijelaskan oleh PPKI (Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia) pada tanggal 18 Agustus 1945. serta setiap penduduk yang ada di wilayah Republik Indonesia. dan warga negara Indonesia di mana pun mereka berada. serta (3) Penjelasan UUD 1945 yang terbagi atas penjelasan umum dan penjelasan pasal demi pasal. UUD 1945 telah ditetapkan oleh Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia dan mulai berlaku pada tanggal 18 Agustus 1945. yang berisi Pasal 1 s/d 37 yang dikelompokkan dalam 16 bab. UUD 1945 berisi norma. Pembukaan. Namun berdasarkan hasil Sidang Tahunan MPR 2002. seperti telah dijelaskan. UUD 1945 merupakan hukum yang menempati kedudukan tertinggi. Batang Tubuh yang memuat pasal-pasal. peraturan. Kedudukan UUD 1945 Undang-undang dasar merupakan hukum dasar yang menjadi sumber hukum. dan Penjelasan UUD 1945 merupakan satu kesatuan yang utuh dan tidak. lembaga masyarakat. lembaga negara. aturan.lxxviii a. Naskah yang resmi telah dimuat dan disiarkan dalam Berita Republik Indonesia tahun II No. ditambah 3 pasal aturan: peralihan dan 2 pasal aturan tambahan (Lihat Pasal 2 Aturan Tambahan UUD 1945 hasil amandemen keempat). dapat dipisah-pisahkan. (2) Batang Tubuh UUD 1945. Pengertian UUD 1945 Sebelum amandemen. bahkan setiap kebijaksanaan pemerintah harus berlandaskan dan bersumber pada peraturan yang lebih tinggi dan tidak bertentangan dengan ketentuan-ketentuan UUD 1945. Sebagai hukum. b.

lxxix dalam 6 bulan sesudah MPR dibentuk. Sifat UUD 1945 Dalam Penjelasan UUD 1945 sebelum amandemen menyatakan bahwa UUD 1945 bersifat singkat dan supel. harus terus hidup secara dinamis. UUD 1945 yang singkat dan supel itu lebih baik bagi negara seperti Indonesia ini. Setelah amandemen keempat (ST MPR 2002). Sifat undang-undang yang singkat dan supel itu juga dikemukakan dalam Penjelasan: 1. yaitu MPR hasil Pemilu sebagaimana ditetapkan dalam UUD 1945 itu sendiri. Aturan tambahan ini menunjukkan bahwa status UUD 1945 adalah sementara. yang hanya memuat aturan pokok. UUD 1945 hasil amandemen terdiri atas 37 pasal ditambah 3 pasal aturan peralihan dan 2 pasal aturan tambahan. UndangUndang Dasar menjadi aturan yang luwes. masih terus akan mengalami perubahan-perubahan. c. yakni hanya memuat 37 pasal. Dengan aturan-aturan yang tertulis. ditambah 4 pasal aturan peralihan dan 2 ayat aturan tambahan. UUD. karena telah ditetapkan oleh MPR menjadi konstitusi tertulis. dan tidak ketinggalan zaman. tetapi suasana politik waktu itu tidak memungkinkan realisasi rencana tersebut. hanya memuat garis-garis besar sebagai instruksi kepada pemerintah pusat dan lainlain penyelenggara negara untuk menyelenggarakan kehidupan negara dan kesejahteraan sosial. Namun UUD 45 tetap bersifat fleksibel. sifat singkat dan supel masih mewarnai UUD 1945 karena ia masih berisi hal-hal pokok dan masih dimungkinkan untuk terus disesuaikan dengan perkembangan bangsa dan negara Indonesia. Ini tidak . Sesungguhnya rencana pembuat UUD 1945 adalah bahwa sebelum tanggal 17 Agustus 1946 undang-undang dasar tetap diharapkan dapat disusun oleh badan yang berwenang. Undang-Undang Dasar itu sudah cukup apabila telah memuat aturan-aturan pokok saja. supel. majelis itu bersidang untuk menetapkan. yang masih harus berkembang. Kini UUD 45 tidak bersifat sementara lagi. 2.

pelaksanaan aturan-aturan pokok yang tertera dalam UUD 1945 akan baik dan sesuai dengan maksud ketentuannya. Dengan semangat penyelenggara negara dan pemimpin pemerintahan yang baik. yang pembuatan. Proses Perubahan/Amandemen Undang Undang Dasar 1945 Pasal terakhir Undang-Undang Dasar 1945 hasil amandemen juga memuat tentang perubahan Undang-Undang Dasar. d. memuat 5 . Karena itu. C. pengubahan. Isi Undang Undang Dasar 1945 Setelah UUD 45 diamandemen 2002. setiap penyelenggara negara dan pemimpin pemerintahan selain harus mengetahui teks UUD 1945 juga harus menghayati semangatnya. Amandemen/Perubahan UUD’45 Dan Dinamika Pelaksanaan UUD’45 Sejak Awal Kemerdekaan Hingga Masa Reformasi a. terutama mengingat agar Undang-Undang Dasar itu senantiasa sesuai dengan perkembangan zaman dan aspirasi rakyat. maka tetap 16 bab walaupun Bab IV tentang Dewan Pertimbangan Agung (DPA) dihapus. Pasal 37. namun jumlah babnya bertambah sebanyak 22 bab.lxxx berarti bahwa UUD 1945 tidak lengkap atau tidak sempurna dan mengabaikan kepastian. misalnya ketetapan MPR dan undang-undang. namun dari pasal-pasalnya dikembangkan dan ditambah ayat-ayatnya. semangat pemimpin pemerintahan sangat penting. Keluasan atau fleksibilitas ini tetap menjamin kejelasan dan kepastian hukum apabila aturan-aturan pokok itu menyerahkan pengaturan lebih lanjutnya kepada aturan hukum dalam tingkat yang lebih rendah. sehingga jumlah pasalnya sebanyak 72 pasal (lihat lampiran). Selain itu. dan pencabutannya lebih mudah daripada UUD 1945. Demikian pula pasalnya tetap 37 pasal dan 3 pasal Aturan Tambahan serta 2 pasal Aturan Tambahan. penjelasan UUD 1945 menekankan bahwa semangat penyelenggara negara.

mengingat Pembukaan sebagai deklarasi bangsa Indonesia dan dalam ilmu hukun disebut sebagai ‘Stoatsfun damentainomy’. Berketuhanan. (2) Setiap usul perubahan pasal-pasal Undang-Undang Dasar diajukan secara tertulis dan ditunjukkan dengan jelas bagian yang diusulkan untuk diubah beserta alasannya. sebagai berikut: (1) Usul perubahan pasal-pasal Undang-Undang Dasar dapat diagendakan dalam sidang Majelis Permusyawaratan Rakyat. (3) Untuk mengubah pasal-pasal Undang-Undang Dasar. jadi bukan terhadap Pembukaan UUD 1945. Dinamika pelaksanaan UUD’45 sejak awal kemerdekaan hingga era reformasi. Sidang Majelis Permusyawaratan Rakyat dihadiri oleh sekurang-kurangnya 2/3 dari jumlah anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat.lxxxi ayat berkaitan dengan ketentuan tentang perubahan Undang-Undang Dasar. Pasal yang mengatur tentang perubahan Undang-Undang dasar ini ditentukan berkaitan dengan pasal-pasal Undang-Undang Dasar. (5) Khusus tentang bentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia tidak dapat dilakukan perubahan. (4) Putusan untuk mengubah pasal-pasal Undang-Undang Dasar dilakukan dengan persetujuan sekurang-kurangnya lima puluh persen ditambah satu dan seluruh anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat. b. yaitu masa kemerdekaan (tahun 1945 s/d 27 Desember 1949) dan pada tahun 1959 sampai sekarang. Logikanya kalau hak itu menyangkut Perubahan Pembukaan UUD 1945. tujuan negara dan dasar negara Pancasila. Masa Kemerdekaan (1945-1949) Kurun waktu ini adalah masa revolusi fisik karena bangsa Indonesia harus berjuang kembali mempertahankan negara dari rongrongan penjajah yang tidak mau mengakui . hak itu sama halnya mengubah seluruh sistem negara yang meliputi bentuk negara. 1. yang merupakan sumber norma hukum positif Indonesia. apabila diajukan oleh sekurang-kurangnya 1/3 dari jumlah anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat. Sejarah pelaksanaan UUD 1945 terbagi alas dua kurun waktu. sifat negara.

Mempunyai tujuan: i. 7 kali yaitu: 1) Kabinet Natsir (6-9-1950 s/d 27-4-1951) 2) Kabinet Sukirman (27-4-1951 s/d 3-4-1952) 3) Kabinet Wilopo (3-4-1952 s/d 1-8-1953) 4) Kabinet Ali Sastroamijoyo I (1-8-1953 s/d 12-8-1955) 5) Kabinet Burhanudin Harahap. Pada masa ini juga terjadi penyimpangan sistem pemerintahan dari presidensial menjadi parlementer. karena NKRI berubah menjadi negara RIS sesuai dengan hasil sidang KMB. misalnya Nasakom. konstituante mengadakan sidang namun selalu gagal. Di masa ini banyak terjadi penyelewengan terhadap Pancasila. sehingga Presiden mengeluarkan Dekrit Presiden pad tanggal 5 Juli 1959. Masa Orde Lama (1959-1966) 1) Pengertian Orde Lama Orde lama mulai pada tanggal 5 Juli 1959 hingga 11 Maret 1966 saat diserahkannya Supersemar oleh Presiden kepada Letjen Soeharto. (12-8-1955 s/d 24-3-1956) 6) Kabinet Ali Sastroamijoyo II (24-3-1956 s/d 9-4-1957) 7) Kabinet Juanda (9-4-1957 s/d 10-7-1959) Karena seringnya pergantian kabinet. Pada masa itu terjadi pergantian kabinet sebanyak. Ciri-ciri Orde Lama adalah sebagai berikut: a) b) Mempunyai landasan idil Pancasila dan landasan struktural UUD 1945. karena pada tanggal 17 Agustus 1950 negara RIS berubah menjadi NKRI dengan UUDS’50. dan pembubaran DPR oleh Presiden. pengangkatan Presiden seumur hidup. Membentuk NKRI yang berbentuk kesatuan dan kebangsaan yang demokratis. Namun keadaan ini tidak bertahan lama. Tapi ternyata pelaksanaan UUDS’50 itu tidak memuaskan rakyat dan stabilitas nasional tidak dapat tercapai. 2. .lxxxii kemerdekaan Indonesia.

Selain itu. Keadaan tersebut membuat stabilitas nasional makin memburuk. Puncak dari semua itu adalah terjadinya pemberontakan PKI pada tanggal 30 September 1965. Orde Baru menginginkan suatu tatanan hidup. Masa Orde Baru 1) Pengertian Orde Baru Orde Baru lahir sejak diselenggarakannya seminar TNI/AD yang kedua di Seskoad Bandung pada tanggal 25 s/d 31 Agustus 1966. kecuali landasannya yang sedikit mengalami perubahan. dan politik yang stabil serta . iii. Melaksanakannya dengan meluruskan segala cara. 3. jadi hanya bersifat sementara. Ciri-ciri Orde Baru hampir sama dengan Orde Lama.lxxxiii ii. Membentuk kerja sama yang baik dengan semua negara di dunia. DPA dan BPK belum terbentuk sesuai UUD 1945. Orde Baru menghendaki kepentingan nasional tetapi tidak meninggalkan komitmen anti-kolonialisme. perekonomian. dan Hanura secara konstitusional. 2) Beberapa Penyimpangan Dalam Pelaksanaan Uud 1945 UUD 1945 pada masa ini tidak dilaksanakan secara murni dan konsekuen. terutama dengan negara-negara di kawasan Asia-Afrika iv. Dalam situasi ini Presiden Soekarno memberikan Surat perintah kepada Letjen Soeharto untuk mengambil tindakan pemulihan keadaan dan mengembalikan stabilitas negara. tetapi landasan strukturalnya adalah kabinet Ampera sedangkan landasan operasionalnya adalah Tap MPR sejak sidang umum ke IV tahun 1966. DPR. tujuannya adalah menegakkan kebenaran dan keadilan demi Ampera. Tritura. Membentuk suatu masyarakat yang adil dan makmur baik materil maupun spiritual dalam wadah NKRI. Penyimpangan yang terjadi antara lain Presiden membuat UU tanpa persetujuan DPR dan Presiden membubarkan DPR yang tidak menyetujui APBN yang diajukannya. Berbagai ancaman datang silih berganti. Adapun pelaksanaan Pancasila dilakukan secara murni dan konsekuen. Lembaga negara seperti MPR. Landasan konstitusionalnya tetap UUD 1945. Presiden memegang kekuasaan sepenuhnya dan kemudian MPR mengangkatnya sebagai Presiden seumur hidup.

Mekanisme kegiatan kenegaraan lima tahunan secara garis besar adalah sebagai berikut: 1) MPR mengadakan sidang umum. Membuat UU dengan persetujuan DPR dalam rangka pelaksanaan UUD 1945 dan GBHN. 5) DPR bertugas mengawasi pelaksanaan tugas Presiden.XII/MPR/1966 tentang perubahan landasan di bidang ekonomi dan pembangunan. d. 4) Tugas Presiden: a. MPR No. b. a. dan Tap MPR No.IX/MPR/1966. DPR. 4. Mengajukan APBN setiap tahun tepat waktu dan harus menyusun Repelita. Masa Reformasi . Menetapkan GBHN. 3) Presiden. dan Pemilu 2) Dalam sidang umum MPR bertugas. Kemudian terbentuklah lembaga negara seperti MPR.lxxxiv melaksanakan cita-cita demokrasi politik. b. Memilih presiden dan wakilnya untuk melaksanakan GBHN. 2) Langkah Pengamalan UUD 1945 Oleh Orde Baru Orde Baru berhasil menyalurkan aspirasi masyarakat dan mengoreksi kesalahan yang dilakukan di masa Orde Lama. Produk hukum yang dihasilkan antara lain pengesahan Supersemar ke dalam Tap. DPA dan BPK yang sesuai dengan UUD 1945. Membentuk lembaga tinggi negara. wakilnya. c. Sidang istimewa MPRS tahun 1967 menarik mandat MPRS dari Presiden Soekarno dan pada sidang istimewa pada tahun 1968 MPRS mengangkat Soeharto menjadi presiden sampai terselenggaranya Pemilu. Tap. Melaksanakan Pemilu tepat waktu.XXV/MPR/1966 tentang pembubaran PKI dan ormasnya. MPR No. yaitu DPA dan BPK. Strategi dan taktik Orde Baru ini tercermin dalam program kabinet Ampera. 6) Lembaga negara lainnya melaksanakan tugasnya harus sesuai dengan UUD 1945 dan undang-undang. dan para menteri negara menjalankan tugas berdasarkan UUD 1945.

lxxxv Dalam proses reformasi dewasa ini, terdapat berbagai pendapat dan kajian untuk mengamandemen UUD 1945, karena UUD 1945 harus bersifat fleksibel, yaitu mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan bangsa dan negara Indonesia. Keinginan untuk mengamandemen itu juga muncul karena adanya sifat “muitiinterpretable” pada pasal-pasal UUD 1945, sehingga mengakibatkan adanya sentralisasi kekuasaan terutama Presiden di masa Orde Lama maupun Orde Baru. Melalui Sidang Umum MPR tahun 1999, SidangTahunan MPR tahun 2000, Sidang Tahunan MPR 2001, dan Sidang Tahunan MPR 2002, UUD 1945 telah mengalami perubahan (amandemen). Perubahan ini dimaksudkan untuk menyempurnakan Batang Tubuh UUD 1945 dan tidak mengubah Pembukaan UUD 1945. Karena Pembukaan UUD 1945 merupakan ikrar berdirinya negara Kesatuan Republik Indonesia dan ia memuat Pancasila sebagai Dasar Negara, MPR berketetapan hati untuk tidak mengubahnya. Pembukaan UUD 1945 serta amandemen UUD 1945 berdasarkan Sidang Umum MPR 1999, Sidang Tahunan MPR 2000, Sidang Tahunan MPR 2001, dan Sidang Tahunan MPR 2002.

a.

SISTEM KETATANEGARAAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA a. Tujuh Kunci Pokok Sistem Pemerintahan Negara R.I. Sistem pemerintahan Indonesia dijelaskan di dalam Penjelasan UUD 1945 (sebelum amandemen), yang menyebutkan tujuh kunci pokok sistem pemerintahan Indonesia. Meskipun UUD 1945 telah diamandemen, ketujuh kunci pokok tersebut masih relevan dalam sistem pemerintahan Indonesia dewasa ini. Ketujuh kunci pokok itu adalah: 1) Indonesia adalah Negara yang Berdasarkan Hukum (Rechtsstsat) Negara Indonesia adalah negara yang berdasarkan hukum (rechtsstaat), tidak berdasarkan kekuasaan belaka (machts-staat). Artinya, setiap tindakan harus berlandaskan hukum, sehingga dapat dipertanggungjawabkan secara hukum dan

lxxxvi tekanan yang dilakukan terhadap hukum juga berarti terhadap kekuasaan. Hal ini terkandung di dalam Pembukaan UUD 1945 yang merupakan perwujudan cita hukum yang menjiwai Batang Tubuh UUD 1945 maupun dasar hukum yang tidak tertulis. Yang dimaksud dengan negara hukum bukan hanya, dalam arti formal saja, yaitu sebagai penjaga atau alat dalam menindak segala bentuk kejahatan dan ketidakadilan, tetapi juga dalam arti materiil, yaitu alat dalam menciptakan kesejahteraan sosial seluruh rakyat Indonesia, yang sesuai dengap alinea dalam Pembukaan UUD 1945. Ciri-ciri negara berdasarkan hukum dalam arti materiil adalah sebagai berikut: a. Adanya pembagian kekuasaan dalam negara; lihat UUD 1945 Pasal 2 ayat (I), 4 , 5, 19, 20, 23E dan 24, 24A-C dan pasal-pasal lain sampai amandemen keempat. 2. Diakuinya hak asasi manusia yang tertuang dalam konstitusi dan peraturan perundang-undangan; lihat UUD 1945 Pasal 27, 28, 28A-28J, 29 ayat (2) dan 31 ayat (1). 3. Adanya dasar hukum bagi kekuasaan pemerintah (asas legalitas); lihat UUD 1945 Pasal 1 ayat (3). 4. Adanya peradilan yang bebas dan merdeka serta tidak memihak; lihat UUD 1945 Pasal 24. 5. Semua warga negara memiliki kedudukan yang sama di mata hukum dan pemerintahan, wajib menjunjung hukum dan pemerintahai tersebut tanpa kecuali, dan berhak mendapatkan pendidikan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan; lihat UUD 1945 Pasal 27 ayat (I)dan(2). 6. Pemerintah berkewajiban memajukan kesejahteraan umum serta mencerdaskan rakyat Indonesia; lihat UUD 1945 Awal tentang Hak Asasi Manusia, Pasal 31, 33 dan 34. 2) Sistem Konstitusional Pemerintahan Indonesia bersifat konstitusional, bukan absolut (tidak terbatas). Pernyattaan itu menunjukkan bahwa pemerintahan dijalankan menurut sistem

lxxxvii konstitusional. Dalam sistem ini, penggunaan kekuasaan secara sah oleh aparatur negara dibatasi secara formal berdasarkan UUD 1945. Hal ini menunjukkan bahwa kekuasaan aparatur negara dan pemerintahan harus bersumber dari UUD 1945 atau undang-undang yang menyelenggarakan UUD 1945. 3) Kekuasaan Negara yang Tertinggi di Tangan Rakyat Kedaulatan, berada di tangan rakyat dan dilaksanakan menurut UUD 1945 (Pasal 1 ayat 2). Badan yang diberi kewenangan untuk melaksanakan kedaulatan ini adalah MPR, yang merupakan penjelmaan dari seluruh rakyat Indonesia. Majelis ini bertugas rnenetapkan UUD, serta melantik dan memberhentikan Presiden dan Wakil Presiden. Sedangkan Presiden harus menjalankan haluan negara berdasarkan haluanhaluan yang telah ditetapkan oleh MPR, serta bertanggung jawab kepada majelis ini. Karena ia adalah mandataris MPR, maka dia. wajib menjalankan putusan-putusan majelis. Dengan demikian maka dapat disimpulkan bahwa tugas MPR sangat luas dan segala keputusannya mencerminkan keinginan dan aspirasi rakyat. Anggota MPR terdiri dari anggota DPR dan DPD yang dipilih oleh rakyat melalui Pemilu. 4) Presiden adalah Penyelenggara Pemerintah Negara yang Tertinggi di bawah Majelis Permusyawaratan Rakyat Pasal 4 ayat (I) UUD 1945 menyebutkan bahwa Presiden Republik Indonesia memegang kekuasaan dan tanggung jawab dalam menjalankan pemerintahan. Dalam melakukan kewajibannya, Presiden dibantu oleh seorang wakil presiden. Tugas dan kewajiban Presiden serta Wakil Presiden dapat dilihat dalam pasalpasal UUD 1945 hasil amandemen keempat.

5)

Presiden Tidak Bertanggung Jawab kepada Dewan Perwakilan Rakyat UUD 1945 telah menggariskan kerjasama antara Presiden dan Dewan

Perwakilan Rakyat, antera lain dalam membentuk undang-undang dan menetapkan anggaran serta belanja negara, pengangkatan duta dan konsul, penganugerahan gelar dan tanda jasa, pemberian amnesti dan abolisi dan lain-lain. Dalam perkara-perkara tersebut Presiden harus, mendapatkan persetujuan DPR. Karena itu Presiden dan DPR

lxxxviii harus bekerja sama, tetapi tidak dalam arti Presiden bertanggung jawab kepada DPR karena kedudukan Presiden tidak tergantung kepada DPR. Presiden tidak dapat membekukan dan/atau membubarkan DPR (Lihat Pasal 7C) dan DPR pun tidak dapat menjatuhkan Presiden karena mereka adalah mitra kerja. DPR hanya mengawasi Presiden dalam menjalankan pemerintahan. Tetapi DPR dapat mengajukan usul pemberhentian Presiden kepada MPR (Lihat Pasal 7A, 7B). 6) Menteri Negara adalah Pembantu Presiden dan Menteri Negara Tidak Bertanggung Jawab kepada Dewan Perwakilan Rakyat UUD 1945 menyatakan bahwa Presiden dibantu oleh. Menteri-menteri negara dan dapat memberhentikan menteri-menteri negara menurut ketentuan UU (lihat Pasal 17). Menteri-menteri negara itu tidak bertanggung jawab kepada DPR. Kedudukan mereka tidak tergantung pada DPR tetapi pada Presiden karena mereka adalah pernbantu Presiden. Presiden berwenang mengangkat dari memberhentikan menteri. Pembentukan, pengubahan, dan pembubaran kementerian diatur oleh undang-undang. 7) Kekuasaan Kepala Negara Tidak Tak Terbatas Penjelasan UUD 1945 menyatakan bahwa “Meskipun Kepala Negara tidak bertanggung jawab kepada DPR, ia bukan diktator, artinya kekuasaannya tidak tak terbatas”. Seperti dijelaskan sebelumnya., sistem pemerintahan konstitusional tidak bersifat Absolut. Keberadaan DPR dan menteri negara dapat mencegah terjadinya pemerintahan yang absolut atau kekuasaan mutlak.Dalam hal ini kedudukan dan peran DPR sangatlah kuat, karena selain tidak dapat dibubarkan oleh Presiden, dia juga berwenang mengajukan usul dan persetujuan pembentukan undang-undang maupun penetapan anggaran dan belanja negara. Selain itu, karena semua anggota DPR adalah anggota MPR maka DPR memiliki wewenang untuk mengadakan sidang istimewa guna meminta pertanggungjawaban Presiden. Jika Presiden benar-benar melanggar haluan yang telah ditetapkan oleh MPR. Jadi jelas bahwa hubungan antara MPR, DPR, dan Presiden sangat erat. D. Susunan Kekuasaan Negara R.I.

lxxxix

Konsep kekuasaan negara menurut demokrasi sebagai terdapat dalam UUD 1945 sebagai berikut: (1) Kekuasaan di Tangan rakyat (a) Pembukaan UUD 1945 Alinea IV..”...Maka disusunlah kemerdekaan kebangsaan Indonesia itu dalam suatu Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat....... (b)Pokok Pikiran dalam Pembukaan UUD 1945 “Negara yang berkedaulatan rakyat, berdasarkan atas kerakyatan dan permusyawaratan perwakilan” (pokok Pikiran III). (2) Pembagian Kekuasaan Sebagaimana dijelaskan bahwa kekuasaan. tertinggi adalah ditangan rakyat, dan dilakukan menurut Undang-Undang Dasar oleh karena itu pembagian kekuasaan menurut demokrasi sebagaimana tercantum di dalam UUD 1945 adalah sebagai berikut : (a) Kekuasaan Eksekutif, didelegasikan kepada Presiden (Pasal 4 ayat (1) UUD 1945). (b)Kekuasaan Legislatif, didelegasikan kepada Presiden dan DPR dan DPD (Pasal 5) ayat (1), Pasal 19 dan Pasal 22C UUD 1945). (c) Kekuasaan Yudikatif, didelegasikan kepada Mahkamah Agung (Pasal 24 ayat (1) UUD 1945). (d)Kekuasaan Inspektif, atau pengawasan didelegasikan kepada Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Hal ini termuat dalam UUD 1945 Pasal 20-A ayat (1) “.... DPR juga memiliki fungsi pengawasan”. artinya DPR melakukan pengawasan terhadap Presiden selaku penguasa eksekutif. (e) Dalam UUD 1945 hasil amandemen tidak ada Kekuasaan Konsultatif, yang dalam UUD lama didelegasikan kepada Dewan Pertimbangan Agung (DPA). (Pasal 16 UUD 1945). Dengan lain perkataan UUD 1945 hasil amandemen telah Menghapuskan lembaga Dewan Pertimbangan Agung, karena hal ini berdasarkan kenyataan pelaksanaan kekuasaan negara fungsinya tidak jelas. Mekanisme pendelegasian kekuasaan yang demikian ini dalam khasanah ilmu hukum tatanegara dan ilmu politik

. harus berdasar atas kedaulatan rakyat dan berdasar atas permusyawaratan perwakilan. serta melakukan impeachment terhadap Presiden jikalau melanggar konstitusi.”.xc dikenal dengan istilah ‘distribution of power’ yang merupakan unsur mutlak dari negara demokrasi.. menurut UUD 1945 mencakup antara lain: periode kekuasaan. dapat dilihat melalui proses atau mekanisme 5 tahunan kekuasaan dalam UUD 1945 sebagai berikut : (a) Pasal 1 ayat (2) UUD 1945 ‘kedaulatan di tangan rakyat. . b) Putusan Majelis Permusyawaratan Rakyat ditetapkan dengan suara terbanyak. Memang aliran ini sesuai dengan sifat masyarakat Indonesia”. Kedaulatan politik rakyat dilaksanakan lewat Pemilu untuk membentuk MPR dan DPR setiap 5 tahun sekali... (3) Pembatasan kekuasaan Pembatasan kekuasaan menurut konsep UUD 1945. (4) Pengambilan Keputusan Pengambilan keputusan menurut UUD 1945 dirinci sebagai berikut: a) Penjelasan UUD 1945 tentang Pokok Pikiran ke III. pengawasan kekuasaan dan pertanggungjawaban kekuasaan. Melantik Presiden dan Wakil Presiden. yaitu” . misalnya Pasal 7B ayat (7). (c) Pasal 20 ayat (1) memuat “Dewan Perwakilan Rakyat memiliki fungsi pengawasan yang berarti melakukan pengawasan terhadap jalannya pemerintahan yang dijalankan oleh Presiden dalam jangka waktu 5 (lima) tahun”. Oleh karena itu sistem negara yang terbentuk dalam UUD 1945. (b)“Majelis Permusyawaratan Rakyat memiliki Kekuasaan melakukan perubahan terhadap UUD. (d)Rakyat kembali mengadakan Pemiku setelah membentuk MPR dan DPR (rangkaian kegiatan 5 (lima) tahunan sebagai realisasi periodesasi kekuasaan). Dalam pembatasan kekuasaan menurut konsep mekanisme 5 tahunan kekuasaan sebagaimana tersebut di atas.

Maka menurut UUD hasil amandemen MPR kekuasaannya menjadi terbatas. Rakyat terdiri dari anggota Dewan Perwakilan Rakyat dan anggota Dewan Perwakilan Daerah. maka dimungkinkan pengambilan keputusan itu melalui suara terbanyak.kecuali itu anggota-anggota DPR semuanya merangkap menjadi anggota MPR.xci Ketentuan-ketentuan tersebut di atas mengandung pokok pikiran bahwa konsep pengambilan keputusan yang dianut dalam hukum tata negara Indonesia adalah berdasarkan : a) Keputusan didasarkan pada suatu musyawarah mencapai mufakat. b) Namur demikian jikalau mufakat itu tidak tercapai. artinya segala keputusan yang diambil sejauh mungkin diusahakan. c) Penjelasan UUD tentang kedudukan DPR. disebut “.. Berdasarkan ketentuan tersebut maka menurut UUD 1945 hasil amandemen MPR hanya dipilih melalui Pemilu. melantik Presiden dan Wakil Presiden dan memberhentikan Presiden dengan masa jabatannya atau jikalau melanggar UUD. MPR yang memiliki kekuasaan tertinggi sebagai penjelmaaan kekuasaan rakyat. Dalam penjelasan terhadap pasal I ayat (2) UUD 1945 disebutkan bahwa rakyat memiliki kekuasaan tertinggi namun dilaksanakan dan didistribusikan berdasarkan UUD. Majelis Permusyawaratan. yaitu meliputi tiga hal. Konsep pengawasan tersebut menurut UUD 1945 ditentukan sebagai berikut: Pasal I ayat (2). (5) Pengawasan Dalam UUD 1945 termuat konsep pengawasan.. Oleh karena itu DPR dapat senantiasa mengawasi tindakan-tindakan Presiden. “Kedaulatan adalah ditangan rakyat dan dilakukan menurut UndangUndang Dasar”. dengan musyawarah untuk . b) Pasal 2 ayat (1).” sebagai asasnya... a) Berbeda dengan UUD lama sebelum dilakukan amandemen. yaitu mengubah UUD.

xcii Berdasarkan ketentuan tersebut di atas maka konsep pengawasan menurut demokrasi Indonesia sebagai tercantum dalam UUD 1945 pada dasarnya adalah sebagai berikut : a) Dilakukan oleh seluruh warga negara, karena kekuasaan di dalam sistem ketatanegaraan Indonesia adalah di tangan rakyat, dan b) Secara formal ketatanegaraan pengawasan berada pada rakyat.

E. Sistem Kelembagaan Negara RI 1. Kelembagaan Negara UUD 1945 bukan hanya mengandung semangat dan perwujudan pokok pikiran yang terkandung di dalam Pembukaannya, tetapi juga merupakan rangkaian kesatuan pasalpasalnya. Sebagian dari pasal itu berisi tentang kedudukan, wewenang, tugas dan hubungan antar lembag,a negara. Dalam Tap. MPR No.VI/MPR/1973 dan Tap. MPR No.III/MPR/1978. MPR me-netapkan bahwa MPR adalah lembaga tertinggi negara sedangkan lembaga tinggi negara terdiri Presiden, Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Pertimbangan Agung, Badan Pemeriksa Keuangan, dan Mahkamah Agung.

Berdasarkan hasil Sidang Tahunan MPR 2002, Dewan Pertimbangan Agung ditiadakan. Sehingga struktur ketatanegaraan Republik Indonesia menjadi:

xciii

Hal-hal mengenai DPR diatur dalam Pasal 19, 20, 20A, 21, 22B, 22C, dan dalam pasal-pasal yang berkaitan dengan kerja-sama dengan Presiden, sedangkan Dewan Perwakilan Daerah (DPD) diatur dalam Pasal 22D. BPK mempunyai tugas khusus untuk memeriksa keuangan negara dan kemudian hasilnya dilaporkan kepada DPR, DPD, dan DPRD (Pasal 23 E, Pasal 23F, dan 23G). Badan ini bersifat bebas dan mandiri, jadi tidak dipengaruhi atau mempengaruhi kekuasaan pemerintah. Tugas BPK antara lain: 1. Memeriksa pengelolaan dan tanggung jawab keuangan negara. 2. Merneriksa semua pelaksanaan APBN.

xciv

Sedangkan kekuasaan kehakiman dipegang oleh Mahkamah Agung (MA) dan badan peradilan yang berada di bawahnya (Lihat Pasal 24, 24AJ yang terlepas dari pengaruh semua lembaga negara. Sedangkan kekuasaan kehakiman dipegang oleh Mahkamah Agung (MA) dan badan peradilan yang berada di bawahnya (Lihat Pasal 24, 24AJ yang terlepas dari pengaruh semua lembaga negara. Komisi Yudisial bersifat mandiri dan mempunyai wewenang mengusulkan pengangkatan hakim agung dan wewenang lain dalam rangka menjaga dan menegakkan kehormatan, martabat serta perilaku hakim. (Lihat Pasal 24B). Mahkamah Konstitusi berwenang mengadili pada tingkat pertama dan terakhir dengan keputusan yang bersifat final, menguji undang-undang terhadap Undang-Undang Dasar, memutus sengketa kewenangan lembaga negara dan kewenangan yang diberikan oleh UUD, memutus pembubaran partai politik, dan memutus perselisihan tentang hasil pemilihan umum. (Lihat Pasal 24C)

F. HUBUNGAN ANTAR LEMBAGA-LEMBAGA NEGARA RI i. Hubungan Antara MPR Dan Presiden Majelis Permusyawaratan Rakyat sebagai pemegang kekuasaan tinggi sebagai wakil rakyat sesuai dengan UUD 1945 (Pasal I ayat (2) ). di samping DPR dan Presiden. Hal ini berdasarkan ketentuan dalam UUD 1945 bahwa baik Presiden maupun MPR dipilih langsung oleh rakyat (Pasal 2 ayat (1) dan Pasal 6 ayat (1)). Berbeda dengan kekuasaan MPR menurut UUD 1945 sebelum dilakukan amandemen 2002, yang memiliki kekuasaan tertinggi dan mengangkat serta memberhentikan Presiden dan/atau Wakil Presiden. Sesuai dengan ketentuan UUD 1945 hasil amandemen 2002, maka Presiden dapat diberhentikan sebelum habis masa jabatannya baik karena permintaan sendiri atau karena tidak dapat melakukan kewajibannya maupun diberhentikan oleh MPR.

xcv Pemberhentian Presiden oleh MPR sebelum masa jabatan berakhir, hanya mungkin dilakukan jikalau Presiden sungguh-sungguh telah melanggar hukum berupa pengkhianatan terhadap negara, korupsi, penvuapan, tindak pidana berat lainnya, atau perbuatan tercela maupun apabila terbukti tidak lagi memenuhi syarat sebagai Presiden dan/atau wakil Presiden (Pasal 7A). Namun demikian perlu dipahami bahwa oleh karena Presiden tidak diangkat oleh MPR, maka Presiden tidak bertanggung jawab kepada MPR. melainkan kepada rakyat Indonesia sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Dasar. ii. Hubungan Antara MPR Dan DPR Majelis Permusyawaratan Rakyat terdiri atas anggota-anggota. Dewan Perwakilan Rakyat, dan anggota-anggota. Dewan Perwakilan Daerah yang dipilih melalui pemilu. Dengan demikian maka seluruh anggota. MPR menurut UUD 1945 dipilih melalui Pemilu. Mengingat kedudukannya sebagai penjelmaan seluruh rakyat Indonesia yang memegang kedaulatan rakyat tertinggi (Pasal 2 ayat (1)) dan untuk menegakkan martabat serta kewibawaannya, maka MPR menyelesaikan masalah-masalah yang bersifat dasar, yang bersifat struktural dan memiliki kekuasaan untuk mengubah UUD, maka antara DPR dengan MPR harus melakukan kerjasama yang simultan dalam melakukan pengawasan terhadap jalannya pemerintahan yang dilakukan oleh Presiden. Oleh karena anggota DPR seluruhnya merangkap angota MPR, maka MPR menggunakan DPR sebaoai tangan kanannya dalam melakukan pengawasan pelaksanaan kebijakan yang dilakukan oleh Presiden sebagaimana ditetapkan oleh MPR. Dalam hal ini DPR menggunakan hak-hak tertentu. yang dimilikinya seperti hak angket, hak amandemen, hak interpelasi, hak budget, hak tanya inisiatif (Pasal 20-A). MPR mempunyai tugas yang sangat luas, melalui wewenang DPR, MPR mengemudikan pembuatan Undang-Undang serta peraturan-peraturan lainnya agar

xcvi undang-undang serta peraturan-peraturan itu sesuai dengan UUD 1945. Melalui wewenang DPR ia juga menilai dan mengawasi wewenang lembaga-lembaga lainnya. Demikianlah hubungan DPR dan MPR sebagai bagian yang diutamakan Maielis. terutama pasca amandemen UUD 1945 2002 ini diharapkan dengan adanya reformasi kelembagaan tinggi negara, benar-benar dapat tercipta iklim pelaksanaan negara yang lebih demokratis.

iii. Hubungan Antara DPR Dan Presiden Sebagai sesama lembaga dan sesama anggota badan legislatif maka DPR dan Presiden bersama-sama mempunyai tugas antara lain: i. Membuat Undang-Undang (Pasal 5 ayat (1), 20 dan 21). dan Menetapkan Undang-Undang tentang anggaran pendapatan dan belanja negara (Pasal 23 ayat (1)). ii. Membuat undang-undang berarti menentukan kebijakan politik yang diselenggarakan oleh Presiden (Pemerintah). iii. Menetapkan budget negara pada hakekatnya berarti menetapkan rencana kerja tahunan. DPR melalui anggaran belanja yang telah disetujui dan mengawasi Pemerintah dengan efektif. Di dalam, pekerjaan untuk membuat UU, maka Iembagalembaga negara lainnya dapat diminta pendapatnya. Sesudah DPR bersama Presiden menetapkan UU dan RAP/RAB negara maka di dalam pelaksanaannya DPR berfungsi sebagai pengawas terhadap pemerintah. Pengawasan DPR terhadap Presiden adalah suatu konsekuensi yang wajar (logis), yang pada hakikatnya mengandung arti bahwa presiden bertanggung jawab kepada DPR dalam arti partnership. Presiden tidak dapat dijatuhkan oleh DPR, dan dengan pengawasan tersebut, maka terdapat kewajiban bagi Pemerintah untuk selalu bermusyawarah dengan DPR tentang

. ma. 2) Hak inisiatif vaitu hak untuk mengusulkan rancangan uu (pasal 21 ayat (1)) b. dan DPR menpunyai kesempatan untuk menemukakan pendapat rakvat secara kritis terhadap kebijaksanaan dan politik pemerintah. maka sepanjang tahun teriadi musyawarah yang diatur antara pemerintah dan DPR. Hal ini tetap sesuai dengan penjelasan resmi UUD 1945 dinyatakan bahwa Presiden harus tergantung kepada Dewan. Presiden harus memperhatikan. berkonsultasi dan dalam banyak hal. Dengan adanya wewenang DPR tersebut. Untuk pengawasan tersebut maka DPR mempunyai beberapa wewenang yaitu a. yaitu hak untuk menyusun rancangan Anggaran Belanja dan Pendapatan Negara (Pasal 23 ayat (1)).ka Majelis itu dapat melakukan sidang istimewa untuk melakukan inpeachment. memberikan keterangan-keterangan serta laporan-laporan kepada Dewan dan meminta pendapatnva.xcvii masalah-masalah pokok dari negara yang menyangkut kepentingan rakyat dengan UUD sebagai landasan kerja. 1) Hak budget. Menurut UUD 1945. Dewan ini tidak dapat dibubarkan oleh Presiden karena anggota-anggota DPR semuanya merangkap menjadi anggota-anggota MPR. Bentuk kerja sama antara DPR dan Presiden tidak boleh mengingkari partner legislatifnya. maka DPR dapat senantiasa mengawasi segala tindakan-tindakan Presiden dan jikalau Dewan menganggap bahwa Presiden sungguh-sungguh melanggar pidana atau konstitusi yang telah. Menurut UUD1945 hasil amandemen 2002 pasal 20-A ayat (2) dan 1) Hak amandemen (mengadakan perubahan) 2) Hak interpelasi (meminta kete-rangan) 3) Hak bertanya 4) Hak angket (hak untuk mengadakan suatu penyelidikan). Sebaliknya keduduk-an DPR adalah kuat. mendengarkan.

ditambah pula ketentuan dalam penjelasan yang mengatakan bahwa Presiden harus memperhatikan sungguh-sungguh suara DPR. akan tetapi tergantung kepada Presiden. Penafsiran tentang kedudukannya menteri-menteri itu tidak bisa dilepaskan dari penafsiran tentang kedudukan Presiden yang juga dalam penjelasan UUD. Dalam hal ini sudah sewajarnya Presiden mengganti menteri yang bersangkutan tanpa membubarkan kabinet. yang berakibat diberhentikannya menteri oleh Presiden. akan tetapi sebagai konsekuensinya yang waiar (logis) dari tugas clan kedudukannya. sedangkan dalam penjelasannya dikemukakan bahwa menterimenteri itu tidak bertanggung jawab kepada DPR. Oleh karena itu menterimenten pun juga tidak terlepas dari keberatan-keberatan DPR. Dalam UUD 1945 dinyatakan bahwa menteri-menteri diangkat dan diberhentikan oleh Presiden (Pasal 17 ayat (2)). iv. dalam pasal tentang kementerian negara (Pasal 17) diterangkan bahvva Presiden tidak bertanggungjawab kepada DPR (sistem Kabinet Presidensial) Seperti juga halnya dengan Presiden. 1945. artinya kedudukannya tidak tergantung kepada Dewan. Sudah terang bahwa DPR tidak boleh main mosi tidak percaya. Hubungan Antara DPR Dengan Menteri-Menteri Hubungan kerjasama antara Presiden dengan DPR juga harus dilaksanakan dalam hal DPR menyatakan keberatannya terhadap kebijaksanaan menteri-menteri.xcviii Kritik-kritik itu dapat dilanjutkan dan dibahas oleh surat-surat kabar sebagai pembawa suara masyarakat yang langsung sehingga terjadilah suatu 'Sosial Control` yang baik terhadap pemerintah khususnya dan terhadap lembaga-lembaga negara lain pada umumnya. melainkan secara serius harus memberikan pertimbangan kepada Presiden dan sebaiknva Presiden tidak boleh . menteri-menteri tidak dapat dijatuhkan dan/atau diberhentikan oleh DPR.

Untuk menetapkan politik pemerintah dan koordinasi dalam pemerintah negara. Hubungan Antara Mahkamah Agung Dengan Lembaga Negara Lainnya. Hubungan Antara Presiden dengan Menteri-Menteri Presiden mengangkat dan memberhentikan menteri-menteri negara (Pasal 17 ayat (2)) dan menteri-menteri itu secara formal tidak bertanggung jawab kepada DPR.kepada Presiden. para menteri bekerjasama satu sama lain secara erat di bawah pimpinan Presiden Dalam praktek Pernerintahan. menteri mengetahui seluk-beluk mengenai lingkungan pekerjaannya. Meskipun kedudukan Para menteri tergantung. vi. v. Dalam Pasal 24 ayat (1) UUD 1945 disebutkan bahwa kekuasaan kehakiman dilakukan oleh sebuah Mahkamah Agung dan lain-lain Badan Kehakiman menurut susunan dan kekuasaan Badan-Badan Kehakiman tersebut diatur menetapkan hubungan antara Mahkamah Agung dengan lembaga-lembaga lainnya. mereka bukan pegawai tinggi biasa. akan tetapi tergantung kepada Presiden. Berhubungan dengan itu mcnteri mempunyai pengaruh besar terhadap Presiden dalam menuntun politik negara yang menyangkut departemennya. Dalam Penjelasan UUD 1945 disebutkan bahwa kekuasaan kehakiman adalah kekuasaan pemerintah ataupun kekuasaan serta kekuatan lainnya! Berhubung dengan itu harus diadakan jaminan dalam . sebagai pemimpin departemen (Pasal 17 ayat (3)).xcix bersitegang tidak mau memperhatikan suara DPR yang telah diberikannya dengan tulus ikhlas. Memang yang dimaksudkan adalah bahwa para menteri itu peminpin-pemimpin negara.-dan terhadap MPR itu Presiden secara imperatif harus melaksanakannya. maka sebagai jalan keluar MPR harus segera memberikan keputusannya. terutama berdasar Pasal 3 ayat (3). Menteri adalah pembantu Presiden (Pasal 17 ayat (3)). timbul kebiasaan bahwa Presiden melimpahkan sebagi-an wewenang kepada pembantu pimpinan dari Presiden Konvensi yang demikian ini tidak boleh mengurangi jiwa dari sistem kabinet Presidensial. oleh karena itu menteri-menterilah yang terutama menjalankan pemerintahan dalam praktekm a.

c bentuk UUD 1945 tentang kedudukan para hakim. Sifat negara hukum ini rnengandung makna bahwa alat-alat perlengkapannya hanya dapat bertindak menurut dan terikat kepada aturanaturan yang telah dibuat oleh badan yang dikuasakan untuk mengadakan peraturanperaturan itu. kecuali apabila pengadilan. penggeledahan dan pesitaan. Negara Republik Indonesia adalah negara yang berdasarkan atas hukum yang berdasarkan Pancasila. Semua pengadilan memberikan keterangan. . Ketentuan im menunjukkan bahwa di negara Indonesia dijamin perlindungan hak-hak asasi manusia dan bukan kemauan seseorang yang menjadi dasar tindakan penguasa (Govemment by law. penahanan. Setiap orang yang disangkakan. berhubungan dengan itu pengadilan mengadili menurut hukum dengan tidak membeda-bedakan orang. selain atas printah tertulis oleh kekuasaan yang sah dalam hal-hal clan menurut cara-cara yang diatur dengan undangundang. 14 tahun 1970) dalam Pasal 5 sampai dengan Pasal 8 menjamin hak-hak asasi manusia yang mendapatkan perlindungan. wajib dianggap tidak bersalah sebelum kekuatan hukum yang tetap asas (persumfion innocence). ditangkap. Berhubung dengan itu kekuasaan kehakiman adalah kekuasaan negara yang merdeka untuk menyelenggarakan peradilan guna meneoakkan hukum dan keadilan berdasarkan Pancasila. sebagai syarat mencapai suatu keputusan yang seadil-adilnya. karena alat penbuktian yang sah menurut undang-undang mendapat keyakinan bahwa seorang yang dianggap dapat bertanggung jawab. not by man). pertimbangan dan nasihat-nasihat tentang soal-soal hukum kepada lembaga negara lain apabila diminta. Demikian juga tiada scoarano juapun dapat dijatuhi pidana. atau singkatnya disebut dengan 'Rule of law' Undang-undang Pokok Kehakimain (UU No. telah bersalah atas perbuatan yang dituduhkan atas dirinya. dituntut dan atau dihadapkan di depan pengadilan.tiada seorang juapun dapat dihadapkan di depan pengadilan selain daripada yang ditentukan baginya oleh undang-undang. Selain itu tidda seorangpun dapat dikenakan penangkapan. ditahan.

. BPK bertugas untuk memeriksa tanggung jawab pemerintah tentang keuangan negara dan memeriksa semua pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. dilakukan oleh instansi yang bersangkutan. yang mengandung makna. Sehubungan dengan pcnuaian tugasnya BPK berwenang meminta keterangan yang wajib diberikan oleh setiap orang. Undang-Undang No. akan tetapi tidak berdiri di atas pemerintah. berwenang menyatakan tidak sah peraturan perundangan dari tinokat . sepanjang tidak bertentangan dengan Undang-Undang. bahwa BPK adalah lembaga tinggi negara yang dalam pelaksanaan terlepas dari pengaruh oleh kekuasaan pemerintah. vii. Ketentuan ini mengatur tentang hak menguji dari Mahkamah Agung.ci Mahkamah Agung sebagai Lembaga Tinggi Negara dalam bidang kehakiman dari tingkat yang lebih tinggi. badan/instansi Pemerintah atau badan swasta. Dalam proses reformasi dewasa ini Mahkamah Agung merupakan ujung tombak terutama mernberantas KKN untuk rnewujudkan pemerintahan yang hersih sebagaimana diamanatkan oleh Tap No.yang . 5 tahun 1973 tentang Badan Pemeriksa Keuangan menegaskan. Dewan Perwakilan Daerah daerah DPRD (Pasal 23-E ayat (2)) untuk mengikuti dan menilai kebijakan ekonomis financial pemerintah yang dijalankan oleh aparatur administrasi negara yang dipimpin oleh pemerintah. Mahkamah Agung harus bebas dari pengaruh kekuasaan ataupun lainnya. Hubungan Antara BPK Dengan DPR Badan Pemcriksa Keuangan (BPK) bertugas memeriksa tentang keuangan negara dan hasil perneriksaannya itu diberitahukan kepada DPR. Putusan tentang tidak sah peraturan penmdang-undangan tersebut dapat diambil berhubungan perundangan yang dinyatakan tidak sah tcrsebut.undang mengenal sah tidaknya dengan ketentuan perundang-undangam yang lebih tinggi.bahwa mahkamah Agung berhak untuk menguji secara material peraturan yang lebih rcndah tingkatnya dari undang.lebih tinggi. XI/MPR/1998.

maka masalahnya diberitahukan kepada kepolisian atau kejaksaaan. Tidak kalah pentingnya adalah mengawasi apakah kebijaksanaan dan arah tersebut dilaksanakan pemerintah dengan sebaik-baiknya menurut tujuan semula. pegaturan kebijaksanaan dan arah keuangan negara yang dilakukan DPR saja belum dapat dikatakan cukup. Sudah selayaknya sebagai sesama Lembaga Negara. atau perbuatan yang merugikan negara. Jadi BPK bertugas memeriksa pertanggungjawaban pemerintah tentang keuangan negara dan memeriksa semua pelaksanaan APBN yang hasil pemeriksanaannya diberitahukan kepada DPR.cii Pembentukan BPK sesungguhnya memperkuat pelaksanaan demokrasi dalam arti yang sesungguhnya. apabila hasil pemeriksaan mengungkapkan sangkaan terjadinya tindakan-tindakan pidana. Anggaran Perusahaan-perusahaan milik negara dan lain-lain. Selain pelaksanaan APBN. Barang siapa sengaja tidak memenuhi kewajiban untuk memberikan keterangan yang diminta BPK dengan jalan menolak atau menghindarkan diri untuk memberikan keterangan. antara BPK. DPR dan Pemerintah terjalin kerjasama yang sebaik-baiknya. ' PENUTUP . Namun kerjasama yang baik itu tidaklah berarti saling melindungi atau saling menutupi kekurangan masing-masing. diperiksa pula Angggaran Pendapatan dan Belanja Daerah. Kedudukannya bebas dan terlepas dari pengaruh pemerintah. Dewan Perwakilan Daerah dan DPRD. Hasil pemeriksaan BPK inipun disertai sanksi pidana. ' Keanggotaan BPK itu tidak mewakili suatu golongan dan manapun juga asal anggotanya. Ditinjau dari segi ini maka hasil pemeriksaan BPK merupakan upaya yang menjamin terbinanya aparatur pemerintahan dan aparatur perekonomian negara yang bersih clan sehat. oleh karena. Hal itu diperlukan untuk menjamin agar BPK dapat bekerja secara objektif. dapat dikenakan hukuman penjara selama-lamanya satu tahun enam bulan. secara tertib.

Pen. III) Pen. Bandung. (hasil Amandemen disahkan tanggal 16 Agustus 2002) (Anallsis Filosofis & Yuridis). Pembagian Kekuasaan Negara. Gramedia Pustaka Utama. Drs.Si.Makassar. Pancasila dan UUD'45 (I. Pen.Jakarta. R. Yogyakarta. 1993. JCT. Simorangkir.Makassar. Dra. Jakarta.2004 BAB VI . 2002.ciii Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Pradnya Paramitha. Pen.Si. Purnomo. -----------------Sistem Pemerintahan Indonesia. M. Panduan Kuliah Pendidikan Pancasila untuk Perguruan Tinggi. Jelaskan pengertian konstitusi negara! 2.Si. Pen. CST. Bursa Buku FH-UI. Pendidikan Pancasila. SOAL LATIHAN Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini : 1. Yogyakarta.2003 Tim Dosen Pancasila Unhas. Pen. M. Kajian tentang UUD’ Negara R. Pen.STIMIK DIPANEGARA .Pendidikan Pancasila Perguruan Tinggi. Elly M. Pen. Pradnya Paramitha.. 1982. Jakarta. 1973. 1968. Erlangga. M. Jambatan. II. Kaelan. Kaelan. Jelaskan konstusi sebagai landasan politik dan strategi nasional Indonesia! 3. Paramitha Pradnya. yang pada kurun waktu tahun 1999-2002. Jakarta. Pen. yang merubah susunan lembaga-lembaga dalam sistem ketatanegaraan Republik Indonesia.H. 2003. Kansil. Hak-hak Asasi Manusia Berdasarkan Idiologi Pancasila. Hak-hak dan Kewajiban Warga Negara. Drs. Departemen Penerangan R. Hutauruk. 2005. S. Kanisius. Jelaskan sistem Kelembagaan dan hubungan antar lembaga Negara Kesatuan RI! DAFTAR BACAAN Ismail Sunny. 1970. UUD 1945 mengalami 4 kali perubahan (amandemen). Tim Dosen Pancasila Unhas. Jakarta. Universitas Hasanuddin. adalah konstitusi negara Republik Indonesia yang disahkan sebagai undang-undang dasar negara oleh PPKI pada tanggal 18 Agustus 1945. Yogyakarta. Gunawan. 1973. Setiadi. Jakarta. Jelaskan Amandemen/perubahan UUD 1945 dan Dinamika Pelaksanaan UUD 1945! 4. Seko ABRI. 1962.I. Tentang dan Sekitar UUD’45. Pen. Pengimplementasian UUD’45.I. M.Pendidikan Pancasila Bunga Rampai .

Politcs memberi asa. jalan.pembagian ataupun alokasi sumber daya yang ada memerukan kekuasaan dan wewenang. Sementara itu policy yang dalam bahasa Indonesia di terjemahkan sebagai kebjaksanaan. yang akar katanya adalah polis. pelaksanaan tjuan itu memerlukan kebijakan-kebijakan umum yang menyangkut pengaturan. keadaan. Pengambilan kebijaksanaan biasanya dilakukan oleh seorang pemimpin. dan madannya. prinsip. Latar Belakang Kata politik secara etimologi berasal dari bahasa Yunani poitenia. jalan. berarti kesatuan masyarakat yang brdiri sendiri. politik membicarakan hal-hal yang berkaitan dengan Negara. B. kesatuan. dan distribusa atua alokasi sumber daya. jalan. keadaan. Politics dan policy memiliki hubungan yang erat dan timbale balik. Politik secara umum menyangkut proses penentuan tujuan Negara dan cara melaksanakannya . Dalam bahasa inggris. cita-cita . dam tujuan yang di kehendaki. arah. dan alat yang di gunakan untuk mencapai cita-cita dan tujuan tertentu. Perlu di ingat bahwa penentuan kebijakan umum. dan arah tersebut sebaik-baiknya. sedangkan policy memberkan pertimbanagn cara pelaksanaan asas. politik dalam arti politics mempunyai makna kepentingan umum warga Negara suatu bangsa. cara. Politik merupakan suatu rangkaian asas.civ POLITIK DAN STRATEGI NASIONAL PENDAHULUAN A. Ruang Lingkup . yaitu Negara dan tela yang berarti urusan. pengaturan . Kekuasaan dan wewenang ini memainkan peranan yang sangat penting dalam pembinaan kerja sama dan penyelesaian konflik yang mungkin muncul dalam proses pencapain tujuan. pngambilan keputusan. dan alat yang digunakan untuk mencapai tujuan tertentu yang dikehendaki. Dengan demikian. cara. pembagian atau alokasi sumber daya yang ada. kebijakan. adalah penggunan pertimbangan pertimbangan yang di anggap dapat lebih menjamin terlaksananya suatu usaha. politics adalah suatu rangkaian asas. Dalam bahasa Indonesia. cara.

kritis. dan.strategi nasional. dan polstranas b. geopolitik. Menganalisis wujud polnas dan stranas di indonesia. Menghubungkan strategi raya dengan strategi nasional. Menjelaskan latar belakang politik dan strategi nasional. 5. Tanggap terhadap berbagai akibat dari permasalahan politik yang dapat menggangu eksistensi negara. Memecah permasalahan politik. Sasaran Pembelajaran Mahasiswa dapat mengenali masalah-masalah strategi dalam politik. 4. Stratifikasi politik nasional c. d. serta 8. dan antisipasi). Peka terhadap permasalahan politik yang ada di lingkungannya yang terkait dengan strategi nasional. strategi.cv Bahan pembelajaran ini akan membahas : a.yang terkait dengan politik. 7. 6. serta strategi nasional secara rasional (proaktif. Pengertian politik. Permasalahan dan agenda pembangunan nacional. Mengambil keputusan kolektif sebagai rekomendasi terkait dengan polstrahankam URAIAN BAHAN PEMBELAJARAN . Politik pembangunan nasional dan manajemen nasional. Melalui pembelajaran ini mahasiswa diharapkan dapat : 1. strategi nasional dan mengambil keputusan mengenai hal-hal yang strategis bagi kepentingan publik. Menganalisis berbagai permasalahan polsrahankam. kreatif. 2. 3. C.

Politik dalam arti policy yang d artikan kebijaksanaan yaitu berupa penggunaan pertimbangan-pertimbangan tertentu yang dianggap dapat lebih menjamin terlaksananya suatu usaha. pemerintah. agama. cara dan alat yang digunakan oleh individu atau kelompok untuk mencapa kepentingan tertentu. Struktur plitik yaitu kerangka hubungan formal yang mengatur hubungan rakyat. Politik sebagai system dapat meliputi beberapa hal yaitu: Kultur politik yaitu nilai-nilai rohaniah serta lembaga-lembaga yang menata kehidupan politik yang berasak dari adapt. jalan. cita-cita atau keinginan atau tujuan yang di kehendaki. keadaan.cvi A. keadaan. Strategi dan Polstranas 1. wilayah serat kedaulatan Negara yang bersangkuan. dalam suatu politik misalkan politik ekonomi dalam proses pelaksanaan suatu institusi perlu memilki kebijaksanan dalam menghadapi berbagai masalah yang ada di masyarakat. Contoh partai politik. Politik dalam arti konvensional adalah alat untuk mencapai kemnangan dalam perang( pertahanan). Proses politik yaitu kegiatan politik dalam kenyataannya yang motivasinya bersumberkan dari kultur politik masyarakat yang bersangkutan dan di laksakan dalam kerangka struktur politiknya . filsafat atau sejarah masyarakat yang bersangkutan. cara. Pengertian Politik. Misalnya NATO. prinsip. Pengertian Politik Secara umum politik merupakan suatu rangkaian asas. Cintoh politik ekonomi. jalan. dalam hal ini tujuan dari sekelompok orang yang mendirikan suatu organisasi berupa partai politik adalah unuk mencapai suatu kepentingan berupa keduduakn yang tinggi dalam suatu pemerinitahan. prinsip. Secara etimologi pengertian politik di bagi atas tiga yaitu: Politik dalam arti Politce mempunyai makna kepentingan umum warga Negara suatu bangsa yang di rumuskan ialah suatu rangkaian asas. dan alat yang digunakan untuk mencapai tujun tertentu yang dikehendaki.

kebijaksanaan negara tentang pembinaan serta penggunaan kekuatan nasional untuk mencapai tujuan nasional. Dalam pengertian umum. Pengambilan Keputusan. Politik dan Strategi Nasioanal Politik nasional diartikan sebagai kebijakan umum dan pengambilan kebijakan untuk mencapai suatu cita-cita dan tujuan nasional. defenisi politik nasional adalah asas. Jadi. social budaya. artinya suatu kumpulan keputusan yang diambil seseorang atau kelompok politik. Strategi nasional disusun untuk pelaksanaan politik nasional misalnya stretegi jangka pendek. Karl vont Clausewitz (1780-1831) berpendapat bahwa strategi adalah penggunaan pertempuran untuk memenangkan pperangan. 3. yaitu siapa pengambil keputusan dan untuk siapa keputusan diambil. Strategi pada dasarnya merupakn seni dan ilmu dalam menggunakan serta mengembangkan kekuatan (ideology). yang merupakan organisasi politik paling utamu dalam suatu wlayah yang berdaulat. Dengan demikian. haluan. 2. strategi adalah cara melaksanakan .cvii Politik selalu membicraka hal-hal yang berkaitan dengan: Negara. Distribusi / Alokasi Sumber Daya. dan hankam) untuk mencapai tujuan yang telah di tetapkan sebelumnya. untuk memilih tujuan dan cara mencapai tujuan itu. Kekuasaan. dalam politik pengambilan keputusan melalui sarana umum. usaha. strategi adalah cara untuk mendapatkan kemenanagan atua pencapaian tujuan. yaitu pembagian atau penjatahan nilai-nilai dalam masyarakat. yaitu kemampuan seseorang atau kelompok mempengaruhi tingkah laku orang lain atau kelompok lain sesuai dengan keinginannya. politik. Kebijakan. sementara itu perang tu sendiri merupakan kelanjutan dari politik. Pengertian Strategi Strategi berasal dari bahasa Yunani strategia yang di artikan sebagai “the art of general” atau seni seorang panglima yang bias any digunakan dalam peperangan. menengah. dan jangka panjang.

4. dan konsep strategis bangsa Indonesia. dan kelompok berpengaruh (pressure group). Lembaga-lembaga tersebut adalah Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR). media massa. seperti Dewan Stabilitas Ekonomi Nasional. Landasan pemikiran dalam sistem manajemen nasional ini sangat penting sebagai kerangka acuan dalam penyusunan politik dan strategi nasional karena didalamnya terkandung dasar negara.cviii politik nasional dalam mencapai sasaran dan tujuan yang ditetapkan dalam konteks politik nasional. cita-cita nasional. dan MA. Dewan Penerbangan dan . organisasi kemasyarakatan. Suprastruktur dan infrastruktur politik harus dapat bekerja sama dan memiliki kekuatan yang seimbang. kelompok kepentingan (interest group). Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). 5. Wawasan Nusantara. dan Ketahanan Nasional. presiden dibantu oleh berbagai lembaga tinggi negara lainnya serta dewan-dewan yang merupakan badan koordinasi. UUD 1945. Penyusunan Politik dan Strategi Nasional Politik dan strategi nasional yang berlangsung selama ini disusun berdasarkan sistem kenegaraan menurut UUD 1945. Sejak tahun 1985 telah berkembang pendapat yang menyatakan bahwa jajaran pemerintah dan lembagalembaga yang tersebut dalam UUD 1945 merupakan “suprastruktur politik”. Mekanisme penyusunan politik dan strategi nasional ditingkat suprastruktur politik diatur oleh presiden. seperti partai politik. Dalam melaksanakan tugas ini. Dasar Pemikiran Penyusunan Politik dan Strategi Nasional Dalam penyusunan politik dan strategi nasional perlu dipahami pokok-pokok pikiran yang terkandung dalam sistem manajemen nasional yang berlandaskan ideologi Pancasilan. Sementara itu badan-badan yang ada dalam masyarakat disebut sebagai “infrastruktur politik” yang mencakup pranata politik yang ada dalam masyarakat.

Didalamnya. berbangsa. Strategi nasional dilaksanakan oleh para menteri dan pimpinan lembaga pemerintah nondepartemen berdasarkan petunjuk presiden. Proses penyusunan politik dan strategi nasional ditingkat suprastruktur politik dilakukan setelah presiden menerima GBHN. Program kabinet dapat dipandang sebagai dokumen resmi yang memuat politik nasional yang digariskan oleh presiden. Selanjutnya. Dewan Otonomi Daerah dan Dewan Stabilitas Politik dan Keamanan. masyarakat ikut berpartisipasi dalam kehidupan politik nasional. Dalam era reformasi saat ini. sudah tercantum program-program yang lebih konkret yang disebut sasaran nasional. Sesuai dengan kebijakan politik nasional. 2) Semakin terbuka akal dan pikiran untuk memperjuangkan haknya. Proses politik dan strategi nasional pada infrastruktur politik merupakan sasaran yang akan dicapai oleh rakyat Indonesia. 3) Semakin meningkat kemampuan untuk menentukan pilihan dalam pemenuhan kebutuhan hidup. Dewan Maritim. presiden menyusun program kabinet dan memilih menteri-menteri yang akan melaksanakan program-program tersebut. Pandangan masyarakat terhadap kehidupan politik. Melalui pranata-pranata politik. . ataupun bidang Hankam akan selalu berkembang karena : 1) Semakin tingginya kesadaran bermasyarakat. masyarakat memiliki peran yang sangat besar dalam mengontrol jalannya politik dan strategi nasional yang ditetapkan oleh MPR ataupun yang dilaksanakan oleh presiden. sosial budaya. Adapun yang dilaksanakan oleh presiden sesungguhnya merupakan politik dan strategi nasional yang bersifat pelaksanaan.cix Antariksan Nasional RI. dan bernegara. penyelenggara negara harus mengambil langkah-langkah pembinaan terhadap semua lapisan masyarakat dengan mencantumkan sasaran sektoralnya. ekonomi.

.cx 4) Semakin meningkat kemampuan untuk mengatasi persoalan seiring dengan semakin tingginya tingkat pendidikan yang ditunjang oleh kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Stratifikasi Politik Nasional Stratifikasi politik (kebijakan) nasional dalam Negara Republik Indonesia sebagai berikut : a. tingkat penentuan kebijakan puncak ini juga mencakup kewenangan presiden sebagai kepala negara. peraturan. serta d) Dalam keadaan tertentu dapat pula dikeluarkan maklumat presiden. Pasal 5 ayat (1) atau Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perpu) dalam hal ihwal kepentingan yang memaksa) b) Peraturan pemerintah untuk mengatur pelaksanaan undang-undang yang wewenang penerbitannya berada di tangan presiden (UUD 1945. pasal 5 ayat (2). B. seperti tercantum pada Pasal 10 sampai dengan Pasal 15 UUD 1945. Tingkat Penentu Kebijakan Puncak 1) Tingkat kebijakan puncak meliputi kebijakan tertinggi yang menyeluruh secara nasional dan mencakup penentuan Undan-Undang Dasar. Hasil-hasilnya berbentuk a) Undang-undang yang kekuasaan pembuatnya terletak di tangan presiden dengan persetujuan DPR (UUD 1945. serta 5) Semakin kritis dan terbukanya masyarakat terhadap ide baru. 2) Dalam hal dan keadaan yang menyangkut kekuasaan kepala negara. c) Keputusan atau instruksi presiden yang berisi kebijakan-kebijakan penyelenggaraan pemerintahan yang wewenang pengeluarannya berada di tangan presiden dalam rangka pelaksanaan kebijakan nasional dan perundang-undangan yang berlaku (UUD 1945. Pasal 4 ayat (1). penggarisan masalah makropolitik bangsa dan negara untuk merumuskan tujuan nasional (national goals) berdasarkan falsafah Pancasila dan UUD 1945. Bentuk hukum dari kebijakan nasional yang ditentukan oleh kepala negara itu dapat berupa dekrit. atau piagam kepala negara.

Keputusan Menteri atau Instruksi Menteri dalam bidang pemerintahan yang dipertanggungjawabkan kepadanya. Dalam keadaan tertentu menteri juga dapat mengenal Surat Edaran Menteri. c. sekjen sebagai pembantu utama menteri bertugas mempersiapkan dan merumuskan kebijakan umum menteri dan pimpinan rumah tangga departemen. Hasil penentuan kebijakan dirumuskan dalam bentuk Peraturan. Selain itu. program. Tingkat Kebijakan Umum Tingkat kebijakan umum merupakan tingkat kebijakan dibawah tingkat kebijakan puncak yang lingkupnya juga menyeluruh nasional dan berupa penggarisan mengenai masalah makro-strategis untuk mencapai tujuan nasional dalam situasi dan kondisi tertentu. Hasilnya dirumuskan dalam bentuk Peraturan Menteri. Didalam tata laksana pemerintahan. Ia juga mempunyai wewenang untuk membantu mempersiapkan kebijakan umum menteri. Wewenang kebijakan umum berada di tangan menteri berdasarkan kebijakan pada tingkat diatasnya. sistem dan prosedur dalam bidang utama tersebut. Keputusan. atau Instruksi Pimpinan Lembaga Nondepartemen/Direktur Jenderal. Kebijakan ini adalah penjabaran kebijakan puncak dalam rangka merumuskan strategi administrasi. Tingkat Penentuan Kebijakan Teknis Kebijakan teknis meliputi penggarisan dalam satu sector dari bidang utama diatas dalam bentuk prosedur serta teknik untuk mengimplementasikan rencana. dan . Tingkat Penentu Kebijakan Khusus Kebijakan khusus merupakan penggarisan terhadap suatu bidang utama (major area) pemerintahan. d. Hasil penentuan dari pimpinan lembaga nondepartemen itu lazimnya merupakan pedoman pelaksanaan. Wewenang pengeluaran kebijakan khusus ini terletak di tangan pimpinan eselon pertama departemen pemerintahan dan pimpinan lembaga-lembaga nondepartemen.cxi b. ada inspektur jenderal dalam penyelenggaraan pengendalian departemen.

Tujuan politik bangsa Indonesia telah tercantum dalam pembukaan UUD 1945.cxii kegiatan. daya guna. 1) Wewenang penentuan pelaksanaan kebijakan pemerintah pusat di daerah terletak di tangan gubernur dalam kedudukannya sebagai wakil pemerintah pusat di daerah yuridikasinya masing-masing. Karena itu . dibawah ini terdapat dua macam kekuasaan dalam pembuatan aturan di daerah. serta ikut melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan. jabatan gubernur. 2) Kepala daerah berwenang mengeluarkan kebijakan pemerintah daerah dengan persetujuan DPRD. dan kabupaten/kota. politik pembangunan harus berpedoman pada pembukaan UUD 1945. dan proses. sedangkan bagi daerah kota/ kabupaten berada di tangan Bupati atau Walikota. Perumusan hasil kebijaksanaan tersebut dikeluarkan dalam keputusan dan instruksi gubernur untuk wilayah provinsi. struktur. perdamaian abadi. Keterpaduan tersebut merupakan himpunan usaha untuk mencapai efisiensi. serta Bupati/Kepala Daerah atau Walikota/Kepala Daerah. Perumusan hasil kebijakan tersebut diterbitkan sebagai kebijakan daerah dalam bentuk peraturan daerah provinsi atau kota/kabupaten. memajukan kesejahteraan umum. Bagi daerah provinsi. Politik Pembangunan Nasional Dan Manajemen Nasional Politik merupakan cara untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya. dan hasil guna sebesar mungkin dalam penggunaan sumber daya dan dana nasional dalam rangka mewujudkan tujuan nasional. serta keputusan dan instruksi bupati atau walikota untuk wilayah bupati atau walikota. C. Kebijakan teknis ini dilakukan oleh kepala daerah. Menurut kebijakan yang berlaku sekarang. Politik pembangunan sebagai pedoman dalam pembangunan nasional memerlukan kepanduan tata nilai. dan kepala daerah tingkat I atau II disatukan dalam satu jabatan yang disebut Gubernur/Kepala Daerah. mencerdaskan kehidupan bangsa. bupati/walikota. Sementara itu. serta keputusan dan instruksi kepala daerah provinsi atau kota/kabupaten. Dengan demikian. dan keadilan sosial. provinsi. wewenang itu berada di tangan gubernur. yaitu melindungi segenap seluruh bangsa Indonesia.

seperti mengikuti program wajib belajar. yakni sejahtera lahir dan batin. maju. hiburan. berkeadilan. contoh pembangunan yang bersifat batiniah adalah pembangunan sarana dan prasarana ibadah. dan administrasi. misalnya sandang. Pembangunan nasional mencakup hal-hal yang bersifat lahiriah dan batiniah yang selaras. Maksudnya. dan lain-lain. tetapi juga merupakan tanggung jawab seluruh bangsa Indonesia. perkantoran. rekreasi. Makna Pembangunan Nasional Pembangunan nasional merupakan usaha peningkatan kualitas manusia dan masyarakat Indonesia secara berkelanjutan dengan memanfaatkan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Sementara itu. pangan. setiap warga negara Indonesia harus ikut serta dan berperan dalam melaksanakan pembangunan sesuai dengan profesi dan kemampuan masing-masing. pelaksanaan dan pengendalian pelaksanaan kebijaksanaan.cxiii diperlukan sistem manajemen nasional yang berfungsi memadukan penyelenggaraan siklus kegiatan perumusan. membayar pajak. perumahan. pengairan. serta dengan memperhatikan tantangan perkembangan global. gedung. pembangunan nasional bertujuan mewujudkan manusia dan masyarakat Indonesia yang seutuhnya. Pelaksanaannya mengacu pada kepribadian bangsa-bangsa dan nilai luhur yang universal untuk mewujudkan kehidupan bangsa yang berdaulat. Keikutsertaan setiap warga negara dalam pembangunan nasional dapat dilakukan dengan berbagai cara. Sistem manajemen nasional memadukan seluruh upaya manajerial yang melibatkan pengambilan keputusan berkewenangan dalam rangka penyelenggaraan kehidupan berbangsa dan bernegara untuk mewujudkan ketertiban nasional sosial. harus dipahami manajemen nasional yang terangkai dalam sistem. Itulah sebabnya. pabrik. a. Pembangunan yang bersifat lahiriah dilaksanakan untuk memenuhi kebutuhan hajat hidup fisik manusia. Tujuan pembangunan itu sendiri adalah sebagai usaha untuk meningkatkan kesejahteraan seluruh bangsa Indonesia. dan lain-lain. serta kukuh kekuatan moral dan etikanya. melestarikan lingkungan hidup. mandiri. sarana dan prasarana transportasi. sejahtera. menjaga ketertiban dan keamanan. Untuk mengetahui proses pembangunan nasional itu berlangsung. . kesehatan dan lain-lain. menaati segala peraturan dan perundang-undangan yang berlaku. serasi dan seimbang. politik. olahraga. Adapun pelaksanaannya tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah.

Visi Pembangunan Nasional 1) Terwujudnya kehidupan masyarakat. Didalam mewujudkan visi dan menjalankan misi pembangunan nasional.cxiv b. Misi Pembangunan Nasional 1) Mewujudkan Indonesia yang aman dan damai. bangsa. yaitu : 1) Strategi penataan kembali Indonesia yang diarahkan pada sistem ketatanegaraan yang dilandasi dengan berdirinya negara kebangsaan Indonesia. serta memberikan pondasi yang kokoh bagi pembangunan yang berkelanjutan. dan hak asasi manusia. i. ditempuh 2 (dua) strategi pokok pembangunan. tetap tegaknya NKRI. dan damai. UUD 1945. dimaksudkan untuk mengembangkan sistem sosial politik yang tangguh sehingga sistem dan kelembagaan ketatanegaraan yang terbangun tahan menghadapi berbagai goncangan sebagai suatu sistem sosial politik yang berkelanjutan. yang meliputi Pancasila. c. serta tetap berkembangnya pluralisme dan keberagaman dengan prinsip Bhinneka Tunggal Ika 2) Strategi pembangunan Indonesia yang diarahkan untuk membangun Indonesia di segala bidang merupakan perwujudan dari amant yang tertera jelas dalam pembukaan UUD 1945. serta 3) Terwujudnya perekonomian yang mampu menyediakan kesempatan kerja dan penghidupan yang layak. kesetaraan. Strategi pembangunan pertama. bangsa dan negara yang menjunjung tinggi hukum. serta 3) Mewujudkan Indonesia yang sejahtera. . yaitu demokrasi yang mengandung elemen tanggung jawab disamping hak. rukun. 2) Mewujudkan Indonesia yang adil dan demokratis. 2) Terwujdnya masyarakat. Strategi ini bermaksud untuk membangun demokrasi yang dijiwai oleh Pancasila dan Pembukaan UUD 1945. dan negara yang aman bersatu.

sistem manajemen nasional dapat menjadi kerangka dasar. d. Proses penyelenggaraan yang serasi dan terpadu meliputi siklus kegiatan perumusan kebijaksanaan (policy formulation) pelaksanaan kebijaksanaan (policy implementation). . dan penilaian hasil kebijaksanaan (policy evaluation) terhadap berbagai kebijaksanaan nasional. 1. landasan. termasuk usaha produksi serta distribusi barang dan jasa bagi kepentingan masyarakat umum (public goods and services). Struktur dan Proses Secara sederhana unsur-unsur utama sistem manajemen nasional bidang ketatatnegaraan meliputi hal-hal berikut : a) Negara sebagai “organisasi kekuasaan” mempunyai hak dan peranan atas pemilikan. dan proses untuk mencapai kehematan. Strategi pembangunan kedua. fungsi serta lingkungan yang mempengaruhi. struktur. Orientasinya penemuan dan pengenalan (identifikasi) faktor-faktor strategis secara menyeluruh dan terpadu. Manajemen Nasional Manajemen nasional pada dasarnya merupakan sebuah sistem sehingga lebih tepat jika digunakan istilah bersifat “sistem manajemen nasional” layaknya sebuah adalah sistem. Secara lebih sederhana dapat dikatakan bahwa sebuah sistem sekurang-kurangnya harus dapat menjelaskan unsur. proses. Unsur. Sistem manajemen nasional merupakan perpaduan antara nilai. pada pembahasannya komprehensif-strategis-integral. pedoman serta sarana bagi perkembangan proses pembelajaran (learning process) ataupun penyempurnaan fungsi penyelenggaraan pemerintahan yang bersifat umum ataupun untuk pembangunan. diarahkan pada dua sasaran pokok.cxv ii. pengaturan dan pelayanan yang diperlukan dalam mewujudkan cita-cita bangsa. daya guna dan daya nasional demi mencapai tujuan nasional. yaitu pemenuhan hak dasar rakyat serta penciptaan landasan pembangunan yang kokoh. Dengan demikian. struktur.

SISMENNAS berpusat pada satu rangkaian pengambilan keputusan yang berkewenangan yang terjadi pada tatanan dalam TAN dan TLP. keputusan-keputusan itu bersifat mengikutserta dapat dipaksakan (compulsory) demham sanksi-sanksi atau dengan insentif dan disinsentif tertentu yang ditujukan kepada seluruh anggota masyarakat. Masukan ini berintikan kepentingan rakyat. Sementara itu. partai politik. Sejalan dengan pokok pikiran sebelumnya. Aspirasi dari TKM dapat berasal dari terselenggaranya kegiatan rakyat. penerima dan konsumen bagi berbagai hasil kegiatan penyelenggaraan fungsi pemerintahan seperti yang telah disebutkan. tantangan. Kata kewenangan disini mempunyai konotasi bahwa keputusan-keputusan yang diambil adalah berdasarkan kewenangan yang dimiliki oleh si pemutus kewenangan berdasarkan hukum. Tata Politik Nasional (TPN). Keluaran tersebut pada umumnya berupa berbagai kebijaksanaan yang lazimnya dituangkan ke dalam bentuk-bentuk perundangan/peraturan . Tata Administrasi Negara (TAN). c) Pemerintah sebagai unsur “manajer dan penguasa” berperan dalam penyelenggaraan fungsi-fungsi pemerintahan umum serta pembanunan kearah cita-cita bangsa dan kelangsungan pertumbuhan negara. kelompok berpengaruh. dan Tata Kehidupan Masyarakat (TKM). Arus keluar ini pada dasarnya merupakan tanggapan pemerintah terhadap berbagai tuntutan. Dilihat dari sisi prosesnya. Adapun yang dilihat dari dalam ke luar adalah Tata Laksana Pemerintahan (TLP). organisasi kepentingan. d) Masyarakat adalah unsur “penunjang dan pemakai” yang berperan sebagai kontributor. Sehubungan dengan ini. serta peluang dari lingkungannya.cxvi b) Bangsa Indonesia sebagai unsur “pemilik negara” berperan dalam menentukan sistem nilai dan arah/haluan/kebijakan negara yang digunakan sebagai landasan dan pedoman bagi penyelenggaraan fungsi-fungsi negara. Rangkaian kegiatan dalam TPKB menghasilkan berbagai keputusan yang terhimpun dalam proses arus keluar yang selanjutnya disalurkan ke PTN dan TKM. tatanan dalam (TAN + TLP) dapat disebut Tatanan Pengembalian Berkewenangan (TPKB). Karena itu. baik secara individual maupun melalui organisasi kemasyarakatan. penyelenggaraan TPKB memerlukan proses arus masuk yang dimulai dari TKM melalui TPN. unsur-unsur utama sistem Manajemen Nasional (SISMENNAS) tersebut secara structural tersusun atas empat tananan (setting). Tata laksana dan tata administrasi pemerintahan merupakan tatanan dalam (inner setting) dari SISMENNAS. dan pers.

Dengan demikian. serta taat pada peraturan dan perundangan. yaitu pengenalan kepentingan dan pemilihan kepemimpinan. . setiap warga negara terdorong untuk setia pada negara. taat kepada falsafah. 2. SISMENNAS merupakan satu siklus berkesinambungan. mengenali. serta merumuskan berbagai permasalahan dan kebutuhan rakyat yang terdapat pada struktur pada Tata Kehidupan Masyarakat (TKM). Fungsi pengenalan kepentingan adalah untuk menemukan. Dalam proses melaraskan diri serta pengaruh mempengaruhi dengan lingkungan itu. secara procedural. Pemilihan kepemimpinan berfungsi memberikan masukan tentang tersedianya orang-orang yang berkualitas untuk menempati berbagai kedudukan dan jabatan tertentu. SISMENNAS memiliki fungsi pokok. Hak rakyat pada pokoknya adalah terpenuhinya berbagai kepentingan rakyat. Sementara itu. Dalam proses arus masuk terdapat dua fungsi. Sehubungan dengan hal ini. permasalahan dan kebutuhan tersebut diolah serta dijabarkan sebagai kepentingan nasional. Fungsi Sistem Manajemen Nasional Fungsi disini dikaitkan dengan pengaruh. Di dalam Tata Politik Nasional (TPN). serta klasifikasi kebijakan dan instansi yang mengeluarkannya.cxvii yang sesuai dengan permasalahan. terdapat suatu proses umpan balik sebagai bagian dari siklus kegiatan fungsional SISMENNAS yang menghubungkan Arus Keluar dan Arus Masuk ataupun Tatanan Pengambilan Keputusan Kerkewenangan (TPKB). efek atau akibat dari terpadunya sebuah organisasi atau sistem dalam rangka pembenahan (adaptasi) serta penyesuaian (adjustment) dengan tata lingkungannya untuk memelihara kelangsungan hidup dan mencapai tujuan-tujuannya. serta menyelenggarakan berbagai tugas dan pekerjaan dalam rangka TPKB. Hal ini berarti bahwa segenap usaha dan kegiatan SISMENNAS diarahkan pada penjaminan hak dan penertiban kewajiban rakyat. sedangkan kewajiban rakyat pada pokoknya adalah keikutsertaan dan tanggungjawab atas terbentuknya situasi dan kondisi kewarganegaraan yang baik. yaitu “pemasyarakatan politik”.

2) Penyelenggaraan. yang secara singkat dapat disebut kebijaksanaan umum (public policies). 2) Pengendalian sebagai pengarahan. penetapan . Pada aspek arus keluar. Fungsi-fungsi tersebut adalah : 1) Perencanaan sebagai rintisan dan persiapan sebelum pelaksanaan. pelanggaran dan penyelewengan yang timbul sehubungan dengan kebijaksanaan umum serta program tersebut dalam rangka pemeliharaan tertib hukum. Selain itu. yaitu fungsi pengenalan kepentingan dan fungsi pemilihan kepemimpinan yang ditransformasikan dari masukan politik menjadi tindakan administratif. SISMENNAS diharapkan menghasilkan : 1) Aturan. pedoman. sesuai dengan kebijaksanaan yang dirumuskan. Berdasarkan uraian diatas. penegakan. serta 3) Penyelesaian segala macam perselisihan. serta 3) Penilaian untuk membandingkan hasil pelaksanaan dengan keinginan setelah pelaksanaan selesai. ataupun pelaksanaan berbagai kebijaksanaan nasional yang lazimnya dijabarkan dalam sejumlah program dan kegiatan. dan lain-lain. norma. Ketiga fungsi TPKB tersebut merupakan proses pengelolaan lebih lanjut secara strategis. untuk meningkatkan daya guna dan hasil gunanya. dapat dikatakan bahwa pada arus keluar SISMENNAS memiliki tiga fungsi utama berikut. penerapan. dan operasional terhadap berbagai keputusan kebijaksanaan.cxviii Pada Tatanan Pengambilan Keputusan Berkewenangan (TPKB) yang merupakan inti SISMENNAS. bimbingan dan koordinasi selama pelaksanaan. Keputusan-keputusan tersebut merupakan hasil dari fungsi-fungsi yang dikemukakan sebelumnya. manajerial. patokan. fungsi-fungsi yang mentransformasikan kepentingan kemasyarakatan ataupun kebangsaan yang bersifat politis terselenggara dalam bentuk-bentuk administrative untuk memudahkan pelaksanannya. yaitu pembuatan aturan (rule making).

antara lain: 1) Masih lambatnya karakter bangsa . h) Dengan wilayah yang sangat luas. Permasalahan Dan Agenda Pembangunan Nasional Pembangunan nasional merupakan agenda nasional yang merupakan perwujudan dari program kerja pemerintah untuk beberapa tahun kedepan. Pada beberapa hal dalam agenda pembangunan terdapat beberapa masalah yang dihadapi. kesetaraan. d) Kesenjangan pembangunan antar daerah masih lebar. f) Belum tuntasnya penanganan secara menyeluruh terhadap aksi separatisme di Aceh dan Papua. serta munculnya masalah sosial yang mendasar. b) Kualitas sumber daya manusia Indonesia semakin rendah. dan penghakiman aturan (rule adjudication) yang mengandung arti penyelesaian perselisihan berdasarkan penentuan kebenaran peraturan yang berlaku. Disamping masalah pokok diatas. dan lembaga kemasyarakatan. c) Kualitas manusia dipengaruhi oleh kemampuan dalam mengelola sumber daya alam dan lingkungan hidup. serta k) Belum menguatnya pelembagaan politik. baik dari luar negeri maupun dari dalam negeri tidak bias diabaikan. e) Perbaikan kesejahteraan rakyat sangat ditentukan oleh hubungan infrastruktur dalam pembangunan. j) Rendahnya kualitas pelayanan umum terhadap masyarakat. Permasalahan Pembangunan Nasional a) Masih rendahnya pertumbuhan ekonomi mengakibatkan semakin rendah dan menurunnya tingkat kesejahteraan rakyat. masih terdapat permasalahan yang mendasar. lembaga penyelenggara negara. D. g) Masih tingginya kejahatan nasional dan transnasional. i) Masih banyaknya peraturan perundang-undangan yang belum mencerminkan keadilan. serta kondisi sosial ekonomi budaya yang beragam maka potensi ancaman. perghormatan dan perlindungan terhadap HAM.cxix aturan (rule application). seperti : 1.

cxx 2) Belum terbangunnya sistem pembangunan. (2) Mengembangkan kebudayaan yang berlandaskan pada nilai luhur. (5) Pencegahan dan penanggulangan gerakan terorisme. pemerintahan. Penghapusan diskriminasi dalam berbagai bentuk. 6) Strategi pembangunan kedua. dan kenegaraan dalam menghadapi perubahan. 2. 6). serta (7) Pemantapan politik luar negeri dan peningkatan kerjasama internasional. serta 5) Kegamangan dalam menghadapi masa depan serta rentannya sistem pembangunan. 4). 3) Belum berkembangnya nasionalisme. pembenahan sistem hukum nasional dan politik hukum. pemenuhan serta penegakan hukum dan pengakuan atas hak asasi manusia. Prioritas Pembangunan Nasional Indonesia Agenda mewujudkan Indonesia yang damai dan aman meliputi : (1) Peningkatan saling percaya dan harmonisasi antar kelompok masyarakat. (4) Pencegahan dan penanggulangan separatisme. diarahkan pada dua sasaran pokok. kemanusiaan serta demokrasi politik dan ekonomi. Agenda mewujudkan Indonesia yang adil dan demokratis : 1). 7). 3). belum berkembangnya sistem yang memungkinkan masyarakat untuk mengadopsi dan memaknai nilai-nilai kontemporer secara bijaksana. Peningkatan kualitas kehidupan dan peran perempuan. 2). dan penanggulangan kriminalitas. 4) Belum terjawantahnya nilai-nilai utama kebangsaan. Penciptaan tata pemerintahan yang bersih dan berwibawa serta Perwujudan lembaga demokrasi yang makin kokoh. (3) Peningkatan keamanan. (6) Peningkatan pengetahuan pertahanan negara. ketertiban. pemerintahan. Penghormatan. . serta kesejahteraan dan perlindungan anak. dan pembangunan yang berkelanjutan. Revitalisasi proses desentralisasi dan otonomi daerah. yaitu pemenuhan hak dasar rakyat serta penciptaan landasan pembangunan yang kokoh. 5).

maka perlu dipahami tentang arti dan makna keberdayaan dan pemberdayaan masyarakat. kegotongroyongan. . tentu memiliki keberdayaan yang tinggi.cxxi Agenda meningkatkan kesejahteraan masyarakat : 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) 8) 9) Penanggulangan kemiskinan Peningkatan investasi dan ekspor nonmigas Peningkatan daya saing industri manufaktur Revitalisasi pertanian Pemberdayaan koperasi dan usaha mikro. serta Pemantapan stabilitas ekonomi makro Agenda Pemberdayaan masyarakat : Agenda utama dalam meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat adalah Pemberdayaan Masyarakat. Keberdayaan dalam konteks masyarakat adalah kemampuan individu yang bersenyawa dalam masyarakat dan membangun keberdayaan masyarakat yang bersangkutan. dan yang khas pada masyarakat Indonesia yaitu Kebhinekaan. seperti nilai kekeluargaan. Peningkatan pengelolaan BUMN Peningkatan ilmu pengetahuan dan teknologi Perbaikan iklim ketenagakerjaan. dan tahap selanjutnya muncul istilah Community driven development yang diterjemahkan sebagai pembangunan yang diarahkan masyarakat atau diistilahkan pembangunan yang digerakkan masyarakat. kecil dan menengah. kejuangan. terdidik dan kuat serta inovatif. maka ada pula nilai-nilai intrinsic dalam masyarakat yang juga menjadi sumber keberdayaan. Namun selain nilai fisik tersebut di atas. Masyarakat yang sebagian besar anggotanya sehat fisik dan mentalk. Proses pemahaman secara mendalam. Konsep pemberdayaan masyarakat mencakup pengertian community development (Pemberdayaan masyarakat) dan Community-based development (pembangunan yang bertumpu pada masyarakat).

dari sudut pandang yang lain. Birokrasi tersebut harus dapat berjalan efektif. masyarakat adalah pelaku utama pembangunan. dan kegiatan ekonomi yanga berlangsung adalah dari rakyat. membimbing. bahwa pemberdayaan masyarakat secara implisit mengandung arti menegakkan demokrasi ekonomi. Agar demokrasi ekonomi dapat berjalan. Untuk menerjemahkan rumusan menjadi suatu kegiatan nyata. aspirasi masyarakat yang tertampung harus diterjemahkan menjadi rumusan-rumusan kegiatan yang nyata. sedangkan pemerintah (birokrasi) berkewajiban untuk mengarahkan. Demokrasi ekonomi secara harfiah berarti kedaulatan rakyat dibidang ekonomi. Memberdayakan masyarakat adalah upaya untuk meningkat harkat dan martabat lapisan masyarakat Indonesia yang dalam kondisi sekarang tidak mampu melepaskan diri dari perangkap kemiskinan dan keterbelakangan. Negara mempunyai birokrasi.cxxii Keberdayaan masyarakat merupakan unsur-unsur yang memungkin masyarakat untuk bertahan (survive) dan dalam pengertian dinamis mengembangkan diri dan mencapai suatu kemajuan. Meskipin pemberdayaan masyarakat bukan semata-mata konsep ekonomi. Dengan kata lain memberdayakan masyarakat adalah memampukan dan memandirikan masyarakat secara maksimal. Dalam paham bangsa Indonesia. serta menciptakan iklim yang menunjang masyarakat untuk berkreasi secara maksimal sesuai dengan bakat dan kemampuan yang mereka miliki. akses ke pasar dan kedalam sumber-sumber informasi serta keterampilan manajemen. Konsep ini menyangkut penguasaan teknologi. dan untuk rakyat. aspek kelembagaan beserta mekanismenya serta strategi dalam . untuk mencapai tujuan dan sasaran yang dikehendaki. pemilikan modal. konsep pemberdayaan masyarakat dalam konteks perkembangan paradigm pembangunan. maka juga perlu dipahami tentang tujuan pembangunan. oleh rakyat. Keberdayaan masyarakat ini menjadi sumber dari apa yang dalam wawasan politik pada tingkat nasional disebut Ketahanan Nasional. artinya mampu menjabarkan dan melaksanakan rumusan-rumusan kebijaksanaan Negara (public policies) dengan baik. Berkaitan hal tersebut. pendekatan.

Penyusunan RPJMN ini merupakan tugas pemerintah yang diamanatkan kepada Bappenas dan tertuang dalam UU No. Secara umum perencanaan yang disusun di dalam dokumen tersebut merupakan penerjemahan dari visi dan misi presiden dan wakil presiden terpilih. dan kesenjangan antar wilayah. dan (3) strategi perlindungan sosial (social protection). yaitu memantapkan penataan kembali Indonesia di segala bidang dengan menekankan upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia termasuk pengembangan kemampuan ilmu dan teknologi serta penguatan daya saing perekonomian. serta mengakomodasi arahan dari Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2005-2025. Oleh karena itu. Draf Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahun 2010-2014 Presiden RI telah meluncurkan Dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahun 2010-2014 dalam bentuk Peraturan Presiden (Perpres) No.cxxiii mewujudkannya. akan dikaji melalui proses diskusi kelompok pada kelas pembelajaran). RPJMN 2010-2014 merupakan tahap . kemiskinan yang bersifat multidimensi. maka permasalah-permasalahn nyata yang terjadi di Indonesia adalah konsumsi penduduk. E. UU SPPN menyatakan bahwa dokumen perencanaan jangka menengah (RPJMN) ditetapkan dengan Peraturan Presiden paling lambat tiga bulan setelah Presiden dilantik. Staf Khusus Presiden. Kepala LPNK. (2) strategi peningkatan akses pelayanan dasar bagi keluarga miskin (accessibility to basic public service). Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres). Serangkaian dengan hal tersebut di atas. 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (SPPN). yaitu: (1) strategi pertumbuhan yang berkualitas (quality growth). pemerintah menetapkan empat strategi. serta (4) strategi pemberdayaan masyarakat (community development). para Gubernur seluruh Indonesia. (Khusus bahasan ini. dan Kepala Bappeda seluruh Indonesia. Turut hadir menyaksikan peluncuran Perpres tersebut adalah para Menteri KIB II dan Kepala UKP4. 5 Tahun 2010.

Penyusunan ketiga buku tersebut diarahkan untuk dapat menyinergikan perencanaan pembangunan. Buku III menguraikan pembangunan wilayah Indonesia. Buku II memuat rencana pembangunan yang mencakup bidang-bidang kehidupan masyarakat sebagaimana tertuang dalam RPJPN 2005-2025 yang bertema memperkuat sinergi antarbidang pembangunan dalam rangka mewujudkan visi pembangunan nasional yang tercantum dalam Buku I. diletakkan pengarusutamaan pembangunan yang meliputi pembangunan berkelanjutan. RPJMN 2010-2014 disusun dalam tiga buku yang merupakan satu kesatuan yang utuh: Buku I memuat strategi. meningkatkan daya saing daerah melalui pengembangan sektor-sektor unggulan di tiap wilayah. yaitu penaggulangan kemiskinan. mendorong pertumbuhan wilayah-wilayah potensial di luar Jawa-Bali dengan tetap menjaga momentum pertumbuhan di wilayah Jawa-Bali. yaitu pertama. Untuk mewujudkan visi tersebut telah disusun 3 (tiga) misi jangka menengah. Jawa-Bali. baik sektoral maupun regional untuk mencapai prioritas nasional jangka menengah. serta Papua. dan Berkeadilan. kedua. yang dibagi ke dalam 7 (tujuh) wilayah pembangunan. Sulawesi. . yaitu wilayah Sumatera. memperkuat pilar-pilar demokrasi. Demokratis. Nusa Tenggara. melanjutkan pembangunan menuju Indonesia yang sejahtera. tata kelola pemerintahan yang baik serta kesetaraan gender. Di samping itu. meningkatkan keterkaitan antarwilayah melalui peningkatan perdagangan antar wilayah untuk mendukung perekonomian . didalam Buku II ini juga ditekankan 4 (empat) isu lintas bidang. Di dalam rencana berbagai bidang tersebut.cxxiv kedua dari RPJPN 2005-2025 yang ditetapkan melalui Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2007. kebijakan umum. serta pembangunan kelautan berdimensi kepulauan. dan ketiga. dan kerangka ekonomi makro yang merupakan penjabaran dari visi dan misi Presiden dan Wakil Presiden. dan ketiga. kedua. perubahan iklim. memperkuat dimensi keadilan di semua bidang. yaitu terwujudnya Indonesia yang Sejahtera. Maluku. Strategi dan arah kebijakan pengembangan wilayah jangka menengah adalah pertama. Kalimantan. perlindungan anak.

Rencana kerja yang disusun dilengkapi dengan indikator dan sasaran yang terukur sehingga memudahkan pemantauan dan evaluasi kinerja. Demokratis. serta masyarakat luas. serta meningkatkan akuntabilitas dari pelaksanaan rencana tersebut. serta ketiga. Untuk pelaksanaan lebih lanjut. . yaitu terwujudnya Indonesia yang Sejahtera. Demokratis. baik pada tingkatan kementerian/lembaga di pusat dalam menyusun Renstra Kementerian/Lembaga dan menjadi bahan pertimbangan Pemerintah Daerah dalam menyusun rencana pembangunan daerahnya masing-masing serta masyarakat pada umumnya. pemerintah daerah. Di dalam penyusunannya. pertama. pelaksanaan Musrenbangnas RPJMN 2010-2014 yang bertujuan untuk menyosialisasikan 11 Program Prioritas Pembangunan Nasional dan mendapatkan masukan dari kementerian/lembaga. RPJMN akan dijabarkan dalam Rencana Kerja Pemerintah (RKP) yang akan menjadi pedoman bagi penyusunan RAPBN 2011 yang akan kita mulai segera untuk dapat mewujudkan visi pembangunan jangka menengah kita. dokumen perencanaan ini telah diupayakan semaksimal mungkin untuk dapat mengakomodasikan dan melibatkan semua pemangku kepentingan. visi dan misi Presiden dan Wakil Presiden. dunia usaha. Perkuatan akuntabilitas juga ditekankan melalui kejelasan institusi penanggung jawab dan pelaksana setiap program dan kegiatan. Dokumen ini menampung tiga hal utama. semua rencana kerja ini disusun lebih realistis dan implementatif. pelaksanaan National Summit yang bertujuan untuk mendapatkan masukan dari stakeholders. RPJMN ini diharapkan dapat menjadi pedoman dan acuan bagi para pemangku kepentingan dan pelaksana pembangunan. dan Berkeadilan. dan Berkeadilan. kedua. yaitu terwujudnya Indonesia yang Sejahtera.cxxv Lebih jauh lagi. yakni dengan memperhatikan.

Inti dari cita-cita tersebut adalah sebuah masyarakat sipil demokratis. Dimana Negara kesatuan merupakan suatu organisasi dalam suatu wilayah yang memiliki kekuasaan tertinggi yang ditaati oleh rakyatnya. Masalah etika merupakan masalah yang makin mendapat perhatian di dunia. pemerintahan yang bersih dari KKN. terwujudnya keteraturan sosial dan rasa aman dalam masyarakat yang menjamin kelancaran produktivitas warga masyarakat. Jary dan Jary 1991. pengambilan keputusan. kualitas sumber daya manusia semakin rendah. kebijakan. Permasalahan pembangunan nasional masih rendahnya pertumbuhan ekonomi. Watson 2000). dan kehidupan ekonomi yang mensejahterakan rakyat Indonesia. Didalam politik membicarakan hal-hal yang berkaitan dengan Negara kesatuan. Acuan utama bagi terwujudnya masyarakat Indonesia yang multikultural adalah multikulturalisme. yaitu sebuah ideologi yang mengakui dan mengagungkan perbedaan dalam kesederajatan baik secara individual maupun secara kebudayaan (Fay 1996. cara dan alat yang digunakan untuk mencapai cita-cita dan tujuan tertentu. Sehingga. corak masyarakat Indonesia yang bhinneka tunggal ika bukan lagi keanekaragaman suku bangsaa dan kebudayaannya tetapi keanekaragaman kebudayaan yang ada dalam masyarakat Indonesia. keadaan. . dan distribusi aau alokasi sumber daya.cxxvi PENUTUP Politik merupakan suatu rangkaian asas. dan rendahnya kualitas pelayanan umum sekarang ini. adanya dan ditegakkannya hukum untuk supremasi keadilan. Bangunan Indonesia Baru dari hasil reformasi atau perombakan tatanan kehidupan Orde Baru adalah sebuah "masyarakat multikultural Indonesia" dari puingpuing tatanan kehidupan Orde Baru yang bercorak "masyarakat majemuk" (plural society). bahwa cita-cita reformasi untuk membangun Indonesia Baru harus dilakukan dengan cara membangun dari hasil perombakan terhadap keseluruhan tatanan kehidupan yang dibangun oleh Orde Baru.

Dirjendikti.Makassar. Makalah SUSCADOS Angkatan I 2005. ----------.2004. Prenada Media : Jakarta. Azra. Undang-Undang No. Power Point Suscadoswar 2005. Hak Asasi Manusia dan Masyarakat Madani.2001. Dirjendikti. Chaidir. dkk. Jelaskan mekanisme penyusunan politik dan strategi nasional RI! 3. Geopolitik Indonesia. 2000. 25 tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (SPPN).2005. Jelaskan pengertian politik dan strategi nasional 2. Tim Dosen Kewarganegaraan Hasanuddin. Jakarta. Jakarta ----------. Desentralisasi dan Pembangunan Untuk Rakyat Miskin. Pendidikan Kewarganegaraan. Jelaskan Stratifikasi politik nasional 4. Fokusmedia : Jakarta.2008 Unhas. Gramedia : Jakarta. ----------. 2005. Himpunan Perundang-undangan. Universitas . 2003. Handan. 2005. Politik Nasional dan Strategi Nasional Perwujudannya Dalam Perencanaan Berbangsa dan Bernegara. Beningan Materi Pendidikan Kewarganegaraan. Slamet.cxxvii SOAL LATIHAN Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini : 1. Soeminarno. S. Basrie. Demokrasi.2005. Jelaskan makna pembangunan nasional BAHAN BACAAN Abdul Wahab. Pendidikan Kewarganegaraan. PPS UB : Malang. Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional Tahun 2004-2009. makalah SUSCADOS Angkatan I 2005. Azyumardi. Sinar Grafika : Jakarta. Jakarta. Mansoer.

masyarakat sipil. konsep masyarakat madani ini terhitung masih baru dan masih banyak diperdebatkan. Latar Belakang Pelaksanaan demokrasi diIndonesia bertujuan untk kepentingan bangsa dan negera Indonesia. yang kini menjadi pusat perhatian dan perdebatan akademis di berbagai belahan bumi. masyarakat berbudaya. yakni “the political community” atau masyarakat politik yang anggotanya adalah warga negara yang kesemuanya dilihat sebagai active participant in democratic decision making atau partisipan yang aktif dalam pengambilan keputusan yang demokratis. yang memihak pada pandangan pentingnya negara. masih ada beberapa padanan istilah lainnya. dan umumnya tujuan Negara. masyarakat kewargaan. Selain itu. sebagaimana telah dibahas terdahulu. masyarakat beradab. Misalnya. Sementara itu. berpendapat bahwa dalam kehidupan ini hanya ada satu komunitas yng dianggap penting. dan civil society di lain pihak. baik istilah maupun karateristiknya. merupakan pengulangan kembali perdebatan “American Liberalisme/communitarianism” yang terpusat pada persoalan: the state atau negara di satu pihak. Menurut pandangan Welzer (1999:1) masalah civil society yang di Indonesia disebut “masyarakat madani”. Menurut Welzer (1999) seorang civil republikan. . Pelaksanaan demokrasi juga diarahkan untuk civil society (masyarakat madani ). seperti masyarakatwarga. Culla (1999:3. yang sesungguhnya di antara tersebut satu sama lain saling berkaitan.cxxviii BAB VII DEMOKRASI DAN PENDIDIKAN DEMOKRASI PENDAHULUAN A. di dalamnya peran serta masyarakat dalam penyelenggaraan negara sangatlah besar. Dalam masyarakat madani partisipasi dan kemandiriaan masyarakat sangat di perlukan untuk menyukseskan tujuan pembangunan nasional khususnya. Raharjo:1999) memandang istilah masyarakat madani hanyalah salah satu dari berbagai istilah sebagai padanan kata civil society. Di Indonesia. Tim Nasionol Reformasi Menuju Masyarakat Madani (1999:32) menyarankan untuk menggunakan istilah masyarakat madani sebagai terjemahan dari civil society. Jacobin. yaitu mewujudkan tujuan nasional.

Mahasiswa mampu menjelaskan bentuk-bentuk demokrasi. Demokrasi perwakilan. terutama pelaksanaan demokrasi di bidang politik. . Ruang Lingkup Bahan pembelajaran ini akan membahas : 1. Norma dasar dan asas demokrasi. kelak setelah menamatkan pendidikannya dari perguruan tinggi umum dapat memiliki keterampilan yang dilandasi oleh jiwa sportif dan demokratis. banyak pengalaman dan pelajaran yang dapat diambil. 8. Perbedaan sistem pemerintah demokrasi dan oteriter. 3. mengapa demikian? Juga. 6. demokrasi terpimpin. dan demokrasi pancasila. serta 10. yaitu demokrasi liberal. bagaimana pelaksanaan demokrasi pancasila pada era reformasi ini? Marilah kita simak uraian berikut! B. Demokrasi langsung. disamping itu. Nilai-nilai demokrasi. memahami tentang demokrasi dan pendidikan demokrasi. 7. 2. sejak kemerdekaan hingga sekarang.cxxix Dalam perjalanan sejarah bangsa. Jenis-jenis demokrasi. 9. Pemilu indonesia. Definisi demokrasi. 4. Macam-macam demokrasi yang pernah berlaku di indonesia. 5. C. Ada tiga macam demokrasi yang pernah diterapkan dalam kehidupan ketatanegaraan indonesia. Pendidikan demokrasi. Melalui pembelajaran ini mahasiswa diharapkan dapat: 1. Mahasiswa mampu menjelaskan makna demokrasi. 2. Ketiga demokrasi tersebut dalam realisasinya mengalami kegagalan. serta dapat mengembangkan sikap demokrasi dalam kehidupannya sehari-hari. Sasaran Pembelajaran Mahasiswa dapat mengerti.

5. Mahasiswa mampu menjelaskan tentang Pendidikan Demokrasi. Mahasiswa mampu menjelaskan keunggulan demokrasi. 6. 7.cxxx 3. . Mahasiswa mampu menjelaskan macam-macam demokrasi yang pernah berlaku diindonesia. Mahasiswa mampu menjelaskan dan melaksana demokrasi. Mahasiswa mampu menjelaskan secara terperinci nilai-nialai demokrasi. 4.

berserikat. pemerintahan itu disebut pemerintahan demokrasi langsung. yaitu pemerintahan yang rakyatnya memegang peranan yang sangat menentukan. Dari kutipan pengertian tersebut. Selain itu. pemerintahannya mendorong dan menjamin kemerdekaan berbicara. Kepala desa atau lurah dipilih langsung oleh rakyat desa itu sendiri. Para calon menggunakan tanda gambar hasil pertanian. menegakkan rule of law. khususnya di kota Athena. artinya pemerintahan rakyat. seperi padi atau pisang. religion. Lalu. majority rule. Kota-kota di daerah Yunani pada waktu itu kecil-kecil. tampak bahwa kata demokrasi merujuk pada konsep kehiduoan negara atau masyarakat tempat warga negara dewasa turut berpartisipasi dalm pemerintahan melalui wakilnya yang terpilih. opinion. Penduduknya tidak begitu banyak sehingga mudah dikumpulkan oleh pemerintah dalam suatu rapat untuk bermusyawarah. untuk menunjukkan sistem pemerintahan yang berlaku di sana. dkk. Dalam rapat tersebut. Arti dan Makna Demokrasi Demokrasi berasal dari bahasa Yunani t artinya rakyat. Di dalam The Advancced Learner’s Dictionary of Current Enghlish ( Hornby. Rakyat memberi suara pada calon masing-masing yang dipilih dengan memasukkan lidi kedalam tabung bambu . beragama. Pemerintahan demokrasi langsung di Indonesia dapat dilihat dalam pemerintahan desa. adanya pemerintahan mayoritas yang menghormati hak-hak kelompok minoritas dan mayarakat yang warga negaranya saling memberi peluang yang sama. accompanied by respect for the rights of minoritiea. (2) country with governmen which encourages and allows rights of citizenship such as freedom of speeach. and associayion. Pemilihan kepala desa itu dilakukan secara sederhana sekali. diambil keputusan bersama mengenai garis-garis besar kebijaksaan pemerintah yang akan dilaksanakan dan segal permasalahan kemayarakatan. the assertion of rule of law. berpendapat. Istilah Demokrasi pertama kali dipakai di Yunani kuno. Demokrasi. Karena rakyat ikut berpartisipasisecara langsung.cxxxi URAIAN BAHAN PEMBELAJARAN A. (3) society in which there is treatment of each other by citizans as equals”. kratos berarti pemerintahanm.: 261) dikemukakan bahwa yang dimaksud dengan Demcracy adalah: “ (1) country with principles of government in which all adult citizens share through their ellected representatives.

c. istilah kepala desa di balai desa untuk membicarakan masalah yang menyangkut kepentingan bersama. Masalah yang dihadapi oleh suatu pemerintah makin rumit dan tidak sederhana lagi. Disamping memilih kepala desa. Baru setelah meletusnya Revolusi Amerika dan Revolusi Prancis. yang tempat tinggalnya bertebarandi beberapa daerah atau kepulauan.cxxxii milik caloon yang dipilihnya. Wakilwakil rakyat yang duduk dalam badan perwakilan inilah yang menjalankan demoknrasi. Musyawarah yang baik dengan jumlah peserta yang besar tidak mungkin dilaksanakan. Istilah demokrasi yang berarti pemerintah rakyat itu sesudah zaman Yunani kuno tidak disebut lagi. setiap penduduk dalam jumlah tertentu memilih wakilnya untuk duduk dalam suatu badan perwakilan. c. Hal ini disebut demokrasi tidak langsung atau demokrasi perwakilan. berbeda dengan masalah yang dihadapi desa yang tradisional. Hasil persetujuan secara bulat atau mufakat tidak mungkin tercapai karena sulitnya memungut suara dari semua peserta yang hadir Bagi negara-negagra besar yang penduduknya berjuta-juta. Setiap warga negara memiliki kesibukan sendiri-sendiri di dalam aktivitas kehidupannya sehingga masalah perintahan cukup diserahkan kepada orang yang berminat dan mempunyai keahlian di bidang pemerintahan negara. Dalam perjalanan sejarah. Calon yang memiliki lidi terbanyaklah yang terpilih menjadi kepala desa. kota-kota terus berkembang dan penduduknyapun terus bertambah demokrasi langsung tidak lagi diterapkan karena: a. Peristiwa semacam ini dikenal istilah musyawarah . pada hari-hari tertentu warga desa dikumpulkan oleh desa. Tempat yang dapat menampung seluruh warga kota yang jumlahnya besar tidak mungkin disediakan. Rakyat ttetap merupakanpemegang kekuasaan tertinggi. Bagi negara-negara modern. demokrasi tidak langsung dilaksanakan karena halhal berikut: a. Penduduk yang selalu bertambah sehingga suatu musyawarah pada suatu tempat tidak mungkin dilakukan. b. b. penerapan demokrasi langsung juga mengalami kesukaran. Untuk memudahkan pelaksanaannya.

Misalnya. juga mengcakup sistem ekonomidan sistem sosial. demokrasi dalam arti luas. Dengan demikian. pemilihan yang bebas dan jujur. a. yakni “ kedaulatan rakyat. USIS ( 1995:6 ) mengintisarikan demokrasi sebagai sistem yang memiliki 11(sebelas) pilar atau soko guru. seperti hak kemerdekaan pers. a. juga meliputi demokkrasi ekonomi danpolitik. pemilihan wakil-wakil rakyat untuk lembaga perwakilan rakyat secara bebas dan rahasia b. tindakan pemerintah untuk melindungi hak-hak asasi manusia demi kepentingan bersama. Pengakuan partisipasi didalam pemerintahan . Sebagai suatu sistem sosial kenegaraan. selain mencakup pengertian demokrasi pemerintahan. Landasan pokok atau gagasan dasar suatu pemerintah demokrasi ialah pengakuan hakekat manusia.cxxxiii demokrasi muncul kembali sebagai lawan sistem pemerintahan yang absolut (monarki mutlak). proses hukum yang wajar. yang menguasai pemerintahan Di dalam kenyataannya. pragmatisme. nilai-nilai toleransi. yaitu bahwa pada dasarnya manusia itu mempunyai kemanpuan yang sama dalam hubungan yang satu dengan yang lain. dapat ditarik dua buah asas pokok sebagai berikut. pluralisme sosial.persamaan didepan hukum. pemerintah berdasarkan pesetujuan dari yang diperintah. ekonomi dan politik. selain meliputi sistem politik. misalnya. Mula-mula demokrasi berarti politk yang mengcakup pengertian tentang pengakuan hak-hak asasi manusia. serta kerja sama dan mufakat. digunakan istilah demokrasi dalam arti luas. pembatasan pemerintah secara kostitusional. demokrasi dalam arti sistem pemerintahan yang baru ini mempunyai arti yang luas sebagai berikut. Pengakuan hakikat dan martabat manusia. pengertian demokrasi yang paling banyak dibahas dari dahulu sampai sekarang ialah demokrasi pemerintahan. Kemudian. hak-hak minoritas.” . hak berapat. jaminan hak asasi manusia. kekusaan mayoritas. b. Namun. serta hak memilih dan dipilih untuk badan-badan pewakilan. Berdasarkan gagasan dasar itu.

b. referendum ini dilaksanakan untuk meminta persetujuan rakyat terhadap hal yang dianggap sangat penting atau mendasar. aspirasi rakyat disalurkan melalui wakil-wakil rakyat duduk di lembaga perwakilan rakyat. tetapi wakil rakyat dalam menjalankan tugasnya diawasi rakyat melalui raferendum dan inisiatif rakyat.cxxxiv B. Referendum wajib Referendum ini dilakukan ketika ada perubahan atau pembentukan norma penting dan mendasar dalam UUD (konstitusi) atau UU yang sangat politis UUD atau UU tersebut yang telah dibuat oleh lembaga perwakilan rakyat dapat dilaksanakan setelah mendapat persetujuan rakyat melalui pemungutan suara terbanyak. sejumlah rakyat mengsulkan diadakan . dalam demokrasi langsung rakyat diikutsertakan dalam pengambilan keputusan untuk menjalankan kebijakan pemerintahan.Referendum dibagi menjadi tiga macam” a. 3) Demokrasi perwakilan dengan sistem pengawasan langsung dari rakyat. Dalam demokrasi ini. Jenis-Jenis Demokrasi Pada kegiatan belajar 2. Demokrasi ini antara lain dijalankan di Swiss . Jadi. Tahukah anda apa yang dimaksud dengan referendum? Ya referendum adalah pemungutan suara untuk mengetahui kehendak rakyat secara langsung. Dengan kata lain. Demokrasi berdasarkan cara penyampaian pendapat terbagi ke dalam : 1) 2) Demokrasi langsung. pengambilan keputusan dijalankan oleh rakyat melalui wakil rakyat yang dipilihnya melalui Pemilu. a. Rakyat memilih wakilnya sendiri untuk membuat keputusan politik.Demokrasi ini merupakan campuran antara demokrasi langsung dengan demokrasi perwakilan. dalam demokrasi tidak langsung. anda akan diperkenalkan lebih jauh tentang jenis-jenis demokrasi sehingga anda akan lebih jelas dimana kedudukan demokrasi langsung / tidak langsungm. Rakyat memilih wakilnya untuk duduk didalam lembaga perwakilan rakyat. dan seterusnya. Demokrasi tidak langsung atau demokrasi perwakilan. demokrasi Pancasila. Referendum tidak wajib Referendum ini dilaksanakan jika dalam waktu tertentu setelah rancangan undang-undang diumumkan.

tanpa mengurangi kesenjangan ekonomi. Demokrasi ini berupa menciptakan kesejahteraan seluruh rakyat dengan menempatkan persamaan derajat dan hak setiap orang. Tindakan sewenang-wenang pemerintah terhadap warganya dihindari. Referendum konsultatif Referendum ini hanya sebatas meminta persetujuan saja karena rakyat dianggap tidak mengerti permasalahannya. Campur tangan pemeritah diminimalkan. Pemerintah meminta pertimbangangan pada ahli bidang tertentu yang berkaitan dengan permasalahan tersebut. Demokrasi berdasarkan titik perhatian atau perioritasnya terdiri dari : 1) Demokrasi formal Demokrasi ini secara hukum menempatkan semua orang dalam kedudukan yang sama dalam bidang politik. c. rancangan undang-undang itu dapat menjadi undang-undanmg yang bersifat tetap. b. Demokrasi dibagi berdasarkan prisip ideologi : 1) Demokrasi liberal Demokrasi ini memberikan kebebasan yang luas pada individu. Jika dalam wakyu tertentu tidak ada permintaan dari rakyat. sehingga demokrasi ini disebut juga demokrasi liberal 2) Demokrasi material Demokrasi material memandang manusia mempunya kesamaan dalam bidang sosial-ekonomi sehingga persamaan bidang politik tidak menjadi prioritas.cxxxv referendum. c. Pemerintah bertindak atas kostitusi (hukum dasar). 3) Demokrasi campuran Demokrasi ini merupakan campuran dari kedua jenis demokrasi sebelumnya. Indifidu diberi kebebasan yang luas. Demokrasi semacam ini dikembangkan di Negara sosialis komunis. bahkan ditolak. .

b) Kekuasaan eksekutif presiden dijalankan berdasarkan kedaulatan yang dipilih dari dan oleh rakyat melalui badan perwakilan . negara manakah yang menganut demokrasi parlementer? 2) Demokrasi sistem pemisahan/pebagian kekuasaan (Presidensil). b) Menteri bertanggung jawab pada DPR.cxxxvi 2) Demokrasi rakyat atau demokrasi Proletar Demokrasi ini bertujuan menyejahterakan rakyat. serata e) Presiden dan DPR mempunya kedudukan yang sama sebagai lembaga negara. demokrasi dibagi menjadi : 1) Demokrasi sistem parlementer Ciri-ciri pemerintahan parlementer antara lain : a) DPR lebih kuat dari pemerintah . Semua warga negara mempunyai persamaan dalam hukum dan politik. d. Ciri-ciri pemerintahan yang menggunakan sistem presidensial adalah sebagai berikut : a) Negara dikepalai presiden .serta d) Kedudukan kepala negara sebagai simbol idak dapat diganggu gugat. tetapi kepada presiden. Bedasarkan wewenang dan hubungan antara alat kelengkapan negara. d) Menteri tidak bertanggung jawabkepada DPR. dan tidak dapat saling membubarkan. c) Program kebijaksanaan kabinet disesuaikan dengan tujuan politik anggota parlemen . Dapatkah anda memberi contoh. c) Presiden mempunya kekuasaan mengangkat dan memberhentikan menteri . . Negara yang dibentuk tidak mengenal perbedaan kelas.

Di dunia Barat. demokrasi berkembang dalam suatu sistem masyarakat yang liberal (bebas dan merdeka). dalam pertumbuhanya. Misalnya. aspirasi.Mayo telah mencoba untuk memerinci nilai-nilai ini. sosial. Sebagai akibat demokrasi liberal ini. menyelesaikan perselisihan dengan damai dan secara melembaga. bentuk demokrasi pada masa sekarang berbeda dari bentuk demokrasi pada masa UUD RIS tahun 1949 dan masa UUD sementara tahun 1950. bahkan kadang-kadang diatas kepetingan umum. a) b) pengakuan hak-hak asasi manusia sebagai penghargaanterhadap martabat manusia dengan tidak melupakan kepentingan umum. ekonomi. sistem pemerintahan yang liberal ini mendapat dukungan penuh dari rakyat. Jika dukungan rakyat tidak ada. Oleh karena itu. lahirlah sistem-sistem pemerintahan yang liberal. bentuk demokrasi negara yang satu akan berbeda dengan bentuk demokrasi dengan negara yang lain. sebagai berikut. terutama karena faktor politik. Berikut adalah nilai-nilai yang diutarakan Henry B. tetapi bergantung pada perkembangan sejarah. lahirlah suatu bentuk demokrasi yang dinamakan demokrasi liberal.cxxxvii C. bentuk demokrasi itu pada suatu masa akan berbeda dari bentuk demokrasi masa yang lain. sulitlah dikatakan bahwa pemerintah itu adalah suatu pemerintahan demokrasi. Nilai-Nilai Demokrasi Sebenarnya pengertian pokok demokrasi ialah adanya jaminan hak-hak asasi manusia dan partisipasi rakyat. Didalam sistem pemerintahan ini. Adanya partisipasi dan dukungan rakyat pada pemerintah. dan kebudayaan.Mayo: a. peranan dan campur tangan pemerintah tidak terlalu banyak didalam kehidupan masyarakat. Atas dasar itu. Dengan demikian. dengan catatan tentu saja tidak berarti bahwa setiap masyarakat demokratis memiliki semua nilai-nilai ini. Akan tetapi. yang menjunjung hak-hak asasi manusia setinggi-tingginya. dan budaya poltik masingmasing. Karena sistem ini sesuai dengan aspirasi rakyat didunia Barat. Suatu negara dapat memberikan isi dan sifat pada demokrasi yang bebeda dari isi dan sifat demokrasi di negara lain. Adapun yang paling utama dalam menetukan berlakunya sistem demokrasi disuatu negara ialah ada atau tidaknya asas demokrasi pada sistem itu. berikut akan dibahas bahwa demokrasi didasari oleh beberapa nilai (value). . Henry B. pengertian pokok itu telah mengalami banyak perubahan. Disamping itu.

untuk melaksanakan nilai-nilai demokrasi perlu diselenggarakan beberapa lembaga berikut a. by the people. Berdasarkan UUD 1945 nagara Indonesia adalah negara demokrasi. juga menghubungkan antara rakyat dan pemerintah d. c. Misalnya. seperti di Amerika Serikat dan ada demokrasi Pancasila. dan untuk rakyat (is a government of the people. Abraham Lincoln menyebutkan. Dengan demikian. walaupun pelaksanaan demokrasi di setiap negara sudah beraneka ragam. Tentu saja pengawasan yang konstruktif (titik membangun) dan sesuai normatif (akuran yang berlaku). ada demokrasi liberal. oleh rakyat. menyelenggarakan pergantian pimpinan secara teratur. menjamin tegaknya keadilan.cxxxviii b. e. Sebenarnya apa yang dimaksud dengan demokrasi itu?. Dalam demokrasi liberal. seperti di Indonesia. e. pemerintah dipegang oleh partai yang menang dalam pemilihan umum dan partai yang kalah menjadi pihak oposisi. menjamin terselenggaranya perubahan secara damai dalam suatu masyarakat yang sedang berubah. Sistem peradilan yang bebas untuk mejamin hak-hak dan mempaertahankan keadilan. . serta f. Satu dewan perwakilan rakyat yang mewakil golongan-golongan dan kepentingankepentingan dalam masyarakat yang diplih melalui pemilahan umum secara bebas dan rahasia. Parpol ini menjaling hubungan yang rutin dan berkesinambungan. c. pemerintahan yang bertanggung jawab. and the people). membatasi pemakaian kekerasan sampai munimum. mengakui dan menganggap wajar adanya keanekaragaman. demokrasi adalah pemerintahan dari rakyat. Suatu organisasi politik yang mencakup satu atau lebih partai politik. Demokrasi adalah pemerintahan oleh rakyat dimana kekuasaan tertinggi berada ditangan rakyat dan dijalankan oleh mereka atau wakil-wakil yang mereka pilih dibawah sistem pemilihan yang bebas. Dewan ini harus mempunyai fungsi pengawasn terhadap penerintah. d. b. Hampir semua negara di dunia sekarah ini mengatakan dirinya negara demokrasi. Pers dan media masa yang bebas untuk menyatakan pendapat.

Partisipasi masyarakat dalam pembangunan sekaligus akan menjadi kontrol bagi pelaksanaan pembangunan yang lebih efektif. melainkan karena adanya pertisispasi yang timbul berdasarkan kesadaran dan pengertian terhadap hak-hak dan kewajiban masyarakat. Dengan demikian. tidak berasal dari konsep dasar demokrasi Pacasila. baik dipusat maupun daerah. khususnya bagi pemerintah. seperti korupsi. Kunci semua pelaksanaan demokrasi . dan lain-lain. Belajar dari pengalaman tersebut. ketentraman dan ketertiban diharapkan akan lebih mudah diwujudkan. Tata cara pelaksanaan demokrasi pacasila dilandaskan atas mekanisme konstitusional karena penyelenggaraan pemerintahan negara Republik Indonesia berdasarkan konstitusi. membuat dan menata kembali progrm-program pembangunan di tengahtengah berbagai persoalan yang dialami masyarakat sekarang ini. Demokrasi Pancasila hanya akan dapat dilaksanakan dengan baik apabila nilai-nilai yang terkandung di dalamnya dapat dipahami dan dihayati sependukungnya. Partisipasi yang dibutuhkan bukan hanya karena adanya hasil pembangunan yang dapat dinikmati. menciptakan prasarana dan sarana yang diperlukan bagi pelaksanaan demokrasi pancasila. Kegagalan demokrasi pancasila pada zaman orde baru membuat banyak penafsiran mengenai asas demokrasi.cxxxix Dengan adanya suatu kehidupan yang demokratis. Kegagalan demokrasi Pancasila zaman orde baru. Keberhasilan pelaksanaan suatu sistem demokrasi dapat ditunjukkan dengan tingkat partisipasi rakyat pendukungnya. penyalagunaan wewenang. serta bagaimana program-program itu dapat menggerakkan partisipasi seluruh masyarakat. tetapi lebih pada praktik atau pelaksanaannya yang mengingkari keberadaan demokrasi Pancasila itu. Dengan telah diletakkannya dasar-dasar pelaksanaan demokrasi pancasila. Pelaksanaan demokrasi pancasila harus disertai dengan pembangunan bangsa secara keseluruhan karena pembangunan adalah proses perubahan ke arah kemajuan dan proses pendidikan bangsa untuk meningkatkan mutu kehidupan bangsa. dapat dicegah hal-hal yang negatif dalam pembangunan. dalam era reformasi perlu penataan ulang dan penegasan kembali arah dan tujuan demokrasi pancasila. persoalan berikutnya adalah bagaimana menggerakkan rakyat untuk berpartisipasi secara penuh dalam pelaksanaan pembangunan politik. melalui hukum dan peraturan yang dibuat berdasarkan kehendak rakyat.

Dengan demikian. dalam tahap awal reformasi ini. a. f. langsung. serta adil dan beradab. Penegakan kehidupan yang lebih demokratis pada orde reformasi telah banyak diupayakan. b. tetapi dalam pelaksanaannya banyak yang menginkarinya sehingga menimbulkan KKN (kolusi. Pers diberi kebebasan sehingga banyak sekali bermunculan media massa (cetak dan elektronik) baru. antara lain sebagai berikut. Diselenggarakannya pemilu tahun 1999 dengan berasaskan bebas. Sebagaimana telah dijelaskan. umum. Kedudukan ketua MPR terpisah dari ketuaDPR. Amandemen UUD 1945 yang banyak membatasi kekuatan Presiden. . Usaha tersebut telah dilakukan oleh pemerintah orde baru. Diberikannya kebebasan bagi warga negara untuk mendirikan partai politik pemilu 1999 diikuti oleh 48 partai politik. Refungsional lembaga-lembaga tinggi negara. korupsi. dengan pemilihan lagsung anggota DPR. d. demokrasi pancasila tidak ikut jatuh. c. sedangkan bidang lainnya masih terus dalam tahap penataan. keputusan diambil berdasarkan suara rakyat atau kehendak rakyat kebebasan individu dibatasi oleh kepentingan bersama. ciri-ciri demokrasi antara lain : a. meski orde baru jatuh. Keunggulan Demokrasi Sebagaimana telah diuraikan. pemerintah baru menata bidang politik dan hukum (konstitusi). rahasia. dan nepotisme). b. kepentingan bersama lebih kepentingan daripada kepentingan individu atau golongan. Pelaksanaan demokrasi Pancasila pada Orde Reformasi ini tetap harus bersumberkan pada hukum yang berlaku di Indonesia. e. Diselenggarakannya pemilu 2004. dan Presiden/Wakil Presiden.cxl tersebut adalah bagaimana pancasila dan UUD 1945 dapat dilaksanakan secara murni dan konsekuen. DPRD. Hal ini karena pemerintahan orde reformasi tetap menjalankan pemerintahannya dengan demokrasi pancasila. jujur. D. g.

Moboraksi adalah pemerintahan yang dikuasai olah kelompok orang untuk kepentingan kelompok yang berkuasa. Ketiga demokrasi tersebut dalam realisasinya mengalami kegagalan. tidak ada peraturan yang benar-benar dapat dipatuhi. Diktator ialah kekuasaan yang terpusat pada seseorang yang berkuasa mutlak (otoriter). kekuasaan merupakan amanat rakyat. banyak pengalaman dan pelajaran yang dapat diambil. Meskipun konsep awal pada periode tersebut . Biasanya mobokrasi dipimpin oleh sekelompok orang yang mempunyai motivasi yang sama. Demokrasi terpimpin di bawah pemerintahan Orde Lama dan demokrasi Pancasila di bawah pemerintahan Orde Baru. segala sesuatu yang dijalankan pemerintah adalah untuk kepentingan rakyat. sejak kemerdekaan hingga sekarang.cxli c. Setelah anda munyimak ciri dari demokrasi dan nilai-nilai demokrasi sebagaimana telah diuraikan. Setiap individu bebas menentukan kehendaknya sendiri-sendiri tanpa aturan yang jelas. terutama pelaksanaan demokrasi di bidang politik. serta kedaulatan ada di tangan rakyat. yaitu demokrasi liberal. Partisipasi rakyat dalam pemerintahan dibatasi atau bahkan ditoadakan dengan dihapusnya lembaga perwakilan rakyat dan keputusan hukum tertinggi ada pada tangan segelintir orang tersebut. E. bagaimana pelaksanaan demokrasi pancasila pada era reformasi ini? Marilah kita simak uraian berikut! Demokrasi liberal bermuara pada kegagalan konstituante menetakan UUD pengganti UUDS 1950. mengapa demikian? Juga. demokrasi terpimpin. Demokrasi dan Pelaksanaannya di Indonesia Dalam perjalanan sejarah bangsa. d. dan lembaga perwakilan rakyat mempunyai kedudukan penting dalam sistem kekuasaan negara. coba bandingkan dengan bentuk pemerintah berikut: Oligarki adalah sistem pemerintahan yang dijalankan oleh segelintir orang banyak. Anarki adalah pemerintahan yang kekuasaannya tidak jelas. bukan untuk kepentingan rakyat. Ada tiga macam demokrasi yang pernah diterapkan dalam kehidupan ketatanegaraan di Indonesia. dan demokrasi Pancasila.

serta pengendalian diri.cxlii dimaksudkan sebagai implementasi dari sila keempat Pancasila. Hal ini bukanlah pengingkaran terhadap demokrasi. demokrasi Pancasila) berlainan prosedur pelaksanaannya dengan demokrasi Barat yang lieral. penuh perhitungan. Demokrasi yang berlaku ddii negara ini (misalnya. tegas. sepanjang hakikat demokrasi tercermin dalam konsep dan pelaksanaannya. harus dimiliki nilai dan sikap disisplin yang tercermin pada sikap taat asas. pelaksanaan demokrasi pada era reformasi sekarang ini diharapkan tidak salah arah. kritis. perlu dikembangkan nilai-nilai sikap cerdas. diharapkan tidak terulang lagi kesalahan yang sama. rasional. Kegagalan orde lama dan orde baru untuk menegakkan nilai-nilai demokrasi menyebabkan bergulirnya reformasi. Pelaksanaan Demokrasi Parlementer tersebut . Dalam era reformasi ini. Dalam perjalanan sejarah politik bangsa. Untuk lebih memahami perkembangan pemerintahan demokrasi yang pernah ada Indonesia. demokratis. antisipatif. demokrasi Terpimpin. dan demokrasi Pancasila. Dengan belajar dari pengalaman. Untuk dapat mewujudkan keadaan seperti itu. terti. kemudian dilanjutkan pada masa berlakunya RIS 1949 dan UUDS 1950. Oleh sebab itu. kooperatif. negara kesatuan RI pernah melaksanakan demokrasi Parlementer. Semua ini diungkapkan dan dibahas sebagai bahan kajian dan pembelajaran. Jadi. dibawah ini akan diuraikan penjelasannya. lugas. ikhlas. seperti analisis. serta menjaga keamanan dan kebersamaan. diharapkan nilai-nilai demokrasi dapat ditegakkan. janganlah melupakan masa lalu dan jasa para pemimpin terdahulu. Adapun nama demokrasi itu semuanya harus tetap dalam kerangka supremasi hukum dan peraturan perundangan yang berlaku. a. Siapkah kita menyongsong demokrasi masa depan seandainya sesuai dengan harapan? Demokrasi yang diterapkan di Indonesia berbeda dengan demokrasi yang dipraktikkan di negara lain. terbuka. tetapi pada akhirnya kekuasaan terpusat pada tangan seorang Presiden. teliti. Demokrasi Parlementer (Liberal) Demokrasi Parlementer di negara kita telah dipraktikkan pada masa berlakunya UUD 1945 periode pertama (1945-1949). Bukankah pengalaman itu adalah guru yang terbaik? Berdasarkan pengalaman yang dijadikan pelajaran. tidak bisa tidak.

dan dipihak lain menghendaki kembali pada Piagam Jakarta yang berarti menghendaki Islam sebagai dasar negara.cxliii secara yuridis formal berakhir pada tanggal 5 juli 1959 bersamaan dengan pemberlakuan kembali UUD 1945. Sementara itu. yaitu satu pihak ingin tetap mempertahankan Pancasila sebagai dasar negara. terdapat dua kubu yang bertentangan. Sebagai contoh dapat dikaji peristiwa kegagalan konstituante memperoleh kesepakatan tentang dasar negara. jelas bahwa keadaan partai-partai politik pada saat itu lebih menonjolkan perbedaan-perbedaan paham dari pada mencari persamaan-persamaan yang dapat mempersatukan bangsa. Sukimin. maka DPR dapat menjatuhkan kabinet dengan mosi tidak percaya. kabinet sering diganti? Hal ini terjadi karena dalam negara demokrasi dengan sistem kabinet parlementer. Mengapa dalam sistem pemerintahan parlementer. Faktor lain yang menyebabkan tidak tercapainya stabilitas politik adalah perberdaan pendapat yang sangat mendasar di antara partai politik yang ada saat itu. kehidupan politik dan pemerintahan tidak stabil sehingga program dari suatu kabinet tidak dapat dilaksanakan dengan baik dan berkesinambungan. Pada saat itu. dan Kabinet Amir Syarifuddin. selama tahun 1945-1959 dikenal beberapa kabinet. . dan Kabinet Juanda. Misalnya. antara lain Kabinet Syahrir I. Wilopo. Pertentangan tersebut terus berlanjut dan tidak pernah mencapai kesepakatan. Merujuk pada kenyataan politik pada masa itu. kedudukan kabinet berada di bawah DPR (parlemen) dan keberadaannya sangat bergantung pada dukungan DPR. Ali Sastro Amidjojo II. Kabinet Syahrir II. Pada masa berlakunya Demokrasi Parlementer (1945-1959). Apabila kebijakan kabinet tidak sesuai dengan aspirasi rakyat yag tercermin di DPR (parlemen). yaitu Kabinet Natsir. Beranjak dari berbagai kegagalan dan kelemahan itulah maka demokrasi parlementer di indonesia ditinggalkan dan diganti dengan demokrasi terpimpin sejak 5 Juli 1959. Salah satu faktor penyebab ketidak stabilan tersebut adalah sering bergantinya kabinet yang bertugas sebagai pelaksana pemerintahan. 1950-1959 umur kabinet kurang lebuh hanya satu tahun dan terjadi tujuh kali pergantian kabinet.

yang diikuti suhu politik yang memanas dan membahayakan keselamatan bangsa dan negara. .demokrasi terpimpin berarti pemerintah rakyat yang dipimpin oleh hikmatkebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan.cxliv b. III/MPRS/1963. mengandung arti bahwa yang membimbing dan sekaligus landasan kehidupan demokrasi di Indonesia adalah sila keempat pancasila. maka pada 5 Juli 1959 Presiden Soekarno mengeluarkan suatu keputusan yang dikenal dengan Dekrit Presiden. Dekrit presiden dipandang sebagai usaha untuk mencari jalan dari kemacetan politik melalui pembentukan kepemimpinan yang kuat untuk mencapai hal tersebut. Secara konsepsional.misalnya. Akibat dominannya kekuasaan presiden dan kurang berfungsinya lembaga legislatif dalam mengontrol pemerintahan. dan tidak pada perseorangan atau pimpinan. mengapa lahir demokrasi Terpimpin? Demokrasi terpimpintimbul dari keisyafan. di Indonesia pada saat itu digunakan demokrasi terpimpin.pimpinan DPR/MPR dijadikan menteri sehingga otomatis menjadi pembantu Presiden. MPRS No. Deemokrasi Terpimpin menonjolkan “kepimimpina” yang jauh lebih besar daripada demokrasinya sehingga idedasar demokrasi kehilangan artinya.dan pengankatan Presiden seumur hidup melalui Tap. baik dalam kehidupan politik maupun dalam tatanan kehidupan ekonomi. maka kebijakan pemerintah sering kali menyipan dari ketentuan UUD 1945. kesadaran. Istilah Demokrasi terpimpin untuk pertama kalinya dipakai secara resmi dalam pidato presiden Soekarno pada 10 November 1956 ketika membuka sidang konstituante di Bandung.dan keyakinan terhadap keburukan yang diakibatkan oleh praktik Demokrasi Parlementer (liberal) yang melahirkan tepecahnya masyarakat. Dalam konteks ini. dapat dikatakan bahwademokrasi terpimpin dalam banyak aspek telah menyimpang dari dari demokrasi konstitusional. Apabila dikaji dari hakikat dan ciri negara demokrasi. Persoalan sekarang. Demokrasi Pancasila Terpimpin Adanya kegagalan konstituante dalam menetapkan UUD baru. pada 1960 presiden membubarkan DPR hasil pemilihan umum tahun 1955 dan digantikan oleh DPR Gotong Royong melalui penetapan Presiden.

2) demokrasi Terpimpin adalah demokrasi yang cocok dengan kepribadian dan dasar hidup bangsa Indonesia. Adapun yang penting ialah perwakilan yang harus dipimpin dengan hikmat kebijaksanaan: a) Tujuan Melaksanakan Demokrasi Terpimpin Ialah Mencapai Suatu Masyarakat Yang Adil Dan Makmur. serta 5) oposisi. bukan oleh perdebatan. UUD 1945. Penyebab penyelewengan tersebut. Kesusilaan. serta penghitungan suara pro dan kontra. Namun dalam praktiknya. konsep-konsep tersebut tidak direalisasikan sebagaimana mestinya sehingga seing kali menyimpang dari nilai-nilai pancasila. berlainan dengan demokrasi sentralisme. 3) demokrasi Terpimpin adalah demokrasi di segala soal kenegaraan dan kemasyarakatan yang meliputi bidang politik. tampak bahwa demokrasi Terpimpin tidak bertentangan dengan pancasila dan UUD 1945. 4) inti daripada pimpinan dalam demokrasi terpimpin adalah permusyawatan yang di pimpin oleh hikmat kebijaksanaan. Berdasarkan pokok pikiran di atas. Demokrasi Terpimpin Mengenal Juga Kebebasan Berpikir Dan Berbicara. Yakni Batas Keselamatan Negara. serta budaya bangsa Indonesia. penyiasatan yang di akhiri dengan pengaduan kekuatan. b) Sebagai Alat. dan budaya bangsa. dalam arti melahirkan pendapat yang sehat dan yang membangun. Tetapi Dalam Batas-Batas Tertentu. diharuskan dalam alam demokrasi terpimpin.cxlv Secara konsepsional pula. demokrasi terpimpin memiliki kelebihan yang dapat mengatasi permasalahan yang dihadapi masyarakat pada waktu itu. Yang Penuh Dengan Kebahagiaan Material Dan Spiritual. juga karena . Hal itu dapat dilihat dari ungkapan Bung Karno ketika memberikan amanat pada konstituante tanggal 22 April 1959 tentang pokok-pokok demokrasi terpimpin antara lain: 1) demokrasi Terpimpin bukanlah diktator. Dan Pertanggung Jawaban Kepada Tuhan: c) masyarakat adil makmur tidak lain daripada suatu masyarakat teratur dan terpimpin. dan berbeda pula dengan demokrasi liberal yang dipraktikkan selama ini. ekonomi dan sosial. selain terletak pada presiden. Kepentingan Rakyat Banyak.

“kebebasan” berpendapat merupakan hak setiap warga negara yang harus dijunjung tinggi oleh penguasa. yang berketuhanan Yang Maha Esa. serta harus dimanfaatkan untuk mewujutkan keadilan sosial. Secara konsepsional. dan menghargai hak individu yang tidak terlepas dari kepentingan sosial. Misalnya. .cxlvi kelemahan Legislatif sebagai partner dan pengontrol eksekutif. haruslah menjamin persatuan dan kesatuan bangsa. Jadi demokrasi pancasila berpangkal tolak dari kekeluargaan dan gotongroyang. serta situasi sosial politik yang tidak menentu saat itu. yang berpersatuan Indonesia.royong. serta yang berkeadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Semangat kekeluargaanitu sendiri sudah lama danut dan berkembang dalam masyarakat indonesia. tetapi harus diimbangi dengan kebebasan yang bertanggung jawab. Dalam demokrasi Pancasila hak tersebut tetap dihargai. dianggap karena kedua jenis demokrasi tidak cocok diterapkan di Indonesia yang bernapaskan kekeluargaan dan gotong. sumber filosofi yang paling tepat adalah aliran pikiran Integralistik. khususnya di masyarakat pedesaan. Demokrasi Pancasila bersumberkan pada pola pikir dan tata nilai sosial budaya bangsa Indonesia. c. yang berkemanusiaan yanng adil dan beradab. Secara lengkap makna demokrasi pancasila adalah: “ Kerakyatam yang dipimpin oleh hikmat kebijaksaan dalam permusyawaratan/ perwakilan. Menurut Soepomo dalam masyarakat yang dilandasi semangat kekeluargaan. Latar Belakang dan Makna Demokrasi Pancasila Banyaknya berbagai penyelewengan dan permasalahan yang dialami bangsa Indonesia pada masa berlakunya demokrasi parlementer dan demokrasi terpimpin. demokrasi pancasila masih dianggap dan dirasakan paling cocok diterapkan di Indonesia. Sejak lahirnya Orde Baru diberlakukan Demokrasi Pancasila sampai saat ini. menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan sesuai dengan martabat dan harkat manusia. Berdasarkan rumusan tersebut terkandung arti bahwa dalam menggunakan hak-hak demokrasi haruslah disertai tanggung jawab kepada Tuhan Yang Maha Esa menurut keyakinan agama masing-masing. Demokrasi Pancasila pada Orde Baru 1.

pengambilan keputusan sedapat mungkin didasarkan atas musyawarah untik mufakat. hal ini penting untuk menghindari adnya kegoncangan politik dalam negara. Selain mewarnai berbagai bidang kehidupan seperti poltik. Ciri dan Aspek Demokrasi Pancasila Demokrasi pancasila memiliki ciri khas. Dalam demokrasi pancasila. serta bersendi atas hukum.serta kebenaran. indonesia sesuai dengan gambaran. dan jujur untuk mencapai konsensus bersama. c.yakni aspek yang mengemukakan gambaran manusia. d. kehidupan ketatanegaraan harus berdasarkan atas kelembagaan hal ini bertujuan untuk menyelesaikan segala sesuatu melalui saluran-saluran tertentu sesuai dengan UUD 1945. Aspek Normatif (kaidah). yakni aspek yang mengetengahkan tujuan atau keinginan yang hendak dicapai. antara lain bersifat kekeluargaan dan kegotongroyongan yang bernafaskan Ketuhanan Yang maha Esa. Norma penting yang harus diperhatikan adalah persatuan dan soladaritas.yaitu terciptanya negara Hukum. harkat. Tujuan ini meliputi tiga hal. serta bagaimana mengatur permusyawaratan wakil rakyat secara bebas. 2).cxlvii Dengan demikian. b. negara Kesejahteraan. Aspek Formal. aspek-aspek yang terkandung demokrasi pancasila itu adalah: a. ekonomi. dalam demokrasi Pancasila nilai-nilai perbedaan tetap dipelihara sebagai sebuah kekayaan dan anugrah Tuhan YME.terbuka. Aspek Optatif. dan budaya. dan martabat tersebut. yakni aspek yang mempersoalkan proses dan caranya rakyat menunjuk wakilnya dalam badan perwakilan rakyat dan dalam pemerintahan.dan negara kebudayaan .menghargai hak-hak asasi manusia dan menjamin adanya hak-hak miniritas. keadilan. Menurut S.Pamudji dalam bukunya “Demokrasi Pancasila dan Ketahanan Nasional”. yakni aspek yang mengungkapkan seperangkat norma atau kaidah yang menjadi pembimbing dan kriteria dalam mencapai tujuan kenegaraan. sosial. demokrasi pancasila pun mengandung berbagai aspek. Aspek Materil.

Namun. yaitu: a. i. Serta iv. masih ada intervensi pemerintah terhadap lembaga peradilan. Yakni Jiwa Objektif Dan Masun Akal Tanpa Meninggalkan Jiwa Kekeluargaan Dalam Pergaulan Masyarakat. khususnya yang berkaitan dengan demokrasi pancasila. iii. Aspek Kejiwaan. Yakni Kesediaan Berkorban Demi Menunaikan Tugas Jabatan Yang Dipangkunya. Apabila kita kaji ciri dan prinsip demokrasi Pancasila. serta f. penegakan kebebasan berpolitik bagi pegawai Negeri Sipil (monoloyalitas) khususnya dalam pemilihan umum. praktik demokras yang dijalankan pada masa orde baru masih terdapat berbagai penyimpangan yang tidak sejalan dengan ciri dan prinsip demokrasi pancasila. Jiwa Demokrasi Pancasila Rasional. PNS seolah-olah digiring untuk mendukung OPP tertentu sehingga pemilihan umum tidak kompetitif c. ii. yakni hak untuk mendapat perlakuan secara demokratis pancasila. Organisasi ini meliputi sistem pemerintahan atau lembaga negara serta organisasi sosial-politik di masyarakat. dalam jiwa demokrasi pancasila dikenal. Serta Jiwa Kesediaan Berkorban Untuk Sesama Manusia Dan Warga Negara. . Penyingpangan tersebut secara transparan terungkap setelah munculnya gerakan “Reformasi” dan jatuhnya kekuasaan Orde Baru. Jiwa demokrasi pancasila pasi.Di antara penyimpangan yang dilakukan penguasa Orde Baru.cxlviii e. Jiwa demokrasi pancasila aktif. Aspek Organisasi. ijwa yang mengandung kesediaan untuk memperlakukan pihak lain sesuai dengan hak-hak yang diberikan oleh demokrasi pancasila. penyelenggaraan pemilihan umum yang tidak jujur dan tidak adil: b. aspek kejiwaan demokrasi pancasila ialah senangat para penyelenggara negara dan semangat para pemimpin pemerintahan. Wadah tersubut harus cocok dengan tujuan yang hendak dicapai. Jiwa Pengabdian. yakni aspek yang mempersoalkan organisasi sebagai wadah pelaksanaan demokrasi pancasila. dapat dikatakan bahwa demokrasi Pancasila tidak bertentangan dengan prinsip demokrasi konsttusional.

1998). kurangnya jaminan kebebasan mengemukakan pendapat sehingga sering terjadi penculikan terhadap aktivis vokal. Orde Reformasi ini merupakan konsensus untuk mengadakan demokratisasi dalam segala bidang kehidupan. Diantara bidang kehidupan yang menjadi sorotan utama untuk direformasi adlah bidang politik. sistem kepartaian yang tidak otonom dan berat sebelah. serta i. menciutkan jumlah partai politk dan sekaligus membatasi kesempatan partisipasi politik rakyat (misalnya. Demikian pula. Pelaksanaan Demokrasi pada Orde Reformasi Pelaksanaan demokrasi pancasila pada Orde Reformasi tanpak lebih marak dibandingkan dengan masa Orede Baru. h. sosial. adanya pembatasan kebebasan pers dan media massa melalui pencabutan/pembatalan SIUP. tidak menjadi demokratisasi kolusi.cxlix d. g. Perubahan yang terjadi pada Orde reformasi ini dilakukan secara bertahap karena memang reformasi berbeda dengan revolusi yang bekonotasi perubahan mendasar pada semua komponen dalam suatu sistem politik yang cendrun menggunakan kekerasan. e. Sehubungan dengan ini. dan hukum. dan yang mampu menerapkan prinsip rule of law itu hanya dapat terwujud apabila ada demokratisasi poltik. prinsip rule of law sulit diwujudkan. menteri-menteri dan gubernur diangkat menjadi anggota MPR. baik dalam bidang ekonomi maupum dalam bidang politik dan hukum. . kebijakan floating mass). f. serta format politik yang tidak demokratis. badan peradilan yang otonom. maraknya pratik kolusi. berwibawa. reformasi mengandung arti: “ perubahan yang mengarah pada persamaan politik. dan nepotisme. Menurut Hutington (Chaedar. tanpa demokratisasi poltik. dan ekonomi yang lebih merata termasuk perluasan basis partisipasi politik rakyat” pada reformasi di Indonesia sekarang ini. F. ekonomi. Reformasi ketiga bidang tersebut harus dilakukan sekaligus karena reformasi politik yang berhasil mewujudkan demokratisasi politik. korupsi.

Untuk itu. UUDS . 13 November 1998. b. undang-undang bidang politik. Perbedaanya tyerletak mewujudkan pada praktik aturan pelaksanaan yang dan sesuai praktik dengan penyelenggaraan. Partai politik lebih mandiri. d. Oleh karena itu. serta mencabut ketetapan MPR sebelumnya yang dianggap tidak sesuai dengan aspirasi rakyat. dan undang-undang tentang kemerdekaan menyampaikan pendapat di muka umum.berbangsa. Berdasarkan peraturan perundang-undangan dan praktik pelaksanaan demokrasi tersebut. ditetapkan pula beberapa ketetapan MPR yang mengtur materi baru. Pemilihan umum lebih demokratis. untuk memahami demokrasi pada Orde Reformasi ini.cl upaya meningkatkan partisipasi politik rakyat dalam kehidupan bermasyarakat.untuk demokrasi tuntunanreformasi. terdapat beberapa perubahan pelaksanaan demokrasi pada Orde Reformasi sekarang ini yaitu: a. Secara khusus. peraturan perundang lainnya. menambah. pada 10 s. serta Lembaga demokrasi lebih berfungsi. pertama harus mengkaji keterangan ketetapan MPR hasil sidang istimewa MPR 1998 beserta ini. dan bernegara merupakan salah satu sasaran agenda reformasi Demokrasi yang dijalankan pada masa reformasi ini masih tetap demokrasi pancasila. Hal tersebut daat diketahui dengan mengacu kepada konstitusi yang pernah dan sedang berlaku. Misalnya. kemudian melihat praktik pelaksanaan peraturan tersebut. yakni UUD 1945. MPR mengadakan Sidang Istimewa dan berhasil mengubah.harus dimulai dari pembentukan peraturan yang mendorong terjadinya demokratisasi dalam bidang kehidupan.d . Pengaturan ham. c. Lahirnya ketetapan MPR diikuti oleh ditetapkannya undang-undang organik berkaitan dengan kehidupan demokratis. perkembangan demokrasi dalam negara-kebangsaan indonesia dapat dikembalikan pada dinamika kehidupan bernegara indonesia sejak proklamasi kemerdekaan sampai saat ini. Selain itu. Konstitusi RIS. undangundang tentang otonomi daerah.

dapat dimiliki wawasan yang luas dan memadai. yaitu pendidikan yang melewati tahap pergaulan di rumah ataupun masyarakat sebagai bentuk aplikasi nilai berdemokrasi. Pendidikan demokrasi: 1). b. sebagai hasil interaksi terhadap lingkungan sekitarnya yang langsung dirasakan hasilnya. Pedidikan demokrasi secara informal. Pedidikan demokrasi secara formal. Pendidikan nonformal. Pendidikan ini lebih makro dalam berinteraksi sebab pendidikan di luar sekolah mempunyai variable ataupun parameter yng signifikan terhadap pembentukan jiwa seseorang. serta dampak perkembangan internasional pada setiap zamannya. dan sosial kultural untuk membangun citacita. yaitu pendidikan yang melewati tatap muka. yaitu pendidikan yang melewati tahap di luar lingkungan masyarakat. 3). konsep. sikap. pedagogis. Pendidikan formal biasanya dilakukan di sekolah dan di perguruan tinggi. 2). yaitu pendidikan yang melewati tahap diluar lingkungan masyarakat. G. Misi Pendidikan Demokrasi Memfasilitasi warga negara untuk mandapatkan ber4bagai akses kepada dan menggunakan secara cerdas berbagai sumber informasi tentang demokrasi dalam teori dan praktik untuk berbagai konteks kehidupan. prisip. nilai. perensentasi. Pendidikan demokrasi a. Visi Pendidikan Demokrasi sebagai wahana substantif. Dengan demikian. serta studi kasus untuk memberikan gambaran kepada siswa bagaimana agar mencintai negara dan bangsa. diskusi timbal balik. Selain itu. Pendidikan ini lebih makro dalam berinteraksi sebab pendidikan di luar sekolah mempunyai variable ataupun parameter yng signifikan .cli 1950. serta keterampilan demokrasi dalam diri earga negara melalui pengalaman hidup dan kehidupan demokrasi dalam berbagai konteks. c. serta praksis kehidupan bernegara dan bermasyarakat yang menjadi dampak langsung. Pendidikan nonformal. dampak pengiring dari berlakunya setiap konstitusi.

Demos artinya rakyat. khususnya di kota Athena. yaitu pemerintahan yang rakyat yang memegang peranan yang sangat menentukan. Kota-kota di daerah Yunani pada waktu itu kecil-kecil. SOAL LATIHAN Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini : 1. . 4. 3. artinya pemerintahan rakyat. Proses semacam ini mempunyai implikasi yang sangat signifikan terhadap cara-cara berdemokrasi yang benar dengan memperhatikan kaidah-kaidah ataupun asas dalam berdemokrasi masyarakat. Jadi. diambil keputusan bersama mengenai garis-garis besar kebijakan pemerintah yang akan dilaksanakan dan segala permasalahan kemasyarakatan. Istilah demokrasi pertama kali dipakai di Yunani kuno. Penduduknya tidak begitu banyak sehingga mudah dikumpulkan oleh pemerintah dalam suatu rapat untuk bermusyawarah. terutama mahasiswa pada umumnya untuk melaksanakan pendidikan ini secara baik dan benar.clii PENUTUP Demokrasi berasal dari kata yunani demos dan kratos. Dengan demikian. Dalam rapat tersebut. Pendidikan demokrasi merupakan suatu proses untuk melaksanakan demokrasi yang benar. system ketatanegaraan dan sebagai system budaya Jelaskan jenis-jenis demokrasi Jelaskan pengertian demokrasi pancasila dan bandingkan dengan system demokrasi lainnya. untuk menunjukkan sistem pemerintahan yang berlaku disana. 2. demokrasi. sasaran yang akan dicapai adalah mengajak warga Negara. Jelaskan pengertian demokrasi Jelaskan demokrasi sebagai system politik. kratos berarti pemerintahan.

Sebutkan keunggulan dan kelemahan demokrasi dibandingkan bentuk pemerintahan yang lain sesuai dengan persepsi anda! Coba tulislah dalam daftar berikut! Keunggulan Demokrasi ………………………………. 6. Jelaskan. ………………………………………………. yang ingin mengubah tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara sebagai akibat kegagalan masa-masa sebelumnya. 5. 2. Hal-hal apa sajakah yang harus diperbaiki pada masa reformasi sekarang ini ? NO 1. Namun. bagaimana pelaksanaan nilai-nilai demokrasi di Indonesia? 6.. wakil-wakil rakyat tidak ada yang mengusulkan perubahan pancasila sebagai dasar negara. 3. Keunggulan Sistem lain ………………………………. ………………………………………………..cliii 5. ………………………………………………… ………………………………………………. Dapatkah anda membandingkan ketiga demokrasi yang pernah ada di Indonesia? Demokrasi Liberal Demokrasi Terpimpin Demokrasi Pancasila . Kelemahan Demokrasi ………………………………………………… Kelemahan Sistem lainnya (sebutkan sistemnya) ………………………………………………… 9... dari sekian hal yang harus diubah atau diperbaiki. Simak uraian berikut! Bergulirnya era reformasi di Indonesi. 4.. Jelaskan mengapa? 7. ………………………………………………. menciptakan banyak hal yang harus diperbaiki. 8. BIDANG Politik Ekonomi Sosial Budaya Hankam Agama HAL-HAL YANG HARUS DIPERBAIKI ……………………………………………….

Winataputra. PT Hanindita: Yogyakarta. Historis. 1995. Lembaga Pembinaan Hukum nasional: Jakarta. Penerbit Erlangga: Jakarta. DPD. Udin S. 1985. 2003 Pendidikan Pancasila untuk Perguruan Tinggi. Daji darmodihardjo. Jakarta. Mekanisme Demokrasi Pancasila. or. Tata Negara Edisi Kedua. Perundangan: UUD 1945. James McGregor. Elly M. Budiardjo. Supremasi Hukum dan Prinsip Demokrasi di Indonesia. Suatu tinjauan Filosofis. 1968. Gramedia Pustaka Utama: Jakarta. Ganesha Exact: Bandung. CST. 1989.. UU tentang partai politik. dkk. Setiadi.cliv DAFTAR BACAAN Betham. Dikti: Jakarta.Panduan Menguasai Tata negara. serta UU tentang Pemilu presiden. Yudiris konstitusional. Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama: Jakarta. Demokrasi. . Kelsen. 1949. Kanil. DPD. 2005. Demokrasi dan pendidikan Demokrasi. Burns. DPR. dan DPRD. University of california: USA. Santiaji Pancasila. 2000. Kanisius: Yogyakarta. Goverment By the People. UU tentang susunan kedudukan MPR. disampaikan Pada Suscadorwas 2005. Hans. General Theoryof Law and State. Suny Ismail. 1986. David. Harris soche. DPRD. 1966. Dasar-dasar Ilmmu Politik. Miriam. UU tentang pemilu DPR.2000. Rahmat A. amandeman terakhir.

Sejarah dan Macam-macam HAM 2. tanpa hak-hak itu manusia tidak dapat hidup layak sebagai manusia.clv BAB VIII HAK ASASI MANUSIA PENDAHULUAN A. bahkan memiliki kewenangan lebih tinggi karena berasal dari sumber yang lebih tinggi (Tuhan). hak pribadi : hak-hak persamaan hidup. Ruang lingkup HAM meliputi a. atau jenis kelamin. artinya tidak bergantung pada adanya suatu negara atau undang-undang dasar. Latar Belakang HAM adalah hak-hak yang melekat pada diri manusia. hak-hak berkenaan dengan masalah ekonomi dan sosial. dan lain-lain: b. HAM dalam UUD 1945 5. HAM bersifat umum (universal) karena diyakini bahwa beberapa hak dimiliki tanpa perbedaan atas bangsa. ras. Implementasi hak asasi dan kewajiban asasi dalam sila-sila pancasila . kebebasan. kekuasaan pemerintah. HAM di indonesia : Permasalahan dan Penegakannya 4. Pengertian. B. hak milik pribadi dalam sekelompok social tempat seseorang berada: c. HAM dalam tataran Global 3. HAM juga bersifat supralegal. keamanan. serta d.39 1999 tentang HAM mendefinisikan HAM sebagai seperangkat hak yang melekat pada hakikat keberadaan manusia dengan makhluk Tuhan YME. Ruang Lingkup Bahan pembelajaran ini akan membahas : 1. UU No. Hak tersebut diperoleh bersama dengan kelahirannya atau kehadirannya di dalam kehidupan masyarakat (tilaar 2001). kebebasan sipil dan politik untuk dapat ikut serta dalam pemerintahan.

Sasaran Pembelajaran Mahasiswa dapat menganalisis dan mengidentifikasi Hak Asasi Manusia.clvi C. sejarah dan macam-macam HAM 2. Mahasiswa mampu menganalisa HAM di Indonesia dalam konteks permasalahan dan penegakannya . Mahasiswa mampu menjelaskan pengertian. Melalui pembelajaran ini mahasiswa diharapkan dapat: 1. Mahasiswa mampu menjelaskan HAM dalam Tataran Global 3.

Hak asasi manusia memiliki prinsip-prinsip utama dan menjadikannya sebagai bagian penting dalam kehidupan umat manusia. Hak Kebebasan dan Hak Kesamaan. Mr Soenarko. ataukah tidak (?). Sejarah dan Macam-Macam HAM 1. karena bila dicabut hilang juga kemanusiaannya. Sebagaimana mantan Perdana Menteri Mahathir Mohammad yang menyatakan bahwa. Ini menunjukkan bahwa hak-hak asasi manusia itu ada dan harus dihormati oleh seluruh umat manusia di dunia manapun. tidak tergantung pada wilayah atau bangsa tertentu. yang memiliki titik kesamaan dalam menjelaskan apa itu hak asasi manusia. Ia berlaku menyeluruh sebagai kodrat lahiriah setiap manusia. Wolhoff. Pengertian. aktivis maupun pengambil kebijakan. dan pemerintah termasuk masyarakatnya harus mengakui dan menyokong hak-hak asasi manusia. hak asasi manusia adalah sejumlah hak yang seakan-akan berakar dalam tabiat setiap oknum pribadi manusia justru karena kemanusiaannya. Hak-hak itu antara lain : Hak Hidup. . Pengertian HAM Hak asasi ialah hak-hak dasar (pokok) yang dibawa manusia sejak lahir sebagai anugerah dari Tuhan YME. merumuskan hak-hak dasar ialah hak-hak manusia yang pokok dan tak dapat dikurangi oleh siapapun juga dalam negara yang sopan. masih juga tidak sepenuhnya diterima oleh negara-negara tertentu yang menolak kehadiran prinsip universalitas. pada kenyataannya. Universalitas hak-hak asasi manusia. Namun untuk mencermati apa sesungguhnya hak asasi manusia? Banyak ragam pendapat yang dikemukakan oleh para ahli. prinsip universalitas. Prinsip universalitas adalah prinsip yang dimiliki dalam nilainilai etik dan moral yang tersebar di seluruh wilayah di dunia. yang tak dapat dicabut oleh siapapun juga. yang tidak bisa dikurangi atau dicabut hakhaknya oleh siapapun. Ada delapan prinsip hak asasi manusia.clvii URAIAN BAHAN PEMBELAJARAN A.J. Menurut G. Perdebatan ini sesungguhnya muncul di saat memperbincangkan apakah Universal Declaration of Human Rights 1948 (Deklarasi Universal Hak-Hak Asasi Manusia. selanjutnya disingkat DUHAM 1948) itu memiliki prinsip universal. Dari pendapat ini bisa diambil titik kesamaan bahwa hak asasi manusia itu merupakan hak yang melekat dalam diri manusia. yakni: Pertama.

. dari sudut pandang yang berbeda. budaya. gender. HAM tidak menjadi universal bilamana dilihat dari perspektif tertentu.clviii DUHAM 1948 itu sangat menganut paham kebebasan yang bersala dari konsep barat. orientasi seksual. Tidak dapat dipungkiri bahwa pluralisme sosial. padahal di negara-negara miskin maupun berkembang (negara dunia ketiga). ras. bahasa. pemartabatan terhadap manusia (human dignity). menjadi identitas peradaban tertentu yang sangat berharga dalam mengemban amanat saling menjaga dan mendorong upaya kebersamaan untuk hidup berdampingan. serta membangun toleransi sesama manusia. keyakinan. Ia (Mahathir). termasuk di dalamnya keragaman budaya dan hukum-hukum lokal. artinya hanya sekitar 50-an negara yang kebetulan mayoritas dari negara-negara yang disebut ‘barat’. maupun realitas sosial budaya yang melahirkan keragaman pendapat soal tersebut. menyiksa. Perbincangan ini sebenarnya tidak perlu terjadi bilamana memahami hak-hak asasi manusia yang universal maupun tidak. sepatutnya dihormati dan dihargai. Prinsip ini menegaskan perlunya setiap orang untuk menghormati hak orang lain. kekuatan ekonomi. mencontohkan soal betapa hak-hak politik dan kebebasan begitu dominan mewarnai hak-hak asasi manusia. dimana penandatangan deklarasi tersebut hanya seperempat negara-negara yang menjadi anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sekarang. etnisitas. Penghormatan terhadap manusia. bukanlah sekedar pekerjaan individual manusia. tetapi juga dalam kolektiva-kolektiva lebih luas seperti dalam kehidupan masyarakat maupun bernegara. hidup damai dalam keberagaman yang bisa menghargai satu dengan yang lainnya. Bagi negara dunia ketiga. ataupun bahkan membunuh hak-hak hidup manusia. khususnya manusia sebagai sesama makhluk ciptaan Allah. didasarkan pada kontekstualisasi tertentu. dengan adanya prinsip ini maka tidak mungkin praktek yang memperkenankan siapapun untuk melakukan eksploitasi. memperbudak. Dalam prinsip ini setiap orang harus menghargai manusia tanpa membeda-bedakan umur. yang bisa dipengaruhi oleh kekuasaan politik. Artinya. hak-hak ekonomi sosial budaya (Hak Ekosob) menjadi hak yang sangat penting. Oleh sebabnya. mengisi perut orang yang lapar (hak atas pangan) dan hak pendidikan lebih penting dibandingkan soal hak pilih dalam pemilu. komunitas disable/berbeda kemampuan. Prinsip yang kedua. Begitu juga. Sehingga kewajiban untuk menghormati manusia sebagai manusia tersebut merupakan tanggungjawab hak-hak asasi manusia. atau kelas sosial.

adalah praktek yang justru menghambat realisasi hakhak asasi manusia. meskipun dibayar atau diupahi. suku. sangat tidak mungkin dipisahkan dengan hak ekonomi. dan bila dilanggar akan melahirkan pertentangan dan ketidakadilan di dalam kehidupan manusia. Pembedaan. sebagai prinsip hak-hak asasi manusia: “Setiap orang dilahirkan merdeka dan mempunyai martabat serta hak-hak yang sama. perlindungan dan pemenuhan hak-hak seseorang. Prinsip ini bersentuhan atau sangat dekat dengan prinsip non-diskriminasi. bahwa hak-hak asasi manusia melarang adanya diskriminasi yang merendahkan martabat atau harga diri komunitas tertentu. merupakan hak yang dimiliki setiap orang dengan kewajiban yang sama pula antara yang satu dengan yang lain untuk menghormatinya. baik berdasarkan kelas/bangsa tertentu. tidak bisa dipertukarkan dengan perbudakan. Prinsip yang keempat. Hal ini terkait dengan pandangan yang menyesatkan tentang membeda-bedakan atau pengutamaan hak-hak tertentu dibandingkan hak-hak lain. jenis kelamin. equality atau persamaan. Konsep persamaan menegaskan pemahaman tentang penghormatan untuk martabat yang melekat pada setiap manusia. Suatu hak tidak bisa dipisah-pisahkan antara yang satu dengan yang lainnya. Prinsip non-diskriminasi sebenarnya bagian integral dengan prinsip persamaan. Prinsip yang kelima. inalienability. adat. warna kulit dan sebagainya. indivisibility. Hal ini terjelaskan dalam pasal 1 DUHAM 1948. Misalnya. tidak bisa dihilangkan hanya dengan dibeli oleh orang yang mampu dan kemudian menggantikan posisi hak pilih. Persamaan. tidak bisa dilepaskan satu dengan yang lainnya. agama. agar hakhak tersebut bisa dikecualikan. non-diskriminasi. . tidak bisa dirampas atau dipertukarkan dengan hal tertentu. Pemahaman prinsip atas hak yang tidak bisa dipindahkan. Atau juga hak atas kehidupan yang layak. karena keduanya satu kesatuan. dimana menjelaskan bahwa tiada perlakuan yang membedakan dalam rangka penghormatan.clix Prinsip yang ketiga. Jelas dan tegas.” Konsekuensi pemenuhan persamaan hak-hak juga menyangkut kebutuhan dasar seseorang tidak boleh dikecualikan. Prinsip yang keenam. merupakan hak untuk memperoleh keadilan dalam bentuk perlakuan dalam proses peradilan. keyakinan. dan budaya. adalah persamaan di muka hukum. Hak sipil dan politik. hak pilih dalam pemilu. sosial. Salah satu hal penting dalam negara hukum. Manusia sebagai makhluk yang memiliki hak-hak asasi tidak bisa dilepaskan dari hak-hak tersebut.

Pertanggungjawaban ini menekankan peran negara. adalah bagian yang tidak terpisahkan dari prinsip hak-hak asasi manusia agar bisa terwujudkan. melindungi dan memenuhi hak-hak asasi manusia. kemiskinan. baik terhadap tekstualitas maupun kontekstualitasnya. Secara individu. Misalnya. Selain negara. merupakan hal yang mendasar untuk mengkaji hak-hak asasi manusia. Kedelapan prinsip-prinsip tersebut. sebagai bagian dari organ politik kekuasaan yang harus memberikan perlindungan terhadap warga negaranya. baik secara individual maupun kolektiva sosial dalam organisasi kemasyarakatan. tetapi ia juga bisa dimintai pertanggungjawaban ketika terjadi pelanggaran hak-hak asasi manusia. desa maupun perkotaan. dan hak atas penghidupan dan pekerjaan yang layak. sementara negara sama sekali tidak mengambil tindakan apapun (by omission). di pasar. dimana dalam situasi tidak terpenuhinya hak atas pendidikan. dimana setiap hak-hak yang dimiliki setiap orang itu tergantung dengan hak-hak asasi manusia lainnya dalam ruang atau lingkungan manapun. instrumen hukum. Unsur pertanggungjawaban (terutama negara). Prinsip ini juga sangat dekat dengan prinsip indivisibility. di rumah sakit. Prinsip yang kedelapan. Termasuk mempertanggungjawabkan setiap langkah atau tindakan yang diambil sebagai kebijakan tertentu dan memiliki pengaruh terhadap kelangsungan hak-hak rakyat. di hutan. setiap orang dituntut untuk berani melawan ketidakadilan dan pelanggaran hak-hak asasi manusia di depan matanya. atau juga hak atas kesehatan yang layak.clx Prinsip yang ketujuh. Artinya. responsibilitas atau pertanggungjawaban (responsibility). bukan soal mengambil tindakan tertentu (by commission). dalam pengertian untuk mempelajari sejarahnya. aktor non-negara juga mempunyai tanggung jawab yang sama untuk memajukan hakhak asasi manusia. interdependency (saling ketergantungan). . Peran negara menjadi vital. juga sangat bergantung pada penyediaan hak-hak atas pangan atau bebas dari rasa kelaparan. serta menegaskan kewajiban-kewajiban paling minimum dengan memaksimalkan sumberdaya yang ada untuk memajukannya. hak yang satu dengan yang lainnya sangat tergantung dengan pemenuhan atau perlindungan hak lainnya. dan praktek implementasinya di lapangan. mengajarkan dan mendorong pemahaman dan penghormatan hak-hak asasi manusia bagi sesama. di sekolah. Prinsip pertanggungjawaban hak-hak asasi manusia ini menegaskan bahwa perlunya mengambil langkah atau tindakan tertentu untuk menghormati.

yaitu : a. dan mulailah dicetuskan beberapa hak lain yang lebih luas ruang lingkupnya. Dalam proses ini telah lahir beberapa naskah yang secara berangsur-angsur menetapkan bahwa ada beberapa hak yang mendasari kehidupan manusia dan karena itu bersifat universal dan asasi. Kebebaan untuk berbicara dan menyatakan pendapat (freedom of speech) b. Declaration des droits de I’homme et du citoyen (pernyataan hak-hak manusia dan warga negara. Sejarah Ham Hak asasi adalah hak yang dimiliki manusia yang telah diperoleh dan dibawanya bersamaan dengan kelahiran/kehadirannya di dalam kehidupan masyarakat. Bill of rights (Undang-Undang Hak. 1789) d. Usaha ini pada tahun 1948 berhasil dengan diterimanya Universal Declaration of Human Rights (pernyataan sedunia tentang Hak-Hak Asasi Manusia) oleh negara-negara yang tergabung dalam PBB. Yang sangat terkenal adalah empat hak yang dirumuskan oelh Presiden Amerika Serikat. hak untuk memilih dsb. Magna Charta (piagam Agung. Kebebasan beragama (freedom of religion) . hak atas kebebasan. Berawal dari 2 perang besar didunia ( PD I dan PD II) timbul keinginan untuk merumuskan hak-hak asasi manusia dalam naskah internasional. Frangklin D Roosevelt yang dikenal dengan istilah The Four Freedoms (Empat Kebebasan). Pada abad ke-20 hak-hak politik ini dianggap kurang sempurna. 1215) dokumen yang berisi hak yang diberikan oleh Raja John dari Inggris kepada para bangsawan bawahannya dan juga membatasi kekuasaan Raja John b. 1689) c. Bill of Rights (Undang-Undang Hak) naskah yang disusun oleh rakyat Amerika pada tahun 1789 Hak-hak yang dirumuskan pada abad ke-17 dan ke-18 ini sangat dipengaruhi oleh gagasan mengenai Hukum Alam (Natural Law) seperti yang dirumuskan oleh John Locke dan Jean Jaques Rousseau (1712-1778) dan hanya terbatas pada hak-hak yang bersifat politis saja seperti kesamaan hak. Naskah tersebut adalah : a.clxi 2.

diterima secara aklamasi oleh negara-negara yang tergabung dalam PBB. Hak asasi politik (political right) yaitu hak untuk ikutserta dalam politik. Pada tahun 1948 hasil pekerjaan komisi ini. yaitu: . memeluk agama. disamping hak-hak politik. 3. pernyataan sedunia tentang Hak-Hak Asasi Manusia (Universal Declaration of Human Rights). pembelaan. hak masuk dan ikut dalam parpol. • • Hak asasi social dan budaya (social and culture right) yaitu hak untuk memilih pendidikan.Macam-Macam Ham Dari ketiga hak dasar diatas berkembang menjadi : • • • Hak asasi pribadi (personal right) = yang meliputi kebebasan menyatakan pendapat. mensual. mendirikan dan mengembangkan parpol • Hak asasi untuk memperoleh perlakuan dan tata cara peradilan dan perlindungan yang adil dan sama. Kebebasan dari kemelaratan (freedom from want) Sejalan dengan pemikiran itu. haku untuk dipilih dan memilih dalam pemilu. Ham pada Tataran Global Sebelum konsep HAM diratifikasi PBB terdapat beberapa konsep utama mengenai HAM.clxii c. pemeriksaan. maka Komisi Hak-Hak Asasi Manusia (Commission on Human Rights) yang pada tahun 1946 didirikan oleh PBB. menetapkan secara terperinci beberapa hak ekonomi dan sosial. Kebebasan dari ketakutan (freedom from fear) d. misalnya dalam penangkapan. dan memanfaatkannya Hak asasi untuk memperoleh pengakuan yang sama dalam hukum dan pemerintahan (legal of equality right) yaitu hak yang sama dikenakan sanksi/hukuman dan duduk dalam pemerintahan negara. penyidikan. membeli. penggeledahan.. dan peradilan B. menyatakan pikiran dan kebebasan bergerak Hak asasi ekonomi (economical right) = yaitu hak untuk memiliki sesuatu. mengembangkan pendidikan dan kebudayaan.

3) filosofi dasar: hak asasi tertanam pada diri individu manusia: serta 4) hak asasi lebih dulu ada daripada tatanan negara. HAM menurut konsep Negara-negara Barat: 1) ingin meninggalkan konsep negara yang mutlak. HAM menurut konsep PBB: Konsep HAM ini dibidani oleh sebuah komisi PBB yang dipimpin oleh Elenor Roosevelt (10 Desember 1948) dan secara resmi disebut “Universal Declaration of Human Rights”. serta 3) Protokol opsional bagi perjanjian hak sipil dan politik internasional. sosial. ekonomi. dan kebudayaan yang dinikmati manusia di dunia yang mendorong perhargaan terhadap hak-hak asasi manusia. b. . yaitu 1) Hak ekonomi sosial dan budaya. artinya penghormatan utama terhadap kepala keluarga. Pada Sidang Umum PBB tanggal 16 Desember 1966 ketiga dokumen tersebut diterima dan diratifikasi. HAM menurut konsep bangsa-bangsa Asia dan Afrika: 1) tidak boleh bertentangan dengan ajaran agama/sesuai dengan kodratnya. 2) ingin mendirikan federasi rakyat yang bebas.clxiii a. HAM menurut konsep Sosialis: 1) hak asasi hilang dari individu dan terintegrasi dalam masyarakat. Sejak tahun 1957 konsep HAM tersebut dilengkapi dengan tiga perjanjian. serta 3) individu tunduk kepada adat yang menyangkut tugas dan kewajiban sebagai anggota masyarakat. Di dalamnya menjelaskan tentang hak-hak sipil. 2) masyarakat sebagai keluarga besar. d. c. 2) Perjanjian internasional tentang hak sipil dan politik. 2) hak asasi manusia tidak ada sebelum negara ada. serta 3) negara berhak membatasi hak asasi manusia apabila situasi menghendaki. politik. negara sebagai koordinator dan pengawas.

baik dalam penerapan. politik. 13) hak untuk berdagang. serta mempunyai dan mengeluarkan pendapat. seperti diperiksa di muka umum dan dianggap tidak bersalah kecuali ada bukti yang sah.clxiv Universal Declaration af Human Rights menyatakan bahwa setiap orang mempunyai: 1) hak untuk hidup. Indonesia berpandangan bahwa pemajuan dan perlindungan HAM harus didasarkan pada prinsip bahma hak-hak sipil. Pasal 55. sosial budaya. HAM di Indonesia : Permasalahan dan Penegakannya. maupun dalam pelaksanaannya (Wirayuda: 2005). 10) hak untuk berapat dan berkumpul. dan hubungan antarnegara serta hukum internasional berlaku. 3) hak untuk diakui kepribadiannya menurut hukum. C. 7) hak untuk mendapat hak milik atas benda. serta 16) hak untuk menikmati kesenian dan turut serta dalam kemajuan keilmuan. yang . 6) hak untuk masuk dan keluar wilayah suatu negara. dan hak pembangunan merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. ekonomi. 9) hak untuk bebas memeluk agama. kesederajatan. 4) hak untuk memperoleh perlakuan yang sama dengan orang lain menurut hukum. 12) hak untuk mendapatkan pekerjaan. 8) hak untuk bebas untuk mengutarakan pikiran dan perasaan. 5) hak untuk mendapat jaminan hukum dalam perkara pidana. 15) hak untuk turut serta dalam gerakan kebudayaan masyarakat. dan 56 Piagam PBB upaya pemajuan dan perlindungan HAM harus dilakukan melalui suatu konsep kerja sama internasional yang berdasarkan pada prinsip saling menghormati. Sejalan dengan amanat Konstitusi. 11) hak untuk mendapatkan jaminan sosial. 14) hak untuk mendapatkan pendidikan. 2) kemerdekaan dan keamanan badan. Sesuai dengan Pasal l (3). pemantauan.

29. hak berkeluarga dan melanjutkan keturunan. Penyelenggaraan audit reguler atas seluruh kekayaan pejabat pemerintah dan pejabat Negara.clxv HAM di Indonesia di dasarkan pada Konstitusi NKRI. Peninjauan serta penyempurnaan berbagai konsep dasar dalam rangka mewujudkan proses hukum yang lebih sederhana. hak turut serta dalam pemerintahan. a. Peningkatan efektivitas dan penguatan lembaga/institusi hukum ataupun lembaga yang fungsi dan tugasnya mencegah serta memberantas korupsi. hak atas rasa aman. dan tepat. Oleh sebab itu. h. dan 30). Program penegakkan hukum dan HAM (PP No. Peningkatan betbagai kegiatan operasional penegakan hukum dan hak asasi manusia . Penguatan upaya-upaya pemberantasan korupsi melalui pelaksanaan Rencana Aksi Nasional Pemberantasan Korupsi 2004-2009. c. penegakkan hukum dan HAM harus dilakukan secara tegas. Batang Tubuh UUD 1945 (Pasal 27. hak wanita. Pancasila sila ke-4. Peningkatan upaya penghormatan persamaan terhadap setiap warga negara di depan hukum melalui keteladanan kepala negara beserta pimpinan lainnya untuk mematuhi/menaati hukum dan hak asasi manusia secara konsisten serta konsekuen. hak memperoleh keadilan. Peningkatan efektivitas dan penguatan lembaga/institusi hukum ataupun lembaga yang fungsi dan tugasnya menegakkan hak asasi manusia. i. e. 26/2000 tentang Pengadilan HAM. g. cepat. b. dan konsisten. hak mengembangkan diri. hak atas kebebasan. Pelaksanaan Rencana Aksi Nasional Hak Asasi Manusia (RANHAM) dari 2004-2009 sebagai gerakan nasional. 39/1999 tentang HAM dan UU No. Peningkatan penegakkan hukum terhadap pemberantasan tindak pidana terorisme dan penyalahgunaan narkotika serta obat berbahaya lainnya. dan hak anak. yaitu Pembukaan UUD 1945 (aline I). hak atas kesejahteraan. HAM di Indonesia menjamin hak untuk hidup. antiterorisme. 7 tahun 2005) meliputi pemberantasan korupsi. Kegiatan-kegiatan pokok penegakkan hukum dan HAM meliputi hal-hal berikut. tidak diskriminatif. UU No. serta dengan biaya yang terjangkau oleh semua lapisan masyarakat. serta pembasmian penyalahgunaan narkotika dan obat berbahaya. d. f.

l. Pembaruan materi hukum yang terkait dengan pemberantasan korupsi. p. Dalam Pembukaan UUD 1945 1. alinea 3 : Menyatakan kemerdekaan 4. Pengembangan sistem manajemen kelembagaan hukum yang transparan. Peningkatan meningkatkan penanganan penyidikan. hakikat asasi (dalam . D. pengedarnya secara maksimal. Menurut Pancasila. dan tindakan hukum terhadap dan penyalahgunaan menghukum para narkotika/obat berbahaya melalui identifikasi serta memutus jaringan peredarannya. sosial budaya dan ekonomi) b. serta meningkatkan berbagai operasi keamanan dan ketertiban. penuntutan. serta pengembangan sistem pengawasan yang transparan dan accountable. Peningkatan pengawasan terhadap lalu lintas orang yang melakukan perjalanan. o. Penyelamatan barang bukit accountability kinerja berupa dokumen/arsip lembaga Negara serta badan pemerintahan untuk mendukung penegakkan hukum dan HAM. m. alinea 1 : Kebebasan untuk merdeka 2. Hak Asasi dalam UUD 1945 a. q.clxvi dalam rangka rnenyelenggarakan ketertiban sosial agar dinamika masyarakat dapat bcrjalan sewajarnya. j. Penjabaran Hak-Hak Asasi Manusia Dalam UUD 1945 Hak-hak asasi manusia sebenarnya tidak dapat dipisahkan dengan pandangan filosofis tentang manusia yang melatarbelakanginya. n. penyelidikan. hukum. Peningkatan koordinasi dan kerja sama yang menjamin efektivitas penegakan hukum dan HAM. Peningkatan fungsi intelejen agar aktivitas terorisme dapat dicegah pada tahap yang sangat dini. alinea 2 : Negara yang adil 3. alinea 4 : Menunjukkan pengakuan dan perlindungan terhadap hak bidang politik. k. baik ke luar maupun masuk ke wilayah Indonesia. Pmbenahan sistem manajemen penanganan perkara yang menjamin akses publik.

Hal ini juga telah ditekankan oleh para petinggi negara misalnya pernyataan Moh. Deklarasi bangsa Indonesia pada prinsipnya termuat dalam naskah Pembukaan UUD 1945. asasi Manusia PBB. kedudukan kodrat sebagai makhluk Tuhan dan Makhluk pribadi. Dalam rentang berdirinya bangsa dan negara Indonesia dalam kenyataannya secara resmi deklarasi. adapun sifat kodratnya sebagai makhluk individu dan makhluk sosial. dan Pembukaan UUD 1945 inilah yang merupakan sumber nomiatif bagi hukum positif Indonesia terutama penjabaran dalam pasal-pasal UUD 1945. melainkan menempatkan manusia dalam hubungannya dengan bangsa (makhluk sosial). Bangsa Indonesia telah lebih dulu dirumuskan dari Deklarasi Universal Hak-hak. hak asasi manusia tidak dapat dipisahkan dengan kewajiban asasi manusia. Hal ini merupakan fakta pada dunia bahwa bangsa bangsa Indonesia sebelum tercapainya pernyataan hak-hak asasi manusia sedunia PBB. Kata-kata berikutnya pada alinea III Pembukaan UUD 1945 adalah sebagai berikut : . tetapi masih perlu ditetapkan beberapa hak dari negara agar jangan sampai timbul negara kekuasaan (Machtsstaal atau negara penindas) (Yamin 1959 : 287-289). Sehingga. 1. Dalam Pembukaan UUD 1945 alinea I dinyatakan bahwa : “Kemerdekaan adalah hak setiap bangsa”. Konsekuensinya dalam realisasinya maka hak asasi manusia memiliki hubungan yang koralatif dengan wajib asasi manusia karena sifat kodrat manusia sebagai individu dan makhluk sosial. adapun Deklarasi PBB pada tahun 1948. Telah mengangkat hakhak asasi manusia dan melindunginya dalam kehidupan negara yang tertuang dalam UUD 1945. Dalam pengertian inilah maka hak-hak asasi manusia tidak dapat dipisahkan dengan hakikat kodrat manusia tersebut. Hatta dalam sidang BPUPKI sebagai berikut : “Walaupun yang dibentuk itu negara kekeluargaan. karena Pembukaan UUD 1945 dan pasalpasalnya diundangkan tanggal 18 Agustus 1945. Dalam pernyataan terkandung pengakuan secara yuridis hak asasi manusia tentang kemerdekaan sebagaimana tercantum dalam : deklarasi Universal Hak-hak Asasi Manusia PBB Pasal.clxvii manusia adalah tersusun alas jiwa dan raga. Dasar filosofis hak asasi manusia tersebut bukanlah kebebasan individualis.

Pernyataan tentang “atas berkat rakhmat Allah Yang Maha Kuasa. Berdasarkan pada tujuan negara sebagaimana terkandung dalam Pembukaan UUD 1945 tersebut..supaya berkehidupan yang kebangsaan bebas.. Demikian pula negara Indonesia juga memiliki ciri. Pemerintahan negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum mencerdaskan kehidupan bangsa.. supaya berkehidupan kebangsaan yang bebas.” mengandung arti bahwa dalam deklarasi bangsa Indonesia terkandung pengakuan manusia yang berketuhanan Yang Maha Esa. tujuan negara. Adapun tujuan negara tersebut adalah sebagai berikut : “.. maka rakyat Indonesia menyatakan dengan ini kemerdekaannya”. Melalui pembukaan UUD 1945 dinyatakan dalam alinea IV bahwa negara Indonesia sebagai suatu persekutuan bersama bertujuan untuk melindungi warganya terutama dalam kaitannya dengan perlindungan hak-hak asasinya.. negara Indonesia menjamin dan melindungi hak-hak asasi manusia para warganya terutama dalam kaitannya dengan kesejahteraan hidupnya baik jasmaniah maupun rokhaniah. maka pengertian bangsa. dan diteruskan dengan kata “.Memajukan kesejahteraan umum. dan mencerdaskan kehidupan bangsa...” Tujuan negara Indonesia sebagai negara hukum yang bersifat formal tersebut mengandung konsekuensi bahwa negara berkewajiban untuk melindungi seluruh warganya dengan suatu undang-undang terutama untuk melindungi hak-hak asasinya demi kesejahteraan hidup bersama.. antara lain berkaitan dengan hak-hak asasi bidang .”.. dalam rumusan tujuan negara “..clxviii “Atas berkat rakhmat Allah Yang Maha Kuasa dan dengan didorongkan oleh keinginan luhur. hukum material. maka negara Indonesia mengakui hak-hak asasi manusia untuk memeluk agama sebagaimana tercantum dalam Deklarasi Universal Hak-hak Asasi Manusia PBB Pasal 18 dan dalam pasal UUD 1945 dijabarkan dalam Pasal 29 terutama ayat (2)...

Pasal 28-C (3) Setiap orang berhak mengembangkan diri melalui pemenuhan kebutuhan dasarnya. sosial. kebudayaan. berhak mendapat pendidikan dan memperoleh manfaat dari ilmu pengetahuan dan teknologi. Pendidikan. (6) Setiap orang berhak untuk bekerja serta mendapat imbalan yang adil dan layak dalam hubungan kerja. memilih pendidikan dan pengajaran. memilih kewarganegaraan. (8) Setiap orang berhak atas status kewarganegaraan. (4) Setiap anak berhak atas kelangsungan hidup. tumbuh dan berkembang serta berhak atas perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi. ekonomi. bangsa. Pasal 28-B (3) Setiap orang berhak membentuk keluarga dan melanjutkan keturunan melalui perkawinan yang sah. memilih tempat tingal di wilayah negara dan meningalkannya serta berhak kembali. dan negaranya. Pasal 28-E (4) Setiap orang bebas memeluk Agama dan beribadat menurut agamanya.clxix politik. (4) Setiap orang berhak untuk memajukan dirinya dalam memperjuangkan secara kolektif untuk membangun masyarakat. (7) Setiap warga negara berhak memperoleh kesempatan yang sama dalam pemerintahan. dan agama. . seni dan budaya demi meningkatkan dan demi kesejahteraan umat manusia. memilih pekerjaan. Rincian hak-hak asasi manusia dalam pasal-pasal UUD 1945 adalah sebagai berikut: BAB XA HAK ASASI MANUSIA Pasal 28-A Setiap orang berhak untuk hidup serta berhak mempertahankan hidup dan kehidupannya. jaminan perlindungan dan kepastian hukum. yang adil serta perlakuan yang sama di hadapan hukum. Pasal 28-D (5) Setiap orang berhak atas pengakuan.

serta berhak atas rasa aman dan perlindungan dari ancaman ketakutan untuk berbuat atau tidak. bebas dan penyiksaan atau perlakuan yang merendahkan derajat martabat manusia dan berhak memperoleh suaka politik dari negara lain. Pasal 28-G (3) Setiap orang berhak atas perlindungan diri pribadi. (4) Setiap orang berhak untuk.clxx (5) Setiap orang berhak atas kebebasan meyakini kepercayaan. Berkumpul dan mengeluarkan pendapat. . hak asasi manusia yang tidak dapat dikurangi dalam keadaan apapun. memiliki. (8) Setiap orang berhak mempunyai milik pribadi dan hak milik tersebut tidak diambil alih secara sewenang-wenang oleh Pasal 28-I (6) Hak untuk hidup. menyimpan. martabat dan harta benda yang di bawah kekuasaannva. (6) Setiap orang berhak mendapat kemudahan dan perlakuan khusus untuk memperoleh kesempatan dan manfaat yang sama guna mencapai persamaan dan keadilan. (7) Setiap orang berhak atas jaminan sosial yang memungkinkan pengembangan dirinya secara utuh sebagai manusia yang bermartabat. bertempat tinggal. hak izin untuk tidak diperbudak. (6) Setiap orang berhak. serta berhak untuk mencari. Pasal 28-H (5) Setiap orang berhak hidup sejahtera lahir dan bathin. mengolah dan menyampaikan informasi dengan menggunakan segala jenis saluran yang tersedia. hak kemerdekaan pikiran. hak untuk diakui sebagai pribadi di hadapan hukum. dan mendapatkan lingkungan hidup yang baik dari sehat serta berhak memperoleh pelayanan kesehatan. atas kebebasan berserikat. Pasal 28-F Setiap orang berhak untuk berkomunikasi dan memperoleh informasi untuk mengembangkan pribadi dan lingkungan sosialnya. hak untuk tidak disiksa. hak beragama.. dan hati nurani. menyatakan pikiran dan sikap sesuai dengan hati nuraninya. kehormatan. dan hak untuk tidak di tuntut atas dasar hukum yang berlaku surut adalah. memperoleh. berbuat sesuatu yang merupakan hak asasi. keluarga.

dan dituangkan dalam peraturan perundang-undangan. (4) Dalam menjalankan hak dan kebebasannya. dijunjung tinggi dan dilindungi oleh negara. terutama pemerintah. tentang Hak Asasi manusia. dan ketertiban umum dalam suatu masyarakat demokratis. pemajuan. (8) Identitas budaya dan hak masyarakat. berbangsa. Antara lain sejak kekuasaan Rezim Soeharto telah dibentuk KOMNAS HAM. Dalam perjalanan sejarah kenegaraan Indonesia pelaksanaan perlindungan terhadap hak-hak asasi manusia di Indonesia mengalami kemajuan. (10)Untuk menegakkan dan melindungi hak asasi manusia sesuai dengan prinsip negara hukum yang demokratis. penegakkan. Dalam proses reformasi dewasa ini terutama akan perlindungan hak-hak asasi manusia semakin kuat bahkan merupakan tema sentral. setiap orang wajib tunduk kepada pembatasan yang ditetapkan dengan undang-undang maksud semata-mata untuk menjamin perlakuan serta penghormatan atas hak dan kebebasan orang lain dan untuk memenuhi tuntutan yang adil sesuai dengan pertimbangan moral. diatur. dalam Konsiderans dan Ketentuan Umum Pasal I dijelaskan. Oleh karena itu jaminan hak-hak asasi manusia sebagaimana terkandung dalam UUD 1945. dan bernegara. menjadi semakin efektif terutama dengan diwujudkannya Undang-Undang Republik Indonesia No. keamanan. dan pemenuhan hak asasi manusia adalah tanggungjawab negara. walaupun pelaksanaannya belum optimal. tradisional dihormati selaras dengan perkembangan zaman dan peradaban. pemerintah dan setiap orang demi kehormatan serta perlindungan harkat dan martabat manusia. hukum. maka pelaksanaan hak asasi manusia dijamin. nilai-nilai agama. Pasal 28-J (3) Setiap orang wajib menghormati hak asasi manusia orang lain dalam tertib kehidupan bermasyarakat. dan merupakan anugerahNya yang wajib dihormati.clxxi (7) Setiap orang berhak bebas dari perlakuan bersifat diskriminatif dasar apapun dan berhak mendapatkan perlindugan terhadap perlakuan yang bersifat diskriminatif itu. bahwa Hak Asasi Manusia adalah seperangkat hak yang melekat pada hakikat dan keberadaban manusia sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa. (9) Perlindungan. 39 tahun 1999. Selain hak asasi juga dalam LJU .

hak atas kebebasan pribadi. pasal 28A sampai dengan pasal 28J. melindungi. hak turut serta dalam pemerintahan. pembatasan terhadap kewenangan pemerintah serta KOMNAS HAM yang merupakan lembaga pelaksana atas perlindungan hak-hak asasi manusia. hak ekonomi diatur dalam Pasal 28 ayat (2). ketentuan yang mengatur tentang jaminan hak-hak asasi manusia dalam Undang-Undang Dasar 1945 hasil amandemen 2002 dikembangkan dan ditambah pasalnya dan lebih rinci. hak memeluk. hak atas kesejahteraan. perlindungan hak asasi. Rincian tersebut antara lain misalnya tentang hak-hak sosial dijamin dalam Pasal 29-B ayat (1). hak memperoleh keadilan. Dalam Undang-Undang Dasar 1945 hasil amandemen 2002. 39 tahun 1999 tersebut terdiri atas 105 pasal yang meliputi macam Hukum asasi. hak atas rasa aman. antara lain kewajiban untuk menghormati hak asasi orang lain. tidak memungkinkan terlaksana dan tegaknya hak asasi manusia. Pasal 28-E ayat (3). yaitu seperangkat kewajiban yang apabila tidak dilaksanakan. 39 tahun 1999 tentang hak-hak asasi manusia tersebut bangsa Indonesia telah masuk pada era baru terutama dalam menegakkan masyarakat yang demokratis yang melindungi hak-hak asasi manusia. hak perlindungan hukum yang sama pada Pasal 28-G ayat (1). dibandingkan dengan Undang-Undang Dasar 1945 sebelum dilakukan amandemen. hak wanita. Selain itu juga diatur kewajiban dan tanggung jawab pemerintah untuk menghormati. Jikalau. serta hak .clxxii No. hak politik diatur dalam Pasal 28-D ayat (3). dan konsekuensinya setiap orang harus tunduk kepada peraturan perundang-undangan yang berlaku. Dengan diundangkannya UU No. menegakkan serta memajukan hak-hak asasi manusia tersebut yang diatur dalam peraturan perundang-undangan dan hukum internasional yang diterima oleh negara Republik Indonesia. telah memberikan jaminan secara eksplisit tentang hak-hak asasi manusia yang tertuang dalam Bab XA. hak mengembangkan diri. meyakini dan beribadah menurut agama yang dianutnya. UU No. hak budaya pada Pasal 28-1 ayat (3). Pasal 28-H ayut (3). (2). dan hak anak. Pasal 28-C ayat (2). terkandung kewajiban dasar manusia. Hak-hak asasi tersebut meliputi. 39 tahun 1999. hak untuk hidup. Demi tegaknya asasi setiap orang maka diatur pula kewajiban dasar manusia. Namun demikian sering dalam pelaksanaannya mengalami kendala yaitu dimana antara penegakkan hukum dengan kebebasan sehingga kalau tidak konsisten maka akan merugikan bangsa Indonesia sendiri. hak berkeluarga dan melanjutkan keturunan.

mengolah. Terlepas dari berbagai macam kelebihan dan kekuranggannya. diatur dalam Undang-undang No. menyampaikan informasi dan berkomunikasi melalui berbagai saluran yang ada.clxxiii memperoleh. bahwa bangsa Indonesia memiliki komitmen atas penegakan hakhak asasi manusia. di pihak lain perbenturan kepentingan antara penegakan hak-hak asasi dengan kepentingan nasional serta rasa nasionalisme sebagai bangsa Indonesia. Konsekuensi pengaturan atas jaminan hak-hak asasi manusia tersebut harus diikuti dengan pelaksanaan. memiliki. atas pelanggaran di Timur-Timur. adalah dengan dilaksanakannya Pengadilan Ad Hocc. Memang pelaksanaan Pengadilan Ad Hoc atas pelanggaran hak-hak asasi manusia di Timur-Timur tersebut penuh dengan kepentingan-kepentingan politik. Di satu pihak pelaksanaan pengadilan Ad Hoc tersebut atas desakan PBB. E. yang taruhannya adalah nasib dan kredibilitas bangsa Indonesia di mata intemasional. 9 tahun 1999. bagi bangsa Indonesia dalam menegakkan hakhak asasi. atas pelanggar hak-hak asasi manusia di Jakarta. Sila Pertama Hak Asasi Kewajiban Asasi = Hak memilih dan mengakui agama dan = Melaksanakan perintah dan larangan Tuhan kepercayaan kepada Tuhan YME YME menurut agama dan kepercayaan masing-masing . serta jaminan hukum yang memadai. Satu kasus yang cukup penting. Dalam kenyataannya mereka-mereka yang dituduh melanggar HAM berat di Tiinur-Timur pada hakikatnya berjuang demi kepentingan bangsa dan negara. bagi suatu kemajuan yang sangat berarti. menyimpan. Hal ini menunjukkan kepada masyarakat Internasional. karena bangsa Indonesia memiliki komitmen yang tinggi atas jaminan serta penegakan hak-hak asasi manusia. Implementasi Hak Asasi Dan Kewajiban Asasi Dalam Sila-Sila Pancasila a. Untuk ketentuan yang lebih rinci atas pelaksanaan dan penegakan hak-hak asasi tersebut.

suku. Sedangkan Perbedaan Kewajiban 1. Kewajiban Perintah (Affirmatif) : yaitu menuntut dilaksanakannya suatu perbuatan . golongan. = Saling membantu. Sila Ketiga Hak Asasi Kewajiban Asasi = Persatuan Indonesia. kelompok atau kepentingan partai dll. maupun non formal demi kepentingan yaitu keadilan yang memberi bersama perimbangan dimana hak milik berfungsi sosial Kewajiban Asasi Manusia Kewajiban adalah keharusan moral untuk mengerjakan atau meninggalkan suatu pekerjaan. dan = Patuh dan taat kepada rambu-rambu hukum untuk rakyat dalam kehidupan demokrasi e. Sila Kelima Hak Asasi = Kewajiban Asasi Keadilan Sosial barujud hendak = Melakukan kontrol sosial kepada para melaksanakan kesejahteraan umum pembimbing negara baik yang formal bagi seluruh anggota masyarakat.clxxiv b. Sila Keempat Hak Asasi = Kewajiban Asasi Negara RI dibentuk dari. dalam arti adanya keseimbangan dengan tidak mengutamakan yang satu dan mengabaikan yang lainnya. oleh. d. agama. pribadi golongan. atas kepentingan suku. Berarti persatuan antar suku. Sila Kedua Hak Asasi Kewajiban Asasi = Manusia sebagai mahluk individu. artinya sikap = Mengutamakan kepentingan umum atau mengutamakan kepentingan bangsa di bersama daripada kepentingan golongan. saling menolong dan memiliki hak asasi yang dapat bekerjasama dengan sesama manusia dinikmati dan dipertahankan terhadap godaan dari segala arah c. partai itu memiliki kedudukan dan kesempatan yang sama di Indonesia.

berarti peralihan dari tertib . terutama dari berbagai upaya pemaksaan kehendak atau bentuk kekerasan yang dilakukan oleh organ/struktur yang berkuasa. Penelusuruan terhadap pengakuan hak-hak asasi manusia dalam konstitusi akan menjadi tema penting dilihat sebagai bagian dari kajian sistem ketatanegaraan yang ada. Artinya. “It is the system approach that makes it possible to visualize more clearly the whole of law as a complex series or relationship between branches of law and legal institutions. the interaction and interrelation of the separate parts of elements. pendekatan sistem dalam bidang hukum memperhatikan pula bagaimana organ/struktur negara yang memiliki lembagalembaga (pembentuk. Kewajiban dalam Pasal-Pasal UUD 1945 • Wajib membayar pajak (23) • Wajib menghormati orang lain yang berbeda agama. penegak) hukum bekerja untuk melindungi dan memenuhi hak-hak dalam ruang kehidupan warga negaranya. sebagaimana dikatakan oleh Victor M.clxxv 2. The system approach also makes it possible to reveal more clearly such important features of law as a unity and differentiation. jika saatnya diperlukan secara fisik dan mental ideologik (30) F. Tschchikvadse dan Samuel L. considered as a whole in comparison with one of its branches or with a simple aggregate of branches. Sarana Perlindungan Hak Asasi Manusia Salah satu pemahaman (dari banyak varian konsep) terhadap penyejahteraan warga negaranya dalam konsep tanggung jawab negara adalah upaya perlindungan hukum bagi warganya sendiri. dan pergantian UUD dalam suatu negara. hukum sebagai sarana dan sistem perlindungan bagi rakyat yang efektif. The system approach helps to reveal the special quality of law.”30 Ini berarti. Kewajiban larangan (Negatif) : menuntut ditinggalkannya perbuatan/tindakan. toleransi dan kerukunan beragama (29) • Wajib menghormati orang lain • Wajib bela negara. Pendekatan sistem dalam bidang hukum. Karena pengalaman bangsa Indonesia yang berulang kali mengalami pergantian dan perubahan UUD. Zivs.

yang menyatakan “tindak pemerintahan” sebagai titik sentral. yaitu pengadilan umum (biasa) dan pengadilan administrasi. Lembaga peradilan yang menangani persoalan hak-hak asasi manusia. adalah pendapat Hadjon. yang tentunya (atau seharusnya) menuju ke arah yang lebih sempurna dibandingkan sebelumnya. dan khusus hanya menangani persoalan pelanggaran HAM berat (kejahatan genosida dan kejahatan terhadap . Pada perlindungan hukum yang preventif. kita mengenal adanya lembaga-lembaga yang menjadi sarana perlindungan hak-hak masyarakat. sedangkan negaranegara dengan “common law system”. Lembaga-lembaga yang memiliki kewajiban dalam memberikan sarana perlindungan hukum bisa dilakukan oleh lembaga peradilan (judicial system) dan lembaga non-peradilan (non-judicial system). negara-negara dengan “civil law system” mengakui adanya dua set pengadilan. khususnya yang diberlakukan dalam sistem hukum di Indonesia. dibedakan dua macam perlindungan hukum bagi rakyat: perlindungan hukum yang preventif dan perlindungan yang represif. Di samping kedua sistem tersebut.31 Sedangkan untuk perlindungan hukum yang represif adalah berdasarkan penyelesaian suatu sengketa.clxxvi ketatanegaraan yang lama ke tertib ketatanegaraan yang baru. Pengadilan HAM merupakan pengadilan khusus yang berada di lingkungan peradilan umum. khususnya terhadap pelanggaran HAM berat dilakukan oleh Pengadilan HAM. Misalnya. negara-negara Skandinavia telah mengembangkan sendiri suatu lembaga perlindungan hukum bagi rakyat yang dikenal dengan nama “Ombudsman”. kepada rakyat diberikan kesempatan untuk mengajukan keberatan (inspraak) atau pendapatnya sebelum suatu keputusan pemerintah mendapat bentuk yang definitif. dimana terdapat keragaman dalam berbagai sistem hukum di dunia ini. yang sifatnya mencegah sengketa. Dan ini pulalah yang menjelaskan situasi pendekatan hukumnya pemerintah dalam hak asasi manusia.32 Dalam konteks hak-hak asasi manusia. Membicarakan pendekatan hukum. sebagai sarana perlindungan hukum bagi rakyat. hanya mengenal satu set pengadilan. Adanya perlindungan hukum yang preventif tentunya akan mendorong pemerintah untuk bersikap lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan yang didasarkan pada diskresi. yaitu “ordinary court”.

Meskipun demikian. G.clxxvii kemanusiaan). Bahkan bilamana diperlukan sarana-sarana tersebut membuka terhadap kerjasama internasional untuk mendukung upaya perlindungan hak-hak asasi manusia. Setiap . Dalam perspektif perlindungan publik atas kebijakan atau keputusan administratif pemerintah. Ketiga lembaga peradilan tersebut merupakan sarana perlindungan hak-hak asasi manusia yang dikenal dalam konteks sistem ketatanegaraan di Indonesia. Sedangkan lembaga non-peradilan yang dibentuk pemerintah untuk melakukan upaya perlindungan dan pemenuhan hak-hak asasi manusia. Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas Anak). pandangan terhadap sarana-sarana perlindungan hak asasi manusia tidak bisa dikerdilkan hanya pada lembaga peradilan dan lembaga non-peradilan yang disebutkan di atas. Mekanisme Penyelesaian Pelanggaran Hak Asasi Manusia Setiap permasalahan semestinya harus ada mekanisme penyelesaian yang disiapkan sebagai satu kebijakan. dan Komisi Ombudsman Nasional.33 Sedangkan persoalan hak-hak asasi manusia lainnya. di luar pelanggaran HAM berat. dan menjadi tanggung jawab seluruh jajaran pemerintahan mulai dari Presiden hingga unit pemerintahan terkecil di bawah tanpa terkecuali. antara lain Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM). termasuk institusi kepolisian dan TNI. Sehingga tidak dimungkinkan lagi adanya sektoralisme penyelesaian masalah-masalah penegakan hak asasi manusia. koordinatif dan strategis. maka perlindungan hak asasi manusia bisa diselesaikan melalui Pengadilan Tata Usaha Negara. Komisi Nasional Anti Kekerasan Terhadap Perempuan (Komnas Perempuan). Demikian pula halnya dengan masalah pelanggaran HAM. tetapi haruslah lintas departemen. sehingga permasalahan pelanggaran HAM akan dapat tercegah dan diselesaikan secara komprehensif. Kelembagaan non-peradilan yang juga terkait langsung dengan upaya perlindungan hak asasi manusia secara koordinatif membangun komunikasinya dengan lembaga atau departemen pemerintah lainnya. dikategorikan sebagai tindak kriminal maka akan diselesaikan melalui proses peradilan umum.

Pemeriksaan pelanggaran HAM dilakukan secara tertutup. Sedangkan untuk pengadilan pelanggaran HAM yang berat dibentuk pengadilan HAM di lingkungan peradilan Umum. Penyelesaian melalui cara konsultasi 3. Komnas HAM berfungsi mediasi yang bertugas dan berwenang melakukan : 1. Dalam hal pengaduan dilakukan oleh pihak lain.clxxviii orang dan atau kelompok orang yang memiliki alasan kuat bahwa hak azasinya telah dilanggar dapat mengajukan laporan dan pengaduan lisan atau tertulis pada Komnas HAM. Komnas HAM dapat meminta bantuan Ketua Pengadilan untuk memenuhi panggilan secara paksa sesuai ketentuan peraturan perundangundangan. kecuali ditentukan lain oleh Komnas HAM. maka pengaduan harus disertai dengan persetujuan dari pihak yang hak asazinyna dilanggar sebagai korban. 2. 3. Pemberian saran kepada para pihak untuk menyelesaikan sengketa melalui pengadilan 4. 4. saksi dan atau pihak lainnya yang terkait wajib memenuhi permintaan/panggilan Komnas HAM. Apabila seseorang yang dipanggil tidak datang atau menolak memberikan keterangan. . Pemeriksaan atas pengaduan kepada Komnas HAM tidak dilakukan atau dihentikan apabila : 1. Pengaduan hanya akan mendapat pelayanan apabila disertai dengan identitas pengadu yang benar dan keterangan atau bukti awal yang jelas tentang materi yang diadukan. Pihak pengadu. Tidak memiliki bukti awal yang memadai Materi pengaduan bukan masalah pelanggaran HAM Pengajuan diadukan dengan itikad buruk atau ternyata tidak ada kesungguhan dari pengadu. 5. Terdapat upaya hokum lebih efektif bagi penyelesaian materi pengaduan Sedang berlansung penyelesaian melalui upaya hokum yang tersedia sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Penyampaian rekomendasi pelanggaran HAM kepada Pemerintah atau DPR untuk ditindaklanjuti. korban. Perdamaian kedua belah pihak 2. kecuali untuk pelanggaran HAM tertetu berdasarkan kepentingan Komnas HAM.

hak kebebasan dan hak kesamaan. Hak untuk berserikat dan berkumpul Hak untuk memeluk agama dan beribadah Hak untuk ikut bela negara. Dalam pasal-pasal batang tubuh undang-undang dasar 1945 : Segala warga negara bersamaan kedudukannya dalam hukum dan pemerintahan Tiap-tiap warga negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan. Jelaskan secara singkat sejarah HAM di dunia 4. Jelaskan pengertian Hak Asazi Manusia 2. hukum. Jelaskan prinsip-prinsip Hak asazi manusia 3. yaitu hak hidup. dan alinia 4 : menunjukkan pengakuan dan perlindungan terhadap hak asasi ( dalam bidang politik. alinia ke 2 : negara yang adil. SOAL LATIHAN Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini : 1. Hak yang melekat pada martabat manusia sebagai insane ciptaan Tuhan Yang Maha Esa. sosial. Dalam UUD 1945 hak-hak asasi manusia terdapat dalam pembukaan UUD 1945 pada alinea pertama : kebebasan untuk merdeka.clxxix PENUTUP Hak asasi adalah hak-hak dasar atau pokok yang dibawa manusia sejak lahir sebagai anugerah Tuhan Yang Maha Esa. alinia 3 : menyatakan kemerdekaan. budaya dan ekonomi ). Hak mendapatkan pendidikan dan pengajaran Pemerintah mengajukan kebudayaan nasional. Jelaskan implementasi HAM di Indonesia dan mekanisme pemecahan masalah pelanggaran HAM .

Panduan Kuliah Pendidikan Pancasila untuk Perguruan Tinggi. Pembagian Kekuasaan Negara. Pen. Gramedia Pustaka Utama.H. Seko ABRI.Makassar. Jambatan. JCT. -----------------. Pen. Purnomo. Kajian tentang UUD’ Negara R. 1970. Syarbani. 1993. 2002. 2003. Pen. Pen. Jakarta: Ghalia Indonesia. Jakarta. Pendidikan Pancasila.Pendidikan Pancasila Perguruan Tinggi. Jakarta. Universitas Hasanuddin. Jakarta : Prenada Media Indonesia. 1973.Si. 1968. Gunawan. Departemen Penerangan R. Simorangkir. Pendidikan Kewarganegaraan. 1973. Jakarta : Dikti Soemarsono. Jakarta. A T. (hasil Amandemen disahkan tanggal 16 Agustus 2002) (Anallsis Filosofis & Yuridis). Kaelan.I.Pendidikan Pancasila Bunga Rampai . Pradnya Paramitha. Pen.Si. M. Bursa Buku FH-UI. 1982. Setiadi. 12-23 Desember 2005. S. Gramedia Pustaka Utama: Jakarta. Bandung.. Bandung: Fokus Media. Makalah yang disampaikan dalam kursus calon dosen Kewarganegaraan angkata I. Tim Dosen Pancasila Unhas. azyumardi. Dan H. Pen.Makassar. Pen. Jakarta. Demokrasi Hak Asasi Manusia Masyarakat Madani. . Syahrial. UUD 1945 dan Amandemennya. Hak Asasi Manusia.I. M. Pengimplementasian UUD’45. Hak-hak Asasi Manusia Berdasarkan Idiologi Pancasila. Dirjen Dikti Depdiknas. M. Yogyakarta. 2002. S. Jakarta. 2005.STIMIK DIPANEGARA . Dra. Hak-hak dan Kewajiban Warga Negara. Kansil. R. Pen. Soemiarno. CST. -----------------Sistem Pemerintahan Indonesia. 1962. 2003. Yogyakarta. Jakarta.Jakarta. Hutauruk. II. Yogyakarta. Mansyur. 2005. 2005. 2002. Drs. Elly M. S.2003 Tim Dosen Pancasila Unhas. Kanisius. Soegito. Hak dan Kewajiban Warga Negara (makalah suscados PKn desember 2005 di Jakarta). III) Pen. Pancasila dan UUD'45 (I. Pendidikan Pancasila Di Perguruan Tinggi Edisi Revisi.2004 Azra. Paramitha Pradnya. Erlangga.clxxx BAHAN BACAAN Ismail Sunny. Pradnya Paramitha. Tentang dan Sekitar UUD’45. Pen.

PKn sendiri merupakan desain baru kurikulum inti di PTU yang menunjang pencapaian Visi Indonesia 2020 ( Tap. pelaksanaan kaidah-kaidah hukum yang berlaku di suatu negara merupakan suatu premis bahwa kaidah-kaidah yang dilaksanakan itu merupakan hukum yang adil. serta merupakan elemen dalam kelompok Mata-kuliah Pengembangan Kepribadian (MPK). Rule of law merupakan konsep tentang common law tempat segenap lapisan masyarakat dan negara beserta seluruh kelembagaannya menjunjung tinggi supremasi hukum yang dibangun atas prinsip keadilan dan egalitarian. maupun dari pemerintah? Oleh karena itu. artinya kaidah hukum yang menjamin perlakuan yang adil bagi masyarakat. serta menggeser negara kerajaan dan memunculkan negara konstitusi di mana doktrin rule of law ini lahir. maka dipandang perlu memasukkan materi instruksional rule of law sebagai salah satu materi di dalam mata kuliah Pendidikan Kewarganegaraan (PKn). Konsep ini lahir untuk mengambil alih dominasi yang dimiliki kaum gereja. Rule of law adalah rule by the law dan bukan rule by man. MPR No. ningrat. Materi ini merupakan salah satu bentuk penjabaran UU No. dan kerajaan. apakah rakyatnya benar-benar menikmati keadilan. serta sebagai reaksi terhadap negara absolut yang berkembang sebelumnya. VII/MPR/2001) dan Visi Pendidikan Tinggi 2010 ( HELTS 2003-2010-DGHE ). dalam arti perlakuan yang adil.clxxxi BAB IX RULE OF LAW PENDAHULUAN A. Untuk membangun kesadaran di masyarakat tentang pentingnya rule by the law. not rule by the man. Ada tidaknya rule of law dalam suatu negara ditentukan oleh ”kenyataan”. Latar Belakang Rule of law adalah suatu doktrin hukum yang mulai muncul pada abad ke 19. Doktrin tersebut lahir sejalan dengan tumbuh suburnya demokrasi dan meningkatnya peran parlemen dalam penyelenggaraan negara. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional yang tidak lagi menyinggung . bersamaan dengan kelahiran negara konstitusi dan demokrasi. baik sesama warganegara.

Prinsip-prinsip Rule of Law Secara Formal di Indonesia. mampu menjadi katalis bagi proses penciptaan kondisi lingkungan yang kondusif untuk tumbuh-suburnya kesadaran akan rule of law. 5. serta 6. Pengertian dan Lingkup Rule of law.clxxxii masalah Pendidikan Pendahuluan Bela Negara (PPBN) atau di perguruan Tinggi disebut Pendidikan Kewiraan. Prinsip-Prinsip Rule of Law Secara Hakiki dalam Penyelenggaraan Pemerintahan di Indonesia. bersikap rasional dan dinamis. dan bernegara. Ruang Lingkup Bahan pembelajaran ini akan membahas : 1. C. serta ditiadakannya Pendidikan Pancasila sebagai mata kuliah tersendiri dari kurikulum Perguruan Tinggi. serta berpandangan luas sebagai manusia intelektual yang memiliki kesadaran tentang pentingnya rule of law dalam konteks kehidupan bermasyarakat. berbangsa. Isu-Isu Rule of Law. Dengan kompetensi tersebut. . 4. 3. Strategi Pelaksanaan Rule of Law. B. peserta didik diharapkan : peka terhadap permasalahan pelaksanaan rule of law yang ada di lingkungannya. Sasaran Pembelajaran Modul Bertujuan mengantarkan peserta didik agar dapat berpikir. Latar Belakang Rule of Law 2.

misalnya negara. tidak memihak. berdaulat. yang merdeka.. bersatu. antara lain (1) Masih relevankah rule of law di Indonesia ? (2) Bagaimana seharusnya rule of law itu dilaksanakan? (3) Sejauh mana komitmen pemerintah untuk melaksanakan prinsip-prinsip rule of law ? (4) Apa yang harus dilakukan agar rule of law dapat berjalan efektif ? C.. b.untuk memajukam “kesejahteraan umum”.clxxxiii URAIAN BAHAN PEMBELAJARAN A. c. Pengertian dan Lingkup Rule of Law Berdasarkan pengertiannya. Secara formal. Sementara itu. B. “adil” dan makmur. Rule of law merupakan suatu legalisme sehingga mengandung gagasan bahwa keadilan dapat dilayani melalui pembuatan sistem peraturan dan prosedur yang bersifat objektif.kemerdekaan Indonesia. rule of law diartikan sebagai kekuasaan umum yang terorganisasi (organized public power). Rule of law terkait erat dengan keadilan sehingga rule of law harus menjamin keadilan yang dirasakan oleh masyarakat. Friedman (1959) membedakan rule of law menjadi 2 (dua). .… dan “keadilan sosial”.… karena tidak sesuai dengan peri kemanusiaan dan “peri keadilan”.. Isu-Isu Rule of Law Hal-hal yang sering mengemuka dalam kaitannya dengan rule of law. bahwa kemerdekaan itu adalah hak segala bangsa. tidak personal. . secara hakiki. Prinsip-Prinsip Rule of Law Secara Formal di Indonesia Di Indonesia. rule of law terkait dengan penegakan rule of law karena menyangkut ukuran hukum yang baik dan buruk (just and unjust law). dan otonom. prinsip-prinsip rule of law secara formal tertera dalam pembukaan UUD 1945 yang menyatakan : a. yaitu pengertian secara formal ( in the formal sense) dan pengertian secara hakiki/materiil (ideological sence). .

d. Penjabaran prinsip-prinsip Rule of Law secara formal termuat di dalam pasal-pasal UUD 1945. antara lain bahwa setiap orang berhak atas pengakuan. terutama keadilan sosial. Negara Indonesia adalah negara hukum (Pasal 1 Ayat [3]). … serta dengan mewujudkan suatu “keadilan sosial” bagi seluruh rakyat Indonesia. yaitu : a. serta f. c. juga “keadilan sosial” sehingga Pembukaan UUD 1945 bersifat tetap dan instruktif bagi penyelenggaraan negara. inti dari rule of law adalah jaminan adanya keadilan bagi masyarakat.disusunlah kemerdekaan kebangsaan Indonesia itu dalam suatu “Undang-Undang Dasar Negara Indonesia”. . jaminan. yang berkaitan dengan jaminan atas rasa keadilan terutama keadilan sosial. memuat 10 pasal. b. Prinsip-prinsip di atas merupakan dasar hukum pengambilan kebijakan bagi penyelengaraan negara/pemerintahan. Setiap orang berhak untuk bekerja serta mendapat imbalan dan perlakuan yang adil dan layak dalam hubungan kerja ( Pasal 28 D Ayat [2]). Segala warga negara bersamaan kedudukannya di dalam hukum dan pemerintahan.clxxxiv d. Dengan demikian. baik di tingkat pusat maupun daerah. serta perlakuan yang sama di hadapan hukum ( Pasal 28 D Ayat [1]). Dalam Bab X A tentang Hak Asasi Manusia. serta wajib menjunjung hukum dan pemerintahan itu dengan tidak ada kecualinya (Pasal 27 Ayat [1]). . Kekuasaan kehakiman merupakan kekuasaan yang merdeka untuk menyelenggarakan peradilan guna menegakkan hukum dan keadilan (Pasal 24 Ayat [1]). Prinsip-prinsip tersebut pada hakikatnya merupakan jaminan secara formal terhadap “rasa keadilan” bagi rakyat Indonesia. perlindungan dan kepastian hukum yang adil. serta e. e.. “… kemanusiaan yang adil dan beradab”.

dan negara. yang dengan demikian memuat nilainilai tertentu yang memiliki struktur sosiologisnya sendiri. Strategi Pelaksanaan (Pengembangan) Rule of Law. terutama dalam hal penegakan hukum dan implementasi prinsip-prinsip rule of law. Hal ini didukung oleh kenyataan budayanya yang khas pula. dan otonom. peraturan perundang-undangan yang terkait dengan rule of law telah banyak dihasilkan di Indonesia.clxxxv D. Rule of law juga merupakan gagasan tentang hubungan antarmanusia. keberhasilan “ the bahwa rule of law enforcement of the rules of law” bergantung pada kepribadian nasional setiap bangsa merupakan institusi sosial yang memiliki struktur sosiologis yang khas dan mempunyai akar E. menunjukkan bahwa (Sunarjati Hartono: 1982). Prinsip-Prinsip Rule of law Secara Hakiki dalam Penyelenggaraan Pemerintahan Prinsip-Prinsip Rule of Law secara hakiki (materiil) sangat erat kaitannya dengan “the enforcement of the rules of law” dalam penyelenggaraan pemerintahan. . maka : 1) Keberhasilan “ the enforcement of the rules of law” harus didasarkan pada corak masyarakat hukum yang bersangkutan dan kepribadian nasional masing-masing bangsa. Berdasarkan pengalaman berbagai negara dan hasil kajian. Legalisme tersebut mengandung gagasan bahwa keadilan dapat dilayani melalui pembuatan sistem peraturan dan prosedur yang sengaja bersifat objektif. tidak personal. suatu aliran pemikiran hukum yang didalamnya terkandung wawasan sosial. 2) Rule of law yang merupakan institusi sosial harus didasarkan pada akar budaya yang tumbuh dan berkembang pada bangsa. masyarakat. Agar pelaksanaan (pengembangan) rule of law berjalan efektif sesuai dengan yang diharapkan. Secara kuantitatif. tetapi implementasinya belum mencapai hasil yang optimal sehingga rasa keadilan sebagai perwujudan pelaksanaan rule of law belum dirasakan oleh sebagian besar masyarakat. Rule of law ini juga merupakan legalisme. tidak memihak.

bukan sebaliknya. harus dapat ditegakkan secara adil. Untuk mewujudkan hal tersebut. perlu dikembangkan hukum progresif (Satjipto Rahadjo : 2004). hukum bukan merupakan institusi yang absolut dan final. masyarakat dan negara. gagasan tentang hubungan antarmanusia. yang memihak hanya pada keadilan itu sendiri. juga hanya memihak pada keadilan. Artinya. atau “back to law and order”. Hukum progresif memuat kandungan moral yang sangat kuat. “rule of moral” atau ‘rule of justice” yang bersifat “ke-Indonesia-an” yang lebih mengedepankan “olah hati nurani” dari pada ‘olah otak”atau . pikiran. bukan sebagai alat politik yang memihak pada kekuasaan. seperti yang selama ini terjadi. Hukum progresif menolak keadaan status quo. law in the making). hukum tidak dijadikan sebagai teknologi yang tidak bernurani.clxxxvi 3) Rule of law sebagai suatu legalisme yang memuat wawasan sosial. Asumsi dasar hukum progresif bahwa “hukum adalah untuk manusia”. Arah dan watak hukum yang dibangun harus berada dalam hubungan yang sinergis dengan kekayaan yang dimiliki bangsa Indonesia. kembali pada orde hukum dan ketaatan dalam konteks Indonesia. Hukum progresif peka terhadap perubahan-perubahan dan terpanggil untuk tampil melindungi rakyat menuju hokum yang ideal. tetapi sebagai suatu institusi yang bermoral. asas serta aksi-aksi karena ”hukum untuk manusia”. Hukum progresif merupakan gagasan yang ingin mencari cara untuk mengatasi keterpurukan hukum di Indonesia secara lebih bermakna. ia bebas untuk mencari format. bangsa Indonesia harus berani mengangkat “Pancasila” sebagai alternatif dalam membangun “negara berdasarkan hukum” versi Indonesia sehingga dapat menjadi lebih mengedepankan komitmen moral. yaitu berdimensi kemanusiaan. hukum selalu berada dalam proses untuk terus-menerus ‘menjadi’(law as process. Dalam konteks ini.

clxxxvii PENUTUP Rule Of Law adalah suatu doktrin hokum yang muncul pada abad ke-19. Materi kursus Calon Dosen Kewarganegaraan. Jelaskan prinsif rule of law secara formal di Indonesia 3. Undang-Undang dasar Negara republic Indonesia Tahun 1945. 2005. Rule Of Law mengandung asas “dignity of man “ yang harus dilindungi dari tindakan sewenang-wenang Pemerintah / penguasa. Jelaskan strategi pelaksanaan rule of law 4. MPR RI. H. Negara dapat dipersalahkan jika pelaksanaanya terjadi pelanggaran hukum. dimana rakyat bisa memperoleh kepastian hukum. Rule Of Law merupakan konsep tentang Common Law. Departemen Pendidikan Nasional: Jakarta.T. rasa keadilan. “inti dari Rule of Law adalah terciptanya tatanan keadilan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Jelaskan tujuan dari implementasi rule of law BAHAN BACAAN Sugito. Jakarta. rasa aman. Jelaskan pengertian rule of law dan sejarahnya 2. bersamaan dengan kelahiran negara konstitusi dan demokrasi. . Tempat segenap lapisan masyarakat dan negara beserta seluruh kebanggaannya menjungjung tinggi supremasi hukum yang dibangun atas prinsip keadilan dan egalitarian. dan dijamin hak-hak asasinya SOAL LATIHAN Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini : 1. 12-23 Desember 2005. Negara bukanlah institusi kebal hukum. Pelaksanaan kaidah-kaidah hukum yang berlaku disuatu negara merupakan merupakan hukum yang adil. Sekretariat Jenderal MPR RI: Jakarta. artinya kaidah hukum yang menjamin perlakuan adil bagi masyarakat.A. 2005. Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi. Rule of Low.

bahkan Negara memberikan pembinaan. dan sejarah. bangsa Inndonesia adalah sekeompok manusia yang mempunyai kepentingan yang sama dan menyatakan dirinya sebagai satu bangsa serta berproses dalam satu wilayah Nusantara/Indonesia. Depdikbud. Hak dan kewajiban warga negara merupakan hubungan fungsional antara negara dengan warga negara. 4. Kewajiban Warga Negara. Asas kewarganegaraan. serta berpemerintahan sendiri. 3. 2. Ruang Lingkup Bahan pembelajaran ini akan membahas : 1. 6. B. 89). Dengan demikian. hlm. Penduduk dan warga Negara. Pengertian bangsa dan Negara. Kewajiban Negara dan Pemerintah. Negara merupakan wadah yang memungkinkan seseorang dapat mengembangkan bakat dan potensinya. 7. Latar Belakang Bangsa adalah orang-orang yang memiliki kesamaan asal keturunan. adat.clxxxviii BAB X HAK DAN KEWAJIBAN WARGA NEGARA PENDAHULUAN A. Problem status kewarganegaraan. . Hak Warga Negara 5. Negara dapat memungkinkan rakyatnya maju berkembang serta mengekspresikan daya cipta atau kreativiatas sebebasnya. Bangsa adalah kumpulan manusia yang biasanya terikat karena satu kesatuan bahasa dan wilayah tertentu di muka bumi (Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi Kedua.

12. Problem status kewarganegaraan.clxxxix C. Kewajiban Warga Negara. Hak Warga Negara 13. Asas kewarganegaraan. 11. Pendudud dan warga Negara. . Sasaran Pembelajaran Setelah proses pembelajaran. Kewajiban Negara dan Pemerintah. mahasiswa diharapkan mampu menganalisis dan mengidentifikasi Hak dan Kewajiban warga Negara Melalui pembelajaran ini mahasiswa diharapkan dapat menjelaskan : 8. Pengertian bangsa dan Negara. 14. 10. 9.

yaitu: . dan kebijakan dalam mencapai tujuan. Dengan demikian. Depdikbud. serta udara di atasnya. yaitu semua orang yang berdomisili dan mengatakan dirinya ngin bersatu. Negara merupakan wadah yang memungkinkan seseorang dapatmengembangkan bakat dan potensinya. laut. yaitu organisasi uutama yang menyelenggarakan kekuasaan. c. bahkan Negara memberikan pembinan. serta Negara memperoleh pengakuan dunia internasioanal. Pengertian Bangsa dan Negara Bangsa adaah orang-orang yang memiliki kesamaan asal keturunan. b. yaitu batas territorial yang jelas atas darat. fungsifungsi. b. d. Negara memiliki sifat yang membedakannya dengan organisasi lain. Bangsa adalah kumpulan manusia yang biasanya terikat karena satu kesatuan bahasa dan wilayah tertentu di muka bumi (Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi Kedua. sifat tersebut adalah: a. a. 89). Sifat memaksa Sifat monopoli. Negara dapaat memungkinkan rakyatnya maju berkembang serta mengekspresikan daya cipta atau kreativiatas sebebasnya. Kedaulatan. dan sejarah. setiap Negara mempunyai 4 fungsi utama bagi bangsanya. yaitu supremasi wewenang secara merdeka dan bebas dari dominasi Negara lain. dan Sifat totalitas. Secara umum. Banyak para ahli memberikan defenisi tentang Negara. Wilayah. serta berpemerintahan sendiri. Pemerintah. adat. hlm. Penduduk. tetapi syarat dan pengertiannya mencakup elemen berikut. c. bangsa Inndonesia adalah seeompok manusia yang memepunyai kepentingan yang sama dan menyatakan dirinya sebagai satu bangsaserta berproses dalam satu wilayah: Nusantara/Indonesia.cxc URAIAN BAHAN PEMBELAJARAN A.

Fungsi pertahanan dan keamanan. Sumber daya manusia.cxci a. e. Adapun warga Negara menurut Pasal 26 Ayat (1) ialah orang-orang bangsa Indonesia asli dan orang-orang . kesuburan. Fungsi kesejahteraan dan kemakmuran. berupa kepribadian dan kepemimpinan. tingkat pendidikan warga. b. Fungsi pengaturan dan ketertiban. berupa andungan mineral. Sumber daya alam. yaitu jumlah penduduk. 1. Kapasitas pertanian dan industry. usaha warga Negara dalam bidang pertanian. Kekuatan militer dan mobilitasnya. serta Fungsi keadilan menurut hak dan kewajiban. dan situasi Negara tetangga. yaitu tingkat budaya. efisiensi birokrasi. c. dukungan intenasional. yaitu segala factor yang mendukung kedaulatan Negara. a. Elemen kekuatan yang tidak nyata (tidak berwujud). nilai budaya masyarakat. persatuan bangsa. d. f. reputasi bangsa (nasionalisme) an sebagainya. Bagaimana fungsi-fungsi Negara itu terlaksana. d. dan perdagangan. sangat bergantung pada partsipasi politik semua warga Negara dan mobilisasi sumber daya kekuatan Negara. yaitu mencakup luas wilayah Negara (darat dan laut). serta kekayaan lat dan hutan. dan kondisi kesehatan masyarakat. industry. yaitu kondisi alam material buminya. letak geografis. b. Penduduk dan warga Negara Penduduk Indonesia menurut pasal 26 Ayat (2) UUD1945 ialah warga Negara Indonesia dan orang asing yang bertempat tingal di Indonesia. Teritorial negeri. Adapun elemen kekuatan Negara tercermin dalam hal-hal berikut. yaitu kapasitas power (kekuatan) yang dimiliki militer dalam hal mewujudkan kekuasaan dari pemerintah demi tecapainya tujuan Negara. c.

seorang menjadi anggota atau warga suatu Negara haruslah ditentukan oleh Undang-Undang yang dibuat oleh Negara tersebut. 62/1958 tentang Kewarganegaraan Indonesia. Oleh sebab itu. a. B. Sebelum Negara menentukan siapa-siapa yang menjadi warga negara. Sementara itu. yaitu orang orang asing yang tinggal sementara dalam suatu negara sesuai dengan visa yang diberikan oleh negara (kantor imigrasi) yang bersangkutan. yaitu : a. sebagai suatu anggapan bahwa seseorang lahir di suatu wilayah negara. Penduduk. Pernyataan ini mengandung bahwa orang-orang yang tinggal dalam wilayah Negara dapat diklasifikasikan sebagai berikut.cxcii bansa lalin yang disahkan dengan Undang-Undang sebagai warga Negara. menurut Undang-Undang No. Asas Kewarganegaraan Setiap negara mempunyai kebebasan dan kewenangan untuk menentukan asas kewarganegaraan. Pada awalnya asas kewarganegaraan hanyalah ius soli saja. yang dapat dibedakan warga negara dengan warga negara asing (WNA). dalam asas kewarganegaraan dikenal dua pedoman. Warga Negara dari suatu Negara berarti anggota dari Negara itu yang merupakan pendukung dan penanggung jawab terhadap kemajuan dan kemunduran suatu Negara. memilih tempat tinggal di wilayah Negara dan meninggalkannya. dinyatakan bahwa Warga Negara Inonesia adalah orang yang berdasarkan perundangundangan yang berlaku sejak proklamasi 17 Agustus 1945 sudah menjadi warga Negara Republik Inonesia. Asas Kelahiran (Ius Soli) Asas Kelahiran (ius soli) adalah penentuan status kewarganegaraan berdasarkan tempat atau daerah kelahiran seseorang. maka . ialah yang memiliki domisili atau tempat tinggal tetap di wilayah negara itu. terlebih dahulu Negara harus mengakui bahwa setiap orang harus memiliki kewarganegaraan. serta berhak kembali sebagaimana dinyatakan oeh Pasal 28 E Ayat (1) UUD 1945. misalnya turis. b. Bukan Penduduk.

Dengan demikian. Akan tetapi. yaitu seseorang yang tidak mau diwarganegarakan oleh negara atau tidak mau diberi status warga negara suatu negara. dengan tingginya mobilitas mausia akan diperlukan asas lain yang tidak hanya berpatokan pada kelahiran sebagai realitas. yaitu paradigma suami isteri atau ikatan keluarga merupakan inti masyarakat yang mendambakan suasana sejahtera. seseorang yang lahir dari orang tua yang memiliki kewarganegaraan suatu negara. Yang memiliki asas kesatuan hukum. b. Asas ini menghindari penyelundupan hukum. Jika asas ius soli ini tetap dipertahankan. asas perkawinan mengandung asas persamaan derajat. orang tua yang memiliki status kewarganegaraan yang berbeda akan menjadi bermasalah jika orang tua tersebut melahirkan ditempat salah satu orang tuanya (misalnya ditempat ibunya). yaitu warga negara Indonesia. Asas Perkawinan Status kewarganegaraan dapat dilihat dari sisi perkawinan. dia menceraikan isterinya. lalu setelah mendapat kewarganegaraan itu. Hal ini karena suatu perkawinan tidak menyebabkan perubahan status kewarganegaraan setiap pihak. yaitu seorang yang dapat menggunakan hak opsi untuk memilih atau mengajukan kehandak untuk menjadi warga negara dari suatu negara. c. dan bersatu. si anak tidak berhak untuk mendapatkan status kewarganegaraan bapaknya.cxciii otomatis dan logis ia menjadi warga negara tersebut. sehat. Adapun naturalisasi pasif. Unsur Pewarganegaraan (naturalisasi) Dalam naturalisasi ada yang bersifat aktif. Asas Keturunan (ius sanguinis) Asas Keturunan (ius sanguinis) adalah pedoman kewarganegaraan berdasarkan pertalian darah atau keturunan. seperti Indonesia maka anak tersebut berhak mendapat status kewarganegaraan orang tuanya. Atas dasar inilah maka muncul asas ius sanguinis. Di samping itu. . Jika suatu negara menganut asas ius sanguinis. d. misalnya laki laki yang berkewarganegaraan asing ingin memperoleh status kewarganegaraan suatu negara dengan cara berpura pura melakukan pernikahan dengan seorang perempuan di negara tersebut. Sebagai contoh.

. e. sedangkan ia lahir di suatu negara yang menganut ius soli.cxciv yang bersangkutan menggunakan hak repudiasi. Karena perkawinan . akan mengakibatkan status kewarganegaraan seseorang menjadi sebagai berikut : a. Karena pengangkatan . c. Oleh sebab itu. Karena kelahiran . Problem Status Kewarganegaraan Apabila asas kewarganegaraan di atas diterapkan secara tegas dalam sebuah negara. 62 Tahun 1958 tentang kewarganegaraan Indonesia dinyatakan bahwa cara memperoleh kewarganegaraan Indonesia sebagai berikut: a. yaitu seseorang (penduduk) yang tinggal di perbatasan antar – dua negara. Dalam rangka memecahkan problem kewarganegaraan di atas. d. yaitu hak untuk menolak pemberian kewarganegaraan tersebut. serta g. b. C. Bipatride. Karena turut ayah dan ibu . Apatride. Karena pewarganegaraan . Karena pernyataan. f. Karena dikabulkan permohonan . yaitu seseorang tidak mendapatkan kewarganegaraan disebabkan oleh orang tersebut lahir di sebuah negara yang menganut asas ius sanguinis. b. negara Indonesia melalui UU no. yaitu seseorang akan mendapatkan dua kewarganegaraan apabila orang tersebut berasal dari orang tua yang negara asalnya menganut sanguinis. c. Multipatride. setiap negara memiliki peraturan sendiri sendiri yang prinsip prinsipnya bersifat universal sebagaimana dalam UUD 1945 Pasal 28 D Ayat (4) bahwa setiap orang berhak atas status kewarganegaraan.

serta mengeluarkan pikiran. jaminan perlindungan. Peranan negra sesuai dengan pasal 1 Ayat (1) UU No. dan keharmonisan lingkungan. 9) Setiap orang berhak atas pengakuan. a. ilmu pengetahuan dan tekhnologi. Hak asasi manusia perlu mendapat jaminan perlindungan dari negara melalui pernyataan tertulis yang harus dimuat dalam UUD negara. 2) Berhak berserikat. dan dipertahankan. 39/1999 tentang HAM menyatakan bahwa negara. . 7) Berhak mendapatkan pendidikan. dan melindungi hak asasi manusia. 3) Berhak untuk hidup dan mempertahankan keidupan 4) Berhak membentuk keluarga dan melanjutkan keturunan melalui perkawinan 5) Setiap anak berhak atas kelangsungan hidup. serta seni dan budaya untuk meningkatkan kualitas hidupnya demi kesejahteraan hidup manusia. tumbuh dan berkembang. bangsa. berkumpul. serta setiap orang wajib menghormati. hak asasi harus dilindungi. hukum dan pemerintah.cxcv D. Hak Dan Kewajiban Warga Negara Serta Tugas Dan Tanggung Jawab Negara Untuk memahami hak dan kewajban. Hak asasi merupakan hak dasar yang melekat secara kodrati pada diri manusia dengan sifatnya yang universal dan abadi. dan negaranya. atau dirampas oleh siapapun. terlebih dahulu harus dipahami pengertian hak asasi manusia. Hak asasi manusia adalah sesuatu yang melekat pada diri seseorang sebagai ciptaan Tuhan agar mampu menjaga harkat. Selain itu. 10) Setiap orang berhak untuk bekerja dan mendapatkan imbalan. menjunjung tinggi. telah dinyatakan bahwa hak warga negara adalah sebagai berikut : 1) Hak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak. serta perlakuan yang adil dan layak dalam hubungan kerja. martabat. 8) Setiap orang berhak memajukan dirinya dalam memperjuangkan haknya secara kolektif untuk membangun masyarakat. serta perlakuan yang sama di depan hukum. hak ini tidak boleh diabaikan. dikurangi. serta perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi. Oleh karean itu. dihormati. Hak Warga Negara Dalam UUD 1945. 6) Setiap orang berhak mengembangkan diri melalui pemenuhan kebutuhan dasarnya. kepastian hukum yang adil.

Di samping itu. memiliki. 20) Setiap orang berhak mendapat kemudahan dan perlakuan khusus untuk memperoleh kesempatan dan manfaat yang sama dalam mencapai persamaan dan keadilan. 19) Setiap orang berhak hidup sejahtera lahir dan batin. hak beragama hak untuk tidak diperbudak. Selain itu. kehormatan. 23) Hak untuk hidup. dan menyampaikan informasi dengan menggunakan segala jenis saluran yang tersedia. martabat. 15) Setiap orang berhak atas kebebasan berserikat. setiap orang berhak atas rasa aman dan perlindungan dari ancaman ketakutan untuk berbuat atau tidak berbuat sesuatu yang merupakan hak asasi. 22) Setiap orang berhak mempunyai hak milik pribadi. Hak milik tersebut tidak boleh diambil alih secara sewenang-wenang oleh siapapun. menyimpan. 21) Setiap orang berhak atas jaminan social yang memungkinkan pengembangan dirinya secara utuh sebagi manusia yang bermartabat. hak untuk diakui sebagai pribadi di hadapan hukum. . 16) Setiap orang berhak untuk berkomunikasi dan memperoleh informasi untuk mengembangkan pribadi dan lingkungan sosialnya. 17) Setiap orang berhak atas perlindungan diri pribadi. serta berhak memperoleh suaka poitik negara lain. 12) Setiap orang berhak atas status kewarganegaraan. dan mengeluarkan pendapat. hak kemerdekaan pikiran dan hati murni. memilih pendidikan dan pengajaran. mengolah. 18) Setiap orang berhak untuk bebas dari penyiksaan atau perlakuan yang merendahkan derajat martabat manusia. serta berhak memperoleh layanan kesehatan. 14) Setiap orang berhak atas kebebasan meyakini kepercayaan. keluarga. 13) Setiap orang bebas memeluk agama dan beribadah menurut agamanya. setiap orang berhak untuk mencari. hak untuk tidak disiksa. serta hak untuk tidak dituntut atas dasar hukum yang berlaku surut adalah hak asasi manusia yang tidak dapat dikurangi dalam keaadaan apapun. memperoleh. berkumpul. mendapatkan lingkungan hidup yang baik dan sehat. serta memilih tempat tinggal di wilayah negara juga meninggalkannya serta berhak kembali. bertempat tinggal. serta menyatakan pikiran dan sikap sesuai dengan hati nuraninya. memilih kewarganegaraan. dan harta benda yang berada dibawah kekuasaannya.cxcvi 11) Setiap warga negara berhak memperoleh kesempatan yang sama dalam pemerintahan. memilih pekerjaan.

wajib menjunjung hukum dan pemerintahan. khususnya pendidikan dasar. masyarakat. 4). negara memiliki tugas dan tanggung jawab sebagai berikut. 5) Pemeritah memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan menjunjung tinggi nilai-nilai agama dan persatuan bangsa untuk kemajuan peradaban serta kesejahteraan umat manusia. 5). 6). serta berhak mendapatkan perlindungan terhadap perlakuan yang bersifat diskriminatif itu. dengan memelihara dan mengembangkan nilai-nilai . 1) Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya. 4) Negara memperioritaskan anggaran pendidikan sekurang-kurangnya 20 % dari anggaran belanja negara dan belanja daerah. c. serta penghormatan atas hak dan kebabasan orang lain. 25) Identitas budaya dan hak masyarakat tradisional dihormati selaras dengan perkembangan zaman dan peradaban. wajib ikut serta dalam usaha pertahanan dan keamanan negara. 3) Pemerintah berkewajiban mengusahakan dan menyelenggarakan satu system pendidikan nasional. 6) Negara memajukan kebudayaan manusia di tengah peradaban dunia dengan menjamin kebebasan budayanya. Kewajiban Warga Negara adalah : 1). 2) Negara atau pemerintah wajib membiayai pendidikan. wajib mengikuti pendidikan dasar. wajib ikut serta dalam pembelaan negara. wajib menghormati hak asasi manusia orang lain. b. 3). 2).cxcvii 24) Setiap orang berhak bebas dari perlakuan yang bersifat diskriminatif atas dasar apapun. wajib tunduk pada pembatasan yang ditetapkan dengan undang-undang untuk menjamin pengakuan. serta 7). wajib ikut serta dalam upaya pembelaan negara. Tugas dan tanggung jawab negara Dalam rangka terpeliharanya hak dan kewajiban warga negara.

10) Negara berkewajiban memelihara fakir miskin dan anak-anak terlantar.cxcviii 7) Negara menghormati dan memelihara bahasa daerah sebagai kekayaan kebudayaan nasional. air. dan kekayaan alam demi kemakmuran rakyat. 11) Negara mengembangkan sistem jaminan social bagi seluruh rakyat. 8) Negara menguasai cabang-cabang produksi terpenting bagi negara dan menguasai hidup orang banyak. . 9) Negara menguasai bumi. serta memberdayakan masyarakat yang lemah dan tidak mampu sesuai dengan martabat kemanusiaan. 12) Negara bertanggung jawab atas persediaan fasilitas pelayanan kesehatan dan fasilitas pelayanan umum yang layak.

2005. 2005. Pendidikan Kewarganegaraan. 2005.2002. 12 – 23 Desember. Hak dan Kewajiban Warga Negara (Makalah Suscados PKn Desember 2005 di Jakarta. 12/2006 BAHAN BACAAN Azra. S.Jakarta: Ghalia Indonesia. Gramedia Pustaka Utama: Jakarta.2002. Hamdan (Pnyt). 2002. Soegito. Pendidikan Kewarganegaraan dan Hak AsasiManusia. 2003. Mustfa Kamal. negara. Mansyur. Jakarta: Depdiknas. Mansoer. . S. Syarial.cxcix PENUTUP SOAL LATIHAN Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini : 1. Jelaskan pengertian bangsa. Dirjen Dikti Dediknas. dan H. penduduk dan warga negara 2. 2002 Kapita Selekta Pendidikan Kewarganegaraan Bagian I. Demokrasi Hak Asasi Manusia Masyarakat Madani.Yogykarta: Citra Karsa Mandiri. Marlian. Hak Asasi Manusia. A T. UII Press:Yogyakarta. Soemasono. Jelaskan Hak dan Kewajiban sebagai warga Negara di bidang ekonomi 3. Jelaskan azas kewarganegaraan dan permasalahn kewarganegaraan di Indonesia 4. Pendididkan Pancasila di Perguruan Tinggi Edisi Revisi. Jakarta: Dikti. Marjuki (editor). Pasha. 2003. Pendididkan Kewarganegaraan. Syarbani. Jelaskan yang maksud warga negara menurut Undang-Undang No. Azyumardi. Jakarta: Prenada Media. Soemiarno. S. Jakarta . Makalah yang disampaikan dalam ursus Calon Dosen Kewarganegaraan Angkatan I .

tetapi di artikan lebih luas. Bertitik tolak dari amanat UU No. serta mampu berdiri dan tetap menjaga jati dirinya di tengah arus globalisasi. dan Negara Indonesia dengan menerapkan pandangan babngsa Indonesia tentang diri meliputi: sejarah.khususnya penjelasan pasal 37.dan lingkungan geografiyang berbentuk Negara kepulauan yang berada diposisi silang antara dua benua dan dua lautan: serta . Permasalahan ini menjadi penting karena manusia yang telah berbangsa membutuhkan wilayah sebagai tempat tinggalnya yang kemudian di kenal dengan Negara.tujuan pendidikan kewarganegaraan untuk membentuk peserta didik menjadi manusia yang memiliki rasa kebangsaan dan cinta tanah air. Agar Negara mencapai tujuan nasioal aman dan sejahtera (Pembukaan UUD’45 Alinea IV) perlu pendidikan kewarganegaraan. Unsur rakyat suatu Negara di samping warga Negara juga meliputi bukan warga Negara. bangsa. DR. 2001 : 36) secara minimal meliputi unsur wilayah. 20/2003 tentang sis diknas. Pendidikan yang dimaksud agar warga Negara Indonesia tahu tentang hak dan kewajiban. Sri Soemantri (Dikti.kebhekaan etnik. Prasarat Negara sebagai initusi menurut Prof. Dalam perkembangannya pengertian Negara tidak saja di arikan sebagai wilayah. 6. 7. Menjelaskan konsepsi cara pandang wawasan nasional bangsa Indonesia yang didasari filsafat pancasilayang pada hakekatnya merupakan konsepsi geopolitik Indonesia. Secara terperinci visi dan misi bahan ajar adalah agar peserta didik mampu : 5. yaitu sebagai intitusi. dan pemerintah yang berkuasa. Latar Belakang Geopolitik dan geostrategi merupakan permasalahan yang sangat penting pada dua abad terakhir ini. Menjelaskan landasan histories perkembangan pengetahuan tentang geopolitik yang kini menjadi salah satu unsur dalam konsep perencanaan pembangunan bangsa dan Negara.agar tecapai tujuan banga.agama.filsafat. Menguasai dan memahamiberbagai masalah dasar kehidupan masyarakat.cc BAB XI GEOPOLITIK INDONESIA PENDAHULUAN A. budaya. rakyat.

Mengaplasikan cara pandang bangsa Indonesia dalam pembinaan dan pengendalian hidup bangsa di NKRI. Wawasan nusantara 4. filsafat. budaya.cci 8. B. Menjelaskan konsepsi cara pandang wawasan nasional bangsa Indonesia yang didasari filsafat pancasilayang pada hakekatnya merupakan konsepsi geopolitik Indonesia. Menjalaskan landasan histories perkembangan pengetahuan tentang geopolitik yang kini menjadi salah satu unsur dalam konsep perencanaan pembangunan bangsa dan Negara. Mengaplasikan cara pandang bangsa Indonesia dalam pembinaan dan pengendalian hidup bangsa di NKRI. Wawasan nasional 3. Geopolitik Dan Hukum Kewilayahan 5.dan lingkungan geografi yang berbentuk Negara kepulauan yang berada diposisi silang antara dua benua dan dua lautan: serta 4. Menguasai dan memahami berbagai masalah dasar kehidupan masyarakat. Ruang Lingkup Bahan pembelajaran ini akan membahas : 1. 2.agar tecapai tujuan banga. Perkembangan Teori Geopolitik 2. bangsa. Geopolitik Dan Otonomi Daerah C. membentuk peserta didik menjadi manusia yang memiliki rasa kebangsaan dan cinta tanah air Melalui pembelajaran ini mahasiswa diharapkan dapat : 1. kebhinekaan etnik. . 3. agama. Sasaran Pembelajaran Modul Setelah proses pembelajaran. dan Negara Indonesia dengan menerapkan pandangan babngsa Indonesia tentang diri meliputi: sejarah.

dengan alasan sebagai berikut : 1. dan lain . Keunikan lainnya adalah bahwa wilayah Nusantara berada di Garis Khatulistiwa dan diliwati oleh Geostationery Satellite Orbit ( GSO ). Konsep wawasan nasional setiap bangsa berbeda. Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah Negara kepulauan (Setneg RI. Oleh karena itu. Kedua unsure pokok profil bangsa dan geografi inilah yang harus diperhatikan dalam membuat konsep geopolitik bangsa dan Negara. Hal ini berkaitan dengan profil diri bangsa sejarah. Dalam perkembangan selanjutnya pengertian Negara tidak hanya tempat tinggal. Para ilmuwan politik dan militer menyebutnya sebagai geopolitik yang merupakan kepanjangan dari geografi politik.lain. keluarga. rakyat. tt: 66) 2. yaitu geografi. pandangan hidup. ideology.perebutan ruang yang menjadi hal yang menimbulkan konflik antar manusia _induvidu. Karena orang dengan tempat tinggalnya dapat di pisahkan. Geopolitik Indonesia dinamakan wawasan nusantara. kedaulatan. yaitu pemerintah. suatu bangsa harus mempunyai kesatuan cara pandang yang dikenal sebagai wawasan nasional. Konsep wawasan bangsa tentang wilayah mulai dikembangkan sebagai ilmu pada akhir abad XIX dan awal abad XX dan dikenal sebagai geopolitik. Latar Belakang Geopolitik Orang dan tempat tidak dapat dipisahkan! Tidak dapat dipisahkan rakyat dari bumi yang ada di bawah kakinya. Sukarno pada 1 juni 1945 dihadapan siding BPUPKI (Setneg RI. setelah membangsa orang menyatakan tempat tinggal sebagai Negara. kata Ir. 3. yang pada mulanya membahas . budaya dan sudah barang tentu ruang hidupnya. Demikian. masyarakat dan bangsa_ hingga kini. tt: 66). meskipun bentuknya dapat secara fisik ataupn nonfisik. tetapi diartikan lebih luas lagi yang meliputi institusi. Untuk dapat mempertahankan ruang hidupnya. Indonesia berada di antara dua benua (Asia dan Australia) dan dua lautan (Lautan India dan Lautan pasifik) sehinnga tepatlah jika di namakan nusa diantara laut/air yang selanjutnya dinamakan Nusantara.ccii URAIAN BAHAN PEMBELAJARAN A.

cciii geografi dari segi politik negara (state). yang kemudian dapat dibedakan menjadi: a.2004:157). akan dibahas pula teori geopolitik dan implementasinya pada negara Indonesia. misalnya England. Setelah abad XIX. dan yang kedua berbatasan dengan laut. dalam lingkungan terdapat pulau-pulau dan gugusan pulau-pulau. Rusland. Holland. pertama dikelilingi daratan (land lock country). di samping membahas sejarah terjadinya konsep wawasan nasional. negara pulau (oceanic archipelago) b. Selanjutnya. dengan unsur air senagai penghubung. Adapun pengertian Asas Kepulauan berdasarkan UNCLOS 1982 adalah Kepulauan sebagai suatu kesatuan utuh wilayah yang batas-batasannya ditentukan oleh laut. perkembangan geopolitik dipengaruhi oleh orentasi manusia pada konstelasi wilayah. Pada masa lalu _sebelum abad XIX. berkembang konsep politik _dalam arti distribusi kuatan_ pada hamparan geografi negara sehingga tidaklah berlebihan bahwa geopolitik sebagai ilmu “baru” dicuragai sebagai pembenaran pada kosepsi ruang (Sunardi . perlu didalami ciri khusus negara berdasarkan bentuk geomorfologinya (ciri fisik dan nonfisik). Selain itu. . Negara berdasarkan bentuk geografinya dapat dibedakan dalam dua yaitu. 1. Poland. pengertian negara identik dengan tanah sehingga banyak bangsa menamakan negaranya dengan unsur tanah. dalam membahas masalah wawasan nasional bangsa. Geomorfologi Negara Sebelum membahas masalah geopolitik suatu negara. Oleh karena itu. negara pantai (coastal archipelago) c. kepulauan dapat diartikan: gugusan pulau-palau ddengan perairan diantaranya dan angkasa di atasnya sebagai kesatuan utuh. atau Thailand. negara kepulauan (archipelago).

lalu berkembang menjadi ajaran yang melegitimasi Hukum Ekspansi suatu negara. teori geopolitik berkembang menjadi konsepsi wawasan nasional bangsa. Pendapat ini dipertegas Rudolf Kjellen (1864-1922) dengan teori kekuatan. Para penyelenggara pemerintah nasional hendaknya menyusun pembinaan politik nasional berdasarkan kondisi dan situasi geomorfologi secara ilmiah berdasarkan citacita bangsa. dapat dipelajari kemana arah arah perkembangan sautu negara. . terlebih dahulu perlu pembahasan tentang beberapa pendapat dari para penulis geopolitik. Adapun geostrategi diartikan sebagai pelaksanaan geopolitik dalam negara (Poernomo: 1972). Beberapa Pandangan para pemikir geopolitik Sebelum membahas wawasan nasional. Hal ini tidak terlepas sumbangsih pemikiran dari pada penulis. dan sumber daya alam_ sutau negara untuk membangun dan membina negara. oleh ahli biologi Charles Darwin. bahwa bangsa yang berbudaya tinggi akan membutuhkan sumber daya yang tinggi dan akhirnya mendesak wilayah bangsa yang “primitif”. diantaraya: a. kemudian berkembang menjadi pengetahuan tentang sesuatu yang berhubungan dengan konstelasi ciri _khas negara yang berupa bentuk. 3. Oleh karena itu. iklim. yang pada pokoknya menyatakan bahwa negara adalah satuan politik yang menyeluruh serta sebagai satuan biologis yang memiliki intelektual. Dengan wawasan nasional suatu negara. Ia menyamakan negara sebagai makhluk hidup yang makin sempurna serta membutuhkan ruang hidup yang makin meluas karena kebutuhan.cciv 2. Teori Geopolitik Kontinental Teori yang dikemukakannya adalah teori ruang yang dalam konsepsinya dipengaruhi Friedrich Ratzel (1844-1904). wawasan nasional bangsa selalu mengacu pada geopolitik. Luas. letak. Semula geopolitik adalah ilmu bumi politik yang membahas masalah politik dalam suatu negara. Perkembangan Teori Geopolitik Istilah geopolitik semula sebagai ilmu politik. Dalam teorinya. Kemudian.

Wawasan Geopolitik Selanjutnya masih ada beberapa pandangan geopolitik lain. Semboyan Macht und Erde di Jerman serta doktrin Fukoku Kyohei di Jepang melandasi pembangunan kekuatan angkatan perang kedua negara tersebut menjelang Perang Dunia II. yaitu: 1) Lebensraum (ruang hidup) yang “cukup”.ccv Dengan kekuatannya. Pan Asia Timur. Untuk menjadi jaya. tiap region dipimpin satu bangsa (nation) yang unggul. Haushofer yang pernah menjadi atase militer di Jepang meramalkan bahwa Jepang akan menjadi negara yang jaya di dunia. Pan Rusia India. ia mampu mengeksploitasi negara “primitif” agar negaranya dapat swasembada. Dalam teori ahli geografi ini. serta Pan Eropa Afrika. serta 3) Dunia dibagi empat Pan Region. Teori Ruang dan Kekuatan merupakan hasil penelitiannya serta dikenal pula sebagai teori Pan Regional. dapat diketahui percaturan politik masalah lalu dan masa depan. Karl Haushofer (1869-1946). yaitu Pan Amerika. akan tetapi lebih cenderung menunjukkan kepada suatu wawasan yaitu 1) Wawasan Benua Sir Halford Mackinder (1861-1947) Teori Daerah Jantung (dikenal pula sebagai wawasan benua). suatu bangsa harus mampu menguasai benua-benua di dunia. b. mungkin terkandung maksud agar negara lain selalu berpaling pada pembentukan . 2) Autarki (swasembada). Pengaruh Haushofer _menjelang Perang Dunia II_ sangat besar di Jerman ataupun di Jepang. Dari pembagian daerah inilah. Beberapa pemikir sering menyebutnya sebagai Darwinisme social. Ia berpendapat bahwa pada hakekatnya dunia dapat dibagi atas empat kawasan benua (Pan Region) dan dipimpin oleh negara unggul.

1995 : 425). Sir W. Daerah terdiri atas Daerah Jantung (Heartland). 2) Wawasan Bahari Sir Walter Raleigh (1554-1618) dan Alfred T. 2/12 pulau dunia (Eropa. sumber daya alam banyak terdapat di laut. Who rules the world Island commands the World. Dunia terdiri atas 9/12 air.ccvi kekuatan darat. serta Bulan Sabit Luar (outer cresent) meliputi Afrika. Menurut Mahan. untuk itu diperlukan kekuatan darat yang memadai. paling tidak menyewanya. . Pada masa ini pula. Afrika). tidak mengganggu pengembangan armada laut Inggris. yaitu Rusia. karena itu ia harus memiliki armada laut yang kuat. b. Island.Raleigh: Siapa yang kuasai laut akan menguasai perdagangan dunia/kekayaan dan akhirnya menguasai dunia. juga perlu diperhatikan masalah akses ke laut dan jumlah penduduk karena faktor ini juga akan memungkinkan kemampuan industri untuk kemandirian suatu bangsa dan negara. Timur Tengah. c. Amerika / Benua Baru. Alfred T. Mahan (1840-1914) Teori Kekuatan Maritim yang direncanangkan oleh Raleigh.Mahan: Laut untuk kehidupan. sebagian Mongolia. Apabila suatu negara ingin menguasai dunia. Asia. di samping hal tersebut. Siberia. maka Inggris berusaha menguasai pantai-pantai benua. Dengan demikian. Daerah Bulan Sabit Dalam (inner cresent) meliputi Eropa Barat. terletak di pulau dunia. 2004: 166): Who rules East Europe commands the Heartland. Australia. a. Asia Selatan. maka harus dibangun armada laut yang kuat untuk menjaganya. harus menguasai Dunia Jantung. Teorinya dapat disimpulkan sebagai berikut : a. serta semangat perdagangan yang tidak lagi mencari emas dan sutra di Timur (Simbolon. b. who rules the Heartland commands the world. Asia Timur. serta sisanya 1/12 pulau lainnya. Sebagai tindak lanjut. Eropa Selatan. bertepatan dengan kebangkitan armada Inggris dan belanda yang ditandai dengan kemajuan teknologi perkapalan dan pelabuhan. lahir pemikiran hukum laut internasional yang berlaku sampai tahun 1994 (setelah UNCLOS 1982 disetujui melalui SU PBB). Teori geopolitik Mackinder dapat disimpulkan sebagai berikut (Sunardi.

Kedua orang ini mencita-citakan berdinya Angkatan Udara. Daerah Bulan Sabit Dalam (Rimland) akan lebih besar panga_ruhnya dalam percaturan politik dunia dari pada daerah jantung. serta kemenangan akhir ditentukan oleh kekuatan udara. laut. 189 s. Menggunakan kombinasi kekuatan darat. berkewajiban menjaga per_damaian dunia. 2004: hlm. dan Dunia Baru(Benua amerika). Konsepsi Ruang. Bangsa Indonesia Wawasan bangsa Indonesia tersirat melalui UUD 1945 antara lain: a. Sebagai doktrin dasar. yaitu daerah jantung (Hearland). Wilayah Amerika yang paling ideal dan menjadi negara terkuat. Awal abad XX merupakan kebangkitan ilm pengetahuan pener_bangan.d. ada empat unsur yang perlu diperhatikan. b. 4) Wawasan Kombinasi Nicholas J. Bulan Sabit Luar. terutama dalam membagi daerah. dapat disimpulkan bahwa teori geopolitik menjadi doktrin dasar bagi terbentuknya Negara nasional yang kuat dan tangguh. b. maka menurutnya penguasa daerah jantung harus ada akses ke laut hendaknya menguasai pantai Eurasia. serta d. 177): 1.ccvii 3) Wawasan Dirgantara Giulio Douhet (1869-1930) William Mitcel (1879-1936). Bulan Babit Dalam(Rimland). yaitu (Sunardi. c. Teorinya dipengaruhi oleh Mackinder dan Haushover. Dalam teorinya. Ruang yang merupakan inti dari konsepsi geopolitik merupakan wadah dinamika . Dunia menurunya terbagi empat daerah. 4. Dalam teorinya tersirat: a. udara untuk kuasai dunia. Setiap bangsa sama derajatnya. Dari pembahasan tersebut. Teori Daerah Batas (Rimland theory). yang merupakan aktualisasi dari pemikiran Negara sebagai organisasi hidup. serta c. disebutkan bahwa kekuatan udara mampu beroperasi hingga belakang lawan. Spijkman (1893-1943). Karena ia adalah bangsa Belanda yang pada dasarnya bangsa mari_tim. Ruang hidup bangsa terbatas diakui internasional. Kekuatan bangsa untuk mempertahankan eksistensi dan kemakmuran rakyat.

2002: 1271). yang kemudian melahirkan konsepsi geostrategi. lebih-lebih bagi negara sedang berkembang. Dunia yang meyempit dan percepatan jalannya sejarah (Wright. 4. . 5 s. Konsepsi Politik Kekuatan. Konsepsi Keamanan Negara dan Bangsa. 2. Geopolitik akhirnya bertujuan untuk pengamanan negara. 1941: hlm. Dengan demikian dunia semakin terbuka dan cita-cita dunia tanpa batas (Ohmae. budaya. B. Pengaruh negara asing/tetangga _yang lebih maju_ apabila tidak ditangani secara serius. 3. perlu dipersiapkan daerah penyangga yang dikenal sebagai daerah frontier yang berbatasan dengan Negara jira dan dipersiapkan secara sistematis pembangunannya. akan menimbulkan gejolak politik yang melibatkan pemerintah. atau mengamati. Dengan demikian. Pada awal era revormasi. Frontier merupakan batas imajiner di antara dua Negara yang saling mempengaruhi.d. terutama masalah social. Untuk itu. yang ingin menjelaskan tentang kehi_dupan bernegara.ccviii politik dan militer. 7) sebagai akibat revolusi teknik. dan kehidupan social lainnya). baik secara fisik maupun social (ekonomi. GEOPOLITIK INDONESIA Wawasan Nasional Wawasan berasal darai kata wawas yang berarti meninjau. Konsepsi Frontier. memandang. Hal ini juga dapat dirasakan pada era Perang Dingin antara Blok Barat dan Blok Timur_ ketika kedua kutub saling mencari pengaruh di dunia ketiga (Negara Sedang Berkembang). 1990: 214) merupakan ciri globalisasi. Fenomena ini harus dapat ditangkal oleh setiap Negara. Oleh karena itu. Politik kekuatan yang merupakan faktor dinamika kehidupan bangsa karena dinamika organisme bangsa. ataupun ekonomi. wawasan dapat diartikan konsepsi cara pandang (KBBI. budaya. istilah ini menjadi kurang popular sehingga para politisi pun enggan menggunakannya (tidak lagi tersurat dalm GBHN 19999 sebagai wawasan bangsa). batas resmi (boundary) dapat bergeser karena berbagai pengaruh. yang merupakan konsekuensi dari kebutuhan dan lingkungan.

Pada masa lalu negara kepulauan yang meliputi kumpulan pulaupulau_berdasarkan contour yang dipisahkan oleh laut. 3. Oleh karena itu. Wawasan nasioal bangsa Indonesia dinamakan wawasan nusantara yang merupakan implementasi perjuangan pengakuan se-bagai negara kepulauan yang disesuaikan dengan kemajuan zaman. yaitu : 1. serta tempat tinggal dan lingkungan bangsa tersebut. ke dalam: berlaku asas kepulauan yang menuntut terpenuhnya unsur tanah dan air yang selaras dan serasi untuk merealisasikan wujud tanah air. akan terkait pula masalah sejarah diri dan budaya. yang secara umum didefinisikan sebagai cara pandang dan sikap bangsa Indonesia tentang dirinya yang bhineka. yang mengandung arti sebagai berikut : 1. Adapun tujuannya adalah untuk mewujudkan persatuan dan kesatuan segenap aspek kehidupan nasional. Wawasan Nusantara Geopolitik Indonesia dinamakan wawasan nusantara. Hakekat Wawasan Nusantara dasar persatuan dan kesatuan dalam kebhinekaan.ccix Wawasan nasional suatu bangsa terbentuk karena bangsa tersebut tinggal dalam suatu wilayah yang diakui sebagai miliknya untuk kehidupannya. Perjanjian ini tetap menjadi catatan hidup-motivasi –yang semuanya dituangkan menjadi ajaran –doktrin dasar untuk membanngun negara yang berupa wawasan nasional. tercetus aspirasi bangsa yang kemudian dituangkan dalam perjanjian tertulis-konstitusi-ataupun tidak tertulis. Pedoman dan pola tindak serta pola pikir kebiaksanaan nasional.serta 2. Dari ketiga aspek itu. apabila suatu bangsa dibahas. . posisi dan potensi geografi. falsafah hidup. dan turut serta menciptakan ketertiban dan perdamaian dunia. ke luar: berlakunya asas posisi antara yang menuntut posisi kuat bagi Indonesia untuk dapat berdiri tegak dari tarikan segala penjuru. Paham Nusantara menunjukkan dua arah pengaruh. Kesemua itu dalam rangka mencapai Tujuan Nasional. Penjabaran tujuan nasional yang telah diselaraskan dengan kondisi. serta lingkungan geografinya yang berwuud negara kepulauan berdasarkan pancasila dan UUD 1945. serta kebhinekaan budaya. Oleh karena itu. hakikat tujuan Wawasan Nusantara adalah kesatuan dan persatuan dalam kebhinekaan. 2.

pemanfaatan lingkungan harus bertanggung jawab. Doktrin dasar adalah doktrin yang timbul dari pemikiran yang bersifat falsafah.yang dijabarkan lebih lanjut dalam kebijaksanaan strategi pada strata di bawahnya. Doktrin dasar adalah himpunan prinsip atau teori yang diajarkan. sebagai kebijaksanaan dasar nasional dalam bentuk GBHN.ccx Kedudukan Wawasan Nusantara Dalam system kehidupan nasional Indonesia sebagai paradigma kehidupan nasional Indonesia yang urutannya sebagai berikut : 1. Pancasila sebagai falsafah. Oleh karena itu. Peranan ini berkaitan dengan adanya hubungan yang erat dan saling terkait dan ketergantungan antara bangsa dan ruang hidupnya. 4. 2. yang serasi dan selaras pada segenap aspek kehidupan nasional. Mewujudkan serta memelihara persatuan dan kesatuan. Sementara itu.Wawasan Nusantara dijelaskan peranannya untuk : 1. Peranan Wawasan Nusantara Dalam kehidupan kehidupan nasional. politik dan strategi nasional. untuk dijadikan pedoman dalam melaksanakan kegiatan. Ketahanan Nasional sebagai geostrategi bangsa dan Negara Indonesia. UUD 1945 sebagai konstitusi negara. dianjurkan dan diterima sebagai kebenaran. serta dalam usaha mencapai tujuan. 5. Politik dan strategi nasional sebagai kebijaksanaan dasar nasional dalam pebangunan nasional. 2. Jika tidak. Menumbuhkan rasa tanggung jawab atau pamanfaatan lingkungannya. dan dasar negara. Wawasan Nusantara sebagai geopolitik bangsa Indonesia. 3. . ideology bangsa. maka akan menimbulkan kerusakan lingkugan yang pada akhirnya akan merugikan bangsa. Wawasan Nusantara dan Ketahanan Nasional sebagai doktrin dasar pengaturan kehidupan nasional.masa ORBA.

ccxi 3. Menegakkan kekuasaan guna melindungi kepentingan nasional. Kepentingan nasional menjadi dasar hubungan antara bangsa. Apabila suatu bangsa kepentingan nasionalnya sejalan atau parallel dengan kepentingan nasional bangsa lain, maka kedua bangsa itu akan mudah terjalin hubungan persahabatan. 4. Merentang hubungan Internasional dalam upaya ikut menegakkan perdamaian.

Wajah Wawasan Nusantara Pengertian istilah wajah adalah roman muka. Wajah manusia hanya satu, tetapi wajah itu memiliki beberapa roman muka dan tiap roman muka berbeda satu dengan yang lain sesuai dengan situasi dan kondisi yang dihadapi. Dalam hubungan itu, dapat dikatakan bahwa geopolitik Indonesia hanya satu, yaitu Wawasan Nusantara (Wasantara). Namun, wajahnya lebih dari satu, yaitu ada 4 wajah yang meliputi : 1. Wajah Wasantara sebagai Wawasan Nasional yang melandasi konsepsi Ketahanan Nasional. 2. Wajah Wasantara sebagai wawasan pembangunan nasional. 3. Wajah Wasantara sebagai wawasan pertahanan dan keamanan. 4. Wajah Wasantara sebagai wawasan kewilayahan.

Wasantara Sebagai Landasan Konsepsi Ketahanan Nasional Wajah Wasantara dalam pengembangannya dipandang sebagai konspsi politik ketatanegaraan dalam upaya mewujudkan tujuan nasional. Sebagai suatu konsepsi politik yang di dasarkan pada pertimbangan konstelasi geografis, wawasan nusantara dapat di katakan merupakan penerapan teori geopolitik dari bangsa Indonesia. Dengan demikian, wawasan nusantara selanjutnya menjadi landasan penentuan kebijaksanaan politik Negara. Dalam perjuangan mencapai tujuan nasional, akn banyak menghadapi tantangan, hambatan dan gangguan baik yang datang dari luar negri maupun dari dalam negri sendiri. Untuk menanggulanginya,dibutuhkan suatu kekuatan baik fisik maupun

ccxii mental. Semakin tinggi kekuatan itu makin tinggi pula kemampuannya. Kekuatan dan kemampuan yang diistilahkan ketahanan nasional berdasarkan rangkaian pemikiran tersebut maka ketahanan nasional diartikan sebagai konsepsi pengaturan dan penyelenggaraan dalam mencapai persatuan serta kesatuan nasional dalam rangka mencapai kesejahteraan dan keamanan nasional. Bertolak dari pandangan ini maka ketahanan nasional merupakan geostrategi nasional untuk mencapai sasaran yang telah ditegaskan dalam wawasan nusantara dan perlu ditingkatkan dengan berpedoman pada wawasan nusantara.

Wasantara sebagai Wawasan Pembangunan Nasional Menurut UUD 1945 MPR wajib membuat GBHN. GBHN_masa ORBA_ menegaskan bahwa wawasan dalam penyelenggaraan pembangunan nasional adalah Wawasan Nusantara yang bersumber pada pancasila dan UUD 1945. Wawasan Nusantara adalah cara pandang dan sikap bangsa Indonesia mengenai diri serta lingkungannya dengan mengutamakan persatuan dan kesatuan bangsa. Di samping itu, dengan mengutamakan kesatuan wilayah dalam penyelenggaraan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Hal ini mencakup : 1. Perwujudan kepulauan Nusantara sebagai satu kesatuan politik, yang berarti :

a. bahwa kebulatan wilayah nasional dengan segala isi dan kekayaannya merupakan kesatuan wilayah, wadah, ruang hidup dan kesatuan matra seluruh bangsa serta menjadi modal dan milik bersama bangsa b. bahwa bangsa Indonesia yang terdiri atas berbagai suku dan berbicara dalam berbagai bahasa daerah, serta memeluk/menyakini berbagai agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa harus merupakan suatu kesatuan bangsa yang bulat dalam artian seluas-luasnya. c. bahwa secara psikologis bangsa Indonesia harus merata satu, senasib sepenanggungan, sebangsa dan setanah air, serta mempunyai satu tekad dalam mencapai cita-cita bangsa. d. bahwa Pancasila adalah satu-satunya falsafah serta ideology bangsa dan negara yang melandasi, membimbing dan menyerahkan bangsa menuju tujuannya.

ccxiii e. bahwa kehidupan politik diseluruh wilayah Nusantara merupakan suatu kesatuan politik yang diselenggarakan berdasarkan pancasila dan UUD 1945. f. bahwa seluruh kepulauan Nusantara merupakan satu kesatuan system hukum dalam arti bahwa hanya ada satu hukun nasional yang mengabdi kepentingan nasional;serta g. bahwa bangsa Indonesia yang hidup berdampingan dengan bangsa lain ikut menciptakan ketertiban nasional yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial melalui politik luar negri bebas dan aktif serta diabadikan pada kepen_tingan nasional 2. Pewujudan kepulauan Nusantara sebagai satu kesatuan ekonomi, yang berati: a. bahwa kekayaan wilayah Nusantara, baik potensial maupun efektif adalah modal dan milik bersama bangsa dan bahwa keperluan hidup sehari-hari harus tersedia merata di seluruh wilayah tanah air; b. tingkat perkembangan ekonomi harus serasi dan seimbang di seluruh daerah, tanpa meninggalkan kehidupan ekonominya; serta c. kehiduan perekonomian di setiap wilayah Nusantara meru_pakan satu kesatuan ekonomi yang diselenggarakan sebagai usaha bersama mendasar atas asas kekeluargaan dan ditujukan bagi sebesar-besar kemakmuran rakyat. 3. Perwujudan kepulauan Nusantara sebagai satu kesatuan sosial dan budaya yang berarti: a. bahwa masyarakat Indonesia adalah satu, maka perikehidupan bangsa harus merupakan kehidupan yang serasi dengan terdapat tingkat kemajuan masyarakat yang sama merata dan seimbang, serta adanya keselarasan kehidupan yang sesuai dengan tingkat kemajuan bangsa; serta b. bahwa budaya bangsa Indonesia pada hakikatnya adalah satu, sedangkan corak ragam budaya yang ada menggambarkan kekanyaan budaya bangsa. Kekayaan ini menjadi modal dan landasan pengembagan budaya bangsa seluruhnya. Tentunya dengan tidak menolak nilai-nilai budaya lain yang tidak bertentangan dengan nilai budaya bangsa, serta hasil-hasilnya dapat dinikmati oleh bangsa. 4. Perwujudan kepulauan Nusantara sebagai kesatuan pertahanan dan keamanan, yang berarti: a. bahwa ancaman terhadap satu pulau atau satu daerah pada hakikatnya merupakan ancaman terhadap seluruh bangsa dan Negara; serta

ccxiv b. bahwa tiap-tiap warga negara mempunyai hak dan kewajiban yang sama dalam rangka pembelaan negara dan bangsa. Dari rangkaian uraian di atas, dapat di simpulkan sebagai berikut. 1. Wawasan Nusantara merupakan penjabaran tujuan nasional yang telah diselaraskan dengan kondisi, posisi dan potensi geografi, serta kebhinnekaan bangsa dalam rangka mewujudkan persatuan dan kesatuan. 2. Wawasan Nusantara merupakan pola tindak dan pola pikir dalam melaksanakan pembangunan nasional.

Wasantara sebagai Wawasan Pertahanan dan Keamanan Negara. Wawasan Nusantara adalah pandangan geopolitik Indonesia dalam mengartikan tanah air Indonesia sebagai satu kesatuan yang me-liputi seluruh wilayah dan segenap kekuatan negara. Mengingat bentuk dan letak geografis Indonesia yang merupakan suata wilayah lautan dengan pulau-pulau di dalamnya dan mempunyai letak ekuator besarta segala sifat dan corak khasnya,maka implementasi nyata dari Wawasan Nusantara yang menjadi kepentingankepentingan pertahanan keamanan negara harus ditegakkan. Realisasi penghayatan dan pengisian Wawasan Nusantara di satu pihak menjamin keutuhan wilayah nasional dan melindungi sumber-sumber kekayaan alam beserta penyelarasannya, sedangkan di lain pihak dapat menunjukkan kedaulatan negara Republik Indonesia. Untuk dapat memenuhi tuntutan itu dalam perkembangan dunia, maka seluruh potensi pertahanan ke amanan Negara haruslah sedini mungkin ditata dan di atur menjadi suatu kekuatan yang utuh dan menyeluruh. Kesatuan pertahanan dan keamanan negara mengandung arti bahwa ancaman terhadap sebagian wilayah mana pun pada hakikatnya merupakan ancaman terhadap seluruh bangsa dan negara.

ccxv Wasantara sebagai Wawasan Kewilayahan Sebagai faktor eksistensi suatu Negara, wilayah nasional perlu di tentukan batasbataasnya agar tidak terjadi sengketa dengan Negara tetangga. Oleh karena itu, pada umumnya batas-batas wilayah suatu negara dirumuskan konstitusi negara (baik tertulis maupun tidak tertulis). Namun, UUD’45 tidak memuat secara jelas ketentuan wilayah negara Republik Indonesia, baik dalam Pembukaan maupun dalam pasal-pasalnya. Adapun pasal-pasal yang menyebut wilayah/daerah, yaitu: 1. Pada pembukaan UUD’45, alinea IV di sebutkan “…seluruh tumpa darah Indonesia…”; serta 2. Pasal 18, UUD’45: “Pembagian daerah indnesia atas daerah besar dan kecil…”. Untuk dapat memahami manakah yang di maksudkan dengan wilayah atau tumpah darah Indonesia itu, maka perlu ditelusuri pemba_hasan-pembahasan yang terjadi pada sidingsidang Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI), pada Mei s.d. Juni 1945, yang ditetapkan oleh Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI), sehari setelah Proklamasi Kemerdekaan tanggal 17 Agustus 1945. Adapun pembahasan-pembahasan tersebut bersumberkan pada Rancangan UUD dan Piagam Jakarta yang dihasilkan oleh BPUPKI. Dalam rangkaian siding-sidang BPUPKI bulan Mei s.d. Juni 1945, telah dibahas masalah wilayah Negara Indonesia merdeka yang lebih populer disebut tanah air atau juga “tumpah darah” Indonesia. Dalam sidang-sidang ini yang patut dicatat adalah pendapat Dr. Supomo, S.H. dan Muh.Yamin, S.H. pada 31 Mei 1945, serta Ir.Sukarno pada 1 Juli 1945. Supomo menyatakan,antara lain: “Tentang syarat mutlak lain –lainnya, pertama tentang daerah, saya mufakat dengan pendapat yang menga-takan: pada dasarnya Indonesia yang harus meliputi batas Hindia Belanda…” (Setneg RI, tt : 25). Muh.Yamin menghendaki, antara lain: “….. bahwa Nusantara terang meliputi Sumatera, Jawa-Madura, Sunda Kecil, Borneo, Selebes, Maluku-Ambon, dan Semenanjung Malaya, Timor dan Papua…..Daerah

lautan. tt: 66). atau tumpah darah Indonesia meliputi batas bekas Wilayah Hindia Belanda. serta udara angkasa di atasnya sebagai satu kesatuan wilayah. Sukarno__bahwa dalam UUD yang modern. serta melindungi unsur wilayah dan kepentingan nasional. Hal ini di jelaskan oleh ketua PPKI__Ir. kita dapat menunjukkan di mana “kesatuan-kesatuan” di situ. meyusun peta dunia. Seorang anak kecil pun. Tanah-air itu adalah satu kesatuan. … Tempat itu yaitu tanah-air. laut bukan lagi sebagai alat pemisah wilayah. selama belum diadakan yang baru menurut Undang-Undang Dasar ini”—yang memberlakukan undang-undang sebelumnya. dibutuhkan ketegasan tentang batas wilayah. Dalam menentukan batas wilayah negara. Pasal II—“Segala badan Negara dan peraturan yang ada masih langsung berlaku. Tidak dapat di pisahkan rakyat dari bumi yang ada di bawah kakinya. ia dapat menunjukakan bahwa kepulauan Indonesia merupakan satu kesatuan…”(Setneg RI. Untuk menjamin pelestarian kedaulatan. tt: 347). Pemerintah Hindia Belanda telah mengeluarkan peraturan perundang-undangan wilayah dan termuat dalam Ordonantie tahun 1939 yang . jikalau ia melihat dunia. Namun. Wujud geomorfologi Indonesia berdasarkan pancasila—dalam arti persatuan dan kesatuan—menuntut suatu konsep kewilayahan yang memandang daratan/pulau. Adapun yang disepakati sebagai wilayah negara Indonesia adalah bekas wilayah Hindia Belanda. daerah (=Wilayah) tidak perlu masuk dalam UUD (Setneg RI.ccxvi kedaulatan negara Republik Indonesia ialah daerah yang delapan yang menjadi wilayah pusaka bangsa Indonesia” (Setneg RI. Allah SWT membuat peta dunia. Dari dasar inilah. tanah air. Ketegasan batas wilayah tidak saja untuk mempertahankan wilayah. antara lain: “…Orang dan tempat tidak dapat dipisihkan. Berdasarkan penjelasan dari Ketua PPKI tersebut. Sokarno dalam pidaonya. dalam rancangan UUD atau pun dalam keputusan PPKI tentang UUD 1945 ketentuan tentang wilayah negara Indonesia itu tidak dicantumkan. tt : 49). jelaslah bahwa wilayah. tetapi juga untuk menegaskan hak bangsa dan negara dalam pergaulan internasional. Pemerintah RI meng-acu pada Aturan Peralihan UUD’45.

Dengan demikian. Isi pengumuman tersebut sebagai berikut: 1. tetapi didasarkan pada system penarikan garis lurus (straight base line) yang diukur dari garis yang menghubungkan titik-titik ujung yang terluar dari pada pulau-pulau atau bagian pulau yang termasuk ke dalam wilayah negara Republik Indonesia (= point to point theory). 422 tahun 1939. di sisi luar atau sisi laut (outer limits) dari tiap-tiap laut territorial dijumpai laut bebas. Penentuan lebar laut wilayah dari 3 mil laut menjadi 12 mil laut. dalam kantongkantong laut nasional tidak berlaku hukum nasional. 442 tahun 1939. Berdasarkan hal itulah. Juanda pada periode itu sebagai Perdana Menteri Republik Indonesia – yang pada hakikatnya melakukan perubahan terhadap ketentuan ordonansi pada lembaran negara (staatblad) No. penentuan lebar laut wilayah sepanjang 3 mil laut dengan cara penarikan garis pangkal berdasarkan garis pasang surut. Jarak antara satu pulau dengan pulau lain yang menjadi bagian wilayah negara Republik Indonesia “dipisahkan” oleh adanya kantong-kantong laut yang berstatus sebagai laut bebas yang berada di luar yuridiksi nasional. Berdasarkan ketentuan ordonansi ini. Di dalam deklarasi ini terkandung kepentingan dan tujuan bangsa Indonesia. . pada 13 Desember 1957 dikeluarkan pengumuman Pemerintah Republik Indonesia tentang wilayah perairan Negara Republik Indonesia yang dikenal sebagai “Deklarasi Juanda” – Ir. Sementara itu. yang dikenal pula mengikuti contour pulau/darat. Cara penarikan batas laut wilayah tidak lagi didasarkan pada garis pasang surut (low water line). yaitu keutuhan wilayah negara di lautan. 2. Deklarasi Juanda pada hakikatnya adalah menerapkan asas archipelago atau Nusantara. tentang “Territoriale Zee en Maritiem Kringen Ordonantie”.ccxvii diundangkan pada 26 Agustus 1939 yang dimuat dalam Staatblad No. Ketentuan demikian itu mempunyai konsekuensi bahwa secara hipotetis setiap pulau yang merupakan bagian wilayah negara Republik Indonesia mempunyai laut territorial sendiri-sendiri.

Hal ini menimbulkan reaksi beberapa negara yang beragam dan dapat dikatagorikan menjadi 4 macam reaksi sebagai berikut (Kusumaatmaja. pengertian. 2. diberikan penjelasan dan kejelasan sebagai berikut: a. Peraturan ini menentukan aturan-aturan. Negara-negara yang berkepentingan terhadap usaha perikanan laut. Alasan atau argumentasi perlunya meninjau kembali peraturan tentang penentuan batas laut wilayah. yakni mema-hami makna negara kepulauan dan makna “benua maritime” (Zen. deklarasi ini diakomodasikan dalam rangkaian peraturan perundangundangan sebagai berikut: 1. 2002: 26): 1. 4 PRP tahun 1960 tentang perairan Indonesia. Peraturan Pemerintah No.ccxviii Selanjutnya. laut wilayah Indonesia. dan makna lalu lintas damai kendaraan asing. 2005). Undang-Undang No. antara lain tentang lalu lintas laut damai kendaraan air asing di perairan pedalaman. Tidak kalah penting adalah tantangan ke dalam. serta 4. serta bentuk dan luas kedaulatan wilayah Nusantara sejak “Deklarasi Juanda 1957”. Tantangan Bangsa Indonesia Akibat Deklarasi Juanda Dengan adanya Deklarasi Juanda. secara yuridis formal negara Indonesia menjadi utuh tidak terpecah lagi. Negara-negara maritim yang memiliki armada angkutan niaga besar. 3. b. 8 tahun 1960 tentang lalu-lintas laut damai perairan Indonesia. serta perairan pedalaman Indonesia. Negara-negara ASEAN termasuk Australia dan kini Timor Leste. 2. Negara maritim besar—terutama negara adidaya—dalam rangka mencapai tujuan strategi global. Dalam UU ini. Selain itu. tetapi atas dasar base line. Makna dan pengertian perairan Indonesia. . menghilangkan paham bahwa batas wilayah tidak lagi berdasarkan garis pantai atau contour/coastline base.

3. datar dan tebuka. karena itu dapat diambil dan dimiliki setiap negara. Laut tidak dapat di kuasai suatu negara dengan jalan “okupasi” (menduduk). Res Nullius: Laut tidak ada yang memiliki. serta orientasi komoditi perdagangan dunia (Simbolon. bebas. serta tidak dapat dipakai sembunyi. 4. ada baiknya dibahas terlebih dahulu hakikat laut. laut praktis hanya menjadi milik Spanyol dan Portugal sehingga ada semacam pembagian wilayah yuridiksi dari kedua Negara tersebut. falsafah hukum laut yang berbuntut pada perebutan wilayah laut yakni: 1. Res Communis: Laut milik masyarakat dunia. Namun. Hakikat laut adalah: 1. merdeka dan bergerak. . 2. sebelum membahas polemik yang menghasilkan rezim hukum laut. teknologi maritime Belanda dan Inggris melampaui Spanyol dan Portugal. Belanda dan Inggris merasa bahwa mereka tidak harus tunduk pada negara yang lebih “primitif”. 1. Setelah Perang Salib sampai dengan bagian akhir zaman pencerahan (renaissance). karena itu tidak dapat diambil/dimiliki oleh setiap negara. hukum laut banyak ditentukan oleh polemik bangsa Belanda dan Inggris. para ahli hukum dari kedua negara tersebut saling berpolemik mengeluarkan argumentasi tentang hak atas laut. tidak dapat dikuasai secara mutlak (tidak dapat dikaveling. Oleh karena itu. GEOPOLITIK DAN HUKUM KEWILAYAHAN Hukum Laut dan Perkembangannya Perkembangan Sejarah hukum laut tidak lepas dari kemajuan teknologi maritime— perkapalan dan kepelabuhanan – Belanda dan Inggris. Hugo Grotius. serta media untuk bermacam-macam alat angkut. Oleh Karena itu. karena itu laut menjadi bebas. Dari hakikat tersebut timbul. 2. terutama yang bervolume besar. serta relatif tetap dan tidak mudah dirusak. seorang ahli hukum internasional Belanda memberikan teori “Mare Liberum” (laut bebas). 1995). sulit diberi tanda).ccxix C. Bagian akhir zaman pencerahan (renaissance).

tahun 1982. Pemerintah Negara Kesatuan Republik Indonesia melalui Dekla-rasi tanggal 13 Desember 1957 mengajukan NKRI perlu laut wilaya (territory water) selebar 12 mil laut dari Garis Pangkal/Garis Dasar (base line) atas dasar “point to point theory”. Garis dasar adalah garis yang menghubungkan titik-titik terluar pulau terluar. Selanjutnya . setiap negara dapat menguasai laut. “Mare Clausum” (hak kuasa laut). timbul bermacam tipe perairan. laut wilayah dan laut pedalaman dikenalkan sebagai laut Nusantara. Negara pantai mempunyai kedaulatan penuh. Sebagai koreksi atas tulisan tersebut di atas. John Selden. Jamaica. Argumentasi ini didasari bahwa jangkauan meriam kurang lebih 3 mil. Grotius memuat argument bahwa. hal ini tidak terlepas karena perhatian orang yang besar pada laut. Untuk itu. dibahas beberapa masalah yang menyangkut hukum laut: 1. laut wilayah dapat dimiliki sepanjang dapat dikuasai dari darat. . Menurutnya. yaitu dengan adanya pengesahan melalui Sidang Umum PBB. seorang ahli hukum Inggris yang pada tahun 1635 menulis tentang hukum laut dengan judul. Laut Teritorial/Laut Wilayah (Territorial Sea): wilayah laut yang lebarnya tidak melebihi 12 mil dari garis pangkal/garis dasar (base line). 2. yang merupakan tindak lanjut dari United Nations Convention on the of the sea—di kenal UNCLOS 1982—berdasarkan persetujuan 118 negara di Montego Bay. Akibat konvensi hukum laut. Dengan demikian. sebagai jawaban atas teori Grotius. Ini berarti laut hanya milik negara pantai. Perairan Pedalaman (Internal Waters): wilayah laut sebelah dalam dari daratan/sebelah dalam dari GP.Ketentuan ini berlaku hingga tahun 1994. Cornelis Bijenkershoek (seorang Belanda) berpandapat bahwa laut wilayah adalah 3 mil laut dari pantai pada saat pasang surut. laut antar pulau menjadi Perairan pedalaman (internal water) Selanjutnya.ccxx 2. Selden menginginkan adanya hak lintas damai bagi kapal-kapal dengan alasan untuk membeli suplai segar dari negara pantai.

2. baik berpantai maupun tidak berpantai. atau tidak melebihi 100 mil dari kedalaman 2. b. fiskal. serta . ketertiban. 5. 3. Lintas: berlayar/bernavigasi melalui laut territorial. alur laut ditentukan oleh Negara Kepulauan untuk alur laut dan jalur penerbangan di atasnya yang cocok di gunakan untuk lintas kapal dan jalur pesawat terbang asing. dan pengelolaan sumber kekayaan hayati perairan. 5. serta Lintas transit: bernavigasi melintasi pada selat ynag di gunakan untuk pelayaran internasional antara laut lepas/ZEE yang lain.atau keamanan negara yang bersangkutan. konservasi. serta sanitasi dalam wilayah laut territorial.ccxxi 3. Alur Laut Kepulauan: a. Laut Lepas: a. Negara lain menuntut beberapa hak—yang sebenarnya adalah jaminan—dari Negara ke pulauan. Jarak 200 mil GP atau maksimal 350 mil. b.kapal dan pesawat terbang tidak boleh melintas lebih dari 25 mil kiri/kanan dan garis sumbuh. Lintas damai: bernavigasi melalui laut teritorial suatu negara sepanjng tidak merugikan kedamaian. laut terbuka untuk semua negara. Laut Lepas (High Seas): dikenal pula sebagai laut bebas/laut Inter-nasional : Wilayah laut > 200 mil dari Garis Pangkal. merupakan wilayah Negara Pantai untuk melakukan pengawasan pabean. Zona Tambahan (Contigous Zone): wilayah laut yang lebarnya ti-dak boleh melebihi 12 mil dari Laut Teritorial. Zona Ekonomi Eksklusif (Exclusive Economic Zone): wilayah laut yang tidak melebihi 200 mil dari GP.500 m. imi-grasi. alur yang di tentukan dengan merangkai garis sumbuh pada peta. 6.antara lain: 1. Negara yang bersangkutan mempunyai hak berdaulat untuk kepentingan eksplorasi dan eksploi-tasi. 4. semua bagian laut yang tak termaksud laut territorial baik perairan pedalam maupun ZEE. terletak di luar laut teritorial sepanjang merupakan kelanjutan alamiah wilayah. 4. termasuk masuk dan keluar perairan pedalaman untuk singgah di salah satu pelabuhan. Dengan adanya ketentuan di atas. Landas Kontinen (Continental Shelf): wilayah laut Negara Pantai meliputi dasar laut dan tanah di bawahnya.

Bertambahnya jumlah penduduk harus diimbangi dengan kenaikan produksi. serta menjadi salah satu penghidupan. Beberapa Perhatian Manusia Terhadap Laut 1.ccxxii c. Perubahan peta bumi terjadi setelah perang dunia ke II karena telah lahir banyak Negara nasional baru yang memiliki laut. Perlu pengaturan bersama pemanfatan laut dan lingkungan untuk bangsa-bangsa. Hal ini juga menimbulkan perbedaan persepsi: kedaulatan negara kolong berdaulat penuh tetapi dibatasi oleh hak lintas damai?. karena itu timbul perbedaan persepsi. Laut untuk kelangsungan hidup bangsa dan kesejahteraan rakyat. khususnya dari sumber kekayaan laut. pembebasan udara tanpa batas atau kebebasan udara terbatas?. Adapun Ruang Antariksa. Kemajuan teknologi berdampak pada meningkatnya kemampuan manusia dalam memanfatakan laut. 2. Teori Udara Bebas (Air Freedom Theory): bahwa Ruang Udara Be-bas dapat digunakan siapa saja. Ruang Udara berada di atas suatu wilayah negara dan dikategorikan sebagai Ruang Udara Nasional atau wilayah kedaulatan negara kolong. b. terbang riset ilmiah dan menangkap ikan. sarana perhu-bungan dan tersportasi. 3. Teori Negara berdaulat di Udara (Ari Sovereignty Theory ): behwa Negara kolong berdaulat penuh tanpa batas ke atas. . perlu di perhatikan: a. 4. untuk laut lepas semua negara berhak berlayar. laut untuk menjamin integrasi. Bagi bangsa Indonesia. Hukum Dirgantara dan Perkembangannya Ruang digantara dapat di bagi menjadi dua bagian. Beberapa teori yang menjadi polemic para hukum di antaranya: 1. Dengan demikian. yang pemanfaatannya dikendalikan oleh negara tersebut. yaitu Ruang Udara dan Ruang Antariksa. 2. selain itu ditinjau dari segi militer merupakan wahana pertahanan. pemanfaatannya diken-dalikan secara internasional dan tidak boleh di jadikan subjek negara kolong.

batas ruang udara dan ruang antariksa di tetapkan 100/110 km. Perjanjian Ruang Antariksa (Space Treaty): 6. Teori penguasaan Cooper menyatakan bahwa batas ketinggian ditentukan kemampuan teknologi setiap Negara. Low Earth Orbit (LEO). Batas Wilayah Udara. tetapi ada daerah yang lowong dan dapat menimbulkan masalah. 30 km atau s. Seperti halnya dengan hukum laut. menurut Teori Udara Schacter.d. Indonesia menuntut berlakunya kedaulatan negara kolong terhadap Ruang Digantara. 4. yang meliputi manfaatan wilayah Geostationary Satellite Orbit (GSO). Cara menentukan wilayah udara ada perbedaan.ccxxiii 3. balon dan pesawat terbang dapat mengapung dan diterbangkan. yaitu apabila ditarik garis tegak lurus dari permukaan bumi ke atas. Namun dalam perjanjian ini juga berlaku pemafaatan ruang antariksa berdasarkan “first come. Penggunaan damai bagi antariksa. bahwa batas ketinggian s. Dalamhal ini. Sampai kini masih belum ada kesepakatan (tahun 1910 pernah di tentukan batas ketinggian kurang lebih 500 km). GSO mempunyai tiga keunikan.apalagi di bawah khatulistiwa yang memiliki jalur GSO. Paling sedikit tujuan yang ingin di capai Indonesia ialah Ruang Udara Indonesia sebagai wilayah udarah (air soverignty) nasional dan ruang antariksa Indonesia sebagai wilayah kepentingan (air juridiction) ZEE atau landas kontinen.first serve” yang merugikan negara sedang berkembang. Antariksa dan badan-badannya dianggap menjadi wilayah internasional. Sementara itu. 5. Sementara itu. Masalah Ketinggian. Indonesia memiliki ruang digantara yang luas. GSO untuk meletakkan satelit komunikasi agar satelit tersebut berada pada posisi tetap di ruang angkasa terhadap bumi. luas daratan dan lautan = luas udara. luas daerah udara lebih luas dari pada luas daratan dan lautan. Kemudian. Indonesia juga menuntut perlakuan yang sama terhadap ukum udara. Medium Earth Orbit (MEO). Oleh karena itu. disepakati ditarik garis dari “pusat bumi” sampai batas ruang angkasa/antariksa yang membentuk kerucut terbalik. Ketinggian GSO km di atas permukaan bumi.d. Geostationery Satellite Orbit (GSO) Geostationery Satellite Orbit adalah suatu orbit yang berbentuk cincin terletak pada enam radian bumi di atas garis khatulistiwa. antara lain: .

Ukuran terbatas. GSO menjadi sumberdaya alam terbatas. UUDS 1950. 2. GSO hanya pada padang khatulistiwa.5 juta km2. Dasar: Ketentuan Peralihan UUD 1945. Luas Wilayah: Bertambah 5. UU No. Luas Wilayah: Bertambah 2. Dasar: Pengumuman Pemerintah tentang Zone Ekonomi Eksklusif UU No. Masa Penjajahan (Belanda dan Jepang). tetap berlaku Ordonansi No.110 km.d. Ukuran: 12 mil dari garis pangkal (point to point theory) Luas Wilayah: bertambah 4.2 juta km2 . Dasar: Pengumuman Pemerintahan RI tanggal 13 Desember 1957 PEPERPU No.422/1939 (territoralle Zee en Maritiem Krigen Ordonantie No. 3. yaitu tebal 30 km lebar 150 km. menjadi 6. 5/1983 tentang Zone Ekonomi Eksklusif (Pembenahan Kekayaan Alam dan Potensi Alam). 3. menjadi 9. 0. 3. Dasar: Deklarasi Pemerintahan RI tanggal 17 Februari 1969.9 juta km2. Wilayah Nasional Negara Kesatuan Republik Indonesia 1. Deklarasi Pemerintahan RI tanggal 17 Februari 1969 (Landasan Kontinen). 1/1973 tentang Landasan Kontinen. ruas GSO ada di negara khatulistiwa.997 km atau 12. 56 menit. Deklarasi Pemerintahan RI tanggal 13 Desember 1957 ( Deklarasi Juanda). serta 24 Satelit pada orbit ini akan mengelilingi bumi dari barat ke timurdengan masa orbit jam (23 jam.ccxxiv 1.5% keliling GSO. Dasar: Ordonansi Laut Teritorial dan Lingkungan Maritim No. 2 juta km2 Setelah Proklamasi s. 4 detik). 13 Desember 1957. Konstitusi RIS. GSO Indonesia 9.8 juta km2.422/1939) Ukuran: 3 mil dari garis pantai pada saat pasang surut (low water) Luar Wilayah: 2. 4/1960 tentang Pemerintahan Indonesia.7 km2 Pengumuman Pemerintah tahun 1980 (Zone Ekonomi Eksklusif). Panjang garis khatulistiwa Indonesia 6. 442?1939.

dan setelah kemerdekaan otonomi masih dalam bentuk dekonsentrasi. tetapi tujuan utamanya adalah pelayanan kepada rakyat/publik.serta daerah provinsi itu dibagi atas kabupaten dan kota yang masing-masing mempunyai pemerintah daerah (pasal 2 UU No. Desentralisasi merupakan powersharing (otonomi formal dan otonomi material). 32/2004). Kebijakan desentralisasi mempunyai tujuan politis dan tujuan administrasi. Dekonsentrasi: diselenggarakan karena tidak semua tugas-tugas teknis pelayanan kepada rakyat dapat diselenggarakan dengan baik oleh Pemerintah Daerah (kabupaten/kota). serta telah diratifikasi dengan UU No. Untuk keperluan tersebut. Jepang. Pemerintah provinsi yang berbatasan dengan laut memiliki kewenangan laut sejauh 12 mil laut diukur dari garis pantai kea rah laut lepas dan ke arah perairan kepulauan (pasal18 ayat [4] UU No. Pembagian Daerah Wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia dibagi atas daerah-daerah provinsi. yang meliputi: 1. Dekonsentrasi terdiri atas fungsional (kanwil/kandep) dan integrasi (kepala wilayah). 6/1996 tentang perairan Indonesia. 32/2004). wilayah negara dibagi atas daerah besar dan daerah kecil. . Oleh karena itu.ccxxv D. diperlukan asa dalam mengelola daerah. Adapun filsafat yang dianut adalah: Pemerintah Daerah ada karena ada rakyat yang harus dilayani. Asas ini bertentangan dengan Deklarasi Pemerintaan RI yang telah dilakukan melalui UNCLOS. output-nya hendaknya berupa pemenuhan bahan kebutuhan pokok rakyat—public goods—dan peraturan daerah public regulation—agar rakyat tertib dan adanya kepastian hukum. 2. Pada kenyataanya. Otonomi daerah bertujuan memudahkan pelayanan kepada rakyat/publik. Desentralisasi pelayanan rakyat/public. GEOPOLITIK DAN OTONOMI DAERAH Latar Belakang Sentralisasi pelayanan dan pembinaan kepada rakyat tidak mungkin dilakukan dari pusat saja. Oleh karena itu. otonomi daerah di Indonesia secara luas tidak/belum pernah terlaksana. Sejak masa masa penjajahan Belanda.

32/2004 tentang Pemerintaan Daerah) 1. keresidenan. e. b. Globalisasi yang menyebabkan adanya Global Parados (Naisbit. wilayah-wilayah tersebut terbagi habis menjadi provinsi. serta Maluku dan Maluku Utara—yang bebrapa saat lalu hingga kini tetap bergejolak. ada yang patut diwaspadai bahwa semangat otonomi seharusnya tidak menjurus pada semangat pembentukan daerah berdasarkan etnik atau subkultur.ccxxvi Sehubungan dengan ini. keamanan. Sulawesi Tengah. Riau Kepulauan. Kewenangan Pemerintah (Pasal 10 Ayat [3]): a. Sulawesi Barat. dan agama. penyelenggaraan pendidikan dan alokasi sumber daya manusia potensial. politik luar negeri. kabupaten/kota. Selanjutnya. yustisi. c. b. Pembagian Kewenangan (UU No. Banten. Kalimantan Barat. 1987: 55) jangan sampai menyemangati pemekaran wilayah atas dasar pendekatan kebudayaan sehingga menimbulkan benturan budaya yang berakibat pecahnya negara nasional (Huntington. Penyelenggaraan ketertiban umum dan ketentraman masyarakat. Bangka-Belitung. c. Pada masa penjajahan Belanda. baik yang berupa konflik fisik maupun konflik nonfisik (keinginan memisahkan diri dengan membentuk provinsi baru). perlu adanya perhatian khusus pada wilayah yang dilalui Alur Laut Kepulauan Riau. pemanfaatan. pertahanan. f. Pulau Lombok. f. d. Oleh karena itu. moneter dan fiskal nasional. penanganan bidang kesehatan. wilayah Indonesia terbagi berdasarkan subkultur dengan dibentuknya daerah keresidenan. dan pengawasan tata ruang. Perencanaan dan pengendalian pembangunan. g. penyediaan sarana dan prasarana umum. kewedaan. e. a. penanggulangan masalah sosial llintas kabupaten/kota Kewenangan Wajib Pemerintah Daerah Provinsi (Pasal 13) . dan kecamatan. d. Perencanaan. 1996:100). 2.

n. fsilitasi pengembangan koperasi. l. penyelenggaraan pendidikan. pelayanan pertanahan. n. j. usaha kecil. dan urusan wajib lainnya yang diamanatkan oleh peraturan perundang-undangan. d. c. h. perencanaan. 3. perencanaan dan pengendalian pembangunan. Kewenangan Pemerintah Daerah Kabupaten dan Kota (pada dasarnya sama. m. e. . pelayanan pertanahan termasuk lintas kabupaten/kota pelayanan kependudukan dan pencatatan sipil. pelayanan kependudukan dan pencatatan sipil. k. b. pelayanan administrasi penanaman modal. Pasal 14): a. dan menengah. pelayanan administrasi umum pemerintahan. penanggulangan masalah sosial. o. tetapi dalam skala kabupaten/kota. pelayanan administrasi penanaman modal termasuk lintas kabupaten/kota penyelenggaraan pelayanan dasar lainnya yang belum dapat dilaksanakan oleh kabupaten/kota. pelayanan bidang ketenagakerjaan. termasuk lintas kabupaten/kota. j. pelayanan administrasi umum pemerintahan. usaha kecil. i. pengendalian lingkungan hidup. penyelenggaraan pelayanan dasar lainnya. penanganan bidang kesehatan. m. l.ccxxvii h. o. urusan wajib lainnya yang diamanatkan oleh peraturan perundang-undangan. pengendalian lingkungan hidup. f. k. penyelenggaraan ketertiban umum dan ketentraman masayarakat. pelayanan bidang ketenagakerjaan lintas kabupaten/kota fsilitasi pengembangan koperasi. g. p. pemanfaatan. dan pengawasan tata ruang. penyediaan sarana dan prasarana umum. p. i. dan menengah.

b. berasal dari pinjaman APBN. dana alokasi khusus. dan pengelolaan laut. Adapun batas wilayahnya adalah paling jauh 12 mil laut diukur dari garis pantai ke arah laut lepas dan 1/3-nya menjadi kewenangan daerah kabupaten/kota. U . Agar adil dan merata. diperlukan aturan yang baku. Dana Perimbangan Daerah. dan d. Lain-lain penerimaan yang sah termasuk Dana Darurat. dan ikur serta dalam pertahanan kedaulatan negara. b. 4. 2.ccxxviii 4. Sumber Penerimaan Pelaksanaan Desentralisasi Membagi adil dan merata hasil potensi masyarakat. c. e. pajak daerah. c. dana bagi hasil dari pajak dan sumber daya alam. terdiri atas: a. hasil pengelolaan kekayaan daerah.retribusi daerah. eksplorasi. konservasi. antara lain: 1. Kewenangan Pemerintah Daerah untuk mengelola sumber daya alam dan sumber daya lainnya di wilayah laut (Pasal 18): a. penegakan hukum terhadap peraturan yang dikeluarkan oleh daerah atau yang dilimpahkan kewenangannya oleh Pemerintah. dikeluarkan beberapa istilah tentang dana untuk keperluan pembinaan wilayah. Dari ketentuan tersebut. Pendapatan Asli Daerah : a. pengaturan administrasi.lain-lain Pendapatan Asli Daerah yang sah. ikut serta pemeliharaan keamanan. d. b. f. 3.dana alokasi umum. Pinjaman daerah: daerah dapat meminjam dari dalam negeri dan luar negeri (melalui Pemerintah Pusat) dengan persetujuan DPR. pengaturan tata ruang. dan c. eksploitasi.

32/2004. tetapi apabila hinterlatid ini berada di tapal batas . terjadi pergeseran batas negara secara imajiner. mengingat banyak pulaupulau sepanjang perbatasan yang rawan untuk dikuasai negara tetangga. antara lain adanya kepastian hukum dan tidak menutup kemungkinan adanya tuntutan referendum. dan lain-lain). baik dengan manusia maupun dengan alam sehingga terjadi simbiosis. Dorongan politik. RTRW Kabupaten dan Kota masih di bawah 50% yang telah menjadi Perda (dikukuhkan). Daerah frontier terbentuk karena sifat manusia yang saling bergantung. Kehidupan masyarakat Indonesia dengan masyarakat negara jiran menjadi saling mempengaruhi. Pembinaan wilayah frontier laut hendaknya mendapat prioritas. Dari 91 pulau yang menjadi titik batas (point) ada 12 pulau yang rawan diserobot oleh negara lain. Untuk itu. daerah ini merupakan daerah "frontier". Daerah frontier (Sunardi. Pada saat mengacu UU No. dan telah menjadi Perda. Mereka sering mengabaikan daerah "hinterland' (pedalaman). baik melalui okupasi diam-diam (silent occupation) maupun melalul penetrasi budaya dan ekonomi. 2. serta 3. Dorongan sosial budaya. berupa kesamaan subkultur (suku) dan kemudahan mendapatkan fasilitas perlindungan masa depan (sekolah. 2004: 151) terjadi antara lain: 1. Dorongan ekonomi. Rencana Tata Ruang Wilayah Berkaitan dengan diundangkannya UU No. 22/1999 tentang Pemerintahan Daerah. perlu ditinjau kembali rencana tata ruang wilayah (RTRW). Namun. baik provinsi maupun kabupaten dan kota. bahkan terisolasi pada era globalisasi. Dengan diundangkannya UU No. yang dikukuhkan melalui perjanjian internasional dengan negara jiran. 32/2004. kesehatan/social security. ternyata perlu mengubah K . perlu berdirinya jawatan pencatatan pulau/pantai yang dikenal sebagal Marine Cadastre. berupa kemudahan masyarakat untuk dapat memenuhi kebutuhan hidup.ccxxix Daerah Frontier Banyak pimpinan daerah politisi dan pejabat daerah yang tidak menyadari dan mendalami makna filosofi otonomi daerah sehingga ada wilayah yang terpencil. Akibatnya.batas resmi. RTRW Provinsi sudah sesuai.

jelaslah bahwa masyarakat dan pemerintah sering mengabaikan baku mutu lingkungan. . maka akan didapat hal-hal berikut: 1. Tercapainya kelestarian lingkungan hidup. 4. serasi. 2. semua komponen masyarakat hendaknya mengacu pada filsafat yang mendasarinya. Kasus yang sekarang masih terkatung-katung hingga kini adalah masih adanya limbah B-3 dari Singapura yang dionggokkan di pulau-pulau Provinsi Kepulauan Riau. Kewajiban memiliki analisis dampak lingkungan (amdal) sering terabaikan karena kurang disadari oleh para pejabat di daerah. Keterbukaan. Pengubahan RTRW hendaknya mengacu pada kepentingan nasional. 2. Dari gambaran tersebut. dan berkelanjutan. reklamasi pantai utara DKI Jakarta dengan menebang hutan bakau menimbulkan banjir yang tidak saja menimpa DKI Jakarta. yaitu dengan terabaikannya salah satu sektor. Dengan menyadari akan filsofi ini. 3. Kerusakan lingkungan pada pulau-pulau yang tidak berpenghuni seperti halnya kasus di atas pada gilirannya akan merugikan masyarakat. Pemanfaatan ruang bagi semua kepentingm secara terpadu. selaras. keserasian. Selama ini sering RTRW lebih berorientasi pada negara kontinen sehingga upaya pembenahan pantai kurang berkaitan dengan masalah lingkungan hidup. menyebabkan meningkatnya kerusakan lingkungan tidak saja di darat. yaitu: 1. Pulau-pulau tempat teronggoknya limbah B-3 temyata belum terencana peruntukannya oleh Pemerintah. perlu standardisasi penataan ruang dan sudah barang tentu mengacu pada asas negara kepulauan. Oleh karena itu. Tercapainya kelestarian. tetapi juga di daerah maritim. Masuknya limbah B-3 sebagai barang impor menandakan bahwa Indonesia masih belum—mungkin tidak—tahu akan bahaya limbah B-3 yang dimasukkan sebagai pupuk untuk pertanian. Sebagai contoh.ccxxx RTRW. dan perlinclungan hukum. Padahal. keadilan. Kurangnya pemahaman akan makna hakikat negara Nusantara. terwujudnya manusia indonesia sebagai insan lingkungan hidup yang memiliki sikap untuk melindungi dan membina lingkungan hidup. berdaya guna dan berhasil guna. Terjaminnya generasi masa kini clan generasi masa depan. 24/1992). tetapi juga provinsi lain. persamaan. baik oleh pusat maupun daerah. dan keseimbangan antara manusia dan alam. tidak hanya mengacu pada kepentingan daerah semata (UU No.

2005).504 pulau dan yang bernama hanya 5.801 belum bernama (Data Mabes TNI. . seperti sekarang ini yang berakibat pada konflik di kalangan masyarakat. Oleh karena itu. lengkap dengan tata letak (koordinat pada peta taut) dan konfigurasinya—luas. 3. tetapi tidak tabu apa atau pulau mana yang hilang. banyak pulau-pulau yang hilang—dituntut kepemilikannya oleh negara jiran ataupun menjadi rusak karena alam dan manusia Indonesia—yang tidak diketahui. Dengan adanya Marine Cadastre. politisi.703 pulau dan sisanya sebanyak 11. letak. dengan upaya proaktif.ccxxxi 5. Adapun keuntungan yang didapat dari Marine Cadastre. bahkan gelap. serta ciri flora dan fauna—sehingga akan mudah bagi Indonesia untuk mendaftarkan diri ke PBB di New York. perlu berdirinya jawatan pencatatan pulau/pantai yang dikenal sebagai Marine Cadastre. serta Terlindungnya nkri dari dampak kegiatan di luar wilayah nkri yang menyebabkan pencemaran dan atau perusakan lingkungan hidup. penyusunan rtrw perlu benar-benar terpadu. serta Memberikan batas wewenang pada daerah otonom tentang batas laut berdasarkan koordinat tidak berdasarkan perkiraan. 2. Untuk itu. dokumentasi nasional tentang konfigurasi kepulauan Indonesia tidak jelas. diharapkan Indonesia mampu menginventarisasi jumlah pulau. Walhasil. Ini juga disebabkan kurangnya perhatian pengambil kebijakan—negarawan. Terkendalinya pemanfaatan sumber daya secara bijaksana. Dapat menuntut hak (claim) atas pulau tersebut di wilayah Indonesia apabila diduduki secara diam-diam oleh negara tetangga. 6. Jangan sampai Indonesia kehilangan pulau. Pendaftaran Wilayah Maritim (Marine Cadastre) Tanah Air Indonesia memiliki sebanyak 17. antara lain: 1. Akibatnya. serta para pemimpin nonformal—di negeri ini.

karena itu nelayan harus belajar membaca peta laut dan menggunakan peralatan navigasi dengan lebih baik. tindakan Indonesia paling tidak : 1. Dalam menghadapi negara adidaya yang sejak semula menentang negara Nusantara. serta nelayan ikut memonitor para pengganggu negara yang melakukan pencurian ikan. laut nusantara menjadi ”high seas”. Upaya Menghadapi Geopolitik dan Geostrategi Negara Jiran Dalam menghadapi ASEAN dan Australia. Pembangunan desa pantai. pencemaran lingkungan. 3. . hendaknya Indonesia tetap menolak penambahan ALKI. dan perusakan alat navigasi laut. penambahan ALKI sesuai dengan permintaan International Maritime Organization harus tetap ditolak karena pada hakikatnya akan membuat wilayah Indonesia menjadi terbuka sehingga kontraproduktif dibandingkan dengan Deklarasi Juanda. 2. dengan ditindak lanjuti secara proaktif dalam bentuk pengawasan. Dalam menghadapi malaysia dan singapura yang menggunakan kekerasan. Dalam menghadapi negara yang memiliki armada angkutan laut besar yang ingin tetap berperan dalam era globalisasi: 1. 2. 3. serta Dengan adanya kunjungan presiden dan wakil presiden ke perbatasan diharapkan akan meningkatkan rasa nasionalisme rakyat indonesia. Dengan demikian. 2. Dalam menghadapi australia dengan proyek australia maritimeidentification zone (amiz). 4. ALKI perlu diinformasikan lebih intensif kepada masyarakat maritim Indonesia. indonesia harus segera mengidentifikasikan pulau-pulau yang tersebar luas. Meningkatkan kemampuan nelayan dari nelayan pantai menjadi nelayan laut. Penambahan ALKI dapat mengakibatkan wilayah Indonesia terbuka kembali. Apabila menghadapi negara yang berkepentingan dengan perikanan: 1. yang diisi oleh keluarga nelayan/pelaut. Mewaspadai "silent occupation" dengan pemantapan pembinaan kekuatan maritim. tidak seperti sekarang ini yang masih dibangun oleh petani gunung. perlu diwaspadai adanya ”five power defence agreement” yang masih berlaku.ccxxxii E.

serta sumber daya alam wilayah Negara tersebut.(Pasal 1 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah) 6) Pelaksanaan otonomi daerah dipengaruhi oleh faktor-faktor yang meliputi kemampuan si pelaksana. 5) Otonomi daerah adalah kewenangan daerah otonom untuk mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat menurut prakarsa sendiri berdasarkan aspirasi masyarakat sesuai dengan peraturan perundang-undangan. dan kemampuan dalam berorganisasi. kemampuan dalam keuangan. SOAL LATIHAN Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini : 1. Jelaskan konsepsi-konsepsi geopolitik . 4) Tujuan bangsa indonesia dilihat dari konsep geopolitknya adalah menjunjung tinggi kepentingan nasional. ketersediaan alat dan bahan. serta kepentingan kawasan untuk menyelenggarakan dan membina kesejahteraan.ccxxxiii PENUTUP Dari pembahasan tentang Geopolitik Indonesia. yang mencakup lokasi. serta lingkungan geografinya yang berwujud negara kepulauan berdasarkan pancasila dan UUD 1945. dengan merujuk kepada percaturan politik internasional. yang secara umum didefinisikan sebagai cara pandang dan sikap bangsa indonesia tentang dirinya yang bhinneka. Jelaskan pengertian geopolitik 2. luas. kedamaian dan budi luhur serta martabat manusia di seluruh dunia. maka dapat disimpulkan sebagai berikut : 1) Menurut etimologi geopolitik berasal dari dua kata yaitu “geo” yang berarti bumi dan “politik” yang berhubungan dengan kekuasaan atau pemerintahan. sedangkan menurut istilah geopolitik adalah suatu studi yang mengkaji masalah-masalah geografi. 2) Geopolitik penting untuk dipelajari dan diketahui karena mengkaji makna strategis suatu wilayah geografi. 3) Geopolitik indonesia dinamakan wawasan nusantara. sejarah dan ilmu social.

2003. Kenichi. Collins. Suradinata. 2001. 1996. London: Fontana. The Borderless World. ---------. 2004.London. Soewarso. Akar-akar Kebangsaan Indonesia. Hukum Ruang Angkasa (Suatu Pengantar). Power and Strategy in the Interlined Economy. Ohmae. Menjadi Indonesia.Si. DR. Jakarta : Balai Pustaka. Sunardi. Jakarta: Kompas. Jakarta: PT Kuadernita Adidarma. Ditjen Dikti. R. John (terjemahan). Buku I. 1996. Geopolitik dan Konsepsi Ketahanan Nasional. Indonesia and the Law of the Sea. Jakarta: Ditjen Dikti. Jakarta: C S I S Huntington. Ermaya dan Alex Dinuth (Pnyt). 2002. Serpong: Lembaga Ilmu Humaniora ITI. 1981. 1994. Jelaskan wawasan nusantara sebagai landasan geopolitik Indonesia BAHAN BACAAN Basrie. Jakarta: Paradigma Cipta Tatrigama . Wawasan Nusantara. Mochtar. Semakin Besar Ekonomi Dunia Semakin Kuat Perusahaan Kecil. The Clash of Civilization and the Remaking of the World Order. Chaidir Drs. Konsep Hukum Negara Nusantara Pada Konvensi Hukum Laut III. Wawasan Nusantara. Sumardi. Modul Acuan Proses Pembelajaran MPK Pendidikan Kewarganegaraan. M. Samuel P. Bandung: Alumni. Depdiknas. Simbolon. Pembinaan Ketahanan Bangsa.ccxxxiv 3. 1995.. 1995. 1995. Kapita Selekta Pendidikan Kewarganegaraan (untuk Mahasiswa) bag I & II . Principle and Practices. Prof. Gambarkan secara singkat kondisi geopolitik Indonesia 4. Kusumatmadja. 2002. 1991. Global Paradox. Hasyim. Grand Strategy. John M. 2001. Kamus Besar Bahasa Indonesia. UK: Touchstone Book Co. Ma : US Naval Institutem Djalal. Jakarta: Ditjen Dikti Depnas. Parakitri T. Juajir. M. Ketahanan Nasional. Hak Cipta. dalam rangka nemperkokoh keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Jakarta: PT Pradnya Paramita. Naisbitt. Wawasan Nasional Indonesia. 1974. Jakarta: Binarupa Aksara. Anna-polis.

perdamaian abadi. sosial budaya. Jelaskan Pengertian geostrategi 2. dan sasaran perwujudan kepentingan.ccxxxv BAB XII GEOSTRATEGI INDONESIA A. Dengan demikian. dan keadilan sosial. Jelaskan perkembangan geostrategi Indonesia 3. B. Ruang Lingkup Bahan pembelajaran ini akan membahas : 1. Selain itu. ekonomis. sarana. serta tujuan nasional melalui pembangunan. serta sasaran pembangunan untuk mencapai kepentingan dan tujuan nasional tersebut. dan hankam. Latar Belakang Geostrategi merupakan masalah penting bagi setiap bangsa. Jelaskan konsepsi dasar ketahanan nasional . Jelaskan landasan geostrategi Indonesia 4. Geostrategi Indonesia pada dasarnya adalah strategi nasional bangsa Indonesia dalam memanfaatkan wilayah negara republik Indonesia sebagai ruang hidup nasional untuk merancang arahan tentang kebijakan. suatu bangsa itu tetap eksis dalam arti ideologis. kini. Geostrategi menjadi sangat penting karena setiap bangsa yang telah menegara membutuhkan strategi dalam memanfaatkan wilayah negara sebagai ruang hidup nasional. untuk memajukan kesejahteraan umum. maupun masa mendatang. politis. sarana. Semua ini dalam rangka menentukan kebijakan. dan ikut serta melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan. Geostrataegi Indonesia dirumuskan dalam wujud Konsepsi "Ketahanan Nasional". baik pada masa lampau. mencerdaskan kehidupan bangsa. Pembukaan UUD 1945 memberikan amanat kepada para penyelenggara negara agar dalam hidup berbangsa dan negara dalam lingkup nasional diarahkan untuk mewujudkan upaya melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia.

Menggunakan konsep Ketahanan Nasional dalam memecahkan persoalan atau mencari solusi persoalan yang muncul dalam masyarakat. Sasaran Pembelajaran Modul Setelah proses pembelajaran. Menyadari bahwa Ketahanan Nasional sangat diperlukan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. serta 5. Menganalisis isu-isu aktual berdasarkan perspektif Ketahanan Nasional. . Mahasiswa diharapkan mampu memahami dan menganalisis konsep Geostiategi Indonesia yang berupa konsep Ketahanan Nasional Indonesia Melalui pembelajaran ini mahasiswa diharapkan dapat : 1. 3. 4.ccxxxvi C. 2. Menjelaskan pengertian Ketahanan Nasional. Menggambarkan keterkaitan berbagai aspek Ketahanan Nasional.

serta sarana-sarana untuk mencapai tujuan nasional. Geostrategi Indonesia memberi arahan tentang bagaimana merancang strategi pembangunan untuk mewujudkan masa depan yang lebih baik. B. Geostrategi dapat pula dikatakan sebagai pemanfaatan kondisi lingkungan dalam upaya mewujudkan tujuan politik. Isi konsep geostrategi Indonesia yang tenimus adalah pentingnya pengkajian terhadap perkembangan lingkungan strategi di kawasan Indonesia yang ditandai dengan meluasnya pengaruh Komunis. Pada tahun 1965-an lembaga ketahanan nasional mengembangkan konsep geostrategi Indonesia yang lebih maju dengan rumusan sebagai berikut: Bahwa geostrategi Indonesia harus berupa sebuah konsep strategi untuk mengembangkan keuletan dan daya tahan. Oleh karena itu. aman. Pengertian Geostrategi Indonesia Merupakan strategi dalam memanfaatkan konstelasi geografi negara Indonesia untuk menentukan kebijakan. Geostrategi Indonesia pada waktu itu dimaknai sebagai strategi untuk mengembangkan dan membangun kemampuan teritorial dan kemampuan gerilya untuk menghadapi ancaman komunis di Indocina. Pengertian Geostrategi Dan Geostrategi Indonesia a. dan sarana-sarana untuk mencapai tujuan nasional bangsa Indonesia.ccxxxvii URAIAN BAHAN PEMBELAJARAN A. geostrategi Indonesia bukanlah merupakan geopolitik untuk kepentingan politik dan perang. tujuan. dan sejahtera. tujuan. Pengertian Geostrategi Geostartegi merupakan strategi dalam memanfaatkan konstelasi geografi negara untuk menentukan kebijakan. melainkan untuk kepentingan kesejahteraan dan keamanan. Perkembangan Konsep Geostrategi Indonesia Pada awalnya pengembangan awal geostrategi Indonesia digagas Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (SESKOAD) Bandung tahun 1962. juga untuk mengembangkan kekuatan nasional dalam menghadapi dan . b.

maupun aspek-aspek alamiah. sosial budaya. dan gangguan. Pengembangan konsep geostrategi Indonesia bahkan juga dikembangkan oleh negara-negara yang lain dengan bertujuan : a. politik. Menunjang tugas pokok pemerintahan Indonesia dalam: 1 ) menegakkan hukum dan ketertiban (law and order). hambatan. tapi tetap terlihat konsep geostrategi Indonesia baru sekadar membangun kemampuan nasional sebagai faktor kekuatan penangkal bahaya. Geostrategi Indonesia sebagai pelaksanaan geopolitik Indonesia memiliki dua sifat pokok sebagai benkut. metode. dan doktrin dalam pembangunan nasional. Sejak tahun 1972 Lembaga Ketahanan Nasional terus melakukan pengkajian tentang geostrategi Indonesia yang lebih sesuai dengan konstelasi Indonesia. b. justice). Hal ini untuk upaya kelestarian dan eksistensi hidup negara dan bangsa dalam mewujudkan cita-cita proklamasi dan tujuan nasional. 4) terwujudnya keadilan hukum dan keadilan sosial (yuridical justice and social . 2) terwujudnya kesejahteraan dan kemakmuran (welfare and prosperity). tantangan. Terhitung mulai tahun 1974 geostrategi Indonesia ditegaskan wujudnya dalam bentuk rumusan ketahanan nasional sebagai kondisi. Menyusun dan mengembangkan potensi kekuatan nasional. 3) terselenggaranya pertahanan dan keamanan (defense and prosperity). dan hankam. serta 5) tersedianya kesempatan rakyat untuk mengaktualisasikan din (freedom of the people).ccxxxviii menangkal ancaman. Pada era itu konsepsi geostrategi Indonesia dibatasi sebagai metode untuk mengembangkan potensi ketahanan nasional dengan pendekatan keamanan dan kesejahteraan untuk menjaga identitas kelangsungan serta integritas nasional sehingga tujuan nasional dapat tercapai. Gagasan ini agak lebih progresif. baik bersifat internal maupun ekstemal. baik yang berbasis pada aspek ideologi.

Tannas adalah keuletan dan daya tahan nasional dalam menghadapi segala ancaman. Dalam kedudukannya sebagai konsepsi penangkalan. SKEP/1382/XG/1974. serta eksistensi bangsa dan negara Indonesia.ccxxxix a. hambatan. C. 3) Gagasan Tannas oleh Lemhanas tahun 1969-an. kelangsungan hidup bangsa dan negara. sosial budaya. identitas. integritas.Tannas adalah keuletan dan daya tahan nasional dalam menghadapi segala kekuatan. membahayakan integritas. geostrategi Indonesia ditujukan menangkal segala bentuk ancaman. gangguan. gangguan. Perkembangan Konsep Pengertian Tannas 1) Gagasan Tannas oleh Seskoad tahun 1960-an. Ketahanan Nasional Sebagai Perwujudan Geostrategi Indonesia a. politik. dan tantangan terhadap identitas. . baik yang datang dari luar maupun dari dalam yang langsung ataupun tidak langsung membahayakan kelangsungan negara dan bangsa Indonesia. baik yang datang dari luar maupun dan dalam yang langsung ataupun tidak langsung membahayakan kelangsungan negara dan bangsa Indonesia. baik yang datang dari dalam maupun dari luar yang langsung ataupun tidak langsung. 5) Gagasan Tannas menurut GBHN 1978-1997. serta perjuangan nasional. 4) Gagasan Tannas berdasar SK Menhankam/Pangab No. ketangguhan yang mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional di dalam menghadapi dan mengatasi segala ancaman. Bersifat daya tangkal.Tannas adalah kondisi dinamis yang merupakan integrasi dari kondisi tiap aspek kehidupan bangsa dan negara. 2) Gagasan Tannas oleh Lemhanas tahun 1963-an. dan tantangan. ekonomi. yaitu pengembangan potensi kekuatan bangsa dalam ideologi. b. dan hankarn sehingga tercapai kesejahteraan rakyat. Bersifat developmental/pengembangan.Ketahanan Nasional adalah merupakan kondisi dinamis suatu bangsa berisi keuletan dan.Tannas adalah pertahanan wilayah oleh seluruh rakyat.

Sebagai konsepsi pengaturan dan penyelenggaraan kehidupan berbangsa dan bernegara. metode pendekatan dan pengkajian ketahanan nasional terdiri atas pendekatan keamanan dan pendekatan kesejahteraaan. Kelemahan salah satu bidang akan mengakibatkan kelemahan bidang yang lain. Sifat-Sifat Ketahanan Nasional. 6) percaya pada din sendiri. Ketahanan nasional ini bergantung pada kemampuan bangsa dan seluruh warga negara dalam membina aspek alamiah serta aspek sosial sebagai landasan penyelenggaraan kehidupan nasional di segala bidang. . serta memiliki hubungan erat antargatra di dalamnya secara komprehensif integral. 5) tidak membenarkan sikap adu kekuasaan dan adu kekuatan. c. 2) mawas ke dalam. Ketahanan Nasional mengandung makna keutuhan semua potensi yang terdapat dalam wilayah nasional. serta 7) tidak bergantudg pada pihak lain. 4) berubah menurut waktu. yang dapat memengaruhi kondisi keseluruhan. Sifat-sifat ketahanan nasional adalah sebagai benkut : 1) manunggal.ccxl b. Untuk mewujudkan ketahanan nasional. baik fisik maupun sosial. Hakikat Ketahanan Nasional Pada hakikatnya Ketahanan Nasional adalah kemampuan dan ketangguhan suatu bangsa untuk dapat menjamin kelangsungan hidupnya menuju kejayaan bangsa dan negara. dilaksanakan dengan mengelola dan menyelenggarakan kesejahteraan dan keamanan terhadap sistem kehidupan nasional. 3) kewibawaan.

ccxli d. maka model ini diturunkan secara analitis. yang dikembangkan oleh Lemhanas ini menyiinpulkan adanya 8 unsur . menggunakan kemampuannya. dan (5) Gatra Pertahanan Keamanan. (4) Gatra Sosial Budaya. (3) Gatra-Ekonomi. Dalam analisisnya. Sebagai konsekuensinya. maka terdapat advokasi untuk memperoleh power position sehingga muncul strategi ke arah balanced power. Morgenthau menekankan pentingnya kekuatan nasional dibina dalam kaitairnya dengan negara-negara lain. b) Aspek Pancagatra Kehidupan Sosial: (1) Gatraldeologi. Artinya. (2) Gatra Politik. ia menganggap pentingnya perjuangan untuk mendapatkan power position dalam satu kawasan. 2) Model Morgenthau Model ini bersifat deskriptif kualitatif dengan jumlah gatra yang cukup banyak. serta (3) Gatra keadaan dan kemampuan penduduk. (2) Gatra keadaan dan kekayaan alam. Konsepsi Dasar Ketahanan Nasonal 1) Model Astagatra Model ini merupakan perangkat hubungan bidang-bidang kehidupan manusia dan budaya yang berlangsung di atas bumi ini dengan memanfaatkan segala kekayaan alam yang dapat dicapai dengan Model aspek kehidupan nasional yaitu: a) Aspek Trigatra Kehidupan Alamiah: (1) Gatra letak dan kedudukan geografi. Bila model Lemhanas berevolusi dan observasi empiris perjalanan perjuangan bangsa.

tetapi jumlah penduduknya kecil juga tidak akan menjadi negara besar walaupun berteknologi maju. .ccxlii 3) Model Alfred Thayer Mahan Mahan dalam bukunya "The Influence Seapower on History" mengatakan bahwa kekuatan nasional suatu bangsa dapat dipenuhi apabila bangsa tersebut memenuhi unsur-unsur sebagai berikut: a) Letak geografi b) Bentuk atau wujud bumi c) Luas wilayah d) Jumlah penduduk e) Watak nasional atau bangsa f) Sifat pemerintahan 4) Model Cline Cline melihat suatu negara dan luar sebagaimana dipersepsikan oleh negara lain. dapat dicapai peningkatan dan pengembangan kemampuan nasional. Baginya hubungan antemegara pada hakikatnya amat dipengaruhi oleh persepsi suatu negara terhadap negara lainnya. Model ini mengatakan bahwa suatu negara kecil bagaimanapun majunya tidak akan dapat memproyeksikan diri sebagai negara besar. termasuk di dalamnya persepsi atau sistem penangkalan dan negara lainnya. Dengan memanfaatkan dan menggunakan secara memadai segala komponen strategi tersebut. Menurut Cline suatu negara akan muncul sebagai kekuatan besar apabila ia memiliki potensi geografi besar atau negara secara fisik yang wilayahnya besar dan memiliki sumber daya manusia yang besar pula. Sebaliknya. suatu negara dengan wilayah yang besar. e. Komponeri Strategi Astagatra Komponen strategi Astagatra merupakan perangkat hubungan bidang-bidang kehidupan manusia dan budaya yang berlangsung di atas bumi ini.

dan pertahanan keamanan. 2) Pancagatra Komponen strategi pancagatra adalah gatra ideologi. ekonomi.ccxliii 1) Trigatra Komponen strategi trigatra ialah gatra geografi. serta antargatra itu sendiri terdapat hubungan timbal balik yang erat dan lazim hubungan (korelasi) disebut dan ketergantungan (interdependency). Trigatra merupakan kelompok gatra yang tangible atau bersifat kehidupan alamiah. sosial budaya. hubungan komponen strategi dalam trigatra dan pancagatra tersusun secara utuh menyeluruh (komprehensif integral) di dalam komponen strategi astagatra. Hubungan Komponen Strategi Antargatra Hubungan komponen strategi antargatra dalam trigatra dan pancagatra. sumber kekayaan alam. . Pancagatra merupakan kelompok gatra yang intangible atau bersifat kehidupan sosial. politik. Oleh karena itu. dan penduduk. f.

1996. Sumbangan ilmu Sosial Terhadap Ketahanan Nasional. Regionalisme. kondisi demikian akan membawa implikasi yang sangat luas terhadap eksistansi bangsa dan negara. (ed). -----------------. Kondisi rasa keadilan merupakan tolak ukur yang kongkrit bagi terwujudnya ketahanan nasional dalam pengertian kualitas dan tujuan ( in terms of quality-in terms of output ). Jelaskan landasan geostrategi Indonesia 4. Lemhanas. Keterbukaan Informasi dan Ketahanan Nasional. Dengan demikian kondisi ketahanan nasional erat kaitannya dengan kondisi rasa keadilan.ccxliv PENUTUP Dalam negara republik Indonesia yang berdasarkan ketuhanan yang maha esa menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab. Gadjah Mada University Press: Yogyakarta. Armaidy Armawi (ed). Gadjah Mada University Press: Yogyakarta.Nasionalisme dan Ketahanan Nasional. sebab “musuh utama” dari bangsa Indonesia adalah “ketidakadilan sosial”. 1996. Lemah dan teguhnya kondisi ketahanan nasional sangat ditentukan oleh terpenuhinya rasa keadilan sosial. Jelaskan Pengertian geostrategi 2. . prinsip keadilan merupakan hal yang senantiasa ditegakkan karena keadilan adalah daya hidup manusia. (ed). 1997. yaitu ketahanan nasional adalah integrasi kondisi keadilan disegenap aspek sistem kehidupan masyarakat Indonesia. Gadjah Mada University Press: Yogyakarta. Adapun perumusannya. Jelaskan konsepsi dasar ketahanan nasional BAHAN BACAAN Ichlasul Amal. SOAL LATIHAN Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini : 1. Diterbitkan dengan Kerja Sama Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Depdikbud dan Gramedia: Jakarta. -----------------. Oleh karena itu. Kewiraan Untuk Mahasiswa. 1998. Jelaskan perkembangan geostrategi Indonesia 3.

Jakarta. 2004. 2001. Program Studi Ketahanan Nasional S. Santoso.Ps-UGM: Yogyakarta. 2004. Suryohadiprojo.Ps-UGM: Yogyakarta. 1977. Integrasi Bangsa.S. Mimeo: Jakarta.2002. Jumal Ketahanan Nasional. Jumal Ketahanan Nasional. Program Studi Ketahanan Nasional S. Peranan Para Pemimpin dan Patriot Bangsa dalam Mempertahankan Kelangsungan Hidup Bangsa dan Negara. Pembinaan Ketahanan Bangsa. S. Sayidiman. Jurnal Ketahanan Nasional. Gramedia: Jakarta. Pendidikan Kewarganegaraan. Gunawan. Suniodiningrat.ccxlv ----------------. A H. Budi. Sishankamrata/Ketahanan Nasional. RM. Sunardi.2001. Program Studi Ketahanan Nasional S. Nasution.Ps .UGM: Yogyakarta. . Pembangunan Ekonomi dan Inlegrasi Bangsa. PT Kuatemita Adidarma: Jakarta.

Serta menjadi warga negara yang memiliki daya saing. 3. memahami tentang demokrasi dan pendidikan demokrasi. 1. 5. tujuan dan kompetensi pendidikan kewarganegaraan Mahasiswa dapat memahami nilai-nilai jati diri bangsa melalui pengkajian aspek ontologi. 2. Adapun pendidikan kewarganegaraan diarahkan pada materi civic. 3. dan civic competence). 2. etika. dan aksiologi filsafat Pancasila sehingga dengan pemahaman tersebut dapat tumbuh personal wisdom yang integratif dalam dimensi kompentensi kewarganegaraan (civic knowledge. democrasi dan citizenship education serta muatan PPBN (pendidikan pendahuluan bela negara) secara parsial berupa wawasan kebangsaan dan konsep ketahanan nasional. idiologi bangsa dan sistem konstitusi serta sistem politik dan ketatanegaraan indonesia. 7. civic skills.Lembaga Mahasiswa dapat mengenali masalah-masalah strategis dalam politik dan strategi nasional Mahasiswa dapat mengerti. Mahasiswa dapat memahami pancasila sebagai idiologi bangsa dan negara Mahasiswa dapat mengenali karakteristik identitas nasional sehingga dapat memiliki daya tangkal terhadap berbagai hal yang akan menghilangkan identitas nasional indonesia Mahasiswa dapat menjelaskan konsep dasar ketatanegaraan secara konstitusional.ccxlvi EVALUASI A. Manfaat Mata Kuliah Mata kuliah ini diharapkan dapat memberikan manfaat beruapa menjadikan ilmuan dan profesional yang memiliki rasa kebangsaan dan cinta tanah air. Pendidikan pancasila diarahkan pada materi pancasila sebagai sistem filsafat. KONTRAK PEMBELAJARAN 1. civic commitment. demokratis yang berkeadaban. Tujuan Pembelajaran Pada akhir pembelajaran mata kuliah ini. 6. dan berpartisipasi aktif dalam membangun kehidupan yang damai berdasarkan sistem pancasila. Hasil Amandemen UUD 1945 dan Hubungan Antara Lembaga. 8. Deskripsi Mata Kuliah Matakuliah ini merupakan penggabungan dua materi inti kurikulum nasional yaitu pendidikan pancasila dan pendidikan kewarganegaraan.berdisiplin. civic convidence. 4. epistemologi. . serta dapat mengembangkan sikap demokrasi dalam kehidupannya sehari-hari. mahasiswa diharapkan mampu : Mahasiswa dapat memahami latar belakang. Mahasiswa dapat mengidentifikasi dan menganalisis HAM.

ccxlvii Mahasiswa dapat mengetahui dan memahami aturan hukum di indonesia serta memiliki kesadaran tentang pentingnya rule of law dalam konteks kehidupan bermasyarakat. 2. Menjadi warga negara yang memiliki daya saing. Mahasiswa dapat mengidentifikasi dan menganalisis Hak dan Kewajiban warga Negara 11. Mahasiswa dapat memahami Geo Politik Indonesia 12. 10. TUJUAN DAN KOMPETENSI PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN . berbangsa. Menjadi ilmuan dan profesional yang memiliki rasa kebangsaan dan cinta tanah air.berdisiplin. Skema Materi Perkuliahan Pendidikan Kewarganegaraan 1. demokratis yang berkeadaban. dan berpartisipasi aktif dalam membangun kehidupan yang damai berdasarkan sistem pancasila ↑ GEOSTRATEGI INDONESIA ↑ GEOPOLITIK INDONESIA ↑ HAK DAN KEWAJIBAN WN ↑ HAM DAN RULE OF LAW ↑ DEMOKRASI INDONESIA ↑ POLITIK DAN STRATEGI Sistem konstitusi Sistem politik dan ketatanegaraan Indonesia ↑ IDENTITAS NASIONAL ↑ FILSAFAT PANCASILA Pancasila sebagai sistem Filsafat Pancasila sebagai Ideologi Bangsa dan Negara ↑ LATAR BELAKANG. dan bernegara. Mahasiswa dapat memahami dan menganalisis konsep Geostiategi Indonesia yang berupa konsep Ketahanan Nasional Indonesia 9. Bagan 1.

. Mata kuliah ini menggunakan metode collaboratif learning yang diawali dengan kuliah/ceramah dengan topik tertentu sesuai dengan pokok pembelajaran. Diskusi kelompok yang dilakukan dalam bentuk diskusi panel dikelas yang mana seluruh peserta mata kuliah dapat berkonstrubusi dalam proses tersebut.ccxlviii 4. Kemudian dilanjutkan dengan tanya jawab dan diskusi kelompok untuk mencari kesepahan terhadap materi yang dipelajari. Selanjutnya diberikan tugas mandiri dan tugas kelompok dengan maksud labih memahami materi dan memperkaya pengetahuan dengan berbagai referensi yang didapatkan dari perpustakaan maupun dari sumber lainya. baik dari internet maupun dari media massa lainnya. Minggu berikutnya dilanjutkan pada materi selanjutnya dengan kembali memulai proses sebelumya yaitu kuliah interaktif dan dilanjutkan dengan tugas kelompok dan tugas individu yang kemudian diskusikan. Strategi Pembelajaran : SCL : Collaboratif Learning YANG DILAKUKAN DOSEN Merancang tugas yang bersifat open ended. KEMAMPUAN YANG BISA DIPEROLEH MAHASISWA Penghargaan Apresiasi pendapat/toleansi Sebagai fasilitator dan motivator Networking Share vision Group decision making Time management Metode Model YANG DILAKUKAN MAHASISWA Bekerja sama dengan anggota kelompoknya dalam mengerjakan tugas Membuat rancangan proses dan bentuk penilaian berdasarkan konsensus kelompoknya sendiri.

Daftar Pustaka) Ruang lingkup Pembahasan sesuai dengan sasaran tugas dan kasus yang ditetapkan. Pendahuluan. Setiap kelompok diskusi mempresentasikan materi dalam bentuk Microsoft Power Point (sesuai jadwal pada GBRP) PEMBAGIAN KELOMPOK DISKUSI KELOMPOK I II III IV V VI VII VIII IX X XI MATERI PANCASILA SEBAGAI SISTEM FILSAFAT PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI NASIONAL IDENTITAS NASIONAL SISTEM KONSTITUSI POLITIK DAN STRATEGI DEMOKRASI INDONESIA HAK AZASI MANUSIA RULE OF LAW HAK DAN KEWAJIBAN WN GEOPOLITIK INDONESIA GEOSTRATEGI INDONESIA 2. Tugas 1.ccxlix 5. Kewarganegaraan b. Syarat tugas “makalah kelompok” : • • • • Struktur Makalah (Sampul. spasi 1 ½. c. sesuai dengan jumlah substansi materi Pend. Penutup. Sesuai dengan strategi pembelajaran (Collaboratif Learning) maka: a. Daftar Isi. . Kata Pengantar. Setiap kelas dibagi menjadi 11 (sebelas) kelompok diskusi. warna sampul (sesuai kesepakatan kelas) Makalah dikumpul dalam bentuk soft copy dan hard copy – Hard Copy dikumpul pada saat diskusi – Soft Copy (CD) dikumpul satu minggu setelah diskusi. Persyaratan tugas kelompok Pemateri : a. Setiap kelompok membuat makalah kelompok sesuai dengan subtansi materi yang ditugaskan. Pembahasan. huruf times new roman 12. Makalah diketik computer pada kertas ukuran kwarto.

c. Pembagian Sub materi setiap kelompok peserta : Kelompok I : Pancasila Sebagai Sistem Filsafat SUB MATERI Hierarkhi/ Jenjang Pengetahuan Perbandingan filsafat dengan ilmu pengetahuan Ilmu filsafat dan cabang-cabangnya Pancasila Sebagai Sistem Filsafat Pengertian sistem Pancasila sebagai sistem filsafat (ont. Mahasiswa Peserta • • Setiap peserta mencermati sub-materi yang menjadi tugasnya untuk diumpan balik Setiap peserta membuat paper sesuai dengan sub tema yang ditugaskan diketik komputer pada kertas ukuran kwarto.aksiologi) Pokok-pokok sila pancasila (isi arti pancasila) Fungsi dan tujuan filsafat pancasila Filsafat Pancasila Dlm Konteks PKN KELOMPOK II III. Tugas Kelompok/Mahasiswa peserta : a.ccl b. b.padat. IV V VI VII VIII IX X XI . 2 slide). huruf times new roman 12. Kelompok Peserta • • • Sub-Materi yang didiskusikan pada minggu perkuliahan dibagi pada kelompok yang tidak mempresentasi.kata kunci (Singkat. Membuat pertanyaan kelompok maksimal 2 (dua) pertanyaan dan dikumpulkan diawal perkuliahan.jelas dan menarik) Soft Copy (CD) dikumpul bersama Soft Copy Makalah Kelompok 3. spasi 1 ½. Syarat tugas “power point ” • • • Microsoft Office Power Point Memenuhi kaidah-kaidah power point berisi kalimat kunci/ kata.epis. dikumpulkan diakhir sesi perkuliahan. Setiap kelompok peserta diwakili salah seorang anggota menjelaskan sub materi yang ditugaskan (Power Point maks.

Bentuk-bentuk demokrasi.IV V.III IV V VII.VIII IX X. Pendidikan demokrasi KELOMPOK I III IV-VI VII VIII IX.X XI . Macam-macam demokrasi yang pernah berlaku di indonesia. Demokrasi dan pelaksanaannya di indonesia. Permasalahan dan agenda pembangunan nasional tahun 2004-2009 Kelompok VI: Demokrasi Indonesia SUB MATERI Makna demokrasi.XI KELOMPOK I-III V-VII VIII-XI KELOMPOK I-II III-IV VI-VIII IX-XI KELOMPOK I II. X XI KELOMPOK I II. Nilai-nilai demokrasi.VIII IX. dan polstranas Stratifikasi politik nasional Politik pembangunan nasional dan manajemen nasional. ideologi tertutup Ideologi bangsa-bangsa didunia Reformasi sosio moral Kelompok III : Identitas Nasional SUB MATERI Latar Belakang dan Pengertian Muatan dan Unsur-unsur Keterkaitan Globalisasi dengan Identitas Nasional Keterkaitan Intergrasi Nasional dan Identitas Nasional Paham Nasionalisme Revitalisasi Pancasila sebagai Pemberdayaan Identitas Nasional Kelompok IV : Sistem Konstitusi SUB MATERI Konstitusi Dinamika pelaksanaan UUD 1945 Lembaga Negara Kelompok V : Politik Dan Strategi SUB MATERI Pengertian politik.VI VII. strategi.ccli Kelompok II : Pancasila Sebagai Ideologi Bangsa Dan Negara SUB MATERI Pengertian ideologi Isi ideologi Pancasila ideologi nasional Dimensi-dimensi ideologi Ideologi terbuka . Keunggulan demokrasi.

Asas kewarganegaraan.XI KELOMPOK I II III. Problem status kewarganegaraan.IX.IX X.IV V-VII VIII.XI KELOMPOK I II III.VI VIII.II III IV V. Penduduk dan warga Negara.XI KELOMPOK I. Kelompok X : Geopolitik Indonesia SUB MATERI Perkembangan Teori Geopolitik Wawasan nasional Wawasan nusantara Geopolitik Dan Hukum Kewilayahan Geopolitik Dan Otonomi Daerah Kelompok XI : Geostrategi Indonesia SUB MATERI Pengertian geostrategi Perkembangan konsep geostrategi indonesia Ketahanan Nasional Sebagai Perwujudan Geostrategi Indonesia KELOMPOK I. Prinsip-Prinsip Rule of Law Secara Hakiki dalam Penyelenggaraan Pemerintahan di Indonesia. Kelompok IX : Hak Dan Kewajiban Warga Negara SUB MATERI Pengertian bangsa dan Negara.IV V-VII VIII X XI KELOMPOK I II III. serta HAM di Indonesia: Permasalahan dan penegakannya Kelompok VIII: Rule Of Law SUB MATERI Latar Belakang Rule of Law Pengertian dan Lingkup Rule of law. Isu-Isu Rule of Law.II III-VI VII-X . Kewajiban Negara dan Pemerintah.VI VII IX X.IV V. Prinsip-prinsip Rule of Law Secara Formal di Indonesia.cclii Kelompok VII: Hak Azasi Manusia SUB MATERI Pengertian dan ruang lingkup HAM Sejarah HAM Hak asasi dalam UUD 1945 HAM Menurut UU NO 39 TH1999 Kewajiban Asasi Manusia HAM pada tatanan global. serta Strategi Pelaksanaan Rule of Law. Hak Warga Negara Kewajiban Warga Negara.

15 % Geostrategi indonesia 15 % b. b. Mahasiswa menjawab pertanyaan yang ada pada buku teks pembelajaran dan dikumpulkan pada MINGGU VIII Mahasiswa menyatukan simpulan setiap materi dan membuatnya dalam bentuk paper dan dikumpulkan pada MINGGU XIV Syarat Tugas Akhir : • Ruang lingkup paper sesuai dengan sub materi yang telah ditetapkan. 6. c. • Paper diketik komputer pada kertas ukuran kwarto. Kriteria Penilaian Penilaian akan dilakukan sesuai dengan bentuk strategi pembelajaran : a. Penilaian substansi kajian : SUBSTANSI KAJIAN SKOR (%) Pendahuluan 5% Pancasila sebagai sistem filsafat 10 % Pancasila sebagai ideologi nasional 5% Identitas nasional 10 % Sistem konstitusi 5% Politik dan strategi nasional 5% Demokrasi Indonesia 10 % Hak azasi manusia 5% Rule of law 5% Hak dan kewajiban warga negara 10 % Geopolitik ind. spasi 1 ½. warna sampul (sesuai kesepakatan kelas) • Paper maksimal satu halaman per sub materi • Paper dikumpul dalam bentuk hard copy . huruf times new roman 12. Rekapitulasi penilaian substansi kajian: NO I SUBSTANSI KAJIAN SKOR % 100% 5% 95% 100% 100% 100% KONSTRIBUSI NILAI PROSES SCL Pendahuluan Pengantar Kontrak perkuliahan Penjelasan materi-materi perkuliahan Penyajian substansi TUGAS MANDIRI FINAL TES TOTAL REMEDIAL 60 II III 15 25 100 Maksimal B- .ccliii 4. Tugas akhir mahasiswa : a.

50 2.00 1.00 0. Pelaksanaan aturan II perkuliahan Kehadiran.75 3. MHS DENGAN NILAI < 66 3.00 d.50 3. dan konversi untuk program diploma dan sarjana (S-1) sebagai berikut : NILAI ANGKA >85 81-85 76-<81 71-<76 66-<71 61-<66 51-<61 45-<51 <45 NILAI MUTU A AB+ B BC+ C D E NILAI KONVERSI 4.ccliv c. Nilai Mahasiswa Maksimal B2. Kriteria penilaian: • PENDAHULUAN MINGGU INDIKATOR Kehadiran I Kehadiran. MHS DENGAN KEHADIRAN >= 80 % RENTANG NILAI : Pasal 33 (Nilai Hasil Belajar) ayat 4 (Kesetaraan nilai angka. Remedial dan Rentang Nilai: Ketentuan Remedial : 1.00 3.00 2.75 2. Pelaksanaan aturan III perkuliahan BOBOT 50 25 5% 25 SKOR . nilai mutu.

Aturan Perkuliahan a.5.cclv • DISKUSI KELOMPOK “PEMAKALAH” MINGGU INDIKATOR MAKALAH Ketepatan waktu pengumpulan Terpenuhinya bagian makalah Kemutakhiran referensi PRESENTASI Ketepatan ide Kejelasan uraian Kerjasama tim presentasi Kedisiplinan Kreativitas Ketuntasan materi BOBOT 100 15 60 25 100 20 20 20 10 10 20 KN IV-XIV …% • DISKUSI KELOMPOK “PESERTA” INDIKATOR Pertanyaan kelompok Kehadiran dgn aturan perkuliahan Tugas (pr/kuis/modul) Partisipasi/ konstribusi Total BOBOT 20 20 20 40 100 KN …% MINGGU IV-XIV 7. Surat Edaran UPT MKU Dalam upaya lebih meningkatkan disiplin dan etika mahasiswa dalam mengikuti setiap perkuliahan.6 & 7 Persyaratan Ujian – Pasal 29 Nilai T – Pasal 30 ayat 7 & 8 b. 38 – Pasal 11 ayat 1. maka kepada seluruh mahasiswa peserta mata kuliah Bidang UPT. MKU Universitas Hasanuddin agar dalam mengikuti perkuliahan dan atau praktikum kiranya mengindahkan hal-hal berikut : . Peraturan Akademik Unhas • • • Kelompok Mata Kuliah – Pasal 1 ayat 34.

Kegiatan Extra Kurikuler (seperti Bina Akrab. KWN Bab. Penjelasan tentang materi dan aturan perkuliahan 2. tidak mencoretcoret dinding kursi atau meja kuliah.cclvi 1. 4.IV &Literatur lain Buku Pend. Berpakaian bersih. dll) tidak boleh mengganggu jadwal perkuliahan UPT. baju kaos oblong dan celana compang-camping dalam mengikuti perkuliahan dan atau praktikum. Kompetensi Pendidikan Kewarganegaraan Pancasila sebagai sistem filsafat Pancasila sebagai ideologi bangsa dan negara Identitas nasional Sistem Konstitusi Indonesia I-III Buku Pend. Tidak diperbolehkan memakai sandal. KWN Bab.I &Literatur lain IV V VI VII Buku Pend. termasuk apabila ketentuan-ketentuan di atas tidak diindahkan oleh mahasiswa c. 6. Kehadiran mahasiswa dalam mengikuti perkuliahan minimal 80% baru dapat dievaluasi. Kesepakatan Dalam Kelas Perkuliahan …………………………… 8. 5. MINGGU KEHARI/TGL/WAKTU/RU ANGAN Jadwal Perkuliahan TOPIK BAHASAN BACAAN/BAB PENDAHULUAN 1. Rambut disisir rapi dan tidak acak-acakan. Selama kuliah berlangsung Hand Phone (HP) dimatikan dan tidak diperbolehkan keluar masuk ruangan dan atau mondar-mandir dalam ruangan yang mengganggu perkuliahan. 7. (Sesuai dengan aturan akademik) 3.III&Literatur lain Buku Pend. Hadir di ruangan kuliah/praktikum tepat pada waktunya sesuai jadwal yang ada.II&Literatur lain Buku Pend. Dosen pengajar dapat mengambil tindakan penertiban apabila mahasiswa melakukan kegiatan-kegiatan yang sifatnya dapat mengganggu jalannya perkuliahan di dalam kelas. KWN Bab. Tujuan Pendidikan Kewarganegaraan 4. KWN Bab. MKU.V &Literatur lain . 2. Menjaga kebersihan dengan tidak membuang sampah dalam ruangan. Latar Belakang Pendidikan Kewarganegaraan 3. rapi dan bersepatu. KWN Bab.

KWN & Literatur lain Buku Pend. KWN & Literatur lain Buku Pend. 3. KWN Bab. Dosen/Fasilitator : a. Mempersiapkan presentasi materi (mengatur media pembelajaran) b.VII &Literatur lain Buku Pend. KWN & Literatur lain B. Tahap Presentasi Kelompok Pemateri ( 30 menit ) : 1.VIII &Literatur lain Buku Pend.XII &Literatur lain Geo politik indonesia Geo strategi indonesia  Tugas Akhir  UJIAN AKHIR SEMESTER  REMEDIAL  Buku Pend. Mencermati presentasi dan mengamati dinamika kelas pembelajaran . Mengingatkan tentang aturan perkuliahan/kontrak belajar terkait dengan materi danstrategi pembelajaran pada minggu tersebut 2. 3. KWN Bab.XI &Literatur lain Buku Pend. Dosen/Fasilitator : a. B. Mahasiswa (anggota kelompok peserta) mencermati presentasi dengan fokus pada sub materi yang menjadi tugasnya untuk diumpan balik. Menyampaikan pengantar perkuliahan b. KWN Bab. KWN Bab. KWN Bab.cclvii VIII IX X XI XII XIII XIV XV XVI Rule of law  Hak dan kewajiban wn  Politik dan strategi nasional Demokrasi dan pendidikan demokrasi Hak asasi manusia. Mahasiswa (kelompok peserta) menyerahkan pertanyaan kelompok kepada dosen/fasilitator. Buku Pend. Tahap Awal Pembelajaran ( 10 menit ) : 1.X &Literatur lain Buku Pend. Menyerahkan makalah kelompok kepada dosen/fasilitator. KEGIATAN BELAJAR PROSES PEMBELAJARAN A.VI&Literatur lain Buku Pend. KWN Bab. KWN Bab.IX &Literatur lain Buku Pend. Mahasiswa (kelompok pemateri) : a. Mahasiswa (kelompok pemateri) mempresentasikan materi dengan ruang lingkup sesuai dengan GBRP 2.

Dosen/Fasilitator : a. Dosen/Fasilitator : a. Mencermati diskusi dan dinamika kelas pembelajaran b. 3. 2. . c. 3. Mengarahkan dan memberi alternatif pada hal-hal yang bermasalah. Mahasiswa (kelompok pemateri) menyampaikan jawaban terhadap pertanyaanpertanyaan kelompok peserta. memilah dan memilih pertanyaan kelompok peserta diskusi d. Tahap Umpan Balik Kelompok Peserta ( 40 menit ) : kelompok 1. Menyampaikan simpulan materi pembelajaran b. Dosen/Fasilitator : a. Bila sasaran pembelajaran dianggap belum tercapai dengan diskusi maka dapat dimunculkan kasus terkait dengan materi pembelajaran 2. Mengisi kolom-kolom penilaian C. Mencermati umpan balik kelompok peserta b.cclviii b. Membaca.. Mencatat hal-hal yang penting. Mahasiswa (kelompok pemateri) : a. Mengisi kolom-kolom penilaian E. berbeda dengan penjelasan kelompok pemateri untuk dijelaskan pada akhir perkuliahan. Tahap Diskusi Kelas ( 50 menit ) : 1. Dosen/fasilitator menyerahkan pertanyaan pilihan kepada kelompok pemateri. Mengumpan balik secara tertulis tugas makalah (mengoreksi/menambahkan) c. Mahasiswa (kelompok pemateri) menerima makalah yang telah diumpan balik oleh dosen untuk diperbaiki dan dikumpul minggu berikutnya 3. Mencermati umpan balik kelompok peserta dan mengamati dinamika kelas pembelajaran b.kelompok peserta) mengumpan balik jawaban pertanyaan-pertanyaan tersebut. Mahasiswa (anggota kelompok. Mahasiswa (setiap anggota kelompok peserta) mengumpulkan tugas individunya. c. Tahap Akhir Pembelajaran ( 20 menit ) : 1. Mempersiapkan jawaban pertanyaan kelompok peserta 4. Mahasiswa (perwakilan kelompok peserta) menjelaskan (umpan balik) pada sub materi yang menjadi tugasnya masing-masing. 2. Mengisi kolom-kolom penilaian D.

warna sampul (sesuai kesepakatan kelas) M3= Kemutakhiran referensi o Minimal satu jurnal dan empat buku pustaka = 25 o Kurang dari ketentuan = 20 o Tidak memiliki referensi/daftar pustaka =0 P1= Ketepatan ide o Penyampaian argument bedasarkan data dan fakta. spasi 1 ½.5 =0 = 60 = 30 • Struktur Makalah (Sampul. Penilaian kelompok pemateri INDIKATOR MAKALAH Ketepatan waktu pengumpulan Terpenuhinya bagian makalah Kemutakhiran referensi PRESENTASI Ketepatan ide Kejelasan uraian Kerjasama tim presentasi Kedisiplinan Kreativitas Ketuntasan materi KODE M M1 M2 M3 P P1 P2 P3 P4 P5 P6 BOBOT 100 15 60 25 100 20 20 20 10 10 20 KN …% Keterangan : • M1 = Ketepatan waktu pengumpulan o Tepat waktu ( satu minggu setelah dipresentasikan) o Tidak tepat waktu o Melewati dua minggu setelah dipresentasikan • M2= Terpenuhinya bagian makalah o Terpenuhinya bagian makalah yang disyaratkan o Tidak sesuai dengan syarat tugas Syarat tugas “makalah kelompok” : • = 15 = 7. RUBRIK PENILAIAN a. Pembahasan. Pendahuluan. • Makalah diketik computer pada kertas ukuran kwarto. Daftar Pustaka) • Ruang lingkup Pembahasan sesuai dengan sasaran tugas dan kasus yang ditetapkan.cclix C. Daftar Isi. dengan rujukan buku dan ahli = 20 o Kurang/tidak tepat = 10 o Tidak menyampaikan pendapat =0 • . Penutup. huruf times new roman 12. Kata Pengantar.

P6= Ketuntasan Materi o Penjelasan materi oleh masing-masing anggota kelompok selesai sesuai dengan waktu yang disediakan dan terjawabnya semua pertanyaan pada sesi diskusi. o Penjelasan materi oleh masing-masing anggota kelompok selesai sesuai dengan waktu yang disediakan dan terjawabnya semua pertanyaan pada sesi diskusi. = 20 = 10 =0 • = 20 = 10 =0 • = 10 =5 • = 10 =5 • = 20 = 10 b. Penilaian kelompok peserta INDIKATOR Pertanyaan kelompok Kehadiran dgn aturan perkuliahan Tugas Individu (paper) Konstribusi Total KODE K1 K2 K3 K4 K BOBOT 20 20 20 40 100 KN …% . o Presentasi sesuai dengan kaidah-kaidah power point/ Penggunaan contoh kasus dengan penjelasan yang mudah dipahami oleh peserta. kesesuaian penjelasan dengan Topik bahasan o Kurang/tidak tepat o Tidak menyampaikan pendapat P3= Kerjasama tim presentasi o Setiap anggota kelompok bertugas mempresentasi dan Menguasai penjelasan o Setiap anggota kelompok bertugas mempresentasi/ Menguasai penjelasan o Tidak membagi tugas sesame anggota kelompok P4= Kedisiplinan o Ketepatan waktu memulai diskusi. efisiensi penggunaan waktu presentasi o Ketepatan waktu memulai diskusi/ efisiensi penggunaan waktu presentasi P5= Kreativitas o Presentasi sesuai dengan kaidah-kaidah power point dan Penggunaan contoh kasus dengan penjelasan yang mudah dipahami oleh peserta.cclx • P2= Kejelasan uraian o Mampu mendekripsi.

DAFTAR PENILAIAN DAFTAR NILAI MATA KULIAH PENGEMBANGAN KEPRIBADIAN MATA KULIAH : PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN FAKULTAS JURUSAN : : PROSES PEMBELAJARAN NO N I M NAMA Kehadiran IV 1 10 % V 2 5 % VI 3 10 % VII VIII 4 5 % 5 5 % IX 6 10 % X 7 5 % XI 8 5 % XII 9 10 % XIII 10 15 % XIV 11 15 % Jum lah 100 % 0 0 0 60 % 0 0 0 HARI/WAKTU RUANGAN DOSEN SCL : : : RAHMATULLAH. pertanyaan sesuai dengan materi dan dikumpul sebelum presentasi o Ada pertanyaan klp/ pertanyaan sesuai dengan materi / dikumpul sebelum presentasi o Tidak ada pertanyaan kelompok • K2 = Kehadiran dengan pelaksanaan aturan kuliah o Mahasiswa hadir dengan mengikuti aturan perkuliahan o Mahasiswa hadir tapi melanggar aturan perkuliahan o Tidak hadir K3 = Tugas individu o Mahasiswa mengumpulkan tugas pada waktu pembelajaran o Mahasiswa mengumpulkan tugas melewati waktu pembelajaran (dua minggu setelah perkuliahan) o Tidak mengumpulkan tugas individu K4 = Konstribusi o Mahasiswa yang mewakili kelompoknya mengumpan balik Sub materi yang ditugaskan/ mahasiswa yang berargumen terkait dengan materi yang dibahas o Mahasiswa yang hanya berpartisipasi (menjaga suasana diskusi yang kondusif) o Mahasiswa tidak berpartisipasi dan berkonstribusi D. Final Tes Total Skor 100 % 0 0 0 E E E = 20 = 10 =0 = 20 = 10 =0 = 20 = 10 =0 • • = 40 = 20 =0 P I-III 5 % XV 25 % XVI 15 % 1 2 3 N I LA I . Akh.Si Tgs.M.cclxi Keterangan : • K1 = Pertanyaan Kelompok o Ada pertanyaan klp.

cclxii .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful