i

HIBAH PENULISAN BUKU AJAR UNIVERSITAS HASANUDDIN TAHUN 2011

PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN

OLEH : RAHMATULLAH, S.Ip, M.Si

Dibiayai oleh dana DIPA BLU Universitas Hasanuddin Sesuai SK Rektor Unhas Nomor : …../H4.2/KU.10/2011 Tanggal……………..…..2011 dengan Surat Perjanjian Pelaksanaan Pekerjaan Nomor : 70/H4.21.2.4/UM.16/2011 Tanggal 14 November 2011

BIDANG MPK, MBB UNIT PELAKSANA TEKNIS MATA KULIAH UMUM (UPT MKU) UNIVERSITAS HASANUDDIN NOVEMBER 2011

ii KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN UNIVERSITAS HASANUDDIN LEMBAGA KAJIAN DAN PENGEMBANGAN PENDIDIKAN JL.Perintis Kemerdekaan Km.10 Makassar 90245 (Gedung Perpustakaan Unhas Lantai Dasar) Telp. (0411) 586200, Extr. 1064 Fax. (0411) 585188 e-mail : lkpp@unhas.ac.id =================================================================== HALAMAN PENGESAHAN HIBAH PENULISAN BUKU AJAR BAGI TENAGA AKADEMIK UNIVERSITAS HASANUDDIN TAHUN 2011 Judul Buku Ajar Nama Lengkap NIP Pangkat/Golongan Jurusan/Program Studi Fakultas/Universitas Alamat e-mail Biaya : : : : : : Pendidikan Kewarganegaraan Rahmatullah, S.Ip,M.Si 19770513 200312 1 002 Penata / IIIc Ilmu Politik Pemerintahan/ Ilmu Pemerintahan Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (SOSPOL) / Universitas Hasanuddin : rahmatullah_jafar@yahoo.com : Rp 5.000.000,- (Lima Juta Rupiah) Dibiayai oleh dana DIPA BLU Universitas Hasanuddin tahun 2011 sesuai SK Rektor Unhas Nomor : …./H4.2/KU.10/2011 Tanggal……………………..2011 Makassar , November 2011 UPT MKU Universitas Hasanuddin Kepala, Penulis

Prof.Dr.H.Hanapi Usman, M.S NIP.19570228 198703 1 001

Rahmatullah,S.Ip,M.Si NIP. 19770513 200312 1 002

Mengetahui : Ketua Lembaga Kajian dan Pengembangan Pendidikan (LKPP) Universitas Hasanuddin,

Prof.Dr.Ir.Lellah Rahim,M.Sc NIP.19630501 198803 1 004

iii

KATA PENGANTAR
Perubahan yang terjadi dewasa ini terasa begitu cepat sehingga menyebabkan seluruh tatanan yang ada didunia ini ikut berubah, sementara itu tatanan yang baru belum terbentuk. Hal ini disebabkan sendi-sendi kehidupan yang selama ini diyakini kebenarannya menjadi usang. Nilai-nilai yang menjadi anutan hidup kehilangan otoritasnya sehingga manusia menjadi bingung. Kebingungan ini menimbulkan berbagai krisis, terutama ketika terjadi krisis moneter yang dampaknya terasa sekali di bidang politik; sekaligus berpengaruh dibidang moral; serta sikap perilaku manusia diberbagai belahan dunia, khususnya Negara berkembang, termasuk Indonesia. Untuk merespon kondisi ini pemerintah perlu mengantisipasinya agar tidak menuju pada keadaan yang lebih memprihatinkan. Salah satu solusi yang dilakukan pemerintah dalam menjaga nilai-nilai anutan hidup dalam berbangsa dan bernegara secara lebih efektif adalah melalui bidang pendidikan. Upaya dibidang pendidikan, khususnya pendidikan tinggi, berupa perubahan-perubahan dibidang kurikulum. Kurikulum pengajaran diperguruan tinggi harus mampu menjawab problem transformasi nilai-nilai tersebut. Sesuai dengan acuan strategi pembangunan pendidikan nasional (UU NO.20 Tahun 2003 tentang sisdiknas), telah ditetapkan sebagai berikut : 1. Kurikulum perguruan tinggi, termasuk kurikulum inti mata kuliah pengembangan kepribadian perlu dirancang berbasis kompetensi yang sejalan dan searah dengan desain kurikulum bidang studi di perguruan tinggi. 2. Proses pembelajaran berpendekatan kepentingan mahasiswa yang bersifat mendidik dan dialogis 3. Profesionalisme dosen selaku pendidik perlu terus menerus ditingkatkan Pasal 37 ayat 2 UU NO. 20 Tahun 2003 tentang system pendidikan nasional menyatakan bahwa kurikulum pendidikan tinggi wajib memuat : 1. Pendidikan agama 2. Pendidikan Kewarganegaraan yang berlandaskan nilai-nilai Pancasila 3. Bahasa Ketentuan tersebut akan diatur lebih lanjut oleh Peraturan pemerintah, tetapi sampai sekarang Peraturan Pemerintah yang dimaksud tidak kunjung tiba. Secara khusus Universitas Hasanuddin pada semester awal 2008-2009 telah menindak lanjuti penggabungan mata kuliah

iv pendidikan pancasila dan kewarganegaraan menjadi mata kuliah pendidikan kewarganegaraan dengan kode mata kuliah 082U003. Secara ideal pendidikan pancasila dan kewarganegaraan memegang peranan untuk mengembangkan potensi mahasiswa sebagai warga Negara indonesia yang berkepribadian mantap, serta mempunyai rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan. Aktualisasi dari pendidikan pancasila dan kewarganegaraan tersebut adalah melahirkan mahasiswa sebagai ilmuan profesional, sekaligus warga Negara Indonesia yang memiliki rasa kebangsaan dan cinta tanah air (nasionalisme) yang tinggi. Sesuai dengan keputusan DIRJEN DIKTI RI tentang rambu-rambu pelaksanaan kelompok mata kuliah pengembangan kepribadian diperguruan tinggi : • VISI KELOMPOK MATA KULIAH PENGEMBANGAN KEPRIBADIAN : “Merupakan sumber nilai dan pedoman dalam pengembangan dan program studi guna mengantarkan mahasiswa memantapkan kepribadiaannya sebagai manusia indonesia seutuhnya”. • MISI KELOMPOK MATA KULIAH PENGEMBANGAN KEPRIBADIAN : “Membantu mahasiswa memantapkan kepribadiannya agar secara konsisten mampu mewujudkan nilai-nilai dasar keagamaan dan kebudayaan, rasa kebangsaan dan cinta tanah air sepanjang hayat dalam menguasai, menerapkan dan mengembangkan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni yang dimilikinya dengan rasa tanggung jawab”. • ORGANISASI PENYELENGGARAAN : “Penyelenggaraan pembelajaran MPK dan MBB dikelola oleh universitas dalam satu unit. Di universitas hasanuddin disebut UPT MKU”. Untuk mewujudkan peningkatan efektifitas proses pembelajaran mata kuliah pendidikan kewarganegaraan, disamping strategi pembelajaran, bahan ajar juga memegang peranan penting. Itulah sehingga bahan ajar pendidikan kewarganegaraan ini disusun untuk memudahkan mahasiswa mengikuti proses pembelajaran. Penyusun menyadari bahwa bahan ajar ini masih perlu disempurnakan sehingga masukan dari pembaca khususnya tim pengajar mata kuliah pendidikan kewarganegaraan sangat diperlukan. Akhir kata penyusun mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu penyusunan bahan ajar ini sehingga dapat diselesaikan tepat waktu.

v DAFTAR ISI Halaman sampul Lembar Pengesahan Kata pengantar Daftar isi Senarai Kata Penting (Glosarium) BAB I BAB II BAB III BAB IV BAB V BAB VI BAB VII BAB VIII BAB IX BAB X BAB XI BAB XII Evaluasi Pendahuluan Pancasila Sebagai Sistem Filsafat Pancasila Sebagai Ideologi Nasional Identitas Nasional Konstitusi Negara RI Sebagai Landasan Politik Dan Strategi Nasional Politik dan Strategi Nasional Demokrasi dan Pendidikan Demokrasi Hak Azasi Manusia Rule Of Law Hak Dan Kewajiban Warga Negara Geopolitik Indonesia Geostrategi Indonesia i ii iii v vi 1 15 33 45 66 96 127 147 173 180 192 227 238

vi SENARAI KATA PENTING (GLOSARIUM) Adapun istilah kunci : 1. sebab final dari sesuatu. Suatu kesatuan yang utuh dan tidak bisa dipisahSuatu kajian filsafat Aristotelcs yang membahas tentang Suatu kajian filsafat Aristoteles yang membahas tentang pisahkan di antara sub-sub sistem sebab material dari sesuatu.finalis : : : : : : : : : Bidang filsafat yang membahas tentang hakikat nilai atau Segala sesuatu yang berguna atau berharga bagi manusia. Nasionalisme 12. Kepribadian bangsa yang menjadi identitas nasional. Kewarganegaraan: pengetahuan mengenai warga negara di suatu negara tertentu. Kausa materialis 14. 6. Filsafat Pancasila: Kebenaran dari sila-sila Pancasila sebagai dasar negara atau dapat pula diartikan bahwa Pancasila merupakan satu kesatuan sistem yang utuh dan logis. Kausa efisiensi: Suatu kajian filsafat Aristoteles yang membahas tentang pelaku dari adanya sesuatu . 2. Epistemologi: Bidang filsafat yang membahas hakikat ilmu pengetahuan tentang ilmu. Kausa. Jati diri bangsa 9. Paham kebangsaan yang dianut oleh suatu negara. 3. Nilai 8. Aksiologi 7. tapi dapat pula diartikan sebagai keinginan yang sungguh-sungguh untuk mencari kebenaran yang sejati. 4. 5. Globalisasi 10. Internasionalisasi 11. Proses Upaya mendunia hegemoni menjadi negara keadaan maju tanpa isu batas dan filsafat yang membahas nilai praksis dari sesuatu. Sistem 13. atau ilmu antarnegara akibat kemajuan teknologi informasi melalui permasalahan internasional. Ontologi: Bidang filsafat yang membahas tentang hakikat keberadaan sesuatu dan mencari hakikat mengapa sesuatu itu ada. Filsafat: Secara etimologis cinta akan kebijaksanaan.

Indirect Democracy 29. 21. Demokrasi Tepimpin (indonesia II) → demokrasi yang dalam banyak aspek telah menyimpang dari demokrasi konstitusional.vii 15. Kearifan lokal yang hidup dan membentuk sikap bijak dalam dari adanya sesuatu. suatu masyarakat. Kausa forma : Suatu kajian filsafat Aristoteles yang membahas tentang bentuk Para pendiri negara yang merumuskan Pancasila dan UUD Kreatifitas lokal yang keunggulan kompetitif. Demokrasi Pancasila (Indonesia III) sistem presidensial 26. cratos = berkuasa → rakyat berkuasa 20. Demokrasi pancasila Reformasi ( Indonesia IV ) 27. disebut juga demokrasi parlementer 24. Definisi: Government of rule by the people. Rule of Law 32. 25. Founding Fathers : 17. Welfare state 30. 16. Representative Democracy = Demokrasi langsung = Demokrasi tidak langsung = negara kesejahteraan = sosial sevice state = negara hukum = pemerintah berdasarkan hukum = demokrasi berdasarkan perwakilan Demokrasi menonjolkan peranan parlemen serta partai-partai. Demokrasi konstitusional → demokrasi yang dibatasi oleh konstitusi 22. Rechstaat 31. Demokrasi: arti kata demos = rakyat. kekuasaan ada pada presiden. Local Genius 18. tetapi melibatkan langsung rakyat dalam pemilunya demokrasi konstitusional yang menonjolkan . Local Wisdom : : 1945 dalam mempersiapkan Indonesia merdeka. Counstitusional Government = limited government = redtrained goverenment → pemerintah berdasarkan konstitusi 19. Demokrasi konstitusional (Indonesia II) → demokrasi yang menonjolkan peranan perlement serta partai. Direct Democracy 28. (hukum dasar) 23.

berilmu. sehat. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional yang menyatakan: “Pendidikan Nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa”. mandiri. kreatif. hidup.viii BAB I PENDAHULUAN A. serta menjadi warga negara yang demokratis dan bertanggung jawab”. Secara normative. Secara kontekstual dewasa ini pendidikan demokrasi sangat memerlukan adanya pemahaman bersama tentang perlunya perubahan dan penegasan kembali mengenai visi. berakhlak mulia. Pendidikan Kewarganegaraan sebagai instrument pengetahuan (The Body of Knowledge) diarahkan untuk membangun masyarakat demokrasi berkeadaban. Ketentuan di atas harus dipahami sebagai pendidikan yang akan mengembangkan kemampuan dan membentuk watak bangsa yang didasarkan pada nilainilai yang tumbuh. dan berkembang dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Dalam ketentuan tersebut di atas dapat dilihat bahwa pendidikan demokrasi merupakan bagian integral dari pendidikan nasional. Hal ini selaras dengan tujuan pendidikan nasional menurut Pasal 3 Undang-Undang tentang Sisdiknas yang berbunyi: “…berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. cakap. PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN UNTUK MEMBANGUN MASYARAKAT DEMOKRASI BERKEADABAN Pendidikan Kewarganegaraan yang dikenal sekarang telah mengalami perjalanan panjang dan melalui kajian kritis sejak tahun 1960-an yang dikenal dengan Mata Pelajaran “Civic” di Sekolah Dasar dan merupakan embrio dari “Civic Education” sebagai “The Body of Knowledge”. Pendidikan Kewarganegaraan memperoleh dasar legalitasnya dalam Pasal 3 Undang-Undang No. serta strategi psiko-pedagosis dan . misi.

ketika pendidikan demokrasi menjadi bagian substansinya. Demikian pula. aktivitas sosial kultural. Proses rekonseptualisasi pendidikan demokrasi dapat didasarkan pada asumsiasumsi dasar sebagai berikut: 1.ix sosio-andragogis pendidikan kewarganegaraan. dan bagaimana demokrasi. mengapa. serta diorientasikan pada upaya sistematis dan sistemik untuk membangun kehidupan demokrasi yang lebih baik. nilai. serta kontrol sosial yang sering lepas dari tata karma. hukum yang terkalahkan. pendidikan demokrasi merupakan suatu konsep pendidikan yang sistematik dan koheren yang mencakup pemahaman tentang cita-cita. Oleh karena itu. dan prinsip demokrasi melalui interaksi sosial kultural dan psiko-pedagosis yang demokratis. dan kajian ilmiah kewarganegaraan. rekonseptualisasi pendidikan kewarganegaraan dalam konteks pendidikan demokrasi Indonesia sangatlah diperlukan karena ternyata proses pendidikan politik. demokrasi. yang menggunakan disiplin ilmu pendidikan dan ilmu politik sebagai kerangka kerja keilmuan pokok serta disiplin ilmu lain yang relevan yang secara koheren diorganisasikan dalam bentuk program kurikuler kewarganegaraan. dan HAM selama ini belum memberikan hasil yang mengembirakan dan prospek yang menjanjikan. juga terdegradasinya kewibawaan para pejabat negara. konsep. serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan bangsa memerlukan wahana psikopedagosis (pengembangan potensi didik di sekolah) dan sosio-andragogis (fasilitasi pemberdayaan pemuda dan orang dewasa dalam masyarakat) yang memungkinkan . Indikator yang kasat mata dapat dilihat pada kebebasan untuk mengeluarkan pendapat yang cenderung anarkis. komunikasi sosial-politik yang cenderung mau menang sendiri. Komitmen Nasional untuk memfungsikan pendidikan sebagai wahana untuk mengembangkan kemampuan dan membentuk watak. pelanggaran HAM di mana-mana. Hasil “National Survey of Voter Education” (Asia Foundation: 1998) menunjukkan bahwa lebih dari 60% dari sample nasional mengindikasikan belum mengerti tentang apa. Pendidikan Kewarganegaraan adalah suatu bidang kajian yang mempunyai objek telaah kebijakan dan budaya kewarganegaraan.

4. School-based democracy merupakan pendidikan demokrasi dalam konteks atau berbasis pendidikan formal. Untuk mendapatkan model pendidikan kewarganegaraan yang secara psiko-pedagogis dan secara sosio-andragogis akseptabel dan andal. 2. dan kontekstual agar setiap individu warga negara mampu memerankan dirinya sebagai warga negara yang cerdas. dan untuk demokrasi (education about. Secara psiko-pedagosis dan sosio-andragogis. dan akseptabel. dan proses. andal. yaitu: “schoolbased democracy education” dan “society-based democracy education”. dalam rangka menghasilkan produk pendidikan yang memadai sesuai dengan visi dan misi pendidikan kewarganegaraan untuk masyarakat warga Indonesia (civil society/madani/masyarakat Pancasila). dan berkeadaban. kontekstual. Pendidikan demokrasi dapat dilihat dalam 2 (dua) setting besar. through. 5. dan informal selama ini belum mencapai sasaran optimal dalam mengembangkan masyarakat yang cerdas. diperlukan upaya untuk mengkaji kekuatan konteks. yang di dalamnya mewadahi pendidikan tentang. .x terjadinya proses belajar berdemokrasi sepanjang hayat melalui pendidikan demokrasi. diperlukan upaya sistematis dan sistemik untuk mengembangkan model pendidikan demokrasi yang secara teoretis dan empiris valid. sedangkan society-based democracy education merupakan pendidikan demokrasi dalam konteks atau yang berbasis kehidupan masyarakat. demokratis. Pendidikan demokrasi yang dilakukan dalam konteks pendidikan formal. 3. baik. dan berkeadaban. melalui. nonformal. strategis. berwatak. Transformasi demokrasi dalam masyarakat Indonesia memerlukan konsepsi yang diyakini benar dan bermakna yang didukung dengan sarana pendidikan yang tepat sasaran. and for democracy) yang dilakukan secara sistemik dalam sistem pendidikan formal termasuk pendidikan tinggi. keandalan input. Untuk itu. berwatak. pendidikan demokrasi yang dianggap paling tepat adalah pendidikan untuk mengembangkan kewarganegaraan yang demokratis (education for democratic citizenship).

termasuk Indonesia. yaitu kajian ilmiah pendidikan ilmu kewarganegaraan. mandiri. berilmu. pendidikan demokrasi di Indonesia belum berhasil secara mendasar karena belum dikembangkan paradigma pendidikan demokrasi yang sistemik sehingga upaya pengembangan “ civic intelligence. di New Delhi 1996. . civic participation. Mempersiapkan pribadi. Namun. kreatif. instrumen peraturan perundang-undangan telah menempatkan pendidikan demokrasi sebagai bagian integral dari pendidikan. Dalam tatanan instrument kurikuler. Secara paradigmatis sistem pendidikan kewarganegaraan yang di dalamnya juga menyangkut sistem demokrasi memiliki tiga komponen. cakap. berakhlak mulia. B. Secara koheren bertolak dari esensi dan bermuara pada upaya pengembangan pengetahuan kewarganegaraan. sehat. program kurikuler pendidikan kewarganegaraan. and responsibility” melalui berbagai dimensi “civic education” sebagai wahana utama pendidikan demokrasi tidak dapat diwujudkan secara maksimal. antara lain menyatakan pendidikan harus berperan efektif dalam hal: 1. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (UU tentang Sisdiknas). serta menjadi warga negara yang demokratis dan bertanggung jawab”. Menurut Pasal 3 Undang-Undang tentang Sisdiknas. sebagai warga negara dan anggota masyarakat yang bertanggung jawab. pendidikan demokrasi telah disajikan dalam berbagai mata pelajaran dan mata kuliah. keterampilan kewarganegaraan harus dioptimalkan. serta berdasarkan nilai dan sikap kewarganegaraan.xi Secara instrumental. sejak tahun 1945 sampai sekarang ini. Dengan demikian. tujuan pendidikan nasional dinyatakan sebagai: “…berkembangnya peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. serta gerakan social-kultural kewarganegaraan. pendidikan demokrasi di Indonesia telah digariskan dalam berbagai peraturan perundang-undangan sejak dari usulan BP KNIP tanggal 1945 sampai munculnya Undang-Undang No. PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN DI PERGURUAN TINGGI UMUM SEBAGAI DASAR NILAI DAN PEDOMAN BERKARYA BAGI LULUSAN Pendidikan abad 21 yang disepakati oleh 9 menteri pendidikan dari negaranegara berpenduduk terbesar di dunia.

3. bersatu. Mempersiapkan tenaga kerja masa depan yang produktif dalam konteks yang dinamis. adil dan bebas. juga melahirkan warga negara yang berkesadaran tinggi tentang bangsa dan kemanusiaan. . adil. 2. pendidikan nasional Indonesia melakukan penyesuaian yang ditungkan dalam Tap MPR No. Senada dengan hal di atas. transfer ilmu pengetahuan teknologi dan seni. VII Tahun 2001 yang menyatakan bahwa visi Indonesia 2020 bertujuan mewujudkan masyarakat Indonesia yang religius. seperti wujud visi Indonesia 2020 tersebut. serta Mengubah cara berpikir. demokratis. kesetaraan. serta baik dan bersih dalam penyelenggaraan negara. Selain meneruskan nilai-nilai. dan perilaku berkarya individu atau pun kelompok masyarakat dalam rangka memprakarsai perubahan social yang berkaitan perubahan kearah kemajuan. Menanamkan dasar pembangunan berkelanjutan (sustainable development) bagi kesejahteraan manusia dan kelestarian lingkungan hidup. berkeadaban. Mengakui dan menjunjung tinggi hak asasi manusia. pengembangan. sejahtera. menghargai perbedaan. dan seni demi kepentingan kemanusiaan. 2. menyepakati perubahan pendidikan tinggi ke masa depan yang bertumpu pada pandangan bahwa tanggungjawab pendidikan tinggi adalah: 1. serta Menyelenggarakan pendidikan yang berorientasi pada penguasaan.xii 2. Menurut Malik Fajar (1999). teknologi. 3. sikap hidup. Senyampang dengan kesepakatan dunia yang telah disebutkan di atas. dan tidak deskriminatif. disebut pula sebagai “masyarakat madani”. mandiri. manusiawi. masyarakat Indonesia. 3. maju. Beriman dan bertakwa kepada tuhan yang maha esa dan pancasilais. serta keragaman pendapat dan pandangan. Demokratis. yaitu suatu masyarakat yang memiliki “keadaban demokratis” atau masyarakat yang berkarakter sebagai berikut: 1. konfrensi dunia tentang pendidikan tinggi yang diselenggarakan oleh UNESCO di Paris pada tahun 1998 yang dihadiri oleh wakil-wakil dari 140 negara. serta penyebaran ilmu pengetahuan. termasuk Indonesia.

yaitu: 1. Membangun suatu sistem pendidikan tinggi yang berkontribusi dalam pembangunan masyarakat yang demokratis. cakap. Dengan dasar semua itu. perguruan tinggi harus mampu menghasilkan: “manusia yang unggul secara intelektual. 6. Untuk mencapai Visi Indonesia 2020 Pendidikan Tinggi Nasional Indonesia memiliki program jangka menengah yang disebut Visi Pendidikan Tinggi Nasional 2010. Menjunjung tinggi nilai-nilai luhur yang mengakar pada masyarakat beradab dan demokratis. Mengembangkan kemampuan intelektual mahasiswa untuk menjadi warga negara yang baik dan bertanggung jawab bagi kemampuan bersaing bangsa dalam mencapai kehidupan yang bermakna. Sadar serta tunduk pada hukum dan ketertiban. Undang-Undang No. teknologi. 7. . 20 Tahun 2003 memberikan rumusan tentang Visi Indonesia 2020 berupa masyarakat warga yang berkeadaban (civil society. dan seni.xiii 4. serta 2. serta membangun warga negara berkeadaban. yaitu sebagai berikut: “…berkembangnya peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Mampu berpartisipasi dalam pengambilan keputusan public. masyarakat madani) yang hendak diwujudkan melalui pendidikan nasional. mandiri. kreatif. serta memiliki komitment tinggi untuk berbagai kegiatan pemenuhan amanat sosial”. serta Belajar dan berlangsung sepanjang hayat. berakhlak mulia. serta menjaga kesatuan dan persatuan nasional. 5. sehat. serta menjadi warga negara yang demokratis dan bertanggung jawab”. anggun secara moral. berkeadaban dan inklusif. berilmu. kompeten dalam penguasaan ilmu pengetahuan. serta memiliki keahlian dan keterampilan kompetitif dengan solidaritas universal.

kompetensi pendidikan kewarganegaraan di perguruan tinggi dapat dirumuskan sebagai berikut: . serta kesadaran berbangsa dan bernegara bagi mahasiswa sebagai calon cendikiawan.Materi Kajian Pendidikan Kewarganegaraaan Berdasarkan paradigma pendidikan tinggi 2003-2010. Secara ideal pendidika kewarganegaraan memegang peran untuk mengembangkan potensi mahasiswa sebagai Warga negara Indonesia yang berkepribadian mantap. II.Pendidikan Kewarganegaraan Dalam Kurikulum Pendidikan Tinggi Pasal 37 Ayat 2 UU No. 232/U/2000 tenteng Pedoman Penyusunan Kurikulum Pendidikan Tinggi dan Penilaian Hasil Belajar Mahasiswa dan No. Sebelum Peraturan Pemerintah keluar. Hal ini sesuai dengan paradigma pendidikan tinggi nasional yang telah dicanangkan untuk 2003-2010. Bahasa Ketentuan tersebut akan diatur lebih lanjuta oleh Peraturan Pemerintah. serta mempunyai rasa tanggungjawab kemasyarakatan dan kebangsaan. pendidikan kewarganegaraan termasuk dalam kelompok mata kuliah pengembangan kepribadian (MPK). Aktualisai dari pendidikan kewarganegaraa tersebut adalah melahirkan mahasiswa sebagai ilmuan professional. ataupun tenaga professional yang berkemampuan kompetitif secara internasional berdasarkan pada prinsip-prinsip dan pola Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK). sekaligus warga negara Indonesia yang memiliki rasa kebangsaan dan cinta tana air (nasionalisme) yang tinggi. tetapi sampai sekarang yang dimaksud tidak kunjung tiba. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional menyatakan bahwa Kurikulum Pendidikan Tinggi wajib memuat: 1. dan 3. Proses pembelajaran sebagai pemupukan nasionalisme. Menurut ketentuan ini. Pendidikan Agama.045/U/2002 tentang Kurikulum Inti Pendidikan Tinggi dinyatakan masih tetap berlaku. Pendidikan Kewarganegaraan.xiv I. maka Keputusan Menteri Pendidikan Nasional No. 2. ilmuwan.

Melahirkan warga negara yang mampu memberikan kontribusi terhadap persoalan bangsa dan kebijakan publik. berkompoten paradigma pendidikan pendidikan demokrasi demokrasi secara yang sistematis diharapkan dengan dapat pengembangan civic intelligence. Berdasarkan itu semua. 6. menyelesaikan konflik dalam masyarakat secara damai berdasar nilai-nilai pancasila dan nilai-nilai universal. Melahirkan warga negara yang memiliki komitmen kuat terhadap nilai-nilai ham dan demokrasi. serta 5. 8. anggun secara moral. 2. serta menghormati supremasi hukum (rule of law/rechtstaat). 3. 4. berbangsa dan bernegara secara demokratis dalam rangka mewujudkan masyarakat bangsa yang berkeadaban. 4. Melahirkan warga negara yang mampu berpartisipasi dalam upaya menghentikan budaya kekerasan. Melahirkan warga negara yang memiliki pemahaman internasional mengenai “civil society”. 7. 2. 3. 5. education” Pancasila. pasal 4 ayat 2. maka diharapkan pelaksanaan pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan. serta nasionalisme yang tinggi.xv 1. civic participation. Pancasila harus menjadi core philoshopy bagi kehidupan bermasyarakat. Perguruan Tinggi Umum harus mampu menghasilkan manusia yang unggul secara intelektual. Untuk mencapai kompetensi tersebut materi kajian kewarganegaraan di perguruan tinggi sesuai Keputusan Dirjen Dikti Nomor : 43/DIKTI/Kep/2006 Tentang rambu-rambu pelaksanaan kelompok mata kuliah pengembangan kepribadian di perguruan tinggi. Melahirkan warga negara yang memiliki wawasan berbangsa dan bernegara. Filsafat pancasila Identitas nasional Politik dan strategi Demokrasi indonesia Ham dan rule of law Hak dan kewajiban warga negara Geopolitik indonesia Geostrategi indonesia Dengan memahami latar belakang filosofis Pendidikan Kewarganegaraan di Perguruan Tinggi Umum. and civic responsibility dari “civic merupakan wahana menghasilkan manusia berkualitas dengan keahlian profesional serta berkeadaban khas . serta berpikir kritis terhadap permasalahannya. yaitu: 1.

S.Ip.M.xvi dalam penguasaan ilmu pengetahuan. serta memiliki komitmen tinggi untuk berbagai kegiatan pemenuhan amanat sosial tersebut. GARIS BESAR RENCANA PEMBELAJARAN (GBRP) KODE/ MATA KULIAH : 082 U003/ PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Oleh : TIM MATA KULIAH PEND. tekhnologi dan seni. C.Si) MATA KULIAH PENGEMBANGAN KEPRIBADIAN (MPK) UNIT PELAKSANA TEKNIS MATA KULIAH UMUM (UPT MKU) UNIVERSITAS HASANUDDIN MAKASSAR 2011 .KEWARGANEGARAAN (Rahmatullah Jafar.

xvii 1. Etis. Estetis dan Dinamis Memiliki pandangan Luas Kemampuan bersikap demokratis yang berkeadaban 3. Budaya dan Kewarganegaraan Kemampuan menerapkan nilai.UNIVERSITAS HASANUDDIN KEPUTUSAN DIRJEN DIKTI DEPDIKNAS NO : 43/DIKTI/Kep/2006 “Merupakan sumber nilai dan pedoman dalam pengembangan dan program studi guna mengantarkan mahasiswa memantapkan kepribadiaannya sebagai manusia indonesia seutuhnya”. 6. menerapkan dan mengembangkan ilmu pengetahuan. MISI MPK “Membantu mahasiswa memantapkan kepribadiannya agar secara konsisten mampu mewujudkan nilai-nilai dasar keagamaan dan kebudayaan.nilai Agama. berdisiplin. Sosial Budaya dan Kewarganegaraan dalam kehidupan Memiliki kepribadian yang Mantap Kemampuan berpikir kritis Kemampuan bersikap Rasional. KOMPETENSI LULUSAN MATA KULIAH PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAAN KELOMPOK KOMPETENSI NO 1 Kompetensi Utama 2 RUMUSAN KOMPETENSI LULUSAN Menjadi ilmuan dan profesional yang memiliki rasa kebangsaan dan cinta tanah air. demokratis yang berkeadaban. teknologi dan seni yang dimilikinya dengan rasa tanggung jawab”. Menjadi warga negara yang memiliki daya saing. STANDAR KOMPETENSI MPK 3. 1. 1. dan berpartisipasi aktif dalam membangun kehidupan yang damai berdasarkan sistem pancasila Mahasiswa dapat mengetahui dan memahami pentingnya matakuliah pendidikan kewarganegaraan. Memiliki pengetahuan tentang nilai-nilai Agama. 4. 5. VISI MPK 2. 7. 2. 2. UNIT PELAKSANA TEKNIS MATA KULIAH UMUM (UPT MKU). Mahasiswa dapat memperluas wawasan berpikirnya dalam mengaktualisasikan nilainilai pancasila Mahasiswa dapat mengetahui dan memahami identitas nasional ELEMEN KOMPETENSI A V B C D E V 1 Kompetensi Pendukung 2 3 V V V . rasa kebangsaan dan cinta tanah air sepanjang hayat dalam menguasai. KOMPETENSI LULUSAN MATA KULIAH PENGEMBANGAN KEPRIBADIAN (MPK).

C. D. menerapkan konsep demokrasi indonesi. sehingga mengetahui dan memahami identitas nasional. Landasan kepribadian Penguasaan ilmu dan keterampilan Kemampuan berkarya Sikap dan prilaku dalam berkarya Pemahaman kaidah berkehidupan bersama sesuai dengan keahliah berkarya 3. Mampu mengetahui dan memahami pentingnya matakuliah pendidikan kewarganegaraan. Kompetensi Pendukung . Etis. Budaya dan Kewarganegaraan Kemampuan menerapkan nilai. Mampu memperluas wawasan berpikirnya dalam mengaktualisasikan nilai-nilai pancasila.xviii = KELOMPOK KOMPETENSI NO 4 5 RUMUSAN KOMPETENSI LULUSAN Mahasiswa dapat mengetahui dan memahami politik dan strategi nasional Mahasiswa dapat menerapkan konsep demokrasi Indonesia Mahasiswa dapat mengetahui dan memahami hak azasi manusia dan aturan hukum di indonesia Mahasiswa dapat memahami dan menerapkan hak dan kewajiban warga negara Mahasiswa dapat memahami geopolitik dan geostrategi Indonesia Memiliki pengetahuan tentang nilai-nilai Agama. FORMAT RENCANA PEMBELAJARAN BERBASIS SCL MATA KULIAH : PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Kompetensi Utama Menjadi ilmuan dan profesional yang memiliki rasa kebangsaan dan cinta tanah air.nilai Agama.berdisiplin. dan berpartisipasi aktif dalam membangun kehidupan yang damai berdasarkan sistem pancasila. Estetis dan Dinamis ELEMEN KOMPETENSI A V V V V V V V V V B C D E Kompetensi Pendukung 6 7 8 1 Kompetensi Lainnya 2 3 4 Elemen Kompetensi : A. B. memahami dan menerapkan hak dan kewajiban warga Negara dan dapat memahami geopolitik dan geostrategi Indonesia. Sosial Budaya dan Kewarganegaraan Kemampuan berpikir kritis Kemampuan bersikap Rasional. mengetahui dan memahami politik dan strategi nasional. mengetahui dan memahami hak azasi manusia dan aturan hukum di Indonesia. E. demokratis yang berkeadaban dan menjadi warga negara yang memiliki daya saing.

Menjelaskan makna idiologi bagi bangsa dan negara. Mendeskripsikan aspek epistemologi Filsafat Pancasila. Mendeskripsikan aspek ontologi Filsafat Pancasila. 4. 4. 5. Menjelaskan Latar belakang Pend. Etis. Latar Belakang Pendidikan Kewarganegaraan 3. GARIS BESAR RENCANA PEMBELAJARAN BERBASIS SCL MATA KULIAH PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN (082 U003) M KESASARAN PEMBELAJARAN MATERI PEMBELAJARAN PENDAHULUAN 1. Mahasiswa dapat: 1. Mampu menerapkan nilai. sekularisme. Menjelaskan Muatan dan Unsur-Unsur Identitas Nasional. Sosial Budaya dan Kewarganegaraan dalam kehidupan. Menjelaskan keterkaitan Integrasi Nasional dengan Identitas Nasional.Kewarganegaraan 5% IV Mahasiswa dapat memahami nilai-nilai jati diri bangsa melalui pengkajian aspek ontologi. Menganalisis sila-sila Pancasila sebagai suatu sistem Filsafat. bersikap Rasional. Menjelaskan tujuan dan kompetensi Pend.xix Kompetensi Institusional Memiliki pengetahuan tentang nilai-nilai Agama. 5. Mahasiswa dapat : 1. 4. komunisme. Mendeskripsikan aspek aksiologi Filsafat Pancasila. 5. 6. Estetis dan Dinamis. epistemologi. dan dinamis. Penjelasan tentang materi dan aturan perkuliahan 2. 2. Memiliki kemampuan berpikir kritis. Pancasila Sebagai Sistem Filsafat Colaboratif Learning Mahasiswa dapat: 1. dan idiologi keagamaan. Menganalisis tentang Paham Nasionalisme atau 10 % V Mahasiswa dapat memahami pancasila sebagai idiologi bangsa dan negara Pancasila Sebagai Ideologi Bangsa Dan Negara Colaboratif Learning 5% VI Mahasiswa dapat mengenali karakteristik identitas nasional sehingga dapat memiliki daya tangkal terhadap berbagai hal yang akan menghilangkan identitas nasional indonesia Identitas Nasional Colaboratif Learning 10 % . Budaya dan Kewarganegaraan. komprehensif.nilai Agama. Mendeskripsikan Pancasila sebagai jati diri bangsa. 3. civic commitment. 3. Menjelaskan Latar Belakang dan Pengertian Identitas Nasional. 4.Kewarganegaraan 3. Membandingkan idiologi pancasila dengan idiologi dunia lainnya seperti liberalisme. tujuan dan kompetensi pendidikan kewarganegaraan Ceramah Interaktif Mahasiswa dapat: 1. dan civic competence). 6. ideologi tertutup. Menjelaskan pengertian idiologi secara umum. dan aksiologi filsafat Pancasila sehingga dengan pemahaman tersebut dapat tumbuh personal wisdom yang integratif dalam dimensi kompentensi kewarganegaraan (civic knowledge. 3. ideologi komprehensif dan ideologi partikular. 2. Menganalisis secara komprehensif Filsafat Pancasila dalam konteks kewarganegaraan. Tujuan Pendidikan Kewarganegaraan 4. Mengemukakan Pengertian Filsafat Pancasila. Memahami peranan idiologi bangsa bagi bangsa dan negara. Menjelaskan keterkaitan Globalisasi dengan Identitas Nasional. civic convidence. Menjelaskan idiologi terbuka. 2. serta 7. Memahami aturan perkuliahan. Memahami pancasila sebagai ideologi bangsa dan negara indonesia yang memiliki ciri terbuka. Kompetensi Pendidikan Kewarganegaraan STRATEGI PEMBELAJARAN INDIKATOR PENILAIAN BOBOT PENILAIAN I-III Mahasiswa dapat memahami latar belakang. civic skills. reformatif. 2.

1. 3. dan. Hasil Amandemen UUD 1945 dan Hubungan Antara LembagaLembaga Sistem Konstitusi Indonesia Colaboratif Learning 5% VIII Mahasiswa dapat mengenali masalahmasalah strategis dalam politik dan strategi nasional Mahasiswa dapat mengerti. BOBOT PENILAIAN VII Mahasiswa dapat menjelaskan konsep dasar ketatanegaraan secara konstitusional. Menjelaskan HAM dalam Tataran Global 3. Menganalisis wujud polnas dan stranas di indonesia. Mahasiswa dapat mengidentifikasi dan menganalisis HAM. Menganalisa HAM di Indonesia dalam konteks permasalahan dan penegakannya Mahasiswa dapat: 1. sejarah dan macammacam HAM 2. Menjelaskan hubungan antara lembaga-lembaga negara Mahasiswa dapat : 1. dan bernegara. Politik dan Strategi Nasional Colaboratif Learning 5% IX Demokrasi dan Pendidikan Demokrasi Colaboratif Learning 10 % X Hak Asasi Manusia Colaboratif Learning 5% XI Mahasiswa dapat mengetahui dan memahami aturan hukum di indonesia serta memiliki kesadaran tentang pentingnya rule of law dalam konteks kehidupan bermasyarakat. Menganalisis tentang Revitalisasi Pancasila sebagai Pemberdayaan Identitas Nasional = M KE SASARAN PEMBELAJARAN MATERI PEMBELAJARAN STRATEGI PEMBELAJARAN INDIKATOR PENILAIAN Mahasiswa dapat: 1. Menjelaskan tentang Pendidikan Demokrasi. 3. Menjelaskan makna isi pembukaan UUD 1945 sebagai “ staat fundamentalnorm ‘ dan kedudukannya dalam tertib hukum Indonesia. serta 6. Hak Warga Negara Kewajiban Warga Negara. Menjelaskan pengertian. Menjelaskan tentang reformasi hukum tata negara yang melatarbelakangi amandemen serta proses amandemen. 5. memahami tentang demokrasi dan pendidikan demokrasi. 4. Menjelaskan kedudukan Pancasila sebagai sumber hukum dasar negara Indonesia. 3. Menjelaskan macam-macam demokrasi yang pernah berlaku di indonesia. Menjelaskan keunggulan demokrasi. 4. Mahasiswa dapat: 1. Menganalisis berbagai permasalahan polsrahanka Mahasiswa dapat: 1. Mahasiswa dapat mengidentifikasi dan menganalisis Hak dan Kewajiban warga Negara Rule Of Law Colaboratif Learning 5% XII Hak dan Kewajiban Warga Negara Colaboratif Learning 10 % = . Menjelaskan Prinsip-Prinsip Rule of Law Secara Formal di Indonesia 4.strategi nasional. Menjelaskan latar belakang politik dan strategi nasional. 2. Menganalisa Isu-Isu Rule of Law 3. Penduduk dan warga Negara. Menjelaskan makna demokrasi. berbangsa. Memecah permasalahan politik. Menjelaskan pengertian dan Lingkup Rule of Law 2. Kewajiban Negara dan Pemerintah. geopolitik. Menganalisa Strategi Pelaksanaan (Pengembangan) Rule of Law. Menjelaskan Prinsip-Prinsip Rule of law Secara Hakiki dalam Penyelenggaraan Pemerintahan 5. 6. 5. 2. 4. 5. Menjelaskan secara terperinci nilai-nialai demokrasi. 4. Menjelaskan makna isi pembukaan UUD 1945. 7. 3. Problem status kewarganegaraan. 2. Menjelaskan bentuk-bentuk demokrasi. kedudukan pembukaan UUD 1945. Asas kewarganegaraan. 2. 6. Mahasiswa dapat menjelaskan: Pengertian bangsa dan Negara.xx Paham Kebangsaan sebagai paham yang mengantarkan pada konsep Identitas Nasional. serta dapat mengembangkan sikap demokrasi dalam kehidupannya seharihari.

2. budaya. Remedial Unit Tertulis Tertulis/ Lisan/Tugas Kesesuaian Jawaban dengan pertanyaan Kesesuaian Jawaban dengan pertanyaan/ Terpenuhinya Unsurunsur tugas 100 % 60 15 25 15 . 4. dan Negara Indonesia dengan menerapkan pandangan bangsa Indonesia tentang diri meliputi: sejarah. Mahasiswa dapat: 1. Menjelaskan pengertian Ketahanan Nasional. Menjelaskan landasan histories perkembangan pengetahuan tentang geopolitik . kebhinekaan etnik. Menggunakan konsep Ketahanan Nasional dalam memecahkan persoalan atau mencari solusi persoalan yang muncul dalam masyarakat. agama dan lingkungan geografi yang berbentuk Negara kepulauan yang berada diposisi silang antara dua benua dan dua lautan. Memahami berbagai masalah dasar kehidupan masyarakat.xxi M KE SASARAN PEMBELAJARAN MATERI PEMBELAJARAN STRATEGI PEMBELAJARAN INDIKATOR PENILAIAN Mahasiswa dapat : 1. bangsa. filsafat.Menganalisis isu-isu aktual berdasarkan perspektif Ketahanan Nasional. 4. 2. Menjelaskan tentang pelaksanaan otonomi daerah. BOBOT PENILAIAN XIII Mahasiswa dapat memahami Geo Politik Indonesia Geo Politik Colaboratif Learning 15 % XIV Mahasiswa dapat memahami dan menganalisis konsep Geostiategi Indonesia yang berupa konsep Ketahanan Nasional Indonesia Geo Strategi Colaboratif Learning 15 % I-XIV XV XVI TOTAL PROSES SCL TOTAL PROSES SCL DIKONVERSI MENJADI TUGAS MANDIRI Pemahaman materi Pemahaman materi Ujian Akhir Sem. Menjelaskan konsepsi cara pandang wawasan nasional bangsa Indonesia. Menggambarkan keterkaitan berbagai aspek Ketahanan Nasional. 3. 3.

xxii BAB II PANCASILA SEBAGAI SISTEM FILSAFAT PENDAHULUAN A. Permasalahan kebangsaan dan kenegaraan di Indonesia menjadi semakin kompleks dan rumit manakala ancaman internasional yang terjadi di satu sisi. yang secara objektif mengalami suatu kehidupan yang jauh dari kesejahteraan dan keadilan social. Prinsip dasar yang telah ditemukan oleh peletak dasar ( The founding fathers ) Negara Indonesia yang kemudian diabstraksikan menjadi suatu prinsip dasar filsafat bernegara. maka pancasila sebagai filsafat hidup bangsa Indonesia saat ini mengalami ancaman dengan munculnya nilai-nilai baru dari nuar dan pergeseran nilai-nilai yang terjadi. Latar Belakang Perkembangan masyarakat dunia yang semakin cepat secara langsung ataupun tidak langsung mengakibatkan perubahan besar pada berbagai bangsa di dunia. yaitu maraknya tunttan rakyat. bahkan mengasai eksistensi Negara-negara kebangsaan. Nilai-nilai baru yang masuk. yang berbeda dengan . pada sisi yang lain muncul masalah internal. termasuk Indonesia. senantiasa memeliki suatu pandangan hidup atau filsaat hidup masing-masing. itulah pancasila. mengakibatkan suatu tarik menarik kepentingan yang secara langsung mengancam jati diri bangsa. Akibat yang langsung terlihat adalah terjadinya pergeseran nilai-nilai dalam kehidupan kebangsaan karena adanya perbenturan kepentingan antara nasionalisme dan internasionalisme. Paradoks antara kekuasaan global dengan kekuasaan nasional ditambah komplik internal seperti gambaran di atas. baik secara sujektif maupun objektif. Secara ilmiah harus disadari bahwa suatu masyarakat suatu bangsa. Gelombang besar kekuatan internasional dan transnasional melalui globalisasi telah mengancam. serta terjadinya pergeseran nilai di tengah masyarakat yang pada akhirnya mengancam-prinsip-prinsip hidup berbangsa masyarakat Indonesia. Dengan pemahaman demikian.

. dan aksiologi dari kelima sila pancasila. Inilah yang disebut sebagai local genius (kecerdasan / kreatifitas local) dan sekaligus sebagai local wisdom (kearifan local) bangsa. epistemology dan aksiologi dari kelima sila pancasila. civic commitment. dan civic competence). jati diri bangsa selalu bertolak ukur pada nilai-nilai pancasila sebagai filsafat bangsa. Dengan demikian. Pemahaman demikian memerlukan pengkajian lebih lanjut menyangkut aspek ontology. Melalui pembelajaran ini mahasiswa diharapkan dapat: 1. epistemologi. C. Ketika para pendiri Negara Indonesia menyiapkan berdirinya Negara Indonesi merdeka. Mendeskripsikan Pancasila sebagai jati diri bangsa. Pancasila yang terdiri atas lima sila pada hakikatnya merupakan sistim filsafat. dan aksiologi filsafat Pancasila sehingga dengan pemahaman tersebut diharapkan dapat tumbuh personal wisdom yang integratif dalam dimensi kompentensi kewarganegaraan (civic knowledge. Ruang Lingkup Pancasila yang terdiri atas lima sila pada hakekatnya merupakan system filsafat. Dengan kata lain. Sasaran Pembelajaran Mahasiswa mampu memahami nilai-nilai jati diri bangsa melalui pengkajian aspek ontologi. civic convidence. mereka sadar sepenuhnya untuk menjawab suatu pertanyaan yang fundamental “ di atas dasar apakah Negara Indonesia merdeka ini didirikan?” jawaban atas pertanyaan mendasar ini akan selalu menjadi dasar dan tolak ukur utama bangsa ini meng-Indonesia.xxiii bangsa lain didunia. Pemahaman demikian memerlukan pengkajian lebih lanjut menyangkut aspek ontology. B. epistemology. bangsa Indonesia tidak mungkin memiliki kesamaan pandangan hidup dan filsafat hidup dengan bangsa lain. civic skills.

3. Mendeskripsikan aspek ontologi Filsafat Pancasila. Menganalisis sila-sila Pancasila sebagai suatu sistem Filsafat. 4. serta 7.xxiv 2. Mengemukakan Pengertian Filsafat Pancasila. Mendeskripsikan aspek aksiologi Filsafat Pancasila. 6. Mendeskripsikan aspek epistemologi Filsafat Pancasila. 5. . Menganalisis secara komprehensif Filsafat Pancasila dalam konteks kewarganegaraan.

. Sila-sila pancasila merupakan satu kesatuan sistim yang bulat dan utuh (sebagai suatu totalitas). a. Dengan pengertian lain. apabila tidak bulat dan utuh atau satu sila dengan sila lainnya terpisah-pisah. Dengan demikian.xxv URAIAN BAHAN PEMBELAJARAN A. di antaranya: 1. karena pancasila merupakan hasil perenungan jiwa yang mendalam yang dilakukan oleh the founding father bangsa Indonesia. kemudian dituangkan dalam suatu “system” yang tepat. maka itu bukan pancasila. Dikatakan sebagai filsafat. b. yaitu tentang hakikat pancasila. sedangkan kebijaksanaan dapat diartikan sebagai kebenaran yang sejati. Pengertian Filsafat Filsafat berasal dari bahasa Yunani “philein” yang berarti cinta dan “Sophia” yang berarti kebijaksanaan. Jadi. atau mencintai kebenaran / pengatahuan. Cinta dalam hal ini mempunyai arti yang seluasluasnya. Karakteristik Sistem Filsafat Pancasila Sebagai filsafat. bahwa pancasila merupakan filsafat Negara yang lahir collective ideologie (cita-cita bersama). Gredt dalam bukunya “elementa philosophiae”. filsafat sebagai “ilmu pengetahuan yang timbul dari prinsip-prinsip mencari sebab musababnya yang terdalam”. pancasila memiliki karasteristik system filsafat tersendiri yang berbeda dengan filsafat lainnya. Adapun menurut Notonagoro. filsafat secara sederhana dapat diartikan sebagai keinginan yang sungguh-sungguh untuk mencari kebenaran yang sejati. Dari seluruh bangsa Indonesia. filsafat pancasila memberi pengetahuan dan pengertian ilmiah. Filsafat merupakan induk dari ilmu pengetahuan menurut J. yang dapat dikemukakan sebagai keinginan yang menggebu dan sungguhsungguh terhadap sesuatu. filsafat menurut asal katanya berarti cinta akan kebijaksanaan. Filsafat Pancasila menurut Ruslan Abdul Gani.

xxvi 2. Susunan pancasila dengan suatu sistim yang bulat dan utuh itu dapat digambarkan sebagai berikut : .

dan 5. maksudnya berhubungan dengan tujuannya. yaitu sebagai kausa prima. maksudnya sebab yang berhubungan dengan bentuknya. artinya unsur asli/permanen/primer Pancasila sebagai suatu yang ada mandiri. .4. 3) Kausa Efisiensi. Inti atau esensi sila-sila Pancasila meliputi: 1) Tuhan. dan dijiwai sila 1. dan menjiwa: sila 2. dan dijiwai sila 1. serta mendasari dan mcnjiwai sila 3. 4. yaitu unsur mutlak negara. dan dijiwai sila 1. dan 4. didasari. didasari. serta . meliputi. 2) Manusia. serta 4) Kausa Finalis. mendasari.xxvii Ketiga gambar di atas menunjukkan bahwa: • Sila 1. maksudnya sebab yang berhubungan dengan materi/bahan. • Pancasila sebagai suatu realitas. diliputi. & 3. hidup. didasari. serta mendasari dan menjiwai sila 5. Pancasila yang ada dalam pembukaan UUD '45 memenuhi syarat formal (kebenaran formal). 3. 3) Satu. 2. • Sila 3. • Sila 5. yang tumbuh. yaitu tujuan diusulkannya Pancasila sebagai dasar negara Indonesia merdeka. dalam hal ini Pancasila digali dari nilai-nilai sosial budaya yang ada dalam bangsa Indonesia sendiri. 3. dan berkembang dalam kehidupan sehari-hari. c. didasari. 2) Kausa Formalis. harus bekerja sama dan hergotong royong. • Pancasila sebagai suatu substansi. 2. maksudnya kegiatan BPUPKI dan PPKI dalam menyusun dan merumuskan Pancasila menjadi dasar negara Indonesia merdeka. yaitu makhluk individu dan makhluk sosial. serta mendasari dan menjiwa. dan dijiwai sila 1. • Sila 4. yaitu kesatuan memiliki kepribadian sendiri. diliputi. dan 5. sebagai suatu kenyataan hidup bangsa. artinya ada dalam diri manusia Indonesia dan masyarakatnya. 4) Rakyat. 2. sila 4 dan 5. Prinsip-Prinsip Filsafat Pancasila Pancasila ditinjau dari Kausalitas Aristoteles dapat dijelaskan sebagai berikut: 1) Kausa Materialis. diliputi. yang unsur-unsurnya berasal dari dirinya sendiri. diliputi. • Sila 2.

Dalam ungkapan lain. want. mempersoalkan atau menceritakan si rambut panjang. Adapun etika cenderung pada studi dan justifikasi tentang aturan atau bagaimana manusia berperilaku. Dia nyata dalam jiwa manusia. Konsensus bahwa Pancasila sebagai anutan untuk pengembangan nilai dan -moral bangsa ini secara ilmiah filosofis merupakan pemufakatan yang normatif. really. Misalnya. Nilai tidaklah tampak dalam dunia pengalaman. " Studi tentang nilai termasuk dalam ruang lingkup estetika dan etika. ditegaskan oleh Sidney B. baik dan buruk. nilai. Estetika cenderung pada studi dan justifikasi yang menyangkut tentang manusia memikirkan keindahan. Hakikat Nilai-Nilai Pancasila Nilai adalah suatu ide atau konsep tentang apa yang seseorang pikirkan yang merupakan hal yang penting dalam hidupnya. Pada dasarnya studi tentang etika merupakan pelajaran tentang moral yang secara langsung merupakan pemahaman tentang apa itu benar dan salah. Nilai dapat berada di dua kawasan : kognitif dan afektif. pria pemakai anting-anting. Langkah-langkah awal dari "nilai" adalah seperti halnya ide manusia yang merupakan potensi pokok human being. dan moral bangsa. Bangsa Indonesia sejak awal mendirikan negara. really. atau apa yang mereka senangi. serta kristalisasi dari sistem nilai budaya bangsa dan agama yang seluruhnya bergerak vertikal. Simon (1986) bahwa sesungguhnya yang dimaksud dengan nilai adalah jawaban yang jujur tapi benar dari pertanyaan "what you are really. d. juga horizontal serta dinamis dalam kehidupan masyarakat. nyanyian-nyanyian bising. untuk menyinkronkan dasar filosofis-ideologis menjadi wujud jati . Nilai merupakan ha! yang terkandung dalam hati nurani manusia yang lebih memberi dasar dan prinsip akhlak yang merupakan standar dari keindahan dan efisiensi atau keutuhan kata hati (potensi).xxviii 5) Adil. Secara epistemologis bangsa Indonesia punya keyakinan bahwa nilai dan moral yang terpancar dari asas Pancasila ini sebagai suatu hasil sublimasi. Nilai adalah ide. Ungkapan etika sering timbul dari pertanyaan-pertanyaan yang mempertentangkan antara benar dan salah. dan bentuk-bentuk scni lain. Selanjutnya. berkonsensus untuk memegang dan menganut Pancasila sebagai sumber inspirasi. yaitu memberikan keadilan kepada diri sendiri dan orang lain yang menjadi haknya. bisa dikatakan konsep dan bisa dikatakan abstraksi (Sidney Simon: 1986).

Ciri atau karakteristik berpikir filsafat adalah: 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) 8) Sistematis. Metafisika (membicarakan tentang segala sesuatu di balik yang ada). bahwa hakikat manusia Indonesia adalah untuk memiliki sifat dan keadaan yang berperi Ketuhanan Yang Maha Esa. Cabang-cabang filsafat meliputi: 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) Epistemologi (Filsafat Pengetahuan). yang penjelasannya berupa suatu pcrangkat ketentuan hukum yang secara hierarkis berupa pasal-pasal UUD. Nilai-nilai yang bersumber dari hakikat Tuhan. Pengamalan secara cbjektif adalah pengamalan di bidang kehidupan kenegaraan atau kemasyarakatan. . Mendalam. dan melaksanakan Pancasila. Undang-undang Organik. Politik (Filsafat Pemerintahan). Upaya ini dikembangkan melalui jalur keluarga. Pengamalan secara subjektif adalah pengamalan yang dilakukan oleh manusia individual. Spekulatif. Refleksi filsafat yang dikembangkan oleh Notonagoro untuk menggali nilai-nilai abstrak. manusia. menghayati. berperi Kerakyatan. Filsafat Agama. dan berperi Keadilan Sosial. masyarakat. Ketetapan MPR. Analitis.xxix diri bangsa yang nyata dan konsekuen secara aksiologis. dan adil dijabarkan menjadi konsep Etika Pancasila. ternyata kemudian dijadikan pangkal tolak pelaksanaannya yang berwujud konsep pengamalan yang bersifat subjektif dan objektif. Etika (Filsafat Moral). Estetikaf Filsafat Seni). baik sebagai pribadi maupun sebagai warga masyarakat ataupun sebagai pemegang kekuasaan. dan Evaluatif. Filsafat Pendidikan. bangsa dan negara Indonesia berkehendak untuk mengerti. Filsafat Ilmu. Komprehensif. berperi Kebangsaan. dan peraturan-peraturan pelaksanaan lainnya. hakikat nilai-nilai Pancasila. Representatif. berperi Kemanusiaan. satu rakyat. membudayakan. dan sekolah. yang penjelmaannya berupa tingkah laku dan sikap dalam hidup sehari-hari. Mendasar. Konsep Filsafat Pancasila dijabarkan menjadi sistem Etika Pancasila yang bercorak normatif.

10) Filsafat Matematika. jika syarat-syarat system filsafat cocok pada Pancasila. Objek yang demikian ini dapat digolongkan ke dalam tiga hal. dan Kosmologi (membicarakan tentang segala sesuatu yang ada yang teratur). Ke-Tuhanan Y. 9) Filsafat Sejarah. ada manusia. 3. Pancasila sebagai sistem filsafat bangsa Indonesia Pancasila sebagai sesuatu yang ada. maka perlu dijabarkan tentang syarat-syarat filsafat terhadap Pancasila tersebut.xxx 8) Filsafat hukum. maka Pancasila merupakan system filsafat. sebagai dasar negara rumusannya jelas yaitu : 1. 5. Kemanusiaan yang adil dan beradab Persatuan Indonesia Kerakyatan yang dipimpin dalam permusyawaratan/perwakilan Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. tetapi jika tidak maka bukan system filsafat. maka dapat dikaji secara filsafat (ingat objek material filsafat adalah segala yang ada). 2. Penjabaran filsafat terhadap Pamcasila : 1) Objek filsafat : yang pertama objek material adalah segala yang ada dan mungkin ada. . Sebaimana suatu logam dikatakan emas bila syarat-syarat emas terdapat pada logam tersebut. Pancasila adalah suatu yang ada. dan untuk mengetahui bahwa Pancasila sebagai system filsafat. dan ada alam semesta.M. 4. Aliran Filsafat meliputi: 1) Rasionalism 2) Marxisme 3) Idealisme 4) Realisme 5) Positivisme 6) Materialisme 7) Eksistensialisme 8) Utilitarianisme 9) Hedonisme 10) Spiritualisme 11) Stoisme 12) Liberalisme e.E. yaitu ada Tuhan.

maka Pancasila memenuhi syarat juga dalam hal objek formalnya. Misalnya psykhologi merupakan kebulatan tersendiri terpisah dan berbeda dengan anthropologi. yang mutlak. yaitu metode analisa. dan adil. jika suatu kata dasar diberi awalan ke atau per dan akhiran an. rakyat dan keadilan itu berada pada alam Dengan demikian dari segi objek material Pancasila dapat diterima. objek formal filsafat adalah hakikat dari segala sesuatu yang ada itu sendiri. Kedua. awalan per menunjukkan suatu proses menuju ke awalan ke yang nantinya diharapkan menjadi kesatuan juga. tetap dan tidak berubah. Demikian juga Pancasila. lebih dari itu menunjukkan sifat hakikat dari bendanya. maka akan menjadi abstrak (bersifat abstrak) benda kata dasar tersebut. 2) Metode filsafat : Metode filsafat adalah kontemplasi atau perenungan atau berfikir untuk menemukan hakikat. Dengan analisis penjabaran ini. 3) Sistem filsafat : setiap ilmu maupun filsafat dalam dirinya merupakan suatu system. dan keadilan. hal-hal yang bersatu. rakyat. Menurut ilmu bahasa. Jadi di sini bukan berfikirnya. terpisah dengan system lainnya. . yaitu sebab Tuhan.xxxi Dari rumusan ini maka objek yang didapat adalah : Tuhan. kerakyatan. artinya merupakan suatu kebulatan dan keutuhan tersendiri. semesta itu sendiri. dan adil. Apakah Pancasila juga kajian hakikat? Kalau menilik dari kelima objek kelima sila Pancasila itu. Khusus untuk persatuan. metode sintesa serta metode analisa dan sintesa (analitico-syntetik). tetapi cara menemukan hakikat. Dan dari kelima objek itu dapat dipersempit lagi ke dalam tiga saja. atau metode menemukan hakikat. yaitu Ke-Tuhanan. Misalnya kemanusiaan. ia temuikan dengan cara-cara tertentu dengan metode analisa dan sintesa. Secara umum ada dua dan tiga dengan metode campuran. Demikian juga dalam sila-sila Pancasila yang lainnya. nilai-nilainya digali dari buminya Indonesia. rakyat. persatuan. semuanya tersusun atas kata dasar dengan tambahan awalan ke/per dan akhiran an. maknanya adalah hakikat abstrak dari manusia itu sendiri. manusia dan alam semesta untuk mewakili objek satu. satu. manusia. demikian seterusnya ilmu-ilmu dan filsafat yang lain.

Bagaimana jika diterapkan pada Pancasila? Misalnya kajian tentang hakikat manusia.xxxii Pancasila sebagai suatu Dasar Negara adalah merupakan suatu kebulatan. tetapi sila-sila tersebut saling ada hubungannya satu dengan lainnya secara keseluruhan. maka sila pertama ke-Tuhanan Y. Pengertian umum itu bertingkat. mendasari. Dengan uraian yang merupakan penjabaran dari syarat-syarat filsafat yang ternyata cocok diterapkan kepada Pancasila. demikian juga berlaku pada sila-sila yang lainnya. dari umum penjumlah yang kecil (kolektif) dari sekumpulan jumlah tertentu sampai jumlah yang lebih besar dan lagi hingga kepada umum seumum-umumnya (universal).M. adalah dasar yang paling umum bagi semua sila yang di belakang. Dilihat dari pemahaman ini. Memang terdiri dari lima. bahwa yang namanya “adil” itu sama hakikatnya maknanya di manapun dan kapanpun. Setiap sila mengandung. dan menjiwai semua sila. Sila keadilan demikian juga. dan universal adalah sifat dari kajian filsafat. Hakikat manusia adlah unsur-unsur dasar yang mutlak pada manusia adalah sama bagi seluruh jenis makhluk yang namanya manusia. lima sila dalam satu kesatuan yang utuh. ini menunjukkan dan mengukuhkan bahwa luas . di mana dan kapanpun manusia itu berada. yang berada di manapun dan waktu kapanpun. sedang sila-sila yang di belakang merupakan pengkhususan atau bentuk realisasi dari sila-sila yang di depan. dibatasi dan disifati oleh keempat sila lainnya. sedang semua sila yang kelima merupakan sila yang terkhusus dan merupakan tujuan dari semua sila yang di depan. oleh karena itu rumusannya (redaksinya) berbunyi “… untuk mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia”. 4) Sifat universal filsafat : Berlaku umum adalah sifat dari pengetahuan ilmiah. Oleh karena itu dapat diistilahkan “Eka Pancasila”. tidak ada satupun sila yang terpisah dengan yang lainnya.E.. jadi pengertian ini (universal) tidak terbatas pada ruang dan waktu. dan dari segi keluasannya sila-sila yang di belakang lebih sempit dari sila-sila yang di muka. sebagaimana terdapat dalam sila ke dua Pancasila. Silasila yang di depan mendasari dan menjiwai sila-sila yang di belakang.

Kajian Ontologis Secara ontologis kajian Pancasila sebagai filsafat dimaksudkan sebagai upaya untuk mengetahui hakikat dasar dari sila-sila Pancasila. sebagai makhluk individu dan sosial. nama Indonesia ini ditambahkan karena objek materialnya seperti telah diutarakan di muka adalah dari bangsa Indonesia sendiri. dari khasanah kehidupannya. serta kedudukan kodrat manusia sebagai makhluk pribadi dan sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa. Menurut Notonagoro hakikat dasar ontologis Pancasila adalah manusia. berkerakyatan yang dipimpin 2005). berkesatuan Indonesia. kedudukannya sebagai makhluk pribadi yang berdiri sendiri. Selanjutnya. Notonagoro lebih lanjut mcngemukakan bahwa manusia sebagai pendukung pokok sila-sila Pancasila secara ontologis memiliki hal-hal yang mutlak. Oleh karena itu. dari kebiasaannya. Hal ini dapat dijelaskan bahwa yang berketuhanan Yang Maha Esa. sekaligus sebagai makhluk Tuhan. raga dan jiwa. Di samping itu. berkemanusian yang adil dan beradab. serta berkeadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia pada hakikatnya adalah manusia (Kaelan. . B. adaptistiadatnya. Mengapa?. dari nenek moyang kita sejak lama. Pancasila sebagai dasar filsafat negara Republik Indonesia memiliki susunan lima sila yang merupakan suatu persatuan dan kesatuan. karena manusia merupakan subjek hukum pokok dari sila-sila Pancasila. yaitu terdiri atas susunan kodrat. kebudayaannya.xxxiii Pancasila benar-benar suatu system filsafat. segala aspek dalam penyelenggaraan negara diliputi oleh nilaioleh hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan. serta mempunyai sifat dasar kesatuan yang mutlak. secara ontologis hakikat dasar keberadaan dari sila-sila Pancasila adalah manusia. serta jasmani dan rohani. serta kepercayaan dan agama-agamanya. sebagai makhluk individu sekaligus juga sebagai makhluk sosial. Selain itu. Yaitu Sistem Filsafat Bangsa Indonesia. Untuk hal ini. 2005). secara hierarkis sila pertama Ketuhanan Yang Maha Esa mendasari dan menjiwai keempat silasila Pancasila (Kaelan. yaitu berupa sifat kodrat monodualis. Dengan demikian. Konsekuensmya. Yaitu digali dari buminya Indonesia.

b. baik dalam arti susunan sila-sila Pancasila maupun isi arti dari dari sila-sila Pancasila ifu. tujuan negara.xxxiv nilai Pancasila yang merupakan suatu kesatuan yang utuh yang memiliki sifat dasar yang mutlak berupa sifat kodrat manusia yang monodualis tersebut. seluruh nilai-nilai Pancasila tersebut menjadi dasar rangka dan jiwa bagi bangsa Indonesia. serta c. Oleh karena itu. seperti bentuk negara. Kajian Epistemologi Kajian epistemologi filsafat Pancasila dimaksudkan sebagai upaya untuk mencari hakikat Pancasila sebagai suatu sistem pengetahuan. susunan Pancasila sebagai suatu sistem pengetahuan maka Pancasila memiliki susunan yang bersifat formal logis. C. Hal ini berarti bahwa dalam setiap aspek penyelenggaraan negara harus dijabarkan dan bersumberkan pada nilai-nilai Pancasila. Epistemologi Pancasila sebagai suatu objek kajian pengetahuan pada hakikatnya meliputi masalah sumber pengetahuan Pancasila dan susunan pengetahuan Pancasila. tentang watak pengetahuan manusia. Adapun tentang sumber pengetahuan Pancasila. sifat negara. dasar epistemologis Pancasila sangat berkaitan erat dengan konsep dasarnya tentang hakikat manusia. bahwa nilai-nilai tersebut sebagai kausa material is Pancasila. sistem hukum negara. yaitu: a. Kemudian. Selanjutnya. tentang teori kebenaran pengetahuan manusia. yaitu: a. Menurut Titus (1984:20) terdapat tiga persoalan yang mendasar dalam epistemologi. Kajian epistemologi Pancasila tidak dapat dipisahkan dengan dasar ontologisnya. tugas/kewajiban negara dan warga negara. sebagaimana telah dipahami bersama. Merujuk pada pemikiran filsafat Aristoteles. adalah nilai-nilai yang ada pada bangsa Indonesia itu sendiri. Susunan kesatuan sila-sila Pancasila adalah bersifat hierarkis dan berbentuk piramidal. Sila pertama Pancasila mendasari dan menjiwai keempat sila lainnya. moral negara. . tentang sumber pengetahuan manusia. Hal ini dimungkinkan karena epistemologi merupakan bidang filsafat yang membahas hakikat ilmu pengetahuan (ilmu tentang ilmu). serta segala aspek penyelenggaraan negara lainnya.

Selain itu. epistemologi Pancasila mengakui kebenaran konsensus terutama dalam kaitannya dengan hakikat sifat kodrat manusia sebagai makhluk individu dan makhluk sosial. dan kehendak manusia untuk mendapatkan kebenaran yang tertinggi. d. dasar-dasar rasional logis Pancasila juga menyangkut isi arti sila-sila Pancasila tersebut. dan kelima. Demikianlah. Sila Ketuhanan Yang Maha Esa member! landasan kebcnaran pengetahuan manusia yang bersumber pada intuisi.xxxv b. Sila ketiga didasari dan dijiwai sila pertama dan kedua. serta e. sesuai dengan sila pertama Pancasila. D. serta mendasari dan menjiwai sila kelima. Hal ini sebagai tingkat kebcnaran yang tertinggi: Selanjutnya. epistemologi Pancasila juga mengakui kcbenaran wahyu yang bersifat mutlak. dan keempat. Sila kelima didasari dan dijiwai sila pertama. rasa. susunan Pancasila memiliki sistem logis.Sebagai suatu paham epistemologi. maka nilai-nilai yang . kedua. keempat. Sila keempat didasari dan dijiwai sila pertama. Selain itu. Sila kedua didasari sila pertama serta mendasari dan menjiwai sila ketiga. serta mendasari dan menjiwai sila keempat dan kelima. Itulah sebabnya Pancasila secara epistemologis harus menjadi dasar moralitas bangsa dalam membangun perkembangan sains dan teknologi dewasa ini. dan kelima. dan ketiga. Dasar-dasar rasional logis Pancasila juga menyangkut kualitas ataupun kuantitasnya. Karena sila-sila Pancasila sebagai suatu sistem filsafat memiliki satu kesatuan dasar aksiologis. Pancasila memandang bahwa ilmu pengetahuan pada hakikatnya tidak bebas nilai karena harus diletakkan pada kerangka moralitas kodrat manusia serta moralitas religius dalam upaya untuk mendapatkan suatu tingkatan pengetahuan dalam hidup manusia. kebenaran dan pengetahuan manusia merupakan suatu sintesis yang harmonis di antara potensi-potensi kejiwaan manusia. Karena itu. ketiga. c. dalam sila ketiga. yaitu akal. Kedudukan dan kodrat manusia pada hakikatnya adalah sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa. keempat. baik yang menyangkut kualitas maupun kuantitasnya. Kajian Aksiologi Kajian aksiologi filsafat Pancasila pada ivakikatnya membahas tentang nilai praksis atau manfaat suatu pengeiahuan tentang Pancasila. kedua.

xxxvi terkandung dalamnya pada hakikatnya juga merupakan suatu kesatuan. yaitu berorientasi pada nilai yang nonmaterial. Indah dan baik adalah sifat atau kualitas yang melekat pada bunga dan perbuatan. Jadi. dan kata kerja yang artinya sesuatu tindakan kejiwaan tertentu dalam menilai atau melakukan penilaian (Frankena: 229). Dalam hubungan ini. dari berbagai macam pandangan tentang nilai dapat dikelompokkan pada dua macam sudut pandang. Nilai material relatif lebih mudah diukur menggunakan pancaindra ataupun alat pengukur. Di dalam Dictionary of Sociology' an Related Sciences dikemukakan bahwa nilai adalah suatu kemampuan yang dipercayai yang ada pada suatu benda untuk memuaskan manusia. Adanya nilai itu karena adanya kenyataan-kenyataan lain sebagai pembawa nilai. Hal ini merupakan pandangan dari paham objektivisme. nilai itu sebenarnya adalah suatu kenyataan yang tersembunyi di balik kenyataan-kenyataan lainnya. manusia memiliki orientasi nilai yang berbeda bergantung pada pandangan hidup dan filsafat hidup masing-masing. tetapi ada pula yang sebaliknya. Namun. Dengan demikian. pcrbuatan itu baik. misalnya bunga itu indah. Notonagoro memerinci tentang nilai. nilai itu pada hakikatnya adalah sifat atau kualitas yang melekat pada suatu objek. Istilah nilai dalam kajian filsafat dipakai untuk merujuk pada ungkapan abstrak yang dapat juga diartikan sebagai "keberhargaan " (worth) atau "kebaikan " (goodnes). Ada yang mendasarkan pada orientasi nilai material. yaitu bahwa sesuatu itu bernilai karena berkaitan dengan sabjek pemberi nilai. Selanjutnya. Hal ini bersifat subjektit. yaitu manusia. ada yang bersifat material dan nonmaterial. Kalangan materialis memandang bahwa hakikat nilai yang tertinggi adalah nilai material. tetapi juga terdapat pandangan bahwa pada hakikatnya nilai sesuatu itu melekat pada dirinya sendiri. artinya ada sifat atau kualitas yang melekat padanya. sedangkan kalangan hedonis berpandangan bahwa nilai yang tertinggi adalah nilai kenikmatan. aksiologi Pancasila mengandung arti bahwa kita membahas tentang filsafat nilai Pancasila. Akan tetapi. Terdapat berbagai macam teori tentang nilai dan hal ini sangat bcrgantung pada titik tolak dan sudut pandang setiap teori dalam menentukan pengertian nilai. Sesuatu itu mengandung nilai. Sifat dari suatu benda yang menyebabkan menarik minat seseorang atau kelompok. nilai yang bersifat rohaniah .

. tetapi nilai-nilai kerohanian yang mengakui nilai material dan nilai vital. penghargaan. rasa. tetapi dapat juga dilakukan dengan hati nurani manusia sebagai alat ukur yang dibantu oleh cipta. nilainilai Pancasila yang tergolong nilai kerohanian itu juga mengandung nilai-nilai lain secara lengkap dan harmonis. yang berpersatuan. serta menerima Pancasila sebagai sesuatu yang bernilai. yang berkerakyatan. bangsa Indonesia merupakan pendukung nilai-nilai Pancasila (subcriber of values Pancasila). nilai-nilai Pancasila itu termasuk nilai kerohanian. serta karsa dan keyakinan manusia (Kaelan. bangsa Indonesialah yang menghargai. maka bangsa Indonesia dalam hal ini sekaligus adalah pengembannya dalam sikap.xxxvii sulit diukur. mengakui. Sehubungan dengan ini. nilai keindahan atau estetis. tingkah laku. Dengan demikian. nilai kebaikan atau nilai moral. tingkah laku. nilai vital. dan perbuatan manusia Indonesia. Bangsa Indonesia yang berketuhanan. yang berkemanusiaan. sila pertama. dan yang berkeadilan sosial. nilai kebenaran. 2005). dan penerimaan Pancasila sebagai sesuatu yang bernilai itu akan tampak menggejala dalam sikap. atau penghargaan itu telah menggejala dalam sikap. Menurut Notonagoro. Kalau pengakuan. serta perbuatan manusia dan bangsa Indonesia. Secara aksiologis. penerimaan. yaitu ketuhanan Yang Maha Esa menjadi basis dari semua sila-sila Pancasila (Darmodihardjo: 1978). tingkah laku. Pengakuan. seperti nilai material. dan perbuatan bangsa Indonesia. ataupun nilai kesucian yang secara keseluruhan bersifat sistemik-hierarkis. Sebagai pendukung nilai.

Untuk itu. fundamental. dan keadilan. kemasyarakatan. pada hakikatnya bertujuan mewujudkan harkat dan martabat manusia sebagai makhluk yang berbudaya atau makhluk yang beradab (hakikat sila kedua). Terwujudnya persatuan dan kesatuan akan melahirkan rakyat sebagai suatu bangsa yang hidup dalam suatu wilayah negara tertentu. persatuan. hak serta kekuasaan rakyat harus dijamin. dan sistematis.xxxviii PENUTUP Pancasila sebagai dasar filsafat negara serta sebagai filsafat hidup bangsa Indonesia pada hakikatnya merupakan suatu nilai-nilai yang bersifat sistematis. manusia harus membentuk suatu ikatan sebagai suatu bangsa (hakikat sila ketiga). Konsekuensinya. kemanusiaan. yang merupakan masyarakat hukum (legal society). tetapi memiliki esensi serta makna yang utuh. Konsekuensinya kelima sila tidak terpisah-pisah dan memiliki makna sendirisendiri. Untuk mewujudkan suatu negara sebagai suatu organisasi hidup. hidup kenegaraan itu haruslah didasarkan pada nilai bahwa rakyat merupakan asal mula kekuasaan negara. sila-sila Pancasila merupakan suatu nilai-nilai yang bersifat bulat dan utuh. negara harus bersifat demokratis. dan menyeluruh. . kerakyatan. Pancasila sebagai filsafat bangsa dan negara Republik Indonesia mengandung makna bahwa setiap aspek kehidupan kebangsaan. Maka itu. dan kenegaraan harus berdasarkan pada nilai-nilai ketuhanan. Pemikiran filsafat kenegaraan bertolak dari pandangan bahwa negara adalah merupakan suatu persekutuan hidup manusia atau organisasi kemasyarakatan. Adapun negara yang didirikan oleh manusia itu berdasarkan pada kodrat bahwa manusia sebagai warga negara. . sila-sila Pancasila merupakan suatu sistem filsafat. Negara yang merupakan persekutuan hidup manusia sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa. Dalam pengertian inilah. yaitu sebagai bagian persekutuan hidup yang mendudukkan kodrat manusia sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa (hakikat sila pertama). hierarkis.

Kaelan. 1987. efistimologis dan aksiologis dari pancasila! 4. Tim Dosen Pancasila Unhas. dalam hidup kenegaraan harus diwujudkan jaminan perlindungan bagi seluruh warga. Filsafat Pancasila sebagai Filasfat Bangsa Negara Indonesia. Implementasi Pancasila untuk ABR1. 1984. Nolan.Pendidikan Pancasila Perguruan Tinggi. Jelaskan Prinsip-prinsip filsafat pancasila! 3. 1971. Filsafat Pancasila.Makassar. Poespowardoyo. SOAL LATIHAN Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini : 1. Suseno. 16 (1989). Polity Press: Cambridge. Dengan demikian. Jelaskan pancasila sebagai kristalisasi nilai-nilai budaya bangsa Indonesia! DAFTAR BACAAN Darmodiharjo. untuk mewujudkan tujuan. 1989. 1985. F. Jelaskas kajian ontologis. Pranarka. Marilyn S. 2005.2003 . Titus Harold. PT Gramedia: Jakarta. CSIS: Jakarta. Gramedia: Jakarta. Untuk mewujudkan tujuan negara sebagai tujuan bersama. Pokok-Pokok Filsafat Hukum. Penerbit bulan Bintang: Jakarta. No. Jelaskan Pengertian Filsafat Pancasila! 2.. diterjemahkan oleh Rasyidi. and Richard T. Makalah pada Kursus Calon Dosen Pendidikan Kewarganegaraan: Jakarta. Fukuyama. Living Issues Philosophy. seluruh warga negara harus dijamin berdasarkan suatu prinsip keadilan yang timbul dalam kehidupan bersama (hakikat sila kelima). dalam National Interest. Soeryanto.W. Universitas Hasanuddin. Darji.M. 1989. A. Magnis.xxxix baik sebagai individu maupun secara bersama (hakikat sila keempat). Gramedia Pustaka Utama: Jakarta. Dikutip dari Modernity and Its Future. Sejarah Pemikiran tantang Pancasila. Smith. Franz. 1996. The End of History. Etika Politik: Prinsip-Prinsip Moral Dasar Modern. Pengertian Dasar bagi Departemen Pertahanan dan Keamanan: Jakarta. Notonagoro.

ekonomi. nilai kebudayaan. Universitas BAB III PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI NASIONAL PENDAHULUAN A. Pancasila akan selalu mempunyai hal baru yang progresif dalam menghadapi tantangan kehidupan yang makin maju dan kompleks. melainkan berasal dari nilai – nilai yang dimiliki bangsa Indonesia sendiri. nilai tradisi. Dalam arti. nilai religius yang terdapat pada pandangan hidup bangsa indonesia sendiri sebelum membentuk negara. Latar Belakang Pancasila merupakan hasil perenenungan atau pemikiran seseorang atau kelompok orang. khususnya menyangkut nilai-nilai kemanusiaan dan keadilan. Apa yang dipaparkan Noor MS Bakry mengindikasikan. Pendidikan Kewarganegaraan. Kumpulan nilai – nilai dari kehidupan lingkungan sendiri dan yang diyakini kebenarannya kemudian digunakan untuk mengatur masyarakat.xl Tim Dosen Pancasila Unhas. yang juga diangkat dari nilai adat istiadat. maupun religi.Makassar. sosial budaya. Pengejawantahannya tercermin dalam kehidupan praksis. Pancasila telah tampil di garda depan. Bakry [1994]. Pancasila bukan berasal dari dari ide – ide bangsa lain. pancasila dihadapkan pada kekuatan kapitalisme global yang telah dijadikan "ideologi" . ia menjadi kesatuan prinsip pengarahan yang berkembang dialektik serta terbuka penafsiran baru untuk melihat perspektif masa depan dan aktual antisipatif dalam menghadapi perkembangan dengan memberikan arah dan tujuan yang ingin dicapai dalam melangsungkan hidup dan kehidupan nasional.2004 Tim Dosen Kewarganegaraan Hasanuddin.STIMIK DIPANEGARA . baik dalam bidang politik. Pancasila sebagai ideologi bersifat dinamik.Makassar. inilah yang dinamakan ideologi. Tantangan sekarang ini. Dalam beberapa pasal. nilai kepustakaan.Pendidikan Pancasila Bunga Rampai .2008 Unhas. Menurut Noor MS.

Dunia juga tampak belum yakin pada kelangsungan dan kemajuan sebuah negara bangsa bernama Indonesia. negara bergerak seperti layangan putus. Pancasila juga dapat dipandang sebagai ideologi negara kebangsaan Indonesia. keadilan. dan tujuan negara.xli masyarakat dunia. terasa pamor Pancasila sedang menurun. decline (kemunduran). Mustafa Rejai dalam buku Political Ideologies menyatakan. Jika tidak demikian bukanlah manusia. Tampaknya. kita perlu menerima kenyataan belum diterimanya Pancasila oleh semua pihak. persatuan. yang terjadi adalah emergence (kemunculan). lima unsur tersebut mutlak ada dalam diri manusia. yang merupakan sifat hakikat manusia. sejak awal reformasi hingga saat ini sedang terjadi declining (kemunduran) pamor ideologi Pancasila seiring meningkatnya liberalisasi dan demokratisasi dunia. ideologi itu tidak pernah mati. sekarang saatnya kita menghidupkan dan memperlihatkan Pancasila sebagai sosok yang sakti. sehingga disebut kepribadian kemanusiaan. Kepribadian kemanusiaan merupakan sifat-sifat hakikat kemanusiaan abstrak umum universal yang dapat membedakan manusia dengan makhluk lain. Ruang Lingkup Bahan pembelajaran ini akan membahas : . misi. Atas dasar Weltanschauung itu. Dalam Pancasila ada kepribadian kemanusiaan yang sangat penting. tanpa pedoman. dan resurgence of ideologies (kebangkitan kembali suatu ideologi). yaitu ketuhanan. dan jika tidak berkerakyatan dan berkeluargaan juga bukan ma-nusia. serta jika tidak berkeadilan juga bukan manusia. Akhir-akhir ini. Sebuah negara bangsa membutuhkan Weltanschauung atau landasan filosofis. Tanpa itu. kerakyatan. B. Menghadapi konsepsi tatanan pemikiran yang berkembang. Masyarakat Indonesia sedikit banyak terpengaruh dengan kaum kapitalisme global ini. Saatnya kita menggali nilai-nilai kemanusiaan dan keadilan yang terkandung didalamnya. disusunlah visi. jika tidak berkemanusiaan juga bukan manusia. jika tidak berpersatuan juga tidak manusia. Dengan demikian. kemanusiaan. Agar Pancasila sebagai ideologi bangsa tetap mempunyai semangat untuk diperjuangkan.

Memahami peranan idiologi bangsa bagi bangsa dan negara serta Memahami pancasila sebagai ideologi bangsa dan negara indonesia yang memiliki ciri terbuka. sekulerrisme. dan dinamis kemudian Membandikan idiologi pancasila dengan idiologi dunia lainnya seperti liberalisme. . 4.xlii a. 6. Melalui pembelajaran ini mahasiswa diharapkan dapat : 1. dan idiologi keagamaan. komprehensif. memahami. ideologi komprehensif dan ideologi partikular. Menjelaskan makna idiologi bagi bangsa dan negara. ideologi tertutup. Pancasila sebagai Ideologi Terbuka d. komunisme. Berbangsa dan Bernegara c. reformatif. Menjelaskan pengertian macam – macam idiologi yang meliputi idiologi terbuka. 5. Pengertian Ideologi dan Dimensi-dimensinya b. Peranan Ideologi dalam Kehidupan Bermasyarakat. dan menghayati Pancasila sebagai Idiologi bangsa dan negara. Sasaran Pembelajaran Modul Mahasiswa diharapkan dapat mengerti. Perbandingan Ideologi Pancasila dengan Ideologi Lainnya e. Reformasi Socio-Moral C. 2. 3. Menjelaskan pengertian idiologi secara umum.

dalam tulisannya tentang The Consept of Ideology (2002) menjelaskan bahwa “ideology as a set of beliefs” yaitu setiap individu atau kelompok masyarakat memiliki suatu sistem kepercayaan mengenal sesuatu yang dipandang bernilai dan menjadi kekuatan motivasi bagi perilaku individu atau kelompok masyarakat. dan cara tindak seseorang atau bangsa dalam menyelesaikan masalah-masalah yang dihadapinya. atau paham. Pengertian Ideologi dan Dimensi-Dimensinya A. Nilai-nilai yang dipandang itu sebagai cita-cita yang menjadi landasan bagi cara pandang. ajaran. Eidos berarti idea. Selanjutnya ideologi menurut makna yang dikandungnya berarti suatu ilmu atau ajaran yang mengandung ide atau cita-cita yang bersifat tetap dan sekaligus merupakan dasar. gagasan. atau cita-cita tertentu.1 Pengertian Ideologi Secara etimologi. pandangan ataupun paham. istilah ideologi berasal dari bahasa Yunani yaitu dari kata “eidos” dan “logos”.xliii URAIAN BAHAN PEMBELAJARAN A.2 Dimensi-Dimensi Ideologi Dimensi Realitas . cara fikir. gagasan-gagasan. Sedangkan logos berarti ilmu. cita-cita ataupun konsep. Ideologi mengandung nilai-nilai dasar yang hidup dalam masyarakatnya dan terkristalisasi dalam falsafah negara. A. Dengan demikian dapat dipahami bahwa ideologi adalah seperangkat sistem nilai yang diyakini kebenarannya oleh suatu bangsa dan digunakan sebagai dasar untuk menata masyarakat dalam negara. ideologi adalah ilmu atau ajaran tentang idea-idea. Jadi. Jorge Larrain.

Sebagai Dasar Artinya merupakan pangkal tolak. asas atau fundasi di atas mana semua kegiatan kehidupan masyarakat. dan bernegara. berbangsa. ideologi merupakan pencerminan realitas yang hidup dalam masyarakat. dan Bernegara Sebagaimana diuraikan di muka. Dimensi Normalitas Artinya ideologi mengandung nilai-nilai yang bersifat mengikat masyarakatnya. Dimensi Idealitas Disini ideologi mengandung cita-cita dalam berbagai bidang kehidupan yang ingin dicapai oleh masyarakat penganutnya. a. dan tujuan yang ingin dicapai dalam kehidupan bermasyarakat. arah. dan dasar tersebut umumnya berasal dari nilai-nilai yang berkembang dan hidup dalam masyarakat itu sendiri . berupa norma-norma atau aturan-aturasn yang harus dipatuhi yang sifatnya positif. ideologi mengandung nilai-nilai dasar.xliv Pada dimensi ini. Dimensi ini terutama terdapat pada ideologi yang bersifat terbuka dan demokratis. karena nila-nilai dasar itu telah menjadi milik bersama. dan Negara dibangun. bangsa. sesuai tuntunan perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. Peranan Ideologi Dalam Kejhidupan Bermasyarakat . Cita-cita yang dimaksud hendaknya berisi harapan-harapan yang mungkin direalisasikan. Karena itu. Berbangsa. B. Nilai-nilai dasar yang terkandung di dalamnya bersumber dari nilai-nilai yang hidup dalam masyarakat penganutnya. sehingga mereka tidak asing dan merasa dipaksakan untuk melaksanakannya. ideologi memiliki peranan sebagai dasar. Dimensi Fleksibilitas Disini ideologi seyogyanya dapat mengikuti spirit perkembangan zaman. normanorma dan cita-cita yang ingin diwujudkan oleh masyarakat penganutnya.

xlv (dimensi realitas). Pancasila sebagai ideologi nasional akan memberikan motivasi dan semangat untuk melaksanakan pembangunan bangsa secara adil dan seimbang untuk mencapai tujuan yang tercantum dalam Pembukaan UUD 1945 (dimensi idealitas). b. Ideologi seperti ini disebut ideologi yang demokratis. . c. bangsa dan Negara berupa norma-norma atau aturan-aturan yang harus dipatuhi agar arah untuk mencapai cita-cita atau tujuan tidak menyimpang (dimensi normalitas). dan bernegara pada akhirnya mengarah pada suatu tujuan atau cita-cita yang terkandung dalam ideologi yang dipakai. Disini Pancasila menjelmakan diri sebagai pengarah. Pancasila sejak awal pembahasannya (sidang BPUPKI tanggal 29 Mei sampai dengan 1 Juni 1945 dan sidang gabungan tanggal 22 Juni 1945) memang direncanakan untuk dijadikan Dasar Negara. Pancasila Sebagai Ideologi Terbuka Suatu ideologi disebut terbuka bila ideologi tersebut dapat menerima dan bahkan mengembangkan pemikiran-pemikiran baru sejauh tidak bertentangan dengan nilai-nilai dasarnya. Ideologi yang dapat menerima pemikiran-pemikiran baru tentang nilai dasar yang terkandung pada dirinya. Sebagai Tujuan Artinya semua aktivitas dalam kehidupan bermasyarakat. berbangsa. pengendali di dalam setiap gerak tata kehidupan berbangsa dan bernegara. C. tanpa harus khawatir kehilangan jati dirinya. yang berlawanan dengan ideologi tertutup atau tidak demokratis (otoriter/totaliter). Sebagai Pengarah Artinya sebagai pengatur dan pengendali kehidupan masyarakat. Tanggal 18 Agustus 1945 sidang PPKI menetapkan secara resmi Pancasila sebagai dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia. Peran sebagai pengarah ditunjukkannya pada kedudukan Pancasila sebagai “sumber dari segala sumber hukum” segala peraturan hukum dan perundang-undangan yang ada di Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Suaitu ideologi yang dalam kenyataannya tidak mampu lagi menerima pemikiranpemikiran baru atau metode baru yang berbeda. Pancasila sebagai ideologi terbuka tidak sekedar dapat menerima. Dengan demikian. . Lebih dari itu justru memperkaya bentuk perwujudan yang beraneka ragam dalam tata kehidupan bermasyarakat. perwujudan Pancasila sebagai ideologi terbuka adalah dalam tata kehidupan Negara kita yang dinyatakan. Sebagai ideologi terbuka. Inilah yang dimaksudkan dengan nilai instrumental yang dapat dikembangkan sesuai dengan perkembangan spirit zaman. berbangsa. dalam batas-batas tertentu Pancasila dapat menerima dan menampung pengaruh-pengaruh dari nilai-nilai yang berasal dari luar sepanjang tidak bertentangan dengan nilai-nilai dasar yang ada. dan bernegara. ia selalu membutuhkan yang lain. D. namun dalam penjabarannya dapat dikembangkan secara kreatif dan dinamis sesuai dengan kebutuhan dinamika perkembangan masyarakat Indonesia sendiri. bahwa Negara kita berdasar atas hukum. Perbandingan Ideologi Pancasila Dengan Ideologi Lainnya a. bahkan mendorong untuk dapat menciptakan pemikiran-pemikiran baru tersebut dalam rangka lebih menyegarkan dan memperkuat relevansinya dengan perkembangan spirit zaman. Suatu ideologi yang demokratis adalah ideologi terbuka. maka manusia tidak dapat hidup sendirian. Hal ini telah ditunjukkan oleh asas sila keempat yaitu : “Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan / perwakilan”. yaitu mampu menerima pemikiran-pemikiran baru dalam rangka pengembangan atau penyempurnaan perwujudan nilai-nilai dasar yang terkandung di dalamnya. Pancasila sebagai ideologi terbuka.xlvi Pancasila sebagai ideologi jelas mempunyai nilai demokratis. Monodualisme ini adalah kodrati. bukan atas kekuasaan belaka. walaupun dapat saja penganutnya menyatakan ideologinya demokratis.Ideologi Pancasila : Ideologi Pancasila : memandang manusia sebagai makhluk individu dan makhluk sosial. mengandung arti bahwa nilai dasar yang terkandung dalam Pancasila bersifat tetap atau abadi. dengan tidak harus mengorbankan nilai-nilai dasarnya yang bersifat tetap. yang demikian disebut ideologi tertutup atau ideologi otoriter/totaliter.

musyawarah untuk mufakat dan menjunjung tinggi harkat dan martabat serta nilai kebenaran dan keadilan. mengajarkan dan menerapkan sekaligus mengehendaki persatuan. nilai yang terkandung di . 1 Juni 1945). Nilai ini berfungsi sebagai kekuatan mental. sehingga pemahaman dan pengamalannya harus mencakup semua dalamnya. mengandung nilai spiritual. dan landasan etik dalam Ketahanan Nasional. saling menerina dan memberi antar manusia dalam memasyarakat dan menegara. Ideologi Pancasila. tersimpul nilai satu derajat. saling mencintai. baik setiap silanya maupun paduan dari kelima sila-silanya. memberikan kesempatan yang seluas-luasnya kepada semua pemeluk agama dan penganut kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa untuk berkembang di Indonesia. hormat menghormati. maka atheisme tidak berhak hidup di bumi Indonesia dalam kerukunan dan kedamaian hidup beragama. cinta tanah air dan rela berkorban demi kepentingan bangsa dan Negara. Sila Kemanusioann Yang Adil dan Beradab. keberanian membela kebenaran dan keadilan. mengandung nilai kedaulatan berada di tangan rakyat (demokrasi) yang dijelmakan oleh persatuan nasional yang riil dan wajar. Saling tergantung dan saling memberi merupakan pasangan pokok dan ciri khas persatuan serta menjadi inti isi dari nilai kekeluargaan. spiritual. Nilai ini mengutamakan kepentingan Negara / bangsa dengan tetap menghargai kepentingan pribadi dan golongan. Sila Ketuhanan Yang Maha Esa. Kelima sila dalam Pancasila merupakan kesatuan yang bulat dan utuh. mengandung nilai-nilai kebangsaan. sama kewajiban dan hak. toleransi dan nilai gotong royong. yakni manusia dalam hidup saling tergantung antar manusia.xlvii Menurut konsep Pancasila. Pancasila merupakan tatanan nilai yang digali atau dikristalisasikan dari nilai-nilai dasar budaya bangsa Indonesia yang sudah sejak ratusan tahun lalu tumbuh dan berkembang dalam kehidupan masyarakat di Indonesia (Bung Karno. Sila kerakyatan Yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan / Perwakilan. Sila Persatuan Indonesia.

hak kesamaan. Liberalisme bertitik tolak dari hak azasi yang melekat pada manusi sejak ia lahir dan tidak dapat diganggu gugat oleh siapapun termasuk penguasa. ialah kontradiksi terhadap lingkungan selalu . dengan menempuh proses dialetik. John Locke. Jean Jaques Rousseau. sehingga masyarakat merupakan jumlah para anggotanya saja tanpa ikatan nilai tersendiri. Faham liberalisme selalu mengkaitkan aliran pikirannya dengan hak azasi manusia menyebabkan paham tersebut meiliki daya tarik yang kuat di kalangan masyarakat tertentu. Hak dan kebebasan orang seorang hanya dibatasi oleh hak yang sama dimiliki orang lain bukan oleh kepentingan masyarakat seluruhnya. Aliran pikiran perseorangan atau individualistik diajarkan oleh Thomas Hoobbes. Aliran pikiran ini mengajarkan bahwa Negara adalah masyarakat hukum (legal society) yang disusun atas kontrak semua orang (individu) dalam masyarakat itu (kontrak sosial). hak kebahagiaan. Menurutnya kepentingan harkat dan martabat manusia (individu) dijunjung tinggi. Ideologi Komunis : Ideologi Komunistik mendasarkan diri pada premise bahwa semua materi berkembang mengikuti hukum kontradiksi. mengandung nilai sikap adil. namun ada keteraturan. b. maka nilai kebebasan itulah yang utama. yaitu kebebasan dan kepentingan pribadi yang menuntut kebebasan individual secara mutlak yaitu kebebasan mengejar kebahagiaan hidup di tengah-tengah kekayaan material yang melimpah dan dicapai dengan bebas. Laski. menghormati hak orang dan sikap gotong royong. Herbert Spencer dan Harold J. terkecuali atas pesetujuan yang bersangkutan. Faham liberalisme mempunyai nilai-nilai dasar (intrinsik). Metode berfikir ideologi ini ialah liberalistik yang berwatak individualistik.xlviii Sila Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia. yaitu hak hidup. c. yang menjamin kemakmnuran masyarakat secara menyeluruh dan adil. Ideologi Liberal : Ideologi liberal memandang bahwa sejak manusia dilahirkan bebas dan dibekali penciptanya sejumlah hak azasi. hak kebebasan. yaitu bahwa tidak terdapat sifat permanen pada diri manusia. Ciri konsep dialetik tentang manusia.

Sebagai suatu ideologi maka terkandung suatu kehendak untuk berbuat sesuatu. maka sejarahpun berkembang secara dialetik pula. E. Aliran pikiran ini erat hubungannya dengan aliran material-dialektis atau materialistik. Secara operasional sadar berarti : a. Agar tidak terombang-ambing maka sadar kehendak ini perlu sadar tujuan. Aliran pikiran golongan (dass theory) beranggapan bahwa Negara ialah susunan golongan (kelas) untuk menindas golongan (kelas) lain. Kelas ekonomi kuat menindas ekonomi lemah. dengan pikiran Leni terutama dalam pengorganisasian dan operasionalisasinya menjadi landasaan paham komunis. (Lihat buku Pendidikan Pancasila oleh Tim Dosen Pancasila Unhas). dikaitkan dengan laku/prilaku maka usaha untuk mencapai tujuan tersebut harus melalui tanggap nilai c. ekonomi. Marx menganjurkan agar kaum buruh mengadakan revolusi politik untuk merebut kekuasaan Negara dari kaum golongan karya kapitalis dan borjuis agar kaum buruh dapat ganti berkuasa dan mengatur Negara. dan Lenin bermula merupakan kritik Karl Marx atas kehidupan sosial ekonomi masyarakat pada awal revolusi industri. Bagi ideologi pancasila diperlukan adanya sadar kehendak (dalam arti tidak akan terombang-ambing).xlix menghasilkan perkembangan dialetik dari manusia. Oleh karena itu. dikaitkan dengan landasan. Pikiran Karl Marx tentang sosial. Reformasi Socio-Moral Ideologi yang bersumber pada filsafat pancasila maka reformasi kita bersifat sociomoral. metoda befikirnya materialisme dialetik dan jika diterapkan pada sejarah dan kehidupan sosial disebut materialisme-historik. konsisten terhadap esprit dan ethos yang dijabarkan dalam filsafat pancasila . sadar laku (usaha) dan sadar landasan. dikaitkan dengan tujuan merupakan suatu keinginan untuk melaksanakan citra menjadi kenyataan (konkritisasi) b. Aliran pikiran ini sangat menonjolkan adanya kelas/revolusi dan perebutan kekuasaan Negara. golongan borjuis menindas golongan proletar (kaum buruh). Engels. Sehubungan dengan itu. Aliran pikiran golongan (dass theory) yang diajarkan oleh Karl Marx.

l Reformasi socio-moral yg berdasarkan ideologi pancasila berarti akan menciptakan : a. ia harus diperjuangkan untuk diterima kebenarannya melewati batas-batas negara bangsa kita sendiri. kesejahteraan yang tinggi. Tentu bentuk perjuangan ideologi pada waktu ini berbeda dengan zaman berbenturannya nasionalisme dengan imperialisme. sistem kelembagaan b. sejahtera. Keberhasilan Pancasila sebagai suatu ideologi akan diukur dari terwujudnya kemajuan yang pesat. sistem norma yang ideal (esprit dan ethos) Ini berarti suatu ideologi apapun namanya termasuk ideologi pancasila. Saya berpendapat. para . sosialisme dengan kapitalisme. Sebagai hasil dari reformasi socio moral tercipta suatu peradabandalam masyarakat berdasarkan pancasila. Sebagai ideologi nasional. para pemimpin. Saat itulah Pancasila berpotensi untuk diterima oleh bangsa-bangsa lain di dunia. “terbuka” terhadap suatu perubahan yang datangnya dari luar. dan persatuan yang mantap dari seluruh rakyat Indonesia. Konsepsi dan praktik kehidupan yang Pancasilais terutama harus diwujudkan dalam keseharian kaum elite. dan bersatu sajalah Indonesia dapat menjadi salah satu rujukan dunia. walaupun nilai-nilai dasar yang terkandung di dalamnya tidak berubah. sistem tanggap nilai c. Hanya dengan mencapai kondisi bangsa yang maju. PENUTUP Pancasila perlu disosialisasikan agar dipahami oleh dunia sebagai landasan filosofis bangsa Indonesia dalam mempertahankan eksistensi dan mengembangkan dirinya menjadi bangsa yang sejahtera dan modern. dan antara demokrasi dengan totaliterianisme. menjadi mission sacre kita sebagai suatu bangsa. kondisi itu adalah hal yang mungkin terjadi yang perlu diwujudkan. Tugas kaum terpelajarlah untuk mengartikulasikan keinginan rakyat untuk maju dengan mewarnai Pancasila yang memiliki rumusan tajam di segala bidang untuk menjawab tantangan yang sedang dihadapi bangsa dan negara kita.

1978. 1978. SOAL LATIHAN Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini : 1.man. berbangsa dan bernegara Tim Dosen Pancasila Unhas.E.Makassar. Jakarta.Pendidikan Pancasila Bunga Rampai . Jelaskan pengertian ideology dan dimensi-dimensinya! 2. Pendidikan Kewarganegaraan.2004 Tim Dosen Kewarganegaraan Hasanuddin. Jelaskan perbandingan pancasila dengan ideology lainnya didunia! 4. Pancasila sebagai ideology dalam berbagai bidang Kehidupan bermasyarakat.2003 Tim Dosen Pancasila Unhas.Makassar. Fogel.STIMIK DIPANEGARA . Jelaskan pengertian reformasi sosio-moral! DAFTAR BACAAN Alfian. para pengusaha. Berbangsa dan Bernegara! 3. E. 1991.William.li penguasa. Isme-isme Dewasa ini.Makassar.Pendidikan Pancasila Perguruan Tinggi. Universitas Hasanuddin.2008 Unhas. dan kaum terpelajar Indonesia untuk menjadi pelajaran masyarakat luas. Gramedia. Pemikiran Dan Perubahan Politik Indonesia. Penerbit Erlangga. Universitas .Jakarta BP-7 Pusat Jakarta. Jelaskan peranan Ideologi dalam Kehidupan Bermasyarakat.

lii

BAB IV IDENTITAS NASIONAL
PENDAHULUAN A. Latar belakang Situasi dan kondisi masyarakat dewasa ini menjadikan kita prihatin dan merasa ikut bertanggung jawab atas tercabik-cabiknya Indonesia serta kerusakan social yang menimpah masyarakatnya.Bangsa Indonesia yang dahulu dikenal sebagai “het zachste volk ter aarde” dalam pergaulan antarbangsa, kini sedang mengalami bukan saja krisis identitas, melainkan juga krisis dalam berbagai dimensi kehidupan yang melahirkan instabilitas yang berkepanjangan semenjak reformasi digulirkan tahun 1998 (Koento W:2005) Identitas Nasional saat ini bukan lagi menjadi suatu kebanggaan bagi bangsa Indonesia. Saat ini Indonesia tidak hanya mengalami krisis multidimensi, namun juga mengalami krisis dalam berbagai aspek kehidupan yang melahirkan suatu instabilitas yang berkepanjangan semenjak reformasi digulirkan. Akibat dari semakin biasnya nilai-nilai yang terkandung dalam Identitas Nasional yang tertanam pada diri setiap warga negara Indonesia telah menjadikan situasi dan kondisi masyarakat semakin memprihatinkan dalam berbagai bidang kehidupan, seperti ekonomi, politik, budaya, social dan sebagainya.

liii Masyarakat Indonesia yang dahulu dikenal sebagai suatu bangsa yang memiliki budi yang luhur, sopan santun yang tinggi, kerukunan, idealisme, toleransi, solidaritas social dan gotong royong, telah hilang akibat semakin derasnya arus modernisasi dan globalisasi yang menerjang bangsa Indonesia. Hal ini mengakibatkan bangsa Indonsia semakin berada dalam keterpurukan. Krisis moneter disusul krisis ekonomi dan politik yang akar-akarnya tertanam pada krisis moral dan menjalar pada krisis budaya, menjadikan masyarakat kita kehilangan orientasi nilai. Masyarakat Indonesia yang dikenal ramah, hancur porak-poranda ,kemudian menjadi kasar, serta gersang dalam kemiskinan budaya dan kekeringan spiritual. “social terrorism” muncul dan berkembang di sana-sini dalam fenomena pergolakan fisik, pembakaran, dan penjarahan yang disertai pembunuhan sebagaimana terjadi di Poso, Ambon, dan bom bunuh diri di berbagai tempat yang disiarkan secara luas, baik oleh media massa di dalam maupun di luar negeri. Semenjak pergolakan antaretnis di Kalimantan Barat, bangsa Indonesia di forum internasional dilecehkan sebagai bangsa yang telah kehilangan peradabannya. Kehalusan budi, sopan santun dalam sikap dan perbuatan, kerukunan, toleransi, serta solidaritas social, idealisme,dan sebagainya telah hilang hanyut karena derasnya arus modernisasi dan globalisasi yang penuh paradoks. Berbagai lembaga kocar-kacir semuanya dalam malfungsi dan disfungsi. Trust atau kepercayaan terhadap sesama, baik vertical maupun horizontal telah lenyap dalam kehidupan bermasyarakat. Identitas nasiional kita dilecehkan dan dipertanyakan ekistensinya. Krisis multidimensi yang sedang melanda masyarakat menyadarkan kita semua bahwa pelestarian budaya sebagai upaya untuk mengembangkan identitas nasional telah ditegaskan sebagai komitmen konstitusional, sebagaimana telah dirumuskan oleh para pendiri Negara dalam pembukaan UUD 1945 yang intinya adalah memajuan kebudayaan Indonesia. Dengan demikian, secara konstitusional pengembangan kebudayaan untuk membina dan mengembangkan Identitas Nasional telah diberi dasar dan arahnya. B. Ruang Lingkup Adapun ruang lingkup yang akan dijelaskan dari Identitas Nasional meliputi : Latar Belakang dan Pengertian Identitas Nasional, Muatan dan Unsur-unsur Identitas

liv Nasional, Keterkaitan Globalisasi dengan Identitas Nasional, Keterkaitan Integrasi Nasional dan Identitas Nasional, Paham Nasionalisme atau Paham Kebangsaan, Revitalisasi Pancasila Sebagai Pemberdayaan Identitas Nasionalisme B. Sasaran Pembelajaran Mahasiswa diharapkan mampu mengenali karasteristik identitas nasional sehingga dapat memiliki daya tangkal terhadap berbagai hal yang akan menghilangkan identitas nasional Indonesia.

Melalui pembelajaran ini mahasiswa diharapkan dapat : 1. Mengerti tentang Latar Belakang dan Pengertian Identitas Nasional; 2. Menjelaskan Muatan dan Unsur-Unsur Identitas Nasional; 3. Menjelaskan keterkaitan Globalisasi dengan Identitas Nasional; 4. Menjelaskan keterkaitan Integrasi Nasional dengan Identitas Nasional; 5. Menganalisis tentang Paham Nasionalisme atau Paham Kebangsaan sebagai paham yang mengantarkan pada konsep Identitas Nasional; serta 6. Menganalisis tentang Revitalisasi Pancasila sebagai Pemberdayaan Identitas Nasional

lv

URAIAN BAHAN PEMBELAJARAN

A. Pengertian Identitas Nasional Kata Identitas berasal dari bahasa Inggris “identity” yang memiliki pengertian harafiah ciri-ciri, tanda-tanda, atau jati diri yang melekat pada seseorang atau sesuatu yang membedakannya dengan yang lain. Dalam terminology antropologi ,Identitas adalah sifat khas yang menerangkan dan sesuai dengan kesadaran diri pribadi sendiri ,golongan sendiri,kelompok sendiri, komunitas sendiri, atau negara sendiri. Mengacu pada pengertian ini identitas tidak terbatas pada individu semata, tetapi berlaku pula pada suatu kelompok. Adapun kata nasional merupakan identitas yang melekat pada kelompok-kelompok yang lebih besar yang diikat oleh kesamaan-kesamaan, baik fisik, seperti budaya, agama dan bahasa maupun nonfisik, seperti keinginan, cita-cita, dan tujuan. Himpunan kelompokkelompok inilah yang disebut dengan istilah identitas bangsa atau identitas nasional yang akhirnya melahirkan tindakan kelompok (collective action) yang diwujudkan dalam bentuk organisasi atau pergerakan-pergerakan yang diberi atribut-atribut nasional. Kata nasional sendiri tidak bias dipisahkan dari kemunculan konsep nasionalisme.

Bila dilihat dalam konteks Indonesia maka Identitas nasional merupakan manifestasi nilai-nilai budaya yang tumbuh dan berkembang dalam berbagai aspek

lvi kehidupan dari ratusan suku yang “dihimpun” dalam satu kesatuan Indonesia menjadi kebudayaan nasional dengan acuan Pancasila dan roh “Bhineka Tunggal Ika” sebagai dasar dan arah pengembangannya. Dengan kata lain, dapat dikatakan bahwa hakikat identitas Nasional kita sebagai bangsa di dalam hidup dan kehidupan berbangsa dan bernegara adalah Pancasila yang aktualisasinya tercermin dalam penataan kehidupan dalam arti yang luas. Misalnya, dalam aturan perundang-undangan atau hukum, system pemerintahan yang diharapkan, serta dalam niai-nilai etik dan moral yang secara normative diterapkan di dalam pergaulan, baik dalam tataran nasional maupun internasional, dan sebagainya. Nilainilai budaya yang tercermin di dalam Identitas Nasional tesebut bukanlah barang jadi yang sudah selesai dalam kebekuan normative dan dogmatis, melainkan sesuatu yang “terbuka” yang cenderung terus-menerus bersemi karena hasrat menuju kemajuan yang dimiliki oleh masyarakat pendukungnya. Konsekuensi dan implikasinya adalah bahwa identitas nasional adalah sesuatu yang terbuka untuk ditafsirkan dengan diberi makna baru agar tetap relevan dan fungsional dalam kondisi aktual yang berkembang dalam masyarakat. B. Muatan dan Unsur-Unsur Identitas Nasional a. Muatan Unsur-Unsur Identitas Nasional Muatan Identitas Nasional dapat digambarkan sebagai berikut:

Pandangan Hidup Bangsa Kepribadian bangsa Filsafat Pancasila

Dasar Negara

Norma Peraturan

Rule of Law

Hak dan Kewajiban WN Demokrasi dan HAM

Hindu. kebudayaan. yaitu suku bangsa. 1) Suku bangsa adalah golongan social yang khusus bersifat askriptif (ada sejak lahir) yang sama coraknya dengan golongan umur dan jenis kelamin. . dan bahasa.termasuk disini adalah tatanan hukum yang berlaku di Indonesia. Filsafat Pancasila dan juga sebagai ideologi Negara. Katolik. b. Kristen. Dengan demikian Identitas Nasional mempunyai kedudukan paling tinggi dalam tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara. Dengan kata lain juga merupakan dasar Negara yang merupakan norma peraturan (Rule of Law) yang harus dijunjung tinggi oleh semua warga Negara tanpa terkecuali. bisa dikatakan bahwa Identitas Nasional adalah merupakan Pandangan Hidup Bangsa. Di Indonesia terdapat banyak sekali suku bangsa atau kelompok etnis dengan tidak kurang 300 dialek bahasa. Unsur-unsur Identitas Nasional Identitas Nasional Indonesia merujuk pada suatu bangsa yang majemuk. Kepribadian Bangsa. agama. Kemajemukan itu merupakan gabungan dari unsur-unsur pembentuk identitas. Norma peraturan ini mengatur mengenai hak dan kewajiban warga Negara.Agama-agama yang tumbuh berkembang di Nusantara adalah agama Islam. Hal ini akhirnya menjadi etika Politik yang kemudian dikembangkan menjadi konsep geopolitik dan geostrategi Ketahanan Nasional di Indonesia. demokrasi serta hak asasi manusia yang berkembang semakin dinamis di Indonesia.lvii Etika Politik Geopolitik Indonesia Deostrategi Ketahanan Dari gambaran tersebut. 2) Agama bangsa Indonesia dikenal sebagai masyarakat yang agamis.

4) Bahasa merupakan unsur pendukung identitas nasional yang lain. Dasar Negara. Alatnya berupa UUD 1945. Bahasa Indonesia. bahasa. yang bersisi UUD 1945 dan Tata Perundangannya. bahasa Indonesia. yaitu identitas sebagai alat untuk menciptakan Indonesia yang dicita-citakan. Identitas Instrumental. dan Ideologi Negara. tetapi sejak pemerintahan Presiden Abdurrahman Wahid. dalam hal ini adalah pancasila yang merupakan Falsafat Bangsa. 3) Kebudayaan adalah pengetahuan manusia sebagai makhluk social yang isinya perangkat-perangkat atau model-model pengetahuan yang secara kolektif digunakan oleh pendukung-pendukungnya untuk menafsirkan dan memahami lingkungan yang dihadapi dan digunakan sebagai rujukan atau pedoman untuk bertindak (dalam bentuk kelakuan dan benda-benda kebudayaan) sesuai dengan lingkungan yang dihadapi.dan Kong Hu Cu. Bahasa dipahami sebagai system perlambang yang secara arbitrer dibentuk atas unsur-unsur bunyi ucapan manusia dan yang digunakan sebagai sarana berinteraksi antar manusia. dan Ideologi Negara. budaya. Dasar Negara.lviii Buddha. yaitu Pancasila yang merupakan Falsafah Bangsa. 3) Identitas Alamiah. dan lagu kebangsaan. Bendera Negara. Lambang Negara. Lagu Kebangsaan “Indonesia Raya”. 2) Identitas Instrumental. Agama Kong Hu Cu pada masa orde baru tidak diakui sebagai agama resmi negara. istilah agama resmi dihapuskan. Dari Unsur-unsur Identitas Nasional tersebut dapat dirumuskan pembagiannya menjadi tiga bagian yaitu : 1) Identitas Fundamental. yang meliputi Negara kepulauan (archipelago) dan pluralisme dalam suku. lambing negara. Bendera Kebangsaan Indonesia Merah Putih . serta agama dan kepercayaan Identitas Nasional Indonesia yang bersifat pluralistic (ada keanekaragaman) baik menyangkut sosio-kultural maupun religiositas terbagi atas : • • Identitas fundamental/ideal.

Identitas alamiah. • Identitas alamiah. kepribadian. dan kemegahan negara Indonesia. . Kaki burung mencengkeram sebuah pita yang sedikit melengkung ke atas. Pada pita itu tertulis “Bhineka Tunggal Ika” yang berarti walaupun berbedabeda tetap satu jua. sedangkan kepalanya menghadap kanan. bahasa. juga mencakup di dalamnya identitas religiulitas dan sosio-kultural yang meliputi pluralistic dalam suku.tantangan. Indonesia merupakan negara kepulauan.dan sekaligus sebagai peluang bagi bangsa Indonesia untuk berkreasi dan berinovasi disegala aspek kehidupan. 3. dan kepercayaan. Lambang Negara Republik Indonesia Lambang negara Garuda Pancasila menggambarkan kedaulatan. agama. C. Era Globalisasi tersebut mau tidak mau. suka tidak suka telah datang dan menggeser nilai-nilai yang telah ada. tetapi merupakan penjelman dari cita-cita tinggi yang terkandung dalam jiwa bangsa Indonesia. Pada dadanya digantungsebuah perisai yang dibagi menjadi lima ruang. ada yang bersifat positif dan ada pula yang bersifat negative. Lagu Kebangsaan Indonesia Raya Lagu kebangsaan Indonesia Raya menggambarkan semangat cinta tnah air dan kegagahan serta kebenaran. 2. Globalisasi Adanya Era globalisasi dapat berpengaruh terhadap nilai-nilai budaya bangsa Indonesia. seekor burung garuda yang berdiri tegak dengan mengembangkan sayapnya ke kanan dan ke kiri. satu di tengah dan empat di tepi.lix Bendera Merah Putih bukanlah semata-mata sebagai benda untuk keindahan belaka. Semua ini merupakan ancaman. Nilai-ninlai tersebut. Keterkaitan Globalisasi Dengan Identitas Nasional a. Wujud lambing negara Indonesia adalah sebagai nerikut : 1. budaya.

lx Di era globalisasi. Jika semua ini tidak dapat dibendung. Apabila ini terjadi. hal ini bertentangan dengan asas gotong royong. Keterkaitan Globalisasi Dengan Identitas Nasional Dengan adanya globalisasi. b. intensitas hubungan masyarakat antara satu Negara dengan Negara yang lain menjadi semakin tinggi. yaitu dengan cara membangun sebuah konsep nasionalisme kebangsaan yang mengarah kepada konsep Identitas Nasional. berarti etika dan moral telah dikesampingkan. akan terjadi proses akulturasi. Batas antarnegara hampir tidak ada artinya. apakah dapat melunturkan tata nilai yang merupakan jati diri bangsa Indonesia? Lunturnya tata nilai tersebut biasanya ditandai oleh dua faktor yaitu : 1) semakin menonjolnya sikap individualistis. akan menggagu ketahanan disegala aspek kehidupan. akan berakibat lebih serius ketika pada puncaknya masyarakat tidak bangga lagi pada bangsa dan negaranya. Dengan demikian. saling meniru dan saling mempengaruhi diantara budaya masing-masing. Arus informasi yang semakin pesat mengakibatkan akses masyarakat tehadap nilainilai asing yang negative semakin besar. Untuk membendung arus globalisasi yang sangat deras tersebut maka harus diupayakan suatu kondisi (konsepsi) agar ketahanan nasional dapat terjaga. Adapun yang perlu dicermati dalam proses akulturasi tersebut. yang berarti harkat dan martabat manusia hanya diukur dari hasil atau keberhasilan sesorang dalam memperoleh kekayaan. pergaulan antar bangsa semakin ketat. Di dalam pergaulan antarbangsa yang semakin kental itu. Pengaruh negative akibat proses akulturasi dapat merongrong nilai-nilai yang telah ada di dalam masyarakat. serta 2) semakin menonjolnya sikap materialistis. Hal ini bisa berakibat bagaiman cara memperolehnya menjadi tidak dipersoalkan lagi. kecenderungan . bahkan akan berpengaruh pada kredibilitas sebuah ideologi. yaitu mengutamakan kepentingan pribadi di atas kepentingan umum. Apabila proses ini tidak segera dibendung. batas wilayah tidak lagi menjadi penghalang.

Jika hal tersebut tidak dibendung akan menggagu terhadap ketahanan nasional di segala aspek kehidupan. pencucian uang (money laundering). bahasa dan sebagainya. dan persatuan bangsa merupakan bagian dari upaya membangun dan membina stabilitas politik. Kalimantan Barat. . Ambon. dan terorisme. agama. Upaya pembangunan dan pembinaan integrasi nasional ini perlu karena pada hakekatnya integrasi nasional menunjukkan kekuatan persatuan dan kesatuan bangsa yang diinginkan. Dengan demikian. diperlukan keadilan dan kebajikan yang diterapkan oleh pemerintah dengan tidak membedakan ras. upaya integrasi nasional dengan strategi yang mantap perlu terus dilakukan agar terwujud integrasi bangsa Indonesia yang diinginkan. kesatuan. khususnya bagi generasi penerus bangsa. Sebenarrnya. Keterkaitan Intergrasi Nasional Dan Identitas Nasional Masalah integrasi nasional di Indonesia sangat kompleks dan multidimensional. Di samping itu. persatuan dan kesatuan bangsa inilah yang dapat lebih menjamin terwujudnya negara yang makmur. D. seperti banyaknya keterlibatan pemerintah dalam menentukan komposisi dan mekanisme parleman. upaya membangun keadilan. antara lain terkait dengan masalah narkotika. upaya lain yang dilakukan. Pada akhirnya.lxi munculnya kejahatan yang bersifat transnasional semakin sering terjadi. bahkan akan menyebabkan lunturnya nilai-nilai Identitas Nasional. Untuk mewujukan. Kejahatankejahatan tersebut. Adapun keterkaitan integrasi nasional dengan Identitas Nasional adalah bahwa adanya integrasi nasional dapat menguatkan akar dari Identitas Nasional yan sedang dibangun. dan tentram. peredaran dokumen keimigrasian palsu. Konflik yang terjadi di Aceh. suku. Masalah-masalah tersebut berpengaruh terhadap nilai-nilai budaya bangsa yang selama ini dijunjung tinggi. dan Papua merupakan cermin belum terwujudnya integrasi nasional yang diharapkan. Hal ini ditunjukkan dengan semakin merajalelanya peredaran narkotika dan psikotropika sehingga sangat merusak kepribadian dan moral bangsa. aman.

mantap. ketika kita telah berhasil dan mengatakan “kesamaan persepsi”. yaitu : Persamaan Persepsi Dalam integrasi nasional diperlukan persamaan persepsi di antara segenap masyarakat mengenai adanya keragaman dan memunculkan semangat untuk membina kehidupan bersama secara harmonis dengan prinsip mementingkan kepentingan bersama daripada individu. dan adanya diskriminasi terhadap perempuan. Karena kita telah berhasil meruntuhkan bangunan ego yang telah mengakar. Karena salah satu faktor perekat bagi integrasi nasional adalah kesetaraan antara warga negara di mata hokum dan pemerintahan. maka sebenarnya kita telah melakukan proses yang begitu “hebat”. Berbagai bentuk diskriminasi ini dapat dilihat dalam wujud diskriminasi agama. karena melibatkan pertarungan ego yang sungguh rumit. walaupun hal ini sangat sulit untuk dicapai. mereka hanya bisa mengatakan bahwa hal tersebut adalah urusan pemerintah. social-ekonomi. integrasi nasional harus mendapatkan perhatian seriusdan upaya perwujudan yang strategis. Untuk itu. dan actual. akan berdampak bagi proses mempertahankan integrasi nasional. diskriminasi merupakan musuh bersama bagi warga negara bangsa Indonesia. Upaya-upaya perwujudan integrasi nasional. Namun. masyarakat selalu membanggakan daerahnya masing-masing.lxii Maka. Asimilasi Upaya ini bertujuan untuk meminilisasi sifat-sifat kedaerahan sukuisme yang dianut sebagian besar masyarakat Indonesia. Pembenahan Hukum Nasional Pembenahan hokum nasional merupakan langkah nyata penghapusan diskriminasi di dalam kehidupan berbangsa dan bernegara di RI. Dengan terhapusnya diskriminasi tersebut. sifat kedaerahan yang cenderung separatis ini menjadi penyebab dari tak terwujudnya integrasi nasional di dalam diri masyarakat Indonesia. Penghapusan segala bentuk diskriminasi ini merupakan langkah konkret penegakan supremasi hokum. Kesamaan persepsi merupakan solusi yang tepat. Asimilasi . Dalam hal ini.

Hal ini dimulai dari tumbuhnya kesadaran untuk menentukan nasib sendiri. integrasi nasional menguatkan akar dari Identitas Nasional yang sedang dibangun. bukan malah menjadi tangan panjang dari pejabat pemerintah untuk dilayani oleh masyarakat. yakni persatuan dan kesatuan bangsa dan negara. dibutuhkan suatu konsep sebagai dasar pembenaran rasional dari tuntutan terhadap penentuan nasib sendiri yang dapat mengikat keikutsertaan semua orang atas . yaitu : Harus peka terhadap tuntutan. Karena pada dasarnya. Penataan Birokrasi Birokrasi sebagai komponen yang menentukan dalam integrasi nasional harus kembali pada fungsi awalnya.lxiii memperbaiki anggapan masyarakat dan menciptakan kebersamaan sebagai suatu jalan untuk mewujudkan integrasi nasional dan mewujudkan Indonesia itu sendiri. Dalam upaya melayani masyarakat. Ada 3 tuntutan terhadap birokrasi berkaitan dengan integrasi nasional. maka Identitas Nasional sebagai manifestasi nilai-nilai budaya yang dihimpun dalam satu kesatuan tentu akan semakin kukuh dan relevan. Di kalangan bangsa-bangsa yang tertindas kolonialisme. interaksi sesame manusia berubah menjadi bentuk yang lebih kompleks dan rumit. dan kepuasan kualitatif rakyat dan pola pelayanannya. E. seperti Indonesia salah satunya. Paham Nasionalisme Kebangsaan Dalam perkembangan peradaban manusia. Jika integrasi nasional terwujud dengan upaya-upaya di atas. yakni sebagai alat untuk memutuskan/mempermudah jalannya penerapan kebijakan pemerintah. Harus berani terbuka dan mengakui unsure modernisasi dari proses social politik. lahir semangat untuk mandiri dan bebas untuk menentukan masa depannya sendiri. kebutuhan. Meningkatkan kualitas pengabdian birokrasi Birokrasi seharusnya tetap solid tetapi dinmis dalam merespon perubahan. Paham Nasionalisme Atau Paham Kebangsaan a. Dalam situasi perjuangan kamerdekaan dari kolonialisme itu. prestasi.

dengan para tokoh yang mewakili pemikiran Islam (sebagai agama terbesar pemeluknya di Indonesia) dan Marxisme di sisi yang lain. Para pengikut nasionalisme tersebut berkeyakinan bahwa persamaan cita-cita yang mereka miliki dapat diwujudkan dalam sebuah identitas politik atau . dapat dikatakan bahwa Paham Naasional atau Kebangsaan adalah sebuah situasi kejiwaan ketika kesetiaan seseorang secara total diabdikan langsung pada negara bangsa atas nama sebuah bangsa. b. lahir konsep-konsep lain seperti bangsa (nation). yaitu paham keislaman. Secara garis besar terdapat tiga pemikiran besar tentang nasionalisme di Indonesia yang terjadi pada masa sebelum kemerdekaan.Plattner bahwa para penganut nasionalisme dunia ketiga secara khas menggunakan retronika antikolonialisme dan antiimperalisme. Marxisme dan Nasionalisme Indonesia. sebagaimana yang disampaikan oleh Larry Diamond dan Marc F.lxiv nama sebuah bangsa. Semangat nasionalisme dipakai sebagai metode perlawanan secara efektif oleh para penganutnya. Paham Nasionalisme Kebangsaan Sebagai Paham Yang Mengantarkan Pada Konsep Identitas Nasional Paham Nasionalisme atau paham Kebangsaan terbukti sangat efektif sebagai alat perjuangan bersama merebut kemerdekaan dari cengkeraman kolonial. Munculnya nasionalisme terbukti sangat efektif sebagai alat perjuangan bersama merebut kemerdekaan dari cengkeraman colonial. Negara (state). Seiring dengan naiknya pamor Soekarno ketika menjadi Presiden pertama RI. Dari sinilah. dan gabungan keduanya yang menjadi konsep negara bangsa (nation state) sebagai komponen-komponen yang membentuk Identitas Nasional atau Kebangsaan. Semangat nasionalisme diharapkan secara efektif dapat dipakai sebagai metode perlawanan dan alat identifikasi oleh para penganutnya untuk mengetahui siapa lawan dan kawan. Dasar pembenaran tersebut. selanjutnya mengkristal dalam konsep paham ideology kebangsaan yang biasa disebut dengan nasionalisme. kecurigaan di antara para tokoh pergerakan yang telah tumbuh disaat-saat menjelang kemerdekaan berkembang menjadi pola ketegangan politik yang lebih permanen antara Negara melalui figur nasionalis Soekarno disatu sisi. Dalam konteks ini.

seperti ras. Kemudian. dan pemerintahan yang permanen yang disebut negara atau state. Nasiaonalisme yang dikembangkan Soekarno bersifat toleran. baik golongan Islam maupun Marxis. etnis. seperti ketentuan-ketentuan perbatasan territorial. Pada waktu itu semangat menentang kolonialisme Belanda mulai bermuculan di kalangan pribumi. juga meyakinkan pihak-pihak yang bersebrangan pandangan bahwa kelompok nasional dapat bekerja sama dengan kelompok mana pun. Kemudian faham ini semakin berkembang paradikmanya hingga sekarang dengan munculnya konsep Identitas . tidak sekadar mendasarkan pada perjuangan Islam.semisal Syahrir dan Mohammad Hatta. semangat tersebut diformulasikan dalam bentuk nasionalisme yang sesuai dengan kondisi masyarakat Indonesia. agama. Menurut penganutnya. bangsa atau nation merupakan suatu wadah yang didalamnya terhimpun orangorang yang mempunyai persamaan keyakinan dan persamaan lainnya yang mereka miliki. bercorak ketimuran. paham Nasionalisme di Indonesia yang disampaikan oleh Soekarno bukaknlah nasionalisme yang bewatak sempit. Selain itu. Dengan demikian. dan sebagainya. sekedar meniru dari Barat. Munculnya paham atau paham kebangsaan indonesia tidak bisa dilepaskan dari situasi sosial politik dekade pertama abad ke-20. Unsur persamaan tersebut dapat dijadikan sebagai identitas politik bersama atau untuk menentukan tujuan organisasi politik yang dibangun berdasarkan geopolitik yang terdiri atas populasi. geografis. pengakuan luar negeri.lxv kepentingan bersama dalam bentuk sebuah wadah yang disebut bangsa (nation). bahasa. pemerintah yang sah. menurutnya kebijakan ini merupakan pihak terbaik bagi kemerdekaan ataupun bagi masa depan seluruh bangsa Indonesia. atau berwatak chauvinism. dan budaya. Soekarno menggungkapkan keyakinan watak nasionalisme yang penuh nilai-nilai kemanusiaan. Nation state atau negara bangsa merupakan sebuah bangsa yang memiliki bagunan yang memiliki bangunan politik (political building).Semangat nasionalisme Soekarno tersebut mendapat respon dan dukungan luas dari kalangan intelektual muda didikan Barat. Sekalipun Soekarno seorang Muslim. Cit-cita bersama untuk merebut kemerdekaan menjadi semangat umum di kalangan tokoh-tokoh pegeakan nasional. dan tidak agresif sebagaimana nasionalisme yang dikembangkan di Eropa.

Sehubungan dengan ini. Dengan Pancasila dapat dijadikan dasar dan arah dalam upaya untuk mengatasi krisis dan disintegrasi yang cenderung sudah menyentuh kesemua segi dan sendi kehidupan.akan melahirkan suatu legalisme yang represif. Dalam merevitalisasi Pancasila sebagai manifestasi Identitas Nasional. penyelenggaraan MPK maka harus dikaitkan dengan wawasan: 1) Spiritual. untuk menunjukkan bahwa MPK merupakan aspek being yang tidak kalah pentingnya.moral.bahkan lebih penting daripada aspek having dalam kerangka . ada yang perlu diperhatikan di sini. Antara moralitas dan hukum memang terdapat korelasi yang sangat erat.Sebaliknya. yakni adanya perdebatan panjang tentang paham nasionalisme keangsaan ketika para founding father bangsa ini mempunyai kesepakatan perlunya paham nasionalisme kebangsaan.lxvi Nasional. perlu disadari bahwa moralitas Pancasila akan menjadi tanpa makna dan hanya menjadi “karikatur” apabila tidak disertai dukungan suasana dibidang hukum secara kondusif. bisa dikatakan bahwa paham Nasionalisme atau Kebangsaan disini adalah merupakan refleksi dari Identitas Nasional.sebagai dasar dan arah pengembangan suatu profesi.religiusitas. Artinya moralitas yang tidak didukung oleh kehidupan hukum yang kondusif akan menjadi subjektivitas dengan satu sama lain akan saling berbenturan. Revitalisasi Pancasila Revitalisasi demikian. ketentuan hukum yang dibuat tanpa disertai dasar dan alasan moral. 2) Akademis. kontra produktif. Revitalisasi Pancasila Sebagai Pemberdayaan Identitas Nasional a. F. Walaupun demikian. untuk meletakkan landasan etika. dan bertentangan dengan nilai-nilai pancasila itu sendiri. tetapi mereka berbeda pendapat mengenai masalah nilai atau watak nasionalisme Indonesia. moralitas Pancasila sebagaimana manifestasi Identitas Nasional pada giliranyaharus diarahkan pula pada pembinaan dan pengembangan moral.

melainkan sebagai subjek pembaharuan dan pencerahan.juga mampumenjari jalan keluar sendiri dalam mengatasi setiap tantangan yang dihadapi. untuk menyadarkan bahwa manusia dan bangsa di masa kini siap menghadapi dialektika perkembangan dalam masyarakat dunia yang “terbuka”. 3. Fleksibilitas : bahwa pancasila bukanlah barang jadi yang sudah selesai dan tertutup atau menjadi sesuatu yang sacral.Disamping itu.Dengan demikian tanpa kehilangan nilai hakikinya pancasila menjadi tetap actual.serta dieksplorasikan dimensi-dimensiyang melekat padanya uyang meliputi: 1.melainkan terbuka bagi tafsir-tafsir baru untuk memenuhi kebutuhan zaman yang terus menerus berkembang.untuk menumbuhkan kesadaran nasionalismenya agar dalam pergaulan antar bangsa tetap setia pada kepentingan bangsanya.serta menuju hariesok yang lebih baik. Idealitas : bahwa idealisme yang terkandung didalamnya bukanlah bsekedar utopis tanpa makna.Hal ini dapat dilakukan melalui seminaratau gerakan dengan tema revitalisasi pancasila.relevan. serta bangga dan respek pada jati diri bangsanya yang memiliki ideology tersendiri.serta .Selain itu. diharapkan mampu untuk segera beradaptasi dengan perubahan yang terus menerus terjadi dalam masyrakat moderen. serta 4) Mondial. Pemberdayaan Identitas Nasional Dalam rangka pemberdayaan Identitas Nasional. Realitas : bahwa nilai-nilai yang terkandung didalamnya dikonsentrasikan sebagai cerminan kondisi objektif yang tumbuh dan berkembang dalam masyarakat kampus utamanya . 3) Kebangsaan.perlu ditempuh melalui revitalisasi pancasila. 2.lxvii persiapan SDM yang bukan sekedar instrument. b.melainkan diobjektivasikan sebagai kata kerja untuk membangkitkan gairah dan optimisme warga masyarakat agar melihat masa depan secara prospektif. suatu rangkaian nilai-nilai yang bersifat sein im sollen dan das sollen im sein.Revitalisasi sebagai manifestasi Identitas Nasional mengandung makna bahwa pancasila harus diletakkan dalam keutuhannya dengan pembukaan.

Abad XXI sebagai zaman baru mengandung arti sebagai zaman ketika umat manusia semakin sadar untuk berfikir dan bertindak secara baru. Perlu disadari bahwa umat manusia masa kini hidup di abad XXI.lxviii fungsional sebagai tiang-tiang penyangga bagi kehidupan bangsa dan Negara dengan jiwa dan semangat”Bhinneka Tunggal Ika”. Dengan kemampuan refleksinya. tetapi juga bertentangan dengan nilai-nilai lama sebagaimana diwariskan oleh nenek moyang dan dikembangkan para pendiri Negara ini. Namun. agar identitas Nasional dapat dipahami oleh masyrakat sebagaipenerus tradisi nilai-nilai yang diwariskan oleh nenek moyang maka pemberdayaan nilai ajarannya harus bermakna. sinisme. Pancasila pun tidak terhindar dari berbagai macam gugatan. Kesasihan tradisi. . yaitu zaman baru yang sarat dengan nilai-nilai baru yang tidak saja berbeda. tetapi harus diperjuangkan serta terus-menerus ditumbuhkan dalam dimensi ruang dan waktu yang terus berkembang dan berubah. Nilai-nilai budaya yang diajarkan oleh nenek moyang tidak hanya diwarisi dengan barang sudah “jadi” yang berhenti dalam kebekuan normative. Dengan demikian. serta pelecehan terhadap kedibilitas dirinya sebagai dasar Negara ataupun sebagai manisfestasi Identitas Nasional. manusia menjadikan rasio sebagai mitos. Dalam kondisi kehidupan bermasyarakat dan b erbangsa yang sedang dilanda krisis dan disintegrasi. kini dikritisi dan dipertanyakan berdasarkan visi dan harapan tentang masa depan yang lebih baik. perlu segera disadari bahwa tanpa suatu “platform” dalam format dasar Negara atau idiologi. atau sebagai sarana yang andal dalam bersikap dan bertindak dalam memecahkan masalahmasalah yang dihadapi dalam kehidupan.dalam arti relevan dan fungsional bagi kondisi actual yang sedang berkembang dalam masyarakat. juga nilai-nilai spiritual yang dianggap sacral. mustahil suatu bangsa akan dapat survive menghadapi berbagai tantangan dan ancaman yang menyertai derasnya arus globalisasinya yang melanda seluruh dunia yang otonom.

(Wibisono Koento: 2005) Dari nilai-nilai budaya tersebut. Untuk membentuk jati diri. Untuk itu. (Soemaro. untuk mengembangkan jati diri bangsa. Identitas Nasional dalam alur rasional-akademik tidak saja diartikan secara tekstual.lxix Melalui revitalisasi Pancasila sebagai wujud pemberdayaan Identitas Nasional inilah. MPK harus dimanfaatkan ntuk mengembalikan Identitas Nasional bangsa. tetapi juga segi konstekstualnya dieksplorasikan sebagai referensi kritik sosial terhadap berbagai penyimpangan yang melanda masyarakat dewasa ini. dan karsa. secara lngsung akan memperlihatkan jati diri bangsa yang pada akhirnya mewujudkan Identitas Nasional. nilai-nilai yang ada tersebut harus digali dulu. yang di dalam pergaulan antarbangsa dahulu dikenal ebagai bangsa yang paling “halus” atau sopan di bumi “het zashte volk ter aarde”. Di sinilah. Sementara itu. Dengan adanya saling pengertian di antara satu dengan yang lain. yaitu nilai-nilai kejujuran. rasa. Semua nilainilai ini sangat berarti dalam memperkuat rasa nasionalisme bangsa. betanggunug jawab. juga saling menghargai dan menghormati. misalnya nilai-nilai lainnya. berani mengambil resiko. harus dimulai dari pengembangan nilai-nilai. cipta. letak arti pentingnya pelaksanaan MPK dalam kerangka pendidikan tinggi untuk menembangkan dialog budaya dan budaya dialog untuk mengantarkan lahirnya generasi penerus yang sadar dan tedidikn dengan wawasan nasional yang menjangkau jauh ke masa depan. seperti gotong royong. serta adanya kesepakatan di antara sersama. tetapi juga sebuah pilihan yang rasional dan emosional . Soedarsono). perlu perjuangan dan ketekunan untuk menentukan nilai. persatuan dan kesatuan. lahir asumsi dasar bahwa menjadi bangsa Indonesia tidak sekedar masalah kelahiran saja. keterbukaan.

lxx PENUTUP Cara untuk mempertahankan Identitas Nasional. yaitu : Mengusahakan persamaan persepsi dalam hal memunculkan semangat untuk membina kehidupan bersama yang harmonis. budaya. aman. Upaya-upaya yang dapat ditempuh untuk dapat menciptakan integrasi nasional. Oleh karena itu. Walaupun hal ini sangat sulit karena setiap orang mempertahankan egonya masing-masing. yaitu setiap warga negara seharusnya menanamkan kesadaran dalam diri mereka untuk bisa memfilter informasi. dan harus berpatokan pada nilai-nilai agama atau spiritual yang merupakan salah satu cara untuk membentengi diri dari pengaruh negative pada era globalisasi. dan tenteram. namun sebagai masyarakat . kita juga harus menaati aturan dan norma yang telah ditetapkan oleh pemerintah menyangkut budaya asing yang dapat mengancam Identitas Nasional. namun juga dapat menimbulkan dampak positif bagi bangsa Indonesia dengan adanya kemajuan teknologi yang sedang meningkat dengan pesat. dan paham-paham luar yang dapat mengancam Identitas Nasional bangsa Indonesia. kita harus memanfaatkan dampak positif dari era globalisasi dan menolak hal-hal akibat adanya era globalisasi yang dapat mengancam Identitas Nasional bangsa Indonesia. Selain itu yang perlu kita sadari bahwa pengaruh globalisasi tidak hanya mendatangkan dampak negative. Selain itu.

dengan adanya rasa cinta tanah air dan bangga akan Identitas . Oleh karena itu. solidaritas social. revitalisasi pancasila harus dimulai dengan membangkitkan kegairahan dan optimisme public.lxxi Indonesia kita harus dapat mengalahkan ego yang ada pada diri kita demi kepentingan bersama. gotong royong bisa menjadi “nafas” bagi representasi pancasila. upaya lain yang dapat dilakukan adalah dengan mewujudkan integrasi nasional bangsa Indonesia. yaitu Identitas Nasional. utamanya menyangkut relasi penyelenggaraan negara dan masyarakat. Sedangkan dalam tatanan praksis. hal yang paling penting dilakukan adalah menjawab sikap alergi masyarakat terhadap pancasila. maka bangsa Indonesia tidak akan terpecah-pecah pada kelompokkelompok yang saling berbeda atau bertentangan. sebagai wujud penghargaan kita pada pahlawan bangsa yang telah mengorbankan jiwa dan raga mereka. Identitas Nasional dapat terus dipertahankan dan dilestarikan sebagai suatu kebangganan bangsa Indonesia. Dalam tataran ide. Melakukan pembinaan hokum bersama Mewujudkan asimilasi untuk menghindari munculnya sikap etnosentris yang dapat memunculkan suatu perselisihan dengan suku atau budaya lain. Dengan demikian. Upaya-upaya yang dapat dilakukan oleh bangsa Indonesia untuk dapat memberdayakan Identitas Nasional bangsa Indonesia yaitu dengan cara menggali kembali nilai-nilai dasar atau muatan-muatan yang terkandung dalam Identitas Nasional. Penataan birokrasi. maka kita harus merasa bangga pada apa yang telah ditinggalkan oleh mereka. dan sebagainya. Revitalisasi pancasila harus dilakukan dalam dua tingkatan. Karena itu. Gotong royong bisa dijadikan “mascot” dalam rangka revitalisasi pancasila. seperti gotong royong. kita sebagai bangsa Indonesia harus mengembangkan dan mencari kembali nilai-nilai luhur yang pernah ada yang menggambarkan identitas atau jati diri sebagai bangsa Indonesia. Sebagai bangsa Indonesia kita harus dapat mempertahankan dan melestarikan Identitas Nasional bangsa Indonesia. yang akan mewujudkan suatu persatuan di antara perbedaan-perbedaan yang ada. yaitu pada tataran ide dan praksis. karena dengan adanya integrasi nasional. Kita harus menyadari bahwa kemerdekaan yang telah kita raih saat ini adalah melalui perjuangan keras pahlawan bangsa yang bertujuan untuk menciptakan keadaan yang lebih baik dari masa penjajahan pada generasi selanjutnya. sopan santun. Selain itu.

Jelaskan pengertian identitas nasional! 2.2005. hak dan kewajiban warga Negara. 2005. AT. Pengetahuan Politik dan Strategi. Yogyakarta . Jelaskan unsur-unsur pembentukan identitas nasional! 3. Jelaskan pengertian globalisasi dan hubungannya dengan identitas nasional! 4. Gramedia Pustaka Utama: Jakarta. 1996. Universitas Sanata Dharma. Geostrategic Indonesia. Pancasila sebagai visi dan referensi kritik social. M. Makalah disampaikan pada kursus Calon Dosen Pendidikan Kewarganegaraan yang diselenggarakan oleh Depdiknas Dirjen Dikti di Jakarta pada tanggal 12-23 Desember 2005 Sastrapratedja. Darji. Maka. Filsafat Pancasila sebagai filsafat bangsa dan Negara Indonesia.lxxii Nasional. Makalah disampaikan pada Kusus Calon dosen Pendidikan Kewarganegaraan yang diselenggarakan oleh Depdiknas Dirjen Dikti di Jakarta pada tanggal 12-13 Desember 2005. SOAL LATIHAN Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini : 1. Makalah disampaikan pada Kursus Calon Dosen Pendidikan Keewarganegaraan yang diselenggarakan oeh Depdiknas Dirjen Dikti di Jakarta pada tanggal 12-23 Desember 2005. Pembelajaran Berbasis Kompetensi (Implementasi KBK). Chaidir. Pokok-pokok Filsafat Hukum. 2005. tingkatkanlah rasa cinta tanah air dan bangga akan Identitas Nasional bangsa Indonesia. Hamdan. Makalah disapaikan pada kursus Calon Dosen Pendidikan Kewarganegaraan yang diselenggarakan oleh Depdiknas Dirjen Dikti di Jakarta pada tanggal 12-13 Desember 2005. 2005. armaidy. Jelaskan pengertian nasionalisme dan hubungannya dengan identitas nasional! DAFTAR BACAAN Armawi. Makalah disampaikan pada Kursus Calon Dosen Pendidikan kewarganegaraan yang diselenggarakan oleh Dirjen Desember Soegito. Mansoer. Kaelan. Darmodiharjo. maka kita akan dapat melakukan suatu perubahan dn pembangunan di segala aspek kehidupan dengan tujuan kehidupan yang lebih baik bagi seluruh warga negara. 2001. Basri.

Dalam pembahasan.lxxiii Siswomiharjo. dan sejak tanggal 17 Agustus 1950 di Indonesia berlaku UUDS 1950. Elex Media Komputindo.Makassar. koento wibisono. Demokrasi dan Pendidikan Demokrasi. adalah konstitusi negara Republik Indonesia saat ini. UUD 1945 mengalami 4 kali perubahan (amandemen). PT. akan dibahas lebih lanjut mengenai Undang-Undang Dasar 1945. atau disingkat UUD 1945 atau UUD '45. lembaga-lembaga Negara dan hubungannya. Pancasila sebagai dasar etika kehidupan bermasyarakat. Makalah disampaikan pada Kursus Calon Dosen Pendidikan Kewarganegaraan yang diselenggarakan oleh Depdiknas Dirjen Dikti di Jakarta pada tanggal 12-23 Desember 2005. Tim Dosen Kewarganegaraan Hasanuddin. Pendidikan Kewarganegaraan. Dengan mempelajari proses di atas maka kita sebagai mahasiswa akan lebih memahami kedudukan Pancasila sebagai dasar . berbangas dan bernegara. Winaputra Udin S. 2005. Kelompok Gramedia: Jakarta. Makalah disampaikan pada kursus Calon Dosen Pendidikan Kewarganegaraan yang diselenggarakan oleh Depdiknas Dirjen Dikti di Jakarta pada tanggal 12-23 Desember 2005 Tim sosialisasi Penyemaian jati diri bangsa. 2003. yang merubah susunan lembagalembaga dalam sistem ketatanegaraan Republik Indonesia. Latar belakang Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Sejak tanggal 27 Desember 1945.2008 Unhas. 2005. Universitas BAB V KONSTITUSI NEGARA REPUBLIK INDONESIA SEBAGAI LANDASAN POLITIK DAN STRATEGI NASIONAL PENDAHULUAN A.UUD 1945 disahkan sebagai undang-undang dasar negara oleh PPKI pada tanggal 18 Agustus 1945. di Indonesia berlaku Konstitusi RIS. membangun kembali karakter bangsa. Pada kurun waktu tahun 1999-2002.

d. Ruang Lingkup Bahan pembelajaran ini akan membahas : a. Sasaran Pembelajaran Mahasiswa dapat mengetahui. Melalui Pembelajaran ini mahasiswa diharapkan dapat : a. Mahasiswa juga diharapkan untuk memiliki kemampuan untuk memahami isi pembukaan UUD 1945. c. memahami. b. memahami hubungan UUD 1945 dengan Pancasila dan pasal – pasal UUD 1945 serta mahasiswa memiliki pengetahuan tentang reformasi hukum tata negara maka mahasiswa diharapkan mempelajari latar belakang amandemen serta proses amandemen. Menjelaskan makna isi pembukaan UUD 1945. Pengertian Konstitusi Undang-Undang Dasar 1945 Amandemen/perubahan UUD 1945 dan Dinamika Pelaksanaan UUD 1945 Sistem Ketatanegaraan Negara RI Sistem Kelembagaan Negara Kesatuan RI C. Menjelaskan tentang reformasi hukum tata negara yang melatarbelakangi amandemen serta proses amandemen. kedudukan pembukaan UUD 1945. d. c. Menjelaskan makna isi pembukaan UUD 1945 sebagai “ staat fundamentalnorm ‘ dan kedudukannya dalam tertib hukum Indonesia. e. Menjelaskan kedudukan Pancasila sebagai sumber hukum dasar negara Indonesia. pembukaan sebagai “ staasfundamentalnorm “ . dan mengerti pancasila dalam konteks ketatanegaraan Indonesia. b. .lxxiv negara yang realisasinya sebagai sumber dari segala sumber hukum negara Indonesia. B.

Bangunan-bangunan yang ada dalam masyarakat tersebut sebagai hasil keputusan masyarakat itu sendiri. Konstitusionalisme Dan Konstitusi Konstitutionalisme. menurut Soetandyo. atau disebut kontitusi. Paham ini mengantarkan perdebatan awal dalam sistem ketatanegaraan yang diatur dalam teks hukum dasar sebuah negara. ide konstitusi disebutnya sebagai konstitutionalisme. Dalam pengertian yang jauh lebih luas jangkauannya. adalah sebuah paham mengenai pembatasan kekuasaan dan jaminan hak-hak rakyat melalui konstitusi. political decision.lxxv URAIAN BAHAN PEMBELAJARAN A. . dan digambarkan bahwa paradigma hukum perundang-undangan sebagai penjamin kebebasan dan hak – yaitu dengan cara membatasi secara tegas dan jelas mana kekuasaan yang terbilang kewenangan (dan mana pula yang apabila tidak demikian harus dibilang sebagai kesewenang-wenangan) – inilah yang di dalam konsep moral dan metayuridisnya disebut “konstitutionalisme”. Konstitusi sebagai pengertian sosial politik.

Hukum Dasar Tertulis (Undang-Undang Dasar) E.C. Kutipan pikiran Rousseau di atas. dan pembentukan Konstitusi Perancis (1791). Ada dua macam hukum dasar. Dengan demikian Undang-undang dasar adalah salah satu bagian dari konstitusi. Wade dalam bukunya Constitutional Law mengatakan bahwa secara umum undang-undang dasar adalah suatu naskah yang memaparkan kerangka dan tugas-tugas pokok dari badan-badan pemerintahan suatu negara dan menentukan cara kerja badanbadan tersebut. yaitu hukum dasar tertulis (Undang-Undang Dasar) dan hukum dasar tidak tertulis (Konvensi). Pengertian ini adalah suatu peraturan hukum yang tertulis. 1. dan kepastian hukum. serta cikal bakal lahirnya berbagai konstitusi modern di dunia B. dan yudikatif (Indonesia tidak menganut sistem Trias Politika tersebut.S. maka mereka dapat memandang undang-undang dasar sebagai sekumpulan asas yang menetapkan bagaimana kekuasaan tersebut dibagi antara badan legislatif. Bagi mereka yang menganggap negara sebagai satu organisasi kekuasaan. yang kemudian harus berlaku. . Contoh: aliran kodifikasi. kesederhanaan hukum. Konstitusi sebagai suatu peraturan hukum. dalam pengertian ini keputusan-keputusan masyarakat dijadikan perumusan yang normative. Pengertian Hukum Dasar Negara Setiap negara berdaulat memiliki instrument menjelaskan eksistensi sebuah negara. yaitu yang menghendaki sebagaian hukum ditulis dengan maksud untuk mencapai kesatuan hukum. eksekutif.lxxvi Konstitusi sebagai pengertian hukum. Jadi pada prinsipnya mekanisme dan dasar setiap sistem pemerintahan diatur dalam undang-undang dasar. tetapi menganut sistem pembagian kekuasaan dengan lima lembaga negara). Salah satunya adalah Undang-Undang Dasar atau konstitusi negara. telah mengilhami lahirnya De Declaration des Droit de l’Homme et du Citoyen.

Bersifat sebagai pelengkap yang tidak terdapat di dalam undang-undang dasar. dan rumusannya bukan berupa hukum dasar melainkan tertuang dalam ketetapan MPR. Kedudukan. Dapat diterima oleh seluruh rakyat. Pidato kenegaraan Republik Indonesia setiap tanggal 16 Agustus di dalam sidang Dewan Perwakilan Rakyat. Mekanisme pembuatan GBHN. Yang berwenang mengubah konvensi menjadi rumusan yang bersifat tertulis adalah MPR. Pidato pertanggungjawaban Presiden dan Ketua Lembaga Negara lainnya dalam sidang Tahunan MPR. Tidak bertentangan dengan undang-undang dasar dan berjalan sejajar. Sifat-sifat konvensi adalah sebagai berikut: a. Hukum Dasar Tak Tertulis (Konvensi) Konvensi adalah hukum yang yang timbul dan terpelihara dalam praktek penyelenggara negara secara tidak tertulis. Pidato Presiden yang diucapkan sebagai keterangan pemerintah tentang RAPBN pada minggu pertama Januari setiap tahunnya. b. 3. Keempat hal tersebut secara tidak langsung merupakan realisasi UUD 1945 (merupakan pelengkap). Konvensi misalnya terdapat pada praktek penyelenggara negara yang sudah menjadi hukum dasar yang tidak tertulis. Merupakan kekuasaan yang muncul berulang kali dan terpelihara dalam praktek penyelenggaraan negara. Undang-undang dasar juga merekam hubungan-hubungan kekuasaan dalam suatu negara (Budiarjo. Pengertian. d.lxxvii Undang-undang dasar menentukan bagaimana pusat-pusat kekuasaan ini bekerjasama dan menyesuaikan diri satu sama lain. 2. 1981: 95-96 ).(yang dimulai sejak tahun 2000). c. c. seperti: a. Sifat Dan Isi Undang-Undang Dasar 1945 . b. d.

dan warga negara Indonesia di mana pun mereka berada. ditambah 3 pasal aturan: peralihan dan 2 pasal aturan tambahan (Lihat Pasal 2 Aturan Tambahan UUD 1945 hasil amandemen keempat). lembaga masyarakat. Dalam ayat (2) aturan tambahan UUD 1945 disebutkan bahwa . Pembukaan. aturan. Naskah yang resmi telah dimuat dan disiarkan dalam Berita Republik Indonesia tahun II No. Dalam kerangka tata susunan norma hukum yang berlaku. Kedudukan UUD 1945 Undang-undang dasar merupakan hukum dasar yang menjadi sumber hukum. (2) Batang Tubuh UUD 1945. peraturan. bahkan setiap kebijaksanaan pemerintah harus berlandaskan dan bersumber pada peraturan yang lebih tinggi dan tidak bertentangan dengan ketentuan-ketentuan UUD 1945. Yang dimaksud dengan undang-undang dasar dalam UUD 1945 adalah hukum dasar tertulis yang bersifat mengikat bagi pemerintah. Setiap produk hukum seperti undang-undang. serta setiap penduduk yang ada di wilayah Republik Indonesia. lembaga negara. seperti telah dijelaskan. UUD 1945 berisi norma.lxxviii a. dapat dipisah-pisahkan. Batang Tubuh yang memuat pasal-pasal. atau keputusan pemerintah. serta (3) Penjelasan UUD 1945 yang terbagi atas penjelasan umum dan penjelasan pasal demi pasal. yang dimaksud dengan Undang-Undang Dasar 1945 adalah keseluruhan naskah yang terdiri dari: (1) Pembukaan. 7 yang terbit pada tanggal 15 Februari 1946 sebuah penerbitan resmi pemerintah Republik Indonesia. UUD 1945 merupakan hukum yang menempati kedudukan tertinggi. Pengertian UUD 1945 Sebelum amandemen. UUD 1945 ditetapkan dan dijelaskan oleh PPKI (Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia) pada tanggal 18 Agustus 1945. sistematika UUD 1945 adalah Pembukaan dan pasal-pasal yang terdiri dari 37 pasal. atau ketentuan yang harus dilaksanakan dan ditaati. yang berisi Pasal 1 s/d 37 yang dikelompokkan dalam 16 bab. UUD 1945 telah ditetapkan oleh Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia dan mulai berlaku pada tanggal 18 Agustus 1945. Sebagai hukum. 4 pasal aturan peralihan dan 2 ayat aturan tambahan. b. Namun berdasarkan hasil Sidang Tahunan MPR 2002. dan Penjelasan UUD 1945 merupakan satu kesatuan yang utuh dan tidak. yang terdiri dari 4 alinesa.

dan tidak ketinggalan zaman. Undang-Undang Dasar itu sudah cukup apabila telah memuat aturan-aturan pokok saja. UUD 1945 hasil amandemen terdiri atas 37 pasal ditambah 3 pasal aturan peralihan dan 2 pasal aturan tambahan. yang hanya memuat aturan pokok. masih terus akan mengalami perubahan-perubahan. majelis itu bersidang untuk menetapkan. Sifat undang-undang yang singkat dan supel itu juga dikemukakan dalam Penjelasan: 1. Ini tidak . tetapi suasana politik waktu itu tidak memungkinkan realisasi rencana tersebut. hanya memuat garis-garis besar sebagai instruksi kepada pemerintah pusat dan lainlain penyelenggara negara untuk menyelenggarakan kehidupan negara dan kesejahteraan sosial. Kini UUD 45 tidak bersifat sementara lagi. Sifat UUD 1945 Dalam Penjelasan UUD 1945 sebelum amandemen menyatakan bahwa UUD 1945 bersifat singkat dan supel. sifat singkat dan supel masih mewarnai UUD 1945 karena ia masih berisi hal-hal pokok dan masih dimungkinkan untuk terus disesuaikan dengan perkembangan bangsa dan negara Indonesia. ditambah 4 pasal aturan peralihan dan 2 ayat aturan tambahan. UndangUndang Dasar menjadi aturan yang luwes. harus terus hidup secara dinamis. Sesungguhnya rencana pembuat UUD 1945 adalah bahwa sebelum tanggal 17 Agustus 1946 undang-undang dasar tetap diharapkan dapat disusun oleh badan yang berwenang. yakni hanya memuat 37 pasal. supel. Setelah amandemen keempat (ST MPR 2002). UUD 1945 yang singkat dan supel itu lebih baik bagi negara seperti Indonesia ini. yaitu MPR hasil Pemilu sebagaimana ditetapkan dalam UUD 1945 itu sendiri. 2. c. Namun UUD 45 tetap bersifat fleksibel. karena telah ditetapkan oleh MPR menjadi konstitusi tertulis. Dengan aturan-aturan yang tertulis. UUD.lxxix dalam 6 bulan sesudah MPR dibentuk. yang masih harus berkembang. Aturan tambahan ini menunjukkan bahwa status UUD 1945 adalah sementara.

Pasal 37.lxxx berarti bahwa UUD 1945 tidak lengkap atau tidak sempurna dan mengabaikan kepastian. Selain itu. pengubahan. namun jumlah babnya bertambah sebanyak 22 bab. namun dari pasal-pasalnya dikembangkan dan ditambah ayat-ayatnya. penjelasan UUD 1945 menekankan bahwa semangat penyelenggara negara. Proses Perubahan/Amandemen Undang Undang Dasar 1945 Pasal terakhir Undang-Undang Dasar 1945 hasil amandemen juga memuat tentang perubahan Undang-Undang Dasar. Amandemen/Perubahan UUD’45 Dan Dinamika Pelaksanaan UUD’45 Sejak Awal Kemerdekaan Hingga Masa Reformasi a. sehingga jumlah pasalnya sebanyak 72 pasal (lihat lampiran). Demikian pula pasalnya tetap 37 pasal dan 3 pasal Aturan Tambahan serta 2 pasal Aturan Tambahan. misalnya ketetapan MPR dan undang-undang. Karena itu. Dengan semangat penyelenggara negara dan pemimpin pemerintahan yang baik. semangat pemimpin pemerintahan sangat penting. yang pembuatan. Isi Undang Undang Dasar 1945 Setelah UUD 45 diamandemen 2002. maka tetap 16 bab walaupun Bab IV tentang Dewan Pertimbangan Agung (DPA) dihapus. d. memuat 5 . Keluasan atau fleksibilitas ini tetap menjamin kejelasan dan kepastian hukum apabila aturan-aturan pokok itu menyerahkan pengaturan lebih lanjutnya kepada aturan hukum dalam tingkat yang lebih rendah. pelaksanaan aturan-aturan pokok yang tertera dalam UUD 1945 akan baik dan sesuai dengan maksud ketentuannya. dan pencabutannya lebih mudah daripada UUD 1945. C. setiap penyelenggara negara dan pemimpin pemerintahan selain harus mengetahui teks UUD 1945 juga harus menghayati semangatnya. terutama mengingat agar Undang-Undang Dasar itu senantiasa sesuai dengan perkembangan zaman dan aspirasi rakyat.

sebagai berikut: (1) Usul perubahan pasal-pasal Undang-Undang Dasar dapat diagendakan dalam sidang Majelis Permusyawaratan Rakyat. Berketuhanan. mengingat Pembukaan sebagai deklarasi bangsa Indonesia dan dalam ilmu hukun disebut sebagai ‘Stoatsfun damentainomy’. jadi bukan terhadap Pembukaan UUD 1945. Sejarah pelaksanaan UUD 1945 terbagi alas dua kurun waktu. sifat negara. (2) Setiap usul perubahan pasal-pasal Undang-Undang Dasar diajukan secara tertulis dan ditunjukkan dengan jelas bagian yang diusulkan untuk diubah beserta alasannya. Pasal yang mengatur tentang perubahan Undang-Undang dasar ini ditentukan berkaitan dengan pasal-pasal Undang-Undang Dasar. (4) Putusan untuk mengubah pasal-pasal Undang-Undang Dasar dilakukan dengan persetujuan sekurang-kurangnya lima puluh persen ditambah satu dan seluruh anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat. apabila diajukan oleh sekurang-kurangnya 1/3 dari jumlah anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat. yaitu masa kemerdekaan (tahun 1945 s/d 27 Desember 1949) dan pada tahun 1959 sampai sekarang. 1. tujuan negara dan dasar negara Pancasila.lxxxi ayat berkaitan dengan ketentuan tentang perubahan Undang-Undang Dasar. hak itu sama halnya mengubah seluruh sistem negara yang meliputi bentuk negara. Dinamika pelaksanaan UUD’45 sejak awal kemerdekaan hingga era reformasi. Logikanya kalau hak itu menyangkut Perubahan Pembukaan UUD 1945. Masa Kemerdekaan (1945-1949) Kurun waktu ini adalah masa revolusi fisik karena bangsa Indonesia harus berjuang kembali mempertahankan negara dari rongrongan penjajah yang tidak mau mengakui . yang merupakan sumber norma hukum positif Indonesia. b. Sidang Majelis Permusyawaratan Rakyat dihadiri oleh sekurang-kurangnya 2/3 dari jumlah anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat. (5) Khusus tentang bentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia tidak dapat dilakukan perubahan. (3) Untuk mengubah pasal-pasal Undang-Undang Dasar.

karena NKRI berubah menjadi negara RIS sesuai dengan hasil sidang KMB. sehingga Presiden mengeluarkan Dekrit Presiden pad tanggal 5 Juli 1959. Tapi ternyata pelaksanaan UUDS’50 itu tidak memuaskan rakyat dan stabilitas nasional tidak dapat tercapai. Membentuk NKRI yang berbentuk kesatuan dan kebangsaan yang demokratis. Ciri-ciri Orde Lama adalah sebagai berikut: a) b) Mempunyai landasan idil Pancasila dan landasan struktural UUD 1945. karena pada tanggal 17 Agustus 1950 negara RIS berubah menjadi NKRI dengan UUDS’50. Mempunyai tujuan: i. pengangkatan Presiden seumur hidup. konstituante mengadakan sidang namun selalu gagal. (12-8-1955 s/d 24-3-1956) 6) Kabinet Ali Sastroamijoyo II (24-3-1956 s/d 9-4-1957) 7) Kabinet Juanda (9-4-1957 s/d 10-7-1959) Karena seringnya pergantian kabinet. misalnya Nasakom. dan pembubaran DPR oleh Presiden. Masa Orde Lama (1959-1966) 1) Pengertian Orde Lama Orde lama mulai pada tanggal 5 Juli 1959 hingga 11 Maret 1966 saat diserahkannya Supersemar oleh Presiden kepada Letjen Soeharto. . 2. Pada masa ini juga terjadi penyimpangan sistem pemerintahan dari presidensial menjadi parlementer. Namun keadaan ini tidak bertahan lama. Pada masa itu terjadi pergantian kabinet sebanyak. Di masa ini banyak terjadi penyelewengan terhadap Pancasila. 7 kali yaitu: 1) Kabinet Natsir (6-9-1950 s/d 27-4-1951) 2) Kabinet Sukirman (27-4-1951 s/d 3-4-1952) 3) Kabinet Wilopo (3-4-1952 s/d 1-8-1953) 4) Kabinet Ali Sastroamijoyo I (1-8-1953 s/d 12-8-1955) 5) Kabinet Burhanudin Harahap.lxxxii kemerdekaan Indonesia.

Orde Baru menginginkan suatu tatanan hidup. Selain itu. jadi hanya bersifat sementara. Melaksanakannya dengan meluruskan segala cara. Penyimpangan yang terjadi antara lain Presiden membuat UU tanpa persetujuan DPR dan Presiden membubarkan DPR yang tidak menyetujui APBN yang diajukannya. kecuali landasannya yang sedikit mengalami perubahan. tujuannya adalah menegakkan kebenaran dan keadilan demi Ampera. 3. Landasan konstitusionalnya tetap UUD 1945. Adapun pelaksanaan Pancasila dilakukan secara murni dan konsekuen. Presiden memegang kekuasaan sepenuhnya dan kemudian MPR mengangkatnya sebagai Presiden seumur hidup. Ciri-ciri Orde Baru hampir sama dengan Orde Lama. DPA dan BPK belum terbentuk sesuai UUD 1945. tetapi landasan strukturalnya adalah kabinet Ampera sedangkan landasan operasionalnya adalah Tap MPR sejak sidang umum ke IV tahun 1966. Membentuk kerja sama yang baik dengan semua negara di dunia. Keadaan tersebut membuat stabilitas nasional makin memburuk. Membentuk suatu masyarakat yang adil dan makmur baik materil maupun spiritual dalam wadah NKRI. Tritura. Orde Baru menghendaki kepentingan nasional tetapi tidak meninggalkan komitmen anti-kolonialisme. Puncak dari semua itu adalah terjadinya pemberontakan PKI pada tanggal 30 September 1965. perekonomian. DPR. 2) Beberapa Penyimpangan Dalam Pelaksanaan Uud 1945 UUD 1945 pada masa ini tidak dilaksanakan secara murni dan konsekuen. Berbagai ancaman datang silih berganti. Masa Orde Baru 1) Pengertian Orde Baru Orde Baru lahir sejak diselenggarakannya seminar TNI/AD yang kedua di Seskoad Bandung pada tanggal 25 s/d 31 Agustus 1966. Dalam situasi ini Presiden Soekarno memberikan Surat perintah kepada Letjen Soeharto untuk mengambil tindakan pemulihan keadaan dan mengembalikan stabilitas negara. dan politik yang stabil serta . iii. dan Hanura secara konstitusional. Lembaga negara seperti MPR.lxxxiii ii. terutama dengan negara-negara di kawasan Asia-Afrika iv.

dan Pemilu 2) Dalam sidang umum MPR bertugas. Menetapkan GBHN.XXV/MPR/1966 tentang pembubaran PKI dan ormasnya. b. MPR No. Melaksanakan Pemilu tepat waktu. d. Mekanisme kegiatan kenegaraan lima tahunan secara garis besar adalah sebagai berikut: 1) MPR mengadakan sidang umum.lxxxiv melaksanakan cita-cita demokrasi politik. 5) DPR bertugas mengawasi pelaksanaan tugas Presiden. Strategi dan taktik Orde Baru ini tercermin dalam program kabinet Ampera. Produk hukum yang dihasilkan antara lain pengesahan Supersemar ke dalam Tap. wakilnya. Kemudian terbentuklah lembaga negara seperti MPR. 6) Lembaga negara lainnya melaksanakan tugasnya harus sesuai dengan UUD 1945 dan undang-undang. 3) Presiden. 4) Tugas Presiden: a. Sidang istimewa MPRS tahun 1967 menarik mandat MPRS dari Presiden Soekarno dan pada sidang istimewa pada tahun 1968 MPRS mengangkat Soeharto menjadi presiden sampai terselenggaranya Pemilu.XII/MPR/1966 tentang perubahan landasan di bidang ekonomi dan pembangunan. b. dan Tap MPR No. yaitu DPA dan BPK. Masa Reformasi . Tap. Memilih presiden dan wakilnya untuk melaksanakan GBHN. dan para menteri negara menjalankan tugas berdasarkan UUD 1945. Membentuk lembaga tinggi negara.IX/MPR/1966. Membuat UU dengan persetujuan DPR dalam rangka pelaksanaan UUD 1945 dan GBHN. 2) Langkah Pengamalan UUD 1945 Oleh Orde Baru Orde Baru berhasil menyalurkan aspirasi masyarakat dan mengoreksi kesalahan yang dilakukan di masa Orde Lama. DPA dan BPK yang sesuai dengan UUD 1945. MPR No. 4. c. DPR. Mengajukan APBN setiap tahun tepat waktu dan harus menyusun Repelita. a.

lxxxv Dalam proses reformasi dewasa ini, terdapat berbagai pendapat dan kajian untuk mengamandemen UUD 1945, karena UUD 1945 harus bersifat fleksibel, yaitu mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan bangsa dan negara Indonesia. Keinginan untuk mengamandemen itu juga muncul karena adanya sifat “muitiinterpretable” pada pasal-pasal UUD 1945, sehingga mengakibatkan adanya sentralisasi kekuasaan terutama Presiden di masa Orde Lama maupun Orde Baru. Melalui Sidang Umum MPR tahun 1999, SidangTahunan MPR tahun 2000, Sidang Tahunan MPR 2001, dan Sidang Tahunan MPR 2002, UUD 1945 telah mengalami perubahan (amandemen). Perubahan ini dimaksudkan untuk menyempurnakan Batang Tubuh UUD 1945 dan tidak mengubah Pembukaan UUD 1945. Karena Pembukaan UUD 1945 merupakan ikrar berdirinya negara Kesatuan Republik Indonesia dan ia memuat Pancasila sebagai Dasar Negara, MPR berketetapan hati untuk tidak mengubahnya. Pembukaan UUD 1945 serta amandemen UUD 1945 berdasarkan Sidang Umum MPR 1999, Sidang Tahunan MPR 2000, Sidang Tahunan MPR 2001, dan Sidang Tahunan MPR 2002.

a.

SISTEM KETATANEGARAAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA a. Tujuh Kunci Pokok Sistem Pemerintahan Negara R.I. Sistem pemerintahan Indonesia dijelaskan di dalam Penjelasan UUD 1945 (sebelum amandemen), yang menyebutkan tujuh kunci pokok sistem pemerintahan Indonesia. Meskipun UUD 1945 telah diamandemen, ketujuh kunci pokok tersebut masih relevan dalam sistem pemerintahan Indonesia dewasa ini. Ketujuh kunci pokok itu adalah: 1) Indonesia adalah Negara yang Berdasarkan Hukum (Rechtsstsat) Negara Indonesia adalah negara yang berdasarkan hukum (rechtsstaat), tidak berdasarkan kekuasaan belaka (machts-staat). Artinya, setiap tindakan harus berlandaskan hukum, sehingga dapat dipertanggungjawabkan secara hukum dan

lxxxvi tekanan yang dilakukan terhadap hukum juga berarti terhadap kekuasaan. Hal ini terkandung di dalam Pembukaan UUD 1945 yang merupakan perwujudan cita hukum yang menjiwai Batang Tubuh UUD 1945 maupun dasar hukum yang tidak tertulis. Yang dimaksud dengan negara hukum bukan hanya, dalam arti formal saja, yaitu sebagai penjaga atau alat dalam menindak segala bentuk kejahatan dan ketidakadilan, tetapi juga dalam arti materiil, yaitu alat dalam menciptakan kesejahteraan sosial seluruh rakyat Indonesia, yang sesuai dengap alinea dalam Pembukaan UUD 1945. Ciri-ciri negara berdasarkan hukum dalam arti materiil adalah sebagai berikut: a. Adanya pembagian kekuasaan dalam negara; lihat UUD 1945 Pasal 2 ayat (I), 4 , 5, 19, 20, 23E dan 24, 24A-C dan pasal-pasal lain sampai amandemen keempat. 2. Diakuinya hak asasi manusia yang tertuang dalam konstitusi dan peraturan perundang-undangan; lihat UUD 1945 Pasal 27, 28, 28A-28J, 29 ayat (2) dan 31 ayat (1). 3. Adanya dasar hukum bagi kekuasaan pemerintah (asas legalitas); lihat UUD 1945 Pasal 1 ayat (3). 4. Adanya peradilan yang bebas dan merdeka serta tidak memihak; lihat UUD 1945 Pasal 24. 5. Semua warga negara memiliki kedudukan yang sama di mata hukum dan pemerintahan, wajib menjunjung hukum dan pemerintahai tersebut tanpa kecuali, dan berhak mendapatkan pendidikan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan; lihat UUD 1945 Pasal 27 ayat (I)dan(2). 6. Pemerintah berkewajiban memajukan kesejahteraan umum serta mencerdaskan rakyat Indonesia; lihat UUD 1945 Awal tentang Hak Asasi Manusia, Pasal 31, 33 dan 34. 2) Sistem Konstitusional Pemerintahan Indonesia bersifat konstitusional, bukan absolut (tidak terbatas). Pernyattaan itu menunjukkan bahwa pemerintahan dijalankan menurut sistem

lxxxvii konstitusional. Dalam sistem ini, penggunaan kekuasaan secara sah oleh aparatur negara dibatasi secara formal berdasarkan UUD 1945. Hal ini menunjukkan bahwa kekuasaan aparatur negara dan pemerintahan harus bersumber dari UUD 1945 atau undang-undang yang menyelenggarakan UUD 1945. 3) Kekuasaan Negara yang Tertinggi di Tangan Rakyat Kedaulatan, berada di tangan rakyat dan dilaksanakan menurut UUD 1945 (Pasal 1 ayat 2). Badan yang diberi kewenangan untuk melaksanakan kedaulatan ini adalah MPR, yang merupakan penjelmaan dari seluruh rakyat Indonesia. Majelis ini bertugas rnenetapkan UUD, serta melantik dan memberhentikan Presiden dan Wakil Presiden. Sedangkan Presiden harus menjalankan haluan negara berdasarkan haluanhaluan yang telah ditetapkan oleh MPR, serta bertanggung jawab kepada majelis ini. Karena ia adalah mandataris MPR, maka dia. wajib menjalankan putusan-putusan majelis. Dengan demikian maka dapat disimpulkan bahwa tugas MPR sangat luas dan segala keputusannya mencerminkan keinginan dan aspirasi rakyat. Anggota MPR terdiri dari anggota DPR dan DPD yang dipilih oleh rakyat melalui Pemilu. 4) Presiden adalah Penyelenggara Pemerintah Negara yang Tertinggi di bawah Majelis Permusyawaratan Rakyat Pasal 4 ayat (I) UUD 1945 menyebutkan bahwa Presiden Republik Indonesia memegang kekuasaan dan tanggung jawab dalam menjalankan pemerintahan. Dalam melakukan kewajibannya, Presiden dibantu oleh seorang wakil presiden. Tugas dan kewajiban Presiden serta Wakil Presiden dapat dilihat dalam pasalpasal UUD 1945 hasil amandemen keempat.

5)

Presiden Tidak Bertanggung Jawab kepada Dewan Perwakilan Rakyat UUD 1945 telah menggariskan kerjasama antara Presiden dan Dewan

Perwakilan Rakyat, antera lain dalam membentuk undang-undang dan menetapkan anggaran serta belanja negara, pengangkatan duta dan konsul, penganugerahan gelar dan tanda jasa, pemberian amnesti dan abolisi dan lain-lain. Dalam perkara-perkara tersebut Presiden harus, mendapatkan persetujuan DPR. Karena itu Presiden dan DPR

lxxxviii harus bekerja sama, tetapi tidak dalam arti Presiden bertanggung jawab kepada DPR karena kedudukan Presiden tidak tergantung kepada DPR. Presiden tidak dapat membekukan dan/atau membubarkan DPR (Lihat Pasal 7C) dan DPR pun tidak dapat menjatuhkan Presiden karena mereka adalah mitra kerja. DPR hanya mengawasi Presiden dalam menjalankan pemerintahan. Tetapi DPR dapat mengajukan usul pemberhentian Presiden kepada MPR (Lihat Pasal 7A, 7B). 6) Menteri Negara adalah Pembantu Presiden dan Menteri Negara Tidak Bertanggung Jawab kepada Dewan Perwakilan Rakyat UUD 1945 menyatakan bahwa Presiden dibantu oleh. Menteri-menteri negara dan dapat memberhentikan menteri-menteri negara menurut ketentuan UU (lihat Pasal 17). Menteri-menteri negara itu tidak bertanggung jawab kepada DPR. Kedudukan mereka tidak tergantung pada DPR tetapi pada Presiden karena mereka adalah pernbantu Presiden. Presiden berwenang mengangkat dari memberhentikan menteri. Pembentukan, pengubahan, dan pembubaran kementerian diatur oleh undang-undang. 7) Kekuasaan Kepala Negara Tidak Tak Terbatas Penjelasan UUD 1945 menyatakan bahwa “Meskipun Kepala Negara tidak bertanggung jawab kepada DPR, ia bukan diktator, artinya kekuasaannya tidak tak terbatas”. Seperti dijelaskan sebelumnya., sistem pemerintahan konstitusional tidak bersifat Absolut. Keberadaan DPR dan menteri negara dapat mencegah terjadinya pemerintahan yang absolut atau kekuasaan mutlak.Dalam hal ini kedudukan dan peran DPR sangatlah kuat, karena selain tidak dapat dibubarkan oleh Presiden, dia juga berwenang mengajukan usul dan persetujuan pembentukan undang-undang maupun penetapan anggaran dan belanja negara. Selain itu, karena semua anggota DPR adalah anggota MPR maka DPR memiliki wewenang untuk mengadakan sidang istimewa guna meminta pertanggungjawaban Presiden. Jika Presiden benar-benar melanggar haluan yang telah ditetapkan oleh MPR. Jadi jelas bahwa hubungan antara MPR, DPR, dan Presiden sangat erat. D. Susunan Kekuasaan Negara R.I.

lxxxix

Konsep kekuasaan negara menurut demokrasi sebagai terdapat dalam UUD 1945 sebagai berikut: (1) Kekuasaan di Tangan rakyat (a) Pembukaan UUD 1945 Alinea IV..”...Maka disusunlah kemerdekaan kebangsaan Indonesia itu dalam suatu Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat....... (b)Pokok Pikiran dalam Pembukaan UUD 1945 “Negara yang berkedaulatan rakyat, berdasarkan atas kerakyatan dan permusyawaratan perwakilan” (pokok Pikiran III). (2) Pembagian Kekuasaan Sebagaimana dijelaskan bahwa kekuasaan. tertinggi adalah ditangan rakyat, dan dilakukan menurut Undang-Undang Dasar oleh karena itu pembagian kekuasaan menurut demokrasi sebagaimana tercantum di dalam UUD 1945 adalah sebagai berikut : (a) Kekuasaan Eksekutif, didelegasikan kepada Presiden (Pasal 4 ayat (1) UUD 1945). (b)Kekuasaan Legislatif, didelegasikan kepada Presiden dan DPR dan DPD (Pasal 5) ayat (1), Pasal 19 dan Pasal 22C UUD 1945). (c) Kekuasaan Yudikatif, didelegasikan kepada Mahkamah Agung (Pasal 24 ayat (1) UUD 1945). (d)Kekuasaan Inspektif, atau pengawasan didelegasikan kepada Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Hal ini termuat dalam UUD 1945 Pasal 20-A ayat (1) “.... DPR juga memiliki fungsi pengawasan”. artinya DPR melakukan pengawasan terhadap Presiden selaku penguasa eksekutif. (e) Dalam UUD 1945 hasil amandemen tidak ada Kekuasaan Konsultatif, yang dalam UUD lama didelegasikan kepada Dewan Pertimbangan Agung (DPA). (Pasal 16 UUD 1945). Dengan lain perkataan UUD 1945 hasil amandemen telah Menghapuskan lembaga Dewan Pertimbangan Agung, karena hal ini berdasarkan kenyataan pelaksanaan kekuasaan negara fungsinya tidak jelas. Mekanisme pendelegasian kekuasaan yang demikian ini dalam khasanah ilmu hukum tatanegara dan ilmu politik

harus berdasar atas kedaulatan rakyat dan berdasar atas permusyawaratan perwakilan.xc dikenal dengan istilah ‘distribution of power’ yang merupakan unsur mutlak dari negara demokrasi. pengawasan kekuasaan dan pertanggungjawaban kekuasaan. yaitu” . menurut UUD 1945 mencakup antara lain: periode kekuasaan. misalnya Pasal 7B ayat (7).”. (3) Pembatasan kekuasaan Pembatasan kekuasaan menurut konsep UUD 1945. serta melakukan impeachment terhadap Presiden jikalau melanggar konstitusi. Kedaulatan politik rakyat dilaksanakan lewat Pemilu untuk membentuk MPR dan DPR setiap 5 tahun sekali. (b)“Majelis Permusyawaratan Rakyat memiliki Kekuasaan melakukan perubahan terhadap UUD... dapat dilihat melalui proses atau mekanisme 5 tahunan kekuasaan dalam UUD 1945 sebagai berikut : (a) Pasal 1 ayat (2) UUD 1945 ‘kedaulatan di tangan rakyat. Dalam pembatasan kekuasaan menurut konsep mekanisme 5 tahunan kekuasaan sebagaimana tersebut di atas. Oleh karena itu sistem negara yang terbentuk dalam UUD 1945. Memang aliran ini sesuai dengan sifat masyarakat Indonesia”. b) Putusan Majelis Permusyawaratan Rakyat ditetapkan dengan suara terbanyak. Melantik Presiden dan Wakil Presiden. (d)Rakyat kembali mengadakan Pemiku setelah membentuk MPR dan DPR (rangkaian kegiatan 5 (lima) tahunan sebagai realisasi periodesasi kekuasaan). (c) Pasal 20 ayat (1) memuat “Dewan Perwakilan Rakyat memiliki fungsi pengawasan yang berarti melakukan pengawasan terhadap jalannya pemerintahan yang dijalankan oleh Presiden dalam jangka waktu 5 (lima) tahun”.. .. (4) Pengambilan Keputusan Pengambilan keputusan menurut UUD 1945 dirinci sebagai berikut: a) Penjelasan UUD 1945 tentang Pokok Pikiran ke III.

kecuali itu anggota-anggota DPR semuanya merangkap menjadi anggota MPR. dengan musyawarah untuk . Konsep pengawasan tersebut menurut UUD 1945 ditentukan sebagai berikut: Pasal I ayat (2). Majelis Permusyawaratan. b) Pasal 2 ayat (1). c) Penjelasan UUD tentang kedudukan DPR. yaitu meliputi tiga hal. a) Berbeda dengan UUD lama sebelum dilakukan amandemen. melantik Presiden dan Wakil Presiden dan memberhentikan Presiden dengan masa jabatannya atau jikalau melanggar UUD. Oleh karena itu DPR dapat senantiasa mengawasi tindakan-tindakan Presiden. MPR yang memiliki kekuasaan tertinggi sebagai penjelmaaan kekuasaan rakyat. (5) Pengawasan Dalam UUD 1945 termuat konsep pengawasan. b) Namur demikian jikalau mufakat itu tidak tercapai.” sebagai asasnya. Rakyat terdiri dari anggota Dewan Perwakilan Rakyat dan anggota Dewan Perwakilan Daerah. artinya segala keputusan yang diambil sejauh mungkin diusahakan.. Berdasarkan ketentuan tersebut maka menurut UUD 1945 hasil amandemen MPR hanya dipilih melalui Pemilu.. yaitu mengubah UUD.xci Ketentuan-ketentuan tersebut di atas mengandung pokok pikiran bahwa konsep pengambilan keputusan yang dianut dalam hukum tata negara Indonesia adalah berdasarkan : a) Keputusan didasarkan pada suatu musyawarah mencapai mufakat.. “Kedaulatan adalah ditangan rakyat dan dilakukan menurut UndangUndang Dasar”. Dalam penjelasan terhadap pasal I ayat (2) UUD 1945 disebutkan bahwa rakyat memiliki kekuasaan tertinggi namun dilaksanakan dan didistribusikan berdasarkan UUD.. disebut “. maka dimungkinkan pengambilan keputusan itu melalui suara terbanyak. Maka menurut UUD hasil amandemen MPR kekuasaannya menjadi terbatas.

xcii Berdasarkan ketentuan tersebut di atas maka konsep pengawasan menurut demokrasi Indonesia sebagai tercantum dalam UUD 1945 pada dasarnya adalah sebagai berikut : a) Dilakukan oleh seluruh warga negara, karena kekuasaan di dalam sistem ketatanegaraan Indonesia adalah di tangan rakyat, dan b) Secara formal ketatanegaraan pengawasan berada pada rakyat.

E. Sistem Kelembagaan Negara RI 1. Kelembagaan Negara UUD 1945 bukan hanya mengandung semangat dan perwujudan pokok pikiran yang terkandung di dalam Pembukaannya, tetapi juga merupakan rangkaian kesatuan pasalpasalnya. Sebagian dari pasal itu berisi tentang kedudukan, wewenang, tugas dan hubungan antar lembag,a negara. Dalam Tap. MPR No.VI/MPR/1973 dan Tap. MPR No.III/MPR/1978. MPR me-netapkan bahwa MPR adalah lembaga tertinggi negara sedangkan lembaga tinggi negara terdiri Presiden, Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Pertimbangan Agung, Badan Pemeriksa Keuangan, dan Mahkamah Agung.

Berdasarkan hasil Sidang Tahunan MPR 2002, Dewan Pertimbangan Agung ditiadakan. Sehingga struktur ketatanegaraan Republik Indonesia menjadi:

xciii

Hal-hal mengenai DPR diatur dalam Pasal 19, 20, 20A, 21, 22B, 22C, dan dalam pasal-pasal yang berkaitan dengan kerja-sama dengan Presiden, sedangkan Dewan Perwakilan Daerah (DPD) diatur dalam Pasal 22D. BPK mempunyai tugas khusus untuk memeriksa keuangan negara dan kemudian hasilnya dilaporkan kepada DPR, DPD, dan DPRD (Pasal 23 E, Pasal 23F, dan 23G). Badan ini bersifat bebas dan mandiri, jadi tidak dipengaruhi atau mempengaruhi kekuasaan pemerintah. Tugas BPK antara lain: 1. Memeriksa pengelolaan dan tanggung jawab keuangan negara. 2. Merneriksa semua pelaksanaan APBN.

xciv

Sedangkan kekuasaan kehakiman dipegang oleh Mahkamah Agung (MA) dan badan peradilan yang berada di bawahnya (Lihat Pasal 24, 24AJ yang terlepas dari pengaruh semua lembaga negara. Sedangkan kekuasaan kehakiman dipegang oleh Mahkamah Agung (MA) dan badan peradilan yang berada di bawahnya (Lihat Pasal 24, 24AJ yang terlepas dari pengaruh semua lembaga negara. Komisi Yudisial bersifat mandiri dan mempunyai wewenang mengusulkan pengangkatan hakim agung dan wewenang lain dalam rangka menjaga dan menegakkan kehormatan, martabat serta perilaku hakim. (Lihat Pasal 24B). Mahkamah Konstitusi berwenang mengadili pada tingkat pertama dan terakhir dengan keputusan yang bersifat final, menguji undang-undang terhadap Undang-Undang Dasar, memutus sengketa kewenangan lembaga negara dan kewenangan yang diberikan oleh UUD, memutus pembubaran partai politik, dan memutus perselisihan tentang hasil pemilihan umum. (Lihat Pasal 24C)

F. HUBUNGAN ANTAR LEMBAGA-LEMBAGA NEGARA RI i. Hubungan Antara MPR Dan Presiden Majelis Permusyawaratan Rakyat sebagai pemegang kekuasaan tinggi sebagai wakil rakyat sesuai dengan UUD 1945 (Pasal I ayat (2) ). di samping DPR dan Presiden. Hal ini berdasarkan ketentuan dalam UUD 1945 bahwa baik Presiden maupun MPR dipilih langsung oleh rakyat (Pasal 2 ayat (1) dan Pasal 6 ayat (1)). Berbeda dengan kekuasaan MPR menurut UUD 1945 sebelum dilakukan amandemen 2002, yang memiliki kekuasaan tertinggi dan mengangkat serta memberhentikan Presiden dan/atau Wakil Presiden. Sesuai dengan ketentuan UUD 1945 hasil amandemen 2002, maka Presiden dapat diberhentikan sebelum habis masa jabatannya baik karena permintaan sendiri atau karena tidak dapat melakukan kewajibannya maupun diberhentikan oleh MPR.

xcv Pemberhentian Presiden oleh MPR sebelum masa jabatan berakhir, hanya mungkin dilakukan jikalau Presiden sungguh-sungguh telah melanggar hukum berupa pengkhianatan terhadap negara, korupsi, penvuapan, tindak pidana berat lainnya, atau perbuatan tercela maupun apabila terbukti tidak lagi memenuhi syarat sebagai Presiden dan/atau wakil Presiden (Pasal 7A). Namun demikian perlu dipahami bahwa oleh karena Presiden tidak diangkat oleh MPR, maka Presiden tidak bertanggung jawab kepada MPR. melainkan kepada rakyat Indonesia sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Dasar. ii. Hubungan Antara MPR Dan DPR Majelis Permusyawaratan Rakyat terdiri atas anggota-anggota. Dewan Perwakilan Rakyat, dan anggota-anggota. Dewan Perwakilan Daerah yang dipilih melalui pemilu. Dengan demikian maka seluruh anggota. MPR menurut UUD 1945 dipilih melalui Pemilu. Mengingat kedudukannya sebagai penjelmaan seluruh rakyat Indonesia yang memegang kedaulatan rakyat tertinggi (Pasal 2 ayat (1)) dan untuk menegakkan martabat serta kewibawaannya, maka MPR menyelesaikan masalah-masalah yang bersifat dasar, yang bersifat struktural dan memiliki kekuasaan untuk mengubah UUD, maka antara DPR dengan MPR harus melakukan kerjasama yang simultan dalam melakukan pengawasan terhadap jalannya pemerintahan yang dilakukan oleh Presiden. Oleh karena anggota DPR seluruhnya merangkap angota MPR, maka MPR menggunakan DPR sebaoai tangan kanannya dalam melakukan pengawasan pelaksanaan kebijakan yang dilakukan oleh Presiden sebagaimana ditetapkan oleh MPR. Dalam hal ini DPR menggunakan hak-hak tertentu. yang dimilikinya seperti hak angket, hak amandemen, hak interpelasi, hak budget, hak tanya inisiatif (Pasal 20-A). MPR mempunyai tugas yang sangat luas, melalui wewenang DPR, MPR mengemudikan pembuatan Undang-Undang serta peraturan-peraturan lainnya agar

xcvi undang-undang serta peraturan-peraturan itu sesuai dengan UUD 1945. Melalui wewenang DPR ia juga menilai dan mengawasi wewenang lembaga-lembaga lainnya. Demikianlah hubungan DPR dan MPR sebagai bagian yang diutamakan Maielis. terutama pasca amandemen UUD 1945 2002 ini diharapkan dengan adanya reformasi kelembagaan tinggi negara, benar-benar dapat tercipta iklim pelaksanaan negara yang lebih demokratis.

iii. Hubungan Antara DPR Dan Presiden Sebagai sesama lembaga dan sesama anggota badan legislatif maka DPR dan Presiden bersama-sama mempunyai tugas antara lain: i. Membuat Undang-Undang (Pasal 5 ayat (1), 20 dan 21). dan Menetapkan Undang-Undang tentang anggaran pendapatan dan belanja negara (Pasal 23 ayat (1)). ii. Membuat undang-undang berarti menentukan kebijakan politik yang diselenggarakan oleh Presiden (Pemerintah). iii. Menetapkan budget negara pada hakekatnya berarti menetapkan rencana kerja tahunan. DPR melalui anggaran belanja yang telah disetujui dan mengawasi Pemerintah dengan efektif. Di dalam, pekerjaan untuk membuat UU, maka Iembagalembaga negara lainnya dapat diminta pendapatnya. Sesudah DPR bersama Presiden menetapkan UU dan RAP/RAB negara maka di dalam pelaksanaannya DPR berfungsi sebagai pengawas terhadap pemerintah. Pengawasan DPR terhadap Presiden adalah suatu konsekuensi yang wajar (logis), yang pada hakikatnya mengandung arti bahwa presiden bertanggung jawab kepada DPR dalam arti partnership. Presiden tidak dapat dijatuhkan oleh DPR, dan dengan pengawasan tersebut, maka terdapat kewajiban bagi Pemerintah untuk selalu bermusyawarah dengan DPR tentang

2) Hak inisiatif vaitu hak untuk mengusulkan rancangan uu (pasal 21 ayat (1)) b. Menurut UUD 1945. memberikan keterangan-keterangan serta laporan-laporan kepada Dewan dan meminta pendapatnva. Untuk pengawasan tersebut maka DPR mempunyai beberapa wewenang yaitu a.xcvii masalah-masalah pokok dari negara yang menyangkut kepentingan rakyat dengan UUD sebagai landasan kerja. Presiden harus memperhatikan. yaitu hak untuk menyusun rancangan Anggaran Belanja dan Pendapatan Negara (Pasal 23 ayat (1)). Menurut UUD1945 hasil amandemen 2002 pasal 20-A ayat (2) dan 1) Hak amandemen (mengadakan perubahan) 2) Hak interpelasi (meminta kete-rangan) 3) Hak bertanya 4) Hak angket (hak untuk mengadakan suatu penyelidikan).ka Majelis itu dapat melakukan sidang istimewa untuk melakukan inpeachment. mendengarkan. berkonsultasi dan dalam banyak hal. ma. Sebaliknya keduduk-an DPR adalah kuat. maka DPR dapat senantiasa mengawasi segala tindakan-tindakan Presiden dan jikalau Dewan menganggap bahwa Presiden sungguh-sungguh melanggar pidana atau konstitusi yang telah. Dewan ini tidak dapat dibubarkan oleh Presiden karena anggota-anggota DPR semuanya merangkap menjadi anggota-anggota MPR. 1) Hak budget. Bentuk kerja sama antara DPR dan Presiden tidak boleh mengingkari partner legislatifnya. Dengan adanya wewenang DPR tersebut. maka sepanjang tahun teriadi musyawarah yang diatur antara pemerintah dan DPR. . dan DPR menpunyai kesempatan untuk menemukakan pendapat rakvat secara kritis terhadap kebijaksanaan dan politik pemerintah. Hal ini tetap sesuai dengan penjelasan resmi UUD 1945 dinyatakan bahwa Presiden harus tergantung kepada Dewan.

akan tetapi tergantung kepada Presiden. artinya kedudukannya tidak tergantung kepada Dewan. menteri-menteri tidak dapat dijatuhkan dan/atau diberhentikan oleh DPR. Dalam UUD 1945 dinyatakan bahwa menteri-menteri diangkat dan diberhentikan oleh Presiden (Pasal 17 ayat (2)). yang berakibat diberhentikannya menteri oleh Presiden. Penafsiran tentang kedudukannya menteri-menteri itu tidak bisa dilepaskan dari penafsiran tentang kedudukan Presiden yang juga dalam penjelasan UUD. Hubungan Antara DPR Dengan Menteri-Menteri Hubungan kerjasama antara Presiden dengan DPR juga harus dilaksanakan dalam hal DPR menyatakan keberatannya terhadap kebijaksanaan menteri-menteri. Sudah terang bahwa DPR tidak boleh main mosi tidak percaya. sedangkan dalam penjelasannya dikemukakan bahwa menterimenteri itu tidak bertanggung jawab kepada DPR. Oleh karena itu menterimenten pun juga tidak terlepas dari keberatan-keberatan DPR. iv. melainkan secara serius harus memberikan pertimbangan kepada Presiden dan sebaiknva Presiden tidak boleh . 1945. akan tetapi sebagai konsekuensinya yang waiar (logis) dari tugas clan kedudukannya. dalam pasal tentang kementerian negara (Pasal 17) diterangkan bahvva Presiden tidak bertanggungjawab kepada DPR (sistem Kabinet Presidensial) Seperti juga halnya dengan Presiden.xcviii Kritik-kritik itu dapat dilanjutkan dan dibahas oleh surat-surat kabar sebagai pembawa suara masyarakat yang langsung sehingga terjadilah suatu 'Sosial Control` yang baik terhadap pemerintah khususnya dan terhadap lembaga-lembaga negara lain pada umumnya. ditambah pula ketentuan dalam penjelasan yang mengatakan bahwa Presiden harus memperhatikan sungguh-sungguh suara DPR. Dalam hal ini sudah sewajarnya Presiden mengganti menteri yang bersangkutan tanpa membubarkan kabinet.

Berhubungan dengan itu mcnteri mempunyai pengaruh besar terhadap Presiden dalam menuntun politik negara yang menyangkut departemennya. para menteri bekerjasama satu sama lain secara erat di bawah pimpinan Presiden Dalam praktek Pernerintahan. maka sebagai jalan keluar MPR harus segera memberikan keputusannya. Meskipun kedudukan Para menteri tergantung. vi. Menteri adalah pembantu Presiden (Pasal 17 ayat (3)). sebagai pemimpin departemen (Pasal 17 ayat (3)).-dan terhadap MPR itu Presiden secara imperatif harus melaksanakannya. timbul kebiasaan bahwa Presiden melimpahkan sebagi-an wewenang kepada pembantu pimpinan dari Presiden Konvensi yang demikian ini tidak boleh mengurangi jiwa dari sistem kabinet Presidensial. Hubungan Antara Mahkamah Agung Dengan Lembaga Negara Lainnya. akan tetapi tergantung kepada Presiden. Untuk menetapkan politik pemerintah dan koordinasi dalam pemerintah negara.xcix bersitegang tidak mau memperhatikan suara DPR yang telah diberikannya dengan tulus ikhlas. Hubungan Antara Presiden dengan Menteri-Menteri Presiden mengangkat dan memberhentikan menteri-menteri negara (Pasal 17 ayat (2)) dan menteri-menteri itu secara formal tidak bertanggung jawab kepada DPR. Memang yang dimaksudkan adalah bahwa para menteri itu peminpin-pemimpin negara. mereka bukan pegawai tinggi biasa. Dalam Pasal 24 ayat (1) UUD 1945 disebutkan bahwa kekuasaan kehakiman dilakukan oleh sebuah Mahkamah Agung dan lain-lain Badan Kehakiman menurut susunan dan kekuasaan Badan-Badan Kehakiman tersebut diatur menetapkan hubungan antara Mahkamah Agung dengan lembaga-lembaga lainnya.kepada Presiden. oleh karena itu menteri-menterilah yang terutama menjalankan pemerintahan dalam praktekm a. Dalam Penjelasan UUD 1945 disebutkan bahwa kekuasaan kehakiman adalah kekuasaan pemerintah ataupun kekuasaan serta kekuatan lainnya! Berhubung dengan itu harus diadakan jaminan dalam . v. terutama berdasar Pasal 3 ayat (3). menteri mengetahui seluk-beluk mengenai lingkungan pekerjaannya.

. sebagai syarat mencapai suatu keputusan yang seadil-adilnya.c bentuk UUD 1945 tentang kedudukan para hakim. wajib dianggap tidak bersalah sebelum kekuatan hukum yang tetap asas (persumfion innocence). karena alat penbuktian yang sah menurut undang-undang mendapat keyakinan bahwa seorang yang dianggap dapat bertanggung jawab. telah bersalah atas perbuatan yang dituduhkan atas dirinya. ditahan. kecuali apabila pengadilan. dituntut dan atau dihadapkan di depan pengadilan. ditangkap. Negara Republik Indonesia adalah negara yang berdasarkan atas hukum yang berdasarkan Pancasila. Berhubung dengan itu kekuasaan kehakiman adalah kekuasaan negara yang merdeka untuk menyelenggarakan peradilan guna meneoakkan hukum dan keadilan berdasarkan Pancasila.tiada seorang juapun dapat dihadapkan di depan pengadilan selain daripada yang ditentukan baginya oleh undang-undang. Semua pengadilan memberikan keterangan. Sifat negara hukum ini rnengandung makna bahwa alat-alat perlengkapannya hanya dapat bertindak menurut dan terikat kepada aturanaturan yang telah dibuat oleh badan yang dikuasakan untuk mengadakan peraturanperaturan itu. penahanan. pertimbangan dan nasihat-nasihat tentang soal-soal hukum kepada lembaga negara lain apabila diminta. Ketentuan im menunjukkan bahwa di negara Indonesia dijamin perlindungan hak-hak asasi manusia dan bukan kemauan seseorang yang menjadi dasar tindakan penguasa (Govemment by law. berhubungan dengan itu pengadilan mengadili menurut hukum dengan tidak membeda-bedakan orang. 14 tahun 1970) dalam Pasal 5 sampai dengan Pasal 8 menjamin hak-hak asasi manusia yang mendapatkan perlindungan. not by man). Setiap orang yang disangkakan. penggeledahan dan pesitaan. selain atas printah tertulis oleh kekuasaan yang sah dalam hal-hal clan menurut cara-cara yang diatur dengan undangundang. atau singkatnya disebut dengan 'Rule of law' Undang-undang Pokok Kehakimain (UU No. Demikian juga tiada scoarano juapun dapat dijatuhi pidana. Selain itu tidda seorangpun dapat dikenakan penangkapan.

XI/MPR/1998. bahwa BPK adalah lembaga tinggi negara yang dalam pelaksanaan terlepas dari pengaruh oleh kekuasaan pemerintah. Undang-Undang No. BPK bertugas untuk memeriksa tanggung jawab pemerintah tentang keuangan negara dan memeriksa semua pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Hubungan Antara BPK Dengan DPR Badan Pemcriksa Keuangan (BPK) bertugas memeriksa tentang keuangan negara dan hasil perneriksaannya itu diberitahukan kepada DPR. yang mengandung makna. Sehubungan dengan pcnuaian tugasnya BPK berwenang meminta keterangan yang wajib diberikan oleh setiap orang. Ketentuan ini mengatur tentang hak menguji dari Mahkamah Agung.yang . vii. Mahkamah Agung harus bebas dari pengaruh kekuasaan ataupun lainnya. Dewan Perwakilan Daerah daerah DPRD (Pasal 23-E ayat (2)) untuk mengikuti dan menilai kebijakan ekonomis financial pemerintah yang dijalankan oleh aparatur administrasi negara yang dipimpin oleh pemerintah. dilakukan oleh instansi yang bersangkutan.undang mengenal sah tidaknya dengan ketentuan perundang-undangam yang lebih tinggi. Dalam proses reformasi dewasa ini Mahkamah Agung merupakan ujung tombak terutama mernberantas KKN untuk rnewujudkan pemerintahan yang hersih sebagaimana diamanatkan oleh Tap No.bahwa mahkamah Agung berhak untuk menguji secara material peraturan yang lebih rcndah tingkatnya dari undang. berwenang menyatakan tidak sah peraturan perundangan dari tinokat . badan/instansi Pemerintah atau badan swasta. sepanjang tidak bertentangan dengan Undang-Undang. Putusan tentang tidak sah peraturan penmdang-undangan tersebut dapat diambil berhubungan perundangan yang dinyatakan tidak sah tcrsebut. . 5 tahun 1973 tentang Badan Pemeriksa Keuangan menegaskan.ci Mahkamah Agung sebagai Lembaga Tinggi Negara dalam bidang kehakiman dari tingkat yang lebih tinggi.lebih tinggi. akan tetapi tidak berdiri di atas pemerintah.

Anggaran Perusahaan-perusahaan milik negara dan lain-lain. Sudah selayaknya sebagai sesama Lembaga Negara. maka masalahnya diberitahukan kepada kepolisian atau kejaksaaan. ' Keanggotaan BPK itu tidak mewakili suatu golongan dan manapun juga asal anggotanya. diperiksa pula Angggaran Pendapatan dan Belanja Daerah. Hasil pemeriksaan BPK inipun disertai sanksi pidana. atau perbuatan yang merugikan negara. Dewan Perwakilan Daerah dan DPRD. DPR dan Pemerintah terjalin kerjasama yang sebaik-baiknya. Barang siapa sengaja tidak memenuhi kewajiban untuk memberikan keterangan yang diminta BPK dengan jalan menolak atau menghindarkan diri untuk memberikan keterangan. Hal itu diperlukan untuk menjamin agar BPK dapat bekerja secara objektif. ' PENUTUP . pegaturan kebijaksanaan dan arah keuangan negara yang dilakukan DPR saja belum dapat dikatakan cukup. antara BPK. Tidak kalah pentingnya adalah mengawasi apakah kebijaksanaan dan arah tersebut dilaksanakan pemerintah dengan sebaik-baiknya menurut tujuan semula. Selain pelaksanaan APBN. Namun kerjasama yang baik itu tidaklah berarti saling melindungi atau saling menutupi kekurangan masing-masing. apabila hasil pemeriksaan mengungkapkan sangkaan terjadinya tindakan-tindakan pidana. Ditinjau dari segi ini maka hasil pemeriksaan BPK merupakan upaya yang menjamin terbinanya aparatur pemerintahan dan aparatur perekonomian negara yang bersih clan sehat. secara tertib. oleh karena. Kedudukannya bebas dan terlepas dari pengaruh pemerintah. dapat dikenakan hukuman penjara selama-lamanya satu tahun enam bulan. Jadi BPK bertugas memeriksa pertanggungjawaban pemerintah tentang keuangan negara dan memeriksa semua pelaksanaan APBN yang hasil pemeriksanaannya diberitahukan kepada DPR.cii Pembentukan BPK sesungguhnya memperkuat pelaksanaan demokrasi dalam arti yang sesungguhnya.

1968.STIMIK DIPANEGARA . yang merubah susunan lembaga-lembaga dalam sistem ketatanegaraan Republik Indonesia. Pradnya Paramitha. Kansil. Pradnya Paramitha. Dra. CST. 2003. Panduan Kuliah Pendidikan Pancasila untuk Perguruan Tinggi. Pen. Setiadi. Universitas Hasanuddin. Pengimplementasian UUD’45. Kanisius. Pen. Kajian tentang UUD’ Negara R. 1993. Pembagian Kekuasaan Negara. Pen. Jakarta. Jelaskan konstusi sebagai landasan politik dan strategi nasional Indonesia! 3. Tim Dosen Pancasila Unhas. 1973.Si. Pen. Pendidikan Pancasila. (hasil Amandemen disahkan tanggal 16 Agustus 2002) (Anallsis Filosofis & Yuridis). Jakarta. M. Hak-hak Asasi Manusia Berdasarkan Idiologi Pancasila. Departemen Penerangan R. Yogyakarta. Pen.ciii Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. M. M. Drs. Pen. Kaelan.H. JCT. 2005. Pancasila dan UUD'45 (I. III) Pen.Jakarta.Pendidikan Pancasila Bunga Rampai . Drs. SOAL LATIHAN Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini : 1. Seko ABRI. Jakarta. Jakarta.Si. Pen. Pen. Bandung. Yogyakarta. R. Purnomo.2004 BAB VI . Erlangga. S. Gramedia Pustaka Utama. M.I. Jakarta. 2002. 1970. Paramitha Pradnya.Si. Tentang dan Sekitar UUD’45.I. 1973. Jelaskan Amandemen/perubahan UUD 1945 dan Dinamika Pelaksanaan UUD 1945! 4. yang pada kurun waktu tahun 1999-2002. Kaelan.Makassar. II. 1962. Yogyakarta. Bursa Buku FH-UI. Gunawan. Simorangkir. Hak-hak dan Kewajiban Warga Negara.2003 Tim Dosen Pancasila Unhas.Pendidikan Pancasila Perguruan Tinggi. Hutauruk. 1982.. Jelaskan sistem Kelembagaan dan hubungan antar lembaga Negara Kesatuan RI! DAFTAR BACAAN Ismail Sunny. -----------------Sistem Pemerintahan Indonesia. Jelaskan pengertian konstitusi negara! 2.Makassar. Pen. Elly M. Jambatan. UUD 1945 mengalami 4 kali perubahan (amandemen). adalah konstitusi negara Republik Indonesia yang disahkan sebagai undang-undang dasar negara oleh PPKI pada tanggal 18 Agustus 1945.

pelaksanaan tjuan itu memerlukan kebijakan-kebijakan umum yang menyangkut pengaturan.pembagian ataupun alokasi sumber daya yang ada memerukan kekuasaan dan wewenang. jalan. Politics dan policy memiliki hubungan yang erat dan timbale balik. dam tujuan yang di kehendaki. Dalam bahasa Indonesia. pembagian atau alokasi sumber daya yang ada. adalah penggunan pertimbangan pertimbangan yang di anggap dapat lebih menjamin terlaksananya suatu usaha.civ POLITIK DAN STRATEGI NASIONAL PENDAHULUAN A. cara. Latar Belakang Kata politik secara etimologi berasal dari bahasa Yunani poitenia. dan alat yang digunakan untuk mencapai tujuan tertentu yang dikehendaki. politik dalam arti politics mempunyai makna kepentingan umum warga Negara suatu bangsa. pngambilan keputusan. cita-cita . prinsip. Sementara itu policy yang dalam bahasa Indonesia di terjemahkan sebagai kebjaksanaan. jalan. politics adalah suatu rangkaian asas. dan alat yang di gunakan untuk mencapai cita-cita dan tujuan tertentu. politik membicarakan hal-hal yang berkaitan dengan Negara. jalan. yaitu Negara dan tela yang berarti urusan. pengaturan . sedangkan policy memberkan pertimbanagn cara pelaksanaan asas. dan arah tersebut sebaik-baiknya. yang akar katanya adalah polis. arah. Dalam bahasa inggris. Perlu di ingat bahwa penentuan kebijakan umum. B. cara. keadaan. kesatuan. Pengambilan kebijaksanaan biasanya dilakukan oleh seorang pemimpin. Politik secara umum menyangkut proses penentuan tujuan Negara dan cara melaksanakannya . Politik merupakan suatu rangkaian asas. dan distribusa atua alokasi sumber daya. kebijakan. Dengan demikian. cara. keadaan. Politcs memberi asa. Ruang Lingkup . berarti kesatuan masyarakat yang brdiri sendiri. dan madannya. Kekuasaan dan wewenang ini memainkan peranan yang sangat penting dalam pembinaan kerja sama dan penyelesaian konflik yang mungkin muncul dalam proses pencapain tujuan.

cv Bahan pembelajaran ini akan membahas : a. kreatif. Mengambil keputusan kolektif sebagai rekomendasi terkait dengan polstrahankam URAIAN BAHAN PEMBELAJARAN . dan polstranas b. Memecah permasalahan politik. strategi. serta 8. 5. dan. Sasaran Pembelajaran Mahasiswa dapat mengenali masalah-masalah strategi dalam politik. 6. dan antisipasi).strategi nasional. Menghubungkan strategi raya dengan strategi nasional. strategi nasional dan mengambil keputusan mengenai hal-hal yang strategis bagi kepentingan publik. Menganalisis berbagai permasalahan polsrahankam. Politik pembangunan nasional dan manajemen nasional. C. geopolitik. Peka terhadap permasalahan politik yang ada di lingkungannya yang terkait dengan strategi nasional. serta strategi nasional secara rasional (proaktif. Menganalisis wujud polnas dan stranas di indonesia. Melalui pembelajaran ini mahasiswa diharapkan dapat : 1. Tanggap terhadap berbagai akibat dari permasalahan politik yang dapat menggangu eksistensi negara. Menjelaskan latar belakang politik dan strategi nasional. d. Pengertian politik. Permasalahan dan agenda pembangunan nacional. Stratifikasi politik nasional c.yang terkait dengan politik. 2. 7. 3. kritis. 4.

jalan. Struktur plitik yaitu kerangka hubungan formal yang mengatur hubungan rakyat. jalan. keadaan. Pengertian Politik. Strategi dan Polstranas 1. agama. dalam suatu politik misalkan politik ekonomi dalam proses pelaksanaan suatu institusi perlu memilki kebijaksanan dalam menghadapi berbagai masalah yang ada di masyarakat. Secara etimologi pengertian politik di bagi atas tiga yaitu: Politik dalam arti Politce mempunyai makna kepentingan umum warga Negara suatu bangsa yang di rumuskan ialah suatu rangkaian asas. cara. dalam hal ini tujuan dari sekelompok orang yang mendirikan suatu organisasi berupa partai politik adalah unuk mencapai suatu kepentingan berupa keduduakn yang tinggi dalam suatu pemerinitahan. prinsip. wilayah serat kedaulatan Negara yang bersangkuan. keadaan.cvi A. Politik sebagai system dapat meliputi beberapa hal yaitu: Kultur politik yaitu nilai-nilai rohaniah serta lembaga-lembaga yang menata kehidupan politik yang berasak dari adapt. Cintoh politik ekonomi. dan alat yang digunakan untuk mencapai tujun tertentu yang dikehendaki. filsafat atau sejarah masyarakat yang bersangkutan. Proses politik yaitu kegiatan politik dalam kenyataannya yang motivasinya bersumberkan dari kultur politik masyarakat yang bersangkutan dan di laksakan dalam kerangka struktur politiknya . pemerintah. Pengertian Politik Secara umum politik merupakan suatu rangkaian asas. cita-cita atau keinginan atau tujuan yang di kehendaki. Politik dalam arti konvensional adalah alat untuk mencapai kemnangan dalam perang( pertahanan). prinsip. Contoh partai politik. Politik dalam arti policy yang d artikan kebijaksanaan yaitu berupa penggunaan pertimbangan-pertimbangan tertentu yang dianggap dapat lebih menjamin terlaksananya suatu usaha. cara dan alat yang digunakan oleh individu atau kelompok untuk mencapa kepentingan tertentu. Misalnya NATO.

usaha. Pengertian Strategi Strategi berasal dari bahasa Yunani strategia yang di artikan sebagai “the art of general” atau seni seorang panglima yang bias any digunakan dalam peperangan. social budaya. 3. dan jangka panjang. Jadi. politik. Dengan demikian. defenisi politik nasional adalah asas. yaitu siapa pengambil keputusan dan untuk siapa keputusan diambil. Dalam pengertian umum. Strategi pada dasarnya merupakn seni dan ilmu dalam menggunakan serta mengembangkan kekuatan (ideology). sementara itu perang tu sendiri merupakan kelanjutan dari politik. yang merupakan organisasi politik paling utamu dalam suatu wlayah yang berdaulat. Kebijakan. Karl vont Clausewitz (1780-1831) berpendapat bahwa strategi adalah penggunaan pertempuran untuk memenangkan pperangan. dalam politik pengambilan keputusan melalui sarana umum. artinya suatu kumpulan keputusan yang diambil seseorang atau kelompok politik. Strategi nasional disusun untuk pelaksanaan politik nasional misalnya stretegi jangka pendek. untuk memilih tujuan dan cara mencapai tujuan itu. haluan. Kekuasaan. dan hankam) untuk mencapai tujuan yang telah di tetapkan sebelumnya. menengah. yaitu pembagian atau penjatahan nilai-nilai dalam masyarakat. strategi adalah cara melaksanakan . Pengambilan Keputusan. kebijaksanaan negara tentang pembinaan serta penggunaan kekuatan nasional untuk mencapai tujuan nasional. yaitu kemampuan seseorang atau kelompok mempengaruhi tingkah laku orang lain atau kelompok lain sesuai dengan keinginannya. Politik dan Strategi Nasioanal Politik nasional diartikan sebagai kebijakan umum dan pengambilan kebijakan untuk mencapai suatu cita-cita dan tujuan nasional. strategi adalah cara untuk mendapatkan kemenanagan atua pencapaian tujuan.cvii Politik selalu membicraka hal-hal yang berkaitan dengan: Negara. 2. Distribusi / Alokasi Sumber Daya.

Sementara itu badan-badan yang ada dalam masyarakat disebut sebagai “infrastruktur politik” yang mencakup pranata politik yang ada dalam masyarakat.cviii politik nasional dalam mencapai sasaran dan tujuan yang ditetapkan dalam konteks politik nasional. presiden dibantu oleh berbagai lembaga tinggi negara lainnya serta dewan-dewan yang merupakan badan koordinasi. seperti Dewan Stabilitas Ekonomi Nasional. Mekanisme penyusunan politik dan strategi nasional ditingkat suprastruktur politik diatur oleh presiden. media massa. Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). organisasi kemasyarakatan. Dalam melaksanakan tugas ini. 5. Lembaga-lembaga tersebut adalah Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR). Penyusunan Politik dan Strategi Nasional Politik dan strategi nasional yang berlangsung selama ini disusun berdasarkan sistem kenegaraan menurut UUD 1945. dan konsep strategis bangsa Indonesia. Dewan Penerbangan dan . Wawasan Nusantara. Landasan pemikiran dalam sistem manajemen nasional ini sangat penting sebagai kerangka acuan dalam penyusunan politik dan strategi nasional karena didalamnya terkandung dasar negara. cita-cita nasional. Sejak tahun 1985 telah berkembang pendapat yang menyatakan bahwa jajaran pemerintah dan lembagalembaga yang tersebut dalam UUD 1945 merupakan “suprastruktur politik”. UUD 1945. seperti partai politik. dan kelompok berpengaruh (pressure group). dan MA. dan Ketahanan Nasional. Suprastruktur dan infrastruktur politik harus dapat bekerja sama dan memiliki kekuatan yang seimbang. Dasar Pemikiran Penyusunan Politik dan Strategi Nasional Dalam penyusunan politik dan strategi nasional perlu dipahami pokok-pokok pikiran yang terkandung dalam sistem manajemen nasional yang berlandaskan ideologi Pancasilan. kelompok kepentingan (interest group). 4.

penyelenggara negara harus mengambil langkah-langkah pembinaan terhadap semua lapisan masyarakat dengan mencantumkan sasaran sektoralnya. Selanjutnya. Didalamnya. Melalui pranata-pranata politik. masyarakat ikut berpartisipasi dalam kehidupan politik nasional. Proses penyusunan politik dan strategi nasional ditingkat suprastruktur politik dilakukan setelah presiden menerima GBHN. sudah tercantum program-program yang lebih konkret yang disebut sasaran nasional. 2) Semakin terbuka akal dan pikiran untuk memperjuangkan haknya. dan bernegara. . Proses politik dan strategi nasional pada infrastruktur politik merupakan sasaran yang akan dicapai oleh rakyat Indonesia. sosial budaya. Strategi nasional dilaksanakan oleh para menteri dan pimpinan lembaga pemerintah nondepartemen berdasarkan petunjuk presiden. berbangsa. Program kabinet dapat dipandang sebagai dokumen resmi yang memuat politik nasional yang digariskan oleh presiden. 3) Semakin meningkat kemampuan untuk menentukan pilihan dalam pemenuhan kebutuhan hidup. Pandangan masyarakat terhadap kehidupan politik. ataupun bidang Hankam akan selalu berkembang karena : 1) Semakin tingginya kesadaran bermasyarakat. Adapun yang dilaksanakan oleh presiden sesungguhnya merupakan politik dan strategi nasional yang bersifat pelaksanaan.cix Antariksan Nasional RI. masyarakat memiliki peran yang sangat besar dalam mengontrol jalannya politik dan strategi nasional yang ditetapkan oleh MPR ataupun yang dilaksanakan oleh presiden. presiden menyusun program kabinet dan memilih menteri-menteri yang akan melaksanakan program-program tersebut. Dewan Maritim. Dalam era reformasi saat ini. Sesuai dengan kebijakan politik nasional. Dewan Otonomi Daerah dan Dewan Stabilitas Politik dan Keamanan. ekonomi.

Hasil-hasilnya berbentuk a) Undang-undang yang kekuasaan pembuatnya terletak di tangan presiden dengan persetujuan DPR (UUD 1945. penggarisan masalah makropolitik bangsa dan negara untuk merumuskan tujuan nasional (national goals) berdasarkan falsafah Pancasila dan UUD 1945. peraturan. Pasal 5 ayat (1) atau Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perpu) dalam hal ihwal kepentingan yang memaksa) b) Peraturan pemerintah untuk mengatur pelaksanaan undang-undang yang wewenang penerbitannya berada di tangan presiden (UUD 1945. Bentuk hukum dari kebijakan nasional yang ditentukan oleh kepala negara itu dapat berupa dekrit. . 2) Dalam hal dan keadaan yang menyangkut kekuasaan kepala negara. Tingkat Penentu Kebijakan Puncak 1) Tingkat kebijakan puncak meliputi kebijakan tertinggi yang menyeluruh secara nasional dan mencakup penentuan Undan-Undang Dasar. Stratifikasi Politik Nasional Stratifikasi politik (kebijakan) nasional dalam Negara Republik Indonesia sebagai berikut : a. tingkat penentuan kebijakan puncak ini juga mencakup kewenangan presiden sebagai kepala negara. B. seperti tercantum pada Pasal 10 sampai dengan Pasal 15 UUD 1945. serta 5) Semakin kritis dan terbukanya masyarakat terhadap ide baru. atau piagam kepala negara. pasal 5 ayat (2). serta d) Dalam keadaan tertentu dapat pula dikeluarkan maklumat presiden.cx 4) Semakin meningkat kemampuan untuk mengatasi persoalan seiring dengan semakin tingginya tingkat pendidikan yang ditunjang oleh kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Pasal 4 ayat (1). c) Keputusan atau instruksi presiden yang berisi kebijakan-kebijakan penyelenggaraan pemerintahan yang wewenang pengeluarannya berada di tangan presiden dalam rangka pelaksanaan kebijakan nasional dan perundang-undangan yang berlaku (UUD 1945.

Kebijakan ini adalah penjabaran kebijakan puncak dalam rangka merumuskan strategi administrasi. Dalam keadaan tertentu menteri juga dapat mengenal Surat Edaran Menteri. Ia juga mempunyai wewenang untuk membantu mempersiapkan kebijakan umum menteri. program. Didalam tata laksana pemerintahan. Keputusan Menteri atau Instruksi Menteri dalam bidang pemerintahan yang dipertanggungjawabkan kepadanya. c. sekjen sebagai pembantu utama menteri bertugas mempersiapkan dan merumuskan kebijakan umum menteri dan pimpinan rumah tangga departemen. Selain itu. ada inspektur jenderal dalam penyelenggaraan pengendalian departemen. dan . sistem dan prosedur dalam bidang utama tersebut. Tingkat Penentuan Kebijakan Teknis Kebijakan teknis meliputi penggarisan dalam satu sector dari bidang utama diatas dalam bentuk prosedur serta teknik untuk mengimplementasikan rencana. Wewenang pengeluaran kebijakan khusus ini terletak di tangan pimpinan eselon pertama departemen pemerintahan dan pimpinan lembaga-lembaga nondepartemen. Tingkat Kebijakan Umum Tingkat kebijakan umum merupakan tingkat kebijakan dibawah tingkat kebijakan puncak yang lingkupnya juga menyeluruh nasional dan berupa penggarisan mengenai masalah makro-strategis untuk mencapai tujuan nasional dalam situasi dan kondisi tertentu. Hasil penentuan kebijakan dirumuskan dalam bentuk Peraturan.cxi b. Wewenang kebijakan umum berada di tangan menteri berdasarkan kebijakan pada tingkat diatasnya. atau Instruksi Pimpinan Lembaga Nondepartemen/Direktur Jenderal. Hasil penentuan dari pimpinan lembaga nondepartemen itu lazimnya merupakan pedoman pelaksanaan. Hasilnya dirumuskan dalam bentuk Peraturan Menteri. Tingkat Penentu Kebijakan Khusus Kebijakan khusus merupakan penggarisan terhadap suatu bidang utama (major area) pemerintahan. d. Keputusan.

memajukan kesejahteraan umum. Perumusan hasil kebijakan tersebut diterbitkan sebagai kebijakan daerah dalam bentuk peraturan daerah provinsi atau kota/kabupaten. Politik Pembangunan Nasional Dan Manajemen Nasional Politik merupakan cara untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya. dibawah ini terdapat dua macam kekuasaan dalam pembuatan aturan di daerah. struktur. serta keputusan dan instruksi kepala daerah provinsi atau kota/kabupaten. jabatan gubernur. Bagi daerah provinsi. dan keadilan sosial. wewenang itu berada di tangan gubernur. Menurut kebijakan yang berlaku sekarang. dan kepala daerah tingkat I atau II disatukan dalam satu jabatan yang disebut Gubernur/Kepala Daerah. mencerdaskan kehidupan bangsa. Dengan demikian. sedangkan bagi daerah kota/ kabupaten berada di tangan Bupati atau Walikota. serta keputusan dan instruksi bupati atau walikota untuk wilayah bupati atau walikota. bupati/walikota. serta Bupati/Kepala Daerah atau Walikota/Kepala Daerah. dan hasil guna sebesar mungkin dalam penggunaan sumber daya dan dana nasional dalam rangka mewujudkan tujuan nasional. Kebijakan teknis ini dilakukan oleh kepala daerah. Sementara itu. serta ikut melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan. yaitu melindungi segenap seluruh bangsa Indonesia. provinsi.cxii kegiatan. Perumusan hasil kebijaksanaan tersebut dikeluarkan dalam keputusan dan instruksi gubernur untuk wilayah provinsi. Tujuan politik bangsa Indonesia telah tercantum dalam pembukaan UUD 1945. Karena itu . dan kabupaten/kota. Politik pembangunan sebagai pedoman dalam pembangunan nasional memerlukan kepanduan tata nilai. 2) Kepala daerah berwenang mengeluarkan kebijakan pemerintah daerah dengan persetujuan DPRD. daya guna. 1) Wewenang penentuan pelaksanaan kebijakan pemerintah pusat di daerah terletak di tangan gubernur dalam kedudukannya sebagai wakil pemerintah pusat di daerah yuridikasinya masing-masing. C. dan proses. Keterpaduan tersebut merupakan himpunan usaha untuk mencapai efisiensi. perdamaian abadi. politik pembangunan harus berpedoman pada pembukaan UUD 1945.

membayar pajak. Itulah sebabnya. mandiri. serasi dan seimbang. harus dipahami manajemen nasional yang terangkai dalam sistem. Keikutsertaan setiap warga negara dalam pembangunan nasional dapat dilakukan dengan berbagai cara. berkeadilan. a. rekreasi. politik. tetapi juga merupakan tanggung jawab seluruh bangsa Indonesia. maju. menaati segala peraturan dan perundang-undangan yang berlaku.cxiii diperlukan sistem manajemen nasional yang berfungsi memadukan penyelenggaraan siklus kegiatan perumusan. setiap warga negara Indonesia harus ikut serta dan berperan dalam melaksanakan pembangunan sesuai dengan profesi dan kemampuan masing-masing. Pembangunan nasional mencakup hal-hal yang bersifat lahiriah dan batiniah yang selaras. pelaksanaan dan pengendalian pelaksanaan kebijaksanaan. melestarikan lingkungan hidup. Tujuan pembangunan itu sendiri adalah sebagai usaha untuk meningkatkan kesejahteraan seluruh bangsa Indonesia. Adapun pelaksanaannya tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. contoh pembangunan yang bersifat batiniah adalah pembangunan sarana dan prasarana ibadah. dan lain-lain. Maksudnya. gedung. . serta dengan memperhatikan tantangan perkembangan global. Sistem manajemen nasional memadukan seluruh upaya manajerial yang melibatkan pengambilan keputusan berkewenangan dalam rangka penyelenggaraan kehidupan berbangsa dan bernegara untuk mewujudkan ketertiban nasional sosial. kesehatan dan lain-lain. Pembangunan yang bersifat lahiriah dilaksanakan untuk memenuhi kebutuhan hajat hidup fisik manusia. pembangunan nasional bertujuan mewujudkan manusia dan masyarakat Indonesia yang seutuhnya. perkantoran. Pelaksanaannya mengacu pada kepribadian bangsa-bangsa dan nilai luhur yang universal untuk mewujudkan kehidupan bangsa yang berdaulat. serta kukuh kekuatan moral dan etikanya. pangan. Sementara itu. misalnya sandang. yakni sejahtera lahir dan batin. Makna Pembangunan Nasional Pembangunan nasional merupakan usaha peningkatan kualitas manusia dan masyarakat Indonesia secara berkelanjutan dengan memanfaatkan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. pabrik. menjaga ketertiban dan keamanan. olahraga. pengairan. Untuk mengetahui proses pembangunan nasional itu berlangsung. sejahtera. sarana dan prasarana transportasi. dan administrasi. perumahan. hiburan. seperti mengikuti program wajib belajar. dan lain-lain.

2) Terwujdnya masyarakat. kesetaraan. Visi Pembangunan Nasional 1) Terwujudnya kehidupan masyarakat. yaitu : 1) Strategi penataan kembali Indonesia yang diarahkan pada sistem ketatanegaraan yang dilandasi dengan berdirinya negara kebangsaan Indonesia. dan negara yang aman bersatu. bangsa dan negara yang menjunjung tinggi hukum. bangsa. dan hak asasi manusia. dan damai. serta 3) Terwujudnya perekonomian yang mampu menyediakan kesempatan kerja dan penghidupan yang layak. dimaksudkan untuk mengembangkan sistem sosial politik yang tangguh sehingga sistem dan kelembagaan ketatanegaraan yang terbangun tahan menghadapi berbagai goncangan sebagai suatu sistem sosial politik yang berkelanjutan. Strategi ini bermaksud untuk membangun demokrasi yang dijiwai oleh Pancasila dan Pembukaan UUD 1945. tetap tegaknya NKRI.cxiv b. rukun. yang meliputi Pancasila. serta memberikan pondasi yang kokoh bagi pembangunan yang berkelanjutan. 2) Mewujudkan Indonesia yang adil dan demokratis. Didalam mewujudkan visi dan menjalankan misi pembangunan nasional. ditempuh 2 (dua) strategi pokok pembangunan. c. Strategi pembangunan pertama. Misi Pembangunan Nasional 1) Mewujudkan Indonesia yang aman dan damai. yaitu demokrasi yang mengandung elemen tanggung jawab disamping hak. . serta tetap berkembangnya pluralisme dan keberagaman dengan prinsip Bhinneka Tunggal Ika 2) Strategi pembangunan Indonesia yang diarahkan untuk membangun Indonesia di segala bidang merupakan perwujudan dari amant yang tertera jelas dalam pembukaan UUD 1945. i. serta 3) Mewujudkan Indonesia yang sejahtera. UUD 1945.

Strategi pembangunan kedua. dan proses untuk mencapai kehematan. struktur. Struktur dan Proses Secara sederhana unsur-unsur utama sistem manajemen nasional bidang ketatatnegaraan meliputi hal-hal berikut : a) Negara sebagai “organisasi kekuasaan” mempunyai hak dan peranan atas pemilikan. proses.cxv ii. Manajemen Nasional Manajemen nasional pada dasarnya merupakan sebuah sistem sehingga lebih tepat jika digunakan istilah bersifat “sistem manajemen nasional” layaknya sebuah adalah sistem. diarahkan pada dua sasaran pokok. fungsi serta lingkungan yang mempengaruhi. Secara lebih sederhana dapat dikatakan bahwa sebuah sistem sekurang-kurangnya harus dapat menjelaskan unsur. pada pembahasannya komprehensif-strategis-integral. d. daya guna dan daya nasional demi mencapai tujuan nasional. struktur. yaitu pemenuhan hak dasar rakyat serta penciptaan landasan pembangunan yang kokoh. sistem manajemen nasional dapat menjadi kerangka dasar. pedoman serta sarana bagi perkembangan proses pembelajaran (learning process) ataupun penyempurnaan fungsi penyelenggaraan pemerintahan yang bersifat umum ataupun untuk pembangunan. . landasan. Unsur. Proses penyelenggaraan yang serasi dan terpadu meliputi siklus kegiatan perumusan kebijaksanaan (policy formulation) pelaksanaan kebijaksanaan (policy implementation). dan penilaian hasil kebijaksanaan (policy evaluation) terhadap berbagai kebijaksanaan nasional. termasuk usaha produksi serta distribusi barang dan jasa bagi kepentingan masyarakat umum (public goods and services). pengaturan dan pelayanan yang diperlukan dalam mewujudkan cita-cita bangsa. 1. Dengan demikian. Orientasinya penemuan dan pengenalan (identifikasi) faktor-faktor strategis secara menyeluruh dan terpadu. Sistem manajemen nasional merupakan perpaduan antara nilai.

Keluaran tersebut pada umumnya berupa berbagai kebijaksanaan yang lazimnya dituangkan ke dalam bentuk-bentuk perundangan/peraturan . tatanan dalam (TAN + TLP) dapat disebut Tatanan Pengembalian Berkewenangan (TPKB).cxvi b) Bangsa Indonesia sebagai unsur “pemilik negara” berperan dalam menentukan sistem nilai dan arah/haluan/kebijakan negara yang digunakan sebagai landasan dan pedoman bagi penyelenggaraan fungsi-fungsi negara. unsur-unsur utama sistem Manajemen Nasional (SISMENNAS) tersebut secara structural tersusun atas empat tananan (setting). partai politik. Arus keluar ini pada dasarnya merupakan tanggapan pemerintah terhadap berbagai tuntutan. penyelenggaraan TPKB memerlukan proses arus masuk yang dimulai dari TKM melalui TPN. tantangan. Tata laksana dan tata administrasi pemerintahan merupakan tatanan dalam (inner setting) dari SISMENNAS. Kata kewenangan disini mempunyai konotasi bahwa keputusan-keputusan yang diambil adalah berdasarkan kewenangan yang dimiliki oleh si pemutus kewenangan berdasarkan hukum. SISMENNAS berpusat pada satu rangkaian pengambilan keputusan yang berkewenangan yang terjadi pada tatanan dalam TAN dan TLP. organisasi kepentingan. Rangkaian kegiatan dalam TPKB menghasilkan berbagai keputusan yang terhimpun dalam proses arus keluar yang selanjutnya disalurkan ke PTN dan TKM. serta peluang dari lingkungannya. Sementara itu. Masukan ini berintikan kepentingan rakyat. Karena itu. dan pers. keputusan-keputusan itu bersifat mengikutserta dapat dipaksakan (compulsory) demham sanksi-sanksi atau dengan insentif dan disinsentif tertentu yang ditujukan kepada seluruh anggota masyarakat. Tata Politik Nasional (TPN). Adapun yang dilihat dari dalam ke luar adalah Tata Laksana Pemerintahan (TLP). d) Masyarakat adalah unsur “penunjang dan pemakai” yang berperan sebagai kontributor. c) Pemerintah sebagai unsur “manajer dan penguasa” berperan dalam penyelenggaraan fungsi-fungsi pemerintahan umum serta pembanunan kearah cita-cita bangsa dan kelangsungan pertumbuhan negara. penerima dan konsumen bagi berbagai hasil kegiatan penyelenggaraan fungsi pemerintahan seperti yang telah disebutkan. Dilihat dari sisi prosesnya. Aspirasi dari TKM dapat berasal dari terselenggaranya kegiatan rakyat. Sehubungan dengan ini. dan Tata Kehidupan Masyarakat (TKM). Tata Administrasi Negara (TAN). kelompok berpengaruh. baik secara individual maupun melalui organisasi kemasyarakatan. Sejalan dengan pokok pikiran sebelumnya.

terdapat suatu proses umpan balik sebagai bagian dari siklus kegiatan fungsional SISMENNAS yang menghubungkan Arus Keluar dan Arus Masuk ataupun Tatanan Pengambilan Keputusan Kerkewenangan (TPKB). Sementara itu. setiap warga negara terdorong untuk setia pada negara. serta menyelenggarakan berbagai tugas dan pekerjaan dalam rangka TPKB. Hal ini berarti bahwa segenap usaha dan kegiatan SISMENNAS diarahkan pada penjaminan hak dan penertiban kewajiban rakyat. taat kepada falsafah. secara procedural. SISMENNAS memiliki fungsi pokok. yaitu “pemasyarakatan politik”. Di dalam Tata Politik Nasional (TPN). mengenali. serta taat pada peraturan dan perundangan.cxvii yang sesuai dengan permasalahan. 2. Hak rakyat pada pokoknya adalah terpenuhinya berbagai kepentingan rakyat. . permasalahan dan kebutuhan tersebut diolah serta dijabarkan sebagai kepentingan nasional. Dengan demikian. Dalam proses arus masuk terdapat dua fungsi. efek atau akibat dari terpadunya sebuah organisasi atau sistem dalam rangka pembenahan (adaptasi) serta penyesuaian (adjustment) dengan tata lingkungannya untuk memelihara kelangsungan hidup dan mencapai tujuan-tujuannya. Pemilihan kepemimpinan berfungsi memberikan masukan tentang tersedianya orang-orang yang berkualitas untuk menempati berbagai kedudukan dan jabatan tertentu. Fungsi Sistem Manajemen Nasional Fungsi disini dikaitkan dengan pengaruh. Dalam proses melaraskan diri serta pengaruh mempengaruhi dengan lingkungan itu. Fungsi pengenalan kepentingan adalah untuk menemukan. yaitu pengenalan kepentingan dan pemilihan kepemimpinan. serta klasifikasi kebijakan dan instansi yang mengeluarkannya. serta merumuskan berbagai permasalahan dan kebutuhan rakyat yang terdapat pada struktur pada Tata Kehidupan Masyarakat (TKM). SISMENNAS merupakan satu siklus berkesinambungan. Sehubungan dengan hal ini. sedangkan kewajiban rakyat pada pokoknya adalah keikutsertaan dan tanggungjawab atas terbentuknya situasi dan kondisi kewarganegaraan yang baik.

untuk meningkatkan daya guna dan hasil gunanya. patokan. serta 3) Penyelesaian segala macam perselisihan. Selain itu. Berdasarkan uraian diatas. yaitu pembuatan aturan (rule making). penegakan. serta 3) Penilaian untuk membandingkan hasil pelaksanaan dengan keinginan setelah pelaksanaan selesai. pedoman. yaitu fungsi pengenalan kepentingan dan fungsi pemilihan kepemimpinan yang ditransformasikan dari masukan politik menjadi tindakan administratif. sesuai dengan kebijaksanaan yang dirumuskan. Pada aspek arus keluar. SISMENNAS diharapkan menghasilkan : 1) Aturan. dapat dikatakan bahwa pada arus keluar SISMENNAS memiliki tiga fungsi utama berikut. fungsi-fungsi yang mentransformasikan kepentingan kemasyarakatan ataupun kebangsaan yang bersifat politis terselenggara dalam bentuk-bentuk administrative untuk memudahkan pelaksanannya. Ketiga fungsi TPKB tersebut merupakan proses pengelolaan lebih lanjut secara strategis.cxviii Pada Tatanan Pengambilan Keputusan Berkewenangan (TPKB) yang merupakan inti SISMENNAS. 2) Penyelenggaraan. ataupun pelaksanaan berbagai kebijaksanaan nasional yang lazimnya dijabarkan dalam sejumlah program dan kegiatan. manajerial. pelanggaran dan penyelewengan yang timbul sehubungan dengan kebijaksanaan umum serta program tersebut dalam rangka pemeliharaan tertib hukum. Keputusan-keputusan tersebut merupakan hasil dari fungsi-fungsi yang dikemukakan sebelumnya. dan operasional terhadap berbagai keputusan kebijaksanaan. penerapan. bimbingan dan koordinasi selama pelaksanaan. yang secara singkat dapat disebut kebijaksanaan umum (public policies). Fungsi-fungsi tersebut adalah : 1) Perencanaan sebagai rintisan dan persiapan sebelum pelaksanaan. norma. 2) Pengendalian sebagai pengarahan. dan lain-lain. penetapan .

f) Belum tuntasnya penanganan secara menyeluruh terhadap aksi separatisme di Aceh dan Papua. D. serta kondisi sosial ekonomi budaya yang beragam maka potensi ancaman. dan penghakiman aturan (rule adjudication) yang mengandung arti penyelesaian perselisihan berdasarkan penentuan kebenaran peraturan yang berlaku. antara lain: 1) Masih lambatnya karakter bangsa . h) Dengan wilayah yang sangat luas. b) Kualitas sumber daya manusia Indonesia semakin rendah. baik dari luar negeri maupun dari dalam negeri tidak bias diabaikan. dan lembaga kemasyarakatan.cxix aturan (rule application). serta k) Belum menguatnya pelembagaan politik. g) Masih tingginya kejahatan nasional dan transnasional. seperti : 1. e) Perbaikan kesejahteraan rakyat sangat ditentukan oleh hubungan infrastruktur dalam pembangunan. j) Rendahnya kualitas pelayanan umum terhadap masyarakat. perghormatan dan perlindungan terhadap HAM. d) Kesenjangan pembangunan antar daerah masih lebar. lembaga penyelenggara negara. i) Masih banyaknya peraturan perundang-undangan yang belum mencerminkan keadilan. Disamping masalah pokok diatas. serta munculnya masalah sosial yang mendasar. Pada beberapa hal dalam agenda pembangunan terdapat beberapa masalah yang dihadapi. masih terdapat permasalahan yang mendasar. c) Kualitas manusia dipengaruhi oleh kemampuan dalam mengelola sumber daya alam dan lingkungan hidup. Permasalahan Dan Agenda Pembangunan Nasional Pembangunan nasional merupakan agenda nasional yang merupakan perwujudan dari program kerja pemerintah untuk beberapa tahun kedepan. Permasalahan Pembangunan Nasional a) Masih rendahnya pertumbuhan ekonomi mengakibatkan semakin rendah dan menurunnya tingkat kesejahteraan rakyat. kesetaraan.

6) Strategi pembangunan kedua. ketertiban. pemerintahan. dan pembangunan yang berkelanjutan. 3). yaitu pemenuhan hak dasar rakyat serta penciptaan landasan pembangunan yang kokoh. Penghormatan. Penghapusan diskriminasi dalam berbagai bentuk. 5). serta 5) Kegamangan dalam menghadapi masa depan serta rentannya sistem pembangunan. belum berkembangnya sistem yang memungkinkan masyarakat untuk mengadopsi dan memaknai nilai-nilai kontemporer secara bijaksana. diarahkan pada dua sasaran pokok. serta (7) Pemantapan politik luar negeri dan peningkatan kerjasama internasional. 3) Belum berkembangnya nasionalisme. pemenuhan serta penegakan hukum dan pengakuan atas hak asasi manusia. serta kesejahteraan dan perlindungan anak. 2). 4) Belum terjawantahnya nilai-nilai utama kebangsaan. 7). Prioritas Pembangunan Nasional Indonesia Agenda mewujudkan Indonesia yang damai dan aman meliputi : (1) Peningkatan saling percaya dan harmonisasi antar kelompok masyarakat. 4). . Revitalisasi proses desentralisasi dan otonomi daerah.cxx 2) Belum terbangunnya sistem pembangunan. 2. Peningkatan kualitas kehidupan dan peran perempuan. kemanusiaan serta demokrasi politik dan ekonomi. dan penanggulangan kriminalitas. dan kenegaraan dalam menghadapi perubahan. Penciptaan tata pemerintahan yang bersih dan berwibawa serta Perwujudan lembaga demokrasi yang makin kokoh. (3) Peningkatan keamanan. (2) Mengembangkan kebudayaan yang berlandaskan pada nilai luhur. (4) Pencegahan dan penanggulangan separatisme. Agenda mewujudkan Indonesia yang adil dan demokratis : 1). (5) Pencegahan dan penanggulangan gerakan terorisme. pembenahan sistem hukum nasional dan politik hukum. 6). pemerintahan. (6) Peningkatan pengetahuan pertahanan negara.

Masyarakat yang sebagian besar anggotanya sehat fisik dan mentalk.cxxi Agenda meningkatkan kesejahteraan masyarakat : 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) 8) 9) Penanggulangan kemiskinan Peningkatan investasi dan ekspor nonmigas Peningkatan daya saing industri manufaktur Revitalisasi pertanian Pemberdayaan koperasi dan usaha mikro. Proses pemahaman secara mendalam. dan tahap selanjutnya muncul istilah Community driven development yang diterjemahkan sebagai pembangunan yang diarahkan masyarakat atau diistilahkan pembangunan yang digerakkan masyarakat. tentu memiliki keberdayaan yang tinggi. Keberdayaan dalam konteks masyarakat adalah kemampuan individu yang bersenyawa dalam masyarakat dan membangun keberdayaan masyarakat yang bersangkutan. kecil dan menengah. Konsep pemberdayaan masyarakat mencakup pengertian community development (Pemberdayaan masyarakat) dan Community-based development (pembangunan yang bertumpu pada masyarakat). kejuangan. . terdidik dan kuat serta inovatif. kegotongroyongan. maka ada pula nilai-nilai intrinsic dalam masyarakat yang juga menjadi sumber keberdayaan. serta Pemantapan stabilitas ekonomi makro Agenda Pemberdayaan masyarakat : Agenda utama dalam meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat adalah Pemberdayaan Masyarakat. seperti nilai kekeluargaan. Namun selain nilai fisik tersebut di atas. maka perlu dipahami tentang arti dan makna keberdayaan dan pemberdayaan masyarakat. dan yang khas pada masyarakat Indonesia yaitu Kebhinekaan. Peningkatan pengelolaan BUMN Peningkatan ilmu pengetahuan dan teknologi Perbaikan iklim ketenagakerjaan.

oleh rakyat. dan untuk rakyat. maka juga perlu dipahami tentang tujuan pembangunan. artinya mampu menjabarkan dan melaksanakan rumusan-rumusan kebijaksanaan Negara (public policies) dengan baik. Birokrasi tersebut harus dapat berjalan efektif. pendekatan.cxxii Keberdayaan masyarakat merupakan unsur-unsur yang memungkin masyarakat untuk bertahan (survive) dan dalam pengertian dinamis mengembangkan diri dan mencapai suatu kemajuan. Demokrasi ekonomi secara harfiah berarti kedaulatan rakyat dibidang ekonomi. Berkaitan hal tersebut. dan kegiatan ekonomi yanga berlangsung adalah dari rakyat. Dalam paham bangsa Indonesia. sedangkan pemerintah (birokrasi) berkewajiban untuk mengarahkan. serta menciptakan iklim yang menunjang masyarakat untuk berkreasi secara maksimal sesuai dengan bakat dan kemampuan yang mereka miliki. Negara mempunyai birokrasi. membimbing. Keberdayaan masyarakat ini menjadi sumber dari apa yang dalam wawasan politik pada tingkat nasional disebut Ketahanan Nasional. aspirasi masyarakat yang tertampung harus diterjemahkan menjadi rumusan-rumusan kegiatan yang nyata. Meskipin pemberdayaan masyarakat bukan semata-mata konsep ekonomi. Memberdayakan masyarakat adalah upaya untuk meningkat harkat dan martabat lapisan masyarakat Indonesia yang dalam kondisi sekarang tidak mampu melepaskan diri dari perangkap kemiskinan dan keterbelakangan. pemilikan modal. untuk mencapai tujuan dan sasaran yang dikehendaki. dari sudut pandang yang lain. masyarakat adalah pelaku utama pembangunan. aspek kelembagaan beserta mekanismenya serta strategi dalam . akses ke pasar dan kedalam sumber-sumber informasi serta keterampilan manajemen. Dengan kata lain memberdayakan masyarakat adalah memampukan dan memandirikan masyarakat secara maksimal. Konsep ini menyangkut penguasaan teknologi. Untuk menerjemahkan rumusan menjadi suatu kegiatan nyata. Agar demokrasi ekonomi dapat berjalan. konsep pemberdayaan masyarakat dalam konteks perkembangan paradigm pembangunan. bahwa pemberdayaan masyarakat secara implisit mengandung arti menegakkan demokrasi ekonomi.

Turut hadir menyaksikan peluncuran Perpres tersebut adalah para Menteri KIB II dan Kepala UKP4.cxxiii mewujudkannya. Secara umum perencanaan yang disusun di dalam dokumen tersebut merupakan penerjemahan dari visi dan misi presiden dan wakil presiden terpilih. kemiskinan yang bersifat multidimensi. Staf Khusus Presiden. maka permasalah-permasalahn nyata yang terjadi di Indonesia adalah konsumsi penduduk. yaitu: (1) strategi pertumbuhan yang berkualitas (quality growth). akan dikaji melalui proses diskusi kelompok pada kelas pembelajaran). E. Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres). Serangkaian dengan hal tersebut di atas. dan (3) strategi perlindungan sosial (social protection). Penyusunan RPJMN ini merupakan tugas pemerintah yang diamanatkan kepada Bappenas dan tertuang dalam UU No. para Gubernur seluruh Indonesia. serta mengakomodasi arahan dari Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2005-2025. pemerintah menetapkan empat strategi. (2) strategi peningkatan akses pelayanan dasar bagi keluarga miskin (accessibility to basic public service). 5 Tahun 2010. UU SPPN menyatakan bahwa dokumen perencanaan jangka menengah (RPJMN) ditetapkan dengan Peraturan Presiden paling lambat tiga bulan setelah Presiden dilantik. yaitu memantapkan penataan kembali Indonesia di segala bidang dengan menekankan upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia termasuk pengembangan kemampuan ilmu dan teknologi serta penguatan daya saing perekonomian. serta (4) strategi pemberdayaan masyarakat (community development). Draf Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahun 2010-2014 Presiden RI telah meluncurkan Dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahun 2010-2014 dalam bentuk Peraturan Presiden (Perpres) No. Oleh karena itu. dan Kepala Bappeda seluruh Indonesia. dan kesenjangan antar wilayah. 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (SPPN). (Khusus bahasan ini. Kepala LPNK. RPJMN 2010-2014 merupakan tahap .

yaitu terwujudnya Indonesia yang Sejahtera. Buku II memuat rencana pembangunan yang mencakup bidang-bidang kehidupan masyarakat sebagaimana tertuang dalam RPJPN 2005-2025 yang bertema memperkuat sinergi antarbidang pembangunan dalam rangka mewujudkan visi pembangunan nasional yang tercantum dalam Buku I. dan kerangka ekonomi makro yang merupakan penjabaran dari visi dan misi Presiden dan Wakil Presiden. Di samping itu. perlindungan anak. Maluku. Kalimantan. dan ketiga. dan ketiga. Strategi dan arah kebijakan pengembangan wilayah jangka menengah adalah pertama. perubahan iklim. Sulawesi. baik sektoral maupun regional untuk mencapai prioritas nasional jangka menengah. memperkuat pilar-pilar demokrasi. didalam Buku II ini juga ditekankan 4 (empat) isu lintas bidang. Buku III menguraikan pembangunan wilayah Indonesia. Untuk mewujudkan visi tersebut telah disusun 3 (tiga) misi jangka menengah. tata kelola pemerintahan yang baik serta kesetaraan gender. . serta Papua. kebijakan umum. diletakkan pengarusutamaan pembangunan yang meliputi pembangunan berkelanjutan. melanjutkan pembangunan menuju Indonesia yang sejahtera. Jawa-Bali.cxxiv kedua dari RPJPN 2005-2025 yang ditetapkan melalui Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2007. yaitu pertama. yaitu wilayah Sumatera. Penyusunan ketiga buku tersebut diarahkan untuk dapat menyinergikan perencanaan pembangunan. dan Berkeadilan. mendorong pertumbuhan wilayah-wilayah potensial di luar Jawa-Bali dengan tetap menjaga momentum pertumbuhan di wilayah Jawa-Bali. kedua. Di dalam rencana berbagai bidang tersebut. yang dibagi ke dalam 7 (tujuh) wilayah pembangunan. memperkuat dimensi keadilan di semua bidang. Nusa Tenggara. yaitu penaggulangan kemiskinan. meningkatkan keterkaitan antarwilayah melalui peningkatan perdagangan antar wilayah untuk mendukung perekonomian . serta pembangunan kelautan berdimensi kepulauan. Demokratis. kedua. meningkatkan daya saing daerah melalui pengembangan sektor-sektor unggulan di tiap wilayah. RPJMN 2010-2014 disusun dalam tiga buku yang merupakan satu kesatuan yang utuh: Buku I memuat strategi.

Demokratis. dokumen perencanaan ini telah diupayakan semaksimal mungkin untuk dapat mengakomodasikan dan melibatkan semua pemangku kepentingan. Dokumen ini menampung tiga hal utama. baik pada tingkatan kementerian/lembaga di pusat dalam menyusun Renstra Kementerian/Lembaga dan menjadi bahan pertimbangan Pemerintah Daerah dalam menyusun rencana pembangunan daerahnya masing-masing serta masyarakat pada umumnya. pelaksanaan National Summit yang bertujuan untuk mendapatkan masukan dari stakeholders. visi dan misi Presiden dan Wakil Presiden. serta ketiga. semua rencana kerja ini disusun lebih realistis dan implementatif. Di dalam penyusunannya. serta meningkatkan akuntabilitas dari pelaksanaan rencana tersebut. . Untuk pelaksanaan lebih lanjut. dan Berkeadilan. dan Berkeadilan. RPJMN ini diharapkan dapat menjadi pedoman dan acuan bagi para pemangku kepentingan dan pelaksana pembangunan. dunia usaha. pertama. yakni dengan memperhatikan.cxxv Lebih jauh lagi. pelaksanaan Musrenbangnas RPJMN 2010-2014 yang bertujuan untuk menyosialisasikan 11 Program Prioritas Pembangunan Nasional dan mendapatkan masukan dari kementerian/lembaga. yaitu terwujudnya Indonesia yang Sejahtera. Perkuatan akuntabilitas juga ditekankan melalui kejelasan institusi penanggung jawab dan pelaksana setiap program dan kegiatan. kedua. Demokratis. pemerintah daerah. serta masyarakat luas. RPJMN akan dijabarkan dalam Rencana Kerja Pemerintah (RKP) yang akan menjadi pedoman bagi penyusunan RAPBN 2011 yang akan kita mulai segera untuk dapat mewujudkan visi pembangunan jangka menengah kita. yaitu terwujudnya Indonesia yang Sejahtera. Rencana kerja yang disusun dilengkapi dengan indikator dan sasaran yang terukur sehingga memudahkan pemantauan dan evaluasi kinerja.

pengambilan keputusan. Masalah etika merupakan masalah yang makin mendapat perhatian di dunia. pemerintahan yang bersih dari KKN. kualitas sumber daya manusia semakin rendah. Watson 2000). dan kehidupan ekonomi yang mensejahterakan rakyat Indonesia. terwujudnya keteraturan sosial dan rasa aman dalam masyarakat yang menjamin kelancaran produktivitas warga masyarakat. Jary dan Jary 1991. keadaan. cara dan alat yang digunakan untuk mencapai cita-cita dan tujuan tertentu. Dimana Negara kesatuan merupakan suatu organisasi dalam suatu wilayah yang memiliki kekuasaan tertinggi yang ditaati oleh rakyatnya. adanya dan ditegakkannya hukum untuk supremasi keadilan. dan distribusi aau alokasi sumber daya. Inti dari cita-cita tersebut adalah sebuah masyarakat sipil demokratis.cxxvi PENUTUP Politik merupakan suatu rangkaian asas. Sehingga. Didalam politik membicarakan hal-hal yang berkaitan dengan Negara kesatuan. yaitu sebuah ideologi yang mengakui dan mengagungkan perbedaan dalam kesederajatan baik secara individual maupun secara kebudayaan (Fay 1996. corak masyarakat Indonesia yang bhinneka tunggal ika bukan lagi keanekaragaman suku bangsaa dan kebudayaannya tetapi keanekaragaman kebudayaan yang ada dalam masyarakat Indonesia. kebijakan. Acuan utama bagi terwujudnya masyarakat Indonesia yang multikultural adalah multikulturalisme. Bangunan Indonesia Baru dari hasil reformasi atau perombakan tatanan kehidupan Orde Baru adalah sebuah "masyarakat multikultural Indonesia" dari puingpuing tatanan kehidupan Orde Baru yang bercorak "masyarakat majemuk" (plural society). Permasalahan pembangunan nasional masih rendahnya pertumbuhan ekonomi. dan rendahnya kualitas pelayanan umum sekarang ini. bahwa cita-cita reformasi untuk membangun Indonesia Baru harus dilakukan dengan cara membangun dari hasil perombakan terhadap keseluruhan tatanan kehidupan yang dibangun oleh Orde Baru. .

Azyumardi. S.2005. Makalah SUSCADOS Angkatan I 2005. Dirjendikti. Desentralisasi dan Pembangunan Untuk Rakyat Miskin. Politik Nasional dan Strategi Nasional Perwujudannya Dalam Perencanaan Berbangsa dan Bernegara. 2005. Himpunan Perundang-undangan. Pendidikan Kewarganegaraan. Sinar Grafika : Jakarta.Makassar. Soeminarno. Jakarta. Demokrasi. ----------.2005. Fokusmedia : Jakarta. Power Point Suscadoswar 2005. Slamet. Jelaskan mekanisme penyusunan politik dan strategi nasional RI! 3. Universitas . Geopolitik Indonesia. Basrie.2001. Jelaskan Stratifikasi politik nasional 4. 2003. Jelaskan pengertian politik dan strategi nasional 2. Jakarta ----------. PPS UB : Malang. Dirjendikti. Gramedia : Jakarta. Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional Tahun 2004-2009. 2000. Pendidikan Kewarganegaraan.2008 Unhas. Hak Asasi Manusia dan Masyarakat Madani. 25 tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (SPPN). dkk. Prenada Media : Jakarta. Jelaskan makna pembangunan nasional BAHAN BACAAN Abdul Wahab. 2005. Chaidir. Tim Dosen Kewarganegaraan Hasanuddin. Handan.cxxvii SOAL LATIHAN Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini : 1. ----------. Undang-Undang No. Azra. makalah SUSCADOS Angkatan I 2005. Beningan Materi Pendidikan Kewarganegaraan. Jakarta.2004. Mansoer.

Culla (1999:3. baik istilah maupun karateristiknya. Selain itu. masyarakat kewargaan. dan umumnya tujuan Negara. masih ada beberapa padanan istilah lainnya. yang sesungguhnya di antara tersebut satu sama lain saling berkaitan. dan civil society di lain pihak. masyarakat sipil. merupakan pengulangan kembali perdebatan “American Liberalisme/communitarianism” yang terpusat pada persoalan: the state atau negara di satu pihak. Pelaksanaan demokrasi juga diarahkan untuk civil society (masyarakat madani ). Misalnya. Tim Nasionol Reformasi Menuju Masyarakat Madani (1999:32) menyarankan untuk menggunakan istilah masyarakat madani sebagai terjemahan dari civil society. Sementara itu. berpendapat bahwa dalam kehidupan ini hanya ada satu komunitas yng dianggap penting.cxxviii BAB VII DEMOKRASI DAN PENDIDIKAN DEMOKRASI PENDAHULUAN A. Menurut pandangan Welzer (1999:1) masalah civil society yang di Indonesia disebut “masyarakat madani”. yang memihak pada pandangan pentingnya negara. masyarakat berbudaya. yang kini menjadi pusat perhatian dan perdebatan akademis di berbagai belahan bumi. masyarakat beradab. konsep masyarakat madani ini terhitung masih baru dan masih banyak diperdebatkan. sebagaimana telah dibahas terdahulu. . Dalam masyarakat madani partisipasi dan kemandiriaan masyarakat sangat di perlukan untuk menyukseskan tujuan pembangunan nasional khususnya. Raharjo:1999) memandang istilah masyarakat madani hanyalah salah satu dari berbagai istilah sebagai padanan kata civil society. seperti masyarakatwarga. Menurut Welzer (1999) seorang civil republikan. Latar Belakang Pelaksanaan demokrasi diIndonesia bertujuan untk kepentingan bangsa dan negera Indonesia. yakni “the political community” atau masyarakat politik yang anggotanya adalah warga negara yang kesemuanya dilihat sebagai active participant in democratic decision making atau partisipan yang aktif dalam pengambilan keputusan yang demokratis. yaitu mewujudkan tujuan nasional. Di Indonesia. di dalamnya peran serta masyarakat dalam penyelenggaraan negara sangatlah besar. Jacobin.

dan demokrasi pancasila. Ada tiga macam demokrasi yang pernah diterapkan dalam kehidupan ketatanegaraan indonesia. 6. Pendidikan demokrasi. 2. Macam-macam demokrasi yang pernah berlaku di indonesia. 8. disamping itu. Perbedaan sistem pemerintah demokrasi dan oteriter. Norma dasar dan asas demokrasi. Mahasiswa mampu menjelaskan makna demokrasi. kelak setelah menamatkan pendidikannya dari perguruan tinggi umum dapat memiliki keterampilan yang dilandasi oleh jiwa sportif dan demokratis. sejak kemerdekaan hingga sekarang. 7. Demokrasi langsung. Pemilu indonesia. memahami tentang demokrasi dan pendidikan demokrasi. 4. mengapa demikian? Juga. Ruang Lingkup Bahan pembelajaran ini akan membahas : 1. 3. demokrasi terpimpin. Definisi demokrasi. yaitu demokrasi liberal. bagaimana pelaksanaan demokrasi pancasila pada era reformasi ini? Marilah kita simak uraian berikut! B. serta 10. terutama pelaksanaan demokrasi di bidang politik. 5. Sasaran Pembelajaran Mahasiswa dapat mengerti. C. Melalui pembelajaran ini mahasiswa diharapkan dapat: 1. Demokrasi perwakilan. 2. Jenis-jenis demokrasi. Ketiga demokrasi tersebut dalam realisasinya mengalami kegagalan. banyak pengalaman dan pelajaran yang dapat diambil.cxxix Dalam perjalanan sejarah bangsa. Mahasiswa mampu menjelaskan bentuk-bentuk demokrasi. . Nilai-nilai demokrasi. serta dapat mengembangkan sikap demokrasi dalam kehidupannya sehari-hari. 9.

6. . Mahasiswa mampu menjelaskan tentang Pendidikan Demokrasi. 4. Mahasiswa mampu menjelaskan keunggulan demokrasi.cxxx 3. 7. 5. Mahasiswa mampu menjelaskan macam-macam demokrasi yang pernah berlaku diindonesia. Mahasiswa mampu menjelaskan dan melaksana demokrasi. Mahasiswa mampu menjelaskan secara terperinci nilai-nialai demokrasi.

Karena rakyat ikut berpartisipasisecara langsung. Istilah Demokrasi pertama kali dipakai di Yunani kuno. berpendapat. untuk menunjukkan sistem pemerintahan yang berlaku di sana. kratos berarti pemerintahanm. menegakkan rule of law. pemerintahannya mendorong dan menjamin kemerdekaan berbicara. adanya pemerintahan mayoritas yang menghormati hak-hak kelompok minoritas dan mayarakat yang warga negaranya saling memberi peluang yang sama. Demokrasi. Kota-kota di daerah Yunani pada waktu itu kecil-kecil.cxxxi URAIAN BAHAN PEMBELAJARAN A. (2) country with governmen which encourages and allows rights of citizenship such as freedom of speeach. Dari kutipan pengertian tersebut. beragama. berserikat. Pemilihan kepala desa itu dilakukan secara sederhana sekali. khususnya di kota Athena. (3) society in which there is treatment of each other by citizans as equals”. Di dalam The Advancced Learner’s Dictionary of Current Enghlish ( Hornby. artinya pemerintahan rakyat. Pemerintahan demokrasi langsung di Indonesia dapat dilihat dalam pemerintahan desa. Arti dan Makna Demokrasi Demokrasi berasal dari bahasa Yunani t artinya rakyat. Kepala desa atau lurah dipilih langsung oleh rakyat desa itu sendiri. diambil keputusan bersama mengenai garis-garis besar kebijaksaan pemerintah yang akan dilaksanakan dan segal permasalahan kemayarakatan. Selain itu. majority rule. Dalam rapat tersebut. accompanied by respect for the rights of minoritiea. dkk. Lalu. Penduduknya tidak begitu banyak sehingga mudah dikumpulkan oleh pemerintah dalam suatu rapat untuk bermusyawarah. Rakyat memberi suara pada calon masing-masing yang dipilih dengan memasukkan lidi kedalam tabung bambu . religion. the assertion of rule of law.: 261) dikemukakan bahwa yang dimaksud dengan Demcracy adalah: “ (1) country with principles of government in which all adult citizens share through their ellected representatives. seperi padi atau pisang. opinion. and associayion. Para calon menggunakan tanda gambar hasil pertanian. pemerintahan itu disebut pemerintahan demokrasi langsung. yaitu pemerintahan yang rakyatnya memegang peranan yang sangat menentukan. tampak bahwa kata demokrasi merujuk pada konsep kehiduoan negara atau masyarakat tempat warga negara dewasa turut berpartisipasi dalm pemerintahan melalui wakilnya yang terpilih.

istilah kepala desa di balai desa untuk membicarakan masalah yang menyangkut kepentingan bersama. c. Setiap warga negara memiliki kesibukan sendiri-sendiri di dalam aktivitas kehidupannya sehingga masalah perintahan cukup diserahkan kepada orang yang berminat dan mempunyai keahlian di bidang pemerintahan negara. Rakyat ttetap merupakanpemegang kekuasaan tertinggi.cxxxii milik caloon yang dipilihnya. Peristiwa semacam ini dikenal istilah musyawarah . b. yang tempat tinggalnya bertebarandi beberapa daerah atau kepulauan. Musyawarah yang baik dengan jumlah peserta yang besar tidak mungkin dilaksanakan. penerapan demokrasi langsung juga mengalami kesukaran. Wakilwakil rakyat yang duduk dalam badan perwakilan inilah yang menjalankan demoknrasi. setiap penduduk dalam jumlah tertentu memilih wakilnya untuk duduk dalam suatu badan perwakilan. Bagi negara-negara modern. pada hari-hari tertentu warga desa dikumpulkan oleh desa. kota-kota terus berkembang dan penduduknyapun terus bertambah demokrasi langsung tidak lagi diterapkan karena: a. Masalah yang dihadapi oleh suatu pemerintah makin rumit dan tidak sederhana lagi. Untuk memudahkan pelaksanaannya. Disamping memilih kepala desa. Hasil persetujuan secara bulat atau mufakat tidak mungkin tercapai karena sulitnya memungut suara dari semua peserta yang hadir Bagi negara-negagra besar yang penduduknya berjuta-juta. Tempat yang dapat menampung seluruh warga kota yang jumlahnya besar tidak mungkin disediakan. Dalam perjalanan sejarah. Istilah demokrasi yang berarti pemerintah rakyat itu sesudah zaman Yunani kuno tidak disebut lagi. Baru setelah meletusnya Revolusi Amerika dan Revolusi Prancis. demokrasi tidak langsung dilaksanakan karena halhal berikut: a. berbeda dengan masalah yang dihadapi desa yang tradisional. Penduduk yang selalu bertambah sehingga suatu musyawarah pada suatu tempat tidak mungkin dilakukan. Hal ini disebut demokrasi tidak langsung atau demokrasi perwakilan. b. Calon yang memiliki lidi terbanyaklah yang terpilih menjadi kepala desa. c.

pluralisme sosial. dapat ditarik dua buah asas pokok sebagai berikut. pemilihan yang bebas dan jujur. Misalnya. misalnya. USIS ( 1995:6 ) mengintisarikan demokrasi sebagai sistem yang memiliki 11(sebelas) pilar atau soko guru. juga mengcakup sistem ekonomidan sistem sosial. pemerintah berdasarkan pesetujuan dari yang diperintah. Namun. Kemudian. hak-hak minoritas. Landasan pokok atau gagasan dasar suatu pemerintah demokrasi ialah pengakuan hakekat manusia. pragmatisme. pembatasan pemerintah secara kostitusional. Pengakuan partisipasi didalam pemerintahan . ekonomi dan politik.persamaan didepan hukum. Sebagai suatu sistem sosial kenegaraan. b. demokrasi dalam arti sistem pemerintahan yang baru ini mempunyai arti yang luas sebagai berikut. juga meliputi demokkrasi ekonomi danpolitik. proses hukum yang wajar. seperti hak kemerdekaan pers. demokrasi dalam arti luas. a. selain mencakup pengertian demokrasi pemerintahan. Dengan demikian. serta kerja sama dan mufakat. a. yang menguasai pemerintahan Di dalam kenyataannya. serta hak memilih dan dipilih untuk badan-badan pewakilan. selain meliputi sistem politik.” . Pengakuan hakikat dan martabat manusia. pemilihan wakil-wakil rakyat untuk lembaga perwakilan rakyat secara bebas dan rahasia b. hak berapat. jaminan hak asasi manusia. tindakan pemerintah untuk melindungi hak-hak asasi manusia demi kepentingan bersama. Mula-mula demokrasi berarti politk yang mengcakup pengertian tentang pengakuan hak-hak asasi manusia. yakni “ kedaulatan rakyat.cxxxiii demokrasi muncul kembali sebagai lawan sistem pemerintahan yang absolut (monarki mutlak). yaitu bahwa pada dasarnya manusia itu mempunyai kemanpuan yang sama dalam hubungan yang satu dengan yang lain. kekusaan mayoritas. nilai-nilai toleransi. digunakan istilah demokrasi dalam arti luas. Berdasarkan gagasan dasar itu. pengertian demokrasi yang paling banyak dibahas dari dahulu sampai sekarang ialah demokrasi pemerintahan.

Demokrasi tidak langsung atau demokrasi perwakilan. Demokrasi berdasarkan cara penyampaian pendapat terbagi ke dalam : 1) 2) Demokrasi langsung. anda akan diperkenalkan lebih jauh tentang jenis-jenis demokrasi sehingga anda akan lebih jelas dimana kedudukan demokrasi langsung / tidak langsungm. Tahukah anda apa yang dimaksud dengan referendum? Ya referendum adalah pemungutan suara untuk mengetahui kehendak rakyat secara langsung. sejumlah rakyat mengsulkan diadakan . dan seterusnya. pengambilan keputusan dijalankan oleh rakyat melalui wakil rakyat yang dipilihnya melalui Pemilu. Dengan kata lain. demokrasi Pancasila. Jadi.cxxxiv B. Dalam demokrasi ini. Demokrasi ini antara lain dijalankan di Swiss . 3) Demokrasi perwakilan dengan sistem pengawasan langsung dari rakyat. Rakyat memilih wakilnya sendiri untuk membuat keputusan politik. referendum ini dilaksanakan untuk meminta persetujuan rakyat terhadap hal yang dianggap sangat penting atau mendasar. a. aspirasi rakyat disalurkan melalui wakil-wakil rakyat duduk di lembaga perwakilan rakyat. b.Demokrasi ini merupakan campuran antara demokrasi langsung dengan demokrasi perwakilan. Jenis-Jenis Demokrasi Pada kegiatan belajar 2. dalam demokrasi langsung rakyat diikutsertakan dalam pengambilan keputusan untuk menjalankan kebijakan pemerintahan. Referendum tidak wajib Referendum ini dilaksanakan jika dalam waktu tertentu setelah rancangan undang-undang diumumkan. Referendum wajib Referendum ini dilakukan ketika ada perubahan atau pembentukan norma penting dan mendasar dalam UUD (konstitusi) atau UU yang sangat politis UUD atau UU tersebut yang telah dibuat oleh lembaga perwakilan rakyat dapat dilaksanakan setelah mendapat persetujuan rakyat melalui pemungutan suara terbanyak.Referendum dibagi menjadi tiga macam” a. Rakyat memilih wakilnya untuk duduk didalam lembaga perwakilan rakyat. tetapi wakil rakyat dalam menjalankan tugasnya diawasi rakyat melalui raferendum dan inisiatif rakyat. dalam demokrasi tidak langsung.

Demokrasi ini berupa menciptakan kesejahteraan seluruh rakyat dengan menempatkan persamaan derajat dan hak setiap orang. Pemerintah bertindak atas kostitusi (hukum dasar). Pemerintah meminta pertimbangangan pada ahli bidang tertentu yang berkaitan dengan permasalahan tersebut. Campur tangan pemeritah diminimalkan. bahkan ditolak. c. Jika dalam wakyu tertentu tidak ada permintaan dari rakyat. c. sehingga demokrasi ini disebut juga demokrasi liberal 2) Demokrasi material Demokrasi material memandang manusia mempunya kesamaan dalam bidang sosial-ekonomi sehingga persamaan bidang politik tidak menjadi prioritas. Demokrasi dibagi berdasarkan prisip ideologi : 1) Demokrasi liberal Demokrasi ini memberikan kebebasan yang luas pada individu. . Indifidu diberi kebebasan yang luas. Tindakan sewenang-wenang pemerintah terhadap warganya dihindari. Referendum konsultatif Referendum ini hanya sebatas meminta persetujuan saja karena rakyat dianggap tidak mengerti permasalahannya. Demokrasi berdasarkan titik perhatian atau perioritasnya terdiri dari : 1) Demokrasi formal Demokrasi ini secara hukum menempatkan semua orang dalam kedudukan yang sama dalam bidang politik. rancangan undang-undang itu dapat menjadi undang-undanmg yang bersifat tetap. tanpa mengurangi kesenjangan ekonomi. Demokrasi semacam ini dikembangkan di Negara sosialis komunis.cxxxv referendum. 3) Demokrasi campuran Demokrasi ini merupakan campuran dari kedua jenis demokrasi sebelumnya. b.

. b) Kekuasaan eksekutif presiden dijalankan berdasarkan kedaulatan yang dipilih dari dan oleh rakyat melalui badan perwakilan . Semua warga negara mempunyai persamaan dalam hukum dan politik. Negara yang dibentuk tidak mengenal perbedaan kelas.cxxxvi 2) Demokrasi rakyat atau demokrasi Proletar Demokrasi ini bertujuan menyejahterakan rakyat. demokrasi dibagi menjadi : 1) Demokrasi sistem parlementer Ciri-ciri pemerintahan parlementer antara lain : a) DPR lebih kuat dari pemerintah . d) Menteri tidak bertanggung jawabkepada DPR. c) Presiden mempunya kekuasaan mengangkat dan memberhentikan menteri . serata e) Presiden dan DPR mempunya kedudukan yang sama sebagai lembaga negara. Ciri-ciri pemerintahan yang menggunakan sistem presidensial adalah sebagai berikut : a) Negara dikepalai presiden . d. c) Program kebijaksanaan kabinet disesuaikan dengan tujuan politik anggota parlemen . tetapi kepada presiden. b) Menteri bertanggung jawab pada DPR.serta d) Kedudukan kepala negara sebagai simbol idak dapat diganggu gugat. Dapatkah anda memberi contoh. negara manakah yang menganut demokrasi parlementer? 2) Demokrasi sistem pemisahan/pebagian kekuasaan (Presidensil). dan tidak dapat saling membubarkan. Bedasarkan wewenang dan hubungan antara alat kelengkapan negara.

lahirlah suatu bentuk demokrasi yang dinamakan demokrasi liberal. sosial. . bentuk demokrasi negara yang satu akan berbeda dengan bentuk demokrasi dengan negara yang lain.cxxxvii C. dan budaya poltik masingmasing. menyelesaikan perselisihan dengan damai dan secara melembaga. berikut akan dibahas bahwa demokrasi didasari oleh beberapa nilai (value). bahkan kadang-kadang diatas kepetingan umum. Berikut adalah nilai-nilai yang diutarakan Henry B. sistem pemerintahan yang liberal ini mendapat dukungan penuh dari rakyat. pengertian pokok itu telah mengalami banyak perubahan. a) b) pengakuan hak-hak asasi manusia sebagai penghargaanterhadap martabat manusia dengan tidak melupakan kepentingan umum. sebagai berikut. Jika dukungan rakyat tidak ada.Mayo: a. Atas dasar itu. Nilai-Nilai Demokrasi Sebenarnya pengertian pokok demokrasi ialah adanya jaminan hak-hak asasi manusia dan partisipasi rakyat. Karena sistem ini sesuai dengan aspirasi rakyat didunia Barat. bentuk demokrasi pada masa sekarang berbeda dari bentuk demokrasi pada masa UUD RIS tahun 1949 dan masa UUD sementara tahun 1950. peranan dan campur tangan pemerintah tidak terlalu banyak didalam kehidupan masyarakat. sulitlah dikatakan bahwa pemerintah itu adalah suatu pemerintahan demokrasi. yang menjunjung hak-hak asasi manusia setinggi-tingginya. Adapun yang paling utama dalam menetukan berlakunya sistem demokrasi disuatu negara ialah ada atau tidaknya asas demokrasi pada sistem itu. Suatu negara dapat memberikan isi dan sifat pada demokrasi yang bebeda dari isi dan sifat demokrasi di negara lain. tetapi bergantung pada perkembangan sejarah. lahirlah sistem-sistem pemerintahan yang liberal. Disamping itu. Didalam sistem pemerintahan ini. Akan tetapi. demokrasi berkembang dalam suatu sistem masyarakat yang liberal (bebas dan merdeka). Misalnya. Oleh karena itu. Dengan demikian. terutama karena faktor politik. ekonomi. Sebagai akibat demokrasi liberal ini. bentuk demokrasi itu pada suatu masa akan berbeda dari bentuk demokrasi masa yang lain. aspirasi. Di dunia Barat. Henry B. dan kebudayaan. dalam pertumbuhanya.Mayo telah mencoba untuk memerinci nilai-nilai ini. Adanya partisipasi dan dukungan rakyat pada pemerintah. dengan catatan tentu saja tidak berarti bahwa setiap masyarakat demokratis memiliki semua nilai-nilai ini.

juga menghubungkan antara rakyat dan pemerintah d. pemerintahan yang bertanggung jawab.cxxxviii b. Abraham Lincoln menyebutkan. untuk melaksanakan nilai-nilai demokrasi perlu diselenggarakan beberapa lembaga berikut a. Pers dan media masa yang bebas untuk menyatakan pendapat. dan untuk rakyat (is a government of the people. Satu dewan perwakilan rakyat yang mewakil golongan-golongan dan kepentingankepentingan dalam masyarakat yang diplih melalui pemilahan umum secara bebas dan rahasia. e. Dewan ini harus mempunyai fungsi pengawasn terhadap penerintah. Berdasarkan UUD 1945 nagara Indonesia adalah negara demokrasi. menjamin tegaknya keadilan. Dalam demokrasi liberal. and the people). Suatu organisasi politik yang mencakup satu atau lebih partai politik. serta f. membatasi pemakaian kekerasan sampai munimum. d. menyelenggarakan pergantian pimpinan secara teratur. by the people. mengakui dan menganggap wajar adanya keanekaragaman. oleh rakyat. Sebenarnya apa yang dimaksud dengan demokrasi itu?. c. Misalnya. seperti di Amerika Serikat dan ada demokrasi Pancasila. ada demokrasi liberal. seperti di Indonesia. Sistem peradilan yang bebas untuk mejamin hak-hak dan mempaertahankan keadilan. . Tentu saja pengawasan yang konstruktif (titik membangun) dan sesuai normatif (akuran yang berlaku). pemerintah dipegang oleh partai yang menang dalam pemilihan umum dan partai yang kalah menjadi pihak oposisi. menjamin terselenggaranya perubahan secara damai dalam suatu masyarakat yang sedang berubah. c. demokrasi adalah pemerintahan dari rakyat. Dengan demikian. Parpol ini menjaling hubungan yang rutin dan berkesinambungan. walaupun pelaksanaan demokrasi di setiap negara sudah beraneka ragam. Demokrasi adalah pemerintahan oleh rakyat dimana kekuasaan tertinggi berada ditangan rakyat dan dijalankan oleh mereka atau wakil-wakil yang mereka pilih dibawah sistem pemilihan yang bebas. e. b. Hampir semua negara di dunia sekarah ini mengatakan dirinya negara demokrasi.

Partisipasi masyarakat dalam pembangunan sekaligus akan menjadi kontrol bagi pelaksanaan pembangunan yang lebih efektif. dapat dicegah hal-hal yang negatif dalam pembangunan. seperti korupsi. serta bagaimana program-program itu dapat menggerakkan partisipasi seluruh masyarakat. Dengan telah diletakkannya dasar-dasar pelaksanaan demokrasi pancasila. Partisipasi yang dibutuhkan bukan hanya karena adanya hasil pembangunan yang dapat dinikmati. Kunci semua pelaksanaan demokrasi . baik dipusat maupun daerah. melainkan karena adanya pertisispasi yang timbul berdasarkan kesadaran dan pengertian terhadap hak-hak dan kewajiban masyarakat. menciptakan prasarana dan sarana yang diperlukan bagi pelaksanaan demokrasi pancasila. persoalan berikutnya adalah bagaimana menggerakkan rakyat untuk berpartisipasi secara penuh dalam pelaksanaan pembangunan politik. Tata cara pelaksanaan demokrasi pacasila dilandaskan atas mekanisme konstitusional karena penyelenggaraan pemerintahan negara Republik Indonesia berdasarkan konstitusi. dan lain-lain. Dengan demikian. Keberhasilan pelaksanaan suatu sistem demokrasi dapat ditunjukkan dengan tingkat partisipasi rakyat pendukungnya. Pelaksanaan demokrasi pancasila harus disertai dengan pembangunan bangsa secara keseluruhan karena pembangunan adalah proses perubahan ke arah kemajuan dan proses pendidikan bangsa untuk meningkatkan mutu kehidupan bangsa. membuat dan menata kembali progrm-program pembangunan di tengahtengah berbagai persoalan yang dialami masyarakat sekarang ini. Kegagalan demokrasi Pancasila zaman orde baru. melalui hukum dan peraturan yang dibuat berdasarkan kehendak rakyat. ketentraman dan ketertiban diharapkan akan lebih mudah diwujudkan. penyalagunaan wewenang. Demokrasi Pancasila hanya akan dapat dilaksanakan dengan baik apabila nilai-nilai yang terkandung di dalamnya dapat dipahami dan dihayati sependukungnya. tetapi lebih pada praktik atau pelaksanaannya yang mengingkari keberadaan demokrasi Pancasila itu. Kegagalan demokrasi pancasila pada zaman orde baru membuat banyak penafsiran mengenai asas demokrasi. dalam era reformasi perlu penataan ulang dan penegasan kembali arah dan tujuan demokrasi pancasila.cxxxix Dengan adanya suatu kehidupan yang demokratis. tidak berasal dari konsep dasar demokrasi Pacasila. Belajar dari pengalaman tersebut. khususnya bagi pemerintah.

cxl tersebut adalah bagaimana pancasila dan UUD 1945 dapat dilaksanakan secara murni dan konsekuen. korupsi. d. Pelaksanaan demokrasi Pancasila pada Orde Reformasi ini tetap harus bersumberkan pada hukum yang berlaku di Indonesia. antara lain sebagai berikut. DPRD. Hal ini karena pemerintahan orde reformasi tetap menjalankan pemerintahannya dengan demokrasi pancasila. umum. dengan pemilihan lagsung anggota DPR. g. Kedudukan ketua MPR terpisah dari ketuaDPR. serta adil dan beradab. a. pemerintah baru menata bidang politik dan hukum (konstitusi). Diberikannya kebebasan bagi warga negara untuk mendirikan partai politik pemilu 1999 diikuti oleh 48 partai politik. Keunggulan Demokrasi Sebagaimana telah diuraikan. Amandemen UUD 1945 yang banyak membatasi kekuatan Presiden. c. Penegakan kehidupan yang lebih demokratis pada orde reformasi telah banyak diupayakan. ciri-ciri demokrasi antara lain : a. keputusan diambil berdasarkan suara rakyat atau kehendak rakyat kebebasan individu dibatasi oleh kepentingan bersama. Usaha tersebut telah dilakukan oleh pemerintah orde baru. rahasia. f. tetapi dalam pelaksanaannya banyak yang menginkarinya sehingga menimbulkan KKN (kolusi. Sebagaimana telah dijelaskan. e. Refungsional lembaga-lembaga tinggi negara. dan Presiden/Wakil Presiden. D. jujur. meski orde baru jatuh. Pers diberi kebebasan sehingga banyak sekali bermunculan media massa (cetak dan elektronik) baru. kepentingan bersama lebih kepentingan daripada kepentingan individu atau golongan. b. Dengan demikian. demokrasi pancasila tidak ikut jatuh. sedangkan bidang lainnya masih terus dalam tahap penataan. Diselenggarakannya pemilu tahun 1999 dengan berasaskan bebas. . dalam tahap awal reformasi ini. dan nepotisme). langsung. b. Diselenggarakannya pemilu 2004.

Moboraksi adalah pemerintahan yang dikuasai olah kelompok orang untuk kepentingan kelompok yang berkuasa. mengapa demikian? Juga. bagaimana pelaksanaan demokrasi pancasila pada era reformasi ini? Marilah kita simak uraian berikut! Demokrasi liberal bermuara pada kegagalan konstituante menetakan UUD pengganti UUDS 1950. Partisipasi rakyat dalam pemerintahan dibatasi atau bahkan ditoadakan dengan dihapusnya lembaga perwakilan rakyat dan keputusan hukum tertinggi ada pada tangan segelintir orang tersebut. serta kedaulatan ada di tangan rakyat. yaitu demokrasi liberal. d. dan lembaga perwakilan rakyat mempunyai kedudukan penting dalam sistem kekuasaan negara. E. Biasanya mobokrasi dipimpin oleh sekelompok orang yang mempunyai motivasi yang sama. Setelah anda munyimak ciri dari demokrasi dan nilai-nilai demokrasi sebagaimana telah diuraikan. demokrasi terpimpin. terutama pelaksanaan demokrasi di bidang politik. bukan untuk kepentingan rakyat. coba bandingkan dengan bentuk pemerintah berikut: Oligarki adalah sistem pemerintahan yang dijalankan oleh segelintir orang banyak. Demokrasi terpimpin di bawah pemerintahan Orde Lama dan demokrasi Pancasila di bawah pemerintahan Orde Baru. tidak ada peraturan yang benar-benar dapat dipatuhi.cxli c. Anarki adalah pemerintahan yang kekuasaannya tidak jelas. sejak kemerdekaan hingga sekarang. banyak pengalaman dan pelajaran yang dapat diambil. Ada tiga macam demokrasi yang pernah diterapkan dalam kehidupan ketatanegaraan di Indonesia. dan demokrasi Pancasila. segala sesuatu yang dijalankan pemerintah adalah untuk kepentingan rakyat. Meskipun konsep awal pada periode tersebut . kekuasaan merupakan amanat rakyat. Diktator ialah kekuasaan yang terpusat pada seseorang yang berkuasa mutlak (otoriter). Demokrasi dan Pelaksanaannya di Indonesia Dalam perjalanan sejarah bangsa. Setiap individu bebas menentukan kehendaknya sendiri-sendiri tanpa aturan yang jelas. Ketiga demokrasi tersebut dalam realisasinya mengalami kegagalan.

serta pengendalian diri. Dalam era reformasi ini. kritis. tetapi pada akhirnya kekuasaan terpusat pada tangan seorang Presiden. tidak bisa tidak. Adapun nama demokrasi itu semuanya harus tetap dalam kerangka supremasi hukum dan peraturan perundangan yang berlaku. Kegagalan orde lama dan orde baru untuk menegakkan nilai-nilai demokrasi menyebabkan bergulirnya reformasi. rasional. Pelaksanaan Demokrasi Parlementer tersebut . janganlah melupakan masa lalu dan jasa para pemimpin terdahulu. terti. Demokrasi yang berlaku ddii negara ini (misalnya. teliti. lugas. demokrasi Pancasila) berlainan prosedur pelaksanaannya dengan demokrasi Barat yang lieral. Untuk dapat mewujudkan keadaan seperti itu. harus dimiliki nilai dan sikap disisplin yang tercermin pada sikap taat asas. Oleh sebab itu. Siapkah kita menyongsong demokrasi masa depan seandainya sesuai dengan harapan? Demokrasi yang diterapkan di Indonesia berbeda dengan demokrasi yang dipraktikkan di negara lain. diharapkan tidak terulang lagi kesalahan yang sama. demokrasi Terpimpin. negara kesatuan RI pernah melaksanakan demokrasi Parlementer. a. dan demokrasi Pancasila. antisipatif. terbuka. Jadi. pelaksanaan demokrasi pada era reformasi sekarang ini diharapkan tidak salah arah. Dalam perjalanan sejarah politik bangsa. perlu dikembangkan nilai-nilai sikap cerdas. seperti analisis. kooperatif. tegas. serta menjaga keamanan dan kebersamaan. Semua ini diungkapkan dan dibahas sebagai bahan kajian dan pembelajaran. dibawah ini akan diuraikan penjelasannya. penuh perhitungan. Bukankah pengalaman itu adalah guru yang terbaik? Berdasarkan pengalaman yang dijadikan pelajaran. demokratis. diharapkan nilai-nilai demokrasi dapat ditegakkan. ikhlas. Demokrasi Parlementer (Liberal) Demokrasi Parlementer di negara kita telah dipraktikkan pada masa berlakunya UUD 1945 periode pertama (1945-1949). Dengan belajar dari pengalaman. sepanjang hakikat demokrasi tercermin dalam konsep dan pelaksanaannya. Untuk lebih memahami perkembangan pemerintahan demokrasi yang pernah ada Indonesia. Hal ini bukanlah pengingkaran terhadap demokrasi. kemudian dilanjutkan pada masa berlakunya RIS 1949 dan UUDS 1950.cxlii dimaksudkan sebagai implementasi dari sila keempat Pancasila.

kabinet sering diganti? Hal ini terjadi karena dalam negara demokrasi dengan sistem kabinet parlementer. Pada saat itu. antara lain Kabinet Syahrir I. yaitu Kabinet Natsir. Beranjak dari berbagai kegagalan dan kelemahan itulah maka demokrasi parlementer di indonesia ditinggalkan dan diganti dengan demokrasi terpimpin sejak 5 Juli 1959. 1950-1959 umur kabinet kurang lebuh hanya satu tahun dan terjadi tujuh kali pergantian kabinet. Kabinet Syahrir II. maka DPR dapat menjatuhkan kabinet dengan mosi tidak percaya. selama tahun 1945-1959 dikenal beberapa kabinet. Ali Sastro Amidjojo II. Sukimin. Pada masa berlakunya Demokrasi Parlementer (1945-1959). Pertentangan tersebut terus berlanjut dan tidak pernah mencapai kesepakatan. Mengapa dalam sistem pemerintahan parlementer. yaitu satu pihak ingin tetap mempertahankan Pancasila sebagai dasar negara.cxliii secara yuridis formal berakhir pada tanggal 5 juli 1959 bersamaan dengan pemberlakuan kembali UUD 1945. Sebagai contoh dapat dikaji peristiwa kegagalan konstituante memperoleh kesepakatan tentang dasar negara. Salah satu faktor penyebab ketidak stabilan tersebut adalah sering bergantinya kabinet yang bertugas sebagai pelaksana pemerintahan. dan Kabinet Juanda. terdapat dua kubu yang bertentangan. . jelas bahwa keadaan partai-partai politik pada saat itu lebih menonjolkan perbedaan-perbedaan paham dari pada mencari persamaan-persamaan yang dapat mempersatukan bangsa. Sementara itu. dan Kabinet Amir Syarifuddin. kehidupan politik dan pemerintahan tidak stabil sehingga program dari suatu kabinet tidak dapat dilaksanakan dengan baik dan berkesinambungan. Apabila kebijakan kabinet tidak sesuai dengan aspirasi rakyat yag tercermin di DPR (parlemen). dan dipihak lain menghendaki kembali pada Piagam Jakarta yang berarti menghendaki Islam sebagai dasar negara. Merujuk pada kenyataan politik pada masa itu. Wilopo. kedudukan kabinet berada di bawah DPR (parlemen) dan keberadaannya sangat bergantung pada dukungan DPR. Faktor lain yang menyebabkan tidak tercapainya stabilitas politik adalah perberdaan pendapat yang sangat mendasar di antara partai politik yang ada saat itu. Misalnya.

Deemokrasi Terpimpin menonjolkan “kepimimpina” yang jauh lebih besar daripada demokrasinya sehingga idedasar demokrasi kehilangan artinya. Apabila dikaji dari hakikat dan ciri negara demokrasi. Dekrit presiden dipandang sebagai usaha untuk mencari jalan dari kemacetan politik melalui pembentukan kepemimpinan yang kuat untuk mencapai hal tersebut. maka kebijakan pemerintah sering kali menyipan dari ketentuan UUD 1945. Demokrasi Pancasila Terpimpin Adanya kegagalan konstituante dalam menetapkan UUD baru. Secara konsepsional. di Indonesia pada saat itu digunakan demokrasi terpimpin. baik dalam kehidupan politik maupun dalam tatanan kehidupan ekonomi. Dalam konteks ini.pimpinan DPR/MPR dijadikan menteri sehingga otomatis menjadi pembantu Presiden.dan keyakinan terhadap keburukan yang diakibatkan oleh praktik Demokrasi Parlementer (liberal) yang melahirkan tepecahnya masyarakat. Istilah Demokrasi terpimpin untuk pertama kalinya dipakai secara resmi dalam pidato presiden Soekarno pada 10 November 1956 ketika membuka sidang konstituante di Bandung. . dapat dikatakan bahwademokrasi terpimpin dalam banyak aspek telah menyimpang dari dari demokrasi konstitusional. Persoalan sekarang. pada 1960 presiden membubarkan DPR hasil pemilihan umum tahun 1955 dan digantikan oleh DPR Gotong Royong melalui penetapan Presiden. mengapa lahir demokrasi Terpimpin? Demokrasi terpimpintimbul dari keisyafan.misalnya. kesadaran. mengandung arti bahwa yang membimbing dan sekaligus landasan kehidupan demokrasi di Indonesia adalah sila keempat pancasila. maka pada 5 Juli 1959 Presiden Soekarno mengeluarkan suatu keputusan yang dikenal dengan Dekrit Presiden. dan tidak pada perseorangan atau pimpinan.demokrasi terpimpin berarti pemerintah rakyat yang dipimpin oleh hikmatkebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan. III/MPRS/1963.dan pengankatan Presiden seumur hidup melalui Tap.cxliv b. yang diikuti suhu politik yang memanas dan membahayakan keselamatan bangsa dan negara. Akibat dominannya kekuasaan presiden dan kurang berfungsinya lembaga legislatif dalam mengontrol pemerintahan. MPRS No.

berlainan dengan demokrasi sentralisme. Kesusilaan. dalam arti melahirkan pendapat yang sehat dan yang membangun. ekonomi dan sosial. 2) demokrasi Terpimpin adalah demokrasi yang cocok dengan kepribadian dan dasar hidup bangsa Indonesia. Berdasarkan pokok pikiran di atas. Yakni Batas Keselamatan Negara. Adapun yang penting ialah perwakilan yang harus dipimpin dengan hikmat kebijaksanaan: a) Tujuan Melaksanakan Demokrasi Terpimpin Ialah Mencapai Suatu Masyarakat Yang Adil Dan Makmur. konsep-konsep tersebut tidak direalisasikan sebagaimana mestinya sehingga seing kali menyimpang dari nilai-nilai pancasila. Kepentingan Rakyat Banyak. demokrasi terpimpin memiliki kelebihan yang dapat mengatasi permasalahan yang dihadapi masyarakat pada waktu itu. Dan Pertanggung Jawaban Kepada Tuhan: c) masyarakat adil makmur tidak lain daripada suatu masyarakat teratur dan terpimpin. diharuskan dalam alam demokrasi terpimpin. 3) demokrasi Terpimpin adalah demokrasi di segala soal kenegaraan dan kemasyarakatan yang meliputi bidang politik. Yang Penuh Dengan Kebahagiaan Material Dan Spiritual. Tetapi Dalam Batas-Batas Tertentu. tampak bahwa demokrasi Terpimpin tidak bertentangan dengan pancasila dan UUD 1945. penyiasatan yang di akhiri dengan pengaduan kekuatan. serta penghitungan suara pro dan kontra. serta budaya bangsa Indonesia. 4) inti daripada pimpinan dalam demokrasi terpimpin adalah permusyawatan yang di pimpin oleh hikmat kebijaksanaan. Hal itu dapat dilihat dari ungkapan Bung Karno ketika memberikan amanat pada konstituante tanggal 22 April 1959 tentang pokok-pokok demokrasi terpimpin antara lain: 1) demokrasi Terpimpin bukanlah diktator. b) Sebagai Alat. juga karena . dan budaya bangsa. dan berbeda pula dengan demokrasi liberal yang dipraktikkan selama ini. bukan oleh perdebatan. UUD 1945. selain terletak pada presiden. Penyebab penyelewengan tersebut.cxlv Secara konsepsional pula. serta 5) oposisi. Demokrasi Terpimpin Mengenal Juga Kebebasan Berpikir Dan Berbicara. Namun dalam praktiknya.

Jadi demokrasi pancasila berpangkal tolak dari kekeluargaan dan gotongroyang. haruslah menjamin persatuan dan kesatuan bangsa. .royong. Misalnya. serta harus dimanfaatkan untuk mewujutkan keadilan sosial. Secara lengkap makna demokrasi pancasila adalah: “ Kerakyatam yang dipimpin oleh hikmat kebijaksaan dalam permusyawaratan/ perwakilan. Demokrasi Pancasila pada Orde Baru 1. yang berketuhanan Yang Maha Esa. yang berpersatuan Indonesia. Latar Belakang dan Makna Demokrasi Pancasila Banyaknya berbagai penyelewengan dan permasalahan yang dialami bangsa Indonesia pada masa berlakunya demokrasi parlementer dan demokrasi terpimpin. menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan sesuai dengan martabat dan harkat manusia. Sejak lahirnya Orde Baru diberlakukan Demokrasi Pancasila sampai saat ini. Berdasarkan rumusan tersebut terkandung arti bahwa dalam menggunakan hak-hak demokrasi haruslah disertai tanggung jawab kepada Tuhan Yang Maha Esa menurut keyakinan agama masing-masing. dan menghargai hak individu yang tidak terlepas dari kepentingan sosial. serta yang berkeadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. “kebebasan” berpendapat merupakan hak setiap warga negara yang harus dijunjung tinggi oleh penguasa. yang berkemanusiaan yanng adil dan beradab. c. khususnya di masyarakat pedesaan. dianggap karena kedua jenis demokrasi tidak cocok diterapkan di Indonesia yang bernapaskan kekeluargaan dan gotong. Semangat kekeluargaanitu sendiri sudah lama danut dan berkembang dalam masyarakat indonesia. Secara konsepsional. Dalam demokrasi Pancasila hak tersebut tetap dihargai. tetapi harus diimbangi dengan kebebasan yang bertanggung jawab. sumber filosofi yang paling tepat adalah aliran pikiran Integralistik. Demokrasi Pancasila bersumberkan pada pola pikir dan tata nilai sosial budaya bangsa Indonesia. Menurut Soepomo dalam masyarakat yang dilandasi semangat kekeluargaan. demokrasi pancasila masih dianggap dan dirasakan paling cocok diterapkan di Indonesia. serta situasi sosial politik yang tidak menentu saat itu.cxlvi kelemahan Legislatif sebagai partner dan pengontrol eksekutif.

aspek-aspek yang terkandung demokrasi pancasila itu adalah: a. yakni aspek yang mengetengahkan tujuan atau keinginan yang hendak dicapai. Ciri dan Aspek Demokrasi Pancasila Demokrasi pancasila memiliki ciri khas. kehidupan ketatanegaraan harus berdasarkan atas kelembagaan hal ini bertujuan untuk menyelesaikan segala sesuatu melalui saluran-saluran tertentu sesuai dengan UUD 1945. hal ini penting untuk menghindari adnya kegoncangan politik dalam negara. Aspek Normatif (kaidah). d. b. antara lain bersifat kekeluargaan dan kegotongroyongan yang bernafaskan Ketuhanan Yang maha Esa. yakni aspek yang mempersoalkan proses dan caranya rakyat menunjuk wakilnya dalam badan perwakilan rakyat dan dalam pemerintahan. Menurut S. dan martabat tersebut. Norma penting yang harus diperhatikan adalah persatuan dan soladaritas.yakni aspek yang mengemukakan gambaran manusia. dalam demokrasi Pancasila nilai-nilai perbedaan tetap dipelihara sebagai sebuah kekayaan dan anugrah Tuhan YME.menghargai hak-hak asasi manusia dan menjamin adanya hak-hak miniritas. Aspek Formal. indonesia sesuai dengan gambaran. Selain mewarnai berbagai bidang kehidupan seperti poltik. sosial.terbuka. c. 2). keadilan. Aspek Optatif. pengambilan keputusan sedapat mungkin didasarkan atas musyawarah untik mufakat. negara Kesejahteraan.Pamudji dalam bukunya “Demokrasi Pancasila dan Ketahanan Nasional”. yakni aspek yang mengungkapkan seperangkat norma atau kaidah yang menjadi pembimbing dan kriteria dalam mencapai tujuan kenegaraan. dan jujur untuk mencapai konsensus bersama. demokrasi pancasila pun mengandung berbagai aspek.yaitu terciptanya negara Hukum. ekonomi.dan negara kebudayaan . Tujuan ini meliputi tiga hal. serta bagaimana mengatur permusyawaratan wakil rakyat secara bebas. serta bersendi atas hukum. Aspek Materil. harkat. Dalam demokrasi pancasila.cxlvii Dengan demikian. dan budaya.serta kebenaran.

Jiwa Demokrasi Pancasila Rasional. ijwa yang mengandung kesediaan untuk memperlakukan pihak lain sesuai dengan hak-hak yang diberikan oleh demokrasi pancasila. Jiwa demokrasi pancasila aktif. dapat dikatakan bahwa demokrasi Pancasila tidak bertentangan dengan prinsip demokrasi konsttusional. ii. iii. Apabila kita kaji ciri dan prinsip demokrasi Pancasila. penegakan kebebasan berpolitik bagi pegawai Negeri Sipil (monoloyalitas) khususnya dalam pemilihan umum. Penyingpangan tersebut secara transparan terungkap setelah munculnya gerakan “Reformasi” dan jatuhnya kekuasaan Orde Baru. i. Aspek Organisasi.Di antara penyimpangan yang dilakukan penguasa Orde Baru. Jiwa demokrasi pancasila pasi. Jiwa Pengabdian. penyelenggaraan pemilihan umum yang tidak jujur dan tidak adil: b. serta f. Wadah tersubut harus cocok dengan tujuan yang hendak dicapai. yakni hak untuk mendapat perlakuan secara demokratis pancasila. Yakni Jiwa Objektif Dan Masun Akal Tanpa Meninggalkan Jiwa Kekeluargaan Dalam Pergaulan Masyarakat. PNS seolah-olah digiring untuk mendukung OPP tertentu sehingga pemilihan umum tidak kompetitif c. khususnya yang berkaitan dengan demokrasi pancasila. Serta iv. yaitu: a. yakni aspek yang mempersoalkan organisasi sebagai wadah pelaksanaan demokrasi pancasila. . Aspek Kejiwaan. masih ada intervensi pemerintah terhadap lembaga peradilan. dalam jiwa demokrasi pancasila dikenal. praktik demokras yang dijalankan pada masa orde baru masih terdapat berbagai penyimpangan yang tidak sejalan dengan ciri dan prinsip demokrasi pancasila. Namun. Organisasi ini meliputi sistem pemerintahan atau lembaga negara serta organisasi sosial-politik di masyarakat. Serta Jiwa Kesediaan Berkorban Untuk Sesama Manusia Dan Warga Negara.cxlviii e. Yakni Kesediaan Berkorban Demi Menunaikan Tugas Jabatan Yang Dipangkunya. aspek kejiwaan demokrasi pancasila ialah senangat para penyelenggara negara dan semangat para pemimpin pemerintahan.

badan peradilan yang otonom. adanya pembatasan kebebasan pers dan media massa melalui pencabutan/pembatalan SIUP. Sehubungan dengan ini. Pelaksanaan Demokrasi pada Orde Reformasi Pelaksanaan demokrasi pancasila pada Orde Reformasi tanpak lebih marak dibandingkan dengan masa Orede Baru. tanpa demokratisasi poltik. dan hukum. . menteri-menteri dan gubernur diangkat menjadi anggota MPR. serta i. Demikian pula. baik dalam bidang ekonomi maupum dalam bidang politik dan hukum. prinsip rule of law sulit diwujudkan. g. tidak menjadi demokratisasi kolusi.cxlix d. e. menciutkan jumlah partai politk dan sekaligus membatasi kesempatan partisipasi politik rakyat (misalnya. F. maraknya pratik kolusi. 1998). h. dan ekonomi yang lebih merata termasuk perluasan basis partisipasi politik rakyat” pada reformasi di Indonesia sekarang ini. Menurut Hutington (Chaedar. ekonomi. dan yang mampu menerapkan prinsip rule of law itu hanya dapat terwujud apabila ada demokratisasi poltik. berwibawa. korupsi. Reformasi ketiga bidang tersebut harus dilakukan sekaligus karena reformasi politik yang berhasil mewujudkan demokratisasi politik. f. Orde Reformasi ini merupakan konsensus untuk mengadakan demokratisasi dalam segala bidang kehidupan. Diantara bidang kehidupan yang menjadi sorotan utama untuk direformasi adlah bidang politik. sistem kepartaian yang tidak otonom dan berat sebelah. dan nepotisme. kebijakan floating mass). Perubahan yang terjadi pada Orde reformasi ini dilakukan secara bertahap karena memang reformasi berbeda dengan revolusi yang bekonotasi perubahan mendasar pada semua komponen dalam suatu sistem politik yang cendrun menggunakan kekerasan. sosial. reformasi mengandung arti: “ perubahan yang mengarah pada persamaan politik. kurangnya jaminan kebebasan mengemukakan pendapat sehingga sering terjadi penculikan terhadap aktivis vokal. serta format politik yang tidak demokratis.

UUDS . Misalnya. serta mencabut ketetapan MPR sebelumnya yang dianggap tidak sesuai dengan aspirasi rakyat. ditetapkan pula beberapa ketetapan MPR yang mengtur materi baru. Pengaturan ham. serta Lembaga demokrasi lebih berfungsi.harus dimulai dari pembentukan peraturan yang mendorong terjadinya demokratisasi dalam bidang kehidupan. Selain itu. menambah. peraturan perundang lainnya. dan undang-undang tentang kemerdekaan menyampaikan pendapat di muka umum. Secara khusus. dan bernegara merupakan salah satu sasaran agenda reformasi Demokrasi yang dijalankan pada masa reformasi ini masih tetap demokrasi pancasila. undang-undang bidang politik. c. undangundang tentang otonomi daerah. terdapat beberapa perubahan pelaksanaan demokrasi pada Orde Reformasi sekarang ini yaitu: a. Untuk itu. Perbedaanya tyerletak mewujudkan pada praktik aturan pelaksanaan yang dan sesuai praktik dengan penyelenggaraan. kemudian melihat praktik pelaksanaan peraturan tersebut. Oleh karena itu. untuk memahami demokrasi pada Orde Reformasi ini. perkembangan demokrasi dalam negara-kebangsaan indonesia dapat dikembalikan pada dinamika kehidupan bernegara indonesia sejak proklamasi kemerdekaan sampai saat ini. Konstitusi RIS. d.cl upaya meningkatkan partisipasi politik rakyat dalam kehidupan bermasyarakat. Lahirnya ketetapan MPR diikuti oleh ditetapkannya undang-undang organik berkaitan dengan kehidupan demokratis.berbangsa. Pemilihan umum lebih demokratis. MPR mengadakan Sidang Istimewa dan berhasil mengubah. yakni UUD 1945. Berdasarkan peraturan perundang-undangan dan praktik pelaksanaan demokrasi tersebut. Hal tersebut daat diketahui dengan mengacu kepada konstitusi yang pernah dan sedang berlaku. Partai politik lebih mandiri. pada 10 s.untuk demokrasi tuntunanreformasi. b. pertama harus mengkaji keterangan ketetapan MPR hasil sidang istimewa MPR 1998 beserta ini. 13 November 1998.d .

Pendidikan ini lebih makro dalam berinteraksi sebab pendidikan di luar sekolah mempunyai variable ataupun parameter yng signifikan terhadap pembentukan jiwa seseorang. dampak pengiring dari berlakunya setiap konstitusi. yaitu pendidikan yang melewati tahap di luar lingkungan masyarakat. Pendidikan formal biasanya dilakukan di sekolah dan di perguruan tinggi. diskusi timbal balik. Pendidikan demokrasi: 1). serta studi kasus untuk memberikan gambaran kepada siswa bagaimana agar mencintai negara dan bangsa. sikap. sebagai hasil interaksi terhadap lingkungan sekitarnya yang langsung dirasakan hasilnya. Pedidikan demokrasi secara formal. dapat dimiliki wawasan yang luas dan memadai. yaitu pendidikan yang melewati tahap diluar lingkungan masyarakat. prisip. yaitu pendidikan yang melewati tahap pergaulan di rumah ataupun masyarakat sebagai bentuk aplikasi nilai berdemokrasi. b. Pedidikan demokrasi secara informal. pedagogis. Selain itu. serta keterampilan demokrasi dalam diri earga negara melalui pengalaman hidup dan kehidupan demokrasi dalam berbagai konteks. nilai. 3).cli 1950. c. Pendidikan nonformal. G. konsep. perensentasi. serta praksis kehidupan bernegara dan bermasyarakat yang menjadi dampak langsung. dan sosial kultural untuk membangun citacita. Misi Pendidikan Demokrasi Memfasilitasi warga negara untuk mandapatkan ber4bagai akses kepada dan menggunakan secara cerdas berbagai sumber informasi tentang demokrasi dalam teori dan praktik untuk berbagai konteks kehidupan. Dengan demikian. 2). Visi Pendidikan Demokrasi sebagai wahana substantif. Pendidikan ini lebih makro dalam berinteraksi sebab pendidikan di luar sekolah mempunyai variable ataupun parameter yng signifikan . Pendidikan demokrasi a. serta dampak perkembangan internasional pada setiap zamannya. yaitu pendidikan yang melewati tatap muka. Pendidikan nonformal.

Jelaskan pengertian demokrasi Jelaskan demokrasi sebagai system politik. Jadi. diambil keputusan bersama mengenai garis-garis besar kebijakan pemerintah yang akan dilaksanakan dan segala permasalahan kemasyarakatan. kratos berarti pemerintahan. sasaran yang akan dicapai adalah mengajak warga Negara. artinya pemerintahan rakyat. Proses semacam ini mempunyai implikasi yang sangat signifikan terhadap cara-cara berdemokrasi yang benar dengan memperhatikan kaidah-kaidah ataupun asas dalam berdemokrasi masyarakat. yaitu pemerintahan yang rakyat yang memegang peranan yang sangat menentukan. Demos artinya rakyat. Penduduknya tidak begitu banyak sehingga mudah dikumpulkan oleh pemerintah dalam suatu rapat untuk bermusyawarah. system ketatanegaraan dan sebagai system budaya Jelaskan jenis-jenis demokrasi Jelaskan pengertian demokrasi pancasila dan bandingkan dengan system demokrasi lainnya. Istilah demokrasi pertama kali dipakai di Yunani kuno. 3. khususnya di kota Athena. . 2. untuk menunjukkan sistem pemerintahan yang berlaku disana. demokrasi. Pendidikan demokrasi merupakan suatu proses untuk melaksanakan demokrasi yang benar. 4. SOAL LATIHAN Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini : 1.clii PENUTUP Demokrasi berasal dari kata yunani demos dan kratos. Dengan demikian. Kota-kota di daerah Yunani pada waktu itu kecil-kecil. terutama mahasiswa pada umumnya untuk melaksanakan pendidikan ini secara baik dan benar. Dalam rapat tersebut.

. Keunggulan Sistem lain ……………………………….. Simak uraian berikut! Bergulirnya era reformasi di Indonesi. ………………………………………………. 4. 3. yang ingin mengubah tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara sebagai akibat kegagalan masa-masa sebelumnya. 8. ……………………………………………….. Sebutkan keunggulan dan kelemahan demokrasi dibandingkan bentuk pemerintahan yang lain sesuai dengan persepsi anda! Coba tulislah dalam daftar berikut! Keunggulan Demokrasi ………………………………. ………………………………………………… ………………………………………………. ………………………………………………. wakil-wakil rakyat tidak ada yang mengusulkan perubahan pancasila sebagai dasar negara.cliii 5.. Dapatkah anda membandingkan ketiga demokrasi yang pernah ada di Indonesia? Demokrasi Liberal Demokrasi Terpimpin Demokrasi Pancasila . 2. 6. Jelaskan. Kelemahan Demokrasi ………………………………………………… Kelemahan Sistem lainnya (sebutkan sistemnya) ………………………………………………… 9. 5. Namun.. Hal-hal apa sajakah yang harus diperbaiki pada masa reformasi sekarang ini ? NO 1. menciptakan banyak hal yang harus diperbaiki. Jelaskan mengapa? 7. bagaimana pelaksanaan nilai-nilai demokrasi di Indonesia? 6. BIDANG Politik Ekonomi Sosial Budaya Hankam Agama HAL-HAL YANG HARUS DIPERBAIKI ………………………………………………. dari sekian hal yang harus diubah atau diperbaiki.

Panduan Menguasai Tata negara. Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama: Jakarta. David. serta UU tentang Pemilu presiden.. 1985. Yudiris konstitusional. DPD. Winataputra. Demokrasi. . UU tentang partai politik. Kelsen. 1968. Perundangan: UUD 1945. or. Kanil. Udin S. Miriam. DPD. Santiaji Pancasila. Suny Ismail. DPR. amandeman terakhir. Gramedia Pustaka Utama: Jakarta. dkk. Dasar-dasar Ilmmu Politik. Kanisius: Yogyakarta. Daji darmodihardjo. Setiadi. University of california: USA. Dikti: Jakarta. James McGregor. Mekanisme Demokrasi Pancasila. 1949. UU tentang susunan kedudukan MPR. Burns. Hans.cliv DAFTAR BACAAN Betham. 2005. Jakarta. 1966. Tata Negara Edisi Kedua. 1989. Demokrasi dan pendidikan Demokrasi. UU tentang pemilu DPR. 2000. 1995. 1986. Supremasi Hukum dan Prinsip Demokrasi di Indonesia. PT Hanindita: Yogyakarta. Suatu tinjauan Filosofis. Rahmat A. DPRD. Historis. CST. Ganesha Exact: Bandung. Harris soche. Goverment By the People.2000. Elly M. Budiardjo. 2003 Pendidikan Pancasila untuk Perguruan Tinggi. Lembaga Pembinaan Hukum nasional: Jakarta. dan DPRD. Penerbit Erlangga: Jakarta. General Theoryof Law and State. disampaikan Pada Suscadorwas 2005.

Sejarah dan Macam-macam HAM 2. hak milik pribadi dalam sekelompok social tempat seseorang berada: c. hak pribadi : hak-hak persamaan hidup. Ruang lingkup HAM meliputi a. Latar Belakang HAM adalah hak-hak yang melekat pada diri manusia. artinya tidak bergantung pada adanya suatu negara atau undang-undang dasar. dan lain-lain: b. HAM juga bersifat supralegal. tanpa hak-hak itu manusia tidak dapat hidup layak sebagai manusia. atau jenis kelamin. bahkan memiliki kewenangan lebih tinggi karena berasal dari sumber yang lebih tinggi (Tuhan). kebebasan sipil dan politik untuk dapat ikut serta dalam pemerintahan. Pengertian. HAM bersifat umum (universal) karena diyakini bahwa beberapa hak dimiliki tanpa perbedaan atas bangsa. kekuasaan pemerintah. HAM di indonesia : Permasalahan dan Penegakannya 4.clv BAB VIII HAK ASASI MANUSIA PENDAHULUAN A. Ruang Lingkup Bahan pembelajaran ini akan membahas : 1. HAM dalam tataran Global 3. kebebasan. B. HAM dalam UUD 1945 5. ras. Implementasi hak asasi dan kewajiban asasi dalam sila-sila pancasila . Hak tersebut diperoleh bersama dengan kelahirannya atau kehadirannya di dalam kehidupan masyarakat (tilaar 2001). keamanan. UU No. serta d.39 1999 tentang HAM mendefinisikan HAM sebagai seperangkat hak yang melekat pada hakikat keberadaan manusia dengan makhluk Tuhan YME. hak-hak berkenaan dengan masalah ekonomi dan sosial.

Sasaran Pembelajaran Mahasiswa dapat menganalisis dan mengidentifikasi Hak Asasi Manusia.clvi C. Mahasiswa mampu menjelaskan pengertian. Melalui pembelajaran ini mahasiswa diharapkan dapat: 1. Mahasiswa mampu menjelaskan HAM dalam Tataran Global 3. sejarah dan macam-macam HAM 2. Mahasiswa mampu menganalisa HAM di Indonesia dalam konteks permasalahan dan penegakannya .

Hak-hak itu antara lain : Hak Hidup. yang tak dapat dicabut oleh siapapun juga. Ini menunjukkan bahwa hak-hak asasi manusia itu ada dan harus dihormati oleh seluruh umat manusia di dunia manapun. yang tidak bisa dikurangi atau dicabut hakhaknya oleh siapapun. Sejarah dan Macam-Macam HAM 1. Mr Soenarko. Hak asasi manusia memiliki prinsip-prinsip utama dan menjadikannya sebagai bagian penting dalam kehidupan umat manusia. Pengertian HAM Hak asasi ialah hak-hak dasar (pokok) yang dibawa manusia sejak lahir sebagai anugerah dari Tuhan YME. Dari pendapat ini bisa diambil titik kesamaan bahwa hak asasi manusia itu merupakan hak yang melekat dalam diri manusia. ataukah tidak (?). masih juga tidak sepenuhnya diterima oleh negara-negara tertentu yang menolak kehadiran prinsip universalitas. Ia berlaku menyeluruh sebagai kodrat lahiriah setiap manusia. Menurut G. pada kenyataannya. selanjutnya disingkat DUHAM 1948) itu memiliki prinsip universal. tidak tergantung pada wilayah atau bangsa tertentu. dan pemerintah termasuk masyarakatnya harus mengakui dan menyokong hak-hak asasi manusia. Pengertian. yakni: Pertama. aktivis maupun pengambil kebijakan. Namun untuk mencermati apa sesungguhnya hak asasi manusia? Banyak ragam pendapat yang dikemukakan oleh para ahli. yang memiliki titik kesamaan dalam menjelaskan apa itu hak asasi manusia. karena bila dicabut hilang juga kemanusiaannya. Sebagaimana mantan Perdana Menteri Mahathir Mohammad yang menyatakan bahwa. merumuskan hak-hak dasar ialah hak-hak manusia yang pokok dan tak dapat dikurangi oleh siapapun juga dalam negara yang sopan. prinsip universalitas. hak asasi manusia adalah sejumlah hak yang seakan-akan berakar dalam tabiat setiap oknum pribadi manusia justru karena kemanusiaannya. Wolhoff. Prinsip universalitas adalah prinsip yang dimiliki dalam nilainilai etik dan moral yang tersebar di seluruh wilayah di dunia.clvii URAIAN BAHAN PEMBELAJARAN A.J. Hak Kebebasan dan Hak Kesamaan. Universalitas hak-hak asasi manusia. . Ada delapan prinsip hak asasi manusia. Perdebatan ini sesungguhnya muncul di saat memperbincangkan apakah Universal Declaration of Human Rights 1948 (Deklarasi Universal Hak-Hak Asasi Manusia.

gender. atau kelas sosial. yang bisa dipengaruhi oleh kekuasaan politik. pemartabatan terhadap manusia (human dignity). Ia (Mahathir). tetapi juga dalam kolektiva-kolektiva lebih luas seperti dalam kehidupan masyarakat maupun bernegara. serta membangun toleransi sesama manusia. ras.clviii DUHAM 1948 itu sangat menganut paham kebebasan yang bersala dari konsep barat. maupun realitas sosial budaya yang melahirkan keragaman pendapat soal tersebut. bahasa. menjadi identitas peradaban tertentu yang sangat berharga dalam mengemban amanat saling menjaga dan mendorong upaya kebersamaan untuk hidup berdampingan. Sehingga kewajiban untuk menghormati manusia sebagai manusia tersebut merupakan tanggungjawab hak-hak asasi manusia. komunitas disable/berbeda kemampuan. menyiksa. Oleh sebabnya. Artinya. artinya hanya sekitar 50-an negara yang kebetulan mayoritas dari negara-negara yang disebut ‘barat’. sepatutnya dihormati dan dihargai. budaya. Prinsip yang kedua. Begitu juga. orientasi seksual. Bagi negara dunia ketiga. Prinsip ini menegaskan perlunya setiap orang untuk menghormati hak orang lain. Tidak dapat dipungkiri bahwa pluralisme sosial. keyakinan. etnisitas. didasarkan pada kontekstualisasi tertentu. padahal di negara-negara miskin maupun berkembang (negara dunia ketiga). dari sudut pandang yang berbeda. hak-hak ekonomi sosial budaya (Hak Ekosob) menjadi hak yang sangat penting. memperbudak. HAM tidak menjadi universal bilamana dilihat dari perspektif tertentu. dengan adanya prinsip ini maka tidak mungkin praktek yang memperkenankan siapapun untuk melakukan eksploitasi. . dimana penandatangan deklarasi tersebut hanya seperempat negara-negara yang menjadi anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sekarang. hidup damai dalam keberagaman yang bisa menghargai satu dengan yang lainnya. ataupun bahkan membunuh hak-hak hidup manusia. Dalam prinsip ini setiap orang harus menghargai manusia tanpa membeda-bedakan umur. Penghormatan terhadap manusia. termasuk di dalamnya keragaman budaya dan hukum-hukum lokal. mengisi perut orang yang lapar (hak atas pangan) dan hak pendidikan lebih penting dibandingkan soal hak pilih dalam pemilu. Perbincangan ini sebenarnya tidak perlu terjadi bilamana memahami hak-hak asasi manusia yang universal maupun tidak. kekuatan ekonomi. bukanlah sekedar pekerjaan individual manusia. khususnya manusia sebagai sesama makhluk ciptaan Allah. mencontohkan soal betapa hak-hak politik dan kebebasan begitu dominan mewarnai hak-hak asasi manusia.

Salah satu hal penting dalam negara hukum. baik berdasarkan kelas/bangsa tertentu. tidak bisa dihilangkan hanya dengan dibeli oleh orang yang mampu dan kemudian menggantikan posisi hak pilih. tidak bisa dirampas atau dipertukarkan dengan hal tertentu. suku. Hal ini terkait dengan pandangan yang menyesatkan tentang membeda-bedakan atau pengutamaan hak-hak tertentu dibandingkan hak-hak lain. sangat tidak mungkin dipisahkan dengan hak ekonomi. Pembedaan. Atau juga hak atas kehidupan yang layak. Jelas dan tegas. non-diskriminasi. Prinsip yang keenam.” Konsekuensi pemenuhan persamaan hak-hak juga menyangkut kebutuhan dasar seseorang tidak boleh dikecualikan. inalienability. dimana menjelaskan bahwa tiada perlakuan yang membedakan dalam rangka penghormatan. Hak sipil dan politik. bahwa hak-hak asasi manusia melarang adanya diskriminasi yang merendahkan martabat atau harga diri komunitas tertentu. hak pilih dalam pemilu. tidak bisa dipertukarkan dengan perbudakan. meskipun dibayar atau diupahi. Prinsip yang keempat. Hal ini terjelaskan dalam pasal 1 DUHAM 1948. agama. sosial. Prinsip yang kelima. Persamaan. karena keduanya satu kesatuan. jenis kelamin. Prinsip non-diskriminasi sebenarnya bagian integral dengan prinsip persamaan. keyakinan. Suatu hak tidak bisa dipisah-pisahkan antara yang satu dengan yang lainnya. Pemahaman prinsip atas hak yang tidak bisa dipindahkan.clix Prinsip yang ketiga. merupakan hak yang dimiliki setiap orang dengan kewajiban yang sama pula antara yang satu dengan yang lain untuk menghormatinya. perlindungan dan pemenuhan hak-hak seseorang. Misalnya. sebagai prinsip hak-hak asasi manusia: “Setiap orang dilahirkan merdeka dan mempunyai martabat serta hak-hak yang sama. Manusia sebagai makhluk yang memiliki hak-hak asasi tidak bisa dilepaskan dari hak-hak tersebut. adalah persamaan di muka hukum. dan bila dilanggar akan melahirkan pertentangan dan ketidakadilan di dalam kehidupan manusia. agar hakhak tersebut bisa dikecualikan. dan budaya. indivisibility. adat. equality atau persamaan. warna kulit dan sebagainya. . Konsep persamaan menegaskan pemahaman tentang penghormatan untuk martabat yang melekat pada setiap manusia. tidak bisa dilepaskan satu dengan yang lainnya. adalah praktek yang justru menghambat realisasi hakhak asasi manusia. Prinsip ini bersentuhan atau sangat dekat dengan prinsip non-diskriminasi. merupakan hak untuk memperoleh keadilan dalam bentuk perlakuan dalam proses peradilan.

dalam pengertian untuk mempelajari sejarahnya. Prinsip ini juga sangat dekat dengan prinsip indivisibility. aktor non-negara juga mempunyai tanggung jawab yang sama untuk memajukan hakhak asasi manusia. Prinsip yang kedelapan. Kedelapan prinsip-prinsip tersebut. Secara individu. instrumen hukum. Prinsip pertanggungjawaban hak-hak asasi manusia ini menegaskan bahwa perlunya mengambil langkah atau tindakan tertentu untuk menghormati. Termasuk mempertanggungjawabkan setiap langkah atau tindakan yang diambil sebagai kebijakan tertentu dan memiliki pengaruh terhadap kelangsungan hak-hak rakyat. dimana dalam situasi tidak terpenuhinya hak atas pendidikan.clx Prinsip yang ketujuh. di pasar. di sekolah. dimana setiap hak-hak yang dimiliki setiap orang itu tergantung dengan hak-hak asasi manusia lainnya dalam ruang atau lingkungan manapun. serta menegaskan kewajiban-kewajiban paling minimum dengan memaksimalkan sumberdaya yang ada untuk memajukannya. Peran negara menjadi vital. hak yang satu dengan yang lainnya sangat tergantung dengan pemenuhan atau perlindungan hak lainnya. atau juga hak atas kesehatan yang layak. baik secara individual maupun kolektiva sosial dalam organisasi kemasyarakatan. baik terhadap tekstualitas maupun kontekstualitasnya. sebagai bagian dari organ politik kekuasaan yang harus memberikan perlindungan terhadap warga negaranya. Selain negara. dan praktek implementasinya di lapangan. bukan soal mengambil tindakan tertentu (by commission). mengajarkan dan mendorong pemahaman dan penghormatan hak-hak asasi manusia bagi sesama. kemiskinan. . desa maupun perkotaan. juga sangat bergantung pada penyediaan hak-hak atas pangan atau bebas dari rasa kelaparan. sementara negara sama sekali tidak mengambil tindakan apapun (by omission). responsibilitas atau pertanggungjawaban (responsibility). melindungi dan memenuhi hak-hak asasi manusia. setiap orang dituntut untuk berani melawan ketidakadilan dan pelanggaran hak-hak asasi manusia di depan matanya. adalah bagian yang tidak terpisahkan dari prinsip hak-hak asasi manusia agar bisa terwujudkan. di hutan. Misalnya. Unsur pertanggungjawaban (terutama negara). Pertanggungjawaban ini menekankan peran negara. dan hak atas penghidupan dan pekerjaan yang layak. di rumah sakit. Artinya. merupakan hal yang mendasar untuk mengkaji hak-hak asasi manusia. interdependency (saling ketergantungan). tetapi ia juga bisa dimintai pertanggungjawaban ketika terjadi pelanggaran hak-hak asasi manusia.

1215) dokumen yang berisi hak yang diberikan oleh Raja John dari Inggris kepada para bangsawan bawahannya dan juga membatasi kekuasaan Raja John b. Frangklin D Roosevelt yang dikenal dengan istilah The Four Freedoms (Empat Kebebasan). Naskah tersebut adalah : a. Sejarah Ham Hak asasi adalah hak yang dimiliki manusia yang telah diperoleh dan dibawanya bersamaan dengan kelahiran/kehadirannya di dalam kehidupan masyarakat. Bill of rights (Undang-Undang Hak. hak atas kebebasan. 1789) d. Kebebasan beragama (freedom of religion) . Bill of Rights (Undang-Undang Hak) naskah yang disusun oleh rakyat Amerika pada tahun 1789 Hak-hak yang dirumuskan pada abad ke-17 dan ke-18 ini sangat dipengaruhi oleh gagasan mengenai Hukum Alam (Natural Law) seperti yang dirumuskan oleh John Locke dan Jean Jaques Rousseau (1712-1778) dan hanya terbatas pada hak-hak yang bersifat politis saja seperti kesamaan hak. Berawal dari 2 perang besar didunia ( PD I dan PD II) timbul keinginan untuk merumuskan hak-hak asasi manusia dalam naskah internasional.clxi 2. Usaha ini pada tahun 1948 berhasil dengan diterimanya Universal Declaration of Human Rights (pernyataan sedunia tentang Hak-Hak Asasi Manusia) oleh negara-negara yang tergabung dalam PBB. Yang sangat terkenal adalah empat hak yang dirumuskan oelh Presiden Amerika Serikat. Dalam proses ini telah lahir beberapa naskah yang secara berangsur-angsur menetapkan bahwa ada beberapa hak yang mendasari kehidupan manusia dan karena itu bersifat universal dan asasi. Kebebaan untuk berbicara dan menyatakan pendapat (freedom of speech) b. Declaration des droits de I’homme et du citoyen (pernyataan hak-hak manusia dan warga negara. yaitu : a. Magna Charta (piagam Agung. hak untuk memilih dsb. dan mulailah dicetuskan beberapa hak lain yang lebih luas ruang lingkupnya. Pada abad ke-20 hak-hak politik ini dianggap kurang sempurna. 1689) c.

menetapkan secara terperinci beberapa hak ekonomi dan sosial. disamping hak-hak politik.clxii c. penggeledahan.Macam-Macam Ham Dari ketiga hak dasar diatas berkembang menjadi : • • • Hak asasi pribadi (personal right) = yang meliputi kebebasan menyatakan pendapat. haku untuk dipilih dan memilih dalam pemilu. memeluk agama. hak masuk dan ikut dalam parpol. Ham pada Tataran Global Sebelum konsep HAM diratifikasi PBB terdapat beberapa konsep utama mengenai HAM. membeli. Pada tahun 1948 hasil pekerjaan komisi ini. Kebebasan dari kemelaratan (freedom from want) Sejalan dengan pemikiran itu. misalnya dalam penangkapan. menyatakan pikiran dan kebebasan bergerak Hak asasi ekonomi (economical right) = yaitu hak untuk memiliki sesuatu. yaitu: . diterima secara aklamasi oleh negara-negara yang tergabung dalam PBB. mensual. pembelaan. • • Hak asasi social dan budaya (social and culture right) yaitu hak untuk memilih pendidikan. penyidikan. dan peradilan B.. pernyataan sedunia tentang Hak-Hak Asasi Manusia (Universal Declaration of Human Rights). 3. maka Komisi Hak-Hak Asasi Manusia (Commission on Human Rights) yang pada tahun 1946 didirikan oleh PBB. mengembangkan pendidikan dan kebudayaan. pemeriksaan. Kebebasan dari ketakutan (freedom from fear) d. Hak asasi politik (political right) yaitu hak untuk ikutserta dalam politik. dan memanfaatkannya Hak asasi untuk memperoleh pengakuan yang sama dalam hukum dan pemerintahan (legal of equality right) yaitu hak yang sama dikenakan sanksi/hukuman dan duduk dalam pemerintahan negara. mendirikan dan mengembangkan parpol • Hak asasi untuk memperoleh perlakuan dan tata cara peradilan dan perlindungan yang adil dan sama.

2) ingin mendirikan federasi rakyat yang bebas. d. serta 3) Protokol opsional bagi perjanjian hak sipil dan politik internasional.clxiii a. 3) filosofi dasar: hak asasi tertanam pada diri individu manusia: serta 4) hak asasi lebih dulu ada daripada tatanan negara. HAM menurut konsep PBB: Konsep HAM ini dibidani oleh sebuah komisi PBB yang dipimpin oleh Elenor Roosevelt (10 Desember 1948) dan secara resmi disebut “Universal Declaration of Human Rights”. sosial. serta 3) individu tunduk kepada adat yang menyangkut tugas dan kewajiban sebagai anggota masyarakat. HAM menurut konsep Sosialis: 1) hak asasi hilang dari individu dan terintegrasi dalam masyarakat. negara sebagai koordinator dan pengawas. politik. 2) Perjanjian internasional tentang hak sipil dan politik. 2) masyarakat sebagai keluarga besar. artinya penghormatan utama terhadap kepala keluarga. . ekonomi. 2) hak asasi manusia tidak ada sebelum negara ada. Pada Sidang Umum PBB tanggal 16 Desember 1966 ketiga dokumen tersebut diterima dan diratifikasi. yaitu 1) Hak ekonomi sosial dan budaya. dan kebudayaan yang dinikmati manusia di dunia yang mendorong perhargaan terhadap hak-hak asasi manusia. b. HAM menurut konsep bangsa-bangsa Asia dan Afrika: 1) tidak boleh bertentangan dengan ajaran agama/sesuai dengan kodratnya. serta 3) negara berhak membatasi hak asasi manusia apabila situasi menghendaki. Sejak tahun 1957 konsep HAM tersebut dilengkapi dengan tiga perjanjian. Di dalamnya menjelaskan tentang hak-hak sipil. c. HAM menurut konsep Negara-negara Barat: 1) ingin meninggalkan konsep negara yang mutlak.

dan hubungan antarnegara serta hukum internasional berlaku. Sesuai dengan Pasal l (3). 6) hak untuk masuk dan keluar wilayah suatu negara. seperti diperiksa di muka umum dan dianggap tidak bersalah kecuali ada bukti yang sah. 8) hak untuk bebas untuk mengutarakan pikiran dan perasaan. pemantauan. 13) hak untuk berdagang. C. Indonesia berpandangan bahwa pemajuan dan perlindungan HAM harus didasarkan pada prinsip bahma hak-hak sipil. HAM di Indonesia : Permasalahan dan Penegakannya. 4) hak untuk memperoleh perlakuan yang sama dengan orang lain menurut hukum. 5) hak untuk mendapat jaminan hukum dalam perkara pidana. baik dalam penerapan. ekonomi. maupun dalam pelaksanaannya (Wirayuda: 2005). dan 56 Piagam PBB upaya pemajuan dan perlindungan HAM harus dilakukan melalui suatu konsep kerja sama internasional yang berdasarkan pada prinsip saling menghormati. serta 16) hak untuk menikmati kesenian dan turut serta dalam kemajuan keilmuan. 9) hak untuk bebas memeluk agama. 7) hak untuk mendapat hak milik atas benda. dan hak pembangunan merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Pasal 55. kesederajatan. Sejalan dengan amanat Konstitusi.clxiv Universal Declaration af Human Rights menyatakan bahwa setiap orang mempunyai: 1) hak untuk hidup. 12) hak untuk mendapatkan pekerjaan. yang . politik. 14) hak untuk mendapatkan pendidikan. sosial budaya. serta mempunyai dan mengeluarkan pendapat. 2) kemerdekaan dan keamanan badan. 15) hak untuk turut serta dalam gerakan kebudayaan masyarakat. 10) hak untuk berapat dan berkumpul. 11) hak untuk mendapatkan jaminan sosial. 3) hak untuk diakui kepribadiannya menurut hukum.

hak wanita. dan konsisten. h. Penyelenggaraan audit reguler atas seluruh kekayaan pejabat pemerintah dan pejabat Negara. hak turut serta dalam pemerintahan. a. i. Pelaksanaan Rencana Aksi Nasional Hak Asasi Manusia (RANHAM) dari 2004-2009 sebagai gerakan nasional. Peningkatan penegakkan hukum terhadap pemberantasan tindak pidana terorisme dan penyalahgunaan narkotika serta obat berbahaya lainnya. d. dan 30). yaitu Pembukaan UUD 1945 (aline I). Peningkatan efektivitas dan penguatan lembaga/institusi hukum ataupun lembaga yang fungsi dan tugasnya menegakkan hak asasi manusia. HAM di Indonesia menjamin hak untuk hidup. hak atas kebebasan. cepat. dan tepat. hak atas kesejahteraan. Peninjauan serta penyempurnaan berbagai konsep dasar dalam rangka mewujudkan proses hukum yang lebih sederhana. b. hak memperoleh keadilan. dan hak anak. Oleh sebab itu. Batang Tubuh UUD 1945 (Pasal 27. UU No. Program penegakkan hukum dan HAM (PP No.clxv HAM di Indonesia di dasarkan pada Konstitusi NKRI. Kegiatan-kegiatan pokok penegakkan hukum dan HAM meliputi hal-hal berikut. Pancasila sila ke-4. antiterorisme. 29. 7 tahun 2005) meliputi pemberantasan korupsi. e. c. g. serta dengan biaya yang terjangkau oleh semua lapisan masyarakat. Peningkatan upaya penghormatan persamaan terhadap setiap warga negara di depan hukum melalui keteladanan kepala negara beserta pimpinan lainnya untuk mematuhi/menaati hukum dan hak asasi manusia secara konsisten serta konsekuen. serta pembasmian penyalahgunaan narkotika dan obat berbahaya. penegakkan hukum dan HAM harus dilakukan secara tegas. hak atas rasa aman. tidak diskriminatif. Peningkatan efektivitas dan penguatan lembaga/institusi hukum ataupun lembaga yang fungsi dan tugasnya mencegah serta memberantas korupsi. 39/1999 tentang HAM dan UU No. Penguatan upaya-upaya pemberantasan korupsi melalui pelaksanaan Rencana Aksi Nasional Pemberantasan Korupsi 2004-2009. Peningkatan betbagai kegiatan operasional penegakan hukum dan hak asasi manusia . hak mengembangkan diri. f. hak berkeluarga dan melanjutkan keturunan. 26/2000 tentang Pengadilan HAM.

Peningkatan koordinasi dan kerja sama yang menjamin efektivitas penegakan hukum dan HAM. hakikat asasi (dalam . o. pengedarnya secara maksimal. serta meningkatkan berbagai operasi keamanan dan ketertiban. m. Menurut Pancasila. Peningkatan pengawasan terhadap lalu lintas orang yang melakukan perjalanan. serta pengembangan sistem pengawasan yang transparan dan accountable. k. penuntutan. penyelidikan. baik ke luar maupun masuk ke wilayah Indonesia. alinea 1 : Kebebasan untuk merdeka 2. alinea 2 : Negara yang adil 3. Pembaruan materi hukum yang terkait dengan pemberantasan korupsi. alinea 4 : Menunjukkan pengakuan dan perlindungan terhadap hak bidang politik. Penyelamatan barang bukit accountability kinerja berupa dokumen/arsip lembaga Negara serta badan pemerintahan untuk mendukung penegakkan hukum dan HAM. Pengembangan sistem manajemen kelembagaan hukum yang transparan. sosial budaya dan ekonomi) b. Peningkatan fungsi intelejen agar aktivitas terorisme dapat dicegah pada tahap yang sangat dini. Pmbenahan sistem manajemen penanganan perkara yang menjamin akses publik. n. j. hukum. Penjabaran Hak-Hak Asasi Manusia Dalam UUD 1945 Hak-hak asasi manusia sebenarnya tidak dapat dipisahkan dengan pandangan filosofis tentang manusia yang melatarbelakanginya. l. p. alinea 3 : Menyatakan kemerdekaan 4.clxvi dalam rangka rnenyelenggarakan ketertiban sosial agar dinamika masyarakat dapat bcrjalan sewajarnya. Dalam Pembukaan UUD 1945 1. D. q. dan tindakan hukum terhadap dan penyalahgunaan menghukum para narkotika/obat berbahaya melalui identifikasi serta memutus jaringan peredarannya. Hak Asasi dalam UUD 1945 a. Peningkatan meningkatkan penanganan penyidikan.

Telah mengangkat hakhak asasi manusia dan melindunginya dalam kehidupan negara yang tertuang dalam UUD 1945. Deklarasi bangsa Indonesia pada prinsipnya termuat dalam naskah Pembukaan UUD 1945. Hal ini juga telah ditekankan oleh para petinggi negara misalnya pernyataan Moh.clxvii manusia adalah tersusun alas jiwa dan raga. adapun Deklarasi PBB pada tahun 1948. hak asasi manusia tidak dapat dipisahkan dengan kewajiban asasi manusia. Dasar filosofis hak asasi manusia tersebut bukanlah kebebasan individualis. Sehingga. dan Pembukaan UUD 1945 inilah yang merupakan sumber nomiatif bagi hukum positif Indonesia terutama penjabaran dalam pasal-pasal UUD 1945. 1. melainkan menempatkan manusia dalam hubungannya dengan bangsa (makhluk sosial). Konsekuensinya dalam realisasinya maka hak asasi manusia memiliki hubungan yang koralatif dengan wajib asasi manusia karena sifat kodrat manusia sebagai individu dan makhluk sosial. asasi Manusia PBB. karena Pembukaan UUD 1945 dan pasalpasalnya diundangkan tanggal 18 Agustus 1945. Bangsa Indonesia telah lebih dulu dirumuskan dari Deklarasi Universal Hak-hak. Hatta dalam sidang BPUPKI sebagai berikut : “Walaupun yang dibentuk itu negara kekeluargaan. Dalam rentang berdirinya bangsa dan negara Indonesia dalam kenyataannya secara resmi deklarasi. Hal ini merupakan fakta pada dunia bahwa bangsa bangsa Indonesia sebelum tercapainya pernyataan hak-hak asasi manusia sedunia PBB. Dalam Pembukaan UUD 1945 alinea I dinyatakan bahwa : “Kemerdekaan adalah hak setiap bangsa”. tetapi masih perlu ditetapkan beberapa hak dari negara agar jangan sampai timbul negara kekuasaan (Machtsstaal atau negara penindas) (Yamin 1959 : 287-289). adapun sifat kodratnya sebagai makhluk individu dan makhluk sosial. Dalam pengertian inilah maka hak-hak asasi manusia tidak dapat dipisahkan dengan hakikat kodrat manusia tersebut. Kata-kata berikutnya pada alinea III Pembukaan UUD 1945 adalah sebagai berikut : . kedudukan kodrat sebagai makhluk Tuhan dan Makhluk pribadi. Dalam pernyataan terkandung pengakuan secara yuridis hak asasi manusia tentang kemerdekaan sebagaimana tercantum dalam : deklarasi Universal Hak-hak Asasi Manusia PBB Pasal.

hukum material. dan diteruskan dengan kata “.” mengandung arti bahwa dalam deklarasi bangsa Indonesia terkandung pengakuan manusia yang berketuhanan Yang Maha Esa.”.. supaya berkehidupan kebangsaan yang bebas. Demikian pula negara Indonesia juga memiliki ciri.. Adapun tujuan negara tersebut adalah sebagai berikut : “.. negara Indonesia menjamin dan melindungi hak-hak asasi manusia para warganya terutama dalam kaitannya dengan kesejahteraan hidupnya baik jasmaniah maupun rokhaniah.” Tujuan negara Indonesia sebagai negara hukum yang bersifat formal tersebut mengandung konsekuensi bahwa negara berkewajiban untuk melindungi seluruh warganya dengan suatu undang-undang terutama untuk melindungi hak-hak asasinya demi kesejahteraan hidup bersama...Memajukan kesejahteraan umum. dalam rumusan tujuan negara “..... dan mencerdaskan kehidupan bangsa. Berdasarkan pada tujuan negara sebagaimana terkandung dalam Pembukaan UUD 1945 tersebut. maka rakyat Indonesia menyatakan dengan ini kemerdekaannya”. Melalui pembukaan UUD 1945 dinyatakan dalam alinea IV bahwa negara Indonesia sebagai suatu persekutuan bersama bertujuan untuk melindungi warganya terutama dalam kaitannya dengan perlindungan hak-hak asasinya.supaya berkehidupan yang kebangsaan bebas....clxviii “Atas berkat rakhmat Allah Yang Maha Kuasa dan dengan didorongkan oleh keinginan luhur. Pemerintahan negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum mencerdaskan kehidupan bangsa. maka negara Indonesia mengakui hak-hak asasi manusia untuk memeluk agama sebagaimana tercantum dalam Deklarasi Universal Hak-hak Asasi Manusia PBB Pasal 18 dan dalam pasal UUD 1945 dijabarkan dalam Pasal 29 terutama ayat (2). maka pengertian bangsa. Pernyataan tentang “atas berkat rakhmat Allah Yang Maha Kuasa. antara lain berkaitan dengan hak-hak asasi bidang . tujuan negara.

Pendidikan. . (4) Setiap anak berhak atas kelangsungan hidup. dan negaranya. bangsa. memilih kewarganegaraan. memilih tempat tingal di wilayah negara dan meningalkannya serta berhak kembali. Rincian hak-hak asasi manusia dalam pasal-pasal UUD 1945 adalah sebagai berikut: BAB XA HAK ASASI MANUSIA Pasal 28-A Setiap orang berhak untuk hidup serta berhak mempertahankan hidup dan kehidupannya. Pasal 28-D (5) Setiap orang berhak atas pengakuan. yang adil serta perlakuan yang sama di hadapan hukum. Pasal 28-C (3) Setiap orang berhak mengembangkan diri melalui pemenuhan kebutuhan dasarnya. Pasal 28-E (4) Setiap orang bebas memeluk Agama dan beribadat menurut agamanya. berhak mendapat pendidikan dan memperoleh manfaat dari ilmu pengetahuan dan teknologi. dan agama. jaminan perlindungan dan kepastian hukum. kebudayaan. sosial. seni dan budaya demi meningkatkan dan demi kesejahteraan umat manusia. memilih pendidikan dan pengajaran. (8) Setiap orang berhak atas status kewarganegaraan. (6) Setiap orang berhak untuk bekerja serta mendapat imbalan yang adil dan layak dalam hubungan kerja.clxix politik. tumbuh dan berkembang serta berhak atas perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi. memilih pekerjaan. (7) Setiap warga negara berhak memperoleh kesempatan yang sama dalam pemerintahan. ekonomi. Pasal 28-B (3) Setiap orang berhak membentuk keluarga dan melanjutkan keturunan melalui perkawinan yang sah. (4) Setiap orang berhak untuk memajukan dirinya dalam memperjuangkan secara kolektif untuk membangun masyarakat.

Pasal 28-H (5) Setiap orang berhak hidup sejahtera lahir dan bathin. berbuat sesuatu yang merupakan hak asasi. memiliki. (6) Setiap orang berhak mendapat kemudahan dan perlakuan khusus untuk memperoleh kesempatan dan manfaat yang sama guna mencapai persamaan dan keadilan. memperoleh. keluarga. hak kemerdekaan pikiran. menyimpan. Berkumpul dan mengeluarkan pendapat. (7) Setiap orang berhak atas jaminan sosial yang memungkinkan pengembangan dirinya secara utuh sebagai manusia yang bermartabat. bebas dan penyiksaan atau perlakuan yang merendahkan derajat martabat manusia dan berhak memperoleh suaka politik dari negara lain. (6) Setiap orang berhak. bertempat tinggal. hak untuk tidak disiksa. hak beragama. hak izin untuk tidak diperbudak.. atas kebebasan berserikat. dan hak untuk tidak di tuntut atas dasar hukum yang berlaku surut adalah. serta berhak untuk mencari. hak asasi manusia yang tidak dapat dikurangi dalam keadaan apapun. Pasal 28-G (3) Setiap orang berhak atas perlindungan diri pribadi.clxx (5) Setiap orang berhak atas kebebasan meyakini kepercayaan. dan hati nurani. menyatakan pikiran dan sikap sesuai dengan hati nuraninya. (4) Setiap orang berhak untuk. martabat dan harta benda yang di bawah kekuasaannva. kehormatan. Pasal 28-F Setiap orang berhak untuk berkomunikasi dan memperoleh informasi untuk mengembangkan pribadi dan lingkungan sosialnya. . hak untuk diakui sebagai pribadi di hadapan hukum. mengolah dan menyampaikan informasi dengan menggunakan segala jenis saluran yang tersedia. (8) Setiap orang berhak mempunyai milik pribadi dan hak milik tersebut tidak diambil alih secara sewenang-wenang oleh Pasal 28-I (6) Hak untuk hidup. serta berhak atas rasa aman dan perlindungan dari ancaman ketakutan untuk berbuat atau tidak. dan mendapatkan lingkungan hidup yang baik dari sehat serta berhak memperoleh pelayanan kesehatan.

Antara lain sejak kekuasaan Rezim Soeharto telah dibentuk KOMNAS HAM. maka pelaksanaan hak asasi manusia dijamin. dan pemenuhan hak asasi manusia adalah tanggungjawab negara. (8) Identitas budaya dan hak masyarakat. dalam Konsiderans dan Ketentuan Umum Pasal I dijelaskan. (4) Dalam menjalankan hak dan kebebasannya. dan dituangkan dalam peraturan perundang-undangan. pemajuan. Pasal 28-J (3) Setiap orang wajib menghormati hak asasi manusia orang lain dalam tertib kehidupan bermasyarakat. 39 tahun 1999. dan ketertiban umum dalam suatu masyarakat demokratis.clxxi (7) Setiap orang berhak bebas dari perlakuan bersifat diskriminatif dasar apapun dan berhak mendapatkan perlindugan terhadap perlakuan yang bersifat diskriminatif itu. keamanan. pemerintah dan setiap orang demi kehormatan serta perlindungan harkat dan martabat manusia. dijunjung tinggi dan dilindungi oleh negara. Dalam proses reformasi dewasa ini terutama akan perlindungan hak-hak asasi manusia semakin kuat bahkan merupakan tema sentral. menjadi semakin efektif terutama dengan diwujudkannya Undang-Undang Republik Indonesia No. berbangsa. setiap orang wajib tunduk kepada pembatasan yang ditetapkan dengan undang-undang maksud semata-mata untuk menjamin perlakuan serta penghormatan atas hak dan kebebasan orang lain dan untuk memenuhi tuntutan yang adil sesuai dengan pertimbangan moral. (9) Perlindungan. terutama pemerintah. hukum. walaupun pelaksanaannya belum optimal. tentang Hak Asasi manusia. (10)Untuk menegakkan dan melindungi hak asasi manusia sesuai dengan prinsip negara hukum yang demokratis. dan bernegara. penegakkan. Selain hak asasi juga dalam LJU . dan merupakan anugerahNya yang wajib dihormati. diatur. Dalam perjalanan sejarah kenegaraan Indonesia pelaksanaan perlindungan terhadap hak-hak asasi manusia di Indonesia mengalami kemajuan. nilai-nilai agama. bahwa Hak Asasi Manusia adalah seperangkat hak yang melekat pada hakikat dan keberadaban manusia sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa. tradisional dihormati selaras dengan perkembangan zaman dan peradaban. Oleh karena itu jaminan hak-hak asasi manusia sebagaimana terkandung dalam UUD 1945.

antara lain kewajiban untuk menghormati hak asasi orang lain. Dalam Undang-Undang Dasar 1945 hasil amandemen 2002. hak memperoleh keadilan. Rincian tersebut antara lain misalnya tentang hak-hak sosial dijamin dalam Pasal 29-B ayat (1). Pasal 28-E ayat (3). hak ekonomi diatur dalam Pasal 28 ayat (2). telah memberikan jaminan secara eksplisit tentang hak-hak asasi manusia yang tertuang dalam Bab XA.clxxii No. 39 tahun 1999 tentang hak-hak asasi manusia tersebut bangsa Indonesia telah masuk pada era baru terutama dalam menegakkan masyarakat yang demokratis yang melindungi hak-hak asasi manusia. perlindungan hak asasi. pembatasan terhadap kewenangan pemerintah serta KOMNAS HAM yang merupakan lembaga pelaksana atas perlindungan hak-hak asasi manusia. melindungi. dibandingkan dengan Undang-Undang Dasar 1945 sebelum dilakukan amandemen. hak untuk hidup. 39 tahun 1999. Demi tegaknya asasi setiap orang maka diatur pula kewajiban dasar manusia. yaitu seperangkat kewajiban yang apabila tidak dilaksanakan. ketentuan yang mengatur tentang jaminan hak-hak asasi manusia dalam Undang-Undang Dasar 1945 hasil amandemen 2002 dikembangkan dan ditambah pasalnya dan lebih rinci. dan konsekuensinya setiap orang harus tunduk kepada peraturan perundang-undangan yang berlaku. hak budaya pada Pasal 28-1 ayat (3). Dengan diundangkannya UU No. serta hak . (2). Namun demikian sering dalam pelaksanaannya mengalami kendala yaitu dimana antara penegakkan hukum dengan kebebasan sehingga kalau tidak konsisten maka akan merugikan bangsa Indonesia sendiri. hak mengembangkan diri. hak turut serta dalam pemerintahan. hak atas kebebasan pribadi. Jikalau. pasal 28A sampai dengan pasal 28J. UU No. hak atas rasa aman. hak politik diatur dalam Pasal 28-D ayat (3). hak perlindungan hukum yang sama pada Pasal 28-G ayat (1). Pasal 28-H ayut (3). hak wanita. dan hak anak. hak berkeluarga dan melanjutkan keturunan. hak memeluk. hak atas kesejahteraan. terkandung kewajiban dasar manusia. Pasal 28-C ayat (2). 39 tahun 1999 tersebut terdiri atas 105 pasal yang meliputi macam Hukum asasi. meyakini dan beribadah menurut agama yang dianutnya. Hak-hak asasi tersebut meliputi. tidak memungkinkan terlaksana dan tegaknya hak asasi manusia. Selain itu juga diatur kewajiban dan tanggung jawab pemerintah untuk menghormati. menegakkan serta memajukan hak-hak asasi manusia tersebut yang diatur dalam peraturan perundang-undangan dan hukum internasional yang diterima oleh negara Republik Indonesia.

serta jaminan hukum yang memadai. 9 tahun 1999. adalah dengan dilaksanakannya Pengadilan Ad Hocc. yang taruhannya adalah nasib dan kredibilitas bangsa Indonesia di mata intemasional. Satu kasus yang cukup penting. Dalam kenyataannya mereka-mereka yang dituduh melanggar HAM berat di Tiinur-Timur pada hakikatnya berjuang demi kepentingan bangsa dan negara. bagi suatu kemajuan yang sangat berarti. atas pelanggar hak-hak asasi manusia di Jakarta.clxxiii memperoleh. Memang pelaksanaan Pengadilan Ad Hoc atas pelanggaran hak-hak asasi manusia di Timur-Timur tersebut penuh dengan kepentingan-kepentingan politik. Di satu pihak pelaksanaan pengadilan Ad Hoc tersebut atas desakan PBB. bahwa bangsa Indonesia memiliki komitmen atas penegakan hakhak asasi manusia. menyimpan. memiliki. Hal ini menunjukkan kepada masyarakat Internasional. Implementasi Hak Asasi Dan Kewajiban Asasi Dalam Sila-Sila Pancasila a. Sila Pertama Hak Asasi Kewajiban Asasi = Hak memilih dan mengakui agama dan = Melaksanakan perintah dan larangan Tuhan kepercayaan kepada Tuhan YME YME menurut agama dan kepercayaan masing-masing . mengolah. bagi bangsa Indonesia dalam menegakkan hakhak asasi. menyampaikan informasi dan berkomunikasi melalui berbagai saluran yang ada. karena bangsa Indonesia memiliki komitmen yang tinggi atas jaminan serta penegakan hak-hak asasi manusia. Terlepas dari berbagai macam kelebihan dan kekuranggannya. di pihak lain perbenturan kepentingan antara penegakan hak-hak asasi dengan kepentingan nasional serta rasa nasionalisme sebagai bangsa Indonesia. Konsekuensi pengaturan atas jaminan hak-hak asasi manusia tersebut harus diikuti dengan pelaksanaan. Untuk ketentuan yang lebih rinci atas pelaksanaan dan penegakan hak-hak asasi tersebut. diatur dalam Undang-undang No. E. atas pelanggaran di Timur-Timur.

agama. Sedangkan Perbedaan Kewajiban 1. atas kepentingan suku. Sila Kelima Hak Asasi = Kewajiban Asasi Keadilan Sosial barujud hendak = Melakukan kontrol sosial kepada para melaksanakan kesejahteraan umum pembimbing negara baik yang formal bagi seluruh anggota masyarakat. pribadi golongan. kelompok atau kepentingan partai dll.clxxiv b. suku. partai itu memiliki kedudukan dan kesempatan yang sama di Indonesia. oleh. dalam arti adanya keseimbangan dengan tidak mengutamakan yang satu dan mengabaikan yang lainnya. maupun non formal demi kepentingan yaitu keadilan yang memberi bersama perimbangan dimana hak milik berfungsi sosial Kewajiban Asasi Manusia Kewajiban adalah keharusan moral untuk mengerjakan atau meninggalkan suatu pekerjaan. dan = Patuh dan taat kepada rambu-rambu hukum untuk rakyat dalam kehidupan demokrasi e. saling menolong dan memiliki hak asasi yang dapat bekerjasama dengan sesama manusia dinikmati dan dipertahankan terhadap godaan dari segala arah c. d. Sila Keempat Hak Asasi = Kewajiban Asasi Negara RI dibentuk dari. Sila Kedua Hak Asasi Kewajiban Asasi = Manusia sebagai mahluk individu. artinya sikap = Mengutamakan kepentingan umum atau mengutamakan kepentingan bangsa di bersama daripada kepentingan golongan. Berarti persatuan antar suku. golongan. = Saling membantu. Sila Ketiga Hak Asasi Kewajiban Asasi = Persatuan Indonesia. Kewajiban Perintah (Affirmatif) : yaitu menuntut dilaksanakannya suatu perbuatan .

The system approach helps to reveal the special quality of law. sebagaimana dikatakan oleh Victor M. The system approach also makes it possible to reveal more clearly such important features of law as a unity and differentiation. hukum sebagai sarana dan sistem perlindungan bagi rakyat yang efektif. considered as a whole in comparison with one of its branches or with a simple aggregate of branches. Artinya. penegak) hukum bekerja untuk melindungi dan memenuhi hak-hak dalam ruang kehidupan warga negaranya. the interaction and interrelation of the separate parts of elements. Zivs. berarti peralihan dari tertib . “It is the system approach that makes it possible to visualize more clearly the whole of law as a complex series or relationship between branches of law and legal institutions. Kewajiban dalam Pasal-Pasal UUD 1945 • Wajib membayar pajak (23) • Wajib menghormati orang lain yang berbeda agama. Pendekatan sistem dalam bidang hukum. jika saatnya diperlukan secara fisik dan mental ideologik (30) F.clxxv 2. terutama dari berbagai upaya pemaksaan kehendak atau bentuk kekerasan yang dilakukan oleh organ/struktur yang berkuasa. Penelusuruan terhadap pengakuan hak-hak asasi manusia dalam konstitusi akan menjadi tema penting dilihat sebagai bagian dari kajian sistem ketatanegaraan yang ada. Tschchikvadse dan Samuel L. Kewajiban larangan (Negatif) : menuntut ditinggalkannya perbuatan/tindakan. Karena pengalaman bangsa Indonesia yang berulang kali mengalami pergantian dan perubahan UUD. dan pergantian UUD dalam suatu negara. pendekatan sistem dalam bidang hukum memperhatikan pula bagaimana organ/struktur negara yang memiliki lembagalembaga (pembentuk. Sarana Perlindungan Hak Asasi Manusia Salah satu pemahaman (dari banyak varian konsep) terhadap penyejahteraan warga negaranya dalam konsep tanggung jawab negara adalah upaya perlindungan hukum bagi warganya sendiri.”30 Ini berarti. toleransi dan kerukunan beragama (29) • Wajib menghormati orang lain • Wajib bela negara.

dimana terdapat keragaman dalam berbagai sistem hukum di dunia ini. Membicarakan pendekatan hukum. sedangkan negaranegara dengan “common law system”. sebagai sarana perlindungan hukum bagi rakyat.31 Sedangkan untuk perlindungan hukum yang represif adalah berdasarkan penyelesaian suatu sengketa. Adanya perlindungan hukum yang preventif tentunya akan mendorong pemerintah untuk bersikap lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan yang didasarkan pada diskresi. kepada rakyat diberikan kesempatan untuk mengajukan keberatan (inspraak) atau pendapatnya sebelum suatu keputusan pemerintah mendapat bentuk yang definitif. Di samping kedua sistem tersebut. negara-negara dengan “civil law system” mengakui adanya dua set pengadilan. yang menyatakan “tindak pemerintahan” sebagai titik sentral. yaitu pengadilan umum (biasa) dan pengadilan administrasi. yang sifatnya mencegah sengketa.clxxvi ketatanegaraan yang lama ke tertib ketatanegaraan yang baru. Lembaga peradilan yang menangani persoalan hak-hak asasi manusia. yang tentunya (atau seharusnya) menuju ke arah yang lebih sempurna dibandingkan sebelumnya. adalah pendapat Hadjon. khususnya terhadap pelanggaran HAM berat dilakukan oleh Pengadilan HAM. Pada perlindungan hukum yang preventif.32 Dalam konteks hak-hak asasi manusia. dan khusus hanya menangani persoalan pelanggaran HAM berat (kejahatan genosida dan kejahatan terhadap . kita mengenal adanya lembaga-lembaga yang menjadi sarana perlindungan hak-hak masyarakat. Misalnya. negara-negara Skandinavia telah mengembangkan sendiri suatu lembaga perlindungan hukum bagi rakyat yang dikenal dengan nama “Ombudsman”. hanya mengenal satu set pengadilan. Lembaga-lembaga yang memiliki kewajiban dalam memberikan sarana perlindungan hukum bisa dilakukan oleh lembaga peradilan (judicial system) dan lembaga non-peradilan (non-judicial system). khususnya yang diberlakukan dalam sistem hukum di Indonesia. Dan ini pulalah yang menjelaskan situasi pendekatan hukumnya pemerintah dalam hak asasi manusia. yaitu “ordinary court”. Pengadilan HAM merupakan pengadilan khusus yang berada di lingkungan peradilan umum. dibedakan dua macam perlindungan hukum bagi rakyat: perlindungan hukum yang preventif dan perlindungan yang represif.

33 Sedangkan persoalan hak-hak asasi manusia lainnya. tetapi haruslah lintas departemen. Sehingga tidak dimungkinkan lagi adanya sektoralisme penyelesaian masalah-masalah penegakan hak asasi manusia. Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas Anak). Ketiga lembaga peradilan tersebut merupakan sarana perlindungan hak-hak asasi manusia yang dikenal dalam konteks sistem ketatanegaraan di Indonesia. Meskipun demikian. pandangan terhadap sarana-sarana perlindungan hak asasi manusia tidak bisa dikerdilkan hanya pada lembaga peradilan dan lembaga non-peradilan yang disebutkan di atas. Mekanisme Penyelesaian Pelanggaran Hak Asasi Manusia Setiap permasalahan semestinya harus ada mekanisme penyelesaian yang disiapkan sebagai satu kebijakan. dan menjadi tanggung jawab seluruh jajaran pemerintahan mulai dari Presiden hingga unit pemerintahan terkecil di bawah tanpa terkecuali. di luar pelanggaran HAM berat. sehingga permasalahan pelanggaran HAM akan dapat tercegah dan diselesaikan secara komprehensif. Setiap . Dalam perspektif perlindungan publik atas kebijakan atau keputusan administratif pemerintah. dikategorikan sebagai tindak kriminal maka akan diselesaikan melalui proses peradilan umum. Sedangkan lembaga non-peradilan yang dibentuk pemerintah untuk melakukan upaya perlindungan dan pemenuhan hak-hak asasi manusia. Demikian pula halnya dengan masalah pelanggaran HAM. maka perlindungan hak asasi manusia bisa diselesaikan melalui Pengadilan Tata Usaha Negara. termasuk institusi kepolisian dan TNI.clxxvii kemanusiaan). koordinatif dan strategis. Bahkan bilamana diperlukan sarana-sarana tersebut membuka terhadap kerjasama internasional untuk mendukung upaya perlindungan hak-hak asasi manusia. antara lain Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM). Komisi Nasional Anti Kekerasan Terhadap Perempuan (Komnas Perempuan). G. dan Komisi Ombudsman Nasional. Kelembagaan non-peradilan yang juga terkait langsung dengan upaya perlindungan hak asasi manusia secara koordinatif membangun komunikasinya dengan lembaga atau departemen pemerintah lainnya.

Penyelesaian melalui cara konsultasi 3. korban. Sedangkan untuk pengadilan pelanggaran HAM yang berat dibentuk pengadilan HAM di lingkungan peradilan Umum. Tidak memiliki bukti awal yang memadai Materi pengaduan bukan masalah pelanggaran HAM Pengajuan diadukan dengan itikad buruk atau ternyata tidak ada kesungguhan dari pengadu. Pihak pengadu. kecuali ditentukan lain oleh Komnas HAM. 4. Pemeriksaan pelanggaran HAM dilakukan secara tertutup. . Apabila seseorang yang dipanggil tidak datang atau menolak memberikan keterangan. Pengaduan hanya akan mendapat pelayanan apabila disertai dengan identitas pengadu yang benar dan keterangan atau bukti awal yang jelas tentang materi yang diadukan. saksi dan atau pihak lainnya yang terkait wajib memenuhi permintaan/panggilan Komnas HAM. Dalam hal pengaduan dilakukan oleh pihak lain. Pemberian saran kepada para pihak untuk menyelesaikan sengketa melalui pengadilan 4. 5. kecuali untuk pelanggaran HAM tertetu berdasarkan kepentingan Komnas HAM. Pemeriksaan atas pengaduan kepada Komnas HAM tidak dilakukan atau dihentikan apabila : 1. 3. Komnas HAM dapat meminta bantuan Ketua Pengadilan untuk memenuhi panggilan secara paksa sesuai ketentuan peraturan perundangundangan. Perdamaian kedua belah pihak 2. Komnas HAM berfungsi mediasi yang bertugas dan berwenang melakukan : 1. 2.clxxviii orang dan atau kelompok orang yang memiliki alasan kuat bahwa hak azasinya telah dilanggar dapat mengajukan laporan dan pengaduan lisan atau tertulis pada Komnas HAM. Penyampaian rekomendasi pelanggaran HAM kepada Pemerintah atau DPR untuk ditindaklanjuti. Terdapat upaya hokum lebih efektif bagi penyelesaian materi pengaduan Sedang berlansung penyelesaian melalui upaya hokum yang tersedia sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. maka pengaduan harus disertai dengan persetujuan dari pihak yang hak asazinyna dilanggar sebagai korban.

Dalam UUD 1945 hak-hak asasi manusia terdapat dalam pembukaan UUD 1945 pada alinea pertama : kebebasan untuk merdeka. Hak mendapatkan pendidikan dan pengajaran Pemerintah mengajukan kebudayaan nasional. yaitu hak hidup. hukum. SOAL LATIHAN Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini : 1. Hak yang melekat pada martabat manusia sebagai insane ciptaan Tuhan Yang Maha Esa. sosial. Dalam pasal-pasal batang tubuh undang-undang dasar 1945 : Segala warga negara bersamaan kedudukannya dalam hukum dan pemerintahan Tiap-tiap warga negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan. alinia 3 : menyatakan kemerdekaan. Hak untuk berserikat dan berkumpul Hak untuk memeluk agama dan beribadah Hak untuk ikut bela negara. Jelaskan secara singkat sejarah HAM di dunia 4.hak kebebasan dan hak kesamaan. budaya dan ekonomi ).clxxix PENUTUP Hak asasi adalah hak-hak dasar atau pokok yang dibawa manusia sejak lahir sebagai anugerah Tuhan Yang Maha Esa. Jelaskan implementasi HAM di Indonesia dan mekanisme pemecahan masalah pelanggaran HAM . alinia ke 2 : negara yang adil. Jelaskan pengertian Hak Asazi Manusia 2. dan alinia 4 : menunjukkan pengakuan dan perlindungan terhadap hak asasi ( dalam bidang politik. Jelaskan prinsip-prinsip Hak asazi manusia 3.

STIMIK DIPANEGARA . Setiadi. JCT. Soegito. Hak Asasi Manusia.2004 Azra. R. Jakarta. 2002. Yogyakarta. Pendidikan Kewarganegaraan. Pen. -----------------.H. S. Jakarta. Jambatan. 1982.I. Departemen Penerangan R. Pradnya Paramitha. Pen. Jakarta. 2003. S. S. Pendidikan Pancasila. Soemiarno.Makassar. Pendidikan Pancasila Di Perguruan Tinggi Edisi Revisi. .2003 Tim Dosen Pancasila Unhas. Pen. Dirjen Dikti Depdiknas. Jakarta : Dikti Soemarsono. Drs.Pendidikan Pancasila Perguruan Tinggi. Simorangkir. M. Kajian tentang UUD’ Negara R.Jakarta. Makalah yang disampaikan dalam kursus calon dosen Kewarganegaraan angkata I. 2005. CST. Syahrial. Pen.clxxx BAHAN BACAAN Ismail Sunny. M. Dra. Gramedia Pustaka Utama. Pancasila dan UUD'45 (I. 1993. Gramedia Pustaka Utama: Jakarta. 1973. Pen. Tim Dosen Pancasila Unhas. Hak-hak dan Kewajiban Warga Negara. Kansil. Erlangga. 2002. Bandung. Kaelan. Mansyur. Gunawan.Si. Paramitha Pradnya. Pen. Hak-hak Asasi Manusia Berdasarkan Idiologi Pancasila. Bandung: Fokus Media. 1968. Pembagian Kekuasaan Negara. Pen. Pen. 1970. 2002. Syarbani. Purnomo. Jakarta. Jakarta : Prenada Media Indonesia. Kanisius. M. Bursa Buku FH-UI. Seko ABRI. 1973. 2003. Pengimplementasian UUD’45. Tentang dan Sekitar UUD’45. Hak dan Kewajiban Warga Negara (makalah suscados PKn desember 2005 di Jakarta). Demokrasi Hak Asasi Manusia Masyarakat Madani. 2005. Panduan Kuliah Pendidikan Pancasila untuk Perguruan Tinggi. Jakarta. Jakarta. 12-23 Desember 2005. Hutauruk. A T.Si. Yogyakarta. UUD 1945 dan Amandemennya. Universitas Hasanuddin. Pradnya Paramitha. -----------------Sistem Pemerintahan Indonesia.Makassar. Yogyakarta. Pen. 1962.. (hasil Amandemen disahkan tanggal 16 Agustus 2002) (Anallsis Filosofis & Yuridis).Pendidikan Pancasila Bunga Rampai . azyumardi. Dan H.I. Jakarta: Ghalia Indonesia. 2005. III) Pen. Elly M. II.

serta merupakan elemen dalam kelompok Mata-kuliah Pengembangan Kepribadian (MPK). pelaksanaan kaidah-kaidah hukum yang berlaku di suatu negara merupakan suatu premis bahwa kaidah-kaidah yang dilaksanakan itu merupakan hukum yang adil. artinya kaidah hukum yang menjamin perlakuan yang adil bagi masyarakat. Materi ini merupakan salah satu bentuk penjabaran UU No. Ada tidaknya rule of law dalam suatu negara ditentukan oleh ”kenyataan”. Rule of law merupakan konsep tentang common law tempat segenap lapisan masyarakat dan negara beserta seluruh kelembagaannya menjunjung tinggi supremasi hukum yang dibangun atas prinsip keadilan dan egalitarian. dan kerajaan.clxxxi BAB IX RULE OF LAW PENDAHULUAN A. maka dipandang perlu memasukkan materi instruksional rule of law sebagai salah satu materi di dalam mata kuliah Pendidikan Kewarganegaraan (PKn). bersamaan dengan kelahiran negara konstitusi dan demokrasi. MPR No. serta sebagai reaksi terhadap negara absolut yang berkembang sebelumnya. Konsep ini lahir untuk mengambil alih dominasi yang dimiliki kaum gereja. Rule of law adalah rule by the law dan bukan rule by man. maupun dari pemerintah? Oleh karena itu. PKn sendiri merupakan desain baru kurikulum inti di PTU yang menunjang pencapaian Visi Indonesia 2020 ( Tap. Untuk membangun kesadaran di masyarakat tentang pentingnya rule by the law. ningrat. serta menggeser negara kerajaan dan memunculkan negara konstitusi di mana doktrin rule of law ini lahir. dalam arti perlakuan yang adil. Doktrin tersebut lahir sejalan dengan tumbuh suburnya demokrasi dan meningkatnya peran parlemen dalam penyelenggaraan negara. VII/MPR/2001) dan Visi Pendidikan Tinggi 2010 ( HELTS 2003-2010-DGHE ). not rule by the man. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional yang tidak lagi menyinggung . apakah rakyatnya benar-benar menikmati keadilan. Latar Belakang Rule of law adalah suatu doktrin hukum yang mulai muncul pada abad ke 19. baik sesama warganegara.

serta ditiadakannya Pendidikan Pancasila sebagai mata kuliah tersendiri dari kurikulum Perguruan Tinggi. Latar Belakang Rule of Law 2.clxxxii masalah Pendidikan Pendahuluan Bela Negara (PPBN) atau di perguruan Tinggi disebut Pendidikan Kewiraan. Strategi Pelaksanaan Rule of Law. serta berpandangan luas sebagai manusia intelektual yang memiliki kesadaran tentang pentingnya rule of law dalam konteks kehidupan bermasyarakat. serta 6. 5. mampu menjadi katalis bagi proses penciptaan kondisi lingkungan yang kondusif untuk tumbuh-suburnya kesadaran akan rule of law. Pengertian dan Lingkup Rule of law. . Ruang Lingkup Bahan pembelajaran ini akan membahas : 1. Dengan kompetensi tersebut. Sasaran Pembelajaran Modul Bertujuan mengantarkan peserta didik agar dapat berpikir. Prinsip-prinsip Rule of Law Secara Formal di Indonesia. Isu-Isu Rule of Law. 3. peserta didik diharapkan : peka terhadap permasalahan pelaksanaan rule of law yang ada di lingkungannya. B. berbangsa. C. dan bernegara. bersikap rasional dan dinamis. 4. Prinsip-Prinsip Rule of Law Secara Hakiki dalam Penyelenggaraan Pemerintahan di Indonesia.

tidak personal. . rule of law terkait dengan penegakan rule of law karena menyangkut ukuran hukum yang baik dan buruk (just and unjust law).kemerdekaan Indonesia. “adil” dan makmur. Pengertian dan Lingkup Rule of Law Berdasarkan pengertiannya. secara hakiki. berdaulat. yang merdeka.. yaitu pengertian secara formal ( in the formal sense) dan pengertian secara hakiki/materiil (ideological sence). .. tidak memihak.… karena tidak sesuai dengan peri kemanusiaan dan “peri keadilan”.clxxxiii URAIAN BAHAN PEMBELAJARAN A. bersatu.. Prinsip-Prinsip Rule of Law Secara Formal di Indonesia Di Indonesia. Secara formal. Rule of law merupakan suatu legalisme sehingga mengandung gagasan bahwa keadilan dapat dilayani melalui pembuatan sistem peraturan dan prosedur yang bersifat objektif. Rule of law terkait erat dengan keadilan sehingga rule of law harus menjamin keadilan yang dirasakan oleh masyarakat. .untuk memajukam “kesejahteraan umum”. dan otonom. Sementara itu. Friedman (1959) membedakan rule of law menjadi 2 (dua). b. bahwa kemerdekaan itu adalah hak segala bangsa. c.… dan “keadilan sosial”. antara lain (1) Masih relevankah rule of law di Indonesia ? (2) Bagaimana seharusnya rule of law itu dilaksanakan? (3) Sejauh mana komitmen pemerintah untuk melaksanakan prinsip-prinsip rule of law ? (4) Apa yang harus dilakukan agar rule of law dapat berjalan efektif ? C. B. misalnya negara. rule of law diartikan sebagai kekuasaan umum yang terorganisasi (organized public power). Isu-Isu Rule of Law Hal-hal yang sering mengemuka dalam kaitannya dengan rule of law. prinsip-prinsip rule of law secara formal tertera dalam pembukaan UUD 1945 yang menyatakan : a.

baik di tingkat pusat maupun daerah. serta f. d. Negara Indonesia adalah negara hukum (Pasal 1 Ayat [3]). Setiap orang berhak untuk bekerja serta mendapat imbalan dan perlakuan yang adil dan layak dalam hubungan kerja ( Pasal 28 D Ayat [2]). e. memuat 10 pasal. Prinsip-prinsip tersebut pada hakikatnya merupakan jaminan secara formal terhadap “rasa keadilan” bagi rakyat Indonesia. juga “keadilan sosial” sehingga Pembukaan UUD 1945 bersifat tetap dan instruktif bagi penyelenggaraan negara. perlindungan dan kepastian hukum yang adil. b. jaminan. Dengan demikian.disusunlah kemerdekaan kebangsaan Indonesia itu dalam suatu “Undang-Undang Dasar Negara Indonesia”. inti dari rule of law adalah jaminan adanya keadilan bagi masyarakat.. Prinsip-prinsip di atas merupakan dasar hukum pengambilan kebijakan bagi penyelengaraan negara/pemerintahan.clxxxiv d. “… kemanusiaan yang adil dan beradab”. yang berkaitan dengan jaminan atas rasa keadilan terutama keadilan sosial. antara lain bahwa setiap orang berhak atas pengakuan. . Segala warga negara bersamaan kedudukannya di dalam hukum dan pemerintahan. Penjabaran prinsip-prinsip Rule of Law secara formal termuat di dalam pasal-pasal UUD 1945. serta e. serta perlakuan yang sama di hadapan hukum ( Pasal 28 D Ayat [1]). … serta dengan mewujudkan suatu “keadilan sosial” bagi seluruh rakyat Indonesia. serta wajib menjunjung hukum dan pemerintahan itu dengan tidak ada kecualinya (Pasal 27 Ayat [1]). . c. Dalam Bab X A tentang Hak Asasi Manusia. Kekuasaan kehakiman merupakan kekuasaan yang merdeka untuk menyelenggarakan peradilan guna menegakkan hukum dan keadilan (Pasal 24 Ayat [1]). terutama keadilan sosial. yaitu : a.

tidak personal. peraturan perundang-undangan yang terkait dengan rule of law telah banyak dihasilkan di Indonesia. Rule of law ini juga merupakan legalisme. terutama dalam hal penegakan hukum dan implementasi prinsip-prinsip rule of law. dan negara. maka : 1) Keberhasilan “ the enforcement of the rules of law” harus didasarkan pada corak masyarakat hukum yang bersangkutan dan kepribadian nasional masing-masing bangsa. . Strategi Pelaksanaan (Pengembangan) Rule of Law. yang dengan demikian memuat nilainilai tertentu yang memiliki struktur sosiologisnya sendiri.clxxxv D. Agar pelaksanaan (pengembangan) rule of law berjalan efektif sesuai dengan yang diharapkan. tidak memihak. Rule of law juga merupakan gagasan tentang hubungan antarmanusia. Hal ini didukung oleh kenyataan budayanya yang khas pula. masyarakat. Secara kuantitatif. Legalisme tersebut mengandung gagasan bahwa keadilan dapat dilayani melalui pembuatan sistem peraturan dan prosedur yang sengaja bersifat objektif. menunjukkan bahwa (Sunarjati Hartono: 1982). tetapi implementasinya belum mencapai hasil yang optimal sehingga rasa keadilan sebagai perwujudan pelaksanaan rule of law belum dirasakan oleh sebagian besar masyarakat. keberhasilan “ the bahwa rule of law enforcement of the rules of law” bergantung pada kepribadian nasional setiap bangsa merupakan institusi sosial yang memiliki struktur sosiologis yang khas dan mempunyai akar E. Berdasarkan pengalaman berbagai negara dan hasil kajian. dan otonom. 2) Rule of law yang merupakan institusi sosial harus didasarkan pada akar budaya yang tumbuh dan berkembang pada bangsa. suatu aliran pemikiran hukum yang didalamnya terkandung wawasan sosial. Prinsip-Prinsip Rule of law Secara Hakiki dalam Penyelenggaraan Pemerintahan Prinsip-Prinsip Rule of Law secara hakiki (materiil) sangat erat kaitannya dengan “the enforcement of the rules of law” dalam penyelenggaraan pemerintahan.

asas serta aksi-aksi karena ”hukum untuk manusia”. Arah dan watak hukum yang dibangun harus berada dalam hubungan yang sinergis dengan kekayaan yang dimiliki bangsa Indonesia. seperti yang selama ini terjadi. atau “back to law and order”. Artinya. Hukum progresif memuat kandungan moral yang sangat kuat. juga hanya memihak pada keadilan. hukum bukan merupakan institusi yang absolut dan final. bangsa Indonesia harus berani mengangkat “Pancasila” sebagai alternatif dalam membangun “negara berdasarkan hukum” versi Indonesia sehingga dapat menjadi lebih mengedepankan komitmen moral. bukan sebaliknya. perlu dikembangkan hukum progresif (Satjipto Rahadjo : 2004). Hukum progresif menolak keadaan status quo. yaitu berdimensi kemanusiaan. bukan sebagai alat politik yang memihak pada kekuasaan. hukum selalu berada dalam proses untuk terus-menerus ‘menjadi’(law as process. yang memihak hanya pada keadilan itu sendiri. law in the making). masyarakat dan negara. pikiran. Hukum progresif merupakan gagasan yang ingin mencari cara untuk mengatasi keterpurukan hukum di Indonesia secara lebih bermakna. Asumsi dasar hukum progresif bahwa “hukum adalah untuk manusia”. Hukum progresif peka terhadap perubahan-perubahan dan terpanggil untuk tampil melindungi rakyat menuju hokum yang ideal. “rule of moral” atau ‘rule of justice” yang bersifat “ke-Indonesia-an” yang lebih mengedepankan “olah hati nurani” dari pada ‘olah otak”atau . Dalam konteks ini. tetapi sebagai suatu institusi yang bermoral.clxxxvi 3) Rule of law sebagai suatu legalisme yang memuat wawasan sosial. ia bebas untuk mencari format. kembali pada orde hukum dan ketaatan dalam konteks Indonesia. gagasan tentang hubungan antarmanusia. Untuk mewujudkan hal tersebut. harus dapat ditegakkan secara adil. hukum tidak dijadikan sebagai teknologi yang tidak bernurani.

Tempat segenap lapisan masyarakat dan negara beserta seluruh kebanggaannya menjungjung tinggi supremasi hukum yang dibangun atas prinsip keadilan dan egalitarian. rasa aman. Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi. Departemen Pendidikan Nasional: Jakarta. Jelaskan prinsif rule of law secara formal di Indonesia 3.A. dimana rakyat bisa memperoleh kepastian hukum. . Jelaskan pengertian rule of law dan sejarahnya 2. Sekretariat Jenderal MPR RI: Jakarta. H. Jelaskan strategi pelaksanaan rule of law 4. 12-23 Desember 2005.T. Negara bukanlah institusi kebal hukum. Negara dapat dipersalahkan jika pelaksanaanya terjadi pelanggaran hukum. Undang-Undang dasar Negara republic Indonesia Tahun 1945. Pelaksanaan kaidah-kaidah hukum yang berlaku disuatu negara merupakan merupakan hukum yang adil.clxxxvii PENUTUP Rule Of Law adalah suatu doktrin hokum yang muncul pada abad ke-19. rasa keadilan. 2005. artinya kaidah hukum yang menjamin perlakuan adil bagi masyarakat. “inti dari Rule of Law adalah terciptanya tatanan keadilan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Rule of Low. Rule Of Law mengandung asas “dignity of man “ yang harus dilindungi dari tindakan sewenang-wenang Pemerintah / penguasa. dan dijamin hak-hak asasinya SOAL LATIHAN Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini : 1. MPR RI. Jelaskan tujuan dari implementasi rule of law BAHAN BACAAN Sugito. Materi kursus Calon Dosen Kewarganegaraan. Jakarta. Rule Of Law merupakan konsep tentang Common Law. bersamaan dengan kelahiran negara konstitusi dan demokrasi. 2005.

Negara dapat memungkinkan rakyatnya maju berkembang serta mengekspresikan daya cipta atau kreativiatas sebebasnya. Kewajiban Warga Negara. serta berpemerintahan sendiri. 7. Hak dan kewajiban warga negara merupakan hubungan fungsional antara negara dengan warga negara. Depdikbud. bangsa Inndonesia adalah sekeompok manusia yang mempunyai kepentingan yang sama dan menyatakan dirinya sebagai satu bangsa serta berproses dalam satu wilayah Nusantara/Indonesia.clxxxviii BAB X HAK DAN KEWAJIBAN WARGA NEGARA PENDAHULUAN A. Negara merupakan wadah yang memungkinkan seseorang dapat mengembangkan bakat dan potensinya. Kewajiban Negara dan Pemerintah. dan sejarah. Pengertian bangsa dan Negara. 6. 4. hlm. adat. Hak Warga Negara 5. Bangsa adalah kumpulan manusia yang biasanya terikat karena satu kesatuan bahasa dan wilayah tertentu di muka bumi (Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi Kedua. 89). bahkan Negara memberikan pembinaan. 2. B. Dengan demikian. Penduduk dan warga Negara. 3. Asas kewarganegaraan. Problem status kewarganegaraan. . Ruang Lingkup Bahan pembelajaran ini akan membahas : 1. Latar Belakang Bangsa adalah orang-orang yang memiliki kesamaan asal keturunan.

14. Problem status kewarganegaraan. 11. Sasaran Pembelajaran Setelah proses pembelajaran. 10. Kewajiban Negara dan Pemerintah. Kewajiban Warga Negara. Asas kewarganegaraan.clxxxix C. Hak Warga Negara 13. mahasiswa diharapkan mampu menganalisis dan mengidentifikasi Hak dan Kewajiban warga Negara Melalui pembelajaran ini mahasiswa diharapkan dapat menjelaskan : 8. Pendudud dan warga Negara. . Pengertian bangsa dan Negara. 9. 12.

Negara merupakan wadah yang memungkinkan seseorang dapatmengembangkan bakat dan potensinya. a. b. b. c. fungsifungsi. Wilayah. Bangsa adalah kumpulan manusia yang biasanya terikat karena satu kesatuan bahasa dan wilayah tertentu di muka bumi (Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi Kedua. d. serta Negara memperoleh pengakuan dunia internasioanal. sifat tersebut adalah: a. Pengertian Bangsa dan Negara Bangsa adaah orang-orang yang memiliki kesamaan asal keturunan. yaitu organisasi uutama yang menyelenggarakan kekuasaan. serta udara di atasnya. c. adat. Negara memiliki sifat yang membedakannya dengan organisasi lain. dan kebijakan dalam mencapai tujuan. serta berpemerintahan sendiri. yaitu batas territorial yang jelas atas darat.cxc URAIAN BAHAN PEMBELAJARAN A. bangsa Inndonesia adalah seeompok manusia yang memepunyai kepentingan yang sama dan menyatakan dirinya sebagai satu bangsaserta berproses dalam satu wilayah: Nusantara/Indonesia. bahkan Negara memberikan pembinan. Pemerintah. dan sejarah. Secara umum. Dengan demikian. yaitu semua orang yang berdomisili dan mengatakan dirinya ngin bersatu. Penduduk. laut. Sifat memaksa Sifat monopoli. Depdikbud. Banyak para ahli memberikan defenisi tentang Negara. setiap Negara mempunyai 4 fungsi utama bagi bangsanya. Negara dapaat memungkinkan rakyatnya maju berkembang serta mengekspresikan daya cipta atau kreativiatas sebebasnya. dan Sifat totalitas. hlm. yaitu: . Kedaulatan. 89). tetapi syarat dan pengertiannya mencakup elemen berikut. yaitu supremasi wewenang secara merdeka dan bebas dari dominasi Negara lain.

Fungsi kesejahteraan dan kemakmuran. f. yaitu jumlah penduduk. Bagaimana fungsi-fungsi Negara itu terlaksana. tingkat pendidikan warga. dan kondisi kesehatan masyarakat. yaitu tingkat budaya. dan situasi Negara tetangga. Fungsi pengaturan dan ketertiban. Elemen kekuatan yang tidak nyata (tidak berwujud). dukungan intenasional. dan perdagangan.cxci a. Kapasitas pertanian dan industry. Penduduk dan warga Negara Penduduk Indonesia menurut pasal 26 Ayat (2) UUD1945 ialah warga Negara Indonesia dan orang asing yang bertempat tingal di Indonesia. yaitu mencakup luas wilayah Negara (darat dan laut). 1. Kekuatan militer dan mobilitasnya. Fungsi pertahanan dan keamanan. serta Fungsi keadilan menurut hak dan kewajiban. Sumber daya alam. a. Adapun elemen kekuatan Negara tercermin dalam hal-hal berikut. sangat bergantung pada partsipasi politik semua warga Negara dan mobilisasi sumber daya kekuatan Negara. Adapun warga Negara menurut Pasal 26 Ayat (1) ialah orang-orang bangsa Indonesia asli dan orang-orang . b. b. Sumber daya manusia. kesuburan. d. yaitu kondisi alam material buminya. efisiensi birokrasi. reputasi bangsa (nasionalisme) an sebagainya. nilai budaya masyarakat. letak geografis. e. c. usaha warga Negara dalam bidang pertanian. yaitu kapasitas power (kekuatan) yang dimiliki militer dalam hal mewujudkan kekuasaan dari pemerintah demi tecapainya tujuan Negara. d. yaitu segala factor yang mendukung kedaulatan Negara. Teritorial negeri. industry. persatuan bangsa. serta kekayaan lat dan hutan. berupa andungan mineral. c. berupa kepribadian dan kepemimpinan.

memilih tempat tinggal di wilayah Negara dan meninggalkannya. yang dapat dibedakan warga negara dengan warga negara asing (WNA). B. dalam asas kewarganegaraan dikenal dua pedoman. a. menurut Undang-Undang No. Pada awalnya asas kewarganegaraan hanyalah ius soli saja. ialah yang memiliki domisili atau tempat tinggal tetap di wilayah negara itu. misalnya turis.cxcii bansa lalin yang disahkan dengan Undang-Undang sebagai warga Negara. Sebelum Negara menentukan siapa-siapa yang menjadi warga negara. Bukan Penduduk. sebagai suatu anggapan bahwa seseorang lahir di suatu wilayah negara. Asas Kelahiran (Ius Soli) Asas Kelahiran (ius soli) adalah penentuan status kewarganegaraan berdasarkan tempat atau daerah kelahiran seseorang. seorang menjadi anggota atau warga suatu Negara haruslah ditentukan oleh Undang-Undang yang dibuat oleh Negara tersebut. maka . Sementara itu. Pernyataan ini mengandung bahwa orang-orang yang tinggal dalam wilayah Negara dapat diklasifikasikan sebagai berikut. yaitu : a. Warga Negara dari suatu Negara berarti anggota dari Negara itu yang merupakan pendukung dan penanggung jawab terhadap kemajuan dan kemunduran suatu Negara. dinyatakan bahwa Warga Negara Inonesia adalah orang yang berdasarkan perundangundangan yang berlaku sejak proklamasi 17 Agustus 1945 sudah menjadi warga Negara Republik Inonesia. 62/1958 tentang Kewarganegaraan Indonesia. yaitu orang orang asing yang tinggal sementara dalam suatu negara sesuai dengan visa yang diberikan oleh negara (kantor imigrasi) yang bersangkutan. Asas Kewarganegaraan Setiap negara mempunyai kebebasan dan kewenangan untuk menentukan asas kewarganegaraan. serta berhak kembali sebagaimana dinyatakan oeh Pasal 28 E Ayat (1) UUD 1945. Oleh sebab itu. terlebih dahulu Negara harus mengakui bahwa setiap orang harus memiliki kewarganegaraan. b. Penduduk.

c. dan bersatu. Asas ini menghindari penyelundupan hukum. Asas Keturunan (ius sanguinis) Asas Keturunan (ius sanguinis) adalah pedoman kewarganegaraan berdasarkan pertalian darah atau keturunan. orang tua yang memiliki status kewarganegaraan yang berbeda akan menjadi bermasalah jika orang tua tersebut melahirkan ditempat salah satu orang tuanya (misalnya ditempat ibunya). yaitu paradigma suami isteri atau ikatan keluarga merupakan inti masyarakat yang mendambakan suasana sejahtera. yaitu seseorang yang tidak mau diwarganegarakan oleh negara atau tidak mau diberi status warga negara suatu negara. Unsur Pewarganegaraan (naturalisasi) Dalam naturalisasi ada yang bersifat aktif. seseorang yang lahir dari orang tua yang memiliki kewarganegaraan suatu negara. Sebagai contoh. asas perkawinan mengandung asas persamaan derajat. Dengan demikian. Jika suatu negara menganut asas ius sanguinis. b.cxciii otomatis dan logis ia menjadi warga negara tersebut. lalu setelah mendapat kewarganegaraan itu. dengan tingginya mobilitas mausia akan diperlukan asas lain yang tidak hanya berpatokan pada kelahiran sebagai realitas. Jika asas ius soli ini tetap dipertahankan. Atas dasar inilah maka muncul asas ius sanguinis. Di samping itu. seperti Indonesia maka anak tersebut berhak mendapat status kewarganegaraan orang tuanya. Akan tetapi. yaitu warga negara Indonesia. Hal ini karena suatu perkawinan tidak menyebabkan perubahan status kewarganegaraan setiap pihak. si anak tidak berhak untuk mendapatkan status kewarganegaraan bapaknya. Yang memiliki asas kesatuan hukum. . d. Asas Perkawinan Status kewarganegaraan dapat dilihat dari sisi perkawinan. misalnya laki laki yang berkewarganegaraan asing ingin memperoleh status kewarganegaraan suatu negara dengan cara berpura pura melakukan pernikahan dengan seorang perempuan di negara tersebut. dia menceraikan isterinya. yaitu seorang yang dapat menggunakan hak opsi untuk memilih atau mengajukan kehandak untuk menjadi warga negara dari suatu negara. sehat. Adapun naturalisasi pasif.

Karena turut ayah dan ibu . b. Karena dikabulkan permohonan . yaitu seseorang tidak mendapatkan kewarganegaraan disebabkan oleh orang tersebut lahir di sebuah negara yang menganut asas ius sanguinis. akan mengakibatkan status kewarganegaraan seseorang menjadi sebagai berikut : a. e. Dalam rangka memecahkan problem kewarganegaraan di atas. serta g. sedangkan ia lahir di suatu negara yang menganut ius soli. d. C. Problem Status Kewarganegaraan Apabila asas kewarganegaraan di atas diterapkan secara tegas dalam sebuah negara. c. Karena perkawinan . Bipatride. . yaitu seseorang (penduduk) yang tinggal di perbatasan antar – dua negara. Apatride. b. Karena pernyataan. setiap negara memiliki peraturan sendiri sendiri yang prinsip prinsipnya bersifat universal sebagaimana dalam UUD 1945 Pasal 28 D Ayat (4) bahwa setiap orang berhak atas status kewarganegaraan. 62 Tahun 1958 tentang kewarganegaraan Indonesia dinyatakan bahwa cara memperoleh kewarganegaraan Indonesia sebagai berikut: a. Karena kelahiran . Multipatride. Oleh sebab itu. yaitu seseorang akan mendapatkan dua kewarganegaraan apabila orang tersebut berasal dari orang tua yang negara asalnya menganut sanguinis. f. c. Karena pengangkatan . yaitu hak untuk menolak pemberian kewarganegaraan tersebut. Karena pewarganegaraan . negara Indonesia melalui UU no.cxciv yang bersangkutan menggunakan hak repudiasi.

dihormati. Hak Dan Kewajiban Warga Negara Serta Tugas Dan Tanggung Jawab Negara Untuk memahami hak dan kewajban. Hak Warga Negara Dalam UUD 1945. 7) Berhak mendapatkan pendidikan. jaminan perlindungan. 8) Setiap orang berhak memajukan dirinya dalam memperjuangkan haknya secara kolektif untuk membangun masyarakat. Peranan negra sesuai dengan pasal 1 Ayat (1) UU No. tumbuh dan berkembang. 6) Setiap orang berhak mengembangkan diri melalui pemenuhan kebutuhan dasarnya. 39/1999 tentang HAM menyatakan bahwa negara. serta setiap orang wajib menghormati. Hak asasi manusia adalah sesuatu yang melekat pada diri seseorang sebagai ciptaan Tuhan agar mampu menjaga harkat. 10) Setiap orang berhak untuk bekerja dan mendapatkan imbalan. 3) Berhak untuk hidup dan mempertahankan keidupan 4) Berhak membentuk keluarga dan melanjutkan keturunan melalui perkawinan 5) Setiap anak berhak atas kelangsungan hidup. bangsa. dan negaranya. . a. hak ini tidak boleh diabaikan. dan dipertahankan. serta mengeluarkan pikiran. Selain itu. martabat. dikurangi. hukum dan pemerintah. hak asasi harus dilindungi. dan keharmonisan lingkungan. serta perlakuan yang sama di depan hukum. menjunjung tinggi. Oleh karean itu. berkumpul. serta perlakuan yang adil dan layak dalam hubungan kerja.cxcv D. 9) Setiap orang berhak atas pengakuan. atau dirampas oleh siapapun. serta seni dan budaya untuk meningkatkan kualitas hidupnya demi kesejahteraan hidup manusia. Hak asasi merupakan hak dasar yang melekat secara kodrati pada diri manusia dengan sifatnya yang universal dan abadi. dan melindungi hak asasi manusia. Hak asasi manusia perlu mendapat jaminan perlindungan dari negara melalui pernyataan tertulis yang harus dimuat dalam UUD negara. kepastian hukum yang adil. telah dinyatakan bahwa hak warga negara adalah sebagai berikut : 1) Hak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak. ilmu pengetahuan dan tekhnologi. serta perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi. terlebih dahulu harus dipahami pengertian hak asasi manusia. 2) Berhak berserikat.

Di samping itu. serta berhak memperoleh suaka poitik negara lain. 12) Setiap orang berhak atas status kewarganegaraan. hak kemerdekaan pikiran dan hati murni. serta menyatakan pikiran dan sikap sesuai dengan hati nuraninya. 20) Setiap orang berhak mendapat kemudahan dan perlakuan khusus untuk memperoleh kesempatan dan manfaat yang sama dalam mencapai persamaan dan keadilan. setiap orang berhak atas rasa aman dan perlindungan dari ancaman ketakutan untuk berbuat atau tidak berbuat sesuatu yang merupakan hak asasi. . bertempat tinggal. serta hak untuk tidak dituntut atas dasar hukum yang berlaku surut adalah hak asasi manusia yang tidak dapat dikurangi dalam keaadaan apapun. keluarga. memperoleh. dan mengeluarkan pendapat. serta memilih tempat tinggal di wilayah negara juga meninggalkannya serta berhak kembali. mengolah. 14) Setiap orang berhak atas kebebasan meyakini kepercayaan. dan harta benda yang berada dibawah kekuasaannya.cxcvi 11) Setiap warga negara berhak memperoleh kesempatan yang sama dalam pemerintahan. 21) Setiap orang berhak atas jaminan social yang memungkinkan pengembangan dirinya secara utuh sebagi manusia yang bermartabat. hak untuk diakui sebagai pribadi di hadapan hukum. hak beragama hak untuk tidak diperbudak. 17) Setiap orang berhak atas perlindungan diri pribadi. memilih kewarganegaraan. 18) Setiap orang berhak untuk bebas dari penyiksaan atau perlakuan yang merendahkan derajat martabat manusia. memilih pendidikan dan pengajaran. 13) Setiap orang bebas memeluk agama dan beribadah menurut agamanya. mendapatkan lingkungan hidup yang baik dan sehat. berkumpul. setiap orang berhak untuk mencari. martabat. 16) Setiap orang berhak untuk berkomunikasi dan memperoleh informasi untuk mengembangkan pribadi dan lingkungan sosialnya. Hak milik tersebut tidak boleh diambil alih secara sewenang-wenang oleh siapapun. 19) Setiap orang berhak hidup sejahtera lahir dan batin. menyimpan. dan menyampaikan informasi dengan menggunakan segala jenis saluran yang tersedia. Selain itu. hak untuk tidak disiksa. memiliki. 15) Setiap orang berhak atas kebebasan berserikat. 23) Hak untuk hidup. serta berhak memperoleh layanan kesehatan. 22) Setiap orang berhak mempunyai hak milik pribadi. memilih pekerjaan. kehormatan.

6). masyarakat. 4). wajib menjunjung hukum dan pemerintahan. 4) Negara memperioritaskan anggaran pendidikan sekurang-kurangnya 20 % dari anggaran belanja negara dan belanja daerah. 2). wajib tunduk pada pembatasan yang ditetapkan dengan undang-undang untuk menjamin pengakuan. Tugas dan tanggung jawab negara Dalam rangka terpeliharanya hak dan kewajiban warga negara. 5). 2) Negara atau pemerintah wajib membiayai pendidikan. wajib mengikuti pendidikan dasar. negara memiliki tugas dan tanggung jawab sebagai berikut. b. 5) Pemeritah memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan menjunjung tinggi nilai-nilai agama dan persatuan bangsa untuk kemajuan peradaban serta kesejahteraan umat manusia. dengan memelihara dan mengembangkan nilai-nilai . serta penghormatan atas hak dan kebabasan orang lain. wajib ikut serta dalam upaya pembelaan negara. serta 7). khususnya pendidikan dasar. Kewajiban Warga Negara adalah : 1). 25) Identitas budaya dan hak masyarakat tradisional dihormati selaras dengan perkembangan zaman dan peradaban. wajib ikut serta dalam pembelaan negara.cxcvii 24) Setiap orang berhak bebas dari perlakuan yang bersifat diskriminatif atas dasar apapun. c. 3). 6) Negara memajukan kebudayaan manusia di tengah peradaban dunia dengan menjamin kebebasan budayanya. wajib menghormati hak asasi manusia orang lain. wajib ikut serta dalam usaha pertahanan dan keamanan negara. 1) Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya. 3) Pemerintah berkewajiban mengusahakan dan menyelenggarakan satu system pendidikan nasional. serta berhak mendapatkan perlindungan terhadap perlakuan yang bersifat diskriminatif itu.

cxcviii 7) Negara menghormati dan memelihara bahasa daerah sebagai kekayaan kebudayaan nasional. dan kekayaan alam demi kemakmuran rakyat. serta memberdayakan masyarakat yang lemah dan tidak mampu sesuai dengan martabat kemanusiaan. air. . 12) Negara bertanggung jawab atas persediaan fasilitas pelayanan kesehatan dan fasilitas pelayanan umum yang layak. 10) Negara berkewajiban memelihara fakir miskin dan anak-anak terlantar. 9) Negara menguasai bumi. 11) Negara mengembangkan sistem jaminan social bagi seluruh rakyat. 8) Negara menguasai cabang-cabang produksi terpenting bagi negara dan menguasai hidup orang banyak.

Jelaskan yang maksud warga negara menurut Undang-Undang No. UII Press:Yogyakarta. Jakarta: Prenada Media. Jelaskan pengertian bangsa. Jakarta: Dikti. negara. Jakarta: Depdiknas. Pendididkan Pancasila di Perguruan Tinggi Edisi Revisi. 2002 Kapita Selekta Pendidikan Kewarganegaraan Bagian I. penduduk dan warga negara 2. S. A T. Pendididkan Kewarganegaraan.Yogykarta: Citra Karsa Mandiri. Jakarta . Jelaskan Hak dan Kewajiban sebagai warga Negara di bidang ekonomi 3. Azyumardi. Syarial. Soegito. Soemasono. 12/2006 BAHAN BACAAN Azra. 2003. S. Pasha. Hak dan Kewajiban Warga Negara (Makalah Suscados PKn Desember 2005 di Jakarta. 2005. 2003.2002. Syarbani. Hak Asasi Manusia. 2002. S. dan H. Marjuki (editor). Mansoer.Jakarta: Ghalia Indonesia. Mustfa Kamal. Hamdan (Pnyt). 2005. Marlian. Dirjen Dikti Dediknas. 2005.cxcix PENUTUP SOAL LATIHAN Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini : 1. Gramedia Pustaka Utama: Jakarta. Jelaskan azas kewarganegaraan dan permasalahn kewarganegaraan di Indonesia 4. Pendidikan Kewarganegaraan dan Hak AsasiManusia.2002. Soemiarno. Demokrasi Hak Asasi Manusia Masyarakat Madani. Pendidikan Kewarganegaraan. Mansyur. . 12 – 23 Desember. Makalah yang disampaikan dalam ursus Calon Dosen Kewarganegaraan Angkatan I .

khususnya penjelasan pasal 37. Sri Soemantri (Dikti.filsafat. DR.tujuan pendidikan kewarganegaraan untuk membentuk peserta didik menjadi manusia yang memiliki rasa kebangsaan dan cinta tanah air. 6. yaitu sebagai intitusi. serta mampu berdiri dan tetap menjaga jati dirinya di tengah arus globalisasi. bangsa. rakyat. 2001 : 36) secara minimal meliputi unsur wilayah. Bertitik tolak dari amanat UU No. Menjelaskan landasan histories perkembangan pengetahuan tentang geopolitik yang kini menjadi salah satu unsur dalam konsep perencanaan pembangunan bangsa dan Negara. Pendidikan yang dimaksud agar warga Negara Indonesia tahu tentang hak dan kewajiban. Menguasai dan memahamiberbagai masalah dasar kehidupan masyarakat. tetapi di artikan lebih luas. budaya. Prasarat Negara sebagai initusi menurut Prof.agar tecapai tujuan banga. Dalam perkembangannya pengertian Negara tidak saja di arikan sebagai wilayah.agama. Menjelaskan konsepsi cara pandang wawasan nasional bangsa Indonesia yang didasari filsafat pancasilayang pada hakekatnya merupakan konsepsi geopolitik Indonesia. Agar Negara mencapai tujuan nasioal aman dan sejahtera (Pembukaan UUD’45 Alinea IV) perlu pendidikan kewarganegaraan. 20/2003 tentang sis diknas.kebhekaan etnik. Unsur rakyat suatu Negara di samping warga Negara juga meliputi bukan warga Negara. Secara terperinci visi dan misi bahan ajar adalah agar peserta didik mampu : 5. dan Negara Indonesia dengan menerapkan pandangan babngsa Indonesia tentang diri meliputi: sejarah. Permasalahan ini menjadi penting karena manusia yang telah berbangsa membutuhkan wilayah sebagai tempat tinggalnya yang kemudian di kenal dengan Negara. Latar Belakang Geopolitik dan geostrategi merupakan permasalahan yang sangat penting pada dua abad terakhir ini. dan pemerintah yang berkuasa. 7.cc BAB XI GEOPOLITIK INDONESIA PENDAHULUAN A.dan lingkungan geografiyang berbentuk Negara kepulauan yang berada diposisi silang antara dua benua dan dua lautan: serta .

agar tecapai tujuan banga. .dan lingkungan geografi yang berbentuk Negara kepulauan yang berada diposisi silang antara dua benua dan dua lautan: serta 4. Sasaran Pembelajaran Modul Setelah proses pembelajaran. bangsa. Perkembangan Teori Geopolitik 2. Mengaplasikan cara pandang bangsa Indonesia dalam pembinaan dan pengendalian hidup bangsa di NKRI. Geopolitik Dan Hukum Kewilayahan 5. 3. Mengaplasikan cara pandang bangsa Indonesia dalam pembinaan dan pengendalian hidup bangsa di NKRI. Ruang Lingkup Bahan pembelajaran ini akan membahas : 1. budaya. kebhinekaan etnik. Geopolitik Dan Otonomi Daerah C. Wawasan nasional 3. 2.cci 8. agama. membentuk peserta didik menjadi manusia yang memiliki rasa kebangsaan dan cinta tanah air Melalui pembelajaran ini mahasiswa diharapkan dapat : 1. dan Negara Indonesia dengan menerapkan pandangan babngsa Indonesia tentang diri meliputi: sejarah. filsafat. Menjelaskan konsepsi cara pandang wawasan nasional bangsa Indonesia yang didasari filsafat pancasilayang pada hakekatnya merupakan konsepsi geopolitik Indonesia. Menjalaskan landasan histories perkembangan pengetahuan tentang geopolitik yang kini menjadi salah satu unsur dalam konsep perencanaan pembangunan bangsa dan Negara. Menguasai dan memahami berbagai masalah dasar kehidupan masyarakat. Wawasan nusantara 4. B.

Konsep wawasan bangsa tentang wilayah mulai dikembangkan sebagai ilmu pada akhir abad XIX dan awal abad XX dan dikenal sebagai geopolitik. tt: 66). tetapi diartikan lebih luas lagi yang meliputi institusi. yaitu pemerintah. yaitu geografi.ccii URAIAN BAHAN PEMBELAJARAN A. Konsep wawasan nasional setiap bangsa berbeda. Para ilmuwan politik dan militer menyebutnya sebagai geopolitik yang merupakan kepanjangan dari geografi politik. Geopolitik Indonesia dinamakan wawasan nusantara. Sukarno pada 1 juni 1945 dihadapan siding BPUPKI (Setneg RI. kedaulatan. Latar Belakang Geopolitik Orang dan tempat tidak dapat dipisahkan! Tidak dapat dipisahkan rakyat dari bumi yang ada di bawah kakinya. tt: 66) 2. dengan alasan sebagai berikut : 1. dan lain . setelah membangsa orang menyatakan tempat tinggal sebagai Negara. Dalam perkembangan selanjutnya pengertian Negara tidak hanya tempat tinggal. Kedua unsure pokok profil bangsa dan geografi inilah yang harus diperhatikan dalam membuat konsep geopolitik bangsa dan Negara. pandangan hidup. Untuk dapat mempertahankan ruang hidupnya. Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah Negara kepulauan (Setneg RI. rakyat.lain.perebutan ruang yang menjadi hal yang menimbulkan konflik antar manusia _induvidu. Oleh karena itu. suatu bangsa harus mempunyai kesatuan cara pandang yang dikenal sebagai wawasan nasional. budaya dan sudah barang tentu ruang hidupnya. Karena orang dengan tempat tinggalnya dapat di pisahkan. masyarakat dan bangsa_ hingga kini. keluarga. ideology. meskipun bentuknya dapat secara fisik ataupn nonfisik. Demikian. Keunikan lainnya adalah bahwa wilayah Nusantara berada di Garis Khatulistiwa dan diliwati oleh Geostationery Satellite Orbit ( GSO ). yang pada mulanya membahas . 3. Hal ini berkaitan dengan profil diri bangsa sejarah. kata Ir. Indonesia berada di antara dua benua (Asia dan Australia) dan dua lautan (Lautan India dan Lautan pasifik) sehinnga tepatlah jika di namakan nusa diantara laut/air yang selanjutnya dinamakan Nusantara.

dan yang kedua berbatasan dengan laut. pertama dikelilingi daratan (land lock country). 1. Setelah abad XIX. negara kepulauan (archipelago). negara pantai (coastal archipelago) c. Rusland. Pada masa lalu _sebelum abad XIX. perkembangan geopolitik dipengaruhi oleh orentasi manusia pada konstelasi wilayah. Oleh karena itu. Selain itu. di samping membahas sejarah terjadinya konsep wawasan nasional. .cciii geografi dari segi politik negara (state). atau Thailand. dalam lingkungan terdapat pulau-pulau dan gugusan pulau-pulau. berkembang konsep politik _dalam arti distribusi kuatan_ pada hamparan geografi negara sehingga tidaklah berlebihan bahwa geopolitik sebagai ilmu “baru” dicuragai sebagai pembenaran pada kosepsi ruang (Sunardi . pengertian negara identik dengan tanah sehingga banyak bangsa menamakan negaranya dengan unsur tanah. dengan unsur air senagai penghubung. Selanjutnya. Holland. Adapun pengertian Asas Kepulauan berdasarkan UNCLOS 1982 adalah Kepulauan sebagai suatu kesatuan utuh wilayah yang batas-batasannya ditentukan oleh laut. misalnya England. Poland. Negara berdasarkan bentuk geografinya dapat dibedakan dalam dua yaitu. perlu didalami ciri khusus negara berdasarkan bentuk geomorfologinya (ciri fisik dan nonfisik). Geomorfologi Negara Sebelum membahas masalah geopolitik suatu negara. yang kemudian dapat dibedakan menjadi: a. negara pulau (oceanic archipelago) b.2004:157). dalam membahas masalah wawasan nasional bangsa. kepulauan dapat diartikan: gugusan pulau-palau ddengan perairan diantaranya dan angkasa di atasnya sebagai kesatuan utuh. akan dibahas pula teori geopolitik dan implementasinya pada negara Indonesia.

Luas. 3. Pendapat ini dipertegas Rudolf Kjellen (1864-1922) dengan teori kekuatan. Hal ini tidak terlepas sumbangsih pemikiran dari pada penulis.cciv 2. Dengan wawasan nasional suatu negara. bahwa bangsa yang berbudaya tinggi akan membutuhkan sumber daya yang tinggi dan akhirnya mendesak wilayah bangsa yang “primitif”. Adapun geostrategi diartikan sebagai pelaksanaan geopolitik dalam negara (Poernomo: 1972). wawasan nasional bangsa selalu mengacu pada geopolitik. Kemudian. Semula geopolitik adalah ilmu bumi politik yang membahas masalah politik dalam suatu negara. diantaraya: a. terlebih dahulu perlu pembahasan tentang beberapa pendapat dari para penulis geopolitik. kemudian berkembang menjadi pengetahuan tentang sesuatu yang berhubungan dengan konstelasi ciri _khas negara yang berupa bentuk. dapat dipelajari kemana arah arah perkembangan sautu negara. oleh ahli biologi Charles Darwin. teori geopolitik berkembang menjadi konsepsi wawasan nasional bangsa. Ia menyamakan negara sebagai makhluk hidup yang makin sempurna serta membutuhkan ruang hidup yang makin meluas karena kebutuhan. yang pada pokoknya menyatakan bahwa negara adalah satuan politik yang menyeluruh serta sebagai satuan biologis yang memiliki intelektual. iklim. lalu berkembang menjadi ajaran yang melegitimasi Hukum Ekspansi suatu negara. Para penyelenggara pemerintah nasional hendaknya menyusun pembinaan politik nasional berdasarkan kondisi dan situasi geomorfologi secara ilmiah berdasarkan citacita bangsa. letak. Beberapa Pandangan para pemikir geopolitik Sebelum membahas wawasan nasional. Teori Geopolitik Kontinental Teori yang dikemukakannya adalah teori ruang yang dalam konsepsinya dipengaruhi Friedrich Ratzel (1844-1904). Perkembangan Teori Geopolitik Istilah geopolitik semula sebagai ilmu politik. Oleh karena itu. . Dalam teorinya. dan sumber daya alam_ sutau negara untuk membangun dan membina negara.

ccv Dengan kekuatannya. yaitu: 1) Lebensraum (ruang hidup) yang “cukup”. 2) Autarki (swasembada). tiap region dipimpin satu bangsa (nation) yang unggul. Karl Haushofer (1869-1946). serta Pan Eropa Afrika. Pan Asia Timur. Semboyan Macht und Erde di Jerman serta doktrin Fukoku Kyohei di Jepang melandasi pembangunan kekuatan angkatan perang kedua negara tersebut menjelang Perang Dunia II. ia mampu mengeksploitasi negara “primitif” agar negaranya dapat swasembada. Untuk menjadi jaya. Pan Rusia India. yaitu Pan Amerika. akan tetapi lebih cenderung menunjukkan kepada suatu wawasan yaitu 1) Wawasan Benua Sir Halford Mackinder (1861-1947) Teori Daerah Jantung (dikenal pula sebagai wawasan benua). Dalam teori ahli geografi ini. Teori Ruang dan Kekuatan merupakan hasil penelitiannya serta dikenal pula sebagai teori Pan Regional. Wawasan Geopolitik Selanjutnya masih ada beberapa pandangan geopolitik lain. suatu bangsa harus mampu menguasai benua-benua di dunia. Haushofer yang pernah menjadi atase militer di Jepang meramalkan bahwa Jepang akan menjadi negara yang jaya di dunia. Dari pembagian daerah inilah. b. mungkin terkandung maksud agar negara lain selalu berpaling pada pembentukan . Pengaruh Haushofer _menjelang Perang Dunia II_ sangat besar di Jerman ataupun di Jepang. serta 3) Dunia dibagi empat Pan Region. Beberapa pemikir sering menyebutnya sebagai Darwinisme social. dapat diketahui percaturan politik masalah lalu dan masa depan. Ia berpendapat bahwa pada hakekatnya dunia dapat dibagi atas empat kawasan benua (Pan Region) dan dipimpin oleh negara unggul.

who rules the Heartland commands the world. Eropa Selatan. c. terletak di pulau dunia. Asia Selatan. Alfred T. serta Bulan Sabit Luar (outer cresent) meliputi Afrika. juga perlu diperhatikan masalah akses ke laut dan jumlah penduduk karena faktor ini juga akan memungkinkan kemampuan industri untuk kemandirian suatu bangsa dan negara.Mahan: Laut untuk kehidupan. Menurut Mahan. 2) Wawasan Bahari Sir Walter Raleigh (1554-1618) dan Alfred T. Afrika). lahir pemikiran hukum laut internasional yang berlaku sampai tahun 1994 (setelah UNCLOS 1982 disetujui melalui SU PBB).ccvi kekuatan darat. Australia. tidak mengganggu pengembangan armada laut Inggris. maka harus dibangun armada laut yang kuat untuk menjaganya. untuk itu diperlukan kekuatan darat yang memadai. harus menguasai Dunia Jantung. Timur Tengah. 2/12 pulau dunia (Eropa. b. yaitu Rusia. Island. Asia.1995 : 425). serta sisanya 1/12 pulau lainnya. Sebagai tindak lanjut. di samping hal tersebut. serta semangat perdagangan yang tidak lagi mencari emas dan sutra di Timur (Simbolon. Daerah Bulan Sabit Dalam (inner cresent) meliputi Eropa Barat. Pada masa ini pula. Mahan (1840-1914) Teori Kekuatan Maritim yang direncanangkan oleh Raleigh. 2004: 166): Who rules East Europe commands the Heartland. b. maka Inggris berusaha menguasai pantai-pantai benua. Dengan demikian. bertepatan dengan kebangkitan armada Inggris dan belanda yang ditandai dengan kemajuan teknologi perkapalan dan pelabuhan. . sebagian Mongolia. Daerah terdiri atas Daerah Jantung (Heartland). a. Who rules the world Island commands the World. Teori geopolitik Mackinder dapat disimpulkan sebagai berikut (Sunardi. Asia Timur. Dunia terdiri atas 9/12 air. karena itu ia harus memiliki armada laut yang kuat. Apabila suatu negara ingin menguasai dunia. Siberia. sumber daya alam banyak terdapat di laut. paling tidak menyewanya. Amerika / Benua Baru. Sir W.Raleigh: Siapa yang kuasai laut akan menguasai perdagangan dunia/kekayaan dan akhirnya menguasai dunia. Teorinya dapat disimpulkan sebagai berikut : a.

Teorinya dipengaruhi oleh Mackinder dan Haushover. Karena ia adalah bangsa Belanda yang pada dasarnya bangsa mari_tim. Wilayah Amerika yang paling ideal dan menjadi negara terkuat. Dalam teorinya. berkewajiban menjaga per_damaian dunia. Bangsa Indonesia Wawasan bangsa Indonesia tersirat melalui UUD 1945 antara lain: a. serta d. ada empat unsur yang perlu diperhatikan. Teori Daerah Batas (Rimland theory). Menggunakan kombinasi kekuatan darat. dapat disimpulkan bahwa teori geopolitik menjadi doktrin dasar bagi terbentuknya Negara nasional yang kuat dan tangguh. Ruang hidup bangsa terbatas diakui internasional. yaitu (Sunardi. 177): 1. Konsepsi Ruang. yang merupakan aktualisasi dari pemikiran Negara sebagai organisasi hidup. serta kemenangan akhir ditentukan oleh kekuatan udara. Kedua orang ini mencita-citakan berdinya Angkatan Udara. maka menurutnya penguasa daerah jantung harus ada akses ke laut hendaknya menguasai pantai Eurasia. Dalam teorinya tersirat: a. b. 189 s. Sebagai doktrin dasar. 4. laut. b.d. Dari pembahasan tersebut. udara untuk kuasai dunia. Bulan Babit Dalam(Rimland). terutama dalam membagi daerah. Dunia menurunya terbagi empat daerah. dan Dunia Baru(Benua amerika). 4) Wawasan Kombinasi Nicholas J. Bulan Sabit Luar.ccvii 3) Wawasan Dirgantara Giulio Douhet (1869-1930) William Mitcel (1879-1936). yaitu daerah jantung (Hearland). Setiap bangsa sama derajatnya. serta c. Kekuatan bangsa untuk mempertahankan eksistensi dan kemakmuran rakyat. Awal abad XX merupakan kebangkitan ilm pengetahuan pener_bangan. disebutkan bahwa kekuatan udara mampu beroperasi hingga belakang lawan. Daerah Bulan Sabit Dalam (Rimland) akan lebih besar panga_ruhnya dalam percaturan politik dunia dari pada daerah jantung. 2004: hlm. c. Ruang yang merupakan inti dari konsepsi geopolitik merupakan wadah dinamika . Spijkman (1893-1943).

dan kehidupan social lainnya). Pengaruh negara asing/tetangga _yang lebih maju_ apabila tidak ditangani secara serius. 1941: hlm. Dengan demikian dunia semakin terbuka dan cita-cita dunia tanpa batas (Ohmae. Geopolitik akhirnya bertujuan untuk pengamanan negara. terutama masalah social. 7) sebagai akibat revolusi teknik. 1990: 214) merupakan ciri globalisasi. 3. wawasan dapat diartikan konsepsi cara pandang (KBBI. Frontier merupakan batas imajiner di antara dua Negara yang saling mempengaruhi. 4. atau mengamati. yang ingin menjelaskan tentang kehi_dupan bernegara. budaya. B. Pada awal era revormasi. Konsepsi Keamanan Negara dan Bangsa. Dunia yang meyempit dan percepatan jalannya sejarah (Wright. Oleh karena itu. . GEOPOLITIK INDONESIA Wawasan Nasional Wawasan berasal darai kata wawas yang berarti meninjau. Politik kekuatan yang merupakan faktor dinamika kehidupan bangsa karena dinamika organisme bangsa. Untuk itu. perlu dipersiapkan daerah penyangga yang dikenal sebagai daerah frontier yang berbatasan dengan Negara jira dan dipersiapkan secara sistematis pembangunannya. Fenomena ini harus dapat ditangkal oleh setiap Negara. 5 s. lebih-lebih bagi negara sedang berkembang. budaya.ccviii politik dan militer. Konsepsi Frontier. Dengan demikian. Hal ini juga dapat dirasakan pada era Perang Dingin antara Blok Barat dan Blok Timur_ ketika kedua kutub saling mencari pengaruh di dunia ketiga (Negara Sedang Berkembang). akan menimbulkan gejolak politik yang melibatkan pemerintah. batas resmi (boundary) dapat bergeser karena berbagai pengaruh. yang kemudian melahirkan konsepsi geostrategi. Konsepsi Politik Kekuatan.d. ataupun ekonomi. yang merupakan konsekuensi dari kebutuhan dan lingkungan. 2. memandang. 2002: 1271). baik secara fisik maupun social (ekonomi. istilah ini menjadi kurang popular sehingga para politisi pun enggan menggunakannya (tidak lagi tersurat dalm GBHN 19999 sebagai wawasan bangsa).

yang mengandung arti sebagai berikut : 1. posisi dan potensi geografi. Dari ketiga aspek itu. Penjabaran tujuan nasional yang telah diselaraskan dengan kondisi. Oleh karena itu. Pada masa lalu negara kepulauan yang meliputi kumpulan pulaupulau_berdasarkan contour yang dipisahkan oleh laut. hakikat tujuan Wawasan Nusantara adalah kesatuan dan persatuan dalam kebhinekaan. Wawasan nasioal bangsa Indonesia dinamakan wawasan nusantara yang merupakan implementasi perjuangan pengakuan se-bagai negara kepulauan yang disesuaikan dengan kemajuan zaman. apabila suatu bangsa dibahas. Hakekat Wawasan Nusantara dasar persatuan dan kesatuan dalam kebhinekaan. Adapun tujuannya adalah untuk mewujudkan persatuan dan kesatuan segenap aspek kehidupan nasional. Paham Nusantara menunjukkan dua arah pengaruh. Kesemua itu dalam rangka mencapai Tujuan Nasional. dan turut serta menciptakan ketertiban dan perdamaian dunia. serta lingkungan geografinya yang berwuud negara kepulauan berdasarkan pancasila dan UUD 1945. ke luar: berlakunya asas posisi antara yang menuntut posisi kuat bagi Indonesia untuk dapat berdiri tegak dari tarikan segala penjuru. ke dalam: berlaku asas kepulauan yang menuntut terpenuhnya unsur tanah dan air yang selaras dan serasi untuk merealisasikan wujud tanah air. Perjanjian ini tetap menjadi catatan hidup-motivasi –yang semuanya dituangkan menjadi ajaran –doktrin dasar untuk membanngun negara yang berupa wawasan nasional. 3.ccix Wawasan nasional suatu bangsa terbentuk karena bangsa tersebut tinggal dalam suatu wilayah yang diakui sebagai miliknya untuk kehidupannya. Oleh karena itu. Wawasan Nusantara Geopolitik Indonesia dinamakan wawasan nusantara. . falsafah hidup. 2. yaitu : 1. yang secara umum didefinisikan sebagai cara pandang dan sikap bangsa Indonesia tentang dirinya yang bhineka. tercetus aspirasi bangsa yang kemudian dituangkan dalam perjanjian tertulis-konstitusi-ataupun tidak tertulis. serta tempat tinggal dan lingkungan bangsa tersebut. Pedoman dan pola tindak serta pola pikir kebiaksanaan nasional. akan terkait pula masalah sejarah diri dan budaya. serta kebhinekaan budaya.serta 2.

yang serasi dan selaras pada segenap aspek kehidupan nasional. Jika tidak. 2. Menumbuhkan rasa tanggung jawab atau pamanfaatan lingkungannya. Pancasila sebagai falsafah.Wawasan Nusantara dijelaskan peranannya untuk : 1. sebagai kebijaksanaan dasar nasional dalam bentuk GBHN.masa ORBA. Mewujudkan serta memelihara persatuan dan kesatuan. Oleh karena itu. maka akan menimbulkan kerusakan lingkugan yang pada akhirnya akan merugikan bangsa. ideology bangsa. serta dalam usaha mencapai tujuan. dianjurkan dan diterima sebagai kebenaran. Sementara itu. pemanfaatan lingkungan harus bertanggung jawab. UUD 1945 sebagai konstitusi negara. .yang dijabarkan lebih lanjut dalam kebijaksanaan strategi pada strata di bawahnya. Politik dan strategi nasional sebagai kebijaksanaan dasar nasional dalam pebangunan nasional. untuk dijadikan pedoman dalam melaksanakan kegiatan. Doktrin dasar adalah himpunan prinsip atau teori yang diajarkan. Peranan ini berkaitan dengan adanya hubungan yang erat dan saling terkait dan ketergantungan antara bangsa dan ruang hidupnya. 2. Peranan Wawasan Nusantara Dalam kehidupan kehidupan nasional. Doktrin dasar adalah doktrin yang timbul dari pemikiran yang bersifat falsafah. dan dasar negara. 5. Ketahanan Nasional sebagai geostrategi bangsa dan Negara Indonesia. politik dan strategi nasional. 3. Wawasan Nusantara dan Ketahanan Nasional sebagai doktrin dasar pengaturan kehidupan nasional.ccx Kedudukan Wawasan Nusantara Dalam system kehidupan nasional Indonesia sebagai paradigma kehidupan nasional Indonesia yang urutannya sebagai berikut : 1. 4. Wawasan Nusantara sebagai geopolitik bangsa Indonesia.

ccxi 3. Menegakkan kekuasaan guna melindungi kepentingan nasional. Kepentingan nasional menjadi dasar hubungan antara bangsa. Apabila suatu bangsa kepentingan nasionalnya sejalan atau parallel dengan kepentingan nasional bangsa lain, maka kedua bangsa itu akan mudah terjalin hubungan persahabatan. 4. Merentang hubungan Internasional dalam upaya ikut menegakkan perdamaian.

Wajah Wawasan Nusantara Pengertian istilah wajah adalah roman muka. Wajah manusia hanya satu, tetapi wajah itu memiliki beberapa roman muka dan tiap roman muka berbeda satu dengan yang lain sesuai dengan situasi dan kondisi yang dihadapi. Dalam hubungan itu, dapat dikatakan bahwa geopolitik Indonesia hanya satu, yaitu Wawasan Nusantara (Wasantara). Namun, wajahnya lebih dari satu, yaitu ada 4 wajah yang meliputi : 1. Wajah Wasantara sebagai Wawasan Nasional yang melandasi konsepsi Ketahanan Nasional. 2. Wajah Wasantara sebagai wawasan pembangunan nasional. 3. Wajah Wasantara sebagai wawasan pertahanan dan keamanan. 4. Wajah Wasantara sebagai wawasan kewilayahan.

Wasantara Sebagai Landasan Konsepsi Ketahanan Nasional Wajah Wasantara dalam pengembangannya dipandang sebagai konspsi politik ketatanegaraan dalam upaya mewujudkan tujuan nasional. Sebagai suatu konsepsi politik yang di dasarkan pada pertimbangan konstelasi geografis, wawasan nusantara dapat di katakan merupakan penerapan teori geopolitik dari bangsa Indonesia. Dengan demikian, wawasan nusantara selanjutnya menjadi landasan penentuan kebijaksanaan politik Negara. Dalam perjuangan mencapai tujuan nasional, akn banyak menghadapi tantangan, hambatan dan gangguan baik yang datang dari luar negri maupun dari dalam negri sendiri. Untuk menanggulanginya,dibutuhkan suatu kekuatan baik fisik maupun

ccxii mental. Semakin tinggi kekuatan itu makin tinggi pula kemampuannya. Kekuatan dan kemampuan yang diistilahkan ketahanan nasional berdasarkan rangkaian pemikiran tersebut maka ketahanan nasional diartikan sebagai konsepsi pengaturan dan penyelenggaraan dalam mencapai persatuan serta kesatuan nasional dalam rangka mencapai kesejahteraan dan keamanan nasional. Bertolak dari pandangan ini maka ketahanan nasional merupakan geostrategi nasional untuk mencapai sasaran yang telah ditegaskan dalam wawasan nusantara dan perlu ditingkatkan dengan berpedoman pada wawasan nusantara.

Wasantara sebagai Wawasan Pembangunan Nasional Menurut UUD 1945 MPR wajib membuat GBHN. GBHN_masa ORBA_ menegaskan bahwa wawasan dalam penyelenggaraan pembangunan nasional adalah Wawasan Nusantara yang bersumber pada pancasila dan UUD 1945. Wawasan Nusantara adalah cara pandang dan sikap bangsa Indonesia mengenai diri serta lingkungannya dengan mengutamakan persatuan dan kesatuan bangsa. Di samping itu, dengan mengutamakan kesatuan wilayah dalam penyelenggaraan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Hal ini mencakup : 1. Perwujudan kepulauan Nusantara sebagai satu kesatuan politik, yang berarti :

a. bahwa kebulatan wilayah nasional dengan segala isi dan kekayaannya merupakan kesatuan wilayah, wadah, ruang hidup dan kesatuan matra seluruh bangsa serta menjadi modal dan milik bersama bangsa b. bahwa bangsa Indonesia yang terdiri atas berbagai suku dan berbicara dalam berbagai bahasa daerah, serta memeluk/menyakini berbagai agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa harus merupakan suatu kesatuan bangsa yang bulat dalam artian seluas-luasnya. c. bahwa secara psikologis bangsa Indonesia harus merata satu, senasib sepenanggungan, sebangsa dan setanah air, serta mempunyai satu tekad dalam mencapai cita-cita bangsa. d. bahwa Pancasila adalah satu-satunya falsafah serta ideology bangsa dan negara yang melandasi, membimbing dan menyerahkan bangsa menuju tujuannya.

ccxiii e. bahwa kehidupan politik diseluruh wilayah Nusantara merupakan suatu kesatuan politik yang diselenggarakan berdasarkan pancasila dan UUD 1945. f. bahwa seluruh kepulauan Nusantara merupakan satu kesatuan system hukum dalam arti bahwa hanya ada satu hukun nasional yang mengabdi kepentingan nasional;serta g. bahwa bangsa Indonesia yang hidup berdampingan dengan bangsa lain ikut menciptakan ketertiban nasional yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial melalui politik luar negri bebas dan aktif serta diabadikan pada kepen_tingan nasional 2. Pewujudan kepulauan Nusantara sebagai satu kesatuan ekonomi, yang berati: a. bahwa kekayaan wilayah Nusantara, baik potensial maupun efektif adalah modal dan milik bersama bangsa dan bahwa keperluan hidup sehari-hari harus tersedia merata di seluruh wilayah tanah air; b. tingkat perkembangan ekonomi harus serasi dan seimbang di seluruh daerah, tanpa meninggalkan kehidupan ekonominya; serta c. kehiduan perekonomian di setiap wilayah Nusantara meru_pakan satu kesatuan ekonomi yang diselenggarakan sebagai usaha bersama mendasar atas asas kekeluargaan dan ditujukan bagi sebesar-besar kemakmuran rakyat. 3. Perwujudan kepulauan Nusantara sebagai satu kesatuan sosial dan budaya yang berarti: a. bahwa masyarakat Indonesia adalah satu, maka perikehidupan bangsa harus merupakan kehidupan yang serasi dengan terdapat tingkat kemajuan masyarakat yang sama merata dan seimbang, serta adanya keselarasan kehidupan yang sesuai dengan tingkat kemajuan bangsa; serta b. bahwa budaya bangsa Indonesia pada hakikatnya adalah satu, sedangkan corak ragam budaya yang ada menggambarkan kekanyaan budaya bangsa. Kekayaan ini menjadi modal dan landasan pengembagan budaya bangsa seluruhnya. Tentunya dengan tidak menolak nilai-nilai budaya lain yang tidak bertentangan dengan nilai budaya bangsa, serta hasil-hasilnya dapat dinikmati oleh bangsa. 4. Perwujudan kepulauan Nusantara sebagai kesatuan pertahanan dan keamanan, yang berarti: a. bahwa ancaman terhadap satu pulau atau satu daerah pada hakikatnya merupakan ancaman terhadap seluruh bangsa dan Negara; serta

ccxiv b. bahwa tiap-tiap warga negara mempunyai hak dan kewajiban yang sama dalam rangka pembelaan negara dan bangsa. Dari rangkaian uraian di atas, dapat di simpulkan sebagai berikut. 1. Wawasan Nusantara merupakan penjabaran tujuan nasional yang telah diselaraskan dengan kondisi, posisi dan potensi geografi, serta kebhinnekaan bangsa dalam rangka mewujudkan persatuan dan kesatuan. 2. Wawasan Nusantara merupakan pola tindak dan pola pikir dalam melaksanakan pembangunan nasional.

Wasantara sebagai Wawasan Pertahanan dan Keamanan Negara. Wawasan Nusantara adalah pandangan geopolitik Indonesia dalam mengartikan tanah air Indonesia sebagai satu kesatuan yang me-liputi seluruh wilayah dan segenap kekuatan negara. Mengingat bentuk dan letak geografis Indonesia yang merupakan suata wilayah lautan dengan pulau-pulau di dalamnya dan mempunyai letak ekuator besarta segala sifat dan corak khasnya,maka implementasi nyata dari Wawasan Nusantara yang menjadi kepentingankepentingan pertahanan keamanan negara harus ditegakkan. Realisasi penghayatan dan pengisian Wawasan Nusantara di satu pihak menjamin keutuhan wilayah nasional dan melindungi sumber-sumber kekayaan alam beserta penyelarasannya, sedangkan di lain pihak dapat menunjukkan kedaulatan negara Republik Indonesia. Untuk dapat memenuhi tuntutan itu dalam perkembangan dunia, maka seluruh potensi pertahanan ke amanan Negara haruslah sedini mungkin ditata dan di atur menjadi suatu kekuatan yang utuh dan menyeluruh. Kesatuan pertahanan dan keamanan negara mengandung arti bahwa ancaman terhadap sebagian wilayah mana pun pada hakikatnya merupakan ancaman terhadap seluruh bangsa dan negara.

ccxv Wasantara sebagai Wawasan Kewilayahan Sebagai faktor eksistensi suatu Negara, wilayah nasional perlu di tentukan batasbataasnya agar tidak terjadi sengketa dengan Negara tetangga. Oleh karena itu, pada umumnya batas-batas wilayah suatu negara dirumuskan konstitusi negara (baik tertulis maupun tidak tertulis). Namun, UUD’45 tidak memuat secara jelas ketentuan wilayah negara Republik Indonesia, baik dalam Pembukaan maupun dalam pasal-pasalnya. Adapun pasal-pasal yang menyebut wilayah/daerah, yaitu: 1. Pada pembukaan UUD’45, alinea IV di sebutkan “…seluruh tumpa darah Indonesia…”; serta 2. Pasal 18, UUD’45: “Pembagian daerah indnesia atas daerah besar dan kecil…”. Untuk dapat memahami manakah yang di maksudkan dengan wilayah atau tumpah darah Indonesia itu, maka perlu ditelusuri pemba_hasan-pembahasan yang terjadi pada sidingsidang Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI), pada Mei s.d. Juni 1945, yang ditetapkan oleh Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI), sehari setelah Proklamasi Kemerdekaan tanggal 17 Agustus 1945. Adapun pembahasan-pembahasan tersebut bersumberkan pada Rancangan UUD dan Piagam Jakarta yang dihasilkan oleh BPUPKI. Dalam rangkaian siding-sidang BPUPKI bulan Mei s.d. Juni 1945, telah dibahas masalah wilayah Negara Indonesia merdeka yang lebih populer disebut tanah air atau juga “tumpah darah” Indonesia. Dalam sidang-sidang ini yang patut dicatat adalah pendapat Dr. Supomo, S.H. dan Muh.Yamin, S.H. pada 31 Mei 1945, serta Ir.Sukarno pada 1 Juli 1945. Supomo menyatakan,antara lain: “Tentang syarat mutlak lain –lainnya, pertama tentang daerah, saya mufakat dengan pendapat yang menga-takan: pada dasarnya Indonesia yang harus meliputi batas Hindia Belanda…” (Setneg RI, tt : 25). Muh.Yamin menghendaki, antara lain: “….. bahwa Nusantara terang meliputi Sumatera, Jawa-Madura, Sunda Kecil, Borneo, Selebes, Maluku-Ambon, dan Semenanjung Malaya, Timor dan Papua…..Daerah

serta udara angkasa di atasnya sebagai satu kesatuan wilayah. Tidak dapat di pisahkan rakyat dari bumi yang ada di bawah kakinya. Ketegasan batas wilayah tidak saja untuk mempertahankan wilayah. Dalam menentukan batas wilayah negara. tt: 66).ccxvi kedaulatan negara Republik Indonesia ialah daerah yang delapan yang menjadi wilayah pusaka bangsa Indonesia” (Setneg RI. antara lain: “…Orang dan tempat tidak dapat dipisihkan. daerah (=Wilayah) tidak perlu masuk dalam UUD (Setneg RI. ia dapat menunjukakan bahwa kepulauan Indonesia merupakan satu kesatuan…”(Setneg RI. tt : 49). Wujud geomorfologi Indonesia berdasarkan pancasila—dalam arti persatuan dan kesatuan—menuntut suatu konsep kewilayahan yang memandang daratan/pulau. Sokarno dalam pidaonya. atau tumpah darah Indonesia meliputi batas bekas Wilayah Hindia Belanda. tetapi juga untuk menegaskan hak bangsa dan negara dalam pergaulan internasional. Hal ini di jelaskan oleh ketua PPKI__Ir. Allah SWT membuat peta dunia. Namun. Sukarno__bahwa dalam UUD yang modern. jikalau ia melihat dunia. kita dapat menunjukkan di mana “kesatuan-kesatuan” di situ. Pasal II—“Segala badan Negara dan peraturan yang ada masih langsung berlaku. meyusun peta dunia. Seorang anak kecil pun. Pemerintah RI meng-acu pada Aturan Peralihan UUD’45. lautan. dalam rancangan UUD atau pun dalam keputusan PPKI tentang UUD 1945 ketentuan tentang wilayah negara Indonesia itu tidak dicantumkan. Berdasarkan penjelasan dari Ketua PPKI tersebut. tanah air. dibutuhkan ketegasan tentang batas wilayah. Dari dasar inilah. jelaslah bahwa wilayah. selama belum diadakan yang baru menurut Undang-Undang Dasar ini”—yang memberlakukan undang-undang sebelumnya. Adapun yang disepakati sebagai wilayah negara Indonesia adalah bekas wilayah Hindia Belanda. laut bukan lagi sebagai alat pemisah wilayah. Untuk menjamin pelestarian kedaulatan. … Tempat itu yaitu tanah-air. Pemerintah Hindia Belanda telah mengeluarkan peraturan perundang-undangan wilayah dan termuat dalam Ordonantie tahun 1939 yang . tt: 347). Tanah-air itu adalah satu kesatuan. serta melindungi unsur wilayah dan kepentingan nasional.

Isi pengumuman tersebut sebagai berikut: 1. Jarak antara satu pulau dengan pulau lain yang menjadi bagian wilayah negara Republik Indonesia “dipisahkan” oleh adanya kantong-kantong laut yang berstatus sebagai laut bebas yang berada di luar yuridiksi nasional. yang dikenal pula mengikuti contour pulau/darat. yaitu keutuhan wilayah negara di lautan. . di sisi luar atau sisi laut (outer limits) dari tiap-tiap laut territorial dijumpai laut bebas. tetapi didasarkan pada system penarikan garis lurus (straight base line) yang diukur dari garis yang menghubungkan titik-titik ujung yang terluar dari pada pulau-pulau atau bagian pulau yang termasuk ke dalam wilayah negara Republik Indonesia (= point to point theory). Dengan demikian. Berdasarkan hal itulah. pada 13 Desember 1957 dikeluarkan pengumuman Pemerintah Republik Indonesia tentang wilayah perairan Negara Republik Indonesia yang dikenal sebagai “Deklarasi Juanda” – Ir. Juanda pada periode itu sebagai Perdana Menteri Republik Indonesia – yang pada hakikatnya melakukan perubahan terhadap ketentuan ordonansi pada lembaran negara (staatblad) No. 442 tahun 1939. 2.ccxvii diundangkan pada 26 Agustus 1939 yang dimuat dalam Staatblad No. dalam kantongkantong laut nasional tidak berlaku hukum nasional. Penentuan lebar laut wilayah dari 3 mil laut menjadi 12 mil laut. 422 tahun 1939. Cara penarikan batas laut wilayah tidak lagi didasarkan pada garis pasang surut (low water line). Di dalam deklarasi ini terkandung kepentingan dan tujuan bangsa Indonesia. tentang “Territoriale Zee en Maritiem Kringen Ordonantie”. Sementara itu. Berdasarkan ketentuan ordonansi ini. Deklarasi Juanda pada hakikatnya adalah menerapkan asas archipelago atau Nusantara. penentuan lebar laut wilayah sepanjang 3 mil laut dengan cara penarikan garis pangkal berdasarkan garis pasang surut. Ketentuan demikian itu mempunyai konsekuensi bahwa secara hipotetis setiap pulau yang merupakan bagian wilayah negara Republik Indonesia mempunyai laut territorial sendiri-sendiri.

. Peraturan Pemerintah No. 4 PRP tahun 1960 tentang perairan Indonesia. Negara maritim besar—terutama negara adidaya—dalam rangka mencapai tujuan strategi global. diberikan penjelasan dan kejelasan sebagai berikut: a. Makna dan pengertian perairan Indonesia. b.ccxviii Selanjutnya. Dalam UU ini. pengertian. laut wilayah Indonesia. secara yuridis formal negara Indonesia menjadi utuh tidak terpecah lagi. serta 4. Undang-Undang No. 3. serta perairan pedalaman Indonesia. 2. deklarasi ini diakomodasikan dalam rangkaian peraturan perundangundangan sebagai berikut: 1. Negara-negara ASEAN termasuk Australia dan kini Timor Leste. yakni mema-hami makna negara kepulauan dan makna “benua maritime” (Zen. Negara-negara yang berkepentingan terhadap usaha perikanan laut. Selain itu. Alasan atau argumentasi perlunya meninjau kembali peraturan tentang penentuan batas laut wilayah. menghilangkan paham bahwa batas wilayah tidak lagi berdasarkan garis pantai atau contour/coastline base. antara lain tentang lalu lintas laut damai kendaraan air asing di perairan pedalaman. 2005). Tantangan Bangsa Indonesia Akibat Deklarasi Juanda Dengan adanya Deklarasi Juanda. dan makna lalu lintas damai kendaraan asing. serta bentuk dan luas kedaulatan wilayah Nusantara sejak “Deklarasi Juanda 1957”. Tidak kalah penting adalah tantangan ke dalam. Peraturan ini menentukan aturan-aturan. tetapi atas dasar base line. 2002: 26): 1. Hal ini menimbulkan reaksi beberapa negara yang beragam dan dapat dikatagorikan menjadi 4 macam reaksi sebagai berikut (Kusumaatmaja. 2. Negara-negara maritim yang memiliki armada angkutan niaga besar. 8 tahun 1960 tentang lalu-lintas laut damai perairan Indonesia.

Res Nullius: Laut tidak ada yang memiliki. 1. Namun. laut praktis hanya menjadi milik Spanyol dan Portugal sehingga ada semacam pembagian wilayah yuridiksi dari kedua Negara tersebut. tidak dapat dikuasai secara mutlak (tidak dapat dikaveling. karena itu laut menjadi bebas. seorang ahli hukum internasional Belanda memberikan teori “Mare Liberum” (laut bebas). 4. terutama yang bervolume besar. . Laut tidak dapat di kuasai suatu negara dengan jalan “okupasi” (menduduk). merdeka dan bergerak. datar dan tebuka. serta media untuk bermacam-macam alat angkut. Res Communis: Laut milik masyarakat dunia. serta orientasi komoditi perdagangan dunia (Simbolon. sebelum membahas polemik yang menghasilkan rezim hukum laut. 3. Oleh Karena itu. para ahli hukum dari kedua negara tersebut saling berpolemik mengeluarkan argumentasi tentang hak atas laut. Hugo Grotius. 1995). Bagian akhir zaman pencerahan (renaissance). sulit diberi tanda). teknologi maritime Belanda dan Inggris melampaui Spanyol dan Portugal. serta tidak dapat dipakai sembunyi. hukum laut banyak ditentukan oleh polemik bangsa Belanda dan Inggris. falsafah hukum laut yang berbuntut pada perebutan wilayah laut yakni: 1. GEOPOLITIK DAN HUKUM KEWILAYAHAN Hukum Laut dan Perkembangannya Perkembangan Sejarah hukum laut tidak lepas dari kemajuan teknologi maritime— perkapalan dan kepelabuhanan – Belanda dan Inggris. ada baiknya dibahas terlebih dahulu hakikat laut. Setelah Perang Salib sampai dengan bagian akhir zaman pencerahan (renaissance). bebas. Oleh karena itu. Hakikat laut adalah: 1. 2. karena itu dapat diambil dan dimiliki setiap negara. karena itu tidak dapat diambil/dimiliki oleh setiap negara.ccxix C. Dari hakikat tersebut timbul. Belanda dan Inggris merasa bahwa mereka tidak harus tunduk pada negara yang lebih “primitif”. serta relatif tetap dan tidak mudah dirusak. 2.

Untuk itu. laut wilayah dan laut pedalaman dikenalkan sebagai laut Nusantara. Garis dasar adalah garis yang menghubungkan titik-titik terluar pulau terluar. Negara pantai mempunyai kedaulatan penuh. sebagai jawaban atas teori Grotius. Cornelis Bijenkershoek (seorang Belanda) berpandapat bahwa laut wilayah adalah 3 mil laut dari pantai pada saat pasang surut. laut antar pulau menjadi Perairan pedalaman (internal water) Selanjutnya. hal ini tidak terlepas karena perhatian orang yang besar pada laut. yaitu dengan adanya pengesahan melalui Sidang Umum PBB. yang merupakan tindak lanjut dari United Nations Convention on the of the sea—di kenal UNCLOS 1982—berdasarkan persetujuan 118 negara di Montego Bay. timbul bermacam tipe perairan. . Jamaica. John Selden. laut wilayah dapat dimiliki sepanjang dapat dikuasai dari darat. Dengan demikian. tahun 1982. Menurutnya. dibahas beberapa masalah yang menyangkut hukum laut: 1. Grotius memuat argument bahwa. Akibat konvensi hukum laut. Perairan Pedalaman (Internal Waters): wilayah laut sebelah dalam dari daratan/sebelah dalam dari GP. Pemerintah Negara Kesatuan Republik Indonesia melalui Dekla-rasi tanggal 13 Desember 1957 mengajukan NKRI perlu laut wilaya (territory water) selebar 12 mil laut dari Garis Pangkal/Garis Dasar (base line) atas dasar “point to point theory”. Selanjutnya . Sebagai koreksi atas tulisan tersebut di atas. Ini berarti laut hanya milik negara pantai. “Mare Clausum” (hak kuasa laut). Laut Teritorial/Laut Wilayah (Territorial Sea): wilayah laut yang lebarnya tidak melebihi 12 mil dari garis pangkal/garis dasar (base line).ccxx 2. Selden menginginkan adanya hak lintas damai bagi kapal-kapal dengan alasan untuk membeli suplai segar dari negara pantai. 2.Ketentuan ini berlaku hingga tahun 1994. Argumentasi ini didasari bahwa jangkauan meriam kurang lebih 3 mil. seorang ahli hukum Inggris yang pada tahun 1635 menulis tentang hukum laut dengan judul. setiap negara dapat menguasai laut.

3. b. 5. serta sanitasi dalam wilayah laut territorial. dan pengelolaan sumber kekayaan hayati perairan. 4.500 m. laut terbuka untuk semua negara. terletak di luar laut teritorial sepanjang merupakan kelanjutan alamiah wilayah.ccxxi 3. Lintas: berlayar/bernavigasi melalui laut territorial.antara lain: 1. Jarak 200 mil GP atau maksimal 350 mil. b. Laut Lepas (High Seas): dikenal pula sebagai laut bebas/laut Inter-nasional : Wilayah laut > 200 mil dari Garis Pangkal. 6. Negara yang bersangkutan mempunyai hak berdaulat untuk kepentingan eksplorasi dan eksploi-tasi. serta Lintas transit: bernavigasi melintasi pada selat ynag di gunakan untuk pelayaran internasional antara laut lepas/ZEE yang lain. merupakan wilayah Negara Pantai untuk melakukan pengawasan pabean. fiskal. baik berpantai maupun tidak berpantai. Landas Kontinen (Continental Shelf): wilayah laut Negara Pantai meliputi dasar laut dan tanah di bawahnya. atau tidak melebihi 100 mil dari kedalaman 2. termasuk masuk dan keluar perairan pedalaman untuk singgah di salah satu pelabuhan. serta . Alur Laut Kepulauan: a. 5. Negara lain menuntut beberapa hak—yang sebenarnya adalah jaminan—dari Negara ke pulauan. Lintas damai: bernavigasi melalui laut teritorial suatu negara sepanjng tidak merugikan kedamaian. 4. 2. Zona Tambahan (Contigous Zone): wilayah laut yang lebarnya ti-dak boleh melebihi 12 mil dari Laut Teritorial. alur laut ditentukan oleh Negara Kepulauan untuk alur laut dan jalur penerbangan di atasnya yang cocok di gunakan untuk lintas kapal dan jalur pesawat terbang asing. konservasi. Zona Ekonomi Eksklusif (Exclusive Economic Zone): wilayah laut yang tidak melebihi 200 mil dari GP.kapal dan pesawat terbang tidak boleh melintas lebih dari 25 mil kiri/kanan dan garis sumbuh. Laut Lepas: a. ketertiban. alur yang di tentukan dengan merangkai garis sumbuh pada peta. semua bagian laut yang tak termaksud laut territorial baik perairan pedalam maupun ZEE. Dengan adanya ketentuan di atas. imi-grasi.atau keamanan negara yang bersangkutan.

Ruang Udara berada di atas suatu wilayah negara dan dikategorikan sebagai Ruang Udara Nasional atau wilayah kedaulatan negara kolong. khususnya dari sumber kekayaan laut. untuk laut lepas semua negara berhak berlayar. terbang riset ilmiah dan menangkap ikan. Beberapa Perhatian Manusia Terhadap Laut 1. serta menjadi salah satu penghidupan. . Perlu pengaturan bersama pemanfatan laut dan lingkungan untuk bangsa-bangsa.ccxxii c. yaitu Ruang Udara dan Ruang Antariksa. laut untuk menjamin integrasi. pembebasan udara tanpa batas atau kebebasan udara terbatas?. Bertambahnya jumlah penduduk harus diimbangi dengan kenaikan produksi. Bagi bangsa Indonesia. perlu di perhatikan: a. b. yang pemanfaatannya dikendalikan oleh negara tersebut. 4. Kemajuan teknologi berdampak pada meningkatnya kemampuan manusia dalam memanfatakan laut. karena itu timbul perbedaan persepsi. Teori Negara berdaulat di Udara (Ari Sovereignty Theory ): behwa Negara kolong berdaulat penuh tanpa batas ke atas. Dengan demikian. pemanfaatannya diken-dalikan secara internasional dan tidak boleh di jadikan subjek negara kolong. sarana perhu-bungan dan tersportasi. 2. Adapun Ruang Antariksa. Perubahan peta bumi terjadi setelah perang dunia ke II karena telah lahir banyak Negara nasional baru yang memiliki laut. 3. Hukum Dirgantara dan Perkembangannya Ruang digantara dapat di bagi menjadi dua bagian. Hal ini juga menimbulkan perbedaan persepsi: kedaulatan negara kolong berdaulat penuh tetapi dibatasi oleh hak lintas damai?. Beberapa teori yang menjadi polemic para hukum di antaranya: 1. Laut untuk kelangsungan hidup bangsa dan kesejahteraan rakyat. Teori Udara Bebas (Air Freedom Theory): bahwa Ruang Udara Be-bas dapat digunakan siapa saja. selain itu ditinjau dari segi militer merupakan wahana pertahanan. 2.

Namun dalam perjanjian ini juga berlaku pemafaatan ruang antariksa berdasarkan “first come. batas ruang udara dan ruang antariksa di tetapkan 100/110 km. tetapi ada daerah yang lowong dan dapat menimbulkan masalah. yang meliputi manfaatan wilayah Geostationary Satellite Orbit (GSO). Indonesia memiliki ruang digantara yang luas. Perjanjian Ruang Antariksa (Space Treaty): 6.apalagi di bawah khatulistiwa yang memiliki jalur GSO. Sampai kini masih belum ada kesepakatan (tahun 1910 pernah di tentukan batas ketinggian kurang lebih 500 km). GSO mempunyai tiga keunikan. luas daratan dan lautan = luas udara. Sementara itu. 5. yaitu apabila ditarik garis tegak lurus dari permukaan bumi ke atas.ccxxiii 3. Indonesia menuntut berlakunya kedaulatan negara kolong terhadap Ruang Digantara. Paling sedikit tujuan yang ingin di capai Indonesia ialah Ruang Udara Indonesia sebagai wilayah udarah (air soverignty) nasional dan ruang antariksa Indonesia sebagai wilayah kepentingan (air juridiction) ZEE atau landas kontinen. GSO untuk meletakkan satelit komunikasi agar satelit tersebut berada pada posisi tetap di ruang angkasa terhadap bumi. Dalamhal ini. disepakati ditarik garis dari “pusat bumi” sampai batas ruang angkasa/antariksa yang membentuk kerucut terbalik. menurut Teori Udara Schacter. Low Earth Orbit (LEO). Indonesia juga menuntut perlakuan yang sama terhadap ukum udara. Kemudian. bahwa batas ketinggian s. Geostationery Satellite Orbit (GSO) Geostationery Satellite Orbit adalah suatu orbit yang berbentuk cincin terletak pada enam radian bumi di atas garis khatulistiwa. Batas Wilayah Udara. Oleh karena itu. Antariksa dan badan-badannya dianggap menjadi wilayah internasional. Cara menentukan wilayah udara ada perbedaan. Penggunaan damai bagi antariksa.d. antara lain: . Teori penguasaan Cooper menyatakan bahwa batas ketinggian ditentukan kemampuan teknologi setiap Negara. 4. 30 km atau s. Sementara itu. balon dan pesawat terbang dapat mengapung dan diterbangkan. Ketinggian GSO km di atas permukaan bumi. luas daerah udara lebih luas dari pada luas daratan dan lautan.first serve” yang merugikan negara sedang berkembang. Masalah Ketinggian.d. Medium Earth Orbit (MEO). Seperti halnya dengan hukum laut.

422/1939) Ukuran: 3 mil dari garis pantai pada saat pasang surut (low water) Luar Wilayah: 2. Wilayah Nasional Negara Kesatuan Republik Indonesia 1. Deklarasi Pemerintahan RI tanggal 13 Desember 1957 ( Deklarasi Juanda).9 juta km2. Dasar: Ketentuan Peralihan UUD 1945.5 juta km2. Konstitusi RIS.5% keliling GSO. Dasar: Pengumuman Pemerintahan RI tanggal 13 Desember 1957 PEPERPU No. 13 Desember 1957. 3. GSO Indonesia 9.110 km. Ukuran: 12 mil dari garis pangkal (point to point theory) Luas Wilayah: bertambah 4. menjadi 9. 1/1973 tentang Landasan Kontinen. 4/1960 tentang Pemerintahan Indonesia. Dasar: Deklarasi Pemerintahan RI tanggal 17 Februari 1969. Deklarasi Pemerintahan RI tanggal 17 Februari 1969 (Landasan Kontinen). Dasar: Pengumuman Pemerintah tentang Zone Ekonomi Eksklusif UU No. 3. 3. ruas GSO ada di negara khatulistiwa. 0. 442?1939.997 km atau 12.ccxxiv 1. UUDS 1950. Ukuran terbatas. GSO hanya pada padang khatulistiwa. Dasar: Ordonansi Laut Teritorial dan Lingkungan Maritim No. 56 menit.d. 4 detik). yaitu tebal 30 km lebar 150 km. Masa Penjajahan (Belanda dan Jepang).2 juta km2 . Luas Wilayah: Bertambah 5. 2.422/1939 (territoralle Zee en Maritiem Krigen Ordonantie No.7 km2 Pengumuman Pemerintah tahun 1980 (Zone Ekonomi Eksklusif). Luas Wilayah: Bertambah 2. 2 juta km2 Setelah Proklamasi s. Panjang garis khatulistiwa Indonesia 6. serta 24 Satelit pada orbit ini akan mengelilingi bumi dari barat ke timurdengan masa orbit jam (23 jam. menjadi 6. GSO menjadi sumberdaya alam terbatas. 5/1983 tentang Zone Ekonomi Eksklusif (Pembenahan Kekayaan Alam dan Potensi Alam).8 juta km2. UU No. tetap berlaku Ordonansi No.

Otonomi daerah bertujuan memudahkan pelayanan kepada rakyat/publik. Adapun filsafat yang dianut adalah: Pemerintah Daerah ada karena ada rakyat yang harus dilayani.ccxxv D. Dekonsentrasi: diselenggarakan karena tidak semua tugas-tugas teknis pelayanan kepada rakyat dapat diselenggarakan dengan baik oleh Pemerintah Daerah (kabupaten/kota). Dekonsentrasi terdiri atas fungsional (kanwil/kandep) dan integrasi (kepala wilayah). diperlukan asa dalam mengelola daerah. Pembagian Daerah Wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia dibagi atas daerah-daerah provinsi. Kebijakan desentralisasi mempunyai tujuan politis dan tujuan administrasi. tetapi tujuan utamanya adalah pelayanan kepada rakyat/publik. serta telah diratifikasi dengan UU No. Jepang. Pada kenyataanya. Desentralisasi merupakan powersharing (otonomi formal dan otonomi material). Untuk keperluan tersebut. Oleh karena itu. 32/2004). 32/2004). Oleh karena itu. Desentralisasi pelayanan rakyat/public. GEOPOLITIK DAN OTONOMI DAERAH Latar Belakang Sentralisasi pelayanan dan pembinaan kepada rakyat tidak mungkin dilakukan dari pusat saja. Asas ini bertentangan dengan Deklarasi Pemerintaan RI yang telah dilakukan melalui UNCLOS. output-nya hendaknya berupa pemenuhan bahan kebutuhan pokok rakyat—public goods—dan peraturan daerah public regulation—agar rakyat tertib dan adanya kepastian hukum. Sejak masa masa penjajahan Belanda. 6/1996 tentang perairan Indonesia.serta daerah provinsi itu dibagi atas kabupaten dan kota yang masing-masing mempunyai pemerintah daerah (pasal 2 UU No. wilayah negara dibagi atas daerah besar dan daerah kecil. . otonomi daerah di Indonesia secara luas tidak/belum pernah terlaksana. 2. dan setelah kemerdekaan otonomi masih dalam bentuk dekonsentrasi. Pemerintah provinsi yang berbatasan dengan laut memiliki kewenangan laut sejauh 12 mil laut diukur dari garis pantai kea rah laut lepas dan ke arah perairan kepulauan (pasal18 ayat [4] UU No. yang meliputi: 1.

g. c. f. Perencanaan. Selanjutnya. 1987: 55) jangan sampai menyemangati pemekaran wilayah atas dasar pendekatan kebudayaan sehingga menimbulkan benturan budaya yang berakibat pecahnya negara nasional (Huntington. b. penyediaan sarana dan prasarana umum.ccxxvi Sehubungan dengan ini. politik luar negeri. penanggulangan masalah sosial llintas kabupaten/kota Kewenangan Wajib Pemerintah Daerah Provinsi (Pasal 13) . c. perlu adanya perhatian khusus pada wilayah yang dilalui Alur Laut Kepulauan Riau. dan agama. penanganan bidang kesehatan. wilayah Indonesia terbagi berdasarkan subkultur dengan dibentuknya daerah keresidenan. 2. Kalimantan Barat. Riau Kepulauan. Sulawesi Barat. b. kabupaten/kota. pemanfaatan. keresidenan. Sulawesi Tengah. d. Pembagian Kewenangan (UU No. d. Pulau Lombok. dan kecamatan. dan pengawasan tata ruang. baik yang berupa konflik fisik maupun konflik nonfisik (keinginan memisahkan diri dengan membentuk provinsi baru). wilayah-wilayah tersebut terbagi habis menjadi provinsi. 1996:100). keamanan. penyelenggaraan pendidikan dan alokasi sumber daya manusia potensial. ada yang patut diwaspadai bahwa semangat otonomi seharusnya tidak menjurus pada semangat pembentukan daerah berdasarkan etnik atau subkultur. Perencanaan dan pengendalian pembangunan. Kewenangan Pemerintah (Pasal 10 Ayat [3]): a. Globalisasi yang menyebabkan adanya Global Parados (Naisbit. Banten. kewedaan. serta Maluku dan Maluku Utara—yang bebrapa saat lalu hingga kini tetap bergejolak. Pada masa penjajahan Belanda. a. e. pertahanan. Penyelenggaraan ketertiban umum dan ketentraman masyarakat. e. f.32/2004 tentang Pemerintaan Daerah) 1. moneter dan fiskal nasional. yustisi. Bangka-Belitung. Oleh karena itu.

e. Kewenangan Pemerintah Daerah Kabupaten dan Kota (pada dasarnya sama. penanganan bidang kesehatan. n. pelayanan administrasi penanaman modal. j. i. usaha kecil. p. dan menengah. pelayanan administrasi umum pemerintahan. 3. l. h.ccxxvii h. penanggulangan masalah sosial. k. n. pelayanan administrasi penanaman modal termasuk lintas kabupaten/kota penyelenggaraan pelayanan dasar lainnya yang belum dapat dilaksanakan oleh kabupaten/kota. dan pengawasan tata ruang. penyelenggaraan pelayanan dasar lainnya. b. pelayanan pertanahan termasuk lintas kabupaten/kota pelayanan kependudukan dan pencatatan sipil. Pasal 14): a. termasuk lintas kabupaten/kota. pelayanan administrasi umum pemerintahan. i. k. pengendalian lingkungan hidup. perencanaan dan pengendalian pembangunan. pelayanan kependudukan dan pencatatan sipil. c. pelayanan pertanahan. o. dan urusan wajib lainnya yang diamanatkan oleh peraturan perundang-undangan. o. pelayanan bidang ketenagakerjaan lintas kabupaten/kota fsilitasi pengembangan koperasi. dan menengah. pelayanan bidang ketenagakerjaan. penyelenggaraan ketertiban umum dan ketentraman masayarakat. j. fsilitasi pengembangan koperasi. usaha kecil. tetapi dalam skala kabupaten/kota. m. pengendalian lingkungan hidup. pemanfaatan. perencanaan. urusan wajib lainnya yang diamanatkan oleh peraturan perundang-undangan. l. penyediaan sarana dan prasarana umum. penyelenggaraan pendidikan. p. g. m. d. f. .

diperlukan aturan yang baku. dan pengelolaan laut. 2. dana alokasi khusus. b. Dari ketentuan tersebut. Agar adil dan merata.dana alokasi umum. konservasi. Pinjaman daerah: daerah dapat meminjam dari dalam negeri dan luar negeri (melalui Pemerintah Pusat) dengan persetujuan DPR. U . Lain-lain penerimaan yang sah termasuk Dana Darurat. e. Sumber Penerimaan Pelaksanaan Desentralisasi Membagi adil dan merata hasil potensi masyarakat. b.retribusi daerah. hasil pengelolaan kekayaan daerah. 4. b. pengaturan administrasi. pengaturan tata ruang. terdiri atas: a.lain-lain Pendapatan Asli Daerah yang sah. c. pajak daerah. Adapun batas wilayahnya adalah paling jauh 12 mil laut diukur dari garis pantai ke arah laut lepas dan 1/3-nya menjadi kewenangan daerah kabupaten/kota. dan c. berasal dari pinjaman APBN.ccxxviii 4. Kewenangan Pemerintah Daerah untuk mengelola sumber daya alam dan sumber daya lainnya di wilayah laut (Pasal 18): a. dan d. Pendapatan Asli Daerah : a. 3. dana bagi hasil dari pajak dan sumber daya alam. dikeluarkan beberapa istilah tentang dana untuk keperluan pembinaan wilayah. c. f. eksplorasi. penegakan hukum terhadap peraturan yang dikeluarkan oleh daerah atau yang dilimpahkan kewenangannya oleh Pemerintah. eksploitasi. ikut serta pemeliharaan keamanan. Dana Perimbangan Daerah. dan ikur serta dalam pertahanan kedaulatan negara. d. antara lain: 1.

Dorongan ekonomi. Dorongan politik. perlu berdirinya jawatan pencatatan pulau/pantai yang dikenal sebagal Marine Cadastre.batas resmi. Rencana Tata Ruang Wilayah Berkaitan dengan diundangkannya UU No. baik dengan manusia maupun dengan alam sehingga terjadi simbiosis. berupa kemudahan masyarakat untuk dapat memenuhi kebutuhan hidup. tetapi apabila hinterlatid ini berada di tapal batas . ternyata perlu mengubah K . Mereka sering mengabaikan daerah "hinterland' (pedalaman).ccxxix Daerah Frontier Banyak pimpinan daerah politisi dan pejabat daerah yang tidak menyadari dan mendalami makna filosofi otonomi daerah sehingga ada wilayah yang terpencil. RTRW Provinsi sudah sesuai. 32/2004. Pembinaan wilayah frontier laut hendaknya mendapat prioritas. 2. terjadi pergeseran batas negara secara imajiner. bahkan terisolasi pada era globalisasi. Namun. serta 3. kesehatan/social security. Dorongan sosial budaya. berupa kesamaan subkultur (suku) dan kemudahan mendapatkan fasilitas perlindungan masa depan (sekolah. daerah ini merupakan daerah "frontier". yang dikukuhkan melalui perjanjian internasional dengan negara jiran. baik provinsi maupun kabupaten dan kota. mengingat banyak pulaupulau sepanjang perbatasan yang rawan untuk dikuasai negara tetangga. Kehidupan masyarakat Indonesia dengan masyarakat negara jiran menjadi saling mempengaruhi. perlu ditinjau kembali rencana tata ruang wilayah (RTRW). Dari 91 pulau yang menjadi titik batas (point) ada 12 pulau yang rawan diserobot oleh negara lain. RTRW Kabupaten dan Kota masih di bawah 50% yang telah menjadi Perda (dikukuhkan). antara lain adanya kepastian hukum dan tidak menutup kemungkinan adanya tuntutan referendum. 22/1999 tentang Pemerintahan Daerah. baik melalui okupasi diam-diam (silent occupation) maupun melalul penetrasi budaya dan ekonomi. Untuk itu. dan lain-lain). Daerah frontier terbentuk karena sifat manusia yang saling bergantung. Pada saat mengacu UU No. 32/2004. dan telah menjadi Perda. Akibatnya. Dengan diundangkannya UU No. 2004: 151) terjadi antara lain: 1. Daerah frontier (Sunardi.

Pemanfaatan ruang bagi semua kepentingm secara terpadu. selaras. . Pengubahan RTRW hendaknya mengacu pada kepentingan nasional. yaitu dengan terabaikannya salah satu sektor. 3. Kasus yang sekarang masih terkatung-katung hingga kini adalah masih adanya limbah B-3 dari Singapura yang dionggokkan di pulau-pulau Provinsi Kepulauan Riau. Kewajiban memiliki analisis dampak lingkungan (amdal) sering terabaikan karena kurang disadari oleh para pejabat di daerah. menyebabkan meningkatnya kerusakan lingkungan tidak saja di darat. reklamasi pantai utara DKI Jakarta dengan menebang hutan bakau menimbulkan banjir yang tidak saja menimpa DKI Jakarta. 2. Keterbukaan. baik oleh pusat maupun daerah. berdaya guna dan berhasil guna. Tercapainya kelestarian lingkungan hidup. yaitu: 1. Terjaminnya generasi masa kini clan generasi masa depan. 24/1992). tetapi juga provinsi lain. maka akan didapat hal-hal berikut: 1. Pulau-pulau tempat teronggoknya limbah B-3 temyata belum terencana peruntukannya oleh Pemerintah. Padahal. tetapi juga di daerah maritim. Kerusakan lingkungan pada pulau-pulau yang tidak berpenghuni seperti halnya kasus di atas pada gilirannya akan merugikan masyarakat. Selama ini sering RTRW lebih berorientasi pada negara kontinen sehingga upaya pembenahan pantai kurang berkaitan dengan masalah lingkungan hidup. perlu standardisasi penataan ruang dan sudah barang tentu mengacu pada asas negara kepulauan. Oleh karena itu. semua komponen masyarakat hendaknya mengacu pada filsafat yang mendasarinya. jelaslah bahwa masyarakat dan pemerintah sering mengabaikan baku mutu lingkungan. dan perlinclungan hukum. Sebagai contoh. persamaan. tidak hanya mengacu pada kepentingan daerah semata (UU No. keserasian. Dari gambaran tersebut. Kurangnya pemahaman akan makna hakikat negara Nusantara. keadilan.ccxxx RTRW. Masuknya limbah B-3 sebagai barang impor menandakan bahwa Indonesia masih belum—mungkin tidak—tahu akan bahaya limbah B-3 yang dimasukkan sebagai pupuk untuk pertanian. dan berkelanjutan. serasi. Dengan menyadari akan filsofi ini. dan keseimbangan antara manusia dan alam. Tercapainya kelestarian. 2. 4. terwujudnya manusia indonesia sebagai insan lingkungan hidup yang memiliki sikap untuk melindungi dan membina lingkungan hidup.

penyusunan rtrw perlu benar-benar terpadu. Oleh karena itu. tetapi tidak tabu apa atau pulau mana yang hilang. Adapun keuntungan yang didapat dari Marine Cadastre.504 pulau dan yang bernama hanya 5.703 pulau dan sisanya sebanyak 11. banyak pulau-pulau yang hilang—dituntut kepemilikannya oleh negara jiran ataupun menjadi rusak karena alam dan manusia Indonesia—yang tidak diketahui. lengkap dengan tata letak (koordinat pada peta taut) dan konfigurasinya—luas. serta Terlindungnya nkri dari dampak kegiatan di luar wilayah nkri yang menyebabkan pencemaran dan atau perusakan lingkungan hidup. Dapat menuntut hak (claim) atas pulau tersebut di wilayah Indonesia apabila diduduki secara diam-diam oleh negara tetangga. Untuk itu. diharapkan Indonesia mampu menginventarisasi jumlah pulau. 3. Jangan sampai Indonesia kehilangan pulau. serta Memberikan batas wewenang pada daerah otonom tentang batas laut berdasarkan koordinat tidak berdasarkan perkiraan. Walhasil. perlu berdirinya jawatan pencatatan pulau/pantai yang dikenal sebagai Marine Cadastre. bahkan gelap. 6. Dengan adanya Marine Cadastre. letak. Pendaftaran Wilayah Maritim (Marine Cadastre) Tanah Air Indonesia memiliki sebanyak 17. serta ciri flora dan fauna—sehingga akan mudah bagi Indonesia untuk mendaftarkan diri ke PBB di New York. Terkendalinya pemanfaatan sumber daya secara bijaksana. dokumentasi nasional tentang konfigurasi kepulauan Indonesia tidak jelas. serta para pemimpin nonformal—di negeri ini. 2005). dengan upaya proaktif. seperti sekarang ini yang berakibat pada konflik di kalangan masyarakat.ccxxxi 5. . Akibatnya. Ini juga disebabkan kurangnya perhatian pengambil kebijakan—negarawan. politisi. antara lain: 1.801 belum bernama (Data Mabes TNI. 2.

perlu diwaspadai adanya ”five power defence agreement” yang masih berlaku. serta Dengan adanya kunjungan presiden dan wakil presiden ke perbatasan diharapkan akan meningkatkan rasa nasionalisme rakyat indonesia. Dalam menghadapi negara adidaya yang sejak semula menentang negara Nusantara. dengan ditindak lanjuti secara proaktif dalam bentuk pengawasan. tindakan Indonesia paling tidak : 1. pencemaran lingkungan. dan perusakan alat navigasi laut. 3. indonesia harus segera mengidentifikasikan pulau-pulau yang tersebar luas. tidak seperti sekarang ini yang masih dibangun oleh petani gunung. Penambahan ALKI dapat mengakibatkan wilayah Indonesia terbuka kembali. . 2. Dalam menghadapi negara yang memiliki armada angkutan laut besar yang ingin tetap berperan dalam era globalisasi: 1. ALKI perlu diinformasikan lebih intensif kepada masyarakat maritim Indonesia. 3. Dalam menghadapi malaysia dan singapura yang menggunakan kekerasan.ccxxxii E. hendaknya Indonesia tetap menolak penambahan ALKI. Mewaspadai "silent occupation" dengan pemantapan pembinaan kekuatan maritim. Upaya Menghadapi Geopolitik dan Geostrategi Negara Jiran Dalam menghadapi ASEAN dan Australia. 2. Dalam menghadapi australia dengan proyek australia maritimeidentification zone (amiz). Apabila menghadapi negara yang berkepentingan dengan perikanan: 1. penambahan ALKI sesuai dengan permintaan International Maritime Organization harus tetap ditolak karena pada hakikatnya akan membuat wilayah Indonesia menjadi terbuka sehingga kontraproduktif dibandingkan dengan Deklarasi Juanda. Pembangunan desa pantai. serta nelayan ikut memonitor para pengganggu negara yang melakukan pencurian ikan. laut nusantara menjadi ”high seas”. karena itu nelayan harus belajar membaca peta laut dan menggunakan peralatan navigasi dengan lebih baik. Dengan demikian. 4. yang diisi oleh keluarga nelayan/pelaut. 2. Meningkatkan kemampuan nelayan dari nelayan pantai menjadi nelayan laut.

dengan merujuk kepada percaturan politik internasional. dan kemampuan dalam berorganisasi. 2) Geopolitik penting untuk dipelajari dan diketahui karena mengkaji makna strategis suatu wilayah geografi. Jelaskan pengertian geopolitik 2.(Pasal 1 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah) 6) Pelaksanaan otonomi daerah dipengaruhi oleh faktor-faktor yang meliputi kemampuan si pelaksana. serta lingkungan geografinya yang berwujud negara kepulauan berdasarkan pancasila dan UUD 1945. sedangkan menurut istilah geopolitik adalah suatu studi yang mengkaji masalah-masalah geografi. kedamaian dan budi luhur serta martabat manusia di seluruh dunia. kemampuan dalam keuangan. ketersediaan alat dan bahan. SOAL LATIHAN Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini : 1. 4) Tujuan bangsa indonesia dilihat dari konsep geopolitknya adalah menjunjung tinggi kepentingan nasional. serta sumber daya alam wilayah Negara tersebut. serta kepentingan kawasan untuk menyelenggarakan dan membina kesejahteraan. yang mencakup lokasi. yang secara umum didefinisikan sebagai cara pandang dan sikap bangsa indonesia tentang dirinya yang bhinneka. 5) Otonomi daerah adalah kewenangan daerah otonom untuk mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat menurut prakarsa sendiri berdasarkan aspirasi masyarakat sesuai dengan peraturan perundang-undangan.ccxxxiii PENUTUP Dari pembahasan tentang Geopolitik Indonesia. luas. sejarah dan ilmu social. Jelaskan konsepsi-konsepsi geopolitik . 3) Geopolitik indonesia dinamakan wawasan nusantara. maka dapat disimpulkan sebagai berikut : 1) Menurut etimologi geopolitik berasal dari dua kata yaitu “geo” yang berarti bumi dan “politik” yang berhubungan dengan kekuasaan atau pemerintahan.

. Buku I. R. Kapita Selekta Pendidikan Kewarganegaraan (untuk Mahasiswa) bag I & II . Wawasan Nasional Indonesia. 2002. M. Bandung: Alumni. Mochtar. Ermaya dan Alex Dinuth (Pnyt). Semakin Besar Ekonomi Dunia Semakin Kuat Perusahaan Kecil. 1995. ---------. 2002. DR. Geopolitik dan Konsepsi Ketahanan Nasional. Jakarta: Kompas. 1991. Suradinata. 1996. Jakarta: C S I S Huntington. Wawasan Nusantara. Menjadi Indonesia. Global Paradox. Wawasan Nusantara. Anna-polis. Ditjen Dikti. Samuel P. Power and Strategy in the Interlined Economy. Jakarta: PT Kuadernita Adidarma. Jakarta : Balai Pustaka. Indonesia and the Law of the Sea. Kusumatmadja. Konsep Hukum Negara Nusantara Pada Konvensi Hukum Laut III. UK: Touchstone Book Co. Jakarta: Ditjen Dikti. John (terjemahan). 1996. M. Kamus Besar Bahasa Indonesia. 2001. Principle and Practices. Depdiknas. The Borderless World. Jakarta: Ditjen Dikti Depnas. Akar-akar Kebangsaan Indonesia. Naisbitt. Prof. John M. Jakarta: Binarupa Aksara. 1994. Ma : US Naval Institutem Djalal. Gambarkan secara singkat kondisi geopolitik Indonesia 4. Hak Cipta. The Clash of Civilization and the Remaking of the World Order. Juajir. Jakarta: Paradigma Cipta Tatrigama . Ohmae. 2003. Chaidir Drs. Jelaskan wawasan nusantara sebagai landasan geopolitik Indonesia BAHAN BACAAN Basrie. Soewarso. London: Fontana.London. Serpong: Lembaga Ilmu Humaniora ITI. Grand Strategy. Collins.ccxxxiv 3. 2004. Hukum Ruang Angkasa (Suatu Pengantar). 1981. Hasyim. Sunardi.Si. 2001. 1995. Pembinaan Ketahanan Bangsa. 1995. Jakarta: PT Pradnya Paramita. Modul Acuan Proses Pembelajaran MPK Pendidikan Kewarganegaraan. Ketahanan Nasional. Parakitri T. Sumardi. Kenichi. dalam rangka nemperkokoh keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Simbolon. 1974.

Jelaskan konsepsi dasar ketahanan nasional . sosial budaya. baik pada masa lampau. sarana. Selain itu. suatu bangsa itu tetap eksis dalam arti ideologis. Geostrataegi Indonesia dirumuskan dalam wujud Konsepsi "Ketahanan Nasional". Geostrategi menjadi sangat penting karena setiap bangsa yang telah menegara membutuhkan strategi dalam memanfaatkan wilayah negara sebagai ruang hidup nasional. dan hankam. sarana. B. Dengan demikian. Ruang Lingkup Bahan pembelajaran ini akan membahas : 1. dan keadilan sosial. Jelaskan perkembangan geostrategi Indonesia 3. serta tujuan nasional melalui pembangunan. mencerdaskan kehidupan bangsa. serta sasaran pembangunan untuk mencapai kepentingan dan tujuan nasional tersebut. ekonomis. maupun masa mendatang. politis. dan ikut serta melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan. Jelaskan Pengertian geostrategi 2. untuk memajukan kesejahteraan umum. Geostrategi Indonesia pada dasarnya adalah strategi nasional bangsa Indonesia dalam memanfaatkan wilayah negara republik Indonesia sebagai ruang hidup nasional untuk merancang arahan tentang kebijakan. Pembukaan UUD 1945 memberikan amanat kepada para penyelenggara negara agar dalam hidup berbangsa dan negara dalam lingkup nasional diarahkan untuk mewujudkan upaya melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia. kini. Latar Belakang Geostrategi merupakan masalah penting bagi setiap bangsa.ccxxxv BAB XII GEOSTRATEGI INDONESIA A. Jelaskan landasan geostrategi Indonesia 4. dan sasaran perwujudan kepentingan. perdamaian abadi. Semua ini dalam rangka menentukan kebijakan.

Menjelaskan pengertian Ketahanan Nasional. 4. Menggunakan konsep Ketahanan Nasional dalam memecahkan persoalan atau mencari solusi persoalan yang muncul dalam masyarakat. Menganalisis isu-isu aktual berdasarkan perspektif Ketahanan Nasional. 3. Menggambarkan keterkaitan berbagai aspek Ketahanan Nasional. . Menyadari bahwa Ketahanan Nasional sangat diperlukan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. serta 5. Sasaran Pembelajaran Modul Setelah proses pembelajaran. 2. Mahasiswa diharapkan mampu memahami dan menganalisis konsep Geostiategi Indonesia yang berupa konsep Ketahanan Nasional Indonesia Melalui pembelajaran ini mahasiswa diharapkan dapat : 1.ccxxxvi C.

tujuan. Geostrategi Indonesia pada waktu itu dimaknai sebagai strategi untuk mengembangkan dan membangun kemampuan teritorial dan kemampuan gerilya untuk menghadapi ancaman komunis di Indocina. dan sarana-sarana untuk mencapai tujuan nasional bangsa Indonesia. Pengertian Geostrategi Dan Geostrategi Indonesia a. tujuan. juga untuk mengembangkan kekuatan nasional dalam menghadapi dan . dan sejahtera. Geostrategi dapat pula dikatakan sebagai pemanfaatan kondisi lingkungan dalam upaya mewujudkan tujuan politik. geostrategi Indonesia bukanlah merupakan geopolitik untuk kepentingan politik dan perang. aman. Isi konsep geostrategi Indonesia yang tenimus adalah pentingnya pengkajian terhadap perkembangan lingkungan strategi di kawasan Indonesia yang ditandai dengan meluasnya pengaruh Komunis. Perkembangan Konsep Geostrategi Indonesia Pada awalnya pengembangan awal geostrategi Indonesia digagas Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (SESKOAD) Bandung tahun 1962.ccxxxvii URAIAN BAHAN PEMBELAJARAN A. B. Pengertian Geostrategi Indonesia Merupakan strategi dalam memanfaatkan konstelasi geografi negara Indonesia untuk menentukan kebijakan. Pada tahun 1965-an lembaga ketahanan nasional mengembangkan konsep geostrategi Indonesia yang lebih maju dengan rumusan sebagai berikut: Bahwa geostrategi Indonesia harus berupa sebuah konsep strategi untuk mengembangkan keuletan dan daya tahan. b. Geostrategi Indonesia memberi arahan tentang bagaimana merancang strategi pembangunan untuk mewujudkan masa depan yang lebih baik. melainkan untuk kepentingan kesejahteraan dan keamanan. serta sarana-sarana untuk mencapai tujuan nasional. Oleh karena itu. Pengertian Geostrategi Geostartegi merupakan strategi dalam memanfaatkan konstelasi geografi negara untuk menentukan kebijakan.

baik yang berbasis pada aspek ideologi. 2) terwujudnya kesejahteraan dan kemakmuran (welfare and prosperity).ccxxxviii menangkal ancaman. Sejak tahun 1972 Lembaga Ketahanan Nasional terus melakukan pengkajian tentang geostrategi Indonesia yang lebih sesuai dengan konstelasi Indonesia. tapi tetap terlihat konsep geostrategi Indonesia baru sekadar membangun kemampuan nasional sebagai faktor kekuatan penangkal bahaya. dan hankam. justice). 4) terwujudnya keadilan hukum dan keadilan sosial (yuridical justice and social . serta 5) tersedianya kesempatan rakyat untuk mengaktualisasikan din (freedom of the people). dan doktrin dalam pembangunan nasional. politik. Menyusun dan mengembangkan potensi kekuatan nasional. Terhitung mulai tahun 1974 geostrategi Indonesia ditegaskan wujudnya dalam bentuk rumusan ketahanan nasional sebagai kondisi. Gagasan ini agak lebih progresif. Geostrategi Indonesia sebagai pelaksanaan geopolitik Indonesia memiliki dua sifat pokok sebagai benkut. tantangan. Menunjang tugas pokok pemerintahan Indonesia dalam: 1 ) menegakkan hukum dan ketertiban (law and order). Hal ini untuk upaya kelestarian dan eksistensi hidup negara dan bangsa dalam mewujudkan cita-cita proklamasi dan tujuan nasional. 3) terselenggaranya pertahanan dan keamanan (defense and prosperity). Pada era itu konsepsi geostrategi Indonesia dibatasi sebagai metode untuk mengembangkan potensi ketahanan nasional dengan pendekatan keamanan dan kesejahteraan untuk menjaga identitas kelangsungan serta integritas nasional sehingga tujuan nasional dapat tercapai. sosial budaya. dan gangguan. maupun aspek-aspek alamiah. hambatan. Pengembangan konsep geostrategi Indonesia bahkan juga dikembangkan oleh negara-negara yang lain dengan bertujuan : a. metode. b. baik bersifat internal maupun ekstemal.

Bersifat daya tangkal. Bersifat developmental/pengembangan. dan hankarn sehingga tercapai kesejahteraan rakyat. Dalam kedudukannya sebagai konsepsi penangkalan. gangguan. baik yang datang dari dalam maupun dari luar yang langsung ataupun tidak langsung. gangguan. sosial budaya. Ketahanan Nasional Sebagai Perwujudan Geostrategi Indonesia a. b. politik. ekonomi.Tannas adalah pertahanan wilayah oleh seluruh rakyat. membahayakan integritas. 5) Gagasan Tannas menurut GBHN 1978-1997. geostrategi Indonesia ditujukan menangkal segala bentuk ancaman. hambatan. serta eksistensi bangsa dan negara Indonesia. kelangsungan hidup bangsa dan negara. SKEP/1382/XG/1974. 4) Gagasan Tannas berdasar SK Menhankam/Pangab No.Ketahanan Nasional adalah merupakan kondisi dinamis suatu bangsa berisi keuletan dan. serta perjuangan nasional. C. . identitas. ketangguhan yang mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional di dalam menghadapi dan mengatasi segala ancaman. baik yang datang dari luar maupun dari dalam yang langsung ataupun tidak langsung membahayakan kelangsungan negara dan bangsa Indonesia. Perkembangan Konsep Pengertian Tannas 1) Gagasan Tannas oleh Seskoad tahun 1960-an. Tannas adalah keuletan dan daya tahan nasional dalam menghadapi segala ancaman. integritas.ccxxxix a.Tannas adalah keuletan dan daya tahan nasional dalam menghadapi segala kekuatan. dan tantangan.Tannas adalah kondisi dinamis yang merupakan integrasi dari kondisi tiap aspek kehidupan bangsa dan negara. 3) Gagasan Tannas oleh Lemhanas tahun 1969-an. baik yang datang dari luar maupun dan dalam yang langsung ataupun tidak langsung membahayakan kelangsungan negara dan bangsa Indonesia. 2) Gagasan Tannas oleh Lemhanas tahun 1963-an. dan tantangan terhadap identitas. yaitu pengembangan potensi kekuatan bangsa dalam ideologi.

Hakikat Ketahanan Nasional Pada hakikatnya Ketahanan Nasional adalah kemampuan dan ketangguhan suatu bangsa untuk dapat menjamin kelangsungan hidupnya menuju kejayaan bangsa dan negara. c.ccxl b. Sifat-sifat ketahanan nasional adalah sebagai benkut : 1) manunggal. Ketahanan nasional ini bergantung pada kemampuan bangsa dan seluruh warga negara dalam membina aspek alamiah serta aspek sosial sebagai landasan penyelenggaraan kehidupan nasional di segala bidang. 3) kewibawaan. 6) percaya pada din sendiri. 5) tidak membenarkan sikap adu kekuasaan dan adu kekuatan. dilaksanakan dengan mengelola dan menyelenggarakan kesejahteraan dan keamanan terhadap sistem kehidupan nasional. . Ketahanan Nasional mengandung makna keutuhan semua potensi yang terdapat dalam wilayah nasional. Sifat-Sifat Ketahanan Nasional. yang dapat memengaruhi kondisi keseluruhan. serta 7) tidak bergantudg pada pihak lain. baik fisik maupun sosial. 4) berubah menurut waktu. 2) mawas ke dalam. metode pendekatan dan pengkajian ketahanan nasional terdiri atas pendekatan keamanan dan pendekatan kesejahteraaan. Kelemahan salah satu bidang akan mengakibatkan kelemahan bidang yang lain. Untuk mewujudkan ketahanan nasional. serta memiliki hubungan erat antargatra di dalamnya secara komprehensif integral. Sebagai konsepsi pengaturan dan penyelenggaraan kehidupan berbangsa dan bernegara.

(2) Gatra keadaan dan kekayaan alam. (4) Gatra Sosial Budaya. Morgenthau menekankan pentingnya kekuatan nasional dibina dalam kaitairnya dengan negara-negara lain. Artinya. b) Aspek Pancagatra Kehidupan Sosial: (1) Gatraldeologi. dan (5) Gatra Pertahanan Keamanan. 2) Model Morgenthau Model ini bersifat deskriptif kualitatif dengan jumlah gatra yang cukup banyak. maka terdapat advokasi untuk memperoleh power position sehingga muncul strategi ke arah balanced power. Konsepsi Dasar Ketahanan Nasonal 1) Model Astagatra Model ini merupakan perangkat hubungan bidang-bidang kehidupan manusia dan budaya yang berlangsung di atas bumi ini dengan memanfaatkan segala kekayaan alam yang dapat dicapai dengan Model aspek kehidupan nasional yaitu: a) Aspek Trigatra Kehidupan Alamiah: (1) Gatra letak dan kedudukan geografi. (2) Gatra Politik. Dalam analisisnya. serta (3) Gatra keadaan dan kemampuan penduduk. (3) Gatra-Ekonomi. Sebagai konsekuensinya.ccxli d. ia menganggap pentingnya perjuangan untuk mendapatkan power position dalam satu kawasan. menggunakan kemampuannya. yang dikembangkan oleh Lemhanas ini menyiinpulkan adanya 8 unsur . maka model ini diturunkan secara analitis. Bila model Lemhanas berevolusi dan observasi empiris perjalanan perjuangan bangsa.

Sebaliknya. . Baginya hubungan antemegara pada hakikatnya amat dipengaruhi oleh persepsi suatu negara terhadap negara lainnya. suatu negara dengan wilayah yang besar. dapat dicapai peningkatan dan pengembangan kemampuan nasional. Model ini mengatakan bahwa suatu negara kecil bagaimanapun majunya tidak akan dapat memproyeksikan diri sebagai negara besar.ccxlii 3) Model Alfred Thayer Mahan Mahan dalam bukunya "The Influence Seapower on History" mengatakan bahwa kekuatan nasional suatu bangsa dapat dipenuhi apabila bangsa tersebut memenuhi unsur-unsur sebagai berikut: a) Letak geografi b) Bentuk atau wujud bumi c) Luas wilayah d) Jumlah penduduk e) Watak nasional atau bangsa f) Sifat pemerintahan 4) Model Cline Cline melihat suatu negara dan luar sebagaimana dipersepsikan oleh negara lain. termasuk di dalamnya persepsi atau sistem penangkalan dan negara lainnya. tetapi jumlah penduduknya kecil juga tidak akan menjadi negara besar walaupun berteknologi maju. Dengan memanfaatkan dan menggunakan secara memadai segala komponen strategi tersebut. Komponeri Strategi Astagatra Komponen strategi Astagatra merupakan perangkat hubungan bidang-bidang kehidupan manusia dan budaya yang berlangsung di atas bumi ini. Menurut Cline suatu negara akan muncul sebagai kekuatan besar apabila ia memiliki potensi geografi besar atau negara secara fisik yang wilayahnya besar dan memiliki sumber daya manusia yang besar pula. e.

Pancagatra merupakan kelompok gatra yang intangible atau bersifat kehidupan sosial. . Hubungan Komponen Strategi Antargatra Hubungan komponen strategi antargatra dalam trigatra dan pancagatra. Trigatra merupakan kelompok gatra yang tangible atau bersifat kehidupan alamiah. dan pertahanan keamanan. sosial budaya. sumber kekayaan alam. politik. ekonomi.ccxliii 1) Trigatra Komponen strategi trigatra ialah gatra geografi. hubungan komponen strategi dalam trigatra dan pancagatra tersusun secara utuh menyeluruh (komprehensif integral) di dalam komponen strategi astagatra. dan penduduk. 2) Pancagatra Komponen strategi pancagatra adalah gatra ideologi. serta antargatra itu sendiri terdapat hubungan timbal balik yang erat dan lazim hubungan (korelasi) disebut dan ketergantungan (interdependency). Oleh karena itu. f.

ccxliv PENUTUP Dalam negara republik Indonesia yang berdasarkan ketuhanan yang maha esa menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab. Jelaskan Pengertian geostrategi 2. (ed). . Regionalisme. 1998. Sumbangan ilmu Sosial Terhadap Ketahanan Nasional. prinsip keadilan merupakan hal yang senantiasa ditegakkan karena keadilan adalah daya hidup manusia.Nasionalisme dan Ketahanan Nasional. Gadjah Mada University Press: Yogyakarta. Gadjah Mada University Press: Yogyakarta. Jelaskan perkembangan geostrategi Indonesia 3. Armaidy Armawi (ed). sebab “musuh utama” dari bangsa Indonesia adalah “ketidakadilan sosial”. Jelaskan konsepsi dasar ketahanan nasional BAHAN BACAAN Ichlasul Amal. Dengan demikian kondisi ketahanan nasional erat kaitannya dengan kondisi rasa keadilan. Lemhanas. 1997. Lemah dan teguhnya kondisi ketahanan nasional sangat ditentukan oleh terpenuhinya rasa keadilan sosial. Adapun perumusannya. kondisi demikian akan membawa implikasi yang sangat luas terhadap eksistansi bangsa dan negara. Keterbukaan Informasi dan Ketahanan Nasional. -----------------. (ed). Jelaskan landasan geostrategi Indonesia 4. 1996. SOAL LATIHAN Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini : 1. Oleh karena itu. Gadjah Mada University Press: Yogyakarta. Kewiraan Untuk Mahasiswa. yaitu ketahanan nasional adalah integrasi kondisi keadilan disegenap aspek sistem kehidupan masyarakat Indonesia. Kondisi rasa keadilan merupakan tolak ukur yang kongkrit bagi terwujudnya ketahanan nasional dalam pengertian kualitas dan tujuan ( in terms of quality-in terms of output ). -----------------. 1996. Diterbitkan dengan Kerja Sama Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Depdikbud dan Gramedia: Jakarta.

1977.Ps-UGM: Yogyakarta. PT Kuatemita Adidarma: Jakarta.S.ccxlv ----------------. A H.Ps . S. Jumal Ketahanan Nasional. Pembinaan Ketahanan Bangsa. Sunardi. Santoso. Mimeo: Jakarta.UGM: Yogyakarta. . Program Studi Ketahanan Nasional S. Sayidiman. Gramedia: Jakarta. Jurnal Ketahanan Nasional. 2004. Program Studi Ketahanan Nasional S. Peranan Para Pemimpin dan Patriot Bangsa dalam Mempertahankan Kelangsungan Hidup Bangsa dan Negara. Suryohadiprojo.Ps-UGM: Yogyakarta. Sishankamrata/Ketahanan Nasional. Integrasi Bangsa.2001. 2001. 2004. Program Studi Ketahanan Nasional S. Jakarta. Budi. Jumal Ketahanan Nasional. Gunawan. Suniodiningrat. Nasution. Pendidikan Kewarganegaraan. Pembangunan Ekonomi dan Inlegrasi Bangsa.2002. RM.

Pendidikan pancasila diarahkan pada materi pancasila sebagai sistem filsafat. tujuan dan kompetensi pendidikan kewarganegaraan Mahasiswa dapat memahami nilai-nilai jati diri bangsa melalui pengkajian aspek ontologi. idiologi bangsa dan sistem konstitusi serta sistem politik dan ketatanegaraan indonesia. 5. Serta menjadi warga negara yang memiliki daya saing. dan berpartisipasi aktif dalam membangun kehidupan yang damai berdasarkan sistem pancasila. democrasi dan citizenship education serta muatan PPBN (pendidikan pendahuluan bela negara) secara parsial berupa wawasan kebangsaan dan konsep ketahanan nasional. Adapun pendidikan kewarganegaraan diarahkan pada materi civic. 7. mahasiswa diharapkan mampu : Mahasiswa dapat memahami latar belakang. Deskripsi Mata Kuliah Matakuliah ini merupakan penggabungan dua materi inti kurikulum nasional yaitu pendidikan pancasila dan pendidikan kewarganegaraan.ccxlvi EVALUASI A. 8. 6. Manfaat Mata Kuliah Mata kuliah ini diharapkan dapat memberikan manfaat beruapa menjadikan ilmuan dan profesional yang memiliki rasa kebangsaan dan cinta tanah air. dan aksiologi filsafat Pancasila sehingga dengan pemahaman tersebut dapat tumbuh personal wisdom yang integratif dalam dimensi kompentensi kewarganegaraan (civic knowledge. KONTRAK PEMBELAJARAN 1.berdisiplin.Lembaga Mahasiswa dapat mengenali masalah-masalah strategis dalam politik dan strategi nasional Mahasiswa dapat mengerti. 2. serta dapat mengembangkan sikap demokrasi dalam kehidupannya sehari-hari. etika. Mahasiswa dapat memahami pancasila sebagai idiologi bangsa dan negara Mahasiswa dapat mengenali karakteristik identitas nasional sehingga dapat memiliki daya tangkal terhadap berbagai hal yang akan menghilangkan identitas nasional indonesia Mahasiswa dapat menjelaskan konsep dasar ketatanegaraan secara konstitusional. memahami tentang demokrasi dan pendidikan demokrasi. 3. 1. Hasil Amandemen UUD 1945 dan Hubungan Antara Lembaga. . 4. civic skills. demokratis yang berkeadaban. Mahasiswa dapat mengidentifikasi dan menganalisis HAM. Tujuan Pembelajaran Pada akhir pembelajaran mata kuliah ini. civic convidence. epistemologi. 3. 2. dan civic competence). civic commitment.

TUJUAN DAN KOMPETENSI PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN . dan berpartisipasi aktif dalam membangun kehidupan yang damai berdasarkan sistem pancasila ↑ GEOSTRATEGI INDONESIA ↑ GEOPOLITIK INDONESIA ↑ HAK DAN KEWAJIBAN WN ↑ HAM DAN RULE OF LAW ↑ DEMOKRASI INDONESIA ↑ POLITIK DAN STRATEGI Sistem konstitusi Sistem politik dan ketatanegaraan Indonesia ↑ IDENTITAS NASIONAL ↑ FILSAFAT PANCASILA Pancasila sebagai sistem Filsafat Pancasila sebagai Ideologi Bangsa dan Negara ↑ LATAR BELAKANG. demokratis yang berkeadaban. Skema Materi Perkuliahan Pendidikan Kewarganegaraan 1. Mahasiswa dapat mengidentifikasi dan menganalisis Hak dan Kewajiban warga Negara 11. Mahasiswa dapat memahami dan menganalisis konsep Geostiategi Indonesia yang berupa konsep Ketahanan Nasional Indonesia 9. Menjadi ilmuan dan profesional yang memiliki rasa kebangsaan dan cinta tanah air.ccxlvii Mahasiswa dapat mengetahui dan memahami aturan hukum di indonesia serta memiliki kesadaran tentang pentingnya rule of law dalam konteks kehidupan bermasyarakat.berdisiplin. Menjadi warga negara yang memiliki daya saing. dan bernegara. 2. berbangsa. Bagan 1. Mahasiswa dapat memahami Geo Politik Indonesia 12. 10.

Minggu berikutnya dilanjutkan pada materi selanjutnya dengan kembali memulai proses sebelumya yaitu kuliah interaktif dan dilanjutkan dengan tugas kelompok dan tugas individu yang kemudian diskusikan. Mata kuliah ini menggunakan metode collaboratif learning yang diawali dengan kuliah/ceramah dengan topik tertentu sesuai dengan pokok pembelajaran.ccxlviii 4. Diskusi kelompok yang dilakukan dalam bentuk diskusi panel dikelas yang mana seluruh peserta mata kuliah dapat berkonstrubusi dalam proses tersebut. Strategi Pembelajaran : SCL : Collaboratif Learning YANG DILAKUKAN DOSEN Merancang tugas yang bersifat open ended. Selanjutnya diberikan tugas mandiri dan tugas kelompok dengan maksud labih memahami materi dan memperkaya pengetahuan dengan berbagai referensi yang didapatkan dari perpustakaan maupun dari sumber lainya. KEMAMPUAN YANG BISA DIPEROLEH MAHASISWA Penghargaan Apresiasi pendapat/toleansi Sebagai fasilitator dan motivator Networking Share vision Group decision making Time management Metode Model YANG DILAKUKAN MAHASISWA Bekerja sama dengan anggota kelompoknya dalam mengerjakan tugas Membuat rancangan proses dan bentuk penilaian berdasarkan konsensus kelompoknya sendiri. baik dari internet maupun dari media massa lainnya. . Kemudian dilanjutkan dengan tanya jawab dan diskusi kelompok untuk mencari kesepahan terhadap materi yang dipelajari.

. Syarat tugas “makalah kelompok” : • • • • Struktur Makalah (Sampul. Persyaratan tugas kelompok Pemateri : a. Tugas 1. Setiap kelompok membuat makalah kelompok sesuai dengan subtansi materi yang ditugaskan. Pembahasan. warna sampul (sesuai kesepakatan kelas) Makalah dikumpul dalam bentuk soft copy dan hard copy – Hard Copy dikumpul pada saat diskusi – Soft Copy (CD) dikumpul satu minggu setelah diskusi. Makalah diketik computer pada kertas ukuran kwarto. Penutup. Pendahuluan. Setiap kelompok diskusi mempresentasikan materi dalam bentuk Microsoft Power Point (sesuai jadwal pada GBRP) PEMBAGIAN KELOMPOK DISKUSI KELOMPOK I II III IV V VI VII VIII IX X XI MATERI PANCASILA SEBAGAI SISTEM FILSAFAT PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI NASIONAL IDENTITAS NASIONAL SISTEM KONSTITUSI POLITIK DAN STRATEGI DEMOKRASI INDONESIA HAK AZASI MANUSIA RULE OF LAW HAK DAN KEWAJIBAN WN GEOPOLITIK INDONESIA GEOSTRATEGI INDONESIA 2. Setiap kelas dibagi menjadi 11 (sebelas) kelompok diskusi. Sesuai dengan strategi pembelajaran (Collaboratif Learning) maka: a.ccxlix 5. Daftar Pustaka) Ruang lingkup Pembahasan sesuai dengan sasaran tugas dan kasus yang ditetapkan. spasi 1 ½. huruf times new roman 12. Daftar Isi. c. sesuai dengan jumlah substansi materi Pend. Kewarganegaraan b. Kata Pengantar.

IV V VI VII VIII IX X XI .aksiologi) Pokok-pokok sila pancasila (isi arti pancasila) Fungsi dan tujuan filsafat pancasila Filsafat Pancasila Dlm Konteks PKN KELOMPOK II III. 2 slide). Tugas Kelompok/Mahasiswa peserta : a. spasi 1 ½. huruf times new roman 12. b. Setiap kelompok peserta diwakili salah seorang anggota menjelaskan sub materi yang ditugaskan (Power Point maks.epis.kata kunci (Singkat. Syarat tugas “power point ” • • • Microsoft Office Power Point Memenuhi kaidah-kaidah power point berisi kalimat kunci/ kata. Mahasiswa Peserta • • Setiap peserta mencermati sub-materi yang menjadi tugasnya untuk diumpan balik Setiap peserta membuat paper sesuai dengan sub tema yang ditugaskan diketik komputer pada kertas ukuran kwarto. c. dikumpulkan diakhir sesi perkuliahan.jelas dan menarik) Soft Copy (CD) dikumpul bersama Soft Copy Makalah Kelompok 3.ccl b.padat. Membuat pertanyaan kelompok maksimal 2 (dua) pertanyaan dan dikumpulkan diawal perkuliahan. Kelompok Peserta • • • Sub-Materi yang didiskusikan pada minggu perkuliahan dibagi pada kelompok yang tidak mempresentasi. Pembagian Sub materi setiap kelompok peserta : Kelompok I : Pancasila Sebagai Sistem Filsafat SUB MATERI Hierarkhi/ Jenjang Pengetahuan Perbandingan filsafat dengan ilmu pengetahuan Ilmu filsafat dan cabang-cabangnya Pancasila Sebagai Sistem Filsafat Pengertian sistem Pancasila sebagai sistem filsafat (ont.

dan polstranas Stratifikasi politik nasional Politik pembangunan nasional dan manajemen nasional. Demokrasi dan pelaksanaannya di indonesia.VIII IX X.X XI .VI VII. Pendidikan demokrasi KELOMPOK I III IV-VI VII VIII IX. Bentuk-bentuk demokrasi.III IV V VII.ccli Kelompok II : Pancasila Sebagai Ideologi Bangsa Dan Negara SUB MATERI Pengertian ideologi Isi ideologi Pancasila ideologi nasional Dimensi-dimensi ideologi Ideologi terbuka . Permasalahan dan agenda pembangunan nasional tahun 2004-2009 Kelompok VI: Demokrasi Indonesia SUB MATERI Makna demokrasi. strategi. Keunggulan demokrasi. Nilai-nilai demokrasi.XI KELOMPOK I-III V-VII VIII-XI KELOMPOK I-II III-IV VI-VIII IX-XI KELOMPOK I II. X XI KELOMPOK I II.IV V.VIII IX. ideologi tertutup Ideologi bangsa-bangsa didunia Reformasi sosio moral Kelompok III : Identitas Nasional SUB MATERI Latar Belakang dan Pengertian Muatan dan Unsur-unsur Keterkaitan Globalisasi dengan Identitas Nasional Keterkaitan Intergrasi Nasional dan Identitas Nasional Paham Nasionalisme Revitalisasi Pancasila sebagai Pemberdayaan Identitas Nasional Kelompok IV : Sistem Konstitusi SUB MATERI Konstitusi Dinamika pelaksanaan UUD 1945 Lembaga Negara Kelompok V : Politik Dan Strategi SUB MATERI Pengertian politik. Macam-macam demokrasi yang pernah berlaku di indonesia.

IV V-VII VIII. serta Strategi Pelaksanaan Rule of Law. Hak Warga Negara Kewajiban Warga Negara. Isu-Isu Rule of Law.cclii Kelompok VII: Hak Azasi Manusia SUB MATERI Pengertian dan ruang lingkup HAM Sejarah HAM Hak asasi dalam UUD 1945 HAM Menurut UU NO 39 TH1999 Kewajiban Asasi Manusia HAM pada tatanan global.VI VIII. Kewajiban Negara dan Pemerintah. Prinsip-Prinsip Rule of Law Secara Hakiki dalam Penyelenggaraan Pemerintahan di Indonesia.XI KELOMPOK I. Prinsip-prinsip Rule of Law Secara Formal di Indonesia.IV V-VII VIII X XI KELOMPOK I II III. Kelompok IX : Hak Dan Kewajiban Warga Negara SUB MATERI Pengertian bangsa dan Negara.XI KELOMPOK I II III.IX X. Problem status kewarganegaraan. Penduduk dan warga Negara. Asas kewarganegaraan. Kelompok X : Geopolitik Indonesia SUB MATERI Perkembangan Teori Geopolitik Wawasan nasional Wawasan nusantara Geopolitik Dan Hukum Kewilayahan Geopolitik Dan Otonomi Daerah Kelompok XI : Geostrategi Indonesia SUB MATERI Pengertian geostrategi Perkembangan konsep geostrategi indonesia Ketahanan Nasional Sebagai Perwujudan Geostrategi Indonesia KELOMPOK I.XI KELOMPOK I II III.II III IV V.IX. serta HAM di Indonesia: Permasalahan dan penegakannya Kelompok VIII: Rule Of Law SUB MATERI Latar Belakang Rule of Law Pengertian dan Lingkup Rule of law.II III-VI VII-X .IV V.VI VII IX X.

Penilaian substansi kajian : SUBSTANSI KAJIAN SKOR (%) Pendahuluan 5% Pancasila sebagai sistem filsafat 10 % Pancasila sebagai ideologi nasional 5% Identitas nasional 10 % Sistem konstitusi 5% Politik dan strategi nasional 5% Demokrasi Indonesia 10 % Hak azasi manusia 5% Rule of law 5% Hak dan kewajiban warga negara 10 % Geopolitik ind.ccliii 4. Tugas akhir mahasiswa : a. 15 % Geostrategi indonesia 15 % b. Mahasiswa menjawab pertanyaan yang ada pada buku teks pembelajaran dan dikumpulkan pada MINGGU VIII Mahasiswa menyatukan simpulan setiap materi dan membuatnya dalam bentuk paper dan dikumpulkan pada MINGGU XIV Syarat Tugas Akhir : • Ruang lingkup paper sesuai dengan sub materi yang telah ditetapkan. c. b. Rekapitulasi penilaian substansi kajian: NO I SUBSTANSI KAJIAN SKOR % 100% 5% 95% 100% 100% 100% KONSTRIBUSI NILAI PROSES SCL Pendahuluan Pengantar Kontrak perkuliahan Penjelasan materi-materi perkuliahan Penyajian substansi TUGAS MANDIRI FINAL TES TOTAL REMEDIAL 60 II III 15 25 100 Maksimal B- . spasi 1 ½. 6. Kriteria Penilaian Penilaian akan dilakukan sesuai dengan bentuk strategi pembelajaran : a. • Paper diketik komputer pada kertas ukuran kwarto. warna sampul (sesuai kesepakatan kelas) • Paper maksimal satu halaman per sub materi • Paper dikumpul dalam bentuk hard copy . huruf times new roman 12.

50 3. MHS DENGAN NILAI < 66 3.00 2.00 1.75 2.00 3.ccliv c. dan konversi untuk program diploma dan sarjana (S-1) sebagai berikut : NILAI ANGKA >85 81-85 76-<81 71-<76 66-<71 61-<66 51-<61 45-<51 <45 NILAI MUTU A AB+ B BC+ C D E NILAI KONVERSI 4. nilai mutu.75 3. Nilai Mahasiswa Maksimal B2.00 d.50 2. Pelaksanaan aturan III perkuliahan BOBOT 50 25 5% 25 SKOR . Kriteria penilaian: • PENDAHULUAN MINGGU INDIKATOR Kehadiran I Kehadiran. Pelaksanaan aturan II perkuliahan Kehadiran. MHS DENGAN KEHADIRAN >= 80 % RENTANG NILAI : Pasal 33 (Nilai Hasil Belajar) ayat 4 (Kesetaraan nilai angka.00 0. Remedial dan Rentang Nilai: Ketentuan Remedial : 1.

5. 38 – Pasal 11 ayat 1. Aturan Perkuliahan a.6 & 7 Persyaratan Ujian – Pasal 29 Nilai T – Pasal 30 ayat 7 & 8 b. Peraturan Akademik Unhas • • • Kelompok Mata Kuliah – Pasal 1 ayat 34. Surat Edaran UPT MKU Dalam upaya lebih meningkatkan disiplin dan etika mahasiswa dalam mengikuti setiap perkuliahan. MKU Universitas Hasanuddin agar dalam mengikuti perkuliahan dan atau praktikum kiranya mengindahkan hal-hal berikut : . maka kepada seluruh mahasiswa peserta mata kuliah Bidang UPT.cclv • DISKUSI KELOMPOK “PEMAKALAH” MINGGU INDIKATOR MAKALAH Ketepatan waktu pengumpulan Terpenuhinya bagian makalah Kemutakhiran referensi PRESENTASI Ketepatan ide Kejelasan uraian Kerjasama tim presentasi Kedisiplinan Kreativitas Ketuntasan materi BOBOT 100 15 60 25 100 20 20 20 10 10 20 KN IV-XIV …% • DISKUSI KELOMPOK “PESERTA” INDIKATOR Pertanyaan kelompok Kehadiran dgn aturan perkuliahan Tugas (pr/kuis/modul) Partisipasi/ konstribusi Total BOBOT 20 20 20 40 100 KN …% MINGGU IV-XIV 7.

6. Latar Belakang Pendidikan Kewarganegaraan 3. Berpakaian bersih. baju kaos oblong dan celana compang-camping dalam mengikuti perkuliahan dan atau praktikum. Tidak diperbolehkan memakai sandal.cclvi 1. Kompetensi Pendidikan Kewarganegaraan Pancasila sebagai sistem filsafat Pancasila sebagai ideologi bangsa dan negara Identitas nasional Sistem Konstitusi Indonesia I-III Buku Pend. 4. (Sesuai dengan aturan akademik) 3. KWN Bab.IV &Literatur lain Buku Pend. 5. dll) tidak boleh mengganggu jadwal perkuliahan UPT. MINGGU KEHARI/TGL/WAKTU/RU ANGAN Jadwal Perkuliahan TOPIK BAHASAN BACAAN/BAB PENDAHULUAN 1. MKU. Kehadiran mahasiswa dalam mengikuti perkuliahan minimal 80% baru dapat dievaluasi. Kegiatan Extra Kurikuler (seperti Bina Akrab. Tujuan Pendidikan Kewarganegaraan 4. 2. termasuk apabila ketentuan-ketentuan di atas tidak diindahkan oleh mahasiswa c. Penjelasan tentang materi dan aturan perkuliahan 2. Dosen pengajar dapat mengambil tindakan penertiban apabila mahasiswa melakukan kegiatan-kegiatan yang sifatnya dapat mengganggu jalannya perkuliahan di dalam kelas. Menjaga kebersihan dengan tidak membuang sampah dalam ruangan. tidak mencoretcoret dinding kursi atau meja kuliah. Selama kuliah berlangsung Hand Phone (HP) dimatikan dan tidak diperbolehkan keluar masuk ruangan dan atau mondar-mandir dalam ruangan yang mengganggu perkuliahan. KWN Bab. KWN Bab. 7.I &Literatur lain IV V VI VII Buku Pend. rapi dan bersepatu.V &Literatur lain . Rambut disisir rapi dan tidak acak-acakan. KWN Bab.II&Literatur lain Buku Pend. Kesepakatan Dalam Kelas Perkuliahan …………………………… 8. Hadir di ruangan kuliah/praktikum tepat pada waktunya sesuai jadwal yang ada. KWN Bab.III&Literatur lain Buku Pend.

KWN & Literatur lain B. KWN Bab. Mempersiapkan presentasi materi (mengatur media pembelajaran) b. Menyerahkan makalah kelompok kepada dosen/fasilitator. Mahasiswa (kelompok peserta) menyerahkan pertanyaan kelompok kepada dosen/fasilitator. KEGIATAN BELAJAR PROSES PEMBELAJARAN A. Tahap Awal Pembelajaran ( 10 menit ) : 1.XII &Literatur lain Geo politik indonesia Geo strategi indonesia  Tugas Akhir  UJIAN AKHIR SEMESTER  REMEDIAL  Buku Pend. Dosen/Fasilitator : a. Menyampaikan pengantar perkuliahan b. Mahasiswa (kelompok pemateri) mempresentasikan materi dengan ruang lingkup sesuai dengan GBRP 2.VII &Literatur lain Buku Pend.cclvii VIII IX X XI XII XIII XIV XV XVI Rule of law  Hak dan kewajiban wn  Politik dan strategi nasional Demokrasi dan pendidikan demokrasi Hak asasi manusia. Tahap Presentasi Kelompok Pemateri ( 30 menit ) : 1.XI &Literatur lain Buku Pend. KWN Bab. KWN Bab. 3. KWN Bab. Mahasiswa (kelompok pemateri) : a. KWN Bab. Mengingatkan tentang aturan perkuliahan/kontrak belajar terkait dengan materi danstrategi pembelajaran pada minggu tersebut 2.VIII &Literatur lain Buku Pend.IX &Literatur lain Buku Pend.VI&Literatur lain Buku Pend.X &Literatur lain Buku Pend. Buku Pend. Dosen/Fasilitator : a. Mencermati presentasi dan mengamati dinamika kelas pembelajaran . 3. KWN & Literatur lain Buku Pend. B. Mahasiswa (anggota kelompok peserta) mencermati presentasi dengan fokus pada sub materi yang menjadi tugasnya untuk diumpan balik. KWN Bab. KWN Bab. KWN & Literatur lain Buku Pend.

Mengumpan balik secara tertulis tugas makalah (mengoreksi/menambahkan) c. Mencatat hal-hal yang penting. 2. Dosen/fasilitator menyerahkan pertanyaan pilihan kepada kelompok pemateri. . Dosen/Fasilitator : a. Tahap Umpan Balik Kelompok Peserta ( 40 menit ) : kelompok 1. 3. Tahap Akhir Pembelajaran ( 20 menit ) : 1. Mahasiswa (kelompok pemateri) : a. Mempersiapkan jawaban pertanyaan kelompok peserta 4. Mahasiswa (setiap anggota kelompok peserta) mengumpulkan tugas individunya. Menyampaikan simpulan materi pembelajaran b. Mahasiswa (kelompok pemateri) menyampaikan jawaban terhadap pertanyaanpertanyaan kelompok peserta.cclviii b. Dosen/Fasilitator : a. Bila sasaran pembelajaran dianggap belum tercapai dengan diskusi maka dapat dimunculkan kasus terkait dengan materi pembelajaran 2. Mahasiswa (perwakilan kelompok peserta) menjelaskan (umpan balik) pada sub materi yang menjadi tugasnya masing-masing. Mencermati umpan balik kelompok peserta dan mengamati dinamika kelas pembelajaran b. c. Membaca. Mengisi kolom-kolom penilaian D. Tahap Diskusi Kelas ( 50 menit ) : 1. Mengarahkan dan memberi alternatif pada hal-hal yang bermasalah. memilah dan memilih pertanyaan kelompok peserta diskusi d. Mengisi kolom-kolom penilaian E. Mahasiswa (anggota kelompok.. Mencermati diskusi dan dinamika kelas pembelajaran b.kelompok peserta) mengumpan balik jawaban pertanyaan-pertanyaan tersebut. Dosen/Fasilitator : a. Mencermati umpan balik kelompok peserta b. Mengisi kolom-kolom penilaian C. 3. 2. Mahasiswa (kelompok pemateri) menerima makalah yang telah diumpan balik oleh dosen untuk diperbaiki dan dikumpul minggu berikutnya 3. c. berbeda dengan penjelasan kelompok pemateri untuk dijelaskan pada akhir perkuliahan.

RUBRIK PENILAIAN a. dengan rujukan buku dan ahli = 20 o Kurang/tidak tepat = 10 o Tidak menyampaikan pendapat =0 • . huruf times new roman 12.cclix C. Pembahasan. Penutup. spasi 1 ½. Daftar Isi. Penilaian kelompok pemateri INDIKATOR MAKALAH Ketepatan waktu pengumpulan Terpenuhinya bagian makalah Kemutakhiran referensi PRESENTASI Ketepatan ide Kejelasan uraian Kerjasama tim presentasi Kedisiplinan Kreativitas Ketuntasan materi KODE M M1 M2 M3 P P1 P2 P3 P4 P5 P6 BOBOT 100 15 60 25 100 20 20 20 10 10 20 KN …% Keterangan : • M1 = Ketepatan waktu pengumpulan o Tepat waktu ( satu minggu setelah dipresentasikan) o Tidak tepat waktu o Melewati dua minggu setelah dipresentasikan • M2= Terpenuhinya bagian makalah o Terpenuhinya bagian makalah yang disyaratkan o Tidak sesuai dengan syarat tugas Syarat tugas “makalah kelompok” : • = 15 = 7. warna sampul (sesuai kesepakatan kelas) M3= Kemutakhiran referensi o Minimal satu jurnal dan empat buku pustaka = 25 o Kurang dari ketentuan = 20 o Tidak memiliki referensi/daftar pustaka =0 P1= Ketepatan ide o Penyampaian argument bedasarkan data dan fakta. Kata Pengantar. • Makalah diketik computer pada kertas ukuran kwarto.5 =0 = 60 = 30 • Struktur Makalah (Sampul. Daftar Pustaka) • Ruang lingkup Pembahasan sesuai dengan sasaran tugas dan kasus yang ditetapkan. Pendahuluan.

kesesuaian penjelasan dengan Topik bahasan o Kurang/tidak tepat o Tidak menyampaikan pendapat P3= Kerjasama tim presentasi o Setiap anggota kelompok bertugas mempresentasi dan Menguasai penjelasan o Setiap anggota kelompok bertugas mempresentasi/ Menguasai penjelasan o Tidak membagi tugas sesame anggota kelompok P4= Kedisiplinan o Ketepatan waktu memulai diskusi. P6= Ketuntasan Materi o Penjelasan materi oleh masing-masing anggota kelompok selesai sesuai dengan waktu yang disediakan dan terjawabnya semua pertanyaan pada sesi diskusi. o Penjelasan materi oleh masing-masing anggota kelompok selesai sesuai dengan waktu yang disediakan dan terjawabnya semua pertanyaan pada sesi diskusi. o Presentasi sesuai dengan kaidah-kaidah power point/ Penggunaan contoh kasus dengan penjelasan yang mudah dipahami oleh peserta. Penilaian kelompok peserta INDIKATOR Pertanyaan kelompok Kehadiran dgn aturan perkuliahan Tugas Individu (paper) Konstribusi Total KODE K1 K2 K3 K4 K BOBOT 20 20 20 40 100 KN …% . efisiensi penggunaan waktu presentasi o Ketepatan waktu memulai diskusi/ efisiensi penggunaan waktu presentasi P5= Kreativitas o Presentasi sesuai dengan kaidah-kaidah power point dan Penggunaan contoh kasus dengan penjelasan yang mudah dipahami oleh peserta.cclx • P2= Kejelasan uraian o Mampu mendekripsi. = 20 = 10 =0 • = 20 = 10 =0 • = 10 =5 • = 10 =5 • = 20 = 10 b.

Final Tes Total Skor 100 % 0 0 0 E E E = 20 = 10 =0 = 20 = 10 =0 = 20 = 10 =0 • • = 40 = 20 =0 P I-III 5 % XV 25 % XVI 15 % 1 2 3 N I LA I . DAFTAR PENILAIAN DAFTAR NILAI MATA KULIAH PENGEMBANGAN KEPRIBADIAN MATA KULIAH : PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN FAKULTAS JURUSAN : : PROSES PEMBELAJARAN NO N I M NAMA Kehadiran IV 1 10 % V 2 5 % VI 3 10 % VII VIII 4 5 % 5 5 % IX 6 10 % X 7 5 % XI 8 5 % XII 9 10 % XIII 10 15 % XIV 11 15 % Jum lah 100 % 0 0 0 60 % 0 0 0 HARI/WAKTU RUANGAN DOSEN SCL : : : RAHMATULLAH.Si Tgs.cclxi Keterangan : • K1 = Pertanyaan Kelompok o Ada pertanyaan klp. pertanyaan sesuai dengan materi dan dikumpul sebelum presentasi o Ada pertanyaan klp/ pertanyaan sesuai dengan materi / dikumpul sebelum presentasi o Tidak ada pertanyaan kelompok • K2 = Kehadiran dengan pelaksanaan aturan kuliah o Mahasiswa hadir dengan mengikuti aturan perkuliahan o Mahasiswa hadir tapi melanggar aturan perkuliahan o Tidak hadir K3 = Tugas individu o Mahasiswa mengumpulkan tugas pada waktu pembelajaran o Mahasiswa mengumpulkan tugas melewati waktu pembelajaran (dua minggu setelah perkuliahan) o Tidak mengumpulkan tugas individu K4 = Konstribusi o Mahasiswa yang mewakili kelompoknya mengumpan balik Sub materi yang ditugaskan/ mahasiswa yang berargumen terkait dengan materi yang dibahas o Mahasiswa yang hanya berpartisipasi (menjaga suasana diskusi yang kondusif) o Mahasiswa tidak berpartisipasi dan berkonstribusi D. Akh.M.

cclxii .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful