i

HIBAH PENULISAN BUKU AJAR UNIVERSITAS HASANUDDIN TAHUN 2011

PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN

OLEH : RAHMATULLAH, S.Ip, M.Si

Dibiayai oleh dana DIPA BLU Universitas Hasanuddin Sesuai SK Rektor Unhas Nomor : …../H4.2/KU.10/2011 Tanggal……………..…..2011 dengan Surat Perjanjian Pelaksanaan Pekerjaan Nomor : 70/H4.21.2.4/UM.16/2011 Tanggal 14 November 2011

BIDANG MPK, MBB UNIT PELAKSANA TEKNIS MATA KULIAH UMUM (UPT MKU) UNIVERSITAS HASANUDDIN NOVEMBER 2011

ii KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN UNIVERSITAS HASANUDDIN LEMBAGA KAJIAN DAN PENGEMBANGAN PENDIDIKAN JL.Perintis Kemerdekaan Km.10 Makassar 90245 (Gedung Perpustakaan Unhas Lantai Dasar) Telp. (0411) 586200, Extr. 1064 Fax. (0411) 585188 e-mail : lkpp@unhas.ac.id =================================================================== HALAMAN PENGESAHAN HIBAH PENULISAN BUKU AJAR BAGI TENAGA AKADEMIK UNIVERSITAS HASANUDDIN TAHUN 2011 Judul Buku Ajar Nama Lengkap NIP Pangkat/Golongan Jurusan/Program Studi Fakultas/Universitas Alamat e-mail Biaya : : : : : : Pendidikan Kewarganegaraan Rahmatullah, S.Ip,M.Si 19770513 200312 1 002 Penata / IIIc Ilmu Politik Pemerintahan/ Ilmu Pemerintahan Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (SOSPOL) / Universitas Hasanuddin : rahmatullah_jafar@yahoo.com : Rp 5.000.000,- (Lima Juta Rupiah) Dibiayai oleh dana DIPA BLU Universitas Hasanuddin tahun 2011 sesuai SK Rektor Unhas Nomor : …./H4.2/KU.10/2011 Tanggal……………………..2011 Makassar , November 2011 UPT MKU Universitas Hasanuddin Kepala, Penulis

Prof.Dr.H.Hanapi Usman, M.S NIP.19570228 198703 1 001

Rahmatullah,S.Ip,M.Si NIP. 19770513 200312 1 002

Mengetahui : Ketua Lembaga Kajian dan Pengembangan Pendidikan (LKPP) Universitas Hasanuddin,

Prof.Dr.Ir.Lellah Rahim,M.Sc NIP.19630501 198803 1 004

iii

KATA PENGANTAR
Perubahan yang terjadi dewasa ini terasa begitu cepat sehingga menyebabkan seluruh tatanan yang ada didunia ini ikut berubah, sementara itu tatanan yang baru belum terbentuk. Hal ini disebabkan sendi-sendi kehidupan yang selama ini diyakini kebenarannya menjadi usang. Nilai-nilai yang menjadi anutan hidup kehilangan otoritasnya sehingga manusia menjadi bingung. Kebingungan ini menimbulkan berbagai krisis, terutama ketika terjadi krisis moneter yang dampaknya terasa sekali di bidang politik; sekaligus berpengaruh dibidang moral; serta sikap perilaku manusia diberbagai belahan dunia, khususnya Negara berkembang, termasuk Indonesia. Untuk merespon kondisi ini pemerintah perlu mengantisipasinya agar tidak menuju pada keadaan yang lebih memprihatinkan. Salah satu solusi yang dilakukan pemerintah dalam menjaga nilai-nilai anutan hidup dalam berbangsa dan bernegara secara lebih efektif adalah melalui bidang pendidikan. Upaya dibidang pendidikan, khususnya pendidikan tinggi, berupa perubahan-perubahan dibidang kurikulum. Kurikulum pengajaran diperguruan tinggi harus mampu menjawab problem transformasi nilai-nilai tersebut. Sesuai dengan acuan strategi pembangunan pendidikan nasional (UU NO.20 Tahun 2003 tentang sisdiknas), telah ditetapkan sebagai berikut : 1. Kurikulum perguruan tinggi, termasuk kurikulum inti mata kuliah pengembangan kepribadian perlu dirancang berbasis kompetensi yang sejalan dan searah dengan desain kurikulum bidang studi di perguruan tinggi. 2. Proses pembelajaran berpendekatan kepentingan mahasiswa yang bersifat mendidik dan dialogis 3. Profesionalisme dosen selaku pendidik perlu terus menerus ditingkatkan Pasal 37 ayat 2 UU NO. 20 Tahun 2003 tentang system pendidikan nasional menyatakan bahwa kurikulum pendidikan tinggi wajib memuat : 1. Pendidikan agama 2. Pendidikan Kewarganegaraan yang berlandaskan nilai-nilai Pancasila 3. Bahasa Ketentuan tersebut akan diatur lebih lanjut oleh Peraturan pemerintah, tetapi sampai sekarang Peraturan Pemerintah yang dimaksud tidak kunjung tiba. Secara khusus Universitas Hasanuddin pada semester awal 2008-2009 telah menindak lanjuti penggabungan mata kuliah

iv pendidikan pancasila dan kewarganegaraan menjadi mata kuliah pendidikan kewarganegaraan dengan kode mata kuliah 082U003. Secara ideal pendidikan pancasila dan kewarganegaraan memegang peranan untuk mengembangkan potensi mahasiswa sebagai warga Negara indonesia yang berkepribadian mantap, serta mempunyai rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan. Aktualisasi dari pendidikan pancasila dan kewarganegaraan tersebut adalah melahirkan mahasiswa sebagai ilmuan profesional, sekaligus warga Negara Indonesia yang memiliki rasa kebangsaan dan cinta tanah air (nasionalisme) yang tinggi. Sesuai dengan keputusan DIRJEN DIKTI RI tentang rambu-rambu pelaksanaan kelompok mata kuliah pengembangan kepribadian diperguruan tinggi : • VISI KELOMPOK MATA KULIAH PENGEMBANGAN KEPRIBADIAN : “Merupakan sumber nilai dan pedoman dalam pengembangan dan program studi guna mengantarkan mahasiswa memantapkan kepribadiaannya sebagai manusia indonesia seutuhnya”. • MISI KELOMPOK MATA KULIAH PENGEMBANGAN KEPRIBADIAN : “Membantu mahasiswa memantapkan kepribadiannya agar secara konsisten mampu mewujudkan nilai-nilai dasar keagamaan dan kebudayaan, rasa kebangsaan dan cinta tanah air sepanjang hayat dalam menguasai, menerapkan dan mengembangkan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni yang dimilikinya dengan rasa tanggung jawab”. • ORGANISASI PENYELENGGARAAN : “Penyelenggaraan pembelajaran MPK dan MBB dikelola oleh universitas dalam satu unit. Di universitas hasanuddin disebut UPT MKU”. Untuk mewujudkan peningkatan efektifitas proses pembelajaran mata kuliah pendidikan kewarganegaraan, disamping strategi pembelajaran, bahan ajar juga memegang peranan penting. Itulah sehingga bahan ajar pendidikan kewarganegaraan ini disusun untuk memudahkan mahasiswa mengikuti proses pembelajaran. Penyusun menyadari bahwa bahan ajar ini masih perlu disempurnakan sehingga masukan dari pembaca khususnya tim pengajar mata kuliah pendidikan kewarganegaraan sangat diperlukan. Akhir kata penyusun mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu penyusunan bahan ajar ini sehingga dapat diselesaikan tepat waktu.

v DAFTAR ISI Halaman sampul Lembar Pengesahan Kata pengantar Daftar isi Senarai Kata Penting (Glosarium) BAB I BAB II BAB III BAB IV BAB V BAB VI BAB VII BAB VIII BAB IX BAB X BAB XI BAB XII Evaluasi Pendahuluan Pancasila Sebagai Sistem Filsafat Pancasila Sebagai Ideologi Nasional Identitas Nasional Konstitusi Negara RI Sebagai Landasan Politik Dan Strategi Nasional Politik dan Strategi Nasional Demokrasi dan Pendidikan Demokrasi Hak Azasi Manusia Rule Of Law Hak Dan Kewajiban Warga Negara Geopolitik Indonesia Geostrategi Indonesia i ii iii v vi 1 15 33 45 66 96 127 147 173 180 192 227 238

Kausa efisiensi: Suatu kajian filsafat Aristoteles yang membahas tentang pelaku dari adanya sesuatu . Jati diri bangsa 9. Filsafat Pancasila: Kebenaran dari sila-sila Pancasila sebagai dasar negara atau dapat pula diartikan bahwa Pancasila merupakan satu kesatuan sistem yang utuh dan logis. Kausa.finalis : : : : : : : : : Bidang filsafat yang membahas tentang hakikat nilai atau Segala sesuatu yang berguna atau berharga bagi manusia. Ontologi: Bidang filsafat yang membahas tentang hakikat keberadaan sesuatu dan mencari hakikat mengapa sesuatu itu ada. Nasionalisme 12. Filsafat: Secara etimologis cinta akan kebijaksanaan. 2. 5. Nilai 8.vi SENARAI KATA PENTING (GLOSARIUM) Adapun istilah kunci : 1. Paham kebangsaan yang dianut oleh suatu negara. Internasionalisasi 11. Suatu kesatuan yang utuh dan tidak bisa dipisahSuatu kajian filsafat Aristotelcs yang membahas tentang Suatu kajian filsafat Aristoteles yang membahas tentang pisahkan di antara sub-sub sistem sebab material dari sesuatu. Sistem 13. Kepribadian bangsa yang menjadi identitas nasional. Kewarganegaraan: pengetahuan mengenai warga negara di suatu negara tertentu. 3. Kausa materialis 14. Aksiologi 7. atau ilmu antarnegara akibat kemajuan teknologi informasi melalui permasalahan internasional. 4. 6. Globalisasi 10. Epistemologi: Bidang filsafat yang membahas hakikat ilmu pengetahuan tentang ilmu. tapi dapat pula diartikan sebagai keinginan yang sungguh-sungguh untuk mencari kebenaran yang sejati. sebab final dari sesuatu. Proses Upaya mendunia hegemoni menjadi negara keadaan maju tanpa isu batas dan filsafat yang membahas nilai praksis dari sesuatu.

Kearifan lokal yang hidup dan membentuk sikap bijak dalam dari adanya sesuatu. Welfare state 30. 16. Local Genius 18. Rechstaat 31. Demokrasi pancasila Reformasi ( Indonesia IV ) 27. (hukum dasar) 23. Rule of Law 32. tetapi melibatkan langsung rakyat dalam pemilunya demokrasi konstitusional yang menonjolkan . 25. Local Wisdom : : 1945 dalam mempersiapkan Indonesia merdeka. suatu masyarakat. Direct Democracy 28. Demokrasi Pancasila (Indonesia III) sistem presidensial 26. kekuasaan ada pada presiden. Demokrasi konstitusional (Indonesia II) → demokrasi yang menonjolkan peranan perlement serta partai. Demokrasi: arti kata demos = rakyat. Representative Democracy = Demokrasi langsung = Demokrasi tidak langsung = negara kesejahteraan = sosial sevice state = negara hukum = pemerintah berdasarkan hukum = demokrasi berdasarkan perwakilan Demokrasi menonjolkan peranan parlemen serta partai-partai. 21. Founding Fathers : 17. disebut juga demokrasi parlementer 24.vii 15. cratos = berkuasa → rakyat berkuasa 20. Kausa forma : Suatu kajian filsafat Aristoteles yang membahas tentang bentuk Para pendiri negara yang merumuskan Pancasila dan UUD Kreatifitas lokal yang keunggulan kompetitif. Demokrasi konstitusional → demokrasi yang dibatasi oleh konstitusi 22. Definisi: Government of rule by the people. Counstitusional Government = limited government = redtrained goverenment → pemerintah berdasarkan konstitusi 19. Indirect Democracy 29. Demokrasi Tepimpin (indonesia II) → demokrasi yang dalam banyak aspek telah menyimpang dari demokrasi konstitusional.

serta menjadi warga negara yang demokratis dan bertanggung jawab”. misi. mandiri. Secara normative. hidup. kreatif. Pendidikan Kewarganegaraan sebagai instrument pengetahuan (The Body of Knowledge) diarahkan untuk membangun masyarakat demokrasi berkeadaban. Pendidikan Kewarganegaraan memperoleh dasar legalitasnya dalam Pasal 3 Undang-Undang No. sehat. PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN UNTUK MEMBANGUN MASYARAKAT DEMOKRASI BERKEADABAN Pendidikan Kewarganegaraan yang dikenal sekarang telah mengalami perjalanan panjang dan melalui kajian kritis sejak tahun 1960-an yang dikenal dengan Mata Pelajaran “Civic” di Sekolah Dasar dan merupakan embrio dari “Civic Education” sebagai “The Body of Knowledge”. cakap. Secara kontekstual dewasa ini pendidikan demokrasi sangat memerlukan adanya pemahaman bersama tentang perlunya perubahan dan penegasan kembali mengenai visi. berakhlak mulia.viii BAB I PENDAHULUAN A. Dalam ketentuan tersebut di atas dapat dilihat bahwa pendidikan demokrasi merupakan bagian integral dari pendidikan nasional. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional yang menyatakan: “Pendidikan Nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa”. Hal ini selaras dengan tujuan pendidikan nasional menurut Pasal 3 Undang-Undang tentang Sisdiknas yang berbunyi: “…berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. berilmu. dan berkembang dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Ketentuan di atas harus dipahami sebagai pendidikan yang akan mengembangkan kemampuan dan membentuk watak bangsa yang didasarkan pada nilainilai yang tumbuh. serta strategi psiko-pedagosis dan .

aktivitas sosial kultural. Hasil “National Survey of Voter Education” (Asia Foundation: 1998) menunjukkan bahwa lebih dari 60% dari sample nasional mengindikasikan belum mengerti tentang apa.ix sosio-andragogis pendidikan kewarganegaraan. serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan bangsa memerlukan wahana psikopedagosis (pengembangan potensi didik di sekolah) dan sosio-andragogis (fasilitasi pemberdayaan pemuda dan orang dewasa dalam masyarakat) yang memungkinkan . hukum yang terkalahkan. Komitmen Nasional untuk memfungsikan pendidikan sebagai wahana untuk mengembangkan kemampuan dan membentuk watak. Indikator yang kasat mata dapat dilihat pada kebebasan untuk mengeluarkan pendapat yang cenderung anarkis. komunikasi sosial-politik yang cenderung mau menang sendiri. dan bagaimana demokrasi. serta diorientasikan pada upaya sistematis dan sistemik untuk membangun kehidupan demokrasi yang lebih baik. pendidikan demokrasi merupakan suatu konsep pendidikan yang sistematik dan koheren yang mencakup pemahaman tentang cita-cita. dan kajian ilmiah kewarganegaraan. konsep. pelanggaran HAM di mana-mana. Demikian pula. Oleh karena itu. juga terdegradasinya kewibawaan para pejabat negara. dan HAM selama ini belum memberikan hasil yang mengembirakan dan prospek yang menjanjikan. Proses rekonseptualisasi pendidikan demokrasi dapat didasarkan pada asumsiasumsi dasar sebagai berikut: 1. demokrasi. serta kontrol sosial yang sering lepas dari tata karma. dan prinsip demokrasi melalui interaksi sosial kultural dan psiko-pedagosis yang demokratis. nilai. mengapa. Pendidikan Kewarganegaraan adalah suatu bidang kajian yang mempunyai objek telaah kebijakan dan budaya kewarganegaraan. yang menggunakan disiplin ilmu pendidikan dan ilmu politik sebagai kerangka kerja keilmuan pokok serta disiplin ilmu lain yang relevan yang secara koheren diorganisasikan dalam bentuk program kurikuler kewarganegaraan. rekonseptualisasi pendidikan kewarganegaraan dalam konteks pendidikan demokrasi Indonesia sangatlah diperlukan karena ternyata proses pendidikan politik. ketika pendidikan demokrasi menjadi bagian substansinya.

berwatak. School-based democracy merupakan pendidikan demokrasi dalam konteks atau berbasis pendidikan formal. demokratis. diperlukan upaya untuk mengkaji kekuatan konteks. Pendidikan demokrasi dapat dilihat dalam 2 (dua) setting besar. keandalan input. Untuk itu. . sedangkan society-based democracy education merupakan pendidikan demokrasi dalam konteks atau yang berbasis kehidupan masyarakat. Pendidikan demokrasi yang dilakukan dalam konteks pendidikan formal. dan untuk demokrasi (education about. Transformasi demokrasi dalam masyarakat Indonesia memerlukan konsepsi yang diyakini benar dan bermakna yang didukung dengan sarana pendidikan yang tepat sasaran. strategis. andal. diperlukan upaya sistematis dan sistemik untuk mengembangkan model pendidikan demokrasi yang secara teoretis dan empiris valid. 4. 5. kontekstual. through. dan proses. pendidikan demokrasi yang dianggap paling tepat adalah pendidikan untuk mengembangkan kewarganegaraan yang demokratis (education for democratic citizenship). dan berkeadaban. dan akseptabel. 3. Untuk mendapatkan model pendidikan kewarganegaraan yang secara psiko-pedagogis dan secara sosio-andragogis akseptabel dan andal. yang di dalamnya mewadahi pendidikan tentang. berwatak. dan kontekstual agar setiap individu warga negara mampu memerankan dirinya sebagai warga negara yang cerdas. dalam rangka menghasilkan produk pendidikan yang memadai sesuai dengan visi dan misi pendidikan kewarganegaraan untuk masyarakat warga Indonesia (civil society/madani/masyarakat Pancasila).x terjadinya proses belajar berdemokrasi sepanjang hayat melalui pendidikan demokrasi. melalui. and for democracy) yang dilakukan secara sistemik dalam sistem pendidikan formal termasuk pendidikan tinggi. Secara psiko-pedagosis dan sosio-andragogis. dan informal selama ini belum mencapai sasaran optimal dalam mengembangkan masyarakat yang cerdas. yaitu: “schoolbased democracy education” dan “society-based democracy education”. baik. 2. nonformal. dan berkeadaban.

berakhlak mulia. mandiri.xi Secara instrumental. pendidikan demokrasi di Indonesia telah digariskan dalam berbagai peraturan perundang-undangan sejak dari usulan BP KNIP tanggal 1945 sampai munculnya Undang-Undang No. serta berdasarkan nilai dan sikap kewarganegaraan. tujuan pendidikan nasional dinyatakan sebagai: “…berkembangnya peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (UU tentang Sisdiknas). serta menjadi warga negara yang demokratis dan bertanggung jawab”. PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN DI PERGURUAN TINGGI UMUM SEBAGAI DASAR NILAI DAN PEDOMAN BERKARYA BAGI LULUSAN Pendidikan abad 21 yang disepakati oleh 9 menteri pendidikan dari negaranegara berpenduduk terbesar di dunia. sebagai warga negara dan anggota masyarakat yang bertanggung jawab. cakap. program kurikuler pendidikan kewarganegaraan. serta gerakan social-kultural kewarganegaraan. Dengan demikian. sehat. berilmu. . pendidikan demokrasi telah disajikan dalam berbagai mata pelajaran dan mata kuliah. yaitu kajian ilmiah pendidikan ilmu kewarganegaraan. keterampilan kewarganegaraan harus dioptimalkan. Mempersiapkan pribadi. Dalam tatanan instrument kurikuler. di New Delhi 1996. antara lain menyatakan pendidikan harus berperan efektif dalam hal: 1. instrumen peraturan perundang-undangan telah menempatkan pendidikan demokrasi sebagai bagian integral dari pendidikan. Namun. Secara koheren bertolak dari esensi dan bermuara pada upaya pengembangan pengetahuan kewarganegaraan. and responsibility” melalui berbagai dimensi “civic education” sebagai wahana utama pendidikan demokrasi tidak dapat diwujudkan secara maksimal. Secara paradigmatis sistem pendidikan kewarganegaraan yang di dalamnya juga menyangkut sistem demokrasi memiliki tiga komponen. pendidikan demokrasi di Indonesia belum berhasil secara mendasar karena belum dikembangkan paradigma pendidikan demokrasi yang sistemik sehingga upaya pengembangan “ civic intelligence. kreatif. B. Menurut Pasal 3 Undang-Undang tentang Sisdiknas. sejak tahun 1945 sampai sekarang ini. termasuk Indonesia. civic participation.

serta Menyelenggarakan pendidikan yang berorientasi pada penguasaan. juga melahirkan warga negara yang berkesadaran tinggi tentang bangsa dan kemanusiaan. serta keragaman pendapat dan pandangan. termasuk Indonesia. maju. kesetaraan. 2. 3. adil. VII Tahun 2001 yang menyatakan bahwa visi Indonesia 2020 bertujuan mewujudkan masyarakat Indonesia yang religius. Selain meneruskan nilai-nilai. konfrensi dunia tentang pendidikan tinggi yang diselenggarakan oleh UNESCO di Paris pada tahun 1998 yang dihadiri oleh wakil-wakil dari 140 negara. Senyampang dengan kesepakatan dunia yang telah disebutkan di atas. dan perilaku berkarya individu atau pun kelompok masyarakat dalam rangka memprakarsai perubahan social yang berkaitan perubahan kearah kemajuan. adil dan bebas. Mempersiapkan tenaga kerja masa depan yang produktif dalam konteks yang dinamis. mandiri. seperti wujud visi Indonesia 2020 tersebut. 3. . 2. teknologi. serta penyebaran ilmu pengetahuan. berkeadaban. menghargai perbedaan. disebut pula sebagai “masyarakat madani”. dan tidak deskriminatif. Mengakui dan menjunjung tinggi hak asasi manusia. yaitu suatu masyarakat yang memiliki “keadaban demokratis” atau masyarakat yang berkarakter sebagai berikut: 1. manusiawi. pendidikan nasional Indonesia melakukan penyesuaian yang ditungkan dalam Tap MPR No. sikap hidup. serta baik dan bersih dalam penyelenggaraan negara. serta Mengubah cara berpikir. demokratis. 3. menyepakati perubahan pendidikan tinggi ke masa depan yang bertumpu pada pandangan bahwa tanggungjawab pendidikan tinggi adalah: 1. Menanamkan dasar pembangunan berkelanjutan (sustainable development) bagi kesejahteraan manusia dan kelestarian lingkungan hidup. Demokratis. Beriman dan bertakwa kepada tuhan yang maha esa dan pancasilais. masyarakat Indonesia. bersatu. Senada dengan hal di atas. sejahtera.xii 2. dan seni demi kepentingan kemanusiaan. Menurut Malik Fajar (1999). pengembangan. transfer ilmu pengetahuan teknologi dan seni.

serta menjaga kesatuan dan persatuan nasional. Dengan dasar semua itu. yaitu sebagai berikut: “…berkembangnya peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. 5. Mengembangkan kemampuan intelektual mahasiswa untuk menjadi warga negara yang baik dan bertanggung jawab bagi kemampuan bersaing bangsa dalam mencapai kehidupan yang bermakna. Menjunjung tinggi nilai-nilai luhur yang mengakar pada masyarakat beradab dan demokratis. berilmu. cakap. berkeadaban dan inklusif. serta menjadi warga negara yang demokratis dan bertanggung jawab”. anggun secara moral. kompeten dalam penguasaan ilmu pengetahuan. serta memiliki keahlian dan keterampilan kompetitif dengan solidaritas universal. 7.xiii 4. Membangun suatu sistem pendidikan tinggi yang berkontribusi dalam pembangunan masyarakat yang demokratis. serta 2. Mampu berpartisipasi dalam pengambilan keputusan public. kreatif. serta membangun warga negara berkeadaban. Untuk mencapai Visi Indonesia 2020 Pendidikan Tinggi Nasional Indonesia memiliki program jangka menengah yang disebut Visi Pendidikan Tinggi Nasional 2010. dan seni. perguruan tinggi harus mampu menghasilkan: “manusia yang unggul secara intelektual. serta Belajar dan berlangsung sepanjang hayat. 20 Tahun 2003 memberikan rumusan tentang Visi Indonesia 2020 berupa masyarakat warga yang berkeadaban (civil society. Undang-Undang No. serta memiliki komitment tinggi untuk berbagai kegiatan pemenuhan amanat sosial”. Sadar serta tunduk pada hukum dan ketertiban. masyarakat madani) yang hendak diwujudkan melalui pendidikan nasional. yaitu: 1. 6. teknologi. mandiri. berakhlak mulia. . sehat.

Hal ini sesuai dengan paradigma pendidikan tinggi nasional yang telah dicanangkan untuk 2003-2010.Pendidikan Kewarganegaraan Dalam Kurikulum Pendidikan Tinggi Pasal 37 Ayat 2 UU No. dan 3. maka Keputusan Menteri Pendidikan Nasional No. ilmuwan. Aktualisai dari pendidikan kewarganegaraa tersebut adalah melahirkan mahasiswa sebagai ilmuan professional. Pendidikan Agama. Bahasa Ketentuan tersebut akan diatur lebih lanjuta oleh Peraturan Pemerintah. 232/U/2000 tenteng Pedoman Penyusunan Kurikulum Pendidikan Tinggi dan Penilaian Hasil Belajar Mahasiswa dan No. pendidikan kewarganegaraan termasuk dalam kelompok mata kuliah pengembangan kepribadian (MPK).xiv I. kompetensi pendidikan kewarganegaraan di perguruan tinggi dapat dirumuskan sebagai berikut: . ataupun tenaga professional yang berkemampuan kompetitif secara internasional berdasarkan pada prinsip-prinsip dan pola Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK).045/U/2002 tentang Kurikulum Inti Pendidikan Tinggi dinyatakan masih tetap berlaku. Proses pembelajaran sebagai pemupukan nasionalisme. tetapi sampai sekarang yang dimaksud tidak kunjung tiba. Secara ideal pendidika kewarganegaraan memegang peran untuk mengembangkan potensi mahasiswa sebagai Warga negara Indonesia yang berkepribadian mantap. Sebelum Peraturan Pemerintah keluar. 2. II. serta mempunyai rasa tanggungjawab kemasyarakatan dan kebangsaan. serta kesadaran berbangsa dan bernegara bagi mahasiswa sebagai calon cendikiawan. Pendidikan Kewarganegaraan. Menurut ketentuan ini. sekaligus warga negara Indonesia yang memiliki rasa kebangsaan dan cinta tana air (nasionalisme) yang tinggi. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional menyatakan bahwa Kurikulum Pendidikan Tinggi wajib memuat: 1.Materi Kajian Pendidikan Kewarganegaraaan Berdasarkan paradigma pendidikan tinggi 2003-2010.

Pancasila harus menjadi core philoshopy bagi kehidupan bermasyarakat. education” Pancasila. 5. berbangsa dan bernegara secara demokratis dalam rangka mewujudkan masyarakat bangsa yang berkeadaban. serta 5. serta berpikir kritis terhadap permasalahannya. 3. Melahirkan warga negara yang mampu berpartisipasi dalam upaya menghentikan budaya kekerasan. 2. 4. Berdasarkan itu semua. anggun secara moral. Melahirkan warga negara yang memiliki komitmen kuat terhadap nilai-nilai ham dan demokrasi. and civic responsibility dari “civic merupakan wahana menghasilkan manusia berkualitas dengan keahlian profesional serta berkeadaban khas . 3. pasal 4 ayat 2. Melahirkan warga negara yang memiliki wawasan berbangsa dan bernegara. menyelesaikan konflik dalam masyarakat secara damai berdasar nilai-nilai pancasila dan nilai-nilai universal. Perguruan Tinggi Umum harus mampu menghasilkan manusia yang unggul secara intelektual. 6. serta menghormati supremasi hukum (rule of law/rechtstaat).xv 1. Melahirkan warga negara yang mampu memberikan kontribusi terhadap persoalan bangsa dan kebijakan publik. Filsafat pancasila Identitas nasional Politik dan strategi Demokrasi indonesia Ham dan rule of law Hak dan kewajiban warga negara Geopolitik indonesia Geostrategi indonesia Dengan memahami latar belakang filosofis Pendidikan Kewarganegaraan di Perguruan Tinggi Umum. civic participation. 4. serta nasionalisme yang tinggi. berkompoten paradigma pendidikan pendidikan demokrasi demokrasi secara yang sistematis diharapkan dengan dapat pengembangan civic intelligence. 8. Untuk mencapai kompetensi tersebut materi kajian kewarganegaraan di perguruan tinggi sesuai Keputusan Dirjen Dikti Nomor : 43/DIKTI/Kep/2006 Tentang rambu-rambu pelaksanaan kelompok mata kuliah pengembangan kepribadian di perguruan tinggi. maka diharapkan pelaksanaan pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan. yaitu: 1. 2. 7. Melahirkan warga negara yang memiliki pemahaman internasional mengenai “civil society”.

serta memiliki komitmen tinggi untuk berbagai kegiatan pemenuhan amanat sosial tersebut.S.Si) MATA KULIAH PENGEMBANGAN KEPRIBADIAN (MPK) UNIT PELAKSANA TEKNIS MATA KULIAH UMUM (UPT MKU) UNIVERSITAS HASANUDDIN MAKASSAR 2011 .xvi dalam penguasaan ilmu pengetahuan. GARIS BESAR RENCANA PEMBELAJARAN (GBRP) KODE/ MATA KULIAH : 082 U003/ PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Oleh : TIM MATA KULIAH PEND. tekhnologi dan seni.M.KEWARGANEGARAAN (Rahmatullah Jafar. C.Ip.

UNIT PELAKSANA TEKNIS MATA KULIAH UMUM (UPT MKU). Etis. Estetis dan Dinamis Memiliki pandangan Luas Kemampuan bersikap demokratis yang berkeadaban 3. Memiliki pengetahuan tentang nilai-nilai Agama. berdisiplin. rasa kebangsaan dan cinta tanah air sepanjang hayat dalam menguasai. VISI MPK 2. Sosial Budaya dan Kewarganegaraan dalam kehidupan Memiliki kepribadian yang Mantap Kemampuan berpikir kritis Kemampuan bersikap Rasional. Menjadi warga negara yang memiliki daya saing. 2.nilai Agama. Budaya dan Kewarganegaraan Kemampuan menerapkan nilai. STANDAR KOMPETENSI MPK 3. 5. 6. 7. MISI MPK “Membantu mahasiswa memantapkan kepribadiannya agar secara konsisten mampu mewujudkan nilai-nilai dasar keagamaan dan kebudayaan. 1. menerapkan dan mengembangkan ilmu pengetahuan. 1. KOMPETENSI LULUSAN MATA KULIAH PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAAN KELOMPOK KOMPETENSI NO 1 Kompetensi Utama 2 RUMUSAN KOMPETENSI LULUSAN Menjadi ilmuan dan profesional yang memiliki rasa kebangsaan dan cinta tanah air. dan berpartisipasi aktif dalam membangun kehidupan yang damai berdasarkan sistem pancasila Mahasiswa dapat mengetahui dan memahami pentingnya matakuliah pendidikan kewarganegaraan.xvii 1. 2. Mahasiswa dapat memperluas wawasan berpikirnya dalam mengaktualisasikan nilainilai pancasila Mahasiswa dapat mengetahui dan memahami identitas nasional ELEMEN KOMPETENSI A V B C D E V 1 Kompetensi Pendukung 2 3 V V V . demokratis yang berkeadaban. teknologi dan seni yang dimilikinya dengan rasa tanggung jawab”. 4.UNIVERSITAS HASANUDDIN KEPUTUSAN DIRJEN DIKTI DEPDIKNAS NO : 43/DIKTI/Kep/2006 “Merupakan sumber nilai dan pedoman dalam pengembangan dan program studi guna mengantarkan mahasiswa memantapkan kepribadiaannya sebagai manusia indonesia seutuhnya”. KOMPETENSI LULUSAN MATA KULIAH PENGEMBANGAN KEPRIBADIAN (MPK).

Sosial Budaya dan Kewarganegaraan Kemampuan berpikir kritis Kemampuan bersikap Rasional. memahami dan menerapkan hak dan kewajiban warga Negara dan dapat memahami geopolitik dan geostrategi Indonesia. menerapkan konsep demokrasi indonesi. dan berpartisipasi aktif dalam membangun kehidupan yang damai berdasarkan sistem pancasila. C. Estetis dan Dinamis ELEMEN KOMPETENSI A V V V V V V V V V B C D E Kompetensi Pendukung 6 7 8 1 Kompetensi Lainnya 2 3 4 Elemen Kompetensi : A. mengetahui dan memahami hak azasi manusia dan aturan hukum di Indonesia. Mampu mengetahui dan memahami pentingnya matakuliah pendidikan kewarganegaraan. Mampu memperluas wawasan berpikirnya dalam mengaktualisasikan nilai-nilai pancasila. Etis. sehingga mengetahui dan memahami identitas nasional.nilai Agama. Budaya dan Kewarganegaraan Kemampuan menerapkan nilai. mengetahui dan memahami politik dan strategi nasional. E. Kompetensi Pendukung . demokratis yang berkeadaban dan menjadi warga negara yang memiliki daya saing. Landasan kepribadian Penguasaan ilmu dan keterampilan Kemampuan berkarya Sikap dan prilaku dalam berkarya Pemahaman kaidah berkehidupan bersama sesuai dengan keahliah berkarya 3.berdisiplin. B. D. FORMAT RENCANA PEMBELAJARAN BERBASIS SCL MATA KULIAH : PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Kompetensi Utama Menjadi ilmuan dan profesional yang memiliki rasa kebangsaan dan cinta tanah air.xviii = KELOMPOK KOMPETENSI NO 4 5 RUMUSAN KOMPETENSI LULUSAN Mahasiswa dapat mengetahui dan memahami politik dan strategi nasional Mahasiswa dapat menerapkan konsep demokrasi Indonesia Mahasiswa dapat mengetahui dan memahami hak azasi manusia dan aturan hukum di indonesia Mahasiswa dapat memahami dan menerapkan hak dan kewajiban warga negara Mahasiswa dapat memahami geopolitik dan geostrategi Indonesia Memiliki pengetahuan tentang nilai-nilai Agama.

4. Mengemukakan Pengertian Filsafat Pancasila. 3. 4. Mendeskripsikan aspek epistemologi Filsafat Pancasila. Kompetensi Pendidikan Kewarganegaraan STRATEGI PEMBELAJARAN INDIKATOR PENILAIAN BOBOT PENILAIAN I-III Mahasiswa dapat memahami latar belakang. Tujuan Pendidikan Kewarganegaraan 4.Kewarganegaraan 5% IV Mahasiswa dapat memahami nilai-nilai jati diri bangsa melalui pengkajian aspek ontologi. 4. Penjelasan tentang materi dan aturan perkuliahan 2. Menganalisis secara komprehensif Filsafat Pancasila dalam konteks kewarganegaraan. Pancasila Sebagai Sistem Filsafat Colaboratif Learning Mahasiswa dapat: 1. civic commitment. dan aksiologi filsafat Pancasila sehingga dengan pemahaman tersebut dapat tumbuh personal wisdom yang integratif dalam dimensi kompentensi kewarganegaraan (civic knowledge. 5. Mahasiswa dapat : 1. komunisme. Menganalisis sila-sila Pancasila sebagai suatu sistem Filsafat. Etis. GARIS BESAR RENCANA PEMBELAJARAN BERBASIS SCL MATA KULIAH PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN (082 U003) M KESASARAN PEMBELAJARAN MATERI PEMBELAJARAN PENDAHULUAN 1. Estetis dan Dinamis. 6. Menjelaskan makna idiologi bagi bangsa dan negara.xix Kompetensi Institusional Memiliki pengetahuan tentang nilai-nilai Agama. 2. tujuan dan kompetensi pendidikan kewarganegaraan Ceramah Interaktif Mahasiswa dapat: 1. Memahami pancasila sebagai ideologi bangsa dan negara indonesia yang memiliki ciri terbuka. Membandingkan idiologi pancasila dengan idiologi dunia lainnya seperti liberalisme. dan civic competence). sekularisme. 2. Menjelaskan keterkaitan Integrasi Nasional dengan Identitas Nasional. bersikap Rasional. Menjelaskan Latar Belakang dan Pengertian Identitas Nasional. Menjelaskan pengertian idiologi secara umum. Menjelaskan keterkaitan Globalisasi dengan Identitas Nasional. Latar Belakang Pendidikan Kewarganegaraan 3. Menganalisis tentang Paham Nasionalisme atau 10 % V Mahasiswa dapat memahami pancasila sebagai idiologi bangsa dan negara Pancasila Sebagai Ideologi Bangsa Dan Negara Colaboratif Learning 5% VI Mahasiswa dapat mengenali karakteristik identitas nasional sehingga dapat memiliki daya tangkal terhadap berbagai hal yang akan menghilangkan identitas nasional indonesia Identitas Nasional Colaboratif Learning 10 % . Mampu menerapkan nilai. Menjelaskan Latar belakang Pend. ideologi tertutup. Menjelaskan idiologi terbuka. ideologi komprehensif dan ideologi partikular. Memahami peranan idiologi bangsa bagi bangsa dan negara.nilai Agama. epistemologi. 5. reformatif. 3. Menjelaskan tujuan dan kompetensi Pend. dan idiologi keagamaan. komprehensif. Mendeskripsikan aspek aksiologi Filsafat Pancasila. Mahasiswa dapat: 1. serta 7. Sosial Budaya dan Kewarganegaraan dalam kehidupan. 6. Budaya dan Kewarganegaraan. 4. 2.Kewarganegaraan 3. civic convidence. Mendeskripsikan aspek ontologi Filsafat Pancasila. dan dinamis. 3. Memiliki kemampuan berpikir kritis. Memahami aturan perkuliahan. 5. civic skills. 2. Mendeskripsikan Pancasila sebagai jati diri bangsa. Menjelaskan Muatan dan Unsur-Unsur Identitas Nasional.

4. 3. Menjelaskan latar belakang politik dan strategi nasional. Mahasiswa dapat mengidentifikasi dan menganalisis Hak dan Kewajiban warga Negara Rule Of Law Colaboratif Learning 5% XII Hak dan Kewajiban Warga Negara Colaboratif Learning 10 % = . 6. berbangsa. memahami tentang demokrasi dan pendidikan demokrasi. Menjelaskan Prinsip-Prinsip Rule of Law Secara Formal di Indonesia 4. Menjelaskan tentang Pendidikan Demokrasi. Menganalisa HAM di Indonesia dalam konteks permasalahan dan penegakannya Mahasiswa dapat: 1. Hak Warga Negara Kewajiban Warga Negara. Menjelaskan makna demokrasi. 2. Mahasiswa dapat menjelaskan: Pengertian bangsa dan Negara. Menganalisis tentang Revitalisasi Pancasila sebagai Pemberdayaan Identitas Nasional = M KE SASARAN PEMBELAJARAN MATERI PEMBELAJARAN STRATEGI PEMBELAJARAN INDIKATOR PENILAIAN Mahasiswa dapat: 1. 3. Mahasiswa dapat mengidentifikasi dan menganalisis HAM. dan bernegara. Menjelaskan macam-macam demokrasi yang pernah berlaku di indonesia. Mahasiswa dapat: 1. Penduduk dan warga Negara. dan. 2. Menjelaskan hubungan antara lembaga-lembaga negara Mahasiswa dapat : 1. Memecah permasalahan politik. Politik dan Strategi Nasional Colaboratif Learning 5% IX Demokrasi dan Pendidikan Demokrasi Colaboratif Learning 10 % X Hak Asasi Manusia Colaboratif Learning 5% XI Mahasiswa dapat mengetahui dan memahami aturan hukum di indonesia serta memiliki kesadaran tentang pentingnya rule of law dalam konteks kehidupan bermasyarakat. Menjelaskan pengertian. geopolitik. Menganalisa Isu-Isu Rule of Law 3. 2. 4. Menganalisis wujud polnas dan stranas di indonesia. Kewajiban Negara dan Pemerintah. Menjelaskan tentang reformasi hukum tata negara yang melatarbelakangi amandemen serta proses amandemen. Problem status kewarganegaraan. 4. 3. 1. Menjelaskan makna isi pembukaan UUD 1945. 5. Menganalisis berbagai permasalahan polsrahanka Mahasiswa dapat: 1. 4. 2. Menjelaskan bentuk-bentuk demokrasi. Menjelaskan HAM dalam Tataran Global 3. serta 6. 7. Asas kewarganegaraan. 6. 5. Menjelaskan kedudukan Pancasila sebagai sumber hukum dasar negara Indonesia.xx Paham Kebangsaan sebagai paham yang mengantarkan pada konsep Identitas Nasional. serta dapat mengembangkan sikap demokrasi dalam kehidupannya seharihari. Hasil Amandemen UUD 1945 dan Hubungan Antara LembagaLembaga Sistem Konstitusi Indonesia Colaboratif Learning 5% VIII Mahasiswa dapat mengenali masalahmasalah strategis dalam politik dan strategi nasional Mahasiswa dapat mengerti. Menganalisa Strategi Pelaksanaan (Pengembangan) Rule of Law. Menjelaskan keunggulan demokrasi. BOBOT PENILAIAN VII Mahasiswa dapat menjelaskan konsep dasar ketatanegaraan secara konstitusional. sejarah dan macammacam HAM 2. Menjelaskan Prinsip-Prinsip Rule of law Secara Hakiki dalam Penyelenggaraan Pemerintahan 5. kedudukan pembukaan UUD 1945. Menjelaskan pengertian dan Lingkup Rule of Law 2.strategi nasional. 3. Menjelaskan makna isi pembukaan UUD 1945 sebagai “ staat fundamentalnorm ‘ dan kedudukannya dalam tertib hukum Indonesia. Menjelaskan secara terperinci nilai-nialai demokrasi. 5.

4. Remedial Unit Tertulis Tertulis/ Lisan/Tugas Kesesuaian Jawaban dengan pertanyaan Kesesuaian Jawaban dengan pertanyaan/ Terpenuhinya Unsurunsur tugas 100 % 60 15 25 15 . kebhinekaan etnik.xxi M KE SASARAN PEMBELAJARAN MATERI PEMBELAJARAN STRATEGI PEMBELAJARAN INDIKATOR PENILAIAN Mahasiswa dapat : 1. filsafat. BOBOT PENILAIAN XIII Mahasiswa dapat memahami Geo Politik Indonesia Geo Politik Colaboratif Learning 15 % XIV Mahasiswa dapat memahami dan menganalisis konsep Geostiategi Indonesia yang berupa konsep Ketahanan Nasional Indonesia Geo Strategi Colaboratif Learning 15 % I-XIV XV XVI TOTAL PROSES SCL TOTAL PROSES SCL DIKONVERSI MENJADI TUGAS MANDIRI Pemahaman materi Pemahaman materi Ujian Akhir Sem. agama dan lingkungan geografi yang berbentuk Negara kepulauan yang berada diposisi silang antara dua benua dan dua lautan. 3. budaya. bangsa. Mahasiswa dapat: 1. 2. Menjelaskan pengertian Ketahanan Nasional. dan Negara Indonesia dengan menerapkan pandangan bangsa Indonesia tentang diri meliputi: sejarah. Menggunakan konsep Ketahanan Nasional dalam memecahkan persoalan atau mencari solusi persoalan yang muncul dalam masyarakat. 4. 2. Memahami berbagai masalah dasar kehidupan masyarakat. Menjelaskan konsepsi cara pandang wawasan nasional bangsa Indonesia. Menjelaskan tentang pelaksanaan otonomi daerah. 3. Menggambarkan keterkaitan berbagai aspek Ketahanan Nasional. Menjelaskan landasan histories perkembangan pengetahuan tentang geopolitik .Menganalisis isu-isu aktual berdasarkan perspektif Ketahanan Nasional.

yaitu maraknya tunttan rakyat. Prinsip dasar yang telah ditemukan oleh peletak dasar ( The founding fathers ) Negara Indonesia yang kemudian diabstraksikan menjadi suatu prinsip dasar filsafat bernegara. maka pancasila sebagai filsafat hidup bangsa Indonesia saat ini mengalami ancaman dengan munculnya nilai-nilai baru dari nuar dan pergeseran nilai-nilai yang terjadi. Secara ilmiah harus disadari bahwa suatu masyarakat suatu bangsa. yang secara objektif mengalami suatu kehidupan yang jauh dari kesejahteraan dan keadilan social. senantiasa memeliki suatu pandangan hidup atau filsaat hidup masing-masing. Paradoks antara kekuasaan global dengan kekuasaan nasional ditambah komplik internal seperti gambaran di atas. bahkan mengasai eksistensi Negara-negara kebangsaan.xxii BAB II PANCASILA SEBAGAI SISTEM FILSAFAT PENDAHULUAN A. serta terjadinya pergeseran nilai di tengah masyarakat yang pada akhirnya mengancam-prinsip-prinsip hidup berbangsa masyarakat Indonesia. yang berbeda dengan . itulah pancasila. Gelombang besar kekuatan internasional dan transnasional melalui globalisasi telah mengancam. mengakibatkan suatu tarik menarik kepentingan yang secara langsung mengancam jati diri bangsa. Permasalahan kebangsaan dan kenegaraan di Indonesia menjadi semakin kompleks dan rumit manakala ancaman internasional yang terjadi di satu sisi. Nilai-nilai baru yang masuk. Latar Belakang Perkembangan masyarakat dunia yang semakin cepat secara langsung ataupun tidak langsung mengakibatkan perubahan besar pada berbagai bangsa di dunia. Dengan pemahaman demikian. pada sisi yang lain muncul masalah internal. baik secara sujektif maupun objektif. termasuk Indonesia. Akibat yang langsung terlihat adalah terjadinya pergeseran nilai-nilai dalam kehidupan kebangsaan karena adanya perbenturan kepentingan antara nasionalisme dan internasionalisme.

dan aksiologi dari kelima sila pancasila. Melalui pembelajaran ini mahasiswa diharapkan dapat: 1. Pemahaman demikian memerlukan pengkajian lebih lanjut menyangkut aspek ontology. dan aksiologi filsafat Pancasila sehingga dengan pemahaman tersebut diharapkan dapat tumbuh personal wisdom yang integratif dalam dimensi kompentensi kewarganegaraan (civic knowledge. mereka sadar sepenuhnya untuk menjawab suatu pertanyaan yang fundamental “ di atas dasar apakah Negara Indonesia merdeka ini didirikan?” jawaban atas pertanyaan mendasar ini akan selalu menjadi dasar dan tolak ukur utama bangsa ini meng-Indonesia. Pancasila yang terdiri atas lima sila pada hakikatnya merupakan sistim filsafat. Mendeskripsikan Pancasila sebagai jati diri bangsa. epistemology dan aksiologi dari kelima sila pancasila. C. Inilah yang disebut sebagai local genius (kecerdasan / kreatifitas local) dan sekaligus sebagai local wisdom (kearifan local) bangsa. civic convidence.xxiii bangsa lain didunia. B. Ketika para pendiri Negara Indonesia menyiapkan berdirinya Negara Indonesi merdeka. . Dengan kata lain. civic skills. epistemology. bangsa Indonesia tidak mungkin memiliki kesamaan pandangan hidup dan filsafat hidup dengan bangsa lain. civic commitment. dan civic competence). Dengan demikian. Pemahaman demikian memerlukan pengkajian lebih lanjut menyangkut aspek ontology. jati diri bangsa selalu bertolak ukur pada nilai-nilai pancasila sebagai filsafat bangsa. epistemologi. Ruang Lingkup Pancasila yang terdiri atas lima sila pada hakekatnya merupakan system filsafat. Sasaran Pembelajaran Mahasiswa mampu memahami nilai-nilai jati diri bangsa melalui pengkajian aspek ontologi.

Menganalisis secara komprehensif Filsafat Pancasila dalam konteks kewarganegaraan. Mendeskripsikan aspek aksiologi Filsafat Pancasila. 5. Menganalisis sila-sila Pancasila sebagai suatu sistem Filsafat. 3. serta 7. Mengemukakan Pengertian Filsafat Pancasila. . Mendeskripsikan aspek epistemologi Filsafat Pancasila. 4. Mendeskripsikan aspek ontologi Filsafat Pancasila. 6.xxiv 2.

b. sedangkan kebijaksanaan dapat diartikan sebagai kebenaran yang sejati. Karakteristik Sistem Filsafat Pancasila Sebagai filsafat. karena pancasila merupakan hasil perenungan jiwa yang mendalam yang dilakukan oleh the founding father bangsa Indonesia. Jadi. Filsafat Pancasila menurut Ruslan Abdul Gani. Pengertian Filsafat Filsafat berasal dari bahasa Yunani “philein” yang berarti cinta dan “Sophia” yang berarti kebijaksanaan. Dari seluruh bangsa Indonesia. bahwa pancasila merupakan filsafat Negara yang lahir collective ideologie (cita-cita bersama). maka itu bukan pancasila. Dengan demikian. filsafat menurut asal katanya berarti cinta akan kebijaksanaan. Sila-sila pancasila merupakan satu kesatuan sistim yang bulat dan utuh (sebagai suatu totalitas). yaitu tentang hakikat pancasila.xxv URAIAN BAHAN PEMBELAJARAN A. filsafat pancasila memberi pengetahuan dan pengertian ilmiah. Dengan pengertian lain. kemudian dituangkan dalam suatu “system” yang tepat. Filsafat merupakan induk dari ilmu pengetahuan menurut J. Cinta dalam hal ini mempunyai arti yang seluasluasnya. pancasila memiliki karasteristik system filsafat tersendiri yang berbeda dengan filsafat lainnya. filsafat secara sederhana dapat diartikan sebagai keinginan yang sungguh-sungguh untuk mencari kebenaran yang sejati. Gredt dalam bukunya “elementa philosophiae”. filsafat sebagai “ilmu pengetahuan yang timbul dari prinsip-prinsip mencari sebab musababnya yang terdalam”. yang dapat dikemukakan sebagai keinginan yang menggebu dan sungguhsungguh terhadap sesuatu. di antaranya: 1. atau mencintai kebenaran / pengatahuan. apabila tidak bulat dan utuh atau satu sila dengan sila lainnya terpisah-pisah. Adapun menurut Notonagoro. a. Dikatakan sebagai filsafat. .

xxvi 2. Susunan pancasila dengan suatu sistim yang bulat dan utuh itu dapat digambarkan sebagai berikut : .

yaitu tujuan diusulkannya Pancasila sebagai dasar negara Indonesia merdeka. meliputi. diliputi. dan dijiwai sila 1. maksudnya kegiatan BPUPKI dan PPKI dalam menyusun dan merumuskan Pancasila menjadi dasar negara Indonesia merdeka. dan 5. yaitu makhluk individu dan makhluk sosial. dalam hal ini Pancasila digali dari nilai-nilai sosial budaya yang ada dalam bangsa Indonesia sendiri. dan berkembang dalam kehidupan sehari-hari. Inti atau esensi sila-sila Pancasila meliputi: 1) Tuhan. 2. • Sila 3.xxvii Ketiga gambar di atas menunjukkan bahwa: • Sila 1. maksudnya berhubungan dengan tujuannya. • Pancasila sebagai suatu realitas. dan dijiwai sila 1. sila 4 dan 5. yaitu sebagai kausa prima. dan 5. diliputi. • Sila 5. serta . yang unsur-unsurnya berasal dari dirinya sendiri. maksudnya sebab yang berhubungan dengan materi/bahan. dan dijiwai sila 1. didasari. 2. serta mendasari dan menjiwai sila 5. • Pancasila sebagai suatu substansi. artinya unsur asli/permanen/primer Pancasila sebagai suatu yang ada mandiri. 2. yaitu unsur mutlak negara. 3) Satu. serta mendasari dan mcnjiwai sila 3. serta 4) Kausa Finalis. 4. didasari. dan 4. artinya ada dalam diri manusia Indonesia dan masyarakatnya. dan menjiwa: sila 2. didasari. c. didasari. diliputi. yang tumbuh.4. • Sila 4. hidup. harus bekerja sama dan hergotong royong. yaitu kesatuan memiliki kepribadian sendiri. & 3. 2) Manusia. . Prinsip-Prinsip Filsafat Pancasila Pancasila ditinjau dari Kausalitas Aristoteles dapat dijelaskan sebagai berikut: 1) Kausa Materialis. 4) Rakyat. mendasari. 3. • Sila 2. 3) Kausa Efisiensi. 3. serta mendasari dan menjiwa. 2) Kausa Formalis. diliputi. maksudnya sebab yang berhubungan dengan bentuknya. sebagai suatu kenyataan hidup bangsa. Pancasila yang ada dalam pembukaan UUD '45 memenuhi syarat formal (kebenaran formal). dan dijiwai sila 1.

yaitu memberikan keadilan kepada diri sendiri dan orang lain yang menjadi haknya. Nilai dapat berada di dua kawasan : kognitif dan afektif. Selanjutnya. Estetika cenderung pada studi dan justifikasi yang menyangkut tentang manusia memikirkan keindahan. pria pemakai anting-anting. ditegaskan oleh Sidney B. dan bentuk-bentuk scni lain. dan moral bangsa. nyanyian-nyanyian bising. Secara epistemologis bangsa Indonesia punya keyakinan bahwa nilai dan moral yang terpancar dari asas Pancasila ini sebagai suatu hasil sublimasi. baik dan buruk. Adapun etika cenderung pada studi dan justifikasi tentang aturan atau bagaimana manusia berperilaku. really. mempersoalkan atau menceritakan si rambut panjang. d. atau apa yang mereka senangi. Pada dasarnya studi tentang etika merupakan pelajaran tentang moral yang secara langsung merupakan pemahaman tentang apa itu benar dan salah. bisa dikatakan konsep dan bisa dikatakan abstraksi (Sidney Simon: 1986). Misalnya. Nilai adalah ide. really. Hakikat Nilai-Nilai Pancasila Nilai adalah suatu ide atau konsep tentang apa yang seseorang pikirkan yang merupakan hal yang penting dalam hidupnya. untuk menyinkronkan dasar filosofis-ideologis menjadi wujud jati . Langkah-langkah awal dari "nilai" adalah seperti halnya ide manusia yang merupakan potensi pokok human being. " Studi tentang nilai termasuk dalam ruang lingkup estetika dan etika.xxviii 5) Adil. want. Dalam ungkapan lain. berkonsensus untuk memegang dan menganut Pancasila sebagai sumber inspirasi. Ungkapan etika sering timbul dari pertanyaan-pertanyaan yang mempertentangkan antara benar dan salah. Nilai tidaklah tampak dalam dunia pengalaman. serta kristalisasi dari sistem nilai budaya bangsa dan agama yang seluruhnya bergerak vertikal. juga horizontal serta dinamis dalam kehidupan masyarakat. Nilai merupakan ha! yang terkandung dalam hati nurani manusia yang lebih memberi dasar dan prinsip akhlak yang merupakan standar dari keindahan dan efisiensi atau keutuhan kata hati (potensi). Bangsa Indonesia sejak awal mendirikan negara. nilai. Konsensus bahwa Pancasila sebagai anutan untuk pengembangan nilai dan -moral bangsa ini secara ilmiah filosofis merupakan pemufakatan yang normatif. Dia nyata dalam jiwa manusia. Simon (1986) bahwa sesungguhnya yang dimaksud dengan nilai adalah jawaban yang jujur tapi benar dari pertanyaan "what you are really.

dan Evaluatif. Politik (Filsafat Pemerintahan). Refleksi filsafat yang dikembangkan oleh Notonagoro untuk menggali nilai-nilai abstrak. Estetikaf Filsafat Seni). Konsep Filsafat Pancasila dijabarkan menjadi sistem Etika Pancasila yang bercorak normatif. Komprehensif. dan berperi Keadilan Sosial.xxix diri bangsa yang nyata dan konsekuen secara aksiologis. Filsafat Pendidikan. hakikat nilai-nilai Pancasila. Ketetapan MPR. Filsafat Ilmu. membudayakan. dan adil dijabarkan menjadi konsep Etika Pancasila. manusia. baik sebagai pribadi maupun sebagai warga masyarakat ataupun sebagai pemegang kekuasaan. Cabang-cabang filsafat meliputi: 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) Epistemologi (Filsafat Pengetahuan). menghayati. masyarakat. dan sekolah. Undang-undang Organik. Mendasar. ternyata kemudian dijadikan pangkal tolak pelaksanaannya yang berwujud konsep pengamalan yang bersifat subjektif dan objektif. berperi Kerakyatan. bangsa dan negara Indonesia berkehendak untuk mengerti. berperi Kebangsaan. bahwa hakikat manusia Indonesia adalah untuk memiliki sifat dan keadaan yang berperi Ketuhanan Yang Maha Esa. Spekulatif. Representatif. Pengamalan secara cbjektif adalah pengamalan di bidang kehidupan kenegaraan atau kemasyarakatan. dan peraturan-peraturan pelaksanaan lainnya. . dan melaksanakan Pancasila. Filsafat Agama. Analitis. Pengamalan secara subjektif adalah pengamalan yang dilakukan oleh manusia individual. Nilai-nilai yang bersumber dari hakikat Tuhan. yang penjelasannya berupa suatu pcrangkat ketentuan hukum yang secara hierarkis berupa pasal-pasal UUD. berperi Kemanusiaan. Upaya ini dikembangkan melalui jalur keluarga. yang penjelmaannya berupa tingkah laku dan sikap dalam hidup sehari-hari. Mendalam. Etika (Filsafat Moral). Metafisika (membicarakan tentang segala sesuatu di balik yang ada). satu rakyat. Ciri atau karakteristik berpikir filsafat adalah: 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) 8) Sistematis.

M. ada manusia. 2. maka dapat dikaji secara filsafat (ingat objek material filsafat adalah segala yang ada). Pancasila adalah suatu yang ada. 10) Filsafat Matematika. 4. Penjabaran filsafat terhadap Pamcasila : 1) Objek filsafat : yang pertama objek material adalah segala yang ada dan mungkin ada. tetapi jika tidak maka bukan system filsafat. dan ada alam semesta. 3. Objek yang demikian ini dapat digolongkan ke dalam tiga hal. Pancasila sebagai sistem filsafat bangsa Indonesia Pancasila sebagai sesuatu yang ada. dan untuk mengetahui bahwa Pancasila sebagai system filsafat. Aliran Filsafat meliputi: 1) Rasionalism 2) Marxisme 3) Idealisme 4) Realisme 5) Positivisme 6) Materialisme 7) Eksistensialisme 8) Utilitarianisme 9) Hedonisme 10) Spiritualisme 11) Stoisme 12) Liberalisme e. 9) Filsafat Sejarah. dan Kosmologi (membicarakan tentang segala sesuatu yang ada yang teratur). sebagai dasar negara rumusannya jelas yaitu : 1.xxx 8) Filsafat hukum. . yaitu ada Tuhan. jika syarat-syarat system filsafat cocok pada Pancasila. maka perlu dijabarkan tentang syarat-syarat filsafat terhadap Pancasila tersebut.E. Ke-Tuhanan Y. Kemanusiaan yang adil dan beradab Persatuan Indonesia Kerakyatan yang dipimpin dalam permusyawaratan/perwakilan Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Sebaimana suatu logam dikatakan emas bila syarat-syarat emas terdapat pada logam tersebut. 5. maka Pancasila merupakan system filsafat.

Khusus untuk persatuan. Kedua. yaitu sebab Tuhan. objek formal filsafat adalah hakikat dari segala sesuatu yang ada itu sendiri. tetap dan tidak berubah. yaitu metode analisa. Demikian juga dalam sila-sila Pancasila yang lainnya. Secara umum ada dua dan tiga dengan metode campuran. rakyat dan keadilan itu berada pada alam Dengan demikian dari segi objek material Pancasila dapat diterima. maka akan menjadi abstrak (bersifat abstrak) benda kata dasar tersebut. 2) Metode filsafat : Metode filsafat adalah kontemplasi atau perenungan atau berfikir untuk menemukan hakikat. dan keadilan. Apakah Pancasila juga kajian hakikat? Kalau menilik dari kelima objek kelima sila Pancasila itu. nilai-nilainya digali dari buminya Indonesia. Misalnya kemanusiaan. atau metode menemukan hakikat. maknanya adalah hakikat abstrak dari manusia itu sendiri.xxxi Dari rumusan ini maka objek yang didapat adalah : Tuhan. 3) Sistem filsafat : setiap ilmu maupun filsafat dalam dirinya merupakan suatu system. artinya merupakan suatu kebulatan dan keutuhan tersendiri. rakyat. persatuan. satu. Dengan analisis penjabaran ini. metode sintesa serta metode analisa dan sintesa (analitico-syntetik). yang mutlak. rakyat. lebih dari itu menunjukkan sifat hakikat dari bendanya. jika suatu kata dasar diberi awalan ke atau per dan akhiran an. manusia dan alam semesta untuk mewakili objek satu. semuanya tersusun atas kata dasar dengan tambahan awalan ke/per dan akhiran an. Jadi di sini bukan berfikirnya. ia temuikan dengan cara-cara tertentu dengan metode analisa dan sintesa. tetapi cara menemukan hakikat. semesta itu sendiri. . Demikian juga Pancasila. dan adil. awalan per menunjukkan suatu proses menuju ke awalan ke yang nantinya diharapkan menjadi kesatuan juga. demikian seterusnya ilmu-ilmu dan filsafat yang lain. hal-hal yang bersatu. dan adil. kerakyatan. yaitu Ke-Tuhanan. Misalnya psykhologi merupakan kebulatan tersendiri terpisah dan berbeda dengan anthropologi. terpisah dengan system lainnya. maka Pancasila memenuhi syarat juga dalam hal objek formalnya. Dan dari kelima objek itu dapat dipersempit lagi ke dalam tiga saja. manusia. Menurut ilmu bahasa.

Sila keadilan demikian juga. jadi pengertian ini (universal) tidak terbatas pada ruang dan waktu. dan menjiwai semua sila. mendasari. Memang terdiri dari lima. Hakikat manusia adlah unsur-unsur dasar yang mutlak pada manusia adalah sama bagi seluruh jenis makhluk yang namanya manusia. tidak ada satupun sila yang terpisah dengan yang lainnya. sedang sila-sila yang di belakang merupakan pengkhususan atau bentuk realisasi dari sila-sila yang di depan. Dengan uraian yang merupakan penjabaran dari syarat-syarat filsafat yang ternyata cocok diterapkan kepada Pancasila. Dilihat dari pemahaman ini. Setiap sila mengandung. Silasila yang di depan mendasari dan menjiwai sila-sila yang di belakang. adalah dasar yang paling umum bagi semua sila yang di belakang. lima sila dalam satu kesatuan yang utuh. demikian juga berlaku pada sila-sila yang lainnya. dan universal adalah sifat dari kajian filsafat.. ini menunjukkan dan mengukuhkan bahwa luas . Bagaimana jika diterapkan pada Pancasila? Misalnya kajian tentang hakikat manusia. sedang semua sila yang kelima merupakan sila yang terkhusus dan merupakan tujuan dari semua sila yang di depan. bahwa yang namanya “adil” itu sama hakikatnya maknanya di manapun dan kapanpun. sebagaimana terdapat dalam sila ke dua Pancasila. yang berada di manapun dan waktu kapanpun. dan dari segi keluasannya sila-sila yang di belakang lebih sempit dari sila-sila yang di muka.E. Pengertian umum itu bertingkat. oleh karena itu rumusannya (redaksinya) berbunyi “… untuk mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia”.M. dari umum penjumlah yang kecil (kolektif) dari sekumpulan jumlah tertentu sampai jumlah yang lebih besar dan lagi hingga kepada umum seumum-umumnya (universal). maka sila pertama ke-Tuhanan Y. dibatasi dan disifati oleh keempat sila lainnya. tetapi sila-sila tersebut saling ada hubungannya satu dengan lainnya secara keseluruhan.xxxii Pancasila sebagai suatu Dasar Negara adalah merupakan suatu kebulatan. di mana dan kapanpun manusia itu berada. 4) Sifat universal filsafat : Berlaku umum adalah sifat dari pengetahuan ilmiah. Oleh karena itu dapat diistilahkan “Eka Pancasila”.

sebagai makhluk individu dan sosial. Pancasila sebagai dasar filsafat negara Republik Indonesia memiliki susunan lima sila yang merupakan suatu persatuan dan kesatuan. Yaitu digali dari buminya Indonesia. sekaligus sebagai makhluk Tuhan. Mengapa?. 2005). dari kebiasaannya. segala aspek dalam penyelenggaraan negara diliputi oleh nilaioleh hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan. Kajian Ontologis Secara ontologis kajian Pancasila sebagai filsafat dimaksudkan sebagai upaya untuk mengetahui hakikat dasar dari sila-sila Pancasila. berkemanusian yang adil dan beradab. Konsekuensmya. . secara ontologis hakikat dasar keberadaan dari sila-sila Pancasila adalah manusia. B. dari nenek moyang kita sejak lama. adaptistiadatnya. berkerakyatan yang dipimpin 2005). Untuk hal ini. serta jasmani dan rohani. serta kepercayaan dan agama-agamanya. serta mempunyai sifat dasar kesatuan yang mutlak. Hal ini dapat dijelaskan bahwa yang berketuhanan Yang Maha Esa. raga dan jiwa. Notonagoro lebih lanjut mcngemukakan bahwa manusia sebagai pendukung pokok sila-sila Pancasila secara ontologis memiliki hal-hal yang mutlak. dari khasanah kehidupannya. Menurut Notonagoro hakikat dasar ontologis Pancasila adalah manusia. berkesatuan Indonesia. yaitu terdiri atas susunan kodrat. Dengan demikian. karena manusia merupakan subjek hukum pokok dari sila-sila Pancasila. yaitu berupa sifat kodrat monodualis.xxxiii Pancasila benar-benar suatu system filsafat. serta berkeadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia pada hakikatnya adalah manusia (Kaelan. kebudayaannya. sebagai makhluk individu sekaligus juga sebagai makhluk sosial. kedudukannya sebagai makhluk pribadi yang berdiri sendiri. Selanjutnya. nama Indonesia ini ditambahkan karena objek materialnya seperti telah diutarakan di muka adalah dari bangsa Indonesia sendiri. secara hierarkis sila pertama Ketuhanan Yang Maha Esa mendasari dan menjiwai keempat silasila Pancasila (Kaelan. Di samping itu. serta kedudukan kodrat manusia sebagai makhluk pribadi dan sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa. Yaitu Sistem Filsafat Bangsa Indonesia. Selain itu. Oleh karena itu.

tujuan negara. b. Hal ini berarti bahwa dalam setiap aspek penyelenggaraan negara harus dijabarkan dan bersumberkan pada nilai-nilai Pancasila. seperti bentuk negara. Hal ini dimungkinkan karena epistemologi merupakan bidang filsafat yang membahas hakikat ilmu pengetahuan (ilmu tentang ilmu). sistem hukum negara. Kajian Epistemologi Kajian epistemologi filsafat Pancasila dimaksudkan sebagai upaya untuk mencari hakikat Pancasila sebagai suatu sistem pengetahuan. Susunan kesatuan sila-sila Pancasila adalah bersifat hierarkis dan berbentuk piramidal.xxxiv nilai Pancasila yang merupakan suatu kesatuan yang utuh yang memiliki sifat dasar yang mutlak berupa sifat kodrat manusia yang monodualis tersebut. baik dalam arti susunan sila-sila Pancasila maupun isi arti dari dari sila-sila Pancasila ifu. . sifat negara. tentang watak pengetahuan manusia. tugas/kewajiban negara dan warga negara. Menurut Titus (1984:20) terdapat tiga persoalan yang mendasar dalam epistemologi. seluruh nilai-nilai Pancasila tersebut menjadi dasar rangka dan jiwa bagi bangsa Indonesia. Sila pertama Pancasila mendasari dan menjiwai keempat sila lainnya. yaitu: a. serta c. Kemudian. Selanjutnya. serta segala aspek penyelenggaraan negara lainnya. Epistemologi Pancasila sebagai suatu objek kajian pengetahuan pada hakikatnya meliputi masalah sumber pengetahuan Pancasila dan susunan pengetahuan Pancasila. moral negara. dasar epistemologis Pancasila sangat berkaitan erat dengan konsep dasarnya tentang hakikat manusia. sebagaimana telah dipahami bersama. Oleh karena itu. bahwa nilai-nilai tersebut sebagai kausa material is Pancasila. Merujuk pada pemikiran filsafat Aristoteles. Kajian epistemologi Pancasila tidak dapat dipisahkan dengan dasar ontologisnya. yaitu: a. adalah nilai-nilai yang ada pada bangsa Indonesia itu sendiri. tentang sumber pengetahuan manusia. susunan Pancasila sebagai suatu sistem pengetahuan maka Pancasila memiliki susunan yang bersifat formal logis. C. Adapun tentang sumber pengetahuan Pancasila. tentang teori kebenaran pengetahuan manusia.

Sebagai suatu paham epistemologi.xxxv b. Itulah sebabnya Pancasila secara epistemologis harus menjadi dasar moralitas bangsa dalam membangun perkembangan sains dan teknologi dewasa ini. Sila kelima didasari dan dijiwai sila pertama. kedua. keempat. dan kelima. dan kelima. dasar-dasar rasional logis Pancasila juga menyangkut isi arti sila-sila Pancasila tersebut. maka nilai-nilai yang . c. Karena itu. Demikianlah. Kajian Aksiologi Kajian aksiologi filsafat Pancasila pada ivakikatnya membahas tentang nilai praksis atau manfaat suatu pengeiahuan tentang Pancasila. Kedudukan dan kodrat manusia pada hakikatnya adalah sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa. sesuai dengan sila pertama Pancasila. serta mendasari dan menjiwai sila keempat dan kelima. epistemologi Pancasila mengakui kebenaran konsensus terutama dalam kaitannya dengan hakikat sifat kodrat manusia sebagai makhluk individu dan makhluk sosial. Selain itu. serta mendasari dan menjiwai sila kelima. serta e. Sila keempat didasari dan dijiwai sila pertama. dan kehendak manusia untuk mendapatkan kebenaran yang tertinggi. baik yang menyangkut kualitas maupun kuantitasnya. Karena sila-sila Pancasila sebagai suatu sistem filsafat memiliki satu kesatuan dasar aksiologis. susunan Pancasila memiliki sistem logis. dan keempat. dan ketiga. dalam sila ketiga. Pancasila memandang bahwa ilmu pengetahuan pada hakikatnya tidak bebas nilai karena harus diletakkan pada kerangka moralitas kodrat manusia serta moralitas religius dalam upaya untuk mendapatkan suatu tingkatan pengetahuan dalam hidup manusia. ketiga. Hal ini sebagai tingkat kebcnaran yang tertinggi: Selanjutnya. kebenaran dan pengetahuan manusia merupakan suatu sintesis yang harmonis di antara potensi-potensi kejiwaan manusia. yaitu akal. Dasar-dasar rasional logis Pancasila juga menyangkut kualitas ataupun kuantitasnya. kedua. Selain itu. Sila kedua didasari sila pertama serta mendasari dan menjiwai sila ketiga. d. Sila Ketuhanan Yang Maha Esa member! landasan kebcnaran pengetahuan manusia yang bersumber pada intuisi. D. keempat. epistemologi Pancasila juga mengakui kcbenaran wahyu yang bersifat mutlak. rasa. Sila ketiga didasari dan dijiwai sila pertama dan kedua.

Hal ini bersifat subjektit. manusia memiliki orientasi nilai yang berbeda bergantung pada pandangan hidup dan filsafat hidup masing-masing. Namun. Selanjutnya. tetapi ada pula yang sebaliknya. yaitu manusia. aksiologi Pancasila mengandung arti bahwa kita membahas tentang filsafat nilai Pancasila. nilai itu pada hakikatnya adalah sifat atau kualitas yang melekat pada suatu objek. yaitu bahwa sesuatu itu bernilai karena berkaitan dengan sabjek pemberi nilai. Nilai material relatif lebih mudah diukur menggunakan pancaindra ataupun alat pengukur. Indah dan baik adalah sifat atau kualitas yang melekat pada bunga dan perbuatan. Sifat dari suatu benda yang menyebabkan menarik minat seseorang atau kelompok. nilai itu sebenarnya adalah suatu kenyataan yang tersembunyi di balik kenyataan-kenyataan lainnya. tetapi juga terdapat pandangan bahwa pada hakikatnya nilai sesuatu itu melekat pada dirinya sendiri. Ada yang mendasarkan pada orientasi nilai material. Sesuatu itu mengandung nilai. Dengan demikian. yaitu berorientasi pada nilai yang nonmaterial. Adanya nilai itu karena adanya kenyataan-kenyataan lain sebagai pembawa nilai. Akan tetapi. Di dalam Dictionary of Sociology' an Related Sciences dikemukakan bahwa nilai adalah suatu kemampuan yang dipercayai yang ada pada suatu benda untuk memuaskan manusia. ada yang bersifat material dan nonmaterial. Terdapat berbagai macam teori tentang nilai dan hal ini sangat bcrgantung pada titik tolak dan sudut pandang setiap teori dalam menentukan pengertian nilai. Dalam hubungan ini. misalnya bunga itu indah. Hal ini merupakan pandangan dari paham objektivisme. Notonagoro memerinci tentang nilai.xxxvi terkandung dalamnya pada hakikatnya juga merupakan suatu kesatuan. pcrbuatan itu baik. dari berbagai macam pandangan tentang nilai dapat dikelompokkan pada dua macam sudut pandang. artinya ada sifat atau kualitas yang melekat padanya. Jadi. nilai yang bersifat rohaniah . Kalangan materialis memandang bahwa hakikat nilai yang tertinggi adalah nilai material. sedangkan kalangan hedonis berpandangan bahwa nilai yang tertinggi adalah nilai kenikmatan. Istilah nilai dalam kajian filsafat dipakai untuk merujuk pada ungkapan abstrak yang dapat juga diartikan sebagai "keberhargaan " (worth) atau "kebaikan " (goodnes). dan kata kerja yang artinya sesuatu tindakan kejiwaan tertentu dalam menilai atau melakukan penilaian (Frankena: 229).

. 2005). nilai kebenaran. sila pertama. Kalau pengakuan. nilainilai Pancasila yang tergolong nilai kerohanian itu juga mengandung nilai-nilai lain secara lengkap dan harmonis. yang berkerakyatan. nilai keindahan atau estetis. seperti nilai material. ataupun nilai kesucian yang secara keseluruhan bersifat sistemik-hierarkis. yang berpersatuan. tetapi nilai-nilai kerohanian yang mengakui nilai material dan nilai vital. penerimaan. serta perbuatan manusia dan bangsa Indonesia. yang berkemanusiaan. Sehubungan dengan ini. tingkah laku. maka bangsa Indonesia dalam hal ini sekaligus adalah pengembannya dalam sikap. Sebagai pendukung nilai. Dengan demikian. nilai-nilai Pancasila itu termasuk nilai kerohanian. Menurut Notonagoro. Secara aksiologis. atau penghargaan itu telah menggejala dalam sikap. dan penerimaan Pancasila sebagai sesuatu yang bernilai itu akan tampak menggejala dalam sikap. mengakui. serta menerima Pancasila sebagai sesuatu yang bernilai. nilai vital. bangsa Indonesialah yang menghargai. yaitu ketuhanan Yang Maha Esa menjadi basis dari semua sila-sila Pancasila (Darmodihardjo: 1978). Pengakuan. nilai kebaikan atau nilai moral. penghargaan. tingkah laku. Bangsa Indonesia yang berketuhanan. dan yang berkeadilan sosial. serta karsa dan keyakinan manusia (Kaelan. bangsa Indonesia merupakan pendukung nilai-nilai Pancasila (subcriber of values Pancasila). dan perbuatan bangsa Indonesia. tetapi dapat juga dilakukan dengan hati nurani manusia sebagai alat ukur yang dibantu oleh cipta. dan perbuatan manusia Indonesia.xxxvii sulit diukur. tingkah laku. rasa.

Untuk mewujudkan suatu negara sebagai suatu organisasi hidup. kemasyarakatan. manusia harus membentuk suatu ikatan sebagai suatu bangsa (hakikat sila ketiga). yaitu sebagai bagian persekutuan hidup yang mendudukkan kodrat manusia sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa (hakikat sila pertama). . negara harus bersifat demokratis. dan keadilan. . kemanusiaan.xxxviii PENUTUP Pancasila sebagai dasar filsafat negara serta sebagai filsafat hidup bangsa Indonesia pada hakikatnya merupakan suatu nilai-nilai yang bersifat sistematis. dan kenegaraan harus berdasarkan pada nilai-nilai ketuhanan. tetapi memiliki esensi serta makna yang utuh. Untuk itu. sila-sila Pancasila merupakan suatu nilai-nilai yang bersifat bulat dan utuh. persatuan. hidup kenegaraan itu haruslah didasarkan pada nilai bahwa rakyat merupakan asal mula kekuasaan negara. hierarkis. Pancasila sebagai filsafat bangsa dan negara Republik Indonesia mengandung makna bahwa setiap aspek kehidupan kebangsaan. Konsekuensinya. sila-sila Pancasila merupakan suatu sistem filsafat. Maka itu. fundamental. Dalam pengertian inilah. Konsekuensinya kelima sila tidak terpisah-pisah dan memiliki makna sendirisendiri. Pemikiran filsafat kenegaraan bertolak dari pandangan bahwa negara adalah merupakan suatu persekutuan hidup manusia atau organisasi kemasyarakatan. Terwujudnya persatuan dan kesatuan akan melahirkan rakyat sebagai suatu bangsa yang hidup dalam suatu wilayah negara tertentu. pada hakikatnya bertujuan mewujudkan harkat dan martabat manusia sebagai makhluk yang berbudaya atau makhluk yang beradab (hakikat sila kedua). Adapun negara yang didirikan oleh manusia itu berdasarkan pada kodrat bahwa manusia sebagai warga negara. hak serta kekuasaan rakyat harus dijamin. dan menyeluruh. dan sistematis. yang merupakan masyarakat hukum (legal society). Negara yang merupakan persekutuan hidup manusia sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa. kerakyatan.

and Richard T. Etika Politik: Prinsip-Prinsip Moral Dasar Modern. Suseno. Jelaskan Pengertian Filsafat Pancasila! 2. Untuk mewujudkan tujuan negara sebagai tujuan bersama. PT Gramedia: Jakarta. Living Issues Philosophy. Sejarah Pemikiran tantang Pancasila. No. 1996. untuk mewujudkan tujuan. Smith. CSIS: Jakarta. 1989. Filsafat Pancasila. Fukuyama. Dengan demikian. Pokok-Pokok Filsafat Hukum. 1971. Pengertian Dasar bagi Departemen Pertahanan dan Keamanan: Jakarta. Titus Harold.2003 . dalam hidup kenegaraan harus diwujudkan jaminan perlindungan bagi seluruh warga. Nolan. Implementasi Pancasila untuk ABR1. Soeryanto. Penerbit bulan Bintang: Jakarta. A. 1984. Darji. Jelaskan Prinsip-prinsip filsafat pancasila! 3. diterjemahkan oleh Rasyidi. F.xxxix baik sebagai individu maupun secara bersama (hakikat sila keempat).Makassar. Jelaskas kajian ontologis. Gramedia Pustaka Utama: Jakarta. Makalah pada Kursus Calon Dosen Pendidikan Kewarganegaraan: Jakarta. 1987. Magnis. Poespowardoyo. seluruh warga negara harus dijamin berdasarkan suatu prinsip keadilan yang timbul dalam kehidupan bersama (hakikat sila kelima).M. 1985. Gramedia: Jakarta. Tim Dosen Pancasila Unhas.Pendidikan Pancasila Perguruan Tinggi. Polity Press: Cambridge. Notonagoro.W. Pranarka. Marilyn S.. efistimologis dan aksiologis dari pancasila! 4. Kaelan. Filsafat Pancasila sebagai Filasfat Bangsa Negara Indonesia. Universitas Hasanuddin. SOAL LATIHAN Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini : 1. 2005. dalam National Interest. 16 (1989). 1989. Franz. Jelaskan pancasila sebagai kristalisasi nilai-nilai budaya bangsa Indonesia! DAFTAR BACAAN Darmodiharjo. The End of History. Dikutip dari Modernity and Its Future.

Makassar. Apa yang dipaparkan Noor MS Bakry mengindikasikan. Latar Belakang Pancasila merupakan hasil perenenungan atau pemikiran seseorang atau kelompok orang. Tantangan sekarang ini. Dalam beberapa pasal.STIMIK DIPANEGARA . sosial budaya. Pancasila bukan berasal dari dari ide – ide bangsa lain. nilai kebudayaan. Menurut Noor MS. nilai kepustakaan.2008 Unhas.xl Tim Dosen Pancasila Unhas. nilai religius yang terdapat pada pandangan hidup bangsa indonesia sendiri sebelum membentuk negara.Makassar. pancasila dihadapkan pada kekuatan kapitalisme global yang telah dijadikan "ideologi" . nilai tradisi. yang juga diangkat dari nilai adat istiadat. maupun religi. Kumpulan nilai – nilai dari kehidupan lingkungan sendiri dan yang diyakini kebenarannya kemudian digunakan untuk mengatur masyarakat. Universitas BAB III PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI NASIONAL PENDAHULUAN A. baik dalam bidang politik. ia menjadi kesatuan prinsip pengarahan yang berkembang dialektik serta terbuka penafsiran baru untuk melihat perspektif masa depan dan aktual antisipatif dalam menghadapi perkembangan dengan memberikan arah dan tujuan yang ingin dicapai dalam melangsungkan hidup dan kehidupan nasional. Pancasila sebagai ideologi bersifat dinamik. Dalam arti. Pengejawantahannya tercermin dalam kehidupan praksis. khususnya menyangkut nilai-nilai kemanusiaan dan keadilan. melainkan berasal dari nilai – nilai yang dimiliki bangsa Indonesia sendiri. Bakry [1994].2004 Tim Dosen Kewarganegaraan Hasanuddin.Pendidikan Pancasila Bunga Rampai . Pendidikan Kewarganegaraan. inilah yang dinamakan ideologi. Pancasila telah tampil di garda depan. ekonomi. Pancasila akan selalu mempunyai hal baru yang progresif dalam menghadapi tantangan kehidupan yang makin maju dan kompleks.

terasa pamor Pancasila sedang menurun. Sebuah negara bangsa membutuhkan Weltanschauung atau landasan filosofis. serta jika tidak berkeadilan juga bukan manusia. dan resurgence of ideologies (kebangkitan kembali suatu ideologi). Jika tidak demikian bukanlah manusia. sekarang saatnya kita menghidupkan dan memperlihatkan Pancasila sebagai sosok yang sakti. yang merupakan sifat hakikat manusia. Dalam Pancasila ada kepribadian kemanusiaan yang sangat penting. misi. Ruang Lingkup Bahan pembelajaran ini akan membahas : . Kepribadian kemanusiaan merupakan sifat-sifat hakikat kemanusiaan abstrak umum universal yang dapat membedakan manusia dengan makhluk lain. persatuan. Tampaknya. negara bergerak seperti layangan putus. Masyarakat Indonesia sedikit banyak terpengaruh dengan kaum kapitalisme global ini. lima unsur tersebut mutlak ada dalam diri manusia. decline (kemunduran). Saatnya kita menggali nilai-nilai kemanusiaan dan keadilan yang terkandung didalamnya. jika tidak berkemanusiaan juga bukan manusia. sehingga disebut kepribadian kemanusiaan. Atas dasar Weltanschauung itu. dan tujuan negara. jika tidak berpersatuan juga tidak manusia. Menghadapi konsepsi tatanan pemikiran yang berkembang. sejak awal reformasi hingga saat ini sedang terjadi declining (kemunduran) pamor ideologi Pancasila seiring meningkatnya liberalisasi dan demokratisasi dunia. yaitu ketuhanan. ideologi itu tidak pernah mati. B. Dunia juga tampak belum yakin pada kelangsungan dan kemajuan sebuah negara bangsa bernama Indonesia. tanpa pedoman. kemanusiaan. Mustafa Rejai dalam buku Political Ideologies menyatakan. kerakyatan. Agar Pancasila sebagai ideologi bangsa tetap mempunyai semangat untuk diperjuangkan. Pancasila juga dapat dipandang sebagai ideologi negara kebangsaan Indonesia. Dengan demikian. disusunlah visi.xli masyarakat dunia. Tanpa itu. Akhir-akhir ini. dan jika tidak berkerakyatan dan berkeluargaan juga bukan ma-nusia. keadilan. kita perlu menerima kenyataan belum diterimanya Pancasila oleh semua pihak. yang terjadi adalah emergence (kemunculan).

Memahami peranan idiologi bangsa bagi bangsa dan negara serta Memahami pancasila sebagai ideologi bangsa dan negara indonesia yang memiliki ciri terbuka. Sasaran Pembelajaran Modul Mahasiswa diharapkan dapat mengerti. 6. 4. dan menghayati Pancasila sebagai Idiologi bangsa dan negara. 2. komunisme. Menjelaskan pengertian macam – macam idiologi yang meliputi idiologi terbuka. 5. Melalui pembelajaran ini mahasiswa diharapkan dapat : 1. ideologi komprehensif dan ideologi partikular. Perbandingan Ideologi Pancasila dengan Ideologi Lainnya e. 3. Pancasila sebagai Ideologi Terbuka d. ideologi tertutup. Menjelaskan pengertian idiologi secara umum. Reformasi Socio-Moral C. reformatif.xlii a. dan dinamis kemudian Membandikan idiologi pancasila dengan idiologi dunia lainnya seperti liberalisme. Peranan Ideologi dalam Kehidupan Bermasyarakat. komprehensif. Berbangsa dan Bernegara c. memahami. . Menjelaskan makna idiologi bagi bangsa dan negara. sekulerrisme. Pengertian Ideologi dan Dimensi-dimensinya b. dan idiologi keagamaan.

Dengan demikian dapat dipahami bahwa ideologi adalah seperangkat sistem nilai yang diyakini kebenarannya oleh suatu bangsa dan digunakan sebagai dasar untuk menata masyarakat dalam negara. Jorge Larrain. cara fikir. pandangan ataupun paham. dan cara tindak seseorang atau bangsa dalam menyelesaikan masalah-masalah yang dihadapinya. Pengertian Ideologi dan Dimensi-Dimensinya A. Sedangkan logos berarti ilmu. gagasan. A. ajaran. gagasan-gagasan. Jadi. dalam tulisannya tentang The Consept of Ideology (2002) menjelaskan bahwa “ideology as a set of beliefs” yaitu setiap individu atau kelompok masyarakat memiliki suatu sistem kepercayaan mengenal sesuatu yang dipandang bernilai dan menjadi kekuatan motivasi bagi perilaku individu atau kelompok masyarakat. cita-cita ataupun konsep.2 Dimensi-Dimensi Ideologi Dimensi Realitas . atau cita-cita tertentu. atau paham.xliii URAIAN BAHAN PEMBELAJARAN A. Ideologi mengandung nilai-nilai dasar yang hidup dalam masyarakatnya dan terkristalisasi dalam falsafah negara. istilah ideologi berasal dari bahasa Yunani yaitu dari kata “eidos” dan “logos”. ideologi adalah ilmu atau ajaran tentang idea-idea. Nilai-nilai yang dipandang itu sebagai cita-cita yang menjadi landasan bagi cara pandang.1 Pengertian Ideologi Secara etimologi. Selanjutnya ideologi menurut makna yang dikandungnya berarti suatu ilmu atau ajaran yang mengandung ide atau cita-cita yang bersifat tetap dan sekaligus merupakan dasar. Eidos berarti idea.

asas atau fundasi di atas mana semua kegiatan kehidupan masyarakat. Dimensi Idealitas Disini ideologi mengandung cita-cita dalam berbagai bidang kehidupan yang ingin dicapai oleh masyarakat penganutnya. normanorma dan cita-cita yang ingin diwujudkan oleh masyarakat penganutnya. dan Bernegara Sebagaimana diuraikan di muka. B.xliv Pada dimensi ini. a. dan tujuan yang ingin dicapai dalam kehidupan bermasyarakat. Berbangsa. sesuai tuntunan perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. dan dasar tersebut umumnya berasal dari nilai-nilai yang berkembang dan hidup dalam masyarakat itu sendiri . ideologi mengandung nilai-nilai dasar. berupa norma-norma atau aturan-aturasn yang harus dipatuhi yang sifatnya positif. Dimensi Normalitas Artinya ideologi mengandung nilai-nilai yang bersifat mengikat masyarakatnya. arah. karena nila-nilai dasar itu telah menjadi milik bersama. ideologi merupakan pencerminan realitas yang hidup dalam masyarakat. Sebagai Dasar Artinya merupakan pangkal tolak. Dimensi Fleksibilitas Disini ideologi seyogyanya dapat mengikuti spirit perkembangan zaman. Peranan Ideologi Dalam Kejhidupan Bermasyarakat . bangsa. Nilai-nilai dasar yang terkandung di dalamnya bersumber dari nilai-nilai yang hidup dalam masyarakat penganutnya. Karena itu. dan Negara dibangun. ideologi memiliki peranan sebagai dasar. Dimensi ini terutama terdapat pada ideologi yang bersifat terbuka dan demokratis. dan bernegara. berbangsa. sehingga mereka tidak asing dan merasa dipaksakan untuk melaksanakannya. Cita-cita yang dimaksud hendaknya berisi harapan-harapan yang mungkin direalisasikan.

Disini Pancasila menjelmakan diri sebagai pengarah. pengendali di dalam setiap gerak tata kehidupan berbangsa dan bernegara. Pancasila sejak awal pembahasannya (sidang BPUPKI tanggal 29 Mei sampai dengan 1 Juni 1945 dan sidang gabungan tanggal 22 Juni 1945) memang direncanakan untuk dijadikan Dasar Negara. Tanggal 18 Agustus 1945 sidang PPKI menetapkan secara resmi Pancasila sebagai dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia. Sebagai Pengarah Artinya sebagai pengatur dan pengendali kehidupan masyarakat. yang berlawanan dengan ideologi tertutup atau tidak demokratis (otoriter/totaliter). Pancasila Sebagai Ideologi Terbuka Suatu ideologi disebut terbuka bila ideologi tersebut dapat menerima dan bahkan mengembangkan pemikiran-pemikiran baru sejauh tidak bertentangan dengan nilai-nilai dasarnya. Pancasila sebagai ideologi nasional akan memberikan motivasi dan semangat untuk melaksanakan pembangunan bangsa secara adil dan seimbang untuk mencapai tujuan yang tercantum dalam Pembukaan UUD 1945 (dimensi idealitas). b. Ideologi seperti ini disebut ideologi yang demokratis. Sebagai Tujuan Artinya semua aktivitas dalam kehidupan bermasyarakat. dan bernegara pada akhirnya mengarah pada suatu tujuan atau cita-cita yang terkandung dalam ideologi yang dipakai. berbangsa. c. tanpa harus khawatir kehilangan jati dirinya.xlv (dimensi realitas). Peran sebagai pengarah ditunjukkannya pada kedudukan Pancasila sebagai “sumber dari segala sumber hukum” segala peraturan hukum dan perundang-undangan yang ada di Negara Kesatuan Republik Indonesia. bangsa dan Negara berupa norma-norma atau aturan-aturan yang harus dipatuhi agar arah untuk mencapai cita-cita atau tujuan tidak menyimpang (dimensi normalitas). C. . Ideologi yang dapat menerima pemikiran-pemikiran baru tentang nilai dasar yang terkandung pada dirinya.

bukan atas kekuasaan belaka. maka manusia tidak dapat hidup sendirian. Pancasila sebagai ideologi terbuka. Hal ini telah ditunjukkan oleh asas sila keempat yaitu : “Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan / perwakilan”. dan bernegara. perwujudan Pancasila sebagai ideologi terbuka adalah dalam tata kehidupan Negara kita yang dinyatakan.xlvi Pancasila sebagai ideologi jelas mempunyai nilai demokratis. walaupun dapat saja penganutnya menyatakan ideologinya demokratis. . mengandung arti bahwa nilai dasar yang terkandung dalam Pancasila bersifat tetap atau abadi. bahwa Negara kita berdasar atas hukum. yaitu mampu menerima pemikiran-pemikiran baru dalam rangka pengembangan atau penyempurnaan perwujudan nilai-nilai dasar yang terkandung di dalamnya. Lebih dari itu justru memperkaya bentuk perwujudan yang beraneka ragam dalam tata kehidupan bermasyarakat. Suaitu ideologi yang dalam kenyataannya tidak mampu lagi menerima pemikiranpemikiran baru atau metode baru yang berbeda. yang demikian disebut ideologi tertutup atau ideologi otoriter/totaliter.Ideologi Pancasila : Ideologi Pancasila : memandang manusia sebagai makhluk individu dan makhluk sosial. Dengan demikian. Sebagai ideologi terbuka. ia selalu membutuhkan yang lain. Suatu ideologi yang demokratis adalah ideologi terbuka. Pancasila sebagai ideologi terbuka tidak sekedar dapat menerima. Perbandingan Ideologi Pancasila Dengan Ideologi Lainnya a. Monodualisme ini adalah kodrati. bahkan mendorong untuk dapat menciptakan pemikiran-pemikiran baru tersebut dalam rangka lebih menyegarkan dan memperkuat relevansinya dengan perkembangan spirit zaman. namun dalam penjabarannya dapat dikembangkan secara kreatif dan dinamis sesuai dengan kebutuhan dinamika perkembangan masyarakat Indonesia sendiri. Inilah yang dimaksudkan dengan nilai instrumental yang dapat dikembangkan sesuai dengan perkembangan spirit zaman. berbangsa. dengan tidak harus mengorbankan nilai-nilai dasarnya yang bersifat tetap. dalam batas-batas tertentu Pancasila dapat menerima dan menampung pengaruh-pengaruh dari nilai-nilai yang berasal dari luar sepanjang tidak bertentangan dengan nilai-nilai dasar yang ada. D.

yakni manusia dalam hidup saling tergantung antar manusia. mengajarkan dan menerapkan sekaligus mengehendaki persatuan. Ideologi Pancasila. spiritual. dan landasan etik dalam Ketahanan Nasional. cinta tanah air dan rela berkorban demi kepentingan bangsa dan Negara. Sila Kemanusioann Yang Adil dan Beradab. memberikan kesempatan yang seluas-luasnya kepada semua pemeluk agama dan penganut kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa untuk berkembang di Indonesia. musyawarah untuk mufakat dan menjunjung tinggi harkat dan martabat serta nilai kebenaran dan keadilan. Sila kerakyatan Yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan / Perwakilan. baik setiap silanya maupun paduan dari kelima sila-silanya. mengandung nilai kedaulatan berada di tangan rakyat (demokrasi) yang dijelmakan oleh persatuan nasional yang riil dan wajar. nilai yang terkandung di . Nilai ini mengutamakan kepentingan Negara / bangsa dengan tetap menghargai kepentingan pribadi dan golongan. sama kewajiban dan hak. tersimpul nilai satu derajat. saling menerina dan memberi antar manusia dalam memasyarakat dan menegara. keberanian membela kebenaran dan keadilan. Sila Ketuhanan Yang Maha Esa. mengandung nilai-nilai kebangsaan. hormat menghormati. Saling tergantung dan saling memberi merupakan pasangan pokok dan ciri khas persatuan serta menjadi inti isi dari nilai kekeluargaan. 1 Juni 1945). maka atheisme tidak berhak hidup di bumi Indonesia dalam kerukunan dan kedamaian hidup beragama. Nilai ini berfungsi sebagai kekuatan mental. Pancasila merupakan tatanan nilai yang digali atau dikristalisasikan dari nilai-nilai dasar budaya bangsa Indonesia yang sudah sejak ratusan tahun lalu tumbuh dan berkembang dalam kehidupan masyarakat di Indonesia (Bung Karno. Kelima sila dalam Pancasila merupakan kesatuan yang bulat dan utuh. mengandung nilai spiritual. sehingga pemahaman dan pengamalannya harus mencakup semua dalamnya. toleransi dan nilai gotong royong. saling mencintai. Sila Persatuan Indonesia.xlvii Menurut konsep Pancasila.

yang menjamin kemakmnuran masyarakat secara menyeluruh dan adil. namun ada keteraturan. Faham liberalisme mempunyai nilai-nilai dasar (intrinsik). Ideologi Liberal : Ideologi liberal memandang bahwa sejak manusia dilahirkan bebas dan dibekali penciptanya sejumlah hak azasi. mengandung nilai sikap adil. hak kebebasan. Aliran pikiran ini mengajarkan bahwa Negara adalah masyarakat hukum (legal society) yang disusun atas kontrak semua orang (individu) dalam masyarakat itu (kontrak sosial). dengan menempuh proses dialetik. Menurutnya kepentingan harkat dan martabat manusia (individu) dijunjung tinggi. ialah kontradiksi terhadap lingkungan selalu . hak kesamaan. John Locke. yaitu bahwa tidak terdapat sifat permanen pada diri manusia. c. yaitu hak hidup. terkecuali atas pesetujuan yang bersangkutan. Hak dan kebebasan orang seorang hanya dibatasi oleh hak yang sama dimiliki orang lain bukan oleh kepentingan masyarakat seluruhnya. Ideologi Komunis : Ideologi Komunistik mendasarkan diri pada premise bahwa semua materi berkembang mengikuti hukum kontradiksi. maka nilai kebebasan itulah yang utama. Faham liberalisme selalu mengkaitkan aliran pikirannya dengan hak azasi manusia menyebabkan paham tersebut meiliki daya tarik yang kuat di kalangan masyarakat tertentu. b. Herbert Spencer dan Harold J.xlviii Sila Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia. hak kebahagiaan. yaitu kebebasan dan kepentingan pribadi yang menuntut kebebasan individual secara mutlak yaitu kebebasan mengejar kebahagiaan hidup di tengah-tengah kekayaan material yang melimpah dan dicapai dengan bebas. Metode berfikir ideologi ini ialah liberalistik yang berwatak individualistik. Ciri konsep dialetik tentang manusia. Aliran pikiran perseorangan atau individualistik diajarkan oleh Thomas Hoobbes. Liberalisme bertitik tolak dari hak azasi yang melekat pada manusi sejak ia lahir dan tidak dapat diganggu gugat oleh siapapun termasuk penguasa. menghormati hak orang dan sikap gotong royong. Laski. sehingga masyarakat merupakan jumlah para anggotanya saja tanpa ikatan nilai tersendiri. Jean Jaques Rousseau.

dikaitkan dengan laku/prilaku maka usaha untuk mencapai tujuan tersebut harus melalui tanggap nilai c. Kelas ekonomi kuat menindas ekonomi lemah. Pikiran Karl Marx tentang sosial. E. dengan pikiran Leni terutama dalam pengorganisasian dan operasionalisasinya menjadi landasaan paham komunis. sadar laku (usaha) dan sadar landasan. ekonomi. Agar tidak terombang-ambing maka sadar kehendak ini perlu sadar tujuan. dikaitkan dengan tujuan merupakan suatu keinginan untuk melaksanakan citra menjadi kenyataan (konkritisasi) b. Sehubungan dengan itu.xlix menghasilkan perkembangan dialetik dari manusia. dikaitkan dengan landasan. Aliran pikiran golongan (dass theory) beranggapan bahwa Negara ialah susunan golongan (kelas) untuk menindas golongan (kelas) lain. dan Lenin bermula merupakan kritik Karl Marx atas kehidupan sosial ekonomi masyarakat pada awal revolusi industri. Engels. golongan borjuis menindas golongan proletar (kaum buruh). Secara operasional sadar berarti : a. Oleh karena itu. Aliran pikiran golongan (dass theory) yang diajarkan oleh Karl Marx. Aliran pikiran ini erat hubungannya dengan aliran material-dialektis atau materialistik. konsisten terhadap esprit dan ethos yang dijabarkan dalam filsafat pancasila . (Lihat buku Pendidikan Pancasila oleh Tim Dosen Pancasila Unhas). Marx menganjurkan agar kaum buruh mengadakan revolusi politik untuk merebut kekuasaan Negara dari kaum golongan karya kapitalis dan borjuis agar kaum buruh dapat ganti berkuasa dan mengatur Negara. maka sejarahpun berkembang secara dialetik pula. Bagi ideologi pancasila diperlukan adanya sadar kehendak (dalam arti tidak akan terombang-ambing). Sebagai suatu ideologi maka terkandung suatu kehendak untuk berbuat sesuatu. metoda befikirnya materialisme dialetik dan jika diterapkan pada sejarah dan kehidupan sosial disebut materialisme-historik. Reformasi Socio-Moral Ideologi yang bersumber pada filsafat pancasila maka reformasi kita bersifat sociomoral. Aliran pikiran ini sangat menonjolkan adanya kelas/revolusi dan perebutan kekuasaan Negara.

PENUTUP Pancasila perlu disosialisasikan agar dipahami oleh dunia sebagai landasan filosofis bangsa Indonesia dalam mempertahankan eksistensi dan mengembangkan dirinya menjadi bangsa yang sejahtera dan modern. dan persatuan yang mantap dari seluruh rakyat Indonesia. Tugas kaum terpelajarlah untuk mengartikulasikan keinginan rakyat untuk maju dengan mewarnai Pancasila yang memiliki rumusan tajam di segala bidang untuk menjawab tantangan yang sedang dihadapi bangsa dan negara kita. para pemimpin.l Reformasi socio-moral yg berdasarkan ideologi pancasila berarti akan menciptakan : a. sosialisme dengan kapitalisme. Tentu bentuk perjuangan ideologi pada waktu ini berbeda dengan zaman berbenturannya nasionalisme dengan imperialisme. para . Keberhasilan Pancasila sebagai suatu ideologi akan diukur dari terwujudnya kemajuan yang pesat. Saat itulah Pancasila berpotensi untuk diterima oleh bangsa-bangsa lain di dunia. sistem kelembagaan b. sejahtera. dan antara demokrasi dengan totaliterianisme. dan bersatu sajalah Indonesia dapat menjadi salah satu rujukan dunia. Hanya dengan mencapai kondisi bangsa yang maju. walaupun nilai-nilai dasar yang terkandung di dalamnya tidak berubah. kesejahteraan yang tinggi. menjadi mission sacre kita sebagai suatu bangsa. Sebagai hasil dari reformasi socio moral tercipta suatu peradabandalam masyarakat berdasarkan pancasila. sistem norma yang ideal (esprit dan ethos) Ini berarti suatu ideologi apapun namanya termasuk ideologi pancasila. Konsepsi dan praktik kehidupan yang Pancasilais terutama harus diwujudkan dalam keseharian kaum elite. sistem tanggap nilai c. “terbuka” terhadap suatu perubahan yang datangnya dari luar. kondisi itu adalah hal yang mungkin terjadi yang perlu diwujudkan. Sebagai ideologi nasional. ia harus diperjuangkan untuk diterima kebenarannya melewati batas-batas negara bangsa kita sendiri. Saya berpendapat.

Jelaskan pengertian reformasi sosio-moral! DAFTAR BACAAN Alfian. Jelaskan peranan Ideologi dalam Kehidupan Bermasyarakat. Jelaskan pengertian ideology dan dimensi-dimensinya! 2. Pemikiran Dan Perubahan Politik Indonesia.Makassar.Makassar.Jakarta BP-7 Pusat Jakarta. E. Pendidikan Kewarganegaraan. para pengusaha. 1978.Pendidikan Pancasila Perguruan Tinggi. Isme-isme Dewasa ini.William. 1991. Jakarta. Universitas Hasanuddin.E. berbangsa dan bernegara Tim Dosen Pancasila Unhas.2004 Tim Dosen Kewarganegaraan Hasanuddin. Jelaskan perbandingan pancasila dengan ideology lainnya didunia! 4. SOAL LATIHAN Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini : 1. Fogel. Penerbit Erlangga. 1978. Pancasila sebagai ideology dalam berbagai bidang Kehidupan bermasyarakat.STIMIK DIPANEGARA .2008 Unhas.2003 Tim Dosen Pancasila Unhas.li penguasa.Makassar.Pendidikan Pancasila Bunga Rampai . Gramedia. Berbangsa dan Bernegara! 3. Universitas .man. dan kaum terpelajar Indonesia untuk menjadi pelajaran masyarakat luas.

lii

BAB IV IDENTITAS NASIONAL
PENDAHULUAN A. Latar belakang Situasi dan kondisi masyarakat dewasa ini menjadikan kita prihatin dan merasa ikut bertanggung jawab atas tercabik-cabiknya Indonesia serta kerusakan social yang menimpah masyarakatnya.Bangsa Indonesia yang dahulu dikenal sebagai “het zachste volk ter aarde” dalam pergaulan antarbangsa, kini sedang mengalami bukan saja krisis identitas, melainkan juga krisis dalam berbagai dimensi kehidupan yang melahirkan instabilitas yang berkepanjangan semenjak reformasi digulirkan tahun 1998 (Koento W:2005) Identitas Nasional saat ini bukan lagi menjadi suatu kebanggaan bagi bangsa Indonesia. Saat ini Indonesia tidak hanya mengalami krisis multidimensi, namun juga mengalami krisis dalam berbagai aspek kehidupan yang melahirkan suatu instabilitas yang berkepanjangan semenjak reformasi digulirkan. Akibat dari semakin biasnya nilai-nilai yang terkandung dalam Identitas Nasional yang tertanam pada diri setiap warga negara Indonesia telah menjadikan situasi dan kondisi masyarakat semakin memprihatinkan dalam berbagai bidang kehidupan, seperti ekonomi, politik, budaya, social dan sebagainya.

liii Masyarakat Indonesia yang dahulu dikenal sebagai suatu bangsa yang memiliki budi yang luhur, sopan santun yang tinggi, kerukunan, idealisme, toleransi, solidaritas social dan gotong royong, telah hilang akibat semakin derasnya arus modernisasi dan globalisasi yang menerjang bangsa Indonesia. Hal ini mengakibatkan bangsa Indonsia semakin berada dalam keterpurukan. Krisis moneter disusul krisis ekonomi dan politik yang akar-akarnya tertanam pada krisis moral dan menjalar pada krisis budaya, menjadikan masyarakat kita kehilangan orientasi nilai. Masyarakat Indonesia yang dikenal ramah, hancur porak-poranda ,kemudian menjadi kasar, serta gersang dalam kemiskinan budaya dan kekeringan spiritual. “social terrorism” muncul dan berkembang di sana-sini dalam fenomena pergolakan fisik, pembakaran, dan penjarahan yang disertai pembunuhan sebagaimana terjadi di Poso, Ambon, dan bom bunuh diri di berbagai tempat yang disiarkan secara luas, baik oleh media massa di dalam maupun di luar negeri. Semenjak pergolakan antaretnis di Kalimantan Barat, bangsa Indonesia di forum internasional dilecehkan sebagai bangsa yang telah kehilangan peradabannya. Kehalusan budi, sopan santun dalam sikap dan perbuatan, kerukunan, toleransi, serta solidaritas social, idealisme,dan sebagainya telah hilang hanyut karena derasnya arus modernisasi dan globalisasi yang penuh paradoks. Berbagai lembaga kocar-kacir semuanya dalam malfungsi dan disfungsi. Trust atau kepercayaan terhadap sesama, baik vertical maupun horizontal telah lenyap dalam kehidupan bermasyarakat. Identitas nasiional kita dilecehkan dan dipertanyakan ekistensinya. Krisis multidimensi yang sedang melanda masyarakat menyadarkan kita semua bahwa pelestarian budaya sebagai upaya untuk mengembangkan identitas nasional telah ditegaskan sebagai komitmen konstitusional, sebagaimana telah dirumuskan oleh para pendiri Negara dalam pembukaan UUD 1945 yang intinya adalah memajuan kebudayaan Indonesia. Dengan demikian, secara konstitusional pengembangan kebudayaan untuk membina dan mengembangkan Identitas Nasional telah diberi dasar dan arahnya. B. Ruang Lingkup Adapun ruang lingkup yang akan dijelaskan dari Identitas Nasional meliputi : Latar Belakang dan Pengertian Identitas Nasional, Muatan dan Unsur-unsur Identitas

liv Nasional, Keterkaitan Globalisasi dengan Identitas Nasional, Keterkaitan Integrasi Nasional dan Identitas Nasional, Paham Nasionalisme atau Paham Kebangsaan, Revitalisasi Pancasila Sebagai Pemberdayaan Identitas Nasionalisme B. Sasaran Pembelajaran Mahasiswa diharapkan mampu mengenali karasteristik identitas nasional sehingga dapat memiliki daya tangkal terhadap berbagai hal yang akan menghilangkan identitas nasional Indonesia.

Melalui pembelajaran ini mahasiswa diharapkan dapat : 1. Mengerti tentang Latar Belakang dan Pengertian Identitas Nasional; 2. Menjelaskan Muatan dan Unsur-Unsur Identitas Nasional; 3. Menjelaskan keterkaitan Globalisasi dengan Identitas Nasional; 4. Menjelaskan keterkaitan Integrasi Nasional dengan Identitas Nasional; 5. Menganalisis tentang Paham Nasionalisme atau Paham Kebangsaan sebagai paham yang mengantarkan pada konsep Identitas Nasional; serta 6. Menganalisis tentang Revitalisasi Pancasila sebagai Pemberdayaan Identitas Nasional

lv

URAIAN BAHAN PEMBELAJARAN

A. Pengertian Identitas Nasional Kata Identitas berasal dari bahasa Inggris “identity” yang memiliki pengertian harafiah ciri-ciri, tanda-tanda, atau jati diri yang melekat pada seseorang atau sesuatu yang membedakannya dengan yang lain. Dalam terminology antropologi ,Identitas adalah sifat khas yang menerangkan dan sesuai dengan kesadaran diri pribadi sendiri ,golongan sendiri,kelompok sendiri, komunitas sendiri, atau negara sendiri. Mengacu pada pengertian ini identitas tidak terbatas pada individu semata, tetapi berlaku pula pada suatu kelompok. Adapun kata nasional merupakan identitas yang melekat pada kelompok-kelompok yang lebih besar yang diikat oleh kesamaan-kesamaan, baik fisik, seperti budaya, agama dan bahasa maupun nonfisik, seperti keinginan, cita-cita, dan tujuan. Himpunan kelompokkelompok inilah yang disebut dengan istilah identitas bangsa atau identitas nasional yang akhirnya melahirkan tindakan kelompok (collective action) yang diwujudkan dalam bentuk organisasi atau pergerakan-pergerakan yang diberi atribut-atribut nasional. Kata nasional sendiri tidak bias dipisahkan dari kemunculan konsep nasionalisme.

Bila dilihat dalam konteks Indonesia maka Identitas nasional merupakan manifestasi nilai-nilai budaya yang tumbuh dan berkembang dalam berbagai aspek

lvi kehidupan dari ratusan suku yang “dihimpun” dalam satu kesatuan Indonesia menjadi kebudayaan nasional dengan acuan Pancasila dan roh “Bhineka Tunggal Ika” sebagai dasar dan arah pengembangannya. Dengan kata lain, dapat dikatakan bahwa hakikat identitas Nasional kita sebagai bangsa di dalam hidup dan kehidupan berbangsa dan bernegara adalah Pancasila yang aktualisasinya tercermin dalam penataan kehidupan dalam arti yang luas. Misalnya, dalam aturan perundang-undangan atau hukum, system pemerintahan yang diharapkan, serta dalam niai-nilai etik dan moral yang secara normative diterapkan di dalam pergaulan, baik dalam tataran nasional maupun internasional, dan sebagainya. Nilainilai budaya yang tercermin di dalam Identitas Nasional tesebut bukanlah barang jadi yang sudah selesai dalam kebekuan normative dan dogmatis, melainkan sesuatu yang “terbuka” yang cenderung terus-menerus bersemi karena hasrat menuju kemajuan yang dimiliki oleh masyarakat pendukungnya. Konsekuensi dan implikasinya adalah bahwa identitas nasional adalah sesuatu yang terbuka untuk ditafsirkan dengan diberi makna baru agar tetap relevan dan fungsional dalam kondisi aktual yang berkembang dalam masyarakat. B. Muatan dan Unsur-Unsur Identitas Nasional a. Muatan Unsur-Unsur Identitas Nasional Muatan Identitas Nasional dapat digambarkan sebagai berikut:

Pandangan Hidup Bangsa Kepribadian bangsa Filsafat Pancasila

Dasar Negara

Norma Peraturan

Rule of Law

Hak dan Kewajiban WN Demokrasi dan HAM

Norma peraturan ini mengatur mengenai hak dan kewajiban warga Negara. Hindu.Agama-agama yang tumbuh berkembang di Nusantara adalah agama Islam. b. Katolik. Unsur-unsur Identitas Nasional Identitas Nasional Indonesia merujuk pada suatu bangsa yang majemuk. kebudayaan. 2) Agama bangsa Indonesia dikenal sebagai masyarakat yang agamis. bisa dikatakan bahwa Identitas Nasional adalah merupakan Pandangan Hidup Bangsa. Dengan kata lain juga merupakan dasar Negara yang merupakan norma peraturan (Rule of Law) yang harus dijunjung tinggi oleh semua warga Negara tanpa terkecuali. demokrasi serta hak asasi manusia yang berkembang semakin dinamis di Indonesia.lvii Etika Politik Geopolitik Indonesia Deostrategi Ketahanan Dari gambaran tersebut. Kristen. Dengan demikian Identitas Nasional mempunyai kedudukan paling tinggi dalam tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara. Filsafat Pancasila dan juga sebagai ideologi Negara. dan bahasa. . Hal ini akhirnya menjadi etika Politik yang kemudian dikembangkan menjadi konsep geopolitik dan geostrategi Ketahanan Nasional di Indonesia. Kemajemukan itu merupakan gabungan dari unsur-unsur pembentuk identitas. yaitu suku bangsa. Kepribadian Bangsa.termasuk disini adalah tatanan hukum yang berlaku di Indonesia. 1) Suku bangsa adalah golongan social yang khusus bersifat askriptif (ada sejak lahir) yang sama coraknya dengan golongan umur dan jenis kelamin. agama. Di Indonesia terdapat banyak sekali suku bangsa atau kelompok etnis dengan tidak kurang 300 dialek bahasa.

budaya. Lambang Negara. lambing negara. yaitu identitas sebagai alat untuk menciptakan Indonesia yang dicita-citakan. 2) Identitas Instrumental. serta agama dan kepercayaan Identitas Nasional Indonesia yang bersifat pluralistic (ada keanekaragaman) baik menyangkut sosio-kultural maupun religiositas terbagi atas : • • Identitas fundamental/ideal. tetapi sejak pemerintahan Presiden Abdurrahman Wahid. Identitas Instrumental. yaitu Pancasila yang merupakan Falsafah Bangsa. 3) Kebudayaan adalah pengetahuan manusia sebagai makhluk social yang isinya perangkat-perangkat atau model-model pengetahuan yang secara kolektif digunakan oleh pendukung-pendukungnya untuk menafsirkan dan memahami lingkungan yang dihadapi dan digunakan sebagai rujukan atau pedoman untuk bertindak (dalam bentuk kelakuan dan benda-benda kebudayaan) sesuai dengan lingkungan yang dihadapi. Dasar Negara. Lagu Kebangsaan “Indonesia Raya”. dalam hal ini adalah pancasila yang merupakan Falsafat Bangsa. Dasar Negara. bahasa. dan Ideologi Negara. bahasa Indonesia. Bendera Kebangsaan Indonesia Merah Putih . Bahasa dipahami sebagai system perlambang yang secara arbitrer dibentuk atas unsur-unsur bunyi ucapan manusia dan yang digunakan sebagai sarana berinteraksi antar manusia. yang meliputi Negara kepulauan (archipelago) dan pluralisme dalam suku. istilah agama resmi dihapuskan. yang bersisi UUD 1945 dan Tata Perundangannya. Bendera Negara. 3) Identitas Alamiah. Agama Kong Hu Cu pada masa orde baru tidak diakui sebagai agama resmi negara.lviii Buddha. Bahasa Indonesia. Alatnya berupa UUD 1945. Dari Unsur-unsur Identitas Nasional tersebut dapat dirumuskan pembagiannya menjadi tiga bagian yaitu : 1) Identitas Fundamental. 4) Bahasa merupakan unsur pendukung identitas nasional yang lain. dan Ideologi Negara.dan Kong Hu Cu. dan lagu kebangsaan.

juga mencakup di dalamnya identitas religiulitas dan sosio-kultural yang meliputi pluralistic dalam suku. agama. Era Globalisasi tersebut mau tidak mau. Nilai-ninlai tersebut. Semua ini merupakan ancaman. dan kemegahan negara Indonesia. Lagu Kebangsaan Indonesia Raya Lagu kebangsaan Indonesia Raya menggambarkan semangat cinta tnah air dan kegagahan serta kebenaran. . Identitas alamiah. sedangkan kepalanya menghadap kanan. Indonesia merupakan negara kepulauan. Keterkaitan Globalisasi Dengan Identitas Nasional a. budaya. 3. Kaki burung mencengkeram sebuah pita yang sedikit melengkung ke atas. kepribadian. Globalisasi Adanya Era globalisasi dapat berpengaruh terhadap nilai-nilai budaya bangsa Indonesia. 2. C. suka tidak suka telah datang dan menggeser nilai-nilai yang telah ada. Pada dadanya digantungsebuah perisai yang dibagi menjadi lima ruang. Lambang Negara Republik Indonesia Lambang negara Garuda Pancasila menggambarkan kedaulatan.lix Bendera Merah Putih bukanlah semata-mata sebagai benda untuk keindahan belaka. tetapi merupakan penjelman dari cita-cita tinggi yang terkandung dalam jiwa bangsa Indonesia.tantangan. seekor burung garuda yang berdiri tegak dengan mengembangkan sayapnya ke kanan dan ke kiri. Pada pita itu tertulis “Bhineka Tunggal Ika” yang berarti walaupun berbedabeda tetap satu jua. Wujud lambing negara Indonesia adalah sebagai nerikut : 1. satu di tengah dan empat di tepi. • Identitas alamiah. dan kepercayaan. ada yang bersifat positif dan ada pula yang bersifat negative.dan sekaligus sebagai peluang bagi bangsa Indonesia untuk berkreasi dan berinovasi disegala aspek kehidupan. bahasa.

yang berarti harkat dan martabat manusia hanya diukur dari hasil atau keberhasilan sesorang dalam memperoleh kekayaan. Batas antarnegara hampir tidak ada artinya. hal ini bertentangan dengan asas gotong royong. Dengan demikian. yaitu mengutamakan kepentingan pribadi di atas kepentingan umum. batas wilayah tidak lagi menjadi penghalang. kecenderungan . Apabila proses ini tidak segera dibendung. Apabila ini terjadi. apakah dapat melunturkan tata nilai yang merupakan jati diri bangsa Indonesia? Lunturnya tata nilai tersebut biasanya ditandai oleh dua faktor yaitu : 1) semakin menonjolnya sikap individualistis. intensitas hubungan masyarakat antara satu Negara dengan Negara yang lain menjadi semakin tinggi. akan terjadi proses akulturasi. Hal ini bisa berakibat bagaiman cara memperolehnya menjadi tidak dipersoalkan lagi. Keterkaitan Globalisasi Dengan Identitas Nasional Dengan adanya globalisasi. yaitu dengan cara membangun sebuah konsep nasionalisme kebangsaan yang mengarah kepada konsep Identitas Nasional. berarti etika dan moral telah dikesampingkan. Untuk membendung arus globalisasi yang sangat deras tersebut maka harus diupayakan suatu kondisi (konsepsi) agar ketahanan nasional dapat terjaga. akan berakibat lebih serius ketika pada puncaknya masyarakat tidak bangga lagi pada bangsa dan negaranya. pergaulan antar bangsa semakin ketat. Di dalam pergaulan antarbangsa yang semakin kental itu. Adapun yang perlu dicermati dalam proses akulturasi tersebut. Jika semua ini tidak dapat dibendung.lx Di era globalisasi. Arus informasi yang semakin pesat mengakibatkan akses masyarakat tehadap nilainilai asing yang negative semakin besar. b. serta 2) semakin menonjolnya sikap materialistis. akan menggagu ketahanan disegala aspek kehidupan. saling meniru dan saling mempengaruhi diantara budaya masing-masing. bahkan akan berpengaruh pada kredibilitas sebuah ideologi. Pengaruh negative akibat proses akulturasi dapat merongrong nilai-nilai yang telah ada di dalam masyarakat.

dan Papua merupakan cermin belum terwujudnya integrasi nasional yang diharapkan. upaya membangun keadilan. seperti banyaknya keterlibatan pemerintah dalam menentukan komposisi dan mekanisme parleman. Di samping itu. Hal ini ditunjukkan dengan semakin merajalelanya peredaran narkotika dan psikotropika sehingga sangat merusak kepribadian dan moral bangsa.lxi munculnya kejahatan yang bersifat transnasional semakin sering terjadi. suku. . Dengan demikian. D. Konflik yang terjadi di Aceh. bahasa dan sebagainya. upaya integrasi nasional dengan strategi yang mantap perlu terus dilakukan agar terwujud integrasi bangsa Indonesia yang diinginkan. bahkan akan menyebabkan lunturnya nilai-nilai Identitas Nasional. Untuk mewujukan. Kalimantan Barat. pencucian uang (money laundering). Jika hal tersebut tidak dibendung akan menggagu terhadap ketahanan nasional di segala aspek kehidupan. Sebenarrnya. Kejahatankejahatan tersebut. kesatuan. Adapun keterkaitan integrasi nasional dengan Identitas Nasional adalah bahwa adanya integrasi nasional dapat menguatkan akar dari Identitas Nasional yan sedang dibangun. Keterkaitan Intergrasi Nasional Dan Identitas Nasional Masalah integrasi nasional di Indonesia sangat kompleks dan multidimensional. dan tentram. antara lain terkait dengan masalah narkotika. dan terorisme. upaya lain yang dilakukan. aman. dan persatuan bangsa merupakan bagian dari upaya membangun dan membina stabilitas politik. persatuan dan kesatuan bangsa inilah yang dapat lebih menjamin terwujudnya negara yang makmur. Masalah-masalah tersebut berpengaruh terhadap nilai-nilai budaya bangsa yang selama ini dijunjung tinggi. peredaran dokumen keimigrasian palsu. Upaya pembangunan dan pembinaan integrasi nasional ini perlu karena pada hakekatnya integrasi nasional menunjukkan kekuatan persatuan dan kesatuan bangsa yang diinginkan. diperlukan keadilan dan kebajikan yang diterapkan oleh pemerintah dengan tidak membedakan ras. Ambon. khususnya bagi generasi penerus bangsa. agama. Pada akhirnya.

karena melibatkan pertarungan ego yang sungguh rumit. Pembenahan Hukum Nasional Pembenahan hokum nasional merupakan langkah nyata penghapusan diskriminasi di dalam kehidupan berbangsa dan bernegara di RI. mantap. ketika kita telah berhasil dan mengatakan “kesamaan persepsi”. maka sebenarnya kita telah melakukan proses yang begitu “hebat”. dan actual. mereka hanya bisa mengatakan bahwa hal tersebut adalah urusan pemerintah. Dengan terhapusnya diskriminasi tersebut. dan adanya diskriminasi terhadap perempuan. masyarakat selalu membanggakan daerahnya masing-masing. social-ekonomi. Berbagai bentuk diskriminasi ini dapat dilihat dalam wujud diskriminasi agama. Asimilasi Upaya ini bertujuan untuk meminilisasi sifat-sifat kedaerahan sukuisme yang dianut sebagian besar masyarakat Indonesia. Untuk itu. Namun. Asimilasi . Kesamaan persepsi merupakan solusi yang tepat. Karena kita telah berhasil meruntuhkan bangunan ego yang telah mengakar. yaitu : Persamaan Persepsi Dalam integrasi nasional diperlukan persamaan persepsi di antara segenap masyarakat mengenai adanya keragaman dan memunculkan semangat untuk membina kehidupan bersama secara harmonis dengan prinsip mementingkan kepentingan bersama daripada individu. Upaya-upaya perwujudan integrasi nasional. Karena salah satu faktor perekat bagi integrasi nasional adalah kesetaraan antara warga negara di mata hokum dan pemerintahan. integrasi nasional harus mendapatkan perhatian seriusdan upaya perwujudan yang strategis.lxii Maka. diskriminasi merupakan musuh bersama bagi warga negara bangsa Indonesia. Penghapusan segala bentuk diskriminasi ini merupakan langkah konkret penegakan supremasi hokum. walaupun hal ini sangat sulit untuk dicapai. sifat kedaerahan yang cenderung separatis ini menjadi penyebab dari tak terwujudnya integrasi nasional di dalam diri masyarakat Indonesia. akan berdampak bagi proses mempertahankan integrasi nasional. Dalam hal ini.

yaitu : Harus peka terhadap tuntutan. Paham Nasionalisme Atau Paham Kebangsaan a. Jika integrasi nasional terwujud dengan upaya-upaya di atas. maka Identitas Nasional sebagai manifestasi nilai-nilai budaya yang dihimpun dalam satu kesatuan tentu akan semakin kukuh dan relevan. kebutuhan. seperti Indonesia salah satunya. Dalam upaya melayani masyarakat.lxiii memperbaiki anggapan masyarakat dan menciptakan kebersamaan sebagai suatu jalan untuk mewujudkan integrasi nasional dan mewujudkan Indonesia itu sendiri. Harus berani terbuka dan mengakui unsure modernisasi dari proses social politik. lahir semangat untuk mandiri dan bebas untuk menentukan masa depannya sendiri. prestasi. Ada 3 tuntutan terhadap birokrasi berkaitan dengan integrasi nasional. Dalam situasi perjuangan kamerdekaan dari kolonialisme itu. dan kepuasan kualitatif rakyat dan pola pelayanannya. Karena pada dasarnya. integrasi nasional menguatkan akar dari Identitas Nasional yang sedang dibangun. dibutuhkan suatu konsep sebagai dasar pembenaran rasional dari tuntutan terhadap penentuan nasib sendiri yang dapat mengikat keikutsertaan semua orang atas . interaksi sesame manusia berubah menjadi bentuk yang lebih kompleks dan rumit. E. yakni persatuan dan kesatuan bangsa dan negara. bukan malah menjadi tangan panjang dari pejabat pemerintah untuk dilayani oleh masyarakat. Paham Nasionalisme Kebangsaan Dalam perkembangan peradaban manusia. Penataan Birokrasi Birokrasi sebagai komponen yang menentukan dalam integrasi nasional harus kembali pada fungsi awalnya. Meningkatkan kualitas pengabdian birokrasi Birokrasi seharusnya tetap solid tetapi dinmis dalam merespon perubahan. yakni sebagai alat untuk memutuskan/mempermudah jalannya penerapan kebijakan pemerintah. Di kalangan bangsa-bangsa yang tertindas kolonialisme. Hal ini dimulai dari tumbuhnya kesadaran untuk menentukan nasib sendiri.

dapat dikatakan bahwa Paham Naasional atau Kebangsaan adalah sebuah situasi kejiwaan ketika kesetiaan seseorang secara total diabdikan langsung pada negara bangsa atas nama sebuah bangsa. selanjutnya mengkristal dalam konsep paham ideology kebangsaan yang biasa disebut dengan nasionalisme. Dasar pembenaran tersebut.Plattner bahwa para penganut nasionalisme dunia ketiga secara khas menggunakan retronika antikolonialisme dan antiimperalisme. b. Semangat nasionalisme dipakai sebagai metode perlawanan secara efektif oleh para penganutnya. Semangat nasionalisme diharapkan secara efektif dapat dipakai sebagai metode perlawanan dan alat identifikasi oleh para penganutnya untuk mengetahui siapa lawan dan kawan. Dari sinilah. Munculnya nasionalisme terbukti sangat efektif sebagai alat perjuangan bersama merebut kemerdekaan dari cengkeraman colonial.lxiv nama sebuah bangsa. Secara garis besar terdapat tiga pemikiran besar tentang nasionalisme di Indonesia yang terjadi pada masa sebelum kemerdekaan. dan gabungan keduanya yang menjadi konsep negara bangsa (nation state) sebagai komponen-komponen yang membentuk Identitas Nasional atau Kebangsaan. Dalam konteks ini. Para pengikut nasionalisme tersebut berkeyakinan bahwa persamaan cita-cita yang mereka miliki dapat diwujudkan dalam sebuah identitas politik atau . yaitu paham keislaman. Marxisme dan Nasionalisme Indonesia. Negara (state). Seiring dengan naiknya pamor Soekarno ketika menjadi Presiden pertama RI. kecurigaan di antara para tokoh pergerakan yang telah tumbuh disaat-saat menjelang kemerdekaan berkembang menjadi pola ketegangan politik yang lebih permanen antara Negara melalui figur nasionalis Soekarno disatu sisi. sebagaimana yang disampaikan oleh Larry Diamond dan Marc F. dengan para tokoh yang mewakili pemikiran Islam (sebagai agama terbesar pemeluknya di Indonesia) dan Marxisme di sisi yang lain. lahir konsep-konsep lain seperti bangsa (nation). Paham Nasionalisme Kebangsaan Sebagai Paham Yang Mengantarkan Pada Konsep Identitas Nasional Paham Nasionalisme atau paham Kebangsaan terbukti sangat efektif sebagai alat perjuangan bersama merebut kemerdekaan dari cengkeraman kolonial.

menurutnya kebijakan ini merupakan pihak terbaik bagi kemerdekaan ataupun bagi masa depan seluruh bangsa Indonesia. Kemudian.semisal Syahrir dan Mohammad Hatta. Nasiaonalisme yang dikembangkan Soekarno bersifat toleran. Soekarno menggungkapkan keyakinan watak nasionalisme yang penuh nilai-nilai kemanusiaan. pengakuan luar negeri. dan pemerintahan yang permanen yang disebut negara atau state. pemerintah yang sah. agama. Kemudian faham ini semakin berkembang paradikmanya hingga sekarang dengan munculnya konsep Identitas . Menurut penganutnya. Selain itu. Dengan demikian. bercorak ketimuran. Nation state atau negara bangsa merupakan sebuah bangsa yang memiliki bagunan yang memiliki bangunan politik (political building). dan tidak agresif sebagaimana nasionalisme yang dikembangkan di Eropa. Sekalipun Soekarno seorang Muslim. seperti ketentuan-ketentuan perbatasan territorial. juga meyakinkan pihak-pihak yang bersebrangan pandangan bahwa kelompok nasional dapat bekerja sama dengan kelompok mana pun.lxv kepentingan bersama dalam bentuk sebuah wadah yang disebut bangsa (nation). Munculnya paham atau paham kebangsaan indonesia tidak bisa dilepaskan dari situasi sosial politik dekade pertama abad ke-20. bangsa atau nation merupakan suatu wadah yang didalamnya terhimpun orangorang yang mempunyai persamaan keyakinan dan persamaan lainnya yang mereka miliki. seperti ras. geografis. tidak sekadar mendasarkan pada perjuangan Islam. dan sebagainya. sekedar meniru dari Barat. Pada waktu itu semangat menentang kolonialisme Belanda mulai bermuculan di kalangan pribumi. paham Nasionalisme di Indonesia yang disampaikan oleh Soekarno bukaknlah nasionalisme yang bewatak sempit. baik golongan Islam maupun Marxis. etnis. Unsur persamaan tersebut dapat dijadikan sebagai identitas politik bersama atau untuk menentukan tujuan organisasi politik yang dibangun berdasarkan geopolitik yang terdiri atas populasi. dan budaya. atau berwatak chauvinism.Semangat nasionalisme Soekarno tersebut mendapat respon dan dukungan luas dari kalangan intelektual muda didikan Barat. semangat tersebut diformulasikan dalam bentuk nasionalisme yang sesuai dengan kondisi masyarakat Indonesia. Cit-cita bersama untuk merebut kemerdekaan menjadi semangat umum di kalangan tokoh-tokoh pegeakan nasional. bahasa.

ketentuan hukum yang dibuat tanpa disertai dasar dan alasan moral.akan melahirkan suatu legalisme yang represif. perlu disadari bahwa moralitas Pancasila akan menjadi tanpa makna dan hanya menjadi “karikatur” apabila tidak disertai dukungan suasana dibidang hukum secara kondusif.Sebaliknya. Dengan Pancasila dapat dijadikan dasar dan arah dalam upaya untuk mengatasi krisis dan disintegrasi yang cenderung sudah menyentuh kesemua segi dan sendi kehidupan. Antara moralitas dan hukum memang terdapat korelasi yang sangat erat. bisa dikatakan bahwa paham Nasionalisme atau Kebangsaan disini adalah merupakan refleksi dari Identitas Nasional. untuk meletakkan landasan etika. Revitalisasi Pancasila Sebagai Pemberdayaan Identitas Nasional a. Walaupun demikian. penyelenggaraan MPK maka harus dikaitkan dengan wawasan: 1) Spiritual.Sehubungan dengan ini.religiusitas. yakni adanya perdebatan panjang tentang paham nasionalisme keangsaan ketika para founding father bangsa ini mempunyai kesepakatan perlunya paham nasionalisme kebangsaan.moral. Artinya moralitas yang tidak didukung oleh kehidupan hukum yang kondusif akan menjadi subjektivitas dengan satu sama lain akan saling berbenturan. dan bertentangan dengan nilai-nilai pancasila itu sendiri.bahkan lebih penting daripada aspek having dalam kerangka . F. tetapi mereka berbeda pendapat mengenai masalah nilai atau watak nasionalisme Indonesia.lxvi Nasional.sebagai dasar dan arah pengembangan suatu profesi. Dalam merevitalisasi Pancasila sebagai manifestasi Identitas Nasional. ada yang perlu diperhatikan di sini. moralitas Pancasila sebagaimana manifestasi Identitas Nasional pada giliranyaharus diarahkan pula pada pembinaan dan pengembangan moral. kontra produktif. Revitalisasi Pancasila Revitalisasi demikian. untuk menunjukkan bahwa MPK merupakan aspek being yang tidak kalah pentingnya. 2) Akademis.

Realitas : bahwa nilai-nilai yang terkandung didalamnya dikonsentrasikan sebagai cerminan kondisi objektif yang tumbuh dan berkembang dalam masyarakat kampus utamanya . untuk menyadarkan bahwa manusia dan bangsa di masa kini siap menghadapi dialektika perkembangan dalam masyarakat dunia yang “terbuka”.serta dieksplorasikan dimensi-dimensiyang melekat padanya uyang meliputi: 1.melainkan diobjektivasikan sebagai kata kerja untuk membangkitkan gairah dan optimisme warga masyarakat agar melihat masa depan secara prospektif.perlu ditempuh melalui revitalisasi pancasila. serta 4) Mondial. Pemberdayaan Identitas Nasional Dalam rangka pemberdayaan Identitas Nasional.Hal ini dapat dilakukan melalui seminaratau gerakan dengan tema revitalisasi pancasila. diharapkan mampu untuk segera beradaptasi dengan perubahan yang terus menerus terjadi dalam masyrakat moderen. suatu rangkaian nilai-nilai yang bersifat sein im sollen dan das sollen im sein.Dengan demikian tanpa kehilangan nilai hakikinya pancasila menjadi tetap actual.Disamping itu. Idealitas : bahwa idealisme yang terkandung didalamnya bukanlah bsekedar utopis tanpa makna. b.melainkan sebagai subjek pembaharuan dan pencerahan.relevan.juga mampumenjari jalan keluar sendiri dalam mengatasi setiap tantangan yang dihadapi. 2.Revitalisasi sebagai manifestasi Identitas Nasional mengandung makna bahwa pancasila harus diletakkan dalam keutuhannya dengan pembukaan.serta menuju hariesok yang lebih baik. 3. serta bangga dan respek pada jati diri bangsanya yang memiliki ideology tersendiri.lxvii persiapan SDM yang bukan sekedar instrument. 3) Kebangsaan.Selain itu.melainkan terbuka bagi tafsir-tafsir baru untuk memenuhi kebutuhan zaman yang terus menerus berkembang.untuk menumbuhkan kesadaran nasionalismenya agar dalam pergaulan antar bangsa tetap setia pada kepentingan bangsanya. Fleksibilitas : bahwa pancasila bukanlah barang jadi yang sudah selesai dan tertutup atau menjadi sesuatu yang sacral.serta .

kini dikritisi dan dipertanyakan berdasarkan visi dan harapan tentang masa depan yang lebih baik. Dengan demikian. tetapi juga bertentangan dengan nilai-nilai lama sebagaimana diwariskan oleh nenek moyang dan dikembangkan para pendiri Negara ini. agar identitas Nasional dapat dipahami oleh masyrakat sebagaipenerus tradisi nilai-nilai yang diwariskan oleh nenek moyang maka pemberdayaan nilai ajarannya harus bermakna.lxviii fungsional sebagai tiang-tiang penyangga bagi kehidupan bangsa dan Negara dengan jiwa dan semangat”Bhinneka Tunggal Ika”. mustahil suatu bangsa akan dapat survive menghadapi berbagai tantangan dan ancaman yang menyertai derasnya arus globalisasinya yang melanda seluruh dunia yang otonom. serta pelecehan terhadap kedibilitas dirinya sebagai dasar Negara ataupun sebagai manisfestasi Identitas Nasional. tetapi harus diperjuangkan serta terus-menerus ditumbuhkan dalam dimensi ruang dan waktu yang terus berkembang dan berubah. Namun. Dengan kemampuan refleksinya. Abad XXI sebagai zaman baru mengandung arti sebagai zaman ketika umat manusia semakin sadar untuk berfikir dan bertindak secara baru. Pancasila pun tidak terhindar dari berbagai macam gugatan. yaitu zaman baru yang sarat dengan nilai-nilai baru yang tidak saja berbeda. perlu segera disadari bahwa tanpa suatu “platform” dalam format dasar Negara atau idiologi. Nilai-nilai budaya yang diajarkan oleh nenek moyang tidak hanya diwarisi dengan barang sudah “jadi” yang berhenti dalam kebekuan normative. Dalam kondisi kehidupan bermasyarakat dan b erbangsa yang sedang dilanda krisis dan disintegrasi. sinisme. Perlu disadari bahwa umat manusia masa kini hidup di abad XXI. atau sebagai sarana yang andal dalam bersikap dan bertindak dalam memecahkan masalahmasalah yang dihadapi dalam kehidupan. . manusia menjadikan rasio sebagai mitos. juga nilai-nilai spiritual yang dianggap sacral.dalam arti relevan dan fungsional bagi kondisi actual yang sedang berkembang dalam masyarakat. Kesasihan tradisi.

cipta. (Wibisono Koento: 2005) Dari nilai-nilai budaya tersebut. lahir asumsi dasar bahwa menjadi bangsa Indonesia tidak sekedar masalah kelahiran saja. Dengan adanya saling pengertian di antara satu dengan yang lain. MPK harus dimanfaatkan ntuk mengembalikan Identitas Nasional bangsa. dan karsa. Di sinilah.lxix Melalui revitalisasi Pancasila sebagai wujud pemberdayaan Identitas Nasional inilah. secara lngsung akan memperlihatkan jati diri bangsa yang pada akhirnya mewujudkan Identitas Nasional. Sementara itu. tetapi juga sebuah pilihan yang rasional dan emosional . serta adanya kesepakatan di antara sersama. Semua nilainilai ini sangat berarti dalam memperkuat rasa nasionalisme bangsa. (Soemaro. misalnya nilai-nilai lainnya. seperti gotong royong. Untuk itu. yang di dalam pergaulan antarbangsa dahulu dikenal ebagai bangsa yang paling “halus” atau sopan di bumi “het zashte volk ter aarde”. rasa. nilai-nilai yang ada tersebut harus digali dulu. tetapi juga segi konstekstualnya dieksplorasikan sebagai referensi kritik sosial terhadap berbagai penyimpangan yang melanda masyarakat dewasa ini. letak arti pentingnya pelaksanaan MPK dalam kerangka pendidikan tinggi untuk menembangkan dialog budaya dan budaya dialog untuk mengantarkan lahirnya generasi penerus yang sadar dan tedidikn dengan wawasan nasional yang menjangkau jauh ke masa depan. harus dimulai dari pengembangan nilai-nilai. Soedarsono). Untuk membentuk jati diri. perlu perjuangan dan ketekunan untuk menentukan nilai. Identitas Nasional dalam alur rasional-akademik tidak saja diartikan secara tekstual. persatuan dan kesatuan. keterbukaan. berani mengambil resiko. untuk mengembangkan jati diri bangsa. juga saling menghargai dan menghormati. yaitu nilai-nilai kejujuran. betanggunug jawab.

aman. Selain itu yang perlu kita sadari bahwa pengaruh globalisasi tidak hanya mendatangkan dampak negative. kita harus memanfaatkan dampak positif dari era globalisasi dan menolak hal-hal akibat adanya era globalisasi yang dapat mengancam Identitas Nasional bangsa Indonesia. budaya. yaitu : Mengusahakan persamaan persepsi dalam hal memunculkan semangat untuk membina kehidupan bersama yang harmonis. dan harus berpatokan pada nilai-nilai agama atau spiritual yang merupakan salah satu cara untuk membentengi diri dari pengaruh negative pada era globalisasi. Upaya-upaya yang dapat ditempuh untuk dapat menciptakan integrasi nasional. dan tenteram. kita juga harus menaati aturan dan norma yang telah ditetapkan oleh pemerintah menyangkut budaya asing yang dapat mengancam Identitas Nasional. dan paham-paham luar yang dapat mengancam Identitas Nasional bangsa Indonesia. namun sebagai masyarakat . namun juga dapat menimbulkan dampak positif bagi bangsa Indonesia dengan adanya kemajuan teknologi yang sedang meningkat dengan pesat. Walaupun hal ini sangat sulit karena setiap orang mempertahankan egonya masing-masing.lxx PENUTUP Cara untuk mempertahankan Identitas Nasional. Selain itu. Oleh karena itu. yaitu setiap warga negara seharusnya menanamkan kesadaran dalam diri mereka untuk bisa memfilter informasi.

Sedangkan dalam tatanan praksis. solidaritas social. hal yang paling penting dilakukan adalah menjawab sikap alergi masyarakat terhadap pancasila. yaitu pada tataran ide dan praksis. Selain itu. yang akan mewujudkan suatu persatuan di antara perbedaan-perbedaan yang ada. dengan adanya rasa cinta tanah air dan bangga akan Identitas . Dalam tataran ide. sopan santun. seperti gotong royong. sebagai wujud penghargaan kita pada pahlawan bangsa yang telah mengorbankan jiwa dan raga mereka. utamanya menyangkut relasi penyelenggaraan negara dan masyarakat. upaya lain yang dapat dilakukan adalah dengan mewujudkan integrasi nasional bangsa Indonesia. maka kita harus merasa bangga pada apa yang telah ditinggalkan oleh mereka. Karena itu. dan sebagainya. Melakukan pembinaan hokum bersama Mewujudkan asimilasi untuk menghindari munculnya sikap etnosentris yang dapat memunculkan suatu perselisihan dengan suku atau budaya lain. gotong royong bisa menjadi “nafas” bagi representasi pancasila. Revitalisasi pancasila harus dilakukan dalam dua tingkatan. Dengan demikian. Oleh karena itu.lxxi Indonesia kita harus dapat mengalahkan ego yang ada pada diri kita demi kepentingan bersama. Gotong royong bisa dijadikan “mascot” dalam rangka revitalisasi pancasila. Kita harus menyadari bahwa kemerdekaan yang telah kita raih saat ini adalah melalui perjuangan keras pahlawan bangsa yang bertujuan untuk menciptakan keadaan yang lebih baik dari masa penjajahan pada generasi selanjutnya. maka bangsa Indonesia tidak akan terpecah-pecah pada kelompokkelompok yang saling berbeda atau bertentangan. Sebagai bangsa Indonesia kita harus dapat mempertahankan dan melestarikan Identitas Nasional bangsa Indonesia. revitalisasi pancasila harus dimulai dengan membangkitkan kegairahan dan optimisme public. kita sebagai bangsa Indonesia harus mengembangkan dan mencari kembali nilai-nilai luhur yang pernah ada yang menggambarkan identitas atau jati diri sebagai bangsa Indonesia. Identitas Nasional dapat terus dipertahankan dan dilestarikan sebagai suatu kebangganan bangsa Indonesia. Penataan birokrasi. yaitu Identitas Nasional. Upaya-upaya yang dapat dilakukan oleh bangsa Indonesia untuk dapat memberdayakan Identitas Nasional bangsa Indonesia yaitu dengan cara menggali kembali nilai-nilai dasar atau muatan-muatan yang terkandung dalam Identitas Nasional. karena dengan adanya integrasi nasional.

Pancasila sebagai visi dan referensi kritik social. Filsafat Pancasila sebagai filsafat bangsa dan Negara Indonesia. Jelaskan pengertian nasionalisme dan hubungannya dengan identitas nasional! DAFTAR BACAAN Armawi. tingkatkanlah rasa cinta tanah air dan bangga akan Identitas Nasional bangsa Indonesia. hak dan kewajiban warga Negara. 2005. Makalah disampaikan pada Kursus Calon Dosen Pendidikan Keewarganegaraan yang diselenggarakan oeh Depdiknas Dirjen Dikti di Jakarta pada tanggal 12-23 Desember 2005. Pembelajaran Berbasis Kompetensi (Implementasi KBK). Makalah disampaikan pada kursus Calon Dosen Pendidikan Kewarganegaraan yang diselenggarakan oleh Depdiknas Dirjen Dikti di Jakarta pada tanggal 12-23 Desember 2005 Sastrapratedja. Pengetahuan Politik dan Strategi. Maka. Universitas Sanata Dharma. Chaidir. Makalah disapaikan pada kursus Calon Dosen Pendidikan Kewarganegaraan yang diselenggarakan oleh Depdiknas Dirjen Dikti di Jakarta pada tanggal 12-13 Desember 2005. SOAL LATIHAN Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini : 1. Darmodiharjo. Pokok-pokok Filsafat Hukum. M. 2005. 2005. 2001. AT. maka kita akan dapat melakukan suatu perubahan dn pembangunan di segala aspek kehidupan dengan tujuan kehidupan yang lebih baik bagi seluruh warga negara. armaidy. Jelaskan unsur-unsur pembentukan identitas nasional! 3. Jelaskan pengertian globalisasi dan hubungannya dengan identitas nasional! 4.lxxii Nasional. Basri. Gramedia Pustaka Utama: Jakarta. Jelaskan pengertian identitas nasional! 2. Makalah disampaikan pada Kursus Calon Dosen Pendidikan kewarganegaraan yang diselenggarakan oleh Dirjen Desember Soegito. Geostrategic Indonesia. 1996. Hamdan. Kaelan. Yogyakarta . Makalah disampaikan pada Kusus Calon dosen Pendidikan Kewarganegaraan yang diselenggarakan oleh Depdiknas Dirjen Dikti di Jakarta pada tanggal 12-13 Desember 2005.2005. Darji. Mansoer.

Makassar. Kelompok Gramedia: Jakarta. Makalah disampaikan pada Kursus Calon Dosen Pendidikan Kewarganegaraan yang diselenggarakan oleh Depdiknas Dirjen Dikti di Jakarta pada tanggal 12-23 Desember 2005. PT. akan dibahas lebih lanjut mengenai Undang-Undang Dasar 1945. adalah konstitusi negara Republik Indonesia saat ini. lembaga-lembaga Negara dan hubungannya. Dengan mempelajari proses di atas maka kita sebagai mahasiswa akan lebih memahami kedudukan Pancasila sebagai dasar .UUD 1945 disahkan sebagai undang-undang dasar negara oleh PPKI pada tanggal 18 Agustus 1945. berbangas dan bernegara. Pancasila sebagai dasar etika kehidupan bermasyarakat. Latar belakang Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. yang merubah susunan lembagalembaga dalam sistem ketatanegaraan Republik Indonesia. atau disingkat UUD 1945 atau UUD '45.2008 Unhas. 2005. Pendidikan Kewarganegaraan. Winaputra Udin S. koento wibisono. Elex Media Komputindo. Pada kurun waktu tahun 1999-2002. dan sejak tanggal 17 Agustus 1950 di Indonesia berlaku UUDS 1950. Makalah disampaikan pada kursus Calon Dosen Pendidikan Kewarganegaraan yang diselenggarakan oleh Depdiknas Dirjen Dikti di Jakarta pada tanggal 12-23 Desember 2005 Tim sosialisasi Penyemaian jati diri bangsa. Dalam pembahasan. Tim Dosen Kewarganegaraan Hasanuddin. membangun kembali karakter bangsa. Demokrasi dan Pendidikan Demokrasi.lxxiii Siswomiharjo. 2005. Sejak tanggal 27 Desember 1945. di Indonesia berlaku Konstitusi RIS. Universitas BAB V KONSTITUSI NEGARA REPUBLIK INDONESIA SEBAGAI LANDASAN POLITIK DAN STRATEGI NASIONAL PENDAHULUAN A. 2003. UUD 1945 mengalami 4 kali perubahan (amandemen).

Menjelaskan makna isi pembukaan UUD 1945 sebagai “ staat fundamentalnorm ‘ dan kedudukannya dalam tertib hukum Indonesia. b. pembukaan sebagai “ staasfundamentalnorm “ . kedudukan pembukaan UUD 1945. Menjelaskan makna isi pembukaan UUD 1945.lxxiv negara yang realisasinya sebagai sumber dari segala sumber hukum negara Indonesia. B. Melalui Pembelajaran ini mahasiswa diharapkan dapat : a. d. e. c. b. Menjelaskan tentang reformasi hukum tata negara yang melatarbelakangi amandemen serta proses amandemen. memahami hubungan UUD 1945 dengan Pancasila dan pasal – pasal UUD 1945 serta mahasiswa memiliki pengetahuan tentang reformasi hukum tata negara maka mahasiswa diharapkan mempelajari latar belakang amandemen serta proses amandemen. Ruang Lingkup Bahan pembelajaran ini akan membahas : a. Mahasiswa juga diharapkan untuk memiliki kemampuan untuk memahami isi pembukaan UUD 1945. Sasaran Pembelajaran Mahasiswa dapat mengetahui. d. Menjelaskan kedudukan Pancasila sebagai sumber hukum dasar negara Indonesia. . c. Pengertian Konstitusi Undang-Undang Dasar 1945 Amandemen/perubahan UUD 1945 dan Dinamika Pelaksanaan UUD 1945 Sistem Ketatanegaraan Negara RI Sistem Kelembagaan Negara Kesatuan RI C. dan mengerti pancasila dalam konteks ketatanegaraan Indonesia. memahami.

ide konstitusi disebutnya sebagai konstitutionalisme. adalah sebuah paham mengenai pembatasan kekuasaan dan jaminan hak-hak rakyat melalui konstitusi. political decision. Bangunan-bangunan yang ada dalam masyarakat tersebut sebagai hasil keputusan masyarakat itu sendiri.lxxv URAIAN BAHAN PEMBELAJARAN A. atau disebut kontitusi. . menurut Soetandyo. Dalam pengertian yang jauh lebih luas jangkauannya. Konstitusi sebagai pengertian sosial politik. dan digambarkan bahwa paradigma hukum perundang-undangan sebagai penjamin kebebasan dan hak – yaitu dengan cara membatasi secara tegas dan jelas mana kekuasaan yang terbilang kewenangan (dan mana pula yang apabila tidak demikian harus dibilang sebagai kesewenang-wenangan) – inilah yang di dalam konsep moral dan metayuridisnya disebut “konstitutionalisme”. Konstitusionalisme Dan Konstitusi Konstitutionalisme. Paham ini mengantarkan perdebatan awal dalam sistem ketatanegaraan yang diatur dalam teks hukum dasar sebuah negara.

yang kemudian harus berlaku. dan yudikatif (Indonesia tidak menganut sistem Trias Politika tersebut. Konstitusi sebagai suatu peraturan hukum. yaitu hukum dasar tertulis (Undang-Undang Dasar) dan hukum dasar tidak tertulis (Konvensi). dalam pengertian ini keputusan-keputusan masyarakat dijadikan perumusan yang normative. Kutipan pikiran Rousseau di atas. yaitu yang menghendaki sebagaian hukum ditulis dengan maksud untuk mencapai kesatuan hukum. dan kepastian hukum. Jadi pada prinsipnya mekanisme dan dasar setiap sistem pemerintahan diatur dalam undang-undang dasar. 1. Hukum Dasar Tertulis (Undang-Undang Dasar) E.C.lxxvi Konstitusi sebagai pengertian hukum. telah mengilhami lahirnya De Declaration des Droit de l’Homme et du Citoyen. Ada dua macam hukum dasar. Pengertian ini adalah suatu peraturan hukum yang tertulis. serta cikal bakal lahirnya berbagai konstitusi modern di dunia B. . kesederhanaan hukum.S. Bagi mereka yang menganggap negara sebagai satu organisasi kekuasaan. eksekutif. tetapi menganut sistem pembagian kekuasaan dengan lima lembaga negara). dan pembentukan Konstitusi Perancis (1791). Wade dalam bukunya Constitutional Law mengatakan bahwa secara umum undang-undang dasar adalah suatu naskah yang memaparkan kerangka dan tugas-tugas pokok dari badan-badan pemerintahan suatu negara dan menentukan cara kerja badanbadan tersebut. Contoh: aliran kodifikasi. Salah satunya adalah Undang-Undang Dasar atau konstitusi negara. maka mereka dapat memandang undang-undang dasar sebagai sekumpulan asas yang menetapkan bagaimana kekuasaan tersebut dibagi antara badan legislatif. Dengan demikian Undang-undang dasar adalah salah satu bagian dari konstitusi. Pengertian Hukum Dasar Negara Setiap negara berdaulat memiliki instrument menjelaskan eksistensi sebuah negara.

Konvensi misalnya terdapat pada praktek penyelenggara negara yang sudah menjadi hukum dasar yang tidak tertulis. Merupakan kekuasaan yang muncul berulang kali dan terpelihara dalam praktek penyelenggaraan negara. 2. Pidato pertanggungjawaban Presiden dan Ketua Lembaga Negara lainnya dalam sidang Tahunan MPR. Hukum Dasar Tak Tertulis (Konvensi) Konvensi adalah hukum yang yang timbul dan terpelihara dalam praktek penyelenggara negara secara tidak tertulis. Pidato Presiden yang diucapkan sebagai keterangan pemerintah tentang RAPBN pada minggu pertama Januari setiap tahunnya. Pengertian. d. d. Bersifat sebagai pelengkap yang tidak terdapat di dalam undang-undang dasar. 3. b. Yang berwenang mengubah konvensi menjadi rumusan yang bersifat tertulis adalah MPR. b. dan rumusannya bukan berupa hukum dasar melainkan tertuang dalam ketetapan MPR.(yang dimulai sejak tahun 2000). Mekanisme pembuatan GBHN. Sifat-sifat konvensi adalah sebagai berikut: a. seperti: a. 1981: 95-96 ). Sifat Dan Isi Undang-Undang Dasar 1945 .lxxvii Undang-undang dasar menentukan bagaimana pusat-pusat kekuasaan ini bekerjasama dan menyesuaikan diri satu sama lain. Keempat hal tersebut secara tidak langsung merupakan realisasi UUD 1945 (merupakan pelengkap). Dapat diterima oleh seluruh rakyat. c. Kedudukan. c. Tidak bertentangan dengan undang-undang dasar dan berjalan sejajar. Undang-undang dasar juga merekam hubungan-hubungan kekuasaan dalam suatu negara (Budiarjo. Pidato kenegaraan Republik Indonesia setiap tanggal 16 Agustus di dalam sidang Dewan Perwakilan Rakyat.

(2) Batang Tubuh UUD 1945. serta setiap penduduk yang ada di wilayah Republik Indonesia. 7 yang terbit pada tanggal 15 Februari 1946 sebuah penerbitan resmi pemerintah Republik Indonesia. Dalam kerangka tata susunan norma hukum yang berlaku. Pengertian UUD 1945 Sebelum amandemen. aturan. atau ketentuan yang harus dilaksanakan dan ditaati. serta (3) Penjelasan UUD 1945 yang terbagi atas penjelasan umum dan penjelasan pasal demi pasal. lembaga masyarakat. yang dimaksud dengan Undang-Undang Dasar 1945 adalah keseluruhan naskah yang terdiri dari: (1) Pembukaan. Setiap produk hukum seperti undang-undang. Naskah yang resmi telah dimuat dan disiarkan dalam Berita Republik Indonesia tahun II No. sistematika UUD 1945 adalah Pembukaan dan pasal-pasal yang terdiri dari 37 pasal. atau keputusan pemerintah. lembaga negara.lxxviii a. dan warga negara Indonesia di mana pun mereka berada. UUD 1945 ditetapkan dan dijelaskan oleh PPKI (Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia) pada tanggal 18 Agustus 1945. seperti telah dijelaskan. dan Penjelasan UUD 1945 merupakan satu kesatuan yang utuh dan tidak. Dalam ayat (2) aturan tambahan UUD 1945 disebutkan bahwa . Batang Tubuh yang memuat pasal-pasal. yang terdiri dari 4 alinesa. bahkan setiap kebijaksanaan pemerintah harus berlandaskan dan bersumber pada peraturan yang lebih tinggi dan tidak bertentangan dengan ketentuan-ketentuan UUD 1945. Namun berdasarkan hasil Sidang Tahunan MPR 2002. Kedudukan UUD 1945 Undang-undang dasar merupakan hukum dasar yang menjadi sumber hukum. dapat dipisah-pisahkan. Sebagai hukum. yang berisi Pasal 1 s/d 37 yang dikelompokkan dalam 16 bab. b. 4 pasal aturan peralihan dan 2 ayat aturan tambahan. Yang dimaksud dengan undang-undang dasar dalam UUD 1945 adalah hukum dasar tertulis yang bersifat mengikat bagi pemerintah. peraturan. UUD 1945 telah ditetapkan oleh Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia dan mulai berlaku pada tanggal 18 Agustus 1945. Pembukaan. ditambah 3 pasal aturan: peralihan dan 2 pasal aturan tambahan (Lihat Pasal 2 Aturan Tambahan UUD 1945 hasil amandemen keempat). UUD 1945 merupakan hukum yang menempati kedudukan tertinggi. UUD 1945 berisi norma.

ditambah 4 pasal aturan peralihan dan 2 ayat aturan tambahan. Dengan aturan-aturan yang tertulis. hanya memuat garis-garis besar sebagai instruksi kepada pemerintah pusat dan lainlain penyelenggara negara untuk menyelenggarakan kehidupan negara dan kesejahteraan sosial. c. yang hanya memuat aturan pokok. yakni hanya memuat 37 pasal. majelis itu bersidang untuk menetapkan. supel. tetapi suasana politik waktu itu tidak memungkinkan realisasi rencana tersebut. Namun UUD 45 tetap bersifat fleksibel. Sifat UUD 1945 Dalam Penjelasan UUD 1945 sebelum amandemen menyatakan bahwa UUD 1945 bersifat singkat dan supel. Sesungguhnya rencana pembuat UUD 1945 adalah bahwa sebelum tanggal 17 Agustus 1946 undang-undang dasar tetap diharapkan dapat disusun oleh badan yang berwenang. masih terus akan mengalami perubahan-perubahan. Sifat undang-undang yang singkat dan supel itu juga dikemukakan dalam Penjelasan: 1. dan tidak ketinggalan zaman. UUD 1945 hasil amandemen terdiri atas 37 pasal ditambah 3 pasal aturan peralihan dan 2 pasal aturan tambahan. Undang-Undang Dasar itu sudah cukup apabila telah memuat aturan-aturan pokok saja. harus terus hidup secara dinamis. karena telah ditetapkan oleh MPR menjadi konstitusi tertulis. UUD 1945 yang singkat dan supel itu lebih baik bagi negara seperti Indonesia ini. UUD. 2. UndangUndang Dasar menjadi aturan yang luwes.lxxix dalam 6 bulan sesudah MPR dibentuk. Setelah amandemen keempat (ST MPR 2002). Aturan tambahan ini menunjukkan bahwa status UUD 1945 adalah sementara. sifat singkat dan supel masih mewarnai UUD 1945 karena ia masih berisi hal-hal pokok dan masih dimungkinkan untuk terus disesuaikan dengan perkembangan bangsa dan negara Indonesia. yang masih harus berkembang. yaitu MPR hasil Pemilu sebagaimana ditetapkan dalam UUD 1945 itu sendiri. Ini tidak . Kini UUD 45 tidak bersifat sementara lagi.

maka tetap 16 bab walaupun Bab IV tentang Dewan Pertimbangan Agung (DPA) dihapus. Keluasan atau fleksibilitas ini tetap menjamin kejelasan dan kepastian hukum apabila aturan-aturan pokok itu menyerahkan pengaturan lebih lanjutnya kepada aturan hukum dalam tingkat yang lebih rendah. setiap penyelenggara negara dan pemimpin pemerintahan selain harus mengetahui teks UUD 1945 juga harus menghayati semangatnya. Dengan semangat penyelenggara negara dan pemimpin pemerintahan yang baik.lxxx berarti bahwa UUD 1945 tidak lengkap atau tidak sempurna dan mengabaikan kepastian. Amandemen/Perubahan UUD’45 Dan Dinamika Pelaksanaan UUD’45 Sejak Awal Kemerdekaan Hingga Masa Reformasi a. yang pembuatan. semangat pemimpin pemerintahan sangat penting. pelaksanaan aturan-aturan pokok yang tertera dalam UUD 1945 akan baik dan sesuai dengan maksud ketentuannya. penjelasan UUD 1945 menekankan bahwa semangat penyelenggara negara. Selain itu. misalnya ketetapan MPR dan undang-undang. C. Proses Perubahan/Amandemen Undang Undang Dasar 1945 Pasal terakhir Undang-Undang Dasar 1945 hasil amandemen juga memuat tentang perubahan Undang-Undang Dasar. pengubahan. memuat 5 . terutama mengingat agar Undang-Undang Dasar itu senantiasa sesuai dengan perkembangan zaman dan aspirasi rakyat. sehingga jumlah pasalnya sebanyak 72 pasal (lihat lampiran). Karena itu. Isi Undang Undang Dasar 1945 Setelah UUD 45 diamandemen 2002. namun dari pasal-pasalnya dikembangkan dan ditambah ayat-ayatnya. Demikian pula pasalnya tetap 37 pasal dan 3 pasal Aturan Tambahan serta 2 pasal Aturan Tambahan. d. Pasal 37. namun jumlah babnya bertambah sebanyak 22 bab. dan pencabutannya lebih mudah daripada UUD 1945.

(4) Putusan untuk mengubah pasal-pasal Undang-Undang Dasar dilakukan dengan persetujuan sekurang-kurangnya lima puluh persen ditambah satu dan seluruh anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat. 1. Logikanya kalau hak itu menyangkut Perubahan Pembukaan UUD 1945. sebagai berikut: (1) Usul perubahan pasal-pasal Undang-Undang Dasar dapat diagendakan dalam sidang Majelis Permusyawaratan Rakyat. Pasal yang mengatur tentang perubahan Undang-Undang dasar ini ditentukan berkaitan dengan pasal-pasal Undang-Undang Dasar.lxxxi ayat berkaitan dengan ketentuan tentang perubahan Undang-Undang Dasar. (2) Setiap usul perubahan pasal-pasal Undang-Undang Dasar diajukan secara tertulis dan ditunjukkan dengan jelas bagian yang diusulkan untuk diubah beserta alasannya. Sejarah pelaksanaan UUD 1945 terbagi alas dua kurun waktu. mengingat Pembukaan sebagai deklarasi bangsa Indonesia dan dalam ilmu hukun disebut sebagai ‘Stoatsfun damentainomy’. hak itu sama halnya mengubah seluruh sistem negara yang meliputi bentuk negara. tujuan negara dan dasar negara Pancasila. Masa Kemerdekaan (1945-1949) Kurun waktu ini adalah masa revolusi fisik karena bangsa Indonesia harus berjuang kembali mempertahankan negara dari rongrongan penjajah yang tidak mau mengakui . Dinamika pelaksanaan UUD’45 sejak awal kemerdekaan hingga era reformasi. Berketuhanan. (5) Khusus tentang bentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia tidak dapat dilakukan perubahan. jadi bukan terhadap Pembukaan UUD 1945. yang merupakan sumber norma hukum positif Indonesia. b. apabila diajukan oleh sekurang-kurangnya 1/3 dari jumlah anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat. sifat negara. (3) Untuk mengubah pasal-pasal Undang-Undang Dasar. yaitu masa kemerdekaan (tahun 1945 s/d 27 Desember 1949) dan pada tahun 1959 sampai sekarang. Sidang Majelis Permusyawaratan Rakyat dihadiri oleh sekurang-kurangnya 2/3 dari jumlah anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat.

lxxxii kemerdekaan Indonesia. Ciri-ciri Orde Lama adalah sebagai berikut: a) b) Mempunyai landasan idil Pancasila dan landasan struktural UUD 1945. Di masa ini banyak terjadi penyelewengan terhadap Pancasila. konstituante mengadakan sidang namun selalu gagal. Tapi ternyata pelaksanaan UUDS’50 itu tidak memuaskan rakyat dan stabilitas nasional tidak dapat tercapai. misalnya Nasakom. (12-8-1955 s/d 24-3-1956) 6) Kabinet Ali Sastroamijoyo II (24-3-1956 s/d 9-4-1957) 7) Kabinet Juanda (9-4-1957 s/d 10-7-1959) Karena seringnya pergantian kabinet. Namun keadaan ini tidak bertahan lama. . karena NKRI berubah menjadi negara RIS sesuai dengan hasil sidang KMB. karena pada tanggal 17 Agustus 1950 negara RIS berubah menjadi NKRI dengan UUDS’50. Pada masa itu terjadi pergantian kabinet sebanyak. sehingga Presiden mengeluarkan Dekrit Presiden pad tanggal 5 Juli 1959. Mempunyai tujuan: i. Pada masa ini juga terjadi penyimpangan sistem pemerintahan dari presidensial menjadi parlementer. pengangkatan Presiden seumur hidup. 2. dan pembubaran DPR oleh Presiden. Membentuk NKRI yang berbentuk kesatuan dan kebangsaan yang demokratis. 7 kali yaitu: 1) Kabinet Natsir (6-9-1950 s/d 27-4-1951) 2) Kabinet Sukirman (27-4-1951 s/d 3-4-1952) 3) Kabinet Wilopo (3-4-1952 s/d 1-8-1953) 4) Kabinet Ali Sastroamijoyo I (1-8-1953 s/d 12-8-1955) 5) Kabinet Burhanudin Harahap. Masa Orde Lama (1959-1966) 1) Pengertian Orde Lama Orde lama mulai pada tanggal 5 Juli 1959 hingga 11 Maret 1966 saat diserahkannya Supersemar oleh Presiden kepada Letjen Soeharto.

kecuali landasannya yang sedikit mengalami perubahan. perekonomian. Selain itu. jadi hanya bersifat sementara. terutama dengan negara-negara di kawasan Asia-Afrika iv. Orde Baru menghendaki kepentingan nasional tetapi tidak meninggalkan komitmen anti-kolonialisme. DPA dan BPK belum terbentuk sesuai UUD 1945. dan Hanura secara konstitusional. Membentuk kerja sama yang baik dengan semua negara di dunia. 2) Beberapa Penyimpangan Dalam Pelaksanaan Uud 1945 UUD 1945 pada masa ini tidak dilaksanakan secara murni dan konsekuen. Masa Orde Baru 1) Pengertian Orde Baru Orde Baru lahir sejak diselenggarakannya seminar TNI/AD yang kedua di Seskoad Bandung pada tanggal 25 s/d 31 Agustus 1966. DPR. tetapi landasan strukturalnya adalah kabinet Ampera sedangkan landasan operasionalnya adalah Tap MPR sejak sidang umum ke IV tahun 1966. dan politik yang stabil serta . Membentuk suatu masyarakat yang adil dan makmur baik materil maupun spiritual dalam wadah NKRI. Presiden memegang kekuasaan sepenuhnya dan kemudian MPR mengangkatnya sebagai Presiden seumur hidup. Melaksanakannya dengan meluruskan segala cara. Landasan konstitusionalnya tetap UUD 1945. 3. Berbagai ancaman datang silih berganti. Penyimpangan yang terjadi antara lain Presiden membuat UU tanpa persetujuan DPR dan Presiden membubarkan DPR yang tidak menyetujui APBN yang diajukannya. iii. Orde Baru menginginkan suatu tatanan hidup. tujuannya adalah menegakkan kebenaran dan keadilan demi Ampera. Adapun pelaksanaan Pancasila dilakukan secara murni dan konsekuen.lxxxiii ii. Keadaan tersebut membuat stabilitas nasional makin memburuk. Ciri-ciri Orde Baru hampir sama dengan Orde Lama. Tritura. Puncak dari semua itu adalah terjadinya pemberontakan PKI pada tanggal 30 September 1965. Dalam situasi ini Presiden Soekarno memberikan Surat perintah kepada Letjen Soeharto untuk mengambil tindakan pemulihan keadaan dan mengembalikan stabilitas negara. Lembaga negara seperti MPR.

yaitu DPA dan BPK. 3) Presiden. Menetapkan GBHN. 5) DPR bertugas mengawasi pelaksanaan tugas Presiden. MPR No. Mekanisme kegiatan kenegaraan lima tahunan secara garis besar adalah sebagai berikut: 1) MPR mengadakan sidang umum. Sidang istimewa MPRS tahun 1967 menarik mandat MPRS dari Presiden Soekarno dan pada sidang istimewa pada tahun 1968 MPRS mengangkat Soeharto menjadi presiden sampai terselenggaranya Pemilu. Strategi dan taktik Orde Baru ini tercermin dalam program kabinet Ampera. Tap. DPA dan BPK yang sesuai dengan UUD 1945. dan Pemilu 2) Dalam sidang umum MPR bertugas. Produk hukum yang dihasilkan antara lain pengesahan Supersemar ke dalam Tap. c. Membentuk lembaga tinggi negara. b. Melaksanakan Pemilu tepat waktu. 4) Tugas Presiden: a. a. 6) Lembaga negara lainnya melaksanakan tugasnya harus sesuai dengan UUD 1945 dan undang-undang.XXV/MPR/1966 tentang pembubaran PKI dan ormasnya. 4. Masa Reformasi .lxxxiv melaksanakan cita-cita demokrasi politik. dan para menteri negara menjalankan tugas berdasarkan UUD 1945. Membuat UU dengan persetujuan DPR dalam rangka pelaksanaan UUD 1945 dan GBHN. 2) Langkah Pengamalan UUD 1945 Oleh Orde Baru Orde Baru berhasil menyalurkan aspirasi masyarakat dan mengoreksi kesalahan yang dilakukan di masa Orde Lama. Kemudian terbentuklah lembaga negara seperti MPR.IX/MPR/1966. b. d. wakilnya. DPR. dan Tap MPR No. Memilih presiden dan wakilnya untuk melaksanakan GBHN. MPR No. Mengajukan APBN setiap tahun tepat waktu dan harus menyusun Repelita.XII/MPR/1966 tentang perubahan landasan di bidang ekonomi dan pembangunan.

lxxxv Dalam proses reformasi dewasa ini, terdapat berbagai pendapat dan kajian untuk mengamandemen UUD 1945, karena UUD 1945 harus bersifat fleksibel, yaitu mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan bangsa dan negara Indonesia. Keinginan untuk mengamandemen itu juga muncul karena adanya sifat “muitiinterpretable” pada pasal-pasal UUD 1945, sehingga mengakibatkan adanya sentralisasi kekuasaan terutama Presiden di masa Orde Lama maupun Orde Baru. Melalui Sidang Umum MPR tahun 1999, SidangTahunan MPR tahun 2000, Sidang Tahunan MPR 2001, dan Sidang Tahunan MPR 2002, UUD 1945 telah mengalami perubahan (amandemen). Perubahan ini dimaksudkan untuk menyempurnakan Batang Tubuh UUD 1945 dan tidak mengubah Pembukaan UUD 1945. Karena Pembukaan UUD 1945 merupakan ikrar berdirinya negara Kesatuan Republik Indonesia dan ia memuat Pancasila sebagai Dasar Negara, MPR berketetapan hati untuk tidak mengubahnya. Pembukaan UUD 1945 serta amandemen UUD 1945 berdasarkan Sidang Umum MPR 1999, Sidang Tahunan MPR 2000, Sidang Tahunan MPR 2001, dan Sidang Tahunan MPR 2002.

a.

SISTEM KETATANEGARAAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA a. Tujuh Kunci Pokok Sistem Pemerintahan Negara R.I. Sistem pemerintahan Indonesia dijelaskan di dalam Penjelasan UUD 1945 (sebelum amandemen), yang menyebutkan tujuh kunci pokok sistem pemerintahan Indonesia. Meskipun UUD 1945 telah diamandemen, ketujuh kunci pokok tersebut masih relevan dalam sistem pemerintahan Indonesia dewasa ini. Ketujuh kunci pokok itu adalah: 1) Indonesia adalah Negara yang Berdasarkan Hukum (Rechtsstsat) Negara Indonesia adalah negara yang berdasarkan hukum (rechtsstaat), tidak berdasarkan kekuasaan belaka (machts-staat). Artinya, setiap tindakan harus berlandaskan hukum, sehingga dapat dipertanggungjawabkan secara hukum dan

lxxxvi tekanan yang dilakukan terhadap hukum juga berarti terhadap kekuasaan. Hal ini terkandung di dalam Pembukaan UUD 1945 yang merupakan perwujudan cita hukum yang menjiwai Batang Tubuh UUD 1945 maupun dasar hukum yang tidak tertulis. Yang dimaksud dengan negara hukum bukan hanya, dalam arti formal saja, yaitu sebagai penjaga atau alat dalam menindak segala bentuk kejahatan dan ketidakadilan, tetapi juga dalam arti materiil, yaitu alat dalam menciptakan kesejahteraan sosial seluruh rakyat Indonesia, yang sesuai dengap alinea dalam Pembukaan UUD 1945. Ciri-ciri negara berdasarkan hukum dalam arti materiil adalah sebagai berikut: a. Adanya pembagian kekuasaan dalam negara; lihat UUD 1945 Pasal 2 ayat (I), 4 , 5, 19, 20, 23E dan 24, 24A-C dan pasal-pasal lain sampai amandemen keempat. 2. Diakuinya hak asasi manusia yang tertuang dalam konstitusi dan peraturan perundang-undangan; lihat UUD 1945 Pasal 27, 28, 28A-28J, 29 ayat (2) dan 31 ayat (1). 3. Adanya dasar hukum bagi kekuasaan pemerintah (asas legalitas); lihat UUD 1945 Pasal 1 ayat (3). 4. Adanya peradilan yang bebas dan merdeka serta tidak memihak; lihat UUD 1945 Pasal 24. 5. Semua warga negara memiliki kedudukan yang sama di mata hukum dan pemerintahan, wajib menjunjung hukum dan pemerintahai tersebut tanpa kecuali, dan berhak mendapatkan pendidikan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan; lihat UUD 1945 Pasal 27 ayat (I)dan(2). 6. Pemerintah berkewajiban memajukan kesejahteraan umum serta mencerdaskan rakyat Indonesia; lihat UUD 1945 Awal tentang Hak Asasi Manusia, Pasal 31, 33 dan 34. 2) Sistem Konstitusional Pemerintahan Indonesia bersifat konstitusional, bukan absolut (tidak terbatas). Pernyattaan itu menunjukkan bahwa pemerintahan dijalankan menurut sistem

lxxxvii konstitusional. Dalam sistem ini, penggunaan kekuasaan secara sah oleh aparatur negara dibatasi secara formal berdasarkan UUD 1945. Hal ini menunjukkan bahwa kekuasaan aparatur negara dan pemerintahan harus bersumber dari UUD 1945 atau undang-undang yang menyelenggarakan UUD 1945. 3) Kekuasaan Negara yang Tertinggi di Tangan Rakyat Kedaulatan, berada di tangan rakyat dan dilaksanakan menurut UUD 1945 (Pasal 1 ayat 2). Badan yang diberi kewenangan untuk melaksanakan kedaulatan ini adalah MPR, yang merupakan penjelmaan dari seluruh rakyat Indonesia. Majelis ini bertugas rnenetapkan UUD, serta melantik dan memberhentikan Presiden dan Wakil Presiden. Sedangkan Presiden harus menjalankan haluan negara berdasarkan haluanhaluan yang telah ditetapkan oleh MPR, serta bertanggung jawab kepada majelis ini. Karena ia adalah mandataris MPR, maka dia. wajib menjalankan putusan-putusan majelis. Dengan demikian maka dapat disimpulkan bahwa tugas MPR sangat luas dan segala keputusannya mencerminkan keinginan dan aspirasi rakyat. Anggota MPR terdiri dari anggota DPR dan DPD yang dipilih oleh rakyat melalui Pemilu. 4) Presiden adalah Penyelenggara Pemerintah Negara yang Tertinggi di bawah Majelis Permusyawaratan Rakyat Pasal 4 ayat (I) UUD 1945 menyebutkan bahwa Presiden Republik Indonesia memegang kekuasaan dan tanggung jawab dalam menjalankan pemerintahan. Dalam melakukan kewajibannya, Presiden dibantu oleh seorang wakil presiden. Tugas dan kewajiban Presiden serta Wakil Presiden dapat dilihat dalam pasalpasal UUD 1945 hasil amandemen keempat.

5)

Presiden Tidak Bertanggung Jawab kepada Dewan Perwakilan Rakyat UUD 1945 telah menggariskan kerjasama antara Presiden dan Dewan

Perwakilan Rakyat, antera lain dalam membentuk undang-undang dan menetapkan anggaran serta belanja negara, pengangkatan duta dan konsul, penganugerahan gelar dan tanda jasa, pemberian amnesti dan abolisi dan lain-lain. Dalam perkara-perkara tersebut Presiden harus, mendapatkan persetujuan DPR. Karena itu Presiden dan DPR

lxxxviii harus bekerja sama, tetapi tidak dalam arti Presiden bertanggung jawab kepada DPR karena kedudukan Presiden tidak tergantung kepada DPR. Presiden tidak dapat membekukan dan/atau membubarkan DPR (Lihat Pasal 7C) dan DPR pun tidak dapat menjatuhkan Presiden karena mereka adalah mitra kerja. DPR hanya mengawasi Presiden dalam menjalankan pemerintahan. Tetapi DPR dapat mengajukan usul pemberhentian Presiden kepada MPR (Lihat Pasal 7A, 7B). 6) Menteri Negara adalah Pembantu Presiden dan Menteri Negara Tidak Bertanggung Jawab kepada Dewan Perwakilan Rakyat UUD 1945 menyatakan bahwa Presiden dibantu oleh. Menteri-menteri negara dan dapat memberhentikan menteri-menteri negara menurut ketentuan UU (lihat Pasal 17). Menteri-menteri negara itu tidak bertanggung jawab kepada DPR. Kedudukan mereka tidak tergantung pada DPR tetapi pada Presiden karena mereka adalah pernbantu Presiden. Presiden berwenang mengangkat dari memberhentikan menteri. Pembentukan, pengubahan, dan pembubaran kementerian diatur oleh undang-undang. 7) Kekuasaan Kepala Negara Tidak Tak Terbatas Penjelasan UUD 1945 menyatakan bahwa “Meskipun Kepala Negara tidak bertanggung jawab kepada DPR, ia bukan diktator, artinya kekuasaannya tidak tak terbatas”. Seperti dijelaskan sebelumnya., sistem pemerintahan konstitusional tidak bersifat Absolut. Keberadaan DPR dan menteri negara dapat mencegah terjadinya pemerintahan yang absolut atau kekuasaan mutlak.Dalam hal ini kedudukan dan peran DPR sangatlah kuat, karena selain tidak dapat dibubarkan oleh Presiden, dia juga berwenang mengajukan usul dan persetujuan pembentukan undang-undang maupun penetapan anggaran dan belanja negara. Selain itu, karena semua anggota DPR adalah anggota MPR maka DPR memiliki wewenang untuk mengadakan sidang istimewa guna meminta pertanggungjawaban Presiden. Jika Presiden benar-benar melanggar haluan yang telah ditetapkan oleh MPR. Jadi jelas bahwa hubungan antara MPR, DPR, dan Presiden sangat erat. D. Susunan Kekuasaan Negara R.I.

lxxxix

Konsep kekuasaan negara menurut demokrasi sebagai terdapat dalam UUD 1945 sebagai berikut: (1) Kekuasaan di Tangan rakyat (a) Pembukaan UUD 1945 Alinea IV..”...Maka disusunlah kemerdekaan kebangsaan Indonesia itu dalam suatu Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat....... (b)Pokok Pikiran dalam Pembukaan UUD 1945 “Negara yang berkedaulatan rakyat, berdasarkan atas kerakyatan dan permusyawaratan perwakilan” (pokok Pikiran III). (2) Pembagian Kekuasaan Sebagaimana dijelaskan bahwa kekuasaan. tertinggi adalah ditangan rakyat, dan dilakukan menurut Undang-Undang Dasar oleh karena itu pembagian kekuasaan menurut demokrasi sebagaimana tercantum di dalam UUD 1945 adalah sebagai berikut : (a) Kekuasaan Eksekutif, didelegasikan kepada Presiden (Pasal 4 ayat (1) UUD 1945). (b)Kekuasaan Legislatif, didelegasikan kepada Presiden dan DPR dan DPD (Pasal 5) ayat (1), Pasal 19 dan Pasal 22C UUD 1945). (c) Kekuasaan Yudikatif, didelegasikan kepada Mahkamah Agung (Pasal 24 ayat (1) UUD 1945). (d)Kekuasaan Inspektif, atau pengawasan didelegasikan kepada Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Hal ini termuat dalam UUD 1945 Pasal 20-A ayat (1) “.... DPR juga memiliki fungsi pengawasan”. artinya DPR melakukan pengawasan terhadap Presiden selaku penguasa eksekutif. (e) Dalam UUD 1945 hasil amandemen tidak ada Kekuasaan Konsultatif, yang dalam UUD lama didelegasikan kepada Dewan Pertimbangan Agung (DPA). (Pasal 16 UUD 1945). Dengan lain perkataan UUD 1945 hasil amandemen telah Menghapuskan lembaga Dewan Pertimbangan Agung, karena hal ini berdasarkan kenyataan pelaksanaan kekuasaan negara fungsinya tidak jelas. Mekanisme pendelegasian kekuasaan yang demikian ini dalam khasanah ilmu hukum tatanegara dan ilmu politik

. (d)Rakyat kembali mengadakan Pemiku setelah membentuk MPR dan DPR (rangkaian kegiatan 5 (lima) tahunan sebagai realisasi periodesasi kekuasaan). Kedaulatan politik rakyat dilaksanakan lewat Pemilu untuk membentuk MPR dan DPR setiap 5 tahun sekali. (4) Pengambilan Keputusan Pengambilan keputusan menurut UUD 1945 dirinci sebagai berikut: a) Penjelasan UUD 1945 tentang Pokok Pikiran ke III. pengawasan kekuasaan dan pertanggungjawaban kekuasaan.”.. harus berdasar atas kedaulatan rakyat dan berdasar atas permusyawaratan perwakilan. menurut UUD 1945 mencakup antara lain: periode kekuasaan. Melantik Presiden dan Wakil Presiden.. Memang aliran ini sesuai dengan sifat masyarakat Indonesia”. dapat dilihat melalui proses atau mekanisme 5 tahunan kekuasaan dalam UUD 1945 sebagai berikut : (a) Pasal 1 ayat (2) UUD 1945 ‘kedaulatan di tangan rakyat. serta melakukan impeachment terhadap Presiden jikalau melanggar konstitusi. Oleh karena itu sistem negara yang terbentuk dalam UUD 1945. (c) Pasal 20 ayat (1) memuat “Dewan Perwakilan Rakyat memiliki fungsi pengawasan yang berarti melakukan pengawasan terhadap jalannya pemerintahan yang dijalankan oleh Presiden dalam jangka waktu 5 (lima) tahun”. ..xc dikenal dengan istilah ‘distribution of power’ yang merupakan unsur mutlak dari negara demokrasi. misalnya Pasal 7B ayat (7). b) Putusan Majelis Permusyawaratan Rakyat ditetapkan dengan suara terbanyak. Dalam pembatasan kekuasaan menurut konsep mekanisme 5 tahunan kekuasaan sebagaimana tersebut di atas. (3) Pembatasan kekuasaan Pembatasan kekuasaan menurut konsep UUD 1945. (b)“Majelis Permusyawaratan Rakyat memiliki Kekuasaan melakukan perubahan terhadap UUD. yaitu” .

” sebagai asasnya.. MPR yang memiliki kekuasaan tertinggi sebagai penjelmaaan kekuasaan rakyat. Majelis Permusyawaratan. “Kedaulatan adalah ditangan rakyat dan dilakukan menurut UndangUndang Dasar”. b) Namur demikian jikalau mufakat itu tidak tercapai. artinya segala keputusan yang diambil sejauh mungkin diusahakan.xci Ketentuan-ketentuan tersebut di atas mengandung pokok pikiran bahwa konsep pengambilan keputusan yang dianut dalam hukum tata negara Indonesia adalah berdasarkan : a) Keputusan didasarkan pada suatu musyawarah mencapai mufakat. Dalam penjelasan terhadap pasal I ayat (2) UUD 1945 disebutkan bahwa rakyat memiliki kekuasaan tertinggi namun dilaksanakan dan didistribusikan berdasarkan UUD. Berdasarkan ketentuan tersebut maka menurut UUD 1945 hasil amandemen MPR hanya dipilih melalui Pemilu. Rakyat terdiri dari anggota Dewan Perwakilan Rakyat dan anggota Dewan Perwakilan Daerah. Konsep pengawasan tersebut menurut UUD 1945 ditentukan sebagai berikut: Pasal I ayat (2). Maka menurut UUD hasil amandemen MPR kekuasaannya menjadi terbatas. dengan musyawarah untuk .. Oleh karena itu DPR dapat senantiasa mengawasi tindakan-tindakan Presiden. melantik Presiden dan Wakil Presiden dan memberhentikan Presiden dengan masa jabatannya atau jikalau melanggar UUD. yaitu mengubah UUD. maka dimungkinkan pengambilan keputusan itu melalui suara terbanyak.. yaitu meliputi tiga hal.kecuali itu anggota-anggota DPR semuanya merangkap menjadi anggota MPR. a) Berbeda dengan UUD lama sebelum dilakukan amandemen. (5) Pengawasan Dalam UUD 1945 termuat konsep pengawasan. c) Penjelasan UUD tentang kedudukan DPR. b) Pasal 2 ayat (1). disebut “..

xcii Berdasarkan ketentuan tersebut di atas maka konsep pengawasan menurut demokrasi Indonesia sebagai tercantum dalam UUD 1945 pada dasarnya adalah sebagai berikut : a) Dilakukan oleh seluruh warga negara, karena kekuasaan di dalam sistem ketatanegaraan Indonesia adalah di tangan rakyat, dan b) Secara formal ketatanegaraan pengawasan berada pada rakyat.

E. Sistem Kelembagaan Negara RI 1. Kelembagaan Negara UUD 1945 bukan hanya mengandung semangat dan perwujudan pokok pikiran yang terkandung di dalam Pembukaannya, tetapi juga merupakan rangkaian kesatuan pasalpasalnya. Sebagian dari pasal itu berisi tentang kedudukan, wewenang, tugas dan hubungan antar lembag,a negara. Dalam Tap. MPR No.VI/MPR/1973 dan Tap. MPR No.III/MPR/1978. MPR me-netapkan bahwa MPR adalah lembaga tertinggi negara sedangkan lembaga tinggi negara terdiri Presiden, Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Pertimbangan Agung, Badan Pemeriksa Keuangan, dan Mahkamah Agung.

Berdasarkan hasil Sidang Tahunan MPR 2002, Dewan Pertimbangan Agung ditiadakan. Sehingga struktur ketatanegaraan Republik Indonesia menjadi:

xciii

Hal-hal mengenai DPR diatur dalam Pasal 19, 20, 20A, 21, 22B, 22C, dan dalam pasal-pasal yang berkaitan dengan kerja-sama dengan Presiden, sedangkan Dewan Perwakilan Daerah (DPD) diatur dalam Pasal 22D. BPK mempunyai tugas khusus untuk memeriksa keuangan negara dan kemudian hasilnya dilaporkan kepada DPR, DPD, dan DPRD (Pasal 23 E, Pasal 23F, dan 23G). Badan ini bersifat bebas dan mandiri, jadi tidak dipengaruhi atau mempengaruhi kekuasaan pemerintah. Tugas BPK antara lain: 1. Memeriksa pengelolaan dan tanggung jawab keuangan negara. 2. Merneriksa semua pelaksanaan APBN.

xciv

Sedangkan kekuasaan kehakiman dipegang oleh Mahkamah Agung (MA) dan badan peradilan yang berada di bawahnya (Lihat Pasal 24, 24AJ yang terlepas dari pengaruh semua lembaga negara. Sedangkan kekuasaan kehakiman dipegang oleh Mahkamah Agung (MA) dan badan peradilan yang berada di bawahnya (Lihat Pasal 24, 24AJ yang terlepas dari pengaruh semua lembaga negara. Komisi Yudisial bersifat mandiri dan mempunyai wewenang mengusulkan pengangkatan hakim agung dan wewenang lain dalam rangka menjaga dan menegakkan kehormatan, martabat serta perilaku hakim. (Lihat Pasal 24B). Mahkamah Konstitusi berwenang mengadili pada tingkat pertama dan terakhir dengan keputusan yang bersifat final, menguji undang-undang terhadap Undang-Undang Dasar, memutus sengketa kewenangan lembaga negara dan kewenangan yang diberikan oleh UUD, memutus pembubaran partai politik, dan memutus perselisihan tentang hasil pemilihan umum. (Lihat Pasal 24C)

F. HUBUNGAN ANTAR LEMBAGA-LEMBAGA NEGARA RI i. Hubungan Antara MPR Dan Presiden Majelis Permusyawaratan Rakyat sebagai pemegang kekuasaan tinggi sebagai wakil rakyat sesuai dengan UUD 1945 (Pasal I ayat (2) ). di samping DPR dan Presiden. Hal ini berdasarkan ketentuan dalam UUD 1945 bahwa baik Presiden maupun MPR dipilih langsung oleh rakyat (Pasal 2 ayat (1) dan Pasal 6 ayat (1)). Berbeda dengan kekuasaan MPR menurut UUD 1945 sebelum dilakukan amandemen 2002, yang memiliki kekuasaan tertinggi dan mengangkat serta memberhentikan Presiden dan/atau Wakil Presiden. Sesuai dengan ketentuan UUD 1945 hasil amandemen 2002, maka Presiden dapat diberhentikan sebelum habis masa jabatannya baik karena permintaan sendiri atau karena tidak dapat melakukan kewajibannya maupun diberhentikan oleh MPR.

xcv Pemberhentian Presiden oleh MPR sebelum masa jabatan berakhir, hanya mungkin dilakukan jikalau Presiden sungguh-sungguh telah melanggar hukum berupa pengkhianatan terhadap negara, korupsi, penvuapan, tindak pidana berat lainnya, atau perbuatan tercela maupun apabila terbukti tidak lagi memenuhi syarat sebagai Presiden dan/atau wakil Presiden (Pasal 7A). Namun demikian perlu dipahami bahwa oleh karena Presiden tidak diangkat oleh MPR, maka Presiden tidak bertanggung jawab kepada MPR. melainkan kepada rakyat Indonesia sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Dasar. ii. Hubungan Antara MPR Dan DPR Majelis Permusyawaratan Rakyat terdiri atas anggota-anggota. Dewan Perwakilan Rakyat, dan anggota-anggota. Dewan Perwakilan Daerah yang dipilih melalui pemilu. Dengan demikian maka seluruh anggota. MPR menurut UUD 1945 dipilih melalui Pemilu. Mengingat kedudukannya sebagai penjelmaan seluruh rakyat Indonesia yang memegang kedaulatan rakyat tertinggi (Pasal 2 ayat (1)) dan untuk menegakkan martabat serta kewibawaannya, maka MPR menyelesaikan masalah-masalah yang bersifat dasar, yang bersifat struktural dan memiliki kekuasaan untuk mengubah UUD, maka antara DPR dengan MPR harus melakukan kerjasama yang simultan dalam melakukan pengawasan terhadap jalannya pemerintahan yang dilakukan oleh Presiden. Oleh karena anggota DPR seluruhnya merangkap angota MPR, maka MPR menggunakan DPR sebaoai tangan kanannya dalam melakukan pengawasan pelaksanaan kebijakan yang dilakukan oleh Presiden sebagaimana ditetapkan oleh MPR. Dalam hal ini DPR menggunakan hak-hak tertentu. yang dimilikinya seperti hak angket, hak amandemen, hak interpelasi, hak budget, hak tanya inisiatif (Pasal 20-A). MPR mempunyai tugas yang sangat luas, melalui wewenang DPR, MPR mengemudikan pembuatan Undang-Undang serta peraturan-peraturan lainnya agar

xcvi undang-undang serta peraturan-peraturan itu sesuai dengan UUD 1945. Melalui wewenang DPR ia juga menilai dan mengawasi wewenang lembaga-lembaga lainnya. Demikianlah hubungan DPR dan MPR sebagai bagian yang diutamakan Maielis. terutama pasca amandemen UUD 1945 2002 ini diharapkan dengan adanya reformasi kelembagaan tinggi negara, benar-benar dapat tercipta iklim pelaksanaan negara yang lebih demokratis.

iii. Hubungan Antara DPR Dan Presiden Sebagai sesama lembaga dan sesama anggota badan legislatif maka DPR dan Presiden bersama-sama mempunyai tugas antara lain: i. Membuat Undang-Undang (Pasal 5 ayat (1), 20 dan 21). dan Menetapkan Undang-Undang tentang anggaran pendapatan dan belanja negara (Pasal 23 ayat (1)). ii. Membuat undang-undang berarti menentukan kebijakan politik yang diselenggarakan oleh Presiden (Pemerintah). iii. Menetapkan budget negara pada hakekatnya berarti menetapkan rencana kerja tahunan. DPR melalui anggaran belanja yang telah disetujui dan mengawasi Pemerintah dengan efektif. Di dalam, pekerjaan untuk membuat UU, maka Iembagalembaga negara lainnya dapat diminta pendapatnya. Sesudah DPR bersama Presiden menetapkan UU dan RAP/RAB negara maka di dalam pelaksanaannya DPR berfungsi sebagai pengawas terhadap pemerintah. Pengawasan DPR terhadap Presiden adalah suatu konsekuensi yang wajar (logis), yang pada hakikatnya mengandung arti bahwa presiden bertanggung jawab kepada DPR dalam arti partnership. Presiden tidak dapat dijatuhkan oleh DPR, dan dengan pengawasan tersebut, maka terdapat kewajiban bagi Pemerintah untuk selalu bermusyawarah dengan DPR tentang

Presiden harus memperhatikan. Dewan ini tidak dapat dibubarkan oleh Presiden karena anggota-anggota DPR semuanya merangkap menjadi anggota-anggota MPR. Bentuk kerja sama antara DPR dan Presiden tidak boleh mengingkari partner legislatifnya. ma. dan DPR menpunyai kesempatan untuk menemukakan pendapat rakvat secara kritis terhadap kebijaksanaan dan politik pemerintah. Dengan adanya wewenang DPR tersebut. maka DPR dapat senantiasa mengawasi segala tindakan-tindakan Presiden dan jikalau Dewan menganggap bahwa Presiden sungguh-sungguh melanggar pidana atau konstitusi yang telah. Sebaliknya keduduk-an DPR adalah kuat. Menurut UUD 1945. Menurut UUD1945 hasil amandemen 2002 pasal 20-A ayat (2) dan 1) Hak amandemen (mengadakan perubahan) 2) Hak interpelasi (meminta kete-rangan) 3) Hak bertanya 4) Hak angket (hak untuk mengadakan suatu penyelidikan). memberikan keterangan-keterangan serta laporan-laporan kepada Dewan dan meminta pendapatnva. yaitu hak untuk menyusun rancangan Anggaran Belanja dan Pendapatan Negara (Pasal 23 ayat (1)).xcvii masalah-masalah pokok dari negara yang menyangkut kepentingan rakyat dengan UUD sebagai landasan kerja. mendengarkan. maka sepanjang tahun teriadi musyawarah yang diatur antara pemerintah dan DPR. berkonsultasi dan dalam banyak hal. Untuk pengawasan tersebut maka DPR mempunyai beberapa wewenang yaitu a. Hal ini tetap sesuai dengan penjelasan resmi UUD 1945 dinyatakan bahwa Presiden harus tergantung kepada Dewan.ka Majelis itu dapat melakukan sidang istimewa untuk melakukan inpeachment. 2) Hak inisiatif vaitu hak untuk mengusulkan rancangan uu (pasal 21 ayat (1)) b. 1) Hak budget. .

melainkan secara serius harus memberikan pertimbangan kepada Presiden dan sebaiknva Presiden tidak boleh . Dalam hal ini sudah sewajarnya Presiden mengganti menteri yang bersangkutan tanpa membubarkan kabinet. menteri-menteri tidak dapat dijatuhkan dan/atau diberhentikan oleh DPR. yang berakibat diberhentikannya menteri oleh Presiden. iv. dalam pasal tentang kementerian negara (Pasal 17) diterangkan bahvva Presiden tidak bertanggungjawab kepada DPR (sistem Kabinet Presidensial) Seperti juga halnya dengan Presiden. Sudah terang bahwa DPR tidak boleh main mosi tidak percaya. ditambah pula ketentuan dalam penjelasan yang mengatakan bahwa Presiden harus memperhatikan sungguh-sungguh suara DPR. Hubungan Antara DPR Dengan Menteri-Menteri Hubungan kerjasama antara Presiden dengan DPR juga harus dilaksanakan dalam hal DPR menyatakan keberatannya terhadap kebijaksanaan menteri-menteri. akan tetapi tergantung kepada Presiden.xcviii Kritik-kritik itu dapat dilanjutkan dan dibahas oleh surat-surat kabar sebagai pembawa suara masyarakat yang langsung sehingga terjadilah suatu 'Sosial Control` yang baik terhadap pemerintah khususnya dan terhadap lembaga-lembaga negara lain pada umumnya. akan tetapi sebagai konsekuensinya yang waiar (logis) dari tugas clan kedudukannya. 1945. Oleh karena itu menterimenten pun juga tidak terlepas dari keberatan-keberatan DPR. Dalam UUD 1945 dinyatakan bahwa menteri-menteri diangkat dan diberhentikan oleh Presiden (Pasal 17 ayat (2)). artinya kedudukannya tidak tergantung kepada Dewan. sedangkan dalam penjelasannya dikemukakan bahwa menterimenteri itu tidak bertanggung jawab kepada DPR. Penafsiran tentang kedudukannya menteri-menteri itu tidak bisa dilepaskan dari penafsiran tentang kedudukan Presiden yang juga dalam penjelasan UUD.

para menteri bekerjasama satu sama lain secara erat di bawah pimpinan Presiden Dalam praktek Pernerintahan. terutama berdasar Pasal 3 ayat (3). menteri mengetahui seluk-beluk mengenai lingkungan pekerjaannya. Berhubungan dengan itu mcnteri mempunyai pengaruh besar terhadap Presiden dalam menuntun politik negara yang menyangkut departemennya. sebagai pemimpin departemen (Pasal 17 ayat (3)). Hubungan Antara Presiden dengan Menteri-Menteri Presiden mengangkat dan memberhentikan menteri-menteri negara (Pasal 17 ayat (2)) dan menteri-menteri itu secara formal tidak bertanggung jawab kepada DPR. oleh karena itu menteri-menterilah yang terutama menjalankan pemerintahan dalam praktekm a. Dalam Penjelasan UUD 1945 disebutkan bahwa kekuasaan kehakiman adalah kekuasaan pemerintah ataupun kekuasaan serta kekuatan lainnya! Berhubung dengan itu harus diadakan jaminan dalam . v. Meskipun kedudukan Para menteri tergantung. vi. maka sebagai jalan keluar MPR harus segera memberikan keputusannya. timbul kebiasaan bahwa Presiden melimpahkan sebagi-an wewenang kepada pembantu pimpinan dari Presiden Konvensi yang demikian ini tidak boleh mengurangi jiwa dari sistem kabinet Presidensial. mereka bukan pegawai tinggi biasa. akan tetapi tergantung kepada Presiden.-dan terhadap MPR itu Presiden secara imperatif harus melaksanakannya. Dalam Pasal 24 ayat (1) UUD 1945 disebutkan bahwa kekuasaan kehakiman dilakukan oleh sebuah Mahkamah Agung dan lain-lain Badan Kehakiman menurut susunan dan kekuasaan Badan-Badan Kehakiman tersebut diatur menetapkan hubungan antara Mahkamah Agung dengan lembaga-lembaga lainnya. Untuk menetapkan politik pemerintah dan koordinasi dalam pemerintah negara. Menteri adalah pembantu Presiden (Pasal 17 ayat (3)). Hubungan Antara Mahkamah Agung Dengan Lembaga Negara Lainnya. Memang yang dimaksudkan adalah bahwa para menteri itu peminpin-pemimpin negara.xcix bersitegang tidak mau memperhatikan suara DPR yang telah diberikannya dengan tulus ikhlas.kepada Presiden.

Berhubung dengan itu kekuasaan kehakiman adalah kekuasaan negara yang merdeka untuk menyelenggarakan peradilan guna meneoakkan hukum dan keadilan berdasarkan Pancasila. sebagai syarat mencapai suatu keputusan yang seadil-adilnya. atau singkatnya disebut dengan 'Rule of law' Undang-undang Pokok Kehakimain (UU No. pertimbangan dan nasihat-nasihat tentang soal-soal hukum kepada lembaga negara lain apabila diminta. Semua pengadilan memberikan keterangan. selain atas printah tertulis oleh kekuasaan yang sah dalam hal-hal clan menurut cara-cara yang diatur dengan undangundang. . berhubungan dengan itu pengadilan mengadili menurut hukum dengan tidak membeda-bedakan orang. not by man).tiada seorang juapun dapat dihadapkan di depan pengadilan selain daripada yang ditentukan baginya oleh undang-undang. wajib dianggap tidak bersalah sebelum kekuatan hukum yang tetap asas (persumfion innocence). ditahan. Demikian juga tiada scoarano juapun dapat dijatuhi pidana. telah bersalah atas perbuatan yang dituduhkan atas dirinya. Setiap orang yang disangkakan. Negara Republik Indonesia adalah negara yang berdasarkan atas hukum yang berdasarkan Pancasila.c bentuk UUD 1945 tentang kedudukan para hakim. penahanan. 14 tahun 1970) dalam Pasal 5 sampai dengan Pasal 8 menjamin hak-hak asasi manusia yang mendapatkan perlindungan. Sifat negara hukum ini rnengandung makna bahwa alat-alat perlengkapannya hanya dapat bertindak menurut dan terikat kepada aturanaturan yang telah dibuat oleh badan yang dikuasakan untuk mengadakan peraturanperaturan itu. Ketentuan im menunjukkan bahwa di negara Indonesia dijamin perlindungan hak-hak asasi manusia dan bukan kemauan seseorang yang menjadi dasar tindakan penguasa (Govemment by law. karena alat penbuktian yang sah menurut undang-undang mendapat keyakinan bahwa seorang yang dianggap dapat bertanggung jawab. Selain itu tidda seorangpun dapat dikenakan penangkapan. kecuali apabila pengadilan. penggeledahan dan pesitaan. dituntut dan atau dihadapkan di depan pengadilan. ditangkap.

5 tahun 1973 tentang Badan Pemeriksa Keuangan menegaskan. akan tetapi tidak berdiri di atas pemerintah. . Hubungan Antara BPK Dengan DPR Badan Pemcriksa Keuangan (BPK) bertugas memeriksa tentang keuangan negara dan hasil perneriksaannya itu diberitahukan kepada DPR. dilakukan oleh instansi yang bersangkutan. Mahkamah Agung harus bebas dari pengaruh kekuasaan ataupun lainnya. vii.bahwa mahkamah Agung berhak untuk menguji secara material peraturan yang lebih rcndah tingkatnya dari undang. Undang-Undang No. berwenang menyatakan tidak sah peraturan perundangan dari tinokat .ci Mahkamah Agung sebagai Lembaga Tinggi Negara dalam bidang kehakiman dari tingkat yang lebih tinggi. Dalam proses reformasi dewasa ini Mahkamah Agung merupakan ujung tombak terutama mernberantas KKN untuk rnewujudkan pemerintahan yang hersih sebagaimana diamanatkan oleh Tap No. Sehubungan dengan pcnuaian tugasnya BPK berwenang meminta keterangan yang wajib diberikan oleh setiap orang. Putusan tentang tidak sah peraturan penmdang-undangan tersebut dapat diambil berhubungan perundangan yang dinyatakan tidak sah tcrsebut. BPK bertugas untuk memeriksa tanggung jawab pemerintah tentang keuangan negara dan memeriksa semua pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Dewan Perwakilan Daerah daerah DPRD (Pasal 23-E ayat (2)) untuk mengikuti dan menilai kebijakan ekonomis financial pemerintah yang dijalankan oleh aparatur administrasi negara yang dipimpin oleh pemerintah. Ketentuan ini mengatur tentang hak menguji dari Mahkamah Agung.lebih tinggi.yang . sepanjang tidak bertentangan dengan Undang-Undang. badan/instansi Pemerintah atau badan swasta.undang mengenal sah tidaknya dengan ketentuan perundang-undangam yang lebih tinggi. bahwa BPK adalah lembaga tinggi negara yang dalam pelaksanaan terlepas dari pengaruh oleh kekuasaan pemerintah. yang mengandung makna. XI/MPR/1998.

Namun kerjasama yang baik itu tidaklah berarti saling melindungi atau saling menutupi kekurangan masing-masing. Ditinjau dari segi ini maka hasil pemeriksaan BPK merupakan upaya yang menjamin terbinanya aparatur pemerintahan dan aparatur perekonomian negara yang bersih clan sehat. antara BPK. Sudah selayaknya sebagai sesama Lembaga Negara. secara tertib. maka masalahnya diberitahukan kepada kepolisian atau kejaksaaan. diperiksa pula Angggaran Pendapatan dan Belanja Daerah.cii Pembentukan BPK sesungguhnya memperkuat pelaksanaan demokrasi dalam arti yang sesungguhnya. Barang siapa sengaja tidak memenuhi kewajiban untuk memberikan keterangan yang diminta BPK dengan jalan menolak atau menghindarkan diri untuk memberikan keterangan. Anggaran Perusahaan-perusahaan milik negara dan lain-lain. Jadi BPK bertugas memeriksa pertanggungjawaban pemerintah tentang keuangan negara dan memeriksa semua pelaksanaan APBN yang hasil pemeriksanaannya diberitahukan kepada DPR. Tidak kalah pentingnya adalah mengawasi apakah kebijaksanaan dan arah tersebut dilaksanakan pemerintah dengan sebaik-baiknya menurut tujuan semula. Dewan Perwakilan Daerah dan DPRD. atau perbuatan yang merugikan negara. Kedudukannya bebas dan terlepas dari pengaruh pemerintah. DPR dan Pemerintah terjalin kerjasama yang sebaik-baiknya. dapat dikenakan hukuman penjara selama-lamanya satu tahun enam bulan. ' Keanggotaan BPK itu tidak mewakili suatu golongan dan manapun juga asal anggotanya. Hasil pemeriksaan BPK inipun disertai sanksi pidana. Selain pelaksanaan APBN. ' PENUTUP . Hal itu diperlukan untuk menjamin agar BPK dapat bekerja secara objektif. pegaturan kebijaksanaan dan arah keuangan negara yang dilakukan DPR saja belum dapat dikatakan cukup. apabila hasil pemeriksaan mengungkapkan sangkaan terjadinya tindakan-tindakan pidana. oleh karena.

Tentang dan Sekitar UUD’45. II. Pen. R. M. adalah konstitusi negara Republik Indonesia yang disahkan sebagai undang-undang dasar negara oleh PPKI pada tanggal 18 Agustus 1945. Yogyakarta. Pendidikan Pancasila. 1982. (hasil Amandemen disahkan tanggal 16 Agustus 2002) (Anallsis Filosofis & Yuridis).STIMIK DIPANEGARA . Erlangga. Yogyakarta. Pen.I.Makassar. Hak-hak Asasi Manusia Berdasarkan Idiologi Pancasila. Purnomo. Pradnya Paramitha. 1973.Pendidikan Pancasila Perguruan Tinggi. Jelaskan konstusi sebagai landasan politik dan strategi nasional Indonesia! 3. Panduan Kuliah Pendidikan Pancasila untuk Perguruan Tinggi.2003 Tim Dosen Pancasila Unhas. Pen. 1962. Pen. SOAL LATIHAN Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini : 1. Jambatan. 2003. Seko ABRI.Jakarta. Kajian tentang UUD’ Negara R. M.ciii Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Jakarta. 1993. Gunawan. Pen.I. UUD 1945 mengalami 4 kali perubahan (amandemen). Pen. Tim Dosen Pancasila Unhas. Pen. CST. -----------------Sistem Pemerintahan Indonesia. Jakarta. Yogyakarta. M. III) Pen. Jakarta. Kansil. Kanisius. 1970. Elly M. Pradnya Paramitha. 1968. Jakarta. 2002. Pen.H. Departemen Penerangan R. Bandung. Jelaskan Amandemen/perubahan UUD 1945 dan Dinamika Pelaksanaan UUD 1945! 4.Si. Pembagian Kekuasaan Negara. Drs. Pen. Hutauruk. Kaelan. Simorangkir.Pendidikan Pancasila Bunga Rampai . Drs. yang merubah susunan lembaga-lembaga dalam sistem ketatanegaraan Republik Indonesia.Si. Bursa Buku FH-UI. 2005. Universitas Hasanuddin. Pancasila dan UUD'45 (I. Hak-hak dan Kewajiban Warga Negara. Dra. Paramitha Pradnya.Makassar. Jelaskan sistem Kelembagaan dan hubungan antar lembaga Negara Kesatuan RI! DAFTAR BACAAN Ismail Sunny.Si.. Jelaskan pengertian konstitusi negara! 2.2004 BAB VI . Kaelan. Pengimplementasian UUD’45. Jakarta. Gramedia Pustaka Utama. M. yang pada kurun waktu tahun 1999-2002. S. JCT. 1973. Setiadi.

jalan. cara. Politcs memberi asa. keadaan. politics adalah suatu rangkaian asas. dan alat yang digunakan untuk mencapai tujuan tertentu yang dikehendaki. Politik merupakan suatu rangkaian asas. jalan. Dalam bahasa inggris. Sementara itu policy yang dalam bahasa Indonesia di terjemahkan sebagai kebjaksanaan. pembagian atau alokasi sumber daya yang ada. dan distribusa atua alokasi sumber daya. politik dalam arti politics mempunyai makna kepentingan umum warga Negara suatu bangsa. keadaan. dan alat yang di gunakan untuk mencapai cita-cita dan tujuan tertentu. Politik secara umum menyangkut proses penentuan tujuan Negara dan cara melaksanakannya . pengaturan . dan arah tersebut sebaik-baiknya. politik membicarakan hal-hal yang berkaitan dengan Negara. adalah penggunan pertimbangan pertimbangan yang di anggap dapat lebih menjamin terlaksananya suatu usaha.pembagian ataupun alokasi sumber daya yang ada memerukan kekuasaan dan wewenang. jalan. Latar Belakang Kata politik secara etimologi berasal dari bahasa Yunani poitenia. cara. Perlu di ingat bahwa penentuan kebijakan umum. cara. arah. dan madannya. Kekuasaan dan wewenang ini memainkan peranan yang sangat penting dalam pembinaan kerja sama dan penyelesaian konflik yang mungkin muncul dalam proses pencapain tujuan. berarti kesatuan masyarakat yang brdiri sendiri. yang akar katanya adalah polis. sedangkan policy memberkan pertimbanagn cara pelaksanaan asas. B.civ POLITIK DAN STRATEGI NASIONAL PENDAHULUAN A. Pengambilan kebijaksanaan biasanya dilakukan oleh seorang pemimpin. Politics dan policy memiliki hubungan yang erat dan timbale balik. kesatuan. Dalam bahasa Indonesia. prinsip. Dengan demikian. dam tujuan yang di kehendaki. cita-cita . pelaksanaan tjuan itu memerlukan kebijakan-kebijakan umum yang menyangkut pengaturan. kebijakan. pngambilan keputusan. yaitu Negara dan tela yang berarti urusan. Ruang Lingkup .

d. dan antisipasi). Tanggap terhadap berbagai akibat dari permasalahan politik yang dapat menggangu eksistensi negara. kritis. Sasaran Pembelajaran Mahasiswa dapat mengenali masalah-masalah strategi dalam politik. C. serta 8. 5. Menghubungkan strategi raya dengan strategi nasional. 4. Politik pembangunan nasional dan manajemen nasional. Melalui pembelajaran ini mahasiswa diharapkan dapat : 1. Menganalisis wujud polnas dan stranas di indonesia. Memecah permasalahan politik. kreatif. Pengertian politik.cv Bahan pembelajaran ini akan membahas : a. Permasalahan dan agenda pembangunan nacional. 6.yang terkait dengan politik. serta strategi nasional secara rasional (proaktif. 3. 2. Peka terhadap permasalahan politik yang ada di lingkungannya yang terkait dengan strategi nasional. dan. Menjelaskan latar belakang politik dan strategi nasional. strategi nasional dan mengambil keputusan mengenai hal-hal yang strategis bagi kepentingan publik. 7.strategi nasional. Mengambil keputusan kolektif sebagai rekomendasi terkait dengan polstrahankam URAIAN BAHAN PEMBELAJARAN . dan polstranas b. strategi. Menganalisis berbagai permasalahan polsrahankam. geopolitik. Stratifikasi politik nasional c.

Politik dalam arti policy yang d artikan kebijaksanaan yaitu berupa penggunaan pertimbangan-pertimbangan tertentu yang dianggap dapat lebih menjamin terlaksananya suatu usaha. Strategi dan Polstranas 1. Politik dalam arti konvensional adalah alat untuk mencapai kemnangan dalam perang( pertahanan). jalan. Politik sebagai system dapat meliputi beberapa hal yaitu: Kultur politik yaitu nilai-nilai rohaniah serta lembaga-lembaga yang menata kehidupan politik yang berasak dari adapt. Cintoh politik ekonomi. Contoh partai politik. prinsip.cvi A. cara. pemerintah. Proses politik yaitu kegiatan politik dalam kenyataannya yang motivasinya bersumberkan dari kultur politik masyarakat yang bersangkutan dan di laksakan dalam kerangka struktur politiknya . Struktur plitik yaitu kerangka hubungan formal yang mengatur hubungan rakyat. keadaan. agama. keadaan. dan alat yang digunakan untuk mencapai tujun tertentu yang dikehendaki. cara dan alat yang digunakan oleh individu atau kelompok untuk mencapa kepentingan tertentu. prinsip. Secara etimologi pengertian politik di bagi atas tiga yaitu: Politik dalam arti Politce mempunyai makna kepentingan umum warga Negara suatu bangsa yang di rumuskan ialah suatu rangkaian asas. filsafat atau sejarah masyarakat yang bersangkutan. Pengertian Politik. dalam suatu politik misalkan politik ekonomi dalam proses pelaksanaan suatu institusi perlu memilki kebijaksanan dalam menghadapi berbagai masalah yang ada di masyarakat. jalan. cita-cita atau keinginan atau tujuan yang di kehendaki. wilayah serat kedaulatan Negara yang bersangkuan. dalam hal ini tujuan dari sekelompok orang yang mendirikan suatu organisasi berupa partai politik adalah unuk mencapai suatu kepentingan berupa keduduakn yang tinggi dalam suatu pemerinitahan. Pengertian Politik Secara umum politik merupakan suatu rangkaian asas. Misalnya NATO.

yaitu siapa pengambil keputusan dan untuk siapa keputusan diambil. Kebijakan. Pengambilan Keputusan. yaitu kemampuan seseorang atau kelompok mempengaruhi tingkah laku orang lain atau kelompok lain sesuai dengan keinginannya. dalam politik pengambilan keputusan melalui sarana umum. politik. Karl vont Clausewitz (1780-1831) berpendapat bahwa strategi adalah penggunaan pertempuran untuk memenangkan pperangan. haluan. sementara itu perang tu sendiri merupakan kelanjutan dari politik. kebijaksanaan negara tentang pembinaan serta penggunaan kekuatan nasional untuk mencapai tujuan nasional. Distribusi / Alokasi Sumber Daya. Politik dan Strategi Nasioanal Politik nasional diartikan sebagai kebijakan umum dan pengambilan kebijakan untuk mencapai suatu cita-cita dan tujuan nasional. strategi adalah cara melaksanakan . dan jangka panjang. Strategi nasional disusun untuk pelaksanaan politik nasional misalnya stretegi jangka pendek. Dalam pengertian umum. dan hankam) untuk mencapai tujuan yang telah di tetapkan sebelumnya.cvii Politik selalu membicraka hal-hal yang berkaitan dengan: Negara. untuk memilih tujuan dan cara mencapai tujuan itu. defenisi politik nasional adalah asas. Jadi. usaha. social budaya. Pengertian Strategi Strategi berasal dari bahasa Yunani strategia yang di artikan sebagai “the art of general” atau seni seorang panglima yang bias any digunakan dalam peperangan. Kekuasaan. Dengan demikian. yang merupakan organisasi politik paling utamu dalam suatu wlayah yang berdaulat. artinya suatu kumpulan keputusan yang diambil seseorang atau kelompok politik. strategi adalah cara untuk mendapatkan kemenanagan atua pencapaian tujuan. Strategi pada dasarnya merupakn seni dan ilmu dalam menggunakan serta mengembangkan kekuatan (ideology). yaitu pembagian atau penjatahan nilai-nilai dalam masyarakat. 2. menengah. 3.

dan Ketahanan Nasional. Landasan pemikiran dalam sistem manajemen nasional ini sangat penting sebagai kerangka acuan dalam penyusunan politik dan strategi nasional karena didalamnya terkandung dasar negara. Mekanisme penyusunan politik dan strategi nasional ditingkat suprastruktur politik diatur oleh presiden. Dewan Penerbangan dan . Sejak tahun 1985 telah berkembang pendapat yang menyatakan bahwa jajaran pemerintah dan lembagalembaga yang tersebut dalam UUD 1945 merupakan “suprastruktur politik”. seperti Dewan Stabilitas Ekonomi Nasional. seperti partai politik. kelompok kepentingan (interest group). media massa. dan MA. cita-cita nasional. presiden dibantu oleh berbagai lembaga tinggi negara lainnya serta dewan-dewan yang merupakan badan koordinasi. Sementara itu badan-badan yang ada dalam masyarakat disebut sebagai “infrastruktur politik” yang mencakup pranata politik yang ada dalam masyarakat.cviii politik nasional dalam mencapai sasaran dan tujuan yang ditetapkan dalam konteks politik nasional. dan konsep strategis bangsa Indonesia. 4. Penyusunan Politik dan Strategi Nasional Politik dan strategi nasional yang berlangsung selama ini disusun berdasarkan sistem kenegaraan menurut UUD 1945. organisasi kemasyarakatan. dan kelompok berpengaruh (pressure group). Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Dalam melaksanakan tugas ini. Lembaga-lembaga tersebut adalah Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR). 5. Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). UUD 1945. Suprastruktur dan infrastruktur politik harus dapat bekerja sama dan memiliki kekuatan yang seimbang. Wawasan Nusantara. Dasar Pemikiran Penyusunan Politik dan Strategi Nasional Dalam penyusunan politik dan strategi nasional perlu dipahami pokok-pokok pikiran yang terkandung dalam sistem manajemen nasional yang berlandaskan ideologi Pancasilan.

sudah tercantum program-program yang lebih konkret yang disebut sasaran nasional. 3) Semakin meningkat kemampuan untuk menentukan pilihan dalam pemenuhan kebutuhan hidup. Program kabinet dapat dipandang sebagai dokumen resmi yang memuat politik nasional yang digariskan oleh presiden. penyelenggara negara harus mengambil langkah-langkah pembinaan terhadap semua lapisan masyarakat dengan mencantumkan sasaran sektoralnya. Selanjutnya. Pandangan masyarakat terhadap kehidupan politik. Sesuai dengan kebijakan politik nasional. Melalui pranata-pranata politik. Adapun yang dilaksanakan oleh presiden sesungguhnya merupakan politik dan strategi nasional yang bersifat pelaksanaan. ekonomi. Dewan Otonomi Daerah dan Dewan Stabilitas Politik dan Keamanan. masyarakat memiliki peran yang sangat besar dalam mengontrol jalannya politik dan strategi nasional yang ditetapkan oleh MPR ataupun yang dilaksanakan oleh presiden. masyarakat ikut berpartisipasi dalam kehidupan politik nasional. Proses politik dan strategi nasional pada infrastruktur politik merupakan sasaran yang akan dicapai oleh rakyat Indonesia. Proses penyusunan politik dan strategi nasional ditingkat suprastruktur politik dilakukan setelah presiden menerima GBHN. dan bernegara. Dalam era reformasi saat ini. ataupun bidang Hankam akan selalu berkembang karena : 1) Semakin tingginya kesadaran bermasyarakat. 2) Semakin terbuka akal dan pikiran untuk memperjuangkan haknya. presiden menyusun program kabinet dan memilih menteri-menteri yang akan melaksanakan program-program tersebut. berbangsa. Dewan Maritim. Strategi nasional dilaksanakan oleh para menteri dan pimpinan lembaga pemerintah nondepartemen berdasarkan petunjuk presiden. .cix Antariksan Nasional RI. sosial budaya. Didalamnya.

2) Dalam hal dan keadaan yang menyangkut kekuasaan kepala negara. . pasal 5 ayat (2). penggarisan masalah makropolitik bangsa dan negara untuk merumuskan tujuan nasional (national goals) berdasarkan falsafah Pancasila dan UUD 1945. B. tingkat penentuan kebijakan puncak ini juga mencakup kewenangan presiden sebagai kepala negara. seperti tercantum pada Pasal 10 sampai dengan Pasal 15 UUD 1945. Pasal 5 ayat (1) atau Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perpu) dalam hal ihwal kepentingan yang memaksa) b) Peraturan pemerintah untuk mengatur pelaksanaan undang-undang yang wewenang penerbitannya berada di tangan presiden (UUD 1945. Pasal 4 ayat (1). atau piagam kepala negara. c) Keputusan atau instruksi presiden yang berisi kebijakan-kebijakan penyelenggaraan pemerintahan yang wewenang pengeluarannya berada di tangan presiden dalam rangka pelaksanaan kebijakan nasional dan perundang-undangan yang berlaku (UUD 1945. Bentuk hukum dari kebijakan nasional yang ditentukan oleh kepala negara itu dapat berupa dekrit. peraturan. Stratifikasi Politik Nasional Stratifikasi politik (kebijakan) nasional dalam Negara Republik Indonesia sebagai berikut : a.cx 4) Semakin meningkat kemampuan untuk mengatasi persoalan seiring dengan semakin tingginya tingkat pendidikan yang ditunjang oleh kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Tingkat Penentu Kebijakan Puncak 1) Tingkat kebijakan puncak meliputi kebijakan tertinggi yang menyeluruh secara nasional dan mencakup penentuan Undan-Undang Dasar. Hasil-hasilnya berbentuk a) Undang-undang yang kekuasaan pembuatnya terletak di tangan presiden dengan persetujuan DPR (UUD 1945. serta 5) Semakin kritis dan terbukanya masyarakat terhadap ide baru. serta d) Dalam keadaan tertentu dapat pula dikeluarkan maklumat presiden.

Kebijakan ini adalah penjabaran kebijakan puncak dalam rangka merumuskan strategi administrasi. program. ada inspektur jenderal dalam penyelenggaraan pengendalian departemen. Tingkat Penentuan Kebijakan Teknis Kebijakan teknis meliputi penggarisan dalam satu sector dari bidang utama diatas dalam bentuk prosedur serta teknik untuk mengimplementasikan rencana. Ia juga mempunyai wewenang untuk membantu mempersiapkan kebijakan umum menteri. Keputusan Menteri atau Instruksi Menteri dalam bidang pemerintahan yang dipertanggungjawabkan kepadanya. Tingkat Kebijakan Umum Tingkat kebijakan umum merupakan tingkat kebijakan dibawah tingkat kebijakan puncak yang lingkupnya juga menyeluruh nasional dan berupa penggarisan mengenai masalah makro-strategis untuk mencapai tujuan nasional dalam situasi dan kondisi tertentu. sistem dan prosedur dalam bidang utama tersebut. atau Instruksi Pimpinan Lembaga Nondepartemen/Direktur Jenderal. Hasil penentuan kebijakan dirumuskan dalam bentuk Peraturan. dan . Selain itu. sekjen sebagai pembantu utama menteri bertugas mempersiapkan dan merumuskan kebijakan umum menteri dan pimpinan rumah tangga departemen. Didalam tata laksana pemerintahan. Wewenang pengeluaran kebijakan khusus ini terletak di tangan pimpinan eselon pertama departemen pemerintahan dan pimpinan lembaga-lembaga nondepartemen. Hasil penentuan dari pimpinan lembaga nondepartemen itu lazimnya merupakan pedoman pelaksanaan. Wewenang kebijakan umum berada di tangan menteri berdasarkan kebijakan pada tingkat diatasnya. d.cxi b. c. Keputusan. Tingkat Penentu Kebijakan Khusus Kebijakan khusus merupakan penggarisan terhadap suatu bidang utama (major area) pemerintahan. Dalam keadaan tertentu menteri juga dapat mengenal Surat Edaran Menteri. Hasilnya dirumuskan dalam bentuk Peraturan Menteri.

sedangkan bagi daerah kota/ kabupaten berada di tangan Bupati atau Walikota. serta keputusan dan instruksi bupati atau walikota untuk wilayah bupati atau walikota. jabatan gubernur. Sementara itu. wewenang itu berada di tangan gubernur. Bagi daerah provinsi. Dengan demikian. Keterpaduan tersebut merupakan himpunan usaha untuk mencapai efisiensi. 1) Wewenang penentuan pelaksanaan kebijakan pemerintah pusat di daerah terletak di tangan gubernur dalam kedudukannya sebagai wakil pemerintah pusat di daerah yuridikasinya masing-masing. mencerdaskan kehidupan bangsa. daya guna. Kebijakan teknis ini dilakukan oleh kepala daerah. Karena itu . dan hasil guna sebesar mungkin dalam penggunaan sumber daya dan dana nasional dalam rangka mewujudkan tujuan nasional. serta ikut melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan. Menurut kebijakan yang berlaku sekarang. dan keadilan sosial. perdamaian abadi. Politik pembangunan sebagai pedoman dalam pembangunan nasional memerlukan kepanduan tata nilai. serta keputusan dan instruksi kepala daerah provinsi atau kota/kabupaten. bupati/walikota. Politik Pembangunan Nasional Dan Manajemen Nasional Politik merupakan cara untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya. Perumusan hasil kebijakan tersebut diterbitkan sebagai kebijakan daerah dalam bentuk peraturan daerah provinsi atau kota/kabupaten.cxii kegiatan. dan kepala daerah tingkat I atau II disatukan dalam satu jabatan yang disebut Gubernur/Kepala Daerah. provinsi. C. Perumusan hasil kebijaksanaan tersebut dikeluarkan dalam keputusan dan instruksi gubernur untuk wilayah provinsi. dan kabupaten/kota. dibawah ini terdapat dua macam kekuasaan dalam pembuatan aturan di daerah. serta Bupati/Kepala Daerah atau Walikota/Kepala Daerah. struktur. 2) Kepala daerah berwenang mengeluarkan kebijakan pemerintah daerah dengan persetujuan DPRD. dan proses. yaitu melindungi segenap seluruh bangsa Indonesia. Tujuan politik bangsa Indonesia telah tercantum dalam pembukaan UUD 1945. politik pembangunan harus berpedoman pada pembukaan UUD 1945. memajukan kesejahteraan umum.

maju. pengairan. Pelaksanaannya mengacu pada kepribadian bangsa-bangsa dan nilai luhur yang universal untuk mewujudkan kehidupan bangsa yang berdaulat. contoh pembangunan yang bersifat batiniah adalah pembangunan sarana dan prasarana ibadah. menaati segala peraturan dan perundang-undangan yang berlaku. . sejahtera. hiburan. dan lain-lain. Adapun pelaksanaannya tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. pelaksanaan dan pengendalian pelaksanaan kebijaksanaan. perumahan. berkeadilan. Makna Pembangunan Nasional Pembangunan nasional merupakan usaha peningkatan kualitas manusia dan masyarakat Indonesia secara berkelanjutan dengan memanfaatkan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Keikutsertaan setiap warga negara dalam pembangunan nasional dapat dilakukan dengan berbagai cara. dan lain-lain. serta dengan memperhatikan tantangan perkembangan global. dan administrasi. Tujuan pembangunan itu sendiri adalah sebagai usaha untuk meningkatkan kesejahteraan seluruh bangsa Indonesia. pabrik. Pembangunan yang bersifat lahiriah dilaksanakan untuk memenuhi kebutuhan hajat hidup fisik manusia. Untuk mengetahui proses pembangunan nasional itu berlangsung. setiap warga negara Indonesia harus ikut serta dan berperan dalam melaksanakan pembangunan sesuai dengan profesi dan kemampuan masing-masing. perkantoran. politik. yakni sejahtera lahir dan batin. menjaga ketertiban dan keamanan.cxiii diperlukan sistem manajemen nasional yang berfungsi memadukan penyelenggaraan siklus kegiatan perumusan. misalnya sandang. Sementara itu. serasi dan seimbang. a. pembangunan nasional bertujuan mewujudkan manusia dan masyarakat Indonesia yang seutuhnya. Maksudnya. sarana dan prasarana transportasi. rekreasi. pangan. Pembangunan nasional mencakup hal-hal yang bersifat lahiriah dan batiniah yang selaras. membayar pajak. tetapi juga merupakan tanggung jawab seluruh bangsa Indonesia. mandiri. melestarikan lingkungan hidup. serta kukuh kekuatan moral dan etikanya. olahraga. harus dipahami manajemen nasional yang terangkai dalam sistem. Itulah sebabnya. seperti mengikuti program wajib belajar. kesehatan dan lain-lain. Sistem manajemen nasional memadukan seluruh upaya manajerial yang melibatkan pengambilan keputusan berkewenangan dalam rangka penyelenggaraan kehidupan berbangsa dan bernegara untuk mewujudkan ketertiban nasional sosial. gedung.

2) Mewujudkan Indonesia yang adil dan demokratis. Misi Pembangunan Nasional 1) Mewujudkan Indonesia yang aman dan damai. rukun. ditempuh 2 (dua) strategi pokok pembangunan. bangsa. yaitu : 1) Strategi penataan kembali Indonesia yang diarahkan pada sistem ketatanegaraan yang dilandasi dengan berdirinya negara kebangsaan Indonesia.cxiv b. serta tetap berkembangnya pluralisme dan keberagaman dengan prinsip Bhinneka Tunggal Ika 2) Strategi pembangunan Indonesia yang diarahkan untuk membangun Indonesia di segala bidang merupakan perwujudan dari amant yang tertera jelas dalam pembukaan UUD 1945. dan damai. c. 2) Terwujdnya masyarakat. i. Visi Pembangunan Nasional 1) Terwujudnya kehidupan masyarakat. UUD 1945. dimaksudkan untuk mengembangkan sistem sosial politik yang tangguh sehingga sistem dan kelembagaan ketatanegaraan yang terbangun tahan menghadapi berbagai goncangan sebagai suatu sistem sosial politik yang berkelanjutan. tetap tegaknya NKRI. bangsa dan negara yang menjunjung tinggi hukum. dan hak asasi manusia. Didalam mewujudkan visi dan menjalankan misi pembangunan nasional. . serta memberikan pondasi yang kokoh bagi pembangunan yang berkelanjutan. serta 3) Terwujudnya perekonomian yang mampu menyediakan kesempatan kerja dan penghidupan yang layak. serta 3) Mewujudkan Indonesia yang sejahtera. Strategi pembangunan pertama. Strategi ini bermaksud untuk membangun demokrasi yang dijiwai oleh Pancasila dan Pembukaan UUD 1945. kesetaraan. yaitu demokrasi yang mengandung elemen tanggung jawab disamping hak. dan negara yang aman bersatu. yang meliputi Pancasila.

Struktur dan Proses Secara sederhana unsur-unsur utama sistem manajemen nasional bidang ketatatnegaraan meliputi hal-hal berikut : a) Negara sebagai “organisasi kekuasaan” mempunyai hak dan peranan atas pemilikan. Orientasinya penemuan dan pengenalan (identifikasi) faktor-faktor strategis secara menyeluruh dan terpadu. proses. Dengan demikian. sistem manajemen nasional dapat menjadi kerangka dasar. pedoman serta sarana bagi perkembangan proses pembelajaran (learning process) ataupun penyempurnaan fungsi penyelenggaraan pemerintahan yang bersifat umum ataupun untuk pembangunan. Proses penyelenggaraan yang serasi dan terpadu meliputi siklus kegiatan perumusan kebijaksanaan (policy formulation) pelaksanaan kebijaksanaan (policy implementation). termasuk usaha produksi serta distribusi barang dan jasa bagi kepentingan masyarakat umum (public goods and services). Strategi pembangunan kedua. daya guna dan daya nasional demi mencapai tujuan nasional. struktur. . Secara lebih sederhana dapat dikatakan bahwa sebuah sistem sekurang-kurangnya harus dapat menjelaskan unsur. Unsur. dan penilaian hasil kebijaksanaan (policy evaluation) terhadap berbagai kebijaksanaan nasional. landasan. fungsi serta lingkungan yang mempengaruhi. Manajemen Nasional Manajemen nasional pada dasarnya merupakan sebuah sistem sehingga lebih tepat jika digunakan istilah bersifat “sistem manajemen nasional” layaknya sebuah adalah sistem. pada pembahasannya komprehensif-strategis-integral. struktur. dan proses untuk mencapai kehematan. d. yaitu pemenuhan hak dasar rakyat serta penciptaan landasan pembangunan yang kokoh. Sistem manajemen nasional merupakan perpaduan antara nilai. pengaturan dan pelayanan yang diperlukan dalam mewujudkan cita-cita bangsa.cxv ii. diarahkan pada dua sasaran pokok. 1.

Aspirasi dari TKM dapat berasal dari terselenggaranya kegiatan rakyat. Karena itu. Sehubungan dengan ini. penyelenggaraan TPKB memerlukan proses arus masuk yang dimulai dari TKM melalui TPN. Sementara itu. unsur-unsur utama sistem Manajemen Nasional (SISMENNAS) tersebut secara structural tersusun atas empat tananan (setting). kelompok berpengaruh. Keluaran tersebut pada umumnya berupa berbagai kebijaksanaan yang lazimnya dituangkan ke dalam bentuk-bentuk perundangan/peraturan .cxvi b) Bangsa Indonesia sebagai unsur “pemilik negara” berperan dalam menentukan sistem nilai dan arah/haluan/kebijakan negara yang digunakan sebagai landasan dan pedoman bagi penyelenggaraan fungsi-fungsi negara. Adapun yang dilihat dari dalam ke luar adalah Tata Laksana Pemerintahan (TLP). tantangan. partai politik. Dilihat dari sisi prosesnya. dan Tata Kehidupan Masyarakat (TKM). Masukan ini berintikan kepentingan rakyat. d) Masyarakat adalah unsur “penunjang dan pemakai” yang berperan sebagai kontributor. baik secara individual maupun melalui organisasi kemasyarakatan. organisasi kepentingan. Tata Administrasi Negara (TAN). serta peluang dari lingkungannya. Kata kewenangan disini mempunyai konotasi bahwa keputusan-keputusan yang diambil adalah berdasarkan kewenangan yang dimiliki oleh si pemutus kewenangan berdasarkan hukum. Sejalan dengan pokok pikiran sebelumnya. SISMENNAS berpusat pada satu rangkaian pengambilan keputusan yang berkewenangan yang terjadi pada tatanan dalam TAN dan TLP. Rangkaian kegiatan dalam TPKB menghasilkan berbagai keputusan yang terhimpun dalam proses arus keluar yang selanjutnya disalurkan ke PTN dan TKM. keputusan-keputusan itu bersifat mengikutserta dapat dipaksakan (compulsory) demham sanksi-sanksi atau dengan insentif dan disinsentif tertentu yang ditujukan kepada seluruh anggota masyarakat. c) Pemerintah sebagai unsur “manajer dan penguasa” berperan dalam penyelenggaraan fungsi-fungsi pemerintahan umum serta pembanunan kearah cita-cita bangsa dan kelangsungan pertumbuhan negara. penerima dan konsumen bagi berbagai hasil kegiatan penyelenggaraan fungsi pemerintahan seperti yang telah disebutkan. dan pers. tatanan dalam (TAN + TLP) dapat disebut Tatanan Pengembalian Berkewenangan (TPKB). Arus keluar ini pada dasarnya merupakan tanggapan pemerintah terhadap berbagai tuntutan. Tata laksana dan tata administrasi pemerintahan merupakan tatanan dalam (inner setting) dari SISMENNAS. Tata Politik Nasional (TPN).

Dalam proses melaraskan diri serta pengaruh mempengaruhi dengan lingkungan itu. Sementara itu. Dalam proses arus masuk terdapat dua fungsi. Fungsi pengenalan kepentingan adalah untuk menemukan. Pemilihan kepemimpinan berfungsi memberikan masukan tentang tersedianya orang-orang yang berkualitas untuk menempati berbagai kedudukan dan jabatan tertentu. Di dalam Tata Politik Nasional (TPN). terdapat suatu proses umpan balik sebagai bagian dari siklus kegiatan fungsional SISMENNAS yang menghubungkan Arus Keluar dan Arus Masuk ataupun Tatanan Pengambilan Keputusan Kerkewenangan (TPKB). serta taat pada peraturan dan perundangan. secara procedural. sedangkan kewajiban rakyat pada pokoknya adalah keikutsertaan dan tanggungjawab atas terbentuknya situasi dan kondisi kewarganegaraan yang baik. Hal ini berarti bahwa segenap usaha dan kegiatan SISMENNAS diarahkan pada penjaminan hak dan penertiban kewajiban rakyat. Fungsi Sistem Manajemen Nasional Fungsi disini dikaitkan dengan pengaruh. yaitu pengenalan kepentingan dan pemilihan kepemimpinan. setiap warga negara terdorong untuk setia pada negara. mengenali. Dengan demikian. Hak rakyat pada pokoknya adalah terpenuhinya berbagai kepentingan rakyat. SISMENNAS memiliki fungsi pokok. 2. serta menyelenggarakan berbagai tugas dan pekerjaan dalam rangka TPKB. . yaitu “pemasyarakatan politik”. serta merumuskan berbagai permasalahan dan kebutuhan rakyat yang terdapat pada struktur pada Tata Kehidupan Masyarakat (TKM). serta klasifikasi kebijakan dan instansi yang mengeluarkannya. SISMENNAS merupakan satu siklus berkesinambungan. taat kepada falsafah. efek atau akibat dari terpadunya sebuah organisasi atau sistem dalam rangka pembenahan (adaptasi) serta penyesuaian (adjustment) dengan tata lingkungannya untuk memelihara kelangsungan hidup dan mencapai tujuan-tujuannya.cxvii yang sesuai dengan permasalahan. permasalahan dan kebutuhan tersebut diolah serta dijabarkan sebagai kepentingan nasional. Sehubungan dengan hal ini.

serta 3) Penilaian untuk membandingkan hasil pelaksanaan dengan keinginan setelah pelaksanaan selesai. yaitu pembuatan aturan (rule making). SISMENNAS diharapkan menghasilkan : 1) Aturan. Pada aspek arus keluar. Fungsi-fungsi tersebut adalah : 1) Perencanaan sebagai rintisan dan persiapan sebelum pelaksanaan. penerapan. manajerial. penetapan . sesuai dengan kebijaksanaan yang dirumuskan. 2) Penyelenggaraan. yaitu fungsi pengenalan kepentingan dan fungsi pemilihan kepemimpinan yang ditransformasikan dari masukan politik menjadi tindakan administratif. 2) Pengendalian sebagai pengarahan. untuk meningkatkan daya guna dan hasil gunanya. pelanggaran dan penyelewengan yang timbul sehubungan dengan kebijaksanaan umum serta program tersebut dalam rangka pemeliharaan tertib hukum. Keputusan-keputusan tersebut merupakan hasil dari fungsi-fungsi yang dikemukakan sebelumnya. penegakan. dapat dikatakan bahwa pada arus keluar SISMENNAS memiliki tiga fungsi utama berikut. dan lain-lain. fungsi-fungsi yang mentransformasikan kepentingan kemasyarakatan ataupun kebangsaan yang bersifat politis terselenggara dalam bentuk-bentuk administrative untuk memudahkan pelaksanannya. pedoman. Selain itu.cxviii Pada Tatanan Pengambilan Keputusan Berkewenangan (TPKB) yang merupakan inti SISMENNAS. norma. Berdasarkan uraian diatas. dan operasional terhadap berbagai keputusan kebijaksanaan. bimbingan dan koordinasi selama pelaksanaan. serta 3) Penyelesaian segala macam perselisihan. patokan. ataupun pelaksanaan berbagai kebijaksanaan nasional yang lazimnya dijabarkan dalam sejumlah program dan kegiatan. yang secara singkat dapat disebut kebijaksanaan umum (public policies). Ketiga fungsi TPKB tersebut merupakan proses pengelolaan lebih lanjut secara strategis.

Permasalahan Dan Agenda Pembangunan Nasional Pembangunan nasional merupakan agenda nasional yang merupakan perwujudan dari program kerja pemerintah untuk beberapa tahun kedepan. dan lembaga kemasyarakatan. Pada beberapa hal dalam agenda pembangunan terdapat beberapa masalah yang dihadapi. Disamping masalah pokok diatas. kesetaraan. D. h) Dengan wilayah yang sangat luas. Permasalahan Pembangunan Nasional a) Masih rendahnya pertumbuhan ekonomi mengakibatkan semakin rendah dan menurunnya tingkat kesejahteraan rakyat. d) Kesenjangan pembangunan antar daerah masih lebar. e) Perbaikan kesejahteraan rakyat sangat ditentukan oleh hubungan infrastruktur dalam pembangunan. dan penghakiman aturan (rule adjudication) yang mengandung arti penyelesaian perselisihan berdasarkan penentuan kebenaran peraturan yang berlaku. serta kondisi sosial ekonomi budaya yang beragam maka potensi ancaman. antara lain: 1) Masih lambatnya karakter bangsa . i) Masih banyaknya peraturan perundang-undangan yang belum mencerminkan keadilan.cxix aturan (rule application). perghormatan dan perlindungan terhadap HAM. f) Belum tuntasnya penanganan secara menyeluruh terhadap aksi separatisme di Aceh dan Papua. seperti : 1. lembaga penyelenggara negara. serta k) Belum menguatnya pelembagaan politik. b) Kualitas sumber daya manusia Indonesia semakin rendah. serta munculnya masalah sosial yang mendasar. c) Kualitas manusia dipengaruhi oleh kemampuan dalam mengelola sumber daya alam dan lingkungan hidup. g) Masih tingginya kejahatan nasional dan transnasional. j) Rendahnya kualitas pelayanan umum terhadap masyarakat. baik dari luar negeri maupun dari dalam negeri tidak bias diabaikan. masih terdapat permasalahan yang mendasar.

Agenda mewujudkan Indonesia yang adil dan demokratis : 1). pemenuhan serta penegakan hukum dan pengakuan atas hak asasi manusia. ketertiban. belum berkembangnya sistem yang memungkinkan masyarakat untuk mengadopsi dan memaknai nilai-nilai kontemporer secara bijaksana. kemanusiaan serta demokrasi politik dan ekonomi. 4) Belum terjawantahnya nilai-nilai utama kebangsaan. serta 5) Kegamangan dalam menghadapi masa depan serta rentannya sistem pembangunan. (2) Mengembangkan kebudayaan yang berlandaskan pada nilai luhur. 2). Peningkatan kualitas kehidupan dan peran perempuan. 3). 7). pembenahan sistem hukum nasional dan politik hukum. 5). (6) Peningkatan pengetahuan pertahanan negara. diarahkan pada dua sasaran pokok. Penciptaan tata pemerintahan yang bersih dan berwibawa serta Perwujudan lembaga demokrasi yang makin kokoh. 3) Belum berkembangnya nasionalisme. dan kenegaraan dalam menghadapi perubahan. Penghapusan diskriminasi dalam berbagai bentuk. (5) Pencegahan dan penanggulangan gerakan terorisme. Penghormatan. 4). yaitu pemenuhan hak dasar rakyat serta penciptaan landasan pembangunan yang kokoh. Prioritas Pembangunan Nasional Indonesia Agenda mewujudkan Indonesia yang damai dan aman meliputi : (1) Peningkatan saling percaya dan harmonisasi antar kelompok masyarakat. pemerintahan. 2.cxx 2) Belum terbangunnya sistem pembangunan. Revitalisasi proses desentralisasi dan otonomi daerah. (3) Peningkatan keamanan. 6). 6) Strategi pembangunan kedua. dan pembangunan yang berkelanjutan. dan penanggulangan kriminalitas. . serta (7) Pemantapan politik luar negeri dan peningkatan kerjasama internasional. (4) Pencegahan dan penanggulangan separatisme. pemerintahan. serta kesejahteraan dan perlindungan anak.

dan tahap selanjutnya muncul istilah Community driven development yang diterjemahkan sebagai pembangunan yang diarahkan masyarakat atau diistilahkan pembangunan yang digerakkan masyarakat. tentu memiliki keberdayaan yang tinggi. terdidik dan kuat serta inovatif. dan yang khas pada masyarakat Indonesia yaitu Kebhinekaan. Namun selain nilai fisik tersebut di atas. serta Pemantapan stabilitas ekonomi makro Agenda Pemberdayaan masyarakat : Agenda utama dalam meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat adalah Pemberdayaan Masyarakat. kejuangan. seperti nilai kekeluargaan. Peningkatan pengelolaan BUMN Peningkatan ilmu pengetahuan dan teknologi Perbaikan iklim ketenagakerjaan. Masyarakat yang sebagian besar anggotanya sehat fisik dan mentalk. Konsep pemberdayaan masyarakat mencakup pengertian community development (Pemberdayaan masyarakat) dan Community-based development (pembangunan yang bertumpu pada masyarakat).cxxi Agenda meningkatkan kesejahteraan masyarakat : 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) 8) 9) Penanggulangan kemiskinan Peningkatan investasi dan ekspor nonmigas Peningkatan daya saing industri manufaktur Revitalisasi pertanian Pemberdayaan koperasi dan usaha mikro. kecil dan menengah. Proses pemahaman secara mendalam. kegotongroyongan. maka perlu dipahami tentang arti dan makna keberdayaan dan pemberdayaan masyarakat. . maka ada pula nilai-nilai intrinsic dalam masyarakat yang juga menjadi sumber keberdayaan. Keberdayaan dalam konteks masyarakat adalah kemampuan individu yang bersenyawa dalam masyarakat dan membangun keberdayaan masyarakat yang bersangkutan.

aspirasi masyarakat yang tertampung harus diterjemahkan menjadi rumusan-rumusan kegiatan yang nyata. sedangkan pemerintah (birokrasi) berkewajiban untuk mengarahkan. membimbing. Konsep ini menyangkut penguasaan teknologi. Agar demokrasi ekonomi dapat berjalan. Birokrasi tersebut harus dapat berjalan efektif.cxxii Keberdayaan masyarakat merupakan unsur-unsur yang memungkin masyarakat untuk bertahan (survive) dan dalam pengertian dinamis mengembangkan diri dan mencapai suatu kemajuan. Dengan kata lain memberdayakan masyarakat adalah memampukan dan memandirikan masyarakat secara maksimal. pemilikan modal. Demokrasi ekonomi secara harfiah berarti kedaulatan rakyat dibidang ekonomi. Keberdayaan masyarakat ini menjadi sumber dari apa yang dalam wawasan politik pada tingkat nasional disebut Ketahanan Nasional. dari sudut pandang yang lain. akses ke pasar dan kedalam sumber-sumber informasi serta keterampilan manajemen. Meskipin pemberdayaan masyarakat bukan semata-mata konsep ekonomi. oleh rakyat. Negara mempunyai birokrasi. pendekatan. aspek kelembagaan beserta mekanismenya serta strategi dalam . dan kegiatan ekonomi yanga berlangsung adalah dari rakyat. konsep pemberdayaan masyarakat dalam konteks perkembangan paradigm pembangunan. bahwa pemberdayaan masyarakat secara implisit mengandung arti menegakkan demokrasi ekonomi. dan untuk rakyat. untuk mencapai tujuan dan sasaran yang dikehendaki. serta menciptakan iklim yang menunjang masyarakat untuk berkreasi secara maksimal sesuai dengan bakat dan kemampuan yang mereka miliki. maka juga perlu dipahami tentang tujuan pembangunan. Memberdayakan masyarakat adalah upaya untuk meningkat harkat dan martabat lapisan masyarakat Indonesia yang dalam kondisi sekarang tidak mampu melepaskan diri dari perangkap kemiskinan dan keterbelakangan. masyarakat adalah pelaku utama pembangunan. Dalam paham bangsa Indonesia. Berkaitan hal tersebut. artinya mampu menjabarkan dan melaksanakan rumusan-rumusan kebijaksanaan Negara (public policies) dengan baik. Untuk menerjemahkan rumusan menjadi suatu kegiatan nyata.

Draf Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahun 2010-2014 Presiden RI telah meluncurkan Dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahun 2010-2014 dalam bentuk Peraturan Presiden (Perpres) No. 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (SPPN). maka permasalah-permasalahn nyata yang terjadi di Indonesia adalah konsumsi penduduk. Secara umum perencanaan yang disusun di dalam dokumen tersebut merupakan penerjemahan dari visi dan misi presiden dan wakil presiden terpilih. yaitu memantapkan penataan kembali Indonesia di segala bidang dengan menekankan upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia termasuk pengembangan kemampuan ilmu dan teknologi serta penguatan daya saing perekonomian. serta mengakomodasi arahan dari Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2005-2025. E. dan kesenjangan antar wilayah. serta (4) strategi pemberdayaan masyarakat (community development). dan (3) strategi perlindungan sosial (social protection). para Gubernur seluruh Indonesia. Penyusunan RPJMN ini merupakan tugas pemerintah yang diamanatkan kepada Bappenas dan tertuang dalam UU No. (2) strategi peningkatan akses pelayanan dasar bagi keluarga miskin (accessibility to basic public service). Staf Khusus Presiden. pemerintah menetapkan empat strategi. 5 Tahun 2010. Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres). Turut hadir menyaksikan peluncuran Perpres tersebut adalah para Menteri KIB II dan Kepala UKP4. Serangkaian dengan hal tersebut di atas.cxxiii mewujudkannya. (Khusus bahasan ini. dan Kepala Bappeda seluruh Indonesia. Kepala LPNK. akan dikaji melalui proses diskusi kelompok pada kelas pembelajaran). Oleh karena itu. UU SPPN menyatakan bahwa dokumen perencanaan jangka menengah (RPJMN) ditetapkan dengan Peraturan Presiden paling lambat tiga bulan setelah Presiden dilantik. kemiskinan yang bersifat multidimensi. yaitu: (1) strategi pertumbuhan yang berkualitas (quality growth). RPJMN 2010-2014 merupakan tahap .

yaitu wilayah Sumatera. meningkatkan keterkaitan antarwilayah melalui peningkatan perdagangan antar wilayah untuk mendukung perekonomian . Penyusunan ketiga buku tersebut diarahkan untuk dapat menyinergikan perencanaan pembangunan. kedua. Strategi dan arah kebijakan pengembangan wilayah jangka menengah adalah pertama. kedua. dan kerangka ekonomi makro yang merupakan penjabaran dari visi dan misi Presiden dan Wakil Presiden. Di samping itu. didalam Buku II ini juga ditekankan 4 (empat) isu lintas bidang. perubahan iklim. memperkuat pilar-pilar demokrasi. meningkatkan daya saing daerah melalui pengembangan sektor-sektor unggulan di tiap wilayah. tata kelola pemerintahan yang baik serta kesetaraan gender. RPJMN 2010-2014 disusun dalam tiga buku yang merupakan satu kesatuan yang utuh: Buku I memuat strategi. melanjutkan pembangunan menuju Indonesia yang sejahtera. yaitu penaggulangan kemiskinan. diletakkan pengarusutamaan pembangunan yang meliputi pembangunan berkelanjutan. perlindungan anak. Jawa-Bali. Maluku. memperkuat dimensi keadilan di semua bidang. serta pembangunan kelautan berdimensi kepulauan. Di dalam rencana berbagai bidang tersebut. yaitu terwujudnya Indonesia yang Sejahtera. yang dibagi ke dalam 7 (tujuh) wilayah pembangunan. mendorong pertumbuhan wilayah-wilayah potensial di luar Jawa-Bali dengan tetap menjaga momentum pertumbuhan di wilayah Jawa-Bali. Buku II memuat rencana pembangunan yang mencakup bidang-bidang kehidupan masyarakat sebagaimana tertuang dalam RPJPN 2005-2025 yang bertema memperkuat sinergi antarbidang pembangunan dalam rangka mewujudkan visi pembangunan nasional yang tercantum dalam Buku I.cxxiv kedua dari RPJPN 2005-2025 yang ditetapkan melalui Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2007. dan Berkeadilan. Demokratis. Kalimantan. baik sektoral maupun regional untuk mencapai prioritas nasional jangka menengah. dan ketiga. Sulawesi. serta Papua. dan ketiga. Untuk mewujudkan visi tersebut telah disusun 3 (tiga) misi jangka menengah. . Buku III menguraikan pembangunan wilayah Indonesia. Nusa Tenggara. kebijakan umum. yaitu pertama.

pertama. . RPJMN ini diharapkan dapat menjadi pedoman dan acuan bagi para pemangku kepentingan dan pelaksana pembangunan. dokumen perencanaan ini telah diupayakan semaksimal mungkin untuk dapat mengakomodasikan dan melibatkan semua pemangku kepentingan. serta meningkatkan akuntabilitas dari pelaksanaan rencana tersebut. serta masyarakat luas. serta ketiga. Di dalam penyusunannya. dunia usaha. Demokratis. yakni dengan memperhatikan. pelaksanaan National Summit yang bertujuan untuk mendapatkan masukan dari stakeholders. kedua. visi dan misi Presiden dan Wakil Presiden. Rencana kerja yang disusun dilengkapi dengan indikator dan sasaran yang terukur sehingga memudahkan pemantauan dan evaluasi kinerja. RPJMN akan dijabarkan dalam Rencana Kerja Pemerintah (RKP) yang akan menjadi pedoman bagi penyusunan RAPBN 2011 yang akan kita mulai segera untuk dapat mewujudkan visi pembangunan jangka menengah kita. pemerintah daerah. yaitu terwujudnya Indonesia yang Sejahtera. semua rencana kerja ini disusun lebih realistis dan implementatif. pelaksanaan Musrenbangnas RPJMN 2010-2014 yang bertujuan untuk menyosialisasikan 11 Program Prioritas Pembangunan Nasional dan mendapatkan masukan dari kementerian/lembaga. Demokratis. baik pada tingkatan kementerian/lembaga di pusat dalam menyusun Renstra Kementerian/Lembaga dan menjadi bahan pertimbangan Pemerintah Daerah dalam menyusun rencana pembangunan daerahnya masing-masing serta masyarakat pada umumnya. yaitu terwujudnya Indonesia yang Sejahtera. Untuk pelaksanaan lebih lanjut. Perkuatan akuntabilitas juga ditekankan melalui kejelasan institusi penanggung jawab dan pelaksana setiap program dan kegiatan. dan Berkeadilan. dan Berkeadilan.cxxv Lebih jauh lagi. Dokumen ini menampung tiga hal utama.

Inti dari cita-cita tersebut adalah sebuah masyarakat sipil demokratis. dan kehidupan ekonomi yang mensejahterakan rakyat Indonesia. terwujudnya keteraturan sosial dan rasa aman dalam masyarakat yang menjamin kelancaran produktivitas warga masyarakat. keadaan. cara dan alat yang digunakan untuk mencapai cita-cita dan tujuan tertentu. Sehingga. Bangunan Indonesia Baru dari hasil reformasi atau perombakan tatanan kehidupan Orde Baru adalah sebuah "masyarakat multikultural Indonesia" dari puingpuing tatanan kehidupan Orde Baru yang bercorak "masyarakat majemuk" (plural society). Acuan utama bagi terwujudnya masyarakat Indonesia yang multikultural adalah multikulturalisme. adanya dan ditegakkannya hukum untuk supremasi keadilan. kebijakan. pengambilan keputusan. Masalah etika merupakan masalah yang makin mendapat perhatian di dunia. dan distribusi aau alokasi sumber daya. Didalam politik membicarakan hal-hal yang berkaitan dengan Negara kesatuan. Dimana Negara kesatuan merupakan suatu organisasi dalam suatu wilayah yang memiliki kekuasaan tertinggi yang ditaati oleh rakyatnya. Jary dan Jary 1991. corak masyarakat Indonesia yang bhinneka tunggal ika bukan lagi keanekaragaman suku bangsaa dan kebudayaannya tetapi keanekaragaman kebudayaan yang ada dalam masyarakat Indonesia. kualitas sumber daya manusia semakin rendah. Permasalahan pembangunan nasional masih rendahnya pertumbuhan ekonomi. Watson 2000). . dan rendahnya kualitas pelayanan umum sekarang ini. bahwa cita-cita reformasi untuk membangun Indonesia Baru harus dilakukan dengan cara membangun dari hasil perombakan terhadap keseluruhan tatanan kehidupan yang dibangun oleh Orde Baru. pemerintahan yang bersih dari KKN.cxxvi PENUTUP Politik merupakan suatu rangkaian asas. yaitu sebuah ideologi yang mengakui dan mengagungkan perbedaan dalam kesederajatan baik secara individual maupun secara kebudayaan (Fay 1996.

Jelaskan Stratifikasi politik nasional 4. ----------. Jakarta.cxxvii SOAL LATIHAN Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini : 1. Makalah SUSCADOS Angkatan I 2005. Jakarta. Dirjendikti.2004. Undang-Undang No. Desentralisasi dan Pembangunan Untuk Rakyat Miskin. Azyumardi. PPS UB : Malang. Jakarta ----------. Demokrasi. Slamet. 25 tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (SPPN). Azra.2005. Jelaskan pengertian politik dan strategi nasional 2.Makassar. ----------. Pendidikan Kewarganegaraan. Gramedia : Jakarta. makalah SUSCADOS Angkatan I 2005. Beningan Materi Pendidikan Kewarganegaraan. Power Point Suscadoswar 2005. Sinar Grafika : Jakarta. Soeminarno. dkk. S.2001. Jelaskan mekanisme penyusunan politik dan strategi nasional RI! 3. Mansoer. Dirjendikti. Tim Dosen Kewarganegaraan Hasanuddin. Handan.2005. Politik Nasional dan Strategi Nasional Perwujudannya Dalam Perencanaan Berbangsa dan Bernegara.2008 Unhas. 2005. Hak Asasi Manusia dan Masyarakat Madani. Basrie. 2000. Fokusmedia : Jakarta. Pendidikan Kewarganegaraan. 2005. Universitas . Prenada Media : Jakarta. Himpunan Perundang-undangan. 2003. Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional Tahun 2004-2009. Chaidir. Jelaskan makna pembangunan nasional BAHAN BACAAN Abdul Wahab. Geopolitik Indonesia.

Latar Belakang Pelaksanaan demokrasi diIndonesia bertujuan untk kepentingan bangsa dan negera Indonesia. yaitu mewujudkan tujuan nasional. konsep masyarakat madani ini terhitung masih baru dan masih banyak diperdebatkan. Menurut pandangan Welzer (1999:1) masalah civil society yang di Indonesia disebut “masyarakat madani”.cxxviii BAB VII DEMOKRASI DAN PENDIDIKAN DEMOKRASI PENDAHULUAN A. Raharjo:1999) memandang istilah masyarakat madani hanyalah salah satu dari berbagai istilah sebagai padanan kata civil society. Pelaksanaan demokrasi juga diarahkan untuk civil society (masyarakat madani ). merupakan pengulangan kembali perdebatan “American Liberalisme/communitarianism” yang terpusat pada persoalan: the state atau negara di satu pihak. berpendapat bahwa dalam kehidupan ini hanya ada satu komunitas yng dianggap penting. di dalamnya peran serta masyarakat dalam penyelenggaraan negara sangatlah besar. yakni “the political community” atau masyarakat politik yang anggotanya adalah warga negara yang kesemuanya dilihat sebagai active participant in democratic decision making atau partisipan yang aktif dalam pengambilan keputusan yang demokratis. masyarakat sipil. masyarakat beradab. masyarakat kewargaan. Di Indonesia. sebagaimana telah dibahas terdahulu. Culla (1999:3. . yang kini menjadi pusat perhatian dan perdebatan akademis di berbagai belahan bumi. yang memihak pada pandangan pentingnya negara. seperti masyarakatwarga. dan civil society di lain pihak. Selain itu. Menurut Welzer (1999) seorang civil republikan. Jacobin. Misalnya. Sementara itu. Dalam masyarakat madani partisipasi dan kemandiriaan masyarakat sangat di perlukan untuk menyukseskan tujuan pembangunan nasional khususnya. masih ada beberapa padanan istilah lainnya. baik istilah maupun karateristiknya. yang sesungguhnya di antara tersebut satu sama lain saling berkaitan. masyarakat berbudaya. Tim Nasionol Reformasi Menuju Masyarakat Madani (1999:32) menyarankan untuk menggunakan istilah masyarakat madani sebagai terjemahan dari civil society. dan umumnya tujuan Negara.

cxxix Dalam perjalanan sejarah bangsa. 7. demokrasi terpimpin. kelak setelah menamatkan pendidikannya dari perguruan tinggi umum dapat memiliki keterampilan yang dilandasi oleh jiwa sportif dan demokratis. Demokrasi langsung. C. Ruang Lingkup Bahan pembelajaran ini akan membahas : 1. 8. 4. mengapa demikian? Juga. 5. terutama pelaksanaan demokrasi di bidang politik. 2. Mahasiswa mampu menjelaskan bentuk-bentuk demokrasi. 3. Norma dasar dan asas demokrasi. dan demokrasi pancasila. Jenis-jenis demokrasi. . Pemilu indonesia. Perbedaan sistem pemerintah demokrasi dan oteriter. Melalui pembelajaran ini mahasiswa diharapkan dapat: 1. serta dapat mengembangkan sikap demokrasi dalam kehidupannya sehari-hari. banyak pengalaman dan pelajaran yang dapat diambil. Sasaran Pembelajaran Mahasiswa dapat mengerti. sejak kemerdekaan hingga sekarang. bagaimana pelaksanaan demokrasi pancasila pada era reformasi ini? Marilah kita simak uraian berikut! B. Nilai-nilai demokrasi. 6. memahami tentang demokrasi dan pendidikan demokrasi. disamping itu. Demokrasi perwakilan. Mahasiswa mampu menjelaskan makna demokrasi. 2. Ketiga demokrasi tersebut dalam realisasinya mengalami kegagalan. Pendidikan demokrasi. yaitu demokrasi liberal. Definisi demokrasi. 9. Ada tiga macam demokrasi yang pernah diterapkan dalam kehidupan ketatanegaraan indonesia. serta 10. Macam-macam demokrasi yang pernah berlaku di indonesia.

6. 5. Mahasiswa mampu menjelaskan macam-macam demokrasi yang pernah berlaku diindonesia. 4. 7. Mahasiswa mampu menjelaskan keunggulan demokrasi. Mahasiswa mampu menjelaskan secara terperinci nilai-nialai demokrasi. . Mahasiswa mampu menjelaskan dan melaksana demokrasi.cxxx 3. Mahasiswa mampu menjelaskan tentang Pendidikan Demokrasi.

Istilah Demokrasi pertama kali dipakai di Yunani kuno. Pemerintahan demokrasi langsung di Indonesia dapat dilihat dalam pemerintahan desa. pemerintahannya mendorong dan menjamin kemerdekaan berbicara. accompanied by respect for the rights of minoritiea. kratos berarti pemerintahanm. (3) society in which there is treatment of each other by citizans as equals”. berpendapat. adanya pemerintahan mayoritas yang menghormati hak-hak kelompok minoritas dan mayarakat yang warga negaranya saling memberi peluang yang sama. beragama. Selain itu. seperi padi atau pisang.cxxxi URAIAN BAHAN PEMBELAJARAN A. majority rule. Dari kutipan pengertian tersebut. and associayion.: 261) dikemukakan bahwa yang dimaksud dengan Demcracy adalah: “ (1) country with principles of government in which all adult citizens share through their ellected representatives. untuk menunjukkan sistem pemerintahan yang berlaku di sana. Para calon menggunakan tanda gambar hasil pertanian. menegakkan rule of law. Karena rakyat ikut berpartisipasisecara langsung. Kota-kota di daerah Yunani pada waktu itu kecil-kecil. Rakyat memberi suara pada calon masing-masing yang dipilih dengan memasukkan lidi kedalam tabung bambu . Arti dan Makna Demokrasi Demokrasi berasal dari bahasa Yunani t artinya rakyat. Kepala desa atau lurah dipilih langsung oleh rakyat desa itu sendiri. Demokrasi. Lalu. dkk. khususnya di kota Athena. Pemilihan kepala desa itu dilakukan secara sederhana sekali. artinya pemerintahan rakyat. the assertion of rule of law. Penduduknya tidak begitu banyak sehingga mudah dikumpulkan oleh pemerintah dalam suatu rapat untuk bermusyawarah. Di dalam The Advancced Learner’s Dictionary of Current Enghlish ( Hornby. pemerintahan itu disebut pemerintahan demokrasi langsung. religion. berserikat. Dalam rapat tersebut. opinion. diambil keputusan bersama mengenai garis-garis besar kebijaksaan pemerintah yang akan dilaksanakan dan segal permasalahan kemayarakatan. yaitu pemerintahan yang rakyatnya memegang peranan yang sangat menentukan. tampak bahwa kata demokrasi merujuk pada konsep kehiduoan negara atau masyarakat tempat warga negara dewasa turut berpartisipasi dalm pemerintahan melalui wakilnya yang terpilih. (2) country with governmen which encourages and allows rights of citizenship such as freedom of speeach.

Untuk memudahkan pelaksanaannya. setiap penduduk dalam jumlah tertentu memilih wakilnya untuk duduk dalam suatu badan perwakilan. Istilah demokrasi yang berarti pemerintah rakyat itu sesudah zaman Yunani kuno tidak disebut lagi. pada hari-hari tertentu warga desa dikumpulkan oleh desa. Tempat yang dapat menampung seluruh warga kota yang jumlahnya besar tidak mungkin disediakan. berbeda dengan masalah yang dihadapi desa yang tradisional. yang tempat tinggalnya bertebarandi beberapa daerah atau kepulauan. Disamping memilih kepala desa. kota-kota terus berkembang dan penduduknyapun terus bertambah demokrasi langsung tidak lagi diterapkan karena: a. Baru setelah meletusnya Revolusi Amerika dan Revolusi Prancis. Calon yang memiliki lidi terbanyaklah yang terpilih menjadi kepala desa. Dalam perjalanan sejarah. Wakilwakil rakyat yang duduk dalam badan perwakilan inilah yang menjalankan demoknrasi. Penduduk yang selalu bertambah sehingga suatu musyawarah pada suatu tempat tidak mungkin dilakukan. penerapan demokrasi langsung juga mengalami kesukaran. c. Hal ini disebut demokrasi tidak langsung atau demokrasi perwakilan. Setiap warga negara memiliki kesibukan sendiri-sendiri di dalam aktivitas kehidupannya sehingga masalah perintahan cukup diserahkan kepada orang yang berminat dan mempunyai keahlian di bidang pemerintahan negara. demokrasi tidak langsung dilaksanakan karena halhal berikut: a. Hasil persetujuan secara bulat atau mufakat tidak mungkin tercapai karena sulitnya memungut suara dari semua peserta yang hadir Bagi negara-negagra besar yang penduduknya berjuta-juta. Musyawarah yang baik dengan jumlah peserta yang besar tidak mungkin dilaksanakan. c. Bagi negara-negara modern. b. istilah kepala desa di balai desa untuk membicarakan masalah yang menyangkut kepentingan bersama. Peristiwa semacam ini dikenal istilah musyawarah .cxxxii milik caloon yang dipilihnya. b. Rakyat ttetap merupakanpemegang kekuasaan tertinggi. Masalah yang dihadapi oleh suatu pemerintah makin rumit dan tidak sederhana lagi.

a. selain meliputi sistem politik. serta kerja sama dan mufakat. pluralisme sosial. proses hukum yang wajar. pemilihan wakil-wakil rakyat untuk lembaga perwakilan rakyat secara bebas dan rahasia b. ekonomi dan politik. demokrasi dalam arti luas. b. a. pembatasan pemerintah secara kostitusional. USIS ( 1995:6 ) mengintisarikan demokrasi sebagai sistem yang memiliki 11(sebelas) pilar atau soko guru. dapat ditarik dua buah asas pokok sebagai berikut.” . hak berapat. selain mencakup pengertian demokrasi pemerintahan. pengertian demokrasi yang paling banyak dibahas dari dahulu sampai sekarang ialah demokrasi pemerintahan. jaminan hak asasi manusia. nilai-nilai toleransi. kekusaan mayoritas. yakni “ kedaulatan rakyat.cxxxiii demokrasi muncul kembali sebagai lawan sistem pemerintahan yang absolut (monarki mutlak). misalnya. serta hak memilih dan dipilih untuk badan-badan pewakilan. Namun.persamaan didepan hukum. Sebagai suatu sistem sosial kenegaraan. Pengakuan partisipasi didalam pemerintahan . Landasan pokok atau gagasan dasar suatu pemerintah demokrasi ialah pengakuan hakekat manusia. Dengan demikian. pemerintah berdasarkan pesetujuan dari yang diperintah. juga mengcakup sistem ekonomidan sistem sosial. pragmatisme. Berdasarkan gagasan dasar itu. hak-hak minoritas. Kemudian. Mula-mula demokrasi berarti politk yang mengcakup pengertian tentang pengakuan hak-hak asasi manusia. yaitu bahwa pada dasarnya manusia itu mempunyai kemanpuan yang sama dalam hubungan yang satu dengan yang lain. tindakan pemerintah untuk melindungi hak-hak asasi manusia demi kepentingan bersama. juga meliputi demokkrasi ekonomi danpolitik. demokrasi dalam arti sistem pemerintahan yang baru ini mempunyai arti yang luas sebagai berikut. yang menguasai pemerintahan Di dalam kenyataannya. Misalnya. digunakan istilah demokrasi dalam arti luas. seperti hak kemerdekaan pers. pemilihan yang bebas dan jujur. Pengakuan hakikat dan martabat manusia.

Jadi. pengambilan keputusan dijalankan oleh rakyat melalui wakil rakyat yang dipilihnya melalui Pemilu. dan seterusnya. Demokrasi ini antara lain dijalankan di Swiss . tetapi wakil rakyat dalam menjalankan tugasnya diawasi rakyat melalui raferendum dan inisiatif rakyat. dalam demokrasi langsung rakyat diikutsertakan dalam pengambilan keputusan untuk menjalankan kebijakan pemerintahan. a. Dalam demokrasi ini. Dengan kata lain. Tahukah anda apa yang dimaksud dengan referendum? Ya referendum adalah pemungutan suara untuk mengetahui kehendak rakyat secara langsung. referendum ini dilaksanakan untuk meminta persetujuan rakyat terhadap hal yang dianggap sangat penting atau mendasar. 3) Demokrasi perwakilan dengan sistem pengawasan langsung dari rakyat. Rakyat memilih wakilnya untuk duduk didalam lembaga perwakilan rakyat. Referendum tidak wajib Referendum ini dilaksanakan jika dalam waktu tertentu setelah rancangan undang-undang diumumkan. Demokrasi tidak langsung atau demokrasi perwakilan.Referendum dibagi menjadi tiga macam” a. dalam demokrasi tidak langsung. Rakyat memilih wakilnya sendiri untuk membuat keputusan politik. Referendum wajib Referendum ini dilakukan ketika ada perubahan atau pembentukan norma penting dan mendasar dalam UUD (konstitusi) atau UU yang sangat politis UUD atau UU tersebut yang telah dibuat oleh lembaga perwakilan rakyat dapat dilaksanakan setelah mendapat persetujuan rakyat melalui pemungutan suara terbanyak. demokrasi Pancasila. Demokrasi berdasarkan cara penyampaian pendapat terbagi ke dalam : 1) 2) Demokrasi langsung. Jenis-Jenis Demokrasi Pada kegiatan belajar 2.Demokrasi ini merupakan campuran antara demokrasi langsung dengan demokrasi perwakilan. b. sejumlah rakyat mengsulkan diadakan .cxxxiv B. aspirasi rakyat disalurkan melalui wakil-wakil rakyat duduk di lembaga perwakilan rakyat. anda akan diperkenalkan lebih jauh tentang jenis-jenis demokrasi sehingga anda akan lebih jelas dimana kedudukan demokrasi langsung / tidak langsungm.

sehingga demokrasi ini disebut juga demokrasi liberal 2) Demokrasi material Demokrasi material memandang manusia mempunya kesamaan dalam bidang sosial-ekonomi sehingga persamaan bidang politik tidak menjadi prioritas. 3) Demokrasi campuran Demokrasi ini merupakan campuran dari kedua jenis demokrasi sebelumnya. c. . b. Demokrasi ini berupa menciptakan kesejahteraan seluruh rakyat dengan menempatkan persamaan derajat dan hak setiap orang.cxxxv referendum. Referendum konsultatif Referendum ini hanya sebatas meminta persetujuan saja karena rakyat dianggap tidak mengerti permasalahannya. rancangan undang-undang itu dapat menjadi undang-undanmg yang bersifat tetap. Pemerintah meminta pertimbangangan pada ahli bidang tertentu yang berkaitan dengan permasalahan tersebut. Pemerintah bertindak atas kostitusi (hukum dasar). Demokrasi berdasarkan titik perhatian atau perioritasnya terdiri dari : 1) Demokrasi formal Demokrasi ini secara hukum menempatkan semua orang dalam kedudukan yang sama dalam bidang politik. Campur tangan pemeritah diminimalkan. Indifidu diberi kebebasan yang luas. Jika dalam wakyu tertentu tidak ada permintaan dari rakyat. Tindakan sewenang-wenang pemerintah terhadap warganya dihindari. bahkan ditolak. Demokrasi dibagi berdasarkan prisip ideologi : 1) Demokrasi liberal Demokrasi ini memberikan kebebasan yang luas pada individu. c. Demokrasi semacam ini dikembangkan di Negara sosialis komunis. tanpa mengurangi kesenjangan ekonomi.

serta d) Kedudukan kepala negara sebagai simbol idak dapat diganggu gugat. negara manakah yang menganut demokrasi parlementer? 2) Demokrasi sistem pemisahan/pebagian kekuasaan (Presidensil). c) Presiden mempunya kekuasaan mengangkat dan memberhentikan menteri . Semua warga negara mempunyai persamaan dalam hukum dan politik. Ciri-ciri pemerintahan yang menggunakan sistem presidensial adalah sebagai berikut : a) Negara dikepalai presiden . serata e) Presiden dan DPR mempunya kedudukan yang sama sebagai lembaga negara.cxxxvi 2) Demokrasi rakyat atau demokrasi Proletar Demokrasi ini bertujuan menyejahterakan rakyat. demokrasi dibagi menjadi : 1) Demokrasi sistem parlementer Ciri-ciri pemerintahan parlementer antara lain : a) DPR lebih kuat dari pemerintah . b) Menteri bertanggung jawab pada DPR. tetapi kepada presiden. d. b) Kekuasaan eksekutif presiden dijalankan berdasarkan kedaulatan yang dipilih dari dan oleh rakyat melalui badan perwakilan . . d) Menteri tidak bertanggung jawabkepada DPR. c) Program kebijaksanaan kabinet disesuaikan dengan tujuan politik anggota parlemen . Dapatkah anda memberi contoh. dan tidak dapat saling membubarkan. Negara yang dibentuk tidak mengenal perbedaan kelas. Bedasarkan wewenang dan hubungan antara alat kelengkapan negara.

Nilai-Nilai Demokrasi Sebenarnya pengertian pokok demokrasi ialah adanya jaminan hak-hak asasi manusia dan partisipasi rakyat. sistem pemerintahan yang liberal ini mendapat dukungan penuh dari rakyat. dan kebudayaan. lahirlah suatu bentuk demokrasi yang dinamakan demokrasi liberal. menyelesaikan perselisihan dengan damai dan secara melembaga.cxxxvii C. yang menjunjung hak-hak asasi manusia setinggi-tingginya. a) b) pengakuan hak-hak asasi manusia sebagai penghargaanterhadap martabat manusia dengan tidak melupakan kepentingan umum. ekonomi. Henry B. Karena sistem ini sesuai dengan aspirasi rakyat didunia Barat. Adapun yang paling utama dalam menetukan berlakunya sistem demokrasi disuatu negara ialah ada atau tidaknya asas demokrasi pada sistem itu. aspirasi. Didalam sistem pemerintahan ini. bentuk demokrasi itu pada suatu masa akan berbeda dari bentuk demokrasi masa yang lain.Mayo telah mencoba untuk memerinci nilai-nilai ini. Atas dasar itu. sulitlah dikatakan bahwa pemerintah itu adalah suatu pemerintahan demokrasi. sosial.Mayo: a. terutama karena faktor politik. Jika dukungan rakyat tidak ada. lahirlah sistem-sistem pemerintahan yang liberal. berikut akan dibahas bahwa demokrasi didasari oleh beberapa nilai (value). dengan catatan tentu saja tidak berarti bahwa setiap masyarakat demokratis memiliki semua nilai-nilai ini. Suatu negara dapat memberikan isi dan sifat pada demokrasi yang bebeda dari isi dan sifat demokrasi di negara lain. Akan tetapi. Adanya partisipasi dan dukungan rakyat pada pemerintah. demokrasi berkembang dalam suatu sistem masyarakat yang liberal (bebas dan merdeka). tetapi bergantung pada perkembangan sejarah. dalam pertumbuhanya. peranan dan campur tangan pemerintah tidak terlalu banyak didalam kehidupan masyarakat. pengertian pokok itu telah mengalami banyak perubahan. Disamping itu. . bahkan kadang-kadang diatas kepetingan umum. sebagai berikut. bentuk demokrasi pada masa sekarang berbeda dari bentuk demokrasi pada masa UUD RIS tahun 1949 dan masa UUD sementara tahun 1950. Oleh karena itu. Misalnya. Berikut adalah nilai-nilai yang diutarakan Henry B. Di dunia Barat. Sebagai akibat demokrasi liberal ini. Dengan demikian. bentuk demokrasi negara yang satu akan berbeda dengan bentuk demokrasi dengan negara yang lain. dan budaya poltik masingmasing.

c. Pers dan media masa yang bebas untuk menyatakan pendapat. Sistem peradilan yang bebas untuk mejamin hak-hak dan mempaertahankan keadilan. juga menghubungkan antara rakyat dan pemerintah d. seperti di Amerika Serikat dan ada demokrasi Pancasila. oleh rakyat. . serta f. Abraham Lincoln menyebutkan. mengakui dan menganggap wajar adanya keanekaragaman. menjamin terselenggaranya perubahan secara damai dalam suatu masyarakat yang sedang berubah. Sebenarnya apa yang dimaksud dengan demokrasi itu?. menjamin tegaknya keadilan. Suatu organisasi politik yang mencakup satu atau lebih partai politik. menyelenggarakan pergantian pimpinan secara teratur. Misalnya. walaupun pelaksanaan demokrasi di setiap negara sudah beraneka ragam. Demokrasi adalah pemerintahan oleh rakyat dimana kekuasaan tertinggi berada ditangan rakyat dan dijalankan oleh mereka atau wakil-wakil yang mereka pilih dibawah sistem pemilihan yang bebas. membatasi pemakaian kekerasan sampai munimum. Satu dewan perwakilan rakyat yang mewakil golongan-golongan dan kepentingankepentingan dalam masyarakat yang diplih melalui pemilahan umum secara bebas dan rahasia. Dewan ini harus mempunyai fungsi pengawasn terhadap penerintah. e. seperti di Indonesia. ada demokrasi liberal. c. d. b. by the people. Berdasarkan UUD 1945 nagara Indonesia adalah negara demokrasi. Tentu saja pengawasan yang konstruktif (titik membangun) dan sesuai normatif (akuran yang berlaku). Parpol ini menjaling hubungan yang rutin dan berkesinambungan. dan untuk rakyat (is a government of the people. pemerintah dipegang oleh partai yang menang dalam pemilihan umum dan partai yang kalah menjadi pihak oposisi. e. and the people).cxxxviii b. demokrasi adalah pemerintahan dari rakyat. Dalam demokrasi liberal. pemerintahan yang bertanggung jawab. Dengan demikian. untuk melaksanakan nilai-nilai demokrasi perlu diselenggarakan beberapa lembaga berikut a. Hampir semua negara di dunia sekarah ini mengatakan dirinya negara demokrasi.

tetapi lebih pada praktik atau pelaksanaannya yang mengingkari keberadaan demokrasi Pancasila itu. persoalan berikutnya adalah bagaimana menggerakkan rakyat untuk berpartisipasi secara penuh dalam pelaksanaan pembangunan politik. menciptakan prasarana dan sarana yang diperlukan bagi pelaksanaan demokrasi pancasila. Belajar dari pengalaman tersebut. Kunci semua pelaksanaan demokrasi . tidak berasal dari konsep dasar demokrasi Pacasila. dan lain-lain. serta bagaimana program-program itu dapat menggerakkan partisipasi seluruh masyarakat. Pelaksanaan demokrasi pancasila harus disertai dengan pembangunan bangsa secara keseluruhan karena pembangunan adalah proses perubahan ke arah kemajuan dan proses pendidikan bangsa untuk meningkatkan mutu kehidupan bangsa. khususnya bagi pemerintah. dalam era reformasi perlu penataan ulang dan penegasan kembali arah dan tujuan demokrasi pancasila. Demokrasi Pancasila hanya akan dapat dilaksanakan dengan baik apabila nilai-nilai yang terkandung di dalamnya dapat dipahami dan dihayati sependukungnya. dapat dicegah hal-hal yang negatif dalam pembangunan. membuat dan menata kembali progrm-program pembangunan di tengahtengah berbagai persoalan yang dialami masyarakat sekarang ini. Partisipasi yang dibutuhkan bukan hanya karena adanya hasil pembangunan yang dapat dinikmati. Partisipasi masyarakat dalam pembangunan sekaligus akan menjadi kontrol bagi pelaksanaan pembangunan yang lebih efektif. Dengan telah diletakkannya dasar-dasar pelaksanaan demokrasi pancasila. Kegagalan demokrasi pancasila pada zaman orde baru membuat banyak penafsiran mengenai asas demokrasi. Tata cara pelaksanaan demokrasi pacasila dilandaskan atas mekanisme konstitusional karena penyelenggaraan pemerintahan negara Republik Indonesia berdasarkan konstitusi.cxxxix Dengan adanya suatu kehidupan yang demokratis. melalui hukum dan peraturan yang dibuat berdasarkan kehendak rakyat. baik dipusat maupun daerah. Keberhasilan pelaksanaan suatu sistem demokrasi dapat ditunjukkan dengan tingkat partisipasi rakyat pendukungnya. seperti korupsi. Kegagalan demokrasi Pancasila zaman orde baru. penyalagunaan wewenang. ketentraman dan ketertiban diharapkan akan lebih mudah diwujudkan. Dengan demikian. melainkan karena adanya pertisispasi yang timbul berdasarkan kesadaran dan pengertian terhadap hak-hak dan kewajiban masyarakat.

dalam tahap awal reformasi ini. dan Presiden/Wakil Presiden. Usaha tersebut telah dilakukan oleh pemerintah orde baru. Amandemen UUD 1945 yang banyak membatasi kekuatan Presiden. b. DPRD. korupsi. Kedudukan ketua MPR terpisah dari ketuaDPR. kepentingan bersama lebih kepentingan daripada kepentingan individu atau golongan. Diberikannya kebebasan bagi warga negara untuk mendirikan partai politik pemilu 1999 diikuti oleh 48 partai politik. Refungsional lembaga-lembaga tinggi negara. d. b. pemerintah baru menata bidang politik dan hukum (konstitusi). jujur. Penegakan kehidupan yang lebih demokratis pada orde reformasi telah banyak diupayakan. Diselenggarakannya pemilu tahun 1999 dengan berasaskan bebas. Hal ini karena pemerintahan orde reformasi tetap menjalankan pemerintahannya dengan demokrasi pancasila. e. dan nepotisme). D. tetapi dalam pelaksanaannya banyak yang menginkarinya sehingga menimbulkan KKN (kolusi. Keunggulan Demokrasi Sebagaimana telah diuraikan. umum. serta adil dan beradab. rahasia. g. Dengan demikian. Sebagaimana telah dijelaskan. demokrasi pancasila tidak ikut jatuh. a. meski orde baru jatuh. sedangkan bidang lainnya masih terus dalam tahap penataan. langsung. Diselenggarakannya pemilu 2004. Pelaksanaan demokrasi Pancasila pada Orde Reformasi ini tetap harus bersumberkan pada hukum yang berlaku di Indonesia. antara lain sebagai berikut. dengan pemilihan lagsung anggota DPR. f. c. . keputusan diambil berdasarkan suara rakyat atau kehendak rakyat kebebasan individu dibatasi oleh kepentingan bersama. ciri-ciri demokrasi antara lain : a. Pers diberi kebebasan sehingga banyak sekali bermunculan media massa (cetak dan elektronik) baru.cxl tersebut adalah bagaimana pancasila dan UUD 1945 dapat dilaksanakan secara murni dan konsekuen.

Ketiga demokrasi tersebut dalam realisasinya mengalami kegagalan. bukan untuk kepentingan rakyat. dan demokrasi Pancasila. bagaimana pelaksanaan demokrasi pancasila pada era reformasi ini? Marilah kita simak uraian berikut! Demokrasi liberal bermuara pada kegagalan konstituante menetakan UUD pengganti UUDS 1950. d. terutama pelaksanaan demokrasi di bidang politik. E. yaitu demokrasi liberal. Meskipun konsep awal pada periode tersebut . Ada tiga macam demokrasi yang pernah diterapkan dalam kehidupan ketatanegaraan di Indonesia. kekuasaan merupakan amanat rakyat.cxli c. Anarki adalah pemerintahan yang kekuasaannya tidak jelas. Partisipasi rakyat dalam pemerintahan dibatasi atau bahkan ditoadakan dengan dihapusnya lembaga perwakilan rakyat dan keputusan hukum tertinggi ada pada tangan segelintir orang tersebut. mengapa demikian? Juga. serta kedaulatan ada di tangan rakyat. Biasanya mobokrasi dipimpin oleh sekelompok orang yang mempunyai motivasi yang sama. Moboraksi adalah pemerintahan yang dikuasai olah kelompok orang untuk kepentingan kelompok yang berkuasa. Setelah anda munyimak ciri dari demokrasi dan nilai-nilai demokrasi sebagaimana telah diuraikan. sejak kemerdekaan hingga sekarang. segala sesuatu yang dijalankan pemerintah adalah untuk kepentingan rakyat. demokrasi terpimpin. dan lembaga perwakilan rakyat mempunyai kedudukan penting dalam sistem kekuasaan negara. Diktator ialah kekuasaan yang terpusat pada seseorang yang berkuasa mutlak (otoriter). banyak pengalaman dan pelajaran yang dapat diambil. Demokrasi dan Pelaksanaannya di Indonesia Dalam perjalanan sejarah bangsa. coba bandingkan dengan bentuk pemerintah berikut: Oligarki adalah sistem pemerintahan yang dijalankan oleh segelintir orang banyak. Demokrasi terpimpin di bawah pemerintahan Orde Lama dan demokrasi Pancasila di bawah pemerintahan Orde Baru. tidak ada peraturan yang benar-benar dapat dipatuhi. Setiap individu bebas menentukan kehendaknya sendiri-sendiri tanpa aturan yang jelas.

demokrasi Pancasila) berlainan prosedur pelaksanaannya dengan demokrasi Barat yang lieral. penuh perhitungan. diharapkan nilai-nilai demokrasi dapat ditegakkan. Demokrasi Parlementer (Liberal) Demokrasi Parlementer di negara kita telah dipraktikkan pada masa berlakunya UUD 1945 periode pertama (1945-1949). demokratis. rasional. serta menjaga keamanan dan kebersamaan. Untuk dapat mewujudkan keadaan seperti itu. antisipatif. Oleh sebab itu. Adapun nama demokrasi itu semuanya harus tetap dalam kerangka supremasi hukum dan peraturan perundangan yang berlaku. tidak bisa tidak. Dalam perjalanan sejarah politik bangsa. serta pengendalian diri. Semua ini diungkapkan dan dibahas sebagai bahan kajian dan pembelajaran. Hal ini bukanlah pengingkaran terhadap demokrasi. terbuka. diharapkan tidak terulang lagi kesalahan yang sama. kemudian dilanjutkan pada masa berlakunya RIS 1949 dan UUDS 1950. Untuk lebih memahami perkembangan pemerintahan demokrasi yang pernah ada Indonesia. seperti analisis. perlu dikembangkan nilai-nilai sikap cerdas. Dengan belajar dari pengalaman. sepanjang hakikat demokrasi tercermin dalam konsep dan pelaksanaannya. harus dimiliki nilai dan sikap disisplin yang tercermin pada sikap taat asas. Jadi. kooperatif. Demokrasi yang berlaku ddii negara ini (misalnya. terti. tetapi pada akhirnya kekuasaan terpusat pada tangan seorang Presiden. tegas. ikhlas.cxlii dimaksudkan sebagai implementasi dari sila keempat Pancasila. demokrasi Terpimpin. Kegagalan orde lama dan orde baru untuk menegakkan nilai-nilai demokrasi menyebabkan bergulirnya reformasi. a. negara kesatuan RI pernah melaksanakan demokrasi Parlementer. Bukankah pengalaman itu adalah guru yang terbaik? Berdasarkan pengalaman yang dijadikan pelajaran. teliti. janganlah melupakan masa lalu dan jasa para pemimpin terdahulu. pelaksanaan demokrasi pada era reformasi sekarang ini diharapkan tidak salah arah. Pelaksanaan Demokrasi Parlementer tersebut . dan demokrasi Pancasila. Dalam era reformasi ini. kritis. Siapkah kita menyongsong demokrasi masa depan seandainya sesuai dengan harapan? Demokrasi yang diterapkan di Indonesia berbeda dengan demokrasi yang dipraktikkan di negara lain. dibawah ini akan diuraikan penjelasannya. lugas.

Kabinet Syahrir II. Salah satu faktor penyebab ketidak stabilan tersebut adalah sering bergantinya kabinet yang bertugas sebagai pelaksana pemerintahan. kabinet sering diganti? Hal ini terjadi karena dalam negara demokrasi dengan sistem kabinet parlementer. 1950-1959 umur kabinet kurang lebuh hanya satu tahun dan terjadi tujuh kali pergantian kabinet. Faktor lain yang menyebabkan tidak tercapainya stabilitas politik adalah perberdaan pendapat yang sangat mendasar di antara partai politik yang ada saat itu. yaitu Kabinet Natsir. Sementara itu. Wilopo. dan Kabinet Juanda. dan dipihak lain menghendaki kembali pada Piagam Jakarta yang berarti menghendaki Islam sebagai dasar negara. Sebagai contoh dapat dikaji peristiwa kegagalan konstituante memperoleh kesepakatan tentang dasar negara.cxliii secara yuridis formal berakhir pada tanggal 5 juli 1959 bersamaan dengan pemberlakuan kembali UUD 1945. antara lain Kabinet Syahrir I. Merujuk pada kenyataan politik pada masa itu. selama tahun 1945-1959 dikenal beberapa kabinet. jelas bahwa keadaan partai-partai politik pada saat itu lebih menonjolkan perbedaan-perbedaan paham dari pada mencari persamaan-persamaan yang dapat mempersatukan bangsa. . dan Kabinet Amir Syarifuddin. Pada masa berlakunya Demokrasi Parlementer (1945-1959). Beranjak dari berbagai kegagalan dan kelemahan itulah maka demokrasi parlementer di indonesia ditinggalkan dan diganti dengan demokrasi terpimpin sejak 5 Juli 1959. terdapat dua kubu yang bertentangan. Misalnya. maka DPR dapat menjatuhkan kabinet dengan mosi tidak percaya. Sukimin. kedudukan kabinet berada di bawah DPR (parlemen) dan keberadaannya sangat bergantung pada dukungan DPR. Ali Sastro Amidjojo II. kehidupan politik dan pemerintahan tidak stabil sehingga program dari suatu kabinet tidak dapat dilaksanakan dengan baik dan berkesinambungan. Mengapa dalam sistem pemerintahan parlementer. Pertentangan tersebut terus berlanjut dan tidak pernah mencapai kesepakatan. Apabila kebijakan kabinet tidak sesuai dengan aspirasi rakyat yag tercermin di DPR (parlemen). yaitu satu pihak ingin tetap mempertahankan Pancasila sebagai dasar negara. Pada saat itu.

mengapa lahir demokrasi Terpimpin? Demokrasi terpimpintimbul dari keisyafan. Dalam konteks ini. kesadaran. pada 1960 presiden membubarkan DPR hasil pemilihan umum tahun 1955 dan digantikan oleh DPR Gotong Royong melalui penetapan Presiden. Istilah Demokrasi terpimpin untuk pertama kalinya dipakai secara resmi dalam pidato presiden Soekarno pada 10 November 1956 ketika membuka sidang konstituante di Bandung. baik dalam kehidupan politik maupun dalam tatanan kehidupan ekonomi.pimpinan DPR/MPR dijadikan menteri sehingga otomatis menjadi pembantu Presiden. .dan pengankatan Presiden seumur hidup melalui Tap. maka pada 5 Juli 1959 Presiden Soekarno mengeluarkan suatu keputusan yang dikenal dengan Dekrit Presiden. dapat dikatakan bahwademokrasi terpimpin dalam banyak aspek telah menyimpang dari dari demokrasi konstitusional.misalnya. dan tidak pada perseorangan atau pimpinan. III/MPRS/1963.cxliv b. maka kebijakan pemerintah sering kali menyipan dari ketentuan UUD 1945.demokrasi terpimpin berarti pemerintah rakyat yang dipimpin oleh hikmatkebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan. Dekrit presiden dipandang sebagai usaha untuk mencari jalan dari kemacetan politik melalui pembentukan kepemimpinan yang kuat untuk mencapai hal tersebut. Demokrasi Pancasila Terpimpin Adanya kegagalan konstituante dalam menetapkan UUD baru. Persoalan sekarang. mengandung arti bahwa yang membimbing dan sekaligus landasan kehidupan demokrasi di Indonesia adalah sila keempat pancasila. MPRS No. di Indonesia pada saat itu digunakan demokrasi terpimpin. Secara konsepsional. Deemokrasi Terpimpin menonjolkan “kepimimpina” yang jauh lebih besar daripada demokrasinya sehingga idedasar demokrasi kehilangan artinya. Apabila dikaji dari hakikat dan ciri negara demokrasi. Akibat dominannya kekuasaan presiden dan kurang berfungsinya lembaga legislatif dalam mengontrol pemerintahan.dan keyakinan terhadap keburukan yang diakibatkan oleh praktik Demokrasi Parlementer (liberal) yang melahirkan tepecahnya masyarakat. yang diikuti suhu politik yang memanas dan membahayakan keselamatan bangsa dan negara.

Kepentingan Rakyat Banyak. serta 5) oposisi. Dan Pertanggung Jawaban Kepada Tuhan: c) masyarakat adil makmur tidak lain daripada suatu masyarakat teratur dan terpimpin. Demokrasi Terpimpin Mengenal Juga Kebebasan Berpikir Dan Berbicara. Adapun yang penting ialah perwakilan yang harus dipimpin dengan hikmat kebijaksanaan: a) Tujuan Melaksanakan Demokrasi Terpimpin Ialah Mencapai Suatu Masyarakat Yang Adil Dan Makmur. ekonomi dan sosial. Penyebab penyelewengan tersebut. b) Sebagai Alat. tampak bahwa demokrasi Terpimpin tidak bertentangan dengan pancasila dan UUD 1945. Yang Penuh Dengan Kebahagiaan Material Dan Spiritual. bukan oleh perdebatan. penyiasatan yang di akhiri dengan pengaduan kekuatan. demokrasi terpimpin memiliki kelebihan yang dapat mengatasi permasalahan yang dihadapi masyarakat pada waktu itu. Tetapi Dalam Batas-Batas Tertentu. serta penghitungan suara pro dan kontra. berlainan dengan demokrasi sentralisme. juga karena .cxlv Secara konsepsional pula. 3) demokrasi Terpimpin adalah demokrasi di segala soal kenegaraan dan kemasyarakatan yang meliputi bidang politik. Yakni Batas Keselamatan Negara. Kesusilaan. serta budaya bangsa Indonesia. dan berbeda pula dengan demokrasi liberal yang dipraktikkan selama ini. konsep-konsep tersebut tidak direalisasikan sebagaimana mestinya sehingga seing kali menyimpang dari nilai-nilai pancasila. selain terletak pada presiden. Namun dalam praktiknya. diharuskan dalam alam demokrasi terpimpin. dalam arti melahirkan pendapat yang sehat dan yang membangun. 2) demokrasi Terpimpin adalah demokrasi yang cocok dengan kepribadian dan dasar hidup bangsa Indonesia. Berdasarkan pokok pikiran di atas. Hal itu dapat dilihat dari ungkapan Bung Karno ketika memberikan amanat pada konstituante tanggal 22 April 1959 tentang pokok-pokok demokrasi terpimpin antara lain: 1) demokrasi Terpimpin bukanlah diktator. UUD 1945. 4) inti daripada pimpinan dalam demokrasi terpimpin adalah permusyawatan yang di pimpin oleh hikmat kebijaksanaan. dan budaya bangsa.

Secara lengkap makna demokrasi pancasila adalah: “ Kerakyatam yang dipimpin oleh hikmat kebijaksaan dalam permusyawaratan/ perwakilan. serta yang berkeadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. c. Secara konsepsional. Misalnya. “kebebasan” berpendapat merupakan hak setiap warga negara yang harus dijunjung tinggi oleh penguasa. serta harus dimanfaatkan untuk mewujutkan keadilan sosial. khususnya di masyarakat pedesaan. yang berketuhanan Yang Maha Esa. Dalam demokrasi Pancasila hak tersebut tetap dihargai. Demokrasi Pancasila pada Orde Baru 1. menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan sesuai dengan martabat dan harkat manusia. serta situasi sosial politik yang tidak menentu saat itu. Berdasarkan rumusan tersebut terkandung arti bahwa dalam menggunakan hak-hak demokrasi haruslah disertai tanggung jawab kepada Tuhan Yang Maha Esa menurut keyakinan agama masing-masing. tetapi harus diimbangi dengan kebebasan yang bertanggung jawab.royong. dianggap karena kedua jenis demokrasi tidak cocok diterapkan di Indonesia yang bernapaskan kekeluargaan dan gotong. Demokrasi Pancasila bersumberkan pada pola pikir dan tata nilai sosial budaya bangsa Indonesia. Jadi demokrasi pancasila berpangkal tolak dari kekeluargaan dan gotongroyang. . yang berkemanusiaan yanng adil dan beradab. haruslah menjamin persatuan dan kesatuan bangsa. Semangat kekeluargaanitu sendiri sudah lama danut dan berkembang dalam masyarakat indonesia. Menurut Soepomo dalam masyarakat yang dilandasi semangat kekeluargaan. dan menghargai hak individu yang tidak terlepas dari kepentingan sosial. yang berpersatuan Indonesia. demokrasi pancasila masih dianggap dan dirasakan paling cocok diterapkan di Indonesia.cxlvi kelemahan Legislatif sebagai partner dan pengontrol eksekutif. sumber filosofi yang paling tepat adalah aliran pikiran Integralistik. Latar Belakang dan Makna Demokrasi Pancasila Banyaknya berbagai penyelewengan dan permasalahan yang dialami bangsa Indonesia pada masa berlakunya demokrasi parlementer dan demokrasi terpimpin. Sejak lahirnya Orde Baru diberlakukan Demokrasi Pancasila sampai saat ini.

ekonomi. serta bersendi atas hukum. antara lain bersifat kekeluargaan dan kegotongroyongan yang bernafaskan Ketuhanan Yang maha Esa. aspek-aspek yang terkandung demokrasi pancasila itu adalah: a. indonesia sesuai dengan gambaran.terbuka. 2). dan jujur untuk mencapai konsensus bersama. Dalam demokrasi pancasila. demokrasi pancasila pun mengandung berbagai aspek. sosial.yakni aspek yang mengemukakan gambaran manusia. dan martabat tersebut. harkat. Aspek Optatif. pengambilan keputusan sedapat mungkin didasarkan atas musyawarah untik mufakat. yakni aspek yang mengungkapkan seperangkat norma atau kaidah yang menjadi pembimbing dan kriteria dalam mencapai tujuan kenegaraan. dalam demokrasi Pancasila nilai-nilai perbedaan tetap dipelihara sebagai sebuah kekayaan dan anugrah Tuhan YME.serta kebenaran.Pamudji dalam bukunya “Demokrasi Pancasila dan Ketahanan Nasional”. c. keadilan.cxlvii Dengan demikian.dan negara kebudayaan . yakni aspek yang mempersoalkan proses dan caranya rakyat menunjuk wakilnya dalam badan perwakilan rakyat dan dalam pemerintahan. kehidupan ketatanegaraan harus berdasarkan atas kelembagaan hal ini bertujuan untuk menyelesaikan segala sesuatu melalui saluran-saluran tertentu sesuai dengan UUD 1945. Aspek Formal.menghargai hak-hak asasi manusia dan menjamin adanya hak-hak miniritas. serta bagaimana mengatur permusyawaratan wakil rakyat secara bebas. hal ini penting untuk menghindari adnya kegoncangan politik dalam negara. negara Kesejahteraan. Aspek Materil. b. Aspek Normatif (kaidah). dan budaya. d. Ciri dan Aspek Demokrasi Pancasila Demokrasi pancasila memiliki ciri khas. Tujuan ini meliputi tiga hal. Norma penting yang harus diperhatikan adalah persatuan dan soladaritas. yakni aspek yang mengetengahkan tujuan atau keinginan yang hendak dicapai. Menurut S. Selain mewarnai berbagai bidang kehidupan seperti poltik.yaitu terciptanya negara Hukum.

Di antara penyimpangan yang dilakukan penguasa Orde Baru. penyelenggaraan pemilihan umum yang tidak jujur dan tidak adil: b. serta f. Jiwa demokrasi pancasila aktif. yakni hak untuk mendapat perlakuan secara demokratis pancasila. Penyingpangan tersebut secara transparan terungkap setelah munculnya gerakan “Reformasi” dan jatuhnya kekuasaan Orde Baru. PNS seolah-olah digiring untuk mendukung OPP tertentu sehingga pemilihan umum tidak kompetitif c. iii. Jiwa Demokrasi Pancasila Rasional. Aspek Organisasi. Jiwa demokrasi pancasila pasi. aspek kejiwaan demokrasi pancasila ialah senangat para penyelenggara negara dan semangat para pemimpin pemerintahan. Yakni Kesediaan Berkorban Demi Menunaikan Tugas Jabatan Yang Dipangkunya. yakni aspek yang mempersoalkan organisasi sebagai wadah pelaksanaan demokrasi pancasila. Organisasi ini meliputi sistem pemerintahan atau lembaga negara serta organisasi sosial-politik di masyarakat. praktik demokras yang dijalankan pada masa orde baru masih terdapat berbagai penyimpangan yang tidak sejalan dengan ciri dan prinsip demokrasi pancasila. khususnya yang berkaitan dengan demokrasi pancasila. Apabila kita kaji ciri dan prinsip demokrasi Pancasila. . Serta iv. yaitu: a.cxlviii e. dapat dikatakan bahwa demokrasi Pancasila tidak bertentangan dengan prinsip demokrasi konsttusional. Yakni Jiwa Objektif Dan Masun Akal Tanpa Meninggalkan Jiwa Kekeluargaan Dalam Pergaulan Masyarakat. ijwa yang mengandung kesediaan untuk memperlakukan pihak lain sesuai dengan hak-hak yang diberikan oleh demokrasi pancasila. ii. dalam jiwa demokrasi pancasila dikenal. masih ada intervensi pemerintah terhadap lembaga peradilan. Wadah tersubut harus cocok dengan tujuan yang hendak dicapai. Serta Jiwa Kesediaan Berkorban Untuk Sesama Manusia Dan Warga Negara. penegakan kebebasan berpolitik bagi pegawai Negeri Sipil (monoloyalitas) khususnya dalam pemilihan umum. i. Namun. Aspek Kejiwaan. Jiwa Pengabdian.

e. 1998). Perubahan yang terjadi pada Orde reformasi ini dilakukan secara bertahap karena memang reformasi berbeda dengan revolusi yang bekonotasi perubahan mendasar pada semua komponen dalam suatu sistem politik yang cendrun menggunakan kekerasan. serta i. h. Demikian pula. dan ekonomi yang lebih merata termasuk perluasan basis partisipasi politik rakyat” pada reformasi di Indonesia sekarang ini. kurangnya jaminan kebebasan mengemukakan pendapat sehingga sering terjadi penculikan terhadap aktivis vokal. tidak menjadi demokratisasi kolusi. korupsi. Sehubungan dengan ini. prinsip rule of law sulit diwujudkan. reformasi mengandung arti: “ perubahan yang mengarah pada persamaan politik. F. ekonomi. Reformasi ketiga bidang tersebut harus dilakukan sekaligus karena reformasi politik yang berhasil mewujudkan demokratisasi politik. menteri-menteri dan gubernur diangkat menjadi anggota MPR. badan peradilan yang otonom. Pelaksanaan Demokrasi pada Orde Reformasi Pelaksanaan demokrasi pancasila pada Orde Reformasi tanpak lebih marak dibandingkan dengan masa Orede Baru. Menurut Hutington (Chaedar. berwibawa. maraknya pratik kolusi. Orde Reformasi ini merupakan konsensus untuk mengadakan demokratisasi dalam segala bidang kehidupan. adanya pembatasan kebebasan pers dan media massa melalui pencabutan/pembatalan SIUP. f. tanpa demokratisasi poltik. dan nepotisme. dan yang mampu menerapkan prinsip rule of law itu hanya dapat terwujud apabila ada demokratisasi poltik. sosial. kebijakan floating mass). serta format politik yang tidak demokratis. menciutkan jumlah partai politk dan sekaligus membatasi kesempatan partisipasi politik rakyat (misalnya.cxlix d. Diantara bidang kehidupan yang menjadi sorotan utama untuk direformasi adlah bidang politik. g. . dan hukum. sistem kepartaian yang tidak otonom dan berat sebelah. baik dalam bidang ekonomi maupum dalam bidang politik dan hukum.

Pengaturan ham. Secara khusus. Berdasarkan peraturan perundang-undangan dan praktik pelaksanaan demokrasi tersebut.d .cl upaya meningkatkan partisipasi politik rakyat dalam kehidupan bermasyarakat. Partai politik lebih mandiri. yakni UUD 1945. d. Lahirnya ketetapan MPR diikuti oleh ditetapkannya undang-undang organik berkaitan dengan kehidupan demokratis. dan undang-undang tentang kemerdekaan menyampaikan pendapat di muka umum. Oleh karena itu.berbangsa. menambah. Hal tersebut daat diketahui dengan mengacu kepada konstitusi yang pernah dan sedang berlaku. kemudian melihat praktik pelaksanaan peraturan tersebut. dan bernegara merupakan salah satu sasaran agenda reformasi Demokrasi yang dijalankan pada masa reformasi ini masih tetap demokrasi pancasila. pertama harus mengkaji keterangan ketetapan MPR hasil sidang istimewa MPR 1998 beserta ini. 13 November 1998. pada 10 s. serta Lembaga demokrasi lebih berfungsi. peraturan perundang lainnya. serta mencabut ketetapan MPR sebelumnya yang dianggap tidak sesuai dengan aspirasi rakyat. b.harus dimulai dari pembentukan peraturan yang mendorong terjadinya demokratisasi dalam bidang kehidupan. Misalnya. ditetapkan pula beberapa ketetapan MPR yang mengtur materi baru. Untuk itu. MPR mengadakan Sidang Istimewa dan berhasil mengubah. UUDS . perkembangan demokrasi dalam negara-kebangsaan indonesia dapat dikembalikan pada dinamika kehidupan bernegara indonesia sejak proklamasi kemerdekaan sampai saat ini. Pemilihan umum lebih demokratis. Perbedaanya tyerletak mewujudkan pada praktik aturan pelaksanaan yang dan sesuai praktik dengan penyelenggaraan. c. undang-undang bidang politik. terdapat beberapa perubahan pelaksanaan demokrasi pada Orde Reformasi sekarang ini yaitu: a. untuk memahami demokrasi pada Orde Reformasi ini. Konstitusi RIS.untuk demokrasi tuntunanreformasi. Selain itu. undangundang tentang otonomi daerah.

dan sosial kultural untuk membangun citacita. yaitu pendidikan yang melewati tahap diluar lingkungan masyarakat. Pendidikan ini lebih makro dalam berinteraksi sebab pendidikan di luar sekolah mempunyai variable ataupun parameter yng signifikan . serta praksis kehidupan bernegara dan bermasyarakat yang menjadi dampak langsung. pedagogis.cli 1950. yaitu pendidikan yang melewati tahap pergaulan di rumah ataupun masyarakat sebagai bentuk aplikasi nilai berdemokrasi. yaitu pendidikan yang melewati tatap muka. Selain itu. Pedidikan demokrasi secara formal. Misi Pendidikan Demokrasi Memfasilitasi warga negara untuk mandapatkan ber4bagai akses kepada dan menggunakan secara cerdas berbagai sumber informasi tentang demokrasi dalam teori dan praktik untuk berbagai konteks kehidupan. Pendidikan nonformal. serta keterampilan demokrasi dalam diri earga negara melalui pengalaman hidup dan kehidupan demokrasi dalam berbagai konteks. b. prisip. Visi Pendidikan Demokrasi sebagai wahana substantif. Pendidikan demokrasi: 1). sikap. Pendidikan nonformal. sebagai hasil interaksi terhadap lingkungan sekitarnya yang langsung dirasakan hasilnya. Pendidikan ini lebih makro dalam berinteraksi sebab pendidikan di luar sekolah mempunyai variable ataupun parameter yng signifikan terhadap pembentukan jiwa seseorang. Pedidikan demokrasi secara informal. diskusi timbal balik. serta studi kasus untuk memberikan gambaran kepada siswa bagaimana agar mencintai negara dan bangsa. c. nilai. serta dampak perkembangan internasional pada setiap zamannya. yaitu pendidikan yang melewati tahap di luar lingkungan masyarakat. 2). Pendidikan demokrasi a. dampak pengiring dari berlakunya setiap konstitusi. G. dapat dimiliki wawasan yang luas dan memadai. Pendidikan formal biasanya dilakukan di sekolah dan di perguruan tinggi. konsep. Dengan demikian. perensentasi. 3).

Dalam rapat tersebut. terutama mahasiswa pada umumnya untuk melaksanakan pendidikan ini secara baik dan benar. system ketatanegaraan dan sebagai system budaya Jelaskan jenis-jenis demokrasi Jelaskan pengertian demokrasi pancasila dan bandingkan dengan system demokrasi lainnya. yaitu pemerintahan yang rakyat yang memegang peranan yang sangat menentukan. 4. Pendidikan demokrasi merupakan suatu proses untuk melaksanakan demokrasi yang benar. khususnya di kota Athena. Dengan demikian.clii PENUTUP Demokrasi berasal dari kata yunani demos dan kratos. diambil keputusan bersama mengenai garis-garis besar kebijakan pemerintah yang akan dilaksanakan dan segala permasalahan kemasyarakatan. demokrasi. Istilah demokrasi pertama kali dipakai di Yunani kuno. 3. artinya pemerintahan rakyat. kratos berarti pemerintahan. Jadi. Demos artinya rakyat. 2. . Kota-kota di daerah Yunani pada waktu itu kecil-kecil. Penduduknya tidak begitu banyak sehingga mudah dikumpulkan oleh pemerintah dalam suatu rapat untuk bermusyawarah. sasaran yang akan dicapai adalah mengajak warga Negara. SOAL LATIHAN Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini : 1. untuk menunjukkan sistem pemerintahan yang berlaku disana. Proses semacam ini mempunyai implikasi yang sangat signifikan terhadap cara-cara berdemokrasi yang benar dengan memperhatikan kaidah-kaidah ataupun asas dalam berdemokrasi masyarakat. Jelaskan pengertian demokrasi Jelaskan demokrasi sebagai system politik.

. Keunggulan Sistem lain ………………………………. 4. Jelaskan mengapa? 7. Jelaskan. Dapatkah anda membandingkan ketiga demokrasi yang pernah ada di Indonesia? Demokrasi Liberal Demokrasi Terpimpin Demokrasi Pancasila . BIDANG Politik Ekonomi Sosial Budaya Hankam Agama HAL-HAL YANG HARUS DIPERBAIKI ………………………………………………. 2. ………………………………………………... ………………………………………………. 6. ………………………………………………… ………………………………………………. Simak uraian berikut! Bergulirnya era reformasi di Indonesi.. bagaimana pelaksanaan nilai-nilai demokrasi di Indonesia? 6. 3. Sebutkan keunggulan dan kelemahan demokrasi dibandingkan bentuk pemerintahan yang lain sesuai dengan persepsi anda! Coba tulislah dalam daftar berikut! Keunggulan Demokrasi ………………………………. dari sekian hal yang harus diubah atau diperbaiki. yang ingin mengubah tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara sebagai akibat kegagalan masa-masa sebelumnya. 8. menciptakan banyak hal yang harus diperbaiki. wakil-wakil rakyat tidak ada yang mengusulkan perubahan pancasila sebagai dasar negara. 5. Hal-hal apa sajakah yang harus diperbaiki pada masa reformasi sekarang ini ? NO 1. ……………………………………………….. Kelemahan Demokrasi ………………………………………………… Kelemahan Sistem lainnya (sebutkan sistemnya) ………………………………………………… 9.cliii 5. Namun.

Supremasi Hukum dan Prinsip Demokrasi di Indonesia. Demokrasi dan pendidikan Demokrasi. 1966. Lembaga Pembinaan Hukum nasional: Jakarta. Kanil. DPR.Panduan Menguasai Tata negara. 1949. Kanisius: Yogyakarta. Goverment By the People. Santiaji Pancasila. UU tentang partai politik. or. 1986. Perundangan: UUD 1945. 2005. Tata Negara Edisi Kedua. Demokrasi. Ganesha Exact: Bandung. Udin S. 1995. Hans. David. Suny Ismail. Harris soche. UU tentang pemilu DPR. disampaikan Pada Suscadorwas 2005. DPRD. Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama: Jakarta. dkk. Rahmat A. Jakarta. Gramedia Pustaka Utama: Jakarta. Mekanisme Demokrasi Pancasila. dan DPRD.cliv DAFTAR BACAAN Betham. Historis. Dikti: Jakarta. Suatu tinjauan Filosofis. 1989. Kelsen. Elly M. Budiardjo. Yudiris konstitusional. Setiadi. DPD. Dasar-dasar Ilmmu Politik. 2000. PT Hanindita: Yogyakarta. UU tentang susunan kedudukan MPR. . 2003 Pendidikan Pancasila untuk Perguruan Tinggi. serta UU tentang Pemilu presiden. Miriam. DPD. 1985. James McGregor.2000. Penerbit Erlangga: Jakarta. University of california: USA. General Theoryof Law and State. 1968.. CST. Winataputra. Daji darmodihardjo. Burns. amandeman terakhir.

HAM dalam tataran Global 3. bahkan memiliki kewenangan lebih tinggi karena berasal dari sumber yang lebih tinggi (Tuhan). artinya tidak bergantung pada adanya suatu negara atau undang-undang dasar.clv BAB VIII HAK ASASI MANUSIA PENDAHULUAN A. keamanan. HAM dalam UUD 1945 5. kebebasan. Implementasi hak asasi dan kewajiban asasi dalam sila-sila pancasila . Ruang lingkup HAM meliputi a. dan lain-lain: b. kekuasaan pemerintah. ras. Sejarah dan Macam-macam HAM 2. hak-hak berkenaan dengan masalah ekonomi dan sosial. serta d. Hak tersebut diperoleh bersama dengan kelahirannya atau kehadirannya di dalam kehidupan masyarakat (tilaar 2001). kebebasan sipil dan politik untuk dapat ikut serta dalam pemerintahan. hak milik pribadi dalam sekelompok social tempat seseorang berada: c. hak pribadi : hak-hak persamaan hidup. tanpa hak-hak itu manusia tidak dapat hidup layak sebagai manusia. HAM juga bersifat supralegal. Ruang Lingkup Bahan pembelajaran ini akan membahas : 1. HAM bersifat umum (universal) karena diyakini bahwa beberapa hak dimiliki tanpa perbedaan atas bangsa. atau jenis kelamin. UU No. HAM di indonesia : Permasalahan dan Penegakannya 4.39 1999 tentang HAM mendefinisikan HAM sebagai seperangkat hak yang melekat pada hakikat keberadaan manusia dengan makhluk Tuhan YME. B. Pengertian. Latar Belakang HAM adalah hak-hak yang melekat pada diri manusia.

sejarah dan macam-macam HAM 2. Mahasiswa mampu menjelaskan pengertian. Sasaran Pembelajaran Mahasiswa dapat menganalisis dan mengidentifikasi Hak Asasi Manusia.clvi C. Mahasiswa mampu menjelaskan HAM dalam Tataran Global 3. Mahasiswa mampu menganalisa HAM di Indonesia dalam konteks permasalahan dan penegakannya . Melalui pembelajaran ini mahasiswa diharapkan dapat: 1.

pada kenyataannya. prinsip universalitas. Mr Soenarko. Ia berlaku menyeluruh sebagai kodrat lahiriah setiap manusia. Sebagaimana mantan Perdana Menteri Mahathir Mohammad yang menyatakan bahwa. ataukah tidak (?). . dan pemerintah termasuk masyarakatnya harus mengakui dan menyokong hak-hak asasi manusia. Sejarah dan Macam-Macam HAM 1. Namun untuk mencermati apa sesungguhnya hak asasi manusia? Banyak ragam pendapat yang dikemukakan oleh para ahli. tidak tergantung pada wilayah atau bangsa tertentu. yang tidak bisa dikurangi atau dicabut hakhaknya oleh siapapun. Ini menunjukkan bahwa hak-hak asasi manusia itu ada dan harus dihormati oleh seluruh umat manusia di dunia manapun. Ada delapan prinsip hak asasi manusia. karena bila dicabut hilang juga kemanusiaannya. Universalitas hak-hak asasi manusia.J. Hak asasi manusia memiliki prinsip-prinsip utama dan menjadikannya sebagai bagian penting dalam kehidupan umat manusia. yang tak dapat dicabut oleh siapapun juga. Hak-hak itu antara lain : Hak Hidup. selanjutnya disingkat DUHAM 1948) itu memiliki prinsip universal. Wolhoff. Prinsip universalitas adalah prinsip yang dimiliki dalam nilainilai etik dan moral yang tersebar di seluruh wilayah di dunia. Menurut G. Hak Kebebasan dan Hak Kesamaan. Perdebatan ini sesungguhnya muncul di saat memperbincangkan apakah Universal Declaration of Human Rights 1948 (Deklarasi Universal Hak-Hak Asasi Manusia. Dari pendapat ini bisa diambil titik kesamaan bahwa hak asasi manusia itu merupakan hak yang melekat dalam diri manusia. masih juga tidak sepenuhnya diterima oleh negara-negara tertentu yang menolak kehadiran prinsip universalitas. hak asasi manusia adalah sejumlah hak yang seakan-akan berakar dalam tabiat setiap oknum pribadi manusia justru karena kemanusiaannya. yang memiliki titik kesamaan dalam menjelaskan apa itu hak asasi manusia.clvii URAIAN BAHAN PEMBELAJARAN A. Pengertian HAM Hak asasi ialah hak-hak dasar (pokok) yang dibawa manusia sejak lahir sebagai anugerah dari Tuhan YME. merumuskan hak-hak dasar ialah hak-hak manusia yang pokok dan tak dapat dikurangi oleh siapapun juga dalam negara yang sopan. Pengertian. aktivis maupun pengambil kebijakan. yakni: Pertama.

hak-hak ekonomi sosial budaya (Hak Ekosob) menjadi hak yang sangat penting. keyakinan. menjadi identitas peradaban tertentu yang sangat berharga dalam mengemban amanat saling menjaga dan mendorong upaya kebersamaan untuk hidup berdampingan. Ia (Mahathir). Perbincangan ini sebenarnya tidak perlu terjadi bilamana memahami hak-hak asasi manusia yang universal maupun tidak. dari sudut pandang yang berbeda. gender. Penghormatan terhadap manusia. Oleh sebabnya. mencontohkan soal betapa hak-hak politik dan kebebasan begitu dominan mewarnai hak-hak asasi manusia. Begitu juga. memperbudak. kekuatan ekonomi. Tidak dapat dipungkiri bahwa pluralisme sosial. atau kelas sosial. khususnya manusia sebagai sesama makhluk ciptaan Allah. pemartabatan terhadap manusia (human dignity). padahal di negara-negara miskin maupun berkembang (negara dunia ketiga). yang bisa dipengaruhi oleh kekuasaan politik. Dalam prinsip ini setiap orang harus menghargai manusia tanpa membeda-bedakan umur. etnisitas. didasarkan pada kontekstualisasi tertentu. bahasa. Bagi negara dunia ketiga.clviii DUHAM 1948 itu sangat menganut paham kebebasan yang bersala dari konsep barat. ataupun bahkan membunuh hak-hak hidup manusia. ras. HAM tidak menjadi universal bilamana dilihat dari perspektif tertentu. termasuk di dalamnya keragaman budaya dan hukum-hukum lokal. Artinya. hidup damai dalam keberagaman yang bisa menghargai satu dengan yang lainnya. mengisi perut orang yang lapar (hak atas pangan) dan hak pendidikan lebih penting dibandingkan soal hak pilih dalam pemilu. orientasi seksual. komunitas disable/berbeda kemampuan. Prinsip yang kedua. maupun realitas sosial budaya yang melahirkan keragaman pendapat soal tersebut. dengan adanya prinsip ini maka tidak mungkin praktek yang memperkenankan siapapun untuk melakukan eksploitasi. sepatutnya dihormati dan dihargai. dimana penandatangan deklarasi tersebut hanya seperempat negara-negara yang menjadi anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sekarang. budaya. menyiksa. Sehingga kewajiban untuk menghormati manusia sebagai manusia tersebut merupakan tanggungjawab hak-hak asasi manusia. . bukanlah sekedar pekerjaan individual manusia. tetapi juga dalam kolektiva-kolektiva lebih luas seperti dalam kehidupan masyarakat maupun bernegara. serta membangun toleransi sesama manusia. Prinsip ini menegaskan perlunya setiap orang untuk menghormati hak orang lain. artinya hanya sekitar 50-an negara yang kebetulan mayoritas dari negara-negara yang disebut ‘barat’.

perlindungan dan pemenuhan hak-hak seseorang. Prinsip non-diskriminasi sebenarnya bagian integral dengan prinsip persamaan. hak pilih dalam pemilu. Jelas dan tegas. adalah praktek yang justru menghambat realisasi hakhak asasi manusia. agama. dan budaya. bahwa hak-hak asasi manusia melarang adanya diskriminasi yang merendahkan martabat atau harga diri komunitas tertentu. Atau juga hak atas kehidupan yang layak.clix Prinsip yang ketiga. dan bila dilanggar akan melahirkan pertentangan dan ketidakadilan di dalam kehidupan manusia. adalah persamaan di muka hukum. Prinsip yang kelima. Manusia sebagai makhluk yang memiliki hak-hak asasi tidak bisa dilepaskan dari hak-hak tersebut. Hal ini terjelaskan dalam pasal 1 DUHAM 1948. Misalnya. indivisibility. Pemahaman prinsip atas hak yang tidak bisa dipindahkan. jenis kelamin. suku. Konsep persamaan menegaskan pemahaman tentang penghormatan untuk martabat yang melekat pada setiap manusia. inalienability. sebagai prinsip hak-hak asasi manusia: “Setiap orang dilahirkan merdeka dan mempunyai martabat serta hak-hak yang sama. agar hakhak tersebut bisa dikecualikan. tidak bisa dipertukarkan dengan perbudakan. tidak bisa dirampas atau dipertukarkan dengan hal tertentu. karena keduanya satu kesatuan. adat. Suatu hak tidak bisa dipisah-pisahkan antara yang satu dengan yang lainnya. sangat tidak mungkin dipisahkan dengan hak ekonomi. baik berdasarkan kelas/bangsa tertentu. Prinsip yang keempat. merupakan hak untuk memperoleh keadilan dalam bentuk perlakuan dalam proses peradilan. tidak bisa dihilangkan hanya dengan dibeli oleh orang yang mampu dan kemudian menggantikan posisi hak pilih. equality atau persamaan. Pembedaan. Hak sipil dan politik. warna kulit dan sebagainya. tidak bisa dilepaskan satu dengan yang lainnya. merupakan hak yang dimiliki setiap orang dengan kewajiban yang sama pula antara yang satu dengan yang lain untuk menghormatinya. .” Konsekuensi pemenuhan persamaan hak-hak juga menyangkut kebutuhan dasar seseorang tidak boleh dikecualikan. meskipun dibayar atau diupahi. sosial. dimana menjelaskan bahwa tiada perlakuan yang membedakan dalam rangka penghormatan. keyakinan. Hal ini terkait dengan pandangan yang menyesatkan tentang membeda-bedakan atau pengutamaan hak-hak tertentu dibandingkan hak-hak lain. Persamaan. non-diskriminasi. Prinsip yang keenam. Prinsip ini bersentuhan atau sangat dekat dengan prinsip non-diskriminasi. Salah satu hal penting dalam negara hukum.

. dimana setiap hak-hak yang dimiliki setiap orang itu tergantung dengan hak-hak asasi manusia lainnya dalam ruang atau lingkungan manapun. kemiskinan. dimana dalam situasi tidak terpenuhinya hak atas pendidikan. aktor non-negara juga mempunyai tanggung jawab yang sama untuk memajukan hakhak asasi manusia. Pertanggungjawaban ini menekankan peran negara. dan hak atas penghidupan dan pekerjaan yang layak. Artinya. dan praktek implementasinya di lapangan. hak yang satu dengan yang lainnya sangat tergantung dengan pemenuhan atau perlindungan hak lainnya. dalam pengertian untuk mempelajari sejarahnya. setiap orang dituntut untuk berani melawan ketidakadilan dan pelanggaran hak-hak asasi manusia di depan matanya. instrumen hukum. di pasar. atau juga hak atas kesehatan yang layak. Kedelapan prinsip-prinsip tersebut. interdependency (saling ketergantungan). responsibilitas atau pertanggungjawaban (responsibility). Unsur pertanggungjawaban (terutama negara). merupakan hal yang mendasar untuk mengkaji hak-hak asasi manusia. di sekolah. Peran negara menjadi vital. di hutan. Prinsip yang kedelapan. Secara individu. di rumah sakit. Selain negara. melindungi dan memenuhi hak-hak asasi manusia. Termasuk mempertanggungjawabkan setiap langkah atau tindakan yang diambil sebagai kebijakan tertentu dan memiliki pengaruh terhadap kelangsungan hak-hak rakyat. Prinsip ini juga sangat dekat dengan prinsip indivisibility. sementara negara sama sekali tidak mengambil tindakan apapun (by omission). sebagai bagian dari organ politik kekuasaan yang harus memberikan perlindungan terhadap warga negaranya. desa maupun perkotaan. baik secara individual maupun kolektiva sosial dalam organisasi kemasyarakatan. bukan soal mengambil tindakan tertentu (by commission). juga sangat bergantung pada penyediaan hak-hak atas pangan atau bebas dari rasa kelaparan. tetapi ia juga bisa dimintai pertanggungjawaban ketika terjadi pelanggaran hak-hak asasi manusia. Misalnya.clx Prinsip yang ketujuh. serta menegaskan kewajiban-kewajiban paling minimum dengan memaksimalkan sumberdaya yang ada untuk memajukannya. mengajarkan dan mendorong pemahaman dan penghormatan hak-hak asasi manusia bagi sesama. Prinsip pertanggungjawaban hak-hak asasi manusia ini menegaskan bahwa perlunya mengambil langkah atau tindakan tertentu untuk menghormati. adalah bagian yang tidak terpisahkan dari prinsip hak-hak asasi manusia agar bisa terwujudkan. baik terhadap tekstualitas maupun kontekstualitasnya.

hak untuk memilih dsb. Magna Charta (piagam Agung. 1215) dokumen yang berisi hak yang diberikan oleh Raja John dari Inggris kepada para bangsawan bawahannya dan juga membatasi kekuasaan Raja John b. Kebebaan untuk berbicara dan menyatakan pendapat (freedom of speech) b. Pada abad ke-20 hak-hak politik ini dianggap kurang sempurna. Kebebasan beragama (freedom of religion) . Yang sangat terkenal adalah empat hak yang dirumuskan oelh Presiden Amerika Serikat. Frangklin D Roosevelt yang dikenal dengan istilah The Four Freedoms (Empat Kebebasan). 1789) d. Sejarah Ham Hak asasi adalah hak yang dimiliki manusia yang telah diperoleh dan dibawanya bersamaan dengan kelahiran/kehadirannya di dalam kehidupan masyarakat. Usaha ini pada tahun 1948 berhasil dengan diterimanya Universal Declaration of Human Rights (pernyataan sedunia tentang Hak-Hak Asasi Manusia) oleh negara-negara yang tergabung dalam PBB. Berawal dari 2 perang besar didunia ( PD I dan PD II) timbul keinginan untuk merumuskan hak-hak asasi manusia dalam naskah internasional. Bill of Rights (Undang-Undang Hak) naskah yang disusun oleh rakyat Amerika pada tahun 1789 Hak-hak yang dirumuskan pada abad ke-17 dan ke-18 ini sangat dipengaruhi oleh gagasan mengenai Hukum Alam (Natural Law) seperti yang dirumuskan oleh John Locke dan Jean Jaques Rousseau (1712-1778) dan hanya terbatas pada hak-hak yang bersifat politis saja seperti kesamaan hak. Naskah tersebut adalah : a. Dalam proses ini telah lahir beberapa naskah yang secara berangsur-angsur menetapkan bahwa ada beberapa hak yang mendasari kehidupan manusia dan karena itu bersifat universal dan asasi. yaitu : a. Bill of rights (Undang-Undang Hak.clxi 2. Declaration des droits de I’homme et du citoyen (pernyataan hak-hak manusia dan warga negara. 1689) c. dan mulailah dicetuskan beberapa hak lain yang lebih luas ruang lingkupnya. hak atas kebebasan.

pemeriksaan. misalnya dalam penangkapan. disamping hak-hak politik. penggeledahan. mensual. dan peradilan B. Ham pada Tataran Global Sebelum konsep HAM diratifikasi PBB terdapat beberapa konsep utama mengenai HAM. 3.clxii c. Hak asasi politik (political right) yaitu hak untuk ikutserta dalam politik..Macam-Macam Ham Dari ketiga hak dasar diatas berkembang menjadi : • • • Hak asasi pribadi (personal right) = yang meliputi kebebasan menyatakan pendapat. memeluk agama. menetapkan secara terperinci beberapa hak ekonomi dan sosial. diterima secara aklamasi oleh negara-negara yang tergabung dalam PBB. haku untuk dipilih dan memilih dalam pemilu. Kebebasan dari ketakutan (freedom from fear) d. hak masuk dan ikut dalam parpol. membeli. penyidikan. mendirikan dan mengembangkan parpol • Hak asasi untuk memperoleh perlakuan dan tata cara peradilan dan perlindungan yang adil dan sama. pernyataan sedunia tentang Hak-Hak Asasi Manusia (Universal Declaration of Human Rights). maka Komisi Hak-Hak Asasi Manusia (Commission on Human Rights) yang pada tahun 1946 didirikan oleh PBB. Kebebasan dari kemelaratan (freedom from want) Sejalan dengan pemikiran itu. pembelaan. • • Hak asasi social dan budaya (social and culture right) yaitu hak untuk memilih pendidikan. mengembangkan pendidikan dan kebudayaan. menyatakan pikiran dan kebebasan bergerak Hak asasi ekonomi (economical right) = yaitu hak untuk memiliki sesuatu. Pada tahun 1948 hasil pekerjaan komisi ini. dan memanfaatkannya Hak asasi untuk memperoleh pengakuan yang sama dalam hukum dan pemerintahan (legal of equality right) yaitu hak yang sama dikenakan sanksi/hukuman dan duduk dalam pemerintahan negara. yaitu: .

d. 3) filosofi dasar: hak asasi tertanam pada diri individu manusia: serta 4) hak asasi lebih dulu ada daripada tatanan negara. Pada Sidang Umum PBB tanggal 16 Desember 1966 ketiga dokumen tersebut diterima dan diratifikasi. Sejak tahun 1957 konsep HAM tersebut dilengkapi dengan tiga perjanjian. serta 3) individu tunduk kepada adat yang menyangkut tugas dan kewajiban sebagai anggota masyarakat. sosial. c. serta 3) negara berhak membatasi hak asasi manusia apabila situasi menghendaki. dan kebudayaan yang dinikmati manusia di dunia yang mendorong perhargaan terhadap hak-hak asasi manusia. artinya penghormatan utama terhadap kepala keluarga. negara sebagai koordinator dan pengawas. politik. b.clxiii a. HAM menurut konsep Sosialis: 1) hak asasi hilang dari individu dan terintegrasi dalam masyarakat. 2) Perjanjian internasional tentang hak sipil dan politik. HAM menurut konsep Negara-negara Barat: 1) ingin meninggalkan konsep negara yang mutlak. yaitu 1) Hak ekonomi sosial dan budaya. HAM menurut konsep bangsa-bangsa Asia dan Afrika: 1) tidak boleh bertentangan dengan ajaran agama/sesuai dengan kodratnya. serta 3) Protokol opsional bagi perjanjian hak sipil dan politik internasional. 2) masyarakat sebagai keluarga besar. Di dalamnya menjelaskan tentang hak-hak sipil. . 2) hak asasi manusia tidak ada sebelum negara ada. ekonomi. HAM menurut konsep PBB: Konsep HAM ini dibidani oleh sebuah komisi PBB yang dipimpin oleh Elenor Roosevelt (10 Desember 1948) dan secara resmi disebut “Universal Declaration of Human Rights”. 2) ingin mendirikan federasi rakyat yang bebas.

sosial budaya. Sejalan dengan amanat Konstitusi. dan 56 Piagam PBB upaya pemajuan dan perlindungan HAM harus dilakukan melalui suatu konsep kerja sama internasional yang berdasarkan pada prinsip saling menghormati. dan hak pembangunan merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Sesuai dengan Pasal l (3). seperti diperiksa di muka umum dan dianggap tidak bersalah kecuali ada bukti yang sah. HAM di Indonesia : Permasalahan dan Penegakannya. Indonesia berpandangan bahwa pemajuan dan perlindungan HAM harus didasarkan pada prinsip bahma hak-hak sipil. 3) hak untuk diakui kepribadiannya menurut hukum. 10) hak untuk berapat dan berkumpul. 12) hak untuk mendapatkan pekerjaan. 13) hak untuk berdagang. 15) hak untuk turut serta dalam gerakan kebudayaan masyarakat. 4) hak untuk memperoleh perlakuan yang sama dengan orang lain menurut hukum. 8) hak untuk bebas untuk mengutarakan pikiran dan perasaan. baik dalam penerapan. 7) hak untuk mendapat hak milik atas benda. 14) hak untuk mendapatkan pendidikan. ekonomi. serta 16) hak untuk menikmati kesenian dan turut serta dalam kemajuan keilmuan. serta mempunyai dan mengeluarkan pendapat. 6) hak untuk masuk dan keluar wilayah suatu negara. pemantauan. maupun dalam pelaksanaannya (Wirayuda: 2005). 9) hak untuk bebas memeluk agama. yang . kesederajatan. 5) hak untuk mendapat jaminan hukum dalam perkara pidana. 2) kemerdekaan dan keamanan badan. Pasal 55. dan hubungan antarnegara serta hukum internasional berlaku. 11) hak untuk mendapatkan jaminan sosial. C.clxiv Universal Declaration af Human Rights menyatakan bahwa setiap orang mempunyai: 1) hak untuk hidup. politik.

a. Penyelenggaraan audit reguler atas seluruh kekayaan pejabat pemerintah dan pejabat Negara. serta dengan biaya yang terjangkau oleh semua lapisan masyarakat. 39/1999 tentang HAM dan UU No. dan konsisten. Peningkatan betbagai kegiatan operasional penegakan hukum dan hak asasi manusia . g. d. Kegiatan-kegiatan pokok penegakkan hukum dan HAM meliputi hal-hal berikut. penegakkan hukum dan HAM harus dilakukan secara tegas. hak memperoleh keadilan. dan tepat. hak atas kebebasan. hak atas rasa aman. Batang Tubuh UUD 1945 (Pasal 27. Oleh sebab itu. UU No. Program penegakkan hukum dan HAM (PP No. hak mengembangkan diri. f. tidak diskriminatif. 29. dan hak anak. Peningkatan penegakkan hukum terhadap pemberantasan tindak pidana terorisme dan penyalahgunaan narkotika serta obat berbahaya lainnya. e. 7 tahun 2005) meliputi pemberantasan korupsi. Penguatan upaya-upaya pemberantasan korupsi melalui pelaksanaan Rencana Aksi Nasional Pemberantasan Korupsi 2004-2009. c. hak wanita. HAM di Indonesia menjamin hak untuk hidup. hak berkeluarga dan melanjutkan keturunan. Peningkatan efektivitas dan penguatan lembaga/institusi hukum ataupun lembaga yang fungsi dan tugasnya menegakkan hak asasi manusia.clxv HAM di Indonesia di dasarkan pada Konstitusi NKRI. Pelaksanaan Rencana Aksi Nasional Hak Asasi Manusia (RANHAM) dari 2004-2009 sebagai gerakan nasional. Peninjauan serta penyempurnaan berbagai konsep dasar dalam rangka mewujudkan proses hukum yang lebih sederhana. h. dan 30). cepat. Peningkatan efektivitas dan penguatan lembaga/institusi hukum ataupun lembaga yang fungsi dan tugasnya mencegah serta memberantas korupsi. i. yaitu Pembukaan UUD 1945 (aline I). Peningkatan upaya penghormatan persamaan terhadap setiap warga negara di depan hukum melalui keteladanan kepala negara beserta pimpinan lainnya untuk mematuhi/menaati hukum dan hak asasi manusia secara konsisten serta konsekuen. hak atas kesejahteraan. antiterorisme. Pancasila sila ke-4. b. serta pembasmian penyalahgunaan narkotika dan obat berbahaya. hak turut serta dalam pemerintahan. 26/2000 tentang Pengadilan HAM.

Pembaruan materi hukum yang terkait dengan pemberantasan korupsi. serta pengembangan sistem pengawasan yang transparan dan accountable. Hak Asasi dalam UUD 1945 a. baik ke luar maupun masuk ke wilayah Indonesia. hakikat asasi (dalam . Penyelamatan barang bukit accountability kinerja berupa dokumen/arsip lembaga Negara serta badan pemerintahan untuk mendukung penegakkan hukum dan HAM. Pmbenahan sistem manajemen penanganan perkara yang menjamin akses publik. alinea 3 : Menyatakan kemerdekaan 4. alinea 4 : Menunjukkan pengakuan dan perlindungan terhadap hak bidang politik. alinea 2 : Negara yang adil 3. Penjabaran Hak-Hak Asasi Manusia Dalam UUD 1945 Hak-hak asasi manusia sebenarnya tidak dapat dipisahkan dengan pandangan filosofis tentang manusia yang melatarbelakanginya. j. o. hukum. Peningkatan pengawasan terhadap lalu lintas orang yang melakukan perjalanan. l. Dalam Pembukaan UUD 1945 1. k. penyelidikan. m. pengedarnya secara maksimal. q. sosial budaya dan ekonomi) b. Menurut Pancasila. Peningkatan fungsi intelejen agar aktivitas terorisme dapat dicegah pada tahap yang sangat dini. dan tindakan hukum terhadap dan penyalahgunaan menghukum para narkotika/obat berbahaya melalui identifikasi serta memutus jaringan peredarannya. D. Peningkatan koordinasi dan kerja sama yang menjamin efektivitas penegakan hukum dan HAM. n. Pengembangan sistem manajemen kelembagaan hukum yang transparan. penuntutan.clxvi dalam rangka rnenyelenggarakan ketertiban sosial agar dinamika masyarakat dapat bcrjalan sewajarnya. serta meningkatkan berbagai operasi keamanan dan ketertiban. p. alinea 1 : Kebebasan untuk merdeka 2. Peningkatan meningkatkan penanganan penyidikan.

hak asasi manusia tidak dapat dipisahkan dengan kewajiban asasi manusia. Dalam pernyataan terkandung pengakuan secara yuridis hak asasi manusia tentang kemerdekaan sebagaimana tercantum dalam : deklarasi Universal Hak-hak Asasi Manusia PBB Pasal. karena Pembukaan UUD 1945 dan pasalpasalnya diundangkan tanggal 18 Agustus 1945. asasi Manusia PBB. Sehingga. Bangsa Indonesia telah lebih dulu dirumuskan dari Deklarasi Universal Hak-hak. adapun Deklarasi PBB pada tahun 1948. kedudukan kodrat sebagai makhluk Tuhan dan Makhluk pribadi. Hal ini merupakan fakta pada dunia bahwa bangsa bangsa Indonesia sebelum tercapainya pernyataan hak-hak asasi manusia sedunia PBB. Hal ini juga telah ditekankan oleh para petinggi negara misalnya pernyataan Moh. Deklarasi bangsa Indonesia pada prinsipnya termuat dalam naskah Pembukaan UUD 1945. melainkan menempatkan manusia dalam hubungannya dengan bangsa (makhluk sosial). tetapi masih perlu ditetapkan beberapa hak dari negara agar jangan sampai timbul negara kekuasaan (Machtsstaal atau negara penindas) (Yamin 1959 : 287-289). Konsekuensinya dalam realisasinya maka hak asasi manusia memiliki hubungan yang koralatif dengan wajib asasi manusia karena sifat kodrat manusia sebagai individu dan makhluk sosial. Dasar filosofis hak asasi manusia tersebut bukanlah kebebasan individualis. Hatta dalam sidang BPUPKI sebagai berikut : “Walaupun yang dibentuk itu negara kekeluargaan. Dalam Pembukaan UUD 1945 alinea I dinyatakan bahwa : “Kemerdekaan adalah hak setiap bangsa”. Dalam rentang berdirinya bangsa dan negara Indonesia dalam kenyataannya secara resmi deklarasi. adapun sifat kodratnya sebagai makhluk individu dan makhluk sosial. dan Pembukaan UUD 1945 inilah yang merupakan sumber nomiatif bagi hukum positif Indonesia terutama penjabaran dalam pasal-pasal UUD 1945. Kata-kata berikutnya pada alinea III Pembukaan UUD 1945 adalah sebagai berikut : . 1. Telah mengangkat hakhak asasi manusia dan melindunginya dalam kehidupan negara yang tertuang dalam UUD 1945. Dalam pengertian inilah maka hak-hak asasi manusia tidak dapat dipisahkan dengan hakikat kodrat manusia tersebut.clxvii manusia adalah tersusun alas jiwa dan raga.

maka rakyat Indonesia menyatakan dengan ini kemerdekaannya”.”.. Berdasarkan pada tujuan negara sebagaimana terkandung dalam Pembukaan UUD 1945 tersebut. Pemerintahan negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum mencerdaskan kehidupan bangsa.” mengandung arti bahwa dalam deklarasi bangsa Indonesia terkandung pengakuan manusia yang berketuhanan Yang Maha Esa.supaya berkehidupan yang kebangsaan bebas.clxviii “Atas berkat rakhmat Allah Yang Maha Kuasa dan dengan didorongkan oleh keinginan luhur.. negara Indonesia menjamin dan melindungi hak-hak asasi manusia para warganya terutama dalam kaitannya dengan kesejahteraan hidupnya baik jasmaniah maupun rokhaniah...” Tujuan negara Indonesia sebagai negara hukum yang bersifat formal tersebut mengandung konsekuensi bahwa negara berkewajiban untuk melindungi seluruh warganya dengan suatu undang-undang terutama untuk melindungi hak-hak asasinya demi kesejahteraan hidup bersama. antara lain berkaitan dengan hak-hak asasi bidang .. dan diteruskan dengan kata “. maka negara Indonesia mengakui hak-hak asasi manusia untuk memeluk agama sebagaimana tercantum dalam Deklarasi Universal Hak-hak Asasi Manusia PBB Pasal 18 dan dalam pasal UUD 1945 dijabarkan dalam Pasal 29 terutama ayat (2). maka pengertian bangsa.. Adapun tujuan negara tersebut adalah sebagai berikut : “... Pernyataan tentang “atas berkat rakhmat Allah Yang Maha Kuasa. Demikian pula negara Indonesia juga memiliki ciri.Memajukan kesejahteraan umum. Melalui pembukaan UUD 1945 dinyatakan dalam alinea IV bahwa negara Indonesia sebagai suatu persekutuan bersama bertujuan untuk melindungi warganya terutama dalam kaitannya dengan perlindungan hak-hak asasinya. dalam rumusan tujuan negara “. hukum material. supaya berkehidupan kebangsaan yang bebas... dan mencerdaskan kehidupan bangsa. tujuan negara...

Pasal 28-B (3) Setiap orang berhak membentuk keluarga dan melanjutkan keturunan melalui perkawinan yang sah. ekonomi. jaminan perlindungan dan kepastian hukum. berhak mendapat pendidikan dan memperoleh manfaat dari ilmu pengetahuan dan teknologi. Pasal 28-E (4) Setiap orang bebas memeluk Agama dan beribadat menurut agamanya. Rincian hak-hak asasi manusia dalam pasal-pasal UUD 1945 adalah sebagai berikut: BAB XA HAK ASASI MANUSIA Pasal 28-A Setiap orang berhak untuk hidup serta berhak mempertahankan hidup dan kehidupannya.clxix politik. Pasal 28-D (5) Setiap orang berhak atas pengakuan. memilih pekerjaan. bangsa. memilih pendidikan dan pengajaran. Pasal 28-C (3) Setiap orang berhak mengembangkan diri melalui pemenuhan kebutuhan dasarnya. sosial. Pendidikan. (8) Setiap orang berhak atas status kewarganegaraan. (4) Setiap orang berhak untuk memajukan dirinya dalam memperjuangkan secara kolektif untuk membangun masyarakat. tumbuh dan berkembang serta berhak atas perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi. dan negaranya. memilih tempat tingal di wilayah negara dan meningalkannya serta berhak kembali. seni dan budaya demi meningkatkan dan demi kesejahteraan umat manusia. (4) Setiap anak berhak atas kelangsungan hidup. dan agama. (6) Setiap orang berhak untuk bekerja serta mendapat imbalan yang adil dan layak dalam hubungan kerja. (7) Setiap warga negara berhak memperoleh kesempatan yang sama dalam pemerintahan. yang adil serta perlakuan yang sama di hadapan hukum. memilih kewarganegaraan. . kebudayaan.

bertempat tinggal.. atas kebebasan berserikat. berbuat sesuatu yang merupakan hak asasi. dan hati nurani. (7) Setiap orang berhak atas jaminan sosial yang memungkinkan pengembangan dirinya secara utuh sebagai manusia yang bermartabat. hak asasi manusia yang tidak dapat dikurangi dalam keadaan apapun. menyatakan pikiran dan sikap sesuai dengan hati nuraninya. serta berhak atas rasa aman dan perlindungan dari ancaman ketakutan untuk berbuat atau tidak. hak untuk tidak disiksa. serta berhak untuk mencari.clxx (5) Setiap orang berhak atas kebebasan meyakini kepercayaan. kehormatan. Berkumpul dan mengeluarkan pendapat. keluarga. Pasal 28-G (3) Setiap orang berhak atas perlindungan diri pribadi. (8) Setiap orang berhak mempunyai milik pribadi dan hak milik tersebut tidak diambil alih secara sewenang-wenang oleh Pasal 28-I (6) Hak untuk hidup. hak izin untuk tidak diperbudak. hak untuk diakui sebagai pribadi di hadapan hukum. Pasal 28-F Setiap orang berhak untuk berkomunikasi dan memperoleh informasi untuk mengembangkan pribadi dan lingkungan sosialnya. memiliki. hak kemerdekaan pikiran. Pasal 28-H (5) Setiap orang berhak hidup sejahtera lahir dan bathin. (6) Setiap orang berhak. . dan hak untuk tidak di tuntut atas dasar hukum yang berlaku surut adalah. memperoleh. (4) Setiap orang berhak untuk. menyimpan. mengolah dan menyampaikan informasi dengan menggunakan segala jenis saluran yang tersedia. hak beragama. (6) Setiap orang berhak mendapat kemudahan dan perlakuan khusus untuk memperoleh kesempatan dan manfaat yang sama guna mencapai persamaan dan keadilan. bebas dan penyiksaan atau perlakuan yang merendahkan derajat martabat manusia dan berhak memperoleh suaka politik dari negara lain. dan mendapatkan lingkungan hidup yang baik dari sehat serta berhak memperoleh pelayanan kesehatan. martabat dan harta benda yang di bawah kekuasaannva.

hukum. 39 tahun 1999. tentang Hak Asasi manusia. dan dituangkan dalam peraturan perundang-undangan. Pasal 28-J (3) Setiap orang wajib menghormati hak asasi manusia orang lain dalam tertib kehidupan bermasyarakat. dalam Konsiderans dan Ketentuan Umum Pasal I dijelaskan. tradisional dihormati selaras dengan perkembangan zaman dan peradaban. menjadi semakin efektif terutama dengan diwujudkannya Undang-Undang Republik Indonesia No. Selain hak asasi juga dalam LJU . Oleh karena itu jaminan hak-hak asasi manusia sebagaimana terkandung dalam UUD 1945. keamanan. (10)Untuk menegakkan dan melindungi hak asasi manusia sesuai dengan prinsip negara hukum yang demokratis.clxxi (7) Setiap orang berhak bebas dari perlakuan bersifat diskriminatif dasar apapun dan berhak mendapatkan perlindugan terhadap perlakuan yang bersifat diskriminatif itu. dijunjung tinggi dan dilindungi oleh negara. diatur. berbangsa. dan pemenuhan hak asasi manusia adalah tanggungjawab negara. bahwa Hak Asasi Manusia adalah seperangkat hak yang melekat pada hakikat dan keberadaban manusia sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa. walaupun pelaksanaannya belum optimal. pemerintah dan setiap orang demi kehormatan serta perlindungan harkat dan martabat manusia. dan bernegara. maka pelaksanaan hak asasi manusia dijamin. (8) Identitas budaya dan hak masyarakat. nilai-nilai agama. terutama pemerintah. Dalam perjalanan sejarah kenegaraan Indonesia pelaksanaan perlindungan terhadap hak-hak asasi manusia di Indonesia mengalami kemajuan. (4) Dalam menjalankan hak dan kebebasannya. penegakkan. setiap orang wajib tunduk kepada pembatasan yang ditetapkan dengan undang-undang maksud semata-mata untuk menjamin perlakuan serta penghormatan atas hak dan kebebasan orang lain dan untuk memenuhi tuntutan yang adil sesuai dengan pertimbangan moral. Dalam proses reformasi dewasa ini terutama akan perlindungan hak-hak asasi manusia semakin kuat bahkan merupakan tema sentral. (9) Perlindungan. pemajuan. Antara lain sejak kekuasaan Rezim Soeharto telah dibentuk KOMNAS HAM. dan merupakan anugerahNya yang wajib dihormati. dan ketertiban umum dalam suatu masyarakat demokratis.

menegakkan serta memajukan hak-hak asasi manusia tersebut yang diatur dalam peraturan perundang-undangan dan hukum internasional yang diterima oleh negara Republik Indonesia. hak wanita. yaitu seperangkat kewajiban yang apabila tidak dilaksanakan. hak memperoleh keadilan. hak budaya pada Pasal 28-1 ayat (3). hak ekonomi diatur dalam Pasal 28 ayat (2). hak politik diatur dalam Pasal 28-D ayat (3). serta hak . hak turut serta dalam pemerintahan. perlindungan hak asasi. Dalam Undang-Undang Dasar 1945 hasil amandemen 2002. meyakini dan beribadah menurut agama yang dianutnya. pasal 28A sampai dengan pasal 28J. Pasal 28-H ayut (3). hak atas kesejahteraan. Pasal 28-E ayat (3). terkandung kewajiban dasar manusia. dibandingkan dengan Undang-Undang Dasar 1945 sebelum dilakukan amandemen. hak perlindungan hukum yang sama pada Pasal 28-G ayat (1). Jikalau. hak atas rasa aman. Rincian tersebut antara lain misalnya tentang hak-hak sosial dijamin dalam Pasal 29-B ayat (1). telah memberikan jaminan secara eksplisit tentang hak-hak asasi manusia yang tertuang dalam Bab XA.clxxii No. 39 tahun 1999 tentang hak-hak asasi manusia tersebut bangsa Indonesia telah masuk pada era baru terutama dalam menegakkan masyarakat yang demokratis yang melindungi hak-hak asasi manusia. dan hak anak. tidak memungkinkan terlaksana dan tegaknya hak asasi manusia. 39 tahun 1999 tersebut terdiri atas 105 pasal yang meliputi macam Hukum asasi. pembatasan terhadap kewenangan pemerintah serta KOMNAS HAM yang merupakan lembaga pelaksana atas perlindungan hak-hak asasi manusia. Namun demikian sering dalam pelaksanaannya mengalami kendala yaitu dimana antara penegakkan hukum dengan kebebasan sehingga kalau tidak konsisten maka akan merugikan bangsa Indonesia sendiri. hak memeluk. Demi tegaknya asasi setiap orang maka diatur pula kewajiban dasar manusia. Hak-hak asasi tersebut meliputi. Pasal 28-C ayat (2). Selain itu juga diatur kewajiban dan tanggung jawab pemerintah untuk menghormati. hak mengembangkan diri. melindungi. dan konsekuensinya setiap orang harus tunduk kepada peraturan perundang-undangan yang berlaku. antara lain kewajiban untuk menghormati hak asasi orang lain. (2). hak berkeluarga dan melanjutkan keturunan. Dengan diundangkannya UU No. ketentuan yang mengatur tentang jaminan hak-hak asasi manusia dalam Undang-Undang Dasar 1945 hasil amandemen 2002 dikembangkan dan ditambah pasalnya dan lebih rinci. hak atas kebebasan pribadi. UU No. hak untuk hidup. 39 tahun 1999.

di pihak lain perbenturan kepentingan antara penegakan hak-hak asasi dengan kepentingan nasional serta rasa nasionalisme sebagai bangsa Indonesia. menyimpan. Sila Pertama Hak Asasi Kewajiban Asasi = Hak memilih dan mengakui agama dan = Melaksanakan perintah dan larangan Tuhan kepercayaan kepada Tuhan YME YME menurut agama dan kepercayaan masing-masing . E. Untuk ketentuan yang lebih rinci atas pelaksanaan dan penegakan hak-hak asasi tersebut. adalah dengan dilaksanakannya Pengadilan Ad Hocc. mengolah. atas pelanggaran di Timur-Timur. diatur dalam Undang-undang No. memiliki. Terlepas dari berbagai macam kelebihan dan kekuranggannya. bagi bangsa Indonesia dalam menegakkan hakhak asasi. atas pelanggar hak-hak asasi manusia di Jakarta. Satu kasus yang cukup penting. 9 tahun 1999. Hal ini menunjukkan kepada masyarakat Internasional. bahwa bangsa Indonesia memiliki komitmen atas penegakan hakhak asasi manusia. karena bangsa Indonesia memiliki komitmen yang tinggi atas jaminan serta penegakan hak-hak asasi manusia. menyampaikan informasi dan berkomunikasi melalui berbagai saluran yang ada. Memang pelaksanaan Pengadilan Ad Hoc atas pelanggaran hak-hak asasi manusia di Timur-Timur tersebut penuh dengan kepentingan-kepentingan politik. serta jaminan hukum yang memadai. bagi suatu kemajuan yang sangat berarti. Di satu pihak pelaksanaan pengadilan Ad Hoc tersebut atas desakan PBB. yang taruhannya adalah nasib dan kredibilitas bangsa Indonesia di mata intemasional.clxxiii memperoleh. Implementasi Hak Asasi Dan Kewajiban Asasi Dalam Sila-Sila Pancasila a. Konsekuensi pengaturan atas jaminan hak-hak asasi manusia tersebut harus diikuti dengan pelaksanaan. Dalam kenyataannya mereka-mereka yang dituduh melanggar HAM berat di Tiinur-Timur pada hakikatnya berjuang demi kepentingan bangsa dan negara.

Sila Kelima Hak Asasi = Kewajiban Asasi Keadilan Sosial barujud hendak = Melakukan kontrol sosial kepada para melaksanakan kesejahteraan umum pembimbing negara baik yang formal bagi seluruh anggota masyarakat. Kewajiban Perintah (Affirmatif) : yaitu menuntut dilaksanakannya suatu perbuatan . d. saling menolong dan memiliki hak asasi yang dapat bekerjasama dengan sesama manusia dinikmati dan dipertahankan terhadap godaan dari segala arah c. kelompok atau kepentingan partai dll. Sedangkan Perbedaan Kewajiban 1. Sila Ketiga Hak Asasi Kewajiban Asasi = Persatuan Indonesia. artinya sikap = Mengutamakan kepentingan umum atau mengutamakan kepentingan bangsa di bersama daripada kepentingan golongan. Berarti persatuan antar suku. agama. oleh. Sila Kedua Hak Asasi Kewajiban Asasi = Manusia sebagai mahluk individu. = Saling membantu. dalam arti adanya keseimbangan dengan tidak mengutamakan yang satu dan mengabaikan yang lainnya. atas kepentingan suku.clxxiv b. suku. Sila Keempat Hak Asasi = Kewajiban Asasi Negara RI dibentuk dari. partai itu memiliki kedudukan dan kesempatan yang sama di Indonesia. pribadi golongan. golongan. dan = Patuh dan taat kepada rambu-rambu hukum untuk rakyat dalam kehidupan demokrasi e. maupun non formal demi kepentingan yaitu keadilan yang memberi bersama perimbangan dimana hak milik berfungsi sosial Kewajiban Asasi Manusia Kewajiban adalah keharusan moral untuk mengerjakan atau meninggalkan suatu pekerjaan.

The system approach helps to reveal the special quality of law. considered as a whole in comparison with one of its branches or with a simple aggregate of branches. dan pergantian UUD dalam suatu negara. Kewajiban dalam Pasal-Pasal UUD 1945 • Wajib membayar pajak (23) • Wajib menghormati orang lain yang berbeda agama. toleransi dan kerukunan beragama (29) • Wajib menghormati orang lain • Wajib bela negara. Tschchikvadse dan Samuel L. berarti peralihan dari tertib . Zivs. penegak) hukum bekerja untuk melindungi dan memenuhi hak-hak dalam ruang kehidupan warga negaranya. Sarana Perlindungan Hak Asasi Manusia Salah satu pemahaman (dari banyak varian konsep) terhadap penyejahteraan warga negaranya dalam konsep tanggung jawab negara adalah upaya perlindungan hukum bagi warganya sendiri. jika saatnya diperlukan secara fisik dan mental ideologik (30) F. Kewajiban larangan (Negatif) : menuntut ditinggalkannya perbuatan/tindakan. Karena pengalaman bangsa Indonesia yang berulang kali mengalami pergantian dan perubahan UUD. pendekatan sistem dalam bidang hukum memperhatikan pula bagaimana organ/struktur negara yang memiliki lembagalembaga (pembentuk. Artinya.clxxv 2. terutama dari berbagai upaya pemaksaan kehendak atau bentuk kekerasan yang dilakukan oleh organ/struktur yang berkuasa. sebagaimana dikatakan oleh Victor M. “It is the system approach that makes it possible to visualize more clearly the whole of law as a complex series or relationship between branches of law and legal institutions. Pendekatan sistem dalam bidang hukum. the interaction and interrelation of the separate parts of elements. The system approach also makes it possible to reveal more clearly such important features of law as a unity and differentiation. Penelusuruan terhadap pengakuan hak-hak asasi manusia dalam konstitusi akan menjadi tema penting dilihat sebagai bagian dari kajian sistem ketatanegaraan yang ada. hukum sebagai sarana dan sistem perlindungan bagi rakyat yang efektif.”30 Ini berarti.

31 Sedangkan untuk perlindungan hukum yang represif adalah berdasarkan penyelesaian suatu sengketa. Pada perlindungan hukum yang preventif. Pengadilan HAM merupakan pengadilan khusus yang berada di lingkungan peradilan umum. negara-negara dengan “civil law system” mengakui adanya dua set pengadilan. Misalnya. Lembaga-lembaga yang memiliki kewajiban dalam memberikan sarana perlindungan hukum bisa dilakukan oleh lembaga peradilan (judicial system) dan lembaga non-peradilan (non-judicial system). Dan ini pulalah yang menjelaskan situasi pendekatan hukumnya pemerintah dalam hak asasi manusia. Lembaga peradilan yang menangani persoalan hak-hak asasi manusia. dan khusus hanya menangani persoalan pelanggaran HAM berat (kejahatan genosida dan kejahatan terhadap .32 Dalam konteks hak-hak asasi manusia. yang tentunya (atau seharusnya) menuju ke arah yang lebih sempurna dibandingkan sebelumnya. yaitu pengadilan umum (biasa) dan pengadilan administrasi. yang menyatakan “tindak pemerintahan” sebagai titik sentral. sedangkan negaranegara dengan “common law system”. yang sifatnya mencegah sengketa. dibedakan dua macam perlindungan hukum bagi rakyat: perlindungan hukum yang preventif dan perlindungan yang represif. sebagai sarana perlindungan hukum bagi rakyat.clxxvi ketatanegaraan yang lama ke tertib ketatanegaraan yang baru. khususnya yang diberlakukan dalam sistem hukum di Indonesia. kita mengenal adanya lembaga-lembaga yang menjadi sarana perlindungan hak-hak masyarakat. dimana terdapat keragaman dalam berbagai sistem hukum di dunia ini. Adanya perlindungan hukum yang preventif tentunya akan mendorong pemerintah untuk bersikap lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan yang didasarkan pada diskresi. khususnya terhadap pelanggaran HAM berat dilakukan oleh Pengadilan HAM. negara-negara Skandinavia telah mengembangkan sendiri suatu lembaga perlindungan hukum bagi rakyat yang dikenal dengan nama “Ombudsman”. Di samping kedua sistem tersebut. adalah pendapat Hadjon. hanya mengenal satu set pengadilan. kepada rakyat diberikan kesempatan untuk mengajukan keberatan (inspraak) atau pendapatnya sebelum suatu keputusan pemerintah mendapat bentuk yang definitif. Membicarakan pendekatan hukum. yaitu “ordinary court”.

Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas Anak). dan menjadi tanggung jawab seluruh jajaran pemerintahan mulai dari Presiden hingga unit pemerintahan terkecil di bawah tanpa terkecuali. Dalam perspektif perlindungan publik atas kebijakan atau keputusan administratif pemerintah. dan Komisi Ombudsman Nasional. Mekanisme Penyelesaian Pelanggaran Hak Asasi Manusia Setiap permasalahan semestinya harus ada mekanisme penyelesaian yang disiapkan sebagai satu kebijakan. G.33 Sedangkan persoalan hak-hak asasi manusia lainnya. Sehingga tidak dimungkinkan lagi adanya sektoralisme penyelesaian masalah-masalah penegakan hak asasi manusia. termasuk institusi kepolisian dan TNI. maka perlindungan hak asasi manusia bisa diselesaikan melalui Pengadilan Tata Usaha Negara. Sedangkan lembaga non-peradilan yang dibentuk pemerintah untuk melakukan upaya perlindungan dan pemenuhan hak-hak asasi manusia. Ketiga lembaga peradilan tersebut merupakan sarana perlindungan hak-hak asasi manusia yang dikenal dalam konteks sistem ketatanegaraan di Indonesia. Meskipun demikian. Komisi Nasional Anti Kekerasan Terhadap Perempuan (Komnas Perempuan).clxxvii kemanusiaan). tetapi haruslah lintas departemen. koordinatif dan strategis. Demikian pula halnya dengan masalah pelanggaran HAM. di luar pelanggaran HAM berat. Setiap . pandangan terhadap sarana-sarana perlindungan hak asasi manusia tidak bisa dikerdilkan hanya pada lembaga peradilan dan lembaga non-peradilan yang disebutkan di atas. Kelembagaan non-peradilan yang juga terkait langsung dengan upaya perlindungan hak asasi manusia secara koordinatif membangun komunikasinya dengan lembaga atau departemen pemerintah lainnya. antara lain Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM). Bahkan bilamana diperlukan sarana-sarana tersebut membuka terhadap kerjasama internasional untuk mendukung upaya perlindungan hak-hak asasi manusia. dikategorikan sebagai tindak kriminal maka akan diselesaikan melalui proses peradilan umum. sehingga permasalahan pelanggaran HAM akan dapat tercegah dan diselesaikan secara komprehensif.

Pemeriksaan atas pengaduan kepada Komnas HAM tidak dilakukan atau dihentikan apabila : 1. Sedangkan untuk pengadilan pelanggaran HAM yang berat dibentuk pengadilan HAM di lingkungan peradilan Umum. Tidak memiliki bukti awal yang memadai Materi pengaduan bukan masalah pelanggaran HAM Pengajuan diadukan dengan itikad buruk atau ternyata tidak ada kesungguhan dari pengadu. 2. Komnas HAM dapat meminta bantuan Ketua Pengadilan untuk memenuhi panggilan secara paksa sesuai ketentuan peraturan perundangundangan. Terdapat upaya hokum lebih efektif bagi penyelesaian materi pengaduan Sedang berlansung penyelesaian melalui upaya hokum yang tersedia sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. 4.clxxviii orang dan atau kelompok orang yang memiliki alasan kuat bahwa hak azasinya telah dilanggar dapat mengajukan laporan dan pengaduan lisan atau tertulis pada Komnas HAM. Pemberian saran kepada para pihak untuk menyelesaikan sengketa melalui pengadilan 4. Dalam hal pengaduan dilakukan oleh pihak lain. kecuali untuk pelanggaran HAM tertetu berdasarkan kepentingan Komnas HAM. 3. kecuali ditentukan lain oleh Komnas HAM. saksi dan atau pihak lainnya yang terkait wajib memenuhi permintaan/panggilan Komnas HAM. . Apabila seseorang yang dipanggil tidak datang atau menolak memberikan keterangan. Pemeriksaan pelanggaran HAM dilakukan secara tertutup. Pengaduan hanya akan mendapat pelayanan apabila disertai dengan identitas pengadu yang benar dan keterangan atau bukti awal yang jelas tentang materi yang diadukan. 5. korban. Komnas HAM berfungsi mediasi yang bertugas dan berwenang melakukan : 1. maka pengaduan harus disertai dengan persetujuan dari pihak yang hak asazinyna dilanggar sebagai korban. Perdamaian kedua belah pihak 2. Penyelesaian melalui cara konsultasi 3. Penyampaian rekomendasi pelanggaran HAM kepada Pemerintah atau DPR untuk ditindaklanjuti. Pihak pengadu.

Hak yang melekat pada martabat manusia sebagai insane ciptaan Tuhan Yang Maha Esa. Dalam UUD 1945 hak-hak asasi manusia terdapat dalam pembukaan UUD 1945 pada alinea pertama : kebebasan untuk merdeka. Jelaskan implementasi HAM di Indonesia dan mekanisme pemecahan masalah pelanggaran HAM . alinia 3 : menyatakan kemerdekaan. sosial. Hak untuk berserikat dan berkumpul Hak untuk memeluk agama dan beribadah Hak untuk ikut bela negara. Jelaskan secara singkat sejarah HAM di dunia 4. Jelaskan pengertian Hak Asazi Manusia 2. Hak mendapatkan pendidikan dan pengajaran Pemerintah mengajukan kebudayaan nasional.clxxix PENUTUP Hak asasi adalah hak-hak dasar atau pokok yang dibawa manusia sejak lahir sebagai anugerah Tuhan Yang Maha Esa. alinia ke 2 : negara yang adil.hak kebebasan dan hak kesamaan. Jelaskan prinsip-prinsip Hak asazi manusia 3. yaitu hak hidup. hukum. Dalam pasal-pasal batang tubuh undang-undang dasar 1945 : Segala warga negara bersamaan kedudukannya dalam hukum dan pemerintahan Tiap-tiap warga negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan. budaya dan ekonomi ). SOAL LATIHAN Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini : 1. dan alinia 4 : menunjukkan pengakuan dan perlindungan terhadap hak asasi ( dalam bidang politik.

II. Hak dan Kewajiban Warga Negara (makalah suscados PKn desember 2005 di Jakarta). 1982. Pen. Gunawan. Gramedia Pustaka Utama: Jakarta.Makassar. Jakarta : Dikti Soemarsono. Jakarta. Pen. 1968. Demokrasi Hak Asasi Manusia Masyarakat Madani. Jakarta. -----------------. Bandung. Pradnya Paramitha. M. JCT. Pen. Elly M. R. Pendidikan Pancasila. Paramitha Pradnya.clxxx BAHAN BACAAN Ismail Sunny. Jakarta. Jakarta.. Pen. 2002. Bandung: Fokus Media. Gramedia Pustaka Utama. Tentang dan Sekitar UUD’45. S.Si. Syarbani. Bursa Buku FH-UI. 2003.Jakarta. Dirjen Dikti Depdiknas. Seko ABRI. 1993. Mansyur. S. azyumardi. Departemen Penerangan R. Setiadi. Kaelan. CST. 2005. Tim Dosen Pancasila Unhas.Pendidikan Pancasila Perguruan Tinggi. Erlangga. 12-23 Desember 2005. Pancasila dan UUD'45 (I. Purnomo. Jakarta: Ghalia Indonesia. Kajian tentang UUD’ Negara R. Pendidikan Pancasila Di Perguruan Tinggi Edisi Revisi. Dra. Jambatan. -----------------Sistem Pemerintahan Indonesia. 2005. Yogyakarta. Simorangkir. S. Syahrial.I.Si. Pendidikan Kewarganegaraan. Soemiarno. 1973. 2005. (hasil Amandemen disahkan tanggal 16 Agustus 2002) (Anallsis Filosofis & Yuridis). Pen. A T. Pengimplementasian UUD’45. Soegito. Hak-hak Asasi Manusia Berdasarkan Idiologi Pancasila. Pen. Jakarta : Prenada Media Indonesia. Makalah yang disampaikan dalam kursus calon dosen Kewarganegaraan angkata I.I.Pendidikan Pancasila Bunga Rampai . UUD 1945 dan Amandemennya. Hak Asasi Manusia.Makassar. Jakarta. Pen. Dan H. Pembagian Kekuasaan Negara. 2002. 1970. 1962. Universitas Hasanuddin. Kanisius.STIMIK DIPANEGARA . Hak-hak dan Kewajiban Warga Negara. Pradnya Paramitha. M.H.2003 Tim Dosen Pancasila Unhas. Jakarta. Pen. Hutauruk. 2002. 1973. Yogyakarta. M. Panduan Kuliah Pendidikan Pancasila untuk Perguruan Tinggi. III) Pen. .2004 Azra. Drs. Pen. Kansil. Yogyakarta. 2003.

serta merupakan elemen dalam kelompok Mata-kuliah Pengembangan Kepribadian (MPK). serta menggeser negara kerajaan dan memunculkan negara konstitusi di mana doktrin rule of law ini lahir. Untuk membangun kesadaran di masyarakat tentang pentingnya rule by the law. ningrat. dalam arti perlakuan yang adil. VII/MPR/2001) dan Visi Pendidikan Tinggi 2010 ( HELTS 2003-2010-DGHE ). maka dipandang perlu memasukkan materi instruksional rule of law sebagai salah satu materi di dalam mata kuliah Pendidikan Kewarganegaraan (PKn). Latar Belakang Rule of law adalah suatu doktrin hukum yang mulai muncul pada abad ke 19. maupun dari pemerintah? Oleh karena itu. Ada tidaknya rule of law dalam suatu negara ditentukan oleh ”kenyataan”. Konsep ini lahir untuk mengambil alih dominasi yang dimiliki kaum gereja. bersamaan dengan kelahiran negara konstitusi dan demokrasi. apakah rakyatnya benar-benar menikmati keadilan. PKn sendiri merupakan desain baru kurikulum inti di PTU yang menunjang pencapaian Visi Indonesia 2020 ( Tap. Rule of law adalah rule by the law dan bukan rule by man. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional yang tidak lagi menyinggung . MPR No.clxxxi BAB IX RULE OF LAW PENDAHULUAN A. dan kerajaan. Doktrin tersebut lahir sejalan dengan tumbuh suburnya demokrasi dan meningkatnya peran parlemen dalam penyelenggaraan negara. pelaksanaan kaidah-kaidah hukum yang berlaku di suatu negara merupakan suatu premis bahwa kaidah-kaidah yang dilaksanakan itu merupakan hukum yang adil. Materi ini merupakan salah satu bentuk penjabaran UU No. baik sesama warganegara. Rule of law merupakan konsep tentang common law tempat segenap lapisan masyarakat dan negara beserta seluruh kelembagaannya menjunjung tinggi supremasi hukum yang dibangun atas prinsip keadilan dan egalitarian. serta sebagai reaksi terhadap negara absolut yang berkembang sebelumnya. not rule by the man. artinya kaidah hukum yang menjamin perlakuan yang adil bagi masyarakat.

3. 5. berbangsa. Strategi Pelaksanaan Rule of Law. serta ditiadakannya Pendidikan Pancasila sebagai mata kuliah tersendiri dari kurikulum Perguruan Tinggi. Pengertian dan Lingkup Rule of law. dan bernegara. 4. Prinsip-Prinsip Rule of Law Secara Hakiki dalam Penyelenggaraan Pemerintahan di Indonesia. Dengan kompetensi tersebut. Isu-Isu Rule of Law. bersikap rasional dan dinamis. Sasaran Pembelajaran Modul Bertujuan mengantarkan peserta didik agar dapat berpikir. B. peserta didik diharapkan : peka terhadap permasalahan pelaksanaan rule of law yang ada di lingkungannya. mampu menjadi katalis bagi proses penciptaan kondisi lingkungan yang kondusif untuk tumbuh-suburnya kesadaran akan rule of law. . Ruang Lingkup Bahan pembelajaran ini akan membahas : 1.clxxxii masalah Pendidikan Pendahuluan Bela Negara (PPBN) atau di perguruan Tinggi disebut Pendidikan Kewiraan. Prinsip-prinsip Rule of Law Secara Formal di Indonesia. C. serta 6. serta berpandangan luas sebagai manusia intelektual yang memiliki kesadaran tentang pentingnya rule of law dalam konteks kehidupan bermasyarakat. Latar Belakang Rule of Law 2.

clxxxiii URAIAN BAHAN PEMBELAJARAN A. . misalnya negara. Prinsip-Prinsip Rule of Law Secara Formal di Indonesia Di Indonesia.kemerdekaan Indonesia. Pengertian dan Lingkup Rule of Law Berdasarkan pengertiannya. rule of law terkait dengan penegakan rule of law karena menyangkut ukuran hukum yang baik dan buruk (just and unjust law). Secara formal. bahwa kemerdekaan itu adalah hak segala bangsa. c. bersatu. dan otonom. yang merdeka. prinsip-prinsip rule of law secara formal tertera dalam pembukaan UUD 1945 yang menyatakan : a. . tidak personal. secara hakiki.. b. Rule of law terkait erat dengan keadilan sehingga rule of law harus menjamin keadilan yang dirasakan oleh masyarakat. Rule of law merupakan suatu legalisme sehingga mengandung gagasan bahwa keadilan dapat dilayani melalui pembuatan sistem peraturan dan prosedur yang bersifat objektif. B. antara lain (1) Masih relevankah rule of law di Indonesia ? (2) Bagaimana seharusnya rule of law itu dilaksanakan? (3) Sejauh mana komitmen pemerintah untuk melaksanakan prinsip-prinsip rule of law ? (4) Apa yang harus dilakukan agar rule of law dapat berjalan efektif ? C. tidak memihak..untuk memajukam “kesejahteraan umum”.. Isu-Isu Rule of Law Hal-hal yang sering mengemuka dalam kaitannya dengan rule of law. Friedman (1959) membedakan rule of law menjadi 2 (dua). berdaulat.… karena tidak sesuai dengan peri kemanusiaan dan “peri keadilan”.… dan “keadilan sosial”. Sementara itu. rule of law diartikan sebagai kekuasaan umum yang terorganisasi (organized public power). “adil” dan makmur. yaitu pengertian secara formal ( in the formal sense) dan pengertian secara hakiki/materiil (ideological sence). .

Dengan demikian. Setiap orang berhak untuk bekerja serta mendapat imbalan dan perlakuan yang adil dan layak dalam hubungan kerja ( Pasal 28 D Ayat [2]). … serta dengan mewujudkan suatu “keadilan sosial” bagi seluruh rakyat Indonesia. juga “keadilan sosial” sehingga Pembukaan UUD 1945 bersifat tetap dan instruktif bagi penyelenggaraan negara. yaitu : a. perlindungan dan kepastian hukum yang adil. Kekuasaan kehakiman merupakan kekuasaan yang merdeka untuk menyelenggarakan peradilan guna menegakkan hukum dan keadilan (Pasal 24 Ayat [1]). terutama keadilan sosial. serta f. Segala warga negara bersamaan kedudukannya di dalam hukum dan pemerintahan. antara lain bahwa setiap orang berhak atas pengakuan. Dalam Bab X A tentang Hak Asasi Manusia. “… kemanusiaan yang adil dan beradab”. serta perlakuan yang sama di hadapan hukum ( Pasal 28 D Ayat [1]). Prinsip-prinsip tersebut pada hakikatnya merupakan jaminan secara formal terhadap “rasa keadilan” bagi rakyat Indonesia. serta wajib menjunjung hukum dan pemerintahan itu dengan tidak ada kecualinya (Pasal 27 Ayat [1]). . inti dari rule of law adalah jaminan adanya keadilan bagi masyarakat.clxxxiv d. jaminan. e. Penjabaran prinsip-prinsip Rule of Law secara formal termuat di dalam pasal-pasal UUD 1945. d. serta e. yang berkaitan dengan jaminan atas rasa keadilan terutama keadilan sosial. b. . Negara Indonesia adalah negara hukum (Pasal 1 Ayat [3]). memuat 10 pasal. Prinsip-prinsip di atas merupakan dasar hukum pengambilan kebijakan bagi penyelengaraan negara/pemerintahan. c.disusunlah kemerdekaan kebangsaan Indonesia itu dalam suatu “Undang-Undang Dasar Negara Indonesia”. baik di tingkat pusat maupun daerah..

Rule of law ini juga merupakan legalisme. tidak memihak. dan negara. suatu aliran pemikiran hukum yang didalamnya terkandung wawasan sosial.clxxxv D. keberhasilan “ the bahwa rule of law enforcement of the rules of law” bergantung pada kepribadian nasional setiap bangsa merupakan institusi sosial yang memiliki struktur sosiologis yang khas dan mempunyai akar E. Prinsip-Prinsip Rule of law Secara Hakiki dalam Penyelenggaraan Pemerintahan Prinsip-Prinsip Rule of Law secara hakiki (materiil) sangat erat kaitannya dengan “the enforcement of the rules of law” dalam penyelenggaraan pemerintahan. masyarakat. tetapi implementasinya belum mencapai hasil yang optimal sehingga rasa keadilan sebagai perwujudan pelaksanaan rule of law belum dirasakan oleh sebagian besar masyarakat. maka : 1) Keberhasilan “ the enforcement of the rules of law” harus didasarkan pada corak masyarakat hukum yang bersangkutan dan kepribadian nasional masing-masing bangsa. menunjukkan bahwa (Sunarjati Hartono: 1982). Rule of law juga merupakan gagasan tentang hubungan antarmanusia. Agar pelaksanaan (pengembangan) rule of law berjalan efektif sesuai dengan yang diharapkan. tidak personal. . Strategi Pelaksanaan (Pengembangan) Rule of Law. peraturan perundang-undangan yang terkait dengan rule of law telah banyak dihasilkan di Indonesia. Hal ini didukung oleh kenyataan budayanya yang khas pula. 2) Rule of law yang merupakan institusi sosial harus didasarkan pada akar budaya yang tumbuh dan berkembang pada bangsa. yang dengan demikian memuat nilainilai tertentu yang memiliki struktur sosiologisnya sendiri. Berdasarkan pengalaman berbagai negara dan hasil kajian. dan otonom. terutama dalam hal penegakan hukum dan implementasi prinsip-prinsip rule of law. Legalisme tersebut mengandung gagasan bahwa keadilan dapat dilayani melalui pembuatan sistem peraturan dan prosedur yang sengaja bersifat objektif. Secara kuantitatif.

kembali pada orde hukum dan ketaatan dalam konteks Indonesia. hukum selalu berada dalam proses untuk terus-menerus ‘menjadi’(law as process. yang memihak hanya pada keadilan itu sendiri. Hukum progresif memuat kandungan moral yang sangat kuat. yaitu berdimensi kemanusiaan. Hukum progresif peka terhadap perubahan-perubahan dan terpanggil untuk tampil melindungi rakyat menuju hokum yang ideal. Asumsi dasar hukum progresif bahwa “hukum adalah untuk manusia”.clxxxvi 3) Rule of law sebagai suatu legalisme yang memuat wawasan sosial. harus dapat ditegakkan secara adil. Untuk mewujudkan hal tersebut. bukan sebaliknya. pikiran. bukan sebagai alat politik yang memihak pada kekuasaan. Artinya. Arah dan watak hukum yang dibangun harus berada dalam hubungan yang sinergis dengan kekayaan yang dimiliki bangsa Indonesia. gagasan tentang hubungan antarmanusia. bangsa Indonesia harus berani mengangkat “Pancasila” sebagai alternatif dalam membangun “negara berdasarkan hukum” versi Indonesia sehingga dapat menjadi lebih mengedepankan komitmen moral. Hukum progresif merupakan gagasan yang ingin mencari cara untuk mengatasi keterpurukan hukum di Indonesia secara lebih bermakna. hukum bukan merupakan institusi yang absolut dan final. atau “back to law and order”. Dalam konteks ini. seperti yang selama ini terjadi. law in the making). hukum tidak dijadikan sebagai teknologi yang tidak bernurani. juga hanya memihak pada keadilan. “rule of moral” atau ‘rule of justice” yang bersifat “ke-Indonesia-an” yang lebih mengedepankan “olah hati nurani” dari pada ‘olah otak”atau . ia bebas untuk mencari format. perlu dikembangkan hukum progresif (Satjipto Rahadjo : 2004). masyarakat dan negara. Hukum progresif menolak keadaan status quo. asas serta aksi-aksi karena ”hukum untuk manusia”. tetapi sebagai suatu institusi yang bermoral.

Sekretariat Jenderal MPR RI: Jakarta. 12-23 Desember 2005. Jelaskan strategi pelaksanaan rule of law 4. Rule of Low. Pelaksanaan kaidah-kaidah hukum yang berlaku disuatu negara merupakan merupakan hukum yang adil. artinya kaidah hukum yang menjamin perlakuan adil bagi masyarakat. Rule Of Law mengandung asas “dignity of man “ yang harus dilindungi dari tindakan sewenang-wenang Pemerintah / penguasa. Jelaskan prinsif rule of law secara formal di Indonesia 3. rasa aman. Negara bukanlah institusi kebal hukum. Materi kursus Calon Dosen Kewarganegaraan. 2005.T. Jakarta. Tempat segenap lapisan masyarakat dan negara beserta seluruh kebanggaannya menjungjung tinggi supremasi hukum yang dibangun atas prinsip keadilan dan egalitarian. H. Jelaskan pengertian rule of law dan sejarahnya 2.clxxxvii PENUTUP Rule Of Law adalah suatu doktrin hokum yang muncul pada abad ke-19. MPR RI. “inti dari Rule of Law adalah terciptanya tatanan keadilan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.A. . Undang-Undang dasar Negara republic Indonesia Tahun 1945. Jelaskan tujuan dari implementasi rule of law BAHAN BACAAN Sugito. dan dijamin hak-hak asasinya SOAL LATIHAN Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini : 1. dimana rakyat bisa memperoleh kepastian hukum. Negara dapat dipersalahkan jika pelaksanaanya terjadi pelanggaran hukum. Departemen Pendidikan Nasional: Jakarta. 2005. Rule Of Law merupakan konsep tentang Common Law. Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi. bersamaan dengan kelahiran negara konstitusi dan demokrasi. rasa keadilan.

hlm. Penduduk dan warga Negara. bahkan Negara memberikan pembinaan. Negara merupakan wadah yang memungkinkan seseorang dapat mengembangkan bakat dan potensinya. Hak dan kewajiban warga negara merupakan hubungan fungsional antara negara dengan warga negara.clxxxviii BAB X HAK DAN KEWAJIBAN WARGA NEGARA PENDAHULUAN A. B. 2. 6. 7. Hak Warga Negara 5. bangsa Inndonesia adalah sekeompok manusia yang mempunyai kepentingan yang sama dan menyatakan dirinya sebagai satu bangsa serta berproses dalam satu wilayah Nusantara/Indonesia. Dengan demikian. 89). Depdikbud. Kewajiban Negara dan Pemerintah. 4. . adat. 3. Ruang Lingkup Bahan pembelajaran ini akan membahas : 1. Problem status kewarganegaraan. Pengertian bangsa dan Negara. Latar Belakang Bangsa adalah orang-orang yang memiliki kesamaan asal keturunan. dan sejarah. Negara dapat memungkinkan rakyatnya maju berkembang serta mengekspresikan daya cipta atau kreativiatas sebebasnya. Kewajiban Warga Negara. serta berpemerintahan sendiri. Bangsa adalah kumpulan manusia yang biasanya terikat karena satu kesatuan bahasa dan wilayah tertentu di muka bumi (Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi Kedua. Asas kewarganegaraan.

Sasaran Pembelajaran Setelah proses pembelajaran. 12. Kewajiban Negara dan Pemerintah. 10.clxxxix C. Problem status kewarganegaraan. Kewajiban Warga Negara. Pendudud dan warga Negara. Hak Warga Negara 13. 14. . Asas kewarganegaraan. 11. Pengertian bangsa dan Negara. mahasiswa diharapkan mampu menganalisis dan mengidentifikasi Hak dan Kewajiban warga Negara Melalui pembelajaran ini mahasiswa diharapkan dapat menjelaskan : 8. 9.

bahkan Negara memberikan pembinan. b.cxc URAIAN BAHAN PEMBELAJARAN A. serta Negara memperoleh pengakuan dunia internasioanal. a. yaitu batas territorial yang jelas atas darat. Penduduk. yaitu semua orang yang berdomisili dan mengatakan dirinya ngin bersatu. c. Wilayah. Negara memiliki sifat yang membedakannya dengan organisasi lain. bangsa Inndonesia adalah seeompok manusia yang memepunyai kepentingan yang sama dan menyatakan dirinya sebagai satu bangsaserta berproses dalam satu wilayah: Nusantara/Indonesia. Kedaulatan. Sifat memaksa Sifat monopoli. Depdikbud. 89). d. Bangsa adalah kumpulan manusia yang biasanya terikat karena satu kesatuan bahasa dan wilayah tertentu di muka bumi (Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi Kedua. adat. Negara merupakan wadah yang memungkinkan seseorang dapatmengembangkan bakat dan potensinya. c. dan kebijakan dalam mencapai tujuan. Banyak para ahli memberikan defenisi tentang Negara. serta udara di atasnya. Pengertian Bangsa dan Negara Bangsa adaah orang-orang yang memiliki kesamaan asal keturunan. yaitu: . setiap Negara mempunyai 4 fungsi utama bagi bangsanya. yaitu supremasi wewenang secara merdeka dan bebas dari dominasi Negara lain. fungsifungsi. dan Sifat totalitas. serta berpemerintahan sendiri. Negara dapaat memungkinkan rakyatnya maju berkembang serta mengekspresikan daya cipta atau kreativiatas sebebasnya. sifat tersebut adalah: a. yaitu organisasi uutama yang menyelenggarakan kekuasaan. dan sejarah. laut. hlm. Pemerintah. b. Dengan demikian. tetapi syarat dan pengertiannya mencakup elemen berikut. Secara umum.

d. Sumber daya manusia. e. Fungsi pengaturan dan ketertiban.cxci a. yaitu kondisi alam material buminya. letak geografis. Penduduk dan warga Negara Penduduk Indonesia menurut pasal 26 Ayat (2) UUD1945 ialah warga Negara Indonesia dan orang asing yang bertempat tingal di Indonesia. f. Adapun warga Negara menurut Pasal 26 Ayat (1) ialah orang-orang bangsa Indonesia asli dan orang-orang . Elemen kekuatan yang tidak nyata (tidak berwujud). serta Fungsi keadilan menurut hak dan kewajiban. tingkat pendidikan warga. yaitu tingkat budaya. yaitu kapasitas power (kekuatan) yang dimiliki militer dalam hal mewujudkan kekuasaan dari pemerintah demi tecapainya tujuan Negara. sangat bergantung pada partsipasi politik semua warga Negara dan mobilisasi sumber daya kekuatan Negara. efisiensi birokrasi. reputasi bangsa (nasionalisme) an sebagainya. a. Kekuatan militer dan mobilitasnya. c. Fungsi kesejahteraan dan kemakmuran. yaitu segala factor yang mendukung kedaulatan Negara. berupa andungan mineral. kesuburan. persatuan bangsa. serta kekayaan lat dan hutan. Fungsi pertahanan dan keamanan. d. Teritorial negeri. 1. usaha warga Negara dalam bidang pertanian. industry. yaitu jumlah penduduk. c. dan kondisi kesehatan masyarakat. Bagaimana fungsi-fungsi Negara itu terlaksana. dukungan intenasional. dan perdagangan. Kapasitas pertanian dan industry. b. b. berupa kepribadian dan kepemimpinan. dan situasi Negara tetangga. nilai budaya masyarakat. yaitu mencakup luas wilayah Negara (darat dan laut). Adapun elemen kekuatan Negara tercermin dalam hal-hal berikut. Sumber daya alam.

Asas Kelahiran (Ius Soli) Asas Kelahiran (ius soli) adalah penentuan status kewarganegaraan berdasarkan tempat atau daerah kelahiran seseorang. terlebih dahulu Negara harus mengakui bahwa setiap orang harus memiliki kewarganegaraan. dalam asas kewarganegaraan dikenal dua pedoman. Warga Negara dari suatu Negara berarti anggota dari Negara itu yang merupakan pendukung dan penanggung jawab terhadap kemajuan dan kemunduran suatu Negara. yaitu orang orang asing yang tinggal sementara dalam suatu negara sesuai dengan visa yang diberikan oleh negara (kantor imigrasi) yang bersangkutan. Penduduk. seorang menjadi anggota atau warga suatu Negara haruslah ditentukan oleh Undang-Undang yang dibuat oleh Negara tersebut. Asas Kewarganegaraan Setiap negara mempunyai kebebasan dan kewenangan untuk menentukan asas kewarganegaraan.cxcii bansa lalin yang disahkan dengan Undang-Undang sebagai warga Negara. 62/1958 tentang Kewarganegaraan Indonesia. misalnya turis. Bukan Penduduk. Sebelum Negara menentukan siapa-siapa yang menjadi warga negara. memilih tempat tinggal di wilayah Negara dan meninggalkannya. Pernyataan ini mengandung bahwa orang-orang yang tinggal dalam wilayah Negara dapat diklasifikasikan sebagai berikut. sebagai suatu anggapan bahwa seseorang lahir di suatu wilayah negara. b. yaitu : a. yang dapat dibedakan warga negara dengan warga negara asing (WNA). Sementara itu. ialah yang memiliki domisili atau tempat tinggal tetap di wilayah negara itu. menurut Undang-Undang No. Pada awalnya asas kewarganegaraan hanyalah ius soli saja. Oleh sebab itu. dinyatakan bahwa Warga Negara Inonesia adalah orang yang berdasarkan perundangundangan yang berlaku sejak proklamasi 17 Agustus 1945 sudah menjadi warga Negara Republik Inonesia. serta berhak kembali sebagaimana dinyatakan oeh Pasal 28 E Ayat (1) UUD 1945. maka . B. a.

Di samping itu. b. misalnya laki laki yang berkewarganegaraan asing ingin memperoleh status kewarganegaraan suatu negara dengan cara berpura pura melakukan pernikahan dengan seorang perempuan di negara tersebut. Jika asas ius soli ini tetap dipertahankan. lalu setelah mendapat kewarganegaraan itu. Jika suatu negara menganut asas ius sanguinis. asas perkawinan mengandung asas persamaan derajat. sehat. d. dengan tingginya mobilitas mausia akan diperlukan asas lain yang tidak hanya berpatokan pada kelahiran sebagai realitas. Yang memiliki asas kesatuan hukum. dan bersatu. Sebagai contoh. Adapun naturalisasi pasif. c. Asas ini menghindari penyelundupan hukum. yaitu seorang yang dapat menggunakan hak opsi untuk memilih atau mengajukan kehandak untuk menjadi warga negara dari suatu negara. yaitu seseorang yang tidak mau diwarganegarakan oleh negara atau tidak mau diberi status warga negara suatu negara. Asas Perkawinan Status kewarganegaraan dapat dilihat dari sisi perkawinan. dia menceraikan isterinya. yaitu warga negara Indonesia. Asas Keturunan (ius sanguinis) Asas Keturunan (ius sanguinis) adalah pedoman kewarganegaraan berdasarkan pertalian darah atau keturunan. seperti Indonesia maka anak tersebut berhak mendapat status kewarganegaraan orang tuanya. Akan tetapi. . Dengan demikian. orang tua yang memiliki status kewarganegaraan yang berbeda akan menjadi bermasalah jika orang tua tersebut melahirkan ditempat salah satu orang tuanya (misalnya ditempat ibunya). si anak tidak berhak untuk mendapatkan status kewarganegaraan bapaknya. Atas dasar inilah maka muncul asas ius sanguinis.cxciii otomatis dan logis ia menjadi warga negara tersebut. seseorang yang lahir dari orang tua yang memiliki kewarganegaraan suatu negara. Hal ini karena suatu perkawinan tidak menyebabkan perubahan status kewarganegaraan setiap pihak. yaitu paradigma suami isteri atau ikatan keluarga merupakan inti masyarakat yang mendambakan suasana sejahtera. Unsur Pewarganegaraan (naturalisasi) Dalam naturalisasi ada yang bersifat aktif.

Multipatride. Karena perkawinan . Karena dikabulkan permohonan . Karena kelahiran . Oleh sebab itu. Karena turut ayah dan ibu . yaitu hak untuk menolak pemberian kewarganegaraan tersebut. Karena pewarganegaraan . Karena pernyataan. negara Indonesia melalui UU no. 62 Tahun 1958 tentang kewarganegaraan Indonesia dinyatakan bahwa cara memperoleh kewarganegaraan Indonesia sebagai berikut: a. yaitu seseorang (penduduk) yang tinggal di perbatasan antar – dua negara. Apatride. c. f. akan mengakibatkan status kewarganegaraan seseorang menjadi sebagai berikut : a. Karena pengangkatan . . setiap negara memiliki peraturan sendiri sendiri yang prinsip prinsipnya bersifat universal sebagaimana dalam UUD 1945 Pasal 28 D Ayat (4) bahwa setiap orang berhak atas status kewarganegaraan. e. serta g. C. Problem Status Kewarganegaraan Apabila asas kewarganegaraan di atas diterapkan secara tegas dalam sebuah negara. d. Dalam rangka memecahkan problem kewarganegaraan di atas. b. b. yaitu seseorang akan mendapatkan dua kewarganegaraan apabila orang tersebut berasal dari orang tua yang negara asalnya menganut sanguinis.cxciv yang bersangkutan menggunakan hak repudiasi. Bipatride. yaitu seseorang tidak mendapatkan kewarganegaraan disebabkan oleh orang tersebut lahir di sebuah negara yang menganut asas ius sanguinis. sedangkan ia lahir di suatu negara yang menganut ius soli. c.

dan keharmonisan lingkungan. dihormati. Hak Warga Negara Dalam UUD 1945. martabat. 8) Setiap orang berhak memajukan dirinya dalam memperjuangkan haknya secara kolektif untuk membangun masyarakat. serta perlakuan yang adil dan layak dalam hubungan kerja. 39/1999 tentang HAM menyatakan bahwa negara. dan melindungi hak asasi manusia. terlebih dahulu harus dipahami pengertian hak asasi manusia. serta mengeluarkan pikiran. Hak Dan Kewajiban Warga Negara Serta Tugas Dan Tanggung Jawab Negara Untuk memahami hak dan kewajban.cxcv D. telah dinyatakan bahwa hak warga negara adalah sebagai berikut : 1) Hak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak. ilmu pengetahuan dan tekhnologi. dan dipertahankan. menjunjung tinggi. jaminan perlindungan. dikurangi. a. hak asasi harus dilindungi. serta seni dan budaya untuk meningkatkan kualitas hidupnya demi kesejahteraan hidup manusia. serta perlakuan yang sama di depan hukum. tumbuh dan berkembang. 10) Setiap orang berhak untuk bekerja dan mendapatkan imbalan. hukum dan pemerintah. serta perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi. atau dirampas oleh siapapun. 3) Berhak untuk hidup dan mempertahankan keidupan 4) Berhak membentuk keluarga dan melanjutkan keturunan melalui perkawinan 5) Setiap anak berhak atas kelangsungan hidup. . serta setiap orang wajib menghormati. Hak asasi merupakan hak dasar yang melekat secara kodrati pada diri manusia dengan sifatnya yang universal dan abadi. kepastian hukum yang adil. hak ini tidak boleh diabaikan. Hak asasi manusia adalah sesuatu yang melekat pada diri seseorang sebagai ciptaan Tuhan agar mampu menjaga harkat. 2) Berhak berserikat. Hak asasi manusia perlu mendapat jaminan perlindungan dari negara melalui pernyataan tertulis yang harus dimuat dalam UUD negara. dan negaranya. Selain itu. Oleh karean itu. 6) Setiap orang berhak mengembangkan diri melalui pemenuhan kebutuhan dasarnya. 9) Setiap orang berhak atas pengakuan. 7) Berhak mendapatkan pendidikan. Peranan negra sesuai dengan pasal 1 Ayat (1) UU No. bangsa. berkumpul.

dan harta benda yang berada dibawah kekuasaannya. setiap orang berhak untuk mencari. 23) Hak untuk hidup. kehormatan. setiap orang berhak atas rasa aman dan perlindungan dari ancaman ketakutan untuk berbuat atau tidak berbuat sesuatu yang merupakan hak asasi. dan mengeluarkan pendapat. Hak milik tersebut tidak boleh diambil alih secara sewenang-wenang oleh siapapun. 12) Setiap orang berhak atas status kewarganegaraan. berkumpul. 20) Setiap orang berhak mendapat kemudahan dan perlakuan khusus untuk memperoleh kesempatan dan manfaat yang sama dalam mencapai persamaan dan keadilan. Selain itu. mendapatkan lingkungan hidup yang baik dan sehat. memperoleh. martabat. . serta menyatakan pikiran dan sikap sesuai dengan hati nuraninya. keluarga. menyimpan. memiliki. 17) Setiap orang berhak atas perlindungan diri pribadi. serta memilih tempat tinggal di wilayah negara juga meninggalkannya serta berhak kembali. hak beragama hak untuk tidak diperbudak. memilih pendidikan dan pengajaran. 22) Setiap orang berhak mempunyai hak milik pribadi. serta berhak memperoleh layanan kesehatan. 18) Setiap orang berhak untuk bebas dari penyiksaan atau perlakuan yang merendahkan derajat martabat manusia. bertempat tinggal. hak untuk tidak disiksa. 21) Setiap orang berhak atas jaminan social yang memungkinkan pengembangan dirinya secara utuh sebagi manusia yang bermartabat. memilih pekerjaan. hak untuk diakui sebagai pribadi di hadapan hukum. mengolah. serta hak untuk tidak dituntut atas dasar hukum yang berlaku surut adalah hak asasi manusia yang tidak dapat dikurangi dalam keaadaan apapun. hak kemerdekaan pikiran dan hati murni. 16) Setiap orang berhak untuk berkomunikasi dan memperoleh informasi untuk mengembangkan pribadi dan lingkungan sosialnya. dan menyampaikan informasi dengan menggunakan segala jenis saluran yang tersedia. serta berhak memperoleh suaka poitik negara lain. 15) Setiap orang berhak atas kebebasan berserikat. 19) Setiap orang berhak hidup sejahtera lahir dan batin. Di samping itu. memilih kewarganegaraan.cxcvi 11) Setiap warga negara berhak memperoleh kesempatan yang sama dalam pemerintahan. 13) Setiap orang bebas memeluk agama dan beribadah menurut agamanya. 14) Setiap orang berhak atas kebebasan meyakini kepercayaan.

6). wajib ikut serta dalam pembelaan negara. b. negara memiliki tugas dan tanggung jawab sebagai berikut. serta penghormatan atas hak dan kebabasan orang lain. 25) Identitas budaya dan hak masyarakat tradisional dihormati selaras dengan perkembangan zaman dan peradaban. 5) Pemeritah memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan menjunjung tinggi nilai-nilai agama dan persatuan bangsa untuk kemajuan peradaban serta kesejahteraan umat manusia. 4). wajib menghormati hak asasi manusia orang lain. Kewajiban Warga Negara adalah : 1). wajib ikut serta dalam usaha pertahanan dan keamanan negara. 1) Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya. khususnya pendidikan dasar. 6) Negara memajukan kebudayaan manusia di tengah peradaban dunia dengan menjamin kebebasan budayanya. wajib tunduk pada pembatasan yang ditetapkan dengan undang-undang untuk menjamin pengakuan. masyarakat. serta 7). 2) Negara atau pemerintah wajib membiayai pendidikan. wajib ikut serta dalam upaya pembelaan negara.cxcvii 24) Setiap orang berhak bebas dari perlakuan yang bersifat diskriminatif atas dasar apapun. c. 2). 5). 3) Pemerintah berkewajiban mengusahakan dan menyelenggarakan satu system pendidikan nasional. serta berhak mendapatkan perlindungan terhadap perlakuan yang bersifat diskriminatif itu. wajib mengikuti pendidikan dasar. 4) Negara memperioritaskan anggaran pendidikan sekurang-kurangnya 20 % dari anggaran belanja negara dan belanja daerah. Tugas dan tanggung jawab negara Dalam rangka terpeliharanya hak dan kewajiban warga negara. dengan memelihara dan mengembangkan nilai-nilai . 3). wajib menjunjung hukum dan pemerintahan.

cxcviii 7) Negara menghormati dan memelihara bahasa daerah sebagai kekayaan kebudayaan nasional. 10) Negara berkewajiban memelihara fakir miskin dan anak-anak terlantar. 8) Negara menguasai cabang-cabang produksi terpenting bagi negara dan menguasai hidup orang banyak. air. . dan kekayaan alam demi kemakmuran rakyat. 9) Negara menguasai bumi. 11) Negara mengembangkan sistem jaminan social bagi seluruh rakyat. 12) Negara bertanggung jawab atas persediaan fasilitas pelayanan kesehatan dan fasilitas pelayanan umum yang layak. serta memberdayakan masyarakat yang lemah dan tidak mampu sesuai dengan martabat kemanusiaan.

Jakarta: Dikti. Pendidikan Kewarganegaraan. UII Press:Yogyakarta. Soegito. S. Mansoer. Marlian. S. 2003. Hak Asasi Manusia. A T. S. Pendididkan Kewarganegaraan. 12 – 23 Desember. Mansyur. 2005. 2002 Kapita Selekta Pendidikan Kewarganegaraan Bagian I. Pendidikan Kewarganegaraan dan Hak AsasiManusia. . Syarial.2002. Jelaskan Hak dan Kewajiban sebagai warga Negara di bidang ekonomi 3. Syarbani. Demokrasi Hak Asasi Manusia Masyarakat Madani. dan H. Jelaskan pengertian bangsa. Pendididkan Pancasila di Perguruan Tinggi Edisi Revisi.cxcix PENUTUP SOAL LATIHAN Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini : 1. Hamdan (Pnyt). Makalah yang disampaikan dalam ursus Calon Dosen Kewarganegaraan Angkatan I . Jelaskan yang maksud warga negara menurut Undang-Undang No. negara.Jakarta: Ghalia Indonesia. Gramedia Pustaka Utama: Jakarta. 2005. 2002. Jelaskan azas kewarganegaraan dan permasalahn kewarganegaraan di Indonesia 4. 12/2006 BAHAN BACAAN Azra.Yogykarta: Citra Karsa Mandiri. Mustfa Kamal. penduduk dan warga negara 2. Hak dan Kewajiban Warga Negara (Makalah Suscados PKn Desember 2005 di Jakarta. Jakarta: Prenada Media. Soemiarno. Dirjen Dikti Dediknas.2002. Azyumardi. 2005. Soemasono. Jakarta . 2003. Pasha. Marjuki (editor). Jakarta: Depdiknas.

bangsa. Pendidikan yang dimaksud agar warga Negara Indonesia tahu tentang hak dan kewajiban. yaitu sebagai intitusi. dan pemerintah yang berkuasa. dan Negara Indonesia dengan menerapkan pandangan babngsa Indonesia tentang diri meliputi: sejarah.agama. 7. Menjelaskan konsepsi cara pandang wawasan nasional bangsa Indonesia yang didasari filsafat pancasilayang pada hakekatnya merupakan konsepsi geopolitik Indonesia. Prasarat Negara sebagai initusi menurut Prof. tetapi di artikan lebih luas. Menguasai dan memahamiberbagai masalah dasar kehidupan masyarakat. Dalam perkembangannya pengertian Negara tidak saja di arikan sebagai wilayah. Sri Soemantri (Dikti. Permasalahan ini menjadi penting karena manusia yang telah berbangsa membutuhkan wilayah sebagai tempat tinggalnya yang kemudian di kenal dengan Negara. serta mampu berdiri dan tetap menjaga jati dirinya di tengah arus globalisasi.cc BAB XI GEOPOLITIK INDONESIA PENDAHULUAN A. 20/2003 tentang sis diknas.dan lingkungan geografiyang berbentuk Negara kepulauan yang berada diposisi silang antara dua benua dan dua lautan: serta . rakyat.filsafat. Latar Belakang Geopolitik dan geostrategi merupakan permasalahan yang sangat penting pada dua abad terakhir ini. 6. Secara terperinci visi dan misi bahan ajar adalah agar peserta didik mampu : 5. budaya. 2001 : 36) secara minimal meliputi unsur wilayah. Bertitik tolak dari amanat UU No. Agar Negara mencapai tujuan nasioal aman dan sejahtera (Pembukaan UUD’45 Alinea IV) perlu pendidikan kewarganegaraan.tujuan pendidikan kewarganegaraan untuk membentuk peserta didik menjadi manusia yang memiliki rasa kebangsaan dan cinta tanah air. Unsur rakyat suatu Negara di samping warga Negara juga meliputi bukan warga Negara.khususnya penjelasan pasal 37. Menjelaskan landasan histories perkembangan pengetahuan tentang geopolitik yang kini menjadi salah satu unsur dalam konsep perencanaan pembangunan bangsa dan Negara.kebhekaan etnik. DR.agar tecapai tujuan banga.

cci 8. Ruang Lingkup Bahan pembelajaran ini akan membahas : 1. kebhinekaan etnik. B.dan lingkungan geografi yang berbentuk Negara kepulauan yang berada diposisi silang antara dua benua dan dua lautan: serta 4. Wawasan nusantara 4. Mengaplasikan cara pandang bangsa Indonesia dalam pembinaan dan pengendalian hidup bangsa di NKRI. filsafat. Menjelaskan konsepsi cara pandang wawasan nasional bangsa Indonesia yang didasari filsafat pancasilayang pada hakekatnya merupakan konsepsi geopolitik Indonesia. dan Negara Indonesia dengan menerapkan pandangan babngsa Indonesia tentang diri meliputi: sejarah. Wawasan nasional 3. Perkembangan Teori Geopolitik 2.agar tecapai tujuan banga. Mengaplasikan cara pandang bangsa Indonesia dalam pembinaan dan pengendalian hidup bangsa di NKRI. budaya. bangsa. Menjalaskan landasan histories perkembangan pengetahuan tentang geopolitik yang kini menjadi salah satu unsur dalam konsep perencanaan pembangunan bangsa dan Negara. Sasaran Pembelajaran Modul Setelah proses pembelajaran. . membentuk peserta didik menjadi manusia yang memiliki rasa kebangsaan dan cinta tanah air Melalui pembelajaran ini mahasiswa diharapkan dapat : 1. Geopolitik Dan Otonomi Daerah C. agama. Geopolitik Dan Hukum Kewilayahan 5. 3. Menguasai dan memahami berbagai masalah dasar kehidupan masyarakat. 2.

Geopolitik Indonesia dinamakan wawasan nusantara. yang pada mulanya membahas . tt: 66) 2. 3. kata Ir. Hal ini berkaitan dengan profil diri bangsa sejarah. keluarga. dengan alasan sebagai berikut : 1. Konsep wawasan bangsa tentang wilayah mulai dikembangkan sebagai ilmu pada akhir abad XIX dan awal abad XX dan dikenal sebagai geopolitik. Konsep wawasan nasional setiap bangsa berbeda. kedaulatan. Kedua unsure pokok profil bangsa dan geografi inilah yang harus diperhatikan dalam membuat konsep geopolitik bangsa dan Negara. budaya dan sudah barang tentu ruang hidupnya. Keunikan lainnya adalah bahwa wilayah Nusantara berada di Garis Khatulistiwa dan diliwati oleh Geostationery Satellite Orbit ( GSO ). tt: 66).ccii URAIAN BAHAN PEMBELAJARAN A.lain. rakyat. Demikian. Karena orang dengan tempat tinggalnya dapat di pisahkan. setelah membangsa orang menyatakan tempat tinggal sebagai Negara. yaitu pemerintah. Latar Belakang Geopolitik Orang dan tempat tidak dapat dipisahkan! Tidak dapat dipisahkan rakyat dari bumi yang ada di bawah kakinya. Oleh karena itu. Indonesia berada di antara dua benua (Asia dan Australia) dan dua lautan (Lautan India dan Lautan pasifik) sehinnga tepatlah jika di namakan nusa diantara laut/air yang selanjutnya dinamakan Nusantara. yaitu geografi. meskipun bentuknya dapat secara fisik ataupn nonfisik. dan lain . Dalam perkembangan selanjutnya pengertian Negara tidak hanya tempat tinggal. masyarakat dan bangsa_ hingga kini. ideology. Para ilmuwan politik dan militer menyebutnya sebagai geopolitik yang merupakan kepanjangan dari geografi politik. tetapi diartikan lebih luas lagi yang meliputi institusi. suatu bangsa harus mempunyai kesatuan cara pandang yang dikenal sebagai wawasan nasional.perebutan ruang yang menjadi hal yang menimbulkan konflik antar manusia _induvidu. pandangan hidup. Sukarno pada 1 juni 1945 dihadapan siding BPUPKI (Setneg RI. Untuk dapat mempertahankan ruang hidupnya. Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah Negara kepulauan (Setneg RI.

pengertian negara identik dengan tanah sehingga banyak bangsa menamakan negaranya dengan unsur tanah. negara pantai (coastal archipelago) c.2004:157). dalam lingkungan terdapat pulau-pulau dan gugusan pulau-pulau. berkembang konsep politik _dalam arti distribusi kuatan_ pada hamparan geografi negara sehingga tidaklah berlebihan bahwa geopolitik sebagai ilmu “baru” dicuragai sebagai pembenaran pada kosepsi ruang (Sunardi . 1.cciii geografi dari segi politik negara (state). atau Thailand. Selain itu. Negara berdasarkan bentuk geografinya dapat dibedakan dalam dua yaitu. akan dibahas pula teori geopolitik dan implementasinya pada negara Indonesia. negara kepulauan (archipelago). Holland. misalnya England. Setelah abad XIX. Adapun pengertian Asas Kepulauan berdasarkan UNCLOS 1982 adalah Kepulauan sebagai suatu kesatuan utuh wilayah yang batas-batasannya ditentukan oleh laut. dan yang kedua berbatasan dengan laut. yang kemudian dapat dibedakan menjadi: a. Pada masa lalu _sebelum abad XIX. dalam membahas masalah wawasan nasional bangsa. Poland. perkembangan geopolitik dipengaruhi oleh orentasi manusia pada konstelasi wilayah. di samping membahas sejarah terjadinya konsep wawasan nasional. Geomorfologi Negara Sebelum membahas masalah geopolitik suatu negara. Rusland. pertama dikelilingi daratan (land lock country). Oleh karena itu. negara pulau (oceanic archipelago) b. Selanjutnya. dengan unsur air senagai penghubung. kepulauan dapat diartikan: gugusan pulau-palau ddengan perairan diantaranya dan angkasa di atasnya sebagai kesatuan utuh. . perlu didalami ciri khusus negara berdasarkan bentuk geomorfologinya (ciri fisik dan nonfisik).

iklim. lalu berkembang menjadi ajaran yang melegitimasi Hukum Ekspansi suatu negara. Oleh karena itu. Ia menyamakan negara sebagai makhluk hidup yang makin sempurna serta membutuhkan ruang hidup yang makin meluas karena kebutuhan. Semula geopolitik adalah ilmu bumi politik yang membahas masalah politik dalam suatu negara. letak. Beberapa Pandangan para pemikir geopolitik Sebelum membahas wawasan nasional. kemudian berkembang menjadi pengetahuan tentang sesuatu yang berhubungan dengan konstelasi ciri _khas negara yang berupa bentuk. Hal ini tidak terlepas sumbangsih pemikiran dari pada penulis. Teori Geopolitik Kontinental Teori yang dikemukakannya adalah teori ruang yang dalam konsepsinya dipengaruhi Friedrich Ratzel (1844-1904). dapat dipelajari kemana arah arah perkembangan sautu negara.cciv 2. terlebih dahulu perlu pembahasan tentang beberapa pendapat dari para penulis geopolitik. . Pendapat ini dipertegas Rudolf Kjellen (1864-1922) dengan teori kekuatan. Para penyelenggara pemerintah nasional hendaknya menyusun pembinaan politik nasional berdasarkan kondisi dan situasi geomorfologi secara ilmiah berdasarkan citacita bangsa. wawasan nasional bangsa selalu mengacu pada geopolitik. bahwa bangsa yang berbudaya tinggi akan membutuhkan sumber daya yang tinggi dan akhirnya mendesak wilayah bangsa yang “primitif”. Dalam teorinya. teori geopolitik berkembang menjadi konsepsi wawasan nasional bangsa. Adapun geostrategi diartikan sebagai pelaksanaan geopolitik dalam negara (Poernomo: 1972). oleh ahli biologi Charles Darwin. dan sumber daya alam_ sutau negara untuk membangun dan membina negara. Kemudian. Dengan wawasan nasional suatu negara. 3. Luas. diantaraya: a. Perkembangan Teori Geopolitik Istilah geopolitik semula sebagai ilmu politik. yang pada pokoknya menyatakan bahwa negara adalah satuan politik yang menyeluruh serta sebagai satuan biologis yang memiliki intelektual.

akan tetapi lebih cenderung menunjukkan kepada suatu wawasan yaitu 1) Wawasan Benua Sir Halford Mackinder (1861-1947) Teori Daerah Jantung (dikenal pula sebagai wawasan benua). tiap region dipimpin satu bangsa (nation) yang unggul. ia mampu mengeksploitasi negara “primitif” agar negaranya dapat swasembada.ccv Dengan kekuatannya. Pan Rusia India. b. Ia berpendapat bahwa pada hakekatnya dunia dapat dibagi atas empat kawasan benua (Pan Region) dan dipimpin oleh negara unggul. Untuk menjadi jaya. Pan Asia Timur. Dari pembagian daerah inilah. dapat diketahui percaturan politik masalah lalu dan masa depan. Haushofer yang pernah menjadi atase militer di Jepang meramalkan bahwa Jepang akan menjadi negara yang jaya di dunia. serta Pan Eropa Afrika. Beberapa pemikir sering menyebutnya sebagai Darwinisme social. suatu bangsa harus mampu menguasai benua-benua di dunia. Wawasan Geopolitik Selanjutnya masih ada beberapa pandangan geopolitik lain. Semboyan Macht und Erde di Jerman serta doktrin Fukoku Kyohei di Jepang melandasi pembangunan kekuatan angkatan perang kedua negara tersebut menjelang Perang Dunia II. mungkin terkandung maksud agar negara lain selalu berpaling pada pembentukan . yaitu: 1) Lebensraum (ruang hidup) yang “cukup”. Teori Ruang dan Kekuatan merupakan hasil penelitiannya serta dikenal pula sebagai teori Pan Regional. Karl Haushofer (1869-1946). Pengaruh Haushofer _menjelang Perang Dunia II_ sangat besar di Jerman ataupun di Jepang. 2) Autarki (swasembada). serta 3) Dunia dibagi empat Pan Region. yaitu Pan Amerika. Dalam teori ahli geografi ini.

harus menguasai Dunia Jantung. Teori geopolitik Mackinder dapat disimpulkan sebagai berikut (Sunardi. Apabila suatu negara ingin menguasai dunia. maka Inggris berusaha menguasai pantai-pantai benua. paling tidak menyewanya.Raleigh: Siapa yang kuasai laut akan menguasai perdagangan dunia/kekayaan dan akhirnya menguasai dunia. b. Daerah terdiri atas Daerah Jantung (Heartland). sumber daya alam banyak terdapat di laut. Sebagai tindak lanjut. Amerika / Benua Baru. 2/12 pulau dunia (Eropa. Eropa Selatan. Mahan (1840-1914) Teori Kekuatan Maritim yang direncanangkan oleh Raleigh. di samping hal tersebut. Teorinya dapat disimpulkan sebagai berikut : a. Menurut Mahan. bertepatan dengan kebangkitan armada Inggris dan belanda yang ditandai dengan kemajuan teknologi perkapalan dan pelabuhan. Asia Selatan. Timur Tengah. Dengan demikian. Pada masa ini pula. Alfred T. Australia. serta semangat perdagangan yang tidak lagi mencari emas dan sutra di Timur (Simbolon. serta Bulan Sabit Luar (outer cresent) meliputi Afrika. Daerah Bulan Sabit Dalam (inner cresent) meliputi Eropa Barat. Dunia terdiri atas 9/12 air.Mahan: Laut untuk kehidupan. lahir pemikiran hukum laut internasional yang berlaku sampai tahun 1994 (setelah UNCLOS 1982 disetujui melalui SU PBB).ccvi kekuatan darat. Asia. a. Asia Timur. . sebagian Mongolia. Who rules the world Island commands the World. who rules the Heartland commands the world. Sir W. 2) Wawasan Bahari Sir Walter Raleigh (1554-1618) dan Alfred T. terletak di pulau dunia. juga perlu diperhatikan masalah akses ke laut dan jumlah penduduk karena faktor ini juga akan memungkinkan kemampuan industri untuk kemandirian suatu bangsa dan negara. untuk itu diperlukan kekuatan darat yang memadai. c.1995 : 425). Island. Siberia. maka harus dibangun armada laut yang kuat untuk menjaganya. 2004: 166): Who rules East Europe commands the Heartland. tidak mengganggu pengembangan armada laut Inggris. yaitu Rusia. Afrika). karena itu ia harus memiliki armada laut yang kuat. b. serta sisanya 1/12 pulau lainnya.

dan Dunia Baru(Benua amerika). Dunia menurunya terbagi empat daerah. Teori Daerah Batas (Rimland theory). serta c. maka menurutnya penguasa daerah jantung harus ada akses ke laut hendaknya menguasai pantai Eurasia. Bangsa Indonesia Wawasan bangsa Indonesia tersirat melalui UUD 1945 antara lain: a. serta kemenangan akhir ditentukan oleh kekuatan udara. terutama dalam membagi daerah.ccvii 3) Wawasan Dirgantara Giulio Douhet (1869-1930) William Mitcel (1879-1936). udara untuk kuasai dunia. Spijkman (1893-1943). 189 s. yaitu daerah jantung (Hearland). yaitu (Sunardi. Menggunakan kombinasi kekuatan darat. Ruang hidup bangsa terbatas diakui internasional. Kedua orang ini mencita-citakan berdinya Angkatan Udara. serta d. c. Awal abad XX merupakan kebangkitan ilm pengetahuan pener_bangan. Bulan Sabit Luar. 4. dapat disimpulkan bahwa teori geopolitik menjadi doktrin dasar bagi terbentuknya Negara nasional yang kuat dan tangguh. b. Daerah Bulan Sabit Dalam (Rimland) akan lebih besar panga_ruhnya dalam percaturan politik dunia dari pada daerah jantung. Dalam teorinya. berkewajiban menjaga per_damaian dunia. Karena ia adalah bangsa Belanda yang pada dasarnya bangsa mari_tim. Konsepsi Ruang. Dari pembahasan tersebut. yang merupakan aktualisasi dari pemikiran Negara sebagai organisasi hidup. 4) Wawasan Kombinasi Nicholas J. Wilayah Amerika yang paling ideal dan menjadi negara terkuat. 177): 1. b. Setiap bangsa sama derajatnya. Sebagai doktrin dasar. Ruang yang merupakan inti dari konsepsi geopolitik merupakan wadah dinamika . Dalam teorinya tersirat: a.d. ada empat unsur yang perlu diperhatikan. Kekuatan bangsa untuk mempertahankan eksistensi dan kemakmuran rakyat. laut. Teorinya dipengaruhi oleh Mackinder dan Haushover. disebutkan bahwa kekuatan udara mampu beroperasi hingga belakang lawan. Bulan Babit Dalam(Rimland). 2004: hlm.

baik secara fisik maupun social (ekonomi. B.ccviii politik dan militer. Untuk itu. yang ingin menjelaskan tentang kehi_dupan bernegara. atau mengamati. wawasan dapat diartikan konsepsi cara pandang (KBBI. 3. Frontier merupakan batas imajiner di antara dua Negara yang saling mempengaruhi. 7) sebagai akibat revolusi teknik. 2. Dengan demikian. Geopolitik akhirnya bertujuan untuk pengamanan negara. Konsepsi Keamanan Negara dan Bangsa. 4. lebih-lebih bagi negara sedang berkembang. istilah ini menjadi kurang popular sehingga para politisi pun enggan menggunakannya (tidak lagi tersurat dalm GBHN 19999 sebagai wawasan bangsa). perlu dipersiapkan daerah penyangga yang dikenal sebagai daerah frontier yang berbatasan dengan Negara jira dan dipersiapkan secara sistematis pembangunannya. budaya. batas resmi (boundary) dapat bergeser karena berbagai pengaruh. Hal ini juga dapat dirasakan pada era Perang Dingin antara Blok Barat dan Blok Timur_ ketika kedua kutub saling mencari pengaruh di dunia ketiga (Negara Sedang Berkembang). Fenomena ini harus dapat ditangkal oleh setiap Negara. 1990: 214) merupakan ciri globalisasi. . Dengan demikian dunia semakin terbuka dan cita-cita dunia tanpa batas (Ohmae. Konsepsi Politik Kekuatan. memandang. yang merupakan konsekuensi dari kebutuhan dan lingkungan. budaya. 1941: hlm. Politik kekuatan yang merupakan faktor dinamika kehidupan bangsa karena dinamika organisme bangsa. ataupun ekonomi. yang kemudian melahirkan konsepsi geostrategi. Oleh karena itu. 2002: 1271). Dunia yang meyempit dan percepatan jalannya sejarah (Wright. dan kehidupan social lainnya). Pada awal era revormasi. 5 s. Konsepsi Frontier. GEOPOLITIK INDONESIA Wawasan Nasional Wawasan berasal darai kata wawas yang berarti meninjau. akan menimbulkan gejolak politik yang melibatkan pemerintah. terutama masalah social. Pengaruh negara asing/tetangga _yang lebih maju_ apabila tidak ditangani secara serius.d.

3. Oleh karena itu. 2. akan terkait pula masalah sejarah diri dan budaya. Kesemua itu dalam rangka mencapai Tujuan Nasional. ke luar: berlakunya asas posisi antara yang menuntut posisi kuat bagi Indonesia untuk dapat berdiri tegak dari tarikan segala penjuru. falsafah hidup. serta kebhinekaan budaya. Pedoman dan pola tindak serta pola pikir kebiaksanaan nasional. dan turut serta menciptakan ketertiban dan perdamaian dunia. yaitu : 1. Wawasan Nusantara Geopolitik Indonesia dinamakan wawasan nusantara. Adapun tujuannya adalah untuk mewujudkan persatuan dan kesatuan segenap aspek kehidupan nasional. apabila suatu bangsa dibahas. Oleh karena itu. Paham Nusantara menunjukkan dua arah pengaruh. posisi dan potensi geografi. ke dalam: berlaku asas kepulauan yang menuntut terpenuhnya unsur tanah dan air yang selaras dan serasi untuk merealisasikan wujud tanah air. . yang secara umum didefinisikan sebagai cara pandang dan sikap bangsa Indonesia tentang dirinya yang bhineka. Wawasan nasioal bangsa Indonesia dinamakan wawasan nusantara yang merupakan implementasi perjuangan pengakuan se-bagai negara kepulauan yang disesuaikan dengan kemajuan zaman. hakikat tujuan Wawasan Nusantara adalah kesatuan dan persatuan dalam kebhinekaan.ccix Wawasan nasional suatu bangsa terbentuk karena bangsa tersebut tinggal dalam suatu wilayah yang diakui sebagai miliknya untuk kehidupannya. tercetus aspirasi bangsa yang kemudian dituangkan dalam perjanjian tertulis-konstitusi-ataupun tidak tertulis. Hakekat Wawasan Nusantara dasar persatuan dan kesatuan dalam kebhinekaan.serta 2. serta lingkungan geografinya yang berwuud negara kepulauan berdasarkan pancasila dan UUD 1945. Dari ketiga aspek itu. Perjanjian ini tetap menjadi catatan hidup-motivasi –yang semuanya dituangkan menjadi ajaran –doktrin dasar untuk membanngun negara yang berupa wawasan nasional. serta tempat tinggal dan lingkungan bangsa tersebut. Pada masa lalu negara kepulauan yang meliputi kumpulan pulaupulau_berdasarkan contour yang dipisahkan oleh laut. yang mengandung arti sebagai berikut : 1. Penjabaran tujuan nasional yang telah diselaraskan dengan kondisi.

pemanfaatan lingkungan harus bertanggung jawab.yang dijabarkan lebih lanjut dalam kebijaksanaan strategi pada strata di bawahnya. Peranan ini berkaitan dengan adanya hubungan yang erat dan saling terkait dan ketergantungan antara bangsa dan ruang hidupnya. Doktrin dasar adalah doktrin yang timbul dari pemikiran yang bersifat falsafah. 5. 4.Wawasan Nusantara dijelaskan peranannya untuk : 1. untuk dijadikan pedoman dalam melaksanakan kegiatan. 3. yang serasi dan selaras pada segenap aspek kehidupan nasional. dianjurkan dan diterima sebagai kebenaran. serta dalam usaha mencapai tujuan. 2. Sementara itu. Ketahanan Nasional sebagai geostrategi bangsa dan Negara Indonesia. dan dasar negara. Wawasan Nusantara sebagai geopolitik bangsa Indonesia.masa ORBA. Oleh karena itu. UUD 1945 sebagai konstitusi negara.ccx Kedudukan Wawasan Nusantara Dalam system kehidupan nasional Indonesia sebagai paradigma kehidupan nasional Indonesia yang urutannya sebagai berikut : 1. Pancasila sebagai falsafah. Wawasan Nusantara dan Ketahanan Nasional sebagai doktrin dasar pengaturan kehidupan nasional. Politik dan strategi nasional sebagai kebijaksanaan dasar nasional dalam pebangunan nasional. sebagai kebijaksanaan dasar nasional dalam bentuk GBHN. Mewujudkan serta memelihara persatuan dan kesatuan. Menumbuhkan rasa tanggung jawab atau pamanfaatan lingkungannya. ideology bangsa. Doktrin dasar adalah himpunan prinsip atau teori yang diajarkan. politik dan strategi nasional. Jika tidak. maka akan menimbulkan kerusakan lingkugan yang pada akhirnya akan merugikan bangsa. . Peranan Wawasan Nusantara Dalam kehidupan kehidupan nasional. 2.

ccxi 3. Menegakkan kekuasaan guna melindungi kepentingan nasional. Kepentingan nasional menjadi dasar hubungan antara bangsa. Apabila suatu bangsa kepentingan nasionalnya sejalan atau parallel dengan kepentingan nasional bangsa lain, maka kedua bangsa itu akan mudah terjalin hubungan persahabatan. 4. Merentang hubungan Internasional dalam upaya ikut menegakkan perdamaian.

Wajah Wawasan Nusantara Pengertian istilah wajah adalah roman muka. Wajah manusia hanya satu, tetapi wajah itu memiliki beberapa roman muka dan tiap roman muka berbeda satu dengan yang lain sesuai dengan situasi dan kondisi yang dihadapi. Dalam hubungan itu, dapat dikatakan bahwa geopolitik Indonesia hanya satu, yaitu Wawasan Nusantara (Wasantara). Namun, wajahnya lebih dari satu, yaitu ada 4 wajah yang meliputi : 1. Wajah Wasantara sebagai Wawasan Nasional yang melandasi konsepsi Ketahanan Nasional. 2. Wajah Wasantara sebagai wawasan pembangunan nasional. 3. Wajah Wasantara sebagai wawasan pertahanan dan keamanan. 4. Wajah Wasantara sebagai wawasan kewilayahan.

Wasantara Sebagai Landasan Konsepsi Ketahanan Nasional Wajah Wasantara dalam pengembangannya dipandang sebagai konspsi politik ketatanegaraan dalam upaya mewujudkan tujuan nasional. Sebagai suatu konsepsi politik yang di dasarkan pada pertimbangan konstelasi geografis, wawasan nusantara dapat di katakan merupakan penerapan teori geopolitik dari bangsa Indonesia. Dengan demikian, wawasan nusantara selanjutnya menjadi landasan penentuan kebijaksanaan politik Negara. Dalam perjuangan mencapai tujuan nasional, akn banyak menghadapi tantangan, hambatan dan gangguan baik yang datang dari luar negri maupun dari dalam negri sendiri. Untuk menanggulanginya,dibutuhkan suatu kekuatan baik fisik maupun

ccxii mental. Semakin tinggi kekuatan itu makin tinggi pula kemampuannya. Kekuatan dan kemampuan yang diistilahkan ketahanan nasional berdasarkan rangkaian pemikiran tersebut maka ketahanan nasional diartikan sebagai konsepsi pengaturan dan penyelenggaraan dalam mencapai persatuan serta kesatuan nasional dalam rangka mencapai kesejahteraan dan keamanan nasional. Bertolak dari pandangan ini maka ketahanan nasional merupakan geostrategi nasional untuk mencapai sasaran yang telah ditegaskan dalam wawasan nusantara dan perlu ditingkatkan dengan berpedoman pada wawasan nusantara.

Wasantara sebagai Wawasan Pembangunan Nasional Menurut UUD 1945 MPR wajib membuat GBHN. GBHN_masa ORBA_ menegaskan bahwa wawasan dalam penyelenggaraan pembangunan nasional adalah Wawasan Nusantara yang bersumber pada pancasila dan UUD 1945. Wawasan Nusantara adalah cara pandang dan sikap bangsa Indonesia mengenai diri serta lingkungannya dengan mengutamakan persatuan dan kesatuan bangsa. Di samping itu, dengan mengutamakan kesatuan wilayah dalam penyelenggaraan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Hal ini mencakup : 1. Perwujudan kepulauan Nusantara sebagai satu kesatuan politik, yang berarti :

a. bahwa kebulatan wilayah nasional dengan segala isi dan kekayaannya merupakan kesatuan wilayah, wadah, ruang hidup dan kesatuan matra seluruh bangsa serta menjadi modal dan milik bersama bangsa b. bahwa bangsa Indonesia yang terdiri atas berbagai suku dan berbicara dalam berbagai bahasa daerah, serta memeluk/menyakini berbagai agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa harus merupakan suatu kesatuan bangsa yang bulat dalam artian seluas-luasnya. c. bahwa secara psikologis bangsa Indonesia harus merata satu, senasib sepenanggungan, sebangsa dan setanah air, serta mempunyai satu tekad dalam mencapai cita-cita bangsa. d. bahwa Pancasila adalah satu-satunya falsafah serta ideology bangsa dan negara yang melandasi, membimbing dan menyerahkan bangsa menuju tujuannya.

ccxiii e. bahwa kehidupan politik diseluruh wilayah Nusantara merupakan suatu kesatuan politik yang diselenggarakan berdasarkan pancasila dan UUD 1945. f. bahwa seluruh kepulauan Nusantara merupakan satu kesatuan system hukum dalam arti bahwa hanya ada satu hukun nasional yang mengabdi kepentingan nasional;serta g. bahwa bangsa Indonesia yang hidup berdampingan dengan bangsa lain ikut menciptakan ketertiban nasional yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial melalui politik luar negri bebas dan aktif serta diabadikan pada kepen_tingan nasional 2. Pewujudan kepulauan Nusantara sebagai satu kesatuan ekonomi, yang berati: a. bahwa kekayaan wilayah Nusantara, baik potensial maupun efektif adalah modal dan milik bersama bangsa dan bahwa keperluan hidup sehari-hari harus tersedia merata di seluruh wilayah tanah air; b. tingkat perkembangan ekonomi harus serasi dan seimbang di seluruh daerah, tanpa meninggalkan kehidupan ekonominya; serta c. kehiduan perekonomian di setiap wilayah Nusantara meru_pakan satu kesatuan ekonomi yang diselenggarakan sebagai usaha bersama mendasar atas asas kekeluargaan dan ditujukan bagi sebesar-besar kemakmuran rakyat. 3. Perwujudan kepulauan Nusantara sebagai satu kesatuan sosial dan budaya yang berarti: a. bahwa masyarakat Indonesia adalah satu, maka perikehidupan bangsa harus merupakan kehidupan yang serasi dengan terdapat tingkat kemajuan masyarakat yang sama merata dan seimbang, serta adanya keselarasan kehidupan yang sesuai dengan tingkat kemajuan bangsa; serta b. bahwa budaya bangsa Indonesia pada hakikatnya adalah satu, sedangkan corak ragam budaya yang ada menggambarkan kekanyaan budaya bangsa. Kekayaan ini menjadi modal dan landasan pengembagan budaya bangsa seluruhnya. Tentunya dengan tidak menolak nilai-nilai budaya lain yang tidak bertentangan dengan nilai budaya bangsa, serta hasil-hasilnya dapat dinikmati oleh bangsa. 4. Perwujudan kepulauan Nusantara sebagai kesatuan pertahanan dan keamanan, yang berarti: a. bahwa ancaman terhadap satu pulau atau satu daerah pada hakikatnya merupakan ancaman terhadap seluruh bangsa dan Negara; serta

ccxiv b. bahwa tiap-tiap warga negara mempunyai hak dan kewajiban yang sama dalam rangka pembelaan negara dan bangsa. Dari rangkaian uraian di atas, dapat di simpulkan sebagai berikut. 1. Wawasan Nusantara merupakan penjabaran tujuan nasional yang telah diselaraskan dengan kondisi, posisi dan potensi geografi, serta kebhinnekaan bangsa dalam rangka mewujudkan persatuan dan kesatuan. 2. Wawasan Nusantara merupakan pola tindak dan pola pikir dalam melaksanakan pembangunan nasional.

Wasantara sebagai Wawasan Pertahanan dan Keamanan Negara. Wawasan Nusantara adalah pandangan geopolitik Indonesia dalam mengartikan tanah air Indonesia sebagai satu kesatuan yang me-liputi seluruh wilayah dan segenap kekuatan negara. Mengingat bentuk dan letak geografis Indonesia yang merupakan suata wilayah lautan dengan pulau-pulau di dalamnya dan mempunyai letak ekuator besarta segala sifat dan corak khasnya,maka implementasi nyata dari Wawasan Nusantara yang menjadi kepentingankepentingan pertahanan keamanan negara harus ditegakkan. Realisasi penghayatan dan pengisian Wawasan Nusantara di satu pihak menjamin keutuhan wilayah nasional dan melindungi sumber-sumber kekayaan alam beserta penyelarasannya, sedangkan di lain pihak dapat menunjukkan kedaulatan negara Republik Indonesia. Untuk dapat memenuhi tuntutan itu dalam perkembangan dunia, maka seluruh potensi pertahanan ke amanan Negara haruslah sedini mungkin ditata dan di atur menjadi suatu kekuatan yang utuh dan menyeluruh. Kesatuan pertahanan dan keamanan negara mengandung arti bahwa ancaman terhadap sebagian wilayah mana pun pada hakikatnya merupakan ancaman terhadap seluruh bangsa dan negara.

ccxv Wasantara sebagai Wawasan Kewilayahan Sebagai faktor eksistensi suatu Negara, wilayah nasional perlu di tentukan batasbataasnya agar tidak terjadi sengketa dengan Negara tetangga. Oleh karena itu, pada umumnya batas-batas wilayah suatu negara dirumuskan konstitusi negara (baik tertulis maupun tidak tertulis). Namun, UUD’45 tidak memuat secara jelas ketentuan wilayah negara Republik Indonesia, baik dalam Pembukaan maupun dalam pasal-pasalnya. Adapun pasal-pasal yang menyebut wilayah/daerah, yaitu: 1. Pada pembukaan UUD’45, alinea IV di sebutkan “…seluruh tumpa darah Indonesia…”; serta 2. Pasal 18, UUD’45: “Pembagian daerah indnesia atas daerah besar dan kecil…”. Untuk dapat memahami manakah yang di maksudkan dengan wilayah atau tumpah darah Indonesia itu, maka perlu ditelusuri pemba_hasan-pembahasan yang terjadi pada sidingsidang Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI), pada Mei s.d. Juni 1945, yang ditetapkan oleh Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI), sehari setelah Proklamasi Kemerdekaan tanggal 17 Agustus 1945. Adapun pembahasan-pembahasan tersebut bersumberkan pada Rancangan UUD dan Piagam Jakarta yang dihasilkan oleh BPUPKI. Dalam rangkaian siding-sidang BPUPKI bulan Mei s.d. Juni 1945, telah dibahas masalah wilayah Negara Indonesia merdeka yang lebih populer disebut tanah air atau juga “tumpah darah” Indonesia. Dalam sidang-sidang ini yang patut dicatat adalah pendapat Dr. Supomo, S.H. dan Muh.Yamin, S.H. pada 31 Mei 1945, serta Ir.Sukarno pada 1 Juli 1945. Supomo menyatakan,antara lain: “Tentang syarat mutlak lain –lainnya, pertama tentang daerah, saya mufakat dengan pendapat yang menga-takan: pada dasarnya Indonesia yang harus meliputi batas Hindia Belanda…” (Setneg RI, tt : 25). Muh.Yamin menghendaki, antara lain: “….. bahwa Nusantara terang meliputi Sumatera, Jawa-Madura, Sunda Kecil, Borneo, Selebes, Maluku-Ambon, dan Semenanjung Malaya, Timor dan Papua…..Daerah

laut bukan lagi sebagai alat pemisah wilayah. Untuk menjamin pelestarian kedaulatan. lautan. … Tempat itu yaitu tanah-air. jikalau ia melihat dunia. Adapun yang disepakati sebagai wilayah negara Indonesia adalah bekas wilayah Hindia Belanda. Tanah-air itu adalah satu kesatuan. Pemerintah Hindia Belanda telah mengeluarkan peraturan perundang-undangan wilayah dan termuat dalam Ordonantie tahun 1939 yang . selama belum diadakan yang baru menurut Undang-Undang Dasar ini”—yang memberlakukan undang-undang sebelumnya. Wujud geomorfologi Indonesia berdasarkan pancasila—dalam arti persatuan dan kesatuan—menuntut suatu konsep kewilayahan yang memandang daratan/pulau. tetapi juga untuk menegaskan hak bangsa dan negara dalam pergaulan internasional. Pemerintah RI meng-acu pada Aturan Peralihan UUD’45. tt : 49). atau tumpah darah Indonesia meliputi batas bekas Wilayah Hindia Belanda. tanah air. meyusun peta dunia. Namun.ccxvi kedaulatan negara Republik Indonesia ialah daerah yang delapan yang menjadi wilayah pusaka bangsa Indonesia” (Setneg RI. kita dapat menunjukkan di mana “kesatuan-kesatuan” di situ. Allah SWT membuat peta dunia. Dalam menentukan batas wilayah negara. Hal ini di jelaskan oleh ketua PPKI__Ir. daerah (=Wilayah) tidak perlu masuk dalam UUD (Setneg RI. tt: 347). serta udara angkasa di atasnya sebagai satu kesatuan wilayah. serta melindungi unsur wilayah dan kepentingan nasional. dalam rancangan UUD atau pun dalam keputusan PPKI tentang UUD 1945 ketentuan tentang wilayah negara Indonesia itu tidak dicantumkan. Sokarno dalam pidaonya. Dari dasar inilah. dibutuhkan ketegasan tentang batas wilayah. Berdasarkan penjelasan dari Ketua PPKI tersebut. Sukarno__bahwa dalam UUD yang modern. tt: 66). ia dapat menunjukakan bahwa kepulauan Indonesia merupakan satu kesatuan…”(Setneg RI. Seorang anak kecil pun. jelaslah bahwa wilayah. Pasal II—“Segala badan Negara dan peraturan yang ada masih langsung berlaku. Ketegasan batas wilayah tidak saja untuk mempertahankan wilayah. antara lain: “…Orang dan tempat tidak dapat dipisihkan. Tidak dapat di pisahkan rakyat dari bumi yang ada di bawah kakinya.

penentuan lebar laut wilayah sepanjang 3 mil laut dengan cara penarikan garis pangkal berdasarkan garis pasang surut.ccxvii diundangkan pada 26 Agustus 1939 yang dimuat dalam Staatblad No. . 2. pada 13 Desember 1957 dikeluarkan pengumuman Pemerintah Republik Indonesia tentang wilayah perairan Negara Republik Indonesia yang dikenal sebagai “Deklarasi Juanda” – Ir. tentang “Territoriale Zee en Maritiem Kringen Ordonantie”. Isi pengumuman tersebut sebagai berikut: 1. Sementara itu. tetapi didasarkan pada system penarikan garis lurus (straight base line) yang diukur dari garis yang menghubungkan titik-titik ujung yang terluar dari pada pulau-pulau atau bagian pulau yang termasuk ke dalam wilayah negara Republik Indonesia (= point to point theory). yaitu keutuhan wilayah negara di lautan. Deklarasi Juanda pada hakikatnya adalah menerapkan asas archipelago atau Nusantara. Di dalam deklarasi ini terkandung kepentingan dan tujuan bangsa Indonesia. dalam kantongkantong laut nasional tidak berlaku hukum nasional. Ketentuan demikian itu mempunyai konsekuensi bahwa secara hipotetis setiap pulau yang merupakan bagian wilayah negara Republik Indonesia mempunyai laut territorial sendiri-sendiri. 422 tahun 1939. 442 tahun 1939. di sisi luar atau sisi laut (outer limits) dari tiap-tiap laut territorial dijumpai laut bebas. Dengan demikian. Jarak antara satu pulau dengan pulau lain yang menjadi bagian wilayah negara Republik Indonesia “dipisahkan” oleh adanya kantong-kantong laut yang berstatus sebagai laut bebas yang berada di luar yuridiksi nasional. Juanda pada periode itu sebagai Perdana Menteri Republik Indonesia – yang pada hakikatnya melakukan perubahan terhadap ketentuan ordonansi pada lembaran negara (staatblad) No. Cara penarikan batas laut wilayah tidak lagi didasarkan pada garis pasang surut (low water line). Berdasarkan hal itulah. Penentuan lebar laut wilayah dari 3 mil laut menjadi 12 mil laut. Berdasarkan ketentuan ordonansi ini. yang dikenal pula mengikuti contour pulau/darat.

8 tahun 1960 tentang lalu-lintas laut damai perairan Indonesia. Selain itu. Tidak kalah penting adalah tantangan ke dalam. tetapi atas dasar base line. Negara-negara ASEAN termasuk Australia dan kini Timor Leste. deklarasi ini diakomodasikan dalam rangkaian peraturan perundangundangan sebagai berikut: 1. Peraturan ini menentukan aturan-aturan. 2002: 26): 1. . Peraturan Pemerintah No. yakni mema-hami makna negara kepulauan dan makna “benua maritime” (Zen. Tantangan Bangsa Indonesia Akibat Deklarasi Juanda Dengan adanya Deklarasi Juanda. dan makna lalu lintas damai kendaraan asing.ccxviii Selanjutnya. Dalam UU ini. Undang-Undang No. serta 4. pengertian. menghilangkan paham bahwa batas wilayah tidak lagi berdasarkan garis pantai atau contour/coastline base. Makna dan pengertian perairan Indonesia. Negara-negara maritim yang memiliki armada angkutan niaga besar. diberikan penjelasan dan kejelasan sebagai berikut: a. Negara-negara yang berkepentingan terhadap usaha perikanan laut. antara lain tentang lalu lintas laut damai kendaraan air asing di perairan pedalaman. serta perairan pedalaman Indonesia. 2005). 4 PRP tahun 1960 tentang perairan Indonesia. 2. laut wilayah Indonesia. 2. Alasan atau argumentasi perlunya meninjau kembali peraturan tentang penentuan batas laut wilayah. serta bentuk dan luas kedaulatan wilayah Nusantara sejak “Deklarasi Juanda 1957”. secara yuridis formal negara Indonesia menjadi utuh tidak terpecah lagi. 3. b. Hal ini menimbulkan reaksi beberapa negara yang beragam dan dapat dikatagorikan menjadi 4 macam reaksi sebagai berikut (Kusumaatmaja. Negara maritim besar—terutama negara adidaya—dalam rangka mencapai tujuan strategi global.

Dari hakikat tersebut timbul. falsafah hukum laut yang berbuntut pada perebutan wilayah laut yakni: 1. Hakikat laut adalah: 1. karena itu tidak dapat diambil/dimiliki oleh setiap negara. bebas. 4. merdeka dan bergerak. karena itu dapat diambil dan dimiliki setiap negara. Res Nullius: Laut tidak ada yang memiliki. 1995). teknologi maritime Belanda dan Inggris melampaui Spanyol dan Portugal. tidak dapat dikuasai secara mutlak (tidak dapat dikaveling. para ahli hukum dari kedua negara tersebut saling berpolemik mengeluarkan argumentasi tentang hak atas laut. laut praktis hanya menjadi milik Spanyol dan Portugal sehingga ada semacam pembagian wilayah yuridiksi dari kedua Negara tersebut. Res Communis: Laut milik masyarakat dunia. 3. sebelum membahas polemik yang menghasilkan rezim hukum laut. Oleh Karena itu. . serta orientasi komoditi perdagangan dunia (Simbolon. sulit diberi tanda). Namun. karena itu laut menjadi bebas. GEOPOLITIK DAN HUKUM KEWILAYAHAN Hukum Laut dan Perkembangannya Perkembangan Sejarah hukum laut tidak lepas dari kemajuan teknologi maritime— perkapalan dan kepelabuhanan – Belanda dan Inggris. ada baiknya dibahas terlebih dahulu hakikat laut. Setelah Perang Salib sampai dengan bagian akhir zaman pencerahan (renaissance). seorang ahli hukum internasional Belanda memberikan teori “Mare Liberum” (laut bebas). terutama yang bervolume besar. Laut tidak dapat di kuasai suatu negara dengan jalan “okupasi” (menduduk). 1. 2. Belanda dan Inggris merasa bahwa mereka tidak harus tunduk pada negara yang lebih “primitif”. Oleh karena itu. datar dan tebuka. 2. Bagian akhir zaman pencerahan (renaissance). serta relatif tetap dan tidak mudah dirusak. Hugo Grotius. serta tidak dapat dipakai sembunyi.ccxix C. hukum laut banyak ditentukan oleh polemik bangsa Belanda dan Inggris. serta media untuk bermacam-macam alat angkut.

Sebagai koreksi atas tulisan tersebut di atas.Ketentuan ini berlaku hingga tahun 1994. Selanjutnya . yang merupakan tindak lanjut dari United Nations Convention on the of the sea—di kenal UNCLOS 1982—berdasarkan persetujuan 118 negara di Montego Bay. Menurutnya. setiap negara dapat menguasai laut. hal ini tidak terlepas karena perhatian orang yang besar pada laut. tahun 1982. Perairan Pedalaman (Internal Waters): wilayah laut sebelah dalam dari daratan/sebelah dalam dari GP. Negara pantai mempunyai kedaulatan penuh. Argumentasi ini didasari bahwa jangkauan meriam kurang lebih 3 mil. . timbul bermacam tipe perairan. John Selden. Grotius memuat argument bahwa. Ini berarti laut hanya milik negara pantai. Garis dasar adalah garis yang menghubungkan titik-titik terluar pulau terluar. laut antar pulau menjadi Perairan pedalaman (internal water) Selanjutnya. Selden menginginkan adanya hak lintas damai bagi kapal-kapal dengan alasan untuk membeli suplai segar dari negara pantai. Laut Teritorial/Laut Wilayah (Territorial Sea): wilayah laut yang lebarnya tidak melebihi 12 mil dari garis pangkal/garis dasar (base line). sebagai jawaban atas teori Grotius. “Mare Clausum” (hak kuasa laut). laut wilayah dapat dimiliki sepanjang dapat dikuasai dari darat. Cornelis Bijenkershoek (seorang Belanda) berpandapat bahwa laut wilayah adalah 3 mil laut dari pantai pada saat pasang surut. Akibat konvensi hukum laut. seorang ahli hukum Inggris yang pada tahun 1635 menulis tentang hukum laut dengan judul. Jamaica. Dengan demikian. yaitu dengan adanya pengesahan melalui Sidang Umum PBB. laut wilayah dan laut pedalaman dikenalkan sebagai laut Nusantara. dibahas beberapa masalah yang menyangkut hukum laut: 1. 2. Untuk itu. Pemerintah Negara Kesatuan Republik Indonesia melalui Dekla-rasi tanggal 13 Desember 1957 mengajukan NKRI perlu laut wilaya (territory water) selebar 12 mil laut dari Garis Pangkal/Garis Dasar (base line) atas dasar “point to point theory”.ccxx 2.

semua bagian laut yang tak termaksud laut territorial baik perairan pedalam maupun ZEE. alur laut ditentukan oleh Negara Kepulauan untuk alur laut dan jalur penerbangan di atasnya yang cocok di gunakan untuk lintas kapal dan jalur pesawat terbang asing.antara lain: 1. atau tidak melebihi 100 mil dari kedalaman 2. Zona Ekonomi Eksklusif (Exclusive Economic Zone): wilayah laut yang tidak melebihi 200 mil dari GP.kapal dan pesawat terbang tidak boleh melintas lebih dari 25 mil kiri/kanan dan garis sumbuh. ketertiban. Zona Tambahan (Contigous Zone): wilayah laut yang lebarnya ti-dak boleh melebihi 12 mil dari Laut Teritorial. laut terbuka untuk semua negara.ccxxi 3.500 m. 3. fiskal. terletak di luar laut teritorial sepanjang merupakan kelanjutan alamiah wilayah. imi-grasi. serta . Negara lain menuntut beberapa hak—yang sebenarnya adalah jaminan—dari Negara ke pulauan. merupakan wilayah Negara Pantai untuk melakukan pengawasan pabean. 6. b. 2. Alur Laut Kepulauan: a. konservasi. Lintas damai: bernavigasi melalui laut teritorial suatu negara sepanjng tidak merugikan kedamaian. alur yang di tentukan dengan merangkai garis sumbuh pada peta. Laut Lepas: a. serta sanitasi dalam wilayah laut territorial. termasuk masuk dan keluar perairan pedalaman untuk singgah di salah satu pelabuhan. baik berpantai maupun tidak berpantai. 4. Negara yang bersangkutan mempunyai hak berdaulat untuk kepentingan eksplorasi dan eksploi-tasi. b.atau keamanan negara yang bersangkutan. 5. Dengan adanya ketentuan di atas. Jarak 200 mil GP atau maksimal 350 mil. Landas Kontinen (Continental Shelf): wilayah laut Negara Pantai meliputi dasar laut dan tanah di bawahnya. Laut Lepas (High Seas): dikenal pula sebagai laut bebas/laut Inter-nasional : Wilayah laut > 200 mil dari Garis Pangkal. 4. serta Lintas transit: bernavigasi melintasi pada selat ynag di gunakan untuk pelayaran internasional antara laut lepas/ZEE yang lain. dan pengelolaan sumber kekayaan hayati perairan. 5. Lintas: berlayar/bernavigasi melalui laut territorial.

2. Adapun Ruang Antariksa.ccxxii c. terbang riset ilmiah dan menangkap ikan. selain itu ditinjau dari segi militer merupakan wahana pertahanan. khususnya dari sumber kekayaan laut. Teori Negara berdaulat di Udara (Ari Sovereignty Theory ): behwa Negara kolong berdaulat penuh tanpa batas ke atas. . sarana perhu-bungan dan tersportasi. Hukum Dirgantara dan Perkembangannya Ruang digantara dapat di bagi menjadi dua bagian. Dengan demikian. Hal ini juga menimbulkan perbedaan persepsi: kedaulatan negara kolong berdaulat penuh tetapi dibatasi oleh hak lintas damai?. b. Perubahan peta bumi terjadi setelah perang dunia ke II karena telah lahir banyak Negara nasional baru yang memiliki laut. Laut untuk kelangsungan hidup bangsa dan kesejahteraan rakyat. Bagi bangsa Indonesia. Bertambahnya jumlah penduduk harus diimbangi dengan kenaikan produksi. laut untuk menjamin integrasi. karena itu timbul perbedaan persepsi. Beberapa Perhatian Manusia Terhadap Laut 1. pembebasan udara tanpa batas atau kebebasan udara terbatas?. 4. 3. yang pemanfaatannya dikendalikan oleh negara tersebut. perlu di perhatikan: a. Beberapa teori yang menjadi polemic para hukum di antaranya: 1. Perlu pengaturan bersama pemanfatan laut dan lingkungan untuk bangsa-bangsa. 2. yaitu Ruang Udara dan Ruang Antariksa. serta menjadi salah satu penghidupan. Ruang Udara berada di atas suatu wilayah negara dan dikategorikan sebagai Ruang Udara Nasional atau wilayah kedaulatan negara kolong. Kemajuan teknologi berdampak pada meningkatnya kemampuan manusia dalam memanfatakan laut. untuk laut lepas semua negara berhak berlayar. Teori Udara Bebas (Air Freedom Theory): bahwa Ruang Udara Be-bas dapat digunakan siapa saja. pemanfaatannya diken-dalikan secara internasional dan tidak boleh di jadikan subjek negara kolong.

yang meliputi manfaatan wilayah Geostationary Satellite Orbit (GSO). Sementara itu. Oleh karena itu. Indonesia menuntut berlakunya kedaulatan negara kolong terhadap Ruang Digantara.d. Geostationery Satellite Orbit (GSO) Geostationery Satellite Orbit adalah suatu orbit yang berbentuk cincin terletak pada enam radian bumi di atas garis khatulistiwa. bahwa batas ketinggian s. 4. Seperti halnya dengan hukum laut. Sampai kini masih belum ada kesepakatan (tahun 1910 pernah di tentukan batas ketinggian kurang lebih 500 km). Perjanjian Ruang Antariksa (Space Treaty): 6. Dalamhal ini. 30 km atau s. GSO mempunyai tiga keunikan. Penggunaan damai bagi antariksa. tetapi ada daerah yang lowong dan dapat menimbulkan masalah. batas ruang udara dan ruang antariksa di tetapkan 100/110 km. Kemudian.ccxxiii 3. GSO untuk meletakkan satelit komunikasi agar satelit tersebut berada pada posisi tetap di ruang angkasa terhadap bumi. luas daratan dan lautan = luas udara. luas daerah udara lebih luas dari pada luas daratan dan lautan. Teori penguasaan Cooper menyatakan bahwa batas ketinggian ditentukan kemampuan teknologi setiap Negara. balon dan pesawat terbang dapat mengapung dan diterbangkan. Cara menentukan wilayah udara ada perbedaan. Namun dalam perjanjian ini juga berlaku pemafaatan ruang antariksa berdasarkan “first come. 5. Ketinggian GSO km di atas permukaan bumi. Paling sedikit tujuan yang ingin di capai Indonesia ialah Ruang Udara Indonesia sebagai wilayah udarah (air soverignty) nasional dan ruang antariksa Indonesia sebagai wilayah kepentingan (air juridiction) ZEE atau landas kontinen. antara lain: . disepakati ditarik garis dari “pusat bumi” sampai batas ruang angkasa/antariksa yang membentuk kerucut terbalik. Medium Earth Orbit (MEO).d. Sementara itu. Antariksa dan badan-badannya dianggap menjadi wilayah internasional.apalagi di bawah khatulistiwa yang memiliki jalur GSO. Indonesia juga menuntut perlakuan yang sama terhadap ukum udara. Indonesia memiliki ruang digantara yang luas. Batas Wilayah Udara. yaitu apabila ditarik garis tegak lurus dari permukaan bumi ke atas.first serve” yang merugikan negara sedang berkembang. menurut Teori Udara Schacter. Low Earth Orbit (LEO). Masalah Ketinggian.

Dasar: Ordonansi Laut Teritorial dan Lingkungan Maritim No. GSO Indonesia 9. UU No.5 juta km2. 4/1960 tentang Pemerintahan Indonesia. 3. 3. menjadi 9. 5/1983 tentang Zone Ekonomi Eksklusif (Pembenahan Kekayaan Alam dan Potensi Alam). 4 detik). Luas Wilayah: Bertambah 2. 3. 56 menit. 13 Desember 1957.422/1939) Ukuran: 3 mil dari garis pantai pada saat pasang surut (low water) Luar Wilayah: 2. 2 juta km2 Setelah Proklamasi s.5% keliling GSO. Wilayah Nasional Negara Kesatuan Republik Indonesia 1. Luas Wilayah: Bertambah 5. menjadi 6. tetap berlaku Ordonansi No. Dasar: Deklarasi Pemerintahan RI tanggal 17 Februari 1969. Panjang garis khatulistiwa Indonesia 6. Dasar: Ketentuan Peralihan UUD 1945.422/1939 (territoralle Zee en Maritiem Krigen Ordonantie No. GSO hanya pada padang khatulistiwa. Konstitusi RIS. yaitu tebal 30 km lebar 150 km. ruas GSO ada di negara khatulistiwa.7 km2 Pengumuman Pemerintah tahun 1980 (Zone Ekonomi Eksklusif). 2.110 km. GSO menjadi sumberdaya alam terbatas. Dasar: Pengumuman Pemerintah tentang Zone Ekonomi Eksklusif UU No. 442?1939.9 juta km2.d.997 km atau 12. Ukuran terbatas. 1/1973 tentang Landasan Kontinen. Ukuran: 12 mil dari garis pangkal (point to point theory) Luas Wilayah: bertambah 4. Deklarasi Pemerintahan RI tanggal 13 Desember 1957 ( Deklarasi Juanda).ccxxiv 1. Masa Penjajahan (Belanda dan Jepang). 0. Dasar: Pengumuman Pemerintahan RI tanggal 13 Desember 1957 PEPERPU No. Deklarasi Pemerintahan RI tanggal 17 Februari 1969 (Landasan Kontinen). serta 24 Satelit pada orbit ini akan mengelilingi bumi dari barat ke timurdengan masa orbit jam (23 jam. UUDS 1950.8 juta km2.2 juta km2 .

serta telah diratifikasi dengan UU No. Asas ini bertentangan dengan Deklarasi Pemerintaan RI yang telah dilakukan melalui UNCLOS. diperlukan asa dalam mengelola daerah. GEOPOLITIK DAN OTONOMI DAERAH Latar Belakang Sentralisasi pelayanan dan pembinaan kepada rakyat tidak mungkin dilakukan dari pusat saja. Pada kenyataanya. Pembagian Daerah Wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia dibagi atas daerah-daerah provinsi. yang meliputi: 1. Untuk keperluan tersebut. Oleh karena itu. Adapun filsafat yang dianut adalah: Pemerintah Daerah ada karena ada rakyat yang harus dilayani. Oleh karena itu. Dekonsentrasi terdiri atas fungsional (kanwil/kandep) dan integrasi (kepala wilayah). dan setelah kemerdekaan otonomi masih dalam bentuk dekonsentrasi. output-nya hendaknya berupa pemenuhan bahan kebutuhan pokok rakyat—public goods—dan peraturan daerah public regulation—agar rakyat tertib dan adanya kepastian hukum.serta daerah provinsi itu dibagi atas kabupaten dan kota yang masing-masing mempunyai pemerintah daerah (pasal 2 UU No. wilayah negara dibagi atas daerah besar dan daerah kecil. Kebijakan desentralisasi mempunyai tujuan politis dan tujuan administrasi. . Sejak masa masa penjajahan Belanda. tetapi tujuan utamanya adalah pelayanan kepada rakyat/publik. Otonomi daerah bertujuan memudahkan pelayanan kepada rakyat/publik. Desentralisasi merupakan powersharing (otonomi formal dan otonomi material). Pemerintah provinsi yang berbatasan dengan laut memiliki kewenangan laut sejauh 12 mil laut diukur dari garis pantai kea rah laut lepas dan ke arah perairan kepulauan (pasal18 ayat [4] UU No. 6/1996 tentang perairan Indonesia. Dekonsentrasi: diselenggarakan karena tidak semua tugas-tugas teknis pelayanan kepada rakyat dapat diselenggarakan dengan baik oleh Pemerintah Daerah (kabupaten/kota). 32/2004). 32/2004).ccxxv D. Jepang. 2. Desentralisasi pelayanan rakyat/public. otonomi daerah di Indonesia secara luas tidak/belum pernah terlaksana.

a. Pulau Lombok. kabupaten/kota. d. f. keresidenan. kewedaan. Kalimantan Barat. wilayah-wilayah tersebut terbagi habis menjadi provinsi. keamanan. Perencanaan dan pengendalian pembangunan. 1987: 55) jangan sampai menyemangati pemekaran wilayah atas dasar pendekatan kebudayaan sehingga menimbulkan benturan budaya yang berakibat pecahnya negara nasional (Huntington. e. penyelenggaraan pendidikan dan alokasi sumber daya manusia potensial. ada yang patut diwaspadai bahwa semangat otonomi seharusnya tidak menjurus pada semangat pembentukan daerah berdasarkan etnik atau subkultur. wilayah Indonesia terbagi berdasarkan subkultur dengan dibentuknya daerah keresidenan. baik yang berupa konflik fisik maupun konflik nonfisik (keinginan memisahkan diri dengan membentuk provinsi baru). e. b. Perencanaan. Kewenangan Pemerintah (Pasal 10 Ayat [3]): a. politik luar negeri. f. d.32/2004 tentang Pemerintaan Daerah) 1. yustisi.ccxxvi Sehubungan dengan ini. moneter dan fiskal nasional. Riau Kepulauan. dan agama. b. Banten. Pada masa penjajahan Belanda. 2. Sulawesi Tengah. Pembagian Kewenangan (UU No. Globalisasi yang menyebabkan adanya Global Parados (Naisbit. Sulawesi Barat. Bangka-Belitung. dan kecamatan. penanggulangan masalah sosial llintas kabupaten/kota Kewenangan Wajib Pemerintah Daerah Provinsi (Pasal 13) . penyediaan sarana dan prasarana umum. c. g. pertahanan. Selanjutnya. Penyelenggaraan ketertiban umum dan ketentraman masyarakat. 1996:100). dan pengawasan tata ruang. pemanfaatan. c. Oleh karena itu. penanganan bidang kesehatan. perlu adanya perhatian khusus pada wilayah yang dilalui Alur Laut Kepulauan Riau. serta Maluku dan Maluku Utara—yang bebrapa saat lalu hingga kini tetap bergejolak.

penyediaan sarana dan prasarana umum. pelayanan pertanahan termasuk lintas kabupaten/kota pelayanan kependudukan dan pencatatan sipil. termasuk lintas kabupaten/kota. p. pelayanan bidang ketenagakerjaan lintas kabupaten/kota fsilitasi pengembangan koperasi. usaha kecil. p. . dan urusan wajib lainnya yang diamanatkan oleh peraturan perundang-undangan. penyelenggaraan ketertiban umum dan ketentraman masayarakat. pelayanan pertanahan. Kewenangan Pemerintah Daerah Kabupaten dan Kota (pada dasarnya sama. c. d. h. m. fsilitasi pengembangan koperasi. pelayanan bidang ketenagakerjaan. perencanaan. m. pelayanan administrasi umum pemerintahan. o. tetapi dalam skala kabupaten/kota. penanganan bidang kesehatan. urusan wajib lainnya yang diamanatkan oleh peraturan perundang-undangan. j. usaha kecil. o. i. Pasal 14): a. 3. penanggulangan masalah sosial. i. pelayanan administrasi penanaman modal termasuk lintas kabupaten/kota penyelenggaraan pelayanan dasar lainnya yang belum dapat dilaksanakan oleh kabupaten/kota. pelayanan administrasi penanaman modal. pengendalian lingkungan hidup. pelayanan kependudukan dan pencatatan sipil. g. k. l. pengendalian lingkungan hidup. perencanaan dan pengendalian pembangunan. l. dan menengah. penyelenggaraan pelayanan dasar lainnya. pemanfaatan. j. b. dan menengah. e. dan pengawasan tata ruang.ccxxvii h. f. pelayanan administrasi umum pemerintahan. penyelenggaraan pendidikan. n. n. k.

2. Kewenangan Pemerintah Daerah untuk mengelola sumber daya alam dan sumber daya lainnya di wilayah laut (Pasal 18): a. dikeluarkan beberapa istilah tentang dana untuk keperluan pembinaan wilayah. 4. Pinjaman daerah: daerah dapat meminjam dari dalam negeri dan luar negeri (melalui Pemerintah Pusat) dengan persetujuan DPR. eksploitasi. Dana Perimbangan Daerah. penegakan hukum terhadap peraturan yang dikeluarkan oleh daerah atau yang dilimpahkan kewenangannya oleh Pemerintah. dana alokasi khusus. dana bagi hasil dari pajak dan sumber daya alam. 3. f. dan ikur serta dalam pertahanan kedaulatan negara.dana alokasi umum. c. b. dan c. konservasi. pajak daerah. b. antara lain: 1. hasil pengelolaan kekayaan daerah. e.lain-lain Pendapatan Asli Daerah yang sah. Agar adil dan merata. Lain-lain penerimaan yang sah termasuk Dana Darurat. d. U . Adapun batas wilayahnya adalah paling jauh 12 mil laut diukur dari garis pantai ke arah laut lepas dan 1/3-nya menjadi kewenangan daerah kabupaten/kota. diperlukan aturan yang baku. Dari ketentuan tersebut. c. Pendapatan Asli Daerah : a. dan pengelolaan laut. b. berasal dari pinjaman APBN. pengaturan administrasi. ikut serta pemeliharaan keamanan. Sumber Penerimaan Pelaksanaan Desentralisasi Membagi adil dan merata hasil potensi masyarakat.ccxxviii 4. eksplorasi.retribusi daerah. dan d. pengaturan tata ruang. terdiri atas: a.

Mereka sering mengabaikan daerah "hinterland' (pedalaman). Rencana Tata Ruang Wilayah Berkaitan dengan diundangkannya UU No. Dari 91 pulau yang menjadi titik batas (point) ada 12 pulau yang rawan diserobot oleh negara lain. baik melalui okupasi diam-diam (silent occupation) maupun melalul penetrasi budaya dan ekonomi. Dengan diundangkannya UU No. kesehatan/social security. Pada saat mengacu UU No. Kehidupan masyarakat Indonesia dengan masyarakat negara jiran menjadi saling mempengaruhi. terjadi pergeseran batas negara secara imajiner. baik dengan manusia maupun dengan alam sehingga terjadi simbiosis. Namun. tetapi apabila hinterlatid ini berada di tapal batas .batas resmi. berupa kemudahan masyarakat untuk dapat memenuhi kebutuhan hidup. antara lain adanya kepastian hukum dan tidak menutup kemungkinan adanya tuntutan referendum. Pembinaan wilayah frontier laut hendaknya mendapat prioritas. Dorongan sosial budaya. Untuk itu. Akibatnya. RTRW Provinsi sudah sesuai. 32/2004.ccxxix Daerah Frontier Banyak pimpinan daerah politisi dan pejabat daerah yang tidak menyadari dan mendalami makna filosofi otonomi daerah sehingga ada wilayah yang terpencil. dan lain-lain). Daerah frontier terbentuk karena sifat manusia yang saling bergantung. RTRW Kabupaten dan Kota masih di bawah 50% yang telah menjadi Perda (dikukuhkan). baik provinsi maupun kabupaten dan kota. berupa kesamaan subkultur (suku) dan kemudahan mendapatkan fasilitas perlindungan masa depan (sekolah. daerah ini merupakan daerah "frontier". Dorongan ekonomi. 32/2004. yang dikukuhkan melalui perjanjian internasional dengan negara jiran. Daerah frontier (Sunardi. perlu berdirinya jawatan pencatatan pulau/pantai yang dikenal sebagal Marine Cadastre. 22/1999 tentang Pemerintahan Daerah. 2004: 151) terjadi antara lain: 1. Dorongan politik. dan telah menjadi Perda. bahkan terisolasi pada era globalisasi. mengingat banyak pulaupulau sepanjang perbatasan yang rawan untuk dikuasai negara tetangga. perlu ditinjau kembali rencana tata ruang wilayah (RTRW). 2. serta 3. ternyata perlu mengubah K .

Kasus yang sekarang masih terkatung-katung hingga kini adalah masih adanya limbah B-3 dari Singapura yang dionggokkan di pulau-pulau Provinsi Kepulauan Riau. . Kerusakan lingkungan pada pulau-pulau yang tidak berpenghuni seperti halnya kasus di atas pada gilirannya akan merugikan masyarakat. Masuknya limbah B-3 sebagai barang impor menandakan bahwa Indonesia masih belum—mungkin tidak—tahu akan bahaya limbah B-3 yang dimasukkan sebagai pupuk untuk pertanian. Tercapainya kelestarian lingkungan hidup. menyebabkan meningkatnya kerusakan lingkungan tidak saja di darat. baik oleh pusat maupun daerah. tetapi juga di daerah maritim. keserasian. berdaya guna dan berhasil guna. Terjaminnya generasi masa kini clan generasi masa depan. 2. terwujudnya manusia indonesia sebagai insan lingkungan hidup yang memiliki sikap untuk melindungi dan membina lingkungan hidup. Dengan menyadari akan filsofi ini. maka akan didapat hal-hal berikut: 1. Tercapainya kelestarian. Kewajiban memiliki analisis dampak lingkungan (amdal) sering terabaikan karena kurang disadari oleh para pejabat di daerah. perlu standardisasi penataan ruang dan sudah barang tentu mengacu pada asas negara kepulauan. tetapi juga provinsi lain. keadilan. selaras. tidak hanya mengacu pada kepentingan daerah semata (UU No. 24/1992). yaitu dengan terabaikannya salah satu sektor. Sebagai contoh. Selama ini sering RTRW lebih berorientasi pada negara kontinen sehingga upaya pembenahan pantai kurang berkaitan dengan masalah lingkungan hidup. Keterbukaan. Pemanfaatan ruang bagi semua kepentingm secara terpadu. serasi.ccxxx RTRW. jelaslah bahwa masyarakat dan pemerintah sering mengabaikan baku mutu lingkungan. reklamasi pantai utara DKI Jakarta dengan menebang hutan bakau menimbulkan banjir yang tidak saja menimpa DKI Jakarta. persamaan. 2. semua komponen masyarakat hendaknya mengacu pada filsafat yang mendasarinya. Oleh karena itu. Dari gambaran tersebut. dan berkelanjutan. dan perlinclungan hukum. Padahal. 3. dan keseimbangan antara manusia dan alam. Kurangnya pemahaman akan makna hakikat negara Nusantara. Pulau-pulau tempat teronggoknya limbah B-3 temyata belum terencana peruntukannya oleh Pemerintah. Pengubahan RTRW hendaknya mengacu pada kepentingan nasional. yaitu: 1. 4.

3. penyusunan rtrw perlu benar-benar terpadu.ccxxxi 5. Ini juga disebabkan kurangnya perhatian pengambil kebijakan—negarawan. seperti sekarang ini yang berakibat pada konflik di kalangan masyarakat. diharapkan Indonesia mampu menginventarisasi jumlah pulau.504 pulau dan yang bernama hanya 5. 2005). banyak pulau-pulau yang hilang—dituntut kepemilikannya oleh negara jiran ataupun menjadi rusak karena alam dan manusia Indonesia—yang tidak diketahui.801 belum bernama (Data Mabes TNI. Dapat menuntut hak (claim) atas pulau tersebut di wilayah Indonesia apabila diduduki secara diam-diam oleh negara tetangga. politisi. tetapi tidak tabu apa atau pulau mana yang hilang. 6. letak. Adapun keuntungan yang didapat dari Marine Cadastre. dengan upaya proaktif.703 pulau dan sisanya sebanyak 11. serta Terlindungnya nkri dari dampak kegiatan di luar wilayah nkri yang menyebabkan pencemaran dan atau perusakan lingkungan hidup. Dengan adanya Marine Cadastre. Walhasil. serta Memberikan batas wewenang pada daerah otonom tentang batas laut berdasarkan koordinat tidak berdasarkan perkiraan. Akibatnya. . Untuk itu. lengkap dengan tata letak (koordinat pada peta taut) dan konfigurasinya—luas. perlu berdirinya jawatan pencatatan pulau/pantai yang dikenal sebagai Marine Cadastre. bahkan gelap. Jangan sampai Indonesia kehilangan pulau. Terkendalinya pemanfaatan sumber daya secara bijaksana. serta para pemimpin nonformal—di negeri ini. 2. antara lain: 1. dokumentasi nasional tentang konfigurasi kepulauan Indonesia tidak jelas. serta ciri flora dan fauna—sehingga akan mudah bagi Indonesia untuk mendaftarkan diri ke PBB di New York. Oleh karena itu. Pendaftaran Wilayah Maritim (Marine Cadastre) Tanah Air Indonesia memiliki sebanyak 17.

Apabila menghadapi negara yang berkepentingan dengan perikanan: 1. perlu diwaspadai adanya ”five power defence agreement” yang masih berlaku. tindakan Indonesia paling tidak : 1. dan perusakan alat navigasi laut. tidak seperti sekarang ini yang masih dibangun oleh petani gunung. laut nusantara menjadi ”high seas”. Upaya Menghadapi Geopolitik dan Geostrategi Negara Jiran Dalam menghadapi ASEAN dan Australia. penambahan ALKI sesuai dengan permintaan International Maritime Organization harus tetap ditolak karena pada hakikatnya akan membuat wilayah Indonesia menjadi terbuka sehingga kontraproduktif dibandingkan dengan Deklarasi Juanda. 2. 3.ccxxxii E. serta nelayan ikut memonitor para pengganggu negara yang melakukan pencurian ikan. karena itu nelayan harus belajar membaca peta laut dan menggunakan peralatan navigasi dengan lebih baik. ALKI perlu diinformasikan lebih intensif kepada masyarakat maritim Indonesia. pencemaran lingkungan. 2. indonesia harus segera mengidentifikasikan pulau-pulau yang tersebar luas. dengan ditindak lanjuti secara proaktif dalam bentuk pengawasan. Dalam menghadapi negara yang memiliki armada angkutan laut besar yang ingin tetap berperan dalam era globalisasi: 1. 2. serta Dengan adanya kunjungan presiden dan wakil presiden ke perbatasan diharapkan akan meningkatkan rasa nasionalisme rakyat indonesia. 3. Dalam menghadapi negara adidaya yang sejak semula menentang negara Nusantara. yang diisi oleh keluarga nelayan/pelaut. Pembangunan desa pantai. Mewaspadai "silent occupation" dengan pemantapan pembinaan kekuatan maritim. Penambahan ALKI dapat mengakibatkan wilayah Indonesia terbuka kembali. Dalam menghadapi australia dengan proyek australia maritimeidentification zone (amiz). Dengan demikian. Meningkatkan kemampuan nelayan dari nelayan pantai menjadi nelayan laut. . hendaknya Indonesia tetap menolak penambahan ALKI. Dalam menghadapi malaysia dan singapura yang menggunakan kekerasan. 4.

ccxxxiii PENUTUP Dari pembahasan tentang Geopolitik Indonesia. sejarah dan ilmu social. 3) Geopolitik indonesia dinamakan wawasan nusantara. kedamaian dan budi luhur serta martabat manusia di seluruh dunia. Jelaskan pengertian geopolitik 2. serta lingkungan geografinya yang berwujud negara kepulauan berdasarkan pancasila dan UUD 1945. luas. yang secara umum didefinisikan sebagai cara pandang dan sikap bangsa indonesia tentang dirinya yang bhinneka. yang mencakup lokasi. Jelaskan konsepsi-konsepsi geopolitik . maka dapat disimpulkan sebagai berikut : 1) Menurut etimologi geopolitik berasal dari dua kata yaitu “geo” yang berarti bumi dan “politik” yang berhubungan dengan kekuasaan atau pemerintahan. 2) Geopolitik penting untuk dipelajari dan diketahui karena mengkaji makna strategis suatu wilayah geografi. ketersediaan alat dan bahan. serta sumber daya alam wilayah Negara tersebut. serta kepentingan kawasan untuk menyelenggarakan dan membina kesejahteraan. 5) Otonomi daerah adalah kewenangan daerah otonom untuk mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat menurut prakarsa sendiri berdasarkan aspirasi masyarakat sesuai dengan peraturan perundang-undangan. 4) Tujuan bangsa indonesia dilihat dari konsep geopolitknya adalah menjunjung tinggi kepentingan nasional.(Pasal 1 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah) 6) Pelaksanaan otonomi daerah dipengaruhi oleh faktor-faktor yang meliputi kemampuan si pelaksana. kemampuan dalam keuangan. SOAL LATIHAN Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini : 1. sedangkan menurut istilah geopolitik adalah suatu studi yang mengkaji masalah-masalah geografi. dan kemampuan dalam berorganisasi. dengan merujuk kepada percaturan politik internasional.

Sumardi. Hasyim. Jelaskan wawasan nusantara sebagai landasan geopolitik Indonesia BAHAN BACAAN Basrie. Naisbitt.Si. Ma : US Naval Institutem Djalal. Prof. 1981. 1995. Chaidir Drs. 1996. Wawasan Nusantara. ---------. 2002. 1995. Depdiknas. Jakarta: Binarupa Aksara. Principle and Practices. R. Jakarta: PT Pradnya Paramita.London. Mochtar. M. UK: Touchstone Book Co. Kusumatmadja. Indonesia and the Law of the Sea. Kamus Besar Bahasa Indonesia. 2001. 1974. 1994. Jakarta: C S I S Huntington. Jakarta: Ditjen Dikti. John M. dalam rangka nemperkokoh keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Akar-akar Kebangsaan Indonesia. Gambarkan secara singkat kondisi geopolitik Indonesia 4. John (terjemahan). Bandung: Alumni. Jakarta: PT Kuadernita Adidarma. 2004. Soewarso. Global Paradox. Jakarta : Balai Pustaka.. Geopolitik dan Konsepsi Ketahanan Nasional. Simbolon. Anna-polis. Semakin Besar Ekonomi Dunia Semakin Kuat Perusahaan Kecil. 1996. Jakarta: Paradigma Cipta Tatrigama . 1995. London: Fontana. Wawasan Nasional Indonesia. Collins. Pembinaan Ketahanan Bangsa. Suradinata. Samuel P. Parakitri T. Buku I. 2002. Konsep Hukum Negara Nusantara Pada Konvensi Hukum Laut III. 2001. Modul Acuan Proses Pembelajaran MPK Pendidikan Kewarganegaraan. Sunardi. Menjadi Indonesia. The Borderless World. Hukum Ruang Angkasa (Suatu Pengantar). Kenichi. Ermaya dan Alex Dinuth (Pnyt). Grand Strategy. Jakarta: Ditjen Dikti Depnas. Wawasan Nusantara. 2003. Ketahanan Nasional. Jakarta: Kompas. Power and Strategy in the Interlined Economy. 1991.ccxxxiv 3. Ohmae. The Clash of Civilization and the Remaking of the World Order. Ditjen Dikti. Hak Cipta. M. Kapita Selekta Pendidikan Kewarganegaraan (untuk Mahasiswa) bag I & II . Juajir. DR. Serpong: Lembaga Ilmu Humaniora ITI.

untuk memajukan kesejahteraan umum. perdamaian abadi. ekonomis. dan ikut serta melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan. Geostrataegi Indonesia dirumuskan dalam wujud Konsepsi "Ketahanan Nasional". B. Dengan demikian. dan keadilan sosial.ccxxxv BAB XII GEOSTRATEGI INDONESIA A. sarana. Jelaskan Pengertian geostrategi 2. serta sasaran pembangunan untuk mencapai kepentingan dan tujuan nasional tersebut. Jelaskan landasan geostrategi Indonesia 4. Jelaskan perkembangan geostrategi Indonesia 3. kini. dan sasaran perwujudan kepentingan. dan hankam. Ruang Lingkup Bahan pembelajaran ini akan membahas : 1. Geostrategi Indonesia pada dasarnya adalah strategi nasional bangsa Indonesia dalam memanfaatkan wilayah negara republik Indonesia sebagai ruang hidup nasional untuk merancang arahan tentang kebijakan. Selain itu. baik pada masa lampau. Geostrategi menjadi sangat penting karena setiap bangsa yang telah menegara membutuhkan strategi dalam memanfaatkan wilayah negara sebagai ruang hidup nasional. mencerdaskan kehidupan bangsa. serta tujuan nasional melalui pembangunan. sosial budaya. sarana. Jelaskan konsepsi dasar ketahanan nasional . Semua ini dalam rangka menentukan kebijakan. politis. Pembukaan UUD 1945 memberikan amanat kepada para penyelenggara negara agar dalam hidup berbangsa dan negara dalam lingkup nasional diarahkan untuk mewujudkan upaya melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia. Latar Belakang Geostrategi merupakan masalah penting bagi setiap bangsa. suatu bangsa itu tetap eksis dalam arti ideologis. maupun masa mendatang.

Sasaran Pembelajaran Modul Setelah proses pembelajaran. 4. Menjelaskan pengertian Ketahanan Nasional. Menggunakan konsep Ketahanan Nasional dalam memecahkan persoalan atau mencari solusi persoalan yang muncul dalam masyarakat. Menganalisis isu-isu aktual berdasarkan perspektif Ketahanan Nasional. Mahasiswa diharapkan mampu memahami dan menganalisis konsep Geostiategi Indonesia yang berupa konsep Ketahanan Nasional Indonesia Melalui pembelajaran ini mahasiswa diharapkan dapat : 1. Menggambarkan keterkaitan berbagai aspek Ketahanan Nasional. serta 5. .ccxxxvi C. 2. Menyadari bahwa Ketahanan Nasional sangat diperlukan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. 3.

dan sejahtera. Geostrategi dapat pula dikatakan sebagai pemanfaatan kondisi lingkungan dalam upaya mewujudkan tujuan politik. tujuan. geostrategi Indonesia bukanlah merupakan geopolitik untuk kepentingan politik dan perang. B. Geostrategi Indonesia memberi arahan tentang bagaimana merancang strategi pembangunan untuk mewujudkan masa depan yang lebih baik. Pengertian Geostrategi Indonesia Merupakan strategi dalam memanfaatkan konstelasi geografi negara Indonesia untuk menentukan kebijakan. Pengertian Geostrategi Geostartegi merupakan strategi dalam memanfaatkan konstelasi geografi negara untuk menentukan kebijakan. Geostrategi Indonesia pada waktu itu dimaknai sebagai strategi untuk mengembangkan dan membangun kemampuan teritorial dan kemampuan gerilya untuk menghadapi ancaman komunis di Indocina. aman. juga untuk mengembangkan kekuatan nasional dalam menghadapi dan . tujuan. serta sarana-sarana untuk mencapai tujuan nasional. b. Pada tahun 1965-an lembaga ketahanan nasional mengembangkan konsep geostrategi Indonesia yang lebih maju dengan rumusan sebagai berikut: Bahwa geostrategi Indonesia harus berupa sebuah konsep strategi untuk mengembangkan keuletan dan daya tahan. Oleh karena itu. Pengertian Geostrategi Dan Geostrategi Indonesia a. Perkembangan Konsep Geostrategi Indonesia Pada awalnya pengembangan awal geostrategi Indonesia digagas Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (SESKOAD) Bandung tahun 1962. Isi konsep geostrategi Indonesia yang tenimus adalah pentingnya pengkajian terhadap perkembangan lingkungan strategi di kawasan Indonesia yang ditandai dengan meluasnya pengaruh Komunis.ccxxxvii URAIAN BAHAN PEMBELAJARAN A. dan sarana-sarana untuk mencapai tujuan nasional bangsa Indonesia. melainkan untuk kepentingan kesejahteraan dan keamanan.

3) terselenggaranya pertahanan dan keamanan (defense and prosperity). metode. dan hankam. serta 5) tersedianya kesempatan rakyat untuk mengaktualisasikan din (freedom of the people). tapi tetap terlihat konsep geostrategi Indonesia baru sekadar membangun kemampuan nasional sebagai faktor kekuatan penangkal bahaya. Menyusun dan mengembangkan potensi kekuatan nasional.ccxxxviii menangkal ancaman. tantangan. Gagasan ini agak lebih progresif. Pengembangan konsep geostrategi Indonesia bahkan juga dikembangkan oleh negara-negara yang lain dengan bertujuan : a. maupun aspek-aspek alamiah. hambatan. Menunjang tugas pokok pemerintahan Indonesia dalam: 1 ) menegakkan hukum dan ketertiban (law and order). 4) terwujudnya keadilan hukum dan keadilan sosial (yuridical justice and social . justice). baik yang berbasis pada aspek ideologi. sosial budaya. Geostrategi Indonesia sebagai pelaksanaan geopolitik Indonesia memiliki dua sifat pokok sebagai benkut. Hal ini untuk upaya kelestarian dan eksistensi hidup negara dan bangsa dalam mewujudkan cita-cita proklamasi dan tujuan nasional. dan gangguan. Pada era itu konsepsi geostrategi Indonesia dibatasi sebagai metode untuk mengembangkan potensi ketahanan nasional dengan pendekatan keamanan dan kesejahteraan untuk menjaga identitas kelangsungan serta integritas nasional sehingga tujuan nasional dapat tercapai. baik bersifat internal maupun ekstemal. dan doktrin dalam pembangunan nasional. Terhitung mulai tahun 1974 geostrategi Indonesia ditegaskan wujudnya dalam bentuk rumusan ketahanan nasional sebagai kondisi. 2) terwujudnya kesejahteraan dan kemakmuran (welfare and prosperity). Sejak tahun 1972 Lembaga Ketahanan Nasional terus melakukan pengkajian tentang geostrategi Indonesia yang lebih sesuai dengan konstelasi Indonesia. politik. b.

kelangsungan hidup bangsa dan negara. dan hankarn sehingga tercapai kesejahteraan rakyat. ketangguhan yang mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional di dalam menghadapi dan mengatasi segala ancaman. sosial budaya. dan tantangan terhadap identitas. geostrategi Indonesia ditujukan menangkal segala bentuk ancaman. baik yang datang dari luar maupun dan dalam yang langsung ataupun tidak langsung membahayakan kelangsungan negara dan bangsa Indonesia. Bersifat developmental/pengembangan. baik yang datang dari dalam maupun dari luar yang langsung ataupun tidak langsung. baik yang datang dari luar maupun dari dalam yang langsung ataupun tidak langsung membahayakan kelangsungan negara dan bangsa Indonesia. serta eksistensi bangsa dan negara Indonesia. Tannas adalah keuletan dan daya tahan nasional dalam menghadapi segala ancaman. serta perjuangan nasional. Ketahanan Nasional Sebagai Perwujudan Geostrategi Indonesia a.ccxxxix a. Bersifat daya tangkal. C. membahayakan integritas. dan tantangan. . 4) Gagasan Tannas berdasar SK Menhankam/Pangab No. hambatan. integritas. Dalam kedudukannya sebagai konsepsi penangkalan.Tannas adalah keuletan dan daya tahan nasional dalam menghadapi segala kekuatan. 2) Gagasan Tannas oleh Lemhanas tahun 1963-an.Tannas adalah pertahanan wilayah oleh seluruh rakyat.Ketahanan Nasional adalah merupakan kondisi dinamis suatu bangsa berisi keuletan dan. identitas. gangguan. Perkembangan Konsep Pengertian Tannas 1) Gagasan Tannas oleh Seskoad tahun 1960-an. gangguan. 5) Gagasan Tannas menurut GBHN 1978-1997.Tannas adalah kondisi dinamis yang merupakan integrasi dari kondisi tiap aspek kehidupan bangsa dan negara. 3) Gagasan Tannas oleh Lemhanas tahun 1969-an. politik. b. yaitu pengembangan potensi kekuatan bangsa dalam ideologi. SKEP/1382/XG/1974. ekonomi.

Sifat-sifat ketahanan nasional adalah sebagai benkut : 1) manunggal. dilaksanakan dengan mengelola dan menyelenggarakan kesejahteraan dan keamanan terhadap sistem kehidupan nasional. . metode pendekatan dan pengkajian ketahanan nasional terdiri atas pendekatan keamanan dan pendekatan kesejahteraaan. serta memiliki hubungan erat antargatra di dalamnya secara komprehensif integral. Ketahanan nasional ini bergantung pada kemampuan bangsa dan seluruh warga negara dalam membina aspek alamiah serta aspek sosial sebagai landasan penyelenggaraan kehidupan nasional di segala bidang.ccxl b. baik fisik maupun sosial. Untuk mewujudkan ketahanan nasional. serta 7) tidak bergantudg pada pihak lain. Sifat-Sifat Ketahanan Nasional. Hakikat Ketahanan Nasional Pada hakikatnya Ketahanan Nasional adalah kemampuan dan ketangguhan suatu bangsa untuk dapat menjamin kelangsungan hidupnya menuju kejayaan bangsa dan negara. 2) mawas ke dalam. 5) tidak membenarkan sikap adu kekuasaan dan adu kekuatan. Kelemahan salah satu bidang akan mengakibatkan kelemahan bidang yang lain. 3) kewibawaan. 6) percaya pada din sendiri. c. Ketahanan Nasional mengandung makna keutuhan semua potensi yang terdapat dalam wilayah nasional. Sebagai konsepsi pengaturan dan penyelenggaraan kehidupan berbangsa dan bernegara. yang dapat memengaruhi kondisi keseluruhan. 4) berubah menurut waktu.

Bila model Lemhanas berevolusi dan observasi empiris perjalanan perjuangan bangsa. Morgenthau menekankan pentingnya kekuatan nasional dibina dalam kaitairnya dengan negara-negara lain. yang dikembangkan oleh Lemhanas ini menyiinpulkan adanya 8 unsur .ccxli d. ia menganggap pentingnya perjuangan untuk mendapatkan power position dalam satu kawasan. Artinya. (2) Gatra keadaan dan kekayaan alam. Dalam analisisnya. (2) Gatra Politik. maka model ini diturunkan secara analitis. (3) Gatra-Ekonomi. dan (5) Gatra Pertahanan Keamanan. Sebagai konsekuensinya. maka terdapat advokasi untuk memperoleh power position sehingga muncul strategi ke arah balanced power. (4) Gatra Sosial Budaya. b) Aspek Pancagatra Kehidupan Sosial: (1) Gatraldeologi. serta (3) Gatra keadaan dan kemampuan penduduk. 2) Model Morgenthau Model ini bersifat deskriptif kualitatif dengan jumlah gatra yang cukup banyak. Konsepsi Dasar Ketahanan Nasonal 1) Model Astagatra Model ini merupakan perangkat hubungan bidang-bidang kehidupan manusia dan budaya yang berlangsung di atas bumi ini dengan memanfaatkan segala kekayaan alam yang dapat dicapai dengan Model aspek kehidupan nasional yaitu: a) Aspek Trigatra Kehidupan Alamiah: (1) Gatra letak dan kedudukan geografi. menggunakan kemampuannya.

Model ini mengatakan bahwa suatu negara kecil bagaimanapun majunya tidak akan dapat memproyeksikan diri sebagai negara besar. Sebaliknya. Baginya hubungan antemegara pada hakikatnya amat dipengaruhi oleh persepsi suatu negara terhadap negara lainnya.ccxlii 3) Model Alfred Thayer Mahan Mahan dalam bukunya "The Influence Seapower on History" mengatakan bahwa kekuatan nasional suatu bangsa dapat dipenuhi apabila bangsa tersebut memenuhi unsur-unsur sebagai berikut: a) Letak geografi b) Bentuk atau wujud bumi c) Luas wilayah d) Jumlah penduduk e) Watak nasional atau bangsa f) Sifat pemerintahan 4) Model Cline Cline melihat suatu negara dan luar sebagaimana dipersepsikan oleh negara lain. termasuk di dalamnya persepsi atau sistem penangkalan dan negara lainnya. e. Dengan memanfaatkan dan menggunakan secara memadai segala komponen strategi tersebut. dapat dicapai peningkatan dan pengembangan kemampuan nasional. Komponeri Strategi Astagatra Komponen strategi Astagatra merupakan perangkat hubungan bidang-bidang kehidupan manusia dan budaya yang berlangsung di atas bumi ini. suatu negara dengan wilayah yang besar. Menurut Cline suatu negara akan muncul sebagai kekuatan besar apabila ia memiliki potensi geografi besar atau negara secara fisik yang wilayahnya besar dan memiliki sumber daya manusia yang besar pula. tetapi jumlah penduduknya kecil juga tidak akan menjadi negara besar walaupun berteknologi maju. .

Trigatra merupakan kelompok gatra yang tangible atau bersifat kehidupan alamiah. sosial budaya. politik. dan penduduk. serta antargatra itu sendiri terdapat hubungan timbal balik yang erat dan lazim hubungan (korelasi) disebut dan ketergantungan (interdependency). f. hubungan komponen strategi dalam trigatra dan pancagatra tersusun secara utuh menyeluruh (komprehensif integral) di dalam komponen strategi astagatra. Pancagatra merupakan kelompok gatra yang intangible atau bersifat kehidupan sosial. Oleh karena itu.ccxliii 1) Trigatra Komponen strategi trigatra ialah gatra geografi. sumber kekayaan alam. 2) Pancagatra Komponen strategi pancagatra adalah gatra ideologi. ekonomi. dan pertahanan keamanan. . Hubungan Komponen Strategi Antargatra Hubungan komponen strategi antargatra dalam trigatra dan pancagatra.

Armaidy Armawi (ed). Kondisi rasa keadilan merupakan tolak ukur yang kongkrit bagi terwujudnya ketahanan nasional dalam pengertian kualitas dan tujuan ( in terms of quality-in terms of output ). Regionalisme.Nasionalisme dan Ketahanan Nasional. (ed). 1996. Jelaskan perkembangan geostrategi Indonesia 3. -----------------. kondisi demikian akan membawa implikasi yang sangat luas terhadap eksistansi bangsa dan negara. Jelaskan Pengertian geostrategi 2. Gadjah Mada University Press: Yogyakarta.ccxliv PENUTUP Dalam negara republik Indonesia yang berdasarkan ketuhanan yang maha esa menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab. . 1997. (ed). Diterbitkan dengan Kerja Sama Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Depdikbud dan Gramedia: Jakarta. -----------------. sebab “musuh utama” dari bangsa Indonesia adalah “ketidakadilan sosial”. Dengan demikian kondisi ketahanan nasional erat kaitannya dengan kondisi rasa keadilan. prinsip keadilan merupakan hal yang senantiasa ditegakkan karena keadilan adalah daya hidup manusia. yaitu ketahanan nasional adalah integrasi kondisi keadilan disegenap aspek sistem kehidupan masyarakat Indonesia. 1996. Jelaskan konsepsi dasar ketahanan nasional BAHAN BACAAN Ichlasul Amal. Gadjah Mada University Press: Yogyakarta. Kewiraan Untuk Mahasiswa. Jelaskan landasan geostrategi Indonesia 4. Sumbangan ilmu Sosial Terhadap Ketahanan Nasional. Keterbukaan Informasi dan Ketahanan Nasional. Gadjah Mada University Press: Yogyakarta. Lemah dan teguhnya kondisi ketahanan nasional sangat ditentukan oleh terpenuhinya rasa keadilan sosial. Lemhanas. 1998. SOAL LATIHAN Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini : 1. Oleh karena itu. Adapun perumusannya.

Pendidikan Kewarganegaraan.Ps . Jumal Ketahanan Nasional.Ps-UGM: Yogyakarta. Jurnal Ketahanan Nasional. 2004. Budi. A H. Pembangunan Ekonomi dan Inlegrasi Bangsa. Jakarta.2002. RM.Ps-UGM: Yogyakarta.ccxlv ----------------.S. Sunardi. Gramedia: Jakarta. Program Studi Ketahanan Nasional S. 1977. Nasution. Sayidiman. Santoso. Pembinaan Ketahanan Bangsa. . Program Studi Ketahanan Nasional S. 2001. Integrasi Bangsa. Suryohadiprojo. Gunawan. 2004. Suniodiningrat.2001. PT Kuatemita Adidarma: Jakarta. Jumal Ketahanan Nasional. Sishankamrata/Ketahanan Nasional. Peranan Para Pemimpin dan Patriot Bangsa dalam Mempertahankan Kelangsungan Hidup Bangsa dan Negara. Mimeo: Jakarta. S.UGM: Yogyakarta. Program Studi Ketahanan Nasional S.

idiologi bangsa dan sistem konstitusi serta sistem politik dan ketatanegaraan indonesia. Serta menjadi warga negara yang memiliki daya saing. Mahasiswa dapat mengidentifikasi dan menganalisis HAM. 5. civic commitment. Hasil Amandemen UUD 1945 dan Hubungan Antara Lembaga. dan berpartisipasi aktif dalam membangun kehidupan yang damai berdasarkan sistem pancasila. dan civic competence). mahasiswa diharapkan mampu : Mahasiswa dapat memahami latar belakang. 8. 4. memahami tentang demokrasi dan pendidikan demokrasi. 6. tujuan dan kompetensi pendidikan kewarganegaraan Mahasiswa dapat memahami nilai-nilai jati diri bangsa melalui pengkajian aspek ontologi. 7. epistemologi. serta dapat mengembangkan sikap demokrasi dalam kehidupannya sehari-hari. demokratis yang berkeadaban. . democrasi dan citizenship education serta muatan PPBN (pendidikan pendahuluan bela negara) secara parsial berupa wawasan kebangsaan dan konsep ketahanan nasional.berdisiplin. KONTRAK PEMBELAJARAN 1. civic convidence.ccxlvi EVALUASI A. Tujuan Pembelajaran Pada akhir pembelajaran mata kuliah ini. 3. dan aksiologi filsafat Pancasila sehingga dengan pemahaman tersebut dapat tumbuh personal wisdom yang integratif dalam dimensi kompentensi kewarganegaraan (civic knowledge. Deskripsi Mata Kuliah Matakuliah ini merupakan penggabungan dua materi inti kurikulum nasional yaitu pendidikan pancasila dan pendidikan kewarganegaraan. 1. Pendidikan pancasila diarahkan pada materi pancasila sebagai sistem filsafat. Manfaat Mata Kuliah Mata kuliah ini diharapkan dapat memberikan manfaat beruapa menjadikan ilmuan dan profesional yang memiliki rasa kebangsaan dan cinta tanah air. 2. Mahasiswa dapat memahami pancasila sebagai idiologi bangsa dan negara Mahasiswa dapat mengenali karakteristik identitas nasional sehingga dapat memiliki daya tangkal terhadap berbagai hal yang akan menghilangkan identitas nasional indonesia Mahasiswa dapat menjelaskan konsep dasar ketatanegaraan secara konstitusional. etika. 2. 3. Adapun pendidikan kewarganegaraan diarahkan pada materi civic. civic skills.Lembaga Mahasiswa dapat mengenali masalah-masalah strategis dalam politik dan strategi nasional Mahasiswa dapat mengerti.

demokratis yang berkeadaban. 10. TUJUAN DAN KOMPETENSI PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN . Menjadi ilmuan dan profesional yang memiliki rasa kebangsaan dan cinta tanah air. Mahasiswa dapat memahami dan menganalisis konsep Geostiategi Indonesia yang berupa konsep Ketahanan Nasional Indonesia 9. 2. dan bernegara. Skema Materi Perkuliahan Pendidikan Kewarganegaraan 1. Menjadi warga negara yang memiliki daya saing. berbangsa. dan berpartisipasi aktif dalam membangun kehidupan yang damai berdasarkan sistem pancasila ↑ GEOSTRATEGI INDONESIA ↑ GEOPOLITIK INDONESIA ↑ HAK DAN KEWAJIBAN WN ↑ HAM DAN RULE OF LAW ↑ DEMOKRASI INDONESIA ↑ POLITIK DAN STRATEGI Sistem konstitusi Sistem politik dan ketatanegaraan Indonesia ↑ IDENTITAS NASIONAL ↑ FILSAFAT PANCASILA Pancasila sebagai sistem Filsafat Pancasila sebagai Ideologi Bangsa dan Negara ↑ LATAR BELAKANG. Mahasiswa dapat memahami Geo Politik Indonesia 12.ccxlvii Mahasiswa dapat mengetahui dan memahami aturan hukum di indonesia serta memiliki kesadaran tentang pentingnya rule of law dalam konteks kehidupan bermasyarakat. Bagan 1.berdisiplin. Mahasiswa dapat mengidentifikasi dan menganalisis Hak dan Kewajiban warga Negara 11.

baik dari internet maupun dari media massa lainnya. KEMAMPUAN YANG BISA DIPEROLEH MAHASISWA Penghargaan Apresiasi pendapat/toleansi Sebagai fasilitator dan motivator Networking Share vision Group decision making Time management Metode Model YANG DILAKUKAN MAHASISWA Bekerja sama dengan anggota kelompoknya dalam mengerjakan tugas Membuat rancangan proses dan bentuk penilaian berdasarkan konsensus kelompoknya sendiri. Diskusi kelompok yang dilakukan dalam bentuk diskusi panel dikelas yang mana seluruh peserta mata kuliah dapat berkonstrubusi dalam proses tersebut. Mata kuliah ini menggunakan metode collaboratif learning yang diawali dengan kuliah/ceramah dengan topik tertentu sesuai dengan pokok pembelajaran. Selanjutnya diberikan tugas mandiri dan tugas kelompok dengan maksud labih memahami materi dan memperkaya pengetahuan dengan berbagai referensi yang didapatkan dari perpustakaan maupun dari sumber lainya. . Kemudian dilanjutkan dengan tanya jawab dan diskusi kelompok untuk mencari kesepahan terhadap materi yang dipelajari.ccxlviii 4. Minggu berikutnya dilanjutkan pada materi selanjutnya dengan kembali memulai proses sebelumya yaitu kuliah interaktif dan dilanjutkan dengan tugas kelompok dan tugas individu yang kemudian diskusikan. Strategi Pembelajaran : SCL : Collaboratif Learning YANG DILAKUKAN DOSEN Merancang tugas yang bersifat open ended.

ccxlix 5. sesuai dengan jumlah substansi materi Pend. . Tugas 1. c. Persyaratan tugas kelompok Pemateri : a. Sesuai dengan strategi pembelajaran (Collaboratif Learning) maka: a. warna sampul (sesuai kesepakatan kelas) Makalah dikumpul dalam bentuk soft copy dan hard copy – Hard Copy dikumpul pada saat diskusi – Soft Copy (CD) dikumpul satu minggu setelah diskusi. huruf times new roman 12. Syarat tugas “makalah kelompok” : • • • • Struktur Makalah (Sampul. Pendahuluan. Penutup. Setiap kelompok membuat makalah kelompok sesuai dengan subtansi materi yang ditugaskan. Kewarganegaraan b. Setiap kelas dibagi menjadi 11 (sebelas) kelompok diskusi. Makalah diketik computer pada kertas ukuran kwarto. Daftar Isi. spasi 1 ½. Setiap kelompok diskusi mempresentasikan materi dalam bentuk Microsoft Power Point (sesuai jadwal pada GBRP) PEMBAGIAN KELOMPOK DISKUSI KELOMPOK I II III IV V VI VII VIII IX X XI MATERI PANCASILA SEBAGAI SISTEM FILSAFAT PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI NASIONAL IDENTITAS NASIONAL SISTEM KONSTITUSI POLITIK DAN STRATEGI DEMOKRASI INDONESIA HAK AZASI MANUSIA RULE OF LAW HAK DAN KEWAJIBAN WN GEOPOLITIK INDONESIA GEOSTRATEGI INDONESIA 2. Pembahasan. Kata Pengantar. Daftar Pustaka) Ruang lingkup Pembahasan sesuai dengan sasaran tugas dan kasus yang ditetapkan.

Pembagian Sub materi setiap kelompok peserta : Kelompok I : Pancasila Sebagai Sistem Filsafat SUB MATERI Hierarkhi/ Jenjang Pengetahuan Perbandingan filsafat dengan ilmu pengetahuan Ilmu filsafat dan cabang-cabangnya Pancasila Sebagai Sistem Filsafat Pengertian sistem Pancasila sebagai sistem filsafat (ont.jelas dan menarik) Soft Copy (CD) dikumpul bersama Soft Copy Makalah Kelompok 3. Tugas Kelompok/Mahasiswa peserta : a. Setiap kelompok peserta diwakili salah seorang anggota menjelaskan sub materi yang ditugaskan (Power Point maks.aksiologi) Pokok-pokok sila pancasila (isi arti pancasila) Fungsi dan tujuan filsafat pancasila Filsafat Pancasila Dlm Konteks PKN KELOMPOK II III. Syarat tugas “power point ” • • • Microsoft Office Power Point Memenuhi kaidah-kaidah power point berisi kalimat kunci/ kata.epis.ccl b. 2 slide). huruf times new roman 12.padat. b. c.kata kunci (Singkat. Mahasiswa Peserta • • Setiap peserta mencermati sub-materi yang menjadi tugasnya untuk diumpan balik Setiap peserta membuat paper sesuai dengan sub tema yang ditugaskan diketik komputer pada kertas ukuran kwarto. Kelompok Peserta • • • Sub-Materi yang didiskusikan pada minggu perkuliahan dibagi pada kelompok yang tidak mempresentasi. Membuat pertanyaan kelompok maksimal 2 (dua) pertanyaan dan dikumpulkan diawal perkuliahan. spasi 1 ½. IV V VI VII VIII IX X XI . dikumpulkan diakhir sesi perkuliahan.

dan polstranas Stratifikasi politik nasional Politik pembangunan nasional dan manajemen nasional. Keunggulan demokrasi.VIII IX. ideologi tertutup Ideologi bangsa-bangsa didunia Reformasi sosio moral Kelompok III : Identitas Nasional SUB MATERI Latar Belakang dan Pengertian Muatan dan Unsur-unsur Keterkaitan Globalisasi dengan Identitas Nasional Keterkaitan Intergrasi Nasional dan Identitas Nasional Paham Nasionalisme Revitalisasi Pancasila sebagai Pemberdayaan Identitas Nasional Kelompok IV : Sistem Konstitusi SUB MATERI Konstitusi Dinamika pelaksanaan UUD 1945 Lembaga Negara Kelompok V : Politik Dan Strategi SUB MATERI Pengertian politik. Macam-macam demokrasi yang pernah berlaku di indonesia. Demokrasi dan pelaksanaannya di indonesia. Permasalahan dan agenda pembangunan nasional tahun 2004-2009 Kelompok VI: Demokrasi Indonesia SUB MATERI Makna demokrasi.XI KELOMPOK I-III V-VII VIII-XI KELOMPOK I-II III-IV VI-VIII IX-XI KELOMPOK I II. X XI KELOMPOK I II. Pendidikan demokrasi KELOMPOK I III IV-VI VII VIII IX.III IV V VII.VI VII.IV V. strategi. Bentuk-bentuk demokrasi.VIII IX X.X XI . Nilai-nilai demokrasi.ccli Kelompok II : Pancasila Sebagai Ideologi Bangsa Dan Negara SUB MATERI Pengertian ideologi Isi ideologi Pancasila ideologi nasional Dimensi-dimensi ideologi Ideologi terbuka .

Hak Warga Negara Kewajiban Warga Negara.VI VII IX X.IV V-VII VIII X XI KELOMPOK I II III.II III-VI VII-X . Isu-Isu Rule of Law. Prinsip-Prinsip Rule of Law Secara Hakiki dalam Penyelenggaraan Pemerintahan di Indonesia. serta HAM di Indonesia: Permasalahan dan penegakannya Kelompok VIII: Rule Of Law SUB MATERI Latar Belakang Rule of Law Pengertian dan Lingkup Rule of law.XI KELOMPOK I II III.XI KELOMPOK I. Problem status kewarganegaraan. Prinsip-prinsip Rule of Law Secara Formal di Indonesia. Kelompok IX : Hak Dan Kewajiban Warga Negara SUB MATERI Pengertian bangsa dan Negara.II III IV V. Penduduk dan warga Negara. Kewajiban Negara dan Pemerintah.VI VIII. Kelompok X : Geopolitik Indonesia SUB MATERI Perkembangan Teori Geopolitik Wawasan nasional Wawasan nusantara Geopolitik Dan Hukum Kewilayahan Geopolitik Dan Otonomi Daerah Kelompok XI : Geostrategi Indonesia SUB MATERI Pengertian geostrategi Perkembangan konsep geostrategi indonesia Ketahanan Nasional Sebagai Perwujudan Geostrategi Indonesia KELOMPOK I.IX.XI KELOMPOK I II III.cclii Kelompok VII: Hak Azasi Manusia SUB MATERI Pengertian dan ruang lingkup HAM Sejarah HAM Hak asasi dalam UUD 1945 HAM Menurut UU NO 39 TH1999 Kewajiban Asasi Manusia HAM pada tatanan global.IV V-VII VIII.IX X. Asas kewarganegaraan.IV V. serta Strategi Pelaksanaan Rule of Law.

• Paper diketik komputer pada kertas ukuran kwarto. Penilaian substansi kajian : SUBSTANSI KAJIAN SKOR (%) Pendahuluan 5% Pancasila sebagai sistem filsafat 10 % Pancasila sebagai ideologi nasional 5% Identitas nasional 10 % Sistem konstitusi 5% Politik dan strategi nasional 5% Demokrasi Indonesia 10 % Hak azasi manusia 5% Rule of law 5% Hak dan kewajiban warga negara 10 % Geopolitik ind. spasi 1 ½. 6. b. Rekapitulasi penilaian substansi kajian: NO I SUBSTANSI KAJIAN SKOR % 100% 5% 95% 100% 100% 100% KONSTRIBUSI NILAI PROSES SCL Pendahuluan Pengantar Kontrak perkuliahan Penjelasan materi-materi perkuliahan Penyajian substansi TUGAS MANDIRI FINAL TES TOTAL REMEDIAL 60 II III 15 25 100 Maksimal B- . Kriteria Penilaian Penilaian akan dilakukan sesuai dengan bentuk strategi pembelajaran : a.ccliii 4. huruf times new roman 12. Mahasiswa menjawab pertanyaan yang ada pada buku teks pembelajaran dan dikumpulkan pada MINGGU VIII Mahasiswa menyatukan simpulan setiap materi dan membuatnya dalam bentuk paper dan dikumpulkan pada MINGGU XIV Syarat Tugas Akhir : • Ruang lingkup paper sesuai dengan sub materi yang telah ditetapkan. 15 % Geostrategi indonesia 15 % b. Tugas akhir mahasiswa : a. c. warna sampul (sesuai kesepakatan kelas) • Paper maksimal satu halaman per sub materi • Paper dikumpul dalam bentuk hard copy .

50 2. Nilai Mahasiswa Maksimal B2.00 d. Pelaksanaan aturan III perkuliahan BOBOT 50 25 5% 25 SKOR .00 1.00 3. MHS DENGAN NILAI < 66 3.50 3. Pelaksanaan aturan II perkuliahan Kehadiran.75 3. Kriteria penilaian: • PENDAHULUAN MINGGU INDIKATOR Kehadiran I Kehadiran.ccliv c. Remedial dan Rentang Nilai: Ketentuan Remedial : 1.75 2. dan konversi untuk program diploma dan sarjana (S-1) sebagai berikut : NILAI ANGKA >85 81-85 76-<81 71-<76 66-<71 61-<66 51-<61 45-<51 <45 NILAI MUTU A AB+ B BC+ C D E NILAI KONVERSI 4. MHS DENGAN KEHADIRAN >= 80 % RENTANG NILAI : Pasal 33 (Nilai Hasil Belajar) ayat 4 (Kesetaraan nilai angka.00 0. nilai mutu.00 2.

Peraturan Akademik Unhas • • • Kelompok Mata Kuliah – Pasal 1 ayat 34. Surat Edaran UPT MKU Dalam upaya lebih meningkatkan disiplin dan etika mahasiswa dalam mengikuti setiap perkuliahan. maka kepada seluruh mahasiswa peserta mata kuliah Bidang UPT. 38 – Pasal 11 ayat 1. MKU Universitas Hasanuddin agar dalam mengikuti perkuliahan dan atau praktikum kiranya mengindahkan hal-hal berikut : .cclv • DISKUSI KELOMPOK “PEMAKALAH” MINGGU INDIKATOR MAKALAH Ketepatan waktu pengumpulan Terpenuhinya bagian makalah Kemutakhiran referensi PRESENTASI Ketepatan ide Kejelasan uraian Kerjasama tim presentasi Kedisiplinan Kreativitas Ketuntasan materi BOBOT 100 15 60 25 100 20 20 20 10 10 20 KN IV-XIV …% • DISKUSI KELOMPOK “PESERTA” INDIKATOR Pertanyaan kelompok Kehadiran dgn aturan perkuliahan Tugas (pr/kuis/modul) Partisipasi/ konstribusi Total BOBOT 20 20 20 40 100 KN …% MINGGU IV-XIV 7. Aturan Perkuliahan a.5.6 & 7 Persyaratan Ujian – Pasal 29 Nilai T – Pasal 30 ayat 7 & 8 b.

KWN Bab. Menjaga kebersihan dengan tidak membuang sampah dalam ruangan. Berpakaian bersih. Latar Belakang Pendidikan Kewarganegaraan 3. Tujuan Pendidikan Kewarganegaraan 4.II&Literatur lain Buku Pend.IV &Literatur lain Buku Pend.V &Literatur lain . Tidak diperbolehkan memakai sandal. 7. Rambut disisir rapi dan tidak acak-acakan. KWN Bab. Kompetensi Pendidikan Kewarganegaraan Pancasila sebagai sistem filsafat Pancasila sebagai ideologi bangsa dan negara Identitas nasional Sistem Konstitusi Indonesia I-III Buku Pend. MKU. KWN Bab. Hadir di ruangan kuliah/praktikum tepat pada waktunya sesuai jadwal yang ada. rapi dan bersepatu. Kehadiran mahasiswa dalam mengikuti perkuliahan minimal 80% baru dapat dievaluasi.I &Literatur lain IV V VI VII Buku Pend. Dosen pengajar dapat mengambil tindakan penertiban apabila mahasiswa melakukan kegiatan-kegiatan yang sifatnya dapat mengganggu jalannya perkuliahan di dalam kelas. Selama kuliah berlangsung Hand Phone (HP) dimatikan dan tidak diperbolehkan keluar masuk ruangan dan atau mondar-mandir dalam ruangan yang mengganggu perkuliahan.cclvi 1. 5. KWN Bab. 2. termasuk apabila ketentuan-ketentuan di atas tidak diindahkan oleh mahasiswa c. Kesepakatan Dalam Kelas Perkuliahan …………………………… 8. 4. Penjelasan tentang materi dan aturan perkuliahan 2. 6. KWN Bab.III&Literatur lain Buku Pend. dll) tidak boleh mengganggu jadwal perkuliahan UPT. baju kaos oblong dan celana compang-camping dalam mengikuti perkuliahan dan atau praktikum. (Sesuai dengan aturan akademik) 3. MINGGU KEHARI/TGL/WAKTU/RU ANGAN Jadwal Perkuliahan TOPIK BAHASAN BACAAN/BAB PENDAHULUAN 1. Kegiatan Extra Kurikuler (seperti Bina Akrab. tidak mencoretcoret dinding kursi atau meja kuliah.

Mahasiswa (kelompok pemateri) : a. Dosen/Fasilitator : a. KWN Bab. KWN Bab. Mengingatkan tentang aturan perkuliahan/kontrak belajar terkait dengan materi danstrategi pembelajaran pada minggu tersebut 2.IX &Literatur lain Buku Pend. Mahasiswa (anggota kelompok peserta) mencermati presentasi dengan fokus pada sub materi yang menjadi tugasnya untuk diumpan balik. Menyerahkan makalah kelompok kepada dosen/fasilitator. Menyampaikan pengantar perkuliahan b. Mahasiswa (kelompok pemateri) mempresentasikan materi dengan ruang lingkup sesuai dengan GBRP 2.XII &Literatur lain Geo politik indonesia Geo strategi indonesia  Tugas Akhir  UJIAN AKHIR SEMESTER  REMEDIAL  Buku Pend. Mempersiapkan presentasi materi (mengatur media pembelajaran) b. Buku Pend. KWN Bab.X &Literatur lain Buku Pend. Tahap Presentasi Kelompok Pemateri ( 30 menit ) : 1. Mencermati presentasi dan mengamati dinamika kelas pembelajaran . KWN & Literatur lain Buku Pend.VI&Literatur lain Buku Pend. Mahasiswa (kelompok peserta) menyerahkan pertanyaan kelompok kepada dosen/fasilitator. KWN Bab.VII &Literatur lain Buku Pend. KWN Bab. KWN Bab. 3. KWN & Literatur lain Buku Pend.VIII &Literatur lain Buku Pend. KWN & Literatur lain B. KEGIATAN BELAJAR PROSES PEMBELAJARAN A. KWN Bab. 3. Dosen/Fasilitator : a. B.XI &Literatur lain Buku Pend. Tahap Awal Pembelajaran ( 10 menit ) : 1.cclvii VIII IX X XI XII XIII XIV XV XVI Rule of law  Hak dan kewajiban wn  Politik dan strategi nasional Demokrasi dan pendidikan demokrasi Hak asasi manusia.

2. Mahasiswa (kelompok pemateri) : a. Mengisi kolom-kolom penilaian C. Dosen/Fasilitator : a. . Mencermati umpan balik kelompok peserta b. memilah dan memilih pertanyaan kelompok peserta diskusi d.cclviii b. berbeda dengan penjelasan kelompok pemateri untuk dijelaskan pada akhir perkuliahan. Mengumpan balik secara tertulis tugas makalah (mengoreksi/menambahkan) c. Mengisi kolom-kolom penilaian E. Mengarahkan dan memberi alternatif pada hal-hal yang bermasalah. Dosen/fasilitator menyerahkan pertanyaan pilihan kepada kelompok pemateri.. 2. Membaca. Mempersiapkan jawaban pertanyaan kelompok peserta 4. 3. Mahasiswa (setiap anggota kelompok peserta) mengumpulkan tugas individunya. Mengisi kolom-kolom penilaian D. Tahap Diskusi Kelas ( 50 menit ) : 1. Mahasiswa (anggota kelompok. Mencatat hal-hal yang penting. c. Tahap Akhir Pembelajaran ( 20 menit ) : 1. Menyampaikan simpulan materi pembelajaran b. Mahasiswa (kelompok pemateri) menerima makalah yang telah diumpan balik oleh dosen untuk diperbaiki dan dikumpul minggu berikutnya 3.kelompok peserta) mengumpan balik jawaban pertanyaan-pertanyaan tersebut. Tahap Umpan Balik Kelompok Peserta ( 40 menit ) : kelompok 1. 3. c. Mahasiswa (perwakilan kelompok peserta) menjelaskan (umpan balik) pada sub materi yang menjadi tugasnya masing-masing. Mencermati umpan balik kelompok peserta dan mengamati dinamika kelas pembelajaran b. Mencermati diskusi dan dinamika kelas pembelajaran b. Bila sasaran pembelajaran dianggap belum tercapai dengan diskusi maka dapat dimunculkan kasus terkait dengan materi pembelajaran 2. Dosen/Fasilitator : a. Dosen/Fasilitator : a. Mahasiswa (kelompok pemateri) menyampaikan jawaban terhadap pertanyaanpertanyaan kelompok peserta.

dengan rujukan buku dan ahli = 20 o Kurang/tidak tepat = 10 o Tidak menyampaikan pendapat =0 • . spasi 1 ½. Penutup. RUBRIK PENILAIAN a.cclix C. Kata Pengantar. huruf times new roman 12. • Makalah diketik computer pada kertas ukuran kwarto. Daftar Pustaka) • Ruang lingkup Pembahasan sesuai dengan sasaran tugas dan kasus yang ditetapkan.5 =0 = 60 = 30 • Struktur Makalah (Sampul. Pendahuluan. Pembahasan. Penilaian kelompok pemateri INDIKATOR MAKALAH Ketepatan waktu pengumpulan Terpenuhinya bagian makalah Kemutakhiran referensi PRESENTASI Ketepatan ide Kejelasan uraian Kerjasama tim presentasi Kedisiplinan Kreativitas Ketuntasan materi KODE M M1 M2 M3 P P1 P2 P3 P4 P5 P6 BOBOT 100 15 60 25 100 20 20 20 10 10 20 KN …% Keterangan : • M1 = Ketepatan waktu pengumpulan o Tepat waktu ( satu minggu setelah dipresentasikan) o Tidak tepat waktu o Melewati dua minggu setelah dipresentasikan • M2= Terpenuhinya bagian makalah o Terpenuhinya bagian makalah yang disyaratkan o Tidak sesuai dengan syarat tugas Syarat tugas “makalah kelompok” : • = 15 = 7. warna sampul (sesuai kesepakatan kelas) M3= Kemutakhiran referensi o Minimal satu jurnal dan empat buku pustaka = 25 o Kurang dari ketentuan = 20 o Tidak memiliki referensi/daftar pustaka =0 P1= Ketepatan ide o Penyampaian argument bedasarkan data dan fakta. Daftar Isi.

cclx • P2= Kejelasan uraian o Mampu mendekripsi. efisiensi penggunaan waktu presentasi o Ketepatan waktu memulai diskusi/ efisiensi penggunaan waktu presentasi P5= Kreativitas o Presentasi sesuai dengan kaidah-kaidah power point dan Penggunaan contoh kasus dengan penjelasan yang mudah dipahami oleh peserta. = 20 = 10 =0 • = 20 = 10 =0 • = 10 =5 • = 10 =5 • = 20 = 10 b. o Penjelasan materi oleh masing-masing anggota kelompok selesai sesuai dengan waktu yang disediakan dan terjawabnya semua pertanyaan pada sesi diskusi. Penilaian kelompok peserta INDIKATOR Pertanyaan kelompok Kehadiran dgn aturan perkuliahan Tugas Individu (paper) Konstribusi Total KODE K1 K2 K3 K4 K BOBOT 20 20 20 40 100 KN …% . o Presentasi sesuai dengan kaidah-kaidah power point/ Penggunaan contoh kasus dengan penjelasan yang mudah dipahami oleh peserta. kesesuaian penjelasan dengan Topik bahasan o Kurang/tidak tepat o Tidak menyampaikan pendapat P3= Kerjasama tim presentasi o Setiap anggota kelompok bertugas mempresentasi dan Menguasai penjelasan o Setiap anggota kelompok bertugas mempresentasi/ Menguasai penjelasan o Tidak membagi tugas sesame anggota kelompok P4= Kedisiplinan o Ketepatan waktu memulai diskusi. P6= Ketuntasan Materi o Penjelasan materi oleh masing-masing anggota kelompok selesai sesuai dengan waktu yang disediakan dan terjawabnya semua pertanyaan pada sesi diskusi.

Akh.Si Tgs.M. pertanyaan sesuai dengan materi dan dikumpul sebelum presentasi o Ada pertanyaan klp/ pertanyaan sesuai dengan materi / dikumpul sebelum presentasi o Tidak ada pertanyaan kelompok • K2 = Kehadiran dengan pelaksanaan aturan kuliah o Mahasiswa hadir dengan mengikuti aturan perkuliahan o Mahasiswa hadir tapi melanggar aturan perkuliahan o Tidak hadir K3 = Tugas individu o Mahasiswa mengumpulkan tugas pada waktu pembelajaran o Mahasiswa mengumpulkan tugas melewati waktu pembelajaran (dua minggu setelah perkuliahan) o Tidak mengumpulkan tugas individu K4 = Konstribusi o Mahasiswa yang mewakili kelompoknya mengumpan balik Sub materi yang ditugaskan/ mahasiswa yang berargumen terkait dengan materi yang dibahas o Mahasiswa yang hanya berpartisipasi (menjaga suasana diskusi yang kondusif) o Mahasiswa tidak berpartisipasi dan berkonstribusi D. DAFTAR PENILAIAN DAFTAR NILAI MATA KULIAH PENGEMBANGAN KEPRIBADIAN MATA KULIAH : PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN FAKULTAS JURUSAN : : PROSES PEMBELAJARAN NO N I M NAMA Kehadiran IV 1 10 % V 2 5 % VI 3 10 % VII VIII 4 5 % 5 5 % IX 6 10 % X 7 5 % XI 8 5 % XII 9 10 % XIII 10 15 % XIV 11 15 % Jum lah 100 % 0 0 0 60 % 0 0 0 HARI/WAKTU RUANGAN DOSEN SCL : : : RAHMATULLAH.cclxi Keterangan : • K1 = Pertanyaan Kelompok o Ada pertanyaan klp. Final Tes Total Skor 100 % 0 0 0 E E E = 20 = 10 =0 = 20 = 10 =0 = 20 = 10 =0 • • = 40 = 20 =0 P I-III 5 % XV 25 % XVI 15 % 1 2 3 N I LA I .

cclxii .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful