i

HIBAH PENULISAN BUKU AJAR UNIVERSITAS HASANUDDIN TAHUN 2011

PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN

OLEH : RAHMATULLAH, S.Ip, M.Si

Dibiayai oleh dana DIPA BLU Universitas Hasanuddin Sesuai SK Rektor Unhas Nomor : …../H4.2/KU.10/2011 Tanggal……………..…..2011 dengan Surat Perjanjian Pelaksanaan Pekerjaan Nomor : 70/H4.21.2.4/UM.16/2011 Tanggal 14 November 2011

BIDANG MPK, MBB UNIT PELAKSANA TEKNIS MATA KULIAH UMUM (UPT MKU) UNIVERSITAS HASANUDDIN NOVEMBER 2011

ii KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN UNIVERSITAS HASANUDDIN LEMBAGA KAJIAN DAN PENGEMBANGAN PENDIDIKAN JL.Perintis Kemerdekaan Km.10 Makassar 90245 (Gedung Perpustakaan Unhas Lantai Dasar) Telp. (0411) 586200, Extr. 1064 Fax. (0411) 585188 e-mail : lkpp@unhas.ac.id =================================================================== HALAMAN PENGESAHAN HIBAH PENULISAN BUKU AJAR BAGI TENAGA AKADEMIK UNIVERSITAS HASANUDDIN TAHUN 2011 Judul Buku Ajar Nama Lengkap NIP Pangkat/Golongan Jurusan/Program Studi Fakultas/Universitas Alamat e-mail Biaya : : : : : : Pendidikan Kewarganegaraan Rahmatullah, S.Ip,M.Si 19770513 200312 1 002 Penata / IIIc Ilmu Politik Pemerintahan/ Ilmu Pemerintahan Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (SOSPOL) / Universitas Hasanuddin : rahmatullah_jafar@yahoo.com : Rp 5.000.000,- (Lima Juta Rupiah) Dibiayai oleh dana DIPA BLU Universitas Hasanuddin tahun 2011 sesuai SK Rektor Unhas Nomor : …./H4.2/KU.10/2011 Tanggal……………………..2011 Makassar , November 2011 UPT MKU Universitas Hasanuddin Kepala, Penulis

Prof.Dr.H.Hanapi Usman, M.S NIP.19570228 198703 1 001

Rahmatullah,S.Ip,M.Si NIP. 19770513 200312 1 002

Mengetahui : Ketua Lembaga Kajian dan Pengembangan Pendidikan (LKPP) Universitas Hasanuddin,

Prof.Dr.Ir.Lellah Rahim,M.Sc NIP.19630501 198803 1 004

iii

KATA PENGANTAR
Perubahan yang terjadi dewasa ini terasa begitu cepat sehingga menyebabkan seluruh tatanan yang ada didunia ini ikut berubah, sementara itu tatanan yang baru belum terbentuk. Hal ini disebabkan sendi-sendi kehidupan yang selama ini diyakini kebenarannya menjadi usang. Nilai-nilai yang menjadi anutan hidup kehilangan otoritasnya sehingga manusia menjadi bingung. Kebingungan ini menimbulkan berbagai krisis, terutama ketika terjadi krisis moneter yang dampaknya terasa sekali di bidang politik; sekaligus berpengaruh dibidang moral; serta sikap perilaku manusia diberbagai belahan dunia, khususnya Negara berkembang, termasuk Indonesia. Untuk merespon kondisi ini pemerintah perlu mengantisipasinya agar tidak menuju pada keadaan yang lebih memprihatinkan. Salah satu solusi yang dilakukan pemerintah dalam menjaga nilai-nilai anutan hidup dalam berbangsa dan bernegara secara lebih efektif adalah melalui bidang pendidikan. Upaya dibidang pendidikan, khususnya pendidikan tinggi, berupa perubahan-perubahan dibidang kurikulum. Kurikulum pengajaran diperguruan tinggi harus mampu menjawab problem transformasi nilai-nilai tersebut. Sesuai dengan acuan strategi pembangunan pendidikan nasional (UU NO.20 Tahun 2003 tentang sisdiknas), telah ditetapkan sebagai berikut : 1. Kurikulum perguruan tinggi, termasuk kurikulum inti mata kuliah pengembangan kepribadian perlu dirancang berbasis kompetensi yang sejalan dan searah dengan desain kurikulum bidang studi di perguruan tinggi. 2. Proses pembelajaran berpendekatan kepentingan mahasiswa yang bersifat mendidik dan dialogis 3. Profesionalisme dosen selaku pendidik perlu terus menerus ditingkatkan Pasal 37 ayat 2 UU NO. 20 Tahun 2003 tentang system pendidikan nasional menyatakan bahwa kurikulum pendidikan tinggi wajib memuat : 1. Pendidikan agama 2. Pendidikan Kewarganegaraan yang berlandaskan nilai-nilai Pancasila 3. Bahasa Ketentuan tersebut akan diatur lebih lanjut oleh Peraturan pemerintah, tetapi sampai sekarang Peraturan Pemerintah yang dimaksud tidak kunjung tiba. Secara khusus Universitas Hasanuddin pada semester awal 2008-2009 telah menindak lanjuti penggabungan mata kuliah

iv pendidikan pancasila dan kewarganegaraan menjadi mata kuliah pendidikan kewarganegaraan dengan kode mata kuliah 082U003. Secara ideal pendidikan pancasila dan kewarganegaraan memegang peranan untuk mengembangkan potensi mahasiswa sebagai warga Negara indonesia yang berkepribadian mantap, serta mempunyai rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan. Aktualisasi dari pendidikan pancasila dan kewarganegaraan tersebut adalah melahirkan mahasiswa sebagai ilmuan profesional, sekaligus warga Negara Indonesia yang memiliki rasa kebangsaan dan cinta tanah air (nasionalisme) yang tinggi. Sesuai dengan keputusan DIRJEN DIKTI RI tentang rambu-rambu pelaksanaan kelompok mata kuliah pengembangan kepribadian diperguruan tinggi : • VISI KELOMPOK MATA KULIAH PENGEMBANGAN KEPRIBADIAN : “Merupakan sumber nilai dan pedoman dalam pengembangan dan program studi guna mengantarkan mahasiswa memantapkan kepribadiaannya sebagai manusia indonesia seutuhnya”. • MISI KELOMPOK MATA KULIAH PENGEMBANGAN KEPRIBADIAN : “Membantu mahasiswa memantapkan kepribadiannya agar secara konsisten mampu mewujudkan nilai-nilai dasar keagamaan dan kebudayaan, rasa kebangsaan dan cinta tanah air sepanjang hayat dalam menguasai, menerapkan dan mengembangkan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni yang dimilikinya dengan rasa tanggung jawab”. • ORGANISASI PENYELENGGARAAN : “Penyelenggaraan pembelajaran MPK dan MBB dikelola oleh universitas dalam satu unit. Di universitas hasanuddin disebut UPT MKU”. Untuk mewujudkan peningkatan efektifitas proses pembelajaran mata kuliah pendidikan kewarganegaraan, disamping strategi pembelajaran, bahan ajar juga memegang peranan penting. Itulah sehingga bahan ajar pendidikan kewarganegaraan ini disusun untuk memudahkan mahasiswa mengikuti proses pembelajaran. Penyusun menyadari bahwa bahan ajar ini masih perlu disempurnakan sehingga masukan dari pembaca khususnya tim pengajar mata kuliah pendidikan kewarganegaraan sangat diperlukan. Akhir kata penyusun mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu penyusunan bahan ajar ini sehingga dapat diselesaikan tepat waktu.

v DAFTAR ISI Halaman sampul Lembar Pengesahan Kata pengantar Daftar isi Senarai Kata Penting (Glosarium) BAB I BAB II BAB III BAB IV BAB V BAB VI BAB VII BAB VIII BAB IX BAB X BAB XI BAB XII Evaluasi Pendahuluan Pancasila Sebagai Sistem Filsafat Pancasila Sebagai Ideologi Nasional Identitas Nasional Konstitusi Negara RI Sebagai Landasan Politik Dan Strategi Nasional Politik dan Strategi Nasional Demokrasi dan Pendidikan Demokrasi Hak Azasi Manusia Rule Of Law Hak Dan Kewajiban Warga Negara Geopolitik Indonesia Geostrategi Indonesia i ii iii v vi 1 15 33 45 66 96 127 147 173 180 192 227 238

3. Filsafat: Secara etimologis cinta akan kebijaksanaan. Suatu kesatuan yang utuh dan tidak bisa dipisahSuatu kajian filsafat Aristotelcs yang membahas tentang Suatu kajian filsafat Aristoteles yang membahas tentang pisahkan di antara sub-sub sistem sebab material dari sesuatu. 2. Internasionalisasi 11. Kausa efisiensi: Suatu kajian filsafat Aristoteles yang membahas tentang pelaku dari adanya sesuatu . 6. Nasionalisme 12. 4. Ontologi: Bidang filsafat yang membahas tentang hakikat keberadaan sesuatu dan mencari hakikat mengapa sesuatu itu ada. Kausa. Filsafat Pancasila: Kebenaran dari sila-sila Pancasila sebagai dasar negara atau dapat pula diartikan bahwa Pancasila merupakan satu kesatuan sistem yang utuh dan logis. Jati diri bangsa 9. Kausa materialis 14. Proses Upaya mendunia hegemoni menjadi negara keadaan maju tanpa isu batas dan filsafat yang membahas nilai praksis dari sesuatu. Sistem 13. Kepribadian bangsa yang menjadi identitas nasional. Aksiologi 7. Globalisasi 10. Nilai 8. sebab final dari sesuatu. tapi dapat pula diartikan sebagai keinginan yang sungguh-sungguh untuk mencari kebenaran yang sejati. atau ilmu antarnegara akibat kemajuan teknologi informasi melalui permasalahan internasional. Paham kebangsaan yang dianut oleh suatu negara. Kewarganegaraan: pengetahuan mengenai warga negara di suatu negara tertentu. 5. Epistemologi: Bidang filsafat yang membahas hakikat ilmu pengetahuan tentang ilmu.finalis : : : : : : : : : Bidang filsafat yang membahas tentang hakikat nilai atau Segala sesuatu yang berguna atau berharga bagi manusia.vi SENARAI KATA PENTING (GLOSARIUM) Adapun istilah kunci : 1.

cratos = berkuasa → rakyat berkuasa 20. Representative Democracy = Demokrasi langsung = Demokrasi tidak langsung = negara kesejahteraan = sosial sevice state = negara hukum = pemerintah berdasarkan hukum = demokrasi berdasarkan perwakilan Demokrasi menonjolkan peranan parlemen serta partai-partai. Demokrasi Tepimpin (indonesia II) → demokrasi yang dalam banyak aspek telah menyimpang dari demokrasi konstitusional. Demokrasi: arti kata demos = rakyat. Kausa forma : Suatu kajian filsafat Aristoteles yang membahas tentang bentuk Para pendiri negara yang merumuskan Pancasila dan UUD Kreatifitas lokal yang keunggulan kompetitif. 25. Demokrasi konstitusional → demokrasi yang dibatasi oleh konstitusi 22. Kearifan lokal yang hidup dan membentuk sikap bijak dalam dari adanya sesuatu. Local Genius 18. disebut juga demokrasi parlementer 24. Demokrasi Pancasila (Indonesia III) sistem presidensial 26. Demokrasi pancasila Reformasi ( Indonesia IV ) 27. 21. Definisi: Government of rule by the people. Rule of Law 32. Rechstaat 31. kekuasaan ada pada presiden. Local Wisdom : : 1945 dalam mempersiapkan Indonesia merdeka. Direct Democracy 28. (hukum dasar) 23. 16. Demokrasi konstitusional (Indonesia II) → demokrasi yang menonjolkan peranan perlement serta partai. Counstitusional Government = limited government = redtrained goverenment → pemerintah berdasarkan konstitusi 19.vii 15. suatu masyarakat. Welfare state 30. Founding Fathers : 17. tetapi melibatkan langsung rakyat dalam pemilunya demokrasi konstitusional yang menonjolkan . Indirect Democracy 29.

cakap.viii BAB I PENDAHULUAN A. Dalam ketentuan tersebut di atas dapat dilihat bahwa pendidikan demokrasi merupakan bagian integral dari pendidikan nasional. misi. dan berkembang dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Pendidikan Kewarganegaraan sebagai instrument pengetahuan (The Body of Knowledge) diarahkan untuk membangun masyarakat demokrasi berkeadaban. berilmu. sehat. mandiri. PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN UNTUK MEMBANGUN MASYARAKAT DEMOKRASI BERKEADABAN Pendidikan Kewarganegaraan yang dikenal sekarang telah mengalami perjalanan panjang dan melalui kajian kritis sejak tahun 1960-an yang dikenal dengan Mata Pelajaran “Civic” di Sekolah Dasar dan merupakan embrio dari “Civic Education” sebagai “The Body of Knowledge”. Secara kontekstual dewasa ini pendidikan demokrasi sangat memerlukan adanya pemahaman bersama tentang perlunya perubahan dan penegasan kembali mengenai visi. kreatif. serta strategi psiko-pedagosis dan . berakhlak mulia. serta menjadi warga negara yang demokratis dan bertanggung jawab”. Hal ini selaras dengan tujuan pendidikan nasional menurut Pasal 3 Undang-Undang tentang Sisdiknas yang berbunyi: “…berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Ketentuan di atas harus dipahami sebagai pendidikan yang akan mengembangkan kemampuan dan membentuk watak bangsa yang didasarkan pada nilainilai yang tumbuh. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional yang menyatakan: “Pendidikan Nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa”. Pendidikan Kewarganegaraan memperoleh dasar legalitasnya dalam Pasal 3 Undang-Undang No. hidup. Secara normative.

konsep. juga terdegradasinya kewibawaan para pejabat negara. mengapa. Demikian pula. yang menggunakan disiplin ilmu pendidikan dan ilmu politik sebagai kerangka kerja keilmuan pokok serta disiplin ilmu lain yang relevan yang secara koheren diorganisasikan dalam bentuk program kurikuler kewarganegaraan. Indikator yang kasat mata dapat dilihat pada kebebasan untuk mengeluarkan pendapat yang cenderung anarkis. pelanggaran HAM di mana-mana. Pendidikan Kewarganegaraan adalah suatu bidang kajian yang mempunyai objek telaah kebijakan dan budaya kewarganegaraan. ketika pendidikan demokrasi menjadi bagian substansinya. Oleh karena itu. serta kontrol sosial yang sering lepas dari tata karma. pendidikan demokrasi merupakan suatu konsep pendidikan yang sistematik dan koheren yang mencakup pemahaman tentang cita-cita. rekonseptualisasi pendidikan kewarganegaraan dalam konteks pendidikan demokrasi Indonesia sangatlah diperlukan karena ternyata proses pendidikan politik. Proses rekonseptualisasi pendidikan demokrasi dapat didasarkan pada asumsiasumsi dasar sebagai berikut: 1. demokrasi. Hasil “National Survey of Voter Education” (Asia Foundation: 1998) menunjukkan bahwa lebih dari 60% dari sample nasional mengindikasikan belum mengerti tentang apa. dan kajian ilmiah kewarganegaraan. Komitmen Nasional untuk memfungsikan pendidikan sebagai wahana untuk mengembangkan kemampuan dan membentuk watak. serta diorientasikan pada upaya sistematis dan sistemik untuk membangun kehidupan demokrasi yang lebih baik. hukum yang terkalahkan. dan bagaimana demokrasi. aktivitas sosial kultural.ix sosio-andragogis pendidikan kewarganegaraan. serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan bangsa memerlukan wahana psikopedagosis (pengembangan potensi didik di sekolah) dan sosio-andragogis (fasilitasi pemberdayaan pemuda dan orang dewasa dalam masyarakat) yang memungkinkan . nilai. komunikasi sosial-politik yang cenderung mau menang sendiri. dan HAM selama ini belum memberikan hasil yang mengembirakan dan prospek yang menjanjikan. dan prinsip demokrasi melalui interaksi sosial kultural dan psiko-pedagosis yang demokratis.

diperlukan upaya sistematis dan sistemik untuk mengembangkan model pendidikan demokrasi yang secara teoretis dan empiris valid. diperlukan upaya untuk mengkaji kekuatan konteks. pendidikan demokrasi yang dianggap paling tepat adalah pendidikan untuk mengembangkan kewarganegaraan yang demokratis (education for democratic citizenship). dan informal selama ini belum mencapai sasaran optimal dalam mengembangkan masyarakat yang cerdas. Secara psiko-pedagosis dan sosio-andragogis. dan untuk demokrasi (education about. School-based democracy merupakan pendidikan demokrasi dalam konteks atau berbasis pendidikan formal. kontekstual. dan berkeadaban. keandalan input. berwatak. Untuk itu. nonformal. dan akseptabel. sedangkan society-based democracy education merupakan pendidikan demokrasi dalam konteks atau yang berbasis kehidupan masyarakat. 3. Pendidikan demokrasi dapat dilihat dalam 2 (dua) setting besar.x terjadinya proses belajar berdemokrasi sepanjang hayat melalui pendidikan demokrasi. 2. dan proses. through. 5. Pendidikan demokrasi yang dilakukan dalam konteks pendidikan formal. strategis. and for democracy) yang dilakukan secara sistemik dalam sistem pendidikan formal termasuk pendidikan tinggi. baik. 4. Transformasi demokrasi dalam masyarakat Indonesia memerlukan konsepsi yang diyakini benar dan bermakna yang didukung dengan sarana pendidikan yang tepat sasaran. yaitu: “schoolbased democracy education” dan “society-based democracy education”. andal. demokratis. melalui. berwatak. yang di dalamnya mewadahi pendidikan tentang. dan kontekstual agar setiap individu warga negara mampu memerankan dirinya sebagai warga negara yang cerdas. dan berkeadaban. Untuk mendapatkan model pendidikan kewarganegaraan yang secara psiko-pedagogis dan secara sosio-andragogis akseptabel dan andal. dalam rangka menghasilkan produk pendidikan yang memadai sesuai dengan visi dan misi pendidikan kewarganegaraan untuk masyarakat warga Indonesia (civil society/madani/masyarakat Pancasila). .

serta menjadi warga negara yang demokratis dan bertanggung jawab”. keterampilan kewarganegaraan harus dioptimalkan. . cakap. termasuk Indonesia. berakhlak mulia. mandiri. berilmu. antara lain menyatakan pendidikan harus berperan efektif dalam hal: 1. pendidikan demokrasi di Indonesia telah digariskan dalam berbagai peraturan perundang-undangan sejak dari usulan BP KNIP tanggal 1945 sampai munculnya Undang-Undang No. Mempersiapkan pribadi. instrumen peraturan perundang-undangan telah menempatkan pendidikan demokrasi sebagai bagian integral dari pendidikan. sebagai warga negara dan anggota masyarakat yang bertanggung jawab. Dengan demikian. pendidikan demokrasi di Indonesia belum berhasil secara mendasar karena belum dikembangkan paradigma pendidikan demokrasi yang sistemik sehingga upaya pengembangan “ civic intelligence. sehat. program kurikuler pendidikan kewarganegaraan. Menurut Pasal 3 Undang-Undang tentang Sisdiknas. and responsibility” melalui berbagai dimensi “civic education” sebagai wahana utama pendidikan demokrasi tidak dapat diwujudkan secara maksimal. Secara koheren bertolak dari esensi dan bermuara pada upaya pengembangan pengetahuan kewarganegaraan. PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN DI PERGURUAN TINGGI UMUM SEBAGAI DASAR NILAI DAN PEDOMAN BERKARYA BAGI LULUSAN Pendidikan abad 21 yang disepakati oleh 9 menteri pendidikan dari negaranegara berpenduduk terbesar di dunia. di New Delhi 1996. Dalam tatanan instrument kurikuler.xi Secara instrumental. B. tujuan pendidikan nasional dinyatakan sebagai: “…berkembangnya peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. civic participation. Secara paradigmatis sistem pendidikan kewarganegaraan yang di dalamnya juga menyangkut sistem demokrasi memiliki tiga komponen. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (UU tentang Sisdiknas). sejak tahun 1945 sampai sekarang ini. yaitu kajian ilmiah pendidikan ilmu kewarganegaraan. serta berdasarkan nilai dan sikap kewarganegaraan. kreatif. Namun. pendidikan demokrasi telah disajikan dalam berbagai mata pelajaran dan mata kuliah. serta gerakan social-kultural kewarganegaraan.

Mengakui dan menjunjung tinggi hak asasi manusia. pengembangan. mandiri. Demokratis. Senyampang dengan kesepakatan dunia yang telah disebutkan di atas. menghargai perbedaan. dan perilaku berkarya individu atau pun kelompok masyarakat dalam rangka memprakarsai perubahan social yang berkaitan perubahan kearah kemajuan. Menurut Malik Fajar (1999). berkeadaban. sejahtera. manusiawi. serta Menyelenggarakan pendidikan yang berorientasi pada penguasaan. sikap hidup. pendidikan nasional Indonesia melakukan penyesuaian yang ditungkan dalam Tap MPR No. serta baik dan bersih dalam penyelenggaraan negara. teknologi. serta penyebaran ilmu pengetahuan. 3. seperti wujud visi Indonesia 2020 tersebut. dan seni demi kepentingan kemanusiaan. bersatu. termasuk Indonesia. . maju. transfer ilmu pengetahuan teknologi dan seni. serta Mengubah cara berpikir. disebut pula sebagai “masyarakat madani”. masyarakat Indonesia. serta keragaman pendapat dan pandangan. adil. kesetaraan. juga melahirkan warga negara yang berkesadaran tinggi tentang bangsa dan kemanusiaan. Selain meneruskan nilai-nilai. VII Tahun 2001 yang menyatakan bahwa visi Indonesia 2020 bertujuan mewujudkan masyarakat Indonesia yang religius. yaitu suatu masyarakat yang memiliki “keadaban demokratis” atau masyarakat yang berkarakter sebagai berikut: 1. Menanamkan dasar pembangunan berkelanjutan (sustainable development) bagi kesejahteraan manusia dan kelestarian lingkungan hidup. 2. dan tidak deskriminatif.xii 2. Mempersiapkan tenaga kerja masa depan yang produktif dalam konteks yang dinamis. 2. demokratis. menyepakati perubahan pendidikan tinggi ke masa depan yang bertumpu pada pandangan bahwa tanggungjawab pendidikan tinggi adalah: 1. 3. Beriman dan bertakwa kepada tuhan yang maha esa dan pancasilais. 3. adil dan bebas. Senada dengan hal di atas. konfrensi dunia tentang pendidikan tinggi yang diselenggarakan oleh UNESCO di Paris pada tahun 1998 yang dihadiri oleh wakil-wakil dari 140 negara.

kreatif. Menjunjung tinggi nilai-nilai luhur yang mengakar pada masyarakat beradab dan demokratis. Mampu berpartisipasi dalam pengambilan keputusan public. berakhlak mulia. serta menjadi warga negara yang demokratis dan bertanggung jawab”. Mengembangkan kemampuan intelektual mahasiswa untuk menjadi warga negara yang baik dan bertanggung jawab bagi kemampuan bersaing bangsa dalam mencapai kehidupan yang bermakna. Undang-Undang No. 5. anggun secara moral. Sadar serta tunduk pada hukum dan ketertiban. perguruan tinggi harus mampu menghasilkan: “manusia yang unggul secara intelektual. berkeadaban dan inklusif. kompeten dalam penguasaan ilmu pengetahuan. cakap. serta memiliki keahlian dan keterampilan kompetitif dengan solidaritas universal.xiii 4. 7. Untuk mencapai Visi Indonesia 2020 Pendidikan Tinggi Nasional Indonesia memiliki program jangka menengah yang disebut Visi Pendidikan Tinggi Nasional 2010. berilmu. serta 2. dan seni. 20 Tahun 2003 memberikan rumusan tentang Visi Indonesia 2020 berupa masyarakat warga yang berkeadaban (civil society. 6. serta menjaga kesatuan dan persatuan nasional. teknologi. . mandiri. yaitu: 1. yaitu sebagai berikut: “…berkembangnya peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. masyarakat madani) yang hendak diwujudkan melalui pendidikan nasional. serta memiliki komitment tinggi untuk berbagai kegiatan pemenuhan amanat sosial”. serta Belajar dan berlangsung sepanjang hayat. serta membangun warga negara berkeadaban. Membangun suatu sistem pendidikan tinggi yang berkontribusi dalam pembangunan masyarakat yang demokratis. Dengan dasar semua itu. sehat.

Bahasa Ketentuan tersebut akan diatur lebih lanjuta oleh Peraturan Pemerintah. Pendidikan Kewarganegaraan. tetapi sampai sekarang yang dimaksud tidak kunjung tiba. Sebelum Peraturan Pemerintah keluar. Aktualisai dari pendidikan kewarganegaraa tersebut adalah melahirkan mahasiswa sebagai ilmuan professional. Secara ideal pendidika kewarganegaraan memegang peran untuk mengembangkan potensi mahasiswa sebagai Warga negara Indonesia yang berkepribadian mantap.Materi Kajian Pendidikan Kewarganegaraaan Berdasarkan paradigma pendidikan tinggi 2003-2010. dan 3.045/U/2002 tentang Kurikulum Inti Pendidikan Tinggi dinyatakan masih tetap berlaku. pendidikan kewarganegaraan termasuk dalam kelompok mata kuliah pengembangan kepribadian (MPK). 232/U/2000 tenteng Pedoman Penyusunan Kurikulum Pendidikan Tinggi dan Penilaian Hasil Belajar Mahasiswa dan No. 2. maka Keputusan Menteri Pendidikan Nasional No. Proses pembelajaran sebagai pemupukan nasionalisme. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional menyatakan bahwa Kurikulum Pendidikan Tinggi wajib memuat: 1. Hal ini sesuai dengan paradigma pendidikan tinggi nasional yang telah dicanangkan untuk 2003-2010. Pendidikan Agama.xiv I. ilmuwan. ataupun tenaga professional yang berkemampuan kompetitif secara internasional berdasarkan pada prinsip-prinsip dan pola Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK). kompetensi pendidikan kewarganegaraan di perguruan tinggi dapat dirumuskan sebagai berikut: . serta mempunyai rasa tanggungjawab kemasyarakatan dan kebangsaan. II. serta kesadaran berbangsa dan bernegara bagi mahasiswa sebagai calon cendikiawan.Pendidikan Kewarganegaraan Dalam Kurikulum Pendidikan Tinggi Pasal 37 Ayat 2 UU No. Menurut ketentuan ini. sekaligus warga negara Indonesia yang memiliki rasa kebangsaan dan cinta tana air (nasionalisme) yang tinggi.

4. Melahirkan warga negara yang mampu memberikan kontribusi terhadap persoalan bangsa dan kebijakan publik. Melahirkan warga negara yang mampu berpartisipasi dalam upaya menghentikan budaya kekerasan. serta menghormati supremasi hukum (rule of law/rechtstaat). serta nasionalisme yang tinggi. Pancasila harus menjadi core philoshopy bagi kehidupan bermasyarakat. Melahirkan warga negara yang memiliki wawasan berbangsa dan bernegara. Filsafat pancasila Identitas nasional Politik dan strategi Demokrasi indonesia Ham dan rule of law Hak dan kewajiban warga negara Geopolitik indonesia Geostrategi indonesia Dengan memahami latar belakang filosofis Pendidikan Kewarganegaraan di Perguruan Tinggi Umum. menyelesaikan konflik dalam masyarakat secara damai berdasar nilai-nilai pancasila dan nilai-nilai universal. 8. 3. maka diharapkan pelaksanaan pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan. serta 5. anggun secara moral. serta berpikir kritis terhadap permasalahannya.xv 1. Untuk mencapai kompetensi tersebut materi kajian kewarganegaraan di perguruan tinggi sesuai Keputusan Dirjen Dikti Nomor : 43/DIKTI/Kep/2006 Tentang rambu-rambu pelaksanaan kelompok mata kuliah pengembangan kepribadian di perguruan tinggi. education” Pancasila. 4. pasal 4 ayat 2. and civic responsibility dari “civic merupakan wahana menghasilkan manusia berkualitas dengan keahlian profesional serta berkeadaban khas . 3. 2. 6. yaitu: 1. berkompoten paradigma pendidikan pendidikan demokrasi demokrasi secara yang sistematis diharapkan dengan dapat pengembangan civic intelligence. 2. Melahirkan warga negara yang memiliki komitmen kuat terhadap nilai-nilai ham dan demokrasi. Melahirkan warga negara yang memiliki pemahaman internasional mengenai “civil society”. Perguruan Tinggi Umum harus mampu menghasilkan manusia yang unggul secara intelektual. 7. Berdasarkan itu semua. 5. berbangsa dan bernegara secara demokratis dalam rangka mewujudkan masyarakat bangsa yang berkeadaban. civic participation.

KEWARGANEGARAAN (Rahmatullah Jafar. C.xvi dalam penguasaan ilmu pengetahuan.M. tekhnologi dan seni. GARIS BESAR RENCANA PEMBELAJARAN (GBRP) KODE/ MATA KULIAH : 082 U003/ PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Oleh : TIM MATA KULIAH PEND.Ip. serta memiliki komitmen tinggi untuk berbagai kegiatan pemenuhan amanat sosial tersebut.Si) MATA KULIAH PENGEMBANGAN KEPRIBADIAN (MPK) UNIT PELAKSANA TEKNIS MATA KULIAH UMUM (UPT MKU) UNIVERSITAS HASANUDDIN MAKASSAR 2011 .S.

Memiliki pengetahuan tentang nilai-nilai Agama. STANDAR KOMPETENSI MPK 3. UNIT PELAKSANA TEKNIS MATA KULIAH UMUM (UPT MKU). berdisiplin. Mahasiswa dapat memperluas wawasan berpikirnya dalam mengaktualisasikan nilainilai pancasila Mahasiswa dapat mengetahui dan memahami identitas nasional ELEMEN KOMPETENSI A V B C D E V 1 Kompetensi Pendukung 2 3 V V V . KOMPETENSI LULUSAN MATA KULIAH PENGEMBANGAN KEPRIBADIAN (MPK). 5. 7. 1. menerapkan dan mengembangkan ilmu pengetahuan. MISI MPK “Membantu mahasiswa memantapkan kepribadiannya agar secara konsisten mampu mewujudkan nilai-nilai dasar keagamaan dan kebudayaan.nilai Agama. demokratis yang berkeadaban. 6. Sosial Budaya dan Kewarganegaraan dalam kehidupan Memiliki kepribadian yang Mantap Kemampuan berpikir kritis Kemampuan bersikap Rasional. 1. KOMPETENSI LULUSAN MATA KULIAH PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAAN KELOMPOK KOMPETENSI NO 1 Kompetensi Utama 2 RUMUSAN KOMPETENSI LULUSAN Menjadi ilmuan dan profesional yang memiliki rasa kebangsaan dan cinta tanah air. 4. VISI MPK 2.UNIVERSITAS HASANUDDIN KEPUTUSAN DIRJEN DIKTI DEPDIKNAS NO : 43/DIKTI/Kep/2006 “Merupakan sumber nilai dan pedoman dalam pengembangan dan program studi guna mengantarkan mahasiswa memantapkan kepribadiaannya sebagai manusia indonesia seutuhnya”. Menjadi warga negara yang memiliki daya saing. Etis. Estetis dan Dinamis Memiliki pandangan Luas Kemampuan bersikap demokratis yang berkeadaban 3. teknologi dan seni yang dimilikinya dengan rasa tanggung jawab”.xvii 1. rasa kebangsaan dan cinta tanah air sepanjang hayat dalam menguasai. 2. Budaya dan Kewarganegaraan Kemampuan menerapkan nilai. 2. dan berpartisipasi aktif dalam membangun kehidupan yang damai berdasarkan sistem pancasila Mahasiswa dapat mengetahui dan memahami pentingnya matakuliah pendidikan kewarganegaraan.

memahami dan menerapkan hak dan kewajiban warga Negara dan dapat memahami geopolitik dan geostrategi Indonesia. Landasan kepribadian Penguasaan ilmu dan keterampilan Kemampuan berkarya Sikap dan prilaku dalam berkarya Pemahaman kaidah berkehidupan bersama sesuai dengan keahliah berkarya 3. sehingga mengetahui dan memahami identitas nasional. Mampu mengetahui dan memahami pentingnya matakuliah pendidikan kewarganegaraan. Estetis dan Dinamis ELEMEN KOMPETENSI A V V V V V V V V V B C D E Kompetensi Pendukung 6 7 8 1 Kompetensi Lainnya 2 3 4 Elemen Kompetensi : A. Sosial Budaya dan Kewarganegaraan Kemampuan berpikir kritis Kemampuan bersikap Rasional. Etis. menerapkan konsep demokrasi indonesi. Budaya dan Kewarganegaraan Kemampuan menerapkan nilai. B. FORMAT RENCANA PEMBELAJARAN BERBASIS SCL MATA KULIAH : PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Kompetensi Utama Menjadi ilmuan dan profesional yang memiliki rasa kebangsaan dan cinta tanah air. mengetahui dan memahami politik dan strategi nasional. D. C. Kompetensi Pendukung . E. Mampu memperluas wawasan berpikirnya dalam mengaktualisasikan nilai-nilai pancasila.berdisiplin. demokratis yang berkeadaban dan menjadi warga negara yang memiliki daya saing. mengetahui dan memahami hak azasi manusia dan aturan hukum di Indonesia. dan berpartisipasi aktif dalam membangun kehidupan yang damai berdasarkan sistem pancasila.xviii = KELOMPOK KOMPETENSI NO 4 5 RUMUSAN KOMPETENSI LULUSAN Mahasiswa dapat mengetahui dan memahami politik dan strategi nasional Mahasiswa dapat menerapkan konsep demokrasi Indonesia Mahasiswa dapat mengetahui dan memahami hak azasi manusia dan aturan hukum di indonesia Mahasiswa dapat memahami dan menerapkan hak dan kewajiban warga negara Mahasiswa dapat memahami geopolitik dan geostrategi Indonesia Memiliki pengetahuan tentang nilai-nilai Agama.nilai Agama.

ideologi komprehensif dan ideologi partikular. 4. 5. civic skills. reformatif. Latar Belakang Pendidikan Kewarganegaraan 3. 3. Mendeskripsikan Pancasila sebagai jati diri bangsa. Menjelaskan keterkaitan Globalisasi dengan Identitas Nasional. Mendeskripsikan aspek ontologi Filsafat Pancasila. 6. Mahasiswa dapat : 1. Menjelaskan tujuan dan kompetensi Pend. Membandingkan idiologi pancasila dengan idiologi dunia lainnya seperti liberalisme. 4. dan civic competence). dan dinamis. Menjelaskan keterkaitan Integrasi Nasional dengan Identitas Nasional. 2. civic convidence. komunisme. 2. komprehensif.Kewarganegaraan 3. Menjelaskan Latar Belakang dan Pengertian Identitas Nasional. Sosial Budaya dan Kewarganegaraan dalam kehidupan.xix Kompetensi Institusional Memiliki pengetahuan tentang nilai-nilai Agama. Budaya dan Kewarganegaraan. Memahami aturan perkuliahan. Menganalisis secara komprehensif Filsafat Pancasila dalam konteks kewarganegaraan. epistemologi. civic commitment. Menjelaskan makna idiologi bagi bangsa dan negara. 4. Kompetensi Pendidikan Kewarganegaraan STRATEGI PEMBELAJARAN INDIKATOR PENILAIAN BOBOT PENILAIAN I-III Mahasiswa dapat memahami latar belakang. Tujuan Pendidikan Kewarganegaraan 4. 5. Mampu menerapkan nilai. Penjelasan tentang materi dan aturan perkuliahan 2. Menjelaskan idiologi terbuka.Kewarganegaraan 5% IV Mahasiswa dapat memahami nilai-nilai jati diri bangsa melalui pengkajian aspek ontologi. Menjelaskan Muatan dan Unsur-Unsur Identitas Nasional. Mahasiswa dapat: 1. serta 7. Memahami pancasila sebagai ideologi bangsa dan negara indonesia yang memiliki ciri terbuka. 3. Memiliki kemampuan berpikir kritis. ideologi tertutup. Estetis dan Dinamis. 6. Mendeskripsikan aspek aksiologi Filsafat Pancasila.nilai Agama. 4. Memahami peranan idiologi bangsa bagi bangsa dan negara. Mendeskripsikan aspek epistemologi Filsafat Pancasila. Menganalisis tentang Paham Nasionalisme atau 10 % V Mahasiswa dapat memahami pancasila sebagai idiologi bangsa dan negara Pancasila Sebagai Ideologi Bangsa Dan Negara Colaboratif Learning 5% VI Mahasiswa dapat mengenali karakteristik identitas nasional sehingga dapat memiliki daya tangkal terhadap berbagai hal yang akan menghilangkan identitas nasional indonesia Identitas Nasional Colaboratif Learning 10 % . Menganalisis sila-sila Pancasila sebagai suatu sistem Filsafat. Menjelaskan pengertian idiologi secara umum. Mengemukakan Pengertian Filsafat Pancasila. 3. 5. Menjelaskan Latar belakang Pend. 2. 2. dan idiologi keagamaan. dan aksiologi filsafat Pancasila sehingga dengan pemahaman tersebut dapat tumbuh personal wisdom yang integratif dalam dimensi kompentensi kewarganegaraan (civic knowledge. sekularisme. bersikap Rasional. tujuan dan kompetensi pendidikan kewarganegaraan Ceramah Interaktif Mahasiswa dapat: 1. GARIS BESAR RENCANA PEMBELAJARAN BERBASIS SCL MATA KULIAH PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN (082 U003) M KESASARAN PEMBELAJARAN MATERI PEMBELAJARAN PENDAHULUAN 1. Etis. Pancasila Sebagai Sistem Filsafat Colaboratif Learning Mahasiswa dapat: 1.

3. Memecah permasalahan politik. Asas kewarganegaraan. Mahasiswa dapat mengidentifikasi dan menganalisis HAM. Menjelaskan kedudukan Pancasila sebagai sumber hukum dasar negara Indonesia. serta dapat mengembangkan sikap demokrasi dalam kehidupannya seharihari. 2. 4. Menjelaskan makna isi pembukaan UUD 1945 sebagai “ staat fundamentalnorm ‘ dan kedudukannya dalam tertib hukum Indonesia. 4. dan bernegara. memahami tentang demokrasi dan pendidikan demokrasi. 2. 7.strategi nasional. 2.xx Paham Kebangsaan sebagai paham yang mengantarkan pada konsep Identitas Nasional. Hasil Amandemen UUD 1945 dan Hubungan Antara LembagaLembaga Sistem Konstitusi Indonesia Colaboratif Learning 5% VIII Mahasiswa dapat mengenali masalahmasalah strategis dalam politik dan strategi nasional Mahasiswa dapat mengerti. Menjelaskan pengertian dan Lingkup Rule of Law 2. 3. 3. kedudukan pembukaan UUD 1945. 5. Mahasiswa dapat mengidentifikasi dan menganalisis Hak dan Kewajiban warga Negara Rule Of Law Colaboratif Learning 5% XII Hak dan Kewajiban Warga Negara Colaboratif Learning 10 % = . Menganalisa Isu-Isu Rule of Law 3. Kewajiban Negara dan Pemerintah. Menjelaskan makna isi pembukaan UUD 1945. Menjelaskan HAM dalam Tataran Global 3. dan. Menjelaskan macam-macam demokrasi yang pernah berlaku di indonesia. Menjelaskan latar belakang politik dan strategi nasional. Menganalisis tentang Revitalisasi Pancasila sebagai Pemberdayaan Identitas Nasional = M KE SASARAN PEMBELAJARAN MATERI PEMBELAJARAN STRATEGI PEMBELAJARAN INDIKATOR PENILAIAN Mahasiswa dapat: 1. Politik dan Strategi Nasional Colaboratif Learning 5% IX Demokrasi dan Pendidikan Demokrasi Colaboratif Learning 10 % X Hak Asasi Manusia Colaboratif Learning 5% XI Mahasiswa dapat mengetahui dan memahami aturan hukum di indonesia serta memiliki kesadaran tentang pentingnya rule of law dalam konteks kehidupan bermasyarakat. Penduduk dan warga Negara. Problem status kewarganegaraan. Menjelaskan keunggulan demokrasi. Menjelaskan makna demokrasi. 4. Menjelaskan pengertian. Mahasiswa dapat: 1. 5. Menjelaskan hubungan antara lembaga-lembaga negara Mahasiswa dapat : 1. Menjelaskan bentuk-bentuk demokrasi. BOBOT PENILAIAN VII Mahasiswa dapat menjelaskan konsep dasar ketatanegaraan secara konstitusional. 6. Menganalisis wujud polnas dan stranas di indonesia. berbangsa. 5. 2. Menjelaskan Prinsip-Prinsip Rule of Law Secara Formal di Indonesia 4. Menganalisis berbagai permasalahan polsrahanka Mahasiswa dapat: 1. Mahasiswa dapat menjelaskan: Pengertian bangsa dan Negara. Menganalisa HAM di Indonesia dalam konteks permasalahan dan penegakannya Mahasiswa dapat: 1. sejarah dan macammacam HAM 2. Hak Warga Negara Kewajiban Warga Negara. 1. serta 6. 4. geopolitik. 3. Menjelaskan Prinsip-Prinsip Rule of law Secara Hakiki dalam Penyelenggaraan Pemerintahan 5. Menganalisa Strategi Pelaksanaan (Pengembangan) Rule of Law. Menjelaskan tentang reformasi hukum tata negara yang melatarbelakangi amandemen serta proses amandemen. 6. Menjelaskan tentang Pendidikan Demokrasi. Menjelaskan secara terperinci nilai-nialai demokrasi.

3. Menjelaskan konsepsi cara pandang wawasan nasional bangsa Indonesia. Menggunakan konsep Ketahanan Nasional dalam memecahkan persoalan atau mencari solusi persoalan yang muncul dalam masyarakat. Mahasiswa dapat: 1. 4. filsafat. Menjelaskan tentang pelaksanaan otonomi daerah.xxi M KE SASARAN PEMBELAJARAN MATERI PEMBELAJARAN STRATEGI PEMBELAJARAN INDIKATOR PENILAIAN Mahasiswa dapat : 1. budaya. Menjelaskan landasan histories perkembangan pengetahuan tentang geopolitik .Menganalisis isu-isu aktual berdasarkan perspektif Ketahanan Nasional. agama dan lingkungan geografi yang berbentuk Negara kepulauan yang berada diposisi silang antara dua benua dan dua lautan. kebhinekaan etnik. 4. Remedial Unit Tertulis Tertulis/ Lisan/Tugas Kesesuaian Jawaban dengan pertanyaan Kesesuaian Jawaban dengan pertanyaan/ Terpenuhinya Unsurunsur tugas 100 % 60 15 25 15 . Menggambarkan keterkaitan berbagai aspek Ketahanan Nasional. BOBOT PENILAIAN XIII Mahasiswa dapat memahami Geo Politik Indonesia Geo Politik Colaboratif Learning 15 % XIV Mahasiswa dapat memahami dan menganalisis konsep Geostiategi Indonesia yang berupa konsep Ketahanan Nasional Indonesia Geo Strategi Colaboratif Learning 15 % I-XIV XV XVI TOTAL PROSES SCL TOTAL PROSES SCL DIKONVERSI MENJADI TUGAS MANDIRI Pemahaman materi Pemahaman materi Ujian Akhir Sem. dan Negara Indonesia dengan menerapkan pandangan bangsa Indonesia tentang diri meliputi: sejarah. 2. Memahami berbagai masalah dasar kehidupan masyarakat. 2. Menjelaskan pengertian Ketahanan Nasional. 3. bangsa.

Nilai-nilai baru yang masuk. Prinsip dasar yang telah ditemukan oleh peletak dasar ( The founding fathers ) Negara Indonesia yang kemudian diabstraksikan menjadi suatu prinsip dasar filsafat bernegara. Paradoks antara kekuasaan global dengan kekuasaan nasional ditambah komplik internal seperti gambaran di atas. bahkan mengasai eksistensi Negara-negara kebangsaan. baik secara sujektif maupun objektif. pada sisi yang lain muncul masalah internal. yang berbeda dengan . Gelombang besar kekuatan internasional dan transnasional melalui globalisasi telah mengancam. termasuk Indonesia. maka pancasila sebagai filsafat hidup bangsa Indonesia saat ini mengalami ancaman dengan munculnya nilai-nilai baru dari nuar dan pergeseran nilai-nilai yang terjadi. Secara ilmiah harus disadari bahwa suatu masyarakat suatu bangsa. yaitu maraknya tunttan rakyat. itulah pancasila. Dengan pemahaman demikian. senantiasa memeliki suatu pandangan hidup atau filsaat hidup masing-masing. Akibat yang langsung terlihat adalah terjadinya pergeseran nilai-nilai dalam kehidupan kebangsaan karena adanya perbenturan kepentingan antara nasionalisme dan internasionalisme. yang secara objektif mengalami suatu kehidupan yang jauh dari kesejahteraan dan keadilan social. mengakibatkan suatu tarik menarik kepentingan yang secara langsung mengancam jati diri bangsa. Permasalahan kebangsaan dan kenegaraan di Indonesia menjadi semakin kompleks dan rumit manakala ancaman internasional yang terjadi di satu sisi.xxii BAB II PANCASILA SEBAGAI SISTEM FILSAFAT PENDAHULUAN A. serta terjadinya pergeseran nilai di tengah masyarakat yang pada akhirnya mengancam-prinsip-prinsip hidup berbangsa masyarakat Indonesia. Latar Belakang Perkembangan masyarakat dunia yang semakin cepat secara langsung ataupun tidak langsung mengakibatkan perubahan besar pada berbagai bangsa di dunia.

Dengan demikian. civic convidence. civic commitment. dan civic competence). dan aksiologi filsafat Pancasila sehingga dengan pemahaman tersebut diharapkan dapat tumbuh personal wisdom yang integratif dalam dimensi kompentensi kewarganegaraan (civic knowledge. bangsa Indonesia tidak mungkin memiliki kesamaan pandangan hidup dan filsafat hidup dengan bangsa lain. jati diri bangsa selalu bertolak ukur pada nilai-nilai pancasila sebagai filsafat bangsa. dan aksiologi dari kelima sila pancasila. Melalui pembelajaran ini mahasiswa diharapkan dapat: 1. Pancasila yang terdiri atas lima sila pada hakikatnya merupakan sistim filsafat. Inilah yang disebut sebagai local genius (kecerdasan / kreatifitas local) dan sekaligus sebagai local wisdom (kearifan local) bangsa. C. Mendeskripsikan Pancasila sebagai jati diri bangsa. epistemologi.xxiii bangsa lain didunia. Dengan kata lain. Ruang Lingkup Pancasila yang terdiri atas lima sila pada hakekatnya merupakan system filsafat. Pemahaman demikian memerlukan pengkajian lebih lanjut menyangkut aspek ontology. epistemology. Sasaran Pembelajaran Mahasiswa mampu memahami nilai-nilai jati diri bangsa melalui pengkajian aspek ontologi. epistemology dan aksiologi dari kelima sila pancasila. Ketika para pendiri Negara Indonesia menyiapkan berdirinya Negara Indonesi merdeka. . mereka sadar sepenuhnya untuk menjawab suatu pertanyaan yang fundamental “ di atas dasar apakah Negara Indonesia merdeka ini didirikan?” jawaban atas pertanyaan mendasar ini akan selalu menjadi dasar dan tolak ukur utama bangsa ini meng-Indonesia. B. civic skills. Pemahaman demikian memerlukan pengkajian lebih lanjut menyangkut aspek ontology.

serta 7. Mendeskripsikan aspek aksiologi Filsafat Pancasila. Mengemukakan Pengertian Filsafat Pancasila. Mendeskripsikan aspek epistemologi Filsafat Pancasila. Menganalisis sila-sila Pancasila sebagai suatu sistem Filsafat.xxiv 2. 4. Mendeskripsikan aspek ontologi Filsafat Pancasila. 3. 5. . Menganalisis secara komprehensif Filsafat Pancasila dalam konteks kewarganegaraan. 6.

pancasila memiliki karasteristik system filsafat tersendiri yang berbeda dengan filsafat lainnya. di antaranya: 1. karena pancasila merupakan hasil perenungan jiwa yang mendalam yang dilakukan oleh the founding father bangsa Indonesia. filsafat menurut asal katanya berarti cinta akan kebijaksanaan. apabila tidak bulat dan utuh atau satu sila dengan sila lainnya terpisah-pisah. filsafat pancasila memberi pengetahuan dan pengertian ilmiah. a. Jadi. filsafat secara sederhana dapat diartikan sebagai keinginan yang sungguh-sungguh untuk mencari kebenaran yang sejati. atau mencintai kebenaran / pengatahuan. Dengan pengertian lain. Filsafat merupakan induk dari ilmu pengetahuan menurut J. b. sedangkan kebijaksanaan dapat diartikan sebagai kebenaran yang sejati. Adapun menurut Notonagoro. Sila-sila pancasila merupakan satu kesatuan sistim yang bulat dan utuh (sebagai suatu totalitas). Filsafat Pancasila menurut Ruslan Abdul Gani. Cinta dalam hal ini mempunyai arti yang seluasluasnya. Dengan demikian. bahwa pancasila merupakan filsafat Negara yang lahir collective ideologie (cita-cita bersama). yang dapat dikemukakan sebagai keinginan yang menggebu dan sungguhsungguh terhadap sesuatu. Gredt dalam bukunya “elementa philosophiae”. yaitu tentang hakikat pancasila. Karakteristik Sistem Filsafat Pancasila Sebagai filsafat. . Dikatakan sebagai filsafat. maka itu bukan pancasila. Pengertian Filsafat Filsafat berasal dari bahasa Yunani “philein” yang berarti cinta dan “Sophia” yang berarti kebijaksanaan. kemudian dituangkan dalam suatu “system” yang tepat.xxv URAIAN BAHAN PEMBELAJARAN A. Dari seluruh bangsa Indonesia. filsafat sebagai “ilmu pengetahuan yang timbul dari prinsip-prinsip mencari sebab musababnya yang terdalam”.

Susunan pancasila dengan suatu sistim yang bulat dan utuh itu dapat digambarkan sebagai berikut : .xxvi 2.

serta mendasari dan menjiwa. dan dijiwai sila 1. yaitu kesatuan memiliki kepribadian sendiri. maksudnya kegiatan BPUPKI dan PPKI dalam menyusun dan merumuskan Pancasila menjadi dasar negara Indonesia merdeka. sila 4 dan 5. serta mendasari dan menjiwai sila 5. • Sila 5. serta mendasari dan mcnjiwai sila 3. didasari. c. Pancasila yang ada dalam pembukaan UUD '45 memenuhi syarat formal (kebenaran formal). & 3. mendasari. 3) Kausa Efisiensi. 4) Rakyat. yaitu sebagai kausa prima. 3) Satu. dan berkembang dalam kehidupan sehari-hari. • Sila 2. Inti atau esensi sila-sila Pancasila meliputi: 1) Tuhan. diliputi. .xxvii Ketiga gambar di atas menunjukkan bahwa: • Sila 1. didasari. dan menjiwa: sila 2. meliputi. artinya ada dalam diri manusia Indonesia dan masyarakatnya. maksudnya sebab yang berhubungan dengan bentuknya. diliputi. yaitu tujuan diusulkannya Pancasila sebagai dasar negara Indonesia merdeka. dan 5. 3. yang tumbuh. Prinsip-Prinsip Filsafat Pancasila Pancasila ditinjau dari Kausalitas Aristoteles dapat dijelaskan sebagai berikut: 1) Kausa Materialis. dan dijiwai sila 1. sebagai suatu kenyataan hidup bangsa. maksudnya sebab yang berhubungan dengan materi/bahan. 2. • Pancasila sebagai suatu realitas. • Pancasila sebagai suatu substansi. hidup. serta 4) Kausa Finalis. dan 5. artinya unsur asli/permanen/primer Pancasila sebagai suatu yang ada mandiri. harus bekerja sama dan hergotong royong. 2. yaitu makhluk individu dan makhluk sosial. maksudnya berhubungan dengan tujuannya. dalam hal ini Pancasila digali dari nilai-nilai sosial budaya yang ada dalam bangsa Indonesia sendiri. diliputi. didasari. dan dijiwai sila 1. 4. yaitu unsur mutlak negara. • Sila 3. 2) Manusia. dan 4. didasari. 2. yang unsur-unsurnya berasal dari dirinya sendiri. diliputi.4. • Sila 4. serta . dan dijiwai sila 1. 2) Kausa Formalis. 3.

dan bentuk-bentuk scni lain. atau apa yang mereka senangi. juga horizontal serta dinamis dalam kehidupan masyarakat. want. Estetika cenderung pada studi dan justifikasi yang menyangkut tentang manusia memikirkan keindahan. berkonsensus untuk memegang dan menganut Pancasila sebagai sumber inspirasi. untuk menyinkronkan dasar filosofis-ideologis menjadi wujud jati . d. Dia nyata dalam jiwa manusia. bisa dikatakan konsep dan bisa dikatakan abstraksi (Sidney Simon: 1986). Dalam ungkapan lain. ditegaskan oleh Sidney B. Simon (1986) bahwa sesungguhnya yang dimaksud dengan nilai adalah jawaban yang jujur tapi benar dari pertanyaan "what you are really. nilai. Nilai merupakan ha! yang terkandung dalam hati nurani manusia yang lebih memberi dasar dan prinsip akhlak yang merupakan standar dari keindahan dan efisiensi atau keutuhan kata hati (potensi). Konsensus bahwa Pancasila sebagai anutan untuk pengembangan nilai dan -moral bangsa ini secara ilmiah filosofis merupakan pemufakatan yang normatif. Ungkapan etika sering timbul dari pertanyaan-pertanyaan yang mempertentangkan antara benar dan salah. Hakikat Nilai-Nilai Pancasila Nilai adalah suatu ide atau konsep tentang apa yang seseorang pikirkan yang merupakan hal yang penting dalam hidupnya. Secara epistemologis bangsa Indonesia punya keyakinan bahwa nilai dan moral yang terpancar dari asas Pancasila ini sebagai suatu hasil sublimasi. yaitu memberikan keadilan kepada diri sendiri dan orang lain yang menjadi haknya. Nilai adalah ide. serta kristalisasi dari sistem nilai budaya bangsa dan agama yang seluruhnya bergerak vertikal. really. Bangsa Indonesia sejak awal mendirikan negara. really. Adapun etika cenderung pada studi dan justifikasi tentang aturan atau bagaimana manusia berperilaku. Nilai dapat berada di dua kawasan : kognitif dan afektif. baik dan buruk.xxviii 5) Adil. nyanyian-nyanyian bising. pria pemakai anting-anting. mempersoalkan atau menceritakan si rambut panjang. Langkah-langkah awal dari "nilai" adalah seperti halnya ide manusia yang merupakan potensi pokok human being. " Studi tentang nilai termasuk dalam ruang lingkup estetika dan etika. Nilai tidaklah tampak dalam dunia pengalaman. Selanjutnya. Pada dasarnya studi tentang etika merupakan pelajaran tentang moral yang secara langsung merupakan pemahaman tentang apa itu benar dan salah. Misalnya. dan moral bangsa.

masyarakat. berperi Kerakyatan. Spekulatif. bahwa hakikat manusia Indonesia adalah untuk memiliki sifat dan keadaan yang berperi Ketuhanan Yang Maha Esa. Representatif. Cabang-cabang filsafat meliputi: 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) Epistemologi (Filsafat Pengetahuan). membudayakan. satu rakyat. Analitis. berperi Kemanusiaan. Komprehensif. dan sekolah. Filsafat Pendidikan. baik sebagai pribadi maupun sebagai warga masyarakat ataupun sebagai pemegang kekuasaan. Pengamalan secara cbjektif adalah pengamalan di bidang kehidupan kenegaraan atau kemasyarakatan. dan adil dijabarkan menjadi konsep Etika Pancasila. Undang-undang Organik. Estetikaf Filsafat Seni). Etika (Filsafat Moral). Politik (Filsafat Pemerintahan). . Mendasar. dan peraturan-peraturan pelaksanaan lainnya. Ciri atau karakteristik berpikir filsafat adalah: 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) 8) Sistematis. manusia. bangsa dan negara Indonesia berkehendak untuk mengerti. Konsep Filsafat Pancasila dijabarkan menjadi sistem Etika Pancasila yang bercorak normatif. yang penjelasannya berupa suatu pcrangkat ketentuan hukum yang secara hierarkis berupa pasal-pasal UUD. yang penjelmaannya berupa tingkah laku dan sikap dalam hidup sehari-hari. Upaya ini dikembangkan melalui jalur keluarga. Ketetapan MPR. dan Evaluatif. Mendalam. ternyata kemudian dijadikan pangkal tolak pelaksanaannya yang berwujud konsep pengamalan yang bersifat subjektif dan objektif. dan berperi Keadilan Sosial.xxix diri bangsa yang nyata dan konsekuen secara aksiologis. Filsafat Agama. Filsafat Ilmu. Pengamalan secara subjektif adalah pengamalan yang dilakukan oleh manusia individual. menghayati. hakikat nilai-nilai Pancasila. Metafisika (membicarakan tentang segala sesuatu di balik yang ada). dan melaksanakan Pancasila. berperi Kebangsaan. Refleksi filsafat yang dikembangkan oleh Notonagoro untuk menggali nilai-nilai abstrak. Nilai-nilai yang bersumber dari hakikat Tuhan.

Aliran Filsafat meliputi: 1) Rasionalism 2) Marxisme 3) Idealisme 4) Realisme 5) Positivisme 6) Materialisme 7) Eksistensialisme 8) Utilitarianisme 9) Hedonisme 10) Spiritualisme 11) Stoisme 12) Liberalisme e. maka Pancasila merupakan system filsafat. Pancasila adalah suatu yang ada. tetapi jika tidak maka bukan system filsafat. Pancasila sebagai sistem filsafat bangsa Indonesia Pancasila sebagai sesuatu yang ada. dan Kosmologi (membicarakan tentang segala sesuatu yang ada yang teratur).M. jika syarat-syarat system filsafat cocok pada Pancasila. 2.xxx 8) Filsafat hukum. 3. Penjabaran filsafat terhadap Pamcasila : 1) Objek filsafat : yang pertama objek material adalah segala yang ada dan mungkin ada.E. . yaitu ada Tuhan. dan ada alam semesta. maka dapat dikaji secara filsafat (ingat objek material filsafat adalah segala yang ada). Kemanusiaan yang adil dan beradab Persatuan Indonesia Kerakyatan yang dipimpin dalam permusyawaratan/perwakilan Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. ada manusia. dan untuk mengetahui bahwa Pancasila sebagai system filsafat. 9) Filsafat Sejarah. sebagai dasar negara rumusannya jelas yaitu : 1. Sebaimana suatu logam dikatakan emas bila syarat-syarat emas terdapat pada logam tersebut. Ke-Tuhanan Y. 5. maka perlu dijabarkan tentang syarat-syarat filsafat terhadap Pancasila tersebut. 4. Objek yang demikian ini dapat digolongkan ke dalam tiga hal. 10) Filsafat Matematika.

objek formal filsafat adalah hakikat dari segala sesuatu yang ada itu sendiri. Dengan analisis penjabaran ini. hal-hal yang bersatu. Dan dari kelima objek itu dapat dipersempit lagi ke dalam tiga saja. Apakah Pancasila juga kajian hakikat? Kalau menilik dari kelima objek kelima sila Pancasila itu. yaitu Ke-Tuhanan. Kedua. demikian seterusnya ilmu-ilmu dan filsafat yang lain. semuanya tersusun atas kata dasar dengan tambahan awalan ke/per dan akhiran an. satu. 2) Metode filsafat : Metode filsafat adalah kontemplasi atau perenungan atau berfikir untuk menemukan hakikat. Menurut ilmu bahasa. rakyat. manusia. rakyat dan keadilan itu berada pada alam Dengan demikian dari segi objek material Pancasila dapat diterima. tetapi cara menemukan hakikat. tetap dan tidak berubah. nilai-nilainya digali dari buminya Indonesia. maka Pancasila memenuhi syarat juga dalam hal objek formalnya. Jadi di sini bukan berfikirnya. manusia dan alam semesta untuk mewakili objek satu. Misalnya kemanusiaan. maka akan menjadi abstrak (bersifat abstrak) benda kata dasar tersebut. jika suatu kata dasar diberi awalan ke atau per dan akhiran an. maknanya adalah hakikat abstrak dari manusia itu sendiri. persatuan. ia temuikan dengan cara-cara tertentu dengan metode analisa dan sintesa. yang mutlak. metode sintesa serta metode analisa dan sintesa (analitico-syntetik). terpisah dengan system lainnya. Demikian juga Pancasila. semesta itu sendiri. rakyat. 3) Sistem filsafat : setiap ilmu maupun filsafat dalam dirinya merupakan suatu system. artinya merupakan suatu kebulatan dan keutuhan tersendiri. Secara umum ada dua dan tiga dengan metode campuran. atau metode menemukan hakikat. yaitu sebab Tuhan. awalan per menunjukkan suatu proses menuju ke awalan ke yang nantinya diharapkan menjadi kesatuan juga. dan adil. Misalnya psykhologi merupakan kebulatan tersendiri terpisah dan berbeda dengan anthropologi.xxxi Dari rumusan ini maka objek yang didapat adalah : Tuhan. dan adil. Khusus untuk persatuan. kerakyatan. lebih dari itu menunjukkan sifat hakikat dari bendanya. Demikian juga dalam sila-sila Pancasila yang lainnya. yaitu metode analisa. . dan keadilan.

Sila keadilan demikian juga. sedang sila-sila yang di belakang merupakan pengkhususan atau bentuk realisasi dari sila-sila yang di depan.xxxii Pancasila sebagai suatu Dasar Negara adalah merupakan suatu kebulatan. mendasari. tidak ada satupun sila yang terpisah dengan yang lainnya. lima sila dalam satu kesatuan yang utuh. adalah dasar yang paling umum bagi semua sila yang di belakang. tetapi sila-sila tersebut saling ada hubungannya satu dengan lainnya secara keseluruhan. sebagaimana terdapat dalam sila ke dua Pancasila. maka sila pertama ke-Tuhanan Y. oleh karena itu rumusannya (redaksinya) berbunyi “… untuk mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia”. Memang terdiri dari lima. dan universal adalah sifat dari kajian filsafat. sedang semua sila yang kelima merupakan sila yang terkhusus dan merupakan tujuan dari semua sila yang di depan.M. ini menunjukkan dan mengukuhkan bahwa luas . yang berada di manapun dan waktu kapanpun. Dilihat dari pemahaman ini. Silasila yang di depan mendasari dan menjiwai sila-sila yang di belakang. di mana dan kapanpun manusia itu berada. Hakikat manusia adlah unsur-unsur dasar yang mutlak pada manusia adalah sama bagi seluruh jenis makhluk yang namanya manusia. demikian juga berlaku pada sila-sila yang lainnya. dari umum penjumlah yang kecil (kolektif) dari sekumpulan jumlah tertentu sampai jumlah yang lebih besar dan lagi hingga kepada umum seumum-umumnya (universal). Bagaimana jika diterapkan pada Pancasila? Misalnya kajian tentang hakikat manusia. Oleh karena itu dapat diistilahkan “Eka Pancasila”.E. Setiap sila mengandung. bahwa yang namanya “adil” itu sama hakikatnya maknanya di manapun dan kapanpun. dan menjiwai semua sila. dan dari segi keluasannya sila-sila yang di belakang lebih sempit dari sila-sila yang di muka. 4) Sifat universal filsafat : Berlaku umum adalah sifat dari pengetahuan ilmiah. dibatasi dan disifati oleh keempat sila lainnya. Pengertian umum itu bertingkat. Dengan uraian yang merupakan penjabaran dari syarat-syarat filsafat yang ternyata cocok diterapkan kepada Pancasila.. jadi pengertian ini (universal) tidak terbatas pada ruang dan waktu.

Notonagoro lebih lanjut mcngemukakan bahwa manusia sebagai pendukung pokok sila-sila Pancasila secara ontologis memiliki hal-hal yang mutlak. serta mempunyai sifat dasar kesatuan yang mutlak. segala aspek dalam penyelenggaraan negara diliputi oleh nilaioleh hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan. Di samping itu. sekaligus sebagai makhluk Tuhan. dari khasanah kehidupannya. Konsekuensmya. sebagai makhluk individu dan sosial. dari kebiasaannya. yaitu berupa sifat kodrat monodualis. serta berkeadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia pada hakikatnya adalah manusia (Kaelan. Selanjutnya. adaptistiadatnya. dari nenek moyang kita sejak lama. Yaitu Sistem Filsafat Bangsa Indonesia. berkesatuan Indonesia. 2005). yaitu terdiri atas susunan kodrat. Pancasila sebagai dasar filsafat negara Republik Indonesia memiliki susunan lima sila yang merupakan suatu persatuan dan kesatuan. B. Hal ini dapat dijelaskan bahwa yang berketuhanan Yang Maha Esa. secara ontologis hakikat dasar keberadaan dari sila-sila Pancasila adalah manusia. berkerakyatan yang dipimpin 2005). Dengan demikian. raga dan jiwa. secara hierarkis sila pertama Ketuhanan Yang Maha Esa mendasari dan menjiwai keempat silasila Pancasila (Kaelan. serta jasmani dan rohani.xxxiii Pancasila benar-benar suatu system filsafat. Mengapa?. . Menurut Notonagoro hakikat dasar ontologis Pancasila adalah manusia. serta kepercayaan dan agama-agamanya. Selain itu. kedudukannya sebagai makhluk pribadi yang berdiri sendiri. kebudayaannya. Oleh karena itu. nama Indonesia ini ditambahkan karena objek materialnya seperti telah diutarakan di muka adalah dari bangsa Indonesia sendiri. sebagai makhluk individu sekaligus juga sebagai makhluk sosial. Yaitu digali dari buminya Indonesia. berkemanusian yang adil dan beradab. Kajian Ontologis Secara ontologis kajian Pancasila sebagai filsafat dimaksudkan sebagai upaya untuk mengetahui hakikat dasar dari sila-sila Pancasila. karena manusia merupakan subjek hukum pokok dari sila-sila Pancasila. serta kedudukan kodrat manusia sebagai makhluk pribadi dan sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa. Untuk hal ini.

sifat negara. Hal ini berarti bahwa dalam setiap aspek penyelenggaraan negara harus dijabarkan dan bersumberkan pada nilai-nilai Pancasila. tujuan negara. tentang sumber pengetahuan manusia. Selanjutnya. Oleh karena itu. Kajian epistemologi Pancasila tidak dapat dipisahkan dengan dasar ontologisnya. Merujuk pada pemikiran filsafat Aristoteles. Epistemologi Pancasila sebagai suatu objek kajian pengetahuan pada hakikatnya meliputi masalah sumber pengetahuan Pancasila dan susunan pengetahuan Pancasila. C. baik dalam arti susunan sila-sila Pancasila maupun isi arti dari dari sila-sila Pancasila ifu. Sila pertama Pancasila mendasari dan menjiwai keempat sila lainnya. yaitu: a. tentang teori kebenaran pengetahuan manusia. Kemudian. . tugas/kewajiban negara dan warga negara. serta c. sistem hukum negara. dasar epistemologis Pancasila sangat berkaitan erat dengan konsep dasarnya tentang hakikat manusia. Menurut Titus (1984:20) terdapat tiga persoalan yang mendasar dalam epistemologi. b. sebagaimana telah dipahami bersama. adalah nilai-nilai yang ada pada bangsa Indonesia itu sendiri.xxxiv nilai Pancasila yang merupakan suatu kesatuan yang utuh yang memiliki sifat dasar yang mutlak berupa sifat kodrat manusia yang monodualis tersebut. Hal ini dimungkinkan karena epistemologi merupakan bidang filsafat yang membahas hakikat ilmu pengetahuan (ilmu tentang ilmu). serta segala aspek penyelenggaraan negara lainnya. seperti bentuk negara. seluruh nilai-nilai Pancasila tersebut menjadi dasar rangka dan jiwa bagi bangsa Indonesia. tentang watak pengetahuan manusia. Kajian Epistemologi Kajian epistemologi filsafat Pancasila dimaksudkan sebagai upaya untuk mencari hakikat Pancasila sebagai suatu sistem pengetahuan. yaitu: a. bahwa nilai-nilai tersebut sebagai kausa material is Pancasila. susunan Pancasila sebagai suatu sistem pengetahuan maka Pancasila memiliki susunan yang bersifat formal logis. Susunan kesatuan sila-sila Pancasila adalah bersifat hierarkis dan berbentuk piramidal. Adapun tentang sumber pengetahuan Pancasila. moral negara.

c. dalam sila ketiga. Selain itu. dasar-dasar rasional logis Pancasila juga menyangkut isi arti sila-sila Pancasila tersebut. keempat. maka nilai-nilai yang . baik yang menyangkut kualitas maupun kuantitasnya. Kajian Aksiologi Kajian aksiologi filsafat Pancasila pada ivakikatnya membahas tentang nilai praksis atau manfaat suatu pengeiahuan tentang Pancasila. keempat. serta mendasari dan menjiwai sila kelima. Kedudukan dan kodrat manusia pada hakikatnya adalah sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa. epistemologi Pancasila mengakui kebenaran konsensus terutama dalam kaitannya dengan hakikat sifat kodrat manusia sebagai makhluk individu dan makhluk sosial. serta e. dan kelima. Dasar-dasar rasional logis Pancasila juga menyangkut kualitas ataupun kuantitasnya. Sila kedua didasari sila pertama serta mendasari dan menjiwai sila ketiga. dan keempat.xxxv b. Hal ini sebagai tingkat kebcnaran yang tertinggi: Selanjutnya. Demikianlah. ketiga.Sebagai suatu paham epistemologi. Sila ketiga didasari dan dijiwai sila pertama dan kedua. susunan Pancasila memiliki sistem logis. Sila kelima didasari dan dijiwai sila pertama. sesuai dengan sila pertama Pancasila. Selain itu. dan ketiga. Pancasila memandang bahwa ilmu pengetahuan pada hakikatnya tidak bebas nilai karena harus diletakkan pada kerangka moralitas kodrat manusia serta moralitas religius dalam upaya untuk mendapatkan suatu tingkatan pengetahuan dalam hidup manusia. Itulah sebabnya Pancasila secara epistemologis harus menjadi dasar moralitas bangsa dalam membangun perkembangan sains dan teknologi dewasa ini. kedua. kebenaran dan pengetahuan manusia merupakan suatu sintesis yang harmonis di antara potensi-potensi kejiwaan manusia. Sila Ketuhanan Yang Maha Esa member! landasan kebcnaran pengetahuan manusia yang bersumber pada intuisi. Karena sila-sila Pancasila sebagai suatu sistem filsafat memiliki satu kesatuan dasar aksiologis. d. Sila keempat didasari dan dijiwai sila pertama. dan kehendak manusia untuk mendapatkan kebenaran yang tertinggi. Karena itu. kedua. epistemologi Pancasila juga mengakui kcbenaran wahyu yang bersifat mutlak. yaitu akal. D. dan kelima. serta mendasari dan menjiwai sila keempat dan kelima. rasa.

Dalam hubungan ini. Hal ini bersifat subjektit. Jadi. Akan tetapi. artinya ada sifat atau kualitas yang melekat padanya. Nilai material relatif lebih mudah diukur menggunakan pancaindra ataupun alat pengukur. tetapi ada pula yang sebaliknya. Indah dan baik adalah sifat atau kualitas yang melekat pada bunga dan perbuatan. yaitu berorientasi pada nilai yang nonmaterial. Hal ini merupakan pandangan dari paham objektivisme. Sifat dari suatu benda yang menyebabkan menarik minat seseorang atau kelompok. Ada yang mendasarkan pada orientasi nilai material. misalnya bunga itu indah. Kalangan materialis memandang bahwa hakikat nilai yang tertinggi adalah nilai material. ada yang bersifat material dan nonmaterial. nilai yang bersifat rohaniah . nilai itu sebenarnya adalah suatu kenyataan yang tersembunyi di balik kenyataan-kenyataan lainnya. Dengan demikian. Namun.xxxvi terkandung dalamnya pada hakikatnya juga merupakan suatu kesatuan. Di dalam Dictionary of Sociology' an Related Sciences dikemukakan bahwa nilai adalah suatu kemampuan yang dipercayai yang ada pada suatu benda untuk memuaskan manusia. aksiologi Pancasila mengandung arti bahwa kita membahas tentang filsafat nilai Pancasila. Selanjutnya. yaitu manusia. dan kata kerja yang artinya sesuatu tindakan kejiwaan tertentu dalam menilai atau melakukan penilaian (Frankena: 229). pcrbuatan itu baik. Sesuatu itu mengandung nilai. Adanya nilai itu karena adanya kenyataan-kenyataan lain sebagai pembawa nilai. yaitu bahwa sesuatu itu bernilai karena berkaitan dengan sabjek pemberi nilai. Terdapat berbagai macam teori tentang nilai dan hal ini sangat bcrgantung pada titik tolak dan sudut pandang setiap teori dalam menentukan pengertian nilai. sedangkan kalangan hedonis berpandangan bahwa nilai yang tertinggi adalah nilai kenikmatan. Istilah nilai dalam kajian filsafat dipakai untuk merujuk pada ungkapan abstrak yang dapat juga diartikan sebagai "keberhargaan " (worth) atau "kebaikan " (goodnes). dari berbagai macam pandangan tentang nilai dapat dikelompokkan pada dua macam sudut pandang. manusia memiliki orientasi nilai yang berbeda bergantung pada pandangan hidup dan filsafat hidup masing-masing. nilai itu pada hakikatnya adalah sifat atau kualitas yang melekat pada suatu objek. Notonagoro memerinci tentang nilai. tetapi juga terdapat pandangan bahwa pada hakikatnya nilai sesuatu itu melekat pada dirinya sendiri.

nilai kebaikan atau nilai moral. nilai vital. serta perbuatan manusia dan bangsa Indonesia. Sehubungan dengan ini. Secara aksiologis. nilai keindahan atau estetis. bangsa Indonesia merupakan pendukung nilai-nilai Pancasila (subcriber of values Pancasila). nilai kebenaran. Bangsa Indonesia yang berketuhanan. 2005). serta karsa dan keyakinan manusia (Kaelan. dan yang berkeadilan sosial. Kalau pengakuan. atau penghargaan itu telah menggejala dalam sikap. nilainilai Pancasila yang tergolong nilai kerohanian itu juga mengandung nilai-nilai lain secara lengkap dan harmonis. dan penerimaan Pancasila sebagai sesuatu yang bernilai itu akan tampak menggejala dalam sikap. Menurut Notonagoro. yang berpersatuan. yang berkerakyatan. . rasa. yaitu ketuhanan Yang Maha Esa menjadi basis dari semua sila-sila Pancasila (Darmodihardjo: 1978). penghargaan.xxxvii sulit diukur. dan perbuatan manusia Indonesia. bangsa Indonesialah yang menghargai. mengakui. ataupun nilai kesucian yang secara keseluruhan bersifat sistemik-hierarkis. seperti nilai material. tingkah laku. tingkah laku. tingkah laku. maka bangsa Indonesia dalam hal ini sekaligus adalah pengembannya dalam sikap. nilai-nilai Pancasila itu termasuk nilai kerohanian. penerimaan. Dengan demikian. sila pertama. dan perbuatan bangsa Indonesia. serta menerima Pancasila sebagai sesuatu yang bernilai. tetapi dapat juga dilakukan dengan hati nurani manusia sebagai alat ukur yang dibantu oleh cipta. Pengakuan. yang berkemanusiaan. Sebagai pendukung nilai. tetapi nilai-nilai kerohanian yang mengakui nilai material dan nilai vital.

fundamental. negara harus bersifat demokratis. Dalam pengertian inilah. Konsekuensinya.xxxviii PENUTUP Pancasila sebagai dasar filsafat negara serta sebagai filsafat hidup bangsa Indonesia pada hakikatnya merupakan suatu nilai-nilai yang bersifat sistematis. Pemikiran filsafat kenegaraan bertolak dari pandangan bahwa negara adalah merupakan suatu persekutuan hidup manusia atau organisasi kemasyarakatan. dan menyeluruh. . persatuan. Konsekuensinya kelima sila tidak terpisah-pisah dan memiliki makna sendirisendiri. kemasyarakatan. sila-sila Pancasila merupakan suatu sistem filsafat. pada hakikatnya bertujuan mewujudkan harkat dan martabat manusia sebagai makhluk yang berbudaya atau makhluk yang beradab (hakikat sila kedua). Adapun negara yang didirikan oleh manusia itu berdasarkan pada kodrat bahwa manusia sebagai warga negara. dan kenegaraan harus berdasarkan pada nilai-nilai ketuhanan. . manusia harus membentuk suatu ikatan sebagai suatu bangsa (hakikat sila ketiga). tetapi memiliki esensi serta makna yang utuh. kerakyatan. Untuk mewujudkan suatu negara sebagai suatu organisasi hidup. Untuk itu. Pancasila sebagai filsafat bangsa dan negara Republik Indonesia mengandung makna bahwa setiap aspek kehidupan kebangsaan. yang merupakan masyarakat hukum (legal society). Maka itu. Negara yang merupakan persekutuan hidup manusia sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa. sila-sila Pancasila merupakan suatu nilai-nilai yang bersifat bulat dan utuh. hierarkis. yaitu sebagai bagian persekutuan hidup yang mendudukkan kodrat manusia sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa (hakikat sila pertama). dan keadilan. hak serta kekuasaan rakyat harus dijamin. Terwujudnya persatuan dan kesatuan akan melahirkan rakyat sebagai suatu bangsa yang hidup dalam suatu wilayah negara tertentu. kemanusiaan. dan sistematis. hidup kenegaraan itu haruslah didasarkan pada nilai bahwa rakyat merupakan asal mula kekuasaan negara.

W. diterjemahkan oleh Rasyidi.Makassar.Pendidikan Pancasila Perguruan Tinggi. SOAL LATIHAN Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini : 1. dalam National Interest. Jelaskan pancasila sebagai kristalisasi nilai-nilai budaya bangsa Indonesia! DAFTAR BACAAN Darmodiharjo. Gramedia: Jakarta. and Richard T. seluruh warga negara harus dijamin berdasarkan suatu prinsip keadilan yang timbul dalam kehidupan bersama (hakikat sila kelima).2003 . Dikutip dari Modernity and Its Future. 1989.. 1989. Pokok-Pokok Filsafat Hukum. F. dalam hidup kenegaraan harus diwujudkan jaminan perlindungan bagi seluruh warga. 2005. 1971. The End of History. Dengan demikian. Kaelan. 1985. 16 (1989). Implementasi Pancasila untuk ABR1. Jelaskan Prinsip-prinsip filsafat pancasila! 3. Makalah pada Kursus Calon Dosen Pendidikan Kewarganegaraan: Jakarta. Smith. Magnis. Marilyn S. Polity Press: Cambridge. Filsafat Pancasila sebagai Filasfat Bangsa Negara Indonesia. Etika Politik: Prinsip-Prinsip Moral Dasar Modern. Pranarka. 1987. Jelaskan Pengertian Filsafat Pancasila! 2. Tim Dosen Pancasila Unhas. Universitas Hasanuddin. Sejarah Pemikiran tantang Pancasila. Penerbit bulan Bintang: Jakarta. 1984. PT Gramedia: Jakarta. Notonagoro. Titus Harold. Suseno. Untuk mewujudkan tujuan negara sebagai tujuan bersama. Living Issues Philosophy. Gramedia Pustaka Utama: Jakarta. Poespowardoyo.xxxix baik sebagai individu maupun secara bersama (hakikat sila keempat). Franz. Jelaskas kajian ontologis. Darji. Nolan. CSIS: Jakarta. Fukuyama. 1996.M. Soeryanto. Filsafat Pancasila. efistimologis dan aksiologis dari pancasila! 4. Pengertian Dasar bagi Departemen Pertahanan dan Keamanan: Jakarta. A. untuk mewujudkan tujuan. No.

nilai kebudayaan. yang juga diangkat dari nilai adat istiadat. pancasila dihadapkan pada kekuatan kapitalisme global yang telah dijadikan "ideologi" . nilai kepustakaan. Dalam beberapa pasal.STIMIK DIPANEGARA . Menurut Noor MS. Pengejawantahannya tercermin dalam kehidupan praksis.Pendidikan Pancasila Bunga Rampai . nilai tradisi. Latar Belakang Pancasila merupakan hasil perenenungan atau pemikiran seseorang atau kelompok orang.xl Tim Dosen Pancasila Unhas. Bakry [1994]. melainkan berasal dari nilai – nilai yang dimiliki bangsa Indonesia sendiri. Pancasila telah tampil di garda depan. Universitas BAB III PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI NASIONAL PENDAHULUAN A. Pancasila bukan berasal dari dari ide – ide bangsa lain. nilai religius yang terdapat pada pandangan hidup bangsa indonesia sendiri sebelum membentuk negara. Kumpulan nilai – nilai dari kehidupan lingkungan sendiri dan yang diyakini kebenarannya kemudian digunakan untuk mengatur masyarakat. Pancasila akan selalu mempunyai hal baru yang progresif dalam menghadapi tantangan kehidupan yang makin maju dan kompleks.2004 Tim Dosen Kewarganegaraan Hasanuddin.2008 Unhas.Makassar. ekonomi. Dalam arti. ia menjadi kesatuan prinsip pengarahan yang berkembang dialektik serta terbuka penafsiran baru untuk melihat perspektif masa depan dan aktual antisipatif dalam menghadapi perkembangan dengan memberikan arah dan tujuan yang ingin dicapai dalam melangsungkan hidup dan kehidupan nasional. Pancasila sebagai ideologi bersifat dinamik. Apa yang dipaparkan Noor MS Bakry mengindikasikan.Makassar. Tantangan sekarang ini. khususnya menyangkut nilai-nilai kemanusiaan dan keadilan. maupun religi. inilah yang dinamakan ideologi. sosial budaya. baik dalam bidang politik. Pendidikan Kewarganegaraan.

decline (kemunduran). Akhir-akhir ini.xli masyarakat dunia. serta jika tidak berkeadilan juga bukan manusia. persatuan. Tanpa itu. Dengan demikian. ideologi itu tidak pernah mati. Atas dasar Weltanschauung itu. tanpa pedoman. Pancasila juga dapat dipandang sebagai ideologi negara kebangsaan Indonesia. Menghadapi konsepsi tatanan pemikiran yang berkembang. negara bergerak seperti layangan putus. disusunlah visi. Jika tidak demikian bukanlah manusia. Masyarakat Indonesia sedikit banyak terpengaruh dengan kaum kapitalisme global ini. B. dan tujuan negara. sekarang saatnya kita menghidupkan dan memperlihatkan Pancasila sebagai sosok yang sakti. keadilan. jika tidak berkemanusiaan juga bukan manusia. Agar Pancasila sebagai ideologi bangsa tetap mempunyai semangat untuk diperjuangkan. Saatnya kita menggali nilai-nilai kemanusiaan dan keadilan yang terkandung didalamnya. yaitu ketuhanan. kita perlu menerima kenyataan belum diterimanya Pancasila oleh semua pihak. yang merupakan sifat hakikat manusia. Mustafa Rejai dalam buku Political Ideologies menyatakan. Ruang Lingkup Bahan pembelajaran ini akan membahas : . misi. sejak awal reformasi hingga saat ini sedang terjadi declining (kemunduran) pamor ideologi Pancasila seiring meningkatnya liberalisasi dan demokratisasi dunia. jika tidak berpersatuan juga tidak manusia. kemanusiaan. terasa pamor Pancasila sedang menurun. sehingga disebut kepribadian kemanusiaan. Kepribadian kemanusiaan merupakan sifat-sifat hakikat kemanusiaan abstrak umum universal yang dapat membedakan manusia dengan makhluk lain. lima unsur tersebut mutlak ada dalam diri manusia. Dalam Pancasila ada kepribadian kemanusiaan yang sangat penting. Dunia juga tampak belum yakin pada kelangsungan dan kemajuan sebuah negara bangsa bernama Indonesia. yang terjadi adalah emergence (kemunculan). Sebuah negara bangsa membutuhkan Weltanschauung atau landasan filosofis. Tampaknya. dan jika tidak berkerakyatan dan berkeluargaan juga bukan ma-nusia. kerakyatan. dan resurgence of ideologies (kebangkitan kembali suatu ideologi).

Peranan Ideologi dalam Kehidupan Bermasyarakat. Perbandingan Ideologi Pancasila dengan Ideologi Lainnya e. 5. Pengertian Ideologi dan Dimensi-dimensinya b. Pancasila sebagai Ideologi Terbuka d. Reformasi Socio-Moral C. Berbangsa dan Bernegara c. ideologi tertutup.xlii a. dan dinamis kemudian Membandikan idiologi pancasila dengan idiologi dunia lainnya seperti liberalisme. memahami. 3. Sasaran Pembelajaran Modul Mahasiswa diharapkan dapat mengerti. dan idiologi keagamaan. Melalui pembelajaran ini mahasiswa diharapkan dapat : 1. . komprehensif. Memahami peranan idiologi bangsa bagi bangsa dan negara serta Memahami pancasila sebagai ideologi bangsa dan negara indonesia yang memiliki ciri terbuka. 4. Menjelaskan pengertian idiologi secara umum. Menjelaskan makna idiologi bagi bangsa dan negara. ideologi komprehensif dan ideologi partikular. komunisme. 6. 2. reformatif. dan menghayati Pancasila sebagai Idiologi bangsa dan negara. Menjelaskan pengertian macam – macam idiologi yang meliputi idiologi terbuka. sekulerrisme.

dan cara tindak seseorang atau bangsa dalam menyelesaikan masalah-masalah yang dihadapinya. pandangan ataupun paham. Eidos berarti idea. gagasan. Selanjutnya ideologi menurut makna yang dikandungnya berarti suatu ilmu atau ajaran yang mengandung ide atau cita-cita yang bersifat tetap dan sekaligus merupakan dasar. atau cita-cita tertentu.2 Dimensi-Dimensi Ideologi Dimensi Realitas . Nilai-nilai yang dipandang itu sebagai cita-cita yang menjadi landasan bagi cara pandang. cita-cita ataupun konsep. Ideologi mengandung nilai-nilai dasar yang hidup dalam masyarakatnya dan terkristalisasi dalam falsafah negara. istilah ideologi berasal dari bahasa Yunani yaitu dari kata “eidos” dan “logos”. A. ajaran. ideologi adalah ilmu atau ajaran tentang idea-idea. atau paham. dalam tulisannya tentang The Consept of Ideology (2002) menjelaskan bahwa “ideology as a set of beliefs” yaitu setiap individu atau kelompok masyarakat memiliki suatu sistem kepercayaan mengenal sesuatu yang dipandang bernilai dan menjadi kekuatan motivasi bagi perilaku individu atau kelompok masyarakat. Jorge Larrain. Pengertian Ideologi dan Dimensi-Dimensinya A. Sedangkan logos berarti ilmu. cara fikir. gagasan-gagasan. Jadi.xliii URAIAN BAHAN PEMBELAJARAN A.1 Pengertian Ideologi Secara etimologi. Dengan demikian dapat dipahami bahwa ideologi adalah seperangkat sistem nilai yang diyakini kebenarannya oleh suatu bangsa dan digunakan sebagai dasar untuk menata masyarakat dalam negara.

berupa norma-norma atau aturan-aturasn yang harus dipatuhi yang sifatnya positif. karena nila-nilai dasar itu telah menjadi milik bersama. sehingga mereka tidak asing dan merasa dipaksakan untuk melaksanakannya. asas atau fundasi di atas mana semua kegiatan kehidupan masyarakat. Cita-cita yang dimaksud hendaknya berisi harapan-harapan yang mungkin direalisasikan. Nilai-nilai dasar yang terkandung di dalamnya bersumber dari nilai-nilai yang hidup dalam masyarakat penganutnya.xliv Pada dimensi ini. dan tujuan yang ingin dicapai dalam kehidupan bermasyarakat. berbangsa. dan bernegara. ideologi mengandung nilai-nilai dasar. a. Sebagai Dasar Artinya merupakan pangkal tolak. Karena itu. B. Peranan Ideologi Dalam Kejhidupan Bermasyarakat . normanorma dan cita-cita yang ingin diwujudkan oleh masyarakat penganutnya. Dimensi ini terutama terdapat pada ideologi yang bersifat terbuka dan demokratis. bangsa. dan Negara dibangun. ideologi merupakan pencerminan realitas yang hidup dalam masyarakat. Dimensi Idealitas Disini ideologi mengandung cita-cita dalam berbagai bidang kehidupan yang ingin dicapai oleh masyarakat penganutnya. Berbangsa. arah. sesuai tuntunan perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. ideologi memiliki peranan sebagai dasar. Dimensi Fleksibilitas Disini ideologi seyogyanya dapat mengikuti spirit perkembangan zaman. dan dasar tersebut umumnya berasal dari nilai-nilai yang berkembang dan hidup dalam masyarakat itu sendiri . Dimensi Normalitas Artinya ideologi mengandung nilai-nilai yang bersifat mengikat masyarakatnya. dan Bernegara Sebagaimana diuraikan di muka.

yang berlawanan dengan ideologi tertutup atau tidak demokratis (otoriter/totaliter). berbangsa. Ideologi yang dapat menerima pemikiran-pemikiran baru tentang nilai dasar yang terkandung pada dirinya.xlv (dimensi realitas). Ideologi seperti ini disebut ideologi yang demokratis. Pancasila Sebagai Ideologi Terbuka Suatu ideologi disebut terbuka bila ideologi tersebut dapat menerima dan bahkan mengembangkan pemikiran-pemikiran baru sejauh tidak bertentangan dengan nilai-nilai dasarnya. bangsa dan Negara berupa norma-norma atau aturan-aturan yang harus dipatuhi agar arah untuk mencapai cita-cita atau tujuan tidak menyimpang (dimensi normalitas). C. Pancasila sejak awal pembahasannya (sidang BPUPKI tanggal 29 Mei sampai dengan 1 Juni 1945 dan sidang gabungan tanggal 22 Juni 1945) memang direncanakan untuk dijadikan Dasar Negara. Sebagai Tujuan Artinya semua aktivitas dalam kehidupan bermasyarakat. Disini Pancasila menjelmakan diri sebagai pengarah. dan bernegara pada akhirnya mengarah pada suatu tujuan atau cita-cita yang terkandung dalam ideologi yang dipakai. Sebagai Pengarah Artinya sebagai pengatur dan pengendali kehidupan masyarakat. . Pancasila sebagai ideologi nasional akan memberikan motivasi dan semangat untuk melaksanakan pembangunan bangsa secara adil dan seimbang untuk mencapai tujuan yang tercantum dalam Pembukaan UUD 1945 (dimensi idealitas). Peran sebagai pengarah ditunjukkannya pada kedudukan Pancasila sebagai “sumber dari segala sumber hukum” segala peraturan hukum dan perundang-undangan yang ada di Negara Kesatuan Republik Indonesia. b. tanpa harus khawatir kehilangan jati dirinya. c. Tanggal 18 Agustus 1945 sidang PPKI menetapkan secara resmi Pancasila sebagai dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia. pengendali di dalam setiap gerak tata kehidupan berbangsa dan bernegara.

dengan tidak harus mengorbankan nilai-nilai dasarnya yang bersifat tetap. berbangsa.Ideologi Pancasila : Ideologi Pancasila : memandang manusia sebagai makhluk individu dan makhluk sosial. Sebagai ideologi terbuka. Hal ini telah ditunjukkan oleh asas sila keempat yaitu : “Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan / perwakilan”. Suaitu ideologi yang dalam kenyataannya tidak mampu lagi menerima pemikiranpemikiran baru atau metode baru yang berbeda. D. mengandung arti bahwa nilai dasar yang terkandung dalam Pancasila bersifat tetap atau abadi. Lebih dari itu justru memperkaya bentuk perwujudan yang beraneka ragam dalam tata kehidupan bermasyarakat. Perbandingan Ideologi Pancasila Dengan Ideologi Lainnya a. Pancasila sebagai ideologi terbuka tidak sekedar dapat menerima. ia selalu membutuhkan yang lain. walaupun dapat saja penganutnya menyatakan ideologinya demokratis. Pancasila sebagai ideologi terbuka. bukan atas kekuasaan belaka. perwujudan Pancasila sebagai ideologi terbuka adalah dalam tata kehidupan Negara kita yang dinyatakan. .xlvi Pancasila sebagai ideologi jelas mempunyai nilai demokratis. bahwa Negara kita berdasar atas hukum. Dengan demikian. Suatu ideologi yang demokratis adalah ideologi terbuka. bahkan mendorong untuk dapat menciptakan pemikiran-pemikiran baru tersebut dalam rangka lebih menyegarkan dan memperkuat relevansinya dengan perkembangan spirit zaman. Inilah yang dimaksudkan dengan nilai instrumental yang dapat dikembangkan sesuai dengan perkembangan spirit zaman. Monodualisme ini adalah kodrati. maka manusia tidak dapat hidup sendirian. yaitu mampu menerima pemikiran-pemikiran baru dalam rangka pengembangan atau penyempurnaan perwujudan nilai-nilai dasar yang terkandung di dalamnya. yang demikian disebut ideologi tertutup atau ideologi otoriter/totaliter. namun dalam penjabarannya dapat dikembangkan secara kreatif dan dinamis sesuai dengan kebutuhan dinamika perkembangan masyarakat Indonesia sendiri. dan bernegara. dalam batas-batas tertentu Pancasila dapat menerima dan menampung pengaruh-pengaruh dari nilai-nilai yang berasal dari luar sepanjang tidak bertentangan dengan nilai-nilai dasar yang ada.

sehingga pemahaman dan pengamalannya harus mencakup semua dalamnya. Kelima sila dalam Pancasila merupakan kesatuan yang bulat dan utuh. yakni manusia dalam hidup saling tergantung antar manusia. Nilai ini berfungsi sebagai kekuatan mental. Sila Kemanusioann Yang Adil dan Beradab. Pancasila merupakan tatanan nilai yang digali atau dikristalisasikan dari nilai-nilai dasar budaya bangsa Indonesia yang sudah sejak ratusan tahun lalu tumbuh dan berkembang dalam kehidupan masyarakat di Indonesia (Bung Karno. mengandung nilai kedaulatan berada di tangan rakyat (demokrasi) yang dijelmakan oleh persatuan nasional yang riil dan wajar. Saling tergantung dan saling memberi merupakan pasangan pokok dan ciri khas persatuan serta menjadi inti isi dari nilai kekeluargaan. hormat menghormati. saling mencintai. nilai yang terkandung di . Sila Persatuan Indonesia. Sila kerakyatan Yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan / Perwakilan. spiritual. maka atheisme tidak berhak hidup di bumi Indonesia dalam kerukunan dan kedamaian hidup beragama. keberanian membela kebenaran dan keadilan. mengandung nilai-nilai kebangsaan. memberikan kesempatan yang seluas-luasnya kepada semua pemeluk agama dan penganut kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa untuk berkembang di Indonesia. toleransi dan nilai gotong royong. saling menerina dan memberi antar manusia dalam memasyarakat dan menegara. musyawarah untuk mufakat dan menjunjung tinggi harkat dan martabat serta nilai kebenaran dan keadilan. 1 Juni 1945). dan landasan etik dalam Ketahanan Nasional. Ideologi Pancasila. mengajarkan dan menerapkan sekaligus mengehendaki persatuan. sama kewajiban dan hak. Sila Ketuhanan Yang Maha Esa. mengandung nilai spiritual. baik setiap silanya maupun paduan dari kelima sila-silanya.xlvii Menurut konsep Pancasila. tersimpul nilai satu derajat. cinta tanah air dan rela berkorban demi kepentingan bangsa dan Negara. Nilai ini mengutamakan kepentingan Negara / bangsa dengan tetap menghargai kepentingan pribadi dan golongan.

menghormati hak orang dan sikap gotong royong. Ideologi Liberal : Ideologi liberal memandang bahwa sejak manusia dilahirkan bebas dan dibekali penciptanya sejumlah hak azasi. hak kebebasan. Liberalisme bertitik tolak dari hak azasi yang melekat pada manusi sejak ia lahir dan tidak dapat diganggu gugat oleh siapapun termasuk penguasa. Ideologi Komunis : Ideologi Komunistik mendasarkan diri pada premise bahwa semua materi berkembang mengikuti hukum kontradiksi.xlviii Sila Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia. yaitu kebebasan dan kepentingan pribadi yang menuntut kebebasan individual secara mutlak yaitu kebebasan mengejar kebahagiaan hidup di tengah-tengah kekayaan material yang melimpah dan dicapai dengan bebas. Hak dan kebebasan orang seorang hanya dibatasi oleh hak yang sama dimiliki orang lain bukan oleh kepentingan masyarakat seluruhnya. ialah kontradiksi terhadap lingkungan selalu . b. c. Metode berfikir ideologi ini ialah liberalistik yang berwatak individualistik. Ciri konsep dialetik tentang manusia. maka nilai kebebasan itulah yang utama. Herbert Spencer dan Harold J. mengandung nilai sikap adil. Jean Jaques Rousseau. Laski. Menurutnya kepentingan harkat dan martabat manusia (individu) dijunjung tinggi. dengan menempuh proses dialetik. sehingga masyarakat merupakan jumlah para anggotanya saja tanpa ikatan nilai tersendiri. John Locke. Faham liberalisme mempunyai nilai-nilai dasar (intrinsik). terkecuali atas pesetujuan yang bersangkutan. namun ada keteraturan. hak kesamaan. Aliran pikiran ini mengajarkan bahwa Negara adalah masyarakat hukum (legal society) yang disusun atas kontrak semua orang (individu) dalam masyarakat itu (kontrak sosial). yaitu hak hidup. Aliran pikiran perseorangan atau individualistik diajarkan oleh Thomas Hoobbes. yaitu bahwa tidak terdapat sifat permanen pada diri manusia. hak kebahagiaan. Faham liberalisme selalu mengkaitkan aliran pikirannya dengan hak azasi manusia menyebabkan paham tersebut meiliki daya tarik yang kuat di kalangan masyarakat tertentu. yang menjamin kemakmnuran masyarakat secara menyeluruh dan adil.

Sehubungan dengan itu. Oleh karena itu. sadar laku (usaha) dan sadar landasan. Bagi ideologi pancasila diperlukan adanya sadar kehendak (dalam arti tidak akan terombang-ambing). Aliran pikiran ini sangat menonjolkan adanya kelas/revolusi dan perebutan kekuasaan Negara. Aliran pikiran golongan (dass theory) beranggapan bahwa Negara ialah susunan golongan (kelas) untuk menindas golongan (kelas) lain. maka sejarahpun berkembang secara dialetik pula. Reformasi Socio-Moral Ideologi yang bersumber pada filsafat pancasila maka reformasi kita bersifat sociomoral. ekonomi. golongan borjuis menindas golongan proletar (kaum buruh). dikaitkan dengan laku/prilaku maka usaha untuk mencapai tujuan tersebut harus melalui tanggap nilai c. Aliran pikiran ini erat hubungannya dengan aliran material-dialektis atau materialistik. Kelas ekonomi kuat menindas ekonomi lemah. (Lihat buku Pendidikan Pancasila oleh Tim Dosen Pancasila Unhas). konsisten terhadap esprit dan ethos yang dijabarkan dalam filsafat pancasila . Engels. dikaitkan dengan landasan. metoda befikirnya materialisme dialetik dan jika diterapkan pada sejarah dan kehidupan sosial disebut materialisme-historik. Marx menganjurkan agar kaum buruh mengadakan revolusi politik untuk merebut kekuasaan Negara dari kaum golongan karya kapitalis dan borjuis agar kaum buruh dapat ganti berkuasa dan mengatur Negara.xlix menghasilkan perkembangan dialetik dari manusia. E. Sebagai suatu ideologi maka terkandung suatu kehendak untuk berbuat sesuatu. Pikiran Karl Marx tentang sosial. dikaitkan dengan tujuan merupakan suatu keinginan untuk melaksanakan citra menjadi kenyataan (konkritisasi) b. Secara operasional sadar berarti : a. dan Lenin bermula merupakan kritik Karl Marx atas kehidupan sosial ekonomi masyarakat pada awal revolusi industri. Agar tidak terombang-ambing maka sadar kehendak ini perlu sadar tujuan. dengan pikiran Leni terutama dalam pengorganisasian dan operasionalisasinya menjadi landasaan paham komunis. Aliran pikiran golongan (dass theory) yang diajarkan oleh Karl Marx.

para pemimpin. ia harus diperjuangkan untuk diterima kebenarannya melewati batas-batas negara bangsa kita sendiri. sosialisme dengan kapitalisme. Sebagai ideologi nasional. Sebagai hasil dari reformasi socio moral tercipta suatu peradabandalam masyarakat berdasarkan pancasila. dan bersatu sajalah Indonesia dapat menjadi salah satu rujukan dunia. Keberhasilan Pancasila sebagai suatu ideologi akan diukur dari terwujudnya kemajuan yang pesat. “terbuka” terhadap suatu perubahan yang datangnya dari luar.l Reformasi socio-moral yg berdasarkan ideologi pancasila berarti akan menciptakan : a. dan antara demokrasi dengan totaliterianisme. menjadi mission sacre kita sebagai suatu bangsa. sistem kelembagaan b. Hanya dengan mencapai kondisi bangsa yang maju. sejahtera. Tentu bentuk perjuangan ideologi pada waktu ini berbeda dengan zaman berbenturannya nasionalisme dengan imperialisme. Saya berpendapat. Konsepsi dan praktik kehidupan yang Pancasilais terutama harus diwujudkan dalam keseharian kaum elite. kondisi itu adalah hal yang mungkin terjadi yang perlu diwujudkan. Saat itulah Pancasila berpotensi untuk diterima oleh bangsa-bangsa lain di dunia. para . dan persatuan yang mantap dari seluruh rakyat Indonesia. sistem norma yang ideal (esprit dan ethos) Ini berarti suatu ideologi apapun namanya termasuk ideologi pancasila. walaupun nilai-nilai dasar yang terkandung di dalamnya tidak berubah. PENUTUP Pancasila perlu disosialisasikan agar dipahami oleh dunia sebagai landasan filosofis bangsa Indonesia dalam mempertahankan eksistensi dan mengembangkan dirinya menjadi bangsa yang sejahtera dan modern. Tugas kaum terpelajarlah untuk mengartikulasikan keinginan rakyat untuk maju dengan mewarnai Pancasila yang memiliki rumusan tajam di segala bidang untuk menjawab tantangan yang sedang dihadapi bangsa dan negara kita. sistem tanggap nilai c. kesejahteraan yang tinggi.

Pendidikan Kewarganegaraan.Pendidikan Pancasila Perguruan Tinggi.Makassar.Makassar. Jelaskan perbandingan pancasila dengan ideology lainnya didunia! 4. dan kaum terpelajar Indonesia untuk menjadi pelajaran masyarakat luas. Pemikiran Dan Perubahan Politik Indonesia. Jakarta. Berbangsa dan Bernegara! 3. berbangsa dan bernegara Tim Dosen Pancasila Unhas.Jakarta BP-7 Pusat Jakarta.2004 Tim Dosen Kewarganegaraan Hasanuddin. Jelaskan peranan Ideologi dalam Kehidupan Bermasyarakat.2003 Tim Dosen Pancasila Unhas. Pancasila sebagai ideology dalam berbagai bidang Kehidupan bermasyarakat.E.William. Isme-isme Dewasa ini. Universitas Hasanuddin.2008 Unhas. 1991. 1978.man. 1978. SOAL LATIHAN Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini : 1.Pendidikan Pancasila Bunga Rampai . Fogel.li penguasa. para pengusaha. Jelaskan pengertian reformasi sosio-moral! DAFTAR BACAAN Alfian. Jelaskan pengertian ideology dan dimensi-dimensinya! 2.STIMIK DIPANEGARA . Universitas . E. Gramedia. Penerbit Erlangga.Makassar.

lii

BAB IV IDENTITAS NASIONAL
PENDAHULUAN A. Latar belakang Situasi dan kondisi masyarakat dewasa ini menjadikan kita prihatin dan merasa ikut bertanggung jawab atas tercabik-cabiknya Indonesia serta kerusakan social yang menimpah masyarakatnya.Bangsa Indonesia yang dahulu dikenal sebagai “het zachste volk ter aarde” dalam pergaulan antarbangsa, kini sedang mengalami bukan saja krisis identitas, melainkan juga krisis dalam berbagai dimensi kehidupan yang melahirkan instabilitas yang berkepanjangan semenjak reformasi digulirkan tahun 1998 (Koento W:2005) Identitas Nasional saat ini bukan lagi menjadi suatu kebanggaan bagi bangsa Indonesia. Saat ini Indonesia tidak hanya mengalami krisis multidimensi, namun juga mengalami krisis dalam berbagai aspek kehidupan yang melahirkan suatu instabilitas yang berkepanjangan semenjak reformasi digulirkan. Akibat dari semakin biasnya nilai-nilai yang terkandung dalam Identitas Nasional yang tertanam pada diri setiap warga negara Indonesia telah menjadikan situasi dan kondisi masyarakat semakin memprihatinkan dalam berbagai bidang kehidupan, seperti ekonomi, politik, budaya, social dan sebagainya.

liii Masyarakat Indonesia yang dahulu dikenal sebagai suatu bangsa yang memiliki budi yang luhur, sopan santun yang tinggi, kerukunan, idealisme, toleransi, solidaritas social dan gotong royong, telah hilang akibat semakin derasnya arus modernisasi dan globalisasi yang menerjang bangsa Indonesia. Hal ini mengakibatkan bangsa Indonsia semakin berada dalam keterpurukan. Krisis moneter disusul krisis ekonomi dan politik yang akar-akarnya tertanam pada krisis moral dan menjalar pada krisis budaya, menjadikan masyarakat kita kehilangan orientasi nilai. Masyarakat Indonesia yang dikenal ramah, hancur porak-poranda ,kemudian menjadi kasar, serta gersang dalam kemiskinan budaya dan kekeringan spiritual. “social terrorism” muncul dan berkembang di sana-sini dalam fenomena pergolakan fisik, pembakaran, dan penjarahan yang disertai pembunuhan sebagaimana terjadi di Poso, Ambon, dan bom bunuh diri di berbagai tempat yang disiarkan secara luas, baik oleh media massa di dalam maupun di luar negeri. Semenjak pergolakan antaretnis di Kalimantan Barat, bangsa Indonesia di forum internasional dilecehkan sebagai bangsa yang telah kehilangan peradabannya. Kehalusan budi, sopan santun dalam sikap dan perbuatan, kerukunan, toleransi, serta solidaritas social, idealisme,dan sebagainya telah hilang hanyut karena derasnya arus modernisasi dan globalisasi yang penuh paradoks. Berbagai lembaga kocar-kacir semuanya dalam malfungsi dan disfungsi. Trust atau kepercayaan terhadap sesama, baik vertical maupun horizontal telah lenyap dalam kehidupan bermasyarakat. Identitas nasiional kita dilecehkan dan dipertanyakan ekistensinya. Krisis multidimensi yang sedang melanda masyarakat menyadarkan kita semua bahwa pelestarian budaya sebagai upaya untuk mengembangkan identitas nasional telah ditegaskan sebagai komitmen konstitusional, sebagaimana telah dirumuskan oleh para pendiri Negara dalam pembukaan UUD 1945 yang intinya adalah memajuan kebudayaan Indonesia. Dengan demikian, secara konstitusional pengembangan kebudayaan untuk membina dan mengembangkan Identitas Nasional telah diberi dasar dan arahnya. B. Ruang Lingkup Adapun ruang lingkup yang akan dijelaskan dari Identitas Nasional meliputi : Latar Belakang dan Pengertian Identitas Nasional, Muatan dan Unsur-unsur Identitas

liv Nasional, Keterkaitan Globalisasi dengan Identitas Nasional, Keterkaitan Integrasi Nasional dan Identitas Nasional, Paham Nasionalisme atau Paham Kebangsaan, Revitalisasi Pancasila Sebagai Pemberdayaan Identitas Nasionalisme B. Sasaran Pembelajaran Mahasiswa diharapkan mampu mengenali karasteristik identitas nasional sehingga dapat memiliki daya tangkal terhadap berbagai hal yang akan menghilangkan identitas nasional Indonesia.

Melalui pembelajaran ini mahasiswa diharapkan dapat : 1. Mengerti tentang Latar Belakang dan Pengertian Identitas Nasional; 2. Menjelaskan Muatan dan Unsur-Unsur Identitas Nasional; 3. Menjelaskan keterkaitan Globalisasi dengan Identitas Nasional; 4. Menjelaskan keterkaitan Integrasi Nasional dengan Identitas Nasional; 5. Menganalisis tentang Paham Nasionalisme atau Paham Kebangsaan sebagai paham yang mengantarkan pada konsep Identitas Nasional; serta 6. Menganalisis tentang Revitalisasi Pancasila sebagai Pemberdayaan Identitas Nasional

lv

URAIAN BAHAN PEMBELAJARAN

A. Pengertian Identitas Nasional Kata Identitas berasal dari bahasa Inggris “identity” yang memiliki pengertian harafiah ciri-ciri, tanda-tanda, atau jati diri yang melekat pada seseorang atau sesuatu yang membedakannya dengan yang lain. Dalam terminology antropologi ,Identitas adalah sifat khas yang menerangkan dan sesuai dengan kesadaran diri pribadi sendiri ,golongan sendiri,kelompok sendiri, komunitas sendiri, atau negara sendiri. Mengacu pada pengertian ini identitas tidak terbatas pada individu semata, tetapi berlaku pula pada suatu kelompok. Adapun kata nasional merupakan identitas yang melekat pada kelompok-kelompok yang lebih besar yang diikat oleh kesamaan-kesamaan, baik fisik, seperti budaya, agama dan bahasa maupun nonfisik, seperti keinginan, cita-cita, dan tujuan. Himpunan kelompokkelompok inilah yang disebut dengan istilah identitas bangsa atau identitas nasional yang akhirnya melahirkan tindakan kelompok (collective action) yang diwujudkan dalam bentuk organisasi atau pergerakan-pergerakan yang diberi atribut-atribut nasional. Kata nasional sendiri tidak bias dipisahkan dari kemunculan konsep nasionalisme.

Bila dilihat dalam konteks Indonesia maka Identitas nasional merupakan manifestasi nilai-nilai budaya yang tumbuh dan berkembang dalam berbagai aspek

lvi kehidupan dari ratusan suku yang “dihimpun” dalam satu kesatuan Indonesia menjadi kebudayaan nasional dengan acuan Pancasila dan roh “Bhineka Tunggal Ika” sebagai dasar dan arah pengembangannya. Dengan kata lain, dapat dikatakan bahwa hakikat identitas Nasional kita sebagai bangsa di dalam hidup dan kehidupan berbangsa dan bernegara adalah Pancasila yang aktualisasinya tercermin dalam penataan kehidupan dalam arti yang luas. Misalnya, dalam aturan perundang-undangan atau hukum, system pemerintahan yang diharapkan, serta dalam niai-nilai etik dan moral yang secara normative diterapkan di dalam pergaulan, baik dalam tataran nasional maupun internasional, dan sebagainya. Nilainilai budaya yang tercermin di dalam Identitas Nasional tesebut bukanlah barang jadi yang sudah selesai dalam kebekuan normative dan dogmatis, melainkan sesuatu yang “terbuka” yang cenderung terus-menerus bersemi karena hasrat menuju kemajuan yang dimiliki oleh masyarakat pendukungnya. Konsekuensi dan implikasinya adalah bahwa identitas nasional adalah sesuatu yang terbuka untuk ditafsirkan dengan diberi makna baru agar tetap relevan dan fungsional dalam kondisi aktual yang berkembang dalam masyarakat. B. Muatan dan Unsur-Unsur Identitas Nasional a. Muatan Unsur-Unsur Identitas Nasional Muatan Identitas Nasional dapat digambarkan sebagai berikut:

Pandangan Hidup Bangsa Kepribadian bangsa Filsafat Pancasila

Dasar Negara

Norma Peraturan

Rule of Law

Hak dan Kewajiban WN Demokrasi dan HAM

Kemajemukan itu merupakan gabungan dari unsur-unsur pembentuk identitas. Di Indonesia terdapat banyak sekali suku bangsa atau kelompok etnis dengan tidak kurang 300 dialek bahasa. Filsafat Pancasila dan juga sebagai ideologi Negara. dan bahasa.termasuk disini adalah tatanan hukum yang berlaku di Indonesia. Hal ini akhirnya menjadi etika Politik yang kemudian dikembangkan menjadi konsep geopolitik dan geostrategi Ketahanan Nasional di Indonesia. Hindu. b. Dengan kata lain juga merupakan dasar Negara yang merupakan norma peraturan (Rule of Law) yang harus dijunjung tinggi oleh semua warga Negara tanpa terkecuali. . bisa dikatakan bahwa Identitas Nasional adalah merupakan Pandangan Hidup Bangsa. kebudayaan. 2) Agama bangsa Indonesia dikenal sebagai masyarakat yang agamis. demokrasi serta hak asasi manusia yang berkembang semakin dinamis di Indonesia.Agama-agama yang tumbuh berkembang di Nusantara adalah agama Islam. 1) Suku bangsa adalah golongan social yang khusus bersifat askriptif (ada sejak lahir) yang sama coraknya dengan golongan umur dan jenis kelamin. Kristen. agama. Dengan demikian Identitas Nasional mempunyai kedudukan paling tinggi dalam tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara. yaitu suku bangsa. Kepribadian Bangsa. Katolik. Norma peraturan ini mengatur mengenai hak dan kewajiban warga Negara.lvii Etika Politik Geopolitik Indonesia Deostrategi Ketahanan Dari gambaran tersebut. Unsur-unsur Identitas Nasional Identitas Nasional Indonesia merujuk pada suatu bangsa yang majemuk.

Bahasa dipahami sebagai system perlambang yang secara arbitrer dibentuk atas unsur-unsur bunyi ucapan manusia dan yang digunakan sebagai sarana berinteraksi antar manusia. Lagu Kebangsaan “Indonesia Raya”. Dari Unsur-unsur Identitas Nasional tersebut dapat dirumuskan pembagiannya menjadi tiga bagian yaitu : 1) Identitas Fundamental. dalam hal ini adalah pancasila yang merupakan Falsafat Bangsa. yang meliputi Negara kepulauan (archipelago) dan pluralisme dalam suku. Lambang Negara. lambing negara. Identitas Instrumental. Bahasa Indonesia. Bendera Negara. Dasar Negara. budaya. dan lagu kebangsaan. Dasar Negara. 3) Identitas Alamiah. tetapi sejak pemerintahan Presiden Abdurrahman Wahid. dan Ideologi Negara. yang bersisi UUD 1945 dan Tata Perundangannya. 3) Kebudayaan adalah pengetahuan manusia sebagai makhluk social yang isinya perangkat-perangkat atau model-model pengetahuan yang secara kolektif digunakan oleh pendukung-pendukungnya untuk menafsirkan dan memahami lingkungan yang dihadapi dan digunakan sebagai rujukan atau pedoman untuk bertindak (dalam bentuk kelakuan dan benda-benda kebudayaan) sesuai dengan lingkungan yang dihadapi. yaitu Pancasila yang merupakan Falsafah Bangsa. dan Ideologi Negara. yaitu identitas sebagai alat untuk menciptakan Indonesia yang dicita-citakan.lviii Buddha. Alatnya berupa UUD 1945. bahasa. istilah agama resmi dihapuskan. Bendera Kebangsaan Indonesia Merah Putih . bahasa Indonesia. 4) Bahasa merupakan unsur pendukung identitas nasional yang lain. 2) Identitas Instrumental. Agama Kong Hu Cu pada masa orde baru tidak diakui sebagai agama resmi negara. serta agama dan kepercayaan Identitas Nasional Indonesia yang bersifat pluralistic (ada keanekaragaman) baik menyangkut sosio-kultural maupun religiositas terbagi atas : • • Identitas fundamental/ideal.dan Kong Hu Cu.

• Identitas alamiah. seekor burung garuda yang berdiri tegak dengan mengembangkan sayapnya ke kanan dan ke kiri. Era Globalisasi tersebut mau tidak mau. agama. dan kepercayaan. Wujud lambing negara Indonesia adalah sebagai nerikut : 1. Kaki burung mencengkeram sebuah pita yang sedikit melengkung ke atas. Identitas alamiah. Semua ini merupakan ancaman. Globalisasi Adanya Era globalisasi dapat berpengaruh terhadap nilai-nilai budaya bangsa Indonesia. Pada pita itu tertulis “Bhineka Tunggal Ika” yang berarti walaupun berbedabeda tetap satu jua.dan sekaligus sebagai peluang bagi bangsa Indonesia untuk berkreasi dan berinovasi disegala aspek kehidupan. Lagu Kebangsaan Indonesia Raya Lagu kebangsaan Indonesia Raya menggambarkan semangat cinta tnah air dan kegagahan serta kebenaran. Pada dadanya digantungsebuah perisai yang dibagi menjadi lima ruang. 3.lix Bendera Merah Putih bukanlah semata-mata sebagai benda untuk keindahan belaka. Nilai-ninlai tersebut. 2. Keterkaitan Globalisasi Dengan Identitas Nasional a. sedangkan kepalanya menghadap kanan. kepribadian. ada yang bersifat positif dan ada pula yang bersifat negative. budaya.tantangan. . C. tetapi merupakan penjelman dari cita-cita tinggi yang terkandung dalam jiwa bangsa Indonesia. juga mencakup di dalamnya identitas religiulitas dan sosio-kultural yang meliputi pluralistic dalam suku. Indonesia merupakan negara kepulauan. suka tidak suka telah datang dan menggeser nilai-nilai yang telah ada. bahasa. Lambang Negara Republik Indonesia Lambang negara Garuda Pancasila menggambarkan kedaulatan. satu di tengah dan empat di tepi. dan kemegahan negara Indonesia.

saling meniru dan saling mempengaruhi diantara budaya masing-masing. akan menggagu ketahanan disegala aspek kehidupan. kecenderungan . Dengan demikian. hal ini bertentangan dengan asas gotong royong. b. bahkan akan berpengaruh pada kredibilitas sebuah ideologi. Apabila proses ini tidak segera dibendung. yaitu dengan cara membangun sebuah konsep nasionalisme kebangsaan yang mengarah kepada konsep Identitas Nasional. pergaulan antar bangsa semakin ketat. Hal ini bisa berakibat bagaiman cara memperolehnya menjadi tidak dipersoalkan lagi. apakah dapat melunturkan tata nilai yang merupakan jati diri bangsa Indonesia? Lunturnya tata nilai tersebut biasanya ditandai oleh dua faktor yaitu : 1) semakin menonjolnya sikap individualistis.lx Di era globalisasi. Arus informasi yang semakin pesat mengakibatkan akses masyarakat tehadap nilainilai asing yang negative semakin besar. batas wilayah tidak lagi menjadi penghalang. Keterkaitan Globalisasi Dengan Identitas Nasional Dengan adanya globalisasi. akan berakibat lebih serius ketika pada puncaknya masyarakat tidak bangga lagi pada bangsa dan negaranya. yaitu mengutamakan kepentingan pribadi di atas kepentingan umum. serta 2) semakin menonjolnya sikap materialistis. Untuk membendung arus globalisasi yang sangat deras tersebut maka harus diupayakan suatu kondisi (konsepsi) agar ketahanan nasional dapat terjaga. yang berarti harkat dan martabat manusia hanya diukur dari hasil atau keberhasilan sesorang dalam memperoleh kekayaan. Jika semua ini tidak dapat dibendung. berarti etika dan moral telah dikesampingkan. Pengaruh negative akibat proses akulturasi dapat merongrong nilai-nilai yang telah ada di dalam masyarakat. Batas antarnegara hampir tidak ada artinya. Di dalam pergaulan antarbangsa yang semakin kental itu. intensitas hubungan masyarakat antara satu Negara dengan Negara yang lain menjadi semakin tinggi. Apabila ini terjadi. akan terjadi proses akulturasi. Adapun yang perlu dicermati dalam proses akulturasi tersebut.

Upaya pembangunan dan pembinaan integrasi nasional ini perlu karena pada hakekatnya integrasi nasional menunjukkan kekuatan persatuan dan kesatuan bangsa yang diinginkan. dan tentram. bahkan akan menyebabkan lunturnya nilai-nilai Identitas Nasional. Di samping itu. . seperti banyaknya keterlibatan pemerintah dalam menentukan komposisi dan mekanisme parleman. diperlukan keadilan dan kebajikan yang diterapkan oleh pemerintah dengan tidak membedakan ras. antara lain terkait dengan masalah narkotika. aman. Kalimantan Barat. Untuk mewujukan. Masalah-masalah tersebut berpengaruh terhadap nilai-nilai budaya bangsa yang selama ini dijunjung tinggi. Kejahatankejahatan tersebut. dan Papua merupakan cermin belum terwujudnya integrasi nasional yang diharapkan. Konflik yang terjadi di Aceh. Adapun keterkaitan integrasi nasional dengan Identitas Nasional adalah bahwa adanya integrasi nasional dapat menguatkan akar dari Identitas Nasional yan sedang dibangun. D. dan persatuan bangsa merupakan bagian dari upaya membangun dan membina stabilitas politik. upaya lain yang dilakukan. Keterkaitan Intergrasi Nasional Dan Identitas Nasional Masalah integrasi nasional di Indonesia sangat kompleks dan multidimensional. khususnya bagi generasi penerus bangsa. persatuan dan kesatuan bangsa inilah yang dapat lebih menjamin terwujudnya negara yang makmur. kesatuan. Dengan demikian. suku. Sebenarrnya. Jika hal tersebut tidak dibendung akan menggagu terhadap ketahanan nasional di segala aspek kehidupan. Pada akhirnya. pencucian uang (money laundering). upaya membangun keadilan. dan terorisme. peredaran dokumen keimigrasian palsu. Ambon. bahasa dan sebagainya. Hal ini ditunjukkan dengan semakin merajalelanya peredaran narkotika dan psikotropika sehingga sangat merusak kepribadian dan moral bangsa. agama. upaya integrasi nasional dengan strategi yang mantap perlu terus dilakukan agar terwujud integrasi bangsa Indonesia yang diinginkan.lxi munculnya kejahatan yang bersifat transnasional semakin sering terjadi.

sifat kedaerahan yang cenderung separatis ini menjadi penyebab dari tak terwujudnya integrasi nasional di dalam diri masyarakat Indonesia. ketika kita telah berhasil dan mengatakan “kesamaan persepsi”. Dalam hal ini. masyarakat selalu membanggakan daerahnya masing-masing. Penghapusan segala bentuk diskriminasi ini merupakan langkah konkret penegakan supremasi hokum. Dengan terhapusnya diskriminasi tersebut. Pembenahan Hukum Nasional Pembenahan hokum nasional merupakan langkah nyata penghapusan diskriminasi di dalam kehidupan berbangsa dan bernegara di RI. Kesamaan persepsi merupakan solusi yang tepat. Upaya-upaya perwujudan integrasi nasional. Asimilasi Upaya ini bertujuan untuk meminilisasi sifat-sifat kedaerahan sukuisme yang dianut sebagian besar masyarakat Indonesia. diskriminasi merupakan musuh bersama bagi warga negara bangsa Indonesia. Asimilasi . karena melibatkan pertarungan ego yang sungguh rumit. Karena kita telah berhasil meruntuhkan bangunan ego yang telah mengakar. Karena salah satu faktor perekat bagi integrasi nasional adalah kesetaraan antara warga negara di mata hokum dan pemerintahan. integrasi nasional harus mendapatkan perhatian seriusdan upaya perwujudan yang strategis. dan adanya diskriminasi terhadap perempuan. walaupun hal ini sangat sulit untuk dicapai. yaitu : Persamaan Persepsi Dalam integrasi nasional diperlukan persamaan persepsi di antara segenap masyarakat mengenai adanya keragaman dan memunculkan semangat untuk membina kehidupan bersama secara harmonis dengan prinsip mementingkan kepentingan bersama daripada individu.lxii Maka. social-ekonomi. akan berdampak bagi proses mempertahankan integrasi nasional. dan actual. Berbagai bentuk diskriminasi ini dapat dilihat dalam wujud diskriminasi agama. maka sebenarnya kita telah melakukan proses yang begitu “hebat”. mereka hanya bisa mengatakan bahwa hal tersebut adalah urusan pemerintah. Namun. Untuk itu. mantap.

interaksi sesame manusia berubah menjadi bentuk yang lebih kompleks dan rumit. maka Identitas Nasional sebagai manifestasi nilai-nilai budaya yang dihimpun dalam satu kesatuan tentu akan semakin kukuh dan relevan. Di kalangan bangsa-bangsa yang tertindas kolonialisme. Jika integrasi nasional terwujud dengan upaya-upaya di atas. yaitu : Harus peka terhadap tuntutan. Hal ini dimulai dari tumbuhnya kesadaran untuk menentukan nasib sendiri. Dalam upaya melayani masyarakat. integrasi nasional menguatkan akar dari Identitas Nasional yang sedang dibangun. yakni persatuan dan kesatuan bangsa dan negara. Ada 3 tuntutan terhadap birokrasi berkaitan dengan integrasi nasional. prestasi. Dalam situasi perjuangan kamerdekaan dari kolonialisme itu. Paham Nasionalisme Atau Paham Kebangsaan a.lxiii memperbaiki anggapan masyarakat dan menciptakan kebersamaan sebagai suatu jalan untuk mewujudkan integrasi nasional dan mewujudkan Indonesia itu sendiri. dibutuhkan suatu konsep sebagai dasar pembenaran rasional dari tuntutan terhadap penentuan nasib sendiri yang dapat mengikat keikutsertaan semua orang atas . lahir semangat untuk mandiri dan bebas untuk menentukan masa depannya sendiri. dan kepuasan kualitatif rakyat dan pola pelayanannya. Karena pada dasarnya. Harus berani terbuka dan mengakui unsure modernisasi dari proses social politik. Paham Nasionalisme Kebangsaan Dalam perkembangan peradaban manusia. seperti Indonesia salah satunya. Penataan Birokrasi Birokrasi sebagai komponen yang menentukan dalam integrasi nasional harus kembali pada fungsi awalnya. E. bukan malah menjadi tangan panjang dari pejabat pemerintah untuk dilayani oleh masyarakat. Meningkatkan kualitas pengabdian birokrasi Birokrasi seharusnya tetap solid tetapi dinmis dalam merespon perubahan. yakni sebagai alat untuk memutuskan/mempermudah jalannya penerapan kebijakan pemerintah. kebutuhan.

Negara (state). Secara garis besar terdapat tiga pemikiran besar tentang nasionalisme di Indonesia yang terjadi pada masa sebelum kemerdekaan. lahir konsep-konsep lain seperti bangsa (nation). Dalam konteks ini. Semangat nasionalisme diharapkan secara efektif dapat dipakai sebagai metode perlawanan dan alat identifikasi oleh para penganutnya untuk mengetahui siapa lawan dan kawan. yaitu paham keislaman. kecurigaan di antara para tokoh pergerakan yang telah tumbuh disaat-saat menjelang kemerdekaan berkembang menjadi pola ketegangan politik yang lebih permanen antara Negara melalui figur nasionalis Soekarno disatu sisi. dapat dikatakan bahwa Paham Naasional atau Kebangsaan adalah sebuah situasi kejiwaan ketika kesetiaan seseorang secara total diabdikan langsung pada negara bangsa atas nama sebuah bangsa. selanjutnya mengkristal dalam konsep paham ideology kebangsaan yang biasa disebut dengan nasionalisme. Semangat nasionalisme dipakai sebagai metode perlawanan secara efektif oleh para penganutnya.Plattner bahwa para penganut nasionalisme dunia ketiga secara khas menggunakan retronika antikolonialisme dan antiimperalisme. Munculnya nasionalisme terbukti sangat efektif sebagai alat perjuangan bersama merebut kemerdekaan dari cengkeraman colonial. dan gabungan keduanya yang menjadi konsep negara bangsa (nation state) sebagai komponen-komponen yang membentuk Identitas Nasional atau Kebangsaan. Marxisme dan Nasionalisme Indonesia. dengan para tokoh yang mewakili pemikiran Islam (sebagai agama terbesar pemeluknya di Indonesia) dan Marxisme di sisi yang lain.lxiv nama sebuah bangsa. Seiring dengan naiknya pamor Soekarno ketika menjadi Presiden pertama RI. Dari sinilah. Paham Nasionalisme Kebangsaan Sebagai Paham Yang Mengantarkan Pada Konsep Identitas Nasional Paham Nasionalisme atau paham Kebangsaan terbukti sangat efektif sebagai alat perjuangan bersama merebut kemerdekaan dari cengkeraman kolonial. b. Para pengikut nasionalisme tersebut berkeyakinan bahwa persamaan cita-cita yang mereka miliki dapat diwujudkan dalam sebuah identitas politik atau . sebagaimana yang disampaikan oleh Larry Diamond dan Marc F. Dasar pembenaran tersebut.

pemerintah yang sah. Cit-cita bersama untuk merebut kemerdekaan menjadi semangat umum di kalangan tokoh-tokoh pegeakan nasional. etnis. agama. Selain itu. Nasiaonalisme yang dikembangkan Soekarno bersifat toleran. dan pemerintahan yang permanen yang disebut negara atau state. Dengan demikian. bahasa. Sekalipun Soekarno seorang Muslim.semisal Syahrir dan Mohammad Hatta. Kemudian. juga meyakinkan pihak-pihak yang bersebrangan pandangan bahwa kelompok nasional dapat bekerja sama dengan kelompok mana pun. Nation state atau negara bangsa merupakan sebuah bangsa yang memiliki bagunan yang memiliki bangunan politik (political building). dan tidak agresif sebagaimana nasionalisme yang dikembangkan di Eropa.Semangat nasionalisme Soekarno tersebut mendapat respon dan dukungan luas dari kalangan intelektual muda didikan Barat. seperti ras. Pada waktu itu semangat menentang kolonialisme Belanda mulai bermuculan di kalangan pribumi. sekedar meniru dari Barat. Munculnya paham atau paham kebangsaan indonesia tidak bisa dilepaskan dari situasi sosial politik dekade pertama abad ke-20. pengakuan luar negeri. Soekarno menggungkapkan keyakinan watak nasionalisme yang penuh nilai-nilai kemanusiaan. Unsur persamaan tersebut dapat dijadikan sebagai identitas politik bersama atau untuk menentukan tujuan organisasi politik yang dibangun berdasarkan geopolitik yang terdiri atas populasi. bangsa atau nation merupakan suatu wadah yang didalamnya terhimpun orangorang yang mempunyai persamaan keyakinan dan persamaan lainnya yang mereka miliki. dan sebagainya. bercorak ketimuran. Kemudian faham ini semakin berkembang paradikmanya hingga sekarang dengan munculnya konsep Identitas . tidak sekadar mendasarkan pada perjuangan Islam. menurutnya kebijakan ini merupakan pihak terbaik bagi kemerdekaan ataupun bagi masa depan seluruh bangsa Indonesia. geografis. Menurut penganutnya. paham Nasionalisme di Indonesia yang disampaikan oleh Soekarno bukaknlah nasionalisme yang bewatak sempit. dan budaya. seperti ketentuan-ketentuan perbatasan territorial.lxv kepentingan bersama dalam bentuk sebuah wadah yang disebut bangsa (nation). baik golongan Islam maupun Marxis. semangat tersebut diformulasikan dalam bentuk nasionalisme yang sesuai dengan kondisi masyarakat Indonesia. atau berwatak chauvinism.

bahkan lebih penting daripada aspek having dalam kerangka . Antara moralitas dan hukum memang terdapat korelasi yang sangat erat. perlu disadari bahwa moralitas Pancasila akan menjadi tanpa makna dan hanya menjadi “karikatur” apabila tidak disertai dukungan suasana dibidang hukum secara kondusif. penyelenggaraan MPK maka harus dikaitkan dengan wawasan: 1) Spiritual. F. 2) Akademis. Revitalisasi Pancasila Revitalisasi demikian.Sebaliknya. ketentuan hukum yang dibuat tanpa disertai dasar dan alasan moral. kontra produktif. bisa dikatakan bahwa paham Nasionalisme atau Kebangsaan disini adalah merupakan refleksi dari Identitas Nasional. Dalam merevitalisasi Pancasila sebagai manifestasi Identitas Nasional.akan melahirkan suatu legalisme yang represif. Revitalisasi Pancasila Sebagai Pemberdayaan Identitas Nasional a. Artinya moralitas yang tidak didukung oleh kehidupan hukum yang kondusif akan menjadi subjektivitas dengan satu sama lain akan saling berbenturan. dan bertentangan dengan nilai-nilai pancasila itu sendiri. yakni adanya perdebatan panjang tentang paham nasionalisme keangsaan ketika para founding father bangsa ini mempunyai kesepakatan perlunya paham nasionalisme kebangsaan. untuk menunjukkan bahwa MPK merupakan aspek being yang tidak kalah pentingnya. Dengan Pancasila dapat dijadikan dasar dan arah dalam upaya untuk mengatasi krisis dan disintegrasi yang cenderung sudah menyentuh kesemua segi dan sendi kehidupan.lxvi Nasional.moral. moralitas Pancasila sebagaimana manifestasi Identitas Nasional pada giliranyaharus diarahkan pula pada pembinaan dan pengembangan moral. tetapi mereka berbeda pendapat mengenai masalah nilai atau watak nasionalisme Indonesia.religiusitas. ada yang perlu diperhatikan di sini. untuk meletakkan landasan etika.sebagai dasar dan arah pengembangan suatu profesi. Walaupun demikian.Sehubungan dengan ini.

Pemberdayaan Identitas Nasional Dalam rangka pemberdayaan Identitas Nasional.untuk menumbuhkan kesadaran nasionalismenya agar dalam pergaulan antar bangsa tetap setia pada kepentingan bangsanya.Dengan demikian tanpa kehilangan nilai hakikinya pancasila menjadi tetap actual.melainkan sebagai subjek pembaharuan dan pencerahan. serta 4) Mondial. 3) Kebangsaan.melainkan diobjektivasikan sebagai kata kerja untuk membangkitkan gairah dan optimisme warga masyarakat agar melihat masa depan secara prospektif. b. serta bangga dan respek pada jati diri bangsanya yang memiliki ideology tersendiri. diharapkan mampu untuk segera beradaptasi dengan perubahan yang terus menerus terjadi dalam masyrakat moderen. Realitas : bahwa nilai-nilai yang terkandung didalamnya dikonsentrasikan sebagai cerminan kondisi objektif yang tumbuh dan berkembang dalam masyarakat kampus utamanya .melainkan terbuka bagi tafsir-tafsir baru untuk memenuhi kebutuhan zaman yang terus menerus berkembang. untuk menyadarkan bahwa manusia dan bangsa di masa kini siap menghadapi dialektika perkembangan dalam masyarakat dunia yang “terbuka”.Hal ini dapat dilakukan melalui seminaratau gerakan dengan tema revitalisasi pancasila.perlu ditempuh melalui revitalisasi pancasila.relevan.Selain itu.serta dieksplorasikan dimensi-dimensiyang melekat padanya uyang meliputi: 1. 3.lxvii persiapan SDM yang bukan sekedar instrument.serta . Fleksibilitas : bahwa pancasila bukanlah barang jadi yang sudah selesai dan tertutup atau menjadi sesuatu yang sacral.serta menuju hariesok yang lebih baik. Idealitas : bahwa idealisme yang terkandung didalamnya bukanlah bsekedar utopis tanpa makna.Disamping itu.Revitalisasi sebagai manifestasi Identitas Nasional mengandung makna bahwa pancasila harus diletakkan dalam keutuhannya dengan pembukaan.juga mampumenjari jalan keluar sendiri dalam mengatasi setiap tantangan yang dihadapi. 2. suatu rangkaian nilai-nilai yang bersifat sein im sollen dan das sollen im sein.

tetapi harus diperjuangkan serta terus-menerus ditumbuhkan dalam dimensi ruang dan waktu yang terus berkembang dan berubah. manusia menjadikan rasio sebagai mitos. mustahil suatu bangsa akan dapat survive menghadapi berbagai tantangan dan ancaman yang menyertai derasnya arus globalisasinya yang melanda seluruh dunia yang otonom. juga nilai-nilai spiritual yang dianggap sacral. sinisme. yaitu zaman baru yang sarat dengan nilai-nilai baru yang tidak saja berbeda. perlu segera disadari bahwa tanpa suatu “platform” dalam format dasar Negara atau idiologi.dalam arti relevan dan fungsional bagi kondisi actual yang sedang berkembang dalam masyarakat. kini dikritisi dan dipertanyakan berdasarkan visi dan harapan tentang masa depan yang lebih baik. Dengan demikian. agar identitas Nasional dapat dipahami oleh masyrakat sebagaipenerus tradisi nilai-nilai yang diwariskan oleh nenek moyang maka pemberdayaan nilai ajarannya harus bermakna. Abad XXI sebagai zaman baru mengandung arti sebagai zaman ketika umat manusia semakin sadar untuk berfikir dan bertindak secara baru. . Dengan kemampuan refleksinya. atau sebagai sarana yang andal dalam bersikap dan bertindak dalam memecahkan masalahmasalah yang dihadapi dalam kehidupan. tetapi juga bertentangan dengan nilai-nilai lama sebagaimana diwariskan oleh nenek moyang dan dikembangkan para pendiri Negara ini. Pancasila pun tidak terhindar dari berbagai macam gugatan. Kesasihan tradisi. serta pelecehan terhadap kedibilitas dirinya sebagai dasar Negara ataupun sebagai manisfestasi Identitas Nasional. Perlu disadari bahwa umat manusia masa kini hidup di abad XXI. Nilai-nilai budaya yang diajarkan oleh nenek moyang tidak hanya diwarisi dengan barang sudah “jadi” yang berhenti dalam kebekuan normative.lxviii fungsional sebagai tiang-tiang penyangga bagi kehidupan bangsa dan Negara dengan jiwa dan semangat”Bhinneka Tunggal Ika”. Namun. Dalam kondisi kehidupan bermasyarakat dan b erbangsa yang sedang dilanda krisis dan disintegrasi.

misalnya nilai-nilai lainnya. Sementara itu. yaitu nilai-nilai kejujuran. MPK harus dimanfaatkan ntuk mengembalikan Identitas Nasional bangsa. Semua nilainilai ini sangat berarti dalam memperkuat rasa nasionalisme bangsa. letak arti pentingnya pelaksanaan MPK dalam kerangka pendidikan tinggi untuk menembangkan dialog budaya dan budaya dialog untuk mengantarkan lahirnya generasi penerus yang sadar dan tedidikn dengan wawasan nasional yang menjangkau jauh ke masa depan. tetapi juga sebuah pilihan yang rasional dan emosional . dan karsa. betanggunug jawab. keterbukaan. rasa. tetapi juga segi konstekstualnya dieksplorasikan sebagai referensi kritik sosial terhadap berbagai penyimpangan yang melanda masyarakat dewasa ini. perlu perjuangan dan ketekunan untuk menentukan nilai. Soedarsono). nilai-nilai yang ada tersebut harus digali dulu. lahir asumsi dasar bahwa menjadi bangsa Indonesia tidak sekedar masalah kelahiran saja. untuk mengembangkan jati diri bangsa. berani mengambil resiko. persatuan dan kesatuan. juga saling menghargai dan menghormati. harus dimulai dari pengembangan nilai-nilai. cipta. Untuk membentuk jati diri. Di sinilah. yang di dalam pergaulan antarbangsa dahulu dikenal ebagai bangsa yang paling “halus” atau sopan di bumi “het zashte volk ter aarde”. Untuk itu. seperti gotong royong. (Wibisono Koento: 2005) Dari nilai-nilai budaya tersebut. Dengan adanya saling pengertian di antara satu dengan yang lain. Identitas Nasional dalam alur rasional-akademik tidak saja diartikan secara tekstual. serta adanya kesepakatan di antara sersama. (Soemaro.lxix Melalui revitalisasi Pancasila sebagai wujud pemberdayaan Identitas Nasional inilah. secara lngsung akan memperlihatkan jati diri bangsa yang pada akhirnya mewujudkan Identitas Nasional.

dan paham-paham luar yang dapat mengancam Identitas Nasional bangsa Indonesia.lxx PENUTUP Cara untuk mempertahankan Identitas Nasional. aman. kita juga harus menaati aturan dan norma yang telah ditetapkan oleh pemerintah menyangkut budaya asing yang dapat mengancam Identitas Nasional. namun juga dapat menimbulkan dampak positif bagi bangsa Indonesia dengan adanya kemajuan teknologi yang sedang meningkat dengan pesat. dan harus berpatokan pada nilai-nilai agama atau spiritual yang merupakan salah satu cara untuk membentengi diri dari pengaruh negative pada era globalisasi. dan tenteram. budaya. yaitu setiap warga negara seharusnya menanamkan kesadaran dalam diri mereka untuk bisa memfilter informasi. Upaya-upaya yang dapat ditempuh untuk dapat menciptakan integrasi nasional. Selain itu yang perlu kita sadari bahwa pengaruh globalisasi tidak hanya mendatangkan dampak negative. namun sebagai masyarakat . Selain itu. Walaupun hal ini sangat sulit karena setiap orang mempertahankan egonya masing-masing. kita harus memanfaatkan dampak positif dari era globalisasi dan menolak hal-hal akibat adanya era globalisasi yang dapat mengancam Identitas Nasional bangsa Indonesia. yaitu : Mengusahakan persamaan persepsi dalam hal memunculkan semangat untuk membina kehidupan bersama yang harmonis. Oleh karena itu.

Sebagai bangsa Indonesia kita harus dapat mempertahankan dan melestarikan Identitas Nasional bangsa Indonesia. Dalam tataran ide. dan sebagainya. solidaritas social. yang akan mewujudkan suatu persatuan di antara perbedaan-perbedaan yang ada.lxxi Indonesia kita harus dapat mengalahkan ego yang ada pada diri kita demi kepentingan bersama. karena dengan adanya integrasi nasional. sopan santun. dengan adanya rasa cinta tanah air dan bangga akan Identitas . Kita harus menyadari bahwa kemerdekaan yang telah kita raih saat ini adalah melalui perjuangan keras pahlawan bangsa yang bertujuan untuk menciptakan keadaan yang lebih baik dari masa penjajahan pada generasi selanjutnya. seperti gotong royong. Gotong royong bisa dijadikan “mascot” dalam rangka revitalisasi pancasila. Oleh karena itu. sebagai wujud penghargaan kita pada pahlawan bangsa yang telah mengorbankan jiwa dan raga mereka. revitalisasi pancasila harus dimulai dengan membangkitkan kegairahan dan optimisme public. Identitas Nasional dapat terus dipertahankan dan dilestarikan sebagai suatu kebangganan bangsa Indonesia. hal yang paling penting dilakukan adalah menjawab sikap alergi masyarakat terhadap pancasila. Karena itu. Sedangkan dalam tatanan praksis. kita sebagai bangsa Indonesia harus mengembangkan dan mencari kembali nilai-nilai luhur yang pernah ada yang menggambarkan identitas atau jati diri sebagai bangsa Indonesia. gotong royong bisa menjadi “nafas” bagi representasi pancasila. Revitalisasi pancasila harus dilakukan dalam dua tingkatan. Penataan birokrasi. Dengan demikian. maka kita harus merasa bangga pada apa yang telah ditinggalkan oleh mereka. utamanya menyangkut relasi penyelenggaraan negara dan masyarakat. yaitu Identitas Nasional. Upaya-upaya yang dapat dilakukan oleh bangsa Indonesia untuk dapat memberdayakan Identitas Nasional bangsa Indonesia yaitu dengan cara menggali kembali nilai-nilai dasar atau muatan-muatan yang terkandung dalam Identitas Nasional. maka bangsa Indonesia tidak akan terpecah-pecah pada kelompokkelompok yang saling berbeda atau bertentangan. Selain itu. upaya lain yang dapat dilakukan adalah dengan mewujudkan integrasi nasional bangsa Indonesia. yaitu pada tataran ide dan praksis. Melakukan pembinaan hokum bersama Mewujudkan asimilasi untuk menghindari munculnya sikap etnosentris yang dapat memunculkan suatu perselisihan dengan suku atau budaya lain.

Jelaskan unsur-unsur pembentukan identitas nasional! 3. Maka. Makalah disapaikan pada kursus Calon Dosen Pendidikan Kewarganegaraan yang diselenggarakan oleh Depdiknas Dirjen Dikti di Jakarta pada tanggal 12-13 Desember 2005. Makalah disampaikan pada Kursus Calon Dosen Pendidikan Keewarganegaraan yang diselenggarakan oeh Depdiknas Dirjen Dikti di Jakarta pada tanggal 12-23 Desember 2005.2005. Geostrategic Indonesia. AT. SOAL LATIHAN Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini : 1. Makalah disampaikan pada kursus Calon Dosen Pendidikan Kewarganegaraan yang diselenggarakan oleh Depdiknas Dirjen Dikti di Jakarta pada tanggal 12-23 Desember 2005 Sastrapratedja. Jelaskan pengertian identitas nasional! 2. 2005. hak dan kewajiban warga Negara. Jelaskan pengertian nasionalisme dan hubungannya dengan identitas nasional! DAFTAR BACAAN Armawi. 2005. tingkatkanlah rasa cinta tanah air dan bangga akan Identitas Nasional bangsa Indonesia. Filsafat Pancasila sebagai filsafat bangsa dan Negara Indonesia. Darji. Chaidir. Darmodiharjo. Kaelan. Pengetahuan Politik dan Strategi. M.lxxii Nasional. Basri. Universitas Sanata Dharma. 2005. Gramedia Pustaka Utama: Jakarta. Pancasila sebagai visi dan referensi kritik social. Yogyakarta . Pembelajaran Berbasis Kompetensi (Implementasi KBK). maka kita akan dapat melakukan suatu perubahan dn pembangunan di segala aspek kehidupan dengan tujuan kehidupan yang lebih baik bagi seluruh warga negara. Jelaskan pengertian globalisasi dan hubungannya dengan identitas nasional! 4. Hamdan. armaidy. 2001. Makalah disampaikan pada Kusus Calon dosen Pendidikan Kewarganegaraan yang diselenggarakan oleh Depdiknas Dirjen Dikti di Jakarta pada tanggal 12-13 Desember 2005. 1996. Pokok-pokok Filsafat Hukum. Mansoer. Makalah disampaikan pada Kursus Calon Dosen Pendidikan kewarganegaraan yang diselenggarakan oleh Dirjen Desember Soegito.

Sejak tanggal 27 Desember 1945. Demokrasi dan Pendidikan Demokrasi. akan dibahas lebih lanjut mengenai Undang-Undang Dasar 1945. Pancasila sebagai dasar etika kehidupan bermasyarakat. Winaputra Udin S. Elex Media Komputindo. 2003.lxxiii Siswomiharjo. Universitas BAB V KONSTITUSI NEGARA REPUBLIK INDONESIA SEBAGAI LANDASAN POLITIK DAN STRATEGI NASIONAL PENDAHULUAN A.UUD 1945 disahkan sebagai undang-undang dasar negara oleh PPKI pada tanggal 18 Agustus 1945. Dengan mempelajari proses di atas maka kita sebagai mahasiswa akan lebih memahami kedudukan Pancasila sebagai dasar . Makalah disampaikan pada kursus Calon Dosen Pendidikan Kewarganegaraan yang diselenggarakan oleh Depdiknas Dirjen Dikti di Jakarta pada tanggal 12-23 Desember 2005 Tim sosialisasi Penyemaian jati diri bangsa. 2005. lembaga-lembaga Negara dan hubungannya. membangun kembali karakter bangsa. di Indonesia berlaku Konstitusi RIS.Makassar. Makalah disampaikan pada Kursus Calon Dosen Pendidikan Kewarganegaraan yang diselenggarakan oleh Depdiknas Dirjen Dikti di Jakarta pada tanggal 12-23 Desember 2005. Pada kurun waktu tahun 1999-2002. atau disingkat UUD 1945 atau UUD '45. PT. adalah konstitusi negara Republik Indonesia saat ini. Pendidikan Kewarganegaraan. 2005. Tim Dosen Kewarganegaraan Hasanuddin. Dalam pembahasan. dan sejak tanggal 17 Agustus 1950 di Indonesia berlaku UUDS 1950. UUD 1945 mengalami 4 kali perubahan (amandemen). Latar belakang Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Kelompok Gramedia: Jakarta. berbangas dan bernegara.2008 Unhas. koento wibisono. yang merubah susunan lembagalembaga dalam sistem ketatanegaraan Republik Indonesia.

pembukaan sebagai “ staasfundamentalnorm “ . B. memahami. Ruang Lingkup Bahan pembelajaran ini akan membahas : a. Melalui Pembelajaran ini mahasiswa diharapkan dapat : a. Mahasiswa juga diharapkan untuk memiliki kemampuan untuk memahami isi pembukaan UUD 1945. b. Sasaran Pembelajaran Mahasiswa dapat mengetahui. c. kedudukan pembukaan UUD 1945. d. Menjelaskan makna isi pembukaan UUD 1945 sebagai “ staat fundamentalnorm ‘ dan kedudukannya dalam tertib hukum Indonesia.lxxiv negara yang realisasinya sebagai sumber dari segala sumber hukum negara Indonesia. Pengertian Konstitusi Undang-Undang Dasar 1945 Amandemen/perubahan UUD 1945 dan Dinamika Pelaksanaan UUD 1945 Sistem Ketatanegaraan Negara RI Sistem Kelembagaan Negara Kesatuan RI C. b. dan mengerti pancasila dalam konteks ketatanegaraan Indonesia. e. Menjelaskan kedudukan Pancasila sebagai sumber hukum dasar negara Indonesia. Menjelaskan makna isi pembukaan UUD 1945. c. memahami hubungan UUD 1945 dengan Pancasila dan pasal – pasal UUD 1945 serta mahasiswa memiliki pengetahuan tentang reformasi hukum tata negara maka mahasiswa diharapkan mempelajari latar belakang amandemen serta proses amandemen. d. Menjelaskan tentang reformasi hukum tata negara yang melatarbelakangi amandemen serta proses amandemen. .

Konstitusionalisme Dan Konstitusi Konstitutionalisme. Konstitusi sebagai pengertian sosial politik. menurut Soetandyo. political decision. Dalam pengertian yang jauh lebih luas jangkauannya. atau disebut kontitusi. Bangunan-bangunan yang ada dalam masyarakat tersebut sebagai hasil keputusan masyarakat itu sendiri. dan digambarkan bahwa paradigma hukum perundang-undangan sebagai penjamin kebebasan dan hak – yaitu dengan cara membatasi secara tegas dan jelas mana kekuasaan yang terbilang kewenangan (dan mana pula yang apabila tidak demikian harus dibilang sebagai kesewenang-wenangan) – inilah yang di dalam konsep moral dan metayuridisnya disebut “konstitutionalisme”. Paham ini mengantarkan perdebatan awal dalam sistem ketatanegaraan yang diatur dalam teks hukum dasar sebuah negara. ide konstitusi disebutnya sebagai konstitutionalisme. adalah sebuah paham mengenai pembatasan kekuasaan dan jaminan hak-hak rakyat melalui konstitusi. .lxxv URAIAN BAHAN PEMBELAJARAN A.

Wade dalam bukunya Constitutional Law mengatakan bahwa secara umum undang-undang dasar adalah suatu naskah yang memaparkan kerangka dan tugas-tugas pokok dari badan-badan pemerintahan suatu negara dan menentukan cara kerja badanbadan tersebut. yaitu hukum dasar tertulis (Undang-Undang Dasar) dan hukum dasar tidak tertulis (Konvensi). Konstitusi sebagai suatu peraturan hukum. yaitu yang menghendaki sebagaian hukum ditulis dengan maksud untuk mencapai kesatuan hukum. Pengertian Hukum Dasar Negara Setiap negara berdaulat memiliki instrument menjelaskan eksistensi sebuah negara. tetapi menganut sistem pembagian kekuasaan dengan lima lembaga negara). dan kepastian hukum.lxxvi Konstitusi sebagai pengertian hukum. Pengertian ini adalah suatu peraturan hukum yang tertulis. Kutipan pikiran Rousseau di atas. kesederhanaan hukum. Ada dua macam hukum dasar. Bagi mereka yang menganggap negara sebagai satu organisasi kekuasaan.S. maka mereka dapat memandang undang-undang dasar sebagai sekumpulan asas yang menetapkan bagaimana kekuasaan tersebut dibagi antara badan legislatif. telah mengilhami lahirnya De Declaration des Droit de l’Homme et du Citoyen. serta cikal bakal lahirnya berbagai konstitusi modern di dunia B. dan yudikatif (Indonesia tidak menganut sistem Trias Politika tersebut. Contoh: aliran kodifikasi. . Salah satunya adalah Undang-Undang Dasar atau konstitusi negara. eksekutif. Jadi pada prinsipnya mekanisme dan dasar setiap sistem pemerintahan diatur dalam undang-undang dasar. 1. dan pembentukan Konstitusi Perancis (1791). dalam pengertian ini keputusan-keputusan masyarakat dijadikan perumusan yang normative. yang kemudian harus berlaku. Dengan demikian Undang-undang dasar adalah salah satu bagian dari konstitusi. Hukum Dasar Tertulis (Undang-Undang Dasar) E.C.

1981: 95-96 ). c. Tidak bertentangan dengan undang-undang dasar dan berjalan sejajar. b. Yang berwenang mengubah konvensi menjadi rumusan yang bersifat tertulis adalah MPR. Sifat-sifat konvensi adalah sebagai berikut: a. Dapat diterima oleh seluruh rakyat. Pidato pertanggungjawaban Presiden dan Ketua Lembaga Negara lainnya dalam sidang Tahunan MPR. seperti: a. d. Konvensi misalnya terdapat pada praktek penyelenggara negara yang sudah menjadi hukum dasar yang tidak tertulis. Merupakan kekuasaan yang muncul berulang kali dan terpelihara dalam praktek penyelenggaraan negara. Sifat Dan Isi Undang-Undang Dasar 1945 . d. Pidato kenegaraan Republik Indonesia setiap tanggal 16 Agustus di dalam sidang Dewan Perwakilan Rakyat. b.(yang dimulai sejak tahun 2000). Pengertian. Mekanisme pembuatan GBHN. Kedudukan. 2. 3. Bersifat sebagai pelengkap yang tidak terdapat di dalam undang-undang dasar. Keempat hal tersebut secara tidak langsung merupakan realisasi UUD 1945 (merupakan pelengkap). Pidato Presiden yang diucapkan sebagai keterangan pemerintah tentang RAPBN pada minggu pertama Januari setiap tahunnya. Hukum Dasar Tak Tertulis (Konvensi) Konvensi adalah hukum yang yang timbul dan terpelihara dalam praktek penyelenggara negara secara tidak tertulis. dan rumusannya bukan berupa hukum dasar melainkan tertuang dalam ketetapan MPR. Undang-undang dasar juga merekam hubungan-hubungan kekuasaan dalam suatu negara (Budiarjo. c.lxxvii Undang-undang dasar menentukan bagaimana pusat-pusat kekuasaan ini bekerjasama dan menyesuaikan diri satu sama lain.

lxxviii a. Pembukaan. Setiap produk hukum seperti undang-undang. ditambah 3 pasal aturan: peralihan dan 2 pasal aturan tambahan (Lihat Pasal 2 Aturan Tambahan UUD 1945 hasil amandemen keempat). yang terdiri dari 4 alinesa. Batang Tubuh yang memuat pasal-pasal. 4 pasal aturan peralihan dan 2 ayat aturan tambahan. seperti telah dijelaskan. aturan. serta (3) Penjelasan UUD 1945 yang terbagi atas penjelasan umum dan penjelasan pasal demi pasal. UUD 1945 merupakan hukum yang menempati kedudukan tertinggi. lembaga negara. peraturan. Dalam ayat (2) aturan tambahan UUD 1945 disebutkan bahwa . Dalam kerangka tata susunan norma hukum yang berlaku. yang dimaksud dengan Undang-Undang Dasar 1945 adalah keseluruhan naskah yang terdiri dari: (1) Pembukaan. Naskah yang resmi telah dimuat dan disiarkan dalam Berita Republik Indonesia tahun II No. bahkan setiap kebijaksanaan pemerintah harus berlandaskan dan bersumber pada peraturan yang lebih tinggi dan tidak bertentangan dengan ketentuan-ketentuan UUD 1945. Kedudukan UUD 1945 Undang-undang dasar merupakan hukum dasar yang menjadi sumber hukum. dapat dipisah-pisahkan. atau ketentuan yang harus dilaksanakan dan ditaati. Namun berdasarkan hasil Sidang Tahunan MPR 2002. UUD 1945 berisi norma. atau keputusan pemerintah. serta setiap penduduk yang ada di wilayah Republik Indonesia. dan warga negara Indonesia di mana pun mereka berada. yang berisi Pasal 1 s/d 37 yang dikelompokkan dalam 16 bab. Sebagai hukum. Pengertian UUD 1945 Sebelum amandemen. Yang dimaksud dengan undang-undang dasar dalam UUD 1945 adalah hukum dasar tertulis yang bersifat mengikat bagi pemerintah. dan Penjelasan UUD 1945 merupakan satu kesatuan yang utuh dan tidak. b. 7 yang terbit pada tanggal 15 Februari 1946 sebuah penerbitan resmi pemerintah Republik Indonesia. UUD 1945 ditetapkan dan dijelaskan oleh PPKI (Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia) pada tanggal 18 Agustus 1945. (2) Batang Tubuh UUD 1945. UUD 1945 telah ditetapkan oleh Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia dan mulai berlaku pada tanggal 18 Agustus 1945. sistematika UUD 1945 adalah Pembukaan dan pasal-pasal yang terdiri dari 37 pasal. lembaga masyarakat.

supel. Sifat UUD 1945 Dalam Penjelasan UUD 1945 sebelum amandemen menyatakan bahwa UUD 1945 bersifat singkat dan supel. Namun UUD 45 tetap bersifat fleksibel.lxxix dalam 6 bulan sesudah MPR dibentuk. sifat singkat dan supel masih mewarnai UUD 1945 karena ia masih berisi hal-hal pokok dan masih dimungkinkan untuk terus disesuaikan dengan perkembangan bangsa dan negara Indonesia. yaitu MPR hasil Pemilu sebagaimana ditetapkan dalam UUD 1945 itu sendiri. harus terus hidup secara dinamis. masih terus akan mengalami perubahan-perubahan. dan tidak ketinggalan zaman. UUD. yang masih harus berkembang. Sifat undang-undang yang singkat dan supel itu juga dikemukakan dalam Penjelasan: 1. UUD 1945 hasil amandemen terdiri atas 37 pasal ditambah 3 pasal aturan peralihan dan 2 pasal aturan tambahan. karena telah ditetapkan oleh MPR menjadi konstitusi tertulis. 2. yakni hanya memuat 37 pasal. Kini UUD 45 tidak bersifat sementara lagi. Setelah amandemen keempat (ST MPR 2002). UndangUndang Dasar menjadi aturan yang luwes. ditambah 4 pasal aturan peralihan dan 2 ayat aturan tambahan. Sesungguhnya rencana pembuat UUD 1945 adalah bahwa sebelum tanggal 17 Agustus 1946 undang-undang dasar tetap diharapkan dapat disusun oleh badan yang berwenang. c. yang hanya memuat aturan pokok. Undang-Undang Dasar itu sudah cukup apabila telah memuat aturan-aturan pokok saja. majelis itu bersidang untuk menetapkan. tetapi suasana politik waktu itu tidak memungkinkan realisasi rencana tersebut. Aturan tambahan ini menunjukkan bahwa status UUD 1945 adalah sementara. Ini tidak . Dengan aturan-aturan yang tertulis. hanya memuat garis-garis besar sebagai instruksi kepada pemerintah pusat dan lainlain penyelenggara negara untuk menyelenggarakan kehidupan negara dan kesejahteraan sosial. UUD 1945 yang singkat dan supel itu lebih baik bagi negara seperti Indonesia ini.

pelaksanaan aturan-aturan pokok yang tertera dalam UUD 1945 akan baik dan sesuai dengan maksud ketentuannya. misalnya ketetapan MPR dan undang-undang. Demikian pula pasalnya tetap 37 pasal dan 3 pasal Aturan Tambahan serta 2 pasal Aturan Tambahan. Dengan semangat penyelenggara negara dan pemimpin pemerintahan yang baik. Selain itu. pengubahan.lxxx berarti bahwa UUD 1945 tidak lengkap atau tidak sempurna dan mengabaikan kepastian. Amandemen/Perubahan UUD’45 Dan Dinamika Pelaksanaan UUD’45 Sejak Awal Kemerdekaan Hingga Masa Reformasi a. d. penjelasan UUD 1945 menekankan bahwa semangat penyelenggara negara. setiap penyelenggara negara dan pemimpin pemerintahan selain harus mengetahui teks UUD 1945 juga harus menghayati semangatnya. namun jumlah babnya bertambah sebanyak 22 bab. Isi Undang Undang Dasar 1945 Setelah UUD 45 diamandemen 2002. terutama mengingat agar Undang-Undang Dasar itu senantiasa sesuai dengan perkembangan zaman dan aspirasi rakyat. Pasal 37. Karena itu. C. memuat 5 . Keluasan atau fleksibilitas ini tetap menjamin kejelasan dan kepastian hukum apabila aturan-aturan pokok itu menyerahkan pengaturan lebih lanjutnya kepada aturan hukum dalam tingkat yang lebih rendah. maka tetap 16 bab walaupun Bab IV tentang Dewan Pertimbangan Agung (DPA) dihapus. Proses Perubahan/Amandemen Undang Undang Dasar 1945 Pasal terakhir Undang-Undang Dasar 1945 hasil amandemen juga memuat tentang perubahan Undang-Undang Dasar. namun dari pasal-pasalnya dikembangkan dan ditambah ayat-ayatnya. semangat pemimpin pemerintahan sangat penting. yang pembuatan. sehingga jumlah pasalnya sebanyak 72 pasal (lihat lampiran). dan pencabutannya lebih mudah daripada UUD 1945.

hak itu sama halnya mengubah seluruh sistem negara yang meliputi bentuk negara. Berketuhanan.lxxxi ayat berkaitan dengan ketentuan tentang perubahan Undang-Undang Dasar. 1. yang merupakan sumber norma hukum positif Indonesia. Dinamika pelaksanaan UUD’45 sejak awal kemerdekaan hingga era reformasi. (4) Putusan untuk mengubah pasal-pasal Undang-Undang Dasar dilakukan dengan persetujuan sekurang-kurangnya lima puluh persen ditambah satu dan seluruh anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat. sifat negara. Logikanya kalau hak itu menyangkut Perubahan Pembukaan UUD 1945. tujuan negara dan dasar negara Pancasila. sebagai berikut: (1) Usul perubahan pasal-pasal Undang-Undang Dasar dapat diagendakan dalam sidang Majelis Permusyawaratan Rakyat. Pasal yang mengatur tentang perubahan Undang-Undang dasar ini ditentukan berkaitan dengan pasal-pasal Undang-Undang Dasar. (2) Setiap usul perubahan pasal-pasal Undang-Undang Dasar diajukan secara tertulis dan ditunjukkan dengan jelas bagian yang diusulkan untuk diubah beserta alasannya. (5) Khusus tentang bentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia tidak dapat dilakukan perubahan. yaitu masa kemerdekaan (tahun 1945 s/d 27 Desember 1949) dan pada tahun 1959 sampai sekarang. (3) Untuk mengubah pasal-pasal Undang-Undang Dasar. Masa Kemerdekaan (1945-1949) Kurun waktu ini adalah masa revolusi fisik karena bangsa Indonesia harus berjuang kembali mempertahankan negara dari rongrongan penjajah yang tidak mau mengakui . mengingat Pembukaan sebagai deklarasi bangsa Indonesia dan dalam ilmu hukun disebut sebagai ‘Stoatsfun damentainomy’. Sidang Majelis Permusyawaratan Rakyat dihadiri oleh sekurang-kurangnya 2/3 dari jumlah anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat. Sejarah pelaksanaan UUD 1945 terbagi alas dua kurun waktu. apabila diajukan oleh sekurang-kurangnya 1/3 dari jumlah anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat. jadi bukan terhadap Pembukaan UUD 1945. b.

Namun keadaan ini tidak bertahan lama. karena pada tanggal 17 Agustus 1950 negara RIS berubah menjadi NKRI dengan UUDS’50. 2. (12-8-1955 s/d 24-3-1956) 6) Kabinet Ali Sastroamijoyo II (24-3-1956 s/d 9-4-1957) 7) Kabinet Juanda (9-4-1957 s/d 10-7-1959) Karena seringnya pergantian kabinet. Mempunyai tujuan: i. konstituante mengadakan sidang namun selalu gagal. Tapi ternyata pelaksanaan UUDS’50 itu tidak memuaskan rakyat dan stabilitas nasional tidak dapat tercapai. sehingga Presiden mengeluarkan Dekrit Presiden pad tanggal 5 Juli 1959. . pengangkatan Presiden seumur hidup. karena NKRI berubah menjadi negara RIS sesuai dengan hasil sidang KMB.lxxxii kemerdekaan Indonesia. dan pembubaran DPR oleh Presiden. Di masa ini banyak terjadi penyelewengan terhadap Pancasila. Membentuk NKRI yang berbentuk kesatuan dan kebangsaan yang demokratis. Pada masa itu terjadi pergantian kabinet sebanyak. Pada masa ini juga terjadi penyimpangan sistem pemerintahan dari presidensial menjadi parlementer. misalnya Nasakom. Masa Orde Lama (1959-1966) 1) Pengertian Orde Lama Orde lama mulai pada tanggal 5 Juli 1959 hingga 11 Maret 1966 saat diserahkannya Supersemar oleh Presiden kepada Letjen Soeharto. 7 kali yaitu: 1) Kabinet Natsir (6-9-1950 s/d 27-4-1951) 2) Kabinet Sukirman (27-4-1951 s/d 3-4-1952) 3) Kabinet Wilopo (3-4-1952 s/d 1-8-1953) 4) Kabinet Ali Sastroamijoyo I (1-8-1953 s/d 12-8-1955) 5) Kabinet Burhanudin Harahap. Ciri-ciri Orde Lama adalah sebagai berikut: a) b) Mempunyai landasan idil Pancasila dan landasan struktural UUD 1945.

tetapi landasan strukturalnya adalah kabinet Ampera sedangkan landasan operasionalnya adalah Tap MPR sejak sidang umum ke IV tahun 1966. 3.lxxxiii ii. Lembaga negara seperti MPR. Membentuk kerja sama yang baik dengan semua negara di dunia. jadi hanya bersifat sementara. Adapun pelaksanaan Pancasila dilakukan secara murni dan konsekuen. Presiden memegang kekuasaan sepenuhnya dan kemudian MPR mengangkatnya sebagai Presiden seumur hidup. DPA dan BPK belum terbentuk sesuai UUD 1945. Dalam situasi ini Presiden Soekarno memberikan Surat perintah kepada Letjen Soeharto untuk mengambil tindakan pemulihan keadaan dan mengembalikan stabilitas negara. Keadaan tersebut membuat stabilitas nasional makin memburuk. Ciri-ciri Orde Baru hampir sama dengan Orde Lama. Masa Orde Baru 1) Pengertian Orde Baru Orde Baru lahir sejak diselenggarakannya seminar TNI/AD yang kedua di Seskoad Bandung pada tanggal 25 s/d 31 Agustus 1966. tujuannya adalah menegakkan kebenaran dan keadilan demi Ampera. Landasan konstitusionalnya tetap UUD 1945. terutama dengan negara-negara di kawasan Asia-Afrika iv. Puncak dari semua itu adalah terjadinya pemberontakan PKI pada tanggal 30 September 1965. perekonomian. dan Hanura secara konstitusional. dan politik yang stabil serta . Orde Baru menginginkan suatu tatanan hidup. Membentuk suatu masyarakat yang adil dan makmur baik materil maupun spiritual dalam wadah NKRI. Penyimpangan yang terjadi antara lain Presiden membuat UU tanpa persetujuan DPR dan Presiden membubarkan DPR yang tidak menyetujui APBN yang diajukannya. Berbagai ancaman datang silih berganti. iii. Selain itu. Tritura. Melaksanakannya dengan meluruskan segala cara. kecuali landasannya yang sedikit mengalami perubahan. 2) Beberapa Penyimpangan Dalam Pelaksanaan Uud 1945 UUD 1945 pada masa ini tidak dilaksanakan secara murni dan konsekuen. DPR. Orde Baru menghendaki kepentingan nasional tetapi tidak meninggalkan komitmen anti-kolonialisme.

Masa Reformasi . d. DPR. dan para menteri negara menjalankan tugas berdasarkan UUD 1945.XXV/MPR/1966 tentang pembubaran PKI dan ormasnya. MPR No. DPA dan BPK yang sesuai dengan UUD 1945. Mengajukan APBN setiap tahun tepat waktu dan harus menyusun Repelita. Membuat UU dengan persetujuan DPR dalam rangka pelaksanaan UUD 1945 dan GBHN. yaitu DPA dan BPK. Membentuk lembaga tinggi negara. Sidang istimewa MPRS tahun 1967 menarik mandat MPRS dari Presiden Soekarno dan pada sidang istimewa pada tahun 1968 MPRS mengangkat Soeharto menjadi presiden sampai terselenggaranya Pemilu. a. wakilnya. Melaksanakan Pemilu tepat waktu. b. Produk hukum yang dihasilkan antara lain pengesahan Supersemar ke dalam Tap.lxxxiv melaksanakan cita-cita demokrasi politik. c. 4. 4) Tugas Presiden: a. 5) DPR bertugas mengawasi pelaksanaan tugas Presiden. dan Tap MPR No. Mekanisme kegiatan kenegaraan lima tahunan secara garis besar adalah sebagai berikut: 1) MPR mengadakan sidang umum. Menetapkan GBHN. b.IX/MPR/1966. MPR No. 3) Presiden. 2) Langkah Pengamalan UUD 1945 Oleh Orde Baru Orde Baru berhasil menyalurkan aspirasi masyarakat dan mengoreksi kesalahan yang dilakukan di masa Orde Lama. dan Pemilu 2) Dalam sidang umum MPR bertugas. Tap. Kemudian terbentuklah lembaga negara seperti MPR. Strategi dan taktik Orde Baru ini tercermin dalam program kabinet Ampera. 6) Lembaga negara lainnya melaksanakan tugasnya harus sesuai dengan UUD 1945 dan undang-undang. Memilih presiden dan wakilnya untuk melaksanakan GBHN.XII/MPR/1966 tentang perubahan landasan di bidang ekonomi dan pembangunan.

lxxxv Dalam proses reformasi dewasa ini, terdapat berbagai pendapat dan kajian untuk mengamandemen UUD 1945, karena UUD 1945 harus bersifat fleksibel, yaitu mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan bangsa dan negara Indonesia. Keinginan untuk mengamandemen itu juga muncul karena adanya sifat “muitiinterpretable” pada pasal-pasal UUD 1945, sehingga mengakibatkan adanya sentralisasi kekuasaan terutama Presiden di masa Orde Lama maupun Orde Baru. Melalui Sidang Umum MPR tahun 1999, SidangTahunan MPR tahun 2000, Sidang Tahunan MPR 2001, dan Sidang Tahunan MPR 2002, UUD 1945 telah mengalami perubahan (amandemen). Perubahan ini dimaksudkan untuk menyempurnakan Batang Tubuh UUD 1945 dan tidak mengubah Pembukaan UUD 1945. Karena Pembukaan UUD 1945 merupakan ikrar berdirinya negara Kesatuan Republik Indonesia dan ia memuat Pancasila sebagai Dasar Negara, MPR berketetapan hati untuk tidak mengubahnya. Pembukaan UUD 1945 serta amandemen UUD 1945 berdasarkan Sidang Umum MPR 1999, Sidang Tahunan MPR 2000, Sidang Tahunan MPR 2001, dan Sidang Tahunan MPR 2002.

a.

SISTEM KETATANEGARAAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA a. Tujuh Kunci Pokok Sistem Pemerintahan Negara R.I. Sistem pemerintahan Indonesia dijelaskan di dalam Penjelasan UUD 1945 (sebelum amandemen), yang menyebutkan tujuh kunci pokok sistem pemerintahan Indonesia. Meskipun UUD 1945 telah diamandemen, ketujuh kunci pokok tersebut masih relevan dalam sistem pemerintahan Indonesia dewasa ini. Ketujuh kunci pokok itu adalah: 1) Indonesia adalah Negara yang Berdasarkan Hukum (Rechtsstsat) Negara Indonesia adalah negara yang berdasarkan hukum (rechtsstaat), tidak berdasarkan kekuasaan belaka (machts-staat). Artinya, setiap tindakan harus berlandaskan hukum, sehingga dapat dipertanggungjawabkan secara hukum dan

lxxxvi tekanan yang dilakukan terhadap hukum juga berarti terhadap kekuasaan. Hal ini terkandung di dalam Pembukaan UUD 1945 yang merupakan perwujudan cita hukum yang menjiwai Batang Tubuh UUD 1945 maupun dasar hukum yang tidak tertulis. Yang dimaksud dengan negara hukum bukan hanya, dalam arti formal saja, yaitu sebagai penjaga atau alat dalam menindak segala bentuk kejahatan dan ketidakadilan, tetapi juga dalam arti materiil, yaitu alat dalam menciptakan kesejahteraan sosial seluruh rakyat Indonesia, yang sesuai dengap alinea dalam Pembukaan UUD 1945. Ciri-ciri negara berdasarkan hukum dalam arti materiil adalah sebagai berikut: a. Adanya pembagian kekuasaan dalam negara; lihat UUD 1945 Pasal 2 ayat (I), 4 , 5, 19, 20, 23E dan 24, 24A-C dan pasal-pasal lain sampai amandemen keempat. 2. Diakuinya hak asasi manusia yang tertuang dalam konstitusi dan peraturan perundang-undangan; lihat UUD 1945 Pasal 27, 28, 28A-28J, 29 ayat (2) dan 31 ayat (1). 3. Adanya dasar hukum bagi kekuasaan pemerintah (asas legalitas); lihat UUD 1945 Pasal 1 ayat (3). 4. Adanya peradilan yang bebas dan merdeka serta tidak memihak; lihat UUD 1945 Pasal 24. 5. Semua warga negara memiliki kedudukan yang sama di mata hukum dan pemerintahan, wajib menjunjung hukum dan pemerintahai tersebut tanpa kecuali, dan berhak mendapatkan pendidikan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan; lihat UUD 1945 Pasal 27 ayat (I)dan(2). 6. Pemerintah berkewajiban memajukan kesejahteraan umum serta mencerdaskan rakyat Indonesia; lihat UUD 1945 Awal tentang Hak Asasi Manusia, Pasal 31, 33 dan 34. 2) Sistem Konstitusional Pemerintahan Indonesia bersifat konstitusional, bukan absolut (tidak terbatas). Pernyattaan itu menunjukkan bahwa pemerintahan dijalankan menurut sistem

lxxxvii konstitusional. Dalam sistem ini, penggunaan kekuasaan secara sah oleh aparatur negara dibatasi secara formal berdasarkan UUD 1945. Hal ini menunjukkan bahwa kekuasaan aparatur negara dan pemerintahan harus bersumber dari UUD 1945 atau undang-undang yang menyelenggarakan UUD 1945. 3) Kekuasaan Negara yang Tertinggi di Tangan Rakyat Kedaulatan, berada di tangan rakyat dan dilaksanakan menurut UUD 1945 (Pasal 1 ayat 2). Badan yang diberi kewenangan untuk melaksanakan kedaulatan ini adalah MPR, yang merupakan penjelmaan dari seluruh rakyat Indonesia. Majelis ini bertugas rnenetapkan UUD, serta melantik dan memberhentikan Presiden dan Wakil Presiden. Sedangkan Presiden harus menjalankan haluan negara berdasarkan haluanhaluan yang telah ditetapkan oleh MPR, serta bertanggung jawab kepada majelis ini. Karena ia adalah mandataris MPR, maka dia. wajib menjalankan putusan-putusan majelis. Dengan demikian maka dapat disimpulkan bahwa tugas MPR sangat luas dan segala keputusannya mencerminkan keinginan dan aspirasi rakyat. Anggota MPR terdiri dari anggota DPR dan DPD yang dipilih oleh rakyat melalui Pemilu. 4) Presiden adalah Penyelenggara Pemerintah Negara yang Tertinggi di bawah Majelis Permusyawaratan Rakyat Pasal 4 ayat (I) UUD 1945 menyebutkan bahwa Presiden Republik Indonesia memegang kekuasaan dan tanggung jawab dalam menjalankan pemerintahan. Dalam melakukan kewajibannya, Presiden dibantu oleh seorang wakil presiden. Tugas dan kewajiban Presiden serta Wakil Presiden dapat dilihat dalam pasalpasal UUD 1945 hasil amandemen keempat.

5)

Presiden Tidak Bertanggung Jawab kepada Dewan Perwakilan Rakyat UUD 1945 telah menggariskan kerjasama antara Presiden dan Dewan

Perwakilan Rakyat, antera lain dalam membentuk undang-undang dan menetapkan anggaran serta belanja negara, pengangkatan duta dan konsul, penganugerahan gelar dan tanda jasa, pemberian amnesti dan abolisi dan lain-lain. Dalam perkara-perkara tersebut Presiden harus, mendapatkan persetujuan DPR. Karena itu Presiden dan DPR

lxxxviii harus bekerja sama, tetapi tidak dalam arti Presiden bertanggung jawab kepada DPR karena kedudukan Presiden tidak tergantung kepada DPR. Presiden tidak dapat membekukan dan/atau membubarkan DPR (Lihat Pasal 7C) dan DPR pun tidak dapat menjatuhkan Presiden karena mereka adalah mitra kerja. DPR hanya mengawasi Presiden dalam menjalankan pemerintahan. Tetapi DPR dapat mengajukan usul pemberhentian Presiden kepada MPR (Lihat Pasal 7A, 7B). 6) Menteri Negara adalah Pembantu Presiden dan Menteri Negara Tidak Bertanggung Jawab kepada Dewan Perwakilan Rakyat UUD 1945 menyatakan bahwa Presiden dibantu oleh. Menteri-menteri negara dan dapat memberhentikan menteri-menteri negara menurut ketentuan UU (lihat Pasal 17). Menteri-menteri negara itu tidak bertanggung jawab kepada DPR. Kedudukan mereka tidak tergantung pada DPR tetapi pada Presiden karena mereka adalah pernbantu Presiden. Presiden berwenang mengangkat dari memberhentikan menteri. Pembentukan, pengubahan, dan pembubaran kementerian diatur oleh undang-undang. 7) Kekuasaan Kepala Negara Tidak Tak Terbatas Penjelasan UUD 1945 menyatakan bahwa “Meskipun Kepala Negara tidak bertanggung jawab kepada DPR, ia bukan diktator, artinya kekuasaannya tidak tak terbatas”. Seperti dijelaskan sebelumnya., sistem pemerintahan konstitusional tidak bersifat Absolut. Keberadaan DPR dan menteri negara dapat mencegah terjadinya pemerintahan yang absolut atau kekuasaan mutlak.Dalam hal ini kedudukan dan peran DPR sangatlah kuat, karena selain tidak dapat dibubarkan oleh Presiden, dia juga berwenang mengajukan usul dan persetujuan pembentukan undang-undang maupun penetapan anggaran dan belanja negara. Selain itu, karena semua anggota DPR adalah anggota MPR maka DPR memiliki wewenang untuk mengadakan sidang istimewa guna meminta pertanggungjawaban Presiden. Jika Presiden benar-benar melanggar haluan yang telah ditetapkan oleh MPR. Jadi jelas bahwa hubungan antara MPR, DPR, dan Presiden sangat erat. D. Susunan Kekuasaan Negara R.I.

lxxxix

Konsep kekuasaan negara menurut demokrasi sebagai terdapat dalam UUD 1945 sebagai berikut: (1) Kekuasaan di Tangan rakyat (a) Pembukaan UUD 1945 Alinea IV..”...Maka disusunlah kemerdekaan kebangsaan Indonesia itu dalam suatu Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat....... (b)Pokok Pikiran dalam Pembukaan UUD 1945 “Negara yang berkedaulatan rakyat, berdasarkan atas kerakyatan dan permusyawaratan perwakilan” (pokok Pikiran III). (2) Pembagian Kekuasaan Sebagaimana dijelaskan bahwa kekuasaan. tertinggi adalah ditangan rakyat, dan dilakukan menurut Undang-Undang Dasar oleh karena itu pembagian kekuasaan menurut demokrasi sebagaimana tercantum di dalam UUD 1945 adalah sebagai berikut : (a) Kekuasaan Eksekutif, didelegasikan kepada Presiden (Pasal 4 ayat (1) UUD 1945). (b)Kekuasaan Legislatif, didelegasikan kepada Presiden dan DPR dan DPD (Pasal 5) ayat (1), Pasal 19 dan Pasal 22C UUD 1945). (c) Kekuasaan Yudikatif, didelegasikan kepada Mahkamah Agung (Pasal 24 ayat (1) UUD 1945). (d)Kekuasaan Inspektif, atau pengawasan didelegasikan kepada Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Hal ini termuat dalam UUD 1945 Pasal 20-A ayat (1) “.... DPR juga memiliki fungsi pengawasan”. artinya DPR melakukan pengawasan terhadap Presiden selaku penguasa eksekutif. (e) Dalam UUD 1945 hasil amandemen tidak ada Kekuasaan Konsultatif, yang dalam UUD lama didelegasikan kepada Dewan Pertimbangan Agung (DPA). (Pasal 16 UUD 1945). Dengan lain perkataan UUD 1945 hasil amandemen telah Menghapuskan lembaga Dewan Pertimbangan Agung, karena hal ini berdasarkan kenyataan pelaksanaan kekuasaan negara fungsinya tidak jelas. Mekanisme pendelegasian kekuasaan yang demikian ini dalam khasanah ilmu hukum tatanegara dan ilmu politik

misalnya Pasal 7B ayat (7). (d)Rakyat kembali mengadakan Pemiku setelah membentuk MPR dan DPR (rangkaian kegiatan 5 (lima) tahunan sebagai realisasi periodesasi kekuasaan). Oleh karena itu sistem negara yang terbentuk dalam UUD 1945.. (b)“Majelis Permusyawaratan Rakyat memiliki Kekuasaan melakukan perubahan terhadap UUD.”. menurut UUD 1945 mencakup antara lain: periode kekuasaan. Kedaulatan politik rakyat dilaksanakan lewat Pemilu untuk membentuk MPR dan DPR setiap 5 tahun sekali. pengawasan kekuasaan dan pertanggungjawaban kekuasaan.. harus berdasar atas kedaulatan rakyat dan berdasar atas permusyawaratan perwakilan. dapat dilihat melalui proses atau mekanisme 5 tahunan kekuasaan dalam UUD 1945 sebagai berikut : (a) Pasal 1 ayat (2) UUD 1945 ‘kedaulatan di tangan rakyat. Melantik Presiden dan Wakil Presiden. .xc dikenal dengan istilah ‘distribution of power’ yang merupakan unsur mutlak dari negara demokrasi. Memang aliran ini sesuai dengan sifat masyarakat Indonesia”. (4) Pengambilan Keputusan Pengambilan keputusan menurut UUD 1945 dirinci sebagai berikut: a) Penjelasan UUD 1945 tentang Pokok Pikiran ke III. serta melakukan impeachment terhadap Presiden jikalau melanggar konstitusi.. Dalam pembatasan kekuasaan menurut konsep mekanisme 5 tahunan kekuasaan sebagaimana tersebut di atas.. yaitu” . (c) Pasal 20 ayat (1) memuat “Dewan Perwakilan Rakyat memiliki fungsi pengawasan yang berarti melakukan pengawasan terhadap jalannya pemerintahan yang dijalankan oleh Presiden dalam jangka waktu 5 (lima) tahun”. (3) Pembatasan kekuasaan Pembatasan kekuasaan menurut konsep UUD 1945. b) Putusan Majelis Permusyawaratan Rakyat ditetapkan dengan suara terbanyak.

b) Pasal 2 ayat (1). c) Penjelasan UUD tentang kedudukan DPR. melantik Presiden dan Wakil Presiden dan memberhentikan Presiden dengan masa jabatannya atau jikalau melanggar UUD.. “Kedaulatan adalah ditangan rakyat dan dilakukan menurut UndangUndang Dasar”. artinya segala keputusan yang diambil sejauh mungkin diusahakan. Maka menurut UUD hasil amandemen MPR kekuasaannya menjadi terbatas.” sebagai asasnya. Rakyat terdiri dari anggota Dewan Perwakilan Rakyat dan anggota Dewan Perwakilan Daerah. dengan musyawarah untuk . Dalam penjelasan terhadap pasal I ayat (2) UUD 1945 disebutkan bahwa rakyat memiliki kekuasaan tertinggi namun dilaksanakan dan didistribusikan berdasarkan UUD. (5) Pengawasan Dalam UUD 1945 termuat konsep pengawasan.. disebut “.kecuali itu anggota-anggota DPR semuanya merangkap menjadi anggota MPR. yaitu meliputi tiga hal. maka dimungkinkan pengambilan keputusan itu melalui suara terbanyak. Berdasarkan ketentuan tersebut maka menurut UUD 1945 hasil amandemen MPR hanya dipilih melalui Pemilu. a) Berbeda dengan UUD lama sebelum dilakukan amandemen. yaitu mengubah UUD. Majelis Permusyawaratan. b) Namur demikian jikalau mufakat itu tidak tercapai. Konsep pengawasan tersebut menurut UUD 1945 ditentukan sebagai berikut: Pasal I ayat (2).. MPR yang memiliki kekuasaan tertinggi sebagai penjelmaaan kekuasaan rakyat.. Oleh karena itu DPR dapat senantiasa mengawasi tindakan-tindakan Presiden.xci Ketentuan-ketentuan tersebut di atas mengandung pokok pikiran bahwa konsep pengambilan keputusan yang dianut dalam hukum tata negara Indonesia adalah berdasarkan : a) Keputusan didasarkan pada suatu musyawarah mencapai mufakat.

xcii Berdasarkan ketentuan tersebut di atas maka konsep pengawasan menurut demokrasi Indonesia sebagai tercantum dalam UUD 1945 pada dasarnya adalah sebagai berikut : a) Dilakukan oleh seluruh warga negara, karena kekuasaan di dalam sistem ketatanegaraan Indonesia adalah di tangan rakyat, dan b) Secara formal ketatanegaraan pengawasan berada pada rakyat.

E. Sistem Kelembagaan Negara RI 1. Kelembagaan Negara UUD 1945 bukan hanya mengandung semangat dan perwujudan pokok pikiran yang terkandung di dalam Pembukaannya, tetapi juga merupakan rangkaian kesatuan pasalpasalnya. Sebagian dari pasal itu berisi tentang kedudukan, wewenang, tugas dan hubungan antar lembag,a negara. Dalam Tap. MPR No.VI/MPR/1973 dan Tap. MPR No.III/MPR/1978. MPR me-netapkan bahwa MPR adalah lembaga tertinggi negara sedangkan lembaga tinggi negara terdiri Presiden, Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Pertimbangan Agung, Badan Pemeriksa Keuangan, dan Mahkamah Agung.

Berdasarkan hasil Sidang Tahunan MPR 2002, Dewan Pertimbangan Agung ditiadakan. Sehingga struktur ketatanegaraan Republik Indonesia menjadi:

xciii

Hal-hal mengenai DPR diatur dalam Pasal 19, 20, 20A, 21, 22B, 22C, dan dalam pasal-pasal yang berkaitan dengan kerja-sama dengan Presiden, sedangkan Dewan Perwakilan Daerah (DPD) diatur dalam Pasal 22D. BPK mempunyai tugas khusus untuk memeriksa keuangan negara dan kemudian hasilnya dilaporkan kepada DPR, DPD, dan DPRD (Pasal 23 E, Pasal 23F, dan 23G). Badan ini bersifat bebas dan mandiri, jadi tidak dipengaruhi atau mempengaruhi kekuasaan pemerintah. Tugas BPK antara lain: 1. Memeriksa pengelolaan dan tanggung jawab keuangan negara. 2. Merneriksa semua pelaksanaan APBN.

xciv

Sedangkan kekuasaan kehakiman dipegang oleh Mahkamah Agung (MA) dan badan peradilan yang berada di bawahnya (Lihat Pasal 24, 24AJ yang terlepas dari pengaruh semua lembaga negara. Sedangkan kekuasaan kehakiman dipegang oleh Mahkamah Agung (MA) dan badan peradilan yang berada di bawahnya (Lihat Pasal 24, 24AJ yang terlepas dari pengaruh semua lembaga negara. Komisi Yudisial bersifat mandiri dan mempunyai wewenang mengusulkan pengangkatan hakim agung dan wewenang lain dalam rangka menjaga dan menegakkan kehormatan, martabat serta perilaku hakim. (Lihat Pasal 24B). Mahkamah Konstitusi berwenang mengadili pada tingkat pertama dan terakhir dengan keputusan yang bersifat final, menguji undang-undang terhadap Undang-Undang Dasar, memutus sengketa kewenangan lembaga negara dan kewenangan yang diberikan oleh UUD, memutus pembubaran partai politik, dan memutus perselisihan tentang hasil pemilihan umum. (Lihat Pasal 24C)

F. HUBUNGAN ANTAR LEMBAGA-LEMBAGA NEGARA RI i. Hubungan Antara MPR Dan Presiden Majelis Permusyawaratan Rakyat sebagai pemegang kekuasaan tinggi sebagai wakil rakyat sesuai dengan UUD 1945 (Pasal I ayat (2) ). di samping DPR dan Presiden. Hal ini berdasarkan ketentuan dalam UUD 1945 bahwa baik Presiden maupun MPR dipilih langsung oleh rakyat (Pasal 2 ayat (1) dan Pasal 6 ayat (1)). Berbeda dengan kekuasaan MPR menurut UUD 1945 sebelum dilakukan amandemen 2002, yang memiliki kekuasaan tertinggi dan mengangkat serta memberhentikan Presiden dan/atau Wakil Presiden. Sesuai dengan ketentuan UUD 1945 hasil amandemen 2002, maka Presiden dapat diberhentikan sebelum habis masa jabatannya baik karena permintaan sendiri atau karena tidak dapat melakukan kewajibannya maupun diberhentikan oleh MPR.

xcv Pemberhentian Presiden oleh MPR sebelum masa jabatan berakhir, hanya mungkin dilakukan jikalau Presiden sungguh-sungguh telah melanggar hukum berupa pengkhianatan terhadap negara, korupsi, penvuapan, tindak pidana berat lainnya, atau perbuatan tercela maupun apabila terbukti tidak lagi memenuhi syarat sebagai Presiden dan/atau wakil Presiden (Pasal 7A). Namun demikian perlu dipahami bahwa oleh karena Presiden tidak diangkat oleh MPR, maka Presiden tidak bertanggung jawab kepada MPR. melainkan kepada rakyat Indonesia sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Dasar. ii. Hubungan Antara MPR Dan DPR Majelis Permusyawaratan Rakyat terdiri atas anggota-anggota. Dewan Perwakilan Rakyat, dan anggota-anggota. Dewan Perwakilan Daerah yang dipilih melalui pemilu. Dengan demikian maka seluruh anggota. MPR menurut UUD 1945 dipilih melalui Pemilu. Mengingat kedudukannya sebagai penjelmaan seluruh rakyat Indonesia yang memegang kedaulatan rakyat tertinggi (Pasal 2 ayat (1)) dan untuk menegakkan martabat serta kewibawaannya, maka MPR menyelesaikan masalah-masalah yang bersifat dasar, yang bersifat struktural dan memiliki kekuasaan untuk mengubah UUD, maka antara DPR dengan MPR harus melakukan kerjasama yang simultan dalam melakukan pengawasan terhadap jalannya pemerintahan yang dilakukan oleh Presiden. Oleh karena anggota DPR seluruhnya merangkap angota MPR, maka MPR menggunakan DPR sebaoai tangan kanannya dalam melakukan pengawasan pelaksanaan kebijakan yang dilakukan oleh Presiden sebagaimana ditetapkan oleh MPR. Dalam hal ini DPR menggunakan hak-hak tertentu. yang dimilikinya seperti hak angket, hak amandemen, hak interpelasi, hak budget, hak tanya inisiatif (Pasal 20-A). MPR mempunyai tugas yang sangat luas, melalui wewenang DPR, MPR mengemudikan pembuatan Undang-Undang serta peraturan-peraturan lainnya agar

xcvi undang-undang serta peraturan-peraturan itu sesuai dengan UUD 1945. Melalui wewenang DPR ia juga menilai dan mengawasi wewenang lembaga-lembaga lainnya. Demikianlah hubungan DPR dan MPR sebagai bagian yang diutamakan Maielis. terutama pasca amandemen UUD 1945 2002 ini diharapkan dengan adanya reformasi kelembagaan tinggi negara, benar-benar dapat tercipta iklim pelaksanaan negara yang lebih demokratis.

iii. Hubungan Antara DPR Dan Presiden Sebagai sesama lembaga dan sesama anggota badan legislatif maka DPR dan Presiden bersama-sama mempunyai tugas antara lain: i. Membuat Undang-Undang (Pasal 5 ayat (1), 20 dan 21). dan Menetapkan Undang-Undang tentang anggaran pendapatan dan belanja negara (Pasal 23 ayat (1)). ii. Membuat undang-undang berarti menentukan kebijakan politik yang diselenggarakan oleh Presiden (Pemerintah). iii. Menetapkan budget negara pada hakekatnya berarti menetapkan rencana kerja tahunan. DPR melalui anggaran belanja yang telah disetujui dan mengawasi Pemerintah dengan efektif. Di dalam, pekerjaan untuk membuat UU, maka Iembagalembaga negara lainnya dapat diminta pendapatnya. Sesudah DPR bersama Presiden menetapkan UU dan RAP/RAB negara maka di dalam pelaksanaannya DPR berfungsi sebagai pengawas terhadap pemerintah. Pengawasan DPR terhadap Presiden adalah suatu konsekuensi yang wajar (logis), yang pada hakikatnya mengandung arti bahwa presiden bertanggung jawab kepada DPR dalam arti partnership. Presiden tidak dapat dijatuhkan oleh DPR, dan dengan pengawasan tersebut, maka terdapat kewajiban bagi Pemerintah untuk selalu bermusyawarah dengan DPR tentang

Menurut UUD 1945. ma. Menurut UUD1945 hasil amandemen 2002 pasal 20-A ayat (2) dan 1) Hak amandemen (mengadakan perubahan) 2) Hak interpelasi (meminta kete-rangan) 3) Hak bertanya 4) Hak angket (hak untuk mengadakan suatu penyelidikan). maka DPR dapat senantiasa mengawasi segala tindakan-tindakan Presiden dan jikalau Dewan menganggap bahwa Presiden sungguh-sungguh melanggar pidana atau konstitusi yang telah. Sebaliknya keduduk-an DPR adalah kuat. berkonsultasi dan dalam banyak hal. mendengarkan. Presiden harus memperhatikan.ka Majelis itu dapat melakukan sidang istimewa untuk melakukan inpeachment. 2) Hak inisiatif vaitu hak untuk mengusulkan rancangan uu (pasal 21 ayat (1)) b. memberikan keterangan-keterangan serta laporan-laporan kepada Dewan dan meminta pendapatnva. Bentuk kerja sama antara DPR dan Presiden tidak boleh mengingkari partner legislatifnya. Untuk pengawasan tersebut maka DPR mempunyai beberapa wewenang yaitu a. . Dewan ini tidak dapat dibubarkan oleh Presiden karena anggota-anggota DPR semuanya merangkap menjadi anggota-anggota MPR.xcvii masalah-masalah pokok dari negara yang menyangkut kepentingan rakyat dengan UUD sebagai landasan kerja. yaitu hak untuk menyusun rancangan Anggaran Belanja dan Pendapatan Negara (Pasal 23 ayat (1)). 1) Hak budget. dan DPR menpunyai kesempatan untuk menemukakan pendapat rakvat secara kritis terhadap kebijaksanaan dan politik pemerintah. Dengan adanya wewenang DPR tersebut. maka sepanjang tahun teriadi musyawarah yang diatur antara pemerintah dan DPR. Hal ini tetap sesuai dengan penjelasan resmi UUD 1945 dinyatakan bahwa Presiden harus tergantung kepada Dewan.

menteri-menteri tidak dapat dijatuhkan dan/atau diberhentikan oleh DPR. ditambah pula ketentuan dalam penjelasan yang mengatakan bahwa Presiden harus memperhatikan sungguh-sungguh suara DPR. sedangkan dalam penjelasannya dikemukakan bahwa menterimenteri itu tidak bertanggung jawab kepada DPR. Dalam UUD 1945 dinyatakan bahwa menteri-menteri diangkat dan diberhentikan oleh Presiden (Pasal 17 ayat (2)).xcviii Kritik-kritik itu dapat dilanjutkan dan dibahas oleh surat-surat kabar sebagai pembawa suara masyarakat yang langsung sehingga terjadilah suatu 'Sosial Control` yang baik terhadap pemerintah khususnya dan terhadap lembaga-lembaga negara lain pada umumnya. akan tetapi sebagai konsekuensinya yang waiar (logis) dari tugas clan kedudukannya. Hubungan Antara DPR Dengan Menteri-Menteri Hubungan kerjasama antara Presiden dengan DPR juga harus dilaksanakan dalam hal DPR menyatakan keberatannya terhadap kebijaksanaan menteri-menteri. Dalam hal ini sudah sewajarnya Presiden mengganti menteri yang bersangkutan tanpa membubarkan kabinet. iv. Sudah terang bahwa DPR tidak boleh main mosi tidak percaya. 1945. dalam pasal tentang kementerian negara (Pasal 17) diterangkan bahvva Presiden tidak bertanggungjawab kepada DPR (sistem Kabinet Presidensial) Seperti juga halnya dengan Presiden. Oleh karena itu menterimenten pun juga tidak terlepas dari keberatan-keberatan DPR. melainkan secara serius harus memberikan pertimbangan kepada Presiden dan sebaiknva Presiden tidak boleh . akan tetapi tergantung kepada Presiden. yang berakibat diberhentikannya menteri oleh Presiden. Penafsiran tentang kedudukannya menteri-menteri itu tidak bisa dilepaskan dari penafsiran tentang kedudukan Presiden yang juga dalam penjelasan UUD. artinya kedudukannya tidak tergantung kepada Dewan.

Hubungan Antara Presiden dengan Menteri-Menteri Presiden mengangkat dan memberhentikan menteri-menteri negara (Pasal 17 ayat (2)) dan menteri-menteri itu secara formal tidak bertanggung jawab kepada DPR. maka sebagai jalan keluar MPR harus segera memberikan keputusannya. Dalam Penjelasan UUD 1945 disebutkan bahwa kekuasaan kehakiman adalah kekuasaan pemerintah ataupun kekuasaan serta kekuatan lainnya! Berhubung dengan itu harus diadakan jaminan dalam . Untuk menetapkan politik pemerintah dan koordinasi dalam pemerintah negara. sebagai pemimpin departemen (Pasal 17 ayat (3)). Memang yang dimaksudkan adalah bahwa para menteri itu peminpin-pemimpin negara. Berhubungan dengan itu mcnteri mempunyai pengaruh besar terhadap Presiden dalam menuntun politik negara yang menyangkut departemennya.xcix bersitegang tidak mau memperhatikan suara DPR yang telah diberikannya dengan tulus ikhlas. v. akan tetapi tergantung kepada Presiden.-dan terhadap MPR itu Presiden secara imperatif harus melaksanakannya. Hubungan Antara Mahkamah Agung Dengan Lembaga Negara Lainnya. Meskipun kedudukan Para menteri tergantung. vi. Dalam Pasal 24 ayat (1) UUD 1945 disebutkan bahwa kekuasaan kehakiman dilakukan oleh sebuah Mahkamah Agung dan lain-lain Badan Kehakiman menurut susunan dan kekuasaan Badan-Badan Kehakiman tersebut diatur menetapkan hubungan antara Mahkamah Agung dengan lembaga-lembaga lainnya. menteri mengetahui seluk-beluk mengenai lingkungan pekerjaannya. timbul kebiasaan bahwa Presiden melimpahkan sebagi-an wewenang kepada pembantu pimpinan dari Presiden Konvensi yang demikian ini tidak boleh mengurangi jiwa dari sistem kabinet Presidensial. oleh karena itu menteri-menterilah yang terutama menjalankan pemerintahan dalam praktekm a. para menteri bekerjasama satu sama lain secara erat di bawah pimpinan Presiden Dalam praktek Pernerintahan. mereka bukan pegawai tinggi biasa. Menteri adalah pembantu Presiden (Pasal 17 ayat (3)). terutama berdasar Pasal 3 ayat (3).kepada Presiden.

ditahan. sebagai syarat mencapai suatu keputusan yang seadil-adilnya. Setiap orang yang disangkakan. Ketentuan im menunjukkan bahwa di negara Indonesia dijamin perlindungan hak-hak asasi manusia dan bukan kemauan seseorang yang menjadi dasar tindakan penguasa (Govemment by law. berhubungan dengan itu pengadilan mengadili menurut hukum dengan tidak membeda-bedakan orang. penahanan. . Berhubung dengan itu kekuasaan kehakiman adalah kekuasaan negara yang merdeka untuk menyelenggarakan peradilan guna meneoakkan hukum dan keadilan berdasarkan Pancasila.c bentuk UUD 1945 tentang kedudukan para hakim. selain atas printah tertulis oleh kekuasaan yang sah dalam hal-hal clan menurut cara-cara yang diatur dengan undangundang. wajib dianggap tidak bersalah sebelum kekuatan hukum yang tetap asas (persumfion innocence). Negara Republik Indonesia adalah negara yang berdasarkan atas hukum yang berdasarkan Pancasila. dituntut dan atau dihadapkan di depan pengadilan. not by man). Sifat negara hukum ini rnengandung makna bahwa alat-alat perlengkapannya hanya dapat bertindak menurut dan terikat kepada aturanaturan yang telah dibuat oleh badan yang dikuasakan untuk mengadakan peraturanperaturan itu. kecuali apabila pengadilan.tiada seorang juapun dapat dihadapkan di depan pengadilan selain daripada yang ditentukan baginya oleh undang-undang. Selain itu tidda seorangpun dapat dikenakan penangkapan. penggeledahan dan pesitaan. atau singkatnya disebut dengan 'Rule of law' Undang-undang Pokok Kehakimain (UU No. telah bersalah atas perbuatan yang dituduhkan atas dirinya. pertimbangan dan nasihat-nasihat tentang soal-soal hukum kepada lembaga negara lain apabila diminta. ditangkap. Semua pengadilan memberikan keterangan. karena alat penbuktian yang sah menurut undang-undang mendapat keyakinan bahwa seorang yang dianggap dapat bertanggung jawab. Demikian juga tiada scoarano juapun dapat dijatuhi pidana. 14 tahun 1970) dalam Pasal 5 sampai dengan Pasal 8 menjamin hak-hak asasi manusia yang mendapatkan perlindungan.

Hubungan Antara BPK Dengan DPR Badan Pemcriksa Keuangan (BPK) bertugas memeriksa tentang keuangan negara dan hasil perneriksaannya itu diberitahukan kepada DPR. dilakukan oleh instansi yang bersangkutan.undang mengenal sah tidaknya dengan ketentuan perundang-undangam yang lebih tinggi. berwenang menyatakan tidak sah peraturan perundangan dari tinokat .lebih tinggi. Ketentuan ini mengatur tentang hak menguji dari Mahkamah Agung. Undang-Undang No. . Dalam proses reformasi dewasa ini Mahkamah Agung merupakan ujung tombak terutama mernberantas KKN untuk rnewujudkan pemerintahan yang hersih sebagaimana diamanatkan oleh Tap No. Sehubungan dengan pcnuaian tugasnya BPK berwenang meminta keterangan yang wajib diberikan oleh setiap orang. badan/instansi Pemerintah atau badan swasta.ci Mahkamah Agung sebagai Lembaga Tinggi Negara dalam bidang kehakiman dari tingkat yang lebih tinggi. akan tetapi tidak berdiri di atas pemerintah. sepanjang tidak bertentangan dengan Undang-Undang. 5 tahun 1973 tentang Badan Pemeriksa Keuangan menegaskan. XI/MPR/1998. Dewan Perwakilan Daerah daerah DPRD (Pasal 23-E ayat (2)) untuk mengikuti dan menilai kebijakan ekonomis financial pemerintah yang dijalankan oleh aparatur administrasi negara yang dipimpin oleh pemerintah. bahwa BPK adalah lembaga tinggi negara yang dalam pelaksanaan terlepas dari pengaruh oleh kekuasaan pemerintah. vii. Mahkamah Agung harus bebas dari pengaruh kekuasaan ataupun lainnya. Putusan tentang tidak sah peraturan penmdang-undangan tersebut dapat diambil berhubungan perundangan yang dinyatakan tidak sah tcrsebut. yang mengandung makna. BPK bertugas untuk memeriksa tanggung jawab pemerintah tentang keuangan negara dan memeriksa semua pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara.bahwa mahkamah Agung berhak untuk menguji secara material peraturan yang lebih rcndah tingkatnya dari undang.yang .

maka masalahnya diberitahukan kepada kepolisian atau kejaksaaan. Ditinjau dari segi ini maka hasil pemeriksaan BPK merupakan upaya yang menjamin terbinanya aparatur pemerintahan dan aparatur perekonomian negara yang bersih clan sehat. Anggaran Perusahaan-perusahaan milik negara dan lain-lain. Sudah selayaknya sebagai sesama Lembaga Negara. apabila hasil pemeriksaan mengungkapkan sangkaan terjadinya tindakan-tindakan pidana. Kedudukannya bebas dan terlepas dari pengaruh pemerintah. Barang siapa sengaja tidak memenuhi kewajiban untuk memberikan keterangan yang diminta BPK dengan jalan menolak atau menghindarkan diri untuk memberikan keterangan. Jadi BPK bertugas memeriksa pertanggungjawaban pemerintah tentang keuangan negara dan memeriksa semua pelaksanaan APBN yang hasil pemeriksanaannya diberitahukan kepada DPR. diperiksa pula Angggaran Pendapatan dan Belanja Daerah. ' Keanggotaan BPK itu tidak mewakili suatu golongan dan manapun juga asal anggotanya. Dewan Perwakilan Daerah dan DPRD. Hasil pemeriksaan BPK inipun disertai sanksi pidana. dapat dikenakan hukuman penjara selama-lamanya satu tahun enam bulan. antara BPK. Tidak kalah pentingnya adalah mengawasi apakah kebijaksanaan dan arah tersebut dilaksanakan pemerintah dengan sebaik-baiknya menurut tujuan semula.cii Pembentukan BPK sesungguhnya memperkuat pelaksanaan demokrasi dalam arti yang sesungguhnya. ' PENUTUP . secara tertib. DPR dan Pemerintah terjalin kerjasama yang sebaik-baiknya. Namun kerjasama yang baik itu tidaklah berarti saling melindungi atau saling menutupi kekurangan masing-masing. Hal itu diperlukan untuk menjamin agar BPK dapat bekerja secara objektif. Selain pelaksanaan APBN. atau perbuatan yang merugikan negara. oleh karena. pegaturan kebijaksanaan dan arah keuangan negara yang dilakukan DPR saja belum dapat dikatakan cukup.

1973. Tim Dosen Pancasila Unhas.Jakarta. Pen. 1993. M. JCT.Si. Hak-hak Asasi Manusia Berdasarkan Idiologi Pancasila. Yogyakarta. Elly M. Jakarta. 1970. 2003. Pen.Pendidikan Pancasila Bunga Rampai .I. M. Erlangga. Pradnya Paramitha. Purnomo. Jambatan. Kansil. yang merubah susunan lembaga-lembaga dalam sistem ketatanegaraan Republik Indonesia. Jakarta. Bursa Buku FH-UI. SOAL LATIHAN Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini : 1. Jelaskan konstusi sebagai landasan politik dan strategi nasional Indonesia! 3. CST. Pen. Universitas Hasanuddin. Pen. 2005. Kaelan. Paramitha Pradnya. Drs.Pendidikan Pancasila Perguruan Tinggi.Si. II. Kaelan. Kajian tentang UUD’ Negara R. Jelaskan Amandemen/perubahan UUD 1945 dan Dinamika Pelaksanaan UUD 1945! 4. Kanisius. 1968. S. Panduan Kuliah Pendidikan Pancasila untuk Perguruan Tinggi. Pen. Jakarta. Jelaskan pengertian konstitusi negara! 2. Pradnya Paramitha. Hak-hak dan Kewajiban Warga Negara. III) Pen. yang pada kurun waktu tahun 1999-2002. Jakarta. M. Departemen Penerangan R. (hasil Amandemen disahkan tanggal 16 Agustus 2002) (Anallsis Filosofis & Yuridis).H. -----------------Sistem Pemerintahan Indonesia. 1982. Pen.2004 BAB VI .. R. 1973.I. Pen. Seko ABRI. UUD 1945 mengalami 4 kali perubahan (amandemen).ciii Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Jelaskan sistem Kelembagaan dan hubungan antar lembaga Negara Kesatuan RI! DAFTAR BACAAN Ismail Sunny.2003 Tim Dosen Pancasila Unhas.Makassar. Drs. 1962. Pancasila dan UUD'45 (I. Simorangkir.STIMIK DIPANEGARA . Yogyakarta. Dra. Pembagian Kekuasaan Negara. Bandung. Tentang dan Sekitar UUD’45.Makassar. 2002. adalah konstitusi negara Republik Indonesia yang disahkan sebagai undang-undang dasar negara oleh PPKI pada tanggal 18 Agustus 1945. Pen. M. Jakarta. Gunawan. Pengimplementasian UUD’45. Yogyakarta. Hutauruk.Si. Setiadi. Gramedia Pustaka Utama. Pen. Pendidikan Pancasila.

Politcs memberi asa. dan madannya. pembagian atau alokasi sumber daya yang ada. cara. jalan. politics adalah suatu rangkaian asas. prinsip.pembagian ataupun alokasi sumber daya yang ada memerukan kekuasaan dan wewenang. arah. Pengambilan kebijaksanaan biasanya dilakukan oleh seorang pemimpin. berarti kesatuan masyarakat yang brdiri sendiri. pengaturan . kesatuan. yang akar katanya adalah polis. Dalam bahasa inggris. keadaan. Kekuasaan dan wewenang ini memainkan peranan yang sangat penting dalam pembinaan kerja sama dan penyelesaian konflik yang mungkin muncul dalam proses pencapain tujuan. Politics dan policy memiliki hubungan yang erat dan timbale balik. pngambilan keputusan. cara. dan alat yang di gunakan untuk mencapai cita-cita dan tujuan tertentu. dan alat yang digunakan untuk mencapai tujuan tertentu yang dikehendaki. pelaksanaan tjuan itu memerlukan kebijakan-kebijakan umum yang menyangkut pengaturan. Ruang Lingkup . dan distribusa atua alokasi sumber daya. Dengan demikian. Perlu di ingat bahwa penentuan kebijakan umum. adalah penggunan pertimbangan pertimbangan yang di anggap dapat lebih menjamin terlaksananya suatu usaha. Dalam bahasa Indonesia.civ POLITIK DAN STRATEGI NASIONAL PENDAHULUAN A. B. dam tujuan yang di kehendaki. cara. jalan. politik dalam arti politics mempunyai makna kepentingan umum warga Negara suatu bangsa. Latar Belakang Kata politik secara etimologi berasal dari bahasa Yunani poitenia. Sementara itu policy yang dalam bahasa Indonesia di terjemahkan sebagai kebjaksanaan. sedangkan policy memberkan pertimbanagn cara pelaksanaan asas. politik membicarakan hal-hal yang berkaitan dengan Negara. keadaan. cita-cita . Politik secara umum menyangkut proses penentuan tujuan Negara dan cara melaksanakannya . dan arah tersebut sebaik-baiknya. Politik merupakan suatu rangkaian asas. jalan. kebijakan. yaitu Negara dan tela yang berarti urusan.

Menjelaskan latar belakang politik dan strategi nasional. 4. Menghubungkan strategi raya dengan strategi nasional. kritis. Pengertian politik. Sasaran Pembelajaran Mahasiswa dapat mengenali masalah-masalah strategi dalam politik.strategi nasional. Menganalisis berbagai permasalahan polsrahankam. geopolitik. kreatif. strategi nasional dan mengambil keputusan mengenai hal-hal yang strategis bagi kepentingan publik. Permasalahan dan agenda pembangunan nacional. strategi. Politik pembangunan nasional dan manajemen nasional.yang terkait dengan politik. 2.cv Bahan pembelajaran ini akan membahas : a. Melalui pembelajaran ini mahasiswa diharapkan dapat : 1. 3. Stratifikasi politik nasional c. 7. dan antisipasi). Mengambil keputusan kolektif sebagai rekomendasi terkait dengan polstrahankam URAIAN BAHAN PEMBELAJARAN . d. 5. dan polstranas b. dan. serta strategi nasional secara rasional (proaktif. serta 8. Memecah permasalahan politik. Peka terhadap permasalahan politik yang ada di lingkungannya yang terkait dengan strategi nasional. C. Menganalisis wujud polnas dan stranas di indonesia. Tanggap terhadap berbagai akibat dari permasalahan politik yang dapat menggangu eksistensi negara. 6.

keadaan. prinsip. Politik dalam arti policy yang d artikan kebijaksanaan yaitu berupa penggunaan pertimbangan-pertimbangan tertentu yang dianggap dapat lebih menjamin terlaksananya suatu usaha. dalam hal ini tujuan dari sekelompok orang yang mendirikan suatu organisasi berupa partai politik adalah unuk mencapai suatu kepentingan berupa keduduakn yang tinggi dalam suatu pemerinitahan. dan alat yang digunakan untuk mencapai tujun tertentu yang dikehendaki. cara. filsafat atau sejarah masyarakat yang bersangkutan. Strategi dan Polstranas 1. cita-cita atau keinginan atau tujuan yang di kehendaki. jalan. Politik sebagai system dapat meliputi beberapa hal yaitu: Kultur politik yaitu nilai-nilai rohaniah serta lembaga-lembaga yang menata kehidupan politik yang berasak dari adapt. Secara etimologi pengertian politik di bagi atas tiga yaitu: Politik dalam arti Politce mempunyai makna kepentingan umum warga Negara suatu bangsa yang di rumuskan ialah suatu rangkaian asas.cvi A. Politik dalam arti konvensional adalah alat untuk mencapai kemnangan dalam perang( pertahanan). prinsip. wilayah serat kedaulatan Negara yang bersangkuan. Misalnya NATO. dalam suatu politik misalkan politik ekonomi dalam proses pelaksanaan suatu institusi perlu memilki kebijaksanan dalam menghadapi berbagai masalah yang ada di masyarakat. Proses politik yaitu kegiatan politik dalam kenyataannya yang motivasinya bersumberkan dari kultur politik masyarakat yang bersangkutan dan di laksakan dalam kerangka struktur politiknya . Pengertian Politik Secara umum politik merupakan suatu rangkaian asas. keadaan. Contoh partai politik. Cintoh politik ekonomi. jalan. cara dan alat yang digunakan oleh individu atau kelompok untuk mencapa kepentingan tertentu. Pengertian Politik. agama. Struktur plitik yaitu kerangka hubungan formal yang mengatur hubungan rakyat. pemerintah.

Dengan demikian. dan jangka panjang. 3. untuk memilih tujuan dan cara mencapai tujuan itu. dalam politik pengambilan keputusan melalui sarana umum. menengah. Jadi. strategi adalah cara untuk mendapatkan kemenanagan atua pencapaian tujuan. Strategi pada dasarnya merupakn seni dan ilmu dalam menggunakan serta mengembangkan kekuatan (ideology). kebijaksanaan negara tentang pembinaan serta penggunaan kekuatan nasional untuk mencapai tujuan nasional. artinya suatu kumpulan keputusan yang diambil seseorang atau kelompok politik. social budaya. usaha. Distribusi / Alokasi Sumber Daya. Politik dan Strategi Nasioanal Politik nasional diartikan sebagai kebijakan umum dan pengambilan kebijakan untuk mencapai suatu cita-cita dan tujuan nasional. Dalam pengertian umum. strategi adalah cara melaksanakan . Pengambilan Keputusan. yaitu kemampuan seseorang atau kelompok mempengaruhi tingkah laku orang lain atau kelompok lain sesuai dengan keinginannya. Karl vont Clausewitz (1780-1831) berpendapat bahwa strategi adalah penggunaan pertempuran untuk memenangkan pperangan. defenisi politik nasional adalah asas. Kekuasaan.cvii Politik selalu membicraka hal-hal yang berkaitan dengan: Negara. yang merupakan organisasi politik paling utamu dalam suatu wlayah yang berdaulat. haluan. Pengertian Strategi Strategi berasal dari bahasa Yunani strategia yang di artikan sebagai “the art of general” atau seni seorang panglima yang bias any digunakan dalam peperangan. dan hankam) untuk mencapai tujuan yang telah di tetapkan sebelumnya. Strategi nasional disusun untuk pelaksanaan politik nasional misalnya stretegi jangka pendek. Kebijakan. yaitu pembagian atau penjatahan nilai-nilai dalam masyarakat. politik. 2. sementara itu perang tu sendiri merupakan kelanjutan dari politik. yaitu siapa pengambil keputusan dan untuk siapa keputusan diambil.

dan MA. dan kelompok berpengaruh (pressure group). Sejak tahun 1985 telah berkembang pendapat yang menyatakan bahwa jajaran pemerintah dan lembagalembaga yang tersebut dalam UUD 1945 merupakan “suprastruktur politik”. dan Ketahanan Nasional. Mekanisme penyusunan politik dan strategi nasional ditingkat suprastruktur politik diatur oleh presiden. presiden dibantu oleh berbagai lembaga tinggi negara lainnya serta dewan-dewan yang merupakan badan koordinasi. 5. Wawasan Nusantara.cviii politik nasional dalam mencapai sasaran dan tujuan yang ditetapkan dalam konteks politik nasional. organisasi kemasyarakatan. cita-cita nasional. UUD 1945. seperti Dewan Stabilitas Ekonomi Nasional. Dewan Penerbangan dan . Penyusunan Politik dan Strategi Nasional Politik dan strategi nasional yang berlangsung selama ini disusun berdasarkan sistem kenegaraan menurut UUD 1945. Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Dalam melaksanakan tugas ini. media massa. Sementara itu badan-badan yang ada dalam masyarakat disebut sebagai “infrastruktur politik” yang mencakup pranata politik yang ada dalam masyarakat. kelompok kepentingan (interest group). Landasan pemikiran dalam sistem manajemen nasional ini sangat penting sebagai kerangka acuan dalam penyusunan politik dan strategi nasional karena didalamnya terkandung dasar negara. dan konsep strategis bangsa Indonesia. 4. seperti partai politik. Dasar Pemikiran Penyusunan Politik dan Strategi Nasional Dalam penyusunan politik dan strategi nasional perlu dipahami pokok-pokok pikiran yang terkandung dalam sistem manajemen nasional yang berlandaskan ideologi Pancasilan. Lembaga-lembaga tersebut adalah Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR). Suprastruktur dan infrastruktur politik harus dapat bekerja sama dan memiliki kekuatan yang seimbang.

ataupun bidang Hankam akan selalu berkembang karena : 1) Semakin tingginya kesadaran bermasyarakat. Proses politik dan strategi nasional pada infrastruktur politik merupakan sasaran yang akan dicapai oleh rakyat Indonesia. presiden menyusun program kabinet dan memilih menteri-menteri yang akan melaksanakan program-program tersebut. dan bernegara. Melalui pranata-pranata politik. Adapun yang dilaksanakan oleh presiden sesungguhnya merupakan politik dan strategi nasional yang bersifat pelaksanaan. sosial budaya. Pandangan masyarakat terhadap kehidupan politik. berbangsa. Selanjutnya. Strategi nasional dilaksanakan oleh para menteri dan pimpinan lembaga pemerintah nondepartemen berdasarkan petunjuk presiden. Dalam era reformasi saat ini. penyelenggara negara harus mengambil langkah-langkah pembinaan terhadap semua lapisan masyarakat dengan mencantumkan sasaran sektoralnya. Sesuai dengan kebijakan politik nasional. 3) Semakin meningkat kemampuan untuk menentukan pilihan dalam pemenuhan kebutuhan hidup. Dewan Maritim. masyarakat memiliki peran yang sangat besar dalam mengontrol jalannya politik dan strategi nasional yang ditetapkan oleh MPR ataupun yang dilaksanakan oleh presiden. 2) Semakin terbuka akal dan pikiran untuk memperjuangkan haknya. masyarakat ikut berpartisipasi dalam kehidupan politik nasional.cix Antariksan Nasional RI. Proses penyusunan politik dan strategi nasional ditingkat suprastruktur politik dilakukan setelah presiden menerima GBHN. Didalamnya. ekonomi. sudah tercantum program-program yang lebih konkret yang disebut sasaran nasional. . Program kabinet dapat dipandang sebagai dokumen resmi yang memuat politik nasional yang digariskan oleh presiden. Dewan Otonomi Daerah dan Dewan Stabilitas Politik dan Keamanan.

atau piagam kepala negara. tingkat penentuan kebijakan puncak ini juga mencakup kewenangan presiden sebagai kepala negara. B. Pasal 5 ayat (1) atau Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perpu) dalam hal ihwal kepentingan yang memaksa) b) Peraturan pemerintah untuk mengatur pelaksanaan undang-undang yang wewenang penerbitannya berada di tangan presiden (UUD 1945. 2) Dalam hal dan keadaan yang menyangkut kekuasaan kepala negara. pasal 5 ayat (2). Pasal 4 ayat (1). penggarisan masalah makropolitik bangsa dan negara untuk merumuskan tujuan nasional (national goals) berdasarkan falsafah Pancasila dan UUD 1945. seperti tercantum pada Pasal 10 sampai dengan Pasal 15 UUD 1945. Hasil-hasilnya berbentuk a) Undang-undang yang kekuasaan pembuatnya terletak di tangan presiden dengan persetujuan DPR (UUD 1945. serta d) Dalam keadaan tertentu dapat pula dikeluarkan maklumat presiden. Bentuk hukum dari kebijakan nasional yang ditentukan oleh kepala negara itu dapat berupa dekrit.cx 4) Semakin meningkat kemampuan untuk mengatasi persoalan seiring dengan semakin tingginya tingkat pendidikan yang ditunjang oleh kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. . Stratifikasi Politik Nasional Stratifikasi politik (kebijakan) nasional dalam Negara Republik Indonesia sebagai berikut : a. Tingkat Penentu Kebijakan Puncak 1) Tingkat kebijakan puncak meliputi kebijakan tertinggi yang menyeluruh secara nasional dan mencakup penentuan Undan-Undang Dasar. peraturan. c) Keputusan atau instruksi presiden yang berisi kebijakan-kebijakan penyelenggaraan pemerintahan yang wewenang pengeluarannya berada di tangan presiden dalam rangka pelaksanaan kebijakan nasional dan perundang-undangan yang berlaku (UUD 1945. serta 5) Semakin kritis dan terbukanya masyarakat terhadap ide baru.

Kebijakan ini adalah penjabaran kebijakan puncak dalam rangka merumuskan strategi administrasi. Tingkat Penentu Kebijakan Khusus Kebijakan khusus merupakan penggarisan terhadap suatu bidang utama (major area) pemerintahan. Keputusan. Tingkat Kebijakan Umum Tingkat kebijakan umum merupakan tingkat kebijakan dibawah tingkat kebijakan puncak yang lingkupnya juga menyeluruh nasional dan berupa penggarisan mengenai masalah makro-strategis untuk mencapai tujuan nasional dalam situasi dan kondisi tertentu. Selain itu. program. Hasil penentuan kebijakan dirumuskan dalam bentuk Peraturan. Dalam keadaan tertentu menteri juga dapat mengenal Surat Edaran Menteri. Wewenang pengeluaran kebijakan khusus ini terletak di tangan pimpinan eselon pertama departemen pemerintahan dan pimpinan lembaga-lembaga nondepartemen. Tingkat Penentuan Kebijakan Teknis Kebijakan teknis meliputi penggarisan dalam satu sector dari bidang utama diatas dalam bentuk prosedur serta teknik untuk mengimplementasikan rencana. sekjen sebagai pembantu utama menteri bertugas mempersiapkan dan merumuskan kebijakan umum menteri dan pimpinan rumah tangga departemen. c. dan . atau Instruksi Pimpinan Lembaga Nondepartemen/Direktur Jenderal. Didalam tata laksana pemerintahan.cxi b. Ia juga mempunyai wewenang untuk membantu mempersiapkan kebijakan umum menteri. Hasilnya dirumuskan dalam bentuk Peraturan Menteri. ada inspektur jenderal dalam penyelenggaraan pengendalian departemen. sistem dan prosedur dalam bidang utama tersebut. Keputusan Menteri atau Instruksi Menteri dalam bidang pemerintahan yang dipertanggungjawabkan kepadanya. Hasil penentuan dari pimpinan lembaga nondepartemen itu lazimnya merupakan pedoman pelaksanaan. d. Wewenang kebijakan umum berada di tangan menteri berdasarkan kebijakan pada tingkat diatasnya.

dan hasil guna sebesar mungkin dalam penggunaan sumber daya dan dana nasional dalam rangka mewujudkan tujuan nasional. provinsi. struktur.cxii kegiatan. Bagi daerah provinsi. mencerdaskan kehidupan bangsa. sedangkan bagi daerah kota/ kabupaten berada di tangan Bupati atau Walikota. Sementara itu. Karena itu . C. Perumusan hasil kebijakan tersebut diterbitkan sebagai kebijakan daerah dalam bentuk peraturan daerah provinsi atau kota/kabupaten. dan kabupaten/kota. wewenang itu berada di tangan gubernur. Kebijakan teknis ini dilakukan oleh kepala daerah. yaitu melindungi segenap seluruh bangsa Indonesia. 1) Wewenang penentuan pelaksanaan kebijakan pemerintah pusat di daerah terletak di tangan gubernur dalam kedudukannya sebagai wakil pemerintah pusat di daerah yuridikasinya masing-masing. Perumusan hasil kebijaksanaan tersebut dikeluarkan dalam keputusan dan instruksi gubernur untuk wilayah provinsi. dan keadilan sosial. memajukan kesejahteraan umum. daya guna. serta keputusan dan instruksi bupati atau walikota untuk wilayah bupati atau walikota. serta Bupati/Kepala Daerah atau Walikota/Kepala Daerah. Dengan demikian. Politik pembangunan sebagai pedoman dalam pembangunan nasional memerlukan kepanduan tata nilai. Keterpaduan tersebut merupakan himpunan usaha untuk mencapai efisiensi. jabatan gubernur. Politik Pembangunan Nasional Dan Manajemen Nasional Politik merupakan cara untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya. 2) Kepala daerah berwenang mengeluarkan kebijakan pemerintah daerah dengan persetujuan DPRD. dan proses. dibawah ini terdapat dua macam kekuasaan dalam pembuatan aturan di daerah. Tujuan politik bangsa Indonesia telah tercantum dalam pembukaan UUD 1945. serta keputusan dan instruksi kepala daerah provinsi atau kota/kabupaten. serta ikut melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan. dan kepala daerah tingkat I atau II disatukan dalam satu jabatan yang disebut Gubernur/Kepala Daerah. politik pembangunan harus berpedoman pada pembukaan UUD 1945. Menurut kebijakan yang berlaku sekarang. perdamaian abadi. bupati/walikota.

pembangunan nasional bertujuan mewujudkan manusia dan masyarakat Indonesia yang seutuhnya. Untuk mengetahui proses pembangunan nasional itu berlangsung. dan administrasi. serta kukuh kekuatan moral dan etikanya. a. seperti mengikuti program wajib belajar. politik. yakni sejahtera lahir dan batin. misalnya sandang. menaati segala peraturan dan perundang-undangan yang berlaku. pengairan. Adapun pelaksanaannya tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Itulah sebabnya. harus dipahami manajemen nasional yang terangkai dalam sistem. pangan. sarana dan prasarana transportasi. Sistem manajemen nasional memadukan seluruh upaya manajerial yang melibatkan pengambilan keputusan berkewenangan dalam rangka penyelenggaraan kehidupan berbangsa dan bernegara untuk mewujudkan ketertiban nasional sosial. Pelaksanaannya mengacu pada kepribadian bangsa-bangsa dan nilai luhur yang universal untuk mewujudkan kehidupan bangsa yang berdaulat. sejahtera. Keikutsertaan setiap warga negara dalam pembangunan nasional dapat dilakukan dengan berbagai cara. olahraga. Maksudnya. kesehatan dan lain-lain. . maju. membayar pajak. rekreasi. Makna Pembangunan Nasional Pembangunan nasional merupakan usaha peningkatan kualitas manusia dan masyarakat Indonesia secara berkelanjutan dengan memanfaatkan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. melestarikan lingkungan hidup. dan lain-lain. tetapi juga merupakan tanggung jawab seluruh bangsa Indonesia. perumahan. pabrik. contoh pembangunan yang bersifat batiniah adalah pembangunan sarana dan prasarana ibadah. setiap warga negara Indonesia harus ikut serta dan berperan dalam melaksanakan pembangunan sesuai dengan profesi dan kemampuan masing-masing. Sementara itu. Pembangunan yang bersifat lahiriah dilaksanakan untuk memenuhi kebutuhan hajat hidup fisik manusia. Pembangunan nasional mencakup hal-hal yang bersifat lahiriah dan batiniah yang selaras. serasi dan seimbang. perkantoran. Tujuan pembangunan itu sendiri adalah sebagai usaha untuk meningkatkan kesejahteraan seluruh bangsa Indonesia. berkeadilan. dan lain-lain. hiburan.cxiii diperlukan sistem manajemen nasional yang berfungsi memadukan penyelenggaraan siklus kegiatan perumusan. menjaga ketertiban dan keamanan. serta dengan memperhatikan tantangan perkembangan global. gedung. pelaksanaan dan pengendalian pelaksanaan kebijaksanaan. mandiri.

tetap tegaknya NKRI. Misi Pembangunan Nasional 1) Mewujudkan Indonesia yang aman dan damai. c. rukun. 2) Mewujudkan Indonesia yang adil dan demokratis. 2) Terwujdnya masyarakat. serta memberikan pondasi yang kokoh bagi pembangunan yang berkelanjutan. yaitu : 1) Strategi penataan kembali Indonesia yang diarahkan pada sistem ketatanegaraan yang dilandasi dengan berdirinya negara kebangsaan Indonesia. Strategi pembangunan pertama. Visi Pembangunan Nasional 1) Terwujudnya kehidupan masyarakat. dan hak asasi manusia. Didalam mewujudkan visi dan menjalankan misi pembangunan nasional. dan damai. serta tetap berkembangnya pluralisme dan keberagaman dengan prinsip Bhinneka Tunggal Ika 2) Strategi pembangunan Indonesia yang diarahkan untuk membangun Indonesia di segala bidang merupakan perwujudan dari amant yang tertera jelas dalam pembukaan UUD 1945. ditempuh 2 (dua) strategi pokok pembangunan. UUD 1945.cxiv b. yaitu demokrasi yang mengandung elemen tanggung jawab disamping hak. serta 3) Terwujudnya perekonomian yang mampu menyediakan kesempatan kerja dan penghidupan yang layak. i. Strategi ini bermaksud untuk membangun demokrasi yang dijiwai oleh Pancasila dan Pembukaan UUD 1945. bangsa. bangsa dan negara yang menjunjung tinggi hukum. . dimaksudkan untuk mengembangkan sistem sosial politik yang tangguh sehingga sistem dan kelembagaan ketatanegaraan yang terbangun tahan menghadapi berbagai goncangan sebagai suatu sistem sosial politik yang berkelanjutan. yang meliputi Pancasila. dan negara yang aman bersatu. serta 3) Mewujudkan Indonesia yang sejahtera. kesetaraan.

Sistem manajemen nasional merupakan perpaduan antara nilai. Manajemen Nasional Manajemen nasional pada dasarnya merupakan sebuah sistem sehingga lebih tepat jika digunakan istilah bersifat “sistem manajemen nasional” layaknya sebuah adalah sistem. daya guna dan daya nasional demi mencapai tujuan nasional.cxv ii. pada pembahasannya komprehensif-strategis-integral. termasuk usaha produksi serta distribusi barang dan jasa bagi kepentingan masyarakat umum (public goods and services). sistem manajemen nasional dapat menjadi kerangka dasar. Orientasinya penemuan dan pengenalan (identifikasi) faktor-faktor strategis secara menyeluruh dan terpadu. struktur. . yaitu pemenuhan hak dasar rakyat serta penciptaan landasan pembangunan yang kokoh. pedoman serta sarana bagi perkembangan proses pembelajaran (learning process) ataupun penyempurnaan fungsi penyelenggaraan pemerintahan yang bersifat umum ataupun untuk pembangunan. fungsi serta lingkungan yang mempengaruhi. Dengan demikian. dan penilaian hasil kebijaksanaan (policy evaluation) terhadap berbagai kebijaksanaan nasional. pengaturan dan pelayanan yang diperlukan dalam mewujudkan cita-cita bangsa. 1. diarahkan pada dua sasaran pokok. Secara lebih sederhana dapat dikatakan bahwa sebuah sistem sekurang-kurangnya harus dapat menjelaskan unsur. dan proses untuk mencapai kehematan. Struktur dan Proses Secara sederhana unsur-unsur utama sistem manajemen nasional bidang ketatatnegaraan meliputi hal-hal berikut : a) Negara sebagai “organisasi kekuasaan” mempunyai hak dan peranan atas pemilikan. Proses penyelenggaraan yang serasi dan terpadu meliputi siklus kegiatan perumusan kebijaksanaan (policy formulation) pelaksanaan kebijaksanaan (policy implementation). landasan. struktur. Strategi pembangunan kedua. d. Unsur. proses.

Keluaran tersebut pada umumnya berupa berbagai kebijaksanaan yang lazimnya dituangkan ke dalam bentuk-bentuk perundangan/peraturan . organisasi kepentingan. c) Pemerintah sebagai unsur “manajer dan penguasa” berperan dalam penyelenggaraan fungsi-fungsi pemerintahan umum serta pembanunan kearah cita-cita bangsa dan kelangsungan pertumbuhan negara. Adapun yang dilihat dari dalam ke luar adalah Tata Laksana Pemerintahan (TLP). Karena itu. SISMENNAS berpusat pada satu rangkaian pengambilan keputusan yang berkewenangan yang terjadi pada tatanan dalam TAN dan TLP. tantangan. Rangkaian kegiatan dalam TPKB menghasilkan berbagai keputusan yang terhimpun dalam proses arus keluar yang selanjutnya disalurkan ke PTN dan TKM. tatanan dalam (TAN + TLP) dapat disebut Tatanan Pengembalian Berkewenangan (TPKB). Dilihat dari sisi prosesnya. kelompok berpengaruh. Tata laksana dan tata administrasi pemerintahan merupakan tatanan dalam (inner setting) dari SISMENNAS. serta peluang dari lingkungannya. Sehubungan dengan ini. dan Tata Kehidupan Masyarakat (TKM). penerima dan konsumen bagi berbagai hasil kegiatan penyelenggaraan fungsi pemerintahan seperti yang telah disebutkan. Tata Administrasi Negara (TAN). Arus keluar ini pada dasarnya merupakan tanggapan pemerintah terhadap berbagai tuntutan. dan pers. d) Masyarakat adalah unsur “penunjang dan pemakai” yang berperan sebagai kontributor. Aspirasi dari TKM dapat berasal dari terselenggaranya kegiatan rakyat. Kata kewenangan disini mempunyai konotasi bahwa keputusan-keputusan yang diambil adalah berdasarkan kewenangan yang dimiliki oleh si pemutus kewenangan berdasarkan hukum. Sementara itu. baik secara individual maupun melalui organisasi kemasyarakatan.cxvi b) Bangsa Indonesia sebagai unsur “pemilik negara” berperan dalam menentukan sistem nilai dan arah/haluan/kebijakan negara yang digunakan sebagai landasan dan pedoman bagi penyelenggaraan fungsi-fungsi negara. keputusan-keputusan itu bersifat mengikutserta dapat dipaksakan (compulsory) demham sanksi-sanksi atau dengan insentif dan disinsentif tertentu yang ditujukan kepada seluruh anggota masyarakat. Sejalan dengan pokok pikiran sebelumnya. Masukan ini berintikan kepentingan rakyat. penyelenggaraan TPKB memerlukan proses arus masuk yang dimulai dari TKM melalui TPN. Tata Politik Nasional (TPN). partai politik. unsur-unsur utama sistem Manajemen Nasional (SISMENNAS) tersebut secara structural tersusun atas empat tananan (setting).

SISMENNAS merupakan satu siklus berkesinambungan. serta taat pada peraturan dan perundangan. . serta klasifikasi kebijakan dan instansi yang mengeluarkannya. Hal ini berarti bahwa segenap usaha dan kegiatan SISMENNAS diarahkan pada penjaminan hak dan penertiban kewajiban rakyat. SISMENNAS memiliki fungsi pokok. Dengan demikian. Sehubungan dengan hal ini. yaitu “pemasyarakatan politik”. Fungsi pengenalan kepentingan adalah untuk menemukan. Sementara itu. Pemilihan kepemimpinan berfungsi memberikan masukan tentang tersedianya orang-orang yang berkualitas untuk menempati berbagai kedudukan dan jabatan tertentu. permasalahan dan kebutuhan tersebut diolah serta dijabarkan sebagai kepentingan nasional. terdapat suatu proses umpan balik sebagai bagian dari siklus kegiatan fungsional SISMENNAS yang menghubungkan Arus Keluar dan Arus Masuk ataupun Tatanan Pengambilan Keputusan Kerkewenangan (TPKB).cxvii yang sesuai dengan permasalahan. taat kepada falsafah. Di dalam Tata Politik Nasional (TPN). Dalam proses melaraskan diri serta pengaruh mempengaruhi dengan lingkungan itu. 2. setiap warga negara terdorong untuk setia pada negara. secara procedural. efek atau akibat dari terpadunya sebuah organisasi atau sistem dalam rangka pembenahan (adaptasi) serta penyesuaian (adjustment) dengan tata lingkungannya untuk memelihara kelangsungan hidup dan mencapai tujuan-tujuannya. Dalam proses arus masuk terdapat dua fungsi. mengenali. Fungsi Sistem Manajemen Nasional Fungsi disini dikaitkan dengan pengaruh. yaitu pengenalan kepentingan dan pemilihan kepemimpinan. serta merumuskan berbagai permasalahan dan kebutuhan rakyat yang terdapat pada struktur pada Tata Kehidupan Masyarakat (TKM). Hak rakyat pada pokoknya adalah terpenuhinya berbagai kepentingan rakyat. sedangkan kewajiban rakyat pada pokoknya adalah keikutsertaan dan tanggungjawab atas terbentuknya situasi dan kondisi kewarganegaraan yang baik. serta menyelenggarakan berbagai tugas dan pekerjaan dalam rangka TPKB.

penetapan . fungsi-fungsi yang mentransformasikan kepentingan kemasyarakatan ataupun kebangsaan yang bersifat politis terselenggara dalam bentuk-bentuk administrative untuk memudahkan pelaksanannya. bimbingan dan koordinasi selama pelaksanaan. Ketiga fungsi TPKB tersebut merupakan proses pengelolaan lebih lanjut secara strategis. yaitu fungsi pengenalan kepentingan dan fungsi pemilihan kepemimpinan yang ditransformasikan dari masukan politik menjadi tindakan administratif. dan operasional terhadap berbagai keputusan kebijaksanaan. Fungsi-fungsi tersebut adalah : 1) Perencanaan sebagai rintisan dan persiapan sebelum pelaksanaan. sesuai dengan kebijaksanaan yang dirumuskan. Berdasarkan uraian diatas. SISMENNAS diharapkan menghasilkan : 1) Aturan. manajerial. serta 3) Penilaian untuk membandingkan hasil pelaksanaan dengan keinginan setelah pelaksanaan selesai. Selain itu. penegakan. yang secara singkat dapat disebut kebijaksanaan umum (public policies). pelanggaran dan penyelewengan yang timbul sehubungan dengan kebijaksanaan umum serta program tersebut dalam rangka pemeliharaan tertib hukum. patokan. ataupun pelaksanaan berbagai kebijaksanaan nasional yang lazimnya dijabarkan dalam sejumlah program dan kegiatan. 2) Pengendalian sebagai pengarahan. Pada aspek arus keluar.cxviii Pada Tatanan Pengambilan Keputusan Berkewenangan (TPKB) yang merupakan inti SISMENNAS. serta 3) Penyelesaian segala macam perselisihan. dapat dikatakan bahwa pada arus keluar SISMENNAS memiliki tiga fungsi utama berikut. 2) Penyelenggaraan. pedoman. yaitu pembuatan aturan (rule making). untuk meningkatkan daya guna dan hasil gunanya. norma. Keputusan-keputusan tersebut merupakan hasil dari fungsi-fungsi yang dikemukakan sebelumnya. penerapan. dan lain-lain.

Permasalahan Dan Agenda Pembangunan Nasional Pembangunan nasional merupakan agenda nasional yang merupakan perwujudan dari program kerja pemerintah untuk beberapa tahun kedepan. serta kondisi sosial ekonomi budaya yang beragam maka potensi ancaman. j) Rendahnya kualitas pelayanan umum terhadap masyarakat. g) Masih tingginya kejahatan nasional dan transnasional. Permasalahan Pembangunan Nasional a) Masih rendahnya pertumbuhan ekonomi mengakibatkan semakin rendah dan menurunnya tingkat kesejahteraan rakyat. d) Kesenjangan pembangunan antar daerah masih lebar. D. lembaga penyelenggara negara. b) Kualitas sumber daya manusia Indonesia semakin rendah. Pada beberapa hal dalam agenda pembangunan terdapat beberapa masalah yang dihadapi. antara lain: 1) Masih lambatnya karakter bangsa . baik dari luar negeri maupun dari dalam negeri tidak bias diabaikan. c) Kualitas manusia dipengaruhi oleh kemampuan dalam mengelola sumber daya alam dan lingkungan hidup. dan lembaga kemasyarakatan. h) Dengan wilayah yang sangat luas. masih terdapat permasalahan yang mendasar. f) Belum tuntasnya penanganan secara menyeluruh terhadap aksi separatisme di Aceh dan Papua. seperti : 1. e) Perbaikan kesejahteraan rakyat sangat ditentukan oleh hubungan infrastruktur dalam pembangunan.cxix aturan (rule application). dan penghakiman aturan (rule adjudication) yang mengandung arti penyelesaian perselisihan berdasarkan penentuan kebenaran peraturan yang berlaku. perghormatan dan perlindungan terhadap HAM. i) Masih banyaknya peraturan perundang-undangan yang belum mencerminkan keadilan. serta k) Belum menguatnya pelembagaan politik. kesetaraan. serta munculnya masalah sosial yang mendasar. Disamping masalah pokok diatas.

(3) Peningkatan keamanan. 3) Belum berkembangnya nasionalisme. Agenda mewujudkan Indonesia yang adil dan demokratis : 1). belum berkembangnya sistem yang memungkinkan masyarakat untuk mengadopsi dan memaknai nilai-nilai kontemporer secara bijaksana. diarahkan pada dua sasaran pokok. (4) Pencegahan dan penanggulangan separatisme. (5) Pencegahan dan penanggulangan gerakan terorisme. 3). yaitu pemenuhan hak dasar rakyat serta penciptaan landasan pembangunan yang kokoh. dan penanggulangan kriminalitas. pemenuhan serta penegakan hukum dan pengakuan atas hak asasi manusia. 7). Peningkatan kualitas kehidupan dan peran perempuan. pemerintahan. 5). 4). 6) Strategi pembangunan kedua. (6) Peningkatan pengetahuan pertahanan negara. 2. pemerintahan. 2). 6). serta kesejahteraan dan perlindungan anak. serta (7) Pemantapan politik luar negeri dan peningkatan kerjasama internasional. serta 5) Kegamangan dalam menghadapi masa depan serta rentannya sistem pembangunan. pembenahan sistem hukum nasional dan politik hukum. Penghormatan. 4) Belum terjawantahnya nilai-nilai utama kebangsaan. dan pembangunan yang berkelanjutan. . (2) Mengembangkan kebudayaan yang berlandaskan pada nilai luhur.cxx 2) Belum terbangunnya sistem pembangunan. kemanusiaan serta demokrasi politik dan ekonomi. ketertiban. Revitalisasi proses desentralisasi dan otonomi daerah. dan kenegaraan dalam menghadapi perubahan. Prioritas Pembangunan Nasional Indonesia Agenda mewujudkan Indonesia yang damai dan aman meliputi : (1) Peningkatan saling percaya dan harmonisasi antar kelompok masyarakat. Penghapusan diskriminasi dalam berbagai bentuk. Penciptaan tata pemerintahan yang bersih dan berwibawa serta Perwujudan lembaga demokrasi yang makin kokoh.

maka ada pula nilai-nilai intrinsic dalam masyarakat yang juga menjadi sumber keberdayaan. . kecil dan menengah. dan yang khas pada masyarakat Indonesia yaitu Kebhinekaan. Peningkatan pengelolaan BUMN Peningkatan ilmu pengetahuan dan teknologi Perbaikan iklim ketenagakerjaan.cxxi Agenda meningkatkan kesejahteraan masyarakat : 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) 8) 9) Penanggulangan kemiskinan Peningkatan investasi dan ekspor nonmigas Peningkatan daya saing industri manufaktur Revitalisasi pertanian Pemberdayaan koperasi dan usaha mikro. Namun selain nilai fisik tersebut di atas. terdidik dan kuat serta inovatif. serta Pemantapan stabilitas ekonomi makro Agenda Pemberdayaan masyarakat : Agenda utama dalam meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat adalah Pemberdayaan Masyarakat. maka perlu dipahami tentang arti dan makna keberdayaan dan pemberdayaan masyarakat. seperti nilai kekeluargaan. Masyarakat yang sebagian besar anggotanya sehat fisik dan mentalk. dan tahap selanjutnya muncul istilah Community driven development yang diterjemahkan sebagai pembangunan yang diarahkan masyarakat atau diistilahkan pembangunan yang digerakkan masyarakat. Proses pemahaman secara mendalam. kejuangan. tentu memiliki keberdayaan yang tinggi. Konsep pemberdayaan masyarakat mencakup pengertian community development (Pemberdayaan masyarakat) dan Community-based development (pembangunan yang bertumpu pada masyarakat). Keberdayaan dalam konteks masyarakat adalah kemampuan individu yang bersenyawa dalam masyarakat dan membangun keberdayaan masyarakat yang bersangkutan. kegotongroyongan.

Dengan kata lain memberdayakan masyarakat adalah memampukan dan memandirikan masyarakat secara maksimal. Untuk menerjemahkan rumusan menjadi suatu kegiatan nyata. bahwa pemberdayaan masyarakat secara implisit mengandung arti menegakkan demokrasi ekonomi. akses ke pasar dan kedalam sumber-sumber informasi serta keterampilan manajemen. Birokrasi tersebut harus dapat berjalan efektif. Konsep ini menyangkut penguasaan teknologi. pendekatan. dan untuk rakyat. oleh rakyat. Meskipin pemberdayaan masyarakat bukan semata-mata konsep ekonomi. Dalam paham bangsa Indonesia. Memberdayakan masyarakat adalah upaya untuk meningkat harkat dan martabat lapisan masyarakat Indonesia yang dalam kondisi sekarang tidak mampu melepaskan diri dari perangkap kemiskinan dan keterbelakangan. Agar demokrasi ekonomi dapat berjalan. Keberdayaan masyarakat ini menjadi sumber dari apa yang dalam wawasan politik pada tingkat nasional disebut Ketahanan Nasional. membimbing. artinya mampu menjabarkan dan melaksanakan rumusan-rumusan kebijaksanaan Negara (public policies) dengan baik. Negara mempunyai birokrasi. dan kegiatan ekonomi yanga berlangsung adalah dari rakyat. masyarakat adalah pelaku utama pembangunan. aspek kelembagaan beserta mekanismenya serta strategi dalam . sedangkan pemerintah (birokrasi) berkewajiban untuk mengarahkan. Demokrasi ekonomi secara harfiah berarti kedaulatan rakyat dibidang ekonomi. aspirasi masyarakat yang tertampung harus diterjemahkan menjadi rumusan-rumusan kegiatan yang nyata. Berkaitan hal tersebut. pemilikan modal. untuk mencapai tujuan dan sasaran yang dikehendaki. maka juga perlu dipahami tentang tujuan pembangunan.cxxii Keberdayaan masyarakat merupakan unsur-unsur yang memungkin masyarakat untuk bertahan (survive) dan dalam pengertian dinamis mengembangkan diri dan mencapai suatu kemajuan. serta menciptakan iklim yang menunjang masyarakat untuk berkreasi secara maksimal sesuai dengan bakat dan kemampuan yang mereka miliki. dari sudut pandang yang lain. konsep pemberdayaan masyarakat dalam konteks perkembangan paradigm pembangunan.

serta (4) strategi pemberdayaan masyarakat (community development). maka permasalah-permasalahn nyata yang terjadi di Indonesia adalah konsumsi penduduk. yaitu memantapkan penataan kembali Indonesia di segala bidang dengan menekankan upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia termasuk pengembangan kemampuan ilmu dan teknologi serta penguatan daya saing perekonomian. dan Kepala Bappeda seluruh Indonesia. akan dikaji melalui proses diskusi kelompok pada kelas pembelajaran). yaitu: (1) strategi pertumbuhan yang berkualitas (quality growth). 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (SPPN). E.cxxiii mewujudkannya. RPJMN 2010-2014 merupakan tahap . dan (3) strategi perlindungan sosial (social protection). Secara umum perencanaan yang disusun di dalam dokumen tersebut merupakan penerjemahan dari visi dan misi presiden dan wakil presiden terpilih. Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres). pemerintah menetapkan empat strategi. Serangkaian dengan hal tersebut di atas. kemiskinan yang bersifat multidimensi. dan kesenjangan antar wilayah. 5 Tahun 2010. Staf Khusus Presiden. Turut hadir menyaksikan peluncuran Perpres tersebut adalah para Menteri KIB II dan Kepala UKP4. (Khusus bahasan ini. Draf Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahun 2010-2014 Presiden RI telah meluncurkan Dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahun 2010-2014 dalam bentuk Peraturan Presiden (Perpres) No. UU SPPN menyatakan bahwa dokumen perencanaan jangka menengah (RPJMN) ditetapkan dengan Peraturan Presiden paling lambat tiga bulan setelah Presiden dilantik. (2) strategi peningkatan akses pelayanan dasar bagi keluarga miskin (accessibility to basic public service). Oleh karena itu. para Gubernur seluruh Indonesia. serta mengakomodasi arahan dari Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2005-2025. Penyusunan RPJMN ini merupakan tugas pemerintah yang diamanatkan kepada Bappenas dan tertuang dalam UU No. Kepala LPNK.

serta pembangunan kelautan berdimensi kepulauan. . Buku III menguraikan pembangunan wilayah Indonesia. dan ketiga. kedua. Buku II memuat rencana pembangunan yang mencakup bidang-bidang kehidupan masyarakat sebagaimana tertuang dalam RPJPN 2005-2025 yang bertema memperkuat sinergi antarbidang pembangunan dalam rangka mewujudkan visi pembangunan nasional yang tercantum dalam Buku I. melanjutkan pembangunan menuju Indonesia yang sejahtera. perlindungan anak. yaitu penaggulangan kemiskinan. Maluku. meningkatkan daya saing daerah melalui pengembangan sektor-sektor unggulan di tiap wilayah. baik sektoral maupun regional untuk mencapai prioritas nasional jangka menengah. Sulawesi. perubahan iklim. dan ketiga. kedua. Penyusunan ketiga buku tersebut diarahkan untuk dapat menyinergikan perencanaan pembangunan. Demokratis. dan kerangka ekonomi makro yang merupakan penjabaran dari visi dan misi Presiden dan Wakil Presiden. mendorong pertumbuhan wilayah-wilayah potensial di luar Jawa-Bali dengan tetap menjaga momentum pertumbuhan di wilayah Jawa-Bali. kebijakan umum. Nusa Tenggara. dan Berkeadilan. Di dalam rencana berbagai bidang tersebut. memperkuat pilar-pilar demokrasi. yang dibagi ke dalam 7 (tujuh) wilayah pembangunan. Strategi dan arah kebijakan pengembangan wilayah jangka menengah adalah pertama. yaitu terwujudnya Indonesia yang Sejahtera. meningkatkan keterkaitan antarwilayah melalui peningkatan perdagangan antar wilayah untuk mendukung perekonomian . yaitu wilayah Sumatera. serta Papua. Kalimantan. tata kelola pemerintahan yang baik serta kesetaraan gender. RPJMN 2010-2014 disusun dalam tiga buku yang merupakan satu kesatuan yang utuh: Buku I memuat strategi. memperkuat dimensi keadilan di semua bidang. yaitu pertama. Untuk mewujudkan visi tersebut telah disusun 3 (tiga) misi jangka menengah. didalam Buku II ini juga ditekankan 4 (empat) isu lintas bidang.cxxiv kedua dari RPJPN 2005-2025 yang ditetapkan melalui Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2007. Jawa-Bali. Di samping itu. diletakkan pengarusutamaan pembangunan yang meliputi pembangunan berkelanjutan.

dokumen perencanaan ini telah diupayakan semaksimal mungkin untuk dapat mengakomodasikan dan melibatkan semua pemangku kepentingan. serta ketiga. pemerintah daerah. baik pada tingkatan kementerian/lembaga di pusat dalam menyusun Renstra Kementerian/Lembaga dan menjadi bahan pertimbangan Pemerintah Daerah dalam menyusun rencana pembangunan daerahnya masing-masing serta masyarakat pada umumnya. . Rencana kerja yang disusun dilengkapi dengan indikator dan sasaran yang terukur sehingga memudahkan pemantauan dan evaluasi kinerja. Dokumen ini menampung tiga hal utama. Untuk pelaksanaan lebih lanjut. Demokratis. serta masyarakat luas. yaitu terwujudnya Indonesia yang Sejahtera. yakni dengan memperhatikan.cxxv Lebih jauh lagi. dan Berkeadilan. Perkuatan akuntabilitas juga ditekankan melalui kejelasan institusi penanggung jawab dan pelaksana setiap program dan kegiatan. pertama. pelaksanaan National Summit yang bertujuan untuk mendapatkan masukan dari stakeholders. RPJMN akan dijabarkan dalam Rencana Kerja Pemerintah (RKP) yang akan menjadi pedoman bagi penyusunan RAPBN 2011 yang akan kita mulai segera untuk dapat mewujudkan visi pembangunan jangka menengah kita. serta meningkatkan akuntabilitas dari pelaksanaan rencana tersebut. dan Berkeadilan. dunia usaha. kedua. semua rencana kerja ini disusun lebih realistis dan implementatif. Di dalam penyusunannya. pelaksanaan Musrenbangnas RPJMN 2010-2014 yang bertujuan untuk menyosialisasikan 11 Program Prioritas Pembangunan Nasional dan mendapatkan masukan dari kementerian/lembaga. yaitu terwujudnya Indonesia yang Sejahtera. RPJMN ini diharapkan dapat menjadi pedoman dan acuan bagi para pemangku kepentingan dan pelaksana pembangunan. visi dan misi Presiden dan Wakil Presiden. Demokratis.

Watson 2000). pengambilan keputusan. Inti dari cita-cita tersebut adalah sebuah masyarakat sipil demokratis. dan distribusi aau alokasi sumber daya. yaitu sebuah ideologi yang mengakui dan mengagungkan perbedaan dalam kesederajatan baik secara individual maupun secara kebudayaan (Fay 1996. Dimana Negara kesatuan merupakan suatu organisasi dalam suatu wilayah yang memiliki kekuasaan tertinggi yang ditaati oleh rakyatnya. . kualitas sumber daya manusia semakin rendah. Masalah etika merupakan masalah yang makin mendapat perhatian di dunia. Sehingga. dan rendahnya kualitas pelayanan umum sekarang ini. Bangunan Indonesia Baru dari hasil reformasi atau perombakan tatanan kehidupan Orde Baru adalah sebuah "masyarakat multikultural Indonesia" dari puingpuing tatanan kehidupan Orde Baru yang bercorak "masyarakat majemuk" (plural society). corak masyarakat Indonesia yang bhinneka tunggal ika bukan lagi keanekaragaman suku bangsaa dan kebudayaannya tetapi keanekaragaman kebudayaan yang ada dalam masyarakat Indonesia. cara dan alat yang digunakan untuk mencapai cita-cita dan tujuan tertentu. bahwa cita-cita reformasi untuk membangun Indonesia Baru harus dilakukan dengan cara membangun dari hasil perombakan terhadap keseluruhan tatanan kehidupan yang dibangun oleh Orde Baru. Acuan utama bagi terwujudnya masyarakat Indonesia yang multikultural adalah multikulturalisme. pemerintahan yang bersih dari KKN. kebijakan. Jary dan Jary 1991. Didalam politik membicarakan hal-hal yang berkaitan dengan Negara kesatuan.cxxvi PENUTUP Politik merupakan suatu rangkaian asas. keadaan. Permasalahan pembangunan nasional masih rendahnya pertumbuhan ekonomi. adanya dan ditegakkannya hukum untuk supremasi keadilan. terwujudnya keteraturan sosial dan rasa aman dalam masyarakat yang menjamin kelancaran produktivitas warga masyarakat. dan kehidupan ekonomi yang mensejahterakan rakyat Indonesia.

Undang-Undang No. Hak Asasi Manusia dan Masyarakat Madani. Jelaskan pengertian politik dan strategi nasional 2. PPS UB : Malang. Universitas .cxxvii SOAL LATIHAN Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini : 1. Desentralisasi dan Pembangunan Untuk Rakyat Miskin. Soeminarno.2008 Unhas. Basrie. Jakarta. Makalah SUSCADOS Angkatan I 2005. ----------. Jakarta. Jakarta ----------. Slamet. Prenada Media : Jakarta. Demokrasi.2004. dkk. Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional Tahun 2004-2009. Sinar Grafika : Jakarta.2005. Jelaskan Stratifikasi politik nasional 4. Geopolitik Indonesia. 2003. Azra. 2000.2001. Beningan Materi Pendidikan Kewarganegaraan. Tim Dosen Kewarganegaraan Hasanuddin. Azyumardi.2005. Jelaskan mekanisme penyusunan politik dan strategi nasional RI! 3. Jelaskan makna pembangunan nasional BAHAN BACAAN Abdul Wahab. Fokusmedia : Jakarta. Dirjendikti.Makassar. 2005. Politik Nasional dan Strategi Nasional Perwujudannya Dalam Perencanaan Berbangsa dan Bernegara. Mansoer. Chaidir. S. 2005. Gramedia : Jakarta. makalah SUSCADOS Angkatan I 2005. ----------. Power Point Suscadoswar 2005. Handan. Himpunan Perundang-undangan. Pendidikan Kewarganegaraan. 25 tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (SPPN). Dirjendikti. Pendidikan Kewarganegaraan.

Raharjo:1999) memandang istilah masyarakat madani hanyalah salah satu dari berbagai istilah sebagai padanan kata civil society. masyarakat berbudaya. berpendapat bahwa dalam kehidupan ini hanya ada satu komunitas yng dianggap penting. Jacobin. Di Indonesia. Menurut Welzer (1999) seorang civil republikan. Pelaksanaan demokrasi juga diarahkan untuk civil society (masyarakat madani ). konsep masyarakat madani ini terhitung masih baru dan masih banyak diperdebatkan. merupakan pengulangan kembali perdebatan “American Liberalisme/communitarianism” yang terpusat pada persoalan: the state atau negara di satu pihak. masih ada beberapa padanan istilah lainnya. seperti masyarakatwarga. Sementara itu. yang memihak pada pandangan pentingnya negara. masyarakat kewargaan. Culla (1999:3.cxxviii BAB VII DEMOKRASI DAN PENDIDIKAN DEMOKRASI PENDAHULUAN A. Dalam masyarakat madani partisipasi dan kemandiriaan masyarakat sangat di perlukan untuk menyukseskan tujuan pembangunan nasional khususnya. yang sesungguhnya di antara tersebut satu sama lain saling berkaitan. Selain itu. Tim Nasionol Reformasi Menuju Masyarakat Madani (1999:32) menyarankan untuk menggunakan istilah masyarakat madani sebagai terjemahan dari civil society. sebagaimana telah dibahas terdahulu. masyarakat beradab. yang kini menjadi pusat perhatian dan perdebatan akademis di berbagai belahan bumi. Misalnya. Latar Belakang Pelaksanaan demokrasi diIndonesia bertujuan untk kepentingan bangsa dan negera Indonesia. baik istilah maupun karateristiknya. masyarakat sipil. yakni “the political community” atau masyarakat politik yang anggotanya adalah warga negara yang kesemuanya dilihat sebagai active participant in democratic decision making atau partisipan yang aktif dalam pengambilan keputusan yang demokratis. dan civil society di lain pihak. Menurut pandangan Welzer (1999:1) masalah civil society yang di Indonesia disebut “masyarakat madani”. yaitu mewujudkan tujuan nasional. dan umumnya tujuan Negara. . di dalamnya peran serta masyarakat dalam penyelenggaraan negara sangatlah besar.

4. 2. 5. bagaimana pelaksanaan demokrasi pancasila pada era reformasi ini? Marilah kita simak uraian berikut! B. mengapa demikian? Juga. Macam-macam demokrasi yang pernah berlaku di indonesia.cxxix Dalam perjalanan sejarah bangsa. yaitu demokrasi liberal. banyak pengalaman dan pelajaran yang dapat diambil. Jenis-jenis demokrasi. Mahasiswa mampu menjelaskan bentuk-bentuk demokrasi. Melalui pembelajaran ini mahasiswa diharapkan dapat: 1. Ada tiga macam demokrasi yang pernah diterapkan dalam kehidupan ketatanegaraan indonesia. disamping itu. Mahasiswa mampu menjelaskan makna demokrasi. 8. terutama pelaksanaan demokrasi di bidang politik. dan demokrasi pancasila. Nilai-nilai demokrasi. demokrasi terpimpin. 2. Norma dasar dan asas demokrasi. Perbedaan sistem pemerintah demokrasi dan oteriter. Ruang Lingkup Bahan pembelajaran ini akan membahas : 1. serta 10. kelak setelah menamatkan pendidikannya dari perguruan tinggi umum dapat memiliki keterampilan yang dilandasi oleh jiwa sportif dan demokratis. sejak kemerdekaan hingga sekarang. Sasaran Pembelajaran Mahasiswa dapat mengerti. 7. Definisi demokrasi. Pendidikan demokrasi. 3. C. Demokrasi perwakilan. 6. 9. Demokrasi langsung. memahami tentang demokrasi dan pendidikan demokrasi. serta dapat mengembangkan sikap demokrasi dalam kehidupannya sehari-hari. Ketiga demokrasi tersebut dalam realisasinya mengalami kegagalan. Pemilu indonesia. .

5. Mahasiswa mampu menjelaskan secara terperinci nilai-nialai demokrasi. 7. Mahasiswa mampu menjelaskan keunggulan demokrasi. Mahasiswa mampu menjelaskan macam-macam demokrasi yang pernah berlaku diindonesia. 4. Mahasiswa mampu menjelaskan tentang Pendidikan Demokrasi.cxxx 3. . 6. Mahasiswa mampu menjelaskan dan melaksana demokrasi.

Kepala desa atau lurah dipilih langsung oleh rakyat desa itu sendiri. Kota-kota di daerah Yunani pada waktu itu kecil-kecil. Arti dan Makna Demokrasi Demokrasi berasal dari bahasa Yunani t artinya rakyat.: 261) dikemukakan bahwa yang dimaksud dengan Demcracy adalah: “ (1) country with principles of government in which all adult citizens share through their ellected representatives. Penduduknya tidak begitu banyak sehingga mudah dikumpulkan oleh pemerintah dalam suatu rapat untuk bermusyawarah. Pemilihan kepala desa itu dilakukan secara sederhana sekali. Karena rakyat ikut berpartisipasisecara langsung. kratos berarti pemerintahanm. accompanied by respect for the rights of minoritiea. Dari kutipan pengertian tersebut. untuk menunjukkan sistem pemerintahan yang berlaku di sana. pemerintahan itu disebut pemerintahan demokrasi langsung. artinya pemerintahan rakyat. menegakkan rule of law. Demokrasi. adanya pemerintahan mayoritas yang menghormati hak-hak kelompok minoritas dan mayarakat yang warga negaranya saling memberi peluang yang sama.cxxxi URAIAN BAHAN PEMBELAJARAN A. tampak bahwa kata demokrasi merujuk pada konsep kehiduoan negara atau masyarakat tempat warga negara dewasa turut berpartisipasi dalm pemerintahan melalui wakilnya yang terpilih. religion. Pemerintahan demokrasi langsung di Indonesia dapat dilihat dalam pemerintahan desa. seperi padi atau pisang. Dalam rapat tersebut. berpendapat. yaitu pemerintahan yang rakyatnya memegang peranan yang sangat menentukan. Rakyat memberi suara pada calon masing-masing yang dipilih dengan memasukkan lidi kedalam tabung bambu . Di dalam The Advancced Learner’s Dictionary of Current Enghlish ( Hornby. Istilah Demokrasi pertama kali dipakai di Yunani kuno. khususnya di kota Athena. Selain itu. pemerintahannya mendorong dan menjamin kemerdekaan berbicara. dkk. opinion. beragama. diambil keputusan bersama mengenai garis-garis besar kebijaksaan pemerintah yang akan dilaksanakan dan segal permasalahan kemayarakatan. Para calon menggunakan tanda gambar hasil pertanian. and associayion. majority rule. (3) society in which there is treatment of each other by citizans as equals”. the assertion of rule of law. berserikat. (2) country with governmen which encourages and allows rights of citizenship such as freedom of speeach. Lalu.

b. Musyawarah yang baik dengan jumlah peserta yang besar tidak mungkin dilaksanakan. Calon yang memiliki lidi terbanyaklah yang terpilih menjadi kepala desa. kota-kota terus berkembang dan penduduknyapun terus bertambah demokrasi langsung tidak lagi diterapkan karena: a. demokrasi tidak langsung dilaksanakan karena halhal berikut: a. b. Baru setelah meletusnya Revolusi Amerika dan Revolusi Prancis. Disamping memilih kepala desa. pada hari-hari tertentu warga desa dikumpulkan oleh desa. Penduduk yang selalu bertambah sehingga suatu musyawarah pada suatu tempat tidak mungkin dilakukan. setiap penduduk dalam jumlah tertentu memilih wakilnya untuk duduk dalam suatu badan perwakilan. Dalam perjalanan sejarah. istilah kepala desa di balai desa untuk membicarakan masalah yang menyangkut kepentingan bersama. Bagi negara-negara modern. Setiap warga negara memiliki kesibukan sendiri-sendiri di dalam aktivitas kehidupannya sehingga masalah perintahan cukup diserahkan kepada orang yang berminat dan mempunyai keahlian di bidang pemerintahan negara. Peristiwa semacam ini dikenal istilah musyawarah . Rakyat ttetap merupakanpemegang kekuasaan tertinggi. Hal ini disebut demokrasi tidak langsung atau demokrasi perwakilan. Wakilwakil rakyat yang duduk dalam badan perwakilan inilah yang menjalankan demoknrasi. Masalah yang dihadapi oleh suatu pemerintah makin rumit dan tidak sederhana lagi. yang tempat tinggalnya bertebarandi beberapa daerah atau kepulauan. berbeda dengan masalah yang dihadapi desa yang tradisional. penerapan demokrasi langsung juga mengalami kesukaran. Istilah demokrasi yang berarti pemerintah rakyat itu sesudah zaman Yunani kuno tidak disebut lagi. Hasil persetujuan secara bulat atau mufakat tidak mungkin tercapai karena sulitnya memungut suara dari semua peserta yang hadir Bagi negara-negagra besar yang penduduknya berjuta-juta. Tempat yang dapat menampung seluruh warga kota yang jumlahnya besar tidak mungkin disediakan.cxxxii milik caloon yang dipilihnya. c. c. Untuk memudahkan pelaksanaannya.

tindakan pemerintah untuk melindungi hak-hak asasi manusia demi kepentingan bersama. Mula-mula demokrasi berarti politk yang mengcakup pengertian tentang pengakuan hak-hak asasi manusia. pragmatisme. pemerintah berdasarkan pesetujuan dari yang diperintah. pengertian demokrasi yang paling banyak dibahas dari dahulu sampai sekarang ialah demokrasi pemerintahan. hak-hak minoritas. demokrasi dalam arti sistem pemerintahan yang baru ini mempunyai arti yang luas sebagai berikut. Pengakuan partisipasi didalam pemerintahan . serta kerja sama dan mufakat. proses hukum yang wajar.persamaan didepan hukum. Sebagai suatu sistem sosial kenegaraan. yaitu bahwa pada dasarnya manusia itu mempunyai kemanpuan yang sama dalam hubungan yang satu dengan yang lain. juga mengcakup sistem ekonomidan sistem sosial. pemilihan wakil-wakil rakyat untuk lembaga perwakilan rakyat secara bebas dan rahasia b. a. pembatasan pemerintah secara kostitusional. Landasan pokok atau gagasan dasar suatu pemerintah demokrasi ialah pengakuan hakekat manusia.cxxxiii demokrasi muncul kembali sebagai lawan sistem pemerintahan yang absolut (monarki mutlak). yang menguasai pemerintahan Di dalam kenyataannya. Misalnya. Namun. selain mencakup pengertian demokrasi pemerintahan. kekusaan mayoritas. seperti hak kemerdekaan pers. Kemudian.” . hak berapat. Dengan demikian. digunakan istilah demokrasi dalam arti luas. juga meliputi demokkrasi ekonomi danpolitik. nilai-nilai toleransi. demokrasi dalam arti luas. USIS ( 1995:6 ) mengintisarikan demokrasi sebagai sistem yang memiliki 11(sebelas) pilar atau soko guru. dapat ditarik dua buah asas pokok sebagai berikut. yakni “ kedaulatan rakyat. ekonomi dan politik. a. selain meliputi sistem politik. b. serta hak memilih dan dipilih untuk badan-badan pewakilan. misalnya. Berdasarkan gagasan dasar itu. Pengakuan hakikat dan martabat manusia. pemilihan yang bebas dan jujur. jaminan hak asasi manusia. pluralisme sosial.

Jenis-Jenis Demokrasi Pada kegiatan belajar 2. Rakyat memilih wakilnya sendiri untuk membuat keputusan politik. 3) Demokrasi perwakilan dengan sistem pengawasan langsung dari rakyat. dalam demokrasi langsung rakyat diikutsertakan dalam pengambilan keputusan untuk menjalankan kebijakan pemerintahan. Demokrasi berdasarkan cara penyampaian pendapat terbagi ke dalam : 1) 2) Demokrasi langsung. a. Jadi. anda akan diperkenalkan lebih jauh tentang jenis-jenis demokrasi sehingga anda akan lebih jelas dimana kedudukan demokrasi langsung / tidak langsungm. tetapi wakil rakyat dalam menjalankan tugasnya diawasi rakyat melalui raferendum dan inisiatif rakyat.Referendum dibagi menjadi tiga macam” a.cxxxiv B. referendum ini dilaksanakan untuk meminta persetujuan rakyat terhadap hal yang dianggap sangat penting atau mendasar. Referendum tidak wajib Referendum ini dilaksanakan jika dalam waktu tertentu setelah rancangan undang-undang diumumkan.Demokrasi ini merupakan campuran antara demokrasi langsung dengan demokrasi perwakilan. dalam demokrasi tidak langsung. Tahukah anda apa yang dimaksud dengan referendum? Ya referendum adalah pemungutan suara untuk mengetahui kehendak rakyat secara langsung. Dengan kata lain. pengambilan keputusan dijalankan oleh rakyat melalui wakil rakyat yang dipilihnya melalui Pemilu. sejumlah rakyat mengsulkan diadakan . Referendum wajib Referendum ini dilakukan ketika ada perubahan atau pembentukan norma penting dan mendasar dalam UUD (konstitusi) atau UU yang sangat politis UUD atau UU tersebut yang telah dibuat oleh lembaga perwakilan rakyat dapat dilaksanakan setelah mendapat persetujuan rakyat melalui pemungutan suara terbanyak. b. dan seterusnya. Demokrasi ini antara lain dijalankan di Swiss . Demokrasi tidak langsung atau demokrasi perwakilan. aspirasi rakyat disalurkan melalui wakil-wakil rakyat duduk di lembaga perwakilan rakyat. demokrasi Pancasila. Rakyat memilih wakilnya untuk duduk didalam lembaga perwakilan rakyat. Dalam demokrasi ini.

bahkan ditolak. Referendum konsultatif Referendum ini hanya sebatas meminta persetujuan saja karena rakyat dianggap tidak mengerti permasalahannya. Pemerintah meminta pertimbangangan pada ahli bidang tertentu yang berkaitan dengan permasalahan tersebut. Pemerintah bertindak atas kostitusi (hukum dasar). Demokrasi dibagi berdasarkan prisip ideologi : 1) Demokrasi liberal Demokrasi ini memberikan kebebasan yang luas pada individu. b. Indifidu diberi kebebasan yang luas. sehingga demokrasi ini disebut juga demokrasi liberal 2) Demokrasi material Demokrasi material memandang manusia mempunya kesamaan dalam bidang sosial-ekonomi sehingga persamaan bidang politik tidak menjadi prioritas.cxxxv referendum. Tindakan sewenang-wenang pemerintah terhadap warganya dihindari. Demokrasi ini berupa menciptakan kesejahteraan seluruh rakyat dengan menempatkan persamaan derajat dan hak setiap orang. c. . c. rancangan undang-undang itu dapat menjadi undang-undanmg yang bersifat tetap. Demokrasi berdasarkan titik perhatian atau perioritasnya terdiri dari : 1) Demokrasi formal Demokrasi ini secara hukum menempatkan semua orang dalam kedudukan yang sama dalam bidang politik. Campur tangan pemeritah diminimalkan. Demokrasi semacam ini dikembangkan di Negara sosialis komunis. tanpa mengurangi kesenjangan ekonomi. Jika dalam wakyu tertentu tidak ada permintaan dari rakyat. 3) Demokrasi campuran Demokrasi ini merupakan campuran dari kedua jenis demokrasi sebelumnya.

Ciri-ciri pemerintahan yang menggunakan sistem presidensial adalah sebagai berikut : a) Negara dikepalai presiden . Bedasarkan wewenang dan hubungan antara alat kelengkapan negara. demokrasi dibagi menjadi : 1) Demokrasi sistem parlementer Ciri-ciri pemerintahan parlementer antara lain : a) DPR lebih kuat dari pemerintah . negara manakah yang menganut demokrasi parlementer? 2) Demokrasi sistem pemisahan/pebagian kekuasaan (Presidensil). b) Menteri bertanggung jawab pada DPR.cxxxvi 2) Demokrasi rakyat atau demokrasi Proletar Demokrasi ini bertujuan menyejahterakan rakyat. c) Program kebijaksanaan kabinet disesuaikan dengan tujuan politik anggota parlemen . . c) Presiden mempunya kekuasaan mengangkat dan memberhentikan menteri .serta d) Kedudukan kepala negara sebagai simbol idak dapat diganggu gugat. d) Menteri tidak bertanggung jawabkepada DPR. b) Kekuasaan eksekutif presiden dijalankan berdasarkan kedaulatan yang dipilih dari dan oleh rakyat melalui badan perwakilan . tetapi kepada presiden. Semua warga negara mempunyai persamaan dalam hukum dan politik. serata e) Presiden dan DPR mempunya kedudukan yang sama sebagai lembaga negara. dan tidak dapat saling membubarkan. Negara yang dibentuk tidak mengenal perbedaan kelas. d. Dapatkah anda memberi contoh.

Karena sistem ini sesuai dengan aspirasi rakyat didunia Barat. Akan tetapi. peranan dan campur tangan pemerintah tidak terlalu banyak didalam kehidupan masyarakat. dan kebudayaan. Oleh karena itu. Dengan demikian. bentuk demokrasi negara yang satu akan berbeda dengan bentuk demokrasi dengan negara yang lain. bahkan kadang-kadang diatas kepetingan umum.cxxxvii C. Berikut adalah nilai-nilai yang diutarakan Henry B. demokrasi berkembang dalam suatu sistem masyarakat yang liberal (bebas dan merdeka). bentuk demokrasi pada masa sekarang berbeda dari bentuk demokrasi pada masa UUD RIS tahun 1949 dan masa UUD sementara tahun 1950. menyelesaikan perselisihan dengan damai dan secara melembaga. Suatu negara dapat memberikan isi dan sifat pada demokrasi yang bebeda dari isi dan sifat demokrasi di negara lain. ekonomi. Didalam sistem pemerintahan ini. Jika dukungan rakyat tidak ada.Mayo telah mencoba untuk memerinci nilai-nilai ini. dan budaya poltik masingmasing. terutama karena faktor politik. lahirlah sistem-sistem pemerintahan yang liberal. . Sebagai akibat demokrasi liberal ini. Di dunia Barat. Adanya partisipasi dan dukungan rakyat pada pemerintah. dalam pertumbuhanya. Henry B. sistem pemerintahan yang liberal ini mendapat dukungan penuh dari rakyat. Misalnya. Atas dasar itu. bentuk demokrasi itu pada suatu masa akan berbeda dari bentuk demokrasi masa yang lain. aspirasi. sulitlah dikatakan bahwa pemerintah itu adalah suatu pemerintahan demokrasi. a) b) pengakuan hak-hak asasi manusia sebagai penghargaanterhadap martabat manusia dengan tidak melupakan kepentingan umum. Adapun yang paling utama dalam menetukan berlakunya sistem demokrasi disuatu negara ialah ada atau tidaknya asas demokrasi pada sistem itu. Disamping itu. tetapi bergantung pada perkembangan sejarah. dengan catatan tentu saja tidak berarti bahwa setiap masyarakat demokratis memiliki semua nilai-nilai ini. sosial. sebagai berikut. lahirlah suatu bentuk demokrasi yang dinamakan demokrasi liberal. berikut akan dibahas bahwa demokrasi didasari oleh beberapa nilai (value).Mayo: a. pengertian pokok itu telah mengalami banyak perubahan. yang menjunjung hak-hak asasi manusia setinggi-tingginya. Nilai-Nilai Demokrasi Sebenarnya pengertian pokok demokrasi ialah adanya jaminan hak-hak asasi manusia dan partisipasi rakyat.

d. Pers dan media masa yang bebas untuk menyatakan pendapat. Demokrasi adalah pemerintahan oleh rakyat dimana kekuasaan tertinggi berada ditangan rakyat dan dijalankan oleh mereka atau wakil-wakil yang mereka pilih dibawah sistem pemilihan yang bebas. by the people.cxxxviii b. . walaupun pelaksanaan demokrasi di setiap negara sudah beraneka ragam. Dengan demikian. juga menghubungkan antara rakyat dan pemerintah d. Misalnya. Tentu saja pengawasan yang konstruktif (titik membangun) dan sesuai normatif (akuran yang berlaku). b. Sistem peradilan yang bebas untuk mejamin hak-hak dan mempaertahankan keadilan. and the people). Abraham Lincoln menyebutkan. pemerintahan yang bertanggung jawab. Satu dewan perwakilan rakyat yang mewakil golongan-golongan dan kepentingankepentingan dalam masyarakat yang diplih melalui pemilahan umum secara bebas dan rahasia. menjamin terselenggaranya perubahan secara damai dalam suatu masyarakat yang sedang berubah. menyelenggarakan pergantian pimpinan secara teratur. serta f. Suatu organisasi politik yang mencakup satu atau lebih partai politik. e. menjamin tegaknya keadilan. Parpol ini menjaling hubungan yang rutin dan berkesinambungan. ada demokrasi liberal. demokrasi adalah pemerintahan dari rakyat. c. mengakui dan menganggap wajar adanya keanekaragaman. pemerintah dipegang oleh partai yang menang dalam pemilihan umum dan partai yang kalah menjadi pihak oposisi. c. membatasi pemakaian kekerasan sampai munimum. seperti di Amerika Serikat dan ada demokrasi Pancasila. dan untuk rakyat (is a government of the people. Hampir semua negara di dunia sekarah ini mengatakan dirinya negara demokrasi. untuk melaksanakan nilai-nilai demokrasi perlu diselenggarakan beberapa lembaga berikut a. Dewan ini harus mempunyai fungsi pengawasn terhadap penerintah. Dalam demokrasi liberal. oleh rakyat. e. Sebenarnya apa yang dimaksud dengan demokrasi itu?. Berdasarkan UUD 1945 nagara Indonesia adalah negara demokrasi. seperti di Indonesia.

Kegagalan demokrasi Pancasila zaman orde baru. Tata cara pelaksanaan demokrasi pacasila dilandaskan atas mekanisme konstitusional karena penyelenggaraan pemerintahan negara Republik Indonesia berdasarkan konstitusi. Kegagalan demokrasi pancasila pada zaman orde baru membuat banyak penafsiran mengenai asas demokrasi. Keberhasilan pelaksanaan suatu sistem demokrasi dapat ditunjukkan dengan tingkat partisipasi rakyat pendukungnya. serta bagaimana program-program itu dapat menggerakkan partisipasi seluruh masyarakat. Demokrasi Pancasila hanya akan dapat dilaksanakan dengan baik apabila nilai-nilai yang terkandung di dalamnya dapat dipahami dan dihayati sependukungnya. Kunci semua pelaksanaan demokrasi . tetapi lebih pada praktik atau pelaksanaannya yang mengingkari keberadaan demokrasi Pancasila itu. khususnya bagi pemerintah. Partisipasi masyarakat dalam pembangunan sekaligus akan menjadi kontrol bagi pelaksanaan pembangunan yang lebih efektif. Pelaksanaan demokrasi pancasila harus disertai dengan pembangunan bangsa secara keseluruhan karena pembangunan adalah proses perubahan ke arah kemajuan dan proses pendidikan bangsa untuk meningkatkan mutu kehidupan bangsa. menciptakan prasarana dan sarana yang diperlukan bagi pelaksanaan demokrasi pancasila. ketentraman dan ketertiban diharapkan akan lebih mudah diwujudkan. Belajar dari pengalaman tersebut. Dengan telah diletakkannya dasar-dasar pelaksanaan demokrasi pancasila. penyalagunaan wewenang. Partisipasi yang dibutuhkan bukan hanya karena adanya hasil pembangunan yang dapat dinikmati. dapat dicegah hal-hal yang negatif dalam pembangunan. membuat dan menata kembali progrm-program pembangunan di tengahtengah berbagai persoalan yang dialami masyarakat sekarang ini. dan lain-lain. tidak berasal dari konsep dasar demokrasi Pacasila. dalam era reformasi perlu penataan ulang dan penegasan kembali arah dan tujuan demokrasi pancasila.cxxxix Dengan adanya suatu kehidupan yang demokratis. persoalan berikutnya adalah bagaimana menggerakkan rakyat untuk berpartisipasi secara penuh dalam pelaksanaan pembangunan politik. baik dipusat maupun daerah. melalui hukum dan peraturan yang dibuat berdasarkan kehendak rakyat. melainkan karena adanya pertisispasi yang timbul berdasarkan kesadaran dan pengertian terhadap hak-hak dan kewajiban masyarakat. seperti korupsi. Dengan demikian.

demokrasi pancasila tidak ikut jatuh. pemerintah baru menata bidang politik dan hukum (konstitusi). langsung. Dengan demikian. dan Presiden/Wakil Presiden. serta adil dan beradab. g. Diselenggarakannya pemilu 2004. antara lain sebagai berikut. f. Penegakan kehidupan yang lebih demokratis pada orde reformasi telah banyak diupayakan. e. rahasia. dengan pemilihan lagsung anggota DPR. Hal ini karena pemerintahan orde reformasi tetap menjalankan pemerintahannya dengan demokrasi pancasila.cxl tersebut adalah bagaimana pancasila dan UUD 1945 dapat dilaksanakan secara murni dan konsekuen. dalam tahap awal reformasi ini. c. Diberikannya kebebasan bagi warga negara untuk mendirikan partai politik pemilu 1999 diikuti oleh 48 partai politik. DPRD. Pers diberi kebebasan sehingga banyak sekali bermunculan media massa (cetak dan elektronik) baru. . Usaha tersebut telah dilakukan oleh pemerintah orde baru. ciri-ciri demokrasi antara lain : a. sedangkan bidang lainnya masih terus dalam tahap penataan. kepentingan bersama lebih kepentingan daripada kepentingan individu atau golongan. Diselenggarakannya pemilu tahun 1999 dengan berasaskan bebas. korupsi. Sebagaimana telah dijelaskan. a. Kedudukan ketua MPR terpisah dari ketuaDPR. Refungsional lembaga-lembaga tinggi negara. meski orde baru jatuh. D. Keunggulan Demokrasi Sebagaimana telah diuraikan. d. tetapi dalam pelaksanaannya banyak yang menginkarinya sehingga menimbulkan KKN (kolusi. keputusan diambil berdasarkan suara rakyat atau kehendak rakyat kebebasan individu dibatasi oleh kepentingan bersama. b. dan nepotisme). jujur. b. Amandemen UUD 1945 yang banyak membatasi kekuatan Presiden. Pelaksanaan demokrasi Pancasila pada Orde Reformasi ini tetap harus bersumberkan pada hukum yang berlaku di Indonesia. umum.

Setelah anda munyimak ciri dari demokrasi dan nilai-nilai demokrasi sebagaimana telah diuraikan. Moboraksi adalah pemerintahan yang dikuasai olah kelompok orang untuk kepentingan kelompok yang berkuasa. tidak ada peraturan yang benar-benar dapat dipatuhi. Setiap individu bebas menentukan kehendaknya sendiri-sendiri tanpa aturan yang jelas. yaitu demokrasi liberal.cxli c. Partisipasi rakyat dalam pemerintahan dibatasi atau bahkan ditoadakan dengan dihapusnya lembaga perwakilan rakyat dan keputusan hukum tertinggi ada pada tangan segelintir orang tersebut. Ada tiga macam demokrasi yang pernah diterapkan dalam kehidupan ketatanegaraan di Indonesia. coba bandingkan dengan bentuk pemerintah berikut: Oligarki adalah sistem pemerintahan yang dijalankan oleh segelintir orang banyak. serta kedaulatan ada di tangan rakyat. dan lembaga perwakilan rakyat mempunyai kedudukan penting dalam sistem kekuasaan negara. kekuasaan merupakan amanat rakyat. Demokrasi terpimpin di bawah pemerintahan Orde Lama dan demokrasi Pancasila di bawah pemerintahan Orde Baru. segala sesuatu yang dijalankan pemerintah adalah untuk kepentingan rakyat. Ketiga demokrasi tersebut dalam realisasinya mengalami kegagalan. Meskipun konsep awal pada periode tersebut . E. banyak pengalaman dan pelajaran yang dapat diambil. bagaimana pelaksanaan demokrasi pancasila pada era reformasi ini? Marilah kita simak uraian berikut! Demokrasi liberal bermuara pada kegagalan konstituante menetakan UUD pengganti UUDS 1950. Demokrasi dan Pelaksanaannya di Indonesia Dalam perjalanan sejarah bangsa. sejak kemerdekaan hingga sekarang. d. Anarki adalah pemerintahan yang kekuasaannya tidak jelas. bukan untuk kepentingan rakyat. terutama pelaksanaan demokrasi di bidang politik. demokrasi terpimpin. Diktator ialah kekuasaan yang terpusat pada seseorang yang berkuasa mutlak (otoriter). Biasanya mobokrasi dipimpin oleh sekelompok orang yang mempunyai motivasi yang sama. dan demokrasi Pancasila. mengapa demikian? Juga.

Dalam era reformasi ini. penuh perhitungan. demokrasi Terpimpin. Semua ini diungkapkan dan dibahas sebagai bahan kajian dan pembelajaran. diharapkan tidak terulang lagi kesalahan yang sama. tidak bisa tidak. kemudian dilanjutkan pada masa berlakunya RIS 1949 dan UUDS 1950. seperti analisis. Dalam perjalanan sejarah politik bangsa. lugas. dibawah ini akan diuraikan penjelasannya. perlu dikembangkan nilai-nilai sikap cerdas. demokratis.cxlii dimaksudkan sebagai implementasi dari sila keempat Pancasila. antisipatif. tegas. janganlah melupakan masa lalu dan jasa para pemimpin terdahulu. Hal ini bukanlah pengingkaran terhadap demokrasi. dan demokrasi Pancasila. teliti. pelaksanaan demokrasi pada era reformasi sekarang ini diharapkan tidak salah arah. kritis. negara kesatuan RI pernah melaksanakan demokrasi Parlementer. serta menjaga keamanan dan kebersamaan. Untuk dapat mewujudkan keadaan seperti itu. Adapun nama demokrasi itu semuanya harus tetap dalam kerangka supremasi hukum dan peraturan perundangan yang berlaku. diharapkan nilai-nilai demokrasi dapat ditegakkan. Oleh sebab itu. Dengan belajar dari pengalaman. Bukankah pengalaman itu adalah guru yang terbaik? Berdasarkan pengalaman yang dijadikan pelajaran. terbuka. Untuk lebih memahami perkembangan pemerintahan demokrasi yang pernah ada Indonesia. kooperatif. ikhlas. Demokrasi Parlementer (Liberal) Demokrasi Parlementer di negara kita telah dipraktikkan pada masa berlakunya UUD 1945 periode pertama (1945-1949). Siapkah kita menyongsong demokrasi masa depan seandainya sesuai dengan harapan? Demokrasi yang diterapkan di Indonesia berbeda dengan demokrasi yang dipraktikkan di negara lain. serta pengendalian diri. terti. harus dimiliki nilai dan sikap disisplin yang tercermin pada sikap taat asas. tetapi pada akhirnya kekuasaan terpusat pada tangan seorang Presiden. Jadi. Pelaksanaan Demokrasi Parlementer tersebut . rasional. a. Demokrasi yang berlaku ddii negara ini (misalnya. Kegagalan orde lama dan orde baru untuk menegakkan nilai-nilai demokrasi menyebabkan bergulirnya reformasi. demokrasi Pancasila) berlainan prosedur pelaksanaannya dengan demokrasi Barat yang lieral. sepanjang hakikat demokrasi tercermin dalam konsep dan pelaksanaannya.

Pada masa berlakunya Demokrasi Parlementer (1945-1959). kedudukan kabinet berada di bawah DPR (parlemen) dan keberadaannya sangat bergantung pada dukungan DPR. . Merujuk pada kenyataan politik pada masa itu. Sementara itu. yaitu Kabinet Natsir. yaitu satu pihak ingin tetap mempertahankan Pancasila sebagai dasar negara. kehidupan politik dan pemerintahan tidak stabil sehingga program dari suatu kabinet tidak dapat dilaksanakan dengan baik dan berkesinambungan. Pertentangan tersebut terus berlanjut dan tidak pernah mencapai kesepakatan. Ali Sastro Amidjojo II. Kabinet Syahrir II. terdapat dua kubu yang bertentangan. Wilopo. Sukimin. maka DPR dapat menjatuhkan kabinet dengan mosi tidak percaya. dan dipihak lain menghendaki kembali pada Piagam Jakarta yang berarti menghendaki Islam sebagai dasar negara. jelas bahwa keadaan partai-partai politik pada saat itu lebih menonjolkan perbedaan-perbedaan paham dari pada mencari persamaan-persamaan yang dapat mempersatukan bangsa. Misalnya.cxliii secara yuridis formal berakhir pada tanggal 5 juli 1959 bersamaan dengan pemberlakuan kembali UUD 1945. dan Kabinet Amir Syarifuddin. kabinet sering diganti? Hal ini terjadi karena dalam negara demokrasi dengan sistem kabinet parlementer. Beranjak dari berbagai kegagalan dan kelemahan itulah maka demokrasi parlementer di indonesia ditinggalkan dan diganti dengan demokrasi terpimpin sejak 5 Juli 1959. Mengapa dalam sistem pemerintahan parlementer. Apabila kebijakan kabinet tidak sesuai dengan aspirasi rakyat yag tercermin di DPR (parlemen). Pada saat itu. 1950-1959 umur kabinet kurang lebuh hanya satu tahun dan terjadi tujuh kali pergantian kabinet. Sebagai contoh dapat dikaji peristiwa kegagalan konstituante memperoleh kesepakatan tentang dasar negara. Salah satu faktor penyebab ketidak stabilan tersebut adalah sering bergantinya kabinet yang bertugas sebagai pelaksana pemerintahan. selama tahun 1945-1959 dikenal beberapa kabinet. Faktor lain yang menyebabkan tidak tercapainya stabilitas politik adalah perberdaan pendapat yang sangat mendasar di antara partai politik yang ada saat itu. antara lain Kabinet Syahrir I. dan Kabinet Juanda.

Secara konsepsional. Deemokrasi Terpimpin menonjolkan “kepimimpina” yang jauh lebih besar daripada demokrasinya sehingga idedasar demokrasi kehilangan artinya.misalnya. Demokrasi Pancasila Terpimpin Adanya kegagalan konstituante dalam menetapkan UUD baru. di Indonesia pada saat itu digunakan demokrasi terpimpin. mengandung arti bahwa yang membimbing dan sekaligus landasan kehidupan demokrasi di Indonesia adalah sila keempat pancasila. pada 1960 presiden membubarkan DPR hasil pemilihan umum tahun 1955 dan digantikan oleh DPR Gotong Royong melalui penetapan Presiden.dan pengankatan Presiden seumur hidup melalui Tap. Apabila dikaji dari hakikat dan ciri negara demokrasi. maka pada 5 Juli 1959 Presiden Soekarno mengeluarkan suatu keputusan yang dikenal dengan Dekrit Presiden.cxliv b. dan tidak pada perseorangan atau pimpinan. . dapat dikatakan bahwademokrasi terpimpin dalam banyak aspek telah menyimpang dari dari demokrasi konstitusional. mengapa lahir demokrasi Terpimpin? Demokrasi terpimpintimbul dari keisyafan. Istilah Demokrasi terpimpin untuk pertama kalinya dipakai secara resmi dalam pidato presiden Soekarno pada 10 November 1956 ketika membuka sidang konstituante di Bandung. yang diikuti suhu politik yang memanas dan membahayakan keselamatan bangsa dan negara.pimpinan DPR/MPR dijadikan menteri sehingga otomatis menjadi pembantu Presiden. Dekrit presiden dipandang sebagai usaha untuk mencari jalan dari kemacetan politik melalui pembentukan kepemimpinan yang kuat untuk mencapai hal tersebut. Akibat dominannya kekuasaan presiden dan kurang berfungsinya lembaga legislatif dalam mengontrol pemerintahan.demokrasi terpimpin berarti pemerintah rakyat yang dipimpin oleh hikmatkebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan. MPRS No. Persoalan sekarang. baik dalam kehidupan politik maupun dalam tatanan kehidupan ekonomi.dan keyakinan terhadap keburukan yang diakibatkan oleh praktik Demokrasi Parlementer (liberal) yang melahirkan tepecahnya masyarakat. III/MPRS/1963. Dalam konteks ini. maka kebijakan pemerintah sering kali menyipan dari ketentuan UUD 1945. kesadaran.

3) demokrasi Terpimpin adalah demokrasi di segala soal kenegaraan dan kemasyarakatan yang meliputi bidang politik. serta penghitungan suara pro dan kontra. bukan oleh perdebatan. dan berbeda pula dengan demokrasi liberal yang dipraktikkan selama ini. Kesusilaan. Berdasarkan pokok pikiran di atas. diharuskan dalam alam demokrasi terpimpin. berlainan dengan demokrasi sentralisme. Yakni Batas Keselamatan Negara. dalam arti melahirkan pendapat yang sehat dan yang membangun. Tetapi Dalam Batas-Batas Tertentu. b) Sebagai Alat. juga karena . Yang Penuh Dengan Kebahagiaan Material Dan Spiritual. selain terletak pada presiden. Dan Pertanggung Jawaban Kepada Tuhan: c) masyarakat adil makmur tidak lain daripada suatu masyarakat teratur dan terpimpin. konsep-konsep tersebut tidak direalisasikan sebagaimana mestinya sehingga seing kali menyimpang dari nilai-nilai pancasila. Demokrasi Terpimpin Mengenal Juga Kebebasan Berpikir Dan Berbicara. dan budaya bangsa.cxlv Secara konsepsional pula. Hal itu dapat dilihat dari ungkapan Bung Karno ketika memberikan amanat pada konstituante tanggal 22 April 1959 tentang pokok-pokok demokrasi terpimpin antara lain: 1) demokrasi Terpimpin bukanlah diktator. 4) inti daripada pimpinan dalam demokrasi terpimpin adalah permusyawatan yang di pimpin oleh hikmat kebijaksanaan. demokrasi terpimpin memiliki kelebihan yang dapat mengatasi permasalahan yang dihadapi masyarakat pada waktu itu. Kepentingan Rakyat Banyak. serta budaya bangsa Indonesia. tampak bahwa demokrasi Terpimpin tidak bertentangan dengan pancasila dan UUD 1945. serta 5) oposisi. ekonomi dan sosial. 2) demokrasi Terpimpin adalah demokrasi yang cocok dengan kepribadian dan dasar hidup bangsa Indonesia. UUD 1945. Penyebab penyelewengan tersebut. penyiasatan yang di akhiri dengan pengaduan kekuatan. Adapun yang penting ialah perwakilan yang harus dipimpin dengan hikmat kebijaksanaan: a) Tujuan Melaksanakan Demokrasi Terpimpin Ialah Mencapai Suatu Masyarakat Yang Adil Dan Makmur. Namun dalam praktiknya.

yang berkemanusiaan yanng adil dan beradab. Demokrasi Pancasila pada Orde Baru 1. Secara lengkap makna demokrasi pancasila adalah: “ Kerakyatam yang dipimpin oleh hikmat kebijaksaan dalam permusyawaratan/ perwakilan. dan menghargai hak individu yang tidak terlepas dari kepentingan sosial. serta situasi sosial politik yang tidak menentu saat itu. Sejak lahirnya Orde Baru diberlakukan Demokrasi Pancasila sampai saat ini. yang berpersatuan Indonesia. Latar Belakang dan Makna Demokrasi Pancasila Banyaknya berbagai penyelewengan dan permasalahan yang dialami bangsa Indonesia pada masa berlakunya demokrasi parlementer dan demokrasi terpimpin.cxlvi kelemahan Legislatif sebagai partner dan pengontrol eksekutif. Jadi demokrasi pancasila berpangkal tolak dari kekeluargaan dan gotongroyang. Secara konsepsional. “kebebasan” berpendapat merupakan hak setiap warga negara yang harus dijunjung tinggi oleh penguasa. Menurut Soepomo dalam masyarakat yang dilandasi semangat kekeluargaan. Demokrasi Pancasila bersumberkan pada pola pikir dan tata nilai sosial budaya bangsa Indonesia. dianggap karena kedua jenis demokrasi tidak cocok diterapkan di Indonesia yang bernapaskan kekeluargaan dan gotong. yang berketuhanan Yang Maha Esa. khususnya di masyarakat pedesaan. menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan sesuai dengan martabat dan harkat manusia. haruslah menjamin persatuan dan kesatuan bangsa.royong. serta harus dimanfaatkan untuk mewujutkan keadilan sosial. tetapi harus diimbangi dengan kebebasan yang bertanggung jawab. sumber filosofi yang paling tepat adalah aliran pikiran Integralistik. Dalam demokrasi Pancasila hak tersebut tetap dihargai. Misalnya. . demokrasi pancasila masih dianggap dan dirasakan paling cocok diterapkan di Indonesia. c. Berdasarkan rumusan tersebut terkandung arti bahwa dalam menggunakan hak-hak demokrasi haruslah disertai tanggung jawab kepada Tuhan Yang Maha Esa menurut keyakinan agama masing-masing. serta yang berkeadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Semangat kekeluargaanitu sendiri sudah lama danut dan berkembang dalam masyarakat indonesia.

dan martabat tersebut. Ciri dan Aspek Demokrasi Pancasila Demokrasi pancasila memiliki ciri khas. serta bagaimana mengatur permusyawaratan wakil rakyat secara bebas. antara lain bersifat kekeluargaan dan kegotongroyongan yang bernafaskan Ketuhanan Yang maha Esa.terbuka. Tujuan ini meliputi tiga hal. hal ini penting untuk menghindari adnya kegoncangan politik dalam negara. Menurut S. harkat. c. indonesia sesuai dengan gambaran. dalam demokrasi Pancasila nilai-nilai perbedaan tetap dipelihara sebagai sebuah kekayaan dan anugrah Tuhan YME.serta kebenaran. d.dan negara kebudayaan . yakni aspek yang mempersoalkan proses dan caranya rakyat menunjuk wakilnya dalam badan perwakilan rakyat dan dalam pemerintahan. dan jujur untuk mencapai konsensus bersama. demokrasi pancasila pun mengandung berbagai aspek. Aspek Formal. Selain mewarnai berbagai bidang kehidupan seperti poltik. Aspek Materil. keadilan. kehidupan ketatanegaraan harus berdasarkan atas kelembagaan hal ini bertujuan untuk menyelesaikan segala sesuatu melalui saluran-saluran tertentu sesuai dengan UUD 1945. negara Kesejahteraan. Norma penting yang harus diperhatikan adalah persatuan dan soladaritas. dan budaya.cxlvii Dengan demikian. ekonomi. serta bersendi atas hukum.yaitu terciptanya negara Hukum.yakni aspek yang mengemukakan gambaran manusia.menghargai hak-hak asasi manusia dan menjamin adanya hak-hak miniritas. yakni aspek yang mengetengahkan tujuan atau keinginan yang hendak dicapai. sosial. Aspek Optatif. b. pengambilan keputusan sedapat mungkin didasarkan atas musyawarah untik mufakat. Aspek Normatif (kaidah). aspek-aspek yang terkandung demokrasi pancasila itu adalah: a. Dalam demokrasi pancasila. yakni aspek yang mengungkapkan seperangkat norma atau kaidah yang menjadi pembimbing dan kriteria dalam mencapai tujuan kenegaraan. 2).Pamudji dalam bukunya “Demokrasi Pancasila dan Ketahanan Nasional”.

yaitu: a. Yakni Kesediaan Berkorban Demi Menunaikan Tugas Jabatan Yang Dipangkunya. Apabila kita kaji ciri dan prinsip demokrasi Pancasila. PNS seolah-olah digiring untuk mendukung OPP tertentu sehingga pemilihan umum tidak kompetitif c. Jiwa Demokrasi Pancasila Rasional. serta f. penyelenggaraan pemilihan umum yang tidak jujur dan tidak adil: b. ijwa yang mengandung kesediaan untuk memperlakukan pihak lain sesuai dengan hak-hak yang diberikan oleh demokrasi pancasila. Organisasi ini meliputi sistem pemerintahan atau lembaga negara serta organisasi sosial-politik di masyarakat. Serta iv. Jiwa Pengabdian. praktik demokras yang dijalankan pada masa orde baru masih terdapat berbagai penyimpangan yang tidak sejalan dengan ciri dan prinsip demokrasi pancasila. . Jiwa demokrasi pancasila aktif.cxlviii e. Aspek Organisasi. aspek kejiwaan demokrasi pancasila ialah senangat para penyelenggara negara dan semangat para pemimpin pemerintahan.Di antara penyimpangan yang dilakukan penguasa Orde Baru. Wadah tersubut harus cocok dengan tujuan yang hendak dicapai. ii. Yakni Jiwa Objektif Dan Masun Akal Tanpa Meninggalkan Jiwa Kekeluargaan Dalam Pergaulan Masyarakat. Namun. i. penegakan kebebasan berpolitik bagi pegawai Negeri Sipil (monoloyalitas) khususnya dalam pemilihan umum. iii. dapat dikatakan bahwa demokrasi Pancasila tidak bertentangan dengan prinsip demokrasi konsttusional. masih ada intervensi pemerintah terhadap lembaga peradilan. Aspek Kejiwaan. yakni hak untuk mendapat perlakuan secara demokratis pancasila. khususnya yang berkaitan dengan demokrasi pancasila. Serta Jiwa Kesediaan Berkorban Untuk Sesama Manusia Dan Warga Negara. yakni aspek yang mempersoalkan organisasi sebagai wadah pelaksanaan demokrasi pancasila. Jiwa demokrasi pancasila pasi. Penyingpangan tersebut secara transparan terungkap setelah munculnya gerakan “Reformasi” dan jatuhnya kekuasaan Orde Baru. dalam jiwa demokrasi pancasila dikenal.

prinsip rule of law sulit diwujudkan. e. 1998). g. Diantara bidang kehidupan yang menjadi sorotan utama untuk direformasi adlah bidang politik. Pelaksanaan Demokrasi pada Orde Reformasi Pelaksanaan demokrasi pancasila pada Orde Reformasi tanpak lebih marak dibandingkan dengan masa Orede Baru. sosial. h. tidak menjadi demokratisasi kolusi. tanpa demokratisasi poltik. menciutkan jumlah partai politk dan sekaligus membatasi kesempatan partisipasi politik rakyat (misalnya. serta format politik yang tidak demokratis. berwibawa. menteri-menteri dan gubernur diangkat menjadi anggota MPR. . Sehubungan dengan ini. dan yang mampu menerapkan prinsip rule of law itu hanya dapat terwujud apabila ada demokratisasi poltik. dan ekonomi yang lebih merata termasuk perluasan basis partisipasi politik rakyat” pada reformasi di Indonesia sekarang ini.cxlix d. Perubahan yang terjadi pada Orde reformasi ini dilakukan secara bertahap karena memang reformasi berbeda dengan revolusi yang bekonotasi perubahan mendasar pada semua komponen dalam suatu sistem politik yang cendrun menggunakan kekerasan. Menurut Hutington (Chaedar. kebijakan floating mass). Demikian pula. kurangnya jaminan kebebasan mengemukakan pendapat sehingga sering terjadi penculikan terhadap aktivis vokal. adanya pembatasan kebebasan pers dan media massa melalui pencabutan/pembatalan SIUP. dan hukum. korupsi. maraknya pratik kolusi. Reformasi ketiga bidang tersebut harus dilakukan sekaligus karena reformasi politik yang berhasil mewujudkan demokratisasi politik. f. baik dalam bidang ekonomi maupum dalam bidang politik dan hukum. sistem kepartaian yang tidak otonom dan berat sebelah. reformasi mengandung arti: “ perubahan yang mengarah pada persamaan politik. dan nepotisme. serta i. badan peradilan yang otonom. Orde Reformasi ini merupakan konsensus untuk mengadakan demokratisasi dalam segala bidang kehidupan. ekonomi. F.

13 November 1998. kemudian melihat praktik pelaksanaan peraturan tersebut. serta mencabut ketetapan MPR sebelumnya yang dianggap tidak sesuai dengan aspirasi rakyat. untuk memahami demokrasi pada Orde Reformasi ini. peraturan perundang lainnya. Perbedaanya tyerletak mewujudkan pada praktik aturan pelaksanaan yang dan sesuai praktik dengan penyelenggaraan. undangundang tentang otonomi daerah. yakni UUD 1945. Pemilihan umum lebih demokratis. Oleh karena itu. terdapat beberapa perubahan pelaksanaan demokrasi pada Orde Reformasi sekarang ini yaitu: a. c. Berdasarkan peraturan perundang-undangan dan praktik pelaksanaan demokrasi tersebut. d. pada 10 s.untuk demokrasi tuntunanreformasi. Selain itu.harus dimulai dari pembentukan peraturan yang mendorong terjadinya demokratisasi dalam bidang kehidupan. UUDS . b. dan bernegara merupakan salah satu sasaran agenda reformasi Demokrasi yang dijalankan pada masa reformasi ini masih tetap demokrasi pancasila. menambah.d . perkembangan demokrasi dalam negara-kebangsaan indonesia dapat dikembalikan pada dinamika kehidupan bernegara indonesia sejak proklamasi kemerdekaan sampai saat ini. Hal tersebut daat diketahui dengan mengacu kepada konstitusi yang pernah dan sedang berlaku. Partai politik lebih mandiri. Pengaturan ham. Untuk itu. Secara khusus. Lahirnya ketetapan MPR diikuti oleh ditetapkannya undang-undang organik berkaitan dengan kehidupan demokratis. ditetapkan pula beberapa ketetapan MPR yang mengtur materi baru.cl upaya meningkatkan partisipasi politik rakyat dalam kehidupan bermasyarakat. Konstitusi RIS. dan undang-undang tentang kemerdekaan menyampaikan pendapat di muka umum. undang-undang bidang politik.berbangsa. MPR mengadakan Sidang Istimewa dan berhasil mengubah. pertama harus mengkaji keterangan ketetapan MPR hasil sidang istimewa MPR 1998 beserta ini. Misalnya. serta Lembaga demokrasi lebih berfungsi.

Selain itu. serta praksis kehidupan bernegara dan bermasyarakat yang menjadi dampak langsung. serta dampak perkembangan internasional pada setiap zamannya. Pendidikan ini lebih makro dalam berinteraksi sebab pendidikan di luar sekolah mempunyai variable ataupun parameter yng signifikan terhadap pembentukan jiwa seseorang. Pedidikan demokrasi secara informal. Pendidikan nonformal. Pendidikan demokrasi: 1). nilai. 2). sikap. Misi Pendidikan Demokrasi Memfasilitasi warga negara untuk mandapatkan ber4bagai akses kepada dan menggunakan secara cerdas berbagai sumber informasi tentang demokrasi dalam teori dan praktik untuk berbagai konteks kehidupan. Visi Pendidikan Demokrasi sebagai wahana substantif. prisip. Pendidikan ini lebih makro dalam berinteraksi sebab pendidikan di luar sekolah mempunyai variable ataupun parameter yng signifikan . Pendidikan nonformal. Pedidikan demokrasi secara formal. yaitu pendidikan yang melewati tatap muka. 3). dapat dimiliki wawasan yang luas dan memadai. b. Pendidikan demokrasi a. dan sosial kultural untuk membangun citacita. serta studi kasus untuk memberikan gambaran kepada siswa bagaimana agar mencintai negara dan bangsa. dampak pengiring dari berlakunya setiap konstitusi. konsep. yaitu pendidikan yang melewati tahap di luar lingkungan masyarakat. Pendidikan formal biasanya dilakukan di sekolah dan di perguruan tinggi. sebagai hasil interaksi terhadap lingkungan sekitarnya yang langsung dirasakan hasilnya. serta keterampilan demokrasi dalam diri earga negara melalui pengalaman hidup dan kehidupan demokrasi dalam berbagai konteks. G. yaitu pendidikan yang melewati tahap diluar lingkungan masyarakat. Dengan demikian. c. diskusi timbal balik. yaitu pendidikan yang melewati tahap pergaulan di rumah ataupun masyarakat sebagai bentuk aplikasi nilai berdemokrasi. pedagogis.cli 1950. perensentasi.

kratos berarti pemerintahan. sasaran yang akan dicapai adalah mengajak warga Negara. Demos artinya rakyat.clii PENUTUP Demokrasi berasal dari kata yunani demos dan kratos. khususnya di kota Athena. Penduduknya tidak begitu banyak sehingga mudah dikumpulkan oleh pemerintah dalam suatu rapat untuk bermusyawarah. Jelaskan pengertian demokrasi Jelaskan demokrasi sebagai system politik. Kota-kota di daerah Yunani pada waktu itu kecil-kecil. terutama mahasiswa pada umumnya untuk melaksanakan pendidikan ini secara baik dan benar. Dengan demikian. . Pendidikan demokrasi merupakan suatu proses untuk melaksanakan demokrasi yang benar. Istilah demokrasi pertama kali dipakai di Yunani kuno. Jadi. untuk menunjukkan sistem pemerintahan yang berlaku disana. Proses semacam ini mempunyai implikasi yang sangat signifikan terhadap cara-cara berdemokrasi yang benar dengan memperhatikan kaidah-kaidah ataupun asas dalam berdemokrasi masyarakat. Dalam rapat tersebut. system ketatanegaraan dan sebagai system budaya Jelaskan jenis-jenis demokrasi Jelaskan pengertian demokrasi pancasila dan bandingkan dengan system demokrasi lainnya. yaitu pemerintahan yang rakyat yang memegang peranan yang sangat menentukan. SOAL LATIHAN Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini : 1. 3. 4. diambil keputusan bersama mengenai garis-garis besar kebijakan pemerintah yang akan dilaksanakan dan segala permasalahan kemasyarakatan. artinya pemerintahan rakyat. demokrasi. 2.

bagaimana pelaksanaan nilai-nilai demokrasi di Indonesia? 6. Dapatkah anda membandingkan ketiga demokrasi yang pernah ada di Indonesia? Demokrasi Liberal Demokrasi Terpimpin Demokrasi Pancasila .. 4. ………………………………………………. Kelemahan Demokrasi ………………………………………………… Kelemahan Sistem lainnya (sebutkan sistemnya) ………………………………………………… 9. 3. Hal-hal apa sajakah yang harus diperbaiki pada masa reformasi sekarang ini ? NO 1. ……………………………………………….. BIDANG Politik Ekonomi Sosial Budaya Hankam Agama HAL-HAL YANG HARUS DIPERBAIKI ……………………………………………….. dari sekian hal yang harus diubah atau diperbaiki. Namun. Jelaskan mengapa? 7.. Sebutkan keunggulan dan kelemahan demokrasi dibandingkan bentuk pemerintahan yang lain sesuai dengan persepsi anda! Coba tulislah dalam daftar berikut! Keunggulan Demokrasi ………………………………. menciptakan banyak hal yang harus diperbaiki..cliii 5. ………………………………………………… ………………………………………………. yang ingin mengubah tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara sebagai akibat kegagalan masa-masa sebelumnya. 8. Simak uraian berikut! Bergulirnya era reformasi di Indonesi. 2. 6. Keunggulan Sistem lain ………………………………. wakil-wakil rakyat tidak ada yang mengusulkan perubahan pancasila sebagai dasar negara. ………………………………………………. 5. Jelaskan.

Winataputra. 1966. Goverment By the People. Perundangan: UUD 1945. disampaikan Pada Suscadorwas 2005. dan DPRD. UU tentang pemilu DPR. Penerbit Erlangga: Jakarta. Hans.. David. CST. Gramedia Pustaka Utama: Jakarta. UU tentang susunan kedudukan MPR. DPD. Daji darmodihardjo. UU tentang partai politik. Historis. Kelsen. 1986. Kanil. 2003 Pendidikan Pancasila untuk Perguruan Tinggi. General Theoryof Law and State. University of california: USA.Panduan Menguasai Tata negara. Demokrasi. . amandeman terakhir. Lembaga Pembinaan Hukum nasional: Jakarta. PT Hanindita: Yogyakarta. 2005.2000. DPD. or. Tata Negara Edisi Kedua. Dikti: Jakarta. 1989. Harris soche. Budiardjo. serta UU tentang Pemilu presiden. 1949. Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama: Jakarta. Dasar-dasar Ilmmu Politik. 1995. Mekanisme Demokrasi Pancasila. DPR. Elly M. Rahmat A. Demokrasi dan pendidikan Demokrasi. Setiadi. Supremasi Hukum dan Prinsip Demokrasi di Indonesia. Udin S. Kanisius: Yogyakarta. Miriam. 1968. Jakarta. Suatu tinjauan Filosofis. dkk. Yudiris konstitusional. 1985. Suny Ismail. Santiaji Pancasila. DPRD. 2000. Burns.cliv DAFTAR BACAAN Betham. Ganesha Exact: Bandung. James McGregor.

kekuasaan pemerintah. ras. HAM dalam UUD 1945 5. bahkan memiliki kewenangan lebih tinggi karena berasal dari sumber yang lebih tinggi (Tuhan). atau jenis kelamin. kebebasan sipil dan politik untuk dapat ikut serta dalam pemerintahan. Implementasi hak asasi dan kewajiban asasi dalam sila-sila pancasila .clv BAB VIII HAK ASASI MANUSIA PENDAHULUAN A. tanpa hak-hak itu manusia tidak dapat hidup layak sebagai manusia. Ruang lingkup HAM meliputi a. HAM bersifat umum (universal) karena diyakini bahwa beberapa hak dimiliki tanpa perbedaan atas bangsa. Hak tersebut diperoleh bersama dengan kelahirannya atau kehadirannya di dalam kehidupan masyarakat (tilaar 2001). keamanan. Ruang Lingkup Bahan pembelajaran ini akan membahas : 1. kebebasan. UU No. Latar Belakang HAM adalah hak-hak yang melekat pada diri manusia. HAM dalam tataran Global 3. dan lain-lain: b. hak-hak berkenaan dengan masalah ekonomi dan sosial.39 1999 tentang HAM mendefinisikan HAM sebagai seperangkat hak yang melekat pada hakikat keberadaan manusia dengan makhluk Tuhan YME. Pengertian. artinya tidak bergantung pada adanya suatu negara atau undang-undang dasar. hak milik pribadi dalam sekelompok social tempat seseorang berada: c. B. Sejarah dan Macam-macam HAM 2. hak pribadi : hak-hak persamaan hidup. HAM juga bersifat supralegal. serta d. HAM di indonesia : Permasalahan dan Penegakannya 4.

Mahasiswa mampu menjelaskan pengertian. sejarah dan macam-macam HAM 2. Mahasiswa mampu menjelaskan HAM dalam Tataran Global 3. Mahasiswa mampu menganalisa HAM di Indonesia dalam konteks permasalahan dan penegakannya . Sasaran Pembelajaran Mahasiswa dapat menganalisis dan mengidentifikasi Hak Asasi Manusia.clvi C. Melalui pembelajaran ini mahasiswa diharapkan dapat: 1.

Mr Soenarko. ataukah tidak (?). Wolhoff. tidak tergantung pada wilayah atau bangsa tertentu. yang memiliki titik kesamaan dalam menjelaskan apa itu hak asasi manusia. hak asasi manusia adalah sejumlah hak yang seakan-akan berakar dalam tabiat setiap oknum pribadi manusia justru karena kemanusiaannya.clvii URAIAN BAHAN PEMBELAJARAN A. aktivis maupun pengambil kebijakan. Prinsip universalitas adalah prinsip yang dimiliki dalam nilainilai etik dan moral yang tersebar di seluruh wilayah di dunia. selanjutnya disingkat DUHAM 1948) itu memiliki prinsip universal. Menurut G. Ini menunjukkan bahwa hak-hak asasi manusia itu ada dan harus dihormati oleh seluruh umat manusia di dunia manapun. Dari pendapat ini bisa diambil titik kesamaan bahwa hak asasi manusia itu merupakan hak yang melekat dalam diri manusia. Ada delapan prinsip hak asasi manusia. .J. yang tak dapat dicabut oleh siapapun juga. Namun untuk mencermati apa sesungguhnya hak asasi manusia? Banyak ragam pendapat yang dikemukakan oleh para ahli. merumuskan hak-hak dasar ialah hak-hak manusia yang pokok dan tak dapat dikurangi oleh siapapun juga dalam negara yang sopan. Hak-hak itu antara lain : Hak Hidup. yakni: Pertama. Ia berlaku menyeluruh sebagai kodrat lahiriah setiap manusia. masih juga tidak sepenuhnya diterima oleh negara-negara tertentu yang menolak kehadiran prinsip universalitas. Universalitas hak-hak asasi manusia. Pengertian. dan pemerintah termasuk masyarakatnya harus mengakui dan menyokong hak-hak asasi manusia. pada kenyataannya. prinsip universalitas. Hak asasi manusia memiliki prinsip-prinsip utama dan menjadikannya sebagai bagian penting dalam kehidupan umat manusia. Perdebatan ini sesungguhnya muncul di saat memperbincangkan apakah Universal Declaration of Human Rights 1948 (Deklarasi Universal Hak-Hak Asasi Manusia. karena bila dicabut hilang juga kemanusiaannya. Sejarah dan Macam-Macam HAM 1. yang tidak bisa dikurangi atau dicabut hakhaknya oleh siapapun. Sebagaimana mantan Perdana Menteri Mahathir Mohammad yang menyatakan bahwa. Pengertian HAM Hak asasi ialah hak-hak dasar (pokok) yang dibawa manusia sejak lahir sebagai anugerah dari Tuhan YME. Hak Kebebasan dan Hak Kesamaan.

mengisi perut orang yang lapar (hak atas pangan) dan hak pendidikan lebih penting dibandingkan soal hak pilih dalam pemilu. mencontohkan soal betapa hak-hak politik dan kebebasan begitu dominan mewarnai hak-hak asasi manusia. ataupun bahkan membunuh hak-hak hidup manusia. Penghormatan terhadap manusia. kekuatan ekonomi. Sehingga kewajiban untuk menghormati manusia sebagai manusia tersebut merupakan tanggungjawab hak-hak asasi manusia. . Ia (Mahathir). didasarkan pada kontekstualisasi tertentu. gender. budaya.clviii DUHAM 1948 itu sangat menganut paham kebebasan yang bersala dari konsep barat. Dalam prinsip ini setiap orang harus menghargai manusia tanpa membeda-bedakan umur. Perbincangan ini sebenarnya tidak perlu terjadi bilamana memahami hak-hak asasi manusia yang universal maupun tidak. memperbudak. maupun realitas sosial budaya yang melahirkan keragaman pendapat soal tersebut. sepatutnya dihormati dan dihargai. Prinsip yang kedua. hak-hak ekonomi sosial budaya (Hak Ekosob) menjadi hak yang sangat penting. Artinya. hidup damai dalam keberagaman yang bisa menghargai satu dengan yang lainnya. bukanlah sekedar pekerjaan individual manusia. tetapi juga dalam kolektiva-kolektiva lebih luas seperti dalam kehidupan masyarakat maupun bernegara. bahasa. termasuk di dalamnya keragaman budaya dan hukum-hukum lokal. Begitu juga. artinya hanya sekitar 50-an negara yang kebetulan mayoritas dari negara-negara yang disebut ‘barat’. pemartabatan terhadap manusia (human dignity). ras. keyakinan. serta membangun toleransi sesama manusia. khususnya manusia sebagai sesama makhluk ciptaan Allah. dari sudut pandang yang berbeda. dimana penandatangan deklarasi tersebut hanya seperempat negara-negara yang menjadi anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sekarang. atau kelas sosial. Oleh sebabnya. dengan adanya prinsip ini maka tidak mungkin praktek yang memperkenankan siapapun untuk melakukan eksploitasi. orientasi seksual. padahal di negara-negara miskin maupun berkembang (negara dunia ketiga). yang bisa dipengaruhi oleh kekuasaan politik. menyiksa. komunitas disable/berbeda kemampuan. menjadi identitas peradaban tertentu yang sangat berharga dalam mengemban amanat saling menjaga dan mendorong upaya kebersamaan untuk hidup berdampingan. Bagi negara dunia ketiga. etnisitas. Tidak dapat dipungkiri bahwa pluralisme sosial. Prinsip ini menegaskan perlunya setiap orang untuk menghormati hak orang lain. HAM tidak menjadi universal bilamana dilihat dari perspektif tertentu.

equality atau persamaan. karena keduanya satu kesatuan. . Prinsip ini bersentuhan atau sangat dekat dengan prinsip non-diskriminasi. jenis kelamin. Salah satu hal penting dalam negara hukum. agar hakhak tersebut bisa dikecualikan. warna kulit dan sebagainya. Jelas dan tegas. tidak bisa dipertukarkan dengan perbudakan. Pembedaan. Prinsip yang kelima. merupakan hak yang dimiliki setiap orang dengan kewajiban yang sama pula antara yang satu dengan yang lain untuk menghormatinya. Suatu hak tidak bisa dipisah-pisahkan antara yang satu dengan yang lainnya. bahwa hak-hak asasi manusia melarang adanya diskriminasi yang merendahkan martabat atau harga diri komunitas tertentu. sangat tidak mungkin dipisahkan dengan hak ekonomi. adat. Atau juga hak atas kehidupan yang layak. keyakinan. Prinsip yang keenam. baik berdasarkan kelas/bangsa tertentu. Prinsip non-diskriminasi sebenarnya bagian integral dengan prinsip persamaan. tidak bisa dihilangkan hanya dengan dibeli oleh orang yang mampu dan kemudian menggantikan posisi hak pilih. Hal ini terjelaskan dalam pasal 1 DUHAM 1948. adalah praktek yang justru menghambat realisasi hakhak asasi manusia. indivisibility. perlindungan dan pemenuhan hak-hak seseorang. sosial. Persamaan. Misalnya. tidak bisa dirampas atau dipertukarkan dengan hal tertentu. tidak bisa dilepaskan satu dengan yang lainnya. Hal ini terkait dengan pandangan yang menyesatkan tentang membeda-bedakan atau pengutamaan hak-hak tertentu dibandingkan hak-hak lain. meskipun dibayar atau diupahi. Prinsip yang keempat. agama. non-diskriminasi. inalienability. adalah persamaan di muka hukum. dan bila dilanggar akan melahirkan pertentangan dan ketidakadilan di dalam kehidupan manusia. sebagai prinsip hak-hak asasi manusia: “Setiap orang dilahirkan merdeka dan mempunyai martabat serta hak-hak yang sama. dan budaya.clix Prinsip yang ketiga. Pemahaman prinsip atas hak yang tidak bisa dipindahkan. Hak sipil dan politik. merupakan hak untuk memperoleh keadilan dalam bentuk perlakuan dalam proses peradilan.” Konsekuensi pemenuhan persamaan hak-hak juga menyangkut kebutuhan dasar seseorang tidak boleh dikecualikan. Konsep persamaan menegaskan pemahaman tentang penghormatan untuk martabat yang melekat pada setiap manusia. dimana menjelaskan bahwa tiada perlakuan yang membedakan dalam rangka penghormatan. hak pilih dalam pemilu. suku. Manusia sebagai makhluk yang memiliki hak-hak asasi tidak bisa dilepaskan dari hak-hak tersebut.

aktor non-negara juga mempunyai tanggung jawab yang sama untuk memajukan hakhak asasi manusia. setiap orang dituntut untuk berani melawan ketidakadilan dan pelanggaran hak-hak asasi manusia di depan matanya. Peran negara menjadi vital. hak yang satu dengan yang lainnya sangat tergantung dengan pemenuhan atau perlindungan hak lainnya. interdependency (saling ketergantungan). melindungi dan memenuhi hak-hak asasi manusia. desa maupun perkotaan. sementara negara sama sekali tidak mengambil tindakan apapun (by omission). di pasar. responsibilitas atau pertanggungjawaban (responsibility). serta menegaskan kewajiban-kewajiban paling minimum dengan memaksimalkan sumberdaya yang ada untuk memajukannya. baik terhadap tekstualitas maupun kontekstualitasnya. sebagai bagian dari organ politik kekuasaan yang harus memberikan perlindungan terhadap warga negaranya. Kedelapan prinsip-prinsip tersebut. tetapi ia juga bisa dimintai pertanggungjawaban ketika terjadi pelanggaran hak-hak asasi manusia. Unsur pertanggungjawaban (terutama negara). Pertanggungjawaban ini menekankan peran negara. Termasuk mempertanggungjawabkan setiap langkah atau tindakan yang diambil sebagai kebijakan tertentu dan memiliki pengaruh terhadap kelangsungan hak-hak rakyat. dimana setiap hak-hak yang dimiliki setiap orang itu tergantung dengan hak-hak asasi manusia lainnya dalam ruang atau lingkungan manapun. Prinsip yang kedelapan. Selain negara. adalah bagian yang tidak terpisahkan dari prinsip hak-hak asasi manusia agar bisa terwujudkan. Prinsip ini juga sangat dekat dengan prinsip indivisibility. dan praktek implementasinya di lapangan. bukan soal mengambil tindakan tertentu (by commission). baik secara individual maupun kolektiva sosial dalam organisasi kemasyarakatan. dan hak atas penghidupan dan pekerjaan yang layak. Artinya.clx Prinsip yang ketujuh. Prinsip pertanggungjawaban hak-hak asasi manusia ini menegaskan bahwa perlunya mengambil langkah atau tindakan tertentu untuk menghormati. dimana dalam situasi tidak terpenuhinya hak atas pendidikan. di rumah sakit. juga sangat bergantung pada penyediaan hak-hak atas pangan atau bebas dari rasa kelaparan. atau juga hak atas kesehatan yang layak. Secara individu. Misalnya. instrumen hukum. di hutan. dalam pengertian untuk mempelajari sejarahnya. mengajarkan dan mendorong pemahaman dan penghormatan hak-hak asasi manusia bagi sesama. di sekolah. . kemiskinan. merupakan hal yang mendasar untuk mengkaji hak-hak asasi manusia.

Magna Charta (piagam Agung.clxi 2. Usaha ini pada tahun 1948 berhasil dengan diterimanya Universal Declaration of Human Rights (pernyataan sedunia tentang Hak-Hak Asasi Manusia) oleh negara-negara yang tergabung dalam PBB. 1689) c. Sejarah Ham Hak asasi adalah hak yang dimiliki manusia yang telah diperoleh dan dibawanya bersamaan dengan kelahiran/kehadirannya di dalam kehidupan masyarakat. Kebebasan beragama (freedom of religion) . Bill of Rights (Undang-Undang Hak) naskah yang disusun oleh rakyat Amerika pada tahun 1789 Hak-hak yang dirumuskan pada abad ke-17 dan ke-18 ini sangat dipengaruhi oleh gagasan mengenai Hukum Alam (Natural Law) seperti yang dirumuskan oleh John Locke dan Jean Jaques Rousseau (1712-1778) dan hanya terbatas pada hak-hak yang bersifat politis saja seperti kesamaan hak. Bill of rights (Undang-Undang Hak. Frangklin D Roosevelt yang dikenal dengan istilah The Four Freedoms (Empat Kebebasan). hak atas kebebasan. Yang sangat terkenal adalah empat hak yang dirumuskan oelh Presiden Amerika Serikat. Kebebaan untuk berbicara dan menyatakan pendapat (freedom of speech) b. 1215) dokumen yang berisi hak yang diberikan oleh Raja John dari Inggris kepada para bangsawan bawahannya dan juga membatasi kekuasaan Raja John b. dan mulailah dicetuskan beberapa hak lain yang lebih luas ruang lingkupnya. Dalam proses ini telah lahir beberapa naskah yang secara berangsur-angsur menetapkan bahwa ada beberapa hak yang mendasari kehidupan manusia dan karena itu bersifat universal dan asasi. 1789) d. yaitu : a. Naskah tersebut adalah : a. Berawal dari 2 perang besar didunia ( PD I dan PD II) timbul keinginan untuk merumuskan hak-hak asasi manusia dalam naskah internasional. Pada abad ke-20 hak-hak politik ini dianggap kurang sempurna. Declaration des droits de I’homme et du citoyen (pernyataan hak-hak manusia dan warga negara. hak untuk memilih dsb.

menyatakan pikiran dan kebebasan bergerak Hak asasi ekonomi (economical right) = yaitu hak untuk memiliki sesuatu. 3. Ham pada Tataran Global Sebelum konsep HAM diratifikasi PBB terdapat beberapa konsep utama mengenai HAM. mendirikan dan mengembangkan parpol • Hak asasi untuk memperoleh perlakuan dan tata cara peradilan dan perlindungan yang adil dan sama. diterima secara aklamasi oleh negara-negara yang tergabung dalam PBB. misalnya dalam penangkapan. Kebebasan dari kemelaratan (freedom from want) Sejalan dengan pemikiran itu. haku untuk dipilih dan memilih dalam pemilu. • • Hak asasi social dan budaya (social and culture right) yaitu hak untuk memilih pendidikan. mengembangkan pendidikan dan kebudayaan. mensual. pernyataan sedunia tentang Hak-Hak Asasi Manusia (Universal Declaration of Human Rights). membeli. maka Komisi Hak-Hak Asasi Manusia (Commission on Human Rights) yang pada tahun 1946 didirikan oleh PBB. dan memanfaatkannya Hak asasi untuk memperoleh pengakuan yang sama dalam hukum dan pemerintahan (legal of equality right) yaitu hak yang sama dikenakan sanksi/hukuman dan duduk dalam pemerintahan negara. yaitu: . memeluk agama. menetapkan secara terperinci beberapa hak ekonomi dan sosial. hak masuk dan ikut dalam parpol. disamping hak-hak politik. Pada tahun 1948 hasil pekerjaan komisi ini.. Kebebasan dari ketakutan (freedom from fear) d. penyidikan.Macam-Macam Ham Dari ketiga hak dasar diatas berkembang menjadi : • • • Hak asasi pribadi (personal right) = yang meliputi kebebasan menyatakan pendapat. Hak asasi politik (political right) yaitu hak untuk ikutserta dalam politik. dan peradilan B. pembelaan. penggeledahan.clxii c. pemeriksaan.

politik. serta 3) Protokol opsional bagi perjanjian hak sipil dan politik internasional. HAM menurut konsep PBB: Konsep HAM ini dibidani oleh sebuah komisi PBB yang dipimpin oleh Elenor Roosevelt (10 Desember 1948) dan secara resmi disebut “Universal Declaration of Human Rights”. artinya penghormatan utama terhadap kepala keluarga. 2) masyarakat sebagai keluarga besar. sosial. negara sebagai koordinator dan pengawas. serta 3) individu tunduk kepada adat yang menyangkut tugas dan kewajiban sebagai anggota masyarakat. HAM menurut konsep bangsa-bangsa Asia dan Afrika: 1) tidak boleh bertentangan dengan ajaran agama/sesuai dengan kodratnya. . b. HAM menurut konsep Sosialis: 1) hak asasi hilang dari individu dan terintegrasi dalam masyarakat. HAM menurut konsep Negara-negara Barat: 1) ingin meninggalkan konsep negara yang mutlak.clxiii a. 2) Perjanjian internasional tentang hak sipil dan politik. d. c. Di dalamnya menjelaskan tentang hak-hak sipil. serta 3) negara berhak membatasi hak asasi manusia apabila situasi menghendaki. Sejak tahun 1957 konsep HAM tersebut dilengkapi dengan tiga perjanjian. dan kebudayaan yang dinikmati manusia di dunia yang mendorong perhargaan terhadap hak-hak asasi manusia. 3) filosofi dasar: hak asasi tertanam pada diri individu manusia: serta 4) hak asasi lebih dulu ada daripada tatanan negara. yaitu 1) Hak ekonomi sosial dan budaya. 2) ingin mendirikan federasi rakyat yang bebas. 2) hak asasi manusia tidak ada sebelum negara ada. Pada Sidang Umum PBB tanggal 16 Desember 1966 ketiga dokumen tersebut diterima dan diratifikasi. ekonomi.

Indonesia berpandangan bahwa pemajuan dan perlindungan HAM harus didasarkan pada prinsip bahma hak-hak sipil.clxiv Universal Declaration af Human Rights menyatakan bahwa setiap orang mempunyai: 1) hak untuk hidup. Sesuai dengan Pasal l (3). 4) hak untuk memperoleh perlakuan yang sama dengan orang lain menurut hukum. maupun dalam pelaksanaannya (Wirayuda: 2005). ekonomi. politik. pemantauan. Sejalan dengan amanat Konstitusi. Pasal 55. HAM di Indonesia : Permasalahan dan Penegakannya. dan hak pembangunan merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. 6) hak untuk masuk dan keluar wilayah suatu negara. 14) hak untuk mendapatkan pendidikan. serta mempunyai dan mengeluarkan pendapat. C. baik dalam penerapan. 11) hak untuk mendapatkan jaminan sosial. sosial budaya. dan hubungan antarnegara serta hukum internasional berlaku. 12) hak untuk mendapatkan pekerjaan. 7) hak untuk mendapat hak milik atas benda. 8) hak untuk bebas untuk mengutarakan pikiran dan perasaan. 5) hak untuk mendapat jaminan hukum dalam perkara pidana. 15) hak untuk turut serta dalam gerakan kebudayaan masyarakat. dan 56 Piagam PBB upaya pemajuan dan perlindungan HAM harus dilakukan melalui suatu konsep kerja sama internasional yang berdasarkan pada prinsip saling menghormati. 13) hak untuk berdagang. 2) kemerdekaan dan keamanan badan. 3) hak untuk diakui kepribadiannya menurut hukum. kesederajatan. 9) hak untuk bebas memeluk agama. seperti diperiksa di muka umum dan dianggap tidak bersalah kecuali ada bukti yang sah. serta 16) hak untuk menikmati kesenian dan turut serta dalam kemajuan keilmuan. yang . 10) hak untuk berapat dan berkumpul.

i. h. g. Pelaksanaan Rencana Aksi Nasional Hak Asasi Manusia (RANHAM) dari 2004-2009 sebagai gerakan nasional. hak wanita. dan hak anak. dan konsisten. Kegiatan-kegiatan pokok penegakkan hukum dan HAM meliputi hal-hal berikut. serta pembasmian penyalahgunaan narkotika dan obat berbahaya. HAM di Indonesia menjamin hak untuk hidup. 26/2000 tentang Pengadilan HAM. hak mengembangkan diri. dan tepat. hak turut serta dalam pemerintahan. c. Peningkatan penegakkan hukum terhadap pemberantasan tindak pidana terorisme dan penyalahgunaan narkotika serta obat berbahaya lainnya. Batang Tubuh UUD 1945 (Pasal 27. serta dengan biaya yang terjangkau oleh semua lapisan masyarakat. Peningkatan efektivitas dan penguatan lembaga/institusi hukum ataupun lembaga yang fungsi dan tugasnya menegakkan hak asasi manusia. hak atas rasa aman. a. cepat. Oleh sebab itu. penegakkan hukum dan HAM harus dilakukan secara tegas. hak atas kesejahteraan. Pancasila sila ke-4. 29. 7 tahun 2005) meliputi pemberantasan korupsi. Program penegakkan hukum dan HAM (PP No. Penguatan upaya-upaya pemberantasan korupsi melalui pelaksanaan Rencana Aksi Nasional Pemberantasan Korupsi 2004-2009. d. UU No. 39/1999 tentang HAM dan UU No. Penyelenggaraan audit reguler atas seluruh kekayaan pejabat pemerintah dan pejabat Negara. e. tidak diskriminatif. Peningkatan upaya penghormatan persamaan terhadap setiap warga negara di depan hukum melalui keteladanan kepala negara beserta pimpinan lainnya untuk mematuhi/menaati hukum dan hak asasi manusia secara konsisten serta konsekuen. hak memperoleh keadilan. Peningkatan efektivitas dan penguatan lembaga/institusi hukum ataupun lembaga yang fungsi dan tugasnya mencegah serta memberantas korupsi. Peningkatan betbagai kegiatan operasional penegakan hukum dan hak asasi manusia .clxv HAM di Indonesia di dasarkan pada Konstitusi NKRI. hak atas kebebasan. dan 30). antiterorisme. yaitu Pembukaan UUD 1945 (aline I). b. f. Peninjauan serta penyempurnaan berbagai konsep dasar dalam rangka mewujudkan proses hukum yang lebih sederhana. hak berkeluarga dan melanjutkan keturunan.

baik ke luar maupun masuk ke wilayah Indonesia. Dalam Pembukaan UUD 1945 1. Peningkatan meningkatkan penanganan penyidikan. Penyelamatan barang bukit accountability kinerja berupa dokumen/arsip lembaga Negara serta badan pemerintahan untuk mendukung penegakkan hukum dan HAM. alinea 1 : Kebebasan untuk merdeka 2. sosial budaya dan ekonomi) b. Peningkatan pengawasan terhadap lalu lintas orang yang melakukan perjalanan. alinea 4 : Menunjukkan pengakuan dan perlindungan terhadap hak bidang politik. n. Peningkatan koordinasi dan kerja sama yang menjamin efektivitas penegakan hukum dan HAM. Pembaruan materi hukum yang terkait dengan pemberantasan korupsi. pengedarnya secara maksimal. Pengembangan sistem manajemen kelembagaan hukum yang transparan. hakikat asasi (dalam . serta pengembangan sistem pengawasan yang transparan dan accountable. dan tindakan hukum terhadap dan penyalahgunaan menghukum para narkotika/obat berbahaya melalui identifikasi serta memutus jaringan peredarannya. alinea 3 : Menyatakan kemerdekaan 4. Menurut Pancasila. o. alinea 2 : Negara yang adil 3.clxvi dalam rangka rnenyelenggarakan ketertiban sosial agar dinamika masyarakat dapat bcrjalan sewajarnya. m. Hak Asasi dalam UUD 1945 a. l. Pmbenahan sistem manajemen penanganan perkara yang menjamin akses publik. Penjabaran Hak-Hak Asasi Manusia Dalam UUD 1945 Hak-hak asasi manusia sebenarnya tidak dapat dipisahkan dengan pandangan filosofis tentang manusia yang melatarbelakanginya. hukum. q. penyelidikan. penuntutan. k. Peningkatan fungsi intelejen agar aktivitas terorisme dapat dicegah pada tahap yang sangat dini. serta meningkatkan berbagai operasi keamanan dan ketertiban. j. p. D.

Dalam rentang berdirinya bangsa dan negara Indonesia dalam kenyataannya secara resmi deklarasi. kedudukan kodrat sebagai makhluk Tuhan dan Makhluk pribadi. Hatta dalam sidang BPUPKI sebagai berikut : “Walaupun yang dibentuk itu negara kekeluargaan. 1. tetapi masih perlu ditetapkan beberapa hak dari negara agar jangan sampai timbul negara kekuasaan (Machtsstaal atau negara penindas) (Yamin 1959 : 287-289). Dasar filosofis hak asasi manusia tersebut bukanlah kebebasan individualis. adapun sifat kodratnya sebagai makhluk individu dan makhluk sosial. Dalam Pembukaan UUD 1945 alinea I dinyatakan bahwa : “Kemerdekaan adalah hak setiap bangsa”.clxvii manusia adalah tersusun alas jiwa dan raga. melainkan menempatkan manusia dalam hubungannya dengan bangsa (makhluk sosial). Sehingga. Dalam pernyataan terkandung pengakuan secara yuridis hak asasi manusia tentang kemerdekaan sebagaimana tercantum dalam : deklarasi Universal Hak-hak Asasi Manusia PBB Pasal. Kata-kata berikutnya pada alinea III Pembukaan UUD 1945 adalah sebagai berikut : . karena Pembukaan UUD 1945 dan pasalpasalnya diundangkan tanggal 18 Agustus 1945. Hal ini merupakan fakta pada dunia bahwa bangsa bangsa Indonesia sebelum tercapainya pernyataan hak-hak asasi manusia sedunia PBB. Dalam pengertian inilah maka hak-hak asasi manusia tidak dapat dipisahkan dengan hakikat kodrat manusia tersebut. Telah mengangkat hakhak asasi manusia dan melindunginya dalam kehidupan negara yang tertuang dalam UUD 1945. Deklarasi bangsa Indonesia pada prinsipnya termuat dalam naskah Pembukaan UUD 1945. Konsekuensinya dalam realisasinya maka hak asasi manusia memiliki hubungan yang koralatif dengan wajib asasi manusia karena sifat kodrat manusia sebagai individu dan makhluk sosial. adapun Deklarasi PBB pada tahun 1948. asasi Manusia PBB. hak asasi manusia tidak dapat dipisahkan dengan kewajiban asasi manusia. Bangsa Indonesia telah lebih dulu dirumuskan dari Deklarasi Universal Hak-hak. dan Pembukaan UUD 1945 inilah yang merupakan sumber nomiatif bagi hukum positif Indonesia terutama penjabaran dalam pasal-pasal UUD 1945. Hal ini juga telah ditekankan oleh para petinggi negara misalnya pernyataan Moh.

. negara Indonesia menjamin dan melindungi hak-hak asasi manusia para warganya terutama dalam kaitannya dengan kesejahteraan hidupnya baik jasmaniah maupun rokhaniah. Pemerintahan negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum mencerdaskan kehidupan bangsa. Melalui pembukaan UUD 1945 dinyatakan dalam alinea IV bahwa negara Indonesia sebagai suatu persekutuan bersama bertujuan untuk melindungi warganya terutama dalam kaitannya dengan perlindungan hak-hak asasinya...supaya berkehidupan yang kebangsaan bebas. maka negara Indonesia mengakui hak-hak asasi manusia untuk memeluk agama sebagaimana tercantum dalam Deklarasi Universal Hak-hak Asasi Manusia PBB Pasal 18 dan dalam pasal UUD 1945 dijabarkan dalam Pasal 29 terutama ayat (2). tujuan negara.”. Berdasarkan pada tujuan negara sebagaimana terkandung dalam Pembukaan UUD 1945 tersebut.Memajukan kesejahteraan umum.. antara lain berkaitan dengan hak-hak asasi bidang . dan mencerdaskan kehidupan bangsa. Adapun tujuan negara tersebut adalah sebagai berikut : “. dalam rumusan tujuan negara “. dan diteruskan dengan kata “...” Tujuan negara Indonesia sebagai negara hukum yang bersifat formal tersebut mengandung konsekuensi bahwa negara berkewajiban untuk melindungi seluruh warganya dengan suatu undang-undang terutama untuk melindungi hak-hak asasinya demi kesejahteraan hidup bersama. maka rakyat Indonesia menyatakan dengan ini kemerdekaannya”. Pernyataan tentang “atas berkat rakhmat Allah Yang Maha Kuasa.. Demikian pula negara Indonesia juga memiliki ciri. maka pengertian bangsa.” mengandung arti bahwa dalam deklarasi bangsa Indonesia terkandung pengakuan manusia yang berketuhanan Yang Maha Esa....clxviii “Atas berkat rakhmat Allah Yang Maha Kuasa dan dengan didorongkan oleh keinginan luhur. hukum material. supaya berkehidupan kebangsaan yang bebas...

clxix politik. dan agama. memilih kewarganegaraan. tumbuh dan berkembang serta berhak atas perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi. Pasal 28-D (5) Setiap orang berhak atas pengakuan. (8) Setiap orang berhak atas status kewarganegaraan. dan negaranya. (6) Setiap orang berhak untuk bekerja serta mendapat imbalan yang adil dan layak dalam hubungan kerja. memilih tempat tingal di wilayah negara dan meningalkannya serta berhak kembali. Pasal 28-E (4) Setiap orang bebas memeluk Agama dan beribadat menurut agamanya. (7) Setiap warga negara berhak memperoleh kesempatan yang sama dalam pemerintahan. . Pasal 28-B (3) Setiap orang berhak membentuk keluarga dan melanjutkan keturunan melalui perkawinan yang sah. jaminan perlindungan dan kepastian hukum. berhak mendapat pendidikan dan memperoleh manfaat dari ilmu pengetahuan dan teknologi. (4) Setiap anak berhak atas kelangsungan hidup. ekonomi. (4) Setiap orang berhak untuk memajukan dirinya dalam memperjuangkan secara kolektif untuk membangun masyarakat. kebudayaan. Pendidikan. Rincian hak-hak asasi manusia dalam pasal-pasal UUD 1945 adalah sebagai berikut: BAB XA HAK ASASI MANUSIA Pasal 28-A Setiap orang berhak untuk hidup serta berhak mempertahankan hidup dan kehidupannya. memilih pekerjaan. bangsa. Pasal 28-C (3) Setiap orang berhak mengembangkan diri melalui pemenuhan kebutuhan dasarnya. sosial. seni dan budaya demi meningkatkan dan demi kesejahteraan umat manusia. yang adil serta perlakuan yang sama di hadapan hukum. memilih pendidikan dan pengajaran.

(6) Setiap orang berhak mendapat kemudahan dan perlakuan khusus untuk memperoleh kesempatan dan manfaat yang sama guna mencapai persamaan dan keadilan. memperoleh. menyimpan. bertempat tinggal. kehormatan. atas kebebasan berserikat. (8) Setiap orang berhak mempunyai milik pribadi dan hak milik tersebut tidak diambil alih secara sewenang-wenang oleh Pasal 28-I (6) Hak untuk hidup. hak untuk diakui sebagai pribadi di hadapan hukum. mengolah dan menyampaikan informasi dengan menggunakan segala jenis saluran yang tersedia. (7) Setiap orang berhak atas jaminan sosial yang memungkinkan pengembangan dirinya secara utuh sebagai manusia yang bermartabat. Berkumpul dan mengeluarkan pendapat. (4) Setiap orang berhak untuk. bebas dan penyiksaan atau perlakuan yang merendahkan derajat martabat manusia dan berhak memperoleh suaka politik dari negara lain.clxx (5) Setiap orang berhak atas kebebasan meyakini kepercayaan. berbuat sesuatu yang merupakan hak asasi. Pasal 28-H (5) Setiap orang berhak hidup sejahtera lahir dan bathin. . serta berhak atas rasa aman dan perlindungan dari ancaman ketakutan untuk berbuat atau tidak. hak asasi manusia yang tidak dapat dikurangi dalam keadaan apapun. martabat dan harta benda yang di bawah kekuasaannva. hak beragama. dan mendapatkan lingkungan hidup yang baik dari sehat serta berhak memperoleh pelayanan kesehatan. hak untuk tidak disiksa. serta berhak untuk mencari. dan hati nurani. keluarga. memiliki.. hak izin untuk tidak diperbudak. hak kemerdekaan pikiran. (6) Setiap orang berhak. Pasal 28-F Setiap orang berhak untuk berkomunikasi dan memperoleh informasi untuk mengembangkan pribadi dan lingkungan sosialnya. menyatakan pikiran dan sikap sesuai dengan hati nuraninya. Pasal 28-G (3) Setiap orang berhak atas perlindungan diri pribadi. dan hak untuk tidak di tuntut atas dasar hukum yang berlaku surut adalah.

walaupun pelaksanaannya belum optimal. (4) Dalam menjalankan hak dan kebebasannya. dan pemenuhan hak asasi manusia adalah tanggungjawab negara. tentang Hak Asasi manusia. dan dituangkan dalam peraturan perundang-undangan. dan bernegara. pemerintah dan setiap orang demi kehormatan serta perlindungan harkat dan martabat manusia. Oleh karena itu jaminan hak-hak asasi manusia sebagaimana terkandung dalam UUD 1945. dan ketertiban umum dalam suatu masyarakat demokratis. Selain hak asasi juga dalam LJU . Pasal 28-J (3) Setiap orang wajib menghormati hak asasi manusia orang lain dalam tertib kehidupan bermasyarakat. setiap orang wajib tunduk kepada pembatasan yang ditetapkan dengan undang-undang maksud semata-mata untuk menjamin perlakuan serta penghormatan atas hak dan kebebasan orang lain dan untuk memenuhi tuntutan yang adil sesuai dengan pertimbangan moral. Dalam perjalanan sejarah kenegaraan Indonesia pelaksanaan perlindungan terhadap hak-hak asasi manusia di Indonesia mengalami kemajuan. dalam Konsiderans dan Ketentuan Umum Pasal I dijelaskan. Antara lain sejak kekuasaan Rezim Soeharto telah dibentuk KOMNAS HAM. (9) Perlindungan. tradisional dihormati selaras dengan perkembangan zaman dan peradaban. terutama pemerintah. Dalam proses reformasi dewasa ini terutama akan perlindungan hak-hak asasi manusia semakin kuat bahkan merupakan tema sentral. 39 tahun 1999. (10)Untuk menegakkan dan melindungi hak asasi manusia sesuai dengan prinsip negara hukum yang demokratis. dan merupakan anugerahNya yang wajib dihormati.clxxi (7) Setiap orang berhak bebas dari perlakuan bersifat diskriminatif dasar apapun dan berhak mendapatkan perlindugan terhadap perlakuan yang bersifat diskriminatif itu. maka pelaksanaan hak asasi manusia dijamin. dijunjung tinggi dan dilindungi oleh negara. nilai-nilai agama. berbangsa. keamanan. (8) Identitas budaya dan hak masyarakat. penegakkan. diatur. hukum. bahwa Hak Asasi Manusia adalah seperangkat hak yang melekat pada hakikat dan keberadaban manusia sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa. menjadi semakin efektif terutama dengan diwujudkannya Undang-Undang Republik Indonesia No. pemajuan.

dibandingkan dengan Undang-Undang Dasar 1945 sebelum dilakukan amandemen. hak wanita. hak turut serta dalam pemerintahan. Pasal 28-E ayat (3).clxxii No. Pasal 28-C ayat (2). menegakkan serta memajukan hak-hak asasi manusia tersebut yang diatur dalam peraturan perundang-undangan dan hukum internasional yang diterima oleh negara Republik Indonesia. hak budaya pada Pasal 28-1 ayat (3). tidak memungkinkan terlaksana dan tegaknya hak asasi manusia. dan hak anak. perlindungan hak asasi. hak politik diatur dalam Pasal 28-D ayat (3). pembatasan terhadap kewenangan pemerintah serta KOMNAS HAM yang merupakan lembaga pelaksana atas perlindungan hak-hak asasi manusia. hak memeluk. Pasal 28-H ayut (3). hak atas kesejahteraan. 39 tahun 1999 tersebut terdiri atas 105 pasal yang meliputi macam Hukum asasi. dan konsekuensinya setiap orang harus tunduk kepada peraturan perundang-undangan yang berlaku. Dengan diundangkannya UU No. melindungi. hak mengembangkan diri. hak ekonomi diatur dalam Pasal 28 ayat (2). 39 tahun 1999 tentang hak-hak asasi manusia tersebut bangsa Indonesia telah masuk pada era baru terutama dalam menegakkan masyarakat yang demokratis yang melindungi hak-hak asasi manusia. hak berkeluarga dan melanjutkan keturunan. UU No. hak perlindungan hukum yang sama pada Pasal 28-G ayat (1). antara lain kewajiban untuk menghormati hak asasi orang lain. Demi tegaknya asasi setiap orang maka diatur pula kewajiban dasar manusia. Rincian tersebut antara lain misalnya tentang hak-hak sosial dijamin dalam Pasal 29-B ayat (1). Dalam Undang-Undang Dasar 1945 hasil amandemen 2002. hak atas rasa aman. pasal 28A sampai dengan pasal 28J. meyakini dan beribadah menurut agama yang dianutnya. Jikalau. hak atas kebebasan pribadi. hak untuk hidup. serta hak . Hak-hak asasi tersebut meliputi. Selain itu juga diatur kewajiban dan tanggung jawab pemerintah untuk menghormati. (2). ketentuan yang mengatur tentang jaminan hak-hak asasi manusia dalam Undang-Undang Dasar 1945 hasil amandemen 2002 dikembangkan dan ditambah pasalnya dan lebih rinci. telah memberikan jaminan secara eksplisit tentang hak-hak asasi manusia yang tertuang dalam Bab XA. terkandung kewajiban dasar manusia. yaitu seperangkat kewajiban yang apabila tidak dilaksanakan. hak memperoleh keadilan. 39 tahun 1999. Namun demikian sering dalam pelaksanaannya mengalami kendala yaitu dimana antara penegakkan hukum dengan kebebasan sehingga kalau tidak konsisten maka akan merugikan bangsa Indonesia sendiri.

atas pelanggar hak-hak asasi manusia di Jakarta. menyampaikan informasi dan berkomunikasi melalui berbagai saluran yang ada. Di satu pihak pelaksanaan pengadilan Ad Hoc tersebut atas desakan PBB. Dalam kenyataannya mereka-mereka yang dituduh melanggar HAM berat di Tiinur-Timur pada hakikatnya berjuang demi kepentingan bangsa dan negara. serta jaminan hukum yang memadai. Sila Pertama Hak Asasi Kewajiban Asasi = Hak memilih dan mengakui agama dan = Melaksanakan perintah dan larangan Tuhan kepercayaan kepada Tuhan YME YME menurut agama dan kepercayaan masing-masing . Untuk ketentuan yang lebih rinci atas pelaksanaan dan penegakan hak-hak asasi tersebut. bagi suatu kemajuan yang sangat berarti. menyimpan. yang taruhannya adalah nasib dan kredibilitas bangsa Indonesia di mata intemasional. mengolah.clxxiii memperoleh. Satu kasus yang cukup penting. Implementasi Hak Asasi Dan Kewajiban Asasi Dalam Sila-Sila Pancasila a. bahwa bangsa Indonesia memiliki komitmen atas penegakan hakhak asasi manusia. atas pelanggaran di Timur-Timur. karena bangsa Indonesia memiliki komitmen yang tinggi atas jaminan serta penegakan hak-hak asasi manusia. memiliki. bagi bangsa Indonesia dalam menegakkan hakhak asasi. E. Memang pelaksanaan Pengadilan Ad Hoc atas pelanggaran hak-hak asasi manusia di Timur-Timur tersebut penuh dengan kepentingan-kepentingan politik. diatur dalam Undang-undang No. adalah dengan dilaksanakannya Pengadilan Ad Hocc. Hal ini menunjukkan kepada masyarakat Internasional. 9 tahun 1999. Konsekuensi pengaturan atas jaminan hak-hak asasi manusia tersebut harus diikuti dengan pelaksanaan. di pihak lain perbenturan kepentingan antara penegakan hak-hak asasi dengan kepentingan nasional serta rasa nasionalisme sebagai bangsa Indonesia. Terlepas dari berbagai macam kelebihan dan kekuranggannya.

artinya sikap = Mengutamakan kepentingan umum atau mengutamakan kepentingan bangsa di bersama daripada kepentingan golongan. golongan. Sila Kedua Hak Asasi Kewajiban Asasi = Manusia sebagai mahluk individu. saling menolong dan memiliki hak asasi yang dapat bekerjasama dengan sesama manusia dinikmati dan dipertahankan terhadap godaan dari segala arah c. kelompok atau kepentingan partai dll. Sila Kelima Hak Asasi = Kewajiban Asasi Keadilan Sosial barujud hendak = Melakukan kontrol sosial kepada para melaksanakan kesejahteraan umum pembimbing negara baik yang formal bagi seluruh anggota masyarakat. dan = Patuh dan taat kepada rambu-rambu hukum untuk rakyat dalam kehidupan demokrasi e. Kewajiban Perintah (Affirmatif) : yaitu menuntut dilaksanakannya suatu perbuatan .clxxiv b. maupun non formal demi kepentingan yaitu keadilan yang memberi bersama perimbangan dimana hak milik berfungsi sosial Kewajiban Asasi Manusia Kewajiban adalah keharusan moral untuk mengerjakan atau meninggalkan suatu pekerjaan. Berarti persatuan antar suku. atas kepentingan suku. d. suku. oleh. dalam arti adanya keseimbangan dengan tidak mengutamakan yang satu dan mengabaikan yang lainnya. pribadi golongan. = Saling membantu. partai itu memiliki kedudukan dan kesempatan yang sama di Indonesia. Sila Keempat Hak Asasi = Kewajiban Asasi Negara RI dibentuk dari. Sila Ketiga Hak Asasi Kewajiban Asasi = Persatuan Indonesia. agama. Sedangkan Perbedaan Kewajiban 1.

”30 Ini berarti. jika saatnya diperlukan secara fisik dan mental ideologik (30) F. pendekatan sistem dalam bidang hukum memperhatikan pula bagaimana organ/struktur negara yang memiliki lembagalembaga (pembentuk. Sarana Perlindungan Hak Asasi Manusia Salah satu pemahaman (dari banyak varian konsep) terhadap penyejahteraan warga negaranya dalam konsep tanggung jawab negara adalah upaya perlindungan hukum bagi warganya sendiri. Tschchikvadse dan Samuel L. Pendekatan sistem dalam bidang hukum. hukum sebagai sarana dan sistem perlindungan bagi rakyat yang efektif. considered as a whole in comparison with one of its branches or with a simple aggregate of branches. Zivs. the interaction and interrelation of the separate parts of elements.clxxv 2. Karena pengalaman bangsa Indonesia yang berulang kali mengalami pergantian dan perubahan UUD. terutama dari berbagai upaya pemaksaan kehendak atau bentuk kekerasan yang dilakukan oleh organ/struktur yang berkuasa. “It is the system approach that makes it possible to visualize more clearly the whole of law as a complex series or relationship between branches of law and legal institutions. The system approach also makes it possible to reveal more clearly such important features of law as a unity and differentiation. Artinya. Penelusuruan terhadap pengakuan hak-hak asasi manusia dalam konstitusi akan menjadi tema penting dilihat sebagai bagian dari kajian sistem ketatanegaraan yang ada. dan pergantian UUD dalam suatu negara. penegak) hukum bekerja untuk melindungi dan memenuhi hak-hak dalam ruang kehidupan warga negaranya. Kewajiban larangan (Negatif) : menuntut ditinggalkannya perbuatan/tindakan. sebagaimana dikatakan oleh Victor M. toleransi dan kerukunan beragama (29) • Wajib menghormati orang lain • Wajib bela negara. Kewajiban dalam Pasal-Pasal UUD 1945 • Wajib membayar pajak (23) • Wajib menghormati orang lain yang berbeda agama. berarti peralihan dari tertib . The system approach helps to reveal the special quality of law.

negara-negara dengan “civil law system” mengakui adanya dua set pengadilan. Membicarakan pendekatan hukum. Dan ini pulalah yang menjelaskan situasi pendekatan hukumnya pemerintah dalam hak asasi manusia.32 Dalam konteks hak-hak asasi manusia. khususnya yang diberlakukan dalam sistem hukum di Indonesia. Pengadilan HAM merupakan pengadilan khusus yang berada di lingkungan peradilan umum. Misalnya. khususnya terhadap pelanggaran HAM berat dilakukan oleh Pengadilan HAM. Lembaga peradilan yang menangani persoalan hak-hak asasi manusia. sebagai sarana perlindungan hukum bagi rakyat. adalah pendapat Hadjon. Di samping kedua sistem tersebut. dan khusus hanya menangani persoalan pelanggaran HAM berat (kejahatan genosida dan kejahatan terhadap . dimana terdapat keragaman dalam berbagai sistem hukum di dunia ini. kita mengenal adanya lembaga-lembaga yang menjadi sarana perlindungan hak-hak masyarakat.clxxvi ketatanegaraan yang lama ke tertib ketatanegaraan yang baru.31 Sedangkan untuk perlindungan hukum yang represif adalah berdasarkan penyelesaian suatu sengketa. yang tentunya (atau seharusnya) menuju ke arah yang lebih sempurna dibandingkan sebelumnya. Adanya perlindungan hukum yang preventif tentunya akan mendorong pemerintah untuk bersikap lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan yang didasarkan pada diskresi. Pada perlindungan hukum yang preventif. Lembaga-lembaga yang memiliki kewajiban dalam memberikan sarana perlindungan hukum bisa dilakukan oleh lembaga peradilan (judicial system) dan lembaga non-peradilan (non-judicial system). yaitu pengadilan umum (biasa) dan pengadilan administrasi. kepada rakyat diberikan kesempatan untuk mengajukan keberatan (inspraak) atau pendapatnya sebelum suatu keputusan pemerintah mendapat bentuk yang definitif. hanya mengenal satu set pengadilan. dibedakan dua macam perlindungan hukum bagi rakyat: perlindungan hukum yang preventif dan perlindungan yang represif. yang sifatnya mencegah sengketa. yaitu “ordinary court”. negara-negara Skandinavia telah mengembangkan sendiri suatu lembaga perlindungan hukum bagi rakyat yang dikenal dengan nama “Ombudsman”. sedangkan negaranegara dengan “common law system”. yang menyatakan “tindak pemerintahan” sebagai titik sentral.

Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas Anak). Sedangkan lembaga non-peradilan yang dibentuk pemerintah untuk melakukan upaya perlindungan dan pemenuhan hak-hak asasi manusia. G. Sehingga tidak dimungkinkan lagi adanya sektoralisme penyelesaian masalah-masalah penegakan hak asasi manusia. sehingga permasalahan pelanggaran HAM akan dapat tercegah dan diselesaikan secara komprehensif. dan menjadi tanggung jawab seluruh jajaran pemerintahan mulai dari Presiden hingga unit pemerintahan terkecil di bawah tanpa terkecuali.33 Sedangkan persoalan hak-hak asasi manusia lainnya. koordinatif dan strategis. dan Komisi Ombudsman Nasional. Demikian pula halnya dengan masalah pelanggaran HAM. maka perlindungan hak asasi manusia bisa diselesaikan melalui Pengadilan Tata Usaha Negara. Kelembagaan non-peradilan yang juga terkait langsung dengan upaya perlindungan hak asasi manusia secara koordinatif membangun komunikasinya dengan lembaga atau departemen pemerintah lainnya. Ketiga lembaga peradilan tersebut merupakan sarana perlindungan hak-hak asasi manusia yang dikenal dalam konteks sistem ketatanegaraan di Indonesia. Mekanisme Penyelesaian Pelanggaran Hak Asasi Manusia Setiap permasalahan semestinya harus ada mekanisme penyelesaian yang disiapkan sebagai satu kebijakan. antara lain Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM). termasuk institusi kepolisian dan TNI. dikategorikan sebagai tindak kriminal maka akan diselesaikan melalui proses peradilan umum. di luar pelanggaran HAM berat. tetapi haruslah lintas departemen. Setiap . Dalam perspektif perlindungan publik atas kebijakan atau keputusan administratif pemerintah. Komisi Nasional Anti Kekerasan Terhadap Perempuan (Komnas Perempuan).clxxvii kemanusiaan). Bahkan bilamana diperlukan sarana-sarana tersebut membuka terhadap kerjasama internasional untuk mendukung upaya perlindungan hak-hak asasi manusia. pandangan terhadap sarana-sarana perlindungan hak asasi manusia tidak bisa dikerdilkan hanya pada lembaga peradilan dan lembaga non-peradilan yang disebutkan di atas. Meskipun demikian.

Komnas HAM dapat meminta bantuan Ketua Pengadilan untuk memenuhi panggilan secara paksa sesuai ketentuan peraturan perundangundangan. Terdapat upaya hokum lebih efektif bagi penyelesaian materi pengaduan Sedang berlansung penyelesaian melalui upaya hokum yang tersedia sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Perdamaian kedua belah pihak 2. Sedangkan untuk pengadilan pelanggaran HAM yang berat dibentuk pengadilan HAM di lingkungan peradilan Umum. Pemeriksaan atas pengaduan kepada Komnas HAM tidak dilakukan atau dihentikan apabila : 1. 2. Komnas HAM berfungsi mediasi yang bertugas dan berwenang melakukan : 1. Dalam hal pengaduan dilakukan oleh pihak lain. Pihak pengadu. Pemeriksaan pelanggaran HAM dilakukan secara tertutup.clxxviii orang dan atau kelompok orang yang memiliki alasan kuat bahwa hak azasinya telah dilanggar dapat mengajukan laporan dan pengaduan lisan atau tertulis pada Komnas HAM. saksi dan atau pihak lainnya yang terkait wajib memenuhi permintaan/panggilan Komnas HAM. Apabila seseorang yang dipanggil tidak datang atau menolak memberikan keterangan. Tidak memiliki bukti awal yang memadai Materi pengaduan bukan masalah pelanggaran HAM Pengajuan diadukan dengan itikad buruk atau ternyata tidak ada kesungguhan dari pengadu. korban. Penyelesaian melalui cara konsultasi 3. maka pengaduan harus disertai dengan persetujuan dari pihak yang hak asazinyna dilanggar sebagai korban. 4. kecuali untuk pelanggaran HAM tertetu berdasarkan kepentingan Komnas HAM. . 3. 5. kecuali ditentukan lain oleh Komnas HAM. Pemberian saran kepada para pihak untuk menyelesaikan sengketa melalui pengadilan 4. Penyampaian rekomendasi pelanggaran HAM kepada Pemerintah atau DPR untuk ditindaklanjuti. Pengaduan hanya akan mendapat pelayanan apabila disertai dengan identitas pengadu yang benar dan keterangan atau bukti awal yang jelas tentang materi yang diadukan.

dan alinia 4 : menunjukkan pengakuan dan perlindungan terhadap hak asasi ( dalam bidang politik. Jelaskan pengertian Hak Asazi Manusia 2. budaya dan ekonomi ). alinia ke 2 : negara yang adil. Hak yang melekat pada martabat manusia sebagai insane ciptaan Tuhan Yang Maha Esa. Jelaskan implementasi HAM di Indonesia dan mekanisme pemecahan masalah pelanggaran HAM . Jelaskan secara singkat sejarah HAM di dunia 4. sosial. Hak mendapatkan pendidikan dan pengajaran Pemerintah mengajukan kebudayaan nasional. alinia 3 : menyatakan kemerdekaan. SOAL LATIHAN Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini : 1. Jelaskan prinsip-prinsip Hak asazi manusia 3. yaitu hak hidup.hak kebebasan dan hak kesamaan.clxxix PENUTUP Hak asasi adalah hak-hak dasar atau pokok yang dibawa manusia sejak lahir sebagai anugerah Tuhan Yang Maha Esa. Dalam UUD 1945 hak-hak asasi manusia terdapat dalam pembukaan UUD 1945 pada alinea pertama : kebebasan untuk merdeka. Dalam pasal-pasal batang tubuh undang-undang dasar 1945 : Segala warga negara bersamaan kedudukannya dalam hukum dan pemerintahan Tiap-tiap warga negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan. Hak untuk berserikat dan berkumpul Hak untuk memeluk agama dan beribadah Hak untuk ikut bela negara. hukum.

S. Pen. Pen. Pendidikan Kewarganegaraan. M. Pen.Pendidikan Pancasila Perguruan Tinggi. Hutauruk. Yogyakarta.Si. Gunawan. Pembagian Kekuasaan Negara. Jakarta: Ghalia Indonesia.Jakarta. Demokrasi Hak Asasi Manusia Masyarakat Madani. (hasil Amandemen disahkan tanggal 16 Agustus 2002) (Anallsis Filosofis & Yuridis). Jakarta. Pengimplementasian UUD’45.Makassar. azyumardi. Jakarta. 2003.I. . Kansil. Jakarta. Tentang dan Sekitar UUD’45.I.H. Paramitha Pradnya.Si. Pen.STIMIK DIPANEGARA . Erlangga. 1970. Jakarta : Prenada Media Indonesia. UUD 1945 dan Amandemennya. Setiadi. Gramedia Pustaka Utama. 2005. II.Pendidikan Pancasila Bunga Rampai . Kanisius. Pen. R. Hak dan Kewajiban Warga Negara (makalah suscados PKn desember 2005 di Jakarta). 2005. -----------------. Pen. 1993. Jambatan. Bursa Buku FH-UI. Jakarta. 1973. Yogyakarta. Makalah yang disampaikan dalam kursus calon dosen Kewarganegaraan angkata I. Syarbani. Kajian tentang UUD’ Negara R. Pendidikan Pancasila. 2002. 1962.2004 Azra. 2002. Jakarta. JCT. Departemen Penerangan R. Gramedia Pustaka Utama: Jakarta. Pendidikan Pancasila Di Perguruan Tinggi Edisi Revisi. Pancasila dan UUD'45 (I. 1982. Jakarta. Simorangkir. Dan H. M. Seko ABRI. Bandung. Soemiarno. Pen. 1973. Purnomo. CST. Pradnya Paramitha. Dra. Soegito. Hak Asasi Manusia. 2003. Pen.. 2002.2003 Tim Dosen Pancasila Unhas. S.Makassar. Hak-hak Asasi Manusia Berdasarkan Idiologi Pancasila. Yogyakarta. A T. Jakarta : Dikti Soemarsono. Dirjen Dikti Depdiknas. Kaelan. Drs. 1968. Pen. Panduan Kuliah Pendidikan Pancasila untuk Perguruan Tinggi. Mansyur. M. Universitas Hasanuddin. Elly M. S. Hak-hak dan Kewajiban Warga Negara. Tim Dosen Pancasila Unhas. 2005. Pradnya Paramitha. 12-23 Desember 2005. Syahrial.clxxx BAHAN BACAAN Ismail Sunny. Bandung: Fokus Media. -----------------Sistem Pemerintahan Indonesia. III) Pen.

serta sebagai reaksi terhadap negara absolut yang berkembang sebelumnya. maupun dari pemerintah? Oleh karena itu. Rule of law merupakan konsep tentang common law tempat segenap lapisan masyarakat dan negara beserta seluruh kelembagaannya menjunjung tinggi supremasi hukum yang dibangun atas prinsip keadilan dan egalitarian. VII/MPR/2001) dan Visi Pendidikan Tinggi 2010 ( HELTS 2003-2010-DGHE ). dan kerajaan. serta merupakan elemen dalam kelompok Mata-kuliah Pengembangan Kepribadian (MPK). Materi ini merupakan salah satu bentuk penjabaran UU No. Ada tidaknya rule of law dalam suatu negara ditentukan oleh ”kenyataan”. serta menggeser negara kerajaan dan memunculkan negara konstitusi di mana doktrin rule of law ini lahir. Konsep ini lahir untuk mengambil alih dominasi yang dimiliki kaum gereja. Untuk membangun kesadaran di masyarakat tentang pentingnya rule by the law. Doktrin tersebut lahir sejalan dengan tumbuh suburnya demokrasi dan meningkatnya peran parlemen dalam penyelenggaraan negara. baik sesama warganegara. apakah rakyatnya benar-benar menikmati keadilan. not rule by the man. pelaksanaan kaidah-kaidah hukum yang berlaku di suatu negara merupakan suatu premis bahwa kaidah-kaidah yang dilaksanakan itu merupakan hukum yang adil. Rule of law adalah rule by the law dan bukan rule by man. MPR No. ningrat. dalam arti perlakuan yang adil.clxxxi BAB IX RULE OF LAW PENDAHULUAN A. artinya kaidah hukum yang menjamin perlakuan yang adil bagi masyarakat. bersamaan dengan kelahiran negara konstitusi dan demokrasi. Latar Belakang Rule of law adalah suatu doktrin hukum yang mulai muncul pada abad ke 19. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional yang tidak lagi menyinggung . maka dipandang perlu memasukkan materi instruksional rule of law sebagai salah satu materi di dalam mata kuliah Pendidikan Kewarganegaraan (PKn). PKn sendiri merupakan desain baru kurikulum inti di PTU yang menunjang pencapaian Visi Indonesia 2020 ( Tap.

dan bernegara. bersikap rasional dan dinamis. Strategi Pelaksanaan Rule of Law. 3. serta berpandangan luas sebagai manusia intelektual yang memiliki kesadaran tentang pentingnya rule of law dalam konteks kehidupan bermasyarakat. C. mampu menjadi katalis bagi proses penciptaan kondisi lingkungan yang kondusif untuk tumbuh-suburnya kesadaran akan rule of law. Sasaran Pembelajaran Modul Bertujuan mengantarkan peserta didik agar dapat berpikir. serta 6. Prinsip-Prinsip Rule of Law Secara Hakiki dalam Penyelenggaraan Pemerintahan di Indonesia. Pengertian dan Lingkup Rule of law.clxxxii masalah Pendidikan Pendahuluan Bela Negara (PPBN) atau di perguruan Tinggi disebut Pendidikan Kewiraan. peserta didik diharapkan : peka terhadap permasalahan pelaksanaan rule of law yang ada di lingkungannya. Prinsip-prinsip Rule of Law Secara Formal di Indonesia. Latar Belakang Rule of Law 2. Ruang Lingkup Bahan pembelajaran ini akan membahas : 1. B. berbangsa. 5. Dengan kompetensi tersebut. 4. Isu-Isu Rule of Law. . serta ditiadakannya Pendidikan Pancasila sebagai mata kuliah tersendiri dari kurikulum Perguruan Tinggi.

tidak memihak.… dan “keadilan sosial”. tidak personal. bahwa kemerdekaan itu adalah hak segala bangsa. “adil” dan makmur. prinsip-prinsip rule of law secara formal tertera dalam pembukaan UUD 1945 yang menyatakan : a.. . Friedman (1959) membedakan rule of law menjadi 2 (dua).. Prinsip-Prinsip Rule of Law Secara Formal di Indonesia Di Indonesia. misalnya negara. antara lain (1) Masih relevankah rule of law di Indonesia ? (2) Bagaimana seharusnya rule of law itu dilaksanakan? (3) Sejauh mana komitmen pemerintah untuk melaksanakan prinsip-prinsip rule of law ? (4) Apa yang harus dilakukan agar rule of law dapat berjalan efektif ? C. Rule of law terkait erat dengan keadilan sehingga rule of law harus menjamin keadilan yang dirasakan oleh masyarakat. Isu-Isu Rule of Law Hal-hal yang sering mengemuka dalam kaitannya dengan rule of law. c.untuk memajukam “kesejahteraan umum”. bersatu. b. rule of law diartikan sebagai kekuasaan umum yang terorganisasi (organized public power). rule of law terkait dengan penegakan rule of law karena menyangkut ukuran hukum yang baik dan buruk (just and unjust law). yaitu pengertian secara formal ( in the formal sense) dan pengertian secara hakiki/materiil (ideological sence). Rule of law merupakan suatu legalisme sehingga mengandung gagasan bahwa keadilan dapat dilayani melalui pembuatan sistem peraturan dan prosedur yang bersifat objektif. Secara formal. yang merdeka.kemerdekaan Indonesia. .. secara hakiki. . dan otonom. Pengertian dan Lingkup Rule of Law Berdasarkan pengertiannya. berdaulat.… karena tidak sesuai dengan peri kemanusiaan dan “peri keadilan”. B. Sementara itu.clxxxiii URAIAN BAHAN PEMBELAJARAN A.

perlindungan dan kepastian hukum yang adil. serta f. Kekuasaan kehakiman merupakan kekuasaan yang merdeka untuk menyelenggarakan peradilan guna menegakkan hukum dan keadilan (Pasal 24 Ayat [1]). Prinsip-prinsip tersebut pada hakikatnya merupakan jaminan secara formal terhadap “rasa keadilan” bagi rakyat Indonesia. . Dengan demikian. Penjabaran prinsip-prinsip Rule of Law secara formal termuat di dalam pasal-pasal UUD 1945. Negara Indonesia adalah negara hukum (Pasal 1 Ayat [3]).. Dalam Bab X A tentang Hak Asasi Manusia. c. terutama keadilan sosial.clxxxiv d.disusunlah kemerdekaan kebangsaan Indonesia itu dalam suatu “Undang-Undang Dasar Negara Indonesia”. e. inti dari rule of law adalah jaminan adanya keadilan bagi masyarakat. yaitu : a. yang berkaitan dengan jaminan atas rasa keadilan terutama keadilan sosial. Prinsip-prinsip di atas merupakan dasar hukum pengambilan kebijakan bagi penyelengaraan negara/pemerintahan. antara lain bahwa setiap orang berhak atas pengakuan. serta e. Setiap orang berhak untuk bekerja serta mendapat imbalan dan perlakuan yang adil dan layak dalam hubungan kerja ( Pasal 28 D Ayat [2]). memuat 10 pasal. Segala warga negara bersamaan kedudukannya di dalam hukum dan pemerintahan. “… kemanusiaan yang adil dan beradab”. b. d. . … serta dengan mewujudkan suatu “keadilan sosial” bagi seluruh rakyat Indonesia. jaminan. baik di tingkat pusat maupun daerah. juga “keadilan sosial” sehingga Pembukaan UUD 1945 bersifat tetap dan instruktif bagi penyelenggaraan negara. serta wajib menjunjung hukum dan pemerintahan itu dengan tidak ada kecualinya (Pasal 27 Ayat [1]). serta perlakuan yang sama di hadapan hukum ( Pasal 28 D Ayat [1]).

Secara kuantitatif. tetapi implementasinya belum mencapai hasil yang optimal sehingga rasa keadilan sebagai perwujudan pelaksanaan rule of law belum dirasakan oleh sebagian besar masyarakat. yang dengan demikian memuat nilainilai tertentu yang memiliki struktur sosiologisnya sendiri. keberhasilan “ the bahwa rule of law enforcement of the rules of law” bergantung pada kepribadian nasional setiap bangsa merupakan institusi sosial yang memiliki struktur sosiologis yang khas dan mempunyai akar E. menunjukkan bahwa (Sunarjati Hartono: 1982). . dan negara. Agar pelaksanaan (pengembangan) rule of law berjalan efektif sesuai dengan yang diharapkan. Rule of law ini juga merupakan legalisme. terutama dalam hal penegakan hukum dan implementasi prinsip-prinsip rule of law. tidak memihak. dan otonom. Legalisme tersebut mengandung gagasan bahwa keadilan dapat dilayani melalui pembuatan sistem peraturan dan prosedur yang sengaja bersifat objektif. suatu aliran pemikiran hukum yang didalamnya terkandung wawasan sosial. peraturan perundang-undangan yang terkait dengan rule of law telah banyak dihasilkan di Indonesia. Strategi Pelaksanaan (Pengembangan) Rule of Law. maka : 1) Keberhasilan “ the enforcement of the rules of law” harus didasarkan pada corak masyarakat hukum yang bersangkutan dan kepribadian nasional masing-masing bangsa.clxxxv D. 2) Rule of law yang merupakan institusi sosial harus didasarkan pada akar budaya yang tumbuh dan berkembang pada bangsa. masyarakat. Rule of law juga merupakan gagasan tentang hubungan antarmanusia. Hal ini didukung oleh kenyataan budayanya yang khas pula. Prinsip-Prinsip Rule of law Secara Hakiki dalam Penyelenggaraan Pemerintahan Prinsip-Prinsip Rule of Law secara hakiki (materiil) sangat erat kaitannya dengan “the enforcement of the rules of law” dalam penyelenggaraan pemerintahan. Berdasarkan pengalaman berbagai negara dan hasil kajian. tidak personal.

bukan sebagai alat politik yang memihak pada kekuasaan. yang memihak hanya pada keadilan itu sendiri. Hukum progresif peka terhadap perubahan-perubahan dan terpanggil untuk tampil melindungi rakyat menuju hokum yang ideal. asas serta aksi-aksi karena ”hukum untuk manusia”. kembali pada orde hukum dan ketaatan dalam konteks Indonesia. Asumsi dasar hukum progresif bahwa “hukum adalah untuk manusia”. pikiran. seperti yang selama ini terjadi. Untuk mewujudkan hal tersebut. ia bebas untuk mencari format. yaitu berdimensi kemanusiaan. gagasan tentang hubungan antarmanusia. law in the making). Dalam konteks ini. Hukum progresif merupakan gagasan yang ingin mencari cara untuk mengatasi keterpurukan hukum di Indonesia secara lebih bermakna.clxxxvi 3) Rule of law sebagai suatu legalisme yang memuat wawasan sosial. harus dapat ditegakkan secara adil. Arah dan watak hukum yang dibangun harus berada dalam hubungan yang sinergis dengan kekayaan yang dimiliki bangsa Indonesia. hukum selalu berada dalam proses untuk terus-menerus ‘menjadi’(law as process. atau “back to law and order”. Hukum progresif menolak keadaan status quo. “rule of moral” atau ‘rule of justice” yang bersifat “ke-Indonesia-an” yang lebih mengedepankan “olah hati nurani” dari pada ‘olah otak”atau . tetapi sebagai suatu institusi yang bermoral. Artinya. hukum bukan merupakan institusi yang absolut dan final. juga hanya memihak pada keadilan. perlu dikembangkan hukum progresif (Satjipto Rahadjo : 2004). bangsa Indonesia harus berani mengangkat “Pancasila” sebagai alternatif dalam membangun “negara berdasarkan hukum” versi Indonesia sehingga dapat menjadi lebih mengedepankan komitmen moral. hukum tidak dijadikan sebagai teknologi yang tidak bernurani. masyarakat dan negara. Hukum progresif memuat kandungan moral yang sangat kuat. bukan sebaliknya.

Materi kursus Calon Dosen Kewarganegaraan.A. artinya kaidah hukum yang menjamin perlakuan adil bagi masyarakat. 12-23 Desember 2005. Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi. Negara bukanlah institusi kebal hukum. Departemen Pendidikan Nasional: Jakarta. Rule Of Law merupakan konsep tentang Common Law. Jelaskan prinsif rule of law secara formal di Indonesia 3. bersamaan dengan kelahiran negara konstitusi dan demokrasi. MPR RI. 2005. Negara dapat dipersalahkan jika pelaksanaanya terjadi pelanggaran hukum. Jakarta. rasa keadilan. . Sekretariat Jenderal MPR RI: Jakarta. H. “inti dari Rule of Law adalah terciptanya tatanan keadilan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Undang-Undang dasar Negara republic Indonesia Tahun 1945. Jelaskan strategi pelaksanaan rule of law 4. dimana rakyat bisa memperoleh kepastian hukum.clxxxvii PENUTUP Rule Of Law adalah suatu doktrin hokum yang muncul pada abad ke-19. Rule of Low. dan dijamin hak-hak asasinya SOAL LATIHAN Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini : 1. Jelaskan tujuan dari implementasi rule of law BAHAN BACAAN Sugito. 2005. Tempat segenap lapisan masyarakat dan negara beserta seluruh kebanggaannya menjungjung tinggi supremasi hukum yang dibangun atas prinsip keadilan dan egalitarian. rasa aman. Pelaksanaan kaidah-kaidah hukum yang berlaku disuatu negara merupakan merupakan hukum yang adil.T. Jelaskan pengertian rule of law dan sejarahnya 2. Rule Of Law mengandung asas “dignity of man “ yang harus dilindungi dari tindakan sewenang-wenang Pemerintah / penguasa.

Depdikbud. Bangsa adalah kumpulan manusia yang biasanya terikat karena satu kesatuan bahasa dan wilayah tertentu di muka bumi (Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi Kedua. 4. bangsa Inndonesia adalah sekeompok manusia yang mempunyai kepentingan yang sama dan menyatakan dirinya sebagai satu bangsa serta berproses dalam satu wilayah Nusantara/Indonesia. Penduduk dan warga Negara. Kewajiban Negara dan Pemerintah. hlm. dan sejarah. 6. 2. 3. adat. B. serta berpemerintahan sendiri. Negara dapat memungkinkan rakyatnya maju berkembang serta mengekspresikan daya cipta atau kreativiatas sebebasnya. 7. Kewajiban Warga Negara. Pengertian bangsa dan Negara. Problem status kewarganegaraan. Dengan demikian.clxxxviii BAB X HAK DAN KEWAJIBAN WARGA NEGARA PENDAHULUAN A. Latar Belakang Bangsa adalah orang-orang yang memiliki kesamaan asal keturunan. . Hak Warga Negara 5. Ruang Lingkup Bahan pembelajaran ini akan membahas : 1. Asas kewarganegaraan. 89). Negara merupakan wadah yang memungkinkan seseorang dapat mengembangkan bakat dan potensinya. Hak dan kewajiban warga negara merupakan hubungan fungsional antara negara dengan warga negara. bahkan Negara memberikan pembinaan.

Pengertian bangsa dan Negara. . Problem status kewarganegaraan. Kewajiban Warga Negara. Hak Warga Negara 13. 9. Sasaran Pembelajaran Setelah proses pembelajaran. mahasiswa diharapkan mampu menganalisis dan mengidentifikasi Hak dan Kewajiban warga Negara Melalui pembelajaran ini mahasiswa diharapkan dapat menjelaskan : 8. 10. Asas kewarganegaraan. 14. Kewajiban Negara dan Pemerintah.clxxxix C. 11. Pendudud dan warga Negara. 12.

serta udara di atasnya. c. a. Negara dapaat memungkinkan rakyatnya maju berkembang serta mengekspresikan daya cipta atau kreativiatas sebebasnya. b. Depdikbud. c. Sifat memaksa Sifat monopoli. setiap Negara mempunyai 4 fungsi utama bagi bangsanya. adat. Kedaulatan. yaitu organisasi uutama yang menyelenggarakan kekuasaan. yaitu semua orang yang berdomisili dan mengatakan dirinya ngin bersatu. tetapi syarat dan pengertiannya mencakup elemen berikut. Secara umum. laut. hlm. yaitu: . bahkan Negara memberikan pembinan. b. bangsa Inndonesia adalah seeompok manusia yang memepunyai kepentingan yang sama dan menyatakan dirinya sebagai satu bangsaserta berproses dalam satu wilayah: Nusantara/Indonesia. Banyak para ahli memberikan defenisi tentang Negara. Bangsa adalah kumpulan manusia yang biasanya terikat karena satu kesatuan bahasa dan wilayah tertentu di muka bumi (Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi Kedua. 89). yaitu batas territorial yang jelas atas darat. Penduduk.cxc URAIAN BAHAN PEMBELAJARAN A. yaitu supremasi wewenang secara merdeka dan bebas dari dominasi Negara lain. dan Sifat totalitas. Pemerintah. dan kebijakan dalam mencapai tujuan. Negara memiliki sifat yang membedakannya dengan organisasi lain. fungsifungsi. serta berpemerintahan sendiri. serta Negara memperoleh pengakuan dunia internasioanal. Dengan demikian. sifat tersebut adalah: a. Pengertian Bangsa dan Negara Bangsa adaah orang-orang yang memiliki kesamaan asal keturunan. d. dan sejarah. Negara merupakan wadah yang memungkinkan seseorang dapatmengembangkan bakat dan potensinya. Wilayah.

industry. Sumber daya manusia. letak geografis. yaitu tingkat budaya. reputasi bangsa (nasionalisme) an sebagainya. serta Fungsi keadilan menurut hak dan kewajiban. serta kekayaan lat dan hutan. dukungan intenasional. Kekuatan militer dan mobilitasnya. Kapasitas pertanian dan industry. dan situasi Negara tetangga. e. b. sangat bergantung pada partsipasi politik semua warga Negara dan mobilisasi sumber daya kekuatan Negara. Fungsi kesejahteraan dan kemakmuran. efisiensi birokrasi. dan perdagangan. Teritorial negeri. persatuan bangsa. Elemen kekuatan yang tidak nyata (tidak berwujud). Adapun warga Negara menurut Pasal 26 Ayat (1) ialah orang-orang bangsa Indonesia asli dan orang-orang . Sumber daya alam. tingkat pendidikan warga. yaitu kapasitas power (kekuatan) yang dimiliki militer dalam hal mewujudkan kekuasaan dari pemerintah demi tecapainya tujuan Negara. yaitu jumlah penduduk. yaitu segala factor yang mendukung kedaulatan Negara. d. c. Adapun elemen kekuatan Negara tercermin dalam hal-hal berikut. usaha warga Negara dalam bidang pertanian.cxci a. d. dan kondisi kesehatan masyarakat. f. berupa kepribadian dan kepemimpinan. c. 1. b. berupa andungan mineral. a. Bagaimana fungsi-fungsi Negara itu terlaksana. nilai budaya masyarakat. Fungsi pengaturan dan ketertiban. yaitu mencakup luas wilayah Negara (darat dan laut). kesuburan. Fungsi pertahanan dan keamanan. Penduduk dan warga Negara Penduduk Indonesia menurut pasal 26 Ayat (2) UUD1945 ialah warga Negara Indonesia dan orang asing yang bertempat tingal di Indonesia. yaitu kondisi alam material buminya.

terlebih dahulu Negara harus mengakui bahwa setiap orang harus memiliki kewarganegaraan. Warga Negara dari suatu Negara berarti anggota dari Negara itu yang merupakan pendukung dan penanggung jawab terhadap kemajuan dan kemunduran suatu Negara. Sementara itu.cxcii bansa lalin yang disahkan dengan Undang-Undang sebagai warga Negara. memilih tempat tinggal di wilayah Negara dan meninggalkannya. Bukan Penduduk. serta berhak kembali sebagaimana dinyatakan oeh Pasal 28 E Ayat (1) UUD 1945. menurut Undang-Undang No. Penduduk. yaitu orang orang asing yang tinggal sementara dalam suatu negara sesuai dengan visa yang diberikan oleh negara (kantor imigrasi) yang bersangkutan. Oleh sebab itu. ialah yang memiliki domisili atau tempat tinggal tetap di wilayah negara itu. maka . b. a. Asas Kewarganegaraan Setiap negara mempunyai kebebasan dan kewenangan untuk menentukan asas kewarganegaraan. dinyatakan bahwa Warga Negara Inonesia adalah orang yang berdasarkan perundangundangan yang berlaku sejak proklamasi 17 Agustus 1945 sudah menjadi warga Negara Republik Inonesia. sebagai suatu anggapan bahwa seseorang lahir di suatu wilayah negara. Sebelum Negara menentukan siapa-siapa yang menjadi warga negara. Asas Kelahiran (Ius Soli) Asas Kelahiran (ius soli) adalah penentuan status kewarganegaraan berdasarkan tempat atau daerah kelahiran seseorang. 62/1958 tentang Kewarganegaraan Indonesia. yang dapat dibedakan warga negara dengan warga negara asing (WNA). yaitu : a. seorang menjadi anggota atau warga suatu Negara haruslah ditentukan oleh Undang-Undang yang dibuat oleh Negara tersebut. Pernyataan ini mengandung bahwa orang-orang yang tinggal dalam wilayah Negara dapat diklasifikasikan sebagai berikut. Pada awalnya asas kewarganegaraan hanyalah ius soli saja. dalam asas kewarganegaraan dikenal dua pedoman. B. misalnya turis.

dia menceraikan isterinya. yaitu warga negara Indonesia. Yang memiliki asas kesatuan hukum. dengan tingginya mobilitas mausia akan diperlukan asas lain yang tidak hanya berpatokan pada kelahiran sebagai realitas. Asas Keturunan (ius sanguinis) Asas Keturunan (ius sanguinis) adalah pedoman kewarganegaraan berdasarkan pertalian darah atau keturunan. Atas dasar inilah maka muncul asas ius sanguinis. dan bersatu.cxciii otomatis dan logis ia menjadi warga negara tersebut. si anak tidak berhak untuk mendapatkan status kewarganegaraan bapaknya. asas perkawinan mengandung asas persamaan derajat. Dengan demikian. misalnya laki laki yang berkewarganegaraan asing ingin memperoleh status kewarganegaraan suatu negara dengan cara berpura pura melakukan pernikahan dengan seorang perempuan di negara tersebut. Jika asas ius soli ini tetap dipertahankan. Akan tetapi. lalu setelah mendapat kewarganegaraan itu. Asas Perkawinan Status kewarganegaraan dapat dilihat dari sisi perkawinan. Di samping itu. b. c. Hal ini karena suatu perkawinan tidak menyebabkan perubahan status kewarganegaraan setiap pihak. seseorang yang lahir dari orang tua yang memiliki kewarganegaraan suatu negara. yaitu seseorang yang tidak mau diwarganegarakan oleh negara atau tidak mau diberi status warga negara suatu negara. Sebagai contoh. Asas ini menghindari penyelundupan hukum. Unsur Pewarganegaraan (naturalisasi) Dalam naturalisasi ada yang bersifat aktif. . Jika suatu negara menganut asas ius sanguinis. yaitu seorang yang dapat menggunakan hak opsi untuk memilih atau mengajukan kehandak untuk menjadi warga negara dari suatu negara. yaitu paradigma suami isteri atau ikatan keluarga merupakan inti masyarakat yang mendambakan suasana sejahtera. Adapun naturalisasi pasif. orang tua yang memiliki status kewarganegaraan yang berbeda akan menjadi bermasalah jika orang tua tersebut melahirkan ditempat salah satu orang tuanya (misalnya ditempat ibunya). d. seperti Indonesia maka anak tersebut berhak mendapat status kewarganegaraan orang tuanya. sehat.

sedangkan ia lahir di suatu negara yang menganut ius soli. serta g. setiap negara memiliki peraturan sendiri sendiri yang prinsip prinsipnya bersifat universal sebagaimana dalam UUD 1945 Pasal 28 D Ayat (4) bahwa setiap orang berhak atas status kewarganegaraan. Karena turut ayah dan ibu . Karena pernyataan. b. Problem Status Kewarganegaraan Apabila asas kewarganegaraan di atas diterapkan secara tegas dalam sebuah negara. yaitu seseorang akan mendapatkan dua kewarganegaraan apabila orang tersebut berasal dari orang tua yang negara asalnya menganut sanguinis. akan mengakibatkan status kewarganegaraan seseorang menjadi sebagai berikut : a.cxciv yang bersangkutan menggunakan hak repudiasi. d. Karena kelahiran . f. c. c. yaitu seseorang tidak mendapatkan kewarganegaraan disebabkan oleh orang tersebut lahir di sebuah negara yang menganut asas ius sanguinis. Multipatride. b. negara Indonesia melalui UU no. Apatride. Bipatride. Karena pengangkatan . yaitu seseorang (penduduk) yang tinggal di perbatasan antar – dua negara. Karena perkawinan . Karena dikabulkan permohonan . . e. Oleh sebab itu. Karena pewarganegaraan . Dalam rangka memecahkan problem kewarganegaraan di atas. C. yaitu hak untuk menolak pemberian kewarganegaraan tersebut. 62 Tahun 1958 tentang kewarganegaraan Indonesia dinyatakan bahwa cara memperoleh kewarganegaraan Indonesia sebagai berikut: a.

dan melindungi hak asasi manusia. 8) Setiap orang berhak memajukan dirinya dalam memperjuangkan haknya secara kolektif untuk membangun masyarakat. Selain itu. bangsa. Hak asasi manusia adalah sesuatu yang melekat pada diri seseorang sebagai ciptaan Tuhan agar mampu menjaga harkat. a. . dan dipertahankan. terlebih dahulu harus dipahami pengertian hak asasi manusia. hak asasi harus dilindungi. serta perlakuan yang adil dan layak dalam hubungan kerja. hak ini tidak boleh diabaikan. Peranan negra sesuai dengan pasal 1 Ayat (1) UU No. atau dirampas oleh siapapun. menjunjung tinggi. martabat. serta mengeluarkan pikiran. berkumpul. Hak asasi manusia perlu mendapat jaminan perlindungan dari negara melalui pernyataan tertulis yang harus dimuat dalam UUD negara. kepastian hukum yang adil. Oleh karean itu. serta perlakuan yang sama di depan hukum. 3) Berhak untuk hidup dan mempertahankan keidupan 4) Berhak membentuk keluarga dan melanjutkan keturunan melalui perkawinan 5) Setiap anak berhak atas kelangsungan hidup. 10) Setiap orang berhak untuk bekerja dan mendapatkan imbalan. 9) Setiap orang berhak atas pengakuan.cxcv D. 6) Setiap orang berhak mengembangkan diri melalui pemenuhan kebutuhan dasarnya. 2) Berhak berserikat. ilmu pengetahuan dan tekhnologi. serta seni dan budaya untuk meningkatkan kualitas hidupnya demi kesejahteraan hidup manusia. tumbuh dan berkembang. jaminan perlindungan. serta perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi. Hak asasi merupakan hak dasar yang melekat secara kodrati pada diri manusia dengan sifatnya yang universal dan abadi. dihormati. dan keharmonisan lingkungan. Hak Warga Negara Dalam UUD 1945. hukum dan pemerintah. telah dinyatakan bahwa hak warga negara adalah sebagai berikut : 1) Hak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak. Hak Dan Kewajiban Warga Negara Serta Tugas Dan Tanggung Jawab Negara Untuk memahami hak dan kewajban. dikurangi. serta setiap orang wajib menghormati. 39/1999 tentang HAM menyatakan bahwa negara. dan negaranya. 7) Berhak mendapatkan pendidikan.

berkumpul. 15) Setiap orang berhak atas kebebasan berserikat. dan menyampaikan informasi dengan menggunakan segala jenis saluran yang tersedia. mengolah. memilih kewarganegaraan. memilih pekerjaan. 12) Setiap orang berhak atas status kewarganegaraan. hak beragama hak untuk tidak diperbudak. serta memilih tempat tinggal di wilayah negara juga meninggalkannya serta berhak kembali. 18) Setiap orang berhak untuk bebas dari penyiksaan atau perlakuan yang merendahkan derajat martabat manusia. memiliki. 19) Setiap orang berhak hidup sejahtera lahir dan batin. mendapatkan lingkungan hidup yang baik dan sehat. menyimpan. 21) Setiap orang berhak atas jaminan social yang memungkinkan pengembangan dirinya secara utuh sebagi manusia yang bermartabat. setiap orang berhak atas rasa aman dan perlindungan dari ancaman ketakutan untuk berbuat atau tidak berbuat sesuatu yang merupakan hak asasi. Di samping itu. 16) Setiap orang berhak untuk berkomunikasi dan memperoleh informasi untuk mengembangkan pribadi dan lingkungan sosialnya. kehormatan. memperoleh. Selain itu. serta berhak memperoleh suaka poitik negara lain. setiap orang berhak untuk mencari. serta hak untuk tidak dituntut atas dasar hukum yang berlaku surut adalah hak asasi manusia yang tidak dapat dikurangi dalam keaadaan apapun. hak untuk tidak disiksa. dan mengeluarkan pendapat. 17) Setiap orang berhak atas perlindungan diri pribadi. 14) Setiap orang berhak atas kebebasan meyakini kepercayaan. 20) Setiap orang berhak mendapat kemudahan dan perlakuan khusus untuk memperoleh kesempatan dan manfaat yang sama dalam mencapai persamaan dan keadilan. bertempat tinggal. . keluarga. serta menyatakan pikiran dan sikap sesuai dengan hati nuraninya. dan harta benda yang berada dibawah kekuasaannya. hak kemerdekaan pikiran dan hati murni. hak untuk diakui sebagai pribadi di hadapan hukum. Hak milik tersebut tidak boleh diambil alih secara sewenang-wenang oleh siapapun. serta berhak memperoleh layanan kesehatan. 13) Setiap orang bebas memeluk agama dan beribadah menurut agamanya. 23) Hak untuk hidup. martabat. memilih pendidikan dan pengajaran. 22) Setiap orang berhak mempunyai hak milik pribadi.cxcvi 11) Setiap warga negara berhak memperoleh kesempatan yang sama dalam pemerintahan.

khususnya pendidikan dasar. serta berhak mendapatkan perlindungan terhadap perlakuan yang bersifat diskriminatif itu. 2) Negara atau pemerintah wajib membiayai pendidikan. b.cxcvii 24) Setiap orang berhak bebas dari perlakuan yang bersifat diskriminatif atas dasar apapun. wajib mengikuti pendidikan dasar. wajib menjunjung hukum dan pemerintahan. serta 7). wajib ikut serta dalam upaya pembelaan negara. 5) Pemeritah memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan menjunjung tinggi nilai-nilai agama dan persatuan bangsa untuk kemajuan peradaban serta kesejahteraan umat manusia. 6). 6) Negara memajukan kebudayaan manusia di tengah peradaban dunia dengan menjamin kebebasan budayanya. serta penghormatan atas hak dan kebabasan orang lain. negara memiliki tugas dan tanggung jawab sebagai berikut. 1) Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya. Tugas dan tanggung jawab negara Dalam rangka terpeliharanya hak dan kewajiban warga negara. 25) Identitas budaya dan hak masyarakat tradisional dihormati selaras dengan perkembangan zaman dan peradaban. 3) Pemerintah berkewajiban mengusahakan dan menyelenggarakan satu system pendidikan nasional. wajib tunduk pada pembatasan yang ditetapkan dengan undang-undang untuk menjamin pengakuan. Kewajiban Warga Negara adalah : 1). c. dengan memelihara dan mengembangkan nilai-nilai . 5). 2). wajib menghormati hak asasi manusia orang lain. 4) Negara memperioritaskan anggaran pendidikan sekurang-kurangnya 20 % dari anggaran belanja negara dan belanja daerah. wajib ikut serta dalam usaha pertahanan dan keamanan negara. masyarakat. 3). wajib ikut serta dalam pembelaan negara. 4).

8) Negara menguasai cabang-cabang produksi terpenting bagi negara dan menguasai hidup orang banyak. 10) Negara berkewajiban memelihara fakir miskin dan anak-anak terlantar. 9) Negara menguasai bumi. dan kekayaan alam demi kemakmuran rakyat. 11) Negara mengembangkan sistem jaminan social bagi seluruh rakyat. 12) Negara bertanggung jawab atas persediaan fasilitas pelayanan kesehatan dan fasilitas pelayanan umum yang layak.cxcviii 7) Negara menghormati dan memelihara bahasa daerah sebagai kekayaan kebudayaan nasional. air. . serta memberdayakan masyarakat yang lemah dan tidak mampu sesuai dengan martabat kemanusiaan.

Makalah yang disampaikan dalam ursus Calon Dosen Kewarganegaraan Angkatan I . Jakarta: Dikti. Jelaskan azas kewarganegaraan dan permasalahn kewarganegaraan di Indonesia 4. Azyumardi. Mansyur. dan H. Mustfa Kamal. 2002.2002. Jakarta: Prenada Media. penduduk dan warga negara 2. negara. Marlian. A T.Jakarta: Ghalia Indonesia. Pasha. Hak dan Kewajiban Warga Negara (Makalah Suscados PKn Desember 2005 di Jakarta. 12/2006 BAHAN BACAAN Azra.Yogykarta: Citra Karsa Mandiri. 2005. Hak Asasi Manusia. Jelaskan yang maksud warga negara menurut Undang-Undang No. UII Press:Yogyakarta. S. S. Soemiarno. Demokrasi Hak Asasi Manusia Masyarakat Madani. Gramedia Pustaka Utama: Jakarta. 2005. Jakarta: Depdiknas. Pendidikan Kewarganegaraan dan Hak AsasiManusia. Jelaskan Hak dan Kewajiban sebagai warga Negara di bidang ekonomi 3. Hamdan (Pnyt). Pendididkan Kewarganegaraan. Syarial.2002. Soegito. 12 – 23 Desember. 2003. Syarbani. 2003. Pendidikan Kewarganegaraan. Marjuki (editor). Soemasono. Jakarta .cxcix PENUTUP SOAL LATIHAN Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini : 1. 2005. Dirjen Dikti Dediknas. S. Mansoer. . 2002 Kapita Selekta Pendidikan Kewarganegaraan Bagian I. Jelaskan pengertian bangsa. Pendididkan Pancasila di Perguruan Tinggi Edisi Revisi.

kebhekaan etnik.agar tecapai tujuan banga. Permasalahan ini menjadi penting karena manusia yang telah berbangsa membutuhkan wilayah sebagai tempat tinggalnya yang kemudian di kenal dengan Negara. DR. 6. Menjelaskan konsepsi cara pandang wawasan nasional bangsa Indonesia yang didasari filsafat pancasilayang pada hakekatnya merupakan konsepsi geopolitik Indonesia. serta mampu berdiri dan tetap menjaga jati dirinya di tengah arus globalisasi. Unsur rakyat suatu Negara di samping warga Negara juga meliputi bukan warga Negara. dan Negara Indonesia dengan menerapkan pandangan babngsa Indonesia tentang diri meliputi: sejarah. Bertitik tolak dari amanat UU No. bangsa. Dalam perkembangannya pengertian Negara tidak saja di arikan sebagai wilayah.agama. Menjelaskan landasan histories perkembangan pengetahuan tentang geopolitik yang kini menjadi salah satu unsur dalam konsep perencanaan pembangunan bangsa dan Negara. Agar Negara mencapai tujuan nasioal aman dan sejahtera (Pembukaan UUD’45 Alinea IV) perlu pendidikan kewarganegaraan. 20/2003 tentang sis diknas. tetapi di artikan lebih luas. budaya. Latar Belakang Geopolitik dan geostrategi merupakan permasalahan yang sangat penting pada dua abad terakhir ini. Sri Soemantri (Dikti.tujuan pendidikan kewarganegaraan untuk membentuk peserta didik menjadi manusia yang memiliki rasa kebangsaan dan cinta tanah air. yaitu sebagai intitusi. dan pemerintah yang berkuasa.cc BAB XI GEOPOLITIK INDONESIA PENDAHULUAN A.filsafat. Menguasai dan memahamiberbagai masalah dasar kehidupan masyarakat. Secara terperinci visi dan misi bahan ajar adalah agar peserta didik mampu : 5. 7.khususnya penjelasan pasal 37. Pendidikan yang dimaksud agar warga Negara Indonesia tahu tentang hak dan kewajiban. 2001 : 36) secara minimal meliputi unsur wilayah.dan lingkungan geografiyang berbentuk Negara kepulauan yang berada diposisi silang antara dua benua dan dua lautan: serta . rakyat. Prasarat Negara sebagai initusi menurut Prof.

Mengaplasikan cara pandang bangsa Indonesia dalam pembinaan dan pengendalian hidup bangsa di NKRI. Wawasan nasional 3. agama. membentuk peserta didik menjadi manusia yang memiliki rasa kebangsaan dan cinta tanah air Melalui pembelajaran ini mahasiswa diharapkan dapat : 1.agar tecapai tujuan banga. 2. Geopolitik Dan Hukum Kewilayahan 5. kebhinekaan etnik. Geopolitik Dan Otonomi Daerah C.cci 8. budaya. Ruang Lingkup Bahan pembelajaran ini akan membahas : 1. B. . Sasaran Pembelajaran Modul Setelah proses pembelajaran. Menjelaskan konsepsi cara pandang wawasan nasional bangsa Indonesia yang didasari filsafat pancasilayang pada hakekatnya merupakan konsepsi geopolitik Indonesia. bangsa.dan lingkungan geografi yang berbentuk Negara kepulauan yang berada diposisi silang antara dua benua dan dua lautan: serta 4. Perkembangan Teori Geopolitik 2. Wawasan nusantara 4. Menguasai dan memahami berbagai masalah dasar kehidupan masyarakat. 3. Mengaplasikan cara pandang bangsa Indonesia dalam pembinaan dan pengendalian hidup bangsa di NKRI. Menjalaskan landasan histories perkembangan pengetahuan tentang geopolitik yang kini menjadi salah satu unsur dalam konsep perencanaan pembangunan bangsa dan Negara. dan Negara Indonesia dengan menerapkan pandangan babngsa Indonesia tentang diri meliputi: sejarah. filsafat.

Hal ini berkaitan dengan profil diri bangsa sejarah. Geopolitik Indonesia dinamakan wawasan nusantara. Karena orang dengan tempat tinggalnya dapat di pisahkan.perebutan ruang yang menjadi hal yang menimbulkan konflik antar manusia _induvidu. dan lain . Latar Belakang Geopolitik Orang dan tempat tidak dapat dipisahkan! Tidak dapat dipisahkan rakyat dari bumi yang ada di bawah kakinya. ideology. Sukarno pada 1 juni 1945 dihadapan siding BPUPKI (Setneg RI. setelah membangsa orang menyatakan tempat tinggal sebagai Negara. tetapi diartikan lebih luas lagi yang meliputi institusi. Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah Negara kepulauan (Setneg RI. kata Ir. Konsep wawasan nasional setiap bangsa berbeda. rakyat. meskipun bentuknya dapat secara fisik ataupn nonfisik. yaitu geografi. Para ilmuwan politik dan militer menyebutnya sebagai geopolitik yang merupakan kepanjangan dari geografi politik. yang pada mulanya membahas . yaitu pemerintah. Demikian. Dalam perkembangan selanjutnya pengertian Negara tidak hanya tempat tinggal. Keunikan lainnya adalah bahwa wilayah Nusantara berada di Garis Khatulistiwa dan diliwati oleh Geostationery Satellite Orbit ( GSO ).ccii URAIAN BAHAN PEMBELAJARAN A. keluarga. Indonesia berada di antara dua benua (Asia dan Australia) dan dua lautan (Lautan India dan Lautan pasifik) sehinnga tepatlah jika di namakan nusa diantara laut/air yang selanjutnya dinamakan Nusantara. Kedua unsure pokok profil bangsa dan geografi inilah yang harus diperhatikan dalam membuat konsep geopolitik bangsa dan Negara. budaya dan sudah barang tentu ruang hidupnya. tt: 66). suatu bangsa harus mempunyai kesatuan cara pandang yang dikenal sebagai wawasan nasional.lain. Konsep wawasan bangsa tentang wilayah mulai dikembangkan sebagai ilmu pada akhir abad XIX dan awal abad XX dan dikenal sebagai geopolitik. tt: 66) 2. pandangan hidup. 3. dengan alasan sebagai berikut : 1. Oleh karena itu. kedaulatan. masyarakat dan bangsa_ hingga kini. Untuk dapat mempertahankan ruang hidupnya.

Holland. dalam membahas masalah wawasan nasional bangsa. negara kepulauan (archipelago). kepulauan dapat diartikan: gugusan pulau-palau ddengan perairan diantaranya dan angkasa di atasnya sebagai kesatuan utuh. pertama dikelilingi daratan (land lock country). Poland. yang kemudian dapat dibedakan menjadi: a. dan yang kedua berbatasan dengan laut. Setelah abad XIX. Oleh karena itu.2004:157). Selain itu. negara pantai (coastal archipelago) c. Geomorfologi Negara Sebelum membahas masalah geopolitik suatu negara. di samping membahas sejarah terjadinya konsep wawasan nasional. Pada masa lalu _sebelum abad XIX. perkembangan geopolitik dipengaruhi oleh orentasi manusia pada konstelasi wilayah. negara pulau (oceanic archipelago) b.cciii geografi dari segi politik negara (state). perlu didalami ciri khusus negara berdasarkan bentuk geomorfologinya (ciri fisik dan nonfisik). Negara berdasarkan bentuk geografinya dapat dibedakan dalam dua yaitu. berkembang konsep politik _dalam arti distribusi kuatan_ pada hamparan geografi negara sehingga tidaklah berlebihan bahwa geopolitik sebagai ilmu “baru” dicuragai sebagai pembenaran pada kosepsi ruang (Sunardi . 1. misalnya England. Selanjutnya. atau Thailand. . akan dibahas pula teori geopolitik dan implementasinya pada negara Indonesia. dalam lingkungan terdapat pulau-pulau dan gugusan pulau-pulau. Rusland. Adapun pengertian Asas Kepulauan berdasarkan UNCLOS 1982 adalah Kepulauan sebagai suatu kesatuan utuh wilayah yang batas-batasannya ditentukan oleh laut. dengan unsur air senagai penghubung. pengertian negara identik dengan tanah sehingga banyak bangsa menamakan negaranya dengan unsur tanah.

Pendapat ini dipertegas Rudolf Kjellen (1864-1922) dengan teori kekuatan. Hal ini tidak terlepas sumbangsih pemikiran dari pada penulis. 3. lalu berkembang menjadi ajaran yang melegitimasi Hukum Ekspansi suatu negara. diantaraya: a. Kemudian. Semula geopolitik adalah ilmu bumi politik yang membahas masalah politik dalam suatu negara. Perkembangan Teori Geopolitik Istilah geopolitik semula sebagai ilmu politik. terlebih dahulu perlu pembahasan tentang beberapa pendapat dari para penulis geopolitik. . yang pada pokoknya menyatakan bahwa negara adalah satuan politik yang menyeluruh serta sebagai satuan biologis yang memiliki intelektual. dan sumber daya alam_ sutau negara untuk membangun dan membina negara. Dengan wawasan nasional suatu negara. Para penyelenggara pemerintah nasional hendaknya menyusun pembinaan politik nasional berdasarkan kondisi dan situasi geomorfologi secara ilmiah berdasarkan citacita bangsa. teori geopolitik berkembang menjadi konsepsi wawasan nasional bangsa. kemudian berkembang menjadi pengetahuan tentang sesuatu yang berhubungan dengan konstelasi ciri _khas negara yang berupa bentuk. Beberapa Pandangan para pemikir geopolitik Sebelum membahas wawasan nasional. Oleh karena itu. iklim. Adapun geostrategi diartikan sebagai pelaksanaan geopolitik dalam negara (Poernomo: 1972). oleh ahli biologi Charles Darwin. wawasan nasional bangsa selalu mengacu pada geopolitik.cciv 2. dapat dipelajari kemana arah arah perkembangan sautu negara. letak. Ia menyamakan negara sebagai makhluk hidup yang makin sempurna serta membutuhkan ruang hidup yang makin meluas karena kebutuhan. Dalam teorinya. bahwa bangsa yang berbudaya tinggi akan membutuhkan sumber daya yang tinggi dan akhirnya mendesak wilayah bangsa yang “primitif”. Teori Geopolitik Kontinental Teori yang dikemukakannya adalah teori ruang yang dalam konsepsinya dipengaruhi Friedrich Ratzel (1844-1904). Luas.

Karl Haushofer (1869-1946).ccv Dengan kekuatannya. Semboyan Macht und Erde di Jerman serta doktrin Fukoku Kyohei di Jepang melandasi pembangunan kekuatan angkatan perang kedua negara tersebut menjelang Perang Dunia II. yaitu Pan Amerika. Dari pembagian daerah inilah. Untuk menjadi jaya. akan tetapi lebih cenderung menunjukkan kepada suatu wawasan yaitu 1) Wawasan Benua Sir Halford Mackinder (1861-1947) Teori Daerah Jantung (dikenal pula sebagai wawasan benua). serta Pan Eropa Afrika. Dalam teori ahli geografi ini. Pan Rusia India. dapat diketahui percaturan politik masalah lalu dan masa depan. mungkin terkandung maksud agar negara lain selalu berpaling pada pembentukan . ia mampu mengeksploitasi negara “primitif” agar negaranya dapat swasembada. suatu bangsa harus mampu menguasai benua-benua di dunia. Pan Asia Timur. Beberapa pemikir sering menyebutnya sebagai Darwinisme social. Pengaruh Haushofer _menjelang Perang Dunia II_ sangat besar di Jerman ataupun di Jepang. 2) Autarki (swasembada). b. Ia berpendapat bahwa pada hakekatnya dunia dapat dibagi atas empat kawasan benua (Pan Region) dan dipimpin oleh negara unggul. serta 3) Dunia dibagi empat Pan Region. Haushofer yang pernah menjadi atase militer di Jepang meramalkan bahwa Jepang akan menjadi negara yang jaya di dunia. yaitu: 1) Lebensraum (ruang hidup) yang “cukup”. Teori Ruang dan Kekuatan merupakan hasil penelitiannya serta dikenal pula sebagai teori Pan Regional. Wawasan Geopolitik Selanjutnya masih ada beberapa pandangan geopolitik lain. tiap region dipimpin satu bangsa (nation) yang unggul.

Mahan: Laut untuk kehidupan.1995 : 425). a. Amerika / Benua Baru. who rules the Heartland commands the world. harus menguasai Dunia Jantung. 2/12 pulau dunia (Eropa. serta sisanya 1/12 pulau lainnya. Timur Tengah.ccvi kekuatan darat. Siberia. karena itu ia harus memiliki armada laut yang kuat.Raleigh: Siapa yang kuasai laut akan menguasai perdagangan dunia/kekayaan dan akhirnya menguasai dunia. Asia Selatan. Mahan (1840-1914) Teori Kekuatan Maritim yang direncanangkan oleh Raleigh. Asia. Pada masa ini pula. tidak mengganggu pengembangan armada laut Inggris. . 2004: 166): Who rules East Europe commands the Heartland. Australia. sebagian Mongolia. Afrika). Teori geopolitik Mackinder dapat disimpulkan sebagai berikut (Sunardi. paling tidak menyewanya. di samping hal tersebut. maka Inggris berusaha menguasai pantai-pantai benua. lahir pemikiran hukum laut internasional yang berlaku sampai tahun 1994 (setelah UNCLOS 1982 disetujui melalui SU PBB). Alfred T. sumber daya alam banyak terdapat di laut. Daerah Bulan Sabit Dalam (inner cresent) meliputi Eropa Barat. Sebagai tindak lanjut. terletak di pulau dunia. Who rules the world Island commands the World. Daerah terdiri atas Daerah Jantung (Heartland). Asia Timur. Menurut Mahan. yaitu Rusia. Eropa Selatan. juga perlu diperhatikan masalah akses ke laut dan jumlah penduduk karena faktor ini juga akan memungkinkan kemampuan industri untuk kemandirian suatu bangsa dan negara. Apabila suatu negara ingin menguasai dunia. serta semangat perdagangan yang tidak lagi mencari emas dan sutra di Timur (Simbolon. b. 2) Wawasan Bahari Sir Walter Raleigh (1554-1618) dan Alfred T. serta Bulan Sabit Luar (outer cresent) meliputi Afrika. c. bertepatan dengan kebangkitan armada Inggris dan belanda yang ditandai dengan kemajuan teknologi perkapalan dan pelabuhan. maka harus dibangun armada laut yang kuat untuk menjaganya. b. Sir W. Dunia terdiri atas 9/12 air. Teorinya dapat disimpulkan sebagai berikut : a. Dengan demikian. Island. untuk itu diperlukan kekuatan darat yang memadai.

Kekuatan bangsa untuk mempertahankan eksistensi dan kemakmuran rakyat. Bangsa Indonesia Wawasan bangsa Indonesia tersirat melalui UUD 1945 antara lain: a. Dalam teorinya. Dalam teorinya tersirat: a. yaitu (Sunardi. Ruang yang merupakan inti dari konsepsi geopolitik merupakan wadah dinamika .d. ada empat unsur yang perlu diperhatikan. dapat disimpulkan bahwa teori geopolitik menjadi doktrin dasar bagi terbentuknya Negara nasional yang kuat dan tangguh. laut. Teorinya dipengaruhi oleh Mackinder dan Haushover. 4. udara untuk kuasai dunia. Sebagai doktrin dasar. Ruang hidup bangsa terbatas diakui internasional. serta d. terutama dalam membagi daerah. maka menurutnya penguasa daerah jantung harus ada akses ke laut hendaknya menguasai pantai Eurasia. Daerah Bulan Sabit Dalam (Rimland) akan lebih besar panga_ruhnya dalam percaturan politik dunia dari pada daerah jantung. yaitu daerah jantung (Hearland). Dunia menurunya terbagi empat daerah. Konsepsi Ruang. disebutkan bahwa kekuatan udara mampu beroperasi hingga belakang lawan. 177): 1. Awal abad XX merupakan kebangkitan ilm pengetahuan pener_bangan. yang merupakan aktualisasi dari pemikiran Negara sebagai organisasi hidup. Bulan Babit Dalam(Rimland). Bulan Sabit Luar. Spijkman (1893-1943).ccvii 3) Wawasan Dirgantara Giulio Douhet (1869-1930) William Mitcel (1879-1936). b. 2004: hlm. Teori Daerah Batas (Rimland theory). serta kemenangan akhir ditentukan oleh kekuatan udara. serta c. b. dan Dunia Baru(Benua amerika). Menggunakan kombinasi kekuatan darat. 189 s. 4) Wawasan Kombinasi Nicholas J. Setiap bangsa sama derajatnya. Kedua orang ini mencita-citakan berdinya Angkatan Udara. c. Wilayah Amerika yang paling ideal dan menjadi negara terkuat. Dari pembahasan tersebut. berkewajiban menjaga per_damaian dunia. Karena ia adalah bangsa Belanda yang pada dasarnya bangsa mari_tim.

Pada awal era revormasi. perlu dipersiapkan daerah penyangga yang dikenal sebagai daerah frontier yang berbatasan dengan Negara jira dan dipersiapkan secara sistematis pembangunannya. Dunia yang meyempit dan percepatan jalannya sejarah (Wright. 3. B. Konsepsi Frontier. wawasan dapat diartikan konsepsi cara pandang (KBBI. memandang. yang ingin menjelaskan tentang kehi_dupan bernegara. Oleh karena itu. . dan kehidupan social lainnya). 1941: hlm. ataupun ekonomi. Hal ini juga dapat dirasakan pada era Perang Dingin antara Blok Barat dan Blok Timur_ ketika kedua kutub saling mencari pengaruh di dunia ketiga (Negara Sedang Berkembang). 2. Politik kekuatan yang merupakan faktor dinamika kehidupan bangsa karena dinamika organisme bangsa. Dengan demikian dunia semakin terbuka dan cita-cita dunia tanpa batas (Ohmae. Konsepsi Politik Kekuatan. yang kemudian melahirkan konsepsi geostrategi. Fenomena ini harus dapat ditangkal oleh setiap Negara.ccviii politik dan militer. Pengaruh negara asing/tetangga _yang lebih maju_ apabila tidak ditangani secara serius. baik secara fisik maupun social (ekonomi. Untuk itu. atau mengamati. budaya. Frontier merupakan batas imajiner di antara dua Negara yang saling mempengaruhi. 5 s. 2002: 1271). istilah ini menjadi kurang popular sehingga para politisi pun enggan menggunakannya (tidak lagi tersurat dalm GBHN 19999 sebagai wawasan bangsa). akan menimbulkan gejolak politik yang melibatkan pemerintah. terutama masalah social. 7) sebagai akibat revolusi teknik. 4. budaya. lebih-lebih bagi negara sedang berkembang. Geopolitik akhirnya bertujuan untuk pengamanan negara. Konsepsi Keamanan Negara dan Bangsa. batas resmi (boundary) dapat bergeser karena berbagai pengaruh. Dengan demikian. 1990: 214) merupakan ciri globalisasi.d. yang merupakan konsekuensi dari kebutuhan dan lingkungan. GEOPOLITIK INDONESIA Wawasan Nasional Wawasan berasal darai kata wawas yang berarti meninjau.

. Dari ketiga aspek itu. Pada masa lalu negara kepulauan yang meliputi kumpulan pulaupulau_berdasarkan contour yang dipisahkan oleh laut. akan terkait pula masalah sejarah diri dan budaya. Oleh karena itu. Adapun tujuannya adalah untuk mewujudkan persatuan dan kesatuan segenap aspek kehidupan nasional. Pedoman dan pola tindak serta pola pikir kebiaksanaan nasional. 3. hakikat tujuan Wawasan Nusantara adalah kesatuan dan persatuan dalam kebhinekaan. tercetus aspirasi bangsa yang kemudian dituangkan dalam perjanjian tertulis-konstitusi-ataupun tidak tertulis. yang mengandung arti sebagai berikut : 1. yang secara umum didefinisikan sebagai cara pandang dan sikap bangsa Indonesia tentang dirinya yang bhineka. Wawasan nasioal bangsa Indonesia dinamakan wawasan nusantara yang merupakan implementasi perjuangan pengakuan se-bagai negara kepulauan yang disesuaikan dengan kemajuan zaman. serta lingkungan geografinya yang berwuud negara kepulauan berdasarkan pancasila dan UUD 1945. Wawasan Nusantara Geopolitik Indonesia dinamakan wawasan nusantara. ke dalam: berlaku asas kepulauan yang menuntut terpenuhnya unsur tanah dan air yang selaras dan serasi untuk merealisasikan wujud tanah air.ccix Wawasan nasional suatu bangsa terbentuk karena bangsa tersebut tinggal dalam suatu wilayah yang diakui sebagai miliknya untuk kehidupannya. dan turut serta menciptakan ketertiban dan perdamaian dunia. falsafah hidup. Oleh karena itu. posisi dan potensi geografi. 2.serta 2. serta kebhinekaan budaya. serta tempat tinggal dan lingkungan bangsa tersebut. Hakekat Wawasan Nusantara dasar persatuan dan kesatuan dalam kebhinekaan. apabila suatu bangsa dibahas. ke luar: berlakunya asas posisi antara yang menuntut posisi kuat bagi Indonesia untuk dapat berdiri tegak dari tarikan segala penjuru. Penjabaran tujuan nasional yang telah diselaraskan dengan kondisi. Perjanjian ini tetap menjadi catatan hidup-motivasi –yang semuanya dituangkan menjadi ajaran –doktrin dasar untuk membanngun negara yang berupa wawasan nasional. yaitu : 1. Kesemua itu dalam rangka mencapai Tujuan Nasional. Paham Nusantara menunjukkan dua arah pengaruh.

Menumbuhkan rasa tanggung jawab atau pamanfaatan lingkungannya. dianjurkan dan diterima sebagai kebenaran. serta dalam usaha mencapai tujuan. Peranan ini berkaitan dengan adanya hubungan yang erat dan saling terkait dan ketergantungan antara bangsa dan ruang hidupnya. UUD 1945 sebagai konstitusi negara. 5. politik dan strategi nasional. 2.masa ORBA. Peranan Wawasan Nusantara Dalam kehidupan kehidupan nasional. maka akan menimbulkan kerusakan lingkugan yang pada akhirnya akan merugikan bangsa. Wawasan Nusantara dan Ketahanan Nasional sebagai doktrin dasar pengaturan kehidupan nasional. Oleh karena itu. Sementara itu. sebagai kebijaksanaan dasar nasional dalam bentuk GBHN. 4. Ketahanan Nasional sebagai geostrategi bangsa dan Negara Indonesia. Doktrin dasar adalah himpunan prinsip atau teori yang diajarkan. Mewujudkan serta memelihara persatuan dan kesatuan. Pancasila sebagai falsafah. untuk dijadikan pedoman dalam melaksanakan kegiatan.ccx Kedudukan Wawasan Nusantara Dalam system kehidupan nasional Indonesia sebagai paradigma kehidupan nasional Indonesia yang urutannya sebagai berikut : 1.yang dijabarkan lebih lanjut dalam kebijaksanaan strategi pada strata di bawahnya. Politik dan strategi nasional sebagai kebijaksanaan dasar nasional dalam pebangunan nasional. . Wawasan Nusantara sebagai geopolitik bangsa Indonesia. Jika tidak. 2. 3.Wawasan Nusantara dijelaskan peranannya untuk : 1. dan dasar negara. pemanfaatan lingkungan harus bertanggung jawab. Doktrin dasar adalah doktrin yang timbul dari pemikiran yang bersifat falsafah. yang serasi dan selaras pada segenap aspek kehidupan nasional. ideology bangsa.

ccxi 3. Menegakkan kekuasaan guna melindungi kepentingan nasional. Kepentingan nasional menjadi dasar hubungan antara bangsa. Apabila suatu bangsa kepentingan nasionalnya sejalan atau parallel dengan kepentingan nasional bangsa lain, maka kedua bangsa itu akan mudah terjalin hubungan persahabatan. 4. Merentang hubungan Internasional dalam upaya ikut menegakkan perdamaian.

Wajah Wawasan Nusantara Pengertian istilah wajah adalah roman muka. Wajah manusia hanya satu, tetapi wajah itu memiliki beberapa roman muka dan tiap roman muka berbeda satu dengan yang lain sesuai dengan situasi dan kondisi yang dihadapi. Dalam hubungan itu, dapat dikatakan bahwa geopolitik Indonesia hanya satu, yaitu Wawasan Nusantara (Wasantara). Namun, wajahnya lebih dari satu, yaitu ada 4 wajah yang meliputi : 1. Wajah Wasantara sebagai Wawasan Nasional yang melandasi konsepsi Ketahanan Nasional. 2. Wajah Wasantara sebagai wawasan pembangunan nasional. 3. Wajah Wasantara sebagai wawasan pertahanan dan keamanan. 4. Wajah Wasantara sebagai wawasan kewilayahan.

Wasantara Sebagai Landasan Konsepsi Ketahanan Nasional Wajah Wasantara dalam pengembangannya dipandang sebagai konspsi politik ketatanegaraan dalam upaya mewujudkan tujuan nasional. Sebagai suatu konsepsi politik yang di dasarkan pada pertimbangan konstelasi geografis, wawasan nusantara dapat di katakan merupakan penerapan teori geopolitik dari bangsa Indonesia. Dengan demikian, wawasan nusantara selanjutnya menjadi landasan penentuan kebijaksanaan politik Negara. Dalam perjuangan mencapai tujuan nasional, akn banyak menghadapi tantangan, hambatan dan gangguan baik yang datang dari luar negri maupun dari dalam negri sendiri. Untuk menanggulanginya,dibutuhkan suatu kekuatan baik fisik maupun

ccxii mental. Semakin tinggi kekuatan itu makin tinggi pula kemampuannya. Kekuatan dan kemampuan yang diistilahkan ketahanan nasional berdasarkan rangkaian pemikiran tersebut maka ketahanan nasional diartikan sebagai konsepsi pengaturan dan penyelenggaraan dalam mencapai persatuan serta kesatuan nasional dalam rangka mencapai kesejahteraan dan keamanan nasional. Bertolak dari pandangan ini maka ketahanan nasional merupakan geostrategi nasional untuk mencapai sasaran yang telah ditegaskan dalam wawasan nusantara dan perlu ditingkatkan dengan berpedoman pada wawasan nusantara.

Wasantara sebagai Wawasan Pembangunan Nasional Menurut UUD 1945 MPR wajib membuat GBHN. GBHN_masa ORBA_ menegaskan bahwa wawasan dalam penyelenggaraan pembangunan nasional adalah Wawasan Nusantara yang bersumber pada pancasila dan UUD 1945. Wawasan Nusantara adalah cara pandang dan sikap bangsa Indonesia mengenai diri serta lingkungannya dengan mengutamakan persatuan dan kesatuan bangsa. Di samping itu, dengan mengutamakan kesatuan wilayah dalam penyelenggaraan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Hal ini mencakup : 1. Perwujudan kepulauan Nusantara sebagai satu kesatuan politik, yang berarti :

a. bahwa kebulatan wilayah nasional dengan segala isi dan kekayaannya merupakan kesatuan wilayah, wadah, ruang hidup dan kesatuan matra seluruh bangsa serta menjadi modal dan milik bersama bangsa b. bahwa bangsa Indonesia yang terdiri atas berbagai suku dan berbicara dalam berbagai bahasa daerah, serta memeluk/menyakini berbagai agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa harus merupakan suatu kesatuan bangsa yang bulat dalam artian seluas-luasnya. c. bahwa secara psikologis bangsa Indonesia harus merata satu, senasib sepenanggungan, sebangsa dan setanah air, serta mempunyai satu tekad dalam mencapai cita-cita bangsa. d. bahwa Pancasila adalah satu-satunya falsafah serta ideology bangsa dan negara yang melandasi, membimbing dan menyerahkan bangsa menuju tujuannya.

ccxiii e. bahwa kehidupan politik diseluruh wilayah Nusantara merupakan suatu kesatuan politik yang diselenggarakan berdasarkan pancasila dan UUD 1945. f. bahwa seluruh kepulauan Nusantara merupakan satu kesatuan system hukum dalam arti bahwa hanya ada satu hukun nasional yang mengabdi kepentingan nasional;serta g. bahwa bangsa Indonesia yang hidup berdampingan dengan bangsa lain ikut menciptakan ketertiban nasional yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial melalui politik luar negri bebas dan aktif serta diabadikan pada kepen_tingan nasional 2. Pewujudan kepulauan Nusantara sebagai satu kesatuan ekonomi, yang berati: a. bahwa kekayaan wilayah Nusantara, baik potensial maupun efektif adalah modal dan milik bersama bangsa dan bahwa keperluan hidup sehari-hari harus tersedia merata di seluruh wilayah tanah air; b. tingkat perkembangan ekonomi harus serasi dan seimbang di seluruh daerah, tanpa meninggalkan kehidupan ekonominya; serta c. kehiduan perekonomian di setiap wilayah Nusantara meru_pakan satu kesatuan ekonomi yang diselenggarakan sebagai usaha bersama mendasar atas asas kekeluargaan dan ditujukan bagi sebesar-besar kemakmuran rakyat. 3. Perwujudan kepulauan Nusantara sebagai satu kesatuan sosial dan budaya yang berarti: a. bahwa masyarakat Indonesia adalah satu, maka perikehidupan bangsa harus merupakan kehidupan yang serasi dengan terdapat tingkat kemajuan masyarakat yang sama merata dan seimbang, serta adanya keselarasan kehidupan yang sesuai dengan tingkat kemajuan bangsa; serta b. bahwa budaya bangsa Indonesia pada hakikatnya adalah satu, sedangkan corak ragam budaya yang ada menggambarkan kekanyaan budaya bangsa. Kekayaan ini menjadi modal dan landasan pengembagan budaya bangsa seluruhnya. Tentunya dengan tidak menolak nilai-nilai budaya lain yang tidak bertentangan dengan nilai budaya bangsa, serta hasil-hasilnya dapat dinikmati oleh bangsa. 4. Perwujudan kepulauan Nusantara sebagai kesatuan pertahanan dan keamanan, yang berarti: a. bahwa ancaman terhadap satu pulau atau satu daerah pada hakikatnya merupakan ancaman terhadap seluruh bangsa dan Negara; serta

ccxiv b. bahwa tiap-tiap warga negara mempunyai hak dan kewajiban yang sama dalam rangka pembelaan negara dan bangsa. Dari rangkaian uraian di atas, dapat di simpulkan sebagai berikut. 1. Wawasan Nusantara merupakan penjabaran tujuan nasional yang telah diselaraskan dengan kondisi, posisi dan potensi geografi, serta kebhinnekaan bangsa dalam rangka mewujudkan persatuan dan kesatuan. 2. Wawasan Nusantara merupakan pola tindak dan pola pikir dalam melaksanakan pembangunan nasional.

Wasantara sebagai Wawasan Pertahanan dan Keamanan Negara. Wawasan Nusantara adalah pandangan geopolitik Indonesia dalam mengartikan tanah air Indonesia sebagai satu kesatuan yang me-liputi seluruh wilayah dan segenap kekuatan negara. Mengingat bentuk dan letak geografis Indonesia yang merupakan suata wilayah lautan dengan pulau-pulau di dalamnya dan mempunyai letak ekuator besarta segala sifat dan corak khasnya,maka implementasi nyata dari Wawasan Nusantara yang menjadi kepentingankepentingan pertahanan keamanan negara harus ditegakkan. Realisasi penghayatan dan pengisian Wawasan Nusantara di satu pihak menjamin keutuhan wilayah nasional dan melindungi sumber-sumber kekayaan alam beserta penyelarasannya, sedangkan di lain pihak dapat menunjukkan kedaulatan negara Republik Indonesia. Untuk dapat memenuhi tuntutan itu dalam perkembangan dunia, maka seluruh potensi pertahanan ke amanan Negara haruslah sedini mungkin ditata dan di atur menjadi suatu kekuatan yang utuh dan menyeluruh. Kesatuan pertahanan dan keamanan negara mengandung arti bahwa ancaman terhadap sebagian wilayah mana pun pada hakikatnya merupakan ancaman terhadap seluruh bangsa dan negara.

ccxv Wasantara sebagai Wawasan Kewilayahan Sebagai faktor eksistensi suatu Negara, wilayah nasional perlu di tentukan batasbataasnya agar tidak terjadi sengketa dengan Negara tetangga. Oleh karena itu, pada umumnya batas-batas wilayah suatu negara dirumuskan konstitusi negara (baik tertulis maupun tidak tertulis). Namun, UUD’45 tidak memuat secara jelas ketentuan wilayah negara Republik Indonesia, baik dalam Pembukaan maupun dalam pasal-pasalnya. Adapun pasal-pasal yang menyebut wilayah/daerah, yaitu: 1. Pada pembukaan UUD’45, alinea IV di sebutkan “…seluruh tumpa darah Indonesia…”; serta 2. Pasal 18, UUD’45: “Pembagian daerah indnesia atas daerah besar dan kecil…”. Untuk dapat memahami manakah yang di maksudkan dengan wilayah atau tumpah darah Indonesia itu, maka perlu ditelusuri pemba_hasan-pembahasan yang terjadi pada sidingsidang Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI), pada Mei s.d. Juni 1945, yang ditetapkan oleh Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI), sehari setelah Proklamasi Kemerdekaan tanggal 17 Agustus 1945. Adapun pembahasan-pembahasan tersebut bersumberkan pada Rancangan UUD dan Piagam Jakarta yang dihasilkan oleh BPUPKI. Dalam rangkaian siding-sidang BPUPKI bulan Mei s.d. Juni 1945, telah dibahas masalah wilayah Negara Indonesia merdeka yang lebih populer disebut tanah air atau juga “tumpah darah” Indonesia. Dalam sidang-sidang ini yang patut dicatat adalah pendapat Dr. Supomo, S.H. dan Muh.Yamin, S.H. pada 31 Mei 1945, serta Ir.Sukarno pada 1 Juli 1945. Supomo menyatakan,antara lain: “Tentang syarat mutlak lain –lainnya, pertama tentang daerah, saya mufakat dengan pendapat yang menga-takan: pada dasarnya Indonesia yang harus meliputi batas Hindia Belanda…” (Setneg RI, tt : 25). Muh.Yamin menghendaki, antara lain: “….. bahwa Nusantara terang meliputi Sumatera, Jawa-Madura, Sunda Kecil, Borneo, Selebes, Maluku-Ambon, dan Semenanjung Malaya, Timor dan Papua…..Daerah

Tidak dapat di pisahkan rakyat dari bumi yang ada di bawah kakinya. serta udara angkasa di atasnya sebagai satu kesatuan wilayah. Dari dasar inilah. Berdasarkan penjelasan dari Ketua PPKI tersebut. Namun. Pemerintah RI meng-acu pada Aturan Peralihan UUD’45. daerah (=Wilayah) tidak perlu masuk dalam UUD (Setneg RI. Adapun yang disepakati sebagai wilayah negara Indonesia adalah bekas wilayah Hindia Belanda. laut bukan lagi sebagai alat pemisah wilayah. tetapi juga untuk menegaskan hak bangsa dan negara dalam pergaulan internasional. jikalau ia melihat dunia. serta melindungi unsur wilayah dan kepentingan nasional. tanah air. Sukarno__bahwa dalam UUD yang modern. Tanah-air itu adalah satu kesatuan. lautan. meyusun peta dunia. tt: 347). dalam rancangan UUD atau pun dalam keputusan PPKI tentang UUD 1945 ketentuan tentang wilayah negara Indonesia itu tidak dicantumkan. … Tempat itu yaitu tanah-air. Seorang anak kecil pun.ccxvi kedaulatan negara Republik Indonesia ialah daerah yang delapan yang menjadi wilayah pusaka bangsa Indonesia” (Setneg RI. Pemerintah Hindia Belanda telah mengeluarkan peraturan perundang-undangan wilayah dan termuat dalam Ordonantie tahun 1939 yang . Pasal II—“Segala badan Negara dan peraturan yang ada masih langsung berlaku. tt: 66). kita dapat menunjukkan di mana “kesatuan-kesatuan” di situ. jelaslah bahwa wilayah. antara lain: “…Orang dan tempat tidak dapat dipisihkan. Sokarno dalam pidaonya. Dalam menentukan batas wilayah negara. Ketegasan batas wilayah tidak saja untuk mempertahankan wilayah. ia dapat menunjukakan bahwa kepulauan Indonesia merupakan satu kesatuan…”(Setneg RI. selama belum diadakan yang baru menurut Undang-Undang Dasar ini”—yang memberlakukan undang-undang sebelumnya. tt : 49). Hal ini di jelaskan oleh ketua PPKI__Ir. Untuk menjamin pelestarian kedaulatan. atau tumpah darah Indonesia meliputi batas bekas Wilayah Hindia Belanda. Wujud geomorfologi Indonesia berdasarkan pancasila—dalam arti persatuan dan kesatuan—menuntut suatu konsep kewilayahan yang memandang daratan/pulau. dibutuhkan ketegasan tentang batas wilayah. Allah SWT membuat peta dunia.

Sementara itu. dalam kantongkantong laut nasional tidak berlaku hukum nasional. 442 tahun 1939. Jarak antara satu pulau dengan pulau lain yang menjadi bagian wilayah negara Republik Indonesia “dipisahkan” oleh adanya kantong-kantong laut yang berstatus sebagai laut bebas yang berada di luar yuridiksi nasional. Deklarasi Juanda pada hakikatnya adalah menerapkan asas archipelago atau Nusantara. Cara penarikan batas laut wilayah tidak lagi didasarkan pada garis pasang surut (low water line). tetapi didasarkan pada system penarikan garis lurus (straight base line) yang diukur dari garis yang menghubungkan titik-titik ujung yang terluar dari pada pulau-pulau atau bagian pulau yang termasuk ke dalam wilayah negara Republik Indonesia (= point to point theory). Isi pengumuman tersebut sebagai berikut: 1. Penentuan lebar laut wilayah dari 3 mil laut menjadi 12 mil laut. 422 tahun 1939. . Berdasarkan hal itulah. yaitu keutuhan wilayah negara di lautan. Dengan demikian. Di dalam deklarasi ini terkandung kepentingan dan tujuan bangsa Indonesia. Juanda pada periode itu sebagai Perdana Menteri Republik Indonesia – yang pada hakikatnya melakukan perubahan terhadap ketentuan ordonansi pada lembaran negara (staatblad) No. Berdasarkan ketentuan ordonansi ini. yang dikenal pula mengikuti contour pulau/darat. di sisi luar atau sisi laut (outer limits) dari tiap-tiap laut territorial dijumpai laut bebas. Ketentuan demikian itu mempunyai konsekuensi bahwa secara hipotetis setiap pulau yang merupakan bagian wilayah negara Republik Indonesia mempunyai laut territorial sendiri-sendiri. pada 13 Desember 1957 dikeluarkan pengumuman Pemerintah Republik Indonesia tentang wilayah perairan Negara Republik Indonesia yang dikenal sebagai “Deklarasi Juanda” – Ir. penentuan lebar laut wilayah sepanjang 3 mil laut dengan cara penarikan garis pangkal berdasarkan garis pasang surut. tentang “Territoriale Zee en Maritiem Kringen Ordonantie”. 2.ccxvii diundangkan pada 26 Agustus 1939 yang dimuat dalam Staatblad No.

deklarasi ini diakomodasikan dalam rangkaian peraturan perundangundangan sebagai berikut: 1. antara lain tentang lalu lintas laut damai kendaraan air asing di perairan pedalaman. Hal ini menimbulkan reaksi beberapa negara yang beragam dan dapat dikatagorikan menjadi 4 macam reaksi sebagai berikut (Kusumaatmaja. Selain itu. secara yuridis formal negara Indonesia menjadi utuh tidak terpecah lagi. 3. 2. yakni mema-hami makna negara kepulauan dan makna “benua maritime” (Zen. 2005). Negara-negara ASEAN termasuk Australia dan kini Timor Leste. 2002: 26): 1. Alasan atau argumentasi perlunya meninjau kembali peraturan tentang penentuan batas laut wilayah. Dalam UU ini. Undang-Undang No. Peraturan ini menentukan aturan-aturan. Tidak kalah penting adalah tantangan ke dalam.ccxviii Selanjutnya. b. Peraturan Pemerintah No. 2. Tantangan Bangsa Indonesia Akibat Deklarasi Juanda Dengan adanya Deklarasi Juanda. Negara-negara maritim yang memiliki armada angkutan niaga besar. Negara maritim besar—terutama negara adidaya—dalam rangka mencapai tujuan strategi global. tetapi atas dasar base line. pengertian. laut wilayah Indonesia. serta perairan pedalaman Indonesia. serta bentuk dan luas kedaulatan wilayah Nusantara sejak “Deklarasi Juanda 1957”. serta 4. diberikan penjelasan dan kejelasan sebagai berikut: a. Negara-negara yang berkepentingan terhadap usaha perikanan laut. dan makna lalu lintas damai kendaraan asing. 8 tahun 1960 tentang lalu-lintas laut damai perairan Indonesia. 4 PRP tahun 1960 tentang perairan Indonesia. menghilangkan paham bahwa batas wilayah tidak lagi berdasarkan garis pantai atau contour/coastline base. . Makna dan pengertian perairan Indonesia.

karena itu dapat diambil dan dimiliki setiap negara. Dari hakikat tersebut timbul. datar dan tebuka. Belanda dan Inggris merasa bahwa mereka tidak harus tunduk pada negara yang lebih “primitif”. bebas. 1. serta tidak dapat dipakai sembunyi. hukum laut banyak ditentukan oleh polemik bangsa Belanda dan Inggris. 1995). Namun. . Setelah Perang Salib sampai dengan bagian akhir zaman pencerahan (renaissance). 4. Hakikat laut adalah: 1. falsafah hukum laut yang berbuntut pada perebutan wilayah laut yakni: 1. Oleh Karena itu. sebelum membahas polemik yang menghasilkan rezim hukum laut. karena itu tidak dapat diambil/dimiliki oleh setiap negara. seorang ahli hukum internasional Belanda memberikan teori “Mare Liberum” (laut bebas). Oleh karena itu. teknologi maritime Belanda dan Inggris melampaui Spanyol dan Portugal. laut praktis hanya menjadi milik Spanyol dan Portugal sehingga ada semacam pembagian wilayah yuridiksi dari kedua Negara tersebut. serta media untuk bermacam-macam alat angkut. 2. karena itu laut menjadi bebas. Bagian akhir zaman pencerahan (renaissance). merdeka dan bergerak. Laut tidak dapat di kuasai suatu negara dengan jalan “okupasi” (menduduk).ccxix C. Res Nullius: Laut tidak ada yang memiliki. serta orientasi komoditi perdagangan dunia (Simbolon. 3. Res Communis: Laut milik masyarakat dunia. 2. terutama yang bervolume besar. ada baiknya dibahas terlebih dahulu hakikat laut. Hugo Grotius. tidak dapat dikuasai secara mutlak (tidak dapat dikaveling. serta relatif tetap dan tidak mudah dirusak. para ahli hukum dari kedua negara tersebut saling berpolemik mengeluarkan argumentasi tentang hak atas laut. sulit diberi tanda). GEOPOLITIK DAN HUKUM KEWILAYAHAN Hukum Laut dan Perkembangannya Perkembangan Sejarah hukum laut tidak lepas dari kemajuan teknologi maritime— perkapalan dan kepelabuhanan – Belanda dan Inggris.

Ketentuan ini berlaku hingga tahun 1994. 2. seorang ahli hukum Inggris yang pada tahun 1635 menulis tentang hukum laut dengan judul. dibahas beberapa masalah yang menyangkut hukum laut: 1. Argumentasi ini didasari bahwa jangkauan meriam kurang lebih 3 mil. Selanjutnya . “Mare Clausum” (hak kuasa laut). . Untuk itu. laut antar pulau menjadi Perairan pedalaman (internal water) Selanjutnya. Cornelis Bijenkershoek (seorang Belanda) berpandapat bahwa laut wilayah adalah 3 mil laut dari pantai pada saat pasang surut.ccxx 2. Sebagai koreksi atas tulisan tersebut di atas. yang merupakan tindak lanjut dari United Nations Convention on the of the sea—di kenal UNCLOS 1982—berdasarkan persetujuan 118 negara di Montego Bay. laut wilayah dapat dimiliki sepanjang dapat dikuasai dari darat. John Selden. setiap negara dapat menguasai laut. Akibat konvensi hukum laut. Dengan demikian. sebagai jawaban atas teori Grotius. hal ini tidak terlepas karena perhatian orang yang besar pada laut. Garis dasar adalah garis yang menghubungkan titik-titik terluar pulau terluar. Menurutnya. tahun 1982. Perairan Pedalaman (Internal Waters): wilayah laut sebelah dalam dari daratan/sebelah dalam dari GP. Pemerintah Negara Kesatuan Republik Indonesia melalui Dekla-rasi tanggal 13 Desember 1957 mengajukan NKRI perlu laut wilaya (territory water) selebar 12 mil laut dari Garis Pangkal/Garis Dasar (base line) atas dasar “point to point theory”. Ini berarti laut hanya milik negara pantai. yaitu dengan adanya pengesahan melalui Sidang Umum PBB. timbul bermacam tipe perairan. Grotius memuat argument bahwa. laut wilayah dan laut pedalaman dikenalkan sebagai laut Nusantara. Selden menginginkan adanya hak lintas damai bagi kapal-kapal dengan alasan untuk membeli suplai segar dari negara pantai. Laut Teritorial/Laut Wilayah (Territorial Sea): wilayah laut yang lebarnya tidak melebihi 12 mil dari garis pangkal/garis dasar (base line). Negara pantai mempunyai kedaulatan penuh. Jamaica.

dan pengelolaan sumber kekayaan hayati perairan. Zona Tambahan (Contigous Zone): wilayah laut yang lebarnya ti-dak boleh melebihi 12 mil dari Laut Teritorial. Laut Lepas: a. serta . serta Lintas transit: bernavigasi melintasi pada selat ynag di gunakan untuk pelayaran internasional antara laut lepas/ZEE yang lain. konservasi. Dengan adanya ketentuan di atas.atau keamanan negara yang bersangkutan. b.kapal dan pesawat terbang tidak boleh melintas lebih dari 25 mil kiri/kanan dan garis sumbuh. merupakan wilayah Negara Pantai untuk melakukan pengawasan pabean. semua bagian laut yang tak termaksud laut territorial baik perairan pedalam maupun ZEE. alur yang di tentukan dengan merangkai garis sumbuh pada peta. Laut Lepas (High Seas): dikenal pula sebagai laut bebas/laut Inter-nasional : Wilayah laut > 200 mil dari Garis Pangkal. Zona Ekonomi Eksklusif (Exclusive Economic Zone): wilayah laut yang tidak melebihi 200 mil dari GP. baik berpantai maupun tidak berpantai. Lintas: berlayar/bernavigasi melalui laut territorial. 4. Landas Kontinen (Continental Shelf): wilayah laut Negara Pantai meliputi dasar laut dan tanah di bawahnya. ketertiban. serta sanitasi dalam wilayah laut territorial. fiskal. terletak di luar laut teritorial sepanjang merupakan kelanjutan alamiah wilayah. Negara yang bersangkutan mempunyai hak berdaulat untuk kepentingan eksplorasi dan eksploi-tasi. termasuk masuk dan keluar perairan pedalaman untuk singgah di salah satu pelabuhan. Alur Laut Kepulauan: a. 3. laut terbuka untuk semua negara.antara lain: 1. Jarak 200 mil GP atau maksimal 350 mil.500 m. 2. atau tidak melebihi 100 mil dari kedalaman 2. imi-grasi. Lintas damai: bernavigasi melalui laut teritorial suatu negara sepanjng tidak merugikan kedamaian. 4. 6. b. 5.ccxxi 3. alur laut ditentukan oleh Negara Kepulauan untuk alur laut dan jalur penerbangan di atasnya yang cocok di gunakan untuk lintas kapal dan jalur pesawat terbang asing. Negara lain menuntut beberapa hak—yang sebenarnya adalah jaminan—dari Negara ke pulauan. 5.

Adapun Ruang Antariksa. pemanfaatannya diken-dalikan secara internasional dan tidak boleh di jadikan subjek negara kolong. Hukum Dirgantara dan Perkembangannya Ruang digantara dapat di bagi menjadi dua bagian. terbang riset ilmiah dan menangkap ikan. . pembebasan udara tanpa batas atau kebebasan udara terbatas?.ccxxii c. Bagi bangsa Indonesia. laut untuk menjamin integrasi. Perlu pengaturan bersama pemanfatan laut dan lingkungan untuk bangsa-bangsa. Ruang Udara berada di atas suatu wilayah negara dan dikategorikan sebagai Ruang Udara Nasional atau wilayah kedaulatan negara kolong. Dengan demikian. sarana perhu-bungan dan tersportasi. b. Perubahan peta bumi terjadi setelah perang dunia ke II karena telah lahir banyak Negara nasional baru yang memiliki laut. 2. selain itu ditinjau dari segi militer merupakan wahana pertahanan. karena itu timbul perbedaan persepsi. 4. Hal ini juga menimbulkan perbedaan persepsi: kedaulatan negara kolong berdaulat penuh tetapi dibatasi oleh hak lintas damai?. yaitu Ruang Udara dan Ruang Antariksa. 2. Kemajuan teknologi berdampak pada meningkatnya kemampuan manusia dalam memanfatakan laut. yang pemanfaatannya dikendalikan oleh negara tersebut. perlu di perhatikan: a. Laut untuk kelangsungan hidup bangsa dan kesejahteraan rakyat. serta menjadi salah satu penghidupan. Beberapa teori yang menjadi polemic para hukum di antaranya: 1. Beberapa Perhatian Manusia Terhadap Laut 1. Bertambahnya jumlah penduduk harus diimbangi dengan kenaikan produksi. Teori Udara Bebas (Air Freedom Theory): bahwa Ruang Udara Be-bas dapat digunakan siapa saja. Teori Negara berdaulat di Udara (Ari Sovereignty Theory ): behwa Negara kolong berdaulat penuh tanpa batas ke atas. untuk laut lepas semua negara berhak berlayar. 3. khususnya dari sumber kekayaan laut.

Paling sedikit tujuan yang ingin di capai Indonesia ialah Ruang Udara Indonesia sebagai wilayah udarah (air soverignty) nasional dan ruang antariksa Indonesia sebagai wilayah kepentingan (air juridiction) ZEE atau landas kontinen. Indonesia juga menuntut perlakuan yang sama terhadap ukum udara. 30 km atau s. Namun dalam perjanjian ini juga berlaku pemafaatan ruang antariksa berdasarkan “first come. Antariksa dan badan-badannya dianggap menjadi wilayah internasional. Sampai kini masih belum ada kesepakatan (tahun 1910 pernah di tentukan batas ketinggian kurang lebih 500 km). Sementara itu.d. tetapi ada daerah yang lowong dan dapat menimbulkan masalah. luas daratan dan lautan = luas udara. batas ruang udara dan ruang antariksa di tetapkan 100/110 km. yaitu apabila ditarik garis tegak lurus dari permukaan bumi ke atas. Sementara itu. Penggunaan damai bagi antariksa. Ketinggian GSO km di atas permukaan bumi. 5. Indonesia menuntut berlakunya kedaulatan negara kolong terhadap Ruang Digantara. Perjanjian Ruang Antariksa (Space Treaty): 6. Low Earth Orbit (LEO). disepakati ditarik garis dari “pusat bumi” sampai batas ruang angkasa/antariksa yang membentuk kerucut terbalik. Oleh karena itu. Teori penguasaan Cooper menyatakan bahwa batas ketinggian ditentukan kemampuan teknologi setiap Negara. Indonesia memiliki ruang digantara yang luas. antara lain: . Cara menentukan wilayah udara ada perbedaan. luas daerah udara lebih luas dari pada luas daratan dan lautan.apalagi di bawah khatulistiwa yang memiliki jalur GSO. GSO untuk meletakkan satelit komunikasi agar satelit tersebut berada pada posisi tetap di ruang angkasa terhadap bumi. 4. Kemudian.d. Batas Wilayah Udara. bahwa batas ketinggian s. Masalah Ketinggian. yang meliputi manfaatan wilayah Geostationary Satellite Orbit (GSO). GSO mempunyai tiga keunikan. Dalamhal ini. Medium Earth Orbit (MEO). menurut Teori Udara Schacter.first serve” yang merugikan negara sedang berkembang. balon dan pesawat terbang dapat mengapung dan diterbangkan. Geostationery Satellite Orbit (GSO) Geostationery Satellite Orbit adalah suatu orbit yang berbentuk cincin terletak pada enam radian bumi di atas garis khatulistiwa. Seperti halnya dengan hukum laut.ccxxiii 3.

Dasar: Pengumuman Pemerintah tentang Zone Ekonomi Eksklusif UU No. 3. UU No.ccxxiv 1. Dasar: Ordonansi Laut Teritorial dan Lingkungan Maritim No. yaitu tebal 30 km lebar 150 km. Panjang garis khatulistiwa Indonesia 6. 3. 13 Desember 1957. Dasar: Ketentuan Peralihan UUD 1945. 0. GSO menjadi sumberdaya alam terbatas. UUDS 1950.2 juta km2 . Wilayah Nasional Negara Kesatuan Republik Indonesia 1.d. 4 detik). 5/1983 tentang Zone Ekonomi Eksklusif (Pembenahan Kekayaan Alam dan Potensi Alam). Ukuran: 12 mil dari garis pangkal (point to point theory) Luas Wilayah: bertambah 4. Luas Wilayah: Bertambah 5. Dasar: Deklarasi Pemerintahan RI tanggal 17 Februari 1969.5 juta km2. menjadi 9. 2 juta km2 Setelah Proklamasi s. 442?1939. menjadi 6.9 juta km2.7 km2 Pengumuman Pemerintah tahun 1980 (Zone Ekonomi Eksklusif). Masa Penjajahan (Belanda dan Jepang).422/1939) Ukuran: 3 mil dari garis pantai pada saat pasang surut (low water) Luar Wilayah: 2.5% keliling GSO.8 juta km2. 1/1973 tentang Landasan Kontinen. Deklarasi Pemerintahan RI tanggal 17 Februari 1969 (Landasan Kontinen). 3. 4/1960 tentang Pemerintahan Indonesia.422/1939 (territoralle Zee en Maritiem Krigen Ordonantie No. Konstitusi RIS.110 km. tetap berlaku Ordonansi No. Luas Wilayah: Bertambah 2. serta 24 Satelit pada orbit ini akan mengelilingi bumi dari barat ke timurdengan masa orbit jam (23 jam. 2. GSO hanya pada padang khatulistiwa. Deklarasi Pemerintahan RI tanggal 13 Desember 1957 ( Deklarasi Juanda). ruas GSO ada di negara khatulistiwa. 56 menit.997 km atau 12. Ukuran terbatas. GSO Indonesia 9. Dasar: Pengumuman Pemerintahan RI tanggal 13 Desember 1957 PEPERPU No.

Otonomi daerah bertujuan memudahkan pelayanan kepada rakyat/publik. Desentralisasi pelayanan rakyat/public. 32/2004). Pada kenyataanya. Desentralisasi merupakan powersharing (otonomi formal dan otonomi material). Pembagian Daerah Wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia dibagi atas daerah-daerah provinsi. Jepang. tetapi tujuan utamanya adalah pelayanan kepada rakyat/publik. Dekonsentrasi terdiri atas fungsional (kanwil/kandep) dan integrasi (kepala wilayah). Pemerintah provinsi yang berbatasan dengan laut memiliki kewenangan laut sejauh 12 mil laut diukur dari garis pantai kea rah laut lepas dan ke arah perairan kepulauan (pasal18 ayat [4] UU No. Kebijakan desentralisasi mempunyai tujuan politis dan tujuan administrasi. Sejak masa masa penjajahan Belanda. Untuk keperluan tersebut. serta telah diratifikasi dengan UU No. wilayah negara dibagi atas daerah besar dan daerah kecil.serta daerah provinsi itu dibagi atas kabupaten dan kota yang masing-masing mempunyai pemerintah daerah (pasal 2 UU No. . 32/2004). Oleh karena itu. output-nya hendaknya berupa pemenuhan bahan kebutuhan pokok rakyat—public goods—dan peraturan daerah public regulation—agar rakyat tertib dan adanya kepastian hukum. Adapun filsafat yang dianut adalah: Pemerintah Daerah ada karena ada rakyat yang harus dilayani. otonomi daerah di Indonesia secara luas tidak/belum pernah terlaksana. Asas ini bertentangan dengan Deklarasi Pemerintaan RI yang telah dilakukan melalui UNCLOS. GEOPOLITIK DAN OTONOMI DAERAH Latar Belakang Sentralisasi pelayanan dan pembinaan kepada rakyat tidak mungkin dilakukan dari pusat saja. Dekonsentrasi: diselenggarakan karena tidak semua tugas-tugas teknis pelayanan kepada rakyat dapat diselenggarakan dengan baik oleh Pemerintah Daerah (kabupaten/kota). yang meliputi: 1. 2. dan setelah kemerdekaan otonomi masih dalam bentuk dekonsentrasi.ccxxv D. Oleh karena itu. diperlukan asa dalam mengelola daerah. 6/1996 tentang perairan Indonesia.

penanganan bidang kesehatan. wilayah-wilayah tersebut terbagi habis menjadi provinsi. Kalimantan Barat. Kewenangan Pemerintah (Pasal 10 Ayat [3]): a. d. Selanjutnya. e. ada yang patut diwaspadai bahwa semangat otonomi seharusnya tidak menjurus pada semangat pembentukan daerah berdasarkan etnik atau subkultur. 1987: 55) jangan sampai menyemangati pemekaran wilayah atas dasar pendekatan kebudayaan sehingga menimbulkan benturan budaya yang berakibat pecahnya negara nasional (Huntington. wilayah Indonesia terbagi berdasarkan subkultur dengan dibentuknya daerah keresidenan. Pada masa penjajahan Belanda. Banten. keresidenan. 2. moneter dan fiskal nasional. Penyelenggaraan ketertiban umum dan ketentraman masyarakat. e. baik yang berupa konflik fisik maupun konflik nonfisik (keinginan memisahkan diri dengan membentuk provinsi baru). dan agama. Oleh karena itu. Bangka-Belitung.ccxxvi Sehubungan dengan ini. yustisi. penyediaan sarana dan prasarana umum. g.32/2004 tentang Pemerintaan Daerah) 1. Pulau Lombok. penanggulangan masalah sosial llintas kabupaten/kota Kewenangan Wajib Pemerintah Daerah Provinsi (Pasal 13) . Riau Kepulauan. b. dan pengawasan tata ruang. Perencanaan dan pengendalian pembangunan. keamanan. d. Sulawesi Barat. pertahanan. Sulawesi Tengah. kabupaten/kota. serta Maluku dan Maluku Utara—yang bebrapa saat lalu hingga kini tetap bergejolak. penyelenggaraan pendidikan dan alokasi sumber daya manusia potensial. perlu adanya perhatian khusus pada wilayah yang dilalui Alur Laut Kepulauan Riau. 1996:100). Perencanaan. Pembagian Kewenangan (UU No. b. c. politik luar negeri. kewedaan. f. Globalisasi yang menyebabkan adanya Global Parados (Naisbit. pemanfaatan. dan kecamatan. a. f. c.

usaha kecil. h. p. k. d.ccxxvii h. m. . l. j. perencanaan dan pengendalian pembangunan. pelayanan bidang ketenagakerjaan. f. i. pengendalian lingkungan hidup. b. fsilitasi pengembangan koperasi. pelayanan administrasi umum pemerintahan. pengendalian lingkungan hidup. pelayanan bidang ketenagakerjaan lintas kabupaten/kota fsilitasi pengembangan koperasi. Kewenangan Pemerintah Daerah Kabupaten dan Kota (pada dasarnya sama. pelayanan pertanahan termasuk lintas kabupaten/kota pelayanan kependudukan dan pencatatan sipil. pemanfaatan. penanganan bidang kesehatan. pelayanan pertanahan. dan menengah. n. dan menengah. penyediaan sarana dan prasarana umum. pelayanan administrasi penanaman modal. pelayanan administrasi umum pemerintahan. pelayanan kependudukan dan pencatatan sipil. Pasal 14): a. penanggulangan masalah sosial. j. k. c. dan pengawasan tata ruang. 3. usaha kecil. tetapi dalam skala kabupaten/kota. n. urusan wajib lainnya yang diamanatkan oleh peraturan perundang-undangan. p. m. penyelenggaraan pelayanan dasar lainnya. e. o. pelayanan administrasi penanaman modal termasuk lintas kabupaten/kota penyelenggaraan pelayanan dasar lainnya yang belum dapat dilaksanakan oleh kabupaten/kota. l. g. perencanaan. i. dan urusan wajib lainnya yang diamanatkan oleh peraturan perundang-undangan. o. penyelenggaraan pendidikan. termasuk lintas kabupaten/kota. penyelenggaraan ketertiban umum dan ketentraman masayarakat.

b.retribusi daerah. Agar adil dan merata. dana bagi hasil dari pajak dan sumber daya alam. konservasi. Pinjaman daerah: daerah dapat meminjam dari dalam negeri dan luar negeri (melalui Pemerintah Pusat) dengan persetujuan DPR. ikut serta pemeliharaan keamanan. penegakan hukum terhadap peraturan yang dikeluarkan oleh daerah atau yang dilimpahkan kewenangannya oleh Pemerintah. d. Lain-lain penerimaan yang sah termasuk Dana Darurat. eksploitasi. Dari ketentuan tersebut. U . c. dan c. 4. pajak daerah. dikeluarkan beberapa istilah tentang dana untuk keperluan pembinaan wilayah. b. berasal dari pinjaman APBN. diperlukan aturan yang baku. pengaturan tata ruang. hasil pengelolaan kekayaan daerah. terdiri atas: a.dana alokasi umum. dan d. b. eksplorasi. Kewenangan Pemerintah Daerah untuk mengelola sumber daya alam dan sumber daya lainnya di wilayah laut (Pasal 18): a. Adapun batas wilayahnya adalah paling jauh 12 mil laut diukur dari garis pantai ke arah laut lepas dan 1/3-nya menjadi kewenangan daerah kabupaten/kota. Sumber Penerimaan Pelaksanaan Desentralisasi Membagi adil dan merata hasil potensi masyarakat. e. dana alokasi khusus. dan ikur serta dalam pertahanan kedaulatan negara. c. pengaturan administrasi. f. Dana Perimbangan Daerah.lain-lain Pendapatan Asli Daerah yang sah. dan pengelolaan laut.ccxxviii 4. 3. antara lain: 1. 2. Pendapatan Asli Daerah : a.

Mereka sering mengabaikan daerah "hinterland' (pedalaman). dan lain-lain). berupa kemudahan masyarakat untuk dapat memenuhi kebutuhan hidup. Dari 91 pulau yang menjadi titik batas (point) ada 12 pulau yang rawan diserobot oleh negara lain. Kehidupan masyarakat Indonesia dengan masyarakat negara jiran menjadi saling mempengaruhi. 22/1999 tentang Pemerintahan Daerah. Daerah frontier terbentuk karena sifat manusia yang saling bergantung. berupa kesamaan subkultur (suku) dan kemudahan mendapatkan fasilitas perlindungan masa depan (sekolah. kesehatan/social security. Dorongan politik. daerah ini merupakan daerah "frontier". Dorongan ekonomi. perlu ditinjau kembali rencana tata ruang wilayah (RTRW). tetapi apabila hinterlatid ini berada di tapal batas . Daerah frontier (Sunardi. RTRW Provinsi sudah sesuai. baik dengan manusia maupun dengan alam sehingga terjadi simbiosis. Pembinaan wilayah frontier laut hendaknya mendapat prioritas. 2004: 151) terjadi antara lain: 1. 2. Pada saat mengacu UU No. RTRW Kabupaten dan Kota masih di bawah 50% yang telah menjadi Perda (dikukuhkan). ternyata perlu mengubah K . Rencana Tata Ruang Wilayah Berkaitan dengan diundangkannya UU No. bahkan terisolasi pada era globalisasi. baik melalui okupasi diam-diam (silent occupation) maupun melalul penetrasi budaya dan ekonomi. Namun. Untuk itu. dan telah menjadi Perda. mengingat banyak pulaupulau sepanjang perbatasan yang rawan untuk dikuasai negara tetangga. antara lain adanya kepastian hukum dan tidak menutup kemungkinan adanya tuntutan referendum. Akibatnya.ccxxix Daerah Frontier Banyak pimpinan daerah politisi dan pejabat daerah yang tidak menyadari dan mendalami makna filosofi otonomi daerah sehingga ada wilayah yang terpencil. Dengan diundangkannya UU No. terjadi pergeseran batas negara secara imajiner.batas resmi. serta 3. Dorongan sosial budaya. 32/2004. perlu berdirinya jawatan pencatatan pulau/pantai yang dikenal sebagal Marine Cadastre. 32/2004. baik provinsi maupun kabupaten dan kota. yang dikukuhkan melalui perjanjian internasional dengan negara jiran.

maka akan didapat hal-hal berikut: 1. Padahal. keserasian. Sebagai contoh. baik oleh pusat maupun daerah. Masuknya limbah B-3 sebagai barang impor menandakan bahwa Indonesia masih belum—mungkin tidak—tahu akan bahaya limbah B-3 yang dimasukkan sebagai pupuk untuk pertanian. perlu standardisasi penataan ruang dan sudah barang tentu mengacu pada asas negara kepulauan. Tercapainya kelestarian lingkungan hidup. persamaan. Kasus yang sekarang masih terkatung-katung hingga kini adalah masih adanya limbah B-3 dari Singapura yang dionggokkan di pulau-pulau Provinsi Kepulauan Riau. selaras. tidak hanya mengacu pada kepentingan daerah semata (UU No. berdaya guna dan berhasil guna. . yaitu: 1. terwujudnya manusia indonesia sebagai insan lingkungan hidup yang memiliki sikap untuk melindungi dan membina lingkungan hidup. 3. jelaslah bahwa masyarakat dan pemerintah sering mengabaikan baku mutu lingkungan. 4. tetapi juga provinsi lain. menyebabkan meningkatnya kerusakan lingkungan tidak saja di darat. serasi. Pemanfaatan ruang bagi semua kepentingm secara terpadu. Keterbukaan. Kewajiban memiliki analisis dampak lingkungan (amdal) sering terabaikan karena kurang disadari oleh para pejabat di daerah. Oleh karena itu. Tercapainya kelestarian. Terjaminnya generasi masa kini clan generasi masa depan. keadilan. 2. Pengubahan RTRW hendaknya mengacu pada kepentingan nasional. dan perlinclungan hukum. Dengan menyadari akan filsofi ini. semua komponen masyarakat hendaknya mengacu pada filsafat yang mendasarinya.ccxxx RTRW. 24/1992). yaitu dengan terabaikannya salah satu sektor. Dari gambaran tersebut. dan berkelanjutan. Pulau-pulau tempat teronggoknya limbah B-3 temyata belum terencana peruntukannya oleh Pemerintah. Kurangnya pemahaman akan makna hakikat negara Nusantara. 2. dan keseimbangan antara manusia dan alam. Kerusakan lingkungan pada pulau-pulau yang tidak berpenghuni seperti halnya kasus di atas pada gilirannya akan merugikan masyarakat. reklamasi pantai utara DKI Jakarta dengan menebang hutan bakau menimbulkan banjir yang tidak saja menimpa DKI Jakarta. tetapi juga di daerah maritim. Selama ini sering RTRW lebih berorientasi pada negara kontinen sehingga upaya pembenahan pantai kurang berkaitan dengan masalah lingkungan hidup.

6. politisi. Untuk itu. letak. . Dengan adanya Marine Cadastre. Akibatnya. serta para pemimpin nonformal—di negeri ini. lengkap dengan tata letak (koordinat pada peta taut) dan konfigurasinya—luas. serta Terlindungnya nkri dari dampak kegiatan di luar wilayah nkri yang menyebabkan pencemaran dan atau perusakan lingkungan hidup. 2005). banyak pulau-pulau yang hilang—dituntut kepemilikannya oleh negara jiran ataupun menjadi rusak karena alam dan manusia Indonesia—yang tidak diketahui. Ini juga disebabkan kurangnya perhatian pengambil kebijakan—negarawan.ccxxxi 5. antara lain: 1.801 belum bernama (Data Mabes TNI. dengan upaya proaktif. 2. Pendaftaran Wilayah Maritim (Marine Cadastre) Tanah Air Indonesia memiliki sebanyak 17. Dapat menuntut hak (claim) atas pulau tersebut di wilayah Indonesia apabila diduduki secara diam-diam oleh negara tetangga. bahkan gelap. dokumentasi nasional tentang konfigurasi kepulauan Indonesia tidak jelas. serta Memberikan batas wewenang pada daerah otonom tentang batas laut berdasarkan koordinat tidak berdasarkan perkiraan. serta ciri flora dan fauna—sehingga akan mudah bagi Indonesia untuk mendaftarkan diri ke PBB di New York. Walhasil. perlu berdirinya jawatan pencatatan pulau/pantai yang dikenal sebagai Marine Cadastre. diharapkan Indonesia mampu menginventarisasi jumlah pulau.703 pulau dan sisanya sebanyak 11. penyusunan rtrw perlu benar-benar terpadu. tetapi tidak tabu apa atau pulau mana yang hilang. Oleh karena itu. Terkendalinya pemanfaatan sumber daya secara bijaksana. seperti sekarang ini yang berakibat pada konflik di kalangan masyarakat. 3.504 pulau dan yang bernama hanya 5. Adapun keuntungan yang didapat dari Marine Cadastre. Jangan sampai Indonesia kehilangan pulau.

dan perusakan alat navigasi laut. 3. tidak seperti sekarang ini yang masih dibangun oleh petani gunung. Mewaspadai "silent occupation" dengan pemantapan pembinaan kekuatan maritim. 2. Dalam menghadapi australia dengan proyek australia maritimeidentification zone (amiz). dengan ditindak lanjuti secara proaktif dalam bentuk pengawasan. Meningkatkan kemampuan nelayan dari nelayan pantai menjadi nelayan laut. karena itu nelayan harus belajar membaca peta laut dan menggunakan peralatan navigasi dengan lebih baik. 2. laut nusantara menjadi ”high seas”. 4. pencemaran lingkungan.ccxxxii E. serta nelayan ikut memonitor para pengganggu negara yang melakukan pencurian ikan. perlu diwaspadai adanya ”five power defence agreement” yang masih berlaku. . indonesia harus segera mengidentifikasikan pulau-pulau yang tersebar luas. Dalam menghadapi negara adidaya yang sejak semula menentang negara Nusantara. Dalam menghadapi malaysia dan singapura yang menggunakan kekerasan. serta Dengan adanya kunjungan presiden dan wakil presiden ke perbatasan diharapkan akan meningkatkan rasa nasionalisme rakyat indonesia. Upaya Menghadapi Geopolitik dan Geostrategi Negara Jiran Dalam menghadapi ASEAN dan Australia. 3. Penambahan ALKI dapat mengakibatkan wilayah Indonesia terbuka kembali. Apabila menghadapi negara yang berkepentingan dengan perikanan: 1. ALKI perlu diinformasikan lebih intensif kepada masyarakat maritim Indonesia. Pembangunan desa pantai. hendaknya Indonesia tetap menolak penambahan ALKI. yang diisi oleh keluarga nelayan/pelaut. penambahan ALKI sesuai dengan permintaan International Maritime Organization harus tetap ditolak karena pada hakikatnya akan membuat wilayah Indonesia menjadi terbuka sehingga kontraproduktif dibandingkan dengan Deklarasi Juanda. 2. Dengan demikian. tindakan Indonesia paling tidak : 1. Dalam menghadapi negara yang memiliki armada angkutan laut besar yang ingin tetap berperan dalam era globalisasi: 1.

5) Otonomi daerah adalah kewenangan daerah otonom untuk mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat menurut prakarsa sendiri berdasarkan aspirasi masyarakat sesuai dengan peraturan perundang-undangan. SOAL LATIHAN Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini : 1. Jelaskan konsepsi-konsepsi geopolitik . serta sumber daya alam wilayah Negara tersebut. 4) Tujuan bangsa indonesia dilihat dari konsep geopolitknya adalah menjunjung tinggi kepentingan nasional. sedangkan menurut istilah geopolitik adalah suatu studi yang mengkaji masalah-masalah geografi. ketersediaan alat dan bahan.ccxxxiii PENUTUP Dari pembahasan tentang Geopolitik Indonesia. dan kemampuan dalam berorganisasi. serta lingkungan geografinya yang berwujud negara kepulauan berdasarkan pancasila dan UUD 1945. dengan merujuk kepada percaturan politik internasional. kemampuan dalam keuangan. yang mencakup lokasi. luas. 3) Geopolitik indonesia dinamakan wawasan nusantara. serta kepentingan kawasan untuk menyelenggarakan dan membina kesejahteraan. Jelaskan pengertian geopolitik 2.(Pasal 1 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah) 6) Pelaksanaan otonomi daerah dipengaruhi oleh faktor-faktor yang meliputi kemampuan si pelaksana. maka dapat disimpulkan sebagai berikut : 1) Menurut etimologi geopolitik berasal dari dua kata yaitu “geo” yang berarti bumi dan “politik” yang berhubungan dengan kekuasaan atau pemerintahan. kedamaian dan budi luhur serta martabat manusia di seluruh dunia. 2) Geopolitik penting untuk dipelajari dan diketahui karena mengkaji makna strategis suatu wilayah geografi. yang secara umum didefinisikan sebagai cara pandang dan sikap bangsa indonesia tentang dirinya yang bhinneka. sejarah dan ilmu social.

Modul Acuan Proses Pembelajaran MPK Pendidikan Kewarganegaraan. Jakarta: PT Kuadernita Adidarma. The Borderless World. Hak Cipta. M. 1996.Si. Akar-akar Kebangsaan Indonesia. Ma : US Naval Institutem Djalal. Jakarta: Ditjen Dikti. Principle and Practices. Buku I. Wawasan Nusantara. Sunardi. London: Fontana. Jakarta: Kompas. 2001. Jakarta: PT Pradnya Paramita. Juajir. Suradinata. Prof. 1994. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Serpong: Lembaga Ilmu Humaniora ITI. The Clash of Civilization and the Remaking of the World Order. Hukum Ruang Angkasa (Suatu Pengantar). 2004. dalam rangka nemperkokoh keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. 1981. Konsep Hukum Negara Nusantara Pada Konvensi Hukum Laut III. 1995. Soewarso. Parakitri T. Sumardi. John (terjemahan). Ditjen Dikti. Jakarta: C S I S Huntington. 1996. Jelaskan wawasan nusantara sebagai landasan geopolitik Indonesia BAHAN BACAAN Basrie. 1974. 2002. Ohmae. Gambarkan secara singkat kondisi geopolitik Indonesia 4. Jakarta : Balai Pustaka. Geopolitik dan Konsepsi Ketahanan Nasional. Menjadi Indonesia. ---------. Indonesia and the Law of the Sea. Global Paradox.ccxxxiv 3. Kusumatmadja. 1995. Mochtar. Anna-polis. Simbolon. Jakarta: Binarupa Aksara. Depdiknas. 2001. Kapita Selekta Pendidikan Kewarganegaraan (untuk Mahasiswa) bag I & II .London. Semakin Besar Ekonomi Dunia Semakin Kuat Perusahaan Kecil. Chaidir Drs. 1995. Pembinaan Ketahanan Bangsa. Samuel P. UK: Touchstone Book Co. Jakarta: Paradigma Cipta Tatrigama . Wawasan Nusantara. Kenichi. Hasyim. Naisbitt. 2003. Grand Strategy. Power and Strategy in the Interlined Economy. 2002. Ermaya dan Alex Dinuth (Pnyt). 1991. John M. Collins. Jakarta: Ditjen Dikti Depnas. DR. R. Wawasan Nasional Indonesia. M. Ketahanan Nasional.. Bandung: Alumni.

dan sasaran perwujudan kepentingan. Jelaskan konsepsi dasar ketahanan nasional . kini. perdamaian abadi. ekonomis. maupun masa mendatang. serta tujuan nasional melalui pembangunan. Geostrataegi Indonesia dirumuskan dalam wujud Konsepsi "Ketahanan Nasional". Dengan demikian. sarana. Jelaskan landasan geostrategi Indonesia 4. untuk memajukan kesejahteraan umum. Jelaskan perkembangan geostrategi Indonesia 3. Ruang Lingkup Bahan pembelajaran ini akan membahas : 1. suatu bangsa itu tetap eksis dalam arti ideologis. sarana.ccxxxv BAB XII GEOSTRATEGI INDONESIA A. Pembukaan UUD 1945 memberikan amanat kepada para penyelenggara negara agar dalam hidup berbangsa dan negara dalam lingkup nasional diarahkan untuk mewujudkan upaya melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia. mencerdaskan kehidupan bangsa. serta sasaran pembangunan untuk mencapai kepentingan dan tujuan nasional tersebut. sosial budaya. dan hankam. politis. Selain itu. dan ikut serta melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan. Latar Belakang Geostrategi merupakan masalah penting bagi setiap bangsa. Semua ini dalam rangka menentukan kebijakan. B. dan keadilan sosial. Geostrategi Indonesia pada dasarnya adalah strategi nasional bangsa Indonesia dalam memanfaatkan wilayah negara republik Indonesia sebagai ruang hidup nasional untuk merancang arahan tentang kebijakan. Jelaskan Pengertian geostrategi 2. Geostrategi menjadi sangat penting karena setiap bangsa yang telah menegara membutuhkan strategi dalam memanfaatkan wilayah negara sebagai ruang hidup nasional. baik pada masa lampau.

Menggambarkan keterkaitan berbagai aspek Ketahanan Nasional. Mahasiswa diharapkan mampu memahami dan menganalisis konsep Geostiategi Indonesia yang berupa konsep Ketahanan Nasional Indonesia Melalui pembelajaran ini mahasiswa diharapkan dapat : 1. Menganalisis isu-isu aktual berdasarkan perspektif Ketahanan Nasional. Menyadari bahwa Ketahanan Nasional sangat diperlukan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. 3. Menjelaskan pengertian Ketahanan Nasional. Menggunakan konsep Ketahanan Nasional dalam memecahkan persoalan atau mencari solusi persoalan yang muncul dalam masyarakat. . serta 5.ccxxxvi C. Sasaran Pembelajaran Modul Setelah proses pembelajaran. 4. 2.

Geostrategi Indonesia pada waktu itu dimaknai sebagai strategi untuk mengembangkan dan membangun kemampuan teritorial dan kemampuan gerilya untuk menghadapi ancaman komunis di Indocina. Geostrategi dapat pula dikatakan sebagai pemanfaatan kondisi lingkungan dalam upaya mewujudkan tujuan politik. Geostrategi Indonesia memberi arahan tentang bagaimana merancang strategi pembangunan untuk mewujudkan masa depan yang lebih baik. dan sejahtera. Isi konsep geostrategi Indonesia yang tenimus adalah pentingnya pengkajian terhadap perkembangan lingkungan strategi di kawasan Indonesia yang ditandai dengan meluasnya pengaruh Komunis. aman. tujuan. Perkembangan Konsep Geostrategi Indonesia Pada awalnya pengembangan awal geostrategi Indonesia digagas Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (SESKOAD) Bandung tahun 1962. Oleh karena itu. Pengertian Geostrategi Indonesia Merupakan strategi dalam memanfaatkan konstelasi geografi negara Indonesia untuk menentukan kebijakan. b. juga untuk mengembangkan kekuatan nasional dalam menghadapi dan . Pengertian Geostrategi Geostartegi merupakan strategi dalam memanfaatkan konstelasi geografi negara untuk menentukan kebijakan. Pengertian Geostrategi Dan Geostrategi Indonesia a. geostrategi Indonesia bukanlah merupakan geopolitik untuk kepentingan politik dan perang. Pada tahun 1965-an lembaga ketahanan nasional mengembangkan konsep geostrategi Indonesia yang lebih maju dengan rumusan sebagai berikut: Bahwa geostrategi Indonesia harus berupa sebuah konsep strategi untuk mengembangkan keuletan dan daya tahan.ccxxxvii URAIAN BAHAN PEMBELAJARAN A. tujuan. B. melainkan untuk kepentingan kesejahteraan dan keamanan. serta sarana-sarana untuk mencapai tujuan nasional. dan sarana-sarana untuk mencapai tujuan nasional bangsa Indonesia.

dan doktrin dalam pembangunan nasional. Gagasan ini agak lebih progresif. justice). Pengembangan konsep geostrategi Indonesia bahkan juga dikembangkan oleh negara-negara yang lain dengan bertujuan : a. 3) terselenggaranya pertahanan dan keamanan (defense and prosperity). baik yang berbasis pada aspek ideologi. serta 5) tersedianya kesempatan rakyat untuk mengaktualisasikan din (freedom of the people). Menunjang tugas pokok pemerintahan Indonesia dalam: 1 ) menegakkan hukum dan ketertiban (law and order). metode.ccxxxviii menangkal ancaman. dan hankam. Sejak tahun 1972 Lembaga Ketahanan Nasional terus melakukan pengkajian tentang geostrategi Indonesia yang lebih sesuai dengan konstelasi Indonesia. Menyusun dan mengembangkan potensi kekuatan nasional. tapi tetap terlihat konsep geostrategi Indonesia baru sekadar membangun kemampuan nasional sebagai faktor kekuatan penangkal bahaya. Terhitung mulai tahun 1974 geostrategi Indonesia ditegaskan wujudnya dalam bentuk rumusan ketahanan nasional sebagai kondisi. politik. b. tantangan. maupun aspek-aspek alamiah. 4) terwujudnya keadilan hukum dan keadilan sosial (yuridical justice and social . dan gangguan. Pada era itu konsepsi geostrategi Indonesia dibatasi sebagai metode untuk mengembangkan potensi ketahanan nasional dengan pendekatan keamanan dan kesejahteraan untuk menjaga identitas kelangsungan serta integritas nasional sehingga tujuan nasional dapat tercapai. Hal ini untuk upaya kelestarian dan eksistensi hidup negara dan bangsa dalam mewujudkan cita-cita proklamasi dan tujuan nasional. Geostrategi Indonesia sebagai pelaksanaan geopolitik Indonesia memiliki dua sifat pokok sebagai benkut. hambatan. sosial budaya. baik bersifat internal maupun ekstemal. 2) terwujudnya kesejahteraan dan kemakmuran (welfare and prosperity).

Tannas adalah kondisi dinamis yang merupakan integrasi dari kondisi tiap aspek kehidupan bangsa dan negara. serta eksistensi bangsa dan negara Indonesia. 3) Gagasan Tannas oleh Lemhanas tahun 1969-an. . Dalam kedudukannya sebagai konsepsi penangkalan. dan hankarn sehingga tercapai kesejahteraan rakyat. sosial budaya. baik yang datang dari dalam maupun dari luar yang langsung ataupun tidak langsung. Ketahanan Nasional Sebagai Perwujudan Geostrategi Indonesia a. Bersifat daya tangkal. 4) Gagasan Tannas berdasar SK Menhankam/Pangab No. yaitu pengembangan potensi kekuatan bangsa dalam ideologi. gangguan. gangguan. Bersifat developmental/pengembangan. b.Tannas adalah keuletan dan daya tahan nasional dalam menghadapi segala kekuatan. baik yang datang dari luar maupun dari dalam yang langsung ataupun tidak langsung membahayakan kelangsungan negara dan bangsa Indonesia. ekonomi. Perkembangan Konsep Pengertian Tannas 1) Gagasan Tannas oleh Seskoad tahun 1960-an. serta perjuangan nasional. baik yang datang dari luar maupun dan dalam yang langsung ataupun tidak langsung membahayakan kelangsungan negara dan bangsa Indonesia. Tannas adalah keuletan dan daya tahan nasional dalam menghadapi segala ancaman. dan tantangan terhadap identitas. SKEP/1382/XG/1974. integritas.ccxxxix a. identitas.Tannas adalah pertahanan wilayah oleh seluruh rakyat. politik. hambatan. 5) Gagasan Tannas menurut GBHN 1978-1997. dan tantangan. geostrategi Indonesia ditujukan menangkal segala bentuk ancaman. C.Ketahanan Nasional adalah merupakan kondisi dinamis suatu bangsa berisi keuletan dan. membahayakan integritas. ketangguhan yang mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional di dalam menghadapi dan mengatasi segala ancaman. kelangsungan hidup bangsa dan negara. 2) Gagasan Tannas oleh Lemhanas tahun 1963-an.

ccxl b. 5) tidak membenarkan sikap adu kekuasaan dan adu kekuatan. 6) percaya pada din sendiri. c. Kelemahan salah satu bidang akan mengakibatkan kelemahan bidang yang lain. 4) berubah menurut waktu. Ketahanan nasional ini bergantung pada kemampuan bangsa dan seluruh warga negara dalam membina aspek alamiah serta aspek sosial sebagai landasan penyelenggaraan kehidupan nasional di segala bidang. 3) kewibawaan. serta 7) tidak bergantudg pada pihak lain. metode pendekatan dan pengkajian ketahanan nasional terdiri atas pendekatan keamanan dan pendekatan kesejahteraaan. serta memiliki hubungan erat antargatra di dalamnya secara komprehensif integral. yang dapat memengaruhi kondisi keseluruhan. Sebagai konsepsi pengaturan dan penyelenggaraan kehidupan berbangsa dan bernegara. dilaksanakan dengan mengelola dan menyelenggarakan kesejahteraan dan keamanan terhadap sistem kehidupan nasional. baik fisik maupun sosial. . Untuk mewujudkan ketahanan nasional. Sifat-sifat ketahanan nasional adalah sebagai benkut : 1) manunggal. Sifat-Sifat Ketahanan Nasional. Hakikat Ketahanan Nasional Pada hakikatnya Ketahanan Nasional adalah kemampuan dan ketangguhan suatu bangsa untuk dapat menjamin kelangsungan hidupnya menuju kejayaan bangsa dan negara. 2) mawas ke dalam. Ketahanan Nasional mengandung makna keutuhan semua potensi yang terdapat dalam wilayah nasional.

(2) Gatra keadaan dan kekayaan alam. Konsepsi Dasar Ketahanan Nasonal 1) Model Astagatra Model ini merupakan perangkat hubungan bidang-bidang kehidupan manusia dan budaya yang berlangsung di atas bumi ini dengan memanfaatkan segala kekayaan alam yang dapat dicapai dengan Model aspek kehidupan nasional yaitu: a) Aspek Trigatra Kehidupan Alamiah: (1) Gatra letak dan kedudukan geografi.ccxli d. maka terdapat advokasi untuk memperoleh power position sehingga muncul strategi ke arah balanced power. (2) Gatra Politik. (4) Gatra Sosial Budaya. b) Aspek Pancagatra Kehidupan Sosial: (1) Gatraldeologi. Morgenthau menekankan pentingnya kekuatan nasional dibina dalam kaitairnya dengan negara-negara lain. Dalam analisisnya. Sebagai konsekuensinya. serta (3) Gatra keadaan dan kemampuan penduduk. maka model ini diturunkan secara analitis. dan (5) Gatra Pertahanan Keamanan. menggunakan kemampuannya. Bila model Lemhanas berevolusi dan observasi empiris perjalanan perjuangan bangsa. 2) Model Morgenthau Model ini bersifat deskriptif kualitatif dengan jumlah gatra yang cukup banyak. Artinya. ia menganggap pentingnya perjuangan untuk mendapatkan power position dalam satu kawasan. (3) Gatra-Ekonomi. yang dikembangkan oleh Lemhanas ini menyiinpulkan adanya 8 unsur .

Baginya hubungan antemegara pada hakikatnya amat dipengaruhi oleh persepsi suatu negara terhadap negara lainnya. e. Model ini mengatakan bahwa suatu negara kecil bagaimanapun majunya tidak akan dapat memproyeksikan diri sebagai negara besar. tetapi jumlah penduduknya kecil juga tidak akan menjadi negara besar walaupun berteknologi maju. Sebaliknya. . Dengan memanfaatkan dan menggunakan secara memadai segala komponen strategi tersebut. Komponeri Strategi Astagatra Komponen strategi Astagatra merupakan perangkat hubungan bidang-bidang kehidupan manusia dan budaya yang berlangsung di atas bumi ini. Menurut Cline suatu negara akan muncul sebagai kekuatan besar apabila ia memiliki potensi geografi besar atau negara secara fisik yang wilayahnya besar dan memiliki sumber daya manusia yang besar pula.ccxlii 3) Model Alfred Thayer Mahan Mahan dalam bukunya "The Influence Seapower on History" mengatakan bahwa kekuatan nasional suatu bangsa dapat dipenuhi apabila bangsa tersebut memenuhi unsur-unsur sebagai berikut: a) Letak geografi b) Bentuk atau wujud bumi c) Luas wilayah d) Jumlah penduduk e) Watak nasional atau bangsa f) Sifat pemerintahan 4) Model Cline Cline melihat suatu negara dan luar sebagaimana dipersepsikan oleh negara lain. dapat dicapai peningkatan dan pengembangan kemampuan nasional. termasuk di dalamnya persepsi atau sistem penangkalan dan negara lainnya. suatu negara dengan wilayah yang besar.

sumber kekayaan alam. Pancagatra merupakan kelompok gatra yang intangible atau bersifat kehidupan sosial. Hubungan Komponen Strategi Antargatra Hubungan komponen strategi antargatra dalam trigatra dan pancagatra. . ekonomi. serta antargatra itu sendiri terdapat hubungan timbal balik yang erat dan lazim hubungan (korelasi) disebut dan ketergantungan (interdependency). Oleh karena itu. f. dan pertahanan keamanan. dan penduduk. sosial budaya. 2) Pancagatra Komponen strategi pancagatra adalah gatra ideologi. politik.ccxliii 1) Trigatra Komponen strategi trigatra ialah gatra geografi. hubungan komponen strategi dalam trigatra dan pancagatra tersusun secara utuh menyeluruh (komprehensif integral) di dalam komponen strategi astagatra. Trigatra merupakan kelompok gatra yang tangible atau bersifat kehidupan alamiah.

Gadjah Mada University Press: Yogyakarta. -----------------. Jelaskan konsepsi dasar ketahanan nasional BAHAN BACAAN Ichlasul Amal. Regionalisme. Lemah dan teguhnya kondisi ketahanan nasional sangat ditentukan oleh terpenuhinya rasa keadilan sosial. Jelaskan Pengertian geostrategi 2. Diterbitkan dengan Kerja Sama Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Depdikbud dan Gramedia: Jakarta. 1998. kondisi demikian akan membawa implikasi yang sangat luas terhadap eksistansi bangsa dan negara. Gadjah Mada University Press: Yogyakarta. Armaidy Armawi (ed). Gadjah Mada University Press: Yogyakarta.Nasionalisme dan Ketahanan Nasional. (ed). Kewiraan Untuk Mahasiswa. Dengan demikian kondisi ketahanan nasional erat kaitannya dengan kondisi rasa keadilan. SOAL LATIHAN Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini : 1. Jelaskan perkembangan geostrategi Indonesia 3. Kondisi rasa keadilan merupakan tolak ukur yang kongkrit bagi terwujudnya ketahanan nasional dalam pengertian kualitas dan tujuan ( in terms of quality-in terms of output ). Keterbukaan Informasi dan Ketahanan Nasional. 1996. Oleh karena itu. 1996. (ed). sebab “musuh utama” dari bangsa Indonesia adalah “ketidakadilan sosial”. Adapun perumusannya.ccxliv PENUTUP Dalam negara republik Indonesia yang berdasarkan ketuhanan yang maha esa menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab. -----------------. Lemhanas. yaitu ketahanan nasional adalah integrasi kondisi keadilan disegenap aspek sistem kehidupan masyarakat Indonesia. 1997. Sumbangan ilmu Sosial Terhadap Ketahanan Nasional. prinsip keadilan merupakan hal yang senantiasa ditegakkan karena keadilan adalah daya hidup manusia. . Jelaskan landasan geostrategi Indonesia 4.

PT Kuatemita Adidarma: Jakarta. Program Studi Ketahanan Nasional S. 1977. Sunardi.S. A H. Integrasi Bangsa.UGM: Yogyakarta. Jakarta. Gunawan. Program Studi Ketahanan Nasional S. Pembangunan Ekonomi dan Inlegrasi Bangsa. Gramedia: Jakarta. Mimeo: Jakarta. Sishankamrata/Ketahanan Nasional.Ps-UGM: Yogyakarta. Nasution. Santoso. Peranan Para Pemimpin dan Patriot Bangsa dalam Mempertahankan Kelangsungan Hidup Bangsa dan Negara. Pembinaan Ketahanan Bangsa. 2004. Suniodiningrat. 2004. Jumal Ketahanan Nasional. Program Studi Ketahanan Nasional S.2002. . Suryohadiprojo. Budi. Sayidiman.Ps-UGM: Yogyakarta. RM.ccxlv ----------------. Jumal Ketahanan Nasional. 2001.2001. Pendidikan Kewarganegaraan. S. Jurnal Ketahanan Nasional.Ps .

memahami tentang demokrasi dan pendidikan demokrasi. dan berpartisipasi aktif dalam membangun kehidupan yang damai berdasarkan sistem pancasila. democrasi dan citizenship education serta muatan PPBN (pendidikan pendahuluan bela negara) secara parsial berupa wawasan kebangsaan dan konsep ketahanan nasional. tujuan dan kompetensi pendidikan kewarganegaraan Mahasiswa dapat memahami nilai-nilai jati diri bangsa melalui pengkajian aspek ontologi.ccxlvi EVALUASI A. civic commitment.berdisiplin. Serta menjadi warga negara yang memiliki daya saing. epistemologi. serta dapat mengembangkan sikap demokrasi dalam kehidupannya sehari-hari. dan civic competence). Mahasiswa dapat mengidentifikasi dan menganalisis HAM.Lembaga Mahasiswa dapat mengenali masalah-masalah strategis dalam politik dan strategi nasional Mahasiswa dapat mengerti. KONTRAK PEMBELAJARAN 1. idiologi bangsa dan sistem konstitusi serta sistem politik dan ketatanegaraan indonesia. 8. 4. Manfaat Mata Kuliah Mata kuliah ini diharapkan dapat memberikan manfaat beruapa menjadikan ilmuan dan profesional yang memiliki rasa kebangsaan dan cinta tanah air. 2. 1. Pendidikan pancasila diarahkan pada materi pancasila sebagai sistem filsafat. dan aksiologi filsafat Pancasila sehingga dengan pemahaman tersebut dapat tumbuh personal wisdom yang integratif dalam dimensi kompentensi kewarganegaraan (civic knowledge. mahasiswa diharapkan mampu : Mahasiswa dapat memahami latar belakang. Adapun pendidikan kewarganegaraan diarahkan pada materi civic. 2. 6. 3. Deskripsi Mata Kuliah Matakuliah ini merupakan penggabungan dua materi inti kurikulum nasional yaitu pendidikan pancasila dan pendidikan kewarganegaraan. civic convidence. 3. Tujuan Pembelajaran Pada akhir pembelajaran mata kuliah ini. 5. civic skills. etika. Hasil Amandemen UUD 1945 dan Hubungan Antara Lembaga. 7. . demokratis yang berkeadaban. Mahasiswa dapat memahami pancasila sebagai idiologi bangsa dan negara Mahasiswa dapat mengenali karakteristik identitas nasional sehingga dapat memiliki daya tangkal terhadap berbagai hal yang akan menghilangkan identitas nasional indonesia Mahasiswa dapat menjelaskan konsep dasar ketatanegaraan secara konstitusional.

ccxlvii Mahasiswa dapat mengetahui dan memahami aturan hukum di indonesia serta memiliki kesadaran tentang pentingnya rule of law dalam konteks kehidupan bermasyarakat. Menjadi ilmuan dan profesional yang memiliki rasa kebangsaan dan cinta tanah air. TUJUAN DAN KOMPETENSI PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN . demokratis yang berkeadaban. Menjadi warga negara yang memiliki daya saing.berdisiplin. 10. Mahasiswa dapat memahami dan menganalisis konsep Geostiategi Indonesia yang berupa konsep Ketahanan Nasional Indonesia 9. Bagan 1. berbangsa. dan bernegara. Skema Materi Perkuliahan Pendidikan Kewarganegaraan 1. Mahasiswa dapat memahami Geo Politik Indonesia 12. dan berpartisipasi aktif dalam membangun kehidupan yang damai berdasarkan sistem pancasila ↑ GEOSTRATEGI INDONESIA ↑ GEOPOLITIK INDONESIA ↑ HAK DAN KEWAJIBAN WN ↑ HAM DAN RULE OF LAW ↑ DEMOKRASI INDONESIA ↑ POLITIK DAN STRATEGI Sistem konstitusi Sistem politik dan ketatanegaraan Indonesia ↑ IDENTITAS NASIONAL ↑ FILSAFAT PANCASILA Pancasila sebagai sistem Filsafat Pancasila sebagai Ideologi Bangsa dan Negara ↑ LATAR BELAKANG. 2. Mahasiswa dapat mengidentifikasi dan menganalisis Hak dan Kewajiban warga Negara 11.

baik dari internet maupun dari media massa lainnya. Minggu berikutnya dilanjutkan pada materi selanjutnya dengan kembali memulai proses sebelumya yaitu kuliah interaktif dan dilanjutkan dengan tugas kelompok dan tugas individu yang kemudian diskusikan. . Mata kuliah ini menggunakan metode collaboratif learning yang diawali dengan kuliah/ceramah dengan topik tertentu sesuai dengan pokok pembelajaran. Selanjutnya diberikan tugas mandiri dan tugas kelompok dengan maksud labih memahami materi dan memperkaya pengetahuan dengan berbagai referensi yang didapatkan dari perpustakaan maupun dari sumber lainya. Diskusi kelompok yang dilakukan dalam bentuk diskusi panel dikelas yang mana seluruh peserta mata kuliah dapat berkonstrubusi dalam proses tersebut. Kemudian dilanjutkan dengan tanya jawab dan diskusi kelompok untuk mencari kesepahan terhadap materi yang dipelajari.ccxlviii 4. KEMAMPUAN YANG BISA DIPEROLEH MAHASISWA Penghargaan Apresiasi pendapat/toleansi Sebagai fasilitator dan motivator Networking Share vision Group decision making Time management Metode Model YANG DILAKUKAN MAHASISWA Bekerja sama dengan anggota kelompoknya dalam mengerjakan tugas Membuat rancangan proses dan bentuk penilaian berdasarkan konsensus kelompoknya sendiri. Strategi Pembelajaran : SCL : Collaboratif Learning YANG DILAKUKAN DOSEN Merancang tugas yang bersifat open ended.

Sesuai dengan strategi pembelajaran (Collaboratif Learning) maka: a. sesuai dengan jumlah substansi materi Pend. Kewarganegaraan b. Setiap kelompok diskusi mempresentasikan materi dalam bentuk Microsoft Power Point (sesuai jadwal pada GBRP) PEMBAGIAN KELOMPOK DISKUSI KELOMPOK I II III IV V VI VII VIII IX X XI MATERI PANCASILA SEBAGAI SISTEM FILSAFAT PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI NASIONAL IDENTITAS NASIONAL SISTEM KONSTITUSI POLITIK DAN STRATEGI DEMOKRASI INDONESIA HAK AZASI MANUSIA RULE OF LAW HAK DAN KEWAJIBAN WN GEOPOLITIK INDONESIA GEOSTRATEGI INDONESIA 2. spasi 1 ½. Persyaratan tugas kelompok Pemateri : a. Kata Pengantar. Setiap kelas dibagi menjadi 11 (sebelas) kelompok diskusi. Pendahuluan. warna sampul (sesuai kesepakatan kelas) Makalah dikumpul dalam bentuk soft copy dan hard copy – Hard Copy dikumpul pada saat diskusi – Soft Copy (CD) dikumpul satu minggu setelah diskusi. Syarat tugas “makalah kelompok” : • • • • Struktur Makalah (Sampul. c. . Setiap kelompok membuat makalah kelompok sesuai dengan subtansi materi yang ditugaskan. huruf times new roman 12. Makalah diketik computer pada kertas ukuran kwarto. Daftar Pustaka) Ruang lingkup Pembahasan sesuai dengan sasaran tugas dan kasus yang ditetapkan. Tugas 1.ccxlix 5. Pembahasan. Penutup. Daftar Isi.

aksiologi) Pokok-pokok sila pancasila (isi arti pancasila) Fungsi dan tujuan filsafat pancasila Filsafat Pancasila Dlm Konteks PKN KELOMPOK II III.padat.kata kunci (Singkat. c. Pembagian Sub materi setiap kelompok peserta : Kelompok I : Pancasila Sebagai Sistem Filsafat SUB MATERI Hierarkhi/ Jenjang Pengetahuan Perbandingan filsafat dengan ilmu pengetahuan Ilmu filsafat dan cabang-cabangnya Pancasila Sebagai Sistem Filsafat Pengertian sistem Pancasila sebagai sistem filsafat (ont.ccl b. Membuat pertanyaan kelompok maksimal 2 (dua) pertanyaan dan dikumpulkan diawal perkuliahan. Setiap kelompok peserta diwakili salah seorang anggota menjelaskan sub materi yang ditugaskan (Power Point maks. Mahasiswa Peserta • • Setiap peserta mencermati sub-materi yang menjadi tugasnya untuk diumpan balik Setiap peserta membuat paper sesuai dengan sub tema yang ditugaskan diketik komputer pada kertas ukuran kwarto. Kelompok Peserta • • • Sub-Materi yang didiskusikan pada minggu perkuliahan dibagi pada kelompok yang tidak mempresentasi.epis. spasi 1 ½. 2 slide). IV V VI VII VIII IX X XI . dikumpulkan diakhir sesi perkuliahan. Syarat tugas “power point ” • • • Microsoft Office Power Point Memenuhi kaidah-kaidah power point berisi kalimat kunci/ kata.jelas dan menarik) Soft Copy (CD) dikumpul bersama Soft Copy Makalah Kelompok 3. b. huruf times new roman 12. Tugas Kelompok/Mahasiswa peserta : a.

XI KELOMPOK I-III V-VII VIII-XI KELOMPOK I-II III-IV VI-VIII IX-XI KELOMPOK I II. Pendidikan demokrasi KELOMPOK I III IV-VI VII VIII IX. Macam-macam demokrasi yang pernah berlaku di indonesia.VI VII. Nilai-nilai demokrasi.VIII IX. Demokrasi dan pelaksanaannya di indonesia. dan polstranas Stratifikasi politik nasional Politik pembangunan nasional dan manajemen nasional.X XI . Bentuk-bentuk demokrasi.IV V. ideologi tertutup Ideologi bangsa-bangsa didunia Reformasi sosio moral Kelompok III : Identitas Nasional SUB MATERI Latar Belakang dan Pengertian Muatan dan Unsur-unsur Keterkaitan Globalisasi dengan Identitas Nasional Keterkaitan Intergrasi Nasional dan Identitas Nasional Paham Nasionalisme Revitalisasi Pancasila sebagai Pemberdayaan Identitas Nasional Kelompok IV : Sistem Konstitusi SUB MATERI Konstitusi Dinamika pelaksanaan UUD 1945 Lembaga Negara Kelompok V : Politik Dan Strategi SUB MATERI Pengertian politik.VIII IX X. Permasalahan dan agenda pembangunan nasional tahun 2004-2009 Kelompok VI: Demokrasi Indonesia SUB MATERI Makna demokrasi. X XI KELOMPOK I II.ccli Kelompok II : Pancasila Sebagai Ideologi Bangsa Dan Negara SUB MATERI Pengertian ideologi Isi ideologi Pancasila ideologi nasional Dimensi-dimensi ideologi Ideologi terbuka . Keunggulan demokrasi. strategi.III IV V VII.

II III IV V. Prinsip-Prinsip Rule of Law Secara Hakiki dalam Penyelenggaraan Pemerintahan di Indonesia. Isu-Isu Rule of Law.IX X.IV V-VII VIII. serta HAM di Indonesia: Permasalahan dan penegakannya Kelompok VIII: Rule Of Law SUB MATERI Latar Belakang Rule of Law Pengertian dan Lingkup Rule of law.IV V-VII VIII X XI KELOMPOK I II III.VI VII IX X. Asas kewarganegaraan. Prinsip-prinsip Rule of Law Secara Formal di Indonesia.IV V.IX.XI KELOMPOK I II III. serta Strategi Pelaksanaan Rule of Law. Problem status kewarganegaraan.XI KELOMPOK I. Hak Warga Negara Kewajiban Warga Negara. Kelompok X : Geopolitik Indonesia SUB MATERI Perkembangan Teori Geopolitik Wawasan nasional Wawasan nusantara Geopolitik Dan Hukum Kewilayahan Geopolitik Dan Otonomi Daerah Kelompok XI : Geostrategi Indonesia SUB MATERI Pengertian geostrategi Perkembangan konsep geostrategi indonesia Ketahanan Nasional Sebagai Perwujudan Geostrategi Indonesia KELOMPOK I.II III-VI VII-X . Penduduk dan warga Negara.cclii Kelompok VII: Hak Azasi Manusia SUB MATERI Pengertian dan ruang lingkup HAM Sejarah HAM Hak asasi dalam UUD 1945 HAM Menurut UU NO 39 TH1999 Kewajiban Asasi Manusia HAM pada tatanan global. Kewajiban Negara dan Pemerintah.XI KELOMPOK I II III.VI VIII. Kelompok IX : Hak Dan Kewajiban Warga Negara SUB MATERI Pengertian bangsa dan Negara.

c.ccliii 4. Tugas akhir mahasiswa : a. Penilaian substansi kajian : SUBSTANSI KAJIAN SKOR (%) Pendahuluan 5% Pancasila sebagai sistem filsafat 10 % Pancasila sebagai ideologi nasional 5% Identitas nasional 10 % Sistem konstitusi 5% Politik dan strategi nasional 5% Demokrasi Indonesia 10 % Hak azasi manusia 5% Rule of law 5% Hak dan kewajiban warga negara 10 % Geopolitik ind. Rekapitulasi penilaian substansi kajian: NO I SUBSTANSI KAJIAN SKOR % 100% 5% 95% 100% 100% 100% KONSTRIBUSI NILAI PROSES SCL Pendahuluan Pengantar Kontrak perkuliahan Penjelasan materi-materi perkuliahan Penyajian substansi TUGAS MANDIRI FINAL TES TOTAL REMEDIAL 60 II III 15 25 100 Maksimal B- . • Paper diketik komputer pada kertas ukuran kwarto. warna sampul (sesuai kesepakatan kelas) • Paper maksimal satu halaman per sub materi • Paper dikumpul dalam bentuk hard copy . b. Mahasiswa menjawab pertanyaan yang ada pada buku teks pembelajaran dan dikumpulkan pada MINGGU VIII Mahasiswa menyatukan simpulan setiap materi dan membuatnya dalam bentuk paper dan dikumpulkan pada MINGGU XIV Syarat Tugas Akhir : • Ruang lingkup paper sesuai dengan sub materi yang telah ditetapkan. 6. Kriteria Penilaian Penilaian akan dilakukan sesuai dengan bentuk strategi pembelajaran : a. 15 % Geostrategi indonesia 15 % b. huruf times new roman 12. spasi 1 ½.

ccliv c.00 2.50 3. dan konversi untuk program diploma dan sarjana (S-1) sebagai berikut : NILAI ANGKA >85 81-85 76-<81 71-<76 66-<71 61-<66 51-<61 45-<51 <45 NILAI MUTU A AB+ B BC+ C D E NILAI KONVERSI 4. MHS DENGAN KEHADIRAN >= 80 % RENTANG NILAI : Pasal 33 (Nilai Hasil Belajar) ayat 4 (Kesetaraan nilai angka.00 0.50 2.00 d.75 3. Nilai Mahasiswa Maksimal B2. nilai mutu. Pelaksanaan aturan II perkuliahan Kehadiran. Kriteria penilaian: • PENDAHULUAN MINGGU INDIKATOR Kehadiran I Kehadiran.75 2.00 1. Remedial dan Rentang Nilai: Ketentuan Remedial : 1. Pelaksanaan aturan III perkuliahan BOBOT 50 25 5% 25 SKOR .00 3. MHS DENGAN NILAI < 66 3.

MKU Universitas Hasanuddin agar dalam mengikuti perkuliahan dan atau praktikum kiranya mengindahkan hal-hal berikut : .5. maka kepada seluruh mahasiswa peserta mata kuliah Bidang UPT.6 & 7 Persyaratan Ujian – Pasal 29 Nilai T – Pasal 30 ayat 7 & 8 b.cclv • DISKUSI KELOMPOK “PEMAKALAH” MINGGU INDIKATOR MAKALAH Ketepatan waktu pengumpulan Terpenuhinya bagian makalah Kemutakhiran referensi PRESENTASI Ketepatan ide Kejelasan uraian Kerjasama tim presentasi Kedisiplinan Kreativitas Ketuntasan materi BOBOT 100 15 60 25 100 20 20 20 10 10 20 KN IV-XIV …% • DISKUSI KELOMPOK “PESERTA” INDIKATOR Pertanyaan kelompok Kehadiran dgn aturan perkuliahan Tugas (pr/kuis/modul) Partisipasi/ konstribusi Total BOBOT 20 20 20 40 100 KN …% MINGGU IV-XIV 7. Aturan Perkuliahan a. Surat Edaran UPT MKU Dalam upaya lebih meningkatkan disiplin dan etika mahasiswa dalam mengikuti setiap perkuliahan. Peraturan Akademik Unhas • • • Kelompok Mata Kuliah – Pasal 1 ayat 34. 38 – Pasal 11 ayat 1.

KWN Bab. tidak mencoretcoret dinding kursi atau meja kuliah. Penjelasan tentang materi dan aturan perkuliahan 2. Kesepakatan Dalam Kelas Perkuliahan …………………………… 8. Rambut disisir rapi dan tidak acak-acakan. termasuk apabila ketentuan-ketentuan di atas tidak diindahkan oleh mahasiswa c. 6. (Sesuai dengan aturan akademik) 3. Selama kuliah berlangsung Hand Phone (HP) dimatikan dan tidak diperbolehkan keluar masuk ruangan dan atau mondar-mandir dalam ruangan yang mengganggu perkuliahan.IV &Literatur lain Buku Pend. Kompetensi Pendidikan Kewarganegaraan Pancasila sebagai sistem filsafat Pancasila sebagai ideologi bangsa dan negara Identitas nasional Sistem Konstitusi Indonesia I-III Buku Pend.V &Literatur lain . Berpakaian bersih. MINGGU KEHARI/TGL/WAKTU/RU ANGAN Jadwal Perkuliahan TOPIK BAHASAN BACAAN/BAB PENDAHULUAN 1. baju kaos oblong dan celana compang-camping dalam mengikuti perkuliahan dan atau praktikum. dll) tidak boleh mengganggu jadwal perkuliahan UPT. 7.I &Literatur lain IV V VI VII Buku Pend. KWN Bab. KWN Bab. Tujuan Pendidikan Kewarganegaraan 4.II&Literatur lain Buku Pend. Latar Belakang Pendidikan Kewarganegaraan 3.cclvi 1. 2. rapi dan bersepatu. Menjaga kebersihan dengan tidak membuang sampah dalam ruangan.III&Literatur lain Buku Pend. Dosen pengajar dapat mengambil tindakan penertiban apabila mahasiswa melakukan kegiatan-kegiatan yang sifatnya dapat mengganggu jalannya perkuliahan di dalam kelas. Kegiatan Extra Kurikuler (seperti Bina Akrab. 4. Tidak diperbolehkan memakai sandal. Kehadiran mahasiswa dalam mengikuti perkuliahan minimal 80% baru dapat dievaluasi. MKU. 5. KWN Bab. Hadir di ruangan kuliah/praktikum tepat pada waktunya sesuai jadwal yang ada. KWN Bab.

Dosen/Fasilitator : a. KWN Bab. Buku Pend. KEGIATAN BELAJAR PROSES PEMBELAJARAN A.XII &Literatur lain Geo politik indonesia Geo strategi indonesia  Tugas Akhir  UJIAN AKHIR SEMESTER  REMEDIAL  Buku Pend. KWN Bab. KWN & Literatur lain Buku Pend.VI&Literatur lain Buku Pend.VII &Literatur lain Buku Pend. 3. KWN Bab. KWN & Literatur lain B. Mahasiswa (kelompok peserta) menyerahkan pertanyaan kelompok kepada dosen/fasilitator. KWN & Literatur lain Buku Pend. Tahap Awal Pembelajaran ( 10 menit ) : 1. Mahasiswa (anggota kelompok peserta) mencermati presentasi dengan fokus pada sub materi yang menjadi tugasnya untuk diumpan balik. KWN Bab.X &Literatur lain Buku Pend.IX &Literatur lain Buku Pend. KWN Bab. 3. KWN Bab. Mempersiapkan presentasi materi (mengatur media pembelajaran) b. Dosen/Fasilitator : a. Mencermati presentasi dan mengamati dinamika kelas pembelajaran . KWN Bab. Mahasiswa (kelompok pemateri) mempresentasikan materi dengan ruang lingkup sesuai dengan GBRP 2. Menyampaikan pengantar perkuliahan b. Mengingatkan tentang aturan perkuliahan/kontrak belajar terkait dengan materi danstrategi pembelajaran pada minggu tersebut 2. Mahasiswa (kelompok pemateri) : a. Tahap Presentasi Kelompok Pemateri ( 30 menit ) : 1. B.XI &Literatur lain Buku Pend. Menyerahkan makalah kelompok kepada dosen/fasilitator.VIII &Literatur lain Buku Pend.cclvii VIII IX X XI XII XIII XIV XV XVI Rule of law  Hak dan kewajiban wn  Politik dan strategi nasional Demokrasi dan pendidikan demokrasi Hak asasi manusia.

Tahap Diskusi Kelas ( 50 menit ) : 1. Mencatat hal-hal yang penting. Mencermati umpan balik kelompok peserta dan mengamati dinamika kelas pembelajaran b. Dosen/Fasilitator : a. Mahasiswa (kelompok pemateri) menerima makalah yang telah diumpan balik oleh dosen untuk diperbaiki dan dikumpul minggu berikutnya 3. Membaca. . Tahap Umpan Balik Kelompok Peserta ( 40 menit ) : kelompok 1. Mahasiswa (kelompok pemateri) menyampaikan jawaban terhadap pertanyaanpertanyaan kelompok peserta. Dosen/Fasilitator : a. Mencermati diskusi dan dinamika kelas pembelajaran b. Mahasiswa (kelompok pemateri) : a. Mengumpan balik secara tertulis tugas makalah (mengoreksi/menambahkan) c. Mengisi kolom-kolom penilaian C. 3. Mahasiswa (perwakilan kelompok peserta) menjelaskan (umpan balik) pada sub materi yang menjadi tugasnya masing-masing. 2. c. berbeda dengan penjelasan kelompok pemateri untuk dijelaskan pada akhir perkuliahan. Bila sasaran pembelajaran dianggap belum tercapai dengan diskusi maka dapat dimunculkan kasus terkait dengan materi pembelajaran 2. c. Tahap Akhir Pembelajaran ( 20 menit ) : 1. memilah dan memilih pertanyaan kelompok peserta diskusi d.cclviii b.kelompok peserta) mengumpan balik jawaban pertanyaan-pertanyaan tersebut. 3. Dosen/fasilitator menyerahkan pertanyaan pilihan kepada kelompok pemateri. Menyampaikan simpulan materi pembelajaran b. Mengisi kolom-kolom penilaian E. Mahasiswa (setiap anggota kelompok peserta) mengumpulkan tugas individunya. 2. Mengisi kolom-kolom penilaian D. Dosen/Fasilitator : a. Mencermati umpan balik kelompok peserta b.. Mengarahkan dan memberi alternatif pada hal-hal yang bermasalah. Mempersiapkan jawaban pertanyaan kelompok peserta 4. Mahasiswa (anggota kelompok.

huruf times new roman 12. spasi 1 ½. Daftar Isi. dengan rujukan buku dan ahli = 20 o Kurang/tidak tepat = 10 o Tidak menyampaikan pendapat =0 • . Daftar Pustaka) • Ruang lingkup Pembahasan sesuai dengan sasaran tugas dan kasus yang ditetapkan. warna sampul (sesuai kesepakatan kelas) M3= Kemutakhiran referensi o Minimal satu jurnal dan empat buku pustaka = 25 o Kurang dari ketentuan = 20 o Tidak memiliki referensi/daftar pustaka =0 P1= Ketepatan ide o Penyampaian argument bedasarkan data dan fakta. Penutup. • Makalah diketik computer pada kertas ukuran kwarto.5 =0 = 60 = 30 • Struktur Makalah (Sampul. Pendahuluan. Pembahasan. Kata Pengantar.cclix C. Penilaian kelompok pemateri INDIKATOR MAKALAH Ketepatan waktu pengumpulan Terpenuhinya bagian makalah Kemutakhiran referensi PRESENTASI Ketepatan ide Kejelasan uraian Kerjasama tim presentasi Kedisiplinan Kreativitas Ketuntasan materi KODE M M1 M2 M3 P P1 P2 P3 P4 P5 P6 BOBOT 100 15 60 25 100 20 20 20 10 10 20 KN …% Keterangan : • M1 = Ketepatan waktu pengumpulan o Tepat waktu ( satu minggu setelah dipresentasikan) o Tidak tepat waktu o Melewati dua minggu setelah dipresentasikan • M2= Terpenuhinya bagian makalah o Terpenuhinya bagian makalah yang disyaratkan o Tidak sesuai dengan syarat tugas Syarat tugas “makalah kelompok” : • = 15 = 7. RUBRIK PENILAIAN a.

= 20 = 10 =0 • = 20 = 10 =0 • = 10 =5 • = 10 =5 • = 20 = 10 b. Penilaian kelompok peserta INDIKATOR Pertanyaan kelompok Kehadiran dgn aturan perkuliahan Tugas Individu (paper) Konstribusi Total KODE K1 K2 K3 K4 K BOBOT 20 20 20 40 100 KN …% . P6= Ketuntasan Materi o Penjelasan materi oleh masing-masing anggota kelompok selesai sesuai dengan waktu yang disediakan dan terjawabnya semua pertanyaan pada sesi diskusi.cclx • P2= Kejelasan uraian o Mampu mendekripsi. o Presentasi sesuai dengan kaidah-kaidah power point/ Penggunaan contoh kasus dengan penjelasan yang mudah dipahami oleh peserta. efisiensi penggunaan waktu presentasi o Ketepatan waktu memulai diskusi/ efisiensi penggunaan waktu presentasi P5= Kreativitas o Presentasi sesuai dengan kaidah-kaidah power point dan Penggunaan contoh kasus dengan penjelasan yang mudah dipahami oleh peserta. kesesuaian penjelasan dengan Topik bahasan o Kurang/tidak tepat o Tidak menyampaikan pendapat P3= Kerjasama tim presentasi o Setiap anggota kelompok bertugas mempresentasi dan Menguasai penjelasan o Setiap anggota kelompok bertugas mempresentasi/ Menguasai penjelasan o Tidak membagi tugas sesame anggota kelompok P4= Kedisiplinan o Ketepatan waktu memulai diskusi. o Penjelasan materi oleh masing-masing anggota kelompok selesai sesuai dengan waktu yang disediakan dan terjawabnya semua pertanyaan pada sesi diskusi.

Si Tgs.cclxi Keterangan : • K1 = Pertanyaan Kelompok o Ada pertanyaan klp. pertanyaan sesuai dengan materi dan dikumpul sebelum presentasi o Ada pertanyaan klp/ pertanyaan sesuai dengan materi / dikumpul sebelum presentasi o Tidak ada pertanyaan kelompok • K2 = Kehadiran dengan pelaksanaan aturan kuliah o Mahasiswa hadir dengan mengikuti aturan perkuliahan o Mahasiswa hadir tapi melanggar aturan perkuliahan o Tidak hadir K3 = Tugas individu o Mahasiswa mengumpulkan tugas pada waktu pembelajaran o Mahasiswa mengumpulkan tugas melewati waktu pembelajaran (dua minggu setelah perkuliahan) o Tidak mengumpulkan tugas individu K4 = Konstribusi o Mahasiswa yang mewakili kelompoknya mengumpan balik Sub materi yang ditugaskan/ mahasiswa yang berargumen terkait dengan materi yang dibahas o Mahasiswa yang hanya berpartisipasi (menjaga suasana diskusi yang kondusif) o Mahasiswa tidak berpartisipasi dan berkonstribusi D. DAFTAR PENILAIAN DAFTAR NILAI MATA KULIAH PENGEMBANGAN KEPRIBADIAN MATA KULIAH : PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN FAKULTAS JURUSAN : : PROSES PEMBELAJARAN NO N I M NAMA Kehadiran IV 1 10 % V 2 5 % VI 3 10 % VII VIII 4 5 % 5 5 % IX 6 10 % X 7 5 % XI 8 5 % XII 9 10 % XIII 10 15 % XIV 11 15 % Jum lah 100 % 0 0 0 60 % 0 0 0 HARI/WAKTU RUANGAN DOSEN SCL : : : RAHMATULLAH.M. Akh. Final Tes Total Skor 100 % 0 0 0 E E E = 20 = 10 =0 = 20 = 10 =0 = 20 = 10 =0 • • = 40 = 20 =0 P I-III 5 % XV 25 % XVI 15 % 1 2 3 N I LA I .

cclxii .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful