P. 1
Modul PKN

Modul PKN

|Views: 1,030|Likes:
Published by Muhammad Arif Said

More info:

Published by: Muhammad Arif Said on Nov 17, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/02/2014

pdf

text

original

i

HIBAH PENULISAN BUKU AJAR UNIVERSITAS HASANUDDIN TAHUN 2011

PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN

OLEH : RAHMATULLAH, S.Ip, M.Si

Dibiayai oleh dana DIPA BLU Universitas Hasanuddin Sesuai SK Rektor Unhas Nomor : …../H4.2/KU.10/2011 Tanggal……………..…..2011 dengan Surat Perjanjian Pelaksanaan Pekerjaan Nomor : 70/H4.21.2.4/UM.16/2011 Tanggal 14 November 2011

BIDANG MPK, MBB UNIT PELAKSANA TEKNIS MATA KULIAH UMUM (UPT MKU) UNIVERSITAS HASANUDDIN NOVEMBER 2011

ii KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN UNIVERSITAS HASANUDDIN LEMBAGA KAJIAN DAN PENGEMBANGAN PENDIDIKAN JL.Perintis Kemerdekaan Km.10 Makassar 90245 (Gedung Perpustakaan Unhas Lantai Dasar) Telp. (0411) 586200, Extr. 1064 Fax. (0411) 585188 e-mail : lkpp@unhas.ac.id =================================================================== HALAMAN PENGESAHAN HIBAH PENULISAN BUKU AJAR BAGI TENAGA AKADEMIK UNIVERSITAS HASANUDDIN TAHUN 2011 Judul Buku Ajar Nama Lengkap NIP Pangkat/Golongan Jurusan/Program Studi Fakultas/Universitas Alamat e-mail Biaya : : : : : : Pendidikan Kewarganegaraan Rahmatullah, S.Ip,M.Si 19770513 200312 1 002 Penata / IIIc Ilmu Politik Pemerintahan/ Ilmu Pemerintahan Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (SOSPOL) / Universitas Hasanuddin : rahmatullah_jafar@yahoo.com : Rp 5.000.000,- (Lima Juta Rupiah) Dibiayai oleh dana DIPA BLU Universitas Hasanuddin tahun 2011 sesuai SK Rektor Unhas Nomor : …./H4.2/KU.10/2011 Tanggal……………………..2011 Makassar , November 2011 UPT MKU Universitas Hasanuddin Kepala, Penulis

Prof.Dr.H.Hanapi Usman, M.S NIP.19570228 198703 1 001

Rahmatullah,S.Ip,M.Si NIP. 19770513 200312 1 002

Mengetahui : Ketua Lembaga Kajian dan Pengembangan Pendidikan (LKPP) Universitas Hasanuddin,

Prof.Dr.Ir.Lellah Rahim,M.Sc NIP.19630501 198803 1 004

iii

KATA PENGANTAR
Perubahan yang terjadi dewasa ini terasa begitu cepat sehingga menyebabkan seluruh tatanan yang ada didunia ini ikut berubah, sementara itu tatanan yang baru belum terbentuk. Hal ini disebabkan sendi-sendi kehidupan yang selama ini diyakini kebenarannya menjadi usang. Nilai-nilai yang menjadi anutan hidup kehilangan otoritasnya sehingga manusia menjadi bingung. Kebingungan ini menimbulkan berbagai krisis, terutama ketika terjadi krisis moneter yang dampaknya terasa sekali di bidang politik; sekaligus berpengaruh dibidang moral; serta sikap perilaku manusia diberbagai belahan dunia, khususnya Negara berkembang, termasuk Indonesia. Untuk merespon kondisi ini pemerintah perlu mengantisipasinya agar tidak menuju pada keadaan yang lebih memprihatinkan. Salah satu solusi yang dilakukan pemerintah dalam menjaga nilai-nilai anutan hidup dalam berbangsa dan bernegara secara lebih efektif adalah melalui bidang pendidikan. Upaya dibidang pendidikan, khususnya pendidikan tinggi, berupa perubahan-perubahan dibidang kurikulum. Kurikulum pengajaran diperguruan tinggi harus mampu menjawab problem transformasi nilai-nilai tersebut. Sesuai dengan acuan strategi pembangunan pendidikan nasional (UU NO.20 Tahun 2003 tentang sisdiknas), telah ditetapkan sebagai berikut : 1. Kurikulum perguruan tinggi, termasuk kurikulum inti mata kuliah pengembangan kepribadian perlu dirancang berbasis kompetensi yang sejalan dan searah dengan desain kurikulum bidang studi di perguruan tinggi. 2. Proses pembelajaran berpendekatan kepentingan mahasiswa yang bersifat mendidik dan dialogis 3. Profesionalisme dosen selaku pendidik perlu terus menerus ditingkatkan Pasal 37 ayat 2 UU NO. 20 Tahun 2003 tentang system pendidikan nasional menyatakan bahwa kurikulum pendidikan tinggi wajib memuat : 1. Pendidikan agama 2. Pendidikan Kewarganegaraan yang berlandaskan nilai-nilai Pancasila 3. Bahasa Ketentuan tersebut akan diatur lebih lanjut oleh Peraturan pemerintah, tetapi sampai sekarang Peraturan Pemerintah yang dimaksud tidak kunjung tiba. Secara khusus Universitas Hasanuddin pada semester awal 2008-2009 telah menindak lanjuti penggabungan mata kuliah

iv pendidikan pancasila dan kewarganegaraan menjadi mata kuliah pendidikan kewarganegaraan dengan kode mata kuliah 082U003. Secara ideal pendidikan pancasila dan kewarganegaraan memegang peranan untuk mengembangkan potensi mahasiswa sebagai warga Negara indonesia yang berkepribadian mantap, serta mempunyai rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan. Aktualisasi dari pendidikan pancasila dan kewarganegaraan tersebut adalah melahirkan mahasiswa sebagai ilmuan profesional, sekaligus warga Negara Indonesia yang memiliki rasa kebangsaan dan cinta tanah air (nasionalisme) yang tinggi. Sesuai dengan keputusan DIRJEN DIKTI RI tentang rambu-rambu pelaksanaan kelompok mata kuliah pengembangan kepribadian diperguruan tinggi : • VISI KELOMPOK MATA KULIAH PENGEMBANGAN KEPRIBADIAN : “Merupakan sumber nilai dan pedoman dalam pengembangan dan program studi guna mengantarkan mahasiswa memantapkan kepribadiaannya sebagai manusia indonesia seutuhnya”. • MISI KELOMPOK MATA KULIAH PENGEMBANGAN KEPRIBADIAN : “Membantu mahasiswa memantapkan kepribadiannya agar secara konsisten mampu mewujudkan nilai-nilai dasar keagamaan dan kebudayaan, rasa kebangsaan dan cinta tanah air sepanjang hayat dalam menguasai, menerapkan dan mengembangkan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni yang dimilikinya dengan rasa tanggung jawab”. • ORGANISASI PENYELENGGARAAN : “Penyelenggaraan pembelajaran MPK dan MBB dikelola oleh universitas dalam satu unit. Di universitas hasanuddin disebut UPT MKU”. Untuk mewujudkan peningkatan efektifitas proses pembelajaran mata kuliah pendidikan kewarganegaraan, disamping strategi pembelajaran, bahan ajar juga memegang peranan penting. Itulah sehingga bahan ajar pendidikan kewarganegaraan ini disusun untuk memudahkan mahasiswa mengikuti proses pembelajaran. Penyusun menyadari bahwa bahan ajar ini masih perlu disempurnakan sehingga masukan dari pembaca khususnya tim pengajar mata kuliah pendidikan kewarganegaraan sangat diperlukan. Akhir kata penyusun mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu penyusunan bahan ajar ini sehingga dapat diselesaikan tepat waktu.

v DAFTAR ISI Halaman sampul Lembar Pengesahan Kata pengantar Daftar isi Senarai Kata Penting (Glosarium) BAB I BAB II BAB III BAB IV BAB V BAB VI BAB VII BAB VIII BAB IX BAB X BAB XI BAB XII Evaluasi Pendahuluan Pancasila Sebagai Sistem Filsafat Pancasila Sebagai Ideologi Nasional Identitas Nasional Konstitusi Negara RI Sebagai Landasan Politik Dan Strategi Nasional Politik dan Strategi Nasional Demokrasi dan Pendidikan Demokrasi Hak Azasi Manusia Rule Of Law Hak Dan Kewajiban Warga Negara Geopolitik Indonesia Geostrategi Indonesia i ii iii v vi 1 15 33 45 66 96 127 147 173 180 192 227 238

6. Kausa. Jati diri bangsa 9. 3. 5. Proses Upaya mendunia hegemoni menjadi negara keadaan maju tanpa isu batas dan filsafat yang membahas nilai praksis dari sesuatu. Epistemologi: Bidang filsafat yang membahas hakikat ilmu pengetahuan tentang ilmu. Paham kebangsaan yang dianut oleh suatu negara. Ontologi: Bidang filsafat yang membahas tentang hakikat keberadaan sesuatu dan mencari hakikat mengapa sesuatu itu ada. Suatu kesatuan yang utuh dan tidak bisa dipisahSuatu kajian filsafat Aristotelcs yang membahas tentang Suatu kajian filsafat Aristoteles yang membahas tentang pisahkan di antara sub-sub sistem sebab material dari sesuatu.vi SENARAI KATA PENTING (GLOSARIUM) Adapun istilah kunci : 1. Kausa efisiensi: Suatu kajian filsafat Aristoteles yang membahas tentang pelaku dari adanya sesuatu . Nilai 8. tapi dapat pula diartikan sebagai keinginan yang sungguh-sungguh untuk mencari kebenaran yang sejati. sebab final dari sesuatu. atau ilmu antarnegara akibat kemajuan teknologi informasi melalui permasalahan internasional. Sistem 13. Filsafat Pancasila: Kebenaran dari sila-sila Pancasila sebagai dasar negara atau dapat pula diartikan bahwa Pancasila merupakan satu kesatuan sistem yang utuh dan logis. Aksiologi 7. Kewarganegaraan: pengetahuan mengenai warga negara di suatu negara tertentu.finalis : : : : : : : : : Bidang filsafat yang membahas tentang hakikat nilai atau Segala sesuatu yang berguna atau berharga bagi manusia. 2. Globalisasi 10. Nasionalisme 12. Kepribadian bangsa yang menjadi identitas nasional. Filsafat: Secara etimologis cinta akan kebijaksanaan. Kausa materialis 14. Internasionalisasi 11. 4.

tetapi melibatkan langsung rakyat dalam pemilunya demokrasi konstitusional yang menonjolkan . Definisi: Government of rule by the people. Local Wisdom : : 1945 dalam mempersiapkan Indonesia merdeka. (hukum dasar) 23. Direct Democracy 28. Representative Democracy = Demokrasi langsung = Demokrasi tidak langsung = negara kesejahteraan = sosial sevice state = negara hukum = pemerintah berdasarkan hukum = demokrasi berdasarkan perwakilan Demokrasi menonjolkan peranan parlemen serta partai-partai.vii 15. Demokrasi konstitusional → demokrasi yang dibatasi oleh konstitusi 22. Demokrasi pancasila Reformasi ( Indonesia IV ) 27. disebut juga demokrasi parlementer 24. Rule of Law 32. Counstitusional Government = limited government = redtrained goverenment → pemerintah berdasarkan konstitusi 19. Welfare state 30. Kausa forma : Suatu kajian filsafat Aristoteles yang membahas tentang bentuk Para pendiri negara yang merumuskan Pancasila dan UUD Kreatifitas lokal yang keunggulan kompetitif. Demokrasi: arti kata demos = rakyat. 25. Kearifan lokal yang hidup dan membentuk sikap bijak dalam dari adanya sesuatu. suatu masyarakat. Local Genius 18. 16. cratos = berkuasa → rakyat berkuasa 20. Demokrasi Tepimpin (indonesia II) → demokrasi yang dalam banyak aspek telah menyimpang dari demokrasi konstitusional. Demokrasi konstitusional (Indonesia II) → demokrasi yang menonjolkan peranan perlement serta partai. Rechstaat 31. Demokrasi Pancasila (Indonesia III) sistem presidensial 26. Founding Fathers : 17. Indirect Democracy 29. kekuasaan ada pada presiden. 21.

hidup. berilmu. kreatif. serta menjadi warga negara yang demokratis dan bertanggung jawab”. berakhlak mulia. sehat. cakap.viii BAB I PENDAHULUAN A. PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN UNTUK MEMBANGUN MASYARAKAT DEMOKRASI BERKEADABAN Pendidikan Kewarganegaraan yang dikenal sekarang telah mengalami perjalanan panjang dan melalui kajian kritis sejak tahun 1960-an yang dikenal dengan Mata Pelajaran “Civic” di Sekolah Dasar dan merupakan embrio dari “Civic Education” sebagai “The Body of Knowledge”. Secara kontekstual dewasa ini pendidikan demokrasi sangat memerlukan adanya pemahaman bersama tentang perlunya perubahan dan penegasan kembali mengenai visi. Hal ini selaras dengan tujuan pendidikan nasional menurut Pasal 3 Undang-Undang tentang Sisdiknas yang berbunyi: “…berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. dan berkembang dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Dalam ketentuan tersebut di atas dapat dilihat bahwa pendidikan demokrasi merupakan bagian integral dari pendidikan nasional. serta strategi psiko-pedagosis dan . Ketentuan di atas harus dipahami sebagai pendidikan yang akan mengembangkan kemampuan dan membentuk watak bangsa yang didasarkan pada nilainilai yang tumbuh. Pendidikan Kewarganegaraan memperoleh dasar legalitasnya dalam Pasal 3 Undang-Undang No. Pendidikan Kewarganegaraan sebagai instrument pengetahuan (The Body of Knowledge) diarahkan untuk membangun masyarakat demokrasi berkeadaban. Secara normative. mandiri. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional yang menyatakan: “Pendidikan Nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa”. misi.

dan prinsip demokrasi melalui interaksi sosial kultural dan psiko-pedagosis yang demokratis. komunikasi sosial-politik yang cenderung mau menang sendiri. yang menggunakan disiplin ilmu pendidikan dan ilmu politik sebagai kerangka kerja keilmuan pokok serta disiplin ilmu lain yang relevan yang secara koheren diorganisasikan dalam bentuk program kurikuler kewarganegaraan. ketika pendidikan demokrasi menjadi bagian substansinya. mengapa. demokrasi. dan kajian ilmiah kewarganegaraan. Demikian pula. aktivitas sosial kultural. Proses rekonseptualisasi pendidikan demokrasi dapat didasarkan pada asumsiasumsi dasar sebagai berikut: 1. pelanggaran HAM di mana-mana. hukum yang terkalahkan. Hasil “National Survey of Voter Education” (Asia Foundation: 1998) menunjukkan bahwa lebih dari 60% dari sample nasional mengindikasikan belum mengerti tentang apa. serta kontrol sosial yang sering lepas dari tata karma. dan HAM selama ini belum memberikan hasil yang mengembirakan dan prospek yang menjanjikan. pendidikan demokrasi merupakan suatu konsep pendidikan yang sistematik dan koheren yang mencakup pemahaman tentang cita-cita. Oleh karena itu. serta diorientasikan pada upaya sistematis dan sistemik untuk membangun kehidupan demokrasi yang lebih baik. Pendidikan Kewarganegaraan adalah suatu bidang kajian yang mempunyai objek telaah kebijakan dan budaya kewarganegaraan. dan bagaimana demokrasi. konsep.ix sosio-andragogis pendidikan kewarganegaraan. Indikator yang kasat mata dapat dilihat pada kebebasan untuk mengeluarkan pendapat yang cenderung anarkis. Komitmen Nasional untuk memfungsikan pendidikan sebagai wahana untuk mengembangkan kemampuan dan membentuk watak. serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan bangsa memerlukan wahana psikopedagosis (pengembangan potensi didik di sekolah) dan sosio-andragogis (fasilitasi pemberdayaan pemuda dan orang dewasa dalam masyarakat) yang memungkinkan . juga terdegradasinya kewibawaan para pejabat negara. nilai. rekonseptualisasi pendidikan kewarganegaraan dalam konteks pendidikan demokrasi Indonesia sangatlah diperlukan karena ternyata proses pendidikan politik.

Pendidikan demokrasi dapat dilihat dalam 2 (dua) setting besar. and for democracy) yang dilakukan secara sistemik dalam sistem pendidikan formal termasuk pendidikan tinggi. demokratis. dan akseptabel. diperlukan upaya untuk mengkaji kekuatan konteks. nonformal. . andal. sedangkan society-based democracy education merupakan pendidikan demokrasi dalam konteks atau yang berbasis kehidupan masyarakat. yang di dalamnya mewadahi pendidikan tentang. strategis. diperlukan upaya sistematis dan sistemik untuk mengembangkan model pendidikan demokrasi yang secara teoretis dan empiris valid. dan proses. 2. dan untuk demokrasi (education about. Pendidikan demokrasi yang dilakukan dalam konteks pendidikan formal. yaitu: “schoolbased democracy education” dan “society-based democracy education”. dan berkeadaban. 5. berwatak. Untuk mendapatkan model pendidikan kewarganegaraan yang secara psiko-pedagogis dan secara sosio-andragogis akseptabel dan andal. 3. School-based democracy merupakan pendidikan demokrasi dalam konteks atau berbasis pendidikan formal. keandalan input. baik. Secara psiko-pedagosis dan sosio-andragogis. berwatak. dan kontekstual agar setiap individu warga negara mampu memerankan dirinya sebagai warga negara yang cerdas. Untuk itu. through. dalam rangka menghasilkan produk pendidikan yang memadai sesuai dengan visi dan misi pendidikan kewarganegaraan untuk masyarakat warga Indonesia (civil society/madani/masyarakat Pancasila). 4. pendidikan demokrasi yang dianggap paling tepat adalah pendidikan untuk mengembangkan kewarganegaraan yang demokratis (education for democratic citizenship). melalui. dan berkeadaban. Transformasi demokrasi dalam masyarakat Indonesia memerlukan konsepsi yang diyakini benar dan bermakna yang didukung dengan sarana pendidikan yang tepat sasaran. kontekstual.x terjadinya proses belajar berdemokrasi sepanjang hayat melalui pendidikan demokrasi. dan informal selama ini belum mencapai sasaran optimal dalam mengembangkan masyarakat yang cerdas.

pendidikan demokrasi di Indonesia telah digariskan dalam berbagai peraturan perundang-undangan sejak dari usulan BP KNIP tanggal 1945 sampai munculnya Undang-Undang No. berakhlak mulia. keterampilan kewarganegaraan harus dioptimalkan. Dengan demikian. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (UU tentang Sisdiknas). civic participation. sebagai warga negara dan anggota masyarakat yang bertanggung jawab. pendidikan demokrasi di Indonesia belum berhasil secara mendasar karena belum dikembangkan paradigma pendidikan demokrasi yang sistemik sehingga upaya pengembangan “ civic intelligence. Mempersiapkan pribadi. termasuk Indonesia. cakap.xi Secara instrumental. instrumen peraturan perundang-undangan telah menempatkan pendidikan demokrasi sebagai bagian integral dari pendidikan. Namun. serta gerakan social-kultural kewarganegaraan. sehat. Dalam tatanan instrument kurikuler. and responsibility” melalui berbagai dimensi “civic education” sebagai wahana utama pendidikan demokrasi tidak dapat diwujudkan secara maksimal. antara lain menyatakan pendidikan harus berperan efektif dalam hal: 1. Secara paradigmatis sistem pendidikan kewarganegaraan yang di dalamnya juga menyangkut sistem demokrasi memiliki tiga komponen. pendidikan demokrasi telah disajikan dalam berbagai mata pelajaran dan mata kuliah. B. kreatif. di New Delhi 1996. . tujuan pendidikan nasional dinyatakan sebagai: “…berkembangnya peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. berilmu. PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN DI PERGURUAN TINGGI UMUM SEBAGAI DASAR NILAI DAN PEDOMAN BERKARYA BAGI LULUSAN Pendidikan abad 21 yang disepakati oleh 9 menteri pendidikan dari negaranegara berpenduduk terbesar di dunia. mandiri. yaitu kajian ilmiah pendidikan ilmu kewarganegaraan. sejak tahun 1945 sampai sekarang ini. Secara koheren bertolak dari esensi dan bermuara pada upaya pengembangan pengetahuan kewarganegaraan. serta menjadi warga negara yang demokratis dan bertanggung jawab”. program kurikuler pendidikan kewarganegaraan. Menurut Pasal 3 Undang-Undang tentang Sisdiknas. serta berdasarkan nilai dan sikap kewarganegaraan.

xii 2. yaitu suatu masyarakat yang memiliki “keadaban demokratis” atau masyarakat yang berkarakter sebagai berikut: 1. demokratis. sikap hidup. 3. menghargai perbedaan. . mandiri. VII Tahun 2001 yang menyatakan bahwa visi Indonesia 2020 bertujuan mewujudkan masyarakat Indonesia yang religius. transfer ilmu pengetahuan teknologi dan seni. pendidikan nasional Indonesia melakukan penyesuaian yang ditungkan dalam Tap MPR No. Selain meneruskan nilai-nilai. serta penyebaran ilmu pengetahuan. Senada dengan hal di atas. adil. serta Menyelenggarakan pendidikan yang berorientasi pada penguasaan. 2. berkeadaban. pengembangan. maju. dan perilaku berkarya individu atau pun kelompok masyarakat dalam rangka memprakarsai perubahan social yang berkaitan perubahan kearah kemajuan. konfrensi dunia tentang pendidikan tinggi yang diselenggarakan oleh UNESCO di Paris pada tahun 1998 yang dihadiri oleh wakil-wakil dari 140 negara. sejahtera. dan tidak deskriminatif. bersatu. Senyampang dengan kesepakatan dunia yang telah disebutkan di atas. disebut pula sebagai “masyarakat madani”. Mengakui dan menjunjung tinggi hak asasi manusia. masyarakat Indonesia. serta keragaman pendapat dan pandangan. Beriman dan bertakwa kepada tuhan yang maha esa dan pancasilais. seperti wujud visi Indonesia 2020 tersebut. kesetaraan. dan seni demi kepentingan kemanusiaan. Menurut Malik Fajar (1999). adil dan bebas. termasuk Indonesia. serta baik dan bersih dalam penyelenggaraan negara. teknologi. Menanamkan dasar pembangunan berkelanjutan (sustainable development) bagi kesejahteraan manusia dan kelestarian lingkungan hidup. 3. manusiawi. 2. Demokratis. serta Mengubah cara berpikir. Mempersiapkan tenaga kerja masa depan yang produktif dalam konteks yang dinamis. 3. menyepakati perubahan pendidikan tinggi ke masa depan yang bertumpu pada pandangan bahwa tanggungjawab pendidikan tinggi adalah: 1. juga melahirkan warga negara yang berkesadaran tinggi tentang bangsa dan kemanusiaan.

serta memiliki keahlian dan keterampilan kompetitif dengan solidaritas universal. Mampu berpartisipasi dalam pengambilan keputusan public. Menjunjung tinggi nilai-nilai luhur yang mengakar pada masyarakat beradab dan demokratis. anggun secara moral. 7. serta 2. berkeadaban dan inklusif. yaitu sebagai berikut: “…berkembangnya peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. serta membangun warga negara berkeadaban.xiii 4. Undang-Undang No. serta Belajar dan berlangsung sepanjang hayat. 20 Tahun 2003 memberikan rumusan tentang Visi Indonesia 2020 berupa masyarakat warga yang berkeadaban (civil society. masyarakat madani) yang hendak diwujudkan melalui pendidikan nasional. Mengembangkan kemampuan intelektual mahasiswa untuk menjadi warga negara yang baik dan bertanggung jawab bagi kemampuan bersaing bangsa dalam mencapai kehidupan yang bermakna. teknologi. Dengan dasar semua itu. perguruan tinggi harus mampu menghasilkan: “manusia yang unggul secara intelektual. Membangun suatu sistem pendidikan tinggi yang berkontribusi dalam pembangunan masyarakat yang demokratis. serta memiliki komitment tinggi untuk berbagai kegiatan pemenuhan amanat sosial”. serta menjadi warga negara yang demokratis dan bertanggung jawab”. dan seni. sehat. 6. Untuk mencapai Visi Indonesia 2020 Pendidikan Tinggi Nasional Indonesia memiliki program jangka menengah yang disebut Visi Pendidikan Tinggi Nasional 2010. cakap. serta menjaga kesatuan dan persatuan nasional. mandiri. yaitu: 1. . kompeten dalam penguasaan ilmu pengetahuan. berilmu. Sadar serta tunduk pada hukum dan ketertiban. kreatif. berakhlak mulia. 5.

Pendidikan Kewarganegaraan Dalam Kurikulum Pendidikan Tinggi Pasal 37 Ayat 2 UU No. Proses pembelajaran sebagai pemupukan nasionalisme. Aktualisai dari pendidikan kewarganegaraa tersebut adalah melahirkan mahasiswa sebagai ilmuan professional. Bahasa Ketentuan tersebut akan diatur lebih lanjuta oleh Peraturan Pemerintah. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional menyatakan bahwa Kurikulum Pendidikan Tinggi wajib memuat: 1. 232/U/2000 tenteng Pedoman Penyusunan Kurikulum Pendidikan Tinggi dan Penilaian Hasil Belajar Mahasiswa dan No. Sebelum Peraturan Pemerintah keluar. Menurut ketentuan ini. tetapi sampai sekarang yang dimaksud tidak kunjung tiba. ilmuwan. Pendidikan Kewarganegaraan.045/U/2002 tentang Kurikulum Inti Pendidikan Tinggi dinyatakan masih tetap berlaku.Materi Kajian Pendidikan Kewarganegaraaan Berdasarkan paradigma pendidikan tinggi 2003-2010. 2. Hal ini sesuai dengan paradigma pendidikan tinggi nasional yang telah dicanangkan untuk 2003-2010. pendidikan kewarganegaraan termasuk dalam kelompok mata kuliah pengembangan kepribadian (MPK).xiv I. sekaligus warga negara Indonesia yang memiliki rasa kebangsaan dan cinta tana air (nasionalisme) yang tinggi. Secara ideal pendidika kewarganegaraan memegang peran untuk mengembangkan potensi mahasiswa sebagai Warga negara Indonesia yang berkepribadian mantap. dan 3. serta mempunyai rasa tanggungjawab kemasyarakatan dan kebangsaan. serta kesadaran berbangsa dan bernegara bagi mahasiswa sebagai calon cendikiawan. kompetensi pendidikan kewarganegaraan di perguruan tinggi dapat dirumuskan sebagai berikut: . II. maka Keputusan Menteri Pendidikan Nasional No. ataupun tenaga professional yang berkemampuan kompetitif secara internasional berdasarkan pada prinsip-prinsip dan pola Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK). Pendidikan Agama.

5. yaitu: 1. 4. 2. Berdasarkan itu semua. serta menghormati supremasi hukum (rule of law/rechtstaat). pasal 4 ayat 2. serta 5. civic participation.xv 1. 4. Untuk mencapai kompetensi tersebut materi kajian kewarganegaraan di perguruan tinggi sesuai Keputusan Dirjen Dikti Nomor : 43/DIKTI/Kep/2006 Tentang rambu-rambu pelaksanaan kelompok mata kuliah pengembangan kepribadian di perguruan tinggi. menyelesaikan konflik dalam masyarakat secara damai berdasar nilai-nilai pancasila dan nilai-nilai universal. 8. 3. maka diharapkan pelaksanaan pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan. berbangsa dan bernegara secara demokratis dalam rangka mewujudkan masyarakat bangsa yang berkeadaban. education” Pancasila. 2. and civic responsibility dari “civic merupakan wahana menghasilkan manusia berkualitas dengan keahlian profesional serta berkeadaban khas . Melahirkan warga negara yang memiliki pemahaman internasional mengenai “civil society”. serta berpikir kritis terhadap permasalahannya. serta nasionalisme yang tinggi. Filsafat pancasila Identitas nasional Politik dan strategi Demokrasi indonesia Ham dan rule of law Hak dan kewajiban warga negara Geopolitik indonesia Geostrategi indonesia Dengan memahami latar belakang filosofis Pendidikan Kewarganegaraan di Perguruan Tinggi Umum. Pancasila harus menjadi core philoshopy bagi kehidupan bermasyarakat. berkompoten paradigma pendidikan pendidikan demokrasi demokrasi secara yang sistematis diharapkan dengan dapat pengembangan civic intelligence. Melahirkan warga negara yang mampu berpartisipasi dalam upaya menghentikan budaya kekerasan. Melahirkan warga negara yang memiliki komitmen kuat terhadap nilai-nilai ham dan demokrasi. Melahirkan warga negara yang mampu memberikan kontribusi terhadap persoalan bangsa dan kebijakan publik. 6. 7. Melahirkan warga negara yang memiliki wawasan berbangsa dan bernegara. Perguruan Tinggi Umum harus mampu menghasilkan manusia yang unggul secara intelektual. 3. anggun secara moral.

xvi dalam penguasaan ilmu pengetahuan.S.Ip.KEWARGANEGARAAN (Rahmatullah Jafar. serta memiliki komitmen tinggi untuk berbagai kegiatan pemenuhan amanat sosial tersebut.Si) MATA KULIAH PENGEMBANGAN KEPRIBADIAN (MPK) UNIT PELAKSANA TEKNIS MATA KULIAH UMUM (UPT MKU) UNIVERSITAS HASANUDDIN MAKASSAR 2011 . GARIS BESAR RENCANA PEMBELAJARAN (GBRP) KODE/ MATA KULIAH : 082 U003/ PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Oleh : TIM MATA KULIAH PEND.M. tekhnologi dan seni. C.

Menjadi warga negara yang memiliki daya saing. Sosial Budaya dan Kewarganegaraan dalam kehidupan Memiliki kepribadian yang Mantap Kemampuan berpikir kritis Kemampuan bersikap Rasional. 4. 5. 6. demokratis yang berkeadaban.nilai Agama. dan berpartisipasi aktif dalam membangun kehidupan yang damai berdasarkan sistem pancasila Mahasiswa dapat mengetahui dan memahami pentingnya matakuliah pendidikan kewarganegaraan. Estetis dan Dinamis Memiliki pandangan Luas Kemampuan bersikap demokratis yang berkeadaban 3. MISI MPK “Membantu mahasiswa memantapkan kepribadiannya agar secara konsisten mampu mewujudkan nilai-nilai dasar keagamaan dan kebudayaan. 7. 1. rasa kebangsaan dan cinta tanah air sepanjang hayat dalam menguasai. 2. Mahasiswa dapat memperluas wawasan berpikirnya dalam mengaktualisasikan nilainilai pancasila Mahasiswa dapat mengetahui dan memahami identitas nasional ELEMEN KOMPETENSI A V B C D E V 1 Kompetensi Pendukung 2 3 V V V . menerapkan dan mengembangkan ilmu pengetahuan. VISI MPK 2. teknologi dan seni yang dimilikinya dengan rasa tanggung jawab”. berdisiplin. Budaya dan Kewarganegaraan Kemampuan menerapkan nilai. KOMPETENSI LULUSAN MATA KULIAH PENGEMBANGAN KEPRIBADIAN (MPK). Memiliki pengetahuan tentang nilai-nilai Agama. KOMPETENSI LULUSAN MATA KULIAH PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAAN KELOMPOK KOMPETENSI NO 1 Kompetensi Utama 2 RUMUSAN KOMPETENSI LULUSAN Menjadi ilmuan dan profesional yang memiliki rasa kebangsaan dan cinta tanah air.UNIVERSITAS HASANUDDIN KEPUTUSAN DIRJEN DIKTI DEPDIKNAS NO : 43/DIKTI/Kep/2006 “Merupakan sumber nilai dan pedoman dalam pengembangan dan program studi guna mengantarkan mahasiswa memantapkan kepribadiaannya sebagai manusia indonesia seutuhnya”.xvii 1. 1. Etis. STANDAR KOMPETENSI MPK 3. 2. UNIT PELAKSANA TEKNIS MATA KULIAH UMUM (UPT MKU).

C. memahami dan menerapkan hak dan kewajiban warga Negara dan dapat memahami geopolitik dan geostrategi Indonesia. Kompetensi Pendukung . mengetahui dan memahami hak azasi manusia dan aturan hukum di Indonesia. mengetahui dan memahami politik dan strategi nasional. FORMAT RENCANA PEMBELAJARAN BERBASIS SCL MATA KULIAH : PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Kompetensi Utama Menjadi ilmuan dan profesional yang memiliki rasa kebangsaan dan cinta tanah air. Budaya dan Kewarganegaraan Kemampuan menerapkan nilai. dan berpartisipasi aktif dalam membangun kehidupan yang damai berdasarkan sistem pancasila. E. Mampu memperluas wawasan berpikirnya dalam mengaktualisasikan nilai-nilai pancasila.xviii = KELOMPOK KOMPETENSI NO 4 5 RUMUSAN KOMPETENSI LULUSAN Mahasiswa dapat mengetahui dan memahami politik dan strategi nasional Mahasiswa dapat menerapkan konsep demokrasi Indonesia Mahasiswa dapat mengetahui dan memahami hak azasi manusia dan aturan hukum di indonesia Mahasiswa dapat memahami dan menerapkan hak dan kewajiban warga negara Mahasiswa dapat memahami geopolitik dan geostrategi Indonesia Memiliki pengetahuan tentang nilai-nilai Agama.nilai Agama. Sosial Budaya dan Kewarganegaraan Kemampuan berpikir kritis Kemampuan bersikap Rasional. B. demokratis yang berkeadaban dan menjadi warga negara yang memiliki daya saing. menerapkan konsep demokrasi indonesi. Landasan kepribadian Penguasaan ilmu dan keterampilan Kemampuan berkarya Sikap dan prilaku dalam berkarya Pemahaman kaidah berkehidupan bersama sesuai dengan keahliah berkarya 3.berdisiplin. Mampu mengetahui dan memahami pentingnya matakuliah pendidikan kewarganegaraan. Etis. D. sehingga mengetahui dan memahami identitas nasional. Estetis dan Dinamis ELEMEN KOMPETENSI A V V V V V V V V V B C D E Kompetensi Pendukung 6 7 8 1 Kompetensi Lainnya 2 3 4 Elemen Kompetensi : A.

Menjelaskan keterkaitan Globalisasi dengan Identitas Nasional. Mendeskripsikan aspek aksiologi Filsafat Pancasila. 2. Menjelaskan Latar Belakang dan Pengertian Identitas Nasional. ideologi tertutup. Budaya dan Kewarganegaraan. 4. civic skills. ideologi komprehensif dan ideologi partikular. Latar Belakang Pendidikan Kewarganegaraan 3. 5. Menjelaskan pengertian idiologi secara umum. Mahasiswa dapat: 1.xix Kompetensi Institusional Memiliki pengetahuan tentang nilai-nilai Agama. 5. Etis. Menjelaskan idiologi terbuka. dan idiologi keagamaan. sekularisme. 2. 6. Tujuan Pendidikan Kewarganegaraan 4. komunisme. 3. Mahasiswa dapat : 1. epistemologi. 2. Mengemukakan Pengertian Filsafat Pancasila. dan civic competence). Menjelaskan makna idiologi bagi bangsa dan negara. 4. Menganalisis secara komprehensif Filsafat Pancasila dalam konteks kewarganegaraan. Menjelaskan tujuan dan kompetensi Pend. GARIS BESAR RENCANA PEMBELAJARAN BERBASIS SCL MATA KULIAH PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN (082 U003) M KESASARAN PEMBELAJARAN MATERI PEMBELAJARAN PENDAHULUAN 1. Mendeskripsikan aspek ontologi Filsafat Pancasila. 4. Menjelaskan Muatan dan Unsur-Unsur Identitas Nasional. civic convidence. Menjelaskan keterkaitan Integrasi Nasional dengan Identitas Nasional. 3.Kewarganegaraan 5% IV Mahasiswa dapat memahami nilai-nilai jati diri bangsa melalui pengkajian aspek ontologi. dan aksiologi filsafat Pancasila sehingga dengan pemahaman tersebut dapat tumbuh personal wisdom yang integratif dalam dimensi kompentensi kewarganegaraan (civic knowledge. 5. bersikap Rasional. Memahami pancasila sebagai ideologi bangsa dan negara indonesia yang memiliki ciri terbuka. Memahami aturan perkuliahan. Menganalisis sila-sila Pancasila sebagai suatu sistem Filsafat. komprehensif. Mendeskripsikan aspek epistemologi Filsafat Pancasila. Mendeskripsikan Pancasila sebagai jati diri bangsa. Memahami peranan idiologi bangsa bagi bangsa dan negara. Penjelasan tentang materi dan aturan perkuliahan 2. serta 7.Kewarganegaraan 3. Memiliki kemampuan berpikir kritis. 2. Menganalisis tentang Paham Nasionalisme atau 10 % V Mahasiswa dapat memahami pancasila sebagai idiologi bangsa dan negara Pancasila Sebagai Ideologi Bangsa Dan Negara Colaboratif Learning 5% VI Mahasiswa dapat mengenali karakteristik identitas nasional sehingga dapat memiliki daya tangkal terhadap berbagai hal yang akan menghilangkan identitas nasional indonesia Identitas Nasional Colaboratif Learning 10 % . Menjelaskan Latar belakang Pend. 4. civic commitment.nilai Agama. Estetis dan Dinamis. Mampu menerapkan nilai. 3. reformatif. 6. Membandingkan idiologi pancasila dengan idiologi dunia lainnya seperti liberalisme. tujuan dan kompetensi pendidikan kewarganegaraan Ceramah Interaktif Mahasiswa dapat: 1. Kompetensi Pendidikan Kewarganegaraan STRATEGI PEMBELAJARAN INDIKATOR PENILAIAN BOBOT PENILAIAN I-III Mahasiswa dapat memahami latar belakang. Sosial Budaya dan Kewarganegaraan dalam kehidupan. dan dinamis. Pancasila Sebagai Sistem Filsafat Colaboratif Learning Mahasiswa dapat: 1.

Menganalisis wujud polnas dan stranas di indonesia. Menjelaskan latar belakang politik dan strategi nasional. 2. Menjelaskan HAM dalam Tataran Global 3. 6. Mahasiswa dapat mengidentifikasi dan menganalisis HAM. Menjelaskan Prinsip-Prinsip Rule of Law Secara Formal di Indonesia 4. Menjelaskan pengertian. geopolitik. Menjelaskan secara terperinci nilai-nialai demokrasi. serta 6. 3. Hak Warga Negara Kewajiban Warga Negara. 3. Menganalisis berbagai permasalahan polsrahanka Mahasiswa dapat: 1. Mahasiswa dapat mengidentifikasi dan menganalisis Hak dan Kewajiban warga Negara Rule Of Law Colaboratif Learning 5% XII Hak dan Kewajiban Warga Negara Colaboratif Learning 10 % = .xx Paham Kebangsaan sebagai paham yang mengantarkan pada konsep Identitas Nasional. 2. Mahasiswa dapat: 1. Menjelaskan makna isi pembukaan UUD 1945. Menjelaskan Prinsip-Prinsip Rule of law Secara Hakiki dalam Penyelenggaraan Pemerintahan 5. 5. 6. 3. memahami tentang demokrasi dan pendidikan demokrasi. 2. Menganalisa HAM di Indonesia dalam konteks permasalahan dan penegakannya Mahasiswa dapat: 1. 5. sejarah dan macammacam HAM 2. Menjelaskan makna demokrasi. Menjelaskan tentang reformasi hukum tata negara yang melatarbelakangi amandemen serta proses amandemen. dan. kedudukan pembukaan UUD 1945. Politik dan Strategi Nasional Colaboratif Learning 5% IX Demokrasi dan Pendidikan Demokrasi Colaboratif Learning 10 % X Hak Asasi Manusia Colaboratif Learning 5% XI Mahasiswa dapat mengetahui dan memahami aturan hukum di indonesia serta memiliki kesadaran tentang pentingnya rule of law dalam konteks kehidupan bermasyarakat. Menjelaskan bentuk-bentuk demokrasi. Menganalisis tentang Revitalisasi Pancasila sebagai Pemberdayaan Identitas Nasional = M KE SASARAN PEMBELAJARAN MATERI PEMBELAJARAN STRATEGI PEMBELAJARAN INDIKATOR PENILAIAN Mahasiswa dapat: 1. 1. Penduduk dan warga Negara. 3. Menjelaskan macam-macam demokrasi yang pernah berlaku di indonesia. Kewajiban Negara dan Pemerintah. 7. dan bernegara. Menganalisa Isu-Isu Rule of Law 3. Memecah permasalahan politik. 2. Menjelaskan pengertian dan Lingkup Rule of Law 2. serta dapat mengembangkan sikap demokrasi dalam kehidupannya seharihari. berbangsa. 4. 5. Mahasiswa dapat menjelaskan: Pengertian bangsa dan Negara. 4. 4. Asas kewarganegaraan. Problem status kewarganegaraan. BOBOT PENILAIAN VII Mahasiswa dapat menjelaskan konsep dasar ketatanegaraan secara konstitusional. Menjelaskan hubungan antara lembaga-lembaga negara Mahasiswa dapat : 1. Hasil Amandemen UUD 1945 dan Hubungan Antara LembagaLembaga Sistem Konstitusi Indonesia Colaboratif Learning 5% VIII Mahasiswa dapat mengenali masalahmasalah strategis dalam politik dan strategi nasional Mahasiswa dapat mengerti. Menjelaskan makna isi pembukaan UUD 1945 sebagai “ staat fundamentalnorm ‘ dan kedudukannya dalam tertib hukum Indonesia. Menjelaskan keunggulan demokrasi. Menjelaskan tentang Pendidikan Demokrasi. Menjelaskan kedudukan Pancasila sebagai sumber hukum dasar negara Indonesia. 4.strategi nasional. Menganalisa Strategi Pelaksanaan (Pengembangan) Rule of Law.

Remedial Unit Tertulis Tertulis/ Lisan/Tugas Kesesuaian Jawaban dengan pertanyaan Kesesuaian Jawaban dengan pertanyaan/ Terpenuhinya Unsurunsur tugas 100 % 60 15 25 15 . Menggambarkan keterkaitan berbagai aspek Ketahanan Nasional. 2. Menjelaskan landasan histories perkembangan pengetahuan tentang geopolitik . 3. agama dan lingkungan geografi yang berbentuk Negara kepulauan yang berada diposisi silang antara dua benua dan dua lautan. filsafat. BOBOT PENILAIAN XIII Mahasiswa dapat memahami Geo Politik Indonesia Geo Politik Colaboratif Learning 15 % XIV Mahasiswa dapat memahami dan menganalisis konsep Geostiategi Indonesia yang berupa konsep Ketahanan Nasional Indonesia Geo Strategi Colaboratif Learning 15 % I-XIV XV XVI TOTAL PROSES SCL TOTAL PROSES SCL DIKONVERSI MENJADI TUGAS MANDIRI Pemahaman materi Pemahaman materi Ujian Akhir Sem. Menggunakan konsep Ketahanan Nasional dalam memecahkan persoalan atau mencari solusi persoalan yang muncul dalam masyarakat. bangsa. kebhinekaan etnik. 4. 2. 3. Memahami berbagai masalah dasar kehidupan masyarakat. Mahasiswa dapat: 1. Menjelaskan pengertian Ketahanan Nasional. Menjelaskan tentang pelaksanaan otonomi daerah. budaya.xxi M KE SASARAN PEMBELAJARAN MATERI PEMBELAJARAN STRATEGI PEMBELAJARAN INDIKATOR PENILAIAN Mahasiswa dapat : 1. dan Negara Indonesia dengan menerapkan pandangan bangsa Indonesia tentang diri meliputi: sejarah. Menjelaskan konsepsi cara pandang wawasan nasional bangsa Indonesia. 4.Menganalisis isu-isu aktual berdasarkan perspektif Ketahanan Nasional.

Akibat yang langsung terlihat adalah terjadinya pergeseran nilai-nilai dalam kehidupan kebangsaan karena adanya perbenturan kepentingan antara nasionalisme dan internasionalisme. Permasalahan kebangsaan dan kenegaraan di Indonesia menjadi semakin kompleks dan rumit manakala ancaman internasional yang terjadi di satu sisi. itulah pancasila. yang berbeda dengan . pada sisi yang lain muncul masalah internal. Prinsip dasar yang telah ditemukan oleh peletak dasar ( The founding fathers ) Negara Indonesia yang kemudian diabstraksikan menjadi suatu prinsip dasar filsafat bernegara. yang secara objektif mengalami suatu kehidupan yang jauh dari kesejahteraan dan keadilan social. mengakibatkan suatu tarik menarik kepentingan yang secara langsung mengancam jati diri bangsa. senantiasa memeliki suatu pandangan hidup atau filsaat hidup masing-masing. termasuk Indonesia.xxii BAB II PANCASILA SEBAGAI SISTEM FILSAFAT PENDAHULUAN A. serta terjadinya pergeseran nilai di tengah masyarakat yang pada akhirnya mengancam-prinsip-prinsip hidup berbangsa masyarakat Indonesia. Gelombang besar kekuatan internasional dan transnasional melalui globalisasi telah mengancam. Paradoks antara kekuasaan global dengan kekuasaan nasional ditambah komplik internal seperti gambaran di atas. Latar Belakang Perkembangan masyarakat dunia yang semakin cepat secara langsung ataupun tidak langsung mengakibatkan perubahan besar pada berbagai bangsa di dunia. Secara ilmiah harus disadari bahwa suatu masyarakat suatu bangsa. bahkan mengasai eksistensi Negara-negara kebangsaan. baik secara sujektif maupun objektif. yaitu maraknya tunttan rakyat. Dengan pemahaman demikian. Nilai-nilai baru yang masuk. maka pancasila sebagai filsafat hidup bangsa Indonesia saat ini mengalami ancaman dengan munculnya nilai-nilai baru dari nuar dan pergeseran nilai-nilai yang terjadi.

Mendeskripsikan Pancasila sebagai jati diri bangsa. Dengan kata lain. Pemahaman demikian memerlukan pengkajian lebih lanjut menyangkut aspek ontology. B. Sasaran Pembelajaran Mahasiswa mampu memahami nilai-nilai jati diri bangsa melalui pengkajian aspek ontologi. Pancasila yang terdiri atas lima sila pada hakikatnya merupakan sistim filsafat. civic commitment. C. mereka sadar sepenuhnya untuk menjawab suatu pertanyaan yang fundamental “ di atas dasar apakah Negara Indonesia merdeka ini didirikan?” jawaban atas pertanyaan mendasar ini akan selalu menjadi dasar dan tolak ukur utama bangsa ini meng-Indonesia. civic skills. Melalui pembelajaran ini mahasiswa diharapkan dapat: 1. civic convidence.xxiii bangsa lain didunia. bangsa Indonesia tidak mungkin memiliki kesamaan pandangan hidup dan filsafat hidup dengan bangsa lain. Pemahaman demikian memerlukan pengkajian lebih lanjut menyangkut aspek ontology. Inilah yang disebut sebagai local genius (kecerdasan / kreatifitas local) dan sekaligus sebagai local wisdom (kearifan local) bangsa. epistemology. dan aksiologi dari kelima sila pancasila. epistemologi. . Ketika para pendiri Negara Indonesia menyiapkan berdirinya Negara Indonesi merdeka. dan aksiologi filsafat Pancasila sehingga dengan pemahaman tersebut diharapkan dapat tumbuh personal wisdom yang integratif dalam dimensi kompentensi kewarganegaraan (civic knowledge. epistemology dan aksiologi dari kelima sila pancasila. Dengan demikian. dan civic competence). Ruang Lingkup Pancasila yang terdiri atas lima sila pada hakekatnya merupakan system filsafat. jati diri bangsa selalu bertolak ukur pada nilai-nilai pancasila sebagai filsafat bangsa.

4. serta 7. Menganalisis secara komprehensif Filsafat Pancasila dalam konteks kewarganegaraan. 5. Mengemukakan Pengertian Filsafat Pancasila. Mendeskripsikan aspek ontologi Filsafat Pancasila. 3.xxiv 2. Mendeskripsikan aspek epistemologi Filsafat Pancasila. . 6. Menganalisis sila-sila Pancasila sebagai suatu sistem Filsafat. Mendeskripsikan aspek aksiologi Filsafat Pancasila.

b. Filsafat Pancasila menurut Ruslan Abdul Gani. yang dapat dikemukakan sebagai keinginan yang menggebu dan sungguhsungguh terhadap sesuatu. Jadi. Filsafat merupakan induk dari ilmu pengetahuan menurut J. Gredt dalam bukunya “elementa philosophiae”. maka itu bukan pancasila. bahwa pancasila merupakan filsafat Negara yang lahir collective ideologie (cita-cita bersama).xxv URAIAN BAHAN PEMBELAJARAN A. filsafat pancasila memberi pengetahuan dan pengertian ilmiah. filsafat menurut asal katanya berarti cinta akan kebijaksanaan. Cinta dalam hal ini mempunyai arti yang seluasluasnya. pancasila memiliki karasteristik system filsafat tersendiri yang berbeda dengan filsafat lainnya. filsafat sebagai “ilmu pengetahuan yang timbul dari prinsip-prinsip mencari sebab musababnya yang terdalam”. Karakteristik Sistem Filsafat Pancasila Sebagai filsafat. Sila-sila pancasila merupakan satu kesatuan sistim yang bulat dan utuh (sebagai suatu totalitas). yaitu tentang hakikat pancasila. a. apabila tidak bulat dan utuh atau satu sila dengan sila lainnya terpisah-pisah. Adapun menurut Notonagoro. sedangkan kebijaksanaan dapat diartikan sebagai kebenaran yang sejati. kemudian dituangkan dalam suatu “system” yang tepat. Dengan pengertian lain. karena pancasila merupakan hasil perenungan jiwa yang mendalam yang dilakukan oleh the founding father bangsa Indonesia. Dengan demikian. atau mencintai kebenaran / pengatahuan. Dari seluruh bangsa Indonesia. di antaranya: 1. filsafat secara sederhana dapat diartikan sebagai keinginan yang sungguh-sungguh untuk mencari kebenaran yang sejati. Pengertian Filsafat Filsafat berasal dari bahasa Yunani “philein” yang berarti cinta dan “Sophia” yang berarti kebijaksanaan. Dikatakan sebagai filsafat. .

xxvi 2. Susunan pancasila dengan suatu sistim yang bulat dan utuh itu dapat digambarkan sebagai berikut : .

yaitu unsur mutlak negara. dan 4. artinya unsur asli/permanen/primer Pancasila sebagai suatu yang ada mandiri. 2) Manusia. 2) Kausa Formalis. • Sila 4. diliputi. • Pancasila sebagai suatu substansi. didasari.4. • Sila 2. didasari. maksudnya sebab yang berhubungan dengan materi/bahan. dan dijiwai sila 1. diliputi. 3. yaitu sebagai kausa prima. artinya ada dalam diri manusia Indonesia dan masyarakatnya. yaitu tujuan diusulkannya Pancasila sebagai dasar negara Indonesia merdeka. dalam hal ini Pancasila digali dari nilai-nilai sosial budaya yang ada dalam bangsa Indonesia sendiri. 4. dan dijiwai sila 1. serta mendasari dan mcnjiwai sila 3. dan menjiwa: sila 2. maksudnya kegiatan BPUPKI dan PPKI dalam menyusun dan merumuskan Pancasila menjadi dasar negara Indonesia merdeka. dan 5. dan dijiwai sila 1. 3. maksudnya sebab yang berhubungan dengan bentuknya. Prinsip-Prinsip Filsafat Pancasila Pancasila ditinjau dari Kausalitas Aristoteles dapat dijelaskan sebagai berikut: 1) Kausa Materialis. sila 4 dan 5. serta mendasari dan menjiwa. yaitu makhluk individu dan makhluk sosial. maksudnya berhubungan dengan tujuannya. serta 4) Kausa Finalis. diliputi. yang tumbuh. mendasari. diliputi. 4) Rakyat. didasari. serta . . 2. • Pancasila sebagai suatu realitas. 3) Satu. dan 5. • Sila 3. dan dijiwai sila 1.xxvii Ketiga gambar di atas menunjukkan bahwa: • Sila 1. 3) Kausa Efisiensi. • Sila 5. sebagai suatu kenyataan hidup bangsa. meliputi. 2. didasari. hidup. yaitu kesatuan memiliki kepribadian sendiri. yang unsur-unsurnya berasal dari dirinya sendiri. 2. dan berkembang dalam kehidupan sehari-hari. Pancasila yang ada dalam pembukaan UUD '45 memenuhi syarat formal (kebenaran formal). harus bekerja sama dan hergotong royong. Inti atau esensi sila-sila Pancasila meliputi: 1) Tuhan. & 3. c. serta mendasari dan menjiwai sila 5.

baik dan buruk. Secara epistemologis bangsa Indonesia punya keyakinan bahwa nilai dan moral yang terpancar dari asas Pancasila ini sebagai suatu hasil sublimasi.xxviii 5) Adil. Dia nyata dalam jiwa manusia. untuk menyinkronkan dasar filosofis-ideologis menjadi wujud jati . want. Selanjutnya. dan moral bangsa. juga horizontal serta dinamis dalam kehidupan masyarakat. Simon (1986) bahwa sesungguhnya yang dimaksud dengan nilai adalah jawaban yang jujur tapi benar dari pertanyaan "what you are really. Nilai tidaklah tampak dalam dunia pengalaman. bisa dikatakan konsep dan bisa dikatakan abstraksi (Sidney Simon: 1986). Nilai adalah ide. yaitu memberikan keadilan kepada diri sendiri dan orang lain yang menjadi haknya. really. Ungkapan etika sering timbul dari pertanyaan-pertanyaan yang mempertentangkan antara benar dan salah. " Studi tentang nilai termasuk dalam ruang lingkup estetika dan etika. serta kristalisasi dari sistem nilai budaya bangsa dan agama yang seluruhnya bergerak vertikal. Misalnya. Estetika cenderung pada studi dan justifikasi yang menyangkut tentang manusia memikirkan keindahan. nyanyian-nyanyian bising. really. dan bentuk-bentuk scni lain. nilai. pria pemakai anting-anting. mempersoalkan atau menceritakan si rambut panjang. atau apa yang mereka senangi. Pada dasarnya studi tentang etika merupakan pelajaran tentang moral yang secara langsung merupakan pemahaman tentang apa itu benar dan salah. Nilai merupakan ha! yang terkandung dalam hati nurani manusia yang lebih memberi dasar dan prinsip akhlak yang merupakan standar dari keindahan dan efisiensi atau keutuhan kata hati (potensi). berkonsensus untuk memegang dan menganut Pancasila sebagai sumber inspirasi. d. Nilai dapat berada di dua kawasan : kognitif dan afektif. Bangsa Indonesia sejak awal mendirikan negara. Adapun etika cenderung pada studi dan justifikasi tentang aturan atau bagaimana manusia berperilaku. Konsensus bahwa Pancasila sebagai anutan untuk pengembangan nilai dan -moral bangsa ini secara ilmiah filosofis merupakan pemufakatan yang normatif. Dalam ungkapan lain. Hakikat Nilai-Nilai Pancasila Nilai adalah suatu ide atau konsep tentang apa yang seseorang pikirkan yang merupakan hal yang penting dalam hidupnya. ditegaskan oleh Sidney B. Langkah-langkah awal dari "nilai" adalah seperti halnya ide manusia yang merupakan potensi pokok human being.

Metafisika (membicarakan tentang segala sesuatu di balik yang ada). Cabang-cabang filsafat meliputi: 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) Epistemologi (Filsafat Pengetahuan). membudayakan. . Ciri atau karakteristik berpikir filsafat adalah: 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) 8) Sistematis. dan berperi Keadilan Sosial. dan melaksanakan Pancasila. Upaya ini dikembangkan melalui jalur keluarga. Pengamalan secara cbjektif adalah pengamalan di bidang kehidupan kenegaraan atau kemasyarakatan. Nilai-nilai yang bersumber dari hakikat Tuhan. Ketetapan MPR. dan Evaluatif. manusia. Filsafat Pendidikan. berperi Kemanusiaan. berperi Kebangsaan. Mendasar. dan adil dijabarkan menjadi konsep Etika Pancasila. menghayati. Konsep Filsafat Pancasila dijabarkan menjadi sistem Etika Pancasila yang bercorak normatif. Undang-undang Organik. dan sekolah. Spekulatif. ternyata kemudian dijadikan pangkal tolak pelaksanaannya yang berwujud konsep pengamalan yang bersifat subjektif dan objektif. Estetikaf Filsafat Seni). Pengamalan secara subjektif adalah pengamalan yang dilakukan oleh manusia individual. Analitis. berperi Kerakyatan. Komprehensif. Refleksi filsafat yang dikembangkan oleh Notonagoro untuk menggali nilai-nilai abstrak. baik sebagai pribadi maupun sebagai warga masyarakat ataupun sebagai pemegang kekuasaan. Mendalam. bangsa dan negara Indonesia berkehendak untuk mengerti.xxix diri bangsa yang nyata dan konsekuen secara aksiologis. bahwa hakikat manusia Indonesia adalah untuk memiliki sifat dan keadaan yang berperi Ketuhanan Yang Maha Esa. masyarakat. Filsafat Ilmu. yang penjelmaannya berupa tingkah laku dan sikap dalam hidup sehari-hari. Representatif. yang penjelasannya berupa suatu pcrangkat ketentuan hukum yang secara hierarkis berupa pasal-pasal UUD. dan peraturan-peraturan pelaksanaan lainnya. satu rakyat. hakikat nilai-nilai Pancasila. Politik (Filsafat Pemerintahan). Etika (Filsafat Moral). Filsafat Agama.

. 2. tetapi jika tidak maka bukan system filsafat. 9) Filsafat Sejarah. maka Pancasila merupakan system filsafat. dan Kosmologi (membicarakan tentang segala sesuatu yang ada yang teratur).xxx 8) Filsafat hukum. ada manusia. 5. yaitu ada Tuhan. dan untuk mengetahui bahwa Pancasila sebagai system filsafat. maka dapat dikaji secara filsafat (ingat objek material filsafat adalah segala yang ada). Objek yang demikian ini dapat digolongkan ke dalam tiga hal. Sebaimana suatu logam dikatakan emas bila syarat-syarat emas terdapat pada logam tersebut. 3. sebagai dasar negara rumusannya jelas yaitu : 1. Aliran Filsafat meliputi: 1) Rasionalism 2) Marxisme 3) Idealisme 4) Realisme 5) Positivisme 6) Materialisme 7) Eksistensialisme 8) Utilitarianisme 9) Hedonisme 10) Spiritualisme 11) Stoisme 12) Liberalisme e. dan ada alam semesta. 10) Filsafat Matematika. maka perlu dijabarkan tentang syarat-syarat filsafat terhadap Pancasila tersebut. Pancasila sebagai sistem filsafat bangsa Indonesia Pancasila sebagai sesuatu yang ada. Kemanusiaan yang adil dan beradab Persatuan Indonesia Kerakyatan yang dipimpin dalam permusyawaratan/perwakilan Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Penjabaran filsafat terhadap Pamcasila : 1) Objek filsafat : yang pertama objek material adalah segala yang ada dan mungkin ada. 4.M. Pancasila adalah suatu yang ada. Ke-Tuhanan Y. jika syarat-syarat system filsafat cocok pada Pancasila.E.

metode sintesa serta metode analisa dan sintesa (analitico-syntetik). Misalnya psykhologi merupakan kebulatan tersendiri terpisah dan berbeda dengan anthropologi. . kerakyatan. semuanya tersusun atas kata dasar dengan tambahan awalan ke/per dan akhiran an. maka Pancasila memenuhi syarat juga dalam hal objek formalnya. dan adil. Dan dari kelima objek itu dapat dipersempit lagi ke dalam tiga saja. manusia. nilai-nilainya digali dari buminya Indonesia. rakyat. dan keadilan. 2) Metode filsafat : Metode filsafat adalah kontemplasi atau perenungan atau berfikir untuk menemukan hakikat. Khusus untuk persatuan. jika suatu kata dasar diberi awalan ke atau per dan akhiran an. Apakah Pancasila juga kajian hakikat? Kalau menilik dari kelima objek kelima sila Pancasila itu. awalan per menunjukkan suatu proses menuju ke awalan ke yang nantinya diharapkan menjadi kesatuan juga. rakyat. Demikian juga Pancasila. yaitu sebab Tuhan. tetapi cara menemukan hakikat. lebih dari itu menunjukkan sifat hakikat dari bendanya. Secara umum ada dua dan tiga dengan metode campuran. atau metode menemukan hakikat. Misalnya kemanusiaan. artinya merupakan suatu kebulatan dan keutuhan tersendiri. manusia dan alam semesta untuk mewakili objek satu. Dengan analisis penjabaran ini. hal-hal yang bersatu. Jadi di sini bukan berfikirnya. demikian seterusnya ilmu-ilmu dan filsafat yang lain. dan adil. objek formal filsafat adalah hakikat dari segala sesuatu yang ada itu sendiri. semesta itu sendiri. tetap dan tidak berubah. maknanya adalah hakikat abstrak dari manusia itu sendiri. Menurut ilmu bahasa. rakyat dan keadilan itu berada pada alam Dengan demikian dari segi objek material Pancasila dapat diterima. ia temuikan dengan cara-cara tertentu dengan metode analisa dan sintesa. persatuan. terpisah dengan system lainnya. Demikian juga dalam sila-sila Pancasila yang lainnya. satu. 3) Sistem filsafat : setiap ilmu maupun filsafat dalam dirinya merupakan suatu system.xxxi Dari rumusan ini maka objek yang didapat adalah : Tuhan. maka akan menjadi abstrak (bersifat abstrak) benda kata dasar tersebut. yaitu metode analisa. yaitu Ke-Tuhanan. Kedua. yang mutlak.

dari umum penjumlah yang kecil (kolektif) dari sekumpulan jumlah tertentu sampai jumlah yang lebih besar dan lagi hingga kepada umum seumum-umumnya (universal).. Memang terdiri dari lima. Pengertian umum itu bertingkat. dibatasi dan disifati oleh keempat sila lainnya. lima sila dalam satu kesatuan yang utuh. ini menunjukkan dan mengukuhkan bahwa luas . Hakikat manusia adlah unsur-unsur dasar yang mutlak pada manusia adalah sama bagi seluruh jenis makhluk yang namanya manusia. Sila keadilan demikian juga. oleh karena itu rumusannya (redaksinya) berbunyi “… untuk mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia”. Dengan uraian yang merupakan penjabaran dari syarat-syarat filsafat yang ternyata cocok diterapkan kepada Pancasila.xxxii Pancasila sebagai suatu Dasar Negara adalah merupakan suatu kebulatan. Dilihat dari pemahaman ini. jadi pengertian ini (universal) tidak terbatas pada ruang dan waktu. sedang semua sila yang kelima merupakan sila yang terkhusus dan merupakan tujuan dari semua sila yang di depan. bahwa yang namanya “adil” itu sama hakikatnya maknanya di manapun dan kapanpun. yang berada di manapun dan waktu kapanpun. 4) Sifat universal filsafat : Berlaku umum adalah sifat dari pengetahuan ilmiah. maka sila pertama ke-Tuhanan Y.E. Oleh karena itu dapat diistilahkan “Eka Pancasila”. dan menjiwai semua sila. Bagaimana jika diterapkan pada Pancasila? Misalnya kajian tentang hakikat manusia. adalah dasar yang paling umum bagi semua sila yang di belakang. sedang sila-sila yang di belakang merupakan pengkhususan atau bentuk realisasi dari sila-sila yang di depan.M. Setiap sila mengandung. mendasari. demikian juga berlaku pada sila-sila yang lainnya. tidak ada satupun sila yang terpisah dengan yang lainnya. dan dari segi keluasannya sila-sila yang di belakang lebih sempit dari sila-sila yang di muka. Silasila yang di depan mendasari dan menjiwai sila-sila yang di belakang. sebagaimana terdapat dalam sila ke dua Pancasila. tetapi sila-sila tersebut saling ada hubungannya satu dengan lainnya secara keseluruhan. di mana dan kapanpun manusia itu berada. dan universal adalah sifat dari kajian filsafat.

Yaitu digali dari buminya Indonesia. raga dan jiwa. secara ontologis hakikat dasar keberadaan dari sila-sila Pancasila adalah manusia. serta kedudukan kodrat manusia sebagai makhluk pribadi dan sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa. berkesatuan Indonesia. dari kebiasaannya. Hal ini dapat dijelaskan bahwa yang berketuhanan Yang Maha Esa. dari nenek moyang kita sejak lama. B. kebudayaannya. Selain itu. serta mempunyai sifat dasar kesatuan yang mutlak. sebagai makhluk individu sekaligus juga sebagai makhluk sosial. dari khasanah kehidupannya. karena manusia merupakan subjek hukum pokok dari sila-sila Pancasila. Selanjutnya. yaitu berupa sifat kodrat monodualis. Yaitu Sistem Filsafat Bangsa Indonesia. sebagai makhluk individu dan sosial. Konsekuensmya. sekaligus sebagai makhluk Tuhan. Menurut Notonagoro hakikat dasar ontologis Pancasila adalah manusia. serta kepercayaan dan agama-agamanya. Dengan demikian. Notonagoro lebih lanjut mcngemukakan bahwa manusia sebagai pendukung pokok sila-sila Pancasila secara ontologis memiliki hal-hal yang mutlak. adaptistiadatnya.xxxiii Pancasila benar-benar suatu system filsafat. 2005). Untuk hal ini. Mengapa?. Pancasila sebagai dasar filsafat negara Republik Indonesia memiliki susunan lima sila yang merupakan suatu persatuan dan kesatuan. Oleh karena itu. . serta berkeadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia pada hakikatnya adalah manusia (Kaelan. yaitu terdiri atas susunan kodrat. segala aspek dalam penyelenggaraan negara diliputi oleh nilaioleh hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan. berkemanusian yang adil dan beradab. serta jasmani dan rohani. Di samping itu. Kajian Ontologis Secara ontologis kajian Pancasila sebagai filsafat dimaksudkan sebagai upaya untuk mengetahui hakikat dasar dari sila-sila Pancasila. berkerakyatan yang dipimpin 2005). secara hierarkis sila pertama Ketuhanan Yang Maha Esa mendasari dan menjiwai keempat silasila Pancasila (Kaelan. kedudukannya sebagai makhluk pribadi yang berdiri sendiri. nama Indonesia ini ditambahkan karena objek materialnya seperti telah diutarakan di muka adalah dari bangsa Indonesia sendiri.

sebagaimana telah dipahami bersama. Kajian Epistemologi Kajian epistemologi filsafat Pancasila dimaksudkan sebagai upaya untuk mencari hakikat Pancasila sebagai suatu sistem pengetahuan. baik dalam arti susunan sila-sila Pancasila maupun isi arti dari dari sila-sila Pancasila ifu. tentang watak pengetahuan manusia. Kemudian.xxxiv nilai Pancasila yang merupakan suatu kesatuan yang utuh yang memiliki sifat dasar yang mutlak berupa sifat kodrat manusia yang monodualis tersebut. Sila pertama Pancasila mendasari dan menjiwai keempat sila lainnya. adalah nilai-nilai yang ada pada bangsa Indonesia itu sendiri. moral negara. yaitu: a. Susunan kesatuan sila-sila Pancasila adalah bersifat hierarkis dan berbentuk piramidal. sifat negara. bahwa nilai-nilai tersebut sebagai kausa material is Pancasila. dasar epistemologis Pancasila sangat berkaitan erat dengan konsep dasarnya tentang hakikat manusia. yaitu: a. tentang sumber pengetahuan manusia. Kajian epistemologi Pancasila tidak dapat dipisahkan dengan dasar ontologisnya. tugas/kewajiban negara dan warga negara. seluruh nilai-nilai Pancasila tersebut menjadi dasar rangka dan jiwa bagi bangsa Indonesia. serta c. Adapun tentang sumber pengetahuan Pancasila. Hal ini dimungkinkan karena epistemologi merupakan bidang filsafat yang membahas hakikat ilmu pengetahuan (ilmu tentang ilmu). susunan Pancasila sebagai suatu sistem pengetahuan maka Pancasila memiliki susunan yang bersifat formal logis. Oleh karena itu. Merujuk pada pemikiran filsafat Aristoteles. seperti bentuk negara. tentang teori kebenaran pengetahuan manusia. . serta segala aspek penyelenggaraan negara lainnya. Epistemologi Pancasila sebagai suatu objek kajian pengetahuan pada hakikatnya meliputi masalah sumber pengetahuan Pancasila dan susunan pengetahuan Pancasila. b. sistem hukum negara. Hal ini berarti bahwa dalam setiap aspek penyelenggaraan negara harus dijabarkan dan bersumberkan pada nilai-nilai Pancasila. Selanjutnya. C. tujuan negara. Menurut Titus (1984:20) terdapat tiga persoalan yang mendasar dalam epistemologi.

sesuai dengan sila pertama Pancasila. dasar-dasar rasional logis Pancasila juga menyangkut isi arti sila-sila Pancasila tersebut.Sebagai suatu paham epistemologi. Sila kelima didasari dan dijiwai sila pertama. kedua. Kajian Aksiologi Kajian aksiologi filsafat Pancasila pada ivakikatnya membahas tentang nilai praksis atau manfaat suatu pengeiahuan tentang Pancasila. Sila keempat didasari dan dijiwai sila pertama. Pancasila memandang bahwa ilmu pengetahuan pada hakikatnya tidak bebas nilai karena harus diletakkan pada kerangka moralitas kodrat manusia serta moralitas religius dalam upaya untuk mendapatkan suatu tingkatan pengetahuan dalam hidup manusia. dan keempat. baik yang menyangkut kualitas maupun kuantitasnya. c. Sila kedua didasari sila pertama serta mendasari dan menjiwai sila ketiga. Demikianlah. rasa. dan kehendak manusia untuk mendapatkan kebenaran yang tertinggi. epistemologi Pancasila juga mengakui kcbenaran wahyu yang bersifat mutlak. serta e. serta mendasari dan menjiwai sila kelima. dan kelima. kebenaran dan pengetahuan manusia merupakan suatu sintesis yang harmonis di antara potensi-potensi kejiwaan manusia. Hal ini sebagai tingkat kebcnaran yang tertinggi: Selanjutnya. dalam sila ketiga. Selain itu. D. serta mendasari dan menjiwai sila keempat dan kelima. Karena sila-sila Pancasila sebagai suatu sistem filsafat memiliki satu kesatuan dasar aksiologis. susunan Pancasila memiliki sistem logis. Selain itu. kedua. Dasar-dasar rasional logis Pancasila juga menyangkut kualitas ataupun kuantitasnya.xxxv b. yaitu akal. Karena itu. Kedudukan dan kodrat manusia pada hakikatnya adalah sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa. maka nilai-nilai yang . dan kelima. Itulah sebabnya Pancasila secara epistemologis harus menjadi dasar moralitas bangsa dalam membangun perkembangan sains dan teknologi dewasa ini. Sila Ketuhanan Yang Maha Esa member! landasan kebcnaran pengetahuan manusia yang bersumber pada intuisi. Sila ketiga didasari dan dijiwai sila pertama dan kedua. d. dan ketiga. ketiga. keempat. epistemologi Pancasila mengakui kebenaran konsensus terutama dalam kaitannya dengan hakikat sifat kodrat manusia sebagai makhluk individu dan makhluk sosial. keempat.

Hal ini bersifat subjektit. artinya ada sifat atau kualitas yang melekat padanya. Indah dan baik adalah sifat atau kualitas yang melekat pada bunga dan perbuatan. yaitu bahwa sesuatu itu bernilai karena berkaitan dengan sabjek pemberi nilai. tetapi ada pula yang sebaliknya. yaitu manusia. Jadi.xxxvi terkandung dalamnya pada hakikatnya juga merupakan suatu kesatuan. Akan tetapi. Namun. yaitu berorientasi pada nilai yang nonmaterial. Dalam hubungan ini. Sifat dari suatu benda yang menyebabkan menarik minat seseorang atau kelompok. Kalangan materialis memandang bahwa hakikat nilai yang tertinggi adalah nilai material. Dengan demikian. Nilai material relatif lebih mudah diukur menggunakan pancaindra ataupun alat pengukur. nilai itu pada hakikatnya adalah sifat atau kualitas yang melekat pada suatu objek. dan kata kerja yang artinya sesuatu tindakan kejiwaan tertentu dalam menilai atau melakukan penilaian (Frankena: 229). Selanjutnya. aksiologi Pancasila mengandung arti bahwa kita membahas tentang filsafat nilai Pancasila. nilai itu sebenarnya adalah suatu kenyataan yang tersembunyi di balik kenyataan-kenyataan lainnya. Sesuatu itu mengandung nilai. sedangkan kalangan hedonis berpandangan bahwa nilai yang tertinggi adalah nilai kenikmatan. Di dalam Dictionary of Sociology' an Related Sciences dikemukakan bahwa nilai adalah suatu kemampuan yang dipercayai yang ada pada suatu benda untuk memuaskan manusia. Adanya nilai itu karena adanya kenyataan-kenyataan lain sebagai pembawa nilai. Hal ini merupakan pandangan dari paham objektivisme. pcrbuatan itu baik. nilai yang bersifat rohaniah . ada yang bersifat material dan nonmaterial. dari berbagai macam pandangan tentang nilai dapat dikelompokkan pada dua macam sudut pandang. tetapi juga terdapat pandangan bahwa pada hakikatnya nilai sesuatu itu melekat pada dirinya sendiri. Istilah nilai dalam kajian filsafat dipakai untuk merujuk pada ungkapan abstrak yang dapat juga diartikan sebagai "keberhargaan " (worth) atau "kebaikan " (goodnes). Notonagoro memerinci tentang nilai. manusia memiliki orientasi nilai yang berbeda bergantung pada pandangan hidup dan filsafat hidup masing-masing. Ada yang mendasarkan pada orientasi nilai material. misalnya bunga itu indah. Terdapat berbagai macam teori tentang nilai dan hal ini sangat bcrgantung pada titik tolak dan sudut pandang setiap teori dalam menentukan pengertian nilai.

rasa. serta karsa dan keyakinan manusia (Kaelan. ataupun nilai kesucian yang secara keseluruhan bersifat sistemik-hierarkis. Sehubungan dengan ini. nilai keindahan atau estetis. tingkah laku. serta menerima Pancasila sebagai sesuatu yang bernilai. sila pertama. nilai kebaikan atau nilai moral. yang berkemanusiaan. Secara aksiologis. penghargaan. bangsa Indonesialah yang menghargai. 2005). Pengakuan. Kalau pengakuan. Dengan demikian. nilai-nilai Pancasila itu termasuk nilai kerohanian. yang berkerakyatan. yaitu ketuhanan Yang Maha Esa menjadi basis dari semua sila-sila Pancasila (Darmodihardjo: 1978). dan perbuatan manusia Indonesia. nilai vital. tingkah laku. tetapi dapat juga dilakukan dengan hati nurani manusia sebagai alat ukur yang dibantu oleh cipta. Bangsa Indonesia yang berketuhanan. tingkah laku. nilainilai Pancasila yang tergolong nilai kerohanian itu juga mengandung nilai-nilai lain secara lengkap dan harmonis.xxxvii sulit diukur. dan yang berkeadilan sosial. tetapi nilai-nilai kerohanian yang mengakui nilai material dan nilai vital. penerimaan. bangsa Indonesia merupakan pendukung nilai-nilai Pancasila (subcriber of values Pancasila). seperti nilai material. Sebagai pendukung nilai. . mengakui. atau penghargaan itu telah menggejala dalam sikap. yang berpersatuan. nilai kebenaran. dan perbuatan bangsa Indonesia. dan penerimaan Pancasila sebagai sesuatu yang bernilai itu akan tampak menggejala dalam sikap. Menurut Notonagoro. maka bangsa Indonesia dalam hal ini sekaligus adalah pengembannya dalam sikap. serta perbuatan manusia dan bangsa Indonesia.

dan menyeluruh. sila-sila Pancasila merupakan suatu sistem filsafat. Negara yang merupakan persekutuan hidup manusia sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa. yaitu sebagai bagian persekutuan hidup yang mendudukkan kodrat manusia sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa (hakikat sila pertama). tetapi memiliki esensi serta makna yang utuh. Untuk mewujudkan suatu negara sebagai suatu organisasi hidup. kerakyatan. fundamental. hidup kenegaraan itu haruslah didasarkan pada nilai bahwa rakyat merupakan asal mula kekuasaan negara. Konsekuensinya kelima sila tidak terpisah-pisah dan memiliki makna sendirisendiri. Untuk itu. hak serta kekuasaan rakyat harus dijamin. dan kenegaraan harus berdasarkan pada nilai-nilai ketuhanan. yang merupakan masyarakat hukum (legal society). dan sistematis. Pemikiran filsafat kenegaraan bertolak dari pandangan bahwa negara adalah merupakan suatu persekutuan hidup manusia atau organisasi kemasyarakatan.xxxviii PENUTUP Pancasila sebagai dasar filsafat negara serta sebagai filsafat hidup bangsa Indonesia pada hakikatnya merupakan suatu nilai-nilai yang bersifat sistematis. persatuan. sila-sila Pancasila merupakan suatu nilai-nilai yang bersifat bulat dan utuh. Terwujudnya persatuan dan kesatuan akan melahirkan rakyat sebagai suatu bangsa yang hidup dalam suatu wilayah negara tertentu. . Maka itu. kemasyarakatan. manusia harus membentuk suatu ikatan sebagai suatu bangsa (hakikat sila ketiga). negara harus bersifat demokratis. kemanusiaan. Konsekuensinya. pada hakikatnya bertujuan mewujudkan harkat dan martabat manusia sebagai makhluk yang berbudaya atau makhluk yang beradab (hakikat sila kedua). Adapun negara yang didirikan oleh manusia itu berdasarkan pada kodrat bahwa manusia sebagai warga negara. dan keadilan. . Dalam pengertian inilah. hierarkis. Pancasila sebagai filsafat bangsa dan negara Republik Indonesia mengandung makna bahwa setiap aspek kehidupan kebangsaan.

Fukuyama. Etika Politik: Prinsip-Prinsip Moral Dasar Modern. Dengan demikian. Polity Press: Cambridge. 1996. Pengertian Dasar bagi Departemen Pertahanan dan Keamanan: Jakarta.Pendidikan Pancasila Perguruan Tinggi. Franz.. Marilyn S. and Richard T. A. Kaelan. Living Issues Philosophy. Untuk mewujudkan tujuan negara sebagai tujuan bersama. Jelaskas kajian ontologis. Jelaskan Prinsip-prinsip filsafat pancasila! 3. 1989. dalam hidup kenegaraan harus diwujudkan jaminan perlindungan bagi seluruh warga. Penerbit bulan Bintang: Jakarta. Darji. Filsafat Pancasila sebagai Filasfat Bangsa Negara Indonesia. Nolan. dalam National Interest. 2005. Jelaskan pancasila sebagai kristalisasi nilai-nilai budaya bangsa Indonesia! DAFTAR BACAAN Darmodiharjo. Implementasi Pancasila untuk ABR1. PT Gramedia: Jakarta. Smith.M. 1987. Dikutip dari Modernity and Its Future. Magnis. 1984. Suseno. diterjemahkan oleh Rasyidi. Poespowardoyo.Makassar. Jelaskan Pengertian Filsafat Pancasila! 2. No. Pokok-Pokok Filsafat Hukum. Notonagoro. efistimologis dan aksiologis dari pancasila! 4. Makalah pada Kursus Calon Dosen Pendidikan Kewarganegaraan: Jakarta. 1989. Titus Harold. Gramedia Pustaka Utama: Jakarta. F. seluruh warga negara harus dijamin berdasarkan suatu prinsip keadilan yang timbul dalam kehidupan bersama (hakikat sila kelima). SOAL LATIHAN Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini : 1. untuk mewujudkan tujuan. Filsafat Pancasila. Soeryanto. Sejarah Pemikiran tantang Pancasila. The End of History. Pranarka. CSIS: Jakarta.xxxix baik sebagai individu maupun secara bersama (hakikat sila keempat). Tim Dosen Pancasila Unhas.W. 1971. Universitas Hasanuddin. Gramedia: Jakarta.2003 . 16 (1989). 1985.

Pendidikan Pancasila Bunga Rampai .2004 Tim Dosen Kewarganegaraan Hasanuddin.xl Tim Dosen Pancasila Unhas. sosial budaya. Dalam arti. Menurut Noor MS. nilai kebudayaan. Universitas BAB III PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI NASIONAL PENDAHULUAN A. Dalam beberapa pasal. yang juga diangkat dari nilai adat istiadat. Pancasila akan selalu mempunyai hal baru yang progresif dalam menghadapi tantangan kehidupan yang makin maju dan kompleks.STIMIK DIPANEGARA . inilah yang dinamakan ideologi. nilai tradisi. ekonomi. melainkan berasal dari nilai – nilai yang dimiliki bangsa Indonesia sendiri. Latar Belakang Pancasila merupakan hasil perenenungan atau pemikiran seseorang atau kelompok orang. Pengejawantahannya tercermin dalam kehidupan praksis.2008 Unhas.Makassar. Kumpulan nilai – nilai dari kehidupan lingkungan sendiri dan yang diyakini kebenarannya kemudian digunakan untuk mengatur masyarakat. Bakry [1994]. Pancasila sebagai ideologi bersifat dinamik. nilai kepustakaan. khususnya menyangkut nilai-nilai kemanusiaan dan keadilan. Pancasila bukan berasal dari dari ide – ide bangsa lain. Apa yang dipaparkan Noor MS Bakry mengindikasikan. Tantangan sekarang ini. pancasila dihadapkan pada kekuatan kapitalisme global yang telah dijadikan "ideologi" . maupun religi.Makassar. baik dalam bidang politik. nilai religius yang terdapat pada pandangan hidup bangsa indonesia sendiri sebelum membentuk negara. Pendidikan Kewarganegaraan. ia menjadi kesatuan prinsip pengarahan yang berkembang dialektik serta terbuka penafsiran baru untuk melihat perspektif masa depan dan aktual antisipatif dalam menghadapi perkembangan dengan memberikan arah dan tujuan yang ingin dicapai dalam melangsungkan hidup dan kehidupan nasional. Pancasila telah tampil di garda depan.

Dunia juga tampak belum yakin pada kelangsungan dan kemajuan sebuah negara bangsa bernama Indonesia. sehingga disebut kepribadian kemanusiaan. persatuan. yang merupakan sifat hakikat manusia. Tanpa itu. kerakyatan. Saatnya kita menggali nilai-nilai kemanusiaan dan keadilan yang terkandung didalamnya. Atas dasar Weltanschauung itu. Pancasila juga dapat dipandang sebagai ideologi negara kebangsaan Indonesia. misi. Menghadapi konsepsi tatanan pemikiran yang berkembang. negara bergerak seperti layangan putus. Kepribadian kemanusiaan merupakan sifat-sifat hakikat kemanusiaan abstrak umum universal yang dapat membedakan manusia dengan makhluk lain. Agar Pancasila sebagai ideologi bangsa tetap mempunyai semangat untuk diperjuangkan. sekarang saatnya kita menghidupkan dan memperlihatkan Pancasila sebagai sosok yang sakti. lima unsur tersebut mutlak ada dalam diri manusia. jika tidak berkemanusiaan juga bukan manusia. Masyarakat Indonesia sedikit banyak terpengaruh dengan kaum kapitalisme global ini. jika tidak berpersatuan juga tidak manusia. Mustafa Rejai dalam buku Political Ideologies menyatakan. Dalam Pancasila ada kepribadian kemanusiaan yang sangat penting. B. ideologi itu tidak pernah mati. yaitu ketuhanan. serta jika tidak berkeadilan juga bukan manusia.xli masyarakat dunia. Sebuah negara bangsa membutuhkan Weltanschauung atau landasan filosofis. dan resurgence of ideologies (kebangkitan kembali suatu ideologi). Akhir-akhir ini. keadilan. disusunlah visi. tanpa pedoman. dan tujuan negara. dan jika tidak berkerakyatan dan berkeluargaan juga bukan ma-nusia. kemanusiaan. sejak awal reformasi hingga saat ini sedang terjadi declining (kemunduran) pamor ideologi Pancasila seiring meningkatnya liberalisasi dan demokratisasi dunia. kita perlu menerima kenyataan belum diterimanya Pancasila oleh semua pihak. Ruang Lingkup Bahan pembelajaran ini akan membahas : . Jika tidak demikian bukanlah manusia. Tampaknya. decline (kemunduran). terasa pamor Pancasila sedang menurun. yang terjadi adalah emergence (kemunculan). Dengan demikian.

ideologi tertutup. Perbandingan Ideologi Pancasila dengan Ideologi Lainnya e. 4. dan idiologi keagamaan. Menjelaskan makna idiologi bagi bangsa dan negara. sekulerrisme. komprehensif. 3. dan dinamis kemudian Membandikan idiologi pancasila dengan idiologi dunia lainnya seperti liberalisme. memahami. Sasaran Pembelajaran Modul Mahasiswa diharapkan dapat mengerti. . Menjelaskan pengertian idiologi secara umum. reformatif. ideologi komprehensif dan ideologi partikular. Berbangsa dan Bernegara c. Menjelaskan pengertian macam – macam idiologi yang meliputi idiologi terbuka. 2. Peranan Ideologi dalam Kehidupan Bermasyarakat. Melalui pembelajaran ini mahasiswa diharapkan dapat : 1. Pengertian Ideologi dan Dimensi-dimensinya b. dan menghayati Pancasila sebagai Idiologi bangsa dan negara. Pancasila sebagai Ideologi Terbuka d.xlii a. 6. komunisme. Memahami peranan idiologi bangsa bagi bangsa dan negara serta Memahami pancasila sebagai ideologi bangsa dan negara indonesia yang memiliki ciri terbuka. Reformasi Socio-Moral C. 5.

2 Dimensi-Dimensi Ideologi Dimensi Realitas . ideologi adalah ilmu atau ajaran tentang idea-idea. gagasan. A. pandangan ataupun paham. ajaran.xliii URAIAN BAHAN PEMBELAJARAN A. cara fikir. gagasan-gagasan. Selanjutnya ideologi menurut makna yang dikandungnya berarti suatu ilmu atau ajaran yang mengandung ide atau cita-cita yang bersifat tetap dan sekaligus merupakan dasar. Eidos berarti idea. cita-cita ataupun konsep. Dengan demikian dapat dipahami bahwa ideologi adalah seperangkat sistem nilai yang diyakini kebenarannya oleh suatu bangsa dan digunakan sebagai dasar untuk menata masyarakat dalam negara.1 Pengertian Ideologi Secara etimologi. Pengertian Ideologi dan Dimensi-Dimensinya A. Jorge Larrain. dan cara tindak seseorang atau bangsa dalam menyelesaikan masalah-masalah yang dihadapinya. Jadi. dalam tulisannya tentang The Consept of Ideology (2002) menjelaskan bahwa “ideology as a set of beliefs” yaitu setiap individu atau kelompok masyarakat memiliki suatu sistem kepercayaan mengenal sesuatu yang dipandang bernilai dan menjadi kekuatan motivasi bagi perilaku individu atau kelompok masyarakat. istilah ideologi berasal dari bahasa Yunani yaitu dari kata “eidos” dan “logos”. Nilai-nilai yang dipandang itu sebagai cita-cita yang menjadi landasan bagi cara pandang. Sedangkan logos berarti ilmu. Ideologi mengandung nilai-nilai dasar yang hidup dalam masyarakatnya dan terkristalisasi dalam falsafah negara. atau paham. atau cita-cita tertentu.

a. dan tujuan yang ingin dicapai dalam kehidupan bermasyarakat. bangsa. Peranan Ideologi Dalam Kejhidupan Bermasyarakat . normanorma dan cita-cita yang ingin diwujudkan oleh masyarakat penganutnya. sehingga mereka tidak asing dan merasa dipaksakan untuk melaksanakannya. ideologi memiliki peranan sebagai dasar. berupa norma-norma atau aturan-aturasn yang harus dipatuhi yang sifatnya positif. dan dasar tersebut umumnya berasal dari nilai-nilai yang berkembang dan hidup dalam masyarakat itu sendiri . Sebagai Dasar Artinya merupakan pangkal tolak. dan Negara dibangun. arah. karena nila-nilai dasar itu telah menjadi milik bersama. ideologi mengandung nilai-nilai dasar. Berbangsa. dan Bernegara Sebagaimana diuraikan di muka. Dimensi Idealitas Disini ideologi mengandung cita-cita dalam berbagai bidang kehidupan yang ingin dicapai oleh masyarakat penganutnya. Dimensi ini terutama terdapat pada ideologi yang bersifat terbuka dan demokratis. ideologi merupakan pencerminan realitas yang hidup dalam masyarakat. Dimensi Normalitas Artinya ideologi mengandung nilai-nilai yang bersifat mengikat masyarakatnya. Nilai-nilai dasar yang terkandung di dalamnya bersumber dari nilai-nilai yang hidup dalam masyarakat penganutnya. sesuai tuntunan perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi.xliv Pada dimensi ini. Dimensi Fleksibilitas Disini ideologi seyogyanya dapat mengikuti spirit perkembangan zaman. berbangsa. Karena itu. B. dan bernegara. Cita-cita yang dimaksud hendaknya berisi harapan-harapan yang mungkin direalisasikan. asas atau fundasi di atas mana semua kegiatan kehidupan masyarakat.

b. Ideologi yang dapat menerima pemikiran-pemikiran baru tentang nilai dasar yang terkandung pada dirinya. berbangsa. Peran sebagai pengarah ditunjukkannya pada kedudukan Pancasila sebagai “sumber dari segala sumber hukum” segala peraturan hukum dan perundang-undangan yang ada di Negara Kesatuan Republik Indonesia. Sebagai Pengarah Artinya sebagai pengatur dan pengendali kehidupan masyarakat. tanpa harus khawatir kehilangan jati dirinya. bangsa dan Negara berupa norma-norma atau aturan-aturan yang harus dipatuhi agar arah untuk mencapai cita-cita atau tujuan tidak menyimpang (dimensi normalitas). dan bernegara pada akhirnya mengarah pada suatu tujuan atau cita-cita yang terkandung dalam ideologi yang dipakai. Disini Pancasila menjelmakan diri sebagai pengarah. . c. yang berlawanan dengan ideologi tertutup atau tidak demokratis (otoriter/totaliter). C. Pancasila sejak awal pembahasannya (sidang BPUPKI tanggal 29 Mei sampai dengan 1 Juni 1945 dan sidang gabungan tanggal 22 Juni 1945) memang direncanakan untuk dijadikan Dasar Negara. Ideologi seperti ini disebut ideologi yang demokratis. Tanggal 18 Agustus 1945 sidang PPKI menetapkan secara resmi Pancasila sebagai dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia. pengendali di dalam setiap gerak tata kehidupan berbangsa dan bernegara. Pancasila sebagai ideologi nasional akan memberikan motivasi dan semangat untuk melaksanakan pembangunan bangsa secara adil dan seimbang untuk mencapai tujuan yang tercantum dalam Pembukaan UUD 1945 (dimensi idealitas). Pancasila Sebagai Ideologi Terbuka Suatu ideologi disebut terbuka bila ideologi tersebut dapat menerima dan bahkan mengembangkan pemikiran-pemikiran baru sejauh tidak bertentangan dengan nilai-nilai dasarnya.xlv (dimensi realitas). Sebagai Tujuan Artinya semua aktivitas dalam kehidupan bermasyarakat.

Perbandingan Ideologi Pancasila Dengan Ideologi Lainnya a. dalam batas-batas tertentu Pancasila dapat menerima dan menampung pengaruh-pengaruh dari nilai-nilai yang berasal dari luar sepanjang tidak bertentangan dengan nilai-nilai dasar yang ada. Pancasila sebagai ideologi terbuka tidak sekedar dapat menerima. namun dalam penjabarannya dapat dikembangkan secara kreatif dan dinamis sesuai dengan kebutuhan dinamika perkembangan masyarakat Indonesia sendiri. Monodualisme ini adalah kodrati. bahwa Negara kita berdasar atas hukum. Dengan demikian. maka manusia tidak dapat hidup sendirian. dan bernegara. ia selalu membutuhkan yang lain. yaitu mampu menerima pemikiran-pemikiran baru dalam rangka pengembangan atau penyempurnaan perwujudan nilai-nilai dasar yang terkandung di dalamnya. mengandung arti bahwa nilai dasar yang terkandung dalam Pancasila bersifat tetap atau abadi. Pancasila sebagai ideologi terbuka. Suatu ideologi yang demokratis adalah ideologi terbuka. Lebih dari itu justru memperkaya bentuk perwujudan yang beraneka ragam dalam tata kehidupan bermasyarakat. Hal ini telah ditunjukkan oleh asas sila keempat yaitu : “Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan / perwakilan”. perwujudan Pancasila sebagai ideologi terbuka adalah dalam tata kehidupan Negara kita yang dinyatakan. dengan tidak harus mengorbankan nilai-nilai dasarnya yang bersifat tetap. Inilah yang dimaksudkan dengan nilai instrumental yang dapat dikembangkan sesuai dengan perkembangan spirit zaman. walaupun dapat saja penganutnya menyatakan ideologinya demokratis. .xlvi Pancasila sebagai ideologi jelas mempunyai nilai demokratis.Ideologi Pancasila : Ideologi Pancasila : memandang manusia sebagai makhluk individu dan makhluk sosial. Sebagai ideologi terbuka. Suaitu ideologi yang dalam kenyataannya tidak mampu lagi menerima pemikiranpemikiran baru atau metode baru yang berbeda. yang demikian disebut ideologi tertutup atau ideologi otoriter/totaliter. bahkan mendorong untuk dapat menciptakan pemikiran-pemikiran baru tersebut dalam rangka lebih menyegarkan dan memperkuat relevansinya dengan perkembangan spirit zaman. bukan atas kekuasaan belaka. D. berbangsa.

Sila Ketuhanan Yang Maha Esa. sehingga pemahaman dan pengamalannya harus mencakup semua dalamnya. Ideologi Pancasila. Kelima sila dalam Pancasila merupakan kesatuan yang bulat dan utuh. tersimpul nilai satu derajat. mengandung nilai spiritual. baik setiap silanya maupun paduan dari kelima sila-silanya. sama kewajiban dan hak. hormat menghormati. Sila Persatuan Indonesia. 1 Juni 1945). toleransi dan nilai gotong royong. maka atheisme tidak berhak hidup di bumi Indonesia dalam kerukunan dan kedamaian hidup beragama. cinta tanah air dan rela berkorban demi kepentingan bangsa dan Negara. memberikan kesempatan yang seluas-luasnya kepada semua pemeluk agama dan penganut kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa untuk berkembang di Indonesia. dan landasan etik dalam Ketahanan Nasional. keberanian membela kebenaran dan keadilan. spiritual. mengandung nilai kedaulatan berada di tangan rakyat (demokrasi) yang dijelmakan oleh persatuan nasional yang riil dan wajar. mengandung nilai-nilai kebangsaan. Saling tergantung dan saling memberi merupakan pasangan pokok dan ciri khas persatuan serta menjadi inti isi dari nilai kekeluargaan.xlvii Menurut konsep Pancasila. Nilai ini mengutamakan kepentingan Negara / bangsa dengan tetap menghargai kepentingan pribadi dan golongan. saling mencintai. Nilai ini berfungsi sebagai kekuatan mental. mengajarkan dan menerapkan sekaligus mengehendaki persatuan. saling menerina dan memberi antar manusia dalam memasyarakat dan menegara. Sila Kemanusioann Yang Adil dan Beradab. yakni manusia dalam hidup saling tergantung antar manusia. nilai yang terkandung di . Pancasila merupakan tatanan nilai yang digali atau dikristalisasikan dari nilai-nilai dasar budaya bangsa Indonesia yang sudah sejak ratusan tahun lalu tumbuh dan berkembang dalam kehidupan masyarakat di Indonesia (Bung Karno. Sila kerakyatan Yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan / Perwakilan. musyawarah untuk mufakat dan menjunjung tinggi harkat dan martabat serta nilai kebenaran dan keadilan.

dengan menempuh proses dialetik. b. Ideologi Komunis : Ideologi Komunistik mendasarkan diri pada premise bahwa semua materi berkembang mengikuti hukum kontradiksi. hak kebebasan. c. yang menjamin kemakmnuran masyarakat secara menyeluruh dan adil. Aliran pikiran ini mengajarkan bahwa Negara adalah masyarakat hukum (legal society) yang disusun atas kontrak semua orang (individu) dalam masyarakat itu (kontrak sosial). namun ada keteraturan. menghormati hak orang dan sikap gotong royong. hak kebahagiaan. hak kesamaan. Ideologi Liberal : Ideologi liberal memandang bahwa sejak manusia dilahirkan bebas dan dibekali penciptanya sejumlah hak azasi. mengandung nilai sikap adil. Faham liberalisme selalu mengkaitkan aliran pikirannya dengan hak azasi manusia menyebabkan paham tersebut meiliki daya tarik yang kuat di kalangan masyarakat tertentu. ialah kontradiksi terhadap lingkungan selalu . Liberalisme bertitik tolak dari hak azasi yang melekat pada manusi sejak ia lahir dan tidak dapat diganggu gugat oleh siapapun termasuk penguasa. yaitu hak hidup. Herbert Spencer dan Harold J. yaitu bahwa tidak terdapat sifat permanen pada diri manusia. Laski. John Locke. Metode berfikir ideologi ini ialah liberalistik yang berwatak individualistik. Hak dan kebebasan orang seorang hanya dibatasi oleh hak yang sama dimiliki orang lain bukan oleh kepentingan masyarakat seluruhnya. Menurutnya kepentingan harkat dan martabat manusia (individu) dijunjung tinggi. maka nilai kebebasan itulah yang utama. Aliran pikiran perseorangan atau individualistik diajarkan oleh Thomas Hoobbes. Jean Jaques Rousseau. Ciri konsep dialetik tentang manusia.xlviii Sila Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia. terkecuali atas pesetujuan yang bersangkutan. sehingga masyarakat merupakan jumlah para anggotanya saja tanpa ikatan nilai tersendiri. yaitu kebebasan dan kepentingan pribadi yang menuntut kebebasan individual secara mutlak yaitu kebebasan mengejar kebahagiaan hidup di tengah-tengah kekayaan material yang melimpah dan dicapai dengan bebas. Faham liberalisme mempunyai nilai-nilai dasar (intrinsik).

Secara operasional sadar berarti : a. Sehubungan dengan itu. E. Marx menganjurkan agar kaum buruh mengadakan revolusi politik untuk merebut kekuasaan Negara dari kaum golongan karya kapitalis dan borjuis agar kaum buruh dapat ganti berkuasa dan mengatur Negara. golongan borjuis menindas golongan proletar (kaum buruh). konsisten terhadap esprit dan ethos yang dijabarkan dalam filsafat pancasila . maka sejarahpun berkembang secara dialetik pula. Aliran pikiran golongan (dass theory) beranggapan bahwa Negara ialah susunan golongan (kelas) untuk menindas golongan (kelas) lain. Bagi ideologi pancasila diperlukan adanya sadar kehendak (dalam arti tidak akan terombang-ambing). Pikiran Karl Marx tentang sosial. dan Lenin bermula merupakan kritik Karl Marx atas kehidupan sosial ekonomi masyarakat pada awal revolusi industri. dikaitkan dengan tujuan merupakan suatu keinginan untuk melaksanakan citra menjadi kenyataan (konkritisasi) b. Reformasi Socio-Moral Ideologi yang bersumber pada filsafat pancasila maka reformasi kita bersifat sociomoral. ekonomi. Engels. Oleh karena itu. (Lihat buku Pendidikan Pancasila oleh Tim Dosen Pancasila Unhas). dikaitkan dengan laku/prilaku maka usaha untuk mencapai tujuan tersebut harus melalui tanggap nilai c. Agar tidak terombang-ambing maka sadar kehendak ini perlu sadar tujuan. Sebagai suatu ideologi maka terkandung suatu kehendak untuk berbuat sesuatu. Aliran pikiran ini erat hubungannya dengan aliran material-dialektis atau materialistik. Aliran pikiran golongan (dass theory) yang diajarkan oleh Karl Marx. Kelas ekonomi kuat menindas ekonomi lemah. Aliran pikiran ini sangat menonjolkan adanya kelas/revolusi dan perebutan kekuasaan Negara. dengan pikiran Leni terutama dalam pengorganisasian dan operasionalisasinya menjadi landasaan paham komunis. sadar laku (usaha) dan sadar landasan. metoda befikirnya materialisme dialetik dan jika diterapkan pada sejarah dan kehidupan sosial disebut materialisme-historik.xlix menghasilkan perkembangan dialetik dari manusia. dikaitkan dengan landasan.

menjadi mission sacre kita sebagai suatu bangsa. ia harus diperjuangkan untuk diterima kebenarannya melewati batas-batas negara bangsa kita sendiri. sistem norma yang ideal (esprit dan ethos) Ini berarti suatu ideologi apapun namanya termasuk ideologi pancasila. “terbuka” terhadap suatu perubahan yang datangnya dari luar. Tugas kaum terpelajarlah untuk mengartikulasikan keinginan rakyat untuk maju dengan mewarnai Pancasila yang memiliki rumusan tajam di segala bidang untuk menjawab tantangan yang sedang dihadapi bangsa dan negara kita. para pemimpin. Saat itulah Pancasila berpotensi untuk diterima oleh bangsa-bangsa lain di dunia. Keberhasilan Pancasila sebagai suatu ideologi akan diukur dari terwujudnya kemajuan yang pesat. Saya berpendapat. sosialisme dengan kapitalisme. dan persatuan yang mantap dari seluruh rakyat Indonesia. PENUTUP Pancasila perlu disosialisasikan agar dipahami oleh dunia sebagai landasan filosofis bangsa Indonesia dalam mempertahankan eksistensi dan mengembangkan dirinya menjadi bangsa yang sejahtera dan modern. Konsepsi dan praktik kehidupan yang Pancasilais terutama harus diwujudkan dalam keseharian kaum elite. dan bersatu sajalah Indonesia dapat menjadi salah satu rujukan dunia. kondisi itu adalah hal yang mungkin terjadi yang perlu diwujudkan. sistem kelembagaan b.l Reformasi socio-moral yg berdasarkan ideologi pancasila berarti akan menciptakan : a. Tentu bentuk perjuangan ideologi pada waktu ini berbeda dengan zaman berbenturannya nasionalisme dengan imperialisme. sistem tanggap nilai c. sejahtera. kesejahteraan yang tinggi. dan antara demokrasi dengan totaliterianisme. Sebagai hasil dari reformasi socio moral tercipta suatu peradabandalam masyarakat berdasarkan pancasila. Hanya dengan mencapai kondisi bangsa yang maju. Sebagai ideologi nasional. walaupun nilai-nilai dasar yang terkandung di dalamnya tidak berubah. para .

man. dan kaum terpelajar Indonesia untuk menjadi pelajaran masyarakat luas. E. Berbangsa dan Bernegara! 3.E.Makassar.2003 Tim Dosen Pancasila Unhas. Jelaskan pengertian ideology dan dimensi-dimensinya! 2. para pengusaha. 1978. Universitas Hasanuddin.Pendidikan Pancasila Perguruan Tinggi. SOAL LATIHAN Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini : 1.2004 Tim Dosen Kewarganegaraan Hasanuddin.Jakarta BP-7 Pusat Jakarta. Pemikiran Dan Perubahan Politik Indonesia. Gramedia.William. Isme-isme Dewasa ini. Pendidikan Kewarganegaraan.Pendidikan Pancasila Bunga Rampai . 1978. Jelaskan pengertian reformasi sosio-moral! DAFTAR BACAAN Alfian. Universitas . Jelaskan peranan Ideologi dalam Kehidupan Bermasyarakat. Penerbit Erlangga.li penguasa.2008 Unhas. Jelaskan perbandingan pancasila dengan ideology lainnya didunia! 4. berbangsa dan bernegara Tim Dosen Pancasila Unhas.Makassar. Jakarta. Pancasila sebagai ideology dalam berbagai bidang Kehidupan bermasyarakat. 1991.STIMIK DIPANEGARA . Fogel.Makassar.

lii

BAB IV IDENTITAS NASIONAL
PENDAHULUAN A. Latar belakang Situasi dan kondisi masyarakat dewasa ini menjadikan kita prihatin dan merasa ikut bertanggung jawab atas tercabik-cabiknya Indonesia serta kerusakan social yang menimpah masyarakatnya.Bangsa Indonesia yang dahulu dikenal sebagai “het zachste volk ter aarde” dalam pergaulan antarbangsa, kini sedang mengalami bukan saja krisis identitas, melainkan juga krisis dalam berbagai dimensi kehidupan yang melahirkan instabilitas yang berkepanjangan semenjak reformasi digulirkan tahun 1998 (Koento W:2005) Identitas Nasional saat ini bukan lagi menjadi suatu kebanggaan bagi bangsa Indonesia. Saat ini Indonesia tidak hanya mengalami krisis multidimensi, namun juga mengalami krisis dalam berbagai aspek kehidupan yang melahirkan suatu instabilitas yang berkepanjangan semenjak reformasi digulirkan. Akibat dari semakin biasnya nilai-nilai yang terkandung dalam Identitas Nasional yang tertanam pada diri setiap warga negara Indonesia telah menjadikan situasi dan kondisi masyarakat semakin memprihatinkan dalam berbagai bidang kehidupan, seperti ekonomi, politik, budaya, social dan sebagainya.

liii Masyarakat Indonesia yang dahulu dikenal sebagai suatu bangsa yang memiliki budi yang luhur, sopan santun yang tinggi, kerukunan, idealisme, toleransi, solidaritas social dan gotong royong, telah hilang akibat semakin derasnya arus modernisasi dan globalisasi yang menerjang bangsa Indonesia. Hal ini mengakibatkan bangsa Indonsia semakin berada dalam keterpurukan. Krisis moneter disusul krisis ekonomi dan politik yang akar-akarnya tertanam pada krisis moral dan menjalar pada krisis budaya, menjadikan masyarakat kita kehilangan orientasi nilai. Masyarakat Indonesia yang dikenal ramah, hancur porak-poranda ,kemudian menjadi kasar, serta gersang dalam kemiskinan budaya dan kekeringan spiritual. “social terrorism” muncul dan berkembang di sana-sini dalam fenomena pergolakan fisik, pembakaran, dan penjarahan yang disertai pembunuhan sebagaimana terjadi di Poso, Ambon, dan bom bunuh diri di berbagai tempat yang disiarkan secara luas, baik oleh media massa di dalam maupun di luar negeri. Semenjak pergolakan antaretnis di Kalimantan Barat, bangsa Indonesia di forum internasional dilecehkan sebagai bangsa yang telah kehilangan peradabannya. Kehalusan budi, sopan santun dalam sikap dan perbuatan, kerukunan, toleransi, serta solidaritas social, idealisme,dan sebagainya telah hilang hanyut karena derasnya arus modernisasi dan globalisasi yang penuh paradoks. Berbagai lembaga kocar-kacir semuanya dalam malfungsi dan disfungsi. Trust atau kepercayaan terhadap sesama, baik vertical maupun horizontal telah lenyap dalam kehidupan bermasyarakat. Identitas nasiional kita dilecehkan dan dipertanyakan ekistensinya. Krisis multidimensi yang sedang melanda masyarakat menyadarkan kita semua bahwa pelestarian budaya sebagai upaya untuk mengembangkan identitas nasional telah ditegaskan sebagai komitmen konstitusional, sebagaimana telah dirumuskan oleh para pendiri Negara dalam pembukaan UUD 1945 yang intinya adalah memajuan kebudayaan Indonesia. Dengan demikian, secara konstitusional pengembangan kebudayaan untuk membina dan mengembangkan Identitas Nasional telah diberi dasar dan arahnya. B. Ruang Lingkup Adapun ruang lingkup yang akan dijelaskan dari Identitas Nasional meliputi : Latar Belakang dan Pengertian Identitas Nasional, Muatan dan Unsur-unsur Identitas

liv Nasional, Keterkaitan Globalisasi dengan Identitas Nasional, Keterkaitan Integrasi Nasional dan Identitas Nasional, Paham Nasionalisme atau Paham Kebangsaan, Revitalisasi Pancasila Sebagai Pemberdayaan Identitas Nasionalisme B. Sasaran Pembelajaran Mahasiswa diharapkan mampu mengenali karasteristik identitas nasional sehingga dapat memiliki daya tangkal terhadap berbagai hal yang akan menghilangkan identitas nasional Indonesia.

Melalui pembelajaran ini mahasiswa diharapkan dapat : 1. Mengerti tentang Latar Belakang dan Pengertian Identitas Nasional; 2. Menjelaskan Muatan dan Unsur-Unsur Identitas Nasional; 3. Menjelaskan keterkaitan Globalisasi dengan Identitas Nasional; 4. Menjelaskan keterkaitan Integrasi Nasional dengan Identitas Nasional; 5. Menganalisis tentang Paham Nasionalisme atau Paham Kebangsaan sebagai paham yang mengantarkan pada konsep Identitas Nasional; serta 6. Menganalisis tentang Revitalisasi Pancasila sebagai Pemberdayaan Identitas Nasional

lv

URAIAN BAHAN PEMBELAJARAN

A. Pengertian Identitas Nasional Kata Identitas berasal dari bahasa Inggris “identity” yang memiliki pengertian harafiah ciri-ciri, tanda-tanda, atau jati diri yang melekat pada seseorang atau sesuatu yang membedakannya dengan yang lain. Dalam terminology antropologi ,Identitas adalah sifat khas yang menerangkan dan sesuai dengan kesadaran diri pribadi sendiri ,golongan sendiri,kelompok sendiri, komunitas sendiri, atau negara sendiri. Mengacu pada pengertian ini identitas tidak terbatas pada individu semata, tetapi berlaku pula pada suatu kelompok. Adapun kata nasional merupakan identitas yang melekat pada kelompok-kelompok yang lebih besar yang diikat oleh kesamaan-kesamaan, baik fisik, seperti budaya, agama dan bahasa maupun nonfisik, seperti keinginan, cita-cita, dan tujuan. Himpunan kelompokkelompok inilah yang disebut dengan istilah identitas bangsa atau identitas nasional yang akhirnya melahirkan tindakan kelompok (collective action) yang diwujudkan dalam bentuk organisasi atau pergerakan-pergerakan yang diberi atribut-atribut nasional. Kata nasional sendiri tidak bias dipisahkan dari kemunculan konsep nasionalisme.

Bila dilihat dalam konteks Indonesia maka Identitas nasional merupakan manifestasi nilai-nilai budaya yang tumbuh dan berkembang dalam berbagai aspek

lvi kehidupan dari ratusan suku yang “dihimpun” dalam satu kesatuan Indonesia menjadi kebudayaan nasional dengan acuan Pancasila dan roh “Bhineka Tunggal Ika” sebagai dasar dan arah pengembangannya. Dengan kata lain, dapat dikatakan bahwa hakikat identitas Nasional kita sebagai bangsa di dalam hidup dan kehidupan berbangsa dan bernegara adalah Pancasila yang aktualisasinya tercermin dalam penataan kehidupan dalam arti yang luas. Misalnya, dalam aturan perundang-undangan atau hukum, system pemerintahan yang diharapkan, serta dalam niai-nilai etik dan moral yang secara normative diterapkan di dalam pergaulan, baik dalam tataran nasional maupun internasional, dan sebagainya. Nilainilai budaya yang tercermin di dalam Identitas Nasional tesebut bukanlah barang jadi yang sudah selesai dalam kebekuan normative dan dogmatis, melainkan sesuatu yang “terbuka” yang cenderung terus-menerus bersemi karena hasrat menuju kemajuan yang dimiliki oleh masyarakat pendukungnya. Konsekuensi dan implikasinya adalah bahwa identitas nasional adalah sesuatu yang terbuka untuk ditafsirkan dengan diberi makna baru agar tetap relevan dan fungsional dalam kondisi aktual yang berkembang dalam masyarakat. B. Muatan dan Unsur-Unsur Identitas Nasional a. Muatan Unsur-Unsur Identitas Nasional Muatan Identitas Nasional dapat digambarkan sebagai berikut:

Pandangan Hidup Bangsa Kepribadian bangsa Filsafat Pancasila

Dasar Negara

Norma Peraturan

Rule of Law

Hak dan Kewajiban WN Demokrasi dan HAM

bisa dikatakan bahwa Identitas Nasional adalah merupakan Pandangan Hidup Bangsa. kebudayaan. 1) Suku bangsa adalah golongan social yang khusus bersifat askriptif (ada sejak lahir) yang sama coraknya dengan golongan umur dan jenis kelamin. Hindu. Hal ini akhirnya menjadi etika Politik yang kemudian dikembangkan menjadi konsep geopolitik dan geostrategi Ketahanan Nasional di Indonesia. Filsafat Pancasila dan juga sebagai ideologi Negara. Dengan kata lain juga merupakan dasar Negara yang merupakan norma peraturan (Rule of Law) yang harus dijunjung tinggi oleh semua warga Negara tanpa terkecuali. Dengan demikian Identitas Nasional mempunyai kedudukan paling tinggi dalam tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara. demokrasi serta hak asasi manusia yang berkembang semakin dinamis di Indonesia.lvii Etika Politik Geopolitik Indonesia Deostrategi Ketahanan Dari gambaran tersebut. Kemajemukan itu merupakan gabungan dari unsur-unsur pembentuk identitas. Di Indonesia terdapat banyak sekali suku bangsa atau kelompok etnis dengan tidak kurang 300 dialek bahasa. agama. b.Agama-agama yang tumbuh berkembang di Nusantara adalah agama Islam. yaitu suku bangsa. dan bahasa. Kristen.termasuk disini adalah tatanan hukum yang berlaku di Indonesia. Unsur-unsur Identitas Nasional Identitas Nasional Indonesia merujuk pada suatu bangsa yang majemuk. 2) Agama bangsa Indonesia dikenal sebagai masyarakat yang agamis. . Katolik. Kepribadian Bangsa. Norma peraturan ini mengatur mengenai hak dan kewajiban warga Negara.

yaitu identitas sebagai alat untuk menciptakan Indonesia yang dicita-citakan. budaya. bahasa Indonesia. Alatnya berupa UUD 1945. Agama Kong Hu Cu pada masa orde baru tidak diakui sebagai agama resmi negara. 3) Identitas Alamiah. Identitas Instrumental. 2) Identitas Instrumental. Bahasa Indonesia.dan Kong Hu Cu. serta agama dan kepercayaan Identitas Nasional Indonesia yang bersifat pluralistic (ada keanekaragaman) baik menyangkut sosio-kultural maupun religiositas terbagi atas : • • Identitas fundamental/ideal. tetapi sejak pemerintahan Presiden Abdurrahman Wahid. Dasar Negara. 3) Kebudayaan adalah pengetahuan manusia sebagai makhluk social yang isinya perangkat-perangkat atau model-model pengetahuan yang secara kolektif digunakan oleh pendukung-pendukungnya untuk menafsirkan dan memahami lingkungan yang dihadapi dan digunakan sebagai rujukan atau pedoman untuk bertindak (dalam bentuk kelakuan dan benda-benda kebudayaan) sesuai dengan lingkungan yang dihadapi. dan Ideologi Negara. dalam hal ini adalah pancasila yang merupakan Falsafat Bangsa. 4) Bahasa merupakan unsur pendukung identitas nasional yang lain. Bendera Negara. yang bersisi UUD 1945 dan Tata Perundangannya. yaitu Pancasila yang merupakan Falsafah Bangsa. Dasar Negara. dan lagu kebangsaan. lambing negara. Lambang Negara. dan Ideologi Negara. Dari Unsur-unsur Identitas Nasional tersebut dapat dirumuskan pembagiannya menjadi tiga bagian yaitu : 1) Identitas Fundamental. yang meliputi Negara kepulauan (archipelago) dan pluralisme dalam suku. bahasa. Lagu Kebangsaan “Indonesia Raya”. Bahasa dipahami sebagai system perlambang yang secara arbitrer dibentuk atas unsur-unsur bunyi ucapan manusia dan yang digunakan sebagai sarana berinteraksi antar manusia. Bendera Kebangsaan Indonesia Merah Putih .lviii Buddha. istilah agama resmi dihapuskan.

Indonesia merupakan negara kepulauan. Era Globalisasi tersebut mau tidak mau. .lix Bendera Merah Putih bukanlah semata-mata sebagai benda untuk keindahan belaka. sedangkan kepalanya menghadap kanan. tetapi merupakan penjelman dari cita-cita tinggi yang terkandung dalam jiwa bangsa Indonesia. kepribadian.tantangan. juga mencakup di dalamnya identitas religiulitas dan sosio-kultural yang meliputi pluralistic dalam suku. Pada pita itu tertulis “Bhineka Tunggal Ika” yang berarti walaupun berbedabeda tetap satu jua. Pada dadanya digantungsebuah perisai yang dibagi menjadi lima ruang. Lagu Kebangsaan Indonesia Raya Lagu kebangsaan Indonesia Raya menggambarkan semangat cinta tnah air dan kegagahan serta kebenaran. budaya. • Identitas alamiah. Kaki burung mencengkeram sebuah pita yang sedikit melengkung ke atas. suka tidak suka telah datang dan menggeser nilai-nilai yang telah ada. satu di tengah dan empat di tepi. Semua ini merupakan ancaman. 2. dan kemegahan negara Indonesia. 3. Wujud lambing negara Indonesia adalah sebagai nerikut : 1. seekor burung garuda yang berdiri tegak dengan mengembangkan sayapnya ke kanan dan ke kiri. ada yang bersifat positif dan ada pula yang bersifat negative. Globalisasi Adanya Era globalisasi dapat berpengaruh terhadap nilai-nilai budaya bangsa Indonesia.dan sekaligus sebagai peluang bagi bangsa Indonesia untuk berkreasi dan berinovasi disegala aspek kehidupan. Keterkaitan Globalisasi Dengan Identitas Nasional a. bahasa. agama. Nilai-ninlai tersebut. Identitas alamiah. C. Lambang Negara Republik Indonesia Lambang negara Garuda Pancasila menggambarkan kedaulatan. dan kepercayaan.

Di dalam pergaulan antarbangsa yang semakin kental itu. akan menggagu ketahanan disegala aspek kehidupan. Pengaruh negative akibat proses akulturasi dapat merongrong nilai-nilai yang telah ada di dalam masyarakat. akan terjadi proses akulturasi. yang berarti harkat dan martabat manusia hanya diukur dari hasil atau keberhasilan sesorang dalam memperoleh kekayaan. batas wilayah tidak lagi menjadi penghalang.lx Di era globalisasi. Arus informasi yang semakin pesat mengakibatkan akses masyarakat tehadap nilainilai asing yang negative semakin besar. serta 2) semakin menonjolnya sikap materialistis. b. hal ini bertentangan dengan asas gotong royong. Hal ini bisa berakibat bagaiman cara memperolehnya menjadi tidak dipersoalkan lagi. apakah dapat melunturkan tata nilai yang merupakan jati diri bangsa Indonesia? Lunturnya tata nilai tersebut biasanya ditandai oleh dua faktor yaitu : 1) semakin menonjolnya sikap individualistis. berarti etika dan moral telah dikesampingkan. saling meniru dan saling mempengaruhi diantara budaya masing-masing. intensitas hubungan masyarakat antara satu Negara dengan Negara yang lain menjadi semakin tinggi. Dengan demikian. Jika semua ini tidak dapat dibendung. Adapun yang perlu dicermati dalam proses akulturasi tersebut. yaitu dengan cara membangun sebuah konsep nasionalisme kebangsaan yang mengarah kepada konsep Identitas Nasional. Batas antarnegara hampir tidak ada artinya. Apabila proses ini tidak segera dibendung. yaitu mengutamakan kepentingan pribadi di atas kepentingan umum. Untuk membendung arus globalisasi yang sangat deras tersebut maka harus diupayakan suatu kondisi (konsepsi) agar ketahanan nasional dapat terjaga. kecenderungan . Apabila ini terjadi. bahkan akan berpengaruh pada kredibilitas sebuah ideologi. pergaulan antar bangsa semakin ketat. akan berakibat lebih serius ketika pada puncaknya masyarakat tidak bangga lagi pada bangsa dan negaranya. Keterkaitan Globalisasi Dengan Identitas Nasional Dengan adanya globalisasi.

bahkan akan menyebabkan lunturnya nilai-nilai Identitas Nasional. persatuan dan kesatuan bangsa inilah yang dapat lebih menjamin terwujudnya negara yang makmur. khususnya bagi generasi penerus bangsa. diperlukan keadilan dan kebajikan yang diterapkan oleh pemerintah dengan tidak membedakan ras. Konflik yang terjadi di Aceh. Untuk mewujukan. seperti banyaknya keterlibatan pemerintah dalam menentukan komposisi dan mekanisme parleman. dan terorisme. upaya membangun keadilan. D. Di samping itu. Jika hal tersebut tidak dibendung akan menggagu terhadap ketahanan nasional di segala aspek kehidupan. Masalah-masalah tersebut berpengaruh terhadap nilai-nilai budaya bangsa yang selama ini dijunjung tinggi. Hal ini ditunjukkan dengan semakin merajalelanya peredaran narkotika dan psikotropika sehingga sangat merusak kepribadian dan moral bangsa. Upaya pembangunan dan pembinaan integrasi nasional ini perlu karena pada hakekatnya integrasi nasional menunjukkan kekuatan persatuan dan kesatuan bangsa yang diinginkan. agama. Dengan demikian. aman. Pada akhirnya. Kalimantan Barat. peredaran dokumen keimigrasian palsu.lxi munculnya kejahatan yang bersifat transnasional semakin sering terjadi. bahasa dan sebagainya. pencucian uang (money laundering). Kejahatankejahatan tersebut. . Adapun keterkaitan integrasi nasional dengan Identitas Nasional adalah bahwa adanya integrasi nasional dapat menguatkan akar dari Identitas Nasional yan sedang dibangun. antara lain terkait dengan masalah narkotika. dan persatuan bangsa merupakan bagian dari upaya membangun dan membina stabilitas politik. upaya lain yang dilakukan. upaya integrasi nasional dengan strategi yang mantap perlu terus dilakukan agar terwujud integrasi bangsa Indonesia yang diinginkan. kesatuan. Ambon. suku. dan tentram. Keterkaitan Intergrasi Nasional Dan Identitas Nasional Masalah integrasi nasional di Indonesia sangat kompleks dan multidimensional. dan Papua merupakan cermin belum terwujudnya integrasi nasional yang diharapkan. Sebenarrnya.

akan berdampak bagi proses mempertahankan integrasi nasional. mereka hanya bisa mengatakan bahwa hal tersebut adalah urusan pemerintah. maka sebenarnya kita telah melakukan proses yang begitu “hebat”. yaitu : Persamaan Persepsi Dalam integrasi nasional diperlukan persamaan persepsi di antara segenap masyarakat mengenai adanya keragaman dan memunculkan semangat untuk membina kehidupan bersama secara harmonis dengan prinsip mementingkan kepentingan bersama daripada individu. Karena salah satu faktor perekat bagi integrasi nasional adalah kesetaraan antara warga negara di mata hokum dan pemerintahan. sifat kedaerahan yang cenderung separatis ini menjadi penyebab dari tak terwujudnya integrasi nasional di dalam diri masyarakat Indonesia. Dengan terhapusnya diskriminasi tersebut. Berbagai bentuk diskriminasi ini dapat dilihat dalam wujud diskriminasi agama. Pembenahan Hukum Nasional Pembenahan hokum nasional merupakan langkah nyata penghapusan diskriminasi di dalam kehidupan berbangsa dan bernegara di RI. Upaya-upaya perwujudan integrasi nasional. walaupun hal ini sangat sulit untuk dicapai. integrasi nasional harus mendapatkan perhatian seriusdan upaya perwujudan yang strategis. Kesamaan persepsi merupakan solusi yang tepat. ketika kita telah berhasil dan mengatakan “kesamaan persepsi”. Asimilasi . Namun.lxii Maka. Asimilasi Upaya ini bertujuan untuk meminilisasi sifat-sifat kedaerahan sukuisme yang dianut sebagian besar masyarakat Indonesia. social-ekonomi. Penghapusan segala bentuk diskriminasi ini merupakan langkah konkret penegakan supremasi hokum. Dalam hal ini. diskriminasi merupakan musuh bersama bagi warga negara bangsa Indonesia. mantap. Untuk itu. dan adanya diskriminasi terhadap perempuan. karena melibatkan pertarungan ego yang sungguh rumit. Karena kita telah berhasil meruntuhkan bangunan ego yang telah mengakar. dan actual. masyarakat selalu membanggakan daerahnya masing-masing.

maka Identitas Nasional sebagai manifestasi nilai-nilai budaya yang dihimpun dalam satu kesatuan tentu akan semakin kukuh dan relevan. Paham Nasionalisme Kebangsaan Dalam perkembangan peradaban manusia. seperti Indonesia salah satunya. Harus berani terbuka dan mengakui unsure modernisasi dari proses social politik. bukan malah menjadi tangan panjang dari pejabat pemerintah untuk dilayani oleh masyarakat. Penataan Birokrasi Birokrasi sebagai komponen yang menentukan dalam integrasi nasional harus kembali pada fungsi awalnya. Jika integrasi nasional terwujud dengan upaya-upaya di atas. Dalam upaya melayani masyarakat. Meningkatkan kualitas pengabdian birokrasi Birokrasi seharusnya tetap solid tetapi dinmis dalam merespon perubahan. integrasi nasional menguatkan akar dari Identitas Nasional yang sedang dibangun. E. Paham Nasionalisme Atau Paham Kebangsaan a. Karena pada dasarnya. dan kepuasan kualitatif rakyat dan pola pelayanannya. lahir semangat untuk mandiri dan bebas untuk menentukan masa depannya sendiri. Di kalangan bangsa-bangsa yang tertindas kolonialisme. interaksi sesame manusia berubah menjadi bentuk yang lebih kompleks dan rumit. yakni sebagai alat untuk memutuskan/mempermudah jalannya penerapan kebijakan pemerintah. yakni persatuan dan kesatuan bangsa dan negara. Dalam situasi perjuangan kamerdekaan dari kolonialisme itu. kebutuhan.lxiii memperbaiki anggapan masyarakat dan menciptakan kebersamaan sebagai suatu jalan untuk mewujudkan integrasi nasional dan mewujudkan Indonesia itu sendiri. Hal ini dimulai dari tumbuhnya kesadaran untuk menentukan nasib sendiri. yaitu : Harus peka terhadap tuntutan. prestasi. dibutuhkan suatu konsep sebagai dasar pembenaran rasional dari tuntutan terhadap penentuan nasib sendiri yang dapat mengikat keikutsertaan semua orang atas . Ada 3 tuntutan terhadap birokrasi berkaitan dengan integrasi nasional.

Seiring dengan naiknya pamor Soekarno ketika menjadi Presiden pertama RI. Negara (state). Semangat nasionalisme dipakai sebagai metode perlawanan secara efektif oleh para penganutnya. Secara garis besar terdapat tiga pemikiran besar tentang nasionalisme di Indonesia yang terjadi pada masa sebelum kemerdekaan. Para pengikut nasionalisme tersebut berkeyakinan bahwa persamaan cita-cita yang mereka miliki dapat diwujudkan dalam sebuah identitas politik atau .Plattner bahwa para penganut nasionalisme dunia ketiga secara khas menggunakan retronika antikolonialisme dan antiimperalisme. dengan para tokoh yang mewakili pemikiran Islam (sebagai agama terbesar pemeluknya di Indonesia) dan Marxisme di sisi yang lain. sebagaimana yang disampaikan oleh Larry Diamond dan Marc F. Munculnya nasionalisme terbukti sangat efektif sebagai alat perjuangan bersama merebut kemerdekaan dari cengkeraman colonial. kecurigaan di antara para tokoh pergerakan yang telah tumbuh disaat-saat menjelang kemerdekaan berkembang menjadi pola ketegangan politik yang lebih permanen antara Negara melalui figur nasionalis Soekarno disatu sisi. yaitu paham keislaman.lxiv nama sebuah bangsa. Paham Nasionalisme Kebangsaan Sebagai Paham Yang Mengantarkan Pada Konsep Identitas Nasional Paham Nasionalisme atau paham Kebangsaan terbukti sangat efektif sebagai alat perjuangan bersama merebut kemerdekaan dari cengkeraman kolonial. dapat dikatakan bahwa Paham Naasional atau Kebangsaan adalah sebuah situasi kejiwaan ketika kesetiaan seseorang secara total diabdikan langsung pada negara bangsa atas nama sebuah bangsa. Dari sinilah. Dalam konteks ini. Marxisme dan Nasionalisme Indonesia. lahir konsep-konsep lain seperti bangsa (nation). Semangat nasionalisme diharapkan secara efektif dapat dipakai sebagai metode perlawanan dan alat identifikasi oleh para penganutnya untuk mengetahui siapa lawan dan kawan. dan gabungan keduanya yang menjadi konsep negara bangsa (nation state) sebagai komponen-komponen yang membentuk Identitas Nasional atau Kebangsaan. b. Dasar pembenaran tersebut. selanjutnya mengkristal dalam konsep paham ideology kebangsaan yang biasa disebut dengan nasionalisme.

etnis. agama. dan budaya. pengakuan luar negeri.semisal Syahrir dan Mohammad Hatta. pemerintah yang sah. menurutnya kebijakan ini merupakan pihak terbaik bagi kemerdekaan ataupun bagi masa depan seluruh bangsa Indonesia.Semangat nasionalisme Soekarno tersebut mendapat respon dan dukungan luas dari kalangan intelektual muda didikan Barat. dan sebagainya. Cit-cita bersama untuk merebut kemerdekaan menjadi semangat umum di kalangan tokoh-tokoh pegeakan nasional. Soekarno menggungkapkan keyakinan watak nasionalisme yang penuh nilai-nilai kemanusiaan. seperti ketentuan-ketentuan perbatasan territorial. dan tidak agresif sebagaimana nasionalisme yang dikembangkan di Eropa. Nation state atau negara bangsa merupakan sebuah bangsa yang memiliki bagunan yang memiliki bangunan politik (political building). geografis. seperti ras. sekedar meniru dari Barat. paham Nasionalisme di Indonesia yang disampaikan oleh Soekarno bukaknlah nasionalisme yang bewatak sempit. atau berwatak chauvinism. bahasa. Dengan demikian. Pada waktu itu semangat menentang kolonialisme Belanda mulai bermuculan di kalangan pribumi. dan pemerintahan yang permanen yang disebut negara atau state. Kemudian. Sekalipun Soekarno seorang Muslim. tidak sekadar mendasarkan pada perjuangan Islam. baik golongan Islam maupun Marxis. Menurut penganutnya. bercorak ketimuran. Unsur persamaan tersebut dapat dijadikan sebagai identitas politik bersama atau untuk menentukan tujuan organisasi politik yang dibangun berdasarkan geopolitik yang terdiri atas populasi. Kemudian faham ini semakin berkembang paradikmanya hingga sekarang dengan munculnya konsep Identitas . Nasiaonalisme yang dikembangkan Soekarno bersifat toleran. juga meyakinkan pihak-pihak yang bersebrangan pandangan bahwa kelompok nasional dapat bekerja sama dengan kelompok mana pun.lxv kepentingan bersama dalam bentuk sebuah wadah yang disebut bangsa (nation). Selain itu. bangsa atau nation merupakan suatu wadah yang didalamnya terhimpun orangorang yang mempunyai persamaan keyakinan dan persamaan lainnya yang mereka miliki. Munculnya paham atau paham kebangsaan indonesia tidak bisa dilepaskan dari situasi sosial politik dekade pertama abad ke-20. semangat tersebut diformulasikan dalam bentuk nasionalisme yang sesuai dengan kondisi masyarakat Indonesia.

moral. F. untuk menunjukkan bahwa MPK merupakan aspek being yang tidak kalah pentingnya. penyelenggaraan MPK maka harus dikaitkan dengan wawasan: 1) Spiritual. perlu disadari bahwa moralitas Pancasila akan menjadi tanpa makna dan hanya menjadi “karikatur” apabila tidak disertai dukungan suasana dibidang hukum secara kondusif. Antara moralitas dan hukum memang terdapat korelasi yang sangat erat. bisa dikatakan bahwa paham Nasionalisme atau Kebangsaan disini adalah merupakan refleksi dari Identitas Nasional. ada yang perlu diperhatikan di sini. tetapi mereka berbeda pendapat mengenai masalah nilai atau watak nasionalisme Indonesia. ketentuan hukum yang dibuat tanpa disertai dasar dan alasan moral. yakni adanya perdebatan panjang tentang paham nasionalisme keangsaan ketika para founding father bangsa ini mempunyai kesepakatan perlunya paham nasionalisme kebangsaan. 2) Akademis. Dalam merevitalisasi Pancasila sebagai manifestasi Identitas Nasional. untuk meletakkan landasan etika.sebagai dasar dan arah pengembangan suatu profesi. Artinya moralitas yang tidak didukung oleh kehidupan hukum yang kondusif akan menjadi subjektivitas dengan satu sama lain akan saling berbenturan. dan bertentangan dengan nilai-nilai pancasila itu sendiri. kontra produktif.bahkan lebih penting daripada aspek having dalam kerangka .religiusitas.lxvi Nasional. moralitas Pancasila sebagaimana manifestasi Identitas Nasional pada giliranyaharus diarahkan pula pada pembinaan dan pengembangan moral. Revitalisasi Pancasila Sebagai Pemberdayaan Identitas Nasional a.akan melahirkan suatu legalisme yang represif. Walaupun demikian.Sehubungan dengan ini. Revitalisasi Pancasila Revitalisasi demikian.Sebaliknya. Dengan Pancasila dapat dijadikan dasar dan arah dalam upaya untuk mengatasi krisis dan disintegrasi yang cenderung sudah menyentuh kesemua segi dan sendi kehidupan.

relevan. 3) Kebangsaan. b. Idealitas : bahwa idealisme yang terkandung didalamnya bukanlah bsekedar utopis tanpa makna.melainkan diobjektivasikan sebagai kata kerja untuk membangkitkan gairah dan optimisme warga masyarakat agar melihat masa depan secara prospektif. Fleksibilitas : bahwa pancasila bukanlah barang jadi yang sudah selesai dan tertutup atau menjadi sesuatu yang sacral. serta 4) Mondial.untuk menumbuhkan kesadaran nasionalismenya agar dalam pergaulan antar bangsa tetap setia pada kepentingan bangsanya. serta bangga dan respek pada jati diri bangsanya yang memiliki ideology tersendiri. Realitas : bahwa nilai-nilai yang terkandung didalamnya dikonsentrasikan sebagai cerminan kondisi objektif yang tumbuh dan berkembang dalam masyarakat kampus utamanya . untuk menyadarkan bahwa manusia dan bangsa di masa kini siap menghadapi dialektika perkembangan dalam masyarakat dunia yang “terbuka”. Pemberdayaan Identitas Nasional Dalam rangka pemberdayaan Identitas Nasional.Hal ini dapat dilakukan melalui seminaratau gerakan dengan tema revitalisasi pancasila.Revitalisasi sebagai manifestasi Identitas Nasional mengandung makna bahwa pancasila harus diletakkan dalam keutuhannya dengan pembukaan.melainkan sebagai subjek pembaharuan dan pencerahan.serta dieksplorasikan dimensi-dimensiyang melekat padanya uyang meliputi: 1.serta .Dengan demikian tanpa kehilangan nilai hakikinya pancasila menjadi tetap actual.Disamping itu.melainkan terbuka bagi tafsir-tafsir baru untuk memenuhi kebutuhan zaman yang terus menerus berkembang. 3. suatu rangkaian nilai-nilai yang bersifat sein im sollen dan das sollen im sein.lxvii persiapan SDM yang bukan sekedar instrument.serta menuju hariesok yang lebih baik.juga mampumenjari jalan keluar sendiri dalam mengatasi setiap tantangan yang dihadapi. diharapkan mampu untuk segera beradaptasi dengan perubahan yang terus menerus terjadi dalam masyrakat moderen.perlu ditempuh melalui revitalisasi pancasila. 2.Selain itu.

serta pelecehan terhadap kedibilitas dirinya sebagai dasar Negara ataupun sebagai manisfestasi Identitas Nasional. Kesasihan tradisi. Pancasila pun tidak terhindar dari berbagai macam gugatan. perlu segera disadari bahwa tanpa suatu “platform” dalam format dasar Negara atau idiologi. sinisme.dalam arti relevan dan fungsional bagi kondisi actual yang sedang berkembang dalam masyarakat. Namun. tetapi harus diperjuangkan serta terus-menerus ditumbuhkan dalam dimensi ruang dan waktu yang terus berkembang dan berubah. kini dikritisi dan dipertanyakan berdasarkan visi dan harapan tentang masa depan yang lebih baik. Nilai-nilai budaya yang diajarkan oleh nenek moyang tidak hanya diwarisi dengan barang sudah “jadi” yang berhenti dalam kebekuan normative. agar identitas Nasional dapat dipahami oleh masyrakat sebagaipenerus tradisi nilai-nilai yang diwariskan oleh nenek moyang maka pemberdayaan nilai ajarannya harus bermakna. juga nilai-nilai spiritual yang dianggap sacral. Abad XXI sebagai zaman baru mengandung arti sebagai zaman ketika umat manusia semakin sadar untuk berfikir dan bertindak secara baru. yaitu zaman baru yang sarat dengan nilai-nilai baru yang tidak saja berbeda. atau sebagai sarana yang andal dalam bersikap dan bertindak dalam memecahkan masalahmasalah yang dihadapi dalam kehidupan. Dalam kondisi kehidupan bermasyarakat dan b erbangsa yang sedang dilanda krisis dan disintegrasi.lxviii fungsional sebagai tiang-tiang penyangga bagi kehidupan bangsa dan Negara dengan jiwa dan semangat”Bhinneka Tunggal Ika”. tetapi juga bertentangan dengan nilai-nilai lama sebagaimana diwariskan oleh nenek moyang dan dikembangkan para pendiri Negara ini. manusia menjadikan rasio sebagai mitos. mustahil suatu bangsa akan dapat survive menghadapi berbagai tantangan dan ancaman yang menyertai derasnya arus globalisasinya yang melanda seluruh dunia yang otonom. Dengan kemampuan refleksinya. Perlu disadari bahwa umat manusia masa kini hidup di abad XXI. . Dengan demikian.

nilai-nilai yang ada tersebut harus digali dulu. Untuk membentuk jati diri. untuk mengembangkan jati diri bangsa. tetapi juga sebuah pilihan yang rasional dan emosional . (Wibisono Koento: 2005) Dari nilai-nilai budaya tersebut. serta adanya kesepakatan di antara sersama. Di sinilah.lxix Melalui revitalisasi Pancasila sebagai wujud pemberdayaan Identitas Nasional inilah. yang di dalam pergaulan antarbangsa dahulu dikenal ebagai bangsa yang paling “halus” atau sopan di bumi “het zashte volk ter aarde”. Dengan adanya saling pengertian di antara satu dengan yang lain. Identitas Nasional dalam alur rasional-akademik tidak saja diartikan secara tekstual. cipta. dan karsa. berani mengambil resiko. Untuk itu. persatuan dan kesatuan. perlu perjuangan dan ketekunan untuk menentukan nilai. Sementara itu. secara lngsung akan memperlihatkan jati diri bangsa yang pada akhirnya mewujudkan Identitas Nasional. rasa. seperti gotong royong. keterbukaan. harus dimulai dari pengembangan nilai-nilai. letak arti pentingnya pelaksanaan MPK dalam kerangka pendidikan tinggi untuk menembangkan dialog budaya dan budaya dialog untuk mengantarkan lahirnya generasi penerus yang sadar dan tedidikn dengan wawasan nasional yang menjangkau jauh ke masa depan. tetapi juga segi konstekstualnya dieksplorasikan sebagai referensi kritik sosial terhadap berbagai penyimpangan yang melanda masyarakat dewasa ini. yaitu nilai-nilai kejujuran. Semua nilainilai ini sangat berarti dalam memperkuat rasa nasionalisme bangsa. (Soemaro. misalnya nilai-nilai lainnya. Soedarsono). MPK harus dimanfaatkan ntuk mengembalikan Identitas Nasional bangsa. juga saling menghargai dan menghormati. betanggunug jawab. lahir asumsi dasar bahwa menjadi bangsa Indonesia tidak sekedar masalah kelahiran saja.

lxx PENUTUP Cara untuk mempertahankan Identitas Nasional. Selain itu yang perlu kita sadari bahwa pengaruh globalisasi tidak hanya mendatangkan dampak negative. aman. Upaya-upaya yang dapat ditempuh untuk dapat menciptakan integrasi nasional. yaitu : Mengusahakan persamaan persepsi dalam hal memunculkan semangat untuk membina kehidupan bersama yang harmonis. dan paham-paham luar yang dapat mengancam Identitas Nasional bangsa Indonesia. kita harus memanfaatkan dampak positif dari era globalisasi dan menolak hal-hal akibat adanya era globalisasi yang dapat mengancam Identitas Nasional bangsa Indonesia. kita juga harus menaati aturan dan norma yang telah ditetapkan oleh pemerintah menyangkut budaya asing yang dapat mengancam Identitas Nasional. dan harus berpatokan pada nilai-nilai agama atau spiritual yang merupakan salah satu cara untuk membentengi diri dari pengaruh negative pada era globalisasi. namun sebagai masyarakat . dan tenteram. Oleh karena itu. namun juga dapat menimbulkan dampak positif bagi bangsa Indonesia dengan adanya kemajuan teknologi yang sedang meningkat dengan pesat. Walaupun hal ini sangat sulit karena setiap orang mempertahankan egonya masing-masing. Selain itu. yaitu setiap warga negara seharusnya menanamkan kesadaran dalam diri mereka untuk bisa memfilter informasi. budaya.

Oleh karena itu. yaitu Identitas Nasional. Kita harus menyadari bahwa kemerdekaan yang telah kita raih saat ini adalah melalui perjuangan keras pahlawan bangsa yang bertujuan untuk menciptakan keadaan yang lebih baik dari masa penjajahan pada generasi selanjutnya. hal yang paling penting dilakukan adalah menjawab sikap alergi masyarakat terhadap pancasila. Selain itu. Penataan birokrasi. seperti gotong royong. dan sebagainya. karena dengan adanya integrasi nasional. maka kita harus merasa bangga pada apa yang telah ditinggalkan oleh mereka. Sebagai bangsa Indonesia kita harus dapat mempertahankan dan melestarikan Identitas Nasional bangsa Indonesia. Identitas Nasional dapat terus dipertahankan dan dilestarikan sebagai suatu kebangganan bangsa Indonesia. Melakukan pembinaan hokum bersama Mewujudkan asimilasi untuk menghindari munculnya sikap etnosentris yang dapat memunculkan suatu perselisihan dengan suku atau budaya lain. Revitalisasi pancasila harus dilakukan dalam dua tingkatan. Gotong royong bisa dijadikan “mascot” dalam rangka revitalisasi pancasila. Upaya-upaya yang dapat dilakukan oleh bangsa Indonesia untuk dapat memberdayakan Identitas Nasional bangsa Indonesia yaitu dengan cara menggali kembali nilai-nilai dasar atau muatan-muatan yang terkandung dalam Identitas Nasional. yaitu pada tataran ide dan praksis. revitalisasi pancasila harus dimulai dengan membangkitkan kegairahan dan optimisme public. sopan santun. sebagai wujud penghargaan kita pada pahlawan bangsa yang telah mengorbankan jiwa dan raga mereka. Dengan demikian. gotong royong bisa menjadi “nafas” bagi representasi pancasila. kita sebagai bangsa Indonesia harus mengembangkan dan mencari kembali nilai-nilai luhur yang pernah ada yang menggambarkan identitas atau jati diri sebagai bangsa Indonesia. yang akan mewujudkan suatu persatuan di antara perbedaan-perbedaan yang ada. upaya lain yang dapat dilakukan adalah dengan mewujudkan integrasi nasional bangsa Indonesia. Dalam tataran ide. dengan adanya rasa cinta tanah air dan bangga akan Identitas . maka bangsa Indonesia tidak akan terpecah-pecah pada kelompokkelompok yang saling berbeda atau bertentangan. utamanya menyangkut relasi penyelenggaraan negara dan masyarakat. solidaritas social. Karena itu. Sedangkan dalam tatanan praksis.lxxi Indonesia kita harus dapat mengalahkan ego yang ada pada diri kita demi kepentingan bersama.

lxxii Nasional. Makalah disampaikan pada Kursus Calon Dosen Pendidikan Keewarganegaraan yang diselenggarakan oeh Depdiknas Dirjen Dikti di Jakarta pada tanggal 12-23 Desember 2005. 1996. M. Filsafat Pancasila sebagai filsafat bangsa dan Negara Indonesia. Makalah disampaikan pada Kusus Calon dosen Pendidikan Kewarganegaraan yang diselenggarakan oleh Depdiknas Dirjen Dikti di Jakarta pada tanggal 12-13 Desember 2005. Darmodiharjo.2005. Makalah disampaikan pada Kursus Calon Dosen Pendidikan kewarganegaraan yang diselenggarakan oleh Dirjen Desember Soegito. Jelaskan unsur-unsur pembentukan identitas nasional! 3. armaidy. Jelaskan pengertian nasionalisme dan hubungannya dengan identitas nasional! DAFTAR BACAAN Armawi. Maka. Jelaskan pengertian identitas nasional! 2. Darji. tingkatkanlah rasa cinta tanah air dan bangga akan Identitas Nasional bangsa Indonesia. Kaelan. Mansoer. maka kita akan dapat melakukan suatu perubahan dn pembangunan di segala aspek kehidupan dengan tujuan kehidupan yang lebih baik bagi seluruh warga negara. 2005. Makalah disampaikan pada kursus Calon Dosen Pendidikan Kewarganegaraan yang diselenggarakan oleh Depdiknas Dirjen Dikti di Jakarta pada tanggal 12-23 Desember 2005 Sastrapratedja. AT. Basri. 2001. 2005. Gramedia Pustaka Utama: Jakarta. Chaidir. SOAL LATIHAN Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini : 1. Jelaskan pengertian globalisasi dan hubungannya dengan identitas nasional! 4. Pengetahuan Politik dan Strategi. Pokok-pokok Filsafat Hukum. Pembelajaran Berbasis Kompetensi (Implementasi KBK). Pancasila sebagai visi dan referensi kritik social. Makalah disapaikan pada kursus Calon Dosen Pendidikan Kewarganegaraan yang diselenggarakan oleh Depdiknas Dirjen Dikti di Jakarta pada tanggal 12-13 Desember 2005. Hamdan. 2005. Universitas Sanata Dharma. hak dan kewajiban warga Negara. Geostrategic Indonesia. Yogyakarta .

Makalah disampaikan pada kursus Calon Dosen Pendidikan Kewarganegaraan yang diselenggarakan oleh Depdiknas Dirjen Dikti di Jakarta pada tanggal 12-23 Desember 2005 Tim sosialisasi Penyemaian jati diri bangsa. Makalah disampaikan pada Kursus Calon Dosen Pendidikan Kewarganegaraan yang diselenggarakan oleh Depdiknas Dirjen Dikti di Jakarta pada tanggal 12-23 Desember 2005. 2003. Kelompok Gramedia: Jakarta. koento wibisono. Pancasila sebagai dasar etika kehidupan bermasyarakat. Dengan mempelajari proses di atas maka kita sebagai mahasiswa akan lebih memahami kedudukan Pancasila sebagai dasar .lxxiii Siswomiharjo. Elex Media Komputindo. Winaputra Udin S. yang merubah susunan lembagalembaga dalam sistem ketatanegaraan Republik Indonesia. Sejak tanggal 27 Desember 1945. Pendidikan Kewarganegaraan. di Indonesia berlaku Konstitusi RIS.Makassar. 2005. Dalam pembahasan. membangun kembali karakter bangsa. Pada kurun waktu tahun 1999-2002. atau disingkat UUD 1945 atau UUD '45. lembaga-lembaga Negara dan hubungannya. berbangas dan bernegara. dan sejak tanggal 17 Agustus 1950 di Indonesia berlaku UUDS 1950. Tim Dosen Kewarganegaraan Hasanuddin.UUD 1945 disahkan sebagai undang-undang dasar negara oleh PPKI pada tanggal 18 Agustus 1945.2008 Unhas. Latar belakang Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. 2005. PT. akan dibahas lebih lanjut mengenai Undang-Undang Dasar 1945. Universitas BAB V KONSTITUSI NEGARA REPUBLIK INDONESIA SEBAGAI LANDASAN POLITIK DAN STRATEGI NASIONAL PENDAHULUAN A. Demokrasi dan Pendidikan Demokrasi. UUD 1945 mengalami 4 kali perubahan (amandemen). adalah konstitusi negara Republik Indonesia saat ini.

Menjelaskan kedudukan Pancasila sebagai sumber hukum dasar negara Indonesia. d. Menjelaskan tentang reformasi hukum tata negara yang melatarbelakangi amandemen serta proses amandemen. Menjelaskan makna isi pembukaan UUD 1945 sebagai “ staat fundamentalnorm ‘ dan kedudukannya dalam tertib hukum Indonesia. b. b. Mahasiswa juga diharapkan untuk memiliki kemampuan untuk memahami isi pembukaan UUD 1945. Menjelaskan makna isi pembukaan UUD 1945. memahami hubungan UUD 1945 dengan Pancasila dan pasal – pasal UUD 1945 serta mahasiswa memiliki pengetahuan tentang reformasi hukum tata negara maka mahasiswa diharapkan mempelajari latar belakang amandemen serta proses amandemen. Pengertian Konstitusi Undang-Undang Dasar 1945 Amandemen/perubahan UUD 1945 dan Dinamika Pelaksanaan UUD 1945 Sistem Ketatanegaraan Negara RI Sistem Kelembagaan Negara Kesatuan RI C. c. c. dan mengerti pancasila dalam konteks ketatanegaraan Indonesia. Ruang Lingkup Bahan pembelajaran ini akan membahas : a. e. pembukaan sebagai “ staasfundamentalnorm “ . Sasaran Pembelajaran Mahasiswa dapat mengetahui. memahami. B. kedudukan pembukaan UUD 1945. . d. Melalui Pembelajaran ini mahasiswa diharapkan dapat : a.lxxiv negara yang realisasinya sebagai sumber dari segala sumber hukum negara Indonesia.

Konstitusionalisme Dan Konstitusi Konstitutionalisme. menurut Soetandyo. political decision. dan digambarkan bahwa paradigma hukum perundang-undangan sebagai penjamin kebebasan dan hak – yaitu dengan cara membatasi secara tegas dan jelas mana kekuasaan yang terbilang kewenangan (dan mana pula yang apabila tidak demikian harus dibilang sebagai kesewenang-wenangan) – inilah yang di dalam konsep moral dan metayuridisnya disebut “konstitutionalisme”. atau disebut kontitusi. Bangunan-bangunan yang ada dalam masyarakat tersebut sebagai hasil keputusan masyarakat itu sendiri. ide konstitusi disebutnya sebagai konstitutionalisme. Dalam pengertian yang jauh lebih luas jangkauannya. . Konstitusi sebagai pengertian sosial politik. Paham ini mengantarkan perdebatan awal dalam sistem ketatanegaraan yang diatur dalam teks hukum dasar sebuah negara.lxxv URAIAN BAHAN PEMBELAJARAN A. adalah sebuah paham mengenai pembatasan kekuasaan dan jaminan hak-hak rakyat melalui konstitusi.

kesederhanaan hukum. maka mereka dapat memandang undang-undang dasar sebagai sekumpulan asas yang menetapkan bagaimana kekuasaan tersebut dibagi antara badan legislatif.C. yaitu hukum dasar tertulis (Undang-Undang Dasar) dan hukum dasar tidak tertulis (Konvensi). Wade dalam bukunya Constitutional Law mengatakan bahwa secara umum undang-undang dasar adalah suatu naskah yang memaparkan kerangka dan tugas-tugas pokok dari badan-badan pemerintahan suatu negara dan menentukan cara kerja badanbadan tersebut. dalam pengertian ini keputusan-keputusan masyarakat dijadikan perumusan yang normative. Contoh: aliran kodifikasi. Jadi pada prinsipnya mekanisme dan dasar setiap sistem pemerintahan diatur dalam undang-undang dasar. dan kepastian hukum. tetapi menganut sistem pembagian kekuasaan dengan lima lembaga negara). Pengertian ini adalah suatu peraturan hukum yang tertulis. eksekutif. yaitu yang menghendaki sebagaian hukum ditulis dengan maksud untuk mencapai kesatuan hukum.S. Dengan demikian Undang-undang dasar adalah salah satu bagian dari konstitusi. Bagi mereka yang menganggap negara sebagai satu organisasi kekuasaan.lxxvi Konstitusi sebagai pengertian hukum. dan yudikatif (Indonesia tidak menganut sistem Trias Politika tersebut. dan pembentukan Konstitusi Perancis (1791). Kutipan pikiran Rousseau di atas. yang kemudian harus berlaku. 1. Pengertian Hukum Dasar Negara Setiap negara berdaulat memiliki instrument menjelaskan eksistensi sebuah negara. . Hukum Dasar Tertulis (Undang-Undang Dasar) E. Salah satunya adalah Undang-Undang Dasar atau konstitusi negara. Konstitusi sebagai suatu peraturan hukum. serta cikal bakal lahirnya berbagai konstitusi modern di dunia B. telah mengilhami lahirnya De Declaration des Droit de l’Homme et du Citoyen. Ada dua macam hukum dasar.

b. Keempat hal tersebut secara tidak langsung merupakan realisasi UUD 1945 (merupakan pelengkap). seperti: a. Pidato kenegaraan Republik Indonesia setiap tanggal 16 Agustus di dalam sidang Dewan Perwakilan Rakyat. Sifat-sifat konvensi adalah sebagai berikut: a. Merupakan kekuasaan yang muncul berulang kali dan terpelihara dalam praktek penyelenggaraan negara. Pidato pertanggungjawaban Presiden dan Ketua Lembaga Negara lainnya dalam sidang Tahunan MPR. Hukum Dasar Tak Tertulis (Konvensi) Konvensi adalah hukum yang yang timbul dan terpelihara dalam praktek penyelenggara negara secara tidak tertulis. Undang-undang dasar juga merekam hubungan-hubungan kekuasaan dalam suatu negara (Budiarjo.(yang dimulai sejak tahun 2000). d. 2. b. Kedudukan. Sifat Dan Isi Undang-Undang Dasar 1945 . Pengertian.lxxvii Undang-undang dasar menentukan bagaimana pusat-pusat kekuasaan ini bekerjasama dan menyesuaikan diri satu sama lain. Tidak bertentangan dengan undang-undang dasar dan berjalan sejajar. Dapat diterima oleh seluruh rakyat. Pidato Presiden yang diucapkan sebagai keterangan pemerintah tentang RAPBN pada minggu pertama Januari setiap tahunnya. 1981: 95-96 ). c. 3. Bersifat sebagai pelengkap yang tidak terdapat di dalam undang-undang dasar. Konvensi misalnya terdapat pada praktek penyelenggara negara yang sudah menjadi hukum dasar yang tidak tertulis. d. dan rumusannya bukan berupa hukum dasar melainkan tertuang dalam ketetapan MPR. Mekanisme pembuatan GBHN. Yang berwenang mengubah konvensi menjadi rumusan yang bersifat tertulis adalah MPR. c.

serta setiap penduduk yang ada di wilayah Republik Indonesia. UUD 1945 merupakan hukum yang menempati kedudukan tertinggi. seperti telah dijelaskan. Pengertian UUD 1945 Sebelum amandemen. peraturan. Yang dimaksud dengan undang-undang dasar dalam UUD 1945 adalah hukum dasar tertulis yang bersifat mengikat bagi pemerintah. dan warga negara Indonesia di mana pun mereka berada. UUD 1945 telah ditetapkan oleh Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia dan mulai berlaku pada tanggal 18 Agustus 1945. Dalam kerangka tata susunan norma hukum yang berlaku. yang dimaksud dengan Undang-Undang Dasar 1945 adalah keseluruhan naskah yang terdiri dari: (1) Pembukaan. b. Sebagai hukum. UUD 1945 berisi norma. aturan.lxxviii a. sistematika UUD 1945 adalah Pembukaan dan pasal-pasal yang terdiri dari 37 pasal. atau ketentuan yang harus dilaksanakan dan ditaati. (2) Batang Tubuh UUD 1945. Kedudukan UUD 1945 Undang-undang dasar merupakan hukum dasar yang menjadi sumber hukum. ditambah 3 pasal aturan: peralihan dan 2 pasal aturan tambahan (Lihat Pasal 2 Aturan Tambahan UUD 1945 hasil amandemen keempat). yang terdiri dari 4 alinesa. lembaga negara. UUD 1945 ditetapkan dan dijelaskan oleh PPKI (Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia) pada tanggal 18 Agustus 1945. serta (3) Penjelasan UUD 1945 yang terbagi atas penjelasan umum dan penjelasan pasal demi pasal. 7 yang terbit pada tanggal 15 Februari 1946 sebuah penerbitan resmi pemerintah Republik Indonesia. atau keputusan pemerintah. Dalam ayat (2) aturan tambahan UUD 1945 disebutkan bahwa . Setiap produk hukum seperti undang-undang. yang berisi Pasal 1 s/d 37 yang dikelompokkan dalam 16 bab. bahkan setiap kebijaksanaan pemerintah harus berlandaskan dan bersumber pada peraturan yang lebih tinggi dan tidak bertentangan dengan ketentuan-ketentuan UUD 1945. Batang Tubuh yang memuat pasal-pasal. dapat dipisah-pisahkan. Namun berdasarkan hasil Sidang Tahunan MPR 2002. 4 pasal aturan peralihan dan 2 ayat aturan tambahan. dan Penjelasan UUD 1945 merupakan satu kesatuan yang utuh dan tidak. lembaga masyarakat. Pembukaan. Naskah yang resmi telah dimuat dan disiarkan dalam Berita Republik Indonesia tahun II No.

karena telah ditetapkan oleh MPR menjadi konstitusi tertulis. Dengan aturan-aturan yang tertulis. dan tidak ketinggalan zaman. Sifat UUD 1945 Dalam Penjelasan UUD 1945 sebelum amandemen menyatakan bahwa UUD 1945 bersifat singkat dan supel. UUD 1945 hasil amandemen terdiri atas 37 pasal ditambah 3 pasal aturan peralihan dan 2 pasal aturan tambahan. sifat singkat dan supel masih mewarnai UUD 1945 karena ia masih berisi hal-hal pokok dan masih dimungkinkan untuk terus disesuaikan dengan perkembangan bangsa dan negara Indonesia.lxxix dalam 6 bulan sesudah MPR dibentuk. UndangUndang Dasar menjadi aturan yang luwes. Ini tidak . yaitu MPR hasil Pemilu sebagaimana ditetapkan dalam UUD 1945 itu sendiri. Undang-Undang Dasar itu sudah cukup apabila telah memuat aturan-aturan pokok saja. Sifat undang-undang yang singkat dan supel itu juga dikemukakan dalam Penjelasan: 1. masih terus akan mengalami perubahan-perubahan. Namun UUD 45 tetap bersifat fleksibel. tetapi suasana politik waktu itu tidak memungkinkan realisasi rencana tersebut. c. 2. majelis itu bersidang untuk menetapkan. UUD. Setelah amandemen keempat (ST MPR 2002). UUD 1945 yang singkat dan supel itu lebih baik bagi negara seperti Indonesia ini. ditambah 4 pasal aturan peralihan dan 2 ayat aturan tambahan. harus terus hidup secara dinamis. yang masih harus berkembang. Aturan tambahan ini menunjukkan bahwa status UUD 1945 adalah sementara. Kini UUD 45 tidak bersifat sementara lagi. hanya memuat garis-garis besar sebagai instruksi kepada pemerintah pusat dan lainlain penyelenggara negara untuk menyelenggarakan kehidupan negara dan kesejahteraan sosial. yakni hanya memuat 37 pasal. supel. Sesungguhnya rencana pembuat UUD 1945 adalah bahwa sebelum tanggal 17 Agustus 1946 undang-undang dasar tetap diharapkan dapat disusun oleh badan yang berwenang. yang hanya memuat aturan pokok.

Isi Undang Undang Dasar 1945 Setelah UUD 45 diamandemen 2002. pelaksanaan aturan-aturan pokok yang tertera dalam UUD 1945 akan baik dan sesuai dengan maksud ketentuannya. memuat 5 . Karena itu. namun jumlah babnya bertambah sebanyak 22 bab. setiap penyelenggara negara dan pemimpin pemerintahan selain harus mengetahui teks UUD 1945 juga harus menghayati semangatnya. maka tetap 16 bab walaupun Bab IV tentang Dewan Pertimbangan Agung (DPA) dihapus. Keluasan atau fleksibilitas ini tetap menjamin kejelasan dan kepastian hukum apabila aturan-aturan pokok itu menyerahkan pengaturan lebih lanjutnya kepada aturan hukum dalam tingkat yang lebih rendah. Pasal 37.lxxx berarti bahwa UUD 1945 tidak lengkap atau tidak sempurna dan mengabaikan kepastian. penjelasan UUD 1945 menekankan bahwa semangat penyelenggara negara. semangat pemimpin pemerintahan sangat penting. pengubahan. yang pembuatan. sehingga jumlah pasalnya sebanyak 72 pasal (lihat lampiran). namun dari pasal-pasalnya dikembangkan dan ditambah ayat-ayatnya. terutama mengingat agar Undang-Undang Dasar itu senantiasa sesuai dengan perkembangan zaman dan aspirasi rakyat. Selain itu. C. Proses Perubahan/Amandemen Undang Undang Dasar 1945 Pasal terakhir Undang-Undang Dasar 1945 hasil amandemen juga memuat tentang perubahan Undang-Undang Dasar. Dengan semangat penyelenggara negara dan pemimpin pemerintahan yang baik. dan pencabutannya lebih mudah daripada UUD 1945. Amandemen/Perubahan UUD’45 Dan Dinamika Pelaksanaan UUD’45 Sejak Awal Kemerdekaan Hingga Masa Reformasi a. d. Demikian pula pasalnya tetap 37 pasal dan 3 pasal Aturan Tambahan serta 2 pasal Aturan Tambahan. misalnya ketetapan MPR dan undang-undang.

Logikanya kalau hak itu menyangkut Perubahan Pembukaan UUD 1945. (5) Khusus tentang bentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia tidak dapat dilakukan perubahan. Sidang Majelis Permusyawaratan Rakyat dihadiri oleh sekurang-kurangnya 2/3 dari jumlah anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat. (3) Untuk mengubah pasal-pasal Undang-Undang Dasar. Berketuhanan. sebagai berikut: (1) Usul perubahan pasal-pasal Undang-Undang Dasar dapat diagendakan dalam sidang Majelis Permusyawaratan Rakyat. hak itu sama halnya mengubah seluruh sistem negara yang meliputi bentuk negara. Dinamika pelaksanaan UUD’45 sejak awal kemerdekaan hingga era reformasi. Sejarah pelaksanaan UUD 1945 terbagi alas dua kurun waktu. apabila diajukan oleh sekurang-kurangnya 1/3 dari jumlah anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat. Masa Kemerdekaan (1945-1949) Kurun waktu ini adalah masa revolusi fisik karena bangsa Indonesia harus berjuang kembali mempertahankan negara dari rongrongan penjajah yang tidak mau mengakui . yang merupakan sumber norma hukum positif Indonesia. jadi bukan terhadap Pembukaan UUD 1945. yaitu masa kemerdekaan (tahun 1945 s/d 27 Desember 1949) dan pada tahun 1959 sampai sekarang. sifat negara. mengingat Pembukaan sebagai deklarasi bangsa Indonesia dan dalam ilmu hukun disebut sebagai ‘Stoatsfun damentainomy’. 1. tujuan negara dan dasar negara Pancasila. (4) Putusan untuk mengubah pasal-pasal Undang-Undang Dasar dilakukan dengan persetujuan sekurang-kurangnya lima puluh persen ditambah satu dan seluruh anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat. Pasal yang mengatur tentang perubahan Undang-Undang dasar ini ditentukan berkaitan dengan pasal-pasal Undang-Undang Dasar. b. (2) Setiap usul perubahan pasal-pasal Undang-Undang Dasar diajukan secara tertulis dan ditunjukkan dengan jelas bagian yang diusulkan untuk diubah beserta alasannya.lxxxi ayat berkaitan dengan ketentuan tentang perubahan Undang-Undang Dasar.

. pengangkatan Presiden seumur hidup. Ciri-ciri Orde Lama adalah sebagai berikut: a) b) Mempunyai landasan idil Pancasila dan landasan struktural UUD 1945. Masa Orde Lama (1959-1966) 1) Pengertian Orde Lama Orde lama mulai pada tanggal 5 Juli 1959 hingga 11 Maret 1966 saat diserahkannya Supersemar oleh Presiden kepada Letjen Soeharto. 7 kali yaitu: 1) Kabinet Natsir (6-9-1950 s/d 27-4-1951) 2) Kabinet Sukirman (27-4-1951 s/d 3-4-1952) 3) Kabinet Wilopo (3-4-1952 s/d 1-8-1953) 4) Kabinet Ali Sastroamijoyo I (1-8-1953 s/d 12-8-1955) 5) Kabinet Burhanudin Harahap.lxxxii kemerdekaan Indonesia. Pada masa itu terjadi pergantian kabinet sebanyak. sehingga Presiden mengeluarkan Dekrit Presiden pad tanggal 5 Juli 1959. dan pembubaran DPR oleh Presiden. misalnya Nasakom. (12-8-1955 s/d 24-3-1956) 6) Kabinet Ali Sastroamijoyo II (24-3-1956 s/d 9-4-1957) 7) Kabinet Juanda (9-4-1957 s/d 10-7-1959) Karena seringnya pergantian kabinet. 2. konstituante mengadakan sidang namun selalu gagal. karena NKRI berubah menjadi negara RIS sesuai dengan hasil sidang KMB. Namun keadaan ini tidak bertahan lama. Tapi ternyata pelaksanaan UUDS’50 itu tidak memuaskan rakyat dan stabilitas nasional tidak dapat tercapai. Membentuk NKRI yang berbentuk kesatuan dan kebangsaan yang demokratis. Pada masa ini juga terjadi penyimpangan sistem pemerintahan dari presidensial menjadi parlementer. karena pada tanggal 17 Agustus 1950 negara RIS berubah menjadi NKRI dengan UUDS’50. Di masa ini banyak terjadi penyelewengan terhadap Pancasila. Mempunyai tujuan: i.

jadi hanya bersifat sementara. dan politik yang stabil serta . kecuali landasannya yang sedikit mengalami perubahan. Melaksanakannya dengan meluruskan segala cara. Selain itu. Orde Baru menghendaki kepentingan nasional tetapi tidak meninggalkan komitmen anti-kolonialisme. 2) Beberapa Penyimpangan Dalam Pelaksanaan Uud 1945 UUD 1945 pada masa ini tidak dilaksanakan secara murni dan konsekuen.lxxxiii ii. Dalam situasi ini Presiden Soekarno memberikan Surat perintah kepada Letjen Soeharto untuk mengambil tindakan pemulihan keadaan dan mengembalikan stabilitas negara. Masa Orde Baru 1) Pengertian Orde Baru Orde Baru lahir sejak diselenggarakannya seminar TNI/AD yang kedua di Seskoad Bandung pada tanggal 25 s/d 31 Agustus 1966. Ciri-ciri Orde Baru hampir sama dengan Orde Lama. Berbagai ancaman datang silih berganti. Landasan konstitusionalnya tetap UUD 1945. tujuannya adalah menegakkan kebenaran dan keadilan demi Ampera. iii. Tritura. Orde Baru menginginkan suatu tatanan hidup. Presiden memegang kekuasaan sepenuhnya dan kemudian MPR mengangkatnya sebagai Presiden seumur hidup. Penyimpangan yang terjadi antara lain Presiden membuat UU tanpa persetujuan DPR dan Presiden membubarkan DPR yang tidak menyetujui APBN yang diajukannya. Membentuk suatu masyarakat yang adil dan makmur baik materil maupun spiritual dalam wadah NKRI. Keadaan tersebut membuat stabilitas nasional makin memburuk. tetapi landasan strukturalnya adalah kabinet Ampera sedangkan landasan operasionalnya adalah Tap MPR sejak sidang umum ke IV tahun 1966. DPR. DPA dan BPK belum terbentuk sesuai UUD 1945. Membentuk kerja sama yang baik dengan semua negara di dunia. Puncak dari semua itu adalah terjadinya pemberontakan PKI pada tanggal 30 September 1965. terutama dengan negara-negara di kawasan Asia-Afrika iv. dan Hanura secara konstitusional. Adapun pelaksanaan Pancasila dilakukan secara murni dan konsekuen. 3. Lembaga negara seperti MPR. perekonomian.

6) Lembaga negara lainnya melaksanakan tugasnya harus sesuai dengan UUD 1945 dan undang-undang.lxxxiv melaksanakan cita-cita demokrasi politik. DPR.IX/MPR/1966.XXV/MPR/1966 tentang pembubaran PKI dan ormasnya. Masa Reformasi . 3) Presiden. Produk hukum yang dihasilkan antara lain pengesahan Supersemar ke dalam Tap. 2) Langkah Pengamalan UUD 1945 Oleh Orde Baru Orde Baru berhasil menyalurkan aspirasi masyarakat dan mengoreksi kesalahan yang dilakukan di masa Orde Lama. MPR No. d. 4) Tugas Presiden: a. Mekanisme kegiatan kenegaraan lima tahunan secara garis besar adalah sebagai berikut: 1) MPR mengadakan sidang umum. Strategi dan taktik Orde Baru ini tercermin dalam program kabinet Ampera. dan para menteri negara menjalankan tugas berdasarkan UUD 1945. Tap. Memilih presiden dan wakilnya untuk melaksanakan GBHN. a. MPR No. yaitu DPA dan BPK. c. Melaksanakan Pemilu tepat waktu. Sidang istimewa MPRS tahun 1967 menarik mandat MPRS dari Presiden Soekarno dan pada sidang istimewa pada tahun 1968 MPRS mengangkat Soeharto menjadi presiden sampai terselenggaranya Pemilu.XII/MPR/1966 tentang perubahan landasan di bidang ekonomi dan pembangunan. b. DPA dan BPK yang sesuai dengan UUD 1945. dan Tap MPR No. 4. Membuat UU dengan persetujuan DPR dalam rangka pelaksanaan UUD 1945 dan GBHN. Kemudian terbentuklah lembaga negara seperti MPR. b. 5) DPR bertugas mengawasi pelaksanaan tugas Presiden. dan Pemilu 2) Dalam sidang umum MPR bertugas. wakilnya. Membentuk lembaga tinggi negara. Mengajukan APBN setiap tahun tepat waktu dan harus menyusun Repelita. Menetapkan GBHN.

lxxxv Dalam proses reformasi dewasa ini, terdapat berbagai pendapat dan kajian untuk mengamandemen UUD 1945, karena UUD 1945 harus bersifat fleksibel, yaitu mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan bangsa dan negara Indonesia. Keinginan untuk mengamandemen itu juga muncul karena adanya sifat “muitiinterpretable” pada pasal-pasal UUD 1945, sehingga mengakibatkan adanya sentralisasi kekuasaan terutama Presiden di masa Orde Lama maupun Orde Baru. Melalui Sidang Umum MPR tahun 1999, SidangTahunan MPR tahun 2000, Sidang Tahunan MPR 2001, dan Sidang Tahunan MPR 2002, UUD 1945 telah mengalami perubahan (amandemen). Perubahan ini dimaksudkan untuk menyempurnakan Batang Tubuh UUD 1945 dan tidak mengubah Pembukaan UUD 1945. Karena Pembukaan UUD 1945 merupakan ikrar berdirinya negara Kesatuan Republik Indonesia dan ia memuat Pancasila sebagai Dasar Negara, MPR berketetapan hati untuk tidak mengubahnya. Pembukaan UUD 1945 serta amandemen UUD 1945 berdasarkan Sidang Umum MPR 1999, Sidang Tahunan MPR 2000, Sidang Tahunan MPR 2001, dan Sidang Tahunan MPR 2002.

a.

SISTEM KETATANEGARAAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA a. Tujuh Kunci Pokok Sistem Pemerintahan Negara R.I. Sistem pemerintahan Indonesia dijelaskan di dalam Penjelasan UUD 1945 (sebelum amandemen), yang menyebutkan tujuh kunci pokok sistem pemerintahan Indonesia. Meskipun UUD 1945 telah diamandemen, ketujuh kunci pokok tersebut masih relevan dalam sistem pemerintahan Indonesia dewasa ini. Ketujuh kunci pokok itu adalah: 1) Indonesia adalah Negara yang Berdasarkan Hukum (Rechtsstsat) Negara Indonesia adalah negara yang berdasarkan hukum (rechtsstaat), tidak berdasarkan kekuasaan belaka (machts-staat). Artinya, setiap tindakan harus berlandaskan hukum, sehingga dapat dipertanggungjawabkan secara hukum dan

lxxxvi tekanan yang dilakukan terhadap hukum juga berarti terhadap kekuasaan. Hal ini terkandung di dalam Pembukaan UUD 1945 yang merupakan perwujudan cita hukum yang menjiwai Batang Tubuh UUD 1945 maupun dasar hukum yang tidak tertulis. Yang dimaksud dengan negara hukum bukan hanya, dalam arti formal saja, yaitu sebagai penjaga atau alat dalam menindak segala bentuk kejahatan dan ketidakadilan, tetapi juga dalam arti materiil, yaitu alat dalam menciptakan kesejahteraan sosial seluruh rakyat Indonesia, yang sesuai dengap alinea dalam Pembukaan UUD 1945. Ciri-ciri negara berdasarkan hukum dalam arti materiil adalah sebagai berikut: a. Adanya pembagian kekuasaan dalam negara; lihat UUD 1945 Pasal 2 ayat (I), 4 , 5, 19, 20, 23E dan 24, 24A-C dan pasal-pasal lain sampai amandemen keempat. 2. Diakuinya hak asasi manusia yang tertuang dalam konstitusi dan peraturan perundang-undangan; lihat UUD 1945 Pasal 27, 28, 28A-28J, 29 ayat (2) dan 31 ayat (1). 3. Adanya dasar hukum bagi kekuasaan pemerintah (asas legalitas); lihat UUD 1945 Pasal 1 ayat (3). 4. Adanya peradilan yang bebas dan merdeka serta tidak memihak; lihat UUD 1945 Pasal 24. 5. Semua warga negara memiliki kedudukan yang sama di mata hukum dan pemerintahan, wajib menjunjung hukum dan pemerintahai tersebut tanpa kecuali, dan berhak mendapatkan pendidikan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan; lihat UUD 1945 Pasal 27 ayat (I)dan(2). 6. Pemerintah berkewajiban memajukan kesejahteraan umum serta mencerdaskan rakyat Indonesia; lihat UUD 1945 Awal tentang Hak Asasi Manusia, Pasal 31, 33 dan 34. 2) Sistem Konstitusional Pemerintahan Indonesia bersifat konstitusional, bukan absolut (tidak terbatas). Pernyattaan itu menunjukkan bahwa pemerintahan dijalankan menurut sistem

lxxxvii konstitusional. Dalam sistem ini, penggunaan kekuasaan secara sah oleh aparatur negara dibatasi secara formal berdasarkan UUD 1945. Hal ini menunjukkan bahwa kekuasaan aparatur negara dan pemerintahan harus bersumber dari UUD 1945 atau undang-undang yang menyelenggarakan UUD 1945. 3) Kekuasaan Negara yang Tertinggi di Tangan Rakyat Kedaulatan, berada di tangan rakyat dan dilaksanakan menurut UUD 1945 (Pasal 1 ayat 2). Badan yang diberi kewenangan untuk melaksanakan kedaulatan ini adalah MPR, yang merupakan penjelmaan dari seluruh rakyat Indonesia. Majelis ini bertugas rnenetapkan UUD, serta melantik dan memberhentikan Presiden dan Wakil Presiden. Sedangkan Presiden harus menjalankan haluan negara berdasarkan haluanhaluan yang telah ditetapkan oleh MPR, serta bertanggung jawab kepada majelis ini. Karena ia adalah mandataris MPR, maka dia. wajib menjalankan putusan-putusan majelis. Dengan demikian maka dapat disimpulkan bahwa tugas MPR sangat luas dan segala keputusannya mencerminkan keinginan dan aspirasi rakyat. Anggota MPR terdiri dari anggota DPR dan DPD yang dipilih oleh rakyat melalui Pemilu. 4) Presiden adalah Penyelenggara Pemerintah Negara yang Tertinggi di bawah Majelis Permusyawaratan Rakyat Pasal 4 ayat (I) UUD 1945 menyebutkan bahwa Presiden Republik Indonesia memegang kekuasaan dan tanggung jawab dalam menjalankan pemerintahan. Dalam melakukan kewajibannya, Presiden dibantu oleh seorang wakil presiden. Tugas dan kewajiban Presiden serta Wakil Presiden dapat dilihat dalam pasalpasal UUD 1945 hasil amandemen keempat.

5)

Presiden Tidak Bertanggung Jawab kepada Dewan Perwakilan Rakyat UUD 1945 telah menggariskan kerjasama antara Presiden dan Dewan

Perwakilan Rakyat, antera lain dalam membentuk undang-undang dan menetapkan anggaran serta belanja negara, pengangkatan duta dan konsul, penganugerahan gelar dan tanda jasa, pemberian amnesti dan abolisi dan lain-lain. Dalam perkara-perkara tersebut Presiden harus, mendapatkan persetujuan DPR. Karena itu Presiden dan DPR

lxxxviii harus bekerja sama, tetapi tidak dalam arti Presiden bertanggung jawab kepada DPR karena kedudukan Presiden tidak tergantung kepada DPR. Presiden tidak dapat membekukan dan/atau membubarkan DPR (Lihat Pasal 7C) dan DPR pun tidak dapat menjatuhkan Presiden karena mereka adalah mitra kerja. DPR hanya mengawasi Presiden dalam menjalankan pemerintahan. Tetapi DPR dapat mengajukan usul pemberhentian Presiden kepada MPR (Lihat Pasal 7A, 7B). 6) Menteri Negara adalah Pembantu Presiden dan Menteri Negara Tidak Bertanggung Jawab kepada Dewan Perwakilan Rakyat UUD 1945 menyatakan bahwa Presiden dibantu oleh. Menteri-menteri negara dan dapat memberhentikan menteri-menteri negara menurut ketentuan UU (lihat Pasal 17). Menteri-menteri negara itu tidak bertanggung jawab kepada DPR. Kedudukan mereka tidak tergantung pada DPR tetapi pada Presiden karena mereka adalah pernbantu Presiden. Presiden berwenang mengangkat dari memberhentikan menteri. Pembentukan, pengubahan, dan pembubaran kementerian diatur oleh undang-undang. 7) Kekuasaan Kepala Negara Tidak Tak Terbatas Penjelasan UUD 1945 menyatakan bahwa “Meskipun Kepala Negara tidak bertanggung jawab kepada DPR, ia bukan diktator, artinya kekuasaannya tidak tak terbatas”. Seperti dijelaskan sebelumnya., sistem pemerintahan konstitusional tidak bersifat Absolut. Keberadaan DPR dan menteri negara dapat mencegah terjadinya pemerintahan yang absolut atau kekuasaan mutlak.Dalam hal ini kedudukan dan peran DPR sangatlah kuat, karena selain tidak dapat dibubarkan oleh Presiden, dia juga berwenang mengajukan usul dan persetujuan pembentukan undang-undang maupun penetapan anggaran dan belanja negara. Selain itu, karena semua anggota DPR adalah anggota MPR maka DPR memiliki wewenang untuk mengadakan sidang istimewa guna meminta pertanggungjawaban Presiden. Jika Presiden benar-benar melanggar haluan yang telah ditetapkan oleh MPR. Jadi jelas bahwa hubungan antara MPR, DPR, dan Presiden sangat erat. D. Susunan Kekuasaan Negara R.I.

lxxxix

Konsep kekuasaan negara menurut demokrasi sebagai terdapat dalam UUD 1945 sebagai berikut: (1) Kekuasaan di Tangan rakyat (a) Pembukaan UUD 1945 Alinea IV..”...Maka disusunlah kemerdekaan kebangsaan Indonesia itu dalam suatu Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat....... (b)Pokok Pikiran dalam Pembukaan UUD 1945 “Negara yang berkedaulatan rakyat, berdasarkan atas kerakyatan dan permusyawaratan perwakilan” (pokok Pikiran III). (2) Pembagian Kekuasaan Sebagaimana dijelaskan bahwa kekuasaan. tertinggi adalah ditangan rakyat, dan dilakukan menurut Undang-Undang Dasar oleh karena itu pembagian kekuasaan menurut demokrasi sebagaimana tercantum di dalam UUD 1945 adalah sebagai berikut : (a) Kekuasaan Eksekutif, didelegasikan kepada Presiden (Pasal 4 ayat (1) UUD 1945). (b)Kekuasaan Legislatif, didelegasikan kepada Presiden dan DPR dan DPD (Pasal 5) ayat (1), Pasal 19 dan Pasal 22C UUD 1945). (c) Kekuasaan Yudikatif, didelegasikan kepada Mahkamah Agung (Pasal 24 ayat (1) UUD 1945). (d)Kekuasaan Inspektif, atau pengawasan didelegasikan kepada Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Hal ini termuat dalam UUD 1945 Pasal 20-A ayat (1) “.... DPR juga memiliki fungsi pengawasan”. artinya DPR melakukan pengawasan terhadap Presiden selaku penguasa eksekutif. (e) Dalam UUD 1945 hasil amandemen tidak ada Kekuasaan Konsultatif, yang dalam UUD lama didelegasikan kepada Dewan Pertimbangan Agung (DPA). (Pasal 16 UUD 1945). Dengan lain perkataan UUD 1945 hasil amandemen telah Menghapuskan lembaga Dewan Pertimbangan Agung, karena hal ini berdasarkan kenyataan pelaksanaan kekuasaan negara fungsinya tidak jelas. Mekanisme pendelegasian kekuasaan yang demikian ini dalam khasanah ilmu hukum tatanegara dan ilmu politik

pengawasan kekuasaan dan pertanggungjawaban kekuasaan. (d)Rakyat kembali mengadakan Pemiku setelah membentuk MPR dan DPR (rangkaian kegiatan 5 (lima) tahunan sebagai realisasi periodesasi kekuasaan).. (3) Pembatasan kekuasaan Pembatasan kekuasaan menurut konsep UUD 1945. Dalam pembatasan kekuasaan menurut konsep mekanisme 5 tahunan kekuasaan sebagaimana tersebut di atas. Kedaulatan politik rakyat dilaksanakan lewat Pemilu untuk membentuk MPR dan DPR setiap 5 tahun sekali.. b) Putusan Majelis Permusyawaratan Rakyat ditetapkan dengan suara terbanyak. (c) Pasal 20 ayat (1) memuat “Dewan Perwakilan Rakyat memiliki fungsi pengawasan yang berarti melakukan pengawasan terhadap jalannya pemerintahan yang dijalankan oleh Presiden dalam jangka waktu 5 (lima) tahun”. Memang aliran ini sesuai dengan sifat masyarakat Indonesia”. Oleh karena itu sistem negara yang terbentuk dalam UUD 1945. harus berdasar atas kedaulatan rakyat dan berdasar atas permusyawaratan perwakilan. dapat dilihat melalui proses atau mekanisme 5 tahunan kekuasaan dalam UUD 1945 sebagai berikut : (a) Pasal 1 ayat (2) UUD 1945 ‘kedaulatan di tangan rakyat. yaitu” . Melantik Presiden dan Wakil Presiden. misalnya Pasal 7B ayat (7). (b)“Majelis Permusyawaratan Rakyat memiliki Kekuasaan melakukan perubahan terhadap UUD. serta melakukan impeachment terhadap Presiden jikalau melanggar konstitusi. (4) Pengambilan Keputusan Pengambilan keputusan menurut UUD 1945 dirinci sebagai berikut: a) Penjelasan UUD 1945 tentang Pokok Pikiran ke III..”.xc dikenal dengan istilah ‘distribution of power’ yang merupakan unsur mutlak dari negara demokrasi.. . menurut UUD 1945 mencakup antara lain: periode kekuasaan.

yaitu meliputi tiga hal. (5) Pengawasan Dalam UUD 1945 termuat konsep pengawasan. Majelis Permusyawaratan. Maka menurut UUD hasil amandemen MPR kekuasaannya menjadi terbatas.. artinya segala keputusan yang diambil sejauh mungkin diusahakan.” sebagai asasnya. Oleh karena itu DPR dapat senantiasa mengawasi tindakan-tindakan Presiden. disebut “. melantik Presiden dan Wakil Presiden dan memberhentikan Presiden dengan masa jabatannya atau jikalau melanggar UUD. Rakyat terdiri dari anggota Dewan Perwakilan Rakyat dan anggota Dewan Perwakilan Daerah. yaitu mengubah UUD. b) Pasal 2 ayat (1). maka dimungkinkan pengambilan keputusan itu melalui suara terbanyak.. c) Penjelasan UUD tentang kedudukan DPR. Dalam penjelasan terhadap pasal I ayat (2) UUD 1945 disebutkan bahwa rakyat memiliki kekuasaan tertinggi namun dilaksanakan dan didistribusikan berdasarkan UUD.kecuali itu anggota-anggota DPR semuanya merangkap menjadi anggota MPR. Berdasarkan ketentuan tersebut maka menurut UUD 1945 hasil amandemen MPR hanya dipilih melalui Pemilu. b) Namur demikian jikalau mufakat itu tidak tercapai.. “Kedaulatan adalah ditangan rakyat dan dilakukan menurut UndangUndang Dasar”.. Konsep pengawasan tersebut menurut UUD 1945 ditentukan sebagai berikut: Pasal I ayat (2).xci Ketentuan-ketentuan tersebut di atas mengandung pokok pikiran bahwa konsep pengambilan keputusan yang dianut dalam hukum tata negara Indonesia adalah berdasarkan : a) Keputusan didasarkan pada suatu musyawarah mencapai mufakat. MPR yang memiliki kekuasaan tertinggi sebagai penjelmaaan kekuasaan rakyat. dengan musyawarah untuk . a) Berbeda dengan UUD lama sebelum dilakukan amandemen.

xcii Berdasarkan ketentuan tersebut di atas maka konsep pengawasan menurut demokrasi Indonesia sebagai tercantum dalam UUD 1945 pada dasarnya adalah sebagai berikut : a) Dilakukan oleh seluruh warga negara, karena kekuasaan di dalam sistem ketatanegaraan Indonesia adalah di tangan rakyat, dan b) Secara formal ketatanegaraan pengawasan berada pada rakyat.

E. Sistem Kelembagaan Negara RI 1. Kelembagaan Negara UUD 1945 bukan hanya mengandung semangat dan perwujudan pokok pikiran yang terkandung di dalam Pembukaannya, tetapi juga merupakan rangkaian kesatuan pasalpasalnya. Sebagian dari pasal itu berisi tentang kedudukan, wewenang, tugas dan hubungan antar lembag,a negara. Dalam Tap. MPR No.VI/MPR/1973 dan Tap. MPR No.III/MPR/1978. MPR me-netapkan bahwa MPR adalah lembaga tertinggi negara sedangkan lembaga tinggi negara terdiri Presiden, Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Pertimbangan Agung, Badan Pemeriksa Keuangan, dan Mahkamah Agung.

Berdasarkan hasil Sidang Tahunan MPR 2002, Dewan Pertimbangan Agung ditiadakan. Sehingga struktur ketatanegaraan Republik Indonesia menjadi:

xciii

Hal-hal mengenai DPR diatur dalam Pasal 19, 20, 20A, 21, 22B, 22C, dan dalam pasal-pasal yang berkaitan dengan kerja-sama dengan Presiden, sedangkan Dewan Perwakilan Daerah (DPD) diatur dalam Pasal 22D. BPK mempunyai tugas khusus untuk memeriksa keuangan negara dan kemudian hasilnya dilaporkan kepada DPR, DPD, dan DPRD (Pasal 23 E, Pasal 23F, dan 23G). Badan ini bersifat bebas dan mandiri, jadi tidak dipengaruhi atau mempengaruhi kekuasaan pemerintah. Tugas BPK antara lain: 1. Memeriksa pengelolaan dan tanggung jawab keuangan negara. 2. Merneriksa semua pelaksanaan APBN.

xciv

Sedangkan kekuasaan kehakiman dipegang oleh Mahkamah Agung (MA) dan badan peradilan yang berada di bawahnya (Lihat Pasal 24, 24AJ yang terlepas dari pengaruh semua lembaga negara. Sedangkan kekuasaan kehakiman dipegang oleh Mahkamah Agung (MA) dan badan peradilan yang berada di bawahnya (Lihat Pasal 24, 24AJ yang terlepas dari pengaruh semua lembaga negara. Komisi Yudisial bersifat mandiri dan mempunyai wewenang mengusulkan pengangkatan hakim agung dan wewenang lain dalam rangka menjaga dan menegakkan kehormatan, martabat serta perilaku hakim. (Lihat Pasal 24B). Mahkamah Konstitusi berwenang mengadili pada tingkat pertama dan terakhir dengan keputusan yang bersifat final, menguji undang-undang terhadap Undang-Undang Dasar, memutus sengketa kewenangan lembaga negara dan kewenangan yang diberikan oleh UUD, memutus pembubaran partai politik, dan memutus perselisihan tentang hasil pemilihan umum. (Lihat Pasal 24C)

F. HUBUNGAN ANTAR LEMBAGA-LEMBAGA NEGARA RI i. Hubungan Antara MPR Dan Presiden Majelis Permusyawaratan Rakyat sebagai pemegang kekuasaan tinggi sebagai wakil rakyat sesuai dengan UUD 1945 (Pasal I ayat (2) ). di samping DPR dan Presiden. Hal ini berdasarkan ketentuan dalam UUD 1945 bahwa baik Presiden maupun MPR dipilih langsung oleh rakyat (Pasal 2 ayat (1) dan Pasal 6 ayat (1)). Berbeda dengan kekuasaan MPR menurut UUD 1945 sebelum dilakukan amandemen 2002, yang memiliki kekuasaan tertinggi dan mengangkat serta memberhentikan Presiden dan/atau Wakil Presiden. Sesuai dengan ketentuan UUD 1945 hasil amandemen 2002, maka Presiden dapat diberhentikan sebelum habis masa jabatannya baik karena permintaan sendiri atau karena tidak dapat melakukan kewajibannya maupun diberhentikan oleh MPR.

xcv Pemberhentian Presiden oleh MPR sebelum masa jabatan berakhir, hanya mungkin dilakukan jikalau Presiden sungguh-sungguh telah melanggar hukum berupa pengkhianatan terhadap negara, korupsi, penvuapan, tindak pidana berat lainnya, atau perbuatan tercela maupun apabila terbukti tidak lagi memenuhi syarat sebagai Presiden dan/atau wakil Presiden (Pasal 7A). Namun demikian perlu dipahami bahwa oleh karena Presiden tidak diangkat oleh MPR, maka Presiden tidak bertanggung jawab kepada MPR. melainkan kepada rakyat Indonesia sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Dasar. ii. Hubungan Antara MPR Dan DPR Majelis Permusyawaratan Rakyat terdiri atas anggota-anggota. Dewan Perwakilan Rakyat, dan anggota-anggota. Dewan Perwakilan Daerah yang dipilih melalui pemilu. Dengan demikian maka seluruh anggota. MPR menurut UUD 1945 dipilih melalui Pemilu. Mengingat kedudukannya sebagai penjelmaan seluruh rakyat Indonesia yang memegang kedaulatan rakyat tertinggi (Pasal 2 ayat (1)) dan untuk menegakkan martabat serta kewibawaannya, maka MPR menyelesaikan masalah-masalah yang bersifat dasar, yang bersifat struktural dan memiliki kekuasaan untuk mengubah UUD, maka antara DPR dengan MPR harus melakukan kerjasama yang simultan dalam melakukan pengawasan terhadap jalannya pemerintahan yang dilakukan oleh Presiden. Oleh karena anggota DPR seluruhnya merangkap angota MPR, maka MPR menggunakan DPR sebaoai tangan kanannya dalam melakukan pengawasan pelaksanaan kebijakan yang dilakukan oleh Presiden sebagaimana ditetapkan oleh MPR. Dalam hal ini DPR menggunakan hak-hak tertentu. yang dimilikinya seperti hak angket, hak amandemen, hak interpelasi, hak budget, hak tanya inisiatif (Pasal 20-A). MPR mempunyai tugas yang sangat luas, melalui wewenang DPR, MPR mengemudikan pembuatan Undang-Undang serta peraturan-peraturan lainnya agar

xcvi undang-undang serta peraturan-peraturan itu sesuai dengan UUD 1945. Melalui wewenang DPR ia juga menilai dan mengawasi wewenang lembaga-lembaga lainnya. Demikianlah hubungan DPR dan MPR sebagai bagian yang diutamakan Maielis. terutama pasca amandemen UUD 1945 2002 ini diharapkan dengan adanya reformasi kelembagaan tinggi negara, benar-benar dapat tercipta iklim pelaksanaan negara yang lebih demokratis.

iii. Hubungan Antara DPR Dan Presiden Sebagai sesama lembaga dan sesama anggota badan legislatif maka DPR dan Presiden bersama-sama mempunyai tugas antara lain: i. Membuat Undang-Undang (Pasal 5 ayat (1), 20 dan 21). dan Menetapkan Undang-Undang tentang anggaran pendapatan dan belanja negara (Pasal 23 ayat (1)). ii. Membuat undang-undang berarti menentukan kebijakan politik yang diselenggarakan oleh Presiden (Pemerintah). iii. Menetapkan budget negara pada hakekatnya berarti menetapkan rencana kerja tahunan. DPR melalui anggaran belanja yang telah disetujui dan mengawasi Pemerintah dengan efektif. Di dalam, pekerjaan untuk membuat UU, maka Iembagalembaga negara lainnya dapat diminta pendapatnya. Sesudah DPR bersama Presiden menetapkan UU dan RAP/RAB negara maka di dalam pelaksanaannya DPR berfungsi sebagai pengawas terhadap pemerintah. Pengawasan DPR terhadap Presiden adalah suatu konsekuensi yang wajar (logis), yang pada hakikatnya mengandung arti bahwa presiden bertanggung jawab kepada DPR dalam arti partnership. Presiden tidak dapat dijatuhkan oleh DPR, dan dengan pengawasan tersebut, maka terdapat kewajiban bagi Pemerintah untuk selalu bermusyawarah dengan DPR tentang

Dengan adanya wewenang DPR tersebut. . mendengarkan.ka Majelis itu dapat melakukan sidang istimewa untuk melakukan inpeachment. dan DPR menpunyai kesempatan untuk menemukakan pendapat rakvat secara kritis terhadap kebijaksanaan dan politik pemerintah. memberikan keterangan-keterangan serta laporan-laporan kepada Dewan dan meminta pendapatnva. 2) Hak inisiatif vaitu hak untuk mengusulkan rancangan uu (pasal 21 ayat (1)) b. maka sepanjang tahun teriadi musyawarah yang diatur antara pemerintah dan DPR. yaitu hak untuk menyusun rancangan Anggaran Belanja dan Pendapatan Negara (Pasal 23 ayat (1)). Menurut UUD 1945. Dewan ini tidak dapat dibubarkan oleh Presiden karena anggota-anggota DPR semuanya merangkap menjadi anggota-anggota MPR. Presiden harus memperhatikan. berkonsultasi dan dalam banyak hal. maka DPR dapat senantiasa mengawasi segala tindakan-tindakan Presiden dan jikalau Dewan menganggap bahwa Presiden sungguh-sungguh melanggar pidana atau konstitusi yang telah. ma. Bentuk kerja sama antara DPR dan Presiden tidak boleh mengingkari partner legislatifnya.xcvii masalah-masalah pokok dari negara yang menyangkut kepentingan rakyat dengan UUD sebagai landasan kerja. Sebaliknya keduduk-an DPR adalah kuat. Menurut UUD1945 hasil amandemen 2002 pasal 20-A ayat (2) dan 1) Hak amandemen (mengadakan perubahan) 2) Hak interpelasi (meminta kete-rangan) 3) Hak bertanya 4) Hak angket (hak untuk mengadakan suatu penyelidikan). Untuk pengawasan tersebut maka DPR mempunyai beberapa wewenang yaitu a. 1) Hak budget. Hal ini tetap sesuai dengan penjelasan resmi UUD 1945 dinyatakan bahwa Presiden harus tergantung kepada Dewan.

Penafsiran tentang kedudukannya menteri-menteri itu tidak bisa dilepaskan dari penafsiran tentang kedudukan Presiden yang juga dalam penjelasan UUD. akan tetapi tergantung kepada Presiden. iv. menteri-menteri tidak dapat dijatuhkan dan/atau diberhentikan oleh DPR. yang berakibat diberhentikannya menteri oleh Presiden.xcviii Kritik-kritik itu dapat dilanjutkan dan dibahas oleh surat-surat kabar sebagai pembawa suara masyarakat yang langsung sehingga terjadilah suatu 'Sosial Control` yang baik terhadap pemerintah khususnya dan terhadap lembaga-lembaga negara lain pada umumnya. Sudah terang bahwa DPR tidak boleh main mosi tidak percaya. melainkan secara serius harus memberikan pertimbangan kepada Presiden dan sebaiknva Presiden tidak boleh . akan tetapi sebagai konsekuensinya yang waiar (logis) dari tugas clan kedudukannya. Dalam hal ini sudah sewajarnya Presiden mengganti menteri yang bersangkutan tanpa membubarkan kabinet. Oleh karena itu menterimenten pun juga tidak terlepas dari keberatan-keberatan DPR. 1945. artinya kedudukannya tidak tergantung kepada Dewan. ditambah pula ketentuan dalam penjelasan yang mengatakan bahwa Presiden harus memperhatikan sungguh-sungguh suara DPR. dalam pasal tentang kementerian negara (Pasal 17) diterangkan bahvva Presiden tidak bertanggungjawab kepada DPR (sistem Kabinet Presidensial) Seperti juga halnya dengan Presiden. Hubungan Antara DPR Dengan Menteri-Menteri Hubungan kerjasama antara Presiden dengan DPR juga harus dilaksanakan dalam hal DPR menyatakan keberatannya terhadap kebijaksanaan menteri-menteri. Dalam UUD 1945 dinyatakan bahwa menteri-menteri diangkat dan diberhentikan oleh Presiden (Pasal 17 ayat (2)). sedangkan dalam penjelasannya dikemukakan bahwa menterimenteri itu tidak bertanggung jawab kepada DPR.

Menteri adalah pembantu Presiden (Pasal 17 ayat (3)). v. mereka bukan pegawai tinggi biasa. Memang yang dimaksudkan adalah bahwa para menteri itu peminpin-pemimpin negara. akan tetapi tergantung kepada Presiden. sebagai pemimpin departemen (Pasal 17 ayat (3)).xcix bersitegang tidak mau memperhatikan suara DPR yang telah diberikannya dengan tulus ikhlas. maka sebagai jalan keluar MPR harus segera memberikan keputusannya. Untuk menetapkan politik pemerintah dan koordinasi dalam pemerintah negara. vi. Dalam Penjelasan UUD 1945 disebutkan bahwa kekuasaan kehakiman adalah kekuasaan pemerintah ataupun kekuasaan serta kekuatan lainnya! Berhubung dengan itu harus diadakan jaminan dalam . Meskipun kedudukan Para menteri tergantung. para menteri bekerjasama satu sama lain secara erat di bawah pimpinan Presiden Dalam praktek Pernerintahan. oleh karena itu menteri-menterilah yang terutama menjalankan pemerintahan dalam praktekm a. menteri mengetahui seluk-beluk mengenai lingkungan pekerjaannya. Berhubungan dengan itu mcnteri mempunyai pengaruh besar terhadap Presiden dalam menuntun politik negara yang menyangkut departemennya. timbul kebiasaan bahwa Presiden melimpahkan sebagi-an wewenang kepada pembantu pimpinan dari Presiden Konvensi yang demikian ini tidak boleh mengurangi jiwa dari sistem kabinet Presidensial. Dalam Pasal 24 ayat (1) UUD 1945 disebutkan bahwa kekuasaan kehakiman dilakukan oleh sebuah Mahkamah Agung dan lain-lain Badan Kehakiman menurut susunan dan kekuasaan Badan-Badan Kehakiman tersebut diatur menetapkan hubungan antara Mahkamah Agung dengan lembaga-lembaga lainnya. Hubungan Antara Mahkamah Agung Dengan Lembaga Negara Lainnya.-dan terhadap MPR itu Presiden secara imperatif harus melaksanakannya. Hubungan Antara Presiden dengan Menteri-Menteri Presiden mengangkat dan memberhentikan menteri-menteri negara (Pasal 17 ayat (2)) dan menteri-menteri itu secara formal tidak bertanggung jawab kepada DPR.kepada Presiden. terutama berdasar Pasal 3 ayat (3).

Berhubung dengan itu kekuasaan kehakiman adalah kekuasaan negara yang merdeka untuk menyelenggarakan peradilan guna meneoakkan hukum dan keadilan berdasarkan Pancasila. ditahan. Demikian juga tiada scoarano juapun dapat dijatuhi pidana. dituntut dan atau dihadapkan di depan pengadilan. pertimbangan dan nasihat-nasihat tentang soal-soal hukum kepada lembaga negara lain apabila diminta. telah bersalah atas perbuatan yang dituduhkan atas dirinya. karena alat penbuktian yang sah menurut undang-undang mendapat keyakinan bahwa seorang yang dianggap dapat bertanggung jawab. berhubungan dengan itu pengadilan mengadili menurut hukum dengan tidak membeda-bedakan orang. Semua pengadilan memberikan keterangan. 14 tahun 1970) dalam Pasal 5 sampai dengan Pasal 8 menjamin hak-hak asasi manusia yang mendapatkan perlindungan.c bentuk UUD 1945 tentang kedudukan para hakim. Ketentuan im menunjukkan bahwa di negara Indonesia dijamin perlindungan hak-hak asasi manusia dan bukan kemauan seseorang yang menjadi dasar tindakan penguasa (Govemment by law. Setiap orang yang disangkakan. wajib dianggap tidak bersalah sebelum kekuatan hukum yang tetap asas (persumfion innocence). Negara Republik Indonesia adalah negara yang berdasarkan atas hukum yang berdasarkan Pancasila.tiada seorang juapun dapat dihadapkan di depan pengadilan selain daripada yang ditentukan baginya oleh undang-undang. Sifat negara hukum ini rnengandung makna bahwa alat-alat perlengkapannya hanya dapat bertindak menurut dan terikat kepada aturanaturan yang telah dibuat oleh badan yang dikuasakan untuk mengadakan peraturanperaturan itu. not by man). sebagai syarat mencapai suatu keputusan yang seadil-adilnya. kecuali apabila pengadilan. ditangkap. penggeledahan dan pesitaan. penahanan. . atau singkatnya disebut dengan 'Rule of law' Undang-undang Pokok Kehakimain (UU No. Selain itu tidda seorangpun dapat dikenakan penangkapan. selain atas printah tertulis oleh kekuasaan yang sah dalam hal-hal clan menurut cara-cara yang diatur dengan undangundang.

yang mengandung makna. XI/MPR/1998. 5 tahun 1973 tentang Badan Pemeriksa Keuangan menegaskan. akan tetapi tidak berdiri di atas pemerintah.undang mengenal sah tidaknya dengan ketentuan perundang-undangam yang lebih tinggi. bahwa BPK adalah lembaga tinggi negara yang dalam pelaksanaan terlepas dari pengaruh oleh kekuasaan pemerintah. Dalam proses reformasi dewasa ini Mahkamah Agung merupakan ujung tombak terutama mernberantas KKN untuk rnewujudkan pemerintahan yang hersih sebagaimana diamanatkan oleh Tap No. Sehubungan dengan pcnuaian tugasnya BPK berwenang meminta keterangan yang wajib diberikan oleh setiap orang. Mahkamah Agung harus bebas dari pengaruh kekuasaan ataupun lainnya. . vii.yang . dilakukan oleh instansi yang bersangkutan. Undang-Undang No. Dewan Perwakilan Daerah daerah DPRD (Pasal 23-E ayat (2)) untuk mengikuti dan menilai kebijakan ekonomis financial pemerintah yang dijalankan oleh aparatur administrasi negara yang dipimpin oleh pemerintah. Ketentuan ini mengatur tentang hak menguji dari Mahkamah Agung. sepanjang tidak bertentangan dengan Undang-Undang. badan/instansi Pemerintah atau badan swasta. Hubungan Antara BPK Dengan DPR Badan Pemcriksa Keuangan (BPK) bertugas memeriksa tentang keuangan negara dan hasil perneriksaannya itu diberitahukan kepada DPR.bahwa mahkamah Agung berhak untuk menguji secara material peraturan yang lebih rcndah tingkatnya dari undang. berwenang menyatakan tidak sah peraturan perundangan dari tinokat .lebih tinggi. Putusan tentang tidak sah peraturan penmdang-undangan tersebut dapat diambil berhubungan perundangan yang dinyatakan tidak sah tcrsebut. BPK bertugas untuk memeriksa tanggung jawab pemerintah tentang keuangan negara dan memeriksa semua pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara.ci Mahkamah Agung sebagai Lembaga Tinggi Negara dalam bidang kehakiman dari tingkat yang lebih tinggi.

Jadi BPK bertugas memeriksa pertanggungjawaban pemerintah tentang keuangan negara dan memeriksa semua pelaksanaan APBN yang hasil pemeriksanaannya diberitahukan kepada DPR. Ditinjau dari segi ini maka hasil pemeriksaan BPK merupakan upaya yang menjamin terbinanya aparatur pemerintahan dan aparatur perekonomian negara yang bersih clan sehat. pegaturan kebijaksanaan dan arah keuangan negara yang dilakukan DPR saja belum dapat dikatakan cukup. Hasil pemeriksaan BPK inipun disertai sanksi pidana. Tidak kalah pentingnya adalah mengawasi apakah kebijaksanaan dan arah tersebut dilaksanakan pemerintah dengan sebaik-baiknya menurut tujuan semula. Namun kerjasama yang baik itu tidaklah berarti saling melindungi atau saling menutupi kekurangan masing-masing. Selain pelaksanaan APBN. Hal itu diperlukan untuk menjamin agar BPK dapat bekerja secara objektif. oleh karena. ' Keanggotaan BPK itu tidak mewakili suatu golongan dan manapun juga asal anggotanya.cii Pembentukan BPK sesungguhnya memperkuat pelaksanaan demokrasi dalam arti yang sesungguhnya. atau perbuatan yang merugikan negara. maka masalahnya diberitahukan kepada kepolisian atau kejaksaaan. Anggaran Perusahaan-perusahaan milik negara dan lain-lain. secara tertib. ' PENUTUP . DPR dan Pemerintah terjalin kerjasama yang sebaik-baiknya. Dewan Perwakilan Daerah dan DPRD. Kedudukannya bebas dan terlepas dari pengaruh pemerintah. dapat dikenakan hukuman penjara selama-lamanya satu tahun enam bulan. antara BPK. Barang siapa sengaja tidak memenuhi kewajiban untuk memberikan keterangan yang diminta BPK dengan jalan menolak atau menghindarkan diri untuk memberikan keterangan. diperiksa pula Angggaran Pendapatan dan Belanja Daerah. apabila hasil pemeriksaan mengungkapkan sangkaan terjadinya tindakan-tindakan pidana. Sudah selayaknya sebagai sesama Lembaga Negara.

CST. Jakarta.. Pen. 1982. Pembagian Kekuasaan Negara. Simorangkir. S. Jakarta. 2002. Gunawan. Pengimplementasian UUD’45. Hak-hak dan Kewajiban Warga Negara. Drs.Pendidikan Pancasila Bunga Rampai . Kaelan. Setiadi. JCT.I. Bursa Buku FH-UI. M. M. Kansil. yang merubah susunan lembaga-lembaga dalam sistem ketatanegaraan Republik Indonesia. Pen.Makassar. Pen.2004 BAB VI . Yogyakarta. Jelaskan sistem Kelembagaan dan hubungan antar lembaga Negara Kesatuan RI! DAFTAR BACAAN Ismail Sunny. 1973. Jakarta. 1993. Panduan Kuliah Pendidikan Pancasila untuk Perguruan Tinggi.Makassar. Pradnya Paramitha. yang pada kurun waktu tahun 1999-2002. Pen. Pen.H. Gramedia Pustaka Utama. Hutauruk. Pancasila dan UUD'45 (I. 1968. Jelaskan Amandemen/perubahan UUD 1945 dan Dinamika Pelaksanaan UUD 1945! 4. Jambatan. Jelaskan pengertian konstitusi negara! 2.I. M. Pen. Departemen Penerangan R. Jelaskan konstusi sebagai landasan politik dan strategi nasional Indonesia! 3. Tim Dosen Pancasila Unhas. Dra. M. Purnomo. Pendidikan Pancasila. -----------------Sistem Pemerintahan Indonesia. Pradnya Paramitha. Seko ABRI. Jakarta. 1962. Pen. Pen. R.Si. II. Jakarta. 2003. Drs. Tentang dan Sekitar UUD’45. SOAL LATIHAN Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini : 1. Bandung. Paramitha Pradnya. Kajian tentang UUD’ Negara R. Kaelan. Kanisius. UUD 1945 mengalami 4 kali perubahan (amandemen). Yogyakarta. III) Pen.Pendidikan Pancasila Perguruan Tinggi. Yogyakarta.STIMIK DIPANEGARA .Jakarta. Universitas Hasanuddin. Pen. Erlangga. (hasil Amandemen disahkan tanggal 16 Agustus 2002) (Anallsis Filosofis & Yuridis).ciii Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Elly M. 1973. Hak-hak Asasi Manusia Berdasarkan Idiologi Pancasila. 1970.2003 Tim Dosen Pancasila Unhas. adalah konstitusi negara Republik Indonesia yang disahkan sebagai undang-undang dasar negara oleh PPKI pada tanggal 18 Agustus 1945.Si.Si. 2005.

Dalam bahasa Indonesia. Politics dan policy memiliki hubungan yang erat dan timbale balik. Sementara itu policy yang dalam bahasa Indonesia di terjemahkan sebagai kebjaksanaan. prinsip. Latar Belakang Kata politik secara etimologi berasal dari bahasa Yunani poitenia. Politik secara umum menyangkut proses penentuan tujuan Negara dan cara melaksanakannya . keadaan. politics adalah suatu rangkaian asas. Ruang Lingkup . cara. cita-cita . jalan. dan distribusa atua alokasi sumber daya. jalan. Perlu di ingat bahwa penentuan kebijakan umum. politik membicarakan hal-hal yang berkaitan dengan Negara. dan alat yang di gunakan untuk mencapai cita-cita dan tujuan tertentu. Dengan demikian. pembagian atau alokasi sumber daya yang ada. yang akar katanya adalah polis. dam tujuan yang di kehendaki.pembagian ataupun alokasi sumber daya yang ada memerukan kekuasaan dan wewenang. jalan. keadaan. Politcs memberi asa. pengaturan . dan alat yang digunakan untuk mencapai tujuan tertentu yang dikehendaki.civ POLITIK DAN STRATEGI NASIONAL PENDAHULUAN A. politik dalam arti politics mempunyai makna kepentingan umum warga Negara suatu bangsa. yaitu Negara dan tela yang berarti urusan. kesatuan. berarti kesatuan masyarakat yang brdiri sendiri. cara. Kekuasaan dan wewenang ini memainkan peranan yang sangat penting dalam pembinaan kerja sama dan penyelesaian konflik yang mungkin muncul dalam proses pencapain tujuan. dan arah tersebut sebaik-baiknya. cara. kebijakan. pngambilan keputusan. arah. adalah penggunan pertimbangan pertimbangan yang di anggap dapat lebih menjamin terlaksananya suatu usaha. Dalam bahasa inggris. Politik merupakan suatu rangkaian asas. pelaksanaan tjuan itu memerlukan kebijakan-kebijakan umum yang menyangkut pengaturan. Pengambilan kebijaksanaan biasanya dilakukan oleh seorang pemimpin. B. sedangkan policy memberkan pertimbanagn cara pelaksanaan asas. dan madannya.

4. Memecah permasalahan politik. kritis. Mengambil keputusan kolektif sebagai rekomendasi terkait dengan polstrahankam URAIAN BAHAN PEMBELAJARAN . Peka terhadap permasalahan politik yang ada di lingkungannya yang terkait dengan strategi nasional. 5.yang terkait dengan politik. Menjelaskan latar belakang politik dan strategi nasional. 6. Menghubungkan strategi raya dengan strategi nasional.cv Bahan pembelajaran ini akan membahas : a. 3. geopolitik. 2. C.strategi nasional. Permasalahan dan agenda pembangunan nacional. Menganalisis wujud polnas dan stranas di indonesia. serta 8. Pengertian politik. Menganalisis berbagai permasalahan polsrahankam. Melalui pembelajaran ini mahasiswa diharapkan dapat : 1. strategi nasional dan mengambil keputusan mengenai hal-hal yang strategis bagi kepentingan publik. serta strategi nasional secara rasional (proaktif. strategi. 7. Politik pembangunan nasional dan manajemen nasional. d. dan polstranas b. dan antisipasi). Sasaran Pembelajaran Mahasiswa dapat mengenali masalah-masalah strategi dalam politik. Tanggap terhadap berbagai akibat dari permasalahan politik yang dapat menggangu eksistensi negara. kreatif. Stratifikasi politik nasional c. dan.

Politik dalam arti konvensional adalah alat untuk mencapai kemnangan dalam perang( pertahanan). pemerintah. dan alat yang digunakan untuk mencapai tujun tertentu yang dikehendaki. Politik sebagai system dapat meliputi beberapa hal yaitu: Kultur politik yaitu nilai-nilai rohaniah serta lembaga-lembaga yang menata kehidupan politik yang berasak dari adapt. Pengertian Politik. Strategi dan Polstranas 1. Struktur plitik yaitu kerangka hubungan formal yang mengatur hubungan rakyat. Contoh partai politik. cara. agama. jalan.cvi A. dalam hal ini tujuan dari sekelompok orang yang mendirikan suatu organisasi berupa partai politik adalah unuk mencapai suatu kepentingan berupa keduduakn yang tinggi dalam suatu pemerinitahan. dalam suatu politik misalkan politik ekonomi dalam proses pelaksanaan suatu institusi perlu memilki kebijaksanan dalam menghadapi berbagai masalah yang ada di masyarakat. cita-cita atau keinginan atau tujuan yang di kehendaki. jalan. Politik dalam arti policy yang d artikan kebijaksanaan yaitu berupa penggunaan pertimbangan-pertimbangan tertentu yang dianggap dapat lebih menjamin terlaksananya suatu usaha. cara dan alat yang digunakan oleh individu atau kelompok untuk mencapa kepentingan tertentu. Cintoh politik ekonomi. Pengertian Politik Secara umum politik merupakan suatu rangkaian asas. filsafat atau sejarah masyarakat yang bersangkutan. keadaan. wilayah serat kedaulatan Negara yang bersangkuan. Secara etimologi pengertian politik di bagi atas tiga yaitu: Politik dalam arti Politce mempunyai makna kepentingan umum warga Negara suatu bangsa yang di rumuskan ialah suatu rangkaian asas. prinsip. Misalnya NATO. Proses politik yaitu kegiatan politik dalam kenyataannya yang motivasinya bersumberkan dari kultur politik masyarakat yang bersangkutan dan di laksakan dalam kerangka struktur politiknya . prinsip. keadaan.

Kebijakan. artinya suatu kumpulan keputusan yang diambil seseorang atau kelompok politik. dan jangka panjang. social budaya. politik. defenisi politik nasional adalah asas. Distribusi / Alokasi Sumber Daya. yaitu siapa pengambil keputusan dan untuk siapa keputusan diambil.cvii Politik selalu membicraka hal-hal yang berkaitan dengan: Negara. yang merupakan organisasi politik paling utamu dalam suatu wlayah yang berdaulat. 2. kebijaksanaan negara tentang pembinaan serta penggunaan kekuatan nasional untuk mencapai tujuan nasional. haluan. Pengertian Strategi Strategi berasal dari bahasa Yunani strategia yang di artikan sebagai “the art of general” atau seni seorang panglima yang bias any digunakan dalam peperangan. dan hankam) untuk mencapai tujuan yang telah di tetapkan sebelumnya. yaitu kemampuan seseorang atau kelompok mempengaruhi tingkah laku orang lain atau kelompok lain sesuai dengan keinginannya. Karl vont Clausewitz (1780-1831) berpendapat bahwa strategi adalah penggunaan pertempuran untuk memenangkan pperangan. Pengambilan Keputusan. sementara itu perang tu sendiri merupakan kelanjutan dari politik. dalam politik pengambilan keputusan melalui sarana umum. 3. yaitu pembagian atau penjatahan nilai-nilai dalam masyarakat. Strategi nasional disusun untuk pelaksanaan politik nasional misalnya stretegi jangka pendek. Strategi pada dasarnya merupakn seni dan ilmu dalam menggunakan serta mengembangkan kekuatan (ideology). Jadi. untuk memilih tujuan dan cara mencapai tujuan itu. Kekuasaan. usaha. strategi adalah cara melaksanakan . menengah. Politik dan Strategi Nasioanal Politik nasional diartikan sebagai kebijakan umum dan pengambilan kebijakan untuk mencapai suatu cita-cita dan tujuan nasional. strategi adalah cara untuk mendapatkan kemenanagan atua pencapaian tujuan. Dalam pengertian umum. Dengan demikian.

seperti partai politik. Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Lembaga-lembaga tersebut adalah Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR). dan kelompok berpengaruh (pressure group). 4. seperti Dewan Stabilitas Ekonomi Nasional. kelompok kepentingan (interest group). Dewan Penerbangan dan . Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Wawasan Nusantara. media massa. Sejak tahun 1985 telah berkembang pendapat yang menyatakan bahwa jajaran pemerintah dan lembagalembaga yang tersebut dalam UUD 1945 merupakan “suprastruktur politik”. presiden dibantu oleh berbagai lembaga tinggi negara lainnya serta dewan-dewan yang merupakan badan koordinasi. Mekanisme penyusunan politik dan strategi nasional ditingkat suprastruktur politik diatur oleh presiden. cita-cita nasional. Sementara itu badan-badan yang ada dalam masyarakat disebut sebagai “infrastruktur politik” yang mencakup pranata politik yang ada dalam masyarakat. Dasar Pemikiran Penyusunan Politik dan Strategi Nasional Dalam penyusunan politik dan strategi nasional perlu dipahami pokok-pokok pikiran yang terkandung dalam sistem manajemen nasional yang berlandaskan ideologi Pancasilan. dan konsep strategis bangsa Indonesia. 5. Landasan pemikiran dalam sistem manajemen nasional ini sangat penting sebagai kerangka acuan dalam penyusunan politik dan strategi nasional karena didalamnya terkandung dasar negara. organisasi kemasyarakatan. Suprastruktur dan infrastruktur politik harus dapat bekerja sama dan memiliki kekuatan yang seimbang. UUD 1945. Dalam melaksanakan tugas ini. dan MA. dan Ketahanan Nasional.cviii politik nasional dalam mencapai sasaran dan tujuan yang ditetapkan dalam konteks politik nasional. Penyusunan Politik dan Strategi Nasional Politik dan strategi nasional yang berlangsung selama ini disusun berdasarkan sistem kenegaraan menurut UUD 1945.

cix Antariksan Nasional RI. Program kabinet dapat dipandang sebagai dokumen resmi yang memuat politik nasional yang digariskan oleh presiden. masyarakat memiliki peran yang sangat besar dalam mengontrol jalannya politik dan strategi nasional yang ditetapkan oleh MPR ataupun yang dilaksanakan oleh presiden. Dewan Maritim. 3) Semakin meningkat kemampuan untuk menentukan pilihan dalam pemenuhan kebutuhan hidup. sosial budaya. Adapun yang dilaksanakan oleh presiden sesungguhnya merupakan politik dan strategi nasional yang bersifat pelaksanaan. ekonomi. sudah tercantum program-program yang lebih konkret yang disebut sasaran nasional. berbangsa. dan bernegara. Dalam era reformasi saat ini. Proses penyusunan politik dan strategi nasional ditingkat suprastruktur politik dilakukan setelah presiden menerima GBHN. presiden menyusun program kabinet dan memilih menteri-menteri yang akan melaksanakan program-program tersebut. penyelenggara negara harus mengambil langkah-langkah pembinaan terhadap semua lapisan masyarakat dengan mencantumkan sasaran sektoralnya. masyarakat ikut berpartisipasi dalam kehidupan politik nasional. Sesuai dengan kebijakan politik nasional. Pandangan masyarakat terhadap kehidupan politik. Selanjutnya. Dewan Otonomi Daerah dan Dewan Stabilitas Politik dan Keamanan. . Proses politik dan strategi nasional pada infrastruktur politik merupakan sasaran yang akan dicapai oleh rakyat Indonesia. 2) Semakin terbuka akal dan pikiran untuk memperjuangkan haknya. Didalamnya. ataupun bidang Hankam akan selalu berkembang karena : 1) Semakin tingginya kesadaran bermasyarakat. Melalui pranata-pranata politik. Strategi nasional dilaksanakan oleh para menteri dan pimpinan lembaga pemerintah nondepartemen berdasarkan petunjuk presiden.

serta 5) Semakin kritis dan terbukanya masyarakat terhadap ide baru. serta d) Dalam keadaan tertentu dapat pula dikeluarkan maklumat presiden.cx 4) Semakin meningkat kemampuan untuk mengatasi persoalan seiring dengan semakin tingginya tingkat pendidikan yang ditunjang oleh kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. B. Stratifikasi Politik Nasional Stratifikasi politik (kebijakan) nasional dalam Negara Republik Indonesia sebagai berikut : a. Bentuk hukum dari kebijakan nasional yang ditentukan oleh kepala negara itu dapat berupa dekrit. penggarisan masalah makropolitik bangsa dan negara untuk merumuskan tujuan nasional (national goals) berdasarkan falsafah Pancasila dan UUD 1945. atau piagam kepala negara. Pasal 4 ayat (1). Tingkat Penentu Kebijakan Puncak 1) Tingkat kebijakan puncak meliputi kebijakan tertinggi yang menyeluruh secara nasional dan mencakup penentuan Undan-Undang Dasar. peraturan. 2) Dalam hal dan keadaan yang menyangkut kekuasaan kepala negara. c) Keputusan atau instruksi presiden yang berisi kebijakan-kebijakan penyelenggaraan pemerintahan yang wewenang pengeluarannya berada di tangan presiden dalam rangka pelaksanaan kebijakan nasional dan perundang-undangan yang berlaku (UUD 1945. . seperti tercantum pada Pasal 10 sampai dengan Pasal 15 UUD 1945. Hasil-hasilnya berbentuk a) Undang-undang yang kekuasaan pembuatnya terletak di tangan presiden dengan persetujuan DPR (UUD 1945. Pasal 5 ayat (1) atau Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perpu) dalam hal ihwal kepentingan yang memaksa) b) Peraturan pemerintah untuk mengatur pelaksanaan undang-undang yang wewenang penerbitannya berada di tangan presiden (UUD 1945. pasal 5 ayat (2). tingkat penentuan kebijakan puncak ini juga mencakup kewenangan presiden sebagai kepala negara.

Wewenang pengeluaran kebijakan khusus ini terletak di tangan pimpinan eselon pertama departemen pemerintahan dan pimpinan lembaga-lembaga nondepartemen. atau Instruksi Pimpinan Lembaga Nondepartemen/Direktur Jenderal. Dalam keadaan tertentu menteri juga dapat mengenal Surat Edaran Menteri.cxi b. dan . d. c. sistem dan prosedur dalam bidang utama tersebut. Wewenang kebijakan umum berada di tangan menteri berdasarkan kebijakan pada tingkat diatasnya. Tingkat Kebijakan Umum Tingkat kebijakan umum merupakan tingkat kebijakan dibawah tingkat kebijakan puncak yang lingkupnya juga menyeluruh nasional dan berupa penggarisan mengenai masalah makro-strategis untuk mencapai tujuan nasional dalam situasi dan kondisi tertentu. Keputusan Menteri atau Instruksi Menteri dalam bidang pemerintahan yang dipertanggungjawabkan kepadanya. Kebijakan ini adalah penjabaran kebijakan puncak dalam rangka merumuskan strategi administrasi. Tingkat Penentuan Kebijakan Teknis Kebijakan teknis meliputi penggarisan dalam satu sector dari bidang utama diatas dalam bentuk prosedur serta teknik untuk mengimplementasikan rencana. Hasil penentuan kebijakan dirumuskan dalam bentuk Peraturan. Ia juga mempunyai wewenang untuk membantu mempersiapkan kebijakan umum menteri. Hasil penentuan dari pimpinan lembaga nondepartemen itu lazimnya merupakan pedoman pelaksanaan. sekjen sebagai pembantu utama menteri bertugas mempersiapkan dan merumuskan kebijakan umum menteri dan pimpinan rumah tangga departemen. Hasilnya dirumuskan dalam bentuk Peraturan Menteri. program. Keputusan. ada inspektur jenderal dalam penyelenggaraan pengendalian departemen. Tingkat Penentu Kebijakan Khusus Kebijakan khusus merupakan penggarisan terhadap suatu bidang utama (major area) pemerintahan. Selain itu. Didalam tata laksana pemerintahan.

provinsi. Perumusan hasil kebijaksanaan tersebut dikeluarkan dalam keputusan dan instruksi gubernur untuk wilayah provinsi. dan kabupaten/kota. Perumusan hasil kebijakan tersebut diterbitkan sebagai kebijakan daerah dalam bentuk peraturan daerah provinsi atau kota/kabupaten. jabatan gubernur. perdamaian abadi. Kebijakan teknis ini dilakukan oleh kepala daerah. dan hasil guna sebesar mungkin dalam penggunaan sumber daya dan dana nasional dalam rangka mewujudkan tujuan nasional. Menurut kebijakan yang berlaku sekarang. Keterpaduan tersebut merupakan himpunan usaha untuk mencapai efisiensi. serta Bupati/Kepala Daerah atau Walikota/Kepala Daerah. dan kepala daerah tingkat I atau II disatukan dalam satu jabatan yang disebut Gubernur/Kepala Daerah. Politik Pembangunan Nasional Dan Manajemen Nasional Politik merupakan cara untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya. Karena itu . Tujuan politik bangsa Indonesia telah tercantum dalam pembukaan UUD 1945. mencerdaskan kehidupan bangsa. struktur. serta keputusan dan instruksi kepala daerah provinsi atau kota/kabupaten. C. Politik pembangunan sebagai pedoman dalam pembangunan nasional memerlukan kepanduan tata nilai. yaitu melindungi segenap seluruh bangsa Indonesia. sedangkan bagi daerah kota/ kabupaten berada di tangan Bupati atau Walikota. serta keputusan dan instruksi bupati atau walikota untuk wilayah bupati atau walikota. dan proses. wewenang itu berada di tangan gubernur. dibawah ini terdapat dua macam kekuasaan dalam pembuatan aturan di daerah. Sementara itu. daya guna. 1) Wewenang penentuan pelaksanaan kebijakan pemerintah pusat di daerah terletak di tangan gubernur dalam kedudukannya sebagai wakil pemerintah pusat di daerah yuridikasinya masing-masing. dan keadilan sosial. bupati/walikota. serta ikut melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan. 2) Kepala daerah berwenang mengeluarkan kebijakan pemerintah daerah dengan persetujuan DPRD. Dengan demikian. memajukan kesejahteraan umum. politik pembangunan harus berpedoman pada pembukaan UUD 1945. Bagi daerah provinsi.cxii kegiatan.

pengairan. harus dipahami manajemen nasional yang terangkai dalam sistem. berkeadilan. Tujuan pembangunan itu sendiri adalah sebagai usaha untuk meningkatkan kesejahteraan seluruh bangsa Indonesia. dan lain-lain. Untuk mengetahui proses pembangunan nasional itu berlangsung. serta kukuh kekuatan moral dan etikanya. Itulah sebabnya. Sementara itu. Sistem manajemen nasional memadukan seluruh upaya manajerial yang melibatkan pengambilan keputusan berkewenangan dalam rangka penyelenggaraan kehidupan berbangsa dan bernegara untuk mewujudkan ketertiban nasional sosial. serasi dan seimbang. olahraga. menaati segala peraturan dan perundang-undangan yang berlaku. a. contoh pembangunan yang bersifat batiniah adalah pembangunan sarana dan prasarana ibadah. Maksudnya. pabrik. maju. gedung. rekreasi. mandiri. tetapi juga merupakan tanggung jawab seluruh bangsa Indonesia. serta dengan memperhatikan tantangan perkembangan global. Adapun pelaksanaannya tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Pembangunan nasional mencakup hal-hal yang bersifat lahiriah dan batiniah yang selaras. menjaga ketertiban dan keamanan. Makna Pembangunan Nasional Pembangunan nasional merupakan usaha peningkatan kualitas manusia dan masyarakat Indonesia secara berkelanjutan dengan memanfaatkan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi.cxiii diperlukan sistem manajemen nasional yang berfungsi memadukan penyelenggaraan siklus kegiatan perumusan. setiap warga negara Indonesia harus ikut serta dan berperan dalam melaksanakan pembangunan sesuai dengan profesi dan kemampuan masing-masing. kesehatan dan lain-lain. Pembangunan yang bersifat lahiriah dilaksanakan untuk memenuhi kebutuhan hajat hidup fisik manusia. misalnya sandang. pembangunan nasional bertujuan mewujudkan manusia dan masyarakat Indonesia yang seutuhnya. perkantoran. Pelaksanaannya mengacu pada kepribadian bangsa-bangsa dan nilai luhur yang universal untuk mewujudkan kehidupan bangsa yang berdaulat. dan administrasi. membayar pajak. yakni sejahtera lahir dan batin. melestarikan lingkungan hidup. pangan. hiburan. perumahan. dan lain-lain. sarana dan prasarana transportasi. Keikutsertaan setiap warga negara dalam pembangunan nasional dapat dilakukan dengan berbagai cara. pelaksanaan dan pengendalian pelaksanaan kebijaksanaan. . politik. seperti mengikuti program wajib belajar. sejahtera.

2) Mewujudkan Indonesia yang adil dan demokratis. serta 3) Mewujudkan Indonesia yang sejahtera.cxiv b. dimaksudkan untuk mengembangkan sistem sosial politik yang tangguh sehingga sistem dan kelembagaan ketatanegaraan yang terbangun tahan menghadapi berbagai goncangan sebagai suatu sistem sosial politik yang berkelanjutan. Visi Pembangunan Nasional 1) Terwujudnya kehidupan masyarakat. ditempuh 2 (dua) strategi pokok pembangunan. Strategi pembangunan pertama. i. Strategi ini bermaksud untuk membangun demokrasi yang dijiwai oleh Pancasila dan Pembukaan UUD 1945. rukun. 2) Terwujdnya masyarakat. c. dan damai. yaitu : 1) Strategi penataan kembali Indonesia yang diarahkan pada sistem ketatanegaraan yang dilandasi dengan berdirinya negara kebangsaan Indonesia. Didalam mewujudkan visi dan menjalankan misi pembangunan nasional. yaitu demokrasi yang mengandung elemen tanggung jawab disamping hak. UUD 1945. serta 3) Terwujudnya perekonomian yang mampu menyediakan kesempatan kerja dan penghidupan yang layak. dan hak asasi manusia. dan negara yang aman bersatu. yang meliputi Pancasila. bangsa dan negara yang menjunjung tinggi hukum. bangsa. serta memberikan pondasi yang kokoh bagi pembangunan yang berkelanjutan. . kesetaraan. Misi Pembangunan Nasional 1) Mewujudkan Indonesia yang aman dan damai. tetap tegaknya NKRI. serta tetap berkembangnya pluralisme dan keberagaman dengan prinsip Bhinneka Tunggal Ika 2) Strategi pembangunan Indonesia yang diarahkan untuk membangun Indonesia di segala bidang merupakan perwujudan dari amant yang tertera jelas dalam pembukaan UUD 1945.

pengaturan dan pelayanan yang diperlukan dalam mewujudkan cita-cita bangsa. dan proses untuk mencapai kehematan. landasan. termasuk usaha produksi serta distribusi barang dan jasa bagi kepentingan masyarakat umum (public goods and services). proses. Dengan demikian. fungsi serta lingkungan yang mempengaruhi. . Proses penyelenggaraan yang serasi dan terpadu meliputi siklus kegiatan perumusan kebijaksanaan (policy formulation) pelaksanaan kebijaksanaan (policy implementation). Struktur dan Proses Secara sederhana unsur-unsur utama sistem manajemen nasional bidang ketatatnegaraan meliputi hal-hal berikut : a) Negara sebagai “organisasi kekuasaan” mempunyai hak dan peranan atas pemilikan. daya guna dan daya nasional demi mencapai tujuan nasional. Manajemen Nasional Manajemen nasional pada dasarnya merupakan sebuah sistem sehingga lebih tepat jika digunakan istilah bersifat “sistem manajemen nasional” layaknya sebuah adalah sistem. yaitu pemenuhan hak dasar rakyat serta penciptaan landasan pembangunan yang kokoh. Orientasinya penemuan dan pengenalan (identifikasi) faktor-faktor strategis secara menyeluruh dan terpadu. pada pembahasannya komprehensif-strategis-integral. diarahkan pada dua sasaran pokok. d. dan penilaian hasil kebijaksanaan (policy evaluation) terhadap berbagai kebijaksanaan nasional. 1. Unsur. Strategi pembangunan kedua. pedoman serta sarana bagi perkembangan proses pembelajaran (learning process) ataupun penyempurnaan fungsi penyelenggaraan pemerintahan yang bersifat umum ataupun untuk pembangunan. struktur. Sistem manajemen nasional merupakan perpaduan antara nilai.cxv ii. sistem manajemen nasional dapat menjadi kerangka dasar. struktur. Secara lebih sederhana dapat dikatakan bahwa sebuah sistem sekurang-kurangnya harus dapat menjelaskan unsur.

Tata Administrasi Negara (TAN). Masukan ini berintikan kepentingan rakyat. kelompok berpengaruh. tatanan dalam (TAN + TLP) dapat disebut Tatanan Pengembalian Berkewenangan (TPKB).cxvi b) Bangsa Indonesia sebagai unsur “pemilik negara” berperan dalam menentukan sistem nilai dan arah/haluan/kebijakan negara yang digunakan sebagai landasan dan pedoman bagi penyelenggaraan fungsi-fungsi negara. Sehubungan dengan ini. dan pers. serta peluang dari lingkungannya. Arus keluar ini pada dasarnya merupakan tanggapan pemerintah terhadap berbagai tuntutan. Karena itu. Tata laksana dan tata administrasi pemerintahan merupakan tatanan dalam (inner setting) dari SISMENNAS. c) Pemerintah sebagai unsur “manajer dan penguasa” berperan dalam penyelenggaraan fungsi-fungsi pemerintahan umum serta pembanunan kearah cita-cita bangsa dan kelangsungan pertumbuhan negara. Dilihat dari sisi prosesnya. keputusan-keputusan itu bersifat mengikutserta dapat dipaksakan (compulsory) demham sanksi-sanksi atau dengan insentif dan disinsentif tertentu yang ditujukan kepada seluruh anggota masyarakat. Kata kewenangan disini mempunyai konotasi bahwa keputusan-keputusan yang diambil adalah berdasarkan kewenangan yang dimiliki oleh si pemutus kewenangan berdasarkan hukum. Adapun yang dilihat dari dalam ke luar adalah Tata Laksana Pemerintahan (TLP). Sementara itu. Aspirasi dari TKM dapat berasal dari terselenggaranya kegiatan rakyat. SISMENNAS berpusat pada satu rangkaian pengambilan keputusan yang berkewenangan yang terjadi pada tatanan dalam TAN dan TLP. organisasi kepentingan. Sejalan dengan pokok pikiran sebelumnya. unsur-unsur utama sistem Manajemen Nasional (SISMENNAS) tersebut secara structural tersusun atas empat tananan (setting). Tata Politik Nasional (TPN). d) Masyarakat adalah unsur “penunjang dan pemakai” yang berperan sebagai kontributor. dan Tata Kehidupan Masyarakat (TKM). Keluaran tersebut pada umumnya berupa berbagai kebijaksanaan yang lazimnya dituangkan ke dalam bentuk-bentuk perundangan/peraturan . tantangan. Rangkaian kegiatan dalam TPKB menghasilkan berbagai keputusan yang terhimpun dalam proses arus keluar yang selanjutnya disalurkan ke PTN dan TKM. partai politik. baik secara individual maupun melalui organisasi kemasyarakatan. penyelenggaraan TPKB memerlukan proses arus masuk yang dimulai dari TKM melalui TPN. penerima dan konsumen bagi berbagai hasil kegiatan penyelenggaraan fungsi pemerintahan seperti yang telah disebutkan.

2. Sementara itu. Sehubungan dengan hal ini. Pemilihan kepemimpinan berfungsi memberikan masukan tentang tersedianya orang-orang yang berkualitas untuk menempati berbagai kedudukan dan jabatan tertentu. setiap warga negara terdorong untuk setia pada negara. Fungsi pengenalan kepentingan adalah untuk menemukan. . serta taat pada peraturan dan perundangan.cxvii yang sesuai dengan permasalahan. Dalam proses melaraskan diri serta pengaruh mempengaruhi dengan lingkungan itu. serta merumuskan berbagai permasalahan dan kebutuhan rakyat yang terdapat pada struktur pada Tata Kehidupan Masyarakat (TKM). Dengan demikian. Hal ini berarti bahwa segenap usaha dan kegiatan SISMENNAS diarahkan pada penjaminan hak dan penertiban kewajiban rakyat. Di dalam Tata Politik Nasional (TPN). secara procedural. serta menyelenggarakan berbagai tugas dan pekerjaan dalam rangka TPKB. sedangkan kewajiban rakyat pada pokoknya adalah keikutsertaan dan tanggungjawab atas terbentuknya situasi dan kondisi kewarganegaraan yang baik. Fungsi Sistem Manajemen Nasional Fungsi disini dikaitkan dengan pengaruh. yaitu pengenalan kepentingan dan pemilihan kepemimpinan. SISMENNAS memiliki fungsi pokok. efek atau akibat dari terpadunya sebuah organisasi atau sistem dalam rangka pembenahan (adaptasi) serta penyesuaian (adjustment) dengan tata lingkungannya untuk memelihara kelangsungan hidup dan mencapai tujuan-tujuannya. mengenali. taat kepada falsafah. Dalam proses arus masuk terdapat dua fungsi. serta klasifikasi kebijakan dan instansi yang mengeluarkannya. yaitu “pemasyarakatan politik”. terdapat suatu proses umpan balik sebagai bagian dari siklus kegiatan fungsional SISMENNAS yang menghubungkan Arus Keluar dan Arus Masuk ataupun Tatanan Pengambilan Keputusan Kerkewenangan (TPKB). SISMENNAS merupakan satu siklus berkesinambungan. Hak rakyat pada pokoknya adalah terpenuhinya berbagai kepentingan rakyat. permasalahan dan kebutuhan tersebut diolah serta dijabarkan sebagai kepentingan nasional.

Selain itu. Ketiga fungsi TPKB tersebut merupakan proses pengelolaan lebih lanjut secara strategis. serta 3) Penyelesaian segala macam perselisihan. Pada aspek arus keluar. yaitu pembuatan aturan (rule making). Keputusan-keputusan tersebut merupakan hasil dari fungsi-fungsi yang dikemukakan sebelumnya. yaitu fungsi pengenalan kepentingan dan fungsi pemilihan kepemimpinan yang ditransformasikan dari masukan politik menjadi tindakan administratif. sesuai dengan kebijaksanaan yang dirumuskan. manajerial. serta 3) Penilaian untuk membandingkan hasil pelaksanaan dengan keinginan setelah pelaksanaan selesai. untuk meningkatkan daya guna dan hasil gunanya. dapat dikatakan bahwa pada arus keluar SISMENNAS memiliki tiga fungsi utama berikut. patokan. ataupun pelaksanaan berbagai kebijaksanaan nasional yang lazimnya dijabarkan dalam sejumlah program dan kegiatan. fungsi-fungsi yang mentransformasikan kepentingan kemasyarakatan ataupun kebangsaan yang bersifat politis terselenggara dalam bentuk-bentuk administrative untuk memudahkan pelaksanannya. Berdasarkan uraian diatas. norma. penerapan. penegakan. pelanggaran dan penyelewengan yang timbul sehubungan dengan kebijaksanaan umum serta program tersebut dalam rangka pemeliharaan tertib hukum. penetapan . yang secara singkat dapat disebut kebijaksanaan umum (public policies). 2) Pengendalian sebagai pengarahan. dan operasional terhadap berbagai keputusan kebijaksanaan. SISMENNAS diharapkan menghasilkan : 1) Aturan. 2) Penyelenggaraan.cxviii Pada Tatanan Pengambilan Keputusan Berkewenangan (TPKB) yang merupakan inti SISMENNAS. bimbingan dan koordinasi selama pelaksanaan. pedoman. Fungsi-fungsi tersebut adalah : 1) Perencanaan sebagai rintisan dan persiapan sebelum pelaksanaan. dan lain-lain.

kesetaraan. antara lain: 1) Masih lambatnya karakter bangsa . D. f) Belum tuntasnya penanganan secara menyeluruh terhadap aksi separatisme di Aceh dan Papua. b) Kualitas sumber daya manusia Indonesia semakin rendah. i) Masih banyaknya peraturan perundang-undangan yang belum mencerminkan keadilan. c) Kualitas manusia dipengaruhi oleh kemampuan dalam mengelola sumber daya alam dan lingkungan hidup. g) Masih tingginya kejahatan nasional dan transnasional. dan penghakiman aturan (rule adjudication) yang mengandung arti penyelesaian perselisihan berdasarkan penentuan kebenaran peraturan yang berlaku. h) Dengan wilayah yang sangat luas. seperti : 1. Disamping masalah pokok diatas. Pada beberapa hal dalam agenda pembangunan terdapat beberapa masalah yang dihadapi. e) Perbaikan kesejahteraan rakyat sangat ditentukan oleh hubungan infrastruktur dalam pembangunan. serta munculnya masalah sosial yang mendasar. lembaga penyelenggara negara. d) Kesenjangan pembangunan antar daerah masih lebar. Permasalahan Dan Agenda Pembangunan Nasional Pembangunan nasional merupakan agenda nasional yang merupakan perwujudan dari program kerja pemerintah untuk beberapa tahun kedepan. serta kondisi sosial ekonomi budaya yang beragam maka potensi ancaman.cxix aturan (rule application). Permasalahan Pembangunan Nasional a) Masih rendahnya pertumbuhan ekonomi mengakibatkan semakin rendah dan menurunnya tingkat kesejahteraan rakyat. j) Rendahnya kualitas pelayanan umum terhadap masyarakat. dan lembaga kemasyarakatan. masih terdapat permasalahan yang mendasar. perghormatan dan perlindungan terhadap HAM. baik dari luar negeri maupun dari dalam negeri tidak bias diabaikan. serta k) Belum menguatnya pelembagaan politik.

serta kesejahteraan dan perlindungan anak. 5). 2). Penghormatan. (4) Pencegahan dan penanggulangan separatisme. 4) Belum terjawantahnya nilai-nilai utama kebangsaan. Peningkatan kualitas kehidupan dan peran perempuan. belum berkembangnya sistem yang memungkinkan masyarakat untuk mengadopsi dan memaknai nilai-nilai kontemporer secara bijaksana. (6) Peningkatan pengetahuan pertahanan negara. dan kenegaraan dalam menghadapi perubahan. 4). yaitu pemenuhan hak dasar rakyat serta penciptaan landasan pembangunan yang kokoh. Prioritas Pembangunan Nasional Indonesia Agenda mewujudkan Indonesia yang damai dan aman meliputi : (1) Peningkatan saling percaya dan harmonisasi antar kelompok masyarakat. . 3). 7). Agenda mewujudkan Indonesia yang adil dan demokratis : 1). 6) Strategi pembangunan kedua. pemerintahan. pemerintahan. dan pembangunan yang berkelanjutan. dan penanggulangan kriminalitas. (3) Peningkatan keamanan. 3) Belum berkembangnya nasionalisme. pemenuhan serta penegakan hukum dan pengakuan atas hak asasi manusia. Penciptaan tata pemerintahan yang bersih dan berwibawa serta Perwujudan lembaga demokrasi yang makin kokoh. kemanusiaan serta demokrasi politik dan ekonomi. serta 5) Kegamangan dalam menghadapi masa depan serta rentannya sistem pembangunan. 2. pembenahan sistem hukum nasional dan politik hukum. diarahkan pada dua sasaran pokok. 6). ketertiban. Revitalisasi proses desentralisasi dan otonomi daerah. (2) Mengembangkan kebudayaan yang berlandaskan pada nilai luhur.cxx 2) Belum terbangunnya sistem pembangunan. serta (7) Pemantapan politik luar negeri dan peningkatan kerjasama internasional. Penghapusan diskriminasi dalam berbagai bentuk. (5) Pencegahan dan penanggulangan gerakan terorisme.

maka ada pula nilai-nilai intrinsic dalam masyarakat yang juga menjadi sumber keberdayaan. dan tahap selanjutnya muncul istilah Community driven development yang diterjemahkan sebagai pembangunan yang diarahkan masyarakat atau diistilahkan pembangunan yang digerakkan masyarakat.cxxi Agenda meningkatkan kesejahteraan masyarakat : 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) 8) 9) Penanggulangan kemiskinan Peningkatan investasi dan ekspor nonmigas Peningkatan daya saing industri manufaktur Revitalisasi pertanian Pemberdayaan koperasi dan usaha mikro. Proses pemahaman secara mendalam. Masyarakat yang sebagian besar anggotanya sehat fisik dan mentalk. kegotongroyongan. kecil dan menengah. maka perlu dipahami tentang arti dan makna keberdayaan dan pemberdayaan masyarakat. tentu memiliki keberdayaan yang tinggi. kejuangan. Konsep pemberdayaan masyarakat mencakup pengertian community development (Pemberdayaan masyarakat) dan Community-based development (pembangunan yang bertumpu pada masyarakat). Peningkatan pengelolaan BUMN Peningkatan ilmu pengetahuan dan teknologi Perbaikan iklim ketenagakerjaan. Namun selain nilai fisik tersebut di atas. terdidik dan kuat serta inovatif. serta Pemantapan stabilitas ekonomi makro Agenda Pemberdayaan masyarakat : Agenda utama dalam meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat adalah Pemberdayaan Masyarakat. seperti nilai kekeluargaan. dan yang khas pada masyarakat Indonesia yaitu Kebhinekaan. . Keberdayaan dalam konteks masyarakat adalah kemampuan individu yang bersenyawa dalam masyarakat dan membangun keberdayaan masyarakat yang bersangkutan.

maka juga perlu dipahami tentang tujuan pembangunan. artinya mampu menjabarkan dan melaksanakan rumusan-rumusan kebijaksanaan Negara (public policies) dengan baik. sedangkan pemerintah (birokrasi) berkewajiban untuk mengarahkan. Meskipin pemberdayaan masyarakat bukan semata-mata konsep ekonomi. pemilikan modal. dari sudut pandang yang lain. aspek kelembagaan beserta mekanismenya serta strategi dalam . serta menciptakan iklim yang menunjang masyarakat untuk berkreasi secara maksimal sesuai dengan bakat dan kemampuan yang mereka miliki. bahwa pemberdayaan masyarakat secara implisit mengandung arti menegakkan demokrasi ekonomi. membimbing. Konsep ini menyangkut penguasaan teknologi.cxxii Keberdayaan masyarakat merupakan unsur-unsur yang memungkin masyarakat untuk bertahan (survive) dan dalam pengertian dinamis mengembangkan diri dan mencapai suatu kemajuan. Agar demokrasi ekonomi dapat berjalan. konsep pemberdayaan masyarakat dalam konteks perkembangan paradigm pembangunan. Memberdayakan masyarakat adalah upaya untuk meningkat harkat dan martabat lapisan masyarakat Indonesia yang dalam kondisi sekarang tidak mampu melepaskan diri dari perangkap kemiskinan dan keterbelakangan. Berkaitan hal tersebut. akses ke pasar dan kedalam sumber-sumber informasi serta keterampilan manajemen. Birokrasi tersebut harus dapat berjalan efektif. Negara mempunyai birokrasi. masyarakat adalah pelaku utama pembangunan. Untuk menerjemahkan rumusan menjadi suatu kegiatan nyata. Dalam paham bangsa Indonesia. aspirasi masyarakat yang tertampung harus diterjemahkan menjadi rumusan-rumusan kegiatan yang nyata. dan kegiatan ekonomi yanga berlangsung adalah dari rakyat. dan untuk rakyat. pendekatan. Dengan kata lain memberdayakan masyarakat adalah memampukan dan memandirikan masyarakat secara maksimal. Demokrasi ekonomi secara harfiah berarti kedaulatan rakyat dibidang ekonomi. Keberdayaan masyarakat ini menjadi sumber dari apa yang dalam wawasan politik pada tingkat nasional disebut Ketahanan Nasional. untuk mencapai tujuan dan sasaran yang dikehendaki. oleh rakyat.

UU SPPN menyatakan bahwa dokumen perencanaan jangka menengah (RPJMN) ditetapkan dengan Peraturan Presiden paling lambat tiga bulan setelah Presiden dilantik. RPJMN 2010-2014 merupakan tahap . Secara umum perencanaan yang disusun di dalam dokumen tersebut merupakan penerjemahan dari visi dan misi presiden dan wakil presiden terpilih. Staf Khusus Presiden. (Khusus bahasan ini. Serangkaian dengan hal tersebut di atas. yaitu memantapkan penataan kembali Indonesia di segala bidang dengan menekankan upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia termasuk pengembangan kemampuan ilmu dan teknologi serta penguatan daya saing perekonomian. Penyusunan RPJMN ini merupakan tugas pemerintah yang diamanatkan kepada Bappenas dan tertuang dalam UU No. Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres). 5 Tahun 2010. dan kesenjangan antar wilayah. E. Draf Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahun 2010-2014 Presiden RI telah meluncurkan Dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahun 2010-2014 dalam bentuk Peraturan Presiden (Perpres) No. dan Kepala Bappeda seluruh Indonesia.cxxiii mewujudkannya. Oleh karena itu. para Gubernur seluruh Indonesia. kemiskinan yang bersifat multidimensi. serta mengakomodasi arahan dari Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2005-2025. maka permasalah-permasalahn nyata yang terjadi di Indonesia adalah konsumsi penduduk. serta (4) strategi pemberdayaan masyarakat (community development). pemerintah menetapkan empat strategi. (2) strategi peningkatan akses pelayanan dasar bagi keluarga miskin (accessibility to basic public service). Kepala LPNK. dan (3) strategi perlindungan sosial (social protection). yaitu: (1) strategi pertumbuhan yang berkualitas (quality growth). 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (SPPN). Turut hadir menyaksikan peluncuran Perpres tersebut adalah para Menteri KIB II dan Kepala UKP4. akan dikaji melalui proses diskusi kelompok pada kelas pembelajaran).

Kalimantan. yaitu penaggulangan kemiskinan. kedua. dan kerangka ekonomi makro yang merupakan penjabaran dari visi dan misi Presiden dan Wakil Presiden. Jawa-Bali. baik sektoral maupun regional untuk mencapai prioritas nasional jangka menengah. dan ketiga. Di samping itu. yang dibagi ke dalam 7 (tujuh) wilayah pembangunan. Maluku. Di dalam rencana berbagai bidang tersebut. perlindungan anak. Untuk mewujudkan visi tersebut telah disusun 3 (tiga) misi jangka menengah. . dan ketiga. Penyusunan ketiga buku tersebut diarahkan untuk dapat menyinergikan perencanaan pembangunan. Nusa Tenggara. diletakkan pengarusutamaan pembangunan yang meliputi pembangunan berkelanjutan. perubahan iklim. Demokratis. yaitu pertama. serta pembangunan kelautan berdimensi kepulauan. Buku II memuat rencana pembangunan yang mencakup bidang-bidang kehidupan masyarakat sebagaimana tertuang dalam RPJPN 2005-2025 yang bertema memperkuat sinergi antarbidang pembangunan dalam rangka mewujudkan visi pembangunan nasional yang tercantum dalam Buku I. dan Berkeadilan. Strategi dan arah kebijakan pengembangan wilayah jangka menengah adalah pertama. yaitu wilayah Sumatera. memperkuat dimensi keadilan di semua bidang. kebijakan umum.cxxiv kedua dari RPJPN 2005-2025 yang ditetapkan melalui Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2007. Sulawesi. meningkatkan keterkaitan antarwilayah melalui peningkatan perdagangan antar wilayah untuk mendukung perekonomian . melanjutkan pembangunan menuju Indonesia yang sejahtera. didalam Buku II ini juga ditekankan 4 (empat) isu lintas bidang. mendorong pertumbuhan wilayah-wilayah potensial di luar Jawa-Bali dengan tetap menjaga momentum pertumbuhan di wilayah Jawa-Bali. yaitu terwujudnya Indonesia yang Sejahtera. RPJMN 2010-2014 disusun dalam tiga buku yang merupakan satu kesatuan yang utuh: Buku I memuat strategi. kedua. tata kelola pemerintahan yang baik serta kesetaraan gender. meningkatkan daya saing daerah melalui pengembangan sektor-sektor unggulan di tiap wilayah. serta Papua. memperkuat pilar-pilar demokrasi. Buku III menguraikan pembangunan wilayah Indonesia.

visi dan misi Presiden dan Wakil Presiden. serta masyarakat luas. yakni dengan memperhatikan. pelaksanaan Musrenbangnas RPJMN 2010-2014 yang bertujuan untuk menyosialisasikan 11 Program Prioritas Pembangunan Nasional dan mendapatkan masukan dari kementerian/lembaga. pemerintah daerah. RPJMN akan dijabarkan dalam Rencana Kerja Pemerintah (RKP) yang akan menjadi pedoman bagi penyusunan RAPBN 2011 yang akan kita mulai segera untuk dapat mewujudkan visi pembangunan jangka menengah kita. serta meningkatkan akuntabilitas dari pelaksanaan rencana tersebut. RPJMN ini diharapkan dapat menjadi pedoman dan acuan bagi para pemangku kepentingan dan pelaksana pembangunan. yaitu terwujudnya Indonesia yang Sejahtera.cxxv Lebih jauh lagi. . dan Berkeadilan. Di dalam penyusunannya. dan Berkeadilan. Dokumen ini menampung tiga hal utama. kedua. Demokratis. Untuk pelaksanaan lebih lanjut. baik pada tingkatan kementerian/lembaga di pusat dalam menyusun Renstra Kementerian/Lembaga dan menjadi bahan pertimbangan Pemerintah Daerah dalam menyusun rencana pembangunan daerahnya masing-masing serta masyarakat pada umumnya. dokumen perencanaan ini telah diupayakan semaksimal mungkin untuk dapat mengakomodasikan dan melibatkan semua pemangku kepentingan. serta ketiga. Demokratis. semua rencana kerja ini disusun lebih realistis dan implementatif. dunia usaha. pelaksanaan National Summit yang bertujuan untuk mendapatkan masukan dari stakeholders. pertama. Rencana kerja yang disusun dilengkapi dengan indikator dan sasaran yang terukur sehingga memudahkan pemantauan dan evaluasi kinerja. yaitu terwujudnya Indonesia yang Sejahtera. Perkuatan akuntabilitas juga ditekankan melalui kejelasan institusi penanggung jawab dan pelaksana setiap program dan kegiatan.

Bangunan Indonesia Baru dari hasil reformasi atau perombakan tatanan kehidupan Orde Baru adalah sebuah "masyarakat multikultural Indonesia" dari puingpuing tatanan kehidupan Orde Baru yang bercorak "masyarakat majemuk" (plural society). Watson 2000). kebijakan. yaitu sebuah ideologi yang mengakui dan mengagungkan perbedaan dalam kesederajatan baik secara individual maupun secara kebudayaan (Fay 1996. kualitas sumber daya manusia semakin rendah. . corak masyarakat Indonesia yang bhinneka tunggal ika bukan lagi keanekaragaman suku bangsaa dan kebudayaannya tetapi keanekaragaman kebudayaan yang ada dalam masyarakat Indonesia. keadaan. Permasalahan pembangunan nasional masih rendahnya pertumbuhan ekonomi. Sehingga. pengambilan keputusan. Dimana Negara kesatuan merupakan suatu organisasi dalam suatu wilayah yang memiliki kekuasaan tertinggi yang ditaati oleh rakyatnya. Didalam politik membicarakan hal-hal yang berkaitan dengan Negara kesatuan. dan rendahnya kualitas pelayanan umum sekarang ini. adanya dan ditegakkannya hukum untuk supremasi keadilan. Inti dari cita-cita tersebut adalah sebuah masyarakat sipil demokratis. pemerintahan yang bersih dari KKN. bahwa cita-cita reformasi untuk membangun Indonesia Baru harus dilakukan dengan cara membangun dari hasil perombakan terhadap keseluruhan tatanan kehidupan yang dibangun oleh Orde Baru. dan kehidupan ekonomi yang mensejahterakan rakyat Indonesia. Masalah etika merupakan masalah yang makin mendapat perhatian di dunia. Acuan utama bagi terwujudnya masyarakat Indonesia yang multikultural adalah multikulturalisme. Jary dan Jary 1991.cxxvi PENUTUP Politik merupakan suatu rangkaian asas. terwujudnya keteraturan sosial dan rasa aman dalam masyarakat yang menjamin kelancaran produktivitas warga masyarakat. cara dan alat yang digunakan untuk mencapai cita-cita dan tujuan tertentu. dan distribusi aau alokasi sumber daya.

Jelaskan makna pembangunan nasional BAHAN BACAAN Abdul Wahab. Power Point Suscadoswar 2005. Chaidir.2001. Prenada Media : Jakarta. Soeminarno. 2005. Azra. Mansoer. Handan.2005. Demokrasi. Jakarta.cxxvii SOAL LATIHAN Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini : 1. Beningan Materi Pendidikan Kewarganegaraan. Himpunan Perundang-undangan. Jakarta ----------. Universitas . dkk.2004. Azyumardi. 2000. 25 tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (SPPN). Tim Dosen Kewarganegaraan Hasanuddin. Geopolitik Indonesia. 2003. Jelaskan mekanisme penyusunan politik dan strategi nasional RI! 3. ----------. Politik Nasional dan Strategi Nasional Perwujudannya Dalam Perencanaan Berbangsa dan Bernegara. Pendidikan Kewarganegaraan. Gramedia : Jakarta. Jelaskan Stratifikasi politik nasional 4. Sinar Grafika : Jakarta. Basrie. Pendidikan Kewarganegaraan.2005. Dirjendikti.Makassar. 2005. Desentralisasi dan Pembangunan Untuk Rakyat Miskin. Undang-Undang No. makalah SUSCADOS Angkatan I 2005. Fokusmedia : Jakarta. S. Slamet.2008 Unhas. Jelaskan pengertian politik dan strategi nasional 2. Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional Tahun 2004-2009. ----------. Makalah SUSCADOS Angkatan I 2005. Jakarta. Dirjendikti. PPS UB : Malang. Hak Asasi Manusia dan Masyarakat Madani.

Menurut Welzer (1999) seorang civil republikan. Raharjo:1999) memandang istilah masyarakat madani hanyalah salah satu dari berbagai istilah sebagai padanan kata civil society. masyarakat sipil. Culla (1999:3. berpendapat bahwa dalam kehidupan ini hanya ada satu komunitas yng dianggap penting. seperti masyarakatwarga. sebagaimana telah dibahas terdahulu. masyarakat berbudaya. dan civil society di lain pihak. yaitu mewujudkan tujuan nasional. Pelaksanaan demokrasi juga diarahkan untuk civil society (masyarakat madani ). yang sesungguhnya di antara tersebut satu sama lain saling berkaitan. Tim Nasionol Reformasi Menuju Masyarakat Madani (1999:32) menyarankan untuk menggunakan istilah masyarakat madani sebagai terjemahan dari civil society. merupakan pengulangan kembali perdebatan “American Liberalisme/communitarianism” yang terpusat pada persoalan: the state atau negara di satu pihak. dan umumnya tujuan Negara. yang kini menjadi pusat perhatian dan perdebatan akademis di berbagai belahan bumi.cxxviii BAB VII DEMOKRASI DAN PENDIDIKAN DEMOKRASI PENDAHULUAN A. Dalam masyarakat madani partisipasi dan kemandiriaan masyarakat sangat di perlukan untuk menyukseskan tujuan pembangunan nasional khususnya. di dalamnya peran serta masyarakat dalam penyelenggaraan negara sangatlah besar. . baik istilah maupun karateristiknya. yakni “the political community” atau masyarakat politik yang anggotanya adalah warga negara yang kesemuanya dilihat sebagai active participant in democratic decision making atau partisipan yang aktif dalam pengambilan keputusan yang demokratis. Menurut pandangan Welzer (1999:1) masalah civil society yang di Indonesia disebut “masyarakat madani”. konsep masyarakat madani ini terhitung masih baru dan masih banyak diperdebatkan. Latar Belakang Pelaksanaan demokrasi diIndonesia bertujuan untk kepentingan bangsa dan negera Indonesia. masyarakat beradab. yang memihak pada pandangan pentingnya negara. masih ada beberapa padanan istilah lainnya. masyarakat kewargaan. Di Indonesia. Misalnya. Sementara itu. Jacobin. Selain itu.

Melalui pembelajaran ini mahasiswa diharapkan dapat: 1. Demokrasi perwakilan. Pemilu indonesia. sejak kemerdekaan hingga sekarang. 7. Ketiga demokrasi tersebut dalam realisasinya mengalami kegagalan. demokrasi terpimpin. serta dapat mengembangkan sikap demokrasi dalam kehidupannya sehari-hari. 2. Demokrasi langsung. disamping itu. 3.cxxix Dalam perjalanan sejarah bangsa. Definisi demokrasi. Jenis-jenis demokrasi. 2. Macam-macam demokrasi yang pernah berlaku di indonesia. yaitu demokrasi liberal. Perbedaan sistem pemerintah demokrasi dan oteriter. Mahasiswa mampu menjelaskan makna demokrasi. 5. Pendidikan demokrasi. dan demokrasi pancasila. mengapa demikian? Juga. . Norma dasar dan asas demokrasi. serta 10. Ada tiga macam demokrasi yang pernah diterapkan dalam kehidupan ketatanegaraan indonesia. 6. Sasaran Pembelajaran Mahasiswa dapat mengerti. 4. bagaimana pelaksanaan demokrasi pancasila pada era reformasi ini? Marilah kita simak uraian berikut! B. 8. banyak pengalaman dan pelajaran yang dapat diambil. Nilai-nilai demokrasi. Ruang Lingkup Bahan pembelajaran ini akan membahas : 1. memahami tentang demokrasi dan pendidikan demokrasi. C. Mahasiswa mampu menjelaskan bentuk-bentuk demokrasi. 9. kelak setelah menamatkan pendidikannya dari perguruan tinggi umum dapat memiliki keterampilan yang dilandasi oleh jiwa sportif dan demokratis. terutama pelaksanaan demokrasi di bidang politik.

4. Mahasiswa mampu menjelaskan tentang Pendidikan Demokrasi. 5. . Mahasiswa mampu menjelaskan secara terperinci nilai-nialai demokrasi. Mahasiswa mampu menjelaskan keunggulan demokrasi. 7. Mahasiswa mampu menjelaskan macam-macam demokrasi yang pernah berlaku diindonesia. Mahasiswa mampu menjelaskan dan melaksana demokrasi.cxxx 3. 6.

dkk.cxxxi URAIAN BAHAN PEMBELAJARAN A. berpendapat. Istilah Demokrasi pertama kali dipakai di Yunani kuno. Dari kutipan pengertian tersebut. pemerintahannya mendorong dan menjamin kemerdekaan berbicara. Di dalam The Advancced Learner’s Dictionary of Current Enghlish ( Hornby. Selain itu. menegakkan rule of law. tampak bahwa kata demokrasi merujuk pada konsep kehiduoan negara atau masyarakat tempat warga negara dewasa turut berpartisipasi dalm pemerintahan melalui wakilnya yang terpilih. Pemerintahan demokrasi langsung di Indonesia dapat dilihat dalam pemerintahan desa. Rakyat memberi suara pada calon masing-masing yang dipilih dengan memasukkan lidi kedalam tabung bambu . the assertion of rule of law. Kepala desa atau lurah dipilih langsung oleh rakyat desa itu sendiri. Karena rakyat ikut berpartisipasisecara langsung. yaitu pemerintahan yang rakyatnya memegang peranan yang sangat menentukan. seperi padi atau pisang. artinya pemerintahan rakyat. religion. adanya pemerintahan mayoritas yang menghormati hak-hak kelompok minoritas dan mayarakat yang warga negaranya saling memberi peluang yang sama. Kota-kota di daerah Yunani pada waktu itu kecil-kecil. berserikat. opinion. khususnya di kota Athena. diambil keputusan bersama mengenai garis-garis besar kebijaksaan pemerintah yang akan dilaksanakan dan segal permasalahan kemayarakatan. Para calon menggunakan tanda gambar hasil pertanian. Dalam rapat tersebut. kratos berarti pemerintahanm. majority rule. and associayion. accompanied by respect for the rights of minoritiea. Penduduknya tidak begitu banyak sehingga mudah dikumpulkan oleh pemerintah dalam suatu rapat untuk bermusyawarah. Pemilihan kepala desa itu dilakukan secara sederhana sekali. beragama. (3) society in which there is treatment of each other by citizans as equals”.: 261) dikemukakan bahwa yang dimaksud dengan Demcracy adalah: “ (1) country with principles of government in which all adult citizens share through their ellected representatives. Lalu. Arti dan Makna Demokrasi Demokrasi berasal dari bahasa Yunani t artinya rakyat. Demokrasi. (2) country with governmen which encourages and allows rights of citizenship such as freedom of speeach. untuk menunjukkan sistem pemerintahan yang berlaku di sana. pemerintahan itu disebut pemerintahan demokrasi langsung.

pada hari-hari tertentu warga desa dikumpulkan oleh desa. demokrasi tidak langsung dilaksanakan karena halhal berikut: a. berbeda dengan masalah yang dihadapi desa yang tradisional. Setiap warga negara memiliki kesibukan sendiri-sendiri di dalam aktivitas kehidupannya sehingga masalah perintahan cukup diserahkan kepada orang yang berminat dan mempunyai keahlian di bidang pemerintahan negara. penerapan demokrasi langsung juga mengalami kesukaran. Disamping memilih kepala desa. setiap penduduk dalam jumlah tertentu memilih wakilnya untuk duduk dalam suatu badan perwakilan. Baru setelah meletusnya Revolusi Amerika dan Revolusi Prancis. Dalam perjalanan sejarah. Bagi negara-negara modern. b. c. Hasil persetujuan secara bulat atau mufakat tidak mungkin tercapai karena sulitnya memungut suara dari semua peserta yang hadir Bagi negara-negagra besar yang penduduknya berjuta-juta. Peristiwa semacam ini dikenal istilah musyawarah . b. Hal ini disebut demokrasi tidak langsung atau demokrasi perwakilan. c. Penduduk yang selalu bertambah sehingga suatu musyawarah pada suatu tempat tidak mungkin dilakukan. Masalah yang dihadapi oleh suatu pemerintah makin rumit dan tidak sederhana lagi. Calon yang memiliki lidi terbanyaklah yang terpilih menjadi kepala desa. Musyawarah yang baik dengan jumlah peserta yang besar tidak mungkin dilaksanakan. istilah kepala desa di balai desa untuk membicarakan masalah yang menyangkut kepentingan bersama. Istilah demokrasi yang berarti pemerintah rakyat itu sesudah zaman Yunani kuno tidak disebut lagi. Tempat yang dapat menampung seluruh warga kota yang jumlahnya besar tidak mungkin disediakan. Wakilwakil rakyat yang duduk dalam badan perwakilan inilah yang menjalankan demoknrasi. yang tempat tinggalnya bertebarandi beberapa daerah atau kepulauan. Rakyat ttetap merupakanpemegang kekuasaan tertinggi. Untuk memudahkan pelaksanaannya. kota-kota terus berkembang dan penduduknyapun terus bertambah demokrasi langsung tidak lagi diterapkan karena: a.cxxxii milik caloon yang dipilihnya.

hak-hak minoritas. demokrasi dalam arti sistem pemerintahan yang baru ini mempunyai arti yang luas sebagai berikut. pragmatisme. yakni “ kedaulatan rakyat. digunakan istilah demokrasi dalam arti luas.” . pengertian demokrasi yang paling banyak dibahas dari dahulu sampai sekarang ialah demokrasi pemerintahan. yang menguasai pemerintahan Di dalam kenyataannya. serta hak memilih dan dipilih untuk badan-badan pewakilan. selain meliputi sistem politik. pembatasan pemerintah secara kostitusional. seperti hak kemerdekaan pers. USIS ( 1995:6 ) mengintisarikan demokrasi sebagai sistem yang memiliki 11(sebelas) pilar atau soko guru. Misalnya. demokrasi dalam arti luas. a. pluralisme sosial. dapat ditarik dua buah asas pokok sebagai berikut. a. selain mencakup pengertian demokrasi pemerintahan. proses hukum yang wajar. misalnya. nilai-nilai toleransi. Namun. serta kerja sama dan mufakat. pemerintah berdasarkan pesetujuan dari yang diperintah. jaminan hak asasi manusia. ekonomi dan politik. Sebagai suatu sistem sosial kenegaraan. Pengakuan partisipasi didalam pemerintahan . Pengakuan hakikat dan martabat manusia. yaitu bahwa pada dasarnya manusia itu mempunyai kemanpuan yang sama dalam hubungan yang satu dengan yang lain. Landasan pokok atau gagasan dasar suatu pemerintah demokrasi ialah pengakuan hakekat manusia. Kemudian. juga mengcakup sistem ekonomidan sistem sosial. pemilihan yang bebas dan jujur.cxxxiii demokrasi muncul kembali sebagai lawan sistem pemerintahan yang absolut (monarki mutlak). Mula-mula demokrasi berarti politk yang mengcakup pengertian tentang pengakuan hak-hak asasi manusia. kekusaan mayoritas. tindakan pemerintah untuk melindungi hak-hak asasi manusia demi kepentingan bersama. Berdasarkan gagasan dasar itu. hak berapat. juga meliputi demokkrasi ekonomi danpolitik. pemilihan wakil-wakil rakyat untuk lembaga perwakilan rakyat secara bebas dan rahasia b.persamaan didepan hukum. Dengan demikian. b.

demokrasi Pancasila.Referendum dibagi menjadi tiga macam” a. sejumlah rakyat mengsulkan diadakan . dan seterusnya. Jadi. Jenis-Jenis Demokrasi Pada kegiatan belajar 2. dalam demokrasi langsung rakyat diikutsertakan dalam pengambilan keputusan untuk menjalankan kebijakan pemerintahan. a. b. tetapi wakil rakyat dalam menjalankan tugasnya diawasi rakyat melalui raferendum dan inisiatif rakyat.cxxxiv B.Demokrasi ini merupakan campuran antara demokrasi langsung dengan demokrasi perwakilan. dalam demokrasi tidak langsung. Demokrasi berdasarkan cara penyampaian pendapat terbagi ke dalam : 1) 2) Demokrasi langsung. Referendum wajib Referendum ini dilakukan ketika ada perubahan atau pembentukan norma penting dan mendasar dalam UUD (konstitusi) atau UU yang sangat politis UUD atau UU tersebut yang telah dibuat oleh lembaga perwakilan rakyat dapat dilaksanakan setelah mendapat persetujuan rakyat melalui pemungutan suara terbanyak. Dengan kata lain. pengambilan keputusan dijalankan oleh rakyat melalui wakil rakyat yang dipilihnya melalui Pemilu. aspirasi rakyat disalurkan melalui wakil-wakil rakyat duduk di lembaga perwakilan rakyat. 3) Demokrasi perwakilan dengan sistem pengawasan langsung dari rakyat. Demokrasi ini antara lain dijalankan di Swiss . Dalam demokrasi ini. referendum ini dilaksanakan untuk meminta persetujuan rakyat terhadap hal yang dianggap sangat penting atau mendasar. Rakyat memilih wakilnya untuk duduk didalam lembaga perwakilan rakyat. anda akan diperkenalkan lebih jauh tentang jenis-jenis demokrasi sehingga anda akan lebih jelas dimana kedudukan demokrasi langsung / tidak langsungm. Tahukah anda apa yang dimaksud dengan referendum? Ya referendum adalah pemungutan suara untuk mengetahui kehendak rakyat secara langsung. Referendum tidak wajib Referendum ini dilaksanakan jika dalam waktu tertentu setelah rancangan undang-undang diumumkan. Rakyat memilih wakilnya sendiri untuk membuat keputusan politik. Demokrasi tidak langsung atau demokrasi perwakilan.

bahkan ditolak. c. c. Jika dalam wakyu tertentu tidak ada permintaan dari rakyat. Demokrasi semacam ini dikembangkan di Negara sosialis komunis. 3) Demokrasi campuran Demokrasi ini merupakan campuran dari kedua jenis demokrasi sebelumnya. Pemerintah meminta pertimbangangan pada ahli bidang tertentu yang berkaitan dengan permasalahan tersebut. b. Demokrasi berdasarkan titik perhatian atau perioritasnya terdiri dari : 1) Demokrasi formal Demokrasi ini secara hukum menempatkan semua orang dalam kedudukan yang sama dalam bidang politik. tanpa mengurangi kesenjangan ekonomi. . Pemerintah bertindak atas kostitusi (hukum dasar). Demokrasi ini berupa menciptakan kesejahteraan seluruh rakyat dengan menempatkan persamaan derajat dan hak setiap orang. Indifidu diberi kebebasan yang luas. Tindakan sewenang-wenang pemerintah terhadap warganya dihindari. Demokrasi dibagi berdasarkan prisip ideologi : 1) Demokrasi liberal Demokrasi ini memberikan kebebasan yang luas pada individu. Referendum konsultatif Referendum ini hanya sebatas meminta persetujuan saja karena rakyat dianggap tidak mengerti permasalahannya. sehingga demokrasi ini disebut juga demokrasi liberal 2) Demokrasi material Demokrasi material memandang manusia mempunya kesamaan dalam bidang sosial-ekonomi sehingga persamaan bidang politik tidak menjadi prioritas. rancangan undang-undang itu dapat menjadi undang-undanmg yang bersifat tetap. Campur tangan pemeritah diminimalkan.cxxxv referendum.

d) Menteri tidak bertanggung jawabkepada DPR. Dapatkah anda memberi contoh. Semua warga negara mempunyai persamaan dalam hukum dan politik. serata e) Presiden dan DPR mempunya kedudukan yang sama sebagai lembaga negara. tetapi kepada presiden. c) Program kebijaksanaan kabinet disesuaikan dengan tujuan politik anggota parlemen . Negara yang dibentuk tidak mengenal perbedaan kelas. b) Menteri bertanggung jawab pada DPR. b) Kekuasaan eksekutif presiden dijalankan berdasarkan kedaulatan yang dipilih dari dan oleh rakyat melalui badan perwakilan . Bedasarkan wewenang dan hubungan antara alat kelengkapan negara. c) Presiden mempunya kekuasaan mengangkat dan memberhentikan menteri . Ciri-ciri pemerintahan yang menggunakan sistem presidensial adalah sebagai berikut : a) Negara dikepalai presiden . . d. dan tidak dapat saling membubarkan.serta d) Kedudukan kepala negara sebagai simbol idak dapat diganggu gugat. demokrasi dibagi menjadi : 1) Demokrasi sistem parlementer Ciri-ciri pemerintahan parlementer antara lain : a) DPR lebih kuat dari pemerintah .cxxxvi 2) Demokrasi rakyat atau demokrasi Proletar Demokrasi ini bertujuan menyejahterakan rakyat. negara manakah yang menganut demokrasi parlementer? 2) Demokrasi sistem pemisahan/pebagian kekuasaan (Presidensil).

yang menjunjung hak-hak asasi manusia setinggi-tingginya. peranan dan campur tangan pemerintah tidak terlalu banyak didalam kehidupan masyarakat. sistem pemerintahan yang liberal ini mendapat dukungan penuh dari rakyat.Mayo: a. bentuk demokrasi negara yang satu akan berbeda dengan bentuk demokrasi dengan negara yang lain. Suatu negara dapat memberikan isi dan sifat pada demokrasi yang bebeda dari isi dan sifat demokrasi di negara lain. sulitlah dikatakan bahwa pemerintah itu adalah suatu pemerintahan demokrasi. Nilai-Nilai Demokrasi Sebenarnya pengertian pokok demokrasi ialah adanya jaminan hak-hak asasi manusia dan partisipasi rakyat. aspirasi. . pengertian pokok itu telah mengalami banyak perubahan. Sebagai akibat demokrasi liberal ini. Dengan demikian. lahirlah sistem-sistem pemerintahan yang liberal. Karena sistem ini sesuai dengan aspirasi rakyat didunia Barat. bentuk demokrasi pada masa sekarang berbeda dari bentuk demokrasi pada masa UUD RIS tahun 1949 dan masa UUD sementara tahun 1950. dalam pertumbuhanya. Akan tetapi. bahkan kadang-kadang diatas kepetingan umum. Atas dasar itu. ekonomi. sebagai berikut.Mayo telah mencoba untuk memerinci nilai-nilai ini. a) b) pengakuan hak-hak asasi manusia sebagai penghargaanterhadap martabat manusia dengan tidak melupakan kepentingan umum. menyelesaikan perselisihan dengan damai dan secara melembaga. dan budaya poltik masingmasing. Di dunia Barat. demokrasi berkembang dalam suatu sistem masyarakat yang liberal (bebas dan merdeka). Didalam sistem pemerintahan ini. terutama karena faktor politik. lahirlah suatu bentuk demokrasi yang dinamakan demokrasi liberal. berikut akan dibahas bahwa demokrasi didasari oleh beberapa nilai (value). tetapi bergantung pada perkembangan sejarah.cxxxvii C. bentuk demokrasi itu pada suatu masa akan berbeda dari bentuk demokrasi masa yang lain. Berikut adalah nilai-nilai yang diutarakan Henry B. Misalnya. sosial. Jika dukungan rakyat tidak ada. Henry B. dengan catatan tentu saja tidak berarti bahwa setiap masyarakat demokratis memiliki semua nilai-nilai ini. Adapun yang paling utama dalam menetukan berlakunya sistem demokrasi disuatu negara ialah ada atau tidaknya asas demokrasi pada sistem itu. dan kebudayaan. Adanya partisipasi dan dukungan rakyat pada pemerintah. Oleh karena itu. Disamping itu.

ada demokrasi liberal. seperti di Indonesia. menyelenggarakan pergantian pimpinan secara teratur. demokrasi adalah pemerintahan dari rakyat. seperti di Amerika Serikat dan ada demokrasi Pancasila.cxxxviii b. Satu dewan perwakilan rakyat yang mewakil golongan-golongan dan kepentingankepentingan dalam masyarakat yang diplih melalui pemilahan umum secara bebas dan rahasia. Dalam demokrasi liberal. d. juga menghubungkan antara rakyat dan pemerintah d. Abraham Lincoln menyebutkan. Pers dan media masa yang bebas untuk menyatakan pendapat. by the people. Tentu saja pengawasan yang konstruktif (titik membangun) dan sesuai normatif (akuran yang berlaku). b. e. and the people). membatasi pemakaian kekerasan sampai munimum. c. mengakui dan menganggap wajar adanya keanekaragaman. Dengan demikian. oleh rakyat. Hampir semua negara di dunia sekarah ini mengatakan dirinya negara demokrasi. Sebenarnya apa yang dimaksud dengan demokrasi itu?. Parpol ini menjaling hubungan yang rutin dan berkesinambungan. pemerintah dipegang oleh partai yang menang dalam pemilihan umum dan partai yang kalah menjadi pihak oposisi. Dewan ini harus mempunyai fungsi pengawasn terhadap penerintah. dan untuk rakyat (is a government of the people. e. menjamin terselenggaranya perubahan secara damai dalam suatu masyarakat yang sedang berubah. c. walaupun pelaksanaan demokrasi di setiap negara sudah beraneka ragam. serta f. Sistem peradilan yang bebas untuk mejamin hak-hak dan mempaertahankan keadilan. Demokrasi adalah pemerintahan oleh rakyat dimana kekuasaan tertinggi berada ditangan rakyat dan dijalankan oleh mereka atau wakil-wakil yang mereka pilih dibawah sistem pemilihan yang bebas. Suatu organisasi politik yang mencakup satu atau lebih partai politik. menjamin tegaknya keadilan. untuk melaksanakan nilai-nilai demokrasi perlu diselenggarakan beberapa lembaga berikut a. . pemerintahan yang bertanggung jawab. Misalnya. Berdasarkan UUD 1945 nagara Indonesia adalah negara demokrasi.

Pelaksanaan demokrasi pancasila harus disertai dengan pembangunan bangsa secara keseluruhan karena pembangunan adalah proses perubahan ke arah kemajuan dan proses pendidikan bangsa untuk meningkatkan mutu kehidupan bangsa. Kegagalan demokrasi Pancasila zaman orde baru. tidak berasal dari konsep dasar demokrasi Pacasila. baik dipusat maupun daerah. Partisipasi masyarakat dalam pembangunan sekaligus akan menjadi kontrol bagi pelaksanaan pembangunan yang lebih efektif. melainkan karena adanya pertisispasi yang timbul berdasarkan kesadaran dan pengertian terhadap hak-hak dan kewajiban masyarakat. seperti korupsi. melalui hukum dan peraturan yang dibuat berdasarkan kehendak rakyat. Partisipasi yang dibutuhkan bukan hanya karena adanya hasil pembangunan yang dapat dinikmati. membuat dan menata kembali progrm-program pembangunan di tengahtengah berbagai persoalan yang dialami masyarakat sekarang ini. menciptakan prasarana dan sarana yang diperlukan bagi pelaksanaan demokrasi pancasila. Kunci semua pelaksanaan demokrasi . tetapi lebih pada praktik atau pelaksanaannya yang mengingkari keberadaan demokrasi Pancasila itu. Tata cara pelaksanaan demokrasi pacasila dilandaskan atas mekanisme konstitusional karena penyelenggaraan pemerintahan negara Republik Indonesia berdasarkan konstitusi. dapat dicegah hal-hal yang negatif dalam pembangunan. Kegagalan demokrasi pancasila pada zaman orde baru membuat banyak penafsiran mengenai asas demokrasi. khususnya bagi pemerintah. Dengan telah diletakkannya dasar-dasar pelaksanaan demokrasi pancasila. Demokrasi Pancasila hanya akan dapat dilaksanakan dengan baik apabila nilai-nilai yang terkandung di dalamnya dapat dipahami dan dihayati sependukungnya. Dengan demikian. serta bagaimana program-program itu dapat menggerakkan partisipasi seluruh masyarakat. Belajar dari pengalaman tersebut. dalam era reformasi perlu penataan ulang dan penegasan kembali arah dan tujuan demokrasi pancasila. persoalan berikutnya adalah bagaimana menggerakkan rakyat untuk berpartisipasi secara penuh dalam pelaksanaan pembangunan politik. penyalagunaan wewenang. ketentraman dan ketertiban diharapkan akan lebih mudah diwujudkan. dan lain-lain.cxxxix Dengan adanya suatu kehidupan yang demokratis. Keberhasilan pelaksanaan suatu sistem demokrasi dapat ditunjukkan dengan tingkat partisipasi rakyat pendukungnya.

b. Pelaksanaan demokrasi Pancasila pada Orde Reformasi ini tetap harus bersumberkan pada hukum yang berlaku di Indonesia. umum. tetapi dalam pelaksanaannya banyak yang menginkarinya sehingga menimbulkan KKN (kolusi. korupsi. b. dengan pemilihan lagsung anggota DPR. g. sedangkan bidang lainnya masih terus dalam tahap penataan. ciri-ciri demokrasi antara lain : a. antara lain sebagai berikut. jujur. kepentingan bersama lebih kepentingan daripada kepentingan individu atau golongan. D. Hal ini karena pemerintahan orde reformasi tetap menjalankan pemerintahannya dengan demokrasi pancasila. DPRD. f. Diberikannya kebebasan bagi warga negara untuk mendirikan partai politik pemilu 1999 diikuti oleh 48 partai politik. serta adil dan beradab. keputusan diambil berdasarkan suara rakyat atau kehendak rakyat kebebasan individu dibatasi oleh kepentingan bersama. Keunggulan Demokrasi Sebagaimana telah diuraikan. Usaha tersebut telah dilakukan oleh pemerintah orde baru.cxl tersebut adalah bagaimana pancasila dan UUD 1945 dapat dilaksanakan secara murni dan konsekuen. Diselenggarakannya pemilu 2004. Refungsional lembaga-lembaga tinggi negara. Sebagaimana telah dijelaskan. Dengan demikian. Diselenggarakannya pemilu tahun 1999 dengan berasaskan bebas. langsung. . c. dan Presiden/Wakil Presiden. a. e. Penegakan kehidupan yang lebih demokratis pada orde reformasi telah banyak diupayakan. meski orde baru jatuh. dalam tahap awal reformasi ini. Amandemen UUD 1945 yang banyak membatasi kekuatan Presiden. rahasia. dan nepotisme). demokrasi pancasila tidak ikut jatuh. Pers diberi kebebasan sehingga banyak sekali bermunculan media massa (cetak dan elektronik) baru. Kedudukan ketua MPR terpisah dari ketuaDPR. pemerintah baru menata bidang politik dan hukum (konstitusi). d.

sejak kemerdekaan hingga sekarang. dan lembaga perwakilan rakyat mempunyai kedudukan penting dalam sistem kekuasaan negara. bagaimana pelaksanaan demokrasi pancasila pada era reformasi ini? Marilah kita simak uraian berikut! Demokrasi liberal bermuara pada kegagalan konstituante menetakan UUD pengganti UUDS 1950. demokrasi terpimpin. banyak pengalaman dan pelajaran yang dapat diambil. yaitu demokrasi liberal. Anarki adalah pemerintahan yang kekuasaannya tidak jelas. bukan untuk kepentingan rakyat. terutama pelaksanaan demokrasi di bidang politik. tidak ada peraturan yang benar-benar dapat dipatuhi. Setiap individu bebas menentukan kehendaknya sendiri-sendiri tanpa aturan yang jelas. Demokrasi terpimpin di bawah pemerintahan Orde Lama dan demokrasi Pancasila di bawah pemerintahan Orde Baru. Meskipun konsep awal pada periode tersebut . Demokrasi dan Pelaksanaannya di Indonesia Dalam perjalanan sejarah bangsa. coba bandingkan dengan bentuk pemerintah berikut: Oligarki adalah sistem pemerintahan yang dijalankan oleh segelintir orang banyak. d. segala sesuatu yang dijalankan pemerintah adalah untuk kepentingan rakyat. Setelah anda munyimak ciri dari demokrasi dan nilai-nilai demokrasi sebagaimana telah diuraikan. Biasanya mobokrasi dipimpin oleh sekelompok orang yang mempunyai motivasi yang sama. E. Ada tiga macam demokrasi yang pernah diterapkan dalam kehidupan ketatanegaraan di Indonesia. Ketiga demokrasi tersebut dalam realisasinya mengalami kegagalan. serta kedaulatan ada di tangan rakyat. Diktator ialah kekuasaan yang terpusat pada seseorang yang berkuasa mutlak (otoriter). Partisipasi rakyat dalam pemerintahan dibatasi atau bahkan ditoadakan dengan dihapusnya lembaga perwakilan rakyat dan keputusan hukum tertinggi ada pada tangan segelintir orang tersebut.cxli c. kekuasaan merupakan amanat rakyat. dan demokrasi Pancasila. mengapa demikian? Juga. Moboraksi adalah pemerintahan yang dikuasai olah kelompok orang untuk kepentingan kelompok yang berkuasa.

demokrasi Pancasila) berlainan prosedur pelaksanaannya dengan demokrasi Barat yang lieral. Dengan belajar dari pengalaman. rasional. Adapun nama demokrasi itu semuanya harus tetap dalam kerangka supremasi hukum dan peraturan perundangan yang berlaku. Bukankah pengalaman itu adalah guru yang terbaik? Berdasarkan pengalaman yang dijadikan pelajaran. kooperatif. Dalam perjalanan sejarah politik bangsa. serta menjaga keamanan dan kebersamaan. dan demokrasi Pancasila. tegas. Demokrasi yang berlaku ddii negara ini (misalnya. diharapkan nilai-nilai demokrasi dapat ditegakkan. Jadi. pelaksanaan demokrasi pada era reformasi sekarang ini diharapkan tidak salah arah. ikhlas. sepanjang hakikat demokrasi tercermin dalam konsep dan pelaksanaannya. penuh perhitungan. Demokrasi Parlementer (Liberal) Demokrasi Parlementer di negara kita telah dipraktikkan pada masa berlakunya UUD 1945 periode pertama (1945-1949). janganlah melupakan masa lalu dan jasa para pemimpin terdahulu. Dalam era reformasi ini. seperti analisis. Hal ini bukanlah pengingkaran terhadap demokrasi. Untuk dapat mewujudkan keadaan seperti itu. lugas. tetapi pada akhirnya kekuasaan terpusat pada tangan seorang Presiden. perlu dikembangkan nilai-nilai sikap cerdas. demokratis. Kegagalan orde lama dan orde baru untuk menegakkan nilai-nilai demokrasi menyebabkan bergulirnya reformasi. tidak bisa tidak. Untuk lebih memahami perkembangan pemerintahan demokrasi yang pernah ada Indonesia. a. serta pengendalian diri. harus dimiliki nilai dan sikap disisplin yang tercermin pada sikap taat asas. kemudian dilanjutkan pada masa berlakunya RIS 1949 dan UUDS 1950. teliti. dibawah ini akan diuraikan penjelasannya. antisipatif. diharapkan tidak terulang lagi kesalahan yang sama. terbuka. kritis. negara kesatuan RI pernah melaksanakan demokrasi Parlementer. Oleh sebab itu. terti. demokrasi Terpimpin. Siapkah kita menyongsong demokrasi masa depan seandainya sesuai dengan harapan? Demokrasi yang diterapkan di Indonesia berbeda dengan demokrasi yang dipraktikkan di negara lain.cxlii dimaksudkan sebagai implementasi dari sila keempat Pancasila. Pelaksanaan Demokrasi Parlementer tersebut . Semua ini diungkapkan dan dibahas sebagai bahan kajian dan pembelajaran.

Ali Sastro Amidjojo II. Faktor lain yang menyebabkan tidak tercapainya stabilitas politik adalah perberdaan pendapat yang sangat mendasar di antara partai politik yang ada saat itu. . Salah satu faktor penyebab ketidak stabilan tersebut adalah sering bergantinya kabinet yang bertugas sebagai pelaksana pemerintahan. yaitu Kabinet Natsir. selama tahun 1945-1959 dikenal beberapa kabinet. kedudukan kabinet berada di bawah DPR (parlemen) dan keberadaannya sangat bergantung pada dukungan DPR. 1950-1959 umur kabinet kurang lebuh hanya satu tahun dan terjadi tujuh kali pergantian kabinet. Pertentangan tersebut terus berlanjut dan tidak pernah mencapai kesepakatan. Pada masa berlakunya Demokrasi Parlementer (1945-1959). dan dipihak lain menghendaki kembali pada Piagam Jakarta yang berarti menghendaki Islam sebagai dasar negara. kehidupan politik dan pemerintahan tidak stabil sehingga program dari suatu kabinet tidak dapat dilaksanakan dengan baik dan berkesinambungan. Misalnya. Apabila kebijakan kabinet tidak sesuai dengan aspirasi rakyat yag tercermin di DPR (parlemen). Sebagai contoh dapat dikaji peristiwa kegagalan konstituante memperoleh kesepakatan tentang dasar negara.cxliii secara yuridis formal berakhir pada tanggal 5 juli 1959 bersamaan dengan pemberlakuan kembali UUD 1945. terdapat dua kubu yang bertentangan. Merujuk pada kenyataan politik pada masa itu. Pada saat itu. Mengapa dalam sistem pemerintahan parlementer. kabinet sering diganti? Hal ini terjadi karena dalam negara demokrasi dengan sistem kabinet parlementer. dan Kabinet Juanda. jelas bahwa keadaan partai-partai politik pada saat itu lebih menonjolkan perbedaan-perbedaan paham dari pada mencari persamaan-persamaan yang dapat mempersatukan bangsa. Sementara itu. Kabinet Syahrir II. Wilopo. antara lain Kabinet Syahrir I. Sukimin. maka DPR dapat menjatuhkan kabinet dengan mosi tidak percaya. dan Kabinet Amir Syarifuddin. Beranjak dari berbagai kegagalan dan kelemahan itulah maka demokrasi parlementer di indonesia ditinggalkan dan diganti dengan demokrasi terpimpin sejak 5 Juli 1959. yaitu satu pihak ingin tetap mempertahankan Pancasila sebagai dasar negara.

Secara konsepsional. baik dalam kehidupan politik maupun dalam tatanan kehidupan ekonomi. mengapa lahir demokrasi Terpimpin? Demokrasi terpimpintimbul dari keisyafan.dan pengankatan Presiden seumur hidup melalui Tap. MPRS No. . dapat dikatakan bahwademokrasi terpimpin dalam banyak aspek telah menyimpang dari dari demokrasi konstitusional. Demokrasi Pancasila Terpimpin Adanya kegagalan konstituante dalam menetapkan UUD baru. Persoalan sekarang. Dalam konteks ini. maka kebijakan pemerintah sering kali menyipan dari ketentuan UUD 1945. Akibat dominannya kekuasaan presiden dan kurang berfungsinya lembaga legislatif dalam mengontrol pemerintahan.dan keyakinan terhadap keburukan yang diakibatkan oleh praktik Demokrasi Parlementer (liberal) yang melahirkan tepecahnya masyarakat.cxliv b.pimpinan DPR/MPR dijadikan menteri sehingga otomatis menjadi pembantu Presiden. kesadaran. maka pada 5 Juli 1959 Presiden Soekarno mengeluarkan suatu keputusan yang dikenal dengan Dekrit Presiden. Istilah Demokrasi terpimpin untuk pertama kalinya dipakai secara resmi dalam pidato presiden Soekarno pada 10 November 1956 ketika membuka sidang konstituante di Bandung. di Indonesia pada saat itu digunakan demokrasi terpimpin. dan tidak pada perseorangan atau pimpinan. Apabila dikaji dari hakikat dan ciri negara demokrasi. yang diikuti suhu politik yang memanas dan membahayakan keselamatan bangsa dan negara. Dekrit presiden dipandang sebagai usaha untuk mencari jalan dari kemacetan politik melalui pembentukan kepemimpinan yang kuat untuk mencapai hal tersebut.demokrasi terpimpin berarti pemerintah rakyat yang dipimpin oleh hikmatkebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan. Deemokrasi Terpimpin menonjolkan “kepimimpina” yang jauh lebih besar daripada demokrasinya sehingga idedasar demokrasi kehilangan artinya. mengandung arti bahwa yang membimbing dan sekaligus landasan kehidupan demokrasi di Indonesia adalah sila keempat pancasila. pada 1960 presiden membubarkan DPR hasil pemilihan umum tahun 1955 dan digantikan oleh DPR Gotong Royong melalui penetapan Presiden. III/MPRS/1963.misalnya.

4) inti daripada pimpinan dalam demokrasi terpimpin adalah permusyawatan yang di pimpin oleh hikmat kebijaksanaan. tampak bahwa demokrasi Terpimpin tidak bertentangan dengan pancasila dan UUD 1945. diharuskan dalam alam demokrasi terpimpin. Penyebab penyelewengan tersebut. 3) demokrasi Terpimpin adalah demokrasi di segala soal kenegaraan dan kemasyarakatan yang meliputi bidang politik. 2) demokrasi Terpimpin adalah demokrasi yang cocok dengan kepribadian dan dasar hidup bangsa Indonesia. Demokrasi Terpimpin Mengenal Juga Kebebasan Berpikir Dan Berbicara. Kesusilaan. Yang Penuh Dengan Kebahagiaan Material Dan Spiritual. serta budaya bangsa Indonesia. dan berbeda pula dengan demokrasi liberal yang dipraktikkan selama ini. b) Sebagai Alat. Yakni Batas Keselamatan Negara. Adapun yang penting ialah perwakilan yang harus dipimpin dengan hikmat kebijaksanaan: a) Tujuan Melaksanakan Demokrasi Terpimpin Ialah Mencapai Suatu Masyarakat Yang Adil Dan Makmur. bukan oleh perdebatan. selain terletak pada presiden. Tetapi Dalam Batas-Batas Tertentu. juga karena . Namun dalam praktiknya. demokrasi terpimpin memiliki kelebihan yang dapat mengatasi permasalahan yang dihadapi masyarakat pada waktu itu. Hal itu dapat dilihat dari ungkapan Bung Karno ketika memberikan amanat pada konstituante tanggal 22 April 1959 tentang pokok-pokok demokrasi terpimpin antara lain: 1) demokrasi Terpimpin bukanlah diktator. penyiasatan yang di akhiri dengan pengaduan kekuatan. Dan Pertanggung Jawaban Kepada Tuhan: c) masyarakat adil makmur tidak lain daripada suatu masyarakat teratur dan terpimpin. Kepentingan Rakyat Banyak. serta 5) oposisi. UUD 1945. Berdasarkan pokok pikiran di atas. berlainan dengan demokrasi sentralisme. ekonomi dan sosial. serta penghitungan suara pro dan kontra. konsep-konsep tersebut tidak direalisasikan sebagaimana mestinya sehingga seing kali menyimpang dari nilai-nilai pancasila.cxlv Secara konsepsional pula. dan budaya bangsa. dalam arti melahirkan pendapat yang sehat dan yang membangun.

Demokrasi Pancasila pada Orde Baru 1. Menurut Soepomo dalam masyarakat yang dilandasi semangat kekeluargaan. menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan sesuai dengan martabat dan harkat manusia. Secara konsepsional. Semangat kekeluargaanitu sendiri sudah lama danut dan berkembang dalam masyarakat indonesia. Sejak lahirnya Orde Baru diberlakukan Demokrasi Pancasila sampai saat ini. Latar Belakang dan Makna Demokrasi Pancasila Banyaknya berbagai penyelewengan dan permasalahan yang dialami bangsa Indonesia pada masa berlakunya demokrasi parlementer dan demokrasi terpimpin. Demokrasi Pancasila bersumberkan pada pola pikir dan tata nilai sosial budaya bangsa Indonesia. Jadi demokrasi pancasila berpangkal tolak dari kekeluargaan dan gotongroyang.royong. . serta harus dimanfaatkan untuk mewujutkan keadilan sosial. yang berketuhanan Yang Maha Esa. serta situasi sosial politik yang tidak menentu saat itu. dan menghargai hak individu yang tidak terlepas dari kepentingan sosial. khususnya di masyarakat pedesaan. Secara lengkap makna demokrasi pancasila adalah: “ Kerakyatam yang dipimpin oleh hikmat kebijaksaan dalam permusyawaratan/ perwakilan. yang berkemanusiaan yanng adil dan beradab. Misalnya. serta yang berkeadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. yang berpersatuan Indonesia. dianggap karena kedua jenis demokrasi tidak cocok diterapkan di Indonesia yang bernapaskan kekeluargaan dan gotong. Berdasarkan rumusan tersebut terkandung arti bahwa dalam menggunakan hak-hak demokrasi haruslah disertai tanggung jawab kepada Tuhan Yang Maha Esa menurut keyakinan agama masing-masing. “kebebasan” berpendapat merupakan hak setiap warga negara yang harus dijunjung tinggi oleh penguasa. sumber filosofi yang paling tepat adalah aliran pikiran Integralistik. tetapi harus diimbangi dengan kebebasan yang bertanggung jawab.cxlvi kelemahan Legislatif sebagai partner dan pengontrol eksekutif. haruslah menjamin persatuan dan kesatuan bangsa. demokrasi pancasila masih dianggap dan dirasakan paling cocok diterapkan di Indonesia. c. Dalam demokrasi Pancasila hak tersebut tetap dihargai.

antara lain bersifat kekeluargaan dan kegotongroyongan yang bernafaskan Ketuhanan Yang maha Esa. indonesia sesuai dengan gambaran.Pamudji dalam bukunya “Demokrasi Pancasila dan Ketahanan Nasional”. Aspek Optatif. Norma penting yang harus diperhatikan adalah persatuan dan soladaritas.menghargai hak-hak asasi manusia dan menjamin adanya hak-hak miniritas. Tujuan ini meliputi tiga hal. demokrasi pancasila pun mengandung berbagai aspek. Selain mewarnai berbagai bidang kehidupan seperti poltik. negara Kesejahteraan. dalam demokrasi Pancasila nilai-nilai perbedaan tetap dipelihara sebagai sebuah kekayaan dan anugrah Tuhan YME. dan budaya. Aspek Formal.terbuka.dan negara kebudayaan .yaitu terciptanya negara Hukum. Menurut S. aspek-aspek yang terkandung demokrasi pancasila itu adalah: a. keadilan. serta bagaimana mengatur permusyawaratan wakil rakyat secara bebas. sosial.yakni aspek yang mengemukakan gambaran manusia. b. dan jujur untuk mencapai konsensus bersama. harkat.serta kebenaran.cxlvii Dengan demikian. ekonomi. Dalam demokrasi pancasila. dan martabat tersebut. hal ini penting untuk menghindari adnya kegoncangan politik dalam negara. Aspek Materil. kehidupan ketatanegaraan harus berdasarkan atas kelembagaan hal ini bertujuan untuk menyelesaikan segala sesuatu melalui saluran-saluran tertentu sesuai dengan UUD 1945. yakni aspek yang mempersoalkan proses dan caranya rakyat menunjuk wakilnya dalam badan perwakilan rakyat dan dalam pemerintahan. serta bersendi atas hukum. yakni aspek yang mengetengahkan tujuan atau keinginan yang hendak dicapai. 2). Ciri dan Aspek Demokrasi Pancasila Demokrasi pancasila memiliki ciri khas. Aspek Normatif (kaidah). pengambilan keputusan sedapat mungkin didasarkan atas musyawarah untik mufakat. d. c. yakni aspek yang mengungkapkan seperangkat norma atau kaidah yang menjadi pembimbing dan kriteria dalam mencapai tujuan kenegaraan.

ijwa yang mengandung kesediaan untuk memperlakukan pihak lain sesuai dengan hak-hak yang diberikan oleh demokrasi pancasila.cxlviii e. Penyingpangan tersebut secara transparan terungkap setelah munculnya gerakan “Reformasi” dan jatuhnya kekuasaan Orde Baru. ii. Apabila kita kaji ciri dan prinsip demokrasi Pancasila. . serta f. yakni aspek yang mempersoalkan organisasi sebagai wadah pelaksanaan demokrasi pancasila. Serta Jiwa Kesediaan Berkorban Untuk Sesama Manusia Dan Warga Negara. aspek kejiwaan demokrasi pancasila ialah senangat para penyelenggara negara dan semangat para pemimpin pemerintahan. Aspek Organisasi. Wadah tersubut harus cocok dengan tujuan yang hendak dicapai. khususnya yang berkaitan dengan demokrasi pancasila. penyelenggaraan pemilihan umum yang tidak jujur dan tidak adil: b. Jiwa demokrasi pancasila aktif. Jiwa demokrasi pancasila pasi. penegakan kebebasan berpolitik bagi pegawai Negeri Sipil (monoloyalitas) khususnya dalam pemilihan umum. iii. i. Jiwa Pengabdian. dalam jiwa demokrasi pancasila dikenal. dapat dikatakan bahwa demokrasi Pancasila tidak bertentangan dengan prinsip demokrasi konsttusional. yakni hak untuk mendapat perlakuan secara demokratis pancasila. Jiwa Demokrasi Pancasila Rasional. Aspek Kejiwaan. yaitu: a. PNS seolah-olah digiring untuk mendukung OPP tertentu sehingga pemilihan umum tidak kompetitif c. Serta iv. praktik demokras yang dijalankan pada masa orde baru masih terdapat berbagai penyimpangan yang tidak sejalan dengan ciri dan prinsip demokrasi pancasila.Di antara penyimpangan yang dilakukan penguasa Orde Baru. masih ada intervensi pemerintah terhadap lembaga peradilan. Yakni Jiwa Objektif Dan Masun Akal Tanpa Meninggalkan Jiwa Kekeluargaan Dalam Pergaulan Masyarakat. Yakni Kesediaan Berkorban Demi Menunaikan Tugas Jabatan Yang Dipangkunya. Organisasi ini meliputi sistem pemerintahan atau lembaga negara serta organisasi sosial-politik di masyarakat. Namun.

adanya pembatasan kebebasan pers dan media massa melalui pencabutan/pembatalan SIUP. Demikian pula. e. serta format politik yang tidak demokratis. berwibawa. Sehubungan dengan ini. tidak menjadi demokratisasi kolusi. reformasi mengandung arti: “ perubahan yang mengarah pada persamaan politik. 1998). dan nepotisme. Pelaksanaan Demokrasi pada Orde Reformasi Pelaksanaan demokrasi pancasila pada Orde Reformasi tanpak lebih marak dibandingkan dengan masa Orede Baru. . kebijakan floating mass). Diantara bidang kehidupan yang menjadi sorotan utama untuk direformasi adlah bidang politik. h. menteri-menteri dan gubernur diangkat menjadi anggota MPR. sosial. baik dalam bidang ekonomi maupum dalam bidang politik dan hukum. kurangnya jaminan kebebasan mengemukakan pendapat sehingga sering terjadi penculikan terhadap aktivis vokal. Perubahan yang terjadi pada Orde reformasi ini dilakukan secara bertahap karena memang reformasi berbeda dengan revolusi yang bekonotasi perubahan mendasar pada semua komponen dalam suatu sistem politik yang cendrun menggunakan kekerasan. serta i. Menurut Hutington (Chaedar. g. dan ekonomi yang lebih merata termasuk perluasan basis partisipasi politik rakyat” pada reformasi di Indonesia sekarang ini. prinsip rule of law sulit diwujudkan. dan hukum. dan yang mampu menerapkan prinsip rule of law itu hanya dapat terwujud apabila ada demokratisasi poltik. maraknya pratik kolusi. menciutkan jumlah partai politk dan sekaligus membatasi kesempatan partisipasi politik rakyat (misalnya. F. Orde Reformasi ini merupakan konsensus untuk mengadakan demokratisasi dalam segala bidang kehidupan. badan peradilan yang otonom. tanpa demokratisasi poltik.cxlix d. ekonomi. Reformasi ketiga bidang tersebut harus dilakukan sekaligus karena reformasi politik yang berhasil mewujudkan demokratisasi politik. f. korupsi. sistem kepartaian yang tidak otonom dan berat sebelah.

serta mencabut ketetapan MPR sebelumnya yang dianggap tidak sesuai dengan aspirasi rakyat. c. Pemilihan umum lebih demokratis. yakni UUD 1945. untuk memahami demokrasi pada Orde Reformasi ini. b. Secara khusus. UUDS . pertama harus mengkaji keterangan ketetapan MPR hasil sidang istimewa MPR 1998 beserta ini. Partai politik lebih mandiri. d.harus dimulai dari pembentukan peraturan yang mendorong terjadinya demokratisasi dalam bidang kehidupan.d .untuk demokrasi tuntunanreformasi. kemudian melihat praktik pelaksanaan peraturan tersebut. Oleh karena itu. serta Lembaga demokrasi lebih berfungsi. pada 10 s. peraturan perundang lainnya. MPR mengadakan Sidang Istimewa dan berhasil mengubah. Untuk itu. dan bernegara merupakan salah satu sasaran agenda reformasi Demokrasi yang dijalankan pada masa reformasi ini masih tetap demokrasi pancasila. dan undang-undang tentang kemerdekaan menyampaikan pendapat di muka umum. terdapat beberapa perubahan pelaksanaan demokrasi pada Orde Reformasi sekarang ini yaitu: a. Selain itu. perkembangan demokrasi dalam negara-kebangsaan indonesia dapat dikembalikan pada dinamika kehidupan bernegara indonesia sejak proklamasi kemerdekaan sampai saat ini. menambah. undangundang tentang otonomi daerah. Perbedaanya tyerletak mewujudkan pada praktik aturan pelaksanaan yang dan sesuai praktik dengan penyelenggaraan. Konstitusi RIS. Lahirnya ketetapan MPR diikuti oleh ditetapkannya undang-undang organik berkaitan dengan kehidupan demokratis. ditetapkan pula beberapa ketetapan MPR yang mengtur materi baru.cl upaya meningkatkan partisipasi politik rakyat dalam kehidupan bermasyarakat. 13 November 1998. Hal tersebut daat diketahui dengan mengacu kepada konstitusi yang pernah dan sedang berlaku. Berdasarkan peraturan perundang-undangan dan praktik pelaksanaan demokrasi tersebut. Pengaturan ham. undang-undang bidang politik.berbangsa. Misalnya.

3). Pedidikan demokrasi secara formal. konsep. 2). Pendidikan demokrasi a. Visi Pendidikan Demokrasi sebagai wahana substantif. Pendidikan nonformal. Selain itu. serta keterampilan demokrasi dalam diri earga negara melalui pengalaman hidup dan kehidupan demokrasi dalam berbagai konteks. Pendidikan formal biasanya dilakukan di sekolah dan di perguruan tinggi. yaitu pendidikan yang melewati tahap pergaulan di rumah ataupun masyarakat sebagai bentuk aplikasi nilai berdemokrasi. dapat dimiliki wawasan yang luas dan memadai. yaitu pendidikan yang melewati tahap diluar lingkungan masyarakat. Dengan demikian. dan sosial kultural untuk membangun citacita. perensentasi. G. nilai. yaitu pendidikan yang melewati tahap di luar lingkungan masyarakat. serta dampak perkembangan internasional pada setiap zamannya. Pedidikan demokrasi secara informal. serta praksis kehidupan bernegara dan bermasyarakat yang menjadi dampak langsung. Pendidikan demokrasi: 1). c. b. sikap. diskusi timbal balik. Pendidikan ini lebih makro dalam berinteraksi sebab pendidikan di luar sekolah mempunyai variable ataupun parameter yng signifikan . Pendidikan ini lebih makro dalam berinteraksi sebab pendidikan di luar sekolah mempunyai variable ataupun parameter yng signifikan terhadap pembentukan jiwa seseorang. dampak pengiring dari berlakunya setiap konstitusi. Misi Pendidikan Demokrasi Memfasilitasi warga negara untuk mandapatkan ber4bagai akses kepada dan menggunakan secara cerdas berbagai sumber informasi tentang demokrasi dalam teori dan praktik untuk berbagai konteks kehidupan. yaitu pendidikan yang melewati tatap muka. sebagai hasil interaksi terhadap lingkungan sekitarnya yang langsung dirasakan hasilnya. prisip.cli 1950. pedagogis. serta studi kasus untuk memberikan gambaran kepada siswa bagaimana agar mencintai negara dan bangsa. Pendidikan nonformal.

SOAL LATIHAN Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini : 1. 3. artinya pemerintahan rakyat. Jadi. untuk menunjukkan sistem pemerintahan yang berlaku disana. Penduduknya tidak begitu banyak sehingga mudah dikumpulkan oleh pemerintah dalam suatu rapat untuk bermusyawarah. system ketatanegaraan dan sebagai system budaya Jelaskan jenis-jenis demokrasi Jelaskan pengertian demokrasi pancasila dan bandingkan dengan system demokrasi lainnya.clii PENUTUP Demokrasi berasal dari kata yunani demos dan kratos. Istilah demokrasi pertama kali dipakai di Yunani kuno. 4. Kota-kota di daerah Yunani pada waktu itu kecil-kecil. Pendidikan demokrasi merupakan suatu proses untuk melaksanakan demokrasi yang benar. yaitu pemerintahan yang rakyat yang memegang peranan yang sangat menentukan. terutama mahasiswa pada umumnya untuk melaksanakan pendidikan ini secara baik dan benar. sasaran yang akan dicapai adalah mengajak warga Negara. . Jelaskan pengertian demokrasi Jelaskan demokrasi sebagai system politik. khususnya di kota Athena. kratos berarti pemerintahan. Dalam rapat tersebut. demokrasi. diambil keputusan bersama mengenai garis-garis besar kebijakan pemerintah yang akan dilaksanakan dan segala permasalahan kemasyarakatan. Demos artinya rakyat. Proses semacam ini mempunyai implikasi yang sangat signifikan terhadap cara-cara berdemokrasi yang benar dengan memperhatikan kaidah-kaidah ataupun asas dalam berdemokrasi masyarakat. Dengan demikian. 2.

Jelaskan mengapa? 7. menciptakan banyak hal yang harus diperbaiki. yang ingin mengubah tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara sebagai akibat kegagalan masa-masa sebelumnya. 5.. Keunggulan Sistem lain ………………………………. ………………………………………………... 6. BIDANG Politik Ekonomi Sosial Budaya Hankam Agama HAL-HAL YANG HARUS DIPERBAIKI ………………………………………………. 3. Sebutkan keunggulan dan kelemahan demokrasi dibandingkan bentuk pemerintahan yang lain sesuai dengan persepsi anda! Coba tulislah dalam daftar berikut! Keunggulan Demokrasi ………………………………. 8. ………………………………………………. bagaimana pelaksanaan nilai-nilai demokrasi di Indonesia? 6. Simak uraian berikut! Bergulirnya era reformasi di Indonesi. 4.. Kelemahan Demokrasi ………………………………………………… Kelemahan Sistem lainnya (sebutkan sistemnya) ………………………………………………… 9. dari sekian hal yang harus diubah atau diperbaiki.. wakil-wakil rakyat tidak ada yang mengusulkan perubahan pancasila sebagai dasar negara. ………………………………………………… ………………………………………………. Dapatkah anda membandingkan ketiga demokrasi yang pernah ada di Indonesia? Demokrasi Liberal Demokrasi Terpimpin Demokrasi Pancasila . ………………………………………………. 2. Jelaskan. Hal-hal apa sajakah yang harus diperbaiki pada masa reformasi sekarang ini ? NO 1. Namun.cliii 5.

DPD. Gramedia Pustaka Utama: Jakarta. 1985. Kanisius: Yogyakarta. Suny Ismail. General Theoryof Law and State. Kelsen. UU tentang susunan kedudukan MPR. Udin S. Goverment By the People.2000. 1968. Demokrasi. Supremasi Hukum dan Prinsip Demokrasi di Indonesia..cliv DAFTAR BACAAN Betham. DPRD. CST. 1986. Demokrasi dan pendidikan Demokrasi. amandeman terakhir. Ganesha Exact: Bandung. James McGregor. 1989. Lembaga Pembinaan Hukum nasional: Jakarta. 2005. Penerbit Erlangga: Jakarta. UU tentang pemilu DPR. Hans. Harris soche. Winataputra. DPD. 2003 Pendidikan Pancasila untuk Perguruan Tinggi. 1995. . Kanil. Tata Negara Edisi Kedua. Elly M. Setiadi. Burns. University of california: USA. Budiardjo. Mekanisme Demokrasi Pancasila. Daji darmodihardjo. or. PT Hanindita: Yogyakarta. disampaikan Pada Suscadorwas 2005. Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama: Jakarta. 1966. Miriam. David. Dasar-dasar Ilmmu Politik. dan DPRD. Perundangan: UUD 1945. 2000. UU tentang partai politik.Panduan Menguasai Tata negara. Dikti: Jakarta. DPR. Suatu tinjauan Filosofis. Historis. Jakarta. 1949. Santiaji Pancasila. Rahmat A. Yudiris konstitusional. dkk. serta UU tentang Pemilu presiden.

clv BAB VIII HAK ASASI MANUSIA PENDAHULUAN A. Ruang Lingkup Bahan pembelajaran ini akan membahas : 1. Implementasi hak asasi dan kewajiban asasi dalam sila-sila pancasila . bahkan memiliki kewenangan lebih tinggi karena berasal dari sumber yang lebih tinggi (Tuhan). B. HAM bersifat umum (universal) karena diyakini bahwa beberapa hak dimiliki tanpa perbedaan atas bangsa. tanpa hak-hak itu manusia tidak dapat hidup layak sebagai manusia. kekuasaan pemerintah. serta d. UU No. HAM juga bersifat supralegal. Ruang lingkup HAM meliputi a. artinya tidak bergantung pada adanya suatu negara atau undang-undang dasar. HAM dalam UUD 1945 5. ras. atau jenis kelamin. kebebasan sipil dan politik untuk dapat ikut serta dalam pemerintahan.39 1999 tentang HAM mendefinisikan HAM sebagai seperangkat hak yang melekat pada hakikat keberadaan manusia dengan makhluk Tuhan YME. kebebasan. hak pribadi : hak-hak persamaan hidup. HAM dalam tataran Global 3. Pengertian. HAM di indonesia : Permasalahan dan Penegakannya 4. hak milik pribadi dalam sekelompok social tempat seseorang berada: c. hak-hak berkenaan dengan masalah ekonomi dan sosial. dan lain-lain: b. Sejarah dan Macam-macam HAM 2. Latar Belakang HAM adalah hak-hak yang melekat pada diri manusia. keamanan. Hak tersebut diperoleh bersama dengan kelahirannya atau kehadirannya di dalam kehidupan masyarakat (tilaar 2001).

Sasaran Pembelajaran Mahasiswa dapat menganalisis dan mengidentifikasi Hak Asasi Manusia. sejarah dan macam-macam HAM 2. Mahasiswa mampu menjelaskan HAM dalam Tataran Global 3.clvi C. Mahasiswa mampu menganalisa HAM di Indonesia dalam konteks permasalahan dan penegakannya . Mahasiswa mampu menjelaskan pengertian. Melalui pembelajaran ini mahasiswa diharapkan dapat: 1.

Prinsip universalitas adalah prinsip yang dimiliki dalam nilainilai etik dan moral yang tersebar di seluruh wilayah di dunia. Wolhoff. masih juga tidak sepenuhnya diterima oleh negara-negara tertentu yang menolak kehadiran prinsip universalitas. Hak asasi manusia memiliki prinsip-prinsip utama dan menjadikannya sebagai bagian penting dalam kehidupan umat manusia. karena bila dicabut hilang juga kemanusiaannya. Pengertian. Sejarah dan Macam-Macam HAM 1. yang tak dapat dicabut oleh siapapun juga. Pengertian HAM Hak asasi ialah hak-hak dasar (pokok) yang dibawa manusia sejak lahir sebagai anugerah dari Tuhan YME.clvii URAIAN BAHAN PEMBELAJARAN A. selanjutnya disingkat DUHAM 1948) itu memiliki prinsip universal. tidak tergantung pada wilayah atau bangsa tertentu. Perdebatan ini sesungguhnya muncul di saat memperbincangkan apakah Universal Declaration of Human Rights 1948 (Deklarasi Universal Hak-Hak Asasi Manusia. dan pemerintah termasuk masyarakatnya harus mengakui dan menyokong hak-hak asasi manusia. aktivis maupun pengambil kebijakan. Hak Kebebasan dan Hak Kesamaan. ataukah tidak (?). Ada delapan prinsip hak asasi manusia. Hak-hak itu antara lain : Hak Hidup. Mr Soenarko. Ini menunjukkan bahwa hak-hak asasi manusia itu ada dan harus dihormati oleh seluruh umat manusia di dunia manapun. hak asasi manusia adalah sejumlah hak yang seakan-akan berakar dalam tabiat setiap oknum pribadi manusia justru karena kemanusiaannya. yakni: Pertama. Ia berlaku menyeluruh sebagai kodrat lahiriah setiap manusia. prinsip universalitas. Menurut G. merumuskan hak-hak dasar ialah hak-hak manusia yang pokok dan tak dapat dikurangi oleh siapapun juga dalam negara yang sopan. yang memiliki titik kesamaan dalam menjelaskan apa itu hak asasi manusia. Sebagaimana mantan Perdana Menteri Mahathir Mohammad yang menyatakan bahwa. yang tidak bisa dikurangi atau dicabut hakhaknya oleh siapapun. pada kenyataannya. Universalitas hak-hak asasi manusia.J. Dari pendapat ini bisa diambil titik kesamaan bahwa hak asasi manusia itu merupakan hak yang melekat dalam diri manusia. Namun untuk mencermati apa sesungguhnya hak asasi manusia? Banyak ragam pendapat yang dikemukakan oleh para ahli. .

ataupun bahkan membunuh hak-hak hidup manusia. Ia (Mahathir). Tidak dapat dipungkiri bahwa pluralisme sosial. bahasa. keyakinan. Prinsip ini menegaskan perlunya setiap orang untuk menghormati hak orang lain. Artinya. Bagi negara dunia ketiga. khususnya manusia sebagai sesama makhluk ciptaan Allah. Begitu juga. Dalam prinsip ini setiap orang harus menghargai manusia tanpa membeda-bedakan umur. Perbincangan ini sebenarnya tidak perlu terjadi bilamana memahami hak-hak asasi manusia yang universal maupun tidak. kekuatan ekonomi. didasarkan pada kontekstualisasi tertentu. maupun realitas sosial budaya yang melahirkan keragaman pendapat soal tersebut. tetapi juga dalam kolektiva-kolektiva lebih luas seperti dalam kehidupan masyarakat maupun bernegara. komunitas disable/berbeda kemampuan. hak-hak ekonomi sosial budaya (Hak Ekosob) menjadi hak yang sangat penting. artinya hanya sekitar 50-an negara yang kebetulan mayoritas dari negara-negara yang disebut ‘barat’. menjadi identitas peradaban tertentu yang sangat berharga dalam mengemban amanat saling menjaga dan mendorong upaya kebersamaan untuk hidup berdampingan. Oleh sebabnya. sepatutnya dihormati dan dihargai. memperbudak. orientasi seksual. padahal di negara-negara miskin maupun berkembang (negara dunia ketiga). bukanlah sekedar pekerjaan individual manusia. serta membangun toleransi sesama manusia. Prinsip yang kedua. gender. etnisitas. dari sudut pandang yang berbeda. Sehingga kewajiban untuk menghormati manusia sebagai manusia tersebut merupakan tanggungjawab hak-hak asasi manusia. mencontohkan soal betapa hak-hak politik dan kebebasan begitu dominan mewarnai hak-hak asasi manusia. atau kelas sosial. Penghormatan terhadap manusia. pemartabatan terhadap manusia (human dignity). dimana penandatangan deklarasi tersebut hanya seperempat negara-negara yang menjadi anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sekarang. hidup damai dalam keberagaman yang bisa menghargai satu dengan yang lainnya. yang bisa dipengaruhi oleh kekuasaan politik. .clviii DUHAM 1948 itu sangat menganut paham kebebasan yang bersala dari konsep barat. HAM tidak menjadi universal bilamana dilihat dari perspektif tertentu. ras. dengan adanya prinsip ini maka tidak mungkin praktek yang memperkenankan siapapun untuk melakukan eksploitasi. budaya. termasuk di dalamnya keragaman budaya dan hukum-hukum lokal. mengisi perut orang yang lapar (hak atas pangan) dan hak pendidikan lebih penting dibandingkan soal hak pilih dalam pemilu. menyiksa.

agama. equality atau persamaan. Prinsip yang keempat. sangat tidak mungkin dipisahkan dengan hak ekonomi. tidak bisa dirampas atau dipertukarkan dengan hal tertentu. agar hakhak tersebut bisa dikecualikan. hak pilih dalam pemilu. baik berdasarkan kelas/bangsa tertentu. jenis kelamin. warna kulit dan sebagainya. meskipun dibayar atau diupahi. Pemahaman prinsip atas hak yang tidak bisa dipindahkan. bahwa hak-hak asasi manusia melarang adanya diskriminasi yang merendahkan martabat atau harga diri komunitas tertentu. perlindungan dan pemenuhan hak-hak seseorang. dimana menjelaskan bahwa tiada perlakuan yang membedakan dalam rangka penghormatan. Hal ini terjelaskan dalam pasal 1 DUHAM 1948. Atau juga hak atas kehidupan yang layak. dan budaya. Prinsip yang keenam. sosial. Suatu hak tidak bisa dipisah-pisahkan antara yang satu dengan yang lainnya. merupakan hak yang dimiliki setiap orang dengan kewajiban yang sama pula antara yang satu dengan yang lain untuk menghormatinya. Prinsip non-diskriminasi sebenarnya bagian integral dengan prinsip persamaan. Persamaan. Prinsip ini bersentuhan atau sangat dekat dengan prinsip non-diskriminasi. Jelas dan tegas. Pembedaan. tidak bisa dihilangkan hanya dengan dibeli oleh orang yang mampu dan kemudian menggantikan posisi hak pilih. tidak bisa dilepaskan satu dengan yang lainnya. tidak bisa dipertukarkan dengan perbudakan. suku. merupakan hak untuk memperoleh keadilan dalam bentuk perlakuan dalam proses peradilan. non-diskriminasi.clix Prinsip yang ketiga. indivisibility. . sebagai prinsip hak-hak asasi manusia: “Setiap orang dilahirkan merdeka dan mempunyai martabat serta hak-hak yang sama. Manusia sebagai makhluk yang memiliki hak-hak asasi tidak bisa dilepaskan dari hak-hak tersebut. Hak sipil dan politik. Prinsip yang kelima. karena keduanya satu kesatuan. Salah satu hal penting dalam negara hukum. adalah persamaan di muka hukum. dan bila dilanggar akan melahirkan pertentangan dan ketidakadilan di dalam kehidupan manusia. Misalnya. inalienability.” Konsekuensi pemenuhan persamaan hak-hak juga menyangkut kebutuhan dasar seseorang tidak boleh dikecualikan. Hal ini terkait dengan pandangan yang menyesatkan tentang membeda-bedakan atau pengutamaan hak-hak tertentu dibandingkan hak-hak lain. Konsep persamaan menegaskan pemahaman tentang penghormatan untuk martabat yang melekat pada setiap manusia. adalah praktek yang justru menghambat realisasi hakhak asasi manusia. adat. keyakinan.

Misalnya. mengajarkan dan mendorong pemahaman dan penghormatan hak-hak asasi manusia bagi sesama. dimana dalam situasi tidak terpenuhinya hak atas pendidikan. dan praktek implementasinya di lapangan. serta menegaskan kewajiban-kewajiban paling minimum dengan memaksimalkan sumberdaya yang ada untuk memajukannya. dan hak atas penghidupan dan pekerjaan yang layak. sebagai bagian dari organ politik kekuasaan yang harus memberikan perlindungan terhadap warga negaranya. responsibilitas atau pertanggungjawaban (responsibility). melindungi dan memenuhi hak-hak asasi manusia. dalam pengertian untuk mempelajari sejarahnya. aktor non-negara juga mempunyai tanggung jawab yang sama untuk memajukan hakhak asasi manusia. Secara individu. merupakan hal yang mendasar untuk mengkaji hak-hak asasi manusia. setiap orang dituntut untuk berani melawan ketidakadilan dan pelanggaran hak-hak asasi manusia di depan matanya. di sekolah. . atau juga hak atas kesehatan yang layak. baik terhadap tekstualitas maupun kontekstualitasnya. Prinsip pertanggungjawaban hak-hak asasi manusia ini menegaskan bahwa perlunya mengambil langkah atau tindakan tertentu untuk menghormati. interdependency (saling ketergantungan). Unsur pertanggungjawaban (terutama negara). sementara negara sama sekali tidak mengambil tindakan apapun (by omission). di rumah sakit. Prinsip yang kedelapan. di pasar. Prinsip ini juga sangat dekat dengan prinsip indivisibility.clx Prinsip yang ketujuh. Pertanggungjawaban ini menekankan peran negara. Peran negara menjadi vital. tetapi ia juga bisa dimintai pertanggungjawaban ketika terjadi pelanggaran hak-hak asasi manusia. desa maupun perkotaan. baik secara individual maupun kolektiva sosial dalam organisasi kemasyarakatan. juga sangat bergantung pada penyediaan hak-hak atas pangan atau bebas dari rasa kelaparan. Selain negara. Termasuk mempertanggungjawabkan setiap langkah atau tindakan yang diambil sebagai kebijakan tertentu dan memiliki pengaruh terhadap kelangsungan hak-hak rakyat. kemiskinan. hak yang satu dengan yang lainnya sangat tergantung dengan pemenuhan atau perlindungan hak lainnya. adalah bagian yang tidak terpisahkan dari prinsip hak-hak asasi manusia agar bisa terwujudkan. Kedelapan prinsip-prinsip tersebut. di hutan. instrumen hukum. Artinya. bukan soal mengambil tindakan tertentu (by commission). dimana setiap hak-hak yang dimiliki setiap orang itu tergantung dengan hak-hak asasi manusia lainnya dalam ruang atau lingkungan manapun.

Declaration des droits de I’homme et du citoyen (pernyataan hak-hak manusia dan warga negara. Bill of Rights (Undang-Undang Hak) naskah yang disusun oleh rakyat Amerika pada tahun 1789 Hak-hak yang dirumuskan pada abad ke-17 dan ke-18 ini sangat dipengaruhi oleh gagasan mengenai Hukum Alam (Natural Law) seperti yang dirumuskan oleh John Locke dan Jean Jaques Rousseau (1712-1778) dan hanya terbatas pada hak-hak yang bersifat politis saja seperti kesamaan hak. 1789) d. dan mulailah dicetuskan beberapa hak lain yang lebih luas ruang lingkupnya. hak untuk memilih dsb. Naskah tersebut adalah : a. Frangklin D Roosevelt yang dikenal dengan istilah The Four Freedoms (Empat Kebebasan). Berawal dari 2 perang besar didunia ( PD I dan PD II) timbul keinginan untuk merumuskan hak-hak asasi manusia dalam naskah internasional. Dalam proses ini telah lahir beberapa naskah yang secara berangsur-angsur menetapkan bahwa ada beberapa hak yang mendasari kehidupan manusia dan karena itu bersifat universal dan asasi. Magna Charta (piagam Agung. Bill of rights (Undang-Undang Hak. Kebebasan beragama (freedom of religion) . Kebebaan untuk berbicara dan menyatakan pendapat (freedom of speech) b.clxi 2. Sejarah Ham Hak asasi adalah hak yang dimiliki manusia yang telah diperoleh dan dibawanya bersamaan dengan kelahiran/kehadirannya di dalam kehidupan masyarakat. Yang sangat terkenal adalah empat hak yang dirumuskan oelh Presiden Amerika Serikat. yaitu : a. Pada abad ke-20 hak-hak politik ini dianggap kurang sempurna. 1215) dokumen yang berisi hak yang diberikan oleh Raja John dari Inggris kepada para bangsawan bawahannya dan juga membatasi kekuasaan Raja John b. 1689) c. hak atas kebebasan. Usaha ini pada tahun 1948 berhasil dengan diterimanya Universal Declaration of Human Rights (pernyataan sedunia tentang Hak-Hak Asasi Manusia) oleh negara-negara yang tergabung dalam PBB.

Macam-Macam Ham Dari ketiga hak dasar diatas berkembang menjadi : • • • Hak asasi pribadi (personal right) = yang meliputi kebebasan menyatakan pendapat. dan memanfaatkannya Hak asasi untuk memperoleh pengakuan yang sama dalam hukum dan pemerintahan (legal of equality right) yaitu hak yang sama dikenakan sanksi/hukuman dan duduk dalam pemerintahan negara. membeli. mengembangkan pendidikan dan kebudayaan. Pada tahun 1948 hasil pekerjaan komisi ini. Ham pada Tataran Global Sebelum konsep HAM diratifikasi PBB terdapat beberapa konsep utama mengenai HAM. diterima secara aklamasi oleh negara-negara yang tergabung dalam PBB. mensual. haku untuk dipilih dan memilih dalam pemilu. yaitu: . Kebebasan dari ketakutan (freedom from fear) d. • • Hak asasi social dan budaya (social and culture right) yaitu hak untuk memilih pendidikan. penggeledahan. maka Komisi Hak-Hak Asasi Manusia (Commission on Human Rights) yang pada tahun 1946 didirikan oleh PBB. 3. penyidikan. pemeriksaan. menetapkan secara terperinci beberapa hak ekonomi dan sosial. pernyataan sedunia tentang Hak-Hak Asasi Manusia (Universal Declaration of Human Rights). misalnya dalam penangkapan. mendirikan dan mengembangkan parpol • Hak asasi untuk memperoleh perlakuan dan tata cara peradilan dan perlindungan yang adil dan sama. pembelaan. menyatakan pikiran dan kebebasan bergerak Hak asasi ekonomi (economical right) = yaitu hak untuk memiliki sesuatu. disamping hak-hak politik. dan peradilan B. memeluk agama..clxii c. hak masuk dan ikut dalam parpol. Hak asasi politik (political right) yaitu hak untuk ikutserta dalam politik. Kebebasan dari kemelaratan (freedom from want) Sejalan dengan pemikiran itu.

yaitu 1) Hak ekonomi sosial dan budaya. negara sebagai koordinator dan pengawas. ekonomi. 2) Perjanjian internasional tentang hak sipil dan politik. 2) masyarakat sebagai keluarga besar. d. serta 3) Protokol opsional bagi perjanjian hak sipil dan politik internasional. Sejak tahun 1957 konsep HAM tersebut dilengkapi dengan tiga perjanjian. 2) ingin mendirikan federasi rakyat yang bebas. Pada Sidang Umum PBB tanggal 16 Desember 1966 ketiga dokumen tersebut diterima dan diratifikasi. politik.clxiii a. HAM menurut konsep Sosialis: 1) hak asasi hilang dari individu dan terintegrasi dalam masyarakat. c. dan kebudayaan yang dinikmati manusia di dunia yang mendorong perhargaan terhadap hak-hak asasi manusia. serta 3) individu tunduk kepada adat yang menyangkut tugas dan kewajiban sebagai anggota masyarakat. 3) filosofi dasar: hak asasi tertanam pada diri individu manusia: serta 4) hak asasi lebih dulu ada daripada tatanan negara. HAM menurut konsep PBB: Konsep HAM ini dibidani oleh sebuah komisi PBB yang dipimpin oleh Elenor Roosevelt (10 Desember 1948) dan secara resmi disebut “Universal Declaration of Human Rights”. b. 2) hak asasi manusia tidak ada sebelum negara ada. artinya penghormatan utama terhadap kepala keluarga. HAM menurut konsep bangsa-bangsa Asia dan Afrika: 1) tidak boleh bertentangan dengan ajaran agama/sesuai dengan kodratnya. sosial. . Di dalamnya menjelaskan tentang hak-hak sipil. HAM menurut konsep Negara-negara Barat: 1) ingin meninggalkan konsep negara yang mutlak. serta 3) negara berhak membatasi hak asasi manusia apabila situasi menghendaki.

8) hak untuk bebas untuk mengutarakan pikiran dan perasaan. 6) hak untuk masuk dan keluar wilayah suatu negara. politik. 9) hak untuk bebas memeluk agama. 10) hak untuk berapat dan berkumpul. Pasal 55. 5) hak untuk mendapat jaminan hukum dalam perkara pidana. maupun dalam pelaksanaannya (Wirayuda: 2005). serta 16) hak untuk menikmati kesenian dan turut serta dalam kemajuan keilmuan. ekonomi. 15) hak untuk turut serta dalam gerakan kebudayaan masyarakat. Sesuai dengan Pasal l (3).clxiv Universal Declaration af Human Rights menyatakan bahwa setiap orang mempunyai: 1) hak untuk hidup. Indonesia berpandangan bahwa pemajuan dan perlindungan HAM harus didasarkan pada prinsip bahma hak-hak sipil. 7) hak untuk mendapat hak milik atas benda. 4) hak untuk memperoleh perlakuan yang sama dengan orang lain menurut hukum. 2) kemerdekaan dan keamanan badan. C. pemantauan. seperti diperiksa di muka umum dan dianggap tidak bersalah kecuali ada bukti yang sah. 11) hak untuk mendapatkan jaminan sosial. sosial budaya. baik dalam penerapan. dan 56 Piagam PBB upaya pemajuan dan perlindungan HAM harus dilakukan melalui suatu konsep kerja sama internasional yang berdasarkan pada prinsip saling menghormati. yang . dan hak pembangunan merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. serta mempunyai dan mengeluarkan pendapat. Sejalan dengan amanat Konstitusi. kesederajatan. 13) hak untuk berdagang. dan hubungan antarnegara serta hukum internasional berlaku. HAM di Indonesia : Permasalahan dan Penegakannya. 3) hak untuk diakui kepribadiannya menurut hukum. 12) hak untuk mendapatkan pekerjaan. 14) hak untuk mendapatkan pendidikan.

dan hak anak. Batang Tubuh UUD 1945 (Pasal 27. penegakkan hukum dan HAM harus dilakukan secara tegas. hak berkeluarga dan melanjutkan keturunan. Oleh sebab itu. Penguatan upaya-upaya pemberantasan korupsi melalui pelaksanaan Rencana Aksi Nasional Pemberantasan Korupsi 2004-2009. hak atas kebebasan. i. dan 30). 29. UU No. Program penegakkan hukum dan HAM (PP No. 26/2000 tentang Pengadilan HAM. hak atas kesejahteraan. Peninjauan serta penyempurnaan berbagai konsep dasar dalam rangka mewujudkan proses hukum yang lebih sederhana. Pancasila sila ke-4. Peningkatan upaya penghormatan persamaan terhadap setiap warga negara di depan hukum melalui keteladanan kepala negara beserta pimpinan lainnya untuk mematuhi/menaati hukum dan hak asasi manusia secara konsisten serta konsekuen. e. Penyelenggaraan audit reguler atas seluruh kekayaan pejabat pemerintah dan pejabat Negara. b. hak wanita. c. serta dengan biaya yang terjangkau oleh semua lapisan masyarakat. antiterorisme. h. d. hak mengembangkan diri. cepat. 39/1999 tentang HAM dan UU No.clxv HAM di Indonesia di dasarkan pada Konstitusi NKRI. a. 7 tahun 2005) meliputi pemberantasan korupsi. Pelaksanaan Rencana Aksi Nasional Hak Asasi Manusia (RANHAM) dari 2004-2009 sebagai gerakan nasional. hak atas rasa aman. yaitu Pembukaan UUD 1945 (aline I). Peningkatan penegakkan hukum terhadap pemberantasan tindak pidana terorisme dan penyalahgunaan narkotika serta obat berbahaya lainnya. HAM di Indonesia menjamin hak untuk hidup. tidak diskriminatif. Peningkatan efektivitas dan penguatan lembaga/institusi hukum ataupun lembaga yang fungsi dan tugasnya menegakkan hak asasi manusia. hak turut serta dalam pemerintahan. g. Peningkatan efektivitas dan penguatan lembaga/institusi hukum ataupun lembaga yang fungsi dan tugasnya mencegah serta memberantas korupsi. serta pembasmian penyalahgunaan narkotika dan obat berbahaya. f. Kegiatan-kegiatan pokok penegakkan hukum dan HAM meliputi hal-hal berikut. Peningkatan betbagai kegiatan operasional penegakan hukum dan hak asasi manusia . hak memperoleh keadilan. dan konsisten. dan tepat.

dan tindakan hukum terhadap dan penyalahgunaan menghukum para narkotika/obat berbahaya melalui identifikasi serta memutus jaringan peredarannya. l. hakikat asasi (dalam . Peningkatan fungsi intelejen agar aktivitas terorisme dapat dicegah pada tahap yang sangat dini. Pmbenahan sistem manajemen penanganan perkara yang menjamin akses publik. j. Menurut Pancasila. serta meningkatkan berbagai operasi keamanan dan ketertiban. alinea 1 : Kebebasan untuk merdeka 2. k. Peningkatan pengawasan terhadap lalu lintas orang yang melakukan perjalanan. Penjabaran Hak-Hak Asasi Manusia Dalam UUD 1945 Hak-hak asasi manusia sebenarnya tidak dapat dipisahkan dengan pandangan filosofis tentang manusia yang melatarbelakanginya. penyelidikan. p. Penyelamatan barang bukit accountability kinerja berupa dokumen/arsip lembaga Negara serta badan pemerintahan untuk mendukung penegakkan hukum dan HAM. D. n. Hak Asasi dalam UUD 1945 a. Pengembangan sistem manajemen kelembagaan hukum yang transparan. baik ke luar maupun masuk ke wilayah Indonesia. serta pengembangan sistem pengawasan yang transparan dan accountable. hukum. Dalam Pembukaan UUD 1945 1. Peningkatan koordinasi dan kerja sama yang menjamin efektivitas penegakan hukum dan HAM. sosial budaya dan ekonomi) b. alinea 2 : Negara yang adil 3. Pembaruan materi hukum yang terkait dengan pemberantasan korupsi. m. alinea 4 : Menunjukkan pengakuan dan perlindungan terhadap hak bidang politik. alinea 3 : Menyatakan kemerdekaan 4. Peningkatan meningkatkan penanganan penyidikan. o. pengedarnya secara maksimal. penuntutan.clxvi dalam rangka rnenyelenggarakan ketertiban sosial agar dinamika masyarakat dapat bcrjalan sewajarnya. q.

dan Pembukaan UUD 1945 inilah yang merupakan sumber nomiatif bagi hukum positif Indonesia terutama penjabaran dalam pasal-pasal UUD 1945. Konsekuensinya dalam realisasinya maka hak asasi manusia memiliki hubungan yang koralatif dengan wajib asasi manusia karena sifat kodrat manusia sebagai individu dan makhluk sosial. 1. Sehingga. Telah mengangkat hakhak asasi manusia dan melindunginya dalam kehidupan negara yang tertuang dalam UUD 1945. kedudukan kodrat sebagai makhluk Tuhan dan Makhluk pribadi. karena Pembukaan UUD 1945 dan pasalpasalnya diundangkan tanggal 18 Agustus 1945. Kata-kata berikutnya pada alinea III Pembukaan UUD 1945 adalah sebagai berikut : . Deklarasi bangsa Indonesia pada prinsipnya termuat dalam naskah Pembukaan UUD 1945. Dalam Pembukaan UUD 1945 alinea I dinyatakan bahwa : “Kemerdekaan adalah hak setiap bangsa”. Hatta dalam sidang BPUPKI sebagai berikut : “Walaupun yang dibentuk itu negara kekeluargaan. Bangsa Indonesia telah lebih dulu dirumuskan dari Deklarasi Universal Hak-hak. Hal ini juga telah ditekankan oleh para petinggi negara misalnya pernyataan Moh. melainkan menempatkan manusia dalam hubungannya dengan bangsa (makhluk sosial). adapun Deklarasi PBB pada tahun 1948. Hal ini merupakan fakta pada dunia bahwa bangsa bangsa Indonesia sebelum tercapainya pernyataan hak-hak asasi manusia sedunia PBB. tetapi masih perlu ditetapkan beberapa hak dari negara agar jangan sampai timbul negara kekuasaan (Machtsstaal atau negara penindas) (Yamin 1959 : 287-289). asasi Manusia PBB. Dalam pernyataan terkandung pengakuan secara yuridis hak asasi manusia tentang kemerdekaan sebagaimana tercantum dalam : deklarasi Universal Hak-hak Asasi Manusia PBB Pasal.clxvii manusia adalah tersusun alas jiwa dan raga. hak asasi manusia tidak dapat dipisahkan dengan kewajiban asasi manusia. Dalam pengertian inilah maka hak-hak asasi manusia tidak dapat dipisahkan dengan hakikat kodrat manusia tersebut. adapun sifat kodratnya sebagai makhluk individu dan makhluk sosial. Dalam rentang berdirinya bangsa dan negara Indonesia dalam kenyataannya secara resmi deklarasi. Dasar filosofis hak asasi manusia tersebut bukanlah kebebasan individualis.

. maka negara Indonesia mengakui hak-hak asasi manusia untuk memeluk agama sebagaimana tercantum dalam Deklarasi Universal Hak-hak Asasi Manusia PBB Pasal 18 dan dalam pasal UUD 1945 dijabarkan dalam Pasal 29 terutama ayat (2). hukum material.supaya berkehidupan yang kebangsaan bebas. Pernyataan tentang “atas berkat rakhmat Allah Yang Maha Kuasa..” mengandung arti bahwa dalam deklarasi bangsa Indonesia terkandung pengakuan manusia yang berketuhanan Yang Maha Esa. Adapun tujuan negara tersebut adalah sebagai berikut : “. Demikian pula negara Indonesia juga memiliki ciri.. supaya berkehidupan kebangsaan yang bebas. Berdasarkan pada tujuan negara sebagaimana terkandung dalam Pembukaan UUD 1945 tersebut..” Tujuan negara Indonesia sebagai negara hukum yang bersifat formal tersebut mengandung konsekuensi bahwa negara berkewajiban untuk melindungi seluruh warganya dengan suatu undang-undang terutama untuk melindungi hak-hak asasinya demi kesejahteraan hidup bersama. dalam rumusan tujuan negara “.. negara Indonesia menjamin dan melindungi hak-hak asasi manusia para warganya terutama dalam kaitannya dengan kesejahteraan hidupnya baik jasmaniah maupun rokhaniah. Pemerintahan negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum mencerdaskan kehidupan bangsa.. tujuan negara. antara lain berkaitan dengan hak-hak asasi bidang ..”. dan mencerdaskan kehidupan bangsa...clxviii “Atas berkat rakhmat Allah Yang Maha Kuasa dan dengan didorongkan oleh keinginan luhur... maka rakyat Indonesia menyatakan dengan ini kemerdekaannya”.. Melalui pembukaan UUD 1945 dinyatakan dalam alinea IV bahwa negara Indonesia sebagai suatu persekutuan bersama bertujuan untuk melindungi warganya terutama dalam kaitannya dengan perlindungan hak-hak asasinya. dan diteruskan dengan kata “. maka pengertian bangsa.Memajukan kesejahteraan umum.

memilih kewarganegaraan. bangsa. (4) Setiap anak berhak atas kelangsungan hidup. (7) Setiap warga negara berhak memperoleh kesempatan yang sama dalam pemerintahan. Pasal 28-B (3) Setiap orang berhak membentuk keluarga dan melanjutkan keturunan melalui perkawinan yang sah. Pasal 28-E (4) Setiap orang bebas memeluk Agama dan beribadat menurut agamanya. memilih pendidikan dan pengajaran. sosial. berhak mendapat pendidikan dan memperoleh manfaat dari ilmu pengetahuan dan teknologi. yang adil serta perlakuan yang sama di hadapan hukum. jaminan perlindungan dan kepastian hukum. (6) Setiap orang berhak untuk bekerja serta mendapat imbalan yang adil dan layak dalam hubungan kerja. tumbuh dan berkembang serta berhak atas perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi. memilih tempat tingal di wilayah negara dan meningalkannya serta berhak kembali. dan negaranya. Rincian hak-hak asasi manusia dalam pasal-pasal UUD 1945 adalah sebagai berikut: BAB XA HAK ASASI MANUSIA Pasal 28-A Setiap orang berhak untuk hidup serta berhak mempertahankan hidup dan kehidupannya. Pendidikan. dan agama. (4) Setiap orang berhak untuk memajukan dirinya dalam memperjuangkan secara kolektif untuk membangun masyarakat. kebudayaan. memilih pekerjaan. Pasal 28-C (3) Setiap orang berhak mengembangkan diri melalui pemenuhan kebutuhan dasarnya. ekonomi. seni dan budaya demi meningkatkan dan demi kesejahteraan umat manusia. (8) Setiap orang berhak atas status kewarganegaraan. Pasal 28-D (5) Setiap orang berhak atas pengakuan. .clxix politik.

Pasal 28-H (5) Setiap orang berhak hidup sejahtera lahir dan bathin. (7) Setiap orang berhak atas jaminan sosial yang memungkinkan pengembangan dirinya secara utuh sebagai manusia yang bermartabat. (4) Setiap orang berhak untuk.clxx (5) Setiap orang berhak atas kebebasan meyakini kepercayaan. menyimpan. menyatakan pikiran dan sikap sesuai dengan hati nuraninya. hak izin untuk tidak diperbudak. kehormatan. (6) Setiap orang berhak. Pasal 28-F Setiap orang berhak untuk berkomunikasi dan memperoleh informasi untuk mengembangkan pribadi dan lingkungan sosialnya. serta berhak untuk mencari. Pasal 28-G (3) Setiap orang berhak atas perlindungan diri pribadi. keluarga. mengolah dan menyampaikan informasi dengan menggunakan segala jenis saluran yang tersedia. memiliki. Berkumpul dan mengeluarkan pendapat. dan hak untuk tidak di tuntut atas dasar hukum yang berlaku surut adalah. memperoleh. bebas dan penyiksaan atau perlakuan yang merendahkan derajat martabat manusia dan berhak memperoleh suaka politik dari negara lain. hak kemerdekaan pikiran. berbuat sesuatu yang merupakan hak asasi. hak beragama. (6) Setiap orang berhak mendapat kemudahan dan perlakuan khusus untuk memperoleh kesempatan dan manfaat yang sama guna mencapai persamaan dan keadilan. atas kebebasan berserikat.. hak untuk diakui sebagai pribadi di hadapan hukum. martabat dan harta benda yang di bawah kekuasaannva. bertempat tinggal. . dan hati nurani. serta berhak atas rasa aman dan perlindungan dari ancaman ketakutan untuk berbuat atau tidak. hak untuk tidak disiksa. hak asasi manusia yang tidak dapat dikurangi dalam keadaan apapun. (8) Setiap orang berhak mempunyai milik pribadi dan hak milik tersebut tidak diambil alih secara sewenang-wenang oleh Pasal 28-I (6) Hak untuk hidup. dan mendapatkan lingkungan hidup yang baik dari sehat serta berhak memperoleh pelayanan kesehatan.

Oleh karena itu jaminan hak-hak asasi manusia sebagaimana terkandung dalam UUD 1945. keamanan. tradisional dihormati selaras dengan perkembangan zaman dan peradaban. menjadi semakin efektif terutama dengan diwujudkannya Undang-Undang Republik Indonesia No. bahwa Hak Asasi Manusia adalah seperangkat hak yang melekat pada hakikat dan keberadaban manusia sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa.clxxi (7) Setiap orang berhak bebas dari perlakuan bersifat diskriminatif dasar apapun dan berhak mendapatkan perlindugan terhadap perlakuan yang bersifat diskriminatif itu. (4) Dalam menjalankan hak dan kebebasannya. Pasal 28-J (3) Setiap orang wajib menghormati hak asasi manusia orang lain dalam tertib kehidupan bermasyarakat. dan ketertiban umum dalam suatu masyarakat demokratis. hukum. dan merupakan anugerahNya yang wajib dihormati. maka pelaksanaan hak asasi manusia dijamin. dalam Konsiderans dan Ketentuan Umum Pasal I dijelaskan. dan pemenuhan hak asasi manusia adalah tanggungjawab negara. berbangsa. tentang Hak Asasi manusia. pemerintah dan setiap orang demi kehormatan serta perlindungan harkat dan martabat manusia. Selain hak asasi juga dalam LJU . dan bernegara. nilai-nilai agama. penegakkan. dijunjung tinggi dan dilindungi oleh negara. (9) Perlindungan. walaupun pelaksanaannya belum optimal. Dalam perjalanan sejarah kenegaraan Indonesia pelaksanaan perlindungan terhadap hak-hak asasi manusia di Indonesia mengalami kemajuan. terutama pemerintah. (10)Untuk menegakkan dan melindungi hak asasi manusia sesuai dengan prinsip negara hukum yang demokratis. diatur. (8) Identitas budaya dan hak masyarakat. dan dituangkan dalam peraturan perundang-undangan. pemajuan. Antara lain sejak kekuasaan Rezim Soeharto telah dibentuk KOMNAS HAM. Dalam proses reformasi dewasa ini terutama akan perlindungan hak-hak asasi manusia semakin kuat bahkan merupakan tema sentral. 39 tahun 1999. setiap orang wajib tunduk kepada pembatasan yang ditetapkan dengan undang-undang maksud semata-mata untuk menjamin perlakuan serta penghormatan atas hak dan kebebasan orang lain dan untuk memenuhi tuntutan yang adil sesuai dengan pertimbangan moral.

hak memperoleh keadilan. Pasal 28-E ayat (3). 39 tahun 1999. hak perlindungan hukum yang sama pada Pasal 28-G ayat (1). serta hak . Jikalau. 39 tahun 1999 tersebut terdiri atas 105 pasal yang meliputi macam Hukum asasi. Hak-hak asasi tersebut meliputi. Selain itu juga diatur kewajiban dan tanggung jawab pemerintah untuk menghormati. pembatasan terhadap kewenangan pemerintah serta KOMNAS HAM yang merupakan lembaga pelaksana atas perlindungan hak-hak asasi manusia. hak atas kebebasan pribadi. Demi tegaknya asasi setiap orang maka diatur pula kewajiban dasar manusia. (2). Rincian tersebut antara lain misalnya tentang hak-hak sosial dijamin dalam Pasal 29-B ayat (1).clxxii No. tidak memungkinkan terlaksana dan tegaknya hak asasi manusia. melindungi. meyakini dan beribadah menurut agama yang dianutnya. Pasal 28-H ayut (3). Dalam Undang-Undang Dasar 1945 hasil amandemen 2002. Pasal 28-C ayat (2). perlindungan hak asasi. hak budaya pada Pasal 28-1 ayat (3). dan konsekuensinya setiap orang harus tunduk kepada peraturan perundang-undangan yang berlaku. 39 tahun 1999 tentang hak-hak asasi manusia tersebut bangsa Indonesia telah masuk pada era baru terutama dalam menegakkan masyarakat yang demokratis yang melindungi hak-hak asasi manusia. dibandingkan dengan Undang-Undang Dasar 1945 sebelum dilakukan amandemen. hak ekonomi diatur dalam Pasal 28 ayat (2). hak atas rasa aman. yaitu seperangkat kewajiban yang apabila tidak dilaksanakan. hak memeluk. Dengan diundangkannya UU No. dan hak anak. hak mengembangkan diri. hak politik diatur dalam Pasal 28-D ayat (3). Namun demikian sering dalam pelaksanaannya mengalami kendala yaitu dimana antara penegakkan hukum dengan kebebasan sehingga kalau tidak konsisten maka akan merugikan bangsa Indonesia sendiri. menegakkan serta memajukan hak-hak asasi manusia tersebut yang diatur dalam peraturan perundang-undangan dan hukum internasional yang diterima oleh negara Republik Indonesia. hak turut serta dalam pemerintahan. ketentuan yang mengatur tentang jaminan hak-hak asasi manusia dalam Undang-Undang Dasar 1945 hasil amandemen 2002 dikembangkan dan ditambah pasalnya dan lebih rinci. telah memberikan jaminan secara eksplisit tentang hak-hak asasi manusia yang tertuang dalam Bab XA. UU No. antara lain kewajiban untuk menghormati hak asasi orang lain. terkandung kewajiban dasar manusia. hak untuk hidup. hak wanita. pasal 28A sampai dengan pasal 28J. hak berkeluarga dan melanjutkan keturunan. hak atas kesejahteraan.

clxxiii memperoleh. Dalam kenyataannya mereka-mereka yang dituduh melanggar HAM berat di Tiinur-Timur pada hakikatnya berjuang demi kepentingan bangsa dan negara. Memang pelaksanaan Pengadilan Ad Hoc atas pelanggaran hak-hak asasi manusia di Timur-Timur tersebut penuh dengan kepentingan-kepentingan politik. Di satu pihak pelaksanaan pengadilan Ad Hoc tersebut atas desakan PBB. di pihak lain perbenturan kepentingan antara penegakan hak-hak asasi dengan kepentingan nasional serta rasa nasionalisme sebagai bangsa Indonesia. bagi bangsa Indonesia dalam menegakkan hakhak asasi. Terlepas dari berbagai macam kelebihan dan kekuranggannya. mengolah. Satu kasus yang cukup penting. atas pelanggar hak-hak asasi manusia di Jakarta. atas pelanggaran di Timur-Timur. menyimpan. Untuk ketentuan yang lebih rinci atas pelaksanaan dan penegakan hak-hak asasi tersebut. karena bangsa Indonesia memiliki komitmen yang tinggi atas jaminan serta penegakan hak-hak asasi manusia. 9 tahun 1999. menyampaikan informasi dan berkomunikasi melalui berbagai saluran yang ada. Hal ini menunjukkan kepada masyarakat Internasional. E. serta jaminan hukum yang memadai. Implementasi Hak Asasi Dan Kewajiban Asasi Dalam Sila-Sila Pancasila a. Konsekuensi pengaturan atas jaminan hak-hak asasi manusia tersebut harus diikuti dengan pelaksanaan. Sila Pertama Hak Asasi Kewajiban Asasi = Hak memilih dan mengakui agama dan = Melaksanakan perintah dan larangan Tuhan kepercayaan kepada Tuhan YME YME menurut agama dan kepercayaan masing-masing . bahwa bangsa Indonesia memiliki komitmen atas penegakan hakhak asasi manusia. bagi suatu kemajuan yang sangat berarti. diatur dalam Undang-undang No. adalah dengan dilaksanakannya Pengadilan Ad Hocc. yang taruhannya adalah nasib dan kredibilitas bangsa Indonesia di mata intemasional. memiliki.

d. suku. Kewajiban Perintah (Affirmatif) : yaitu menuntut dilaksanakannya suatu perbuatan . Sila Kedua Hak Asasi Kewajiban Asasi = Manusia sebagai mahluk individu. partai itu memiliki kedudukan dan kesempatan yang sama di Indonesia. Berarti persatuan antar suku. pribadi golongan. Sedangkan Perbedaan Kewajiban 1.clxxiv b. = Saling membantu. golongan. dalam arti adanya keseimbangan dengan tidak mengutamakan yang satu dan mengabaikan yang lainnya. saling menolong dan memiliki hak asasi yang dapat bekerjasama dengan sesama manusia dinikmati dan dipertahankan terhadap godaan dari segala arah c. dan = Patuh dan taat kepada rambu-rambu hukum untuk rakyat dalam kehidupan demokrasi e. agama. artinya sikap = Mengutamakan kepentingan umum atau mengutamakan kepentingan bangsa di bersama daripada kepentingan golongan. atas kepentingan suku. Sila Kelima Hak Asasi = Kewajiban Asasi Keadilan Sosial barujud hendak = Melakukan kontrol sosial kepada para melaksanakan kesejahteraan umum pembimbing negara baik yang formal bagi seluruh anggota masyarakat. maupun non formal demi kepentingan yaitu keadilan yang memberi bersama perimbangan dimana hak milik berfungsi sosial Kewajiban Asasi Manusia Kewajiban adalah keharusan moral untuk mengerjakan atau meninggalkan suatu pekerjaan. Sila Ketiga Hak Asasi Kewajiban Asasi = Persatuan Indonesia. kelompok atau kepentingan partai dll. Sila Keempat Hak Asasi = Kewajiban Asasi Negara RI dibentuk dari. oleh.

hukum sebagai sarana dan sistem perlindungan bagi rakyat yang efektif. The system approach helps to reveal the special quality of law. Zivs.clxxv 2. dan pergantian UUD dalam suatu negara. toleransi dan kerukunan beragama (29) • Wajib menghormati orang lain • Wajib bela negara. Kewajiban larangan (Negatif) : menuntut ditinggalkannya perbuatan/tindakan. Sarana Perlindungan Hak Asasi Manusia Salah satu pemahaman (dari banyak varian konsep) terhadap penyejahteraan warga negaranya dalam konsep tanggung jawab negara adalah upaya perlindungan hukum bagi warganya sendiri. jika saatnya diperlukan secara fisik dan mental ideologik (30) F. the interaction and interrelation of the separate parts of elements. Karena pengalaman bangsa Indonesia yang berulang kali mengalami pergantian dan perubahan UUD. sebagaimana dikatakan oleh Victor M. berarti peralihan dari tertib . Artinya. penegak) hukum bekerja untuk melindungi dan memenuhi hak-hak dalam ruang kehidupan warga negaranya. The system approach also makes it possible to reveal more clearly such important features of law as a unity and differentiation. considered as a whole in comparison with one of its branches or with a simple aggregate of branches. Penelusuruan terhadap pengakuan hak-hak asasi manusia dalam konstitusi akan menjadi tema penting dilihat sebagai bagian dari kajian sistem ketatanegaraan yang ada. Pendekatan sistem dalam bidang hukum. “It is the system approach that makes it possible to visualize more clearly the whole of law as a complex series or relationship between branches of law and legal institutions. Kewajiban dalam Pasal-Pasal UUD 1945 • Wajib membayar pajak (23) • Wajib menghormati orang lain yang berbeda agama. pendekatan sistem dalam bidang hukum memperhatikan pula bagaimana organ/struktur negara yang memiliki lembagalembaga (pembentuk. Tschchikvadse dan Samuel L.”30 Ini berarti. terutama dari berbagai upaya pemaksaan kehendak atau bentuk kekerasan yang dilakukan oleh organ/struktur yang berkuasa.

yang menyatakan “tindak pemerintahan” sebagai titik sentral. dibedakan dua macam perlindungan hukum bagi rakyat: perlindungan hukum yang preventif dan perlindungan yang represif. yaitu pengadilan umum (biasa) dan pengadilan administrasi. dan khusus hanya menangani persoalan pelanggaran HAM berat (kejahatan genosida dan kejahatan terhadap .31 Sedangkan untuk perlindungan hukum yang represif adalah berdasarkan penyelesaian suatu sengketa. Dan ini pulalah yang menjelaskan situasi pendekatan hukumnya pemerintah dalam hak asasi manusia. sedangkan negaranegara dengan “common law system”. khususnya yang diberlakukan dalam sistem hukum di Indonesia. Di samping kedua sistem tersebut. Pada perlindungan hukum yang preventif. yaitu “ordinary court”. kita mengenal adanya lembaga-lembaga yang menjadi sarana perlindungan hak-hak masyarakat. Lembaga peradilan yang menangani persoalan hak-hak asasi manusia. kepada rakyat diberikan kesempatan untuk mengajukan keberatan (inspraak) atau pendapatnya sebelum suatu keputusan pemerintah mendapat bentuk yang definitif. hanya mengenal satu set pengadilan. Membicarakan pendekatan hukum. Misalnya. Adanya perlindungan hukum yang preventif tentunya akan mendorong pemerintah untuk bersikap lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan yang didasarkan pada diskresi. sebagai sarana perlindungan hukum bagi rakyat. dimana terdapat keragaman dalam berbagai sistem hukum di dunia ini. yang sifatnya mencegah sengketa. Lembaga-lembaga yang memiliki kewajiban dalam memberikan sarana perlindungan hukum bisa dilakukan oleh lembaga peradilan (judicial system) dan lembaga non-peradilan (non-judicial system). khususnya terhadap pelanggaran HAM berat dilakukan oleh Pengadilan HAM. negara-negara dengan “civil law system” mengakui adanya dua set pengadilan. adalah pendapat Hadjon. yang tentunya (atau seharusnya) menuju ke arah yang lebih sempurna dibandingkan sebelumnya.32 Dalam konteks hak-hak asasi manusia.clxxvi ketatanegaraan yang lama ke tertib ketatanegaraan yang baru. negara-negara Skandinavia telah mengembangkan sendiri suatu lembaga perlindungan hukum bagi rakyat yang dikenal dengan nama “Ombudsman”. Pengadilan HAM merupakan pengadilan khusus yang berada di lingkungan peradilan umum.

Ketiga lembaga peradilan tersebut merupakan sarana perlindungan hak-hak asasi manusia yang dikenal dalam konteks sistem ketatanegaraan di Indonesia.33 Sedangkan persoalan hak-hak asasi manusia lainnya. koordinatif dan strategis. dan Komisi Ombudsman Nasional. Mekanisme Penyelesaian Pelanggaran Hak Asasi Manusia Setiap permasalahan semestinya harus ada mekanisme penyelesaian yang disiapkan sebagai satu kebijakan. termasuk institusi kepolisian dan TNI. tetapi haruslah lintas departemen. pandangan terhadap sarana-sarana perlindungan hak asasi manusia tidak bisa dikerdilkan hanya pada lembaga peradilan dan lembaga non-peradilan yang disebutkan di atas. Bahkan bilamana diperlukan sarana-sarana tersebut membuka terhadap kerjasama internasional untuk mendukung upaya perlindungan hak-hak asasi manusia. Komisi Nasional Anti Kekerasan Terhadap Perempuan (Komnas Perempuan). maka perlindungan hak asasi manusia bisa diselesaikan melalui Pengadilan Tata Usaha Negara. Sehingga tidak dimungkinkan lagi adanya sektoralisme penyelesaian masalah-masalah penegakan hak asasi manusia. Setiap . di luar pelanggaran HAM berat. Kelembagaan non-peradilan yang juga terkait langsung dengan upaya perlindungan hak asasi manusia secara koordinatif membangun komunikasinya dengan lembaga atau departemen pemerintah lainnya. G. Sedangkan lembaga non-peradilan yang dibentuk pemerintah untuk melakukan upaya perlindungan dan pemenuhan hak-hak asasi manusia. dan menjadi tanggung jawab seluruh jajaran pemerintahan mulai dari Presiden hingga unit pemerintahan terkecil di bawah tanpa terkecuali.clxxvii kemanusiaan). sehingga permasalahan pelanggaran HAM akan dapat tercegah dan diselesaikan secara komprehensif. Demikian pula halnya dengan masalah pelanggaran HAM. Dalam perspektif perlindungan publik atas kebijakan atau keputusan administratif pemerintah. dikategorikan sebagai tindak kriminal maka akan diselesaikan melalui proses peradilan umum. antara lain Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM). Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas Anak). Meskipun demikian.

Pengaduan hanya akan mendapat pelayanan apabila disertai dengan identitas pengadu yang benar dan keterangan atau bukti awal yang jelas tentang materi yang diadukan. Perdamaian kedua belah pihak 2. Dalam hal pengaduan dilakukan oleh pihak lain. saksi dan atau pihak lainnya yang terkait wajib memenuhi permintaan/panggilan Komnas HAM. 5. kecuali ditentukan lain oleh Komnas HAM. Penyampaian rekomendasi pelanggaran HAM kepada Pemerintah atau DPR untuk ditindaklanjuti. Komnas HAM berfungsi mediasi yang bertugas dan berwenang melakukan : 1. . Terdapat upaya hokum lebih efektif bagi penyelesaian materi pengaduan Sedang berlansung penyelesaian melalui upaya hokum yang tersedia sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. 3. Pemeriksaan pelanggaran HAM dilakukan secara tertutup. Komnas HAM dapat meminta bantuan Ketua Pengadilan untuk memenuhi panggilan secara paksa sesuai ketentuan peraturan perundangundangan. 4. kecuali untuk pelanggaran HAM tertetu berdasarkan kepentingan Komnas HAM. Apabila seseorang yang dipanggil tidak datang atau menolak memberikan keterangan. Tidak memiliki bukti awal yang memadai Materi pengaduan bukan masalah pelanggaran HAM Pengajuan diadukan dengan itikad buruk atau ternyata tidak ada kesungguhan dari pengadu.clxxviii orang dan atau kelompok orang yang memiliki alasan kuat bahwa hak azasinya telah dilanggar dapat mengajukan laporan dan pengaduan lisan atau tertulis pada Komnas HAM. Sedangkan untuk pengadilan pelanggaran HAM yang berat dibentuk pengadilan HAM di lingkungan peradilan Umum. maka pengaduan harus disertai dengan persetujuan dari pihak yang hak asazinyna dilanggar sebagai korban. Pihak pengadu. korban. Pemeriksaan atas pengaduan kepada Komnas HAM tidak dilakukan atau dihentikan apabila : 1. Penyelesaian melalui cara konsultasi 3. 2. Pemberian saran kepada para pihak untuk menyelesaikan sengketa melalui pengadilan 4.

hak kebebasan dan hak kesamaan. Dalam pasal-pasal batang tubuh undang-undang dasar 1945 : Segala warga negara bersamaan kedudukannya dalam hukum dan pemerintahan Tiap-tiap warga negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan. yaitu hak hidup. Hak untuk berserikat dan berkumpul Hak untuk memeluk agama dan beribadah Hak untuk ikut bela negara. Jelaskan pengertian Hak Asazi Manusia 2.clxxix PENUTUP Hak asasi adalah hak-hak dasar atau pokok yang dibawa manusia sejak lahir sebagai anugerah Tuhan Yang Maha Esa. Dalam UUD 1945 hak-hak asasi manusia terdapat dalam pembukaan UUD 1945 pada alinea pertama : kebebasan untuk merdeka. dan alinia 4 : menunjukkan pengakuan dan perlindungan terhadap hak asasi ( dalam bidang politik. SOAL LATIHAN Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini : 1. Jelaskan secara singkat sejarah HAM di dunia 4. alinia ke 2 : negara yang adil. Hak mendapatkan pendidikan dan pengajaran Pemerintah mengajukan kebudayaan nasional. Hak yang melekat pada martabat manusia sebagai insane ciptaan Tuhan Yang Maha Esa. Jelaskan implementasi HAM di Indonesia dan mekanisme pemecahan masalah pelanggaran HAM . budaya dan ekonomi ). Jelaskan prinsip-prinsip Hak asazi manusia 3. sosial. alinia 3 : menyatakan kemerdekaan. hukum.

Tentang dan Sekitar UUD’45. 2005. Pen. Jakarta. Gunawan. Kanisius. Jakarta : Dikti Soemarsono. Pen. Pancasila dan UUD'45 (I. Pen. . 2005. 1968. Jakarta: Ghalia Indonesia. Syarbani. Hutauruk. S. Hak-hak Asasi Manusia Berdasarkan Idiologi Pancasila. Jakarta. Simorangkir. M. Panduan Kuliah Pendidikan Pancasila untuk Perguruan Tinggi. 1973. 2002. Paramitha Pradnya.I. UUD 1945 dan Amandemennya.2004 Azra. Pen. Hak-hak dan Kewajiban Warga Negara. Dra. Universitas Hasanuddin. M. 2003. Dan H.Si. Pradnya Paramitha. Pendidikan Pancasila. Soegito. 2005. CST. Kajian tentang UUD’ Negara R.2003 Tim Dosen Pancasila Unhas.Makassar. S. 2002. (hasil Amandemen disahkan tanggal 16 Agustus 2002) (Anallsis Filosofis & Yuridis). Jambatan. Pradnya Paramitha. Demokrasi Hak Asasi Manusia Masyarakat Madani. Mansyur. Jakarta. Syahrial. 1982. Drs. 1973. Yogyakarta. Kaelan. Pendidikan Kewarganegaraan.H. Pen. Departemen Penerangan R. Pen. Pen. Pengimplementasian UUD’45. -----------------Sistem Pemerintahan Indonesia. Jakarta : Prenada Media Indonesia. III) Pen. Gramedia Pustaka Utama. Dirjen Dikti Depdiknas. Bandung: Fokus Media. M.Pendidikan Pancasila Bunga Rampai . R. S. 1962. JCT. 12-23 Desember 2005. Pembagian Kekuasaan Negara.Makassar. Hak dan Kewajiban Warga Negara (makalah suscados PKn desember 2005 di Jakarta). Pen. Yogyakarta.I.clxxx BAHAN BACAAN Ismail Sunny. Yogyakarta. 1993.Pendidikan Pancasila Perguruan Tinggi. Bandung.Jakarta. 2003. Jakarta. -----------------. 1970. Seko ABRI. Tim Dosen Pancasila Unhas. A T. Elly M. Hak Asasi Manusia.Si. Soemiarno. Kansil. Setiadi. azyumardi.STIMIK DIPANEGARA . II. Jakarta. Erlangga. Pen. Bursa Buku FH-UI. Purnomo. 2002. Gramedia Pustaka Utama: Jakarta. Jakarta. Pendidikan Pancasila Di Perguruan Tinggi Edisi Revisi.. Makalah yang disampaikan dalam kursus calon dosen Kewarganegaraan angkata I.

Untuk membangun kesadaran di masyarakat tentang pentingnya rule by the law. ningrat. Konsep ini lahir untuk mengambil alih dominasi yang dimiliki kaum gereja. pelaksanaan kaidah-kaidah hukum yang berlaku di suatu negara merupakan suatu premis bahwa kaidah-kaidah yang dilaksanakan itu merupakan hukum yang adil. Materi ini merupakan salah satu bentuk penjabaran UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional yang tidak lagi menyinggung . maka dipandang perlu memasukkan materi instruksional rule of law sebagai salah satu materi di dalam mata kuliah Pendidikan Kewarganegaraan (PKn). Ada tidaknya rule of law dalam suatu negara ditentukan oleh ”kenyataan”. serta menggeser negara kerajaan dan memunculkan negara konstitusi di mana doktrin rule of law ini lahir. Rule of law merupakan konsep tentang common law tempat segenap lapisan masyarakat dan negara beserta seluruh kelembagaannya menjunjung tinggi supremasi hukum yang dibangun atas prinsip keadilan dan egalitarian.clxxxi BAB IX RULE OF LAW PENDAHULUAN A. serta merupakan elemen dalam kelompok Mata-kuliah Pengembangan Kepribadian (MPK). VII/MPR/2001) dan Visi Pendidikan Tinggi 2010 ( HELTS 2003-2010-DGHE ). Rule of law adalah rule by the law dan bukan rule by man. bersamaan dengan kelahiran negara konstitusi dan demokrasi. maupun dari pemerintah? Oleh karena itu. serta sebagai reaksi terhadap negara absolut yang berkembang sebelumnya. Doktrin tersebut lahir sejalan dengan tumbuh suburnya demokrasi dan meningkatnya peran parlemen dalam penyelenggaraan negara. apakah rakyatnya benar-benar menikmati keadilan. not rule by the man. MPR No. artinya kaidah hukum yang menjamin perlakuan yang adil bagi masyarakat. dalam arti perlakuan yang adil. baik sesama warganegara. PKn sendiri merupakan desain baru kurikulum inti di PTU yang menunjang pencapaian Visi Indonesia 2020 ( Tap. Latar Belakang Rule of law adalah suatu doktrin hukum yang mulai muncul pada abad ke 19. dan kerajaan.

dan bernegara. mampu menjadi katalis bagi proses penciptaan kondisi lingkungan yang kondusif untuk tumbuh-suburnya kesadaran akan rule of law. peserta didik diharapkan : peka terhadap permasalahan pelaksanaan rule of law yang ada di lingkungannya. C. bersikap rasional dan dinamis. B. serta berpandangan luas sebagai manusia intelektual yang memiliki kesadaran tentang pentingnya rule of law dalam konteks kehidupan bermasyarakat. 5. Ruang Lingkup Bahan pembelajaran ini akan membahas : 1. 4. Strategi Pelaksanaan Rule of Law. Sasaran Pembelajaran Modul Bertujuan mengantarkan peserta didik agar dapat berpikir. Isu-Isu Rule of Law. Latar Belakang Rule of Law 2. Dengan kompetensi tersebut. Prinsip-Prinsip Rule of Law Secara Hakiki dalam Penyelenggaraan Pemerintahan di Indonesia.clxxxii masalah Pendidikan Pendahuluan Bela Negara (PPBN) atau di perguruan Tinggi disebut Pendidikan Kewiraan. serta ditiadakannya Pendidikan Pancasila sebagai mata kuliah tersendiri dari kurikulum Perguruan Tinggi. . 3. Pengertian dan Lingkup Rule of law. berbangsa. serta 6. Prinsip-prinsip Rule of Law Secara Formal di Indonesia.

secara hakiki. bahwa kemerdekaan itu adalah hak segala bangsa. b. berdaulat. rule of law terkait dengan penegakan rule of law karena menyangkut ukuran hukum yang baik dan buruk (just and unjust law).untuk memajukam “kesejahteraan umum”. tidak personal.clxxxiii URAIAN BAHAN PEMBELAJARAN A. Friedman (1959) membedakan rule of law menjadi 2 (dua). rule of law diartikan sebagai kekuasaan umum yang terorganisasi (organized public power). antara lain (1) Masih relevankah rule of law di Indonesia ? (2) Bagaimana seharusnya rule of law itu dilaksanakan? (3) Sejauh mana komitmen pemerintah untuk melaksanakan prinsip-prinsip rule of law ? (4) Apa yang harus dilakukan agar rule of law dapat berjalan efektif ? C. . Prinsip-Prinsip Rule of Law Secara Formal di Indonesia Di Indonesia. yang merdeka.… karena tidak sesuai dengan peri kemanusiaan dan “peri keadilan”. prinsip-prinsip rule of law secara formal tertera dalam pembukaan UUD 1945 yang menyatakan : a.. dan otonom.. c. bersatu. “adil” dan makmur. Pengertian dan Lingkup Rule of Law Berdasarkan pengertiannya.kemerdekaan Indonesia. . . Sementara itu. Rule of law merupakan suatu legalisme sehingga mengandung gagasan bahwa keadilan dapat dilayani melalui pembuatan sistem peraturan dan prosedur yang bersifat objektif. B.. tidak memihak. Isu-Isu Rule of Law Hal-hal yang sering mengemuka dalam kaitannya dengan rule of law. Rule of law terkait erat dengan keadilan sehingga rule of law harus menjamin keadilan yang dirasakan oleh masyarakat.… dan “keadilan sosial”. yaitu pengertian secara formal ( in the formal sense) dan pengertian secara hakiki/materiil (ideological sence). Secara formal. misalnya negara.

d. terutama keadilan sosial. Penjabaran prinsip-prinsip Rule of Law secara formal termuat di dalam pasal-pasal UUD 1945. e. c. Segala warga negara bersamaan kedudukannya di dalam hukum dan pemerintahan. jaminan. antara lain bahwa setiap orang berhak atas pengakuan. . Setiap orang berhak untuk bekerja serta mendapat imbalan dan perlakuan yang adil dan layak dalam hubungan kerja ( Pasal 28 D Ayat [2]). … serta dengan mewujudkan suatu “keadilan sosial” bagi seluruh rakyat Indonesia.. perlindungan dan kepastian hukum yang adil.clxxxiv d. serta f. b. serta perlakuan yang sama di hadapan hukum ( Pasal 28 D Ayat [1]). memuat 10 pasal. serta wajib menjunjung hukum dan pemerintahan itu dengan tidak ada kecualinya (Pasal 27 Ayat [1]). baik di tingkat pusat maupun daerah. Prinsip-prinsip tersebut pada hakikatnya merupakan jaminan secara formal terhadap “rasa keadilan” bagi rakyat Indonesia.disusunlah kemerdekaan kebangsaan Indonesia itu dalam suatu “Undang-Undang Dasar Negara Indonesia”. Prinsip-prinsip di atas merupakan dasar hukum pengambilan kebijakan bagi penyelengaraan negara/pemerintahan. Negara Indonesia adalah negara hukum (Pasal 1 Ayat [3]). Kekuasaan kehakiman merupakan kekuasaan yang merdeka untuk menyelenggarakan peradilan guna menegakkan hukum dan keadilan (Pasal 24 Ayat [1]). Dengan demikian. yaitu : a. “… kemanusiaan yang adil dan beradab”. Dalam Bab X A tentang Hak Asasi Manusia. inti dari rule of law adalah jaminan adanya keadilan bagi masyarakat. yang berkaitan dengan jaminan atas rasa keadilan terutama keadilan sosial. juga “keadilan sosial” sehingga Pembukaan UUD 1945 bersifat tetap dan instruktif bagi penyelenggaraan negara. . serta e.

Prinsip-Prinsip Rule of law Secara Hakiki dalam Penyelenggaraan Pemerintahan Prinsip-Prinsip Rule of Law secara hakiki (materiil) sangat erat kaitannya dengan “the enforcement of the rules of law” dalam penyelenggaraan pemerintahan. dan negara. menunjukkan bahwa (Sunarjati Hartono: 1982). Berdasarkan pengalaman berbagai negara dan hasil kajian. Strategi Pelaksanaan (Pengembangan) Rule of Law.clxxxv D. peraturan perundang-undangan yang terkait dengan rule of law telah banyak dihasilkan di Indonesia. Legalisme tersebut mengandung gagasan bahwa keadilan dapat dilayani melalui pembuatan sistem peraturan dan prosedur yang sengaja bersifat objektif. . Rule of law ini juga merupakan legalisme. Hal ini didukung oleh kenyataan budayanya yang khas pula. tetapi implementasinya belum mencapai hasil yang optimal sehingga rasa keadilan sebagai perwujudan pelaksanaan rule of law belum dirasakan oleh sebagian besar masyarakat. Rule of law juga merupakan gagasan tentang hubungan antarmanusia. masyarakat. tidak memihak. terutama dalam hal penegakan hukum dan implementasi prinsip-prinsip rule of law. yang dengan demikian memuat nilainilai tertentu yang memiliki struktur sosiologisnya sendiri. tidak personal. keberhasilan “ the bahwa rule of law enforcement of the rules of law” bergantung pada kepribadian nasional setiap bangsa merupakan institusi sosial yang memiliki struktur sosiologis yang khas dan mempunyai akar E. 2) Rule of law yang merupakan institusi sosial harus didasarkan pada akar budaya yang tumbuh dan berkembang pada bangsa. Agar pelaksanaan (pengembangan) rule of law berjalan efektif sesuai dengan yang diharapkan. maka : 1) Keberhasilan “ the enforcement of the rules of law” harus didasarkan pada corak masyarakat hukum yang bersangkutan dan kepribadian nasional masing-masing bangsa. suatu aliran pemikiran hukum yang didalamnya terkandung wawasan sosial. Secara kuantitatif. dan otonom.

hukum tidak dijadikan sebagai teknologi yang tidak bernurani. yang memihak hanya pada keadilan itu sendiri.clxxxvi 3) Rule of law sebagai suatu legalisme yang memuat wawasan sosial. masyarakat dan negara. bukan sebaliknya. pikiran. Hukum progresif peka terhadap perubahan-perubahan dan terpanggil untuk tampil melindungi rakyat menuju hokum yang ideal. juga hanya memihak pada keadilan. perlu dikembangkan hukum progresif (Satjipto Rahadjo : 2004). Artinya. tetapi sebagai suatu institusi yang bermoral. bukan sebagai alat politik yang memihak pada kekuasaan. Hukum progresif menolak keadaan status quo. Hukum progresif merupakan gagasan yang ingin mencari cara untuk mengatasi keterpurukan hukum di Indonesia secara lebih bermakna. yaitu berdimensi kemanusiaan. Arah dan watak hukum yang dibangun harus berada dalam hubungan yang sinergis dengan kekayaan yang dimiliki bangsa Indonesia. Asumsi dasar hukum progresif bahwa “hukum adalah untuk manusia”. harus dapat ditegakkan secara adil. hukum bukan merupakan institusi yang absolut dan final. asas serta aksi-aksi karena ”hukum untuk manusia”. Dalam konteks ini. atau “back to law and order”. seperti yang selama ini terjadi. “rule of moral” atau ‘rule of justice” yang bersifat “ke-Indonesia-an” yang lebih mengedepankan “olah hati nurani” dari pada ‘olah otak”atau . Hukum progresif memuat kandungan moral yang sangat kuat. hukum selalu berada dalam proses untuk terus-menerus ‘menjadi’(law as process. ia bebas untuk mencari format. Untuk mewujudkan hal tersebut. law in the making). bangsa Indonesia harus berani mengangkat “Pancasila” sebagai alternatif dalam membangun “negara berdasarkan hukum” versi Indonesia sehingga dapat menjadi lebih mengedepankan komitmen moral. kembali pada orde hukum dan ketaatan dalam konteks Indonesia. gagasan tentang hubungan antarmanusia.

. Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi. Tempat segenap lapisan masyarakat dan negara beserta seluruh kebanggaannya menjungjung tinggi supremasi hukum yang dibangun atas prinsip keadilan dan egalitarian. Negara dapat dipersalahkan jika pelaksanaanya terjadi pelanggaran hukum. Jakarta. artinya kaidah hukum yang menjamin perlakuan adil bagi masyarakat. Undang-Undang dasar Negara republic Indonesia Tahun 1945. Rule Of Law mengandung asas “dignity of man “ yang harus dilindungi dari tindakan sewenang-wenang Pemerintah / penguasa. Jelaskan pengertian rule of law dan sejarahnya 2. MPR RI. Sekretariat Jenderal MPR RI: Jakarta.A. 12-23 Desember 2005. Negara bukanlah institusi kebal hukum. bersamaan dengan kelahiran negara konstitusi dan demokrasi. Materi kursus Calon Dosen Kewarganegaraan. dimana rakyat bisa memperoleh kepastian hukum. Rule Of Law merupakan konsep tentang Common Law. “inti dari Rule of Law adalah terciptanya tatanan keadilan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Jelaskan tujuan dari implementasi rule of law BAHAN BACAAN Sugito.clxxxvii PENUTUP Rule Of Law adalah suatu doktrin hokum yang muncul pada abad ke-19.T. rasa keadilan. 2005. rasa aman. dan dijamin hak-hak asasinya SOAL LATIHAN Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini : 1. Rule of Low. Pelaksanaan kaidah-kaidah hukum yang berlaku disuatu negara merupakan merupakan hukum yang adil. 2005. H. Jelaskan strategi pelaksanaan rule of law 4. Departemen Pendidikan Nasional: Jakarta. Jelaskan prinsif rule of law secara formal di Indonesia 3.

bangsa Inndonesia adalah sekeompok manusia yang mempunyai kepentingan yang sama dan menyatakan dirinya sebagai satu bangsa serta berproses dalam satu wilayah Nusantara/Indonesia. Dengan demikian. Depdikbud. Ruang Lingkup Bahan pembelajaran ini akan membahas : 1. Kewajiban Negara dan Pemerintah. 89). Latar Belakang Bangsa adalah orang-orang yang memiliki kesamaan asal keturunan. bahkan Negara memberikan pembinaan. . Hak dan kewajiban warga negara merupakan hubungan fungsional antara negara dengan warga negara. 6. Bangsa adalah kumpulan manusia yang biasanya terikat karena satu kesatuan bahasa dan wilayah tertentu di muka bumi (Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi Kedua. Pengertian bangsa dan Negara. Negara dapat memungkinkan rakyatnya maju berkembang serta mengekspresikan daya cipta atau kreativiatas sebebasnya. 7. Kewajiban Warga Negara. hlm. 3. Problem status kewarganegaraan. B. dan sejarah. 4. Hak Warga Negara 5. serta berpemerintahan sendiri. adat. 2. Penduduk dan warga Negara. Asas kewarganegaraan.clxxxviii BAB X HAK DAN KEWAJIBAN WARGA NEGARA PENDAHULUAN A. Negara merupakan wadah yang memungkinkan seseorang dapat mengembangkan bakat dan potensinya.

clxxxix C. Sasaran Pembelajaran Setelah proses pembelajaran. Asas kewarganegaraan. 14. . 12. Pendudud dan warga Negara. mahasiswa diharapkan mampu menganalisis dan mengidentifikasi Hak dan Kewajiban warga Negara Melalui pembelajaran ini mahasiswa diharapkan dapat menjelaskan : 8. 10. Kewajiban Negara dan Pemerintah. 11. Kewajiban Warga Negara. 9. Problem status kewarganegaraan. Hak Warga Negara 13. Pengertian bangsa dan Negara.

Pemerintah. Kedaulatan. laut. Bangsa adalah kumpulan manusia yang biasanya terikat karena satu kesatuan bahasa dan wilayah tertentu di muka bumi (Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi Kedua. setiap Negara mempunyai 4 fungsi utama bagi bangsanya. Wilayah. Penduduk. Secara umum. yaitu: . yaitu organisasi uutama yang menyelenggarakan kekuasaan. c. 89). Banyak para ahli memberikan defenisi tentang Negara. Sifat memaksa Sifat monopoli. hlm. Negara merupakan wadah yang memungkinkan seseorang dapatmengembangkan bakat dan potensinya. serta Negara memperoleh pengakuan dunia internasioanal. yaitu batas territorial yang jelas atas darat. Negara dapaat memungkinkan rakyatnya maju berkembang serta mengekspresikan daya cipta atau kreativiatas sebebasnya. serta udara di atasnya. dan kebijakan dalam mencapai tujuan. dan Sifat totalitas. b. d. bahkan Negara memberikan pembinan. serta berpemerintahan sendiri. Dengan demikian. adat. Pengertian Bangsa dan Negara Bangsa adaah orang-orang yang memiliki kesamaan asal keturunan. bangsa Inndonesia adalah seeompok manusia yang memepunyai kepentingan yang sama dan menyatakan dirinya sebagai satu bangsaserta berproses dalam satu wilayah: Nusantara/Indonesia. Negara memiliki sifat yang membedakannya dengan organisasi lain. Depdikbud. fungsifungsi. yaitu supremasi wewenang secara merdeka dan bebas dari dominasi Negara lain. sifat tersebut adalah: a. b. a. yaitu semua orang yang berdomisili dan mengatakan dirinya ngin bersatu. dan sejarah. c.cxc URAIAN BAHAN PEMBELAJARAN A. tetapi syarat dan pengertiannya mencakup elemen berikut.

usaha warga Negara dalam bidang pertanian. industry. yaitu segala factor yang mendukung kedaulatan Negara.cxci a. Adapun elemen kekuatan Negara tercermin dalam hal-hal berikut. kesuburan. Kapasitas pertanian dan industry. serta Fungsi keadilan menurut hak dan kewajiban. yaitu jumlah penduduk. reputasi bangsa (nasionalisme) an sebagainya. Teritorial negeri. Penduduk dan warga Negara Penduduk Indonesia menurut pasal 26 Ayat (2) UUD1945 ialah warga Negara Indonesia dan orang asing yang bertempat tingal di Indonesia. persatuan bangsa. sangat bergantung pada partsipasi politik semua warga Negara dan mobilisasi sumber daya kekuatan Negara. a. nilai budaya masyarakat. d. yaitu kapasitas power (kekuatan) yang dimiliki militer dalam hal mewujudkan kekuasaan dari pemerintah demi tecapainya tujuan Negara. c. efisiensi birokrasi. berupa kepribadian dan kepemimpinan. d. Fungsi pengaturan dan ketertiban. berupa andungan mineral. Bagaimana fungsi-fungsi Negara itu terlaksana. Fungsi kesejahteraan dan kemakmuran. b. yaitu kondisi alam material buminya. Kekuatan militer dan mobilitasnya. Elemen kekuatan yang tidak nyata (tidak berwujud). b. c. dan situasi Negara tetangga. Adapun warga Negara menurut Pasal 26 Ayat (1) ialah orang-orang bangsa Indonesia asli dan orang-orang . Sumber daya manusia. 1. dan kondisi kesehatan masyarakat. tingkat pendidikan warga. e. f. yaitu tingkat budaya. yaitu mencakup luas wilayah Negara (darat dan laut). Fungsi pertahanan dan keamanan. dan perdagangan. Sumber daya alam. serta kekayaan lat dan hutan. dukungan intenasional. letak geografis.

yang dapat dibedakan warga negara dengan warga negara asing (WNA). Sementara itu. Asas Kewarganegaraan Setiap negara mempunyai kebebasan dan kewenangan untuk menentukan asas kewarganegaraan. b. B. serta berhak kembali sebagaimana dinyatakan oeh Pasal 28 E Ayat (1) UUD 1945. menurut Undang-Undang No. misalnya turis. dalam asas kewarganegaraan dikenal dua pedoman. Penduduk. Asas Kelahiran (Ius Soli) Asas Kelahiran (ius soli) adalah penentuan status kewarganegaraan berdasarkan tempat atau daerah kelahiran seseorang. yaitu orang orang asing yang tinggal sementara dalam suatu negara sesuai dengan visa yang diberikan oleh negara (kantor imigrasi) yang bersangkutan. Pada awalnya asas kewarganegaraan hanyalah ius soli saja. dinyatakan bahwa Warga Negara Inonesia adalah orang yang berdasarkan perundangundangan yang berlaku sejak proklamasi 17 Agustus 1945 sudah menjadi warga Negara Republik Inonesia. Bukan Penduduk. a. seorang menjadi anggota atau warga suatu Negara haruslah ditentukan oleh Undang-Undang yang dibuat oleh Negara tersebut. sebagai suatu anggapan bahwa seseorang lahir di suatu wilayah negara. terlebih dahulu Negara harus mengakui bahwa setiap orang harus memiliki kewarganegaraan. 62/1958 tentang Kewarganegaraan Indonesia. ialah yang memiliki domisili atau tempat tinggal tetap di wilayah negara itu. Pernyataan ini mengandung bahwa orang-orang yang tinggal dalam wilayah Negara dapat diklasifikasikan sebagai berikut. memilih tempat tinggal di wilayah Negara dan meninggalkannya. yaitu : a. Oleh sebab itu. maka .cxcii bansa lalin yang disahkan dengan Undang-Undang sebagai warga Negara. Warga Negara dari suatu Negara berarti anggota dari Negara itu yang merupakan pendukung dan penanggung jawab terhadap kemajuan dan kemunduran suatu Negara. Sebelum Negara menentukan siapa-siapa yang menjadi warga negara.

Di samping itu. yaitu warga negara Indonesia. Akan tetapi. yaitu seseorang yang tidak mau diwarganegarakan oleh negara atau tidak mau diberi status warga negara suatu negara. Unsur Pewarganegaraan (naturalisasi) Dalam naturalisasi ada yang bersifat aktif. Asas ini menghindari penyelundupan hukum. dan bersatu. . d. Hal ini karena suatu perkawinan tidak menyebabkan perubahan status kewarganegaraan setiap pihak. seperti Indonesia maka anak tersebut berhak mendapat status kewarganegaraan orang tuanya. Jika suatu negara menganut asas ius sanguinis. sehat. Dengan demikian. misalnya laki laki yang berkewarganegaraan asing ingin memperoleh status kewarganegaraan suatu negara dengan cara berpura pura melakukan pernikahan dengan seorang perempuan di negara tersebut. seseorang yang lahir dari orang tua yang memiliki kewarganegaraan suatu negara. orang tua yang memiliki status kewarganegaraan yang berbeda akan menjadi bermasalah jika orang tua tersebut melahirkan ditempat salah satu orang tuanya (misalnya ditempat ibunya). c. yaitu paradigma suami isteri atau ikatan keluarga merupakan inti masyarakat yang mendambakan suasana sejahtera. Yang memiliki asas kesatuan hukum. asas perkawinan mengandung asas persamaan derajat. yaitu seorang yang dapat menggunakan hak opsi untuk memilih atau mengajukan kehandak untuk menjadi warga negara dari suatu negara. Sebagai contoh. dia menceraikan isterinya. lalu setelah mendapat kewarganegaraan itu.cxciii otomatis dan logis ia menjadi warga negara tersebut. Atas dasar inilah maka muncul asas ius sanguinis. Jika asas ius soli ini tetap dipertahankan. dengan tingginya mobilitas mausia akan diperlukan asas lain yang tidak hanya berpatokan pada kelahiran sebagai realitas. Asas Keturunan (ius sanguinis) Asas Keturunan (ius sanguinis) adalah pedoman kewarganegaraan berdasarkan pertalian darah atau keturunan. Asas Perkawinan Status kewarganegaraan dapat dilihat dari sisi perkawinan. Adapun naturalisasi pasif. si anak tidak berhak untuk mendapatkan status kewarganegaraan bapaknya. b.

Karena pengangkatan . C. Dalam rangka memecahkan problem kewarganegaraan di atas. yaitu seseorang akan mendapatkan dua kewarganegaraan apabila orang tersebut berasal dari orang tua yang negara asalnya menganut sanguinis. negara Indonesia melalui UU no. Karena pernyataan. yaitu seseorang tidak mendapatkan kewarganegaraan disebabkan oleh orang tersebut lahir di sebuah negara yang menganut asas ius sanguinis. c. . Karena pewarganegaraan . Karena kelahiran . f. Apatride. sedangkan ia lahir di suatu negara yang menganut ius soli. 62 Tahun 1958 tentang kewarganegaraan Indonesia dinyatakan bahwa cara memperoleh kewarganegaraan Indonesia sebagai berikut: a. Problem Status Kewarganegaraan Apabila asas kewarganegaraan di atas diterapkan secara tegas dalam sebuah negara. b. d. c. Bipatride. Oleh sebab itu. setiap negara memiliki peraturan sendiri sendiri yang prinsip prinsipnya bersifat universal sebagaimana dalam UUD 1945 Pasal 28 D Ayat (4) bahwa setiap orang berhak atas status kewarganegaraan. serta g. Multipatride. b. yaitu hak untuk menolak pemberian kewarganegaraan tersebut. Karena dikabulkan permohonan . yaitu seseorang (penduduk) yang tinggal di perbatasan antar – dua negara. e.cxciv yang bersangkutan menggunakan hak repudiasi. Karena turut ayah dan ibu . Karena perkawinan . akan mengakibatkan status kewarganegaraan seseorang menjadi sebagai berikut : a.

hak ini tidak boleh diabaikan. ilmu pengetahuan dan tekhnologi. kepastian hukum yang adil. serta perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi. a. Hak Warga Negara Dalam UUD 1945. menjunjung tinggi. dan melindungi hak asasi manusia. 10) Setiap orang berhak untuk bekerja dan mendapatkan imbalan. dan negaranya. 3) Berhak untuk hidup dan mempertahankan keidupan 4) Berhak membentuk keluarga dan melanjutkan keturunan melalui perkawinan 5) Setiap anak berhak atas kelangsungan hidup. dan dipertahankan. Hak asasi manusia perlu mendapat jaminan perlindungan dari negara melalui pernyataan tertulis yang harus dimuat dalam UUD negara. serta perlakuan yang adil dan layak dalam hubungan kerja. berkumpul. Hak asasi merupakan hak dasar yang melekat secara kodrati pada diri manusia dengan sifatnya yang universal dan abadi. serta setiap orang wajib menghormati. hak asasi harus dilindungi. . serta perlakuan yang sama di depan hukum. 7) Berhak mendapatkan pendidikan. martabat. 8) Setiap orang berhak memajukan dirinya dalam memperjuangkan haknya secara kolektif untuk membangun masyarakat. telah dinyatakan bahwa hak warga negara adalah sebagai berikut : 1) Hak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak. 39/1999 tentang HAM menyatakan bahwa negara.cxcv D. 6) Setiap orang berhak mengembangkan diri melalui pemenuhan kebutuhan dasarnya. dihormati. dikurangi. tumbuh dan berkembang. dan keharmonisan lingkungan. atau dirampas oleh siapapun. 9) Setiap orang berhak atas pengakuan. Peranan negra sesuai dengan pasal 1 Ayat (1) UU No. Oleh karean itu. serta seni dan budaya untuk meningkatkan kualitas hidupnya demi kesejahteraan hidup manusia. terlebih dahulu harus dipahami pengertian hak asasi manusia. bangsa. jaminan perlindungan. Selain itu. Hak Dan Kewajiban Warga Negara Serta Tugas Dan Tanggung Jawab Negara Untuk memahami hak dan kewajban. serta mengeluarkan pikiran. hukum dan pemerintah. Hak asasi manusia adalah sesuatu yang melekat pada diri seseorang sebagai ciptaan Tuhan agar mampu menjaga harkat. 2) Berhak berserikat.

memiliki. 18) Setiap orang berhak untuk bebas dari penyiksaan atau perlakuan yang merendahkan derajat martabat manusia. menyimpan.cxcvi 11) Setiap warga negara berhak memperoleh kesempatan yang sama dalam pemerintahan. 13) Setiap orang bebas memeluk agama dan beribadah menurut agamanya. . 23) Hak untuk hidup. 15) Setiap orang berhak atas kebebasan berserikat. 16) Setiap orang berhak untuk berkomunikasi dan memperoleh informasi untuk mengembangkan pribadi dan lingkungan sosialnya. dan harta benda yang berada dibawah kekuasaannya. memperoleh. 19) Setiap orang berhak hidup sejahtera lahir dan batin. setiap orang berhak untuk mencari. serta berhak memperoleh layanan kesehatan. berkumpul. 12) Setiap orang berhak atas status kewarganegaraan. bertempat tinggal. 22) Setiap orang berhak mempunyai hak milik pribadi. memilih pendidikan dan pengajaran. 21) Setiap orang berhak atas jaminan social yang memungkinkan pengembangan dirinya secara utuh sebagi manusia yang bermartabat. serta hak untuk tidak dituntut atas dasar hukum yang berlaku surut adalah hak asasi manusia yang tidak dapat dikurangi dalam keaadaan apapun. mendapatkan lingkungan hidup yang baik dan sehat. memilih kewarganegaraan. serta berhak memperoleh suaka poitik negara lain. serta menyatakan pikiran dan sikap sesuai dengan hati nuraninya. kehormatan. setiap orang berhak atas rasa aman dan perlindungan dari ancaman ketakutan untuk berbuat atau tidak berbuat sesuatu yang merupakan hak asasi. dan mengeluarkan pendapat. Di samping itu. 20) Setiap orang berhak mendapat kemudahan dan perlakuan khusus untuk memperoleh kesempatan dan manfaat yang sama dalam mencapai persamaan dan keadilan. 17) Setiap orang berhak atas perlindungan diri pribadi. hak beragama hak untuk tidak diperbudak. keluarga. hak untuk tidak disiksa. memilih pekerjaan. serta memilih tempat tinggal di wilayah negara juga meninggalkannya serta berhak kembali. Selain itu. hak untuk diakui sebagai pribadi di hadapan hukum. martabat. mengolah. hak kemerdekaan pikiran dan hati murni. Hak milik tersebut tidak boleh diambil alih secara sewenang-wenang oleh siapapun. dan menyampaikan informasi dengan menggunakan segala jenis saluran yang tersedia. 14) Setiap orang berhak atas kebebasan meyakini kepercayaan.

2) Negara atau pemerintah wajib membiayai pendidikan. c. wajib ikut serta dalam usaha pertahanan dan keamanan negara.cxcvii 24) Setiap orang berhak bebas dari perlakuan yang bersifat diskriminatif atas dasar apapun. 6) Negara memajukan kebudayaan manusia di tengah peradaban dunia dengan menjamin kebebasan budayanya. wajib menghormati hak asasi manusia orang lain. Kewajiban Warga Negara adalah : 1). negara memiliki tugas dan tanggung jawab sebagai berikut. wajib ikut serta dalam upaya pembelaan negara. wajib tunduk pada pembatasan yang ditetapkan dengan undang-undang untuk menjamin pengakuan. 4). 6). serta berhak mendapatkan perlindungan terhadap perlakuan yang bersifat diskriminatif itu. Tugas dan tanggung jawab negara Dalam rangka terpeliharanya hak dan kewajiban warga negara. wajib ikut serta dalam pembelaan negara. 3) Pemerintah berkewajiban mengusahakan dan menyelenggarakan satu system pendidikan nasional. wajib menjunjung hukum dan pemerintahan. 4) Negara memperioritaskan anggaran pendidikan sekurang-kurangnya 20 % dari anggaran belanja negara dan belanja daerah. dengan memelihara dan mengembangkan nilai-nilai . masyarakat. 1) Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya. b. 5). serta 7). wajib mengikuti pendidikan dasar. khususnya pendidikan dasar. 2). 25) Identitas budaya dan hak masyarakat tradisional dihormati selaras dengan perkembangan zaman dan peradaban. 5) Pemeritah memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan menjunjung tinggi nilai-nilai agama dan persatuan bangsa untuk kemajuan peradaban serta kesejahteraan umat manusia. 3). serta penghormatan atas hak dan kebabasan orang lain.

10) Negara berkewajiban memelihara fakir miskin dan anak-anak terlantar. 12) Negara bertanggung jawab atas persediaan fasilitas pelayanan kesehatan dan fasilitas pelayanan umum yang layak. 11) Negara mengembangkan sistem jaminan social bagi seluruh rakyat. 9) Negara menguasai bumi.cxcviii 7) Negara menghormati dan memelihara bahasa daerah sebagai kekayaan kebudayaan nasional. dan kekayaan alam demi kemakmuran rakyat. . air. serta memberdayakan masyarakat yang lemah dan tidak mampu sesuai dengan martabat kemanusiaan. 8) Negara menguasai cabang-cabang produksi terpenting bagi negara dan menguasai hidup orang banyak.

Gramedia Pustaka Utama: Jakarta. Jakarta: Dikti. Pendidikan Kewarganegaraan dan Hak AsasiManusia. Jelaskan pengertian bangsa. negara. Mansoer. Pendididkan Pancasila di Perguruan Tinggi Edisi Revisi. Hak dan Kewajiban Warga Negara (Makalah Suscados PKn Desember 2005 di Jakarta. 12/2006 BAHAN BACAAN Azra. 2005.2002. Jelaskan yang maksud warga negara menurut Undang-Undang No. A T. 12 – 23 Desember. Hamdan (Pnyt). Jelaskan azas kewarganegaraan dan permasalahn kewarganegaraan di Indonesia 4. Azyumardi. Soemiarno. dan H. Syarial. Jelaskan Hak dan Kewajiban sebagai warga Negara di bidang ekonomi 3. S. Makalah yang disampaikan dalam ursus Calon Dosen Kewarganegaraan Angkatan I . Jakarta: Prenada Media. Pasha. Demokrasi Hak Asasi Manusia Masyarakat Madani. Soemasono. UII Press:Yogyakarta. Jakarta: Depdiknas. 2002 Kapita Selekta Pendidikan Kewarganegaraan Bagian I. Mansyur.Jakarta: Ghalia Indonesia.2002.Yogykarta: Citra Karsa Mandiri. . penduduk dan warga negara 2. Soegito.cxcix PENUTUP SOAL LATIHAN Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini : 1. Jakarta . 2005. Dirjen Dikti Dediknas. 2002. 2005. S. Marjuki (editor). Syarbani. 2003. Pendidikan Kewarganegaraan. 2003. Hak Asasi Manusia. Marlian. Mustfa Kamal. Pendididkan Kewarganegaraan. S.

Pendidikan yang dimaksud agar warga Negara Indonesia tahu tentang hak dan kewajiban. Latar Belakang Geopolitik dan geostrategi merupakan permasalahan yang sangat penting pada dua abad terakhir ini. tetapi di artikan lebih luas. 7. dan pemerintah yang berkuasa.tujuan pendidikan kewarganegaraan untuk membentuk peserta didik menjadi manusia yang memiliki rasa kebangsaan dan cinta tanah air. rakyat. budaya. Menguasai dan memahamiberbagai masalah dasar kehidupan masyarakat. DR.agar tecapai tujuan banga.agama. bangsa. Bertitik tolak dari amanat UU No.dan lingkungan geografiyang berbentuk Negara kepulauan yang berada diposisi silang antara dua benua dan dua lautan: serta . Prasarat Negara sebagai initusi menurut Prof. yaitu sebagai intitusi. Unsur rakyat suatu Negara di samping warga Negara juga meliputi bukan warga Negara. Permasalahan ini menjadi penting karena manusia yang telah berbangsa membutuhkan wilayah sebagai tempat tinggalnya yang kemudian di kenal dengan Negara. dan Negara Indonesia dengan menerapkan pandangan babngsa Indonesia tentang diri meliputi: sejarah. serta mampu berdiri dan tetap menjaga jati dirinya di tengah arus globalisasi. Agar Negara mencapai tujuan nasioal aman dan sejahtera (Pembukaan UUD’45 Alinea IV) perlu pendidikan kewarganegaraan. Menjelaskan landasan histories perkembangan pengetahuan tentang geopolitik yang kini menjadi salah satu unsur dalam konsep perencanaan pembangunan bangsa dan Negara.filsafat. 20/2003 tentang sis diknas. Sri Soemantri (Dikti.kebhekaan etnik. 6. 2001 : 36) secara minimal meliputi unsur wilayah. Secara terperinci visi dan misi bahan ajar adalah agar peserta didik mampu : 5. Menjelaskan konsepsi cara pandang wawasan nasional bangsa Indonesia yang didasari filsafat pancasilayang pada hakekatnya merupakan konsepsi geopolitik Indonesia.khususnya penjelasan pasal 37. Dalam perkembangannya pengertian Negara tidak saja di arikan sebagai wilayah.cc BAB XI GEOPOLITIK INDONESIA PENDAHULUAN A.

Wawasan nusantara 4. filsafat. 2. B. 3. Geopolitik Dan Otonomi Daerah C. Menjalaskan landasan histories perkembangan pengetahuan tentang geopolitik yang kini menjadi salah satu unsur dalam konsep perencanaan pembangunan bangsa dan Negara. Ruang Lingkup Bahan pembelajaran ini akan membahas : 1. Mengaplasikan cara pandang bangsa Indonesia dalam pembinaan dan pengendalian hidup bangsa di NKRI. Sasaran Pembelajaran Modul Setelah proses pembelajaran. kebhinekaan etnik.dan lingkungan geografi yang berbentuk Negara kepulauan yang berada diposisi silang antara dua benua dan dua lautan: serta 4. Mengaplasikan cara pandang bangsa Indonesia dalam pembinaan dan pengendalian hidup bangsa di NKRI. Wawasan nasional 3. bangsa.cci 8.agar tecapai tujuan banga. Perkembangan Teori Geopolitik 2. Menjelaskan konsepsi cara pandang wawasan nasional bangsa Indonesia yang didasari filsafat pancasilayang pada hakekatnya merupakan konsepsi geopolitik Indonesia. membentuk peserta didik menjadi manusia yang memiliki rasa kebangsaan dan cinta tanah air Melalui pembelajaran ini mahasiswa diharapkan dapat : 1. agama. dan Negara Indonesia dengan menerapkan pandangan babngsa Indonesia tentang diri meliputi: sejarah. budaya. . Geopolitik Dan Hukum Kewilayahan 5. Menguasai dan memahami berbagai masalah dasar kehidupan masyarakat.

3.ccii URAIAN BAHAN PEMBELAJARAN A. kedaulatan. Demikian. rakyat. masyarakat dan bangsa_ hingga kini. Latar Belakang Geopolitik Orang dan tempat tidak dapat dipisahkan! Tidak dapat dipisahkan rakyat dari bumi yang ada di bawah kakinya. budaya dan sudah barang tentu ruang hidupnya. dan lain . keluarga. Indonesia berada di antara dua benua (Asia dan Australia) dan dua lautan (Lautan India dan Lautan pasifik) sehinnga tepatlah jika di namakan nusa diantara laut/air yang selanjutnya dinamakan Nusantara. setelah membangsa orang menyatakan tempat tinggal sebagai Negara. Oleh karena itu. Untuk dapat mempertahankan ruang hidupnya.perebutan ruang yang menjadi hal yang menimbulkan konflik antar manusia _induvidu. Kedua unsure pokok profil bangsa dan geografi inilah yang harus diperhatikan dalam membuat konsep geopolitik bangsa dan Negara. Konsep wawasan bangsa tentang wilayah mulai dikembangkan sebagai ilmu pada akhir abad XIX dan awal abad XX dan dikenal sebagai geopolitik. kata Ir. meskipun bentuknya dapat secara fisik ataupn nonfisik. Geopolitik Indonesia dinamakan wawasan nusantara. dengan alasan sebagai berikut : 1. tt: 66).lain. Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah Negara kepulauan (Setneg RI. Keunikan lainnya adalah bahwa wilayah Nusantara berada di Garis Khatulistiwa dan diliwati oleh Geostationery Satellite Orbit ( GSO ). ideology. yaitu pemerintah. tetapi diartikan lebih luas lagi yang meliputi institusi. Hal ini berkaitan dengan profil diri bangsa sejarah. yang pada mulanya membahas . Karena orang dengan tempat tinggalnya dapat di pisahkan. tt: 66) 2. Sukarno pada 1 juni 1945 dihadapan siding BPUPKI (Setneg RI. yaitu geografi. pandangan hidup. suatu bangsa harus mempunyai kesatuan cara pandang yang dikenal sebagai wawasan nasional. Konsep wawasan nasional setiap bangsa berbeda. Dalam perkembangan selanjutnya pengertian Negara tidak hanya tempat tinggal. Para ilmuwan politik dan militer menyebutnya sebagai geopolitik yang merupakan kepanjangan dari geografi politik.

di samping membahas sejarah terjadinya konsep wawasan nasional. akan dibahas pula teori geopolitik dan implementasinya pada negara Indonesia. Geomorfologi Negara Sebelum membahas masalah geopolitik suatu negara. Poland. negara pulau (oceanic archipelago) b. Adapun pengertian Asas Kepulauan berdasarkan UNCLOS 1982 adalah Kepulauan sebagai suatu kesatuan utuh wilayah yang batas-batasannya ditentukan oleh laut. yang kemudian dapat dibedakan menjadi: a. Negara berdasarkan bentuk geografinya dapat dibedakan dalam dua yaitu. berkembang konsep politik _dalam arti distribusi kuatan_ pada hamparan geografi negara sehingga tidaklah berlebihan bahwa geopolitik sebagai ilmu “baru” dicuragai sebagai pembenaran pada kosepsi ruang (Sunardi . Pada masa lalu _sebelum abad XIX. kepulauan dapat diartikan: gugusan pulau-palau ddengan perairan diantaranya dan angkasa di atasnya sebagai kesatuan utuh. dan yang kedua berbatasan dengan laut.cciii geografi dari segi politik negara (state). . Selain itu. misalnya England. pengertian negara identik dengan tanah sehingga banyak bangsa menamakan negaranya dengan unsur tanah. dalam membahas masalah wawasan nasional bangsa. pertama dikelilingi daratan (land lock country).2004:157). Oleh karena itu. Rusland. perkembangan geopolitik dipengaruhi oleh orentasi manusia pada konstelasi wilayah. perlu didalami ciri khusus negara berdasarkan bentuk geomorfologinya (ciri fisik dan nonfisik). Setelah abad XIX. Selanjutnya. Holland. 1. negara kepulauan (archipelago). dengan unsur air senagai penghubung. negara pantai (coastal archipelago) c. dalam lingkungan terdapat pulau-pulau dan gugusan pulau-pulau. atau Thailand.

Beberapa Pandangan para pemikir geopolitik Sebelum membahas wawasan nasional. Luas. iklim. Oleh karena itu. Kemudian. 3. kemudian berkembang menjadi pengetahuan tentang sesuatu yang berhubungan dengan konstelasi ciri _khas negara yang berupa bentuk. wawasan nasional bangsa selalu mengacu pada geopolitik. Adapun geostrategi diartikan sebagai pelaksanaan geopolitik dalam negara (Poernomo: 1972). Pendapat ini dipertegas Rudolf Kjellen (1864-1922) dengan teori kekuatan. Hal ini tidak terlepas sumbangsih pemikiran dari pada penulis. Ia menyamakan negara sebagai makhluk hidup yang makin sempurna serta membutuhkan ruang hidup yang makin meluas karena kebutuhan. Perkembangan Teori Geopolitik Istilah geopolitik semula sebagai ilmu politik. Teori Geopolitik Kontinental Teori yang dikemukakannya adalah teori ruang yang dalam konsepsinya dipengaruhi Friedrich Ratzel (1844-1904).cciv 2. dan sumber daya alam_ sutau negara untuk membangun dan membina negara. bahwa bangsa yang berbudaya tinggi akan membutuhkan sumber daya yang tinggi dan akhirnya mendesak wilayah bangsa yang “primitif”. teori geopolitik berkembang menjadi konsepsi wawasan nasional bangsa. yang pada pokoknya menyatakan bahwa negara adalah satuan politik yang menyeluruh serta sebagai satuan biologis yang memiliki intelektual. Semula geopolitik adalah ilmu bumi politik yang membahas masalah politik dalam suatu negara. . Para penyelenggara pemerintah nasional hendaknya menyusun pembinaan politik nasional berdasarkan kondisi dan situasi geomorfologi secara ilmiah berdasarkan citacita bangsa. terlebih dahulu perlu pembahasan tentang beberapa pendapat dari para penulis geopolitik. oleh ahli biologi Charles Darwin. lalu berkembang menjadi ajaran yang melegitimasi Hukum Ekspansi suatu negara. Dengan wawasan nasional suatu negara. letak. Dalam teorinya. diantaraya: a. dapat dipelajari kemana arah arah perkembangan sautu negara.

Pan Asia Timur. yaitu Pan Amerika. b. Pan Rusia India. akan tetapi lebih cenderung menunjukkan kepada suatu wawasan yaitu 1) Wawasan Benua Sir Halford Mackinder (1861-1947) Teori Daerah Jantung (dikenal pula sebagai wawasan benua). Wawasan Geopolitik Selanjutnya masih ada beberapa pandangan geopolitik lain.ccv Dengan kekuatannya. Beberapa pemikir sering menyebutnya sebagai Darwinisme social. Karl Haushofer (1869-1946). Haushofer yang pernah menjadi atase militer di Jepang meramalkan bahwa Jepang akan menjadi negara yang jaya di dunia. serta Pan Eropa Afrika. Ia berpendapat bahwa pada hakekatnya dunia dapat dibagi atas empat kawasan benua (Pan Region) dan dipimpin oleh negara unggul. Untuk menjadi jaya. 2) Autarki (swasembada). tiap region dipimpin satu bangsa (nation) yang unggul. Teori Ruang dan Kekuatan merupakan hasil penelitiannya serta dikenal pula sebagai teori Pan Regional. suatu bangsa harus mampu menguasai benua-benua di dunia. mungkin terkandung maksud agar negara lain selalu berpaling pada pembentukan . yaitu: 1) Lebensraum (ruang hidup) yang “cukup”. ia mampu mengeksploitasi negara “primitif” agar negaranya dapat swasembada. Semboyan Macht und Erde di Jerman serta doktrin Fukoku Kyohei di Jepang melandasi pembangunan kekuatan angkatan perang kedua negara tersebut menjelang Perang Dunia II. dapat diketahui percaturan politik masalah lalu dan masa depan. Pengaruh Haushofer _menjelang Perang Dunia II_ sangat besar di Jerman ataupun di Jepang. Dari pembagian daerah inilah. Dalam teori ahli geografi ini. serta 3) Dunia dibagi empat Pan Region.

Afrika). Pada masa ini pula. b. Siberia. maka harus dibangun armada laut yang kuat untuk menjaganya. di samping hal tersebut. Australia. Mahan (1840-1914) Teori Kekuatan Maritim yang direncanangkan oleh Raleigh. terletak di pulau dunia. Teori geopolitik Mackinder dapat disimpulkan sebagai berikut (Sunardi. Daerah Bulan Sabit Dalam (inner cresent) meliputi Eropa Barat. bertepatan dengan kebangkitan armada Inggris dan belanda yang ditandai dengan kemajuan teknologi perkapalan dan pelabuhan. yaitu Rusia. tidak mengganggu pengembangan armada laut Inggris. juga perlu diperhatikan masalah akses ke laut dan jumlah penduduk karena faktor ini juga akan memungkinkan kemampuan industri untuk kemandirian suatu bangsa dan negara. serta sisanya 1/12 pulau lainnya. b. maka Inggris berusaha menguasai pantai-pantai benua. sebagian Mongolia. 2/12 pulau dunia (Eropa. Menurut Mahan. paling tidak menyewanya. lahir pemikiran hukum laut internasional yang berlaku sampai tahun 1994 (setelah UNCLOS 1982 disetujui melalui SU PBB). Asia Selatan. serta semangat perdagangan yang tidak lagi mencari emas dan sutra di Timur (Simbolon. 2) Wawasan Bahari Sir Walter Raleigh (1554-1618) dan Alfred T. Dengan demikian.1995 : 425). Apabila suatu negara ingin menguasai dunia. Asia. c. serta Bulan Sabit Luar (outer cresent) meliputi Afrika.Mahan: Laut untuk kehidupan. Island. Who rules the world Island commands the World. sumber daya alam banyak terdapat di laut. a. Teorinya dapat disimpulkan sebagai berikut : a. untuk itu diperlukan kekuatan darat yang memadai. Daerah terdiri atas Daerah Jantung (Heartland). Eropa Selatan. who rules the Heartland commands the world. karena itu ia harus memiliki armada laut yang kuat.ccvi kekuatan darat. Alfred T. Dunia terdiri atas 9/12 air. Sir W.Raleigh: Siapa yang kuasai laut akan menguasai perdagangan dunia/kekayaan dan akhirnya menguasai dunia. Sebagai tindak lanjut. Timur Tengah. harus menguasai Dunia Jantung. . Amerika / Benua Baru. 2004: 166): Who rules East Europe commands the Heartland. Asia Timur.

Ruang hidup bangsa terbatas diakui internasional. Bangsa Indonesia Wawasan bangsa Indonesia tersirat melalui UUD 1945 antara lain: a. yaitu daerah jantung (Hearland). serta c. b. Setiap bangsa sama derajatnya. Dari pembahasan tersebut. Dalam teorinya tersirat: a. Menggunakan kombinasi kekuatan darat.d. 189 s. Awal abad XX merupakan kebangkitan ilm pengetahuan pener_bangan. Konsepsi Ruang. Bulan Sabit Luar. yaitu (Sunardi. Teorinya dipengaruhi oleh Mackinder dan Haushover. Dalam teorinya. Kedua orang ini mencita-citakan berdinya Angkatan Udara. ada empat unsur yang perlu diperhatikan. laut. dan Dunia Baru(Benua amerika). Daerah Bulan Sabit Dalam (Rimland) akan lebih besar panga_ruhnya dalam percaturan politik dunia dari pada daerah jantung. Teori Daerah Batas (Rimland theory). serta d. yang merupakan aktualisasi dari pemikiran Negara sebagai organisasi hidup. udara untuk kuasai dunia. Bulan Babit Dalam(Rimland). Karena ia adalah bangsa Belanda yang pada dasarnya bangsa mari_tim. Wilayah Amerika yang paling ideal dan menjadi negara terkuat. Dunia menurunya terbagi empat daerah. Sebagai doktrin dasar. maka menurutnya penguasa daerah jantung harus ada akses ke laut hendaknya menguasai pantai Eurasia. b. serta kemenangan akhir ditentukan oleh kekuatan udara. 4) Wawasan Kombinasi Nicholas J. disebutkan bahwa kekuatan udara mampu beroperasi hingga belakang lawan. Spijkman (1893-1943). Ruang yang merupakan inti dari konsepsi geopolitik merupakan wadah dinamika . 2004: hlm. 177): 1. Kekuatan bangsa untuk mempertahankan eksistensi dan kemakmuran rakyat. dapat disimpulkan bahwa teori geopolitik menjadi doktrin dasar bagi terbentuknya Negara nasional yang kuat dan tangguh.ccvii 3) Wawasan Dirgantara Giulio Douhet (1869-1930) William Mitcel (1879-1936). 4. terutama dalam membagi daerah. c. berkewajiban menjaga per_damaian dunia.

Oleh karena itu. 1990: 214) merupakan ciri globalisasi. ataupun ekonomi. Dengan demikian. atau mengamati. wawasan dapat diartikan konsepsi cara pandang (KBBI. budaya. akan menimbulkan gejolak politik yang melibatkan pemerintah. Frontier merupakan batas imajiner di antara dua Negara yang saling mempengaruhi. Pengaruh negara asing/tetangga _yang lebih maju_ apabila tidak ditangani secara serius. 3. budaya.d. Konsepsi Frontier. lebih-lebih bagi negara sedang berkembang. GEOPOLITIK INDONESIA Wawasan Nasional Wawasan berasal darai kata wawas yang berarti meninjau. yang merupakan konsekuensi dari kebutuhan dan lingkungan. Dunia yang meyempit dan percepatan jalannya sejarah (Wright. . Hal ini juga dapat dirasakan pada era Perang Dingin antara Blok Barat dan Blok Timur_ ketika kedua kutub saling mencari pengaruh di dunia ketiga (Negara Sedang Berkembang). Untuk itu. Konsepsi Politik Kekuatan. 2. 5 s. yang kemudian melahirkan konsepsi geostrategi. yang ingin menjelaskan tentang kehi_dupan bernegara. istilah ini menjadi kurang popular sehingga para politisi pun enggan menggunakannya (tidak lagi tersurat dalm GBHN 19999 sebagai wawasan bangsa).ccviii politik dan militer. Geopolitik akhirnya bertujuan untuk pengamanan negara. 2002: 1271). Fenomena ini harus dapat ditangkal oleh setiap Negara. terutama masalah social. Pada awal era revormasi. 7) sebagai akibat revolusi teknik. 4. 1941: hlm. Dengan demikian dunia semakin terbuka dan cita-cita dunia tanpa batas (Ohmae. B. batas resmi (boundary) dapat bergeser karena berbagai pengaruh. Politik kekuatan yang merupakan faktor dinamika kehidupan bangsa karena dinamika organisme bangsa. baik secara fisik maupun social (ekonomi. Konsepsi Keamanan Negara dan Bangsa. memandang. perlu dipersiapkan daerah penyangga yang dikenal sebagai daerah frontier yang berbatasan dengan Negara jira dan dipersiapkan secara sistematis pembangunannya. dan kehidupan social lainnya).

Pedoman dan pola tindak serta pola pikir kebiaksanaan nasional. Perjanjian ini tetap menjadi catatan hidup-motivasi –yang semuanya dituangkan menjadi ajaran –doktrin dasar untuk membanngun negara yang berupa wawasan nasional. Paham Nusantara menunjukkan dua arah pengaruh. Dari ketiga aspek itu. tercetus aspirasi bangsa yang kemudian dituangkan dalam perjanjian tertulis-konstitusi-ataupun tidak tertulis. posisi dan potensi geografi. serta kebhinekaan budaya. Hakekat Wawasan Nusantara dasar persatuan dan kesatuan dalam kebhinekaan. Adapun tujuannya adalah untuk mewujudkan persatuan dan kesatuan segenap aspek kehidupan nasional. serta tempat tinggal dan lingkungan bangsa tersebut. Oleh karena itu. Wawasan nasioal bangsa Indonesia dinamakan wawasan nusantara yang merupakan implementasi perjuangan pengakuan se-bagai negara kepulauan yang disesuaikan dengan kemajuan zaman. Kesemua itu dalam rangka mencapai Tujuan Nasional. Oleh karena itu. hakikat tujuan Wawasan Nusantara adalah kesatuan dan persatuan dalam kebhinekaan. 2. apabila suatu bangsa dibahas. Pada masa lalu negara kepulauan yang meliputi kumpulan pulaupulau_berdasarkan contour yang dipisahkan oleh laut. serta lingkungan geografinya yang berwuud negara kepulauan berdasarkan pancasila dan UUD 1945. falsafah hidup. yang secara umum didefinisikan sebagai cara pandang dan sikap bangsa Indonesia tentang dirinya yang bhineka. yang mengandung arti sebagai berikut : 1.ccix Wawasan nasional suatu bangsa terbentuk karena bangsa tersebut tinggal dalam suatu wilayah yang diakui sebagai miliknya untuk kehidupannya. ke dalam: berlaku asas kepulauan yang menuntut terpenuhnya unsur tanah dan air yang selaras dan serasi untuk merealisasikan wujud tanah air. ke luar: berlakunya asas posisi antara yang menuntut posisi kuat bagi Indonesia untuk dapat berdiri tegak dari tarikan segala penjuru. 3. Penjabaran tujuan nasional yang telah diselaraskan dengan kondisi. yaitu : 1. dan turut serta menciptakan ketertiban dan perdamaian dunia.serta 2. Wawasan Nusantara Geopolitik Indonesia dinamakan wawasan nusantara. . akan terkait pula masalah sejarah diri dan budaya.

Menumbuhkan rasa tanggung jawab atau pamanfaatan lingkungannya. maka akan menimbulkan kerusakan lingkugan yang pada akhirnya akan merugikan bangsa. Ketahanan Nasional sebagai geostrategi bangsa dan Negara Indonesia. 2. Doktrin dasar adalah himpunan prinsip atau teori yang diajarkan. sebagai kebijaksanaan dasar nasional dalam bentuk GBHN. 5. Wawasan Nusantara dan Ketahanan Nasional sebagai doktrin dasar pengaturan kehidupan nasional. 3. yang serasi dan selaras pada segenap aspek kehidupan nasional. Doktrin dasar adalah doktrin yang timbul dari pemikiran yang bersifat falsafah.ccx Kedudukan Wawasan Nusantara Dalam system kehidupan nasional Indonesia sebagai paradigma kehidupan nasional Indonesia yang urutannya sebagai berikut : 1.yang dijabarkan lebih lanjut dalam kebijaksanaan strategi pada strata di bawahnya. 2. Peranan Wawasan Nusantara Dalam kehidupan kehidupan nasional. Pancasila sebagai falsafah. dan dasar negara. . Peranan ini berkaitan dengan adanya hubungan yang erat dan saling terkait dan ketergantungan antara bangsa dan ruang hidupnya. UUD 1945 sebagai konstitusi negara. Sementara itu. Mewujudkan serta memelihara persatuan dan kesatuan. untuk dijadikan pedoman dalam melaksanakan kegiatan. pemanfaatan lingkungan harus bertanggung jawab. Wawasan Nusantara sebagai geopolitik bangsa Indonesia.Wawasan Nusantara dijelaskan peranannya untuk : 1. dianjurkan dan diterima sebagai kebenaran. Oleh karena itu. serta dalam usaha mencapai tujuan.masa ORBA. 4. Politik dan strategi nasional sebagai kebijaksanaan dasar nasional dalam pebangunan nasional. ideology bangsa. Jika tidak. politik dan strategi nasional.

ccxi 3. Menegakkan kekuasaan guna melindungi kepentingan nasional. Kepentingan nasional menjadi dasar hubungan antara bangsa. Apabila suatu bangsa kepentingan nasionalnya sejalan atau parallel dengan kepentingan nasional bangsa lain, maka kedua bangsa itu akan mudah terjalin hubungan persahabatan. 4. Merentang hubungan Internasional dalam upaya ikut menegakkan perdamaian.

Wajah Wawasan Nusantara Pengertian istilah wajah adalah roman muka. Wajah manusia hanya satu, tetapi wajah itu memiliki beberapa roman muka dan tiap roman muka berbeda satu dengan yang lain sesuai dengan situasi dan kondisi yang dihadapi. Dalam hubungan itu, dapat dikatakan bahwa geopolitik Indonesia hanya satu, yaitu Wawasan Nusantara (Wasantara). Namun, wajahnya lebih dari satu, yaitu ada 4 wajah yang meliputi : 1. Wajah Wasantara sebagai Wawasan Nasional yang melandasi konsepsi Ketahanan Nasional. 2. Wajah Wasantara sebagai wawasan pembangunan nasional. 3. Wajah Wasantara sebagai wawasan pertahanan dan keamanan. 4. Wajah Wasantara sebagai wawasan kewilayahan.

Wasantara Sebagai Landasan Konsepsi Ketahanan Nasional Wajah Wasantara dalam pengembangannya dipandang sebagai konspsi politik ketatanegaraan dalam upaya mewujudkan tujuan nasional. Sebagai suatu konsepsi politik yang di dasarkan pada pertimbangan konstelasi geografis, wawasan nusantara dapat di katakan merupakan penerapan teori geopolitik dari bangsa Indonesia. Dengan demikian, wawasan nusantara selanjutnya menjadi landasan penentuan kebijaksanaan politik Negara. Dalam perjuangan mencapai tujuan nasional, akn banyak menghadapi tantangan, hambatan dan gangguan baik yang datang dari luar negri maupun dari dalam negri sendiri. Untuk menanggulanginya,dibutuhkan suatu kekuatan baik fisik maupun

ccxii mental. Semakin tinggi kekuatan itu makin tinggi pula kemampuannya. Kekuatan dan kemampuan yang diistilahkan ketahanan nasional berdasarkan rangkaian pemikiran tersebut maka ketahanan nasional diartikan sebagai konsepsi pengaturan dan penyelenggaraan dalam mencapai persatuan serta kesatuan nasional dalam rangka mencapai kesejahteraan dan keamanan nasional. Bertolak dari pandangan ini maka ketahanan nasional merupakan geostrategi nasional untuk mencapai sasaran yang telah ditegaskan dalam wawasan nusantara dan perlu ditingkatkan dengan berpedoman pada wawasan nusantara.

Wasantara sebagai Wawasan Pembangunan Nasional Menurut UUD 1945 MPR wajib membuat GBHN. GBHN_masa ORBA_ menegaskan bahwa wawasan dalam penyelenggaraan pembangunan nasional adalah Wawasan Nusantara yang bersumber pada pancasila dan UUD 1945. Wawasan Nusantara adalah cara pandang dan sikap bangsa Indonesia mengenai diri serta lingkungannya dengan mengutamakan persatuan dan kesatuan bangsa. Di samping itu, dengan mengutamakan kesatuan wilayah dalam penyelenggaraan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Hal ini mencakup : 1. Perwujudan kepulauan Nusantara sebagai satu kesatuan politik, yang berarti :

a. bahwa kebulatan wilayah nasional dengan segala isi dan kekayaannya merupakan kesatuan wilayah, wadah, ruang hidup dan kesatuan matra seluruh bangsa serta menjadi modal dan milik bersama bangsa b. bahwa bangsa Indonesia yang terdiri atas berbagai suku dan berbicara dalam berbagai bahasa daerah, serta memeluk/menyakini berbagai agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa harus merupakan suatu kesatuan bangsa yang bulat dalam artian seluas-luasnya. c. bahwa secara psikologis bangsa Indonesia harus merata satu, senasib sepenanggungan, sebangsa dan setanah air, serta mempunyai satu tekad dalam mencapai cita-cita bangsa. d. bahwa Pancasila adalah satu-satunya falsafah serta ideology bangsa dan negara yang melandasi, membimbing dan menyerahkan bangsa menuju tujuannya.

ccxiii e. bahwa kehidupan politik diseluruh wilayah Nusantara merupakan suatu kesatuan politik yang diselenggarakan berdasarkan pancasila dan UUD 1945. f. bahwa seluruh kepulauan Nusantara merupakan satu kesatuan system hukum dalam arti bahwa hanya ada satu hukun nasional yang mengabdi kepentingan nasional;serta g. bahwa bangsa Indonesia yang hidup berdampingan dengan bangsa lain ikut menciptakan ketertiban nasional yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial melalui politik luar negri bebas dan aktif serta diabadikan pada kepen_tingan nasional 2. Pewujudan kepulauan Nusantara sebagai satu kesatuan ekonomi, yang berati: a. bahwa kekayaan wilayah Nusantara, baik potensial maupun efektif adalah modal dan milik bersama bangsa dan bahwa keperluan hidup sehari-hari harus tersedia merata di seluruh wilayah tanah air; b. tingkat perkembangan ekonomi harus serasi dan seimbang di seluruh daerah, tanpa meninggalkan kehidupan ekonominya; serta c. kehiduan perekonomian di setiap wilayah Nusantara meru_pakan satu kesatuan ekonomi yang diselenggarakan sebagai usaha bersama mendasar atas asas kekeluargaan dan ditujukan bagi sebesar-besar kemakmuran rakyat. 3. Perwujudan kepulauan Nusantara sebagai satu kesatuan sosial dan budaya yang berarti: a. bahwa masyarakat Indonesia adalah satu, maka perikehidupan bangsa harus merupakan kehidupan yang serasi dengan terdapat tingkat kemajuan masyarakat yang sama merata dan seimbang, serta adanya keselarasan kehidupan yang sesuai dengan tingkat kemajuan bangsa; serta b. bahwa budaya bangsa Indonesia pada hakikatnya adalah satu, sedangkan corak ragam budaya yang ada menggambarkan kekanyaan budaya bangsa. Kekayaan ini menjadi modal dan landasan pengembagan budaya bangsa seluruhnya. Tentunya dengan tidak menolak nilai-nilai budaya lain yang tidak bertentangan dengan nilai budaya bangsa, serta hasil-hasilnya dapat dinikmati oleh bangsa. 4. Perwujudan kepulauan Nusantara sebagai kesatuan pertahanan dan keamanan, yang berarti: a. bahwa ancaman terhadap satu pulau atau satu daerah pada hakikatnya merupakan ancaman terhadap seluruh bangsa dan Negara; serta

ccxiv b. bahwa tiap-tiap warga negara mempunyai hak dan kewajiban yang sama dalam rangka pembelaan negara dan bangsa. Dari rangkaian uraian di atas, dapat di simpulkan sebagai berikut. 1. Wawasan Nusantara merupakan penjabaran tujuan nasional yang telah diselaraskan dengan kondisi, posisi dan potensi geografi, serta kebhinnekaan bangsa dalam rangka mewujudkan persatuan dan kesatuan. 2. Wawasan Nusantara merupakan pola tindak dan pola pikir dalam melaksanakan pembangunan nasional.

Wasantara sebagai Wawasan Pertahanan dan Keamanan Negara. Wawasan Nusantara adalah pandangan geopolitik Indonesia dalam mengartikan tanah air Indonesia sebagai satu kesatuan yang me-liputi seluruh wilayah dan segenap kekuatan negara. Mengingat bentuk dan letak geografis Indonesia yang merupakan suata wilayah lautan dengan pulau-pulau di dalamnya dan mempunyai letak ekuator besarta segala sifat dan corak khasnya,maka implementasi nyata dari Wawasan Nusantara yang menjadi kepentingankepentingan pertahanan keamanan negara harus ditegakkan. Realisasi penghayatan dan pengisian Wawasan Nusantara di satu pihak menjamin keutuhan wilayah nasional dan melindungi sumber-sumber kekayaan alam beserta penyelarasannya, sedangkan di lain pihak dapat menunjukkan kedaulatan negara Republik Indonesia. Untuk dapat memenuhi tuntutan itu dalam perkembangan dunia, maka seluruh potensi pertahanan ke amanan Negara haruslah sedini mungkin ditata dan di atur menjadi suatu kekuatan yang utuh dan menyeluruh. Kesatuan pertahanan dan keamanan negara mengandung arti bahwa ancaman terhadap sebagian wilayah mana pun pada hakikatnya merupakan ancaman terhadap seluruh bangsa dan negara.

ccxv Wasantara sebagai Wawasan Kewilayahan Sebagai faktor eksistensi suatu Negara, wilayah nasional perlu di tentukan batasbataasnya agar tidak terjadi sengketa dengan Negara tetangga. Oleh karena itu, pada umumnya batas-batas wilayah suatu negara dirumuskan konstitusi negara (baik tertulis maupun tidak tertulis). Namun, UUD’45 tidak memuat secara jelas ketentuan wilayah negara Republik Indonesia, baik dalam Pembukaan maupun dalam pasal-pasalnya. Adapun pasal-pasal yang menyebut wilayah/daerah, yaitu: 1. Pada pembukaan UUD’45, alinea IV di sebutkan “…seluruh tumpa darah Indonesia…”; serta 2. Pasal 18, UUD’45: “Pembagian daerah indnesia atas daerah besar dan kecil…”. Untuk dapat memahami manakah yang di maksudkan dengan wilayah atau tumpah darah Indonesia itu, maka perlu ditelusuri pemba_hasan-pembahasan yang terjadi pada sidingsidang Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI), pada Mei s.d. Juni 1945, yang ditetapkan oleh Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI), sehari setelah Proklamasi Kemerdekaan tanggal 17 Agustus 1945. Adapun pembahasan-pembahasan tersebut bersumberkan pada Rancangan UUD dan Piagam Jakarta yang dihasilkan oleh BPUPKI. Dalam rangkaian siding-sidang BPUPKI bulan Mei s.d. Juni 1945, telah dibahas masalah wilayah Negara Indonesia merdeka yang lebih populer disebut tanah air atau juga “tumpah darah” Indonesia. Dalam sidang-sidang ini yang patut dicatat adalah pendapat Dr. Supomo, S.H. dan Muh.Yamin, S.H. pada 31 Mei 1945, serta Ir.Sukarno pada 1 Juli 1945. Supomo menyatakan,antara lain: “Tentang syarat mutlak lain –lainnya, pertama tentang daerah, saya mufakat dengan pendapat yang menga-takan: pada dasarnya Indonesia yang harus meliputi batas Hindia Belanda…” (Setneg RI, tt : 25). Muh.Yamin menghendaki, antara lain: “….. bahwa Nusantara terang meliputi Sumatera, Jawa-Madura, Sunda Kecil, Borneo, Selebes, Maluku-Ambon, dan Semenanjung Malaya, Timor dan Papua…..Daerah

daerah (=Wilayah) tidak perlu masuk dalam UUD (Setneg RI. laut bukan lagi sebagai alat pemisah wilayah.ccxvi kedaulatan negara Republik Indonesia ialah daerah yang delapan yang menjadi wilayah pusaka bangsa Indonesia” (Setneg RI. tetapi juga untuk menegaskan hak bangsa dan negara dalam pergaulan internasional. lautan. Adapun yang disepakati sebagai wilayah negara Indonesia adalah bekas wilayah Hindia Belanda. Dalam menentukan batas wilayah negara. Sukarno__bahwa dalam UUD yang modern. Tidak dapat di pisahkan rakyat dari bumi yang ada di bawah kakinya. serta melindungi unsur wilayah dan kepentingan nasional. Dari dasar inilah. Wujud geomorfologi Indonesia berdasarkan pancasila—dalam arti persatuan dan kesatuan—menuntut suatu konsep kewilayahan yang memandang daratan/pulau. Untuk menjamin pelestarian kedaulatan. tt : 49). Pasal II—“Segala badan Negara dan peraturan yang ada masih langsung berlaku. jikalau ia melihat dunia. Allah SWT membuat peta dunia. tanah air. dalam rancangan UUD atau pun dalam keputusan PPKI tentang UUD 1945 ketentuan tentang wilayah negara Indonesia itu tidak dicantumkan. Namun. dibutuhkan ketegasan tentang batas wilayah. selama belum diadakan yang baru menurut Undang-Undang Dasar ini”—yang memberlakukan undang-undang sebelumnya. Sokarno dalam pidaonya. Tanah-air itu adalah satu kesatuan. Ketegasan batas wilayah tidak saja untuk mempertahankan wilayah. Berdasarkan penjelasan dari Ketua PPKI tersebut. meyusun peta dunia. tt: 347). Hal ini di jelaskan oleh ketua PPKI__Ir. jelaslah bahwa wilayah. serta udara angkasa di atasnya sebagai satu kesatuan wilayah. Pemerintah Hindia Belanda telah mengeluarkan peraturan perundang-undangan wilayah dan termuat dalam Ordonantie tahun 1939 yang . ia dapat menunjukakan bahwa kepulauan Indonesia merupakan satu kesatuan…”(Setneg RI. antara lain: “…Orang dan tempat tidak dapat dipisihkan. Seorang anak kecil pun. atau tumpah darah Indonesia meliputi batas bekas Wilayah Hindia Belanda. Pemerintah RI meng-acu pada Aturan Peralihan UUD’45. kita dapat menunjukkan di mana “kesatuan-kesatuan” di situ. … Tempat itu yaitu tanah-air. tt: 66).

tetapi didasarkan pada system penarikan garis lurus (straight base line) yang diukur dari garis yang menghubungkan titik-titik ujung yang terluar dari pada pulau-pulau atau bagian pulau yang termasuk ke dalam wilayah negara Republik Indonesia (= point to point theory). yaitu keutuhan wilayah negara di lautan. Cara penarikan batas laut wilayah tidak lagi didasarkan pada garis pasang surut (low water line). dalam kantongkantong laut nasional tidak berlaku hukum nasional. 442 tahun 1939. Berdasarkan ketentuan ordonansi ini. 422 tahun 1939. Juanda pada periode itu sebagai Perdana Menteri Republik Indonesia – yang pada hakikatnya melakukan perubahan terhadap ketentuan ordonansi pada lembaran negara (staatblad) No.ccxvii diundangkan pada 26 Agustus 1939 yang dimuat dalam Staatblad No. Dengan demikian. pada 13 Desember 1957 dikeluarkan pengumuman Pemerintah Republik Indonesia tentang wilayah perairan Negara Republik Indonesia yang dikenal sebagai “Deklarasi Juanda” – Ir. Jarak antara satu pulau dengan pulau lain yang menjadi bagian wilayah negara Republik Indonesia “dipisahkan” oleh adanya kantong-kantong laut yang berstatus sebagai laut bebas yang berada di luar yuridiksi nasional. Penentuan lebar laut wilayah dari 3 mil laut menjadi 12 mil laut. di sisi luar atau sisi laut (outer limits) dari tiap-tiap laut territorial dijumpai laut bebas. yang dikenal pula mengikuti contour pulau/darat. Berdasarkan hal itulah. . 2. Isi pengumuman tersebut sebagai berikut: 1. Sementara itu. penentuan lebar laut wilayah sepanjang 3 mil laut dengan cara penarikan garis pangkal berdasarkan garis pasang surut. Di dalam deklarasi ini terkandung kepentingan dan tujuan bangsa Indonesia. tentang “Territoriale Zee en Maritiem Kringen Ordonantie”. Deklarasi Juanda pada hakikatnya adalah menerapkan asas archipelago atau Nusantara. Ketentuan demikian itu mempunyai konsekuensi bahwa secara hipotetis setiap pulau yang merupakan bagian wilayah negara Republik Indonesia mempunyai laut territorial sendiri-sendiri.

2005). pengertian. Negara maritim besar—terutama negara adidaya—dalam rangka mencapai tujuan strategi global. Negara-negara maritim yang memiliki armada angkutan niaga besar. Peraturan Pemerintah No. 4 PRP tahun 1960 tentang perairan Indonesia. serta bentuk dan luas kedaulatan wilayah Nusantara sejak “Deklarasi Juanda 1957”. 2002: 26): 1.ccxviii Selanjutnya. Peraturan ini menentukan aturan-aturan. Tantangan Bangsa Indonesia Akibat Deklarasi Juanda Dengan adanya Deklarasi Juanda. Negara-negara yang berkepentingan terhadap usaha perikanan laut. 2. serta perairan pedalaman Indonesia. dan makna lalu lintas damai kendaraan asing. . Makna dan pengertian perairan Indonesia. diberikan penjelasan dan kejelasan sebagai berikut: a. secara yuridis formal negara Indonesia menjadi utuh tidak terpecah lagi. 2. yakni mema-hami makna negara kepulauan dan makna “benua maritime” (Zen. tetapi atas dasar base line. Selain itu. menghilangkan paham bahwa batas wilayah tidak lagi berdasarkan garis pantai atau contour/coastline base. 3. Undang-Undang No. deklarasi ini diakomodasikan dalam rangkaian peraturan perundangundangan sebagai berikut: 1. Alasan atau argumentasi perlunya meninjau kembali peraturan tentang penentuan batas laut wilayah. Hal ini menimbulkan reaksi beberapa negara yang beragam dan dapat dikatagorikan menjadi 4 macam reaksi sebagai berikut (Kusumaatmaja. b. serta 4. Negara-negara ASEAN termasuk Australia dan kini Timor Leste. Dalam UU ini. antara lain tentang lalu lintas laut damai kendaraan air asing di perairan pedalaman. 8 tahun 1960 tentang lalu-lintas laut damai perairan Indonesia. laut wilayah Indonesia. Tidak kalah penting adalah tantangan ke dalam.

serta media untuk bermacam-macam alat angkut. 2. falsafah hukum laut yang berbuntut pada perebutan wilayah laut yakni: 1. GEOPOLITIK DAN HUKUM KEWILAYAHAN Hukum Laut dan Perkembangannya Perkembangan Sejarah hukum laut tidak lepas dari kemajuan teknologi maritime— perkapalan dan kepelabuhanan – Belanda dan Inggris. bebas. karena itu dapat diambil dan dimiliki setiap negara. merdeka dan bergerak. 1995). hukum laut banyak ditentukan oleh polemik bangsa Belanda dan Inggris. 4. 2. Res Nullius: Laut tidak ada yang memiliki. . 3. 1. karena itu laut menjadi bebas. Laut tidak dapat di kuasai suatu negara dengan jalan “okupasi” (menduduk). Oleh Karena itu. teknologi maritime Belanda dan Inggris melampaui Spanyol dan Portugal. Oleh karena itu. sebelum membahas polemik yang menghasilkan rezim hukum laut. Bagian akhir zaman pencerahan (renaissance). tidak dapat dikuasai secara mutlak (tidak dapat dikaveling. Dari hakikat tersebut timbul. Res Communis: Laut milik masyarakat dunia. serta tidak dapat dipakai sembunyi. sulit diberi tanda). Hugo Grotius. serta orientasi komoditi perdagangan dunia (Simbolon. terutama yang bervolume besar. ada baiknya dibahas terlebih dahulu hakikat laut. Setelah Perang Salib sampai dengan bagian akhir zaman pencerahan (renaissance). Hakikat laut adalah: 1. karena itu tidak dapat diambil/dimiliki oleh setiap negara. para ahli hukum dari kedua negara tersebut saling berpolemik mengeluarkan argumentasi tentang hak atas laut.ccxix C. seorang ahli hukum internasional Belanda memberikan teori “Mare Liberum” (laut bebas). Namun. laut praktis hanya menjadi milik Spanyol dan Portugal sehingga ada semacam pembagian wilayah yuridiksi dari kedua Negara tersebut. Belanda dan Inggris merasa bahwa mereka tidak harus tunduk pada negara yang lebih “primitif”. datar dan tebuka. serta relatif tetap dan tidak mudah dirusak.

Dengan demikian.ccxx 2. laut wilayah dan laut pedalaman dikenalkan sebagai laut Nusantara. Akibat konvensi hukum laut. “Mare Clausum” (hak kuasa laut). sebagai jawaban atas teori Grotius. yang merupakan tindak lanjut dari United Nations Convention on the of the sea—di kenal UNCLOS 1982—berdasarkan persetujuan 118 negara di Montego Bay. seorang ahli hukum Inggris yang pada tahun 1635 menulis tentang hukum laut dengan judul. Cornelis Bijenkershoek (seorang Belanda) berpandapat bahwa laut wilayah adalah 3 mil laut dari pantai pada saat pasang surut. yaitu dengan adanya pengesahan melalui Sidang Umum PBB. Selanjutnya .Ketentuan ini berlaku hingga tahun 1994. tahun 1982. John Selden. Selden menginginkan adanya hak lintas damai bagi kapal-kapal dengan alasan untuk membeli suplai segar dari negara pantai. . Perairan Pedalaman (Internal Waters): wilayah laut sebelah dalam dari daratan/sebelah dalam dari GP. Laut Teritorial/Laut Wilayah (Territorial Sea): wilayah laut yang lebarnya tidak melebihi 12 mil dari garis pangkal/garis dasar (base line). Argumentasi ini didasari bahwa jangkauan meriam kurang lebih 3 mil. 2. dibahas beberapa masalah yang menyangkut hukum laut: 1. Untuk itu. laut antar pulau menjadi Perairan pedalaman (internal water) Selanjutnya. setiap negara dapat menguasai laut. Garis dasar adalah garis yang menghubungkan titik-titik terluar pulau terluar. Jamaica. Pemerintah Negara Kesatuan Republik Indonesia melalui Dekla-rasi tanggal 13 Desember 1957 mengajukan NKRI perlu laut wilaya (territory water) selebar 12 mil laut dari Garis Pangkal/Garis Dasar (base line) atas dasar “point to point theory”. Negara pantai mempunyai kedaulatan penuh. timbul bermacam tipe perairan. Menurutnya. Grotius memuat argument bahwa. Sebagai koreksi atas tulisan tersebut di atas. hal ini tidak terlepas karena perhatian orang yang besar pada laut. Ini berarti laut hanya milik negara pantai. laut wilayah dapat dimiliki sepanjang dapat dikuasai dari darat.

Alur Laut Kepulauan: a. 6. Laut Lepas (High Seas): dikenal pula sebagai laut bebas/laut Inter-nasional : Wilayah laut > 200 mil dari Garis Pangkal. serta Lintas transit: bernavigasi melintasi pada selat ynag di gunakan untuk pelayaran internasional antara laut lepas/ZEE yang lain. laut terbuka untuk semua negara. 4. Jarak 200 mil GP atau maksimal 350 mil. 2.antara lain: 1. Zona Tambahan (Contigous Zone): wilayah laut yang lebarnya ti-dak boleh melebihi 12 mil dari Laut Teritorial. baik berpantai maupun tidak berpantai.kapal dan pesawat terbang tidak boleh melintas lebih dari 25 mil kiri/kanan dan garis sumbuh.500 m. Dengan adanya ketentuan di atas. serta . Landas Kontinen (Continental Shelf): wilayah laut Negara Pantai meliputi dasar laut dan tanah di bawahnya. atau tidak melebihi 100 mil dari kedalaman 2. Lintas: berlayar/bernavigasi melalui laut territorial. serta sanitasi dalam wilayah laut territorial. 4. ketertiban. Negara lain menuntut beberapa hak—yang sebenarnya adalah jaminan—dari Negara ke pulauan. 5. Negara yang bersangkutan mempunyai hak berdaulat untuk kepentingan eksplorasi dan eksploi-tasi. Lintas damai: bernavigasi melalui laut teritorial suatu negara sepanjng tidak merugikan kedamaian. terletak di luar laut teritorial sepanjang merupakan kelanjutan alamiah wilayah. 5.atau keamanan negara yang bersangkutan. termasuk masuk dan keluar perairan pedalaman untuk singgah di salah satu pelabuhan. semua bagian laut yang tak termaksud laut territorial baik perairan pedalam maupun ZEE.ccxxi 3. b. alur yang di tentukan dengan merangkai garis sumbuh pada peta. konservasi. Laut Lepas: a. dan pengelolaan sumber kekayaan hayati perairan. 3. merupakan wilayah Negara Pantai untuk melakukan pengawasan pabean. b. Zona Ekonomi Eksklusif (Exclusive Economic Zone): wilayah laut yang tidak melebihi 200 mil dari GP. fiskal. imi-grasi. alur laut ditentukan oleh Negara Kepulauan untuk alur laut dan jalur penerbangan di atasnya yang cocok di gunakan untuk lintas kapal dan jalur pesawat terbang asing.

Perubahan peta bumi terjadi setelah perang dunia ke II karena telah lahir banyak Negara nasional baru yang memiliki laut. Teori Negara berdaulat di Udara (Ari Sovereignty Theory ): behwa Negara kolong berdaulat penuh tanpa batas ke atas. Dengan demikian. . Ruang Udara berada di atas suatu wilayah negara dan dikategorikan sebagai Ruang Udara Nasional atau wilayah kedaulatan negara kolong. Bertambahnya jumlah penduduk harus diimbangi dengan kenaikan produksi. yaitu Ruang Udara dan Ruang Antariksa. Hal ini juga menimbulkan perbedaan persepsi: kedaulatan negara kolong berdaulat penuh tetapi dibatasi oleh hak lintas damai?. 3. laut untuk menjamin integrasi. Kemajuan teknologi berdampak pada meningkatnya kemampuan manusia dalam memanfatakan laut. Beberapa Perhatian Manusia Terhadap Laut 1. karena itu timbul perbedaan persepsi. untuk laut lepas semua negara berhak berlayar. pemanfaatannya diken-dalikan secara internasional dan tidak boleh di jadikan subjek negara kolong. sarana perhu-bungan dan tersportasi. Beberapa teori yang menjadi polemic para hukum di antaranya: 1. Adapun Ruang Antariksa. 2. yang pemanfaatannya dikendalikan oleh negara tersebut. Bagi bangsa Indonesia. perlu di perhatikan: a. Teori Udara Bebas (Air Freedom Theory): bahwa Ruang Udara Be-bas dapat digunakan siapa saja. terbang riset ilmiah dan menangkap ikan. 4. Perlu pengaturan bersama pemanfatan laut dan lingkungan untuk bangsa-bangsa. pembebasan udara tanpa batas atau kebebasan udara terbatas?. Laut untuk kelangsungan hidup bangsa dan kesejahteraan rakyat. 2. Hukum Dirgantara dan Perkembangannya Ruang digantara dapat di bagi menjadi dua bagian. b. selain itu ditinjau dari segi militer merupakan wahana pertahanan. serta menjadi salah satu penghidupan. khususnya dari sumber kekayaan laut.ccxxii c.

tetapi ada daerah yang lowong dan dapat menimbulkan masalah. 5. batas ruang udara dan ruang antariksa di tetapkan 100/110 km. 30 km atau s.apalagi di bawah khatulistiwa yang memiliki jalur GSO. antara lain: . Masalah Ketinggian. disepakati ditarik garis dari “pusat bumi” sampai batas ruang angkasa/antariksa yang membentuk kerucut terbalik. Sampai kini masih belum ada kesepakatan (tahun 1910 pernah di tentukan batas ketinggian kurang lebih 500 km). Cara menentukan wilayah udara ada perbedaan. Paling sedikit tujuan yang ingin di capai Indonesia ialah Ruang Udara Indonesia sebagai wilayah udarah (air soverignty) nasional dan ruang antariksa Indonesia sebagai wilayah kepentingan (air juridiction) ZEE atau landas kontinen. Low Earth Orbit (LEO). Oleh karena itu. Namun dalam perjanjian ini juga berlaku pemafaatan ruang antariksa berdasarkan “first come. bahwa batas ketinggian s. Indonesia juga menuntut perlakuan yang sama terhadap ukum udara. GSO untuk meletakkan satelit komunikasi agar satelit tersebut berada pada posisi tetap di ruang angkasa terhadap bumi. Batas Wilayah Udara. luas daerah udara lebih luas dari pada luas daratan dan lautan. luas daratan dan lautan = luas udara.ccxxiii 3. Sementara itu. Penggunaan damai bagi antariksa.d. Antariksa dan badan-badannya dianggap menjadi wilayah internasional. Dalamhal ini. Medium Earth Orbit (MEO). balon dan pesawat terbang dapat mengapung dan diterbangkan. Indonesia memiliki ruang digantara yang luas. Kemudian.first serve” yang merugikan negara sedang berkembang. Ketinggian GSO km di atas permukaan bumi. 4. Seperti halnya dengan hukum laut. menurut Teori Udara Schacter. GSO mempunyai tiga keunikan. yang meliputi manfaatan wilayah Geostationary Satellite Orbit (GSO). Teori penguasaan Cooper menyatakan bahwa batas ketinggian ditentukan kemampuan teknologi setiap Negara. Perjanjian Ruang Antariksa (Space Treaty): 6.d. Geostationery Satellite Orbit (GSO) Geostationery Satellite Orbit adalah suatu orbit yang berbentuk cincin terletak pada enam radian bumi di atas garis khatulistiwa. yaitu apabila ditarik garis tegak lurus dari permukaan bumi ke atas. Indonesia menuntut berlakunya kedaulatan negara kolong terhadap Ruang Digantara. Sementara itu.

0.110 km. Luas Wilayah: Bertambah 5. 56 menit. 5/1983 tentang Zone Ekonomi Eksklusif (Pembenahan Kekayaan Alam dan Potensi Alam). 1/1973 tentang Landasan Kontinen.422/1939) Ukuran: 3 mil dari garis pantai pada saat pasang surut (low water) Luar Wilayah: 2. Konstitusi RIS.5% keliling GSO.5 juta km2. UUDS 1950. UU No. menjadi 6. Ukuran: 12 mil dari garis pangkal (point to point theory) Luas Wilayah: bertambah 4. Dasar: Pengumuman Pemerintahan RI tanggal 13 Desember 1957 PEPERPU No. GSO hanya pada padang khatulistiwa. Ukuran terbatas. 442?1939. tetap berlaku Ordonansi No. 3. Wilayah Nasional Negara Kesatuan Republik Indonesia 1.997 km atau 12. Masa Penjajahan (Belanda dan Jepang).422/1939 (territoralle Zee en Maritiem Krigen Ordonantie No. 13 Desember 1957.8 juta km2. 4/1960 tentang Pemerintahan Indonesia. 2. menjadi 9. 2 juta km2 Setelah Proklamasi s. 4 detik). 3. Dasar: Ordonansi Laut Teritorial dan Lingkungan Maritim No. Dasar: Pengumuman Pemerintah tentang Zone Ekonomi Eksklusif UU No. serta 24 Satelit pada orbit ini akan mengelilingi bumi dari barat ke timurdengan masa orbit jam (23 jam. ruas GSO ada di negara khatulistiwa. Deklarasi Pemerintahan RI tanggal 13 Desember 1957 ( Deklarasi Juanda). 3. GSO menjadi sumberdaya alam terbatas.d. GSO Indonesia 9. Panjang garis khatulistiwa Indonesia 6.9 juta km2.ccxxiv 1. Dasar: Deklarasi Pemerintahan RI tanggal 17 Februari 1969. Dasar: Ketentuan Peralihan UUD 1945.2 juta km2 . yaitu tebal 30 km lebar 150 km. Deklarasi Pemerintahan RI tanggal 17 Februari 1969 (Landasan Kontinen).7 km2 Pengumuman Pemerintah tahun 1980 (Zone Ekonomi Eksklusif). Luas Wilayah: Bertambah 2.

Pembagian Daerah Wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia dibagi atas daerah-daerah provinsi. Pemerintah provinsi yang berbatasan dengan laut memiliki kewenangan laut sejauh 12 mil laut diukur dari garis pantai kea rah laut lepas dan ke arah perairan kepulauan (pasal18 ayat [4] UU No.ccxxv D. 2. serta telah diratifikasi dengan UU No. otonomi daerah di Indonesia secara luas tidak/belum pernah terlaksana. Dekonsentrasi: diselenggarakan karena tidak semua tugas-tugas teknis pelayanan kepada rakyat dapat diselenggarakan dengan baik oleh Pemerintah Daerah (kabupaten/kota). tetapi tujuan utamanya adalah pelayanan kepada rakyat/publik. Otonomi daerah bertujuan memudahkan pelayanan kepada rakyat/publik.serta daerah provinsi itu dibagi atas kabupaten dan kota yang masing-masing mempunyai pemerintah daerah (pasal 2 UU No. output-nya hendaknya berupa pemenuhan bahan kebutuhan pokok rakyat—public goods—dan peraturan daerah public regulation—agar rakyat tertib dan adanya kepastian hukum. Dekonsentrasi terdiri atas fungsional (kanwil/kandep) dan integrasi (kepala wilayah). Jepang. Desentralisasi pelayanan rakyat/public. Adapun filsafat yang dianut adalah: Pemerintah Daerah ada karena ada rakyat yang harus dilayani. diperlukan asa dalam mengelola daerah. 6/1996 tentang perairan Indonesia. Oleh karena itu. dan setelah kemerdekaan otonomi masih dalam bentuk dekonsentrasi. wilayah negara dibagi atas daerah besar dan daerah kecil. Kebijakan desentralisasi mempunyai tujuan politis dan tujuan administrasi. Oleh karena itu. 32/2004). 32/2004). Asas ini bertentangan dengan Deklarasi Pemerintaan RI yang telah dilakukan melalui UNCLOS. Pada kenyataanya. yang meliputi: 1. Sejak masa masa penjajahan Belanda. Desentralisasi merupakan powersharing (otonomi formal dan otonomi material). . Untuk keperluan tersebut. GEOPOLITIK DAN OTONOMI DAERAH Latar Belakang Sentralisasi pelayanan dan pembinaan kepada rakyat tidak mungkin dilakukan dari pusat saja.

baik yang berupa konflik fisik maupun konflik nonfisik (keinginan memisahkan diri dengan membentuk provinsi baru). Kalimantan Barat. b. e. Riau Kepulauan. Pulau Lombok. f. Banten.32/2004 tentang Pemerintaan Daerah) 1. keresidenan. Oleh karena itu. 1996:100). Selanjutnya. Kewenangan Pemerintah (Pasal 10 Ayat [3]): a. a. c. kabupaten/kota. Pembagian Kewenangan (UU No. kewedaan. pemanfaatan. politik luar negeri. ada yang patut diwaspadai bahwa semangat otonomi seharusnya tidak menjurus pada semangat pembentukan daerah berdasarkan etnik atau subkultur. d. pertahanan. penanggulangan masalah sosial llintas kabupaten/kota Kewenangan Wajib Pemerintah Daerah Provinsi (Pasal 13) . f. Sulawesi Barat. penyediaan sarana dan prasarana umum. wilayah Indonesia terbagi berdasarkan subkultur dengan dibentuknya daerah keresidenan. Globalisasi yang menyebabkan adanya Global Parados (Naisbit. b. Sulawesi Tengah. dan agama. moneter dan fiskal nasional. g. perlu adanya perhatian khusus pada wilayah yang dilalui Alur Laut Kepulauan Riau. Perencanaan. 1987: 55) jangan sampai menyemangati pemekaran wilayah atas dasar pendekatan kebudayaan sehingga menimbulkan benturan budaya yang berakibat pecahnya negara nasional (Huntington. wilayah-wilayah tersebut terbagi habis menjadi provinsi. dan kecamatan. dan pengawasan tata ruang.ccxxvi Sehubungan dengan ini. serta Maluku dan Maluku Utara—yang bebrapa saat lalu hingga kini tetap bergejolak. keamanan. 2. penyelenggaraan pendidikan dan alokasi sumber daya manusia potensial. Perencanaan dan pengendalian pembangunan. Penyelenggaraan ketertiban umum dan ketentraman masyarakat. d. penanganan bidang kesehatan. yustisi. c. Bangka-Belitung. e. Pada masa penjajahan Belanda.

m. Kewenangan Pemerintah Daerah Kabupaten dan Kota (pada dasarnya sama. k. g. h. pelayanan pertanahan termasuk lintas kabupaten/kota pelayanan kependudukan dan pencatatan sipil. usaha kecil. c. penanganan bidang kesehatan. pelayanan administrasi penanaman modal termasuk lintas kabupaten/kota penyelenggaraan pelayanan dasar lainnya yang belum dapat dilaksanakan oleh kabupaten/kota. Pasal 14): a. pelayanan bidang ketenagakerjaan. dan urusan wajib lainnya yang diamanatkan oleh peraturan perundang-undangan. pelayanan pertanahan. urusan wajib lainnya yang diamanatkan oleh peraturan perundang-undangan. e. l. penanggulangan masalah sosial. pemanfaatan. pelayanan administrasi umum pemerintahan. n. penyelenggaraan pelayanan dasar lainnya. pelayanan kependudukan dan pencatatan sipil. termasuk lintas kabupaten/kota. pelayanan administrasi penanaman modal. b. penyediaan sarana dan prasarana umum. usaha kecil. j. o. 3. .ccxxvii h. j. dan pengawasan tata ruang. n. o. i. k. l. penyelenggaraan ketertiban umum dan ketentraman masayarakat. p. pengendalian lingkungan hidup. pengendalian lingkungan hidup. i. dan menengah. m. perencanaan dan pengendalian pembangunan. penyelenggaraan pendidikan. perencanaan. dan menengah. pelayanan bidang ketenagakerjaan lintas kabupaten/kota fsilitasi pengembangan koperasi. pelayanan administrasi umum pemerintahan. p. d. fsilitasi pengembangan koperasi. tetapi dalam skala kabupaten/kota. f.

terdiri atas: a.retribusi daerah. eksplorasi. dan pengelolaan laut. antara lain: 1. eksploitasi. dana alokasi khusus. 4. penegakan hukum terhadap peraturan yang dikeluarkan oleh daerah atau yang dilimpahkan kewenangannya oleh Pemerintah.dana alokasi umum. e. dana bagi hasil dari pajak dan sumber daya alam. d. pengaturan administrasi. dan d. Dari ketentuan tersebut. Dana Perimbangan Daerah. b. 3. dikeluarkan beberapa istilah tentang dana untuk keperluan pembinaan wilayah. hasil pengelolaan kekayaan daerah. 2.ccxxviii 4. Pendapatan Asli Daerah : a. b. c. pajak daerah. Lain-lain penerimaan yang sah termasuk Dana Darurat. dan ikur serta dalam pertahanan kedaulatan negara. b. konservasi. Adapun batas wilayahnya adalah paling jauh 12 mil laut diukur dari garis pantai ke arah laut lepas dan 1/3-nya menjadi kewenangan daerah kabupaten/kota. berasal dari pinjaman APBN. Sumber Penerimaan Pelaksanaan Desentralisasi Membagi adil dan merata hasil potensi masyarakat.lain-lain Pendapatan Asli Daerah yang sah. c. diperlukan aturan yang baku. f. pengaturan tata ruang. dan c. Pinjaman daerah: daerah dapat meminjam dari dalam negeri dan luar negeri (melalui Pemerintah Pusat) dengan persetujuan DPR. ikut serta pemeliharaan keamanan. U . Kewenangan Pemerintah Daerah untuk mengelola sumber daya alam dan sumber daya lainnya di wilayah laut (Pasal 18): a. Agar adil dan merata.

baik provinsi maupun kabupaten dan kota. RTRW Kabupaten dan Kota masih di bawah 50% yang telah menjadi Perda (dikukuhkan). Dari 91 pulau yang menjadi titik batas (point) ada 12 pulau yang rawan diserobot oleh negara lain. baik melalui okupasi diam-diam (silent occupation) maupun melalul penetrasi budaya dan ekonomi.ccxxix Daerah Frontier Banyak pimpinan daerah politisi dan pejabat daerah yang tidak menyadari dan mendalami makna filosofi otonomi daerah sehingga ada wilayah yang terpencil. Pembinaan wilayah frontier laut hendaknya mendapat prioritas. Daerah frontier terbentuk karena sifat manusia yang saling bergantung. Dengan diundangkannya UU No. 22/1999 tentang Pemerintahan Daerah. 32/2004. Dorongan politik. Pada saat mengacu UU No. ternyata perlu mengubah K . mengingat banyak pulaupulau sepanjang perbatasan yang rawan untuk dikuasai negara tetangga. perlu ditinjau kembali rencana tata ruang wilayah (RTRW). tetapi apabila hinterlatid ini berada di tapal batas . berupa kesamaan subkultur (suku) dan kemudahan mendapatkan fasilitas perlindungan masa depan (sekolah. kesehatan/social security. berupa kemudahan masyarakat untuk dapat memenuhi kebutuhan hidup. Rencana Tata Ruang Wilayah Berkaitan dengan diundangkannya UU No. bahkan terisolasi pada era globalisasi. daerah ini merupakan daerah "frontier". dan lain-lain). 2004: 151) terjadi antara lain: 1. RTRW Provinsi sudah sesuai. Mereka sering mengabaikan daerah "hinterland' (pedalaman). serta 3. Dorongan sosial budaya. antara lain adanya kepastian hukum dan tidak menutup kemungkinan adanya tuntutan referendum. Kehidupan masyarakat Indonesia dengan masyarakat negara jiran menjadi saling mempengaruhi. terjadi pergeseran batas negara secara imajiner. Namun. perlu berdirinya jawatan pencatatan pulau/pantai yang dikenal sebagal Marine Cadastre. 32/2004. Untuk itu. Daerah frontier (Sunardi. Akibatnya. Dorongan ekonomi. yang dikukuhkan melalui perjanjian internasional dengan negara jiran.batas resmi. 2. baik dengan manusia maupun dengan alam sehingga terjadi simbiosis. dan telah menjadi Perda.

menyebabkan meningkatnya kerusakan lingkungan tidak saja di darat. berdaya guna dan berhasil guna. Pulau-pulau tempat teronggoknya limbah B-3 temyata belum terencana peruntukannya oleh Pemerintah. Kasus yang sekarang masih terkatung-katung hingga kini adalah masih adanya limbah B-3 dari Singapura yang dionggokkan di pulau-pulau Provinsi Kepulauan Riau. dan perlinclungan hukum. tetapi juga di daerah maritim. dan keseimbangan antara manusia dan alam. dan berkelanjutan.ccxxx RTRW. Selama ini sering RTRW lebih berorientasi pada negara kontinen sehingga upaya pembenahan pantai kurang berkaitan dengan masalah lingkungan hidup. Kerusakan lingkungan pada pulau-pulau yang tidak berpenghuni seperti halnya kasus di atas pada gilirannya akan merugikan masyarakat. 3. 4. Kurangnya pemahaman akan makna hakikat negara Nusantara. Pengubahan RTRW hendaknya mengacu pada kepentingan nasional. Sebagai contoh. semua komponen masyarakat hendaknya mengacu pada filsafat yang mendasarinya. Padahal. maka akan didapat hal-hal berikut: 1. yaitu: 1. yaitu dengan terabaikannya salah satu sektor. Kewajiban memiliki analisis dampak lingkungan (amdal) sering terabaikan karena kurang disadari oleh para pejabat di daerah. selaras. 24/1992). Masuknya limbah B-3 sebagai barang impor menandakan bahwa Indonesia masih belum—mungkin tidak—tahu akan bahaya limbah B-3 yang dimasukkan sebagai pupuk untuk pertanian. terwujudnya manusia indonesia sebagai insan lingkungan hidup yang memiliki sikap untuk melindungi dan membina lingkungan hidup. Pemanfaatan ruang bagi semua kepentingm secara terpadu. Oleh karena itu. serasi. Dengan menyadari akan filsofi ini. keserasian. 2. Keterbukaan. 2. jelaslah bahwa masyarakat dan pemerintah sering mengabaikan baku mutu lingkungan. tetapi juga provinsi lain. Tercapainya kelestarian. . reklamasi pantai utara DKI Jakarta dengan menebang hutan bakau menimbulkan banjir yang tidak saja menimpa DKI Jakarta. persamaan. baik oleh pusat maupun daerah. Tercapainya kelestarian lingkungan hidup. tidak hanya mengacu pada kepentingan daerah semata (UU No. Dari gambaran tersebut. Terjaminnya generasi masa kini clan generasi masa depan. keadilan. perlu standardisasi penataan ruang dan sudah barang tentu mengacu pada asas negara kepulauan.

politisi. serta Memberikan batas wewenang pada daerah otonom tentang batas laut berdasarkan koordinat tidak berdasarkan perkiraan. letak. banyak pulau-pulau yang hilang—dituntut kepemilikannya oleh negara jiran ataupun menjadi rusak karena alam dan manusia Indonesia—yang tidak diketahui. seperti sekarang ini yang berakibat pada konflik di kalangan masyarakat. Dapat menuntut hak (claim) atas pulau tersebut di wilayah Indonesia apabila diduduki secara diam-diam oleh negara tetangga. serta ciri flora dan fauna—sehingga akan mudah bagi Indonesia untuk mendaftarkan diri ke PBB di New York. lengkap dengan tata letak (koordinat pada peta taut) dan konfigurasinya—luas. Pendaftaran Wilayah Maritim (Marine Cadastre) Tanah Air Indonesia memiliki sebanyak 17. 2005). tetapi tidak tabu apa atau pulau mana yang hilang. serta para pemimpin nonformal—di negeri ini. Oleh karena itu. 3. Untuk itu. dokumentasi nasional tentang konfigurasi kepulauan Indonesia tidak jelas. diharapkan Indonesia mampu menginventarisasi jumlah pulau. dengan upaya proaktif.801 belum bernama (Data Mabes TNI. Ini juga disebabkan kurangnya perhatian pengambil kebijakan—negarawan. penyusunan rtrw perlu benar-benar terpadu. serta Terlindungnya nkri dari dampak kegiatan di luar wilayah nkri yang menyebabkan pencemaran dan atau perusakan lingkungan hidup. Terkendalinya pemanfaatan sumber daya secara bijaksana. Akibatnya. Jangan sampai Indonesia kehilangan pulau. . Dengan adanya Marine Cadastre. 2. Walhasil. antara lain: 1.703 pulau dan sisanya sebanyak 11. perlu berdirinya jawatan pencatatan pulau/pantai yang dikenal sebagai Marine Cadastre.ccxxxi 5.504 pulau dan yang bernama hanya 5. bahkan gelap. Adapun keuntungan yang didapat dari Marine Cadastre. 6.

Dalam menghadapi malaysia dan singapura yang menggunakan kekerasan. 4. yang diisi oleh keluarga nelayan/pelaut. Apabila menghadapi negara yang berkepentingan dengan perikanan: 1. karena itu nelayan harus belajar membaca peta laut dan menggunakan peralatan navigasi dengan lebih baik. . Dalam menghadapi australia dengan proyek australia maritimeidentification zone (amiz). tindakan Indonesia paling tidak : 1. Meningkatkan kemampuan nelayan dari nelayan pantai menjadi nelayan laut. serta Dengan adanya kunjungan presiden dan wakil presiden ke perbatasan diharapkan akan meningkatkan rasa nasionalisme rakyat indonesia. dengan ditindak lanjuti secara proaktif dalam bentuk pengawasan. laut nusantara menjadi ”high seas”. 2. perlu diwaspadai adanya ”five power defence agreement” yang masih berlaku. serta nelayan ikut memonitor para pengganggu negara yang melakukan pencurian ikan. Penambahan ALKI dapat mengakibatkan wilayah Indonesia terbuka kembali. ALKI perlu diinformasikan lebih intensif kepada masyarakat maritim Indonesia. Mewaspadai "silent occupation" dengan pemantapan pembinaan kekuatan maritim. 3. Dengan demikian. Upaya Menghadapi Geopolitik dan Geostrategi Negara Jiran Dalam menghadapi ASEAN dan Australia.ccxxxii E. 2. 2. penambahan ALKI sesuai dengan permintaan International Maritime Organization harus tetap ditolak karena pada hakikatnya akan membuat wilayah Indonesia menjadi terbuka sehingga kontraproduktif dibandingkan dengan Deklarasi Juanda. indonesia harus segera mengidentifikasikan pulau-pulau yang tersebar luas. 3. Pembangunan desa pantai. tidak seperti sekarang ini yang masih dibangun oleh petani gunung. Dalam menghadapi negara yang memiliki armada angkutan laut besar yang ingin tetap berperan dalam era globalisasi: 1. pencemaran lingkungan. hendaknya Indonesia tetap menolak penambahan ALKI. dan perusakan alat navigasi laut. Dalam menghadapi negara adidaya yang sejak semula menentang negara Nusantara.

sedangkan menurut istilah geopolitik adalah suatu studi yang mengkaji masalah-masalah geografi. serta kepentingan kawasan untuk menyelenggarakan dan membina kesejahteraan. SOAL LATIHAN Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini : 1.ccxxxiii PENUTUP Dari pembahasan tentang Geopolitik Indonesia. Jelaskan pengertian geopolitik 2. dengan merujuk kepada percaturan politik internasional. 4) Tujuan bangsa indonesia dilihat dari konsep geopolitknya adalah menjunjung tinggi kepentingan nasional. maka dapat disimpulkan sebagai berikut : 1) Menurut etimologi geopolitik berasal dari dua kata yaitu “geo” yang berarti bumi dan “politik” yang berhubungan dengan kekuasaan atau pemerintahan. kemampuan dalam keuangan. ketersediaan alat dan bahan. kedamaian dan budi luhur serta martabat manusia di seluruh dunia. sejarah dan ilmu social. 5) Otonomi daerah adalah kewenangan daerah otonom untuk mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat menurut prakarsa sendiri berdasarkan aspirasi masyarakat sesuai dengan peraturan perundang-undangan. luas. serta lingkungan geografinya yang berwujud negara kepulauan berdasarkan pancasila dan UUD 1945. 3) Geopolitik indonesia dinamakan wawasan nusantara. yang mencakup lokasi.(Pasal 1 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah) 6) Pelaksanaan otonomi daerah dipengaruhi oleh faktor-faktor yang meliputi kemampuan si pelaksana. yang secara umum didefinisikan sebagai cara pandang dan sikap bangsa indonesia tentang dirinya yang bhinneka. dan kemampuan dalam berorganisasi. serta sumber daya alam wilayah Negara tersebut. Jelaskan konsepsi-konsepsi geopolitik . 2) Geopolitik penting untuk dipelajari dan diketahui karena mengkaji makna strategis suatu wilayah geografi.

. The Borderless World. Hasyim. Serpong: Lembaga Ilmu Humaniora ITI. 1974. London: Fontana. M. 1991. Wawasan Nusantara. Samuel P. R. Simbolon. Buku I. The Clash of Civilization and the Remaking of the World Order. Jakarta: Paradigma Cipta Tatrigama . Parakitri T. Power and Strategy in the Interlined Economy. Jakarta : Balai Pustaka. M. Geopolitik dan Konsepsi Ketahanan Nasional. Kusumatmadja. Wawasan Nasional Indonesia. Jelaskan wawasan nusantara sebagai landasan geopolitik Indonesia BAHAN BACAAN Basrie. John (terjemahan). Sumardi. Mochtar. Ermaya dan Alex Dinuth (Pnyt). Collins. Jakarta: Binarupa Aksara. 1995. 2001. Prof. 1994. Akar-akar Kebangsaan Indonesia.ccxxxiv 3. Hukum Ruang Angkasa (Suatu Pengantar). Global Paradox. 2002. Principle and Practices. Indonesia and the Law of the Sea. dalam rangka nemperkokoh keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Konsep Hukum Negara Nusantara Pada Konvensi Hukum Laut III. 1996. Jakarta: Ditjen Dikti Depnas. Anna-polis. Jakarta: C S I S Huntington. Jakarta: PT Pradnya Paramita. Wawasan Nusantara. 2004. 1995. Ma : US Naval Institutem Djalal. UK: Touchstone Book Co. Juajir. Ditjen Dikti. Sunardi. DR. Depdiknas. Pembinaan Ketahanan Bangsa. Grand Strategy. ---------. Soewarso. 2001. Jakarta: PT Kuadernita Adidarma. 2002.London. Ketahanan Nasional. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Suradinata. 1981. 1996. Bandung: Alumni. Ohmae. John M. Menjadi Indonesia. Semakin Besar Ekonomi Dunia Semakin Kuat Perusahaan Kecil. Naisbitt. Gambarkan secara singkat kondisi geopolitik Indonesia 4. Kenichi. Jakarta: Ditjen Dikti.Si. Hak Cipta. 2003. Modul Acuan Proses Pembelajaran MPK Pendidikan Kewarganegaraan. Jakarta: Kompas. 1995. Kapita Selekta Pendidikan Kewarganegaraan (untuk Mahasiswa) bag I & II . Chaidir Drs.

serta sasaran pembangunan untuk mencapai kepentingan dan tujuan nasional tersebut. politis. B. ekonomis. sarana. serta tujuan nasional melalui pembangunan. baik pada masa lampau. mencerdaskan kehidupan bangsa. perdamaian abadi. Jelaskan landasan geostrategi Indonesia 4. sarana. Geostrategi Indonesia pada dasarnya adalah strategi nasional bangsa Indonesia dalam memanfaatkan wilayah negara republik Indonesia sebagai ruang hidup nasional untuk merancang arahan tentang kebijakan. Ruang Lingkup Bahan pembelajaran ini akan membahas : 1.ccxxxv BAB XII GEOSTRATEGI INDONESIA A. dan ikut serta melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan. maupun masa mendatang. Latar Belakang Geostrategi merupakan masalah penting bagi setiap bangsa. Pembukaan UUD 1945 memberikan amanat kepada para penyelenggara negara agar dalam hidup berbangsa dan negara dalam lingkup nasional diarahkan untuk mewujudkan upaya melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia. Jelaskan perkembangan geostrategi Indonesia 3. suatu bangsa itu tetap eksis dalam arti ideologis. Geostrataegi Indonesia dirumuskan dalam wujud Konsepsi "Ketahanan Nasional". Dengan demikian. Semua ini dalam rangka menentukan kebijakan. untuk memajukan kesejahteraan umum. Selain itu. dan keadilan sosial. kini. Jelaskan konsepsi dasar ketahanan nasional . sosial budaya. Jelaskan Pengertian geostrategi 2. dan hankam. dan sasaran perwujudan kepentingan. Geostrategi menjadi sangat penting karena setiap bangsa yang telah menegara membutuhkan strategi dalam memanfaatkan wilayah negara sebagai ruang hidup nasional.

4. Menggambarkan keterkaitan berbagai aspek Ketahanan Nasional. Mahasiswa diharapkan mampu memahami dan menganalisis konsep Geostiategi Indonesia yang berupa konsep Ketahanan Nasional Indonesia Melalui pembelajaran ini mahasiswa diharapkan dapat : 1. Menganalisis isu-isu aktual berdasarkan perspektif Ketahanan Nasional. Menyadari bahwa Ketahanan Nasional sangat diperlukan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. 3. serta 5. 2. Menggunakan konsep Ketahanan Nasional dalam memecahkan persoalan atau mencari solusi persoalan yang muncul dalam masyarakat. . Menjelaskan pengertian Ketahanan Nasional.ccxxxvi C. Sasaran Pembelajaran Modul Setelah proses pembelajaran.

geostrategi Indonesia bukanlah merupakan geopolitik untuk kepentingan politik dan perang. serta sarana-sarana untuk mencapai tujuan nasional. B. Pada tahun 1965-an lembaga ketahanan nasional mengembangkan konsep geostrategi Indonesia yang lebih maju dengan rumusan sebagai berikut: Bahwa geostrategi Indonesia harus berupa sebuah konsep strategi untuk mengembangkan keuletan dan daya tahan. Geostrategi Indonesia memberi arahan tentang bagaimana merancang strategi pembangunan untuk mewujudkan masa depan yang lebih baik. b. tujuan. Perkembangan Konsep Geostrategi Indonesia Pada awalnya pengembangan awal geostrategi Indonesia digagas Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (SESKOAD) Bandung tahun 1962. Isi konsep geostrategi Indonesia yang tenimus adalah pentingnya pengkajian terhadap perkembangan lingkungan strategi di kawasan Indonesia yang ditandai dengan meluasnya pengaruh Komunis. Pengertian Geostrategi Indonesia Merupakan strategi dalam memanfaatkan konstelasi geografi negara Indonesia untuk menentukan kebijakan. Oleh karena itu. dan sarana-sarana untuk mencapai tujuan nasional bangsa Indonesia. Pengertian Geostrategi Geostartegi merupakan strategi dalam memanfaatkan konstelasi geografi negara untuk menentukan kebijakan. Geostrategi Indonesia pada waktu itu dimaknai sebagai strategi untuk mengembangkan dan membangun kemampuan teritorial dan kemampuan gerilya untuk menghadapi ancaman komunis di Indocina. Geostrategi dapat pula dikatakan sebagai pemanfaatan kondisi lingkungan dalam upaya mewujudkan tujuan politik. Pengertian Geostrategi Dan Geostrategi Indonesia a. tujuan. aman. dan sejahtera.ccxxxvii URAIAN BAHAN PEMBELAJARAN A. melainkan untuk kepentingan kesejahteraan dan keamanan. juga untuk mengembangkan kekuatan nasional dalam menghadapi dan .

Terhitung mulai tahun 1974 geostrategi Indonesia ditegaskan wujudnya dalam bentuk rumusan ketahanan nasional sebagai kondisi. tapi tetap terlihat konsep geostrategi Indonesia baru sekadar membangun kemampuan nasional sebagai faktor kekuatan penangkal bahaya. maupun aspek-aspek alamiah. Gagasan ini agak lebih progresif. Hal ini untuk upaya kelestarian dan eksistensi hidup negara dan bangsa dalam mewujudkan cita-cita proklamasi dan tujuan nasional.ccxxxviii menangkal ancaman. baik yang berbasis pada aspek ideologi. baik bersifat internal maupun ekstemal. dan gangguan. justice). Sejak tahun 1972 Lembaga Ketahanan Nasional terus melakukan pengkajian tentang geostrategi Indonesia yang lebih sesuai dengan konstelasi Indonesia. 4) terwujudnya keadilan hukum dan keadilan sosial (yuridical justice and social . politik. serta 5) tersedianya kesempatan rakyat untuk mengaktualisasikan din (freedom of the people). 2) terwujudnya kesejahteraan dan kemakmuran (welfare and prosperity). Pada era itu konsepsi geostrategi Indonesia dibatasi sebagai metode untuk mengembangkan potensi ketahanan nasional dengan pendekatan keamanan dan kesejahteraan untuk menjaga identitas kelangsungan serta integritas nasional sehingga tujuan nasional dapat tercapai. Geostrategi Indonesia sebagai pelaksanaan geopolitik Indonesia memiliki dua sifat pokok sebagai benkut. b. metode. Pengembangan konsep geostrategi Indonesia bahkan juga dikembangkan oleh negara-negara yang lain dengan bertujuan : a. 3) terselenggaranya pertahanan dan keamanan (defense and prosperity). tantangan. Menunjang tugas pokok pemerintahan Indonesia dalam: 1 ) menegakkan hukum dan ketertiban (law and order). dan doktrin dalam pembangunan nasional. Menyusun dan mengembangkan potensi kekuatan nasional. sosial budaya. dan hankam. hambatan.

gangguan. kelangsungan hidup bangsa dan negara.Ketahanan Nasional adalah merupakan kondisi dinamis suatu bangsa berisi keuletan dan. Ketahanan Nasional Sebagai Perwujudan Geostrategi Indonesia a. serta eksistensi bangsa dan negara Indonesia. dan tantangan.Tannas adalah keuletan dan daya tahan nasional dalam menghadapi segala kekuatan. baik yang datang dari dalam maupun dari luar yang langsung ataupun tidak langsung.Tannas adalah pertahanan wilayah oleh seluruh rakyat. geostrategi Indonesia ditujukan menangkal segala bentuk ancaman. yaitu pengembangan potensi kekuatan bangsa dalam ideologi. SKEP/1382/XG/1974. Tannas adalah keuletan dan daya tahan nasional dalam menghadapi segala ancaman. gangguan. . b.Tannas adalah kondisi dinamis yang merupakan integrasi dari kondisi tiap aspek kehidupan bangsa dan negara. 5) Gagasan Tannas menurut GBHN 1978-1997. ketangguhan yang mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional di dalam menghadapi dan mengatasi segala ancaman. dan tantangan terhadap identitas. Bersifat developmental/pengembangan. Perkembangan Konsep Pengertian Tannas 1) Gagasan Tannas oleh Seskoad tahun 1960-an. 2) Gagasan Tannas oleh Lemhanas tahun 1963-an. Bersifat daya tangkal. dan hankarn sehingga tercapai kesejahteraan rakyat. identitas. baik yang datang dari luar maupun dari dalam yang langsung ataupun tidak langsung membahayakan kelangsungan negara dan bangsa Indonesia. politik. serta perjuangan nasional. 3) Gagasan Tannas oleh Lemhanas tahun 1969-an. membahayakan integritas. ekonomi. hambatan. integritas. Dalam kedudukannya sebagai konsepsi penangkalan. baik yang datang dari luar maupun dan dalam yang langsung ataupun tidak langsung membahayakan kelangsungan negara dan bangsa Indonesia. C.ccxxxix a. sosial budaya. 4) Gagasan Tannas berdasar SK Menhankam/Pangab No.

Sifat-Sifat Ketahanan Nasional. 4) berubah menurut waktu. dilaksanakan dengan mengelola dan menyelenggarakan kesejahteraan dan keamanan terhadap sistem kehidupan nasional. Ketahanan nasional ini bergantung pada kemampuan bangsa dan seluruh warga negara dalam membina aspek alamiah serta aspek sosial sebagai landasan penyelenggaraan kehidupan nasional di segala bidang. c. serta 7) tidak bergantudg pada pihak lain. 2) mawas ke dalam. Untuk mewujudkan ketahanan nasional. . 5) tidak membenarkan sikap adu kekuasaan dan adu kekuatan. serta memiliki hubungan erat antargatra di dalamnya secara komprehensif integral. Hakikat Ketahanan Nasional Pada hakikatnya Ketahanan Nasional adalah kemampuan dan ketangguhan suatu bangsa untuk dapat menjamin kelangsungan hidupnya menuju kejayaan bangsa dan negara. Sebagai konsepsi pengaturan dan penyelenggaraan kehidupan berbangsa dan bernegara. Sifat-sifat ketahanan nasional adalah sebagai benkut : 1) manunggal. yang dapat memengaruhi kondisi keseluruhan. 3) kewibawaan. Kelemahan salah satu bidang akan mengakibatkan kelemahan bidang yang lain.ccxl b. metode pendekatan dan pengkajian ketahanan nasional terdiri atas pendekatan keamanan dan pendekatan kesejahteraaan. Ketahanan Nasional mengandung makna keutuhan semua potensi yang terdapat dalam wilayah nasional. baik fisik maupun sosial. 6) percaya pada din sendiri.

(2) Gatra Politik. ia menganggap pentingnya perjuangan untuk mendapatkan power position dalam satu kawasan. (4) Gatra Sosial Budaya. Bila model Lemhanas berevolusi dan observasi empiris perjalanan perjuangan bangsa. Dalam analisisnya. maka terdapat advokasi untuk memperoleh power position sehingga muncul strategi ke arah balanced power. maka model ini diturunkan secara analitis. dan (5) Gatra Pertahanan Keamanan. yang dikembangkan oleh Lemhanas ini menyiinpulkan adanya 8 unsur . serta (3) Gatra keadaan dan kemampuan penduduk. (2) Gatra keadaan dan kekayaan alam. (3) Gatra-Ekonomi. 2) Model Morgenthau Model ini bersifat deskriptif kualitatif dengan jumlah gatra yang cukup banyak. Morgenthau menekankan pentingnya kekuatan nasional dibina dalam kaitairnya dengan negara-negara lain. b) Aspek Pancagatra Kehidupan Sosial: (1) Gatraldeologi. menggunakan kemampuannya. Artinya. Konsepsi Dasar Ketahanan Nasonal 1) Model Astagatra Model ini merupakan perangkat hubungan bidang-bidang kehidupan manusia dan budaya yang berlangsung di atas bumi ini dengan memanfaatkan segala kekayaan alam yang dapat dicapai dengan Model aspek kehidupan nasional yaitu: a) Aspek Trigatra Kehidupan Alamiah: (1) Gatra letak dan kedudukan geografi. Sebagai konsekuensinya.ccxli d.

termasuk di dalamnya persepsi atau sistem penangkalan dan negara lainnya. Menurut Cline suatu negara akan muncul sebagai kekuatan besar apabila ia memiliki potensi geografi besar atau negara secara fisik yang wilayahnya besar dan memiliki sumber daya manusia yang besar pula. Baginya hubungan antemegara pada hakikatnya amat dipengaruhi oleh persepsi suatu negara terhadap negara lainnya. e. dapat dicapai peningkatan dan pengembangan kemampuan nasional. . Dengan memanfaatkan dan menggunakan secara memadai segala komponen strategi tersebut. tetapi jumlah penduduknya kecil juga tidak akan menjadi negara besar walaupun berteknologi maju. Komponeri Strategi Astagatra Komponen strategi Astagatra merupakan perangkat hubungan bidang-bidang kehidupan manusia dan budaya yang berlangsung di atas bumi ini. suatu negara dengan wilayah yang besar. Sebaliknya. Model ini mengatakan bahwa suatu negara kecil bagaimanapun majunya tidak akan dapat memproyeksikan diri sebagai negara besar.ccxlii 3) Model Alfred Thayer Mahan Mahan dalam bukunya "The Influence Seapower on History" mengatakan bahwa kekuatan nasional suatu bangsa dapat dipenuhi apabila bangsa tersebut memenuhi unsur-unsur sebagai berikut: a) Letak geografi b) Bentuk atau wujud bumi c) Luas wilayah d) Jumlah penduduk e) Watak nasional atau bangsa f) Sifat pemerintahan 4) Model Cline Cline melihat suatu negara dan luar sebagaimana dipersepsikan oleh negara lain.

Hubungan Komponen Strategi Antargatra Hubungan komponen strategi antargatra dalam trigatra dan pancagatra. hubungan komponen strategi dalam trigatra dan pancagatra tersusun secara utuh menyeluruh (komprehensif integral) di dalam komponen strategi astagatra. serta antargatra itu sendiri terdapat hubungan timbal balik yang erat dan lazim hubungan (korelasi) disebut dan ketergantungan (interdependency). dan pertahanan keamanan. Pancagatra merupakan kelompok gatra yang intangible atau bersifat kehidupan sosial. sumber kekayaan alam. ekonomi.ccxliii 1) Trigatra Komponen strategi trigatra ialah gatra geografi. politik. dan penduduk. f. . sosial budaya. Trigatra merupakan kelompok gatra yang tangible atau bersifat kehidupan alamiah. Oleh karena itu. 2) Pancagatra Komponen strategi pancagatra adalah gatra ideologi.

Regionalisme. Keterbukaan Informasi dan Ketahanan Nasional. Armaidy Armawi (ed). 1997. Dengan demikian kondisi ketahanan nasional erat kaitannya dengan kondisi rasa keadilan. Kewiraan Untuk Mahasiswa.Nasionalisme dan Ketahanan Nasional. kondisi demikian akan membawa implikasi yang sangat luas terhadap eksistansi bangsa dan negara. yaitu ketahanan nasional adalah integrasi kondisi keadilan disegenap aspek sistem kehidupan masyarakat Indonesia. (ed). Lemhanas. SOAL LATIHAN Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini : 1. Diterbitkan dengan Kerja Sama Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Depdikbud dan Gramedia: Jakarta. -----------------. Oleh karena itu. . Kondisi rasa keadilan merupakan tolak ukur yang kongkrit bagi terwujudnya ketahanan nasional dalam pengertian kualitas dan tujuan ( in terms of quality-in terms of output ). sebab “musuh utama” dari bangsa Indonesia adalah “ketidakadilan sosial”. 1996. Gadjah Mada University Press: Yogyakarta. Jelaskan perkembangan geostrategi Indonesia 3. (ed). -----------------. Jelaskan konsepsi dasar ketahanan nasional BAHAN BACAAN Ichlasul Amal. Jelaskan Pengertian geostrategi 2. 1996. Jelaskan landasan geostrategi Indonesia 4. 1998. Gadjah Mada University Press: Yogyakarta. Lemah dan teguhnya kondisi ketahanan nasional sangat ditentukan oleh terpenuhinya rasa keadilan sosial. Gadjah Mada University Press: Yogyakarta. Adapun perumusannya.ccxliv PENUTUP Dalam negara republik Indonesia yang berdasarkan ketuhanan yang maha esa menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab. prinsip keadilan merupakan hal yang senantiasa ditegakkan karena keadilan adalah daya hidup manusia. Sumbangan ilmu Sosial Terhadap Ketahanan Nasional.

Sishankamrata/Ketahanan Nasional. 2004. A H.Ps . Sayidiman. Peranan Para Pemimpin dan Patriot Bangsa dalam Mempertahankan Kelangsungan Hidup Bangsa dan Negara. Budi.S. Jumal Ketahanan Nasional. Program Studi Ketahanan Nasional S. Suryohadiprojo. Jakarta. 2001. 1977. Program Studi Ketahanan Nasional S.Ps-UGM: Yogyakarta.UGM: Yogyakarta. Pendidikan Kewarganegaraan. Sunardi.2002. PT Kuatemita Adidarma: Jakarta.2001. Nasution. Santoso. .ccxlv ----------------. Jurnal Ketahanan Nasional. Suniodiningrat. S. Mimeo: Jakarta. Pembinaan Ketahanan Bangsa. Pembangunan Ekonomi dan Inlegrasi Bangsa.Ps-UGM: Yogyakarta. RM. Gramedia: Jakarta. Program Studi Ketahanan Nasional S. Jumal Ketahanan Nasional. 2004. Integrasi Bangsa. Gunawan.

civic commitment. serta dapat mengembangkan sikap demokrasi dalam kehidupannya sehari-hari. Tujuan Pembelajaran Pada akhir pembelajaran mata kuliah ini. civic skills. 3.Lembaga Mahasiswa dapat mengenali masalah-masalah strategis dalam politik dan strategi nasional Mahasiswa dapat mengerti.ccxlvi EVALUASI A. Deskripsi Mata Kuliah Matakuliah ini merupakan penggabungan dua materi inti kurikulum nasional yaitu pendidikan pancasila dan pendidikan kewarganegaraan. 4. 8. Serta menjadi warga negara yang memiliki daya saing. idiologi bangsa dan sistem konstitusi serta sistem politik dan ketatanegaraan indonesia. 7. KONTRAK PEMBELAJARAN 1. etika. tujuan dan kompetensi pendidikan kewarganegaraan Mahasiswa dapat memahami nilai-nilai jati diri bangsa melalui pengkajian aspek ontologi.berdisiplin. civic convidence. Mahasiswa dapat mengidentifikasi dan menganalisis HAM. memahami tentang demokrasi dan pendidikan demokrasi. 1. mahasiswa diharapkan mampu : Mahasiswa dapat memahami latar belakang. Pendidikan pancasila diarahkan pada materi pancasila sebagai sistem filsafat. democrasi dan citizenship education serta muatan PPBN (pendidikan pendahuluan bela negara) secara parsial berupa wawasan kebangsaan dan konsep ketahanan nasional. Hasil Amandemen UUD 1945 dan Hubungan Antara Lembaga. Adapun pendidikan kewarganegaraan diarahkan pada materi civic. 2. 2. Manfaat Mata Kuliah Mata kuliah ini diharapkan dapat memberikan manfaat beruapa menjadikan ilmuan dan profesional yang memiliki rasa kebangsaan dan cinta tanah air. dan aksiologi filsafat Pancasila sehingga dengan pemahaman tersebut dapat tumbuh personal wisdom yang integratif dalam dimensi kompentensi kewarganegaraan (civic knowledge. 6. demokratis yang berkeadaban. dan civic competence). epistemologi. . 5. Mahasiswa dapat memahami pancasila sebagai idiologi bangsa dan negara Mahasiswa dapat mengenali karakteristik identitas nasional sehingga dapat memiliki daya tangkal terhadap berbagai hal yang akan menghilangkan identitas nasional indonesia Mahasiswa dapat menjelaskan konsep dasar ketatanegaraan secara konstitusional. dan berpartisipasi aktif dalam membangun kehidupan yang damai berdasarkan sistem pancasila. 3.

Mahasiswa dapat memahami dan menganalisis konsep Geostiategi Indonesia yang berupa konsep Ketahanan Nasional Indonesia 9. berbangsa. Menjadi ilmuan dan profesional yang memiliki rasa kebangsaan dan cinta tanah air. 2.berdisiplin. 10. Mahasiswa dapat memahami Geo Politik Indonesia 12. demokratis yang berkeadaban. Skema Materi Perkuliahan Pendidikan Kewarganegaraan 1. dan bernegara. TUJUAN DAN KOMPETENSI PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN . Bagan 1. Mahasiswa dapat mengidentifikasi dan menganalisis Hak dan Kewajiban warga Negara 11.ccxlvii Mahasiswa dapat mengetahui dan memahami aturan hukum di indonesia serta memiliki kesadaran tentang pentingnya rule of law dalam konteks kehidupan bermasyarakat. dan berpartisipasi aktif dalam membangun kehidupan yang damai berdasarkan sistem pancasila ↑ GEOSTRATEGI INDONESIA ↑ GEOPOLITIK INDONESIA ↑ HAK DAN KEWAJIBAN WN ↑ HAM DAN RULE OF LAW ↑ DEMOKRASI INDONESIA ↑ POLITIK DAN STRATEGI Sistem konstitusi Sistem politik dan ketatanegaraan Indonesia ↑ IDENTITAS NASIONAL ↑ FILSAFAT PANCASILA Pancasila sebagai sistem Filsafat Pancasila sebagai Ideologi Bangsa dan Negara ↑ LATAR BELAKANG. Menjadi warga negara yang memiliki daya saing.

KEMAMPUAN YANG BISA DIPEROLEH MAHASISWA Penghargaan Apresiasi pendapat/toleansi Sebagai fasilitator dan motivator Networking Share vision Group decision making Time management Metode Model YANG DILAKUKAN MAHASISWA Bekerja sama dengan anggota kelompoknya dalam mengerjakan tugas Membuat rancangan proses dan bentuk penilaian berdasarkan konsensus kelompoknya sendiri. Mata kuliah ini menggunakan metode collaboratif learning yang diawali dengan kuliah/ceramah dengan topik tertentu sesuai dengan pokok pembelajaran. . Strategi Pembelajaran : SCL : Collaboratif Learning YANG DILAKUKAN DOSEN Merancang tugas yang bersifat open ended.ccxlviii 4. Selanjutnya diberikan tugas mandiri dan tugas kelompok dengan maksud labih memahami materi dan memperkaya pengetahuan dengan berbagai referensi yang didapatkan dari perpustakaan maupun dari sumber lainya. Minggu berikutnya dilanjutkan pada materi selanjutnya dengan kembali memulai proses sebelumya yaitu kuliah interaktif dan dilanjutkan dengan tugas kelompok dan tugas individu yang kemudian diskusikan. Diskusi kelompok yang dilakukan dalam bentuk diskusi panel dikelas yang mana seluruh peserta mata kuliah dapat berkonstrubusi dalam proses tersebut. Kemudian dilanjutkan dengan tanya jawab dan diskusi kelompok untuk mencari kesepahan terhadap materi yang dipelajari. baik dari internet maupun dari media massa lainnya.

Tugas 1. Persyaratan tugas kelompok Pemateri : a. warna sampul (sesuai kesepakatan kelas) Makalah dikumpul dalam bentuk soft copy dan hard copy – Hard Copy dikumpul pada saat diskusi – Soft Copy (CD) dikumpul satu minggu setelah diskusi. . Setiap kelas dibagi menjadi 11 (sebelas) kelompok diskusi. Penutup. spasi 1 ½. Sesuai dengan strategi pembelajaran (Collaboratif Learning) maka: a. c. Kewarganegaraan b. Setiap kelompok diskusi mempresentasikan materi dalam bentuk Microsoft Power Point (sesuai jadwal pada GBRP) PEMBAGIAN KELOMPOK DISKUSI KELOMPOK I II III IV V VI VII VIII IX X XI MATERI PANCASILA SEBAGAI SISTEM FILSAFAT PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI NASIONAL IDENTITAS NASIONAL SISTEM KONSTITUSI POLITIK DAN STRATEGI DEMOKRASI INDONESIA HAK AZASI MANUSIA RULE OF LAW HAK DAN KEWAJIBAN WN GEOPOLITIK INDONESIA GEOSTRATEGI INDONESIA 2. Daftar Pustaka) Ruang lingkup Pembahasan sesuai dengan sasaran tugas dan kasus yang ditetapkan. huruf times new roman 12. sesuai dengan jumlah substansi materi Pend. Daftar Isi. Setiap kelompok membuat makalah kelompok sesuai dengan subtansi materi yang ditugaskan. Makalah diketik computer pada kertas ukuran kwarto. Pendahuluan. Syarat tugas “makalah kelompok” : • • • • Struktur Makalah (Sampul. Kata Pengantar.ccxlix 5. Pembahasan.

Kelompok Peserta • • • Sub-Materi yang didiskusikan pada minggu perkuliahan dibagi pada kelompok yang tidak mempresentasi. Setiap kelompok peserta diwakili salah seorang anggota menjelaskan sub materi yang ditugaskan (Power Point maks. Syarat tugas “power point ” • • • Microsoft Office Power Point Memenuhi kaidah-kaidah power point berisi kalimat kunci/ kata. Pembagian Sub materi setiap kelompok peserta : Kelompok I : Pancasila Sebagai Sistem Filsafat SUB MATERI Hierarkhi/ Jenjang Pengetahuan Perbandingan filsafat dengan ilmu pengetahuan Ilmu filsafat dan cabang-cabangnya Pancasila Sebagai Sistem Filsafat Pengertian sistem Pancasila sebagai sistem filsafat (ont. c.jelas dan menarik) Soft Copy (CD) dikumpul bersama Soft Copy Makalah Kelompok 3.ccl b. IV V VI VII VIII IX X XI . 2 slide). dikumpulkan diakhir sesi perkuliahan. Tugas Kelompok/Mahasiswa peserta : a. huruf times new roman 12. spasi 1 ½. Membuat pertanyaan kelompok maksimal 2 (dua) pertanyaan dan dikumpulkan diawal perkuliahan. Mahasiswa Peserta • • Setiap peserta mencermati sub-materi yang menjadi tugasnya untuk diumpan balik Setiap peserta membuat paper sesuai dengan sub tema yang ditugaskan diketik komputer pada kertas ukuran kwarto. b.epis.aksiologi) Pokok-pokok sila pancasila (isi arti pancasila) Fungsi dan tujuan filsafat pancasila Filsafat Pancasila Dlm Konteks PKN KELOMPOK II III.padat.kata kunci (Singkat.

IV V. Bentuk-bentuk demokrasi. Keunggulan demokrasi. Nilai-nilai demokrasi. Demokrasi dan pelaksanaannya di indonesia.ccli Kelompok II : Pancasila Sebagai Ideologi Bangsa Dan Negara SUB MATERI Pengertian ideologi Isi ideologi Pancasila ideologi nasional Dimensi-dimensi ideologi Ideologi terbuka . Pendidikan demokrasi KELOMPOK I III IV-VI VII VIII IX. ideologi tertutup Ideologi bangsa-bangsa didunia Reformasi sosio moral Kelompok III : Identitas Nasional SUB MATERI Latar Belakang dan Pengertian Muatan dan Unsur-unsur Keterkaitan Globalisasi dengan Identitas Nasional Keterkaitan Intergrasi Nasional dan Identitas Nasional Paham Nasionalisme Revitalisasi Pancasila sebagai Pemberdayaan Identitas Nasional Kelompok IV : Sistem Konstitusi SUB MATERI Konstitusi Dinamika pelaksanaan UUD 1945 Lembaga Negara Kelompok V : Politik Dan Strategi SUB MATERI Pengertian politik.X XI .VIII IX X.VIII IX. Permasalahan dan agenda pembangunan nasional tahun 2004-2009 Kelompok VI: Demokrasi Indonesia SUB MATERI Makna demokrasi.VI VII. dan polstranas Stratifikasi politik nasional Politik pembangunan nasional dan manajemen nasional.XI KELOMPOK I-III V-VII VIII-XI KELOMPOK I-II III-IV VI-VIII IX-XI KELOMPOK I II.III IV V VII. X XI KELOMPOK I II. strategi. Macam-macam demokrasi yang pernah berlaku di indonesia.

Kelompok IX : Hak Dan Kewajiban Warga Negara SUB MATERI Pengertian bangsa dan Negara.XI KELOMPOK I.IV V-VII VIII X XI KELOMPOK I II III. Kewajiban Negara dan Pemerintah. Asas kewarganegaraan. Problem status kewarganegaraan.II III IV V. Kelompok X : Geopolitik Indonesia SUB MATERI Perkembangan Teori Geopolitik Wawasan nasional Wawasan nusantara Geopolitik Dan Hukum Kewilayahan Geopolitik Dan Otonomi Daerah Kelompok XI : Geostrategi Indonesia SUB MATERI Pengertian geostrategi Perkembangan konsep geostrategi indonesia Ketahanan Nasional Sebagai Perwujudan Geostrategi Indonesia KELOMPOK I.IX.II III-VI VII-X .VI VIII. serta Strategi Pelaksanaan Rule of Law. Hak Warga Negara Kewajiban Warga Negara.VI VII IX X. Prinsip-Prinsip Rule of Law Secara Hakiki dalam Penyelenggaraan Pemerintahan di Indonesia.IV V. Prinsip-prinsip Rule of Law Secara Formal di Indonesia.XI KELOMPOK I II III.IV V-VII VIII.cclii Kelompok VII: Hak Azasi Manusia SUB MATERI Pengertian dan ruang lingkup HAM Sejarah HAM Hak asasi dalam UUD 1945 HAM Menurut UU NO 39 TH1999 Kewajiban Asasi Manusia HAM pada tatanan global.IX X. serta HAM di Indonesia: Permasalahan dan penegakannya Kelompok VIII: Rule Of Law SUB MATERI Latar Belakang Rule of Law Pengertian dan Lingkup Rule of law. Isu-Isu Rule of Law.XI KELOMPOK I II III. Penduduk dan warga Negara.

warna sampul (sesuai kesepakatan kelas) • Paper maksimal satu halaman per sub materi • Paper dikumpul dalam bentuk hard copy . Mahasiswa menjawab pertanyaan yang ada pada buku teks pembelajaran dan dikumpulkan pada MINGGU VIII Mahasiswa menyatukan simpulan setiap materi dan membuatnya dalam bentuk paper dan dikumpulkan pada MINGGU XIV Syarat Tugas Akhir : • Ruang lingkup paper sesuai dengan sub materi yang telah ditetapkan. Rekapitulasi penilaian substansi kajian: NO I SUBSTANSI KAJIAN SKOR % 100% 5% 95% 100% 100% 100% KONSTRIBUSI NILAI PROSES SCL Pendahuluan Pengantar Kontrak perkuliahan Penjelasan materi-materi perkuliahan Penyajian substansi TUGAS MANDIRI FINAL TES TOTAL REMEDIAL 60 II III 15 25 100 Maksimal B- . 6. • Paper diketik komputer pada kertas ukuran kwarto.ccliii 4. c. Penilaian substansi kajian : SUBSTANSI KAJIAN SKOR (%) Pendahuluan 5% Pancasila sebagai sistem filsafat 10 % Pancasila sebagai ideologi nasional 5% Identitas nasional 10 % Sistem konstitusi 5% Politik dan strategi nasional 5% Demokrasi Indonesia 10 % Hak azasi manusia 5% Rule of law 5% Hak dan kewajiban warga negara 10 % Geopolitik ind. spasi 1 ½. huruf times new roman 12. b. Kriteria Penilaian Penilaian akan dilakukan sesuai dengan bentuk strategi pembelajaran : a. 15 % Geostrategi indonesia 15 % b. Tugas akhir mahasiswa : a.

Kriteria penilaian: • PENDAHULUAN MINGGU INDIKATOR Kehadiran I Kehadiran.75 3.00 d.00 3.50 2. Remedial dan Rentang Nilai: Ketentuan Remedial : 1. Pelaksanaan aturan III perkuliahan BOBOT 50 25 5% 25 SKOR . MHS DENGAN KEHADIRAN >= 80 % RENTANG NILAI : Pasal 33 (Nilai Hasil Belajar) ayat 4 (Kesetaraan nilai angka. nilai mutu. Pelaksanaan aturan II perkuliahan Kehadiran.ccliv c. MHS DENGAN NILAI < 66 3.00 0. dan konversi untuk program diploma dan sarjana (S-1) sebagai berikut : NILAI ANGKA >85 81-85 76-<81 71-<76 66-<71 61-<66 51-<61 45-<51 <45 NILAI MUTU A AB+ B BC+ C D E NILAI KONVERSI 4.00 1. Nilai Mahasiswa Maksimal B2.00 2.50 3.75 2.

6 & 7 Persyaratan Ujian – Pasal 29 Nilai T – Pasal 30 ayat 7 & 8 b. Surat Edaran UPT MKU Dalam upaya lebih meningkatkan disiplin dan etika mahasiswa dalam mengikuti setiap perkuliahan. MKU Universitas Hasanuddin agar dalam mengikuti perkuliahan dan atau praktikum kiranya mengindahkan hal-hal berikut : . maka kepada seluruh mahasiswa peserta mata kuliah Bidang UPT.cclv • DISKUSI KELOMPOK “PEMAKALAH” MINGGU INDIKATOR MAKALAH Ketepatan waktu pengumpulan Terpenuhinya bagian makalah Kemutakhiran referensi PRESENTASI Ketepatan ide Kejelasan uraian Kerjasama tim presentasi Kedisiplinan Kreativitas Ketuntasan materi BOBOT 100 15 60 25 100 20 20 20 10 10 20 KN IV-XIV …% • DISKUSI KELOMPOK “PESERTA” INDIKATOR Pertanyaan kelompok Kehadiran dgn aturan perkuliahan Tugas (pr/kuis/modul) Partisipasi/ konstribusi Total BOBOT 20 20 20 40 100 KN …% MINGGU IV-XIV 7. Aturan Perkuliahan a. 38 – Pasal 11 ayat 1. Peraturan Akademik Unhas • • • Kelompok Mata Kuliah – Pasal 1 ayat 34.5.

MKU. (Sesuai dengan aturan akademik) 3.cclvi 1. dll) tidak boleh mengganggu jadwal perkuliahan UPT. Menjaga kebersihan dengan tidak membuang sampah dalam ruangan.V &Literatur lain . Latar Belakang Pendidikan Kewarganegaraan 3. rapi dan bersepatu.III&Literatur lain Buku Pend. Kegiatan Extra Kurikuler (seperti Bina Akrab. KWN Bab. Kehadiran mahasiswa dalam mengikuti perkuliahan minimal 80% baru dapat dievaluasi. KWN Bab. tidak mencoretcoret dinding kursi atau meja kuliah.II&Literatur lain Buku Pend.I &Literatur lain IV V VI VII Buku Pend. KWN Bab. Berpakaian bersih. Kesepakatan Dalam Kelas Perkuliahan …………………………… 8. Kompetensi Pendidikan Kewarganegaraan Pancasila sebagai sistem filsafat Pancasila sebagai ideologi bangsa dan negara Identitas nasional Sistem Konstitusi Indonesia I-III Buku Pend. Selama kuliah berlangsung Hand Phone (HP) dimatikan dan tidak diperbolehkan keluar masuk ruangan dan atau mondar-mandir dalam ruangan yang mengganggu perkuliahan. KWN Bab. Hadir di ruangan kuliah/praktikum tepat pada waktunya sesuai jadwal yang ada. 5. Rambut disisir rapi dan tidak acak-acakan. 2. 4. Penjelasan tentang materi dan aturan perkuliahan 2. baju kaos oblong dan celana compang-camping dalam mengikuti perkuliahan dan atau praktikum. Tidak diperbolehkan memakai sandal.IV &Literatur lain Buku Pend. termasuk apabila ketentuan-ketentuan di atas tidak diindahkan oleh mahasiswa c. KWN Bab. Dosen pengajar dapat mengambil tindakan penertiban apabila mahasiswa melakukan kegiatan-kegiatan yang sifatnya dapat mengganggu jalannya perkuliahan di dalam kelas. 7. 6. Tujuan Pendidikan Kewarganegaraan 4. MINGGU KEHARI/TGL/WAKTU/RU ANGAN Jadwal Perkuliahan TOPIK BAHASAN BACAAN/BAB PENDAHULUAN 1.

KWN Bab. Mahasiswa (kelompok pemateri) : a.X &Literatur lain Buku Pend. KWN Bab. Mempersiapkan presentasi materi (mengatur media pembelajaran) b. KWN Bab. KWN Bab. Mencermati presentasi dan mengamati dinamika kelas pembelajaran . Tahap Awal Pembelajaran ( 10 menit ) : 1. KWN Bab. KWN & Literatur lain Buku Pend.cclvii VIII IX X XI XII XIII XIV XV XVI Rule of law  Hak dan kewajiban wn  Politik dan strategi nasional Demokrasi dan pendidikan demokrasi Hak asasi manusia. Dosen/Fasilitator : a. KWN Bab. Menyerahkan makalah kelompok kepada dosen/fasilitator. Mengingatkan tentang aturan perkuliahan/kontrak belajar terkait dengan materi danstrategi pembelajaran pada minggu tersebut 2.XII &Literatur lain Geo politik indonesia Geo strategi indonesia  Tugas Akhir  UJIAN AKHIR SEMESTER  REMEDIAL  Buku Pend. 3.VI&Literatur lain Buku Pend. KWN & Literatur lain B. Mahasiswa (anggota kelompok peserta) mencermati presentasi dengan fokus pada sub materi yang menjadi tugasnya untuk diumpan balik. Dosen/Fasilitator : a. KWN & Literatur lain Buku Pend. Tahap Presentasi Kelompok Pemateri ( 30 menit ) : 1. 3.VII &Literatur lain Buku Pend.XI &Literatur lain Buku Pend.VIII &Literatur lain Buku Pend.IX &Literatur lain Buku Pend. KEGIATAN BELAJAR PROSES PEMBELAJARAN A. Mahasiswa (kelompok peserta) menyerahkan pertanyaan kelompok kepada dosen/fasilitator. B. Menyampaikan pengantar perkuliahan b. Buku Pend. Mahasiswa (kelompok pemateri) mempresentasikan materi dengan ruang lingkup sesuai dengan GBRP 2. KWN Bab.

Mengarahkan dan memberi alternatif pada hal-hal yang bermasalah. memilah dan memilih pertanyaan kelompok peserta diskusi d. Dosen/Fasilitator : a. Mengisi kolom-kolom penilaian D. Mahasiswa (kelompok pemateri) : a. 2. Mahasiswa (perwakilan kelompok peserta) menjelaskan (umpan balik) pada sub materi yang menjadi tugasnya masing-masing. Mencermati umpan balik kelompok peserta b. 2. Mencatat hal-hal yang penting. 3. Bila sasaran pembelajaran dianggap belum tercapai dengan diskusi maka dapat dimunculkan kasus terkait dengan materi pembelajaran 2.cclviii b.kelompok peserta) mengumpan balik jawaban pertanyaan-pertanyaan tersebut. Mahasiswa (kelompok pemateri) menyampaikan jawaban terhadap pertanyaanpertanyaan kelompok peserta. Mahasiswa (setiap anggota kelompok peserta) mengumpulkan tugas individunya. Tahap Diskusi Kelas ( 50 menit ) : 1. berbeda dengan penjelasan kelompok pemateri untuk dijelaskan pada akhir perkuliahan. Mengisi kolom-kolom penilaian C. Mencermati diskusi dan dinamika kelas pembelajaran b. Dosen/fasilitator menyerahkan pertanyaan pilihan kepada kelompok pemateri. Mahasiswa (kelompok pemateri) menerima makalah yang telah diumpan balik oleh dosen untuk diperbaiki dan dikumpul minggu berikutnya 3. Mempersiapkan jawaban pertanyaan kelompok peserta 4. Membaca. Mengisi kolom-kolom penilaian E. Tahap Umpan Balik Kelompok Peserta ( 40 menit ) : kelompok 1. Mengumpan balik secara tertulis tugas makalah (mengoreksi/menambahkan) c. 3. Tahap Akhir Pembelajaran ( 20 menit ) : 1.. Dosen/Fasilitator : a. c. Mencermati umpan balik kelompok peserta dan mengamati dinamika kelas pembelajaran b. Dosen/Fasilitator : a. c. Menyampaikan simpulan materi pembelajaran b. Mahasiswa (anggota kelompok. .

Pendahuluan. warna sampul (sesuai kesepakatan kelas) M3= Kemutakhiran referensi o Minimal satu jurnal dan empat buku pustaka = 25 o Kurang dari ketentuan = 20 o Tidak memiliki referensi/daftar pustaka =0 P1= Ketepatan ide o Penyampaian argument bedasarkan data dan fakta. Daftar Pustaka) • Ruang lingkup Pembahasan sesuai dengan sasaran tugas dan kasus yang ditetapkan. Penilaian kelompok pemateri INDIKATOR MAKALAH Ketepatan waktu pengumpulan Terpenuhinya bagian makalah Kemutakhiran referensi PRESENTASI Ketepatan ide Kejelasan uraian Kerjasama tim presentasi Kedisiplinan Kreativitas Ketuntasan materi KODE M M1 M2 M3 P P1 P2 P3 P4 P5 P6 BOBOT 100 15 60 25 100 20 20 20 10 10 20 KN …% Keterangan : • M1 = Ketepatan waktu pengumpulan o Tepat waktu ( satu minggu setelah dipresentasikan) o Tidak tepat waktu o Melewati dua minggu setelah dipresentasikan • M2= Terpenuhinya bagian makalah o Terpenuhinya bagian makalah yang disyaratkan o Tidak sesuai dengan syarat tugas Syarat tugas “makalah kelompok” : • = 15 = 7. Daftar Isi. spasi 1 ½.5 =0 = 60 = 30 • Struktur Makalah (Sampul. Pembahasan. huruf times new roman 12. Kata Pengantar. Penutup.cclix C. • Makalah diketik computer pada kertas ukuran kwarto. dengan rujukan buku dan ahli = 20 o Kurang/tidak tepat = 10 o Tidak menyampaikan pendapat =0 • . RUBRIK PENILAIAN a.

kesesuaian penjelasan dengan Topik bahasan o Kurang/tidak tepat o Tidak menyampaikan pendapat P3= Kerjasama tim presentasi o Setiap anggota kelompok bertugas mempresentasi dan Menguasai penjelasan o Setiap anggota kelompok bertugas mempresentasi/ Menguasai penjelasan o Tidak membagi tugas sesame anggota kelompok P4= Kedisiplinan o Ketepatan waktu memulai diskusi. efisiensi penggunaan waktu presentasi o Ketepatan waktu memulai diskusi/ efisiensi penggunaan waktu presentasi P5= Kreativitas o Presentasi sesuai dengan kaidah-kaidah power point dan Penggunaan contoh kasus dengan penjelasan yang mudah dipahami oleh peserta. Penilaian kelompok peserta INDIKATOR Pertanyaan kelompok Kehadiran dgn aturan perkuliahan Tugas Individu (paper) Konstribusi Total KODE K1 K2 K3 K4 K BOBOT 20 20 20 40 100 KN …% . o Penjelasan materi oleh masing-masing anggota kelompok selesai sesuai dengan waktu yang disediakan dan terjawabnya semua pertanyaan pada sesi diskusi. o Presentasi sesuai dengan kaidah-kaidah power point/ Penggunaan contoh kasus dengan penjelasan yang mudah dipahami oleh peserta. = 20 = 10 =0 • = 20 = 10 =0 • = 10 =5 • = 10 =5 • = 20 = 10 b.cclx • P2= Kejelasan uraian o Mampu mendekripsi. P6= Ketuntasan Materi o Penjelasan materi oleh masing-masing anggota kelompok selesai sesuai dengan waktu yang disediakan dan terjawabnya semua pertanyaan pada sesi diskusi.

Akh.Si Tgs. Final Tes Total Skor 100 % 0 0 0 E E E = 20 = 10 =0 = 20 = 10 =0 = 20 = 10 =0 • • = 40 = 20 =0 P I-III 5 % XV 25 % XVI 15 % 1 2 3 N I LA I . pertanyaan sesuai dengan materi dan dikumpul sebelum presentasi o Ada pertanyaan klp/ pertanyaan sesuai dengan materi / dikumpul sebelum presentasi o Tidak ada pertanyaan kelompok • K2 = Kehadiran dengan pelaksanaan aturan kuliah o Mahasiswa hadir dengan mengikuti aturan perkuliahan o Mahasiswa hadir tapi melanggar aturan perkuliahan o Tidak hadir K3 = Tugas individu o Mahasiswa mengumpulkan tugas pada waktu pembelajaran o Mahasiswa mengumpulkan tugas melewati waktu pembelajaran (dua minggu setelah perkuliahan) o Tidak mengumpulkan tugas individu K4 = Konstribusi o Mahasiswa yang mewakili kelompoknya mengumpan balik Sub materi yang ditugaskan/ mahasiswa yang berargumen terkait dengan materi yang dibahas o Mahasiswa yang hanya berpartisipasi (menjaga suasana diskusi yang kondusif) o Mahasiswa tidak berpartisipasi dan berkonstribusi D.M.cclxi Keterangan : • K1 = Pertanyaan Kelompok o Ada pertanyaan klp. DAFTAR PENILAIAN DAFTAR NILAI MATA KULIAH PENGEMBANGAN KEPRIBADIAN MATA KULIAH : PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN FAKULTAS JURUSAN : : PROSES PEMBELAJARAN NO N I M NAMA Kehadiran IV 1 10 % V 2 5 % VI 3 10 % VII VIII 4 5 % 5 5 % IX 6 10 % X 7 5 % XI 8 5 % XII 9 10 % XIII 10 15 % XIV 11 15 % Jum lah 100 % 0 0 0 60 % 0 0 0 HARI/WAKTU RUANGAN DOSEN SCL : : : RAHMATULLAH.

cclxii .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->