STRATEGI PEMASARAN JAGUNG DI KABUPATEN BANTAENG (Strategy of Maize Marketing in Bantaeng Regency) Muhaeming

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan (1) menganalisis kebijakan yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Bantaeng dalam mewujudkan tindakan prioritas untuk mendukung strategi pemasaran jagung, (2) merumuskan arah pemasaran jagung dan program jangka menengah yang dapat dilakukan untuk mendukung visi dan misi Pembangunan Kabupaten Bantaeng. Penelitian ini bersifat deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Data dianalisis dengan analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Bantaeng adalah adanya jaminan harga dasar pembelian, perbaikan prasarana jalan desa, pengadaan resi gudang, penyediaan sarana teknologi pengolahan hasil, penyediaan kredit perbankan, penerapan teknologi budidaya dan pascapanen, pencanangan sentra produksi jagung. Pemasaran jagung diarahkan untuk mewujudkan Bantaeng sebagai sentra produksi dan terminal pemasaran jagung bertaraf dunia yang berbasis desa mandiri. Untuk mencapai tujuan tersebut, Pemerintah Kabupaten Bantaeng membuat program peningkatkan kualitas sumberdaya manusia petani, pengembangan kelembagaan di tingkat petani dan penciptaan iklim yang kondusif untuk meningkatkan daya tarik calon investor untuk berinvestasi di Kabupaten Bantaeng. Kata Kunci: strategi pemasaran, jagung, tindakan prioritas, program ABSTRACT The aims of the research are to analyze the policy which is necessary to be done by the government of Bantaeng Regency in the form of priority action to support the strategy of corn marketing and formulate the prospect of corn marketing and mid-term program that could be done to support the vision and mission of the development of Bantaeng Regency.The research use SWOT Analysis. The results reveal that the strategies used in corn marketing are the guarantee of purchasing standard price, the improvement of infrastructure of village roads, the supply of warehouse receipt, the supply of technology facilities of product processing, the ease for farmers to access banking credit and product facilities, the establishment of cultivation technology and post harvesting, the announcement of corn production centre as an independence village caring for environment, and the suggestion for the application of technology of corn cultivation in accordance with weather condition. Corn marketing is directed to “Realization of Bantaeng as a Production Centre and a World Class Corn Marketing Terminal which is Independent Village Based”. This can be done through the program of quality improvement of farmer resources, the development of farmer institution, the improvement of supporting facilities and infrastructures of corn marketing, and the establishment of conducive condition to increase investors interest for investment in Bantaeng Regency. Key words: marketing strategy, corn, priority action, program

Potensi pertanaman jagung di Sulawesi Selatan mencapai seluas 446.2 PENDAHULUAN Jagung merupakan komoditi pertanian yang cukup potensial dikembangkan karena berbagai faktor. Peningkatan produktivitas usahatani jagung juga mengalami peningkatan selama tiga tahun terakhir (2006 – 2008). terutama terkait dengan pemasaran hasil produksi.com (2009) mengemukakan bahwa Indonesia berhasil menjadi negara swasembada jagung tahun 2008 dengan jumlah produksi 16. panjangnya rantai pemasaran dalam proses pemasaran jagung dari petani berdampak pada rendahnya margin atau keuntungan yang dapat dinikmati petani dari tingkat harga yang dibayarkan oleh pedagang tingkat akhir/industri. Lampung dan Nusa Tenggara Timur. dan pada tahun 2008 mencapai 57. juga dimanfaatkan sebagai bahan baku bagi industri pakan ternak. Sebaliknya. Salah satu kabupaten di wilayah ini yang ditetapkan sebagai sentra pengembangan jagung adalah Kabupaten Bantaeng.34 juta ton (meningkat 80% dari produksi tahun 2008).3 juta ton. Meskipun terjadi penurunan luas panen dalam setiap tahun. Hasil kajian Tim LPM-Unhas (2006) mengemukakan bahwa beberapa faktor penghambat terkait dengan komoditas jagung. produk berlimpah di saat itu langsung berimplikasi pada jatuhnya harga. Petani dalam memasarkan hasil produksinya tidak memiliki kebebasan akibat ketergantungannya pada tengkulak sebagai dampak kurangnya modal yang dimiliki saat musim tanam tiba dan kurang berperannya kelembagaan yang ada di tingkat petani.748 ton meningkat menjadi 190. Jika target produksi tersebut dapat tercapai. yaitu selain sebagai bahan pangan sumber karbohidrat kedua setelah beras. Kedua. Petani harus rela melepas hasil produksinya saat panen kepada tengkulak karena terikat utang sarana produksi yang berakibat sebagian besar penerimaan yang diperoleh petani setelah panen dialokasikan untuk membayar pokok pinjaman disertai dengan tingkat bunga yang sangat tinggi. Data Badan Pusat Statistik (2009) menunjukkan bahwa potensi luas panen jagung di Kabupaten Bantaeng dalam kurun waktu lima tahun terakhir (2004 -2008) semakin menurun. Sulawesi Selatan merupakan wilayah penghasil jagung terbesar selain Jawa Timur. bahwa secara umum penanaman jagung dilakukan secara serempak. Lamanya waktu yang digunakan semenjak jagung dipipil hingga diserahkan ke pedagang tingkat akhir/industri berakibat pada meningkatnya kandungan alfatoksin bertanda bahwa jagung yang dihasilkan oleh petani kurang berkualitas mengakibatkan keengganan pihak pedagang/industri untuk membeli atau membeli dengan tingkat harga yang sangat rendah. Produksi jagung pada tahun 2014 ditaksir mencapai 32 . Jawa Tengah. namun jumlah produksi mengalami peningkatan dalam dua tahun terakhir (2007 – 2008) dari 177. . Peningkatan produktivitas usahatani jagung yang berakibat pada peningkatan produksi tidak berarti berdampak langsung pada peningkatan pendapatan petani. meningkat menjadi 52.3 juta ton. yakni: Pertama.232 ton.091 Ha dan hingga akhir tahun 2008 menurun menjadi 32. Masih terdapat beberapa faktor yang menjadi penghambat.57 kuintal/Ha.500 Ha. kurangnya pasokan di saat musim paceklik mengakibatkan pabrik-pabrik pakan ternak (sebagai konsumen utama jagung dalam negeri) harus mendatangkan jagung impor. Tim LPM Unhas (2006) mengemukakan bahwa banyaknya kegunaan jagung berakibat pula pada meningkatnya kebutuhan jagung setiap tahun. Keempat.95 kuintal/Ha pada tahun 2007.73 kuintal/Ha. sehingga waktu panen juga dilakukan secara bersamaan. Ketiga. Akibat panen yang bersamaan.929 Ha. dimana tercatat produktivitas jagung tahun 2006 berkisar 51. maka potensi ekspor jagung pada tahun 2014 bisa mencapai 50% dari kebutuhan jagung dalam negeri yakni 16. Luas panen jagung tahun 2004 tercatat 38. Sola dalam matanews.

membangun hubungan pemasaran. perancangan strategi pemasaran (designing marketing strategy) yang merupakan tahap analisis situasi dalam proses strategi pemasaran. Sedangkan Cravens (2000) mendefenisikan strategi pemasaran sebagai analisis pengembangan dan pelaksanaan kegiatan dalam pemilihan pasar sasaran produk. Kotler (1997) mengemukakan bahwa pada dasarnya perencanaan pemasaran terdiri atas empat keputusan penting. segmentasi pasar. Physical facility (fasilitas fisik) dan Political will (kebijakan pemerintah) dengan tujuan akhir kepuasan pelanggan sepenuhnya. Kedua. dan Keempat. Personality (tenaga pemasaran yang handal). pelaksanaan serta pengelolaan strategi program pemasaran penentu posisi pasar yang dirancang untuk memenuhi keinginan konsumen pasar sasaran. Price (harga yang wajar). mengevaluasi persaingan. serta strategi implementasi dan kontrol. untuk menghadapi persaingan terutama dalam memberikan pelayanan yang terbaik serta tampil meyakinkan dan memuaskan konsumen diperlukan strategi pemasaran yang tepat. rantai nilai. Strategi pemasaran tidak hanya berupa wujud rencana. Promotion (promosi yang gencar). pengembangan bauran pemasaran dan manajemen pemasaran yang efektif (Pride dan Farrel. dan analisis pasar. serta pengembangan dan perkenalan produk baru. Public opinion (opini konsumen). Cravens (2000) mengemukakan bahwa proses strategi pemasaran melalui beberapa tahapan. Keberhasilan dalam memperebutkan pasar yang sama sangat tergantung dari besarnya nilai kepuasan yang diberikan kepada konsumen (Simamora. yakni: Pertama. Product (produk yang sesuai kebutuhan pasar).3 Dari uraian tersebut. 1995). 2001). strategi harga (price). pengembangan program pemasaran (marketing program development) yang meliputi portofolio produk dan manajemen strategi merek. 2000). dan menilai kelemahan dan kekuatan perusahaan yang meliputi target pasar dan analisis positioning. Dalam kaitannya dengan bauran pemasaran. pemilihan dasar sasaran. Konsep pemasaran terbaru saat ini adalah konsep yang berorientasi pada persaingan. menggambarkan segmen pasar. mengidentifikasi peluang pasar. yaitu analisis kesempatan pemasaran. namun menurut Anwar (1995) merupakan serangkaian tindakan terpadu menuju keunggulan kompetitif yang berkelanjutan. strategi tempat (place) dan strategi promosi yang dikenal dengan istilah bauran pemasaran (marketing mix). Anwar (1995) mengemukakan bahwa strategi dan kiat pemasaran dari sudut pandang penjual dikenal dengan 8P. Untuk mengembangkan dan mengolah strategi pemasaran. namun harus pula berusaha untuk tampil meyakinkan dan memuaskan di mata konsumen dibandingkan dengan pesaing (Gitisudarmo. strategi promosi dan harga. dimana pengusaha berpikir untuk memperoleh persaingan yang lebih unggul dibandingkan dengan pesaingnya dalam melayani konsumen yang tidak hanya menekankan untuk melayani konsumen sebaik-baiknya. struktur. yaitu: strategi produk (product). . penerapan dan manajemen strategi pemasaran (implemeting and managing marketing strategy) yang merupakan tahap penerapan dan manajemen strategi pemasaran meliputi perancangan marketing driven organization yang efektif. yaitu: Place (tempat pemasaran yang strategis). serta pengetahuan pasar untuk memadu perancangan suatu strategi baru atau perubahan strategi yang sudah ada. maka jelas bahwa kendala utama yang dihadapi saat ini adalah bagaimana memasarkan dan menghadapi persaingan pasar yang ketat. Ketiga. penetapan tujuan pemasaran dan pengembangan. analisis situasi (situation analisis) yang meliputi visi. Marwan (1991) dalam Syamri (2010) dan Anoraga (1997) mengemukakan bahwa strategi pemasaran merupakan wujud rencana yang terarah di bidang pemasaran untuk memperoleh hasil yang optimal. Olehnya itu. para pemasar harus berfokus pada beberapa tugas pemasaran.

WO dan W-T. Data dari analisis situasi tersebut selanjutnya dipetakan dengan menggunakan analisis SWOT dengan menggunakan tabel matriks seperti yang ditampilkan pada Tabel 1. Penentuan lokasi penelitian ini dilakukan secara sengaja (purposive) dengan pertimbangan bahwa Kabupaten Bantaeng merupakan salah satu dari beberapa kabupaten yang ditetapkan sebagai daerah pengembangan komoditas jagung. diantaranya petani. serta menjadi bahan masukan bagi Pemerintah Kabupaten Bantaeng sebagai dasar dalam merumuskan kebijakan pembangunan pertanian terutama dalam pengembangan komoditi jagung sebagai upaya untuk meningkatkan kesejahteraan petani jagung.  Analisis Faktor Eskternal untuk mengidentifikasi peluang-peluang (Opportunities) yang dapat diraih oleh Kabupaten Bantaeng dalam pengembangan pemasaran jagung di masa yang akan datang dan mengidentifikasi ancaman-ancaman (Threats) yang mungkin akan menghambat pengembangan pemasaran jagung. faktual serta akurat mengenai fakta-fakta. sasaran dan tindakan. dan sebagainya. komentar peneliti. artikel. Dinas Perindustrian dan Perdagangan. Propinsi Sulawesi Selatan yang berlangsung dari Juli hingga September 2010.4 Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebijakan yang harus diambil oleh Pemerintah Kabupaten Bantaeng dalam wujud tindakan prioritas untuk mendukung strategi pemasaran jagung dan merumuskan arah pemasaran jagung serta programprogram jangka menengah yang dapat dilakukan dalam mendukung visi dan misi Pembangunan Kabupaten Bantaeng. Hasil pemetaan tersebut diperoleh empat strategi yang terdiri dari strategi S-O. gambaran sistematis. Data primer merupakan data hasil wawancara yang diperoleh dari berbagai informan yang terkait dengan pemasaran jagung. dan sumber data lainnya yang terkait dengan pemasaran jagung di Kabupaten Bantaeng selanjutnya dianalisis secara kualitatif dengan melakukan analisis situasi terkait pemasaran jagung yang meliputi:  Analisis Faktor Internal untuk mengidentifikasi kekuatan-kekuatan (Strengths) yang dimiliki Kabupaten Bantaeng yang dapat dimanfaatkan dalam pengembangan pemasaran jagung. METODE PENELITIAN Penelitian ini dilaksanakan di Kabupaten Bantaeng. Sedangkan data Sekunder merupakan data yang sudah tersedia dan diperoleh peneliti melalui datadata statistik Badan Pusat Statistik. Penelitian ini bersifat eksploratif dengan pendekatan studi kasus yang berusaha untuk mengungkapkan data yang bersifat deskriptif. sifat-sifat serta hubungan antara fenomena terkait pemasaran komoditas jagung di Kabupaten Bantaeng. S-T. pengurus kelompoktani/gabungan kelompoktani dan pedagang pengumpul kabupaten. Semua data yang berhasil dikumpulkan berupa catatan lapangan. dokumen-dokumen berupa laporan. . Hasil penelitian diharapkan dapat menjadi bahan referensi untuk pengembangan studi pemasaran komoditas jagung terutama dalam pelaksanaan penelitian-penelitian lanjutan yang terkait. laporan dari Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura. uraian informan penelitian. serta mengidentifikasi kelemahan-kelemahan (Weakness) yang akan menghambat pengembangan pemasaran jagung. Jenis data yang dibutuhkan dalam penelitian ini terdiri dari data primer dan sekunder. Badan Ketahanan Pangan. laporan hasil-hasil penelitian perguruan tinggi dan lembaga penelitian. Hasil analisis SWOT berupa strategi tersebut selanjutnya dikonkritkan dalam bentuk tindakan-tindakan prioritas melalui beberapa langkah analisis yang meliputi analisis masalah.

7 Tahun 2009 dirumuskan. Selain visi dan misi yang telah dikemukakan. maka misi pembangunan Kabupaten Bantaeng berdasarkan Peraturan Daerah No. Visi Kabupaten Bantaeng ini sekaligus menunjukkan strategi dasar pembangunan yang dianut. memfasilitasi pengembangan kapasitas setiap penduduk Bantaeng agar mampu meningkatkan produktivitasnya secara berkesinambungan serta mampu menyalurkan pendapat dan aspirasinya pada semua bidang kehidupan secara bebas dan mandiri. Kedua. tingkat pendapatan dan sebagainya akan tercapai. Berkaitan dengan misi pembangunan Kabupaten Bantaeng. mendorong serta memfasilitasi tumbuh kembangnya kelembagaan masyarakat pada semua bidang kehidupan dengan memberikan perhatian utama kepada pembangunan perekonomian daerah yang memicu pertumbuhan kesempatan berusaha dan kesempatan kerja. dan Ketiga. . Gambaran Umum Pemasaran Jagung di Kabupaten Bantaeng Jagung yang diusahakan oleh petani di Kabupaten Bantaeng terdiri dari jenis jagung komposit dan hibrida. yakni suatu bentuk pemahaman dan pemaknaan yang memposisikan semesta sebagai suatu tatanan atau sebagai kesatuan yang tidak terpisahkan yang pada hakikatnya merupakan perwujudan dari interkoneksitas yang sangat dinamis. Visi. nilai. sedangkan jagung hibrida diusahakan untuk kepentingan komersial. sebagai berikut: Pertama.5 HASIL DAN PEMBAHASAN Visi. misi dan nilai-nilai dasar pembangunan Kabupaten Bantaeng yang telah dirumuskan melalui Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Bantaeng Tahun 2008 – 2013 dan telah ditetapkan dalam Peraturan Daerah No. sehingga secara langsung maupun tidak langsung memberikan kontribusi terhadap pencapaian sasaran pembangunan Provinsi Sulawesi Selatan. Kabupaten Bantaeng memiliki visi untuk menjadi “Wilayah Terkemuka Berbasis Desa Mandiri”.nilai dasar yang menjadi acuan dalam penyelenggaraan misi juga merupakan suatu unsur pokok identitas pembangunan daerah. yaitu mengedepankan upaya-upaya pembangunan untuk mendorong tumbuhkembangnya desa-desa di Kabupaten Bantaeng menjadi desa mandiri. mengembangkan daerah melalui pemanfaatan potensi dan sumber-daya kabupaten sedemikian rupa. sebagai perwujudan dari upaya untuk pemenuhan hak dasar masyarakat yang merupakan strategi dasar pembangunan Sulawesi Selatan. maka secara otomatis sasaran-sasaran pembangunan seperti pertumbuhan. Sejalan dengan visi Kabupaten Bantaeng sebagaimana yang telah dikemukakan. Misi dan Nilai Dasar Pembangunan Kabupaten Bantaeng Berdasarkan Peraturan Daerah No. Asumsi yang mendasari strategi ini adalah bahwa dengan berkembangnya setiap desa dalam mengelola potensi dengan caranya masingmasing. 7 Tahun 2009 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Bantaeng Tahun 2008 – 2013. 7 Tahun 2009 seharusnya menjadi pedoman dalam merumuskan strategi terkait pemasaran jagung di Kabupaten Bantaeng. serta berdampak positif terhadap pengembangan kawasan sekitar. Umumnya jagung komposit diusahakan oleh petani untuk tujuan konsumsi dan usahataninya berorientasi subsisten. nilainilai yang semestinya dibangun dan diacu dalam proses pembangunan Kabupaten Bantaeng adalah yang berbasis pada kesadaran kosmologis. Pertanaman jagung di Kabupaten Bantaeng diusahakan pada lahan tegalan dan lahan sawah dengan jadwal pertanaman jagung sebagaimana ditampilkan pada Tabel 2.

Sedangkan tingkat harga yang teringgi terjadi saat panen musim tanam II karena kualitas jagung hasil produksi petani relatif baik (tingkat kadar air jagung yang rendah). Hal ini disebabkan karena ketersediaan jagung di pasaran yang sangat kurang sebagai akibat banyaknya lahan sawah yang sebelumnya ditanami jagung beralih ditanami padi. Tingkat harga jagung yang berlaku di Kabupaten Bantaeng adalah berkisar antara Rp 1. Jagung yang dikumpulkan oleh kolektor selanjutnya disalurkan ke pedagang pengumpul kabupaten. (17. Seiring dengan meningkatnya persaingan di antara pedagang pengumpul kabupaten dalam memperoleh pasokan jagung. (17. Dari berbagai jadwal panen pada lahan tegalan dan sawah di wilayah ini. Kendala yang dihadapi dengan kondisi ini adalah pengeringan hasil produksi. Jadwal Pertanaman Jagung di Kabupaten Bantaeng Berdasar-kan Penggunaan Lahan dan Musim Tanam LAHAN/MU SIM AP M JU TANAM R EI N (Luas Areal) I.6 Tabel 2.500 Ha) WAKTU (BULAN) JU L AG S SE P OK T NO P DE S JA N FE B MA R MUSIM TANAM I MUSIM TANAM II MUSIM TANAM IV Salah satu kendala yang dihadapi oleh petani jagung di Kabupaten Bantaeng adalah waktu panen yang bertepatan dengan musim hujan.500 – Rp 2. Untuk memenuhi standar kualitas yang diinginkan oleh pedagang . Umumnya jagung hasil produksi petani di Kabupaten Bantaeng dipasarkan langsung ke pedagang pengumpul kabupaten. Harga terendah biasanya terjadi saat panen musim tanam I karena kualitas jagung yang rendah akibat kadar air jagung yang cukup tinggi yang langsung berakibat pada anjloknya harga.325 Ha) Musim 2 Tanam II MUSIM . Demikian halnya pada panen musim tanam III. karena umumnya petani mengandalkan sinar matahari dalam melakukan proses pengeringan jagung. tingkat harga jagung juga relatif tinggi meskipun kualitas jagung relatif rendah karena waktu panen yang bertepatan dengan musim hujan.230 TANAM III Ha) I I.100 per kg. LAHAN SAWAH Musim Tanam 1 Setelah . jadwal panen Desember (untuk lahan tegalan dan sawah) dan Maret (khusus pada lahan tegalan) waktu panennya bertepatan dengan musim hujan. Akibatnya kualitas jagung yang dihasilkan oleh petani pada periode musim tanam ini mengalami penurunan karena tingginya kandungan kadar air. pedagangpedagang tersebut memanfaatkan jasa kolektor untuk langsung ke lokasi usahatani atau ke rumah-rumah petani untuk melakukan pembelian. Padi (1. LAHAN TEGALAN Musim 1 Tanam I .

PetaniPedagang Pengumpul KabupatenPedagang BesarIndustri Pakan Ternak/Peternak 3. tetapi sebelum penentuan nilai penjualan dilakukan perhitungan: Berat bersih yang dibayarkan (jumlah jagung yang dipasok dalam kg) dikurangi potongan karung (kg) dikurangi tingkat refraksi/potongan (%). Keterangan: = Menyalurkan = Mendatangi Gambar 1. kadar biji putih. yaitu: 1. Kabupaten Gowa dan Takalar. PetaniPedagang Pengumpul KabupatenIndustri Pakan Ternak/Peternak. Kota Makassar. Tidak mutlak bahwa pedagang besar/industri pakan ternak yang membeli jagung dari pedagang pengumpul langsung membayar sesuai dengan jumlah yang dipasok. pedagang pengumpul kabupaten masih melakukan penanganan terhadap jagung hasil pembeliannya. Pedagang besar/industri pakan ternak melakukan perhitungan untuk menentukan nilai pembelian yang harus dibayarkan kepada pedagang pengumpul kabupaten. Berdasarkan uraian pola pemasaran jagung dari petani sebagai produsen hingga ke pemakai akhir yang terjadi di Kabupaten Bantaeng digambarkan rantai pemasaran jagung sebagaimana yang ditampilkan pada Gambar 1.7 besar atau industri pakan ternak. kadar jamur. Rantai Pemasaran Jagung di Kabupaten Bantaeng Gambar 1 menunjukkan bahwa terdapat tiga pola saluran pemasaran jagung yang terjadi di Kabupaten Bantaeng. misalnya dengan menjemur kembali untuk memenuhi standar kadar air atau membersihkan untuk memenuhi standar kadar kotoran atau debu. Setelah jagung terkumpul dan dilakukan penanganan seperlunya. Sedangkan nilai refraksi/ potongan (%) adalah penjumlahan dari hasil uji mutu (kadar air. kadar kotoran. Bagi pedagang pengumpul kabupaten yang memperoleh suntikan modal dari pedagang besar/industri pakan ternak setelah melakukan penjualan dan menerima pembayar hasil pasokan jagung langsung membayar dengan cara menyicil kepada pedagang besar/industri pakan ternak yang memberinya. . Petani KolektorPedagang Pengumpul KabupatenPedagang BesarIndustri Pakan Ternak/Peternak 2. pedagang pengumpul kabupaten melakukan penyimpanan hingga memenuhi jumlah yang cukup untuk dilakukan penyaluran ke pedagang besar atau industri pakan ternak yang ada di Kabupaten Sidenreng Rappang. dan kadar biji mati). Nilai yang dibayarkan (Rp) adalah berat bersih yang dibayarkan (kg) dikali dengan tingkat harga yang berlaku (Rp/kg). Cicilan tersebut dapat dilakukan beberapa kali penjualan atau tergantung kesepakatan hingga pinjaman modal lunas dalam musim panen berjalan.

Keterbatasan ketersediaan sarana produksi di sekitar lokasi Usahatani jagung 6. Banyaknya pedagang yang bergerak dalam pemasaran jagung 7. Rendahnya tingkat pengetahuan dan keterampilan petani dalam menerapkan teknologi budidaya dan pascapanen 3. Potensi luas panen jagung yang semakin menurun 2. Besarnya potensi kelembagaan di tingkat petani 6. Tingginya tingkat produktivitas usahatani jagung 4. Rendahnya kualitas jagung hasil produksi petani 4. Analisis faktor eksternal bertujuan untuk menemukan berbagai peluang (opportunities) yang dapat diraih oleh Kabupaten Bantaeng pada berbagai aspek yang terkait dengan pengembangan komoditas jagung khususnya dalam pemasarannya serta mengidentifikasi ancaman-ancaman (threats) yang merupakan faktor penghambat di luar kewenangan Pemerintah Kabupaten Bantaeng pada berbagai aspek yang terkait dengan pengembangan komoditi jagung khususnya dalam pemasarannya. Keterbatasan permodalan yang dimiliki oleh petani 5. Prasarana jalan desa yang kurang memadai d. Kelemahan-kelemahan yang maksud adalah: 1. Banyaknya jumlah petani yang berusahatani jagung 5. Letak wilayah Kabupaten Bantaeng yang strategis 2.8 Strategi Pemasaran Jagung Strategi pemasaran jagung dengan memadukan faktor-faktor pada lingkungan eksternal Kabupaten Bantaeng yang berada di luar kewenangan pemerintah kabupaten untuk mengaturnya terkait peluang (opportunities) dan ancaman (threaths) yang ada dengan kondisi lingkungan internal Kabupaten Bantaeng yang berada di dalam kewenangan pemerintah kabupaten untuk mengaturnya terkait kekuatan (strength) dan kelemahan (weakness) yang dimiliki. Program Pembangunan Kabupaten Bantaeng Berbasis Desa Mandiri 3. Keterbatasan jenis dan jumlah sarana teknologi pengolahan hasil 7. Kekuatan yang dimaksud adalah: 1. sebagaimana diuraikan berikut ini: . Analisis faktor internal bertujuan untuk menemukan berbagai kekuatan (strengths) dan kelemahan-kelemahan (weakness) yang dimiliki oleh Kabupaten Bantaeng pada berbagai aspek yang terkait dengan pengembangan pemasaran komoditi jagung. Kekuatan (Strenghts) Kekuatan yang dimaksud merupakan potensi sumberdaya dan kondisi yang dimiliki oleh Kabupaten Bantaeng terkait dengan pengembangan komoditi jagung yang dapat dijadikan sebagai modal dasar dalam pemasaran komoditi jagung di Kabupaten Bantaeng. Peluang (Opportunities) Beberapa peluang yang dapat diraih oleh Pemerintah Kabupaten Bantaeng terkait dengan pengembangan komoditi jagung khususnya dalam pemasarannya. a. Tersedianya Pelabuhan Laut sebagai Sarana Perhubungan b. Kelemahan (Weakness) Kelemahan yang dimaksud merupakan keterbatasan sumberdaya dan kondisi yang dimiliki oleh Kabupaten Bantaeng terkait dengan pengembangan komoditi jagung yang dapat menghambat dalam pemasaran komoditi jagung di Kabupaten Bantaeng.

3. Harga komoditi jagung yang berfluktuasi 3. Strategi-strategi yang dirumuskan. Strategi WT. Penetapan standar kualitas yang ketat oleh industri/pedagang 2.9 1. Hal ini cukup beralasan. dengan memanfaatkan kekuatan-kekuatan (S) yang dimiliki Kabupaten Bantaeng untuk mengambil manfaat dari peluang-peluang (O) yang ada. yaitu: 1. Penetapan jagung sebagai komoditas unggulan Sulsel Tersedianya lembaga pendukung usahatani jagung Besarnya produksi jagung kabupaten tetangga Tingginya permintaan dan tingkat harga jagung untuk ekspor Banyaknya pemasok Sarana Produksi Jagung e. terutama dalam pemasaran jagung. Analisis faktor-faktor internal dan eksternal yang dituangkan ke dalam matriks SWOT dengan hasil berupa rumusan strategi-strategi yang dapat diambil dalam kaitannya dengan pemasaran jagung di Kabupaten Bantaeng (lihat Tabel 3). Persaingan dengan pedagang pengumpul dari Kabupaten Tetangga untuk memperoleh komoditas jagung 5. 2. yakni: 1. dengan mengurangi kelemahan-kelemahan (W) yang dimiliki oleh Kabupaten Bantaeng dan menghindari ancaman-ancaman (T) yang ada. Hasil analisis diperoleh sebanyak 20 strategi pemasaran jagung yang dapat diterapkan oleh Pemerintah Kabupaten Bantaeng. terutama dalam pemasaran jagung. meskipun masalah tersebut secara langsung maupun tidak langsung menjadi faktor penghambat. 4. Ancaman (Threaths) Tidak semua masalah yang dihadapi oleh Pemerintah Kabupaten Bantaeng terkait dengan pemasaran jagung berada dalam kewenangannya untuk menyelesaikan. Tingginya biaya pungutan dalam pengangkutan 4. 3. Startegi SO. dan 4. besarnya permintaan pasar (baik ekspor maupun antar-pulau) masih sulit untuk dipenuhi. Pemetaan strategi pemasaran jagung hasil analisis SWOT pada strategi bauran pemasaran (marketing mix) menunjukkan bahwa sebagian besar atau sebanyak 12 strategi (60%) merupakan strategi pengembangan produk (product).Threats) untuk merumuskan strategi pemasaran jagung. 2. 5. Masalah yang dimaksud dianggap sebagai sebuah ancaman dalam pemasaran jagung. Strategi ST. dengan memanfaatkan kekuatan-kekuatan (S) yang dimiliki Kabupaten Bantaeng untuk menghindari ancaman-ancaman (T). Kelemahan faktor produk inilah yang mempengaruhi sehingga petani sangat sulit untuk memperoleh tingkat harga yang memadai dalam rangka untuk meningkatkan pendapatannya. . terutama dalam pemasaran jagung. Strategi WO. Terancamnya kelestarian lingkungan akibat perambahan hutan untuk lahan pengembangan jagung Faktor-faktor internal dan eksternal selanjutnya dianalisis dengan menggunakan matriks analisis SWOT (Strengths – Weakness – Opportunities . Iklim yang kurang mendukung 6. mengingat kelemahan pemasaran jagung di Kabupaten Bantaeng saat ini terletak pada rendahnya kemampuan petani untuk menghasilkan produksi jagung sesuai standar kualitas yang ditetapkan eksportir/industri. dengan mengatasi kelemahan-kelemahan (W) yang dimiliki Kabupaten Bantaeng untuk meraih peluang-peluang (O) yang ada. Disamping aspek kualitas.

kekurangan atau ketidakpuasan yang terjadi. Hasil pemetaan menunjukkan bahwa terdapat 2 strategi (10%) hasil analisis SWOT yang merupakan strategi promosi yang dapat dilakukan dalam menarik berbagai pihak terutama calon investor untuk berinvestasi di Kabupaten Bantaeng. namun untuk pengembangan pemasaran jagung perlu pula didukung oleh strategi harga (price) menyangkut terjaminnya tingkat harga yang akan diterima terutama oleh petani sebagai produsen. maka masalah ini akan cenderung terjadi apabila saat ini tidak dilakukan tindakan yang strategis. Namun jika Kabupaten Bantaeng diharapkan akan menjadi sentra dan terminal pemasaran jagung di Sulawesi Selatan. serta masalah-masalah yang mencerminkan sebab sehingga masalah utama terjadi. sebagai gugusan perakaran di bawah batang pohon. Meskipun strategi lebih dominan pada strategi produk dan tempat.589 ton jagung yang tidak terserap oleh pedagang pengumpul kabupaten yang ada di Kabupaten Bantaeng. baik potensi sebagai wilayah produksi.643 ton. Masalah utama ini akan terjadi apabila terjadi penurunan potensi luas panen jagung yang disebabkan oleh tingkat kegagalan panen yang tinggi dan motivasi petani untuk menanam jagung menurun sebagai akibat dari rendahnya tingkat harga jagung yang diterima petani. maupun potensi sebagai wilayah perdagangan yang dilengkapi dengan berbagai fasilitas yang memungkinkan pemberian pelayanan yang berskala kawasan.10 Selanjutnya strategi tempat (place) terdapat 5 strategi (25%). Pemetaan menunjukkan bahwa terdapat sebanyak 5% strategi yang dihasilkan dari analisis SWOT yang merupakan strategi harga. Masalah utama yang ditetapkan ini sebenarnya belum terjadi. masalah-masalah yang mencerminkan akibat bila masalah utama terjadi ditempatkan sebagai gugusan percabangan/ranting. Masalah ini dapat digolongkan ke dalam masalah yang berada dalam kekuasaan untuk diselesaikan (internal) yang disebut persoalan serta masalah yang berada di luar kekuasaan untuk diselesaikan (eksternal) yang disebut kendala.232 ton dengan data volume perdagangan jagung oleh pedagang pengumpul kabupaten yang hanya sebesar 16. Strategi tempat sangat terkait pemanfaatan potensi wilayah Kabupaten Bantaeng saat ini. artinya masih terdapat sebanyak 173. Hal ini dapat dilihat dari perbandingan antara data jumlah produksi jagung Kabupaten Bantaeng tahun 2008 sebesar 190. Selanjutnya disusun strukturisasi permasalahan (lihat Gambar2) yang menujukkan hubungan sebab-akibat antar-masalah dalam bentuk diagram pohon dengan masalah utama yang berada pada posisi batang pohonnya. Masalah utama (posisi batang) pemasaran jagung di Kabupaten Bantaeng adalah ”jumlah produksi jagung yang diperdagangkan masih kurang”. Untuk mendukung Kabupaten Bantaeng sebagai wilayah perdagangan jagung maka diperlukan strategi promosi (promotion). Tingginya tingkat kegagalan panen selain disebabkan oleh kondisi . maka dapat ditetapkan masalah yang terindikasi dengan kelemahan. Bulkis dan Rusli (2009) mengemukakan bahwa Identifikasi masalah merupakan dasar untuk menentukan tindakan yang akan dilaksanakan dengan berdasar pada apakah terdapat indikasi kelemahan. kekurangan atau ketidakpuasan terhadap situasi yang terjadi. Tindakan Prioritas dalam Strategi Pemasaran Jagung Tindakan-tindakan prioritas dalam pengembangan pemasaran jagung di Kabupaten Bantaeng dirumuskan dengan mengidentifikasi masalah-masalah yang dihadapi. Berdasarkan analisis situasi internal dan eksternal yang telah dilakukan pada penyusunan strategi. Indikasi tersebut tertuang dalam kelemahan (kondisi internal) dan ancaman (kondisi eksternal).

masalah kurangnya jenis dan jumlah sarana teknologi pengolahan hasil seperti dryer yang tersedia di lokasi sentra turut pula menjadi penyebab rendahnya kualitas jagung. Sasaran utama ini hanya bisa dicapai apabila potensi luas panen jagung dan motivasi petani untuk menanam jagung dapat ditingkatkan. Meningkatnya kualitas jagung hasil produksi petani dapat dicapai melalui sasaran peningkatan pengetahuan dan keterampilan petani dalam teknis budidaya dan pascapanen serta tersedianya jenis dan jumlah sarana teknologi pengolahan hasil di lokasi sentra produksi jagung. karena pada umumnya waktu panen jagung di Kabupaten Bantaeng bertepatan dengan musim hujan. Sasaran untuk meningkatkan harga jagung di tingkat petani dapat pula dicapai dengan menekan biaya pengangkutan yang dapat dicapai melalui sasaran mengurangi pungutan dalam pengangkutan serta perbaikan prasarana jalan desa. Disamping itu. maka dapat dirumuskan sasaran yang akan dicapai dalam pemasaran jagung di Kabupaten Bantaeng.11 iklim yang cukup ekstrim akhir-akhir ini yang ditandai dengan tingginya curah hujan yang mengakibatkan banyak lahan pertanaman jagung tergenang air. serta adanya kemudahan petani dalam memperoleh sarana produksi. tingginya tingkat kegagalan panen jagung juga disebabkan oleh kerusakan lahan untuk pertanaman jagung seperti terjadinya longsor dan berkurangnya tingkat kesuburan sebagai akibat tingginya tingkat perambahan hutan untuk dijadikan sebagai lokasi lahan pertanaman jagung. Memadainya tingkat harga jagung yang diterima oleh petani dapat dicapai dengan sasaran meningkatkan kualitas jagung hasil produksi petani sehingga standar kualitas yang ditetapkan oleh pedagang/industri dapat dipenuhi. tingginya biaya pengangkutan sebagai akibat tingginya pungutan dalam pengangkutan serta prasarana jalan desa yang kurang memadai turut pula menjadi penyebab rendahnya tingkat harga jagung yang diterima oleh petani karena pedagang pengumpul kabupaten memperhitungkan biaya-biaya tersebut untuk menetapkan harga pembelian jagung di tingkat petani. Jika masalah-masalah yang telah diuraikan berakibat pada kurangnya jumlah produksi jagung yang diperdagangkan. Rendahnya tingkat harga jagung yang diterima oleh petani disebabkan oleh masalah kualitas jagung hasil produksi petani rendah dan pada sisi lain pedagang/industri menetapkan standar kualitas yang sangat ketat. sementara petani hanya mengandalkan sinar matahari untuk melakukan penjemuran jagung hasil panennya. Selain kondisi cuaca yang ekstrim. Adanya keterbatasan petani dalam mengkases sarana produksi seperti benih yang tahan terhadap genangan. Sasaran utama yang akan dicapai pada pemasaran jagung di Kabupaten Bantaeng adalah ”jumlah produksi jagung yang diperdagangkan meningkat”. Berangkat dari permasalahan yang telah diuraikan. pupuk dan obat-obatan juga turut memberikan kontribusi terhadap masalah tingginya tingkat kegagalan panen jagung di Kabupaten Bantaeng. . maka tentunya akan berdampak pada tingginya tingkat persaingan dengan pedagang pengumpul dari kabupaten tetangga untuk memperoleh jagung sebagai komoditi dagangannya. Rendahnya kualitas jagung hasil produksi petani disebabkan oleh rendahnya tingkat pengetahuan dan keterampilan dalam budidaya dan pascapanen. Selain itu. Potensi luas panen jagung dapat ditingkatkan melalui pencapaian sasaran penurunan tingkat kegagalan panen yang dicapai melalui sasaran penyesuaian proses produksi dengan kondisi iklim yang kurang mendukung dan sasaran menekan tingkat kerusakan lahan dengan meminimalisir tingkat perambahan hutan untuk pertanaman jagung. Sedangkan motivasi petani untuk menanam jagung dapat ditingkatkan dengan sasaran memadainya tingkat harga jagung yang diterima petani.

Memperbaiki prasarana jalan desa Salah satu penyebab rendahnya tingkat harga yang diterima oleh petani (selain faktor kualitas) adalah pembebanan biaya pemasaran oleh pedagang pada harga pembelian di tingkat petani. Sasaran antara “potensi luas panen jagung meningkat” dicapai dengan terlebih dahulu mencapai sasaran sub-antara “tingkat kegagalan panen menurun” melalui tindakan-tindakan menganjurkan penerapan teknologi budidaya jagung sesuai dengan kondisi iklim. Olehnya itu. maka Pemerintah Kabupaten perlu memperbaiki prasarana jalan desa terutama di sentra-sentra produksi jagung. mencanangkan sentra produksi jagung sebagai desa mandiri yang peduli terhadap lingkungan. Adanya perda ini selain untuk menjamin pendapatan yang akan diperoleh petani jagung di Kabupaten Bantaeng. . Memberikan jaminan harga dasar pembelian Untuk memotivasi petani agar dapat menghasilkan produksi dalam jumlah. Gambaran mengenai hubungan antara sasaran-sasaran pemasaran jagung di Kabupaten Bantaeng secara jelas dapat dilihat pada Gambar 3. Bulkis dan Rusli (2009) mengemukakan bahwa fokus perhatian untuk menyusun rangkaian tindakan yang akan dilakukan adalah pada sasaran-sasaran yang berada di posisi perakaran yang merupakan daerah jaring-jaring sasaran antara dan sub-antara yang memusat menuju ke sasaran utama melalui hubungan tindakan-hasil. mutu dan keberlanjutan sesuai yang diharapkan adalah adanya jaminan harga dasar. Mengadakan resi gudang yang dapat menampung hasil produksi petani Saat panen sering petani dihadapkan pada pilihan yang sulit. Untuk mempermudah pengangkutan jagung dari lokasi produksi ke pusat pemasaran di Kota Bantaeng. Sasaran sub-antara “biaya pengangkutan jagung dapat ditekan” dapat dicapai melalui tindakan membangun resi gudang yang dapat menampung hasil produksi petani serta memperbaiki prasarana jalan desa. juga akan menjadi salah satu faktor yang dapat mendorong petani/pedagang dari kabupaten lain untuk menjual jagung ke Kabupaten Bantaeng. Salah satu unsur biaya pemasaran adalah biaya pengangkutan. memfasilitasi petani agar mampu memperoleh sarana produksi dan memfasilitasi petani agar mampu mengakses kredit perbankan. Sementara sasaran sub-antara “harga komoditas jagung yang terjamin” dicapai dengan tindakan memberikan jaminan harga dasar pembelian. Pencapaian sasaran antara “motivasi petani menanam jagung meningkat” dilakukan dengan mencapai sasaran sub-antara “petani mampu memenuhi standar kualitas yang ditetapkan pedagang/industri” melalui tindakan melaksanakan pembinaan teknologi budidaya dan penanganan pascapanen serta menyediakan sarana teknologi pengolahan hasil.12 Pencapaian sasaran meningkatnya jumlah jagung yang diperdagangkan sebagai sasaran utama akan berdampak pada berkurangnya tingkat persaingan dengan pedagang pengumpul dari kabupaten tetangga untuk memperoleh jagung sebagai komoditi dagangan. pengangkutan akan lebih mudah dan pada akhirnya akan dapat menekan biaya pengangkutan jagung ke pusat pemasaran sehingga harga yang diterima oleh petani juga dapat lebih tinggi. yaitu: 1. Pemerintah Kabupaten Bantaeng perlu menetapkan kebijakan mengenai aturan harga dasar jagung melalui Peraturan Daerah (perda). Berdasarkan hasil analisis ditetapkan sembilan tindakan yang perlu diprioritaskan terkait dengan strategi pemasaran jagung di Kabupaten Bantaeng. Dengan kondisi jalan yang memadai. di satu sisi petani membutuhkan dana tunai untuk menyiapakan musim tanam berikutnya dan untuk 2. 3. Diagram pohon sasaran menunjukkan peta hubungan antar-sasaran yang akan dicapai dalam pemasaran jagung Kabupaten Bantaeng. Hubungan antara sasaran dan tindakan dapat dilihat pada Gambar 4.

Salah satu skim kredit yang dapat diakses oleh petani dengan jaminan dari pemerintah kabupaten adalah Kredit Usaha Rakyat (KUR). Adanya resi gudang dapat dijadikan agunan untuk mencari pinjaman. 4. 5. Memfasilitasi petani agar mampu memperoleh sarana produksi Agar petani dapat melaksanakan teknik budidaya yang dianjurkan untuk meningkatkan produksi dan produktivitas. juga dapat mempermudah petani dalam pemasaran hasil produksi usahataninya. maka perlu dilakukan upaya untuk memberikan kemudahan bagi petani dalam mengakses permodalan dari perbankan. Olehnya itu Pemerintah Kabupaten Bantaeng perlu memfasilitas petani jagung dalam memperoleh kredit melalui perbankan dengan bertindak sebagai penjamin (avalis). Olehnya itu Pemerintah Kabupaten Bantaeng perlu melakukan upaya pembinaan yang intensif kepada petani agar mampu menguasai teknologi budidaya dan pascapanen yang baik. Selain tindakan-tindakan yang telah disebutkan. Untuk menghindari keterikatan petani dengan tengkulak/pedagang pengumpul. Menyediakan sarana teknologi pengolahan hasil Selain keterbatasan petani dalam penguasaan teknologi budidaya dan pascapanen. pupuk. terutama saat musim tanam jagung. Memfasilitasi petani agar mampu mengakses kredit perbankan Kesulitan petani dalam memperoleh sarana produksi dalam setiap menghadapi musim tanam umumnya disebabkan karena keterbatasan dalam permodalan. Melaksanakan pembinaan teknologi budidaya dan penanganan pascapanen Salah satu penyebab rendahnya tingkat harga yang diterima oleh petani jagung adalah rendahnya kualitas jagung hasil produksi usahataninya. maka diperlukan ketersediaan sarana produksi yang dibutuhkan seperti benih. Salah satu sarana yang diperlukan oleh petani adalah adanya mesin pengering (dryer) terutama saat panen yang bertepatan dengan musim hujan. selain dapat untuk memperpanjang masa penjualan hasil produksi petani.13 keperluan rumah tangganya. 6. Pemerintah Kabupaten Bantaeng perlu mengadakan resi gudang yang selain dapat mendukung ketersediaan modal bagi petani. 7. Mencanangkan sentra produksi jagung sebagai desa mandiri yang peduli terhadap lingkungan . di sisi lain saat menjual hasil panennya tidak memberikan keuntungan karena adanya keterlibatan tengkulak atau pedagang pengumpul. Olehnya itu Pemerintah Kabupaten Bantaeng perlu memfasilitasi ketersediaan sarana produksi usahatani jagung melalui kemitraan industri/distributor sarana produksi dengan mengoptimalkan kelembagaan di tingkat petani (kelompoktani/gabungan kelompoktani) agar dapat menjadi unit penyedia sarana produksi bagi petani anggotanya. Rendahnya kualitas jagung hasil produksi disebabkan keterbatasan petani dalam penguasaan teknologi (budidaya dan pascapanen). 8. Tindakan ini dapat dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Bantaeng dengan memfasiliasi kelembagaan di tingkat petani (kelompoktani/gabungan kelompoktani) terutama di wilayah-wilayah sentra produksi potensil untuk memperoleh bantuan sarana teknologi pengolahan hasil tersebut. Tindakan ini dapat dilakukan dengan memfasilitasi kemitraan kelembagaan di tingkat petani (kelompoktani/gabungan kelompoktani) dengan lembaga-lembaga pembina terkait. keterbatasan petani dalam mengakses sarana pengolahan hasil juga sebagai penyebab rendahnya kualitas jagung hasil produksi usahataninya. dan obat-obatan. Petani jagung sangat membutuhkan kemudahan dalam memperoleh sarana produksi terkait ketersediaan baik jenis maupun kualitas dengan tingkat harga yang dapat terjangkau pada saat dibutuhkan.

penggunaan pupuk yang berimbang dan sebagainya. Bulukumba. Jeneponto. Selayar dan Sinjai (Bajenbassi) dalam rangka memenuhi permintaan pasar terutama pasar ekspor dengan menyajikan kuantitas. Pemerintah Kabupaten Bantaeng dapat bekerjasama dengan Balai Penelitian Tanaman Serealia (Balitsereal) Maros. Penggunaan benih unggul ini diiringi dengan perbaikan teknik budidaya yang lain seperti pengaturansaluran drainase. Arah pemasaran jagung ini mencerminkan apa yang akan dicapai di masa yang akan datang terkait dengan pemasaran jagung di Kabupaten Bantaeng dan merupakan fokus yang jelas serta menjadi perekat yang menyatukan berbagai strategi yang telah dirumuskan melalui analisis SWOT terkait dengan pemasaran jagung di Kabupaten Bantaeng. Pemerintah Kabupaten Bantaeng perlu menganjurkan para petani agar menerapkan teknologi budidaya jagung sesuai dengan kondisi iklim. tetapi juga sebagai wahana untuk menjaga kelestarian lingkungan. Tindakan ini dapat diimplementasikan dengan menjadikan kelembagaan di tingkat petani jagung (kelompoktani dan gabungan kelompoktani) tidak hanya sebagai basis aktifitas sosial. Gambaran ini dapat digunakan untuk merumuskan arah serta program-program yang perlu ditetapkan dalam pemasaran jagung dalam rangka mewujudkan Visi dan Misi Pembangunan Kabupaten Bantaeng. terutama desa-desa sentra produksi jagung yang rawan terhadap adanya aktifitas usahatani yang memanfaatkan areal hutan dengan cara merambah. maka dapat diperoleh gambaran umum mengenai kondisi pemasaran jagung saat ini. Tersedianya fasilitas pelabuhan dengan fasilitas-fasilitas pendukung lainnya memberikan peluang investasi bagi investor sehingga Kabupaten Bantaeng berpeluang menjadi daerah asal ekspor langsung komoditas jagung di Indonesia ke berbagai negara tujuan. kualitas dan kontinyuitas yang terjamin. Berangkat dari strategi-strategi yang telah ditetapkan berdasarkan hasil analisis SWOT. Berbasis desa mandiri mengandung arti bahwa dengan berkembangnya Kabupaten Bantaeng sebagai sentra komoditas jagung yang bertaraf dunia akan memberikan peluang bagi . maka pemasaran jagung di Kabupaten Bantaeng dalam mendukung Visi Pembangunan Kabupaten Bantaeng adalah: “Mewujudkan Bantaeng sebagai Sentra Produksi dan Terminal Pemasaran Komoditas Jagung Bertaraf Dunia yang Berbasis Desa Mandiri” Sentra produksi dan terminal komoditas jagung bertaraf dunia mengandung arti bahwa Kabupaten Bantaeng merupakan wilayah penghasil komoditas jagung dan menjadi pusat pemasaran jagung pada kawasan Kabupaten Bantaeng. 9. Menganjurkan penerapan teknologi budidaya jagung sesuai dengan kondisi iklim Mengantisipasi kondisi iklim yang cukup ekstrim baik di musim hujan dengan tingginya intensitas curah hujan sebagaimana yang terjadi sepanjang tahun 2010 maupun ancaman kekeringan pada musim kemarau. ekonomi dan teknologi.14 Sebagai upaya untuk mencegah terjadinya kerusakan lingkungan sebagai akibat adanya aktifitas perambahan hutan untuk lahan usahatani jagung. pengolahan tanah. Dalam melaksanakan tindakan prioritas ini. maka Pemerintah Kabupaten Bantaeng perlu mencanangkan desa mandiri yang peduli terhadap lingkungan. Teknologi tersebut dapat berupa penggunaan benih dari varietas yang tahan terhadap genangan saat musim hujan dengan curah hujan yang tinggi atau penggunaan benih dari varietas yang tahan terhadap kekeringan saat kemarau panjang terjadi. Arah dan Program Pemasaran Jagung dalam Mendukung Visi dan Misi Pembangunan Kabupaten Bantaeng Berdasarkan strategi yang telah dirumuskan dari hasil analisis SWOT serta tindakan-tindakan prioritas yang perlu segera dilaksanakan.

pedagang eksportir/industri pakan ternak. b. dan sebagainya. tetapi juga menjadi unit penyedia sarana produksi. c. Pengadaan dan perbaikan sarana dan prasarana yang mendukung pemasaran jagung dengan melaksanakan program: a. penyedia permodalan dan juga sebagai unit pemasaran jagung. Pendidikan dan pelatihan penanganan pascapanen jagung untuk meningkatkan kualitas hasil produksi. c. d. 3. tester kualitas. 4. Peningkatan kualitas sumberdaya manusia petani jagung agar mampu menghasilkan jagung dengan kuantitas. Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Sulawesi Selatan. penyedia alat dan mesin usahatani jagung. Arah pemasaran jagung dalam mendukung Visi Pembangunan Kabupaten Bantaeng dituangkan cara yang dapat dilakukan oleh seluruh pihak yang terkait melalui fasilitasi Pemerintah Kabupaten Bantaeng dalam mencapainya dan secara konseptual tertuang dalam pencapaian: 1. Penyediaan fasilitas penanganan pascapanen pada setiap kluster sentra pengembangan jagung seperti fasilitas gudang penyimpanan. c. dan Perguruan Tinggi. penyedia sarana produksi (distributor benih. Penciptaan iklim yang kondusif untuk meningkatkan daya tarik Kabupaten Bantaeng sebagai daerah tujuan investasi bagi para calon investor. Fasilitasi kelembagaan petani agar dapat bermitra dengan berbagai pihak yang terkait (stakeholder) dengan pengembangan komoditas jagung seperti lembaga perbankan. lantai jemur. kualitas serta kontinyuitas dengan melaksanakan program: a. 2. Pembinaan dan pendampingan kepada gabungan kelompoktani (gapoktan) agar mampu berfungsi tidak hanya sebagai unit produksi. Membangun resi gudang yang dapat menampung hasil produksi petani yang tak dapat ditampung oleh pedagang yang ada di Kabupaten Bantaeng serta dapat menjaga agar tingkat harga jagung yang diterima oleh petani tidak anjlok terutama pada saat panen. alat pemipil jagung. b. mesin pengering (dryer) dan sebagainya. d. Pendidikan dan pelatihan teknis budidaya sesuai anjuran dalam rangka meningkatkan produktivitas usahatani dengan tetap memperhatikan kelestarian lingkungan.15 desa-desa terutama desa penghasil jagung untuk memanfaatkan potensi wilayahnya dengan caranya masing-masing agar mampu menghasilkan komoditas jagung yang memiliki pangsa pasar internasional. Pendidikan dan pelatihan manajemen pengelolaan usahatani jagung. baik yang berasal dari dalam negeri (domestik) maupun yang berasal dari luar negeri (asing) yang akan bergerak dalam komoditas jagung dengan melaksanakan program: . Perbaikan jalan desa dan jalan usahatani agar distribusi jagung dari sentra-sentra produksi ke pusat-pusat perdagangan di ibukota kecamatan/ kabupaten dapat menjadi lancar. b. Pengembangan kelembagaan di tingkat petani agar mampu menjadi lembaga ekonomi di perdesaan dengan melaksanakan program: a. pupuk dan obat-obatan). Kemitraan program pengembangan pengetahuan dan keterampilan petani dengan lembaga-lembaga terkait seperti Balai Penelitian Tanaman Jagung dan Serealia (Balitjas) Maros. Melengkapi infrastruktur pelabuhan agar dapat menjadi pelabuhan jagung curah untuk tujuan ekspor dan antar-pulau. Pembinaan dan pendampingan kepada kelompoktani agar dapat berfungsi menjadi wahana belajar bagi petani.

Promosi mengenai potensi sumberdaya alam dan peluang investasi usaha komoditas jagung melalui kunjungan langsung. memfasilitasi petani agar mampu memperoleh sarana produksi. kualitas serta kontinyuitas yang terjamin. nasional maupun internasional. pelayanan birokrasi. internet dan media massa) serta mengikuti event pameran promosi daerah baik di tingkat lokal. serta pelayanan lainnya.16 a. maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut: 1. memperbaiki prasarana jalan desa. dan menganjurkan penerapan teknologi budidaya jagung sesuai dengan kondisi iklim. regional. Pemasaran jagung di Kabupaten Bantaeng dalam mendukung terwujudnya Visi Pembangunan Kabupaten Bantaeng perlu diarahkan kepada Mewujudkan Bantaeng sebagai Sentra Produksi dan Terminal Pemasaran Komoditas Jagung Bertaraf Dunia yang Berbasis Desa Mandiri dengan melaksanakan program: Peningkatan kualitas sumberdaya manusia petani jagung agar mampu menghasilkan jagung dengan kuantitas. Serta penciptaan iklim yang kondusif untuk meningkatkan daya tarik Kabupaten Bantaeng sebagai daerah tujuan investasi para investor (domestik dan asing) yang bergerak dalam komoditas jagung. c. Perlunya dilakukan pemetaan dan penetapan kluster-kluster wilayah pengembangan jagung di Kabupaten Bantaeng sebagai upaya untuk dapat mempermudah dalam melaksanakan pembinaan kelembagaan/petani. menyediakan sarana teknologi pengolahan hasil. mengadakan resi gudang yang dapat menampung hasil produksi petani. insentif pajak. 2. Ranperda ini perlu didukung oleh anggota DPRD dalam hal ini Legislatif untuk segera dibahas dan ditetapkan sebagai Peraturan Daerah. memfasilitasi petani agar mampu mengakses kredit perbankan. penyediaan lahan. b. melaksanakan pembinaan teknologi budidaya dan penanganan pascapanen. Pengadaan dan perbaikan sarana dan prasarana yang mendukung pemasaran jagung. brosur. Dalam rangka pengembangan strategi pemasaran jagung di Kabupaten Bantaeng terkait dengan hasil penelitian ini maka disarankan sebagai berikut: 1. Pengembangan kelembagaan di tingkat petani agar mampu menjadi lembaga ekonomi di perdesaan. murah dan transparan bagi investor yang ingin berinvestasi dalam pengembangan komoditas jagung di Kabupaten Bantaeng dengan memberikan kemudahan perizinan. 2. khususnya petani sebagai produsen. Peningkatan kualitas pelayanan investasi yang cepat. penempatan fasilitas-fasilitas . penggunaan media (buku. mencanangkan sentra produksi jagung sebagai desa mandiri yang peduli terhadap lingkungan. Menjamin tingkat harga komoditas jagung yang memadai terutama tingkat harga pembelian dari petani untuk menarik para petani bahkan pedagang dari kabupaten tetangga untuk menjual jagung ke Kabupaten Bantaeng. KESIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan tujuan dan uraian hasil penelitian. leaflet. Pemerintah Kabupaten Bantaeng dalam hal ini Eksekutif perlu segera menyusun Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) mengenai jaminan terhadap harga dasar pembelian jagung untuk menjamin tingkat pendapatan para pelaku pemasaran jagung. Kebijakan yang dapat dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Bantaeng dalam wujud tindakan prioritas untuk mendukung strategi pemasaran jagung adalah: Memberikan jaminan harga dasar pembelian. Dalam hal ini Pemerintah Kabupaten Bantaeng dapat mencontoh kebijakan yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Gorontalo.

penyedia modal. Pemerintah Kabupaten Bantaeng perlu memfasilitasi terjalinnya sinergi melalui kemitraan antar-stakeholder pemasaran jagung di Kabupaten Bantaeng. Karena Kabupaten Bantaeng telah ditetapkan sebagai daerah sentra produksi jagung di Sulawesi Selatan dan untuk menjamin terlaksananya strategistrategi yang telah ditetapkan. 1995. Kabupaten Bantaeng Dalam Angka (Bantaeng in Figures) 2009. Manajemen Bisnis. Sebagai upaya untuk menjaga kelestarian lingkungan seiring dengan peluang pemasaran jagung yang besar di Kabupaten Bantaeng.17 3.. pemanfaatan lahan kritis dan lahan tidur untuk mengatasi masalah kurangnya lahan garapan yang dimiliki oleh petani. maka diperlukan koordinasi dan pengawasan yang lebih intensif lagi terkait dengan pengelolaan dan pelestarian lingkungan di Kabupaten Bantaeng agar selain dapat memfasilitasi pembukaan lahan pertanian baru. Laporan Modul . juga dimaksudkan agar pembukaan lahan pertanian untuk usahatani jagung dapat sesuai dengan prinsip konservasi lahan dan kelestarian sumberdaya alam dan lingkungan. Jakarta. Dalam menyusun program peningkatan infrastruktur jalan. Badan Pusat Statistik. 6. maka perlu pula dilakukan upaya khusus untuk memperoleh anggaran khusus yang bersumber dari APBD Sulawesi Selatan dan APBN. arah dan program pengembangan pemasaran jagung di Kabupaten Bantaeng. Pemerintah Kabupaten Bantaeng perlu mengalokasikan anggaran khusus melalui APBD untuk melaksanakan berbagai strategi-strategi yang telah dirumuskan untuk mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat secara umum. Dasar-dasar Marketing. petani jagung serta seluruh tingkatan pedagang. Panji. Pemerintah Kabupaten Bantaeng perlu memprioritaskan jalan-jalan desa dan jalan-jalan usahatani terutama pada sentra-sentra pengembangan jagung. mulai dari penyedia sarana produksi. serta kelancaran dalam pedistribusian hasil produksi ke ibukota kabupaten sebagai terminal komoditas jagung untuk tujuan ekspor. 9. alat dan mesin budidaya/panen dan pascapanen. Anwar. 1997. 4. 2009. petani jagung di Kabupaten Bantaeng perlu menerapkan teknik budidaya yang tepat agar dapat meningkatkan produksi dan produktivitas usahataninya dengan tetap memperhatikan konservasi lahan. 2009. DAFTAR PUSTAKA Anoraga. oleh karena itu kelanjutan dan kesempurnaan pembahasannya masih memerlukan penelitian lebih lanjut dengan pembahasan yang tentunya lebih komprehensif. Perlu adanya koordinasi diantara Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang terkait dengan pemasaran jagung dalam rangka melaksanakan berbagai program sebagai tindak-lanjut dari strategi. Analisis Perencanaan dan Pengembangan Agrosistem: Buku Kerja dalam Delapan Modul Pembelajaran. Sitti dan Rusli M. 5. R. Penerbit PT Bhineka. tindakan prioritas. 7. Badan Pusat Statistik Kabupaten Bantaeng. Bulkis. khusunya para pelaku pemasaran jagung dan lebih terkhusus pada petani jagung yang jumlahnya cukup besar. Jakarta. penyedia informasi teknologi.. penanganan pascapanen. Penerbit Alumni. 8. serta meningkatkan kualitas jagung hasil produksinya dengan menerapkan teknik pascapanen sesuai anjuran. Diakui bahwa penelitian ini belum mampu mengungkap keseluruhan aspek yang berkaitan dengan strategi pemasaran jagung di Kabupaten Bantaeng. Sebagai upaya untuk meningkatkan pendapatan.

Strategi dan Program Manajemen Pemasaran. Makassar. Universitas Hasanuddin. 2001.Unhas.id/uploadfiles/rpjp2007_2027/lampiran1_metode_penelitian _analisa_swot.. Penerbit CV. Departemen Pertanian RI. 2006.2027 (http:// bappedatamiang. Diakses pada tanggal 26 September 2010).com/2009/07/30/indonesia-eksportir-jagung-dunia/. P. Indonesia Eksportir Jagung Dunia (http:// matanews. Laode. 2009. Menggerakkan dan Membangun Pertanian: Syarat Pokok Pembangunan dan Modernisasi. Gramedia Utama. Bilson.com. A.pdf. Jakarta. Penerbit Erlangga. 7 Tahun 2009 Tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Bantaeng Tahun 2008 – 2013. Gultinan.J. Pemasaran Strategis (Edisi ke-4. Jakarta. Peraturan Daerah Kabupaten Bantaeng No. Matanews. Metodologi Penelitian: Analisa SWOT. PT Prenhallindo.. Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian. 1991.com/ writing-and-speaiking/presenting/2069506-konsep-strategi-pemasaran/.. Pertanian. D.T. Penerbit Erlangga.shvoong. 2009. Jakarta. Jakarta. Manajemen Pemasaran: Analisis. Makassar. Kerjasama Lembaga Pengabdian pada Masyarakat Universitas Hasanuddin dengan Direktorat Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil. Philip. Pemerintah Kabupaten Bantaeng. Lampiran 1 Studi Penyusunan RPJP Kabupaten Aceh Tamiang 2007 . Perencanaan. LPEM FE-UI. 1997. Penerbit PT.go. Pride dan Farrel. Binarupa Aksara. . Diakses pada tanggal 6 Oktober 2010). Pengembangan Model KemitraanAgroindustri Jagung di Kabupaten Jeneponto. Cravens. Syamri.18 Pembelajaran Berbasis SCL. diakses pada tanggal 1 September 2010). Jakarta. Simamora. Fakultas Pertanian. Provinsi Sulawesi Selatan. Implementasi dan Kontrol (Edisi Bahasa Indonesia-Jilid 1). Jakarta. 1992. 2010. Mosher. 2007. Memenangkan Pasar dengan Pemasaran Efektif dan Profitabel. Jilid I). Pemasaran: Teori dan Praktek Sehari-hari (Jilid 1). Yasaguna. Konsep Strategi Pemasaran (http://id. 1995. LPM . 1999. Kotler.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful