P. 1
skripsi pemalsuan uang

skripsi pemalsuan uang

5.0

|Views: 9,787|Likes:
Published by ari nabawi

More info:

Published by: ari nabawi on Aug 13, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/03/2013

pdf

text

original

BAB I

PENDAHULUAN

A.Latar Belakang Masalah

Tindak pidana pemalsuan uang tidak hanya terjadi pada saat sekarang akan

tetapi sudah terjadi sejak masa lampau, sejak zaman Romawi kuno. Hal-hal yang

menjadi motivasi seseorang untuk melakukan tindak pidana juga memerlukan

penelitian yang mendalam. Tetapi yang jelas mereka hanya ingin mendapatkan

keuntungan pribadi tanpa mempertimbangkan resiko yang akan dihadapi.

Penelitian tentang tindak pidana pemalsuan uang dalam skripsi ini

merupakan suatu penelitian yang didasarkan pada permasalahan yang bersifat

aktual, sebab perkara tindak pemalsuan uang pada akhir-akhir ini sering terjadi.

Dari situlah maka penulis ingin membahas secara tuntas tentang tindak pidana

tersebut.

Berbekal dengan temuan perkara tindak pidana pemalsuan uang pada

Pengadilan Negeri Tangerang maka penulis mendapatkan inspirasi untuk meneliti

permasalahan yang menyangkut faktor-faktor terjadinya tindak pidana pemalsuan

uang.

Setiap negara memiliki peraturan sebagai pedoman kepada setiap warga

negaranya demi tercipta ketertiban dan ketentraman dalam masyarakat. Dengan

terbentuknya peraturan diharapkan kepada setiap warga negara taat sehingga ada

rasa takut untuk melakukan suatu kejahatan.

1

Bangsa Indonesia merupakan bangsa yang terkenal dengan adat istiadat dan

kepribadiannya yang luhur. Pada zaman dahulu Bangsa Indonesia sangat disegani

oleh bangsa lain karena kepribadiannya dan kesantunannya.

Seiring dengan perkembangan IPTEK ( Ilmu Pengetahuan dan Teknologi)

banyak orang pandai, akan tetapi kepandaian tersebut tidak diikuti dengan etika

dan moral yang baik sehingga banyak orang yang memanfaatkan kepandaian

tersebut untuk berbuat yang melanggar aturan negara.

Maraknya berbagai macan jenis kejahatan suatu bukti bahwa tingkat

moralitas dan akhlak masyarakat sudah mulai berkurang. Sebagai contoh akhir-

akhir ini banyak terjadi aksi-aksi penipuan salah satunya yaitu maraknya

peredaran uang palsu. Peredaran uang palsu ini tidak hanya melanda pada warga

kota bahkan sudah mencapai ke seluruh pelosok tanah air.

Tindak pidana pemalsuan uang merupakan delik formil yaitu delik yang

dianggap telah terlaksana apabila telah dilakukan suatu tindakan yang terlarang.

Dalam delik formil hubungan kausal mungkin diperlukan pula tetapi berbeda

dengan yang diperlukan dalam delik materiil, dengan demikian dikatakan bahwa

delik materiil tidak dirumuskan secara jelas, lain dengan formil yang dilarang

dengan dengan tegas adalah perbuatannya.

Dalam delik formil yaitu apabila perbuatan dan akibatnya terpisah menurut

waktu, jadi timbulnya akibat yang tertentu itu baru kemudian terjadi.

Pengaturan ancaman terhadap tindak pidana pemalsuan uang secara spesifik

diatur dalam KUHP pada pasal 244 dan pasal 245. Perbedaan kedua pasal tersebut

2

adalah hanya perbedaan unsur saja, jika pada pasal 245 mengancam pelaku yang

dengan sengaja mengedarkan atau menyimpan uang palsu. Sedangkan pada pasal

244 dijelaskan terhadap ancaman pidana terhadap orang yang dengan sengaja

meniru atau membuat uang palsu.

Penelitian ini akan difokuskan pada No perkara 1425/PID.B/2005/PN.TNG

dengan nama terdakwa Muktar als. Tar bin Muhamad Latif yang telah tertangkap

oleh pihak kepolisian yang dengan sengaja mengedarkan uang palsu pecahan Rp.

100.000,- (Seratus ribu rupiah) pada tanggal 17 Agustus 2005 di Pasar Cikokol

Tangerang.

Oleh karena penelitian didalam buku ini difokuskan pada perkara di atas

maka pembahasan hal yang bersifat Yuridis terhadap perkara yang kemudian akan

menghasilkan suatu bahan analisa yang dapat dipergunakan untuk memperkaya

ilmu pengetahuan khususnya dalam Ilmu Hukum Pidana.

Pada umumnya ada 6 macam unsur obyektif1

yang terdapat dalam rumusan

tindak pidana yaitu:

1.Tingkah laku seseorang (handeling)

2.Akibat yang menjadi syarat mutlak delik

3.Unsur sifat melawan hukum yang dirumuskan secara formil

4.Unsur yang menentukan sifat perbuatan (voorwaarden die de straf

barheid bepalen)

5.Unsur melawan hukum yang memberatkan pidana

1

Suharto, Hukum Pidana Materiil. Jakarta. Penerbit Sinar Grafika.2002

3

6.Unsur tambahan dari suatu tindak pidana (big komande voorwaarden

van het straf barheid)

Bahan unsur-unsur dari angka 1 sampai dengan angka 6 adalah rumusan

perbuatan pidana yang mempunyai ciri-ciri khusus dalam unsur-unsur yang

berupa perbedaan materiil harus dimasukkan dalam uraian surat dakwaan untuk

dibuktikan di muka sidang pengadilan.

Pada pokoknya kejahatan uang palsu terdiri dari 4 unsur kegiatan pokok

yaitu:

1.Meniru

2.Memalsukan

3.Mengedarkan

4.Menyimpan

Perbuatan meniru pada umumnya merupakan perbuatan membuat sesuatu

yang mirip dengan sesuatu yang lain dan yang memberikan sifat asli. Dalam hal

meniru merupakan perbuatan membuat mata uang atau uang kertas bank yang

memperlihatkan sifat asli. Penghukuman terhadap pembuat perbuatan peniruan

mata uang kertas atau uang kertas bank, tidak tergantung pada kurangnya

banyaknya kesamaaan dengan yang asli, hanya melakukan pembuatan mata uang.

Memahami enam macam unsur obyektif tersebut perlu untuk menyiapkan

Berita Acara Pemeriksaan (B.A.P) yang akan digunakan sebagai dasar membuat

surat dakwaan.

4

Dalam hal ini persamaan persepsi atas suatu perkara antara penyidik dan

penuntut umum harus sama, utnuk itu masing-masing diperlukan sikap yang

transparan demi tercipta suatu tujuan hukum yaitu kebenaran dan keadilan.

Diharapkan dengan penelitian dapat membantu pekerjaan dari beberapa instansi

yang terkait sehingga dapat terselesaikan dengan baik.

Sebaik-baiknya undang-undang tergantung dari pelaksanaannya, untuk itu

mari bersama-sama menempatkan diri, apapun profesinya baik yang bergerak

baik di bidang penegak hukum, pejabat yang bergerak di bidang jasa pengabdian

masyarakat yang menjadi pelengkap kesempurnaan negara dan bangsa, tidak akan

mengkhianati hati nurani. Hati nurani hanya dapat dibina melalui penghayatan,

pemahaman dan pengenalan Ketuhanan Yang Maha Esa.

Berpedoman pada sila pertama pancasila kelakuan yang amoral dihilangkan

dengan mendengarkan pesan suci yang telah diamanatkan oleh rasul agar

dijalankan semua umat manusia.

Atas dasar uraian di atas maka Penulis berkeinginan untuk melakukan

penelitian lebih jauh tentang “ANALISIS KRIMINOLOGIS TERHADAP

KEJAHATAN PEMALSUAN UANG” dengan melakukan studi kasus pada

perkara No.1425/PID.B/2005/PN.TNG.

B. Pokok Permasalahan

Di dalam kehidupan banyak sekali masalah-masalah yang dapat diteliti, baik

untuk kepentingan pengembangan ilmu maupun untuk kebutuhan praktek. Di

5

dalam bidang hukum, banyak masalah-masalah hukum yang ditemukan untuk

kemudian di lakukan suatu penelitian. Adapun pokok permasalahan dalam

penelitian ini adalah sebagai berikut :

1.Bagaimanakah peredaran mata uang palsu di Indonesia serta siapa saja

pihak-pihak yang terlibat dan apa factor-faktor yang menyebabkan

terjadinya tindak pidana pemalsuan uang ?

2.Apa yang menjadi unsur pidana dan bagaimana ancaman pidana dari

perbuatan tindak pidana pemalsuan uang ?

C. Tujuan dan Kegunaan Penelitian

1. Tujuan Penelitian

a)Untuk mengetahui peredaran mata uang palsu dan faktor-faktor yang

menyebabkan terjadinya pemalsuan uang.

b)Untuk mengetahui unsur-unsur pidana yang terdapat dalam tindak pidana

pemalsuan uang.

c)Untuk mengetahui ancaman pidana terhadap tindak pidana pemalsuan

uang berdasarkan perkara No.1425/PID.B/2005/PN.TNG sesuai dengan

ketentuan yang terdapat dalam KUHP.

d)Untuk mengetahui sejauh mana upaya pemerintah dalam menanggulangi

atau memberantas terhadap pelaku tindak pidana pemalsuan uang.

2. Kegunaan Penelitian

6

a)Mewujudkan efektifitas peraturan perundang-undangan dalam upaya

mengurangi kejahatan dan meningkatkan kedisiplinan agar tercipta suatu

keadilan, ketertiban dan ketentraman di dalam masyarakat.

b)Dari segi teoritis :

1)Menghasilkan pemikiran-pemikiran yang bersifat praktis yang mampu

memberikan wacana kepada para Mahasiswa khususnya dan

masyarakat pada umumnya tentang bahaya pemalsuan dan peredaran

uang palsu.

2)Efektifitas KUHP dalam upaya penanggulangan tindak pidana

pemalsuan uang.

3)Memberikan analisa yuridis khususnya dalam membantu aparat

penegak hukum dan masyarakat terhadap bahaya peredaran uang

palsu.

c)Dari segi praktis

Mensosialisasikan pada masyarakat agar lebih protektif terhadap

peredaran mata uang palsu, membantu aparat penegak hukum dalam

menanggulangi peredaran mata uang palsu bersama-sama dengan

masyarakat agar melaporkan setiap kegiatan yang dianggap dapat

membahayakan keselamatan atau mengganggu ketertiban, meningkatkan

kedisiplinan hukum terhadap para aparat penegak hukum dan masyarakat

agar tercipta kedisiplinan.

7

D. Metode Penelitian

Dalam pengertiannya metode penelitian di sini merupakan suatu cara untuk

mempelajari masalah, menganalisis, menyelidiki atau meneliti suatu bidang ilmu

pengetahuan yang dijalankan untuk memperoleh fakta dengan maksud bahwa

informasi yang telah dikumpulkan akan releven dengan masalah yang diselidiki

dalam hal ini adalah masalah tindak pidana pemalsuan uang khususnya dalam

perkara No.1425/PID/.B/2005/PN.TNG sehingga keterangan-keterangan tersebut

melalui pemikiran-pemikiran dengan mengkaitkan literature-literature yang ada

dapat diperoleh suatu kesimpulan yang dapat dipercaya kebenarannya dan dapat

dipertanggungjawabkan hasilnya. Dalam penelitian ada beberapa unsur kegiatan

yang merupakan bagian dari kegiatan itu masing-masing unsur bagian kegiatan

itu mempunyai metode dan cara tersendiri yang dilakukan untuk berhasilnya

penelitian.

Dalam penelitian ini digunakan metode sebagai berikut:

1.Tipe Penelitian

a)Penelitian hukum normative atau lebih di kenal dengan (Library Research

atau penelitian pustaka) yaitu:

Sebagai landasan ilmiah yang dikemukakan teori-teori yang berhubungan

dengan pokok permasalahan dari referensi dan dokumen lainnya seperti

makalah, hasil seminar, Undang-undang serta karya ilmiah yang ada

kaitannya dengan permasalahan penelitian. Penelitian normative bertujuan

untuk meneliti tentang perbandingan hukum, sejarah hukum dan

8

sinkronisasi hukum, sistematika hukum, serta penemuan-penemuan asas-

asas hukum positif.

b)Penelitian hukum empiris (Field Research/penelitian lapangan) adalah

penelitian tentang hukum di dalam pelaksanaannya, baik terhadap

efektifitas hukum dalam masyarakat maupun identifikasi di lapangan

penelitian ini di lakukan dengan:

1)Wawancara dengan informan dalam hal ini dengan Panitra, Jaksa,

Hakim yang mengadili perkara No.1425/PID.B/2005/PN.TNG guna

memperoleh keterangan nyata/konkrit tentang data yang diperlukan.

2)Melakukan observasi (pengamatan) terhadap responden.

2.Sumber Data

Sumber data dalam penelitian ini terbagi atas dua jenis data yaitu:

a)Data Sekunder yang terbagi atas:

1)Peraturan perundang-undangan yang terkait dengan tindak pidana

pemalsuan uang yaitu KUHP (Kitab Undang-Undang Hukum Pidana)

2)Buku-buku yang ada kaitannya tindak pidana yang dijadikan sebagai

bahan analisa dalam penelitian ini adalah Buku Hukum Pidana

Materiil, Hukum Pidana Bagian Khusus (KUHP Bagian II), Pengantar

Penelitian Hukum, Bungan Rampai Hukum Pidana, Asas-asas Hukum

Pidana, Hukum Pidana Ekonomi.

3)Bahan Hukum Tersier yang terdiri dari kamus hukum, Kamus Bahasa

Belanda, Kamus Bahasa Indonesia dan Kamus Bahasa Inggris.

9

b)Data Primer merupakan data yang diperoleh langsung di lapangan melalui

wawancara dengan responden untuk memperoleh data dan fakta yang

terjadi di lapangan.

4.Cara dan Alat Pengumpulan Data

Cara dan alat pengumpulan data dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

a)Membuat konsep secara tertulis dari bahan-bahan yang diperoleh dari

studi pustaka dengan cara meringkas atau mengambil intisari dari buku

yang ada kaitannya dengan masalah penelitian kemudian disimpan dalam

bentuk dokumentasi untuk kemudian dipergunakan dalam pembahasan

masalah penelitian.

b)Melakukan wawancara dengan para aparat penegak hukum yang

menangani perkara No.1425/PID.B/2005/PN.TNG khususnya kepada

Panitra, Jaksa Penuntut Umum dan Hakim yang mengadili perkara

tersebut.

c)Mengikuti atau mengamati proses persidangan untuk mengetahui

bagaimana prosedur peradilan terhadap suatu perkara pidana.

5)Analisis Data

Di dalam suatu penelitian digunakan teknik analisa data, teknik analisa

data ini terbagi atas dua bagian yaitu Teknik Analisa Kuantitatif dan Teknik

Analisa Kualitatif. Dalam penelitian hukum khususnya digunakan teknik

analisa data kualitatif disebabkan penelitian hukum bersifat deskriptif di mana

10

dari data yang ada, baik data primer atau data sekunder yang sudah terkumpul

dan dibahas, kemudian akan menghasilkan suatu kesimpulan.

E.Landasan Teori

Penelitian tentang tindak pidana pemalsuan uang dalam skripsi ini

merupakan suatu penelitian yang didasarkan pada permasalahan yang bersifat

aktual, sebab perkara tindak pidana pemalsuan uang pada akhir-akhir ini sering

terjadi. Dari situlah penulis ingin membahas secara tuntas tindak pidana tersebut.

Adapun Landasan landasan teori dalam penelitian ini adalah:

1. Pasal 244 KUHP

“Barangsiapa meniru atau memalsukan mata uang atau uang kertas
negara atau uang kertas bank, dengan maksud untuk menjalankan atau
menyuruh menjalankan mata uang atau uang kertas negara atau uang kertas
bank itu sebagai yang asli dan tidak dipalsukan, dipidana dengan pidana penjara
selama-lamanya lima belas tahun”.

2. Pasal 245 KUHP

“Barangsiapa dengan sengaja mengeluarkan mata uang atau uang kertas
negara atau uang kertas bank yang ditirunya atau dipalsukannya sendiri atau
yang ada waktu diterimanya diketahui akan palsu atau dipalsukan itu, sebagai
mata uang atau uang kertas negara atau uang kertas bank asli dan yang tidak
dipalsukan ataupun yang menyimpan atau memasukkan ke daerah Republik
Indonesia mata uang dan uang kertas negara atau uang kertas bank yang
demikian, dengan maksud untuk mengeluarkan atau menyuruh mengeluarkan
sebagai yang asli dan tidak dipalsukan, dipidana dengan pidana penjara selama-
lamanya lima belas tahun”.

F.Definisi Operasional

11

Ada beberapa definisi yang perlu dijelaskan dalam penelitian ini agar tidak

terjadi salah penafsiran. Istilah tersebut antara lain:

1.Hukum Pidana adalah semua perintah-perintah atau larangan-larangan yang

diadakan oleh negara dan yang diancam dengan suatu pidana atau nestapa

(led) bagi siapa yang tidak mentaatinya. (definisi menurut Prof. Simons)

2.Delik Formil adalah delik yang dianggap telah terlaksana apabila telah

dilakukan suatu tindakan yang terlarang.

3.Meniru adalah membuat yang menyerupai uang dengan bahan logam yang

lebih murah atau lebih mahal atau semula tidak terdapat sesuatu mata uang,

kemudian orang membuat suatu mata uang seolah-olah mata uang asli dan

tidak dipalsukan.

4.Mengedarkan adalah perbuatan penggunaan uang palsu di dalam peredaran

atau penggunaan uang palsu itu sebagai alat pembayaran dalam lalu lintas

pembayaran.

5.Menyimpan adalah suatu perbuatan dalam arti mempunyai persediaan uang

palsu serta barang itu dalam kekuasaannya.

G.Sistematika Pembahasan

Agar mendapat hasil yang maksimal maka dalam penyusunan laporan

inipun perlu diperhatikan sistematika dalam pembahasan masalahnya. Adapun

sistematika atau urutan dalam penyusunan laporan skripsi ini adalah sebagai

berikut:

12

BAB I PENDAHULUAN

Pada Bab I ini akan membahas mengenai Latar Belakang Masalah, Pokok

Permasalahan yang akan diteliti, Tujuan dan Kegunaan Penelitian, Metode

Penelitian, Landasan Teori/Kerangka Teori, Definisi Operasional,

Sistematika Pembahasan dan Kepustakaan.

BAB IITINJAUAN UMUM TERHADAP TINDAK KEJAHATAN

PEMALSUAN UANG

Pada Bab II ini akan membahas mengenai Politik Kriminal dalam Rangka

Penanggulangan Tindak Pidana Perbankan dalam Kerangka Tindak Pidana

Perekonomian, Faktor Kriminogen, Peranan Sistem Peradilan Pidana,

Karakteristik dan Jenis Tindak Pidana Ekonomi, Pemalsuan Mata Uang,

Uang Kertas Negara dan Uang Kertas Bank dan beberapa sebab timbulnya

kejahatan.

BAB III PENELITIAN ATAS PERKARA No.1425/PID.B/2005/PN.TNG DI

PENGADILAN NEGERI TANGERANG

Pada Bab III ini akan membahas mengenai Kejahatan Pemalsuan Uang,

Asas-asas Hukum Pidana yang diberlakukan dalam Tindak Pidana

Pemalsuan uang, Unsur-unsur Tindak Pidana Pemalsuan Uang.

BAB IV ANALISA YURIDIS TINDAK KEJAHATAN PEMALSUAN UANG

Pada Bab IV ini akan membahas mengenai Identitas Terdakwa, Uraian

Kejadian, Keterangan Saksi, Alat Bukti, Barang Bukti, Tuntutan dan

Putusan serta Analisa Kriminologis.

13

BAB V PENUTUP

Pada Bab V ini membahas tentang Keimpulan dan Saran-saran atau Intisari

dari Penelitian.

DAFTAR PUSTAKA

14

BAB II

TINAJUAAN UMUM TERHADAP FAKTOR TERJADINYA

TINDAK PIDANA PEMALSUAN UANG

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->