KEKURANGAN UNSUR HARA PADA TANAMAN TOMAT 22 April 2013

Defisiensi atau kahat unsur hara adalah kekurangan meterial (bahan) yang berupa makanan bagi tanaman untuk melangsungkan hidupnya. Kebutuhan tanaman akan unsur hara berbeda-beda tergantung dari jenis tanamannya, ada jenis tanaman yang rakus makanan dan adapula yang biasa saja. Jika unsur hara dalam tanah tidak tersedia maka pertumbuhan tanaman akan terhambat dan produksinya menurun. Petani tidak mungkin mengecek kandungan hara tanah setiap saat untuk mengetahui ketersediaan unsur hara, salah satu upayanya adalah dengan mengetahui gejala defisiensi unsur hara pada tanaman. Gejala defisiensi unsur hara pada tanaman tomat yaitu : 1. Nitrogen (N), gejala kekurangan nitrogen ditandai dengan warna daun berubah menjadi hijau muda kemudian menjadi kuning sempurna, jaringan daun mati dan mengering berwarna merah kecoklatan. Bentuk buah tidak sempurna, kecil, kekuningan dan masak sebelum waktunya. Cara penanganan kekurangan unsur nitrogen adalah dengan menambahkan pupuk kimia berupa urea (N=46 %), ZA (N=21 %), KNO3, NPK serta pupuk daun kandungan N tinggi. 2. Fosfor (P), gejala kekurangan fosfor ditandai dengan warna bagian bawah daun terutama tulang daun merah keunguan, daun melengkung dan terpelintir. Tepi daun, cabang dan batang juga berwarna ungu. Hal ini menyebabkan terhambatnya sistem perakaran dan pembuahan. Cara penanganan kekurangan unsur fosfor adalah dengan menambahkan pupuk kimia SP36 (P=36 %), NPK, MKP serta pupuk daun kandungan P tinggi. 3. Kalium (K), gejala kekurangan kalium ditandai dengan mengerutnya daun terutama daun tua meski tidak merata, tepi dan ujung daun menguning yang kemudian menjadi bercak coklat. Bercak daun ini akhirnya gugur, sehingga daun tampak bergerigi dan akhirnya mati. Buah yang terbentuk tidak sempurna, kecil, kualitas jelek dan tidak tahan simpan. Cara penanganan kekurangan unsur kalium adalah dengan menambahkan pupuk kimia KCl (K=52 %), NPK, MKP serta pupuk daun kandungan K tinggi. 4. Sulfur (S), gejala kekurangan sulfur ditandai dengan warna daun muda memudar (klorosis), berubah menjadi hijau muda, kadang-kadang tampak tidak merata, menguning atau keputih-putihan. Pertumbuhan tanaman terhambat, kerdil, berbatang pendek, dan kurus. Cara penanganan kekurangan unsur sulfur adalah dengan menambahkan pupuk kimia ZA (S=20 %), Phonska (S=10 %) serta pupuk daun yang mengandung unsur S. 5. Kalsium (Ca), gejala kekurangan kalsium ditandai dengan pertumbuhan kuncup yang terhenti dan mati, pertumbuhan tanaman lemah dan merana, tepi daun muda mengalami klorosis, buah muda banyak yang rontok dan masak sebelum waktunya, warna buah kurang sempurna. Cara penanganan kekurangan unsur kalsium adalah

gejala kekurangan magnesium ditandai dengan daun tua yang semula hijau segar berubah menjadi kekuningan dan tampak pucat. pertumbuhan tanaman terhambat. gejala kekurangan boron ditandai dengan tepi daun mengalami klorosis mulai dari bawah daun kemudian mengering dan akhirnya mati. keriput. Diantara tulang-tulang daun terjadi klorosis. ujung daun secara tidak merata ditemukan layu. gejala kekurangan besi ditandai dengan warna kuning pada daun muda. 8. Pada tanaman bercabang. warna berubah menguning. Cara penanganan kekurangan unsur magnesium adalah dengan menambahkan pupuk kimia kieserite. 9. Boron (B). mati pucuk. daun berwarna kekuningan atau kemerahan. gejala kekurangan molibdenum ditandai dengan warna daun memudar. Seng (Zn). daun berlubang. terdapat bercak-bercak berwarna kecoklatan. Molibedenum (Mo). kapur dolomite (Mg=18 %) serta pupuk daun yang mengandung unsur Mg. Cara penanganan kekurangan unsur mikro adalah dengan menambahkan pupuk organikyang tinggi. 6. batang keropos. Mangan (Mn). 12. gejala kekurangan mangan ditandai dengan pertumbuhan tanaman kerdil. terkadang terjadi klorosis meski jaringannya tidak mati. sedangkan tulang daun tetap berwarna hijau. gejala kekurangan tembaga ditandai dengan daun berwarna hijau kebirubiruan. pembentukan cabang tumbuh sejajar berdampingan. 7. Magnesium (Mg). jaringan daun di beberapa tempat mati serta biji yang terbentuk tidak sempurna. pemberian pupuk organik cair untuk pemupukan susulan serta penyemprotan pupuk daun dengan kandungan mikro lengkap. pertumbuhan tanaman seolah terhenti. kalsium karbonat (Ca=90 %) serta pupuk kalsium kandungan Ca 80-99 %. Unsur MikroBesi (Fe). daun berguguran. ruas tanaman memendek. 10.dengan menambahkan kapur dolomite (Ca=38 %). tulang daun yang berwarna hijau berubah kekuningan kemudian memutih. 11. pertumbuhan tanaman kerdil dan gagal membentuk bunga. pertumbuhan tanaman seolah terhenti dan akhirnya mati. Tembaga (Cu). mengering. Sumber : Berbagai Sumber Penulis : Admin Balai Pengemba . gejala kekurangan seng ditandai dengan daun tua berwarna kekuningan atau kemerahan. mengering dan akhirnya mati.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful