Definisi Jenis Mekanisme Fungsi Faktor naik dan turun Hasil pembahasan

BAB I PENDAHULUAN

A. Judul Pemeriksaan aktivitas CK NA dengan metode enzimatik kinetik

B. Hari dan Tanggal Jumat, 22 November 2013

C. Tujuan 1. Mahasiswa akan dapat mengukur aktivitas CK NAC 2. Mahasiswa akan dapat menyimpulkan hasil pemeriksaan pada saat praktikum setelah membandingkannya dengan nilai normal. 3. Mahasiswa akan dapat melakukan diagnosa dini penyakit apa saja yang berkaitan dengan kadar abnormal dengan bantuan hasil praktikum yang dilakukan.

Dimer merupakan bentuk aktif dari enzim CK yang tersusun atas dua monomer yaitu CK-M di otot dan CK-B di otak.2008). 2006). Kedua jaringan spesifik (otot atau otak) sitosol CKs ada sebagai homo-dimer (CK-MM dan CK-BB) dalam kondisi fisiologis namun hetero-dimer (CK-MB) yang terdiri dari otot (M) atau otak (B) monomer juga telah telah diidentifikasi. Definisi Creatine kinase merupakan enzim yang mengkatalisis interkonversi antara kreatin dan kreatin fosfat yang berbentuk dimer. neonatus 65-580 IU/L.BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. pertama kali dipisahkan di piring gel agar dengan elektroforesis pada tahun 1963. anak laki-laki 0-70 IU/L. Creatin kinase memiliki kadar normal pada dewasa pria 5-35 µg/mil. Jenis-jenis Terdapat empat besar Creatine Kinase (CK) isozim. Creatine kinase juga berperan dalam mempertahankan banyaknya jumlah energi kreatin yang terfosforilasi untuk mengembalikan jumlah ATP yang telah digunakan selama kontraksi otot. Enzim ini juga berfungsi sebagai penanda adanya cedera miokardium akut. Dimer yang terbentuk kemudian disebut sebagai isoenzim yang mencakup CKMM. tetapi juga . yang dinamai berdasarkan dari jaringan di mana mereka secara historis terisolasi (dua di sitosol dan dua di mitokondria). CKMB. dan anak perempuan 0-50 UI/L. Bentuk heterodimer sering muncul secara sementara selama perkembangan janin dan bayi dari otot rangka. B. wanita dewasa 5-25 µg/mil. (Murray. dan CKBB (Marshall.

Setelah infark miokardium akut. dengan bantuan enzim L-arginin. CK dan CK-MB meningkat dalam waktu 4 hingga 6 jam dengan kadar puncak dalam 8 hingga 24 jam. CK-MM dapat dijumpai dalam otot skelet dan merupakan CK yang paling banyak terdapat dalam sirkulasi cedera otot (misalnya jatuh. namun juga terdapat dalam jumlah yang sedikit di otot skelet. glisin amidinotransferase (AGAT). sepanjang hidup orang dewasa (Teixeira. Peningkatan dan penurunan CK dan CK-MB merupakan penanda cedera otot yang paling spesifik seperti pada infark miokardium.bertahan. 2006). CK-MB juga terdapat pada otot skelet sehingga penegakan diagnosis cedera miokardium didasarkan pada pola peningkatan dan penurunan (Price. orang dengan berat badan 70 kg akan memiliki 120 gram creatin (bentuk bebas dan bentuk fosfat). Creatin yang telah terbentuk kemudian masuk ke sirkulasi dan jaringan yang memerlukannya dengan bantuan creatine transporter (pengangkut creatin). atau N-[aminoiminometil]-N-metilglisin adalah senyawa yang terdapat dalam bahan makanan protein hewani (daging dan ikan) sebagai sumber creatin eksogen. dan 2 gram/hari dari creatin tersebut diubah menjadi creatinin. 2012). Sintesis creatin dalam tubuh diawali dengan pembentukan guanidine asetat di tubulus proksimal ginjal dari arginin dan glisin. Pengertian dari CK-MB adalah isoenzim yang banyak terdapat di jantung dan berfungsi sebagai indikasi paling kuat untuk mendiagnosa adanya infark miokard. 2005).Creatin atau metilguanidin asam asetat. dan kembali menurun hingga normal setelah 2 hingga 3 hari. Mekanisme kerja Creatin adalah suatu senyawa dalam tubuh yang berperan sebagai substrat sumber energi tinggi yang menghasilkan adenosin trifosfat (ATP) siap pakai dalam waktu cepat. 2005). atau penyakit tertentu seperti distrofia otot) menyebabkan peningkatan CK dan CK-MM (Price. Di jaringan. guanidinoasetat akan menjalani proses berikutnya menjadi creatin dengan penambahan satu gugus metil dari S-adenosil-L-metionin yang dikatalisis oleh enzim S-adenosil-Lmetionin:N-guanidinoasetat metiltransferase (GAMT) (Murray. CK-MB paling banyak terdapat dalam miokardium. glisin dan metionin. sebagai sumber creatin endogen. misalnya pada tikus dan hati manusia. sebagian creatin akan mengalami degradasi menjadi creatinin dan kemudian diekskresikan melalui ginjal. C. Degradasi sebanyak 2 gram/hari ini harus digantikan melalui makanan . Sebagai perkiraan. CK-BB hanya ditemukan di otak. suntikan intramuscular. Selanjutnya di hati. dan juga dapat disintesis tubuh dari arginin.

Sebagian besar (90%) creatin dalam tubuh disimpan di otot. peningkatan konsentrasi ATP mendorong pemindahan gugus fosfat berenergi tinggi dari ATP untuk membentuk creatin fosfat. Seperti ATP. Energi yang dibebaskan dari hidrolisis creatin fosfat. Karena itu. Reaksi ini. CK-MB terlepas dalam sirkulasi setelah IMA. CK-MB paling cepat terdeteksi 3-4 . bersama dengan fosfatnya. yang dapat diberikan secara langsung ke ADP untuk membentuk ATP. CK creatin Fosfat + ADP creatin + ATP Sewaktu cadangan energi di otot bertambah. Fungsi Sejak tahun 1960 pemeriksaan CK-MB isoenzim telah diterima secara luas sebagai standard emas untuk penetapan diagnosis IMA (Infark Miokard Akut). Sebaliknya. yang dikatalisis oleh enzim sel otot creatin kinase bersifat reversibel. Apabila otot berkontraksi dimana diperlukan energi yang siap pakai dalam waktu cepat. Dengan kemajuan teknologi dan perkembangan antibodi monoklonal telah merubah pengukuran CK-MB kualitatif menjadi CK-MB kuantitatif (mass) yang lebih spesifik untuk nekrosis otot jantung. Sebagian creatin akan mengalami refosforilasi kembali menjadi creatin fosfat dan sebagian lagi akan mengalami degradasi menjadi creatinin (Murray. pada permulaan kontraksi ketika ATPase myosin menguraikan cadangan ATP yang sekedarnya. sebagian besar energi disimpan di otot dalam bentuk creatin fosfat (Sherwood. creatin fosfat mengandung sebuah gugus fosfat berenergi tinggi. Creatin fosfat adalah simpanan energi pertama yang digunakan pada awal aktivitas kontraktil. Energi dan fosfat dari ATP dapat dipindahkan ke kreatin untuk membentuk creatin fosfat (Sherwood. Seperti terjadinya pelepasan energi sewaktu ikatan fosfat terminal di ATP diputuskan. dapat diberikan secara langsung ke ADP untuk membentuk ATP. 2011). Sampai saat ini CK-MB masih direkomendasikan sebagai protein petanda IMA. D. 2006).2011). creatin fosfat akan mengalami defosforilasi menjadi creatin dan fosfat berenergi tinggi untuk menghasilkan ATP. penurunan ATP yang kemudian terjadi mendorong pemindahan gugus fosfat berenergi tinggi dari kreatin fosfat simpanan untuk membentuk lebih banyak ATP. energi juga dibebaskan ketika ikatan fosfat dan creatin diputuskan. 40% diantaranya dalam bentuk creatin bebas dan 60% dalam bentuk creatin fosfat.sehari-hari.

CK-MB mass dilaporkan pada 50% diagnosis IMA setelah 3 jam pasca onset dan lebih dari 90% setelah 6 jam. Lebarnya rentang kadar creatin kinase menimbulkan masalah dalam menentukan acuan untuk mengidentifikasi kerusakan organ berdasarkan nilai creatin kinase dalam serum (Price. dermatomiositis. cedera mekanis. cedera iskemia berat. sedangkan seseorang yang terbiasa berolahraga secara rutin dan berotot tebal mempunyai kadar creatin kinase 500-1000 U/l. Kadar creatin kinase dalam serum orang sehat bergantung pada massa otot tubuh dan kebiasaan berolahraga. tetani. kejang. E. tindakan bedah. 2007). penyuntikan intramuskulus. atau peradangan sel. atau penyuntikan intramuskulus. miopati alkoholik. Creatin kinase juga dapat meningkat pada kondisi hipertermia atau hipotermia. insisi bedah. serta sindrom Reye (Arts. polimiositis. 2006). sehingga creatinin menjadi indikator pertumbuhan dan dan pemeliharaan jaringan terutama organ reproduksi baik ovarium maupun oviduct (Salomons.jam setelah onset gejala dan tetap meningkat kira-kira 65 jam pasca infark. trauma.000 dalton) maka molekul creatin kinase dapat keluar dari sel otak dan otot yang mengalami iskemia. dan gagal ginjal kronik (3. Meskipun demikian CK-MB mass mempunyai keterbatasan yang dapat menyebabkan berkurangnya penggunaan enzim tersebut pada beberapa dekade ke depan. Peningkatan kadar creatin kinase 2-4 kali kadar normal didapatkan pada keadaan olahraga berat. dan psikosis agitatif akut (Price. Selain itu. Seseorang yang kurus dan kurang bergerak memiliki kadar creatin kinase serum 30-50 U/l. 2006). cedera. setelah persalinan per vagina akibat kontraksi miometrium. Peningkatan kadar CK-MB secara bermakna didapatkan pada pasien dengan trauma otot skeletal akut (59%). Konsentrasi creatin kinase serum total sangat meningkat setelah trauma otot rangka karena tersengat listrik. infark paru. Peningkatan dan Penurunan CK Creatin kinase berukuran kecil (60. . delirium tremens. penyakit otot kronik (78%). CK juga berfungsi sebagai sistem transpor energi dari tempat di mana ATP dihasilkan (mitokondria dan proses glikolisis) menuju tempat di mana energi dibutuhkan (misalnya myobfibril untuk kontraksi otot atau retikulum sarkoplasma untuk memompa kalsium). Peningkatan lebih dari lima kali kadar normal ditemukan pada penyakit distropi otot. 2007). dan infark miokardium. 2007). edema paru. hipotiroidisme pada beberapa pasien.8%) (Samsu.

Penurunan juga ditemukan pada pasien distrofi muskular (Sacher. misalnya myasthenia gravis.Sedangkan penurunan creatin kinase biasanya tidak berbahaya. Tetapi. . penurunan ini juga dapat ditemukan di pasien dengan penyakit otot. 2004).

3. campurkan dengan baik. Hangatkan pada 37 0C selama 5 menit. 3) Tabung Eppendorf. 4. 8) Yellow-tip 9) Blue-tip 10) Kuvet 11) Spektrofotometer 2. Baca abs. Bahan 1) Serum. kemudian diambil serumnya untuk sampel. Alat dan Bahan 1. ( ) ( ) = delta Abs tes/menit Faktor : 6592 Cara perhitungan . plasmaheparin 2) Working reagen 1 ml Larutkan regensiadengan pelarut aquabidest sesuai volume pada label botol. 5. Buat sampel serum darah 25µL Campurkan 1 mL working reagen dengan 25 µL plasma Darah dimasukkan ke dalam tabung eppendorf dan disentrifugasi dengan kecepatan 4000 rpm selama 10 menit. 7) Mikropipet (100-1000 µl). 4) Sentrifugator 5) Plakon 6) Mikropipet (10-100 µl). 2) Tourniquet. test setiap 60 detik selama 3 menit terhadap blanko air pada panjang gelombang 340 nm. Siapkan darah probandus 3 cc. Cara Kerja 1. Alat 1) Spuit 3 cc. Larutan stabil selama 30 hari pada suhu 2-8 0C pada suhu kamar (18-30 0 C) B. 2. Hitung selisih nilai absorbansinya.BAB III METODE PRAKTIKUM A.

Creatin kinase (U/L) = (delta Abs test/menit) x factor Nilai normal Kadar normal CK : Laki-laki : <160 U/L Perempuan : <130 U/L Ambil darah probandus sebanyak 3 cc Sentrifugasi 4000 rpm selama 10 menit Serum 25 µL + Reagen 1 ml Inkubasi 5 menit Spektrofotometer (Metode kinetik) pada suhu 37° Baca Hasilnya .

Rodwell. Series: Subcellular Biochemistry . Peul WC. William.A. Arts MP. B. P. Nomor: 9. Philadelphia : Churchill Livingstone Elsevier. 2007. 2007. Available download at httpmki. Nieborg A. Wyss. September 2007. Serum creatine phosphokinase as an indicator of muscle injury after various spinal and nonspinal surgical procedures. K. 29th Ed. Probandus a. Hasil 1. Stephen K. Human Physiology: From Cells to Systems. Marshall. Weil. Sensitivitas dan Spesifisitas Troponin T dan Ipada Diagnosis Infark Miokard Akut. 2007. J. hal 363-372. 2010. 2007.K.Gajja. Ed 11. Markus. 46. 7th Edition. New York: The McGraw-Hill Companies. Interpretasi pemeriksaan kreatinin kinase adalah normal. S. 2008. D. R.mki_dl&smod=mki&sp=public&key=MTc4 LTE0 Sherwood. Pembahasan Kadar kreatinin kinase secara normal adalah<160 U/L untuk pria dan <130 U/L untuk wanita. Hasil pemeriksaan kreatinin kinase adalah U/L 3.BAB III HASIL DAN PEMBAHASAN A. Creatine and Creatine Kinase in Health and Disease.. 352 Samsu.idionline. XVIII. Kennely. 2006. 2004. Brand R. Jenis kelamin : Hanifan Danu : 19 tahun : Laki-laki 2. Nur dan Sargowo. Majalah Kedokteran Indonesia. Richard A. Vol. . V. Botham.A.orgindex. Bangert. Sacher. Murray. Belmont: Brooks/Cole Cengage Learning. Volum: 57. Ronald A dan McPherson.phpuPage=mki. and P. L. Harper’s Illustrated Biochemistry. Djanggan. Nama b.J.W. hal ini menunjukkan bahwa kadar kreatinin kinase probandus masih tergolong normal. Clinical Biochemistry: Metabolic and Clinical Aspects. Jakarta: EGC Salomons. J Neurosurg Spine 2007. Bender. Hasil pemeriksaan menunjukkan hasil <160 U/L. Tinjauan Klinis Hasil Pemeriksaan Laboratorium. 7: 282-6. Usia c.

Ana Maria. p.Teixeira. 2. Grasiely F. Brazilian Journal of Biomotricity. 2012. 53-65 . Borges. Creatine Kinase: Structure and Function. 6. v. n.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful