BAB I PENDAHULUAN I.

I Latar Belakang Produk pangan asal hewan merupakan salah satu sumber nutrisi penting bagi manusia. Kandungan nutrisi yang ada dalam bahan pangan asal hewan (BPAH) tidak saja bermanfaat bagi manusia, namun juga sangat digemari oleh mikroba penyebab untuk memenuhi kebutuhan nutrisinya. Akibat adanya pertumbuhan mikroba pada BPAH menyebabkan BPAH tidak dapat disimpan lama, untuk memperpanjang daya simpannya maka BPAH perlu diolah menjadi produk olahan BPAH.Berbagai macam produk olahan BPAH telah dikenal baik yang berasal dari olahan susu, telur maupun yang berasal dari daging. Beberapa produk olahan BPAH antara lain adalah yoghurt, keju, susu pasteurisasi, susu bubuk, tepung telur, telur asin, telurpindang, sosis, corned beef, nugget, bakwan dan masih banyak lagi. Kemajuan pengetahuan dan teknologi yang berkembang dalam masyarakat berdampak pula pada produk-produk daging. Berbagai jenis olahan daging telah banyak beredar dalam masyarakat seperti bakso, sosis, daging asap, abon dan lain-lain. Sosis merupakan salah satu bahan makanan olahan yang cukup digemari karena praktis, dan rasanya yang enak. Dengan berkembangnya pengetahuan dan teknologi, maka cara pengolahan sosis pun berkembang. Di masyarakat, dikenal beberapa cara yang umum digunakan untuk membuat sosis. Berikut ini akan dibahas salah satu cara pembuatan sosis yang tergolong baru dan mudah diterapkan saat ini. Makalah ini membahas tentang sosis daging sapi, yang saat ini sudah banyak dipasarkan baik di supermarket maupun di pasar tradisional, bahkan juga dijajakan oleh pedagang sayur keliling. Rasa, aroma dan kekenyaklan sosis pada umumnya dapat menggugah selera konsumen dari kalangan orang tua, dewasa, terlebih lagi anak-anak. Bahan baku daging, bumbu serta cara pembuatan sosis sangat menentukan kualitas sosis yang dihasilkan. Tentunya sosis yang diinginkan oleh para konsumen dan sudah di konsumsi oleh masyarakat luas.

Pedoman produksi makanan jajanan siap santap (sosis) yang aman

Page 1

lemak. umumnya dibentuk menjadi bentuk yang simetris.3 Tujuan Tujuan dari pembuatan makalah ini adalah untuk memberikan sedikit informasi mengenai cara pembuatan sosis yang aman kepada masyarakat luas. karbohidrat dan komponen organik. Daging adalah sumber utama zat-zat makanan yang dibutuhkan untuk kesehatan manusia yang mengkonsumsinya. yang satu terdispersi pada yang lain. sosis juga merupakan makanan yang dibuat dari daging yang digiling dan dibumbui. mengandung vitamin B dan mineral. daging juga mengandung air.4 Tinjauan pustaka Daging merupakan sumber protein berkualitas tinggi.1. Cairan yang berbentuk Pedoman produksi makanan jajanan siap santap (sosis) yang aman Page 2 . dengan atau tidak dimasak. menurut SNI 013020-1995 sosis adalah produk makanan yang diperoleh dari campuran daging halus (mengandung daging tidak kurang dari 75%) dengan tepung atau pati dengan atau tanpa penambahan bumbu-bumbu dan bahan tambahan makanan lain yang diizinkan dan dimasukan ke dalam selongsong sosis.bahan padat.2 Rumusan masalah 1) 2) 3) 4) Pengertian sosis? Jenis-jenis sosis? Bahan apa saja dalam pembuatan sosis? Bagaimana cara pembuatan sosis yang aman? I. khususnya besi. Peran protein yang lain adalah pembentukan emulsi daging. Nilai nutrisi daging yang tinggi disebabkan karena daging mengandung asam-asam amino esensial yang lengkap dan seimbang. Komponen daging yang sangat penting dalam pembuatan sosis adalah protein. dimasukkan ke dalam pembungkus yang berupa usus hewan atau pembungkus buatan. Protein daging berperan dalam peningkatan hancuran daging selama pemasakan sehingga membentuk struktur produk yang kompak. Sosis adalah makanan yang dibuat dari daging yang telah dicincang kemudian dihaluskan dan diberi bumbu-bumbu. mineral. yaitu protein yang berfungsi sebagai zat pengemulsi lemak  emulsi Sosis Emulsi adalah suatu sistem dua fase yang terdiri atas suatu dispersi sua cairan atau senyawa yang tidak dapat bercampur. Secara umum dapat dikatakan bahwa daging terdiri dari air dan bahan. I. Kurang lebih 20 % dari semua bahan padat dalam daging adalah protein. garam dan abu. Bahan padat daging terdiri dari bahan – bahan yang mengandung nitrogen. Di samping kandungan proteinnya tinggi.

Penambahan es juga berfungsi untuk mencegah agar suhu adonan tetap rendah selama penggilingan sehingga kestabilan emulsi dapat terjaga. Kapasitas emulsi dari berbagai daging trimming menurun dengan menurunnya kandungan lean. penggunaan garam semakin dikurangi. lemak yang lebih banyak bisa diemulsi dengan protein ynag lebih sedikit sehingga meningkatkan efisiensi. Garam dapat meningkatkan tekanan osmotik medium pada Pedoman produksi makanan jajanan siap santap (sosis) yang aman Page 3 . Agar partikel-partikel salah satu cairan tersuspensi dalam cairan lainnya. berfungsi sebagai pengawet. menjaga temperatur produk serta mempermudah penetrasi bahan-bahan curing. Kandungan protein yang tinggi akan meningkatkan kapasitas emulsi daging. dan cairan tempat terdispersinya globula-globula tersebut disebut fase kontinu.Karena itu. penambah aroma dan citarasa. Fase kedua adalah fase kontinu. Garam mampu melarutkan lebih banyak protein sehingga lebih tersedia untuk emulsifikasi. sosis yang teksturnya kasar nampaknya kurang asin bila dibandingkan dengan sosis yang halus teksturnya. garam merupakan bahan terpenting dalam curing. Pada makanan.globula kecil disebut fase dispersi atau fase diskontinu. Kandungan air sosis bervariasi tergantung pada jumlah air yang ditambahkan dan macam daging yang digunakan. Satu . Pada makanan. melarutkan protein yang mudah larut dalam air. zat ini biasanya minyak. membentuk larutan garam yang diperlukan untuk melarutkan protein larut garam. keduanya akan langsung memisah dan dan terlihat garis pemisah yang jelas. Pada konsentrasi garam yang sama. Fungsi air adalah untuk meningkatkan keempukan dan juice (sari minyak) daging. Protein-protein daging yang terlarut bertindak sebagai pengemulsi dengan membungkus atau menyelimuti semua permukaan partikel yang terdispersi. Kapasitas emulsi dari protein larut dalam air lebih rendah dibandingkan dengan kapasitas emulsi protein larut dalam garam. meskipun tidak selalu.  Air Kandungan air sosis bervariasi tergantung pada jumlah air yang ditambahkan dan macam daging yang digunakan. yaitu molekul – molekul yang mempunyai afinitas untuk kedua cairan diatas. Jika air dan minyak dicampur. zat ini biasanya air. dibutuhkan zat ketiga.globula. umumnya 2-2.5 % karena adanya hubungan dengan penyakit darah tinggi. emulsi terdiri atas tiga fase atau bagian. Zat ini dinamakan pengemulsi. fase terdispersi yang terdiri dari partikelpartikel yang tidak dapat larut.  Garam Garam berfungsi untul memberikan citarasa dan sebagai pengawet. pada proses pembuatan sosis biasanya ditambahkan air dalam bentuk es sebanyak 20-30%. menggantikan sebagian air yang hilang selama proses pembuatan. berperan sebagai fase kontinu dari emulsi daging. Penggunaan garam bervariasi.

atau penggorengan. meningkatkan daya mengikat air. meningkatkan kekuatan ionik dan memisahkan ion logam. pengalengan. emulsifikasi dan memperlambat oksidasi.3 %.  Penyedap dan bumbu Penyedap adalah berbagai bahan baik sendiri maupun kombinasi yang ditambahkan pada pembuatan suatu produk yang dapat menambah rasa pada produk tersebut. mereduksi pengerutan daging dan menghambat ketengikan.5 %. Kadar lemak berpengaruh pada keempukan da jus daging. Selain menambah flavor. Bumbu adalah suatu substansi tumbuhan aroatik yang telah dikeringkan dan biasanay sudah dalam bentuk bubuk. Contoh dari bahan pengikat adalah tepung kedelai. larutan garam mempercepat kelarutan protein otot dan memperbaiki daya mengikat airnya. Pedoman produksi makanan jajanan siap santap (sosis) yang aman Page 4 . sejumlah bakteri terhambat pertumbuhannya. Sosis masak harus mengandung lemak tidak lebih dari 30 %. Bahan pengikat adalah material bukan daging yang dapat meningkatkan daya mengikat air daging dan emulsifikasi lemak. Garam dan merica merupakan bahan penyedap utama dalam pembuatan sosis. Fosfat yang digunakan dalam sistem pangan menampilkan fungsi-fungsi kimia yaitu mengontrol pH. isolat protein kedelai serta skim bubuk.konsentrasi 2 %. Emulsi dari lemak sapi cenderung lebih stabil karena lemak sapi mengandung lebih banyak asam lemak jenuh. Konsentrasi optimum pada sosis sekitar 1-5%. mengurangi pengerutan selama pemasakan serta mengurangi biaya formulasi.  Bahan pengikat Penambahan bahan pengikat bertujuan untuk meningkatkan stabilitas emulsi. meningkatkan citarasa. Jumlah penambahan fosfat dalam curing tidak boleh lebih dari 5% dan produk akhir harus mengandung fosfat kurang dari 0. Fungsi fosfat adalah untuk meningkatkan daya mengikat air oleh protein daging. Fungsi-fungsi tersebut dipakai dalam produk daging untuk meningkatkan daya mengikat air. Penambahn bumbu pada pembuatan sosis terutama ditujukkan untuk menambah/meningkatkan flavor.  Lemak Lemak berperan sebagai fase diskontinu pada emulsi sosis. dalam beberapa hal bumbu juga bersifat bakteriostatik dan antioksidan. Bahan pengikat mempunyai protein yang tinggi.  Sodium Trifosfat (STPP) Penambahan polifosfat pada produk olahan daging dalam bentuk kering rata-rata 0. Tujuan utama penambahan fosfat yaitu untuk mengurangi kehilangan lemak dan air selama pemasakan.

Contohnya Wiener. ukuran. serta bumbu-bumbu. 3) selongsong yang terbuat dari selulosa. Proses pembuatan Sosis segar tidak menggunakan proses pemasakan ataupun diasapi. Cooked Sausage. Aneka ragam variasi sosis dengan mudah dapat diperoleh baik di pasar modern maupun pasar tradisional. Contohnya Fresh Beef sausage. Fresh Smoke Sausage. gula. 2) selongsong yang terbuat dari kolagen. Sosis ini juga harus didinginkan dan dimasak sebelum dimakan. cita rasa. Sosis jenis ini biasanya dimakan segera setelah dimasak atau apabila disimpan maka harus dipanaskan terlebih dahulu sebelum dimakan. Penguringan adalah suatu cara pengolahan daging dengan menambahkan beberapa bahan seperti garam natrium klorida (NaCl). 3. Fresh Sausage. Selongsong sosis Selongsong sosis dipakai untuk menentukan bentuk dan ukuran sosis. pembungkus selama penanganan dan pengangkutan. natrium-nitrat. Sosis memang jenis makanan yang lezat dan mudah diolah dengan berbagai resep sosis. tetapi harus disimpan dilemari pendingin. natrium-nitrit. dibuat dari daging segar yang kemudian dimasak / direbus. Contohnya adalah Mettwurst. Dry sausage. Contoh sosis jenis ini adalah sosis Veal. 5. yaitu Fresh Sausage yang diasap. yaitu : 1. adalah Fresh sausage yang dikeringkan. Selongsong sosis harus memiliki sifat kuat dan elastis. tetapi setelah direbus maka sosis diasap atau diasap dahulu baru kemudian direbus. bentuk. Pedoman produksi makanan jajanan siap santap (sosis) yang aman Page 5 . Perbedaan jenis sosis terletak pada warna. 2. sosis jenis ini hampir sama dengan Cooked Sausage. 4) selongsong yang terbuat dari plastik. Berdasarkan metode cara membuat Sosis. Sosis jenis ini harus didinginkan dan dimasak sebelum dimakan. yaitu: 1) selongsong yang terbuat dari usus hewan. Sosis jenis ini dapat dimakan panas atau dingin. Cooked Smoked Sausages.Sosis jenis ini biasanya dimakan dalam kondisi dingin dan didiamkan dalam jangka waktu lama. Braunschweiger. 4. Ada lima macam selongsong yang biasa digunakan dalam pembuatan sosis. Kielbasa atau Bologna. 5) selongsong yang terbuat dari logam. yaitu sosis yang dibuat dari daging segar yang belum mengalami pelayuan dan tidak dikuring. secara umum dibagi menjadi 5. serta sebagai media display selama diperdagangkan.Selongsongsosis dapat berfungsi sebagai cetakan selama pengolahan. bahkan bahan dasar dan proses pembuatannya.

1 Bahan dan Alat Bahan yang digunakan:                          Daging ayam 1 kg tepung sagu 150 gram susu skim 100 gram selongsong (casing) bumbu-bumbu yang dibutuhkan diantaranya: garam dapur 2.5 sendok makan gula pasir 60 gram lada atau merica 15 gram bawang putih 20 gram sendawa 40 ml lemak ayam 200 gram minyak goreng 100 gram cuka 40 ml penyedap rasa 2 bungkus jahe secukupnya pala 5 gram odium trifosfat STPP 0. blender atau gilingan daging pisau.Benang dan thermometer Pedoman produksi makanan jajanan siap santap (sosis) yang aman Page 6 . Alat yang digunakan: squit panci kukusan kompor gas baskom timbangan duduk. Telenan.25 sendok makan dan es batu 400 gram.BAB II METODE KERJA 2.

5 gram untuk 50 kg daging. nilai nutrisi daging yang tinggi disebabkan karena daging mengandung asam-asam amino esensial yang lengkap dan seimbang. dan Sodium Trifosfat (STPP) di dalam blender atau food processor. tepung sagu. penting untuk mengetahui tahapan pembuatan dan alat serta bahan yang dibutuhkan. Kuring Kuring adalah pemeraman daging dengan menambahkan garam. pemberian bumbu-bumbu meliputi : garam. daging juga mengandung air. Giling daging. 2. 2. pisahkan dari tulangnya lalu diiris halus. Tahapannya. pengisian selongsong. Kemudian diolesi garam dan campuran gula (1%). Bersihkan daging. seperti sellulosa. langkah selanjutnya adalah mengetahui proses pembuatan sosis. 3. nitrat atau nitrir. Pembuatan Adonan Pencincangan. lama perebusan tegantung jenis sosis yang diproduksi.5 gram untuk 50 kg daging) dan sodium aritrobat sebanyak 22. penyedap rasa. phosphate. pembuatan adonan. yaitu kyuring. Sodium Trifosfat (STPP). 2. khususnya besi. karbohidrat dan komponen organik (Soeparno. 1. Di samping kandungan proteinnya tinggi.3 Proses Pembuatan Sosis Sebelum membuat sosis. 3. atau asam askorbat.1994). mengandung vitamin B dan mineral. pengasapan.2. dan perebusan. merica. garam. susu skim. gula pasir. 1. sendawa. sendawa. dan filling. garam kristal NaNO2 atau KNO2 (7. Kuring dikerjakan pada suhu 2 – 4 0C selama sehari semalam. Perebusan Tujuan perebusan adalah memberikan rasa dan aroma tertentu pada sosis. 4. Sosis yang telah diasapkan. bawang putih. setengah bagian es. binding.2 Tahap Pembuatan Sosis Pada pembuatan sosis ada beberapa tahap yang harus dikerjakan. lemak. kambing. proses pembuatan sosis adalah sebagai berikut. domba. Selongsong dapat pula berupa bahan lain yang khusus dibuat untuk itu. Masukkan lemak. Daging merupakan sumber protein berkualitas tinggi. pertama daging dipotong sebesar telapak tangan (10X10X2 cm). dan babi. bumbu. dan sisa es ke dalam blender Pedoman produksi makanan jajanan siap santap (sosis) yang aman Page 7 . sodium aritrobat. Casing Selongsong pada umumnya terdiri dari usus sapi. (1975). kolagen atau plastik. Menurut Forrest et al . direbus dalam ketel dengan suhu 70 -75 0C. Setelah mengetahui kedua hal tersebut. memberikan warna yang lebih karena terbentuknya senyawa nitrosohemokhrom dan memperpanjang daya simpan.

selongsong yang terbuat dari kolagen.1971). a. selongsong yang terbuat dari selulosa. Bahan Pengisi Bahan pengisi adalah bahan yang ditambahkan dalam proses pembuatan produk olahan daging yang harus mempunyai kemampuan mengikat sejumlah air. b. ada lima macam selongsong yang biasa digunakan dalam pembuatan sosis. Selongsong sosis (casing) Selongsong sosis (casing) dipakai untuk menentukan bentuk dan ukuran sosis berfungsi sebagai cetakan selama pengolahan. pembungkus selama penanganan dan pengangkutan. Sosis masak harus mengandung lemak tidak lebih dari 30 % (Kramlich. Bahan Pengikat Penambahan bahan pengikat bertujuan untuk meningkatkan stabilitas emulsi. lalu masukkan ke dalam squit atau stuffers yang bagian ujungnya telah dipasang casing. Dapat juga digunakan tepung beras atau tepung tapioka sebagai pengganti. Selongsong sosis harus memiliki sifat kuat dan elastis (Pearson dan Tauber. Kadar lemak berpengaruh pada keempukan dan jus (sari minyak) daging. ada lima macam selongsong yang biasa digunakan dalam pembuatan sosis. 4. Lemak Lemak berperan sebagai fase diskontinu pada emulsi sosis. dan selongsong yang terbuat dari logam.1984). selongsong yang terbuat dari plastik. selongsong yang terbuat dari kolagen. serta sebagai media display selama diperdagangkan. dan extender serta berperan untuk mengurangi biaya produksi dalam pengolahan produk olahan daging. meningkatkan daya mengikat air. Dinginkan adonan yang telah halus selama 10 menit. Menurut Kramlich (1971). namun mungkin akan mempengaruhi rasa. meningkatkan citarasa. yaitu selongsong yang terbuat dari usus hewan. lalu masukkan ke dalam squit atau stuffers yang bagian ujungnya telah dipasang casing. Selongsong sosis (casing) Selongsong sosis (casing) dipakai untuk menentukan bentuk dan ukuran sosis berfungsi sebagai cetakan selama pengolahan. Selongsong sosis harus memiliki sifat kuat dan elastis (Pearson dan Tauber. Emulsi dari lemak sapi cenderung lebih stabil karena lemak sapi mengandung lebih banyak asam lemak jenuh.1984). shaping.4. Dinginkan adonan yang telah halus selama 10 menit. selongsong yang terbuat dari plastik. Tepung sagu merupakan salah satu bahan pengisi. yaitu selongsong yang terbuat dari usus hewan. c. pembungkus selama penanganan dan pengangkutan. mengurangi pengerutan Pedoman produksi makanan jajanan siap santap (sosis) yang aman Page 8 . serta sebagai media display selama diperdagangkan. Penambahan tepung sagu ke dalam produk olahan daging berfungsi sebagai binding. Menurut Kramlich (1971). dan selongsong yang terbuat dari logam. selongsong yang terbuat dari selulosa.

1. Bumbu Bumbu adalah suatu substansi tumbuhan aroatik yang telah dikeringkan dan biasanya sudah dalam bentuk bubuk (Rust. d. Selongsong sosis (casing) Selongsong sosis (casing) dipakai untuk menentukan bentuk dan ukuran sosis berfungsi sebagai cetakan selama pengolahan. Masukkan adonan ke dalam casing. Menurut Kramlich (1971).1994). Penambahan bumbu pada pembuatan sosis terutama ditujukan untuk menambah atau meningkatkan flavor (Soeparno.1984). garam. Hal ini didukung oleh Charley (1982). ada lima macam selongsong yang biasa digunakan dalam pembuatan sosis. Bahan pengikat adalah material bukan daging yang dapat meningkatkan daya mengikat air daging dan emulsifikasi lemak. meskipun tidak selalu. Selain menambah flavor. 4. Emulsifikasi yang terjadi dalam proses ini mengikatkan hubungan antara lemak dengan air sehingga protein dapat menjalankan tugasnya sebagai pengemulsi yang dapat menyatukan partikel-partikel yang tidak dapat saling larut. 6. Pada makanan. Usahakan suhu tetap stabil selama 45 menit. lalu ikat ujung casing menggunakan benang. selongsong yang terbuat dari plastik. Bahan-bahan tersebut sebaiknya digiling dengan menggunakan food processor agar lembut dan terjadi proses emulsifikasi pada adonan. Bahan pengikat mempunyai protein yang tinggi. pembungkus selama penanganan dan pengangkutan.selama pemasakan serta mengurangi biaya formulasi. Selongsong sosis harus memiliki sifat kuat dan elastis (Pearson dan Tauber. STPP. 7. Proses pembuatan diawali dengan penggilingan daging beserta bahan-bahan yang ditambahkan seperti lemak. Contoh dari bahan pengikat adalah tepung kedelai. dalam beberapa hal bumbu juga bersifat bakteriostatik dan antioksidan. 1987). Sosis yang telah masak bisa dihidangkan untuk dikonsumsi. Perebusan dilakukan dalam panci yang berisi air dan kontrol dengan termometer. Rebus casing berisi adonan pada suhu 600C selama 45 menit. selongsong yang terbuat dari kolagen. dan es batu. emulsi terdiri atas tiga fase atau bagian. serta sebagai media display selama diperdagangkan. dan selongsong yang terbuat dari logam. 8. Fase pertama adalah fase terdispersi yang terdiri dari partikel-partikel yang tidak dapat larut. selongsong yang terbuat dari selulosa. Pedoman produksi makanan jajanan siap santap (sosis) yang aman Page 9 . zat ini biasanya minyak. 5. lalu masukkan ke dalam squit atau stuffers yang bagian ujungnya telah dipasang casing. isolat protein kedelai serta susu skim. Dinginkan adonan yang telah halus selama 10 menit. yaitu selongsong yang terbuat dari usus hewan.

keduanya akan langsung memisah dan dan terlihat garis pemisah yang jelas. Fase kedua adalah fase kontinyu. Pada adonan sosis yang banyak mengandung kadar air di dalamnya. Jika air dan minyak dicampur. Pada makanan. Pedoman produksi makanan jajanan siap santap (sosis) yang aman Page 10 . pembuatan sosis dapat disiasati dengan menambahkan protein yang dapat diambil dari tepung berprotein tinggi atau susu skim. dibutuhkan zat ketiga. yaitu molekul – molekul yang mempunyai afinitas untuk kedua cairan diatas. 3. Agar partikel-partikel salah satu cairan tersuspensi dalam cairan lainnya.2. zat ini biasanya air.

Hal ini dilakukan untuk mengawetkan daging segar yang tidak dikonsumsi dengan segera. Klasifikasi sosis terdiri atas: 1. 2.BAB III PEMBAHASAN Sosis berasal dari bahasa latin yaitu “salsus” yang berarti digarami atau daging yang disiapkan melalui penggaraman (Pearson dan Tauber. dimasukkan kedalam pembungkus buatan. Sosis masak.puluh merk sosis. Di Indonesia terdapat berpuluh . yaitu jenis sosis yang dibuat dari daging yang tidak dimasak. Sosis merupakan makanan yang dibuat dari daging yang telah dicincang kemudia dihaluskan dan diberi bumbu-bumbu. 1984). Sosis yang umum adalah produk daging giling yang dimasukan kedalam selongsong (casing) sehingga mempunyai bentuk yang spesifik (bulat panjang) dengan berbagai ukuran. namun sosis ini diselesaikan dengan pengasapan untuk memberikan flavor dan warna yang berbeda. Sosis asap tidak dimasak. Menurut SNI 01-3020-1995 sosis adalah produk makanan yang diperoleh dari campuran daging halus (mengandung daging tidak kurang dari 75%) dengan tepung atau pati dengan atau tanpa penambahan bumbubumbu dan bahan tambahan makanan lain yang diizinkan dan dimasukan ke dalam selongsong sosis. serta harus dimasak dahulu sebelum dikonsumsi. Sosis ini biasanya merupakan sosis dengan emulsi yang baik. yaitu sosis yang mempunyai karakteristik sama dengan sosis segar. Di banyak negara. sosis merupakan topping populer untuk pizza. Pearson dan Tauber (1984) menyatakan bahwa sosis dapat diklasifikasikan atas dasar keragaman yang digunakan dalam perbedaan metode pengolahan yang dibutuhkan untuk memproduksi setiap jenis sosis. tidak dikuring. 3. yaitu sosis yang dipersiapkan dari satu atau lebih macam-macam daging unggas. Sejarah perkembangan sosis berjalan lambat. ada yang tipe premium dan ada tipe biasa. dengan atau tidak dimasak. 4. dimulai dengan proses penggaraman yang sederhana dan pengeringan daging. 19830). Sosis jenis ini harus disimpan pada lemari pendingin dan dimasak dahulu sebelum dihidangkan. dengan atau tanpa diasap (Hadiwiyoto. tergantung jenis sosisnya dan secara umum dapat dilihat dari harganya. merupakan sosis yang diproduksi melalui proses fermentasi dengan persiapan paling rumit diantara semua jenis sosis.macam tipe. umumnya daging babi segar dan terkadang daging sapi. Sosis terdiri dari bermacam . ada sosis mentah dan juga sosis matang. Pembuatan sosis merupakan suatu teknik produksi dan pengawetan makanan yang telah dilakukan sejak sangat lama. Sosis segar. Perhatian penuh sangat dibutuhkan Pedoman produksi makanan jajanan siap santap (sosis) yang aman Page 11 . Sosis kering dan semi kering.

bergizi dan memiliki bentuk yang menarik. Sosis daging spesial. sosis adalah makanan yang dibuat dari daging yang telah dicincang kemudian dihaluskan dan diberi bumbu-bumbu. dengan atau tidak dimasak. karena biasanya dibuat dengan campuran daging babi. sosis ayam). Menurut Kramlich (1971). maka sosis dari luar negeri biasanya diformulasikan dari campuran beberapa jenis daging. jangan lupa membaca label kemasannya untuk mengetahui jenis daging yang digunakan dan telah mendapat sertifikasi Halal. Hal ini harus diwaspadai bagi yang muslim. Sosis sapi banyak digemari masyarakat karena selain rasanya enak. merupakan produk yang dibuat dari daging cacah yang biasanya dimasak atau cendrung dibakar daripada diasap. dimasukkan ke dalam pembungkus yang berupa usus hewan atau pembungkus buatan. jika anda akan membeli sosis impor. dan harus dilakukan selama beberapa bulan di bawah kondisi suhu dan kelembabab yang terkontrol. 5. Untuk itu. Pedoman produksi makanan jajanan siap santap (sosis) yang aman Page 12 . Jika sosis produksi dalam negeri umumnya diolah dari satu jenis daging (misalnya sosis sapi.pada setiap tahap proses pembuataannya.

I Kesimpulan Dari keseluruhan isi makalah ini. lemak maksimal 25% dan karbohidrat maksimal 8%. Pilih sosis yang aromanya khas daging. maka dapat dikatakan bahwa sosis merupakan makanan sumber protein Berikut beberapa Tips dalam memilih sosis yang baik. sebaiknya jangan membeli sosis tersebut karena kondisi ini mencirikan sosis yang mulai rusak.instansi pemerintah terkait. sosis yang baik harus mengandung protein minimal 13%. Jika standar ini terpenuhi. Menurut Standar Nasional Indonesia (SNI 01-3820-1995). b. Jika anda membeli sosis ternyata daging sosisnya berwarna merah terang. Pedoman produksi makanan jajanan siap santap (sosis) yang aman Page 13 . Pilih yang masa kadaluwarsanya masih lama dan dipajang di suhu dingin (refrigerator). d. dapat disimpulkan bahwa cara pembuatan sosis yang aman mempunyai gambaran proses produksi sosis yang berkualitas. c. dengan berpedoman pada GMP ( Good manufacturing Practices ). Sebagai industri pengolahan makanan. Jika terlihat selaput atau lendir tipis seperti susu disekitar sosis. instansi . tidak ada bau asam atau bau menyimpang lainnya. keseluruhan proses yang terkait dengan produk harus memenuhi standarisasi dari Balai POM. Pilih sosis yang bebas pewarna atau yang mengandung pewarna yang aman untuk pangan (food grade).BAB IV PENUTUP 4. Amati penampakan sosis yang dikemas. a. hindari membeli kembali merk tersebut karena bisa jadi produsen menggunakan pewarna dalam jumlah berlebihan atau menggunakan pewarna non pangan.

proses-makanan-sosis. samsu.D dan Wasito. 1998. 27 Juli 2013. UGM Press Yogykarta Pedoman produksi makanan jajanan siap santap (sosis) yang aman Page 14 .H.com/doc/115186670/PEMBUATAN-SOSIS Diakses tanggal. Proses Pembuatan Sosis. 2012. Ilmu dan Teknologi Daging.30 WIB Raharjo. http://id. A. Londong. Buku Ajar Teknologi Hasil Ternak.DAFTAR PUSTAKA Dedi.com. 2002.scribd. www. Pukul 16. Universitas Jenderal Soedirman: Purwokerto Soeparno.