BAB I PENDAHULUAN I.

I Latar Belakang Produk pangan asal hewan merupakan salah satu sumber nutrisi penting bagi manusia. Kandungan nutrisi yang ada dalam bahan pangan asal hewan (BPAH) tidak saja bermanfaat bagi manusia, namun juga sangat digemari oleh mikroba penyebab untuk memenuhi kebutuhan nutrisinya. Akibat adanya pertumbuhan mikroba pada BPAH menyebabkan BPAH tidak dapat disimpan lama, untuk memperpanjang daya simpannya maka BPAH perlu diolah menjadi produk olahan BPAH.Berbagai macam produk olahan BPAH telah dikenal baik yang berasal dari olahan susu, telur maupun yang berasal dari daging. Beberapa produk olahan BPAH antara lain adalah yoghurt, keju, susu pasteurisasi, susu bubuk, tepung telur, telur asin, telurpindang, sosis, corned beef, nugget, bakwan dan masih banyak lagi. Kemajuan pengetahuan dan teknologi yang berkembang dalam masyarakat berdampak pula pada produk-produk daging. Berbagai jenis olahan daging telah banyak beredar dalam masyarakat seperti bakso, sosis, daging asap, abon dan lain-lain. Sosis merupakan salah satu bahan makanan olahan yang cukup digemari karena praktis, dan rasanya yang enak. Dengan berkembangnya pengetahuan dan teknologi, maka cara pengolahan sosis pun berkembang. Di masyarakat, dikenal beberapa cara yang umum digunakan untuk membuat sosis. Berikut ini akan dibahas salah satu cara pembuatan sosis yang tergolong baru dan mudah diterapkan saat ini. Makalah ini membahas tentang sosis daging sapi, yang saat ini sudah banyak dipasarkan baik di supermarket maupun di pasar tradisional, bahkan juga dijajakan oleh pedagang sayur keliling. Rasa, aroma dan kekenyaklan sosis pada umumnya dapat menggugah selera konsumen dari kalangan orang tua, dewasa, terlebih lagi anak-anak. Bahan baku daging, bumbu serta cara pembuatan sosis sangat menentukan kualitas sosis yang dihasilkan. Tentunya sosis yang diinginkan oleh para konsumen dan sudah di konsumsi oleh masyarakat luas.

Pedoman produksi makanan jajanan siap santap (sosis) yang aman

Page 1

Cairan yang berbentuk Pedoman produksi makanan jajanan siap santap (sosis) yang aman Page 2 . Protein daging berperan dalam peningkatan hancuran daging selama pemasakan sehingga membentuk struktur produk yang kompak. Secara umum dapat dikatakan bahwa daging terdiri dari air dan bahan. dimasukkan ke dalam pembungkus yang berupa usus hewan atau pembungkus buatan. I. Peran protein yang lain adalah pembentukan emulsi daging. menurut SNI 013020-1995 sosis adalah produk makanan yang diperoleh dari campuran daging halus (mengandung daging tidak kurang dari 75%) dengan tepung atau pati dengan atau tanpa penambahan bumbu-bumbu dan bahan tambahan makanan lain yang diizinkan dan dimasukan ke dalam selongsong sosis.1.3 Tujuan Tujuan dari pembuatan makalah ini adalah untuk memberikan sedikit informasi mengenai cara pembuatan sosis yang aman kepada masyarakat luas. Nilai nutrisi daging yang tinggi disebabkan karena daging mengandung asam-asam amino esensial yang lengkap dan seimbang. Di samping kandungan proteinnya tinggi. Bahan padat daging terdiri dari bahan – bahan yang mengandung nitrogen. Komponen daging yang sangat penting dalam pembuatan sosis adalah protein.4 Tinjauan pustaka Daging merupakan sumber protein berkualitas tinggi. Kurang lebih 20 % dari semua bahan padat dalam daging adalah protein. daging juga mengandung air.2 Rumusan masalah 1) 2) 3) 4) Pengertian sosis? Jenis-jenis sosis? Bahan apa saja dalam pembuatan sosis? Bagaimana cara pembuatan sosis yang aman? I. lemak. yang satu terdispersi pada yang lain. Daging adalah sumber utama zat-zat makanan yang dibutuhkan untuk kesehatan manusia yang mengkonsumsinya. sosis juga merupakan makanan yang dibuat dari daging yang digiling dan dibumbui. garam dan abu. mengandung vitamin B dan mineral. khususnya besi. dengan atau tidak dimasak. yaitu protein yang berfungsi sebagai zat pengemulsi lemak  emulsi Sosis Emulsi adalah suatu sistem dua fase yang terdiri atas suatu dispersi sua cairan atau senyawa yang tidak dapat bercampur. Sosis adalah makanan yang dibuat dari daging yang telah dicincang kemudian dihaluskan dan diberi bumbu-bumbu. karbohidrat dan komponen organik.bahan padat. umumnya dibentuk menjadi bentuk yang simetris. mineral.

Kandungan air sosis bervariasi tergantung pada jumlah air yang ditambahkan dan macam daging yang digunakan. penggunaan garam semakin dikurangi. Fase kedua adalah fase kontinu.globula kecil disebut fase dispersi atau fase diskontinu. berfungsi sebagai pengawet. keduanya akan langsung memisah dan dan terlihat garis pemisah yang jelas. meskipun tidak selalu. sosis yang teksturnya kasar nampaknya kurang asin bila dibandingkan dengan sosis yang halus teksturnya. Pada konsentrasi garam yang sama. membentuk larutan garam yang diperlukan untuk melarutkan protein larut garam. umumnya 2-2. pada proses pembuatan sosis biasanya ditambahkan air dalam bentuk es sebanyak 20-30%.  Air Kandungan air sosis bervariasi tergantung pada jumlah air yang ditambahkan dan macam daging yang digunakan. berperan sebagai fase kontinu dari emulsi daging. Zat ini dinamakan pengemulsi. Garam dapat meningkatkan tekanan osmotik medium pada Pedoman produksi makanan jajanan siap santap (sosis) yang aman Page 3 . yaitu molekul – molekul yang mempunyai afinitas untuk kedua cairan diatas. Kapasitas emulsi dari berbagai daging trimming menurun dengan menurunnya kandungan lean.Karena itu.globula. Satu . Pada makanan. Kandungan protein yang tinggi akan meningkatkan kapasitas emulsi daging. Penambahan es juga berfungsi untuk mencegah agar suhu adonan tetap rendah selama penggilingan sehingga kestabilan emulsi dapat terjaga. lemak yang lebih banyak bisa diemulsi dengan protein ynag lebih sedikit sehingga meningkatkan efisiensi. Garam mampu melarutkan lebih banyak protein sehingga lebih tersedia untuk emulsifikasi.5 % karena adanya hubungan dengan penyakit darah tinggi. Jika air dan minyak dicampur.  Garam Garam berfungsi untul memberikan citarasa dan sebagai pengawet. zat ini biasanya minyak. menjaga temperatur produk serta mempermudah penetrasi bahan-bahan curing. Pada makanan. garam merupakan bahan terpenting dalam curing. melarutkan protein yang mudah larut dalam air. dibutuhkan zat ketiga. penambah aroma dan citarasa. zat ini biasanya air. Penggunaan garam bervariasi. dan cairan tempat terdispersinya globula-globula tersebut disebut fase kontinu. fase terdispersi yang terdiri dari partikelpartikel yang tidak dapat larut. Protein-protein daging yang terlarut bertindak sebagai pengemulsi dengan membungkus atau menyelimuti semua permukaan partikel yang terdispersi. emulsi terdiri atas tiga fase atau bagian. Kapasitas emulsi dari protein larut dalam air lebih rendah dibandingkan dengan kapasitas emulsi protein larut dalam garam. Fungsi air adalah untuk meningkatkan keempukan dan juice (sari minyak) daging. menggantikan sebagian air yang hilang selama proses pembuatan. Agar partikel-partikel salah satu cairan tersuspensi dalam cairan lainnya.

mengurangi pengerutan selama pemasakan serta mengurangi biaya formulasi. dalam beberapa hal bumbu juga bersifat bakteriostatik dan antioksidan. Fungsi fosfat adalah untuk meningkatkan daya mengikat air oleh protein daging.5 %. Penambahn bumbu pada pembuatan sosis terutama ditujukkan untuk menambah/meningkatkan flavor.  Sodium Trifosfat (STPP) Penambahan polifosfat pada produk olahan daging dalam bentuk kering rata-rata 0. Pedoman produksi makanan jajanan siap santap (sosis) yang aman Page 4 . Sosis masak harus mengandung lemak tidak lebih dari 30 %. Bumbu adalah suatu substansi tumbuhan aroatik yang telah dikeringkan dan biasanay sudah dalam bentuk bubuk. Bahan pengikat adalah material bukan daging yang dapat meningkatkan daya mengikat air daging dan emulsifikasi lemak. sejumlah bakteri terhambat pertumbuhannya. larutan garam mempercepat kelarutan protein otot dan memperbaiki daya mengikat airnya. Fungsi-fungsi tersebut dipakai dalam produk daging untuk meningkatkan daya mengikat air.  Penyedap dan bumbu Penyedap adalah berbagai bahan baik sendiri maupun kombinasi yang ditambahkan pada pembuatan suatu produk yang dapat menambah rasa pada produk tersebut. meningkatkan kekuatan ionik dan memisahkan ion logam. pengalengan. Garam dan merica merupakan bahan penyedap utama dalam pembuatan sosis. Fosfat yang digunakan dalam sistem pangan menampilkan fungsi-fungsi kimia yaitu mengontrol pH.  Lemak Lemak berperan sebagai fase diskontinu pada emulsi sosis. isolat protein kedelai serta skim bubuk. meningkatkan citarasa. atau penggorengan. Selain menambah flavor.  Bahan pengikat Penambahan bahan pengikat bertujuan untuk meningkatkan stabilitas emulsi. mereduksi pengerutan daging dan menghambat ketengikan. Emulsi dari lemak sapi cenderung lebih stabil karena lemak sapi mengandung lebih banyak asam lemak jenuh. Jumlah penambahan fosfat dalam curing tidak boleh lebih dari 5% dan produk akhir harus mengandung fosfat kurang dari 0. Bahan pengikat mempunyai protein yang tinggi. Konsentrasi optimum pada sosis sekitar 1-5%.3 %. meningkatkan daya mengikat air. Kadar lemak berpengaruh pada keempukan da jus daging. emulsifikasi dan memperlambat oksidasi.konsentrasi 2 %. Tujuan utama penambahan fosfat yaitu untuk mengurangi kehilangan lemak dan air selama pemasakan. Contoh dari bahan pengikat adalah tepung kedelai.

Perbedaan jenis sosis terletak pada warna. bahkan bahan dasar dan proses pembuatannya.Selongsongsosis dapat berfungsi sebagai cetakan selama pengolahan. secara umum dibagi menjadi 5. adalah Fresh sausage yang dikeringkan. Penguringan adalah suatu cara pengolahan daging dengan menambahkan beberapa bahan seperti garam natrium klorida (NaCl). yaitu: 1) selongsong yang terbuat dari usus hewan. Proses pembuatan Sosis segar tidak menggunakan proses pemasakan ataupun diasapi. pembungkus selama penanganan dan pengangkutan. Pedoman produksi makanan jajanan siap santap (sosis) yang aman Page 5 . Fresh Smoke Sausage. Contoh sosis jenis ini adalah sosis Veal. Dry sausage. Sosis jenis ini dapat dimakan panas atau dingin. Sosis ini juga harus didinginkan dan dimasak sebelum dimakan. natrium-nitrit. Sosis jenis ini harus didinginkan dan dimasak sebelum dimakan. yaitu sosis yang dibuat dari daging segar yang belum mengalami pelayuan dan tidak dikuring. ukuran. Cooked Smoked Sausages.Sosis jenis ini biasanya dimakan dalam kondisi dingin dan didiamkan dalam jangka waktu lama. 4. yaitu : 1. Cooked Sausage. 2. 5) selongsong yang terbuat dari logam. yaitu Fresh Sausage yang diasap. 2) selongsong yang terbuat dari kolagen. Fresh Sausage. Contohnya Fresh Beef sausage. 3. tetapi harus disimpan dilemari pendingin. 5. Sosis memang jenis makanan yang lezat dan mudah diolah dengan berbagai resep sosis. Aneka ragam variasi sosis dengan mudah dapat diperoleh baik di pasar modern maupun pasar tradisional. dibuat dari daging segar yang kemudian dimasak / direbus. natrium-nitrat. Sosis jenis ini biasanya dimakan segera setelah dimasak atau apabila disimpan maka harus dipanaskan terlebih dahulu sebelum dimakan. Selongsong sosis harus memiliki sifat kuat dan elastis. sosis jenis ini hampir sama dengan Cooked Sausage. serta sebagai media display selama diperdagangkan. serta bumbu-bumbu. Berdasarkan metode cara membuat Sosis. Selongsong sosis Selongsong sosis dipakai untuk menentukan bentuk dan ukuran sosis. cita rasa. Braunschweiger. bentuk. tetapi setelah direbus maka sosis diasap atau diasap dahulu baru kemudian direbus. 4) selongsong yang terbuat dari plastik. Contohnya adalah Mettwurst. 3) selongsong yang terbuat dari selulosa. Ada lima macam selongsong yang biasa digunakan dalam pembuatan sosis. Contohnya Wiener. gula. Kielbasa atau Bologna.

Alat yang digunakan: squit panci kukusan kompor gas baskom timbangan duduk. Telenan.Benang dan thermometer Pedoman produksi makanan jajanan siap santap (sosis) yang aman Page 6 . blender atau gilingan daging pisau.5 sendok makan gula pasir 60 gram lada atau merica 15 gram bawang putih 20 gram sendawa 40 ml lemak ayam 200 gram minyak goreng 100 gram cuka 40 ml penyedap rasa 2 bungkus jahe secukupnya pala 5 gram odium trifosfat STPP 0.BAB II METODE KERJA 2.25 sendok makan dan es batu 400 gram.1 Bahan dan Alat Bahan yang digunakan:                          Daging ayam 1 kg tepung sagu 150 gram susu skim 100 gram selongsong (casing) bumbu-bumbu yang dibutuhkan diantaranya: garam dapur 2.

kambing. Sosis yang telah diasapkan.2 Tahap Pembuatan Sosis Pada pembuatan sosis ada beberapa tahap yang harus dikerjakan. Setelah mengetahui kedua hal tersebut. bawang putih. seperti sellulosa. Perebusan Tujuan perebusan adalah memberikan rasa dan aroma tertentu pada sosis. sodium aritrobat. nitrat atau nitrir. Menurut Forrest et al . lemak.3 Proses Pembuatan Sosis Sebelum membuat sosis. Giling daging.2. pertama daging dipotong sebesar telapak tangan (10X10X2 cm). Bersihkan daging. daging juga mengandung air. Tahapannya. Daging merupakan sumber protein berkualitas tinggi. Kemudian diolesi garam dan campuran gula (1%). setengah bagian es. khususnya besi. gula pasir. Kuring dikerjakan pada suhu 2 – 4 0C selama sehari semalam. merica.5 gram untuk 50 kg daging) dan sodium aritrobat sebanyak 22. lama perebusan tegantung jenis sosis yang diproduksi. 2. sendawa. langkah selanjutnya adalah mengetahui proses pembuatan sosis. garam. sendawa. penting untuk mengetahui tahapan pembuatan dan alat serta bahan yang dibutuhkan.1994). 3. Selongsong dapat pula berupa bahan lain yang khusus dibuat untuk itu. dan Sodium Trifosfat (STPP) di dalam blender atau food processor. memberikan warna yang lebih karena terbentuknya senyawa nitrosohemokhrom dan memperpanjang daya simpan. penyedap rasa. pembuatan adonan. mengandung vitamin B dan mineral. atau asam askorbat. dan filling. 2. garam kristal NaNO2 atau KNO2 (7. 2. 1. Kuring Kuring adalah pemeraman daging dengan menambahkan garam. yaitu kyuring. dan babi. direbus dalam ketel dengan suhu 70 -75 0C. pemberian bumbu-bumbu meliputi : garam. pengasapan. 3. domba. Di samping kandungan proteinnya tinggi. Casing Selongsong pada umumnya terdiri dari usus sapi.5 gram untuk 50 kg daging. susu skim. 4. bumbu. nilai nutrisi daging yang tinggi disebabkan karena daging mengandung asam-asam amino esensial yang lengkap dan seimbang. karbohidrat dan komponen organik (Soeparno. dan sisa es ke dalam blender Pedoman produksi makanan jajanan siap santap (sosis) yang aman Page 7 . 1. proses pembuatan sosis adalah sebagai berikut. (1975). phosphate. pisahkan dari tulangnya lalu diiris halus. Masukkan lemak. pengisian selongsong. kolagen atau plastik. tepung sagu. binding. dan perebusan. Sodium Trifosfat (STPP). Pembuatan Adonan Pencincangan.

Bahan Pengisi Bahan pengisi adalah bahan yang ditambahkan dalam proses pembuatan produk olahan daging yang harus mempunyai kemampuan mengikat sejumlah air. pembungkus selama penanganan dan pengangkutan. Menurut Kramlich (1971). selongsong yang terbuat dari plastik. meningkatkan citarasa. selongsong yang terbuat dari selulosa. serta sebagai media display selama diperdagangkan. Dinginkan adonan yang telah halus selama 10 menit. mengurangi pengerutan Pedoman produksi makanan jajanan siap santap (sosis) yang aman Page 8 . Selongsong sosis harus memiliki sifat kuat dan elastis (Pearson dan Tauber. pembungkus selama penanganan dan pengangkutan. shaping. Tepung sagu merupakan salah satu bahan pengisi. Emulsi dari lemak sapi cenderung lebih stabil karena lemak sapi mengandung lebih banyak asam lemak jenuh. Selongsong sosis (casing) Selongsong sosis (casing) dipakai untuk menentukan bentuk dan ukuran sosis berfungsi sebagai cetakan selama pengolahan. serta sebagai media display selama diperdagangkan. yaitu selongsong yang terbuat dari usus hewan. Selongsong sosis harus memiliki sifat kuat dan elastis (Pearson dan Tauber. Dinginkan adonan yang telah halus selama 10 menit. ada lima macam selongsong yang biasa digunakan dalam pembuatan sosis. Kadar lemak berpengaruh pada keempukan dan jus (sari minyak) daging. Bahan Pengikat Penambahan bahan pengikat bertujuan untuk meningkatkan stabilitas emulsi. c. Penambahan tepung sagu ke dalam produk olahan daging berfungsi sebagai binding. meningkatkan daya mengikat air. namun mungkin akan mempengaruhi rasa. dan extender serta berperan untuk mengurangi biaya produksi dalam pengolahan produk olahan daging. selongsong yang terbuat dari selulosa.1984).1971). lalu masukkan ke dalam squit atau stuffers yang bagian ujungnya telah dipasang casing. Menurut Kramlich (1971). Lemak Lemak berperan sebagai fase diskontinu pada emulsi sosis. 4. yaitu selongsong yang terbuat dari usus hewan. selongsong yang terbuat dari kolagen.1984). b. a. ada lima macam selongsong yang biasa digunakan dalam pembuatan sosis. selongsong yang terbuat dari plastik. dan selongsong yang terbuat dari logam. Selongsong sosis (casing) Selongsong sosis (casing) dipakai untuk menentukan bentuk dan ukuran sosis berfungsi sebagai cetakan selama pengolahan. Sosis masak harus mengandung lemak tidak lebih dari 30 % (Kramlich. selongsong yang terbuat dari kolagen. dan selongsong yang terbuat dari logam. Dapat juga digunakan tepung beras atau tepung tapioka sebagai pengganti.4. lalu masukkan ke dalam squit atau stuffers yang bagian ujungnya telah dipasang casing.

Pedoman produksi makanan jajanan siap santap (sosis) yang aman Page 9 . Bahan pengikat mempunyai protein yang tinggi. Selongsong sosis harus memiliki sifat kuat dan elastis (Pearson dan Tauber.1994). dalam beberapa hal bumbu juga bersifat bakteriostatik dan antioksidan. Proses pembuatan diawali dengan penggilingan daging beserta bahan-bahan yang ditambahkan seperti lemak. STPP. Selain menambah flavor. selongsong yang terbuat dari kolagen. d. 1987). Contoh dari bahan pengikat adalah tepung kedelai. dan es batu. meskipun tidak selalu. Menurut Kramlich (1971). 5. serta sebagai media display selama diperdagangkan. Rebus casing berisi adonan pada suhu 600C selama 45 menit. yaitu selongsong yang terbuat dari usus hewan. selongsong yang terbuat dari selulosa. Bumbu Bumbu adalah suatu substansi tumbuhan aroatik yang telah dikeringkan dan biasanya sudah dalam bentuk bubuk (Rust. Fase pertama adalah fase terdispersi yang terdiri dari partikel-partikel yang tidak dapat larut. selongsong yang terbuat dari plastik. Bahan-bahan tersebut sebaiknya digiling dengan menggunakan food processor agar lembut dan terjadi proses emulsifikasi pada adonan. lalu ikat ujung casing menggunakan benang. Pada makanan. Usahakan suhu tetap stabil selama 45 menit.selama pemasakan serta mengurangi biaya formulasi. 4. pembungkus selama penanganan dan pengangkutan. ada lima macam selongsong yang biasa digunakan dalam pembuatan sosis. dan selongsong yang terbuat dari logam. Selongsong sosis (casing) Selongsong sosis (casing) dipakai untuk menentukan bentuk dan ukuran sosis berfungsi sebagai cetakan selama pengolahan. Bahan pengikat adalah material bukan daging yang dapat meningkatkan daya mengikat air daging dan emulsifikasi lemak. emulsi terdiri atas tiga fase atau bagian. garam. Dinginkan adonan yang telah halus selama 10 menit. Penambahan bumbu pada pembuatan sosis terutama ditujukan untuk menambah atau meningkatkan flavor (Soeparno.1984). Emulsifikasi yang terjadi dalam proses ini mengikatkan hubungan antara lemak dengan air sehingga protein dapat menjalankan tugasnya sebagai pengemulsi yang dapat menyatukan partikel-partikel yang tidak dapat saling larut. Hal ini didukung oleh Charley (1982). 8. 6. 1. 7. isolat protein kedelai serta susu skim. Masukkan adonan ke dalam casing. Perebusan dilakukan dalam panci yang berisi air dan kontrol dengan termometer. lalu masukkan ke dalam squit atau stuffers yang bagian ujungnya telah dipasang casing. zat ini biasanya minyak. Sosis yang telah masak bisa dihidangkan untuk dikonsumsi.

keduanya akan langsung memisah dan dan terlihat garis pemisah yang jelas. dibutuhkan zat ketiga. Fase kedua adalah fase kontinyu.2. yaitu molekul – molekul yang mempunyai afinitas untuk kedua cairan diatas. Agar partikel-partikel salah satu cairan tersuspensi dalam cairan lainnya. Pedoman produksi makanan jajanan siap santap (sosis) yang aman Page 10 . Jika air dan minyak dicampur. Pada makanan. Pada adonan sosis yang banyak mengandung kadar air di dalamnya. zat ini biasanya air. 3. pembuatan sosis dapat disiasati dengan menambahkan protein yang dapat diambil dari tepung berprotein tinggi atau susu skim.

tergantung jenis sosisnya dan secara umum dapat dilihat dari harganya. serta harus dimasak dahulu sebelum dikonsumsi. Sosis ini biasanya merupakan sosis dengan emulsi yang baik. umumnya daging babi segar dan terkadang daging sapi. dengan atau tidak dimasak. Sosis merupakan makanan yang dibuat dari daging yang telah dicincang kemudia dihaluskan dan diberi bumbu-bumbu. ada sosis mentah dan juga sosis matang.BAB III PEMBAHASAN Sosis berasal dari bahasa latin yaitu “salsus” yang berarti digarami atau daging yang disiapkan melalui penggaraman (Pearson dan Tauber. dimulai dengan proses penggaraman yang sederhana dan pengeringan daging. Sejarah perkembangan sosis berjalan lambat. Klasifikasi sosis terdiri atas: 1. Sosis kering dan semi kering. 3. Di banyak negara. dimasukkan kedalam pembungkus buatan. Sosis masak. Pearson dan Tauber (1984) menyatakan bahwa sosis dapat diklasifikasikan atas dasar keragaman yang digunakan dalam perbedaan metode pengolahan yang dibutuhkan untuk memproduksi setiap jenis sosis. Di Indonesia terdapat berpuluh .puluh merk sosis. tidak dikuring. 1984). namun sosis ini diselesaikan dengan pengasapan untuk memberikan flavor dan warna yang berbeda. 4. Hal ini dilakukan untuk mengawetkan daging segar yang tidak dikonsumsi dengan segera. yaitu sosis yang mempunyai karakteristik sama dengan sosis segar. ada yang tipe premium dan ada tipe biasa. Sosis jenis ini harus disimpan pada lemari pendingin dan dimasak dahulu sebelum dihidangkan. Pembuatan sosis merupakan suatu teknik produksi dan pengawetan makanan yang telah dilakukan sejak sangat lama.macam tipe. Sosis terdiri dari bermacam . Menurut SNI 01-3020-1995 sosis adalah produk makanan yang diperoleh dari campuran daging halus (mengandung daging tidak kurang dari 75%) dengan tepung atau pati dengan atau tanpa penambahan bumbubumbu dan bahan tambahan makanan lain yang diizinkan dan dimasukan ke dalam selongsong sosis. yaitu jenis sosis yang dibuat dari daging yang tidak dimasak. Sosis yang umum adalah produk daging giling yang dimasukan kedalam selongsong (casing) sehingga mempunyai bentuk yang spesifik (bulat panjang) dengan berbagai ukuran. dengan atau tanpa diasap (Hadiwiyoto. Perhatian penuh sangat dibutuhkan Pedoman produksi makanan jajanan siap santap (sosis) yang aman Page 11 . 2. sosis merupakan topping populer untuk pizza. Sosis segar. Sosis asap tidak dimasak. 19830). yaitu sosis yang dipersiapkan dari satu atau lebih macam-macam daging unggas. merupakan sosis yang diproduksi melalui proses fermentasi dengan persiapan paling rumit diantara semua jenis sosis.

merupakan produk yang dibuat dari daging cacah yang biasanya dimasak atau cendrung dibakar daripada diasap. dimasukkan ke dalam pembungkus yang berupa usus hewan atau pembungkus buatan. jangan lupa membaca label kemasannya untuk mengetahui jenis daging yang digunakan dan telah mendapat sertifikasi Halal. karena biasanya dibuat dengan campuran daging babi. Menurut Kramlich (1971). Untuk itu. sosis adalah makanan yang dibuat dari daging yang telah dicincang kemudian dihaluskan dan diberi bumbu-bumbu. dengan atau tidak dimasak.pada setiap tahap proses pembuataannya. maka sosis dari luar negeri biasanya diformulasikan dari campuran beberapa jenis daging. sosis ayam). 5. jika anda akan membeli sosis impor. Hal ini harus diwaspadai bagi yang muslim. Sosis sapi banyak digemari masyarakat karena selain rasanya enak. Jika sosis produksi dalam negeri umumnya diolah dari satu jenis daging (misalnya sosis sapi. Pedoman produksi makanan jajanan siap santap (sosis) yang aman Page 12 . Sosis daging spesial. bergizi dan memiliki bentuk yang menarik. dan harus dilakukan selama beberapa bulan di bawah kondisi suhu dan kelembabab yang terkontrol.

Sebagai industri pengolahan makanan. Jika anda membeli sosis ternyata daging sosisnya berwarna merah terang. Amati penampakan sosis yang dikemas. Jika terlihat selaput atau lendir tipis seperti susu disekitar sosis. Pilih yang masa kadaluwarsanya masih lama dan dipajang di suhu dingin (refrigerator).I Kesimpulan Dari keseluruhan isi makalah ini. Pedoman produksi makanan jajanan siap santap (sosis) yang aman Page 13 . Pilih sosis yang bebas pewarna atau yang mengandung pewarna yang aman untuk pangan (food grade). dengan berpedoman pada GMP ( Good manufacturing Practices ). lemak maksimal 25% dan karbohidrat maksimal 8%. tidak ada bau asam atau bau menyimpang lainnya. Menurut Standar Nasional Indonesia (SNI 01-3820-1995).BAB IV PENUTUP 4. maka dapat dikatakan bahwa sosis merupakan makanan sumber protein Berikut beberapa Tips dalam memilih sosis yang baik. d. b. c. dapat disimpulkan bahwa cara pembuatan sosis yang aman mempunyai gambaran proses produksi sosis yang berkualitas. a. Pilih sosis yang aromanya khas daging. instansi . hindari membeli kembali merk tersebut karena bisa jadi produsen menggunakan pewarna dalam jumlah berlebihan atau menggunakan pewarna non pangan.instansi pemerintah terkait. sebaiknya jangan membeli sosis tersebut karena kondisi ini mencirikan sosis yang mulai rusak. keseluruhan proses yang terkait dengan produk harus memenuhi standarisasi dari Balai POM. Jika standar ini terpenuhi. sosis yang baik harus mengandung protein minimal 13%.

com. Buku Ajar Teknologi Hasil Ternak. Universitas Jenderal Soedirman: Purwokerto Soeparno. UGM Press Yogykarta Pedoman produksi makanan jajanan siap santap (sosis) yang aman Page 14 .30 WIB Raharjo.proses-makanan-sosis. Londong. A. http://id.D dan Wasito. Ilmu dan Teknologi Daging.scribd. Pukul 16. 2002. Proses Pembuatan Sosis. 2012. samsu.H.DAFTAR PUSTAKA Dedi.com/doc/115186670/PEMBUATAN-SOSIS Diakses tanggal. 1998. 27 Juli 2013. www.