P. 1
Kota Yerusalem: Diantara Janji Yang Benar dan Janji Yang Palsu

Kota Yerusalem: Diantara Janji Yang Benar dan Janji Yang Palsu

|Views: 933|Likes:
Published by jafarkarim
Hasil terjemahan dengan izin. Kalau berminat untuk diterbitkan hubungi saya di gibtv@yahoo.com.
Hasil terjemahan dengan izin. Kalau berminat untuk diterbitkan hubungi saya di gibtv@yahoo.com.

More info:

Published by: jafarkarim on Aug 17, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/01/2013

pdf

text

original

Perhatian!

Buku ini diterjemahkan atas izin dari penerbit di Florida, Amerika, Ibn Tamiyah Institute for Contemporary Studies. Kalau ada penerbit yang berminat membuat edisi cetak buku ini, kami sangat bersedia bekerjasama dengan ketentuan yang sangat fleksibel. Dilarang mengutip atau memperbanyak sebagian atau seluruh isi buku ini tanpa izin tertulis dari penerbit. Silahkan hubungi: janji@cerfin.net

Judul Asli: The True Promise, The Bogus Promise

1

DAFTAR ISI
Daftar Isi .............................................................................................................................2 Biodata Dr. Safar Al-Hawali.............................................................................................4 JANJI YANG BENAR, JANJI YANG PALSU ..............................................................7 Bab 1: Dua Janji.................................................................................................................8 Bab 2: Landasan Untuk “Janji yang Palsu” .................................................................10 Tanah Kanaan “Ini Akan Kuberikan Kepadamu…” Kenapa dengan Orang-Orang Kristen? Bab 3: Tiga Agama dan Al-Masih Yang Diharapkan ..................................................15 Islam dan Barat: Tiga Peristiwa “New World Order” dan Pemerintahan Dajjal Bab 4: Orang-Orang Milenium dan Armageddon .......................................................23 Landasan Kepercayaan Kristen Terhadap “Rapture” Tujuh Presiden Amerika “Fundamentalisme” Islam Bab 5: Dua Zionisme .......................................................................................................30 Kematian Hitam Orang-Orang Protestan William Eugene Blackstone “The Palestinian Exploration Fund” Deklarasi Balfour Woodrow Wilson: Si “Putra Manse” Henry Cabot Lodge Bab 6: Kebangkitan Kembali Evangelisme...................................................................36 Pendanaan Gereja Universitas dan Sekolah Para Presiden dan Pendeta “Gereja Listrik” Bab 7: “Bintang-Bintang” Fundamentalis Kristen ......................................................42 Pendeta Jerry Falwell Pat Robertson George Otis Mike Evans Kedutaan Kristen Internasional Sikap Orang-Orang Islam Pengutukan Bersama

2

Bab 8: Janji Yang Benar .................................................................................................52 Keturunan Ismail Janji Allah Mengenai Orang-Orang Yahudi Kembalinya Al-Masih Mahdi Tahan Kesengsaraan dan Peperangan “Prinsip-Prinsip Yang Semarak” Bab 9: Tujuan-Tujuan Rencana Perdamaian dan Akibatnya ....................................60 Bab 10: Sepuluh Rekomendasi untuk Menggalkan “Konspirasi Melawan Yerusalem” .......................................................................................................................63 LAMPIRAN Lampiran I – Thomas Edward Lawrence ....................................................................66 Lampiran II – Pernyataan Balfour ...............................................................................67

Catatan: Pihak yang berminat menerbitkan edisi cetak buku ini dapat menghubungi kami. Pada dasarnya, kami sangat bersedia bekerjasama dengan sistem royalti yang sangat fleksibel. Tidak perlu membajak, tetapi kalau sampai dibajak, pihak kami juga bersedia menyebarluaskan berita tentang pihak-pihak yang menerbitkan buku ini tanpa izin kami.

3

DR. SAFAR AL-HAWALI1
Safar bin ‘Abdur-Rahman bin Ahmad Al Ghanim al-Ghamdi al-Hawali lahir pada tahun 1373 H di desa al-Hawalah2, yang terletak sekitar 23 kilometer dari kota Baljarshi di Arab Saudi.

• Riwayat Pendidikan:
1. Tahun 1394 H Dr. al-Hawali menyelesaikan studi S1 di Universitas Islam Medinah dengan nilai excellent. Pada waktu di Madinah, Dr. al-Hawali belajar kepada ulama-ulama besar, khususnya Al-Mukarram Syaikh ‘Abdul-‘Aziz Ibnu Baz, Mufti Kerajaan Arab Saudi (alm.– Peny.); Syaikh ‘Abdul-Muhsin Al-‘Abbad; dan ‘Allamah ash-Shinqiti, penulis Adwa’ al-Bayan. Ia juga mempelajari karya Ibnu Taimiyah dan sangat terpengaruh oleh metodologi dan gaya Ibnu Taimiyah. 2. Tahun 1399 H ia menyelesaikan jenjang S2 di Universitas Umm al-Qura, Makkah, dengan nilai excellent. 3. Tahun 1406 H ia menyelesaikan jenjang S3 di Universitas Umm al-Qura, Makkah, dengan nilai excellent.

• Jabatan
4. Untuk beberapa lama Dr. al-Hawali bekerja sebagai dosen di Universitas Islam di Medinah. 5. Tahun 1407 H ia dilantik di Universitas Umm al-Qura, Departemen Aqidah. 6. Tahun 1408 H ia terpilih sebagai Kepala Departemen Aqidah hingga pemecatannya pada tanggal 10 April 1414 H. Hal ini disebabkan oleh sikapnya yang sangat terangterangan membela Islam.

• Tulisan dan Karya Lain:
Dr. Al-Hawali sudah menulis beberapa karya, antara lain: 1. Sekularisme: Asal, Perkembangan dan Dampaknya Terhadap Kehidupan Islam Masa Kini. Karya ini merupakan tesisnya yang kemudian diterbitkan oleh Universitas Umm al-Qura. Karya ini kemudian diterjemahkan ke dalam beberapa bahasa lain. 2. Fenomena Irja’ Dalam Pemikiran Islam Kontemporer. Karya ini merupakan desertasinya dan sedang dalam tahap persiapan untuk diterbitkan ketika ia kemudian ditahan. 3. Metodologi Asya’ira dalam Aqidah.

1 2

Sebagian besar informasi ini berdasarkan surat-surat yang ditulis oleh salah satu murid Dr. al-Hawali. Dinamakan “al-Hawali” yang berarti berasal dari desa al-Hawalah.

4

Pertama kali artikel ini dimuat dalam majalah Universitas Islam dengan judul “Apakah Asya’ira dari Ahlus-Sunnah wal-Jama’ah?” yang kemudian diterbitkan oleh ad-Dar as-Salafiyah, Kuwait. 4. Perjanjian Kissinger. Makalah panjang dan berharga ini disampaikan oleh Dr. al-Hawali di permulaan Krisis Teluk kepada Dewan Agung Ulama, Kerajaan Arab Saudi. Makalah ini, yang kemudian dikenal dengan judul “Perjanjian Kissinger,” membahas konspirasi Barat untuk menguasai simpanan minyak di wilayah Teluk. Makalah ini memunculkan reaksi keras dari pemerintah Arab Saudi, yang mengekspos kesetiaannya kepada Amerika Serikat, dan yang kemudian termasuk dalam sebab utama penahanannya. 5. Yerusalem di Antara Perjanjian yang Benar dan Klaim yang Palsu. Pertama kali, pidato ini disampaikan di Jeddah untuk menjelaskan jawaban Islam mengenai Proses Perdamaian Arab-Israel. Pidato ini kemudian diterbitkan oleh alMaktabah as-Sunnah, Mesir dengan mukadimah dari Dr. al-Hawali. 6. Komentar atas Kepercayaan at-Thahawi. Kuliah ini telah bertahun-tahun diadakan oleh Dr. al-Hawali pada hari Ahad setiap pekannya di Masjid Emir Mit’ab, di sekitar kampus Universitas di Jeddah. Pada saat diberhentikan oleh aparat pemerintah, kuliah yang dihadiri oleh ratusan orang dan masih mempunyai pengaruh besar terhadap kebangkitan Islam dan para penuntut ilmu ini telah direkam dalam 300 kaset audio. 7. Penolakan Para Penipu. Karya ini masih dalam bentuk kaset audio dan belum diterbitkan. Pokok utamanya adalah penolakan seorang Sufi Saudi yang bernama Muhammad ‘Alawi al-Maliki dari Mekkah. 8. Penolakan Batiniyah. Karya ini masih dalam bentuk kaset audio dan belum diterbitkan. 9. Mengekspos Skandal Orang-Orang Sufi. Karya ini masih dalam bentuk kaset audio dan belum diterbitkan. 10. Amal Hati. Karya ini masih dalam bentuk kaset audio dan belum diterbitkan. 11. Sejumlah pidato penting mengenai sejumlah masalah-masalah aktual. Di antaranya: • “Masa Depan Dunia Islam dalam Sorotan Rekonsiliasi Internasional,” yang disampaikan di Jeddah pada bulan Ramadhan, 1410 H. • “Pelajaran yang Diambil dari Perang Salib” disampaikan di Jeddah di bulan Ramadhan 1410 H. • “Lari Kepada Allah3” disampaikan di Riyadh pada saat permulaan Krisis Teluk. • “Kamu Akan Mengingat Apa yang Saya Katakan Kepadamu”4 disampaikan di Jeddah pada permulaan Krisis Teluk. • “Janji yang Benar dan Janji yang Palsu” disampaikan pada Pembicaraan Perdamaian Madrid, yang dijadikan dasar bagi buku ini.

3 4

Judul ini diambil dari ayat Al-Qur’an Judul ini diambil dari ayat Al-Qur’an.

5

• Kegiatan Lain
• • • Sebelum dilarang untuk bepergian setelah Perang Teluk, Dr. al-Hawali juga berpartisipasi dalam sejumlah konferensi dan simposium baik di dalam Kerajaaan Saudi maupun di luar negeri. Ketika di Umm al-Qura, Dr. al-Hawali menjadi penasihat dan berdiskusi tentang sejumlah skripsi S3. Tahun 1413 H, Dr. al-Hawali mendirikan Pusat Riset dan Penterjemahan Islamiyah di Jeddah dalam rangka strategis untuk melawan pekerjaan misionaris Kristen dan kebijakan Barat. Proyek perdananya adalah penterjemahan karya Ibnu Taimiya yang berupa penolakan agama Kristen: al-Jawab as-Sahih liman Baddala Din al-Masih (Jawaban yang Benar Untuk Mereka yang Mengganti Agama Al-Masih Dengan Sesuatu yang Ia Buat Sendiri).

• Penangkapan dan Pemenjaraan
Di masa sikapnya dipenjara berbicara lain: • • • • • • • lalu, Dr. al-Hawali seringkali ditangkap oleh aparat Saudi disebabkan oleh yang terang-terangan mengenai Islam. Dia dan sejumlah ulama Saudi lain karena menolak menerima tuntutan pemerintah Saudi untuk menahan diri dari mengenai beberapa keprihatinan yang mendesak di dunia Islam yang antara

Dunia Islam adalah sasaran Perang Salib baru. Wajib untuk melaksanakan jihad melawan kaum Yahudi Politik adalah sebagian dari agama Masalah-masalah Amerika disebabkan karena ia jauh dari Allah Keterangan bahwa mengunakan bank-bank yang berdasarkan riba (suku bunga) dilarang menurut hukum syariah Wajib bagi para Muslim untuk membayar zakat dan seharusnya memberi sadaqah Wajib bagi para Muslim untuk mengurangi penderitaan orang-orang Muslim lainnya5

• Pembebasan
Menurut situs internet Amnesty International, dia dibebaskan pada Juni 1999, ternyata tanpa ada dakwaan atau sidang.

Materi ini diambil dari sebuah surat yang ditulis oleh Dr. al-Hawali dan Salman al-‘Audah kepada Al-Mukarram (Alm.) Syaikh Ibnu Baz.

5

6

JANJI YANG BENAR ... ...JANJI YANG PALSU.
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang, saya memulai kuliah ini.

Semua puji adalah untuk Allah semata, Yang telah mengutus Rasul-Nya (dengan membawa) petunjuk dan agama yang benar untuk dimenangkan-Nya atas segala agama, walaupun orang-orang musyrik tidak menyukai.6 Semoga Allah menyebutkan di antara malaikat-malaikatNya dan melindungi dari mara bahaya Hamba dan Rasul-Nya, Muhammad, Imam untuk Mujahidin dan pemimpin "al-gharrulmuhajjalin."

6

Al-Qur’an 9:33 - Catatan Penterjemah.

7

-1DUA JANJI
Persoalan pokok yang akan kita bicarakan pada malam ini tidak jauh dari kenyataan sehari-hari kita. Karena kita menemukan diri kita sendiri – setiap hari, pada setiap siaran media massa atau pada saat perkumpulan – mendengarkan atau membicarakan peristiwa besar yang diistilahkan sebagai "Rencana Perdamaian antara kaum Arab dan kaum Yahudi." Tak ada keraguan bahwa apa yang terjadi di Madrid7 adalah peristiwa yang sangat hebat menurut tanggapan aspek apapun: keagamaan, emosi, maupun alasan kesejarahan. Tidak ada yang lebih menunjukkan hal itu, selain keprihatinan terhadap apa yang ditunjukkan oleh media negara-negara Barat dalam menganalisa dan memberikan komentar mengenai peristiwa tersebut. Sehingga negara-negara Barat mengabaikan masalah-masalah internal dan isu-isu penting mereka. Pemimpin, pemikir, wartawan, maupun masyarakat Barat pada umumnya memfokuskan perhatian mereka untuk mengikuti perkembangan persoalan tersebut dari waktu ke waktu. Saudaraku, apa rahasia di balik keprihatinan ini? Apakah keinginan mereka hanya untuk mendatangkan perdamaian di antara dua pihak dalam konflik regional? Tidak! Apa yang terjadi di Madrid telah melampaui semua itu. Peristiwa Madrid merupakan kejadian yang sangat penting dan bersejarah, karena mereka berusaha untuk mendapatkan keuntungan dari dua peradaban dan dua sejarah yang selalu bertentangan secara permanen tersebut. Dalam kenyataannya, Madrid adalah tidak lebih dari sebuah pemberhentian dari serentetan peristiwa panjang, yang dimulai sejak lima ribu tahun yang lalu dan akan terus berlanjut sampai hari Kiamat. Madrid, Washington dan Moskow merupakan pemberhentian di atas jalan panjang itu. Inilah "Janji" yang Allah – subhana wa ta'ala – anugerahkan kepada Rasul dan Khalil-Nya, Ibrahim – 'alaihis-salam – dan keturunannya setelah itu yang berbudipekerti baik. Yang tergabung dalam "Janji" ini adalah tiga agama yang dikenal di dunia saat ini. Sehubungan dengan Janji itu, kaum Muslim (sebagaimana kaum yang lain juga) mempunyai klaim. Sebagaimana akan kami perlihatkan nanti, bahwa klaim mereka dikonfirmasikan oleh Kitab Allah dan Sunnah Rasul-Nya – sallallahu 'alaihi wa salaam.

7

Pada tanggal 30 Oktober, 1991, Konferensi Perdamaian Madrid dimulai - Catatan Penterjemah.

8

Pada sisi yang lain, kaum Yahudi dan Nasrani mempunyai pendapat yang dibuat oleh mereka sendiri untuk menentang Allah – subhana wa ta'ala. Maka pada hakikatnya, perjuangan di Timur Tengah tidak berhubungan dengan dua kekuatan atau dua ras. Akan tetapi, perjuangan itu berhubungan dengan dua Janji itu, yaitu antara "Janji yang Benar" dan "Janji yang Palsu." Oleh karenanya, ini merupakan perjuangan antara dua syahadat. Pertama syahadat Tauhid yang menyatakan bahwa Rasulullah Ibrahim – 'alaihis-salam – diutuskan untuknya; yang kemudian dihidupkan kembali oleh "Penghulu para Nabi," Muhammad – sallallahu 'alaihi wa salaam; dan yang akan dihidupkan kembali sekali lagi di akhir zaman oleh Nabi kita, Isa putra Maryam – 'alaihis-salam. Sebaliknya yang kedua pesan syirik, sandiwara, dan penipuan yang dibuat oleh para pendeta Kristen dan Yahudi melalui apa yang mereka tulis dengan tangan mereka sendiri, sambil menyatakan, "Ini (yang mereka tulis itu) adalah datang dari sisi Allah,"8 padahal itu bukan dari sisi-Nya. Suatu kebohongan yang berasal dari pendeta-pendeta Yahudi yang berlangsung secara terusmenerus sampai kepada Paulus (Shaul), yang diteruskan oleh orang-orang yang sesat dan menyesatkan,9 Paus-Paus, dan yang diakhiri oleh (Theodore) Herzl dan pengikutpengikutnya. Dan syahadat ini akan sampai ke penutupan akhir zaman dengan penampakan Al-Masih mereka, yaitu anti-Kristus (Dajjal). Pada saat dua Al-Masih bertemu, Al-Masih yang sebenarnya, 'Isa putra Maryam – 'alaihis- salam – dan Al-Masih yang palsu, si anti-Kristus pada saat memandang Al Masih, 'Isa putra Maryam akan larut, sebagaimana garam larut di dalam air, seandainya Al Masih tidak membunuhnya.10 Hanya saja, kemudian terjadi konflik panjang antara dua janji tersebut – yaitu di antara dua komunitas (kaum Muslim di satu pihak serta kaum Yahudi dan Kristen di pihak lain) yang percaya terhadap dua Janji ituakan berakhir.11 Itulah isu yang sebenarnya. Oleh sebab itu, apa yang terjadi di dalam konferensi itu bernasib buruk, karena tidak berniat untuk membuat suatu penyelesaian yang adil serta mewujudkan kedamaian. Akan tetapi, bertujuan untuk mendukung dan mempercayai "Janji yang Palsu," dan untuk mengingkari serta tidak mempercayai "Janji yang Benar." Inilah hakikat dan landasan dari persoalan itu. Setelah memahami realitas itu, kami tidak harus terlalu memfokuskan diri untuk membicarakan rincian-rincian peristiwaperistiwa itu.

8 9

Al-Qur’an 3:78 - Catatan Penterjemah. Al-Qur’an 5:77 - Catatan Penterjemah. 10 Ini dibenarkan dalam kitab Sahih Muslim berdasarkan riwayat ‘Abdullah bin ‘Amr dan an-Nawas bin Sam’an, dan dibenarkan juga dalam Musnad Ahmad, berdasarkan riwayat Jabir bin ‘Abdullah dan Mujammi’ bin Jariyah. Untuk rincian mengenai kedatangan Nabi Isa,’alaihis-salam, kebijaksanaan yang bersifat ketuhanan pada saat ia kembali, dan pembuktian kesalahan mereka yang menolak hal itu, silahkan lihat buku ‘Asyrat as-Sa’ah (Tanda-Tanda Hari Kiamat) oleh Syaikh Yusuf bin ‘Abdullah al-Wabil. 11 Inilah yang dimaksud oleh negara-negara Barat sebagai “Es” (pendingin) di antara kaum Arab dan kaum Yahudi. Es ini tidak akan mencair di Madrid, tetapi hanya di lapangan perang di akhir zaman!

9

-2LANDASAN UNTUK “JANJI YANG PALSU”
Anda sekalian sudah mengetahui bahwa Allah – Subhana wa Ta’ala – memilih negerinegeri Syam12.
Demi (buah) Tin dan (buah) Zaitun, dan demi bukit Sinai, dan demi kota (Mekkah) ini yang aman… Al-Qur’an 95:1-3

Di tanah inilah Allah menempatkan Ibrahim, sang Khalil – alaihis-salam. Di sanalah, sekitar lima ribu tahun yang lalu, “Janji” ini dimulai. Dari sanalah isu dan konflik ini berasal, yaitu sejak zaman Nabi Ibrahim – alaihis-salam – yang terpilih oleh Allah dan dijadikan oleh-Nya sebagai pemimpin untuk manusia. Dan dari tanah Syam yang terpilih, Allah menyuruh Ibrahim untuk datang kepada tanah yang diberkahi dan murni di Mekkah untuk menyegarkan lagi pembangunan Rumah Kuno-Nya13. Dari titik inilah mulai ada perbedaan dan konflik di antara pengikut-pengikut tiga agama yang sudah kita sebut di atas. Sekarang kita akan membaca teks Taurat yang kaum Yahudi gunakan sebagai landasan untuk “Janji Palsu” mereka. Tentang “Janji yang Benar”, yang Allah – Subhana wa Ta’ala – menganugrahkan kepada hamba-hamba-Nya yang saleh, itu sudah diketahui oleh semua di sini dan kita akan mengangkatnya di bagian akhir nanti. Namun, kita ingin memulai dengan bukti historis yang digunakan oleh kaum Yahudi dalam klaim mereka sebagai penerima Janji Allah kepada Ibrahim dan juga landasan yang menjadi dasar sikap dunia Barat dalam hal ini. Dalam Kitab Kejadian – buku pertama dalam Taurat –, kisah aneh ini berlangsung di zaman Nuh, ‘alaihis-salam. Kita mulai dengan Nuh, karena ini kuncinya untuk mengerti apa yang akan terjadi nanti mengenai Janji yang diberikan kepada Ibrahim, ‘alaihissalam. Inilah teks Taurat yang rusak:

12

“Syam” (Syiria) menunjuk tanah Palestina, Trans-Yordania, Levantine dan Syria yang sebenarnya – Catatan Penterjemah. 13 Ka’bah.

10

Nuh menjadi petani, dialah yang mula-mula membuat kebun anggur. Setelah ia minum anggur, mabuklah ia dan ia telanjang dalam kemahnya. Maka Ham, bapa Kanaan itu, melihat aurat ayahnya, lalu diceritakannya kepada kedua saudaranya di luar. Sesudah itu Sem dan Yafet mengambil sehelai kain dan membentangkannya pada bahu mereka berdua, lalu mereka berjalan mundur; mereka menutupi aurat ayahnya sambil berpaling muka, sehingga mereka tidak melihat aurat ayahnya. Setelah Nuh sadar dari mabuknya dan mendengar apa yang dilakukan anak bungsunya kepadanya, berkatalah ia: "Terkutuklah Kanaan, hendaklah ia menjadi hamba yang paling hina bagi saudarasaudaranya." Lagi katanya: "Terpujilah TUHAN, Allah Sem, tetapi hendaklah Kanaan menjadi hamba baginya. Allah meluaskan kiranya tempat kediaman Yafet, dan hendaklah ia tinggal dalam kemah-kemah Sem, tetapi hendaklah Kanaan menjadi hamba baginya.14 Kejadian 9:20-27

Lihatlah kutipan ini yang mengakibatkan badan orang-orang yang beriman merasa ngeri karena ketidaksopanannya dan kebohongan tentang Nabi-Nabi Allah. Di antara ayat-ayat pertama yang dapat ditemukan ketika membaca Taurat adalah ayat-ayat ini. Dan siapakah Kanaan yang dikutuk itu, yang penghukumannya terhadap perbudakan ditekankan sampai tiga kali? Ia adalah leluhur kaum Arab sebelum Ismail – ‘alaihissalam. Teks ini adalah titik mula untuk belajar Bibel di sebagian besar sekolah Evangelis di Amerika Serikat. Sekolah-sekolah ini, sebagaimana yang akan kami tunjukkan nanti – Insya’Allah – berjumlah tidak kurang dari dua puluh ribu, di mana jutaan pelajar sedang belajar di dalamnya. Dengan kata-kata ini pelajaran mereka dimulai. Dan benak mereka dibentuk diatas gagasan-gagasan seperti ini.

Tanah Kanaan
Setelah ayat itu, tanah Kanaan digambarkan di beberapa bab di kitab Kejadian. Dalam bab kesepuluh, teks Taurat yang rusak menyebutkan sebagai berikut:
Daerah orang Kanaan adalah dari Sidon ke arah Gevar sampai ke Gaza, ke arah Sodom, Gomorah, Adma dan Zeboim sampai ke Lasa. Kejadian 10:21

Inilah perbatasan Kanaan dari Timur ke Barat. Oleh sebabnya, kaum Yahudi bisa memperbolehkan dirinya untuk berpisah dengan Gaza, walaupun tidak seperti halnya dengan Daratan Tinggi Golan. Kemudian lagi di Taurat itu terbaca seperti berikut:

14

Betapa mengherankan orang yang membuat-buat teks ini untuk menentang Allah dan memasukkanya ke dalam Taurat. Apakah dia tidak bertanya kepada dirinya, kalaupun Ham, putra Nuh, lebih jahat dan tidak beriman daripada Firaun, lalu apa dosanya Kanaan? Dan kalaupun Sem, putra Nuh, adalah ciptaan terbaik Allah, apakah dia tidak bisa memberi penghargaan yang lain daripada selain memilih kaum Yahudi dari keturunan Sem untuk menerima hadiah berharga berupa perbudakan Kanaan?

11

Berfirmanlah TUHAN kepada Abram15: "Pergilah dari negerimu dan dari sanak saudaramu dan dari rumah bapamu ini ke negeri yang akan Kutunjukkan kepadamu; Aku akan membuat engkau menjadi bangsa yang besar, dan memberkati engkau serta membuat namamu masyhur; dan engkau akan menjadi berkat. Aku akan memberkati orang-orang yang memberkati engkau, dan mengutuk orang-orang yang mengutuk engkau, dan olehmu semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat." Lalu pergilah Abram seperti yang difirmankan TUHAN kepadanya, dan Lotpun ikut bersama-sama dengan dia; Abram berumur tujuh puluh lima tahun, ketika ia berangkat dari Haran. Abram membawa Sarai, isterinya, dan Lot, anak saudaranya, dan segala harta benda yang didapat mereka dan orang-orang yang diperoleh mereka di Haran; mereka berangkat ke tanah Kanaan, lalu sampai di situ. Abram berjalan melalui negeri itu sampai ke suatu tempat dekat Sikhem, yakni pohon tarbantin di More. Waktu itu orang Kanaan diam di negeri itu. Ketika itu TUHAN menampakkan diri kepada Abram dan berfirman: "Aku akan memberikan negeri ini kepada keturunanmu." Maka didirikannya di situ mezbah bagi TUHAN yang telah menampakkan diri kepadanya. Kejadian 12:1-7

Sedangkan dalam bab ketujuhbelas, ditulis sebagai berikut:
Aku akan mengadakan perjanjian antara Aku dan engkau serta keturunanmu turun-temurun menjadi perjanjian yang kekal, supaya Aku menjadi Allahmu dan Allah keturunanmu. Kepadamu dan kepada keturunanmu akan Kuberikan negeri ini yang kaudiami sebagai orang asing, yakni seluruh tanah Kanaan akan Kuberikan menjadi milikmu untuk selama-lamanya; dan Aku akan menjadi Allah mereka." Kejadian 17:7-8

Khususnya, justru bab ini mendefinisikan khitanan sebagai “tanda” mereka yang akan diwarisi bumi ini16. Ini mengingatkan kita akan pernyataan Heraclius yang ditemukan dalam karya al-Bukhari, Sahih Al-Bukhari, dimana Heraclius mengatakan:
Dalam mimpi tadi malam aku melihat kerajaan seseorang yang dikhitan mencapai kemenangan. Dan kaum Kristen tidak melakukan khitanan.

Bangsawan Heraclius menjawab bahwa mereka tidak mengetahui satu kaum yang melakukan khitanan selain kaum Yahudi. Mereka menyarankan kepada Heraclius untuk menyuruh kepada para prajurit yang ada di bawah kekuasaannya untuk memotong kepala setiap orang Yahudi. Nanti ketika Abu Sufyan dibawa ke depan Heraclius, dan setelah Heraclius mempertanyakannya tentang tanda-tanda kenabian Muhammad, maka Heraclius menjadi yakin mengenai tafsiran yang benar dari mimpinya tersebut. Caesar, alias Heraclius,

15

Menurut Taurat, nama Ibrahim – ‘alaihis-salam – semulanya adalah Abram yang kemudian diubah menjadi Abraham (Ibrahim) 16 Cf. Kejadian 17:10-14 – Catatan Penterjemah.

12

menyaksikan bahwa yang dijamin kemenangan tersebut tidak lain dari Nabi Muhammad – sallallahu ‘alaihi wa sallam17.

“Ini Akan Kuberikan Kepadamu dan Kepada Keturunanmu”
Dalam bab kelimabelas kitab Kejadian, teks yang rusak dari Taurat menggariskan tanah yang akan diberi sebagai hak dan kemilikan yang abadi. Dalam Taurat dikatakan:
Pada hari itulah TUHAN mengadakan perjanjian dengan Abram serta berfirman: "Kepada keturunanmulah Kuberikan negeri ini, mulai dari sungai Mesir sampai ke sungai yang besar itu, sungai Efrat. Kejadian 15:18

Kemudian di bab keduapuluhtujuh dalam kitab Kejadian:
Bangsa-bangsa akan takluk kepadamu, dan suku-suku bangsa akan sujud kepadamu; jadilah tuan atas saudara-saudaramu, dan anak-anak ibumu akan sujud kepadamu. Siapa yang mengutuk engkau, terkutuklah ia, dan siapa yang memberkati engkau, diberkatilah ia." Kejadian 27:29

Dan ini dikatakan kepada Jacob (Ya’kub). Setelah itu, disebutkan dalam Taurat bahwa Ya’kub keluar dari Bersyeba dan tertidur di antara Bersyeba dan Haran di tanah Palestina. Dan dalam mimpi, Ya’kub melihat Allah, Yang berfirman kepadanya:
Akulah TUHAN, Allah Abraham, nenekmu, dan Allah Ishak; tanah tempat engkau berbaring ini akan Kuberikan kepadamu dan kepada keturunanmu. Keturunanmu akan menjadi seperti debu tanah banyaknya, dan engkau akan mengembang ke sebelah timur, barat, utara dan selatan, dan olehmu serta keturunanmu semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat. Kejadian 28:13-14

Dari kaum-kaum yang berada di dunia sekarang ini, kaum Yahudilah yang jumlahnya paling sedikit. Walaupun faktanya begitu, mayoritas kaum Yahudi di dunia masa sekarang tidak berasal dari keturunan Ya’kub, akan tetapi mereka adalah orang-orang dari Khazara, Arab, Eropa, dan lain-lain yang diyahudikan. Setelah mengurang jumlah orang yang diyahudikan dari perhitungan jumlah mereka, berapa banyak jumlahnya orang-orang Yahudi yang sesungguhnya dari keturunan Ya’kub, ‘alaihis-salam? Kenyataan ini menjadi saksi bahwa Janji-Janji ini tidak pernah dimaksudkan untuk AnakAnak Israel. Akan tetapi kaum Yahudi berbohong dan mengaku sebagai lawan terhadap

Rincian tentang ramalan-ramalan ini bisa ditemukan dalam karya Syaikul-Islam Ibnu Taimiya al-Jawab as-Sahih liman Baddala Din al-Masih (Jawaban yang Benar Kepada Mereka yang Mengganti Agama AlMasih [Dengan Sesuatu yang Ia Buat Sendiri]), 3:299-4:19.

17

13

Allah ketika mereka mengklaim bahwa janji-janji ini dimaksud untuk anak-anak Ismail, semoga Allah melindunginya dari mara bahaya.18

Kenapa dengan Orang-Orang Kristen?
Di sini sebuah pertanyaan muncul, “Kalau ini masalahnya, yaitu, kepercayaan kaum Yahudi mengenai Janji-Janji bahwa mereka mengatakan mereka disebut dalam Kitab mereka, maka bisa dimaklumi kenapa mereka akan mempercayainya, karena mereka kaum Yahudi. Tetapi apa hubungannya kaum Kristen dengan Janji-Janji ini? Kenapa sekarang kita menemukan orang-orang Kristen berdiri di samping kaum Yahudi sedang berjuang semampu mungkin untuk mendirikan ‘Janji Palsu’ ini? Kepada pertanyaan ini, saya akan menjawab dengan mengatakan bahwa: Kaum Yahudi menyelewengkan Kitab yang kaumnya maupun kaum Kristen mempercayai, yaitu bagian pertama ‘Kitab Suci’ (yang terdiri dari dua bagian yang orang-orang Kristen namakan Perjanjian). Bagian yang pertama dikenal sebagai “Perjanjian Lama” dan itu Taurat; sedangkan bagian yang kedua dikenal sebagai “Perjanjian Baru” dan ini terdiri dari empat Injil dan Surat-Surat. Karena ayat-ayat ini berasal dari Taurat, seorang Kristen di manapun yang mulai membaca “Kitab Sucinya”, akan menemukannya di antara apa yang baru ia mulai baca. Maka, tidak ada yang aneh bahwa orang-orang Kristen, seperti orangorang Yahudi, percaya kepada isinya. Akan tetapi, kamu dapat membantah dengan benar dan mengatakan, “Tidakkah orangorang Kristen dalam sejarah mereka yang panjang membaca Taurat dan menyadari akan ‘Janji’ ini, namun sampai datangnya zaman modern ini kaum Kristenlah yang menyiksa kaum Yahudi dengan cara yang paling keras? Apa yang menyebabkan kaum Kristen untuk berpaling dan sekarang malah sudah menjadi yang terbaik dalam upaya mencapai Janji Yahudi ini? Saya mengatakan kepadamu bahwa perkara ini lebih dari itu. Memang apa yang sungguh membingungkan adalah bahwa mereka yang membawa panji dan kabar gembira tentang “Janji” ini dan mengeraskan suara dengan menggunakan media yang canggih tentang kepastian datangnya Janji itu, tidak lain dari kaum Kristen sendiri, khususnya yang fundamentalis, terutama mereka yang berada di Amerika. Sebab itu, perkenankanlah saya untuk memecahkan persoalan yang aneh dan berbahaya ini dari akarnya.

18

Mengenai asal-usul kaum Arab dari Yaman, ada debat yang terkenal mengenai apakah mereka berasal dari keturunan Ismail atau tidak. Walaupun banyak ulama terkemuka yang mendukung pandangan bahwa orang-orang Yaman termasuk keturunan Ismail; kami mengatakan, kalaupun kita mengakui, hanya untuk menguji pendapat yang satu lagi (yaitu bahwa mereka tidak termasuk keturunan Ismail). Adapun hubungan di antara mereka dan kaum Arab Mudar, adalah sebagai akibat pertalian kekeluargaan yang tidak dapat diragukan lebih erat hubungannya daripada yang ada di antara Falasha hitam dan Yahudi orang-orang putih dari Eropa Timur. Pasalnya, orang-orang yang diklaim oleh para Evangelis dan Yahudi Zionis sebagai keturunan Ishak (antara kaum Yahudi lainnya), adalah kebohongan yang berlipatganda. Selain itu, semua kaum Arab adalah pengikut-pengikut kaum Quraisy, darinya Allah memilih Rasulnya – sallallahu ‘alaihi wa sallam.

14

-3TIGA AGAMA DAN AL-MASIH YANG DIHARAPKAN
Ketiga agama ini bersepakat bahwa pemimpin pertempuran terhebat dan terakhir dalam sejarah – di waktu itu agamanya akan menang, janjinya ditepatkan, dan lawan-lawannya dimusnahkan – tidak akan seperti perang yang manusia sudah kenal dan terbiasa. Akan tetapi yang membawa panjinya adalah orang yang sudah lama ditunggu-tunggu. Janjinya bersifat ke-Ilahi-an dan didukung oleh Allah, dan ia akan dikenal sebagai “Al-Masih.” Ibnul-Qayyim – semoga Allah memberi rahmat kepadanya – menulis sebagai berikut:
Tiga negara menunggu bersama untuk sesuatu yang kedatangannya sudah diharapkan, yang akan muncul di akhir zaman; sebab setiap agama dijanjikan orang ini19.

19

Ibnul-Qayyim, Ighathatul-Lahfan, 2:338. Sebelum ini, Ibnul-Qayyim menulis: Di antara tipuan-tipuan setan dengan kaum Yahudi adalah mereka menunggu suatu pemimpin dari anak-anak Nabi Daud (David), dan orang tersebut ketika menggerakkan bibirnya untuk berdoa, semua negara lain akan mati. Mereka mengklaim orang ini yang ditunggu adalah Al-Masih yang mereka janjikan. Dalam kenyataan, siapa yang mereka tunggu tidak lain dari Al-Masih yang Palsu, yaitu Dajjal. Itu karena mereka merupakan mayoritas pengikutnya. Al-Masih yang Tertunjuk, ‘Isa putra Maryam – ‘alaihis-salam – akan memusnahkan mereka dan tidak akan ada yang tersisa dari mereka. Tiga negara ini menunggu orang yang sudah diharapkan akan datang di akhir zaman, karena setiap agama mendapat perjanjian tentang kedatangan orang tersebut.

Lalu dia mengatakan: Umat Islam sedang menunggu turunnya Al-Masih, ‘Isa putra Maryam dari surga, supaya dia ‘mematahkan salib,’ membasmi babi, dan memusnahkan lawannya, umat Yahudi, dan mereka yang menyembahnya, yaitu umat Kristen. Dalam banyak bagian di al-Jawabus-Sahih, karya Syaikhul-Islam Ibnu Taimiya, juga mengatakan demikian.

15

Ben Gurion – presiden pertama negara Yahudi – mengatakan:
Zionisme mengambil eksistensi dan hidupnya dari dua sumber. Sumber pertama adalah sesuatu yang sangat dalam, penuh emosi, dan abadi. Independen dari waktu dan tempat. Ini setua kaum Yahudi sendiri. Sumber ini adalah janji keIlahian dan harapan tentang Pengembalian. Janji ini berasal dari cerita tentang orang Yahudi yang pertama20 ketika Surga berbicara kepadanya, “Ini akan Kuberikan kepadamu dan kepada keturunanmu ... seluruh tanah Kanaan untuk selama-lamanya.” Umat Yahudi melihat janji untuk diwarisi tanah ini sebagai sebagian perjanjian abadi mereka yang mereka ikrarkan kepada Tuhan mereka untuk dipenuhi dan dijunjung… Kepercayaan akan munculnya Al-Masih untuk mengembalikan Kerajaan itu sudah menjadi prinsip dasar yang fundamental dalam agama Yahudi dan diucapkan dengan rendah hati oleh setiap individu dalam doa hariannya: “Saya percaya dengan kedatangan Al-Masih.” Sekalipun kedatangan Al-Masih ditunda, ia masih terus menunggunya setiap hari. Untuk pondasi yang kedua, itulah basis untuk pembaharuan dan pekerjaan. Ini buah dari teori politik kerja yang berkembang di waktu dan tempat tertentu dan muncul dari perkembangan dan revolusirevolusi yang disaksikan oleh orang-orang Eropa di abad ke-18 serta dampak-dampak yang terjadi dalam kehidupan Yahudi sebagai akibat perkara-perkara tersebut.21

Berdasarkan hal ini, peperangan akan datang di antara dua Al-Masih. Salah satunya, sang Dajjal yang umat Yahudi percaya dan menyebutnya “Prince of Peace,” (Putra Perdamaian)22 dan mereka menyiapkan tempat untuk kedatangannya, namun, mereka tidak menyebutnya Dajjal. Yang satu lagi adalah Al-Masih yang sebenarnya, putra Maryam –‘alaihis-salam – yang Muslim dan Kristen bersama percaya kepada turunnya dari Surga dan kembalinya ke bumi. Kaum Yahudi dan Kristen setuju bahwa Al-Masih yang diharapkan berasal dari anakanak Israel; bahwa ia akan turun di antara anak-anak Israel, yang akan menjadi prajurit dan pendukungnya; dan bawah “Quds” –Yerusalem – akan menjadi ibu kota kerajaannya. Dua-duanya setuju pula bahwa tanggal kembalinya akan jatuh pada tanggal yang milenial.

20

Ibrahim bukan seorang Yahudi dan bukan (pula) seorang Nasrani, akan tetapi dia adalah seorang yang lurus (Muslim Hanif) lagi berserahkan diri (kepada Allah). Al-Qur’an 3:67 21 Lihat Isma’il al-Kaylani, al-Khalfiyah at-Tawratiyah li Mawqif Amrikia (Akar-Akar Taurat Dalam Sikap Amerika Tentang Timur Tengah), Edisi Ke-2, hlm. 59. 22 Media berita Yahudi dan pro “Perang Salib” terus-menerus menyebut masa yang akan datang dalam sejarah wilayahnya sebagai “masa perdamaian.” Dan di sini kita mendapatkan putranya di antara para Zionis. Para Kristen Evangelis bersepakat mengenai gelarnya, ataupun mengenai identitasnya.

16

Dasar untuk semua itu adalah beberapa penafsiran mimpi St. Johanes “yang keIlahian,” mimpi rahib-rahib mereka, dan khayalan orang-orang tukang ramal seperti Nostradamus, yang ramalannya dibuat sebagai film oleh dunia perfilman Amerika, dan menemui banyak ketenaran pada dasawarsa yang terakhir. Di hari-hari menjelang Perang Teluk di antara Barat dan Iraq, pembicaraan mengenai datangnya Al-Masih kembali muncul di depan. Dan sekarang dengan mendekatnya akhir milenium kedua sejak lahirnya Al-Masih – ‘alaihis-salam – dan kepercayaan fundamentalis Evangelis bahwa kembalinya tak akan lama lagi; dua mimpi yang kuno – tentang dari mana “Janji Palsu” ini berasal– bertemu. 1. Mimpi orang-orang Kristen tentang kembalinya Al-Masih dan turunnya ke bumi, yang dalam perang “Armageddon” – yang akan kita bahas secara terperinci nanti – akan membunuh umat Yahudi, umat Islam, dan semua orang yang tidak mengikuti agama mereka. 2. Mimpi orang-orang Yahudi tentang munculnya Raja mereka dari keturunan Daud yang akan membunuh semua Kristen dan Muslim dan menjadikan manusia bersikap tunduk kepada Negara Israel. Raja ini tidak lain adalah Dajjal. Dari sudut ini dulu Yahudi dan Kristen setuju tentang ide pendirian negara Israel dan kembalinya para anak-anak Israel ke Palestina – sebagai persiapan jalan untuk datangnya Al-Masih menurut bagaimana mereka menafsirkannya masing-masing. Tinjauan yang singkat dan logis akan menunjukkan dengan jelas bahwa kelihatannya sebuah persetujuan seperti ini memperlihatkan kontradiksi yang begitu besar. Dan karena alasan itu sendiri, seolah-olah tidak mungkin untuk menghindari suatu ‘peperangan tanpa belas kasihan’ di antara kedua pihak (Yahudi dan Kristen) sebagai persiapan untuk peperangan hebat di antara dua Al-Masih (Dajjal dan putra Maryam), mengingat berdirinya negara Israel dan hampir berakhirnya milenium kedua dapat membenarkan peperangan tersebut. Selanjutnya, pada waktu masa ini kaum Kristen akan lebih dekat kepada kaum Muslim dan bekerja dengan mereka sambil kedua pihak Muslim dan Kristen setuju untuk beriman kepada Al-Masih hidayah – ‘alaihis-salam – dan memusuhi Al-Masih kaum Yahudi. Akan tetapi, di sinilah intinya. Bahwa ini tidak terjadi menunjukkan kelicikan kaum Yahudi dan kebencian Kristen kepada umat Islam yang sangat mendalam. Mengenai kelicikan Yahudi, ini diungkap dalam penipuan yang menakjubkan yang diciptakan oleh para Rabbi (pemuka agama Yahudi) Zion dan tanpa segan-segan diakui oleh para pemimpin Evangelis yang beraliran milenium. (Memang ini tidak mengherankan, sebab kebanyakan dari mereka sebenarnya adalah orang-orang Yahudi yang tersembunyi). Khususnya, untuk menunda pemeriksaan rinciannya dan hanya memperhatikan diri dengan prinsipnya, yaitu kembalinya Al-Masih. Ini akan tercapai lewat bantuan dan perencanaan bersama guna mempersiapkan tempat kembalinya. Lalu ketika Al-Masih muncul, akan terlihat kalau kaum Yahudi percaya kepadanya atau kalau ialah orang yang umat Yahudi percayai pada saat ini. Maka, hal ini masih ditunggu untuk

17

dilihat, sebab mengejar rinciannya pada saat ini tidak akan menguntungkan kepentingan kedua pihak masing-masing. Dengan cara demikian, hal itu mengizinkan keduanya bekerja sama untuk memusnahkan musuh mereka, yaitu umat Islam. Para pemimpin kedua agama ini menyetujui untuk menjahit tudung yang digunakan untuk menutupi persekongkolan ini dari pandangan mata orang Kristen awam yang sederhana serta orang-orang Muslim yang membiarkan dirinya tertipu. Mengenai kebencian yang mendalam yang berasal dari perang salib ini, terungkap akan adanya Kristen Barat di belakang Yahudi dalam setiap persoalan besar di mana agama, akal, dan kepentingan mereka mengharuskan bahwa paling tidak mereka dapat mengerti sikap umat Islam. Khususnya, kita menjelaskan bahwa umat Katolik – pengikut Paus – tidak percaya kepada teks Taurat secara harfiah.23 Akan tetapi, seperti Allah beritahukan kepada kita dalam Kitab-Nya yang Jelas, ini terjadi karena rasa cemburu dan rasa benci yang Ahli Kitab simpan kepada umat Islam. Kalau ada sesuatu hal yang lebih tidak dapat dijelaskan daripada adanya kaum Kristen di belakang Yahudi, maka itu adalah orang-orang Muslim yang lari di belakang keduanya, seperti kasus para partisipan di Madrid dan mereka yang setuju dengan apa yang dinamakan “proses perdamaian.” Memang Muslim sudah lari di belakang umat Kristen dan Yahudi sejak hari janji Negara-Negara Sekutu pada waktu Perang Dunia I.

Islam dan Barat: Tiga Peristiwa
Kalau pemikiran tentang kembalinya Al-Masih pada milenium ini sudah memikat hati dan akal Barat pada akhir abad ke-19 dan permulaan abad ke-20, sedangkan mereka mulai bersungguh-sungguh untuk mencapai “Janji Palsu” dan menciptakan Negara Israel; maka kita harus meninjau kembali peristiwa-peristiwa besar dalam sejarah wilayah tersebut–dari waktu itu sampai pada hari ini. Tujuannya adalah agar kita bisa melihat dengan jelas bagaimana persekongkolan “ahli kitab” ini bisa tercapai dan bagaimana mereka dipercaya dan didukung oleh orang-orang di antara kita yang tidak percaya – atau paling tidak lupa – kepada “Janji yang Benar” dari Allah. Memang, mereka belum mengambil pelajaran dari janji-janji yang tidak diindahkan dan pengkhianatan yang nyata. Kita akan menemukan bahwa setiap peristiwa–yang dirancang khusus untuk mencapai tujuan janji tersebut–memiliki “topeng” tertentu yang menjauhkan penglihatan orang-orang yang dungu dan terkelabui. Apa yang sungguh membingungkan adalah orang-orang Arab yang semakin terikat dan bersekutu dengan orang-orang yang berkonspirasi, sedangkan orang-orang yang berkonspirasi semakin bermaksud sungguhsungguh untuk mengkhianati dan menjarah orang-orang Arab. Peristiwa yang pertama, Perang Dunia I, yang di antara akibatnya – memang tujuannya – adalah pemotongan kekuatan Ottoman Turki dan pembubaran kekhalifahan;
23

Mengenai orang-orang Protestan, saya akan berbicara tentang mereka secara terperinci. Mengenai kaum Katolik, pada tahun 1963 mereka mengadakan Dewan Vatikan II yang terkenal, di mana mereka mengatakan kaum Yahudi tak berdosa atas darah Kristus serta merubah doa mereka yang diucapkan selama dua puluh abad agar bebas dari pernyataan yang mengutuk kaum Yahudi. Ini menunjukkan bahwa mereka punya rencana yang tersembunyi.

18

pengumuman hak Yahudi untuk mendirikan “Tanah Air Nasional” di Palestina (karena Sultan Abdul Hamid II sudah menolak uang sogok dari orang-orang Yahudi); dan berdirinya satu negara besar atas kepercayaan Yahudi yang bernama “Komunisme.” Ketika Jenderal Allenby masuk Yerusalem, ia menanam benderanya di Mount of Olives dan mengumumkan bahwa “sekaranglah saatnya perang salib berakhir.” Hal ini didahului oleh pernyataan Balfour yang jahat itu – seperti yang akan kami perlihatkan, dia adalah seorang Evangelis yang fanatik. Topeng macam apa yang digunakan untuk konspirasi ini? Dan apa sikap orang-orang Arab mengenai peristiwa-peristiwa tersebut? Untuk konspirasi ini, dunia Barat mengenakan topeng “pengawasan,” supaya dapat memerintah diatas sisa-sisa kekuatan Ottoman Turki yang sudah terpecah-belah. Perancang sistem ini tidak lain adalah Woodrow Wilson, Presiden Amerika Serikat waktu itu, yang menggambarkan dirinya sebagai “putra manse”. Mengenai sikap orang-orang Arab, mereka bersekutu dengan musuhnya melawan diri mereka sendiri. Mereka setuju untuk berada di bawah bendera mereka yang menaklukkan tanah mereka dan mejadi resimen dalam tentara Allenby yang ikut di belakang Lawrence dari Arabia. [Lihat Lampiran I – Peny]. Peristiwa yang kedua adalah Perang Dunia II, yang di antara tujuannya adalah penghancuran Nazisme yang menentang Zionisme; pemujaan pemerintah Yahudi gelap di Komunis Rusia; dan pernyataan berdirinya negara Israel. Lagi-lagi, sikap Arab adalah berpihak kepada Negara-Negara Sekutu yang menduduki tanah mereka, bahkan membuka tanah mereka sebagai tempat untuk pangkalan militer. Negara-Negara Sekutu itu mengumpulkan putra-putra dari koloni Muslim untuk berperang dalam barisan mereka. Sebagai persiapan untuk perang Al-Amin melawan Jerman, mereka membawa beberapa “syaikh” dari India dan tempat-tempat lain untuk memberikan “fatwa” yang mengatakan bahwa memerangi Jerman sama dengan melakukan jihad di jalan Allah! Namun kali ini “topeng” konspirasi itu tak lain adalah piagam PBB, deklarasi universal tentang hak-hak asasi manusia, hak setiap bangsa untuk menentukan masa depannya, dan kebebasan dari penjajahan. Orang-orang Arab meniru semua semboyan ini. Orang-orang Arab menjadi puas dengan apa yang dinamakan “kemerdekaan” dan rela percaya kepada status hukum PBB dan resolusi-resolusi Dewan Keamanannya. Apa hasilnya? Berdirinya negara Israel; dan – yang lebih buruk lagi – berdirinya rezimrezim sekuler yang membawa umat ini ke tingkat paling rendah dalam sejarah, dan yang membuat bangsa-bangsa Muslim merindukan hari-hari penguasaan kolonial Inggris dan Perancis.

19

Peristiwa yang ketiga adalah persekutuan Yahudi-Kristen yang dinamakan sebagai “Rekonsiliasi Internasional.” Padahal mereka sudah setuju untuk mengakhiri peran yang diambil oleh Komunisme, supaya Rusia bisa kembali sebagai satu dahan dari pohon yang dipakai untuk memukul kepala dari musuh bersama mereka, yaitu umat Islam; untuk membuka pintu bagi emigrasi ke Tanah Suci untuk populasi terbesar Yahudi di dunia – di luar Amerika – yaitu Yahudi dari Rusia dan Eropa Timur; untuk mendirikan finance houses (lembaga keuangan non-bank) Yahudi di New York dan di tempat lain guna untuk menguasai kekayaan Arab, (dengan demikian Yahudi Israel akan menjadi kelas aristokratis di atas lautan buruh Arab yang akan bekerja keras untuk tujuan-tujuan mereka); dan untuk mendirikan Angkatan Pertahanan Israel sebagai kekuatan polisi di wilayah itu. Untuk melancarkan rencananya, dunia Barat perlu menggagalkan rencana negara-negara Arab untuk mendapatkan senjata nuklir – atau gantinya yang terbatas dalam bentuk senjata kimia – dan hancur remuk umat ini sehingga tidak ada harapan lagi untuk persatuan dan kesatuannya. Guna mencapai tujuan-tujuan ini, skenario Perang Teluk diciptakan. Sekali lagi, orangorang Arab kembali menjadi tentara negara-negara sekutu, hanya untuk dimanfaatkan oleh mereka. Karena orang Arab berada di kedua belah pihak pada konflik ini, maka menurut pertimbangan apa saja, mereka keluar sebagai orang yang rugi. Dengan kekayaan dan tangan mereka sendiri juga tangan-tangan musuh mereka, dihancurkanlah semua yang dibelanjakan dan dibangun selama bertahun-tahun. Alhasil, semua rencana untuk keamanan yang diusulkan gagal kecuali perlindungan dari Barat. Kali ini, untuk “penutup dan topeng” konspirasi ini adalah “New World Order” [tatanan dunia baru] dan “legitimasi internasional.” Apa yang sungguh mengherankan adalah bahwa kali ini “topeng” yang dipakai dan hubungannya dengan “Janji Yang Palsu” lebih transparan daripada dalih-dalih yang dipakai sebelumnya. Barangkali rahasia di balik ini adalah umat Muslim sudah jatuh kepada tingkat penghinaan dan pengkhianatan, sedangkan Barat sebaliknya sudah menduduki posisi yang begitu terpercaya di antara kaum Muslim, hingga mereka tidak lagi ditakuti kalau-kalau konspirasi mereka diketahui atau dibongkar.

“New World Order” dan Kedatangan Pemerintahan Dajjal
Pertanyaan yang muncul adalah: “Bagaimana nasib manusia ketika Al-Masih yang diharapkan telah turun?” Semua sepakat bahwa setelah turunnya Al-Masih dan pembinasaan musuhnya, manusia akan hidup dibawah satu pemerintahan. Ini adalah isu substantif yang pertama. Mengenai isu substantif yang kedua, ialah bahwa perdamaian di seluruh dunia akan berlaku. Sebab di bawah naungan pemerintahan yang satu ini tidak akan ada lagi perang antarnegara dan bangsa. Karena memang, dunia ini tidak lagi memerlukan tentara dan

20

senjata! Mengenai hal ini, ramalan dari ketiga agama masing-masing memberi berita gembira. Kenapa ini tidak dijadikan pintu masuk untuk para oportunis dari pemimpin politik yang beragama Kristen bersama para “buaya uang” pemakan uang riba “yang jenius dan jahat” dari keturunan keluarga Rothschild? Bukankan ini “saat” yang perlu “digunakan,” seperti yang disebut oleh Nixon25, untuk membicarakan ide tentang satu pemerintahan sedunia yang memerintah atas Amerika, gagasan perdamaian dunia, dan memaksakan legitimasi internasional, untuk menghancurkan kekuatan militer Arab yang dikhawatirkan pada satu hari akan diwariskan kepada “fundamentalis” Muslim? Kemudian mereka mengadakan konferensi perdamaian yang sudah lama didambakan. Dari sudut ini sikap oportunis Amerika masuk dari pintu-pintu yang dibuka paling lebar.26 Yakni, ketika para pemimpin Amerika membujuk orang-orang Amerika untuk

Richard Nixon, Meraih Saatnya: Tantangan Amerika Dalam Dunia Dengan Hanya Satu Adidaya. – Catatan Penterjemah. 26 Saya bilang oportunis karena saya menyadari bahwa pemimpin Barat, khususnya di Amerika, bagaimanapun juga mereka percaya kepada ramalan dalam Taurat dan Injil, menurut pandangan Islam mereka masih lebih mirip oportunis sekuler daripada deskripsi yang lain, terutama dalam tingkah laku diplomatis mereka. Dengan mengatakan demikian saya tegas menutup pintu terhadap mereka yang mengklaim bahwa cara pemikiran untuk melakukan konspirasi itu – atau “gurita Yahudi” seperti William Carr dan jenisnya menggambarkannya – yang menggerak sikap Islam terhadap Barat. Mengenai hal ini, saya bilang: Tidak! Mari kita meninggalkan William Carr dan meneliti buku-buku seperti karya Grace Halsell Khayalan dan Politik dan al-Bu’d ad-Dini fis-Siyasah al-Amrikiyah (Dimensi Religius Kebijakan Amerika). Kedua buku yang kita andalkan di sini bukan analisa atau kesimpulan yang mudah mendapat dugaan atau pernyataan yang dilebih-lebihkan. Akan tetapi buku-buku ini adalah laporan para saksi, wawancara dan statistik yang dimuat dalam koran dan surat-surat resmi. Namun, mereka memperkokoh kepercayaan – seperti kami gambarkan dengan jelas – Presiden-Presiden Amerika dalam perang Armageddon. Akan tetapi kita tidak mengerti bahwa Presiden-Presiden Amerika sudah menjadi pengikut murni Taurat, seperti halnya dengan para pemimpin partai-partai religius Israeli di Tel Aviv, atau evangelis murni, seperti pelajar dari Institut Zwemer. Dunia politik kontemporer dipengaruhi oleh lebih dari satu unsur. Di antara unsur-unsur itu adalah oportunisme religius. Kalau sistem politik yang tidak mempunyai dasar syariah adalah kemunafikan total, bagaimana kita akan mampu membedakan antara penganut yang betul dan seorang munafik di antara mereka? Siapa yang bisa membedakan antara Cartar, seorang evangelis yang suka pergi keliling dunia, Reagan si fundamentalis dan Bush (Sr), mantan kepala CIA? Bukankah mereka sudah melayani tujuan yang sama yang dimulai dengan Camp David dan ditutup di Madrid? Apakah lobi Zionis yang memainkan ketiganya termotivasi oleh keyakinan religius atau kerakusan materinya, yang tertanam sangat dalam di jiwa Yahudi sejak zaman mereka menyembah patung anak lembu dari emas? Apakah mimpi Yahudi ini dipengaruhi oleh kepercayaan mereka tentang datangnya Dajjal, atau apakah hal ini tidak ada bedanya kalau dia muncul atau tidak? Yang penting untuk seorang Presiden Amerika adalah terpilihnya kembali dan bukan kedatangan kedua AlMasih. Sikap religius para presiden Amerika tidak bisa dibandingkan dengan Santo-Santo masa lalu, tetapi dengan pendeta zaman sekarang seperti Jimmy Swaggert. Akhirnya kita mengatakan bahwa orang-orang yang yakin bahwa umat Yahudi tidak pernah akan berhasil mendirikan kerajaan Syaitan di tanah-tanah

25

21

menggunakan kekayaan mereka guna mendirikan kepentingan umum di antara mereka dan kaum Yahudi, para pemimpin tersebut harus mengangkat panji Amerika sendiri untuk memerintah dunia dan menjamin keunggulan negaranya. Di atas piramida nasional Amerika ini duduk para parasit Yahudi, dan untuk kepentingan merekalah piramida ini senantiasa tumbuh dan melebar. Dengan cara demikian, tujuan partai atau pribadi disatukan dengan “mimpi kuno” Yahudi. Barangkali masing-masing pihak saling mentertawai satu sama lain, karena memang mereka saling mengeksploitasikan lawannya untuk mencapai tujuannya atas prinsip “Wahai Tuhan kami, sesungguhnya sebagian dari pada kami telah dapat kesenangan dari sebagian (yang lain)…”27 seperti yang diselidiki oleh Shaikhul Islam Ibnu Taymiyah dalam karangannya al-‘Ubudiyah. Dan pada gilirannya masing-masing pihak dengan caranya sendiri mengeksploitasikan gerakan fundamentalis Kristen yang konservatif melalui basis popularnya yang kuat.28 Berdasarkan fakta-fakta di atas, sekarang kita akan mulai memeriksa secara deskriptif dan statistik mengenai usaha-usaha mereka yang menginginkan terwujudnya “Janji yang Palsu.” Melalui pembahasan ini, kita akan membongkar tujuan-tujuan mereka serta mengusulkan beberapa saran untuk menghalangi konspirasi, tanpa membicarakan apa yang menjadi niat untuk melakukan konspirasi ini, yang barangkali sebagian orang akan membantah.

Islam seperti sudah kita sebutkan adalah orang-orang yang paling jauh dari teori-teori konspirasi yang konon disebarkan. 27 Al-Qur’an 6:128 28 Mantan anggota Kongres AS, Paul Findley membongkar kelicikan lobi Yahudi dalam mempermainkan mereka yang Fundamentalis dengan satu cara dan yang Liberalis dengan cara lain.

22

-4ORANG-ORANG MILENIUM DAN ARMAGEDDON
Seperti yang telah kami tunjukkan, orang-orang Kristen percaya bahwa di penghujung seribu tahun, Al-Masih akan kembali dan memimpin dunia untuk seribu tahun. Berdasarkan kepercayaan ini, harapan mereka menjadi satu dan memandang kepada milenium yang pertama29. Akan tetapi Al-Masih tidak datang. Walaupun hal ini sudah mereda dan lenyap, namun dalam kenyataan mimpi mereka masih hidup. Menjelang permulaan abad ini, yaitu sekitar tahun 1900, klaim seperti ini mulai kembali muncul. Orang-orang Kristen percaya kalau Al-Masih tidak muncul di permulaan abad ke-20, maka ia akan muncul di penghujungnya, yakni tahun 2000. Karena Al-Masih akan muncul kembali di tanah airnya, maka perlu untuk mempersiapkan tempatnya dengan mengembalikan para anak Israel ke tanah Palestina, di mana akan terjadi perang hebat “Armageddon” yang sangat menentukan, seandainya tidak terjadi di Lembah Megiddo (Armageddon adalah lembah kecil di Palestina, di mana mereka bilang perang ini akan berkobar dengan jumlah tentara, sebagaimana klaim sebagian dari mereka, sebanyak 400 juta serdadu!). Dalam bagian terakhir bukunya, Grace Halsell menulis:
Karena yakin bahwa Armageddon nuklir tidak bisa dihindari dalam rangka peristiwa keIlahian, banyak orang evangelis dispensasionalis sudah memberi komitmen terhadap dirinya tentang negara Israel bahwa, menurut pengakuan mereka sendiri, akan langsung berakibat kepada bencana (holocaust) yang kekejamannya dan keluasannya tidak mungkin dibayangkan dibanding bayangan apapun yang dapat dihasilkan oleh otak kriminal Adolf Hitler30.

Landasan Kepercayaan Kristen Terhadap “Rapture”
Beberapa kelompok di Amerika – selain evangelis fundamentalis – meyakini mileniumisme, mulai dari sejumlah Presiden dari Republik Amerika sampai banyak penduduk pada umumnya.
Sebagaimana disebut oleh Fisher dalam bukunya tentang sejarah Eropa. Merujuk kepada majalah Roz alYusuf (27-9-93) dalam artikel yang berjudul “Di negara Perancis dan Amerika, Mereka Bilang Bahwa Kiamat Akan Datang Dalam Tujuh Tahun.” Disertai dengan indikasi dari kami tentang isi kartunya yang menunjukkan ketidakpercayaan dan ejekan kepada Allah. 30 Grace Halsell, Ramalan dan Politik: Evangelis Militan Menempuh Jalan ke Peperangan Nuklir, hlm. 195. Yang penting di sini adalah Kata Pendahuluan yang panjang dari bukunya.
29

23

Mengenai ramalan-ramalan ini, banyak buku sudah muncul dan meraih sukses. Yang paling penting diantaranya adalah: 1. The Drama of End-Time oleh Oral Roberts 2. The Late Great Planet Earth oleh Hal Lindsey31 Dengan gaya menulis yang dramatis dan hidup, kedua buku ini menggambarkan akhir dunia mendatang, kehancuran peradaban, dan musnahnya tentara dunia dengan dimulainya perang Armageddon. Sampai sedemikian besar, salah satunya mengatakan bahwa kita tidak perlu khawatir tentang hutang luar negeri Amerika, keringanan pajak, atau masa depan generasi muda. Hanya dalam waktu beberapa tahun lagi dunia ini akan mengalami perubahan yang radikal. Ketika terjadi Krisis Teluk, tingkat keimanan terhadap kepercayaan ini bertambah, dan pembicaraan tentangnya meningkat. Di antara mereka ada yang percaya bahwa Perang Teluk adalah Armageddon dan apa yang terjadi kemudian ditafsirkan menurut apa yang disebutkan dalam mimpi Santo Johanes dan tokoh lain sepertinya. Orang-orang Kristen percaya bahwa perang Armageddon akan berakhir dengan kemenangan total oleh kaum Kristen, dan kebinasaan yang menyeluruh terhadap kaum musyrik, yaitu umat Muslim. Ini akan terjadi pada saat umat Kristen bersama Al-Masih dinaikkan di atas awan [Inilah yang disebut sebagai “Rapture” – Peny]. Mengenai kaum Muslim, mereka akan tenggelam ke dalam yang disebut dalam Alkitab, bab Wahyu (19:20), sebagai “lautan api yang menyala-nyala oleh belerang.” Orang-orang Kristen mendasarkan keyakinan mereka terhadap Armageddon ini dalam ayat-ayat dari kitab Wahyu yang berikut:
Lalu, aku melihat seorang malaikat berdiri di dalam matahari dan ia berseru dengan suara nyaring kepada semua burung yang terbang di tengah langit, katanya: "Marilah ke sini dan berkumpullah untuk turut dalam perjamuan Allah, perjamuan yang besar, supaya kamu makan daging semua raja dan daging semua panglima dan daging semua pahlawan dan daging semua kuda dan daging semua penunggangnya dan daging semua orang, baik yang merdeka maupun hamba, baik yang kecil maupun yang besar." Dan aku melihat binatang itu dan raja-raja di bumi serta tentara-tentara mereka telah berkumpul untuk melakukan peperangan melawan Penunggang kuda itu dan tentara-Nya. Maka, tertangkaplah binatang itu dan bersama-sama dengan ia nabi palsu yang telah mengadakan tanda-tanda di depan matanya, dan dengan demikian ia menyesatkan mereka yang telah menerima tanda dari binatang itu dan yang telah menyembah patungnya. Keduanya dilemparkan hiduphidup ke dalam lautan api yang menyala-nyala oleh belerang. Dan semua orang lain dibunuh dengan pedang, yang keluar dari mulut Penunggang kuda itu; dan semua burung kenyang oleh daging mereka. Wahyu 19:17-21
31

Sejak penerbitannya pada tahun 1970, buku Lindsay ini sudah terjual sebanyak 19 juta eksemplar. Grace Halsell mencatat bahwa “Buku itu paling laris di tahun 70-an, penjualannya lebih banyak daripada semua buku yang lain, kecuali untuk Kitab Suci.” –Catatan Penterjemah.

24

Lalu aku melihat seorang malaikat turun dari sorga memegang anak kunci jurang maut dan suatu rantai besar di tangannya; ia menangkap naga, si ular tua itu, yaitu Iblis dan Setan. Kemudian ia mengikatnya seribu tahun lamanya, lalu melemparkannya ke dalam jurang maut, dan menutup jurang maut itu dengan menyegel di atasnya, supaya ia jangan lagi menyesatkan bangsa-bangsa, sebelum berakhir masa seribu tahun itu. Kemudian ia akan dilepaskan untuk sedikit waktu lamanya. Lalu aku melihat tahta-tahta dengan orang-orang yang duduk di atasnya, kepada mereka diserahkan kuasa untuk menghakimi. Aku juga melihat jiwa-jiwa mereka, yang telah dipenggal kepalanya karena kesaksian tentang Yesus dan karena firman Allah, yang tidak menyembah binatang itu dan patungnya dan yang tidak juga menerima tandanya pada dahi dan tangan mereka. Mereka hidup kembali dan memerintah sebagai raja bersama-sama dengan Kristus untuk masa seribu tahun. Akan tetapi, orang-orang mati yang lain tidak bangkit sebelum berakhir masa yang seribu tahun itu. Inilah kebangkitan pertama. Berbahagia dan kuduslah ia, yang mendapat bagian dalam kebangkitan pertama itu. Kematian kedua tidak berkuasa lagi atas mereka. Namun mereka akan menjadi imam-imam Allah dan Kristus dan mereka akan memerintah sebagai raja bersama-sama dengan Dia selama seribu tahun. Setelah masa seribu tahun itu berakhir, Iblis akan dilepaskan dari penjaranya, dan ia akan pergi menyesatkan bangsa-bangsa pada keempat penjuru bumi, yaitu Gog dan Magog, lalu mengumpulkan mereka untuk berperang yang jumlah mereka sama banyaknya dengan pasir di laut. Wahyu 20:1-8

Mengenai kepercayaan mereka terhadap Rapture, ini didasarkan pada Surat pertama Paulus kepada Tesalonika:
dan supaya dalam hal-hal ini, orang jangan memperlakukan saudaranya dengan tidak baik atau memperdayakannya karena Tuhan adalah pembalas dari semuanya ini seperti yang telah kami katakan dan tegaskan dahulu kepadamu. Allah memanggil kita bukan untuk melakukan apa yang cemar melainkan apa yang kudus. Oleh karena itu, siapa yang menolaknya bukanlah menolak manusia melainkan menolak Allah yang juga telah memberikan Roh-Nya yang kudus kepada kamu. Tentang kasih persaudaraan tidak perlu dituliskan kepadamu karena kamu sendiri telah belajar kasih mengasihi dari Allah. Hal itu kamu lakukan juga terhadap semua saudara di seluruh wilayah Macedonia. Akan tetapi, kami menasihati kamu, Saudara-Saudara, supaya kamu lebih bersungguh-sungguh lagi melakukannya. Dan anggaplah sebagai suatu kehormatan untuk hidup tenang, untuk mengurus persoalanpersoalan sendiri dan bekerja dengan tangan, seperti yang telah kami pesankan kepadamu, sehingga kamu hidup sebagai orang-orang yang sopan di mata orang luar dan tidak bergantung pada mereka. Selanjutnya kami tidak mau, Saudara-Saudara, kalian tidak mengetahui tentang mereka yang meninggal, supaya kalian jangan berdukacita seperti orang-orang lain yang tidak mempunyai pengharapan. Karena jikalau kita percaya, bahwa Yesus telah mati dan telah bangkit, maka kita percaya juga bahwa mereka yang telah meninggal dalam Yesus akan dikumpulkan Allah bersama-sama dengan Dia. Ini kami katakan kepadamu dengan firman Tuhan: kita yang hidup, yang masih tinggal sampai kedatangan Tuhan, sekali-kali tidak akan mendahului mereka yang telah meninggal. Sebab pada waktu tanda diberi, yaitu pada waktu

25

penghulu malaikat berseru dan sangkakala Allah berbunyi, maka Tuhan sendiri akan turun dari sorga dan mereka yang mati dalam Kristus akan lebih dahulu bangkit; sesudah itu, kita yang hidup, yang masih tinggal, akan diangkat bersama-sama dengan mereka dalam awan menyongsong Tuhan di angkasa. Demikianlah kita akan selama-lamanya bersamasama dengan Tuhan. Karena itu hiburkanlah seorang akan yang lain dengan perkataan-perkataan ini. 1 Tesalonika 4:6-18 Akan tetapi, tentang zaman dan masa, Saudara-Saudara, tidak perlu dituliskan kepadamu, karena kamu sendiri tahu benar bahwa hari Tuhan datang seperti pencuri pada malam. Apabila mereka mengatakan: “Semuanya damai dan aman--maka tiba-tiba mereka ditimpa oleh kebinasaan, seperti seorang perempuan yang hamil ditimpa oleh sakit bersalin--mereka pasti tidak akan luput.” Tetapi kamu, saudara-saudara, kamu tidak hidup di dalam kegelapan sehingga hari itu tiba-tiba mendatangi kamu seperti pencuri karena kamu semua adalah anak-anak terang dan anak-anak siang. Kita bukanlah orangorang malam atau orang-orang kegelapan. Oleh sebab itu, sebaiknya jangan kita tidur seperti orang-orang lain akan tetapi berjaga-jaga dan sadarlah. Sebab mereka yang tidur, tidur waktu malam dan mereka yang mabuk, mabuk waktu malam. Sebaliknya kita, yang adalah orangorang siang, sebaiknya kita sadar, berbajuzirahkan iman dan kasih, dan berketopongkan pengharapan keselamatan. Karena Allah tidak menetapkan kita untuk ditimpa murka, tetapi untuk beroleh keselamatan oleh Yesus Kristus, Tuhan kita,… 1 Tesalonika 5:1-9

Dalam kata lain, orang yang secara keliru menganggap bahwa rohnya berasal dari Al-Masih, yaitu dengan mengambil Yesus Kristus sebagai Tuhan selain Allah, akan selamat semua – termasuk para pelacur dari Chicago dan Paris, serta para pecandu narkoba dari Miami. Akan tetapi untuk orang-orang yang percaya kepada Tuhan yang Maha Esa (monoteistik), taat, dan beriman akan binasa semuanya – walaupun mereka berada di Kabah – karena mereka keturunan Kanaan. Mereka menafsirkan “api yang menyala-nyala oleh belerang” menunjukkan rudal nuklir yang akan mereka luncurkan kepada kaum Muslim.

Tujuh Presiden Amerika
Para Evangelis fundamental mempercayai Rapture. Dan tujuh Presiden Amerika sebelum Bush (senior) juga percaya kepadanya. Sedangkan Bush sendiri mengimani kepercayaan ini – walaupun hanya sebagai tindakan kesopansantunan. Buku yang berjudul al-Bu’d ad-Dini (Dimensi Religius) mengutip pernyataan Presiden Carter seperti berikut:
Tujuh Presiden Amerika sudah percaya dan mempertunjukkan bahwa hubungan Amerika dengan Israel lebih daripada sekadar hubungan khusus. Hubungan ini merupakan hubungan yang unik di masa lalu dan sekarang. Dan hubungan ini kebal karena berakar dalam kesadaran, moral, dan agama bangsa Amerika sendiri. ...berdirinya Israel dan

26

Amerika Serikat dipelopori oleh mempunyai warisan Kitab Suci….32

imigran…Dan

kita bersama

Tujuh Presiden Amerika ini percaya bahwa perebutan di antara kaum Arab dan kaum Yahudi adalah ibarat Daud dan Jalut. “Jalut” hari ini adalah kaum Arab, sedangkan “Daud” adalah Negara Israel. Pada lebih dari sebelas kesempatan, [alm.] Presiden Reagan mengatakan bahwa akhir dunia sudah dekat dan ia percaya akan datangnya perang Armageddon33. Dalam pembicaraan dengan direktur lobi Yahudi AIPAC34, Reagan mengatakan:
Omong-omong, saya membaca kembali tentang Nabi-Nabi dahulu dalam Perjanjian Lama dan tanda-tanda yang meramalkan Armageddon, dan saya menemukan diri saya sedang ingin tahu kalau kitalah generasi yang akan melihatnya terjadi. Saya tidak tahu kalau kalian memperhatikan ramalan-ramalan tersebut belakangan ini, tetapi percayalah kepada saya, mereka justru melukiskan zaman yang sedang kita alami.35

Mike Evans, seorang pemimpin Kristen fundamentalis – yang akan kita bicarakan nanti – menceritakan bahwa pada Januari 1985, “Presiden Reagan mengundang Jim Bakker, Jimmy Swaggart, dan Jerry Falwell,” – mereka adalah pemimpin kaum fundamentalis dan mengenai dua orang yang terakhir itu akan kita diskusikan nanti – “saya sendiri dan beberapa orang lain bertemu dengannya empat mata. Saya tidak akan pernah lupa apa yang telah ia katakan kepada kami. Sang Presiden mengungkap kepercayaan bahwa Amerika berada di ambang kebangkitan spiritual. Dan saya mempercayainya dengan sepenuh hati. Tuhan sedang membangkitkan orang-orang seperti kalian dan saya dalam bentuk doa perantaraan dan cinta dalam rangka persiapan untuk kembalinya ‘King of Kings’ dan ‘Lord of Lords’,” maksudnya adalah Al-Masih.36 Kalau ini pendapat Reagan, bagaimana dengan George Bush, yang dulu Wakil Presiden dan tangan kanannya; yang kemudian memberikan apa yang tidak diberikan oleh Presiden-presiden Amerika lain sebelumnya – baik Reagan maupun yang lain – kepada kaum Yahudi; dan yang di saat Krisis Teluk menunjukkan rasa sayang kepada fundamentalis Kristen yang tidak ditunjukkan oleh seorang Presiden-pun sebelumnya. Selain itu, Bush memelihara hubungan yang hangat dengan para pemimpin fundamentalis Evangelis, khususnya dengan Jerry Falwell, dan berbicara tentang dirinya bahwa,
32

Yusuf Al-Hasan, al-Bu’d ad-Dini fis-Siyasah al-Amrikiyah (Dimensi Religius Kebijakan Amerika), (Beirut, Lebanon, Markaz Darasat al-Wihdah al-‘Arabiyah, 1990), hlm. 76. Lihat Jimmy Carter, “Teks Pidato Presiden dan Kutipan dari Jawaban Perdana Menteri,” The New York Times, (13 Maret, 1979), dari pidato yang disampaikan oleh Carter di Knesset (Parlemen) Israel pada tanggal 12 Maret, 1979. – Catatan Penterjemah 33 The New York Times, (24 Oktober 1984) – Catatan Penterjemah. 34 American Israel Public Affairs Committee. – Catatan Penterjemah. 35 Halsell, op. cit., hlm. 48. 36 Halsell, op. cit., hlm. 191.

27

“Karena keberadaan orang seperti Jerry Falwell, saya sungguh percaya bahwa kemungkinan terjadinya kembali peristiwa yang buruk seperti Holocaust (pembunuhan Nazi terhadap Yahudi pada Perang Dunia ke-II) sudah menurun kecenderungannya.”38 Kita akan membicarakan fundamentalis itu nanti. Grace Halsell menyebut bahwa pada tanggal 25 Januari 1986, Jerry Falwell menjadi tuan rumah untuk acara makan siang sebagai penghormatan untuk George Bush. Dalam acara ini Falwell mengatakan bahwa Bush merupakan pilihan terbaik untuk jabatan Presiden dalam tahun 1988.39 Apapun bisa dikatakan tentang masa lalu kriminal Bush, namun ia menggambarkan dirinya dalam bukunya, Looking Forward (Melihat ke Depan), sebagai orang yang religius dan ia bersama keluarganya selalu membaca Alkitab setiap hari. Ia menceritakan cara menangani masalah upacara pemberian nama untuk putrinya pada waktu menjadi utusan AS ke Cina.40 Foto ketika ia mengenakan yarmulke (peci) hitam dan menutupi matanya di Wailing Wall (Tembok Ratapan) dengan cara Yahudi diketahui oleh semua orang.41 Kalau ini sikapnya presiden-presiden Amerika terhadap fundamentalis Kristen, maka mereka memegang sikap yang lain terhadap agama Islam dan pengikutnya.

“Fundamentalisme” Islam
Mari kita mengungkap sikap mereka mengenai “fundamentalisme” Islam dari kata-kata [alm.] Presiden Nixon, yang di antara presiden Amerika yang masih hidup merupakan sosok yang paling termenung dan tafakur. Dalam bukunya yang berbau keyakinan tentang milenium dan kenaikan pemerintah dunia, 1999 Kemenangan Tanpa Peperangan, Nixon mengatakan:
Di Timur Tengah kita lihat persaingan tradisional Arab versus Yahudi akan berkembang menjadi konflik di antara fundamentalis Islam di satu pihak dan negara Israel serta negara Arab yang moderat di pihak lain.42

Ia juga mengatakan:
Di dunia Islam, dari Morokko sampai Indonesia, fundamentalisme Islam sudah mengganti komunis sebagai alat utama untuk perubahan yang menggunakan cara kekerasan.43
38

Al-Hasan, op. cit., hlm. 172. Lihat Myra MacPherson, “Falwell: Politik Tinggi dari Mimbar Agama Zaman Dahulu,” The Washington Post, (27 September, 1984). – Catatan Penterjemah. 39 Halsell, op. cit., hlm. 13. Seperti semua orang tahu, ini persis apa yang terjadi. Didalamnya ada bukti tentang hubungan Bush dengan kaum fundamentalis, dan ini mendesaknya untuk menunjukkan rasa syukurnya kepada mereka sebagai bukti hubungan George W. Bush, Presiden AS dari Texas dan anak mantan Presiden Bush, dengan kaum fundamentalis, lihat Lampiran IV – Peny. 40 George Bush bersama Victor Gold, Looking Forward, hlm. 144. – Catatan Penterjemah. 41 Mengingat apa yang kita sudah katakan mengenai sifat relijius para Presiden Amerika. 42 Richard Nixon, 1999 Victory Without War, hlm. 267. 43 Ibid., hlm. 293.

28

Memang, Nixon mengakhiri bukunya dengan kata-kata yang hanya bisa diucapkan oleh seseorang fundamentalis Evangelis yang paling berani dan sombong:
Di saat Amerika lemah dan miskin dua ratus tahun yang lalu, kita bisa bertahan karena keimanan kita. Ketika kita memasuki abad ketiga dan milenium baru, kita harus menemukan kembali serta menyegarkan 44 kembali iman kita.

44

Ibid., hlm. 318. – Catatan Penterjemah.

29

-5DUA ZIONISME
Bagaimana gerakan Zionis – yang menuntut tanah Palestina dan menganggapnya sebagai tanah Yahudi – dimulai? Dan dari mana dunia ini mendapatkan idenya bahwa Janji Allah – Subhana wa Ta’ala – yang diberikan kepada Ibrahim – sallallahu ‘alaihi wa sallam –dimaksudkan untuk umat Yahudi dan bukan umat Muslim? Apa yang kita dengar dan apa yang kita pelajari dalam kelas sejarah adalah bahwa seruan kepada Zionisme ini dimulai oleh Theodor Herzl dan kaum Yahudi. Yang benar justru sebaliknya. Empat abad sebelum Zionisme Yahudi, umat Kristen, sebelum umat Yahudi, untuk pertama kalinya menyerukan pengembalian para Yahudi ke Tanah yang Dijanjikan dan pemenuhan ramalan-ramalan dari Taurat. Kalau kita tidak dapat memahami kenyataan ini dengan baik, kita tidak akan mampu mengerti sikap-sikap yang diambil oleh Barat pada umumnya dan Amerika pada khususnya, terhadap konflik yang sedang kita alami. Agar kita bisa lihat ini dengan jelas, mari kita membiasakan diri kita dengan tinjauan kilat tentang sejarahnya.

Kematian Hitam
Bagaimana perlakuan terhadap Yahudi di Eropa dulu? Dalam Injil, umat Yahudi terkutuk. Memang dari dulu, Allah – Subhana wa Ta’Ala – mengutuk mereka:
Telah dilaknati orang-orang kafir dari Bani Israil dengan lisan Daud dan ‘Isa putera Maryam. Yang demikian itu, disebabkan mereka durhaka dan selalu melampaui batas. Al-Qur’an 5:78

Bahwasanya umat Yahudi merupakan umat yang “terkutuk,” “saudara siamang dan babi,” “penyembah anak lembu,” dan “penghisap darah,” itu tidak cukup untuk dijadikan alasan kebencian umat Kristen terhadap mereka. Walaupun mereka mempunyai semua itu sebagai dasar kebenaran, kaum Kristen mengklaim bahwa masalahnya lebih dari itu. Menurut pendapat Kristen, kesalahan Yahudi bukan ketidakpercayaan mereka pada Allah dan bukan pula pembunuhan terhadap nabi-nabi Allah, akan tetapi karena mereka “membunuh Tuhan Yesus” – Semoga Allah Rabbul ‘alamin terlepas dari apa yang mereka menisbatkan kepadaNya Dan Allah berfirman yang benar dengan perkataan-Nya:
30

Padahal mereka (orang-orang Yahudi) tidak membunuhnya (‘Isa) dan tidak (pula) menyalibnya. Al-Qur’an 4:157

Dengan demikian, ada permusuhan di antara dua kelompok ini yang tak kunjung selesai. Gereja Papal Katolik Roma, yang berkedudukan di Roma, terus mengutuk dan menunjukkan kebenciannya terhadap kaum Yahudi dengan cara yang mengherankan dan luar biasa. Salah satu keanehan yang berhubungan dengan kebencian ini sehingga menjalar ke tingkat yang begitu tinggi terjadi ketika wabah berbahaya – yang disebut oleh orang-orang Barat sebagai ‘Kematian Hitam’ – menjalar di Barat, yang melanda banyak kota dan desa serta mengakibatkan kematian jutaan warga Eropa. Paus mengeluarkan pengumuman, yang disebarkan di seluruh wilayah Eropa, yang mengatakan bahwa “Kematian Hitam” disebabkan oleh kaum Yahudi. Mereka menganggap semua kekotoran dan kejahatan di dunia berasal dari kaum Yahudi. Banyak kampanye yang menggunakan kekerasan dipimpin oleh para Paus untuk “membersihkan” masyarakat-masyarakat di Eropa dari kaum Yahudi. Pada abad ke-13 sampai ke-15, kampanye “pembersihan” ini berlanjut. Inggris, Jerman, Perancis dan beberapa negara Eropa lain “dibersihkan” dari kaum Yahudi, karena orang Eropa memandang mereka sebagai makhluk yang paling bahaya dan jahat di antara ciptaan Allah. Dan kenyataannya mereka memang begitu. Dari neraka Eropa itu, Yahudi mencari tempat perlindungan di Andalus, tempat dimana mereka dilindungi oleh kaum Muslim. Setelah itu kaum Kristen menduduki “Madrid Islami” dan mengadakan perang untuk memusnahkan total kaum Muslim yang berada di Andalus, termasuk orang Yahudi. Setelah lari dari Andalus, orang Yahudi mencari tempat perlindungan di propinsi-propinsi Turki Muslim, khususnya di Yunani. Dalam masa historis yang menentukan itu, Allah mentakdirkan dua peristiwa yang signifikan akan berlalu: yang satu mempunyai arti geografis dan satunya lagi punya dampak religius. Hasil dari dua perkara ini adalah lahirnya kekuatan yang paling dahsyat yang memusuhi Islam dan “Janji Yang Benar” dari Allah, serta usaha-usaha untuk mewujudkan “Janji Yang Palsu” dan persiapan untuk datangnya Dajjal, yaitu Amerika Serikat. Dua peristiwa ini adalah: 1. Penemuan Amerika oleh orang-orang Eropa 2. Munculnya gerakan Protestan

Orang-Orang Protestan
Protestan adalah aliran agama Kristen yang menolak dan memberontak wibawa Paus – yang merupakan pemimpin kaum Katolik. Mereka percaya bahwa tidak ada orang yang bisa menjadi pengantar di antara manusia dan Allah. Mereka juga mengusulkan setiap orang seharusnya membaca dan menerapkan “Alkitab.” Mereka menolak monopoli kependetaan atas pengajaran agama dan penafsiran ayat-ayat Kitab Suci. Dalam ide-ide
31

ini mereka dipengaruhi oleh kaum Muslim, sebab ketika Perang Salib, kaum Kristen melihat kaum Muslim menghadapi kitab Allah langsung tanpa ada perantara di antara mereka dan Allah – Subhana wa Ta’Ala. Apa yang terjadi di Eropa menyusul munculnya gerakan Protestan adalah orang mulai kembali ke dalam prinsip-prinsip Taurat. Martin Luther – pemimpin gerakan Protestan – menerjemahkan Taurat ke Bahasa Jerman. Dan Taurat juga diterjemahkan ke bahasa Inggris. Akibatnya, gerakan Protestan lebih banyak muncul di Jerman dan Inggris dibandingkan dengan tempat lain. Orang-orang Protestan ini percaya kepada Alkitab secara harfiah dan juga bahwa Taurat sesuatu yang mutlak dan setiap huruf di dalam Taurat adalah kebenaran dari Allah. Mereka kemudian membaca Janji ini – yang sudah kita kutip di atas – yang diberi kepada Ibrahim dan Ya’kub. Mereka mempercayainya dan merasa perlu untuk mewujudkannya. Mereka berpaling dari tafsiran kependetaan Paus dan Kristen mengenai soal hubungan antara Kristen dan Yahudi. Dengan munculnya gerakan Protestan, kaum Yahudi bergembira. Karena di dalamnya, mereka mendapat kelonggaran dari penyiksaan Kristen; mendapat kesempatan untuk menuntut bela dirinya dari Paus dan pengikutnya, dan kemudian mengadu domba kaum Kristen satu sama lain. Umat Yahudi memanfaatkan semua intrik, kecerdikan dan uang untuk menyebarkan gerakan ini. Demikian hubungan antara Kristen dan Yahudi akhirnya membaik secara perlahan-lahan. Orang Kristen Protestan mulai percaya bahwa tanah Palestina adalah tanah yang dijanjikan kepada Yahudi dan tugas religius mereka mewajibkan mereka untuk mewujudkan “Janji” itu. Melihat kenyataan ini, kaum Yahudi mulai menyebarkan prinsip-prinsip serupa kepada para aliran Kristen. Eropa menyaksikan percekcokan antaraliran yang tidak mempunyai contoh dalam sejarah sebelumnya. Tanah Amerika ditemukan pada saat perang yang diperangi Kristen terhadap Protestan sedang ganas dan hebat. Situasi ini memaksa Protestan untuk melarikan diri ke Dunia Baru (Amerika). Mereka pun mengalir ke Dunia Baru. Sampai sekarang, orang Protestan merupakan mayoritas penduduk Amerika. Orang-orang Protestan meninggalkan Eropa dengan watak religius yang berakar kepada Taurat. Ketika mereka datang ke Amerika, mereka merasa bahwa peninggalan mereka dari Eropa serupa dengan Eksodus-nya ‘Anak-anak Israel’ dan masuknya mereka kembali ke Tanah Suci. Mereka menamakan kota-kota dan wilayah-wilayah Amerika dengan tempat-tempat dari Taurat. Mereka percaya bahwa tanah yang belum dibuka ini adalah tanda baik yang diberikan kepada mereka dari Allah dalam dunia ini. Dan demikianlah negara Amerika – seperti yang sudah kita kutip dari Carter – didirikan atas pondasi Taurat Protestan.47
47

Dalam pidatonya pada Maret 1979 kepada Knesset (Parlemen Israel), Carter berkata “Kita bersama mempunyai warisan Kitab Suci.” Menurut terjemahan yang dikutip oleh Dr. Al-Hawali, Carter berkata, “Kita bersama mempunyai warisan Taurat.” Walaupun terjemahan itu tidak secara harfiah, tetap tidak mengurangi maknanya, karena hanyalah Perjanjian Lama yang dipercayai oleh orang Kristen Amerika dan Yahudi Israel bersama. Oleh karena itu, seperti yang Carter gambarkan secara ringkas, “gagasan bahwa

32

Barangkali kamu sekarang sudah mulai sadar tentang permulaan jawaban yang sudah kamu ajukan tadi, yaitu “Kenapa kaum Kristen berusaha untuk mewujudkan Klaim Yahudi ini di masa sekarang dan bukan pada salah satu masa dulu, serta menjelma diri mereka dari penindas menjadi pelayan? Dan barangkali sekarang kamu juga mengetahui kenapa Amerika merupakan negara yang sudah siap untuk berpelukan dengan pemerintah Dajjal yang “dijanjikan” pada tahun 2000?

William Eugene Blackstone
Sebagai akibat dari gerakan Protestan serta pencelupannya dalam Taurat adalah munculnya Zionisme Kristen – sebelum ada gagasan Zionisme Yahudi – dan diambilnya ide pengembalian para Yahudi ke Palestina sebagai persiapan untuk kembalinya Al-Masih yang – seperti yang sudah kami perlihatkan– sebagian percaya akan terjadi di permulaan abad ke-20 ini. Pemimpin terkemuka gerakan ini di Amerika adalah William E. Blackstone, yang sampai hari ini masih terus diperingati oleh negara Yahudi. Lahir pada tahun 1841, Blackstone bukan seorang Yahudi tetapi seorang Protestan. Dalam risalahnya, Yesus Akan Datang, Blackstone mengadvokasikan Zionisme untuk sejumlah waktu sebelum Herzl. Risalah ini – yang kemudian diterjemahkan ke dalam 40 bahasa termasuk bahasa Yahudi dan dicetak kembali beberapa kali – terjual di atas sejuta eksemplar. Pada abad kesembilan belas, buku tersebut merupakan buku yang paling disebarkan di Barat. Tesis Blackstone diringkaskan dalam apa yang ia sebut sebagai “persiapan abadi tanah Kanaan untuk kaum Yahudi.” Menyusul risalah ini, Blackstone dan sekelompok asistennya mampu membuat sebuah petisi yang ia tanda tangani bersama lebih dari 413 orang Amerika terkemuka – anggotaanggota Kongres, hakim, pengacara dan para elite – yang kemudian diberikan kepada Presiden Benjamin Harrison, dan memohonnya untuk menggunakan “fasilitas kantor dan pengaruhnya” untuk mencapai klaim-klaim orang Israel supaya mereka kembali ke Palestina. Petisi ini diberikan kepada Harrison pada tahun 1891.

“The Palestinian Exploration Fund”
Pada masa kepemimpinan Ratu Victoria di Inggris, orang-orang Protestan mendirikan “Penggalangan Dana untuk Eksplorasi Palestina.” Penyokong penggalangan dana ini adalah Uskup Besar Canterbury, uskup terdepan di Inggris. Tujuan pengumpulan dana ini adalah untuk menemukan Tanah yang di janjikan, batasan-batasannya, dan petunjukpetunjuknya seperti yang digambarkan dalam Taurat.

Amerika adalah Tanah yang Dijanjikan dan orang-orang Amerika adalah Orang-Orang yang Terpilih oleh Tuhan sudah meresap ke dalam kesadaran nasional kita.” – Catatan Penterjemah.

33

Deklarasi Balfour
Setelah itu, Balfour, penulis deklarasi terkenal, muncul. [Lebih lanjut tentang Balfour dan Pernyataannya bisa dibaca di Lampiran II – Peny]. Penulis riwayat hidupnya, keponakannya48, menceritakan kepada kita bahwa Balfour mempunyai keimanan yang berakar dari Taurat secara dalam. Jika ia membacanya, ia akan mengimaninya secara harfiah. Sebagai hasil keimanannya itu, ia membuat deklarasi ini. Di zaman Balfour, Perdana Menteri Inggris adalah Lloyd George, seseorang yang menyatakan dirinya Zionis dengan “pengakuannya sendiri,”49 yang menyatakan kepercayaannya akan keperluan pengembalian para Yahudi serta pengembalian itu akan mendahului kembalinya Al-Masih. Juga ada banyak bukti-bukti lain yang mengungkapkan keberadaan Zionisme Kristen yang sudah mengakar dengan baik sebelum keberadaan Zionisme Yahudi. Oleh karena bukti-bukti ini terlalu banyak untuk dikutip, kita akan mencukupinya dengan kutipan Chaim Weizermann yang menyatakan di antara penyebab utama yang mengakibatkan Yahudi mendapat Pernyataan Balfour dari Inggris guna mendirikan tanah air kaum Yahudi adalah pengaruh Taurat kepada perasaan Inggris.50

Woodrow Wilson: Si “Putra Manse”
Presiden Woodrow Wilson adalah yang memerintah Amerika ketika Perang Dunia I – ketika bangsa-bangsa Arab berperang bersama pihak Negara-Negara Sekutu. Mengenai dirinya, Wilson menyatakan:
Siapa yang akan mengira bahwa aku, putra manse, mampu mengembalikan Tanah Suci kepada bangsanya.51

Tentang Wilson, seorang penulis perempuan Yahudi menulis bahwa komitmen Presiden Wilson dengan Zionisme sangat dalam. Ia terpengaruh dengan ideologi Zionis Kristen, sehingga ia buta akan akibat-akibat moril, politik, dan religius program Zionis. Di antara “keanehan yang menggelikan”, adalah kutipan seorang penulis yang mengatakan, “Wilson, yang menjabat sebagai Presiden dari sebuah negara yang menganggap dirinya sebagai negara yang paling terpelajar, percaya bahwa jumlah Yahudi di dunia melebihi 100 juta padahal jumlah mereka tidak melebihi sepuluh juta.” Lihatlah bagaimana mereka sanggup mengindoktrinasinya sehingga keyakinan seperti ini sudah tertanam teguh dalam otaknya.

48 49

Blance E. C. Dugdale – Catatan Penterjemah. Regina Sharif, Zionisme Non-Yahudi: Akarnya Dalam Sejarah Barat, hlm. 78. 50 Mahmud Na’na’ah, as-Sihyuniyah fis-Sitinat (Zionisme Pada Tahun Keenampuluhan), hlm. 7. 51 Regina S. Sharif, op. cit., hlm. 70.

34

Henry Cabot Lodge
Pada saat kemunculan Wilson dan yang lainnya di kemudian hari, muncul pula seseorang – yang harus kami tunjukkan dan berada di antara pemimpin yang penting di Amerika Serikat – yaitu Senator Henry Cabot Lodge, ketua Komite untuk Hubungan Luar Negeri di Kongres Amerika Serikat pada masa setelah Perang Dunia I. Pada tahun 1922, sewaktu memberi pidato di kota Boston, Cabot mengucapkan kata-kata seperti berikut:
Rupanya sangat pantas dan dapat dipuji bahwa bangsa Yahudi di setiap bagian dunia ini mendambakan tanah air nasional untuk warga-warga bangsanya yang ingin kembali ke negara yang merupakan tempat lahir bangsa mereka dan tempat mereka tinggal dan telah berusaha selama ribuan tahun… Saya tidak bisa menerima dengan kesabaran pikiran bahwa Yerusalem dan Palestina berada di bawah kekuasaan pengikut-pengikut Mohamed…52

Ini kata-kata ketua Komite Hubungan Luar Negeri Kongres AS pada tahun 1922 atau 26 tahun sebelum berdirinya negara Israel. Cabot tetap bertahan bahwa ia tidak bisa menerima Yerusalem dan Palestina tetap berada di bawah kekuasaan kaum Muslim. Saya menyebut semua ini supaya kita bisa mengetahui bahwa jauh sebelum Yahudi didukung secara nyata, Kristen sudah percaya dengan adanya kebutuhan untuk keberadaan “Israel” di Palestina.

52

Regina S. Sharif, op. cit., hlm. 108.

35

-6KEBANGKITAN KEMBALI EVANGELISME
Salah satu efek dari Protestanisme kontemporer adalah munculnya kebangkitan religius yang luas di Amerika. Benar, hal ini merupakan kebangkitan yang mereka sendiri menyebutnya sebagai “kebangkitan” dan menggambarkannya sebagai “fundamentalis,” sehingga menjadi suatu “fundamentalisme Evangelis.” Kita harus memperhatikan percakapan tentang kebangkitan religius ini agar kita dapat mengetahui sejauh mana kita sebagai Muslim tidak mendapatkan informasi yang memadai. Hal ini disebabkan, khususnya, karena media berita kita yang tidak menyajikan informasi tentang pandangan lain yang berkembang setiap hari di Amerika, tempat yang tak bermoral, tempat sekularisme, dan atheisme. Kebangkitan ini atau fundamentalisme yang mengangkat “Janji yang Palsu” ini, mempengaruhi jalannya kebijakan dan opini publik Amerika; dan menunjukkan dukungan tanpa syarat untuk negara Yahudi. Kita harus membuat pembicaraan kita tentangnya lebih terperinci serta membiasakan diri kita dengan kepemimpinan dan kegiatannya. Brosur pengantar berjudul America Today yang diedarkan oleh pusat-pusat pendidikan di Amerika menekankan bahwa orang-orang Amerika bukanlah, seperti yang kita kira, orang tanpa agama. Walaupun ini betul, kita harus memaklumi bahwa agama di kalangan orang Amerika longgar dan lentur. Cukup dengan menerima doktrin dan ajaran Gereja serta menjadi anggota Gereja dengan beragam cara. Namun sikap religius ala Amerika ini tidak berarti tingkah laku yang serius. Statistik menunjukan bahwa setelah Irlandia, Amerika adalah negara Kristen yang paling religius menurut angka persentasenya. Institut Gallop, yang berspesialisasi dalam polling, melaporkan bahwa lebih dari 94% orang Amerika percaya kepada Tuhan – tentu saja menurut doktrinnya masing-masing – dan bahwa 71% orang Amerika percaya kepada doktrin Alkitab mengenai kehidupan setelah mati. Statistik lain menunjukkan bahwa pada tahun 1970, 131 juta orang Amerika menjadi anggota Gereja. Pada tahun 1980, jumlah ini meningkat menjadi sekitar 135 juta. Akan tetapi, dalam waktu dua tahun berikutnya, angka ini meloncat naik menjadi 139,6 juta orang.

36

Pendanaan Gereja
Berapa banyak uang yang disumbangkan orang-orang Amerika kepada Gereja mereka? Statistik menunjukkan bahwa pada tahun 1982 – sesuatu yang dianggap sudah lama – orang Amerika menyumbang sekitar 60 milyar dolar. Sedangkan terbitan pemerintah AS, seperti America Today, memperkirakan jumlahnya separuh dari jumlah tersebut, yang masih merupakan jumlah yang banyak. Sedangkan pada tahun 1989, Buletin Internasional Penelitian Misionaris menyatakan bahwa jumlah sumbangan Gereja – di Amerika dan tempat lain – berjumlah sebanyak 151 milyar dolar AS. Pada tahun 1990, jumlah ini meningkat menjadi lebih dari 180 milyar dolar AS. Untuk Kristenisasi di negara Somalia saja, 196 juta dolar AS telah diberikan.

Universitas dan Sekolah
Sekarang kita akan membahas tentang sekolah-sekolah harian religius, univesitas, dan jaringan televisi yang berada di Amerika. Anda bisa membayangkan seberapa banyak jumlah mereka? Apakah Anda mengira bahwa kebangkitan Kristen di Amerika sama seperti kebangkitan Islam di sini atau di Arab Saudi yang tidak memiliki satu majalah, koran, atau stasiun radio pun, apalagi stasiun televisi yang dipancarkan melalui satelit? Tentu saja tidak. Gereja-gereja memiliki dan mengelola ratusan sekolah, universitas, dan sekolah teologi di Amerika Serikat. Pada tahun 1981-1982, jumlah sekolah tinggi untuk seminari mencapai 1.948 buah. Berapa banyak jumlah mereka pada hari ini? Mengenai sekolah-sekolah harian Kristen, pada tahun 1954, jumlah mereka tidak lebih dari 123 sekolah. Pada tahun 1980, jumlah ini sudah melonjak menjadi lebih dari 18.000 sekolah.53 Bukan sesuatu yang baru jika mengatakan bahwa universitas yang terkenal di Amerika didirikan atas dasar agama Protestan, antara lain: Harvard, Yale, Georgetown, Dayton, Denver, Boston College, dan lain-lain.54 Kesimpulannya, kita boleh mengatakan bahwa fundamentalisme Kristen di Amerika sekarang memiliki dan mengelola lebih dari 20.000 sekolah harian, institut, dan universitas, tempat jutaan pelajar belajar Taurat. Semua pelajar ini percaya kepada semua doktrin yang berdasarkan Taurat, yang sudah kita bicarakan di atas.55
53 54

Jerry Falwell, Fenomena Fundamentalis: Kebangkitan Kembali Agama Kristen Konservatif, hlm. 21. Georgetown University, University of Dayton, dan Boston College bukan lembaga Protestan, tetapi punya affiliasi dengan Gereja Katolik Roma. – Catatan Penterjemah. 55 Dari sini pertanyaan yang berikut maju ke depan: mengapa para pelajar dari misi-misi pendidikan dari negara-negara Muslim dua puluh sampai tiga puluh tahun yang lalu pulang jadi lebih liberal dan cenderung ateis; sedangkan pelajar misi-misi pendidikan pulang lebih religius? Antara alasannya adalah kebangkitan Kristen. Tanyalah kepada mereka yang dikirim ke Amerika dua puluh atau tiga puluh tahun yang lalu,

37

Para Presiden dan Pendeta
Di antara indikator yang dipakai oleh para peneliti untuk menunjukkan tingkat keagamaan Amerika dan kembalinya orang-orang Amerika kepada konservatisme adalah bahwa dua presiden terakhir yang terpilih sebelum Bush, yaitu Carter dan Reagan, adalah orang yang mempunyai pandangan konservatif dalam hal agama.56 Carter, dari dahulu sampai sekarang adalah penganut taat dari gereja Kristen. Sampai hari ini, ia adalah seorang evangelis. Ia pindah tempat dari Afghanistan ke Etiopia dan Sudan lalu ke negara-negara lain untuk membela evangelisme dan untuk mengajarkan agama Kristen. Ini diketahui oleh orang-orang yang mengikuti beritanya. Ia adalah seorang misionaris dan pembantu gerejawan.

Mengenai Reagan, yang menjadi Presiden pengganti Carter, sudah kami katakan bahwa salah satu iklan kampanyenya menyebutkan bahwa ia percaya kepada ramalan-ramalan Taurat dan Armageddon.

Penerbitan dan Penyiaran Evangelical
Bukti lain yang menunjukkan penyebaran kebangkitan religius di Amerika adalah statistik yang dikumpulkan oleh penerbit buku di Amerika yang menunjukkan peristiwa terbesar pembelian buku-buku religius. Pada tahun 1984, jumlah penjualan buku-buku religius merupakan sepertiga penjualan kotor dari seluruh pasar buku komersial.57 Diperkirakan nilai buku ini hampir mencapai satu milyar dolar yang dibelanjakan oleh 37 juta pembeli.58

orang-orang Kristen tidak membicarakan soal agama dengan mereka, malahan mereka mengatakan kepadanya, “Kita tidak lagi percaya kepada agama kita, kenapa kamu tidak meninggalkan kepercayaan kepada agamamu?” Di tahun-tahun belakangan ini, pelajar yang dikirim untuk misi pendidikan ketika masuk universitas dikelilingi oleh teman-teman kelas dan professor-profesornya yang berdiskusi soal agama dengannya. Lepas dari berapa banyak dosa seorang Muslim, ketika berdiskusi antara agama Kristen dan agama Islam, antara Al-Qur’an dan Injil yang sesat/menyeleweng; dia mengatahui kebenaran ada bersama agama Islam dan Al-Qur’an. Ini akan mendorongnya untuk memelihara hubungan dan bekerjasama dengan saudara-saudara Muslimnya! 56 Perry Deane Young menyebut artikel tajuk berjudul, “Memasuki Kerajaan Tuhan dalam Dunia Politik,” yang dimuat dalam terbitan 19 September 1980, Christianity Today, di mana diingat bahwa tahun 1976 merupakan “tahun evangelis.” Dalam tahun itu kaum evangelis bersuka-ria dalam terpilihnya Jimmy Carter “si lahir kembali” kepada jabatan presiden, di mana mereka mengatakan, “Sudah waktunya dunia memperhatikan kita.” Lihat Perry Deane Young, Preman-Preman Tuhan: Renungan dari Orang Pribumi Mengenai Pendeta-Pendeta dan Dunia Politik, hlm. 27. – Catatan Penterjemah. 57 Jeremy Rifkin dan Ted Howard, Orde yang Sedang Timbul: Tuhan di Zaman Paceklik, hlm. 112. Sebenarnya angka ini diambil dari 1976 dan jumlahnya disebut sebagai sepertiga penjualan kotor dari seluruh pasar buku komersial. – Catatan Penterjemah. 58 Christianity Today Institute, “Menuju Abad Depan: Tren-Tren Menghadapi Gereja,” Christianity Today, (17 Januari 1986). – Catatan Penterjemah.

38

Ada bukti yang lebih aneh lagi, yaitu pengaruh agama kepada penyiaran di Amerika. Stasiun radio dan televisi di sana diramaikan dengan pembicaraan tentang Taurat dan tokoh-tokohnya. Dikatakan bahwa foto-foto bintang acara religius audio-visual seperti Billy Graham dan Jerry Falwell sudah mengambil alih halaman majalah-majalah terkemuka dan mempesona banyak orang Amerika. Sehingga “bintang-bintang” ini – bintang-bintang fundamentalisme – (di antara mereka, misalnya, adalah Jimmy Swaggert yang menyiarkan Weekly Crusade-nya dan yang dikalahkan dalam berdebat dengan Ahmad Deedat) sudah mulai bersaing dengan bintang film, dunia seni, dan olahraga untuk mempesona massa yang terus-menerus mengikuti berita serta ucapan mereka. Beberapa statistik memperkirakan bahwa pada tahun 1980, kira-kira 47% orang Amerika mengikuti siaran religius fundamentalis.59 Dikatakan juga bahwa “didirikan satu stasiun radio religius baru setiap pekan dan satu stasiun televisi religius baru setiap bulan.” Statistik ini diambil lebih dari sepuluh tahun yang lalu, berapa banyak yang sudah dicapai hari ini?60 Di seluruh Amerika, ada asosiasi perdagangan terkemuka yang dikenal sebagai Asosiasi Penyiar Religius Nasional (yaitu penyiar yang bekerja di stasiun-stasiun siaran religius di seluruh Amerika). Didirikan pada tahun 1944 ketika hanya ada 49 stasiun radio yang religius, pada tahun 1980 jumlah ini mencapai 800 stasiun, dan sekarang meningkat sampai 1.000 stasiun yang memproduksi dan memimpin acara-acara religius. Pantas disebutkan bahwa sejak tahun 1980, asosiasi ini mengadakan konvensi setiap tahun untuk anggotanya. Di konvensi tahunan ini, diadakan acara doa untuk Israel pada waktu makan sarapan pagi.61 Fundamentalis Kristen Barat menguasai semua jaringan radio dan televisi gereja. Dua bintang fundamentalis Kristen Barat, Jerry Fallwell dan Pat Robertson, memperoleh lebih banyak uang daripada kedua partai politik utama di Amerika, yaitu partai Demokrat dan partai Republik.62 Semua fakta ini diambil dari media cetak di Amerika.

59 60

Pada setiap pekan, seperti disebut dalam Fenomena Fundamentalis, hlm. 19. – Catatan Penterjemah. Angka-angka ini dari tahun 1978 seperti disebut dalam Fenomena Fundamentalis, hlm. 20. –Catatan Penterjemah. 61 Paul Boyer dalam Ketika Waktu Tiada Lagi: Kepercayaan kepada Ramalan dalam Budaya Amerika Modern (hlm. 5) menyebut keanggotaan dalam Penyiar Religius Nasional pada awal tahun ke-80 “termasuk 922 stasiun radio, 65 stasiun televisi, 535 produsor radio dan 280 produser tv dan film.” Sedangkan Grace Halsell (hlm. 16) memberi angka hadirin di konvensi Penyiar Religius Nasional sebanyak 4.000. – Catatan Penterjemah. 62 Jerry Falwell, op. cit., hlm. 1. – Catatan Penterjemah.

39

Gerakan fundamentalis Amerika dianggap sebagai salah satu fenomena politik utama pada abad ke-20. Para sosiolog dan psikolog mencurahkan perhatian mereka kepada fenomena ini. Inilah satu hal yang perlu kita selidiki. Kita harus menghubungkan munculnya AIDS dan herpes dengan penyebaran kebangkitan religius di Amerika. Orang-orang di Amerika sekarang merasakan pentingnya agama dalam kehidupan mereka. Sebelumnya, ada minoritas gereja-gereja Kristen yang menolak dan melawan perzinahan dan melindungi putra-putri mereka darinya. Ketika penyakit jahat ini menyebar, jumlah gereja-gereja seperti ini mulai menyebar dan bertambah jumlahnya. Demikian juga terhadap kecanduan narkoba, kehilangan arah, dan kekosongan spiritual. Semua faktor ini mengakibatkan berkembangnya fundamentalisme Kristen. Fundamentalisme Evangelis ini sudah berkembang dan hingga kini seluruh anggotanya berjumlah hampir 80 juta orang. Sebab itu, gerakan ini dianggap gerakan yang paling penting pada abad ke-20. Seorang pengamat meramalkan bahwa gerakan tersebut akan bertahan paling tidak untuk 500 tahun! Inilah yang mereka perkirakan.63

“Gereja Listrik”
Televisi religius di Amerika adalah sesuatu yang mengherankan, sebab acara-acara televisi religius sedang menyebar di Amerika dengan kecepatan yang tinggi sehingga menjadi sulit untuk menghitung jumlahnya dengan tepat. Namun, Asosiasi Penyiar Religius Nasional mengaku memiliki 1.000 buah stasiun radio dan televisi yang berpartisipasi dalam kegiatan mereka. Mereka juga memperkirakan jumlah pendengar stasiun radionya beranggotakan 115 juta orang per minggu. Beberapa penelitian menyebutkan bahwa 40% pemirsa televisi menonton sepuluh “gereja listrik” yang paling penting di Amerika Serikat. Tentu saja, di sini kita bisa mengamati perbedaan di antara kemudahan Islam dan beban agama-agama lain. Untuk kita, seperti sabda Rasulullah – sallallahu ‘alaihi wa sallam – dunia ini dijadikan sebagai sarana kesucian dan tempat shalat. Namun, orang Kristen tidak bisa beribadah kecuali di gereja-gereja mereka. Sehingga lahirlah sebuah gagasan yang disepakati oleh para penuntun mereka, yang berkata, “Kami akan membawa kepadamu sebuah ‘gereja listrik’ pada hari Minggu. Kapan saja, nyalakan pesawat televisimu dan kamu akan menemukan sebuah gereja di depanmu.” Sekarang keluarga Amerika duduk dan menyalakan pesawat televisi dan menemukan gereja di depannya. Mereka menyebutnya sebagai “Gereja Listrik.” Institut Gallop memperkirakan pada tahun 1982, sebanyak 52 juta orang Amerika menonton satu atau lebih dari satu acara televisi Gereja setiap bulan. Pada tahun 1983, tahun di mana penyakit AIDS muncul, jumlah ini meningkat menjadi 60 juta orang Amerika.

63

Untuk perinciannya lihat al-Bu’d ad-Dini.

40

Suatu penelitian pencarian fakta mengenai kegiatan penyiaran Evangelis yang diadakan oleh Organisasi Penyiaran Islam di Jeddah mengatakan bahwa di Amerika saja ada 38 buah stasiun televisi, 66 saluran televisi kabel, dan 1.400 stasiun radio. Di antaranya ada empat jasa televisi, yang masing-masing mempunyai anggaran tahunan melebihi 50 juta dolar. Terserah kepada Anda untuk membandingkannya dengan kenyataan dunia penyiaran Islam. Penyiaran religius sudah memanfaatkan penggunaan teknologi satelit. Diperkirakan pada tahun 1985, separuh stasiun tersebut mengunakan satelit. Sekarang, ada kemungkinan bahwa semuanya menggunakan satelit. Hal itu berarti mereka menyiarkannya ke seluruh dunia. Mengenai bioskop, penelitian yang sama menyebutkan bahwa lebih dari 100 juta dolar sudah disisihkan untuk memprduksi film. Film-film ini dibuat di Hollywood untuk televisi oleh sebuah yayasan produksi yang memilih nama “Proyek Kejadian.” Yayasan tersebut akan memproduksi 15 film yang diambil dari Kitab Kejadian dan 18 film dari Injil Lukas. Kita boleh menganggap pernyataan Jimmy Swaggert yang berikut sebagai contoh tentang apa yang disiarkan dalam acara-acara itu:
Saya merasa bahwa Amerika dihubungkan oleh tali pusar spiritual dengan Israel. Hubungan ini dimulai jauh sebelum berdirinya Amerika Serikat. Konsep Judeo-Kristen berasal dari Ibrahim dan janji Tuhan kepada Ibrahim, yang saya percayai juga termasuk Amerika. Karena Tuhan masih berfirman “Aku akan memberkati orang-orang yang memberkati Israel, dan mengutuk orang-orang yang mengutuk Israel.” Dan syukur kepada Tuhan bahwa Amerika Serikat adalah penguasa yang paling tinggi sekarang. Dan saya benar-benar percaya bahwa ini adalah karena kita selalu mendukung Israel dan saya berdoa kepada Tuhan supaya kita selalu mendukung Israel.64

Berkah Amerika berasal dari dukungannya kepada Israel. Berarti kekuatan Amerika diambil dari kekuatan Israel.

Alan Dehmer, Persekutuan yang Tak Suci: Fundamentalisme Kristen dan Negara Israel, hlm. 7. – Catatan Penterjemah.

64

41

-7“BINTANG-BINTANG” FUNDAMENTALIS KRISTEN
Siapakah pemimpin gerakan fundamentalis di Amerika? Apa yang sedang mereka lakukan? Kemudian, silahkan Anda membandingkan fundamentalisme mereka, yang didukung dan disokong dengan apa yang dihadapi oleh mereka, yang memanggil kepada Allah di tanah Islam kita, yang dicap sebagai fundamentalis dan dimusuhi oleh semua.

Pendeta Jerry Falwell
Orang yang paling terkenal dan berpengaruh dari pemimpin fundamentalis Evangelis adalah orang yang bernama Jerry Falwell. Ia mendirikan sebuah organisasi yang bernama “Mayoritas yang Bermoral.” Di antara ucapannya adalah bahwa dukungan kepada Israel bukan untuk keuntungan Israel, melainkan untuk keuntungan Amerika sendiri. Pribadi ini agak aneh. Sebelumnya, ia memimpin seruan bahwa Amerika Serikat adalah negara Kristen. Setelah ia mengumpulkan banyak pengikut-pengikutnya, ia berpaling dan menjungkirbalikkan semboyannya menjadi “Amerika adalah Republik Judeo-Kristen.” Falwell pernah mengatakan bahwa “berdiri untuk melawan Israel sama dengan berdiri untuk melawan Tuhan.”65 Dalam acaranya, ia merujuk kepada apa yang ia sebut sebagai “Janji Tuhan kepada Ibrahim 4.000 tahun yang lalu: ‘Aku akan memberkahi orang-orang yang memberkahi kamu dan mengutuk orang-orang yang mengutuk kamu’” dengan tambahan bahwa “dari sudut pandang teologi seharusnya Amerika, tanpa ragu-ragu, memberi dukungan total baik finansial maupun militer kepada negara Israel.”66 Dengan berdirinya negara Israel pada tahun 1948, Falwell bukan hanya melihatnya sebagai “kunci ramalan” Taurat, namun juga sebagai “tanda ketaqwaan dan berkah dari Tuhan” kepada kaum terpilih-Nya.”67 Falwell juga pernah mengatakan – dan pernyataan ini sangat berarti menyangkut proses perdamaian – bahwa tidak ada tempat untuk membicarakan Judea dan Samaria sebagai
65 66

Jerry Falwell, op. cit., hlm. 215. – Catatan Penterjemah. Wolf Blitzer, Di Antara Washinton dan Yerusalem: Buku Catatan Seorang Wartawan, hlm. 198. – Catatan Penterjemah. 67 John Kater, Kristen Kanan: Mayoritas yang Bermoral dalam Perspektif, hlm. 79. – Catatan Penerjemah.

42

bagian dari Israel, dan juga untuk Daratan Tinggi Golan dan Yerusalem sebagai ibu kota Israel yang abadi dan bersatu. Falwell juga mendirikan sebuah universitas yang ia memberi nama “Universitas Liberty.” Ia mengatakan bahwa pada tahun 2000 ia akan punya lima puluh ribu pelajar yang belajar di universitas ini.68 Pelajarnya yang datang dari sejumlah negara mempelajari teologi dari perspektif Yahudi. Falwell senantiasa menekankan bahwa “reformasi Negara Israel adalah pemenuhan ramalan.” Itulah janji-janji dari Taurat yang sudah rusak. Falwell tidak puas dengan batasan-batasan geografis Israel yang ada sekarang, termasuk Tepi Barat, Jalur Gaza, dan Daratan Tinggi Golan, akan tetapi ia menyerukan perluasan tanah Israel dari Efrat hingga Nil. Pada tahun 1982, ketika Yahudi menyerbu Lebanon dan menduduki Beirut, Falwell mengatakan pada acara televisinya Old Time Gospel Hour seperti berikut:
Kitab Kejadian menunjukkan bahwa batasan-batasan Israel sampai dari sungai Efrat, pada timurnya, ke arah barat sampai ke sungai Nil. Tanah yang Dijanjikan mencakup sebagian dari Irak, Syiria, Turki, Arab Saudi, Mesir, Sudan, dan semua Lebanon, Yordania dan Kuwait.69

Karena fundamentalisme evangelis memandang semua tanah tersebut merupakan tanah Kanaan, maka semuanya adalah “tanah yang dijanjikan.” Pria ini menyerang orang-orang Arab dengan mengatakan tidak ada tempat untuk orang Arab di antara kita dan juga tidak boleh ada hubungan yang ramah di antara mereka, karena mereka mengingkari nilai-nilai Amerika Serikat dan cara hidupnya, serta menolak mengakui Israel. Ini sesuai dengan apa yang disebut dalam Taurat, bahwa ada tujuh bangsa yang terkutuk, yang paling terkutuk adalah bangsa Arab. Hal yang tersisa adalah menyebutkan bahwa Jerry Falwell adalah teman akrab Presiden Amerika, George Bush. Seperti yang telah disebutkan, pada lebih dari satu kesempatan Bush mengakui persahabatannya dengan Falwell.70

Perry Deane Young, Preman-Preman Tuhan: Renungan dari Orang Pribumi Mengenai Pendeta-Pendeta dan Dunia Politik, hlm. 215. – Catatan Penterjemah. 69 Alan Dehmer, op. cit., hlm. 14. Grace Halsell mengatakan (hlm. 15) bahwa acara Falwell “Old Time Gospel Hour setiap minggu masuk 5,6 juta rumah tangga (6,6 persen para pemirsa).” – Catatan Penterjemah. 70 Untuk rincian tentang Falwell lihat kepada al-Bu’d ad-Dini (Dimensi Religius) dan Ramalan dan Politik yang sudah banyak menulis tentang Falwell mulai dari halaman 71 dan sekali lagi di satu bab tersendiri tentang Falwell, tempat ia menyebutkan, khususnya, beberapa contoh pemikiran dari pengikut-pengikut fundamentalis ini yang diambil dari salah satu wawancaranya. Oleh karena kekhawatiran akan terlalu panjang, kami tidak mengutip pembicaraan tersebut. Lihatlah sumber tersebut.

68

43

Pat Robertson
Tokoh yang kedua adalah Pat Robertson, yang dikenal di seluruh Amerika sebagai bintang televisi religius. Pria ini mendirikan stasiun televisi melalui penyiaran satelit dan dapat mencakup lebih dari enam puluh negara di dunia. Pria ini mengatakan bahwa ia sudah menerima lebih dari empat juta panggilan telepon dari salurannya yang bebas pulsa. Panggilan ini mencakup fatwa religius, pertanyaan dan garis pedoman Gereja. Ia dan rekan-rekannya yang menjawab panggilan ini. Pada tahun 1988, Robertson mengumumkan pencalonan dirinya dalam nominasi partai Republik untuk jabatan Presiden Amerika Serikat dengan tujuan menentang George Bush, yang pada waktu itu Wakil Presiden, sebagai nominasi dari partai Republik. Akan tetapi, kemudian Robertson mencabut tawarannya. Apakah Anda melihat pengaruh yang dinikmati pria ini yang memperbolehkannya untuk menempuh jalan ke kursi kepresiden Amerika Serikat? Ia berada di antara para pemimpin fundamentalis ekstrimis di Amerika. Rupanya politik hanya dilarang untuk “fundamentalis” yang Muslim! Ada saluran televisi yang terkenal, yaitu CBN71, yang dimiliki oleh Pat Robertson dan grup fundamentalis evangelisnya. Stasiun ini beroperasi terus-menerus selama 24 jam dan perhatian utamanya adalah acara-acara tentang desakan religius. Ia juga mengelola acara 700 Club72 serta menjadi pendiri dan rektor Universitas Regent. Mengenai Pat Robertson, The New York Times menulis, “Pat Robertson hanya memikirkan Hari-Hari Terakhir, Kedatangan Kedua Yesus Kristus, dan pecahnya perang Armageddon.” Robertson mengharap kembalinya Al-Masih – ‘alaihis-salam – pada akhir milenium kedua ini. Robertson berlandaskan pada kepercayaan bahwa “lahirnya kembali Israel adalah tanda satu-satunya bahwa perhitungan detik-detik terakhir untuk dunia ini sudah dimulai,” dan juga “dengan lahirnya Israel semua ramalan akan cepat terwujud,” yaitu, semua yang dikatakan dalam Alkitab bahwa hal itu akan terjadi akibat keutuhan kembali negara Israel. Pada acaranya, 700 Club, Robertson senantiasa menekankan permusuhannya kepada kaum Arab, yang ia sebut sebagai “Musuh-musuh Tuhan.” Ia percaya tidak ada tempat untuk memberi keadilan kepada orang-orang Palestina selama “Tuhan menghendaki pendirian Israel dan penetapan batas-batas wilayahnya.” Menurut pendapatnya isu
71 72

Christian Broadcasting Network. – Catatan Penterjemah. Acara 700 Club ditonton di seluruh Amerika Utara dan di 84 negara lain. – Catatan Penterjemah.

44

tersebut bukan berasal dari sudut pandang manusia, melainkan kehendak Tuhan dan pernyataan- pernyataan yang jelas dalam Taurat. Di antara tingkah laku aneh pria ini adalah saat Israel menduduki Lebanon Selatan, ia mendirikan sebuah stasiun televisi yang ia namakan “Bintang Harapan.” Stasiun ini menyiarkan acara dari daerah yang dikuasai oleh seorang separatis dari Lebanon dan agen Israel, Mayor Haddad.73 Pada pembukaan stasiun ini, yang mempunyai jangkauan siaran meliputi Syiria, Irak, Turki, Mesir, and bagian utara semenanjung Arab, Pat Robertson mengatakan, “Qur’an dan ajaran Islam tidak memenuhi kebutuhan yang paling dalam di hati manusia. Ini zaman krisis dan Islam berdiri di atas doktrin yang bercabang...,” ia mengharap kejatuhan dan keruntuhan Islam. Robertson melanjutkan, “Walaupun ada prasangka yang berakar sangat dalam, terdapat keterbukaan yang baru terhadap pesan ajaran-ajaran Injil, andai saja televisi bisa menyediakannya.”74 Dalam salah satu pernyataannya, Robertson mengatakan bahwa penaklukan Israel atas Yerusalem pada perang Juli 1967 adalah “tanda paling hebat mengenai ramalan dalam kehidupan kita;” bahwa “zaman Gentile (non-Yahudi) sudah berakhir”75 dan jaringannya akan menjadi “sebagian yang hidup dari gerakan Tuhan untuk mendukung Israel.” Pria ini, Pat Robertson, pernah menjadi bagian delegasi resmi yang mendampingi Bush dalam kunjungannya ke Sudan pada tahun 1985 dan yang kemudian menghasilkan persetujuan Amerika-Sudan untuk mengungsikan Yahudi Falasha ke Israel. Ini memberi petunjuk tentang hubungan kuat antara Robertson dengan Presiden Amerika George Bush.76 Robertson juga mengirim pesawat-pesawat dari Amerika dan Lebanon Selatan untuk membawa Yahudi Falasha ke Israel. Dengan semua yang dilakukannya, jangan lupa bahwa pria ini adalah seorang pemimpin fundamentalis Evangelis, bukan seorang Yahudi. Pada tanggal 12-11-1412 H, koran Asyarq Al-Awsath memuat sebuah artikel berjudul “Pengajar Religius Membeli Kantor Berita Terbesar di Amerika.” Artikel tersebut memberi rincian tentang bagaiman perusahaan Pat Robertson, United States Media Corporation, membeli United Press International (UPI) yang terkenal itu. Artikel ini menambahkan pula bahwa “U.S. Media Corporation adalah cabang dari Christian Broadcasting Network (CBN) yang dimiliki Robertson, yang terdiri dari sejumlah stasiun
Ironis sekali bahwa media Arab menyebut kelompok milisi Kristen ini dari Lebanon sebagai “agenagen,” seperti tidak ada agen Yahudi di wilayah itu kecuali mereka. 74 Alan Dehmer, op. cit., hlm. 6. – Catatan Penterjemah. 75 Referensi kepada Lukas 21:24. Falwell penah membuat pernyataan yang serupa. Falwell mengatakan, “Saya percaya bahwa zaman Gentile sudah berakhir dengan pengambilan Yerusalem oleh Yahudi pada tahun 1967, atau akan mengakhiri dalam waktu dekat.” – Catatan Penterjemah. 76 Bush mengakui bahwa ia “membawa Pat Robertson ikut dalam perjalanan itu, dan itu sangat memberi pelajaran, karena organisasinya terlibat.” The New York Times, 1 Maret 1985. Lihat George Bush bersama Doug Wead, George Bush: Pria Berintegritas, hlm. 37. – Catatan Penterjemah.
73

45

televisi dan radio yang tersebar di seluruh wilayah Amerika Serikat, khususnya siaran di saluran The Family Channel yang memiliki langganan sebanyak 54 juta keluarga Amerika.77

George Otis
Tokoh terkemuka ketiga dari kalangan fundamentalis Evangelis adalah George Otis.78 Ia mengelola suatu organisasi besar yang dikenal sebagai “High Adventure Ministry.” Organisasi ini percaya bahwa Taurat adalah Firman Allah secara harfiah. Maka ia percaya bahwa Israel merupakan pendahuluan dari kedatangan kedua Al-Masih –’alaihis-salam. Ia mendukung Yahudi sepenuhnya. Salah satu iklan yang dipasangnya berbunyi:
Kita terbatas kepada keamanan Israel. Kita percaya bahwa SEMUA Tanah Suci adalah kepunyaan Kaum Yahudi yang tidak dapat dicabut...

Pengumuman tersebut menambahkan:
...dan kita percaya bahwa berdirinya negara Israel di zaman ini adalah pemenuhan ramalan Alkitab yang tak dapat disangkal, bentara kedatangan Al-Masih...

Mike Evans
Tokoh fundamentalis Kristen terkemuka lainnya adalah Mike Evans. Ia juga mempunyai hubungan akrab dengan Presiden Amerika George Bush.79 Di antara para fundamentalis Kristen, ia adalah orang yang paling ekstrim. Dari pendapat-pendapatnya, dapat disimpulkan bahwa ia mempercayai dukungan Amerika Serikat untuk Israel. Menurutnya, tindakan tersebut adalah untuk Allah dan untuk mendukung firman Allah.

77 78

Robertson kemudian mengambil tawarannya kembali. – Catatan Penterjemah. Dari California. – Catatan Penterjemah. 79 Grace Halsell (hlm. 187) mengutip dari seorang pendeta Evangelis yang mengatakan Pendeta Mike Evans punya persahabatan dengan Bush dan bahwa “Ia bergerak di kalangan orang partai Republik dan membujuk orang untuk memberi suara –untuk orang kita, Reagan dan Bush... Ia percaya kepada satu Amerika yang mendukung Israel.” Pendeta ini juga menjelaskan bahwa “Mike Evans beragama Yahudi. Dan ia pindah agamanya ke agama Kristen untuk membantu kaumnya, tetapi ini tidak berarti ia pergi ke Israel dengan tujuan memindahkan agama orang-orang Yahudi. Sama sekali tidak begitu. Tetapi ia ingin menunjukkan kepada Israel dan kaum Yahudi bahwa kita cinta mereka dan kita dukung mereka... Dan Tuhan memberitahu kepada kita bahwa Ia akan memberkahi orang-orang yang memberkahi kaum Yahudi.” Ia kawan George Bush di partai Republik, sahabat akrab, dan pendukung untuk tawarannya masuk pemilu sejak masa Reagan. Oleh karena ini, kita bisa mengetahui apa kenyataan “Legitimasi Internasional” dan “New World Order” yang diserukan oleh Bush.

46

Dia mengadakan acara televisi khusus selama satu jam yang diberi nama “Israel: Kunci Keselamatan Amerika” yang disiarkan melalui 50 stasiun televisi dan menjangkau 25 bagian wilayah Amerika. Dia juga mengatakan jika Israel melepaskan kekuasaannya atas Tepi Barat dan mengembalikannya ke orang-orang Palestina, ini memberi kesan bahwa Israel sudah menolak janji Allah dalam Taurat. Dan akibatnya, Israel akan menghadapi kehancuran, begitu juga dengan Amerika seandainya dia membiarkan dan menyetujui perlawanan Israel terhadap kitab Allah.80 Evans memohon kepada orang-orang Amerika untuk mendukung ‘kawan terbaik Amerika...’ dengan menandatangani ‘Proklamasi Berkah untuk Israel,’ sebab “Tuhan mengatakan dengan jelas kepada saya untuk memproduksi acara televisi ini.” Dengan kata lain, acara yang ia produksi, yang kemudian disiarkan oleh 50 stasiun TV, merupakan wahyu Allah kepadanya dan berita gembira untuk manusia mengenai pengembalian kaumnya kepada tanah mereka. Acara khusus ini ditonton oleh puluhan juta orang di Amerika Serikat, Eropa, dan Amerika Latin. Dikarenakan ia pernah belajar seni periklanan, Evans – seperti ahli lain di bidang penyiaran religius – mengerti cara mengunakan media. Dia pandai menggunakan ketrampilannya untuk memancing atau melakukan provokasi. Di antara hasutannya yang aneh tapi cerdas, yang bertujuan untuk mendatangkan sentimen positif Amerika terhadap Israel, adalah ide “Yer USA lem, D.C.” Telah diketahui bahwa ibukota Amerika adalah Washington, D.C. Disebutkan demikian supaya berbeda secara jelas dengan negara bagian yang juga bernama Washington. Pria ini memberi nama kepada apa yang menurutnya adalah ibu kota Israel, Yerusalem, menjadi Yerusalem, D.C., (maksudnya David’s Capital – Ibu Kota Nabi Daud). Dan dia berhasil mengisi jiwa orang Amerika dengan ide seperti ini. Ketika memproklamasikan Yerusalam, D.C.-nya, Evans menyapa “Presiden Amerika Serikat dan Perdana Menteri Israel,” sebagai berikut:
Kita percaya bahwa Yerusalem dimiliki oleh Tuhan yang Maha Kuasa...

Hal ini dimaksudkan untuk mempengaruhi serta menekan Presiden Amerika dan Perdana Menteri Israel supaya tidak menyerah mengenai status Yerusalem sebab ia dianggap milik Allah, maka tak ada yang punya hak untuk menyerah atas kota tersebut. Evans melanjutkan:
... dan kita percaya bahwa Firman Tuhan tak dapat ditawar. Lagi pula, kita percaya bahwa kitab suci secara jelas mengakui Yerusalem sebagai ibu kota spiritual Israel dan bahwa Al-Masih Yahudi akan kembali ke tempat itu.
80

Paul Findley, Mereka Berani Bicara: Perorangan dan Institusi Menghadapi Lobi Yahudi, hlm. 240. – Catatan Penterjemah.

47

Lalu, siapakah “Al-Masih Yahudi” ini sebenarnya? Dia tidak lain adalah Dajjal! Evans melanjutkan:
Maka, kita berjanji untuk berdoa bagi bangsa Israel, dan mendukung mereka dalam perjuangan untuk kemerdekaan dan perdamaian. Kita percaya kepada Firman Tuhan yang mengatakan, “Aku akan memberkahi orang-orang yang memberkahi kamu dan mengutuk orang-orang yang mengutuk kamu.” Kita percaya Amerika harus mendukung Israel...Firman Tuhan mengakui Yerusalem dan kita harus mengakui Firman Tuhan.

Evans lalu mengedarkan petisinya “Yer USA lem, D.C.” di Amerika. Jumlah orang Amerika yang pada akhirnya menandatangani petisi tersebut mencapai satu juta orang. Semua tanda tangan ini kemudian dikirim kepada Presiden Amerika dan Perdana Menteri Israel.

Kedutaan Kristen Internasional
Ada kelompok fundamentalis Evangelis yang percaya kepada Taurat dan Injil secara harfiah dan mengakui bagi Yahudi bahwa Janji “Palsu” mereka berasal dari Allah. Kelompok ini dikenal sebagai “Kedutaan Kristen Internasional.” Mereka percaya bahwa Allah-lah yang telah mendirikan “kedutaan” ini. Dengan markas besarnya di Yerusalem, organisasi ini memiliki cabang-cabang di seluruh dunia. Pendiri sekte ini pernah mengatakan, “Yerusalem adalah satu-satunya kota yang dipedulikan oleh Tuhan.”81 Organisasi ini percaya bahwa jika Israel tidak selamat, tidak ada tempat bagi kedatangan Al-Masih yang kedua. Organisasi ini bukan hanya mendukung Israel, tetapi mereka juga mendukung kebijakan perluasan wilayah dan menganggap Tepi Barat dan Jalur Gaza sebagai hak yang diberikan Tuhan kepada kaum Yahudi. Organisasi ini dianggap organisasi yang paling berbahaya di Amerika, bahkan di dunia. Pada mulanya mereka memiliki tujuh tujuan. Tujuan yang ke-tujuh adalah “mengajarkan Kristus kepada kaum Yahudi” di tanah Palestina. Yaitu, kaum Yahudi sebaiknya percaya kepada kedatangan Al-Masih yang kedua dan menjadi orang Kristen sebagai persiapan untuk kedatangan ini. Akan tetapi, kaum Yahudi berhasil menghilangkan tujuan ke-tujuh itu. Dan sekarang masih tersisa enam dari tujuh tujuan asli program ini. Mari kita baca tujuan-tujuan tersebut: 1. Memberi perhatian kepada kaum Yahudi, terutama untuk Negara Israel yang sudah terlahir kembali. 2. Mengingat dan memberi dorongan kepada orang Kristen untuk mendoakan Yerusalem dan tanah Israel.
81

Edward Walsh, “Kristen Kanan Memeluk Israel,” The Washington Post, (21 April, 1984). – Catatan Penterjemah.

48

3. Mengajar dan mendidik orang Kristen di seluruh dunia mengenai apa yang sedang terjadi di Israel. 4. Merangsang pemimpin Kristen, gereja-gereja, dan organisasi-organisasi agar mempengaruhi negara-negara mereka atas nama Israel dan kaum Yahudi. 5. Memulai atau membantu proyek-proyek di Israel untuk kesejahteraan kaum Yahudi. 6. Menjadi pengaruh untuk mendamaikan kaum Arab dan kaum Yahudi. Sekali lagi, tujuan yang ke-tujuh dihapus. Sekarang kami akan menyajikan satu contoh perbuatan organisasi ‘gurita’ ini yang tersebar di seluruh dunia. Seperti Anda ketahui pada tahun 1898, Kongres Zionis pertama diselenggarakan di Basel, Swiss dan dihadiri oleh Herzl. Dan organisasi ini secara sengaja ingin mengadakan kongres mereka pada kota yang sama; bukan untuk Zionisme Yahudi tetapi untuk Zionisme Fundamentalis Evangelis. Akhirnya, pada tahun 1985 mereka mengadakan kongres tersebut. Mukadimah pernyataan kongres tersebut adalah:
Kita, para utusan dari berbagai negara dan latar belakang gereja yang berbeda– di aula tempat Dr. Theodore Herzl dan utusan yang tergabung dalam Kongres Zionis pertama, 88 tahun silam, membuat pondasi untuk lahirnya kembali Negara Israel–hadir di sini untuk berdoa dan mendekatkan diri kepada Tuhan, untuk mengakui utang besar kita kepada (kaum, Tanah dan Keyakinan) Israel dan untuk menunjukkan solidaritas kita terhadapnya. Kita menyadari bahwa hari ini, setelah penderitaan buruk yang dialami oleh kaum Yahudi, mereka masih menghadapi kekuatan yang penuh kebencian dan bersifat merusak, sama seperti dulu. Sebagai orang Kristen, kita menyadari bahwa Gereja seringkali mengabaikan sejarah panjang penderitaan dan penyiksaan kaum Yahudi. Kita berkumpul menjadi satu di sini, di Eropa, setelah 40 tahun berakhirnya Holocaust (pembunuhan Nazi kepada Yahudi pada PDII), untuk menunjukkan dukungan dan memberikan suara kepada negara yang kelahirannya disiapkan di tempat ini. Kita mengatakan “Tidak (akan pernah terjadi) lagi” kepada kekuatan yang ingin holocaust baru kepada bangsa Yahudi.

Dalam pernyataannya juga dikatakan:
Kita mengucapkan selamat kepada Negara Israel dan warganya atas semua yang mereka raih dalam waktu kurang dari empat dasawarsa. Kita mendesak kalian supaya menguatkan (kepercayaan kalian terhadap) Tuhan dan tetap berada dalam kekuatan-Nya pada saat kalian menghadapi banyak rintangan di masa depan. Kita juga memohon dengan sangat dan dengan rasa sayang kepada kalian: coba pahami dengan lebih jelas dan lebih terbuka bahwa tangan Tuhanlah, seperti diramalkan dalam Kitab Suciku, yang mengembalikan tanah dan mengumpulkan orang-orang terusir, bukan dari kekuatan tangantanganmu sendiri. Akhirnya, kami menyerukan kepada setiap orang Yahudi di seluruh dunia untuk mempertimbangkan untuk kembali ke Israel. Selain itu, kami menyerukan kepada setiap orang Kristen untuk

49

secara sukarela mendorong dan mendukung teman-teman Yahudi mereka dalam mengambil langkah selagi terinspirasi oleh Tuhan.

Jangan lupa bahwa konferensi ini diselenggarakan untuk orang-orang Kristen. Jangan salah menafsirkan kutipan ini dan membayangkan bahwa konferensi ini dimaksudkan untuk fundamentalisme Yahudi. Sekarang mari kita tinjau kembali resolusi-resolusi konferensi ini dan melihat hubungan antara resolusi ini dengan orang kristen serta urusan agama mereka. Mari kita baca unsur terpenting dari resolusi-resolusi tersebut: 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. Tidak ada kelonggaran untuk Uni Soviet selama Yahudi Soviet tidak boleh beremigrasi ke Israel. Hubungan luar harus dibuka oleh Israel; Israel diterima secara internasional. Seharusnya semua negara mengakui Israel. Seharusnya semua negara mengakui kepemilikan Israel atas Judea dan Samaria. Seharusnya semua negara memindahkan Duta Besarnya ke Yerusalem. Seharusnya semua negara sahabat berhenti memasok senjata ke musuh Israel. Semua pemerintah harus berhenti mendengarkan teroris. Kami mengutuk semua bentuk Anti-Semitisme. Kami mengingat kekejaman-kekejaman anti-Yahudi di masa lalu dan memutuskan “Tidak Lagi.” Kami mendukung perkampungan kembali untuk para pengungsi dari Israel dan untuk mencari keadilan bagi pengungsi Yahudi. Mari kita membantu Israel secara ekonomi dan menciptakan Penggalangan Dana Internasional. Seharusnya semua negara melarang persetujuan boikot-boikot anti-Israel. Kita mempersilakan W.C.C. untuk melihat hubungan Alkitab dengan tanah dan bangsa. Kita berdoa untuk Kerajaan Tuhan yang akan datang.82

Berdasarkan dari apa yang mereka miliki, orang Kristen mengartikan “Kerajaan Tuhan” sebagai Kerajaan Al-Masih, putra Maryam. Sedangkan kaum Yahudi – seperti yang sudah disebutkan – mereka mengartikannya dengan kerajaan Dajjal. Oleh sebab itu, saya harus menekankan bahwa mereka yang percaya kepada janji dari Taurat, adalah orang yang percaya kepada Dajjal. Maka, semua orang yang percaya atau setuju dengan rencana untuk membiarkan Israel hidup dalam batasan negara yang aman, maka dia – baik dia menyadarinya atau tidak – bekerja untuk pendiri kerajaan Dajjal dan berusaha untuk mewujudkan ramalan-ramalan Taurat yang diklaim oleh mereka; maka ia – baik ia senang atau tidak, baik ia tahu atau tidak – melayani tujuan Zionis fundamentalis Evangelis ini bersama orang-orang Yahudi yang juga mempercayainya.

82

Mengenai Kedutaan Kristen Internasional dan Kongres ini melihat al-Bu’d ad-Dini (Dimensi Religius), hlm. 14 dan Ramalan dan Politik, hlm. 133 ff.. Penulis Grace Halsell menghadiri kongres ini dan memberi kesaksian langsung terhadap apa yang terjadi.

50

Sikap Orang-Orang Islam
Di sinilah adanya persimpangan antara mereka yang Islami dan mereka yang – seperti anjing menjulurkan lidahnya– lari kepada fatamorgana Madrid dan penurunan tahta yang akan datang. Maka tidak ada kesulitan atau keragu-raguan dari pihak kami untuk menjawab pertanyaan dengan tegas dan terus terang, “Apa sikap orang-orang Islam terhadap konferensi perdamaian Madrid?”. Sikapya adalah penolakan secara tegas dan menyeluruh, bukan dari sifat keras kepala dan tidak fleksibel, tetapi sebagai sikap teologi yang wajib. Jika para penganut Taurat dari kaum Yahudi dan fundamentalis Kristen tidak samarsamar dalam mengumumkan penolakan total ide perdamaian yang diberi referensi sebagai rencana Jenewa – dan kita akan mengutip pernyataan-pernyataan mereka mengenai itu – (maka) mereka yang memiliki “Janji Benar” Allah, Firman abadi Allah dan catatan Allah yang jujur, lebih pantas dan berhak untuk mengambil sikap demikian.

Pengutukan Bersama
Dalam dunia pers Barat dan Arab, beberapa pertanyaan mengenai rahasia di balik gabungan kaum “fundamentalis” dalam menolak proses perdamaian sudah muncul di sana-sini. Jawabannya –mencatat keberatan kami atas gelar “fundamentalis” yang diberikan kepada umat Islam yang berbau persekongkolan – adalah bahwa titik temunya adalah kepercayaan setiap orang– menurut kepercayaannya – terhadap sebuah “Janji” yang diberikan oleh Allah. Kita percaya kepada “Janji yang Benar” yang berasal dari Allah, dan mereka percaya kepada sebuah “Janji yang Palsu” yang mereka anggap berasal dari Allah – Subhanahuwata’ala. Dan dua Janji ini tidak akan pernah bertemu. Perbedaannya adalah, kita – alhamdulillah – mendasarkan Janji kita atas Firman Allah dan kata-kata Rasul-Nya – sallallahu ‘alaihi wa sallam – serta kenyataan kejadian sejarah.

51

-8JANJI YANG BENAR
Pada setiap rakaat dalam salat, kita membaca al-fatihah; yang di dalamnya kita membaca kalam Allah – Subhanahuwata’ala;
Tunjukilah kami jalan yang lurus, (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau anugerahkan nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat. Q.S1:6-7

Mereka yang dimurkai adalah kaum Yahudi, sedangkan mereka yang sesat adalah kaum Kristen. Maka, dalam setiap putaran salat, kita membaca kata-kata yang di dalamnya mengandung arti bahwa Janji yang diklaim oleh mereka dicabut dan dibatalkan, sedangkan jika Ibrahim – sallallahu ‘alaihi wa sallam – diberi sebuah Janji, maka Janji ini tidak lain adalah Janji Allah – Subhanahuwata’ala – kepada umat monoteistik ini.

Keturunan Ismail
Umat yang disebut dalam Taurat akan diberkahi berlipat kali, diperbanyak jumlahnya, dan dimasukkan ke dalam semua bangsa dan suku bangsa Allah – Subhanahuwata’ala – tidak lain adalah umat Muhammad – sallallahu ‘alaihi wa sallam. Ramalan-ramalan ini merujuk kepada orang-orang Arab dari keturunan Ismail. Merekalah yang sudah memasuki semua bangsa. Sekarang Anda dapat menemukan orang-orang Arab di manamana; di antara orang-orang India, Afghanistan, Eropa, Berbers, dan Etiopia. Bangsa Arab inilah, seperti disebut dalam Taurat, yang sudah masuk ke dalam setiap bangsa. Dan bangsa Arab inilah yang telah Allah perbanyak jumlahnya dan diberi berkah, serta kepada merekalah diberikan tanah ini. Imam Ahmad dan at-Tirmidzi – yang mengumumkan keasliannya – meriwayatkan bahwa Nabi – sallallahu ‘alaihi wa sallam – mengatakan:
Allah – ‘azza wa jalla – memilih Isma’il dari bani Ibrahim. Kemudian Allah telah memilih suku Kinanah dari anak Isma’il. Kemudian

52

memilih suku Quraisy dari Kinanah, memilih Bani Hasyim dari Quraisy, dan memilihku dari Bani Hashim.84

Hal yang termasuk dalam “Pilihan KeIlahian” ini adalah semua ayat Al-Qur’an dan pernyataan Kenabian85 yang memberi kabar gembira kepada peningkatan Islam di atas semua agama dan cara hidup yang lain dan pendiriannya di atas bumi.

Janji Allah Mengenai Orang-Orang Yahudi
Janji Allah

lmengenai kaum Yahudi sangat jelas. Allahlberfirman:
Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu memberitahukan, bahwa sesungguhnya Ia akan mengirim kepada mereka (orang-orang Yahudi) sampai hari kiamat orang-orang yang akan menimpakan kepada mereka azab yang seburuk-buruknya. Sesungguhnya Tuhanmu amat cepat siksa-Nya, dan sesungguhnya Ia adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Q.S7:167

Inilah Janji Allah yang tidak akan pernah Ia ingkari. Mereka yang setuju dengan apa yang sudah terjadi di Madrid dan apa yang kemudian menyusul, berlawanan dengan ayat Al-Qur’an ini. Janji Allah adalah bahwa “Ia akan mengirim kepada mereka (orang-orang Yahudi) sampai hari kiamat orang-orang yang akan menimpakan kepada mereka azab yang seburuk-buruknya…” Hitler hanya merupakan sebagian dari Janji tersebut, PLO juga hanya sebagian dari Janji itu, dan jihad yang berlaku dalam wilayah yang diduduki (oleh kaum Yahudi) juga hanya sebagian dari janji itu. Janji ini akan sampai kepada tujuannya dengan kehancuran kaum Yahudi; sebagaimana Allah berfirman:

l

l

Mereka diliputi kehinaan di mana saja mereka berada, kecuali jika mereka berpegang kepada tali (agama) Allah dan tali (perjanjian) dengan manusia, dan mereka kembali mendapat kemurkaan dari Allah dan mereka diliputi kerendahan. Q.S3:112

Kehinaan dan kemiskinan akan meliputi mereka kecuali dalam situasi luar biasa di saat “mereka berpegang kepada tali (agama) Allah dan tali (perjanjian) dengan manusia.” Selain dalam situasi luar biasa seperti ini mereka akan diberi penangguhan. Pada saat
Kecuali kalimat yang pertama di atas, pernyataan dari Nabi ini ditemukan dalam buku Sahih karya Muslim dalam pembukaan Kitab al-Fada’il (Buku Kebajikan). Namun, arti kalimat yang pertama ini sebenarnya betul, walaupun sanadnya tidak dibenarkan sampai ke Nabi. Hal ini ditunjukkan oleh teks AlQur’an yang menegaskan bahwa Isma’il mengambil bagian bersama ayahnya untuk membangun Rumah dan tanda-tanda (seperti dibuktikan oleh para ulama) bahwa Ismail adalah obyek pengorbanan. Lihat Kitab al-Fada’il (Buku Kebajikan) dalam al-Mustadrak. Bukti lain tentang adanya fakta bahwa Quraisy adalah kaum terpilih dan suku Kinanah adalah keturunan Ismail dapat dilihat dengan jelas dalam teks seperti yang diriwayatkan oleh Muslim. Hal ini kemudian membuktikan bahwa Ismail adalah yang terpilih. 85 Kami akan mengutip beberapa pernyataan ini. Shaikh al-Albani sudah menghimpun sebagian dalam permulaan karyanya Silsillah as-Sahihah.
84

53

mereka menjadi mapan kembali, dan kembali kepada cara biasa mereka, Sunnatullah juga akan berlaku kembali atas mereka.
Dan apabila datang saat hukuman bagi (kejahatan) yang kedua, (Kami datangkan orang-orang lain) untuk menyuramkan muka-muka kamu dan mereka masuk ke dalam Temple, sebagaimana musuh-musuhmu memasukinya pada kali pertama dan untuk membinasakan sehabishabisnya apa saja yang mereka kuasai. Mudah-mudahan Tuhanmu akan melimpahkan rahmat(Nya) kepadamu; dan sekiranya kamu kembali kepada (kedurhakaan), niscaya Kami kembali (mengazabmu). Q.S. 17:7-8

“Dan sekiranya kamu kembali, niscaya Kami kembali,” yaitu di masa kapan saja mereka kembali untuk menyebar kerusakan di atas bumi, maka azab Allah akan kembali pula kepada mereka. Karenanya Nabi n menyampaikan kepada kita kabar gembira berikut:

l

Belum akan terjadi kiamat sebelum kamu semua (kaum Muslimin) memerangi orang-orang Yahudi, sehingga orang-orang Yahudi bersembunyi di balik-balik batu atau pohon. Lalu kata batu atau pohon, “Hai, Muslim! Hai ‘Abdullah! Ini orang Yahudi bersembunyi di belakangku. Ke sinilah, bunuh ia!”86

Demi Allah, ini akan terjadi sebab yang memberitahu kita tentang semua ini adalah Rasulullah n .

Kembalinya Al-Masih
Kita percaya ini akan terjadi, seperti Nabi n beritahukan dalam banyak hadits mutawattir, bahwa dengan Izin Allah , sang Al-Masih q akan turun ke bumi.

l

Ketika Al-Masih as. turun, ia akan membunuh kaum Yahudi dan kaum Kristen. Orang yang pertama yang akan dibunuh oleh Al-Masih as. adalah “Raja Yahudi,” sang Dajjal. Al-Masih – seperti disebut dalam hadits Nabi yang sahih – akan membunuhnya di pintu (gerbang) Lod di tanah Palestina.87 Setelah itu, ‘Isaq tidak akan mengizinkan atau menerima agama selain Islam kecuali kematian. Ia, seperti sabda Rasullullah n , akan “menghancurkan palang salib, membasmikan babi, dan menghapuskan perpajakan.” Tidak akan ada pilihan lain untuk kaum Kristen kecuali untuk menjadi Muslim atau mati di tangan Al-Masih, ‘Isaq , dan orang-orang Muslim yang bersamanya. Semua hadits Nabi mengenai ‘Isa q , berlawanan dengan apa yang mereka katakan di Madrid dan apa yang mereka akan katakan kemudian.

86

Hadits Nabi – sallallahu ‘alaihi wa sallam – ini diriwayatkan oleh al-Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah; Imam Ahmad melaporkan yang sama dari Samurah. 87 Rinciannya terdapat di buku yang saya sudah sebut di atas, yakni Ashrat as-Sa’ah (Syarat-Syarat yang menggembar-gemborkan Hari Kiamat).

54

Mahdi
Demikian juga semua hadits Nabi mengenai munculnya Mahdi di akhir zaman, juga berlawanan dengan apa yang sedang mereka katakan. Ini karena umat Islam pada mulanya akan memerangi musuh-musuh mereka di bawah kepemimpinan Mahdi. ‘Isa q kemudian akan muncul dan mengikuti pertempuran. Rasulullah n sudah menunjukkan pada serangkaian peristiwa serupa dengan kata-katanya, “…dan pemimpin kalian akan berasal dari kalian.”89 Ketika ‘Isa q turun, ia akan shalat di belakang Mahdi untuk menunjukkan dan mengumumkan bahwa ia q tidak datang dengan syariah yang baru, akan tetapi ia adalah pengikut syariah Muhammad n . Oleh karena itu ‘Isa akan salat di belakang Mahdi dan berperang di sisi kaum Muslimin.

Tanah Kesengsaraan dan Peperangan
Demikian juga semua hadits sahih Nabi n yang banyak berisi tentang semua kesengsaran dan peperangan yang akan terjadi sebelum datangnya Kiamat. Semua hadits tersebut menunjukkan bahwa wilayah ini akan menjadi tempat kesengsaran yang hebat, peperangan, dan pertumpahan darah – sedangkan mereka mengklaim bahwa New World Order akan menjadi wilayah yang aman dan damai –. Nabi n sudah bersabda bahwa “Kiamat tidak akan datang hingga kaum Kristen, yang akan mendarat di al-‘Amaq, memerangi kamu.” Dalam riwayat lain, “…sehingga kaum Kristen mendarat di Dabiq.”90 Daerah Syam adalah wilayah peperangan ini. Permukaan yang luas ini akan menjadi tempat peperangan hebat. Maka, di sanalah, dengan Izin Allah , akan terjadi perang Muslim yang akan mengawali penaklukan kota Konstantinopel dan penaklukan Roma – kota yang sebagian berada di tanah dan sebagian lain berada di laut.

l

Semua hadits Nabi n yang menyebutkan kebaikan tanah Syam – yang banyak disebut dan dikomentari oleh Syaikhul-Islam Ibnu Taimiyah – memberitahu kita bahwa di harihari terakhir, tanah Syam akan menjadi pusat kekuatan Muslim91, tempat di mana mereka akan berkumpul. Di sana pula kaum Muslimin akan memerangi kaum Kristen. Hadits-hadits dari Nabi – yang terlalu banyak untuk disebut saat ini – mengingkari katakata sebelumnya– yang sudah kita baca dan dengar. Kata-kata tersebut terdapat dalam
89

Dilaporkan oleh al-Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah dan artinya bisa didapat dalam apa yang dilaporkan oleh Muslim dari Jabir. 90 Ini merupakan bagian dari hadits yang panjang dari Nabi yang dilaporkan oleh Muslim dalam Kitab alFitan (Bab Berbagai Fitnah) dari Abu Hurairah dan juga dengan riwayat yang serupa dari Ibnu Mas’ud. Kedua hadits ini adalah inklusif dari apa yang kita simpulkan di atas. al-‘Amaq dan Dabiq adalah dua bukit dekat Aleppo, Syiria. – Catatan Penterjemah. 91 Seperti disebut dalam hadits Nabi yang dilaporkan oleh Abu Daud bahwa “Tempat kaum Muslimin pada hari peperangan adalah di tanah yang berhutan di samping kota yang bernama Damaskus.”

55

Taurat yang sudah rusak, pernyataan-pernyataan para pemimpin Amerika, fundamentalis Kristen, atau apapun yang dikatakan oleh musuh-musuh Allah .

l

Di konferensi Madrid, Bush mengumumkan bahwa tujuan konferensi tersebut adalah “…bukan hanya untuk mengakhiri perang di Timur Tengah dan menggantikannya dengan keadaan yang bebas perkelahian. …Tapi kita mencari perdamaian yang sesungguhnya.” Namun Allah membuktikan bahwa pernyataan dan seruan ini tidak benar. Kebencian kaum Musliminin kepada mereka akan selalu ada.
“Dan jika kamu berpaling niscaya Ia akan mengganti (kamu) dengan kaum yang lain, dan mereka tidak akan seperti kamu (ini).” Q.S. 47:38

l

Belum lama tadi Anda telah mendengarkan ayat-ayat yang dibacakan oleh imam92: Setelah pernyataan Allah :

l

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orangorang Yahudi dan Nasrani menjadi Auliyah-mu (teman, pelindung, penolong, pemimpin, dll.); sebahagian mereka adalah Auliyah bagi sebahagian yang lain…” (Q.S. 5:51)

Dalam ayat Al-Qur’an berikutnya, Allah

lberfirman:

“Hai orang-orang yang beriman, barangsiapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintai-Nya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mu’min, yang bersikap keras terhadap orang yang kafir, yang berjihad di jalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela.” (Q.S. 5:54)

Kalau kita meninggalkan jihad di tahap ini dan percaya bahwa permusuhan sudah berakhir, berarti kita sudah berpaling dari apa yang Allah perintahkan untuk kita lakukan. Maka, Allah akan mendatangkan kaum yang lain dengan sikap dan syarat yang disebut ayat diatas.

l

Kita juga membaca pernyataan Allah

l:

“Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Ia sungguhsungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi, sebagaimana Ia telah menjadikan orang-orang yang sebelum mereka berkuasa…” (Q.S. 24:55)

92

Sebelum kuliah ini dimulai, dibacakan ayat-ayat dari Al-Qur’an. – Cat. Penterjemah.

56

Dari ayat tersebut, Allah berjanji kepada orang-orang yang beriman bahwa Ia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa atas para pemimpin yang berada di bumi sekarang ini. Allah

l

l juga berfirman:
“Dan sungguh telah Kami tulis di dalam Zabur (kitab-kitab yang diturunkan) sesudah (Kami tulis dalam) Al-Lauh Al-Mahfuz, bahwasanya bumi ini dipusakai hamba-hamba-Ku yang saleh.” (Q.S. 21:105)

Selain kabar gembira ini, yang menunjukkan kepada kita bahwa agama ini “akan sampai ke mana malam dan siang sampai”, banyak kabar gembira lain yang membenarkan “Janji yang Benar” ini dan menyangkal “Janji yang Palsu dan Tidak Benar.”
“Sebenarnya Kami melontarkan yang hak kepada yang batil lalu yang hak itu menghancurkannya, maka dengan serta merta yang batil itu lenyap.” (Q.S. 21:18)

Dengan semua ini, saya katakan, dengarlah apa yang para pendeta-pendeta fundamentalis Evangelis sedang bicarakan. Pat Robertson mengatakan:
"Saya hanya bisa mengingatkan bahwa kita akan mengalami perdamaian. Saya percaya bahwa Armageddon akan datang Armageddon akan datang. Itu akan terjadi di lembah Meggido,dan itu sedang datang. Mereka boleh menandatangani sebanyak apapun perjanjian perdamaian yang mereka kehendaki, namun tidak ada gunanya. Ada hari-hari gelap yang akan datang. Saya tidak punya rencana untuk mengalami neraka yang akan datang. Tuhan akan turun dari surga dengan satu seruan. Tuhanku! Saya gembira akan hal itu! Ia akan kembali!”93

Lihatlah bagaimana kita mirip fundamentalis Kristen dalam sikap kita mengenai Madrid dan setelahnya. Kita mengatakan – seperti yang mereka katakan – perjanjian perdamaian apapun yang kamu tanda-tangani, peperangan tetap akan datang. Lalu kita akan melihat siapa yang memiliki “Janji yang Benar” dan siapa yang memiliki “Janji yang Palsu.”
“Katakanlah: “Masing-masing (kita) menanti, maka nantikanlah oleh kamu sekalian! Maka kamu kelak akan mengetahui, siapa yang menempuh jalan yang lurus dan siapa yang telah mendapat petunjuk.” (Q.S. 20:135)

Sedangkan seorang fundamentalis Evangelis, Douglas Krieger94, memperingatkan negara Israel agar tidak menempuh jalan perdamaian. Krieger membantah bahwa “karena fundamentalis Evangelis, sama halnya dengan Yahudi Ortodoks, terpesona dengan tanah yang dijanjikan kepada Ibrahim dan keturunannya, …Israel bisa memanfaatkan para
93

Halsell, op. cit., hlm. 17. Barangkali ini kata-kata Jimmy Swaggert. Tidak ada bedanya. Kutipan ini dari Swaggert – Catatan Penterjemah. 94 Seorang pemimpin evangelis awam dari Denver, Colorado, AS. – Catatan Penterjemah.

57

mereka untuk memproyeksikan–melalui jaringan radio dan televisi yang luas–sebuah citra tentang Israel yang mencengangkan untuk orang Amerika, agar dapat diterima dan didukung. Dengan meyakinkan orang-orang Amerika akan konsep bahwa Tuhan menginginkan sebuah negara Israel yang lebih militan dan dipersenjatai. Dan seandainya Israel bertambah militan, sikap dukungan dan kegembiraan dari (Sayap) Kanan Religius di AS untuk mendukung Israel akan semakin besar.”95 Dengan demikian, Krieger bermaksud bahwa rasa cinta dari Sayap Kanan Religius Amerika kepada Israel sederajat dengan penolakan Israel kepada perdamaian, karena mereka tentu menolak perdamaian juga. James Robinson – seorang fundamentalis Evangelis yang menikmati reputasi yang begitu dihormati oleh pemerintah Amerika hingga ia pernah diundang oleh Reagan untuk memberi doa pembukaan di konvensi nasional Partai Republik – mengatakan bahwa, “Tidak akan terjadi perdamaian hingga Yesus datang.” Kaum Muslimin setuju dengan pernyataan itu, namun dari sudut pandang dan arti yang lain. Robinson menambahkan bahwa “pengajaran apa saja tentang perdamaian sebelum peristiwa kembali ini adalah ketidakpercayaan,” yakni kufr dan zandaqa. Dan ia mengatakan bahwa siapa saja yang percaya kepada perdamaian, “menentang firman Tuhan; itu merupakan anti-Kristus.”96 Itu alasanya penulis buku Khayalan dan Politik menulis:
“Sebanyak 40 juta fundamentalis-evangelis percaya dengan kuat bahwa Tuhan Sendiri menginginkan Israel memiliki semua atau bagian apa saja dari tanah orang-orang Arab yang mampu mereka kuasai.”97

Dan seperti yang mereka katakan, kita orang Kristen menunda datangnya Al-Masih dengan meniadakan bantuan kepada kaum Yahudi dalam menyita tanah lebih banyak. Sebab itu, hingga pembukaan Konferensi kaum Yahudi berkelanjutan dengan dibukanya pemukiman-pemukiman baru di Tepi Barat dan Daratan Tinggi Golan, mereka didukung sepenuhnya oleh fundamentalis Evangelis Amerika yang mengatakan bahwa siapapun yang menyalahkan pembukaan pemukiman baru adalah orang yang menunda – atau membantu dalam menunda– datangnya Al-Masih.

“Prinsip-Prinsip yang Semarak”
Salah satu pemimpin fundamentalis menyeru kaum Yahudi “janganlah tetap setia kepada ‘prinsip-prinsip yang semarak’ dari hukum internasional karena Israel dari waktu ke waktu harus melanggar hukum internasional dan memutuskan sendiri apa yang legal dan
95 96

Halsell, op. cit., hlm. 152. Ibid., hlm. 16. 97 Ibid., hlm. 154.

58

bermoral berdasarkan kepada satu ukuran: apa yang baik untuk kaum Yahudi.”98 Jika resolusi-resolusi internasional menentang pembangunan perkampungan Yahudi yang baru atau menentang apa saja yang bermanfaat untuk kaum Yahudi, maka resolusiresolusi itu tidak sah dan bukan merupakan hukum internasional. Lemparkan ke atas tembok. Sebab itu, Israel Shahak, lawan pemerintah Shamir dan anggota sebuah lembaga hak asasi manusia, mengatakan, “Sayap Kanan Baru kaum Kristen menyokong langkah militer atau tindakan kriminal apa saja yang dilakukan oleh Israel.”

98

Ibid., hlm. 156. Di sini Grace Halsell mengutip Irving Kristol, seorang Profesor Pemikiran Sosial di Sekolah Pasca Sarjana Administrasi Bisnis di Universitas New York dan jurubicara untuk komunitas cendikiawan Yahudi di kota New York. – Catatan Penterjemah.

59

-9TUJUAN-TUJUAN RENCANA PERDAMAIAN DAN AKIBATNYA
Masih tersisa satu isu penting yang harus kita hadapi. Perkara ini terdiri dari dua bagian: 1. Apa hasil yang diharapkan dari apa yang disebut saat ini dengan “inisiatif perdamaian”? Dengan demikian, apa yang ingin dicapai di kawasan ini ketika masyarakatnya didorong untuk percaya kepada “Janji yang Palsu” serta tidak beriman kepada “Janji yang Benar” dari Allah ? 2. Solusi dan saran.

l

Saya telah memberitahu bahwa tujuan mereka banyak dan hasil yang mereka harapkan tak akan menyenangkan. Saya berharap bahwa kita tidak akan menghabiskan banyak waktu dengan pokok-pokok yang halus dan rincian dari kejadian ini sedangkan tujuan jangka panjangnya akhirnya terlupakan. Apa yang saya akan sebut kepada Anda di sini bukan merupakan semua rencana mereka, hanya beberapa indikasi yang dikumpulkan dari penyataan-pernyataan mereka dari tulisan di masa lalu dan sekarang. 1. Mereka mengingikan penghapusan jihad Palestina – yang dikenal sebagai Intifadhah – dalam wilayah yang sudah mereka kuasai. Setelah ada perjanjian perdamaian, mujahidin Palestina tidak akan lagi melakukan perlawanan atas pendudukan tanah mereka, tetapi menjadi warga yang akan melawan negerinya sendiri. Maka mereka tidak akan sanksi untuk tindakan apa saja yang mereka lakukan. Hukum internasional mengakui hak setiap negara untuk menumpas warganya ketika mereka melampaui hukum. Ini merupakan satu tujuan yang penting. Sebab bahaya yang paling besar yang ditakuti oleh Israel sekarang adalah mujahidin Intifadhah. Negara-negara Arab bukan merupakan ancaman bagi Israel, dan mereka mengetahuinya dengan baik. Ketakutan Israel yang sebenarnya berasal dari kesadaran Islam yang sedang berkembang baik di dalam maupun di luar wilayah yang didudukinya.99 2. Dengan perdamaian umum ini, yaitu antara kaum Arab dan kaum Yahudi, yang bertujuan untuk mencekik dakwah Islamiyah dan menyerang gerakan Islam di mana99

Setelah pengumuman persetujuan mereka dengan pemimpinan Palestina yang melakukan pengkhianatan serta menandatangani lampiran-lampiran yang rahasia, sudah menjadi jelas bahwa komplotan ini lebih kotor daripada yang mampu dibayangkan seseorang, bahwa orang-orang Muslim yang ikut PLO akan menjadi alat untuk menindas Muslim lain dan akan menjadi aparat keamanan Yahudi. Lihat rinciannya dalam terbitan majalah Al-Mujtama’a dan Al Bayan.

60

mana. Barangkali mereka bermaksud untuk menyerang gerakan Islam dengan pukulan yang keras. “Dari Maroko ke Indonesia,” seperti yang Nixon kemukakan.100 3. Walaupun sekarang kekuatan militer Arab bukan merupakan ancaman bagi Israel, mereka tetap ingin menghancurkan semua kekuatan militer Arab yang ada di sekitar Israel. Irak dihancurkan dan langkah berikutnya adalah menghancurkan tentara Syria, sebab tentara Syria memiliki sejumlah kekuatan militer, latihan, pengalaman dan keahlian. Seandainya orang-orang yang berasas Islam mengganti rezim yang ada sekarang di Damaskus, tentara ini kemudian akan menjadi bahaya bagi Yahudi. Barangkali kehancuran tentara Syria akan dilakukan lewat pembubarannya, di tangan rezim Batini Bathist, seperti yang sudah dilakukan Sadat di Mesir. 4. Mereka ingin menaklukkan kawasan ini dengan teror militer Yahudi, memaksa hegemoni atas wilayahnya, dan mencegah berkembangnya tentara manapun di daerahnya. Tentara di kawasan ini hanya akan digunakan untuk keperluan sipil. Dasar kebenaran mereka adalah melihat perkembangan New World Order dan fungsinya untuk meng-upgrade militer. Apakah Anda ingin menggunakan tentara untuk tujuan agresif seperti Saddam? Jika Anda mencari keamanan dan batasan-batasan negara yang diakui, pengaturan internasional mampu memberi Anda jaminannya. Namun, tidak ada masalah kalau ada angkatan untuk keamanan internal yang tidak dipikirkan akan digunakan untuk melawan negara tetangga dalam keadaan apapun. Untuk mencapai tujuan ini, mereka sudah merencanakan skenario pendudukan Kuwait dan Perang Teluk. Mereka mendatangkannya dan mengembangkannya sehingga konsep “pengaturan internasional” ini menjadi prinsip yang tertanam antara semua bangsa di kawasan ini. 5. Mereka ingin mengubah acara media dan kurikulum pendidikan dengan menghilangkan segala sesuatu yang bisa menimbulkan kebencian terhadap kaum Yahudi. Tujuan ini sangat mengerikan. Di konferensi perdamaian di Madrid, Shamir mengumumkan tujuan demikian ketika ia mengatakan, “Kami ingin melihat akhir dari pengajaran beracun melawan Israel di negara-negara kalian.” Dengan berlalunya waktu, semua semboyan kebencian terhadap kaum Yahudi akan berakhir. Memang segala sesuatu yang menimbulkan kebencian religius pasti akan berakhir. Ini sudah dilakukan di Mesir setelah Perjanjian Camp David, kurikulum diubah untuk menghapuskan semua sebutan tentang peperangan Yahudi dengan Nabi – sallallahu ‘alaihi wa sallam – dan kebencian mereka terhadapnya. Hal ini menyebabkan beberapa komentator tertentu yang berbicara tentang Al-Qur’an di televisi di Mesir, menghindar dari pembahasan tentang ayat-ayat yang terkait dengan Yahudi, dan melangkah ke ayat lain.

100

Sedemikian rupa setelah persetujuan baru ini, sudah diketahui dengan baik apa yang dihadapi oleh dakwah Islamiyyah. Ini inklusif dari Mauritania ke Filipina, melewati Negara-Negara Teluk.

61

Mereka menggunakan langkah ini di seluruh kawasan. Demikian juga dengan pengubahan kurikulum pendidikan. Walaupun, sayangnya, kita mengetahui beritaberita tentang hal itu dari sudut pandang nasionalistik kaum Arab melawan kaum Yahudi, bukan dari sudut pandang Islam. Padahal di Amerika, seperti kita lihat, 20.000 sekolah mengajarkannya sebagai hal religius yang berakar dari Taurat. 6. Mereka ingin melaksanakan hegemoni Yahudi di bidang finansial dan ekonomi di seluruh kawasan ini. Ekonomi kita kalah dibanding ekonomi Barat. Dominasi ekonomi Barat tercapai dengan riba dan bank-bank yang didasarkan riba. Bagaimana kalau mereka menjalankannya di wilayah kita? Dalam kurun waktu beberapa tahun saja mereka akan mendominasi perekonomian dalam setiap negara di kawasan kita. 7. Mereka ingin menaklukkan wilayah dengan ajaran Yahudi dan Kristen. 8. Mereka ingin mencuri kekayaan minyak dan lautan di wilayah ini dan menyerahkannya kepada kaum Yahudi dan Amerika. 9. Mereka ingin merusak moral kawasan ini, sebab ini adalah modus yang digunakan Yahudi setelah mereka masuk satu wilayah. Dengan kedok pariwisata dan penggalian arkeologi, mereka akan berusaha merusak moral suatu wilayah. Semua negara di kawasan ini dalam keadaan bahaya atas ancaman kerusakan moral yang berasal dari penyebaran narkoba, prostitusi, dan pornografi. Koran-koran di sini sudah memuat bagaimana Israel mengirim perempuan ke Mesir yang membawa wabah penyakit AIDS. Mesir dijadikan sebagai sasaran karena ia merupakan pusat kekuatan dunia Islam. Teknik ini sekarang akan merajalela ke semua negara di kawasan ini. Stasiun televisi yang dimiliki oleh Yahudi yang tidak menghormati wanita merupakan salah satu unsur dari itu. 10. Mereka ingin membuka pintu sehingga intel Yahudi dapat mencapai tempat-tempat yang tidak pernah mereka impikan dapat terakses sebelumnya. Hal ini merupakan salah satu tujuan penting mereka, sebab Israel membuat rencana menurut apa yang mereka ketahui tentang satu wilayah dan kenyataannya. Maka, mereka ingin mengetahui semua rincian kebangkitan Islam, dan keadaan tentara-tentara Arab serta pertahanannya. Barangkali, tidak ada informasi yang berarti yang tidak diketahui oleh Israel. Akan tetapi, hal yang penting bagi Israel adalah untuk mengetahui semua rinciannya. 11. Inilah satu tujuan yang dikejar oleh kaum Yahudi, yaitu menggali penemuan arkeologi Yahudi yang kuno. Ada tuduhan bahwa tanah asal eksodus kaum Yahudi bukanlah Mesir, melainkan semenanjung Arabia bagian selatan. Ada di antara mereka yang membawa foto-foto dari Abha dan sekelilingnya dan mengatakan bahwa namanama dan tempat-tempat yang disebutkan dalam Taurat terdapat di sana. Mereka menganjurkan bahwa karena Raja “yang membuat parit” adalah seorang Yahudi101, mereka dapat menggali penemuan arkeologi Yahudi yang kuno.
Ini adalah rujukan kepada ayat Al-Qur’an (85:4) yang memberikan ikhtisar tentang terbakarnya orangorang Kristen dalam parit oleh seorang raja Yahudi yang Yamani. – Catatan Penterjemah.
101

62

-10SEPULUH REKOMENDASI UNTUK MENGGAGALKAN “KONSPIRASI MELAWAN YERUSALEM”
Memang, bahaya dan besarnya tantangan ini mewajibkan kita bertindak cepat untuk menghadapinya dengan melakuan reformasi total umat dengan saran-saran berikut: 1. Wajib atas kita untuk menyebarkan ilmu tentang kepercayaan aqidah di seluruh umat, dan kepercayaan yang benar di setiap tingkat, khususnya aqidah “al-wala’ wal-bara’” (sayang dan dekat kepada sesama Muslim serta tidak sayang dan menjauhi nonMuslim – Peny.). Kita juga harus memberikan pernyataan bahwa konflik Timur Tengah adalah konflik yang bersifat Islami dan pada konferensi perdamaian di Madrid, agama Islam tidak terwakili karena kita tidak mendengar di dalamnya katakata “Allah mengatakan…” atau “Rasulnya mengatakan…” atau “Yerusalem yang dimiliki oleh kaum Muslimin.” Soal Timur Tengah pada dasarnya bersifat Islami dan tidak hanya terbatas kepada orang-orang Palestina atau Arab, tetapi menyentuh semua Muslim sampai datangnya hari Kiamat. 2. Wajib atas kita untuk menghidupkan kembali peran masjid-masjid kita untuk melawan serbuan media dan pendidikan yang ditujukan kepada kita. Selama ini kita hanya memiliki masjid-masjid kita. Masjid kita – dan semua pujian hanya untuk Allah – mempunyai pengaruh besar, maka kita harus memanfaatkan perannya semaksimal mungkin. Kalau kita tidak memiliki satelit untuk melawan siaran dari satelit-satelit mereka, paling tidak kita harus memanfaatkan semaksimal mungkin efek yang kita dapat dari sarana kita satu-satunya yang kita genggam di tangan kita. 3. Wajib atas kita untuk menyatukan barisan Ahlus-Sunnah wal-Jamaa’ah di seluruh dunia. Ini – dengan izin Allah – merupakan langkah pertama menuju persatuan barisan seluruh umat atas cara Salafus-shalih. Juga wajib atas kita untuk bergabung dalam dakwah yang spesifik dan membuat rencana yang praktis untuk menyebarkan aqidah, sambil menghindar dari munculnya perbedaan dalam hal-hal seputar ijtihad. Lebih baik perbedaan dalam hal-hal ijtihad diselesaikan dengan cara yang mencerminkan rasa kasih sayang dan persaudaraan satu sama lain. Hal ini bisa tercapai dengan menyegarkan kembali cara menangani perbedaan yang ada di antara para Salaf.

63

4. Wajib atas kita untuk mendirikan lembaga-lembaga finansial Islam untuk melawan lembaga-lembaga finansial yang berdasarkan riba yang ingin menyerbu wilayah ini. 5. Wajib atas kita untuk menyadari perubahan-perubahan kecil yang sedang dimasukkan ke dalam kurikulum pendidikan kita. Kita diwajibkan untuk meningkatkan kesadaran para pelajar kita tentang ayat-ayat Al-Qur’an dan hadits Nabi – sallallahu ‘alaihi wa sallam – mengenai rencana-rencana kaum Yahudi yang ditujukan kepada kita. Kemudian, kita harus mengaitkan ayat-ayat Al-Qur’an dan hadits Nabi tertentu dengan keadaan yang sedang kita alami saat ini. 6. Wajib atas kita untuk menyebarkan harapan kepada seluruh umat dalam rangka “Janji Yang Benar” dari Allah – Subhanahu wa Ta’Ala – yang kelak akan terjadi. Supaya umat ini tidak putus asa, kita juga harus mengaitkan “Janji yang Benar” ini dengan bukti-bukti dalam syariah dan kejadian yang aktual. Sepanjang sejarah, umat Muslim adalah umat yang tidak pernah kenal putus asa. Kita yakin bahwa Allah adalah Yang Memenangkan kita. 7. Wajib atas kita untuk bekerja dalam menyebarkan Islam di Barat, khususnya ke Amerika. Juga wajib atas kita untuk memantau rencana dan gerakan yang berkomplot di Barat yang berlawanan dengan kita. Nasihat kita kepada saudara-saudara kita yang tinggal di Barat adalah agar mereka mengamati komplotan tersebut. Setelah berpegang teguh kepada agamanya, mereka diwajibkan untuk menyeru kepada orangorang Barat tentang Islam. Kekosongan spiritual Barat dan gerakan-gerakan Islam di sana memberi kita banyak kesempatan untuk menyebar risalah Islam, terutama di Amerika. Jika Barat mendapat petunjuk mengenai Islam dan kemudian bisa menembus saluran media dan panggung politiknya, maka orang Islam di sana juga dapat melakukan banyak hal lainnya. 8. Wajib atas kita untuk berdiri sepenuhnya dengan segala kekuatan kita bersama orangorang Palestina di seluruh wilayah yang diduduki. Kita harus membantu mereka dengan dakwah, buku-buku, uang, dan segala sesuatu yang mereka butuhkan untuk jihad mereka. Kita harus mendorong mereka untuk tetap tinggal di tanah yang telah diduduki dan meningkatkan jumlah mereka. Sebenarnya, justru ini adalah kekurangan Israel, dalam jumlah penduduk, kekuatan politik dan materi. Sehingga Amerika, Inggris, dan lainnya – Yahudi dan Kristen yang berada di antaranya – perlu menyumbang milyaran dolar kepada Israel. Pada waktu yang sama, Muslim yang berada di tanah yang diduduki berjumlah puluhan juta, dan tidak ada halangan atau rintangan bagi Muslim di negara-negara Arab untuk memasuki wilayah mereka. Namun, mengapa mereka tidak membantu saudara-saudara Muslim mereka di Palestina melalui kerjasama kita dengan mereka? 9. Wajib atas kita untuk menuntut penarikan semua kekayaan dan setoran kita dari bankbank musuh kita, dan menggunakanya untuk keperluan umat di seluruh dunia Islam. Musuh-musuh kita bisa hidup dari milyaran yang kita setorkan ke bank-bank mereka; sedangkan karena kelaparan, kemiskinan, dan pengungsian, jutaan orang Muslim mati. Juga wajib atas kita untuk melestarikan kekayaan umat ini dan simpanan yang

64

dimaksud untuk generasi-generasi yang akan datang supaya tidak ditelan dengan cepat oleh Yahudi dan Kristen di balik samaran “Perdamaian.” Dan dalam waktu dekat kita akan menemukan negara-negara kita dalam keadaan kering. 10. Wajib atas kita untuk melakukan perlawanan terhadap kemewahan, pemborosan, dan kekosongan waktu yang sedang diambil umat kita sebagai gaya hidupnya. Maka kita harus mengumpulkan semua tenaga umat untuk menghadapi musuh yang seperti gurita ini. Simpanlah gaji-gajimu, hemat perbelanjaanmu, dan jangan buang waktu, sebab kita berdiri di depan musuh yang begitu besar dan biadab. Inti pertempuran yang berada di depan kita bukanlah tentang menang atau kalah, tetapi tentang kehidupan atau pemusnahan.
“Dan Allah berkuasa terhadap urusan-Nya, tetapi kebanyakan manusia tiada mengetahuinya.” (Q.S. 12:21)

65

Lampiran I – Thomas Edward Lawrence
(Lahir di Tremadoc, Wales 1888 – Meninggal di Clouds Hill, Inggris 1935) Arkeolog, petualang, serdadu, dan penulis Inggris. Disapa “Lawrence of Arabia”, setelah bekerjasama dengan angkatan Arab pada Perang Dunia pertama. Ia sangat terpengaruh oleh pengusiran Ottoman Turki dari semenanjung Arabia dan Levant. Ketenaran Lawrence tidak sesuai dengan kepentingan perannya yang sebenarnya dan dipicu oleh sebuah film klasik yang romantis berjudul Lawrence of Arabia pada tahun 1962. BIOGRAFI 1888 15 Agustus: Lahir di Tremadoc, Wales, dan dibaptis dengan nama Thomas Edward Chapman. Setelah ayahnya meninggalkan keluarganya, namanya berubah menjadi Lawrence. 1910: Lulus dari Universitas Oxford setelah mempelajari arkeologi, arsitektur, dan sejarah. — Mengikuti ekspedisi arkeologi Inggris ke Karkamis di Turki. Ia kemudian berjalan ke Sinai dan belajar bahasa Arab. 1914: Pada saat pecah Perang Dunia pertama, Lawrence mengikuti Jasa Intel Militer Inggris di Kairo. 1915: Menerbitkan buku berjudul The Wilderness of Zin, yang berisi tentang pengalamannya di Timur Tengah. 1916 Lawrence mulai bekerja dengan Biro Intel Arab yang bertujuan untuk memberi bentuk kepada bantuan Inggris untuk pemberontakan Arab terhadap keunggulan Ottoman Turki. Oktober: Lawrence mulai beroperasi di daerah Hijaz, yang dimaksudkan untuk membantu Husayn Ibn Ali dari Makkah dan berkerjasama dengan anaknya, Faysal. Mereka memulai tindakan gerilya terhadap pasukan Turki di semenanjung Arab dengan Lawrence berperan sebagai penasihat. 1917: Lawrence berperan sebagai koordinator untuk tindakan Inggris/Arab terhadap Ottoman Turki. Desember: Lawrence ditangkap oleh Ottoman Turki, tetapi sempat melarikan diri. 1918 Oktober: Lawrence dan Faysal menaklukkan Damaskus dan Lawrence pulang ke Inggris. 1919 Januari: Lawrence memimpin pembicaraan antara Faysal dan pemimpin Zionis, Chaim Weizmann. Kedua pihak setuju untuk mengganti izin untuk imigrasi Yahudi ke Palestina dengan pendirian negara Arab yang besar. Maret: Lawrence berpartisipasi di Konferensi Perdamaian Paris. Ia mempromosikan kepentingan Arab, yakni pendirian kerajaan Arab besar yang bersatu. 1921: Lawrence manjadi penasihat Arab untuk Kolonel Sekretaris Winston Churchill. 1922: Mengubah namanya menjadi J.H. Ross agar bisa menghindar dari perhatian orang banyak. Sejak saat itu, ia berjasa bagaikan orang yang mendaftarkan diri di Angkatan Udara Inggris. 1923: Mengubah namanya menjadi T.E. Shaw. 1926: Menerbitkan buku The Seven Pillars of Wisdom secara pribadi. Buku ini diterbitkan secara resmi pada tahun 1935. 1935 19 Mei: Meninggal dunia dalam kecelakaan sepeda motor. Oleh: Tore Kjeilen

66

Lampiran II – Pernyataan Balfour
Sekretaris Luar Negeri Inggris, Arthur James Balfour, menulis kepada pemimpin Yahudi, Rothschild, untuk memberi kepastian bahwa pemerintahnya mendukung gagasan untuk menyediakan tanah air kepada kaum Yahudi. Pernyataan Balfour, yang dikeluarkan oleh pemerintah Inggris pada tahun 1917, seringkali dilihat sebagai permulaan proses yang berakhir dengan pendirian Negara Israel. Dipercaya bahwa pengeluaran pernyataan ini didorong oleh kepentingan Inggris dan simpati untuk perjuangan Zionis. Pada permulaan Perang Dunia Pertama, Inggris memerlukan dukungan dari Yahudi Sedunia, yang hingga saat itu tetap netral, dan mewakili sebagian besar penduduk Jerman dan Austria-Hungaria. Pernyataan ini ditulis dengan bantuan Presiden AS, Woodrow Wilson, pendukung berat Zionisme. Demikian Inggris mengharapkan dukungan lebih banyak dari kaum Yahudi untuk Negara-Negara Sekutu dalam Perang Dunia yang Pertama. Kedua, Inggris melihat perlunya melindungi jalur laut ke India, yang melalui Terusan Suez, yang merupakan andalan besar untuk ekonomi Inggris. Sesuai dengan semangat zaman yang menekankan "negara-negara kecil harus menentukan nasibnya sendiri," mendukung Zionisme merupakan cara yang paling gampang untuk memastikan pengaruh abadi Inggris di daerah timur dari Terusan, terutama karena daerah Levant masih di bawah kekuasaan Ottoman Turki hingga tahun 1917. Surat ini ditujukan kepada Tuan Rothschild, seorang Zionis Inggris terkemuka. “Pernyataan Balfour,” yang dikeluarkan oleh pemerintah Inggris, menjadi basis untuk dukungan internasional mengenai pendirian negara Israel. Suratnya dimuat sepekan kemudian dalam Times of London seperti berikut:

Kantor Urusan Luar Negeri 2 Nopember, 1917 Yth Tuan Rothschild: Saya senang sekali menyampaikan atas nama Pemerintah Seri Baginda, pernyataan simpati dengan cita-cita Zionis Yahudi yang sudah diajukan kepada, dan disetujui oleh, Kabinet, seperti berikut: Pemerintah Seri Baginda melihat dengan kebaikan hati pendirian di Palestina sebuah tanah air untuk kaum Yahudi, dan akan melakukan usaha sebaik mungkin guna memperlancar tercapainya tujuan ini, walapun sangat jelas bahwa kami tidak akan mengambil tindakan yang berprasangka terhadap hak sipil dan agama komunitas-komunitas non-Yahudi yang sudah berada di Palestina, atau hak dan status politik yang dinikmati oleh Yahudi di negara lain di mana pun. Saya akan berterima kasih kalau pernyataan ini disampaikan hingga diketahui oleh Federasi Zionis. Hormat kami, Arthur James Balfour

67

Pada tahun 1920, Pernyataan Balfour tercantum dalam Persetujuan San Remo Tahun 1920. Dari tanggal 24 Juli 1922, pernyataan ini tercantum pada mandat yang digunakan oleh Inggris untuk pengelolaan sementara Palestina. Akan tetapi, dengan pembuatan White Paper Tahun 1939, sikap ramah kepada Zionis dalam Pernyataan Balfour ditunda. Untuk orang-orang Arab, Pernyataan Balfour dilihat sebagai tindakan yang tidak jujur, sebab kerjasama yang sudah lama berlangsung antara orang Arab dan orang Inggris, pada Perang Dunia Pertama di daerah Hijaz terhadap keunggalan Ottoman Turki, menjanjikan sebuah bantuan untuk mendirikan suatu negara Arab yang bersatu, yang meliputi dari Laut Merah sampai Teluk Persia. Oleh: Tore Kjeilen

68

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->