P. 1
Kuliah Sosiologi (11) - Teori Modernitas

Kuliah Sosiologi (11) - Teori Modernitas

|Views: 548|Likes:
Published by Ruli Insani A

More info:

Published by: Ruli Insani A on Nov 26, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPTX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/19/2014

pdf

text

original

MODERNITAS THEORY

Oleh: Aryan Torrido

Memahami Modernitas Kata modernisasi berasal dari bahasa latin modo dan ernus, modo berarti cara dan ernus mununjuk pada adanya periode waktu masa kini. Mind map teori modernitas ;

Modernitas Klasik

Modernitas Modern

Postmodern

Konsep Pemikiran pada teori modernitas adalah ; 1. Konsep pemikiran Antony Giddens (Strukturasi / dualisme struktur) Akar historis intelektual dari kedua konsep pemikiran ini adalah ;
Modernitas Klasik August comte Georg Simmel Durkheim Karl Mark

Mempengaruhi

Konsep pemikiran Giddens

Konsep Episteme Michael foucoult

Exchange Theory Homans / Peter Blau

Konsep Pemikiran Modernitas Klasik ; 1. Teori evolusi August Comte (Hukum tiga tingkatan) 2. Philosophy Of Money Georg Simmel; kota dan ekonomi uang, kota adalah tempat konsentrasi atau intensifikasi modernitas, sementara ekonomi uang mencangkup persebaran modernitas, dan perluasannya (disebut jg konseptor teori modernitas pertama) 3. Emile Durkheim konsep tentang Solidaritas Sosial yakni pergeseran solidaritas mekanik pada masyarakat tradisional menuju ke solidaritas organik 4. Konsep Karl Mark tentang adanya Perkembangan Industrilisasi yang megakibatkan adanya perubahan pada masyarakat

Konsep pemikiran modernitas Antony Giddens 1. Kehidupan kolektif modern bagaikan Juggernaut atau panser raksasa yg sedang melaju yg perkembangannya sangat dinamis. kehidupan modern adalah “runaway world” dengan langkah, cakupan dan kedalaman perubahannya yang jauh lebih besar dibandingkan sistem sebelumnya. Sehingga; Modernitas terkait dengan fenomena ruang dan waktu / teori strukturasi (subject matter) Gagasan perkembangan modernitas dengan menganologikan modernitas sebagai Juggernaut – bayangan tentang panser raksasa yang melaju ini dapat diartikan bayangan tentang mekanisme modernitas kekuasaanya jauh lebih besar dibandingkan agen yang mengemudikannya.

2. Konsep pemisahan yakni suatu konsep yg dianggap lebih mampu untuk menjelaskan peralihan ruang dan waktu yang sedang bergeser yg secara elementer penting bagi perubahan sosial pd umumnya dan bagi sifat modernitas pada khususnya. Ada dua mekanisme dalam konsep pemisahaan yakni; penciptaan alat tukar simbolis (symbolic taken) dan pemapanan sistem ahli (expert system) Penciptaan alat tukar simbolis (symbolic taken) merupakan sebuah media pertukaran yang dapat “dialihkan” tanpa memedulikan karakteristik spesifik individu atau kelompok yang menangani mereka pada saat tertentu. Alat tukar simbolis ini dapat diwujudkan dalam bentuk uang. Semua mekanisme pemisah baik alat tukar simbolis maupun pemapanan sistem ahli sangat bergantung pada aspek kepercayaan yang kemudian menjadi konsep yang melekat pada modernitas.

Pemapanan sistem ahli (expert system) adalah merupakan sistem kecakapan teknis atau keahlian profesional yang mengatur wilayah luas pada lingkungan yang bersifat materiil dan sosial tempat dimana kita hidup Hampir sama dengan gagasan durkheminian tentang konsep solidaritas organik. Pemisahaan yang dilakukan oleh sistem ahli dilakukan dengan cara memberikan “jaminan” harapan pada ruang dan waktu yang berjarak , contoh tukang batu dalam membangun rumah. Ini merubah cara pandang manusia modern terhadap individu. Contoh ; beberapa tipe kepemimpinan yg dipengaruhi oleh perkembangan pola pikir manusia, yakni; kepemimpinan tradisional, kepemimpinan kharismatik, dan kepemimpinan rasional.

3. Konsep pemikiran globalisasi (modernisasi tingkat lanjutan ) akibat dari “runaway world”, merupakan wujud dari batas ruang dan waktu yg semakin hilang dan adanya interaksi global yg merupakan wujud dr interdependensi dari hegemoni pasar dunia kapitalisme dan ideologi neo liberal yg menopangnya, contoh Mc Donalisasi, Westernisasi, Japanisasi, global village,etc.
Mengapa gobalisasi ada : 1. kemajuan ilmu pengetahuan dan tekhnologi, terutama tekhnologi komunikasi yg telah membuat batas batas dan jarak menjadi hilang dan tak berguna, 2. terbukanya sistem negara, 3. semakin besarnya orang melakukan traveling ke berbagai negara, Globalisasi menciptakan fundamentalisme, kosmopolitanisme dan glokasi

Ada 4 kemungkinan yg diakibatkan dengan adanya Globalisasi adalah : 1. Homogenisasi Global 2. Menciptakan kejenuhan akibat adanya homogenitas global tersebut. 3. Kerusakan budaya lokal dan budaya barat yang diterima 4. Kedewasaan, penerimaan budaya barat melalui dialog dan pertukaran yang lebih seimbang daripada penerimaan sepihak.

Laki2 Butuh jg ke- Salon kecantikan?
Salon kecantikan saat ini menjadi salah satu tempat alternatif terbaik. Salon kecantikan tentu menjadi primadona yang tidak hanya digemari wanita, tetapi kini kaum pria pun "keranjingan" untuk menjaga penampilan. Pasalnya, tampil rapi dan bersih tidak hanya haknya kaum hawa saja, tetapi pria mengklaim itu juga bagian gaya hidup mereka di tengah kota yang metroseksual. Salon kecantikan menyediakan beraneka perawatan ; Seperti perwatan wajah, kuku, rambut dan tubuh dll. Saat ini, dalam mengikuti tren dan pergerakan arah pergaulan hidup yang semakin modern dan mulai merambah kepada satu kepuasan tersendiri untuk tampil beda, anggun dan menawan. Tren kecantikan ternyata masih tak jauh dari jenisjenis perawatan kecantikan yang merangsang, bagaimana cara mengurangi tanda-tanda penuaan

Konsep pemikiran Postmodern Tokoh dalam konsep ini adalah Jean Baudrilard : “La Societe’ de Consommation”(Masyarakat konsumsi) Akar historis intelektualnya;
Teori Modernitas Antony Giddens
Mempengaruhi

Masyarakat Konsumsi Jean Baudrlard

Paradigma Integratif

Konsep Pemikiran Baudrilard Menitik beratkan (subject matter) pada budaya konsumsi masyarakat modern, sistem kebutuhan adalah produk dari hasil produksi. 1. Rasionaliatas konsumsi dalam masyarakat modern telah jauh berubah, karena saat ini masyarakat membeli barang bukan sebagai upaya untuk memenuhi kebutuhan (needs), namun lebih sebagai pemenuhan hasrat (desire), masyarakat akan “membeli” simbol-simbol yang melekat padasuatu obyek, nilai simbolis menjadi suatu komoditas, terciptanya nilai guna baru pada suatu obyek.

2. Pada dasarnya teori posmodernisme atau dikenal dengan singkatan “POSMO” merupakan reaksi keras terhadap dunia modern. Teori Posmodernisme menyatakan bahwa dalam masyarakat modern, secara gradual seseorang akan kehilangan individualitas-nya – kemandiriannya, konsep diri, atau jati diri. Dalam pandangan teori ini upaya kita untuk memenuhi peran yang dirancangkan untuk kita oleh masyarakat, menyebabkan individualitas kita digantikan oleh kumpulan citra diri yang kita pakai sementara dan kemudian kita campakkan..

3. Berdasarkan pandangan posmodernisme, erosi gradual individualitas muncul bersamaan dengan terbitnya kapitalisme dan rasionalitas. Faktor-faktor ini mereduksi pentingnya hubungan pribadi dan menekankan aspek nonpersonal. Kapitalisme atau modernisme, menurut teori ini, menyebabkan manusia dipandang sebagai barang yang bisa diperdagangkan – nilainya (harganya) ditentukan oleh seberapa besar yang bisa dihasilkannya. Perilakunya. Individu bertindak karena ada kekuatan struktur sosial yang menekannya. Setelah Perang Dunia II, manusia makin dipandang sebagai konsumen dan juga sebagai produsen. Industri periklanan dan masmedia menciptakan citra komersial yang mampu mengurangi keanekaragaman individualitas. Kepribadian menjadi gaya hidup. Manusia lalu dinilai bukan oleh kepribadiannya tetapi oleh seberapa besar kemampuannya mencontoh gaya hidup. Apa yang kita pertimbangkan sebagai “ pilihan kita sendiri” dalam hal musik, makanan, dan lainlainnya, sesungguhnya merupakan seperangkat kegemaran yang diperoleh dari kebudayaan yang cocok dengan tempat kita dalam struktur ekonomi masyarakat kita.

Misalnya, kesukaan remaja Indonesia terhadap musik “rap” tidak lain adalah disebabkan karena setiap saat telinga mereka dijejali oleh musik tersebut melalui radio, televisi, film, CD, dan lain sebagainya. Gemar musik “rap” menjadi gaya hidup remaja. Lalu kalau mereka tidak menyukai musik “rap”, dia bukan remaja. Perilaku seseorang ditentukan oleh gaya hidup orang-orang lain yang ada di sekelilingnya , bukan oleh dirinya sendiri. Kepribadiannya hilang individualitasnya lenyap. Itulah manusia modern, demikian menurut pandangan penganut “Posmo”.

MATUR NUWUN SUKRON THANK YOU TERIMA KASIH

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->