6

BAB II LANDASAN TEORI

2. 1.

Mikrokontroller Mikrokontroler adalah suatu alat elektronika digital yang mempunyai masukan

dan keluaran serta kendali dengan program yang bisa ditulis dan dihapus dengan cara khusus, cara kerja mikrokontroler sebenarnya membaca dan menulis data. Mikrokontroler merupakan komputer didalam chip yang digunakan untuk mengontrol peralatan elektronik, yang menekankan efisiensi dan efektifitas biaya. Secara harfiahnya bisa disebut “pengendali kecil” dimana sebuah sistem elektronik yang sebelumnya banyak memerlukan komponen-komponen pendukung seperti IC TTL dan CMOS dapat direduksi/diperkecil dan akhirnya terpusat serta dikendalikan oleh mikrokontroler ini. Dengan penggunaan mikrokontroler ini maka :
 

Sistem elektronik akan menjadi lebih ringkas. Rancang bangun sistem elektronik akan lebih cepat karena sebagian besar dari sistem adalah perangkat lunak yang mudah dimodifikasi.

Pencarian gangguan lebih mudah ditelusuri karena sistemnya yang kompak Namun demikian tidak sepenuhnya mikrokontroler bisa mereduksi komponen

IC TTL dan CMOS yang seringkali masih diperlukan untuk aplikasi kecepatan tinggi atau sekedar menambah jumlah saluran masukan dan keluaran (I/O). Dengan kata lain, mikrokontroler adalah versi mini atau mikro dari sebuah komputer karena mikrokontroler sudah mengandung beberapa periferal yang langsung bisa

7

dimanfaatkan, misalnya port paralel, port serial, komparator, konversi digital ke analog (DAC), konversi analog ke digital dan sebagainya hanya menggunakan sistem minimum yang tidak rumit atau kompleks.

Arti mikrokontroler menurut winoto pakar robot :

Mikrokontroler adalah sebuah sistem mikroprosesor dimana didalamnya sudah terdapat CPU, ROM, RAM, I/O, clock dan peralatan internal lainnya yang sudah saling terhubung dan terorganisir (teralamati) dengan baik oleh pabrik pebuatnya dan dikemas dalam satu chip yang dipakai, sehingga kita tinggal memprogram isi ROM sesuai aturan penggunaan oleh pabrik yang membuatnya (2008).

2.2.

Mikrokontroler ATMega 8535 ATMega8535 adalah mikrokontroler CMOS 8 bit daya rendah berbasis

arsitektur RISC. Instruksi dikerjakan pada satu siklus clock, ATMega 8535 mempunyai throughput mendekati 1 MIPS per MHz, hal ini membuat ATMega 8535 dapat bekerja dengan kecepatan tinggi walaupun dengan penggunaan daya rendah. Mikrokontroler ATmega8535 memiliki beberapa fitur atau spesifikasi yang

menjadikannya sebuah solusi pengendali yang efektif untuk berbagai keperluan. Fitur-fitur tersebut antara lain: 1. Saluran I/O sebanyak 32 buah, yang terdiri atas Port A, B, C dan D 2. ADC (Analog to Digital Converter) 3. Tiga buah Timer/Counter dengan kemampuan perbandingan

demikian selanjutnya untuk port B. Diagram pinmikrokontroler dapat dilihat pada gambar berikut: .0 sampai dengan port A. port C. Unit Interupsi Internal dan External 9.8 4. yaitu port A. Watchdog Timer dengan osilator internal 6. Port USART untuk komunikasi serial. CPU yang terdiri atas 32 register 5. EEPROM sebesar 512 byte yang dapat diprogram saat operasi 11. port B. Antarmuka komparator analog 12. port C dan port D. Port antarmuka SPI untuk men-download program ke flash 10. Sebagai contoh adalah port A memiliki pin antara portA. port D. Memori Flash sebesar 8kb dengan kemampuan read while write 8. Satu port paralel terdiri dari 8 pin. Mikrokontroler AVR ATMega memiliki 40 pin dengan 32 pin diantaranya digunakan sebagai port paralel. SRAM sebesar 512 byte 7. sehingga jumlah port pada mikrokontroler adalah 4port.7.

9 Gambar 2.1 Diagram Pin ATMega 8535 Berikut ini adalah tabel penjelasan mengenai pin yang terdapat pada mikrokontroler ATMega8535: .

1 Tabel Penjelasan pin pada mikrokontroler ATMega 8535 Vcc GND Tegangan Suplai (5 Volt) Ground RESET Input rset level rendah.10 Tabel 2. Jika pada pin ini diberi masukan low selama minimal 2 machine cycle maka sistem akan di-reset. kecuali jika boardmemiliki analog ground yang terpisah Berikut ini adalah penjelasan dari pin mikrokontroler ATMega 8535 menurut port-nya masing-masing: . XTAL 2 Output dari penguat osilator inverting. pada pin ini selama lebih dari panjang pulsa minimum akan menghasilkan reset walaupun clock sedang berjalan. RST pada pin 9 merupakan reset dari AVR. XTAL 1 Input penguat Osilator inverting dan input pada rangkaian operasi clock internal. Avcc Pin tegangan suplai untuk port A dan ADC. maka pin ini harus dihubungkan ke Vcc melalui low pass filter Aref AGND pin referensi tegangan analog untuk ADC pin untuk analog ground. Pin ini harus dihubungkan ke Vcc walaupun ADC tidak digunakan. Hubungkan kaki ini ke GND.

Output buffer port A dapat memberi arus 20 mA dan dapat mengendalikan display LED secara langsung.5 PA. Setiap pin-nya dapat menyediakan internal pull-up resistor (dapat diatur per bit).7 PA.11 Port A memiliki pin 33 sampai dengan pin 40 yang merupakan 8 bit directional port I/O.5 PA. Selain itu.6 PA.3 PA.0 Keterangan ADC7 (ADC Input Channel 7) ADC6 (ADC Input Channel 6) ADC7 (ADC Input Channel 5) ADC4 (ADC Input Channel 4) ADC3 (ADC Input Channel 3) ADC2 (ADC Input Channel 2) ADC1 (ADC Input Channel 1) ADC0 (ADC Input Channel 0) Port B memili pin 1 sampai dengan pin 8 yang merupakan 8 bit directional port I/O. Data Direction Register port A (DDRA) harus di-setting terlebih dahulu sebelum port A digunakan. atau diisi 1 jika sebagai output. Setiappin-nya dapat menyediakan internal pull-up resistor (dapat diatur .2 Penjelasan pin pada port A Pin PA.2 PA. Bit-bit DDRA diisi 0 jika ingin memfungsikan pin-pin port A yang disesuaikan sebagai input. pin-pin pada port A juga memiliki fungsi-fungsi alternatif khusus seperti yang dapat dilihat dalam tabel: Tabel 2.1 PA.

0 Input/Output) Port C memiliki pin 22 sampai dengan pin 29.4 Keterangan SCK (SPI Bus Serial Clock) VISO (SPI Bus Master Input/Slave Output) VOSI (SPI Bus Master Output/Slave Input) SS (SPI Slave Select Input) AIN1 (Analog Comparator Negative Input)OCC (Timer/Counter0 Output PB. pin-pin port B juga memiliki fungsi-fungsi alternatif khusus seperti yang dapat dilihat dalam tabel: Tabel 2.7 PB. Data Direction Register port B (DDRB) harus di-setting terlebih dahulu sebelum port B digunakan.3 Penjelasan pin pada port B Pin PB. Output buffer port B dapat memberi arus 20 mA dan dapat mengendalikan display LED secara langsung.5 PB.1 Input) T1 (Timer/Counter1 External Counter Input) T0 (Timer/Counter0 External Counter Input)XCK (JSART External Clock PB. Bit-bit DDRB diisi 0 jika ingin memfungsikan pin-pin port B yang disesuaikan sebagai input.12 per bit).6 PB. Setiap pin-nya dapat menyediakan internal pull-up resistor (dapat .3 Compare Match Output) AIN0 (Analog Comparator Positive Input)INT2 (External Interrupt2 PB. atau diisi 1 jika sebagai output. Selain itu.2 PB. Port C sendiri merupakan port input atauoutput.

1 PC.4 Penjelasan pin pada port C Pin PC. Output buffer port D dapat memberi arus 20 mA dan dapat mengendalikan display LED secara langsung. Output buffer port C dapat memberi arus 20 mA dan dapat mengendalikan display LED secara langsung. Data Direction Register port D (DDRD) harus di-setting terlebih dahulu sebelum port D digunakan.Bit-bit DDRC diisi 0 jika ingin memfungsikan pin-pin port C yang disesuaikan sebagai input.0 Keterangan TOSC2 (Timer Oscillator Pin 2) TOSC1 (Timer Oscillator Pin 1) SDA (Two-Wire Serial Bus Data Input/Output Line) SCL (Two-Wire Serial Bus Clock Line) Port D memiliki pin 14 sampai dengan pin 20. Bit-bit DDRD diisi 0 jika ingin memfungsikan pin-pin port D yang disesuaikan sebagai input.7 PC. Selain itu. pin-pin port D juga memiliki fungsi-fungsi alternatif khusus seperti yang dapat dilihat dalam tabel: .6: Tabel 2. atau diisi 1 jika sebagai output. pin-pin port D juga memiliki fungsi-fungsi alternatif khusus seperti yang dapat dilihat dalam tabel II. atau diisi 1 jika sebagai output. Setiap pin-nya dapat menyediakan internal pull-up resistor (dapat diatur per bit). Selain itu.6 PC. Merupakan 8 bit directional port I/O.13 diatur per bit).Data Direction Register port C (DDRC) harus di-setting terlebih dahulu sebelum port C digunakan.

3 PD.14 Tabel 2. Sehingga memungkinkan duaregister yang berbeda dapat diakses dalam satu siklus clock.7 Keterangan RDX (UART input line) TDX (UART output line) INT0 (external interrupt 0 input) INT1 (external interrupt 1 input) OC1B (Timer/Counter1 output compareB match output) OC1A (Timer/Counter1 output compareA match output) ICP (Timer/Counter1 input capture pin) OC2 (Timer/Counter2 output compare match output) Pada diagram blok ATMega8535 digambarkan 32 general purpose Working register yang dihubungkan secara langsung dengan Arithmetic Logic Unit (ALU).4 PD.0 PD.1 PD.6 PD.2 PD. .5 Penjelasan pin pada port D Pin PD.5 PD.

Motor stepper Motor stepper adalah motor DC yang gerakannya bertahap (step per step) dan memiliki akurasi yang tinggi yang dikendalikan dengan pulsa-pulsa digital.2 Diagram ATMega 8535 2. Deretan pulsa diterjemahkan menjadi putaran shaft. bukan dengan memberikan tegangan yang terus-menerus.15 Gambar 2. 3. dimana setiap putaran membutuhkan jumlah pulsa yang .

75. Satu pulsa menghasilkan satu kenaikan putaran atau step. Karakteristik dari motor stepper adalah sebagai berikut : 1. Pada kebanyakan motor stepper kecepatannya dapat diatur dalam daerah frekuensi audio dan akan menghasilkan putaran yang cukup cepat. Tegangan rata-rata ini harus diperhatikan dengan seksama karena bila melebihi dari tegangan rata-rata ini akan menimbulkan panas yang menyebabkan kinerja putarannya tidak maksimal atau bahkan motor stepper akan rusak dengan sendirinya.8).16 ditentukan. perhitungan jumlah pulsa dapat diterapkan untuk mendapatkan jumlah putaran yang diinginkan. Perhitungan pulsa secara otomatis menujukkan besarnya putaran yang telah dilakukan.9. Tegangan Tiap motor stepper mempunyai teggangan rata-rata yang tertulis pada tiap unitnya atau tercantum pada data sheet masing-masing motor stepper. 0. Kecepatan motor stepper pada dasarnya ditentukan oleh kecepatan pemberian data pada komutatornya. Ketepatan kontrol gerak motor stepper terutama dipengaruhi oleh jumlah step tiap putaran dalam satuan sudut (0. beberapa driver motor stepper membagi step normal menjadi setengah step (half step) atau mikro step. tanpa memerlukan informasi balik (feedback). Oleh karena itu. semakin tepat gerak yang dihasilkan. 1. 2. Semakin cepat data yang diberikan maka motor stepper akan semakin cepat pula berputarnya. yang merupakan bagian dari satu putaran penuh. Resistansi . Untuk ketepatan yang lebih tinggi. semakin banyak jumlah step.

dan bahkan ada yang 90° per step. Motor stepper unipolar dapat dikenali dengan mengetahui adanya lilitan center-tapped.17 Resistansi per lilitan adalah karakterisktik yang lain dari motor stepper. Lilitan common akan mencatu tegangan pada center-tapped dan sebagai ground adalah rangkaian drivernya. Tipe magnet permanen terbagi menjadi dua motor stepper yaitu motor stepper unipolar dan bipolar. sedangkan half step berarti motor stepper berputar setengah derajat per step dari spesifikasi motor stepper tersebut. antara lain: 0. 15° per step. . Dalam pengoperasiannya kita dapat menggunakan 2 prinsip yaitu full step atau half step. 3.6° per step.5° per step. Jumlah motor stepper adalah dua kali dan jumlah koilnya. Motor stepper unipolar mempunyai karakteristik khusus yaitu berupa lilitan center-tapped dan 1 lilitan sebagai common. Tiap-tiap motor stepper mempunyai spesifikasi masing-masing. Motor stepper unipolar sangat mudah untuk dikontrol dengan menggunakan rangkaian counter „-n‟.8° per step.Umumnya pada motor stepper unipolar terdapat dua buah koil. Derajat per step Derajat per step adalah faktor terpenting dalam pemilihan motor stepper sesuai dengan aplikasinya. 3. Motor stepper dibedakan menjadi dua kategori besar yaitu: magnet permanen dan reluktansi variabel.72° per step. 1. Dengan full step berarti motor stepper berputar sesuai dengan spesifikasi derajat per stepnya. selain itu juga akan mempengaruhi torsi dan kecepatan maksimum dan motor stepper. 7. Resistansi ini akan menentukan arus yang mengalir.

Terlihat pada Tabel 2. Tabel 2. yaitu full-step dan half-step.8.18 Tabel 2.7 dan Tabel 2.6 Pola 1-phase putaran motor stepper unipolar Index 1a 1b 2a 2b 1 2 3 4 5 6 7 8 1 0 0 0 1 0 0 0 0 1 0 0 0 1 0 0 0 0 1 0 0 0 1 0 0 0 0 1 0 0 0 1 Pada prinsipnya ada dua macam cara kerja motor stepper unipolar.7 Pemberian tegangan untuk operasi full-step FULL STEP Tegangan yang diberikan pada lilitan Arah putar melawan jarum Arah putar searah jarum jam jam L3 1 2 1 0 L2 0 1 L1 0 0 L0 0 0 L3 0 0 L2 0 0 L1 0 1 L0 1 0 .

Besar tegangan sesungguhnya diatur dengan spesifikasi motor stepper yang dipakai.8 Pemberian tegangan untuk operasi half-step HALF STEP Tegangan yang diberikan pada lilitan Arah putar searah jarum jam L3 1 2 3 4 5 1 1 0 0 0 L2 0 1 1 1 0 L1 0 0 0 1 1 L0 0 0 0 0 0 Arah putar melawan jarum jam L3 0 0 0 1 1 L2 0 0 0 1 1 L1 0 1 1 1 0 L0 1 1 0 0 0 . Setiap step hanya menarik sebuah kutub saja. misalnya dengan menggunakan buffer.19 3 4 0 0 0 0 1 0 0 1 0 1 1 0 0 0 0 0 Pada full step. Tegangan „1‟ adalah menunjukkan logika dalam level Transistor Logic (TL). Tabel 2. suatu titik pada sebuah kutub magnet di rotor akan kembali mendapat tarikan medan magnet stator pada lilitan yang sama setelah step ke 4 dan berikutnya dapat diberikan lagi mulai dari step 1. Setiap step rotor bergerak searah atau berlawanan dengan jarum jam sebesar spesifikasi derajat per step dan motor stepper.

Motor stepper bipolar menggunakan logika yang sama seperti motor stepper unipolar yaitu hanya „0‟ dan „1‟ untuk merespon koilnya . berikutnya kembali mulai step 1. Motor stepper bipolar di desain dengan koil yang terpisah yang akan di catu dan dua arah (polaritas harus dibalik selama pencatuan). Berbeda dengan motor stepper unipolar. Tabel 2. motor stepper bipolar sangat sulit dalam pengontrolannya. Setiap step posisi rotor berubah sebesar setengah derajat dan spesifikasi derajat per step motor stepper. Motor stepper jenis ini memerlukan rangkaian driver yang kompleks.9 Pola phase putaran motor stepper bipolar Index 1a 1b 2a 2b 1 2 3 + + + - .20 6 7 8 0 0 1 0 0 0 1 0 0 1 1 1 1 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 1 Untuk half step. Keuntungan motor stepper bipolar adalah ukurannya yang besar dan dapat menghasilkan torsi yang besar daripada motor stepper unipolar. setiap kutub magnet pada rotor akan kembali mendapatkan tarikan dan medan magnet lilitan yang sama setelah step ke 8.

Tabel 2. Motor stepper jenis ini tidak memiliki magnet permanen seperti pada motor stepper unipolar dan bipolar. Jika diputar dengan tangan. Rangkaian driver untuk mencatu tiap-tiap lilitannya sangatlah sederhana.10 Pola 1-phase reluktansi variabel motor stepper Index 1 2 3 4 5 1 + + 2 + 3 + 4 + - .21 4 5 6 7 8 + - + - + - + + Reluktansi variabel motor stepper. juga sering disebut sebagai motor hibrid. terlihat motor ini seperti motor DC. berputar sangat bebas dan tidak terasa adanya step. Prinsip kerjanya adalah driver mencatu tiap lilitan secara bergantian. Motor stepper jenis ini mudah dikontrol jika dibandingkan dengan jenis motor stepper yang lain.

Jika dibandingkan dengan menggunakan LED biasa. Optocoupler terdiri dari dua bagian yaitu A. LED infra merah memiliki ketahanan yang lebih baik terhadap sinyal tampak. . Karena spekrum infra mempunyai efek panas yang lebih besar dari cahaya tampak. Pada transmitter dibangun dari sebuah LED infra merah. begitu pula dengan spektrum infra merah.22 6 7 8 - + - + - + 2. B.4. maka phototransistor lebih peka untuk menangkap radiasi dari sinar infra merah. Cahaya yang dipancarkan oleh LED infra merah tidak terlihat oleh mata telanjang. Biasanya optocoupler digunakan sebagai saklar elektrik yang bekerja secara otomatis. Optocoupler Optocoupler adalah suatu piranti yang terdiri dari 2 bagian yaitu transmitter dan receiver yaitu antara bagian cahaya dengan bagian deteksi sumber cahaya terpisah. Optocoupler adalah suatu komponen penghubung (coupling) yang bekerja berdasarkan picu cahaya optik. Pada bagian receiver dibangun dengan dasar komponen phototransistor. Phototransistor merupakan suatu transistor yang peka terhadap tenaga cahaya. Suatu sumber cahaya menghasilkan energi panas.

KARAKTERISTIK SENSOR Optocoupler merupakan salah satu jenis komponen yang memanfaatkan sinar sebagai pemicu on/off-nya. Sehingga bisa diartikan bahwa optocoupler merupakan suatu komponen yang bekerja berdasarkan picu cahaya optik opto-coupler termasuk dalam sensor. Opto berarti optik dan coupler berarti pemicu.23 2. dimana terdiri dari dua bagian yaitu transmitter dan receiver. Jika diberi prasikap maju. . Dasar rangkaian dapat ditunjukkan seperti pada gambar dibawah ini : Gambar 2.4.1.3 Rangkaian Dasar Optocoupler LED infra merah ini merupakan komponen elektronika yang memancarkan cahaya infra merah dengan konsumsi daya sangat kecil.

Perbedaan transistor dengan phototransistor hanya terletak pada rumahnya yang memungkinkan cahaya infra merah mengaktifkan daerah basis. cahaya yang masuk akan menimbulkan arus pada kolektor.9 mikrometer. . Keypad Keypad adalah rangkaian tombol yang berfungsi untuk memberi sinyal pada suatu rangkaian dengan menghubungkan jalur-jalur tertentu. Tipe phototransistor juga sama dengan transistor pada umumnya yaitu PNP dan NPN. Phototransistor memiliki bahan utama yaitu germanium atau silikon yang sama dengan bahan pembuat transistor. sedangkan transistor biasa ditempatkan pada rumah logam yang tertutup.5. karena cahaya ini dapat membangkitkan pasangan lubang elektron.24 LED infra merah yang terdapat pada optocoupler akan mengeluarkan panjang gelombang sekitar 0. Phototransistor memiliki sambungan kolektor–basis yang besar dengan cahaya infra merah. digunakan keypad matriks 4 x 4 (16saklar). Keypad terdiri dari beberapa macam berdasarkan jumlah tombol dan fungsinya. Pada sistem pengontrolan ini. 2. Dengan diberi prasikap maju.

25 Gambar 2.4 keypad matriks 4x4 Gambar 2.5 Rangkaian Keypad Matriks 4x4 .

7 Prinsip dasar pada program : 1. Pin-pin KOLOM pada port tersebut dijadikan output dan pin-pin BARIS pada port tersebutdijadikan input. maupun karakter ASCII. harus didefinisikan nilai dari tombol tersebut baik berupa nilai Desimal.1 Kolom 3 pada PORTA.1 terhubungdengan PORTA. Setiap saklar atau penekanan tombol. Jika tombol B di tekan (SB) maka Kolom 4 Baris 2 terhubung atau PORTA.3terhubung dengan PORTA.4.6 Baris 4 pada PORTA. yang jelas salah satuoutput dan yang lain input.5 Baris 3 pada PORTA. dst 2. 3.4 Baris 2 pada PORTA. Heksadesimal.26 Keypad Matriks dan konfigurasi keypad sebagai berikut : Kolom 1 pada PORTA.5.2 Kolom 4 pada PORTA. .3 Baris 1 pada PORTA. bisa juga sebaliknya terserah anda sebagai programmer. Jika tombol 2 di tekan (S2) maka Kolom 2 Baris 1 terhubung atau PORTA.0 Kolom 2 pada PORTA.

Efek Pantulan (Bounching Effect) Listing pada gambar belum termasuk menangani tentang bounching dan lainlain. karena untuk mikrokotroler maupun rangkaian digital secara umum "menurunkan" tegangan berapapun ke 0 volt lebih mudah dan pasti dibandingkan "menaikkan" tegangan dari 0 volt kenilai tertentu. yang pada listing program akanmudah dilihat nilainya dan mudah pahami. 'A' = 0x41 (heksa). '1' = 49 (desimal). Nilai ASCII adalah nilai karakter seperti '1'. dst. 'A'.0). '1' =0x31 (heksa).5. 'A' = 65 (desimal).1. Bounching pada keypad yaitu efek perubahan sinyal berkali-kali (pantulan) saat penekanan keypad yang menyebabkan keypad seolah-olah tombol keypad ditekan berkali-kali. Pada penekanan tombol. berbeda dengan desimal maupun heksadesimal. dst 6. '2'. 2. Apakah dari LOW ke HIGH (0 . mengapa mendeteksi HIGH ke LOW dari pada LOW ke HIGH. Ada berbagai macam cara untuk mencegah menghilangkan efek bouncing ini baik dari segi hardware dan software yaitu : . Pada Coding program untuk Keypad Matriks yang saya buat menggunakan nilai ASCII dan saat tombol ditekan mendeteksi perubahan logika dari HIGH ke LOW (1 .0) atau rendah aktif dengan alasan sebagai berikut : 5.1) atau HIGH ke LOW (1 . Saat saklar (tombol keypad) ditekan dan BARIS dengan KOLOM terhubung maka terserahanda mendetaksi perubahan logika yang terjadi pada pin-pin INPUT. 'D'.27 4.

huruf ataupun grafik.  Jika software dengan menambah delay atau tundaan saat tombol ditekan atau dengan mendeteksi karakter tombol apakah sama dengan sebelumnya. LCD LCD (Liquid Cristal Display) adalah salah satu komponen elektronika yang berfungsi sebagai tampilan suatu data. . Dipasaran tampilan LCD sudah tersedia dalam bentuk modul yaitu tampilan LCD beserta rangkaian pendukungnya termasuk ROM. kontrol catu daya. LCD mempunyai pin data. 2.28  Jika hardware maka dengan menambahkan filter frekuensi tinggi atau dengan IC555 untuk menambah lebar pulsa. baik karakter.6. dan pengatur kontras tampilan.

Pin R/W (Read Write) berfungsi sebagai instruksi pada modul jika low tulis data.29 Tabel 2. Pin data dapat dihubungkan dengan bus data dari rangkaian lain seperti mikrokontroler dengan lebar data 8 bit. sedangkan high baca data. sedangkan logika high menunjukan data. Pin RS (Register Select) berfungsi sebagai indikator atau yang menentukan jenis data yang masuk. 2.11 PIN LCD Fungsi dari pin-pin pada rangkaian LCD yaitu: 1. apakah data atau perintah. Logika low menunjukan yang masuk adalah perintah. Pin E (Enable) digunakan untuk memegang data baik masuk atau keluar. .

30 3. atau suatu sirkuit elektronik yang bisa menghasilkan suatu voltase yang diinginkan.7. Pengertian power supply yaitu Power ( Daya ). Supply ( Memberi ). Hampir semua rangkaian elektronik membutuhkan suatu sumber tegangan DC yang teratur dengan besar antara 5V hingga 30V. jika tidak digunakan dihubungkan ke ground. 2. Pin VLCD berfungsi mengatur kecerahan tampilan (kontras) dimana pin ini dihubungkan dengan trimpot 5 Kohm. Tergantung pada disain yang digunakan. sedangkan tegangan catu daya ke LCD sebesar 5 Volt. Sebagai salah satu contoh. regulator adalah suatu alat yang mempunyai fungsi untuk mengatur besar kecilnya arus dan tegangan yang akan masuk ke dalam rangkaian elektronik. Voltage regulator sendiri merupakan suatu pengatur elektrik yang dirancang secara otomatis untuk memelihara tegangan dalam satu unit rangkaian elektronik secara konstan. . dalam rangkaian yang dibuat ini dipakai regulator dapat berupa suatu trafo dengan perbandingan transformasi voltase yang dapat disesuaikan.Di dalam automatic control. Catu Daya Power Supply / catu daya adaptor yaitu suatu rangkaian elektronika yang berfungsi untuk mengatur suatu arus AC menjadi arus DC. atau komponen elektronik aktip atau pasif. mungkin saja digunakan untuk mengatur satu atau lebih arus bolak-balik atau DC voltages. Ini bisa dilakukan dengan menggunakan suatu mekanisme electromechanical.

Penyearah : Berfungsi mengubah tegangan listrik bolak-balik AC menjadi DC. Gambar 2. menjadi tegangan listrik yang rendah sesuai dengan yang dibutuhkan. Masing-masing dari alat ini mulai konduksi pada regulator yang disebut voltage regulator. Kapasitor : Berfungsi menyaring / filtering tegangan hasil penyearah ( mengurangi faktor riple ).31 Banyak regulator power supply DC sederhana untuk mengatur voltase menggunakan shunt regulator seperti dioda zener. . 3. Trafo : Menurunkan tegangan listrik bolak-balik (AC 110-220 ). 2.6 Power Supply DC 1. Voltage tertentu dan akan berkonduksi sebanyak arus yang dibutuhkan untuk menahan voltase terminal hingga mencapai voltase yang telah ditentukan. dan voltage regulator tube.

Tegangan minimal yang diberikan yaitu 7 volt dan maksimal 25 volt.32 4. Tegangan keluaran dari regulator LM 7805 memungkinkan regulator untuk dipakai dalam sistem logika. . Regulator tegangan tipe LM 7805 adalah salah satu regulator tegangan tetap dengan tiga terminal. Regulator : Menstabilkan tegangan / memantapkan tegangan. Tujuan pemasangan regulator tegangan pada catu daya adalah untuk menstabilkan tegangan keluaran apabila terjadi perubahan tegangan masukan pada catu daya. yaitu terminal Vin. GND dan Vout. Catu daya yang baik selalu dilengkapi dengan regulator tegangan. Salah satu tipe regulator tegangan tetap adalah LM 7805.