P. 1
MAKALAH PENGOLAHAN KELAPA SAWIT pada stasiun kempa.

MAKALAH PENGOLAHAN KELAPA SAWIT pada stasiun kempa.

|Views: 190|Likes:
Published by Ari Hidayat
Keselamatan Industri
Keselamatan Industri

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: Ari Hidayat on Nov 27, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial
List Price: $0.99 Buy Now

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
See more
See less

11/05/2014

$0.99

USD

pdf

text

original

MAKALAH PENGOLAHAN KELAPA SAWIT PADA PROSES STASION KEMPA

Disusun oleh ;

DIDI SISWANTO IRJEF NURHIDAYAT

(1107036251) (1107036452) (1107036553)

FAKULTAS TEKNIK KIMIA JURUSAN DIPLOMA TEKNIK KIMIA UNIVERSITAS RIAU 2013

kita dapat menambah sedikit wawasan kita tentang “Proses Pengolahan Kelapa Sawit pada Stasiun Kempa & mengenal alat-alat / instrument mesin yang digunakan dalam proses tersebut”. akan membahas tentang pengolahan kelapa sawit pada stasiun kempa (press station). Namun seiring dengan perkembangan teknologi maka ada beberapa modifikasi pada masing-masing stasiun pengolahan. Misalnya proses produksi minyak kelapa sawit yang akan kami bahas disini. Latar Belakang Dalam pengolahan tandan buah segar (TBS) kelapa sawit hingga menjadi minyak CPO. kita harus mengetahui dasar-dasar proses suatu produksi. Berikut akan kami bahas tentang dasar-dasar pengolahan TBS kelapa sawit secara umum. khususnya (Teknik Kimia).BAB I PENDAHULUAN A.serta kami juga akan melampirkan spesifikasi instrument / alat (mesin) yang digunakan dalam pengolahan kelapa sawit pada stasiun kempa (press station). .oleh karena itu. ada proses yang harus dilalui dan proses tersebut pada intinya untuk semua pabrik sama. Kami dari kelompok. disini kami sebagai penyusun makalah ini berharap semoga dengan terselesaikannya makalah ini. untuk mendapatkan hasil yang optimal. B. Namun seiring dengan perkembangan teknologi maka ada beberapa modifikasi pada masing-masing stasiun pengolahan. Sebagai orang teknik. untuk mendapatkan hasil yang optimal. Tujuan Tujuan dari terbuatnya makalah ini adalah sebagai penunjang pengetahuan kita untuk mengetahui tentang “Proses Pengolahan Kelapa Sawit pada Stasiun Kempa & mengenal alat-alat / instrument mesin yang digunakan dalam proses tersebut”. Pada intinya proses pengolahan untuk semua pabrik kelapa sawit sama. dan semoga makalah ini mempunyai manfaat bagi kita semua.

BAB II METODOLOGI 2. Pemecahan sel-sel minyak ini dapat disempurnakan atau dipercepat dengan memberikan panas selama proses pada temperatur 90ºC – 95Cº. 2. yaitu tempat seorang ahli yang bernama Jacquin menemukan tanaman kelapa sawit pertama kali dipantai Guinea. Riau. Nama genus elaeis berasal dari bahasa Yunani elaion atau minyak. Lampung. Kelapa sawit mulai menghasilkan buah pada umur 24-30 bulan. Kelapa sawit dapat tumbuh dengan baik pada daerah beriklim tropis dengan curah hujan 2000 mm/tahun dan kisaran suhu 22-32 °C. Amerika Tengah dan Nigeria (Kemala. Daerah penanaman sawit di Indonesia adalah daerah Jawa Barat (Lebak dan Tangerang). Sumatera Utara dan Aceh. dan merupakan kelapa sawit tertua di Asia Tenggara. kemudian mulai dibudidayakan pada tahun 1911 oleh Adrien Hallet yang berkebangsaan Belgia di Sungai Uput provinsi aceh (Risza.2 Stasiun Kempa (Press Station) Berfungsi untuk memeras minyak dari daging buah dan biji pada waktu yang bersamaan memecahkan sebanyak mungkin sel-sel minyak.1 Pengertian Kelapa Sawit Kelapa Sawit (Elaeis guineensis) merupakan tanaman yang berasal dari Afrika Barat. Saat ini sawit yang banyak dibudidayakan oleh pemilik perkebunan adalah varietas tenera (persilangan varietas dura dan pisifera) karena varietas ini memiliki keunggulan yaitu daging buah cukup tebal sedangkan cangkang tipis. Minyak dan inti sawit mulai terbentuk sesudah 100 hari setelah penyerbukan dan berhenti setelah 180 hari. sedangakan nama spesies guinensis berasal dari kata guinea. 2008). 1992). Buah yang pertama keluar masih dinyatakan dengan buah pasir yang artinya buah belum dapat diolah karena kandungan minyaknya rendah. 1994). benih dari Bogor ditanam di tepi-tepi jalan sebagai tanaman hias di Deli Sumatera (Djoehana. . Sumatera Barat. Kelapa sawit pertama kali dibawa ke Indonesia pada tahun 1848 di Taman Botani Bogor yang berasal dari Mauritius Afrika. Kemudian pada tahun 1870. Negara penghasil kelapa sawit selain Indonesia adalah Malaysia.

Sedangkan serabut dan biji diangkat oleh Cake Breaker Conveyor (CBC) menuju ke pemisahan biji dan serabut (depricarper). Jarak screw dengan silinder press < 5 mm dan kapasitas olah ± 10 – 12 Ton TBS/Jam/unit. sehingga minyak kasar keluar dari daging buah. 2.1 . V-belt dan minyak hidrolik packe diperiksa setiap hari sebelum mesin dioprasikan. Pengaruh tekanan kempa yang terlalu tinggi menyebabkan: 1. Pemanasan dengan uap pada temperatur 95ºC – 98ºC. Jumlah serat-serat halus yang terikut minyak bertambah. Pembersihan dan pemeriksaan bagian dalam digester dilakukan setiap minggu. 7.2. Jumlah biji pec ah semakin tinggi 2. agar waktu tinggal massa buah lebih lama dan memperoleh efek pengadukan yang maksimum. speed redcer. 4. Jumlah lubang perforasi di bottom plate 1. tingkat pisau bagian atas berfungsi sebagai pelumat dan pisau di bagian bawah berfungsi sebagai pengadukan berat mendorong massa buah keluar dari digester.2. Putaran pisau pengaduk normal adalah 23 – 25 rpm. 5.2. 8. Oil gear box. Pelumatan (Digester) 2. Bila hal ini terjadi maka perpindahan panas akan terhalang. bila digunakan kempa hidrolik dan 30 menit untuk kempa ulir. 2. yang berakibat menurunkan efisiensi kerja dari alat tersebut.1 Faktor-faktor yang mempengaruhi proses pengadukan atau pelumatan: 1.1.200 buah Ø 5 mm atau 1. Pisau pengaduk harus dan terpasang sebanyak 5 tingkat. Pisau pengaduk harus cukup panjang untuk mencegah lapisan pericar menempel pada dinding.1.800 Ø 4 mm. 3. Digester harus terisi penuh setiap saat. Jarak pisau dengan dinding 2 cm. Waktu pengadukan yang ideal adalah 20 menit. Dipasang pipa indeksi steam di bottom plate. 9. Oleh tekanan 2 buah screw press yang berputar berlawanan arah di dalam sebuah silinder.2 Kempa Ulir (Screw Press) Berfungsi untuk memeras buah yang sudah diaduk dari digester dengan tekanan hydrolik 45 – 50 kg/cm². Hal ini akan menyulitkan pada proses pemisahan minyak selanjutnya. . Minyak keluar melalui saringan dan ditampung di Bak Row Oil.2. 6.

Jumlah getaran ayakan 1400 – 3000 getaran/menit. Hal-hal yang diperhatikan: 1. 2.4 Saringan Bergetar (Vibrating Screen Separator) Berfungsi untuk memisahkan benda-benda padat yang terikut dalam minyak kasar.2. sehingga tidak terhisap oleh blower. Pengenceran dengan air diatur . Pemisahan ampas dan biji tidak sempurna.2. dengan maksud agar ayakan terhindar dari gesekan pasir yang dapat menyebabkan keausan ayakan. Ampas menjadi basah. kerugian minyak pada ampas dan biji tinggi.2. upayakan dimasukkan dulu ke Bak RO (melalui . seperti minyak dari lumpur separator.3 Tangki Penangkap Pasir (Sand Trap Tank) Minyak yang keluar dari pressan dan digester ditampung dalam Bak Row Oil dan dialirkan ke dalam Sand Trap Tank yang berfugsi sebagai alat untuk menangkap jumlah pasir dalam minyak yang akan dialirkan ke ayakan. sehingga cairan dalam tangki mempunyai perbandingan 1:2 (minyak : lumpur). 2009 2. spui (sisa pencucian) dari tanki timbun dan Oil Tank. Untuk mempermudah proses pemisahan minyak pada saringan getar. Cake basah. bak fat-fit.5 Bak Row Oil (Bak RO) Fungsi Bak RO adalah untuk memanaskan minyak kasar dan mengendapkan kotoran/pasir yang masih lolos dari Sand Trap dan Vibrating Screen Seperator. (Tim Penulis.1. Suhu cairan minyak kasar dalam bak RO 98-1000C. maka pengolahan biji akan mengalami kesulitan. maka pada waktu penyaringan massa minyak diencerkan dengan air panas yang bersuhu ± 90ºC. Tingkat atas memakai kawat saringan 30 mesh dan bagian bawah 40 mesh. 2. Saringan terdiri dari 2 tingakat dengan luas permukaan masing-masing 2 m². Kapasitas pompa bak RO ke CST disesuaikan dengan jumlah cairan yang di hasilkan oleh pabrik yaitu 60% x Kapasitas olah TBS.1.1. 2. Seluruh pengutipan minyak yang masih terikut dalam lumpur. Pembersihan dan pemeriksaan dilakukan setiap minggu. 2. Padatan yang terpisah bergerak teratur ke pinggir ayakan menuju bottom Cross Conveyor.Pengaruh tekanan kempa yang rendah menyebabkan: 1. 3.

3. dan cairan tidak bergejolak. Crude oil tank merupakan tanki penampung minyak kasar. Dari Bak Row Oil minyak dikirim ke Crude Oil Tank. Dalam pemisahan ini kekentalan cairan dan suhu sangat mempengaruhi proses ini. . dan suhu dipertahankan 90-95°C. Hal-hal yang perlu diperhatikan di CST adalah: 1. Agar kotoran tidak terbawa minyak. sedangkan lumpur akan turun. maka ketebalan lapisan minyak dipermukaan CST ± 60 cm untuk CST vertikal dan 40 cm untuk CST horizontal. 2. Dari sini minyak dipompakan ke CST (Continuous Settling Tank). Tekanan pompa pengiriman minyak kasar dari Bak RO yang langsung ke CST juga akan menimbulkan gejolak dalam cairan sehingga pemisahan minyak tidak dapat berlangsung dengan sempurna. dimana minyak yang mempunyai berat jenis lebih ringan akan naik. Minyak dari crude oil tank dipompakan ke CST dimana sebelumnya dilewatkan ke buffer tank agar aliran minyak masuk ke CST tidak terlalu kencang.2. dilengkapi dengan Balance Tank dan putaran Agitator ± 3 rpm. Pembuangan endapan pasir dilakukan 5 jam sekali.1.2.com/2010/12/bak-ro.1.vibrating Screen/ Vibro Seperator) agar sempat disaring dan dipanaskan terlebih dahulu. Hindarkan pengiriman langsung ke CST karena suhu minyak pengutipan minyak tersebut pasti lebih rendah dibandingkan dengan suhu di CST sehingga dapat menurunkan suhu di CST dan memperlambat pemisahan minyak.2.blogspot. Agar lebih mudah pengontrolan dipasang lampu kontrol. (http://zairifblog. Dicuci dan diperiksa setiap 6 bulam sekali.html) 2. Stasiun Minyakan (Oil Station) 2. untuk selanjutnya dikirim ke Continious Settling Tank (CST) untuk proses pemurnian di stasiun minyakan. Tangki Minyak Kasar (Crude Oil Tank) Pada crude oil tank ini minyak dipanaskan dengan steam melalui sistem pipa pemanas.6. Continious Settling Tank (CST) Berfungsi untuk memisahkan minyak mentah dari lumpur (air + lumpur) atas dasar perbedaan berat jenis cairan.2.2. pemanasan awal dengan steam indeksi dan selanjutnya dengan steam coll. sebab pengenceran dan pemanasan merupakan faktor penentu keberhasilan pemisahan dan pemurnian minyak di klarifikasi. 4. Suhu cairan harus diantara 95ºC – 98ºC. 2.

Alat ini berfungsi untuk menghilangkan kotoran dan kadar air dalam minyak. Alat ini beroperasi dengan putaran 5000 rpm – 6000 rpm. Jika putaran mesin tidak tercapai. didalam tangki dipasang pipa spiral pemanas yang dialiri uap tekanan 3 kg/cm² agar suhu dapat dipertahankan 95ºC . 2.2.10 – 0. 6.01% . agar air yang masih terdapat dalam minyak dapat dihilangkan.2. lakukan pemeriksaan pada kopling dan rem. sehingga minyak yang memiliki berat jenis lebih kecil dari dari air dan kotoran akan terlempar ke bagian atas Bowl dan air dinding bowl). Minyak yang bersal dari CST dialirkan ke Oil Tank untuk dipanaskan pada temperatur 95ºC 98ºC. 3. ke Sludge Tank. sedangkan lumpur. Pembebanan (minyak dialirkan masuk) baru dapat dilakukan setelah dicapai putaran normal dari mesin dengan menghitung Revolution Counter (118 – 125) rpm. 2.2. Minyak hasil proses yang baik adalah sekitar. Hasil minyak dari proses pengeringan yang sempurna kadar airnya berkisar antara 0. dan kadar kotoran 0.2. Aliran minyak harus konstan.3.2 Tangki Minyak (Oil Tank) Minyak yang berasal dari CST ditampung dalam Oil Tank (tangki masakan minyak). 2. . 4.20% 50%.Proses pemisahan CST ini berjalan secara kontiniu. 7. lakukan pembersihan/pencucian Bowl. kadar air berkisar sekitar antara 0. Pembilasan dilakukan 1 jam sekali.50%.0. Jika mesin bergetar.2. Pembersih Minyak (Oil Purifier) Prinsip kerja alat ini adalah gaya sentrifugal. selagi minyak kasar masih dimasukkan dan oilnya akan dialirkan ke Oil Tank.13%. Suhu minyak harus 90ºC .4.95ºC. Tangki ini berbentuk silinder dan pada bagian dasarnya berbentuk kerucut. Pencucian bowl dan disc dilakukan setiap minggu. Hal-hal yang harus diperhatikan pada proses Oil Purifier: 1.98ºC. 5.2. 2. Pengeringan Air (Vacum Drier) Fungsi Vakum Drier adalah mengurangi kadar air dengan kevakuman ± 760 mmHg.

Gaya ini menyebabkan pasir turun dengan cepat melalui kerucut (dibuang). Temperatur lumpur yang masuk ke Sludge Separator adalah 95ºC . sedangkan minyak masuk melalui Piring Disc dan mengalir ke Dasar Bak. Akibat gaya sentrifugal dan perbedaan berat jenis.2. .2.2.98ºC. Dilakukan pencucian setiap 6 jam pada Brush Strainer. sistem cairan berputar dalam tabung dan kerucut yang melibatkan timbulnya gaya sentrifugal. 2.2. Tangki Lumpur (Sludge Tank) Berfungsi untuk menampung lumpur hasil pemisahan dari CST. Lumpur yang keluar dari CST (masih mengandung minyak) dialirkan ke dalam Sludge Tank dan diolah lagi untuk memperoleh minyak.8.98ºC yang dipanaskan dengan sistem injeksi.7. 2. dimana suhu berkisar antara 95ºC . Pemisah Lumpur (Sludge Separator) Berfungsi untuk memisahakan lumpur dan kotoran terhadap minyak.2. Pencucian silakukan setiap 6 jam. Cairan lumpur dipompakan pada bagian atas dengan sistem siklus. sedang serabut/sampah dibuang dari bagian bawah. maka lumpur dan kotoran akan terlempar lebih jauh menuju dinding Bowl. Bagian atas alat ini berbentuk silinder dan bagian bawah berbentuk kerucut yang terbuat dari keramik.6. sedangkan lumpur dan air keluar.2.2. Pembuangan pasir pada bagian bawah (penampung pasir) dilakukan secara teratur setiap 30 menit. Cairan yang telah tersaring keluar dari bagian atas dan mengalir ke Pre Cleaner.5. Saringan Berputar (Brush Strainer) Berfungsi untuk memisahkan kotoran-kotoran kasar dan pasir pada lumpur yang akan diolah di Sludge Seperator.2. dan untuk memisahkan pasir tersebut digunakan Pre Cleaner.2. cairan bergerak ke atas dan keluar melalui poros. Pre Cleaner Cairan sludge hasil penyaringan pada brush strainer masih mengandung pasir. Dibawah kerucut ini terdapat tabung pengendapan pasir. 2. Brush Strainer terdiri dari dua tabung silinder yang berlubang-lubang halus dengan sikat baja yang berputar bersamaan poros pada silinder tersebut.

Bertujuan untuk mengutip minyak yang masih terdapat di lumpur dan limbah yang telah dibuang. selama dalam bak. Storage Tank yang terdapat di PKS Pabatu ada 3 unit tangki yang berkapasitas 3500 Ton.2.2. . Tangki 3 berkapasitas 1000 Ton.9. 2. Tangki Timbun (Storage Tank) Minyak yang telah dihasilkan ditimbun di Storage Tank. 3.2. dengan perincian antara lain: 1. Tangki 1 berkapasitas 1500 Ton.2.2. Lapisah minyak dikutip dan dialirkan ke bak penampung untuk selanjutnya dipompakan ke Sand Trap Tank dan cairan bawah dialirkan ke parit pembuangan limbah. perlahan-lahan terpisah secara grafitasi. Minyak yang masih terkandung dalam cairan buangan ini. Tangki 2 berkapasitas 1000 Ton. Bak Penampung Lumpur (Bak Fat Fit) Cairan-cairan yang masih mengandung minyak dari parit klarifikasi dan air kondensat rebusan ditampung di dalam bak lumpur. 2.10.

(2008). Medan.. blog. Naibaho. (1998).M. Mutiakemalafarida. Pusat Penelitian Kelapa Sawit. (2003). ”Minyak Kelapa Sawit” . .com. Pusat Penelitian Kelapa Sawit. http://www.DAFTAR PUSTAKA Darnoko . “Teknologi Pengolahan Kelapa Sawit“. Medan. M. ”Teknologi Pengolahan Kelapa Sawit dan Produk Turunannya”. Kemala.. 08 Oktober 2013. P..

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->