P. 1
Spektrofotometri UV Vis

Spektrofotometri UV Vis

|Views: 32|Likes:
Published by Milna Kurniawati
spektro
spektro

More info:

Published by: Milna Kurniawati on Nov 29, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/09/2014

pdf

text

original

Spektrofotometri UV-VIS

Spektrofotometri ini merupakan gabungan antara spektrofotometri UV dan Visible. Menggunakan dua buah sumber cahaya berbeda, sumber cahaya UV dan sumber cahaya visible. Meskipun untuk alat yang lebih canggih sudah menggunakan hanya satu sumber sinar sebagai sumber UV dan Vis, yaitu photodiode yang dilengkapi dengan monokromator, untuk sistem spektrofotometri, UV-Vis paling banyak tersedia dan paling populer digunakan. Kemudahan metode ini adalah dapat digunakan baik untuk sample berwarna juga untuk sample tak berwarna. Spektroskopi ultraviolet-visible atau spektrofotometri ultraviolet-visible (UV-Vis atau UV / Vis) melibatkan spektroskopi dari foton dalam daerah UV-terlihat. Ini berarti menggunakan cahaya dalam terlihat dan berdekatan (dekat ultraviolet (UV) dan dekat dengan inframerah (NIR)) kisaran. Penyerapan dalam rentang yang terlihat secara langsung mempengaruhi warna bahan kimia yang terlibat. Di wilayah ini dari spektrum elektromagnetik, molekul mengalami transisi elektronik. Teknik ini melengkapi fluoresensi spektroskopi, di fluoresensi berkaitan dengan transisi dari ground state ke eksited state. Penyerapan sinar uv dan sinar tampak oleh molekul, melalui 3 proses yaitu : a. b. c. Penyerapan oleh transisi electron ikatan dan electron anti ikatan. Penyerapan oleh transisi electron d dan f dari molekul kompleks Penyerapan oleh perpindahan muatan.

Interaksi antara energy cahaya dan molekul dapat digambarkan sbb : E = hv Dimana , E = energy (joule/second) h = tetapan plank v = frekuensi foton Penyerapan sinar uv-vis dibatasi pada sejumlah gugus fungsional/gugus kromofor (gugus dengan ikatan tidak jenuh) yang mengandung electron valensi dengan tingkat eksitasi yang rendah. Dengan melibatkan 3 jenis electron yaitu : sigma, phi dan non bonding electron. Kromofor-kromofor organic seperti karbonil, alken, azo, nitrat dan karboksil mampu menyerap sinar ultraviolet dan sinar tampak. Panjang gelombang maksimalnya dapat berubah sesuai dengan pelarut yang digunakan. Auksokrom adalah gugus fungsional yang mempunyai elekron

misalnya. b. warna sering terlalu kuat untuk digunakan dalam pengukuran kuantitatif. atau etanol untuk senyawa organik yang larut. a. UV / VIS spektroskopi dapat digunakan untuk menentukan konsentrasi dalam larutan penyerap. warna larutan encer tembaga sulfat adalah biru yang sangat terang.Polaritas pelarut dan pH dapat mempengaruhi penyerapan spektrum senyawa organik. atau lebih tepatnya. Hukum Beer-Lambert menyatakan bahwa absorbansi larutan berbanding lurus dengan konsentrasi spesies menyerap dalam larutan dan panjang jalan. terutama mereka yang memiliki tingkat tinggi konjugasi. Jadi. Ethanol menyerap sangat lemah di paling panjang gelombang. juga menyerap cahaya pada daerah UV atau terlihat dari spektrum elektromagnetik. (Pelarut organik mungkin memiliki penyerapan sinar UV yang signifikan. Sementara kompleks transfer biaya juga menimbulkan warna. Kegunaan spektroskopi UV-VIS UV / Vis spektroskopi secara rutin digunakan dalam kuantitatif penentuan larutan dari logam transisi ion dan sangat dikonjugasikan senyawa organik. seperti anion tertentu atau ligan.). seperti hidroksil.bebas. ditentukan dari kurva kalibrasi. Senyawa organik. menambahkan amonia meningkat dan perubahan warna panjang gelombang serapan maksimum (λ m a x). Larutan ion logam transisi dapat berwarna (misalnya. untuk tetap jalan panjang. c. Pelarut untuk penentuan ini sering air untuk senyawa larut dalam air. Warna larutan ion logam sangat dipengaruhi oleh kehadiran spesies lain. . Ini dapat diambil dari referensi (tabel koefisien molar kepunahan). Perlu untuk mengetahui seberapa cepat perubahan absorbansi dengan konsentrasi. peningkatan penyerapan maksimum dan koefisien molar kepunahan ketika pH meningkat 6-13 atau ketika polaritas pelarut berkurang. Sebagai contoh. menyerap cahaya) karena elektron dalam atom logam dapat tertarik dari satu negara elektronik lainnya. Tirosin. metoksi dan amina. Terikatnya gugus auksokrom pada gugus kromofor akan mengakibatkan pergeseran pita absorpsi menuju ke panjang gelombang yang lebih besar (bathokromik) yang disertai dengan peningkatan intensitas (hyperkromik). tidak semua pelarut yang cocok untuk digunakan dalam spektroskopi UV.

2. Sel-sel harus diisi sedemikian rupa sehingga berkas cahaya menembus larutan. Pada kondisi operasi biasa. Umumnya sel-sel ditahan pada posisinya dengan desain kinematik dari pemegangnya atau dengan jepitan berpegas yang memastikan bahwa posisi tabung dalam ruang sel (dari) instrument itu reprodusibel. tabung reaksi silindris kadang-kadang diginakan sebagai wadah sampel. Radiasi dari sumber difokuskan ke celah masuk. yang berupa prisma atau suatu kisi difraksi. Penting bahwa tabung-tabung semacam itu diletakkan secara reprodusibel dengan membubuhkan tanda pada salah satu sisi tabunga dan tanda itu selalu tetaparahnya tiap kali ditaruh dalam instrument. Monokromator Monokromator ini adalah piranti optis untuk memencilkan suatu berkas radiasi dari sumber berkesinambungan. dengan meniscus terletak seluruhnya diatas berkas. 3. Sel-sel lebih baik bila permukaan optisnya datar. berkas mana mempunyai kemurnian spectral yang tinggi dengan panjang gelombang yang diinginkan. Sel itu haruslah meneruskan energy cahaya dalam daerah spektral yang diminati: jadi sel kaca melayani daerah tampak. Wadah sampel kebanyakan spektrofotometri melibatkan larutan dan karenanyan kebanyakan wadah sampel adalah sel untuk menaruh cairan ke dalam berkas cahaya spektrofotometer.Instrumentasi UV-Vis Spektroskofi UV-VIS memiliki instrumentasi yang terdiri dari lima komponen utama. Dengan memutar prisma atau kisi itu . keluaran lampu wolfram ini memadai dari sekitar 235 atau 350 nm ke sekitar 3 µm. yaitu . sringkali rumah lampu itu diselubungi air atau didinginkan dengan suatu penghembus angin untuk mencegah agar sampel ataupun komponen lain dari instrument itu menjadi hangat. energy yang dipancarkan olah kawat yang dipanaskan itu beraneka ragam menurut panjang gelombangnya. kemudian disejajarkan oleh sebuah lensa atau cermin sehingga suatu berkas sejajar jatuh ke unsure pendispersi. Sumber radiasi sumber energy cahaya yang biasa untuk daerah tampak dari spectrum itu maupun daerah ultraviolet dekat dan inframerah dekat adalah sebuah lampu pijar dengan kawat ranbut terbuat dari wolfram. Dalam instrument. Panas dari lampu wolfram dapat merepotkan. sel kuarsa atau kaca silica tinggi istimewa untuk daerah ultraviolet. 1.

5. Tetapi bila sampai menguraikan senyawa . Jika anda menyinarkan sinar UV pada larutan yang keluar melalui kolom dan sebuah detektor pada sisi yang berlawanan. Jika anda menggunakan campuran metanol-air sebagai pelarut. Prinsip Kerja UV-Vis Pada prinsipnya spektroskopi UV-Vis menggunakan cahaya sebagai tenaga yang mempengaruhi substansi senyawa kimia sehingga menimbulkan cahaya.secara mekanis. aneka porsi spectrum yang dihasilkan oleh insur disperse dipusatkan pada celah keluar. Metode umum yang mudah dipakai untuk menjelaskan yaitu penggunaan serapan ultra-violet. Jumlah cahaya yang diserap akan bergantung pada jumlah senyawa tertentu yang melewati melalui berkas pada waktu itu. menyerap pada panjang gelombang dibawah 205 nm dan air pada gelombang dibawah 190 nm. Misalnya. Pelarut menyerapnya! Tetapi berbeda. Banyak senyawasenyawa organik menyerap sinar UV dari beberapa panjang gelombang. lewat jalan optis lebih jauh.Cahaya yang digunakan merupakan foton yang bergetar dan menjalar secara lurus dan merupakan tenaga listrik dan magnet yang keduanya saling tagak lurus. Tenaga foton bila mmepengaruhi senyawa kimia. metanol. Spektrum absorpsi merupakan plot antara absorbans sebagai ordinat dan panjang gelombang sebagai absis. anda sebaiknya menggunakan panjang gelombang yang lebih besar dari 205 nm untuk mencegah pembacaan yang salah dari pelarut. sedangkan respon yang timbul untuk senyawa organik ini hanya respon fisika atau Physical event. dari situ. Anda akan heran mengapa pelarut yang digunakan tidak mengabsorbsi sinar UV. Detektor Detector dapat memberikan respons terhadap radiasi pada berbagai panjang gelombang Ada beberapa cara untuk mendeteksi substansi yang telah melewati kolom. porsi-porsi itu menjumpai sampel. senyawa-senyawa akan menyerap dengan sangat kuat bagian-bagian yang berbeda dari specktrum UV. 4. anda akan mendapatkan pembacaan langsung berapa besar sinar yang diserap. maka akan menimbulkan tanggapan (respon). Rekorder Dan di dalam rekorder signal tersebut direkam sebagai spektrum yang berbentuk puncak-puncak.

Sehingga sampel yang akan diidentifikasi harus diubah dalam senyawa kompleks. misal analisis Pb dengan ekstraksi dithizon pada pH tertentu. Detektor menerima cahaya dari sampel secara bergantian secara berulang – ulang. misalnya destruksi campuran asam (H2SO4+ HNO3 + HClO4) pada suhu tinggi.kimia maka dapat terjadi peruraian senyawa tersebut menjadi molekul yang lebih kecil atau hanya menjadi radikal yang dinamakan peristiwa kimia atau Chemical event.HCl dan ekstraksi dengan dithizon. perhitungan dilakukan dengan komputer yang sudah terprogram. Larutan sample diperoleh dilakukan preparasi tahap berikutnya dengan pereaksi tertentu untuk memisahkan unsur satu dengan lainya. Analisis unsur berasal dari jaringan tanaman. Cara kerja alat spektrofotometer UV-Vis yaitu sinar dari sumber radiasi diteruskan menuju monokromator. Sampel Pb direaksikan dengan amonium sitrat dan natriun fosfit. pH disesuaikan dengan penambahan amonium hidroksida kemudian ditambah KCN dan NH2OH. manusia harus diubah dalam bentuk larutan. Sinyal listrik dari detektor diproses. Cahaya dari monokromator diarahkan terpisah melalui sampel dengan sebuah cermin berotasi. Spektroskopi UV-Vis digunakan untuk cairan berwarna. hewan. diubah ke digital dan dilihat hasilnya. .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->