Millennium Development Goals

MEMBERANTAS KEMISKINAN DAN KELAPARAN EKSTREM

MEWUJUDKAN PENDIDIKAN DASAR UNTUK SEMUA

MENDORONG KESETARAAN GENDER DAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN

MENURUNKAN ANGKA KEMATIAN ANAK

MENINGKATKAN KESEHATAN IBU

MEMERANGI HIV DAN AIDS, MALARIA SERTA PENYAKIT LAINNYA

MEMASTIKAN KELESTARIAN LINGKUNGAN

PROMOTE GLOBAL PARTNERSHIP FOR DEVELOPMENT

Kita Suarakan MDGs Demi Pencapaiannya di Indonesia Laporan ini adalah hasil konsultasi luas yang melibatkan Pemerintah, Kelompok Kerja Tematis MDGs, Organisasi Masyarakat Sipil, Lembaga-lembaga PBB di Indonesia, media dan sektor swasta. Penyusunan Laporan ini memperolah dukungan teknis dan knansial dari Proyek TARGET MDGs – sebuah inisiatif bersama BAPPENAS dan UNDP dalam upaya pencapaian MDGs di Indonesia. Penulis: Peter Stalker Masukan Teknis: Kelompok Kerja Tematis MDGs Tim Penyunting: Abdurrahman Syebubakar, Dr. Ivan Hadar, Dr. La Ega, Owais Parray, Riana Hutahayan dan Susilo Ady Kuncoro Dukungan Data dan Statistik: Badan Pusat Statistik (BPS) Desain dan Tata Letak: Anggoro Santoso Edy Widayat, Susilo Ady Kuncoro, Dwiati Novita Rini Cetakan Kedua: Oktober 2008

MENTERI NEGARA PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL/ KEPALA BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL

Sambutan
Di penghujung abad lalu, Indonesia mengalami perubahan besar yaitu proses reformasi ekonomi dan demokratisasi dalam bidang politik. Tidak begitu lama kemudian, tepatnya pada tahun 2000, para pimpinan dunia bertemu di New York dan menandatangani “Deklarasi Milennium” yang berisi komitmen untuk mempercepat pembangunan manusia dan pemberantasan kemiskinan. Komitmen tersebut diterjemahkan menjadi beberapa tujuan dan target yang dikenal sebagai Millennium Development Goals (MDGs). Pencapaian sasaran MDGs menjadi salah satu prioritas utama bangsa Indonesia. Pencapaian tujuan dan target tersebut bukanlah semata-mata tugas pemerintah tetapi merupakan tugas seluruh komponen bangsa. Sehingga pencapaian tujuan dan target MDGs harus menjadi pembahasan seluruh masyarakat. Untuk membantu terlaksananya proses ini, laporan pencapaian MDG dalam versi pendek ini ditulis dengan gaya bahasa informal yang dapat dipahami secara lebih mudah. Meskipun pendek dan hanya menyentuh secara singkat tujuan dan target MDGs, diharapkan pembaca akan mendapatkan gambaran mengenai tantangan yang dihadapi Indonesia dalam sasaran MDGs. Di negara yang sangat luas dan beragam seperti Indonesia, pengumpulan data merupakan pekerjaan yang sulit dilakukan. Meskipun data-data yang ditampilkan dalam laporan ini dapat menggambarkan pencapaian di tingkat nasional, dan dalam beberapa aspek mencapai juga di tingkat provinsi, namun belum menggambarkan capaian pada tingkat kabupaten. Padahal, banyak dari keputusan terpenting yang dapat mempengaruhi kemajuan pencapaian MDGs diambil pada tingkat kabupaten. Karena itu, laporan ini diharapkan bisa membantu memperkenalkan latar belakang MDGs kepada pembaca yang lebih luas, terutama para pengambil keputusan di tingkat daerah. Untuk beberapa tujuan, diantaranya kemiskinan, pendidikan, kesehatan dan perlindungan terhadap lingkungan, Indonesia bersama negara-negara lainnya, menetapkan target-target yang ambisius namun sangat mungkin untuk dicapai. Kebanyakan dari target tersebut mesti dicapai pada 2015. Oleh karena itu, tahun 2008 menjadi penting, karena tahun ini adalah pertengahan dari target 2015. Melihat pencapaian sampai saat ini, Indonesia sepatutnya berbangga hati. Kita telah secara nyata mengurangi kemiskinan, dan hampir semua anak laki-laki dan perempuan dapat masuk ke sekolah dasar. Tetapi masih menuntut kerja keras dalam bidang yang lain. Tingginya angka kematian ibu melahirkan dan belum cukup usaha kita untuk melindungi lingkungan merupakan pekerjaan rumah yang harus diselesaikan secara sungguh-sungguh. Walaupun kita sudah mencapai banyak kemajuan, tetapi masih diperlukan kerja keras untuk mencapai semua sasaran MDGs. Akhir kata, saya berharap laporan ini dapat membantu kita dalam memperkuat komitmen dan menentukan prioritas di antara seluruh pemangku kepentingan untuk bekerja bersama mencapai MDGs, baik di tingkat lokal maupun nasional.

Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/ Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional

H. Paskah Suzetta

i

Sambutan dari United Nations Resident Coordinator di Indonesia
Merupakan sebuah kehormatan bagi saya untuk menulis pengantar singkat tentang laporan MDGs 2008, berjudul “Mari Kita Suarakan MDGs”. Setelah direvisi dan diperbaharui, laporan ini memuat kecenderungan dan capaian terkini MDGs di Indonesia. Laporan ini diterbitkan tepat waktu ketika dunia menghadapi ketidakpastian ekonomi yang ditandai oleh tingginya harga bahan bakar dan makanan serta ketidaksatabilan sistem knansial. Dalam era globalisasi, kondisi seperti ini akan berpengaruh terhadap banyak negara yang sedang berusaha mencapai MDGs. Seperti ditumjukkan laporan ini, kita boleh optimis bahwa Indonesia akan mencapai banyak target MDG di tingkat nasional. Namun, hal yang sama tidak berlaku bagi propinsi dan kabupaten miskin yang dalam banyak hal pencapaiannya masih tertinggal. Selain itu, untuk beberapa target terkait nutrisi anak, kesehatan ibu, dan akses terhadap air bersih, termasuk secara nasional, masih belum menunjukkan kemajuan yang memuaskan. Kita pun sadar bahwa kemajuan pencapaian MDGs saat ini bukanlah jaminan bagi kemajuan pencapaian di masa depan. Laporan ini memberi penekanan pada hal tersebut sekaligus mengajak seluruh komponen bangsa untuk melakukan aksi bagi pencapaian MDG. Sebagai Negara yang sangat luas, dengan beragam budaya serta tingkat pembangunan yang berbeda, kebijakan dan aksi pemerintah daerah akan menjadi kunci keberhasilan pencapaian tujuan global ini baik di tingkat nasional dan di tingkat lokal. Ditulis dengan gaya populer, dan memiliki pesan yang jelas sebagai pemicu untuk bertindak, laporan ini bertujuan menyebarluaskan isu-isu kebijakan untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya pencapaian MDGs bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat. Anggaplah laporan ini sebagai “peringatan” bagi kita semua untuk bekerja dengan memanfaatkan sumber daya yang ada semaksimal mungkin. Berbagai lembaga PBB berkomitmen sebagai “Sebuah Kesatuan” (One UN) mendukung pemerintah dalam berbagai bidang stategis untuk pembangunan Indonesia. Saya menyambut baik upaya Pemerinah Indonesia yang telah memulai proses penyusunan Peta Jalan MDG (MDG Road Map) yang akan mejadi pedoman kebijakan strategis tidak hanya bagi Indonesia, tetapi juga bagi PBB dan lembaga internasional lainnya untuk berpartisipasi mendukung pencapaian MDGs secara lebih efektif.

Kepala Perwakilan PBB - Indonesia

El-Mostafa Benlamlih

ii

DAFTAR ISI
Sambutan dari Menteri Negara Perencanaan Pembangunan/ Kepala BAPPENAS Sambutan dari Resident Coordinator PBB di Indonesia Daftar Isi Daftar Gambar Daftar Singkatan Posisi Kita Sekarang: Status Pencapaian MDGs Indonesia Bincang-Bincang tentang MDGs TUJUAN 1: Memberantas kemiskinan dan kelaparan ekstrem TUJUAN 2: Mewujudkan pendidikan dasar untuk semua TUJUAN 3: Mendorong kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan TUJUAN 4: Menurunkan angka kematian anak TUJUAN 5: Meningkatkan kesehatan ibu TUJUAN 6: Memerangi HIV dan AIDS, malaria serta penyakit lainnya TUJUAN 7: Memastikan kelestarian lingkungan TUJUAN 8: Mengembangkan kemitraan global untuk pembangunan TUJUAN 9: Meng-Indonesiakan MDGs Catatan dan Referensi i ii iii iv v vi 1 4 10 15 18 20 23 28 35 39 41

iii

1 Kategori “Kawasan Hutan” dan Cakupan Hutan yang Sesungguhnya.1 Angka Partisipasi di Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama Gambar 2.DAFTAR GAMBAR Gambar 1.4 Biaya-biaya Pribadi untuk Pendidikan yang harus dipikul 40% Rumah Tangga Paling Miskin 11 Gambar 2.2 Proporsi Kelahiran yang Dibantu oleh Tenaga Persalinan Terlatih Gambar 7. 2002/03 16 Gambar 3.1 Laju Angka Kematian Bayi dan Balita Gambar 5.5 Angka Partisipasi Murni di Sekolah Menengah Pertama per Propinsi. 2006 Gambar 3.1 Proporsi Masyarakat Miskin berdasarkan Propinsi. 1990-2004 Gambar 8.3 Sumbangan Perempuan dalam Kerja Berupah di Sektor Non-Pertanian Gambar 4.1 Rasio Kematian Ibu Gambar 5. 2008 Gambar 1.6 Proporsi Penduduk yang Mengkonsumsi kurang dari Keperluan Konsumsi Harian Gambar 2.1 Rasio antara Anak Perempuan dan Anak Laki-laki di berbagai Jenjang Pendidikan 12 15 Gambar 3.2 Proporsi Anak Perempuan dan Anak Laki-Laki di Sekolah-sekolah Lanjutan Kejuruan.2 Tingkat Putus Sekolah pada Murid yang masuk Sekolah Dasar pada 1999 Gambar 2.5 Kekurangan Gizi pada Anak di bawah Lima Tahun Gambar 1.2 Utang Pemerintah 1996-2006 Gambar 9.3 Proporsi Kelulusan Anak-anak yang Memasuki Sekolah Dasar 5 6 6 7 8 8 10 11 11 Gambar 2. 2006 Gambar 7.1 Penyebaran Anggaran Pemerintah 37 38 39 iv .2 Angka Kemiskinan Nasional.4 Angka Pengangguran Penduduk berusia 15-24 Tahun Gambar 1.1 Bantuan sebagai Proporsi dalam Pengeluaran untuk Pembangunan.2 Akses terhadap Sumber Air yang Terlindungi menurut Propinsi.3 Angka Kemiskinan 1 Dollar-per hari Gambar 1. 2006 Gambar 7.4 Proporsi Penduduk yang memiliki Akses Terhadap Fasilitas-Fasilitas Sanitasi yang Aman 32 Gambar 8. 1990-2008 Gambar 1. Perkotaan dan Pedesaan 16 18 20 21 28 31 31 Gambar 7.3 Akses terhadap Sumber Air yang Terlindungi.

Psikotropika dan Zat Aditif Lainnya : Nusa Tenggara Barat : Nusa Tenggara Timur : Ofkcial Development Assistance : Orang Dengan HIV dan AIDS : Perserikatan Bangsa-Bangsa : Perusahaan Daerah Air Minum : Pengguna NAPZA Suntik : Pos Pelayanan Terpadu : Pekerja Seks Komersial : Pusat Kesehatan Masyarakat : Survey Angkatan Kerja Nasional : Sekolah Dasar : Survey Demograk dan Kesehatan Indonesia : Survey Kesehatan Rumah Tangga : Sekolah Menengah Atas : Sekolah Menengah Pertama : Tuberculosis : United Nations Development Programme : United Nations Educational.DAFTAR SINGKATAN AIDS AKB AKBa APBN APK APM AS Bappenas BLT BPS BOS CFC CGI CO2 Depkes DOTS DPR ESDM FAO HIV IMF KLB KPA LSM MDGs NAPZA NTB NTT ODA ODHA PBB PDAM Penasun Posyandu PSK Puskesmas Sakernas SD SDKI SKRT SMA SMP TBC UNDP UNESCO UNICEF WHO WTO : Acquired Immunodekciency Syndrome : Angka Kematian Bayi : Angka Kematian Balita : Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara : Angka Partisipasi Kasar : Angka Partisipasi Murni : Amerika Serikat : Badan Perencanaan Pembangunan Nasional : Bantuan Langsung Tunai : Badan Pusat Statistik : Bantuan Operasional Sekolah : Chloroluorocarbons : Consultative Group on Indonesia : Karbon dioksida : Departemen Kesehatan : Directly-Observed Treatment Short-course : Dewan Perwakilan Rakyat : Energi dan Sumberdaya Mineral : Food and Agricultural Organisation : Human Immunodekciency Virus : International Monetary Funds : Kejadian Luar Biasa : Komisi Penanggulangan AIDS Nasional : Lembaga Swadaya Masyarakat : Millennium Development Goals : Narkotika. Scientikc and Cultural Organization : United Nations Children’s Fund : World Health Organization : World Trade Organization v .

2 1.000) Tingkat Imunisasi Campak .7% 6% 18% 5% Perlu kerja keras Sesuai Target TUJUAN 2: MENCAPAI PENDIDIKAN UNTUK SEMUA Target 2A: Menjamin pada 2015 semua anak dimanapun.2% 62% Perlu kerja keras Target 1C: Menurunkan hingga setengahnya Proporsi Penduduk yang Menderita Kelaparan 1.5% 15.000) Kelahiran yang dibantu tenaga terlatih 390 40.6% 94.3% 8.0% 2.1 % 7.5% Telah tercapai Perlu kerja keras Tinggi Stagnan Stagnan Stagnan 1990 SAAT INI TARGET STATUS Target 1B: Meneydiakan seutuhnya Pekerjaan yang produktif dan layak.9% 75.000 Tingkat Kematian Bayi (per 1.3% 98.1d 3.2 3.1a 3.0% 102.9% 33% 11.0% 96.2a 2.2 4.POSISI KITA SEKARANG INDIKATOR TUJUAN 1: MENANGGULANGI KEMISKINAN DAN KELAPARAN Target 1A: Menurunkan hingga setengahnya Proporsi Penduduk dengan Tingkat Pendapatan Kurang dari US$ 1 perhari 1 1.2% 12.1% 97.3% 50.6% 15.4 Wanita menikah usia 15-49 yang menggunakan Alat KB Tingkat Kelahiran Usia Muda (per 1000 perempuan usia 15-19) setidaknya satu kali berkunjung ke fasilitas kesehatan 93.Usia 12 .Usia 12 Bulan Tingkat Imunisasi Campak .77% 0.6% 101.3% 2.6% 62.A: Menurunkan Angka Kematian Balita sebesar dua-per-tiganya antara 1990 dan 2015 4.0% 85.6 1.4% 32 19 Sesuai Target Sesuai Target TUJUAN 5: MENINGKATKAN KESEHATAN IBU Target 5A: Menurunkan Angka Kematian Ibu sebesar tiga-per-empatnya antara 1990 dan 2015 5.5% 44 34 72% 76.3 Partisipasi ditingkat SD (APM) Partisipasi ditingkat SMP (APM) Proporsi Murid yang bersekolah hingga kelas 5 Proporsi Murid yang tamat SD Melek Huruf Usia 15-24 88.9 Malnutrisi Anak Kecukupan konsumsi kalori 35.1 2.23 Bulan 81 57 44.5% 99.9% 29.4 1.1 5.2 Tingkat Kematian Ibu (Per 100.3% 100% 100% 100% 100% 100% 50% Telah tercapai Sesuai Target Telah tercapai Telah tercapai Sesuai Target Perlu kerja keras TUJUAN 4: MENGURANGI KEMATIAN ANAK Target 4.1b 3.5% 61.5% 81.3% 67.1a 1.5% 9% 28.8 1.5 1.76% 9.7% 20.3 5.0% vi .1b 1.5% 57.0% 99.2 3.7% 99.4% 100.7 Pertumbuhan PDB per proporsi jumlah pekerja Rasio pekerja terhadap populasi Proporsi pekerja yang hidup dengan kurang dari $1 per-hari Proporsi Pekerja yang memiliki rekening pribadi dan anggota keluarga bekerja terhadap jumlah pekerja total 4. laki-laki maupun perempuan dapat menyelesaikan pendidikan dasar 2.1c 3.2a 1.1a 2. dan disemua jenjang sebelum 2015 3.4% 100% 100% 100% 100% 100% Sesuai Target Sesuai Target Sesuai Target Sesuai Target Sesuai Target TUJUAN 3: MENDORONG KESETARAAN GENDER DAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN Target 3A: Menghilangkan ketimpangan gender di tingkat pendidikan dasar dan lanjutan tahun 2005.1 4.7% 66.3 4.3 Kemiskinan (1$ per-hari) Kemiskinan (Nasional) Kemiskinan (2$ per-hari) Indeks kedalaman kemiskinan Indeks keparahan kemiskinan Proporsi konsumsi penduduk termiskin 9.2 2.3 Rasio Anak perempuan di Sekolah Dasar Rasio Anak perempuan di Sekolah Menengah Pertama Rasio Anak perempuan di Sekolah Menengah Atas Rasio Anak perempuan di Perguruan Tinggi Rasio melek huruf Perempuan usia 15-24 Thn Kontribusi Perempuan dalam Pekerjaan Upahan Perempuan di DPR 100. terutama untuk perempuan dan kaum muda 1.0% 74.7% 10% 7.4% 49.7% 41.3a Tingkat Kematian Anak (1-5 tahun)/per 1.5% 100.7% 307 73% 110 Perlu Kerja keras Target 5B: Mencapai dan menyediakan akses kesehatan reproduksi untuk semua pada 2015 5.

0% 67% 67.000) Angka Penemuan Kasus Kesembuhan dengan DOTS 90% 8.9 6.7% 52.INDIKATOR setidaknya empat kali berkunjung ke fasilitas kesehatan 5.1% TARGET STATUS TUJUAN 6: MEMERANGI HIV/AIDS DAN PENYAKIT MENULAR LAINNYA Target 6A: Mengendalikan Penyebaran HIV/AIDS dan mulai menurunkan kasus baru pada 2015 6.9b Proporsi Penduduk terhadap Air Bersih Air Minum Perpipaan Kota Air Minum Perpipaan Desa Sumber Air terlindungi .6% Sesuai Target Perlu usaha keras Perlu usaha keras Telah tercapai Sesuai Target Telah tercapai Telah tercapai Telah tercapai Target 7D: Memperbaiki kehidupan penduduk miskin yang hidup di pemukiman kumuh pada 2020 7.10 7.9% 38.815 49.000) Luar Jawa dan Bali (Per 1.9 0.8a 7.000 $ 6.000) Jawa dan Bali (Per 1.000) Prevalensi TBC (Per 100.5 Proporsi populasi dengan tingkat penyebaran HIV tinggi terhadap akses dengan obat antiretroviral Target 6C: Mengendalikan Penyakit Malaria dan muali menurunnya kasus Malria dan Penyakit lainnya tahun 2015 6.0% 1.536 kg/kapita 1.3 kg minyak-eq/ 1.10a Proporsi Masyarakat Urban yang tinggal di kawasan Kumuh Proporsi kepastian kepemilikan lahan 87.2 6.6% 52.6a 7.5 7.7% 1.8 7.3% 5.0% 2.5% 78.7 Konsumsi CFC .6b 7.1 6.4 7.6b 6.3% Melawan penyebaran Perlu Kerja keras Target 6B: Terseianya akses universal untuk perawatn terhadap HIV/AIDS bagi yang memerlukan.9% 1.10b Kasus Malaria (Per 1.5% 65.6 6.4 Rasio murid yatim dan/atau piatu terhadap non yatim/piatu berusia 10-14 tahun 67.10a 6.4% 29.8c 7.0% 87.8% 9.1% 69.34 metric ton/ Kapita 95.21 786 18.2 Kawasan tertutup hutan Emisi CO2 Rasio Penggunaan Energi terhadap PDB 7.7% 84.Perdesaan Sanitasi yang baik Rumah Tangga di Perkotaan Rumah Tangga di Perdesaan 30.Pengurangan Ozon Proporsi Persediaan Ikan dalam batasan biologis yang aman Proporsi dari Sumberdaya Perairan yang digunakan Kawasan Perlindungan Daratan Kawasan Perlindungan Laut Proporsi jumlah spesies yang terancam punah 26.1% 65.Perkotaan Sumber Air terlindungi .9 7.6 59.2% 30.8% 60.8% 59.8d 7.544 Mengurangi Mengurangi Target 7C: Menurunkan hingga separuhnya proporsi penduduk tanpa akses terhadap sumber air minum yang aman dan berkelanjutan serta fasilitas sanitasi dasar pada 2015 7. dan mencapai pengurangan yang signikkan pada 2010 7.06 0.6a 6.5 28.8b 7.2a 6.2% 57.8% 76.3% 66.0% Sesuai Target vii .5% 11% 60. pada 2010 6.3 7.6 Kebutuhan KB yang tidak terpenuhi 1990 SAAT INI 9.5 7.3a Prevalensi HIV dan AIDS (per 100.000) Penggunaan Kondom pada Hubungan Seks Resiko Tinggi Penggunaan Kondom sebagai alat Kontrasepsi Persentase Populasi usia 12-24 Tahun yang memiliki pengetahuan komprehensif tentang HIV/AIDS Laki-laki Perempuan 6.9a 7.3% 81.15 262 76% 91% TUJUAN 7: MEMASTIKAN KELESTARIAN LINGKUNGAN HIDUP Target 7A: Memadukan Prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan dengan kebijakan program nasional serta mengembalikan sumberdaya yang hilang Target 7B: Mengurangi laju hilangnya keragaman hayati.1 7.

Penanggulangan Masalah pinjaman luar negeri melalui upaya nasional maupun internasional dala rangka pengelolaan utang luar negeri yang berkelanjutan dan berjangka panjang 8. Bekerjasama dengan sektor swasta dalam memanfaatkan teknologi baru. terutama teknologi informasi dan komunikasi 8.16b Rumah tangga yang memiliki telepon Rumah tangga yang memiliki telpon seluler Rumah tangga yang memiliki komputer Rumah tangga yang memiliki akses internet 11.16a 8.1c 8. Keterangan mengenai status pencapaian hanya diberikan pada indikator-indikator yang memiliki target terukur secara kuantitatif.1a 8. Untuk indikator yang tidak memiliki target tersebut. Bayangan menunjukkan indikator pendukung khas yang digunakan Indonesia untuk melihat perkembangan secara lebih terperinci indikator utama 3.2% Catatan: 1. berdasar pada peraturan.6% 4.INDIKATOR TUJUAN 8 – MENGEMBANGKAN KEMITRAAN GLOBAL 1990 SAAT INI TARGET STATUS Target 8A. dapat diperkirakan dan non-diskriminatif .2% 24.15 8.12a Rasio Eskpor-Impor dengan PDB Rasio Kredit dan Tabungan Bank Umum Rasio Kredit dan Tabungan Bank Perkreditan Rakyat Rasio Pinjaman Luar Negeri terhadap PDB Rasio Utang terhadap Anggaran Belanja 44.12 8.14 8. Untuk menggantikan ketiadaan data tahun 1990 untuk beberapa indikator.ditingkat nasional dan internasional Target 8D.4% 44.1b 8.6% 87. dan penanggulangan kemiskinan .4% 61.4% 4. digunakan data dari tahun yang terdekat 4.termasuk komitmen terhadap sistem pemerintahan yang baik. catatan khusus diberikan untuk menggambarkan kemajuannya 2.9% 26% Target 8F. Penomoran indikator mengacu pada penomoran untuk indikator global viii . Mengembagnkan sistem perdanganan dan keuangan yang terbuka.

terlihat dengan capaian ‘pembangunan manusia’ berupa peningkatan penghasilan dan perbaikan pendidikan. Bukan sekedar dari ukuran penghasilan. yaitu hidup dalam sebuah negeri bernama Indonesia yang demokratis. Indonesia masuk urutan ke-142 dari Sebagian dari kita memang lebih beruntung 209 negara di dunia (World Bank GNI. kebisingan. Situasi pun bisa berubah menjadi buruk bagi negara secara keseluruhan. anda tentu saja berharap mampu menyediakan sandang dan pangan berkecukupan serta memiliki rumah idaman.BINCANG-BINCANG TENTANG MDGs Apa yang anda inginkan untuk masa depan? Bagi anda. yang dihitung dari nilai pasar total dari barang dan jasa yang dihasilkan oleh suatu negara dalam periode tertentu. Juga semakin banyak polusi. Indonesia sudah dikategorikan sebagai negara “berpenghasilan menengah”. Bukankah itu yang diinginkan semua orang? Rasanya ya. Namun. Mungkin yang mampu membaca dan menulis? Atau. terjadi krisis moneter. misalnya. Hal ini dikarenakan penghasilan masyarakat Indonesia berdasarkan Gross National Index (GNI). semakin banyakkah Terkadang. dibandingkan yang lain. jawabannya mungkin keluarga yang sehat dan bahagia.650. situasinya malah memburuk. pusat kesehatan dan tempat-tempat hiburan. Kini tersedia lebih banyak jalan. Ini hanyalah ukuran rata-rata. Sepuluh tahun lalu. Bila berhasil. dijamin oleh undang-undang. mengapa Indonesia masih miskin? Sebenarnya. hidup lebih lama dan lebih sehat. yang perlu dicermati adalah apa yang terjadi di dan korupsi Indonesia. di mana kebebasan untuk mengungkapkan pendapat dan mengatur kehidupan. dalam menapaki periode panjang sejak kemerdekaan.000 per bulan. Namun urutan tidak terlalu penting. Jika dibandingkan dengan Boleh jadi tidak. Dibandingkan sekitar 60 tahun lalu ketika Republik ini didirikan kita telah mengalami kemajuan pesat. Nilai ini setara dengan Rp. saat ini. Tiba-tiba banyak yang jatuh miskin. Meskipun demikian. nampaknya Indonesia telah menuju arah yang tepat.250. Orang Indonesia saat ini pun. sakit atau rumah yang dilanda banjir. anak anda jatuh semakin banyak anak yang diimunisasi sehingga 1 . Namun. 2008). terlalu bagus. Coba perhatikan berbagai kemajuan di sekitar Akan lebih baik kalau Indonesia di urutan yang anda. lebih tinggi. Tapi. saya tidak merasa sekaya itu 1. Menggembirakan bahwa saat ini semakin banyak orang Indonesia menjadi lebih makmur. keluar dari kemiskinan? Lalu. penghasilan per kapita Indonesia tahun 2007 adalah $ 1. negara lain. sementara yang lain lebih lambat. juga pendidikan bermutu bagi anakanak. Apakah semakin banyak penduduknya Memang tidak semuanya menjadi lebih baik. Kita menjadi lebih kaya dengan rata-rata penghasilan lima kali lipat penghasilan saat itu. Selain itu. apakah saja anda kehilangan pekerjaan. sekolah. Anda pun dipastikan mendambakan kebebasan. sudah lebih banyak orang yang menjadi semakin Urutan ke-142? Kedengarannya tidak sejahtera. Terkadang ada negara yang berkembang cepat.

melakukan hal tersebut. kesetaraan gender. para pemimpin dunia bertemu di New York Berapa lama lagi? mengumumkan ”Deklarasi Milenium” sebagai tekad Tergantung bidangnya. Sebenarnya. dalam setiap tujuan sangat mungkin untuk menetapkan target dan perempuan. paling anda belum pernah mendengarnya. Begitu pula dalam pemberantasan dan laki-laki yang bersekolah. kemudian pendidikan. seperti apakah seseorang merokok. beberapa penyakit (menular) utama. lingkungan Siapa yang menetapkan target-target serta permasalahan global terkait perdagangan. mengupayakan pencapainnya. dapat menetapkan target untuk komunitas. Jutaan penduduk masih hidup dalam kemiskinan. Faktor lain. tersebut? bantuan dan utang. Bisa siapa saja. dibandingkan yang lain. bisa berharap untuk hidup sepanjang menetapkan target global terkait produksi pangan. hanya sekitar “pendidikan untuk semua” serta pemberantasan 30% penduduk yang melek huruf. demam berdarah atau mengatasi banyak perempuan yang bekerja atau yang duduk banjir dan kemacetan. 68 tahun. misalnya. hampir penyakit seperti malaria dan HIV/AIDS. bisa mendapatkan air minum yang bersih pada ditargetkan kesetaraan jumlah anak perempuan tahun tertentu. sebuah negara berkembang dan masih butuh termasuk Indonesia. Mereka yang lahir internasional. Meskipun demikian. tapi apa urusan saya dengan masih kekurangan gizi. peralatan atau Mungkin. Dulu. kesehatan ibu. ada apakah rata-rata kita berumur lebih panjang? target untuk mewujudkan pendidikan dasar 9 tahun pada 2009. Kini. Sementara dirumuskan 8 (delapan) Tujuan Pembangunan perbaikan di bidang kesehatan. Sejak sekitar 20 tahun terakhir telah tahun 1960an rata-rata hanya punya harapan banyak pertemuan internasional di mana Indonesia hidup 41 tahun. kesehatan. Sekitar seperempat dari anak-anak Indonesia pun Baiklah. ketimbang kesehatan. dibandingkan 60 tahun lalu. kesehatan baru. Boleh jadi. dari sekedar pelayanan yang efektif. Bagi pemerintah. kita sedang berupaya memberantas di sekitar anda. atau perbaikan posisi Namun. ada hal yang dalam parlemen. pendidikan. angka kematian bayi. berperan cukup Benar. Indonesia pun masih tetap anda. kemiskinan. kita terkandung “target-target” yang spesikk dan terukur. bersama masyarakat dunia. cacar air atau polio? Selanjutnya. Kemajuan dalam bidang Dalam rangka mewujudkan hal ini. khususnya melalui kesepakatan Ya. tak dapat menetapkan target pembangunan pusat mungkin tercapai. Anda. Juga terlalu banyak sekolah berbagai hal tersebut? di negara ini yang kekurangan buku. seperti signikkan. pada tahun 1960an. pencapaiannya memerlukan waktu lebih lama mencakup kemiskinan. atau apakah Hanya delapan? ia memiliki pola makan baik. Misalnya. Tapi. Pada September 2000. sekolah. umumnya berkat sekolah. dicapai banyak negara kaya. Tentu saja. Begitu pula berapa malaria. apapun bidangnya. Rasanya. biasanya untuk menciptakan lingkungan “yang kondusif bagi lebih mudah memperbaiki bidang pendidikan pembangunan dan pengentasan kemiskinan”. namun masih tidak memiliki ketrampilan dasar baca tulis. misalnya. atau puskesmas Jadi. Sementara negara negara anggota PBB. atau ruang kelas sekolah. dapat menetapkan target bahwa setiap orang Terkait perbaikan posisi perempuan. berupaya mengusung sekian waktu untuk mencapai standar-standar yang telah banyak tujuan dan sasaran pembangunan yang belum tersosialisasikan. Begitu pula pemerintah daerah kemiskinan dan penyakit. Namun banyak target yang sepantasnya menjadi sasaran tentu saja masih banyak yang harus dilakukan. Memang ada tujuan yang sama. hanya ada delapan tujuan umum. Delapan tujuan umum tersebut. Namun anak-anak kita yang lahir bergabung dengan negara-negara di dunia untuk pada 2007. anda merasa semua itu bukan urusan guru yang kompeten. semua remaja yang memasuki usia dewasa. diperlukan lebih Milenium (Milennium Development Goals).kebal campak. Sebagai contoh. perlu anda ketahui bahwa semua target yang Pemerintah Pusat juga dapat melakukan hal ditetapkan cukup realistis. Dan hal yang sama juga terjadi Jawabannya? di tingkat global. selama ini keduanya jangka panjang untuk memberantas kemiskinan 2 .

angka kemiskinan kita (15. sehingga masyarakat di seluruh negeri yang luas ini dapat mulai berpikir tentang penyelesaiannya. karena anda masih terus membaca. data-data MDGs memiliki keterbatasan. meskipun terkesan sederhana karena terkonsentrasi pada hal-hal yang sifatnya kuantitatif. Tampaknya. Apa yang telah kita capai? Terkait kemiskinan. Salah satu manfaat dari MDGs adalah berbagai persoalan yang diusung menjadi perhatian berbagai pihak termasuk masyarakat secara luas. adalah baik bahwa 94. Sebaliknya. Jadi. Sementara untuk HIV/AIDS. tujuan pendidikan dalam MDGs tidak mengkaji aspek kualitas. silahkan baca laporan ini hingga selesai.1%. yaitu cara untuk memperkenalkan berbagai masalah tersebut secara umum. namun lebih untuk mendorong tindakan nyata. jangan terlalu cepat mengambil kesimpulan. tidak terlalu berguna Baiknya. kondisi kemiskinan sebenarnya tidak seburuk angka yang ditampilkan. tujuannya adalah meredam persebaran epidemik. kemiskinan pada 1990 berjumlah sekitar 15. meskipun ada angka provinsi.sampai tuntas. kondisi pendidikan tidak sebaik yang terungkap dalam angka tadi. untuk beberapa tujuan MDGs yang lain. Sebagian besar ditargetkan pada 2015. Jadi. Dan. Namun ketika sekolah mereka bocor. Sementara. belum Pada 2015. kita harus mengurangi angka tersebut juga mengungkapkan kondisi kabupaten. angka partisipasi anak di sekolah dasar. Sebuah laporan nasional juga bisa dimasukkan ke dalam sistem internasional yang mencatat pencapaian-pencapaian MDGs di seluruh dunia. bervariasi antara proposi penduduk yang hidup di bawah garis 73 tahun di Yogyakarta hingga 61 tahun di NTB. Kenapa demikian? Karena memang lebih sulit mengukur kualitas. atau hasil-hasil ujian. usia harapan hidup secara nasional patokan tahun 1990. Hal ini. adalah 68 tahun. maka bersekolah tidak akan membuat anak-anak mendapatkan pendidikan bermutu. atau hanya memiliki buku dalam jumlah yang terbatas serta guru-guru yang kurang kompeten. Untuk mengetahuinya secara rinci. Sebagai contoh.7% anak-anak terdaftar di sekolah dasar. Namun tujuan MDGs hanya mematok target pengurangan kemiskinan menjadi separuh. secara keseluruhan. Namun. meskipun tidak mustahil. yaitu 7. saya perlu terus membaca Menurut saya ya. targetnya lebih ambisius yaitu memastikan bahwa 100% anak memperoleh pendidikan dasar 9 tahun. Mencegah terjadinya kematian ibu lebih penting daripada sekedar menghitung berapa banyak perempuan meninggal sewaktu melahirkan. Selain itu. 3 . Namun. bila dicermati lebih rinci seperti terbaca dalam uraian pada bab berikut. Yang penting tidak hanya menghitung berapa banyak anak Indonesia yang kekurangan gizi. dalam delapan tahun ke depan. Di negara yang sangat besar dan beragam seperti Indonesia. banyak yang harus kita dilakukan. belum banyak kemajuan yang dicapai. laporan tentang kemajuan MDGs di tingkat kabupaten juga sangat diperlukan. di Indonesia.7%. MDGs bukan sekedar soal ukuran dan angka-angka. itu. kita lebih berhasil. Pada 2008 ini. baiklah kita segera membahas Tujuan 1 dari MDGs. Kapan semuanya ditargetkan terwujud? angka nasional saja tidak terlalu bermanfaat.5%. Namun. Isu-isu yang diusung MDG sangat penting.4%) masih lebih tinggi dibandingkan tahun 1990. Lalu buat apa ada laporan MDGs nasional? Anggaplah ini sebagai titik awal. membawa kita ke masalah besar berikutnya. namun sulit untuk mengukur dan mendapatkan informasi tentang kualitas. Sedangkan untuk pendidikan. di sektor pendidikan. Sayangnya. Sebagai contoh. telah mencapai 94. Karena menjadi separuh. dengan Ambil contoh. namun juga memastikan bahwa semua anak memperoleh asupan yang cukup. Sebagai contoh. Anda mungkin bisa menilai kualikkasi para guru.

sekitar 35 juta penduduk Indonesia berada di bawah garis kemiskinan. 4 . namun di Papua kemiskinan secara langsung. terlihat pada Gambar 1. semua tujuan berkaitan satu sama lain. Pada 2008. Demikian pula dengan pendidikan. sebaiknya. Jika pengeluaran anda kurang dari jumlah tersebut.” Kedengarannya kita hanya perlu satu tujuan Tujuan pertama ini. Karena itu. BPS melakukan survei sosial ekonomi nasional (Susenas) terhadap sampel rumah tangga. Namun hal sebaliknya. hampir semua masalah kita praktis terselesaikan. Jika anda tinggal di sebuah kota besar. atau menyediakan variasi di setiap propinsi dan kabupaten. Jadi. Namun.1 berikut ini. misalnya menciptakan angkanya sekitar 37. memang merupakan tujuan paling penting. BPS menghitung berapa biaya 32 keperluan dasar.1%. rumah hingga tiket bis. 182. perbaikan kesehatan otomatis mengurangi kemiskinan. lebih mungkin menjadi miskin di Jakarta? Tidak serta-merta demikian. tujuan pertama dalam MDGs adalah mengurangi jumlah penduduk miskin. anda tentu bisa memeriksakan diri ke dokter yang baik. dari satu daerah ke daerah lain.636 per bulan. seseorang memerlukan Rp. umumnya membutuhkan biaya yang lebih tinggi dibandingkan di perdesaan.TUJUAN 1: MEMBERANTAS KEMISKINAN DAN KELAPARAN EKSTREM Memberantas kemiskinan dan kelaparan ekstrem Seandainya tidak ada orang miskin. Hidup di perkotaan. angka kemiskinan untuk Karena ada juga berbagai cara untuk mengatasi Jakarta hanya sekitar 4. Pada 2008. Namun sebelum kita berbicara terlalu jauh. namun kita juga harus mengetahui berapa uang yang dibutuhkan. anda bisa mendapatkan perawatan kesehatan yang baik. jangan melihatnya sebagai hal yang terpisah dari tujuan MDGs yang lain. Berapa banyak dari kita yang berada di bawah garis kemiskinan? Untuk mengetahuinya. Anak-anak yang menikmati pendidikan bakal terbantu memperoleh pekerjaan dengan gaji yang lebih baik. bisa membuat anda menjadi lebih miskin – anda akan kehilangan waktu kerja atau harus membelanjakan uang untuk obat-obatan. bisa juga terjadi. Ketika anda punya uang. Selain itu. misalnya. Tanyakan saja berapa uang yang dibelanjakan.3%. seperti jaring pengaman sosial bagi penduduk termiskin. Artinya. sebagai tahun paling akhir yang memiliki kemiskinan? informasi per propinsi. misalnya. Cukup sederhana. Jika anda sakit. Situasinya berbedabeda. Namun itu merupakan jumlah nasional. anda juga punya kemungkinan untuk mendapat penghasilan lebih besar. buat apa membahas 2008. Pada dasarnya. kita mengetahui jumlah penduduk miskin. masih banyak lapangan kerja yang lebih baik. Benar bahwa jika anda memiliki uang. mulai dari pakaian. BPS menyimpulkan bahwa untuk bisa membayar semua itu. Untuk Bila demikian. Benar. berarti anda berada di bawah “garis kemiskinan. Anda juga bisa memperoleh sambungan jaringan air minum serta makanan berkualitas.

Sejak itu. target yang dipatok adalah 7. tentu saja. Jadi jika anda ingin menggunakan 1 dollar per hari sebagai patokan angka kemiskinan. Kedua.2. kondisi saat ini bahkan lebih parah. ada dua kerumitan. 2008 Buat apa menggunakan garis kemiskinan yang bisa diperbandingkan? Mungkin saja anda tidak merasa perlu. Pertama. namun kecenderungannya menurun. pada jenis pangan yang dikonsumsi. Namun. Menyewa rumah. angka kemiskinan nasional adalah 15.5% berdasarkan separuh angka kemiskinan tahun 1990 yang berjumlah 15. anda mungkin mengira bahwa garis kemiskinan untuk Indonesia sekitar Rp. nilai dollar di sebuah negara bisa lebih tinggi dibandingkan nilainya di negara lain. Namun. Menyusul krisis moneter pada 1998. Mereka menggunakan ”garis kemiskinan internasional” yang ditetapkan pada angka 1 dollar AS per hari. Gambar 1. kemungkinan akibat melonjaknya harga-harga bahan makanan dan bahan bakar minyak. artinya pencapaian MDGs kita tidak mengalami kemajuan berarti.1%.Berita Resmi Statistik. misalnya. Garis kemiskinan nasional yang dirumuskan oleh BPS didasarkan 5 . Berdasarkan angka tersebut. 288. serta berbagai produk lain yang biasanya dibeli masyarakat. Untuk kemiskinan.40% 35% 30% 25% 20% 15% 10% 5% 0% Nusa Tenggara Timur Bengkulu Sulawesi Barat Kepulauan Riau Bali Papua Maluku Utara Kalimantan Tengah Bangka Belitung Sulawesi Tenggara Jambi Sulawesi Tengah Nusa Tenggara Barat Lampung Kalimantan Selatan Kalimantan Barat Gorontalo Sumatera Selatan Riau Sulawesi Selatan Sumatera Utara Sumatera Barat Jakarta Jawa Timur Yogyakarta Maluku Aceh Jawa Tengah Papua Barat Kalimantan Timur Jawa Barat Sulawesi Utara Banten Indonesia Bedanya jauh sekali Pada 2008. nilai dollar sendiri berubah dari waktu ke waktu. Sebenarnya. akan terlihat bahwa situasi yang ada tidak terlalu buruk. nilai rata-rata satu dollar setara dengan sekitar Rp. Tetapi di sini.2%. namun ada saja yang melakukannya. Selain itu. wajah Indonesia terlihat lebih baik. anda perlu mempertimbangkan dua hal tersebut.400. atau terdapat hampir 35 juta penduduk miskin. 9.1 Proporsi Masyarakat Miskin berdasarkan Propinsi. garis kemiskinan nasional ini mempersulit perbandingannya dengan negara-negara lain. 2008 Sumber: BPS. lebih murah di Bandung dibandingkan di New York. Pada pertengahan 2008. Anda mungkin akan terhibur mengetahui bahwa menggunakan ukuran kemiskinan yang lain.000 per bulan. angka kemiskinan terus turun untuk kemudian naik pada 2006. terjadi kenaikan tajam angka kemiskinan menjadi 24. nilai dollar saat ini jauh berkurang dibandingkan nilainya beberapa tahun lalu. dalam kenyataannya. Dengan demikian. Mungkinkah kta mencapai Target tersebut pada 2015? Bukan hal yang mudah untuk dilakukan. Meski angkanya cukup tinggi. mencermati Gambar 1.4%.

0 0.2 17. sebanding daya beli dollar tahun 1993”.0 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 Desa Kota Total Suatu lonjakan tajam Gambar 1. Jika angkaangka waktu itu dihitung ulang dengan memakai ukuran saat ini. garis tersebut maka akan banyak orang yang berada . angka itu tidak belum ada peningkatan. Kita pun bisa tiba-tiba berada hari. Artinya. misalnya rumah yang buruk dan kumuh. garis kemiskinan yang lebih pas mungkin 2 dollar per hari.. akibat banyak orang kehilangan nasional versi BPS. anda dapat mengatakan bahwa kehilangan pekerjaan atau ketika harga hasil panen ini adalah “garis kemiskinan 1 dollar per orang/ beranjak turun. kekurangan air bersih. pengeluaran karena melonjaknya harga bahan disimpulkan bahwa garis kemiskinan 1 dollar-per. anda merasa miskin karena banyak alasan selain pendapatan.60 24. sementara harga-harga bisa berubah secara tibatiba. kemiskinan ini Indonesia telah mencapai sasaran Artinya. Bank Dunia di bawahnya dan tergolong miskin. 2007. 6 .0 15.6% pada 1990 dan beras. cara mengukur angka kemiskinan sedikit berubah dibandingkan 1996. Pertama. angka 1990 seharusnya menjadi sedikit lebih tinggi daripada 15%. menimbulkan “pergerakan”. Jumlah Penduduk Miskin (Juta) 50 40 30 20 10 0 1990 1996 15. anda cukup melihat hasilnya. Berdasarkan Gambar 1. Namun. banyak dari kita masih hidup di sekitar garis Saya tidak yakin. menggunakan garis yang jatuh miskin.. atau transportasi.4 18. Bagaimana mereka tiba-tiba menjadi miskin? Karena yang dibahas disini hanyalah “kemiskinan yang diukur dari penghasilan (income poverty)”.7 16.8 16. Lebih realistis. maka hampir separuh penduduk Indonesia masih berada di bawah garis kemiskinan. ada 7. yang sama dari tahun ke tahun. kita terlihat mencapai kemajuan. Anda hanya perlu sedikit menaikkan semua hal ini. Namun karena kita tidak memiliki angka tersebut.2 Angka Kemiskinan Nasional.. 97. Catatan: Saat ini.. atau sekitar Rp 195.dan juga tidak terlalu perlu. atau kurang dari separuh garis kemiskinan dua hal. Pada 2006.0 19. mengacu pada orang-orang yang sama. telah menjelaskan hal tersebut.Susenas berbagai tahun dan Berita Resmi Statistik. berkeinginan mengetahui kemiskinan.0 5. Gambar 1.pokok.3.000 per bulan. tampaknya berhenti di situ.1 17. karena terjadi lonjakan harga kemiskinan adalah sekitar 20.000 per kemiskinan pada 1998. angka pekerjaan. boleh jadi anda tidak merasa sedang jatuh atau sebaliknya terbebas dari kemiskinan dari waktu ke waktu.4 15. meskipun kemiskinan menunjukkan angka MDGs – meskipun. misalnya. Ternyata. Sebenarnya. Karena yang ditunjukkan hanyalah apa yang terjadi pada penduduk termiskin.6 20. 1990-2007 Sumber: BPS . mengapa kita tidak memakainya? Alasan utamanya. lainnya terbebas dari kemiskinan.5 25. dihitung dari berbagai tahun Ya. Jika ingin membuat banyak dari kita yang sangat rentan.0 10. kita akan tetap menggunakan angka 15%. Jika di bawah garis kemiskinan akibat meningkatnya tidak. bagi Indonesia yang dikategorikan PBB sebagai negara berpenghasilan menengah. terjadi karena bulan. Kenaikan tajam angka hari di Indonesia setara dengan Rp. misalnya ketika orang lain terkesan.. Meskipun miskin.5% pada 2006.0 Persentase Penduduk Miskin (%) Bila menggunakan garis kemiskinan tersebut.2 23. Kedua.3 Angka Kemiskinan 1 Dollar-per hari Sumber: World Development Report (World Bank).7 16. garis kemiskinan tersebut kurang pas diterapkan pada kondisi Indonesia. Hal ini memang penting dan sangat menggembirakan bahwa kita telah mengentaskan kemiskinan ekstrim.4 17. Meskipun demikian. Semua itu. Itulah sebabnya kemiskinan kadang-kadang disebut “memiliki banyak dimensi”. Hal ini juga menunjukkan sesuatu yang menarik. Menggunakan ukuran ini.1 18.4 30. pendidikan atau informasi.

yaitu mereka yang bahan bakar naik dan pemerintah melaksanakan 7 . anda juga bisa langsung berpikir tentang penghasilan masyarakat. Tetapi.40% 35% 30% 25% 20% 15% 10% 5% 0% Nusa Tenggara Timur Bengkulu Sulawesi Barat Kepulauan Riau Bali Papua Maluku Utara Kalimantan Tengah Bangka Belitung Sulawesi Tenggara Jambi Sulawesi Tengah Nusa Tenggara Barat Lampung Kalimantan Selatan Kalimantan Barat Gorontalo Sumatera Selatan Riau Sulawesi Selatan Sumatera Utara Sumatera Barat Jakarta Jawa Timur Yogyakarta Maluku Aceh Jawa Tengah Papua Barat Kalimantan Timur Jawa Barat Sulawesi Utara Banten Indonesia Lebih mudah tetap pada penggunaan istilah ”miskin” Anda mungkin benar. atau dengan memperbaiki sistem irigasi dan akses jalan. pekerjaan seyogyanya membuat keluarga anda lebih kuat secara ekonomi. memiliki suasana kerja yang sehat dan memungkinkan anda untuk turut serta mengambil keputusan yang mempengaruhi kehidupan dan penghidupan anda. Februari 2006 Pekerjaan yang Layak? Jenis pekerjaan yang produktif dan memberikan penghasilan yang cukup adalah pekerjaan yang layak. khususnya mereka yang bekerja sendiri seperti Sekma terakhr pernah dilakukan ketika harga petani dan pedagang kaki lima. pekerjaan yang layak akan mengeluarkan anda dari kemiskinan. pemerintah perlu mempertimbangkan dan memastikan tumbuhnya ekonomi yang bermanfaat pada daerah dan penduduk termiskin. bahwa ketika banyak yang bekerja terjadi penurunan tingkat kemiskinan.4 Angka Pengangguran Penduduk berusia 15-24 Tahun Sumber: BPS – Sakernas. Secara keseluruhan. Sederhananya. Namun anda juga perlu memikirkan tentang isu-isu lain ketika membahas pengurangan kemiskinan akibat kurangnya penghasilan. Tidak semua pekerjaan dapat membawa seseorang keluar dari kemiskinan. tetapi apakah itu cukup? Boleh jadi benar. bekerja di sektor informal. Yang kita butuhkan adalah pekerjaan yang layak. banyak teman saya yang bekerja 12 jam sehari namun tetap miskin Kita juga harus memikirkan mengancai cara membantu kaum termiskin dengan memberikan subsidi bidang kesehatan dan pendidikan. pekerja sektor informal jummlahnya sangat banyak. Cukup menarik. Contohnya. Gambar 1. atau dalam beberapa kausu. Mereka sering merasa kesulitan memenuhi kebutuhan hidupnya. anda pun harus memberikan mereka pendidikan yang lebih baik. memberikan uang tunai. seharusnya kita mempunyai tujuan baru mengenai pekerjaan yang layak dan produktif untuk semua. Karena itu. membantu petani meningkatkan penghasilan dengan cara beralih ke tanaman berharga jual lebih. dimulai dengan lapangan pekerjaan dan upah. Ketika menginginkan generasi muda berpenghasilan lebih baik. Lebih dari itu. Benar. Pemerintah pun harus memberi perhatian lebih pada kawasan perdesaan karena sekitar dua pertiga dari rumah tangga miskin bekerja di sektor pertanian. Tetapi. Saat ini.

lebih karena kurangnya perhatian. Gambar 1.4. mereka tergolong ”kekurangan gizi”. banyak bayi yang tidak mendapatkan makanan tepat dalam jumlah yang cukup. Bagaimana mengetahui berapa seharusnya berat badan anak saya? Jika rutin membawa anak anda ke Posyandu. ia bisa ditimbang disana. Tapi. yang membesarkan hati. anak-anak akan mempunyai banyak masalah lain.6 Proporsi Penduduk yang Mengkonsumsi kurang dari Keperluan Konsumsi Harian Sumber: World Development Report (World Bank. Sayangnya. Jika tidak. Pada dasarnya. berbagai tahun program Bantuan Langsung Tunai untuk membantu masyarakat miskin. jumlah bayi yang memperoleh Dengan asupan makanan yang tepat dan dalam ASI eksklusif kurang dari seperempatnya. Tampaknya. Bisa saja ibu yang miskin kurang memiliki informasi tentang perawatan anak atau hanya memiliki sedikit waktu untuk mengurus bayi. beberapa tahun terakhir sejak 2000. sekitar empat bulan. kita baik-baik saja. Saat ini pemerintah sedang melaksanakan program Keluarga Harapan untk membantu anggota keluarga miskin membayar pengeluaran terkait pendidikan dan kesehatan. seharusnya mereka memiliki makanan yang cukup – apalagi anak-anak hanya makan dalam porsi yang kecil. Untuk mendapatkan gambaran nasional. persoalannya bukan karena minimnya penghasilan. padahal angka kemiskinan menurun? Gambar 1. jadi harus ditekan menjadi sekitar 17. Salah satunya ialah terkait dengan makanan. Awalnya. dalam jangka waktu panjang. tidak berarti bahwa semua sekitar 6 bulan. Namun. karena lebih dari seperempat anak-anak Indonesia kekurangan gizi. Logikanya. Sayangnya. Mencermati Gambar 1. ketika orang memiliki lebih banyak uang. Memang ada cara lain mengukur kekurangan gizi. juga terkait kemiskinan. banyak sekali yang bisa kita lakukan untuk memperbaiki berbagai persoalan dengan cepat. pada Susenas 2006 dilakukan penimbangan sejumlah anak sebagai sampel. berarti mereka “kekurangan gizi”. pilihan ideal biasanya tidak terlihat anak-anak yang adalah memberikan ASI eksklusif hingga usia bayi kelaparan. seperti kesehatan ibu. 2006) Memang terasa aneh. Pada 1990. mencemaskan. Mungkin. Akan tetapi. ada satu ukuran penting MDGs tentang kemiskinan terkait gizi.5%. Masih jumlah mencukupi. Jadi ketika menimbang anak. tampaknya tidak terlalu sulit mencapai target tersebut. Namun. terlihat bahwa situasi tersebut belum membaik sepanjang beberapa tahun terakhir. angka kekurangan gizi pada anak-anak sekitar 35. ibu yang kekurangan gizi cenderung melahirkan bayi yang juga kekurangan gizi. Biasanya. Apa yang bisa kita lakukan saat ini? Sebenarnya. Di Indonesia. dengan sedikit perubahan perilaku di rumah dapat dengan cepat menurunkan angka kekurangan 8 . anda dapat memeriksa apakah “berat badannya sesuai usia” atau tidak. Hasilnya.8%. angkanya naik kembali. Jika lebih rendah. setelah anak memperoleh asupan makanan yang layak. Persoalannya. namun ini merupakan cara paling lazim. mengapa lebih banyak anak kekurangan gizi. di Indonesia.5 Kekurangan Gizi pada Anak di bawah Lima Tahun Sumber: BPS – Susenas. yaitu apakah masyarakat mengkonsumsi makanan berkecukupan. Target kedua MDGs adalah mengurangi jumlah anak-anak yang kekurangan gizi hingga separuhnya. Untungnya tidak.berat badan pada kisaran yang sama. Melihat kecenderungan sejak 1990. solusi terbaik menanggulangi kemiskinan adalah pertubuhan ekonomi yang menyediakan lebih banyak pekerjaan dan pendapatan – terutama bagi kaum miskin. Karena. Lalu apa masalahnya? Penyebabnya.

(ii) rasio pekerja terhadap populasi. Dua indikator lain memberikan informasi pelengkap.4%.8% pada 2008. menunjukkan bahwa situasi penduduk miskin belum banyak mengalami perubahan. Dasar penghitungan berubah pada 1996. yang artinya semakin tingginya angkatan kerja yang mendapatkan pekerjaan. empat buah indikator digunakan. angkanya berada pada sekitar 9%. melihat apakah seluruh penduduk cukup makan. Indonesia telah mencapai target karena berhasil mengurangi tingkat kemiskinan dari 21% (1990) menjadi7. Target 1B: Meneydiakan seutuhnya Pekerjaan yang produktif dan layak.3% dalam periode tahun 2000 hingga 20072. terutama untuk perempuan dan kaum muda Untuk mengukur kemajuan pencapaian target ini. yaitu: (i) pertumbuhan PDB per proporsi jumlah pekerja/ produktivitas pekerja. Namun. terjadi peningkatan kemiskinan yang kemudian sedikit menurun pada 2008 menjadi 15.1%. menggunakan garis kemiskinan 1 dollar per hari. tampaknya Indonesia masih berada di jalur yang benar untuk mencapai target MDGs ini. Indikator yang lebih sederhana adalah indikator penyebaran penghasilan: total jumlah konsumsi penduduk termiskin secara nasional adalah 20%. Berbasiskan ukuran tersebut. dan belum beranjak jauh dari pencapaian tahun 2002. Salah satu indikator kemiskinan lain dalam MDGs. situasi sepenuhnya berbeda. Dengan menggunakan kriteria FAO1 dalam mengukur kebutuhan konsumsi minimum. Kemajuan pencapaian target ini diindikasikan dengan semakin tingginya rasio. Dengan angka ini. karena belum ada perhitungan ulang. angka kemiskinan Indonesia pada 1990 adalah 15. Antara tahun 1990 dan 2008. meskipun mayoritas pekerja (62%) masih tergolong sebagai pekerja yang rentan. Pada 2006. TUJUAN 1: MEMBERANTAS KEMISKINAN DAN KELAPARAN EKSTREM Target 1A: Menurunkan proporsi penduduk yang hidup di bawah garis kemiskinan menjadi setengahnya antara 1990-2015 Menggunakan garis kemiskinan nasional. Mencermati berbagai kecenderungan akhir-akhir ini. Produktivitas pekerja juga mengalami peningkatan yang cukup baik.1%. Proporsi penduduk tersebut juga relatif tidak berubah sejak 1990. Pekerja renran di Indonesia mengalami sedikit penurunan semenjak tahun 2003. (iii) proporsi pekerja yang hidup dengan kurang dari $1 per-hari/ pekerja miskin dan (iv) proporsi pekerja yang memiliki rekening pribadi dan anggota keluarga bekerja terhadap jumlah pekerja total/ pekerja rentan. Ini pun belum banyak berubah.7% dan 2.5% pada 2006. Di masa lalu. Menurunkan proporsi penduduk yang menderita kelaparan menjadi setengahnya antara tahun 1990 dan 2015 Indikator pertama adalah prevalensi anak usia di bawah lima tahun (balita) dengan berat badan kurang. Data terakhir terkait pekerja miskin di Indonesia adalah 8.1%. 9 . angka pada 1990 akan sedikit lebih tinggi dari 15.2% (2006). Bukan hanya pada anak. Angka saat ini adalah 28% dan nampaknya akan meningkat. Indikator kedua adalah proporsi penduduk yang mengkonsumsi kebutuhan minimum per-harinya. laporan ini menggunakan angka 15. jelas kita tidak (akan) mencapai target. Indikator yang lebih rumit adalah ”rasio kesenjangan kemiskinan (poverty gap ratio)” yang mengukur perbedaan antara penghasilan rata-rata penduduk miskin dengan garis kemiskinan. Dengan menggunakan perhitungan FAO. maka hanya 6% dari penduduk Indonesia yang konsumsi hariannya kurang dari standar tersebut. standar yang digunakan untuk mengukur kecukupan konsumsi ini sedikit terlalu tinggi untuk Indonesia. dimana rata-rata per-tahunnya mencapai 4. Sementara. seharusnya masih mungkin untuk mengurangi kemiskinan menjadi 7.5% pada 2015.gizi. sehingga terindikasi bahwa hampir 70% penduduk Indonesia tidak mengkonsumsi cukup makanan. sehingga sebenarnya data setelah itu tidak bisa begitu saja dibandingkan dengan data-data dari tahun-tahun sebelumnya. Seandainya kita menggunakan dasar penghitungan saat ini. Pada 1990 rasio-nya adalah 2.

Jika anda melihat kembali Gambar 2. banyak anak yang tidak bisa berhasil. terdiri dari 6 tahun SD dan 3 tahun SMP . Tujuan kedua MDGs ini adalah memastikan bersekolah dengan lancar di sekolah dasar. baiknya kita mencapai target yang lebih tinggi daripada target melangkah ke tujuan berikutnya global MDGs. Ada bahwa semua anak menerima pendidikan dasar. Saat ini misalnya. Terlihat pula bahwa angka partisipasi di bersekolah hingga kelas 6 dan pada akhir tahun 3 sekolah lanjutan pertama meningkat secara stabil. 2008-2009. hanya 77% Papua. Bahkan anak-anak yang telah lulus bisa saja terhenti pendidikannya. Tingkat kelulusan sekolah dasar pun hanyalah langkah pertama.Susenas.1% untuk dasar pada 1999. Target waktu pencapaiannya adalah ini bukanlah sekedar semua anak bisa sekolah. kita harus berkutat agak lebih lama di 9 tahun”. sekitar 9% anak harus mengulang tercatat bahwa dengan angka 94. Terbilang ambisius. Jadi kita hampir mencapai target meskipun kita masih perlu meningkatkan upaya untuk mencapai 100% pada 2015. Meski dengan catatan bahwa ini sekitar seperempat anak Indonesia tidak lulus dari adalah angka nasional dengan perbedaan antar sekolah dasar.3 menunjukkan proporsi kelulusan anakanak sekolah dasar dan proporsinya dari waktu ke waktu. Namun akhir-akhir ini kecenderungan tersebut berubah.7% kita hampir di kelas 1 sekolah dasar. sekolah dasar. Anda dapat melihat bahwa proporsi anak yang lulus sekolah mengalami peningkatan. sini. 10 . Gambar 2. Indonesia lebih utuh. Kenyataannya. yang tidak naik kelas atau bahkan terpaksa berhenti. Mewujudkan pendidikan dasar untuk semua Gambar 2. yaitu dari 96. Ini merupakan tantangan yang besar mengingat pemerintah bertekad Kalau sudah cukup berhasil. Mencermati garis paling atas pada Gambar 2.0% terjadi pada anak-anak yang memasuki sekolah untuk Kalimantan Tengah hingga 78. hanya 75% yang lulus . Mereka tidak melanjutkan ke sekolah lanjutan? Tidak. tampak bahwa hanya 67% anak yang mendaftar ke sekolah lanjutan pertama. di bidang pendidikan. Akibatnya. berbagai tahun Gambar 2.1. tersebut.2 menunjukkan apa yang daerah yang masih cukup tinggi. Dalam hal angka partisipasi di sekolah kita sementara target global MDGs yaitu pendidikan memang cukup berhasil. Tetapi tujuan kedua MDGs setara 6 tahun.1 Angka Partisipasi di Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama Sumber: BPS . Pada 2004/2005. Sementara pada setiap mewujudkan target memasukkan semua anak ke jenjang kelas.TUJUAN 2: MEWUJUDKAN PENDIDIKAN DASAR UNTUK SEMUA tetapi memberikan mereka pendidikan dasar yang Tampaknya. Target Indonesia adalah ”wajib belajar Sayangnya. sekitar 5% putus sekolah.1.

4 Biaya-biaya Pribadi untuk Pendidikan yang harus Dipikul 40% Rumah Tangga paling Miskin Sumber: Making the New Indonesia Work for the Poor. hanya 77% bersekolah hingga kelas 6 dan pada akhir tahun tersebut. banyak anak yang tidak bisa bersekolah dengan lancar di sekolah dasar.1% untuk Papua. Terlihat pula bahwa angka partisipasi di sekolah lanjutan pertama meningkat secara stabil. Tingkat kelulusan sekolah dasar pun hanyalah langkah pertama. kita harus berkutat agak lebih lama di sini.3 Proporsi Kelulusan Anakanak yang Memasuki Sekolah Dasar Sumber: Departemen Pendidikan Nasional. tetapi memberikan mereka pendidikan dasar yang utuh. Sementara pada setiap jenjang kelas.0% Persatuan Orang Tua dan Transportasi 9. sekitar seperempat anak Indonesia tidak lulus dari sekolah dasar.3 menunjukkan proporsi kelulusan anakanak sekolah dasar dan proporsinya dari waktu ke waktu. baiknya kita melangkah ke tujuan berikutnya Sayangnya. 2006 11 .2 menunjukkan apa yang terjadi pada anak-anak yang memasuki sekolah dasar pada 1999.0% Seragam 9.Mewujudkan pendidikan dasar untuk semua Tampaknya. Bahkan anak-anak yang telah lulus bisa saja terhenti pendidikannya. Akibatnya. tercatat bahwa dengan angka 94. Meski dengan catatan bahwa ini adalah angka nasional dengan perbedaan antar daerah yang masih cukup tinggi. Gambar 2. 2006 mencapai target yang lebih tinggi daripada target global MDGs.0% untuk Kalimantan Tengah hingga 78. Target waktu pencapaiannya adalah 2008-2009. Namun akhir-akhir ini kecenderungan tersebut berubah. Anda dapat melihat bahwa proporsi anak yang lulus sekolah mengalami peningkatan. Ada yang tidak naik kelas atau bahkan terpaksa berhenti. World Bank. Kita harus lebih giat dalam upaya mempertahankan anak-anak agar tetap bersekolah. sekitar 9% anak harus mengulang di kelas 1 sekolah dasar.7% kita hampir mewujudkan target memasukkan semua anak ke sekolah dasar. Gambar 2. Target pencapaiannya. Ini merupakan tantangan yang besar mengingat pemerintah bertekad Gambar 2. Dalam hal angka partisipasi di sekolah kita memang cukup berhasil.0% Lain-lain 39. yaitu dari 96. tampak bahwa hanya 67% anak yang mendaftar ke sekolah lanjutan pertama. Terbilang ambisius. Indonesia lebih berhasil. Kenyataannya. Gambar 2. Tujuan kedua MDGs ini adalah memastikan bahwa semua anak menerima pendidikan dasar. hanya 75% yang lulus3. di bidang pendidikan. Gambar 2. Kalau sudah cukup berhasil. Mencermati garis paling atas pada Gambar 2. Target Indonesia adalah ”wajib belajar 9 tahun”. 2006 Pendaftaran dan Biaya Lain 17.1. terdiri dari 6 tahun SD dan 3 tahun SMP .0% Mereka tidak melanjutkan ke sekolah lanjutan? Tidak. sekitar 5% putus sekolah.0% Buku dan Alat Tulis 11. sementara target global MDGs yaitu pendidikan setara 6 tahun. Jika anda melihat kembali Gambar 2.2 Tingkat Putus Sekolah pada Murid yang masuk Sekolah Dasar pada 1999 Sumber: Departemen Pendidikan Nasional .0% Guru 15. Jadi kita hampir mencapai target meskipun kita masih perlu meningkatkan upaya untuk mencapai 100% pada 2015. membutuhkan loncatan besar. Saat ini misalnya. Pada 2004/2005.1. Tetapi tujuan kedua MDGs ini bukanlah sekedar semua anak bisa sekolah.

Jam kerja mereka juga pendek. di taman kanak-kanak. Tentu saja. buku atau dasar.100. tapi bisa juga tidak. Hal besar. anak bungsu dalam keluarga mungkin tidak disiapkan bersekolah. sekolah juga dapat menimbulkan masalah jika tidak bisa memberikan sesuatu yang bernilai bagi anak-anak.0% Gambar 2. Banyak sekolah dasar di mana satu guru hanya untuk 19 murid. Orang kegiatan tersebut bisa tetap menstimulasi anak tua memang harus membayar dalam jumlah yang bersekolah dan mengembangkan otak mereka.5 Angka Partisipasi Murni di Sekolah Menengah Pertama per Propinsi. Semua membayar uang sekolah dan biaya lainnya. Hampir separuh anak usia pra untuk bekerja. banyak sekolah di daerah terpencil. perlengkapan tambahan (Gambar 2. Dalam hal ini.0% 40. di semua jenjang sekolah. .0% 60.0% 20. kelompok mengatakan bahwa mereka memiliki masalah untuk bermain atau pusat penitipan anak. kita telah membuat Sebagian. Karena. untuk transportasi. Mengapa anak-anak putus sekolah? Disamping itu. isu terpenting adalah kualitas pengajaran. tersebut mempermudah mereka memulai sekolah Selain itu. mungkin saja mereka tidak berada di tempat yang tepat. Mungkin di lahan pertanian keluarga. karena tidak mampu membayar biaya sekitar separuhnya di Tempat Pendidikan Al-Qur’an sekolah. Sebenarnya di jenjang sekolah dasar. Sekolah. gurunya sudah cukup. Sisanya. Apa maksudnya “tidak disiapkan bersekolah”? Idealnya semua anak memperoleh pendidikan pra sekolah agar terbiasa dengan lingkungan belajar 12 Nanggroe Aceh Darussalam Maluku Sumatera Utara Riau Sulawesi Tenggara Yogyakarta Kepulauan Riau Jakarta Jawa Timur Bali Nusa Tenggara Barat Sumatera Selatan Sumatera Barat Kalimantan Tengah Jawa Tengah Bengkulu Lampung Banten Indonesia Sulawesi Utara Jambi Maluku Utara Kalimantan Timur Sulawesi Tengah Jawa Barat Kalimantan Selatan Kalimantan Barat Sulawesi Selatan Bangka Belitung Sulawesi Barat Irian Jaya Barat Gorontalo Papua Nusa Tenggara Timur Tampaknya kita memerlukan lebih banyak guru Mungkin ya. baik untuk uang sekolah ataupun seragam. Sekitar sepertiga keluarga termiskin (TPA).0% 0. mereka biasanya bekerja sampingan untuk memenuhi kebutuhan hidup. Meskipun demikian. misalnya. bisa saja tidak memiliki buku atau peralatan yang memadai. Kurang dari separuh sekolah dasar memiliki apa yang disebut oleh Departemen Pendidikan Nasional “ruang kelas yang baik. masih kekurangan guru. para guru juga tidak meluangkan waktu yang cukup di ruang kelas. Karena gaji rendah.0% 80. 2006 Sumber: BPS – Susenas 2006 yang baru. karena orang tua memerlukan mereka banyak kemajuan. makanan.4)4.”5 Faktor lainnya. Selain itu. sekolah yang memperoleh pembelajaran dini dan Lainnya. Sementara bangunannya tidak layak digunakan.

tapi mereka tidak hadir padahal seharusnya datang ke sekolah. Seperti diuraikan di atas. pemerintah memulai program Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Namun. Dan ini tidak sekolah dasar berjenjang hingga kelas enam. Tanpa gaji guru. Tidak harus demikian. BOS yang diberikan berjumlah 25 dollar per anak/tahun di jenjang sekolah dasar dan 35 dollar per anak/ tahun di sekolah lanjutan pertama (atau setara dengan Rp. Di Nanggroe Aceh Darussalam.7%. Jumlahnya adalah tahun 2007 hanyalah sekitar 9%. pemerintah kabupaten bertanggung jawab terhadap sekitar duapertiga pengeluaran publik untuk pendidikan dan menggunakan hampir seluruhnya untuk gaji guru. beberapa tahun gender. pada tahun 2009 paling mencapai kelas 5 sekolah dasar. mencapai 20% perlu kenaikan yang luar biasa. tidak 20% dari anggaran pusat maupun daerah. harus digunakan untuk pendidikan. Selain itu. nampaknya orang tua murid tidak perlu menanggung biaya dapat membawa perubahan yang berarti dalam hal sekolah yang terlalu mahal. Sebenarnya. Pemerintah pusat masih mengendalikan hampir seluruh dana untuk sekolah dan ruang kelas baru.5.Bisa dimengerti Ya. Coba gaji guru. Jadi. yang proporsinya lebih dari Karena itu. Pemerintah dapat program BOS. mencermati Gambar 2. pendanaan sekolah. Selain itu. Menyusul kenaikan harga bahan bakar pada 2005. anda bisa melihat bahwa terdapat perbedaaan besar antar propinsi. Saat ini. Namun. Apakah kita akan mencapai 20%? Sangat mungkin sekali. banyak hal tergantung pada pemerintah kabupaten. ada hal positif karena sekarang semakin terakhir. kita bisa mencapai target yang ditetapkan. Akan tetapi. lebih baik memiliki guru dalam jumlah lebih kecil tetapi dibayar lebih baik agar bisa meluangkan lebih banyak waktu di kelas. Lagi-lagi persoalan kemiskinan. sekitar sepertiga anak-anak berhenti usai sekolah dasar. pendidikan. misalnya.000) Apa yang bisa dilakukan dengan uang tersebut? Uang tersebut tidak diberikan kepada keluarga murid. Undang-Undang Dasar kita dapat mencapai target 100% pada 2015. Peraturan proporsi anak yang memulai kelas 1 dan berhasil tersebut menyebutkan. proporsi tahun 2004/2005 adalah 82%. Berdasarkan kondisi ini. tercapai pemerintah kurang menyalurkan dana publik kemajuan yang cukup baik. Sebelumnya. pemerintah pusat juga memberikan beasiswa untuk membantu muridmurid paling miskin. termasuk gaji para guru. Meskipun terdapat banyak masalah dalam memastikan bahwa dana BOS disalurkan ke sekolah-sekolah yang tepat. Hal tersebut semakin penting ketika anakanak bertambah usia dan melanjutkan ke sekolah lanjutan pertama. alokasi untuk pendidikan termasuk untuk banyak anak perempuan yang bersekolah. Pertama. yang mencakup seperempat dari mengeluarkan anggaran lebih banyak sehingga pengeluaran pendidikan pada 2006. tetapi untuk sekolah agar tidak menarik biaya dari para murid. agar semakin banyak anak sekolah. kita harus menunggu keluarga menjadi lebih sejahtera. Jadi dalam hal ini. Pada tahun 2008 Mahkamah Konstitusi memutuskan bahwa pemerintah wajib memenuhi kewajiban memenuhi 20% alokasi APBN untuk pendidikan. jumlah tersebut adalah separuh Terdapat dua indikator yang relevan. Seorang anak dari keluarga miskin memiliki kesempatan 20% lebih kecil untuk melanjutkan ke sekolah lanjutan pertama ketimbang seorang anak dari keluarga tidak miskin7. terkait untuk pendidikan. untuk Indonesia lebih pas melihat separuh anggaran saat ini. 17% dari total pengeluaran pemerintah8. terkait partisipasi di pendidikan lanjutan pertama. angkanya 78%. Pemerintah pun bertekad tingkat partisipasi di sekolah dasar. 13 . Sebagai perbandingan. Indonesia telah untuk tetap meningkatkan alokasi anggaran untuk mencapai angka 94. meningkat. untuk pengeluaran Malaysia. Namun. alasan utamanya mungkin terkait biaya. yaitu belanja negara yang cukup besar.000 sekolah menemukan seperlima dari para guru tidak hadir5. Artinya. Artinya. dan UU tentang Pendidikan Nasional mensyaratkan Indikator kedua berkaitan dengan kelulusan. sebuah survei di lebih dari 2. Untuk Indonesia. jumlahnya sekitar kita telaah tujuan ketiga MDG berikut ini. Mengirimkan anak ke sekolah lanjutan bahkan lebih mahal. Sekali lagi. sehingga untuk 77% dengan kecenderungan terus meningkat. 340. Pada 2004. proporsi pencapaian hingga kelas enam. Saat ini. selain pemerintah pusat. apalagi jika mereka diminta bekerja menambah penghasilan keluarga. sedangkan di NTT hanya 43%.

Meskipun demikian. Indonesia telah mencapai angka 94. Berdasarkan kondisi ini. TUJUAN 2: MEWUJUDKAN PENDIDIKAN DASAR UNTUK SEMUA Target 2A: Memastikan bahwa pada 2015 semua anak di manapun. Karena itu.4%. untuk Indonesia lebih pas melihat pencapaian hingga kelas enam. Dalam hal ini. Namun. 14 . kita dapat mencapai target 100% pada 2015. Untuk Indonesia. yaitu proporsi anak yang memulai kelas 1 dan berhasil mencapai kelas 5 sekolah dasar. nampaknya kita cukup berhasil dengan pencapaian 99. untuk tingkat partisipasi di sekolah dasar. yang menghitung angka yang jauh lebih besar. yaitu sekitar 95%. yang menghitung angka yang jauh lebih besar. Indikator ketiga untuk tujuan ini adalah angka melek huruf penduduk usia 15-24 tahun. Indikator kedua berkaitan dengan kelulusan. Berbeda dengan Susenas (2004). sekolah dasar berjenjang hingga kelas enam. Berbeda dengan Susenas (2004). Meskipun demikian. laki-laki maupun perempuan. kualitas melek huruf yang sesungguhnya mungkin tidak setinggi itu karena tes baca tulis yang diterapkan oleh Susenas terbilang sederhana. Jumlahnya adalah 77% dengan kecenderungan terus meningkat.7%.4%. kualitas melek huruf yang sesungguhnya mungkin tidak setinggi itu karena tes baca tulis yang diterapkan oleh Susenas terbilang sederhana. nampaknya kita cukup berhasil dengan pencapaian 99. Indikator ketiga untuk tujuan ini adalah angka melek huruf penduduk usia 15-24 tahun. kita bisa mencapai target yang ditetapkan. Dalam hal ini. Artinya. proporsi tahun 2004/2005 adalah 81%. Pertama. Data kelulusan yang digunakan dalam laporan ini berasal dari Departemen Pendidikan Nasional berdasarkan data pendaftaran sekolah. yaitu sekitar 95%. akan bisa menyelesaikan pendidikan dasar secara penuh Terdapat dua indikator yang relevan.Data kelulusan yang digunakan dalam laporan ini berasal dari Departemen Pendidikan Nasional berdasarkan data pendaftaran sekolah.

Kelihatannya. Ini mungkin karena kakak laki-laki mereka meninggalkan sekolah untuk bekerja. terlihat bahwa lebih sedikit anak nampaknya kita cukup berhasil. Bahkan terjadi kemajuan yang cukup mengejutkan. Sekarang di jenjang sekolah lanjutan pertama. situasinya kembali lebih seimbang.TUJUAN 3: MENDORONG KESETARAAN GENDER DAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN Mendorong kesetaran gender dan pemberdayaan perempuan Ada baiknya kita meluruskan satu hal. semakin banyak anak perempuan yang bersekolah. terkait perempuan yang putus sekolah. Data berapa banyak anak putus sekolah. Hal tersebut. kesetaraan gender bukan melulu mengenai perempuan. karena target ini menekankan pada pemberdayaan perempuan. anak perempuan sepertinya berada di depan pada sekolah lanjutan pertama. tujuan ketiga MDGs menunjukkan hal tersebut di sekolah dasar. Saat ini. Namun. di Pertama. 15 . menyangkut pendidikan. Akan tetaopi. kesempatan lebih banyak kesempatan kerja. target kedua dan ketiga. garisnya berada diatas 100%. perempuan di Indonesia telah atas. anak laki-laki dan perempuan sama. Biasanya terdapat lebih banyak kesempatan kerja bagi anak laki-laki daripada untuk anak perempuan. Tujuan ini memiliki tiga target. Grakk menunjukkan rasio antara anak laki-laki dan perempuan di berbagai jenjang pendidikan. kita akan membahas lebih banyak mengenai hal ini dan issue terkait lainnya. artinya terdapat lebih banyak anak perempuan dibandingkan anak laki-laki.1 di bawah ini. masih cukup lain mengukur kemajuan adalah dengan melihat jauh dari pencapaian kesetaraan gender. tetapi mengenai perempuan dan laki-laki. di sekolah menengah Dalam banyak hal. sekolah lanjutan. yang dimiliki perempuan Indonesia masih kurang. Namun. Menariknya. Kenyataannya. sama giatnya Gambar 3. Untuk hal ini. seperti tergambarkan pada Gambar 3. Namun. di mana rasio yang ditunjukkannya mendekati 100% sejak 1992.1 Rasio antara Anak Perempuan dan Anak Lakilaki di berbagai Jenjang Pendidikan Sumber: BPS-Susenas berbagai tahun Kedengarannya menyedihkan Mari kita mulai dengan kabar baik. yaitu lapangan pekerjaan lagi-lagi mungkin karena anak laki-laki memiliki dan keterwakilan dalam parlemen. anak perempuan kini berada di depan Meskipun ada penurunan pada tahun lalu. meskipun. Cara mencapai kemajuan pesat. baik keluarga miskin maupun kaya. jumlah anak putus sekolah antara dengan cukup jelas. Pada sekolah dasar jumlah antara anak perempuan dan laki-laki terbilang seimbang.

Tahun “pekerjaan upahan non-pertanian”. Silahkan lihat kembali Selain melihat bidang studi yang diambil. Anak perempuan juga akan melihat ketimpangan ketika mereka membuka buku teks.5% untuk laki. ketika anak tumbuh dewasa. adalah apa yang terjadi di perguruan tinggi. Hal ini tampak sekolah dasar.1. anak perempuan sepertinya juga memilih bidang menyekolahkan anak perempuan mereka ke yang berbeda dari anak laki-laki. tingkat melek huruf baik untuk laki-laki dan perempuan hampir mendekati 100%. jumlah yang sama antara anak laki-laki dan baik anak perempuan maupun laki-laki. Dan ilustrasi tentang tanggung jawab anak-anak dengan gambar anak perempuan yang sedang mencuci dan menyeterika10. Gambar 3. Sepanjang sepuluh tahun terakhir. Namun. Kesenjangan lainnya. misalnya. Namun ketika anak perempuan bersekolah. 2002/03 Sumber: UNESCO/LIPI. Terkait kesempatan untuk masuk sekolah atau perguruan tinggi.4% untuk perempuan. Ini ditunjukkan 2006 tingkat melek huruf adalah 91. terdapat lebih banyak guru perempuan dibandingkan laki-laki. perempuan cukup berhasil. Terdapat memasukkan anak mereka ke sekolah lanjutan. anak perempuan saya mau menyeterika. Dari semua anak tersebut. Jika laki-laki dan perempuan laki. juga dapat menelaah apa yang terjadi ketika anak jumlah perempuan dengan cepat mengejar jumlah perempuan putus sekolah untuk bekerja – dengan laki-laki dan sekarang berada di depan.3. namun hanya 88. baik laki-laki atau di luar lahan pertanian. Namun 16 . Sekitar melihat berapa banyak yang bekerja di luar rumah 15% remaja yang beranjak dewasa. Sebuah buku teks utama sekolah dasar tentang kewiraan. Gambar 3. empat kali lipat dibandingkan dengan perempuan9. Di sekolah dasar. membahas tanggung jawab dalam keluarga. Panutan pertama mereka adalah para guru. anda Gambar 3. mendapatkan pendidikan Milenium melihat hal ini dengan membandingkan tinggi.3 Sumbangan Perempuan dalam Kerja Berupah di Sektor Non-Pertanian Sumber: Sakernas (Berbagai Tahun) Dan saya harap. misalnya. keluarga Namun situasinya lebih seimbang bagi mereka miskin memiliki kesempatan lebih kecil untuk yang mengambil sekolah lanjutan umum. Jadi.2). tampaknya tidak banyak perbedaan. Namun perempuan yang mempelajari sains. Sekarang situasi sudah semakin setara. Ini dipekerjakan secara setara di jenis pekerjaan karena di masa lalu lebih sedikit anak perempuan tersebut.dalam Gambar 3. perbandingannya haruslah 50%. yang memilih sekolah pariwisata (Gambar 3. anak perempuan jarang Meskipun mahal? memilih sains (science) dan teknologi. Target Pembangunan maupun perempuan. Buku tersebut menjelaskan bahwa aktivitas utama ayah adalah mencari nafkah sementara ibu bertanggung jawab atas pekerjaan rumah tangga. siapa yang memimpin? Jumlah laki-laki yang menjadi kepala sekolah.2 Proporsi Anak Perempuan dan Anak Laki-Laki di Sekolah-sekolah Lanjutan Kejuruan. Untuk mereka yang berusia 15 hingga 24 tahun. Tentu saja. jelas pada murid yang mengambil sekolah kejuruan. Kemajuan yang dicapai anak perempuan jumlah laki-laki dan perempuan yang bekerja di juga terlihat dalam hal tingkat melek huruf. banyak ketimpangan atau ketidaksetaraan yang harus dihadapi. anak laki-laki anda juga dapat melakukan hal yang sama. Banyak Dalam hal ini.yang bersekolah. 2005 Saya berharap. kesan anda benar. yang paling mengesankan.

Tidak semua partai politik bisa mewujudkan hal tersebut. Di pabrik-pabrik industri tekstil. Perempuan hanya menduduki 9. proporsi laki-laki adalah 86% namun perempuan hanya 49% 11. 17 .3% (2005). Disini Indonesia tampaknya sudah mencapai target. ketika mungkin lebih banyak laki-laki yang tiba-tiba kehilangan pekerjaan dibandingkan perempuan. Perempuan juga Tapi.4% di sekolah lanjutan pertama. pemilih cukup mendukung terpilihnya perempuan.0% di sekolah lanjutan atas. terpilih dalam pemilihan anggota DPD. Disini kita masih jauh dari kesetaraan. maju dibandingkan banyak negara lain. Misalnya. Demikian pula halnya di pemerintahan. TUJUAN 3: MENDORONG KESETARAN GENDER DAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN Target 3A: Menghilangkan ketimpangan gender di tingkat pendidikan dasar dan lanjutan. Proporsi Indonesia bahkan lebih rendah. Indikator keempat adalah proporsi perempuan di dalam parlemen. masing-masing 13% (1992). Karena itu. Paling tidak angkanya naik lagi Itu mungkin karena Undang-Undang tahun 2003 tentang Pemilihan Umum yang mewajibkan Partai Politik untuk sedikitnya memiliki 30% calon perempuan.6% jabatan tinggi dalam birokrasi pemerintahan. di mana para calon tidak mewakili partai politik. Yang menarik. yaitu sekitar 15%. setidaknya kita pernah memiliki kurang terwakili di tingkat daerah. kewajiban tersebut ada dampaknya. bagaimana agar bisa menjadi calon salah satu partai politik besar. Angka rata-rata dunia untuk hal ini cukup rendah. Perempuan juga kurang terwakili di bidang politik. puncaknya pada 1998. pakaian dan alas kaki. 9% (2003). dalam pendidikan namun anak perempuan dan perempuan kurang terlihat. Hanya sedikit yang perempuan masih banyak menghadapi hambatan terpilih menjadi anggota parlemen. terkait kesetaraan gender. Tampaknya. dan di semua jenjang pendidikan paling lambat tahun 2015 Yang menjadi indikator utama adalah rasio anak perempuan terhadap anak laki-laki di pendidikan dasar. dan 102. Namun secara menyeluruh kita telah cukup berhasil dalam jenjang jabatan politik di bawahnya. Meskipun demikian. dengan rasio 100% di sekolah dasar. 100. Setelah itu. Nilainya saat ini hanya 33%. posisi di mana Sang Caleg tidak akan terpilih. Saat itu adalah puncak krisis ekonomi. perempuan menduduki sepertiga dari kursi yang ada – dan lebih dari 30% perempuan yang mencalonkan diri. Selain kurang mendapatkan lapangan pekerjaan.9%. lanjutan dan tinggi. dan hanya sedikit berubah selama beberapa tahun terakhir. Indikator ketiga adalah sumbangan perempuan dalam kerja berupah di sektor non-pertanian.3%. 99.anda dapat melihat bahwa angka untuk perempuan hanyalah sekitar 33. Indikator MDG untuk ini adalah proporsi perempuan yang menjadi anggota DPR. perempuan juga cenderung mendapatkan pekerjaan tidak sebaik laki-laki. situasi perempuan terus memburuk. Demikian budaya dan ekonomi. Disini pun. terutama presiden perempuan karena harus memikul tanggung jawab rumah Benar. misalnya. angka itu menurun akhirakhir ini Ya. Bahkan umumnya menaruh perempuan di urutan terbawah dalam daftar calon legislatif (caleg). Indikator kedua adalah rasio melek huruf perempuan terhadap laki-laki untuk usia 15-24 tahun. Masalahnya. dan hal itu menunjukkan Indonesia lebih tangga. pada tahun 2004.5% di pendidikan tinggi. tampaknya kita telah mencapai target dengan rasio 99. juga yang menjadi bupati atau gubernur.5%. Dan tampaknya. dimana proporsinya saat ini hanya 11. dalam Dewan Perwakilan Daerah (DPD). lebih baik pada 2005. banyak perempuan muda yang bekerja dengan upah rendah – seringkali dengan penyelia laki-laki. Informasi lebih lanjut diperoleh dari berbagai survei tentang proporsi penduduk dewasa dalam angkatan kerja. dan 11.

1. anak-anak tumbuh berkembang di lingkungan yang lebih sejahtera dan sehat. Antara 1970 dan 2005. Itulah sebabnya tujuan keempat menjadi 32. yaitu jumlah anak. semakin mungkin anak-anak anda bertahan hidup. MDGs menargetkan pengurangan anak yang meninggal. Gambar tersebut menunjukkan proporsi anak hidup di negeri ini rata-rata meningkat sekitar 15 yang meninggal.1 Laju Angka Kematian Bayi dan Balita Sumber: BPS – Susenas. lebih banyak anak-anak kita yang tetap hidup. angkanya sekitar 44 per 1. 1995 AK Balita 2000 2005 AK Bayi 2010 2015 18 . Ini merupakan pembedaan yang sehat. Laju kematian bayi juga menurun. berbagai tahun Catatan: Angka kematian balita juga mencakup angka kematian bayi. kita Bayi adalah anak berusia di bawah satu tahun.kelahiran hidup. Karena itu. lebih rentan terhadap penyakit dan kondisi hidup kita harus menurunkannya dari 97 kematian yang tidak sehat. Sepertinya kita hampir mencapai target. namun lebih lambat dibandingkan penurunan kematian balita. Dengan demikian proporsi kematian yang lebih besar terjadi pada bulan-bulan pertama setelah dilahirkan. Namun ada satu ukuran 1990. Apa bedanya anak dengan bayi? Paling tidak. kita anda juga harus melihat pada angka kematian bayi. Semakin sejahtera anda. Ya. Jelas bahwa dapat mengharapkan hidup hingga usia 68 tahun. 120 Kematian per 1000 kelahiran hidup 100 80 60 40 20 0 1990 Ya. terutama bayi. Itu karena berbagai alasan. usia harapan 4. Namun Ketika melihat pada angka kematian anak. Anak-anak yang lahir di Indonesia saat ini sebelum mencapai usia lima tahun. Artinya. dan dengan kecenderungan laju yang ada. Pada tahun 1990. 70% kematian terjadi pada bayi. Artinya. Kenyataannya. Menurunkan angka kematian anak Gambar 4. baik ketika masih bayi ataupun tahun. seperti yang bisa dilihat pada Gambar lebih lama.TUJUAN 4: MENURUNKAN ANGKA KEMATIAN ANAK biasanya merujuk pada anak di bawah usia lima Kita semua ingin menikmati usia panjang dan hidup tahun (balita). tidak mengejutkan bahwa angka kematian juga lebih tinggi di propinsi-propinsi termiskin. Anak-anak. Jadi di antara dua garis tersebut adalah jumlah anak yang meninggal antara usia 1 dan 5 tahun.000 lainnya yang sangat penting. kita mencapai kemajuan karena proporsi balita Anda dapat memilih usia harapan hidup sebagai yang meninggal kurang dari separuh angka tahun satu indikator kesehatan. Pada 2007. angka tahun 1990 menjadi duapertiganya. MDGs adalah mengurangi jumlah kematian anak. Salah satu yang paling penting adalah berkurangnya tingkat kemiskinan. sekarang kita memang hidup bermanfaat. bahkan bisa mencapainya pada 2010. namun pada 2005 proporsinya meningkat hingga 77%.

dan anak. dan campak Jerman (rubella). meskipun tinggi ketergantungan pada pemerintah kapubaten hanya separuh dari mereka yang menerima yang mengalokasikan 4-11% anggaran untuk imunisasi lengkap. Target saat ini adalah 32 kematian per 1. akan menderita lain yaitu layanan kesehatan. khususnya yang Tidak sepenuhnya karena ada satu pengaruh besar tergantung pada layanan publik. Diperkirakan 30.menjadi 72% untuk bayi dan 76% untuk anak dibawah 23 bulan pada 2006. Dengan demikian. Saat itu. Saat ini kita memang memberikan memadai.4% 12. Selain itu 82% anak-anak kesehatan. risiko terbesar yang Imunisasi tidak hanya tergantung pada para orang mereka hadapi adalah infeksi saluran pernafasan tua untuk memastikan bahwa anak-anak mereka akut dan diare. anak-anak yang menerima imunisasi difteri. Kini. khususnya sepanjang kehamilan dan Mengapa hanya sedikit anak-anak yang segera setelah persalinan. Kematian anak bukan terjadi hanya 90%. imunisasi hepatitis. belum untuk semuanya. Indikator kedua adalah proporsi anak usia satu tahun yang mendapat imunisasi campak. namun juga cukup banyak tahun karena komplikasi campak13 dan baru-baru terjadi pada minggu atau bahkan hari-hari ini ada beberapa KLB (kejadian luar biasa) polio pertama kehidupan mereka. dan 80% digunakan untuk membayar gaji pekerja medis . 19 . sementara target pemerintah adalah penyakit. tapi diperlukan sistem jika penanganan dini dilakukan. Namun. Bukan hanya untuk hanya 72% untuk bayi dan 82% untuk anak hingga upaya penyembuhan. cukup batuk rejan dan tipus adalah 84. namun juga pencegahan 23 bulan. Campak juga menjadi kekhawatiran karena angka imunisasi Dana memang membantu. namun dengan kesehatan ibu mereka.dari APBN14. Hal yang mencemaskan merekomendasikan bahwa proporsi gaji seharusnya adalah turunnya angka imunisasi terhadap polio hanya 15%. belanja negara untuk kesehatan hanya sekitar 5% Jadi kita kembali ke kemiskinan lagi? TUJUAN 4: MENURUNKAN ANGKA KEMATIAN ANAK Target 4A: Menurunkan angka kematian balita sebesar dua pertiganya antara 1990 dan 2015 Karena itu. indikator utama tujuan ini adalah angka kematian anak di bawah lima tahun (balita). namun perlu lebih ditingkatkan lagi. jumlahnya 97 kematian per 1. khususnya program jika investasi untuk puskesmas berikut staf kurang imunisasi. Keduanya dapat disembuhkan memperoleh vaksinasi. Sekitar 80% dari anggaran tersebut 15 menerima imunisasi Tubercolosis (TBC).000 kelahiran hidup. Namun secara kesehatan yang terkelola dengan baik. Jika mereka bertahan divaksinasi? hidup selama masa tersebut. diperlukan dana yang lebih banyak? 74% beberapa tahun lalu menjadi 70%.000 kelahiran hidup.000 anak meninggal setiap pada tahun pertama. yaitu dari sekitar Jadi. Ini membawa kita diperlukan lebih banyak anggaran karena saat ini ke tujuan MDGs selanjutnya. Penduduk miskin. Indonesia cukup berhasil. Angka ini telah meningkat. karena mereka sedang 15 2007. Pada mencapai 40%. Telah keseluruhan kesehatan anak-anak sangat terkait banyak yang dibelanjakan untuk kesehatan. Sebuah survei misalnya menemukan imunisasi untuk hampir semua anak-anak di bahwa tingkat ketidakhadiran staf puskesmas republik ini. Target MDGs adalah untuk mengurangi dua pertiga angka tahun 1990. Seringkali. Artinya kita harus memperbaiki kualitas layanan kesehatan ibu dimana 303 anak menjadi lumpuh. Namun ini harus menjadi satu Padahal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) proses berkesinambungan. berada di tempat praktek pribadi .

misalnya. Meningkatkan kesehatan ibu Mengapa mereka meninggal? Biasanya. Sejumlah komplikasi sewaktu melahirkan bisa dicegah.1.000 perempuan di yang biasa digunakan adalah dengan bertanya Indonesia meninggal akibat komplikasi dalam pada para perempuan apakah ada saudara persalinan. menurunkan rasio hingga tiga perempatnya dari Anda. Grakk menunjukkan bahwa “tingkat kematian kematian tersebut dapat dicegah. Satu survei di Ciamis. terbaca dalam Gambar menjadi tragedi. akibat kondisi darurat. Target MDGs adalah untuk Namun bisa ada keraguan tentang penyebabnya. lebih miskin dan terpencil. terutama di daerah-daerah yang yang tepat. Saat ini hanya sekitar separuh perempuan usia 15 hingga 24 yang menggunakan metode kontrasepsi modern 20 . Melahirkan seyogyanya menjadi perempuan mereka yang meninggal sewaktu peristiwa bahagia tetapi seringkali berubah persalinan. misalnya. Sebagian besar kelahiran berlangsung normal. Sebenarnya. Perkiraannya. Meski yang memutuskan untuk mempunyai empat semua sepakat bahwa angka kematian ibu terlalu anak memiliki kemungkinan meninggal akibat tinggi. Angka tersebut bisa jauh lebih tinggi. namun bisa saja tidak.000 kelahiran. menunjukkan bahwa rasio Kita seharusnya dapat memastikan ketika seorang ibu meninggal dunia tersebut adalah 56117.2%.berbagai tahun ataupun tidak terkait dengan persalinan.1 Tingkat Kematian Ibu Sumber: SDKI . Masalahnya. persalinan merupakan peristiwa (kesehatan) besar. Artinya. seorang perempuan ibu. tidak mungkin hanya mengacu angka tahun 1990. Dengan asumsi bahwa rasio pada informasi dalam laporan kematian yang saat itu adalah sekitar 450.TUJUAN 5: MENINGKATKAN KESEHATAN IBU Gambar 5. untuk mengurangi “kematian ibu”. sehingga komplikasinya dapat menimbulkan konsekuensi sangat serius. Karena itu ibu” telah turun dari 390 menjadi sekitar 307 per tujuan kelima MDGs difokuskan pada kesehatan 100. seperti akibat pendarahan dan kelahiran yang sulit. misalnya komplikasi akibat aborsi yang tidak aman. Metode Setiap tahun sekitar 20. Sebagian besar sebenarnya bisa dicegah kalau saja perempuan memiliki akses terhadap kontrasepsi yang efektif. Komplikasi seperti ini menyumbang 6% dari angka kematian. seringkali muncul keraguan tentang angka kehamilannya sebesar 1. target MDGs adalah bisa saja disebabkan oleh berbagai alasan. hampir semua 5. terkait sekitar 110. Jawa Barat.

Selain itu.2. Dalam kasus seperti ini. ada masalah terkait kualitas. Untungnya banyak perempuan yang mendapatkan bantuan tersebut. tidak peduli apakah sehat atau cukup gizi. banyak keluarga yang memilih tenaga persalinan tradisional. Jika mereka bekerja di komunitas-komunitas kecil.50 40% 20% 0% 1992 1993 1994 1995 1996 1997 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 Mengapa banyak keluarga lebih memilih tenaga tradisional? Karena berbagai alasan. para ibu memerlukan bantuan seorang ”tenaga persalinan terlatih”. namun berpotensi menjadi keadaan darurat. Salah satunya.68 Setiap kelahiran adalah keadaan darurat? Tidak semua. Jika ada bidan desa pada saat persalinan atau sang ibu melahirkan di sebuah pusat kesehatan atau rumah sakit. mulai dari 39% di Gorontalo hingga 98% di Jakarta. sehingga tidak mendapat pengalaman yang cukup. Metode yang paling umum dipakai adalah suntik.56 0. sementara separuhnya lainnya tidak dapat diselamatkan akibat tidak adanya perawatan yang tepat dengan fasilitas medis memadai18.70 0. Para bidan desa mungkin tidak mendapatkan pelatihan yang cukup atau mungkin kekurangan peralatan. 100% 0. bidan atau dokter dapat melakukan tindakan yang diperlukan. pada 2007 proporsi persalinan yang dibantu oleh tenaga persalinan terlatih. Hal ini dapat mengakibatkan penundaan yang membahayakan jiwa karena tidak secepatnya memperoleh perawatan kebidanan darurat di pusat kesehatan atau rumah sakit. sepertinya.2). meminta bantuan bidan desa. Apakah kita kekurangan bidan desa? Sebenarnya.41 0.56 0. kaya maupun miskin. belum tentu ia akan mendapatkan bantuan yang diperlukan Gambar 5. perempuan mana pun dapat mengalami komplikasi kehamilan. untuk penanganan cepat. khususnya di daerah-daerah yang lebih terpencil. Mereka yakin bahwa tenaga persalinan tradisional akan lebih mudah ditemukan dan beranggapan bahwa mereka bisa lebih memberikan perawatan pribadi. Dalam kasus-kasus persalinan normal.68 0. Sayangnya. tenaga persalinan tradisional mungkin tidak akan dapat mengatasi dan mungkin akan segan untuk 0. pusat kesehatan ataupun bidan desa. semestinya perawat. dan mengirim mereka ke seluruh penjuru Indonesia. Namun jika ada komplikasi. pemerintah daerah tidak menganggap hal tersebut sebagai prioritas. baik staf rumah sakit. 2007). Pengalaman internasional menunjukkan bahwa sekitar separuh dari kematian ibu dapat dicegah oleh bidan terampil.72 0. Namun. Ini artinya kita harus memperlakukan setiap persalinan sebagai satu potensi keadaan darurat yang mungkin memerlukan perhatian di sebuah pusat kesehatan atau rumah sakit. Berbagai potensi masalah lainnya bisa dicegah apabila para ibu memperoleh perawatan yang tepat sewaktu persalinan.67 0. dan tidak memperkerjakan para bidan setelah berakhirnya kontrak mereka dengan Departemen Kesehatan.72 0. di perkotaan atau di perdesaan. Sekali lagi angka ini sangat bervariasi di seluruh Indonesia. berbagai tahun 0. Proporsi perempuan (usia 15-49) yang menggunakan alat kontrasepsi mengalami peningkatan dan prosentasenya pada tahun 2006 adalah 61% (SDKI. Kenyataannya.49 0. biasanya lebih murah dan dapat dibayar dengan beras atau barang-barang lain. Seperti tampak pada Gambar 5.64 80% 0. Keluarga juga lebih nyaman dengan seseorang yang mereka kenal dan percaya.67 0. Ini artinya akan baik kalau ada seseorang yang mengamati dan dapat mengenali adanya tanda-tanda bahaya. ketika sang ibu sampai di rumah sakit.2 Proporsi Kelahiran yang Dibantu oleh Tenaga Persalinan Terlatih Sumber: BPS-Susenas damn SDKI. pemerintah pusat telah melatih banyak bidan. diikuti oleh pil. mereka mungkin tidak menghadapi banyak persalinan. telah mencapai 73%.(Gambar 5. Keterlambatan dapat juga terjadi karena kesulitan dan biaya transportasi. Sekitar 60% persalinan di Indonesia berlangsung di rumah. ini mungkin benar. Namun salah satu dari masalah utamanya adalah jika disuruh memilih.73 21 .47 60% 0.

sulit untuk mengukur sejauh mana pencapaian target akses untuk kesehatan reproduksi. Melihat kecenderungan saat ini. Anda mungkin masih ingat dalam tujuan MDGs sebelumnya bahwa saat ini kebanyakan anak meninggal segera setelah kelahiran. Anemia membuat perempuan jauh lebih rentan untuk sakit dan meninggal.0%. Indikator kedua yaitu proporsi persalinan yang ditolong oleh tenaga kesehatan terlatih. kita juga perlu memikirkan tentang apa yang terjadi sebelum dan selama kehamilan. Ya. Target 5B: Mencapai dan menyediakan akses kesehatan reproduksi untuk semua pada 2015 Penggunaan kontrasepsi oleh wanita usia 15-49 tahun meningkat menjadi 61. Jika kita hendak mewujudkan tujuan yang berkaitan dengan angka kematian ibu. Perawatan antenatal juga mengalami peningkatan. Saat ini. yang membawa kita ke tujuan berikutnya.karena banyak rumah sakit kabupaten kekurangan staf dan tidak memiliki layanan 24 jam. mereka dapat mengganti kekurangan zat besi Ini adalah salah satu contoh tentang keterkaitan antara semua tujuan-tujuan MDGs. Indonesia tidak akan mencapai target. masih ingat Anemia? Anemia adalah rendahnya kadar zat besi dalam darah. 22 . perawatan pra dan pasca persalinan juga memberi manfaat pada anak-anak serta dapat menyelamatkan nyawa mereka. dengan gizi yang cukup. TUJUAN 5: MENINGKATKAN KESEHATAN IBU Target 5A: Menurunkan angka kematian ibu sebesar tiga perempatnya antara 1990 dan 2015. Data tersedia yang terdekat dengan tahun 1990 berasal dari tahun 1995. tersebut jika mereka mendatangi klinik pra persalinan dimana mereka menerima suplemen zat besi. Selain melindungi kesehatan ibu. sekitar seperlima perempuan hamil kekurangan gizi dan separuhnya menderita anemia. perlu memperbaiki perawatan di pusat-pusat kesehatan. Bahkan jika kita tidak dapat meramalkan keadaan darurat. saat ini menunjukkan angka 73%. Berdasarkan datadata tersebut. kita bisa mencoba untuk memastikan bahwa para ibu berada dalam kondisi terbaik dan tetap bertahan. Namun demikian. Perempuan yang secara rutin mendatangi klinik pra persalinan biasanya mengetahui apa yang harus mereka lakukan apabila terjadi keadaan darurat. Ini dapat terjadi selama kehamilan ketika tubuh ibu memerlukan lebih banyak zat besi. Lebih dari itu. Bila terjadi kemajuan di satu tujuan. sangat mungkin untuk mencapai tujuan lain. Perlu anda ketahui bahwa perempuan juga punya kecenderungan anemia jika mereka terkena malaria. target yang harus dicapai adalah 97. Akan tetapi. dengan keterbatasan data.

sekitar 6% dari para pekerja kelompok tersebut. Di Indonesia terdapat Narkotika. penularannya dari satu orang ke orang lain. mungkin Tidak. Epidemi yang lebih penyakit menular paling berbahaya. Anda tidak akan positif kondisi seperti yang terjadi di Afrika dan beberapa tertular HIV hanya dengan hidup bersama atau negara Asia Tenggara. sebagian besar adalah bahkan ciuman dengan orang yang tertular HIV. seperti yang dapat kita amati berisiko tinggi karena mereka sering tukar menukar terjadi di tempat lain. jarum. Bahkan di Papua . sejak 1987 sampai Juni 2008. Syndrome (AIDS) – terutama karena penyakit ini dapat membawa dampak yang menghancurkan.686 kasus AIDS – 2.000 dan 219. namun di beberapa wilayah tersebut diperkirakan telah tertular. HIV tidak Indonesia beruntung bahwa HIV belum mencapai menyebar melalui sentuhan. Psikotropika dan Zat Aditif Lainnya sekitar setengah juta penasun dan sekitar setengah 20 (Napza) suntik (penasun) dan pekerja seks. yaitu para pengguna satu orang ke orang lain. malaria serta penyakit lainnya Risiko terbesar adalah melalui kontak langsung dengan darah yang tertular atau melalui hubungan Mungkin Ya. Pada urutan luas lagi sebenarnya sangatlah mungkin untuk teratas adalah Human Immunodekciency Virus (HIV). Menurut Komisi Penanggulangan AIDS karena orang tidak memahami bagaimana cara Nasional (KPA). Laki-laki yang berhubungan tercatat 12. 172.dianggap sudah memasuki Tujuan keenam dalam MDGs menangani berbagai kondisi generalised epidemic. Jumlah penduduk Indonesia bekerja bersama seseorang yang hidup dengan yang hidup dengan virus HIV diperkirakan antara HIV. dicegah. laki-laki19. Memerangi HIV dan AIDS. terdapat sekitar 200. Jadi. MALARIA SERTA PENYAKIT LAINNYA dari pengguna napza suntik ke pasangan seksnya. Benarkah? Saya pikir HIV sangat mudah menular bukan hanya terhadap kesehatan masyarakat namun juga terhadap negara secara keseluruhan. Di Indonesia umum (generalised epidemy)”.000 PSK perempuan.TUJUAN 6: MEMERANGI HIV DAN AIDS. Hanya dalam kondisi-kondisi tertentu. Jumlah itu merupakan 0. stigma tentang HIV muncul penduduk. yaitu penyebaran kelompok resiko tinggi. Kelompok sana HIV menyebar ke penduduk lainnya sehingga utama berisiko tinggi lainnya adalah pekerja seks menyebabkan ”epidemi yang menyebar ke populasi (PS – dulu Pekerja Seks Komersial). Dari dari mereka diperkirakan telah tertular . Virus HIV tidak menular melalui sentuhan. karena penularan HIV tidaklah semudah yaitu virus penyebab Acquired Immuno Dekciency penularan virus lain. Para pengguna narkoba ancaman utama. Di Indonesia. Hal ini berarti sudah terlihat kecenderungan bahwa epidemi ini para pengguna jasa PSK pun termasuk ke dalam akan menyebar ke populasi umum. misalnya. Di negara-negara lain.479 di antaranya telah meninggal.000. sehingga memungkinkan penularan dari sisa penularan awalnya menyebar dengan cepat di antara darah pada alat suntik yang baru digunakan dari dua kelompok berisiko tinggi. HIV masih menjadi seks tanpa pelindung. bagaimana cara penularannya? Jadi kita bisa terbebas 23 . Di penularan memang masih terkonsentasi pada dua Jakarta. misalnya inluenza.1% dari jumlah Dalam kenyataannya.

dari mereka dalam usia reproduktif. Di Papua saat ini sudah terjadi epidemi yang menyebar ke masyarakat luas21. tidak mengetahui fakta-fakta dasar HIV dan AIDS serta enggan untuk merawat orang yang terkena HIV. melalui pemberian air susu ibu (ASI) kepada bayinya.mereka harus mengurangi kemungkinan menularkannya kepada pasangan. SDKI 2007) mungkin tidak akan mengubah perilaku mereka. Dan meskipun belum dapat disembuhkan. Memang dalam beberapa hal Indonesia sangat rentan. bahkan satu juta. Ini dapat terjadi dengan cukup cepat. Oleh sebab itu. perlu membagikan 24 . Di Tanah Papua hanya sedikit orang yang menggunakan napza jarum suntik. diri sendiri. Selain itu. Ini terutama karena kekurangtahuan. Selain itu.seks secara tidak aman dengan laki-laki juga berisiko tinggi.5% penduduk di dua propinsi Papua hidup dengan HIV22. lebih memilih berhubungan seks tanpa kondom karena alasan tidak nyaman. kemudian dengan tanpa rasa bersalah ataupun khawatir. Masih cukup banyak laki-laki yang telah berhubungan seks dengan PSK tanpa kondom. Banyak orang mungkin terlalu malu untuk membeli atau membawa-bawa kondom. Seperti yang terjadi di Tanah Papua. Meskipun ia sudah tertular HIV? Boleh jadi tanpa sepengetahuannya. Tanah Papua (Papua dan Papua Barat) telah menunjukkan betapa cepatnya virus tersebut menyebar. Kebanyakan orang sadar tentang penyakit tersebut namun memiliki pandangan yang keliru. Walaupun di kebanyakan wilayah Indonesia HIV belum menyebar ke populasi umum. dengan istrinya di rumah. bila tidak ada tindakan efektif23. Apa perlunya menjalani tes apabila tidak bisa disembuhkan? Jika seseorang mengetahui bahwa mereka positif terinfeksi HIV. melakukan hubungan seks. namun lebih banyak orang yang menggunakan jasa PSK dan juga pada tingkat hubungan seks pra-nikah yang lebih tinggi. Seyogyanya antiretroviral gratis. Seseorang yang telah memiliki informasi dasar (sekitar 66%. Bahkan di antara para PSK. Jika kita ingin mencegah meluasnya epidemi. namun tanpa penanganan yang tepat ia dapat menyebar dengan sangat cepat.3% pasangan yang menggunakan kondom sebagai alat keluarga berencana. 61% wanita dan 71% pria . misalnya. para ibu hamil yang terinfeksi HIV juga dapat menularkannya ke anak yang baru mereka lahirkan. namun dalam prakteknya ada biaya pendaftaran dan biaya-biaya lain. Banyak PSK. meskipun kelihatannya akan banyak ditentang. masyarakat harus mengetahui semua fakta. Padahal faktanya adalah kita tidak dapat mengetahui seseorang terinfeksi HIV secara ksik jika memang belum muncul gejala penyakit ketika sistem kekebalan tubuh mereka sudah menurun (tahapan AIDS). Jadi bagaimana kita bisa mencegahnya? Prioritas pertama. dimana 2. ini menggambarkan Indonesia menghadapi risiko penyebaran HIV yang lebih cepat melalui penularan seksual. Hanya sekitar satu dari dua puluh orang yang tertular HIV telah melakukan tes. Masyarakat juga perlu mengetahui bagaimana penularan terjadi serta cara melindungi Apa yang harus dipertentangkan? Banyak yang berpendapat. mengaku bisa mengetahui pelanggannya tertular atau tidak hanya dengan melihat pelanggan tersebut. Menurut Departemen Kesehatan. kesadaran saja tidak cukup. pada tahun 2010 jumlah penduduk yang tertular HIV diperkirakan mencapai setengah juta orang. menunjukkan bahwa 40% tidak mengetahui bagaimana menghindari infeksi HIV24. HIV berpotensi menyebar dengan cepat – dari para pengguna narkoba suntik dan para PSK. alasan lain mengapa orang enggan untuk menjalani tes atau pengobatan adalah karena stigma yang melekat pada HIV dan AIDS. Hanya sekitar 1. Oleh sebab itu menjadi penting bahwa siapa pun seharusnya berkesempatan menjalani tes serta memperoleh konseling yang tepat. kepada para pelanggan pekerja seks dan kemudian kepada penduduk. dan saat ini antiretroviral hanya tersedia di rumah sakit kota besar. hanya sekitar setengah dari mereka yang menggunakan kondom. saat ini ada obat-obatan yang disebut antiretroviral yang dapat membantu mengendalikan laju penyakit tersebut. Berisiko tinggi terhadap apa? Terhadap epidemi yang meluas. Sebuah survei terhadap para remaja yang beranjak dewasa yang dilakukan selama 20022003. misalnya. Atau. kelihatannya. Salah satu masalah paling penting adalah rendahnya penggunaan kondom. Namun. perlu membahas penyakit tersebut secara terbuka dan jujur serta mengambil langkah-langkah praktis. juga tanpa kondom. Bahkan sebagian dokter dan perawat.

Namun kebanyakan orang. Kedua. Terdengar sangat berbahaya Memang. Apa tujuan yang hendak dicapai? Target MDGs untuk HIV dan AIDS adalah menghentikan laju penyebaran serta membalikkan kecenderungannya pada 2015.kondom gratis di kawasan pekerja seks atau jarum suntik gratis kepada para pengguna narkoba. Namun HIV dan AIDS menghadapkan kita pada pilihan keras dan sulit. Apakah kita lebih maju dalam menangani Malaria dan TBC? Ya. karena hal itu akan mendorong timbulnya turunan (strain) TBC yang kebal terhadap obat-obatan yang ada saat ini. namun untuk itu diperlukan satu upaya besar-besaran dan terkoordinasi dengan baik di tingkat nasional. yaitu 91%. Di Jawa dan Bali. Yang paling mungkin menderita adalah mereka yang sistem kekebalannya melemah. Angka ini bervariasi. Setiap tahun sekitar 100. Jadi setiap orang perlu untuk mengambil langkah perlindungan yang diperlukan. Penyembuhan ini mencakup pemberian tiga atau empat obat dosis tinggi selama enam bulan. dimana lebih mudah melibatkan masyarakat karena tidak ada stigma dan diskriminasi terhadap penyakitpenyakit tersebut. Memang komunikasi perlu ditingkatkan antara yang mendukung dan menolak pendekatan penurunan dampak buruk. TBC sudah ada lebih lama. TBC dapat disembuhkan. Strategi standar penyembuhan TBC adalah apa yang disebut strategi penyembuhan jangka pendek dengan pengawasan langsung (Directly-Observed Treatment Short-course/DOTS). Saat ini kita mendeteksi lebih dari tiga perempat kasus. bahwa mereka memiliki kelompok sasaran masing-masing.000. Untuk sembuh total. Ini adalah kasus di mana pengobatan yang tidak tuntas lebih buruk daripada tidak diobati. Indonesia telah menggunakan DOTS sejak 1995.propinsi bagian Timur. meski sebenarnya. kita juga harus beranggapan bahwa pada akhirnya semua orang berisiko dan berarti pendekatan yang digunakan pun akan berbeda. Saat ini. Beruntung bahwa kita sekarang memiliki Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) yang aktif sehingga dapat membantu kita mewujudkan tujuan ini. kita belum dapat mengatakan telah melakukan dua hal tersebut karena di hampir semua daerah di Indonesia keadaannya tidak terkendalikan. mulai dari 64 di Jawa dan Bali. Selain kelompok berisiko tinggi. dan saat ini. Namun ini tidak berarti bahwa mereka sudah sembuh. hingga 160 di Sumatera dan 210 di propinsi.000 orang. sangat menular. namun tidak seburuk itu. Selain itu. berdampak pada lebih banyak orang yaitu sekitar 582. meskipun di tempat lain penurunan tersebut terjadi lebih lambat. yang merupakan penyebab kematian ketiga terbesar. Masalah utama kita saat ini adalah rendahnya kesadaran tentang isu-isu HIV dan AIDS serta terbatasnya layanan untuk menjalankan tes dan pengobatan. Kondisi ini dapat terlihat secara jelas jika dibandingkan dengan respon terhadap penyakitpenyakit lain seperti malaria dan Tuberculosis (TBC). Angka penduduk yang “BTA (Batang Tahan Asam) positif” TBC diukur per 100. di mana tingkat penyembuhan sekitar 91%. jadi ada keterkaitan yang kuat antara virus HIV yang dampak utamanya adalah melemahkan sistem kekebalan.000 orang meninggal karena TBC. Berhenti meminum obat tidak baik untuk mereka dan untuk orang lain. betul-betul sembuh dan berkat DOTS kita telah memenuhi target MDGs untuk membalikkan kecenderungan penyebaran penyakit tersebut. Pertama. Stigma yang masih kuat menganggap bahwa HIV hanya akan menular pada orang-orang tidak bermoral. tanpa menghujat atau merendahkan kelompok lain. titik awalnya lebih buruk. karena kebanyakan orang yang terinfeksi tidak segera menunjukkan gejala-gejala aktif. Kita bisa saja mencapai target ini. Sementara yang lain menentang hal ini karena seakan membiarkan atau mendorong perilaku tak bermoral atau berbahaya. Menjadi sebuah tantangan untuk mengajak semua pihak merasakan ini sebagai masalah yang perlu dihadapi bersama. Dibandingkan HIV dan AIDS. Setiap tahun satu orang dapat menulari sekitar 10 hingga 15 orang dengan melepaskan bakteri TBC ke udara yang dapat dihirup oleh orang lain. Mengapa tidak seluruhnya? Seringkali karena orang berhenti meminum obat ketika mereka merasa lebih sehat. TBC. kurangnya pengalaman kita untuk menanganinya dan anggapan bahwa ini hanyalah masalah kelompok risiko tinggi ataupun mereka yang sudah tertular. 25 . mereka harus menjalani proses penuh. misalnya. sejak 1990 prevalensi penyakit TBC telah berkurang setengahnya. yang utamanya menggerogoti paru-paru.

di kasus dan mengobatinya. jadi kita tepat malaria kita dapat mencapai kemajuan yang cukup besar. Sekarang ini Apakah kasus malaria menurun atau meningkat? pengobatan utama adalah dengan terapi kombinasi Kita tidak punya informasi yang cukup untuk bisa obat artemisin (artemisin combination therapy). LSM kemarau atau di cekungan-cekugan air hujan di dan pihak lain. banyak yang mengungsi ke pembawa malaria. Jika tidak ada manusia yang terinfeksi. Secara menyeluruh. dan manusia yang lebih sehat. bukan hanya TBC Sebagian dana berasal dari anggaran kesehatan. meskipun ia menurunkan kesehatan. terpencil. mana kasusnya lebih sedikit. namun juga malaria. Lebih dari setengah juta penduduk masih membawa parasit. cukup rendah. di tempat-tempat di orang yang menderita malaria tidak melaporkannya. orang harus membayar untuk melindungi diri mereka khususnya anak-anak dan ibu-ibu hamil. Kabar baik kalau begitu pencapaiannya? Di kabupaten-kabupaten di Indonesia bagian 26 . Namun pasien mendatangi pusat-pusat kesehatan. Kenyataannya. ditambah dukungan dari Dana Global (Global Fund) untuk AIDS. Tantangan utamanya adalah jumlah tempat-tempat dimana nyamuk dapat memperluas program DOTS . prioritas juta kasus malaria (Depkes. biasanya di berbagai Mengapa begitu? kabupaten kawasan Timur. atau sekitar 90 Begitu pula bila terjadi bencana alam. terapi pengobatan juga Hanya sekitar 20% orang yang mencari pengobatan. Ini memutus siklus infeksi. kita dapat mengatakan bahwa kita sudah penyakit-penyakit menular lainnya. di kabupaten-kabupaten Jadi tahap akhir dalam perjuangan melawan malaria Daripada menunggu Indonesia bagian Timur serta sejumlah tempat lain adalah pemberantasan. dalam hal membalikkan kecenderungannya. namun TBC masih merupakan masalah sangat infeksi. dimulai dengan nyamuk anopheles yang besar. nyamuk tidak prevalensi malaria sudah turun mencapai tingkat yang dapat membawa parasit. Ini membawa kita ke Apakah kita bisa lebih memastikan tujuan ketujuh. Secara khusus.Timur. dan memiliki dampak ekonomi yang sangat besar. yang memberikan gambaran yang lengkap.yang saat ini lebih berkembang biak – biasanya di sungai-sungai dan banyak dikonsentrasikan di pusat-pusat kesehatan anak-anak sungai yang tidak beriak selama musim – dengan melibatkan lebih banyak komunitas. yaitu dengan menciptakan lingkungan alam sasaran untuk mencapai tujuan MDGs. khususnya untuk anak-anak. Namun kebanyakan Tapi paling tidak malaria tidak mematikan Biasanya tidak. Juga penting untuk memastikan hutan-hutan selama musim hujan. Pertama. Hampir lahan lebih luas. Seperti halnya dengan Indonesia. yang membuat mereka lebih rentan terhadap penyakit lain. Namun mereka juga perlu untuk memperoleh pengobatan. Di Jawa dan Bali. TBC dan Malaria. atau demikian ini mungkin saja terjadi karena adanya para pekerja kesehatan pergi berkeliling mencari survei-survei yang lebih baik. yang menjadi tugas utama adalah mencegah Ya. terjadi peningkatan jumlah kasus malaria. ditemukan 18 tempat-tempat yang membuat mereka lebih mudah terserang. berpindah ke pinggiran hutan. menjadi sebuah bentuk pencegahan yang penting. dan survei terperinci hanya di daerah-daerah yang paling parah terkena dampak. tinggal di daerah-daerah dengan nyamuk tsunami di Aceh. seperti juta orang. Sebaliknya. utama adalah pencegahan. Bagi semua kelompok ini. Seperti yang dapat anda bayangkan. dengan menggunakan kelambu yang sudah dicelup kita harus lebih banyak menjangkau daerah-daerah insektisida. Dan setiap tahun. Mereka tinggal di rumah-rumah dengan standar Malaria dapat membuat orang tidak bisa bekerja – buruk dan tidak mampu membeli kelambu. Malaria sendiri. Pelayanan di daerah-daerah terpencil sulit Siapa yang membayar ini semua? untuk hampir semua penyakit. separuh dari penduduk Indonesia. Termasuk yang diperkirakan menimbulkan kerugian sekitar 60 penduduk miskin yang karena ingin mendapatkan juta dollar karena hilangnya pendapatan. 2005). Kemudian bahwa kita tetap menyimpan pasokan obat-obatan kita perlu melindungi diri kita sendiri dari nyamuk yang diperlukan dan bahwa pasien terus menjalani dengan menyemprot rumah dengan insektisida atau proses penyembuhan secara penuh. kita harus mengurangi terinfeksi setiap tahun. Kebanyakan sangat efektif. paling parah terkena adalah keluarga termiskin.

2004-2005: PSK perempuan. belum ada data tersedia. Tuberkulosis (TBC) – Prevalensi: 262 per 100. Prevalensi HIV– Para pengguna napza jarum suntik 2003: Jawa Barat. terkait dengan kelompok-kelompok berisiko tinggi.000 orang di tingkat nasional namun pada saat ini tidak ada indikasi bahwa kita telah menghentikan laju penyebaran HIV dan AIDS.7%. 27 . 43%. MALARIA SERTA PENYAKIT LAINNYA Target 6A: Menghentikan dan mulai membalikkan tren penyebaran HIV dan AIDS pada 2015 Prevalensi saat ini adalah 5. Tes – Melakukan tes selama 12 bulan terakhir dan mengetahui hasilnya.000 atau setara dengan 582.TUJUAN 6: MEMERANGI HIV DAN AIDS. pada 2010 Untuk target ini. Jumlah ini mungkin sudah turun. 6%. Meskipun demikian. Tanah Papua 17%. PSK perempuan 2003: Jakarta. Target 6B: Tersedianya akses universal untuk perawatn terhadap HIV/AIDS bagi yang memerlukan.6 juta kasus per tahun.000 kasus setiap tahunnya.6 per 100. 24%. 3%. pengguna napza jarum suntik. 20%. pelanggan pekerja seks. pelanggan pekerja seks. 24%. Hampir semua data yang ada berikut ini. Pengetahuan– Proporsi kelompok yang tahu bagaimana mencegah infeksi dan menolak kesalahpengertian utama 2004: PSK. 43%. 4%. Angka keberhasilan pengobatan DOTS: lebih dari 91%. laki-laki yang berhubungan seks dengan laki-laki. laki-laki yang berhubungan seks dengan laki-laki. Target 6B: Menghentikan dan mulai membalikkan kecenderungan persebaran malaria dan penyakit-penyakit utama lainnya pada 2015 Malaria – Tingkat kejadian hingga 18. 15%. Deteksi kasus: 76%. 15%. PSK laki-laki 2004: Jakarta. pengguna napza jarum suntik 18%. Narapidana 2003: Jakarta. kita semestinya bisa melakukannya.

kita memiliki 127 juta hektar “kawasan populasi pohon. 2006 Kawasan ini dibagi menjadi berbagai kategori dengan tingkat perlindungan yang berbeda.namun dengan keharusan penanaman kembali. Apa yang terjadi dengan pepohonan yang tersisa? Salah satu masalah utama adalah penebangan liar. Selama periode 1997 hingga 2000. Namun tidak untuk jangka waktu yang terlalu lama lagi. 2006 Sumber: Departemen Kehutanan. Citra satelit menunjukkan bahwa pada 2005. anda akan melihat hanya tersisa sedikit pohon dalam dua perlima area hutan produksi. Wilayah yang sebenarnya berhutan hutan”.126. Kawasan dengan tingkat perlindungan lebih rendah adalah dua jenis ”hutan produksi” yang digunakan untuk mendapatkan kayu atau hasil hutan lainnya . Yang paling rentan adalah kawasan yang digolongkan “hutan konversi”.1 Kategori “Kawasan Hutan” dan Cakupan Hutan yang Sesungguhnya. Kawasan yang paling terlindungi adalah ”kawasan konservasi” dan ”hutan lindung”. Tidak terlalu buruk. Pertama. Mencermati Gambar 7. kita kehilangan 3. tujuan ini menelaah seberapa besar wilayah kita yang tertutup oleh pohon. karena dua pertiga wilayah Indonesia adalah hutan Akan demikian halnya apabila kawasan tersebut benar-benar kawasan hutan. Dalam beberapa kasus. yang sesuai namanya bisa digunakan untuk tujuan-tujuan lain. kadang-kadang lewat kolusi dengan pejabat setempat. Sebaliknya. yaitu sekitar dua pertiga luas wilayah kita. citra satelit juga menunjukkan bahwa sebagian dari lahan yang tidak diperuntukkan sebagai hutan pada kenyataannya adalah hutan. hanyalah sekitar 94 juta hektar. 28 . Kenyataannya. Mengherankan bahwa masih ada hutan yang tersisa Cukup serius. Tujuan MDGs ketujuh adalah untuk menghalangi kerusakan ini. merusak lahan. atau sekitar 50% wilayah Indonesia. Kayu sangat berharga sehingga banyak perusahaan siap mencurinya. atau seluas propinsi Kalimantan Selatan. Gambar 7. membanjiri sungai-sungai dan jalur air serta atmosfer dengan lebih banyak polutan. sepertiga dari Memang. Ini penting bagi Indonesia karena kita memiliki sejumlah hutan yang paling kaya dan paling beragam di dunia.5 juta hektar hutan per tahun25.1. Namun demikian. menurut Departemen ”kawasan hutan” tersebut hanya memiliki sedikit Kehutanan. Kita menebang pohon.TUJUAN 7: MEMASTIKAN KELESTARIAN LINGKUNGAN Memastikan kelestarian lingkungan Pembangunan di Indonesia telah banyak mengorbankan lingkungan alam. seperti yang terlihat pada Gambar 7. separuh kayu Indonesia diperkirakan dihasilkan lewat pembalakan liar.

Tanah tersebut mengalir bersama sungai ke laut sehingga menghancurkan terumbu karang. Indonesia masih jauh dari target. Pada 29 .3 kg setara minyak per 1. karena banyak dari energi tersebut merupakan hasil industrialisasi yang biasanya mengkonsumsi lebih banyak energi. salah satu indikator MDG lainnya jelas mencerminkan hal ini. Indikator tersebut melihat pada proporsi penduduk yang menggunakan bahan bakar padat. kita berada di titik yang rendah pada 1998 menyusul krisis ekonomi. sumber daya kelautan di Indonesia juga telah terkena dampak penggundulan hutan. khususnya bagi perempuan dan anak-anak karena bisa terkena dampak buruknya. Apa yang salah dengan bahan bakar padat? Biasanya lebih kotor karena menghasilkan uap dan asap. atau LPG (Liquiked Pertoleum Gas). Saya banyak menggunakan energi untuk membaca laporan ini Juga sangat menarik bukan? Tetaplah membaca. khususnya karbon dioksida yang naik ke lapisan atas atmosfer dan memanaskan planet ini. Ini artinya menggunakan kayu atau batubara. Penggundulan hutan juga mengurangi keragaman hayati kita. Tinggal satu tujuan MDGs lagi yang akan dibahas. Konsumsi minyak bumi. khususnya jika kita beralih menggunakan bahan bakar yang lebih bersih.lahan juga dibuka untuk tujuan-tujuan lain seperti perkebunan kelapa sawit. dan bukan menggunakan minyak tanah. khususnya lautan yang menjadi lapangan pekerjaan bagi 3 juta orang. Dalam kenyataannya. Jadi bagaimana kita bisa mengejar ketertinggalan? Mungkin agak sulit. juga menghasilkan banyak karbon dioksida.000 $ (Dep. di daratan kita dihadapkan pada polusi limbah beracun. pula polusi udara. Secara keseluruhan. Namun kita memiliki pengelolaan yang buruk dan kesulitan dalam menegakkan peraturan. Kenyataannya. dan semua ini menimbulkan masalah besar bagi penduduk yang menggantungkan penghidupan mereka pada hutan. khususnya tumpahan minyak. Penggundulan hutan juga seringkali disertai dengan kebakaran hutan yang menimbulkan masalah kesehatan yang serius selain memproduksi gas rumah kaca yang dilepaskan dalam jumlah besar ke atmosfer.2% pada 1989 menjadi 47. Tentu saja kita juga perlu mengkhawatirkan emisi bahan bakar lain yaitu “gas rumah kaca”. Laut kita pun menghadapi risiko polusi lainnya. Kebanyakan gas rumah kaca berasal dari negara-negara kaya Memang betul bahwa negara-negara maju paling banyak menghasilkan emisi industri. namun penggundulan hutan dan kerusakan lahan menyebabkan erosi berupa pengikisan lapisan tanah oleh air hujan. misalnya. MDGs tidak memiliki indikator untuk polusi. lingkungan hidup Indonesia telah cukup tercemar. khususnya sekitar 10 juta penduduk miskin. namun memonitor seberapa besar penggunaan energi kita. ESDM. Sejak itu. 2006). termasuk Indonesia. Tentu saja energi yang sedang kita bahas ini tidak berasal dari makanan namun dari berbagai jenis bahan bakar. termasuk kelompok masyarakat adat27. kimia dan pestisida –begitu Itu bukan salah kita. Situasinya semakin rumit ketika pemerintah daerah mempunyai deknisi peruntukan lahan yang bertentangan dengan defenisi nasional. menggunakan lebih banyak energi tidak serta-merta berarti lebih banyak pencemaran. Kita harus berbuat lebih banyak untuk memberantas kejahatan dan korupsi di bidang kehutanan. “intensitas energi” kita meningkat terus hingga saat ini mencapai 95. Namun kita juga memiliki banyak sumber daya alam lain yang dengannya penduduk miskin bisa bertahan hidup.5% pada 2004. Namun demikian. Sementara itu. untuk indikator MDGs ini. dari 70. Ini berisiko jika digunakan di rumah. Yang juga perlu dilakukan adalah pengalihan pengendalian hutan kepada komunitas setempat sehingga mereka bisa hidup dari hutan dan mendapatkan insentif untuk mengelola dan melindungi hutan tersebut. Di tingkat nasional kita mempunyai niat yang benar. Kita punya pohon bawah laut? Tidak. sebagian komunitas pedesaan yang kekurangan lahan juga telah merambah hutan lebih jauh. Namun banyak negara-negara berkembang. Selain itu. Pemerintah telah berikrar untuk melindungi lingkungan. khususnya yang berasal dari industri dan semburan asap kendaraan bermotor. Memang proporsi penduduk yang menggunakan bahan bakar padat sudah menurun secara tajam. Jadi kita tidak cukup berhasil Tidak. Seperti yang sudah anda bayangkan.

Indonesia tidak dapat penduduk yang memiliki akses berkelanjutan menghasilkan bahan-bahan kimia ini. Ini merujuk pada penggunaan penjualan yang semakin meningkat pesat31. rumah tangga atau transportasi. kita memiliki regulasi berkaitan dengan bahan-bahan tersebut. Sejumlah LSM berpendapat bahwa kerusakan lahan gambut dengan cepat mengubah Indonesia menjadi salah satu penghasil emisi karbon dioksida terbesar di dunia29. Pada tahun 2005 tingkat emisi naik menjadi 1. mengurangi impor bahan-bahan tersebut dan berhenti menggunakan persediaan yang ada. namun kita terhadap satu ”sumber air yang terlindungi menggunakannya. bermeter-meter ke dalam tanah dan menyimpan milyaran ton karbon dioksida.15 metrik ton karbon dioksida ke atmosfer . namun kita juga kesulitan untuk menjalankannya. kenyataan yang sesungguhnya mungkin 7 milyar liter per tahun pada 2004 dan dengan tidak terlalu dramatis.tahun 2000 setiap orang mengeluarkan rata-rata 1.696 ton bahan-bahan perusak lapisan ozon30. Bagaimana dengan kita? Apakah kita juga ikut menghilangkan lapisan ozon? Rasanya memang demikian.” Namun apa artinya itu? Pada saat ini kita tidak memiliki angka yang pasti. kita makin mengurangi penggunaan sejumlah bahan yang merusak. sekarang saatnya untuk beralih ke cairan dan khususnya air minum. banyak dari karbon dioksida tersebut lepas ke atmosfer. Sebaliknya. Tujuan MDG ketujuh antara lain menetapkan target untuk menurunkan separuh dari proporsi penduduk yang tidak memiliki “akses yang berkelanjutan terhadap Betulkah? air minum yang aman. anda dapat merebusnya. Mungkin anda bisa mendapatkan air dari sumur Pemerintah sedang mengkaji isu tersebut dan atau sungai. Namun bisa memberikan anda “akses terhadap air minum ini bukan satu-satunya emisi yang harus kita yang aman. anda dapat membeli air kemasan. Seperti halnya regulasi tentang hutan. sangatlah sulit untuk dapat Ozon membentuk satu lapisan perisai yang memahami bagaimana masyarakat mendapatkan melindungi bumi dari radiasi matahari yang akses dengan cara-cara seperti itu. Dan MDGs merusak. bahan-bahan tersebut menjadi satu lapisan gambut yang tebal. tetapi juga Di lain pihak. Selama periode 1992-2002. Baiklah. rutin. sementara sisanya berasal dari kehutanan dan pertanian. dengan bantuan internasional Indonesia telah berhasil menghapuskan 3. 30 . kita masih mengimpor secara ilegal bahanbahan tersebut. sehingga menyumbang pada pemanasan global. Indonesia merupakan konsumen air kemasan terbesar ke Saya merasa sangat khawatir delapan di dunia dengan konsumsi lebih dari Untungnya. Di Indonesia kita memiliki banyak hutan rawa dimana pembusukan tanaman berjalan sangat lambat. Namun lapisan ozon dapat hilang oleh tidak menganggap air kemasan sebagai sumber bahan-bahan seperti chloroluorocarbons (CFC) yang berkelanjutan bagi kebanyakan orang. Mari kita lanjutkan ke bahan pembicaraan yang lain Dari hutan dan gas. Meskipun di satu sisi. Apakah anda siap untuk membahas topik utama yang lain? Lahan gambut? Gambut adalah satu kandungan bahan-bahan organik yang membusuk. Apa pun cakupan kerusakanannya. bahan-bahan yang mengurangi “lapisan ozon”.” Atau jika anda mempunyai pendapatan khawatirkan. jelas bahwa kerusakan hutan-hutan kita bukan Rasanya tidak saja merusak warisan lingkungan kita.34 metrik ton. Ketika rawa dikeringkan atau gambut terbakar. Apakah akan memberikan perkiraan tentang apa yang anda akan meminumnya? sedang terjadi. Namun angka-angka tersebut bisa menjadi sangat besar bila memasukkan kebakaran hutan dan kehancuran lahan gambut. sehingga tugas pertama adalah (improved water source)”. Jadi yang telah digunakan dalam produk penyemprot untuk itu indikator yang digunakan adalah proporsi aerosol dan lemari pendingin. Lebih dari separuhnya berasal dari industri. pada saat yang sama kita menggunakan bahan-bahan lainnya lebih banyak lagi. Seringkali masalahnya terletak pada perusahaan-perusahaan yang lebih kecil. Selama ribuan tahun. atau dari hidran atau keran air. Namun demikian.

untuk dapat mencapai Dengan menggunakan standar tersebut. 2006 31 . 2006 Sumber: BPS – Susenas berbagai tahun dan Departemen PU. Di kawasan perdesaan sistem yang Indonesia adalah 52.2. dengan kemajuan yang kita capai hingga saat ini.3 Akses terhadap Sumber Air yang Terlindungi. Angka rata-rata nasional untuk perdesaan.1%. Ya. 2006 Gambar 7. Satu standar. Air seperti itu dapat dikatagorikan sebagai “air yang bersih” meskipun tidak bisa disebut air minum yang aman. misalnya. Bahkan ada berbagai standar yang berbeda tentang “kebersihan” air. Gambar 7. Untuk mengurangi separuh proporsi penduduk yang tidak memiliki akses pada 2015 berarti harus mencapai angka sekitar 80%. nampaknya kita hampir memenuhi target. angka 50% 78% di Jakarta.3. meskipun angka ini telah terpasang mencapai 50%. Gambar mencakup sistem yang tidak bekerja dengan baik. yang sudah diberi pembatas atau memiliki pagar atau tutup untuk melindunginya dari kontaminasi hewan. misalnya. Perkotaan dan Pedesaan Sumber: BPS – Susenas berbagai tahun dan Departemen PU. Sepertinya itu bisa dipahami Namun dalam kenyataannya. Susenas target minimal “air bersih” akan sulit. mensyaratkan bahwa sumber air paling tidak harus berjarak minimal 10 meter dari tempat yang Kita sedang menuju ke arah yang tepat digunakan untuk pembuangan tinja. Atau bisa saja air sungai yang telah disaring oleh perusahaan air untuk menghilangkan hampir semua sumber kontaminasi dan kemudian menyalurkannya melalui pipa.2 Akses terhadap Sumber Air yang Terlindungi menurut Propinsi. tersebut menunjukkan satu peningkatan yang perlahan namun pasti. Artinya. Kecenderungan terkini di tingkat pun bisa jadi hanya perkiraan optimistis karena nasional dapat dilihat pada Gambar 7. Penyebabnya telah memberikan perkiraan seperti yang terlihat berbeda-beda antara kawasan perkotaan dengan di Gambar 7. tetapi tidak bervariasi dari 34% di Sulawesi Barat hingga terpelihara dengan baik.90% 80% 70% 60% 50% 40% 30% 20% 10% 0% Jakarta Bali Kalimantan Timur Kepulauan Riau Yogyakarta Sulawesi Utara Jawa Timur Kalimantan Barat Maluku Kalimantan Selatan Jawa Tengah Sulawesi Tenggara Sumatera Utara Iindonesia Sulawesi Selatan Riau Jambi Sumatera Barat Irian Jaya Barat Sumatera Selatan Nusa Tenggara Timur Maluku Utara Lampung Nusa Tenggara Barat Jawa Barat Sulawesi Tengah Banten Gorontalo Papua Kalimantan Tengah Bengkulu Nanggroe Aceh Bangka Belitung Sulawesi Barat Apa artinya terlindungi? Itu bisa saja sebuah sumur.

ada satu target MDGs untuk sanitasi.Apa yang salah? Seringkali kurangnya pemeliharaan. Sebaliknya. pendekatan yang lebih baik bermula dari kebutuhan. mungkin tidak jelas siapa yang bertanggung jawab untuk memeliharanya. Di perdesaan harus lebih jelas siapa yang menjalankan sistem. di masa mendatang mereka harus diberikan insentif untuk memelihara sistem mereka tersebut. Di Jakarta. Saat ini sekitar sepertiga dari rumah tangga di perkotaan mendapatkan akses jaringan pipa air ke rumah mereka dan jumlahnya tidak bertambah dengan cepat. Ini berarti pada akhirnya mereka harus membayar dari pedagang keliling dengan harga 10 hingga 20 kali lipat dibandingkan harga yang harus dibayar bila mendapatkan pasokan air dari jaringan pipa air minum. Antara 1990 dan 2005. Dalam hal apa? Sebagian besar karena sistem sanitasi yang buruk mencemari pasokan air. seringkali bahkan sangat dekat. Di perdesaan. Selain itu. Penduduk yang mendapat akses ke jaringan pipa adalah penduduk yang beruntung. berbagai tahun Jadi apa yang harus kita lakukan? Jelas kita harus lebih banyak menanamkan investasi untuk pemasokan air. Tidak mengherankan jika banyak PDAM yang mempunyai banyak utang. Bagaimana dengan mereka yang tidak beruntung? Kebanyakan dari mereka. 32 .4 Proporsi Penduduk yang memiliki Akses Terhadap Fasilitas Sanitasi yang Aman Sumber: BPS – Susenas. Atau mungkin tenaga ahli yang awalnya ditugaskan untuk pemeliharaan sudah pindah. Siapa yang membutuhkan apa? “Berdasar kebutuhan” artinya komunitas harus memutuskan untuk diri mereka sendiri apa yang mereka inginkan dan meminta bantuan dalam merencanakan dan membangun pasokan air mereka. Selain itu. banyak dari infrastruktur yang rusak. Pendekatan ini berjalan baik namun bisa makan waktu lama. misalnya. pasokan air yang terlindungi juga harus disertai dengan sistem sanitasi yang lebih baik karena dua hal tersebut saling berkaitan. Namun setelah sistem dipasang. cakupan air pipa hanya meningkat 3 persen. situasi di kota-kota besar dan kecil berbeda. sistem yang didanai publik seringkali bersumber pada sumur atau mata air. Yang paling tidak beruntung adalah komunitas termiskin yang tidak mampu membayar pemasangan jaringan pipa air. Beberapa bupati juga menganggap PDAM sebagai satu sumber pemasukan yang mudah. Siapa? Tanggung jawab keseluruhan dipegang oleh pemerintah daerah. Namun kita juga membutuhkan sistem pendanaan yang layak yaitu dengan mendapat pemasukan dari penduduk yang lebih kaya sementara memberikan subsidi yang tepat sasaran kepada penduduk miskin. PDAM tidak eksien antara lain karena mereka tidak punya biaya untuk melakukan investasi. Biasanya mereka tidak diijinkan untuk Gambar 7. Di komunitaskomunitas yang menyebar. Karena mereka akan membayar bahanbahan atau perlengkapan yang digunakan. Seperti yang sudah anda perkirakan. sekitar separuh dari air PDAM bocor keluar dari pipa-pipa bawah tanah. tergantung pada hidran air. yang juga dipastikan tidak akan menjangkau mereka yang hidup di permukiman kumuh. Target tersebut adalah untuk mengurangi separuh proporsi penduduk yang tidak memiliki akses ke sanitasi yang aman. menggunakan air sumur atau air sungai. menaikkan harga sesuai dengan kebutuhan mereka dan sering menyalurkan air dengan harga di bawah semestinya. Namun tugas mereka menjadi lebih sulit karena tidak eksiennya perusahaan daerah air minum (PDAM) yang menyediakan air baik melalui jaringan pipa ke rumah tangga-rumah tangga atau kepada penduduk secara umum melalui hidran air.

3%. “Sanitasi yang tidak aman”. Kebanyakan orang tergantung pada jamban dengan tangki septik atau bisa juga menggunakan toilet umum. Anda mungkin terkejut mengetahui bahwa Indonesia telah memenuhi target sanitasi. Indonesia telah mengalami banyak kemajuan. Investasi tersebut diharapkan berasal dari rumah tangga maupun pemerintah dan harus dipergunakan dengan sebaik-baiknya.000 hektar. yang anda tanyakan. kita mungkin cukup berhasil namun bisa jadi itu hanya ilusi. yaitu 42% penduduk negeri ini. Jadi target untuk tahun 2015 adalah 65%. sungai atau pantai. dan dalam beberapa hal cukup mengesankan. septik. Orang harus menyadari betapa pentingnya sanitasi yang baik dan merencanakan bersama sistem mereka sendiri. Di kawasan perkotaan. Bagaimana sebanyak 6 juta rumah dan memerlukan 1 juta caranya berinvestasi? Itu tergantung di mana anda tinggal. Anda hanya dapat membangun kemudian berganti menjadi jamban dengan tangki sebuah rumah apabila anda memiliki tabungan 33 . Dalam jangka lebih panjang kita perlu mencari cara untuk menyediakan sistem saluran air limbah umum sehingga semakin banyak orang dapat mengaksesnya. Sementara. dan khususnya dengan peningkatan hidup para penghuni kawasan kumuh.000 menjadi 54. Pada 1990. Hasilnya akan terjadi penghematan biaya yang besar. sekitar 15 juta rumah masuk kategori di bawah standar33. situasinya lebih sulit karena lebih terbatasnya ruang. lahan yang digunakan untuk kawasan kumuh meningkat dari 47. Departemen Pekerjaan Umum memperkirakan bahwa kita memiliki tunggakan pembangunan Terdengar menguntungkan. Penduduk termiskin pada awalnya paling tidak akan terus menggunakan toilet umum. Masalah utamanya. dapat berupa penggunaan kolam. rata-ratanya adalah 69. Jadi meskipun sistem tersebut mungkin lebih aman bagi para pengguna toilet. Seperti halnya pasokan air. anda dapat memiliki sebuah toilet sistem guyur (lush) di rumah anda yang terhubungkan dengan saluran pembuangan utama. Nampaknya. semakin banyak manusia berdesakan di kota-kota. Sayangnya. Kita perlu menanamkan investasi lebih banyak. Cukup baik kalau begitu Ya. Antara 1999 dan 2004. Di perdesaan. Secara keseluruhan. biaya keseluruhan mencapai sekitar $10 milyar32.Apa syarat sanitasi yang “aman”? Jika beruntung. Namun hanya sedikit dari kita yang bisa memilikinya. mereka sangat tidak aman untuk pasokan air. banyak sistem tersebut di bawah standar. Pada 2006. Seberapa banyak lagi? Satu perkiraan menyebutkan bahwa selama sepuluh tahun ke depan. masih terlihat banyak kawasan kumuh Dan jumlah itu semakin berlipat ganda. misalnya sebuah jamban cemplung dan kemiskinan. yang menjadi masalah adalah sederhana. hanya 20% dari rumah tangga mempunyai kepemilikan tanah yang sah. pemerintah dapat memberikan dukungan. Sekitar 15 tahun lalu. Anda juga mungkin sadar bahwa pada 1990 kita memulai dengan tingkat yang cukup rendah sehingga target yang ditetapkan tidak terlalu tinggi. mulai dari berkurangnya biaya pengobatan hingga penghematan waktu untuk tidak perlu mengantri di toilet umum. Namun demikian. rumah baru setiap tahunnya. Ini juga akan membawa kita lebih dekat ke target terakhir dalam tujuan ini yang berkaitan dengan perumahan. Namun. Hal yang dilakukan kebanyakan orang Memang demikian dan membuat satu sistem sanitasi yang baik akan menambah nilai rumah itu sendiri. Paling tidak empat perlima dari kita memiliki atau menyewa rumah32. Untuk sebagian orang biasanya memulai dengan sesuatu yang besar orang. untuk setiap rupiah yang diinvestasikan kita dapat menghasilkan keuntungan sepuluh kali lipat. Sekarang hampir semua orang memiliki hak milik yang sah berkat kampanye besar-besaran dari Badan Pertanahan Nasional untuk meningkatkan kepemilikan lahan. peningkatan tidak akan terjadi tanpa keterlibatan masyarakat. Dan seperti yang sudah anda katakan. proporsi rumah tangga yang memilki sanitasi yang aman adalah sekitar 30%. Sejumlah ahli ekonomi memperkirakan bahwa. kita juga cenderung untuk memiliki rumah sendiri. Setidaknya. Banyak sistem yang didasarkan pada tangki septik yang sering bocor dan mencemari air tanah. menanamkan investasi dalam satu sistem sanitasi mungkin akan sama maknanya dengan investasi untuk memiliki rumah. sawah.

57. TUJUAN 7: MEMASTIKAN KELESTARIAN LINGKUNGAN Target 7A: Memadukan prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan ke dalam kebijakan dan program negaraserta mengakhiri kerusakan sumberdaya alam Indikator pertama adalah proporsi lahan berupa tutupan hutan. Target 7B: Mengurangi laju hilangnya keragaman hayati.3%.5% meskipun sebagian dari jumlah tersebut telah dirambah. kita hampir berhasil untuk mencapai target 67%. Namun citra Landsat merupakan citra satelit dengan resolusi rendah dan mungkin tidak terlalu sesuai untuk melacak perubahan. Berdasar citra satelit. tidak banyak orang ingin mengambil pinjaman jangka panjang. jumlahnya sekitar 49. atau bahkan mungkin sudah lebih rendah dari angka tersebut. yang hanya dimiliki oleh seperempat dari kita. karena telah mencapai cakupan sebesar 69. Saya pun tak yakin memerlukan pinjaman bank Ya.5%. yang seringkali mengandalkan pada pinjaman luar negeri. Hanya sedikit orang yang dapat memperoleh pinjaman dari bank. listrik dan sanitasi. meskipun banyak dari pencapaian ini berkualitas rendah. kita mestinya mampu membangun rumah di tempat yang memiliki layanan seperti air. namun jumlah komunitas kumuh yang memiliki akses terbatas pada layanan dan keamanan semakin meningkat. dan mencapai pengurangan yang signikkan pada 2010 Belum ada data terbaru mengenai hal ini Target 7C: Menurunkan separuh proporsi penduduk yang tidak memiliki akses yang berkelanjutan terhadap air minum yang aman dan sanitasi dasar pada 2015 Pada tahun 2006. Namun jika kita bisa mendapatkan dana yang diperlukan. Untuk itu diperlukan investasi publik.yang memadai atau dapat meminjam dari keluarga atau teman-teman. 34 . angka terkini tentang emisi karbon dioksida per kapita adalah 1. Target 7D: Pada 2020 telah mencapai perbaikan signikkan dalam kehidupan (setidaknya) 100 juta penghuni kawasan kumuh Meskipun 84% rumah tangga telah memiliki hak penguasaan yang aman.2% penduduk memiliki akses terhadap air minum yang aman dan meskipun masih ada jarak.544 metrik-ton.34 sedangkan konsumsi bahan-bahan perusak lapisan ozon masih pada tingkat 6. baik dengan memiliki ataupun menyewa. Untuk itu anda perlu pekerjaan tetap. Pada 2006 rasio tersebut adalah 29. Tujuan MDGs yang terakhir melihat ke luar Indonesia untuk menelaah bagaimana hubungan kita dengan dunia luar. Proporsi rumah tangga yang menggunakan bahan bakar padat pada 2004 adalah 47. Sejauh ini. Indikator lain adalah rasio kawasan lindung untuk mempertahankan keragaman hayati.9%. Untuk sanitasi kita nampaknya telah melampaui target 65%.

beberapa pekerja. Perusahaan-perusahaan tersebut Tujuan MDGs terakhir ini. tidak ada kaitannya dengan Indonesia yang sama. ada yang Namun yang paling utama. Dan Indonesia juga dapat Indonesia menunjukkan minatnya yang besar mengupayakan berbagai cara untuk membantu untuk meningkatkan perdagangan internasional. banyak usaha yang mulai menanamkan investasi dalam pabrik-pabrik yang membuat barang-barang Jadi apa yang harus kita lakukan? manufaktur sederhana untuk diekspor. kepentingan kita yang beruntung. Perdagangan juga harus adil bagi para Tidak sepenuhnya benar. khususnya Perusahaan-perusahaan yang tidak mampu ekspor. berkembang lainnya. Pihak lain berpendapat bahwa mereka harus menerima globalisasi. seringkali. mereka yang diperkerjakan negara berkembang di kawasan Asia Pasikk saat di industri-industri untuk ekspor harus memperoleh ini menawarkan bantuan kepada negara-negara gaji dan kondisi kerja yang layak. akan bersaing dengan produk impor berharga rendah. harus ada keputusan seberapa “terbuka” pakaian dan alas kaki. sebagai contoh. Kenyataannya. Impor beras murah dan membantu orang untuk keluar dari kemiskinan. Bahkan gelombang globalisasi mutakhir. sebagian besar ekspor kita adalah Indonesia. yaitu menelaah isu-isu seperti perdagangan. terkait dengan kerjasama internasional. Artinya. dipastikan akan menurunkan harga beras di pasar Di masa lalu. hal ini dapat membuat mereka menjadi lebih eksien. Ini baik bagi mayoritas konsumen. hanya memungkinkan negaranegara kaya untuk mengeksploitasi negara-negara miskin. dalam kenyataan. berpendapat bahwa semua aliran barang dan uang internasional serta informasi. sebagian besar target dan indikator ditujukan untuk negara-negara maju agar membantu negara-negara termiskin dalam mencapai tujuan-tujuan MDGs lainnya. baik ekspor maupun impor. Namun sejak 1980-an. Kenyataannya. menghasilkan lebih banyak lapangan pekerjaan Beras. 35 .GOAL 8: PROMOTE GLOBAL PARTNERSHIP FOR DEVELOPMENT Mengembangkan kemitran global untuk pembangunan Globalisasi? Apakah kita mendukungnya? Tidak semua. tidak otomatis merugikan Itulah caranya Indonesia bergabung dalam perusahaan-perusahaan dalam negeri. Sekarang ini. bahan-bahan mentah seperti minyak bumi. Misalnya di bidang perdagangan. ada yang merugi34. sedikit mengontrol impor. bantuan dan utang internasional. seperti Pertama. lebih dari sebaiknya perekonomian kita. kayu namun pada saat yang sama dapat mengurangi dan minyak kelapa sawit. Terbuka sambil separuh ekspor kita merupakan produk industri. Mereka yang menolak. Oleh karena itu. penghasilan petani. Memproduksi barang untuk ekspor. Hasilnya. sebenarnya adalah mencermati apa saja dampak kebijakan negara-negara yang lebih kaya pada Siapa yang merugi? kita. harus dipastikan bahwa perdagangan internasional dilakukan seadil mungkin sehingga semua negara memiliki peluang Jadi. namun globalisasi dengan cara-cara yang benar. negara-negara tetangganya yang masih miskin. Namun.

Banyak tersebut mungkin bisa berlanjut. Namun Indonesia.1. sebagian besar merupakan pilihan kita. seperti air atau sanitasi. Namun. yang Ya jika perusahaan-perusahaan swasta hanya digunakan untuk membangun infrastruktur seperti memusatkan pada pelanggan kaya dan jalan raya36. Kini. Hampir semua kebutuhan terutama karena negara-negara maju ingin jasa kita. Banyak orang yang resmi” (ODA. Bahkan di tahundapat menghasilkan layanan yang lebih eksien. perundingan putaran terakhir. memberikan proteksi terlalu banyak pada petani Tetapi.mereka sendiri. Mungkin kita ingin melindungi industri kebutuhan dasar atau yang masih perlu dilindungi agar bisa bersaing di tingkat internasional. juga perusahaan ingin berinvestasi di Indonesia serta banyak negara-negara berkembang lainnya. Sebaliknya. Pemerintah perlu Siapa yang memberikan kita bantuan? memastikan akses bagi semua orang. Sebagai contoh. tergantung pada bantuan luar negeri. Anda. tahun tertentu. pasca tsunami dan gempa 36 . biasanya menerima bantuan setara dengan 40% gabungan penyediaan layanan publik dan swasta pengeluaran pembangunan kita. banyak mahal dari perusahaan-perusahaan internasional.” Singkat kata. Paling tidak untuk sementara. Misalnya jasa. dan negara-negara berkembang lainnya dalam yakin bahwa kita sudah cukup banyak memberikan hal pelayanan listrik dan air. bantuan yang kita terima lebih Bahkan penduduk miskin mungkin akan bersedia besar dari angka tersebut. penata disebut “Putaran Doha (Doha Round)”. Di masa lalu. Kebanyakan terbuka kita dalam perdagangan barang dan jasa bantuan tersebut dalam bentuk utang. yang untuk HIV dan penyakit-penyakit lain. dilayani oleh pihak dalam negeri. meskipun beberapa secara perlahan mengurangi akses penduduk miskin. bantuan yang digunakan untuk pembangunan Benarkah? kembali pascabencana. untuk membayar jika mereka merasa akan mendapatkan layanan yang baik. tidak perduli Penyandang dana terbesar adalah Bank Dunia. dan tidak disriminatif. Selama beberapa tahun terakhir. Mereka percaya bahwa untuk negara-negara miskin. kita masih ingin melindungi sejumlah industri dengan tarif dan langkah-langkah lain. Ke depan. ada juga yang kita beli dari perusahaan. atau apakah bisa mengentaskan kemiskinan. namun mungkin berkkir bantuan tersebut terutama masalah ini juga menjadi bagian perundingan digunakan untuk mengentaskan kemiskinan atau dalam WTO. terlihat bahwa kita mengabaikan pelangggan miskin. layanan tertentu. yang Jasa merujuk pada hal-hal seperti restoran. gagal rambut atau hotel. Pada Gambar 8. perundingan-perundingan perusahaan asing yang beroperasi di sini. juga mencakup hal-hal tentang apakah kita bisa Ternyata tidak. meskipun tidak kita harus membeli obat-obatan dengan harga langsung. Apa hubungannya dengan MDGs? Salah satu target yang menjadi bagian tujuan ke-8 MDGs adalah ”lebih jauh mengembangkan sistem perdagangan dan keuangan yang terbuka. baik asing Tidak. bisa jadi. mulai meningkatkan sumbangan mereka. Ofkcial Development Assistance) menentang hal ini. Seberapa Bank Pembangunan Asia dan Jepang. ini berarti perdagangan yang berkeadilan dan WTO adalah tempat di mana masalah-masalah tersebut semestinya ditangani. dengan Organisasi Perdagangan Dunia (World sesuai dengan janji mereka untuk memberikan Trade Organization/WTO).akan terdorong untuk berkonsentrasi pada produk terbaiknya. negara-negara kaya didorong tingkat kotamadya di Jakarta. Hal ini. Karena hal ini akan tersebut. harus disediakan oleh negara dan tidak boleh dijalankan Apakah janji ditepati? oleh perusahaan-perusahaan swasta. Selain itu. Perundingan-perundingan tersebut untuk meningkatkan kesehatan dan pendidikan. Jasa? Sayangnya. berbasis peraturan. Hampir tidak ada yang mencapai angka maupun dalam negeri. banyak negara meminta bantuan sebesar 0. Dalam perundingan untuk memberikan bantuan luar negeri.7% dari total pendapatan agar diberi lebih banyak peluang untuk menjual nasional dalam bentuk “bantuan pembangunan jasa kepada pihak asing. banyak ”pengeluaran pembangunan” negeri ini. mudah diperkirakan. siapa pun penyedia layanan tersebut. konsesi. gilirannya negara-negara kaya untuk kita sudah memiliki dua pemasok air swasta di merespon. Sebagian besar digunakan untuk menggunakan turunan obat “generik” yang murah pembangunan infrastruktur ksik seperti jalan.

Pada 2006. pemerintah masih berutang $144 milyar. baik berupa utang dan hibah. Pada 2007. nampaknya kita tidak akan mendapatkannya. pemerintah Indonesia memutuskan tidak lagi membutuhkan pertemuan tahunan para penyandang dana untuk Indonesia yang disebut Kelompok Konsultatif untuk Indonesia (Consultative Group on Indonesia). kita harus membayar bunganya dan akhirnya harus siap untuk membayar kembali pokok utang. pemerintah menerbitkan obligasi pemerintah bernilai milyaran dolar dan memberikannya kepada bank-bank tersebut untuk digunakan sebagai modal. sebesar 5. Namun kita masih tetap terjebak dalam utang dan harus membayar bunga obligasi tersebut kepada bank atau siapa pun yang memilikinya. Biasanya pemerintah menerbitkan obligasi dan kemudian menjualnya untuk mendapatkan dana. Pemerintah sangat cemas bahwa sistem perbankan akan runtuh sehingga mereka campur tangan untuk menyelamatkan beberapa bank tersebut. miskin atau kaya. atau kesehatan. Akan lebih baik jika kita mendapat lebih banyak hibah Namun.bumi di Yogyakarta. Namun pemerintah berpendapat bahwa mereka tidak mempunyai pilihan. 1990-2004 Sumber: Chowdhury. Tetapi. Jika anda tidak ingin mengikuti rincian tentang hal ini. Biaya yang dipikul. pemerintah yakin harus lebih banyak menggalang dana dari pasar keuangan lewat penjualan obligasi ketimbang dari para penyandang dana. Dengan menerima semua utang tersebut. Pasca krisis moneter.2 akan terlihat bahwa utang kita telah meningkat37. ’pelunasan’ utang mencapai sekitar 26% dari pengeluaran pemerintah.1 Bantuan sebagai Proporsi dalam Pengeluaran untuk Pembangunan. Runtuhnya sistem perbankan akan membuat segala sesuatu lebih buruk bagi siapapun. Kenyataannya. Baik utang yang berasal dari pinjaman maupun lewat penjualan obligasi. Yang terjadi adalah bahwa setelah krisis ekonomi pada 1997. A. terjadi peningkatan sangat tajam. Saya ingin mengetahui Baiklah. Pada Gambar 8. Selain itu. Untuk melakukan itu. Kebanyakan penyandang dana memusatkan hibah mereka untuk negara-negara yang lebih miskin. dan Sugema I Berapa yang harus kita tanggung? Saat ini. satu masalah besar dalam mencapai MDGs karena pengeluaran Indonesia saat ini. Ini artinya mereka menjadi sehat lagi. kebanyakan dari utang tersebut bukan utang internasional melainkan utang dalam negeri berupa pinjaman dari lembaga-lembaga domestik. Yang kita peroleh adalah bankbank yang lebih sehat. tetapi kita perlu mempertimbangkan beban utang. Gambar 8. banyak bank di Indonesia yang mempunyai kredit macet pada perusahaan- 37 . Untuk 2006-2007. kita dijanjikan memperoleh bantuan. sehingga tak cukup anggaran bagi kesehatan atau pendidikan. Indonesia tidak masuk kualikkasi penerima hibah.4 milyar dollar. Artinya kita harus tetap berutang? Ya. meskipun sebenarnya kita tidak ”meminjam” uang tersebut dengan cara konvensional. Terlepas dari apakah keputusan tersebut benar atau salah. misalnya. terlalu banyak dipakai untuk pembayaran kembali utang. Jadi anda dapat mengatakan bahwa kita membayar ketidakmampuan para pemilik bank yang kaya dengan mengorbankan orang miskin. Namun dalam hal ini mereka tidak mendapatkan uang sebagai gantinya. silahkan langsung ke paragraf berikutnya. perusahaan lokal berada dalam ambang kebangkrutan. kecuali ketika dilanda bencana. Memang pemerintah sekarang lebih banyak mengeluarkan dana untuk membayar bunga pinjaman daripada untuk pendidikan. bukankah kita harus mengembalikannya? Biasanya memang demikian. sekarang kita harus menanggung akibatnya. Pemerintah ingin lebih banyak memegang kendali dalam proses dan langsung berunding dengan para penyandang dana. terbilang mahal.

Namun.Hal yang tidak begitu disukai 160 140 120 100 80 60 40 20 1997 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 Samasekali tidak. Bersama dengan negara-negara berkembang lainnya. anda dapat melihat kepada pembangunan. paling tidak sedikit. uang kepada kita sebagai bagian dari program aturan-aturan internasional tidak memungkinkan bantuan mereka atau untuk membantu kita kita untuk menukarkan utang dalam jumlah yang membeli sebagian ekspor mereka. Namun sejumlah penyandang dana bilateral siap untuk menghapuskan sebagian utang kita jika Kepada siapa? kita membelanjakan jumlah yang sama untuk Pada Gambar 8. Ide yang bagus.2. 38 . Namun kita bisa menawar.2 Utang Pemerintah 1996-2006 Sumber: World Bank Indonesia 2007 Memang kedengarannya tidak lazim. Jerman. merupakan utang proyek-proyek pendidikan dan lingkungan. utang kepada para penyandang dana “multilateral” seperti Bank Dunia atau Bank Pembangunan Asia. Kita bisa meminta “penghapusan utang” kepada para penyandang dana multilateral dan bilateral. Indonesia harus menyatakan bahwa tingkat utang yang tinggi menghambat pencapaian MDGs. Indonesia menggunakan dana tersebut untuk yaitu sekitar 67. Kita cukup bangga untuk melaporkan upaya-upaya kita sendiri dalam mencapai tujuan-tujuan yang sudah kita sepakati. semuanya menjadi lebih sulit. terasa perlu untuk ‘meng-Indonesiakan’MDGs. Para penyandang dana internasional masih memberikan penghapusan utang. Dalam kenyatannya pemerintah telah sengaja membayar semua utangnya kepada IMF agar kita tidak harus mengikuti persyaratan IMF. kepada lembaga-lembaga luar negeri. namun hanya kepada negara-negara yang sangat miskin. Kita pun tidak bisa begitu saja ”mogok” membayar utang internasional karena akan membuat kita terputus dari pasar keuangan dunia dan mungkin akan memicu krisis keuangan baru. Tujuan-Tujuan Pembangunan Milenium juga merupakan tanggung jawab internasional. Apakah kita sudah selesai? Ya. Domestik Luar Negeri Sangat aneh. Kenyataannya. untuk banyak isu di Tujuan 8. Ketika meminta penghapusan utang. Hampir separuhnya Indonesia untuk menghapuskan utang bilateral merupakan utang dalam negeri. Namun masih ada hal-hal yang dapat kita lakukan untuk mengurangi utang. Indonesia adalah negara berpenghasilan menengah sehingga tidak masuk kategori layak memperoleh penghapusan utang. bantuan atau utang. Kita bisa menukarkan utang dengan apa? Gambar 8. Namun negara-negara maju juga perlu memantau aktivitas-aktivitas mereka.3 milyar dollar AS). kita juga harus mau dikaji oleh Dana Moneter Internasional (International Monetary Fund/IMF). Kita melakukannya beberapa dasawarsa lalu dan mereka menghapus sebagian utang kita. baik tentang perdagangan. sepakat dengan siapa kita berutang.7 milyar dollar. Saatnya untuk mengubah aturan-aturan tersebut Bisakah kita menolak untuk membayar? Kita tak mungkin ”ngemplang” utang dalam negeri karena akan mengakibatkan tumbangnya banyak bank dalam negeri. pemerintah maupun masyarakat sipil harus melawan status quo di tingkat internasional. Sekali lagi. Sangat menarik. Saat ini. Sebagian Sayangnya. misalnya. skema seperti itu biasanya hanya dalam diantaranya merupakan utang kepada para jumlah kecil (jumlah keseluruhan utang kita kepada penyandang dana bilateral yang meminjamkan Jerman adalah 1. Sisanya adalah sangat besar. jadi semestinya negara seperti kita layak untuk mendapatkan semacam penghapusan utang. Salah satu pilihan adalah dengan mendorong para penyandang dana bilateral untuk melibatkan diri dalam pertukaran atau ”konversi utang” (debt swaps). Sisanya. dari bank-bank bernilai sekitar 135 juta dollar AS jika pemerintah yang menggunakannya sebagai modal.kita sudah selesai dengan 8 tujuan MDGs. Namun saat ini.

selama propinsi-propinsi dan kabupaten-kabupaten memikirkan cara terbaik untuk pencapaian MDGs. memperoleh makanan dan mungkin dapat memberikan saran atau dukungan kepada para ibu. mungkin perlu hamil yang mendatangi klinik-klinik pada masa memastikan bahwa puskesmas selalu menimbang pra-persalinan.1. Apakah semua anak Betulkah? Apakah kita dapat mengukur bersekolah? Hal ini akan mudah diketahui dari buku semua ini di sebuah desa? pendaftaran di sekolah. untuk mencermati apakah angka kekurangan gizi meningkat atau menurun. Anda dapat memulai dengan sejumlah Gambar 9. Jadi Pemerintah daerah seharusnya dapat lebih berperan? Tentu saja. termasuk memantau dan mempercepat meninggal karena persalinan? Bagaimana dengan pencapaiannya. sekaligus. ketika kekurangan gizi pengawasan tentang berapa banyak perempuan menjadi persoalan yang dicemaskan. Apakah perempuan mereka. Namun. BPS memang mengumpulkan data sejumlah informasi di tingkat kabupaten. Dan yang lebih penting. baik di tingkat pusat maupun daerah. tidak mencakup hingga tahun 1990 sehingga menyulitkan penetapan target 2015. mungkin anda dapat mencoba untuk melakukan Penduduk sebuah desa bisa sepakat memilih apa tes pada sebanyak mungkin orang dan kemudian saja dari tujuan MDGs yang menjadi prioritas memulai pengobatan. Misalnya. dalam beberapa aspek bisa saja disesuaikan dengan situasi dan kondisi Indonesia. Jika TBC menjadi masalah. Anda kemudian dapat memiliki persiapan untuk menghadapi keadaan menambahkan semua informasi yang dibutuhkan darurat. tidak hanya di tingkat kabupaten. Misalnya? Anda dapat memeriksa bagaimana anak-anak yang lambat pertumbuhannya. Ya. tetapi tidak harus orang luar yang melakukannya. Hal tersebut tidak menjadi masalah. Tampaknya.MENG-INDONESIAKAN MDGs MDGs yang diformulasikan secara bersama pada tingkat global. Pencapaian tujuan MDGs sebagian besar berada di pundak pemerintah propinsi dan kabupaten. namun sampai ke desa-desa. Masalah informasi jelas masih menjadi kendala. Begitu juga apakah mereka telah semua anak-anak.1 Penyebaran Anggaran Pemerintah Sumber: World Bank 2007 39 . banyak yang harus dilakukan anda bisa sepakat tentang apa yang harus dilakukan Anda tidak harus mencoba melakukan semuanya untuk menanggulangi hal tersebut. kabupaten dengan mantap mulai mengambil alih lebih banyak pengeluaran rutin pemerintah38. Seperti terlihat pada Gambar 9.

maka secepatnya akan terjadi perbaikan. Sudahkah selesai kita? Ya. untuk kali ini bincang-bincang kita akhiri dulu di sini. Tetapi. Bagi MDGs. anda bisa membaca dari daftar bacaan berikut 40 . semangat lebih penting ketimbang rinciannya. Jika masing-masing kabupaten atau komunitas mulai melakukan aksi. Tahun 2015 tinggal delapan tahun lagi. namun kita bisa melakukan banyak hal dalam waktu delapan tahun. kemudian melakukan aksi. apabila anda tertarik untuk mengetahui lebih banyak.prioritas.

2007. Depdiknas. UNICEF Depkes.depkes. UNICEF. Indonesia. Spending for Development: Making the Most of Indonesia’s New Opportunities. World Bank. Sakernas. 2004/2005. SMERU. www. Spending for Development: Making the Most of Indonesia’s New Opportunities. When Teachers are Absent: Where do They Go and What is the Impact on Students? Jakarta.org/DOCREP/005/y4249e/y4249e06. 2007. Making the New Indonesia Work for the Poor. 2008). World Bank. 2006. Indonesia Public Expenditure Review 2007. 2007. Plus 5-Review of the 2002 Special Session on Children and World Fit for Children Plan of Action.html Untuk wacana dan diskusi yang lebih komprehensif mengenai indikator MDG ini. Indonesia Public Expenditure Review 2007. Ministry of National Education. Missing in Action: Teacher and Health Worker Absence in Developing Countries. Jakarta. UNESCO and PAPPITEK LIPI. World Bank. Indonesia Public Expenditure Review 2007. diakses 6 March 2007. Akhmadi. World Bank. Chaudhury et al. 2007. Educational Indicators in Indonesia. World Bank. and D Surydarma. proporsi penduduk yang mengkonsumsi kurang dari standar asupan nasional ditentukan oleh distribusi ketersediaan pangan untuk memenuhi standar tersebut dan aksesnya. 2005. 2006. 2007. The achievement of Gender Parities in Basic Education in Indonesia: Challenges and Strategies towards Basic Education for All. The Achievement of Gender Parities in Basic Education in Indonesia: Challenges and Strategies towards Education for All. Informasi lebih lanjut dapat dilihat di: http://www. Spending for Development: Making the Most of Indonesia’s New Opportunities. Jakarta. Jakarta. 2004. Every Year 30. World Bank. 2004. 2006.htm. 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 41 . World Bank. S. Jakarta. 2005b.go. Jakarta UNESCO/LIPI.fao. Jakarta.. UNESCO/PAPPITEK LIPI. World Bank.id/en/2102ev. beberapa publikasi ILO yang dapat menjadi nara sumber: Labour and Social trends in Indonesia 2008: Progress and pathways to job-rich development (Jakarta.000 Die by Measles.CATATAN DAN REFERENSI 1 Menurut FAO. Jakarta. Jakarta. Usman.

Jakarta. State of the Environment in Indonesia. The Millennium Development Goals for Health: A review of the indicators. Jakarta. Delft. Discussion Paper No. 7 Maret. MOE. D. Chowdhury.Harvard. PU. World Bank. “Informal workers to get health access”. Diakses 17 Maret 2007 Vanzetti. “How Signikcant and Effective has Foreign Aid to Indonesia been?”. IYARS. “Sanitation target remains out of reach”. 2002-2003. 2005. Jakarta. Ministry of Environment. Strategic Options for Forest Assistance in Indonesia.go.asp?link=Humas/ news2003/ppw150606gt. 2004. 2006. 2004.htm diakses 3/1/2007. UNDP. World Bank.dephut. 2006. Dephut. 15 Jakarta Post. 2005. Diunduh dari www. “Inadequate measures allowing HIV/AIDS to worse: WHO”. M. Sugema. 2005. Jakarta . Jakarta. Jakarta. 2007. Ministry of Environment. dalam Jakarta Post. Indonesia: Debt Strategies to Meet the Millennium Development Goals. survey di Papua terhadap perwakilan populasi penduduk tentang HIV/AIDS Jakarta Post.htm. 2007. World Bank. PEAT-CO2. http://www. 0505. dalam Jakarta Post. BPS WHO. 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 42 . Pusat Komunikasi Publik 150606. Hoek-Smit. Netherlands. dalam Jakarta Post. The Housing Finance Sector in Indonesia. A and I.org/2000-2003_Zenith_and_Beverage_ Marketing_Stats. Country Report on the Follow-up to the Declaration of Commitment on HIV/AIDS (UNGASS). A review of vulnerable populations to HIV and AIDS in Indonesia. McGuire. UNFPA Indonesia Website. RUU Penataan Ruang Harus Pilah Secarah Jelas Kawasan Peruamahan. KPA 2006. Hooijer. University of Adelaide Centre for International Economic Studies. 2006. Rencana Aksi Nasional untuk HIV/AIDS 2007-2010.id/index. Lancet 2006. Jakarta.icbwa. 2007. Trade policy at the Crossroads: the Indonesian Story.go. UNFPA. Komisi Penanggulangan AIDS. UNDP (segera terbit). UNAIDS and National AIDS Commission. Jakarta. KPA. 2007.unfpa. UNCTAD. MOE. Extent of land cover inside and outside forest area. Reporting period 2004-2005. 2007. 2007. Diakses 23 Maret.kimpraswil. Delft Hydraulics report Q3943. Jakarta. UNAIDS/NAC 2006. Assessment of CO2 emissions from drained peatlands in SE Asia. and Prabowo. http://www. World Bank. Departemen Pekerjaan Umum. State of the Environment in Indonesia. Jakarta Post.id. Indonesia Young Adult Reproductive Health Survey. D. 29 November. 2005. 2007. A et al. Spending for Development: Making the Most of Indonesia’s New Opportunities. 2006. Indonesia Public Expenditure Review 2007. John F. Geneva.org/mmr.pdf. ICBWA. http://indonesia. Global bottled water statistics. Kennedy School of Government. “Strategies for reducing maternal mortality: getting on with what works” the Lancet. 2007.. World Bank. World Health Organization.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful