Mdgs - Id 2015 - Copy

Millennium Development Goals

MEMBERANTAS KEMISKINAN DAN KELAPARAN EKSTREM

MEWUJUDKAN PENDIDIKAN DASAR UNTUK SEMUA

MENDORONG KESETARAAN GENDER DAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN

MENURUNKAN ANGKA KEMATIAN ANAK

MENINGKATKAN KESEHATAN IBU

MEMERANGI HIV DAN AIDS, MALARIA SERTA PENYAKIT LAINNYA

MEMASTIKAN KELESTARIAN LINGKUNGAN

PROMOTE GLOBAL PARTNERSHIP FOR DEVELOPMENT

Kita Suarakan MDGs Demi Pencapaiannya di Indonesia Laporan ini adalah hasil konsultasi luas yang melibatkan Pemerintah, Kelompok Kerja Tematis MDGs, Organisasi Masyarakat Sipil, Lembaga-lembaga PBB di Indonesia, media dan sektor swasta. Penyusunan Laporan ini memperolah dukungan teknis dan knansial dari Proyek TARGET MDGs – sebuah inisiatif bersama BAPPENAS dan UNDP dalam upaya pencapaian MDGs di Indonesia. Penulis: Peter Stalker Masukan Teknis: Kelompok Kerja Tematis MDGs Tim Penyunting: Abdurrahman Syebubakar, Dr. Ivan Hadar, Dr. La Ega, Owais Parray, Riana Hutahayan dan Susilo Ady Kuncoro Dukungan Data dan Statistik: Badan Pusat Statistik (BPS) Desain dan Tata Letak: Anggoro Santoso Edy Widayat, Susilo Ady Kuncoro, Dwiati Novita Rini Cetakan Kedua: Oktober 2008

MENTERI NEGARA PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL/ KEPALA BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL

Sambutan
Di penghujung abad lalu, Indonesia mengalami perubahan besar yaitu proses reformasi ekonomi dan demokratisasi dalam bidang politik. Tidak begitu lama kemudian, tepatnya pada tahun 2000, para pimpinan dunia bertemu di New York dan menandatangani “Deklarasi Milennium” yang berisi komitmen untuk mempercepat pembangunan manusia dan pemberantasan kemiskinan. Komitmen tersebut diterjemahkan menjadi beberapa tujuan dan target yang dikenal sebagai Millennium Development Goals (MDGs). Pencapaian sasaran MDGs menjadi salah satu prioritas utama bangsa Indonesia. Pencapaian tujuan dan target tersebut bukanlah semata-mata tugas pemerintah tetapi merupakan tugas seluruh komponen bangsa. Sehingga pencapaian tujuan dan target MDGs harus menjadi pembahasan seluruh masyarakat. Untuk membantu terlaksananya proses ini, laporan pencapaian MDG dalam versi pendek ini ditulis dengan gaya bahasa informal yang dapat dipahami secara lebih mudah. Meskipun pendek dan hanya menyentuh secara singkat tujuan dan target MDGs, diharapkan pembaca akan mendapatkan gambaran mengenai tantangan yang dihadapi Indonesia dalam sasaran MDGs. Di negara yang sangat luas dan beragam seperti Indonesia, pengumpulan data merupakan pekerjaan yang sulit dilakukan. Meskipun data-data yang ditampilkan dalam laporan ini dapat menggambarkan pencapaian di tingkat nasional, dan dalam beberapa aspek mencapai juga di tingkat provinsi, namun belum menggambarkan capaian pada tingkat kabupaten. Padahal, banyak dari keputusan terpenting yang dapat mempengaruhi kemajuan pencapaian MDGs diambil pada tingkat kabupaten. Karena itu, laporan ini diharapkan bisa membantu memperkenalkan latar belakang MDGs kepada pembaca yang lebih luas, terutama para pengambil keputusan di tingkat daerah. Untuk beberapa tujuan, diantaranya kemiskinan, pendidikan, kesehatan dan perlindungan terhadap lingkungan, Indonesia bersama negara-negara lainnya, menetapkan target-target yang ambisius namun sangat mungkin untuk dicapai. Kebanyakan dari target tersebut mesti dicapai pada 2015. Oleh karena itu, tahun 2008 menjadi penting, karena tahun ini adalah pertengahan dari target 2015. Melihat pencapaian sampai saat ini, Indonesia sepatutnya berbangga hati. Kita telah secara nyata mengurangi kemiskinan, dan hampir semua anak laki-laki dan perempuan dapat masuk ke sekolah dasar. Tetapi masih menuntut kerja keras dalam bidang yang lain. Tingginya angka kematian ibu melahirkan dan belum cukup usaha kita untuk melindungi lingkungan merupakan pekerjaan rumah yang harus diselesaikan secara sungguh-sungguh. Walaupun kita sudah mencapai banyak kemajuan, tetapi masih diperlukan kerja keras untuk mencapai semua sasaran MDGs. Akhir kata, saya berharap laporan ini dapat membantu kita dalam memperkuat komitmen dan menentukan prioritas di antara seluruh pemangku kepentingan untuk bekerja bersama mencapai MDGs, baik di tingkat lokal maupun nasional.

Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/ Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional

H. Paskah Suzetta

i

Sambutan dari United Nations Resident Coordinator di Indonesia
Merupakan sebuah kehormatan bagi saya untuk menulis pengantar singkat tentang laporan MDGs 2008, berjudul “Mari Kita Suarakan MDGs”. Setelah direvisi dan diperbaharui, laporan ini memuat kecenderungan dan capaian terkini MDGs di Indonesia. Laporan ini diterbitkan tepat waktu ketika dunia menghadapi ketidakpastian ekonomi yang ditandai oleh tingginya harga bahan bakar dan makanan serta ketidaksatabilan sistem knansial. Dalam era globalisasi, kondisi seperti ini akan berpengaruh terhadap banyak negara yang sedang berusaha mencapai MDGs. Seperti ditumjukkan laporan ini, kita boleh optimis bahwa Indonesia akan mencapai banyak target MDG di tingkat nasional. Namun, hal yang sama tidak berlaku bagi propinsi dan kabupaten miskin yang dalam banyak hal pencapaiannya masih tertinggal. Selain itu, untuk beberapa target terkait nutrisi anak, kesehatan ibu, dan akses terhadap air bersih, termasuk secara nasional, masih belum menunjukkan kemajuan yang memuaskan. Kita pun sadar bahwa kemajuan pencapaian MDGs saat ini bukanlah jaminan bagi kemajuan pencapaian di masa depan. Laporan ini memberi penekanan pada hal tersebut sekaligus mengajak seluruh komponen bangsa untuk melakukan aksi bagi pencapaian MDG. Sebagai Negara yang sangat luas, dengan beragam budaya serta tingkat pembangunan yang berbeda, kebijakan dan aksi pemerintah daerah akan menjadi kunci keberhasilan pencapaian tujuan global ini baik di tingkat nasional dan di tingkat lokal. Ditulis dengan gaya populer, dan memiliki pesan yang jelas sebagai pemicu untuk bertindak, laporan ini bertujuan menyebarluaskan isu-isu kebijakan untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya pencapaian MDGs bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat. Anggaplah laporan ini sebagai “peringatan” bagi kita semua untuk bekerja dengan memanfaatkan sumber daya yang ada semaksimal mungkin. Berbagai lembaga PBB berkomitmen sebagai “Sebuah Kesatuan” (One UN) mendukung pemerintah dalam berbagai bidang stategis untuk pembangunan Indonesia. Saya menyambut baik upaya Pemerinah Indonesia yang telah memulai proses penyusunan Peta Jalan MDG (MDG Road Map) yang akan mejadi pedoman kebijakan strategis tidak hanya bagi Indonesia, tetapi juga bagi PBB dan lembaga internasional lainnya untuk berpartisipasi mendukung pencapaian MDGs secara lebih efektif.

Kepala Perwakilan PBB - Indonesia

El-Mostafa Benlamlih

ii

DAFTAR ISI
Sambutan dari Menteri Negara Perencanaan Pembangunan/ Kepala BAPPENAS Sambutan dari Resident Coordinator PBB di Indonesia Daftar Isi Daftar Gambar Daftar Singkatan Posisi Kita Sekarang: Status Pencapaian MDGs Indonesia Bincang-Bincang tentang MDGs TUJUAN 1: Memberantas kemiskinan dan kelaparan ekstrem TUJUAN 2: Mewujudkan pendidikan dasar untuk semua TUJUAN 3: Mendorong kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan TUJUAN 4: Menurunkan angka kematian anak TUJUAN 5: Meningkatkan kesehatan ibu TUJUAN 6: Memerangi HIV dan AIDS, malaria serta penyakit lainnya TUJUAN 7: Memastikan kelestarian lingkungan TUJUAN 8: Mengembangkan kemitraan global untuk pembangunan TUJUAN 9: Meng-Indonesiakan MDGs Catatan dan Referensi i ii iii iv v vi 1 4 10 15 18 20 23 28 35 39 41

iii

1 Bantuan sebagai Proporsi dalam Pengeluaran untuk Pembangunan.2 Akses terhadap Sumber Air yang Terlindungi menurut Propinsi.1 Penyebaran Anggaran Pemerintah 37 38 39 iv .1 Kategori “Kawasan Hutan” dan Cakupan Hutan yang Sesungguhnya.2 Proporsi Kelahiran yang Dibantu oleh Tenaga Persalinan Terlatih Gambar 7. 1990-2008 Gambar 1.4 Angka Pengangguran Penduduk berusia 15-24 Tahun Gambar 1. 2006 Gambar 3.2 Angka Kemiskinan Nasional. 2006 Gambar 7.6 Proporsi Penduduk yang Mengkonsumsi kurang dari Keperluan Konsumsi Harian Gambar 2.5 Angka Partisipasi Murni di Sekolah Menengah Pertama per Propinsi.DAFTAR GAMBAR Gambar 1. 2006 Gambar 7. 1990-2004 Gambar 8.2 Proporsi Anak Perempuan dan Anak Laki-Laki di Sekolah-sekolah Lanjutan Kejuruan.4 Proporsi Penduduk yang memiliki Akses Terhadap Fasilitas-Fasilitas Sanitasi yang Aman 32 Gambar 8.1 Rasio antara Anak Perempuan dan Anak Laki-laki di berbagai Jenjang Pendidikan 12 15 Gambar 3.2 Utang Pemerintah 1996-2006 Gambar 9. 2002/03 16 Gambar 3.4 Biaya-biaya Pribadi untuk Pendidikan yang harus dipikul 40% Rumah Tangga Paling Miskin 11 Gambar 2.1 Proporsi Masyarakat Miskin berdasarkan Propinsi.3 Proporsi Kelulusan Anak-anak yang Memasuki Sekolah Dasar 5 6 6 7 8 8 10 11 11 Gambar 2.5 Kekurangan Gizi pada Anak di bawah Lima Tahun Gambar 1. 2008 Gambar 1.1 Angka Partisipasi di Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama Gambar 2.3 Akses terhadap Sumber Air yang Terlindungi. Perkotaan dan Pedesaan 16 18 20 21 28 31 31 Gambar 7.3 Sumbangan Perempuan dalam Kerja Berupah di Sektor Non-Pertanian Gambar 4.1 Rasio Kematian Ibu Gambar 5.3 Angka Kemiskinan 1 Dollar-per hari Gambar 1.2 Tingkat Putus Sekolah pada Murid yang masuk Sekolah Dasar pada 1999 Gambar 2.1 Laju Angka Kematian Bayi dan Balita Gambar 5.

Scientikc and Cultural Organization : United Nations Children’s Fund : World Health Organization : World Trade Organization v . Psikotropika dan Zat Aditif Lainnya : Nusa Tenggara Barat : Nusa Tenggara Timur : Ofkcial Development Assistance : Orang Dengan HIV dan AIDS : Perserikatan Bangsa-Bangsa : Perusahaan Daerah Air Minum : Pengguna NAPZA Suntik : Pos Pelayanan Terpadu : Pekerja Seks Komersial : Pusat Kesehatan Masyarakat : Survey Angkatan Kerja Nasional : Sekolah Dasar : Survey Demograk dan Kesehatan Indonesia : Survey Kesehatan Rumah Tangga : Sekolah Menengah Atas : Sekolah Menengah Pertama : Tuberculosis : United Nations Development Programme : United Nations Educational.DAFTAR SINGKATAN AIDS AKB AKBa APBN APK APM AS Bappenas BLT BPS BOS CFC CGI CO2 Depkes DOTS DPR ESDM FAO HIV IMF KLB KPA LSM MDGs NAPZA NTB NTT ODA ODHA PBB PDAM Penasun Posyandu PSK Puskesmas Sakernas SD SDKI SKRT SMA SMP TBC UNDP UNESCO UNICEF WHO WTO : Acquired Immunodekciency Syndrome : Angka Kematian Bayi : Angka Kematian Balita : Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara : Angka Partisipasi Kasar : Angka Partisipasi Murni : Amerika Serikat : Badan Perencanaan Pembangunan Nasional : Bantuan Langsung Tunai : Badan Pusat Statistik : Bantuan Operasional Sekolah : Chloroluorocarbons : Consultative Group on Indonesia : Karbon dioksida : Departemen Kesehatan : Directly-Observed Treatment Short-course : Dewan Perwakilan Rakyat : Energi dan Sumberdaya Mineral : Food and Agricultural Organisation : Human Immunodekciency Virus : International Monetary Funds : Kejadian Luar Biasa : Komisi Penanggulangan AIDS Nasional : Lembaga Swadaya Masyarakat : Millennium Development Goals : Narkotika.

9% 75.4% 49.3% 98. laki-laki maupun perempuan dapat menyelesaikan pendidikan dasar 2.1a 2.0% 99.2 Tingkat Kematian Ibu (Per 100.000) Tingkat Imunisasi Campak .5% Telah tercapai Perlu kerja keras Tinggi Stagnan Stagnan Stagnan 1990 SAAT INI TARGET STATUS Target 1B: Meneydiakan seutuhnya Pekerjaan yang produktif dan layak.4% 100% 100% 100% 100% 100% Sesuai Target Sesuai Target Sesuai Target Sesuai Target Sesuai Target TUJUAN 3: MENDORONG KESETARAAN GENDER DAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN Target 3A: Menghilangkan ketimpangan gender di tingkat pendidikan dasar dan lanjutan tahun 2005.2a 2.1 4.77% 0.1b 1.7% 6% 18% 5% Perlu kerja keras Sesuai Target TUJUAN 2: MENCAPAI PENDIDIKAN UNTUK SEMUA Target 2A: Menjamin pada 2015 semua anak dimanapun.5% 99.2% 12.2% 62% Perlu kerja keras Target 1C: Menurunkan hingga setengahnya Proporsi Penduduk yang Menderita Kelaparan 1.0% 102.A: Menurunkan Angka Kematian Balita sebesar dua-per-tiganya antara 1990 dan 2015 4.76% 9.3a Tingkat Kematian Anak (1-5 tahun)/per 1.6% 101.3 5.3 Partisipasi ditingkat SD (APM) Partisipasi ditingkat SMP (APM) Proporsi Murid yang bersekolah hingga kelas 5 Proporsi Murid yang tamat SD Melek Huruf Usia 15-24 88.0% 96.1c 3.1a 1.Usia 12 .0% 85.6% 94.1 5.7% 307 73% 110 Perlu Kerja keras Target 5B: Mencapai dan menyediakan akses kesehatan reproduksi untuk semua pada 2015 5.2 1.5% 81.0% 2.2 4.23 Bulan 81 57 44.5% 44 34 72% 76.2 2.5% 61.3% 67.2 3.5 1.0% 74.4% 100.7% 41.7 Pertumbuhan PDB per proporsi jumlah pekerja Rasio pekerja terhadap populasi Proporsi pekerja yang hidup dengan kurang dari $1 per-hari Proporsi Pekerja yang memiliki rekening pribadi dan anggota keluarga bekerja terhadap jumlah pekerja total 4.1% 97.POSISI KITA SEKARANG INDIKATOR TUJUAN 1: MENANGGULANGI KEMISKINAN DAN KELAPARAN Target 1A: Menurunkan hingga setengahnya Proporsi Penduduk dengan Tingkat Pendapatan Kurang dari US$ 1 perhari 1 1.1a 3.3 Kemiskinan (1$ per-hari) Kemiskinan (Nasional) Kemiskinan (2$ per-hari) Indeks kedalaman kemiskinan Indeks keparahan kemiskinan Proporsi konsumsi penduduk termiskin 9.6% 62.7% 10% 7.1d 3.7% 99.4% 32 19 Sesuai Target Sesuai Target TUJUAN 5: MENINGKATKAN KESEHATAN IBU Target 5A: Menurunkan Angka Kematian Ibu sebesar tiga-per-empatnya antara 1990 dan 2015 5.9% 29.7% 20.8 1. dan disemua jenjang sebelum 2015 3.3 4.0% vi .3% 2.4 1.5% 9% 28.2 3.5% 15.1 % 7.000 Tingkat Kematian Bayi (per 1.3% 8.Usia 12 Bulan Tingkat Imunisasi Campak .9 Malnutrisi Anak Kecukupan konsumsi kalori 35.2a 1.1b 3.3% 100% 100% 100% 100% 100% 50% Telah tercapai Sesuai Target Telah tercapai Telah tercapai Sesuai Target Perlu kerja keras TUJUAN 4: MENGURANGI KEMATIAN ANAK Target 4.6% 15.3 Rasio Anak perempuan di Sekolah Dasar Rasio Anak perempuan di Sekolah Menengah Pertama Rasio Anak perempuan di Sekolah Menengah Atas Rasio Anak perempuan di Perguruan Tinggi Rasio melek huruf Perempuan usia 15-24 Thn Kontribusi Perempuan dalam Pekerjaan Upahan Perempuan di DPR 100.7% 66.4 Wanita menikah usia 15-49 yang menggunakan Alat KB Tingkat Kelahiran Usia Muda (per 1000 perempuan usia 15-19) setidaknya satu kali berkunjung ke fasilitas kesehatan 93.5% 100.6 1.5% 57.000) Kelahiran yang dibantu tenaga terlatih 390 40.3% 50.9% 33% 11. terutama untuk perempuan dan kaum muda 1.1 2.

8% 59.9 7.9 0.8c 7.9% 1.8a 7.6% Sesuai Target Perlu usaha keras Perlu usaha keras Telah tercapai Sesuai Target Telah tercapai Telah tercapai Telah tercapai Target 7D: Memperbaiki kehidupan penduduk miskin yang hidup di pemukiman kumuh pada 2020 7.8d 7.9 6.544 Mengurangi Mengurangi Target 7C: Menurunkan hingga separuhnya proporsi penduduk tanpa akses terhadap sumber air minum yang aman dan berkelanjutan serta fasilitas sanitasi dasar pada 2015 7.7% 52.2 6.0% 87.7% 1.000 $ 6.3% 66.1% TARGET STATUS TUJUAN 6: MEMERANGI HIV/AIDS DAN PENYAKIT MENULAR LAINNYA Target 6A: Mengendalikan Penyebaran HIV/AIDS dan mulai menurunkan kasus baru pada 2015 6.Pengurangan Ozon Proporsi Persediaan Ikan dalam batasan biologis yang aman Proporsi dari Sumberdaya Perairan yang digunakan Kawasan Perlindungan Daratan Kawasan Perlindungan Laut Proporsi jumlah spesies yang terancam punah 26.9b Proporsi Penduduk terhadap Air Bersih Air Minum Perpipaan Kota Air Minum Perpipaan Desa Sumber Air terlindungi .6 59.0% 1.6b 7.5% 65.3% 5.06 0.2% 57.815 49.4% 29.0% 67% 67.1% 65.10a 6.6 Kebutuhan KB yang tidak terpenuhi 1990 SAAT INI 9.536 kg/kapita 1.6b 6.2 Kawasan tertutup hutan Emisi CO2 Rasio Penggunaan Energi terhadap PDB 7.5% 11% 60.9a 7.Perkotaan Sumber Air terlindungi .5 7.000) Luar Jawa dan Bali (Per 1.000) Angka Penemuan Kasus Kesembuhan dengan DOTS 90% 8.21 786 18.0% 2.3a Prevalensi HIV dan AIDS (per 100.1 7.1 6.34 metric ton/ Kapita 95.1% 69.000) Prevalensi TBC (Per 100.6a 6.8b 7.3 kg minyak-eq/ 1.8% 60. pada 2010 6.5 Proporsi populasi dengan tingkat penyebaran HIV tinggi terhadap akses dengan obat antiretroviral Target 6C: Mengendalikan Penyakit Malaria dan muali menurunnya kasus Malria dan Penyakit lainnya tahun 2015 6.5% 78.6 6.3% Melawan penyebaran Perlu Kerja keras Target 6B: Terseianya akses universal untuk perawatn terhadap HIV/AIDS bagi yang memerlukan.7% 84.000) Jawa dan Bali (Per 1.4 7.4 Rasio murid yatim dan/atau piatu terhadap non yatim/piatu berusia 10-14 tahun 67.5 28.INDIKATOR setidaknya empat kali berkunjung ke fasilitas kesehatan 5.6a 7.2% 30.15 262 76% 91% TUJUAN 7: MEMASTIKAN KELESTARIAN LINGKUNGAN HIDUP Target 7A: Memadukan Prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan dengan kebijakan program nasional serta mengembalikan sumberdaya yang hilang Target 7B: Mengurangi laju hilangnya keragaman hayati.7 Konsumsi CFC . dan mencapai pengurangan yang signikkan pada 2010 7.10a Proporsi Masyarakat Urban yang tinggal di kawasan Kumuh Proporsi kepastian kepemilikan lahan 87.5 7.2a 6.10 7.8 7.3 7.9% 38.8% 9.8% 76.3% 81.Perdesaan Sanitasi yang baik Rumah Tangga di Perkotaan Rumah Tangga di Perdesaan 30.000) Penggunaan Kondom pada Hubungan Seks Resiko Tinggi Penggunaan Kondom sebagai alat Kontrasepsi Persentase Populasi usia 12-24 Tahun yang memiliki pengetahuan komprehensif tentang HIV/AIDS Laki-laki Perempuan 6.0% Sesuai Target vii .6% 52.10b Kasus Malaria (Per 1.

termasuk komitmen terhadap sistem pemerintahan yang baik. Mengembagnkan sistem perdanganan dan keuangan yang terbuka. Keterangan mengenai status pencapaian hanya diberikan pada indikator-indikator yang memiliki target terukur secara kuantitatif.6% 87.ditingkat nasional dan internasional Target 8D.2% 24. Penomoran indikator mengacu pada penomoran untuk indikator global viii .4% 61.4% 4. terutama teknologi informasi dan komunikasi 8.INDIKATOR TUJUAN 8 – MENGEMBANGKAN KEMITRAAN GLOBAL 1990 SAAT INI TARGET STATUS Target 8A.14 8.1b 8. berdasar pada peraturan. Penanggulangan Masalah pinjaman luar negeri melalui upaya nasional maupun internasional dala rangka pengelolaan utang luar negeri yang berkelanjutan dan berjangka panjang 8.6% 4.16b Rumah tangga yang memiliki telepon Rumah tangga yang memiliki telpon seluler Rumah tangga yang memiliki komputer Rumah tangga yang memiliki akses internet 11. Bekerjasama dengan sektor swasta dalam memanfaatkan teknologi baru.12a Rasio Eskpor-Impor dengan PDB Rasio Kredit dan Tabungan Bank Umum Rasio Kredit dan Tabungan Bank Perkreditan Rakyat Rasio Pinjaman Luar Negeri terhadap PDB Rasio Utang terhadap Anggaran Belanja 44. dan penanggulangan kemiskinan .15 8.2% Catatan: 1. catatan khusus diberikan untuk menggambarkan kemajuannya 2. Bayangan menunjukkan indikator pendukung khas yang digunakan Indonesia untuk melihat perkembangan secara lebih terperinci indikator utama 3.12 8. digunakan data dari tahun yang terdekat 4. Untuk menggantikan ketiadaan data tahun 1990 untuk beberapa indikator.16a 8. Untuk indikator yang tidak memiliki target tersebut.9% 26% Target 8F.1c 8. dapat diperkirakan dan non-diskriminatif .1a 8.4% 44.

Anda pun dipastikan mendambakan kebebasan. misalnya. 2008). Ini hanyalah ukuran rata-rata. Namun urutan tidak terlalu penting. Nilai ini setara dengan Rp. terlihat dengan capaian ‘pembangunan manusia’ berupa peningkatan penghasilan dan perbaikan pendidikan. dijamin oleh undang-undang. Terkadang ada negara yang berkembang cepat. dalam menapaki periode panjang sejak kemerdekaan. kebisingan. Namun. Kita menjadi lebih kaya dengan rata-rata penghasilan lima kali lipat penghasilan saat itu. Orang Indonesia saat ini pun. mengapa Indonesia masih miskin? Sebenarnya. Bila berhasil. yaitu hidup dalam sebuah negeri bernama Indonesia yang demokratis. semakin banyakkah Terkadang. dibandingkan yang lain. Selain itu. Indonesia masuk urutan ke-142 dari Sebagian dari kita memang lebih beruntung 209 negara di dunia (World Bank GNI. Bukankah itu yang diinginkan semua orang? Rasanya ya. Coba perhatikan berbagai kemajuan di sekitar Akan lebih baik kalau Indonesia di urutan yang anda.650. saya tidak merasa sekaya itu 1. sakit atau rumah yang dilanda banjir. di mana kebebasan untuk mengungkapkan pendapat dan mengatur kehidupan. negara lain. Dibandingkan sekitar 60 tahun lalu ketika Republik ini didirikan kita telah mengalami kemajuan pesat. sekolah. Tiba-tiba banyak yang jatuh miskin. terjadi krisis moneter. Indonesia sudah dikategorikan sebagai negara “berpenghasilan menengah”. Bukan sekedar dari ukuran penghasilan. sudah lebih banyak orang yang menjadi semakin Urutan ke-142? Kedengarannya tidak sejahtera. yang dihitung dari nilai pasar total dari barang dan jasa yang dihasilkan oleh suatu negara dalam periode tertentu. lebih tinggi. Meskipun demikian. saat ini. Juga semakin banyak polusi. Kini tersedia lebih banyak jalan. Namun. Jika dibandingkan dengan Boleh jadi tidak. anda tentu saja berharap mampu menyediakan sandang dan pangan berkecukupan serta memiliki rumah idaman. Mungkin yang mampu membaca dan menulis? Atau. Apakah semakin banyak penduduknya Memang tidak semuanya menjadi lebih baik. keluar dari kemiskinan? Lalu. Menggembirakan bahwa saat ini semakin banyak orang Indonesia menjadi lebih makmur. apakah saja anda kehilangan pekerjaan. jawabannya mungkin keluarga yang sehat dan bahagia. sementara yang lain lebih lambat. anak anda jatuh semakin banyak anak yang diimunisasi sehingga 1 . terlalu bagus. nampaknya Indonesia telah menuju arah yang tepat. hidup lebih lama dan lebih sehat. yang perlu dicermati adalah apa yang terjadi di dan korupsi Indonesia.BINCANG-BINCANG TENTANG MDGs Apa yang anda inginkan untuk masa depan? Bagi anda. Sepuluh tahun lalu.000 per bulan. situasinya malah memburuk. pusat kesehatan dan tempat-tempat hiburan. juga pendidikan bermutu bagi anakanak. Situasi pun bisa berubah menjadi buruk bagi negara secara keseluruhan. Hal ini dikarenakan penghasilan masyarakat Indonesia berdasarkan Gross National Index (GNI). penghasilan per kapita Indonesia tahun 2007 adalah $ 1.250. Tapi.

ada hal yang dalam parlemen. lingkungan Siapa yang menetapkan target-target serta permasalahan global terkait perdagangan. Indonesia pun masih tetap anda. tapi apa urusan saya dengan masih kekurangan gizi. 68 tahun. Kemajuan dalam bidang Dalam rangka mewujudkan hal ini. Bisa siapa saja. khususnya melalui kesepakatan Ya. dibandingkan 60 tahun lalu. semua remaja yang memasuki usia dewasa. kesetaraan gender. bisa mendapatkan air minum yang bersih pada ditargetkan kesetaraan jumlah anak perempuan tahun tertentu. Tentu saja. ada apakah rata-rata kita berumur lebih panjang? target untuk mewujudkan pendidikan dasar 9 tahun pada 2009. kemudian pendidikan. cacar air atau polio? Selanjutnya. dari sekedar pelayanan yang efektif. namun masih tidak memiliki ketrampilan dasar baca tulis. Bagi pemerintah. dapat menetapkan target bahwa setiap orang Terkait perbaikan posisi perempuan. para pemimpin dunia bertemu di New York Berapa lama lagi? mengumumkan ”Deklarasi Milenium” sebagai tekad Tergantung bidangnya. atau perbaikan posisi Namun. dalam setiap tujuan sangat mungkin untuk menetapkan target dan perempuan. Dan hal yang sama juga terjadi Jawabannya? di tingkat global. atau ruang kelas sekolah. Kini. berperan cukup Benar. Sementara negara negara anggota PBB. melakukan hal tersebut. demam berdarah atau mengatasi banyak perempuan yang bekerja atau yang duduk banjir dan kemacetan. misalnya. beberapa penyakit (menular) utama. Begitu pula pemerintah daerah kemiskinan dan penyakit. Anda. Pada September 2000. mengupayakan pencapainnya. dibandingkan yang lain. diperlukan lebih Milenium (Milennium Development Goals). ketimbang kesehatan. anda merasa semua itu bukan urusan guru yang kompeten.kebal campak. perlu anda ketahui bahwa semua target yang Pemerintah Pusat juga dapat melakukan hal ditetapkan cukup realistis. kesehatan baru. berupaya mengusung sekian waktu untuk mencapai standar-standar yang telah banyak tujuan dan sasaran pembangunan yang belum tersosialisasikan. umumnya berkat sekolah. Namun banyak target yang sepantasnya menjadi sasaran tentu saja masih banyak yang harus dilakukan. Meskipun demikian. angka kematian bayi. pada tahun 1960an. hanya ada delapan tujuan umum. misalnya. atau puskesmas Jadi. Sebagai contoh. peralatan atau Mungkin. dicapai banyak negara kaya. Rasanya. Begitu pula dalam pemberantasan dan laki-laki yang bersekolah. pendidikan. seperti apakah seseorang merokok. kita terkandung “target-target” yang spesikk dan terukur. hampir penyakit seperti malaria dan HIV/AIDS. Delapan tujuan umum tersebut. Sementara dirumuskan 8 (delapan) Tujuan Pembangunan perbaikan di bidang kesehatan. Mereka yang lahir internasional. Namun anak-anak kita yang lahir bergabung dengan negara-negara di dunia untuk pada 2007. Tapi. Faktor lain. Sejak sekitar 20 tahun terakhir telah tahun 1960an rata-rata hanya punya harapan banyak pertemuan internasional di mana Indonesia hidup 41 tahun. apapun bidangnya. tersebut? bantuan dan utang. hanya sekitar “pendidikan untuk semua” serta pemberantasan 30% penduduk yang melek huruf. Begitu pula berapa malaria. tak dapat menetapkan target pembangunan pusat mungkin tercapai. dapat menetapkan target untuk komunitas. kesehatan. seperti signikkan. kesehatan ibu. Sebenarnya. kita sedang berupaya memberantas di sekitar anda. bersama masyarakat dunia. Misalnya. Dulu. sebuah negara berkembang dan masih butuh termasuk Indonesia. Sekitar seperempat dari anak-anak Indonesia pun Baiklah. sekolah. biasanya untuk menciptakan lingkungan “yang kondusif bagi lebih mudah memperbaiki bidang pendidikan pembangunan dan pengentasan kemiskinan”. paling anda belum pernah mendengarnya. kemiskinan. pencapaiannya memerlukan waktu lebih lama mencakup kemiskinan. Juga terlalu banyak sekolah berbagai hal tersebut? di negara ini yang kekurangan buku. Boleh jadi. Memang ada tujuan yang sama. selama ini keduanya jangka panjang untuk memberantas kemiskinan 2 . bisa berharap untuk hidup sepanjang menetapkan target global terkait produksi pangan. Jutaan penduduk masih hidup dalam kemiskinan. atau apakah Hanya delapan? ia memiliki pola makan baik.

Kapan semuanya ditargetkan terwujud? angka nasional saja tidak terlalu bermanfaat.7%. sehingga masyarakat di seluruh negeri yang luas ini dapat mulai berpikir tentang penyelesaiannya.5%. atau hasil-hasil ujian. belum banyak kemajuan yang dicapai. saya perlu terus membaca Menurut saya ya. Untuk mengetahuinya secara rinci. Hal ini. jangan terlalu cepat mengambil kesimpulan. Namun. targetnya lebih ambisius yaitu memastikan bahwa 100% anak memperoleh pendidikan dasar 9 tahun. Sayangnya. Lalu buat apa ada laporan MDGs nasional? Anggaplah ini sebagai titik awal. usia harapan hidup secara nasional patokan tahun 1990. angka kemiskinan kita (15. Jadi. kita harus mengurangi angka tersebut juga mengungkapkan kondisi kabupaten. meskipun ada angka provinsi. Anda mungkin bisa menilai kualikkasi para guru. Sebaliknya. adalah baik bahwa 94. itu. Di negara yang sangat besar dan beragam seperti Indonesia. yaitu 7. Apa yang telah kita capai? Terkait kemiskinan. dengan Ambil contoh. kondisi pendidikan tidak sebaik yang terungkap dalam angka tadi. Jadi. atau hanya memiliki buku dalam jumlah yang terbatas serta guru-guru yang kurang kompeten. angka partisipasi anak di sekolah dasar. Salah satu manfaat dari MDGs adalah berbagai persoalan yang diusung menjadi perhatian berbagai pihak termasuk masyarakat secara luas. yaitu cara untuk memperkenalkan berbagai masalah tersebut secara umum. namun sulit untuk mengukur dan mendapatkan informasi tentang kualitas. tujuan pendidikan dalam MDGs tidak mengkaji aspek kualitas. tidak terlalu berguna Baiknya. Namun tujuan MDGs hanya mematok target pengurangan kemiskinan menjadi separuh. Isu-isu yang diusung MDG sangat penting. Kenapa demikian? Karena memang lebih sulit mengukur kualitas. meskipun terkesan sederhana karena terkonsentrasi pada hal-hal yang sifatnya kuantitatif. 3 . karena anda masih terus membaca. secara keseluruhan. Sebagai contoh. Tampaknya. untuk beberapa tujuan MDGs yang lain. dalam delapan tahun ke depan. telah mencapai 94. adalah 68 tahun. Sementara untuk HIV/AIDS. Sebagai contoh. Karena menjadi separuh. Pada 2008 ini. kondisi kemiskinan sebenarnya tidak seburuk angka yang ditampilkan. meskipun tidak mustahil. namun lebih untuk mendorong tindakan nyata. laporan tentang kemajuan MDGs di tingkat kabupaten juga sangat diperlukan. bervariasi antara proposi penduduk yang hidup di bawah garis 73 tahun di Yogyakarta hingga 61 tahun di NTB.sampai tuntas. tujuannya adalah meredam persebaran epidemik. namun juga memastikan bahwa semua anak memperoleh asupan yang cukup. Sebuah laporan nasional juga bisa dimasukkan ke dalam sistem internasional yang mencatat pencapaian-pencapaian MDGs di seluruh dunia. bila dicermati lebih rinci seperti terbaca dalam uraian pada bab berikut. silahkan baca laporan ini hingga selesai. di Indonesia. data-data MDGs memiliki keterbatasan.1%. membawa kita ke masalah besar berikutnya. MDGs bukan sekedar soal ukuran dan angka-angka. Dan. Namun ketika sekolah mereka bocor. banyak yang harus kita dilakukan. di sektor pendidikan. Sementara. maka bersekolah tidak akan membuat anak-anak mendapatkan pendidikan bermutu. Sebagian besar ditargetkan pada 2015.7% anak-anak terdaftar di sekolah dasar. Mencegah terjadinya kematian ibu lebih penting daripada sekedar menghitung berapa banyak perempuan meninggal sewaktu melahirkan. Namun.4%) masih lebih tinggi dibandingkan tahun 1990. Sebagai contoh. Yang penting tidak hanya menghitung berapa banyak anak Indonesia yang kekurangan gizi. kemiskinan pada 1990 berjumlah sekitar 15. kita lebih berhasil. Sedangkan untuk pendidikan. belum Pada 2015. baiklah kita segera membahas Tujuan 1 dari MDGs. Namun. Selain itu.

dari satu daerah ke daerah lain. Jadi. 182.1 berikut ini. Jika anda tinggal di sebuah kota besar. masih banyak lapangan kerja yang lebih baik. Situasinya berbedabeda. misalnya. bisa membuat anda menjadi lebih miskin – anda akan kehilangan waktu kerja atau harus membelanjakan uang untuk obat-obatan. umumnya membutuhkan biaya yang lebih tinggi dibandingkan di perdesaan. Ketika anda punya uang.1%. Pada dasarnya. Berapa banyak dari kita yang berada di bawah garis kemiskinan? Untuk mengetahuinya. anda bisa mendapatkan perawatan kesehatan yang baik. Untuk Bila demikian. buat apa membahas 2008. Cukup sederhana. Benar. Benar bahwa jika anda memiliki uang. misalnya. lebih mungkin menjadi miskin di Jakarta? Tidak serta-merta demikian. Tanyakan saja berapa uang yang dibelanjakan.” Kedengarannya kita hanya perlu satu tujuan Tujuan pertama ini. namun di Papua kemiskinan secara langsung. Demikian pula dengan pendidikan. Artinya. Namun itu merupakan jumlah nasional. 4 . Anak-anak yang menikmati pendidikan bakal terbantu memperoleh pekerjaan dengan gaji yang lebih baik. semua tujuan berkaitan satu sama lain. Hidup di perkotaan. mulai dari pakaian. anda juga punya kemungkinan untuk mendapat penghasilan lebih besar. sebaiknya. seseorang memerlukan Rp. Namun hal sebaliknya. sebagai tahun paling akhir yang memiliki kemiskinan? informasi per propinsi. Namun. kita mengetahui jumlah penduduk miskin. sekitar 35 juta penduduk Indonesia berada di bawah garis kemiskinan. hampir semua masalah kita praktis terselesaikan. atau menyediakan variasi di setiap propinsi dan kabupaten. anda tentu bisa memeriksakan diri ke dokter yang baik. BPS melakukan survei sosial ekonomi nasional (Susenas) terhadap sampel rumah tangga. memang merupakan tujuan paling penting. rumah hingga tiket bis. bisa juga terjadi. berarti anda berada di bawah “garis kemiskinan. tujuan pertama dalam MDGs adalah mengurangi jumlah penduduk miskin. seperti jaring pengaman sosial bagi penduduk termiskin. Anda juga bisa memperoleh sambungan jaringan air minum serta makanan berkualitas. terlihat pada Gambar 1. Karena itu. Pada 2008. namun kita juga harus mengetahui berapa uang yang dibutuhkan.636 per bulan. Selain itu. Jika pengeluaran anda kurang dari jumlah tersebut.TUJUAN 1: MEMBERANTAS KEMISKINAN DAN KELAPARAN EKSTREM Memberantas kemiskinan dan kelaparan ekstrem Seandainya tidak ada orang miskin. angka kemiskinan untuk Karena ada juga berbagai cara untuk mengatasi Jakarta hanya sekitar 4. Pada 2008. BPS menghitung berapa biaya 32 keperluan dasar. misalnya menciptakan angkanya sekitar 37. BPS menyimpulkan bahwa untuk bisa membayar semua itu. perbaikan kesehatan otomatis mengurangi kemiskinan. Jika anda sakit.3%. jangan melihatnya sebagai hal yang terpisah dari tujuan MDGs yang lain. Namun sebelum kita berbicara terlalu jauh.

garis kemiskinan nasional ini mempersulit perbandingannya dengan negara-negara lain. misalnya. Mereka menggunakan ”garis kemiskinan internasional” yang ditetapkan pada angka 1 dollar AS per hari. terjadi kenaikan tajam angka kemiskinan menjadi 24. nilai dollar saat ini jauh berkurang dibandingkan nilainya beberapa tahun lalu. Namun. 9.000 per bulan. anda mungkin mengira bahwa garis kemiskinan untuk Indonesia sekitar Rp. kemungkinan akibat melonjaknya harga-harga bahan makanan dan bahan bakar minyak.2.400. Garis kemiskinan nasional yang dirumuskan oleh BPS didasarkan 5 . nilai rata-rata satu dollar setara dengan sekitar Rp. nilai dollar sendiri berubah dari waktu ke waktu. Anda mungkin akan terhibur mengetahui bahwa menggunakan ukuran kemiskinan yang lain. Berdasarkan angka tersebut. Sejak itu.40% 35% 30% 25% 20% 15% 10% 5% 0% Nusa Tenggara Timur Bengkulu Sulawesi Barat Kepulauan Riau Bali Papua Maluku Utara Kalimantan Tengah Bangka Belitung Sulawesi Tenggara Jambi Sulawesi Tengah Nusa Tenggara Barat Lampung Kalimantan Selatan Kalimantan Barat Gorontalo Sumatera Selatan Riau Sulawesi Selatan Sumatera Utara Sumatera Barat Jakarta Jawa Timur Yogyakarta Maluku Aceh Jawa Tengah Papua Barat Kalimantan Timur Jawa Barat Sulawesi Utara Banten Indonesia Bedanya jauh sekali Pada 2008. Dengan demikian. Meski angkanya cukup tinggi. Tetapi di sini. ada dua kerumitan.1%. 2008 Buat apa menggunakan garis kemiskinan yang bisa diperbandingkan? Mungkin saja anda tidak merasa perlu. namun kecenderungannya menurun. Namun. Untuk kemiskinan. Jadi jika anda ingin menggunakan 1 dollar per hari sebagai patokan angka kemiskinan.4%. 288. 2008 Sumber: BPS. anda perlu mempertimbangkan dua hal tersebut. serta berbagai produk lain yang biasanya dibeli masyarakat. atau terdapat hampir 35 juta penduduk miskin. Sebenarnya.1 Proporsi Masyarakat Miskin berdasarkan Propinsi. nilai dollar di sebuah negara bisa lebih tinggi dibandingkan nilainya di negara lain. mencermati Gambar 1. tentu saja.5% berdasarkan separuh angka kemiskinan tahun 1990 yang berjumlah 15. Pertama. artinya pencapaian MDGs kita tidak mengalami kemajuan berarti. target yang dipatok adalah 7. Mungkinkah kta mencapai Target tersebut pada 2015? Bukan hal yang mudah untuk dilakukan. akan terlihat bahwa situasi yang ada tidak terlalu buruk. angka kemiskinan nasional adalah 15. kondisi saat ini bahkan lebih parah. Gambar 1. pada jenis pangan yang dikonsumsi. angka kemiskinan terus turun untuk kemudian naik pada 2006. Menyusul krisis moneter pada 1998.2%.Berita Resmi Statistik. lebih murah di Bandung dibandingkan di New York. Selain itu. wajah Indonesia terlihat lebih baik. Pada pertengahan 2008. dalam kenyataannya. Kedua. Menyewa rumah. namun ada saja yang melakukannya.

terjadi karena bulan. 1990-2007 Sumber: BPS .4 17.5% pada 2006.5 25. Jika di bawah garis kemiskinan akibat meningkatnya tidak. Menggunakan ukuran ini. atau kurang dari separuh garis kemiskinan dua hal. Hal ini memang penting dan sangat menggembirakan bahwa kita telah mengentaskan kemiskinan ekstrim.0 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 Desa Kota Total Suatu lonjakan tajam Gambar 1. 2007. atau sekitar Rp 195. garis tersebut maka akan banyak orang yang berada . Namun karena kita tidak memiliki angka tersebut. bagi Indonesia yang dikategorikan PBB sebagai negara berpenghasilan menengah. 6 . angka 1990 seharusnya menjadi sedikit lebih tinggi daripada 15%. tampaknya berhenti di situ. Kita pun bisa tiba-tiba berada hari. Artinya. Pada 2006. anda cukup melihat hasilnya.0 Persentase Penduduk Miskin (%) Bila menggunakan garis kemiskinan tersebut. banyak dari kita masih hidup di sekitar garis Saya tidak yakin. Meskipun miskin. yang sama dari tahun ke tahun. Catatan: Saat ini.Susenas berbagai tahun dan Berita Resmi Statistik. pendidikan atau informasi. Jika ingin membuat banyak dari kita yang sangat rentan. misalnya ketika orang lain terkesan.1 17. menggunakan garis yang jatuh miskin.1 18.2 17. Jika angkaangka waktu itu dihitung ulang dengan memakai ukuran saat ini. telah menjelaskan hal tersebut.7 16. kita akan tetap menggunakan angka 15%. Hal ini juga menunjukkan sesuatu yang menarik.. kemiskinan ini Indonesia telah mencapai sasaran Artinya. angka pekerjaan. misalnya rumah yang buruk dan kumuh.3 Angka Kemiskinan 1 Dollar-per hari Sumber: World Development Report (World Bank). boleh jadi anda tidak merasa sedang jatuh atau sebaliknya terbebas dari kemiskinan dari waktu ke waktu. garis kemiskinan yang lebih pas mungkin 2 dollar per hari.4 15. Gambar 1. cara mengukur angka kemiskinan sedikit berubah dibandingkan 1996.. mengapa kita tidak memakainya? Alasan utamanya.000 per bulan. Kedua.0 0. Bank Dunia di bawahnya dan tergolong miskin. Ternyata. dihitung dari berbagai tahun Ya.8 16.6% pada 1990 dan beras. Anda hanya perlu sedikit menaikkan semua hal ini.0 10. kita terlihat mencapai kemajuan. akibat banyak orang kehilangan nasional versi BPS. lainnya terbebas dari kemiskinan. ada 7. mengacu pada orang-orang yang sama.. Semua itu. anda merasa miskin karena banyak alasan selain pendapatan.0 19.3..0 15. karena terjadi lonjakan harga kemiskinan adalah sekitar 20. meskipun kemiskinan menunjukkan angka MDGs – meskipun. Berdasarkan Gambar 1.000 per kemiskinan pada 1998. menimbulkan “pergerakan”.4 18. anda dapat mengatakan bahwa kehilangan pekerjaan atau ketika harga hasil panen ini adalah “garis kemiskinan 1 dollar per orang/ beranjak turun. kekurangan air bersih. 97.4 30. berkeinginan mengetahui kemiskinan. Kenaikan tajam angka hari di Indonesia setara dengan Rp. Bagaimana mereka tiba-tiba menjadi miskin? Karena yang dibahas disini hanyalah “kemiskinan yang diukur dari penghasilan (income poverty)”. atau transportasi. Itulah sebabnya kemiskinan kadang-kadang disebut “memiliki banyak dimensi”. Meskipun demikian. maka hampir separuh penduduk Indonesia masih berada di bawah garis kemiskinan. Karena yang ditunjukkan hanyalah apa yang terjadi pada penduduk termiskin. misalnya.60 24. Pertama. sebanding daya beli dollar tahun 1993”.dan juga tidak terlalu perlu. garis kemiskinan tersebut kurang pas diterapkan pada kondisi Indonesia. sementara harga-harga bisa berubah secara tibatiba.2 23.7 16. angka itu tidak belum ada peningkatan. Namun.0 5.pokok. Jumlah Penduduk Miskin (Juta) 50 40 30 20 10 0 1990 1996 15. Lebih realistis..2 Angka Kemiskinan Nasional. pengeluaran karena melonjaknya harga bahan disimpulkan bahwa garis kemiskinan 1 dollar-per.6 20. Sebenarnya.

Tetapi. dimulai dengan lapangan pekerjaan dan upah. anda juga bisa langsung berpikir tentang penghasilan masyarakat. Pemerintah pun harus memberi perhatian lebih pada kawasan perdesaan karena sekitar dua pertiga dari rumah tangga miskin bekerja di sektor pertanian. anda pun harus memberikan mereka pendidikan yang lebih baik. Lebih dari itu. bahwa ketika banyak yang bekerja terjadi penurunan tingkat kemiskinan. yaitu mereka yang bahan bakar naik dan pemerintah melaksanakan 7 . Contohnya. pekerja sektor informal jummlahnya sangat banyak. Saat ini. Karena itu. banyak teman saya yang bekerja 12 jam sehari namun tetap miskin Kita juga harus memikirkan mengancai cara membantu kaum termiskin dengan memberikan subsidi bidang kesehatan dan pendidikan. memiliki suasana kerja yang sehat dan memungkinkan anda untuk turut serta mengambil keputusan yang mempengaruhi kehidupan dan penghidupan anda. khususnya mereka yang bekerja sendiri seperti Sekma terakhr pernah dilakukan ketika harga petani dan pedagang kaki lima. atau dengan memperbaiki sistem irigasi dan akses jalan. pekerjaan yang layak akan mengeluarkan anda dari kemiskinan. pemerintah perlu mempertimbangkan dan memastikan tumbuhnya ekonomi yang bermanfaat pada daerah dan penduduk termiskin. Benar. pekerjaan seyogyanya membuat keluarga anda lebih kuat secara ekonomi. bekerja di sektor informal. Secara keseluruhan. tetapi apakah itu cukup? Boleh jadi benar. Ketika menginginkan generasi muda berpenghasilan lebih baik. Mereka sering merasa kesulitan memenuhi kebutuhan hidupnya. Tetapi. memberikan uang tunai. membantu petani meningkatkan penghasilan dengan cara beralih ke tanaman berharga jual lebih. Yang kita butuhkan adalah pekerjaan yang layak. Gambar 1. Sederhananya.4 Angka Pengangguran Penduduk berusia 15-24 Tahun Sumber: BPS – Sakernas.40% 35% 30% 25% 20% 15% 10% 5% 0% Nusa Tenggara Timur Bengkulu Sulawesi Barat Kepulauan Riau Bali Papua Maluku Utara Kalimantan Tengah Bangka Belitung Sulawesi Tenggara Jambi Sulawesi Tengah Nusa Tenggara Barat Lampung Kalimantan Selatan Kalimantan Barat Gorontalo Sumatera Selatan Riau Sulawesi Selatan Sumatera Utara Sumatera Barat Jakarta Jawa Timur Yogyakarta Maluku Aceh Jawa Tengah Papua Barat Kalimantan Timur Jawa Barat Sulawesi Utara Banten Indonesia Lebih mudah tetap pada penggunaan istilah ”miskin” Anda mungkin benar. Februari 2006 Pekerjaan yang Layak? Jenis pekerjaan yang produktif dan memberikan penghasilan yang cukup adalah pekerjaan yang layak. Cukup menarik. atau dalam beberapa kausu. seharusnya kita mempunyai tujuan baru mengenai pekerjaan yang layak dan produktif untuk semua. Namun anda juga perlu memikirkan tentang isu-isu lain ketika membahas pengurangan kemiskinan akibat kurangnya penghasilan. Tidak semua pekerjaan dapat membawa seseorang keluar dari kemiskinan.

Akan tetapi. mereka tergolong ”kekurangan gizi”.5%. anda dapat memeriksa apakah “berat badannya sesuai usia” atau tidak. Jika tidak. Biasanya. sekitar empat bulan. Logikanya. namun ini merupakan cara paling lazim. di Indonesia. Pada 1990. Awalnya. Sayangnya. berarti mereka “kekurangan gizi”. lebih karena kurangnya perhatian. persoalannya bukan karena minimnya penghasilan. Untuk mendapatkan gambaran nasional. tampaknya tidak terlalu sulit mencapai target tersebut. anak-anak akan mempunyai banyak masalah lain. Masih jumlah mencukupi. angka kekurangan gizi pada anak-anak sekitar 35. banyak bayi yang tidak mendapatkan makanan tepat dalam jumlah yang cukup. karena lebih dari seperempat anak-anak Indonesia kekurangan gizi. Bagaimana mengetahui berapa seharusnya berat badan anak saya? Jika rutin membawa anak anda ke Posyandu. solusi terbaik menanggulangi kemiskinan adalah pertubuhan ekonomi yang menyediakan lebih banyak pekerjaan dan pendapatan – terutama bagi kaum miskin. seharusnya mereka memiliki makanan yang cukup – apalagi anak-anak hanya makan dalam porsi yang kecil. juga terkait kemiskinan. Lalu apa masalahnya? Penyebabnya. padahal angka kemiskinan menurun? Gambar 1. ia bisa ditimbang disana.berat badan pada kisaran yang sama. dalam jangka waktu panjang. Karena. Sayangnya. terlihat bahwa situasi tersebut belum membaik sepanjang beberapa tahun terakhir. Melihat kecenderungan sejak 1990.6 Proporsi Penduduk yang Mengkonsumsi kurang dari Keperluan Konsumsi Harian Sumber: World Development Report (World Bank. Memang ada cara lain mengukur kekurangan gizi. Tapi. jadi harus ditekan menjadi sekitar 17. Jika lebih rendah. Gambar 1. Apa yang bisa kita lakukan saat ini? Sebenarnya. mencemaskan.8%. beberapa tahun terakhir sejak 2000. Saat ini pemerintah sedang melaksanakan program Keluarga Harapan untk membantu anggota keluarga miskin membayar pengeluaran terkait pendidikan dan kesehatan. Tampaknya. mengapa lebih banyak anak kekurangan gizi. Namun. berbagai tahun program Bantuan Langsung Tunai untuk membantu masyarakat miskin. Namun. ketika orang memiliki lebih banyak uang. Target kedua MDGs adalah mengurangi jumlah anak-anak yang kekurangan gizi hingga separuhnya. Pada dasarnya. yang membesarkan hati. dengan sedikit perubahan perilaku di rumah dapat dengan cepat menurunkan angka kekurangan 8 . setelah anak memperoleh asupan makanan yang layak. Persoalannya. Salah satunya ialah terkait dengan makanan. ibu yang kekurangan gizi cenderung melahirkan bayi yang juga kekurangan gizi. Bisa saja ibu yang miskin kurang memiliki informasi tentang perawatan anak atau hanya memiliki sedikit waktu untuk mengurus bayi. tidak berarti bahwa semua sekitar 6 bulan. yaitu apakah masyarakat mengkonsumsi makanan berkecukupan. kita baik-baik saja. seperti kesehatan ibu.4. jumlah bayi yang memperoleh Dengan asupan makanan yang tepat dan dalam ASI eksklusif kurang dari seperempatnya. Hasilnya. banyak sekali yang bisa kita lakukan untuk memperbaiki berbagai persoalan dengan cepat. pada Susenas 2006 dilakukan penimbangan sejumlah anak sebagai sampel. Untungnya tidak.5 Kekurangan Gizi pada Anak di bawah Lima Tahun Sumber: BPS – Susenas. pilihan ideal biasanya tidak terlihat anak-anak yang adalah memberikan ASI eksklusif hingga usia bayi kelaparan. 2006) Memang terasa aneh. angkanya naik kembali. Mencermati Gambar 1. ada satu ukuran penting MDGs tentang kemiskinan terkait gizi. Di Indonesia. Jadi ketika menimbang anak. Mungkin.

Dua indikator lain memberikan informasi pelengkap. Dengan menggunakan kriteria FAO1 dalam mengukur kebutuhan konsumsi minimum. Di masa lalu. situasi sepenuhnya berbeda. angka pada 1990 akan sedikit lebih tinggi dari 15. maka hanya 6% dari penduduk Indonesia yang konsumsi hariannya kurang dari standar tersebut. Berbasiskan ukuran tersebut. Pada 1990 rasio-nya adalah 2. terjadi peningkatan kemiskinan yang kemudian sedikit menurun pada 2008 menjadi 15. Angka saat ini adalah 28% dan nampaknya akan meningkat. 9 . Salah satu indikator kemiskinan lain dalam MDGs. dan belum beranjak jauh dari pencapaian tahun 2002. yaitu: (i) pertumbuhan PDB per proporsi jumlah pekerja/ produktivitas pekerja. angka kemiskinan Indonesia pada 1990 adalah 15. Dengan angka ini. Seandainya kita menggunakan dasar penghitungan saat ini. Sementara. Indikator kedua adalah proporsi penduduk yang mengkonsumsi kebutuhan minimum per-harinya. Dengan menggunakan perhitungan FAO. Ini pun belum banyak berubah. tampaknya Indonesia masih berada di jalur yang benar untuk mencapai target MDGs ini. Namun. meskipun mayoritas pekerja (62%) masih tergolong sebagai pekerja yang rentan.4%. (ii) rasio pekerja terhadap populasi.8% pada 2008.5% pada 2006. Antara tahun 1990 dan 2008. terutama untuk perempuan dan kaum muda Untuk mengukur kemajuan pencapaian target ini.2% (2006). Indikator yang lebih sederhana adalah indikator penyebaran penghasilan: total jumlah konsumsi penduduk termiskin secara nasional adalah 20%. empat buah indikator digunakan. karena belum ada perhitungan ulang. (iii) proporsi pekerja yang hidup dengan kurang dari $1 per-hari/ pekerja miskin dan (iv) proporsi pekerja yang memiliki rekening pribadi dan anggota keluarga bekerja terhadap jumlah pekerja total/ pekerja rentan.1%.7% dan 2. menggunakan garis kemiskinan 1 dollar per hari. dimana rata-rata per-tahunnya mencapai 4.5% pada 2015. Bukan hanya pada anak. angkanya berada pada sekitar 9%. Produktivitas pekerja juga mengalami peningkatan yang cukup baik. Proporsi penduduk tersebut juga relatif tidak berubah sejak 1990. Pada 2006. menunjukkan bahwa situasi penduduk miskin belum banyak mengalami perubahan. Data terakhir terkait pekerja miskin di Indonesia adalah 8. Target 1B: Meneydiakan seutuhnya Pekerjaan yang produktif dan layak.3% dalam periode tahun 2000 hingga 20072.gizi. Mencermati berbagai kecenderungan akhir-akhir ini. TUJUAN 1: MEMBERANTAS KEMISKINAN DAN KELAPARAN EKSTREM Target 1A: Menurunkan proporsi penduduk yang hidup di bawah garis kemiskinan menjadi setengahnya antara 1990-2015 Menggunakan garis kemiskinan nasional. Pekerja renran di Indonesia mengalami sedikit penurunan semenjak tahun 2003. melihat apakah seluruh penduduk cukup makan. sehingga terindikasi bahwa hampir 70% penduduk Indonesia tidak mengkonsumsi cukup makanan. seharusnya masih mungkin untuk mengurangi kemiskinan menjadi 7. yang artinya semakin tingginya angkatan kerja yang mendapatkan pekerjaan. Kemajuan pencapaian target ini diindikasikan dengan semakin tingginya rasio. sehingga sebenarnya data setelah itu tidak bisa begitu saja dibandingkan dengan data-data dari tahun-tahun sebelumnya. laporan ini menggunakan angka 15. Indikator yang lebih rumit adalah ”rasio kesenjangan kemiskinan (poverty gap ratio)” yang mengukur perbedaan antara penghasilan rata-rata penduduk miskin dengan garis kemiskinan. standar yang digunakan untuk mengukur kecukupan konsumsi ini sedikit terlalu tinggi untuk Indonesia. Menurunkan proporsi penduduk yang menderita kelaparan menjadi setengahnya antara tahun 1990 dan 2015 Indikator pertama adalah prevalensi anak usia di bawah lima tahun (balita) dengan berat badan kurang. jelas kita tidak (akan) mencapai target.1%.1%. Indonesia telah mencapai target karena berhasil mengurangi tingkat kemiskinan dari 21% (1990) menjadi7. Dasar penghitungan berubah pada 1996.

sekolah dasar. Pada 2004/2005.1% untuk dasar pada 1999. tampak bahwa hanya 67% anak yang mendaftar ke sekolah lanjutan pertama. Mereka tidak melanjutkan ke sekolah lanjutan? Tidak. kita harus berkutat agak lebih lama di 9 tahun”. sekitar 5% putus sekolah. Terbilang ambisius. Meski dengan catatan bahwa ini sekitar seperempat anak Indonesia tidak lulus dari adalah angka nasional dengan perbedaan antar sekolah dasar. hanya 75% yang lulus . baiknya kita mencapai target yang lebih tinggi daripada target melangkah ke tujuan berikutnya global MDGs.1.0% terjadi pada anak-anak yang memasuki sekolah untuk Kalimantan Tengah hingga 78. Tujuan kedua MDGs ini adalah memastikan bersekolah dengan lancar di sekolah dasar. 10 . Indonesia lebih utuh. Jika anda melihat kembali Gambar 2. Gambar 2. Mewujudkan pendidikan dasar untuk semua Gambar 2.1.2 menunjukkan apa yang daerah yang masih cukup tinggi. berbagai tahun Gambar 2. yaitu dari 96. Kenyataannya. Sementara pada setiap mewujudkan target memasukkan semua anak ke jenjang kelas. Bahkan anak-anak yang telah lulus bisa saja terhenti pendidikannya. sekitar 9% anak harus mengulang tercatat bahwa dengan angka 94. tersebut. di bidang pendidikan. 2008-2009. banyak anak yang tidak bisa berhasil. Target waktu pencapaiannya adalah ini bukanlah sekedar semua anak bisa sekolah. Target Indonesia adalah ”wajib belajar Sayangnya. Tingkat kelulusan sekolah dasar pun hanyalah langkah pertama. hanya 77% Papua. Mencermati garis paling atas pada Gambar 2. Akibatnya. Tetapi tujuan kedua MDGs setara 6 tahun. Ada bahwa semua anak menerima pendidikan dasar.1 Angka Partisipasi di Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama Sumber: BPS . Dalam hal angka partisipasi di sekolah kita sementara target global MDGs yaitu pendidikan memang cukup berhasil. Terlihat pula bahwa angka partisipasi di bersekolah hingga kelas 6 dan pada akhir tahun 3 sekolah lanjutan pertama meningkat secara stabil. terdiri dari 6 tahun SD dan 3 tahun SMP .Susenas. Jadi kita hampir mencapai target meskipun kita masih perlu meningkatkan upaya untuk mencapai 100% pada 2015. yang tidak naik kelas atau bahkan terpaksa berhenti. Anda dapat melihat bahwa proporsi anak yang lulus sekolah mengalami peningkatan. Saat ini misalnya. sini.TUJUAN 2: MEWUJUDKAN PENDIDIKAN DASAR UNTUK SEMUA tetapi memberikan mereka pendidikan dasar yang Tampaknya.3 menunjukkan proporsi kelulusan anakanak sekolah dasar dan proporsinya dari waktu ke waktu.7% kita hampir di kelas 1 sekolah dasar. Namun akhir-akhir ini kecenderungan tersebut berubah. Ini merupakan tantangan yang besar mengingat pemerintah bertekad Kalau sudah cukup berhasil.

sekitar 5% putus sekolah. Anda dapat melihat bahwa proporsi anak yang lulus sekolah mengalami peningkatan. World Bank. tampak bahwa hanya 67% anak yang mendaftar ke sekolah lanjutan pertama. Gambar 2.1. hanya 75% yang lulus3.7% kita hampir mewujudkan target memasukkan semua anak ke sekolah dasar.0% Seragam 9. Akibatnya. Ini merupakan tantangan yang besar mengingat pemerintah bertekad Gambar 2. Target Indonesia adalah ”wajib belajar 9 tahun”. Meski dengan catatan bahwa ini adalah angka nasional dengan perbedaan antar daerah yang masih cukup tinggi. terdiri dari 6 tahun SD dan 3 tahun SMP . Jika anda melihat kembali Gambar 2. Kenyataannya.1. Dalam hal angka partisipasi di sekolah kita memang cukup berhasil. hanya 77% bersekolah hingga kelas 6 dan pada akhir tahun tersebut. Tujuan kedua MDGs ini adalah memastikan bahwa semua anak menerima pendidikan dasar.4 Biaya-biaya Pribadi untuk Pendidikan yang harus Dipikul 40% Rumah Tangga paling Miskin Sumber: Making the New Indonesia Work for the Poor. Ada yang tidak naik kelas atau bahkan terpaksa berhenti. Kalau sudah cukup berhasil.1% untuk Papua. Gambar 2.2 menunjukkan apa yang terjadi pada anak-anak yang memasuki sekolah dasar pada 1999. Target pencapaiannya. Sementara pada setiap jenjang kelas. banyak anak yang tidak bisa bersekolah dengan lancar di sekolah dasar. Terbilang ambisius.3 Proporsi Kelulusan Anakanak yang Memasuki Sekolah Dasar Sumber: Departemen Pendidikan Nasional. Target waktu pencapaiannya adalah 2008-2009.0% Lain-lain 39. di bidang pendidikan. Gambar 2. Indonesia lebih berhasil. tercatat bahwa dengan angka 94. sekitar seperempat anak Indonesia tidak lulus dari sekolah dasar. Gambar 2. Namun akhir-akhir ini kecenderungan tersebut berubah.3 menunjukkan proporsi kelulusan anakanak sekolah dasar dan proporsinya dari waktu ke waktu. Pada 2004/2005.Mewujudkan pendidikan dasar untuk semua Tampaknya. yaitu dari 96.0% Persatuan Orang Tua dan Transportasi 9. 2006 mencapai target yang lebih tinggi daripada target global MDGs. 2006 Pendaftaran dan Biaya Lain 17. Mencermati garis paling atas pada Gambar 2.0% Mereka tidak melanjutkan ke sekolah lanjutan? Tidak. Jadi kita hampir mencapai target meskipun kita masih perlu meningkatkan upaya untuk mencapai 100% pada 2015. Saat ini misalnya. baiknya kita melangkah ke tujuan berikutnya Sayangnya.0% Buku dan Alat Tulis 11. Bahkan anak-anak yang telah lulus bisa saja terhenti pendidikannya. sekitar 9% anak harus mengulang di kelas 1 sekolah dasar.0% Guru 15. Kita harus lebih giat dalam upaya mempertahankan anak-anak agar tetap bersekolah. membutuhkan loncatan besar.0% untuk Kalimantan Tengah hingga 78. tetapi memberikan mereka pendidikan dasar yang utuh.2 Tingkat Putus Sekolah pada Murid yang masuk Sekolah Dasar pada 1999 Sumber: Departemen Pendidikan Nasional . Terlihat pula bahwa angka partisipasi di sekolah lanjutan pertama meningkat secara stabil. Tetapi tujuan kedua MDGs ini bukanlah sekedar semua anak bisa sekolah. sementara target global MDGs yaitu pendidikan setara 6 tahun. 2006 11 . Tingkat kelulusan sekolah dasar pun hanyalah langkah pertama. kita harus berkutat agak lebih lama di sini.

para guru juga tidak meluangkan waktu yang cukup di ruang kelas. Mungkin di lahan pertanian keluarga. masih kekurangan guru. Tentu saja. Sebenarnya di jenjang sekolah dasar. kita telah membuat Sebagian. Karena gaji rendah. bisa saja tidak memiliki buku atau peralatan yang memadai.0% 60. di semua jenjang sekolah. misalnya. sekolah yang memperoleh pembelajaran dini dan Lainnya. Sekitar sepertiga keluarga termiskin (TPA). Orang kegiatan tersebut bisa tetap menstimulasi anak tua memang harus membayar dalam jumlah yang bersekolah dan mengembangkan otak mereka. sekolah juga dapat menimbulkan masalah jika tidak bisa memberikan sesuatu yang bernilai bagi anak-anak.0% 20. Banyak sekolah dasar di mana satu guru hanya untuk 19 murid. di taman kanak-kanak. Selain itu. anak bungsu dalam keluarga mungkin tidak disiapkan bersekolah. Sisanya. . tapi bisa juga tidak. Karena. Meskipun demikian. makanan. Jam kerja mereka juga pendek. Sementara bangunannya tidak layak digunakan. untuk transportasi. Apa maksudnya “tidak disiapkan bersekolah”? Idealnya semua anak memperoleh pendidikan pra sekolah agar terbiasa dengan lingkungan belajar 12 Nanggroe Aceh Darussalam Maluku Sumatera Utara Riau Sulawesi Tenggara Yogyakarta Kepulauan Riau Jakarta Jawa Timur Bali Nusa Tenggara Barat Sumatera Selatan Sumatera Barat Kalimantan Tengah Jawa Tengah Bengkulu Lampung Banten Indonesia Sulawesi Utara Jambi Maluku Utara Kalimantan Timur Sulawesi Tengah Jawa Barat Kalimantan Selatan Kalimantan Barat Sulawesi Selatan Bangka Belitung Sulawesi Barat Irian Jaya Barat Gorontalo Papua Nusa Tenggara Timur Tampaknya kita memerlukan lebih banyak guru Mungkin ya.0% 40. Mengapa anak-anak putus sekolah? Disamping itu.5 Angka Partisipasi Murni di Sekolah Menengah Pertama per Propinsi. karena orang tua memerlukan mereka banyak kemajuan. gurunya sudah cukup. 2006 Sumber: BPS – Susenas 2006 yang baru.4)4. Hampir separuh anak usia pra untuk bekerja.0% Gambar 2.0% 80. Hal besar. Semua membayar uang sekolah dan biaya lainnya.100. banyak sekolah di daerah terpencil. tersebut mempermudah mereka memulai sekolah Selain itu. baik untuk uang sekolah ataupun seragam.0% 0. isu terpenting adalah kualitas pengajaran. buku atau dasar. perlengkapan tambahan (Gambar 2. karena tidak mampu membayar biaya sekitar separuhnya di Tempat Pendidikan Al-Qur’an sekolah.”5 Faktor lainnya. kelompok mengatakan bahwa mereka memiliki masalah untuk bermain atau pusat penitipan anak. Kurang dari separuh sekolah dasar memiliki apa yang disebut oleh Departemen Pendidikan Nasional “ruang kelas yang baik. Sekolah. Dalam hal ini. mungkin saja mereka tidak berada di tempat yang tepat. mereka biasanya bekerja sampingan untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Jadi. Jumlahnya adalah tahun 2007 hanyalah sekitar 9%. terkait partisipasi di pendidikan lanjutan pertama. 17% dari total pengeluaran pemerintah8. selain pemerintah pusat. Pemerintah pun bertekad tingkat partisipasi di sekolah dasar. yaitu belanja negara yang cukup besar. Jadi dalam hal ini. tetapi untuk sekolah agar tidak menarik biaya dari para murid. sebuah survei di lebih dari 2. banyak hal tergantung pada pemerintah kabupaten. termasuk gaji para guru. apalagi jika mereka diminta bekerja menambah penghasilan keluarga. Pemerintah pusat masih mengendalikan hampir seluruh dana untuk sekolah dan ruang kelas baru. Peraturan proporsi anak yang memulai kelas 1 dan berhasil tersebut menyebutkan. agar semakin banyak anak sekolah. Pemerintah dapat program BOS.000 sekolah menemukan seperlima dari para guru tidak hadir5. Di Nanggroe Aceh Darussalam. Saat ini. Menyusul kenaikan harga bahan bakar pada 2005. anda bisa melihat bahwa terdapat perbedaaan besar antar propinsi. Tanpa gaji guru. yang mencakup seperempat dari mengeluarkan anggaran lebih banyak sehingga pengeluaran pendidikan pada 2006.Bisa dimengerti Ya. Pertama. proporsi pencapaian hingga kelas enam. Namun. pemerintah memulai program Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Apakah kita akan mencapai 20%? Sangat mungkin sekali. kita bisa mencapai target yang ditetapkan. mencermati Gambar 2.7%. pendidikan. Sekali lagi. pemerintah pusat juga memberikan beasiswa untuk membantu muridmurid paling miskin. alokasi untuk pendidikan termasuk untuk banyak anak perempuan yang bersekolah. Coba gaji guru. Berdasarkan kondisi ini. BOS yang diberikan berjumlah 25 dollar per anak/tahun di jenjang sekolah dasar dan 35 dollar per anak/ tahun di sekolah lanjutan pertama (atau setara dengan Rp. Sebagai perbandingan. Namun. sedangkan di NTT hanya 43%. harus digunakan untuk pendidikan. Saat ini. 13 . tercapai pemerintah kurang menyalurkan dana publik kemajuan yang cukup baik. ada hal positif karena sekarang semakin terakhir.5. Undang-Undang Dasar kita dapat mencapai target 100% pada 2015. kita harus menunggu keluarga menjadi lebih sejahtera. Selain itu. dan UU tentang Pendidikan Nasional mensyaratkan Indikator kedua berkaitan dengan kelulusan. Indonesia telah untuk tetap meningkatkan alokasi anggaran untuk mencapai angka 94. Pada tahun 2008 Mahkamah Konstitusi memutuskan bahwa pemerintah wajib memenuhi kewajiban memenuhi 20% alokasi APBN untuk pendidikan. sekitar sepertiga anak-anak berhenti usai sekolah dasar. meningkat. Hal tersebut semakin penting ketika anakanak bertambah usia dan melanjutkan ke sekolah lanjutan pertama. untuk Indonesia lebih pas melihat separuh anggaran saat ini. mencapai 20% perlu kenaikan yang luar biasa. Seorang anak dari keluarga miskin memiliki kesempatan 20% lebih kecil untuk melanjutkan ke sekolah lanjutan pertama ketimbang seorang anak dari keluarga tidak miskin7. Mengirimkan anak ke sekolah lanjutan bahkan lebih mahal. jumlah tersebut adalah separuh Terdapat dua indikator yang relevan. Meskipun terdapat banyak masalah dalam memastikan bahwa dana BOS disalurkan ke sekolah-sekolah yang tepat. Dan ini tidak sekolah dasar berjenjang hingga kelas enam. yang proporsinya lebih dari Karena itu. Seperti diuraikan di atas. Untuk Indonesia. Tidak harus demikian. terkait untuk pendidikan. jumlahnya sekitar kita telaah tujuan ketiga MDG berikut ini. angkanya 78%. Pada 2004. misalnya. nampaknya orang tua murid tidak perlu menanggung biaya dapat membawa perubahan yang berarti dalam hal sekolah yang terlalu mahal. tidak 20% dari anggaran pusat maupun daerah. pendanaan sekolah. Artinya. Akan tetapi. Artinya.000) Apa yang bisa dilakukan dengan uang tersebut? Uang tersebut tidak diberikan kepada keluarga murid. Sebelumnya. pada tahun 2009 paling mencapai kelas 5 sekolah dasar. alasan utamanya mungkin terkait biaya. tapi mereka tidak hadir padahal seharusnya datang ke sekolah. untuk pengeluaran Malaysia. lebih baik memiliki guru dalam jumlah lebih kecil tetapi dibayar lebih baik agar bisa meluangkan lebih banyak waktu di kelas. pemerintah kabupaten bertanggung jawab terhadap sekitar duapertiga pengeluaran publik untuk pendidikan dan menggunakan hampir seluruhnya untuk gaji guru. Sebenarnya. beberapa tahun gender. proporsi tahun 2004/2005 adalah 82%. Lagi-lagi persoalan kemiskinan. Selain itu. sehingga untuk 77% dengan kecenderungan terus meningkat. Namun. 340.

Artinya. akan bisa menyelesaikan pendidikan dasar secara penuh Terdapat dua indikator yang relevan. yaitu sekitar 95%. Dalam hal ini.4%. Meskipun demikian. Namun.7%. Berbeda dengan Susenas (2004). kualitas melek huruf yang sesungguhnya mungkin tidak setinggi itu karena tes baca tulis yang diterapkan oleh Susenas terbilang sederhana. sekolah dasar berjenjang hingga kelas enam. Dalam hal ini. nampaknya kita cukup berhasil dengan pencapaian 99. yaitu sekitar 95%. proporsi tahun 2004/2005 adalah 81%. kita dapat mencapai target 100% pada 2015. yang menghitung angka yang jauh lebih besar. kualitas melek huruf yang sesungguhnya mungkin tidak setinggi itu karena tes baca tulis yang diterapkan oleh Susenas terbilang sederhana. 14 . Jumlahnya adalah 77% dengan kecenderungan terus meningkat. Berbeda dengan Susenas (2004). Data kelulusan yang digunakan dalam laporan ini berasal dari Departemen Pendidikan Nasional berdasarkan data pendaftaran sekolah. TUJUAN 2: MEWUJUDKAN PENDIDIKAN DASAR UNTUK SEMUA Target 2A: Memastikan bahwa pada 2015 semua anak di manapun. Untuk Indonesia. Indonesia telah mencapai angka 94. Pertama. Indikator ketiga untuk tujuan ini adalah angka melek huruf penduduk usia 15-24 tahun. Meskipun demikian. Indikator ketiga untuk tujuan ini adalah angka melek huruf penduduk usia 15-24 tahun.4%. untuk Indonesia lebih pas melihat pencapaian hingga kelas enam. nampaknya kita cukup berhasil dengan pencapaian 99. kita bisa mencapai target yang ditetapkan. yaitu proporsi anak yang memulai kelas 1 dan berhasil mencapai kelas 5 sekolah dasar. Karena itu. Indikator kedua berkaitan dengan kelulusan. laki-laki maupun perempuan. untuk tingkat partisipasi di sekolah dasar. yang menghitung angka yang jauh lebih besar. Berdasarkan kondisi ini.Data kelulusan yang digunakan dalam laporan ini berasal dari Departemen Pendidikan Nasional berdasarkan data pendaftaran sekolah.

kesetaraan gender bukan melulu mengenai perempuan. Sekarang di jenjang sekolah lanjutan pertama. baik keluarga miskin maupun kaya. Namun. garisnya berada diatas 100%. situasinya kembali lebih seimbang. Akan tetaopi. anak laki-laki dan perempuan sama. Untuk hal ini. Kelihatannya. artinya terdapat lebih banyak anak perempuan dibandingkan anak laki-laki. di sekolah menengah Dalam banyak hal. terkait perempuan yang putus sekolah. Pada sekolah dasar jumlah antara anak perempuan dan laki-laki terbilang seimbang. terlihat bahwa lebih sedikit anak nampaknya kita cukup berhasil. Tujuan ini memiliki tiga target. Namun. meskipun. tetapi mengenai perempuan dan laki-laki. anak perempuan sepertinya berada di depan pada sekolah lanjutan pertama. sama giatnya Gambar 3. yang dimiliki perempuan Indonesia masih kurang. Bahkan terjadi kemajuan yang cukup mengejutkan. semakin banyak anak perempuan yang bersekolah. tujuan ketiga MDGs menunjukkan hal tersebut di sekolah dasar. kita akan membahas lebih banyak mengenai hal ini dan issue terkait lainnya. seperti tergambarkan pada Gambar 3. Cara mencapai kemajuan pesat. jumlah anak putus sekolah antara dengan cukup jelas. di Pertama. sekolah lanjutan. Kenyataannya.TUJUAN 3: MENDORONG KESETARAAN GENDER DAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN Mendorong kesetaran gender dan pemberdayaan perempuan Ada baiknya kita meluruskan satu hal. Data berapa banyak anak putus sekolah.1 di bawah ini. Menariknya. perempuan di Indonesia telah atas. Namun. anak perempuan kini berada di depan Meskipun ada penurunan pada tahun lalu. di mana rasio yang ditunjukkannya mendekati 100% sejak 1992. kesempatan lebih banyak kesempatan kerja. Grakk menunjukkan rasio antara anak laki-laki dan perempuan di berbagai jenjang pendidikan. target kedua dan ketiga. karena target ini menekankan pada pemberdayaan perempuan. 15 . Saat ini.1 Rasio antara Anak Perempuan dan Anak Lakilaki di berbagai Jenjang Pendidikan Sumber: BPS-Susenas berbagai tahun Kedengarannya menyedihkan Mari kita mulai dengan kabar baik. yaitu lapangan pekerjaan lagi-lagi mungkin karena anak laki-laki memiliki dan keterwakilan dalam parlemen. menyangkut pendidikan. Hal tersebut. masih cukup lain mengukur kemajuan adalah dengan melihat jauh dari pencapaian kesetaraan gender. Ini mungkin karena kakak laki-laki mereka meninggalkan sekolah untuk bekerja. Biasanya terdapat lebih banyak kesempatan kerja bagi anak laki-laki daripada untuk anak perempuan.

anak perempuan sepertinya juga memilih bidang menyekolahkan anak perempuan mereka ke yang berbeda dari anak laki-laki. Target Pembangunan maupun perempuan. perbandingannya haruslah 50%. Buku tersebut menjelaskan bahwa aktivitas utama ayah adalah mencari nafkah sementara ibu bertanggung jawab atas pekerjaan rumah tangga. namun hanya 88. Jadi. Namun. Sekitar melihat berapa banyak yang bekerja di luar rumah 15% remaja yang beranjak dewasa. juga dapat menelaah apa yang terjadi ketika anak jumlah perempuan dengan cepat mengejar jumlah perempuan putus sekolah untuk bekerja – dengan laki-laki dan sekarang berada di depan. Namun ketika anak perempuan bersekolah. jumlah yang sama antara anak laki-laki dan baik anak perempuan maupun laki-laki. Tahun “pekerjaan upahan non-pertanian”. Panutan pertama mereka adalah para guru.2 Proporsi Anak Perempuan dan Anak Laki-Laki di Sekolah-sekolah Lanjutan Kejuruan. yang memilih sekolah pariwisata (Gambar 3. baik laki-laki atau di luar lahan pertanian. kesan anda benar. Anak perempuan juga akan melihat ketimpangan ketika mereka membuka buku teks. banyak ketimpangan atau ketidaksetaraan yang harus dihadapi. Gambar 3. Ini dipekerjakan secara setara di jenis pekerjaan karena di masa lalu lebih sedikit anak perempuan tersebut. Terdapat memasukkan anak mereka ke sekolah lanjutan. Gambar 3. Banyak Dalam hal ini.5% untuk laki. mendapatkan pendidikan Milenium melihat hal ini dengan membandingkan tinggi. Silahkan lihat kembali Selain melihat bidang studi yang diambil. membahas tanggung jawab dalam keluarga. 2005 Saya berharap. Sebuah buku teks utama sekolah dasar tentang kewiraan. Di sekolah dasar.3. anda Gambar 3.yang bersekolah.1. Hal ini tampak sekolah dasar. terdapat lebih banyak guru perempuan dibandingkan laki-laki. anak perempuan saya mau menyeterika. Dari semua anak tersebut.dalam Gambar 3. yang paling mengesankan. Ini ditunjukkan 2006 tingkat melek huruf adalah 91. Terkait kesempatan untuk masuk sekolah atau perguruan tinggi. anak perempuan jarang Meskipun mahal? memilih sains (science) dan teknologi.2). jelas pada murid yang mengambil sekolah kejuruan. Namun perempuan yang mempelajari sains. Jika laki-laki dan perempuan laki. misalnya. Dan ilustrasi tentang tanggung jawab anak-anak dengan gambar anak perempuan yang sedang mencuci dan menyeterika10. Tentu saja. Namun 16 . Untuk mereka yang berusia 15 hingga 24 tahun. keluarga Namun situasinya lebih seimbang bagi mereka miskin memiliki kesempatan lebih kecil untuk yang mengambil sekolah lanjutan umum. Sekarang situasi sudah semakin setara. empat kali lipat dibandingkan dengan perempuan9. adalah apa yang terjadi di perguruan tinggi. Kemajuan yang dicapai anak perempuan jumlah laki-laki dan perempuan yang bekerja di juga terlihat dalam hal tingkat melek huruf. tingkat melek huruf baik untuk laki-laki dan perempuan hampir mendekati 100%. siapa yang memimpin? Jumlah laki-laki yang menjadi kepala sekolah. 2002/03 Sumber: UNESCO/LIPI. tampaknya tidak banyak perbedaan. perempuan cukup berhasil. ketika anak tumbuh dewasa. Sepanjang sepuluh tahun terakhir. Kesenjangan lainnya. anak laki-laki anda juga dapat melakukan hal yang sama.3 Sumbangan Perempuan dalam Kerja Berupah di Sektor Non-Pertanian Sumber: Sakernas (Berbagai Tahun) Dan saya harap. misalnya.4% untuk perempuan.

Demikian budaya dan ekonomi. Yang menarik. misalnya. Bahkan umumnya menaruh perempuan di urutan terbawah dalam daftar calon legislatif (caleg). Di pabrik-pabrik industri tekstil. Disini pun. Indikator keempat adalah proporsi perempuan di dalam parlemen. Meskipun demikian. bagaimana agar bisa menjadi calon salah satu partai politik besar. Paling tidak angkanya naik lagi Itu mungkin karena Undang-Undang tahun 2003 tentang Pemilihan Umum yang mewajibkan Partai Politik untuk sedikitnya memiliki 30% calon perempuan. tampaknya kita telah mencapai target dengan rasio 99. pada tahun 2004. Karena itu. perempuan juga cenderung mendapatkan pekerjaan tidak sebaik laki-laki. Saat itu adalah puncak krisis ekonomi. Disini kita masih jauh dari kesetaraan. dan hanya sedikit berubah selama beberapa tahun terakhir. Setelah itu. dan di semua jenjang pendidikan paling lambat tahun 2015 Yang menjadi indikator utama adalah rasio anak perempuan terhadap anak laki-laki di pendidikan dasar. Perempuan juga Tapi.3%. 99. proporsi laki-laki adalah 86% namun perempuan hanya 49% 11.4% di sekolah lanjutan pertama. dan 11. Indikator kedua adalah rasio melek huruf perempuan terhadap laki-laki untuk usia 15-24 tahun. Masalahnya. terpilih dalam pemilihan anggota DPD. Indikator MDG untuk ini adalah proporsi perempuan yang menjadi anggota DPR.5%. Demikian pula halnya di pemerintahan. dan hal itu menunjukkan Indonesia lebih tangga. Misalnya. Hanya sedikit yang perempuan masih banyak menghadapi hambatan terpilih menjadi anggota parlemen. 100. Perempuan hanya menduduki 9. di mana para calon tidak mewakili partai politik. Tampaknya. Indikator ketiga adalah sumbangan perempuan dalam kerja berupah di sektor non-pertanian. Dan tampaknya. pakaian dan alas kaki. Selain kurang mendapatkan lapangan pekerjaan. kewajiban tersebut ada dampaknya.5% di pendidikan tinggi. 17 . angka itu menurun akhirakhir ini Ya. dengan rasio 100% di sekolah dasar. terutama presiden perempuan karena harus memikul tanggung jawab rumah Benar. dalam Dewan Perwakilan Daerah (DPD). lanjutan dan tinggi. setidaknya kita pernah memiliki kurang terwakili di tingkat daerah. situasi perempuan terus memburuk. Namun secara menyeluruh kita telah cukup berhasil dalam jenjang jabatan politik di bawahnya. lebih baik pada 2005. Proporsi Indonesia bahkan lebih rendah. Nilainya saat ini hanya 33%. dalam pendidikan namun anak perempuan dan perempuan kurang terlihat. puncaknya pada 1998.anda dapat melihat bahwa angka untuk perempuan hanyalah sekitar 33. TUJUAN 3: MENDORONG KESETARAN GENDER DAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN Target 3A: Menghilangkan ketimpangan gender di tingkat pendidikan dasar dan lanjutan. Angka rata-rata dunia untuk hal ini cukup rendah.3% (2005). Informasi lebih lanjut diperoleh dari berbagai survei tentang proporsi penduduk dewasa dalam angkatan kerja. dimana proporsinya saat ini hanya 11. maju dibandingkan banyak negara lain. 9% (2003). yaitu sekitar 15%.0% di sekolah lanjutan atas.6% jabatan tinggi dalam birokrasi pemerintahan. Disini Indonesia tampaknya sudah mencapai target.9%. masing-masing 13% (1992). Tidak semua partai politik bisa mewujudkan hal tersebut. pemilih cukup mendukung terpilihnya perempuan. perempuan menduduki sepertiga dari kursi yang ada – dan lebih dari 30% perempuan yang mencalonkan diri. ketika mungkin lebih banyak laki-laki yang tiba-tiba kehilangan pekerjaan dibandingkan perempuan. juga yang menjadi bupati atau gubernur. posisi di mana Sang Caleg tidak akan terpilih. banyak perempuan muda yang bekerja dengan upah rendah – seringkali dengan penyelia laki-laki. Perempuan juga kurang terwakili di bidang politik. terkait kesetaraan gender. dan 102.

Itulah sebabnya tujuan keempat menjadi 32. Artinya. Anak-anak yang lahir di Indonesia saat ini sebelum mencapai usia lima tahun. Sepertinya kita hampir mencapai target. angka tahun 1990 menjadi duapertiganya. kita anda juga harus melihat pada angka kematian bayi. Karena itu. Antara 1970 dan 2005. lebih rentan terhadap penyakit dan kondisi hidup kita harus menurunkannya dari 97 kematian yang tidak sehat. angkanya sekitar 44 per 1. dan dengan kecenderungan laju yang ada. lebih banyak anak-anak kita yang tetap hidup.1 Laju Angka Kematian Bayi dan Balita Sumber: BPS – Susenas. Ini merupakan pembedaan yang sehat. Menurunkan angka kematian anak Gambar 4. namun pada 2005 proporsinya meningkat hingga 77%. yaitu jumlah anak. 70% kematian terjadi pada bayi. Laju kematian bayi juga menurun. semakin mungkin anak-anak anda bertahan hidup. Kenyataannya. Pada tahun 1990. terutama bayi. Pada 2007. Dengan demikian proporsi kematian yang lebih besar terjadi pada bulan-bulan pertama setelah dilahirkan. MDGs menargetkan pengurangan anak yang meninggal. Namun Ketika melihat pada angka kematian anak. Salah satu yang paling penting adalah berkurangnya tingkat kemiskinan. Namun ada satu ukuran 1990. Anak-anak. 1995 AK Balita 2000 2005 AK Bayi 2010 2015 18 . kita Bayi adalah anak berusia di bawah satu tahun. sekarang kita memang hidup bermanfaat. Itu karena berbagai alasan. Ya. seperti yang bisa dilihat pada Gambar lebih lama. anak-anak tumbuh berkembang di lingkungan yang lebih sejahtera dan sehat. berbagai tahun Catatan: Angka kematian balita juga mencakup angka kematian bayi. tidak mengejutkan bahwa angka kematian juga lebih tinggi di propinsi-propinsi termiskin. Gambar tersebut menunjukkan proporsi anak hidup di negeri ini rata-rata meningkat sekitar 15 yang meninggal. Jelas bahwa dapat mengharapkan hidup hingga usia 68 tahun. 120 Kematian per 1000 kelahiran hidup 100 80 60 40 20 0 1990 Ya. namun lebih lambat dibandingkan penurunan kematian balita.TUJUAN 4: MENURUNKAN ANGKA KEMATIAN ANAK biasanya merujuk pada anak di bawah usia lima Kita semua ingin menikmati usia panjang dan hidup tahun (balita).kelahiran hidup. baik ketika masih bayi ataupun tahun. Apa bedanya anak dengan bayi? Paling tidak. MDGs adalah mengurangi jumlah kematian anak.1. Artinya. usia harapan 4. Jadi di antara dua garis tersebut adalah jumlah anak yang meninggal antara usia 1 dan 5 tahun. Semakin sejahtera anda. kita mencapai kemajuan karena proporsi balita Anda dapat memilih usia harapan hidup sebagai yang meninggal kurang dari separuh angka tahun satu indikator kesehatan.000 lainnya yang sangat penting. bahkan bisa mencapainya pada 2010.

dan 80% digunakan untuk membayar gaji pekerja medis . Sebuah survei misalnya menemukan imunisasi untuk hampir semua anak-anak di bahwa tingkat ketidakhadiran staf puskesmas republik ini. berada di tempat praktek pribadi . Kini. namun juga cukup banyak tahun karena komplikasi campak13 dan baru-baru terjadi pada minggu atau bahkan hari-hari ini ada beberapa KLB (kejadian luar biasa) polio pertama kehidupan mereka. Bukan hanya untuk hanya 72% untuk bayi dan 82% untuk anak hingga upaya penyembuhan. Hal yang mencemaskan merekomendasikan bahwa proporsi gaji seharusnya adalah turunnya angka imunisasi terhadap polio hanya 15%. indikator utama tujuan ini adalah angka kematian anak di bawah lima tahun (balita). anak-anak yang menerima imunisasi difteri. Target saat ini adalah 32 kematian per 1. akan menderita lain yaitu layanan kesehatan. Pada mencapai 40%. Saat ini kita memang memberikan memadai. yaitu dari sekitar Jadi. dan campak Jerman (rubella). khususnya yang Tidak sepenuhnya karena ada satu pengaruh besar tergantung pada layanan publik. Telah keseluruhan kesehatan anak-anak sangat terkait banyak yang dibelanjakan untuk kesehatan. namun juga pencegahan 23 bulan. tapi diperlukan sistem jika penanganan dini dilakukan. Indikator kedua adalah proporsi anak usia satu tahun yang mendapat imunisasi campak. Ini membawa kita diperlukan lebih banyak anggaran karena saat ini ke tujuan MDGs selanjutnya. Namun secara kesehatan yang terkelola dengan baik. dan anak. Indonesia cukup berhasil. Keduanya dapat disembuhkan memperoleh vaksinasi. karena mereka sedang 15 2007. Selain itu 82% anak-anak kesehatan. khususnya program jika investasi untuk puskesmas berikut staf kurang imunisasi. meskipun tinggi ketergantungan pada pemerintah kapubaten hanya separuh dari mereka yang menerima yang mengalokasikan 4-11% anggaran untuk imunisasi lengkap. Kematian anak bukan terjadi hanya 90%. namun dengan kesehatan ibu mereka. Angka ini telah meningkat. Diperkirakan 30. Penduduk miskin. Sekitar 80% dari anggaran tersebut 15 menerima imunisasi Tubercolosis (TBC). Artinya kita harus memperbaiki kualitas layanan kesehatan ibu dimana 303 anak menjadi lumpuh. Seringkali. 19 . cukup batuk rejan dan tipus adalah 84. Saat itu. Jika mereka bertahan divaksinasi? hidup selama masa tersebut. sementara target pemerintah adalah penyakit.menjadi 72% untuk bayi dan 76% untuk anak dibawah 23 bulan pada 2006. risiko terbesar yang Imunisasi tidak hanya tergantung pada para orang mereka hadapi adalah infeksi saluran pernafasan tua untuk memastikan bahwa anak-anak mereka akut dan diare. Namun ini harus menjadi satu Padahal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) proses berkesinambungan. belanja negara untuk kesehatan hanya sekitar 5% Jadi kita kembali ke kemiskinan lagi? TUJUAN 4: MENURUNKAN ANGKA KEMATIAN ANAK Target 4A: Menurunkan angka kematian balita sebesar dua pertiganya antara 1990 dan 2015 Karena itu. belum untuk semuanya.dari APBN14. khususnya sepanjang kehamilan dan Mengapa hanya sedikit anak-anak yang segera setelah persalinan. jumlahnya 97 kematian per 1. Campak juga menjadi kekhawatiran karena angka imunisasi Dana memang membantu.000 anak meninggal setiap pada tahun pertama. Target MDGs adalah untuk mengurangi dua pertiga angka tahun 1990.000 kelahiran hidup.000 kelahiran hidup. diperlukan dana yang lebih banyak? 74% beberapa tahun lalu menjadi 70%. imunisasi hepatitis. namun perlu lebih ditingkatkan lagi. Namun. Dengan demikian.4% 12.

persalinan merupakan peristiwa (kesehatan) besar. menunjukkan bahwa rasio Kita seharusnya dapat memastikan ketika seorang ibu meninggal dunia tersebut adalah 56117. Melahirkan seyogyanya menjadi perempuan mereka yang meninggal sewaktu peristiwa bahagia tetapi seringkali berubah persalinan. Saat ini hanya sekitar separuh perempuan usia 15 hingga 24 yang menggunakan metode kontrasepsi modern 20 .000 kelahiran.1 Tingkat Kematian Ibu Sumber: SDKI . namun bisa saja tidak. misalnya komplikasi akibat aborsi yang tidak aman. akibat kondisi darurat. misalnya. Komplikasi seperti ini menyumbang 6% dari angka kematian. untuk mengurangi “kematian ibu”. Masalahnya.2%. terbaca dalam Gambar menjadi tragedi. menurunkan rasio hingga tiga perempatnya dari Anda.000 perempuan di yang biasa digunakan adalah dengan bertanya Indonesia meninggal akibat komplikasi dalam pada para perempuan apakah ada saudara persalinan. Sebenarnya. Grakk menunjukkan bahwa “tingkat kematian kematian tersebut dapat dicegah. Satu survei di Ciamis.TUJUAN 5: MENINGKATKAN KESEHATAN IBU Gambar 5. Meski yang memutuskan untuk mempunyai empat semua sepakat bahwa angka kematian ibu terlalu anak memiliki kemungkinan meninggal akibat tinggi. seperti akibat pendarahan dan kelahiran yang sulit. misalnya. Metode Setiap tahun sekitar 20. Perkiraannya.1. Sebagian besar kelahiran berlangsung normal. terkait sekitar 110. target MDGs adalah bisa saja disebabkan oleh berbagai alasan.berbagai tahun ataupun tidak terkait dengan persalinan. Jawa Barat. Artinya. terutama di daerah-daerah yang yang tepat. Meningkatkan kesehatan ibu Mengapa mereka meninggal? Biasanya. hampir semua 5. Target MDGs adalah untuk Namun bisa ada keraguan tentang penyebabnya. Karena itu ibu” telah turun dari 390 menjadi sekitar 307 per tujuan kelima MDGs difokuskan pada kesehatan 100. Sejumlah komplikasi sewaktu melahirkan bisa dicegah. seringkali muncul keraguan tentang angka kehamilannya sebesar 1. Angka tersebut bisa jauh lebih tinggi. seorang perempuan ibu. Sebagian besar sebenarnya bisa dicegah kalau saja perempuan memiliki akses terhadap kontrasepsi yang efektif. tidak mungkin hanya mengacu angka tahun 1990. sehingga komplikasinya dapat menimbulkan konsekuensi sangat serius. Dengan asumsi bahwa rasio pada informasi dalam laporan kematian yang saat itu adalah sekitar 450. lebih miskin dan terpencil.

dan mengirim mereka ke seluruh penjuru Indonesia. Salah satunya. namun berpotensi menjadi keadaan darurat. sehingga tidak mendapat pengalaman yang cukup. Pengalaman internasional menunjukkan bahwa sekitar separuh dari kematian ibu dapat dicegah oleh bidan terampil. Namun. mulai dari 39% di Gorontalo hingga 98% di Jakarta.2. ada masalah terkait kualitas.70 0. para ibu memerlukan bantuan seorang ”tenaga persalinan terlatih”. ketika sang ibu sampai di rumah sakit. berbagai tahun 0. Hal ini dapat mengakibatkan penundaan yang membahayakan jiwa karena tidak secepatnya memperoleh perawatan kebidanan darurat di pusat kesehatan atau rumah sakit. semestinya perawat. Ini artinya akan baik kalau ada seseorang yang mengamati dan dapat mengenali adanya tanda-tanda bahaya. banyak keluarga yang memilih tenaga persalinan tradisional. mereka mungkin tidak menghadapi banyak persalinan. Selain itu.50 40% 20% 0% 1992 1993 1994 1995 1996 1997 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 Mengapa banyak keluarga lebih memilih tenaga tradisional? Karena berbagai alasan. bidan atau dokter dapat melakukan tindakan yang diperlukan. Untungnya banyak perempuan yang mendapatkan bantuan tersebut. Kenyataannya. Metode yang paling umum dipakai adalah suntik. 2007). Jika ada bidan desa pada saat persalinan atau sang ibu melahirkan di sebuah pusat kesehatan atau rumah sakit. Keterlambatan dapat juga terjadi karena kesulitan dan biaya transportasi.68 0. Mereka yakin bahwa tenaga persalinan tradisional akan lebih mudah ditemukan dan beranggapan bahwa mereka bisa lebih memberikan perawatan pribadi. sepertinya. kaya maupun miskin.64 80% 0. Sayangnya.49 0. Apakah kita kekurangan bidan desa? Sebenarnya. Namun jika ada komplikasi. ini mungkin benar. pusat kesehatan ataupun bidan desa. Proporsi perempuan (usia 15-49) yang menggunakan alat kontrasepsi mengalami peningkatan dan prosentasenya pada tahun 2006 adalah 61% (SDKI.68 Setiap kelahiran adalah keadaan darurat? Tidak semua. perempuan mana pun dapat mengalami komplikasi kehamilan. di perkotaan atau di perdesaan. Dalam kasus seperti ini. tidak peduli apakah sehat atau cukup gizi. Sekali lagi angka ini sangat bervariasi di seluruh Indonesia. Seperti tampak pada Gambar 5. belum tentu ia akan mendapatkan bantuan yang diperlukan Gambar 5.56 0. baik staf rumah sakit.67 0.67 0. pemerintah pusat telah melatih banyak bidan. diikuti oleh pil. tenaga persalinan tradisional mungkin tidak akan dapat mengatasi dan mungkin akan segan untuk 0.2). Jika mereka bekerja di komunitas-komunitas kecil. meminta bantuan bidan desa. Keluarga juga lebih nyaman dengan seseorang yang mereka kenal dan percaya. Namun salah satu dari masalah utamanya adalah jika disuruh memilih.72 0. Sekitar 60% persalinan di Indonesia berlangsung di rumah. Para bidan desa mungkin tidak mendapatkan pelatihan yang cukup atau mungkin kekurangan peralatan. Ini artinya kita harus memperlakukan setiap persalinan sebagai satu potensi keadaan darurat yang mungkin memerlukan perhatian di sebuah pusat kesehatan atau rumah sakit.(Gambar 5. pemerintah daerah tidak menganggap hal tersebut sebagai prioritas. pada 2007 proporsi persalinan yang dibantu oleh tenaga persalinan terlatih. telah mencapai 73%.41 0.2 Proporsi Kelahiran yang Dibantu oleh Tenaga Persalinan Terlatih Sumber: BPS-Susenas damn SDKI. Dalam kasus-kasus persalinan normal. dan tidak memperkerjakan para bidan setelah berakhirnya kontrak mereka dengan Departemen Kesehatan. sementara separuhnya lainnya tidak dapat diselamatkan akibat tidak adanya perawatan yang tepat dengan fasilitas medis memadai18. khususnya di daerah-daerah yang lebih terpencil.56 0.47 60% 0. Berbagai potensi masalah lainnya bisa dicegah apabila para ibu memperoleh perawatan yang tepat sewaktu persalinan. untuk penanganan cepat.72 0. 100% 0. biasanya lebih murah dan dapat dibayar dengan beras atau barang-barang lain.73 21 .

Akan tetapi. Bahkan jika kita tidak dapat meramalkan keadaan darurat. dengan gizi yang cukup. dengan keterbatasan data. TUJUAN 5: MENINGKATKAN KESEHATAN IBU Target 5A: Menurunkan angka kematian ibu sebesar tiga perempatnya antara 1990 dan 2015. Target 5B: Mencapai dan menyediakan akses kesehatan reproduksi untuk semua pada 2015 Penggunaan kontrasepsi oleh wanita usia 15-49 tahun meningkat menjadi 61. mereka dapat mengganti kekurangan zat besi Ini adalah salah satu contoh tentang keterkaitan antara semua tujuan-tujuan MDGs. tersebut jika mereka mendatangi klinik pra persalinan dimana mereka menerima suplemen zat besi. yang membawa kita ke tujuan berikutnya. Ini dapat terjadi selama kehamilan ketika tubuh ibu memerlukan lebih banyak zat besi. Berdasarkan datadata tersebut. Ya. target yang harus dicapai adalah 97. Perawatan antenatal juga mengalami peningkatan. Anemia membuat perempuan jauh lebih rentan untuk sakit dan meninggal. Bila terjadi kemajuan di satu tujuan. kita bisa mencoba untuk memastikan bahwa para ibu berada dalam kondisi terbaik dan tetap bertahan. 22 . saat ini menunjukkan angka 73%. sulit untuk mengukur sejauh mana pencapaian target akses untuk kesehatan reproduksi. Jika kita hendak mewujudkan tujuan yang berkaitan dengan angka kematian ibu. Indikator kedua yaitu proporsi persalinan yang ditolong oleh tenaga kesehatan terlatih. Data tersedia yang terdekat dengan tahun 1990 berasal dari tahun 1995. Melihat kecenderungan saat ini. sangat mungkin untuk mencapai tujuan lain. Perlu anda ketahui bahwa perempuan juga punya kecenderungan anemia jika mereka terkena malaria. Indonesia tidak akan mencapai target. Anda mungkin masih ingat dalam tujuan MDGs sebelumnya bahwa saat ini kebanyakan anak meninggal segera setelah kelahiran. sekitar seperlima perempuan hamil kekurangan gizi dan separuhnya menderita anemia. masih ingat Anemia? Anemia adalah rendahnya kadar zat besi dalam darah. kita juga perlu memikirkan tentang apa yang terjadi sebelum dan selama kehamilan. perlu memperbaiki perawatan di pusat-pusat kesehatan. Saat ini. Perempuan yang secara rutin mendatangi klinik pra persalinan biasanya mengetahui apa yang harus mereka lakukan apabila terjadi keadaan darurat. Lebih dari itu. Selain melindungi kesehatan ibu.0%. Namun demikian.karena banyak rumah sakit kabupaten kekurangan staf dan tidak memiliki layanan 24 jam. perawatan pra dan pasca persalinan juga memberi manfaat pada anak-anak serta dapat menyelamatkan nyawa mereka.

dianggap sudah memasuki Tujuan keenam dalam MDGs menangani berbagai kondisi generalised epidemic. Bahkan di Papua . sejak 1987 sampai Juni 2008. karena penularan HIV tidaklah semudah yaitu virus penyebab Acquired Immuno Dekciency penularan virus lain. yaitu penyebaran kelompok resiko tinggi. namun di beberapa wilayah tersebut diperkirakan telah tertular. HIV tidak Indonesia beruntung bahwa HIV belum mencapai menyebar melalui sentuhan. Pada urutan luas lagi sebenarnya sangatlah mungkin untuk teratas adalah Human Immunodekciency Virus (HIV). dicegah. Psikotropika dan Zat Aditif Lainnya sekitar setengah juta penasun dan sekitar setengah 20 (Napza) suntik (penasun) dan pekerja seks. Hal ini berarti sudah terlihat kecenderungan bahwa epidemi ini para pengguna jasa PSK pun termasuk ke dalam akan menyebar ke populasi umum. terdapat sekitar 200.1% dari jumlah Dalam kenyataannya. Virus HIV tidak menular melalui sentuhan. Di negara-negara lain. penularannya dari satu orang ke orang lain. Epidemi yang lebih penyakit menular paling berbahaya. seperti yang dapat kita amati berisiko tinggi karena mereka sering tukar menukar terjadi di tempat lain.000 dan 219.000.479 di antaranya telah meninggal. Kelompok sana HIV menyebar ke penduduk lainnya sehingga utama berisiko tinggi lainnya adalah pekerja seks menyebabkan ”epidemi yang menyebar ke populasi (PS – dulu Pekerja Seks Komersial). misalnya. sekitar 6% dari para pekerja kelompok tersebut.000 PSK perempuan. Jumlah itu merupakan 0. Jumlah penduduk Indonesia bekerja bersama seseorang yang hidup dengan yang hidup dengan virus HIV diperkirakan antara HIV. Laki-laki yang berhubungan tercatat 12. 172. sehingga memungkinkan penularan dari sisa penularan awalnya menyebar dengan cepat di antara darah pada alat suntik yang baru digunakan dari dua kelompok berisiko tinggi. Anda tidak akan positif kondisi seperti yang terjadi di Afrika dan beberapa tertular HIV hanya dengan hidup bersama atau negara Asia Tenggara. Di Indonesia. Jadi. MALARIA SERTA PENYAKIT LAINNYA dari pengguna napza suntik ke pasangan seksnya. mungkin Tidak. Menurut Komisi Penanggulangan AIDS karena orang tidak memahami bagaimana cara Nasional (KPA). Benarkah? Saya pikir HIV sangat mudah menular bukan hanya terhadap kesehatan masyarakat namun juga terhadap negara secara keseluruhan. sebagian besar adalah bahkan ciuman dengan orang yang tertular HIV. yaitu para pengguna satu orang ke orang lain. Dari dari mereka diperkirakan telah tertular . Di Indonesia umum (generalised epidemy)”. stigma tentang HIV muncul penduduk. Hanya dalam kondisi-kondisi tertentu. jarum. Para pengguna narkoba ancaman utama. Memerangi HIV dan AIDS. Di Indonesia terdapat Narkotika. laki-laki19. misalnya inluenza.TUJUAN 6: MEMERANGI HIV DAN AIDS. malaria serta penyakit lainnya Risiko terbesar adalah melalui kontak langsung dengan darah yang tertular atau melalui hubungan Mungkin Ya.686 kasus AIDS – 2. bagaimana cara penularannya? Jadi kita bisa terbebas 23 . HIV masih menjadi seks tanpa pelindung. Syndrome (AIDS) – terutama karena penyakit ini dapat membawa dampak yang menghancurkan. Di penularan memang masih terkonsentasi pada dua Jakarta.

alasan lain mengapa orang enggan untuk menjalani tes atau pengobatan adalah karena stigma yang melekat pada HIV dan AIDS. para ibu hamil yang terinfeksi HIV juga dapat menularkannya ke anak yang baru mereka lahirkan. Seyogyanya antiretroviral gratis. Berisiko tinggi terhadap apa? Terhadap epidemi yang meluas. Di Tanah Papua hanya sedikit orang yang menggunakan napza jarum suntik. kelihatannya. Tanah Papua (Papua dan Papua Barat) telah menunjukkan betapa cepatnya virus tersebut menyebar. misalnya. Walaupun di kebanyakan wilayah Indonesia HIV belum menyebar ke populasi umum. Atau. Jadi bagaimana kita bisa mencegahnya? Prioritas pertama. mengaku bisa mengetahui pelanggannya tertular atau tidak hanya dengan melihat pelanggan tersebut. Menurut Departemen Kesehatan.5% penduduk di dua propinsi Papua hidup dengan HIV22. Ini dapat terjadi dengan cukup cepat. Seperti yang terjadi di Tanah Papua. Apa perlunya menjalani tes apabila tidak bisa disembuhkan? Jika seseorang mengetahui bahwa mereka positif terinfeksi HIV. Selain itu. lebih memilih berhubungan seks tanpa kondom karena alasan tidak nyaman. dengan istrinya di rumah. Padahal faktanya adalah kita tidak dapat mengetahui seseorang terinfeksi HIV secara ksik jika memang belum muncul gejala penyakit ketika sistem kekebalan tubuh mereka sudah menurun (tahapan AIDS). pada tahun 2010 jumlah penduduk yang tertular HIV diperkirakan mencapai setengah juta orang. diri sendiri. Masyarakat juga perlu mengetahui bagaimana penularan terjadi serta cara melindungi Apa yang harus dipertentangkan? Banyak yang berpendapat. ini menggambarkan Indonesia menghadapi risiko penyebaran HIV yang lebih cepat melalui penularan seksual. namun tanpa penanganan yang tepat ia dapat menyebar dengan sangat cepat. kesadaran saja tidak cukup. Di Papua saat ini sudah terjadi epidemi yang menyebar ke masyarakat luas21. perlu membagikan 24 . menunjukkan bahwa 40% tidak mengetahui bagaimana menghindari infeksi HIV24.mereka harus mengurangi kemungkinan menularkannya kepada pasangan. Seseorang yang telah memiliki informasi dasar (sekitar 66%. Memang dalam beberapa hal Indonesia sangat rentan. hanya sekitar setengah dari mereka yang menggunakan kondom. Oleh sebab itu menjadi penting bahwa siapa pun seharusnya berkesempatan menjalani tes serta memperoleh konseling yang tepat.3% pasangan yang menggunakan kondom sebagai alat keluarga berencana. tidak mengetahui fakta-fakta dasar HIV dan AIDS serta enggan untuk merawat orang yang terkena HIV. bila tidak ada tindakan efektif23. misalnya. namun lebih banyak orang yang menggunakan jasa PSK dan juga pada tingkat hubungan seks pra-nikah yang lebih tinggi. Sebuah survei terhadap para remaja yang beranjak dewasa yang dilakukan selama 20022003. melakukan hubungan seks. dimana 2. Jika kita ingin mencegah meluasnya epidemi. Masih cukup banyak laki-laki yang telah berhubungan seks dengan PSK tanpa kondom. HIV berpotensi menyebar dengan cepat – dari para pengguna narkoba suntik dan para PSK.seks secara tidak aman dengan laki-laki juga berisiko tinggi.dari mereka dalam usia reproduktif. Ini terutama karena kekurangtahuan. Meskipun ia sudah tertular HIV? Boleh jadi tanpa sepengetahuannya. Dan meskipun belum dapat disembuhkan. juga tanpa kondom. bahkan satu juta. Salah satu masalah paling penting adalah rendahnya penggunaan kondom. 61% wanita dan 71% pria . Banyak PSK. kepada para pelanggan pekerja seks dan kemudian kepada penduduk. Banyak orang mungkin terlalu malu untuk membeli atau membawa-bawa kondom. Bahkan di antara para PSK. namun dalam prakteknya ada biaya pendaftaran dan biaya-biaya lain. perlu membahas penyakit tersebut secara terbuka dan jujur serta mengambil langkah-langkah praktis. SDKI 2007) mungkin tidak akan mengubah perilaku mereka. Hanya sekitar satu dari dua puluh orang yang tertular HIV telah melakukan tes. Hanya sekitar 1. dan saat ini antiretroviral hanya tersedia di rumah sakit kota besar. Kebanyakan orang sadar tentang penyakit tersebut namun memiliki pandangan yang keliru. Selain itu. saat ini ada obat-obatan yang disebut antiretroviral yang dapat membantu mengendalikan laju penyakit tersebut. Oleh sebab itu. Bahkan sebagian dokter dan perawat. kemudian dengan tanpa rasa bersalah ataupun khawatir. melalui pemberian air susu ibu (ASI) kepada bayinya. masyarakat harus mengetahui semua fakta. meskipun kelihatannya akan banyak ditentang. Namun.

Indonesia telah menggunakan DOTS sejak 1995.kondom gratis di kawasan pekerja seks atau jarum suntik gratis kepada para pengguna narkoba. Namun ini tidak berarti bahwa mereka sudah sembuh. Apa tujuan yang hendak dicapai? Target MDGs untuk HIV dan AIDS adalah menghentikan laju penyebaran serta membalikkan kecenderungannya pada 2015. Dibandingkan HIV dan AIDS. meskipun di tempat lain penurunan tersebut terjadi lebih lambat. Angka penduduk yang “BTA (Batang Tahan Asam) positif” TBC diukur per 100. Namun kebanyakan orang. Masalah utama kita saat ini adalah rendahnya kesadaran tentang isu-isu HIV dan AIDS serta terbatasnya layanan untuk menjalankan tes dan pengobatan. berdampak pada lebih banyak orang yaitu sekitar 582. Setiap tahun satu orang dapat menulari sekitar 10 hingga 15 orang dengan melepaskan bakteri TBC ke udara yang dapat dihirup oleh orang lain. Sementara yang lain menentang hal ini karena seakan membiarkan atau mendorong perilaku tak bermoral atau berbahaya. misalnya.000. karena hal itu akan mendorong timbulnya turunan (strain) TBC yang kebal terhadap obat-obatan yang ada saat ini. kurangnya pengalaman kita untuk menanganinya dan anggapan bahwa ini hanyalah masalah kelompok risiko tinggi ataupun mereka yang sudah tertular.propinsi bagian Timur. kita juga harus beranggapan bahwa pada akhirnya semua orang berisiko dan berarti pendekatan yang digunakan pun akan berbeda. Penyembuhan ini mencakup pemberian tiga atau empat obat dosis tinggi selama enam bulan. mulai dari 64 di Jawa dan Bali. sejak 1990 prevalensi penyakit TBC telah berkurang setengahnya. Ini adalah kasus di mana pengobatan yang tidak tuntas lebih buruk daripada tidak diobati. Saat ini kita mendeteksi lebih dari tiga perempat kasus. namun untuk itu diperlukan satu upaya besar-besaran dan terkoordinasi dengan baik di tingkat nasional. hingga 160 di Sumatera dan 210 di propinsi. Selain itu. namun tidak seburuk itu. Apakah kita lebih maju dalam menangani Malaria dan TBC? Ya. tanpa menghujat atau merendahkan kelompok lain. Namun HIV dan AIDS menghadapkan kita pada pilihan keras dan sulit.000 orang. Kita bisa saja mencapai target ini. Strategi standar penyembuhan TBC adalah apa yang disebut strategi penyembuhan jangka pendek dengan pengawasan langsung (Directly-Observed Treatment Short-course/DOTS). di mana tingkat penyembuhan sekitar 91%. Memang komunikasi perlu ditingkatkan antara yang mendukung dan menolak pendekatan penurunan dampak buruk. 25 . bahwa mereka memiliki kelompok sasaran masing-masing. Beruntung bahwa kita sekarang memiliki Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) yang aktif sehingga dapat membantu kita mewujudkan tujuan ini. TBC sudah ada lebih lama. Berhenti meminum obat tidak baik untuk mereka dan untuk orang lain. Pertama. Kedua. TBC dapat disembuhkan. yaitu 91%. kita belum dapat mengatakan telah melakukan dua hal tersebut karena di hampir semua daerah di Indonesia keadaannya tidak terkendalikan. Saat ini. Setiap tahun sekitar 100.000 orang meninggal karena TBC. meski sebenarnya. karena kebanyakan orang yang terinfeksi tidak segera menunjukkan gejala-gejala aktif. TBC. mereka harus menjalani proses penuh. betul-betul sembuh dan berkat DOTS kita telah memenuhi target MDGs untuk membalikkan kecenderungan penyebaran penyakit tersebut. sangat menular. yang merupakan penyebab kematian ketiga terbesar. Untuk sembuh total. Di Jawa dan Bali. Mengapa tidak seluruhnya? Seringkali karena orang berhenti meminum obat ketika mereka merasa lebih sehat. titik awalnya lebih buruk. Stigma yang masih kuat menganggap bahwa HIV hanya akan menular pada orang-orang tidak bermoral. Kondisi ini dapat terlihat secara jelas jika dibandingkan dengan respon terhadap penyakitpenyakit lain seperti malaria dan Tuberculosis (TBC). yang utamanya menggerogoti paru-paru. Yang paling mungkin menderita adalah mereka yang sistem kekebalannya melemah. dimana lebih mudah melibatkan masyarakat karena tidak ada stigma dan diskriminasi terhadap penyakitpenyakit tersebut. Terdengar sangat berbahaya Memang. Menjadi sebuah tantangan untuk mengajak semua pihak merasakan ini sebagai masalah yang perlu dihadapi bersama. Selain kelompok berisiko tinggi. Angka ini bervariasi. dan saat ini. Jadi setiap orang perlu untuk mengambil langkah perlindungan yang diperlukan. jadi ada keterkaitan yang kuat antara virus HIV yang dampak utamanya adalah melemahkan sistem kekebalan.

di tempat-tempat di orang yang menderita malaria tidak melaporkannya. Secara menyeluruh. Bagi semua kelompok ini. di kasus dan mengobatinya. TBC dan Malaria. Juga penting untuk memastikan hutan-hutan selama musim hujan. Tantangan utamanya adalah jumlah tempat-tempat dimana nyamuk dapat memperluas program DOTS . nyamuk tidak prevalensi malaria sudah turun mencapai tingkat yang dapat membawa parasit. Kemudian bahwa kita tetap menyimpan pasokan obat-obatan kita perlu melindungi diri kita sendiri dari nyamuk yang diperlukan dan bahwa pasien terus menjalani dengan menyemprot rumah dengan insektisida atau proses penyembuhan secara penuh. cukup rendah. Dan setiap tahun. meskipun ia menurunkan kesehatan. Kabar baik kalau begitu pencapaiannya? Di kabupaten-kabupaten di Indonesia bagian 26 . biasanya di berbagai Mengapa begitu? kabupaten kawasan Timur. berpindah ke pinggiran hutan. Sekarang ini Apakah kasus malaria menurun atau meningkat? pengobatan utama adalah dengan terapi kombinasi Kita tidak punya informasi yang cukup untuk bisa obat artemisin (artemisin combination therapy). Di Jawa dan Bali. LSM kemarau atau di cekungan-cekugan air hujan di dan pihak lain. di kabupaten-kabupaten Jadi tahap akhir dalam perjuangan melawan malaria Daripada menunggu Indonesia bagian Timur serta sejumlah tempat lain adalah pemberantasan. mana kasusnya lebih sedikit. banyak yang mengungsi ke pembawa malaria. Secara khusus. separuh dari penduduk Indonesia. kita dapat mengatakan bahwa kita sudah penyakit-penyakit menular lainnya. Pertama. dan survei terperinci hanya di daerah-daerah yang paling parah terkena dampak. Seperti yang dapat anda bayangkan. utama adalah pencegahan. atau sekitar 90 Begitu pula bila terjadi bencana alam. Malaria sendiri. Hampir lahan lebih luas. namun juga malaria. yang menjadi tugas utama adalah mencegah Ya. Kebanyakan sangat efektif. ditemukan 18 tempat-tempat yang membuat mereka lebih mudah terserang. Pelayanan di daerah-daerah terpencil sulit Siapa yang membayar ini semua? untuk hampir semua penyakit. Ini memutus siklus infeksi. Ini membawa kita ke Apakah kita bisa lebih memastikan tujuan ketujuh. Mereka tinggal di rumah-rumah dengan standar Malaria dapat membuat orang tidak bisa bekerja – buruk dan tidak mampu membeli kelambu.Timur. Termasuk yang diperkirakan menimbulkan kerugian sekitar 60 penduduk miskin yang karena ingin mendapatkan juta dollar karena hilangnya pendapatan. yaitu dengan menciptakan lingkungan alam sasaran untuk mencapai tujuan MDGs. yang memberikan gambaran yang lengkap. kita harus mengurangi terinfeksi setiap tahun. terapi pengobatan juga Hanya sekitar 20% orang yang mencari pengobatan. Kenyataannya. menjadi sebuah bentuk pencegahan yang penting.yang saat ini lebih berkembang biak – biasanya di sungai-sungai dan banyak dikonsentrasikan di pusat-pusat kesehatan anak-anak sungai yang tidak beriak selama musim – dengan melibatkan lebih banyak komunitas. khususnya untuk anak-anak. dengan menggunakan kelambu yang sudah dicelup kita harus lebih banyak menjangkau daerah-daerah insektisida. bukan hanya TBC Sebagian dana berasal dari anggaran kesehatan. dan manusia yang lebih sehat. ditambah dukungan dari Dana Global (Global Fund) untuk AIDS. atau demikian ini mungkin saja terjadi karena adanya para pekerja kesehatan pergi berkeliling mencari survei-survei yang lebih baik. orang harus membayar untuk melindungi diri mereka khususnya anak-anak dan ibu-ibu hamil. Lebih dari setengah juta penduduk masih membawa parasit. Namun pasien mendatangi pusat-pusat kesehatan. 2005). namun TBC masih merupakan masalah sangat infeksi. seperti juta orang. jadi kita tepat malaria kita dapat mencapai kemajuan yang cukup besar. tinggal di daerah-daerah dengan nyamuk tsunami di Aceh. prioritas juta kasus malaria (Depkes. dalam hal membalikkan kecenderungannya. dan memiliki dampak ekonomi yang sangat besar. Sebaliknya. Seperti halnya dengan Indonesia. Jika tidak ada manusia yang terinfeksi. terjadi peningkatan jumlah kasus malaria. dimulai dengan nyamuk anopheles yang besar. paling parah terkena adalah keluarga termiskin. Namun mereka juga perlu untuk memperoleh pengobatan. terpencil. yang membuat mereka lebih rentan terhadap penyakit lain. Namun kebanyakan Tapi paling tidak malaria tidak mematikan Biasanya tidak.

Hampir semua data yang ada berikut ini. Pengetahuan– Proporsi kelompok yang tahu bagaimana mencegah infeksi dan menolak kesalahpengertian utama 2004: PSK. laki-laki yang berhubungan seks dengan laki-laki. 24%. terkait dengan kelompok-kelompok berisiko tinggi. pelanggan pekerja seks. Target 6B: Tersedianya akses universal untuk perawatn terhadap HIV/AIDS bagi yang memerlukan. 2004-2005: PSK perempuan. Tanah Papua 17%. belum ada data tersedia. PSK laki-laki 2004: Jakarta. pelanggan pekerja seks. 24%. 27 . 43%. MALARIA SERTA PENYAKIT LAINNYA Target 6A: Menghentikan dan mulai membalikkan tren penyebaran HIV dan AIDS pada 2015 Prevalensi saat ini adalah 5.000 atau setara dengan 582. Target 6B: Menghentikan dan mulai membalikkan kecenderungan persebaran malaria dan penyakit-penyakit utama lainnya pada 2015 Malaria – Tingkat kejadian hingga 18. Tes – Melakukan tes selama 12 bulan terakhir dan mengetahui hasilnya. pengguna napza jarum suntik. Tuberkulosis (TBC) – Prevalensi: 262 per 100. 43%. 3%.000 kasus setiap tahunnya. Prevalensi HIV– Para pengguna napza jarum suntik 2003: Jawa Barat. pengguna napza jarum suntik 18%. Jumlah ini mungkin sudah turun. pada 2010 Untuk target ini.6 juta kasus per tahun. kita semestinya bisa melakukannya. 15%.6 per 100.TUJUAN 6: MEMERANGI HIV DAN AIDS. PSK perempuan 2003: Jakarta. Deteksi kasus: 76%.000 orang di tingkat nasional namun pada saat ini tidak ada indikasi bahwa kita telah menghentikan laju penyebaran HIV dan AIDS. 20%. laki-laki yang berhubungan seks dengan laki-laki. Angka keberhasilan pengobatan DOTS: lebih dari 91%. 4%.7%. Narapidana 2003: Jakarta. 6%. Meskipun demikian. 15%.

tujuan ini menelaah seberapa besar wilayah kita yang tertutup oleh pohon. atau seluas propinsi Kalimantan Selatan. 28 . membanjiri sungai-sungai dan jalur air serta atmosfer dengan lebih banyak polutan. Yang paling rentan adalah kawasan yang digolongkan “hutan konversi”. Pertama. Sebaliknya. Tujuan MDGs ketujuh adalah untuk menghalangi kerusakan ini. Kayu sangat berharga sehingga banyak perusahaan siap mencurinya.5 juta hektar hutan per tahun25. Wilayah yang sebenarnya berhutan hutan”. Kita menebang pohon. anda akan melihat hanya tersisa sedikit pohon dalam dua perlima area hutan produksi. Ini penting bagi Indonesia karena kita memiliki sejumlah hutan yang paling kaya dan paling beragam di dunia. Kenyataannya. kita memiliki 127 juta hektar “kawasan populasi pohon. Namun tidak untuk jangka waktu yang terlalu lama lagi. Kawasan yang paling terlindungi adalah ”kawasan konservasi” dan ”hutan lindung”. menurut Departemen ”kawasan hutan” tersebut hanya memiliki sedikit Kehutanan. Kawasan dengan tingkat perlindungan lebih rendah adalah dua jenis ”hutan produksi” yang digunakan untuk mendapatkan kayu atau hasil hutan lainnya .1. Citra satelit menunjukkan bahwa pada 2005. Dalam beberapa kasus.TUJUAN 7: MEMASTIKAN KELESTARIAN LINGKUNGAN Memastikan kelestarian lingkungan Pembangunan di Indonesia telah banyak mengorbankan lingkungan alam. yaitu sekitar dua pertiga luas wilayah kita. atau sekitar 50% wilayah Indonesia. yang sesuai namanya bisa digunakan untuk tujuan-tujuan lain. separuh kayu Indonesia diperkirakan dihasilkan lewat pembalakan liar. Selama periode 1997 hingga 2000. Apa yang terjadi dengan pepohonan yang tersisa? Salah satu masalah utama adalah penebangan liar. 2006 Sumber: Departemen Kehutanan. Gambar 7. karena dua pertiga wilayah Indonesia adalah hutan Akan demikian halnya apabila kawasan tersebut benar-benar kawasan hutan. citra satelit juga menunjukkan bahwa sebagian dari lahan yang tidak diperuntukkan sebagai hutan pada kenyataannya adalah hutan. merusak lahan. Mencermati Gambar 7. kadang-kadang lewat kolusi dengan pejabat setempat. hanyalah sekitar 94 juta hektar.1 Kategori “Kawasan Hutan” dan Cakupan Hutan yang Sesungguhnya. 2006 Kawasan ini dibagi menjadi berbagai kategori dengan tingkat perlindungan yang berbeda. kita kehilangan 3. Tidak terlalu buruk.namun dengan keharusan penanaman kembali. Namun demikian.126. Mengherankan bahwa masih ada hutan yang tersisa Cukup serius. sepertiga dari Memang. seperti yang terlihat pada Gambar 7.

kimia dan pestisida –begitu Itu bukan salah kita. khususnya sekitar 10 juta penduduk miskin. Secara keseluruhan. Ini berisiko jika digunakan di rumah. Konsumsi minyak bumi. Sementara itu. Namun kita memiliki pengelolaan yang buruk dan kesulitan dalam menegakkan peraturan. Jadi kita tidak cukup berhasil Tidak. Penggundulan hutan juga seringkali disertai dengan kebakaran hutan yang menimbulkan masalah kesehatan yang serius selain memproduksi gas rumah kaca yang dilepaskan dalam jumlah besar ke atmosfer. Tentu saja kita juga perlu mengkhawatirkan emisi bahan bakar lain yaitu “gas rumah kaca”. juga menghasilkan banyak karbon dioksida. namun memonitor seberapa besar penggunaan energi kita. Di tingkat nasional kita mempunyai niat yang benar. lingkungan hidup Indonesia telah cukup tercemar. pula polusi udara. khususnya tumpahan minyak. termasuk Indonesia. atau LPG (Liquiked Pertoleum Gas). Saya banyak menggunakan energi untuk membaca laporan ini Juga sangat menarik bukan? Tetaplah membaca. misalnya. untuk indikator MDGs ini.5% pada 2004. Kita harus berbuat lebih banyak untuk memberantas kejahatan dan korupsi di bidang kehutanan. Yang juga perlu dilakukan adalah pengalihan pengendalian hutan kepada komunitas setempat sehingga mereka bisa hidup dari hutan dan mendapatkan insentif untuk mengelola dan melindungi hutan tersebut. Apa yang salah dengan bahan bakar padat? Biasanya lebih kotor karena menghasilkan uap dan asap. salah satu indikator MDG lainnya jelas mencerminkan hal ini. sebagian komunitas pedesaan yang kekurangan lahan juga telah merambah hutan lebih jauh. sumber daya kelautan di Indonesia juga telah terkena dampak penggundulan hutan. Situasinya semakin rumit ketika pemerintah daerah mempunyai deknisi peruntukan lahan yang bertentangan dengan defenisi nasional. Namun banyak negara-negara berkembang. khususnya yang berasal dari industri dan semburan asap kendaraan bermotor. Laut kita pun menghadapi risiko polusi lainnya. khususnya karbon dioksida yang naik ke lapisan atas atmosfer dan memanaskan planet ini. di daratan kita dihadapkan pada polusi limbah beracun. Tanah tersebut mengalir bersama sungai ke laut sehingga menghancurkan terumbu karang. “intensitas energi” kita meningkat terus hingga saat ini mencapai 95.lahan juga dibuka untuk tujuan-tujuan lain seperti perkebunan kelapa sawit.2% pada 1989 menjadi 47. menggunakan lebih banyak energi tidak serta-merta berarti lebih banyak pencemaran. Kebanyakan gas rumah kaca berasal dari negara-negara kaya Memang betul bahwa negara-negara maju paling banyak menghasilkan emisi industri. Tinggal satu tujuan MDGs lagi yang akan dibahas. karena banyak dari energi tersebut merupakan hasil industrialisasi yang biasanya mengkonsumsi lebih banyak energi. Kita punya pohon bawah laut? Tidak. Indikator tersebut melihat pada proporsi penduduk yang menggunakan bahan bakar padat. Dalam kenyataannya. termasuk kelompok masyarakat adat27. dan semua ini menimbulkan masalah besar bagi penduduk yang menggantungkan penghidupan mereka pada hutan. Pada 29 .3 kg setara minyak per 1. Penggundulan hutan juga mengurangi keragaman hayati kita. namun penggundulan hutan dan kerusakan lahan menyebabkan erosi berupa pengikisan lapisan tanah oleh air hujan. Seperti yang sudah anda bayangkan. dari 70. Selain itu. MDGs tidak memiliki indikator untuk polusi.000 $ (Dep. Kenyataannya. Sejak itu. khususnya lautan yang menjadi lapangan pekerjaan bagi 3 juta orang. Indonesia masih jauh dari target. khususnya jika kita beralih menggunakan bahan bakar yang lebih bersih. ESDM. 2006). Namun demikian. dan bukan menggunakan minyak tanah. Namun kita juga memiliki banyak sumber daya alam lain yang dengannya penduduk miskin bisa bertahan hidup. kita berada di titik yang rendah pada 1998 menyusul krisis ekonomi. Ini artinya menggunakan kayu atau batubara. Memang proporsi penduduk yang menggunakan bahan bakar padat sudah menurun secara tajam. Pemerintah telah berikrar untuk melindungi lingkungan. Jadi bagaimana kita bisa mengejar ketertinggalan? Mungkin agak sulit. khususnya bagi perempuan dan anak-anak karena bisa terkena dampak buruknya. Tentu saja energi yang sedang kita bahas ini tidak berasal dari makanan namun dari berbagai jenis bahan bakar.

tahun 2000 setiap orang mengeluarkan rata-rata 1. Sebaliknya. mengurangi impor bahan-bahan tersebut dan berhenti menggunakan persediaan yang ada. Jadi yang telah digunakan dalam produk penyemprot untuk itu indikator yang digunakan adalah proporsi aerosol dan lemari pendingin. Mari kita lanjutkan ke bahan pembicaraan yang lain Dari hutan dan gas. Apakah akan memberikan perkiraan tentang apa yang anda akan meminumnya? sedang terjadi. Di Indonesia kita memiliki banyak hutan rawa dimana pembusukan tanaman berjalan sangat lambat. jelas bahwa kerusakan hutan-hutan kita bukan Rasanya tidak saja merusak warisan lingkungan kita. Dan MDGs merusak. Ini merujuk pada penggunaan penjualan yang semakin meningkat pesat31. pada saat yang sama kita menggunakan bahan-bahan lainnya lebih banyak lagi. kita memiliki regulasi berkaitan dengan bahan-bahan tersebut. Namun demikian. Mungkin anda bisa mendapatkan air dari sumur Pemerintah sedang mengkaji isu tersebut dan atau sungai. Sejumlah LSM berpendapat bahwa kerusakan lahan gambut dengan cepat mengubah Indonesia menjadi salah satu penghasil emisi karbon dioksida terbesar di dunia29. Seperti halnya regulasi tentang hutan. banyak dari karbon dioksida tersebut lepas ke atmosfer. bahan-bahan tersebut menjadi satu lapisan gambut yang tebal. dengan bantuan internasional Indonesia telah berhasil menghapuskan 3. Indonesia tidak dapat penduduk yang memiliki akses berkelanjutan menghasilkan bahan-bahan kimia ini. Indonesia merupakan konsumen air kemasan terbesar ke Saya merasa sangat khawatir delapan di dunia dengan konsumsi lebih dari Untungnya. 30 .15 metrik ton karbon dioksida ke atmosfer . sementara sisanya berasal dari kehutanan dan pertanian. Meskipun di satu sisi. namun kita terhadap satu ”sumber air yang terlindungi menggunakannya. anda dapat membeli air kemasan. bahan-bahan yang mengurangi “lapisan ozon”. Apa pun cakupan kerusakanannya. Namun lapisan ozon dapat hilang oleh tidak menganggap air kemasan sebagai sumber bahan-bahan seperti chloroluorocarbons (CFC) yang berkelanjutan bagi kebanyakan orang. Namun bisa memberikan anda “akses terhadap air minum ini bukan satu-satunya emisi yang harus kita yang aman.” Atau jika anda mempunyai pendapatan khawatirkan. Baiklah. Seringkali masalahnya terletak pada perusahaan-perusahaan yang lebih kecil. Lebih dari separuhnya berasal dari industri. anda dapat merebusnya. kenyataan yang sesungguhnya mungkin 7 milyar liter per tahun pada 2004 dan dengan tidak terlalu dramatis. kita masih mengimpor secara ilegal bahanbahan tersebut. bermeter-meter ke dalam tanah dan menyimpan milyaran ton karbon dioksida.34 metrik ton. tetapi juga Di lain pihak.696 ton bahan-bahan perusak lapisan ozon30. Selama periode 1992-2002. Namun angka-angka tersebut bisa menjadi sangat besar bila memasukkan kebakaran hutan dan kehancuran lahan gambut. sekarang saatnya untuk beralih ke cairan dan khususnya air minum. Pada tahun 2005 tingkat emisi naik menjadi 1. Selama ribuan tahun. namun kita juga kesulitan untuk menjalankannya. Tujuan MDG ketujuh antara lain menetapkan target untuk menurunkan separuh dari proporsi penduduk yang tidak memiliki “akses yang berkelanjutan terhadap Betulkah? air minum yang aman. rutin.” Namun apa artinya itu? Pada saat ini kita tidak memiliki angka yang pasti. Ketika rawa dikeringkan atau gambut terbakar. Bagaimana dengan kita? Apakah kita juga ikut menghilangkan lapisan ozon? Rasanya memang demikian. rumah tangga atau transportasi. sangatlah sulit untuk dapat Ozon membentuk satu lapisan perisai yang memahami bagaimana masyarakat mendapatkan melindungi bumi dari radiasi matahari yang akses dengan cara-cara seperti itu. Apakah anda siap untuk membahas topik utama yang lain? Lahan gambut? Gambut adalah satu kandungan bahan-bahan organik yang membusuk. kita makin mengurangi penggunaan sejumlah bahan yang merusak. sehingga tugas pertama adalah (improved water source)”. atau dari hidran atau keran air. sehingga menyumbang pada pemanasan global.

untuk dapat mencapai Dengan menggunakan standar tersebut. Sepertinya itu bisa dipahami Namun dalam kenyataannya. 2006 31 . Di kawasan perdesaan sistem yang Indonesia adalah 52. nampaknya kita hampir memenuhi target. yang sudah diberi pembatas atau memiliki pagar atau tutup untuk melindunginya dari kontaminasi hewan. Angka rata-rata nasional untuk perdesaan. misalnya.3. Bahkan ada berbagai standar yang berbeda tentang “kebersihan” air. Untuk mengurangi separuh proporsi penduduk yang tidak memiliki akses pada 2015 berarti harus mencapai angka sekitar 80%. Artinya. angka 50% 78% di Jakarta. meskipun angka ini telah terpasang mencapai 50%. Air seperti itu dapat dikatagorikan sebagai “air yang bersih” meskipun tidak bisa disebut air minum yang aman. Gambar 7. tersebut menunjukkan satu peningkatan yang perlahan namun pasti. Perkotaan dan Pedesaan Sumber: BPS – Susenas berbagai tahun dan Departemen PU. 2006 Sumber: BPS – Susenas berbagai tahun dan Departemen PU. tetapi tidak bervariasi dari 34% di Sulawesi Barat hingga terpelihara dengan baik. mensyaratkan bahwa sumber air paling tidak harus berjarak minimal 10 meter dari tempat yang Kita sedang menuju ke arah yang tepat digunakan untuk pembuangan tinja. Susenas target minimal “air bersih” akan sulit.3 Akses terhadap Sumber Air yang Terlindungi. 2006 Gambar 7. dengan kemajuan yang kita capai hingga saat ini.90% 80% 70% 60% 50% 40% 30% 20% 10% 0% Jakarta Bali Kalimantan Timur Kepulauan Riau Yogyakarta Sulawesi Utara Jawa Timur Kalimantan Barat Maluku Kalimantan Selatan Jawa Tengah Sulawesi Tenggara Sumatera Utara Iindonesia Sulawesi Selatan Riau Jambi Sumatera Barat Irian Jaya Barat Sumatera Selatan Nusa Tenggara Timur Maluku Utara Lampung Nusa Tenggara Barat Jawa Barat Sulawesi Tengah Banten Gorontalo Papua Kalimantan Tengah Bengkulu Nanggroe Aceh Bangka Belitung Sulawesi Barat Apa artinya terlindungi? Itu bisa saja sebuah sumur. Kecenderungan terkini di tingkat pun bisa jadi hanya perkiraan optimistis karena nasional dapat dilihat pada Gambar 7. Penyebabnya telah memberikan perkiraan seperti yang terlihat berbeda-beda antara kawasan perkotaan dengan di Gambar 7. Ya. misalnya. Satu standar.2 Akses terhadap Sumber Air yang Terlindungi menurut Propinsi. Gambar mencakup sistem yang tidak bekerja dengan baik. Atau bisa saja air sungai yang telah disaring oleh perusahaan air untuk menghilangkan hampir semua sumber kontaminasi dan kemudian menyalurkannya melalui pipa.2.1%.

Di Jakarta. Dalam hal apa? Sebagian besar karena sistem sanitasi yang buruk mencemari pasokan air. Sebaliknya. Pendekatan ini berjalan baik namun bisa makan waktu lama. berbagai tahun Jadi apa yang harus kita lakukan? Jelas kita harus lebih banyak menanamkan investasi untuk pemasokan air. Siapa? Tanggung jawab keseluruhan dipegang oleh pemerintah daerah. Yang paling tidak beruntung adalah komunitas termiskin yang tidak mampu membayar pemasangan jaringan pipa air. sekitar separuh dari air PDAM bocor keluar dari pipa-pipa bawah tanah. seringkali bahkan sangat dekat. Karena mereka akan membayar bahanbahan atau perlengkapan yang digunakan. 32 . Penduduk yang mendapat akses ke jaringan pipa adalah penduduk yang beruntung. menggunakan air sumur atau air sungai. menaikkan harga sesuai dengan kebutuhan mereka dan sering menyalurkan air dengan harga di bawah semestinya. Namun tugas mereka menjadi lebih sulit karena tidak eksiennya perusahaan daerah air minum (PDAM) yang menyediakan air baik melalui jaringan pipa ke rumah tangga-rumah tangga atau kepada penduduk secara umum melalui hidran air. Di perdesaan harus lebih jelas siapa yang menjalankan sistem. Tidak mengherankan jika banyak PDAM yang mempunyai banyak utang. Di komunitaskomunitas yang menyebar. ada satu target MDGs untuk sanitasi. PDAM tidak eksien antara lain karena mereka tidak punya biaya untuk melakukan investasi. pasokan air yang terlindungi juga harus disertai dengan sistem sanitasi yang lebih baik karena dua hal tersebut saling berkaitan. Bagaimana dengan mereka yang tidak beruntung? Kebanyakan dari mereka. sistem yang didanai publik seringkali bersumber pada sumur atau mata air. pendekatan yang lebih baik bermula dari kebutuhan. Selain itu. Ini berarti pada akhirnya mereka harus membayar dari pedagang keliling dengan harga 10 hingga 20 kali lipat dibandingkan harga yang harus dibayar bila mendapatkan pasokan air dari jaringan pipa air minum. Selain itu. banyak dari infrastruktur yang rusak.Apa yang salah? Seringkali kurangnya pemeliharaan. Biasanya mereka tidak diijinkan untuk Gambar 7. Atau mungkin tenaga ahli yang awalnya ditugaskan untuk pemeliharaan sudah pindah. situasi di kota-kota besar dan kecil berbeda. Target tersebut adalah untuk mengurangi separuh proporsi penduduk yang tidak memiliki akses ke sanitasi yang aman. Beberapa bupati juga menganggap PDAM sebagai satu sumber pemasukan yang mudah. misalnya.4 Proporsi Penduduk yang memiliki Akses Terhadap Fasilitas Sanitasi yang Aman Sumber: BPS – Susenas. Di perdesaan. cakupan air pipa hanya meningkat 3 persen. Namun kita juga membutuhkan sistem pendanaan yang layak yaitu dengan mendapat pemasukan dari penduduk yang lebih kaya sementara memberikan subsidi yang tepat sasaran kepada penduduk miskin. Namun setelah sistem dipasang. tergantung pada hidran air. Siapa yang membutuhkan apa? “Berdasar kebutuhan” artinya komunitas harus memutuskan untuk diri mereka sendiri apa yang mereka inginkan dan meminta bantuan dalam merencanakan dan membangun pasokan air mereka. di masa mendatang mereka harus diberikan insentif untuk memelihara sistem mereka tersebut. Saat ini sekitar sepertiga dari rumah tangga di perkotaan mendapatkan akses jaringan pipa air ke rumah mereka dan jumlahnya tidak bertambah dengan cepat. Antara 1990 dan 2005. mungkin tidak jelas siapa yang bertanggung jawab untuk memeliharanya. yang juga dipastikan tidak akan menjangkau mereka yang hidup di permukiman kumuh. Seperti yang sudah anda perkirakan.

000 menjadi 54. semakin banyak manusia berdesakan di kota-kota. Bagaimana sebanyak 6 juta rumah dan memerlukan 1 juta caranya berinvestasi? Itu tergantung di mana anda tinggal. Namun hanya sedikit dari kita yang bisa memilikinya. Pada 2006. sawah. Kita perlu menanamkan investasi lebih banyak. Seberapa banyak lagi? Satu perkiraan menyebutkan bahwa selama sepuluh tahun ke depan. Indonesia telah mengalami banyak kemajuan. situasinya lebih sulit karena lebih terbatasnya ruang. Sementara. rumah baru setiap tahunnya. Di perdesaan. Hal yang dilakukan kebanyakan orang Memang demikian dan membuat satu sistem sanitasi yang baik akan menambah nilai rumah itu sendiri. banyak sistem tersebut di bawah standar.Apa syarat sanitasi yang “aman”? Jika beruntung. Dalam jangka lebih panjang kita perlu mencari cara untuk menyediakan sistem saluran air limbah umum sehingga semakin banyak orang dapat mengaksesnya. Penduduk termiskin pada awalnya paling tidak akan terus menggunakan toilet umum. menanamkan investasi dalam satu sistem sanitasi mungkin akan sama maknanya dengan investasi untuk memiliki rumah. Namun. Sejumlah ahli ekonomi memperkirakan bahwa. Seperti halnya pasokan air. sekitar 15 juta rumah masuk kategori di bawah standar33. untuk setiap rupiah yang diinvestasikan kita dapat menghasilkan keuntungan sepuluh kali lipat. Nampaknya. pemerintah dapat memberikan dukungan. Orang harus menyadari betapa pentingnya sanitasi yang baik dan merencanakan bersama sistem mereka sendiri. Jadi meskipun sistem tersebut mungkin lebih aman bagi para pengguna toilet. “Sanitasi yang tidak aman”. lahan yang digunakan untuk kawasan kumuh meningkat dari 47. proporsi rumah tangga yang memilki sanitasi yang aman adalah sekitar 30%. yang menjadi masalah adalah sederhana. Banyak sistem yang didasarkan pada tangki septik yang sering bocor dan mencemari air tanah. Anda juga mungkin sadar bahwa pada 1990 kita memulai dengan tingkat yang cukup rendah sehingga target yang ditetapkan tidak terlalu tinggi. peningkatan tidak akan terjadi tanpa keterlibatan masyarakat. Departemen Pekerjaan Umum memperkirakan bahwa kita memiliki tunggakan pembangunan Terdengar menguntungkan. kita mungkin cukup berhasil namun bisa jadi itu hanya ilusi. misalnya sebuah jamban cemplung dan kemiskinan. Sayangnya. biaya keseluruhan mencapai sekitar $10 milyar32. Anda mungkin terkejut mengetahui bahwa Indonesia telah memenuhi target sanitasi. Pada 1990. Antara 1999 dan 2004. Paling tidak empat perlima dari kita memiliki atau menyewa rumah32. Ini juga akan membawa kita lebih dekat ke target terakhir dalam tujuan ini yang berkaitan dengan perumahan. yang anda tanyakan. Masalah utamanya. Jadi target untuk tahun 2015 adalah 65%. septik. Hasilnya akan terjadi penghematan biaya yang besar. masih terlihat banyak kawasan kumuh Dan jumlah itu semakin berlipat ganda. Investasi tersebut diharapkan berasal dari rumah tangga maupun pemerintah dan harus dipergunakan dengan sebaik-baiknya. dapat berupa penggunaan kolam. Secara keseluruhan. dan dalam beberapa hal cukup mengesankan. Anda hanya dapat membangun kemudian berganti menjadi jamban dengan tangki sebuah rumah apabila anda memiliki tabungan 33 . Namun demikian. dan khususnya dengan peningkatan hidup para penghuni kawasan kumuh. Sekitar 15 tahun lalu. anda dapat memiliki sebuah toilet sistem guyur (lush) di rumah anda yang terhubungkan dengan saluran pembuangan utama. yaitu 42% penduduk negeri ini. mereka sangat tidak aman untuk pasokan air. sungai atau pantai. Kebanyakan orang tergantung pada jamban dengan tangki septik atau bisa juga menggunakan toilet umum.000 hektar. mulai dari berkurangnya biaya pengobatan hingga penghematan waktu untuk tidak perlu mengantri di toilet umum. Di kawasan perkotaan. Sekarang hampir semua orang memiliki hak milik yang sah berkat kampanye besar-besaran dari Badan Pertanahan Nasional untuk meningkatkan kepemilikan lahan. hanya 20% dari rumah tangga mempunyai kepemilikan tanah yang sah. Untuk sebagian orang biasanya memulai dengan sesuatu yang besar orang. Setidaknya. Dan seperti yang sudah anda katakan. Cukup baik kalau begitu Ya. kita juga cenderung untuk memiliki rumah sendiri. rata-ratanya adalah 69.3%.

3%. kita mestinya mampu membangun rumah di tempat yang memiliki layanan seperti air.5%. angka terkini tentang emisi karbon dioksida per kapita adalah 1. Target 7B: Mengurangi laju hilangnya keragaman hayati. 57.9%. Tujuan MDGs yang terakhir melihat ke luar Indonesia untuk menelaah bagaimana hubungan kita dengan dunia luar. namun jumlah komunitas kumuh yang memiliki akses terbatas pada layanan dan keamanan semakin meningkat. yang seringkali mengandalkan pada pinjaman luar negeri. Pada 2006 rasio tersebut adalah 29. baik dengan memiliki ataupun menyewa. TUJUAN 7: MEMASTIKAN KELESTARIAN LINGKUNGAN Target 7A: Memadukan prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan ke dalam kebijakan dan program negaraserta mengakhiri kerusakan sumberdaya alam Indikator pertama adalah proporsi lahan berupa tutupan hutan.2% penduduk memiliki akses terhadap air minum yang aman dan meskipun masih ada jarak. yang hanya dimiliki oleh seperempat dari kita. dan mencapai pengurangan yang signikkan pada 2010 Belum ada data terbaru mengenai hal ini Target 7C: Menurunkan separuh proporsi penduduk yang tidak memiliki akses yang berkelanjutan terhadap air minum yang aman dan sanitasi dasar pada 2015 Pada tahun 2006. Target 7D: Pada 2020 telah mencapai perbaikan signikkan dalam kehidupan (setidaknya) 100 juta penghuni kawasan kumuh Meskipun 84% rumah tangga telah memiliki hak penguasaan yang aman. Untuk itu anda perlu pekerjaan tetap. Namun jika kita bisa mendapatkan dana yang diperlukan. 34 . Untuk itu diperlukan investasi publik.544 metrik-ton. atau bahkan mungkin sudah lebih rendah dari angka tersebut. meskipun banyak dari pencapaian ini berkualitas rendah.34 sedangkan konsumsi bahan-bahan perusak lapisan ozon masih pada tingkat 6. Namun citra Landsat merupakan citra satelit dengan resolusi rendah dan mungkin tidak terlalu sesuai untuk melacak perubahan. Saya pun tak yakin memerlukan pinjaman bank Ya. karena telah mencapai cakupan sebesar 69. Untuk sanitasi kita nampaknya telah melampaui target 65%. Berdasar citra satelit. kita hampir berhasil untuk mencapai target 67%. Sejauh ini.yang memadai atau dapat meminjam dari keluarga atau teman-teman. Proporsi rumah tangga yang menggunakan bahan bakar padat pada 2004 adalah 47. Hanya sedikit orang yang dapat memperoleh pinjaman dari bank. tidak banyak orang ingin mengambil pinjaman jangka panjang.5% meskipun sebagian dari jumlah tersebut telah dirambah. jumlahnya sekitar 49. Indikator lain adalah rasio kawasan lindung untuk mempertahankan keragaman hayati. listrik dan sanitasi.

harus dipastikan bahwa perdagangan internasional dilakukan seadil mungkin sehingga semua negara memiliki peluang Jadi. kepentingan kita yang beruntung. sebenarnya adalah mencermati apa saja dampak kebijakan negara-negara yang lebih kaya pada Siapa yang merugi? kita. bahan-bahan mentah seperti minyak bumi. banyak usaha yang mulai menanamkan investasi dalam pabrik-pabrik yang membuat barang-barang Jadi apa yang harus kita lakukan? manufaktur sederhana untuk diekspor. Pihak lain berpendapat bahwa mereka harus menerima globalisasi. Mereka yang menolak. menghasilkan lebih banyak lapangan pekerjaan Beras. dipastikan akan menurunkan harga beras di pasar Di masa lalu. Perusahaan-perusahaan tersebut Tujuan MDGs terakhir ini. Memproduksi barang untuk ekspor. sebagian besar ekspor kita adalah Indonesia. Bahkan gelombang globalisasi mutakhir. sebagai contoh. tidak otomatis merugikan Itulah caranya Indonesia bergabung dalam perusahaan-perusahaan dalam negeri. Oleh karena itu. khususnya Perusahaan-perusahaan yang tidak mampu ekspor. 35 . Namun sejak 1980-an. namun globalisasi dengan cara-cara yang benar. mereka yang diperkerjakan negara berkembang di kawasan Asia Pasikk saat di industri-industri untuk ekspor harus memperoleh ini menawarkan bantuan kepada negara-negara gaji dan kondisi kerja yang layak. Impor beras murah dan membantu orang untuk keluar dari kemiskinan. tidak ada kaitannya dengan Indonesia yang sama. yaitu menelaah isu-isu seperti perdagangan. Sekarang ini. bantuan dan utang internasional. sebagian besar target dan indikator ditujukan untuk negara-negara maju agar membantu negara-negara termiskin dalam mencapai tujuan-tujuan MDGs lainnya. ada yang merugi34. Hasilnya. penghasilan petani. Dan Indonesia juga dapat Indonesia menunjukkan minatnya yang besar mengupayakan berbagai cara untuk membantu untuk meningkatkan perdagangan internasional. sedikit mengontrol impor. hal ini dapat membuat mereka menjadi lebih eksien. seringkali.GOAL 8: PROMOTE GLOBAL PARTNERSHIP FOR DEVELOPMENT Mengembangkan kemitran global untuk pembangunan Globalisasi? Apakah kita mendukungnya? Tidak semua. Perdagangan juga harus adil bagi para Tidak sepenuhnya benar. Terbuka sambil separuh ekspor kita merupakan produk industri. berkembang lainnya. lebih dari sebaiknya perekonomian kita. Ini baik bagi mayoritas konsumen. seperti Pertama. negara-negara tetangganya yang masih miskin. terkait dengan kerjasama internasional. berpendapat bahwa semua aliran barang dan uang internasional serta informasi. dalam kenyataan. hanya memungkinkan negaranegara kaya untuk mengeksploitasi negara-negara miskin. beberapa pekerja. Kenyataannya. Misalnya di bidang perdagangan. harus ada keputusan seberapa “terbuka” pakaian dan alas kaki. kayu namun pada saat yang sama dapat mengurangi dan minyak kelapa sawit. ada yang Namun yang paling utama. Artinya. baik ekspor maupun impor. Kenyataannya. Namun. akan bersaing dengan produk impor berharga rendah.

dan tidak disriminatif. Kebanyakan terbuka kita dalam perdagangan barang dan jasa bantuan tersebut dalam bentuk utang. Hal ini. Dalam perundingan untuk memberikan bantuan luar negeri. meskipun beberapa secara perlahan mengurangi akses penduduk miskin.1. bantuan yang kita terima lebih Bahkan penduduk miskin mungkin akan bersedia besar dari angka tersebut.mereka sendiri. bisa jadi. pasca tsunami dan gempa 36 . layanan tertentu. memberikan proteksi terlalu banyak pada petani Tetapi. yang untuk HIV dan penyakit-penyakit lain. Misalnya jasa.” Singkat kata. Perundingan-perundingan tersebut untuk meningkatkan kesehatan dan pendidikan. atau apakah bisa mengentaskan kemiskinan. sebagian besar merupakan pilihan kita. biasanya menerima bantuan setara dengan 40% gabungan penyediaan layanan publik dan swasta pengeluaran pembangunan kita. Ke depan. kita masih ingin melindungi sejumlah industri dengan tarif dan langkah-langkah lain. siapa pun penyedia layanan tersebut. Kini. banyak ”pengeluaran pembangunan” negeri ini. Namun. Sebaliknya. banyak negara meminta bantuan sebesar 0. terlihat bahwa kita mengabaikan pelangggan miskin. Bahkan di tahundapat menghasilkan layanan yang lebih eksien. perundingan-perundingan perusahaan asing yang beroperasi di sini. dengan Organisasi Perdagangan Dunia (World sesuai dengan janji mereka untuk memberikan Trade Organization/WTO). Selain itu. Namun Indonesia. Hampir tidak ada yang mencapai angka maupun dalam negeri.akan terdorong untuk berkonsentrasi pada produk terbaiknya. Jasa? Sayangnya. ada juga yang kita beli dari perusahaan. Banyak tersebut mungkin bisa berlanjut. tergantung pada bantuan luar negeri. Hampir semua kebutuhan terutama karena negara-negara maju ingin jasa kita. Sebagian besar digunakan untuk menggunakan turunan obat “generik” yang murah pembangunan infrastruktur ksik seperti jalan. tahun tertentu. gagal rambut atau hotel. Mereka percaya bahwa untuk negara-negara miskin. untuk membayar jika mereka merasa akan mendapatkan layanan yang baik. yang Jasa merujuk pada hal-hal seperti restoran. juga mencakup hal-hal tentang apakah kita bisa Ternyata tidak. perundingan putaran terakhir. juga perusahaan ingin berinvestasi di Indonesia serta banyak negara-negara berkembang lainnya. Mungkin kita ingin melindungi industri kebutuhan dasar atau yang masih perlu dilindungi agar bisa bersaing di tingkat internasional. negara-negara kaya didorong tingkat kotamadya di Jakarta. Sebagai contoh. harus disediakan oleh negara dan tidak boleh dijalankan Apakah janji ditepati? oleh perusahaan-perusahaan swasta. gilirannya negara-negara kaya untuk kita sudah memiliki dua pemasok air swasta di merespon. dilayani oleh pihak dalam negeri. Seberapa Bank Pembangunan Asia dan Jepang. Anda. penata disebut “Putaran Doha (Doha Round)”. meskipun tidak kita harus membeli obat-obatan dengan harga langsung. Banyak orang yang resmi” (ODA. Apa hubungannya dengan MDGs? Salah satu target yang menjadi bagian tujuan ke-8 MDGs adalah ”lebih jauh mengembangkan sistem perdagangan dan keuangan yang terbuka. Di masa lalu. bantuan yang digunakan untuk pembangunan Benarkah? kembali pascabencana. Ofkcial Development Assistance) menentang hal ini.7% dari total pendapatan agar diberi lebih banyak peluang untuk menjual nasional dalam bentuk “bantuan pembangunan jasa kepada pihak asing. Pada Gambar 8. seperti air atau sanitasi. ini berarti perdagangan yang berkeadilan dan WTO adalah tempat di mana masalah-masalah tersebut semestinya ditangani. Paling tidak untuk sementara. Selama beberapa tahun terakhir. mulai meningkatkan sumbangan mereka. berbasis peraturan. Karena hal ini akan tersebut. yang Ya jika perusahaan-perusahaan swasta hanya digunakan untuk membangun infrastruktur seperti memusatkan pada pelanggan kaya dan jalan raya36. tidak perduli Penyandang dana terbesar adalah Bank Dunia. konsesi. mudah diperkirakan. banyak mahal dari perusahaan-perusahaan internasional. Pemerintah perlu Siapa yang memberikan kita bantuan? memastikan akses bagi semua orang. dan negara-negara berkembang lainnya dalam yakin bahwa kita sudah cukup banyak memberikan hal pelayanan listrik dan air. namun mungkin berkkir bantuan tersebut terutama masalah ini juga menjadi bagian perundingan digunakan untuk mengentaskan kemiskinan atau dalam WTO. baik asing Tidak.

pemerintah Indonesia memutuskan tidak lagi membutuhkan pertemuan tahunan para penyandang dana untuk Indonesia yang disebut Kelompok Konsultatif untuk Indonesia (Consultative Group on Indonesia). pemerintah menerbitkan obligasi pemerintah bernilai milyaran dolar dan memberikannya kepada bank-bank tersebut untuk digunakan sebagai modal.2 akan terlihat bahwa utang kita telah meningkat37. Namun kita masih tetap terjebak dalam utang dan harus membayar bunga obligasi tersebut kepada bank atau siapa pun yang memilikinya. Runtuhnya sistem perbankan akan membuat segala sesuatu lebih buruk bagi siapapun.4 milyar dollar. kebanyakan dari utang tersebut bukan utang internasional melainkan utang dalam negeri berupa pinjaman dari lembaga-lembaga domestik. Untuk 2006-2007. Yang terjadi adalah bahwa setelah krisis ekonomi pada 1997. miskin atau kaya. Memang pemerintah sekarang lebih banyak mengeluarkan dana untuk membayar bunga pinjaman daripada untuk pendidikan. meskipun sebenarnya kita tidak ”meminjam” uang tersebut dengan cara konvensional. terlalu banyak dipakai untuk pembayaran kembali utang. Akan lebih baik jika kita mendapat lebih banyak hibah Namun. Biasanya pemerintah menerbitkan obligasi dan kemudian menjualnya untuk mendapatkan dana. A. Pemerintah ingin lebih banyak memegang kendali dalam proses dan langsung berunding dengan para penyandang dana. Biaya yang dipikul. 1990-2004 Sumber: Chowdhury. Saya ingin mengetahui Baiklah. baik berupa utang dan hibah. Kenyataannya. Jika anda tidak ingin mengikuti rincian tentang hal ini. sekarang kita harus menanggung akibatnya.bumi di Yogyakarta. Pada 2006. Kebanyakan penyandang dana memusatkan hibah mereka untuk negara-negara yang lebih miskin. Yang kita peroleh adalah bankbank yang lebih sehat. Tetapi. Dengan menerima semua utang tersebut. Pada Gambar 8. Ini artinya mereka menjadi sehat lagi. pemerintah masih berutang $144 milyar. satu masalah besar dalam mencapai MDGs karena pengeluaran Indonesia saat ini. misalnya. Terlepas dari apakah keputusan tersebut benar atau salah. Namun dalam hal ini mereka tidak mendapatkan uang sebagai gantinya. sehingga tak cukup anggaran bagi kesehatan atau pendidikan. Indonesia tidak masuk kualikkasi penerima hibah. Namun pemerintah berpendapat bahwa mereka tidak mempunyai pilihan. kecuali ketika dilanda bencana. Selain itu. bukankah kita harus mengembalikannya? Biasanya memang demikian. tetapi kita perlu mempertimbangkan beban utang. pemerintah yakin harus lebih banyak menggalang dana dari pasar keuangan lewat penjualan obligasi ketimbang dari para penyandang dana. Pasca krisis moneter. nampaknya kita tidak akan mendapatkannya. terjadi peningkatan sangat tajam. banyak bank di Indonesia yang mempunyai kredit macet pada perusahaan- 37 . Pemerintah sangat cemas bahwa sistem perbankan akan runtuh sehingga mereka campur tangan untuk menyelamatkan beberapa bank tersebut. Baik utang yang berasal dari pinjaman maupun lewat penjualan obligasi. silahkan langsung ke paragraf berikutnya. kita harus membayar bunganya dan akhirnya harus siap untuk membayar kembali pokok utang. dan Sugema I Berapa yang harus kita tanggung? Saat ini.1 Bantuan sebagai Proporsi dalam Pengeluaran untuk Pembangunan. Gambar 8. perusahaan lokal berada dalam ambang kebangkrutan. Pada 2007. sebesar 5. atau kesehatan. Untuk melakukan itu. Artinya kita harus tetap berutang? Ya. kita dijanjikan memperoleh bantuan. Jadi anda dapat mengatakan bahwa kita membayar ketidakmampuan para pemilik bank yang kaya dengan mengorbankan orang miskin. terbilang mahal. ’pelunasan’ utang mencapai sekitar 26% dari pengeluaran pemerintah.

merupakan utang proyek-proyek pendidikan dan lingkungan. Kita bisa menukarkan utang dengan apa? Gambar 8. Indonesia adalah negara berpenghasilan menengah sehingga tidak masuk kategori layak memperoleh penghapusan utang. Sekali lagi. 38 .kita sudah selesai dengan 8 tujuan MDGs. pemerintah maupun masyarakat sipil harus melawan status quo di tingkat internasional. Namun negara-negara maju juga perlu memantau aktivitas-aktivitas mereka.Hal yang tidak begitu disukai 160 140 120 100 80 60 40 20 1997 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 Samasekali tidak. Sebagian Sayangnya.2 Utang Pemerintah 1996-2006 Sumber: World Bank Indonesia 2007 Memang kedengarannya tidak lazim. Dalam kenyatannya pemerintah telah sengaja membayar semua utangnya kepada IMF agar kita tidak harus mengikuti persyaratan IMF. Bersama dengan negara-negara berkembang lainnya. Sisanya adalah sangat besar. skema seperti itu biasanya hanya dalam diantaranya merupakan utang kepada para jumlah kecil (jumlah keseluruhan utang kita kepada penyandang dana bilateral yang meminjamkan Jerman adalah 1. untuk banyak isu di Tujuan 8. Kita pun tidak bisa begitu saja ”mogok” membayar utang internasional karena akan membuat kita terputus dari pasar keuangan dunia dan mungkin akan memicu krisis keuangan baru. uang kepada kita sebagai bagian dari program aturan-aturan internasional tidak memungkinkan bantuan mereka atau untuk membantu kita kita untuk menukarkan utang dalam jumlah yang membeli sebagian ekspor mereka. utang kepada para penyandang dana “multilateral” seperti Bank Dunia atau Bank Pembangunan Asia. Kita cukup bangga untuk melaporkan upaya-upaya kita sendiri dalam mencapai tujuan-tujuan yang sudah kita sepakati. dari bank-bank bernilai sekitar 135 juta dollar AS jika pemerintah yang menggunakannya sebagai modal. Ketika meminta penghapusan utang. Sangat menarik. Jerman. Hampir separuhnya Indonesia untuk menghapuskan utang bilateral merupakan utang dalam negeri. Para penyandang dana internasional masih memberikan penghapusan utang. Kita bisa meminta “penghapusan utang” kepada para penyandang dana multilateral dan bilateral. anda dapat melihat kepada pembangunan.2. Kita melakukannya beberapa dasawarsa lalu dan mereka menghapus sebagian utang kita. Namun kita bisa menawar. kepada lembaga-lembaga luar negeri. baik tentang perdagangan. kita juga harus mau dikaji oleh Dana Moneter Internasional (International Monetary Fund/IMF). Saatnya untuk mengubah aturan-aturan tersebut Bisakah kita menolak untuk membayar? Kita tak mungkin ”ngemplang” utang dalam negeri karena akan mengakibatkan tumbangnya banyak bank dalam negeri. misalnya. Ide yang bagus. terasa perlu untuk ‘meng-Indonesiakan’MDGs. Apakah kita sudah selesai? Ya.7 milyar dollar. Domestik Luar Negeri Sangat aneh.3 milyar dollar AS). Namun saat ini. semuanya menjadi lebih sulit. Kenyataannya. Sisanya. Indonesia menggunakan dana tersebut untuk yaitu sekitar 67. Tujuan-Tujuan Pembangunan Milenium juga merupakan tanggung jawab internasional. jadi semestinya negara seperti kita layak untuk mendapatkan semacam penghapusan utang. Namun. paling tidak sedikit. bantuan atau utang. Namun masih ada hal-hal yang dapat kita lakukan untuk mengurangi utang. sepakat dengan siapa kita berutang. Indonesia harus menyatakan bahwa tingkat utang yang tinggi menghambat pencapaian MDGs. namun hanya kepada negara-negara yang sangat miskin. Saat ini. Namun sejumlah penyandang dana bilateral siap untuk menghapuskan sebagian utang kita jika Kepada siapa? kita membelanjakan jumlah yang sama untuk Pada Gambar 8. Salah satu pilihan adalah dengan mendorong para penyandang dana bilateral untuk melibatkan diri dalam pertukaran atau ”konversi utang” (debt swaps).

baik di tingkat pusat maupun daerah. Anda kemudian dapat memiliki persiapan untuk menghadapi keadaan menambahkan semua informasi yang dibutuhkan darurat. tetapi tidak harus orang luar yang melakukannya. dalam beberapa aspek bisa saja disesuaikan dengan situasi dan kondisi Indonesia. Tampaknya. Jadi Pemerintah daerah seharusnya dapat lebih berperan? Tentu saja. Misalnya? Anda dapat memeriksa bagaimana anak-anak yang lambat pertumbuhannya.MENG-INDONESIAKAN MDGs MDGs yang diformulasikan secara bersama pada tingkat global. tidak hanya di tingkat kabupaten. Anda dapat memulai dengan sejumlah Gambar 9. Hal tersebut tidak menjadi masalah. kabupaten dengan mantap mulai mengambil alih lebih banyak pengeluaran rutin pemerintah38. Pencapaian tujuan MDGs sebagian besar berada di pundak pemerintah propinsi dan kabupaten. banyak yang harus dilakukan anda bisa sepakat tentang apa yang harus dilakukan Anda tidak harus mencoba melakukan semuanya untuk menanggulangi hal tersebut. BPS memang mengumpulkan data sejumlah informasi di tingkat kabupaten. sekaligus. Jika TBC menjadi masalah. Ya. mungkin anda dapat mencoba untuk melakukan Penduduk sebuah desa bisa sepakat memilih apa tes pada sebanyak mungkin orang dan kemudian saja dari tujuan MDGs yang menjadi prioritas memulai pengobatan. Apakah semua anak Betulkah? Apakah kita dapat mengukur bersekolah? Hal ini akan mudah diketahui dari buku semua ini di sebuah desa? pendaftaran di sekolah.1 Penyebaran Anggaran Pemerintah Sumber: World Bank 2007 39 . untuk mencermati apakah angka kekurangan gizi meningkat atau menurun. tidak mencakup hingga tahun 1990 sehingga menyulitkan penetapan target 2015. Dan yang lebih penting. termasuk memantau dan mempercepat meninggal karena persalinan? Bagaimana dengan pencapaiannya. namun sampai ke desa-desa.1. Masalah informasi jelas masih menjadi kendala. Namun. selama propinsi-propinsi dan kabupaten-kabupaten memikirkan cara terbaik untuk pencapaian MDGs. Apakah perempuan mereka. memperoleh makanan dan mungkin dapat memberikan saran atau dukungan kepada para ibu. Misalnya. mungkin perlu hamil yang mendatangi klinik-klinik pada masa memastikan bahwa puskesmas selalu menimbang pra-persalinan. Begitu juga apakah mereka telah semua anak-anak. Seperti terlihat pada Gambar 9. ketika kekurangan gizi pengawasan tentang berapa banyak perempuan menjadi persoalan yang dicemaskan.

anda bisa membaca dari daftar bacaan berikut 40 . Tahun 2015 tinggal delapan tahun lagi. semangat lebih penting ketimbang rinciannya. Tetapi. Jika masing-masing kabupaten atau komunitas mulai melakukan aksi. kemudian melakukan aksi.prioritas. untuk kali ini bincang-bincang kita akhiri dulu di sini. namun kita bisa melakukan banyak hal dalam waktu delapan tahun. Sudahkah selesai kita? Ya. Bagi MDGs. apabila anda tertarik untuk mengetahui lebih banyak. maka secepatnya akan terjadi perbaikan.

2006. World Bank.000 Die by Measles. World Bank. Indonesia Public Expenditure Review 2007. UNICEF. UNESCO/PAPPITEK LIPI. UNICEF Depkes. Indonesia Public Expenditure Review 2007. World Bank.. 2005. UNESCO and PAPPITEK LIPI. Jakarta. World Bank. Ministry of National Education. Jakarta. Jakarta. beberapa publikasi ILO yang dapat menjadi nara sumber: Labour and Social trends in Indonesia 2008: Progress and pathways to job-rich development (Jakarta. 2007. 2007. proporsi penduduk yang mengkonsumsi kurang dari standar asupan nasional ditentukan oleh distribusi ketersediaan pangan untuk memenuhi standar tersebut dan aksesnya. 2004. Spending for Development: Making the Most of Indonesia’s New Opportunities. The Achievement of Gender Parities in Basic Education in Indonesia: Challenges and Strategies towards Education for All.htm. Chaudhury et al. Spending for Development: Making the Most of Indonesia’s New Opportunities. Indonesia Public Expenditure Review 2007.html Untuk wacana dan diskusi yang lebih komprehensif mengenai indikator MDG ini. 2006. World Bank. Jakarta. Educational Indicators in Indonesia. S.fao. Usman. World Bank. When Teachers are Absent: Where do They Go and What is the Impact on Students? Jakarta. www. 2007. Jakarta. Akhmadi. Spending for Development: Making the Most of Indonesia’s New Opportunities. 2008). World Bank. Jakarta UNESCO/LIPI.go. 2004/2005. 2004. 2005b.id/en/2102ev. 2007.depkes. SMERU. Missing in Action: Teacher and Health Worker Absence in Developing Countries. 2006. 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 41 . Every Year 30. Indonesia. World Bank.org/DOCREP/005/y4249e/y4249e06. Sakernas. and D Surydarma. Jakarta. Plus 5-Review of the 2002 Special Session on Children and World Fit for Children Plan of Action. 2007. Depdiknas. diakses 6 March 2007. The achievement of Gender Parities in Basic Education in Indonesia: Challenges and Strategies towards Basic Education for All. Informasi lebih lanjut dapat dilihat di: http://www.CATATAN DAN REFERENSI 1 Menurut FAO. Making the New Indonesia Work for the Poor. Jakarta.

Rencana Aksi Nasional untuk HIV/AIDS 2007-2010. Lancet 2006.org/mmr. World Bank. Global bottled water statistics. Extent of land cover inside and outside forest area. KPA. 2007. Jakarta. A review of vulnerable populations to HIV and AIDS in Indonesia. UNCTAD. Country Report on the Follow-up to the Declaration of Commitment on HIV/AIDS (UNGASS). The Housing Finance Sector in Indonesia. RUU Penataan Ruang Harus Pilah Secarah Jelas Kawasan Peruamahan. 2007..Harvard. University of Adelaide Centre for International Economic Studies. A and I. “How Signikcant and Effective has Foreign Aid to Indonesia been?”. Ministry of Environment. http://indonesia. 2007. D. “Informal workers to get health access”. Jakarta. “Sanitation target remains out of reach”. Discussion Paper No.asp?link=Humas/ news2003/ppw150606gt. ICBWA. Spending for Development: Making the Most of Indonesia’s New Opportunities. State of the Environment in Indonesia.go.icbwa. Geneva. 2005. Diakses 23 Maret. 2006. UNFPA. Komisi Penanggulangan AIDS. 2005.htm. World Bank. Strategic Options for Forest Assistance in Indonesia. UNFPA Indonesia Website.pdf. Ministry of Environment. http://www. World Bank. 0505. Jakarta. 2007. World Bank. Hooijer. 2005. World Health Organization. Sugema. dalam Jakarta Post.org/2000-2003_Zenith_and_Beverage_ Marketing_Stats. dalam Jakarta Post. Chowdhury. State of the Environment in Indonesia. Delft Hydraulics report Q3943. The Millennium Development Goals for Health: A review of the indicators. PU. Indonesia Young Adult Reproductive Health Survey.dephut. 2002-2003. Hoek-Smit. 29 November. Dephut. 2005. Assessment of CO2 emissions from drained peatlands in SE Asia. World Bank. Delft. 2006. 2007. IYARS. BPS WHO. Jakarta Post. Indonesia Public Expenditure Review 2007.kimpraswil. http://www. MOE. 7 Maret.unfpa. Jakarta. KPA 2006. Reporting period 2004-2005. “Strategies for reducing maternal mortality: getting on with what works” the Lancet.id/index. A et al. 15 Jakarta Post. Indonesia: Debt Strategies to Meet the Millennium Development Goals. UNDP. Trade policy at the Crossroads: the Indonesian Story. UNDP (segera terbit). Departemen Pekerjaan Umum. UNAIDS/NAC 2006. Jakarta . PEAT-CO2. Kennedy School of Government.id. dalam Jakarta Post. D. 2007. Pusat Komunikasi Publik 150606. and Prabowo. Netherlands. Jakarta. Jakarta. M. John F.go. 2007. MOE. 2006.htm diakses 3/1/2007. Jakarta. 2007. Jakarta. UNAIDS and National AIDS Commission. 2004. survey di Papua terhadap perwakilan populasi penduduk tentang HIV/AIDS Jakarta Post. McGuire. 2004. Diunduh dari www. “Inadequate measures allowing HIV/AIDS to worse: WHO”. 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 42 . Diakses 17 Maret 2007 Vanzetti. 2006.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful