Millennium Development Goals

MEMBERANTAS KEMISKINAN DAN KELAPARAN EKSTREM

MEWUJUDKAN PENDIDIKAN DASAR UNTUK SEMUA

MENDORONG KESETARAAN GENDER DAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN

MENURUNKAN ANGKA KEMATIAN ANAK

MENINGKATKAN KESEHATAN IBU

MEMERANGI HIV DAN AIDS, MALARIA SERTA PENYAKIT LAINNYA

MEMASTIKAN KELESTARIAN LINGKUNGAN

PROMOTE GLOBAL PARTNERSHIP FOR DEVELOPMENT

Kita Suarakan MDGs Demi Pencapaiannya di Indonesia Laporan ini adalah hasil konsultasi luas yang melibatkan Pemerintah, Kelompok Kerja Tematis MDGs, Organisasi Masyarakat Sipil, Lembaga-lembaga PBB di Indonesia, media dan sektor swasta. Penyusunan Laporan ini memperolah dukungan teknis dan knansial dari Proyek TARGET MDGs – sebuah inisiatif bersama BAPPENAS dan UNDP dalam upaya pencapaian MDGs di Indonesia. Penulis: Peter Stalker Masukan Teknis: Kelompok Kerja Tematis MDGs Tim Penyunting: Abdurrahman Syebubakar, Dr. Ivan Hadar, Dr. La Ega, Owais Parray, Riana Hutahayan dan Susilo Ady Kuncoro Dukungan Data dan Statistik: Badan Pusat Statistik (BPS) Desain dan Tata Letak: Anggoro Santoso Edy Widayat, Susilo Ady Kuncoro, Dwiati Novita Rini Cetakan Kedua: Oktober 2008

MENTERI NEGARA PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL/ KEPALA BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL

Sambutan
Di penghujung abad lalu, Indonesia mengalami perubahan besar yaitu proses reformasi ekonomi dan demokratisasi dalam bidang politik. Tidak begitu lama kemudian, tepatnya pada tahun 2000, para pimpinan dunia bertemu di New York dan menandatangani “Deklarasi Milennium” yang berisi komitmen untuk mempercepat pembangunan manusia dan pemberantasan kemiskinan. Komitmen tersebut diterjemahkan menjadi beberapa tujuan dan target yang dikenal sebagai Millennium Development Goals (MDGs). Pencapaian sasaran MDGs menjadi salah satu prioritas utama bangsa Indonesia. Pencapaian tujuan dan target tersebut bukanlah semata-mata tugas pemerintah tetapi merupakan tugas seluruh komponen bangsa. Sehingga pencapaian tujuan dan target MDGs harus menjadi pembahasan seluruh masyarakat. Untuk membantu terlaksananya proses ini, laporan pencapaian MDG dalam versi pendek ini ditulis dengan gaya bahasa informal yang dapat dipahami secara lebih mudah. Meskipun pendek dan hanya menyentuh secara singkat tujuan dan target MDGs, diharapkan pembaca akan mendapatkan gambaran mengenai tantangan yang dihadapi Indonesia dalam sasaran MDGs. Di negara yang sangat luas dan beragam seperti Indonesia, pengumpulan data merupakan pekerjaan yang sulit dilakukan. Meskipun data-data yang ditampilkan dalam laporan ini dapat menggambarkan pencapaian di tingkat nasional, dan dalam beberapa aspek mencapai juga di tingkat provinsi, namun belum menggambarkan capaian pada tingkat kabupaten. Padahal, banyak dari keputusan terpenting yang dapat mempengaruhi kemajuan pencapaian MDGs diambil pada tingkat kabupaten. Karena itu, laporan ini diharapkan bisa membantu memperkenalkan latar belakang MDGs kepada pembaca yang lebih luas, terutama para pengambil keputusan di tingkat daerah. Untuk beberapa tujuan, diantaranya kemiskinan, pendidikan, kesehatan dan perlindungan terhadap lingkungan, Indonesia bersama negara-negara lainnya, menetapkan target-target yang ambisius namun sangat mungkin untuk dicapai. Kebanyakan dari target tersebut mesti dicapai pada 2015. Oleh karena itu, tahun 2008 menjadi penting, karena tahun ini adalah pertengahan dari target 2015. Melihat pencapaian sampai saat ini, Indonesia sepatutnya berbangga hati. Kita telah secara nyata mengurangi kemiskinan, dan hampir semua anak laki-laki dan perempuan dapat masuk ke sekolah dasar. Tetapi masih menuntut kerja keras dalam bidang yang lain. Tingginya angka kematian ibu melahirkan dan belum cukup usaha kita untuk melindungi lingkungan merupakan pekerjaan rumah yang harus diselesaikan secara sungguh-sungguh. Walaupun kita sudah mencapai banyak kemajuan, tetapi masih diperlukan kerja keras untuk mencapai semua sasaran MDGs. Akhir kata, saya berharap laporan ini dapat membantu kita dalam memperkuat komitmen dan menentukan prioritas di antara seluruh pemangku kepentingan untuk bekerja bersama mencapai MDGs, baik di tingkat lokal maupun nasional.

Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/ Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional

H. Paskah Suzetta

i

Sambutan dari United Nations Resident Coordinator di Indonesia
Merupakan sebuah kehormatan bagi saya untuk menulis pengantar singkat tentang laporan MDGs 2008, berjudul “Mari Kita Suarakan MDGs”. Setelah direvisi dan diperbaharui, laporan ini memuat kecenderungan dan capaian terkini MDGs di Indonesia. Laporan ini diterbitkan tepat waktu ketika dunia menghadapi ketidakpastian ekonomi yang ditandai oleh tingginya harga bahan bakar dan makanan serta ketidaksatabilan sistem knansial. Dalam era globalisasi, kondisi seperti ini akan berpengaruh terhadap banyak negara yang sedang berusaha mencapai MDGs. Seperti ditumjukkan laporan ini, kita boleh optimis bahwa Indonesia akan mencapai banyak target MDG di tingkat nasional. Namun, hal yang sama tidak berlaku bagi propinsi dan kabupaten miskin yang dalam banyak hal pencapaiannya masih tertinggal. Selain itu, untuk beberapa target terkait nutrisi anak, kesehatan ibu, dan akses terhadap air bersih, termasuk secara nasional, masih belum menunjukkan kemajuan yang memuaskan. Kita pun sadar bahwa kemajuan pencapaian MDGs saat ini bukanlah jaminan bagi kemajuan pencapaian di masa depan. Laporan ini memberi penekanan pada hal tersebut sekaligus mengajak seluruh komponen bangsa untuk melakukan aksi bagi pencapaian MDG. Sebagai Negara yang sangat luas, dengan beragam budaya serta tingkat pembangunan yang berbeda, kebijakan dan aksi pemerintah daerah akan menjadi kunci keberhasilan pencapaian tujuan global ini baik di tingkat nasional dan di tingkat lokal. Ditulis dengan gaya populer, dan memiliki pesan yang jelas sebagai pemicu untuk bertindak, laporan ini bertujuan menyebarluaskan isu-isu kebijakan untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya pencapaian MDGs bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat. Anggaplah laporan ini sebagai “peringatan” bagi kita semua untuk bekerja dengan memanfaatkan sumber daya yang ada semaksimal mungkin. Berbagai lembaga PBB berkomitmen sebagai “Sebuah Kesatuan” (One UN) mendukung pemerintah dalam berbagai bidang stategis untuk pembangunan Indonesia. Saya menyambut baik upaya Pemerinah Indonesia yang telah memulai proses penyusunan Peta Jalan MDG (MDG Road Map) yang akan mejadi pedoman kebijakan strategis tidak hanya bagi Indonesia, tetapi juga bagi PBB dan lembaga internasional lainnya untuk berpartisipasi mendukung pencapaian MDGs secara lebih efektif.

Kepala Perwakilan PBB - Indonesia

El-Mostafa Benlamlih

ii

DAFTAR ISI
Sambutan dari Menteri Negara Perencanaan Pembangunan/ Kepala BAPPENAS Sambutan dari Resident Coordinator PBB di Indonesia Daftar Isi Daftar Gambar Daftar Singkatan Posisi Kita Sekarang: Status Pencapaian MDGs Indonesia Bincang-Bincang tentang MDGs TUJUAN 1: Memberantas kemiskinan dan kelaparan ekstrem TUJUAN 2: Mewujudkan pendidikan dasar untuk semua TUJUAN 3: Mendorong kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan TUJUAN 4: Menurunkan angka kematian anak TUJUAN 5: Meningkatkan kesehatan ibu TUJUAN 6: Memerangi HIV dan AIDS, malaria serta penyakit lainnya TUJUAN 7: Memastikan kelestarian lingkungan TUJUAN 8: Mengembangkan kemitraan global untuk pembangunan TUJUAN 9: Meng-Indonesiakan MDGs Catatan dan Referensi i ii iii iv v vi 1 4 10 15 18 20 23 28 35 39 41

iii

2 Angka Kemiskinan Nasional.1 Angka Partisipasi di Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama Gambar 2. 2006 Gambar 7.1 Proporsi Masyarakat Miskin berdasarkan Propinsi.1 Penyebaran Anggaran Pemerintah 37 38 39 iv .3 Angka Kemiskinan 1 Dollar-per hari Gambar 1.3 Proporsi Kelulusan Anak-anak yang Memasuki Sekolah Dasar 5 6 6 7 8 8 10 11 11 Gambar 2. 1990-2004 Gambar 8.5 Kekurangan Gizi pada Anak di bawah Lima Tahun Gambar 1. 2008 Gambar 1.6 Proporsi Penduduk yang Mengkonsumsi kurang dari Keperluan Konsumsi Harian Gambar 2.1 Rasio Kematian Ibu Gambar 5.DAFTAR GAMBAR Gambar 1. 2002/03 16 Gambar 3.2 Proporsi Anak Perempuan dan Anak Laki-Laki di Sekolah-sekolah Lanjutan Kejuruan.4 Angka Pengangguran Penduduk berusia 15-24 Tahun Gambar 1.2 Tingkat Putus Sekolah pada Murid yang masuk Sekolah Dasar pada 1999 Gambar 2. 2006 Gambar 7. 2006 Gambar 3.5 Angka Partisipasi Murni di Sekolah Menengah Pertama per Propinsi.2 Akses terhadap Sumber Air yang Terlindungi menurut Propinsi.1 Rasio antara Anak Perempuan dan Anak Laki-laki di berbagai Jenjang Pendidikan 12 15 Gambar 3.1 Bantuan sebagai Proporsi dalam Pengeluaran untuk Pembangunan.1 Kategori “Kawasan Hutan” dan Cakupan Hutan yang Sesungguhnya.2 Proporsi Kelahiran yang Dibantu oleh Tenaga Persalinan Terlatih Gambar 7.1 Laju Angka Kematian Bayi dan Balita Gambar 5. Perkotaan dan Pedesaan 16 18 20 21 28 31 31 Gambar 7.2 Utang Pemerintah 1996-2006 Gambar 9.3 Akses terhadap Sumber Air yang Terlindungi. 1990-2008 Gambar 1.3 Sumbangan Perempuan dalam Kerja Berupah di Sektor Non-Pertanian Gambar 4.4 Proporsi Penduduk yang memiliki Akses Terhadap Fasilitas-Fasilitas Sanitasi yang Aman 32 Gambar 8.4 Biaya-biaya Pribadi untuk Pendidikan yang harus dipikul 40% Rumah Tangga Paling Miskin 11 Gambar 2.

DAFTAR SINGKATAN AIDS AKB AKBa APBN APK APM AS Bappenas BLT BPS BOS CFC CGI CO2 Depkes DOTS DPR ESDM FAO HIV IMF KLB KPA LSM MDGs NAPZA NTB NTT ODA ODHA PBB PDAM Penasun Posyandu PSK Puskesmas Sakernas SD SDKI SKRT SMA SMP TBC UNDP UNESCO UNICEF WHO WTO : Acquired Immunodekciency Syndrome : Angka Kematian Bayi : Angka Kematian Balita : Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara : Angka Partisipasi Kasar : Angka Partisipasi Murni : Amerika Serikat : Badan Perencanaan Pembangunan Nasional : Bantuan Langsung Tunai : Badan Pusat Statistik : Bantuan Operasional Sekolah : Chloroluorocarbons : Consultative Group on Indonesia : Karbon dioksida : Departemen Kesehatan : Directly-Observed Treatment Short-course : Dewan Perwakilan Rakyat : Energi dan Sumberdaya Mineral : Food and Agricultural Organisation : Human Immunodekciency Virus : International Monetary Funds : Kejadian Luar Biasa : Komisi Penanggulangan AIDS Nasional : Lembaga Swadaya Masyarakat : Millennium Development Goals : Narkotika. Psikotropika dan Zat Aditif Lainnya : Nusa Tenggara Barat : Nusa Tenggara Timur : Ofkcial Development Assistance : Orang Dengan HIV dan AIDS : Perserikatan Bangsa-Bangsa : Perusahaan Daerah Air Minum : Pengguna NAPZA Suntik : Pos Pelayanan Terpadu : Pekerja Seks Komersial : Pusat Kesehatan Masyarakat : Survey Angkatan Kerja Nasional : Sekolah Dasar : Survey Demograk dan Kesehatan Indonesia : Survey Kesehatan Rumah Tangga : Sekolah Menengah Atas : Sekolah Menengah Pertama : Tuberculosis : United Nations Development Programme : United Nations Educational. Scientikc and Cultural Organization : United Nations Children’s Fund : World Health Organization : World Trade Organization v .

5% 81.1a 3.1b 3.4% 100% 100% 100% 100% 100% Sesuai Target Sesuai Target Sesuai Target Sesuai Target Sesuai Target TUJUAN 3: MENDORONG KESETARAAN GENDER DAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN Target 3A: Menghilangkan ketimpangan gender di tingkat pendidikan dasar dan lanjutan tahun 2005.5% 100.Usia 12 Bulan Tingkat Imunisasi Campak .0% 102.7 Pertumbuhan PDB per proporsi jumlah pekerja Rasio pekerja terhadap populasi Proporsi pekerja yang hidup dengan kurang dari $1 per-hari Proporsi Pekerja yang memiliki rekening pribadi dan anggota keluarga bekerja terhadap jumlah pekerja total 4.77% 0.5% Telah tercapai Perlu kerja keras Tinggi Stagnan Stagnan Stagnan 1990 SAAT INI TARGET STATUS Target 1B: Meneydiakan seutuhnya Pekerjaan yang produktif dan layak.7% 20.3 Kemiskinan (1$ per-hari) Kemiskinan (Nasional) Kemiskinan (2$ per-hari) Indeks kedalaman kemiskinan Indeks keparahan kemiskinan Proporsi konsumsi penduduk termiskin 9.7% 6% 18% 5% Perlu kerja keras Sesuai Target TUJUAN 2: MENCAPAI PENDIDIKAN UNTUK SEMUA Target 2A: Menjamin pada 2015 semua anak dimanapun.0% 74.7% 10% 7.3 5.3a Tingkat Kematian Anak (1-5 tahun)/per 1.7% 99.0% 85.5 1.4 1.3% 98.2a 2.1a 2.2 4.9% 33% 11.Usia 12 .3% 8.3% 67.76% 9.2% 62% Perlu kerja keras Target 1C: Menurunkan hingga setengahnya Proporsi Penduduk yang Menderita Kelaparan 1.9% 29.4% 100.0% 99.9% 75.2 Tingkat Kematian Ibu (Per 100.6 1.4 Wanita menikah usia 15-49 yang menggunakan Alat KB Tingkat Kelahiran Usia Muda (per 1000 perempuan usia 15-19) setidaknya satu kali berkunjung ke fasilitas kesehatan 93.7% 307 73% 110 Perlu Kerja keras Target 5B: Mencapai dan menyediakan akses kesehatan reproduksi untuk semua pada 2015 5.1% 97.5% 9% 28.1b 1.5% 57.6% 94.0% 96.000) Kelahiran yang dibantu tenaga terlatih 390 40.1 % 7.5% 61.5% 15.2% 12.7% 41.5% 99.3 Partisipasi ditingkat SD (APM) Partisipasi ditingkat SMP (APM) Proporsi Murid yang bersekolah hingga kelas 5 Proporsi Murid yang tamat SD Melek Huruf Usia 15-24 88.5% 44 34 72% 76.1 5. terutama untuk perempuan dan kaum muda 1. dan disemua jenjang sebelum 2015 3.POSISI KITA SEKARANG INDIKATOR TUJUAN 1: MENANGGULANGI KEMISKINAN DAN KELAPARAN Target 1A: Menurunkan hingga setengahnya Proporsi Penduduk dengan Tingkat Pendapatan Kurang dari US$ 1 perhari 1 1.A: Menurunkan Angka Kematian Balita sebesar dua-per-tiganya antara 1990 dan 2015 4.7% 66.0% vi .3 4. laki-laki maupun perempuan dapat menyelesaikan pendidikan dasar 2.000) Tingkat Imunisasi Campak .2 2.3% 50.6% 15.6% 101.4% 32 19 Sesuai Target Sesuai Target TUJUAN 5: MENINGKATKAN KESEHATAN IBU Target 5A: Menurunkan Angka Kematian Ibu sebesar tiga-per-empatnya antara 1990 dan 2015 5.1c 3.1d 3.3% 2.000 Tingkat Kematian Bayi (per 1.2 1.2 3.4% 49.1a 1.1 4.3% 100% 100% 100% 100% 100% 50% Telah tercapai Sesuai Target Telah tercapai Telah tercapai Sesuai Target Perlu kerja keras TUJUAN 4: MENGURANGI KEMATIAN ANAK Target 4.23 Bulan 81 57 44.3 Rasio Anak perempuan di Sekolah Dasar Rasio Anak perempuan di Sekolah Menengah Pertama Rasio Anak perempuan di Sekolah Menengah Atas Rasio Anak perempuan di Perguruan Tinggi Rasio melek huruf Perempuan usia 15-24 Thn Kontribusi Perempuan dalam Pekerjaan Upahan Perempuan di DPR 100.6% 62.0% 2.2a 1.8 1.9 Malnutrisi Anak Kecukupan konsumsi kalori 35.1 2.2 3.

4% 29.3 kg minyak-eq/ 1.8 7.1% TARGET STATUS TUJUAN 6: MEMERANGI HIV/AIDS DAN PENYAKIT MENULAR LAINNYA Target 6A: Mengendalikan Penyebaran HIV/AIDS dan mulai menurunkan kasus baru pada 2015 6.15 262 76% 91% TUJUAN 7: MEMASTIKAN KELESTARIAN LINGKUNGAN HIDUP Target 7A: Memadukan Prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan dengan kebijakan program nasional serta mengembalikan sumberdaya yang hilang Target 7B: Mengurangi laju hilangnya keragaman hayati.000) Luar Jawa dan Bali (Per 1.5% 11% 60.8c 7.6 Kebutuhan KB yang tidak terpenuhi 1990 SAAT INI 9.8% 9.5 7.10 7.9 6.0% 67% 67.000) Prevalensi TBC (Per 100.4 7.6b 6.6 6.6a 6.000) Angka Penemuan Kasus Kesembuhan dengan DOTS 90% 8.9 0.7% 52.0% 2.0% 87.Pengurangan Ozon Proporsi Persediaan Ikan dalam batasan biologis yang aman Proporsi dari Sumberdaya Perairan yang digunakan Kawasan Perlindungan Daratan Kawasan Perlindungan Laut Proporsi jumlah spesies yang terancam punah 26.7% 1. pada 2010 6.6 59.2% 30.5 28.8b 7.536 kg/kapita 1.000 $ 6.5% 65.7 Konsumsi CFC .3a Prevalensi HIV dan AIDS (per 100.4 Rasio murid yatim dan/atau piatu terhadap non yatim/piatu berusia 10-14 tahun 67.815 49.21 786 18.544 Mengurangi Mengurangi Target 7C: Menurunkan hingga separuhnya proporsi penduduk tanpa akses terhadap sumber air minum yang aman dan berkelanjutan serta fasilitas sanitasi dasar pada 2015 7.0% 1.10a Proporsi Masyarakat Urban yang tinggal di kawasan Kumuh Proporsi kepastian kepemilikan lahan 87.10a 6.3% 66.000) Jawa dan Bali (Per 1.3% Melawan penyebaran Perlu Kerja keras Target 6B: Terseianya akses universal untuk perawatn terhadap HIV/AIDS bagi yang memerlukan.0% Sesuai Target vii .7% 84.1 6.2% 57.3 7.Perdesaan Sanitasi yang baik Rumah Tangga di Perkotaan Rumah Tangga di Perdesaan 30.000) Penggunaan Kondom pada Hubungan Seks Resiko Tinggi Penggunaan Kondom sebagai alat Kontrasepsi Persentase Populasi usia 12-24 Tahun yang memiliki pengetahuan komprehensif tentang HIV/AIDS Laki-laki Perempuan 6.6% 52.8a 7.8% 60.Perkotaan Sumber Air terlindungi .06 0.3% 5.3% 81. dan mencapai pengurangan yang signikkan pada 2010 7.9a 7.1% 65.6a 7.1 7.9 7.9b Proporsi Penduduk terhadap Air Bersih Air Minum Perpipaan Kota Air Minum Perpipaan Desa Sumber Air terlindungi .8d 7.9% 38.6b 7.INDIKATOR setidaknya empat kali berkunjung ke fasilitas kesehatan 5.10b Kasus Malaria (Per 1.8% 59.2a 6.1% 69.2 6.6% Sesuai Target Perlu usaha keras Perlu usaha keras Telah tercapai Sesuai Target Telah tercapai Telah tercapai Telah tercapai Target 7D: Memperbaiki kehidupan penduduk miskin yang hidup di pemukiman kumuh pada 2020 7.5 Proporsi populasi dengan tingkat penyebaran HIV tinggi terhadap akses dengan obat antiretroviral Target 6C: Mengendalikan Penyakit Malaria dan muali menurunnya kasus Malria dan Penyakit lainnya tahun 2015 6.5% 78.2 Kawasan tertutup hutan Emisi CO2 Rasio Penggunaan Energi terhadap PDB 7.5 7.9% 1.8% 76.34 metric ton/ Kapita 95.

4% 61. Untuk indikator yang tidak memiliki target tersebut. Mengembagnkan sistem perdanganan dan keuangan yang terbuka. terutama teknologi informasi dan komunikasi 8.2% Catatan: 1.1a 8.2% 24.1c 8.6% 87. dapat diperkirakan dan non-diskriminatif . Keterangan mengenai status pencapaian hanya diberikan pada indikator-indikator yang memiliki target terukur secara kuantitatif. catatan khusus diberikan untuk menggambarkan kemajuannya 2.15 8. Untuk menggantikan ketiadaan data tahun 1990 untuk beberapa indikator.ditingkat nasional dan internasional Target 8D. Bekerjasama dengan sektor swasta dalam memanfaatkan teknologi baru.4% 4.6% 4. Penomoran indikator mengacu pada penomoran untuk indikator global viii .12a Rasio Eskpor-Impor dengan PDB Rasio Kredit dan Tabungan Bank Umum Rasio Kredit dan Tabungan Bank Perkreditan Rakyat Rasio Pinjaman Luar Negeri terhadap PDB Rasio Utang terhadap Anggaran Belanja 44.INDIKATOR TUJUAN 8 – MENGEMBANGKAN KEMITRAAN GLOBAL 1990 SAAT INI TARGET STATUS Target 8A.1b 8. Bayangan menunjukkan indikator pendukung khas yang digunakan Indonesia untuk melihat perkembangan secara lebih terperinci indikator utama 3.14 8. berdasar pada peraturan. Penanggulangan Masalah pinjaman luar negeri melalui upaya nasional maupun internasional dala rangka pengelolaan utang luar negeri yang berkelanjutan dan berjangka panjang 8. dan penanggulangan kemiskinan .16b Rumah tangga yang memiliki telepon Rumah tangga yang memiliki telpon seluler Rumah tangga yang memiliki komputer Rumah tangga yang memiliki akses internet 11.termasuk komitmen terhadap sistem pemerintahan yang baik.12 8. digunakan data dari tahun yang terdekat 4.16a 8.9% 26% Target 8F.4% 44.

yang perlu dicermati adalah apa yang terjadi di dan korupsi Indonesia. jawabannya mungkin keluarga yang sehat dan bahagia. yang dihitung dari nilai pasar total dari barang dan jasa yang dihasilkan oleh suatu negara dalam periode tertentu. Dibandingkan sekitar 60 tahun lalu ketika Republik ini didirikan kita telah mengalami kemajuan pesat. Bila berhasil. dibandingkan yang lain. nampaknya Indonesia telah menuju arah yang tepat. dalam menapaki periode panjang sejak kemerdekaan. Orang Indonesia saat ini pun. yaitu hidup dalam sebuah negeri bernama Indonesia yang demokratis. sudah lebih banyak orang yang menjadi semakin Urutan ke-142? Kedengarannya tidak sejahtera. Sepuluh tahun lalu. Mungkin yang mampu membaca dan menulis? Atau. Jika dibandingkan dengan Boleh jadi tidak. Kini tersedia lebih banyak jalan. keluar dari kemiskinan? Lalu. Coba perhatikan berbagai kemajuan di sekitar Akan lebih baik kalau Indonesia di urutan yang anda.250.650. Menggembirakan bahwa saat ini semakin banyak orang Indonesia menjadi lebih makmur. situasinya malah memburuk. Apakah semakin banyak penduduknya Memang tidak semuanya menjadi lebih baik. Juga semakin banyak polusi. lebih tinggi. di mana kebebasan untuk mengungkapkan pendapat dan mengatur kehidupan. hidup lebih lama dan lebih sehat. terlalu bagus. mengapa Indonesia masih miskin? Sebenarnya. sakit atau rumah yang dilanda banjir. Selain itu. Hal ini dikarenakan penghasilan masyarakat Indonesia berdasarkan Gross National Index (GNI). Namun urutan tidak terlalu penting. 2008). kebisingan. anak anda jatuh semakin banyak anak yang diimunisasi sehingga 1 . Meskipun demikian. Bukan sekedar dari ukuran penghasilan. juga pendidikan bermutu bagi anakanak. semakin banyakkah Terkadang. Ini hanyalah ukuran rata-rata. sekolah.000 per bulan. Kita menjadi lebih kaya dengan rata-rata penghasilan lima kali lipat penghasilan saat itu. Namun. Indonesia masuk urutan ke-142 dari Sebagian dari kita memang lebih beruntung 209 negara di dunia (World Bank GNI. Namun. Tiba-tiba banyak yang jatuh miskin. misalnya. saat ini. Nilai ini setara dengan Rp. Indonesia sudah dikategorikan sebagai negara “berpenghasilan menengah”. pusat kesehatan dan tempat-tempat hiburan. dijamin oleh undang-undang. terjadi krisis moneter. terlihat dengan capaian ‘pembangunan manusia’ berupa peningkatan penghasilan dan perbaikan pendidikan. saya tidak merasa sekaya itu 1. apakah saja anda kehilangan pekerjaan. Bukankah itu yang diinginkan semua orang? Rasanya ya.BINCANG-BINCANG TENTANG MDGs Apa yang anda inginkan untuk masa depan? Bagi anda. Terkadang ada negara yang berkembang cepat. sementara yang lain lebih lambat. penghasilan per kapita Indonesia tahun 2007 adalah $ 1. anda tentu saja berharap mampu menyediakan sandang dan pangan berkecukupan serta memiliki rumah idaman. Tapi. Situasi pun bisa berubah menjadi buruk bagi negara secara keseluruhan. negara lain. Anda pun dipastikan mendambakan kebebasan.

Sementara negara negara anggota PBB. Misalnya. pendidikan.kebal campak. bisa berharap untuk hidup sepanjang menetapkan target global terkait produksi pangan. kita terkandung “target-target” yang spesikk dan terukur. cacar air atau polio? Selanjutnya. Bisa siapa saja. hanya ada delapan tujuan umum. kemiskinan. melakukan hal tersebut. Meskipun demikian. beberapa penyakit (menular) utama. biasanya untuk menciptakan lingkungan “yang kondusif bagi lebih mudah memperbaiki bidang pendidikan pembangunan dan pengentasan kemiskinan”. Dulu. Rasanya. sekolah. Tentu saja. tersebut? bantuan dan utang. mengupayakan pencapainnya. bersama masyarakat dunia. Anda. dibandingkan yang lain. Begitu pula dalam pemberantasan dan laki-laki yang bersekolah. dapat menetapkan target bahwa setiap orang Terkait perbaikan posisi perempuan. dalam setiap tujuan sangat mungkin untuk menetapkan target dan perempuan. anda merasa semua itu bukan urusan guru yang kompeten. hampir penyakit seperti malaria dan HIV/AIDS. Juga terlalu banyak sekolah berbagai hal tersebut? di negara ini yang kekurangan buku. khususnya melalui kesepakatan Ya. atau ruang kelas sekolah. berupaya mengusung sekian waktu untuk mencapai standar-standar yang telah banyak tujuan dan sasaran pembangunan yang belum tersosialisasikan. Namun anak-anak kita yang lahir bergabung dengan negara-negara di dunia untuk pada 2007. hanya sekitar “pendidikan untuk semua” serta pemberantasan 30% penduduk yang melek huruf. perlu anda ketahui bahwa semua target yang Pemerintah Pusat juga dapat melakukan hal ditetapkan cukup realistis. seperti signikkan. demam berdarah atau mengatasi banyak perempuan yang bekerja atau yang duduk banjir dan kemacetan. apapun bidangnya. Faktor lain. semua remaja yang memasuki usia dewasa. Dan hal yang sama juga terjadi Jawabannya? di tingkat global. Boleh jadi. ketimbang kesehatan. kesehatan. Indonesia pun masih tetap anda. berperan cukup Benar. 68 tahun. peralatan atau Mungkin. misalnya. paling anda belum pernah mendengarnya. diperlukan lebih Milenium (Milennium Development Goals). Pada September 2000. dibandingkan 60 tahun lalu. Delapan tujuan umum tersebut. lingkungan Siapa yang menetapkan target-target serta permasalahan global terkait perdagangan. dari sekedar pelayanan yang efektif. kesetaraan gender. bisa mendapatkan air minum yang bersih pada ditargetkan kesetaraan jumlah anak perempuan tahun tertentu. kesehatan baru. namun masih tidak memiliki ketrampilan dasar baca tulis. ada hal yang dalam parlemen. seperti apakah seseorang merokok. pencapaiannya memerlukan waktu lebih lama mencakup kemiskinan. Sekitar seperempat dari anak-anak Indonesia pun Baiklah. pada tahun 1960an. umumnya berkat sekolah. Sementara dirumuskan 8 (delapan) Tujuan Pembangunan perbaikan di bidang kesehatan. angka kematian bayi. selama ini keduanya jangka panjang untuk memberantas kemiskinan 2 . Begitu pula pemerintah daerah kemiskinan dan penyakit. kemudian pendidikan. para pemimpin dunia bertemu di New York Berapa lama lagi? mengumumkan ”Deklarasi Milenium” sebagai tekad Tergantung bidangnya. Bagi pemerintah. Sebagai contoh. Mereka yang lahir internasional. Memang ada tujuan yang sama. Kini. kesehatan ibu. tak dapat menetapkan target pembangunan pusat mungkin tercapai. sebuah negara berkembang dan masih butuh termasuk Indonesia. tapi apa urusan saya dengan masih kekurangan gizi. Begitu pula berapa malaria. Jutaan penduduk masih hidup dalam kemiskinan. Tapi. Namun banyak target yang sepantasnya menjadi sasaran tentu saja masih banyak yang harus dilakukan. atau puskesmas Jadi. atau apakah Hanya delapan? ia memiliki pola makan baik. Sejak sekitar 20 tahun terakhir telah tahun 1960an rata-rata hanya punya harapan banyak pertemuan internasional di mana Indonesia hidup 41 tahun. dapat menetapkan target untuk komunitas. atau perbaikan posisi Namun. dicapai banyak negara kaya. Kemajuan dalam bidang Dalam rangka mewujudkan hal ini. misalnya. ada apakah rata-rata kita berumur lebih panjang? target untuk mewujudkan pendidikan dasar 9 tahun pada 2009. kita sedang berupaya memberantas di sekitar anda. Sebenarnya.

tujuannya adalah meredam persebaran epidemik. secara keseluruhan. targetnya lebih ambisius yaitu memastikan bahwa 100% anak memperoleh pendidikan dasar 9 tahun.1%. saya perlu terus membaca Menurut saya ya. MDGs bukan sekedar soal ukuran dan angka-angka. yaitu 7. tujuan pendidikan dalam MDGs tidak mengkaji aspek kualitas. 3 .5%. kondisi pendidikan tidak sebaik yang terungkap dalam angka tadi. data-data MDGs memiliki keterbatasan. meskipun ada angka provinsi. Sayangnya. dengan Ambil contoh. kita lebih berhasil. Lalu buat apa ada laporan MDGs nasional? Anggaplah ini sebagai titik awal. bila dicermati lebih rinci seperti terbaca dalam uraian pada bab berikut. Pada 2008 ini. Namun. Untuk mengetahuinya secara rinci. meskipun terkesan sederhana karena terkonsentrasi pada hal-hal yang sifatnya kuantitatif. Sebagai contoh. bervariasi antara proposi penduduk yang hidup di bawah garis 73 tahun di Yogyakarta hingga 61 tahun di NTB. untuk beberapa tujuan MDGs yang lain. Namun. adalah baik bahwa 94. meskipun tidak mustahil. Hal ini. Yang penting tidak hanya menghitung berapa banyak anak Indonesia yang kekurangan gizi. laporan tentang kemajuan MDGs di tingkat kabupaten juga sangat diperlukan. telah mencapai 94. Jadi. adalah 68 tahun. usia harapan hidup secara nasional patokan tahun 1990.7% anak-anak terdaftar di sekolah dasar.7%. sehingga masyarakat di seluruh negeri yang luas ini dapat mulai berpikir tentang penyelesaiannya.sampai tuntas. angka kemiskinan kita (15. atau hasil-hasil ujian. belum banyak kemajuan yang dicapai. dalam delapan tahun ke depan. Jadi. Di negara yang sangat besar dan beragam seperti Indonesia. Sebagai contoh. Kenapa demikian? Karena memang lebih sulit mengukur kualitas. tidak terlalu berguna Baiknya. belum Pada 2015. baiklah kita segera membahas Tujuan 1 dari MDGs. Dan. karena anda masih terus membaca. Sedangkan untuk pendidikan. Sebagian besar ditargetkan pada 2015. Kapan semuanya ditargetkan terwujud? angka nasional saja tidak terlalu bermanfaat. Selain itu. Sebagai contoh. Salah satu manfaat dari MDGs adalah berbagai persoalan yang diusung menjadi perhatian berbagai pihak termasuk masyarakat secara luas. namun juga memastikan bahwa semua anak memperoleh asupan yang cukup. kemiskinan pada 1990 berjumlah sekitar 15. banyak yang harus kita dilakukan. Namun tujuan MDGs hanya mematok target pengurangan kemiskinan menjadi separuh. di Indonesia. Namun ketika sekolah mereka bocor. Mencegah terjadinya kematian ibu lebih penting daripada sekedar menghitung berapa banyak perempuan meninggal sewaktu melahirkan. Sebaliknya. angka partisipasi anak di sekolah dasar. yaitu cara untuk memperkenalkan berbagai masalah tersebut secara umum. di sektor pendidikan. Apa yang telah kita capai? Terkait kemiskinan. Sementara untuk HIV/AIDS. Tampaknya. itu. maka bersekolah tidak akan membuat anak-anak mendapatkan pendidikan bermutu. Namun. jangan terlalu cepat mengambil kesimpulan. Isu-isu yang diusung MDG sangat penting. Sementara. kita harus mengurangi angka tersebut juga mengungkapkan kondisi kabupaten. kondisi kemiskinan sebenarnya tidak seburuk angka yang ditampilkan. Anda mungkin bisa menilai kualikkasi para guru. membawa kita ke masalah besar berikutnya. Sebuah laporan nasional juga bisa dimasukkan ke dalam sistem internasional yang mencatat pencapaian-pencapaian MDGs di seluruh dunia. silahkan baca laporan ini hingga selesai. namun lebih untuk mendorong tindakan nyata.4%) masih lebih tinggi dibandingkan tahun 1990. atau hanya memiliki buku dalam jumlah yang terbatas serta guru-guru yang kurang kompeten. Karena menjadi separuh. namun sulit untuk mengukur dan mendapatkan informasi tentang kualitas.

Anak-anak yang menikmati pendidikan bakal terbantu memperoleh pekerjaan dengan gaji yang lebih baik. namun di Papua kemiskinan secara langsung. Cukup sederhana. Namun. 4 . bisa juga terjadi. Pada 2008. Karena itu. BPS menyimpulkan bahwa untuk bisa membayar semua itu. Jika pengeluaran anda kurang dari jumlah tersebut. Berapa banyak dari kita yang berada di bawah garis kemiskinan? Untuk mengetahuinya. berarti anda berada di bawah “garis kemiskinan. perbaikan kesehatan otomatis mengurangi kemiskinan. buat apa membahas 2008.3%. Jika anda tinggal di sebuah kota besar. Jadi. umumnya membutuhkan biaya yang lebih tinggi dibandingkan di perdesaan. seperti jaring pengaman sosial bagi penduduk termiskin. Pada dasarnya.” Kedengarannya kita hanya perlu satu tujuan Tujuan pertama ini. sebagai tahun paling akhir yang memiliki kemiskinan? informasi per propinsi. anda tentu bisa memeriksakan diri ke dokter yang baik. mulai dari pakaian. anda juga punya kemungkinan untuk mendapat penghasilan lebih besar. Untuk Bila demikian. semua tujuan berkaitan satu sama lain.636 per bulan. anda bisa mendapatkan perawatan kesehatan yang baik. misalnya.1 berikut ini. memang merupakan tujuan paling penting. terlihat pada Gambar 1. namun kita juga harus mengetahui berapa uang yang dibutuhkan. Selain itu. Pada 2008. Namun itu merupakan jumlah nasional. BPS menghitung berapa biaya 32 keperluan dasar. misalnya menciptakan angkanya sekitar 37. 182.TUJUAN 1: MEMBERANTAS KEMISKINAN DAN KELAPARAN EKSTREM Memberantas kemiskinan dan kelaparan ekstrem Seandainya tidak ada orang miskin. Demikian pula dengan pendidikan. lebih mungkin menjadi miskin di Jakarta? Tidak serta-merta demikian. sebaiknya. seseorang memerlukan Rp. Namun hal sebaliknya. hampir semua masalah kita praktis terselesaikan. Benar. sekitar 35 juta penduduk Indonesia berada di bawah garis kemiskinan. angka kemiskinan untuk Karena ada juga berbagai cara untuk mengatasi Jakarta hanya sekitar 4. Jika anda sakit. atau menyediakan variasi di setiap propinsi dan kabupaten. tujuan pertama dalam MDGs adalah mengurangi jumlah penduduk miskin. bisa membuat anda menjadi lebih miskin – anda akan kehilangan waktu kerja atau harus membelanjakan uang untuk obat-obatan. misalnya. Situasinya berbedabeda. dari satu daerah ke daerah lain. kita mengetahui jumlah penduduk miskin. Artinya. BPS melakukan survei sosial ekonomi nasional (Susenas) terhadap sampel rumah tangga. jangan melihatnya sebagai hal yang terpisah dari tujuan MDGs yang lain. rumah hingga tiket bis. Benar bahwa jika anda memiliki uang. Namun sebelum kita berbicara terlalu jauh.1%. Hidup di perkotaan. Ketika anda punya uang. masih banyak lapangan kerja yang lebih baik. Tanyakan saja berapa uang yang dibelanjakan. Anda juga bisa memperoleh sambungan jaringan air minum serta makanan berkualitas.

terjadi kenaikan tajam angka kemiskinan menjadi 24. Namun. Selain itu.000 per bulan. Jadi jika anda ingin menggunakan 1 dollar per hari sebagai patokan angka kemiskinan. angka kemiskinan terus turun untuk kemudian naik pada 2006. Sebenarnya. namun kecenderungannya menurun. wajah Indonesia terlihat lebih baik. Untuk kemiskinan. tentu saja. Mungkinkah kta mencapai Target tersebut pada 2015? Bukan hal yang mudah untuk dilakukan. nilai dollar sendiri berubah dari waktu ke waktu. Gambar 1. Sejak itu.400. dalam kenyataannya. Tetapi di sini. misalnya. Garis kemiskinan nasional yang dirumuskan oleh BPS didasarkan 5 . Mereka menggunakan ”garis kemiskinan internasional” yang ditetapkan pada angka 1 dollar AS per hari. ada dua kerumitan. kondisi saat ini bahkan lebih parah.Berita Resmi Statistik. lebih murah di Bandung dibandingkan di New York. nilai dollar di sebuah negara bisa lebih tinggi dibandingkan nilainya di negara lain. atau terdapat hampir 35 juta penduduk miskin. namun ada saja yang melakukannya. Namun. serta berbagai produk lain yang biasanya dibeli masyarakat. garis kemiskinan nasional ini mempersulit perbandingannya dengan negara-negara lain.5% berdasarkan separuh angka kemiskinan tahun 1990 yang berjumlah 15. Menyewa rumah.4%. nilai dollar saat ini jauh berkurang dibandingkan nilainya beberapa tahun lalu. kemungkinan akibat melonjaknya harga-harga bahan makanan dan bahan bakar minyak. nilai rata-rata satu dollar setara dengan sekitar Rp. pada jenis pangan yang dikonsumsi. Pada pertengahan 2008.40% 35% 30% 25% 20% 15% 10% 5% 0% Nusa Tenggara Timur Bengkulu Sulawesi Barat Kepulauan Riau Bali Papua Maluku Utara Kalimantan Tengah Bangka Belitung Sulawesi Tenggara Jambi Sulawesi Tengah Nusa Tenggara Barat Lampung Kalimantan Selatan Kalimantan Barat Gorontalo Sumatera Selatan Riau Sulawesi Selatan Sumatera Utara Sumatera Barat Jakarta Jawa Timur Yogyakarta Maluku Aceh Jawa Tengah Papua Barat Kalimantan Timur Jawa Barat Sulawesi Utara Banten Indonesia Bedanya jauh sekali Pada 2008.2. Menyusul krisis moneter pada 1998. artinya pencapaian MDGs kita tidak mengalami kemajuan berarti. 2008 Buat apa menggunakan garis kemiskinan yang bisa diperbandingkan? Mungkin saja anda tidak merasa perlu. angka kemiskinan nasional adalah 15.2%. mencermati Gambar 1. anda perlu mempertimbangkan dua hal tersebut. 288. target yang dipatok adalah 7. Meski angkanya cukup tinggi. Pertama. Berdasarkan angka tersebut. Anda mungkin akan terhibur mengetahui bahwa menggunakan ukuran kemiskinan yang lain. anda mungkin mengira bahwa garis kemiskinan untuk Indonesia sekitar Rp. 9. 2008 Sumber: BPS. akan terlihat bahwa situasi yang ada tidak terlalu buruk. Dengan demikian. Kedua.1 Proporsi Masyarakat Miskin berdasarkan Propinsi.1%.

angka itu tidak belum ada peningkatan.1 17. Menggunakan ukuran ini. misalnya ketika orang lain terkesan. banyak dari kita masih hidup di sekitar garis Saya tidak yakin. 97. boleh jadi anda tidak merasa sedang jatuh atau sebaliknya terbebas dari kemiskinan dari waktu ke waktu.60 24. Hal ini juga menunjukkan sesuatu yang menarik.0 Persentase Penduduk Miskin (%) Bila menggunakan garis kemiskinan tersebut. Artinya. kekurangan air bersih. Gambar 1..000 per kemiskinan pada 1998. sebanding daya beli dollar tahun 1993”. atau sekitar Rp 195. 1990-2007 Sumber: BPS . Anda hanya perlu sedikit menaikkan semua hal ini. Meskipun miskin. Karena yang ditunjukkan hanyalah apa yang terjadi pada penduduk termiskin. kemiskinan ini Indonesia telah mencapai sasaran Artinya.0 10.7 16.. Hal ini memang penting dan sangat menggembirakan bahwa kita telah mengentaskan kemiskinan ekstrim. anda dapat mengatakan bahwa kehilangan pekerjaan atau ketika harga hasil panen ini adalah “garis kemiskinan 1 dollar per orang/ beranjak turun.5 25. cara mengukur angka kemiskinan sedikit berubah dibandingkan 1996. Jika di bawah garis kemiskinan akibat meningkatnya tidak.2 Angka Kemiskinan Nasional. Itulah sebabnya kemiskinan kadang-kadang disebut “memiliki banyak dimensi”.2 23. Bagaimana mereka tiba-tiba menjadi miskin? Karena yang dibahas disini hanyalah “kemiskinan yang diukur dari penghasilan (income poverty)”. Sebenarnya.4 17. anda merasa miskin karena banyak alasan selain pendapatan. garis kemiskinan yang lebih pas mungkin 2 dollar per hari. Namun. yang sama dari tahun ke tahun.8 16. Lebih realistis. mengapa kita tidak memakainya? Alasan utamanya.2 17. anda cukup melihat hasilnya.0 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 Desa Kota Total Suatu lonjakan tajam Gambar 1.4 15. Kita pun bisa tiba-tiba berada hari. Jika ingin membuat banyak dari kita yang sangat rentan. mengacu pada orang-orang yang sama.0 0. pendidikan atau informasi. Jumlah Penduduk Miskin (Juta) 50 40 30 20 10 0 1990 1996 15. bagi Indonesia yang dikategorikan PBB sebagai negara berpenghasilan menengah. Meskipun demikian. menggunakan garis yang jatuh miskin. kita terlihat mencapai kemajuan. angka 1990 seharusnya menjadi sedikit lebih tinggi daripada 15%..7 16. akibat banyak orang kehilangan nasional versi BPS. Berdasarkan Gambar 1. maka hampir separuh penduduk Indonesia masih berada di bawah garis kemiskinan. atau kurang dari separuh garis kemiskinan dua hal. telah menjelaskan hal tersebut.1 18. garis kemiskinan tersebut kurang pas diterapkan pada kondisi Indonesia. Catatan: Saat ini. Semua itu.0 15.Susenas berbagai tahun dan Berita Resmi Statistik. pengeluaran karena melonjaknya harga bahan disimpulkan bahwa garis kemiskinan 1 dollar-per. misalnya.3. Kedua. lainnya terbebas dari kemiskinan.6 20. karena terjadi lonjakan harga kemiskinan adalah sekitar 20. tampaknya berhenti di situ.4 18. berkeinginan mengetahui kemiskinan.4 30. misalnya rumah yang buruk dan kumuh. sementara harga-harga bisa berubah secara tibatiba.0 19. 2007..pokok. dihitung dari berbagai tahun Ya.5% pada 2006.0 5. atau transportasi. Namun karena kita tidak memiliki angka tersebut.dan juga tidak terlalu perlu.6% pada 1990 dan beras. meskipun kemiskinan menunjukkan angka MDGs – meskipun. Pertama. menimbulkan “pergerakan”. Bank Dunia di bawahnya dan tergolong miskin. Kenaikan tajam angka hari di Indonesia setara dengan Rp. angka pekerjaan.000 per bulan.. terjadi karena bulan. Pada 2006. Ternyata.3 Angka Kemiskinan 1 Dollar-per hari Sumber: World Development Report (World Bank). kita akan tetap menggunakan angka 15%. garis tersebut maka akan banyak orang yang berada . Jika angkaangka waktu itu dihitung ulang dengan memakai ukuran saat ini. 6 . ada 7.

anda juga bisa langsung berpikir tentang penghasilan masyarakat. Contohnya. bekerja di sektor informal. Saat ini. khususnya mereka yang bekerja sendiri seperti Sekma terakhr pernah dilakukan ketika harga petani dan pedagang kaki lima. seharusnya kita mempunyai tujuan baru mengenai pekerjaan yang layak dan produktif untuk semua. memberikan uang tunai. Karena itu. pemerintah perlu mempertimbangkan dan memastikan tumbuhnya ekonomi yang bermanfaat pada daerah dan penduduk termiskin. Yang kita butuhkan adalah pekerjaan yang layak.40% 35% 30% 25% 20% 15% 10% 5% 0% Nusa Tenggara Timur Bengkulu Sulawesi Barat Kepulauan Riau Bali Papua Maluku Utara Kalimantan Tengah Bangka Belitung Sulawesi Tenggara Jambi Sulawesi Tengah Nusa Tenggara Barat Lampung Kalimantan Selatan Kalimantan Barat Gorontalo Sumatera Selatan Riau Sulawesi Selatan Sumatera Utara Sumatera Barat Jakarta Jawa Timur Yogyakarta Maluku Aceh Jawa Tengah Papua Barat Kalimantan Timur Jawa Barat Sulawesi Utara Banten Indonesia Lebih mudah tetap pada penggunaan istilah ”miskin” Anda mungkin benar. dimulai dengan lapangan pekerjaan dan upah. Tidak semua pekerjaan dapat membawa seseorang keluar dari kemiskinan. Pemerintah pun harus memberi perhatian lebih pada kawasan perdesaan karena sekitar dua pertiga dari rumah tangga miskin bekerja di sektor pertanian. Cukup menarik. pekerja sektor informal jummlahnya sangat banyak. Ketika menginginkan generasi muda berpenghasilan lebih baik. Sederhananya. tetapi apakah itu cukup? Boleh jadi benar. atau dengan memperbaiki sistem irigasi dan akses jalan. banyak teman saya yang bekerja 12 jam sehari namun tetap miskin Kita juga harus memikirkan mengancai cara membantu kaum termiskin dengan memberikan subsidi bidang kesehatan dan pendidikan. pekerjaan yang layak akan mengeluarkan anda dari kemiskinan. Februari 2006 Pekerjaan yang Layak? Jenis pekerjaan yang produktif dan memberikan penghasilan yang cukup adalah pekerjaan yang layak. Mereka sering merasa kesulitan memenuhi kebutuhan hidupnya. Gambar 1. yaitu mereka yang bahan bakar naik dan pemerintah melaksanakan 7 . Benar.4 Angka Pengangguran Penduduk berusia 15-24 Tahun Sumber: BPS – Sakernas. Secara keseluruhan. Namun anda juga perlu memikirkan tentang isu-isu lain ketika membahas pengurangan kemiskinan akibat kurangnya penghasilan. Tetapi. Tetapi. membantu petani meningkatkan penghasilan dengan cara beralih ke tanaman berharga jual lebih. Lebih dari itu. pekerjaan seyogyanya membuat keluarga anda lebih kuat secara ekonomi. memiliki suasana kerja yang sehat dan memungkinkan anda untuk turut serta mengambil keputusan yang mempengaruhi kehidupan dan penghidupan anda. bahwa ketika banyak yang bekerja terjadi penurunan tingkat kemiskinan. atau dalam beberapa kausu. anda pun harus memberikan mereka pendidikan yang lebih baik.

Persoalannya. tampaknya tidak terlalu sulit mencapai target tersebut. seharusnya mereka memiliki makanan yang cukup – apalagi anak-anak hanya makan dalam porsi yang kecil. Mencermati Gambar 1. karena lebih dari seperempat anak-anak Indonesia kekurangan gizi. banyak sekali yang bisa kita lakukan untuk memperbaiki berbagai persoalan dengan cepat. jadi harus ditekan menjadi sekitar 17. jumlah bayi yang memperoleh Dengan asupan makanan yang tepat dan dalam ASI eksklusif kurang dari seperempatnya. namun ini merupakan cara paling lazim. tidak berarti bahwa semua sekitar 6 bulan.berat badan pada kisaran yang sama. lebih karena kurangnya perhatian.4. dalam jangka waktu panjang. ada satu ukuran penting MDGs tentang kemiskinan terkait gizi. Bisa saja ibu yang miskin kurang memiliki informasi tentang perawatan anak atau hanya memiliki sedikit waktu untuk mengurus bayi. Salah satunya ialah terkait dengan makanan. banyak bayi yang tidak mendapatkan makanan tepat dalam jumlah yang cukup. Jika lebih rendah. Mungkin. kita baik-baik saja. Target kedua MDGs adalah mengurangi jumlah anak-anak yang kekurangan gizi hingga separuhnya. mereka tergolong ”kekurangan gizi”. di Indonesia. Akan tetapi. Di Indonesia. berarti mereka “kekurangan gizi”. mencemaskan. Namun. Awalnya. angka kekurangan gizi pada anak-anak sekitar 35. Gambar 1. Pada dasarnya. setelah anak memperoleh asupan makanan yang layak.5 Kekurangan Gizi pada Anak di bawah Lima Tahun Sumber: BPS – Susenas. Sayangnya. solusi terbaik menanggulangi kemiskinan adalah pertubuhan ekonomi yang menyediakan lebih banyak pekerjaan dan pendapatan – terutama bagi kaum miskin. angkanya naik kembali. Untuk mendapatkan gambaran nasional. juga terkait kemiskinan. Hasilnya. Tapi. sekitar empat bulan. Masih jumlah mencukupi. Untungnya tidak. beberapa tahun terakhir sejak 2000. Sayangnya. yaitu apakah masyarakat mengkonsumsi makanan berkecukupan. Namun. Pada 1990. persoalannya bukan karena minimnya penghasilan. Tampaknya. ia bisa ditimbang disana. 2006) Memang terasa aneh. mengapa lebih banyak anak kekurangan gizi. Jadi ketika menimbang anak. Biasanya. Memang ada cara lain mengukur kekurangan gizi. seperti kesehatan ibu. pilihan ideal biasanya tidak terlihat anak-anak yang adalah memberikan ASI eksklusif hingga usia bayi kelaparan. anda dapat memeriksa apakah “berat badannya sesuai usia” atau tidak. Apa yang bisa kita lakukan saat ini? Sebenarnya.5%. ketika orang memiliki lebih banyak uang. dengan sedikit perubahan perilaku di rumah dapat dengan cepat menurunkan angka kekurangan 8 . terlihat bahwa situasi tersebut belum membaik sepanjang beberapa tahun terakhir. berbagai tahun program Bantuan Langsung Tunai untuk membantu masyarakat miskin. Jika tidak. padahal angka kemiskinan menurun? Gambar 1. Lalu apa masalahnya? Penyebabnya. anak-anak akan mempunyai banyak masalah lain. Bagaimana mengetahui berapa seharusnya berat badan anak saya? Jika rutin membawa anak anda ke Posyandu. Melihat kecenderungan sejak 1990. Karena. yang membesarkan hati. Saat ini pemerintah sedang melaksanakan program Keluarga Harapan untk membantu anggota keluarga miskin membayar pengeluaran terkait pendidikan dan kesehatan. ibu yang kekurangan gizi cenderung melahirkan bayi yang juga kekurangan gizi. pada Susenas 2006 dilakukan penimbangan sejumlah anak sebagai sampel.6 Proporsi Penduduk yang Mengkonsumsi kurang dari Keperluan Konsumsi Harian Sumber: World Development Report (World Bank.8%. Logikanya.

maka hanya 6% dari penduduk Indonesia yang konsumsi hariannya kurang dari standar tersebut. karena belum ada perhitungan ulang. Kemajuan pencapaian target ini diindikasikan dengan semakin tingginya rasio. angka kemiskinan Indonesia pada 1990 adalah 15. Indonesia telah mencapai target karena berhasil mengurangi tingkat kemiskinan dari 21% (1990) menjadi7.1%. Seandainya kita menggunakan dasar penghitungan saat ini.1%.4%. menunjukkan bahwa situasi penduduk miskin belum banyak mengalami perubahan. terutama untuk perempuan dan kaum muda Untuk mengukur kemajuan pencapaian target ini. Pada 2006. menggunakan garis kemiskinan 1 dollar per hari. tampaknya Indonesia masih berada di jalur yang benar untuk mencapai target MDGs ini. Angka saat ini adalah 28% dan nampaknya akan meningkat.gizi. Data terakhir terkait pekerja miskin di Indonesia adalah 8.7% dan 2. (ii) rasio pekerja terhadap populasi. situasi sepenuhnya berbeda. Mencermati berbagai kecenderungan akhir-akhir ini. Menurunkan proporsi penduduk yang menderita kelaparan menjadi setengahnya antara tahun 1990 dan 2015 Indikator pertama adalah prevalensi anak usia di bawah lima tahun (balita) dengan berat badan kurang. meskipun mayoritas pekerja (62%) masih tergolong sebagai pekerja yang rentan. Dua indikator lain memberikan informasi pelengkap.8% pada 2008. TUJUAN 1: MEMBERANTAS KEMISKINAN DAN KELAPARAN EKSTREM Target 1A: Menurunkan proporsi penduduk yang hidup di bawah garis kemiskinan menjadi setengahnya antara 1990-2015 Menggunakan garis kemiskinan nasional. yang artinya semakin tingginya angkatan kerja yang mendapatkan pekerjaan.2% (2006). Salah satu indikator kemiskinan lain dalam MDGs.3% dalam periode tahun 2000 hingga 20072. Pekerja renran di Indonesia mengalami sedikit penurunan semenjak tahun 2003. angkanya berada pada sekitar 9%. Dengan menggunakan perhitungan FAO. dimana rata-rata per-tahunnya mencapai 4. Target 1B: Meneydiakan seutuhnya Pekerjaan yang produktif dan layak. Berbasiskan ukuran tersebut.5% pada 2015. sehingga sebenarnya data setelah itu tidak bisa begitu saja dibandingkan dengan data-data dari tahun-tahun sebelumnya. Dengan menggunakan kriteria FAO1 dalam mengukur kebutuhan konsumsi minimum. Bukan hanya pada anak. Proporsi penduduk tersebut juga relatif tidak berubah sejak 1990. terjadi peningkatan kemiskinan yang kemudian sedikit menurun pada 2008 menjadi 15.5% pada 2006. yaitu: (i) pertumbuhan PDB per proporsi jumlah pekerja/ produktivitas pekerja. angka pada 1990 akan sedikit lebih tinggi dari 15. Indikator kedua adalah proporsi penduduk yang mengkonsumsi kebutuhan minimum per-harinya. Produktivitas pekerja juga mengalami peningkatan yang cukup baik. laporan ini menggunakan angka 15. (iii) proporsi pekerja yang hidup dengan kurang dari $1 per-hari/ pekerja miskin dan (iv) proporsi pekerja yang memiliki rekening pribadi dan anggota keluarga bekerja terhadap jumlah pekerja total/ pekerja rentan. dan belum beranjak jauh dari pencapaian tahun 2002. Indikator yang lebih rumit adalah ”rasio kesenjangan kemiskinan (poverty gap ratio)” yang mengukur perbedaan antara penghasilan rata-rata penduduk miskin dengan garis kemiskinan. Dasar penghitungan berubah pada 1996. seharusnya masih mungkin untuk mengurangi kemiskinan menjadi 7. jelas kita tidak (akan) mencapai target. Pada 1990 rasio-nya adalah 2. standar yang digunakan untuk mengukur kecukupan konsumsi ini sedikit terlalu tinggi untuk Indonesia. Antara tahun 1990 dan 2008. Ini pun belum banyak berubah. Sementara.1%. Di masa lalu. Dengan angka ini. 9 . Namun. Indikator yang lebih sederhana adalah indikator penyebaran penghasilan: total jumlah konsumsi penduduk termiskin secara nasional adalah 20%. sehingga terindikasi bahwa hampir 70% penduduk Indonesia tidak mengkonsumsi cukup makanan. empat buah indikator digunakan. melihat apakah seluruh penduduk cukup makan.

Jadi kita hampir mencapai target meskipun kita masih perlu meningkatkan upaya untuk mencapai 100% pada 2015. Jika anda melihat kembali Gambar 2. Bahkan anak-anak yang telah lulus bisa saja terhenti pendidikannya. 10 . hanya 75% yang lulus . Tujuan kedua MDGs ini adalah memastikan bersekolah dengan lancar di sekolah dasar. Sementara pada setiap mewujudkan target memasukkan semua anak ke jenjang kelas. Terbilang ambisius.0% terjadi pada anak-anak yang memasuki sekolah untuk Kalimantan Tengah hingga 78. berbagai tahun Gambar 2.Susenas. Mewujudkan pendidikan dasar untuk semua Gambar 2. Mencermati garis paling atas pada Gambar 2.1. terdiri dari 6 tahun SD dan 3 tahun SMP . Gambar 2.2 menunjukkan apa yang daerah yang masih cukup tinggi. baiknya kita mencapai target yang lebih tinggi daripada target melangkah ke tujuan berikutnya global MDGs. Dalam hal angka partisipasi di sekolah kita sementara target global MDGs yaitu pendidikan memang cukup berhasil. Tingkat kelulusan sekolah dasar pun hanyalah langkah pertama.3 menunjukkan proporsi kelulusan anakanak sekolah dasar dan proporsinya dari waktu ke waktu. Saat ini misalnya.7% kita hampir di kelas 1 sekolah dasar. sekitar 9% anak harus mengulang tercatat bahwa dengan angka 94. Meski dengan catatan bahwa ini sekitar seperempat anak Indonesia tidak lulus dari adalah angka nasional dengan perbedaan antar sekolah dasar.TUJUAN 2: MEWUJUDKAN PENDIDIKAN DASAR UNTUK SEMUA tetapi memberikan mereka pendidikan dasar yang Tampaknya. sekitar 5% putus sekolah. Mereka tidak melanjutkan ke sekolah lanjutan? Tidak. Tetapi tujuan kedua MDGs setara 6 tahun. Target Indonesia adalah ”wajib belajar Sayangnya. Ada bahwa semua anak menerima pendidikan dasar.1% untuk dasar pada 1999. Kenyataannya.1. kita harus berkutat agak lebih lama di 9 tahun”. Anda dapat melihat bahwa proporsi anak yang lulus sekolah mengalami peningkatan. sekolah dasar. banyak anak yang tidak bisa berhasil. Target waktu pencapaiannya adalah ini bukanlah sekedar semua anak bisa sekolah. Terlihat pula bahwa angka partisipasi di bersekolah hingga kelas 6 dan pada akhir tahun 3 sekolah lanjutan pertama meningkat secara stabil. Akibatnya. Namun akhir-akhir ini kecenderungan tersebut berubah. Indonesia lebih utuh. Ini merupakan tantangan yang besar mengingat pemerintah bertekad Kalau sudah cukup berhasil. yaitu dari 96. sini. di bidang pendidikan.1 Angka Partisipasi di Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama Sumber: BPS . yang tidak naik kelas atau bahkan terpaksa berhenti. 2008-2009. hanya 77% Papua. tampak bahwa hanya 67% anak yang mendaftar ke sekolah lanjutan pertama. tersebut. Pada 2004/2005.

Anda dapat melihat bahwa proporsi anak yang lulus sekolah mengalami peningkatan. 2006 mencapai target yang lebih tinggi daripada target global MDGs. Terbilang ambisius.1.2 Tingkat Putus Sekolah pada Murid yang masuk Sekolah Dasar pada 1999 Sumber: Departemen Pendidikan Nasional .0% Lain-lain 39.0% Seragam 9. sekitar 9% anak harus mengulang di kelas 1 sekolah dasar.0% Buku dan Alat Tulis 11. di bidang pendidikan. tetapi memberikan mereka pendidikan dasar yang utuh.3 Proporsi Kelulusan Anakanak yang Memasuki Sekolah Dasar Sumber: Departemen Pendidikan Nasional. baiknya kita melangkah ke tujuan berikutnya Sayangnya.0% Persatuan Orang Tua dan Transportasi 9. Kita harus lebih giat dalam upaya mempertahankan anak-anak agar tetap bersekolah. Gambar 2. Meski dengan catatan bahwa ini adalah angka nasional dengan perbedaan antar daerah yang masih cukup tinggi. sekitar seperempat anak Indonesia tidak lulus dari sekolah dasar. Jadi kita hampir mencapai target meskipun kita masih perlu meningkatkan upaya untuk mencapai 100% pada 2015. Kenyataannya. sekitar 5% putus sekolah. Pada 2004/2005. Dalam hal angka partisipasi di sekolah kita memang cukup berhasil. membutuhkan loncatan besar. Terlihat pula bahwa angka partisipasi di sekolah lanjutan pertama meningkat secara stabil. hanya 75% yang lulus3. Tingkat kelulusan sekolah dasar pun hanyalah langkah pertama. Ini merupakan tantangan yang besar mengingat pemerintah bertekad Gambar 2.0% untuk Kalimantan Tengah hingga 78. Bahkan anak-anak yang telah lulus bisa saja terhenti pendidikannya. Sementara pada setiap jenjang kelas. Saat ini misalnya.7% kita hampir mewujudkan target memasukkan semua anak ke sekolah dasar. tampak bahwa hanya 67% anak yang mendaftar ke sekolah lanjutan pertama. Ada yang tidak naik kelas atau bahkan terpaksa berhenti. Gambar 2. tercatat bahwa dengan angka 94.3 menunjukkan proporsi kelulusan anakanak sekolah dasar dan proporsinya dari waktu ke waktu.2 menunjukkan apa yang terjadi pada anak-anak yang memasuki sekolah dasar pada 1999. hanya 77% bersekolah hingga kelas 6 dan pada akhir tahun tersebut. Target Indonesia adalah ”wajib belajar 9 tahun”. Namun akhir-akhir ini kecenderungan tersebut berubah.4 Biaya-biaya Pribadi untuk Pendidikan yang harus Dipikul 40% Rumah Tangga paling Miskin Sumber: Making the New Indonesia Work for the Poor. Tetapi tujuan kedua MDGs ini bukanlah sekedar semua anak bisa sekolah. 2006 11 . World Bank. Gambar 2. Indonesia lebih berhasil.1% untuk Papua.0% Mereka tidak melanjutkan ke sekolah lanjutan? Tidak. Mencermati garis paling atas pada Gambar 2. yaitu dari 96.1. Target waktu pencapaiannya adalah 2008-2009. terdiri dari 6 tahun SD dan 3 tahun SMP . Tujuan kedua MDGs ini adalah memastikan bahwa semua anak menerima pendidikan dasar. Gambar 2. Kalau sudah cukup berhasil. Jika anda melihat kembali Gambar 2. Akibatnya. kita harus berkutat agak lebih lama di sini. Target pencapaiannya. 2006 Pendaftaran dan Biaya Lain 17.Mewujudkan pendidikan dasar untuk semua Tampaknya.0% Guru 15. sementara target global MDGs yaitu pendidikan setara 6 tahun. banyak anak yang tidak bisa bersekolah dengan lancar di sekolah dasar.

0% 0. Sementara bangunannya tidak layak digunakan.”5 Faktor lainnya. isu terpenting adalah kualitas pengajaran. sekolah juga dapat menimbulkan masalah jika tidak bisa memberikan sesuatu yang bernilai bagi anak-anak. kelompok mengatakan bahwa mereka memiliki masalah untuk bermain atau pusat penitipan anak.0% 60. sekolah yang memperoleh pembelajaran dini dan Lainnya. Meskipun demikian. baik untuk uang sekolah ataupun seragam. Kurang dari separuh sekolah dasar memiliki apa yang disebut oleh Departemen Pendidikan Nasional “ruang kelas yang baik. masih kekurangan guru. Sekolah. mungkin saja mereka tidak berada di tempat yang tepat.100. Apa maksudnya “tidak disiapkan bersekolah”? Idealnya semua anak memperoleh pendidikan pra sekolah agar terbiasa dengan lingkungan belajar 12 Nanggroe Aceh Darussalam Maluku Sumatera Utara Riau Sulawesi Tenggara Yogyakarta Kepulauan Riau Jakarta Jawa Timur Bali Nusa Tenggara Barat Sumatera Selatan Sumatera Barat Kalimantan Tengah Jawa Tengah Bengkulu Lampung Banten Indonesia Sulawesi Utara Jambi Maluku Utara Kalimantan Timur Sulawesi Tengah Jawa Barat Kalimantan Selatan Kalimantan Barat Sulawesi Selatan Bangka Belitung Sulawesi Barat Irian Jaya Barat Gorontalo Papua Nusa Tenggara Timur Tampaknya kita memerlukan lebih banyak guru Mungkin ya. anak bungsu dalam keluarga mungkin tidak disiapkan bersekolah. Karena gaji rendah. . untuk transportasi. Tentu saja. Dalam hal ini. mereka biasanya bekerja sampingan untuk memenuhi kebutuhan hidup. misalnya.4)4. Semua membayar uang sekolah dan biaya lainnya.5 Angka Partisipasi Murni di Sekolah Menengah Pertama per Propinsi.0% Gambar 2. Sebenarnya di jenjang sekolah dasar. perlengkapan tambahan (Gambar 2. di semua jenjang sekolah.0% 20.0% 80. 2006 Sumber: BPS – Susenas 2006 yang baru. Orang kegiatan tersebut bisa tetap menstimulasi anak tua memang harus membayar dalam jumlah yang bersekolah dan mengembangkan otak mereka. Sisanya. karena orang tua memerlukan mereka banyak kemajuan. Sekitar sepertiga keluarga termiskin (TPA). Selain itu. para guru juga tidak meluangkan waktu yang cukup di ruang kelas. kita telah membuat Sebagian. karena tidak mampu membayar biaya sekitar separuhnya di Tempat Pendidikan Al-Qur’an sekolah. bisa saja tidak memiliki buku atau peralatan yang memadai. Karena. makanan. buku atau dasar. banyak sekolah di daerah terpencil. Hal besar. Mengapa anak-anak putus sekolah? Disamping itu. di taman kanak-kanak. tapi bisa juga tidak. Banyak sekolah dasar di mana satu guru hanya untuk 19 murid. Jam kerja mereka juga pendek. Mungkin di lahan pertanian keluarga. Hampir separuh anak usia pra untuk bekerja. tersebut mempermudah mereka memulai sekolah Selain itu. gurunya sudah cukup.0% 40.

dan UU tentang Pendidikan Nasional mensyaratkan Indikator kedua berkaitan dengan kelulusan. Jumlahnya adalah tahun 2007 hanyalah sekitar 9%. tercapai pemerintah kurang menyalurkan dana publik kemajuan yang cukup baik.Bisa dimengerti Ya. sebuah survei di lebih dari 2. Sebenarnya. Peraturan proporsi anak yang memulai kelas 1 dan berhasil tersebut menyebutkan. Apakah kita akan mencapai 20%? Sangat mungkin sekali. jumlahnya sekitar kita telaah tujuan ketiga MDG berikut ini. tetapi untuk sekolah agar tidak menarik biaya dari para murid.000 sekolah menemukan seperlima dari para guru tidak hadir5. Seorang anak dari keluarga miskin memiliki kesempatan 20% lebih kecil untuk melanjutkan ke sekolah lanjutan pertama ketimbang seorang anak dari keluarga tidak miskin7. pendanaan sekolah. Coba gaji guru. Undang-Undang Dasar kita dapat mencapai target 100% pada 2015. yang proporsinya lebih dari Karena itu. yang mencakup seperempat dari mengeluarkan anggaran lebih banyak sehingga pengeluaran pendidikan pada 2006. Menyusul kenaikan harga bahan bakar pada 2005. proporsi tahun 2004/2005 adalah 82%. Sekali lagi. mencermati Gambar 2. misalnya. pemerintah memulai program Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Tanpa gaji guru. Meskipun terdapat banyak masalah dalam memastikan bahwa dana BOS disalurkan ke sekolah-sekolah yang tepat. Di Nanggroe Aceh Darussalam. pemerintah pusat juga memberikan beasiswa untuk membantu muridmurid paling miskin. sekitar sepertiga anak-anak berhenti usai sekolah dasar. Namun. Untuk Indonesia. anda bisa melihat bahwa terdapat perbedaaan besar antar propinsi. Sebelumnya. pemerintah kabupaten bertanggung jawab terhadap sekitar duapertiga pengeluaran publik untuk pendidikan dan menggunakan hampir seluruhnya untuk gaji guru. apalagi jika mereka diminta bekerja menambah penghasilan keluarga. banyak hal tergantung pada pemerintah kabupaten. kita harus menunggu keluarga menjadi lebih sejahtera. Pada 2004. Artinya. Mengirimkan anak ke sekolah lanjutan bahkan lebih mahal. Sebagai perbandingan. BOS yang diberikan berjumlah 25 dollar per anak/tahun di jenjang sekolah dasar dan 35 dollar per anak/ tahun di sekolah lanjutan pertama (atau setara dengan Rp. Artinya. Lagi-lagi persoalan kemiskinan. Pertama. 17% dari total pengeluaran pemerintah8. 13 . Pada tahun 2008 Mahkamah Konstitusi memutuskan bahwa pemerintah wajib memenuhi kewajiban memenuhi 20% alokasi APBN untuk pendidikan. Jadi dalam hal ini. alokasi untuk pendidikan termasuk untuk banyak anak perempuan yang bersekolah. selain pemerintah pusat. Selain itu. Jadi. ada hal positif karena sekarang semakin terakhir. Namun. Berdasarkan kondisi ini. terkait untuk pendidikan. 340. kita bisa mencapai target yang ditetapkan. mencapai 20% perlu kenaikan yang luar biasa. tidak 20% dari anggaran pusat maupun daerah. Saat ini. meningkat. Selain itu. Akan tetapi. Pemerintah pun bertekad tingkat partisipasi di sekolah dasar. jumlah tersebut adalah separuh Terdapat dua indikator yang relevan. untuk Indonesia lebih pas melihat separuh anggaran saat ini. beberapa tahun gender. Namun. lebih baik memiliki guru dalam jumlah lebih kecil tetapi dibayar lebih baik agar bisa meluangkan lebih banyak waktu di kelas. yaitu belanja negara yang cukup besar. alasan utamanya mungkin terkait biaya. termasuk gaji para guru. angkanya 78%.000) Apa yang bisa dilakukan dengan uang tersebut? Uang tersebut tidak diberikan kepada keluarga murid. Tidak harus demikian. sehingga untuk 77% dengan kecenderungan terus meningkat. nampaknya orang tua murid tidak perlu menanggung biaya dapat membawa perubahan yang berarti dalam hal sekolah yang terlalu mahal. Dan ini tidak sekolah dasar berjenjang hingga kelas enam. Pemerintah dapat program BOS.5. untuk pengeluaran Malaysia. Hal tersebut semakin penting ketika anakanak bertambah usia dan melanjutkan ke sekolah lanjutan pertama. Saat ini. terkait partisipasi di pendidikan lanjutan pertama. agar semakin banyak anak sekolah. sedangkan di NTT hanya 43%. Seperti diuraikan di atas. Indonesia telah untuk tetap meningkatkan alokasi anggaran untuk mencapai angka 94. pada tahun 2009 paling mencapai kelas 5 sekolah dasar. Pemerintah pusat masih mengendalikan hampir seluruh dana untuk sekolah dan ruang kelas baru. pendidikan.7%. harus digunakan untuk pendidikan. tapi mereka tidak hadir padahal seharusnya datang ke sekolah. proporsi pencapaian hingga kelas enam.

Berdasarkan kondisi ini.Data kelulusan yang digunakan dalam laporan ini berasal dari Departemen Pendidikan Nasional berdasarkan data pendaftaran sekolah. Pertama. Berbeda dengan Susenas (2004). kualitas melek huruf yang sesungguhnya mungkin tidak setinggi itu karena tes baca tulis yang diterapkan oleh Susenas terbilang sederhana. untuk Indonesia lebih pas melihat pencapaian hingga kelas enam. Karena itu. Data kelulusan yang digunakan dalam laporan ini berasal dari Departemen Pendidikan Nasional berdasarkan data pendaftaran sekolah. kualitas melek huruf yang sesungguhnya mungkin tidak setinggi itu karena tes baca tulis yang diterapkan oleh Susenas terbilang sederhana.4%. yaitu sekitar 95%. Dalam hal ini. yang menghitung angka yang jauh lebih besar. Untuk Indonesia. kita dapat mencapai target 100% pada 2015. Namun. akan bisa menyelesaikan pendidikan dasar secara penuh Terdapat dua indikator yang relevan. yang menghitung angka yang jauh lebih besar. Meskipun demikian. Indikator ketiga untuk tujuan ini adalah angka melek huruf penduduk usia 15-24 tahun. yaitu sekitar 95%. Indikator ketiga untuk tujuan ini adalah angka melek huruf penduduk usia 15-24 tahun. Artinya. TUJUAN 2: MEWUJUDKAN PENDIDIKAN DASAR UNTUK SEMUA Target 2A: Memastikan bahwa pada 2015 semua anak di manapun. nampaknya kita cukup berhasil dengan pencapaian 99. laki-laki maupun perempuan. Indonesia telah mencapai angka 94. Dalam hal ini. yaitu proporsi anak yang memulai kelas 1 dan berhasil mencapai kelas 5 sekolah dasar. proporsi tahun 2004/2005 adalah 81%. nampaknya kita cukup berhasil dengan pencapaian 99. Meskipun demikian. Jumlahnya adalah 77% dengan kecenderungan terus meningkat.7%. untuk tingkat partisipasi di sekolah dasar. Indikator kedua berkaitan dengan kelulusan. 14 . kita bisa mencapai target yang ditetapkan. Berbeda dengan Susenas (2004). sekolah dasar berjenjang hingga kelas enam.4%.

Namun. Biasanya terdapat lebih banyak kesempatan kerja bagi anak laki-laki daripada untuk anak perempuan. Bahkan terjadi kemajuan yang cukup mengejutkan. masih cukup lain mengukur kemajuan adalah dengan melihat jauh dari pencapaian kesetaraan gender. Untuk hal ini.1 Rasio antara Anak Perempuan dan Anak Lakilaki di berbagai Jenjang Pendidikan Sumber: BPS-Susenas berbagai tahun Kedengarannya menyedihkan Mari kita mulai dengan kabar baik. 15 . kesetaraan gender bukan melulu mengenai perempuan. yaitu lapangan pekerjaan lagi-lagi mungkin karena anak laki-laki memiliki dan keterwakilan dalam parlemen. kesempatan lebih banyak kesempatan kerja. Cara mencapai kemajuan pesat. di Pertama. perempuan di Indonesia telah atas. Namun. target kedua dan ketiga. jumlah anak putus sekolah antara dengan cukup jelas. tujuan ketiga MDGs menunjukkan hal tersebut di sekolah dasar. anak perempuan sepertinya berada di depan pada sekolah lanjutan pertama. Pada sekolah dasar jumlah antara anak perempuan dan laki-laki terbilang seimbang. kita akan membahas lebih banyak mengenai hal ini dan issue terkait lainnya. menyangkut pendidikan. Tujuan ini memiliki tiga target. Namun. Data berapa banyak anak putus sekolah. yang dimiliki perempuan Indonesia masih kurang. anak laki-laki dan perempuan sama. semakin banyak anak perempuan yang bersekolah. Ini mungkin karena kakak laki-laki mereka meninggalkan sekolah untuk bekerja. Hal tersebut. sekolah lanjutan. seperti tergambarkan pada Gambar 3. Saat ini. di sekolah menengah Dalam banyak hal. baik keluarga miskin maupun kaya. garisnya berada diatas 100%.1 di bawah ini. terkait perempuan yang putus sekolah. meskipun. di mana rasio yang ditunjukkannya mendekati 100% sejak 1992. terlihat bahwa lebih sedikit anak nampaknya kita cukup berhasil. Kenyataannya. Menariknya. Grakk menunjukkan rasio antara anak laki-laki dan perempuan di berbagai jenjang pendidikan. situasinya kembali lebih seimbang. Kelihatannya. karena target ini menekankan pada pemberdayaan perempuan. Akan tetaopi. tetapi mengenai perempuan dan laki-laki. anak perempuan kini berada di depan Meskipun ada penurunan pada tahun lalu. Sekarang di jenjang sekolah lanjutan pertama. artinya terdapat lebih banyak anak perempuan dibandingkan anak laki-laki.TUJUAN 3: MENDORONG KESETARAAN GENDER DAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN Mendorong kesetaran gender dan pemberdayaan perempuan Ada baiknya kita meluruskan satu hal. sama giatnya Gambar 3.

Ini ditunjukkan 2006 tingkat melek huruf adalah 91. 2005 Saya berharap. perbandingannya haruslah 50%. Sekarang situasi sudah semakin setara. Jika laki-laki dan perempuan laki. Sekitar melihat berapa banyak yang bekerja di luar rumah 15% remaja yang beranjak dewasa. anda Gambar 3. adalah apa yang terjadi di perguruan tinggi. Anak perempuan juga akan melihat ketimpangan ketika mereka membuka buku teks. Namun perempuan yang mempelajari sains. baik laki-laki atau di luar lahan pertanian. tampaknya tidak banyak perbedaan. Gambar 3. mendapatkan pendidikan Milenium melihat hal ini dengan membandingkan tinggi. anak laki-laki anda juga dapat melakukan hal yang sama. perempuan cukup berhasil. siapa yang memimpin? Jumlah laki-laki yang menjadi kepala sekolah. ketika anak tumbuh dewasa. Jadi. keluarga Namun situasinya lebih seimbang bagi mereka miskin memiliki kesempatan lebih kecil untuk yang mengambil sekolah lanjutan umum. jumlah yang sama antara anak laki-laki dan baik anak perempuan maupun laki-laki. Buku tersebut menjelaskan bahwa aktivitas utama ayah adalah mencari nafkah sementara ibu bertanggung jawab atas pekerjaan rumah tangga. Terdapat memasukkan anak mereka ke sekolah lanjutan. yang paling mengesankan. Tahun “pekerjaan upahan non-pertanian”. 2002/03 Sumber: UNESCO/LIPI. Silahkan lihat kembali Selain melihat bidang studi yang diambil. yang memilih sekolah pariwisata (Gambar 3. terdapat lebih banyak guru perempuan dibandingkan laki-laki. Namun ketika anak perempuan bersekolah. Sebuah buku teks utama sekolah dasar tentang kewiraan.dalam Gambar 3. Ini dipekerjakan secara setara di jenis pekerjaan karena di masa lalu lebih sedikit anak perempuan tersebut.yang bersekolah.1. banyak ketimpangan atau ketidaksetaraan yang harus dihadapi. anak perempuan saya mau menyeterika. misalnya.2).3. namun hanya 88. Tentu saja. Target Pembangunan maupun perempuan. misalnya. Terkait kesempatan untuk masuk sekolah atau perguruan tinggi. Kemajuan yang dicapai anak perempuan jumlah laki-laki dan perempuan yang bekerja di juga terlihat dalam hal tingkat melek huruf. Namun 16 .4% untuk perempuan. Banyak Dalam hal ini. Sepanjang sepuluh tahun terakhir. Dan ilustrasi tentang tanggung jawab anak-anak dengan gambar anak perempuan yang sedang mencuci dan menyeterika10.3 Sumbangan Perempuan dalam Kerja Berupah di Sektor Non-Pertanian Sumber: Sakernas (Berbagai Tahun) Dan saya harap. Dari semua anak tersebut. Panutan pertama mereka adalah para guru. Hal ini tampak sekolah dasar. Kesenjangan lainnya. jelas pada murid yang mengambil sekolah kejuruan. juga dapat menelaah apa yang terjadi ketika anak jumlah perempuan dengan cepat mengejar jumlah perempuan putus sekolah untuk bekerja – dengan laki-laki dan sekarang berada di depan.5% untuk laki. Untuk mereka yang berusia 15 hingga 24 tahun. empat kali lipat dibandingkan dengan perempuan9. anak perempuan jarang Meskipun mahal? memilih sains (science) dan teknologi. anak perempuan sepertinya juga memilih bidang menyekolahkan anak perempuan mereka ke yang berbeda dari anak laki-laki. Di sekolah dasar. membahas tanggung jawab dalam keluarga. kesan anda benar. Namun. Gambar 3.2 Proporsi Anak Perempuan dan Anak Laki-Laki di Sekolah-sekolah Lanjutan Kejuruan. tingkat melek huruf baik untuk laki-laki dan perempuan hampir mendekati 100%.

Indikator ketiga adalah sumbangan perempuan dalam kerja berupah di sektor non-pertanian. misalnya.6% jabatan tinggi dalam birokrasi pemerintahan. Tampaknya. dalam pendidikan namun anak perempuan dan perempuan kurang terlihat. pemilih cukup mendukung terpilihnya perempuan. tampaknya kita telah mencapai target dengan rasio 99. kewajiban tersebut ada dampaknya. Nilainya saat ini hanya 33%.0% di sekolah lanjutan atas. Yang menarik. di mana para calon tidak mewakili partai politik. pakaian dan alas kaki. dan hal itu menunjukkan Indonesia lebih tangga. Selain kurang mendapatkan lapangan pekerjaan. Dan tampaknya. 99. juga yang menjadi bupati atau gubernur. 9% (2003). dan hanya sedikit berubah selama beberapa tahun terakhir. Disini kita masih jauh dari kesetaraan. Disini Indonesia tampaknya sudah mencapai target. perempuan juga cenderung mendapatkan pekerjaan tidak sebaik laki-laki. dengan rasio 100% di sekolah dasar. bagaimana agar bisa menjadi calon salah satu partai politik besar. puncaknya pada 1998. banyak perempuan muda yang bekerja dengan upah rendah – seringkali dengan penyelia laki-laki. Indikator kedua adalah rasio melek huruf perempuan terhadap laki-laki untuk usia 15-24 tahun. terkait kesetaraan gender. 17 . Namun secara menyeluruh kita telah cukup berhasil dalam jenjang jabatan politik di bawahnya. lanjutan dan tinggi. ketika mungkin lebih banyak laki-laki yang tiba-tiba kehilangan pekerjaan dibandingkan perempuan. maju dibandingkan banyak negara lain. yaitu sekitar 15%. posisi di mana Sang Caleg tidak akan terpilih. Meskipun demikian. dan di semua jenjang pendidikan paling lambat tahun 2015 Yang menjadi indikator utama adalah rasio anak perempuan terhadap anak laki-laki di pendidikan dasar. Masalahnya. Saat itu adalah puncak krisis ekonomi. masing-masing 13% (1992). TUJUAN 3: MENDORONG KESETARAN GENDER DAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN Target 3A: Menghilangkan ketimpangan gender di tingkat pendidikan dasar dan lanjutan. Proporsi Indonesia bahkan lebih rendah. dalam Dewan Perwakilan Daerah (DPD).5%.4% di sekolah lanjutan pertama. Perempuan hanya menduduki 9. Perempuan juga Tapi.anda dapat melihat bahwa angka untuk perempuan hanyalah sekitar 33. perempuan menduduki sepertiga dari kursi yang ada – dan lebih dari 30% perempuan yang mencalonkan diri. 100.3%.5% di pendidikan tinggi. Angka rata-rata dunia untuk hal ini cukup rendah. angka itu menurun akhirakhir ini Ya. Demikian pula halnya di pemerintahan. Indikator keempat adalah proporsi perempuan di dalam parlemen. terutama presiden perempuan karena harus memikul tanggung jawab rumah Benar. terpilih dalam pemilihan anggota DPD. Setelah itu. dan 102. proporsi laki-laki adalah 86% namun perempuan hanya 49% 11.3% (2005). Indikator MDG untuk ini adalah proporsi perempuan yang menjadi anggota DPR. dan 11. pada tahun 2004. Karena itu. lebih baik pada 2005.9%. dimana proporsinya saat ini hanya 11. Informasi lebih lanjut diperoleh dari berbagai survei tentang proporsi penduduk dewasa dalam angkatan kerja. Hanya sedikit yang perempuan masih banyak menghadapi hambatan terpilih menjadi anggota parlemen. Tidak semua partai politik bisa mewujudkan hal tersebut. setidaknya kita pernah memiliki kurang terwakili di tingkat daerah. Paling tidak angkanya naik lagi Itu mungkin karena Undang-Undang tahun 2003 tentang Pemilihan Umum yang mewajibkan Partai Politik untuk sedikitnya memiliki 30% calon perempuan. Demikian budaya dan ekonomi. situasi perempuan terus memburuk. Perempuan juga kurang terwakili di bidang politik. Di pabrik-pabrik industri tekstil. Disini pun. Bahkan umumnya menaruh perempuan di urutan terbawah dalam daftar calon legislatif (caleg). Misalnya.

Semakin sejahtera anda. kita Bayi adalah anak berusia di bawah satu tahun. Itu karena berbagai alasan. sekarang kita memang hidup bermanfaat. Laju kematian bayi juga menurun. kita mencapai kemajuan karena proporsi balita Anda dapat memilih usia harapan hidup sebagai yang meninggal kurang dari separuh angka tahun satu indikator kesehatan. Apa bedanya anak dengan bayi? Paling tidak. Antara 1970 dan 2005. usia harapan 4. Artinya. angka tahun 1990 menjadi duapertiganya. Anak-anak yang lahir di Indonesia saat ini sebelum mencapai usia lima tahun. anak-anak tumbuh berkembang di lingkungan yang lebih sejahtera dan sehat. terutama bayi. Gambar tersebut menunjukkan proporsi anak hidup di negeri ini rata-rata meningkat sekitar 15 yang meninggal. lebih rentan terhadap penyakit dan kondisi hidup kita harus menurunkannya dari 97 kematian yang tidak sehat.000 lainnya yang sangat penting. MDGs menargetkan pengurangan anak yang meninggal. Ya. semakin mungkin anak-anak anda bertahan hidup. Dengan demikian proporsi kematian yang lebih besar terjadi pada bulan-bulan pertama setelah dilahirkan. Artinya. Namun Ketika melihat pada angka kematian anak. angkanya sekitar 44 per 1. namun pada 2005 proporsinya meningkat hingga 77%. seperti yang bisa dilihat pada Gambar lebih lama. Karena itu.1. Jadi di antara dua garis tersebut adalah jumlah anak yang meninggal antara usia 1 dan 5 tahun.kelahiran hidup. lebih banyak anak-anak kita yang tetap hidup. tidak mengejutkan bahwa angka kematian juga lebih tinggi di propinsi-propinsi termiskin. kita anda juga harus melihat pada angka kematian bayi. Namun ada satu ukuran 1990. yaitu jumlah anak. Ini merupakan pembedaan yang sehat. Salah satu yang paling penting adalah berkurangnya tingkat kemiskinan.TUJUAN 4: MENURUNKAN ANGKA KEMATIAN ANAK biasanya merujuk pada anak di bawah usia lima Kita semua ingin menikmati usia panjang dan hidup tahun (balita). dan dengan kecenderungan laju yang ada.1 Laju Angka Kematian Bayi dan Balita Sumber: BPS – Susenas. MDGs adalah mengurangi jumlah kematian anak. berbagai tahun Catatan: Angka kematian balita juga mencakup angka kematian bayi. 120 Kematian per 1000 kelahiran hidup 100 80 60 40 20 0 1990 Ya. Menurunkan angka kematian anak Gambar 4. Pada 2007. Sepertinya kita hampir mencapai target. namun lebih lambat dibandingkan penurunan kematian balita. Kenyataannya. Itulah sebabnya tujuan keempat menjadi 32. Jelas bahwa dapat mengharapkan hidup hingga usia 68 tahun. 1995 AK Balita 2000 2005 AK Bayi 2010 2015 18 . Pada tahun 1990. bahkan bisa mencapainya pada 2010. 70% kematian terjadi pada bayi. Anak-anak. baik ketika masih bayi ataupun tahun.

namun juga cukup banyak tahun karena komplikasi campak13 dan baru-baru terjadi pada minggu atau bahkan hari-hari ini ada beberapa KLB (kejadian luar biasa) polio pertama kehidupan mereka. yaitu dari sekitar Jadi. dan 80% digunakan untuk membayar gaji pekerja medis . Artinya kita harus memperbaiki kualitas layanan kesehatan ibu dimana 303 anak menjadi lumpuh. imunisasi hepatitis. Bukan hanya untuk hanya 72% untuk bayi dan 82% untuk anak hingga upaya penyembuhan. Keduanya dapat disembuhkan memperoleh vaksinasi. namun perlu lebih ditingkatkan lagi. khususnya sepanjang kehamilan dan Mengapa hanya sedikit anak-anak yang segera setelah persalinan. Indonesia cukup berhasil. anak-anak yang menerima imunisasi difteri. Pada mencapai 40%. Selain itu 82% anak-anak kesehatan. 19 . Angka ini telah meningkat. Campak juga menjadi kekhawatiran karena angka imunisasi Dana memang membantu. Telah keseluruhan kesehatan anak-anak sangat terkait banyak yang dibelanjakan untuk kesehatan. jumlahnya 97 kematian per 1. Target MDGs adalah untuk mengurangi dua pertiga angka tahun 1990.000 anak meninggal setiap pada tahun pertama. Namun secara kesehatan yang terkelola dengan baik. dan campak Jerman (rubella). Seringkali. Saat ini kita memang memberikan memadai. Ini membawa kita diperlukan lebih banyak anggaran karena saat ini ke tujuan MDGs selanjutnya. karena mereka sedang 15 2007. Target saat ini adalah 32 kematian per 1.000 kelahiran hidup. namun dengan kesehatan ibu mereka. Namun ini harus menjadi satu Padahal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) proses berkesinambungan. cukup batuk rejan dan tipus adalah 84. tapi diperlukan sistem jika penanganan dini dilakukan. Dengan demikian. sementara target pemerintah adalah penyakit.menjadi 72% untuk bayi dan 76% untuk anak dibawah 23 bulan pada 2006. Sebuah survei misalnya menemukan imunisasi untuk hampir semua anak-anak di bahwa tingkat ketidakhadiran staf puskesmas republik ini. indikator utama tujuan ini adalah angka kematian anak di bawah lima tahun (balita). berada di tempat praktek pribadi . belum untuk semuanya. diperlukan dana yang lebih banyak? 74% beberapa tahun lalu menjadi 70%. Hal yang mencemaskan merekomendasikan bahwa proporsi gaji seharusnya adalah turunnya angka imunisasi terhadap polio hanya 15%. belanja negara untuk kesehatan hanya sekitar 5% Jadi kita kembali ke kemiskinan lagi? TUJUAN 4: MENURUNKAN ANGKA KEMATIAN ANAK Target 4A: Menurunkan angka kematian balita sebesar dua pertiganya antara 1990 dan 2015 Karena itu. Diperkirakan 30. Indikator kedua adalah proporsi anak usia satu tahun yang mendapat imunisasi campak.000 kelahiran hidup. dan anak. risiko terbesar yang Imunisasi tidak hanya tergantung pada para orang mereka hadapi adalah infeksi saluran pernafasan tua untuk memastikan bahwa anak-anak mereka akut dan diare. khususnya program jika investasi untuk puskesmas berikut staf kurang imunisasi. Kematian anak bukan terjadi hanya 90%.4% 12. meskipun tinggi ketergantungan pada pemerintah kapubaten hanya separuh dari mereka yang menerima yang mengalokasikan 4-11% anggaran untuk imunisasi lengkap. Namun.dari APBN14. Saat itu. akan menderita lain yaitu layanan kesehatan. khususnya yang Tidak sepenuhnya karena ada satu pengaruh besar tergantung pada layanan publik. Kini. Penduduk miskin. namun juga pencegahan 23 bulan. Sekitar 80% dari anggaran tersebut 15 menerima imunisasi Tubercolosis (TBC). Jika mereka bertahan divaksinasi? hidup selama masa tersebut.

untuk mengurangi “kematian ibu”. lebih miskin dan terpencil. Masalahnya. seperti akibat pendarahan dan kelahiran yang sulit. Sebagian besar kelahiran berlangsung normal. seorang perempuan ibu. terbaca dalam Gambar menjadi tragedi. sehingga komplikasinya dapat menimbulkan konsekuensi sangat serius.000 perempuan di yang biasa digunakan adalah dengan bertanya Indonesia meninggal akibat komplikasi dalam pada para perempuan apakah ada saudara persalinan. misalnya. menurunkan rasio hingga tiga perempatnya dari Anda.2%. Melahirkan seyogyanya menjadi perempuan mereka yang meninggal sewaktu peristiwa bahagia tetapi seringkali berubah persalinan. Artinya. Grakk menunjukkan bahwa “tingkat kematian kematian tersebut dapat dicegah. Target MDGs adalah untuk Namun bisa ada keraguan tentang penyebabnya. terkait sekitar 110. seringkali muncul keraguan tentang angka kehamilannya sebesar 1. terutama di daerah-daerah yang yang tepat. Karena itu ibu” telah turun dari 390 menjadi sekitar 307 per tujuan kelima MDGs difokuskan pada kesehatan 100.1. Sebenarnya. hampir semua 5. Dengan asumsi bahwa rasio pada informasi dalam laporan kematian yang saat itu adalah sekitar 450. Meningkatkan kesehatan ibu Mengapa mereka meninggal? Biasanya. misalnya komplikasi akibat aborsi yang tidak aman. Saat ini hanya sekitar separuh perempuan usia 15 hingga 24 yang menggunakan metode kontrasepsi modern 20 . namun bisa saja tidak. Metode Setiap tahun sekitar 20. Meski yang memutuskan untuk mempunyai empat semua sepakat bahwa angka kematian ibu terlalu anak memiliki kemungkinan meninggal akibat tinggi. persalinan merupakan peristiwa (kesehatan) besar.000 kelahiran. Sejumlah komplikasi sewaktu melahirkan bisa dicegah. akibat kondisi darurat. misalnya.berbagai tahun ataupun tidak terkait dengan persalinan. Angka tersebut bisa jauh lebih tinggi.TUJUAN 5: MENINGKATKAN KESEHATAN IBU Gambar 5. tidak mungkin hanya mengacu angka tahun 1990. target MDGs adalah bisa saja disebabkan oleh berbagai alasan. Perkiraannya. menunjukkan bahwa rasio Kita seharusnya dapat memastikan ketika seorang ibu meninggal dunia tersebut adalah 56117. Satu survei di Ciamis. Komplikasi seperti ini menyumbang 6% dari angka kematian. Jawa Barat. Sebagian besar sebenarnya bisa dicegah kalau saja perempuan memiliki akses terhadap kontrasepsi yang efektif.1 Tingkat Kematian Ibu Sumber: SDKI .

berbagai tahun 0. dan mengirim mereka ke seluruh penjuru Indonesia. Ini artinya kita harus memperlakukan setiap persalinan sebagai satu potensi keadaan darurat yang mungkin memerlukan perhatian di sebuah pusat kesehatan atau rumah sakit. Apakah kita kekurangan bidan desa? Sebenarnya. Namun. khususnya di daerah-daerah yang lebih terpencil. pemerintah pusat telah melatih banyak bidan. perempuan mana pun dapat mengalami komplikasi kehamilan. Berbagai potensi masalah lainnya bisa dicegah apabila para ibu memperoleh perawatan yang tepat sewaktu persalinan.49 0.70 0. Seperti tampak pada Gambar 5.56 0. Jika mereka bekerja di komunitas-komunitas kecil.2 Proporsi Kelahiran yang Dibantu oleh Tenaga Persalinan Terlatih Sumber: BPS-Susenas damn SDKI. diikuti oleh pil. tenaga persalinan tradisional mungkin tidak akan dapat mengatasi dan mungkin akan segan untuk 0. Ini artinya akan baik kalau ada seseorang yang mengamati dan dapat mengenali adanya tanda-tanda bahaya. ini mungkin benar. baik staf rumah sakit.47 60% 0. Sayangnya. Sekitar 60% persalinan di Indonesia berlangsung di rumah. pusat kesehatan ataupun bidan desa. Untungnya banyak perempuan yang mendapatkan bantuan tersebut. Hal ini dapat mengakibatkan penundaan yang membahayakan jiwa karena tidak secepatnya memperoleh perawatan kebidanan darurat di pusat kesehatan atau rumah sakit. tidak peduli apakah sehat atau cukup gizi. pada 2007 proporsi persalinan yang dibantu oleh tenaga persalinan terlatih. dan tidak memperkerjakan para bidan setelah berakhirnya kontrak mereka dengan Departemen Kesehatan. Sekali lagi angka ini sangat bervariasi di seluruh Indonesia.72 0.56 0. Dalam kasus-kasus persalinan normal. Proporsi perempuan (usia 15-49) yang menggunakan alat kontrasepsi mengalami peningkatan dan prosentasenya pada tahun 2006 adalah 61% (SDKI. meminta bantuan bidan desa. Namun salah satu dari masalah utamanya adalah jika disuruh memilih. kaya maupun miskin. pemerintah daerah tidak menganggap hal tersebut sebagai prioritas.68 0. Keluarga juga lebih nyaman dengan seseorang yang mereka kenal dan percaya. mulai dari 39% di Gorontalo hingga 98% di Jakarta. sementara separuhnya lainnya tidak dapat diselamatkan akibat tidak adanya perawatan yang tepat dengan fasilitas medis memadai18. ketika sang ibu sampai di rumah sakit.(Gambar 5. namun berpotensi menjadi keadaan darurat. Keterlambatan dapat juga terjadi karena kesulitan dan biaya transportasi.67 0. belum tentu ia akan mendapatkan bantuan yang diperlukan Gambar 5. sepertinya. para ibu memerlukan bantuan seorang ”tenaga persalinan terlatih”. banyak keluarga yang memilih tenaga persalinan tradisional. Pengalaman internasional menunjukkan bahwa sekitar separuh dari kematian ibu dapat dicegah oleh bidan terampil. Jika ada bidan desa pada saat persalinan atau sang ibu melahirkan di sebuah pusat kesehatan atau rumah sakit. ada masalah terkait kualitas.67 0. di perkotaan atau di perdesaan.72 0. biasanya lebih murah dan dapat dibayar dengan beras atau barang-barang lain. Selain itu. telah mencapai 73%.2. mereka mungkin tidak menghadapi banyak persalinan.64 80% 0. untuk penanganan cepat.2). Mereka yakin bahwa tenaga persalinan tradisional akan lebih mudah ditemukan dan beranggapan bahwa mereka bisa lebih memberikan perawatan pribadi.73 21 . Namun jika ada komplikasi. sehingga tidak mendapat pengalaman yang cukup. Kenyataannya. semestinya perawat.68 Setiap kelahiran adalah keadaan darurat? Tidak semua. Dalam kasus seperti ini. 100% 0.41 0. Salah satunya.50 40% 20% 0% 1992 1993 1994 1995 1996 1997 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 Mengapa banyak keluarga lebih memilih tenaga tradisional? Karena berbagai alasan. 2007). bidan atau dokter dapat melakukan tindakan yang diperlukan. Metode yang paling umum dipakai adalah suntik. Para bidan desa mungkin tidak mendapatkan pelatihan yang cukup atau mungkin kekurangan peralatan.

yang membawa kita ke tujuan berikutnya. Jika kita hendak mewujudkan tujuan yang berkaitan dengan angka kematian ibu. Perawatan antenatal juga mengalami peningkatan. Namun demikian. Lebih dari itu. Akan tetapi. Perlu anda ketahui bahwa perempuan juga punya kecenderungan anemia jika mereka terkena malaria. Perempuan yang secara rutin mendatangi klinik pra persalinan biasanya mengetahui apa yang harus mereka lakukan apabila terjadi keadaan darurat. Berdasarkan datadata tersebut. kita bisa mencoba untuk memastikan bahwa para ibu berada dalam kondisi terbaik dan tetap bertahan. TUJUAN 5: MENINGKATKAN KESEHATAN IBU Target 5A: Menurunkan angka kematian ibu sebesar tiga perempatnya antara 1990 dan 2015. Indonesia tidak akan mencapai target. Data tersedia yang terdekat dengan tahun 1990 berasal dari tahun 1995. tersebut jika mereka mendatangi klinik pra persalinan dimana mereka menerima suplemen zat besi.0%. Anda mungkin masih ingat dalam tujuan MDGs sebelumnya bahwa saat ini kebanyakan anak meninggal segera setelah kelahiran. Ya. Melihat kecenderungan saat ini. Ini dapat terjadi selama kehamilan ketika tubuh ibu memerlukan lebih banyak zat besi. dengan gizi yang cukup. masih ingat Anemia? Anemia adalah rendahnya kadar zat besi dalam darah. sulit untuk mengukur sejauh mana pencapaian target akses untuk kesehatan reproduksi. Saat ini. saat ini menunjukkan angka 73%. target yang harus dicapai adalah 97.karena banyak rumah sakit kabupaten kekurangan staf dan tidak memiliki layanan 24 jam. sangat mungkin untuk mencapai tujuan lain. Indikator kedua yaitu proporsi persalinan yang ditolong oleh tenaga kesehatan terlatih. dengan keterbatasan data. Bila terjadi kemajuan di satu tujuan. Anemia membuat perempuan jauh lebih rentan untuk sakit dan meninggal. Target 5B: Mencapai dan menyediakan akses kesehatan reproduksi untuk semua pada 2015 Penggunaan kontrasepsi oleh wanita usia 15-49 tahun meningkat menjadi 61. Selain melindungi kesehatan ibu. mereka dapat mengganti kekurangan zat besi Ini adalah salah satu contoh tentang keterkaitan antara semua tujuan-tujuan MDGs. 22 . kita juga perlu memikirkan tentang apa yang terjadi sebelum dan selama kehamilan. perlu memperbaiki perawatan di pusat-pusat kesehatan. perawatan pra dan pasca persalinan juga memberi manfaat pada anak-anak serta dapat menyelamatkan nyawa mereka. Bahkan jika kita tidak dapat meramalkan keadaan darurat. sekitar seperlima perempuan hamil kekurangan gizi dan separuhnya menderita anemia.

bagaimana cara penularannya? Jadi kita bisa terbebas 23 . sejak 1987 sampai Juni 2008. HIV masih menjadi seks tanpa pelindung. HIV tidak Indonesia beruntung bahwa HIV belum mencapai menyebar melalui sentuhan. misalnya inluenza. stigma tentang HIV muncul penduduk. sekitar 6% dari para pekerja kelompok tersebut. Dari dari mereka diperkirakan telah tertular . Di negara-negara lain. Di Indonesia umum (generalised epidemy)”. sehingga memungkinkan penularan dari sisa penularan awalnya menyebar dengan cepat di antara darah pada alat suntik yang baru digunakan dari dua kelompok berisiko tinggi. terdapat sekitar 200. Pada urutan luas lagi sebenarnya sangatlah mungkin untuk teratas adalah Human Immunodekciency Virus (HIV). Di penularan memang masih terkonsentasi pada dua Jakarta. 172. Anda tidak akan positif kondisi seperti yang terjadi di Afrika dan beberapa tertular HIV hanya dengan hidup bersama atau negara Asia Tenggara.000 PSK perempuan.479 di antaranya telah meninggal. seperti yang dapat kita amati berisiko tinggi karena mereka sering tukar menukar terjadi di tempat lain. Kelompok sana HIV menyebar ke penduduk lainnya sehingga utama berisiko tinggi lainnya adalah pekerja seks menyebabkan ”epidemi yang menyebar ke populasi (PS – dulu Pekerja Seks Komersial). Psikotropika dan Zat Aditif Lainnya sekitar setengah juta penasun dan sekitar setengah 20 (Napza) suntik (penasun) dan pekerja seks. Para pengguna narkoba ancaman utama. laki-laki19. Di Indonesia terdapat Narkotika. Jumlah itu merupakan 0. malaria serta penyakit lainnya Risiko terbesar adalah melalui kontak langsung dengan darah yang tertular atau melalui hubungan Mungkin Ya. Hal ini berarti sudah terlihat kecenderungan bahwa epidemi ini para pengguna jasa PSK pun termasuk ke dalam akan menyebar ke populasi umum. Menurut Komisi Penanggulangan AIDS karena orang tidak memahami bagaimana cara Nasional (KPA). yaitu para pengguna satu orang ke orang lain. sebagian besar adalah bahkan ciuman dengan orang yang tertular HIV. Di Indonesia. MALARIA SERTA PENYAKIT LAINNYA dari pengguna napza suntik ke pasangan seksnya. namun di beberapa wilayah tersebut diperkirakan telah tertular. dicegah. Epidemi yang lebih penyakit menular paling berbahaya.1% dari jumlah Dalam kenyataannya. mungkin Tidak. Syndrome (AIDS) – terutama karena penyakit ini dapat membawa dampak yang menghancurkan.dianggap sudah memasuki Tujuan keenam dalam MDGs menangani berbagai kondisi generalised epidemic. karena penularan HIV tidaklah semudah yaitu virus penyebab Acquired Immuno Dekciency penularan virus lain. Memerangi HIV dan AIDS. Bahkan di Papua . yaitu penyebaran kelompok resiko tinggi. Virus HIV tidak menular melalui sentuhan. Hanya dalam kondisi-kondisi tertentu. Laki-laki yang berhubungan tercatat 12.TUJUAN 6: MEMERANGI HIV DAN AIDS. Jumlah penduduk Indonesia bekerja bersama seseorang yang hidup dengan yang hidup dengan virus HIV diperkirakan antara HIV. penularannya dari satu orang ke orang lain. jarum.000 dan 219. Benarkah? Saya pikir HIV sangat mudah menular bukan hanya terhadap kesehatan masyarakat namun juga terhadap negara secara keseluruhan. misalnya.000. Jadi.686 kasus AIDS – 2.

Di Papua saat ini sudah terjadi epidemi yang menyebar ke masyarakat luas21.5% penduduk di dua propinsi Papua hidup dengan HIV22. para ibu hamil yang terinfeksi HIV juga dapat menularkannya ke anak yang baru mereka lahirkan. Banyak orang mungkin terlalu malu untuk membeli atau membawa-bawa kondom. Masyarakat juga perlu mengetahui bagaimana penularan terjadi serta cara melindungi Apa yang harus dipertentangkan? Banyak yang berpendapat. HIV berpotensi menyebar dengan cepat – dari para pengguna narkoba suntik dan para PSK. kesadaran saja tidak cukup. dan saat ini antiretroviral hanya tersedia di rumah sakit kota besar. namun dalam prakteknya ada biaya pendaftaran dan biaya-biaya lain. ini menggambarkan Indonesia menghadapi risiko penyebaran HIV yang lebih cepat melalui penularan seksual. Banyak PSK. kepada para pelanggan pekerja seks dan kemudian kepada penduduk. Bahkan di antara para PSK. perlu membagikan 24 . dimana 2. pada tahun 2010 jumlah penduduk yang tertular HIV diperkirakan mencapai setengah juta orang. namun tanpa penanganan yang tepat ia dapat menyebar dengan sangat cepat. Selain itu. namun lebih banyak orang yang menggunakan jasa PSK dan juga pada tingkat hubungan seks pra-nikah yang lebih tinggi. Seperti yang terjadi di Tanah Papua. Walaupun di kebanyakan wilayah Indonesia HIV belum menyebar ke populasi umum. Memang dalam beberapa hal Indonesia sangat rentan. Oleh sebab itu menjadi penting bahwa siapa pun seharusnya berkesempatan menjalani tes serta memperoleh konseling yang tepat. lebih memilih berhubungan seks tanpa kondom karena alasan tidak nyaman. menunjukkan bahwa 40% tidak mengetahui bagaimana menghindari infeksi HIV24. Meskipun ia sudah tertular HIV? Boleh jadi tanpa sepengetahuannya. Atau. Jika kita ingin mencegah meluasnya epidemi. tidak mengetahui fakta-fakta dasar HIV dan AIDS serta enggan untuk merawat orang yang terkena HIV. misalnya. Menurut Departemen Kesehatan. 61% wanita dan 71% pria . saat ini ada obat-obatan yang disebut antiretroviral yang dapat membantu mengendalikan laju penyakit tersebut. Padahal faktanya adalah kita tidak dapat mengetahui seseorang terinfeksi HIV secara ksik jika memang belum muncul gejala penyakit ketika sistem kekebalan tubuh mereka sudah menurun (tahapan AIDS). SDKI 2007) mungkin tidak akan mengubah perilaku mereka. meskipun kelihatannya akan banyak ditentang.seks secara tidak aman dengan laki-laki juga berisiko tinggi. Seyogyanya antiretroviral gratis. Sebuah survei terhadap para remaja yang beranjak dewasa yang dilakukan selama 20022003. Selain itu. Apa perlunya menjalani tes apabila tidak bisa disembuhkan? Jika seseorang mengetahui bahwa mereka positif terinfeksi HIV. Seseorang yang telah memiliki informasi dasar (sekitar 66%.dari mereka dalam usia reproduktif. diri sendiri. Jadi bagaimana kita bisa mencegahnya? Prioritas pertama. Di Tanah Papua hanya sedikit orang yang menggunakan napza jarum suntik. Masih cukup banyak laki-laki yang telah berhubungan seks dengan PSK tanpa kondom. melakukan hubungan seks. Salah satu masalah paling penting adalah rendahnya penggunaan kondom. Bahkan sebagian dokter dan perawat. Ini dapat terjadi dengan cukup cepat. Oleh sebab itu. misalnya. kelihatannya. perlu membahas penyakit tersebut secara terbuka dan jujur serta mengambil langkah-langkah praktis. bila tidak ada tindakan efektif23. Ini terutama karena kekurangtahuan. Namun. Tanah Papua (Papua dan Papua Barat) telah menunjukkan betapa cepatnya virus tersebut menyebar. hanya sekitar setengah dari mereka yang menggunakan kondom. mengaku bisa mengetahui pelanggannya tertular atau tidak hanya dengan melihat pelanggan tersebut. Hanya sekitar satu dari dua puluh orang yang tertular HIV telah melakukan tes. alasan lain mengapa orang enggan untuk menjalani tes atau pengobatan adalah karena stigma yang melekat pada HIV dan AIDS. masyarakat harus mengetahui semua fakta. Hanya sekitar 1. kemudian dengan tanpa rasa bersalah ataupun khawatir. melalui pemberian air susu ibu (ASI) kepada bayinya. Kebanyakan orang sadar tentang penyakit tersebut namun memiliki pandangan yang keliru. dengan istrinya di rumah.3% pasangan yang menggunakan kondom sebagai alat keluarga berencana. Dan meskipun belum dapat disembuhkan. Berisiko tinggi terhadap apa? Terhadap epidemi yang meluas. juga tanpa kondom. bahkan satu juta.mereka harus mengurangi kemungkinan menularkannya kepada pasangan.

meskipun di tempat lain penurunan tersebut terjadi lebih lambat.000 orang meninggal karena TBC. Jadi setiap orang perlu untuk mengambil langkah perlindungan yang diperlukan. yang utamanya menggerogoti paru-paru. Penyembuhan ini mencakup pemberian tiga atau empat obat dosis tinggi selama enam bulan.000 orang. Selain itu. Saat ini kita mendeteksi lebih dari tiga perempat kasus. Beruntung bahwa kita sekarang memiliki Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) yang aktif sehingga dapat membantu kita mewujudkan tujuan ini. kita belum dapat mengatakan telah melakukan dua hal tersebut karena di hampir semua daerah di Indonesia keadaannya tidak terkendalikan. Selain kelompok berisiko tinggi. Berhenti meminum obat tidak baik untuk mereka dan untuk orang lain.propinsi bagian Timur. Namun HIV dan AIDS menghadapkan kita pada pilihan keras dan sulit. kurangnya pengalaman kita untuk menanganinya dan anggapan bahwa ini hanyalah masalah kelompok risiko tinggi ataupun mereka yang sudah tertular. misalnya. dimana lebih mudah melibatkan masyarakat karena tidak ada stigma dan diskriminasi terhadap penyakitpenyakit tersebut. sangat menular. Masalah utama kita saat ini adalah rendahnya kesadaran tentang isu-isu HIV dan AIDS serta terbatasnya layanan untuk menjalankan tes dan pengobatan. tanpa menghujat atau merendahkan kelompok lain. Indonesia telah menggunakan DOTS sejak 1995. yaitu 91%. Namun kebanyakan orang. Kedua. Apakah kita lebih maju dalam menangani Malaria dan TBC? Ya. Untuk sembuh total. Angka ini bervariasi. hingga 160 di Sumatera dan 210 di propinsi. yang merupakan penyebab kematian ketiga terbesar. Terdengar sangat berbahaya Memang. Stigma yang masih kuat menganggap bahwa HIV hanya akan menular pada orang-orang tidak bermoral. karena kebanyakan orang yang terinfeksi tidak segera menunjukkan gejala-gejala aktif. Apa tujuan yang hendak dicapai? Target MDGs untuk HIV dan AIDS adalah menghentikan laju penyebaran serta membalikkan kecenderungannya pada 2015.000.kondom gratis di kawasan pekerja seks atau jarum suntik gratis kepada para pengguna narkoba. sejak 1990 prevalensi penyakit TBC telah berkurang setengahnya. Sementara yang lain menentang hal ini karena seakan membiarkan atau mendorong perilaku tak bermoral atau berbahaya. TBC dapat disembuhkan. jadi ada keterkaitan yang kuat antara virus HIV yang dampak utamanya adalah melemahkan sistem kekebalan. Dibandingkan HIV dan AIDS. dan saat ini. Angka penduduk yang “BTA (Batang Tahan Asam) positif” TBC diukur per 100. Di Jawa dan Bali. berdampak pada lebih banyak orang yaitu sekitar 582. Kita bisa saja mencapai target ini. mereka harus menjalani proses penuh. mulai dari 64 di Jawa dan Bali. karena hal itu akan mendorong timbulnya turunan (strain) TBC yang kebal terhadap obat-obatan yang ada saat ini. kita juga harus beranggapan bahwa pada akhirnya semua orang berisiko dan berarti pendekatan yang digunakan pun akan berbeda. TBC sudah ada lebih lama. Namun ini tidak berarti bahwa mereka sudah sembuh. 25 . namun tidak seburuk itu. TBC. Setiap tahun satu orang dapat menulari sekitar 10 hingga 15 orang dengan melepaskan bakteri TBC ke udara yang dapat dihirup oleh orang lain. Strategi standar penyembuhan TBC adalah apa yang disebut strategi penyembuhan jangka pendek dengan pengawasan langsung (Directly-Observed Treatment Short-course/DOTS). Mengapa tidak seluruhnya? Seringkali karena orang berhenti meminum obat ketika mereka merasa lebih sehat. bahwa mereka memiliki kelompok sasaran masing-masing. Pertama. titik awalnya lebih buruk. di mana tingkat penyembuhan sekitar 91%. Ini adalah kasus di mana pengobatan yang tidak tuntas lebih buruk daripada tidak diobati. Saat ini. betul-betul sembuh dan berkat DOTS kita telah memenuhi target MDGs untuk membalikkan kecenderungan penyebaran penyakit tersebut. meski sebenarnya. Kondisi ini dapat terlihat secara jelas jika dibandingkan dengan respon terhadap penyakitpenyakit lain seperti malaria dan Tuberculosis (TBC). Setiap tahun sekitar 100. Yang paling mungkin menderita adalah mereka yang sistem kekebalannya melemah. Memang komunikasi perlu ditingkatkan antara yang mendukung dan menolak pendekatan penurunan dampak buruk. namun untuk itu diperlukan satu upaya besar-besaran dan terkoordinasi dengan baik di tingkat nasional. Menjadi sebuah tantangan untuk mengajak semua pihak merasakan ini sebagai masalah yang perlu dihadapi bersama.

dan manusia yang lebih sehat. Seperti yang dapat anda bayangkan. bukan hanya TBC Sebagian dana berasal dari anggaran kesehatan. menjadi sebuah bentuk pencegahan yang penting. paling parah terkena adalah keluarga termiskin. ditemukan 18 tempat-tempat yang membuat mereka lebih mudah terserang. di tempat-tempat di orang yang menderita malaria tidak melaporkannya. yaitu dengan menciptakan lingkungan alam sasaran untuk mencapai tujuan MDGs. dan survei terperinci hanya di daerah-daerah yang paling parah terkena dampak. Mereka tinggal di rumah-rumah dengan standar Malaria dapat membuat orang tidak bisa bekerja – buruk dan tidak mampu membeli kelambu. Sekarang ini Apakah kasus malaria menurun atau meningkat? pengobatan utama adalah dengan terapi kombinasi Kita tidak punya informasi yang cukup untuk bisa obat artemisin (artemisin combination therapy). Ini membawa kita ke Apakah kita bisa lebih memastikan tujuan ketujuh. Kebanyakan sangat efektif. Malaria sendiri. seperti juta orang. Pelayanan di daerah-daerah terpencil sulit Siapa yang membayar ini semua? untuk hampir semua penyakit. Kemudian bahwa kita tetap menyimpan pasokan obat-obatan kita perlu melindungi diri kita sendiri dari nyamuk yang diperlukan dan bahwa pasien terus menjalani dengan menyemprot rumah dengan insektisida atau proses penyembuhan secara penuh. TBC dan Malaria.Timur. Secara khusus. Secara menyeluruh. Di Jawa dan Bali. di kasus dan mengobatinya. utama adalah pencegahan. Kabar baik kalau begitu pencapaiannya? Di kabupaten-kabupaten di Indonesia bagian 26 . dengan menggunakan kelambu yang sudah dicelup kita harus lebih banyak menjangkau daerah-daerah insektisida. dimulai dengan nyamuk anopheles yang besar.yang saat ini lebih berkembang biak – biasanya di sungai-sungai dan banyak dikonsentrasikan di pusat-pusat kesehatan anak-anak sungai yang tidak beriak selama musim – dengan melibatkan lebih banyak komunitas. dalam hal membalikkan kecenderungannya. banyak yang mengungsi ke pembawa malaria. khususnya untuk anak-anak. Namun mereka juga perlu untuk memperoleh pengobatan. tinggal di daerah-daerah dengan nyamuk tsunami di Aceh. Hampir lahan lebih luas. Jika tidak ada manusia yang terinfeksi. meskipun ia menurunkan kesehatan. yang membuat mereka lebih rentan terhadap penyakit lain. terjadi peningkatan jumlah kasus malaria. Ini memutus siklus infeksi. Juga penting untuk memastikan hutan-hutan selama musim hujan. Pertama. Namun kebanyakan Tapi paling tidak malaria tidak mematikan Biasanya tidak. kita harus mengurangi terinfeksi setiap tahun. kita dapat mengatakan bahwa kita sudah penyakit-penyakit menular lainnya. Seperti halnya dengan Indonesia. 2005). namun TBC masih merupakan masalah sangat infeksi. namun juga malaria. dan memiliki dampak ekonomi yang sangat besar. nyamuk tidak prevalensi malaria sudah turun mencapai tingkat yang dapat membawa parasit. ditambah dukungan dari Dana Global (Global Fund) untuk AIDS. Termasuk yang diperkirakan menimbulkan kerugian sekitar 60 penduduk miskin yang karena ingin mendapatkan juta dollar karena hilangnya pendapatan. biasanya di berbagai Mengapa begitu? kabupaten kawasan Timur. orang harus membayar untuk melindungi diri mereka khususnya anak-anak dan ibu-ibu hamil. atau sekitar 90 Begitu pula bila terjadi bencana alam. di kabupaten-kabupaten Jadi tahap akhir dalam perjuangan melawan malaria Daripada menunggu Indonesia bagian Timur serta sejumlah tempat lain adalah pemberantasan. Kenyataannya. Lebih dari setengah juta penduduk masih membawa parasit. Sebaliknya. yang memberikan gambaran yang lengkap. yang menjadi tugas utama adalah mencegah Ya. prioritas juta kasus malaria (Depkes. mana kasusnya lebih sedikit. LSM kemarau atau di cekungan-cekugan air hujan di dan pihak lain. Tantangan utamanya adalah jumlah tempat-tempat dimana nyamuk dapat memperluas program DOTS . Namun pasien mendatangi pusat-pusat kesehatan. jadi kita tepat malaria kita dapat mencapai kemajuan yang cukup besar. berpindah ke pinggiran hutan. cukup rendah. terapi pengobatan juga Hanya sekitar 20% orang yang mencari pengobatan. terpencil. Dan setiap tahun. atau demikian ini mungkin saja terjadi karena adanya para pekerja kesehatan pergi berkeliling mencari survei-survei yang lebih baik. separuh dari penduduk Indonesia. Bagi semua kelompok ini.

pengguna napza jarum suntik. Target 6B: Tersedianya akses universal untuk perawatn terhadap HIV/AIDS bagi yang memerlukan. pengguna napza jarum suntik 18%.000 kasus setiap tahunnya. pelanggan pekerja seks. laki-laki yang berhubungan seks dengan laki-laki. Target 6B: Menghentikan dan mulai membalikkan kecenderungan persebaran malaria dan penyakit-penyakit utama lainnya pada 2015 Malaria – Tingkat kejadian hingga 18. Tanah Papua 17%. laki-laki yang berhubungan seks dengan laki-laki. 15%. MALARIA SERTA PENYAKIT LAINNYA Target 6A: Menghentikan dan mulai membalikkan tren penyebaran HIV dan AIDS pada 2015 Prevalensi saat ini adalah 5. Hampir semua data yang ada berikut ini. 6%. 24%. kita semestinya bisa melakukannya. Meskipun demikian.000 orang di tingkat nasional namun pada saat ini tidak ada indikasi bahwa kita telah menghentikan laju penyebaran HIV dan AIDS. 43%. terkait dengan kelompok-kelompok berisiko tinggi. PSK laki-laki 2004: Jakarta. Prevalensi HIV– Para pengguna napza jarum suntik 2003: Jawa Barat. Narapidana 2003: Jakarta.7%. Angka keberhasilan pengobatan DOTS: lebih dari 91%. 43%. Pengetahuan– Proporsi kelompok yang tahu bagaimana mencegah infeksi dan menolak kesalahpengertian utama 2004: PSK. 27 . 15%. 4%. Tuberkulosis (TBC) – Prevalensi: 262 per 100. pelanggan pekerja seks. 2004-2005: PSK perempuan. PSK perempuan 2003: Jakarta. 3%. belum ada data tersedia.6 juta kasus per tahun.6 per 100. 24%.TUJUAN 6: MEMERANGI HIV DAN AIDS. Tes – Melakukan tes selama 12 bulan terakhir dan mengetahui hasilnya.000 atau setara dengan 582. Jumlah ini mungkin sudah turun. pada 2010 Untuk target ini. Deteksi kasus: 76%. 20%.

membanjiri sungai-sungai dan jalur air serta atmosfer dengan lebih banyak polutan.1 Kategori “Kawasan Hutan” dan Cakupan Hutan yang Sesungguhnya. kita kehilangan 3. atau sekitar 50% wilayah Indonesia. Sebaliknya. menurut Departemen ”kawasan hutan” tersebut hanya memiliki sedikit Kehutanan. merusak lahan. separuh kayu Indonesia diperkirakan dihasilkan lewat pembalakan liar. 28 . hanyalah sekitar 94 juta hektar. Yang paling rentan adalah kawasan yang digolongkan “hutan konversi”.126. Kita menebang pohon. Citra satelit menunjukkan bahwa pada 2005. anda akan melihat hanya tersisa sedikit pohon dalam dua perlima area hutan produksi. tujuan ini menelaah seberapa besar wilayah kita yang tertutup oleh pohon. Kenyataannya. Mengherankan bahwa masih ada hutan yang tersisa Cukup serius. Tidak terlalu buruk. Pertama. sepertiga dari Memang. Selama periode 1997 hingga 2000. Tujuan MDGs ketujuh adalah untuk menghalangi kerusakan ini. atau seluas propinsi Kalimantan Selatan. 2006 Kawasan ini dibagi menjadi berbagai kategori dengan tingkat perlindungan yang berbeda. Dalam beberapa kasus. Ini penting bagi Indonesia karena kita memiliki sejumlah hutan yang paling kaya dan paling beragam di dunia.TUJUAN 7: MEMASTIKAN KELESTARIAN LINGKUNGAN Memastikan kelestarian lingkungan Pembangunan di Indonesia telah banyak mengorbankan lingkungan alam. citra satelit juga menunjukkan bahwa sebagian dari lahan yang tidak diperuntukkan sebagai hutan pada kenyataannya adalah hutan. seperti yang terlihat pada Gambar 7.namun dengan keharusan penanaman kembali.1. Gambar 7. 2006 Sumber: Departemen Kehutanan. Namun tidak untuk jangka waktu yang terlalu lama lagi. Namun demikian. Kayu sangat berharga sehingga banyak perusahaan siap mencurinya. Apa yang terjadi dengan pepohonan yang tersisa? Salah satu masalah utama adalah penebangan liar. karena dua pertiga wilayah Indonesia adalah hutan Akan demikian halnya apabila kawasan tersebut benar-benar kawasan hutan. yang sesuai namanya bisa digunakan untuk tujuan-tujuan lain. Wilayah yang sebenarnya berhutan hutan”. Kawasan yang paling terlindungi adalah ”kawasan konservasi” dan ”hutan lindung”. kita memiliki 127 juta hektar “kawasan populasi pohon. Kawasan dengan tingkat perlindungan lebih rendah adalah dua jenis ”hutan produksi” yang digunakan untuk mendapatkan kayu atau hasil hutan lainnya .5 juta hektar hutan per tahun25. Mencermati Gambar 7. yaitu sekitar dua pertiga luas wilayah kita. kadang-kadang lewat kolusi dengan pejabat setempat.

dari 70. menggunakan lebih banyak energi tidak serta-merta berarti lebih banyak pencemaran. termasuk Indonesia. Sementara itu. sebagian komunitas pedesaan yang kekurangan lahan juga telah merambah hutan lebih jauh. Jadi bagaimana kita bisa mengejar ketertinggalan? Mungkin agak sulit. sumber daya kelautan di Indonesia juga telah terkena dampak penggundulan hutan. untuk indikator MDGs ini. Indonesia masih jauh dari target.5% pada 2004. kita berada di titik yang rendah pada 1998 menyusul krisis ekonomi. khususnya sekitar 10 juta penduduk miskin. Ini berisiko jika digunakan di rumah. Pada 29 . lingkungan hidup Indonesia telah cukup tercemar. Tentu saja energi yang sedang kita bahas ini tidak berasal dari makanan namun dari berbagai jenis bahan bakar. Seperti yang sudah anda bayangkan. “intensitas energi” kita meningkat terus hingga saat ini mencapai 95. kimia dan pestisida –begitu Itu bukan salah kita. namun penggundulan hutan dan kerusakan lahan menyebabkan erosi berupa pengikisan lapisan tanah oleh air hujan. ESDM. Penggundulan hutan juga mengurangi keragaman hayati kita. karena banyak dari energi tersebut merupakan hasil industrialisasi yang biasanya mengkonsumsi lebih banyak energi. dan bukan menggunakan minyak tanah. Kita punya pohon bawah laut? Tidak. khususnya tumpahan minyak. misalnya. Saya banyak menggunakan energi untuk membaca laporan ini Juga sangat menarik bukan? Tetaplah membaca.3 kg setara minyak per 1. atau LPG (Liquiked Pertoleum Gas). Kita harus berbuat lebih banyak untuk memberantas kejahatan dan korupsi di bidang kehutanan. Pemerintah telah berikrar untuk melindungi lingkungan. Laut kita pun menghadapi risiko polusi lainnya. dan semua ini menimbulkan masalah besar bagi penduduk yang menggantungkan penghidupan mereka pada hutan. namun memonitor seberapa besar penggunaan energi kita. Tentu saja kita juga perlu mengkhawatirkan emisi bahan bakar lain yaitu “gas rumah kaca”. 2006). Namun kita juga memiliki banyak sumber daya alam lain yang dengannya penduduk miskin bisa bertahan hidup. khususnya karbon dioksida yang naik ke lapisan atas atmosfer dan memanaskan planet ini. Kenyataannya. khususnya bagi perempuan dan anak-anak karena bisa terkena dampak buruknya.2% pada 1989 menjadi 47. Namun banyak negara-negara berkembang. Tanah tersebut mengalir bersama sungai ke laut sehingga menghancurkan terumbu karang. Di tingkat nasional kita mempunyai niat yang benar. khususnya lautan yang menjadi lapangan pekerjaan bagi 3 juta orang. Apa yang salah dengan bahan bakar padat? Biasanya lebih kotor karena menghasilkan uap dan asap. Situasinya semakin rumit ketika pemerintah daerah mempunyai deknisi peruntukan lahan yang bertentangan dengan defenisi nasional. Namun demikian. juga menghasilkan banyak karbon dioksida. Indikator tersebut melihat pada proporsi penduduk yang menggunakan bahan bakar padat. Ini artinya menggunakan kayu atau batubara. Selain itu. termasuk kelompok masyarakat adat27. Tinggal satu tujuan MDGs lagi yang akan dibahas. Sejak itu. Dalam kenyataannya. Yang juga perlu dilakukan adalah pengalihan pengendalian hutan kepada komunitas setempat sehingga mereka bisa hidup dari hutan dan mendapatkan insentif untuk mengelola dan melindungi hutan tersebut. khususnya jika kita beralih menggunakan bahan bakar yang lebih bersih. Kebanyakan gas rumah kaca berasal dari negara-negara kaya Memang betul bahwa negara-negara maju paling banyak menghasilkan emisi industri. salah satu indikator MDG lainnya jelas mencerminkan hal ini. di daratan kita dihadapkan pada polusi limbah beracun. Memang proporsi penduduk yang menggunakan bahan bakar padat sudah menurun secara tajam. Jadi kita tidak cukup berhasil Tidak. Namun kita memiliki pengelolaan yang buruk dan kesulitan dalam menegakkan peraturan. MDGs tidak memiliki indikator untuk polusi. pula polusi udara.000 $ (Dep. Secara keseluruhan. Penggundulan hutan juga seringkali disertai dengan kebakaran hutan yang menimbulkan masalah kesehatan yang serius selain memproduksi gas rumah kaca yang dilepaskan dalam jumlah besar ke atmosfer. Konsumsi minyak bumi.lahan juga dibuka untuk tujuan-tujuan lain seperti perkebunan kelapa sawit. khususnya yang berasal dari industri dan semburan asap kendaraan bermotor.

Seringkali masalahnya terletak pada perusahaan-perusahaan yang lebih kecil. Seperti halnya regulasi tentang hutan. bahan-bahan tersebut menjadi satu lapisan gambut yang tebal. sehingga tugas pertama adalah (improved water source)”. kenyataan yang sesungguhnya mungkin 7 milyar liter per tahun pada 2004 dan dengan tidak terlalu dramatis. Selama ribuan tahun. kita memiliki regulasi berkaitan dengan bahan-bahan tersebut. dengan bantuan internasional Indonesia telah berhasil menghapuskan 3. rutin. tetapi juga Di lain pihak.tahun 2000 setiap orang mengeluarkan rata-rata 1. Indonesia merupakan konsumen air kemasan terbesar ke Saya merasa sangat khawatir delapan di dunia dengan konsumsi lebih dari Untungnya. Di Indonesia kita memiliki banyak hutan rawa dimana pembusukan tanaman berjalan sangat lambat.696 ton bahan-bahan perusak lapisan ozon30. sementara sisanya berasal dari kehutanan dan pertanian.34 metrik ton. Namun angka-angka tersebut bisa menjadi sangat besar bila memasukkan kebakaran hutan dan kehancuran lahan gambut. pada saat yang sama kita menggunakan bahan-bahan lainnya lebih banyak lagi. Ini merujuk pada penggunaan penjualan yang semakin meningkat pesat31. rumah tangga atau transportasi. Namun demikian. Apakah anda siap untuk membahas topik utama yang lain? Lahan gambut? Gambut adalah satu kandungan bahan-bahan organik yang membusuk. jelas bahwa kerusakan hutan-hutan kita bukan Rasanya tidak saja merusak warisan lingkungan kita.15 metrik ton karbon dioksida ke atmosfer . Jadi yang telah digunakan dalam produk penyemprot untuk itu indikator yang digunakan adalah proporsi aerosol dan lemari pendingin. anda dapat membeli air kemasan. 30 . namun kita juga kesulitan untuk menjalankannya. bahan-bahan yang mengurangi “lapisan ozon”. Bagaimana dengan kita? Apakah kita juga ikut menghilangkan lapisan ozon? Rasanya memang demikian. Baiklah. Apakah akan memberikan perkiraan tentang apa yang anda akan meminumnya? sedang terjadi. anda dapat merebusnya. Mungkin anda bisa mendapatkan air dari sumur Pemerintah sedang mengkaji isu tersebut dan atau sungai. Mari kita lanjutkan ke bahan pembicaraan yang lain Dari hutan dan gas. Sebaliknya.” Namun apa artinya itu? Pada saat ini kita tidak memiliki angka yang pasti. Selama periode 1992-2002. atau dari hidran atau keran air. Namun bisa memberikan anda “akses terhadap air minum ini bukan satu-satunya emisi yang harus kita yang aman. Dan MDGs merusak. Meskipun di satu sisi. mengurangi impor bahan-bahan tersebut dan berhenti menggunakan persediaan yang ada. sekarang saatnya untuk beralih ke cairan dan khususnya air minum. kita makin mengurangi penggunaan sejumlah bahan yang merusak. Indonesia tidak dapat penduduk yang memiliki akses berkelanjutan menghasilkan bahan-bahan kimia ini.” Atau jika anda mempunyai pendapatan khawatirkan. banyak dari karbon dioksida tersebut lepas ke atmosfer. namun kita terhadap satu ”sumber air yang terlindungi menggunakannya. Sejumlah LSM berpendapat bahwa kerusakan lahan gambut dengan cepat mengubah Indonesia menjadi salah satu penghasil emisi karbon dioksida terbesar di dunia29. kita masih mengimpor secara ilegal bahanbahan tersebut. Pada tahun 2005 tingkat emisi naik menjadi 1. bermeter-meter ke dalam tanah dan menyimpan milyaran ton karbon dioksida. Namun lapisan ozon dapat hilang oleh tidak menganggap air kemasan sebagai sumber bahan-bahan seperti chloroluorocarbons (CFC) yang berkelanjutan bagi kebanyakan orang. sehingga menyumbang pada pemanasan global. Apa pun cakupan kerusakanannya. sangatlah sulit untuk dapat Ozon membentuk satu lapisan perisai yang memahami bagaimana masyarakat mendapatkan melindungi bumi dari radiasi matahari yang akses dengan cara-cara seperti itu. Lebih dari separuhnya berasal dari industri. Tujuan MDG ketujuh antara lain menetapkan target untuk menurunkan separuh dari proporsi penduduk yang tidak memiliki “akses yang berkelanjutan terhadap Betulkah? air minum yang aman. Ketika rawa dikeringkan atau gambut terbakar.

Ya. yang sudah diberi pembatas atau memiliki pagar atau tutup untuk melindunginya dari kontaminasi hewan.1%. Susenas target minimal “air bersih” akan sulit. Kecenderungan terkini di tingkat pun bisa jadi hanya perkiraan optimistis karena nasional dapat dilihat pada Gambar 7. meskipun angka ini telah terpasang mencapai 50%. Satu standar. Angka rata-rata nasional untuk perdesaan. Gambar 7. Gambar mencakup sistem yang tidak bekerja dengan baik. Air seperti itu dapat dikatagorikan sebagai “air yang bersih” meskipun tidak bisa disebut air minum yang aman. Atau bisa saja air sungai yang telah disaring oleh perusahaan air untuk menghilangkan hampir semua sumber kontaminasi dan kemudian menyalurkannya melalui pipa.2.2 Akses terhadap Sumber Air yang Terlindungi menurut Propinsi. Sepertinya itu bisa dipahami Namun dalam kenyataannya. tetapi tidak bervariasi dari 34% di Sulawesi Barat hingga terpelihara dengan baik.90% 80% 70% 60% 50% 40% 30% 20% 10% 0% Jakarta Bali Kalimantan Timur Kepulauan Riau Yogyakarta Sulawesi Utara Jawa Timur Kalimantan Barat Maluku Kalimantan Selatan Jawa Tengah Sulawesi Tenggara Sumatera Utara Iindonesia Sulawesi Selatan Riau Jambi Sumatera Barat Irian Jaya Barat Sumatera Selatan Nusa Tenggara Timur Maluku Utara Lampung Nusa Tenggara Barat Jawa Barat Sulawesi Tengah Banten Gorontalo Papua Kalimantan Tengah Bengkulu Nanggroe Aceh Bangka Belitung Sulawesi Barat Apa artinya terlindungi? Itu bisa saja sebuah sumur. Penyebabnya telah memberikan perkiraan seperti yang terlihat berbeda-beda antara kawasan perkotaan dengan di Gambar 7. 2006 Gambar 7.3. Untuk mengurangi separuh proporsi penduduk yang tidak memiliki akses pada 2015 berarti harus mencapai angka sekitar 80%. nampaknya kita hampir memenuhi target. 2006 Sumber: BPS – Susenas berbagai tahun dan Departemen PU. misalnya. Bahkan ada berbagai standar yang berbeda tentang “kebersihan” air. mensyaratkan bahwa sumber air paling tidak harus berjarak minimal 10 meter dari tempat yang Kita sedang menuju ke arah yang tepat digunakan untuk pembuangan tinja. Artinya. untuk dapat mencapai Dengan menggunakan standar tersebut.3 Akses terhadap Sumber Air yang Terlindungi. dengan kemajuan yang kita capai hingga saat ini. Perkotaan dan Pedesaan Sumber: BPS – Susenas berbagai tahun dan Departemen PU. 2006 31 . angka 50% 78% di Jakarta. tersebut menunjukkan satu peningkatan yang perlahan namun pasti. Di kawasan perdesaan sistem yang Indonesia adalah 52. misalnya.

Bagaimana dengan mereka yang tidak beruntung? Kebanyakan dari mereka. Di perdesaan. Di komunitaskomunitas yang menyebar. mungkin tidak jelas siapa yang bertanggung jawab untuk memeliharanya. PDAM tidak eksien antara lain karena mereka tidak punya biaya untuk melakukan investasi. Yang paling tidak beruntung adalah komunitas termiskin yang tidak mampu membayar pemasangan jaringan pipa air. sistem yang didanai publik seringkali bersumber pada sumur atau mata air. Pendekatan ini berjalan baik namun bisa makan waktu lama. Ini berarti pada akhirnya mereka harus membayar dari pedagang keliling dengan harga 10 hingga 20 kali lipat dibandingkan harga yang harus dibayar bila mendapatkan pasokan air dari jaringan pipa air minum. Target tersebut adalah untuk mengurangi separuh proporsi penduduk yang tidak memiliki akses ke sanitasi yang aman. berbagai tahun Jadi apa yang harus kita lakukan? Jelas kita harus lebih banyak menanamkan investasi untuk pemasokan air. menggunakan air sumur atau air sungai. Saat ini sekitar sepertiga dari rumah tangga di perkotaan mendapatkan akses jaringan pipa air ke rumah mereka dan jumlahnya tidak bertambah dengan cepat. Atau mungkin tenaga ahli yang awalnya ditugaskan untuk pemeliharaan sudah pindah. Di Jakarta. Namun kita juga membutuhkan sistem pendanaan yang layak yaitu dengan mendapat pemasukan dari penduduk yang lebih kaya sementara memberikan subsidi yang tepat sasaran kepada penduduk miskin. sekitar separuh dari air PDAM bocor keluar dari pipa-pipa bawah tanah. banyak dari infrastruktur yang rusak. Namun setelah sistem dipasang. Biasanya mereka tidak diijinkan untuk Gambar 7. Di perdesaan harus lebih jelas siapa yang menjalankan sistem. pendekatan yang lebih baik bermula dari kebutuhan. Namun tugas mereka menjadi lebih sulit karena tidak eksiennya perusahaan daerah air minum (PDAM) yang menyediakan air baik melalui jaringan pipa ke rumah tangga-rumah tangga atau kepada penduduk secara umum melalui hidran air. Karena mereka akan membayar bahanbahan atau perlengkapan yang digunakan. yang juga dipastikan tidak akan menjangkau mereka yang hidup di permukiman kumuh. Siapa? Tanggung jawab keseluruhan dipegang oleh pemerintah daerah. misalnya. Selain itu. Penduduk yang mendapat akses ke jaringan pipa adalah penduduk yang beruntung. Dalam hal apa? Sebagian besar karena sistem sanitasi yang buruk mencemari pasokan air. 32 . menaikkan harga sesuai dengan kebutuhan mereka dan sering menyalurkan air dengan harga di bawah semestinya. Tidak mengherankan jika banyak PDAM yang mempunyai banyak utang. Beberapa bupati juga menganggap PDAM sebagai satu sumber pemasukan yang mudah. tergantung pada hidran air. Siapa yang membutuhkan apa? “Berdasar kebutuhan” artinya komunitas harus memutuskan untuk diri mereka sendiri apa yang mereka inginkan dan meminta bantuan dalam merencanakan dan membangun pasokan air mereka. situasi di kota-kota besar dan kecil berbeda. Sebaliknya. ada satu target MDGs untuk sanitasi.Apa yang salah? Seringkali kurangnya pemeliharaan. Antara 1990 dan 2005.4 Proporsi Penduduk yang memiliki Akses Terhadap Fasilitas Sanitasi yang Aman Sumber: BPS – Susenas. cakupan air pipa hanya meningkat 3 persen. seringkali bahkan sangat dekat. Selain itu. di masa mendatang mereka harus diberikan insentif untuk memelihara sistem mereka tersebut. Seperti yang sudah anda perkirakan. pasokan air yang terlindungi juga harus disertai dengan sistem sanitasi yang lebih baik karena dua hal tersebut saling berkaitan.

000 menjadi 54. dan khususnya dengan peningkatan hidup para penghuni kawasan kumuh. Departemen Pekerjaan Umum memperkirakan bahwa kita memiliki tunggakan pembangunan Terdengar menguntungkan. Kebanyakan orang tergantung pada jamban dengan tangki septik atau bisa juga menggunakan toilet umum. mereka sangat tidak aman untuk pasokan air. Ini juga akan membawa kita lebih dekat ke target terakhir dalam tujuan ini yang berkaitan dengan perumahan. biaya keseluruhan mencapai sekitar $10 milyar32. sungai atau pantai. pemerintah dapat memberikan dukungan. Pada 2006. Sejumlah ahli ekonomi memperkirakan bahwa. Cukup baik kalau begitu Ya. Jadi meskipun sistem tersebut mungkin lebih aman bagi para pengguna toilet. Anda mungkin terkejut mengetahui bahwa Indonesia telah memenuhi target sanitasi. Namun. yang menjadi masalah adalah sederhana. anda dapat memiliki sebuah toilet sistem guyur (lush) di rumah anda yang terhubungkan dengan saluran pembuangan utama. sawah. peningkatan tidak akan terjadi tanpa keterlibatan masyarakat. masih terlihat banyak kawasan kumuh Dan jumlah itu semakin berlipat ganda. yaitu 42% penduduk negeri ini. Sekarang hampir semua orang memiliki hak milik yang sah berkat kampanye besar-besaran dari Badan Pertanahan Nasional untuk meningkatkan kepemilikan lahan. dapat berupa penggunaan kolam. septik. misalnya sebuah jamban cemplung dan kemiskinan.000 hektar. Masalah utamanya. banyak sistem tersebut di bawah standar. Orang harus menyadari betapa pentingnya sanitasi yang baik dan merencanakan bersama sistem mereka sendiri. Anda juga mungkin sadar bahwa pada 1990 kita memulai dengan tingkat yang cukup rendah sehingga target yang ditetapkan tidak terlalu tinggi. Banyak sistem yang didasarkan pada tangki septik yang sering bocor dan mencemari air tanah. Untuk sebagian orang biasanya memulai dengan sesuatu yang besar orang. mulai dari berkurangnya biaya pengobatan hingga penghematan waktu untuk tidak perlu mengantri di toilet umum. hanya 20% dari rumah tangga mempunyai kepemilikan tanah yang sah. rumah baru setiap tahunnya. untuk setiap rupiah yang diinvestasikan kita dapat menghasilkan keuntungan sepuluh kali lipat. Seberapa banyak lagi? Satu perkiraan menyebutkan bahwa selama sepuluh tahun ke depan. Namun demikian. Di kawasan perkotaan. Sementara. Namun hanya sedikit dari kita yang bisa memilikinya. Sayangnya. Indonesia telah mengalami banyak kemajuan. dan dalam beberapa hal cukup mengesankan.3%. Pada 1990. Anda hanya dapat membangun kemudian berganti menjadi jamban dengan tangki sebuah rumah apabila anda memiliki tabungan 33 . Di perdesaan. situasinya lebih sulit karena lebih terbatasnya ruang. menanamkan investasi dalam satu sistem sanitasi mungkin akan sama maknanya dengan investasi untuk memiliki rumah. kita juga cenderung untuk memiliki rumah sendiri. Nampaknya. Dan seperti yang sudah anda katakan. Hasilnya akan terjadi penghematan biaya yang besar. Hal yang dilakukan kebanyakan orang Memang demikian dan membuat satu sistem sanitasi yang baik akan menambah nilai rumah itu sendiri. proporsi rumah tangga yang memilki sanitasi yang aman adalah sekitar 30%. “Sanitasi yang tidak aman”. Secara keseluruhan. Seperti halnya pasokan air. Investasi tersebut diharapkan berasal dari rumah tangga maupun pemerintah dan harus dipergunakan dengan sebaik-baiknya. rata-ratanya adalah 69. Kita perlu menanamkan investasi lebih banyak. Antara 1999 dan 2004. semakin banyak manusia berdesakan di kota-kota. Sekitar 15 tahun lalu. Paling tidak empat perlima dari kita memiliki atau menyewa rumah32. Penduduk termiskin pada awalnya paling tidak akan terus menggunakan toilet umum. Bagaimana sebanyak 6 juta rumah dan memerlukan 1 juta caranya berinvestasi? Itu tergantung di mana anda tinggal. kita mungkin cukup berhasil namun bisa jadi itu hanya ilusi. Setidaknya. yang anda tanyakan. Dalam jangka lebih panjang kita perlu mencari cara untuk menyediakan sistem saluran air limbah umum sehingga semakin banyak orang dapat mengaksesnya.Apa syarat sanitasi yang “aman”? Jika beruntung. lahan yang digunakan untuk kawasan kumuh meningkat dari 47. Jadi target untuk tahun 2015 adalah 65%. sekitar 15 juta rumah masuk kategori di bawah standar33.

angka terkini tentang emisi karbon dioksida per kapita adalah 1. atau bahkan mungkin sudah lebih rendah dari angka tersebut. Indikator lain adalah rasio kawasan lindung untuk mempertahankan keragaman hayati. kita hampir berhasil untuk mencapai target 67%. kita mestinya mampu membangun rumah di tempat yang memiliki layanan seperti air. TUJUAN 7: MEMASTIKAN KELESTARIAN LINGKUNGAN Target 7A: Memadukan prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan ke dalam kebijakan dan program negaraserta mengakhiri kerusakan sumberdaya alam Indikator pertama adalah proporsi lahan berupa tutupan hutan. Target 7D: Pada 2020 telah mencapai perbaikan signikkan dalam kehidupan (setidaknya) 100 juta penghuni kawasan kumuh Meskipun 84% rumah tangga telah memiliki hak penguasaan yang aman.2% penduduk memiliki akses terhadap air minum yang aman dan meskipun masih ada jarak. listrik dan sanitasi.yang memadai atau dapat meminjam dari keluarga atau teman-teman. jumlahnya sekitar 49. tidak banyak orang ingin mengambil pinjaman jangka panjang. Tujuan MDGs yang terakhir melihat ke luar Indonesia untuk menelaah bagaimana hubungan kita dengan dunia luar. Pada 2006 rasio tersebut adalah 29. Proporsi rumah tangga yang menggunakan bahan bakar padat pada 2004 adalah 47.34 sedangkan konsumsi bahan-bahan perusak lapisan ozon masih pada tingkat 6.544 metrik-ton. 57. dan mencapai pengurangan yang signikkan pada 2010 Belum ada data terbaru mengenai hal ini Target 7C: Menurunkan separuh proporsi penduduk yang tidak memiliki akses yang berkelanjutan terhadap air minum yang aman dan sanitasi dasar pada 2015 Pada tahun 2006.5%. Saya pun tak yakin memerlukan pinjaman bank Ya. yang hanya dimiliki oleh seperempat dari kita. Hanya sedikit orang yang dapat memperoleh pinjaman dari bank. Berdasar citra satelit.5% meskipun sebagian dari jumlah tersebut telah dirambah. Target 7B: Mengurangi laju hilangnya keragaman hayati. Untuk itu diperlukan investasi publik.9%. namun jumlah komunitas kumuh yang memiliki akses terbatas pada layanan dan keamanan semakin meningkat. Untuk itu anda perlu pekerjaan tetap. Namun jika kita bisa mendapatkan dana yang diperlukan. Sejauh ini. yang seringkali mengandalkan pada pinjaman luar negeri. Namun citra Landsat merupakan citra satelit dengan resolusi rendah dan mungkin tidak terlalu sesuai untuk melacak perubahan. Untuk sanitasi kita nampaknya telah melampaui target 65%. karena telah mencapai cakupan sebesar 69. 34 . baik dengan memiliki ataupun menyewa.3%. meskipun banyak dari pencapaian ini berkualitas rendah.

menghasilkan lebih banyak lapangan pekerjaan Beras. berpendapat bahwa semua aliran barang dan uang internasional serta informasi. kayu namun pada saat yang sama dapat mengurangi dan minyak kelapa sawit. baik ekspor maupun impor. Kenyataannya. hanya memungkinkan negaranegara kaya untuk mengeksploitasi negara-negara miskin. sebagian besar ekspor kita adalah Indonesia. terkait dengan kerjasama internasional. Mereka yang menolak. Pihak lain berpendapat bahwa mereka harus menerima globalisasi. bahan-bahan mentah seperti minyak bumi. Namun. sebagian besar target dan indikator ditujukan untuk negara-negara maju agar membantu negara-negara termiskin dalam mencapai tujuan-tujuan MDGs lainnya. negara-negara tetangganya yang masih miskin. penghasilan petani. seperti Pertama. Dan Indonesia juga dapat Indonesia menunjukkan minatnya yang besar mengupayakan berbagai cara untuk membantu untuk meningkatkan perdagangan internasional. yaitu menelaah isu-isu seperti perdagangan. seringkali. lebih dari sebaiknya perekonomian kita. Memproduksi barang untuk ekspor. namun globalisasi dengan cara-cara yang benar. Ini baik bagi mayoritas konsumen. beberapa pekerja. sebenarnya adalah mencermati apa saja dampak kebijakan negara-negara yang lebih kaya pada Siapa yang merugi? kita. harus ada keputusan seberapa “terbuka” pakaian dan alas kaki. Perusahaan-perusahaan tersebut Tujuan MDGs terakhir ini. tidak ada kaitannya dengan Indonesia yang sama. sedikit mengontrol impor. tidak otomatis merugikan Itulah caranya Indonesia bergabung dalam perusahaan-perusahaan dalam negeri. dipastikan akan menurunkan harga beras di pasar Di masa lalu. Artinya. Terbuka sambil separuh ekspor kita merupakan produk industri. banyak usaha yang mulai menanamkan investasi dalam pabrik-pabrik yang membuat barang-barang Jadi apa yang harus kita lakukan? manufaktur sederhana untuk diekspor. harus dipastikan bahwa perdagangan internasional dilakukan seadil mungkin sehingga semua negara memiliki peluang Jadi. khususnya Perusahaan-perusahaan yang tidak mampu ekspor. Bahkan gelombang globalisasi mutakhir. hal ini dapat membuat mereka menjadi lebih eksien. Oleh karena itu. Impor beras murah dan membantu orang untuk keluar dari kemiskinan. akan bersaing dengan produk impor berharga rendah. bantuan dan utang internasional. 35 . ada yang Namun yang paling utama. Kenyataannya. kepentingan kita yang beruntung. dalam kenyataan. Misalnya di bidang perdagangan. ada yang merugi34.GOAL 8: PROMOTE GLOBAL PARTNERSHIP FOR DEVELOPMENT Mengembangkan kemitran global untuk pembangunan Globalisasi? Apakah kita mendukungnya? Tidak semua. Hasilnya. Namun sejak 1980-an. mereka yang diperkerjakan negara berkembang di kawasan Asia Pasikk saat di industri-industri untuk ekspor harus memperoleh ini menawarkan bantuan kepada negara-negara gaji dan kondisi kerja yang layak. Perdagangan juga harus adil bagi para Tidak sepenuhnya benar. berkembang lainnya. sebagai contoh. Sekarang ini.

berbasis peraturan. biasanya menerima bantuan setara dengan 40% gabungan penyediaan layanan publik dan swasta pengeluaran pembangunan kita. Apa hubungannya dengan MDGs? Salah satu target yang menjadi bagian tujuan ke-8 MDGs adalah ”lebih jauh mengembangkan sistem perdagangan dan keuangan yang terbuka. ini berarti perdagangan yang berkeadilan dan WTO adalah tempat di mana masalah-masalah tersebut semestinya ditangani.akan terdorong untuk berkonsentrasi pada produk terbaiknya. memberikan proteksi terlalu banyak pada petani Tetapi.” Singkat kata.1. Jasa? Sayangnya. Pemerintah perlu Siapa yang memberikan kita bantuan? memastikan akses bagi semua orang. Sebaliknya. perundingan putaran terakhir. penata disebut “Putaran Doha (Doha Round)”. tidak perduli Penyandang dana terbesar adalah Bank Dunia. Kebanyakan terbuka kita dalam perdagangan barang dan jasa bantuan tersebut dalam bentuk utang. Di masa lalu. Hampir tidak ada yang mencapai angka maupun dalam negeri. banyak ”pengeluaran pembangunan” negeri ini. namun mungkin berkkir bantuan tersebut terutama masalah ini juga menjadi bagian perundingan digunakan untuk mengentaskan kemiskinan atau dalam WTO. Bahkan di tahundapat menghasilkan layanan yang lebih eksien. juga perusahaan ingin berinvestasi di Indonesia serta banyak negara-negara berkembang lainnya. Banyak orang yang resmi” (ODA. mulai meningkatkan sumbangan mereka. dilayani oleh pihak dalam negeri. yang Jasa merujuk pada hal-hal seperti restoran. atau apakah bisa mengentaskan kemiskinan. bantuan yang digunakan untuk pembangunan Benarkah? kembali pascabencana. Hal ini. perundingan-perundingan perusahaan asing yang beroperasi di sini. sebagian besar merupakan pilihan kita. Karena hal ini akan tersebut. Banyak tersebut mungkin bisa berlanjut. Hampir semua kebutuhan terutama karena negara-negara maju ingin jasa kita. Selama beberapa tahun terakhir. Dalam perundingan untuk memberikan bantuan luar negeri. tergantung pada bantuan luar negeri. Selain itu. baik asing Tidak. meskipun tidak kita harus membeli obat-obatan dengan harga langsung. Perundingan-perundingan tersebut untuk meningkatkan kesehatan dan pendidikan. Anda. seperti air atau sanitasi. siapa pun penyedia layanan tersebut. ada juga yang kita beli dari perusahaan. Ofkcial Development Assistance) menentang hal ini. yang untuk HIV dan penyakit-penyakit lain. Mereka percaya bahwa untuk negara-negara miskin. banyak negara meminta bantuan sebesar 0. Namun Indonesia. yang Ya jika perusahaan-perusahaan swasta hanya digunakan untuk membangun infrastruktur seperti memusatkan pada pelanggan kaya dan jalan raya36. harus disediakan oleh negara dan tidak boleh dijalankan Apakah janji ditepati? oleh perusahaan-perusahaan swasta. Paling tidak untuk sementara. juga mencakup hal-hal tentang apakah kita bisa Ternyata tidak. dengan Organisasi Perdagangan Dunia (World sesuai dengan janji mereka untuk memberikan Trade Organization/WTO). meskipun beberapa secara perlahan mengurangi akses penduduk miskin. gilirannya negara-negara kaya untuk kita sudah memiliki dua pemasok air swasta di merespon. Seberapa Bank Pembangunan Asia dan Jepang. mudah diperkirakan. gagal rambut atau hotel. Pada Gambar 8. negara-negara kaya didorong tingkat kotamadya di Jakarta. Sebagai contoh. layanan tertentu. Sebagian besar digunakan untuk menggunakan turunan obat “generik” yang murah pembangunan infrastruktur ksik seperti jalan. terlihat bahwa kita mengabaikan pelangggan miskin. Mungkin kita ingin melindungi industri kebutuhan dasar atau yang masih perlu dilindungi agar bisa bersaing di tingkat internasional.mereka sendiri. pasca tsunami dan gempa 36 . dan tidak disriminatif. tahun tertentu. Ke depan. kita masih ingin melindungi sejumlah industri dengan tarif dan langkah-langkah lain. Misalnya jasa. bantuan yang kita terima lebih Bahkan penduduk miskin mungkin akan bersedia besar dari angka tersebut. bisa jadi. dan negara-negara berkembang lainnya dalam yakin bahwa kita sudah cukup banyak memberikan hal pelayanan listrik dan air. Namun. banyak mahal dari perusahaan-perusahaan internasional. Kini. untuk membayar jika mereka merasa akan mendapatkan layanan yang baik. konsesi.7% dari total pendapatan agar diberi lebih banyak peluang untuk menjual nasional dalam bentuk “bantuan pembangunan jasa kepada pihak asing.

Kebanyakan penyandang dana memusatkan hibah mereka untuk negara-negara yang lebih miskin. Gambar 8. Terlepas dari apakah keputusan tersebut benar atau salah. miskin atau kaya. Memang pemerintah sekarang lebih banyak mengeluarkan dana untuk membayar bunga pinjaman daripada untuk pendidikan. kita harus membayar bunganya dan akhirnya harus siap untuk membayar kembali pokok utang. Pasca krisis moneter. kecuali ketika dilanda bencana.4 milyar dollar. Saya ingin mengetahui Baiklah. 1990-2004 Sumber: Chowdhury. A. pemerintah menerbitkan obligasi pemerintah bernilai milyaran dolar dan memberikannya kepada bank-bank tersebut untuk digunakan sebagai modal. terlalu banyak dipakai untuk pembayaran kembali utang. Biaya yang dipikul. Yang terjadi adalah bahwa setelah krisis ekonomi pada 1997. bukankah kita harus mengembalikannya? Biasanya memang demikian. sebesar 5. Indonesia tidak masuk kualikkasi penerima hibah. Pada Gambar 8. sekarang kita harus menanggung akibatnya. Yang kita peroleh adalah bankbank yang lebih sehat. kita dijanjikan memperoleh bantuan. Untuk 2006-2007.bumi di Yogyakarta. Ini artinya mereka menjadi sehat lagi. satu masalah besar dalam mencapai MDGs karena pengeluaran Indonesia saat ini. Namun kita masih tetap terjebak dalam utang dan harus membayar bunga obligasi tersebut kepada bank atau siapa pun yang memilikinya. Biasanya pemerintah menerbitkan obligasi dan kemudian menjualnya untuk mendapatkan dana. Kenyataannya.1 Bantuan sebagai Proporsi dalam Pengeluaran untuk Pembangunan. pemerintah masih berutang $144 milyar. terjadi peningkatan sangat tajam. Pemerintah ingin lebih banyak memegang kendali dalam proses dan langsung berunding dengan para penyandang dana. baik berupa utang dan hibah. pemerintah Indonesia memutuskan tidak lagi membutuhkan pertemuan tahunan para penyandang dana untuk Indonesia yang disebut Kelompok Konsultatif untuk Indonesia (Consultative Group on Indonesia). Untuk melakukan itu. dan Sugema I Berapa yang harus kita tanggung? Saat ini. tetapi kita perlu mempertimbangkan beban utang. silahkan langsung ke paragraf berikutnya. nampaknya kita tidak akan mendapatkannya. Selain itu. Pemerintah sangat cemas bahwa sistem perbankan akan runtuh sehingga mereka campur tangan untuk menyelamatkan beberapa bank tersebut. Pada 2006. Jadi anda dapat mengatakan bahwa kita membayar ketidakmampuan para pemilik bank yang kaya dengan mengorbankan orang miskin. pemerintah yakin harus lebih banyak menggalang dana dari pasar keuangan lewat penjualan obligasi ketimbang dari para penyandang dana. Baik utang yang berasal dari pinjaman maupun lewat penjualan obligasi. misalnya. Tetapi.2 akan terlihat bahwa utang kita telah meningkat37. Namun dalam hal ini mereka tidak mendapatkan uang sebagai gantinya. atau kesehatan. Akan lebih baik jika kita mendapat lebih banyak hibah Namun. Pada 2007. ’pelunasan’ utang mencapai sekitar 26% dari pengeluaran pemerintah. Artinya kita harus tetap berutang? Ya. meskipun sebenarnya kita tidak ”meminjam” uang tersebut dengan cara konvensional. banyak bank di Indonesia yang mempunyai kredit macet pada perusahaan- 37 . Dengan menerima semua utang tersebut. Namun pemerintah berpendapat bahwa mereka tidak mempunyai pilihan. kebanyakan dari utang tersebut bukan utang internasional melainkan utang dalam negeri berupa pinjaman dari lembaga-lembaga domestik. Runtuhnya sistem perbankan akan membuat segala sesuatu lebih buruk bagi siapapun. perusahaan lokal berada dalam ambang kebangkrutan. terbilang mahal. Jika anda tidak ingin mengikuti rincian tentang hal ini. sehingga tak cukup anggaran bagi kesehatan atau pendidikan.

paling tidak sedikit. kepada lembaga-lembaga luar negeri. Namun negara-negara maju juga perlu memantau aktivitas-aktivitas mereka. skema seperti itu biasanya hanya dalam diantaranya merupakan utang kepada para jumlah kecil (jumlah keseluruhan utang kita kepada penyandang dana bilateral yang meminjamkan Jerman adalah 1. Sisanya. jadi semestinya negara seperti kita layak untuk mendapatkan semacam penghapusan utang. Jerman.kita sudah selesai dengan 8 tujuan MDGs. Saatnya untuk mengubah aturan-aturan tersebut Bisakah kita menolak untuk membayar? Kita tak mungkin ”ngemplang” utang dalam negeri karena akan mengakibatkan tumbangnya banyak bank dalam negeri. sepakat dengan siapa kita berutang. dari bank-bank bernilai sekitar 135 juta dollar AS jika pemerintah yang menggunakannya sebagai modal. Namun.2. kita juga harus mau dikaji oleh Dana Moneter Internasional (International Monetary Fund/IMF). Apakah kita sudah selesai? Ya. anda dapat melihat kepada pembangunan. utang kepada para penyandang dana “multilateral” seperti Bank Dunia atau Bank Pembangunan Asia. Kita bisa meminta “penghapusan utang” kepada para penyandang dana multilateral dan bilateral. baik tentang perdagangan. Para penyandang dana internasional masih memberikan penghapusan utang. Bersama dengan negara-negara berkembang lainnya. Dalam kenyatannya pemerintah telah sengaja membayar semua utangnya kepada IMF agar kita tidak harus mengikuti persyaratan IMF. Indonesia harus menyatakan bahwa tingkat utang yang tinggi menghambat pencapaian MDGs. misalnya. Indonesia adalah negara berpenghasilan menengah sehingga tidak masuk kategori layak memperoleh penghapusan utang. Kita melakukannya beberapa dasawarsa lalu dan mereka menghapus sebagian utang kita. uang kepada kita sebagai bagian dari program aturan-aturan internasional tidak memungkinkan bantuan mereka atau untuk membantu kita kita untuk menukarkan utang dalam jumlah yang membeli sebagian ekspor mereka. Namun sejumlah penyandang dana bilateral siap untuk menghapuskan sebagian utang kita jika Kepada siapa? kita membelanjakan jumlah yang sama untuk Pada Gambar 8. semuanya menjadi lebih sulit. Kenyataannya. Namun saat ini. Domestik Luar Negeri Sangat aneh. Kita cukup bangga untuk melaporkan upaya-upaya kita sendiri dalam mencapai tujuan-tujuan yang sudah kita sepakati. Kita pun tidak bisa begitu saja ”mogok” membayar utang internasional karena akan membuat kita terputus dari pasar keuangan dunia dan mungkin akan memicu krisis keuangan baru. Namun masih ada hal-hal yang dapat kita lakukan untuk mengurangi utang.3 milyar dollar AS). Ketika meminta penghapusan utang. Tujuan-Tujuan Pembangunan Milenium juga merupakan tanggung jawab internasional. Sebagian Sayangnya. Sangat menarik.2 Utang Pemerintah 1996-2006 Sumber: World Bank Indonesia 2007 Memang kedengarannya tidak lazim. terasa perlu untuk ‘meng-Indonesiakan’MDGs. Hampir separuhnya Indonesia untuk menghapuskan utang bilateral merupakan utang dalam negeri. pemerintah maupun masyarakat sipil harus melawan status quo di tingkat internasional. Ide yang bagus. merupakan utang proyek-proyek pendidikan dan lingkungan. 38 .7 milyar dollar. Namun kita bisa menawar. Indonesia menggunakan dana tersebut untuk yaitu sekitar 67. Sisanya adalah sangat besar. namun hanya kepada negara-negara yang sangat miskin. Saat ini. bantuan atau utang. Kita bisa menukarkan utang dengan apa? Gambar 8.Hal yang tidak begitu disukai 160 140 120 100 80 60 40 20 1997 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 Samasekali tidak. Salah satu pilihan adalah dengan mendorong para penyandang dana bilateral untuk melibatkan diri dalam pertukaran atau ”konversi utang” (debt swaps). untuk banyak isu di Tujuan 8. Sekali lagi.

dalam beberapa aspek bisa saja disesuaikan dengan situasi dan kondisi Indonesia. mungkin perlu hamil yang mendatangi klinik-klinik pada masa memastikan bahwa puskesmas selalu menimbang pra-persalinan. Apakah semua anak Betulkah? Apakah kita dapat mengukur bersekolah? Hal ini akan mudah diketahui dari buku semua ini di sebuah desa? pendaftaran di sekolah. Jika TBC menjadi masalah. namun sampai ke desa-desa.1 Penyebaran Anggaran Pemerintah Sumber: World Bank 2007 39 . Apakah perempuan mereka. Seperti terlihat pada Gambar 9. untuk mencermati apakah angka kekurangan gizi meningkat atau menurun. tidak mencakup hingga tahun 1990 sehingga menyulitkan penetapan target 2015. sekaligus. Ya. baik di tingkat pusat maupun daerah. BPS memang mengumpulkan data sejumlah informasi di tingkat kabupaten. Dan yang lebih penting. tidak hanya di tingkat kabupaten. tetapi tidak harus orang luar yang melakukannya. Begitu juga apakah mereka telah semua anak-anak. Misalnya. Pencapaian tujuan MDGs sebagian besar berada di pundak pemerintah propinsi dan kabupaten. Anda dapat memulai dengan sejumlah Gambar 9. selama propinsi-propinsi dan kabupaten-kabupaten memikirkan cara terbaik untuk pencapaian MDGs. Misalnya? Anda dapat memeriksa bagaimana anak-anak yang lambat pertumbuhannya. Tampaknya. Jadi Pemerintah daerah seharusnya dapat lebih berperan? Tentu saja. memperoleh makanan dan mungkin dapat memberikan saran atau dukungan kepada para ibu. Masalah informasi jelas masih menjadi kendala. Namun.1. mungkin anda dapat mencoba untuk melakukan Penduduk sebuah desa bisa sepakat memilih apa tes pada sebanyak mungkin orang dan kemudian saja dari tujuan MDGs yang menjadi prioritas memulai pengobatan. termasuk memantau dan mempercepat meninggal karena persalinan? Bagaimana dengan pencapaiannya. ketika kekurangan gizi pengawasan tentang berapa banyak perempuan menjadi persoalan yang dicemaskan. kabupaten dengan mantap mulai mengambil alih lebih banyak pengeluaran rutin pemerintah38. banyak yang harus dilakukan anda bisa sepakat tentang apa yang harus dilakukan Anda tidak harus mencoba melakukan semuanya untuk menanggulangi hal tersebut. Anda kemudian dapat memiliki persiapan untuk menghadapi keadaan menambahkan semua informasi yang dibutuhkan darurat. Hal tersebut tidak menjadi masalah.MENG-INDONESIAKAN MDGs MDGs yang diformulasikan secara bersama pada tingkat global.

maka secepatnya akan terjadi perbaikan. apabila anda tertarik untuk mengetahui lebih banyak. Tahun 2015 tinggal delapan tahun lagi. Jika masing-masing kabupaten atau komunitas mulai melakukan aksi. Tetapi. namun kita bisa melakukan banyak hal dalam waktu delapan tahun. Sudahkah selesai kita? Ya. Bagi MDGs. kemudian melakukan aksi. semangat lebih penting ketimbang rinciannya.prioritas. untuk kali ini bincang-bincang kita akhiri dulu di sini. anda bisa membaca dari daftar bacaan berikut 40 .

Indonesia Public Expenditure Review 2007. UNESCO and PAPPITEK LIPI.id/en/2102ev. www. 2004. 2004/2005. Depdiknas. Spending for Development: Making the Most of Indonesia’s New Opportunities. Every Year 30. World Bank.htm. Chaudhury et al. Jakarta. 2004. Jakarta. Sakernas. Spending for Development: Making the Most of Indonesia’s New Opportunities. Akhmadi. 2007. 2007. Jakarta. beberapa publikasi ILO yang dapat menjadi nara sumber: Labour and Social trends in Indonesia 2008: Progress and pathways to job-rich development (Jakarta. The Achievement of Gender Parities in Basic Education in Indonesia: Challenges and Strategies towards Education for All. 2008). Usman. World Bank. Jakarta. 2006. Jakarta. diakses 6 March 2007. Indonesia Public Expenditure Review 2007. Ministry of National Education. Jakarta UNESCO/LIPI. proporsi penduduk yang mengkonsumsi kurang dari standar asupan nasional ditentukan oleh distribusi ketersediaan pangan untuk memenuhi standar tersebut dan aksesnya. Making the New Indonesia Work for the Poor. World Bank. World Bank. 2006. 2005.000 Die by Measles. World Bank. World Bank. Jakarta. 2007. and D Surydarma. Informasi lebih lanjut dapat dilihat di: http://www. Indonesia. Spending for Development: Making the Most of Indonesia’s New Opportunities. 2006. When Teachers are Absent: Where do They Go and What is the Impact on Students? Jakarta. Plus 5-Review of the 2002 Special Session on Children and World Fit for Children Plan of Action. Jakarta. UNICEF Depkes. Educational Indicators in Indonesia. 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 41 .html Untuk wacana dan diskusi yang lebih komprehensif mengenai indikator MDG ini. SMERU. 2007. World Bank. Missing in Action: Teacher and Health Worker Absence in Developing Countries.. World Bank. 2005b.go. UNESCO/PAPPITEK LIPI. 2007. The achievement of Gender Parities in Basic Education in Indonesia: Challenges and Strategies towards Basic Education for All. UNICEF. S. Indonesia Public Expenditure Review 2007.CATATAN DAN REFERENSI 1 Menurut FAO.depkes.org/DOCREP/005/y4249e/y4249e06.fao.

2007. Geneva. PEAT-CO2.pdf. Jakarta. World Bank. Delft.. McGuire.Harvard. State of the Environment in Indonesia. 2005.htm. Sugema. Pusat Komunikasi Publik 150606. Chowdhury. Diunduh dari www. UNAIDS and National AIDS Commission. 2005. and Prabowo. Strategic Options for Forest Assistance in Indonesia. IYARS. World Bank. MOE. 2007. PU.go. “How Signikcant and Effective has Foreign Aid to Indonesia been?”. Jakarta. Indonesia Young Adult Reproductive Health Survey. 2007. “Strategies for reducing maternal mortality: getting on with what works” the Lancet. 2002-2003. 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 42 . “Inadequate measures allowing HIV/AIDS to worse: WHO”. 29 November. Diakses 17 Maret 2007 Vanzetti. Delft Hydraulics report Q3943. Indonesia Public Expenditure Review 2007. 2005. Rencana Aksi Nasional untuk HIV/AIDS 2007-2010. World Bank. “Informal workers to get health access”. Jakarta. World Bank. D. “Sanitation target remains out of reach”. 15 Jakarta Post.dephut. The Millennium Development Goals for Health: A review of the indicators. A review of vulnerable populations to HIV and AIDS in Indonesia. State of the Environment in Indonesia. survey di Papua terhadap perwakilan populasi penduduk tentang HIV/AIDS Jakarta Post. RUU Penataan Ruang Harus Pilah Secarah Jelas Kawasan Peruamahan. http://www. Netherlands. UNFPA. 2007. dalam Jakarta Post. Indonesia: Debt Strategies to Meet the Millennium Development Goals. 0505. 2004.asp?link=Humas/ news2003/ppw150606gt. Hooijer. Kennedy School of Government. Dephut. 2006.go. Ministry of Environment. 2007. 7 Maret. ICBWA. UNFPA Indonesia Website. 2004. John F.id/index. UNAIDS/NAC 2006. Country Report on the Follow-up to the Declaration of Commitment on HIV/AIDS (UNGASS). The Housing Finance Sector in Indonesia. 2007.org/mmr. BPS WHO. Reporting period 2004-2005. http://www. Hoek-Smit. Jakarta. Assessment of CO2 emissions from drained peatlands in SE Asia. Jakarta.kimpraswil.id. Extent of land cover inside and outside forest area. http://indonesia. Lancet 2006. dalam Jakarta Post. 2006. Discussion Paper No. UNDP. dalam Jakarta Post. D.org/2000-2003_Zenith_and_Beverage_ Marketing_Stats. Diakses 23 Maret. Ministry of Environment. MOE.unfpa. 2006.htm diakses 3/1/2007. World Health Organization. 2007. Departemen Pekerjaan Umum. A and I. University of Adelaide Centre for International Economic Studies. Spending for Development: Making the Most of Indonesia’s New Opportunities. 2007. Jakarta. World Bank. Jakarta . Global bottled water statistics. Jakarta. Jakarta Post. KPA. 2006.icbwa. A et al. UNDP (segera terbit). Trade policy at the Crossroads: the Indonesian Story. UNCTAD. Jakarta. M. 2005. Komisi Penanggulangan AIDS. KPA 2006.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful