Millennium Development Goals

MEMBERANTAS KEMISKINAN DAN KELAPARAN EKSTREM

MEWUJUDKAN PENDIDIKAN DASAR UNTUK SEMUA

MENDORONG KESETARAAN GENDER DAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN

MENURUNKAN ANGKA KEMATIAN ANAK

MENINGKATKAN KESEHATAN IBU

MEMERANGI HIV DAN AIDS, MALARIA SERTA PENYAKIT LAINNYA

MEMASTIKAN KELESTARIAN LINGKUNGAN

PROMOTE GLOBAL PARTNERSHIP FOR DEVELOPMENT

Kita Suarakan MDGs Demi Pencapaiannya di Indonesia Laporan ini adalah hasil konsultasi luas yang melibatkan Pemerintah, Kelompok Kerja Tematis MDGs, Organisasi Masyarakat Sipil, Lembaga-lembaga PBB di Indonesia, media dan sektor swasta. Penyusunan Laporan ini memperolah dukungan teknis dan knansial dari Proyek TARGET MDGs – sebuah inisiatif bersama BAPPENAS dan UNDP dalam upaya pencapaian MDGs di Indonesia. Penulis: Peter Stalker Masukan Teknis: Kelompok Kerja Tematis MDGs Tim Penyunting: Abdurrahman Syebubakar, Dr. Ivan Hadar, Dr. La Ega, Owais Parray, Riana Hutahayan dan Susilo Ady Kuncoro Dukungan Data dan Statistik: Badan Pusat Statistik (BPS) Desain dan Tata Letak: Anggoro Santoso Edy Widayat, Susilo Ady Kuncoro, Dwiati Novita Rini Cetakan Kedua: Oktober 2008

MENTERI NEGARA PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL/ KEPALA BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL

Sambutan
Di penghujung abad lalu, Indonesia mengalami perubahan besar yaitu proses reformasi ekonomi dan demokratisasi dalam bidang politik. Tidak begitu lama kemudian, tepatnya pada tahun 2000, para pimpinan dunia bertemu di New York dan menandatangani “Deklarasi Milennium” yang berisi komitmen untuk mempercepat pembangunan manusia dan pemberantasan kemiskinan. Komitmen tersebut diterjemahkan menjadi beberapa tujuan dan target yang dikenal sebagai Millennium Development Goals (MDGs). Pencapaian sasaran MDGs menjadi salah satu prioritas utama bangsa Indonesia. Pencapaian tujuan dan target tersebut bukanlah semata-mata tugas pemerintah tetapi merupakan tugas seluruh komponen bangsa. Sehingga pencapaian tujuan dan target MDGs harus menjadi pembahasan seluruh masyarakat. Untuk membantu terlaksananya proses ini, laporan pencapaian MDG dalam versi pendek ini ditulis dengan gaya bahasa informal yang dapat dipahami secara lebih mudah. Meskipun pendek dan hanya menyentuh secara singkat tujuan dan target MDGs, diharapkan pembaca akan mendapatkan gambaran mengenai tantangan yang dihadapi Indonesia dalam sasaran MDGs. Di negara yang sangat luas dan beragam seperti Indonesia, pengumpulan data merupakan pekerjaan yang sulit dilakukan. Meskipun data-data yang ditampilkan dalam laporan ini dapat menggambarkan pencapaian di tingkat nasional, dan dalam beberapa aspek mencapai juga di tingkat provinsi, namun belum menggambarkan capaian pada tingkat kabupaten. Padahal, banyak dari keputusan terpenting yang dapat mempengaruhi kemajuan pencapaian MDGs diambil pada tingkat kabupaten. Karena itu, laporan ini diharapkan bisa membantu memperkenalkan latar belakang MDGs kepada pembaca yang lebih luas, terutama para pengambil keputusan di tingkat daerah. Untuk beberapa tujuan, diantaranya kemiskinan, pendidikan, kesehatan dan perlindungan terhadap lingkungan, Indonesia bersama negara-negara lainnya, menetapkan target-target yang ambisius namun sangat mungkin untuk dicapai. Kebanyakan dari target tersebut mesti dicapai pada 2015. Oleh karena itu, tahun 2008 menjadi penting, karena tahun ini adalah pertengahan dari target 2015. Melihat pencapaian sampai saat ini, Indonesia sepatutnya berbangga hati. Kita telah secara nyata mengurangi kemiskinan, dan hampir semua anak laki-laki dan perempuan dapat masuk ke sekolah dasar. Tetapi masih menuntut kerja keras dalam bidang yang lain. Tingginya angka kematian ibu melahirkan dan belum cukup usaha kita untuk melindungi lingkungan merupakan pekerjaan rumah yang harus diselesaikan secara sungguh-sungguh. Walaupun kita sudah mencapai banyak kemajuan, tetapi masih diperlukan kerja keras untuk mencapai semua sasaran MDGs. Akhir kata, saya berharap laporan ini dapat membantu kita dalam memperkuat komitmen dan menentukan prioritas di antara seluruh pemangku kepentingan untuk bekerja bersama mencapai MDGs, baik di tingkat lokal maupun nasional.

Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/ Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional

H. Paskah Suzetta

i

Sambutan dari United Nations Resident Coordinator di Indonesia
Merupakan sebuah kehormatan bagi saya untuk menulis pengantar singkat tentang laporan MDGs 2008, berjudul “Mari Kita Suarakan MDGs”. Setelah direvisi dan diperbaharui, laporan ini memuat kecenderungan dan capaian terkini MDGs di Indonesia. Laporan ini diterbitkan tepat waktu ketika dunia menghadapi ketidakpastian ekonomi yang ditandai oleh tingginya harga bahan bakar dan makanan serta ketidaksatabilan sistem knansial. Dalam era globalisasi, kondisi seperti ini akan berpengaruh terhadap banyak negara yang sedang berusaha mencapai MDGs. Seperti ditumjukkan laporan ini, kita boleh optimis bahwa Indonesia akan mencapai banyak target MDG di tingkat nasional. Namun, hal yang sama tidak berlaku bagi propinsi dan kabupaten miskin yang dalam banyak hal pencapaiannya masih tertinggal. Selain itu, untuk beberapa target terkait nutrisi anak, kesehatan ibu, dan akses terhadap air bersih, termasuk secara nasional, masih belum menunjukkan kemajuan yang memuaskan. Kita pun sadar bahwa kemajuan pencapaian MDGs saat ini bukanlah jaminan bagi kemajuan pencapaian di masa depan. Laporan ini memberi penekanan pada hal tersebut sekaligus mengajak seluruh komponen bangsa untuk melakukan aksi bagi pencapaian MDG. Sebagai Negara yang sangat luas, dengan beragam budaya serta tingkat pembangunan yang berbeda, kebijakan dan aksi pemerintah daerah akan menjadi kunci keberhasilan pencapaian tujuan global ini baik di tingkat nasional dan di tingkat lokal. Ditulis dengan gaya populer, dan memiliki pesan yang jelas sebagai pemicu untuk bertindak, laporan ini bertujuan menyebarluaskan isu-isu kebijakan untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya pencapaian MDGs bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat. Anggaplah laporan ini sebagai “peringatan” bagi kita semua untuk bekerja dengan memanfaatkan sumber daya yang ada semaksimal mungkin. Berbagai lembaga PBB berkomitmen sebagai “Sebuah Kesatuan” (One UN) mendukung pemerintah dalam berbagai bidang stategis untuk pembangunan Indonesia. Saya menyambut baik upaya Pemerinah Indonesia yang telah memulai proses penyusunan Peta Jalan MDG (MDG Road Map) yang akan mejadi pedoman kebijakan strategis tidak hanya bagi Indonesia, tetapi juga bagi PBB dan lembaga internasional lainnya untuk berpartisipasi mendukung pencapaian MDGs secara lebih efektif.

Kepala Perwakilan PBB - Indonesia

El-Mostafa Benlamlih

ii

DAFTAR ISI
Sambutan dari Menteri Negara Perencanaan Pembangunan/ Kepala BAPPENAS Sambutan dari Resident Coordinator PBB di Indonesia Daftar Isi Daftar Gambar Daftar Singkatan Posisi Kita Sekarang: Status Pencapaian MDGs Indonesia Bincang-Bincang tentang MDGs TUJUAN 1: Memberantas kemiskinan dan kelaparan ekstrem TUJUAN 2: Mewujudkan pendidikan dasar untuk semua TUJUAN 3: Mendorong kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan TUJUAN 4: Menurunkan angka kematian anak TUJUAN 5: Meningkatkan kesehatan ibu TUJUAN 6: Memerangi HIV dan AIDS, malaria serta penyakit lainnya TUJUAN 7: Memastikan kelestarian lingkungan TUJUAN 8: Mengembangkan kemitraan global untuk pembangunan TUJUAN 9: Meng-Indonesiakan MDGs Catatan dan Referensi i ii iii iv v vi 1 4 10 15 18 20 23 28 35 39 41

iii

2 Akses terhadap Sumber Air yang Terlindungi menurut Propinsi. 1990-2004 Gambar 8.1 Penyebaran Anggaran Pemerintah 37 38 39 iv .2 Utang Pemerintah 1996-2006 Gambar 9.2 Proporsi Anak Perempuan dan Anak Laki-Laki di Sekolah-sekolah Lanjutan Kejuruan.6 Proporsi Penduduk yang Mengkonsumsi kurang dari Keperluan Konsumsi Harian Gambar 2.1 Angka Partisipasi di Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama Gambar 2.3 Proporsi Kelulusan Anak-anak yang Memasuki Sekolah Dasar 5 6 6 7 8 8 10 11 11 Gambar 2.DAFTAR GAMBAR Gambar 1.4 Biaya-biaya Pribadi untuk Pendidikan yang harus dipikul 40% Rumah Tangga Paling Miskin 11 Gambar 2.4 Angka Pengangguran Penduduk berusia 15-24 Tahun Gambar 1.1 Proporsi Masyarakat Miskin berdasarkan Propinsi. Perkotaan dan Pedesaan 16 18 20 21 28 31 31 Gambar 7.3 Akses terhadap Sumber Air yang Terlindungi. 2002/03 16 Gambar 3.1 Rasio antara Anak Perempuan dan Anak Laki-laki di berbagai Jenjang Pendidikan 12 15 Gambar 3.3 Angka Kemiskinan 1 Dollar-per hari Gambar 1.2 Tingkat Putus Sekolah pada Murid yang masuk Sekolah Dasar pada 1999 Gambar 2. 2008 Gambar 1.4 Proporsi Penduduk yang memiliki Akses Terhadap Fasilitas-Fasilitas Sanitasi yang Aman 32 Gambar 8. 1990-2008 Gambar 1.5 Kekurangan Gizi pada Anak di bawah Lima Tahun Gambar 1. 2006 Gambar 7. 2006 Gambar 7.1 Bantuan sebagai Proporsi dalam Pengeluaran untuk Pembangunan. 2006 Gambar 3.1 Rasio Kematian Ibu Gambar 5.1 Kategori “Kawasan Hutan” dan Cakupan Hutan yang Sesungguhnya.1 Laju Angka Kematian Bayi dan Balita Gambar 5.2 Proporsi Kelahiran yang Dibantu oleh Tenaga Persalinan Terlatih Gambar 7.2 Angka Kemiskinan Nasional.5 Angka Partisipasi Murni di Sekolah Menengah Pertama per Propinsi.3 Sumbangan Perempuan dalam Kerja Berupah di Sektor Non-Pertanian Gambar 4.

Scientikc and Cultural Organization : United Nations Children’s Fund : World Health Organization : World Trade Organization v .DAFTAR SINGKATAN AIDS AKB AKBa APBN APK APM AS Bappenas BLT BPS BOS CFC CGI CO2 Depkes DOTS DPR ESDM FAO HIV IMF KLB KPA LSM MDGs NAPZA NTB NTT ODA ODHA PBB PDAM Penasun Posyandu PSK Puskesmas Sakernas SD SDKI SKRT SMA SMP TBC UNDP UNESCO UNICEF WHO WTO : Acquired Immunodekciency Syndrome : Angka Kematian Bayi : Angka Kematian Balita : Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara : Angka Partisipasi Kasar : Angka Partisipasi Murni : Amerika Serikat : Badan Perencanaan Pembangunan Nasional : Bantuan Langsung Tunai : Badan Pusat Statistik : Bantuan Operasional Sekolah : Chloroluorocarbons : Consultative Group on Indonesia : Karbon dioksida : Departemen Kesehatan : Directly-Observed Treatment Short-course : Dewan Perwakilan Rakyat : Energi dan Sumberdaya Mineral : Food and Agricultural Organisation : Human Immunodekciency Virus : International Monetary Funds : Kejadian Luar Biasa : Komisi Penanggulangan AIDS Nasional : Lembaga Swadaya Masyarakat : Millennium Development Goals : Narkotika. Psikotropika dan Zat Aditif Lainnya : Nusa Tenggara Barat : Nusa Tenggara Timur : Ofkcial Development Assistance : Orang Dengan HIV dan AIDS : Perserikatan Bangsa-Bangsa : Perusahaan Daerah Air Minum : Pengguna NAPZA Suntik : Pos Pelayanan Terpadu : Pekerja Seks Komersial : Pusat Kesehatan Masyarakat : Survey Angkatan Kerja Nasional : Sekolah Dasar : Survey Demograk dan Kesehatan Indonesia : Survey Kesehatan Rumah Tangga : Sekolah Menengah Atas : Sekolah Menengah Pertama : Tuberculosis : United Nations Development Programme : United Nations Educational.

1 % 7.4% 100% 100% 100% 100% 100% Sesuai Target Sesuai Target Sesuai Target Sesuai Target Sesuai Target TUJUAN 3: MENDORONG KESETARAAN GENDER DAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN Target 3A: Menghilangkan ketimpangan gender di tingkat pendidikan dasar dan lanjutan tahun 2005.000) Kelahiran yang dibantu tenaga terlatih 390 40.7% 6% 18% 5% Perlu kerja keras Sesuai Target TUJUAN 2: MENCAPAI PENDIDIKAN UNTUK SEMUA Target 2A: Menjamin pada 2015 semua anak dimanapun.4% 100.6% 94.5% Telah tercapai Perlu kerja keras Tinggi Stagnan Stagnan Stagnan 1990 SAAT INI TARGET STATUS Target 1B: Meneydiakan seutuhnya Pekerjaan yang produktif dan layak.76% 9.0% 99.3% 8.5% 57.1b 1.5% 61.Usia 12 Bulan Tingkat Imunisasi Campak .1 2.0% 74.1% 97.0% 2.3 Kemiskinan (1$ per-hari) Kemiskinan (Nasional) Kemiskinan (2$ per-hari) Indeks kedalaman kemiskinan Indeks keparahan kemiskinan Proporsi konsumsi penduduk termiskin 9.5% 100.2 3.3% 98.7 Pertumbuhan PDB per proporsi jumlah pekerja Rasio pekerja terhadap populasi Proporsi pekerja yang hidup dengan kurang dari $1 per-hari Proporsi Pekerja yang memiliki rekening pribadi dan anggota keluarga bekerja terhadap jumlah pekerja total 4.2 2.4 Wanita menikah usia 15-49 yang menggunakan Alat KB Tingkat Kelahiran Usia Muda (per 1000 perempuan usia 15-19) setidaknya satu kali berkunjung ke fasilitas kesehatan 93.23 Bulan 81 57 44.2% 62% Perlu kerja keras Target 1C: Menurunkan hingga setengahnya Proporsi Penduduk yang Menderita Kelaparan 1.1a 2.9% 33% 11.3 Partisipasi ditingkat SD (APM) Partisipasi ditingkat SMP (APM) Proporsi Murid yang bersekolah hingga kelas 5 Proporsi Murid yang tamat SD Melek Huruf Usia 15-24 88.5% 15.1c 3.3 Rasio Anak perempuan di Sekolah Dasar Rasio Anak perempuan di Sekolah Menengah Pertama Rasio Anak perempuan di Sekolah Menengah Atas Rasio Anak perempuan di Perguruan Tinggi Rasio melek huruf Perempuan usia 15-24 Thn Kontribusi Perempuan dalam Pekerjaan Upahan Perempuan di DPR 100.2 Tingkat Kematian Ibu (Per 100.5% 81.4% 49.0% 85.6 1.4% 32 19 Sesuai Target Sesuai Target TUJUAN 5: MENINGKATKAN KESEHATAN IBU Target 5A: Menurunkan Angka Kematian Ibu sebesar tiga-per-empatnya antara 1990 dan 2015 5.3% 67.3% 50.Usia 12 .000) Tingkat Imunisasi Campak .6% 15.2% 12.9 Malnutrisi Anak Kecukupan konsumsi kalori 35.2 1.2 4.9% 75.1d 3. dan disemua jenjang sebelum 2015 3.1a 1.1b 3.3% 2.5% 9% 28.2 3. terutama untuk perempuan dan kaum muda 1.3 5.7% 99.1 4.7% 66.0% vi .1 5.4 1.6% 62.0% 102.7% 307 73% 110 Perlu Kerja keras Target 5B: Mencapai dan menyediakan akses kesehatan reproduksi untuk semua pada 2015 5.2a 2.5% 44 34 72% 76.5% 99. laki-laki maupun perempuan dapat menyelesaikan pendidikan dasar 2.2a 1.3a Tingkat Kematian Anak (1-5 tahun)/per 1.7% 20.3 4.77% 0.7% 41.5 1.8 1.1a 3.0% 96.3% 100% 100% 100% 100% 100% 50% Telah tercapai Sesuai Target Telah tercapai Telah tercapai Sesuai Target Perlu kerja keras TUJUAN 4: MENGURANGI KEMATIAN ANAK Target 4.9% 29.000 Tingkat Kematian Bayi (per 1.A: Menurunkan Angka Kematian Balita sebesar dua-per-tiganya antara 1990 dan 2015 4.7% 10% 7.POSISI KITA SEKARANG INDIKATOR TUJUAN 1: MENANGGULANGI KEMISKINAN DAN KELAPARAN Target 1A: Menurunkan hingga setengahnya Proporsi Penduduk dengan Tingkat Pendapatan Kurang dari US$ 1 perhari 1 1.6% 101.

15 262 76% 91% TUJUAN 7: MEMASTIKAN KELESTARIAN LINGKUNGAN HIDUP Target 7A: Memadukan Prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan dengan kebijakan program nasional serta mengembalikan sumberdaya yang hilang Target 7B: Mengurangi laju hilangnya keragaman hayati.8% 59.2% 30.6 59.5 Proporsi populasi dengan tingkat penyebaran HIV tinggi terhadap akses dengan obat antiretroviral Target 6C: Mengendalikan Penyakit Malaria dan muali menurunnya kasus Malria dan Penyakit lainnya tahun 2015 6.3a Prevalensi HIV dan AIDS (per 100.8% 60.8c 7.9 6.000) Prevalensi TBC (Per 100.0% 1.2a 6.7 Konsumsi CFC .8b 7.10a Proporsi Masyarakat Urban yang tinggal di kawasan Kumuh Proporsi kepastian kepemilikan lahan 87.0% 67% 67.7% 1.1% 69.3% 81.5 7.000) Angka Penemuan Kasus Kesembuhan dengan DOTS 90% 8.1% TARGET STATUS TUJUAN 6: MEMERANGI HIV/AIDS DAN PENYAKIT MENULAR LAINNYA Target 6A: Mengendalikan Penyebaran HIV/AIDS dan mulai menurunkan kasus baru pada 2015 6.7% 52.6b 6.10a 6.INDIKATOR setidaknya empat kali berkunjung ke fasilitas kesehatan 5.9% 1.34 metric ton/ Kapita 95.4 Rasio murid yatim dan/atau piatu terhadap non yatim/piatu berusia 10-14 tahun 67.5 28.815 49.6% 52.3 7.06 0.1 6.10b Kasus Malaria (Per 1.9 7. pada 2010 6.000 $ 6.5% 11% 60.9b Proporsi Penduduk terhadap Air Bersih Air Minum Perpipaan Kota Air Minum Perpipaan Desa Sumber Air terlindungi .Pengurangan Ozon Proporsi Persediaan Ikan dalam batasan biologis yang aman Proporsi dari Sumberdaya Perairan yang digunakan Kawasan Perlindungan Daratan Kawasan Perlindungan Laut Proporsi jumlah spesies yang terancam punah 26. dan mencapai pengurangan yang signikkan pada 2010 7.6b 7.6a 7.6 6.0% 87.0% Sesuai Target vii .7% 84.1 7.2% 57.3% 66.5 7.4% 29.536 kg/kapita 1.6 Kebutuhan KB yang tidak terpenuhi 1990 SAAT INI 9.8d 7.8% 9.4 7.5% 65.9% 38.000) Penggunaan Kondom pada Hubungan Seks Resiko Tinggi Penggunaan Kondom sebagai alat Kontrasepsi Persentase Populasi usia 12-24 Tahun yang memiliki pengetahuan komprehensif tentang HIV/AIDS Laki-laki Perempuan 6.8a 7.9a 7.8 7.21 786 18.1% 65.3 kg minyak-eq/ 1.10 7.2 Kawasan tertutup hutan Emisi CO2 Rasio Penggunaan Energi terhadap PDB 7.8% 76.3% 5.Perdesaan Sanitasi yang baik Rumah Tangga di Perkotaan Rumah Tangga di Perdesaan 30.Perkotaan Sumber Air terlindungi .6% Sesuai Target Perlu usaha keras Perlu usaha keras Telah tercapai Sesuai Target Telah tercapai Telah tercapai Telah tercapai Target 7D: Memperbaiki kehidupan penduduk miskin yang hidup di pemukiman kumuh pada 2020 7.0% 2.5% 78.3% Melawan penyebaran Perlu Kerja keras Target 6B: Terseianya akses universal untuk perawatn terhadap HIV/AIDS bagi yang memerlukan.9 0.000) Jawa dan Bali (Per 1.6a 6.544 Mengurangi Mengurangi Target 7C: Menurunkan hingga separuhnya proporsi penduduk tanpa akses terhadap sumber air minum yang aman dan berkelanjutan serta fasilitas sanitasi dasar pada 2015 7.000) Luar Jawa dan Bali (Per 1.2 6.

1b 8.2% 24. Keterangan mengenai status pencapaian hanya diberikan pada indikator-indikator yang memiliki target terukur secara kuantitatif. digunakan data dari tahun yang terdekat 4. terutama teknologi informasi dan komunikasi 8. dan penanggulangan kemiskinan . Penanggulangan Masalah pinjaman luar negeri melalui upaya nasional maupun internasional dala rangka pengelolaan utang luar negeri yang berkelanjutan dan berjangka panjang 8.INDIKATOR TUJUAN 8 – MENGEMBANGKAN KEMITRAAN GLOBAL 1990 SAAT INI TARGET STATUS Target 8A.1c 8.2% Catatan: 1. Bayangan menunjukkan indikator pendukung khas yang digunakan Indonesia untuk melihat perkembangan secara lebih terperinci indikator utama 3. Penomoran indikator mengacu pada penomoran untuk indikator global viii .14 8.ditingkat nasional dan internasional Target 8D.12a Rasio Eskpor-Impor dengan PDB Rasio Kredit dan Tabungan Bank Umum Rasio Kredit dan Tabungan Bank Perkreditan Rakyat Rasio Pinjaman Luar Negeri terhadap PDB Rasio Utang terhadap Anggaran Belanja 44.9% 26% Target 8F.12 8.4% 61. dapat diperkirakan dan non-diskriminatif . berdasar pada peraturan. Untuk menggantikan ketiadaan data tahun 1990 untuk beberapa indikator.6% 4. catatan khusus diberikan untuk menggambarkan kemajuannya 2.1a 8. Untuk indikator yang tidak memiliki target tersebut.16a 8. Mengembagnkan sistem perdanganan dan keuangan yang terbuka.4% 44.termasuk komitmen terhadap sistem pemerintahan yang baik.16b Rumah tangga yang memiliki telepon Rumah tangga yang memiliki telpon seluler Rumah tangga yang memiliki komputer Rumah tangga yang memiliki akses internet 11.15 8.4% 4. Bekerjasama dengan sektor swasta dalam memanfaatkan teknologi baru.6% 87.

Apakah semakin banyak penduduknya Memang tidak semuanya menjadi lebih baik. Coba perhatikan berbagai kemajuan di sekitar Akan lebih baik kalau Indonesia di urutan yang anda. Tiba-tiba banyak yang jatuh miskin. hidup lebih lama dan lebih sehat. sakit atau rumah yang dilanda banjir. saya tidak merasa sekaya itu 1. terlihat dengan capaian ‘pembangunan manusia’ berupa peningkatan penghasilan dan perbaikan pendidikan. juga pendidikan bermutu bagi anakanak. Tapi. di mana kebebasan untuk mengungkapkan pendapat dan mengatur kehidupan. Namun. Juga semakin banyak polusi. anak anda jatuh semakin banyak anak yang diimunisasi sehingga 1 . sudah lebih banyak orang yang menjadi semakin Urutan ke-142? Kedengarannya tidak sejahtera. Kita menjadi lebih kaya dengan rata-rata penghasilan lima kali lipat penghasilan saat itu. jawabannya mungkin keluarga yang sehat dan bahagia. misalnya. Jika dibandingkan dengan Boleh jadi tidak. Bukankah itu yang diinginkan semua orang? Rasanya ya. sekolah. sementara yang lain lebih lambat. Terkadang ada negara yang berkembang cepat. Bila berhasil. dijamin oleh undang-undang. Meskipun demikian. kebisingan. Indonesia masuk urutan ke-142 dari Sebagian dari kita memang lebih beruntung 209 negara di dunia (World Bank GNI. 2008). Anda pun dipastikan mendambakan kebebasan. Dibandingkan sekitar 60 tahun lalu ketika Republik ini didirikan kita telah mengalami kemajuan pesat. Kini tersedia lebih banyak jalan. Menggembirakan bahwa saat ini semakin banyak orang Indonesia menjadi lebih makmur. keluar dari kemiskinan? Lalu. Namun. dibandingkan yang lain. pusat kesehatan dan tempat-tempat hiburan. Ini hanyalah ukuran rata-rata. apakah saja anda kehilangan pekerjaan. Hal ini dikarenakan penghasilan masyarakat Indonesia berdasarkan Gross National Index (GNI). Indonesia sudah dikategorikan sebagai negara “berpenghasilan menengah”. yaitu hidup dalam sebuah negeri bernama Indonesia yang demokratis. saat ini. negara lain. Orang Indonesia saat ini pun. Sepuluh tahun lalu. Situasi pun bisa berubah menjadi buruk bagi negara secara keseluruhan.650. lebih tinggi.250. terlalu bagus. dalam menapaki periode panjang sejak kemerdekaan. Nilai ini setara dengan Rp.BINCANG-BINCANG TENTANG MDGs Apa yang anda inginkan untuk masa depan? Bagi anda. yang perlu dicermati adalah apa yang terjadi di dan korupsi Indonesia. anda tentu saja berharap mampu menyediakan sandang dan pangan berkecukupan serta memiliki rumah idaman. mengapa Indonesia masih miskin? Sebenarnya.000 per bulan. penghasilan per kapita Indonesia tahun 2007 adalah $ 1. Mungkin yang mampu membaca dan menulis? Atau. yang dihitung dari nilai pasar total dari barang dan jasa yang dihasilkan oleh suatu negara dalam periode tertentu. terjadi krisis moneter. Namun urutan tidak terlalu penting. semakin banyakkah Terkadang. situasinya malah memburuk. Selain itu. Bukan sekedar dari ukuran penghasilan. nampaknya Indonesia telah menuju arah yang tepat.

misalnya. biasanya untuk menciptakan lingkungan “yang kondusif bagi lebih mudah memperbaiki bidang pendidikan pembangunan dan pengentasan kemiskinan”. kesehatan ibu. Tapi. kemiskinan. Rasanya. dibandingkan 60 tahun lalu. beberapa penyakit (menular) utama. Tentu saja. ada hal yang dalam parlemen. sebuah negara berkembang dan masih butuh termasuk Indonesia. kesehatan baru. dapat menetapkan target bahwa setiap orang Terkait perbaikan posisi perempuan. dicapai banyak negara kaya. Sementara dirumuskan 8 (delapan) Tujuan Pembangunan perbaikan di bidang kesehatan. Kini. pada tahun 1960an. khususnya melalui kesepakatan Ya. peralatan atau Mungkin. ketimbang kesehatan. Namun banyak target yang sepantasnya menjadi sasaran tentu saja masih banyak yang harus dilakukan. lingkungan Siapa yang menetapkan target-target serta permasalahan global terkait perdagangan. Sejak sekitar 20 tahun terakhir telah tahun 1960an rata-rata hanya punya harapan banyak pertemuan internasional di mana Indonesia hidup 41 tahun. Delapan tujuan umum tersebut. selama ini keduanya jangka panjang untuk memberantas kemiskinan 2 . Bagi pemerintah. bersama masyarakat dunia. hanya sekitar “pendidikan untuk semua” serta pemberantasan 30% penduduk yang melek huruf. sekolah. Anda. Dan hal yang sama juga terjadi Jawabannya? di tingkat global. Jutaan penduduk masih hidup dalam kemiskinan. hampir penyakit seperti malaria dan HIV/AIDS. berupaya mengusung sekian waktu untuk mencapai standar-standar yang telah banyak tujuan dan sasaran pembangunan yang belum tersosialisasikan. Memang ada tujuan yang sama. melakukan hal tersebut. atau perbaikan posisi Namun. tak dapat menetapkan target pembangunan pusat mungkin tercapai. semua remaja yang memasuki usia dewasa. kita sedang berupaya memberantas di sekitar anda. Begitu pula dalam pemberantasan dan laki-laki yang bersekolah. kemudian pendidikan. Bisa siapa saja. Boleh jadi. seperti signikkan. apapun bidangnya. Begitu pula berapa malaria. dalam setiap tujuan sangat mungkin untuk menetapkan target dan perempuan. berperan cukup Benar. cacar air atau polio? Selanjutnya. mengupayakan pencapainnya. dapat menetapkan target untuk komunitas. atau ruang kelas sekolah. Juga terlalu banyak sekolah berbagai hal tersebut? di negara ini yang kekurangan buku. Dulu. namun masih tidak memiliki ketrampilan dasar baca tulis. Begitu pula pemerintah daerah kemiskinan dan penyakit. angka kematian bayi. dibandingkan yang lain. kesehatan. atau apakah Hanya delapan? ia memiliki pola makan baik. bisa berharap untuk hidup sepanjang menetapkan target global terkait produksi pangan. kita terkandung “target-target” yang spesikk dan terukur. kesetaraan gender. Sebenarnya. hanya ada delapan tujuan umum. pendidikan. perlu anda ketahui bahwa semua target yang Pemerintah Pusat juga dapat melakukan hal ditetapkan cukup realistis. Sementara negara negara anggota PBB. Misalnya. Kemajuan dalam bidang Dalam rangka mewujudkan hal ini. paling anda belum pernah mendengarnya. Meskipun demikian. Sekitar seperempat dari anak-anak Indonesia pun Baiklah. ada apakah rata-rata kita berumur lebih panjang? target untuk mewujudkan pendidikan dasar 9 tahun pada 2009. tapi apa urusan saya dengan masih kekurangan gizi. para pemimpin dunia bertemu di New York Berapa lama lagi? mengumumkan ”Deklarasi Milenium” sebagai tekad Tergantung bidangnya. demam berdarah atau mengatasi banyak perempuan yang bekerja atau yang duduk banjir dan kemacetan. Namun anak-anak kita yang lahir bergabung dengan negara-negara di dunia untuk pada 2007. seperti apakah seseorang merokok. bisa mendapatkan air minum yang bersih pada ditargetkan kesetaraan jumlah anak perempuan tahun tertentu. umumnya berkat sekolah. pencapaiannya memerlukan waktu lebih lama mencakup kemiskinan. atau puskesmas Jadi. misalnya. 68 tahun. Faktor lain. Mereka yang lahir internasional. dari sekedar pelayanan yang efektif. Pada September 2000. Indonesia pun masih tetap anda.kebal campak. anda merasa semua itu bukan urusan guru yang kompeten. diperlukan lebih Milenium (Milennium Development Goals). tersebut? bantuan dan utang. Sebagai contoh.

Namun ketika sekolah mereka bocor. bila dicermati lebih rinci seperti terbaca dalam uraian pada bab berikut. silahkan baca laporan ini hingga selesai. Anda mungkin bisa menilai kualikkasi para guru. dalam delapan tahun ke depan. yaitu 7. Sebagai contoh. Isu-isu yang diusung MDG sangat penting. meskipun ada angka provinsi. data-data MDGs memiliki keterbatasan.4%) masih lebih tinggi dibandingkan tahun 1990. kondisi kemiskinan sebenarnya tidak seburuk angka yang ditampilkan. Apa yang telah kita capai? Terkait kemiskinan. Sayangnya.7%. meskipun terkesan sederhana karena terkonsentrasi pada hal-hal yang sifatnya kuantitatif. namun juga memastikan bahwa semua anak memperoleh asupan yang cukup. jangan terlalu cepat mengambil kesimpulan.sampai tuntas. atau hanya memiliki buku dalam jumlah yang terbatas serta guru-guru yang kurang kompeten. Sebuah laporan nasional juga bisa dimasukkan ke dalam sistem internasional yang mencatat pencapaian-pencapaian MDGs di seluruh dunia. belum banyak kemajuan yang dicapai. untuk beberapa tujuan MDGs yang lain. Sedangkan untuk pendidikan. kita harus mengurangi angka tersebut juga mengungkapkan kondisi kabupaten. Mencegah terjadinya kematian ibu lebih penting daripada sekedar menghitung berapa banyak perempuan meninggal sewaktu melahirkan. MDGs bukan sekedar soal ukuran dan angka-angka. tujuannya adalah meredam persebaran epidemik. Sebaliknya. Namun. tujuan pendidikan dalam MDGs tidak mengkaji aspek kualitas. saya perlu terus membaca Menurut saya ya. kemiskinan pada 1990 berjumlah sekitar 15. Dan. Namun. laporan tentang kemajuan MDGs di tingkat kabupaten juga sangat diperlukan. yaitu cara untuk memperkenalkan berbagai masalah tersebut secara umum. Sebagian besar ditargetkan pada 2015. Sebagai contoh. Hal ini. 3 . Untuk mengetahuinya secara rinci. Kapan semuanya ditargetkan terwujud? angka nasional saja tidak terlalu bermanfaat. Jadi. telah mencapai 94. adalah 68 tahun. secara keseluruhan. namun lebih untuk mendorong tindakan nyata. Jadi. Sementara untuk HIV/AIDS. namun sulit untuk mengukur dan mendapatkan informasi tentang kualitas. atau hasil-hasil ujian. sehingga masyarakat di seluruh negeri yang luas ini dapat mulai berpikir tentang penyelesaiannya. Namun. Kenapa demikian? Karena memang lebih sulit mengukur kualitas. baiklah kita segera membahas Tujuan 1 dari MDGs. Selain itu. kita lebih berhasil. karena anda masih terus membaca. belum Pada 2015. tidak terlalu berguna Baiknya. Sementara. Namun tujuan MDGs hanya mematok target pengurangan kemiskinan menjadi separuh. adalah baik bahwa 94.5%. dengan Ambil contoh. usia harapan hidup secara nasional patokan tahun 1990. banyak yang harus kita dilakukan. di sektor pendidikan. itu. targetnya lebih ambisius yaitu memastikan bahwa 100% anak memperoleh pendidikan dasar 9 tahun. membawa kita ke masalah besar berikutnya. meskipun tidak mustahil. Pada 2008 ini. maka bersekolah tidak akan membuat anak-anak mendapatkan pendidikan bermutu. Lalu buat apa ada laporan MDGs nasional? Anggaplah ini sebagai titik awal. di Indonesia. Sebagai contoh. Tampaknya.1%. Salah satu manfaat dari MDGs adalah berbagai persoalan yang diusung menjadi perhatian berbagai pihak termasuk masyarakat secara luas. Di negara yang sangat besar dan beragam seperti Indonesia. Karena menjadi separuh. angka kemiskinan kita (15. angka partisipasi anak di sekolah dasar. Yang penting tidak hanya menghitung berapa banyak anak Indonesia yang kekurangan gizi.7% anak-anak terdaftar di sekolah dasar. bervariasi antara proposi penduduk yang hidup di bawah garis 73 tahun di Yogyakarta hingga 61 tahun di NTB. kondisi pendidikan tidak sebaik yang terungkap dalam angka tadi.

BPS menyimpulkan bahwa untuk bisa membayar semua itu. kita mengetahui jumlah penduduk miskin. Namun hal sebaliknya. 4 . sekitar 35 juta penduduk Indonesia berada di bawah garis kemiskinan. sebaiknya. anda bisa mendapatkan perawatan kesehatan yang baik.1%. Selain itu. Pada 2008. Benar. seseorang memerlukan Rp.” Kedengarannya kita hanya perlu satu tujuan Tujuan pertama ini. seperti jaring pengaman sosial bagi penduduk termiskin. berarti anda berada di bawah “garis kemiskinan. Jika anda sakit. dari satu daerah ke daerah lain. Artinya. Namun. terlihat pada Gambar 1. atau menyediakan variasi di setiap propinsi dan kabupaten.3%. BPS menghitung berapa biaya 32 keperluan dasar. Hidup di perkotaan. anda juga punya kemungkinan untuk mendapat penghasilan lebih besar. Untuk Bila demikian. Anda juga bisa memperoleh sambungan jaringan air minum serta makanan berkualitas. Jika pengeluaran anda kurang dari jumlah tersebut.TUJUAN 1: MEMBERANTAS KEMISKINAN DAN KELAPARAN EKSTREM Memberantas kemiskinan dan kelaparan ekstrem Seandainya tidak ada orang miskin. Cukup sederhana. misalnya. Tanyakan saja berapa uang yang dibelanjakan. mulai dari pakaian.1 berikut ini. Namun itu merupakan jumlah nasional. jangan melihatnya sebagai hal yang terpisah dari tujuan MDGs yang lain. masih banyak lapangan kerja yang lebih baik. Berapa banyak dari kita yang berada di bawah garis kemiskinan? Untuk mengetahuinya. semua tujuan berkaitan satu sama lain. 182. rumah hingga tiket bis. sebagai tahun paling akhir yang memiliki kemiskinan? informasi per propinsi. Jika anda tinggal di sebuah kota besar. Jadi. Pada 2008. Pada dasarnya. lebih mungkin menjadi miskin di Jakarta? Tidak serta-merta demikian. umumnya membutuhkan biaya yang lebih tinggi dibandingkan di perdesaan. bisa juga terjadi. Karena itu. namun di Papua kemiskinan secara langsung. misalnya. anda tentu bisa memeriksakan diri ke dokter yang baik. misalnya menciptakan angkanya sekitar 37.636 per bulan. Ketika anda punya uang. Anak-anak yang menikmati pendidikan bakal terbantu memperoleh pekerjaan dengan gaji yang lebih baik. memang merupakan tujuan paling penting. BPS melakukan survei sosial ekonomi nasional (Susenas) terhadap sampel rumah tangga. Situasinya berbedabeda. buat apa membahas 2008. namun kita juga harus mengetahui berapa uang yang dibutuhkan. Demikian pula dengan pendidikan. tujuan pertama dalam MDGs adalah mengurangi jumlah penduduk miskin. perbaikan kesehatan otomatis mengurangi kemiskinan. Namun sebelum kita berbicara terlalu jauh. Benar bahwa jika anda memiliki uang. hampir semua masalah kita praktis terselesaikan. bisa membuat anda menjadi lebih miskin – anda akan kehilangan waktu kerja atau harus membelanjakan uang untuk obat-obatan. angka kemiskinan untuk Karena ada juga berbagai cara untuk mengatasi Jakarta hanya sekitar 4.

anda perlu mempertimbangkan dua hal tersebut. lebih murah di Bandung dibandingkan di New York. Kedua. 2008 Buat apa menggunakan garis kemiskinan yang bisa diperbandingkan? Mungkin saja anda tidak merasa perlu.2%. Pada pertengahan 2008. Meski angkanya cukup tinggi. Anda mungkin akan terhibur mengetahui bahwa menggunakan ukuran kemiskinan yang lain.1 Proporsi Masyarakat Miskin berdasarkan Propinsi. Selain itu.4%. kemungkinan akibat melonjaknya harga-harga bahan makanan dan bahan bakar minyak. Garis kemiskinan nasional yang dirumuskan oleh BPS didasarkan 5 . 2008 Sumber: BPS. pada jenis pangan yang dikonsumsi.2.000 per bulan. angka kemiskinan nasional adalah 15. Sejak itu. target yang dipatok adalah 7. nilai rata-rata satu dollar setara dengan sekitar Rp. dalam kenyataannya. wajah Indonesia terlihat lebih baik.1%. Menyusul krisis moneter pada 1998. nilai dollar saat ini jauh berkurang dibandingkan nilainya beberapa tahun lalu. garis kemiskinan nasional ini mempersulit perbandingannya dengan negara-negara lain. Mereka menggunakan ”garis kemiskinan internasional” yang ditetapkan pada angka 1 dollar AS per hari. nilai dollar di sebuah negara bisa lebih tinggi dibandingkan nilainya di negara lain. artinya pencapaian MDGs kita tidak mengalami kemajuan berarti. Namun. namun kecenderungannya menurun. ada dua kerumitan.40% 35% 30% 25% 20% 15% 10% 5% 0% Nusa Tenggara Timur Bengkulu Sulawesi Barat Kepulauan Riau Bali Papua Maluku Utara Kalimantan Tengah Bangka Belitung Sulawesi Tenggara Jambi Sulawesi Tengah Nusa Tenggara Barat Lampung Kalimantan Selatan Kalimantan Barat Gorontalo Sumatera Selatan Riau Sulawesi Selatan Sumatera Utara Sumatera Barat Jakarta Jawa Timur Yogyakarta Maluku Aceh Jawa Tengah Papua Barat Kalimantan Timur Jawa Barat Sulawesi Utara Banten Indonesia Bedanya jauh sekali Pada 2008. Berdasarkan angka tersebut. mencermati Gambar 1. Tetapi di sini. anda mungkin mengira bahwa garis kemiskinan untuk Indonesia sekitar Rp. Pertama. Untuk kemiskinan. 9. namun ada saja yang melakukannya. Sebenarnya. misalnya. terjadi kenaikan tajam angka kemiskinan menjadi 24.400. Menyewa rumah. serta berbagai produk lain yang biasanya dibeli masyarakat. atau terdapat hampir 35 juta penduduk miskin. akan terlihat bahwa situasi yang ada tidak terlalu buruk. angka kemiskinan terus turun untuk kemudian naik pada 2006. kondisi saat ini bahkan lebih parah. Gambar 1. Dengan demikian. Jadi jika anda ingin menggunakan 1 dollar per hari sebagai patokan angka kemiskinan. 288.5% berdasarkan separuh angka kemiskinan tahun 1990 yang berjumlah 15. Mungkinkah kta mencapai Target tersebut pada 2015? Bukan hal yang mudah untuk dilakukan. nilai dollar sendiri berubah dari waktu ke waktu. Namun. tentu saja.Berita Resmi Statistik.

atau sekitar Rp 195.3.1 17. Kita pun bisa tiba-tiba berada hari. yang sama dari tahun ke tahun. Jika ingin membuat banyak dari kita yang sangat rentan.Susenas berbagai tahun dan Berita Resmi Statistik. misalnya ketika orang lain terkesan. 2007. telah menjelaskan hal tersebut. anda cukup melihat hasilnya. garis kemiskinan tersebut kurang pas diterapkan pada kondisi Indonesia.2 17. lainnya terbebas dari kemiskinan.. Jumlah Penduduk Miskin (Juta) 50 40 30 20 10 0 1990 1996 15. Meskipun miskin.pokok.000 per bulan. terjadi karena bulan. Sebenarnya. kekurangan air bersih. Semua itu. 6 .0 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 Desa Kota Total Suatu lonjakan tajam Gambar 1. Hal ini juga menunjukkan sesuatu yang menarik. Karena yang ditunjukkan hanyalah apa yang terjadi pada penduduk termiskin.5 25.0 19. Bagaimana mereka tiba-tiba menjadi miskin? Karena yang dibahas disini hanyalah “kemiskinan yang diukur dari penghasilan (income poverty)”. 1990-2007 Sumber: BPS .1 18. akibat banyak orang kehilangan nasional versi BPS.. 97. Jika angkaangka waktu itu dihitung ulang dengan memakai ukuran saat ini. meskipun kemiskinan menunjukkan angka MDGs – meskipun. sebanding daya beli dollar tahun 1993”.2 Angka Kemiskinan Nasional. angka itu tidak belum ada peningkatan. Pertama. misalnya rumah yang buruk dan kumuh. mengacu pada orang-orang yang sama. cara mengukur angka kemiskinan sedikit berubah dibandingkan 1996.5% pada 2006. Lebih realistis. Catatan: Saat ini. dihitung dari berbagai tahun Ya.60 24. pendidikan atau informasi. Anda hanya perlu sedikit menaikkan semua hal ini. bagi Indonesia yang dikategorikan PBB sebagai negara berpenghasilan menengah.2 23. Artinya.. Bank Dunia di bawahnya dan tergolong miskin. ada 7. berkeinginan mengetahui kemiskinan. Jika di bawah garis kemiskinan akibat meningkatnya tidak.8 16. pengeluaran karena melonjaknya harga bahan disimpulkan bahwa garis kemiskinan 1 dollar-per.0 15. Meskipun demikian.4 30. Kedua. tampaknya berhenti di situ. misalnya. atau kurang dari separuh garis kemiskinan dua hal. Namun karena kita tidak memiliki angka tersebut. mengapa kita tidak memakainya? Alasan utamanya. Itulah sebabnya kemiskinan kadang-kadang disebut “memiliki banyak dimensi”. kita akan tetap menggunakan angka 15%.4 17. Gambar 1.dan juga tidak terlalu perlu.000 per kemiskinan pada 1998.0 Persentase Penduduk Miskin (%) Bila menggunakan garis kemiskinan tersebut.0 0.4 15. maka hampir separuh penduduk Indonesia masih berada di bawah garis kemiskinan.7 16. boleh jadi anda tidak merasa sedang jatuh atau sebaliknya terbebas dari kemiskinan dari waktu ke waktu. menggunakan garis yang jatuh miskin. atau transportasi.4 18. kemiskinan ini Indonesia telah mencapai sasaran Artinya. anda dapat mengatakan bahwa kehilangan pekerjaan atau ketika harga hasil panen ini adalah “garis kemiskinan 1 dollar per orang/ beranjak turun. Berdasarkan Gambar 1.6% pada 1990 dan beras. garis tersebut maka akan banyak orang yang berada . sementara harga-harga bisa berubah secara tibatiba.6 20. Ternyata. anda merasa miskin karena banyak alasan selain pendapatan. garis kemiskinan yang lebih pas mungkin 2 dollar per hari. angka pekerjaan.0 5.0 10. Hal ini memang penting dan sangat menggembirakan bahwa kita telah mengentaskan kemiskinan ekstrim. Menggunakan ukuran ini...3 Angka Kemiskinan 1 Dollar-per hari Sumber: World Development Report (World Bank). karena terjadi lonjakan harga kemiskinan adalah sekitar 20. Namun. Kenaikan tajam angka hari di Indonesia setara dengan Rp. banyak dari kita masih hidup di sekitar garis Saya tidak yakin. kita terlihat mencapai kemajuan. angka 1990 seharusnya menjadi sedikit lebih tinggi daripada 15%.7 16. Pada 2006. menimbulkan “pergerakan”.

membantu petani meningkatkan penghasilan dengan cara beralih ke tanaman berharga jual lebih. yaitu mereka yang bahan bakar naik dan pemerintah melaksanakan 7 . Gambar 1. atau dengan memperbaiki sistem irigasi dan akses jalan. anda pun harus memberikan mereka pendidikan yang lebih baik. Lebih dari itu. Contohnya. anda juga bisa langsung berpikir tentang penghasilan masyarakat. seharusnya kita mempunyai tujuan baru mengenai pekerjaan yang layak dan produktif untuk semua. tetapi apakah itu cukup? Boleh jadi benar. Ketika menginginkan generasi muda berpenghasilan lebih baik. banyak teman saya yang bekerja 12 jam sehari namun tetap miskin Kita juga harus memikirkan mengancai cara membantu kaum termiskin dengan memberikan subsidi bidang kesehatan dan pendidikan. khususnya mereka yang bekerja sendiri seperti Sekma terakhr pernah dilakukan ketika harga petani dan pedagang kaki lima. Karena itu.40% 35% 30% 25% 20% 15% 10% 5% 0% Nusa Tenggara Timur Bengkulu Sulawesi Barat Kepulauan Riau Bali Papua Maluku Utara Kalimantan Tengah Bangka Belitung Sulawesi Tenggara Jambi Sulawesi Tengah Nusa Tenggara Barat Lampung Kalimantan Selatan Kalimantan Barat Gorontalo Sumatera Selatan Riau Sulawesi Selatan Sumatera Utara Sumatera Barat Jakarta Jawa Timur Yogyakarta Maluku Aceh Jawa Tengah Papua Barat Kalimantan Timur Jawa Barat Sulawesi Utara Banten Indonesia Lebih mudah tetap pada penggunaan istilah ”miskin” Anda mungkin benar. memberikan uang tunai. atau dalam beberapa kausu. pekerja sektor informal jummlahnya sangat banyak. bahwa ketika banyak yang bekerja terjadi penurunan tingkat kemiskinan.4 Angka Pengangguran Penduduk berusia 15-24 Tahun Sumber: BPS – Sakernas. Secara keseluruhan. pekerjaan seyogyanya membuat keluarga anda lebih kuat secara ekonomi. memiliki suasana kerja yang sehat dan memungkinkan anda untuk turut serta mengambil keputusan yang mempengaruhi kehidupan dan penghidupan anda. pekerjaan yang layak akan mengeluarkan anda dari kemiskinan. Tetapi. Tetapi. Yang kita butuhkan adalah pekerjaan yang layak. Saat ini. Tidak semua pekerjaan dapat membawa seseorang keluar dari kemiskinan. pemerintah perlu mempertimbangkan dan memastikan tumbuhnya ekonomi yang bermanfaat pada daerah dan penduduk termiskin. bekerja di sektor informal. Benar. dimulai dengan lapangan pekerjaan dan upah. Cukup menarik. Februari 2006 Pekerjaan yang Layak? Jenis pekerjaan yang produktif dan memberikan penghasilan yang cukup adalah pekerjaan yang layak. Sederhananya. Mereka sering merasa kesulitan memenuhi kebutuhan hidupnya. Pemerintah pun harus memberi perhatian lebih pada kawasan perdesaan karena sekitar dua pertiga dari rumah tangga miskin bekerja di sektor pertanian. Namun anda juga perlu memikirkan tentang isu-isu lain ketika membahas pengurangan kemiskinan akibat kurangnya penghasilan.

Tapi. banyak sekali yang bisa kita lakukan untuk memperbaiki berbagai persoalan dengan cepat. lebih karena kurangnya perhatian. jumlah bayi yang memperoleh Dengan asupan makanan yang tepat dan dalam ASI eksklusif kurang dari seperempatnya. di Indonesia. yaitu apakah masyarakat mengkonsumsi makanan berkecukupan. Hasilnya. Memang ada cara lain mengukur kekurangan gizi. Saat ini pemerintah sedang melaksanakan program Keluarga Harapan untk membantu anggota keluarga miskin membayar pengeluaran terkait pendidikan dan kesehatan. Lalu apa masalahnya? Penyebabnya. seharusnya mereka memiliki makanan yang cukup – apalagi anak-anak hanya makan dalam porsi yang kecil. juga terkait kemiskinan. anda dapat memeriksa apakah “berat badannya sesuai usia” atau tidak. Mungkin. namun ini merupakan cara paling lazim. Persoalannya. anak-anak akan mempunyai banyak masalah lain. pada Susenas 2006 dilakukan penimbangan sejumlah anak sebagai sampel. pilihan ideal biasanya tidak terlihat anak-anak yang adalah memberikan ASI eksklusif hingga usia bayi kelaparan. padahal angka kemiskinan menurun? Gambar 1. kita baik-baik saja. Masih jumlah mencukupi. Sayangnya. Logikanya. Pada 1990.6 Proporsi Penduduk yang Mengkonsumsi kurang dari Keperluan Konsumsi Harian Sumber: World Development Report (World Bank. angkanya naik kembali. Gambar 1. Melihat kecenderungan sejak 1990. dalam jangka waktu panjang. 2006) Memang terasa aneh. tampaknya tidak terlalu sulit mencapai target tersebut. terlihat bahwa situasi tersebut belum membaik sepanjang beberapa tahun terakhir. yang membesarkan hati. ketika orang memiliki lebih banyak uang. Untuk mendapatkan gambaran nasional. Awalnya. berarti mereka “kekurangan gizi”. sekitar empat bulan. Bisa saja ibu yang miskin kurang memiliki informasi tentang perawatan anak atau hanya memiliki sedikit waktu untuk mengurus bayi. Salah satunya ialah terkait dengan makanan. Sayangnya.4. mereka tergolong ”kekurangan gizi”.5 Kekurangan Gizi pada Anak di bawah Lima Tahun Sumber: BPS – Susenas. Untungnya tidak. karena lebih dari seperempat anak-anak Indonesia kekurangan gizi. Namun. Jika lebih rendah. mencemaskan. Namun. Mencermati Gambar 1. Pada dasarnya. angka kekurangan gizi pada anak-anak sekitar 35. seperti kesehatan ibu.berat badan pada kisaran yang sama. Tampaknya. Jadi ketika menimbang anak. solusi terbaik menanggulangi kemiskinan adalah pertubuhan ekonomi yang menyediakan lebih banyak pekerjaan dan pendapatan – terutama bagi kaum miskin. beberapa tahun terakhir sejak 2000. setelah anak memperoleh asupan makanan yang layak. berbagai tahun program Bantuan Langsung Tunai untuk membantu masyarakat miskin. Di Indonesia.5%. persoalannya bukan karena minimnya penghasilan. Target kedua MDGs adalah mengurangi jumlah anak-anak yang kekurangan gizi hingga separuhnya. Akan tetapi. ada satu ukuran penting MDGs tentang kemiskinan terkait gizi.8%. jadi harus ditekan menjadi sekitar 17. Apa yang bisa kita lakukan saat ini? Sebenarnya. Bagaimana mengetahui berapa seharusnya berat badan anak saya? Jika rutin membawa anak anda ke Posyandu. banyak bayi yang tidak mendapatkan makanan tepat dalam jumlah yang cukup. dengan sedikit perubahan perilaku di rumah dapat dengan cepat menurunkan angka kekurangan 8 . mengapa lebih banyak anak kekurangan gizi. Jika tidak. Karena. Biasanya. tidak berarti bahwa semua sekitar 6 bulan. ia bisa ditimbang disana. ibu yang kekurangan gizi cenderung melahirkan bayi yang juga kekurangan gizi.

Pada 1990 rasio-nya adalah 2. Di masa lalu. terjadi peningkatan kemiskinan yang kemudian sedikit menurun pada 2008 menjadi 15. menunjukkan bahwa situasi penduduk miskin belum banyak mengalami perubahan. sehingga sebenarnya data setelah itu tidak bisa begitu saja dibandingkan dengan data-data dari tahun-tahun sebelumnya. tampaknya Indonesia masih berada di jalur yang benar untuk mencapai target MDGs ini. Salah satu indikator kemiskinan lain dalam MDGs. maka hanya 6% dari penduduk Indonesia yang konsumsi hariannya kurang dari standar tersebut. menggunakan garis kemiskinan 1 dollar per hari. Dengan angka ini. standar yang digunakan untuk mengukur kecukupan konsumsi ini sedikit terlalu tinggi untuk Indonesia. angka kemiskinan Indonesia pada 1990 adalah 15. dan belum beranjak jauh dari pencapaian tahun 2002.1%. Target 1B: Meneydiakan seutuhnya Pekerjaan yang produktif dan layak. jelas kita tidak (akan) mencapai target. (iii) proporsi pekerja yang hidup dengan kurang dari $1 per-hari/ pekerja miskin dan (iv) proporsi pekerja yang memiliki rekening pribadi dan anggota keluarga bekerja terhadap jumlah pekerja total/ pekerja rentan. Kemajuan pencapaian target ini diindikasikan dengan semakin tingginya rasio. angkanya berada pada sekitar 9%. Indikator kedua adalah proporsi penduduk yang mengkonsumsi kebutuhan minimum per-harinya. Mencermati berbagai kecenderungan akhir-akhir ini.8% pada 2008. melihat apakah seluruh penduduk cukup makan. empat buah indikator digunakan. yang artinya semakin tingginya angkatan kerja yang mendapatkan pekerjaan.5% pada 2006. Antara tahun 1990 dan 2008. 9 . angka pada 1990 akan sedikit lebih tinggi dari 15.1%.2% (2006). Angka saat ini adalah 28% dan nampaknya akan meningkat.1%. dimana rata-rata per-tahunnya mencapai 4. karena belum ada perhitungan ulang. seharusnya masih mungkin untuk mengurangi kemiskinan menjadi 7. Dasar penghitungan berubah pada 1996. Indonesia telah mencapai target karena berhasil mengurangi tingkat kemiskinan dari 21% (1990) menjadi7. Produktivitas pekerja juga mengalami peningkatan yang cukup baik. Namun. sehingga terindikasi bahwa hampir 70% penduduk Indonesia tidak mengkonsumsi cukup makanan. Data terakhir terkait pekerja miskin di Indonesia adalah 8. Ini pun belum banyak berubah. Seandainya kita menggunakan dasar penghitungan saat ini. TUJUAN 1: MEMBERANTAS KEMISKINAN DAN KELAPARAN EKSTREM Target 1A: Menurunkan proporsi penduduk yang hidup di bawah garis kemiskinan menjadi setengahnya antara 1990-2015 Menggunakan garis kemiskinan nasional.5% pada 2015. Pekerja renran di Indonesia mengalami sedikit penurunan semenjak tahun 2003.7% dan 2. Dua indikator lain memberikan informasi pelengkap. Indikator yang lebih rumit adalah ”rasio kesenjangan kemiskinan (poverty gap ratio)” yang mengukur perbedaan antara penghasilan rata-rata penduduk miskin dengan garis kemiskinan. Menurunkan proporsi penduduk yang menderita kelaparan menjadi setengahnya antara tahun 1990 dan 2015 Indikator pertama adalah prevalensi anak usia di bawah lima tahun (balita) dengan berat badan kurang. Bukan hanya pada anak. Pada 2006. yaitu: (i) pertumbuhan PDB per proporsi jumlah pekerja/ produktivitas pekerja.gizi. Proporsi penduduk tersebut juga relatif tidak berubah sejak 1990.3% dalam periode tahun 2000 hingga 20072. situasi sepenuhnya berbeda. Dengan menggunakan perhitungan FAO. Sementara. meskipun mayoritas pekerja (62%) masih tergolong sebagai pekerja yang rentan. terutama untuk perempuan dan kaum muda Untuk mengukur kemajuan pencapaian target ini. Dengan menggunakan kriteria FAO1 dalam mengukur kebutuhan konsumsi minimum. laporan ini menggunakan angka 15. Indikator yang lebih sederhana adalah indikator penyebaran penghasilan: total jumlah konsumsi penduduk termiskin secara nasional adalah 20%. Berbasiskan ukuran tersebut.4%. (ii) rasio pekerja terhadap populasi.

Sementara pada setiap mewujudkan target memasukkan semua anak ke jenjang kelas. hanya 75% yang lulus .3 menunjukkan proporsi kelulusan anakanak sekolah dasar dan proporsinya dari waktu ke waktu. Mencermati garis paling atas pada Gambar 2. Jadi kita hampir mencapai target meskipun kita masih perlu meningkatkan upaya untuk mencapai 100% pada 2015. Meski dengan catatan bahwa ini sekitar seperempat anak Indonesia tidak lulus dari adalah angka nasional dengan perbedaan antar sekolah dasar.0% terjadi pada anak-anak yang memasuki sekolah untuk Kalimantan Tengah hingga 78. Ada bahwa semua anak menerima pendidikan dasar. Ini merupakan tantangan yang besar mengingat pemerintah bertekad Kalau sudah cukup berhasil. Namun akhir-akhir ini kecenderungan tersebut berubah. banyak anak yang tidak bisa berhasil. sini. kita harus berkutat agak lebih lama di 9 tahun”. baiknya kita mencapai target yang lebih tinggi daripada target melangkah ke tujuan berikutnya global MDGs. yaitu dari 96. Tingkat kelulusan sekolah dasar pun hanyalah langkah pertama. Terbilang ambisius. Gambar 2.1% untuk dasar pada 1999. Saat ini misalnya. Kenyataannya. Akibatnya.Susenas. Anda dapat melihat bahwa proporsi anak yang lulus sekolah mengalami peningkatan. tampak bahwa hanya 67% anak yang mendaftar ke sekolah lanjutan pertama. sekitar 9% anak harus mengulang tercatat bahwa dengan angka 94. tersebut.1. Terlihat pula bahwa angka partisipasi di bersekolah hingga kelas 6 dan pada akhir tahun 3 sekolah lanjutan pertama meningkat secara stabil. terdiri dari 6 tahun SD dan 3 tahun SMP . Mereka tidak melanjutkan ke sekolah lanjutan? Tidak. 2008-2009. Tetapi tujuan kedua MDGs setara 6 tahun. Mewujudkan pendidikan dasar untuk semua Gambar 2. yang tidak naik kelas atau bahkan terpaksa berhenti. Target Indonesia adalah ”wajib belajar Sayangnya. Tujuan kedua MDGs ini adalah memastikan bersekolah dengan lancar di sekolah dasar. hanya 77% Papua. Dalam hal angka partisipasi di sekolah kita sementara target global MDGs yaitu pendidikan memang cukup berhasil. berbagai tahun Gambar 2.1 Angka Partisipasi di Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama Sumber: BPS . Bahkan anak-anak yang telah lulus bisa saja terhenti pendidikannya. Pada 2004/2005. sekolah dasar.2 menunjukkan apa yang daerah yang masih cukup tinggi. sekitar 5% putus sekolah. 10 .1. Target waktu pencapaiannya adalah ini bukanlah sekedar semua anak bisa sekolah. di bidang pendidikan.7% kita hampir di kelas 1 sekolah dasar. Indonesia lebih utuh.TUJUAN 2: MEWUJUDKAN PENDIDIKAN DASAR UNTUK SEMUA tetapi memberikan mereka pendidikan dasar yang Tampaknya. Jika anda melihat kembali Gambar 2.

3 menunjukkan proporsi kelulusan anakanak sekolah dasar dan proporsinya dari waktu ke waktu.2 menunjukkan apa yang terjadi pada anak-anak yang memasuki sekolah dasar pada 1999. Kalau sudah cukup berhasil. Terlihat pula bahwa angka partisipasi di sekolah lanjutan pertama meningkat secara stabil. Gambar 2. 2006 Pendaftaran dan Biaya Lain 17. sementara target global MDGs yaitu pendidikan setara 6 tahun.0% untuk Kalimantan Tengah hingga 78.1% untuk Papua. Indonesia lebih berhasil.0% Seragam 9. tampak bahwa hanya 67% anak yang mendaftar ke sekolah lanjutan pertama. Meski dengan catatan bahwa ini adalah angka nasional dengan perbedaan antar daerah yang masih cukup tinggi.0% Buku dan Alat Tulis 11.Mewujudkan pendidikan dasar untuk semua Tampaknya. Pada 2004/2005. Akibatnya. Dalam hal angka partisipasi di sekolah kita memang cukup berhasil. Saat ini misalnya. Target waktu pencapaiannya adalah 2008-2009.2 Tingkat Putus Sekolah pada Murid yang masuk Sekolah Dasar pada 1999 Sumber: Departemen Pendidikan Nasional . Kenyataannya. Anda dapat melihat bahwa proporsi anak yang lulus sekolah mengalami peningkatan.3 Proporsi Kelulusan Anakanak yang Memasuki Sekolah Dasar Sumber: Departemen Pendidikan Nasional. Ini merupakan tantangan yang besar mengingat pemerintah bertekad Gambar 2. hanya 75% yang lulus3. Tingkat kelulusan sekolah dasar pun hanyalah langkah pertama. Jika anda melihat kembali Gambar 2. Ada yang tidak naik kelas atau bahkan terpaksa berhenti. Tetapi tujuan kedua MDGs ini bukanlah sekedar semua anak bisa sekolah. sekitar 5% putus sekolah. tetapi memberikan mereka pendidikan dasar yang utuh. sekitar 9% anak harus mengulang di kelas 1 sekolah dasar. di bidang pendidikan. Tujuan kedua MDGs ini adalah memastikan bahwa semua anak menerima pendidikan dasar. Gambar 2. Mencermati garis paling atas pada Gambar 2. Target pencapaiannya. banyak anak yang tidak bisa bersekolah dengan lancar di sekolah dasar.0% Persatuan Orang Tua dan Transportasi 9. hanya 77% bersekolah hingga kelas 6 dan pada akhir tahun tersebut. Terbilang ambisius. sekitar seperempat anak Indonesia tidak lulus dari sekolah dasar. membutuhkan loncatan besar. Jadi kita hampir mencapai target meskipun kita masih perlu meningkatkan upaya untuk mencapai 100% pada 2015.0% Guru 15. 2006 11 . Sementara pada setiap jenjang kelas. kita harus berkutat agak lebih lama di sini.1.4 Biaya-biaya Pribadi untuk Pendidikan yang harus Dipikul 40% Rumah Tangga paling Miskin Sumber: Making the New Indonesia Work for the Poor. terdiri dari 6 tahun SD dan 3 tahun SMP .1. tercatat bahwa dengan angka 94. Namun akhir-akhir ini kecenderungan tersebut berubah. Gambar 2. Bahkan anak-anak yang telah lulus bisa saja terhenti pendidikannya. yaitu dari 96.0% Mereka tidak melanjutkan ke sekolah lanjutan? Tidak. Target Indonesia adalah ”wajib belajar 9 tahun”. World Bank.0% Lain-lain 39. 2006 mencapai target yang lebih tinggi daripada target global MDGs. Kita harus lebih giat dalam upaya mempertahankan anak-anak agar tetap bersekolah. Gambar 2. baiknya kita melangkah ke tujuan berikutnya Sayangnya.7% kita hampir mewujudkan target memasukkan semua anak ke sekolah dasar.

di semua jenjang sekolah. karena orang tua memerlukan mereka banyak kemajuan. Apa maksudnya “tidak disiapkan bersekolah”? Idealnya semua anak memperoleh pendidikan pra sekolah agar terbiasa dengan lingkungan belajar 12 Nanggroe Aceh Darussalam Maluku Sumatera Utara Riau Sulawesi Tenggara Yogyakarta Kepulauan Riau Jakarta Jawa Timur Bali Nusa Tenggara Barat Sumatera Selatan Sumatera Barat Kalimantan Tengah Jawa Tengah Bengkulu Lampung Banten Indonesia Sulawesi Utara Jambi Maluku Utara Kalimantan Timur Sulawesi Tengah Jawa Barat Kalimantan Selatan Kalimantan Barat Sulawesi Selatan Bangka Belitung Sulawesi Barat Irian Jaya Barat Gorontalo Papua Nusa Tenggara Timur Tampaknya kita memerlukan lebih banyak guru Mungkin ya.5 Angka Partisipasi Murni di Sekolah Menengah Pertama per Propinsi. Banyak sekolah dasar di mana satu guru hanya untuk 19 murid. sekolah yang memperoleh pembelajaran dini dan Lainnya. Hal besar. karena tidak mampu membayar biaya sekitar separuhnya di Tempat Pendidikan Al-Qur’an sekolah. tapi bisa juga tidak. para guru juga tidak meluangkan waktu yang cukup di ruang kelas. kita telah membuat Sebagian. 2006 Sumber: BPS – Susenas 2006 yang baru. Selain itu. masih kekurangan guru. Tentu saja. Mungkin di lahan pertanian keluarga.100. isu terpenting adalah kualitas pengajaran. Hampir separuh anak usia pra untuk bekerja. anak bungsu dalam keluarga mungkin tidak disiapkan bersekolah. . makanan. Sementara bangunannya tidak layak digunakan. Karena. Sekolah.0% 80. bisa saja tidak memiliki buku atau peralatan yang memadai. banyak sekolah di daerah terpencil. Semua membayar uang sekolah dan biaya lainnya.0% 20. tersebut mempermudah mereka memulai sekolah Selain itu. Mengapa anak-anak putus sekolah? Disamping itu.4)4. Sisanya. gurunya sudah cukup.0% 60. misalnya. perlengkapan tambahan (Gambar 2. mereka biasanya bekerja sampingan untuk memenuhi kebutuhan hidup. buku atau dasar. sekolah juga dapat menimbulkan masalah jika tidak bisa memberikan sesuatu yang bernilai bagi anak-anak.0% 40. baik untuk uang sekolah ataupun seragam. mungkin saja mereka tidak berada di tempat yang tepat. Sebenarnya di jenjang sekolah dasar.0% 0.”5 Faktor lainnya. Jam kerja mereka juga pendek. Dalam hal ini.0% Gambar 2. Sekitar sepertiga keluarga termiskin (TPA). kelompok mengatakan bahwa mereka memiliki masalah untuk bermain atau pusat penitipan anak. Kurang dari separuh sekolah dasar memiliki apa yang disebut oleh Departemen Pendidikan Nasional “ruang kelas yang baik. Karena gaji rendah. Orang kegiatan tersebut bisa tetap menstimulasi anak tua memang harus membayar dalam jumlah yang bersekolah dan mengembangkan otak mereka. di taman kanak-kanak. untuk transportasi. Meskipun demikian.

Bisa dimengerti Ya. nampaknya orang tua murid tidak perlu menanggung biaya dapat membawa perubahan yang berarti dalam hal sekolah yang terlalu mahal. Seorang anak dari keluarga miskin memiliki kesempatan 20% lebih kecil untuk melanjutkan ke sekolah lanjutan pertama ketimbang seorang anak dari keluarga tidak miskin7. pada tahun 2009 paling mencapai kelas 5 sekolah dasar. sekitar sepertiga anak-anak berhenti usai sekolah dasar. terkait partisipasi di pendidikan lanjutan pertama. Lagi-lagi persoalan kemiskinan. Sebenarnya. Tidak harus demikian. Akan tetapi. meningkat. sebuah survei di lebih dari 2. ada hal positif karena sekarang semakin terakhir. Apakah kita akan mencapai 20%? Sangat mungkin sekali.000) Apa yang bisa dilakukan dengan uang tersebut? Uang tersebut tidak diberikan kepada keluarga murid. Jadi dalam hal ini. Selain itu. tapi mereka tidak hadir padahal seharusnya datang ke sekolah. Berdasarkan kondisi ini. Jadi. untuk pengeluaran Malaysia. jumlahnya sekitar kita telaah tujuan ketiga MDG berikut ini. proporsi pencapaian hingga kelas enam. pemerintah kabupaten bertanggung jawab terhadap sekitar duapertiga pengeluaran publik untuk pendidikan dan menggunakan hampir seluruhnya untuk gaji guru. Pada tahun 2008 Mahkamah Konstitusi memutuskan bahwa pemerintah wajib memenuhi kewajiban memenuhi 20% alokasi APBN untuk pendidikan. Untuk Indonesia. Meskipun terdapat banyak masalah dalam memastikan bahwa dana BOS disalurkan ke sekolah-sekolah yang tepat. untuk Indonesia lebih pas melihat separuh anggaran saat ini. Pemerintah pusat masih mengendalikan hampir seluruh dana untuk sekolah dan ruang kelas baru. misalnya.5. Namun. tercapai pemerintah kurang menyalurkan dana publik kemajuan yang cukup baik.000 sekolah menemukan seperlima dari para guru tidak hadir5. mencermati Gambar 2. mencapai 20% perlu kenaikan yang luar biasa. Seperti diuraikan di atas. apalagi jika mereka diminta bekerja menambah penghasilan keluarga. Selain itu. Indonesia telah untuk tetap meningkatkan alokasi anggaran untuk mencapai angka 94. Peraturan proporsi anak yang memulai kelas 1 dan berhasil tersebut menyebutkan. kita bisa mencapai target yang ditetapkan. Sebelumnya. Hal tersebut semakin penting ketika anakanak bertambah usia dan melanjutkan ke sekolah lanjutan pertama. pemerintah memulai program Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Sebagai perbandingan. beberapa tahun gender. Coba gaji guru. tidak 20% dari anggaran pusat maupun daerah. pendidikan. Di Nanggroe Aceh Darussalam. Namun. banyak hal tergantung pada pemerintah kabupaten. Pemerintah dapat program BOS.7%. harus digunakan untuk pendidikan. agar semakin banyak anak sekolah. alasan utamanya mungkin terkait biaya. Tanpa gaji guru. lebih baik memiliki guru dalam jumlah lebih kecil tetapi dibayar lebih baik agar bisa meluangkan lebih banyak waktu di kelas. pendanaan sekolah. pemerintah pusat juga memberikan beasiswa untuk membantu muridmurid paling miskin. Artinya. 13 . Sekali lagi. Saat ini. Undang-Undang Dasar kita dapat mencapai target 100% pada 2015. Artinya. 340. Pertama. BOS yang diberikan berjumlah 25 dollar per anak/tahun di jenjang sekolah dasar dan 35 dollar per anak/ tahun di sekolah lanjutan pertama (atau setara dengan Rp. sehingga untuk 77% dengan kecenderungan terus meningkat. yang mencakup seperempat dari mengeluarkan anggaran lebih banyak sehingga pengeluaran pendidikan pada 2006. yang proporsinya lebih dari Karena itu. anda bisa melihat bahwa terdapat perbedaaan besar antar propinsi. dan UU tentang Pendidikan Nasional mensyaratkan Indikator kedua berkaitan dengan kelulusan. jumlah tersebut adalah separuh Terdapat dua indikator yang relevan. terkait untuk pendidikan. Menyusul kenaikan harga bahan bakar pada 2005. yaitu belanja negara yang cukup besar. termasuk gaji para guru. Saat ini. alokasi untuk pendidikan termasuk untuk banyak anak perempuan yang bersekolah. Mengirimkan anak ke sekolah lanjutan bahkan lebih mahal. angkanya 78%. kita harus menunggu keluarga menjadi lebih sejahtera. Namun. Jumlahnya adalah tahun 2007 hanyalah sekitar 9%. sedangkan di NTT hanya 43%. Pemerintah pun bertekad tingkat partisipasi di sekolah dasar. Dan ini tidak sekolah dasar berjenjang hingga kelas enam. proporsi tahun 2004/2005 adalah 82%. tetapi untuk sekolah agar tidak menarik biaya dari para murid. selain pemerintah pusat. Pada 2004. 17% dari total pengeluaran pemerintah8.

Karena itu. yaitu sekitar 95%. Indikator kedua berkaitan dengan kelulusan. Berbeda dengan Susenas (2004).7%. sekolah dasar berjenjang hingga kelas enam.Data kelulusan yang digunakan dalam laporan ini berasal dari Departemen Pendidikan Nasional berdasarkan data pendaftaran sekolah. yang menghitung angka yang jauh lebih besar. yaitu sekitar 95%. Untuk Indonesia. untuk tingkat partisipasi di sekolah dasar. untuk Indonesia lebih pas melihat pencapaian hingga kelas enam. kita bisa mencapai target yang ditetapkan. yaitu proporsi anak yang memulai kelas 1 dan berhasil mencapai kelas 5 sekolah dasar. Indikator ketiga untuk tujuan ini adalah angka melek huruf penduduk usia 15-24 tahun. TUJUAN 2: MEWUJUDKAN PENDIDIKAN DASAR UNTUK SEMUA Target 2A: Memastikan bahwa pada 2015 semua anak di manapun. Meskipun demikian. proporsi tahun 2004/2005 adalah 81%. yang menghitung angka yang jauh lebih besar. Berbeda dengan Susenas (2004). Pertama. nampaknya kita cukup berhasil dengan pencapaian 99. akan bisa menyelesaikan pendidikan dasar secara penuh Terdapat dua indikator yang relevan.4%. Artinya. Berdasarkan kondisi ini. Indonesia telah mencapai angka 94. 14 . Data kelulusan yang digunakan dalam laporan ini berasal dari Departemen Pendidikan Nasional berdasarkan data pendaftaran sekolah. Jumlahnya adalah 77% dengan kecenderungan terus meningkat. nampaknya kita cukup berhasil dengan pencapaian 99. kita dapat mencapai target 100% pada 2015. kualitas melek huruf yang sesungguhnya mungkin tidak setinggi itu karena tes baca tulis yang diterapkan oleh Susenas terbilang sederhana. Meskipun demikian. Namun. kualitas melek huruf yang sesungguhnya mungkin tidak setinggi itu karena tes baca tulis yang diterapkan oleh Susenas terbilang sederhana. Dalam hal ini.4%. Indikator ketiga untuk tujuan ini adalah angka melek huruf penduduk usia 15-24 tahun. laki-laki maupun perempuan. Dalam hal ini.

Untuk hal ini. karena target ini menekankan pada pemberdayaan perempuan. tujuan ketiga MDGs menunjukkan hal tersebut di sekolah dasar. masih cukup lain mengukur kemajuan adalah dengan melihat jauh dari pencapaian kesetaraan gender. di sekolah menengah Dalam banyak hal. Sekarang di jenjang sekolah lanjutan pertama.1 Rasio antara Anak Perempuan dan Anak Lakilaki di berbagai Jenjang Pendidikan Sumber: BPS-Susenas berbagai tahun Kedengarannya menyedihkan Mari kita mulai dengan kabar baik. seperti tergambarkan pada Gambar 3. anak perempuan sepertinya berada di depan pada sekolah lanjutan pertama. tetapi mengenai perempuan dan laki-laki. target kedua dan ketiga. yang dimiliki perempuan Indonesia masih kurang. Namun. anak laki-laki dan perempuan sama. Bahkan terjadi kemajuan yang cukup mengejutkan. garisnya berada diatas 100%. Kelihatannya. terlihat bahwa lebih sedikit anak nampaknya kita cukup berhasil. Data berapa banyak anak putus sekolah. yaitu lapangan pekerjaan lagi-lagi mungkin karena anak laki-laki memiliki dan keterwakilan dalam parlemen. Tujuan ini memiliki tiga target. kesempatan lebih banyak kesempatan kerja. Menariknya. anak perempuan kini berada di depan Meskipun ada penurunan pada tahun lalu. Biasanya terdapat lebih banyak kesempatan kerja bagi anak laki-laki daripada untuk anak perempuan. meskipun. Saat ini. sama giatnya Gambar 3. situasinya kembali lebih seimbang. Cara mencapai kemajuan pesat. Namun. di mana rasio yang ditunjukkannya mendekati 100% sejak 1992. artinya terdapat lebih banyak anak perempuan dibandingkan anak laki-laki. menyangkut pendidikan. terkait perempuan yang putus sekolah. Ini mungkin karena kakak laki-laki mereka meninggalkan sekolah untuk bekerja. Grakk menunjukkan rasio antara anak laki-laki dan perempuan di berbagai jenjang pendidikan. semakin banyak anak perempuan yang bersekolah. Namun.TUJUAN 3: MENDORONG KESETARAAN GENDER DAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN Mendorong kesetaran gender dan pemberdayaan perempuan Ada baiknya kita meluruskan satu hal. Kenyataannya. jumlah anak putus sekolah antara dengan cukup jelas.1 di bawah ini. Akan tetaopi. perempuan di Indonesia telah atas. Hal tersebut. kesetaraan gender bukan melulu mengenai perempuan. baik keluarga miskin maupun kaya. Pada sekolah dasar jumlah antara anak perempuan dan laki-laki terbilang seimbang. kita akan membahas lebih banyak mengenai hal ini dan issue terkait lainnya. sekolah lanjutan. 15 . di Pertama.

misalnya. tampaknya tidak banyak perbedaan. kesan anda benar.1. ketika anak tumbuh dewasa. Dari semua anak tersebut. namun hanya 88. Kesenjangan lainnya. Di sekolah dasar. Namun ketika anak perempuan bersekolah.5% untuk laki. 2005 Saya berharap. Anak perempuan juga akan melihat ketimpangan ketika mereka membuka buku teks. anak laki-laki anda juga dapat melakukan hal yang sama. empat kali lipat dibandingkan dengan perempuan9.yang bersekolah. juga dapat menelaah apa yang terjadi ketika anak jumlah perempuan dengan cepat mengejar jumlah perempuan putus sekolah untuk bekerja – dengan laki-laki dan sekarang berada di depan. siapa yang memimpin? Jumlah laki-laki yang menjadi kepala sekolah. Gambar 3. Jadi. Dan ilustrasi tentang tanggung jawab anak-anak dengan gambar anak perempuan yang sedang mencuci dan menyeterika10. Untuk mereka yang berusia 15 hingga 24 tahun. keluarga Namun situasinya lebih seimbang bagi mereka miskin memiliki kesempatan lebih kecil untuk yang mengambil sekolah lanjutan umum. perbandingannya haruslah 50%. adalah apa yang terjadi di perguruan tinggi. baik laki-laki atau di luar lahan pertanian. Jika laki-laki dan perempuan laki. Kemajuan yang dicapai anak perempuan jumlah laki-laki dan perempuan yang bekerja di juga terlihat dalam hal tingkat melek huruf. Terkait kesempatan untuk masuk sekolah atau perguruan tinggi. terdapat lebih banyak guru perempuan dibandingkan laki-laki. banyak ketimpangan atau ketidaksetaraan yang harus dihadapi. Banyak Dalam hal ini. misalnya. anda Gambar 3. Gambar 3. Ini dipekerjakan secara setara di jenis pekerjaan karena di masa lalu lebih sedikit anak perempuan tersebut. Terdapat memasukkan anak mereka ke sekolah lanjutan. anak perempuan saya mau menyeterika. Namun perempuan yang mempelajari sains.dalam Gambar 3. jelas pada murid yang mengambil sekolah kejuruan. Hal ini tampak sekolah dasar.2). Panutan pertama mereka adalah para guru.3. Tentu saja.2 Proporsi Anak Perempuan dan Anak Laki-Laki di Sekolah-sekolah Lanjutan Kejuruan. Target Pembangunan maupun perempuan. 2002/03 Sumber: UNESCO/LIPI. Tahun “pekerjaan upahan non-pertanian”.4% untuk perempuan. Namun 16 . anak perempuan jarang Meskipun mahal? memilih sains (science) dan teknologi. Buku tersebut menjelaskan bahwa aktivitas utama ayah adalah mencari nafkah sementara ibu bertanggung jawab atas pekerjaan rumah tangga. Silahkan lihat kembali Selain melihat bidang studi yang diambil. Sepanjang sepuluh tahun terakhir. jumlah yang sama antara anak laki-laki dan baik anak perempuan maupun laki-laki. Sebuah buku teks utama sekolah dasar tentang kewiraan. Ini ditunjukkan 2006 tingkat melek huruf adalah 91. perempuan cukup berhasil. membahas tanggung jawab dalam keluarga. yang memilih sekolah pariwisata (Gambar 3. Namun. anak perempuan sepertinya juga memilih bidang menyekolahkan anak perempuan mereka ke yang berbeda dari anak laki-laki.3 Sumbangan Perempuan dalam Kerja Berupah di Sektor Non-Pertanian Sumber: Sakernas (Berbagai Tahun) Dan saya harap. Sekitar melihat berapa banyak yang bekerja di luar rumah 15% remaja yang beranjak dewasa. tingkat melek huruf baik untuk laki-laki dan perempuan hampir mendekati 100%. Sekarang situasi sudah semakin setara. mendapatkan pendidikan Milenium melihat hal ini dengan membandingkan tinggi. yang paling mengesankan.

Indikator kedua adalah rasio melek huruf perempuan terhadap laki-laki untuk usia 15-24 tahun. puncaknya pada 1998. Perempuan juga Tapi. perempuan juga cenderung mendapatkan pekerjaan tidak sebaik laki-laki. Di pabrik-pabrik industri tekstil. 9% (2003). dalam Dewan Perwakilan Daerah (DPD). bagaimana agar bisa menjadi calon salah satu partai politik besar. Dan tampaknya.4% di sekolah lanjutan pertama. Indikator MDG untuk ini adalah proporsi perempuan yang menjadi anggota DPR. Saat itu adalah puncak krisis ekonomi. dimana proporsinya saat ini hanya 11. Disini kita masih jauh dari kesetaraan. Selain kurang mendapatkan lapangan pekerjaan. proporsi laki-laki adalah 86% namun perempuan hanya 49% 11. yaitu sekitar 15%.5% di pendidikan tinggi. Setelah itu. 100. Misalnya.5%.3%. Paling tidak angkanya naik lagi Itu mungkin karena Undang-Undang tahun 2003 tentang Pemilihan Umum yang mewajibkan Partai Politik untuk sedikitnya memiliki 30% calon perempuan. 17 . Hanya sedikit yang perempuan masih banyak menghadapi hambatan terpilih menjadi anggota parlemen. Nilainya saat ini hanya 33%. Yang menarik.anda dapat melihat bahwa angka untuk perempuan hanyalah sekitar 33. pemilih cukup mendukung terpilihnya perempuan. banyak perempuan muda yang bekerja dengan upah rendah – seringkali dengan penyelia laki-laki. posisi di mana Sang Caleg tidak akan terpilih. Indikator keempat adalah proporsi perempuan di dalam parlemen. angka itu menurun akhirakhir ini Ya. Angka rata-rata dunia untuk hal ini cukup rendah. dalam pendidikan namun anak perempuan dan perempuan kurang terlihat. Indikator ketiga adalah sumbangan perempuan dalam kerja berupah di sektor non-pertanian. juga yang menjadi bupati atau gubernur. Karena itu. Demikian pula halnya di pemerintahan. maju dibandingkan banyak negara lain. setidaknya kita pernah memiliki kurang terwakili di tingkat daerah. masing-masing 13% (1992). Bahkan umumnya menaruh perempuan di urutan terbawah dalam daftar calon legislatif (caleg).3% (2005). dan hal itu menunjukkan Indonesia lebih tangga. tampaknya kita telah mencapai target dengan rasio 99. Disini Indonesia tampaknya sudah mencapai target. Meskipun demikian. dengan rasio 100% di sekolah dasar. Perempuan hanya menduduki 9. terutama presiden perempuan karena harus memikul tanggung jawab rumah Benar. TUJUAN 3: MENDORONG KESETARAN GENDER DAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN Target 3A: Menghilangkan ketimpangan gender di tingkat pendidikan dasar dan lanjutan. Tidak semua partai politik bisa mewujudkan hal tersebut. ketika mungkin lebih banyak laki-laki yang tiba-tiba kehilangan pekerjaan dibandingkan perempuan. dan di semua jenjang pendidikan paling lambat tahun 2015 Yang menjadi indikator utama adalah rasio anak perempuan terhadap anak laki-laki di pendidikan dasar. situasi perempuan terus memburuk. Demikian budaya dan ekonomi. Informasi lebih lanjut diperoleh dari berbagai survei tentang proporsi penduduk dewasa dalam angkatan kerja. pada tahun 2004. Namun secara menyeluruh kita telah cukup berhasil dalam jenjang jabatan politik di bawahnya. Tampaknya. Perempuan juga kurang terwakili di bidang politik. misalnya. Masalahnya. terpilih dalam pemilihan anggota DPD. pakaian dan alas kaki. kewajiban tersebut ada dampaknya. perempuan menduduki sepertiga dari kursi yang ada – dan lebih dari 30% perempuan yang mencalonkan diri.6% jabatan tinggi dalam birokrasi pemerintahan. lanjutan dan tinggi. di mana para calon tidak mewakili partai politik.0% di sekolah lanjutan atas. lebih baik pada 2005. Disini pun. dan 102. dan 11.9%. terkait kesetaraan gender. Proporsi Indonesia bahkan lebih rendah. 99. dan hanya sedikit berubah selama beberapa tahun terakhir.

1995 AK Balita 2000 2005 AK Bayi 2010 2015 18 .1 Laju Angka Kematian Bayi dan Balita Sumber: BPS – Susenas. bahkan bisa mencapainya pada 2010. Apa bedanya anak dengan bayi? Paling tidak. baik ketika masih bayi ataupun tahun. Artinya.1. Sepertinya kita hampir mencapai target. 120 Kematian per 1000 kelahiran hidup 100 80 60 40 20 0 1990 Ya.TUJUAN 4: MENURUNKAN ANGKA KEMATIAN ANAK biasanya merujuk pada anak di bawah usia lima Kita semua ingin menikmati usia panjang dan hidup tahun (balita). MDGs menargetkan pengurangan anak yang meninggal. usia harapan 4. MDGs adalah mengurangi jumlah kematian anak. Salah satu yang paling penting adalah berkurangnya tingkat kemiskinan. Dengan demikian proporsi kematian yang lebih besar terjadi pada bulan-bulan pertama setelah dilahirkan. Ya. dan dengan kecenderungan laju yang ada. Menurunkan angka kematian anak Gambar 4. berbagai tahun Catatan: Angka kematian balita juga mencakup angka kematian bayi. Pada 2007. 70% kematian terjadi pada bayi. tidak mengejutkan bahwa angka kematian juga lebih tinggi di propinsi-propinsi termiskin. kita mencapai kemajuan karena proporsi balita Anda dapat memilih usia harapan hidup sebagai yang meninggal kurang dari separuh angka tahun satu indikator kesehatan. Jelas bahwa dapat mengharapkan hidup hingga usia 68 tahun. lebih rentan terhadap penyakit dan kondisi hidup kita harus menurunkannya dari 97 kematian yang tidak sehat. kita Bayi adalah anak berusia di bawah satu tahun. Ini merupakan pembedaan yang sehat. terutama bayi. semakin mungkin anak-anak anda bertahan hidup. Anak-anak yang lahir di Indonesia saat ini sebelum mencapai usia lima tahun. lebih banyak anak-anak kita yang tetap hidup. Itulah sebabnya tujuan keempat menjadi 32. Gambar tersebut menunjukkan proporsi anak hidup di negeri ini rata-rata meningkat sekitar 15 yang meninggal. Anak-anak. angkanya sekitar 44 per 1. Antara 1970 dan 2005. namun pada 2005 proporsinya meningkat hingga 77%. Jadi di antara dua garis tersebut adalah jumlah anak yang meninggal antara usia 1 dan 5 tahun. angka tahun 1990 menjadi duapertiganya. anak-anak tumbuh berkembang di lingkungan yang lebih sejahtera dan sehat. Namun Ketika melihat pada angka kematian anak. Laju kematian bayi juga menurun. Kenyataannya. Karena itu.000 lainnya yang sangat penting. namun lebih lambat dibandingkan penurunan kematian balita. Itu karena berbagai alasan. seperti yang bisa dilihat pada Gambar lebih lama.kelahiran hidup. Namun ada satu ukuran 1990. Artinya. sekarang kita memang hidup bermanfaat. Semakin sejahtera anda. Pada tahun 1990. kita anda juga harus melihat pada angka kematian bayi. yaitu jumlah anak.

000 anak meninggal setiap pada tahun pertama. Selain itu 82% anak-anak kesehatan. Namun. namun juga cukup banyak tahun karena komplikasi campak13 dan baru-baru terjadi pada minggu atau bahkan hari-hari ini ada beberapa KLB (kejadian luar biasa) polio pertama kehidupan mereka. 19 . khususnya yang Tidak sepenuhnya karena ada satu pengaruh besar tergantung pada layanan publik. berada di tempat praktek pribadi . Campak juga menjadi kekhawatiran karena angka imunisasi Dana memang membantu. meskipun tinggi ketergantungan pada pemerintah kapubaten hanya separuh dari mereka yang menerima yang mengalokasikan 4-11% anggaran untuk imunisasi lengkap. Target saat ini adalah 32 kematian per 1. khususnya sepanjang kehamilan dan Mengapa hanya sedikit anak-anak yang segera setelah persalinan. Dengan demikian. Saat ini kita memang memberikan memadai. akan menderita lain yaitu layanan kesehatan. khususnya program jika investasi untuk puskesmas berikut staf kurang imunisasi. tapi diperlukan sistem jika penanganan dini dilakukan. yaitu dari sekitar Jadi. Diperkirakan 30.4% 12. dan campak Jerman (rubella). Kematian anak bukan terjadi hanya 90%. belum untuk semuanya. namun dengan kesehatan ibu mereka. Artinya kita harus memperbaiki kualitas layanan kesehatan ibu dimana 303 anak menjadi lumpuh. Kini. cukup batuk rejan dan tipus adalah 84. Target MDGs adalah untuk mengurangi dua pertiga angka tahun 1990. anak-anak yang menerima imunisasi difteri. Sekitar 80% dari anggaran tersebut 15 menerima imunisasi Tubercolosis (TBC). jumlahnya 97 kematian per 1. Saat itu. dan 80% digunakan untuk membayar gaji pekerja medis . Indonesia cukup berhasil. Seringkali. Ini membawa kita diperlukan lebih banyak anggaran karena saat ini ke tujuan MDGs selanjutnya. karena mereka sedang 15 2007. Namun ini harus menjadi satu Padahal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) proses berkesinambungan. Penduduk miskin. Jika mereka bertahan divaksinasi? hidup selama masa tersebut. Namun secara kesehatan yang terkelola dengan baik.menjadi 72% untuk bayi dan 76% untuk anak dibawah 23 bulan pada 2006. indikator utama tujuan ini adalah angka kematian anak di bawah lima tahun (balita). Sebuah survei misalnya menemukan imunisasi untuk hampir semua anak-anak di bahwa tingkat ketidakhadiran staf puskesmas republik ini. namun juga pencegahan 23 bulan. risiko terbesar yang Imunisasi tidak hanya tergantung pada para orang mereka hadapi adalah infeksi saluran pernafasan tua untuk memastikan bahwa anak-anak mereka akut dan diare. Hal yang mencemaskan merekomendasikan bahwa proporsi gaji seharusnya adalah turunnya angka imunisasi terhadap polio hanya 15%. Pada mencapai 40%. dan anak. Angka ini telah meningkat. Bukan hanya untuk hanya 72% untuk bayi dan 82% untuk anak hingga upaya penyembuhan. sementara target pemerintah adalah penyakit. belanja negara untuk kesehatan hanya sekitar 5% Jadi kita kembali ke kemiskinan lagi? TUJUAN 4: MENURUNKAN ANGKA KEMATIAN ANAK Target 4A: Menurunkan angka kematian balita sebesar dua pertiganya antara 1990 dan 2015 Karena itu.dari APBN14. Indikator kedua adalah proporsi anak usia satu tahun yang mendapat imunisasi campak. namun perlu lebih ditingkatkan lagi.000 kelahiran hidup. imunisasi hepatitis.000 kelahiran hidup. Telah keseluruhan kesehatan anak-anak sangat terkait banyak yang dibelanjakan untuk kesehatan. Keduanya dapat disembuhkan memperoleh vaksinasi. diperlukan dana yang lebih banyak? 74% beberapa tahun lalu menjadi 70%.

menunjukkan bahwa rasio Kita seharusnya dapat memastikan ketika seorang ibu meninggal dunia tersebut adalah 56117. tidak mungkin hanya mengacu angka tahun 1990.berbagai tahun ataupun tidak terkait dengan persalinan. Perkiraannya.000 perempuan di yang biasa digunakan adalah dengan bertanya Indonesia meninggal akibat komplikasi dalam pada para perempuan apakah ada saudara persalinan. menurunkan rasio hingga tiga perempatnya dari Anda. Target MDGs adalah untuk Namun bisa ada keraguan tentang penyebabnya. misalnya komplikasi akibat aborsi yang tidak aman.000 kelahiran. namun bisa saja tidak. target MDGs adalah bisa saja disebabkan oleh berbagai alasan. terutama di daerah-daerah yang yang tepat. Sebagian besar sebenarnya bisa dicegah kalau saja perempuan memiliki akses terhadap kontrasepsi yang efektif. Artinya. terkait sekitar 110. Sejumlah komplikasi sewaktu melahirkan bisa dicegah. Masalahnya. Dengan asumsi bahwa rasio pada informasi dalam laporan kematian yang saat itu adalah sekitar 450.TUJUAN 5: MENINGKATKAN KESEHATAN IBU Gambar 5. seorang perempuan ibu. misalnya. Meski yang memutuskan untuk mempunyai empat semua sepakat bahwa angka kematian ibu terlalu anak memiliki kemungkinan meninggal akibat tinggi. Komplikasi seperti ini menyumbang 6% dari angka kematian. Sebenarnya. Melahirkan seyogyanya menjadi perempuan mereka yang meninggal sewaktu peristiwa bahagia tetapi seringkali berubah persalinan. sehingga komplikasinya dapat menimbulkan konsekuensi sangat serius. Sebagian besar kelahiran berlangsung normal. Angka tersebut bisa jauh lebih tinggi. misalnya. untuk mengurangi “kematian ibu”. Metode Setiap tahun sekitar 20. Saat ini hanya sekitar separuh perempuan usia 15 hingga 24 yang menggunakan metode kontrasepsi modern 20 .1. Satu survei di Ciamis. Karena itu ibu” telah turun dari 390 menjadi sekitar 307 per tujuan kelima MDGs difokuskan pada kesehatan 100. terbaca dalam Gambar menjadi tragedi. akibat kondisi darurat. seringkali muncul keraguan tentang angka kehamilannya sebesar 1. Jawa Barat. lebih miskin dan terpencil. seperti akibat pendarahan dan kelahiran yang sulit.2%.1 Tingkat Kematian Ibu Sumber: SDKI . Meningkatkan kesehatan ibu Mengapa mereka meninggal? Biasanya. persalinan merupakan peristiwa (kesehatan) besar. Grakk menunjukkan bahwa “tingkat kematian kematian tersebut dapat dicegah. hampir semua 5.

73 21 .2 Proporsi Kelahiran yang Dibantu oleh Tenaga Persalinan Terlatih Sumber: BPS-Susenas damn SDKI.56 0. pusat kesehatan ataupun bidan desa. Hal ini dapat mengakibatkan penundaan yang membahayakan jiwa karena tidak secepatnya memperoleh perawatan kebidanan darurat di pusat kesehatan atau rumah sakit. Ini artinya kita harus memperlakukan setiap persalinan sebagai satu potensi keadaan darurat yang mungkin memerlukan perhatian di sebuah pusat kesehatan atau rumah sakit. para ibu memerlukan bantuan seorang ”tenaga persalinan terlatih”. Selain itu.64 80% 0. kaya maupun miskin.70 0. Namun salah satu dari masalah utamanya adalah jika disuruh memilih. mereka mungkin tidak menghadapi banyak persalinan. untuk penanganan cepat. Para bidan desa mungkin tidak mendapatkan pelatihan yang cukup atau mungkin kekurangan peralatan. meminta bantuan bidan desa. banyak keluarga yang memilih tenaga persalinan tradisional. Sekali lagi angka ini sangat bervariasi di seluruh Indonesia. khususnya di daerah-daerah yang lebih terpencil. tenaga persalinan tradisional mungkin tidak akan dapat mengatasi dan mungkin akan segan untuk 0. Keluarga juga lebih nyaman dengan seseorang yang mereka kenal dan percaya. Namun. Namun jika ada komplikasi.2). berbagai tahun 0. telah mencapai 73%.56 0. belum tentu ia akan mendapatkan bantuan yang diperlukan Gambar 5. Sayangnya.67 0. baik staf rumah sakit. bidan atau dokter dapat melakukan tindakan yang diperlukan. Pengalaman internasional menunjukkan bahwa sekitar separuh dari kematian ibu dapat dicegah oleh bidan terampil. Seperti tampak pada Gambar 5.47 60% 0. 100% 0. Dalam kasus-kasus persalinan normal. ada masalah terkait kualitas.67 0. Berbagai potensi masalah lainnya bisa dicegah apabila para ibu memperoleh perawatan yang tepat sewaktu persalinan. Sekitar 60% persalinan di Indonesia berlangsung di rumah. Ini artinya akan baik kalau ada seseorang yang mengamati dan dapat mengenali adanya tanda-tanda bahaya.68 Setiap kelahiran adalah keadaan darurat? Tidak semua. sementara separuhnya lainnya tidak dapat diselamatkan akibat tidak adanya perawatan yang tepat dengan fasilitas medis memadai18. tidak peduli apakah sehat atau cukup gizi.72 0. semestinya perawat. diikuti oleh pil. sepertinya.41 0. pada 2007 proporsi persalinan yang dibantu oleh tenaga persalinan terlatih. Kenyataannya. Mereka yakin bahwa tenaga persalinan tradisional akan lebih mudah ditemukan dan beranggapan bahwa mereka bisa lebih memberikan perawatan pribadi. 2007). pemerintah pusat telah melatih banyak bidan. Jika mereka bekerja di komunitas-komunitas kecil. mulai dari 39% di Gorontalo hingga 98% di Jakarta. dan mengirim mereka ke seluruh penjuru Indonesia. biasanya lebih murah dan dapat dibayar dengan beras atau barang-barang lain.68 0. namun berpotensi menjadi keadaan darurat. di perkotaan atau di perdesaan. Keterlambatan dapat juga terjadi karena kesulitan dan biaya transportasi. Jika ada bidan desa pada saat persalinan atau sang ibu melahirkan di sebuah pusat kesehatan atau rumah sakit. Untungnya banyak perempuan yang mendapatkan bantuan tersebut. Proporsi perempuan (usia 15-49) yang menggunakan alat kontrasepsi mengalami peningkatan dan prosentasenya pada tahun 2006 adalah 61% (SDKI.2. Dalam kasus seperti ini. Salah satunya. sehingga tidak mendapat pengalaman yang cukup. Metode yang paling umum dipakai adalah suntik. ini mungkin benar. dan tidak memperkerjakan para bidan setelah berakhirnya kontrak mereka dengan Departemen Kesehatan. pemerintah daerah tidak menganggap hal tersebut sebagai prioritas. ketika sang ibu sampai di rumah sakit. Apakah kita kekurangan bidan desa? Sebenarnya. perempuan mana pun dapat mengalami komplikasi kehamilan.50 40% 20% 0% 1992 1993 1994 1995 1996 1997 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 Mengapa banyak keluarga lebih memilih tenaga tradisional? Karena berbagai alasan.72 0.(Gambar 5.49 0.

Target 5B: Mencapai dan menyediakan akses kesehatan reproduksi untuk semua pada 2015 Penggunaan kontrasepsi oleh wanita usia 15-49 tahun meningkat menjadi 61. Ya. perlu memperbaiki perawatan di pusat-pusat kesehatan. Anemia membuat perempuan jauh lebih rentan untuk sakit dan meninggal. Saat ini. Bila terjadi kemajuan di satu tujuan. Berdasarkan datadata tersebut. Akan tetapi. Data tersedia yang terdekat dengan tahun 1990 berasal dari tahun 1995. masih ingat Anemia? Anemia adalah rendahnya kadar zat besi dalam darah. kita juga perlu memikirkan tentang apa yang terjadi sebelum dan selama kehamilan. mereka dapat mengganti kekurangan zat besi Ini adalah salah satu contoh tentang keterkaitan antara semua tujuan-tujuan MDGs.karena banyak rumah sakit kabupaten kekurangan staf dan tidak memiliki layanan 24 jam. Melihat kecenderungan saat ini. yang membawa kita ke tujuan berikutnya. kita bisa mencoba untuk memastikan bahwa para ibu berada dalam kondisi terbaik dan tetap bertahan. dengan gizi yang cukup. Perlu anda ketahui bahwa perempuan juga punya kecenderungan anemia jika mereka terkena malaria.0%. perawatan pra dan pasca persalinan juga memberi manfaat pada anak-anak serta dapat menyelamatkan nyawa mereka. Ini dapat terjadi selama kehamilan ketika tubuh ibu memerlukan lebih banyak zat besi. tersebut jika mereka mendatangi klinik pra persalinan dimana mereka menerima suplemen zat besi. Indonesia tidak akan mencapai target. saat ini menunjukkan angka 73%. Lebih dari itu. Anda mungkin masih ingat dalam tujuan MDGs sebelumnya bahwa saat ini kebanyakan anak meninggal segera setelah kelahiran. Bahkan jika kita tidak dapat meramalkan keadaan darurat. Perempuan yang secara rutin mendatangi klinik pra persalinan biasanya mengetahui apa yang harus mereka lakukan apabila terjadi keadaan darurat. Indikator kedua yaitu proporsi persalinan yang ditolong oleh tenaga kesehatan terlatih. Namun demikian. 22 . Selain melindungi kesehatan ibu. Perawatan antenatal juga mengalami peningkatan. sangat mungkin untuk mencapai tujuan lain. target yang harus dicapai adalah 97. sekitar seperlima perempuan hamil kekurangan gizi dan separuhnya menderita anemia. Jika kita hendak mewujudkan tujuan yang berkaitan dengan angka kematian ibu. dengan keterbatasan data. TUJUAN 5: MENINGKATKAN KESEHATAN IBU Target 5A: Menurunkan angka kematian ibu sebesar tiga perempatnya antara 1990 dan 2015. sulit untuk mengukur sejauh mana pencapaian target akses untuk kesehatan reproduksi.

Jumlah itu merupakan 0. Kelompok sana HIV menyebar ke penduduk lainnya sehingga utama berisiko tinggi lainnya adalah pekerja seks menyebabkan ”epidemi yang menyebar ke populasi (PS – dulu Pekerja Seks Komersial).000 PSK perempuan. mungkin Tidak. HIV masih menjadi seks tanpa pelindung. Hal ini berarti sudah terlihat kecenderungan bahwa epidemi ini para pengguna jasa PSK pun termasuk ke dalam akan menyebar ke populasi umum. yaitu penyebaran kelompok resiko tinggi. seperti yang dapat kita amati berisiko tinggi karena mereka sering tukar menukar terjadi di tempat lain. Di penularan memang masih terkonsentasi pada dua Jakarta.000. jarum.1% dari jumlah Dalam kenyataannya.686 kasus AIDS – 2. dicegah. sekitar 6% dari para pekerja kelompok tersebut. misalnya. Virus HIV tidak menular melalui sentuhan. laki-laki19. stigma tentang HIV muncul penduduk. Memerangi HIV dan AIDS. Di Indonesia terdapat Narkotika. Jumlah penduduk Indonesia bekerja bersama seseorang yang hidup dengan yang hidup dengan virus HIV diperkirakan antara HIV. Di Indonesia. sejak 1987 sampai Juni 2008.479 di antaranya telah meninggal. Laki-laki yang berhubungan tercatat 12. Syndrome (AIDS) – terutama karena penyakit ini dapat membawa dampak yang menghancurkan. Para pengguna narkoba ancaman utama. Bahkan di Papua . bagaimana cara penularannya? Jadi kita bisa terbebas 23 .000 dan 219. Di Indonesia umum (generalised epidemy)”.TUJUAN 6: MEMERANGI HIV DAN AIDS. Epidemi yang lebih penyakit menular paling berbahaya. HIV tidak Indonesia beruntung bahwa HIV belum mencapai menyebar melalui sentuhan. namun di beberapa wilayah tersebut diperkirakan telah tertular. terdapat sekitar 200. Pada urutan luas lagi sebenarnya sangatlah mungkin untuk teratas adalah Human Immunodekciency Virus (HIV). Benarkah? Saya pikir HIV sangat mudah menular bukan hanya terhadap kesehatan masyarakat namun juga terhadap negara secara keseluruhan. Menurut Komisi Penanggulangan AIDS karena orang tidak memahami bagaimana cara Nasional (KPA). sebagian besar adalah bahkan ciuman dengan orang yang tertular HIV. Di negara-negara lain. Jadi. 172. yaitu para pengguna satu orang ke orang lain. Psikotropika dan Zat Aditif Lainnya sekitar setengah juta penasun dan sekitar setengah 20 (Napza) suntik (penasun) dan pekerja seks. malaria serta penyakit lainnya Risiko terbesar adalah melalui kontak langsung dengan darah yang tertular atau melalui hubungan Mungkin Ya. Dari dari mereka diperkirakan telah tertular . sehingga memungkinkan penularan dari sisa penularan awalnya menyebar dengan cepat di antara darah pada alat suntik yang baru digunakan dari dua kelompok berisiko tinggi. MALARIA SERTA PENYAKIT LAINNYA dari pengguna napza suntik ke pasangan seksnya. Anda tidak akan positif kondisi seperti yang terjadi di Afrika dan beberapa tertular HIV hanya dengan hidup bersama atau negara Asia Tenggara. karena penularan HIV tidaklah semudah yaitu virus penyebab Acquired Immuno Dekciency penularan virus lain. Hanya dalam kondisi-kondisi tertentu.dianggap sudah memasuki Tujuan keenam dalam MDGs menangani berbagai kondisi generalised epidemic. penularannya dari satu orang ke orang lain. misalnya inluenza.

Seseorang yang telah memiliki informasi dasar (sekitar 66%. Apa perlunya menjalani tes apabila tidak bisa disembuhkan? Jika seseorang mengetahui bahwa mereka positif terinfeksi HIV. juga tanpa kondom. 61% wanita dan 71% pria . Bahkan sebagian dokter dan perawat. Padahal faktanya adalah kita tidak dapat mengetahui seseorang terinfeksi HIV secara ksik jika memang belum muncul gejala penyakit ketika sistem kekebalan tubuh mereka sudah menurun (tahapan AIDS). Namun. masyarakat harus mengetahui semua fakta. menunjukkan bahwa 40% tidak mengetahui bagaimana menghindari infeksi HIV24. alasan lain mengapa orang enggan untuk menjalani tes atau pengobatan adalah karena stigma yang melekat pada HIV dan AIDS. namun tanpa penanganan yang tepat ia dapat menyebar dengan sangat cepat. Seperti yang terjadi di Tanah Papua. Jika kita ingin mencegah meluasnya epidemi.5% penduduk di dua propinsi Papua hidup dengan HIV22. namun dalam prakteknya ada biaya pendaftaran dan biaya-biaya lain. pada tahun 2010 jumlah penduduk yang tertular HIV diperkirakan mencapai setengah juta orang. Oleh sebab itu. saat ini ada obat-obatan yang disebut antiretroviral yang dapat membantu mengendalikan laju penyakit tersebut. namun lebih banyak orang yang menggunakan jasa PSK dan juga pada tingkat hubungan seks pra-nikah yang lebih tinggi. Seyogyanya antiretroviral gratis. misalnya. dimana 2. Masih cukup banyak laki-laki yang telah berhubungan seks dengan PSK tanpa kondom. melalui pemberian air susu ibu (ASI) kepada bayinya.mereka harus mengurangi kemungkinan menularkannya kepada pasangan. kesadaran saja tidak cukup. Walaupun di kebanyakan wilayah Indonesia HIV belum menyebar ke populasi umum. Oleh sebab itu menjadi penting bahwa siapa pun seharusnya berkesempatan menjalani tes serta memperoleh konseling yang tepat. tidak mengetahui fakta-fakta dasar HIV dan AIDS serta enggan untuk merawat orang yang terkena HIV. Banyak PSK.seks secara tidak aman dengan laki-laki juga berisiko tinggi. lebih memilih berhubungan seks tanpa kondom karena alasan tidak nyaman. Di Tanah Papua hanya sedikit orang yang menggunakan napza jarum suntik. Meskipun ia sudah tertular HIV? Boleh jadi tanpa sepengetahuannya. Hanya sekitar satu dari dua puluh orang yang tertular HIV telah melakukan tes. dengan istrinya di rumah. Tanah Papua (Papua dan Papua Barat) telah menunjukkan betapa cepatnya virus tersebut menyebar. Menurut Departemen Kesehatan. Salah satu masalah paling penting adalah rendahnya penggunaan kondom. melakukan hubungan seks. SDKI 2007) mungkin tidak akan mengubah perilaku mereka. bahkan satu juta.3% pasangan yang menggunakan kondom sebagai alat keluarga berencana. Kebanyakan orang sadar tentang penyakit tersebut namun memiliki pandangan yang keliru. perlu membahas penyakit tersebut secara terbuka dan jujur serta mengambil langkah-langkah praktis. Atau. hanya sekitar setengah dari mereka yang menggunakan kondom. Ini terutama karena kekurangtahuan. misalnya. para ibu hamil yang terinfeksi HIV juga dapat menularkannya ke anak yang baru mereka lahirkan. diri sendiri.dari mereka dalam usia reproduktif. Di Papua saat ini sudah terjadi epidemi yang menyebar ke masyarakat luas21. dan saat ini antiretroviral hanya tersedia di rumah sakit kota besar. kepada para pelanggan pekerja seks dan kemudian kepada penduduk. Masyarakat juga perlu mengetahui bagaimana penularan terjadi serta cara melindungi Apa yang harus dipertentangkan? Banyak yang berpendapat. Selain itu. perlu membagikan 24 . Dan meskipun belum dapat disembuhkan. Bahkan di antara para PSK. Sebuah survei terhadap para remaja yang beranjak dewasa yang dilakukan selama 20022003. mengaku bisa mengetahui pelanggannya tertular atau tidak hanya dengan melihat pelanggan tersebut. Selain itu. Jadi bagaimana kita bisa mencegahnya? Prioritas pertama. kelihatannya. ini menggambarkan Indonesia menghadapi risiko penyebaran HIV yang lebih cepat melalui penularan seksual. Berisiko tinggi terhadap apa? Terhadap epidemi yang meluas. Memang dalam beberapa hal Indonesia sangat rentan. Hanya sekitar 1. bila tidak ada tindakan efektif23. Banyak orang mungkin terlalu malu untuk membeli atau membawa-bawa kondom. Ini dapat terjadi dengan cukup cepat. kemudian dengan tanpa rasa bersalah ataupun khawatir. meskipun kelihatannya akan banyak ditentang. HIV berpotensi menyebar dengan cepat – dari para pengguna narkoba suntik dan para PSK.

tanpa menghujat atau merendahkan kelompok lain. meskipun di tempat lain penurunan tersebut terjadi lebih lambat. Setiap tahun sekitar 100. misalnya. meski sebenarnya. Kondisi ini dapat terlihat secara jelas jika dibandingkan dengan respon terhadap penyakitpenyakit lain seperti malaria dan Tuberculosis (TBC). kita juga harus beranggapan bahwa pada akhirnya semua orang berisiko dan berarti pendekatan yang digunakan pun akan berbeda.000 orang meninggal karena TBC. 25 . yang merupakan penyebab kematian ketiga terbesar. bahwa mereka memiliki kelompok sasaran masing-masing. Terdengar sangat berbahaya Memang. jadi ada keterkaitan yang kuat antara virus HIV yang dampak utamanya adalah melemahkan sistem kekebalan. mereka harus menjalani proses penuh. sejak 1990 prevalensi penyakit TBC telah berkurang setengahnya. dan saat ini. berdampak pada lebih banyak orang yaitu sekitar 582. namun untuk itu diperlukan satu upaya besar-besaran dan terkoordinasi dengan baik di tingkat nasional. dimana lebih mudah melibatkan masyarakat karena tidak ada stigma dan diskriminasi terhadap penyakitpenyakit tersebut. Selain itu. Setiap tahun satu orang dapat menulari sekitar 10 hingga 15 orang dengan melepaskan bakteri TBC ke udara yang dapat dihirup oleh orang lain. Selain kelompok berisiko tinggi. Saat ini. TBC sudah ada lebih lama. Saat ini kita mendeteksi lebih dari tiga perempat kasus. karena kebanyakan orang yang terinfeksi tidak segera menunjukkan gejala-gejala aktif. Memang komunikasi perlu ditingkatkan antara yang mendukung dan menolak pendekatan penurunan dampak buruk. Namun ini tidak berarti bahwa mereka sudah sembuh. Namun kebanyakan orang. Jadi setiap orang perlu untuk mengambil langkah perlindungan yang diperlukan. Mengapa tidak seluruhnya? Seringkali karena orang berhenti meminum obat ketika mereka merasa lebih sehat. Sementara yang lain menentang hal ini karena seakan membiarkan atau mendorong perilaku tak bermoral atau berbahaya. kita belum dapat mengatakan telah melakukan dua hal tersebut karena di hampir semua daerah di Indonesia keadaannya tidak terkendalikan. Kedua. Pertama. hingga 160 di Sumatera dan 210 di propinsi. Beruntung bahwa kita sekarang memiliki Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) yang aktif sehingga dapat membantu kita mewujudkan tujuan ini. di mana tingkat penyembuhan sekitar 91%. sangat menular.000 orang. Namun HIV dan AIDS menghadapkan kita pada pilihan keras dan sulit.kondom gratis di kawasan pekerja seks atau jarum suntik gratis kepada para pengguna narkoba. Kita bisa saja mencapai target ini. TBC dapat disembuhkan. Masalah utama kita saat ini adalah rendahnya kesadaran tentang isu-isu HIV dan AIDS serta terbatasnya layanan untuk menjalankan tes dan pengobatan. Apakah kita lebih maju dalam menangani Malaria dan TBC? Ya. Strategi standar penyembuhan TBC adalah apa yang disebut strategi penyembuhan jangka pendek dengan pengawasan langsung (Directly-Observed Treatment Short-course/DOTS). yaitu 91%. Apa tujuan yang hendak dicapai? Target MDGs untuk HIV dan AIDS adalah menghentikan laju penyebaran serta membalikkan kecenderungannya pada 2015.propinsi bagian Timur. karena hal itu akan mendorong timbulnya turunan (strain) TBC yang kebal terhadap obat-obatan yang ada saat ini. Berhenti meminum obat tidak baik untuk mereka dan untuk orang lain. Yang paling mungkin menderita adalah mereka yang sistem kekebalannya melemah. Penyembuhan ini mencakup pemberian tiga atau empat obat dosis tinggi selama enam bulan. TBC. Ini adalah kasus di mana pengobatan yang tidak tuntas lebih buruk daripada tidak diobati. Di Jawa dan Bali.000. titik awalnya lebih buruk. Indonesia telah menggunakan DOTS sejak 1995. Menjadi sebuah tantangan untuk mengajak semua pihak merasakan ini sebagai masalah yang perlu dihadapi bersama. Dibandingkan HIV dan AIDS. Angka ini bervariasi. Stigma yang masih kuat menganggap bahwa HIV hanya akan menular pada orang-orang tidak bermoral. namun tidak seburuk itu. kurangnya pengalaman kita untuk menanganinya dan anggapan bahwa ini hanyalah masalah kelompok risiko tinggi ataupun mereka yang sudah tertular. Untuk sembuh total. yang utamanya menggerogoti paru-paru. Angka penduduk yang “BTA (Batang Tahan Asam) positif” TBC diukur per 100. betul-betul sembuh dan berkat DOTS kita telah memenuhi target MDGs untuk membalikkan kecenderungan penyebaran penyakit tersebut. mulai dari 64 di Jawa dan Bali.

Kenyataannya. Ini membawa kita ke Apakah kita bisa lebih memastikan tujuan ketujuh. separuh dari penduduk Indonesia. Dan setiap tahun. atau sekitar 90 Begitu pula bila terjadi bencana alam.Timur. Lebih dari setengah juta penduduk masih membawa parasit. jadi kita tepat malaria kita dapat mencapai kemajuan yang cukup besar. Kabar baik kalau begitu pencapaiannya? Di kabupaten-kabupaten di Indonesia bagian 26 . Namun kebanyakan Tapi paling tidak malaria tidak mematikan Biasanya tidak. di kasus dan mengobatinya. nyamuk tidak prevalensi malaria sudah turun mencapai tingkat yang dapat membawa parasit. Secara menyeluruh. Tantangan utamanya adalah jumlah tempat-tempat dimana nyamuk dapat memperluas program DOTS . dalam hal membalikkan kecenderungannya. paling parah terkena adalah keluarga termiskin. TBC dan Malaria. terpencil. Kebanyakan sangat efektif. Seperti yang dapat anda bayangkan. khususnya untuk anak-anak. orang harus membayar untuk melindungi diri mereka khususnya anak-anak dan ibu-ibu hamil. dan survei terperinci hanya di daerah-daerah yang paling parah terkena dampak. menjadi sebuah bentuk pencegahan yang penting. tinggal di daerah-daerah dengan nyamuk tsunami di Aceh. biasanya di berbagai Mengapa begitu? kabupaten kawasan Timur. Pelayanan di daerah-daerah terpencil sulit Siapa yang membayar ini semua? untuk hampir semua penyakit. namun TBC masih merupakan masalah sangat infeksi. Termasuk yang diperkirakan menimbulkan kerugian sekitar 60 penduduk miskin yang karena ingin mendapatkan juta dollar karena hilangnya pendapatan. ditemukan 18 tempat-tempat yang membuat mereka lebih mudah terserang. Namun mereka juga perlu untuk memperoleh pengobatan. dengan menggunakan kelambu yang sudah dicelup kita harus lebih banyak menjangkau daerah-daerah insektisida. Juga penting untuk memastikan hutan-hutan selama musim hujan. dan memiliki dampak ekonomi yang sangat besar. berpindah ke pinggiran hutan. kita dapat mengatakan bahwa kita sudah penyakit-penyakit menular lainnya. atau demikian ini mungkin saja terjadi karena adanya para pekerja kesehatan pergi berkeliling mencari survei-survei yang lebih baik. terapi pengobatan juga Hanya sekitar 20% orang yang mencari pengobatan. namun juga malaria. banyak yang mengungsi ke pembawa malaria. Di Jawa dan Bali. di kabupaten-kabupaten Jadi tahap akhir dalam perjuangan melawan malaria Daripada menunggu Indonesia bagian Timur serta sejumlah tempat lain adalah pemberantasan. Sebaliknya. meskipun ia menurunkan kesehatan. Malaria sendiri. Mereka tinggal di rumah-rumah dengan standar Malaria dapat membuat orang tidak bisa bekerja – buruk dan tidak mampu membeli kelambu. utama adalah pencegahan. terjadi peningkatan jumlah kasus malaria. yaitu dengan menciptakan lingkungan alam sasaran untuk mencapai tujuan MDGs. prioritas juta kasus malaria (Depkes. cukup rendah. Pertama. Jika tidak ada manusia yang terinfeksi. Ini memutus siklus infeksi. yang memberikan gambaran yang lengkap. Hampir lahan lebih luas. di tempat-tempat di orang yang menderita malaria tidak melaporkannya. dimulai dengan nyamuk anopheles yang besar. Namun pasien mendatangi pusat-pusat kesehatan. Secara khusus. 2005). Sekarang ini Apakah kasus malaria menurun atau meningkat? pengobatan utama adalah dengan terapi kombinasi Kita tidak punya informasi yang cukup untuk bisa obat artemisin (artemisin combination therapy). yang membuat mereka lebih rentan terhadap penyakit lain. dan manusia yang lebih sehat. Bagi semua kelompok ini. yang menjadi tugas utama adalah mencegah Ya. mana kasusnya lebih sedikit. seperti juta orang. Seperti halnya dengan Indonesia. kita harus mengurangi terinfeksi setiap tahun. bukan hanya TBC Sebagian dana berasal dari anggaran kesehatan.yang saat ini lebih berkembang biak – biasanya di sungai-sungai dan banyak dikonsentrasikan di pusat-pusat kesehatan anak-anak sungai yang tidak beriak selama musim – dengan melibatkan lebih banyak komunitas. LSM kemarau atau di cekungan-cekugan air hujan di dan pihak lain. ditambah dukungan dari Dana Global (Global Fund) untuk AIDS. Kemudian bahwa kita tetap menyimpan pasokan obat-obatan kita perlu melindungi diri kita sendiri dari nyamuk yang diperlukan dan bahwa pasien terus menjalani dengan menyemprot rumah dengan insektisida atau proses penyembuhan secara penuh.

Prevalensi HIV– Para pengguna napza jarum suntik 2003: Jawa Barat.000 kasus setiap tahunnya. pengguna napza jarum suntik 18%. 15%. Tanah Papua 17%. Jumlah ini mungkin sudah turun.TUJUAN 6: MEMERANGI HIV DAN AIDS. 2004-2005: PSK perempuan. pelanggan pekerja seks.7%.000 atau setara dengan 582.6 juta kasus per tahun.6 per 100. Pengetahuan– Proporsi kelompok yang tahu bagaimana mencegah infeksi dan menolak kesalahpengertian utama 2004: PSK. Tuberkulosis (TBC) – Prevalensi: 262 per 100. Target 6B: Tersedianya akses universal untuk perawatn terhadap HIV/AIDS bagi yang memerlukan. 24%. Deteksi kasus: 76%. PSK perempuan 2003: Jakarta. 6%. Target 6B: Menghentikan dan mulai membalikkan kecenderungan persebaran malaria dan penyakit-penyakit utama lainnya pada 2015 Malaria – Tingkat kejadian hingga 18. 24%. pelanggan pekerja seks. Narapidana 2003: Jakarta. Angka keberhasilan pengobatan DOTS: lebih dari 91%. pada 2010 Untuk target ini. Meskipun demikian. pengguna napza jarum suntik. 20%. Tes – Melakukan tes selama 12 bulan terakhir dan mengetahui hasilnya. 3%. 43%. laki-laki yang berhubungan seks dengan laki-laki. 27 . PSK laki-laki 2004: Jakarta. laki-laki yang berhubungan seks dengan laki-laki. 43%. MALARIA SERTA PENYAKIT LAINNYA Target 6A: Menghentikan dan mulai membalikkan tren penyebaran HIV dan AIDS pada 2015 Prevalensi saat ini adalah 5. kita semestinya bisa melakukannya. 4%. 15%. terkait dengan kelompok-kelompok berisiko tinggi.000 orang di tingkat nasional namun pada saat ini tidak ada indikasi bahwa kita telah menghentikan laju penyebaran HIV dan AIDS. Hampir semua data yang ada berikut ini. belum ada data tersedia.

seperti yang terlihat pada Gambar 7. Namun tidak untuk jangka waktu yang terlalu lama lagi. Kita menebang pohon. tujuan ini menelaah seberapa besar wilayah kita yang tertutup oleh pohon. Dalam beberapa kasus. Apa yang terjadi dengan pepohonan yang tersisa? Salah satu masalah utama adalah penebangan liar. citra satelit juga menunjukkan bahwa sebagian dari lahan yang tidak diperuntukkan sebagai hutan pada kenyataannya adalah hutan.5 juta hektar hutan per tahun25. separuh kayu Indonesia diperkirakan dihasilkan lewat pembalakan liar.126. Ini penting bagi Indonesia karena kita memiliki sejumlah hutan yang paling kaya dan paling beragam di dunia. 2006 Kawasan ini dibagi menjadi berbagai kategori dengan tingkat perlindungan yang berbeda. Gambar 7. hanyalah sekitar 94 juta hektar. kita kehilangan 3. sepertiga dari Memang. atau seluas propinsi Kalimantan Selatan. 2006 Sumber: Departemen Kehutanan. Kawasan yang paling terlindungi adalah ”kawasan konservasi” dan ”hutan lindung”. yaitu sekitar dua pertiga luas wilayah kita. Pertama.TUJUAN 7: MEMASTIKAN KELESTARIAN LINGKUNGAN Memastikan kelestarian lingkungan Pembangunan di Indonesia telah banyak mengorbankan lingkungan alam. karena dua pertiga wilayah Indonesia adalah hutan Akan demikian halnya apabila kawasan tersebut benar-benar kawasan hutan. Selama periode 1997 hingga 2000. menurut Departemen ”kawasan hutan” tersebut hanya memiliki sedikit Kehutanan. Tujuan MDGs ketujuh adalah untuk menghalangi kerusakan ini. kadang-kadang lewat kolusi dengan pejabat setempat.1 Kategori “Kawasan Hutan” dan Cakupan Hutan yang Sesungguhnya. Sebaliknya. atau sekitar 50% wilayah Indonesia. Mengherankan bahwa masih ada hutan yang tersisa Cukup serius. Tidak terlalu buruk. 28 . Kenyataannya. yang sesuai namanya bisa digunakan untuk tujuan-tujuan lain. Kawasan dengan tingkat perlindungan lebih rendah adalah dua jenis ”hutan produksi” yang digunakan untuk mendapatkan kayu atau hasil hutan lainnya . Citra satelit menunjukkan bahwa pada 2005. Kayu sangat berharga sehingga banyak perusahaan siap mencurinya. Yang paling rentan adalah kawasan yang digolongkan “hutan konversi”. membanjiri sungai-sungai dan jalur air serta atmosfer dengan lebih banyak polutan. Namun demikian.namun dengan keharusan penanaman kembali. anda akan melihat hanya tersisa sedikit pohon dalam dua perlima area hutan produksi. merusak lahan. Mencermati Gambar 7. kita memiliki 127 juta hektar “kawasan populasi pohon.1. Wilayah yang sebenarnya berhutan hutan”.

sebagian komunitas pedesaan yang kekurangan lahan juga telah merambah hutan lebih jauh. atau LPG (Liquiked Pertoleum Gas). pula polusi udara. Di tingkat nasional kita mempunyai niat yang benar. Seperti yang sudah anda bayangkan. Sementara itu. Namun kita memiliki pengelolaan yang buruk dan kesulitan dalam menegakkan peraturan. Indikator tersebut melihat pada proporsi penduduk yang menggunakan bahan bakar padat. khususnya jika kita beralih menggunakan bahan bakar yang lebih bersih. Pada 29 . khususnya yang berasal dari industri dan semburan asap kendaraan bermotor. Tanah tersebut mengalir bersama sungai ke laut sehingga menghancurkan terumbu karang.000 $ (Dep.5% pada 2004. sumber daya kelautan di Indonesia juga telah terkena dampak penggundulan hutan. Namun demikian. Ini artinya menggunakan kayu atau batubara. salah satu indikator MDG lainnya jelas mencerminkan hal ini. Secara keseluruhan. misalnya. 2006). Konsumsi minyak bumi. Tinggal satu tujuan MDGs lagi yang akan dibahas. Sejak itu. Tentu saja kita juga perlu mengkhawatirkan emisi bahan bakar lain yaitu “gas rumah kaca”. untuk indikator MDGs ini. Memang proporsi penduduk yang menggunakan bahan bakar padat sudah menurun secara tajam. dan bukan menggunakan minyak tanah. Penggundulan hutan juga mengurangi keragaman hayati kita. lingkungan hidup Indonesia telah cukup tercemar. Namun banyak negara-negara berkembang. khususnya sekitar 10 juta penduduk miskin. dari 70. Jadi bagaimana kita bisa mengejar ketertinggalan? Mungkin agak sulit. khususnya karbon dioksida yang naik ke lapisan atas atmosfer dan memanaskan planet ini.lahan juga dibuka untuk tujuan-tujuan lain seperti perkebunan kelapa sawit.2% pada 1989 menjadi 47. juga menghasilkan banyak karbon dioksida. Selain itu. Situasinya semakin rumit ketika pemerintah daerah mempunyai deknisi peruntukan lahan yang bertentangan dengan defenisi nasional. khususnya lautan yang menjadi lapangan pekerjaan bagi 3 juta orang. Apa yang salah dengan bahan bakar padat? Biasanya lebih kotor karena menghasilkan uap dan asap. Tentu saja energi yang sedang kita bahas ini tidak berasal dari makanan namun dari berbagai jenis bahan bakar. Yang juga perlu dilakukan adalah pengalihan pengendalian hutan kepada komunitas setempat sehingga mereka bisa hidup dari hutan dan mendapatkan insentif untuk mengelola dan melindungi hutan tersebut. kita berada di titik yang rendah pada 1998 menyusul krisis ekonomi. dan semua ini menimbulkan masalah besar bagi penduduk yang menggantungkan penghidupan mereka pada hutan. kimia dan pestisida –begitu Itu bukan salah kita. Indonesia masih jauh dari target. Penggundulan hutan juga seringkali disertai dengan kebakaran hutan yang menimbulkan masalah kesehatan yang serius selain memproduksi gas rumah kaca yang dilepaskan dalam jumlah besar ke atmosfer. Laut kita pun menghadapi risiko polusi lainnya. menggunakan lebih banyak energi tidak serta-merta berarti lebih banyak pencemaran. Kita punya pohon bawah laut? Tidak. termasuk kelompok masyarakat adat27. namun memonitor seberapa besar penggunaan energi kita. Ini berisiko jika digunakan di rumah. Dalam kenyataannya. khususnya tumpahan minyak. MDGs tidak memiliki indikator untuk polusi. Kita harus berbuat lebih banyak untuk memberantas kejahatan dan korupsi di bidang kehutanan. ESDM. khususnya bagi perempuan dan anak-anak karena bisa terkena dampak buruknya. Namun kita juga memiliki banyak sumber daya alam lain yang dengannya penduduk miskin bisa bertahan hidup. Kenyataannya. Saya banyak menggunakan energi untuk membaca laporan ini Juga sangat menarik bukan? Tetaplah membaca. “intensitas energi” kita meningkat terus hingga saat ini mencapai 95. termasuk Indonesia. namun penggundulan hutan dan kerusakan lahan menyebabkan erosi berupa pengikisan lapisan tanah oleh air hujan. Pemerintah telah berikrar untuk melindungi lingkungan. karena banyak dari energi tersebut merupakan hasil industrialisasi yang biasanya mengkonsumsi lebih banyak energi. di daratan kita dihadapkan pada polusi limbah beracun. Jadi kita tidak cukup berhasil Tidak. Kebanyakan gas rumah kaca berasal dari negara-negara kaya Memang betul bahwa negara-negara maju paling banyak menghasilkan emisi industri.3 kg setara minyak per 1.

696 ton bahan-bahan perusak lapisan ozon30. Indonesia merupakan konsumen air kemasan terbesar ke Saya merasa sangat khawatir delapan di dunia dengan konsumsi lebih dari Untungnya. Apakah anda siap untuk membahas topik utama yang lain? Lahan gambut? Gambut adalah satu kandungan bahan-bahan organik yang membusuk. Tujuan MDG ketujuh antara lain menetapkan target untuk menurunkan separuh dari proporsi penduduk yang tidak memiliki “akses yang berkelanjutan terhadap Betulkah? air minum yang aman. 30 . sekarang saatnya untuk beralih ke cairan dan khususnya air minum. Jadi yang telah digunakan dalam produk penyemprot untuk itu indikator yang digunakan adalah proporsi aerosol dan lemari pendingin. sehingga tugas pertama adalah (improved water source)”. Pada tahun 2005 tingkat emisi naik menjadi 1. Ini merujuk pada penggunaan penjualan yang semakin meningkat pesat31.15 metrik ton karbon dioksida ke atmosfer . Di Indonesia kita memiliki banyak hutan rawa dimana pembusukan tanaman berjalan sangat lambat. bahan-bahan yang mengurangi “lapisan ozon”. Ketika rawa dikeringkan atau gambut terbakar. mengurangi impor bahan-bahan tersebut dan berhenti menggunakan persediaan yang ada. bermeter-meter ke dalam tanah dan menyimpan milyaran ton karbon dioksida. Apakah akan memberikan perkiraan tentang apa yang anda akan meminumnya? sedang terjadi.tahun 2000 setiap orang mengeluarkan rata-rata 1. sehingga menyumbang pada pemanasan global. Lebih dari separuhnya berasal dari industri.34 metrik ton.” Namun apa artinya itu? Pada saat ini kita tidak memiliki angka yang pasti. Sebaliknya. pada saat yang sama kita menggunakan bahan-bahan lainnya lebih banyak lagi. dengan bantuan internasional Indonesia telah berhasil menghapuskan 3. sangatlah sulit untuk dapat Ozon membentuk satu lapisan perisai yang memahami bagaimana masyarakat mendapatkan melindungi bumi dari radiasi matahari yang akses dengan cara-cara seperti itu. Indonesia tidak dapat penduduk yang memiliki akses berkelanjutan menghasilkan bahan-bahan kimia ini. kita makin mengurangi penggunaan sejumlah bahan yang merusak. Seringkali masalahnya terletak pada perusahaan-perusahaan yang lebih kecil. bahan-bahan tersebut menjadi satu lapisan gambut yang tebal. banyak dari karbon dioksida tersebut lepas ke atmosfer. Dan MDGs merusak. sementara sisanya berasal dari kehutanan dan pertanian. Apa pun cakupan kerusakanannya. namun kita terhadap satu ”sumber air yang terlindungi menggunakannya. Meskipun di satu sisi. Baiklah.” Atau jika anda mempunyai pendapatan khawatirkan. anda dapat membeli air kemasan. Namun demikian. Namun bisa memberikan anda “akses terhadap air minum ini bukan satu-satunya emisi yang harus kita yang aman. jelas bahwa kerusakan hutan-hutan kita bukan Rasanya tidak saja merusak warisan lingkungan kita. atau dari hidran atau keran air. Selama periode 1992-2002. Selama ribuan tahun. Mari kita lanjutkan ke bahan pembicaraan yang lain Dari hutan dan gas. kenyataan yang sesungguhnya mungkin 7 milyar liter per tahun pada 2004 dan dengan tidak terlalu dramatis. anda dapat merebusnya. Namun lapisan ozon dapat hilang oleh tidak menganggap air kemasan sebagai sumber bahan-bahan seperti chloroluorocarbons (CFC) yang berkelanjutan bagi kebanyakan orang. Sejumlah LSM berpendapat bahwa kerusakan lahan gambut dengan cepat mengubah Indonesia menjadi salah satu penghasil emisi karbon dioksida terbesar di dunia29. Bagaimana dengan kita? Apakah kita juga ikut menghilangkan lapisan ozon? Rasanya memang demikian. tetapi juga Di lain pihak. Namun angka-angka tersebut bisa menjadi sangat besar bila memasukkan kebakaran hutan dan kehancuran lahan gambut. Mungkin anda bisa mendapatkan air dari sumur Pemerintah sedang mengkaji isu tersebut dan atau sungai. namun kita juga kesulitan untuk menjalankannya. rutin. Seperti halnya regulasi tentang hutan. kita masih mengimpor secara ilegal bahanbahan tersebut. kita memiliki regulasi berkaitan dengan bahan-bahan tersebut. rumah tangga atau transportasi.

3. Satu standar. Air seperti itu dapat dikatagorikan sebagai “air yang bersih” meskipun tidak bisa disebut air minum yang aman. meskipun angka ini telah terpasang mencapai 50%. Artinya. Angka rata-rata nasional untuk perdesaan. Sepertinya itu bisa dipahami Namun dalam kenyataannya.90% 80% 70% 60% 50% 40% 30% 20% 10% 0% Jakarta Bali Kalimantan Timur Kepulauan Riau Yogyakarta Sulawesi Utara Jawa Timur Kalimantan Barat Maluku Kalimantan Selatan Jawa Tengah Sulawesi Tenggara Sumatera Utara Iindonesia Sulawesi Selatan Riau Jambi Sumatera Barat Irian Jaya Barat Sumatera Selatan Nusa Tenggara Timur Maluku Utara Lampung Nusa Tenggara Barat Jawa Barat Sulawesi Tengah Banten Gorontalo Papua Kalimantan Tengah Bengkulu Nanggroe Aceh Bangka Belitung Sulawesi Barat Apa artinya terlindungi? Itu bisa saja sebuah sumur. Kecenderungan terkini di tingkat pun bisa jadi hanya perkiraan optimistis karena nasional dapat dilihat pada Gambar 7. Gambar 7. dengan kemajuan yang kita capai hingga saat ini. Susenas target minimal “air bersih” akan sulit. tersebut menunjukkan satu peningkatan yang perlahan namun pasti. 2006 Gambar 7. 2006 31 . Perkotaan dan Pedesaan Sumber: BPS – Susenas berbagai tahun dan Departemen PU. 2006 Sumber: BPS – Susenas berbagai tahun dan Departemen PU. yang sudah diberi pembatas atau memiliki pagar atau tutup untuk melindunginya dari kontaminasi hewan.3 Akses terhadap Sumber Air yang Terlindungi.1%. mensyaratkan bahwa sumber air paling tidak harus berjarak minimal 10 meter dari tempat yang Kita sedang menuju ke arah yang tepat digunakan untuk pembuangan tinja. Ya. Atau bisa saja air sungai yang telah disaring oleh perusahaan air untuk menghilangkan hampir semua sumber kontaminasi dan kemudian menyalurkannya melalui pipa. misalnya. angka 50% 78% di Jakarta. tetapi tidak bervariasi dari 34% di Sulawesi Barat hingga terpelihara dengan baik.2 Akses terhadap Sumber Air yang Terlindungi menurut Propinsi. Untuk mengurangi separuh proporsi penduduk yang tidak memiliki akses pada 2015 berarti harus mencapai angka sekitar 80%. untuk dapat mencapai Dengan menggunakan standar tersebut. nampaknya kita hampir memenuhi target.2. Di kawasan perdesaan sistem yang Indonesia adalah 52. Bahkan ada berbagai standar yang berbeda tentang “kebersihan” air. Penyebabnya telah memberikan perkiraan seperti yang terlihat berbeda-beda antara kawasan perkotaan dengan di Gambar 7. misalnya. Gambar mencakup sistem yang tidak bekerja dengan baik.

cakupan air pipa hanya meningkat 3 persen.Apa yang salah? Seringkali kurangnya pemeliharaan. situasi di kota-kota besar dan kecil berbeda. banyak dari infrastruktur yang rusak. Namun tugas mereka menjadi lebih sulit karena tidak eksiennya perusahaan daerah air minum (PDAM) yang menyediakan air baik melalui jaringan pipa ke rumah tangga-rumah tangga atau kepada penduduk secara umum melalui hidran air. Di perdesaan. sistem yang didanai publik seringkali bersumber pada sumur atau mata air. Namun setelah sistem dipasang. PDAM tidak eksien antara lain karena mereka tidak punya biaya untuk melakukan investasi. Penduduk yang mendapat akses ke jaringan pipa adalah penduduk yang beruntung. Selain itu. misalnya. Di perdesaan harus lebih jelas siapa yang menjalankan sistem. 32 . Selain itu. seringkali bahkan sangat dekat. Antara 1990 dan 2005. Seperti yang sudah anda perkirakan. Bagaimana dengan mereka yang tidak beruntung? Kebanyakan dari mereka. Pendekatan ini berjalan baik namun bisa makan waktu lama. Beberapa bupati juga menganggap PDAM sebagai satu sumber pemasukan yang mudah. tergantung pada hidran air.4 Proporsi Penduduk yang memiliki Akses Terhadap Fasilitas Sanitasi yang Aman Sumber: BPS – Susenas. Namun kita juga membutuhkan sistem pendanaan yang layak yaitu dengan mendapat pemasukan dari penduduk yang lebih kaya sementara memberikan subsidi yang tepat sasaran kepada penduduk miskin. Karena mereka akan membayar bahanbahan atau perlengkapan yang digunakan. Ini berarti pada akhirnya mereka harus membayar dari pedagang keliling dengan harga 10 hingga 20 kali lipat dibandingkan harga yang harus dibayar bila mendapatkan pasokan air dari jaringan pipa air minum. Sebaliknya. Siapa? Tanggung jawab keseluruhan dipegang oleh pemerintah daerah. di masa mendatang mereka harus diberikan insentif untuk memelihara sistem mereka tersebut. Di Jakarta. menggunakan air sumur atau air sungai. yang juga dipastikan tidak akan menjangkau mereka yang hidup di permukiman kumuh. Dalam hal apa? Sebagian besar karena sistem sanitasi yang buruk mencemari pasokan air. sekitar separuh dari air PDAM bocor keluar dari pipa-pipa bawah tanah. Saat ini sekitar sepertiga dari rumah tangga di perkotaan mendapatkan akses jaringan pipa air ke rumah mereka dan jumlahnya tidak bertambah dengan cepat. pendekatan yang lebih baik bermula dari kebutuhan. Di komunitaskomunitas yang menyebar. Atau mungkin tenaga ahli yang awalnya ditugaskan untuk pemeliharaan sudah pindah. ada satu target MDGs untuk sanitasi. Tidak mengherankan jika banyak PDAM yang mempunyai banyak utang. Siapa yang membutuhkan apa? “Berdasar kebutuhan” artinya komunitas harus memutuskan untuk diri mereka sendiri apa yang mereka inginkan dan meminta bantuan dalam merencanakan dan membangun pasokan air mereka. pasokan air yang terlindungi juga harus disertai dengan sistem sanitasi yang lebih baik karena dua hal tersebut saling berkaitan. Target tersebut adalah untuk mengurangi separuh proporsi penduduk yang tidak memiliki akses ke sanitasi yang aman. Yang paling tidak beruntung adalah komunitas termiskin yang tidak mampu membayar pemasangan jaringan pipa air. Biasanya mereka tidak diijinkan untuk Gambar 7. berbagai tahun Jadi apa yang harus kita lakukan? Jelas kita harus lebih banyak menanamkan investasi untuk pemasokan air. mungkin tidak jelas siapa yang bertanggung jawab untuk memeliharanya. menaikkan harga sesuai dengan kebutuhan mereka dan sering menyalurkan air dengan harga di bawah semestinya.

Pada 1990. Namun. peningkatan tidak akan terjadi tanpa keterlibatan masyarakat. Sejumlah ahli ekonomi memperkirakan bahwa. Di perdesaan. biaya keseluruhan mencapai sekitar $10 milyar32. Jadi meskipun sistem tersebut mungkin lebih aman bagi para pengguna toilet. Hasilnya akan terjadi penghematan biaya yang besar. Dalam jangka lebih panjang kita perlu mencari cara untuk menyediakan sistem saluran air limbah umum sehingga semakin banyak orang dapat mengaksesnya. Indonesia telah mengalami banyak kemajuan. rata-ratanya adalah 69. Seberapa banyak lagi? Satu perkiraan menyebutkan bahwa selama sepuluh tahun ke depan. pemerintah dapat memberikan dukungan. Anda juga mungkin sadar bahwa pada 1990 kita memulai dengan tingkat yang cukup rendah sehingga target yang ditetapkan tidak terlalu tinggi. Anda mungkin terkejut mengetahui bahwa Indonesia telah memenuhi target sanitasi. Namun hanya sedikit dari kita yang bisa memilikinya.3%. sawah. hanya 20% dari rumah tangga mempunyai kepemilikan tanah yang sah. Departemen Pekerjaan Umum memperkirakan bahwa kita memiliki tunggakan pembangunan Terdengar menguntungkan. rumah baru setiap tahunnya. Masalah utamanya. Cukup baik kalau begitu Ya. Bagaimana sebanyak 6 juta rumah dan memerlukan 1 juta caranya berinvestasi? Itu tergantung di mana anda tinggal. sungai atau pantai. semakin banyak manusia berdesakan di kota-kota. “Sanitasi yang tidak aman”. yaitu 42% penduduk negeri ini. Setidaknya. Di kawasan perkotaan. Pada 2006. dan dalam beberapa hal cukup mengesankan. yang anda tanyakan. Untuk sebagian orang biasanya memulai dengan sesuatu yang besar orang. untuk setiap rupiah yang diinvestasikan kita dapat menghasilkan keuntungan sepuluh kali lipat. Anda hanya dapat membangun kemudian berganti menjadi jamban dengan tangki sebuah rumah apabila anda memiliki tabungan 33 . Seperti halnya pasokan air.Apa syarat sanitasi yang “aman”? Jika beruntung. Namun demikian. anda dapat memiliki sebuah toilet sistem guyur (lush) di rumah anda yang terhubungkan dengan saluran pembuangan utama. banyak sistem tersebut di bawah standar. Jadi target untuk tahun 2015 adalah 65%. dapat berupa penggunaan kolam. Banyak sistem yang didasarkan pada tangki septik yang sering bocor dan mencemari air tanah. proporsi rumah tangga yang memilki sanitasi yang aman adalah sekitar 30%. Sayangnya. Sementara. Penduduk termiskin pada awalnya paling tidak akan terus menggunakan toilet umum. yang menjadi masalah adalah sederhana. dan khususnya dengan peningkatan hidup para penghuni kawasan kumuh. sekitar 15 juta rumah masuk kategori di bawah standar33. mereka sangat tidak aman untuk pasokan air. Kebanyakan orang tergantung pada jamban dengan tangki septik atau bisa juga menggunakan toilet umum. menanamkan investasi dalam satu sistem sanitasi mungkin akan sama maknanya dengan investasi untuk memiliki rumah. Ini juga akan membawa kita lebih dekat ke target terakhir dalam tujuan ini yang berkaitan dengan perumahan.000 menjadi 54. Orang harus menyadari betapa pentingnya sanitasi yang baik dan merencanakan bersama sistem mereka sendiri. Sekitar 15 tahun lalu. Investasi tersebut diharapkan berasal dari rumah tangga maupun pemerintah dan harus dipergunakan dengan sebaik-baiknya. Nampaknya. lahan yang digunakan untuk kawasan kumuh meningkat dari 47. kita mungkin cukup berhasil namun bisa jadi itu hanya ilusi. Antara 1999 dan 2004. Hal yang dilakukan kebanyakan orang Memang demikian dan membuat satu sistem sanitasi yang baik akan menambah nilai rumah itu sendiri. septik. mulai dari berkurangnya biaya pengobatan hingga penghematan waktu untuk tidak perlu mengantri di toilet umum.000 hektar. misalnya sebuah jamban cemplung dan kemiskinan. situasinya lebih sulit karena lebih terbatasnya ruang. Sekarang hampir semua orang memiliki hak milik yang sah berkat kampanye besar-besaran dari Badan Pertanahan Nasional untuk meningkatkan kepemilikan lahan. Kita perlu menanamkan investasi lebih banyak. Dan seperti yang sudah anda katakan. kita juga cenderung untuk memiliki rumah sendiri. Secara keseluruhan. Paling tidak empat perlima dari kita memiliki atau menyewa rumah32. masih terlihat banyak kawasan kumuh Dan jumlah itu semakin berlipat ganda.

3%. atau bahkan mungkin sudah lebih rendah dari angka tersebut. Proporsi rumah tangga yang menggunakan bahan bakar padat pada 2004 adalah 47. Untuk itu diperlukan investasi publik. tidak banyak orang ingin mengambil pinjaman jangka panjang. Berdasar citra satelit.2% penduduk memiliki akses terhadap air minum yang aman dan meskipun masih ada jarak. yang seringkali mengandalkan pada pinjaman luar negeri. 34 . karena telah mencapai cakupan sebesar 69.5% meskipun sebagian dari jumlah tersebut telah dirambah. Namun jika kita bisa mendapatkan dana yang diperlukan. Sejauh ini. Indikator lain adalah rasio kawasan lindung untuk mempertahankan keragaman hayati. TUJUAN 7: MEMASTIKAN KELESTARIAN LINGKUNGAN Target 7A: Memadukan prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan ke dalam kebijakan dan program negaraserta mengakhiri kerusakan sumberdaya alam Indikator pertama adalah proporsi lahan berupa tutupan hutan. Untuk sanitasi kita nampaknya telah melampaui target 65%. Hanya sedikit orang yang dapat memperoleh pinjaman dari bank. angka terkini tentang emisi karbon dioksida per kapita adalah 1. kita mestinya mampu membangun rumah di tempat yang memiliki layanan seperti air.544 metrik-ton. Untuk itu anda perlu pekerjaan tetap. Pada 2006 rasio tersebut adalah 29.34 sedangkan konsumsi bahan-bahan perusak lapisan ozon masih pada tingkat 6. 57. namun jumlah komunitas kumuh yang memiliki akses terbatas pada layanan dan keamanan semakin meningkat.9%.5%. Tujuan MDGs yang terakhir melihat ke luar Indonesia untuk menelaah bagaimana hubungan kita dengan dunia luar.yang memadai atau dapat meminjam dari keluarga atau teman-teman. Target 7B: Mengurangi laju hilangnya keragaman hayati. Saya pun tak yakin memerlukan pinjaman bank Ya. kita hampir berhasil untuk mencapai target 67%. Namun citra Landsat merupakan citra satelit dengan resolusi rendah dan mungkin tidak terlalu sesuai untuk melacak perubahan. listrik dan sanitasi. baik dengan memiliki ataupun menyewa. Target 7D: Pada 2020 telah mencapai perbaikan signikkan dalam kehidupan (setidaknya) 100 juta penghuni kawasan kumuh Meskipun 84% rumah tangga telah memiliki hak penguasaan yang aman. meskipun banyak dari pencapaian ini berkualitas rendah. jumlahnya sekitar 49. yang hanya dimiliki oleh seperempat dari kita. dan mencapai pengurangan yang signikkan pada 2010 Belum ada data terbaru mengenai hal ini Target 7C: Menurunkan separuh proporsi penduduk yang tidak memiliki akses yang berkelanjutan terhadap air minum yang aman dan sanitasi dasar pada 2015 Pada tahun 2006.

Dan Indonesia juga dapat Indonesia menunjukkan minatnya yang besar mengupayakan berbagai cara untuk membantu untuk meningkatkan perdagangan internasional. ada yang Namun yang paling utama. Sekarang ini. Ini baik bagi mayoritas konsumen. baik ekspor maupun impor. kepentingan kita yang beruntung. dalam kenyataan. bantuan dan utang internasional. Hasilnya. khususnya Perusahaan-perusahaan yang tidak mampu ekspor. namun globalisasi dengan cara-cara yang benar. mereka yang diperkerjakan negara berkembang di kawasan Asia Pasikk saat di industri-industri untuk ekspor harus memperoleh ini menawarkan bantuan kepada negara-negara gaji dan kondisi kerja yang layak. beberapa pekerja. Perusahaan-perusahaan tersebut Tujuan MDGs terakhir ini. Namun. Oleh karena itu. menghasilkan lebih banyak lapangan pekerjaan Beras. Terbuka sambil separuh ekspor kita merupakan produk industri. hal ini dapat membuat mereka menjadi lebih eksien.GOAL 8: PROMOTE GLOBAL PARTNERSHIP FOR DEVELOPMENT Mengembangkan kemitran global untuk pembangunan Globalisasi? Apakah kita mendukungnya? Tidak semua. Impor beras murah dan membantu orang untuk keluar dari kemiskinan. tidak ada kaitannya dengan Indonesia yang sama. Kenyataannya. harus ada keputusan seberapa “terbuka” pakaian dan alas kaki. sebagian besar ekspor kita adalah Indonesia. yaitu menelaah isu-isu seperti perdagangan. berpendapat bahwa semua aliran barang dan uang internasional serta informasi. terkait dengan kerjasama internasional. harus dipastikan bahwa perdagangan internasional dilakukan seadil mungkin sehingga semua negara memiliki peluang Jadi. tidak otomatis merugikan Itulah caranya Indonesia bergabung dalam perusahaan-perusahaan dalam negeri. sedikit mengontrol impor. Mereka yang menolak. hanya memungkinkan negaranegara kaya untuk mengeksploitasi negara-negara miskin. Misalnya di bidang perdagangan. Perdagangan juga harus adil bagi para Tidak sepenuhnya benar. Artinya. bahan-bahan mentah seperti minyak bumi. sebagai contoh. lebih dari sebaiknya perekonomian kita. Memproduksi barang untuk ekspor. 35 . negara-negara tetangganya yang masih miskin. Bahkan gelombang globalisasi mutakhir. kayu namun pada saat yang sama dapat mengurangi dan minyak kelapa sawit. ada yang merugi34. Kenyataannya. penghasilan petani. berkembang lainnya. Namun sejak 1980-an. Pihak lain berpendapat bahwa mereka harus menerima globalisasi. sebagian besar target dan indikator ditujukan untuk negara-negara maju agar membantu negara-negara termiskin dalam mencapai tujuan-tujuan MDGs lainnya. dipastikan akan menurunkan harga beras di pasar Di masa lalu. banyak usaha yang mulai menanamkan investasi dalam pabrik-pabrik yang membuat barang-barang Jadi apa yang harus kita lakukan? manufaktur sederhana untuk diekspor. seringkali. akan bersaing dengan produk impor berharga rendah. seperti Pertama. sebenarnya adalah mencermati apa saja dampak kebijakan negara-negara yang lebih kaya pada Siapa yang merugi? kita.

tergantung pada bantuan luar negeri. perundingan putaran terakhir. siapa pun penyedia layanan tersebut. Hampir semua kebutuhan terutama karena negara-negara maju ingin jasa kita.mereka sendiri. bantuan yang digunakan untuk pembangunan Benarkah? kembali pascabencana. baik asing Tidak. Mungkin kita ingin melindungi industri kebutuhan dasar atau yang masih perlu dilindungi agar bisa bersaing di tingkat internasional. Banyak orang yang resmi” (ODA. Ke depan. banyak mahal dari perusahaan-perusahaan internasional. Mereka percaya bahwa untuk negara-negara miskin. tahun tertentu. negara-negara kaya didorong tingkat kotamadya di Jakarta. harus disediakan oleh negara dan tidak boleh dijalankan Apakah janji ditepati? oleh perusahaan-perusahaan swasta. gilirannya negara-negara kaya untuk kita sudah memiliki dua pemasok air swasta di merespon. ini berarti perdagangan yang berkeadilan dan WTO adalah tempat di mana masalah-masalah tersebut semestinya ditangani. Dalam perundingan untuk memberikan bantuan luar negeri. konsesi. meskipun tidak kita harus membeli obat-obatan dengan harga langsung. perundingan-perundingan perusahaan asing yang beroperasi di sini.” Singkat kata. Misalnya jasa. untuk membayar jika mereka merasa akan mendapatkan layanan yang baik. Pada Gambar 8. yang Ya jika perusahaan-perusahaan swasta hanya digunakan untuk membangun infrastruktur seperti memusatkan pada pelanggan kaya dan jalan raya36. terlihat bahwa kita mengabaikan pelangggan miskin. mudah diperkirakan. penata disebut “Putaran Doha (Doha Round)”. Namun Indonesia. dilayani oleh pihak dalam negeri. gagal rambut atau hotel. Ofkcial Development Assistance) menentang hal ini. kita masih ingin melindungi sejumlah industri dengan tarif dan langkah-langkah lain. pasca tsunami dan gempa 36 . layanan tertentu. namun mungkin berkkir bantuan tersebut terutama masalah ini juga menjadi bagian perundingan digunakan untuk mengentaskan kemiskinan atau dalam WTO. sebagian besar merupakan pilihan kita. Karena hal ini akan tersebut. dengan Organisasi Perdagangan Dunia (World sesuai dengan janji mereka untuk memberikan Trade Organization/WTO). Namun. Sebaliknya. Apa hubungannya dengan MDGs? Salah satu target yang menjadi bagian tujuan ke-8 MDGs adalah ”lebih jauh mengembangkan sistem perdagangan dan keuangan yang terbuka. banyak negara meminta bantuan sebesar 0. banyak ”pengeluaran pembangunan” negeri ini. ada juga yang kita beli dari perusahaan. bantuan yang kita terima lebih Bahkan penduduk miskin mungkin akan bersedia besar dari angka tersebut. Seberapa Bank Pembangunan Asia dan Jepang. Banyak tersebut mungkin bisa berlanjut. Sebagian besar digunakan untuk menggunakan turunan obat “generik” yang murah pembangunan infrastruktur ksik seperti jalan. Kebanyakan terbuka kita dalam perdagangan barang dan jasa bantuan tersebut dalam bentuk utang. Kini. mulai meningkatkan sumbangan mereka. dan tidak disriminatif. Pemerintah perlu Siapa yang memberikan kita bantuan? memastikan akses bagi semua orang. Bahkan di tahundapat menghasilkan layanan yang lebih eksien. Di masa lalu. Selain itu. Selama beberapa tahun terakhir. meskipun beberapa secara perlahan mengurangi akses penduduk miskin. atau apakah bisa mengentaskan kemiskinan. memberikan proteksi terlalu banyak pada petani Tetapi.akan terdorong untuk berkonsentrasi pada produk terbaiknya. yang untuk HIV dan penyakit-penyakit lain. berbasis peraturan.1. tidak perduli Penyandang dana terbesar adalah Bank Dunia. Perundingan-perundingan tersebut untuk meningkatkan kesehatan dan pendidikan. bisa jadi. Jasa? Sayangnya. Hal ini. Anda. Paling tidak untuk sementara. Hampir tidak ada yang mencapai angka maupun dalam negeri. seperti air atau sanitasi. juga mencakup hal-hal tentang apakah kita bisa Ternyata tidak. dan negara-negara berkembang lainnya dalam yakin bahwa kita sudah cukup banyak memberikan hal pelayanan listrik dan air. biasanya menerima bantuan setara dengan 40% gabungan penyediaan layanan publik dan swasta pengeluaran pembangunan kita.7% dari total pendapatan agar diberi lebih banyak peluang untuk menjual nasional dalam bentuk “bantuan pembangunan jasa kepada pihak asing. Sebagai contoh. yang Jasa merujuk pada hal-hal seperti restoran. juga perusahaan ingin berinvestasi di Indonesia serta banyak negara-negara berkembang lainnya.

kita harus membayar bunganya dan akhirnya harus siap untuk membayar kembali pokok utang. sehingga tak cukup anggaran bagi kesehatan atau pendidikan. miskin atau kaya. dan Sugema I Berapa yang harus kita tanggung? Saat ini. Pada Gambar 8. Terlepas dari apakah keputusan tersebut benar atau salah. Dengan menerima semua utang tersebut. atau kesehatan. Tetapi. Pemerintah ingin lebih banyak memegang kendali dalam proses dan langsung berunding dengan para penyandang dana. terbilang mahal. meskipun sebenarnya kita tidak ”meminjam” uang tersebut dengan cara konvensional. Namun pemerintah berpendapat bahwa mereka tidak mempunyai pilihan. Indonesia tidak masuk kualikkasi penerima hibah. Saya ingin mengetahui Baiklah.1 Bantuan sebagai Proporsi dalam Pengeluaran untuk Pembangunan. kita dijanjikan memperoleh bantuan. sebesar 5. Untuk melakukan itu. misalnya. Namun kita masih tetap terjebak dalam utang dan harus membayar bunga obligasi tersebut kepada bank atau siapa pun yang memilikinya. Pemerintah sangat cemas bahwa sistem perbankan akan runtuh sehingga mereka campur tangan untuk menyelamatkan beberapa bank tersebut. baik berupa utang dan hibah. nampaknya kita tidak akan mendapatkannya. Memang pemerintah sekarang lebih banyak mengeluarkan dana untuk membayar bunga pinjaman daripada untuk pendidikan.2 akan terlihat bahwa utang kita telah meningkat37. satu masalah besar dalam mencapai MDGs karena pengeluaran Indonesia saat ini. Pada 2007. Jika anda tidak ingin mengikuti rincian tentang hal ini.4 milyar dollar. Untuk 2006-2007. silahkan langsung ke paragraf berikutnya.bumi di Yogyakarta. A. Yang terjadi adalah bahwa setelah krisis ekonomi pada 1997. Namun dalam hal ini mereka tidak mendapatkan uang sebagai gantinya. ’pelunasan’ utang mencapai sekitar 26% dari pengeluaran pemerintah. Kenyataannya. terlalu banyak dipakai untuk pembayaran kembali utang. Kebanyakan penyandang dana memusatkan hibah mereka untuk negara-negara yang lebih miskin. Biaya yang dipikul. Biasanya pemerintah menerbitkan obligasi dan kemudian menjualnya untuk mendapatkan dana. Pada 2006. kecuali ketika dilanda bencana. Akan lebih baik jika kita mendapat lebih banyak hibah Namun. Runtuhnya sistem perbankan akan membuat segala sesuatu lebih buruk bagi siapapun. Artinya kita harus tetap berutang? Ya. perusahaan lokal berada dalam ambang kebangkrutan. Yang kita peroleh adalah bankbank yang lebih sehat. 1990-2004 Sumber: Chowdhury. Ini artinya mereka menjadi sehat lagi. pemerintah Indonesia memutuskan tidak lagi membutuhkan pertemuan tahunan para penyandang dana untuk Indonesia yang disebut Kelompok Konsultatif untuk Indonesia (Consultative Group on Indonesia). pemerintah menerbitkan obligasi pemerintah bernilai milyaran dolar dan memberikannya kepada bank-bank tersebut untuk digunakan sebagai modal. Gambar 8. Jadi anda dapat mengatakan bahwa kita membayar ketidakmampuan para pemilik bank yang kaya dengan mengorbankan orang miskin. Pasca krisis moneter. banyak bank di Indonesia yang mempunyai kredit macet pada perusahaan- 37 . sekarang kita harus menanggung akibatnya. Selain itu. terjadi peningkatan sangat tajam. pemerintah masih berutang $144 milyar. bukankah kita harus mengembalikannya? Biasanya memang demikian. tetapi kita perlu mempertimbangkan beban utang. kebanyakan dari utang tersebut bukan utang internasional melainkan utang dalam negeri berupa pinjaman dari lembaga-lembaga domestik. pemerintah yakin harus lebih banyak menggalang dana dari pasar keuangan lewat penjualan obligasi ketimbang dari para penyandang dana. Baik utang yang berasal dari pinjaman maupun lewat penjualan obligasi.

Bersama dengan negara-negara berkembang lainnya. pemerintah maupun masyarakat sipil harus melawan status quo di tingkat internasional.7 milyar dollar. Ide yang bagus. utang kepada para penyandang dana “multilateral” seperti Bank Dunia atau Bank Pembangunan Asia. Indonesia harus menyatakan bahwa tingkat utang yang tinggi menghambat pencapaian MDGs. Namun negara-negara maju juga perlu memantau aktivitas-aktivitas mereka. misalnya. merupakan utang proyek-proyek pendidikan dan lingkungan. Saatnya untuk mengubah aturan-aturan tersebut Bisakah kita menolak untuk membayar? Kita tak mungkin ”ngemplang” utang dalam negeri karena akan mengakibatkan tumbangnya banyak bank dalam negeri. Para penyandang dana internasional masih memberikan penghapusan utang. paling tidak sedikit. Kita pun tidak bisa begitu saja ”mogok” membayar utang internasional karena akan membuat kita terputus dari pasar keuangan dunia dan mungkin akan memicu krisis keuangan baru. terasa perlu untuk ‘meng-Indonesiakan’MDGs. Hampir separuhnya Indonesia untuk menghapuskan utang bilateral merupakan utang dalam negeri. Apakah kita sudah selesai? Ya. Domestik Luar Negeri Sangat aneh. Namun. Sekali lagi. Salah satu pilihan adalah dengan mendorong para penyandang dana bilateral untuk melibatkan diri dalam pertukaran atau ”konversi utang” (debt swaps).Hal yang tidak begitu disukai 160 140 120 100 80 60 40 20 1997 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 Samasekali tidak. uang kepada kita sebagai bagian dari program aturan-aturan internasional tidak memungkinkan bantuan mereka atau untuk membantu kita kita untuk menukarkan utang dalam jumlah yang membeli sebagian ekspor mereka. Dalam kenyatannya pemerintah telah sengaja membayar semua utangnya kepada IMF agar kita tidak harus mengikuti persyaratan IMF. Namun kita bisa menawar. Sisanya. Kita bisa menukarkan utang dengan apa? Gambar 8. Indonesia menggunakan dana tersebut untuk yaitu sekitar 67. kita juga harus mau dikaji oleh Dana Moneter Internasional (International Monetary Fund/IMF). Kita cukup bangga untuk melaporkan upaya-upaya kita sendiri dalam mencapai tujuan-tujuan yang sudah kita sepakati. 38 . Saat ini. Namun saat ini.kita sudah selesai dengan 8 tujuan MDGs.2. jadi semestinya negara seperti kita layak untuk mendapatkan semacam penghapusan utang. baik tentang perdagangan. sepakat dengan siapa kita berutang.2 Utang Pemerintah 1996-2006 Sumber: World Bank Indonesia 2007 Memang kedengarannya tidak lazim. Sisanya adalah sangat besar. Jerman. namun hanya kepada negara-negara yang sangat miskin. bantuan atau utang. Namun masih ada hal-hal yang dapat kita lakukan untuk mengurangi utang. Kenyataannya. Kita melakukannya beberapa dasawarsa lalu dan mereka menghapus sebagian utang kita.3 milyar dollar AS). Sebagian Sayangnya. Tujuan-Tujuan Pembangunan Milenium juga merupakan tanggung jawab internasional. Indonesia adalah negara berpenghasilan menengah sehingga tidak masuk kategori layak memperoleh penghapusan utang. kepada lembaga-lembaga luar negeri. anda dapat melihat kepada pembangunan. untuk banyak isu di Tujuan 8. Kita bisa meminta “penghapusan utang” kepada para penyandang dana multilateral dan bilateral. semuanya menjadi lebih sulit. Ketika meminta penghapusan utang. Sangat menarik. skema seperti itu biasanya hanya dalam diantaranya merupakan utang kepada para jumlah kecil (jumlah keseluruhan utang kita kepada penyandang dana bilateral yang meminjamkan Jerman adalah 1. Namun sejumlah penyandang dana bilateral siap untuk menghapuskan sebagian utang kita jika Kepada siapa? kita membelanjakan jumlah yang sama untuk Pada Gambar 8. dari bank-bank bernilai sekitar 135 juta dollar AS jika pemerintah yang menggunakannya sebagai modal.

MENG-INDONESIAKAN MDGs MDGs yang diformulasikan secara bersama pada tingkat global. Apakah semua anak Betulkah? Apakah kita dapat mengukur bersekolah? Hal ini akan mudah diketahui dari buku semua ini di sebuah desa? pendaftaran di sekolah. Namun. Seperti terlihat pada Gambar 9. kabupaten dengan mantap mulai mengambil alih lebih banyak pengeluaran rutin pemerintah38. Begitu juga apakah mereka telah semua anak-anak. Anda kemudian dapat memiliki persiapan untuk menghadapi keadaan menambahkan semua informasi yang dibutuhkan darurat. Anda dapat memulai dengan sejumlah Gambar 9. memperoleh makanan dan mungkin dapat memberikan saran atau dukungan kepada para ibu. mungkin perlu hamil yang mendatangi klinik-klinik pada masa memastikan bahwa puskesmas selalu menimbang pra-persalinan. Ya. sekaligus. Jika TBC menjadi masalah. Apakah perempuan mereka. Jadi Pemerintah daerah seharusnya dapat lebih berperan? Tentu saja.1. ketika kekurangan gizi pengawasan tentang berapa banyak perempuan menjadi persoalan yang dicemaskan. Masalah informasi jelas masih menjadi kendala. Tampaknya. BPS memang mengumpulkan data sejumlah informasi di tingkat kabupaten. tidak mencakup hingga tahun 1990 sehingga menyulitkan penetapan target 2015. Dan yang lebih penting. baik di tingkat pusat maupun daerah. tetapi tidak harus orang luar yang melakukannya. termasuk memantau dan mempercepat meninggal karena persalinan? Bagaimana dengan pencapaiannya.1 Penyebaran Anggaran Pemerintah Sumber: World Bank 2007 39 . Pencapaian tujuan MDGs sebagian besar berada di pundak pemerintah propinsi dan kabupaten. selama propinsi-propinsi dan kabupaten-kabupaten memikirkan cara terbaik untuk pencapaian MDGs. tidak hanya di tingkat kabupaten. banyak yang harus dilakukan anda bisa sepakat tentang apa yang harus dilakukan Anda tidak harus mencoba melakukan semuanya untuk menanggulangi hal tersebut. Misalnya. Misalnya? Anda dapat memeriksa bagaimana anak-anak yang lambat pertumbuhannya. Hal tersebut tidak menjadi masalah. dalam beberapa aspek bisa saja disesuaikan dengan situasi dan kondisi Indonesia. namun sampai ke desa-desa. untuk mencermati apakah angka kekurangan gizi meningkat atau menurun. mungkin anda dapat mencoba untuk melakukan Penduduk sebuah desa bisa sepakat memilih apa tes pada sebanyak mungkin orang dan kemudian saja dari tujuan MDGs yang menjadi prioritas memulai pengobatan.

maka secepatnya akan terjadi perbaikan. Tahun 2015 tinggal delapan tahun lagi. Jika masing-masing kabupaten atau komunitas mulai melakukan aksi. namun kita bisa melakukan banyak hal dalam waktu delapan tahun. anda bisa membaca dari daftar bacaan berikut 40 .prioritas. Sudahkah selesai kita? Ya. Tetapi. apabila anda tertarik untuk mengetahui lebih banyak. Bagi MDGs. untuk kali ini bincang-bincang kita akhiri dulu di sini. kemudian melakukan aksi. semangat lebih penting ketimbang rinciannya.

2006. Making the New Indonesia Work for the Poor. Ministry of National Education.html Untuk wacana dan diskusi yang lebih komprehensif mengenai indikator MDG ini. The Achievement of Gender Parities in Basic Education in Indonesia: Challenges and Strategies towards Education for All. 2007. World Bank. 2005b. Spending for Development: Making the Most of Indonesia’s New Opportunities.. 2006. S. 2004/2005. Sakernas. 2007. Akhmadi. World Bank. World Bank. The achievement of Gender Parities in Basic Education in Indonesia: Challenges and Strategies towards Basic Education for All. proporsi penduduk yang mengkonsumsi kurang dari standar asupan nasional ditentukan oleh distribusi ketersediaan pangan untuk memenuhi standar tersebut dan aksesnya. Chaudhury et al. 2004. World Bank. Jakarta. Jakarta. Missing in Action: Teacher and Health Worker Absence in Developing Countries.htm. SMERU. 2005. Educational Indicators in Indonesia.fao. Spending for Development: Making the Most of Indonesia’s New Opportunities. UNICEF Depkes. diakses 6 March 2007. Spending for Development: Making the Most of Indonesia’s New Opportunities. Jakarta. UNICEF. 2007. Usman. www. 2007. Informasi lebih lanjut dapat dilihat di: http://www. Every Year 30. 2004.000 Die by Measles. Plus 5-Review of the 2002 Special Session on Children and World Fit for Children Plan of Action. 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 41 . Jakarta. Depdiknas. Indonesia Public Expenditure Review 2007. Indonesia. When Teachers are Absent: Where do They Go and What is the Impact on Students? Jakarta.id/en/2102ev.go. World Bank. 2006. World Bank.org/DOCREP/005/y4249e/y4249e06. Jakarta. and D Surydarma. Indonesia Public Expenditure Review 2007. Jakarta. Jakarta UNESCO/LIPI. 2007.depkes. 2008). UNESCO/PAPPITEK LIPI. World Bank. World Bank. Jakarta. Indonesia Public Expenditure Review 2007. UNESCO and PAPPITEK LIPI. beberapa publikasi ILO yang dapat menjadi nara sumber: Labour and Social trends in Indonesia 2008: Progress and pathways to job-rich development (Jakarta.CATATAN DAN REFERENSI 1 Menurut FAO.

Jakarta. University of Adelaide Centre for International Economic Studies.id/index. Jakarta. Pusat Komunikasi Publik 150606. dalam Jakarta Post.kimpraswil. 2006. 2007. Trade policy at the Crossroads: the Indonesian Story. RUU Penataan Ruang Harus Pilah Secarah Jelas Kawasan Peruamahan. dalam Jakarta Post. IYARS. A and I. McGuire. The Millennium Development Goals for Health: A review of the indicators. 2004. World Bank. UNAIDS/NAC 2006. 2002-2003. UNAIDS and National AIDS Commission. Discussion Paper No. Dephut. PEAT-CO2. Delft. The Housing Finance Sector in Indonesia. MOE. Diunduh dari www. Strategic Options for Forest Assistance in Indonesia. World Bank. World Bank. Hooijer. http://www. Hoek-Smit. Jakarta. Assessment of CO2 emissions from drained peatlands in SE Asia. KPA. World Health Organization. “Strategies for reducing maternal mortality: getting on with what works” the Lancet. http://indonesia. 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 42 . Jakarta.. UNDP. 2006. 2007. PU. Chowdhury. Jakarta. 29 November. 2005. UNDP (segera terbit). Diakses 17 Maret 2007 Vanzetti. Lancet 2006.org/mmr. “How Signikcant and Effective has Foreign Aid to Indonesia been?”. D. and Prabowo.id. Jakarta. A review of vulnerable populations to HIV and AIDS in Indonesia.icbwa. 2007. dalam Jakarta Post. “Inadequate measures allowing HIV/AIDS to worse: WHO”. Departemen Pekerjaan Umum. Indonesia Public Expenditure Review 2007. Geneva. UNCTAD. “Sanitation target remains out of reach”. 0505. 2005. ICBWA. 2004. Reporting period 2004-2005. MOE. 2006.unfpa. Indonesia: Debt Strategies to Meet the Millennium Development Goals. John F. BPS WHO. 2007. 2007. “Informal workers to get health access”.pdf. Jakarta. State of the Environment in Indonesia.asp?link=Humas/ news2003/ppw150606gt. UNFPA Indonesia Website. Ministry of Environment. http://www.htm. 15 Jakarta Post. Delft Hydraulics report Q3943. UNFPA. Spending for Development: Making the Most of Indonesia’s New Opportunities.dephut. Netherlands.org/2000-2003_Zenith_and_Beverage_ Marketing_Stats. 2006. Jakarta Post. survey di Papua terhadap perwakilan populasi penduduk tentang HIV/AIDS Jakarta Post.go.Harvard. Extent of land cover inside and outside forest area. Country Report on the Follow-up to the Declaration of Commitment on HIV/AIDS (UNGASS). Sugema. 2005. 2007. 2007. 2007. M. State of the Environment in Indonesia. Jakarta.htm diakses 3/1/2007. A et al. Indonesia Young Adult Reproductive Health Survey. Rencana Aksi Nasional untuk HIV/AIDS 2007-2010. Komisi Penanggulangan AIDS. KPA 2006. Diakses 23 Maret. 7 Maret. Global bottled water statistics.go. D. Kennedy School of Government. World Bank. 2005. Ministry of Environment. World Bank. Jakarta .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful