Millennium Development Goals

MEMBERANTAS KEMISKINAN DAN KELAPARAN EKSTREM

MEWUJUDKAN PENDIDIKAN DASAR UNTUK SEMUA

MENDORONG KESETARAAN GENDER DAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN

MENURUNKAN ANGKA KEMATIAN ANAK

MENINGKATKAN KESEHATAN IBU

MEMERANGI HIV DAN AIDS, MALARIA SERTA PENYAKIT LAINNYA

MEMASTIKAN KELESTARIAN LINGKUNGAN

PROMOTE GLOBAL PARTNERSHIP FOR DEVELOPMENT

Kita Suarakan MDGs Demi Pencapaiannya di Indonesia Laporan ini adalah hasil konsultasi luas yang melibatkan Pemerintah, Kelompok Kerja Tematis MDGs, Organisasi Masyarakat Sipil, Lembaga-lembaga PBB di Indonesia, media dan sektor swasta. Penyusunan Laporan ini memperolah dukungan teknis dan knansial dari Proyek TARGET MDGs – sebuah inisiatif bersama BAPPENAS dan UNDP dalam upaya pencapaian MDGs di Indonesia. Penulis: Peter Stalker Masukan Teknis: Kelompok Kerja Tematis MDGs Tim Penyunting: Abdurrahman Syebubakar, Dr. Ivan Hadar, Dr. La Ega, Owais Parray, Riana Hutahayan dan Susilo Ady Kuncoro Dukungan Data dan Statistik: Badan Pusat Statistik (BPS) Desain dan Tata Letak: Anggoro Santoso Edy Widayat, Susilo Ady Kuncoro, Dwiati Novita Rini Cetakan Kedua: Oktober 2008

MENTERI NEGARA PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL/ KEPALA BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL

Sambutan
Di penghujung abad lalu, Indonesia mengalami perubahan besar yaitu proses reformasi ekonomi dan demokratisasi dalam bidang politik. Tidak begitu lama kemudian, tepatnya pada tahun 2000, para pimpinan dunia bertemu di New York dan menandatangani “Deklarasi Milennium” yang berisi komitmen untuk mempercepat pembangunan manusia dan pemberantasan kemiskinan. Komitmen tersebut diterjemahkan menjadi beberapa tujuan dan target yang dikenal sebagai Millennium Development Goals (MDGs). Pencapaian sasaran MDGs menjadi salah satu prioritas utama bangsa Indonesia. Pencapaian tujuan dan target tersebut bukanlah semata-mata tugas pemerintah tetapi merupakan tugas seluruh komponen bangsa. Sehingga pencapaian tujuan dan target MDGs harus menjadi pembahasan seluruh masyarakat. Untuk membantu terlaksananya proses ini, laporan pencapaian MDG dalam versi pendek ini ditulis dengan gaya bahasa informal yang dapat dipahami secara lebih mudah. Meskipun pendek dan hanya menyentuh secara singkat tujuan dan target MDGs, diharapkan pembaca akan mendapatkan gambaran mengenai tantangan yang dihadapi Indonesia dalam sasaran MDGs. Di negara yang sangat luas dan beragam seperti Indonesia, pengumpulan data merupakan pekerjaan yang sulit dilakukan. Meskipun data-data yang ditampilkan dalam laporan ini dapat menggambarkan pencapaian di tingkat nasional, dan dalam beberapa aspek mencapai juga di tingkat provinsi, namun belum menggambarkan capaian pada tingkat kabupaten. Padahal, banyak dari keputusan terpenting yang dapat mempengaruhi kemajuan pencapaian MDGs diambil pada tingkat kabupaten. Karena itu, laporan ini diharapkan bisa membantu memperkenalkan latar belakang MDGs kepada pembaca yang lebih luas, terutama para pengambil keputusan di tingkat daerah. Untuk beberapa tujuan, diantaranya kemiskinan, pendidikan, kesehatan dan perlindungan terhadap lingkungan, Indonesia bersama negara-negara lainnya, menetapkan target-target yang ambisius namun sangat mungkin untuk dicapai. Kebanyakan dari target tersebut mesti dicapai pada 2015. Oleh karena itu, tahun 2008 menjadi penting, karena tahun ini adalah pertengahan dari target 2015. Melihat pencapaian sampai saat ini, Indonesia sepatutnya berbangga hati. Kita telah secara nyata mengurangi kemiskinan, dan hampir semua anak laki-laki dan perempuan dapat masuk ke sekolah dasar. Tetapi masih menuntut kerja keras dalam bidang yang lain. Tingginya angka kematian ibu melahirkan dan belum cukup usaha kita untuk melindungi lingkungan merupakan pekerjaan rumah yang harus diselesaikan secara sungguh-sungguh. Walaupun kita sudah mencapai banyak kemajuan, tetapi masih diperlukan kerja keras untuk mencapai semua sasaran MDGs. Akhir kata, saya berharap laporan ini dapat membantu kita dalam memperkuat komitmen dan menentukan prioritas di antara seluruh pemangku kepentingan untuk bekerja bersama mencapai MDGs, baik di tingkat lokal maupun nasional.

Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/ Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional

H. Paskah Suzetta

i

Sambutan dari United Nations Resident Coordinator di Indonesia
Merupakan sebuah kehormatan bagi saya untuk menulis pengantar singkat tentang laporan MDGs 2008, berjudul “Mari Kita Suarakan MDGs”. Setelah direvisi dan diperbaharui, laporan ini memuat kecenderungan dan capaian terkini MDGs di Indonesia. Laporan ini diterbitkan tepat waktu ketika dunia menghadapi ketidakpastian ekonomi yang ditandai oleh tingginya harga bahan bakar dan makanan serta ketidaksatabilan sistem knansial. Dalam era globalisasi, kondisi seperti ini akan berpengaruh terhadap banyak negara yang sedang berusaha mencapai MDGs. Seperti ditumjukkan laporan ini, kita boleh optimis bahwa Indonesia akan mencapai banyak target MDG di tingkat nasional. Namun, hal yang sama tidak berlaku bagi propinsi dan kabupaten miskin yang dalam banyak hal pencapaiannya masih tertinggal. Selain itu, untuk beberapa target terkait nutrisi anak, kesehatan ibu, dan akses terhadap air bersih, termasuk secara nasional, masih belum menunjukkan kemajuan yang memuaskan. Kita pun sadar bahwa kemajuan pencapaian MDGs saat ini bukanlah jaminan bagi kemajuan pencapaian di masa depan. Laporan ini memberi penekanan pada hal tersebut sekaligus mengajak seluruh komponen bangsa untuk melakukan aksi bagi pencapaian MDG. Sebagai Negara yang sangat luas, dengan beragam budaya serta tingkat pembangunan yang berbeda, kebijakan dan aksi pemerintah daerah akan menjadi kunci keberhasilan pencapaian tujuan global ini baik di tingkat nasional dan di tingkat lokal. Ditulis dengan gaya populer, dan memiliki pesan yang jelas sebagai pemicu untuk bertindak, laporan ini bertujuan menyebarluaskan isu-isu kebijakan untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya pencapaian MDGs bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat. Anggaplah laporan ini sebagai “peringatan” bagi kita semua untuk bekerja dengan memanfaatkan sumber daya yang ada semaksimal mungkin. Berbagai lembaga PBB berkomitmen sebagai “Sebuah Kesatuan” (One UN) mendukung pemerintah dalam berbagai bidang stategis untuk pembangunan Indonesia. Saya menyambut baik upaya Pemerinah Indonesia yang telah memulai proses penyusunan Peta Jalan MDG (MDG Road Map) yang akan mejadi pedoman kebijakan strategis tidak hanya bagi Indonesia, tetapi juga bagi PBB dan lembaga internasional lainnya untuk berpartisipasi mendukung pencapaian MDGs secara lebih efektif.

Kepala Perwakilan PBB - Indonesia

El-Mostafa Benlamlih

ii

DAFTAR ISI
Sambutan dari Menteri Negara Perencanaan Pembangunan/ Kepala BAPPENAS Sambutan dari Resident Coordinator PBB di Indonesia Daftar Isi Daftar Gambar Daftar Singkatan Posisi Kita Sekarang: Status Pencapaian MDGs Indonesia Bincang-Bincang tentang MDGs TUJUAN 1: Memberantas kemiskinan dan kelaparan ekstrem TUJUAN 2: Mewujudkan pendidikan dasar untuk semua TUJUAN 3: Mendorong kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan TUJUAN 4: Menurunkan angka kematian anak TUJUAN 5: Meningkatkan kesehatan ibu TUJUAN 6: Memerangi HIV dan AIDS, malaria serta penyakit lainnya TUJUAN 7: Memastikan kelestarian lingkungan TUJUAN 8: Mengembangkan kemitraan global untuk pembangunan TUJUAN 9: Meng-Indonesiakan MDGs Catatan dan Referensi i ii iii iv v vi 1 4 10 15 18 20 23 28 35 39 41

iii

1 Rasio antara Anak Perempuan dan Anak Laki-laki di berbagai Jenjang Pendidikan 12 15 Gambar 3.3 Angka Kemiskinan 1 Dollar-per hari Gambar 1.6 Proporsi Penduduk yang Mengkonsumsi kurang dari Keperluan Konsumsi Harian Gambar 2. 2006 Gambar 7.2 Akses terhadap Sumber Air yang Terlindungi menurut Propinsi.1 Rasio Kematian Ibu Gambar 5.4 Proporsi Penduduk yang memiliki Akses Terhadap Fasilitas-Fasilitas Sanitasi yang Aman 32 Gambar 8.2 Proporsi Anak Perempuan dan Anak Laki-Laki di Sekolah-sekolah Lanjutan Kejuruan. 2006 Gambar 3.4 Biaya-biaya Pribadi untuk Pendidikan yang harus dipikul 40% Rumah Tangga Paling Miskin 11 Gambar 2. 2006 Gambar 7.4 Angka Pengangguran Penduduk berusia 15-24 Tahun Gambar 1.1 Kategori “Kawasan Hutan” dan Cakupan Hutan yang Sesungguhnya. 1990-2008 Gambar 1.2 Tingkat Putus Sekolah pada Murid yang masuk Sekolah Dasar pada 1999 Gambar 2.1 Laju Angka Kematian Bayi dan Balita Gambar 5.1 Bantuan sebagai Proporsi dalam Pengeluaran untuk Pembangunan. Perkotaan dan Pedesaan 16 18 20 21 28 31 31 Gambar 7. 2002/03 16 Gambar 3.3 Sumbangan Perempuan dalam Kerja Berupah di Sektor Non-Pertanian Gambar 4.1 Angka Partisipasi di Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama Gambar 2.3 Proporsi Kelulusan Anak-anak yang Memasuki Sekolah Dasar 5 6 6 7 8 8 10 11 11 Gambar 2.2 Proporsi Kelahiran yang Dibantu oleh Tenaga Persalinan Terlatih Gambar 7.1 Proporsi Masyarakat Miskin berdasarkan Propinsi.2 Utang Pemerintah 1996-2006 Gambar 9.DAFTAR GAMBAR Gambar 1.1 Penyebaran Anggaran Pemerintah 37 38 39 iv .5 Kekurangan Gizi pada Anak di bawah Lima Tahun Gambar 1.2 Angka Kemiskinan Nasional.3 Akses terhadap Sumber Air yang Terlindungi. 1990-2004 Gambar 8. 2008 Gambar 1.5 Angka Partisipasi Murni di Sekolah Menengah Pertama per Propinsi.

Psikotropika dan Zat Aditif Lainnya : Nusa Tenggara Barat : Nusa Tenggara Timur : Ofkcial Development Assistance : Orang Dengan HIV dan AIDS : Perserikatan Bangsa-Bangsa : Perusahaan Daerah Air Minum : Pengguna NAPZA Suntik : Pos Pelayanan Terpadu : Pekerja Seks Komersial : Pusat Kesehatan Masyarakat : Survey Angkatan Kerja Nasional : Sekolah Dasar : Survey Demograk dan Kesehatan Indonesia : Survey Kesehatan Rumah Tangga : Sekolah Menengah Atas : Sekolah Menengah Pertama : Tuberculosis : United Nations Development Programme : United Nations Educational. Scientikc and Cultural Organization : United Nations Children’s Fund : World Health Organization : World Trade Organization v .DAFTAR SINGKATAN AIDS AKB AKBa APBN APK APM AS Bappenas BLT BPS BOS CFC CGI CO2 Depkes DOTS DPR ESDM FAO HIV IMF KLB KPA LSM MDGs NAPZA NTB NTT ODA ODHA PBB PDAM Penasun Posyandu PSK Puskesmas Sakernas SD SDKI SKRT SMA SMP TBC UNDP UNESCO UNICEF WHO WTO : Acquired Immunodekciency Syndrome : Angka Kematian Bayi : Angka Kematian Balita : Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara : Angka Partisipasi Kasar : Angka Partisipasi Murni : Amerika Serikat : Badan Perencanaan Pembangunan Nasional : Bantuan Langsung Tunai : Badan Pusat Statistik : Bantuan Operasional Sekolah : Chloroluorocarbons : Consultative Group on Indonesia : Karbon dioksida : Departemen Kesehatan : Directly-Observed Treatment Short-course : Dewan Perwakilan Rakyat : Energi dan Sumberdaya Mineral : Food and Agricultural Organisation : Human Immunodekciency Virus : International Monetary Funds : Kejadian Luar Biasa : Komisi Penanggulangan AIDS Nasional : Lembaga Swadaya Masyarakat : Millennium Development Goals : Narkotika.

0% 74.23 Bulan 81 57 44.7% 307 73% 110 Perlu Kerja keras Target 5B: Mencapai dan menyediakan akses kesehatan reproduksi untuk semua pada 2015 5.7% 66.5% 57. laki-laki maupun perempuan dapat menyelesaikan pendidikan dasar 2.2 3.000) Kelahiran yang dibantu tenaga terlatih 390 40.6 1.1 2.2 3.3% 100% 100% 100% 100% 100% 50% Telah tercapai Sesuai Target Telah tercapai Telah tercapai Sesuai Target Perlu kerja keras TUJUAN 4: MENGURANGI KEMATIAN ANAK Target 4.3% 50.1 % 7.3% 98.5% 81.2% 12.3 5.5% 9% 28.0% 85.1b 1.1% 97.5% 15.1a 3.4% 32 19 Sesuai Target Sesuai Target TUJUAN 5: MENINGKATKAN KESEHATAN IBU Target 5A: Menurunkan Angka Kematian Ibu sebesar tiga-per-empatnya antara 1990 dan 2015 5.7% 99.9 Malnutrisi Anak Kecukupan konsumsi kalori 35.1a 2.0% 2. dan disemua jenjang sebelum 2015 3.8 1.9% 29.7% 6% 18% 5% Perlu kerja keras Sesuai Target TUJUAN 2: MENCAPAI PENDIDIKAN UNTUK SEMUA Target 2A: Menjamin pada 2015 semua anak dimanapun.6% 62.5% 99.POSISI KITA SEKARANG INDIKATOR TUJUAN 1: MENANGGULANGI KEMISKINAN DAN KELAPARAN Target 1A: Menurunkan hingga setengahnya Proporsi Penduduk dengan Tingkat Pendapatan Kurang dari US$ 1 perhari 1 1.Usia 12 . terutama untuk perempuan dan kaum muda 1.7% 10% 7.1d 3.3a Tingkat Kematian Anak (1-5 tahun)/per 1.2a 2.2 Tingkat Kematian Ibu (Per 100.4% 100% 100% 100% 100% 100% Sesuai Target Sesuai Target Sesuai Target Sesuai Target Sesuai Target TUJUAN 3: MENDORONG KESETARAAN GENDER DAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN Target 3A: Menghilangkan ketimpangan gender di tingkat pendidikan dasar dan lanjutan tahun 2005.2a 1.77% 0.9% 33% 11.2 4.2% 62% Perlu kerja keras Target 1C: Menurunkan hingga setengahnya Proporsi Penduduk yang Menderita Kelaparan 1.3 Kemiskinan (1$ per-hari) Kemiskinan (Nasional) Kemiskinan (2$ per-hari) Indeks kedalaman kemiskinan Indeks keparahan kemiskinan Proporsi konsumsi penduduk termiskin 9.4 1.A: Menurunkan Angka Kematian Balita sebesar dua-per-tiganya antara 1990 dan 2015 4.6% 101.3% 67.7 Pertumbuhan PDB per proporsi jumlah pekerja Rasio pekerja terhadap populasi Proporsi pekerja yang hidup dengan kurang dari $1 per-hari Proporsi Pekerja yang memiliki rekening pribadi dan anggota keluarga bekerja terhadap jumlah pekerja total 4.6% 94.5% 44 34 72% 76.3% 8.76% 9.3 4.3 Partisipasi ditingkat SD (APM) Partisipasi ditingkat SMP (APM) Proporsi Murid yang bersekolah hingga kelas 5 Proporsi Murid yang tamat SD Melek Huruf Usia 15-24 88.5% 100.2 2.4% 100.0% 102.9% 75.6% 15.1 5.1a 1.5% Telah tercapai Perlu kerja keras Tinggi Stagnan Stagnan Stagnan 1990 SAAT INI TARGET STATUS Target 1B: Meneydiakan seutuhnya Pekerjaan yang produktif dan layak.0% 96.3% 2.0% 99.000) Tingkat Imunisasi Campak .3 Rasio Anak perempuan di Sekolah Dasar Rasio Anak perempuan di Sekolah Menengah Pertama Rasio Anak perempuan di Sekolah Menengah Atas Rasio Anak perempuan di Perguruan Tinggi Rasio melek huruf Perempuan usia 15-24 Thn Kontribusi Perempuan dalam Pekerjaan Upahan Perempuan di DPR 100.0% vi .1b 3.Usia 12 Bulan Tingkat Imunisasi Campak .1 4.2 1.5 1.5% 61.4% 49.4 Wanita menikah usia 15-49 yang menggunakan Alat KB Tingkat Kelahiran Usia Muda (per 1000 perempuan usia 15-19) setidaknya satu kali berkunjung ke fasilitas kesehatan 93.7% 20.000 Tingkat Kematian Bayi (per 1.1c 3.7% 41.

6a 7.INDIKATOR setidaknya empat kali berkunjung ke fasilitas kesehatan 5.2a 6.3% 66.0% 2.8c 7.1% TARGET STATUS TUJUAN 6: MEMERANGI HIV/AIDS DAN PENYAKIT MENULAR LAINNYA Target 6A: Mengendalikan Penyebaran HIV/AIDS dan mulai menurunkan kasus baru pada 2015 6.000) Prevalensi TBC (Per 100.000) Angka Penemuan Kasus Kesembuhan dengan DOTS 90% 8.Perkotaan Sumber Air terlindungi .4 Rasio murid yatim dan/atau piatu terhadap non yatim/piatu berusia 10-14 tahun 67.1% 69.1% 65.815 49.2% 57.6b 6.10 7.10a 6.Perdesaan Sanitasi yang baik Rumah Tangga di Perkotaan Rumah Tangga di Perdesaan 30.9b Proporsi Penduduk terhadap Air Bersih Air Minum Perpipaan Kota Air Minum Perpipaan Desa Sumber Air terlindungi .6 Kebutuhan KB yang tidak terpenuhi 1990 SAAT INI 9.544 Mengurangi Mengurangi Target 7C: Menurunkan hingga separuhnya proporsi penduduk tanpa akses terhadap sumber air minum yang aman dan berkelanjutan serta fasilitas sanitasi dasar pada 2015 7.8d 7.8% 59.9 7.6a 6.7% 1.000 $ 6.8a 7.34 metric ton/ Kapita 95.5 7.21 786 18.5% 78.8% 60.9% 38.0% 1.3% Melawan penyebaran Perlu Kerja keras Target 6B: Terseianya akses universal untuk perawatn terhadap HIV/AIDS bagi yang memerlukan.6% 52.536 kg/kapita 1.4 7.8 7.2% 30.9 0.4% 29.15 262 76% 91% TUJUAN 7: MEMASTIKAN KELESTARIAN LINGKUNGAN HIDUP Target 7A: Memadukan Prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan dengan kebijakan program nasional serta mengembalikan sumberdaya yang hilang Target 7B: Mengurangi laju hilangnya keragaman hayati.1 7.3% 5.0% Sesuai Target vii .9 6.5 7.6 59.9% 1.000) Jawa dan Bali (Per 1.8b 7.000) Penggunaan Kondom pada Hubungan Seks Resiko Tinggi Penggunaan Kondom sebagai alat Kontrasepsi Persentase Populasi usia 12-24 Tahun yang memiliki pengetahuan komprehensif tentang HIV/AIDS Laki-laki Perempuan 6.5% 11% 60.10b Kasus Malaria (Per 1.6b 7.0% 67% 67.9a 7.1 6.3 7.6 6.3a Prevalensi HIV dan AIDS (per 100. pada 2010 6.2 6.5 Proporsi populasi dengan tingkat penyebaran HIV tinggi terhadap akses dengan obat antiretroviral Target 6C: Mengendalikan Penyakit Malaria dan muali menurunnya kasus Malria dan Penyakit lainnya tahun 2015 6.6% Sesuai Target Perlu usaha keras Perlu usaha keras Telah tercapai Sesuai Target Telah tercapai Telah tercapai Telah tercapai Target 7D: Memperbaiki kehidupan penduduk miskin yang hidup di pemukiman kumuh pada 2020 7.7% 84.8% 9.8% 76.7% 52.000) Luar Jawa dan Bali (Per 1. dan mencapai pengurangan yang signikkan pada 2010 7.06 0.0% 87.3 kg minyak-eq/ 1.5% 65.Pengurangan Ozon Proporsi Persediaan Ikan dalam batasan biologis yang aman Proporsi dari Sumberdaya Perairan yang digunakan Kawasan Perlindungan Daratan Kawasan Perlindungan Laut Proporsi jumlah spesies yang terancam punah 26.10a Proporsi Masyarakat Urban yang tinggal di kawasan Kumuh Proporsi kepastian kepemilikan lahan 87.3% 81.7 Konsumsi CFC .5 28.2 Kawasan tertutup hutan Emisi CO2 Rasio Penggunaan Energi terhadap PDB 7.

4% 61.1c 8. dapat diperkirakan dan non-diskriminatif . Bayangan menunjukkan indikator pendukung khas yang digunakan Indonesia untuk melihat perkembangan secara lebih terperinci indikator utama 3.6% 4.1b 8. Untuk menggantikan ketiadaan data tahun 1990 untuk beberapa indikator.termasuk komitmen terhadap sistem pemerintahan yang baik. dan penanggulangan kemiskinan .2% Catatan: 1.1a 8.14 8. Keterangan mengenai status pencapaian hanya diberikan pada indikator-indikator yang memiliki target terukur secara kuantitatif.16a 8.12 8. digunakan data dari tahun yang terdekat 4.16b Rumah tangga yang memiliki telepon Rumah tangga yang memiliki telpon seluler Rumah tangga yang memiliki komputer Rumah tangga yang memiliki akses internet 11.4% 44. berdasar pada peraturan. Mengembagnkan sistem perdanganan dan keuangan yang terbuka.12a Rasio Eskpor-Impor dengan PDB Rasio Kredit dan Tabungan Bank Umum Rasio Kredit dan Tabungan Bank Perkreditan Rakyat Rasio Pinjaman Luar Negeri terhadap PDB Rasio Utang terhadap Anggaran Belanja 44.4% 4.2% 24. Untuk indikator yang tidak memiliki target tersebut. terutama teknologi informasi dan komunikasi 8.6% 87. Penanggulangan Masalah pinjaman luar negeri melalui upaya nasional maupun internasional dala rangka pengelolaan utang luar negeri yang berkelanjutan dan berjangka panjang 8.9% 26% Target 8F.ditingkat nasional dan internasional Target 8D.INDIKATOR TUJUAN 8 – MENGEMBANGKAN KEMITRAAN GLOBAL 1990 SAAT INI TARGET STATUS Target 8A. Bekerjasama dengan sektor swasta dalam memanfaatkan teknologi baru.15 8. catatan khusus diberikan untuk menggambarkan kemajuannya 2. Penomoran indikator mengacu pada penomoran untuk indikator global viii .

Hal ini dikarenakan penghasilan masyarakat Indonesia berdasarkan Gross National Index (GNI). anak anda jatuh semakin banyak anak yang diimunisasi sehingga 1 . sakit atau rumah yang dilanda banjir. sekolah. Selain itu. misalnya. terjadi krisis moneter. keluar dari kemiskinan? Lalu. terlihat dengan capaian ‘pembangunan manusia’ berupa peningkatan penghasilan dan perbaikan pendidikan. dijamin oleh undang-undang. Mungkin yang mampu membaca dan menulis? Atau.000 per bulan.650. Namun. Apakah semakin banyak penduduknya Memang tidak semuanya menjadi lebih baik. Indonesia masuk urutan ke-142 dari Sebagian dari kita memang lebih beruntung 209 negara di dunia (World Bank GNI. Situasi pun bisa berubah menjadi buruk bagi negara secara keseluruhan. mengapa Indonesia masih miskin? Sebenarnya.250. di mana kebebasan untuk mengungkapkan pendapat dan mengatur kehidupan. negara lain. kebisingan. Tapi. saat ini. terlalu bagus. Nilai ini setara dengan Rp. juga pendidikan bermutu bagi anakanak. apakah saja anda kehilangan pekerjaan. semakin banyakkah Terkadang. sudah lebih banyak orang yang menjadi semakin Urutan ke-142? Kedengarannya tidak sejahtera. Kita menjadi lebih kaya dengan rata-rata penghasilan lima kali lipat penghasilan saat itu. Namun. Juga semakin banyak polusi. pusat kesehatan dan tempat-tempat hiburan. Terkadang ada negara yang berkembang cepat. Bukankah itu yang diinginkan semua orang? Rasanya ya. Orang Indonesia saat ini pun. situasinya malah memburuk. Coba perhatikan berbagai kemajuan di sekitar Akan lebih baik kalau Indonesia di urutan yang anda. Sepuluh tahun lalu. yang dihitung dari nilai pasar total dari barang dan jasa yang dihasilkan oleh suatu negara dalam periode tertentu. penghasilan per kapita Indonesia tahun 2007 adalah $ 1. Namun urutan tidak terlalu penting. Kini tersedia lebih banyak jalan. Anda pun dipastikan mendambakan kebebasan. Menggembirakan bahwa saat ini semakin banyak orang Indonesia menjadi lebih makmur. Indonesia sudah dikategorikan sebagai negara “berpenghasilan menengah”. saya tidak merasa sekaya itu 1.BINCANG-BINCANG TENTANG MDGs Apa yang anda inginkan untuk masa depan? Bagi anda. Ini hanyalah ukuran rata-rata. sementara yang lain lebih lambat. Bila berhasil. Jika dibandingkan dengan Boleh jadi tidak. dibandingkan yang lain. 2008). yang perlu dicermati adalah apa yang terjadi di dan korupsi Indonesia. Dibandingkan sekitar 60 tahun lalu ketika Republik ini didirikan kita telah mengalami kemajuan pesat. lebih tinggi. Meskipun demikian. hidup lebih lama dan lebih sehat. Tiba-tiba banyak yang jatuh miskin. jawabannya mungkin keluarga yang sehat dan bahagia. Bukan sekedar dari ukuran penghasilan. anda tentu saja berharap mampu menyediakan sandang dan pangan berkecukupan serta memiliki rumah idaman. dalam menapaki periode panjang sejak kemerdekaan. yaitu hidup dalam sebuah negeri bernama Indonesia yang demokratis. nampaknya Indonesia telah menuju arah yang tepat.

Begitu pula dalam pemberantasan dan laki-laki yang bersekolah. Dan hal yang sama juga terjadi Jawabannya? di tingkat global. namun masih tidak memiliki ketrampilan dasar baca tulis. Sebagai contoh. Mereka yang lahir internasional. kita terkandung “target-target” yang spesikk dan terukur. Namun anak-anak kita yang lahir bergabung dengan negara-negara di dunia untuk pada 2007. hanya sekitar “pendidikan untuk semua” serta pemberantasan 30% penduduk yang melek huruf. Namun banyak target yang sepantasnya menjadi sasaran tentu saja masih banyak yang harus dilakukan. anda merasa semua itu bukan urusan guru yang kompeten. Indonesia pun masih tetap anda. hampir penyakit seperti malaria dan HIV/AIDS. 68 tahun. misalnya. pada tahun 1960an. atau ruang kelas sekolah. cacar air atau polio? Selanjutnya. hanya ada delapan tujuan umum. dibandingkan yang lain. semua remaja yang memasuki usia dewasa. dapat menetapkan target untuk komunitas. Kemajuan dalam bidang Dalam rangka mewujudkan hal ini. seperti signikkan. sekolah. Bisa siapa saja. ada hal yang dalam parlemen. dibandingkan 60 tahun lalu. melakukan hal tersebut. mengupayakan pencapainnya. Misalnya. kesehatan ibu. Rasanya. Begitu pula pemerintah daerah kemiskinan dan penyakit. kesehatan.kebal campak. kemudian pendidikan. khususnya melalui kesepakatan Ya. kesetaraan gender. Kini. Dulu. perlu anda ketahui bahwa semua target yang Pemerintah Pusat juga dapat melakukan hal ditetapkan cukup realistis. tak dapat menetapkan target pembangunan pusat mungkin tercapai. apapun bidangnya. Sementara negara negara anggota PBB. atau perbaikan posisi Namun. Faktor lain. pendidikan. Tentu saja. berperan cukup Benar. para pemimpin dunia bertemu di New York Berapa lama lagi? mengumumkan ”Deklarasi Milenium” sebagai tekad Tergantung bidangnya. misalnya. ketimbang kesehatan. bersama masyarakat dunia. berupaya mengusung sekian waktu untuk mencapai standar-standar yang telah banyak tujuan dan sasaran pembangunan yang belum tersosialisasikan. diperlukan lebih Milenium (Milennium Development Goals). Begitu pula berapa malaria. kemiskinan. Boleh jadi. Sementara dirumuskan 8 (delapan) Tujuan Pembangunan perbaikan di bidang kesehatan. seperti apakah seseorang merokok. demam berdarah atau mengatasi banyak perempuan yang bekerja atau yang duduk banjir dan kemacetan. dicapai banyak negara kaya. kita sedang berupaya memberantas di sekitar anda. tapi apa urusan saya dengan masih kekurangan gizi. Pada September 2000. Anda. dari sekedar pelayanan yang efektif. dapat menetapkan target bahwa setiap orang Terkait perbaikan posisi perempuan. kesehatan baru. Memang ada tujuan yang sama. Sekitar seperempat dari anak-anak Indonesia pun Baiklah. Sejak sekitar 20 tahun terakhir telah tahun 1960an rata-rata hanya punya harapan banyak pertemuan internasional di mana Indonesia hidup 41 tahun. peralatan atau Mungkin. biasanya untuk menciptakan lingkungan “yang kondusif bagi lebih mudah memperbaiki bidang pendidikan pembangunan dan pengentasan kemiskinan”. beberapa penyakit (menular) utama. Sebenarnya. umumnya berkat sekolah. lingkungan Siapa yang menetapkan target-target serta permasalahan global terkait perdagangan. selama ini keduanya jangka panjang untuk memberantas kemiskinan 2 . pencapaiannya memerlukan waktu lebih lama mencakup kemiskinan. Meskipun demikian. Tapi. tersebut? bantuan dan utang. ada apakah rata-rata kita berumur lebih panjang? target untuk mewujudkan pendidikan dasar 9 tahun pada 2009. bisa mendapatkan air minum yang bersih pada ditargetkan kesetaraan jumlah anak perempuan tahun tertentu. bisa berharap untuk hidup sepanjang menetapkan target global terkait produksi pangan. paling anda belum pernah mendengarnya. angka kematian bayi. Jutaan penduduk masih hidup dalam kemiskinan. atau apakah Hanya delapan? ia memiliki pola makan baik. dalam setiap tujuan sangat mungkin untuk menetapkan target dan perempuan. sebuah negara berkembang dan masih butuh termasuk Indonesia. Bagi pemerintah. Delapan tujuan umum tersebut. Juga terlalu banyak sekolah berbagai hal tersebut? di negara ini yang kekurangan buku. atau puskesmas Jadi.

Namun tujuan MDGs hanya mematok target pengurangan kemiskinan menjadi separuh. meskipun tidak mustahil. Sayangnya. maka bersekolah tidak akan membuat anak-anak mendapatkan pendidikan bermutu. Pada 2008 ini. yaitu 7. di sektor pendidikan. dalam delapan tahun ke depan. laporan tentang kemajuan MDGs di tingkat kabupaten juga sangat diperlukan. namun lebih untuk mendorong tindakan nyata. Sebagian besar ditargetkan pada 2015. meskipun ada angka provinsi. dengan Ambil contoh. kondisi kemiskinan sebenarnya tidak seburuk angka yang ditampilkan. Untuk mengetahuinya secara rinci. yaitu cara untuk memperkenalkan berbagai masalah tersebut secara umum. Tampaknya. kemiskinan pada 1990 berjumlah sekitar 15.4%) masih lebih tinggi dibandingkan tahun 1990. Yang penting tidak hanya menghitung berapa banyak anak Indonesia yang kekurangan gizi. namun juga memastikan bahwa semua anak memperoleh asupan yang cukup. namun sulit untuk mengukur dan mendapatkan informasi tentang kualitas. karena anda masih terus membaca. 3 . Jadi.7%. Sebagai contoh. silahkan baca laporan ini hingga selesai. banyak yang harus kita dilakukan. Di negara yang sangat besar dan beragam seperti Indonesia. Salah satu manfaat dari MDGs adalah berbagai persoalan yang diusung menjadi perhatian berbagai pihak termasuk masyarakat secara luas. Namun. angka kemiskinan kita (15. bila dicermati lebih rinci seperti terbaca dalam uraian pada bab berikut. jangan terlalu cepat mengambil kesimpulan.7% anak-anak terdaftar di sekolah dasar. secara keseluruhan. tujuan pendidikan dalam MDGs tidak mengkaji aspek kualitas. Jadi. tidak terlalu berguna Baiknya. belum Pada 2015. MDGs bukan sekedar soal ukuran dan angka-angka. sehingga masyarakat di seluruh negeri yang luas ini dapat mulai berpikir tentang penyelesaiannya. Dan. baiklah kita segera membahas Tujuan 1 dari MDGs. Apa yang telah kita capai? Terkait kemiskinan. Namun. untuk beberapa tujuan MDGs yang lain. bervariasi antara proposi penduduk yang hidup di bawah garis 73 tahun di Yogyakarta hingga 61 tahun di NTB. Sebagai contoh. Sebuah laporan nasional juga bisa dimasukkan ke dalam sistem internasional yang mencatat pencapaian-pencapaian MDGs di seluruh dunia. Mencegah terjadinya kematian ibu lebih penting daripada sekedar menghitung berapa banyak perempuan meninggal sewaktu melahirkan. Sebagai contoh. angka partisipasi anak di sekolah dasar. Hal ini. Kapan semuanya ditargetkan terwujud? angka nasional saja tidak terlalu bermanfaat. Kenapa demikian? Karena memang lebih sulit mengukur kualitas. Namun ketika sekolah mereka bocor. atau hanya memiliki buku dalam jumlah yang terbatas serta guru-guru yang kurang kompeten. targetnya lebih ambisius yaitu memastikan bahwa 100% anak memperoleh pendidikan dasar 9 tahun.1%. itu. Selain itu. tujuannya adalah meredam persebaran epidemik. kita harus mengurangi angka tersebut juga mengungkapkan kondisi kabupaten. Isu-isu yang diusung MDG sangat penting. membawa kita ke masalah besar berikutnya. Karena menjadi separuh. di Indonesia. kita lebih berhasil. Lalu buat apa ada laporan MDGs nasional? Anggaplah ini sebagai titik awal. usia harapan hidup secara nasional patokan tahun 1990. saya perlu terus membaca Menurut saya ya. Sementara. telah mencapai 94. belum banyak kemajuan yang dicapai.sampai tuntas. atau hasil-hasil ujian. kondisi pendidikan tidak sebaik yang terungkap dalam angka tadi. Sebaliknya. Sementara untuk HIV/AIDS. Namun. data-data MDGs memiliki keterbatasan. adalah 68 tahun. Anda mungkin bisa menilai kualikkasi para guru. adalah baik bahwa 94. Sedangkan untuk pendidikan.5%. meskipun terkesan sederhana karena terkonsentrasi pada hal-hal yang sifatnya kuantitatif.

182. anda tentu bisa memeriksakan diri ke dokter yang baik. seseorang memerlukan Rp. Untuk Bila demikian. anda juga punya kemungkinan untuk mendapat penghasilan lebih besar. Berapa banyak dari kita yang berada di bawah garis kemiskinan? Untuk mengetahuinya. Namun. atau menyediakan variasi di setiap propinsi dan kabupaten. Benar. hampir semua masalah kita praktis terselesaikan. masih banyak lapangan kerja yang lebih baik. umumnya membutuhkan biaya yang lebih tinggi dibandingkan di perdesaan. Pada dasarnya. Jika pengeluaran anda kurang dari jumlah tersebut. Demikian pula dengan pendidikan. BPS melakukan survei sosial ekonomi nasional (Susenas) terhadap sampel rumah tangga. misalnya. Namun sebelum kita berbicara terlalu jauh. perbaikan kesehatan otomatis mengurangi kemiskinan. tujuan pertama dalam MDGs adalah mengurangi jumlah penduduk miskin. kita mengetahui jumlah penduduk miskin. Karena itu. angka kemiskinan untuk Karena ada juga berbagai cara untuk mengatasi Jakarta hanya sekitar 4. sebaiknya.TUJUAN 1: MEMBERANTAS KEMISKINAN DAN KELAPARAN EKSTREM Memberantas kemiskinan dan kelaparan ekstrem Seandainya tidak ada orang miskin. terlihat pada Gambar 1. dari satu daerah ke daerah lain. misalnya. BPS menghitung berapa biaya 32 keperluan dasar.636 per bulan. BPS menyimpulkan bahwa untuk bisa membayar semua itu.” Kedengarannya kita hanya perlu satu tujuan Tujuan pertama ini. 4 . Ketika anda punya uang. Pada 2008.1%. Jadi. Namun hal sebaliknya. buat apa membahas 2008. memang merupakan tujuan paling penting. Cukup sederhana. Anda juga bisa memperoleh sambungan jaringan air minum serta makanan berkualitas. Tanyakan saja berapa uang yang dibelanjakan. lebih mungkin menjadi miskin di Jakarta? Tidak serta-merta demikian. jangan melihatnya sebagai hal yang terpisah dari tujuan MDGs yang lain. seperti jaring pengaman sosial bagi penduduk termiskin. sebagai tahun paling akhir yang memiliki kemiskinan? informasi per propinsi. namun di Papua kemiskinan secara langsung. Anak-anak yang menikmati pendidikan bakal terbantu memperoleh pekerjaan dengan gaji yang lebih baik. bisa juga terjadi. mulai dari pakaian. misalnya menciptakan angkanya sekitar 37. namun kita juga harus mengetahui berapa uang yang dibutuhkan. Hidup di perkotaan. sekitar 35 juta penduduk Indonesia berada di bawah garis kemiskinan. Artinya.3%.1 berikut ini. Namun itu merupakan jumlah nasional. Jika anda sakit. Selain itu. Jika anda tinggal di sebuah kota besar. semua tujuan berkaitan satu sama lain. Situasinya berbedabeda. anda bisa mendapatkan perawatan kesehatan yang baik. Pada 2008. rumah hingga tiket bis. bisa membuat anda menjadi lebih miskin – anda akan kehilangan waktu kerja atau harus membelanjakan uang untuk obat-obatan. Benar bahwa jika anda memiliki uang. berarti anda berada di bawah “garis kemiskinan.

Berdasarkan angka tersebut.1 Proporsi Masyarakat Miskin berdasarkan Propinsi. Menyusul krisis moneter pada 1998. terjadi kenaikan tajam angka kemiskinan menjadi 24. Selain itu. Dengan demikian. namun ada saja yang melakukannya. Meski angkanya cukup tinggi. Jadi jika anda ingin menggunakan 1 dollar per hari sebagai patokan angka kemiskinan. angka kemiskinan terus turun untuk kemudian naik pada 2006. tentu saja.400.4%.2%. Menyewa rumah. serta berbagai produk lain yang biasanya dibeli masyarakat. Sebenarnya. lebih murah di Bandung dibandingkan di New York.Berita Resmi Statistik. misalnya. ada dua kerumitan.2. 2008 Buat apa menggunakan garis kemiskinan yang bisa diperbandingkan? Mungkin saja anda tidak merasa perlu. 288. Pertama. 2008 Sumber: BPS. 9.40% 35% 30% 25% 20% 15% 10% 5% 0% Nusa Tenggara Timur Bengkulu Sulawesi Barat Kepulauan Riau Bali Papua Maluku Utara Kalimantan Tengah Bangka Belitung Sulawesi Tenggara Jambi Sulawesi Tengah Nusa Tenggara Barat Lampung Kalimantan Selatan Kalimantan Barat Gorontalo Sumatera Selatan Riau Sulawesi Selatan Sumatera Utara Sumatera Barat Jakarta Jawa Timur Yogyakarta Maluku Aceh Jawa Tengah Papua Barat Kalimantan Timur Jawa Barat Sulawesi Utara Banten Indonesia Bedanya jauh sekali Pada 2008. dalam kenyataannya. Tetapi di sini. nilai rata-rata satu dollar setara dengan sekitar Rp. target yang dipatok adalah 7. angka kemiskinan nasional adalah 15. Namun.1%. Garis kemiskinan nasional yang dirumuskan oleh BPS didasarkan 5 . artinya pencapaian MDGs kita tidak mengalami kemajuan berarti. Mungkinkah kta mencapai Target tersebut pada 2015? Bukan hal yang mudah untuk dilakukan. Kedua. wajah Indonesia terlihat lebih baik. atau terdapat hampir 35 juta penduduk miskin. garis kemiskinan nasional ini mempersulit perbandingannya dengan negara-negara lain. kondisi saat ini bahkan lebih parah. Gambar 1. Untuk kemiskinan. anda perlu mempertimbangkan dua hal tersebut. Namun. namun kecenderungannya menurun. pada jenis pangan yang dikonsumsi. Mereka menggunakan ”garis kemiskinan internasional” yang ditetapkan pada angka 1 dollar AS per hari. mencermati Gambar 1.000 per bulan. Sejak itu. anda mungkin mengira bahwa garis kemiskinan untuk Indonesia sekitar Rp. nilai dollar sendiri berubah dari waktu ke waktu. Pada pertengahan 2008. nilai dollar saat ini jauh berkurang dibandingkan nilainya beberapa tahun lalu. Anda mungkin akan terhibur mengetahui bahwa menggunakan ukuran kemiskinan yang lain.5% berdasarkan separuh angka kemiskinan tahun 1990 yang berjumlah 15. akan terlihat bahwa situasi yang ada tidak terlalu buruk. kemungkinan akibat melonjaknya harga-harga bahan makanan dan bahan bakar minyak. nilai dollar di sebuah negara bisa lebih tinggi dibandingkan nilainya di negara lain.

angka pekerjaan. anda dapat mengatakan bahwa kehilangan pekerjaan atau ketika harga hasil panen ini adalah “garis kemiskinan 1 dollar per orang/ beranjak turun.4 30. Pada 2006. berkeinginan mengetahui kemiskinan.0 Persentase Penduduk Miskin (%) Bila menggunakan garis kemiskinan tersebut.dan juga tidak terlalu perlu. sementara harga-harga bisa berubah secara tibatiba. Hal ini memang penting dan sangat menggembirakan bahwa kita telah mengentaskan kemiskinan ekstrim. menimbulkan “pergerakan”. atau kurang dari separuh garis kemiskinan dua hal. Kedua. Hal ini juga menunjukkan sesuatu yang menarik. Meskipun demikian.7 16.5% pada 2006. cara mengukur angka kemiskinan sedikit berubah dibandingkan 1996.0 15.8 16.000 per kemiskinan pada 1998. bagi Indonesia yang dikategorikan PBB sebagai negara berpenghasilan menengah. kita akan tetap menggunakan angka 15%.7 16. misalnya.Susenas berbagai tahun dan Berita Resmi Statistik.2 23. banyak dari kita masih hidup di sekitar garis Saya tidak yakin. terjadi karena bulan. Jika angkaangka waktu itu dihitung ulang dengan memakai ukuran saat ini. sebanding daya beli dollar tahun 1993”. boleh jadi anda tidak merasa sedang jatuh atau sebaliknya terbebas dari kemiskinan dari waktu ke waktu. mengapa kita tidak memakainya? Alasan utamanya.5 25.000 per bulan..2 17. Semua itu. tampaknya berhenti di situ.4 15. Namun. lainnya terbebas dari kemiskinan. misalnya rumah yang buruk dan kumuh. Ternyata. atau transportasi. telah menjelaskan hal tersebut. atau sekitar Rp 195. garis tersebut maka akan banyak orang yang berada .. pengeluaran karena melonjaknya harga bahan disimpulkan bahwa garis kemiskinan 1 dollar-per. angka 1990 seharusnya menjadi sedikit lebih tinggi daripada 15%. Menggunakan ukuran ini.. Kita pun bisa tiba-tiba berada hari.6 20.pokok. 2007.60 24. garis kemiskinan tersebut kurang pas diterapkan pada kondisi Indonesia. anda cukup melihat hasilnya. Bagaimana mereka tiba-tiba menjadi miskin? Karena yang dibahas disini hanyalah “kemiskinan yang diukur dari penghasilan (income poverty)”. karena terjadi lonjakan harga kemiskinan adalah sekitar 20. yang sama dari tahun ke tahun.. Namun karena kita tidak memiliki angka tersebut. kita terlihat mencapai kemajuan. dihitung dari berbagai tahun Ya. pendidikan atau informasi. Anda hanya perlu sedikit menaikkan semua hal ini.4 18. Catatan: Saat ini.4 17. Jumlah Penduduk Miskin (Juta) 50 40 30 20 10 0 1990 1996 15. anda merasa miskin karena banyak alasan selain pendapatan. Sebenarnya. akibat banyak orang kehilangan nasional versi BPS.0 5. Jika ingin membuat banyak dari kita yang sangat rentan. 6 .1 18. Bank Dunia di bawahnya dan tergolong miskin.3. Artinya. mengacu pada orang-orang yang sama.0 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 Desa Kota Total Suatu lonjakan tajam Gambar 1. Lebih realistis. angka itu tidak belum ada peningkatan. Pertama. Jika di bawah garis kemiskinan akibat meningkatnya tidak.6% pada 1990 dan beras.0 10. menggunakan garis yang jatuh miskin. Itulah sebabnya kemiskinan kadang-kadang disebut “memiliki banyak dimensi”. Karena yang ditunjukkan hanyalah apa yang terjadi pada penduduk termiskin. garis kemiskinan yang lebih pas mungkin 2 dollar per hari.. kemiskinan ini Indonesia telah mencapai sasaran Artinya. 1990-2007 Sumber: BPS . 97. maka hampir separuh penduduk Indonesia masih berada di bawah garis kemiskinan. ada 7. Kenaikan tajam angka hari di Indonesia setara dengan Rp.2 Angka Kemiskinan Nasional.1 17.3 Angka Kemiskinan 1 Dollar-per hari Sumber: World Development Report (World Bank). Meskipun miskin.0 19. Berdasarkan Gambar 1. Gambar 1.0 0. meskipun kemiskinan menunjukkan angka MDGs – meskipun. misalnya ketika orang lain terkesan. kekurangan air bersih.

atau dalam beberapa kausu. Saat ini. Namun anda juga perlu memikirkan tentang isu-isu lain ketika membahas pengurangan kemiskinan akibat kurangnya penghasilan. Mereka sering merasa kesulitan memenuhi kebutuhan hidupnya. bekerja di sektor informal. dimulai dengan lapangan pekerjaan dan upah.4 Angka Pengangguran Penduduk berusia 15-24 Tahun Sumber: BPS – Sakernas. tetapi apakah itu cukup? Boleh jadi benar. Sederhananya. Gambar 1. banyak teman saya yang bekerja 12 jam sehari namun tetap miskin Kita juga harus memikirkan mengancai cara membantu kaum termiskin dengan memberikan subsidi bidang kesehatan dan pendidikan. Secara keseluruhan. seharusnya kita mempunyai tujuan baru mengenai pekerjaan yang layak dan produktif untuk semua. khususnya mereka yang bekerja sendiri seperti Sekma terakhr pernah dilakukan ketika harga petani dan pedagang kaki lima. Benar. membantu petani meningkatkan penghasilan dengan cara beralih ke tanaman berharga jual lebih. Tidak semua pekerjaan dapat membawa seseorang keluar dari kemiskinan. Contohnya. Ketika menginginkan generasi muda berpenghasilan lebih baik. pekerjaan yang layak akan mengeluarkan anda dari kemiskinan.40% 35% 30% 25% 20% 15% 10% 5% 0% Nusa Tenggara Timur Bengkulu Sulawesi Barat Kepulauan Riau Bali Papua Maluku Utara Kalimantan Tengah Bangka Belitung Sulawesi Tenggara Jambi Sulawesi Tengah Nusa Tenggara Barat Lampung Kalimantan Selatan Kalimantan Barat Gorontalo Sumatera Selatan Riau Sulawesi Selatan Sumatera Utara Sumatera Barat Jakarta Jawa Timur Yogyakarta Maluku Aceh Jawa Tengah Papua Barat Kalimantan Timur Jawa Barat Sulawesi Utara Banten Indonesia Lebih mudah tetap pada penggunaan istilah ”miskin” Anda mungkin benar. Februari 2006 Pekerjaan yang Layak? Jenis pekerjaan yang produktif dan memberikan penghasilan yang cukup adalah pekerjaan yang layak. memberikan uang tunai. Lebih dari itu. atau dengan memperbaiki sistem irigasi dan akses jalan. Yang kita butuhkan adalah pekerjaan yang layak. pekerja sektor informal jummlahnya sangat banyak. yaitu mereka yang bahan bakar naik dan pemerintah melaksanakan 7 . memiliki suasana kerja yang sehat dan memungkinkan anda untuk turut serta mengambil keputusan yang mempengaruhi kehidupan dan penghidupan anda. Pemerintah pun harus memberi perhatian lebih pada kawasan perdesaan karena sekitar dua pertiga dari rumah tangga miskin bekerja di sektor pertanian. Cukup menarik. pemerintah perlu mempertimbangkan dan memastikan tumbuhnya ekonomi yang bermanfaat pada daerah dan penduduk termiskin. anda pun harus memberikan mereka pendidikan yang lebih baik. pekerjaan seyogyanya membuat keluarga anda lebih kuat secara ekonomi. bahwa ketika banyak yang bekerja terjadi penurunan tingkat kemiskinan. anda juga bisa langsung berpikir tentang penghasilan masyarakat. Tetapi. Tetapi. Karena itu.

Persoalannya. Namun.5%. angka kekurangan gizi pada anak-anak sekitar 35. solusi terbaik menanggulangi kemiskinan adalah pertubuhan ekonomi yang menyediakan lebih banyak pekerjaan dan pendapatan – terutama bagi kaum miskin.4. Saat ini pemerintah sedang melaksanakan program Keluarga Harapan untk membantu anggota keluarga miskin membayar pengeluaran terkait pendidikan dan kesehatan.8%. mereka tergolong ”kekurangan gizi”. berbagai tahun program Bantuan Langsung Tunai untuk membantu masyarakat miskin. seharusnya mereka memiliki makanan yang cukup – apalagi anak-anak hanya makan dalam porsi yang kecil. Pada 1990. Jika lebih rendah. banyak bayi yang tidak mendapatkan makanan tepat dalam jumlah yang cukup. ketika orang memiliki lebih banyak uang. Gambar 1. Bisa saja ibu yang miskin kurang memiliki informasi tentang perawatan anak atau hanya memiliki sedikit waktu untuk mengurus bayi. beberapa tahun terakhir sejak 2000. anak-anak akan mempunyai banyak masalah lain. dalam jangka waktu panjang. ada satu ukuran penting MDGs tentang kemiskinan terkait gizi. ibu yang kekurangan gizi cenderung melahirkan bayi yang juga kekurangan gizi. Jadi ketika menimbang anak. berarti mereka “kekurangan gizi”. Pada dasarnya. padahal angka kemiskinan menurun? Gambar 1. kita baik-baik saja. Tapi.6 Proporsi Penduduk yang Mengkonsumsi kurang dari Keperluan Konsumsi Harian Sumber: World Development Report (World Bank. setelah anak memperoleh asupan makanan yang layak. Masih jumlah mencukupi. ia bisa ditimbang disana. Bagaimana mengetahui berapa seharusnya berat badan anak saya? Jika rutin membawa anak anda ke Posyandu. Untuk mendapatkan gambaran nasional. Target kedua MDGs adalah mengurangi jumlah anak-anak yang kekurangan gizi hingga separuhnya. mengapa lebih banyak anak kekurangan gizi. Memang ada cara lain mengukur kekurangan gizi. Mencermati Gambar 1. pilihan ideal biasanya tidak terlihat anak-anak yang adalah memberikan ASI eksklusif hingga usia bayi kelaparan. Sayangnya. Jika tidak. juga terkait kemiskinan. mencemaskan. angkanya naik kembali. dengan sedikit perubahan perilaku di rumah dapat dengan cepat menurunkan angka kekurangan 8 . pada Susenas 2006 dilakukan penimbangan sejumlah anak sebagai sampel. banyak sekali yang bisa kita lakukan untuk memperbaiki berbagai persoalan dengan cepat. 2006) Memang terasa aneh.5 Kekurangan Gizi pada Anak di bawah Lima Tahun Sumber: BPS – Susenas. Salah satunya ialah terkait dengan makanan. jadi harus ditekan menjadi sekitar 17. Hasilnya. karena lebih dari seperempat anak-anak Indonesia kekurangan gizi. Melihat kecenderungan sejak 1990. tampaknya tidak terlalu sulit mencapai target tersebut. lebih karena kurangnya perhatian. seperti kesehatan ibu. jumlah bayi yang memperoleh Dengan asupan makanan yang tepat dan dalam ASI eksklusif kurang dari seperempatnya. persoalannya bukan karena minimnya penghasilan. yaitu apakah masyarakat mengkonsumsi makanan berkecukupan. tidak berarti bahwa semua sekitar 6 bulan. Apa yang bisa kita lakukan saat ini? Sebenarnya. anda dapat memeriksa apakah “berat badannya sesuai usia” atau tidak. namun ini merupakan cara paling lazim.berat badan pada kisaran yang sama. terlihat bahwa situasi tersebut belum membaik sepanjang beberapa tahun terakhir. di Indonesia. Sayangnya. Di Indonesia. Untungnya tidak. Logikanya. yang membesarkan hati. Karena. Lalu apa masalahnya? Penyebabnya. Biasanya. sekitar empat bulan. Tampaknya. Namun. Awalnya. Mungkin. Akan tetapi.

2% (2006). Dengan menggunakan kriteria FAO1 dalam mengukur kebutuhan konsumsi minimum. Pada 2006. Pekerja renran di Indonesia mengalami sedikit penurunan semenjak tahun 2003. Target 1B: Meneydiakan seutuhnya Pekerjaan yang produktif dan layak.1%. (iii) proporsi pekerja yang hidup dengan kurang dari $1 per-hari/ pekerja miskin dan (iv) proporsi pekerja yang memiliki rekening pribadi dan anggota keluarga bekerja terhadap jumlah pekerja total/ pekerja rentan. laporan ini menggunakan angka 15. Indonesia telah mencapai target karena berhasil mengurangi tingkat kemiskinan dari 21% (1990) menjadi7. Produktivitas pekerja juga mengalami peningkatan yang cukup baik. Dengan angka ini. situasi sepenuhnya berbeda. Dasar penghitungan berubah pada 1996. 9 . Di masa lalu. Dua indikator lain memberikan informasi pelengkap. Indikator yang lebih rumit adalah ”rasio kesenjangan kemiskinan (poverty gap ratio)” yang mengukur perbedaan antara penghasilan rata-rata penduduk miskin dengan garis kemiskinan. Antara tahun 1990 dan 2008. (ii) rasio pekerja terhadap populasi. dimana rata-rata per-tahunnya mencapai 4. Dengan menggunakan perhitungan FAO. Namun. Bukan hanya pada anak. yang artinya semakin tingginya angkatan kerja yang mendapatkan pekerjaan. Angka saat ini adalah 28% dan nampaknya akan meningkat. menunjukkan bahwa situasi penduduk miskin belum banyak mengalami perubahan. Sementara.8% pada 2008. angkanya berada pada sekitar 9%. terjadi peningkatan kemiskinan yang kemudian sedikit menurun pada 2008 menjadi 15. Indikator yang lebih sederhana adalah indikator penyebaran penghasilan: total jumlah konsumsi penduduk termiskin secara nasional adalah 20%.gizi. menggunakan garis kemiskinan 1 dollar per hari. standar yang digunakan untuk mengukur kecukupan konsumsi ini sedikit terlalu tinggi untuk Indonesia. empat buah indikator digunakan.1%. Salah satu indikator kemiskinan lain dalam MDGs. Data terakhir terkait pekerja miskin di Indonesia adalah 8.1%. Seandainya kita menggunakan dasar penghitungan saat ini. Ini pun belum banyak berubah. terutama untuk perempuan dan kaum muda Untuk mengukur kemajuan pencapaian target ini.5% pada 2006.7% dan 2. Berbasiskan ukuran tersebut. jelas kita tidak (akan) mencapai target. meskipun mayoritas pekerja (62%) masih tergolong sebagai pekerja yang rentan. dan belum beranjak jauh dari pencapaian tahun 2002. Indikator kedua adalah proporsi penduduk yang mengkonsumsi kebutuhan minimum per-harinya. angka pada 1990 akan sedikit lebih tinggi dari 15. sehingga sebenarnya data setelah itu tidak bisa begitu saja dibandingkan dengan data-data dari tahun-tahun sebelumnya. angka kemiskinan Indonesia pada 1990 adalah 15. Mencermati berbagai kecenderungan akhir-akhir ini. tampaknya Indonesia masih berada di jalur yang benar untuk mencapai target MDGs ini. Menurunkan proporsi penduduk yang menderita kelaparan menjadi setengahnya antara tahun 1990 dan 2015 Indikator pertama adalah prevalensi anak usia di bawah lima tahun (balita) dengan berat badan kurang. maka hanya 6% dari penduduk Indonesia yang konsumsi hariannya kurang dari standar tersebut. TUJUAN 1: MEMBERANTAS KEMISKINAN DAN KELAPARAN EKSTREM Target 1A: Menurunkan proporsi penduduk yang hidup di bawah garis kemiskinan menjadi setengahnya antara 1990-2015 Menggunakan garis kemiskinan nasional.5% pada 2015. Proporsi penduduk tersebut juga relatif tidak berubah sejak 1990.3% dalam periode tahun 2000 hingga 20072. melihat apakah seluruh penduduk cukup makan. Pada 1990 rasio-nya adalah 2. yaitu: (i) pertumbuhan PDB per proporsi jumlah pekerja/ produktivitas pekerja. Kemajuan pencapaian target ini diindikasikan dengan semakin tingginya rasio. seharusnya masih mungkin untuk mengurangi kemiskinan menjadi 7. sehingga terindikasi bahwa hampir 70% penduduk Indonesia tidak mengkonsumsi cukup makanan. karena belum ada perhitungan ulang.4%.

Tetapi tujuan kedua MDGs setara 6 tahun. yaitu dari 96. Anda dapat melihat bahwa proporsi anak yang lulus sekolah mengalami peningkatan.TUJUAN 2: MEWUJUDKAN PENDIDIKAN DASAR UNTUK SEMUA tetapi memberikan mereka pendidikan dasar yang Tampaknya. kita harus berkutat agak lebih lama di 9 tahun”. Target Indonesia adalah ”wajib belajar Sayangnya.1. Ini merupakan tantangan yang besar mengingat pemerintah bertekad Kalau sudah cukup berhasil. Akibatnya.2 menunjukkan apa yang daerah yang masih cukup tinggi.7% kita hampir di kelas 1 sekolah dasar. Terbilang ambisius. sekitar 9% anak harus mengulang tercatat bahwa dengan angka 94.0% terjadi pada anak-anak yang memasuki sekolah untuk Kalimantan Tengah hingga 78. Namun akhir-akhir ini kecenderungan tersebut berubah. Mewujudkan pendidikan dasar untuk semua Gambar 2. Sementara pada setiap mewujudkan target memasukkan semua anak ke jenjang kelas. sekolah dasar. Jika anda melihat kembali Gambar 2. sini. Dalam hal angka partisipasi di sekolah kita sementara target global MDGs yaitu pendidikan memang cukup berhasil. Tujuan kedua MDGs ini adalah memastikan bersekolah dengan lancar di sekolah dasar. tersebut. terdiri dari 6 tahun SD dan 3 tahun SMP . Kenyataannya. Pada 2004/2005. Mencermati garis paling atas pada Gambar 2.1 Angka Partisipasi di Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama Sumber: BPS . Terlihat pula bahwa angka partisipasi di bersekolah hingga kelas 6 dan pada akhir tahun 3 sekolah lanjutan pertama meningkat secara stabil. di bidang pendidikan. Jadi kita hampir mencapai target meskipun kita masih perlu meningkatkan upaya untuk mencapai 100% pada 2015. Meski dengan catatan bahwa ini sekitar seperempat anak Indonesia tidak lulus dari adalah angka nasional dengan perbedaan antar sekolah dasar. 10 . tampak bahwa hanya 67% anak yang mendaftar ke sekolah lanjutan pertama. Tingkat kelulusan sekolah dasar pun hanyalah langkah pertama. Saat ini misalnya.1% untuk dasar pada 1999. Target waktu pencapaiannya adalah ini bukanlah sekedar semua anak bisa sekolah. 2008-2009.Susenas. hanya 77% Papua. Indonesia lebih utuh. berbagai tahun Gambar 2.1. hanya 75% yang lulus . yang tidak naik kelas atau bahkan terpaksa berhenti. sekitar 5% putus sekolah. Mereka tidak melanjutkan ke sekolah lanjutan? Tidak.3 menunjukkan proporsi kelulusan anakanak sekolah dasar dan proporsinya dari waktu ke waktu. banyak anak yang tidak bisa berhasil. Ada bahwa semua anak menerima pendidikan dasar. Bahkan anak-anak yang telah lulus bisa saja terhenti pendidikannya. Gambar 2. baiknya kita mencapai target yang lebih tinggi daripada target melangkah ke tujuan berikutnya global MDGs.

Tujuan kedua MDGs ini adalah memastikan bahwa semua anak menerima pendidikan dasar. Gambar 2. Kalau sudah cukup berhasil.0% untuk Kalimantan Tengah hingga 78. Jika anda melihat kembali Gambar 2. Target Indonesia adalah ”wajib belajar 9 tahun”. Gambar 2. Pada 2004/2005. banyak anak yang tidak bisa bersekolah dengan lancar di sekolah dasar. Namun akhir-akhir ini kecenderungan tersebut berubah. Dalam hal angka partisipasi di sekolah kita memang cukup berhasil. Akibatnya.1% untuk Papua.7% kita hampir mewujudkan target memasukkan semua anak ke sekolah dasar.0% Guru 15. Target pencapaiannya. Sementara pada setiap jenjang kelas.0% Mereka tidak melanjutkan ke sekolah lanjutan? Tidak. hanya 75% yang lulus3. Saat ini misalnya. membutuhkan loncatan besar. Ada yang tidak naik kelas atau bahkan terpaksa berhenti. Anda dapat melihat bahwa proporsi anak yang lulus sekolah mengalami peningkatan.0% Lain-lain 39.0% Seragam 9. Meski dengan catatan bahwa ini adalah angka nasional dengan perbedaan antar daerah yang masih cukup tinggi.2 Tingkat Putus Sekolah pada Murid yang masuk Sekolah Dasar pada 1999 Sumber: Departemen Pendidikan Nasional .2 menunjukkan apa yang terjadi pada anak-anak yang memasuki sekolah dasar pada 1999. Terlihat pula bahwa angka partisipasi di sekolah lanjutan pertama meningkat secara stabil. Terbilang ambisius.0% Persatuan Orang Tua dan Transportasi 9. sekitar seperempat anak Indonesia tidak lulus dari sekolah dasar. baiknya kita melangkah ke tujuan berikutnya Sayangnya. sekitar 5% putus sekolah. Jadi kita hampir mencapai target meskipun kita masih perlu meningkatkan upaya untuk mencapai 100% pada 2015. Kita harus lebih giat dalam upaya mempertahankan anak-anak agar tetap bersekolah. tetapi memberikan mereka pendidikan dasar yang utuh. Indonesia lebih berhasil. Ini merupakan tantangan yang besar mengingat pemerintah bertekad Gambar 2. tercatat bahwa dengan angka 94. Gambar 2. hanya 77% bersekolah hingga kelas 6 dan pada akhir tahun tersebut. yaitu dari 96. Tetapi tujuan kedua MDGs ini bukanlah sekedar semua anak bisa sekolah. sementara target global MDGs yaitu pendidikan setara 6 tahun. Gambar 2.3 menunjukkan proporsi kelulusan anakanak sekolah dasar dan proporsinya dari waktu ke waktu. sekitar 9% anak harus mengulang di kelas 1 sekolah dasar. 2006 11 . Tingkat kelulusan sekolah dasar pun hanyalah langkah pertama. Bahkan anak-anak yang telah lulus bisa saja terhenti pendidikannya. 2006 mencapai target yang lebih tinggi daripada target global MDGs. kita harus berkutat agak lebih lama di sini. terdiri dari 6 tahun SD dan 3 tahun SMP . World Bank.3 Proporsi Kelulusan Anakanak yang Memasuki Sekolah Dasar Sumber: Departemen Pendidikan Nasional. di bidang pendidikan. tampak bahwa hanya 67% anak yang mendaftar ke sekolah lanjutan pertama.4 Biaya-biaya Pribadi untuk Pendidikan yang harus Dipikul 40% Rumah Tangga paling Miskin Sumber: Making the New Indonesia Work for the Poor.Mewujudkan pendidikan dasar untuk semua Tampaknya.1. 2006 Pendaftaran dan Biaya Lain 17. Mencermati garis paling atas pada Gambar 2. Kenyataannya.0% Buku dan Alat Tulis 11.1. Target waktu pencapaiannya adalah 2008-2009.

untuk transportasi. banyak sekolah di daerah terpencil. gurunya sudah cukup. karena tidak mampu membayar biaya sekitar separuhnya di Tempat Pendidikan Al-Qur’an sekolah.100. kita telah membuat Sebagian. Kurang dari separuh sekolah dasar memiliki apa yang disebut oleh Departemen Pendidikan Nasional “ruang kelas yang baik. Banyak sekolah dasar di mana satu guru hanya untuk 19 murid.0% 20. tersebut mempermudah mereka memulai sekolah Selain itu. Apa maksudnya “tidak disiapkan bersekolah”? Idealnya semua anak memperoleh pendidikan pra sekolah agar terbiasa dengan lingkungan belajar 12 Nanggroe Aceh Darussalam Maluku Sumatera Utara Riau Sulawesi Tenggara Yogyakarta Kepulauan Riau Jakarta Jawa Timur Bali Nusa Tenggara Barat Sumatera Selatan Sumatera Barat Kalimantan Tengah Jawa Tengah Bengkulu Lampung Banten Indonesia Sulawesi Utara Jambi Maluku Utara Kalimantan Timur Sulawesi Tengah Jawa Barat Kalimantan Selatan Kalimantan Barat Sulawesi Selatan Bangka Belitung Sulawesi Barat Irian Jaya Barat Gorontalo Papua Nusa Tenggara Timur Tampaknya kita memerlukan lebih banyak guru Mungkin ya. makanan. Tentu saja. mungkin saja mereka tidak berada di tempat yang tepat. sekolah yang memperoleh pembelajaran dini dan Lainnya. Sisanya. Jam kerja mereka juga pendek. Sebenarnya di jenjang sekolah dasar. Karena gaji rendah. misalnya.5 Angka Partisipasi Murni di Sekolah Menengah Pertama per Propinsi. Orang kegiatan tersebut bisa tetap menstimulasi anak tua memang harus membayar dalam jumlah yang bersekolah dan mengembangkan otak mereka. kelompok mengatakan bahwa mereka memiliki masalah untuk bermain atau pusat penitipan anak.0% 60. Mungkin di lahan pertanian keluarga. Selain itu. Meskipun demikian.”5 Faktor lainnya. mereka biasanya bekerja sampingan untuk memenuhi kebutuhan hidup.0% Gambar 2. tapi bisa juga tidak. perlengkapan tambahan (Gambar 2. isu terpenting adalah kualitas pengajaran. Sekitar sepertiga keluarga termiskin (TPA). Semua membayar uang sekolah dan biaya lainnya. Sekolah.4)4. buku atau dasar. Karena. bisa saja tidak memiliki buku atau peralatan yang memadai.0% 40. di taman kanak-kanak. 2006 Sumber: BPS – Susenas 2006 yang baru. para guru juga tidak meluangkan waktu yang cukup di ruang kelas. di semua jenjang sekolah. Dalam hal ini. karena orang tua memerlukan mereka banyak kemajuan. Hampir separuh anak usia pra untuk bekerja. Hal besar. baik untuk uang sekolah ataupun seragam.0% 80. Mengapa anak-anak putus sekolah? Disamping itu.0% 0. . anak bungsu dalam keluarga mungkin tidak disiapkan bersekolah. sekolah juga dapat menimbulkan masalah jika tidak bisa memberikan sesuatu yang bernilai bagi anak-anak. masih kekurangan guru. Sementara bangunannya tidak layak digunakan.

tetapi untuk sekolah agar tidak menarik biaya dari para murid. alokasi untuk pendidikan termasuk untuk banyak anak perempuan yang bersekolah. pendidikan. Sebagai perbandingan. Saat ini. Pada 2004. sehingga untuk 77% dengan kecenderungan terus meningkat. harus digunakan untuk pendidikan. beberapa tahun gender. yang mencakup seperempat dari mengeluarkan anggaran lebih banyak sehingga pengeluaran pendidikan pada 2006. BOS yang diberikan berjumlah 25 dollar per anak/tahun di jenjang sekolah dasar dan 35 dollar per anak/ tahun di sekolah lanjutan pertama (atau setara dengan Rp. yang proporsinya lebih dari Karena itu. 340. Coba gaji guru. tidak 20% dari anggaran pusat maupun daerah. sedangkan di NTT hanya 43%.Bisa dimengerti Ya. untuk Indonesia lebih pas melihat separuh anggaran saat ini. proporsi tahun 2004/2005 adalah 82%. pemerintah memulai program Bantuan Operasional Sekolah (BOS).7%. mencermati Gambar 2. lebih baik memiliki guru dalam jumlah lebih kecil tetapi dibayar lebih baik agar bisa meluangkan lebih banyak waktu di kelas. sebuah survei di lebih dari 2. Tanpa gaji guru. jumlahnya sekitar kita telaah tujuan ketiga MDG berikut ini. Menyusul kenaikan harga bahan bakar pada 2005. 13 . pendanaan sekolah. Sebenarnya. pada tahun 2009 paling mencapai kelas 5 sekolah dasar. jumlah tersebut adalah separuh Terdapat dua indikator yang relevan. Selain itu. Selain itu. nampaknya orang tua murid tidak perlu menanggung biaya dapat membawa perubahan yang berarti dalam hal sekolah yang terlalu mahal. Pemerintah dapat program BOS. mencapai 20% perlu kenaikan yang luar biasa. dan UU tentang Pendidikan Nasional mensyaratkan Indikator kedua berkaitan dengan kelulusan. banyak hal tergantung pada pemerintah kabupaten.000) Apa yang bisa dilakukan dengan uang tersebut? Uang tersebut tidak diberikan kepada keluarga murid. termasuk gaji para guru. misalnya. Untuk Indonesia. sekitar sepertiga anak-anak berhenti usai sekolah dasar. Namun. Mengirimkan anak ke sekolah lanjutan bahkan lebih mahal. Apakah kita akan mencapai 20%? Sangat mungkin sekali. Undang-Undang Dasar kita dapat mencapai target 100% pada 2015. Indonesia telah untuk tetap meningkatkan alokasi anggaran untuk mencapai angka 94. Meskipun terdapat banyak masalah dalam memastikan bahwa dana BOS disalurkan ke sekolah-sekolah yang tepat. Namun. Saat ini. Pada tahun 2008 Mahkamah Konstitusi memutuskan bahwa pemerintah wajib memenuhi kewajiban memenuhi 20% alokasi APBN untuk pendidikan. apalagi jika mereka diminta bekerja menambah penghasilan keluarga. Dan ini tidak sekolah dasar berjenjang hingga kelas enam. terkait partisipasi di pendidikan lanjutan pertama. Pemerintah pun bertekad tingkat partisipasi di sekolah dasar. meningkat.000 sekolah menemukan seperlima dari para guru tidak hadir5. Sebelumnya. yaitu belanja negara yang cukup besar. Jumlahnya adalah tahun 2007 hanyalah sekitar 9%. Di Nanggroe Aceh Darussalam. Sekali lagi. untuk pengeluaran Malaysia. Berdasarkan kondisi ini. Pemerintah pusat masih mengendalikan hampir seluruh dana untuk sekolah dan ruang kelas baru. ada hal positif karena sekarang semakin terakhir. Pertama. alasan utamanya mungkin terkait biaya. selain pemerintah pusat. Namun. Jadi. tapi mereka tidak hadir padahal seharusnya datang ke sekolah. pemerintah pusat juga memberikan beasiswa untuk membantu muridmurid paling miskin. agar semakin banyak anak sekolah. anda bisa melihat bahwa terdapat perbedaaan besar antar propinsi. 17% dari total pengeluaran pemerintah8. terkait untuk pendidikan. Lagi-lagi persoalan kemiskinan. Seorang anak dari keluarga miskin memiliki kesempatan 20% lebih kecil untuk melanjutkan ke sekolah lanjutan pertama ketimbang seorang anak dari keluarga tidak miskin7. Artinya. kita bisa mencapai target yang ditetapkan. angkanya 78%. Seperti diuraikan di atas.5. Peraturan proporsi anak yang memulai kelas 1 dan berhasil tersebut menyebutkan. Akan tetapi. kita harus menunggu keluarga menjadi lebih sejahtera. tercapai pemerintah kurang menyalurkan dana publik kemajuan yang cukup baik. pemerintah kabupaten bertanggung jawab terhadap sekitar duapertiga pengeluaran publik untuk pendidikan dan menggunakan hampir seluruhnya untuk gaji guru. Artinya. Hal tersebut semakin penting ketika anakanak bertambah usia dan melanjutkan ke sekolah lanjutan pertama. Tidak harus demikian. Jadi dalam hal ini. proporsi pencapaian hingga kelas enam.

14 . TUJUAN 2: MEWUJUDKAN PENDIDIKAN DASAR UNTUK SEMUA Target 2A: Memastikan bahwa pada 2015 semua anak di manapun. yaitu proporsi anak yang memulai kelas 1 dan berhasil mencapai kelas 5 sekolah dasar.Data kelulusan yang digunakan dalam laporan ini berasal dari Departemen Pendidikan Nasional berdasarkan data pendaftaran sekolah. Indikator ketiga untuk tujuan ini adalah angka melek huruf penduduk usia 15-24 tahun.4%. Jumlahnya adalah 77% dengan kecenderungan terus meningkat. Data kelulusan yang digunakan dalam laporan ini berasal dari Departemen Pendidikan Nasional berdasarkan data pendaftaran sekolah. kualitas melek huruf yang sesungguhnya mungkin tidak setinggi itu karena tes baca tulis yang diterapkan oleh Susenas terbilang sederhana. Meskipun demikian. Meskipun demikian. kita bisa mencapai target yang ditetapkan. nampaknya kita cukup berhasil dengan pencapaian 99. laki-laki maupun perempuan.7%. kita dapat mencapai target 100% pada 2015. Indikator kedua berkaitan dengan kelulusan. Indikator ketiga untuk tujuan ini adalah angka melek huruf penduduk usia 15-24 tahun. Karena itu. Berdasarkan kondisi ini. Berbeda dengan Susenas (2004). kualitas melek huruf yang sesungguhnya mungkin tidak setinggi itu karena tes baca tulis yang diterapkan oleh Susenas terbilang sederhana. proporsi tahun 2004/2005 adalah 81%.4%. nampaknya kita cukup berhasil dengan pencapaian 99. Namun. Indonesia telah mencapai angka 94. akan bisa menyelesaikan pendidikan dasar secara penuh Terdapat dua indikator yang relevan. sekolah dasar berjenjang hingga kelas enam. yaitu sekitar 95%. Pertama. Artinya. Dalam hal ini. yaitu sekitar 95%. Untuk Indonesia. yang menghitung angka yang jauh lebih besar. Dalam hal ini. untuk tingkat partisipasi di sekolah dasar. untuk Indonesia lebih pas melihat pencapaian hingga kelas enam. yang menghitung angka yang jauh lebih besar. Berbeda dengan Susenas (2004).

karena target ini menekankan pada pemberdayaan perempuan. Kelihatannya. menyangkut pendidikan. Kenyataannya. di sekolah menengah Dalam banyak hal. Bahkan terjadi kemajuan yang cukup mengejutkan. Untuk hal ini.TUJUAN 3: MENDORONG KESETARAAN GENDER DAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN Mendorong kesetaran gender dan pemberdayaan perempuan Ada baiknya kita meluruskan satu hal. jumlah anak putus sekolah antara dengan cukup jelas. kesetaraan gender bukan melulu mengenai perempuan. 15 .1 Rasio antara Anak Perempuan dan Anak Lakilaki di berbagai Jenjang Pendidikan Sumber: BPS-Susenas berbagai tahun Kedengarannya menyedihkan Mari kita mulai dengan kabar baik. baik keluarga miskin maupun kaya. Tujuan ini memiliki tiga target. tujuan ketiga MDGs menunjukkan hal tersebut di sekolah dasar. Menariknya. terkait perempuan yang putus sekolah. anak perempuan kini berada di depan Meskipun ada penurunan pada tahun lalu. terlihat bahwa lebih sedikit anak nampaknya kita cukup berhasil. kita akan membahas lebih banyak mengenai hal ini dan issue terkait lainnya. semakin banyak anak perempuan yang bersekolah. sekolah lanjutan. Data berapa banyak anak putus sekolah. yang dimiliki perempuan Indonesia masih kurang. Namun. di mana rasio yang ditunjukkannya mendekati 100% sejak 1992. situasinya kembali lebih seimbang. anak perempuan sepertinya berada di depan pada sekolah lanjutan pertama. Biasanya terdapat lebih banyak kesempatan kerja bagi anak laki-laki daripada untuk anak perempuan. target kedua dan ketiga. yaitu lapangan pekerjaan lagi-lagi mungkin karena anak laki-laki memiliki dan keterwakilan dalam parlemen. Saat ini. perempuan di Indonesia telah atas. di Pertama. Namun. tetapi mengenai perempuan dan laki-laki. meskipun. artinya terdapat lebih banyak anak perempuan dibandingkan anak laki-laki. Grakk menunjukkan rasio antara anak laki-laki dan perempuan di berbagai jenjang pendidikan. sama giatnya Gambar 3. Pada sekolah dasar jumlah antara anak perempuan dan laki-laki terbilang seimbang. seperti tergambarkan pada Gambar 3. Sekarang di jenjang sekolah lanjutan pertama. Namun. garisnya berada diatas 100%. Akan tetaopi. Ini mungkin karena kakak laki-laki mereka meninggalkan sekolah untuk bekerja.1 di bawah ini. Hal tersebut. anak laki-laki dan perempuan sama. kesempatan lebih banyak kesempatan kerja. masih cukup lain mengukur kemajuan adalah dengan melihat jauh dari pencapaian kesetaraan gender. Cara mencapai kemajuan pesat.

Sekarang situasi sudah semakin setara. banyak ketimpangan atau ketidaksetaraan yang harus dihadapi. Namun perempuan yang mempelajari sains. Target Pembangunan maupun perempuan. tampaknya tidak banyak perbedaan. Tentu saja.5% untuk laki.dalam Gambar 3. siapa yang memimpin? Jumlah laki-laki yang menjadi kepala sekolah.3 Sumbangan Perempuan dalam Kerja Berupah di Sektor Non-Pertanian Sumber: Sakernas (Berbagai Tahun) Dan saya harap. jumlah yang sama antara anak laki-laki dan baik anak perempuan maupun laki-laki.4% untuk perempuan. Panutan pertama mereka adalah para guru. Terkait kesempatan untuk masuk sekolah atau perguruan tinggi. Kesenjangan lainnya. Sebuah buku teks utama sekolah dasar tentang kewiraan. ketika anak tumbuh dewasa. 2002/03 Sumber: UNESCO/LIPI. Jika laki-laki dan perempuan laki. Kemajuan yang dicapai anak perempuan jumlah laki-laki dan perempuan yang bekerja di juga terlihat dalam hal tingkat melek huruf. yang paling mengesankan.2 Proporsi Anak Perempuan dan Anak Laki-Laki di Sekolah-sekolah Lanjutan Kejuruan. Jadi. Banyak Dalam hal ini. Silahkan lihat kembali Selain melihat bidang studi yang diambil. adalah apa yang terjadi di perguruan tinggi.2). Ini ditunjukkan 2006 tingkat melek huruf adalah 91. terdapat lebih banyak guru perempuan dibandingkan laki-laki. Namun. Tahun “pekerjaan upahan non-pertanian”. empat kali lipat dibandingkan dengan perempuan9. jelas pada murid yang mengambil sekolah kejuruan. Namun ketika anak perempuan bersekolah. misalnya. mendapatkan pendidikan Milenium melihat hal ini dengan membandingkan tinggi. anak perempuan saya mau menyeterika. yang memilih sekolah pariwisata (Gambar 3. anak perempuan sepertinya juga memilih bidang menyekolahkan anak perempuan mereka ke yang berbeda dari anak laki-laki. membahas tanggung jawab dalam keluarga. perbandingannya haruslah 50%. 2005 Saya berharap. anak laki-laki anda juga dapat melakukan hal yang sama. Dan ilustrasi tentang tanggung jawab anak-anak dengan gambar anak perempuan yang sedang mencuci dan menyeterika10. Namun 16 .1. Gambar 3. tingkat melek huruf baik untuk laki-laki dan perempuan hampir mendekati 100%. Dari semua anak tersebut. namun hanya 88. perempuan cukup berhasil. anda Gambar 3. Untuk mereka yang berusia 15 hingga 24 tahun. Buku tersebut menjelaskan bahwa aktivitas utama ayah adalah mencari nafkah sementara ibu bertanggung jawab atas pekerjaan rumah tangga. juga dapat menelaah apa yang terjadi ketika anak jumlah perempuan dengan cepat mengejar jumlah perempuan putus sekolah untuk bekerja – dengan laki-laki dan sekarang berada di depan.yang bersekolah. Sekitar melihat berapa banyak yang bekerja di luar rumah 15% remaja yang beranjak dewasa. baik laki-laki atau di luar lahan pertanian. kesan anda benar. anak perempuan jarang Meskipun mahal? memilih sains (science) dan teknologi. Di sekolah dasar. keluarga Namun situasinya lebih seimbang bagi mereka miskin memiliki kesempatan lebih kecil untuk yang mengambil sekolah lanjutan umum. Anak perempuan juga akan melihat ketimpangan ketika mereka membuka buku teks. Hal ini tampak sekolah dasar. Gambar 3.3. Sepanjang sepuluh tahun terakhir. Ini dipekerjakan secara setara di jenis pekerjaan karena di masa lalu lebih sedikit anak perempuan tersebut. Terdapat memasukkan anak mereka ke sekolah lanjutan. misalnya.

pakaian dan alas kaki. Setelah itu. perempuan juga cenderung mendapatkan pekerjaan tidak sebaik laki-laki.0% di sekolah lanjutan atas. terutama presiden perempuan karena harus memikul tanggung jawab rumah Benar. Bahkan umumnya menaruh perempuan di urutan terbawah dalam daftar calon legislatif (caleg).anda dapat melihat bahwa angka untuk perempuan hanyalah sekitar 33. 100. puncaknya pada 1998. 17 . Disini kita masih jauh dari kesetaraan. Informasi lebih lanjut diperoleh dari berbagai survei tentang proporsi penduduk dewasa dalam angkatan kerja. Disini pun. banyak perempuan muda yang bekerja dengan upah rendah – seringkali dengan penyelia laki-laki. ketika mungkin lebih banyak laki-laki yang tiba-tiba kehilangan pekerjaan dibandingkan perempuan. pada tahun 2004.5%. Disini Indonesia tampaknya sudah mencapai target. Perempuan hanya menduduki 9. Masalahnya. dan 102. Saat itu adalah puncak krisis ekonomi. bagaimana agar bisa menjadi calon salah satu partai politik besar. Yang menarik. Di pabrik-pabrik industri tekstil. Indikator ketiga adalah sumbangan perempuan dalam kerja berupah di sektor non-pertanian. yaitu sekitar 15%. Dan tampaknya. 9% (2003). Indikator MDG untuk ini adalah proporsi perempuan yang menjadi anggota DPR. Demikian pula halnya di pemerintahan. misalnya. dan hanya sedikit berubah selama beberapa tahun terakhir. dalam pendidikan namun anak perempuan dan perempuan kurang terlihat. Demikian budaya dan ekonomi. Proporsi Indonesia bahkan lebih rendah. Nilainya saat ini hanya 33%. 99. lebih baik pada 2005. Misalnya. proporsi laki-laki adalah 86% namun perempuan hanya 49% 11. dalam Dewan Perwakilan Daerah (DPD). Selain kurang mendapatkan lapangan pekerjaan. Angka rata-rata dunia untuk hal ini cukup rendah. angka itu menurun akhirakhir ini Ya. Tidak semua partai politik bisa mewujudkan hal tersebut. perempuan menduduki sepertiga dari kursi yang ada – dan lebih dari 30% perempuan yang mencalonkan diri. Paling tidak angkanya naik lagi Itu mungkin karena Undang-Undang tahun 2003 tentang Pemilihan Umum yang mewajibkan Partai Politik untuk sedikitnya memiliki 30% calon perempuan. TUJUAN 3: MENDORONG KESETARAN GENDER DAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN Target 3A: Menghilangkan ketimpangan gender di tingkat pendidikan dasar dan lanjutan.3% (2005).3%. Indikator keempat adalah proporsi perempuan di dalam parlemen. pemilih cukup mendukung terpilihnya perempuan. lanjutan dan tinggi. kewajiban tersebut ada dampaknya. dengan rasio 100% di sekolah dasar. Perempuan juga Tapi. maju dibandingkan banyak negara lain.9%. terkait kesetaraan gender. dimana proporsinya saat ini hanya 11. Perempuan juga kurang terwakili di bidang politik. tampaknya kita telah mencapai target dengan rasio 99. terpilih dalam pemilihan anggota DPD.5% di pendidikan tinggi. Indikator kedua adalah rasio melek huruf perempuan terhadap laki-laki untuk usia 15-24 tahun. Meskipun demikian. dan 11. posisi di mana Sang Caleg tidak akan terpilih. juga yang menjadi bupati atau gubernur. Karena itu. dan di semua jenjang pendidikan paling lambat tahun 2015 Yang menjadi indikator utama adalah rasio anak perempuan terhadap anak laki-laki di pendidikan dasar. di mana para calon tidak mewakili partai politik.6% jabatan tinggi dalam birokrasi pemerintahan.4% di sekolah lanjutan pertama. Tampaknya. dan hal itu menunjukkan Indonesia lebih tangga. masing-masing 13% (1992). Hanya sedikit yang perempuan masih banyak menghadapi hambatan terpilih menjadi anggota parlemen. situasi perempuan terus memburuk. Namun secara menyeluruh kita telah cukup berhasil dalam jenjang jabatan politik di bawahnya. setidaknya kita pernah memiliki kurang terwakili di tingkat daerah.

1 Laju Angka Kematian Bayi dan Balita Sumber: BPS – Susenas. Semakin sejahtera anda. Jelas bahwa dapat mengharapkan hidup hingga usia 68 tahun. bahkan bisa mencapainya pada 2010. lebih rentan terhadap penyakit dan kondisi hidup kita harus menurunkannya dari 97 kematian yang tidak sehat.TUJUAN 4: MENURUNKAN ANGKA KEMATIAN ANAK biasanya merujuk pada anak di bawah usia lima Kita semua ingin menikmati usia panjang dan hidup tahun (balita). Kenyataannya. Antara 1970 dan 2005. Anak-anak yang lahir di Indonesia saat ini sebelum mencapai usia lima tahun. lebih banyak anak-anak kita yang tetap hidup. dan dengan kecenderungan laju yang ada. Salah satu yang paling penting adalah berkurangnya tingkat kemiskinan. Anak-anak. seperti yang bisa dilihat pada Gambar lebih lama. Jadi di antara dua garis tersebut adalah jumlah anak yang meninggal antara usia 1 dan 5 tahun. tidak mengejutkan bahwa angka kematian juga lebih tinggi di propinsi-propinsi termiskin. Ini merupakan pembedaan yang sehat.1. anak-anak tumbuh berkembang di lingkungan yang lebih sejahtera dan sehat. namun pada 2005 proporsinya meningkat hingga 77%. Menurunkan angka kematian anak Gambar 4. namun lebih lambat dibandingkan penurunan kematian balita. Dengan demikian proporsi kematian yang lebih besar terjadi pada bulan-bulan pertama setelah dilahirkan. Itu karena berbagai alasan. MDGs adalah mengurangi jumlah kematian anak. kita Bayi adalah anak berusia di bawah satu tahun. terutama bayi. Ya. semakin mungkin anak-anak anda bertahan hidup.000 lainnya yang sangat penting. Pada tahun 1990. Apa bedanya anak dengan bayi? Paling tidak. MDGs menargetkan pengurangan anak yang meninggal. kita mencapai kemajuan karena proporsi balita Anda dapat memilih usia harapan hidup sebagai yang meninggal kurang dari separuh angka tahun satu indikator kesehatan. Namun Ketika melihat pada angka kematian anak. 1995 AK Balita 2000 2005 AK Bayi 2010 2015 18 . Laju kematian bayi juga menurun. Itulah sebabnya tujuan keempat menjadi 32. Artinya. 120 Kematian per 1000 kelahiran hidup 100 80 60 40 20 0 1990 Ya. usia harapan 4. Artinya. Gambar tersebut menunjukkan proporsi anak hidup di negeri ini rata-rata meningkat sekitar 15 yang meninggal. angkanya sekitar 44 per 1. Pada 2007. Karena itu. yaitu jumlah anak. Sepertinya kita hampir mencapai target. baik ketika masih bayi ataupun tahun.kelahiran hidup. sekarang kita memang hidup bermanfaat. 70% kematian terjadi pada bayi. Namun ada satu ukuran 1990. kita anda juga harus melihat pada angka kematian bayi. angka tahun 1990 menjadi duapertiganya. berbagai tahun Catatan: Angka kematian balita juga mencakup angka kematian bayi.

000 anak meninggal setiap pada tahun pertama. khususnya sepanjang kehamilan dan Mengapa hanya sedikit anak-anak yang segera setelah persalinan. namun juga pencegahan 23 bulan. Target saat ini adalah 32 kematian per 1. Selain itu 82% anak-anak kesehatan. namun juga cukup banyak tahun karena komplikasi campak13 dan baru-baru terjadi pada minggu atau bahkan hari-hari ini ada beberapa KLB (kejadian luar biasa) polio pertama kehidupan mereka. Saat itu. namun dengan kesehatan ibu mereka. 19 . Sebuah survei misalnya menemukan imunisasi untuk hampir semua anak-anak di bahwa tingkat ketidakhadiran staf puskesmas republik ini. imunisasi hepatitis. Kematian anak bukan terjadi hanya 90%. Saat ini kita memang memberikan memadai. namun perlu lebih ditingkatkan lagi. Angka ini telah meningkat. karena mereka sedang 15 2007.000 kelahiran hidup. Namun. dan anak. khususnya yang Tidak sepenuhnya karena ada satu pengaruh besar tergantung pada layanan publik. belum untuk semuanya. Campak juga menjadi kekhawatiran karena angka imunisasi Dana memang membantu.4% 12. jumlahnya 97 kematian per 1. risiko terbesar yang Imunisasi tidak hanya tergantung pada para orang mereka hadapi adalah infeksi saluran pernafasan tua untuk memastikan bahwa anak-anak mereka akut dan diare. Pada mencapai 40%. akan menderita lain yaitu layanan kesehatan. Seringkali.dari APBN14. sementara target pemerintah adalah penyakit. Telah keseluruhan kesehatan anak-anak sangat terkait banyak yang dibelanjakan untuk kesehatan. cukup batuk rejan dan tipus adalah 84. dan campak Jerman (rubella). berada di tempat praktek pribadi . Keduanya dapat disembuhkan memperoleh vaksinasi.000 kelahiran hidup. belanja negara untuk kesehatan hanya sekitar 5% Jadi kita kembali ke kemiskinan lagi? TUJUAN 4: MENURUNKAN ANGKA KEMATIAN ANAK Target 4A: Menurunkan angka kematian balita sebesar dua pertiganya antara 1990 dan 2015 Karena itu. Kini. Bukan hanya untuk hanya 72% untuk bayi dan 82% untuk anak hingga upaya penyembuhan. indikator utama tujuan ini adalah angka kematian anak di bawah lima tahun (balita). diperlukan dana yang lebih banyak? 74% beberapa tahun lalu menjadi 70%. Dengan demikian. Diperkirakan 30. Indonesia cukup berhasil. Penduduk miskin. dan 80% digunakan untuk membayar gaji pekerja medis . Namun ini harus menjadi satu Padahal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) proses berkesinambungan.menjadi 72% untuk bayi dan 76% untuk anak dibawah 23 bulan pada 2006. Artinya kita harus memperbaiki kualitas layanan kesehatan ibu dimana 303 anak menjadi lumpuh. Namun secara kesehatan yang terkelola dengan baik. Hal yang mencemaskan merekomendasikan bahwa proporsi gaji seharusnya adalah turunnya angka imunisasi terhadap polio hanya 15%. Indikator kedua adalah proporsi anak usia satu tahun yang mendapat imunisasi campak. Ini membawa kita diperlukan lebih banyak anggaran karena saat ini ke tujuan MDGs selanjutnya. tapi diperlukan sistem jika penanganan dini dilakukan. Jika mereka bertahan divaksinasi? hidup selama masa tersebut. meskipun tinggi ketergantungan pada pemerintah kapubaten hanya separuh dari mereka yang menerima yang mengalokasikan 4-11% anggaran untuk imunisasi lengkap. khususnya program jika investasi untuk puskesmas berikut staf kurang imunisasi. anak-anak yang menerima imunisasi difteri. yaitu dari sekitar Jadi. Sekitar 80% dari anggaran tersebut 15 menerima imunisasi Tubercolosis (TBC). Target MDGs adalah untuk mengurangi dua pertiga angka tahun 1990.

seorang perempuan ibu. Sebagian besar sebenarnya bisa dicegah kalau saja perempuan memiliki akses terhadap kontrasepsi yang efektif. namun bisa saja tidak. Metode Setiap tahun sekitar 20. misalnya. sehingga komplikasinya dapat menimbulkan konsekuensi sangat serius.TUJUAN 5: MENINGKATKAN KESEHATAN IBU Gambar 5. misalnya. terkait sekitar 110. Dengan asumsi bahwa rasio pada informasi dalam laporan kematian yang saat itu adalah sekitar 450. lebih miskin dan terpencil. Grakk menunjukkan bahwa “tingkat kematian kematian tersebut dapat dicegah. hampir semua 5. Perkiraannya. target MDGs adalah bisa saja disebabkan oleh berbagai alasan. misalnya komplikasi akibat aborsi yang tidak aman. menurunkan rasio hingga tiga perempatnya dari Anda. Sejumlah komplikasi sewaktu melahirkan bisa dicegah. Satu survei di Ciamis. Karena itu ibu” telah turun dari 390 menjadi sekitar 307 per tujuan kelima MDGs difokuskan pada kesehatan 100. Masalahnya. seringkali muncul keraguan tentang angka kehamilannya sebesar 1.000 kelahiran. Saat ini hanya sekitar separuh perempuan usia 15 hingga 24 yang menggunakan metode kontrasepsi modern 20 . tidak mungkin hanya mengacu angka tahun 1990. Sebagian besar kelahiran berlangsung normal.berbagai tahun ataupun tidak terkait dengan persalinan. Jawa Barat. persalinan merupakan peristiwa (kesehatan) besar. menunjukkan bahwa rasio Kita seharusnya dapat memastikan ketika seorang ibu meninggal dunia tersebut adalah 56117.1.1 Tingkat Kematian Ibu Sumber: SDKI . terbaca dalam Gambar menjadi tragedi. Target MDGs adalah untuk Namun bisa ada keraguan tentang penyebabnya. akibat kondisi darurat. Meningkatkan kesehatan ibu Mengapa mereka meninggal? Biasanya. untuk mengurangi “kematian ibu”.2%. seperti akibat pendarahan dan kelahiran yang sulit. Sebenarnya. Artinya. Komplikasi seperti ini menyumbang 6% dari angka kematian.000 perempuan di yang biasa digunakan adalah dengan bertanya Indonesia meninggal akibat komplikasi dalam pada para perempuan apakah ada saudara persalinan. Melahirkan seyogyanya menjadi perempuan mereka yang meninggal sewaktu peristiwa bahagia tetapi seringkali berubah persalinan. Meski yang memutuskan untuk mempunyai empat semua sepakat bahwa angka kematian ibu terlalu anak memiliki kemungkinan meninggal akibat tinggi. terutama di daerah-daerah yang yang tepat. Angka tersebut bisa jauh lebih tinggi.

2007). diikuti oleh pil.68 Setiap kelahiran adalah keadaan darurat? Tidak semua. Sekitar 60% persalinan di Indonesia berlangsung di rumah.72 0. dan mengirim mereka ke seluruh penjuru Indonesia. pemerintah pusat telah melatih banyak bidan.(Gambar 5. 100% 0.56 0. Hal ini dapat mengakibatkan penundaan yang membahayakan jiwa karena tidak secepatnya memperoleh perawatan kebidanan darurat di pusat kesehatan atau rumah sakit. dan tidak memperkerjakan para bidan setelah berakhirnya kontrak mereka dengan Departemen Kesehatan. Mereka yakin bahwa tenaga persalinan tradisional akan lebih mudah ditemukan dan beranggapan bahwa mereka bisa lebih memberikan perawatan pribadi. Proporsi perempuan (usia 15-49) yang menggunakan alat kontrasepsi mengalami peningkatan dan prosentasenya pada tahun 2006 adalah 61% (SDKI. Keluarga juga lebih nyaman dengan seseorang yang mereka kenal dan percaya. mereka mungkin tidak menghadapi banyak persalinan. Namun. untuk penanganan cepat. biasanya lebih murah dan dapat dibayar dengan beras atau barang-barang lain. Keterlambatan dapat juga terjadi karena kesulitan dan biaya transportasi. telah mencapai 73%. pada 2007 proporsi persalinan yang dibantu oleh tenaga persalinan terlatih. Dalam kasus seperti ini. Metode yang paling umum dipakai adalah suntik. meminta bantuan bidan desa. Seperti tampak pada Gambar 5. mulai dari 39% di Gorontalo hingga 98% di Jakarta.56 0. Para bidan desa mungkin tidak mendapatkan pelatihan yang cukup atau mungkin kekurangan peralatan. ini mungkin benar. baik staf rumah sakit. pemerintah daerah tidak menganggap hal tersebut sebagai prioritas. Namun salah satu dari masalah utamanya adalah jika disuruh memilih. Namun jika ada komplikasi. para ibu memerlukan bantuan seorang ”tenaga persalinan terlatih”. di perkotaan atau di perdesaan. Dalam kasus-kasus persalinan normal.2 Proporsi Kelahiran yang Dibantu oleh Tenaga Persalinan Terlatih Sumber: BPS-Susenas damn SDKI. sepertinya. Jika mereka bekerja di komunitas-komunitas kecil. kaya maupun miskin. Ini artinya kita harus memperlakukan setiap persalinan sebagai satu potensi keadaan darurat yang mungkin memerlukan perhatian di sebuah pusat kesehatan atau rumah sakit.2).2.64 80% 0. banyak keluarga yang memilih tenaga persalinan tradisional.47 60% 0. belum tentu ia akan mendapatkan bantuan yang diperlukan Gambar 5. tidak peduli apakah sehat atau cukup gizi.72 0. Berbagai potensi masalah lainnya bisa dicegah apabila para ibu memperoleh perawatan yang tepat sewaktu persalinan.68 0.49 0.67 0.41 0.67 0. perempuan mana pun dapat mengalami komplikasi kehamilan. Jika ada bidan desa pada saat persalinan atau sang ibu melahirkan di sebuah pusat kesehatan atau rumah sakit.50 40% 20% 0% 1992 1993 1994 1995 1996 1997 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 Mengapa banyak keluarga lebih memilih tenaga tradisional? Karena berbagai alasan. pusat kesehatan ataupun bidan desa. namun berpotensi menjadi keadaan darurat.70 0.73 21 . ketika sang ibu sampai di rumah sakit. berbagai tahun 0. bidan atau dokter dapat melakukan tindakan yang diperlukan. Selain itu. Apakah kita kekurangan bidan desa? Sebenarnya. Sayangnya. khususnya di daerah-daerah yang lebih terpencil. tenaga persalinan tradisional mungkin tidak akan dapat mengatasi dan mungkin akan segan untuk 0. ada masalah terkait kualitas. sementara separuhnya lainnya tidak dapat diselamatkan akibat tidak adanya perawatan yang tepat dengan fasilitas medis memadai18. Salah satunya. Pengalaman internasional menunjukkan bahwa sekitar separuh dari kematian ibu dapat dicegah oleh bidan terampil. Ini artinya akan baik kalau ada seseorang yang mengamati dan dapat mengenali adanya tanda-tanda bahaya. Sekali lagi angka ini sangat bervariasi di seluruh Indonesia. sehingga tidak mendapat pengalaman yang cukup. Kenyataannya. semestinya perawat. Untungnya banyak perempuan yang mendapatkan bantuan tersebut.

kita bisa mencoba untuk memastikan bahwa para ibu berada dalam kondisi terbaik dan tetap bertahan. Indonesia tidak akan mencapai target. Indikator kedua yaitu proporsi persalinan yang ditolong oleh tenaga kesehatan terlatih. perlu memperbaiki perawatan di pusat-pusat kesehatan. Selain melindungi kesehatan ibu. TUJUAN 5: MENINGKATKAN KESEHATAN IBU Target 5A: Menurunkan angka kematian ibu sebesar tiga perempatnya antara 1990 dan 2015. Perempuan yang secara rutin mendatangi klinik pra persalinan biasanya mengetahui apa yang harus mereka lakukan apabila terjadi keadaan darurat. Berdasarkan datadata tersebut. dengan gizi yang cukup. Perawatan antenatal juga mengalami peningkatan. saat ini menunjukkan angka 73%. perawatan pra dan pasca persalinan juga memberi manfaat pada anak-anak serta dapat menyelamatkan nyawa mereka. kita juga perlu memikirkan tentang apa yang terjadi sebelum dan selama kehamilan. Saat ini. yang membawa kita ke tujuan berikutnya. Ya. Anda mungkin masih ingat dalam tujuan MDGs sebelumnya bahwa saat ini kebanyakan anak meninggal segera setelah kelahiran. Anemia membuat perempuan jauh lebih rentan untuk sakit dan meninggal. dengan keterbatasan data.0%. masih ingat Anemia? Anemia adalah rendahnya kadar zat besi dalam darah.karena banyak rumah sakit kabupaten kekurangan staf dan tidak memiliki layanan 24 jam. 22 . Ini dapat terjadi selama kehamilan ketika tubuh ibu memerlukan lebih banyak zat besi. sangat mungkin untuk mencapai tujuan lain. mereka dapat mengganti kekurangan zat besi Ini adalah salah satu contoh tentang keterkaitan antara semua tujuan-tujuan MDGs. Jika kita hendak mewujudkan tujuan yang berkaitan dengan angka kematian ibu. tersebut jika mereka mendatangi klinik pra persalinan dimana mereka menerima suplemen zat besi. Melihat kecenderungan saat ini. Perlu anda ketahui bahwa perempuan juga punya kecenderungan anemia jika mereka terkena malaria. sulit untuk mengukur sejauh mana pencapaian target akses untuk kesehatan reproduksi. Lebih dari itu. Bila terjadi kemajuan di satu tujuan. Data tersedia yang terdekat dengan tahun 1990 berasal dari tahun 1995. Namun demikian. Target 5B: Mencapai dan menyediakan akses kesehatan reproduksi untuk semua pada 2015 Penggunaan kontrasepsi oleh wanita usia 15-49 tahun meningkat menjadi 61. Bahkan jika kita tidak dapat meramalkan keadaan darurat. target yang harus dicapai adalah 97. sekitar seperlima perempuan hamil kekurangan gizi dan separuhnya menderita anemia. Akan tetapi.

000. 172. Menurut Komisi Penanggulangan AIDS karena orang tidak memahami bagaimana cara Nasional (KPA). misalnya inluenza. sekitar 6% dari para pekerja kelompok tersebut. dicegah. Bahkan di Papua . Dari dari mereka diperkirakan telah tertular . Virus HIV tidak menular melalui sentuhan. Di Indonesia terdapat Narkotika. Jumlah itu merupakan 0. namun di beberapa wilayah tersebut diperkirakan telah tertular. Memerangi HIV dan AIDS. laki-laki19. Laki-laki yang berhubungan tercatat 12.1% dari jumlah Dalam kenyataannya. sebagian besar adalah bahkan ciuman dengan orang yang tertular HIV. jarum. HIV tidak Indonesia beruntung bahwa HIV belum mencapai menyebar melalui sentuhan.000 PSK perempuan. Di penularan memang masih terkonsentasi pada dua Jakarta. mungkin Tidak. sejak 1987 sampai Juni 2008.000 dan 219. Syndrome (AIDS) – terutama karena penyakit ini dapat membawa dampak yang menghancurkan.479 di antaranya telah meninggal. Jumlah penduduk Indonesia bekerja bersama seseorang yang hidup dengan yang hidup dengan virus HIV diperkirakan antara HIV. Hanya dalam kondisi-kondisi tertentu. Anda tidak akan positif kondisi seperti yang terjadi di Afrika dan beberapa tertular HIV hanya dengan hidup bersama atau negara Asia Tenggara. Di Indonesia. HIV masih menjadi seks tanpa pelindung. Benarkah? Saya pikir HIV sangat mudah menular bukan hanya terhadap kesehatan masyarakat namun juga terhadap negara secara keseluruhan. penularannya dari satu orang ke orang lain.TUJUAN 6: MEMERANGI HIV DAN AIDS. Di negara-negara lain. Kelompok sana HIV menyebar ke penduduk lainnya sehingga utama berisiko tinggi lainnya adalah pekerja seks menyebabkan ”epidemi yang menyebar ke populasi (PS – dulu Pekerja Seks Komersial). sehingga memungkinkan penularan dari sisa penularan awalnya menyebar dengan cepat di antara darah pada alat suntik yang baru digunakan dari dua kelompok berisiko tinggi. malaria serta penyakit lainnya Risiko terbesar adalah melalui kontak langsung dengan darah yang tertular atau melalui hubungan Mungkin Ya. Para pengguna narkoba ancaman utama. stigma tentang HIV muncul penduduk. Di Indonesia umum (generalised epidemy)”. Pada urutan luas lagi sebenarnya sangatlah mungkin untuk teratas adalah Human Immunodekciency Virus (HIV). Hal ini berarti sudah terlihat kecenderungan bahwa epidemi ini para pengguna jasa PSK pun termasuk ke dalam akan menyebar ke populasi umum. Jadi. terdapat sekitar 200. bagaimana cara penularannya? Jadi kita bisa terbebas 23 . Psikotropika dan Zat Aditif Lainnya sekitar setengah juta penasun dan sekitar setengah 20 (Napza) suntik (penasun) dan pekerja seks.dianggap sudah memasuki Tujuan keenam dalam MDGs menangani berbagai kondisi generalised epidemic. misalnya. Epidemi yang lebih penyakit menular paling berbahaya. yaitu penyebaran kelompok resiko tinggi. karena penularan HIV tidaklah semudah yaitu virus penyebab Acquired Immuno Dekciency penularan virus lain. MALARIA SERTA PENYAKIT LAINNYA dari pengguna napza suntik ke pasangan seksnya. seperti yang dapat kita amati berisiko tinggi karena mereka sering tukar menukar terjadi di tempat lain.686 kasus AIDS – 2. yaitu para pengguna satu orang ke orang lain.

mengaku bisa mengetahui pelanggannya tertular atau tidak hanya dengan melihat pelanggan tersebut. kemudian dengan tanpa rasa bersalah ataupun khawatir. dimana 2. Oleh sebab itu. alasan lain mengapa orang enggan untuk menjalani tes atau pengobatan adalah karena stigma yang melekat pada HIV dan AIDS. Masyarakat juga perlu mengetahui bagaimana penularan terjadi serta cara melindungi Apa yang harus dipertentangkan? Banyak yang berpendapat. kelihatannya. Selain itu. Ini terutama karena kekurangtahuan. pada tahun 2010 jumlah penduduk yang tertular HIV diperkirakan mencapai setengah juta orang. Di Papua saat ini sudah terjadi epidemi yang menyebar ke masyarakat luas21. Di Tanah Papua hanya sedikit orang yang menggunakan napza jarum suntik. Bahkan di antara para PSK. SDKI 2007) mungkin tidak akan mengubah perilaku mereka. Seseorang yang telah memiliki informasi dasar (sekitar 66%. masyarakat harus mengetahui semua fakta. Tanah Papua (Papua dan Papua Barat) telah menunjukkan betapa cepatnya virus tersebut menyebar. hanya sekitar setengah dari mereka yang menggunakan kondom. namun tanpa penanganan yang tepat ia dapat menyebar dengan sangat cepat. meskipun kelihatannya akan banyak ditentang. menunjukkan bahwa 40% tidak mengetahui bagaimana menghindari infeksi HIV24. Oleh sebab itu menjadi penting bahwa siapa pun seharusnya berkesempatan menjalani tes serta memperoleh konseling yang tepat. Masih cukup banyak laki-laki yang telah berhubungan seks dengan PSK tanpa kondom.dari mereka dalam usia reproduktif. Ini dapat terjadi dengan cukup cepat. Hanya sekitar satu dari dua puluh orang yang tertular HIV telah melakukan tes. lebih memilih berhubungan seks tanpa kondom karena alasan tidak nyaman. kepada para pelanggan pekerja seks dan kemudian kepada penduduk. ini menggambarkan Indonesia menghadapi risiko penyebaran HIV yang lebih cepat melalui penularan seksual. tidak mengetahui fakta-fakta dasar HIV dan AIDS serta enggan untuk merawat orang yang terkena HIV. Hanya sekitar 1. kesadaran saja tidak cukup. diri sendiri. Jadi bagaimana kita bisa mencegahnya? Prioritas pertama. 61% wanita dan 71% pria . juga tanpa kondom. Selain itu. namun dalam prakteknya ada biaya pendaftaran dan biaya-biaya lain. Jika kita ingin mencegah meluasnya epidemi. bahkan satu juta. Dan meskipun belum dapat disembuhkan. misalnya. Padahal faktanya adalah kita tidak dapat mengetahui seseorang terinfeksi HIV secara ksik jika memang belum muncul gejala penyakit ketika sistem kekebalan tubuh mereka sudah menurun (tahapan AIDS). dengan istrinya di rumah. Namun. Meskipun ia sudah tertular HIV? Boleh jadi tanpa sepengetahuannya. melalui pemberian air susu ibu (ASI) kepada bayinya. Banyak orang mungkin terlalu malu untuk membeli atau membawa-bawa kondom.mereka harus mengurangi kemungkinan menularkannya kepada pasangan. Banyak PSK. Bahkan sebagian dokter dan perawat. Berisiko tinggi terhadap apa? Terhadap epidemi yang meluas.5% penduduk di dua propinsi Papua hidup dengan HIV22. Seperti yang terjadi di Tanah Papua. Salah satu masalah paling penting adalah rendahnya penggunaan kondom. Atau. Kebanyakan orang sadar tentang penyakit tersebut namun memiliki pandangan yang keliru. misalnya. HIV berpotensi menyebar dengan cepat – dari para pengguna narkoba suntik dan para PSK.seks secara tidak aman dengan laki-laki juga berisiko tinggi. para ibu hamil yang terinfeksi HIV juga dapat menularkannya ke anak yang baru mereka lahirkan. Sebuah survei terhadap para remaja yang beranjak dewasa yang dilakukan selama 20022003. perlu membahas penyakit tersebut secara terbuka dan jujur serta mengambil langkah-langkah praktis. Walaupun di kebanyakan wilayah Indonesia HIV belum menyebar ke populasi umum. Menurut Departemen Kesehatan. namun lebih banyak orang yang menggunakan jasa PSK dan juga pada tingkat hubungan seks pra-nikah yang lebih tinggi. saat ini ada obat-obatan yang disebut antiretroviral yang dapat membantu mengendalikan laju penyakit tersebut. Seyogyanya antiretroviral gratis. melakukan hubungan seks. Apa perlunya menjalani tes apabila tidak bisa disembuhkan? Jika seseorang mengetahui bahwa mereka positif terinfeksi HIV. bila tidak ada tindakan efektif23. perlu membagikan 24 .3% pasangan yang menggunakan kondom sebagai alat keluarga berencana. dan saat ini antiretroviral hanya tersedia di rumah sakit kota besar. Memang dalam beberapa hal Indonesia sangat rentan.

Yang paling mungkin menderita adalah mereka yang sistem kekebalannya melemah.kondom gratis di kawasan pekerja seks atau jarum suntik gratis kepada para pengguna narkoba. Dibandingkan HIV dan AIDS. berdampak pada lebih banyak orang yaitu sekitar 582. Namun kebanyakan orang. Angka ini bervariasi. yang utamanya menggerogoti paru-paru. TBC sudah ada lebih lama. Di Jawa dan Bali. Selain itu. Masalah utama kita saat ini adalah rendahnya kesadaran tentang isu-isu HIV dan AIDS serta terbatasnya layanan untuk menjalankan tes dan pengobatan. Stigma yang masih kuat menganggap bahwa HIV hanya akan menular pada orang-orang tidak bermoral. Jadi setiap orang perlu untuk mengambil langkah perlindungan yang diperlukan.000.000 orang. meski sebenarnya. dimana lebih mudah melibatkan masyarakat karena tidak ada stigma dan diskriminasi terhadap penyakitpenyakit tersebut. Namun ini tidak berarti bahwa mereka sudah sembuh. Untuk sembuh total. karena hal itu akan mendorong timbulnya turunan (strain) TBC yang kebal terhadap obat-obatan yang ada saat ini. Saat ini. Indonesia telah menggunakan DOTS sejak 1995. yaitu 91%. Menjadi sebuah tantangan untuk mengajak semua pihak merasakan ini sebagai masalah yang perlu dihadapi bersama.000 orang meninggal karena TBC. namun tidak seburuk itu. sangat menular. Kedua. Penyembuhan ini mencakup pemberian tiga atau empat obat dosis tinggi selama enam bulan. Ini adalah kasus di mana pengobatan yang tidak tuntas lebih buruk daripada tidak diobati. tanpa menghujat atau merendahkan kelompok lain. sejak 1990 prevalensi penyakit TBC telah berkurang setengahnya. Pertama. Kondisi ini dapat terlihat secara jelas jika dibandingkan dengan respon terhadap penyakitpenyakit lain seperti malaria dan Tuberculosis (TBC). jadi ada keterkaitan yang kuat antara virus HIV yang dampak utamanya adalah melemahkan sistem kekebalan. Sementara yang lain menentang hal ini karena seakan membiarkan atau mendorong perilaku tak bermoral atau berbahaya. misalnya. Memang komunikasi perlu ditingkatkan antara yang mendukung dan menolak pendekatan penurunan dampak buruk. Apa tujuan yang hendak dicapai? Target MDGs untuk HIV dan AIDS adalah menghentikan laju penyebaran serta membalikkan kecenderungannya pada 2015. 25 . Berhenti meminum obat tidak baik untuk mereka dan untuk orang lain. Setiap tahun sekitar 100. Mengapa tidak seluruhnya? Seringkali karena orang berhenti meminum obat ketika mereka merasa lebih sehat. kurangnya pengalaman kita untuk menanganinya dan anggapan bahwa ini hanyalah masalah kelompok risiko tinggi ataupun mereka yang sudah tertular. meskipun di tempat lain penurunan tersebut terjadi lebih lambat. Strategi standar penyembuhan TBC adalah apa yang disebut strategi penyembuhan jangka pendek dengan pengawasan langsung (Directly-Observed Treatment Short-course/DOTS). Saat ini kita mendeteksi lebih dari tiga perempat kasus. mereka harus menjalani proses penuh. di mana tingkat penyembuhan sekitar 91%. Angka penduduk yang “BTA (Batang Tahan Asam) positif” TBC diukur per 100. Selain kelompok berisiko tinggi. mulai dari 64 di Jawa dan Bali. Apakah kita lebih maju dalam menangani Malaria dan TBC? Ya. Beruntung bahwa kita sekarang memiliki Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) yang aktif sehingga dapat membantu kita mewujudkan tujuan ini. Namun HIV dan AIDS menghadapkan kita pada pilihan keras dan sulit. karena kebanyakan orang yang terinfeksi tidak segera menunjukkan gejala-gejala aktif. namun untuk itu diperlukan satu upaya besar-besaran dan terkoordinasi dengan baik di tingkat nasional. kita juga harus beranggapan bahwa pada akhirnya semua orang berisiko dan berarti pendekatan yang digunakan pun akan berbeda. titik awalnya lebih buruk. hingga 160 di Sumatera dan 210 di propinsi. betul-betul sembuh dan berkat DOTS kita telah memenuhi target MDGs untuk membalikkan kecenderungan penyebaran penyakit tersebut. kita belum dapat mengatakan telah melakukan dua hal tersebut karena di hampir semua daerah di Indonesia keadaannya tidak terkendalikan. yang merupakan penyebab kematian ketiga terbesar. TBC dapat disembuhkan. Setiap tahun satu orang dapat menulari sekitar 10 hingga 15 orang dengan melepaskan bakteri TBC ke udara yang dapat dihirup oleh orang lain. dan saat ini.propinsi bagian Timur. TBC. bahwa mereka memiliki kelompok sasaran masing-masing. Terdengar sangat berbahaya Memang. Kita bisa saja mencapai target ini.

Namun mereka juga perlu untuk memperoleh pengobatan. terjadi peningkatan jumlah kasus malaria. dan survei terperinci hanya di daerah-daerah yang paling parah terkena dampak. Secara khusus. paling parah terkena adalah keluarga termiskin. atau demikian ini mungkin saja terjadi karena adanya para pekerja kesehatan pergi berkeliling mencari survei-survei yang lebih baik. bukan hanya TBC Sebagian dana berasal dari anggaran kesehatan. terapi pengobatan juga Hanya sekitar 20% orang yang mencari pengobatan. utama adalah pencegahan. Kebanyakan sangat efektif. Secara menyeluruh. Pelayanan di daerah-daerah terpencil sulit Siapa yang membayar ini semua? untuk hampir semua penyakit. Juga penting untuk memastikan hutan-hutan selama musim hujan. dimulai dengan nyamuk anopheles yang besar. dan manusia yang lebih sehat. Kenyataannya. Jika tidak ada manusia yang terinfeksi. ditemukan 18 tempat-tempat yang membuat mereka lebih mudah terserang. Dan setiap tahun. di kabupaten-kabupaten Jadi tahap akhir dalam perjuangan melawan malaria Daripada menunggu Indonesia bagian Timur serta sejumlah tempat lain adalah pemberantasan. Sebaliknya. dalam hal membalikkan kecenderungannya. Ini memutus siklus infeksi. meskipun ia menurunkan kesehatan. 2005). Malaria sendiri. Sekarang ini Apakah kasus malaria menurun atau meningkat? pengobatan utama adalah dengan terapi kombinasi Kita tidak punya informasi yang cukup untuk bisa obat artemisin (artemisin combination therapy). Bagi semua kelompok ini. seperti juta orang. di tempat-tempat di orang yang menderita malaria tidak melaporkannya. terpencil. Kemudian bahwa kita tetap menyimpan pasokan obat-obatan kita perlu melindungi diri kita sendiri dari nyamuk yang diperlukan dan bahwa pasien terus menjalani dengan menyemprot rumah dengan insektisida atau proses penyembuhan secara penuh. atau sekitar 90 Begitu pula bila terjadi bencana alam. yang menjadi tugas utama adalah mencegah Ya. yang memberikan gambaran yang lengkap. cukup rendah. di kasus dan mengobatinya. yang membuat mereka lebih rentan terhadap penyakit lain. kita dapat mengatakan bahwa kita sudah penyakit-penyakit menular lainnya. mana kasusnya lebih sedikit. Ini membawa kita ke Apakah kita bisa lebih memastikan tujuan ketujuh. namun juga malaria. Namun kebanyakan Tapi paling tidak malaria tidak mematikan Biasanya tidak. Termasuk yang diperkirakan menimbulkan kerugian sekitar 60 penduduk miskin yang karena ingin mendapatkan juta dollar karena hilangnya pendapatan. prioritas juta kasus malaria (Depkes. biasanya di berbagai Mengapa begitu? kabupaten kawasan Timur. Pertama. separuh dari penduduk Indonesia. Seperti yang dapat anda bayangkan. berpindah ke pinggiran hutan. Lebih dari setengah juta penduduk masih membawa parasit. menjadi sebuah bentuk pencegahan yang penting. Di Jawa dan Bali. Tantangan utamanya adalah jumlah tempat-tempat dimana nyamuk dapat memperluas program DOTS . Hampir lahan lebih luas. nyamuk tidak prevalensi malaria sudah turun mencapai tingkat yang dapat membawa parasit. yaitu dengan menciptakan lingkungan alam sasaran untuk mencapai tujuan MDGs. tinggal di daerah-daerah dengan nyamuk tsunami di Aceh.Timur. Kabar baik kalau begitu pencapaiannya? Di kabupaten-kabupaten di Indonesia bagian 26 . TBC dan Malaria.yang saat ini lebih berkembang biak – biasanya di sungai-sungai dan banyak dikonsentrasikan di pusat-pusat kesehatan anak-anak sungai yang tidak beriak selama musim – dengan melibatkan lebih banyak komunitas. Seperti halnya dengan Indonesia. dan memiliki dampak ekonomi yang sangat besar. ditambah dukungan dari Dana Global (Global Fund) untuk AIDS. khususnya untuk anak-anak. dengan menggunakan kelambu yang sudah dicelup kita harus lebih banyak menjangkau daerah-daerah insektisida. banyak yang mengungsi ke pembawa malaria. kita harus mengurangi terinfeksi setiap tahun. Namun pasien mendatangi pusat-pusat kesehatan. Mereka tinggal di rumah-rumah dengan standar Malaria dapat membuat orang tidak bisa bekerja – buruk dan tidak mampu membeli kelambu. jadi kita tepat malaria kita dapat mencapai kemajuan yang cukup besar. LSM kemarau atau di cekungan-cekugan air hujan di dan pihak lain. namun TBC masih merupakan masalah sangat infeksi. orang harus membayar untuk melindungi diri mereka khususnya anak-anak dan ibu-ibu hamil.

MALARIA SERTA PENYAKIT LAINNYA Target 6A: Menghentikan dan mulai membalikkan tren penyebaran HIV dan AIDS pada 2015 Prevalensi saat ini adalah 5. Tuberkulosis (TBC) – Prevalensi: 262 per 100. 6%. Tanah Papua 17%. 3%. terkait dengan kelompok-kelompok berisiko tinggi. 27 . 43%. Tes – Melakukan tes selama 12 bulan terakhir dan mengetahui hasilnya. Angka keberhasilan pengobatan DOTS: lebih dari 91%.7%. kita semestinya bisa melakukannya. laki-laki yang berhubungan seks dengan laki-laki. 15%. 43%. Prevalensi HIV– Para pengguna napza jarum suntik 2003: Jawa Barat.000 atau setara dengan 582. Target 6B: Tersedianya akses universal untuk perawatn terhadap HIV/AIDS bagi yang memerlukan. 2004-2005: PSK perempuan. pengguna napza jarum suntik 18%.6 per 100. 24%. Deteksi kasus: 76%. belum ada data tersedia. pelanggan pekerja seks. 24%. Jumlah ini mungkin sudah turun.6 juta kasus per tahun. 15%.000 kasus setiap tahunnya. PSK perempuan 2003: Jakarta. Pengetahuan– Proporsi kelompok yang tahu bagaimana mencegah infeksi dan menolak kesalahpengertian utama 2004: PSK. Target 6B: Menghentikan dan mulai membalikkan kecenderungan persebaran malaria dan penyakit-penyakit utama lainnya pada 2015 Malaria – Tingkat kejadian hingga 18. pelanggan pekerja seks. 4%.000 orang di tingkat nasional namun pada saat ini tidak ada indikasi bahwa kita telah menghentikan laju penyebaran HIV dan AIDS. PSK laki-laki 2004: Jakarta. Hampir semua data yang ada berikut ini. pada 2010 Untuk target ini. pengguna napza jarum suntik. 20%. Meskipun demikian. Narapidana 2003: Jakarta.TUJUAN 6: MEMERANGI HIV DAN AIDS. laki-laki yang berhubungan seks dengan laki-laki.

merusak lahan.1 Kategori “Kawasan Hutan” dan Cakupan Hutan yang Sesungguhnya. menurut Departemen ”kawasan hutan” tersebut hanya memiliki sedikit Kehutanan. atau sekitar 50% wilayah Indonesia. 2006 Kawasan ini dibagi menjadi berbagai kategori dengan tingkat perlindungan yang berbeda. 2006 Sumber: Departemen Kehutanan. Kayu sangat berharga sehingga banyak perusahaan siap mencurinya. Pertama. Ini penting bagi Indonesia karena kita memiliki sejumlah hutan yang paling kaya dan paling beragam di dunia. Mengherankan bahwa masih ada hutan yang tersisa Cukup serius. hanyalah sekitar 94 juta hektar. Kita menebang pohon. Kawasan dengan tingkat perlindungan lebih rendah adalah dua jenis ”hutan produksi” yang digunakan untuk mendapatkan kayu atau hasil hutan lainnya . kadang-kadang lewat kolusi dengan pejabat setempat.TUJUAN 7: MEMASTIKAN KELESTARIAN LINGKUNGAN Memastikan kelestarian lingkungan Pembangunan di Indonesia telah banyak mengorbankan lingkungan alam. Namun demikian. sepertiga dari Memang. Wilayah yang sebenarnya berhutan hutan”. karena dua pertiga wilayah Indonesia adalah hutan Akan demikian halnya apabila kawasan tersebut benar-benar kawasan hutan. Gambar 7. kita kehilangan 3. Sebaliknya. Kawasan yang paling terlindungi adalah ”kawasan konservasi” dan ”hutan lindung”. Dalam beberapa kasus.5 juta hektar hutan per tahun25. kita memiliki 127 juta hektar “kawasan populasi pohon. anda akan melihat hanya tersisa sedikit pohon dalam dua perlima area hutan produksi. Yang paling rentan adalah kawasan yang digolongkan “hutan konversi”. citra satelit juga menunjukkan bahwa sebagian dari lahan yang tidak diperuntukkan sebagai hutan pada kenyataannya adalah hutan. Tidak terlalu buruk. seperti yang terlihat pada Gambar 7. Mencermati Gambar 7. Citra satelit menunjukkan bahwa pada 2005. 28 . yaitu sekitar dua pertiga luas wilayah kita.1. separuh kayu Indonesia diperkirakan dihasilkan lewat pembalakan liar. Kenyataannya.namun dengan keharusan penanaman kembali.126. Selama periode 1997 hingga 2000. Namun tidak untuk jangka waktu yang terlalu lama lagi. atau seluas propinsi Kalimantan Selatan. Tujuan MDGs ketujuh adalah untuk menghalangi kerusakan ini. yang sesuai namanya bisa digunakan untuk tujuan-tujuan lain. membanjiri sungai-sungai dan jalur air serta atmosfer dengan lebih banyak polutan. Apa yang terjadi dengan pepohonan yang tersisa? Salah satu masalah utama adalah penebangan liar. tujuan ini menelaah seberapa besar wilayah kita yang tertutup oleh pohon.

Seperti yang sudah anda bayangkan. Kenyataannya. khususnya sekitar 10 juta penduduk miskin. Apa yang salah dengan bahan bakar padat? Biasanya lebih kotor karena menghasilkan uap dan asap. ESDM. Ini berisiko jika digunakan di rumah.lahan juga dibuka untuk tujuan-tujuan lain seperti perkebunan kelapa sawit.5% pada 2004. salah satu indikator MDG lainnya jelas mencerminkan hal ini. pula polusi udara. Dalam kenyataannya. Di tingkat nasional kita mempunyai niat yang benar. Kita punya pohon bawah laut? Tidak. kita berada di titik yang rendah pada 1998 menyusul krisis ekonomi. Tentu saja energi yang sedang kita bahas ini tidak berasal dari makanan namun dari berbagai jenis bahan bakar. dari 70. Secara keseluruhan. khususnya tumpahan minyak. Kebanyakan gas rumah kaca berasal dari negara-negara kaya Memang betul bahwa negara-negara maju paling banyak menghasilkan emisi industri. namun penggundulan hutan dan kerusakan lahan menyebabkan erosi berupa pengikisan lapisan tanah oleh air hujan. Namun kita juga memiliki banyak sumber daya alam lain yang dengannya penduduk miskin bisa bertahan hidup. Jadi kita tidak cukup berhasil Tidak. Yang juga perlu dilakukan adalah pengalihan pengendalian hutan kepada komunitas setempat sehingga mereka bisa hidup dari hutan dan mendapatkan insentif untuk mengelola dan melindungi hutan tersebut. Selain itu. Penggundulan hutan juga mengurangi keragaman hayati kita. Indonesia masih jauh dari target. Penggundulan hutan juga seringkali disertai dengan kebakaran hutan yang menimbulkan masalah kesehatan yang serius selain memproduksi gas rumah kaca yang dilepaskan dalam jumlah besar ke atmosfer. 2006). dan bukan menggunakan minyak tanah. karena banyak dari energi tersebut merupakan hasil industrialisasi yang biasanya mengkonsumsi lebih banyak energi. Ini artinya menggunakan kayu atau batubara. kimia dan pestisida –begitu Itu bukan salah kita. khususnya karbon dioksida yang naik ke lapisan atas atmosfer dan memanaskan planet ini. atau LPG (Liquiked Pertoleum Gas). Pada 29 . untuk indikator MDGs ini. sebagian komunitas pedesaan yang kekurangan lahan juga telah merambah hutan lebih jauh. Kita harus berbuat lebih banyak untuk memberantas kejahatan dan korupsi di bidang kehutanan. Situasinya semakin rumit ketika pemerintah daerah mempunyai deknisi peruntukan lahan yang bertentangan dengan defenisi nasional. Namun kita memiliki pengelolaan yang buruk dan kesulitan dalam menegakkan peraturan. Namun banyak negara-negara berkembang. Tanah tersebut mengalir bersama sungai ke laut sehingga menghancurkan terumbu karang. misalnya. “intensitas energi” kita meningkat terus hingga saat ini mencapai 95. Memang proporsi penduduk yang menggunakan bahan bakar padat sudah menurun secara tajam. khususnya yang berasal dari industri dan semburan asap kendaraan bermotor.2% pada 1989 menjadi 47. juga menghasilkan banyak karbon dioksida. Tinggal satu tujuan MDGs lagi yang akan dibahas.3 kg setara minyak per 1. sumber daya kelautan di Indonesia juga telah terkena dampak penggundulan hutan. MDGs tidak memiliki indikator untuk polusi. Laut kita pun menghadapi risiko polusi lainnya. Indikator tersebut melihat pada proporsi penduduk yang menggunakan bahan bakar padat. termasuk Indonesia. khususnya lautan yang menjadi lapangan pekerjaan bagi 3 juta orang. Konsumsi minyak bumi. Tentu saja kita juga perlu mengkhawatirkan emisi bahan bakar lain yaitu “gas rumah kaca”. Namun demikian. khususnya bagi perempuan dan anak-anak karena bisa terkena dampak buruknya. Saya banyak menggunakan energi untuk membaca laporan ini Juga sangat menarik bukan? Tetaplah membaca.000 $ (Dep. lingkungan hidup Indonesia telah cukup tercemar. Sejak itu. dan semua ini menimbulkan masalah besar bagi penduduk yang menggantungkan penghidupan mereka pada hutan. di daratan kita dihadapkan pada polusi limbah beracun. Sementara itu. termasuk kelompok masyarakat adat27. khususnya jika kita beralih menggunakan bahan bakar yang lebih bersih. Jadi bagaimana kita bisa mengejar ketertinggalan? Mungkin agak sulit. namun memonitor seberapa besar penggunaan energi kita. menggunakan lebih banyak energi tidak serta-merta berarti lebih banyak pencemaran. Pemerintah telah berikrar untuk melindungi lingkungan.

dengan bantuan internasional Indonesia telah berhasil menghapuskan 3. Namun demikian. Jadi yang telah digunakan dalam produk penyemprot untuk itu indikator yang digunakan adalah proporsi aerosol dan lemari pendingin.” Namun apa artinya itu? Pada saat ini kita tidak memiliki angka yang pasti. 30 . sementara sisanya berasal dari kehutanan dan pertanian. mengurangi impor bahan-bahan tersebut dan berhenti menggunakan persediaan yang ada. namun kita terhadap satu ”sumber air yang terlindungi menggunakannya. bahan-bahan yang mengurangi “lapisan ozon”. pada saat yang sama kita menggunakan bahan-bahan lainnya lebih banyak lagi. Namun angka-angka tersebut bisa menjadi sangat besar bila memasukkan kebakaran hutan dan kehancuran lahan gambut. Baiklah. Apakah anda siap untuk membahas topik utama yang lain? Lahan gambut? Gambut adalah satu kandungan bahan-bahan organik yang membusuk. bermeter-meter ke dalam tanah dan menyimpan milyaran ton karbon dioksida. Seperti halnya regulasi tentang hutan. rutin. atau dari hidran atau keran air. jelas bahwa kerusakan hutan-hutan kita bukan Rasanya tidak saja merusak warisan lingkungan kita. Sejumlah LSM berpendapat bahwa kerusakan lahan gambut dengan cepat mengubah Indonesia menjadi salah satu penghasil emisi karbon dioksida terbesar di dunia29. banyak dari karbon dioksida tersebut lepas ke atmosfer. sehingga tugas pertama adalah (improved water source)”. bahan-bahan tersebut menjadi satu lapisan gambut yang tebal. kita masih mengimpor secara ilegal bahanbahan tersebut. Apakah akan memberikan perkiraan tentang apa yang anda akan meminumnya? sedang terjadi. sehingga menyumbang pada pemanasan global. sekarang saatnya untuk beralih ke cairan dan khususnya air minum. Ini merujuk pada penggunaan penjualan yang semakin meningkat pesat31. Indonesia tidak dapat penduduk yang memiliki akses berkelanjutan menghasilkan bahan-bahan kimia ini. kenyataan yang sesungguhnya mungkin 7 milyar liter per tahun pada 2004 dan dengan tidak terlalu dramatis. Selama ribuan tahun. anda dapat membeli air kemasan. Namun lapisan ozon dapat hilang oleh tidak menganggap air kemasan sebagai sumber bahan-bahan seperti chloroluorocarbons (CFC) yang berkelanjutan bagi kebanyakan orang. Namun bisa memberikan anda “akses terhadap air minum ini bukan satu-satunya emisi yang harus kita yang aman. Pada tahun 2005 tingkat emisi naik menjadi 1. Selama periode 1992-2002. Lebih dari separuhnya berasal dari industri. Seringkali masalahnya terletak pada perusahaan-perusahaan yang lebih kecil. Tujuan MDG ketujuh antara lain menetapkan target untuk menurunkan separuh dari proporsi penduduk yang tidak memiliki “akses yang berkelanjutan terhadap Betulkah? air minum yang aman. rumah tangga atau transportasi. kita memiliki regulasi berkaitan dengan bahan-bahan tersebut. Dan MDGs merusak.” Atau jika anda mempunyai pendapatan khawatirkan. Indonesia merupakan konsumen air kemasan terbesar ke Saya merasa sangat khawatir delapan di dunia dengan konsumsi lebih dari Untungnya.tahun 2000 setiap orang mengeluarkan rata-rata 1. Ketika rawa dikeringkan atau gambut terbakar.696 ton bahan-bahan perusak lapisan ozon30.15 metrik ton karbon dioksida ke atmosfer . namun kita juga kesulitan untuk menjalankannya. Meskipun di satu sisi. Sebaliknya. Bagaimana dengan kita? Apakah kita juga ikut menghilangkan lapisan ozon? Rasanya memang demikian. sangatlah sulit untuk dapat Ozon membentuk satu lapisan perisai yang memahami bagaimana masyarakat mendapatkan melindungi bumi dari radiasi matahari yang akses dengan cara-cara seperti itu. Apa pun cakupan kerusakanannya. Di Indonesia kita memiliki banyak hutan rawa dimana pembusukan tanaman berjalan sangat lambat. tetapi juga Di lain pihak. Mungkin anda bisa mendapatkan air dari sumur Pemerintah sedang mengkaji isu tersebut dan atau sungai. Mari kita lanjutkan ke bahan pembicaraan yang lain Dari hutan dan gas.34 metrik ton. anda dapat merebusnya. kita makin mengurangi penggunaan sejumlah bahan yang merusak.

Sepertinya itu bisa dipahami Namun dalam kenyataannya. 2006 Sumber: BPS – Susenas berbagai tahun dan Departemen PU. dengan kemajuan yang kita capai hingga saat ini. Susenas target minimal “air bersih” akan sulit. Kecenderungan terkini di tingkat pun bisa jadi hanya perkiraan optimistis karena nasional dapat dilihat pada Gambar 7. untuk dapat mencapai Dengan menggunakan standar tersebut. nampaknya kita hampir memenuhi target.1%. angka 50% 78% di Jakarta.2. Air seperti itu dapat dikatagorikan sebagai “air yang bersih” meskipun tidak bisa disebut air minum yang aman. tersebut menunjukkan satu peningkatan yang perlahan namun pasti. Gambar 7. meskipun angka ini telah terpasang mencapai 50%.2 Akses terhadap Sumber Air yang Terlindungi menurut Propinsi. Perkotaan dan Pedesaan Sumber: BPS – Susenas berbagai tahun dan Departemen PU.3 Akses terhadap Sumber Air yang Terlindungi. mensyaratkan bahwa sumber air paling tidak harus berjarak minimal 10 meter dari tempat yang Kita sedang menuju ke arah yang tepat digunakan untuk pembuangan tinja. tetapi tidak bervariasi dari 34% di Sulawesi Barat hingga terpelihara dengan baik. 2006 31 . Untuk mengurangi separuh proporsi penduduk yang tidak memiliki akses pada 2015 berarti harus mencapai angka sekitar 80%.90% 80% 70% 60% 50% 40% 30% 20% 10% 0% Jakarta Bali Kalimantan Timur Kepulauan Riau Yogyakarta Sulawesi Utara Jawa Timur Kalimantan Barat Maluku Kalimantan Selatan Jawa Tengah Sulawesi Tenggara Sumatera Utara Iindonesia Sulawesi Selatan Riau Jambi Sumatera Barat Irian Jaya Barat Sumatera Selatan Nusa Tenggara Timur Maluku Utara Lampung Nusa Tenggara Barat Jawa Barat Sulawesi Tengah Banten Gorontalo Papua Kalimantan Tengah Bengkulu Nanggroe Aceh Bangka Belitung Sulawesi Barat Apa artinya terlindungi? Itu bisa saja sebuah sumur. Angka rata-rata nasional untuk perdesaan. yang sudah diberi pembatas atau memiliki pagar atau tutup untuk melindunginya dari kontaminasi hewan. Di kawasan perdesaan sistem yang Indonesia adalah 52. 2006 Gambar 7.3. Gambar mencakup sistem yang tidak bekerja dengan baik. misalnya. Satu standar. Artinya. misalnya. Atau bisa saja air sungai yang telah disaring oleh perusahaan air untuk menghilangkan hampir semua sumber kontaminasi dan kemudian menyalurkannya melalui pipa. Ya. Bahkan ada berbagai standar yang berbeda tentang “kebersihan” air. Penyebabnya telah memberikan perkiraan seperti yang terlihat berbeda-beda antara kawasan perkotaan dengan di Gambar 7.

Karena mereka akan membayar bahanbahan atau perlengkapan yang digunakan. pasokan air yang terlindungi juga harus disertai dengan sistem sanitasi yang lebih baik karena dua hal tersebut saling berkaitan. menaikkan harga sesuai dengan kebutuhan mereka dan sering menyalurkan air dengan harga di bawah semestinya. 32 . Selain itu. Di Jakarta. Penduduk yang mendapat akses ke jaringan pipa adalah penduduk yang beruntung. ada satu target MDGs untuk sanitasi. Siapa? Tanggung jawab keseluruhan dipegang oleh pemerintah daerah. banyak dari infrastruktur yang rusak. Bagaimana dengan mereka yang tidak beruntung? Kebanyakan dari mereka. Antara 1990 dan 2005. tergantung pada hidran air. Di perdesaan. Seperti yang sudah anda perkirakan. yang juga dipastikan tidak akan menjangkau mereka yang hidup di permukiman kumuh. mungkin tidak jelas siapa yang bertanggung jawab untuk memeliharanya. sistem yang didanai publik seringkali bersumber pada sumur atau mata air. Namun setelah sistem dipasang. Saat ini sekitar sepertiga dari rumah tangga di perkotaan mendapatkan akses jaringan pipa air ke rumah mereka dan jumlahnya tidak bertambah dengan cepat. Namun kita juga membutuhkan sistem pendanaan yang layak yaitu dengan mendapat pemasukan dari penduduk yang lebih kaya sementara memberikan subsidi yang tepat sasaran kepada penduduk miskin. di masa mendatang mereka harus diberikan insentif untuk memelihara sistem mereka tersebut. misalnya. Siapa yang membutuhkan apa? “Berdasar kebutuhan” artinya komunitas harus memutuskan untuk diri mereka sendiri apa yang mereka inginkan dan meminta bantuan dalam merencanakan dan membangun pasokan air mereka. Selain itu. pendekatan yang lebih baik bermula dari kebutuhan. Tidak mengherankan jika banyak PDAM yang mempunyai banyak utang. menggunakan air sumur atau air sungai. berbagai tahun Jadi apa yang harus kita lakukan? Jelas kita harus lebih banyak menanamkan investasi untuk pemasokan air.Apa yang salah? Seringkali kurangnya pemeliharaan. seringkali bahkan sangat dekat. sekitar separuh dari air PDAM bocor keluar dari pipa-pipa bawah tanah. Namun tugas mereka menjadi lebih sulit karena tidak eksiennya perusahaan daerah air minum (PDAM) yang menyediakan air baik melalui jaringan pipa ke rumah tangga-rumah tangga atau kepada penduduk secara umum melalui hidran air. Dalam hal apa? Sebagian besar karena sistem sanitasi yang buruk mencemari pasokan air.4 Proporsi Penduduk yang memiliki Akses Terhadap Fasilitas Sanitasi yang Aman Sumber: BPS – Susenas. Yang paling tidak beruntung adalah komunitas termiskin yang tidak mampu membayar pemasangan jaringan pipa air. PDAM tidak eksien antara lain karena mereka tidak punya biaya untuk melakukan investasi. Atau mungkin tenaga ahli yang awalnya ditugaskan untuk pemeliharaan sudah pindah. situasi di kota-kota besar dan kecil berbeda. Di perdesaan harus lebih jelas siapa yang menjalankan sistem. Target tersebut adalah untuk mengurangi separuh proporsi penduduk yang tidak memiliki akses ke sanitasi yang aman. cakupan air pipa hanya meningkat 3 persen. Di komunitaskomunitas yang menyebar. Biasanya mereka tidak diijinkan untuk Gambar 7. Ini berarti pada akhirnya mereka harus membayar dari pedagang keliling dengan harga 10 hingga 20 kali lipat dibandingkan harga yang harus dibayar bila mendapatkan pasokan air dari jaringan pipa air minum. Pendekatan ini berjalan baik namun bisa makan waktu lama. Sebaliknya. Beberapa bupati juga menganggap PDAM sebagai satu sumber pemasukan yang mudah.

proporsi rumah tangga yang memilki sanitasi yang aman adalah sekitar 30%. masih terlihat banyak kawasan kumuh Dan jumlah itu semakin berlipat ganda. Dan seperti yang sudah anda katakan. misalnya sebuah jamban cemplung dan kemiskinan. Paling tidak empat perlima dari kita memiliki atau menyewa rumah32.000 menjadi 54. situasinya lebih sulit karena lebih terbatasnya ruang. rata-ratanya adalah 69. Ini juga akan membawa kita lebih dekat ke target terakhir dalam tujuan ini yang berkaitan dengan perumahan. Di kawasan perkotaan. Seberapa banyak lagi? Satu perkiraan menyebutkan bahwa selama sepuluh tahun ke depan. Indonesia telah mengalami banyak kemajuan. kita juga cenderung untuk memiliki rumah sendiri. septik. Antara 1999 dan 2004. Seperti halnya pasokan air. dapat berupa penggunaan kolam. Investasi tersebut diharapkan berasal dari rumah tangga maupun pemerintah dan harus dipergunakan dengan sebaik-baiknya. Pada 1990. sawah. kita mungkin cukup berhasil namun bisa jadi itu hanya ilusi.000 hektar. Anda juga mungkin sadar bahwa pada 1990 kita memulai dengan tingkat yang cukup rendah sehingga target yang ditetapkan tidak terlalu tinggi. Nampaknya. Anda mungkin terkejut mengetahui bahwa Indonesia telah memenuhi target sanitasi. Jadi target untuk tahun 2015 adalah 65%. Sekitar 15 tahun lalu. Kita perlu menanamkan investasi lebih banyak. mulai dari berkurangnya biaya pengobatan hingga penghematan waktu untuk tidak perlu mengantri di toilet umum. Orang harus menyadari betapa pentingnya sanitasi yang baik dan merencanakan bersama sistem mereka sendiri. Pada 2006. Secara keseluruhan. dan khususnya dengan peningkatan hidup para penghuni kawasan kumuh. Di perdesaan. dan dalam beberapa hal cukup mengesankan. sungai atau pantai. Namun hanya sedikit dari kita yang bisa memilikinya. hanya 20% dari rumah tangga mempunyai kepemilikan tanah yang sah. menanamkan investasi dalam satu sistem sanitasi mungkin akan sama maknanya dengan investasi untuk memiliki rumah. Penduduk termiskin pada awalnya paling tidak akan terus menggunakan toilet umum. biaya keseluruhan mencapai sekitar $10 milyar32. anda dapat memiliki sebuah toilet sistem guyur (lush) di rumah anda yang terhubungkan dengan saluran pembuangan utama. mereka sangat tidak aman untuk pasokan air. sekitar 15 juta rumah masuk kategori di bawah standar33.Apa syarat sanitasi yang “aman”? Jika beruntung. banyak sistem tersebut di bawah standar. Kebanyakan orang tergantung pada jamban dengan tangki septik atau bisa juga menggunakan toilet umum. lahan yang digunakan untuk kawasan kumuh meningkat dari 47. Hasilnya akan terjadi penghematan biaya yang besar. Sementara. Jadi meskipun sistem tersebut mungkin lebih aman bagi para pengguna toilet. rumah baru setiap tahunnya. Hal yang dilakukan kebanyakan orang Memang demikian dan membuat satu sistem sanitasi yang baik akan menambah nilai rumah itu sendiri. Namun. Cukup baik kalau begitu Ya. Anda hanya dapat membangun kemudian berganti menjadi jamban dengan tangki sebuah rumah apabila anda memiliki tabungan 33 . Dalam jangka lebih panjang kita perlu mencari cara untuk menyediakan sistem saluran air limbah umum sehingga semakin banyak orang dapat mengaksesnya. yang menjadi masalah adalah sederhana. Setidaknya. yang anda tanyakan. Masalah utamanya. Untuk sebagian orang biasanya memulai dengan sesuatu yang besar orang.3%. Banyak sistem yang didasarkan pada tangki septik yang sering bocor dan mencemari air tanah. untuk setiap rupiah yang diinvestasikan kita dapat menghasilkan keuntungan sepuluh kali lipat. Namun demikian. peningkatan tidak akan terjadi tanpa keterlibatan masyarakat. Sayangnya. Departemen Pekerjaan Umum memperkirakan bahwa kita memiliki tunggakan pembangunan Terdengar menguntungkan. Sejumlah ahli ekonomi memperkirakan bahwa. Bagaimana sebanyak 6 juta rumah dan memerlukan 1 juta caranya berinvestasi? Itu tergantung di mana anda tinggal. “Sanitasi yang tidak aman”. Sekarang hampir semua orang memiliki hak milik yang sah berkat kampanye besar-besaran dari Badan Pertanahan Nasional untuk meningkatkan kepemilikan lahan. pemerintah dapat memberikan dukungan. semakin banyak manusia berdesakan di kota-kota. yaitu 42% penduduk negeri ini.

544 metrik-ton. TUJUAN 7: MEMASTIKAN KELESTARIAN LINGKUNGAN Target 7A: Memadukan prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan ke dalam kebijakan dan program negaraserta mengakhiri kerusakan sumberdaya alam Indikator pertama adalah proporsi lahan berupa tutupan hutan. Tujuan MDGs yang terakhir melihat ke luar Indonesia untuk menelaah bagaimana hubungan kita dengan dunia luar. Saya pun tak yakin memerlukan pinjaman bank Ya. Hanya sedikit orang yang dapat memperoleh pinjaman dari bank.2% penduduk memiliki akses terhadap air minum yang aman dan meskipun masih ada jarak. Proporsi rumah tangga yang menggunakan bahan bakar padat pada 2004 adalah 47. Berdasar citra satelit.5%. jumlahnya sekitar 49. dan mencapai pengurangan yang signikkan pada 2010 Belum ada data terbaru mengenai hal ini Target 7C: Menurunkan separuh proporsi penduduk yang tidak memiliki akses yang berkelanjutan terhadap air minum yang aman dan sanitasi dasar pada 2015 Pada tahun 2006. 34 .3%. namun jumlah komunitas kumuh yang memiliki akses terbatas pada layanan dan keamanan semakin meningkat. Target 7D: Pada 2020 telah mencapai perbaikan signikkan dalam kehidupan (setidaknya) 100 juta penghuni kawasan kumuh Meskipun 84% rumah tangga telah memiliki hak penguasaan yang aman. yang hanya dimiliki oleh seperempat dari kita. listrik dan sanitasi. Pada 2006 rasio tersebut adalah 29.9%. 57. Sejauh ini.34 sedangkan konsumsi bahan-bahan perusak lapisan ozon masih pada tingkat 6. yang seringkali mengandalkan pada pinjaman luar negeri. Target 7B: Mengurangi laju hilangnya keragaman hayati. Namun citra Landsat merupakan citra satelit dengan resolusi rendah dan mungkin tidak terlalu sesuai untuk melacak perubahan. tidak banyak orang ingin mengambil pinjaman jangka panjang. baik dengan memiliki ataupun menyewa. kita mestinya mampu membangun rumah di tempat yang memiliki layanan seperti air. Indikator lain adalah rasio kawasan lindung untuk mempertahankan keragaman hayati.yang memadai atau dapat meminjam dari keluarga atau teman-teman. meskipun banyak dari pencapaian ini berkualitas rendah. kita hampir berhasil untuk mencapai target 67%. atau bahkan mungkin sudah lebih rendah dari angka tersebut. Untuk itu anda perlu pekerjaan tetap.5% meskipun sebagian dari jumlah tersebut telah dirambah. Namun jika kita bisa mendapatkan dana yang diperlukan. Untuk itu diperlukan investasi publik. karena telah mencapai cakupan sebesar 69. angka terkini tentang emisi karbon dioksida per kapita adalah 1. Untuk sanitasi kita nampaknya telah melampaui target 65%.

beberapa pekerja. Terbuka sambil separuh ekspor kita merupakan produk industri. Artinya. Kenyataannya. Ini baik bagi mayoritas konsumen. yaitu menelaah isu-isu seperti perdagangan. sedikit mengontrol impor. ada yang Namun yang paling utama. sebenarnya adalah mencermati apa saja dampak kebijakan negara-negara yang lebih kaya pada Siapa yang merugi? kita. baik ekspor maupun impor.GOAL 8: PROMOTE GLOBAL PARTNERSHIP FOR DEVELOPMENT Mengembangkan kemitran global untuk pembangunan Globalisasi? Apakah kita mendukungnya? Tidak semua. berpendapat bahwa semua aliran barang dan uang internasional serta informasi. ada yang merugi34. sebagian besar ekspor kita adalah Indonesia. kepentingan kita yang beruntung. 35 . sebagian besar target dan indikator ditujukan untuk negara-negara maju agar membantu negara-negara termiskin dalam mencapai tujuan-tujuan MDGs lainnya. sebagai contoh. Pihak lain berpendapat bahwa mereka harus menerima globalisasi. Perdagangan juga harus adil bagi para Tidak sepenuhnya benar. bahan-bahan mentah seperti minyak bumi. Bahkan gelombang globalisasi mutakhir. berkembang lainnya. Oleh karena itu. Hasilnya. Namun sejak 1980-an. Memproduksi barang untuk ekspor. tidak ada kaitannya dengan Indonesia yang sama. banyak usaha yang mulai menanamkan investasi dalam pabrik-pabrik yang membuat barang-barang Jadi apa yang harus kita lakukan? manufaktur sederhana untuk diekspor. hal ini dapat membuat mereka menjadi lebih eksien. Perusahaan-perusahaan tersebut Tujuan MDGs terakhir ini. Misalnya di bidang perdagangan. Impor beras murah dan membantu orang untuk keluar dari kemiskinan. lebih dari sebaiknya perekonomian kita. Dan Indonesia juga dapat Indonesia menunjukkan minatnya yang besar mengupayakan berbagai cara untuk membantu untuk meningkatkan perdagangan internasional. tidak otomatis merugikan Itulah caranya Indonesia bergabung dalam perusahaan-perusahaan dalam negeri. dipastikan akan menurunkan harga beras di pasar Di masa lalu. khususnya Perusahaan-perusahaan yang tidak mampu ekspor. Sekarang ini. kayu namun pada saat yang sama dapat mengurangi dan minyak kelapa sawit. Namun. harus dipastikan bahwa perdagangan internasional dilakukan seadil mungkin sehingga semua negara memiliki peluang Jadi. Kenyataannya. seperti Pertama. negara-negara tetangganya yang masih miskin. dalam kenyataan. terkait dengan kerjasama internasional. hanya memungkinkan negaranegara kaya untuk mengeksploitasi negara-negara miskin. Mereka yang menolak. namun globalisasi dengan cara-cara yang benar. menghasilkan lebih banyak lapangan pekerjaan Beras. penghasilan petani. akan bersaing dengan produk impor berharga rendah. harus ada keputusan seberapa “terbuka” pakaian dan alas kaki. bantuan dan utang internasional. seringkali. mereka yang diperkerjakan negara berkembang di kawasan Asia Pasikk saat di industri-industri untuk ekspor harus memperoleh ini menawarkan bantuan kepada negara-negara gaji dan kondisi kerja yang layak.

tidak perduli Penyandang dana terbesar adalah Bank Dunia. Sebagai contoh. Misalnya jasa.” Singkat kata. Kini. tahun tertentu. pasca tsunami dan gempa 36 . meskipun beberapa secara perlahan mengurangi akses penduduk miskin. bantuan yang kita terima lebih Bahkan penduduk miskin mungkin akan bersedia besar dari angka tersebut. baik asing Tidak. terlihat bahwa kita mengabaikan pelangggan miskin. untuk membayar jika mereka merasa akan mendapatkan layanan yang baik. ini berarti perdagangan yang berkeadilan dan WTO adalah tempat di mana masalah-masalah tersebut semestinya ditangani. layanan tertentu. Hal ini. memberikan proteksi terlalu banyak pada petani Tetapi. banyak mahal dari perusahaan-perusahaan internasional. Selain itu. Ofkcial Development Assistance) menentang hal ini. banyak ”pengeluaran pembangunan” negeri ini. yang Jasa merujuk pada hal-hal seperti restoran. Ke depan. biasanya menerima bantuan setara dengan 40% gabungan penyediaan layanan publik dan swasta pengeluaran pembangunan kita. negara-negara kaya didorong tingkat kotamadya di Jakarta. yang Ya jika perusahaan-perusahaan swasta hanya digunakan untuk membangun infrastruktur seperti memusatkan pada pelanggan kaya dan jalan raya36. juga mencakup hal-hal tentang apakah kita bisa Ternyata tidak. gagal rambut atau hotel. Mungkin kita ingin melindungi industri kebutuhan dasar atau yang masih perlu dilindungi agar bisa bersaing di tingkat internasional. siapa pun penyedia layanan tersebut.7% dari total pendapatan agar diberi lebih banyak peluang untuk menjual nasional dalam bentuk “bantuan pembangunan jasa kepada pihak asing. Kebanyakan terbuka kita dalam perdagangan barang dan jasa bantuan tersebut dalam bentuk utang. Pemerintah perlu Siapa yang memberikan kita bantuan? memastikan akses bagi semua orang. Hampir tidak ada yang mencapai angka maupun dalam negeri. berbasis peraturan. seperti air atau sanitasi. gilirannya negara-negara kaya untuk kita sudah memiliki dua pemasok air swasta di merespon. bisa jadi. konsesi. meskipun tidak kita harus membeli obat-obatan dengan harga langsung. Namun. Hampir semua kebutuhan terutama karena negara-negara maju ingin jasa kita. Sebagian besar digunakan untuk menggunakan turunan obat “generik” yang murah pembangunan infrastruktur ksik seperti jalan.1. sebagian besar merupakan pilihan kita. Jasa? Sayangnya. dan negara-negara berkembang lainnya dalam yakin bahwa kita sudah cukup banyak memberikan hal pelayanan listrik dan air. banyak negara meminta bantuan sebesar 0. mulai meningkatkan sumbangan mereka. Bahkan di tahundapat menghasilkan layanan yang lebih eksien. tergantung pada bantuan luar negeri. juga perusahaan ingin berinvestasi di Indonesia serta banyak negara-negara berkembang lainnya. mudah diperkirakan. bantuan yang digunakan untuk pembangunan Benarkah? kembali pascabencana. namun mungkin berkkir bantuan tersebut terutama masalah ini juga menjadi bagian perundingan digunakan untuk mengentaskan kemiskinan atau dalam WTO. Banyak tersebut mungkin bisa berlanjut. Perundingan-perundingan tersebut untuk meningkatkan kesehatan dan pendidikan. atau apakah bisa mengentaskan kemiskinan. penata disebut “Putaran Doha (Doha Round)”. dengan Organisasi Perdagangan Dunia (World sesuai dengan janji mereka untuk memberikan Trade Organization/WTO). Dalam perundingan untuk memberikan bantuan luar negeri. Namun Indonesia. yang untuk HIV dan penyakit-penyakit lain. Selama beberapa tahun terakhir. kita masih ingin melindungi sejumlah industri dengan tarif dan langkah-langkah lain. harus disediakan oleh negara dan tidak boleh dijalankan Apakah janji ditepati? oleh perusahaan-perusahaan swasta. Di masa lalu. Anda. ada juga yang kita beli dari perusahaan. Karena hal ini akan tersebut. perundingan-perundingan perusahaan asing yang beroperasi di sini. Pada Gambar 8. dilayani oleh pihak dalam negeri.mereka sendiri. Paling tidak untuk sementara. Sebaliknya.akan terdorong untuk berkonsentrasi pada produk terbaiknya. Apa hubungannya dengan MDGs? Salah satu target yang menjadi bagian tujuan ke-8 MDGs adalah ”lebih jauh mengembangkan sistem perdagangan dan keuangan yang terbuka. dan tidak disriminatif. Mereka percaya bahwa untuk negara-negara miskin. Seberapa Bank Pembangunan Asia dan Jepang. Banyak orang yang resmi” (ODA. perundingan putaran terakhir.

pemerintah menerbitkan obligasi pemerintah bernilai milyaran dolar dan memberikannya kepada bank-bank tersebut untuk digunakan sebagai modal. bukankah kita harus mengembalikannya? Biasanya memang demikian. Selain itu. Indonesia tidak masuk kualikkasi penerima hibah. Jadi anda dapat mengatakan bahwa kita membayar ketidakmampuan para pemilik bank yang kaya dengan mengorbankan orang miskin. Pemerintah ingin lebih banyak memegang kendali dalam proses dan langsung berunding dengan para penyandang dana. sekarang kita harus menanggung akibatnya. Terlepas dari apakah keputusan tersebut benar atau salah. satu masalah besar dalam mencapai MDGs karena pengeluaran Indonesia saat ini. Pasca krisis moneter. pemerintah masih berutang $144 milyar. baik berupa utang dan hibah.1 Bantuan sebagai Proporsi dalam Pengeluaran untuk Pembangunan. terbilang mahal.4 milyar dollar. Baik utang yang berasal dari pinjaman maupun lewat penjualan obligasi. Yang terjadi adalah bahwa setelah krisis ekonomi pada 1997. Gambar 8. Runtuhnya sistem perbankan akan membuat segala sesuatu lebih buruk bagi siapapun. Namun kita masih tetap terjebak dalam utang dan harus membayar bunga obligasi tersebut kepada bank atau siapa pun yang memilikinya. Dengan menerima semua utang tersebut. Biaya yang dipikul. Untuk 2006-2007. silahkan langsung ke paragraf berikutnya. meskipun sebenarnya kita tidak ”meminjam” uang tersebut dengan cara konvensional. Saya ingin mengetahui Baiklah.bumi di Yogyakarta. Tetapi. Pada 2007. Namun dalam hal ini mereka tidak mendapatkan uang sebagai gantinya. kecuali ketika dilanda bencana. kita dijanjikan memperoleh bantuan. pemerintah Indonesia memutuskan tidak lagi membutuhkan pertemuan tahunan para penyandang dana untuk Indonesia yang disebut Kelompok Konsultatif untuk Indonesia (Consultative Group on Indonesia). terlalu banyak dipakai untuk pembayaran kembali utang. atau kesehatan. Biasanya pemerintah menerbitkan obligasi dan kemudian menjualnya untuk mendapatkan dana. Ini artinya mereka menjadi sehat lagi. terjadi peningkatan sangat tajam. pemerintah yakin harus lebih banyak menggalang dana dari pasar keuangan lewat penjualan obligasi ketimbang dari para penyandang dana. A. Kenyataannya. banyak bank di Indonesia yang mempunyai kredit macet pada perusahaan- 37 . sehingga tak cukup anggaran bagi kesehatan atau pendidikan. Memang pemerintah sekarang lebih banyak mengeluarkan dana untuk membayar bunga pinjaman daripada untuk pendidikan. Artinya kita harus tetap berutang? Ya. Jika anda tidak ingin mengikuti rincian tentang hal ini. Akan lebih baik jika kita mendapat lebih banyak hibah Namun. dan Sugema I Berapa yang harus kita tanggung? Saat ini. 1990-2004 Sumber: Chowdhury. kita harus membayar bunganya dan akhirnya harus siap untuk membayar kembali pokok utang. tetapi kita perlu mempertimbangkan beban utang. ’pelunasan’ utang mencapai sekitar 26% dari pengeluaran pemerintah. Kebanyakan penyandang dana memusatkan hibah mereka untuk negara-negara yang lebih miskin. Pemerintah sangat cemas bahwa sistem perbankan akan runtuh sehingga mereka campur tangan untuk menyelamatkan beberapa bank tersebut.2 akan terlihat bahwa utang kita telah meningkat37. kebanyakan dari utang tersebut bukan utang internasional melainkan utang dalam negeri berupa pinjaman dari lembaga-lembaga domestik. Untuk melakukan itu. miskin atau kaya. sebesar 5. Pada Gambar 8. nampaknya kita tidak akan mendapatkannya. perusahaan lokal berada dalam ambang kebangkrutan. misalnya. Pada 2006. Yang kita peroleh adalah bankbank yang lebih sehat. Namun pemerintah berpendapat bahwa mereka tidak mempunyai pilihan.

Tujuan-Tujuan Pembangunan Milenium juga merupakan tanggung jawab internasional. Bersama dengan negara-negara berkembang lainnya. skema seperti itu biasanya hanya dalam diantaranya merupakan utang kepada para jumlah kecil (jumlah keseluruhan utang kita kepada penyandang dana bilateral yang meminjamkan Jerman adalah 1. Saat ini. dari bank-bank bernilai sekitar 135 juta dollar AS jika pemerintah yang menggunakannya sebagai modal. Indonesia menggunakan dana tersebut untuk yaitu sekitar 67. bantuan atau utang. Namun sejumlah penyandang dana bilateral siap untuk menghapuskan sebagian utang kita jika Kepada siapa? kita membelanjakan jumlah yang sama untuk Pada Gambar 8. anda dapat melihat kepada pembangunan. pemerintah maupun masyarakat sipil harus melawan status quo di tingkat internasional. Kita pun tidak bisa begitu saja ”mogok” membayar utang internasional karena akan membuat kita terputus dari pasar keuangan dunia dan mungkin akan memicu krisis keuangan baru. Sangat menarik. Sisanya. Sekali lagi. Domestik Luar Negeri Sangat aneh. Namun saat ini. Sebagian Sayangnya. sepakat dengan siapa kita berutang. merupakan utang proyek-proyek pendidikan dan lingkungan. Sisanya adalah sangat besar. baik tentang perdagangan. misalnya. Kita melakukannya beberapa dasawarsa lalu dan mereka menghapus sebagian utang kita. semuanya menjadi lebih sulit. Para penyandang dana internasional masih memberikan penghapusan utang. jadi semestinya negara seperti kita layak untuk mendapatkan semacam penghapusan utang. Ketika meminta penghapusan utang.2. kita juga harus mau dikaji oleh Dana Moneter Internasional (International Monetary Fund/IMF). Apakah kita sudah selesai? Ya. untuk banyak isu di Tujuan 8. namun hanya kepada negara-negara yang sangat miskin. kepada lembaga-lembaga luar negeri. Saatnya untuk mengubah aturan-aturan tersebut Bisakah kita menolak untuk membayar? Kita tak mungkin ”ngemplang” utang dalam negeri karena akan mengakibatkan tumbangnya banyak bank dalam negeri. Namun negara-negara maju juga perlu memantau aktivitas-aktivitas mereka. Indonesia adalah negara berpenghasilan menengah sehingga tidak masuk kategori layak memperoleh penghapusan utang. Namun. paling tidak sedikit. Dalam kenyatannya pemerintah telah sengaja membayar semua utangnya kepada IMF agar kita tidak harus mengikuti persyaratan IMF. Kita bisa meminta “penghapusan utang” kepada para penyandang dana multilateral dan bilateral. Indonesia harus menyatakan bahwa tingkat utang yang tinggi menghambat pencapaian MDGs. Ide yang bagus.kita sudah selesai dengan 8 tujuan MDGs. uang kepada kita sebagai bagian dari program aturan-aturan internasional tidak memungkinkan bantuan mereka atau untuk membantu kita kita untuk menukarkan utang dalam jumlah yang membeli sebagian ekspor mereka. Kita bisa menukarkan utang dengan apa? Gambar 8. Jerman. utang kepada para penyandang dana “multilateral” seperti Bank Dunia atau Bank Pembangunan Asia. Namun masih ada hal-hal yang dapat kita lakukan untuk mengurangi utang. Namun kita bisa menawar. Kita cukup bangga untuk melaporkan upaya-upaya kita sendiri dalam mencapai tujuan-tujuan yang sudah kita sepakati. Kenyataannya.3 milyar dollar AS). Hampir separuhnya Indonesia untuk menghapuskan utang bilateral merupakan utang dalam negeri.Hal yang tidak begitu disukai 160 140 120 100 80 60 40 20 1997 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 Samasekali tidak. terasa perlu untuk ‘meng-Indonesiakan’MDGs. Salah satu pilihan adalah dengan mendorong para penyandang dana bilateral untuk melibatkan diri dalam pertukaran atau ”konversi utang” (debt swaps). 38 .7 milyar dollar.2 Utang Pemerintah 1996-2006 Sumber: World Bank Indonesia 2007 Memang kedengarannya tidak lazim.

1 Penyebaran Anggaran Pemerintah Sumber: World Bank 2007 39 . Misalnya? Anda dapat memeriksa bagaimana anak-anak yang lambat pertumbuhannya. mungkin perlu hamil yang mendatangi klinik-klinik pada masa memastikan bahwa puskesmas selalu menimbang pra-persalinan. Misalnya. untuk mencermati apakah angka kekurangan gizi meningkat atau menurun. Begitu juga apakah mereka telah semua anak-anak. mungkin anda dapat mencoba untuk melakukan Penduduk sebuah desa bisa sepakat memilih apa tes pada sebanyak mungkin orang dan kemudian saja dari tujuan MDGs yang menjadi prioritas memulai pengobatan. Dan yang lebih penting. tidak hanya di tingkat kabupaten. Seperti terlihat pada Gambar 9. Ya. memperoleh makanan dan mungkin dapat memberikan saran atau dukungan kepada para ibu. Pencapaian tujuan MDGs sebagian besar berada di pundak pemerintah propinsi dan kabupaten. Jika TBC menjadi masalah. kabupaten dengan mantap mulai mengambil alih lebih banyak pengeluaran rutin pemerintah38. Namun. namun sampai ke desa-desa. tetapi tidak harus orang luar yang melakukannya. termasuk memantau dan mempercepat meninggal karena persalinan? Bagaimana dengan pencapaiannya. Jadi Pemerintah daerah seharusnya dapat lebih berperan? Tentu saja. Anda dapat memulai dengan sejumlah Gambar 9.MENG-INDONESIAKAN MDGs MDGs yang diformulasikan secara bersama pada tingkat global. Tampaknya. selama propinsi-propinsi dan kabupaten-kabupaten memikirkan cara terbaik untuk pencapaian MDGs. sekaligus. dalam beberapa aspek bisa saja disesuaikan dengan situasi dan kondisi Indonesia. Masalah informasi jelas masih menjadi kendala. tidak mencakup hingga tahun 1990 sehingga menyulitkan penetapan target 2015. Apakah perempuan mereka. Hal tersebut tidak menjadi masalah.1. baik di tingkat pusat maupun daerah. banyak yang harus dilakukan anda bisa sepakat tentang apa yang harus dilakukan Anda tidak harus mencoba melakukan semuanya untuk menanggulangi hal tersebut. BPS memang mengumpulkan data sejumlah informasi di tingkat kabupaten. Anda kemudian dapat memiliki persiapan untuk menghadapi keadaan menambahkan semua informasi yang dibutuhkan darurat. Apakah semua anak Betulkah? Apakah kita dapat mengukur bersekolah? Hal ini akan mudah diketahui dari buku semua ini di sebuah desa? pendaftaran di sekolah. ketika kekurangan gizi pengawasan tentang berapa banyak perempuan menjadi persoalan yang dicemaskan.

Bagi MDGs. Tahun 2015 tinggal delapan tahun lagi. Sudahkah selesai kita? Ya. namun kita bisa melakukan banyak hal dalam waktu delapan tahun. apabila anda tertarik untuk mengetahui lebih banyak.prioritas. kemudian melakukan aksi. untuk kali ini bincang-bincang kita akhiri dulu di sini. anda bisa membaca dari daftar bacaan berikut 40 . maka secepatnya akan terjadi perbaikan. Jika masing-masing kabupaten atau komunitas mulai melakukan aksi. semangat lebih penting ketimbang rinciannya. Tetapi.

Ministry of National Education. Indonesia Public Expenditure Review 2007. World Bank.html Untuk wacana dan diskusi yang lebih komprehensif mengenai indikator MDG ini. Indonesia Public Expenditure Review 2007. diakses 6 March 2007. UNICEF.depkes. beberapa publikasi ILO yang dapat menjadi nara sumber: Labour and Social trends in Indonesia 2008: Progress and pathways to job-rich development (Jakarta. Jakarta. www. 2005. and D Surydarma. Jakarta. proporsi penduduk yang mengkonsumsi kurang dari standar asupan nasional ditentukan oleh distribusi ketersediaan pangan untuk memenuhi standar tersebut dan aksesnya. Missing in Action: Teacher and Health Worker Absence in Developing Countries. 2007. 2006.htm. 2007. World Bank. Indonesia. Plus 5-Review of the 2002 Special Session on Children and World Fit for Children Plan of Action. Jakarta. World Bank. World Bank. UNESCO/PAPPITEK LIPI. Sakernas. World Bank. Making the New Indonesia Work for the Poor. 2007. Chaudhury et al. Spending for Development: Making the Most of Indonesia’s New Opportunities. Every Year 30. Jakarta.org/DOCREP/005/y4249e/y4249e06. The Achievement of Gender Parities in Basic Education in Indonesia: Challenges and Strategies towards Education for All. 2007.CATATAN DAN REFERENSI 1 Menurut FAO. Jakarta. World Bank. 2007. Depdiknas. Jakarta. 2006. Akhmadi. 2004. Usman. UNICEF Depkes. 2006. The achievement of Gender Parities in Basic Education in Indonesia: Challenges and Strategies towards Basic Education for All. Jakarta.go. Educational Indicators in Indonesia. 2005b. When Teachers are Absent: Where do They Go and What is the Impact on Students? Jakarta. 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 41 .id/en/2102ev. SMERU.fao. Spending for Development: Making the Most of Indonesia’s New Opportunities. Jakarta UNESCO/LIPI. S. 2004..000 Die by Measles. Informasi lebih lanjut dapat dilihat di: http://www. Spending for Development: Making the Most of Indonesia’s New Opportunities. World Bank. UNESCO and PAPPITEK LIPI. 2004/2005. World Bank. Indonesia Public Expenditure Review 2007. 2008).

Delft. http://indonesia. dalam Jakarta Post.go. A and I. State of the Environment in Indonesia. IYARS. KPA 2006. A et al. Indonesia: Debt Strategies to Meet the Millennium Development Goals. D. UNAIDS/NAC 2006. Jakarta. World Bank. Ministry of Environment. 2007. Spending for Development: Making the Most of Indonesia’s New Opportunities. Country Report on the Follow-up to the Declaration of Commitment on HIV/AIDS (UNGASS). Assessment of CO2 emissions from drained peatlands in SE Asia. World Bank. Jakarta. Trade policy at the Crossroads: the Indonesian Story. BPS WHO. dalam Jakarta Post. Departemen Pekerjaan Umum. “Strategies for reducing maternal mortality: getting on with what works” the Lancet. Pusat Komunikasi Publik 150606. M. 2004. PEAT-CO2. Hoek-Smit.dephut. 2006. Sugema. Chowdhury. 2006. 2007. Jakarta Post.id. “Informal workers to get health access”.kimpraswil.htm diakses 3/1/2007. “Sanitation target remains out of reach”. survey di Papua terhadap perwakilan populasi penduduk tentang HIV/AIDS Jakarta Post. Global bottled water statistics. UNFPA Indonesia Website. and Prabowo. Diunduh dari www.id/index. Dephut.org/mmr. RUU Penataan Ruang Harus Pilah Secarah Jelas Kawasan Peruamahan. 2007. The Millennium Development Goals for Health: A review of the indicators. Hooijer. Komisi Penanggulangan AIDS. dalam Jakarta Post. Indonesia Young Adult Reproductive Health Survey. Reporting period 2004-2005. Jakarta. UNDP. Ministry of Environment. World Bank.org/2000-2003_Zenith_and_Beverage_ Marketing_Stats. John F. 2005. Jakarta. State of the Environment in Indonesia. UNDP (segera terbit). UNFPA. 7 Maret. PU. Jakarta . D.go. MOE. Jakarta. Extent of land cover inside and outside forest area. World Health Organization. Jakarta. 2007. Rencana Aksi Nasional untuk HIV/AIDS 2007-2010. “How Signikcant and Effective has Foreign Aid to Indonesia been?”. A review of vulnerable populations to HIV and AIDS in Indonesia. 0505. McGuire. World Bank. 2005. 2007. Jakarta. 2002-2003.icbwa. 2006.unfpa. Diakses 23 Maret.Harvard. Netherlands. 29 November. 2007. Delft Hydraulics report Q3943. KPA. 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 42 .pdf. Geneva. 15 Jakarta Post. World Bank. University of Adelaide Centre for International Economic Studies. UNCTAD. 2006.asp?link=Humas/ news2003/ppw150606gt. Lancet 2006. MOE. Diakses 17 Maret 2007 Vanzetti. Discussion Paper No.htm. 2004. The Housing Finance Sector in Indonesia. UNAIDS and National AIDS Commission. http://www. 2005. Strategic Options for Forest Assistance in Indonesia. 2005.. ICBWA. Indonesia Public Expenditure Review 2007. “Inadequate measures allowing HIV/AIDS to worse: WHO”. http://www. Jakarta. Kennedy School of Government. 2007. 2007.