P. 1
hutang jangka pendek

hutang jangka pendek

|Views: 50|Likes:
Published by Mutiara Andrianti
Audit hutang jangka pendek
Audit hutang jangka pendek

More info:

Published by: Mutiara Andrianti on Dec 02, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/10/2014

pdf

text

original

Kantor Akuntan Publik Pendidikan Akuntansi 2010 No.

PKA :

Nama Audit Tahun diaudit

: PT. Aneka Warna : 2012

Program Kerja Audit Audit Kinerja Atas Kewajiban Jangka Pendek

No

Uraian

Dikerjakan Oleh

Waktu diperlukan

yang No. KKA

Catatan

Rencana A Pendahuluan
Pengertian Kewajiban Jangka Pendek adalah kewajiban perusahaan kepada pihak ketiga, yang jatuh tempo atau harus dilunasi dalam waktu kurang atau sama dengan satu tahun, atau dalam siklus operasi normal perusahaan, biasanya dengan menggunakan harta lancar (current assets) perusahaan.

Realisasi

Rencana

Realisai

d. PPH 25. Pinjaman bank jangka pendek/short term loan : Yaitu pinjaman yang diperoleh dari bank dan didukung oleh suatu perjanjian kredit (loan agreement). Biaya yang masih harus dibayar : Yaitu biaya yang sudah terjadi dan menjadi beban periode yang diperiksa. tetapi baru akan dilunasi dalam periode berikutnya.Termasuk current liabilities diantaranya : a. c. b. misal hutang PPH 21. PPN. Hutang dagang/account payable : Yaitu kewajiban kepada pihak ketiga dari pembelian barang atau jasa secara kredit yang harus dilunasi dalam waktu kurang atau sama dengan satu tahun. . Hutang pajak/tax payable : Yaitu kewajiban pajak perusahaan yang harus dilunasi dalam periode berikutnya. bisa dalam bentuk kredit modal kerja (working capital loan) ataupun kredit rekening koran (overdraft facility).

2. dan auditor melakukan pengujian terhadap rincian. Untuk meyakini bahwa pengendalian intern current liabilities memadai. Pelajari dan evaluasi internal control atas hutang jangka pendek.B Tujuan Audit Ada beberapa tujuan audit current liabilities yang perlu diperhatikan. Minta rincian hutang jangka pendek. cocokkan dengan saldo general ledger. diantaranya : 1. Rincian disiapkan oleh klien. apabila terdapat kesalahan dibuat koreksi audit dan dikomunikasikan . Untuk meyakini bahwa current liabilities didukung bukti yang lengkap dan berasal dari transaksi yang benar-benar terjadi. Dengan internal control yang memadai auditor dapat mempertimbangkan mengurangi substantif tes atau mengurangi scope. periksa kebenaran penjumlahan.

Untuk meyakini bahwa pencatatan transaksi telah sesuai dengan SAK. Untuk itu auditor harus memeriksa notulen rapat direksi dan pemegang saham. apakah konsisten dan reasonable dengan tahun sebelumnya. 4. Untuk meyakini bahwa semua transaksi telah tercatat per tanggal neraca. Hal-hal . Periksa dasar perhitungan accrual expense yang dibuat perusahaan. Periksa apakah pencatatan transaksi current liabilities sudah sesuai dengan SAK. Untuk meyakini bahwa jumlah accrual expense reasonable (layak). Dalam hal ini auditor harus meyakinkan bahwa tidak terdapat unrecorded liabilities. 3.dengan klien. Cocokkan saldo masing-masing debitur dengan saldo pada subsidoary ledger. 5. Periksa pembayaran sesudah tanggal neraca. dan mengirim konfirmasi ke penasehat hukum perusahaan.

2. syarat hutang. purchase order. periksa bukti pendukung dari saldo kepada beberapa supplier. bunga. Periksa . Secara test basis . 3. jatuh tempo. reseving report dan supplier invoice.yang diperiksa : tanggal kejadian. jumlah hutang. Minta rincian dari kewajiban jangka pendek. 4. kemudian periksa penjumlahannya (footing) serta cocokkan saldonya dengan saldo hutang di buku besar. perhatikan apakah angkanya cocok dengan purchase requisition. Langkah Kerja Audit 1. Untuk hutang dagang supplier cocokkan dengan saldo saldo masing-masing menurut subsidiary ledger hutang dagan. baik hutang dagang maupun kewajiban lainnya. Pelajari dan evaluasi internal control atas kewajiban jangka pendek.

Pertimbangkan untuk mengirim konfirmasi kepada beberapa supplier baik yang saldonya besar maupun yang saldonya tidak berubah sejak tahun sebelumnya. 6. Seandainya ada hutang kepada bank baik dalam bentuk kredit modal kerja. kredit . 5. Periksa pembayaran sesudah tanggal neraaca (subsequent payment) untuk mengetahui apakah ada kewajiban yang belum dicatat (unrecorder liabilities) per tanggal neraca dan untuk menyakinkan diri mengenai kewajaran saldo hutang per tanggal neraca. 7. 8. maka harus dilakukan rekonsiliasi antara saldo hutang menurut statement of account tersebut dengan saldo subsidiary ledger hutang.juga perhitungan mathematis dari dokumendokumen tersebut dan otorisasi dari pejabat perusahaan yang berwenang. Seandainya terdapat monthly statement of account dari supplier.

periksa surat perjanjian kreditnya dan buatkan excepent dari perjanjian kredit tersebut. periksa perjanjian kreditnya dan periksa apakah ada pembebanan bunga atas pinjaman tersebut. periksa apakah pencatatannya sudah sesuai dengan standar akuntansi sewa guna. 9. dan periksa otorisasi dari direksi untuk perolehan kredit bank tersebut. maka kirim konfirmasi ke bank. yang harus dilunasi dalam waktu satu tahun yang akan datang. maupun kredit overdraft. Periksa perhitungan dan pembayaran bunga. Seandainya ada hutang leasing. 10. Seandainya ada hutang dari pemegang saham atau dari direksi atau dari perusahaan afiliasi. harus dikirim konfirmasi. . 11. dan apakah bagian yang jatuh tempo dalam waktu satu tahun yang akan datang sudah dicatat sebagi hutang jangka pendek.investasi.

apakah sudah dilakukan secara akurat dan tiap jumlah beban bunga tersebut dengan jumlah yang tercantum pada laporan rugi laba. periksa bukti pendukungnya dan periksa apakah saldo tersebut sudah diselesaikan diperiode berikutnya misalnya dengan megirimkan barang yang dipesan oleh pembeli. 14. Kalau jumlahnya besar harus direklasifikasikan sebagai piutang. Perhatikan juga aspek pajaknya. Seandainya ada uang muka penjualan per tanggal neraca. Seandainya ada saldo debit dari hutang dagang maka harus ditelusuri apakah ini merupakan uang muka pembelian atau karena adanya pengembalain barang yang dibeli tetapi sudah dilunasi sebelumnya. harus diperiksa apakah bagian yang jatuh tempo satu tahun yang akan datang sudah . 12. Seandainya ada kredit jangka panjang . 13.

direklasifikasikan sebagai hutang jangka pendek. Seharusnya hutang PPh 21 dan PPN per 31 Desember dilunasi dibulan Sedangakan Januari untuk tahun PPh berikutnya. Periksa dasar perhitungan accrued expense yang dibuat oleh perusahaan. apakah . Seandainya ada kewajiban dalam mata uang asing. Untuk hutang PPh 21 dan PPN periksa apakah hutang tersebut sudah dilunasi pada periode berikiutnya. perusahaan telah membayarPPh 29 17. 15. 16. Badan harus diperiksa apakah pada waktu mengisi dan memasukan SPT PPh Badan. dan selisih kurs yang terjadi dibebankan pada rugi laba tahun berjalan. periksa apakah saldo tersebut per tanggal neraca telah dikonversikan kedalam rupiah dengan menggunakan kurs tengah Bank Indonesia per tanggal neraca.

20. 18.reasonable dan konsisten dasar perhitungan tahun sebelumnya. Periksa apakah penyajian kewajiban jangka pendek di neraca dan catatan atas laporan keuangan sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum (SAK) . Selain itu harus diperiksa pembayaran sesudah tanggal neraca. untuk mengetahui apakah semua kewajiban yang tercantum dalam notulen dan perjanjian tersebut sudah dicatat per tanggal neraca. Kirim konfirmasi kepada penasihat hukum perusahaan. Periksa notulen rapat direksi. 19. pemegang saham dan perjanjian-perjanjian yang dibuat perusahaan dengan pihak ketiga.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->