MAKALAH PSIKOLOGI “Perubahan Presepsi-Sensori pada Penderita Katarak”

KELOMPOK :

KELOMPOK :

POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES MALANG PRODI KEPERAWATAN BLITAR TAHUN AJARAN 2011/2012

1

oleh karena itu kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu kami harapkan demi kesempurnaan makalah ini. Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna.KATA PENGANTAR Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat serta karunia-Nya kepada kami sehingga kami berhasil menyelesaikan makalah ini yang alhamdulillah tepat pada waktunya yang berjudul “Perubahan Presepsi-Sensori pada Penderita Katarak” Makalah ini berisikan tentang informasi Aplikasi Presepsi dan Sensori dalam Keperawatan khususnya membahas tentang Penerapan presepsi dan sensori pada penderita Katarak. Semoga Allah SWT senantiasa meridhai segala usaha kita. kami sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan serta dalam penyusunan makalah ini dari awal sampai akhir. Akhir kata. Diharapkan makalah ini dapat memberikan informasi kepada kita. Oktober 2011 Penyusun 2 . Blitar. Amin.

UCAPAN TERIMA KASIH Makalah ini merupakan salah satu syarat untuk memenuhi tugas Psikologi guna untuk mendapatkan nilai yang baik di mata kuliah Psikologi Poltekkes Kemenkes Malang Prodi Keperawatan Blitar. pada kesempatan ini penulis sampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada yang terhormat : 1. Oktober 2011 Penulis 3 . Ibu Sri Winarni S. Semoga Allah SWT. M.Kes selaku Ketua Prodi Keperawatan Blitar Poltekkes Kemenkes Malang. Amin. Akhirnya penulis berharap semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi semua pihak yang berkompeten. Psi yang telah memberikan kemudahan-kemudahan baik berupa moril maupun materil selama mengajar mata kuliah psikologi Poltekes kemenkes Malang Prodi Keperawatan Blitar. 2. Selesainya penyusunan ini berkat bantuan dari berbagai pihak oleh karena itu. memberikan balasan atas kebaikan yang telah diberikan kepada penulis. Rekan-rekan kelas IA Poltekes kemenkes Malang Prodi Keperawatan Blitar. baik selama mengikuti perkuliahan maupun dalam menyelesaika makalah ini Serta kerabat-kerabat dekat dan rekan-rekan seperjuangan yang penulis banggakan. Blitar. Ibu Chatarina Nini Handayani. 5. kritik dan saran yang sifatnya konstruktif sangat diharapkan oleh penulis.Pd. Secara khusus penulis menyampaikan terima kasih kepada keluarga tercinta yang telah memberikan dorongan dan bantuan serta pengertian yang besar kepada penulis. Ibu Wiwin Martiningsih selaku wali dosen kelas IA Poltekes kemenkes Malang Prodi Keperawatan Blitar 3. 4. Penulis menyadari makalah ini masih jauh dari sempurna oleh karena itu.

. . . . . . . . . . . . DAFTAR ISI. . . . iv BAB I PENDAHULUAN 1. . . .7 DAFTAR PUSTAKA 4 .1 KESIMPULAN . .1 1. . . . . . . . . . .1 . . .2 LATAR BELAKANG. .1 . ii UCAPAN TERIMAKASIH. . . . . . . . . . . . . . KATA PENGANTAR. . . TUJUAN. . . . BAB III PEMBAHASAN BAB IV PENUTUP 4. .2 BAB II DASAR TEORI.DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL. . . . . . . . . iii . . . .i . . . . .

2 Tujuan 1. pada sebagian besar waktu kita melihat objek tiga dimensi dan mendengar kata dan musik.1 Latar Belakang Informasi mungkin memasuki indra kita dalam kepingan dan potongan. bukan keping – keping sensasi. 1. . dunia yang menghujani kita dengan keutuhan yang terintegrasi. Hanya dalam situasi yang tidak lazim kita menghayati ciri individual dan bagian – bagian dari stimuli. tetapi bukan itulah cara bagaimana kita menghayati dunia. Tujuan dalam penulisan makalah ini adalah untuk menambah pengetahuan dan diharapkan bermanfaat bagi kita semua. Kita menghayati dunia obvjek dan mausia. 5 .BAB I PENDAHULUAN 1.

Persepsi ini adalah persepsi yang paling awal berkembang pada bayi. bukan pada kenyataan itu sendiri. Persepsi visual merupakan topik utama dari bahasan persepsi secara umum. 2. Perilaku individu seringkali didasarkan pada persepsi mereka tentang kenyataan.2 Jenis Persepsi Proses pemahaman terhadap rangsang atau stimulus yang diperoleh oleh indera menyebabkan persepsi terbagi menjadi beberapa jenis. Persepsi penciuman Persepsi penciuman atau olfaktori didapatkan dari indera penciuman yaitu hidung.3 Pengertian Sensori Sensori adalah stimulus atau rangsang yang datang dari dalam maupun luar tubuh. Stimulus tersebut masuk dalam tubuh melalui organ sensori (panca indera) 6 .1 Pengertian Presepsi Persepsi adalah sebuah proses saat individu mengatur dan menginterpretasikan kesankesan sensoris mereka guna memberikan arti bagi lingkungan mereka.BAB II DASAR TEORI 2. Persepsi auditori Persepsi auditori didapatkan dari indera pendengaran yaitu telinga Persepsi perabaan Persepsi pengerabaan didapatkan dari indera taktil yaitu kulit. 2. Persepsi visual Persepsi visual didapatkan dari indera penglihatan. sekaligus persepsi yang biasanya paling sering dibicarakan dalam konteks sehari-hari. dan memengaruhi bayi dan balita untuk memahami dunianya. Persepsi pengecapan Persepsi pengecapan atau rasa didapatkan dari indera pengecapan yaitu lidah.

ketertarikan dan pertentangan. Kondisi ini disebut presbiopi. degenerasi maskuler senilis. Kehilangan sensorik akibat penuaan mengenai semua organ sensorik dan mengancam interaksi.2 Klasifikasi Katarak Katarak dapat diklasifikasikan menjadi : 1. dan retinopati diabetika. maka titik dekat fokus berpindah lebih jauh. 3. dan berkabut. 4. Kehilangan penginderaan dapat sangat menganggu bagi orang yang tidak dapat melihat untuk membaca atau menonton televisi. Biasanya mengenai kedua mata dan berjalan progresif. dan penghidu memungkinkan kita berkomunikasi dengan linkungan. Karena sel-sel baru terbentuk di permukaan lensa mata. maka sel tengah yang tua aka menumpuk dan menjadi kuning.BAB III PEMBAHASAN Organ sensorik penglihatan. pengecap. biasanya bermula pada usia 40-an. Karena lensa menjadi kurang fleksibel. Selain itu. Meskipun kondisi visual patologis bukan merupakan bagian penuaan normal. Jadi hanya bagian luar lensa yan masih elastis untuk berubah bentuk (akomodasi) dan berfokus pada jarak jauh dan dekat. namun terjadi peningkatan penyakit mata pada lansia. atau tidak dapa membedakan rasa makanan. padat. pendengaran. Pesan yang diterima dari sekitar kita membuat kita tetap mempunyai orientasi. 3. Diantara yang paling sering terjadi adalah katarak. yang tidak dapat mendengar percakapan dengan baik untuk berkomunikasi. Jumlah dan bentuk kekeruhan pada setiap lensa mata dapat bervariasi. Kemampuan membedakan biru dari hijau berkurang. kaku. Katarak menyebabkan penderita tidak bisa melihat dengan jelas karena dengan lensa yang keruh cahaya sulit mencapai retina dan akan menghasilkan bayangan yang kabur pada retina.1 Pengertian Katarak Katarak adalah istilah kedokteran untuk setiap keadaan kekeruh an yang terjadi pada lensa mata yang dapat terjadi akibat hidrasi (penambahan cairan lensa). lensa yang menguning dan berkabut menyebabkan sinar berpendar dan makanya orangtua sangat peka terhadap sinar yang menyilaukan. peraba. Merupakan saat dimana lansia menjadi kurang kemampuan kinerja fisiknya dan lebih banyak duduk. glaukoma. Katarak Kongenital: Katarak yang sudah terlihat pada usia di bawah 1 tahun Katarak Juvenil : katarak yang terjadi sesudah usia 1 tahun Katarak Senil: katarak setelah usia 50 tahun Katarak Trauma: Katarak yang terjadi akibat trauma pada lensa mata 7 . Lansia memerlukan waktu yang lebih lama untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan gelap dan terang dan memerlukan sinar yang lebih terang untuk melihat benda sangat dekat. 3. 2. Pupil berdilatasi dengan lambat dan tidak sempurna karena otot iris menjadi semakin kaku. Diperlukan kacamata baca untuk memperbesar objek. denaturasi protein lensa atau dapat juga akibat dari kedua-duanya.

Salah satu teori menyebutkan terputusnya protein lensa normal terjadi disertai influks air ke dalam lensa. Masalah kesehatan. Rokok dan alkohol 9. misalnya. Faktor keturunan 2. misalnya diabetes 4. Penyebab katarak lainnya meliputi : 1. Jumlah enzim akan menurun denga bertambahnya usia dan tidak ada pada kebanyakan pasien yang menderita katarak. Perubahan fisik dan kimia dalam lensa mengakibatkan hilangnya transparasi. Perubahan pada serabut halus multipel (zunula) yang memanjangdari badan silier sekitar daerah di luar lensa.4 Patofisiologi pada Katarak Lensa mata mengandung tiga komponen anatomis: nucleus. Akan tetapi. Katarak biasanya terjadi bilateral. namun sebenarnya merupakan konsekwensi dari proses penuaan yang normal. Faktor-faktor lainya yang belum diketahui 3. Gangguan metabolisme seperti DM (Diabetus Melitus) 6. Opasitas pada kapsul posterior merupakan bentuk katarak yang paling bermakna. sehingga mengabutkan pandangan dengan menghambat jalannya cahaya ke retina. Disekitar opasitas terdapat densitas seperti duri dianterior dan posterior nukleus. Mata tanpa pelindung terkena sinar matahari dalam waktu yang cukup lama 8. Trauma (kecelakaan) pada mata 11. Perubahan kimia dalam protein lensa dapat menyebabkan kogulasi. namun mempunyai kecepatan yang berbeda. Perubahan fisik dan kimia dalam lensa mengakibatkan hilangnya transparansi. Dapat disebabkan oleh kejadian trauma maupun sistemis. Salah satu teori menyebutkan terputusnya protein lensa normal terjadi disertai infulks air kedalam lensa proses ini mematahkan serabut lensa yang tegang dan mengganggu transmisi sinar. Usia rata-rata terjadinya katarak adalah pada umur 60 tahun keatas. Katarak dapat bersifat kongenital dan harus diidentifikasi awal. Kebanyakan katarak berkembang secara kronik dan “matang” ketika orang memasuki dekadeke tujuh. dapat menyebabkan penglihatan mengalami distorsi. seperti diabetes. korteks dan kapsul. Proses ini mematahkan serabut lensa yang tegang dan mengganggu transmisi sinar. katarak dapat pula terjadi pada bayi karena sang ibu terinfeksi virus pada saat hamil muda. Penggunaan obat tertentu.3 Etiologi Katarak Sebagian besar katarak terjadi karena proses degeneratif atau bertambahnya usia seseorang. khususnya steroid 5. Gangguan pertumbuhan 7. Nukleus mengalami perubahan warna coklat kekuningan seiring dengan bertambahnya usia. Teori lain mengatakan bahwa suatu enzim mempunyai peran dalam melindungi lensa dari degenerasi. Cacat bawaan sejak lahir 3.3. Operasi mata sebelumnya 10. Jumlah enzim akan menurun dengan bertambahnya usia dan tidak ada pada kebanyakan pasien menderita katarak. karena bila tidak terdiagnosa 8 . Teori lain mengatakan bahwa suatu enzim mempunyai peranan dalam melindungi lensa dari degenerasi.

3. khususnya bila dipertimbangkan akan dilakukan pembedahan. Faktor yang paling sering yang berperan dalam terjadinya katarak meliputi radiasi sinar ultraviolet B. 3. 5. Setelah operasi harus dijaga jangan sampai terjadi infeksi. Namun dengan tekhnik ini dapat timbul penyulit katarak sekunder. 4. Pada akhirnya apabila katarak telah matang pupil akan tampak benar-benar putih .7 Pengobatan Katarak Satu-satunya adalah dengan cara pembedahan . Pembedahan dilakukan bila tajam penglihatan sudah menurun sedemikian rupa sehingga mengganggu pekerjaan sehari-hari atau bila telah menimbulkan penyulit seperi glaukoma dan uveitis. 5. 3. merokok. pasien ini merupakan kandidat yang baik untuk dilakukan fakoemulsifikasi dan implantasi IOL. Gejala umum gangguan katarak meliputi : 1. dan asupan vitamin antioksidan yang kurang dalam jangka waktu lama.6 Pemeriksaan Diagnostik 1. diabetes. Pengelihatan seakan-akan melihat asap dan pupil mata seakan akan bertambah putih. 2.yaitu lensa yang telah keruh diangkat dan sekaligus ditanam lensa intraokuler sehingga pasca operasi tidak perlu lagi memakai kaca mata khusus (kaca mata aphakia). namun tidak 9 . dimana isi lensa dikeluarkan melalui pemecahan atau perobekan kapsul lensa anterior sehingga korteks dan nukleus lensa dapat dikeluarkan melalui robekan tersebut.5 Manifestasi Klinik Biasanya gejala berupa keluhan penurunan tajam pengelihatan secara progresif (seperti rabun jauh memburuk secara progresif). Bila Katarak dibiarkan maka akan mengganggu penglihatan dan akan dapat menimbulkan komplikasi berupa glaukoma dan uveitis.dapat menyebabkan ambliopia dan kehilangan penglihatan permanen. Keratometri Pemeriksaan lampu slit Oftalmoskopis A-scan ultrasound (echography) Hitung sel endotel sangat berguna sebagai alat diagnostik.sehingga refleks cahaya pada mata menjadi negatif (-). Dengan hitung sel endotel 2000 sel/mm3. Dengan tekhnik ekstraksi katarak intrakapsuler tidak terjadi katarak sekunder karenaseluruh lensa bersama kapsul dikeluarkan. Penglihatan tidak jelas. 2. alkohol. Teknik yang umum dilakukan adalah ekstraksi katarak ekstrakapsular. obatobatan. 4. 3. seperti terdapat kabut menghalangi objek Peka terhadap sinar atau cahaya Dapat melihat dobel pada satu mata Memerlukan pencahayaan yang terang untuk dapat membaca Lensa mata berubah menjadi buram seperti kaca susu 3. dapat dilakukan pada yang matur dan zonula zinn telah rapuh.

boleh dilakukan pada pasien berusia kurang dari 40 tahun. katarak imatur.C. 3. dimana komplikasi pasca operasi lebih sedikit dan rehabilitasi penglihatan pasien meningkat. Dapat pula dilakukan tekhnik ekstrakapsuler dengan fakoemulsifikasi yaitu fragmentasi nukleus lensa dengan gelombang ultrasonik. vit. sehingga hanya diperlukan insisi kecil.8 Pencegahan Katarak Disarankan agar banyak mengkonsumsi buah-buahan yang banyak mengandung vit.A dan vit E. yang masih memiliki zonula zinn. 10 .

BAB III PENUTUP 3. Peran Perawat dalam Lingkup Preseosi Sensori Peranan atau tingkah laku perawat yang diharapkan dan dinilai oleh masyarakat dalam memberiukan pelayanan kepada klien adalah:        Sebagai pelaksana keperawatan Sebagai pendidik Sebagai komunikator Sebagai penasehat Sebagai reseacher Sebagai pembela Sebagai manajer 2. Tujuan perawatan klien yang mengalami perubahan sensori-presepsi dalam hal ini gangguan mata atau katarak :      Klien memelihara funsi indera yang ada saat ini Menyediakan stimulus yang baik dilingkungan Menyesiakan lingkungan yang aman Mampu melakukan perawatan diri Tidak terjadi perubahan sensori yang semakin buruk 11 .1 Simpulan Pada makalah ini kami simpulkan beberapa inti pokok dari pembahasan makalah : 1.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful