P. 1
Buku Guru Matematika Kurikulum 2013

Buku Guru Matematika Kurikulum 2013

5.0

|Views: 823|Likes:
Published by Siti Mawaddah

More info:

Published by: Siti Mawaddah on Dec 03, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/18/2014

pdf

text

original

Sections

  • Kompetensi Dasar Pengalaman Belajar
  • A. KOMPETENSI DASAR DAN PENGALAMAN BELAJAR
  • C. MATERI PEMBELAJARAN
  • 1. Menemukan Konsep Eksponen
  • 2. Pangkat Bulat Negatif
  • 3. Pangkat Nol
  • 4. Sifat-sifat Pangkat Bulat Positif
  • 5. Pangkat Pecahan
  • Uji Kompetensi 1.1
  • 6. Bentuk Akar
  • 7. Hubungan Bentuk Akar dan Bilangan Berpangkat
  • 8. Operasi pada Bentuk Akar
  • a. Operasi Penjumlahan dan Pengurangan Bentuk Akar
  • b. Operasi Perkalian dan Pembagian Bentuk Akar
  • c. Merasionalkan Penyebut Bentuk Akar
  • Uji Kompetensi 1.2
  • 9. Menemukan Konsep Logaritma
  • 10. Sifat-sifat Logaritma
  • Uji Kompetensi 1.3
  • 1. Menemukan Konsep Nilai Mutlak
  • 2. Persamaan Linear
  • Uji Kompetensi 2.1
  • 3. Aplikasi Nilai Mutlak pada Persamaan Linear
  • 4. Pertidaksamaan Linear
  • 5. Aplikasi Nilai Mutlak pada Pertidaksamaan Linear
  • Uji Kompetensi 2.2
  • B. PETA KONSEP
  • 1. Menemukan Konsep Sistem Persamaan linear Dua Variabel
  • Uji Kompetensi 3.1
  • 2. Menemukan Konsep Sistem Persamaan linear Tiga Variabel
  • Uji Kompetensi 3.2
  • 3. Penyelesaian Sistem Persamaan Linear
  • Uji Kompetensi 3.3
  • 4. Sistem Pertidaksamaan linear Dua Variabel
  • Uji Kompetensi 3.4
  • D. PENUTUP
  • 1. Menemukan Konsep Matriks
  • 2. Jenis-Jenis Matriks
  • 3. Transpos Matriks
  • 4. Kemandirian Dua Matriks
  • Uji Kompetensi 4.1
  • a. Operasi Hitung pada Matriks
  • Uji Kompetensi 4.2
  • 6. Determinan dan Invers Matriks
  • Uji Kompetensi 4.3
  • 1. Menemukan Konsep Relasi
  • 2. Beberapa Sifat Relasi
  • 3. Menemukan Konsep Fungsi
  • Uji Kompetensi 5.1
  • UJI KOMPETENSI-5.1
  • 1. Menemukan Pola Barisan dan Deret
  • 2. Menemukan Konsep Barisan dan Deret Aritmetika
  • a. Barisan Aritmetika
  • b. Induksi Matematika
  • c. Deret Aritmetika
  • Uji Kompetensi 6.1
  • 3. Menemukan Konsep Barisan dan Deret Geometri
  • a. Barisan Geometri
  • b. Deret Geometri
  • Uji Kompetensi 6.2
  • B. PETA KONSEP
  • 1. PERSAMAAN KUADRAT
  • a. Menemukan Konsep Persamaan Kuadrat Satu Peubah
  • Uji Kompetensi 7.1
  • b. Menentukan Akar-akar Persamaan Kuadrat
  • d. Persamaan Kuadrat Dengan Akar-akar x1 dan x2
  • Uji Kompetensi 7.2
  • 2. FUNGSI KUADRAT
  • a. Menemukan Konsep Fungsi Kuadrat
  • UJI KOMPETENSI-7.3
  • Uji Kompetensi 7.3
  • 2. Grafk Fungsi Kuadrat
  • 2. Grafik Fungsi Kuadrat
  • 3. Hubungan Persamaan Kuadrat dan Fungsi Kuadrat
  • Uji Kompetensi 7.4
  • PENUTUP
  • 1. Ukuran Sudut (Derajat dan Radian)
  • Uji Kompetensi 8.1
  • 2. Konsep Dasar Sudut
  • 3. Perbandingan Trigonometri pada Segitiga Siku-Siku
  • Uji Kompetensi 8.2
  • 4. Nilai Perbandingan Trigonometri Sudut Istimewa
  • 6. Grafk Fungsi Trigonometri
  • Uji Kompetensi 8.3
  • 1. Menemukan Konsep Jarak Titik, Garis, dan Bidang
  • a. Kedudukan Titik
  • b. Jarak antara Titik dan Titik
  • c. Jarak Titik ke Garis
  • d. Jarak Titik ke Bidang
  • e. Jarak antara Dua Garis dan Dua Bidang yang Sejajar
  • Uji Kompetensi 9.1
  • 2. Menemukan Konsep Sudut pada Bangun Ruang
  • a. Sudut antara Dua Garis dalam Ruang
  • b. Sudut antara Garis dan Bidang pada Bangun Ruang
  • c. Sudut antara Dua Bidang pada Bangun Ruang
  • Uji Kompetensi 9.2
  • 1. Menemukan Konsep Limit Fungsi
  • 2. Sifat-Sifat Limit Fungsi
  • 3. Menentukan Limit Fungsi
  • Uji Kompetensi 10.1
  • 1. Data Tunggal
  • Uji Kompetensi 11.1
  • 2. Penyajian Data Kelompok
  • Uji Kompetensi 11.2
  • B. PETA KONSEP
  • 1. Menemukan Konsep Peluang dengan Frekuensi Relatif
  • 2. Pengertian Percobaan, Kejadian, Titik Sampel dan Ruang Sampel
  • 3. Cara Penyajian dan Penentuan Ruang Sampel
  • Uji Kompetensi 12.1
  • 4. Peluang Komplemen Suatu Kejadian
  • Uji Kompetensi 12.2
  • PETUNJUK TEKNIS PELAKSANAAN REMEDIAL DAN PENGAYAAN
  • B. Tujuan Pembelajaran Remedial dan Pengayaan
  • C. Soal untuk Penilaian Kompetensi Siswa
  • D. Bentuk Pelaksanaan Pembelajaran Remedial dan Pengayaan
  • 1. Bentuk Pelaksanaan Pembelajaran Remedial
  • E. Materi Pembahasan Dalam Pembelajaran Remedial
  • F. Materi Pembahasan Dalam Pembelajaran Pengayaan

Hak Cipta © 2013 pada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Dilindungi Undang-Undang
MILIK NEGARA TIDAK DIPERDAGANGKAN

Disklaimer: Buku ini merupakan buku guru yang dipersiapkan Pemerintah dalam rangka implementasi Kurikulum 2013. Buku guru ini disusun dan ditelaah oleh berbagai pihak di bawah koordinasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, dan dipergunakan dalam tahap awal penerapan Kurikulum 2013. Buku ini merupakan “dokumen hidup” yang senantiasa diperbaiki, diperbaharui, dan dimutakhirkan sesuai dengan dinamika kebutuhan dan perubahan zaman. Masukan dari berbagai kalangan diharapkan dapat meningkatkan kualitas buku ini. Katalog Dalam Terbitan (KDT) Indonesia. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Matematika : buku guru / Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.— Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, 2013. xxii, 426 hlm. : ilus. ; 25 cm. Untuk Kelas X ISBN 978-602-282-026-0(jilid lengkap) ISBN 978-602-282-027-7 (jilid 1)

1. Matematika — Studi dan Pengajaran I. Judul II. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan 510 Kontributor Naskah : Bornok Sinaga, Pardomuan J.N.M.S. Sinambela, Andri Kristianto Sitanggang, Tri Andri Hutapea, Sudianto Manulang, Lasker Pengarapan Sinaga, Mangara Simanjorang, dan Yuza Terzalgi Bayuzetra. : Agung Lukito dan Sisworo. : Politeknik Negeri Media Kreatif, Jakarta.

Penelaah Penyelia Penerbitan

Cetakan Ke-1, 2013 Disusun dengan huruf Times New Roman, 11 pt.

ii

Buku Guru Kelas X

Kata Pengantar
Matematika adalah bahasa universal untuk menyajikan gagasan atau pengetahuan secara formal dan presisi sehingga tidak memungkinkan terjadinya multi tafsir. Penyampaiannya adalah dengan membawa gagasan dan pengetahuan konkret ke bentuk abstrak melalui pendefinisian variabel dan parameter sesuai dengan yang ingin disajikan. Penyajian dalam bentuk abstrak melalui matematika akan mempermudah analisis dan evaluasi selanjutnya. Permasalahan terkait gagasan dan pengetahuan yang disampaikan secara matematis akan dapat diselesaikan dengan prosedur formal matematika yang langkahnya sangat presisi dan tidak terbantahkan. Karenanya matematika berperan sebagai alat komunikasi formal paling efisien. Perlu kemampuan berpikir kritis-kreatif untuk menggunakan matematika seperti uraian di atas: menentukan variabel dan parameter, mencari keterkaitan antar variabel dan dengan parameter, membuat dan membuktikan rumusan matematika suatu gagasan, membuktikan kesetaraan antar beberapa rumusan matematika, menyelesaikan model abstrak yang terbentuk, dan mengkonkretkan nilai abstrak yang diperoleh. Buku Matematika Kelas X untuk Pendidikan Menengah ini disusun dengan tujuan memberi pengalaman konkret-abstrak kepada peserta didik seperti uraian diatas. Pembelajaran matematika melalui buku ini akan membentuk kemampuan peserta didik dalam menyajikan gagasan dan pengetahuan konkret secara abstrak, menyelesaikan permasalahan abstrak yang terkait, dan berlatih berfikir rasional, kritis dan kreatif. Sebagai bagian dari Kurikulum 2013 yang menekankan pentingnya keseimbangan kompetensi sikap, pengetahuan dan keterampilan, kemampuan matematika yang dituntut dibentuk melalui pembelajaran berkelanjutan: dimulai dengan meningkatkan pengetahuan tentang metode-metode matematika, dilanjutkan dengan keterampilan menyajikan suatu permasalahan secara matematis dan menyelesaikannya, dan bermuara pada pembentukan sikap jujur, kritis, kreatif, teliti, dan taat aturan. Buku ini menjabarkan usaha minimal yang harus dilakukan peserta didik untuk mencapai kompetensi yang diharapkan. Sesuai dengan pendekatan yang dipergunakan dalam Kurikulum 2013, peserta didik diberanikan untuk mencari dari sumber belajar lain yang tersedia dan terbentang luas di sekitarnya. Peran guru sangat penting untuk meningkatkan dan menyesuaikan daya serap peserta didik dengan ketersedian kegiatan pada buku ini. Guru dapat memperkayanya dengan kreasi dalam bentuk kegiatankegiatan lain yang sesuai dan relevan yang bersumber dari lingkungan sosial dan alam. Sebagai edisi pertama, buku ini sangat terbuka dan terus dilakukan perbaikan dan penyempurnaan. Untuk itu, kami mengundang para pembaca memberikan kritik, saran dan masukan untuk perbaikan dan penyempurnaan pada edisi berikutnya. Atas kontribusi tersebut, kami ucapkan terima kasih. Mudah-mudahan kita dapat memberikan yang terbaik bagi kemajuan dunia pendidikan dalam rangka mempersiapkan generasi seratus tahun Indonesia Merdeka (2045). Jakarta, Mei 2013 Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh

Matematika

iii

Bapak, Ibu guru kami yang terhormat, banyak hal yang sudah kita lakukan sebagai usaha membelajarkan peserta didik dengan harapan, mereka berketuhanan, berperikemanusiaan, berpengetahuan, dan berketerampilan melalui pendidikan matematika. Harapan dan tugas mulia ini cukup berat, menuntut tanggung jawab yang tidak habis-habisnya dari generasi ke generasi. Banyak masalah pembelajaran matematika yang kita hadapi, bagaikan menelusuri sebuah lingkaran dengan titik-titik masalah yang tak berhingga banyaknya. Tokoh pendidikan matematika Soedjadi dan Yansen Marpaung menyatakan, kita harus berani memilih/menetapkan tindakan dan menghadapi resiko untuk meningkatkan kualitas pendidikan matematika di setiap sekolah tempat guru melaksanakan tugas profesionalitasnya. Artinya, guru sebagai orang yang pertama dan yang utama bertindak sebagai pengembang kurikulum yang mengenal karakteristik siswa dengan baik, dituntut bekerjasama memikirkan jalan keluar permasalahan yang terjadi. Pola pembelajaran yang bagaimana yang sesuai dengan karakteristik matematika dan karakteristik peserta didik di sekolah Bapak/Ibu ?. Salah satu alternatif, kita akan mengembangkan pembelajaran matematika berbasis paham konstruktivisme. Buah pikiran ini didasari prinsip bahwa: (1) setiap anak lahir di bumi, mereka telah memiliki potensi, (2) cara berpikir, bertindak, dan persepsi setiap orang dipengaruhi budaya, (3) matematika adalah produk budaya, yaitu hasil konstruksi sosial dan sebagai alat penyelesaian masalah kehidupan, dan (4) matematika adalah hasil abstraksi pikiran manusia. Untuk itu diperlukan perangkat pembelajaran, media pembelajaran, asesmen otentik dalam pelaksanaan proses pembelajaran di kelas. Model pembelajaran yang menganut paham konstruktivistik yang relevan dengan karakteristik matematika dan tujuan pembelajaran matematika cukup banyak, seperti (1) model pembelajaran berbasis masalah, (2) pembelajaran kontekstual, (3) pembelajaran kooperatif dan banyak model pembelajaran lainnya. Bapak/Ibu dapat mempelajarinya secara mendalam melalui aneka sumber pembelajaran. Pokok bahasan yang dikaji dalam buku petunjuk guru ini, antara lain: (1) eksponen dan logaritma, (2) persamaan dan pertidaksamaan linier, (3) sistem persamaan dan pertidaksamaan linier, (4) matriks, (5) relasi dan fungsi, (6) barisan dan deret, (7) persamaan dan fungsi kuadrat, (8) limit dan (9) peluang yang tertera dalam kurikulum 2013. Berbagai konsep, aturan dan sifat-sifat dalam matematika ditemukan melalui penyelesaian masalah nyata, media pembelajaran, yang terkait dengan materi yang diajarkan. Seluruh materi yang diajarkan berkiblat pada pencapaian kompetensi yang ditetapkan dalam kurikulum matematika 2013. Semua petunjuk yang diberikan dalam buku ini hanyalah pokok-pokoknya saja. Oleh karena itu, Bapak dan Ibu guru dapat mengembangkan dan menyesuaikan dengan keadaan dan suasana kelas saat pembelajaran berlangsung. Akhirnya, tidak ada gading yang tak retak. Rendahnya kualitas pendidikan matematika adalah masalah kita bersama. Kita telah diberi talenta yang beragam, seberapa besar buahnya yang dapat kita persembahkan padaNya. Taburlah rotimu di lautan tanpa batas, percayalah kamu akan mendapat roti sebanyak pasir di tepi pantai. Mari kita lakukan tugas mulia ini sebaik-baiknya, semoga buku petunjuk guru ini dapat digunakan dan bermanfaat dalam pelaksanaan proses pembelajaran matematika di sekolah. Jakarta, Pebruari 2013 Tim Penulis

iv

Buku Guru Kelas X

Surat untuk Guru .............................................................................................................. iv Daftar Isi ............................................................................................................................ v Deskripsi Singkat Model Pembelajaran Berbasis Konstruktivistik .................................... x Pedoman Penyusunan Rencana Pembelajaran .............................................................. xv Fase Konstruksi Matematika ............................................................................................ xviii Contoh Analisis Topik ................................................................................................. xix Peta Konsep Matematika SMP Kelas X ........................................................................... xxi Bab 1 Eksponen dan Logaritma ................................................................................ 1 A. Kompetensi Dasar dan Pengalaman Belajar .............................................. 1 B. Peta Konsep ............................................................................................... 2 C. Materi Pembelajaran ................................................................................... 3 1. Menemukan konsep Eksponen ............................................................ 3 2. Pangkat Bulat Negatif .......................................................................... 9 3. Pangkat 0 ............................................................................................. 10 4. Sifat-Sifat Pangkat Bulat Positif ........................................................... 10 5. Pangkat Pecahan ................................................................................. 16 Uji Kompetensi 1.1 ............................................................................................. 18 6. Bentuk Akar .......................................................................................... 20 7. Hubungan Bentuk Akar dan Bilangan Berpangkat ............................... 21 8. Operasi Pada Bentuk Akar ................................................................... 22 a. Operasi Penjumlahan dan Pengurangan Bentuk Akar ................. 22 b. Operasi Perkalian dan Pembagian Bentuk Akar ........................... 23 c. Merasionalkan Penyebut Berbentuk Akar .................................... 23 Uji Kompetensi 1.2 ............................................................................................. 29 9. Menemukan Konsep Logaritma ........................................................... 32 10. Sifat-sifat Logaritma ............................................................................. 37 Uji Kompetensi 1.3 ............................................................................................. 43 Penutup.............................................................................................................. 44 Bab 2 Persamaan dan Pertidaksamaan Linear ........................................................ 46

A. Kompetensi Dasar dan Pengalaman Belajar .............................................. 46 B. Peta Konsep ............................................................................................... 47 C. Materi Pembelajaran ................................................................................... 48 1. Menemukan konsep Nilai Mutlak ........................................................ 48 2. Persamaan Linear ................................................................................ 53 Uji Kompetensi 2.1 ............................................................................................. 60 3. Aplikasi Nilai Mutlak Pada Persamaan Linier ....................................... 62 4. Pertidaksamaan Linear ........................................................................ 63 5. Aplikasi Nilai Mutlak pada Pertidaksamaan Linear .............................. 67 Uji Kompetensi 2.2 ............................................................................................. 69 Penutup ................................................................................................. 71

Matematika

v

Bab 3

Sistem Persamaan dan Pertidaksamaan Linear ........................................... 73

A. Kompetensi Dasar dan Pengalaman Belajar .............................................. 73 B. Peta konsep ................................................................................................ 74 C. Materi Pembelajaran ................................................................................... 75 1. Menemukan konsep Sistem Persamaan linear dua variabel ............... 75 Uji Kompetensi 3.1 ............................................................................................. 87 2. Menemukan Konsep Sistem Persamaan Linear tiga variabel ............. 88 Uji Kompetensi 3.2 ............................................................................................. 97 3. Penyelesaian Sistem Persamaaan Linear .......................................... 99 a. Menentukan Himpunan Penyelesaian Sistem Persamaan Linear Dua variabel .................................................... 99 b. Menentukan Himpunan Penyelesaian Sistem Persamaan linear Tiga Variabel .................................................... 106 Uji Kompetensi 3.3 ............................................................................................. 111 4. Sistem Pertidaksamaan Linear Dua Variabel ....................................... 114 Uji kompetensi 3.4 ............................................................................................. 118 Penutup ................................................................................................. 120 Bab 4 Matriks ................................................................................................. 122

A. Kompetensi Dasar dan Pengalaman Belajar .............................................. 122 B. Peta Konsep ............................................................................................... 123 C. Materi Pembelajaran ................................................................................... 124 1. Menemukan Konsep Matriks ................................................................ 124 2. Jenis-Jenis Matriks ............................................................................... 131 3. Transpos Matriks .................................................................................. 134 4. Kemandirian Dua Matriks ..................................................................... 137 Uji Kompetensi 4.1 ............................................................................................. 139 5. Memahami Operasi Sederhana Matriks serta Menerapkannya Dalam Pemecahan Masalah ................................................................ 141 a. Operasi Hitung pada Matriks ......................................................... 141 Uji Kompetensi 4.2 ............................................................................................. 152 6. Determinan dan Invers Matriks ............................................................ 154 Uji Kompetensi 4.3 ............................................................................................. 164 Penutup ................................................................................................. 167 Bab 5 Relasi dan Fungsi ............................................................................................ 168

A. Kompetensi Dasar dan Pengalaman Belajar .............................................. 168 B. Peta Konsep ............................................................................................... 169 C. Materi Pembelajaran ................................................................................... 170 1. Menemukan Konsep Relasi ................................................................. 170 2. Beberapa sifat Relasi ........................................................................... 176 3. Menemukan Konsep Fungsi ................................................................ 179 Uji Kompetensi 5.1 ............................................................................................. 189 Penutup ................................................................................................. 191

vi

Buku Guru Kelas X

Bab 6

Barisan dan Deret ............................................................................................ 192

A. Kompetensi Dasar dan Pengalaman Belajar .............................................. 192 B. Peta Konsep ............................................................................................... 193 C. Materi Pembelajaran ................................................................................... 194 1. Menemukan Pola Barisan dan Deret ................................................... 194 2. Menemukan Konsep Barisan dan Deret Aritmatika ............................. 201 a. Barisan Aritmatika ......................................................................... 201 b. Induksi Matematika ....................................................................... 207 c. Deret Aritmetika ............................................................................. 208 Uji Kompetensi 6.1 ............................................................................................. 213 3. Menemukan Konsep Barisan dan Deret Geometri .............................. 214 a. Barisan Geometri ......................................................................... 214 b. Deret Geometri ............................................................................. 216 Uji Kompetensi 6.2 ............................................................................................. 220 Penutup ................................................................................................. 221 Bab 7 Persamaan dan Fungsi Kuadrat ..................................................................... 222 A. Kompetensi Dasar dan Pengalaman Belajar............................................... 222 B. Peta Konsep ............................................................................................... 223 C. Materi Pembelajaran ................................................................................... 224 1. Persamaan Kuadrat ............................................................................. 224 a Menemukan Konsep Persamaan Kuadrat Satu Peubah ............... 224 Uji Kompetensi 7.1 ............................................................................................. 236 b. Menentukan Akar-akar Persamaan Kuadrat ................................. 237 c. Menemukan Rumus Untuk Menentukan Hasil Jumlah dan Hasil Kali Akar-akar Persamaan Kuadrat ...................................................... 241 d. Persamaan Kuadrat dengan Akar-akar x1 dan x2 ....................... 242 Uji Kompetensi 7.2 ............................................................................................. 243 2. Fungsi Kuadrat...................................................................................... 244 a. Menemukan Konsep Fungsi Kuadrat ............................................ 244 Uji Kompetensi 7.3 ............................................................................................. 255 b. Grafik Fungsi Kuadrat ................................................................... 256 c. Hubungan Persamaan Kuadrat dan Fungsi Kuadrat .................... 263 Uji Kompetensi 7.4 ............................................................................................. 264 Penutup ................................................................................................. 265 Bab 8 Trigonometri ................................................................................................. 267

A. Kompetensi Dasar dan Pengalaman Belajar .............................................. 267 B. Peta Konsep ............................................................................................... 268 C. Materi Pembelajaran ................................................................................... 269 1. Ukuran Sudut (Derajat dan Radian)...................................................... 269 Uji Kompetensi 8.1 ............................................................................................. 273 2. Konsep Dasar Sudut ............................................................................ 274 3. Perbandingan Trigonometri pada Segitiga Siku-Siku ........................... 277

Matematika

vii

Uji Kompetensi 8.2 ............................................................................................. 280 4. Nilai Perbandingan Trigonometri Sudut Istimewa ................................ 282 5. Perbandingan Trigonometri untuk sudut 300, 450, 600........................... 286 6. Grafik Fungsi Trigonometri ................................................................... 295 Uji Kompetensi 8.3 ............................................................................................. 300 Penutup ................................................................................................. 302 Bab 9 Geometri ................................................................................................ 304 A. Kompetensi Dasar dan Pengalaman Belajar .............................................. 304 B. Peta Konsep ............................................................................................... 305 C. Materi Pembelajaran ................................................................................... 306 1. Menemukan Konsep Jarak Titik, Garis, dan bidang ............................. 306 a. Kedudukan Titik ............................................................................. 306 b. Jarak Antara Titik dan Titik ............................................................ 308 c. Jarak Titik ke Garis ........................................................................ 311 d. Jarak Titik ke Bidang ..................................................................... 314 e. Jarak antara Dua Garis dan Dua Bidang yang Sejajar ................. 318 Uji Kompetensi 9.1 ............................................................................................. 319 2. Menemukan Konsep Sudut pada Bangun Ruang ................................ 320 a. Sudut antara Dua Garis dalam ruang ............................................ 323 b. Sudut antara Garis dan Bidang pada Bangun Ruang ................... 325 c. Sudut antara Dua Bidang pada Bangun Ruang ............................ 329 Uji Kompetensi 9.2 ............................................................................................. 332 Penutup ................................................................................................. 335 Bab 10 Limit Fungsi ................................................................................................. 337

A. Kompetensi Dasar dan Pengalaman Belajar .............................................. 337 B. Peta Konsep ............................................................................................... 338 C. Materi Pembelajaran ................................................................................... 339 1. Menemukan Konsep Limit Fungsi......................................................... 339 2. Sifat-Sifat Limit Fungsi ......................................................................... 349 3. Menentukan Limit Fungsi ..................................................................... 355 Uji Kompetensi 10.1 ........................................................................................... 361 Penutup ................................................................................................. 363 Bab 11 Statistika ................................................................................................. 365 A. Kompetensi Dasar dan Pengalaman Belajar .............................................. 365 B. Peta Konsep ............................................................................................... 366 C. Materi Pembelajaran ................................................................................... 367 1. Data Tunggal ........................................................................................ 367 Uji Kompetensi 11.1 ........................................................................................... 378 2. Penyajian Data Kelompok .................................................................... 380 Uji Kompetensi 11.2 ........................................................................................... 386 Penutup ................................................................................................. 387

viii

Buku Guru Kelas X

.. Materi Pembahasan Dalam Pembelajaran Remedial ..................................... Pengertian Percobaan..... Tujuan Pembelajaran Remedial dan Pengayaan .. 420 C............................................................................... 424 F......................................................................................................................1 ......... 396 3.......... 420 D...... Cara Penyajian dan Penentuan Ruang Sampel .............................................................. 424 Daftar Pustaka ................. 425 Matematika ix ........................... 389 B......2 .... Soal untuk Penilaian Kompetensi Siswa ...................... Pengertian dan Prosedur Pelaksanaan Pembelajaran Remedial dan Pengayaan ............ 391 1................. 417 B... 389 A........................Bab 12 Peluang .................. Materi Pembahasan Dalam Pembelajaran Pengayaan .. 417 A............................................................................ Bentuk Pelaksanaan Pembelajaran Remedial dan Pengayaan ....................................................................... 423 E................................. 410 Uji Kompetensi 12..................... Peluang Komplemen Suatu Kejadian ............... 416 Petunjuk Teknis Pelaksanaan Remedial dan Pengayaan.... Peta Konsep ........................................ Kejadian......................... Titik Sampel. 409 4.......................................... Materi Pembelajaran .............. Kompetensi Dasar dan Pengalaman Belajar .............................................................. 399 Uji Kompetensi 12............................................................. dan ruang Sampel ................................................................................................... 391 2........................................................ 390 C............ 414 Penutup ........... Menemukan Konsep Peluang dengan Frekuensi Relatif .....

Rancangan model pembelajaran yang diterapkan mengikuti 5 (lima) komponen utama model pembelajaran yang dijabarkan sebagai berikut. (2) cara berpikir. membangun strategi penyelesaian masalah. (3) guru melatih dan membimbing siswa berpikir kritis dan kreatif dalam menyelesaikan masalah. 1. Kemudian guru menumbuhkan persepsi positif dan motivasi belajar pada diri siswa melalui pemaparan manfaat materi matematika yang dipelajari dalam penyelesaian masalah kehidupan serta meyakinkan siswa. dan variabel. mengajukan ide-ide secara bebas dan terbuka. hasil penyelesaian masalah. yaitu: a. dan pembelajaran lebih bermakna sebab setiap informasi baru dikaitkan dengan apa x Buku Guru Kelas X . Dengan demikian. dan (4) matematika adalah hasil abstraksi pikiran manusia. informasi baru berupa pengetahuan lebih bertahan lama di dalam ingatan siswa. dilandasi teori pembelajaran yang menganut paham konstruktivistik yang memberi perhatian pada aspek-aspek kognisi dan mengangkat berbagai masalah real world yang sangat mempengaruhi aktifitas dan perkembangan mental siswa selama proses pembelajaran dengan prinsip bahwa. skema. Apersepsi Tahap apersepsi diawali dengan menginformasikan kepada siswa kompetensi dasar dan indikator yang akan dicapai siswa melalui pembelajaran materi yang akan diajarkan.DESKRIPSI SINGKAT MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS KONSTRUKTIVISTIK Model pembelajaran yang diterapkan dalam buku ini. jika siswa terlibat aktif dalam merekonstruksi konsep dan prinsip matematika melalui penyelesaian masalah yang bersumber dari fakta dan lingkungan kehidupan siswa dengan strategi penyelesaian yang menerapkan pola interaksi sosial yang pahami siswa dan guru. (5) seluruh hasil kerja selalu dipresentasikan di depan kelas untuk menemukan berbagai konsep. (4) upaya guru mengorganisasikan bekerjasama dalam kelompok belajar. Sintaks Pengelolaan pembelajaran terdiri 5 tahapan pembelajaran. melatih siswa berkomunikasi menggunakan grafik. diagram. mereka telah memiliki potensi. (1) setiap anak lahir di bumi. (2) siswa diberi kebebasan berpikir memahami masalah. siswa akan lebih baik menguasai materi yang diajarkan. Pembelajaran matematika yang diharapkan dalam praktek pembelajaran di kelas adalah (1) pembelajaran berpusat pada aktivitas siswa. aturan matematika yang ditemukan melalui proses pembelajaran. (3) matematika adalah hasil konstruksi sosial dan sebagai alat penyelesaian masalah kehidupan. dan persepsi setiap orang dipengaruhi nilai budayanya. bertindak.

Jika semua anggota kelompok mengalami kesulitan memahami dan menyelesaikan masalah.yang diketahui siswa dan menunjukkan secara nyata kegunaan konsep dan prinsip matematika yang dipelajari dalam kehidupan. Interaksi Sosial di antara Siswa. konsisten. memberi kemudahan pengerjaan siswa. Pembentukan kelompok belajar menerapkan prinsip kooperatif. guru memusatkan pembelajaran pada siswa dalam kelompok belajar untuk menyelesaikan masalah. saling memberi ide dalam penyelesaian masalah. berbeda agama dengan tujuan agar siswa terlatih bekerjasama. guru meminta salah satu kelompok mempresentasikan hasil kerjanya di depan kelas dan memberi kesempatan pada kelompok lain memberi tanggapan berupa kritikan disertai alasan-alasan. saling membantu dan berbagi informasi. Sesekali guru mengajukan pertanyaan menguji pemahaman/penguasaan penyaji dan dapat ditanggapi oleh kelompok lain. berbeda budaya. Selanjutnya. yaitu berupa pemberian petunjuk. contoh analogi. Selanjutnya guru memberi scaffolding. b. serta mendorong siswa bekerjasama. c. guru meminta siswa mencoba memahami masalah dan mendiskusikan hasil pemikiran melalui belajar kelompok. Mempresentasikan dan Mengembangkan Hasil Kerja Pada tahapan ini. mencari ide dan jalan keluar penyelesaian masalah. tangguh menghadapi masalah) dan nilai-nilai budaya agar para siswa saling berinteraksi secara sosio kultural. Guru memfasilitasi siswa dengan buku siswa. mengajukan ide-ide. yakni keheterogenan anggota kelompok dari segi karakteristik (kemampuan dan jenis kelamin) siswa. Guru meminta siswa memahami masalah secara individu dan mendiskusikan hasil pemikirannya dalam kelompok. berkomunikasi. Lembar Aktivitas Siswa (LAS) dan Asesmen Otentik. Guru. Selanjutnya guru mengajukan permasalahan matematika yang bersumber dari lingkungan kehidupan siswa. dan dilanjutkan berdialog secara interaktif (berdebat. struktur. merenungkan hasil pemikiran teman. masukan bandingan pemikiran. Setiap kelompok memadu hasil pemikiran dan menuangkannya dalam sebuah LAS yang dirancang guru. Guru menanamkan nilai-nilai matematis (jujur. Antar anggota kelompok saling bertanya-jawab. menumbuhkan rasa toleransi dalam perbedaan. berdebat. maka salah seorang dari anggota kelompok bertanya pada guru sebagai panutan. memotivasi dan mengarahkan jalannya diskusi agar lebih efektif. bertanya. Kriteria untuk memilih hasil diskusi kelompok yang akan dipresentasikan antara lain: jawaban kelompok berbeda dengan jawaban xi Matematika . dan Masalah Pada tahap orientasi masalah dan penyelesaian masalah. berdiskusi) dengan kelompok lain dengan arahan guru. bantuan jalan keluar sampai saatnya siswa dapat mengambil alih tugas-tugas penyelesaian masalah.

Guru memberi kesempatan bertanya atas hal-hal yang kurang dipahami. xii Buku Guru Kelas X . diturunkan beberapa sifat dan aturan-aturan. guru meminta siswa memberi alasan. Dengan demikian kelompok penyaji bisa lebih dari satu. Selanjutnya siswa diberi kesempatan mengerjakan soal-soal tantangan untuk menunjukkan kebergunaan konsep dan prinsip matematika yang dimiliki. Selama presentasi hasil kerja. ada ide penting dalam hasil diskusi kelompok yang perlu mendapat perhatian khusus. e. Setelah konsep ditemukan. guru membantu siswa atau kelompok mengkaji ulang hasil penyelesaian masalah. Sehingga pertimbangan-pertimbangan secara objektif akan muncul di antara siswa. serta melengkapi hasil pemikiran siswa dengan memberikan contoh dan bukan contoh konsep. Keterampilan mengomunikasikan ide-ide tersebut adalah salah satu kompetensi yang dituntut dalam pembelajaran berdasarkan masalah. guru melakukan teorema pengontrasan melalui pengajuan contoh dan bukan contoh. Dengan mengajukan sebuah objek. Dalam penyajiannya. Tujuan lain tahapan ini adalah melatih siswa terampil menyajikan hasil kerjanya melalui penyampaian ide-ide di depan umum (teman satu kelas). apakah objek itu termasuk contoh atau bukan contoh konsep.dari kelompok lain. Temuan Objek Matematika dan Penguatan Skemata Baru Objek-objek matematika berupa model (contoh konsep) yang diperoleh dari proses dan hasil penyelesaian masalah dijadikan bahan inspirasi dan abstraksi konsep melalui penemuan ciri-ciri konsep oleh siswa dan mengkonstruksi konsep secara ilmiah. untuk memampukan siswa berinteraksi/berkolaborasi dengan orang lain. menguji pemahaman siswa dalam proses penemuan konsep dan prinsip. kelompok penyaji akan diuji oleh kelompok lain dan guru tentang penguasaan dan pemahaman mereka atas penyelesaian masalah yang dilakukan. Dengan cara tersebut dimungkinkan tiap-tiap kelompok mendapatkan pemikiran-pemikiran baru dari kelompok lain atau alternatif jawaban yang lain yang berbeda. Sesekali guru menguji pemahaman siswa atas konsep dan prinsip yang ditemukan. d. Selanjutnya. guru melakukan evaluasi materi akademik dengan pemberian kuis atau meminta siswa membuat peta konsep atau memberi tugas di rumah atau membuat peta materi yang dipelajari. Tujuan tahapan ini adalah untuk mengetahui keefektifan hasil diskusi dan hasil kerja kelompok pada tahapan sebelumnya. Berdasar konsep yang ditemukan/direkonstruksi. guru mendorong terjadinya diskusi kelas dan mendorong siswa mengajukan ide-ide secara terbuka dengan menanamkan nilai soft skill. Menganalisis dan Mengevaluasi Proses dan Hasil Penyelesaian Masalah Pada tahapan ini.

maka guru saatnya memberi penjelasan atau bantuan/memberi petunjuk sampai siswa dapat mengambil alih penyelesaian masalah pada langkah berikutnya. Jika keseluruhan siswa mengalami kesulitan. Sistem Sosial Pengorganisasian siswa selama proses pembelajaran menerapkan pola pembelajaran kooperatif. Dalam interaksi sosio kultural di antara siswa dan temannya. 4. Siswa dalam kelompok saling bekerjasama dalam menyelesaikan masalah. Tingkah laku guru dalam menanggapi hasil pemikiran siswa berupa pertanyaan atau kesulitan yang dialami dalam menyelesaikan masalah harus bersifat mengarahkan. guru tidak boleh terlalu mendominasi siswa. mencermati pemahaman siswa atas objek matematika yang diperoleh dari proses dan hasil penyelesaian masalah. Sistem Pendukung Agar model pembelajaran ini dapat terlaksana secara praktis dan efektif. guru terlebih dahulu memberi kesempatan pada siswa lainnya memberikan tanggapan dan merangkum hasilnya. para siswa diizinkan berbahasa daerah dalam menyampaikan pertanyaan. guru harus memberikan kesempatan pada siswa untuk mengungkapkan hasil pemikirannya secara bebas dan terbuka. Untuk mewujudkan tingkah laku tersebut. kritikan. Prinsip Reaksi Model pembelajaran yang diterapkan dalam buku ini dilandasi teori konstruktivis dan nilai budaya dimana siswa belajar yang memberi penekanan pembelajaran berpusat pada siswa. 3. memotivasi dan membangkitkan semangat belajar siswa. guru diwajibkan membuat suatu rancangan pembelajaran yang dilandasi teori pembelajaran konstruktivis dan nilai soft skill matematis yang diwujudkan dalam setiap langkahlangkah pembelajaran yang ditetapkan dan menyediakan fasilitas belajar yang cukup. guru selalu menanamkan nilai-nilai soft skill dan nilai matematis. Ketika siswa bekerja menyelesaikan tugas-tugas. pendapat terhadap temannya maupun pada guru. Matematika xiii . kebebasan mengajukan pendapat. Jika ada siswa yang bertanya. membimbing. bersifat membantu dan gotong royong) untuk menghasilkan penyelesaian masalah yang disepakati bersama. guru mengontrol jalannya diskusi dan memberikan motivasi agar siswa tetap berusaha menyelesaikan tugas-tugasnya. motivator dan mediator dalam pembelajaran. menunjukkan kelemahan atas pemahaman siswa dan memancing mereka menemukan jalan keluar untuk mendapatkan penyelesaian masalah yang sesungguhnya. sehingga fungsi guru sebagai fasilitator. saling bertanya/ berdiskusi antara siswa yang lemah dan yang pintar. sebelum guru memberikan penjelasan/bantuan. berdialog dan berdebat.2. Dalam interaksi sosio kultural.

5. daya lihat dan kemampuan). Motivasi belajar secara internal akan menimbulkan kecintaan terhadap dewi matematika. Jika matematika bagian dari budaya siswa. pemahaman. dan pemahaman mendasari kemampuan siswa mentransfer pengetahuannya dalam menyelesaikan masalah. Retensi pengetahuan matematika yang dimiliki siswa dapat bertahan lebih lama sebab siswa terlibat aktif di dalam proses penemuannya. Matematika sebagai ilmu pengetahuan tidak lagi dipandang sebagai hasil pemikiran dunia luar tetapi berada pada lingkungan budaya siswa yang bermanfaat dalam menyelesaikan permasalahan di lingkungan budayanya. dan media pembelajaran yang diperlukan. Dampak pengiring yang akan terjadi dengan penerapan model pembelajaran berbasis konstruktivistik adalah siswa mampu menemukan kembali berbagai konsep dan aturan matematika dan menyadari betapa tingginya manfaat matematika bagi kehidupan sehingga dia tidak merasa terasing dari lingkungannya. serta berkembangnya kemampuan berkolaborasi antara siswa. Selain dampak di atas. Bercinta dengan dewi matematika berarti penyatuan diri dengan keabstrakan yang tidak memiliki batas atas dan batas bawah tetapi bekerja dengan simbol-simbol. Kebergunaan akan menimbulkan motivasi belajar secara internal dari dalam diri siswa dan rasa memiliki terhadap matematika akan muncul sebab matematika yang dipahami adalah hasil rekonstruksi pemikirannya sendiri. komponen-komponen model. Kebermaknaan pembelajaran yang melahirkan pemahaman. Dengan demikian terbentuk dengan sendirinya rasa memiliki. siswa terbiasa menganalisis secara logis dan kritis memberikan pendapat atas apa saja yang dipelajari menggunakan pengalaman belajar yang dimiliki sebelumnya. objek-objek abstraksi dari lingkungan budaya. maka suatu saat diharapkan siswa xiv Buku Guru Kelas X . lembar kerja siswa. Kemampuan menyelesaikan masalah tidak rutin menyadarkan siswa akan kebergunaan matematika. Siswa memandang bahwa matematika terkait dan inklusif di dalam budaya. petunjuk pelaksanaan dan seluruh perangkat pembelajaran yang digunakan seperti rencana pembelajaran.Dalam hal ini dikembangkan buku model yang berisikan teori-teori pendukung dalam melaksanakan pembelajaran. Dampak Instruksional dan Pengiring yang Diharapkan Dampak langsung penerapan pembelajaran ini adalah memampukan siswa merekonstruksi konsep dan prinsip matematika melalui penyelesaian masalah dan terbiasa menyelesaikan masalah nyata dilingkungan siswa. buku siswa. Penerimaan individu atas perbedaan-perbedaan yang terjadi (perbedaan pola pikir. buku guru. sikap. Pemahaman siswa terhadap obek-objek matematika dibangun berdasarkan pengalaman budaya dan pengalaman belajar yang telah dimiliki sebelumnya. dan persepsi positif siswa terhadap matematika dan budayanya.

yaitu materi yang harus dikuasai oleh siswa sebagai dasar untuk mempelajari materi pokok. Kelengkapan. keterampilan proses keilmuan. cara mengingat apa yang dipahami oleh siswa sebagai pelakupelaku budaya). PEDOMAN PENYUSUNAN RENCANA PEMBELAJARAN Penyusunan rencana pembelajaran berpedoman pada kurikulum matematika 2013 dan sintaksis Model Pembelajaran. 4. cara bertingkah laku. seperti menyelesaikan masalah autentik (masalah bersumber dari fakta dan lingkungan budaya). dan peta konsep (contoh disajikan di bawah). termasuk analisis topik. 3. Materi prasyarat. berbagi pengetahuan. Dalam hal ini perlu dilakukan tes kemampuan awal siswa. berdiskusi dalam menyelesaikan masalah. Alokasi waktu: banyak jam pertemuan untuk setiap pokok bahasan tidak harus sama tergantung kepadatan dan kesulitan materi untuk tiap-tiap pokok bahasan. berkolaborasi. lembar aktivitas siswa (LAS). laboratorium. misalnya: rencana pembelajaran. dan alat peraga jika dibutuhkan. yaitu fasilitas pembelajaran yang harus dipersiapkan oleh guru. otonomi dan kebebasan siswa. Hasil belajar yang akan dicapai melalui kegiatan pembelajaran antara alain: Produk : Konsep dan prinsip-prinsip yang terkait dengan materi pokok Matematika xv . 5. toleransi terhadap ketidakpastian dan masalah-masalah non rutin. Berdasarkan analisis kurikulum matematika ditetapkan hal-hal berikut 1. Penentuan rata-rata banyak jam pelajaran untuk satu pokok bahasan adalah hasil bagi jumlah jam efektif untuk satu semester dibagi banyak pokok bahasan yang akan diajarkan untuk semester tersebut. Rumusan indikator dan kompetensi dasar harus disesuaikan dengan prinsip-prinsip pembelajaran matematika berdasarkan masalah. buku siswa. buku petunjuk guru. cara berpikir. Materi pokok yang akan diajarkan. objek-objek budaya. 6. saling membantu.memiliki cara tersendiri memeliharanya dan menjadikannya Landasan Makna (Landaan makna dalam hal ini berpihak pada sikap. Kompetensi dasar dan indikator pencapaian kompetensi dasar untuk tiap-tiap pokok bahasan. 2. kepercayaan diri. kumpulan masalah-masalah yang bersumber dari fakta dan lingkungan budaya siswa. Dampak pengiring yang lebih jauh adalah hakikat tentatif keilmuan. memberikan pengalaman belajar bagi siswa.

dan berpikir kreatif). bekerjasama. berpikir tingkat tinggi (berpikir kritis. tangguh menghadapi masalah. (5) menganalisis dan mengevaluasi proses dan hasil penyelesaian masalah. memodelkan masalah secara matematika. Sintaksis pembelajaran adalah langkah-langkah pembelajaran yang dirancang dan dihasilkan dari kajian teori yang melandasi model pembelajaran berbasis konstruktivistik. rencana pembelajaran adalah operasional dari sintaks. Psikomotor : Keterampilan menyelesaikan masalah. d. jujur mengungkapkan pendapat dan senang belajar matematika. Kegiatan yang dilakukan untuk setiap tahapan pembelajaran dijabarkan sebagai berikut: 1. Menjelaskan pola interaksi sosial. Afektif : Menghargai budaya. Membentukan kelompok b. Sementara. yaitu: (1) apersepsi budaya. Memberi kesempatan pada siswa menanyakan hala-hal yang sulit dimengerti pada materi sebelumnya. c. (4) temuan objek matematika dan penguatan skemata baru. Menginformasikan indikator pencapaian kompetensi dasar. Sintaks model pembelajaran terdiri dari 5 langkah pokok. kemampuan berkomunikasi. penerimaan individu atas perbedaan yang ada. soft skill dan kebergunaan matematika. Sehingga skenario pembelajaran yang terdapat pada rencana pembelajaran disusun mengikuti setiap langkah-langkah pembelajaran (sintaks). pola pikir deduktif. Kognitif : Kemampuan matematisasi. menyajikan hasil kerja dan menganalisis serta mengevaluasi kembali hasil penyelesaian masalah. menjelaskan peranan siswa dalam menyelesaikan masalah. (3) persentase dan mengembangkan hasil kerja. ketrampilan berkolaborasi. Kegiatan guru pada tahap apersepsi budaya antara lain: a. kemampuan abstraksi. e. merencanakan penyelesaian masalah. (2) orientasi dan penyelesaian masalah. Mengajukan masalah yang bersumber dari fakta dan lingkungan budaya siswa xvi Buku Guru Kelas X . Memberikan motivasi belajar pada siswa melalui penanaman nilai matematis. Proses : Apersepsi budaya. Menciptakan persepsi positif dalam diri siswa terhadap budayanya dan matematika sebagai hasil konstruksi sosial. b. interaksi sosial dalam penyelesaian masalah. 2. Kegiatan guru pada tahap penyelesaian masalah dengan pola interaksi edukatif antara lain: a.

Memotivasi siswa untuk terlibat dalam penyelesaian masalah yang selektif c. Memberikan scaffolding pada kelompok atau individu yang mengalami kesulitan h. Kegiatan guru pada tahap menganalisis dan mengevaluasi proses dan hasil penyelesaian masalah antara lain: a. mendorong/mengarahkan siswa menyelesaikan dan mengerjakan LKS g. Kegiatan guru pada tahap temuan objek matematika dan penguatan skemata baru antara lain: a. Memberi kesempatan kelompok lain mengkritisi/menanggapi hasil kerja kelompok penyaji dan memberi masukan sebagai alternatif pemikiran. Matematika xvii . Mengarahkan siswa membangun konsep dan prinsip secara ilmiah b. berdebat dengan pola kooperatif i. Mengontrol jalannya diskusi agar pembelajaran berjalan dengan efektif e. Mendorong keterbukaan. Membimbing siswa menyajikan hasil kerja c. Menguji pemahaman siswa 4. Mengkondisikan antar anggota kelompok berdiskusi. Kegiatan guru pada tahap persentasi dan mengembangkan hasil kerja antara lain: a. Membantu siswa mengkaji ulang hasil penyelesaian masalah b. d. Membimbing. Mendorong siswa mengekspresikan ide-ide secara terbuka j. Membantu siswa mendefinisikan dan mengorganisasikan tugas-tugas belajar yang berkaitan dengan masalah d. c. Memberi kesempatan pada kelompok mempresentasikan hasil penyelesaian masalah di depan kelas b. f. Menguji pemahaman siswa atas konsep yang ditemukan melalui pengajuan contoh dan bukan contoh konsep c. Memberikan scaffolding 5. Meminta siswa memahami masalah secara individual dan kelompok Mendorong siswa bekerjasama menyelesaikan tugas-tugas Membantu siswa merumuskan hipotesis (dugaan). Memberi kesempatan melakukan konektivitas konsep dan prinsip dalam mengerjakan soal tantangan e. Membantu dan memberi kemudahan pengerjaan siswa dalam menyelesaikan masalah dalam pemberian solusi 3. proses-proses demokrasi f. Membantu siswa menemukan konsep berdasarkan masalah d. e. Mengevaluasi materi akademik: memberi kuis atau membuat peta konsep atau peta materi.

xviii Buku Guru Kelas X .

Matematika xix .

xx Buku Guru Kelas X .

Matematika xxi .

.

siswa memperoleh pengalaman belajar: • mengkomunikasikan karakteristik masalah otentik yang pemecahannya terkait eksponen dan logaritma. • membuktikan berbagai sifat terkait eksponen dan logaritma.berdasarkan ciriciri yang dituliskan sebelumnya. menyajikan masalah nyata menggunakan operasi aljabar berupa eksponen dan logaritma serta menyelesaikannya menggunakan sifat-sifat dan aturan yang telah terbukti kebenarannya. 3. KOMPETENSI DASAR DAN PENGALAMAN BELAJAR Kompetensi Dasar Setelah mengikuti pembelajaran eksponen dan logaritma siswa mampu: 1. • menyelesaikan model Matematika untuk memperoleh solusi permasalahan yang diberikan. bertanggungjawab. memilih dan menerapkan aturan eksponen dan logaritma sesuai dengan karakteristik permasalahan yang akan diselesaikan dan memeriksa kebenaran langkah-langkahnya. • menerapkan berbagai sifat eksponen dan logaritma dalam pemecahan masalah. • merancang model Matematika dari sebuah permasalahan autentik yang berkaitan dengan eksponen dan logaritma.Bab Eksponen dan Logaritma A. kritis. menghayati pola hidup disiplin. • menafsirkan hasil pemecahan masalah. • membuktikan sifat-sifat dan aturan matematika yang berkaitan dengan eksponen dan logaritma berdasarkan konsep yang sudah dimiliki. konsisten dan jujur serta menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Pengalaman Belajar Melalui pembelajaran materi eksponen dan logaritma. • • • • Bilangan Pokok (Basis) Perpangkatan Eksponen Logaritma . • menuliskan dengan kata-katanya sendiri konsep persamaan kuadrat. 2.

PETA KONSEP Himpunan Materi prasyarat Masalah Otentik Fungsi Eksponen Unsur Bilangan Eksponen Fungsi Basis Pangkat Hasil Operasi Fungsi Logaritma Bilangan Logaritma Unsur Basis Numerus Hasil Logaritma Sifat-sifat Eksponen Sifat-sifat Logaritma BUKU PEGANGAN SISWA 2 2 Buku Guru Kelas X .B. PETA KONSEP B.

Untuk itu perhatikan dan selesaikan dengan cermat permasalahan-permasalahan yang diberikan. yaitu. tidak boleh ada di dalamnya unsur-unsur. Kamu lebih dahulu berusaha memikirkan. kamu secara individu menuliskan ciri-ciri eksponen dan mendiskusikan hasilnya dengan temanmu. kamu menuliskan konsep eksponen dengan pemahaman sendiri. Masalah-1. Jika prinsip (rumus-rumus. SMP/MTs. Berdasarkan ciri-ciri tersebut. MATERI PEMBELAJARAN Banyak permasalahan kehidupan yang penyelesaiannya terkait dengan konsep dan aturan-aturan dalam matematika. Jika sebuah konsep ditemukan. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa jumlah bakteri pada akhir 3 jam adalah 10. jumlah bakteri tersebut menjadi 40. simbolsimbol.000 bakteri dan setelah 2 jam kemudian. sifat-sifat) yang ditemukan.C. dan bersifat abstrak sebab matematika adalah hasil abstraksi pemikiran manusia. Menemukan Konsep Eksponen Untuk menemukan konsep eksponen.000 bakteri. mencoba memecahkan masalah di dalam kelompok belajar. berdiskusi. ukuran kebenarannya dapat dibuktikan kebenarannya menggunakan konsep atau aturan yang sudah ada sebelumnya. menggunakan variabel-variabel. berupaya mencari ide-ide kreatif. artinya. saling terkait materinya. satu bakteri membelah menjadi r bakteri setiap jam. kamu selesaikan masalah yang disajikan di bawah ini secara berkelanjutan. rumus-rumus yang saling bertentangan. 1. Demikian juga kamu tidak boleh mengabaikan atau melupakan konsep-konsep dan aturan-aturan matematika yang telah dipelajari sebelumnya. Dari beberapa model matematika yang melibatkan eksponen. bahkan pada materi yang baru saja kamu pelajari. Peneliti tersebut ingin mengetahui banyak bakteri sebagai hasil pembelahan dan mencari tahu banyak bakteri dalam waktu 8 jam. matematika bersandar pada kesepakatan. Pegang teguh sifat matematika. Pada kultur bakteri tersebut. karena terkadang ada konsep matematika melekat pada objek itu yang tidak kita sadari dan ternyata sebagai kata kunci dalam penyelesaian masalah. Matematika 3 . Di dalam proses pemecahan masalah-masalah yang diberikan. ukuran kebenarannya adalah apabila konsep tersebut diterima pada struktur matematika yang sudah ada sebelumnya. Matematika menganut kebenaran konsistensi. Objek-objek itu menjadi bahan aspirasi/inspirasi. konsep-konsep.1 Seorang peneliti bidang mikrobiologi di sebuah lembaga penelitian sedang mengamati pertumbuhan suatu bakteri di sebuah laboratorium mikrobiologi. baik di tingkat SD/MI. kamu cermati objek-objek yang dilibatkan dalam permasalahan yang diberikan.

................... xt = r × r × r × .. Arahkan siswa memahami masalah dan meminta siswa menuliskan informasi yang diketahui dalam masalah dan menuliskan apa yang ditanyakan.♦ Ajukan masalah pada siswa dengan membagikan Lembar Aktivitas Siswa (LAS). .... Dari hasil pengamatan data pada tabel di atas......... b....000 bakteri dan setelah 5 jam terdapat 40.. Alternatif Penyelesaian Diketahui: Satu bakteri membelah menjadi r bakteri untuk setiap jam. ♦ Meminta siswa membuat tabel laju pertumbuhan bakteri terhadap waktu setiap jam.. Guru menjembatani perbedaan hasil pemikiran antar siswa dalam setiap kelompok dan menuliskan hasil pemikiran bersama pada LAS...... maka 4 Buku Guru Kelas X .... ....... Kita substitusi ke formula di atas...... Berapa jumlah bakteri dalam waktu 8 jam..... Penyelesaian: Misalkan jumlah bakteri pada awalnya (t = 0) adalah x0......000 bakteri.. Isilah tabel berikut! Jam ke-t Jumlah bakteri (xt) 0 x0 1 rx0 . Diharapkan siswa menuliskan hal berikut. (1) dengan t dalam jam.... ...... Ditanya: a.......... . Arahkan siswa menemukan model matematika yang menyatakan hubungan banyak bakteri hasil pembelahan pada saat waktu tertentu.... ..... Jumlah bakteri pada akhir 3 jam adalah 10. .... kita dapat membuat hubungan pertumbuhan jumlah bakteri (xt) tersebut terhadap perubahan waktu (t). . Berapa banyak bakteri sebagai hasil pembelahan. ♦ Organisasikan siswa belajar dalam kelompok dengan banyak anggota kelompok 4-5 orang untuk mendiskusikan model matematika yang ditemukan secara individu. × r × x0 atau secara ringkas ditulis t faktor xt = r t x0 .......1 diketahui bahwa pada akhir 3 jam terdapat 10... Pada Masalah-1..000 bakteri... jumlahnya menjadi 40.. x0 adalah jumlah bakteri saat t = 0 dan r adalah banyak bakteri setelah pembelahan terjadi pada setiap jam..000 bakteri dan setelah 2 jam kemudian.......

2 t 15 120 8 )(  ) x8 = (2 1250 x120 =  2 5  (1250) = 320. pola pertumbuhan bakteri tersebut dinyatakan xt = 1250. ♦ Guru meminta salah satu kelompok untuk mempresentasikan hasil kerjanya di depan kelas dan kelompok siswa yang lain untuk memberi tanggapan terhadap hasil kerja kelompok penyaji. Jadi. Jembatani jika ada cara yang berbeda hasil kerja di antara kelompok atau di antara siswa. Lipatlah kertas tersebut di tengah-tengah sehingga garis lipatan membagi dua bidang kertas menjadi dua bagian yang sama. Apakah r = –2 tidak berlaku? Minta siswa memberi alasan.250. Dengan demikian x0 = 1.1.000 x5 40.000 dan x5 = r5x0 = 40. ♦ Ajukan Masalah 1.000. substitusi r = 2 ke persamaan r3x0 = 10.000   Dalam Masalah-1.2 dan memfasilitasi siswa terhadap alat yang dibutuhkan. Subtitusikan x0 = 1. ditemukan r2 = 4 maka r = 2.000 r 5 x0 =4 r 3 x0 r2 = 4 r=2 Jadi.000 = x3 10. Untuk mendapatkan banyak bakteri pada awalnya atau t = 0. Matematika 5 .000 bakteri.2 Diberikan selembar kertas berbentuk persegi panjang. setelah 8 jam.250 ke persamaan (1). peneliti tersebut menemukan bahwa 1 bakteri membelah menjadi 2 bakteri untuk setiap 15 menit. peneliti mendapatkan jumlah bakteri sudah mencapai 320. Temukanlah pola yang menyatakan hubungan banyak lipatan dengan banyak bidang kertas yang terbentuk. Masalah-1.diperoleh x3 = r3x0 = 10.000 sehingga 8x0 = 10.

.. k dapat dinyatakan dalam n... ....... (2) ♦ Meminta siswa menguji kebenaran persamaan kn = an dengan mensubtitusikan nilai n dan a ke persamaan tersebut.. .. Banyak Lipatan 1 2 3 4 5 Banyak Bidang Kertas 2 4 8 .... Arahkan siswa menemukan model matematika yang menyatakan hubungan banyak lipatan kertas dan banyak bidang kertas yang terbentuk... misalkan k adalah banyak bidang kertas yang terbentuk sebagai hasil lipatan bidang permukaan kertas menjadi dua bagian yang sama............. diperoleh Dari persamaan (1) xt = r tx0.. Diharapkan siswa menuliskan hal berikut Alternatif Penyelesaian Tabel keterkaitan antara banyak lipatan dengan banyak bidang kertas yang terbentuk............. Bilangan berpangkat didefinisikan sebagai berikut....... n adalah banyak lipatan... kita dapat menggunakan notasi pangkat.......... . Pola Perkalian 2=2 4=2×2 8=2×2×2 .... a adalah bilangan pokok dan n adalah eksponen dari a......... Selanjutnya guru meminta siswa mengamati dan mencermati data pada tabel....♦ Meminta siswa membuat tabel keterkaitan antara banyak lipatan dengan banyak bidang kertas yang terbentuk... 6 Buku Guru Kelas X . .. yaitu kn = 2n . Diharapkan siswa menemukan model matematika yang menyatakan hubungan banyaknya bidang kertas dengan banyaknya lipatan... Dari persamaan (2) kn = an...... Untuk menyederhanakan penulisan hasil kali bilangan yang sama... N ♦ Meminta beberapa siswa mempersentasikan hasil kerjanya di depan kelas dan memita siswa lain menanggapi hasil pemikiran temannya... Berdasarkan persamaan (1) dan (2).......... r adalah bilangan pokok dan t adalah eksponen dari r. Berdasarkan tabel di atas....

. berapa miligram zat itu yang tersisa dalam darah setelah: 1) t = 1 jam? 2) t = 2 jam? 3) t = 3 jam? 4) Buatlah model matematika pengurangan zat tersebut dari tubuh melalui ginjal! 5) Gambarlah grafik model persamaan yang ditemukan! Alternatif Penyelesaian Langkah awal isilah tabel berikut: t Jumlah zat z(t) 1 50 2 25 3 4 . a1 cukup ditulis a. 8 . Pada Definisi-1. an adalah hasil kali bilangan a sebanyak n faktor. Bila 100 mg zat itu disuntikkan ke tubuh manusia. maka perlu dicermati semestanya dimana variabel itu dibicarakan... 6 . ini hanya berlaku ketika semesta n∈N. 12..1 di atas. dapat ditulis a n = a × a × a × . × a dengan a sebagai basis n faktor bilangan pokok dan n sebagai pangkat. Sebab an = a × a × . kita sepakati.. × a sebanyak n faktor... Hati-hati dengan bilangan pokok a = 0... Perhatikan Masalah-1. tidak semua a0 dengan a bilangan real hasilnya adalah 1. Setiap 1 jam separuh zat itu dikeluarkan oleh ginjal.3 berikut! Masalah-1. 2. 7 .5 ♦ Meminta siswa melengkapi data pada tabel dan mencoba menggambarkan pasangan titik-titik tersebut pada sistem koordinat kartesius! Matematika 7 .1 Misalkan a bilangan real dan n bilangan bulat positif. mengapa demikian? 3.. 5 .Definisi 1.3 Suatu zat yang disuntikkan ke dalam tubuh manusia akan dikeluarkan dari darah melalui ginjal.. Catatan: 1... Coba tanyakan pada gurumu.. Jika n adalah sebuah variabel (variabel sebagai eksponen dari a).

Isilah nilai-nilai yang dilalui yang dilalui fungsi tersebut dan sajikan nilai-nilai tersebut pada tabel yang diberikan. Minta siswa menuliskan paling sedikit 5 (lima) sifat grafik fungsi eksponen dan hasil kerja kelompok disajikan di depan kelas..1: Grafik Fungsi Eksponensial f(x) = 2x f(x) = 2x f(x) = –3 2-x f(x) = 3x f(x) = 3-x -3 -2 -1 0 x 1x 2 3 4 –2 –1 0 1 2 3 4 f(x) = 2–x Diskusikan dengan teman satu kelompokmu. 2 T 1 z(t) = 100  2 t 1 50 2 25 3 12...5 4 .. f(x) = 3-x f(x) = 2-x tersebut pada sistem koordinat kartesius! f(x) f(x) = 2x f(x) = 3x x Gambar 1.1) di bawah ini. 6 . fungsi tersebut dan sajikan nilai-nilai tersebut pada tabel yang diberikan.1 Grafik fungsi eksponen Gambar-1. 8 . 5 .. Latihan 1.. 7 .1 persamaan zt = 100  dengan t adalah banyak jam.1 Amati grafik di atas. Tuliskan sedikitnya 5 (lima) sifat grafik fungsi eksponen dan presentasi hasilnya di depan kelas. Isilah nilai-nilai Selanjutnya perhatikan gambar grafik fungsi di bawah ini...... Dalam paparan jelaskan mengapa kita perlu mengetahui sifat-sifat tersebut! 8 Buku Guru Kelas X ... Isilah secara lengkap data pada tabel dan coba gambarkan data-data (pasangan titik) Selanjutnya perhatikan grafik fungsi (Gambar 1... bagaimana perilaku grafik ketika x f(x) = 3x menuju - dan ketika x menuju ? Apakah grafik itu sampai berpotongan atau f(x) = 3–x BUKU PEGANGAN SISWA 8 ♦ Organisasikan siswa belajar dalam kelompok.

Pangkat Bulat Negatif Definisi 1. tentukan nilai x −3 ( y 4 ) = ..Definisi 1. 2.. b.. dan c bilangan real.. m bilangan bulat positif. Penyelesaian: y4 24 16 x −3 ( y 4 ) = 3 = = = −2 3 x ( −2 ) −8 Contoh 1. × a m faktor = 1 am Jika nilai x = –2 dan y = 2.1 Matematika 9 .. x adalah variabel b adalah bilangan pokok atau basis c adalah koefisien x cx adalah eksponen dari b.    a   a  a  a   a  sebanyak m faktor = 1 a × a × a × .3 Untuk a adalah bilangan real dan a ≠ 0. didefinisikan 1 a−m =   a m Definisi di atas dijelaskan sebagai berikut: m  1   1  1  1   1  −m a =   =       ...2 Fungsi Eksponen adalah suatu fungsi yang dinyatakan dalam bentuk y = f(x) = a(bcx) dengan a.

× a m faktor n faktor • Perhatikan a m = a × a × a × . Untuk lebih memahami definisi di atas.. maka a0 = 1. × a . 23 = 8 33 = 27 2 2 = 4 32 = 9 21 = 2 31 = 3 0 2 = 1 30 = 1 Perhatikan hasil pemangkatan 2 dengan 0. Sifat-1 Jika a bilangan real. Sifat-sifat Pangkat Bulat Positif Coba buktikan sifat-sifat pangkat bulat positif menggunakan definisi bilangan berpangkat yang telah dipelajari sebelumnya.. m faktor = a×a×a×a×a×a m+n =a m+n Diskusikan dalam kelompokmu. × a × a × a × a × .. hasil pemangkatannya adalah 1. maka am = a m−n . m dan n bilangan bulat positif. apakah benar perpangkatan adalah perkalian berulang? • Bagaimana jika a bukan bilangan? • Bagaimana jika m dan n bukan bilangan bulat positif? Sifat-2 Jika a bilangan real dan a ≠ 0...3. 4.4 Untuk a bilangan real dan a ≠ 0. dan hasil pemangkatan 3 dengan 0. n a 10 Buku Guru Kelas X . Pangkat Nol Definisi 1. m dan n bilangan bulat positif maka am × an = am+n Bukti: a m × a n = a × a × a × .. perhatikan pola hasil pemangkatan bilangan-bilangan berikut dengan bilangan 0.

..... . ×a . × a   a a a a× a× a× aa a a a× ×a a× ×a a× ×... an m−n Bukti: am am ..× a = m faktor a × a × a × .× m      a am am m m faktor faktor m n n faktor faktor n faktor = = = a× ×a a× ×a a× ×... (b) m = n..... dengan m.. = am –n Matematika 11 .. × .× ×a a ×a ×a ×. n bilangan bulat positif dan m > n a b) Kasus m = n Jika m = n. tanya an pada guru! Pada Sifat-1 di atas... × a ( m − n ) faktor =a m a Jadi n = a(m-n).. . maka am = 1.... × a ×a ×a ×. Apa arti a ≠ 0? • Bagaimana jika a = 0? Apa dampaknya pada hasil pembagian? am ? Jika kamu tidak tahu..× ×a a a × a × a × ...× a • Pada persyaratan Sifat-2. Dengan demikian a a× a× a× a a a× ×a a× ×a a× ×. sebab m = n = an am a × a × a × ..× a a n faktor a × a × a × .. × a  = =     n n n   a × a × a × . Ada 3 (tiga) kemungkinan..× ×a a a a × a × a × ... a) Kasus m > n Jika m dan n bilangan bulat positif dan m > n maka m – n > 0. × a m faktor = 1 = a0 (hal ini sesuai dengan Definisi 1..4). terkait bilangan bulat positif m dan n. dan (c) m < n..Bukti: am m faktor = (sesuai definisi) n a × a × a ×..× m− −n n)) faktor faktor ( m − n ) faktor    ((m   n n faktor faktor m faktor m faktor m n faktor = a × a × a × .. ... yaitu (a) m > n.

4 Misalkan a bilangan real dan a ≠ 0.. 12 Buku Guru Kelas X .2 Buktikan sendiri untuk m < n. × a   =         m faktor m faktor m faktor m faktor         a × a × a × . a m = p adalah bilangan real positif.... m dan n adalah bilangan bulat positif.× a m n faktor       a × a × a × . Sifat-3 Jika a bilangan real dan a ≠ 0.. 1 Diskusi Minta siswa berdiskusi dengan temannya satu kelompok.. × a  =   m × n faktor   m n n faktor (a ) = a m × n (terbukti) Definisi 1. sehingga pm = a... Jelaskan perbedaan hasilnya dengan kasus (a).  a × a × a × ... × a  . × a   a × a × a × .. × a   a × a × a × . apakah syarat m dan n bilangan positif diperlukan untuk Sifat 3 dan Sifat 4.Latihan 1. m bilangan bulat positif. Bagaimana jika m dan n adalah salah satu atau keduanya bilangan negatif.. maka (am)n = amn Bukti: (a ) m n = a m × a m × a m ×...

a m > 0) . .× na >m m>n > (Karena 0 a n > 0. > maka 0? Jelaskan! an > am ! • Bolehkah syarat a > 1 di atas diganti a ≥ 1? Jelaskan! • Bila tidak boleh. maka Apakah an > am ! yang terjadi? Pilih a = –2. maka a > a . modifikasi ketentuan di atas supaya berlaku untuk a ≥ 1? . a > 1 dan n n >> mm . ! Diskusi Berdiskusilah dengan temanmu satu kelompok. am > 0. an = –8 < 4 = am atau a n < a m. maka pilih a nn = >3 am dan ! m = 2.2 m (a) Buktikan jika a ∈ R. berlaku ⇔ an = a n − m (Lihat Sifat-1 di atas) m a n an an a ann m n − m n−m a m a? Beri alasanmu!) = ⇔ > 1 (Mengapa × > 1 × > =1 a a a m am a am am am n an an n−m a n > 1 . Jadi. maka maka .2! • Apa akibatnya bila syarat a > 1 tidak dipenuhi? • Perlukah diperkuat dengan syarat n > m. Bagaimanakah bila 0 < a < 1 dan a < 0? • Buat aturan hubungan antara an dan am untuk bermacam-macam nilai a di atas! • Buat laporan terkait hasil diskusi kelompokmu.Contoh 1. maka an an >> am a! ! Bukti: Karena a > 1 dan n > m. = ⇔ > 1 1− ×m am a m a am am n n a n a 1 × a m > 1× a m a m = 0 a < 1 n > m n> m. .maka maka a nn – >m a m> ! 0 dan an > 0. tidak benar n>m bahwa .tidak maka a n > a m ! n m boleh dikurangi (syarat cukup) untuk membuktikan n > m. a syarat >a a ! adalah bilangan real. maka Jadi. dan a > 1 dan n > m. maka ⇔ ma> > a mm! (terbukti) a a (b) Perlukah syarat a > 1? Misalkan kita ambil a bilangan real yang memenuhi a < 1 dan n > m. apakah yang terjadi? 3 (–2) = (–2) × (–2) × (–2) = –8 (–2)2 = (–2) × (–2) = 4 Dengan demikian. Analisis pernyataan pada Contoh 1. maka a n > a m ! n m bila a < 1 dan n > m. Matematika 13 . dengan n > m. Akibatnya.

Contoh 1.   =   ×   ×   dengan menggunakan Definisi 1.1 3 3 3 3 3 faktor = 2× 2× 2 3× 3× 3 3 faktor 14 = 2 33 3 Buku Guru Kelas X .1 = 2 × 2 × 2 × 3× 3× 3 3 faktor 3 faktor = 2 ×3 3 3 3 2 2 2 2 5.3 Terapkan berbagai sifat eksponen untuk menentukan hasil operasi bilangan pada soal yang disajikan pada contoh. 3. 7 = 22 + 5 25 2 × 2 × 2 × 2 × 2 = dengan menggunakan Sifat-2 kasus b 25 = 12 × 2 × 2 × 2 × 2 = 20 (2 = ) 2= ( 2 ) × ( 2 ) 3 2 5−5 3 3 3 faktor dengan menggunakan Sifat-3 = ( 2 × 2 × 2) × ( 2 × 2 × 2) 3 faktor = 2× 2× 2× 2× 2× 2 6 faktor 4. =2 3 6 3× 2 ( 2 × 3= ) 2= ( 2 × 3) × ( 2 × 3) × ( 2 × 3) dengan menggunakan Definisi 1. 22 × 25 = 2 × 2 × 2 × 2 × 2 × 2 × 2 dengan menggunakan Sifat-1 2 faktor 5 faktor = 2× 2× 2× 2× 2× 2× 2 7 faktor =2 2. Ujilah kebenaran hasilnya! 1.

Perhatikan bilangan satuan dari perpangkatan dari 7 berikut? Perpangkatan 7 71 72 73 74 75 76 77 78 Nilai 7 49 343 2401 16807 117649 823543 5764801 Bilangan Satuan 7 9 3 1 7 9 3 1 ♦ Minta siswa melanjutkan langkah berikutnya untuk menemukan satuan dari 71234. Cermati sifat satuan pada tabel di atas. maka –n dan –m adalah bilangan bulat positif dan –m > –n. a−m an 1 1 atau Karena a > 1 maka − n = m > 1 (Gunakan sifat a − m = m ). Selanjutnya manfaatkan sifat-sifat perpangkatan dan perkalian dari bilangan berpangkat.4 Buktikan jika a > 1 dan n > m dengan n dan m bilangan bulat negatif maka an > am. tentukan bilangan satuan dari 71234 tanpa menghitung tuntas. −m a a a a an > 1 ⇔ an > am (terbukti) am Contoh 1.Diskusi • Arahkan siswa berdiskusi dengan temannya untuk memperoleh rumus perpangkatan sebagai hasil pemahaman terhadap Contoh 1. saat periode keberapa berulang. disebut sifat apakah dalam konsep perkalian? • Minta siswa membuat laporan hasil diskusi kelompoknya.5 Berdasarkan sifat bilangan 7. Matematika 15 .5 di atas. Bukti: Karena n > m dengan n dan m bilangan bulat negatif. Contoh 1.4 dan Contoh 1. Masih ingatkah kamu.

maka kita peroleh: 71234 = 7(4 x 308) × 72 Ingat: am+n = am x an 71234 = (74)308 × 72 Ingat: am×n = (am)n = (an)m 71234 = (74)308 × 72 sehingga satuan dari [71234] = satuan dari [(74)308 × 72] Satuan dari [71234] = satuan dari [(1)308] × satuan dari [72] Satuan dari [71234] = 1 × 9 Satuan dari [71234] = 9 Jadi. 5. 8. 4. Dengan menggunakan sifat eksponen. 2. 9] 5. q ≥ 2 maka  a n   a n  = ( a ) n . Definisi 1.5 Misalkan a bilangan real dan a ≠ 0. a q = c. m.a sehingga c = a p . q ≥ 2.6 Misalkan a bilangan real dan a ≠ 0 dengan a > 0. angka terakhir dari 71234 adalah 9. Demikian juga bila 7 diganti dengan angka yang lain [1.atau a q = a p . kita dapat operasikan: 71234 = 7(4 × 308 + 2). Pangkat Pecahan Selanjutnya kita akan analisis sifat perpangkatan bilangan real dengan pangkat pecahan. . Jika n. 3. 6. n n m p m + p    bilangan pecahan n ≠ 0. p q p q p p adalah bilangan q q p pecahan q ≠ 0. Bilangan tersebut mempunyai bilangan satuan yang berulang untuk periode 4 sehingga. aq Sifat-4 p m dan adalah Misalkan a adalah bilangan real dan a ≠ 0 dengan a > 0.   m Definisi 1.    16 Buku Guru Kelas X . n bilangan bulat positif didefinisikan m  1 a n =  an  .

× a n × a n ×.. . q ≥ 2 maka  a n   a n  = ( a ) n . .. × ... ..... serta n. jika a adalah bilangan real dengan a > 0..      Sifat-5 Matematika 17 . jika a bilangan real dan a ≠ 0. n adalah bilangan bulat positif.. × × × × . n ≠ 0. a × a.× a n ×n an × × an a.    m p Jika a adalah bilangan real dan a ≠ 0 dengan a > 0. × a a a a a a a × a a × a × a × a a × a × a                        mfaktor                       m faktor p faktor p faktor          1 1 1   11 1 1 1  1 1p 1 1 1 1  m  1  1  m  p   n   nn  n n n n   nn n  a = × × aa ×× ×n a ⇔  a n  a n ⇔ an ×a .× a n ⇔  a n  a n ⇔ ×a an n× a. maka  a n   a q  = a n q .× ann   a  =     m +      m p faktor + p faktor   m+ p m+ p         m p p m+ p   m  p   1  n  m +1 (Ingat Definisi n n = ⇔  a n  a n ⇔ = a a a) =(a ) n 1.  1 maka a =  a n  . m. a  a  =     mfaktor        m faktor p faktor p faktor      1 1 1 1 1 1 p 1   m  1  n n  m  p   n an = × ×a × a n ×..Bukti: Berdasarkan Sifat-4. dan bilangan pecahan n q m p m  p  +   q. . × .. dan adalah bilangan pecahan n m+ p n p  m    dengan n ≠ 0...5) (terbukti)      ( =  ann           p m Jadi.. Dengan demikian   m n m p  m  n   1   1  n n = a a a       an         m p m 1 1 1 1 1 1 1 p 1 m p 1 p 1 p p 1   11 1 1 1 1 1   m  m  n   m   n    1   m   p   1  n n n n n n n n n n n n n n n n n n nn n   nn n n  n    = = ⇔ ⇔ a a a a a a a a a a = a × a × = × ..

(– a × b )) × ×   ÷ aa  bb  22 55 2 4 q e. untuk x = 2 24 x dan y = 3 2 −4a 3 × 2b5 e. . 25 × 36 × 46 25 × 35 × 42 c. (42)3 2. a.1 1. ⋅ − − − ⋅ − ×        33    22 66  1   10   9  b. Dengan menggunakan sifat bilangan berpangkat. sederhanakanlah bentuk berikut.cc )) 27 a 5 4 3  24a 3 × b8   4b3 × a  h. 125 37 × 73 × 2 d. 25 × 29 × 212 b. a.  ×  5 3  6a × b   2a  3 2  36( x × 2 y ) 2   12 x(3 y ) 2  i. (a × b × c) × 33 × (b (b × . 3 p q × (−3) × 4    . Hitunglah hasil operasi bilangan berpangkat berikut. y 5 × ( x × z )3  2  x ×y 3 b3 . × (2 y ) 2 . (−5)3 ×   ×   ×    15   3   5  2 4 5 3x 2 × y 3 c. 2 xy 2 2  3 3  x  ⋅   (− y ) 1 1 3  4 . d. 2 22 × ÷ 2 22 ( 4 4 y) ) ÷÷ ⋅ ⋅⋅ ⋅ × ⋅ (⋅( yy ) 4 × xx xyy y 33 y y 33 x x x 3y 3 44 2  3 3  x  ×   (− y ) 3 4     d. Sederhanakanlah operasi bilangan berpangkat berikut. 2 3 (−2 p ) × (−3q )  p 2 untuk p = 4 dan q = 6 18 Buku Guru Kelas X . untuk x = dan y = 2 3 xy 2 bb 33 − aa − 3 33⋅ ⋅ b (( − − aa ⋅⋅ b ) ÷  g.Uji Kompetensi 1.  8a     b  x x 55 11 1 22 2x 5 2 22 f.  ÷ 2 3 2     −12(qr )  3. 122 (−5)6 × 252 d.   × (−q) × p 5  q   1  c. 44 22 11 11      22 a.   ÷  2 2  3x × y   9x y  −3( p q ) 2  (− p )3 × (− q ) 2 × r 3   2 pqr 3  j. 2x3 × 7x4 × (3x)2  −2 p  2 2 4 b.

3. kimia. 52012 (62010 + 32009. 2 ) .! 1−4 + 3−4 + 5−4 + 7 −4 + . Tentukan nilai x yang memenuhi a. 8. Pemenang di antara kalian adalah yang dapat mencari hasilnya dengan melakukan perkalian sesedikit mungkin. Tunjukkan bahwa 12001 + 22001 + 32001 + … + 20012001 adalah kelipatan 13. Sederhanakanlah a 3b 2 − a 3b 2 a b −a b 12.4. tentukan juga angka satuan yang diperoleh bilangan-bilangan tersebut yang dipangkatkan.   =1 5 7 6 1 2 2 3 5 1 2 3 (( 6) ) 26 62 bilangan satuan dari berdasarkan sifat angka 6. 8. 2x = 8 b. dan ekonomi yang nilainya dinyatakan dengan notasi eksponen. 5.. Berdasarkan sifat angka 7.2 E 5. Misalkan kamu diminta menghitung 764. astronomi. 9. = . Cari besaran-besaran fisika.000052 ditulis sebagai 5. tentukan bilangan satuan dari 71234 + 72341 + 73412 + 74123 tanpa menghitung tuntas! 7.. Berapa banyak perkalian yang kamu lakukan untuk mendapatkan nilai akhirnya? Bandingkan jawabanmu dengan temanmu. 9. Misalkan cepatan cahaya adalah 300.. Bagaimana cara termudah untuk 2008 2013 2012 2011 mencari 3 (10 + 5 . Apakah prosedur tersebut dapat dipergunakan untuk pangkat positif berapapun? 6. 11. Tentukan tanpa menghitung tuntas.. Selanjutnya berdasarkan sifat angka 2.125 x 2 c. sehingga dalam notasi eksponen ditulis sebagai 3 E 8 m/det. Projek Bilangan yang terlalu besar atau terlalu kcil seringkali dituliskan dalam notasi eksponen yang dituliskan sebagai a E b yang nilainya adalah a × 10b. Tentukan hasil dari (2n + 2 ) 2 − 22 × 22 n 2n × 2n + 2 5. Matematika 19 . Coba tuliskan prosedur mengalikan yang paling sedikit perkaliannya untuk menghitung 764. Hitunglah 1−4 + 2−4 + 3−4 + 4−4 + ..000 km/det. 22008 ) 10. Sehingga 0. 4x = 0.. 4. .

bilangan irrasional adalah bilangan yang tidak dapat dinyatakan dalam bentuk pecahan. dengan a dan b bilangan bulat dan b b ≠ 0. kamu harus memahami konsep bilangan rasional dan irrasional terlebih dahulu. maka berapa nilai h? Alternatif Penyelesaian 3 2 h = 3 3 b 2 ⇔ h = 3 8 ⇔ h = 3 3 64 ⇔ h = 3 3 4 × 4 × 4 ⇔ h = 12 Akar ke-n atau akar pangkat n dari suatu bilangan a dituliskan sebagai n a . Bentuk akar dan pangkat memiliki kaitan erat.414213562373. dengan a adalah bilangan pokok/basis dan n adalah indeks/eksponen akar. Masalah-1. Sedangkan. misalnya 2 = 1.4 Seorang ahli ekonomi menemukan bahwa harga (h) dan banyak barang (b) dapat dinyatakan dalam persamaan h = 3 3 b 2 . Bilangan rasional adalah a bilangan yang dapat dinyatakan dalam bentuk . Bilangan rasional terdiri atas bilangan bulat. Diharapkan siswa memiliki motivasi belajar matematika. Bilangan rasional berbeda dengan bilangan irrasional. ♦ Arahkan siswa masalah berikut untuk menunjukkan kepada siswa. 20 Buku Guru Kelas X . � = 3. dan bilangan pecahan desimal. Bilangan irrasional merupakan bilangan yang mengandung pecahan desimal tak berhingga dan tak berpola. kebergunaan mempelajari bentuk akar di bidang ekonomi. Sebelum mempelajari bentuk akar. Akar dilambangkan dengan notasi ” ”. Bentuk akar dapat diubah menjadi bentuk pangkat dan sebaliknya. bilangan pecahan murni. Contoh bilangan irrasional.. Bentuk Akar Pengakaran (penarikan akar) suatu bilangan merupakan inversi dari pemangkatan suatu bilangan..718.....141592653… dan sebagainya. e = 2. Jika nilai b = 8.6. Perhatikan permasalahan berikut.

n    3 2 2 Perhatikan bahwa p3 × p3 p× × p3 p= = p 3p 2 1 1 1 1 1 1 1 1 + + 3 2 = p1 = p dan perhatikan bahwa 1 p × p = p. q ≥ 2 maka  n   n  a a    =(a) n . Berdasarkan Sifat-5. Latihan 1.6 disimpulkan p 3 = 1 3 p. 20 ⇔ adalah bentuk akar 3 2. Agar lebih jelas. jika dan hanya jika hasil n n a disebut bentuk akar a adalah bilangan irrasional. Matematika 21 . tidak semua bilangan yang berada dalam tanda akar merupakan bilangan irrasional. Contoh: 25 dan 64 bukan bentuk akar. adalah bukan bentuk akar. sehingga berdasarkan Definisi 7.7 Misalkan a bilangan real dan n bilangan bulat positif.3 Cermatilah dan buktikan apakah berlaku secara umum bahwa p n = 1 n p. sehingga berdasarkan Definisi 7. Tetapi ingat. Bilangan irrasional yang menggunakan tanda akar ( ) dinamakan bentuk akar.6 disimpulkan p 2 = 1 3 1 3 1 3 p. karena 3 27 ⇔ =3 27 ⇔ 7. 1. keduanya bukan bilangan irrasional. perhatikan contoh berikut. jika a adalah bilangan real dan a ≠ 0 dengan a > 0. Jika n. Perhatikan untuk kasus di bawah ini 1 1 1 1 1 1 + + 3 3 p × p × p = p3 × p3 × p3 = p3 3 3 3 = p1 = p dan perhatikan juga bahwa p × p × p = p .Definisi 1. p dan m p n m+ p m adalah bilangan pecahan n ≠ 0. karena nilai 25 adalah 5 dan nilai 64 adalah 8. Hubungan Bentuk Akar dan Bilangan Berpangkat Perlu diketahui bahwa bilangan berpangkat memiliki hubungan dengan bentuk akar.

5 + 3 (tidak dapat disederhanakan karena akarnya tidak senama) 2−3 3 4 () 3. p 3 = 2 3 3 mm m m× n ingat! pp ) ) ==pp Ingat. Operasi Penjumlahan dan Pengurangan Bentuk Akar Operasi penjumlahan dan pengurangan pada bentuk akar dapat dilakukan apabila bentuk akarnya senama. 3 3 x − 3 x = ( 3 − 1) 3 x = 2 3 x 22 Buku Guru Kelas X . q. Untuk setiap p.Perhatikan bahwa p 3 × p 3 × p 3 = p 2. 2 3 4 − 3 3 4 = = − 3 4 4. dan r adalah bilangan real dan r ≥ 0 berlaku sifat-sifat berikut. 8. Operasi pada Bentuk Akar m n pm = ( p) n m sebagaimana diberikan a. p n r + q n r = ( p + q) n c r p n r − q n r = ( p − q) n c r Perhatikan contoh berikut ini! Contoh 1.6 Tentukan hasil penjumlahan dan pengurangan berikut dalam bentuk yang sederhana! 1. 3 5 + 4 5 = ( 3 + 4 ) 5 = 7 5 2. Secara umum dapat disimpulkan bahwa p n = pada Definisi-6. sehingga berdasarkan sifat perkalian bilangan berpangkat diperoleh:  2  2  p3  = p   Jadi.( ( n n 2 2 2 p2 . Bentuk akar senama adalah bentuk akar yang mempunyai eksponen dan basis sama.

b. c > 0 dan d > 0. maka a n c × b n d = ab n cd 3) Buktikan: jika a. q Contoh 1. dst merupakan bilangan irrasional. Operasi Perkalian dan Pembagian Bentuk Akar p Pada pangkat pecahan telah dinyatakan bahwa a q = a p . dan d bilangan real.7 3 1) = 8 3 1 3 = 23 2= 2= 2 6 1 6 = 26 2= 2= 2 6 3 2) 6 = 64 3) 4 3 5 × 2 3 7 = (4 × 2)( 3 5 × 7 ) = 8 3 35 1 1 4) 3 5 5 × 5 7 5 = (3 × 5)(5 5 × 5 7 ) = 15(5 35 ) = 1535 512 5) 6) 33 4 3 3 4 = 43 5 4 5 24 3 2 4 3 = 34 5 3 5 12 Latihan 1. maka n a n = a 2) Buktikan: jika a.4 1) Buktikan: jika a bilangan real dan a > 0.b. c > 0 dan d > 0. Merasionalkan Penyebut Bentuk Akar Kita tahu bahwa bentuk-bentuk akar seperti 2 . d ≠ 0. maka dikatakan sebagai penyebut irasional. Matematika 23 . c. Sifat perkalian dan pembagian bentuk akar dapat dicermati pada beberapa contoh berikut. 2 − 6 . c. Jika bentuk akar tersebut menjadi penyebut pada suatu pecahan. 5 . b. 3 + 7 . maka an c a n c = bn d b d c. dan d bilangan real.

prinsip dasarnya sama. Contoh (1) 5 + 7 = 2. Cara merasionalkan penyebut suatu pecahan bergantung pada bentuk pecahan itu sendiri. b) Jika bilangan irrasional dijumlahkan dengan bilangan irrasional maka hasilnya bilangan irrasional. p+ q p− q r .. Akan tetapi. = 4... 1) Merasionalkan bentuk Bentuk p q q q . . Contoh 2 + 7 = 2 + 2. p dirasionalkan dengan cara mengalikannya dengan q q p p p q = .. Penyebut irrasional dapat diubah menjadi bilangan rasional. maka = 1. + 24 Buku Guru Kelas X . perlu kita pahami bentuk-bentuk campuran bilangan rasional dan bilangan irrasional.645751. Proses ini dinamakan merasionalkan penyebut. (bilangan irrasional). Jadi perkalian dengan q q q q p tidak akan mengubah nilai namun menyebabkan penyebut menjadi bilangan q rasional. 645751. r r .236068. yaitu mengalikan dengan bentuk akar sekawannya..... = q q q q Diskusi Menurutmu mengapa penyebut bilangan pecahan berbentuk akar harus dirasionalkan? Mengapa kita harus mengalikan p dengan q q q ? q q p p Karena nilai q selalu positif. a) Jika bilangan rasional dijumlahkan dengan bilangan irrasional maka hasilnya bilangan irrasional. dan p+ q r p− q 2) Merasionalkan bentuk Sebelum kita merasionalkan bentuk-bentuk akar di atas.

Sehingga ( p + q )( p − q ) = ( p ) − ( q ) = p − q ( p + q )( p − q ) = p − ( q ) = p − q 2 2 2 2 2 ( p + q dan Bentuk p + q dan bentuk p − q saling sekawan...8 Pikirkan cara termudah untuk menghitung jumlah bilangan-bilangan berikut 1 1 1 1 1 . Contoh: • 5 × 125 = 5 × 5 5 = 25 (25 adalah bilangan rasional) • 3× 5 3= × 15 5 =( 15 adalah bilangan irrasional) e) n a disebut bentuk akar apabila a adalah bilangan irrasional. . maka hasilnya bilangan irrasional. Jika dua bilangan irrasional dikurangkan. + + + + = . Jika perkalian bentuk sekawan tersebut dilakukan maka dapat merasionalkan bentuk akar. (bilangan irrasional) (2) 2 5 + (-2 5 ) = 0 (bilangan rasional).645575.. = 4. dan p+ q r . p− q Untuk merasionalkan bentuk dapat dilakukan dengan memperhatikan sifat perkalian (a + b) (a – b) = a2 – b2. Contoh 2 × 5 = 2 5 .. ) ( ( ) ) ( ) ( ) ( p− q ) Contoh 1.. p+ q p− q r ... d) Jika Bilangan irrasional dikalikan dengan bilangan irrasional.881643. bagaimana hasilnya? c) Jika bilangan rasional dikalikan dengan bilangan irrasional. r r .. bentuk p + q dan p − q juga saling sekawan.? 1+ 2 2+ 3 3+ 4 4+ 5 99 + 100 Permasalahan di atas dapat diselesaikan dengan cara merasionalkan penyebut tiap suku. 2. maka hasilnya dapat bilangan rasional atau bilangan irrasional. 1 1− 2 1 3− 4 1 2− 3 × × × = + + + 1+ 2 1− 2 3+ 4 3− 4 2+ 3 2− 3 25 Matematika . yaitu.

... Misalkan.. + 4+ 5 4− 5 1 99 − 100 × 99 + 100 99 − 100 = 1− 2 2− 3 3− 4 4− 5 99 − 100 + + + + .. 1 P2 = 3 + P2 ⇔ P 2 (3 + P 2 ) = 1 ⇔ ( P 2 ) 2 + 3P 2 − 1 = 0 Dengan mengubah ke bentuk kuadrat sempurna. 1 P= 1 3+ 1 3+ 3 + . 1 Perhatikan pola bilangan di ruas kanan.. 1 4− 5 × + . diperoleh 1 P2 = 1 3+ 1 3+ 3 + .9 Berapakah nilai 1 3+ 3+ 1 3 + ..... − 99 + 100 = − 1 + 100 = −1 + 10 = 9 .. + −1 −1 −1 −1 −1 = – 1 + 2 − 2 + 3 − 3 + 4 − 4 + 5 − . Contoh 1. diperoleh persamaan: 3 13 ⇔ ( P 2 + )2 − = 0 2 4 26 Buku Guru Kelas X .. Dengan menguadratkan ruas kiri dan kanan.

 2 2    Dapatkah kamu beri alasannya? 1 1 = 2 = 13 − adalah 2 613 − 6 2 1 2 1 3+ 3+ 1 1 3+ 3+ 3 + .. (P 2 )2 + 3P 2 − 1 = 0 dengan rumus abc pada persamaan kuadrat?  2 3 13  P + +   = 0 tidak memenuhi. 2 + 2 2 3 3+ 2 9 −2 9− 2 + 6 2 6+2 2 2 = = 7 7 6 2 2 6 = =7+ +7 7 7 7 7 (( )) 3 3 6− 3 = × 6+ 3 6+ 3 6− 3 = = (kalikan penyebut dengan bentuk sekawannya) (6 + 3 )(6 − 3 ) Matematika 3(6 − 3 ) 18 − 3 3 36 − 3 18 − 3 3 = 33 6 3 = − 11 11 27 . 2 2 3+ 2 (kalikan penyebut dengan bentuk sekawannya) = × 3− 2 3− 2 3+ 2 = = = 2(3 + 2 ) (3 − 2 )(3 + 2 ) b. 3 + . nilai dari 1 1 Dapatkah kamu selesaikan.10 Rasionalkan penyebut pecahan-pecahan berikut.. Contoh 1.. Ingat materi persamaan kuadrat di SMP. 2 3 13   2 3 13  P P + − ⇔  + +  =0    2 2  2 2     3 13 ⇔ P2 = − + 2 2 3 13 1 ⇔ P= − + atau P = 2 13 − 6 2 2 2 Jadi.. a.

Perhatikan proses berikut ini! Diskusikanlah masalah berikut dengan temanmu! ( ( p+ q p− )( q )( p+ q p− ) q) Dari hasil kegiatan yang kamu lakukan. 18 − 3 3 36 − 3 18 − 3 3 = 33 3 6 = − 11 11 4 4 7 4 4 7+ 5 + 5 = × = × 7 7 7 7− 5 7− 5 7+ 5 − 5 − 5 + 5 = = = = ( 4 4 ( 7 + 5 7+ 5 7 − 5 7− 5 )( ) (kalikan penyebut dengan bentuk sekawannya) 7 + 5 7+ 5 ) 4 +4 4 7 7+ 4 5 5 7 −5 7− 5 4 +4 4 7 7+ 4 5 5 = = 2 2 = 2 7 7+ 2 5 5 =2 +2 3) Menyederhanakan bentuk khusus. bentuk a. b. perhatikan contoh berikut! 28 Buku Guru Kelas X . ( p + q) ± 2 pq Sekarang kita akan menyederhanakan bentuk akar yang mempunyai bentuk ( p + q) ± 2 pq .3 3 6− 3 = × 6+ 3 6+ 3 6− 3 = = (6 + 3 )(6 − 3 ) 3(6 − 3 ) c. yaitu. Selanjutnya. kamu akan memperoleh bentuk sederhananya menjadi ( p + q) ± 2 pq .

Rasionalkan penyebut pecahanpecahan berikut ini! a. Rasionalkan penyebut pecahan berikut ini! 1 a.11 Sederhanakan bentuk akar berikut ini! a.2 1. 4 3+ 2 − 3 5 + 2 −1 3− 2 2a c. 15 − 1 75 2 − 3 7 11 b. e. pecahan3 5 − 10 xy x+ y 10 12 14 + + 5+ 6 6+ 7 7+ 8 2− 3 = a + b 6 . 8 + 2 15 = (5 + 3) + 2 5 × 3 = 5 + 2 5 × 3 + 3 = b. 15 20 48 f. 24 + 54 − 150 96 3. d. Sederhanakan bentuk akar berikut ini! 29 Matematika . 3a + 5 d. 9−4 5 = ( 5+ 3 ) 2 = 5+ 3 5−4 5 +4 = ( 5−2 ) 2 = 5−2 Uji Kompetensi 1. tentukan 2+ 3 nilai a + b! 4. 3 a 18 2. Jika 5. 3 f. 2 e. + 2+ 8 2− 8 c. Sederhanakanlah bentuk berikut ini! a. 12 24 15 b.Contoh 1. 4+ 2 2a c. 5− 3 4− 2 b. 5 d.

. + 2+ 3 3+ 4 3 3 b c 3 c a = abc. Jika(3+4)(3 2 +4 2 )(3 4 +4 4 )(3 8 +4 8 ) (316+416) (332+432) = (4x–3y). Jika a. + 4+ 5 1.. 19 + 8 3 b.... maka pasangan (a. Tentukanlah nilai dari: a.... + + + 2+ 3 3+ 4 4+ 5 1. 1 2 + 21 1 b... 2 + 2 + + 2++ . 2 3 3 2 3 3 2 3 3 .b adalah bilangan asli dan a ≤ b sehingga 3 + a adalah 4+ b bilangan rasional. 5 + 2 6 c.000 c.. 54 + 14 5 + 12 − 2 35 + 32 − 10 7 = 7. Nyatakan b dalam a dan c pada SOAL TANTANGAN 1.000 + 1. (OSN 2005/2006) 3. a.. 21 − 4 5 21 + 8 5 2.001 6.000. maka x–y = ..000.. 43 + 12 7 d. 1 = a− b + . 4.. e. 5. 30 Buku Guru Kelas X . Bentuk 4 49 − 20 6 dapat disederhanakan menjadi ..b) adalah . 1+ 1+ 1 1 1+ 1 .000. 1 1 1 1 + .000 + 1..

b. Sebagai contoh 0...333.333. dapat dinyatakan dalam bentuk pecahan. a.× Projek Tidak semua bilangan pecahan desimal tak hingga adalah bilangan irrasional. 3) Apakah lebih baik menggunakan angka yang kamu peroleh daripada 22 menggunakan 7 Buat laporan projek ini dan paparkan di depan kelas. karena dapat dinyatakan 1 sebagai pecahan murni . Rancang sebuah prosedur untuk mengkonversi bilangan pecahan desimal tak hingga dengan desimal berulang menjadi bilangan pecahan. 7 7 22 1) Berapakah kesalahan terhadap nilai π? 7 2) Dengan menggunakan prosedur yang kamu rancang di atas cari 22 pecahan yang lebih mendekati nilai π daripada (kesalahannya 7 lebih kecil).. karena adalah pendekatan untuk nilai π sebenarnya. bilangan pecahan desimal tak 3 hingga dengan desimal berulang seperti 0. Beri contoh penerapan prosedur yang kamu rancang. Matematika 31 . bukanlah bilangan irrasional. Berdasarkan penjelasan di atas π yang bilangan irrasional tidak mungkin 22 22 sama dengan .. Kenyataannya.

000. Berapa lama Yusuf menyimpan uang tersebut agar menjadi Rp1. Logaritma merupakan suatu operasi hitung.2 × 10 3.9.000.0 × 10–12 5. Masalah-1. dan didefinisikan sebagai D = 10 log . Skala ini dinamakan I decibel. Sebagai gambaran. ia menabung uangnya di sebuah bank dengan bunga 10% per tahun.2 × 10 8. Ia senang berhemat dan menabung uang. Alexander Graham Bell (1847–1922) menggunakan logaritma untuk menghitung skala bunyi. dengan D adalah skala decibel I0 bunyi.5 Yusuf adalah seorang pelajar kelas X di kota Kupang. I adalah intensitas bunyi dengan satuan Watt per meter persegi W 2 . Cermatilah masalah berikut. Selama ini dia berhasil menabung uangnya sejumlah Rp1.464.000. yaitu 1.5 × 10 8.000. 32 Buku Guru Kelas X . Agar uangnya lebih aman. Menemukan Konsep Logaritma Telinga manusia dapat mendengar suara dengan intensitas yang rentangnya luar biasa. dengan logaritma perhitungan ini akan menjadi lebih sederhana. berikut ini adalah tabel intensitas bunyi beberapa objek.3 × 10 Banyak masalah kehidupan yang penyelesaiannya melibatkan berbagai aturan dan sifat logaritma. dan I0 m adalah intensitas bunyi paling minimum yang bisa didengar orang yang sehat.000) kali lebih kuat dari pada suara paling rendah yang bisa didengar.000.00.1 Intensitas bunyi beberapa suara Intensitas Bunyi W     m2  –10 –6 –4 2 Intensitas Bunyi Ambang batas bawah pendengaran Suara bisik-bisik Percakapan normal Lalu lintas padat Pesawat jet lepas landas 1.00 di dalam sebuah celengan yang terbuat dari tanah liat. ( ) Tabel 1.0 × 10–12. Namun. Suara paling keras yang dapat didengar oleh orang yang sehat tanpa merusak gendang telinga memiliki intensitas 1 triliun (1.100. Menghitung intensitas bunyi dengan rentang begitu besar tentu sangat tidak nyaman.

464100. yaitu logaritma. Bagaimana cara menentukan nilai c = t = 4? Permasalahan ini dapat diselesaikan menggunakan invers dari eksponen.000 (1+0.464. kita peroleh 1.000 (1 + 0.000. Kita tahu bahwa 23 hasilnya adalah 8 yang dapat ditulis 23 = 8.00 Rp1.00 Rp1. Jika 4 = t.464.000. kita akan menyelesaikan permasalahan di atas dengan menggunakan logaritma.100.331.100 = 1.000.000 (1+0. Pahami masalah dan tuliskan informasi yang diketahui pada soal.1)3 1.00 Rp1.100 Alternatif Penyelesaian Perhatikan pola pertambahan jumlah uang Yusuf setiap akhir tahun pada tabel sebagai berikut.00 Total = Modal + Bunga Rp1. Selanjutnya.464. setelah kita mengenal sifatsifat logaritma. yaitu ac = b. Tabel 1.000.464.2 Perhitungan besar suku bunga pada setiap akhir tahun t Akhir Tahun 0 1 2 3 4 Bunga uang (10% × Total Uang) 0 Rp100. Selanjutnya temukan model matematika yang menyatakan hubungan total uang simpanan dengan waktu menyimpan dan bunga uang.00.1)4 Dari tabel di atas. Logaritma.100 = 1.100.00 Rp110.000. Sehingga bila ada persamaan 2x = 8. Matematika 33 .000.000.464.000.464.000.000. maka persamaan tersebut menjadi 1.1)4.1).1. dengan memisalkan a = (1 + 0. Buat tabel keterkaitan antara jumlah uang Yusuf dengan waktu penyimpanan.100.100.000 (1+0.1)t.000. Perhatikan Tabel-1.2 di atas.100.000.000.1)2 1.000. maka nilai x yang memenuhi persamaan tersebut adalah x = 3. dituliskan sebagai “log”. didefinisikan sebagai berikut. Diketahui: Modal awal (M0) = 1.000 (1+0.000 (1+0.00 Pola Total Uang pada saat t 1. Hal ini dapat dikaitkan dengan bentuk eksponen yang sudah dipelajari sebelumnya.00 Rp133. Ditanya: Berapa tahun (t) Yusuf menabung agar uangnya menjadi (Mt) = 1. kita telah membahas tentang pemangkatan suatu bilangan.1)1 1.1)0 1.00 Rp1.210.000.000 (1+0. b = 1. jelas kita lihat bahwa Yusuf harus menabung selama 4 tahun agar uangnya menjadi Rp1. dan c = t. Dalam pembahasan sebelumnya.00 Rp121.000 dan besar uang tabungan setelah sekian tahun (Mt) = 1. besar bunga yang disediakan bank untuk satu tahun adalah 10% = 0.000.

b. 34 Buku Guru Kelas X . Persentase pertambahan penduduk per tahun adalah 1% Ditanya: a) Jumlah penduduk pada tahun 2017 dan tahun 2038 b) Pada tahun berapa. dimana: a disebut basis (0 < a < 1 atau a > 1) b disebut numerus (b > 0) c disebut hasil logaritma Diskusi a > 0 a ≠ 1 dalam definisi di atas? Demikian juga dengan b > 0.Definisi 1. c ∈ R. jumlah penduduk menjadi dua kali lipat. maka e log b ditulis ln b. kita dapatkan bentuk-bentuk berikut. berapa jumlah penduduk negara itu pada akhir tahun 2017 dan tahun 2038? Pada tahun berapa penduduk negara itu menjadi dua kali lipat? Diketahui: Jumlah penduduk Negara X pada tahun 2013 adalah 100 juta jiwa. sehingga 10log a = log a. a a> >0 0. Meminta siswa mendiskusikan dengan temannya. ♦ Bilangan pokok (basis) 10 tidak ditulis. dan b > 0 maka alog b = c jika dan hanya jika ac = b. Bila pertambahan penduduk 1% per tahun. • 2x = 5 ⇔ x = 2log 5 (notasi ⇔ dibaca jika dan hanya jika) • 3y = 8 ⇔ y = 3log 8 • 5z = 3 ⇔ z = 5log 3 Catatan: ♦ Jika logaritma dengan basis e (yaitu e ≈ 2.8 Misalkan a.6 Di tahun 2013 jumlah penduduk Negara X adalah 100 juta orang. a a≠ ≠1 1. e adalah bilangan Euler). Masalah-1.718…. Mengapa ada syarat a > 0 dan a ≠1 Berdasarkan definisi di atas.

401 = 100 (1+0. maka persamaan tersebut menjadi 104.401. setelah kita mengenal sifat-sifat logaritma.01)4 2013 2014 2015 2016 2017 1 1. apakah siswa mengerti makna ketika t = 0. Tabel 1. jelas kita lihat bahwa total penduduk pada akhir tahun 2017 adalah 104.. dengan memisalkan a = (1 + 0.01)t.01)1 100 (1+0. kita peroleh 104. yaitu ac = b. Diskusi • Misalkan P0 adalah jumlah penduduk pada saat t = 0. Jika 4 = t.060. Perhatikan Tabel-1.01)2 100 (1+0.0201 1.01 1. Berdiskusilah dengan teman dan guru. Hal ini dapat dikaitkan dengan bentuk eksponen yang sudah dipelajari sebelumnya. dan diketahui nilai e ≈ 2. dan Pt adalah jumlah penduduk pada akhir tahun t.. Bagaimana cara menentukan nilai c = t = 4? Selanjutnya bagaimana menentukan jumlah penduduk pada akhir tahun 2038 dan tahun berapa jumlah penduduk Negara X menjadi duakali lipat. dan c = t. maka P0 = 100 juta.0301 104.060.060401 Dari tabel di atas.060.01 103. Matematika 35 .060.718.401 = 100 (1+0.401.01).030301 101 102.Penyelesaian Jumlah penduduk di awal (P0) = 100 juta Misalkan: Pt adalah jumlah penduduk pada tahun t r adalah persentase pertambahan penduduk.3 Perhitungan jumlah penduduk Negara X untuk setiap tahun Akhir Tahun Pertambahan penduduk (1% × total penduduk) (juta) 0 Total = Jumlah Penduduk awal + Pertambahan (juta) 100 Pola Total Penduduk pada saat t 100 (1+0. b = 104.3 di atas.01)0 100 (1+0. • Ujilah pemahaman siswa.01)3 100 (1+0.01)4. kita akan menyelesaikan permasalahan di atas dengan menggunakan logaritma. bagaimana menemukan hubungan Pt dengan P0 sehingga Pt = P0 (e rt).. Selanjutnya.

Tabel 1.Selanjutnya cermati grafik fungsi y = f(x) = 2log x. f(x) x Gambar 1. Minta siswa berdiskusi dengan temannya untuk mencari sedikitnya 5 sifat dari fungsi logaritma. Perhatikan grafik fungsi di atas. Minta siswa menyajikan hasil diskusi di depan kelas.4 Perhitungan Nilai Fungsi Logaritma x 1 1 1 1 1 1 1 1 2 3 4 2 3 4 2 3 4 1 0 0 0 0 2 3 4 8 9 f(x) = 2log x f ( x) = log x f ( x) = 3 log x f ( x) = log x 1 3 1 2 36 Buku Guru Kelas X .2 Grafik Fungsi Logaritma Diskusi Berdasarkan grafik di atas dan definisi tentang logaritma. f(x) = – 2log x. f(x) = 3log x dan f(x) = – 3log x yang disajikan berikut. Isilah tabel berikut.

log 1 = 0 karena 20 = 1 2 c. x adalah variabel (peubah bebas) dan a adalah bilangan pokok atau basis. 43 = 64 maka 4log 64 = 3 1 1 c.9. maka 1. alog an = n Sifat-sifat tersebut dapat diturunkan langsung dari definisi logaritma.9 Fungsi Logaritma adalah suatu fungsi yang didefinisikan oleh y = f(x) = alog x dengan a bilangan real.Mari kita definisikan fungsi logaritma. log 2 = 1 karena 21 = 2 2 b. a > 0 dan a ≠ 1. log 128 = 7 karena 27 = 128 10. Sifat-sifat Logaritma Dari Definisi 1. logaritma merupakan inversi dari perpangkatan. alog a = 0 2.12 1. Hitunglah nilai logaritma berikut. 2–2 = maka 2log = –2 4 4 2. a ≠ 1 serta x > 0. log 1000 = 3 maka 103 = 1000 3. Contoh 1. Sifat Dasar Logaritma Misalkan a dan n bilangan real. a > 0. Tulislah bentuk logaritma dari: a. Matematika 37 . oleh karena itu terdapat 3 sifat dasar logaritma. log 121 = 2 maka 112 = 121 3 b. 25 = 32 maka 2log 32 = 5 b. alog 1 = 0 3. Tulislah bentuk pangkat dari: 11 a. log 81 = 4 maka 34 = 81 c. yaitu: Sifat-6. Definisi 1. 2 a.

log a = x ⇔ ax = a sehingga x = 1 atau alog a = 1 log 1 = y ⇔ ay = 1. berlaku b a log   = a log b − a log c c Bukti: Berdasarkan Definisi 1. berlaku a log ( b × c ) = a log b + a log c Bukti: Berdasarkan Definisi 1. dan c bilangan real dengan a > 0. 3. maka y = 0 a log an = z ⇔ ax = an sehingga z = n serta alog an = n a a BEBERAPA SIFAT OPERASI LOGARITMA Sifat-7 Untuk a. 2. diperoleh: a log b = x ⇔ b = ax a log c = y ⇔ c = ay Dengan membagikan nilai b dengan c.13 1. Karena a0 = 1.6 maka diperoleh: a log b = x ⇔ b = a x a log c = y ⇔ c = a y Dengan mengalikan nilai b dengan c. dan c bilangan real positif. maka: b × c = ax × ay ⇔ b × c = ax+y ⇔ alog (b × c) = x + y Substitusi nilai x dan y ⇔ alog (b × c) = alog b + alog c (terbukti) Sifat-8 Untuk a. b. a ≠ 1. maka diperoleh b ax b = ⇔ = ax–y c ay c b a x–y ⇔ a log    = log a c • Simbol ⇔ dibaca jika dan hanya jika • Apakah kamu mengerti maknanya? Jika tidak bertanya kepada guru. a ≠ 1.6. dan b > 0. b. dan b > 0.Contoh 1. 38 Buku Guru Kelas X .

b.. a ≠ 1. × b  ingat. + a log b n faktor a ingat..8. b.. b ≠ 1.. berlaku a log b n = n a log b Bukti: ⇔ ⇔ a   log b n = a log  b × b × b × . a ≠ 1.. a > 0. dan n bilangan real.. dan c bilangan real positif. Sifat-9 ⇔ x = ⇔ a c c log b log a c c substitusi nilai x log b = log b (terbukti) log a Matematika 39 . × a   n faktor   m faktor log b n = a log b + a log b + . b > 0. diperoleh: a log b = x ⇔ b = ax Terdapat bilangan pokok c sedemikian sehingga: c log b = clog ax ⇔ clog b = x clog a ingat. a m = a × a × a × . dan c ≠ 1. berlaku c log b 1 a log b c= b = log a log a Bukti: Berdasarkan Definisi 1. Sifat-10 a log b n = n a log b (terbukti) Sifat-10 Untuk a. b ⇔ a log    = x – y c ⇔ a Substitusi nilai x dan y b a a log   = log b – log c (terbukti) c   Sifat-9 Untuk a.

sehingga diperoleh ac = b Buku Guru Kelas X . m Bukti: (Silahkan coba sendiri) Sifat-13 Untuk a dan b bilangan real positif a ≠ 1. berlaku a a log b ingat. dan c bilangan real positif dengan a ≠ 1 dan c ≠ 1. b.Karena c adalah bilangan sembarang dengan ketentuan di atas dapat dipenuhi c = b sehingga diperoleh Sifat-11 Untuk a. berlaku n am log b n = (alog b). Sifat 6 ⇔ alog b × blog c = alog by ingat. berlaku a log b × b log c = a log c Bukti: Berdasarkan Definisi 1. c = by ⇔ alog b × blog c = y alog b × blog b ingat.6 maka diperoleh: a log b = x ⇔ b = ax b log c = y ⇔ c = by a log b × blog c = alog ax × blog by ⇔ alog b × blog c = alog b × blog by ingat. dengan m. Misalkan alog b = c. n bilangan bulat dan m ≠ 0. Sifat pokok 2 ⇔ alog b × blog c = y alog b ingat. c = by ⇔ alog b × blog c = alog c (terbukti) Sifat-12 Untuk a dan b bilangan real positif dengan a ≠ 1. Kita subtitusikan alog b = c ke ac = ( a ) 40 a log b . Sifat pokok 2 log a 1 ⇔ a log b = b (terbukti) log a ⇔ a log b = b b log b =b Bukti: (coba sendiri) Logaritma saling invers dengan eksponen.

100.464.100.1)t ⇔ log 1.1)t ⇔ log 1.464.000 (1.641 ⇔ log = t log 1.464.000 (1+0.5.000 + log (1.000. perhatikan beberapa contoh berikut. Mt = 1.000.15 Misal log2 a adalah notasi untuk (log a)2.1 1.1)t ] ⇔ log 1.464.000.1 10.1 Ditanya : t Penyelesaian 1.100 – log 1.100 = log [1. Cermatilah kembali Tabel 1.100 = log 1.464.2. Contoh 1.000.1) = t log 1.1  10  ⇔ 4 log (1.100 ⇔ log = t log 1. i = 0. Yusuf harus menabung selama 4 tahun agar mendapatkan uang sebesar Rp1.14 Mari kita tinjau kembali Masalah-1.000 = t log1.Untuk mendalami sifat-sifat di atas.000. 4 Contoh 1. Kita dapat menyatakan hubungan total jumlah uang untuk t tahun sebagai berikut: Mt = M0 (1+i)t dimana Mt : total jumlah uang diakhir tahun t t : periode waktu i : bunga uang Dengan menggunakan notasi di atas.000 14. maka soal tersebut dapat dituliskan sebagai berikut: Diketahui : M0 = 1.000.1 1.000 11  ⇔ log    = t log 1.000.464. Berapakah nilai a yang memenuhi log2 a + log a = 6? Matematika 41 .464.100 = 1.00.1 ⇒ t = 4 Jadi. Kita akan menyelesaikan masalah tersebut dengan menggunakan konsep logaritma.

Penyelesaian Misal P = log a log2 a + log a = 6 ⇔ (log a)2+ (log a) = 6 ⇔ P2 + P – 6 = 0 ⇔ (P + 3)(P – 2) = 0 ⇔ P = –3 atau P = 2 ⇔ log a = –3 atau log a = 2 ⇔ a = 10–3 atau a =102 Jadi. Contoh 1.16 Nyatakan b dalam a supaya berlaku alog b – 2blog a = 1! Penyelesaian a log b – 2blog a = 1 Ingat. yaitu. a a 42 Buku Guru Kelas X . nilai a yang memenuhi persamaan di atas adalah a = 0. blog a = a a ⇔ log b − a 2 −1 = 0 P ⇔ P2 – P – 2 = 0 ⇔ (P + 1)(P – 2) = 0 ⇔ P = –1 atau P = 2 ⇔ alog b = –1 atau alog b = 2 ⇔ P − Sekarang akan kita nyatakan b dalam a. b = atau b = a–2. a a 2 −1 = 0 log b 1 log b Misalkan: P = alog b log b = –1 ⇔ a log b = a −1 atau alog b = 2 ⇔ a log b = a2−1 ⇔ b = a–1 ⇔ b = a–2 1 ⇔ b = a 1 Jadi.001 atau a = 100.

log 104 5 b. log 410 5 f. 4. log 125 1 3 c. Sederhanakan 2 22 2 22 a. Percakapan normal yang memiliki intensitas 3. log 10. log 0. 64 64 16 16 ×× × log log log 64 −− − ×× × log log log 16 a log 2 x + 3 ( a log x − a log y ) b. Tentukan intensitas bunyi dari air terjun tersebut. log a + log b − log ab 2 a c. 222 333 111 222 a a − log ax x 1 d. log 10. Pesawat jet yang baru lepas landas yang memiliki intensitas 8. Pak Thomas menabung Rp2. Berapa jumlah uang Rony pada akhir tahun ke delapan jika bank memberi suku bunga majemuk 6% setahun? 2. log 1 7 9.000. 0625 = 4 1 2 c. log 3 = 0. a.3010.25 4 e.000. log 27 2 d. Tentukan skala decibel suara berikut.2 × 10–6 Watt per meter kuadrat.000. Ia menyimpan uang tersebut selama 8 tahun. 43 = 64 d.5 b.00 selama 5 tahun dengan bunga 12% per tahun. Gemuruh suara Air terjun Niagara memiliki skala decibel 90. Jika 2log 3 = a dan 3log 5 = b. log 0.8451 tentukan: a. log 18 b. log 3 2 = 3 1 3 d. log 1 8. 53 = 125 b. log 0. 102 = 100 c. Jika perhitungan bunga tiga bulanan. log = −2 9 7. berapakah besar bunga yang diterima Pak Thomas? 3.00. Tulislah bentuk logaritma dari: a. log 75 43 Matematika .01 = –2 0 . Tulislah bentuk pangkat dari: a.3 × 102 Watt per meter kuadrat.3 1. Hitunglah nilai dari: a. nyatakan bentuk berikut dalam a dan b! 2 a. Apakah intensitas tersebut masih aman untuk telinga manusia? 5. Rony menabung uang di bank sebesar Rp125. 61 = 6 6. log 21 c.Uji Kompetensi 1.5 d. log 15 4 b. b. Pada awal tahun.4771 dan log 7 = 0. Diketahui log 2 = 0.

2log2 a adalah notasi untuk (2log a)2. Cari informasi ada berapa macam skala logaritma biasa dipergunakan dan beri contoh penelitian agar skala logaritma tersebut dipergunakan. Buktikan log 1 = 0 dan log 10=1! 14. D. log2 a adalah notasi untuk (log a)2. Cari informasi tentang besaran lain yang menggunakan skala logaritma. alog b > 0! 15. dalam p dan q. beberapa hal penting dapat kita rangkum sebagai berikut.25 c. log 5 30 e. 44 Buku Guru Kelas X ... Buktikan bahwa untuk a > b > 0. Projek Skala logaritma dipergunakan untuk banyak keperluan selain menyatakan intensitas bunyi. maka berapakah nilai a yang memenuhi 2log2 (a2 – 6a) + 2log (a2 – 6a)2 = 8. Untuk membedakan analisis menggunakan logaritma bahkan digambarkan grafik dalam skala logaritma. Untuk a > 0. Buat laporan hasil pengamatan dan sajikan di depan kelas. log 36 2 d. b. Jika b = a4. a dan b bilangan real positif. nyatakan b dalam a yang memenuhi persamaan a log2 (ba + a) – alog (ba + a)3 + 2 = 0 SOAL TANTANGAN 19. tentukan nilai  a log ( bc )4  2 !   13. 18. Jika alog b = 4. Jika a adalah bilangan bulat positif. PENUTUP Berdasarkan sajian materi terkait berbagai konsep dan sifat eksponen dan logaritma di atas. Jika 4log a = p dan 8log b = q maka tentukanlah a5 3 11. a. a ≠ 1. log 50 16. Konsep eksponen dan logaritma dapat ditemukan kembali dari berbagai pemecahan masalah nyata di sekitar kehidupan kita. Berapakah nilai a yang memenuhi 2 × log2 a + log a = 6? 1 b a5 3 b a5 3 b . c ≠ 1. log 150 100 f. a log b < 0 dan sebaliknya untuk 0 < a < b. Nyatakan p dalam q supaya berlaku p log q – 6 qlog p = 1! 17. tentukan nilai alog b – b log a! 12. c bilangan positif. clog b = 4 dan a. 1.

Dapat ditulis misal a. 3 adalah sebuah bilangan pangkat dari 2. jangan melompat-lompat. Jika grafik fungsi eksponen dicerminkan terhadap sumbu y = x. Artinya jika suatu basis a dieksponenkan dengan c dan hasilnya adalah b. maka hasilnya adalah bilangan semula. 6. maka logaritma dari b dengan basis yang sama. Artinya jika suatu bilangan dipangkatkan dan hasilnya diakarkan dengan pangkat akar yang sama dengan pangkat bilangan sebelumnya. jika ac = b maka a log b = c. Secara mendalam. Misalnya 23 = 8 maka 3 8 = 2 4. c ∈ R . Semesta pembicaraaan pada operasi perpangkatan adalah bilangan. Matematika 45 . kita akan mempelajari persamaan dan pertidaksamaan linier yang melibatkan variabel berpangkat satu. tetapi operasi eksponen belum tentu perpangkatan. 5. Eksponen dan logaritma adalah dua operasi yang saling berbalikan. dimana x dan p belum tentu bilangan. Perbedaannya terletak pada semesta pembicaraannya. yaitu a. berbagai sifat-sifat dari fungsi eksponen dan logaritma serta penerapannya akan dibahas dipokok bahasan peminatan. a ≠ 1 dan b > 0. hasilnya adalah c sebagai eksponen dari a. Sifat-sifat perpangkatan dapat digunakan untuk menurunkan sifat-sifat penarikan akar. Penguasaan kamu pada materi eksponen dan logaritma akan berguna untuk mempelajari materi pada bab berikutnya. x sebagai eksponen dari p. Pada Bahasan 2 (Bab 2). Perpangkatan dan penarikan akar adalah dua operasi yang saling berkebalikan. Operasi eksponen adalah perluasan dari operasi perpangkatan yang sudah dipelajari di Sekolah Dasar dan SMP. Misalnya px = q. tetapi 23 = 8.2. 0 < a < 1. sebab sangat dimungkinkan penguasaan materi pada bahasan berikutnya didasari penguasaan materi pada bahasan sebelumnya. Perlu kami tekankan bahwa mempelajari materi matematika mulai bahasan 1 sampai 12. akan kita temukan konsep dan sifat-sifat persamaan dan pertidaksamaan linier dari berbagai situasi nyata kehidupan disekitar kita. 3. b. Sama halnya dengan penemuan kembali konsep eksponen dan logaritma melalui pemecahan masalah nyata. maka diperoleh grafik fungsi logaritma. harus dipelajari secara terurut. Operasi perpangkatan pasti merupakan eksponen. Penguasaan berbagai konsep dan sifat-sifat eksponen dan logaritma adalah prasayarat untuk mempelajari fungsi eksponen dan fungsi logaritma sebab fungsi eksponen melibatkan bilangan eksponen dan fungsi logaritma melibatkan logaritma. 7. tetapi semesta pembicaraan pada eksponen tergantung variabel sebagai eksponen dari basisnya.

• siswa mampu memodelkan permasalahan. • mampu menghadapi permasalahan pada kasus linear dalam kehidupan sehari-hari. konsisten dan jujur serta menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. 2. • mampu berpikir kritis dalam mengamati permasalahan. menghayati pola hidup disiplin. bertanggungjawab. Pengalaman Belajar Melalui pembelajaran materi persamaan dan pertidaksamaan linear.Bab Persamaan dan Pertidaksamaan Linear A. • • • • Orde linear Lebih dari Kurang dari Nilai mutlak . menerapkan konsep nilai mutlak dalam persamaan dan pertidaksamaan linear dalam memecahkan masalah nyata. 3. KOMPETENSI DASAR DAN PENGALAMAN BELAJAR Kompetensi Dasar Setelah mengikuti pembelajaran ini siswa mampu: 1. • mengajak kerjasama tim dalam menemukan solusi permasalahan. siswa memperoleh pengalaman belajar: • mampu berpikir kreatif. kritis. memahami dan menganalisis konsep nilai mutlak dalam persamaan dan pertidaksamaan serta menerapkannya dalam penyelesaian masalah nyata. • mengajak siswa untuk menerapkan matematika dalam kehidupan sehari-hari. • mengajak untuk melakukan penelitian dasar dalam membangun konsep.

PETA KONSEP Matematika 47 .B.

Beri kesempatan pada siswa bertanya dan mengajukan ide-ide secara bebas dan terbuka. Demikian seterusnya. Lebih jelasnya. “Maju 4 langkah”. Besar pergerakan langkah pasukan tersebut merupakan nilai mutlak. Sebuah perintah dari pimpinan pasukan: “Maju 4 langkah. kita akan mempelajari beberapa ilustrasi dan kasus untuk memahami dan menemukan konsep nilai mutlak (absolut). Arahkan siswa mempresentasikan hasil kerja kelompok dan kelompok lain diberi kesempatan menanggapi hasil kerja kelompok penyaji. hal ini berarti bahwa pasukan akan bergerak melawan arah sejauh 3 langkah. Motivasi siswa melalui pemaparan manfaat mempelajari persamaan dan pertidaksamaan linier. 1. .1 Anak Pramuka yang dilihat adalah nilainya. Sebuah grup pramuka sedang belajar baris berbaris di lapangan sekolah pada hari Sabtu. ♦ Motivasi siswa mempelajari persamaan dan pertidaksamaan linear dengan menunjukkan kebergunaan berbagai konsep dan aturan matematika dalam pemecahan masalah nyata. bukan arahnya. Gambar 2. berarti mutlak 4 langkah dari posisi diam dan “mundur 3 langkah. ♦ Uji pemahaman siswa terhadap berbagai kasus yang disajikan. Dalam hal ini. mari bersama-sama mempelajari kasus-kasus di bawah ini. jalan!”. 48 Buku Guru Kelas X . MATERI PEMBELAJARAN Pada saat ini. tidak ditentukan arah. berarti mutlak 3 langkah dari posisi diam. hal ini berarti jarak pergerakan barisan adalah 4 langkah ke depan. Jika perintah pimpinan pasukan: “Mundur 3 langkah.C. Orientasi siswa pada situasi nyata untuk membangun inspirasi penemuan konsep nilai mutlak. Beri kesempatan pada siswa berdiskusi dalam kelompok belajar agar mereka terlatih bekerjasama menemukan alternatif strategi penyelesaian masalah. jalan!”. Menemukan Konsep Nilai Mutlak Ilustrasi: Kegiatan pramuka adalah salah satu kegiatan ekstrakurikuler yang diadakan di sebuah sekolah.

Banyak langkah yang dijalani si anak merupakan konsep nilai mutlak. Tentukanlah berapa langkah yang dijalani anak tersebut! Alternatif Penyelesaian Kita definisikan lompatan ke depan adalah searah dengan sumbu x positif. Dari posisi diam. bukan arahnya. Tentukanlah berapa langkah posisi akhir anak tersebut dari posisi semula! c.2 Sketsa lompatan Dari gambar di atas. anak panah kedua menunjukkan 3 langkah si anak ke belakang (mengarah ke sumbu x negatif) dari posisi akhir langkah pertama. Misalnya mundur 3 langkah dinyatakan dengan harga mutlak negatif 3 (|-3|). dengan demikian lompatan ke belakang adalah searah dengan sumbu x negatif.Masalah-2. si anak melompat ke depan 2 langkah.1 Seorang anak bermain lompat-lompatan di lapangan. Banyak langkah dapat dinyatakan dengan nilai mutlak dari sebuah bilangan bulat. Permasalahan: a. Matematika 49 . Anak panah yang pertama di atas garis bilangan menunjukkan. dan akhirnya 1 langkah ke belakang. dilanjutkan 2 langkah ke depan. Perhatikan sketsa berikut: Ke belakang 1 langkah Ke depan 2 langkah Ke depan 2 langkah Ke belakang 3 langkah Ke belakang 1 langkah Gambar 2. langkah pertama si anak sejauh 2 langkah ke depan (mengarah ke sumbu x positif). Sehingga banyak langkah anak tersebut adalah |2| + |-3| + |2| + |-1| + |-1| = 9 (9 langkah). kita dapat melihat pergerakan akhir si anak dari posisi awal adalah 1 langkah saja ke belakang (x = –1). kita misalkan bahwa x = 0 adalah posisi diam si anak. karena kita hanya menghitung banyak langkah. kemudian 1 langkah ke belakang. Banyak langkah selalu dinyatakan dengan bilangan bulat positif walaupun arahnya ke arah sumbu x negatif. demikianlah seterusnya sampai akhirnya si anak berhenti pada langkah ke 5. Dapatkah kamu membuat sketsa lompatan anak tersebut? b. kemudian 3 langkah ke belakang. Jadi.

1 Nilai Mutlak Nilai Negatif –2 –3 –4 –5 Nilai Mutlak 2 3 4 5 0 2 3 5 Nilai Mutlak Dari ilustrasi dan tabel di atas..3 Selang Nilai Mutlak Berdasarkan Gambar 2.1) 0 0 (0.. Dari contoh pada tabel tersebut. . Tabel 2. |3| = 3 |–3| = 3 |–2| = 2 –3 –2 –1 0 1 2 3 4 |x| = x –x . x x Gambar 2.2) 50 Buku Guru Kelas X .3 di atas. kita tuliskan dengan x ∈ R.2 Pasangan Titik pada Fungsi f ( x) = x x y=f(x) (x. jika x < 0 4 4 (4.. Nilai mutlak adalah jarak antara bilangan itu dengan nol pada garis bilangan real. dapatkah kamu menarik sebuah kesimpulan tentang pengertian nilai mutlak tersebut? Jika x adalah variabel pengganti semua bilangan real.Perhatikan Tabel 2. Nilai Non Negatif 0 2 3 5 Tabel 2..... kita akan mencoba menggambar grafik f ( x) =  − x Perhatikan beberapa titik yang mewakili grafik fungsi di atas.y) –4 4 (–4. dapat diperoleh definisi nilai mutlak berikut.. Kita lakukan beberapa percobaan perpindahan posisi sebagai berikut. –1 0 1 2 .. Definisi 2.1) 2 2 jika x ≥ 0 .1 x Misalkan x bilangan real.2) –1 1 (–1. dapatkah kamu menentukan nilai mutlak x tersebut? Perhatikan bahwa x elemen himpunan bilangan real.. kita melihat bahwa nilai mutlak akan bernilai positif atau nol. x –3 –2 –1 –3 –2 –1 0 0 1 1 2 2 3 3 4 4 |–x| = x |0| – 0 –x –x .4) –2 2 (–2.0) 1 1 (1.4) (2. Perhatikan garis bilangan berikut.1 berikut... –1 0 0 1 1 2 2 . didefinisikan x =  − x jika jika x≥0 x<0 x Berikutnya. –1 .

Titik-titik yang kita peroleh pada tabel.3 Grafik f ( x)  x  2 dari berbagai kemungkinan nilai bilangan riel.. x − 2 yang menyatakan besar simpangan pada titik x = 2... . 3 ..2) Contoh 2..y) –3 5 (–3. . Langkah 1.4: Grafik y = ( ) | | Gambar 2. Selanjutnya minta siswa menggambarkan grafik fungsi f ( x) = x − 2 .. y ( x. materi.. 2 . 0 2 (0.. mari kita bersama-sama menentukan grafik f ( x)  x  2 . dengan langkah– Gambar 2. –1 . 2 .. . disajikan dalam koordinat kartesius sebagai berikut..4: Grafik y = f(x)=|x| ♦ Motivasi siswa secara internal melalui menunjukkan kebergunaan Langkah 1.2) BUKU PEGANGAN SISWA 48 Matematika 51 ... ♦ Meminta siswa melengkapi tabel yang ada pada buku siswa seperti yang tertera pada tabel di bawah ini.5) –2 .. Sekarang.. Tabel 2... Ajukan kasus berikut untuk lebih mendalami grafik tersebut. y) -3 5 (-3.. dengan langkah-langkah berikut. .. y x Berdasarkan definisi dan gambar grafik di atas dapat kita simpulkan bahwa harga |x| Latihan 1 pada dasarnya menyatakan besar simpangan dari titik x = 0. Buatlah tabel untuk menunjukkan pasangan titik-titik yang mewakili grafik tersebut. . -1 . 4 2 (4. pada bidang koordinat Gambarkan grafik f ( x) =kartesius..1 tabel di atas! Lengkapilah Langkah 2.. 3 .... mari kita buat grafik f ( x) = x − 2 .. 4 2 (4.. 0 2 (0. Beri kesempatan pada siswa menganalisis masalah dan makna nilai mutlak Tabel 2.... .....2) 1 .. .. Letakkanlah titik – titik yang kamu peroleh pada tabel di atas...3 Pasangan Titik pada Fungsi f ( x) = x − 2 x y (x. ..2) 1 . Sekarang. dengan langkah-langkah berikut... . . x langkah berikut..5) -2 . Buatlah tabel untuk menunjukkan pasangan titik-titik yang mewakilimempelajari nilai mutlak dalam kehidupan sehari-hari.

5 Titik Grafik f(x) = |x–2| Langkah 3. y x Gambar 2. Dapatkah kamu beri kesimpulan? x -3 -2 -1 0 3 f (1x) = x 2− p terhadap sumbu x.1 Perhatikan gambar grafik dan grafik. Gambar 2. Letakkanlah titik-titik yang kamu peroleh pada Tabel 2. 2 2 Selanjutnya.3 pada koordinat kartesius. Hubungkanlah titik-titik yang sudah kamu letakkan di koordinat tersebut sesuai dengan urutan nilai x. Lihatlah penyimpangan grafik terhadap sumbu x. dengan 52 Guru menjelaskan kepada siswa hubungan antara x2 Buku Guru Kelas X tabel di atas. Latihan 2 Latihan 2. mari kita amati hubungan antara x dengan x 2 pada tabel berikut. mari kita hubungan antara0|x| dengan 2 22 x x 3 pada tabel berikut. berdasarkan . Hubungkanlah titik – titik yang sudah kamu letakkan di bidang koordinat tersebut sesuai dengan urutan nilai x.Lengkapilah tabel di atas! Langkah 2.5 Hubungan x dan x Lihatlah penyimpangan grafik terhadap sumbu x.6 Titik Grafik f(x) = |x–2| Langkah 3. Bagaimana dengan penyimpangan pada grafik 9 4 1 0 1 4 9 x untuk p bilangan real. x 3 2 1 0 1 2 3 3 2 1 1 x amati Selanjutnya. Minta siswa menarik kesimpulan? Bagaimana dengan penyimpangan pada grafik f ( x)  x  p ? Perhatikan grafik f ( x) = x − 2 Tabel 2.

000. . Sekarang dia masih memiliki 2 3 4 3 4 uang sisa belanjaan sebanyak Rp1... . dia membelanjakan uangnya Rp4. jika ax ax ++ bb==  << jika .2 berikut.000..2 Andi dalam tiga hari berturut-turut membelanjakan uangnya untuk membeli 1 1 1 2 3 keperluan sekolah.. .00. Beri kesempatan pada siswa bertanya dan mengajukan ide-ide secara bebas dan terbuka.. .. Arahkan siswa belajar dalam kelompok! Beri bantuan bagi siswa atau kelompok yang mengalami masalah.00 lebih sedikit dari uang yang dia belanjakan hari Minggu.Tabel 2... Matematika 53 .. Pada hari Senin.. . . Pada hari Minggu dia menghabiskan dari uang yang 2 3 4 3 4 dimilikinya..... Sementara uang yang dibelanjakan 1 1 1 2 3 pada hari Selasa hanya dari belanjaan hari Senin. dapatkah anda berikan pendefinisian berikut..2 Dari definisi nilai mutlak yang kita berikan..... . ≥≥ ... ..4 Hubungan |x| dan x x 2 x2 1 1 1 1 2 4 2 2 3 9 3 3 –3 9 3 3 –2 4 2 2 –1 1 1 1 0 0 0 0 |x| x2 Dapatkah kamu mengambil kesimpulan hubungan antara |x| dengan tabel di atas? x 2 berdasarkan Latihan 2. . Masalah-2. jika Cobalah mendiskusikannya dengan temanmu! 2.. Persamaan Linear ♦ Orientasi siswa pada Masalah-1.. jika .

000 = 7x – 26.000  +  − 4.00 lebih sedikit dari belanja hari Minggu.Dapatkah kamu membuat model dari kasus permasalahan tersebut? Buatlah model tersebut.000 + 6.0 000 + − + 1. Misal banyak uang Andi = x Dari yang diketahui diperoleh 1 1 1 1 1 2 3 3 4 Belanja hari Minggu = x 5 6 2 3 4 3 4 2 3 1 1 1 1 1 2 3 3 4 Belanja hari Senin = x – 4000 5 6 2 3 4 3 4 2 3 1 x  Belanja hari Selasa =  − 4.000 x x = + − 4.00.000. 1 1 1 1 1 2 3 3 4 Belanja hari Selasa = × belanja hari Senin.000 Dengan demikian uang Andi mula-mula adalah Rp 26.000  3 2  Kita buat sebuah persamaan dari kasus ini. adalah: x  x   1 x x =   +  − 4.000 + x – 8. 54 Buku Guru Kelas X . • Tentukan berapa uang Andi sebelum dibelanjakan.000  + 1.000 (kalikan kedua ruas dengan 6). 5 6 2 3 4 3 4 2 3 Belanja hari Senin = Rp4. Penyelesaian Marilah kita bersama-sama menyelesaikan permasalahan ini. yaitu: Uang Andi = jumlah uang yang dibelanjakan + sisa uang sehingga penyelesaian permasalahan ini. 5 6 2 3 4 3 4 2 3 Ditanya: • Buatlah model matematika dari permasalahan di atas.000   3 2 2 2 x 4.000. 2 2 6 3 6x = 3x + 3x – 24.000 x = 26. apakah kamu dapat menentukan uang Andi sebelum dibelanjakan? Diketahui: 1 1 1 1 1 2 3 3 4 Belanja hari Minggu = × jumlah uangnya.

mengingatkan kembali pengetahuan yang telah dimiliki siswa. tetapi mereka tidak pernah mengetahui tanggal lahirnya. Organisasikan siswa belajar dalam kelompok. selisih umur mereka 3 tahun. tetapi melalui contoh-contoh analogi. Mereka hanya mengingat bahwa saat menikah. memberi kesempatan bertanya terhadap hambatan yang dialami.♦ Rancang lembar aktivitas siswa dalam memecahkan masalah 2. Jika sekarang awal tahun 2013 maka usia nenek adalah: N = (20 – 11) + (2013 – 1945) atau N = 77 tahun sehingga dengan K – N = 3 membuat K = 80 tahun.3 Di sebuah desa. Berilah bantuan pada siswa yang mengalami kesulitan.3. Guru dapat memberikan bantuan ketika siswa mengalami masalah. Pada saat sensus penduduk awal tahun 2013. kemungkinan tahun lahir nenek dan kakek adalah 1936 dan 1933. Matematika 55 . Selanjutnya kita mendapatkan konsep mencari dugaan tahun lahir mereka dengan: Tahun lahir + Usia = Tahun sekarang sehingga dugaan tahun lahir mereka adalah: TN + 77 = 2013 atau TN = 1936 TK + 80 = 2013 atau TK = 1933 Dengan demikian. ♦ Beri kesempatan pada siswa mencoba menyelesaikan kasus 4. kakek dan nenek diminta data tanggal lahir mereka. Beri kesempatan pada siswa memikirkan penyelesaian masalah. yaitu 11 tahun sesudah proklamasi 1945. ujilah pemahaman siswa atas berbagai proses penyelesaian masalah. yaitu 11 tahun setelah proklamasi. berkeliling mencermati berbagai kesulitan yang dialami siswa. kakek dan nenek tersebut belum memiliki KTP. Amatilah mereka bekerja. terdapat sepasang manula yang tinggal di rumah tua. Saat itu nenek berusia 20 tahun. Nenek berusia 20 tahun. Masalah-2. Dapatkah kamu membuat persamaan linear dari persoalan di atas? Dapatkah kita ketahui tahun lahir mereka? Diketahui: Umur kakek – umur nenek = 3 Misalkan: Umur kakek = K Umur nenek = N Tahun lahir kakek = TK Tahun lahir nenek = TN K – N = 3. Untuk pembuatan KTP.

56 Buku Guru Kelas X . Apakah kamu dapat menentukan umur ayah saat ini? Tentukanlah nilai c pada kasus tersebut! Alternatif Penyelesaian 1. umur ayah saat ini adalah 32 tahun. 2 atau x − 4 = ( x + c) 3 Umur ayah sekarang 27 tahun lebihnya dari 1/5 kali umurnya pada 7 tahun yang lalu. Misalkan umur ayah sekarang adalah x tahun. kita selesaikan sebagai berikut: 1 1 1 2 3 x – 4 = (x + c) ⇔ x = 2c + 12 (notasi ⇔ dibaca jika dan hanya jika) 2 3 4 3 4 1 x = (x + 7) + 27 5 ⇔ 4x – 128= 0 ⇔ x = 32 Kita substitusi x = 32 ke x = 2c + 12 Diperoleh 32 = 2c + 12 atau c = 10 Jadi. 2. Berdasarkan informasi masalah di atas. (c adalah bilangan bulat positif).4 Umur ayah 4 tahun yang lalu adalah 2/3 kali umur ayah pada c tahun yang akan datang. dapat dituliskan Umur ayah 4 tahun yang lalu 2/3 kali umur ayah pada c tahun yang akan datang. Model yang telah diperoleh. umur ayah adalah 27 tahun lebihnya dari 1/5 umurnya pada 7 tahun yang lalu. apakah kasus berikut logis? Umur Ayah 5 tahun yang lalu adalah 2/3 kali umurnya pada c tahun yang akan datang. umur ayah adalah 6 tahun lebihnya dari 1/2 kali umurnya 7 tahun yang lalu. Diskusi Coba anda teliti kasus berikut! Dapatkah kamu menjawab dan memberi komentar. Sekarang. 1 Artinya: x = ( x − 7) + 27 5 3.Masalah-2. Sekarang.

2 Persamaan linear satu variabel adalah persamaan yang didefinisikan ax + b = 0 dengan a. dimana x. untuk setiap x.3 Persamaan linear dua variabel adalah persamaan yang didefinisikan ax + by + c = 0 dengan a. b ∈ R dan a ≠ 0.y: variabel a : koefisien dari x b : koefisien dari y c : konstanta persamaan Contoh 2. dimana x : variabel a : koefisien dari x b : konstanta Definisi 2. y) yang memenuhi persamaan tersebut? Matematika 57 .2 1. a dan b tidak keduanya nol. bentuk umum dari persamaan linear satu variabel dan dua variabel. y ∈ R. Diberikan persamaan linear x – 4y = 12. Berapa banyak pasangan (x.Ketiga permasalahan di atas adalah sebuah pemahaman konsep dari bentuk persamaan linear satu variabel dan dua variabel. b ∈ R. ♦ Arahkan siswa berdiskusi dengan temanya satu kelompok. Secara induktif. Gambarkanlah grafiknya! Penyelesaian Pertama-tama kita tentukan nilai x dan y yang memenuhi persamaan x – 4y = 12 dan kita buat pada tabel berikut. dan meminta siswa mengisi tabel di atas untuk mendapatkan titik-titik yang dilalui grafik persamaan x – 4y = 12. Definisi 2. sebagai berikut.

Tabel 2.3 Diberikan persamaan linear y = 3x – 4.7 Grafik x – 4y = 12 Contoh 2. –3).(12.(16.}.y) untuk grafik x – 4y = 12 x y (x.0) 13 1 1 1 2 3 2 3 4 3 4 16 1 … … … … … … … … … 1 1 1 2 3 (13.1).5 dapat dinyatakan bahwa pasangan (x. Gambar 2. 0) serta memotong sumbu y pada titik (0.….–3).y) yang memenuhi persamaan x – 4y = 12 adalah tak hingga banyaknya.y) 0 –3 (0.–3) 12 0 (12. 2 3 4 3 4 Dari data pasangan titik sebagai anggota himpunan penyelesaian persamaan.1) 2 3 4 3 4 Dari data Tabel 2.0). untuk setiap x ∈ R. ). ) (16. dapat kita gambarkan grafik x – 4y = 12 pada sumbu koordinat dengan menggunakan pasangan (x. 58 Buku Guru Kelas X . Gambarlah grafik persamaan linear tersebut! Penyelesaian Pertama-tama kita tentukan nilai x dan y yang memenuhi persamaan y = 3x – 4 dan kita buat pada tabel berikut.(13. y) tersebut. khususnya diketahui bahwa grafik x – 4y = 12 ini memotong sumbu x pada titik (12.5 Pasangan titik (x. yaitu 1 1 1 2 3 HP = {(0.

–4). y) yang memenuhi persamaan linear tersebut. Selanjutnya kita gambarkan grafik y = 3x – 4 pada koordinat kartesius dengan menggunakan pasangan nilai (x.–13) –2 –10 (–2..0    . y) tersebut.-7). b. b keduanya tidak nol.y) –4 –16 (–4.6 dapat dinyatakan bahwa pasangan (x.–13). –10) –1 –7 (–1.. yaitu 4 HP = {(–4. dapat 4 dikatakan bahwa grafik y = 3x – 4 memotong sumbu x pada titik ( . Matematika 59 . –7) 0 –4 (0.4 Misalkan a.6 Pasangan titik (x.Tabel 2. –16) –3 –13 (–3. Himpunan penyelesaian persamaan linear ax + by = c adalah himpunan semua pasangan (x.(–2.(–3. dan c bilangan real dan a. Dari data Tabel 2.(0..( .(–1.. Gambar 2. … .0) dan memotong 3 sumbu y pada titik (0.–16).–4).8 Grafik y = 3x – 4 Definisi 2. –4) 4 3 0 4   3 .0) ….}. 3 Dari data pasangan titik sebagai anggota himpunan penyelesaian.y) untuk grafik y = 3x – 4 x y (x. y) yang memenuhi persamaan y = 3x – 4 adalah tak hingga banyaknya.–10).

tes ketrampilan. y–4x–1=0 2 3 4 3 4 1 1 1 2 3 c. 5x – 3y=7 1 1 1 2 3 b. akibat menghisap satu batang rokok akan mengurangi waktu hidup seseorang selama 5. dan Tes Wawancara=85. Perhatikan grafik di bawah ini! 3. Ahli kesehatan merilis informasi bahwa. tentukanlah persamaan linear yang memenuhi pasangan titik-titik tersebut. Salah satu penyakit sosial remaja sekarang ini adalah merokok. Dapatkah sebuah persamaan linear dua variabel memiliki anggota himpunan penyelesaian adalah tepat satu atau penyelesaian tunggal? Beri contoh persamaanya! 2. Berapa umur remaja tersebut yang berkurang sampai dia berumur 40 tahun? 2.1 1. berdiskusilah dengan temanmu satu kelompok untuk menjawab beberapa pertanyaan berikut.Diskusi Berdasarkan Definisi-2. Dapatkah sebuah persamaan linear dua variabel tidak memiliki anggota himpunan penyelesaian? Beri contoh persamaannya! Uji Kompetensi 2. dan wawancara dengan perbandingan hasil tes berturut-turut adalah 4 : 3 : 2 : 1. seorang calon suster akan menjalani tes sebanyak 4 kali. Untuk dapat diterima sebagai suster di RS. Tentukanlah himpunan penyelesaian untuk setiap persamaan linear berikut ini! a. yaitu tes tertulis.SEHAT. Psikotes =78. Seorang remaja mulai merokok 1 (satu) batang rokok perhari sejak umur 15 tahun. y = –5x 2 3 4 3 4 4. Tentukan nilai terendah Tes Keterampilannya agar ia dapat diterima di rumah sakit tersebut. Windy adalah seorang calon suster yang telah mengikuti tes dengan hasil sebagai berikut: Tes Tertulis= 75.5 menit. 1. Total nilai tes tidak boleh kurang dari 793. Dari pasangan titik-titik yang diberikan.3. psikotes. 60 Buku Guru Kelas X .

Berat astronot dan pesawatnya ketika mendarat di bulan tidak boleh melebihi 200 kg. Seorang penderita diabetes sedang mengontrol berat badannya. Buat laporan hasil kegiatanmu dan paparkan di depan kelas. tentukan batas tinggi badan agar digolongkan dalam katagori kelebihan berat badan. selidiki apakah hanya ada satu persamaan linear dua variabel yang melalui dua titik yang sama. Nilai I yang dimiliki setiap orang memiliki arti sebagai berikut. Apakah ini berarti ada beberapa persamaan linear dua variabel berbeda yang melalui dua titik yang sama. Tentukan berat maksimum astronot di bumi! 6. dan h adalah tinggi badan (meter). Gambarkanlah grafik g(x) = |2x–1| untuk 1 < x < 10! • Projek Perhatikan bahwa persamaan linear dua variabel dapat dibuat grafiknya asal diketahui dua titik yang dilaluinya. Jika tinggi badan orang tersebut 175 cm. Padahal. Matematika 61 . Jika orang tersebut sudah memiliki berat badan 80 kg dan yang akan dikontrol adalah tinggi badan dengan melakukan suatu terapi tertentu. • 25 < I berarti berat badan normal • 25 < I < 30 berarti kelebihan berat badan 30 < I < 35 berarti obesitas ringan • 35 < I < 40 berarti obesitas sedang • 40 < I berarti obesitas kronis a. dengan W adalah berat badan (kg). Selidiki apa implikasi dari kenyataan ini. Ataukah walaupun banyak. berapa berat badan maksimal supaya tergolong berat badan normal? b. persamaan linear dua variabel memiliki dua koefisien dan satu konstanta. Berat pesawat di bumi 900 kg dan berat benda di bulan 1/6 dari berat benda di bumi. 7.5. semua persamaan linear dua variabel melalui dua titik yang sama sebenarnya adalah sama. Ia menggunakan indeks berat badannya dengan rumus I = W/h². Misal.

Misalkan debit air sungai = x Simpangan x terhadap nilai pada cuaca normal = |x – p|. tampak jelas bahwa penurunan minimum debit air adalah (p – q) liter/detik dan peningkatan maksimum debit air adalah (p + q) liter/detik. Masalah-2. Sehingga diperoleh x = p + q atau x = p – q.9 Sungai Alternatif Penyelesaian Telah kamu ketahui bahwa penyimpangan dari suatu nilai tertentu dapat dinyatakan dengan harga mutlak.5 Sungai Bengawan Solo sering meluap pada musim hujan dan kering dimusim kemarau. Kamu diharapkan mampu memahami aplikasi kedua konsep tersebut. Jika debit air sungai tersebut adalah p liter/detik pada cuaca normal.3. Karena perubahan debit air tersebut bernilai q maka |x – p| = q. 62 Buku Guru Kelas X . Kamu telah menerima pemahaman lewat pengamatan terhadap beberapa kasus pada nilai mutlak dan persamaan linear satu dan dua variabel. Dari sketsa di atas. Aplikasi Nilai Mutlak pada Persamaan Linear ♦ Motivasi siswa belajar nilai mutlak kaitannya dengan persamaan linier. Memunculkan keingintahuan siswa kebergunaan materi nilai mutlak dan persamaan linear terkait debit air. Selanjutnya kamu akan menyelesaikan penerapan konsep nilai mutlak tersebut ke persamaan linier. Perubahan debit pada cuaca tidak normal adalah sebesar q liter/detik. Tunjukkanlah sketsa penurunan minimum dan peningkatan maksimum debit air sungai tersebut! Gambar 2.

dan B < A. paman. lowongan kerja mensyaratkan pelamar dengan batas usia tertentu. banyak kita jumpai kasus yang melibatkan pembatasan suatu hal. Ayah lebih tua dari ibu A > I atau I < A c. diperoleh informasi sebagai berikut. I < A. Budi berencana mengurutkan umur antara ayah. Ayah lebih muda dibanding paman A<P b. Contohnya. Pertidaksamaan Linear Dalam kehidupan sehari-hari. dan bibinya berdasarkan umur mereka yang lebih tua. dan batas berat bersih suatu kendaraan yang diperbolehkan oleh dinas angkutan umum. Matematika 63 . Dapatkah kamu membantu Budi dalam mengatasi permasalahan tersebut? Alternatif Penyelesaian Pertama sekali didefinisikan variabel-variabelnya sebagai berikut: Umur ayah = A Umur ibu = I Umur paman = P Umur bibi = B Dari penjelasan permasalahan di atas. Perhatikan masalah berikut! Masalah-2. ibu.6 Ayah Budi lebih muda dibanding pamannya tetapi lebih tua dari ibunya. Umur bibi satu tahun lebih muda dari ayah B – 1 = A atau B < A Dengan mengamati pola di atas. Sementara umur bibinya hanya satu tahun lebih tua dari umur ibunya tetapi satu tahun lebih muda dari umur ayahnya.4. batas nilai cukup seorang pelajar agar dinyatakan lulus dari ujian. ayah lebih tua dibanding bibi. a. I < B. dan bibi lebih tua dibanding ibu. Sehingga kesimpulan adalah paman lebih tua dibanding ayah. Umur bibi hanya satu tahun lebih tua dari umur ibu B + 1 = I atau B > I d. Urutan umur mereka mulai dari tertua ke termuda adalah P > A > B > I. yaitu A < P.

Kecepatan angin dan hentakan senjata akan mempengaruhi pergerakan peluru Gambar 2. Berdasarkan cerita di atas. 025 x − 0. hubungan antar variabel berdasarkan informasi yang ada. mereka menghitung banyak ikan yang mereka dapatkan masing-masing.66 = 0.475x + 0. Banyak ikan yang ditangkap Pak Anto ternyata lebih daripada banyak ikan yang ditangkap Pak Yusuf. Pada jarak berapakah lintasan peluru akan menyimpang 0.7 Seorang tentara melakukan latihan menembak di sebuah daerah kosong warga sipil.33) – (0. 02) 2 ≤ 0.02| ≤ 0.35)| ≤ 0. juga masih lebih sedikit dibanding dengan tangkapan Pak Yusuf dan Pak Doni. Masalah-2.66 = 0. Pak Yusuf. Jika x = 0 adalah posisi diam tentara tersebut.05 m oleh pengaruh-pengaruh perubahan arah tersebut? Alternatif Penyelesaian Lintasan peluru seharusnya 2y – x – 0.5x + 0.05 ⇔ |0.025x – 0.475x – 0.05 dengan menggunakan kesetaraan x = x 2 Buku Guru Kelas X .475x – 0. dan Pak Doni gemar memancing. Dia berencana menembak obyek yang telah ditentukan di sebuah perbukitan.10 Tentara menembak sehingga kemung-kinan lintasan peluru dapat berubah menjadi y – 0. Kenyataannya y – 0. setelah mereka selesai memancing.35 = 0.Diskusi Meminta siswa mendiskusikan masalah urutan berikut dengan menggunakan metodenya sendiri! Pak Anto. Simpangan antara keduanya dapat dinyatakan sebagai selisih harga mutlak. Sehingga diperoleh |(0.35 = 0. dapatkah kamu menentukan urutan mereka berdasarkan banyak ikan yang mereka tangkap? Dalam metode kasus dijelaskan variabel yang dipergunakan. Suatu hari. Mereka selalu memancing ikan di sungai setiap Sabtu. maka pola lintasan peluru yang mengarah ke objek diperkirakan memenuhi persamaan 2y – x – 0.05 ⇔ 64 (0. Walaupun banyak ikan yang ditangkap Pak Anto dikali dua. dan kesimpulan yang kamu ambil berdasarkan hubungan-hubungan tersebut.

⇔ (0,025x – 0,02)2 ≤ (0,05)2 ⇔ (0,025x – 0,02)2 – (0,05)2 ≤ 0 ⇔ [0,025x + 0,03][0,025x – 0,07] ≤ 0 Nilai pembuat nol adalah x = –1,2 atau x = 2,8 Selang nilai x yang membuat pertidaksamaan bernilai negatif adalah –1.2 ≤ x ≤ 2,8, tetapi karena x = 0 adalah posisi diam tentara atau posisi awal peluru, maka lintasan peluru haruslah pada interval x ≥ 0. Dengan demikian, interval –1,2 ≤ x ≤ 2,8 akan kita iriskan kembali dengan x ≥ 0 seperti berikut.

{x|0 ≤ x ≤ 2,8} Jadi, penyimpangan lintasan peluru akibat pengaruh kecepatan angin dan hentakan senjata sebesar 0,05 m terjadi sejauh 2,8 m dari posisi awal. Permasalah di atas dapat dinyatakan dengan grafik sebagai berikut.

Gambar 2.11 Lintasan Peluru

Dari Gambar 2,11, jelas kita lihat bahwa grafik lintasan peluru yang diprediksi mengalami penyimpangan (garis putus-putus). Penyimpangan sejauh 0,05 m akan terjadi sampai x = 2,8 m.

Matematika

65

Contoh 2.4
Selesaikanlah pertidaksamaan berikut dengan metode umum |2x + 1| ≥ |x –3|! Penyelesaian Langkah 1: Ingat bahwa x = x 2 sehingga: 2x + 1 ≥ x − 3 ⇔

( 2 x + 1) ≥ ( x − 3) 2 2 ⇔ ( 2 x + 1) ≥ ( x − 3)
2

2

⇔ 4 x2 + 4 x + 1 ≥ x2 − 6 x + 9 ⇔ 3 x 2 + 10 x − 8 ≥ 0 ⇔ ( 3x − 2 ) ( x + 4 ) ≥ 0

( bentuk kuadrat )

Langkah 2: Menentukan pembuat nol. x= 2 atau x = −4 3

Langkah 3: Letakkan pembuat nol dan tanda pada garis bilangan Langkah 4: Menentukan interval penyelesaian. Dalam hal ini, interval penyelesaian merupakan selang nilai x yang membuat pertidaksamaan bernilai positif, sesuai dengan tanda pertidaksamaan pada soal di atas. Dengan demikian arsiran pada interval di bawah ini adalah interval penyelesaian pertidaksamaan tersebut.

Langkah 5: Menuliskan kembali interval penyelesaian 2  HP =  x x ≤ −4 atau x ≥  3  Permasalahan di atas dapat diselidiki dengan memperlihatkan grafik y = |2x + 1| dan grafik y = |x + 3|, untuk setiap x ∈ R. Berdasarkan grafik pada Gambar 2.4, kita memperoleh grafik sebagai berikut. 66
Buku Guru Kelas X

f(x) = |2x + 1| f(x) = |x – 3|

1 1 1 2 3 2 3 4 3 4

Gambar 2.12 Grafik f(x) = |2x + 1| dan f(x) = |x + 3|

Pertidaksamaan |2x + 1| ≥ |x – 3| dapat dilihat sebagai grafik fungsi f(x) = |2x + 1| berada di atas grafik f(x) = |x – 3|. Dari Gambar 2.11 terlihat bahwa pernyataan itu 2   benar untuk nilai x dalam himpunan  x | x ≤ −4 atau x ≥ , x ∈ R  . Coba gambar 3   sendiri lanjutan kurvanya.

5. Aplikasi Nilai Mutlak pada Pertidaksamaan Linear Selanjutnya kita akan mengaplikasikan konsep nilai mutlak ke pertidaksamaan linier, dengan memahami dan meneliti kasus-kasus berikut.

Masalah-2.8
Seorang bayi lahir prematur di sebuah Rumah Sakit Ibu dan Anak dengan berat badan 2.200 gram. Untuk mengatur suhu tubuh bayi tetap stabil, maka harus diinkubator selama beberapa hari. Suhu inkubator harus dipertahankan berkisar antara 32OC hingga 35OC selama 2 hari. Ternyata jika berat badan berada pada interval BB: 2.100–2.500 gram, maka suhu inkubator yang harus dipertahankan adalah 34OC. Jika pengaruh Gambar 2.13 Inkubator suhu ruangan membuat suhu inkubator menyimpang sebesar 0.2OC maka hitunglah interval perubahan suhu inkubator!

Matematika

67

Alternatif Penyelesaian Pada kasus bayi ini, kita sudah mendapatkan data dan suhu inkubator yang harus dipertahankan selama 1–2 hari semenjak kelahiran adalah 34°C. Misalkan T adalah segala kemungkinan perubahan suhu inkubator akibat pengaruh suhu ruangan, dengan perubahan yang diharapkan sebesar 0.2OC, maka nilai mutlak suhu tersebut dapat kita modelkan, sebagai berikut: |T – 34OC| ≤ 0,2OC Kasus ini dapat kita selesaikan melalui cara berikut. Cara I. (Dengan mengamati sketsa)
0,2°C 0,2°C ... 33,8°C ... 33,9°C ... 34°C ... 34,1°C ... 34,2°C ... Gambar 2.14 Interval perubahan suhu

sehingga interval kenaikan suhu inkubator adalah interval T |33,8OC ≤ T ≤ 34,2OC}. Cara II. (Secara Aljabar) Dengan mengingat bahwa T = T 2 maka: |T – 34OC| ≤ 0,2OC ⇔ (T − 34∞ C) 2 ≤ 0.2∞ C (kuadratkan) O 2 O ⇔ (T – 34 C) ≤ (0,2 C)2 ⇔ (T – 34OC)2 – (0,2OC)2 ≤ 0 ⇔ [(T – 34OC) – (0,2OC)] [(T – 34OC) + (0,2OC)] ≤ 0 ⇔ [T – 34,2OC] [T – 33,8OC] ≤ 0 Nilai pembuat nol adalah T = 34,2OC atau T = 33,8OC
33,8°C 34,2°C

{T |33,8OC ≤ T ≤ 34,2OC}

68

Buku Guru Kelas X

Uji Kompetensi 2.2
Selesaikan soal-soal berikut. x 1. Sketsalah grafik y = − 2 + 6, un3 tuk setiap nilai x bilangan real dengan terlebih dahulu menampilkan pasangan titik-titik yang dilalui grafik tersebut.
x y (x,y) 3 7 (3,7) 4 ... ... 5 ... ... 6 6 (6,6) 7 ... ... 8 ... ... 9 7 (9,7) 10 ... ...

4. Buktikan: a. |a + b| ≤ |a| + |b| b. |a – b| ≤ |a| + |b| 5. Buktikan bahwa grafik persamaan linear dua variabel adalah garis lurus! 6. Gambarkanlah semua titik (x,y) pada bidang yang memenuhi |x + y| + |x – y| = 2. 7. Gambarkanlah himpunan penyelesaian ketaksamaan linear berikut ini, dalam bentuk diagram garis! a. 4 < |x + 2| + |x –1| < 5 b. |x – 2| ≤ |x +1| Pilihlah jawaban yang benar. x − 1 ax 8. Pertidaksamaan 2 x − a < + 2 3 mempunyai penyelesaian x > 5. Nilai a adalah ... (A) 2 (B) 3 (C) 4 (D) 5 (E) 6 9. Semua nilai x yang memenuhi 0 < |x – 3| ≤ 3 adalah ... (A) {x|0 < x < 3 atau 3 < x ≤ 6, x ∈ R} (B) {x|0 ≤ x < 3 atau 3 < x ≤ 6, x ∈ R} (C) {x|0 ≤ x ≤ 3 atau 3 < x ≤ 6, x ∈ R} (D) {x|0 ≤ x ≤ 3 atau 3 < x < 6, x ∈ R} (E) {x|0 < x < 3 atau 3 < x <6, x ∈ R}

2. Seekor burung camar laut terbang pada ketinggian 17 meter melihat ikan pada jarak 25 meter sehingga ia terbang menukik ke permukaan laut dan menyelam sejauh 3 meter dan langsung bergerak kembali ke permukaan dan langsung terbang kembali seperti gambar.

Jika kita asumsikan permukaan laut sebagai sumbu x maka fungsi pergerakan burung tersebut adalah f(x) = |x – a| + b dengan a, b, dan x adalah bilangan real. Tentukanlah nilai a dan b tersebut! 3. Buktikan: a. |x2| = x2 b. |x2 – 2x + 1| = x2 – 2x + 1 Petunjuk: x = x 2

Matematika

69

10. Himpunan penyelesaian dari |3x + 2| > 5 adalah ... 1 1 1 2 3 (A) {x|x < – atau x > 0, x ∈ R} 2 3 4 3 4 7 (B) {x|x< – atau x > 1, x ∈ R} 3 (C) {x|x < –1 atau x > 1, x ∈ R} 1 1 1 2 3 (D) {x|x < – atau x > 1, x ∈ R} 2 3 4 3 4 1 1 1 2 3 (E) {x|x < – atau x > 0, x ∈ R} 2 3 4 3 4

Projek
Dalam kehidupan sehari-hari terdapat banyak besaran-besaran yang nilainya dinyatakan dalam persamaan linear. Misalkan saja besar tagihan telepon terhadap pemakaian. • Dapatkan informasi tentang besaran-besaran yang nilainya dinyatakan dengan persamaan linear dan bagaimana bentuk persamaan linear tersebut. • Demikian juga dengan nilai mutlak. Ketelitian selalu dinyatakan dengan nilai mutlak, karena ketelitian tidak memperhatikan apakah penyimpangan pada nilai sebenarnya adalah positif atau negatif. Dengan kata lain, penyimpangan sebesar –0,05 adalah sama tidak telitinya dengan penyimpangan sebesar 0,05. • Dapatkan informasi tentang pengguanan nilai mutlak dalam kehidupan sehari-hari yang kamu jumpai. • Buat laporan tentang hasil pencarian dan pengkajianmu serta paparkan hasilnya di depan kelas. Akan lebih menarik apabila kamu juga membandingkan beberapa alternatif pembayaran yang ditawarkan oleh penyedia jasa (misalnya: telepon, listrik) untuk menentukan alternatif mana yang paling menguntungkan sesuai dengan penggunaan.

70

Buku Guru Kelas X

D. PENUTUP
Setelah kita membahas materi persamaan dan pertidaksamaan linear, maka dapat diambil berbagai simpulan sebagai acuan untuk mendalami materi yang sama pada jenjang yang lebih tinggi dan mempelajari bahasan berikutnya. Beberapa simpulan disajikan sebagai berikut. 1. Nilai mutlak dari sebuah bilangan adalah positif. Hal ini sama dengan akar dari

2.

3.

4.

5.

6.

0 sebuah bilangan selalu positif. Misal a ∈ R, maka a 2 = a = { −aa,, aa ≥ < 0 . Dengan demikian grafik fungsi nilai mutlak selalu berada di atas sumbu x. Persamaan dan pertidaksamaan linear dapat diperoleh dari persamaan atau fungsi nilai mutlak yang diberikan. Misalnya, jika diketahui |ax + b| = c, untuk a, b, c ∈ R, maka menurut definisi nilai mutlak diperoleh persamaan ax + b = c. Demikian juga untuk pertidaksamaan linear. Bentuk umum dari persamaan linear dinyatakan: a1x1 + a2x2 + a3x3 + ... + anxn = 0 dengan setiap koefisien dan variabelnya merupakan bilangan-bilangan real. Jika a2 = a3 = ... = an = 0, maka diperoleh persamaan linear satu variabel dan apabila a3 = a4 = ... = an = 0, maka diperoleh persamaan linear dua variabel. Pertidaksamaan linear adalah suatu kalimat terbuka yang menggunakan pertidaksamaan <, ≤, >, dan ≥. Misal a1x1 + a2x2 + a3x3 + ... + anxn > 0 dengan setiap koefisien dan variabelnya merupakan bilangan-bilangan real. Jika a2 = a3 = ... = an = 0, maka ditemukan pertidaksamaan linear satu variabel dan apabila a3 = a4 = ... = an =0, maka diperoleh pertidaksamaan linear dua variabel. Himpunan penyelesaian suatu persamaan dan pertidaksamaan linear adalah suatu himpunan yang anggotanya nilai variabel yang memenuhi persamaan atau pertidaksamaan tersebut. Banyak anggota himpunan penyelesaiannya sebuah persamaaan linear dapat (1) tepat satu, (2) lebih dari satu (berhingga atau tak berhingga banyak penyelesaian), atau (3) tidak punya penyelesaian. Grafik persamaan linear satu atau dua variabel adalah sebuah garis lurus yang mungkin memotong sumbu x dan sumbu y atau tidak memotong sumbu x tetapi memotong sumbu y atau hanya memotong sumbu y.

Konsep dan sifat-sifat persamaan dan pertidaksamaan linear telah kita temukan dan kita terapkan dalam penyelesaian masalah kehidupan dan penyelesaian masalah matematika. Penguasaan kamu terhadap berbagai konsep dan sifat-sifat persamaan dan pertidaksamaan linear adalah syarat perlu untuk mempelajari bahasan sistem persamaan linear dua variabel dan tiga variabel serta sistem pertidaksamaan linear dengan dua variabel. Kita akan temukan konsep dan berbagai sifat sistem persamaan
Matematika

71

linear dua dan tiga variabel melalui penyelesaian masalah nyata yang sangat bermanfaat bagi dunia kerja dan kehidupan kita. Persamaan dan pertidaksamaan linear memiliki himpunan penyelesaian demikian juga sistem persamaan dan pertidaksamaan linear. Pada bahasan sistem persamaan linear dua dan tiga variabel, kamu pelajari berbagai metode penyelesainya untuk menentukan himpunan penyelesaian sistem persamaan dan pertidaksamaan tersebut. Seluru konsep dan aturan-aturan yang kita temukan diaplikasikan dalam penyelesaian masalah yang menuntut kamu berpikir kreatif, tangguh menghadapi masalah, mengajukan ide-ide secara bebas dan terbuka, baik terhadap teman maupun terhadap guru.

72

Buku Guru Kelas X

Bab

Sistem Persamaan dan Pertidaksamaan Linear
A. KOMPETENSI DASAR DAN PENGALAMAN BELAJAR Kompetensi Dasar
Setelah mengikuti pembelajaran sistem persamaan dan pertidaksamaan linear, siswa mampu: 1. menghayati rasa percaya diri, motivasi internal dan sikap peduli lingkungan melalui kegiatan kemanusiaan dan bisnis dan dalam kehidupan sehari-hari; 2. memahami konsep sistem persamaan linear dua dan tiga variabel serta pertidaksamaan linear dua variabel dan mampu menerapkan berbagai strategi yang efektif dalam menentukan himpunan penyelesaiannya serta memeriksa kebenaran jawabannya dalam penyelesaian masalah matematika; 3. menggunakan SPLDV, SPLTV dan sistem pertidaksamaan linear dua variabel (SPtLDV) untuk menyajikan masalah kontekstual dan menjelaskan makna tiap besaran secara lisan maupun tulisan; 4. Membuat model matematika berupa SPLDV, SPLTV, dan SPtLDV dari situasi nyata dan matematika, serta menentukan jawab dan menganalisis model sekaligus jawabnya; 5. membuat model matematika berupa persamaan dan pertidaksamaan linear dua variabel yang melibatkan nilai mutlak dari situasi nyata dan matematika, serta menentukan jawab dan menganalisis model sekaligus jawabnya.

Pengalaman Belajar
Melalui pembelajaran materi sistem persamaan dan pertidaksamaan linear, siswa memperoleh pengalaman belajar: • menjelaskan karakteristik masalah otentik yang penyelesaiannya terkait dengan model matematika sebagai SPLDV atau SPLDV; • merancang model matematika dari sebuah permasalahan otentik yang merupakan SPLDV atau SPLDV; • menyelesaikan model matematika untuk memperoleh solusi permasalahan yang diberikan; • menginterpretasikan hasil penyelesaian masalah yang diberikan; • menemukan ciri-ciri SPLDV atau SPLDV dari model matematika; • menuliskan konsep SPLDV atau SPLDV berdasarkan ciri-ciri yang ditemukan dengan bahasanya sendiri.

• • • •

SPL SPLDV SPLTV Himpunan Penyelesaian

B. PETA KONSEP
B.

PETA KONSEP

Masalah Otentik

Persamaan

Persamaan Linear Sistem Persamaan Linear Sistem Persamaan Linear Dua Variabel (SPLDV)

Pertidaksamaan Linear Sistem Pertidaksamaan Linear Sistem Pertidaksamaan Linear Dua Variabel (SPtLDV)
Menentukan Daerah Penyelesaian

Grafik SPtLDV Eliminasi
Menentukan HP

Substitusi
Eliminasi & Substitusi

Metode Grafik Determinan Sistem Persamaan Linear Tiga Variabel (SPLTV) Eliminasi
Menentukan HP

Himpunan Penyelesaian SPLDV

Grafiik SPLDV

Substitusi Eliminasi & Substitusi Determinan

Himpunan Penyelesaian SPLTV

Buku Guru Kelas X BUKU PEGANGAN SISWA

74

74

C. MATERI PEMBELAJARAN
1. Menemukan Konsep Sistem Persamaan linear Dua Variabel Persamaan dan sistem persamaan linear dua variabel sudah kamu pelajari saat duduk di kelas VIII SMP. Pada saat ini kita perdalam kajian, pemahaman dan jangkauan pemikiran tentang konsep sistem persamaan linear dari apa yang kamu sudah miliki sebelumnya. Pola pikir dan cara belajar yang dituntut dalam mempelajari materi ini, kamu berupaya menemukan ide-ide, berpikir kritis dan kreatif dalam mencari strategi penyelesaian masalah dan mengungkapkannya, berdiskusi dengan teman, mengajukan pertanyaan kepada guru dan teman kelompok. Banyak permasalahan dalam kehidupan nyata yang menyatu dengan fakta dan lingkungan budaya kita terkait dengan sistem persamaan linear. Permasalahanpermasalahan tersebut kita jadikan bahan inspirasi dan menyusun model-model Matematika yang ditemukan dari proses penyelesaiannya. Model matematika tersebut, kita jadikan bahan abstraksi untuk membangun konsep sistem persamaan linear dan konsep sistem persamaan linear dua variabel.
♦ Untuk menemukan konsep sistem persamaan linear dua variabel, ajukan pada siswa Masalah-3.1, dan Masalah 3.2 secara berkelanjutan untuk dipecahkan. Upayakan siswa lebih dahulu berusaha memikirkan, bersusah payah mencari ide-ide, berdiskusi dalam kelompok, mencari pemecahan masalah di dalam kelompok. Guru boleh memberikan anak tangga pada siswa, tetapi upayakan mereka sendiri yang memanjatnya menuju tingkat pemahaman dan proses berpikir yang lebih tinggi. Dari beberapa model matematika berupa sistem persamaan linear yang diperoleh dari langkah pemecahan masalah, minta siswa secara individu maupun menuliskan ciri-ciri sistem persamaan linear dua variabel. Berdasarkan ciri-ciri tersebut meminta siswa menuliskan konsep sistem persamaan linear dua variabel dengan kata-katanya sendiri. Kemudian mendiskusikan hasilnya dengan teman satu kelompok.

Cermatilah masalah berikut!

Masalah-3.1
Kartu bergambar dapat dijadikan bahan inspirasi menemukan konsep dan aturan yang terkait dengan sistem persamaan linear melalui masalah yang dirancang.
Gambar 3.1 Kartu Bergambar

Anto bermain kartu Remi bersama temannya. Ketika mereka selesai bermain, Budi, adiknya Anto mengumpulkan kartu-kartu tersebut. Kemudian Ia asyik
Matematika

75

membangun rumah bertingkat yang diberi nama Rumah Kartu. Susunan kartu untuk setiap tingkatnya dapat dicermati pada gambar berikut.

Rumah Kartu 1 Tingkat

Rumah Kartu 2 Tingkat

Rumah Kartu 3 Tingkat

Rumah Kartu 4 Tingkat

Gambar 3.2 Rumah Kartu Bertingkat

Setelah Budi menyusun beberapa rumah kartu bertingkat, ia bertanya dalam pikirannya, bagaimana hubungan di antara banyak kartu dan banyak tingkat rumah. Berapa banyak kartu yang dibutuhkan untuk membangun rumah kartu 30 tingkat? Dapatkah kamu membantu Budi untuk menyelesaikan masalah tersebut? Sebelum kamu menyelesaikan masalah tersebut, kira-kira apakah tujuan masalah tersebut dipecahkan terkait materi? Pikirkan strategi apa yang kamu gunakan. Selesaikanlah masalah di atas. Agar pekerjaan kamu lebih efektif renungkan dan pikirkan beberapa pertanyaan berikut: 1) informasi apa saja yang kamu temukan dalam masalah tersebut? 2) konsep apa saja yang terkait untuk menemukan hubungan antara banyak tingkat rumah dan banyak kartu yang digunakan untuk setiap tingkatnya? 3) bagaimana strategi kamu menemukan hubungan antara banyak tingkat rumah dan banyak kartu bergambar yang digunakan? 4) misalkan t menyatakan banyak tingkat rumah dan k banyak kartu yang dipakai untuk setiap tingkat. Dapatkah kamu rumuskan aturan yang memasangkan banyak tingkat rumah dengan banyak kartu bergambar yang digunakan? 5) adakah kesulitan yang harus didiskusikan dengan teman atau bertanya kepada guru untuk menentukan hubungan antara t dan k? 6) apakah aturan pemasangan yang kamu rumuskan memenuhi situasi penyusunan kartu pada gambar di atas? 7) adakah sistem persamaan linear kamu temukan dari rumusan hubungan antara banyak kartu dan banyak tingkat? 8) dapatkah kamu menjawab permasalahan Budi? Berapa banyak kartu yang digunakan untuk membangun rumah kartu 30 tingkat?

76

Buku Guru Kelas X

Alternatif Penyelesaian Berdasarkan Gambar 3.2 di atas, diperoleh informasi sebagai berikut. Rumah kartu bertingkat 1 mengunakan kartu sebanyak 2 buah. Rumah kartu bertingkat 2 mengunakan kartu sebanyak 7 buah. Rumah kartu bertingkat 3 mengunakan kartu sebanyak 15 buah. Rumah kartu bertingkat 4 mengunakan kartu sebanyak 26 buah. Sehingga banyak tingkat dan banyak kartu dapat dikorespondensikan satu-satu membentuk suatu relasi sama dengan atau banyak kartu dapat dinyatakan dalam banyak tingkat rumah.
♦ Minta siswa menemukan aturan yang memasangkan banyak tingkat dengan banyak kartu. Diharapkan siswa melakukan hal berikut.

Banyak Tingkat Rumah (t) 1 2 3

Banyak Kartu (k) 2 7 15 26

Pola Banyak Kartu 1+1+0 4+2+1 9+3+3 16 + 4 + 6

4

♦ Arahkan siswa melihat pola, bahwa bilangan 1, 4, 9, 16 adalah kuadrat dari bilangan 1, 2, 3, 4 dan bilangan-bilangan 1, 2, 3, 4 adalah bilangan tingkat itu sendiri. Kemudian tanyakan pada siswa apakah bilangan 0, 1, 3, dan 6 dapat dinyatakan dalam t2 dan t. Diharapkan siswa menyatakan relasi berikut.

Misal x dan y adalah bilangan yang akan ditentukan sekaitkan dengan banyak kartu dan banyak tingkat rumah yang dinyatakan dalam persamaan berikut. k = x t2 + y t …………………………………………. (Persamaan-a)
♦ Untuk menentukan nilai x dan y, minta siswa mencermati kembali Gambar-3.2 di atas untuk mendapatkan dua persamaan linear dengan variabel x dan y yang saling terkait. Diharapkan siswa melakukan hal berikut:

Untuk t = 1 dan k = 2 diperoleh persamaan x + y = 2 Untuk t = 2 dan k = 7 diperoleh persamaan 4x + 2y = 7 Dengan demikian kita peroleh dua buah persamaan linear dua variabel, yaitu .....................(Persamaan-1)  x + y = 2......................................................  rsamaan-2) 4 x + 2 y = 7......................................................................(Per
Matematika

77

♦ Minta siswa mengingat kembali materi yang telah dipelajari sebelumnya di SMP tentang cara menentukan himpunan penyelesaian dua buah persamaan linear dengan berbagai metode (eliminasi, substitusi, eliminasi dan substitusi, serta metode grafik biarkan siswa yang menentukan cara apa yang mereka gunakan). Kemudian menyuruh siswa menentukan nilai x dan y. Diharapkan siswa memilih salah satu metode dan menggunakannya menentukan nilai variabel x dan y. Sebagai alternatif pilihan siswa adalah metode eliminasi.

Nilai x dan y dapat ditentukan sebagai berikut: x + y = 2 × 4 4x + 4y = 8 4x + 2y = 7 × 1 4x + 2y = 7 – 1 1 1 1 1 2 3 3 4 2y = 1 ⇒ y = 5 6 2 3 4 3 4 2 3 x + y = 2 × 2 2x + 2y = 4 4x + 2y = 7 × 1 4x + 2y = 7 – 1 1 1 1 1 2 3 3 4 –2x = –2 ⇒ x = 5 6 2 3 4 3 4 2 3  3 1   Diperoleh himpunan penyelesaiannya adalah  ,   .  2 2  
♦ Minta siswa mengevaluasi hasil yang diperoleh, apakah hasil yang diperoleh adalah solusi terbaik. Diharapkan siswa melakukan hal berikut.

k = xt 2 + yt 3 1 2 = (1) 2 + (1) (pernyataan benar) 3 2 2 x=  3 1 2  ⇒ 7 = (2) 2 + (2) (pernyataan benar) 1 2 2 y= 3 2 1 2  15 = (3) + (3) (pernyataan benar) 2 2 1 3 26 = (4) 2 + (4) (pernyataan benar) 2 2 Dapat disimpulkan, aturan pengaitan banyak tingkat dengan banyak kartu yang digunakan untuk membangun rumah kartu adalah k = xt2 + yt dengan nilai 1 1 1 1 1 2 3 31 41 1 1 1 2 3 3 4 konstanta x dan y adalah dan . 5 6 2 3 4 3 4 25 36 2 3 4 3 4 2 3 78
Buku Guru Kelas X

♦ Selanjutnya mita siswa menentukan banyak kartu yang digunakan membuat rumah kartu dengan 30 tingkat. Diharapkan siswa melakukan hal berikut.

1 1 1 1 1 1 1 2 1 3 1 3 1 14 1 21 3 13 1 4 1 2 1 3 1 3 1 4 1 2 3 3 4 Untuk t = 30, diperoleh k = t2 + t = (30)2 + (30) 5 6 2 3 5 4 6 3 2 4 3 2 54 3 6 32 43 2 4 3 5 3 6 4 2 2 3 3 4 3 4 2 3 1 1 1 1 1 2 3 3 4 k = (900) + 15 = 1365 5 6 2 3 4 3 4 2 3 Jadi, banyak kartu yang dibutuhkan membangun rumah kartu bertingkat 30 adalah 1365 buah kartu.

Perhatikan masalah berikut yang dirancang pada sebuah rumah adat salah satu suku di Indonesia.

Masalah-3.2
Atap rumah terbuat dari ijuk pohon aren (Nira). Perbandingan banyak ijuk yang digunakan untuk menutupi permukaan atap bagian bawah dengan permukaan atap bagian tengah adalah 7 : 4. Perbandingan tinggi permukaan atap bagian bawah dengan tinggi permukaan atap bagian tengah adalah 3 : 2. Coba tentukan berapa panjang alas penampang atap bagian bawah dan tengah.
Gambar 3.3 Rumah Adat

♦ Arahkan siswa memahami masalah, menggali informasi yang terkandung dalam masalah dan menginterpretasikan masalah dalam gambar dengan memperhatikan bentuk asli rumah Batak Karo pada gambar di atas. Katakan pada siswa, sebelum kamu memecahkan masalah, koordinasi pengetahuan dan keterampilan yang kamu sudah miliki untuk menemukan aturan-aturan, hubunganhubungan dan struktur-struktur yang belum diketahui. Pahamilah masalah di atas, artinya kamu tuliskan hal apa yang diketahui, apa yang ditanyakan, dan interpretasikan masalah dalam gambar. Beberapa pertanyaan yang perlu dipikirkan agar pekerjaan kamu lebih efektif. 1) Adakah konsep dan aturan matematika yang sudah dipelajari di SMP terkait dengan pemecahan masalah yang diberikan ? 2) Bagaimana menggunakan variabel untuk menyatakan masalah dalam matematika? 3) Perhatikan konsep apa yang melekat pada atap rumah bagian bawah dan tengah! 4) Apa yang dimaksud dua bangun dikatakan kongruen dan lakukan perbandingan panjang sisi-sisi kedua bangun tersebut untuk memperoleh persamaan tinggi penampang atap?

Matematika

79

5) Adakah sistem persamaan linear yang kamu temukan? 6) Bagaimana cara menentukan nilai variabel pada persamaan dengan menggunakan manipulasi aljabar dan metode yang kamu pelajari di SMP? 7) Berdasarkan nilai variabel yang kamu peroleh, dapatkah permasalahan di atas dijawab?

Alternatif Penyelesaian Diketahui: Perbandingan luas penampang atap bagian bawah dengan bagian tengah adalah 7 : 4. Perbandingan tinggi penampang atap bagian bawah dengan bagian tengah adalah 3 : 2. Ukuran garis puncak masing-masing atap adalah 4m Ditanya: a. Panjang alas penampang atap bagian bawah b. Panjang alas penampang atap bagian tengah Penyelesaian: Diharapkan siswa dapat mengilustrasikan masalah seperti gambar berikut.

♦ Menyuruh siswa memperhatikan konsep apa yang melekat pada penampang atap rumah adat tersebut.

Diharapkan siswa dapat mencermati trapesium ABCD dan melakukan hal berikut. Misalkan panjang AB = a1, ST = a2, dan DC = a3 = 4m Misal: Luas penampang atap bawah (ABCD) = L1 Luas penampang atap tengah (STCD) = L2 Karena penampang atap rumah berbentuk trapesium, maka 1 1 1 1 1 2 3 3 4 L = (AB + DC) × tinggi 5 16 2 3 4 3 4 2 3 1 1 1 1 1 2 3 3 4 L = × (a1 + a3) × t1 5 16 2 3 4 3 4 2 3 1 1 1 1 1 2 3 3 1 4 1 1 1 1 2 3 3 4 L2 = (ST + DC) × tinggi = × (a2 + a3) × t2 5 6 2 3 4 3 4 2 5 3 6 2 3 4 3 4 2 3 80

Buku Guru Kelas X

dapat diartikan bahwa L1 : L2 = 7 : 4. yaitu: PB t1 = SQ t2 Matematika 81 . 1 1 1 1 1 2 3 3 1 4 1 1 1 1 2 3 3 4 PB = (a1 – a3) dan SQ = (a2 – a3) 5 6 2 3 4 3 4 2 5 3 6 2 3 4 3 4 2 3 Karena trapesium ABCD dan trapesium STCD adalah sebangun maka a a− a3 3 3 a 4− 4 3 3 a − PBPB t1 t1 a1 − = = ⇒ 1 3 = = 1 1 = = SQSQ t2 t2a2 a −2a− a2 a −24− 4 2 2 3 a3 2 2 a1 − a3 3 a1 − 4 3 =⇒ = a2 − a3 2 a2 − 4 2 ⇒ 2a1 – 8 = 3a2 – 12 ⇒ 2a1 – 3a2 = – 4 ∴ 2a1 – 3a2 = – 4 …………………………………..(Persamaan-1) ♦ Minta siswa mengingat kembali apa yang dimaksud dua bangun dikatakan sebangun dan mencermati bahwa trapesium ABCD dan trapesium STCD adalah sebangun.…(Persamaan-2) Dengan demikian. Dari hasil pengamatan tersebut. ♦ Arahkan siswa melakukan matematisasi dan manipulasi aljabar untuk mendapatkan model matematika berupa persamaan linear. ( a1 + a3 ) t1 = 7 ( a2 + a3 ) t2 4 ( at +=a3 7 3 ( a1 + 4 ) 7 ( a1 + 4 ) 3 ) t1 a3 = 4m dan t1 : 1 : 2 =⇒ = 2 ( a2 + a3 ) t 2 4 2 ( a2 + 4 ) 4 ( a2 + 4 ) + a3 ) t1 7 3 ( a1 + 4 ) ( a1 7 7 ( a1 + 4 ) = =⇒ = ( a2 + a3 ) t 2 4 2 ( a2 + 4 ) 4 ( a2 + 4 ) 6 L1 : L2 = 7 : 4 ⇒ = 7 6 ⇒ 6a1 + 24 = 7a2 + 28 ⇒ 6a1 – 7a2 = 4 ∴ 6a1 – 7a2 = 4 ………………………………………. kita telah memperoleh dua persamaan linear dengan variabel a1 dan a2 yang saling terkait. siswa diharapkan melakukan matematisasi dan menemukan persamaan linear dengan variabel a1 dan a2 dengan melakukan hal berikut.Karena perbandingan banyak ijuk yang digunakan menutupi penampang atap bagian bawah dengan banyaknya ijuk yang digunakan menutupi atap bagian tengah adalah 7 : 4.

♦ Menyuruh siswa menemukan sistem persamaan linear pada langkah pemecahan masalah-1.....8)}. Diharapkan siswa menemukan 2 sistem persamaan linear berikut. substitusi............... 82 Buku Guru Kelas X ....................... Kemudian menyuruh siswa menentukan nilai a1 dan a2....... Dengan demikian diperoleh panjang alas penampang atap bagian bawah a1 = 10m dan panjang alas penampang atap bagian tengah a2 = 8m........... Sebagai alternatif pilihan siswa adalah metode subtitusi....(Persamaan-1) 6a1 − 7 a2 = 4...(Persa ♦ Minta siswa mengingat kembali berbagai metode (eliminasi....(Persamaan-3) 6 6 Subtitusikan persamaan-3 ke persamaan-2. eliminasi dan substitusi.. diperoleh a1 = 4 7 ⇒ 2  a2 +  − 3a2 = −4 6 6 4 −32 4 7 4 14 8 18 24 ⇒ a2 = − a2 + − a2 = − − a2 2  a2 +  − 3 4 2 + 6 6 6 6 6 6 6 6 6 −32 14 14 8 8 18 18 24 24 4 4 −32 = == −4 −4 a2a+ == − −⇒ − − a2a a2 2 + − − a2 2 66 66 66 66 66 66 ⇒ a2 = 8 a2 = 8 ⇒ a1 = 7 4 a2 + ⇒ 2a1– 3a2 = –4 6 6 ⇒ a1 = 10 7 4 56 4 60 a2 + = + = 6 6 6 6 6 Himpunan penyelesaian persamaan linear 6a1 – 7a2 = 4 dan 2a1 – 3a2 = – 4 adalah {(10..................... berdasarkan pengetahuan yang telah dimiliki sebelumnya di SMP..  amaan-2)  2a1 − 3a2 = −4........ Dari Persamaan-1 diperoleh 7 4 6a1 – 7a2 = 4 ⇒ a1 = a2 + …………………….. serta metode grafik biarkan siswa yang menentukan cara apa yang mereka gunakan) untuk menentukan himpunan penyelesaian dua buah persamaan linear .... Diharapkan siswa memilih salah satu metode dan menggunakannya.............. dan 2.........................

......2.......................... Masih ingatkah kamu contoh sistem persamaan linear dua variabel ketika belajar di SMP.............. – Merupakan sistem persamaan linear .................................................... – Memuat persamaan dengan dua variabel........................ Diharapkan siswa mendapatkan dua sistem persamaan linear dua variabel berikut • • Dari pemecahan masalah-1 diperoleh sistem persamaan linear .. Dengan demikian diperoleh panjang alas penampang atap bagian bawah a1 = 10m dan panjang alas penampang atap bagian tengah a2 = 8m............................................ Diharapkan siswa menuliskan ciri-ciri berikut.. Dari hasil diskusi siswa secara klasikal ditetapkan..............................................8)}....(Persamaan-1) 6a1 − 7 a2 = 4.....................................  rsamaan-2) 4 x + 2 y = 7...........................2...(Persamaan-1)  x + y = 2.............1 dan 3....................(Persamaan-1)  x + y = 2............ suruh siswa menuliskan pengertian sistem persamaan linear dua variabel dengan kata-katanya sendiri dan hasilnya diskusikan secara klasikal..............(Persamaan-1) 6a1 − 7 a2 = 4....................(Persa ♦ Minta siswa mengingat kembali pengertian sistem persamaan linear dua variabel yang telah dipelajari di SMP dan mencermati kembali Persamaan-1 dan 2 pada langkah pemecahan Masalah 3.....................  amaan-2) 2a1 − 3a2 = −4.................(Per Dari pemecahan masalah-2 diperoleh sistem persamaan linear ...2.........1 dan Masalah-3............................................. Matematika 83 .......(Per Dari pemecahan masalah-2 diperoleh sistem persamaan linear ............ Kemudian suruh siswa menemukan sistem persamaan linear dua variabel pada langkah pemecahan Masalah 3... Ciri-ciri sistem persamaan linear dua variabel..........  rsamaan-2) 4 x + 2 y = 7.....................................(Persa ♦ Guru meminta siswa menuliskan ciri-ciri sistem persamaan linear dua variabel secara individual dan mendiskusikan hasilnya secara kelompok.............• • Dari pemecahan masalah-1 diperoleh sistem persamaan linear .. Perhatikan kembali setiap langkah penyelesaian Masalah-3................  amaan-2) 2a1 − 3a2 = −4....... Himpunan penyelesaian persamaan linear 6a1 – 7a2 = 4 dan 2a1 – 3a2 = – 4 adalah {(10......1 dan 3......... Berdasarkan ciri-ciri sistem persamaan linear di atas.

........ b2 : koefisien variabel y c1............. c2 : konstanta persamaan ♦ Untuk lebih memahami definisi di atas....  samaan-2) a2 x + b2 y = c2 ....... dan c2 bilangan real.1 Diberikan dua persamaan 84 1 1 + = 4 dan 2x + 3y = 2.............. Sistem persamaan linear dua variabel merupakan sistem persaman linear . Kedua persamaan ini tidak x y Buku Guru Kelas X ....... b2.... Definisi 3..1 Sistem persamaan linear adalah himpunan beberapa persamaan linear yang saling terkait...... Berikut ini...(Pers dengan a1.. a2 : koefisien variabel x b1.. didefinisikan sistem persamaan linear dua variabel.. x..... ajukan contoh dan bukan contoh yang ada pada buku siswa........2 Sistem persamaan linear dua variabel (SPLDV) adalah suatu sistem persamaan linear dengan dua variabel..... a2 dan b2 tidak keduanya 0.. b1...... apakah sistem persamaan yang diberikan termasuk contoh atau bukan contoh sistem persamaan linear dua variabel dan cermati pemahaman siswa melalui alasan-alasan yang diberikan. a1 dan b1 tidak keduanya 0. dengan koefisien-koefisien persamaan adalah bilangan real... Definisi 3..(Persamaan-1) a1 x + b1 y = c1 ...... Bentuk umum sistem persamaan linear dengan dua variabel x dan y adalah ............... ♦ Temukan ciri-ciri sistem persamaan linear tersebut dan diskusikan dengan temanmu secara klasikal. Contoh 3.. Minta siswa memberikan alasan.... y : variabel a1. ♦ Tuliskan secara individu definisi sistem persamaan linear dua variabel berdasarkan ciri-ciri yang ditemukan..♦ Coba temukan contoh sistem persamaan linear dari setiap permasalahan yang merupakan sistem persamaan linear dua variabel.... Kemudian diskusikan hasilnya dengan temanmu secara klasikal................. a2..... c1.

maka akan ditun14n + 3 jukkan adanya bilangan bulat s dan t sehingga (21n + 4)s + (14n + 3)t = 1.. 21n + 4 tidak dapat disederhanakan.. (21n + 4)s + (14n + 3)t = 1 ⇒ 21ns + 14nt + 4s + 3t = 1 ⇒ 7n (3s + 2t) + (4s + 3t) = 1 Agar persamaan 7n (3s + 2t) + (4s + 3t) = 1 dipenuhi untuk setiap n.. 14n + 3 ♦ Minta siswa mencoba sendiri untuk membuktikan masalah di atas.. Pers-1 4s + 3t = 1 . pecahan 21n + 4 tidak dapat disederhanakan..1 1 membentuk sistem persamaan linear dua variabel sebab persamaan + = 4 bukan x y 1 1 persamaan linear. maka FPB dari (21n + 4) dan (14n +3 14n + 3 Karena FPB dari (21n + 4) dan (14n +3) adalah 1 maka ada bilangan bulat s dan t sedemikian hingga (21n + 4)s + (14n + 3)t = 1. 21n + 4 tidak dapat disederhanakan.... Masalah-3. Contoh 3. Jika persamaan + = 4 diselesaikan diperoleh persamaan x + y x y = 4xy tidak linear. Kedua persamaan linear tersebut membentuk sistem persamaan linear dua variabel sebab kedua persamaan linear tersebut dapat dinyatakan dalam bentuk x + 0y = 3 dan 0x + y = –2 dan pemaknaan setiap variabel pada kedua persamaan adalah sama.. Untuk lebih mendalami sistem persamaan linear di atas cermatilah masalah berikut...2 Diberikan dua persamaan x = 3 dan y = –2.. Untuk membuktikan pecahan Bukti: Pecahan adalah 1. Matematika 85 . Pers-2 Dari Persamaan 1 dan 2 diperoleh s = –2 dan t = 3.3 Buktikan bahwa untuk setiap n........ maka 3s + 2t = 0 ..

yaitu.Selanjutnya perhatikan kedua sistem persamaan linear dua variabel berikut. 1. Sistem tersebut hanya mempunyai penyelesaian trivial. 2. Apabila sebuah SPLDV mempunyai penyelesaian tidak semuanya nol dikatakan memiliki penyelesaian yang tak trivial. Sistem persamaan linear ini memiliki lebih dari satu penyelesaian. –2). Kedua sistem persamaan linear di atas adalah sistem persamaan linear yang homogen. (3. Sehingga diperoleh x + (σ – 3) (–σ + 3) x = 0 ⇒ x + (–σ2 + 6σ – 9) x = 0 ⇒ x = (σ2 – 6σ + 9) x 86 Buku Guru Kelas X . Di samping itu. kedua persamaan memiliki suku konstan adalah nol dan grafik kedua persamaan berimpit. (–3. Sistem tersebut mempunyai tak terhingga banyak penyelesaian tak trivial selain penyelesaian trivial.3 Untuk nilai σ apakah sistem persamaan (σ − 3) x + y = 0   x + (σ − 3) y = 0  mempunyai penyelesaian yang tak trivial? Penyelesaian (σ – 3) x + y = 0 ⇔ y = – (σ – 3) x. Untuk mendalami pemahaman kamu. mari cermati contoh berikut. Kita subtitusikan persamaan y = – (σ – 3) x ke persamaan x + (σ – 3) y = 0.3 Sistem persamaan linear homogen merupakan sistem persamaan linear dengan suku konstan sama dengan nol dan memenuhi salah satu dari dua hal berikut: 1. Apabila sebuah SPLDV hanya memiliki penyelesaian x = 0 dan y = 0 disebut penyelesaian trivial. misalnya. Definisi 3. 2.0). Contoh 3. Diberikan 2x + 3y = 0 dan 4x + 6y = 0. untuk x = 0. Sistem persamaan linear ini memiliki suku konstan adalah nol dan mempunyai penyelesaian tunggal. 2) dan termasuk (0. Diberikan 3x + 5y = 0 dan 2x + 7y = 0. y = 0.

3. pastilah σ = 4 atau σ = 2. Uji Kompetensi 3. maka x ≠ 0. Berapa kecepatan perahu dan kecepatan aliran air sungai? Matematika 87 .1 1. xy + 5z = 4. Sebuah perahu yang bergerak searah arus sungai dapat menempuh jarak 46km dalam 2 jam. b. SOAL TANTANGAN 4. Sehingga diperoleh (σ2 – 6σ + 9) = 1 ⇒ σ2 – 6σ + 8 = 0 • Ingat makna a × b = 0 ⇒ (σ – 4)(σ – 2) = 0 ⇒ σ = 4 atau σ = 2 Agar sistem persamaan (σ – 3) x + y = 0 dan x + (σ – 3) y = 0 mempunyai penyelesaian yang tak trivial. Satu jenis berbentuk persegi yang di dalamnya terdapat gambar seekor kerbau dan empat ekor burung. Apakah benar sistem tersebut memiliki penyelesaian yang tak trivial. Keseluruhan kartu dapat dipilah menjadi dua bagian menurut bentuknya. x – 3 = 0 dan y – 5 = 1. atau memiliki tepat satu penyelesaian atau memiliki tak berhingga penyelesaian! Berapa banyak kartu persegi dan segitiga yang harus diambil dari tumpukan kartu agar jumlah gambar kerbau 33 dan jumlah gambar burung 100. y ∈ R dan 2x – 3z = 3. Jelaskan mengapa penyelesaian sebuah sistem persamaan linear (SPL) adalah salah satu dari tiga kemungkinan berikut: tidak punya penyelesaian. Jika perahu tersebut bergerak berlawanan dengan arah arus sungai dapat menempuh jarak 51km dalam 3 jam. Lihat gambar berikut! 2. Angga anak Pak Purwoko memiliki setumpuk kartu. Apakah persamaan-persamaan di bawah ini membentuk sistem persamaan linear dua variabel? Berikan alasan atas jawabanmu! a.Agar mempunyai penyelesaian tak trivial. Satu jenis lagi berbentuk segitiga yang di dalamnya terdapat gambar seekor kerbau dan dua ekor burung. ♦ Coba uji nilai σ = 4 atau σ = 2 ke dalam persamaan.

Menemukan Konsep Sistem Persamaan linear Tiga Variabel Konsep persamaan linear dan sistem persamaan linear dua variabel sudah kamu temukan dari masalah yang bersumber dari fakta dan lingkungan budayamu. Kemudian SPLDV yang kamu peroleh diinterpretasikan hasilnya. ia dibantu dua anaknya. Nenek moyang kita memiliki keahlian seni ukir (seni pahat). Dengan cara yang analog kita akan menemukan konsep sistem persamaan linear tiga variabel melalui penyelesaian masalah-masalah nyata. Mereka dapat membuat berbagai jenis patung. Pak Wayan memiliki keterampilan memahat patung yang diwarisi dari Kakeknya. Sekarang cermati beberapa masalah yang diajukan. Perbedaan sistem persamaan linear dua variabel dengan sistem persamaan linear tiga variabel terletak pada banyak variabel yang akan ditentukan nilainya. ornamen-ornamen yang memiliki nilai estetika yang cukup tinggi. 2. yaitu Gede dan Putu yang sedang duduk di bangku sekolah SMK Jurusan Teknik Bangunan. Dalam melakukan pekerjaannya. Gambar 3.Projek Cari sebuah SPLDV yang menyatakan pemodelan nyata yang kamu jumpai di lingkungan sekitarmu. Uraikan deskripsi pemodelan tersebut dan langkahlangkah yang kamu ambil untuk dapat menyatakan pemodelan tersebut dalam SPLDV.4 Ukiran patung dan ornamen 88 Buku Guru Kelas X . Buat dalam bentuk laporan dan paparkan di depan kelas.

dan Gede dengan waktu 1 1 1 1 1 1 1 x. Pak Wayan dan Putu dapat menyelesaikan keempat jenis ukiran di atas dalam waktu 7 bulan. masing-masing bagian pekerjaan. Berapa lama waktu yang digunakan Pak Wayan. Karena Putu dan Gede bekerja setelah pulang sekolah. jika mereka bekerja sendiri-sendiri. Putu. dan menggali informasi yang terkandung dalam masalah. Waktu yang dibutuhkan membuat patung dan ornamen: Pak Wayan dan Putu adalah 7 bulan Pak Wayan dan Gede adalah 6 bulan Putu dan Gede adalah 8 bulan Ditanya: a. 1⇒ . Alternatif Penyelesaian Diketahui: Pesanan pembuatan ukiran patung dan ornamen rumah dengan batas waktu 5 bulan. Jika Pak Wayan bekerja bersama Gede. dan x zx y y z 2 8 Matematika 89 . dan Gede. Dapatkah waktu pesanan dipenuhi? ♦ Bantu siswa melakukan kegiatan matematisasi (kegiatan mengkoordinasi pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki untuk menemukan aturan-aturan. Misalkan: Waktu yang dibutuhkan (bulan) Pak Wayan adalah x Waktu yang dibutuhkan (bulan) Putu adalah y Waktu yang dibutuhkan (bulan) Gede adalah z Berarti pekerjaan yang dapat diselesaikan Pak Wayan. mereka dapat menyelesaikan pesanan dalam waktu 6 bulan. dan z.4 Suatu ketika Pak Wayan mendapat pesanan membuat 3 ukiran patung dan 1 ornamen rumah dari seorang turis asal Belanda dengan batas waktu pembuatan diberikan selama 5 bulan. b. mereka berdua membutuhkan waktu 8 bulan untuk menyelesaikan pesanan ukiran tersebut. sesuai batas waktu yang diberikan? ♦ Arahkan siswa memahami masalah.Masalah-3. Dapatkah pesanan ukiran diselesaikan. hubungan-hubungan dan struktur-struktur yang belum diketahui). Putu. Diharapkan siswa melakukan hal berikut. 8 +8 = + = . y.

= = x zx x z zy z y y8 z z 8 8 • Tentukan nilai p. 1 1 1 1 1 11 1 1 Misalkan: p = . Karena Wayan dan Putu membutuhkan 7 bulan x y menyelesaikan pekerjaan. dan c x y x zy z x y z diperoleh tiga persamaan linear yang saling terkait. 2. maka hal ini dapat dimaknai 1 1 1 1 1 8 + 8 = 1 ⇒ + = ……………………………. maka hal ini dapat dimaknai 1 1 1 1 1 6 + 6 = 1 ⇒ + = ……………………………. x y x z y zx y z 1 1 1 1 1 11 1 1 Mensubtitusikan pemisalan p = . q = . dan 3 di atas! 1 11 1 1 11 1 1 11 1 1 1 1 • Miasalkan p8 =8 . (Persamaan-1) 7 6 8 90 Buku Guru Kelas X . dan c di atas. Karena Wayan dan Gede membutuhkan 6 bulan x z menyelesaikan pekerjaan.+ q8 = = dan = 8 + 8= 1 + ⇒ 8 =. (Persamaan-3) y z y z 8 • Temukan tiga persamaan linear yang saling terkait dari persamaan-1.♦ Bila Pak Wayan dan Putu bekerja bersama dalam satu bulan dapat menyelesaikan 1 1  +  bagian pekerjaan. Karena Putu dan Gede membutuhkan 8 bulan  y z menyelesaikan pekerjaan. Diharapkan siswa melakukan kegiatan berikut. dan r dengan memilih salah satu metode yang telah dipelajari sebelumnya! Sebagai alternatif pilihan adalah metode campuran eliminasi dan subtitusi. dan r = ke dalam persamaan-a. maka hal ini dapat dimaknai 1 1 1 1 1 7 + 7 = 1 ⇒ + = ……………………………. b. q. b. (Persamaan-1) x y x y 7 ♦ Bila Pak Wayan dan Gede bekerja bersama dalam satu bulan dapat menyelesaikan 1 1  +  bagian pekerjaan. (Persamaan-2) x z x z 6 ♦ Bila Putu dan Gede bekerja bersama dalam satu bulan dapat menyelesaikan 1 1  +  bagian pekerjaan. q = . yaitu 1 1 1 p + q = ⇒ 7p + 7q = 1 ………………………………. ♦ Arahkan siswa menemukan tiga buah persamaan linear yang saling terkait dari persamaan a. dan r = .1 + 1 ⇒ ⇒=r + + .

(Persamaan-2) 8 ⇒ 8q + 8r = 1 ………………………………. Dengan menerapkan metode eliminasi pada persamaan-a dan b diperoleh: 7p + 7q = 1 × 6 42p + 42q = 6 6p + 6r = 1 × 7 42p + 42r = 7 – 42q – 42r = –1 ∴ 42q – 42r = –1 …………………………………………….1 1 p+r= 7 6 1 1 1 q+r= 7 6 8 1 ⇒ 6p + 6r = 1 ………………………………. (Persamaan-3) ♦ Minta siswa menentukan nilai p. 76 y 672 34 672 1 50 r = dan r = ⇒z= = 13. (Persamaan-1) Dengan menerapkan metode eliminasi pada persamaan-c dan 1 diperoleh 8q + 8r = 1 × 42 336q + 336r = 42 42q – 42r = –1 × 8 336q – 336r = –8 – Dari 672 r = 50 diperoleh r = r= 672r = 50 50 34 62 672 672 672 50 34 62 50 34 62 disubtitusikan ke persamaan 8q + 8r = 1 diperoleh q = 672 672 672 672 672 672 50 34 62 50 34 62 q= disubtitusikan ke persamaan 7p + 7q = 1 diperoleh p = 672 672 672 672 672 672 Sebelumnya telah kita misalkan 1 62 672 p = dan p = ⇒x= = 10. Sebagai alternatif pilihan siswa adalah metode campuran eliminasi dan subtitusi.. 44 z 672 50 Matematika 91 . 8 x 672 62 1 34 672 q = dan q = ⇒y= = 19. q dan r dengan memilih salah satu metode yang telah dipelajari sebelumnya.

Selanjutnya bantu siswa mengevaluasi apakah pesanan dapat dipenuhi dengan batas waktu yang ditentukan. dan para pedagang dapat dicermati lebih jauh.76 bulan. melakukan abstraksi. karyawan. dan z berturut-turut menyatakan waktu yang dibutuhkan Pak Wayan.84 bulan. jika Pak Wayan dan kedua anaknya bekerja secara bersama-sama. Jika bekerja secara individual. idealisasi. Jadi. Permasalahannya terkait pemakaian pupuk yang harganya cukup mahal.6 bulan Karena waktu yang diberikan turis adalah 5 bulan. maka Pak Wayan dapat menyelesaikan sendiri pesanan dalam waktu 10. waktu yang diperlukan Pak Wayan dan kedua anaknya untuk menyelesaikan 1 set pesanan ukiran patung dan ornamen. y. maka ternyata pekerjaan (pesanan) tersebut dapat diterima dan dipenuhi. 92 Buku Guru Kelas X .♦ Ingatkan kembali siswa pada pengetahuan sebelumnya bahwa waktu yang dibutuhkan menyelesaikan pekerjaan adalah hasil bagi jarak (satu unit pesanan) yang ditempuh dengan kecepatan (keahlian dalam bekerja). karet. kita temukan konsep dan aturan-aturan Matematika secara formal. Putu dapat menyelesaikan sendiri pesanan dalam waktu 19. dan I Gede dapat menyelesaikan sendiri pesanan dalam waktu 13. pemodelan masalah secara Matematika. matematisasi. Diharapkan siswa melakukan kegiatan berikut Karena x. Keterkaitan dan kebergunaan Matematika (khususnya materi sistem persamaan linear ) untuk menyelesaikan masalah yang dialami para petani. karyawan perkebunan sawit. dan generalisasi). Putu dan Gede menyelesaikan 1 set pesanan ukiran. Sekarang mari kita angkat sebuah permasalahan yang dihadapi para petani padi di Kecamatan Porsea di Kabupaten Toba Samosir. Ketika kita menyelesaikan masalah-masalah tersebut menggunakan kerja matematika (coba-gagal. Cermati masalah petani di daerah Toba berikut ini! Mata pencaharian rakyat di Daerah Tapanuli pada umumnya adalah sebagai petani padi dan palawija.44 bulan. dan sebagai pedagang (khususnya yang tinggal di daerah wisata Danau Toba). jika mereka bekerja secara bersama-sama adalah 1 t = 34 50   62 + +   672 672   672 = 672 146 t = 4. dan coklat.

– Pemakaian pupuk Urea 2 kali lebih banyak dari pupuk SS.. Pemakaian pupuk Urea 2 kali banyaknya dari pupuk SS.. Terdapat tiga jenis pupuk (Urea.00.00. Harga per karung setiap jenis pupuk adalah Rp75. Matematika 93 .000 ….000. Ditanya: Berapa karung untuk tiap-tiap jenis pupuk yang harus dibeli Pak Panjaitan? ♦ Bantu siswa melakukan kegiatan matematisasi (kegiatan mengkoordinasi pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki untuk menemukan aturan-aturan.000.00. (Persamaan-2) 750x + 120.000.000.00..000... Sebagai alternatif pilihan siswa adalah metode eliminasi dan subtitusi.…. Berapa karung untuk setiap jenis pupuk yang harus dibeli Pak Panjaitan.. Misalkan: x adalah banyak pupuk Urea yang dibutuhkan (karung) y adalah banyak pupuk SS yang dibutuhkan (karung) z adalah banyak pupuk TSP yang dibutuhkan (karung) Berdasarkan informasi di atas diperoleh hubungan-hubungan sebagai berikut.000z = 4.000..00.020... (Persamaan-1) x = 2y ……………………………………………….. Banyak pupuk yang dibutuhkan Pak Panjaitan sebanyak 40 karung. Diharapkan siswa melakukan kegiatan berikut. Alternatif Penyelesaian Diketahui: – Tiga jenis pupuk: Urea. SS..000. – Banyak pupuk yang dibutuhkan 40 karung.020.. hubungan-hubungan dan struktur-struktu yang belum diketahui).. – Dana yang tersedia Rp4.000y + 150... TSP..000. Sementara dana yang disediakan Pak Panjaitan untuk membeli pupuk adalah Rp4. Gambar 3. SS.020.……………………………………….5 Pak Panjaitan memiliki dua hektar sawah yang ditanami padi dan sudah saatnya diberi pupuk.Masalah-3. TSP} yang harus digunakan agar hasil panen padi lebih maksimal.5: Pematang sawah Pak Panjaitan dan Rp150.00.. (Persamaan-3) ♦ Minta siswa menentukan nilai x... y dan z dengan memilih salah satu metode yang telah dipelajari sebelumnya...00. Diharapkan siswa melakukan hal berikut. Rp120. Rp120. x + y + z = 40 .... Harga per karung untuk setiap jenis pupuk Rp75. dan Rp150.00.

.…… (Persamaan-5) Untuk menentukan nilai y atau z...............020 Sederhanakan persamaan sehingga diperoleh ∴ 27y + 15z = 402 …………………………......... Dengan demikian nilai x = 22........... sehingga diperoleh x = 2y dan x + y + z = 40 ⇒ 2y + y + z = 40 ∴ 3y + z = 40 ………………………………………...... y = 11.....5...  ersamaan-2) 6 p + 6r = 1......... diperoleh z = 7.....................000.• Subtitusikan Persamaan-2 ke dalam Persamaan-1....................................... ♦ Minta siswa mengingat kembali pengertian sistem persamaan linear dua variabel yang telah dipelajari sebelumnya dan mencermati kembali Persamaan-1.  .......... (Persamaan-4) • Subtitusikan Persamaan-2 ke dalam Persamaan-3..................... 3y + z = 40 × 15 45y + 15z = 600 27y + 15z = 402 × 1 27y + 15z = 402 – 18y = 198 18y = 198 ⇒ y = 11 y = 11 dan x = 2y ⇒ x = 22 Dengan subtitusikan x = 22 dan y = 11 ke persamaan x + y + z = 40........ (Persamaan-3)  Dari penyelesaian Masalah 3............................020.......... ....5......000 x + 120.............. dan 7 sak pupuk TSP.............. terapkan metode eliminasi terhadap Persamaan-4 dan Persamaan-5.................... dan z = 7........... (Persamaan-2)  x = 2 y..4 dan 3.............020 ⇒ 270y + 150z = 4....000 z = 4........020 ⇒ 150y + 120y + 150z = 4.... (Persamaan-1) 7 p + 7 q = 1.......5 diperoleh sistem persamaan linier .... Kemudian suruh siswa menemukan sistem persamaan linear tiga variabel pada langkah pemecahan Masalah 3..000 y + 150.....4 diperoleh sistem persamaan linear ................ Diharapkan siswa mendapatkan sistem persamaan linear tiga variabel berikut...... Dapat diinterpretasikan bahwa banyak pupuk yang harus dibeli Pak Panjaitan dengan uang yang tersedia adalah 22 sak pupuk Urea.......4 dan 3... 2 dan 3 pada langkah pemecahan Masalah 3... • Dari penyelesaian Masalah 3................................. sehingga diperoleh x = 2y dan 75x + 120y + 150z = 4. 11 sak pupuk SS..... 75............. (Persamaan-1)  x + y + z = 40.............. (Persamaan-3)  94 Buku Guru Kelas X • .... (Pe 8q + 8r = 1.......

. Diharapkan siswa menuliskan ciri-ciri berikut.. pahami contoh dan bukan contoh berikut ini... b2. dan z adalah .... (Persamaan-1) a1 x + b1 y + c1 z = d1 .. a2.. Ciri-ciri sistem persamaan linear tiga variabel.... x. c1.. (Persamaan-3) 3 3 3  3 dengan a1..... (Persamaan-2) a2 x + b2 y + c3 z = d 2 ......... b3................... suruh siswa menuliskan pengertian sistem persamaan linear tiga variabel dengan katakatanya sendiri dan hasilnya diskusikan secara klasikal.3 Diberikan tiga persamaan 1 1 1 + + = 2 .................. d2...... b2. dan a3.......... d1. apakah sistem persamaan yang diberikan termasuk contoh atau bukan contoh sistem persamaan linear dua variabel atau tiga variabel? Contoh 3.... Dari hasil diskusi siswa secara klasikal ditetapkan. Definisi 3.. Berikan alasan. a2....  ... z : variabel a1........... z2. dan d3 bilangan real. d2.. dan c2 tidak ketiganya 0......4 Sistem persamaan linear tiga variabel adalah suatu sistem persamaan linear dengan tiga variabel............... a1...... y......... dan p + 3q = 3........... dan c1 tidak ketiganya 0. b1..♦ Suruh siswa menuliskan ciri-ciri sistem persamaan linear tiga variabel secara individual dan mendiskusikan hasilnya dengan teman secara klasikal.... Notasi: Bentuk umum sistem persamaan linear dengan tiga variabel x... a x + b y + c z = d .. b3 : koefisien variabel y z1.. – Merupakan sistem persamaan linear – Memuat tiga persamaan linear dengan tiga variabel • Berdasarkan ciri-ciri sistem persamaan linear tiga variabel di atas.......... c2.............. c3.. a2..... d3 : konstanta persamaan ♦ Untuk lebih memahami definisi di atas.... y....... a3........ 2p + 3q – r = 6. z3 : koefisien variabel z d1...... a3 : koefisien variabel x b1.. x y z Matematika 95 . b1.. dan c3 tidak ketiganya 0...... b3. b2.

0). maka SPLTV itu disebut memiliki penyelesaian trivial (x = y = z = 0). (–3. Bila salah satu konstantanya tidak nol. Diberikan SPLTV 3x + 5y + z = 0. yaitu memiliki penyelesaian yang trivial atau memiliki banyak penyelesaian nontrivial selain satu penyelesaian trivial.0. z) = (0.0). maka SPLTV tersebut tidak homogen. Ketiga persamaan linear tersebut membentuk sistem persamaan linear tiga variabel sebab ketiga persamaan linear tersebut dapat dinyatakan dalam bentuk x + 0 y + 0 z = −2   0x + y + 0z = 5  2x − 3y − z = 8   dan variabel-variabelnya saling terkait.0). maka SPLTV itu disebut memiliki penyelesaian yang tak trivial.Ketiga persamaan ini tidak membentuk sistem persamaan linear tiga variabel sebab 1 1 1 1 1 1 + = 2 bukan persamaan linier. Sistem persamaan linear ini memiliki lebih dari satu penyelesaian. 2x + 7y + z = 0. Jika persamaan + + = 2 persamaan + x y z x y z diselesaikan diperoleh persamaan z(x + y) + xy = 2xyz yang tidak linier. Sistem persamaan linear ini memiliki suku konstan nol dan mempunyai penyelesaian tunggal. Selanjutnya perhatikan beberapa sistem persamaan linear tiga variabel (SPLTV) berikut. Minta siswa mencoba menuliskan definisi SPLTV yang homogen dan berikan contohnya. misalnya. 2. 1. Apabila suatu SPLTV memiliki himpunan penyelesaian (x. y = 5. 2. 96 Buku Guru Kelas X . (3. Diberikan SPLTV 2x + 3y + 5z = 0 dan 4x + 6y + 10z = 0. selain contoh di atas. dan x – 2y + z = 0. Apabila penyelesaian suatu SPLTV tidak semuanya nol. SPLTV yang homogen memiliki dua kemungkinan. y. 0.–2. yaitu untuk x = y = z = 0.0) dan termasuk (0. Selain itu.4 Diberikan dua persamaan x = –2. dan 2x – 3y – z = 8. Sebuah SPLTV dengan semua konstanta sama dengan nol disebut SPLTV homogen. Alasan kedua adalah variabel-variabelnya tidak saling terkait. Contoh 3. kedua persamaan memiliki suku konstan nol dan grafik kedua persamaan adalah berimpit.

y = 1. Jika penyelesaian dan tak berhingga panjang kepala ikan adalah 5 cm. 2x + 5y – 2z = 7. Dapatkah kamu membentuk jumlah yang sama! sistem persamaan linear dari 5. 2x – 4y + 3z =3 b. banyak penyelesaian? berapa panjang keseluruhan ikan 6. 3. Apakah termasuk sistem kosong pada “bintang ajaib” dengan persamaan linear tiga variabel? sebuah bilangan sehingga bilanganBerikan alasan! bilangan pada satu garis memiliki b.Uji Kompetensi 3. di bawah ini membentuk sistem persamaan linear tiga variabel? Berikan alasan atas jawabanmu! a. Seekor ikan mas memiliki ekor x+y+z=4 yang panjangnya sama dengan z=2 panjang kepalanya ditambah (t2 – 4)z = t – 2 seperlima panjang tubuhnya. Diberikan sistem persamaan linear ketiga persamaan tersebut? berikut. x – 2y + 3z = 0. satu dari panjang keseluruhan ikan. dan + + + = =7 + + 9. Temukan bilangan-bilangan positif tersebut? yang memenuhi persamaan x + y + z = 9 dan x + 5y + 10z = 44! Matematika 97 . + 7 x y y zz x y y zz 3 x y y zz “bintang ajaib” dengan sebuah x x 3 x bilangan sehingga bilangan-bilangan 1 3 1 7 3 1 1 = 9 + + = + + =7 pada satu garis memiliki jumlah x y z 3 x y z yang sama! Isilah lingkaran a.2 1. dan x + 5z =8 2. Berapakah nilai t agar sistem tersebut Panjang tubuhnya empat perlima tidak memiliki penyelesaian. Diberikan tiga buah persamaan 1 1 1 1 3 3 1 1 3 3 1 1 7 7 3 3 1 1 1 1 Isilah lingkaran kosong pada + + + = =9 + + + = = . Apakah persamaan-persamaan 4.

Campuran beras pertama terdiri dari 1 kg jenis A.00. 98 Buku Guru Kelas X . mencampur tiga jenis beras. Kemudian selesaikan SPLTV yang diperoleh dan interpretasikan hasilnya. 2 kg jenis B.000.00.7. Harga beras jenis mana yang paling mahal? Projek Cari sebuah SPLTV yang menyatakan permasalahan nyata yang kamu temui di lingkungan sekitarmu. Uraikan permasalahan tersebut dan langkah-langkah yang kamu lakukan untuk menyatakan dalam SPLTV. SOAL TANTANGAN Seorang penjual beras.500. dan 3 kg jenis C dijual dengan harga Rp19. Buat laporan hasil kerja dan paparkan di depan kelas. Campuran beras kedua terdiri dari 2 kg jenis A dan 3 kg jenis B dijual dengan harga Rp 19. Campuran beras ketiga terdiri dari 1 kg jenis B dan 1 kg jenis C dijual dengan harga Rp 6250.00. Diberikan dua persamaan sebagai berikut: 7 a − 6b − 2c = 9  6a + 7b − 9c = −2 Tentukan nilai dari a2 + b2 – c2! 8.

♦ Menentukan titik-titik potong terhadap sumbu koordinat untuk Persamaan-1 x y x+y=2 0 2 2 0 Diperoleh titik-titik potong kurva x + y = 2 terhadap sumbu koordinat. Matematika 99 . Sebelumnya kamu telah ketahui bahwa grafik persamaan linear dua variabel berupa garis lurus.. yaitu titik (0. ♦ Menyuruh siswa menggambarkan grafik Persamaan-1 dan Persamaan-2 menggunakan pengetahuan yang telah dimiliki sebelumnya pada bidang koordinat.2.…………………………………………….. (Persamaan-1) 4x + 2y = 7 . 1) Metode Grafik Berdasarkan Definisi 3.... 0). Metodemetode tersebut antara lain: metode grafik. Di kelas VIII SMP. Sekarang mari kita ulang kembali mempelajari metode-metode tersebut.1 telah diperoleh sistem persamaan linear dua variabel x + y = 2 . dan waktu yang tersedia.3. Mari kita terapkan langkah-langkah di atas. metode eliminasi. kamu telah mempelajari berbagai metode menentukan himpunan penyelesaian suatu sistem persamaan linear dua variabel (SPLDV)... Penggunaan yang lebih efektif dan efisien dari keempat metode tersebut dalam penyelesaian soal tergantung sistem persamaan linear yang diberikan.. Diharapkan siswa melakukan hal berikut. SPLDV terbentuk dari dua persamaan linear yang saling terkait. Penyelesaian Sistem Persamaan Linear a. (Persamaan-2) Bagaimana menggambar grafik Persamaan-1 dan 2 di atas untuk memperoleh sistem persamaan linear tersebut. Menentukan Himpunan Penyelesaian Sistem Persamaan linear Dua Variabel ♦ Minta siswa mengingat kembali berbagai metode yang digunakan untuk menentukan himpunan penyelesaian sistem persamaan linear dua variabel (SPLDV) yang telah dipelajari di SMP.. situasi masalah.…………………………………………….. metode substitusi. Pada langkah penyelesaian Masalah 3. dan campuran ketiga metode tersebut. 2) dan (2..

yaitu titik ( . kedua garis lurus tersebut 1 1 1 1 1 2 1 3 1 3 1 4 1 1 2 3 3 4 berpotongan pada sebuah titik. 0).   .  2 2   2) Metode Eliminasi Metode eliminasi yang kamu kenal di SMP sudah kita terapkan terhadap SPLDV x + y = 2 dan 4x + 2y = 7 pada langkah penyelesaian Masalah-3. 0) dan dari titik (0. 100 Buku Guru Kelas X . yaitu titik (0. 5 6 2 3 4 3 5 4 6 2 2 3 3 4 3 4 2 3 Sehingga himpunan penyelesaian sistem persamaan linear x + y = 2 dan 4x + 2y = 7  3 1   adalah  .♦ Menentukan titik-titik potong terhadap sumbu koordinat untuk Persamaan-2 4x + 2y = 7 x y 0 7 7 4 2 7 7 4 2 0 Diperoleh titik-titik potong kurva 4x + 2y = 7 terhadap 7 77 7 sumbu koordinat.1.6 Grafik persamaan linear Berdasarkan gambar grafik x + y = 2 dan 4x + 2y = 7. Nilai x dan y dapat ditentukan sebagai berikut. ). 0). 2 42 4 7 7 ♦ Menarik garis lurus dari titik (0. 2) ke titik (2. ) dan ( . ) ke titik 2 4 7 7 ( . 2 4 Gambar 3.

........ a1 x + b1 y = c1 a2 x + b2 y = c2 × a2 × a1 a1 a2 x + a2b1 y = a2c1 a1 a2 x + a1b2 y = a1c2 (a2 c1 − a1c2 ) ......... dan c2 bilangan real......................... a2dan b2 tidak keduanya nol............... a1 dan b1 tidak keduanya nol.  samaan-2) a2 x + b2 y = c2 .   .... Berdasarkan bentuk umum sistem persamaan linear dua variabel........... Langkah-1: Lakukan eliminasi terhadap variabel x dari Persamaan-1 dan 2. bagaimana cara menentukan variabel sistem persamaan linear penyelesaiannya dengan metode eliminasi? ♦ Minta siswa menemukan himpunan penyelesaian SPLDV secara umum berdasarkan konsep dan bentuk umum sistem persamaan linear dua variabel yang telah ditemukan dengan mempedomani langkah penyelesaian metode eliminasi di atas. b1...(Pers dengan a1.....x + y = 2 × 4 4x + 4y = 8 4x + 2y = 7 × 1 4x + 2y = 7 – 1 1 1 1 1 2 3 3 4 2y = 1 ⇒ y = 5 6 2 3 4 3 4 2 3 x + y = 2 × 2 2x + 2y = 4 4x + 2y = 7 × 1 4x + 2y = 7 – 1 1 1 1 1 2 3 3 4 –2x = –3 ⇒ x = 5 6 2 3 4 3 4 2 3  3 1   Diperoleh himpunan penyelesaian kedua persamaan adalah  .... bentuk umum SPLDV x dan y adalah ..................... Berdasarkan Definisi 3.. dan a2 tidak nol....(Persamaan-1) a1 x + b1 y = c1 . c1. hal ini dapat dilakukan jika koefisien a1.........  2 2   Sekarang mari kita pecahkan masalah berikut...2......... a2.. (a2b1 − a1b2 ) 101 – (a2b1 – a1b2) y = a2c1 – a1c2 (a2b1 – a1b2) y = a2c1 – a1c2 ⇒ y = Matematika ....... b2...... Ingat....

( a1b2 .b1c2 ) ( b1c2 .(Persamaan-1) a1 x + b1 y = c1 ..... a2. dan b1 tidak keduanya nol... b2... b1.. c1.... 3) Metode Substitusi Berdasarkan Definisi 3... ........... 2 1 1 2     2 1 1 2 • Menyuruh siswa menunjukkan/menguji kebenaran bahwa pasangan berurutan (b c − b c ) (a2 c1 − a1c2 ) x = 1 2 2 1 dan y = merupakan solusi sistem persamaan (a2b1 − a1b2 ) (a2b1 − a1b2 ) linear dengan mengganti nilai x dan y pada persamaan a1 x + b1 y = c1 dan a2 x + b2 y = c2......... c1. a1 x + b1 y = c1 a2 x + b2 y = c2 × b2 × b1 a1 b2 x + b1b2 y = b2c1 a2 b1 x + b1b2 y = b1c2 – (a1b2 – a2b1) x = b2c1 – b1c2 (a1b2 – a2b1) x = b2c1 – b1c2 ⇒ x = ( b2 c1 .... hal ini dapat dilakukan jikan koefisien b1 dan b2 keduanya tidak nol... a2 dan b2 tidak keduanya nol..... b1.a1 c2 )   Himpunan penyelesaian adalah   (a b .... b2.. (a b .. dan c2 bilangan real...b2 c1 ) ( a2 c1 ......a b ) .....(Pers dengan a1.a b )   . a2........Langkah-2: Lakukan eliminasi terhadap variabel y dari Persamaan-1 dan 2 Ingat... bentuk umum sistem persamaan linear dengan dua variabel x dan y dinotasikan sebagai berikut. dan c2 bilangan real...2..........a1b2 ) Sistem persamaan linear dengan dua peubah x dan y adalah a1 x + b1 y = c1 a2 x + b2 y = c2 dengan a1......    ( b1 c2 ..a 2 b1 ) ( a2 b1 ........b 2 c1 ) = . dan b2 tidak keduanya nol...... a1 dan b1 tidak keduanya nol...............  samaan-2) a2 x + b2 y = c2 .. a2....... 102 Buku Guru Kelas X ..... dan a1..............

(a b − a b )  . ( a2b1 − a1b2 ) Matematika 103 .Dari Persamaan-1 diperoleh c b a1 x + b1 y = c1 dan a1 ≠ 0 ⇒ x = − 1 y + 1 a1 a1 c1 b1 x= − y+ subtitusi ke persamaan a2 x + b2 y = c2 dan diperoleh a1 a1 ⇒ − ⇒ − ⇒ b1 c y + 1 + b2 y = c2 a1 a1 a2b1 a c ab ac y+ 2 1 + 1 2 y= 1 2 a1 a1 a1 a1 (a1b2 − a2b1 ) (a c − a2 c1 ) y= 1 2 a1 a1 ⇒ y= (a c − a c ) c b y = 2 1 1 2 substitusi ke persamaan x = − 1 y + 1 dan diperoleh (a2b1 − a1b2 ) a1 a1 x=− c1a c1 b22b b1 ( a2 c1 − b1a c22c) a1c2 ) c1 b1 ( a1c2 − b1a c) a (1a (2ac (1a)2b1 − (1a )1 − a1b2 ) 1 − 11 2 − 2c a1c2 ) + c1 ⇒ x = ⇒ −a −c x=− b x= b 1 ( a2 c1 + 1 ( a1c2 + 2 c1 ) + c1 ( a2 b1 − a1b2 ) x =− a −− a a a1b2 ) b22b −1a b22b a1 (xa= a b22b a⇒ a )1 − a1b2 ) + a )1 − a1b (2a)2b+ )1 − 1 a 1 2 b1 a 1 (1 1 1 ( a2 b1 a 1 (1 a1(( a2b a a a 1 − a1b2 ) 1 ( a2 b1 − a1b2 ) 1 1 ( a2 b1 − a1b2 ) c)2 − b2 c1 ) c ( b1cx (2b 2 −b 1 1 b ⇒x= ⇒ = ( 1c2 − b2 c1 ) ⇒ x = a1b2 ) b22b ( a2b1 − a ((1a )1 − a2b 1 − a1b2 )    ( b1c2 − b2 c1 ) ( a2 c1 − a1c2 )   Dengan demikian himpunan penyelesaian adalah   (a b − a b ) . 2 1 1 2    2 1 1 2  Sekarang mari kita pecahkan masalah berikut dengan mengikuti langkah metode substitusi di atas. ( a2 c1 − a1c2 ) . Bagaimana menentukan himpunan penyelesaian sistem persamaan linear dua variabel dengan metode substitusi? ♦ Mengarahkan siswa menentukan himpunan penyelesaian sistem persamaan linear dua variabel secara umum berdasarkan konsep dan bentuk umum sistem persamaan linear dua variabel yang telah ditemukan dengan mempedomani langkah penyelesaian metode substitusi di atas.

................. bentuk umum sistem persamaan linear dengan dua variabel x dan y dinotasikan sebagai berikut.. (a b .a11b22 ) 1 c1 ( b1 b1b c2c− a − a1c2 ) c (1a(1a 2 b1 − a1b2 ) 2 c1 2 c1 ) b( a ca (a 1 2 . (Pe dengan a1.2. c1...a1c2 )+ 1 c1 ⇒ x = x ++ =− −a 1 a b x= + x ⇒ = a1b aa a2b1 − a1b2 ) a1 ( ) a1a1 2 b1 − a1b2 ) 1 (( a11( a2 aa ( a22b11 −− 1b2 ) 1 a2 b1 − a1b2 ) 1 ( a2 b1 − a1b2 ) ⇒ ⇒x x= = c ((b -b b22c b c22 − c 11 11)) b ((a -a a11b a b b ) 22 11 − 22) ⇒ y=   ( b1c2 ....................... dan b2 tidak keduanya nol. dan b1 tidak keduanya nol.. (Persamaan-1)  a1 x + b1 y = c1 .a b ) .a1c2 )    Dengan demikian himpunan penyelesaian adalah   (a b ..... b2........ ..... Dari Persamaan-1 diperoleh a1x + b1y = c1 dan a1 ≠ 0 ⇒ x = − x =− c b1 y+ 1 a1 a1 c b1 y + 1 subtitusi ke persamaan a2x + b2y = c2 dan diperoleh a1 a1  b1b1 c1c1  a22 − +y b2= yc= c ++ +b ⇒ a  − yy 2 2 a1 a1 a1  2  a1 ⇒ − ⇒ ac a2b1 a c ac y+ 2 1 + 1 2 y= 2 3 a1 a1 a1 a1 (a1b2 − a2b1 ) (a c − a2 c1 ) y= 1 2 a1 a1 (a2 c1 − a1c2 ) (a2b1 − a1b2 ) a2c c1 − a1c c2 ) (a c b1 -a ( ) substitusi ke b1 +c1 1 dandi yy= ke persamaan persamaanx x= =−− dan diperoleh y = y perolah = ( a2 b1 − a1 b2 ) substitusi a1 aa1 a1 ( a22b11 .......  ersamaan-2) a2 x + b2 y = c2 .....a b )  .....Alternatif Penyelesaian Berdasarkan Definisi 3.............. a2.........................a2 c1 ) 1 ( a2 b1 − a1b2 ) 2 c1 .......... a2.... b1.b2 c1 ) ( a2 c1 .... dan c2 bilangan real..... dan a1..... 1 2  2 1  2 1 1 2   104 Buku Guru Kelas X ..

. b2... (a2b1 − a1b2 ) – (a2b1 – a1b2) y = a2c1 – a1c2 (a2b1 – a1b2) y = a2c1 – a1c2 ⇒ y = Langkah-2: Lakukan substitusi nilai y terhadap salah satu persamaan (a c − a c ) y = 2 1 1 2 substitusi ke dalam Persamaan-1................2... a2 dan b2 tidak keduanya nol... a2.............. bentuk umum SPLDV dengan variabel x dan y adalah ............ Berdasarkan Definisi 3.. (Persamaan-1)  a1 x + b1 y = c1 ........... Langkah-1: Lakukan eliminasi terhadap variabel x a1 x + b1 y = c1 × a2 a1 a2 x + a2b1 y = a2c1 a2 x + b2 y = c2 × a1 a1 a2 x + a1b2 y = a1c2 (a2 c1 − a1c2 ) ...... Diharapkan siswa berkesimpulan hasilnya sama............ dan diperoleh (a2b1 − a1b2 )  ( a2 c1 − a1c2 )   ( a2 c1 − a1c2 )  a1 x + b1   (a b − a b )   = c1 ⇒ a1 x = c1 − b1   (a b − a b )    2 1 1 2   2 1 1 2  105 Matematika .♦ Menyuruh siswa membandingkan penentuan himpunan penyelesaian SPLDV melalui metode eliminasi dan substitusi.....9 Bagaimana menentukan himpunan penyelesaian sistem persamaan linear dua variabel dengan metode campuran eliminasi dan substitusi? ♦ Minta siswa menentukan himpunan penyelesaian SPLDV secara umum berdasarkan konsep dan bentuk umum sistem persamaan linear dua variabel yang telah ditemukan dengan metode campuran eliminasi dan substitusi........ a1 dan b1 tidak keduanya nol.......... b1.......... 4) Metode Eliminasi dan Substitusi Masalah-3...... dan c2 bilangan real... c1.......... (Pe dengan a1........  ersamaan-2)  a2 x + b2 y = c2 ...... a1 x + b1 y = c1....

gambarkan grafiknya dalam sumbu kordinat dan tentukan penyelesaiannya. 106 Buku Guru Kelas X .⇒x= ⇒x= ( a2b1 − a1b2 )  ( a2 c1 − a1c2 )  + b1   (a b − a b )   a1 ( a2b1 − a1b2 )  2 1 1 2  ( b1c2 − b2 c1 ) c1 ( a2b1 − a1b2 ) Dengan demikian himpunan penyelesaian adalah     ( b1c2 − b2 c1 ) ( a2c1 − a1c2 )     . Menentukan Himpunan Penyelesaian Sistem Persamaan linear Tiga Variabel Perbedaan antara sistem persamaan linear dua variabel (SPLDV) dengan sistem persamaan linear tiga variabel (SPLTV) terletak pada banyak persamaan dan variabel yang digunakan. Sehingga penentuan himpunan penyelesaian SPLTV dilakukan dengan cara atau metode yang sama dengan penentuan penyelesaian SPLDV. kecuali dengan metode grafik. Selanjutnya minta siswa memberi contoh SPLDV untuk tiga kasus. dan campuran eliminasi substitusi (kamu coba sendiri) untuk menentukan penyelesaian SPLTV adalah cara determinan. Sekarang kita akan temukan penyelesaian sistem persamaan linear tiga variabel dengan metode Sarrus. Diskusi Minta siswa mendiskusikan kedudukan kedua garis dalam satu sumbu kordinat.   ( a2b1 − a1b2 ) ( a2b1 − a1b2 )     . tentukan berapa kemungkinan penyelesaian suatu SPLDV. Cara lain yang dapat kamu gunakan selain metode eliminasi. menggunakan invers matriks yang akan kamu pelajari di kelas XII. Buat laporan hasil kerja kelompokmu dan sajikan di depan kelas! b. substitusi. Bagaimana menentukan himpunan penyelesaian sistem persamaan linear tiga variabel dengan metode Sarrus? ♦ Menyuruh siswa menentukan himpunan penyelesaian SPLTV secara umum berdasarkan konsep dan bentuk umum sistem persamaan linear dua variabel yang telah ditemukan dengan mempedomani langkah penyelesaian metode eliminasi di atas untuk menemukan metode Sarrus.

. dan c1 tidak ketiganya 0.. Langkah-1: Eliminasi variabel x dari Persamaan-1 dan Persamaan-2 a1x + b1y + c1z = d1 × a2 a1a2x + a2b1y + a2c1z = a2d1 a2x + b2y + c2z = d2 × a1 a1a2x + a1b2y + a1c2z = a1d2 – (a2b1 – a1b2)y + (a2c1 – a1c2)z = a2d1 – a1d2 (a2b1 – a1b2)y + (a2c1 – a1c2)z = a2d1 – a1d2 …......... b1......... a x + b y + c z = d .... b3.. dan d3 bilangan real.Berdasarkan Defenisi 3................(Persamaan-1) a1 x + b1 y + c1 z = d1 .....4............ b1......... c3...... b2....................................(Persamaan-2) a2 x + b2 y + c2 z = d 2 ....…… (Persamaan-4) Langkah-2: Eliminasi variabel x dari Persamaan-1 dan Persamaan-3 a1x + b1y + c1z = d1 × a3 a1a3x + a3b1y + a3c1z = a3d1 a3x + b3y + c3z = d3 × a1 a1a3x + a1b3y + a1c3z = a1d3 – (a3b1 – a1b3)y + (a3c1 – a1c3)z = a3d1 – a1d3 (a3b1 – a1b3)y + (a3c1 – a1c3)z = a3d1 – a1d3 ….……… (Persamaan-5) Langkah-3: Eliminasi variabel y dari Persamaan-4 dan Persamaan-5 (a2b1 – a1b2)y + (a2c1 – a1c2)z = a2d1 – a1d2 × (a3b1 – a1b3) (a3b1 – a1b3)y + (a3c1 – a1c3)z = a3d1 – a1d3 × (a2b1 – a1b2) Dari hasil perkalian koefisien variabel y pada Persamaan-4 terhadap Persamaan-5 dan hasil perkalian koefisien variabel y pada Persamaan-5 terhadap Persamaan-4 maka diperoleh (( a d − a d ) ( a b − a b ) − ( a d − a d ) ( a b − a b )) (( a c − a c ) ( a b − a b ) − ( a c − a c ) ( a b − a b )) (( a a b d − a a b d − a a b d ) − ( a a b d − a a b d − a a b d )) z= (( a a b c − a a b c − a a b c ) − ( a a b c − a a b c − a a b c )) (( a b d − a b d − a b d ) − ( a b d − a b d − a b d )) z= (( a b c − a b c − a b c ) − ( a b c − a b c − a b c )) Matematika ( a b d + a b d + a b d ) − (a b d + a b d + a b d ) ) ( z= ..... c2......... d1.  ... dan z adalah ....... bentuk umum sistem persamaan linear dengan tiga variabel x.......... a1......... a3........……...... (( a b c + a b c + a b c ) − ( a b c + a b c + a b c )) z= 2 1 2 1 2 1 2 3 1 1 3 3 1 1 3 2 1 1 2 3 1 1 3 3 1 1 3 2 1 2 1 1 3 2 1 2 3 1 1 3 1 2 1 2 1 2 1 1 2 3 1 3 2 1 1 2 1 3 1 1 3 1 2 1 2 3 1 1 1 2 3 1 3 2 1 2 1 3 1 2 1 3 1 3 2 3 1 3 1 2 2 1 2 1 2 3 3 2 1 1 3 1 2 3 1 2 1 2 3 3 2 1 2 1 3 3 2 1 1 3 2 1 3 1 2 3 3 1 2 2 3 1 2 3 1 3 2 1 1 3 2 2 1 3 1 2 3 3 2 2 107 ... y....... a2....................... b3..... dan c2 tidak ketiganya 0................……….... dan a3......... b2... dan c3 tidak ketiganya 0...(Persamaan-3) 3 3 3  3 dengan a1............ a2. c1... d2.....

(( a d − a d ) ( a b − a b ) − ( a d − a d ) ( a b − a b )) (( a c − a c ) ( a b − a b ) − ( a c − a c ) ( a b − a b )) (( a a b d − a a b d − a a b d ) − ( a a b d − a a b d − a a b d )) z= (( a a b c − a a b c − a a b c ) − ( a a b c − a a b c − a a b c )) (( a b d − a b d − a b d ) − ( a b d − a b d − a b d )) z= (( a b c − a b c − a b c ) − ( a b c − a b c − a b c )) ( ( a b d + a b d + a b d ) − (a b d + a b d + a b d ) ) . Nilai variabel z di atas dapat dinyatakan sebagai hasil perkalian koefisien-koefisien variabel x. Sehingga memudahkan dalam mencari penyelesaian SPLTV.  2 2 2   a3 b3 c3 a3 b3   ♦ Meminta siswa menemukan pola secara analogi untuk memperoleh nilai variabel x dan y dengan mencermati cara penentuan nilai variabel z. Sebelum metode Sarrus digunakan. Ketiga ciri-ciri tersebut mudah diingat. y. y dan konstanta pada sistem persamaan linear yang diketahui.  a1 b1 d1 a1 b1   a b d a b  Petunjuk: 2 2 2  2 2 • Jumlahkan hasil perkalian bilangan-bilangan  a3 b3 d3 a3 b3    pada garis penuh dan hasilnya dikurangi dengan z= jumlah hasil perkalian bilangan-bilangan pada  a1 b1 c1 a1 b1  garis putus-putus. dan z di atas. 108 Buku Guru Kelas X . d1 b1 x= c1 d1 b1 d 2 b2 d 3 b3 a1 b1 a 2 b2 a 3 b3 y= a1 d1 c1 a1 d1 a 2 d2 a 3 d3 a1 b1 a 2 b2 a 3 b3 d 2 b2 c2 d 3 b 3 c3 a1 b1 c1 a2 b 2 c 2 a3 b3 c3 a2 d 2 c 2 a3 d 3 c3 a1 b1 c1 a2 b 2 c 2 a3 b3 c3 Diskusi Perhatikan ciri penyelesaian untuk x. z= (( a b c + a b c + a b c ) − ( a b c + a b c + a b c )) z= 2 1 2 1 2 1 2 3 1 1 3 3 1 1 3 2 1 1 2 3 1 1 3 3 1 1 3 2 1 2 1 1 3 2 1 2 3 1 1 3 1 2 1 2 1 2 1 1 2 3 1 3 2 1 1 2 1 3 1 1 3 1 2 1 2 3 1 1 1 2 3 1 3 2 1 2 1 3 1 2 1 3 1 3 2 3 1 3 1 2 2 1 2 1 2 3 3 2 1 1 3 1 2 3 1 2 1 2 3 3 2 1 2 1 3 3 2 1 1 3 2 1 3 1 2 3 3 1 2 2 3 1 2 3 1 3 2 1 1 3 2 2 1 3 1 2 3 3 2 2 ♦ Bimbing siswa melakukan kegiatan matematisasi (mengkoordinasi pengetahuan dan keterampilan yang telah dimiliki siswa sebelumnya untuk menemukan aturan-aturan. hubungan-hubungan dan struktur-struktur yang belum diketahui). a b c a b  2 2 • Lakukan pada pembilang dan penyebut. SPLTV harus dibentuk dalam standar. Diharapkan siswa.

.... x + y + z = 40 ……………………………………….…....(Persamaan-2) 75 + 120y + 150z = 4. dan z.....Pada langkah penyelesaian Masalah 3......... Untuk itu SPLTV di atas diubah menjadi x + y + z = 40 ……………………………………….... dan semua konstanta berada pada ruas kanan... Diharapkan siswa melakukan kegiatan berikut... y....... (Persamaan-1) x – 2y = 0 …………………………………………….. (Persamaan-2) 75 + 120y + 150z = 4......... Diarahkan siswa melakukan hal berikut..020 ………………………........ 40 0 4020 x= 1 1 75 1 -2 120 1 -2 120 1 0 150 1 0 150 40 1 0 -2 4020 120 ( −8040 + 0 + 0 ) − ( −12000 + 0 + 0 ) 3960 = = = 22 1 1 180 ( −150 + 0 + 150 ) − ( −300 + 0 + 120 ) 1800 1 -2 75 120 1 1 75 40 0 4020 ( 0 + 0 + 6000 ) − ( 0 + 0 + 4020 ) 1980 = = = 11 1 1 180 180 1 -2 75 120 1 109 -2 Matematika 120 ( −6000 + 0 + 4020 ) − ( −8040 + 4800 ) 1260 = =7 = 1 180 180 -2 120 1 40 1 1 0 0 75 4020 150 y= 1 1 1 1 -2 0 75 120 150 1 1 75 z= 1 1 75 1 40 -2 0 120 4020 1 1 -2 0 120 150 1 1 75 1 1 75 ..... Ingat untuk menggunakan metode Sarrus semua variabel harus pada ruas kiri... (Persamaan-3 Berdasarkan SPLTV di atas diperoleh a1 = 1 a2 = 1 a3 = 75 b1 = 1 b2 = –2 b3 = 120 c1 = 1 c2 = 0 c3 = 150 d1 = 40 d2 = 0 d3 = 4020.…. (Persamaan-3) ♦ Meminta siswa menerapkan metode Sarrus untuk menentukan himpunan penyelesaian SPLTV tersebut dan membandingkannya dengan himpunan penyelesaian yang telah diperoleh sebelumnya...5 diperoleh sebuah sistem persamaan linear tiga variabel sebagai berikut.. (Persamaan-1) x = 2y ……………………………………………............ ♦ Bimbing siswa menerapkan metode Sarrus untuk menentukan nilai variabel x..............020 ……………………….....

Dari hasil diskusi siswa secara klasikal ditetapkan.5 Penyelesaian sistem persamaan linear adalah nilai-nilai variabel yang memenuhi setiap persamaan linear pada sistem persamaan tersebut. Ciri-ciri himpunan penyelesaian suatu SPL – Suatu himpunan yang anggotanya pasangan terurut dari variabel-variabel persamaan (misal x. Berdasarkan ciri-ciri himpunan penyelesaian SPL di atas. y. dan z) memenuhi setiap persamaan pada SPL tersebut.1 40 1 0 75 4020 y= 1 1 1 -2 75 120 1 1 0 150 1 0 150 1 1 75 40 0 4020 ( 0 + 0 + 6000 ) − ( 0 + 0 + 4020 ) 1980 = = = 11 1 1 180 180 1 -2 75 120 1 40 1 -2 0 75 120 4020 z= 1 1 1 1 -2 0 75 120 150 1 1 1 -2 75 120 ( −6000 + 0 + 4020 ) − ( −8040 + 4800 ) 1260 = =7 = 1 1 180 180 1 -2 75 120 Berdasarkan hasil perhitungan di atas diperoleh himpunan penyelesaian SPLTV tersebut adalah H = {(22. Ternyata hasilnya sama dengan himpunan penyelesaian yang diperoleh dengan metode eliminasi dan substitusi sebelumnya. Definisi 3. Suruh siswa menuliskan ciri-ciri suatu himpunan merupakan himpunan penyelesaian SPL dan hasilnya diskusikan secara klasikal. Diharapkan siswa menuliskan ciri-ciri himpunan penyelesaian sebagai berikut.6 Himpunan penyelesaian sistem persamaan linear adalah himpunan semua penyelesaian sistem persamaan linear. y. minta siswa menuliskan dengan kata-katanya sendiri pengertian himpunan penyelesaian SPL dan hasilnya diskusikan secara klasikal.7)}. Definisi 3. ♦ Minta siswa mengingat kembali pengetahuan tentang himpunan penyelesaian suatu sistem persamaan linear yang telah dipelajari di SMP dan memperhatikan himpunan penyelesaian sistem persamaan linear. – Nilai variabel-variabel tersebut (misal x. dan z).11. 110 Buku Guru Kelas X .

Tentukanlah himpunan penyelesaian setiap sistem persamaan linear berikut ini tanpa menggunakan cara aljabar.200 lensa yang dapat dihasilkan dalam satu minggu.7 Himpunan penyelesaian sistem persamaan linear dengan dua variabel adalah himpunan semua pasangan terurut (x. 5. 4. Definisi 3. Angka satuannya tiga lebih dari pada angka puluhan.8 Himpunan penyelesaian sistem persamaan linear dengan tiga variabel adalah himpunan semua triple terurut (x. Sedangkan untuk SPLDV dan SPLTV. Jika angka ratusan dan angka puluhan ditukar letaknya. z) yang memenuhi setiap persamaan linear pada sistem persamaan tersebut.3 1. Deni dan Ari. Tiga tukang cat. jika bekerja sendirian! 2.700 lensa yang dapat dihasilkan dalam satu minggu. Sebuah pabrik memiliki 3 buah mesin A. Joni. setelah itu Ari pergi karena ada suatu keperluan mendadak.400 lensa yang dihasilkan dalam satu minggu. y. Jika hanya mesin A dan C yang bekerja. berturut-turut didefinisikan sebagai berikut. Sebuah bilangan terdiri dari atas tiga angka yang jumlahnya 9. bekerja secara bersama-sama. Uji Kompetensi 3. diperoleh bilangan yang sama. Jika ketiganya bekerja. dan C. dapat mengecat eksterior (bagian luar) sebuah rumah dalam waktu 10 jam kerja. Jika hanya mesin A dan B bekerja. Suatu hari. melainkan melalui metode grafik! 111 Matematika . B. Berapa banyak lensa yang dihasilkan oleh tiap-tiap mesin dalam satu minggu? 4. y) yang memenuhi setiap persamaan linear pada sistem persamaan tersebut. himpunan penyelesain sistem persamaan linear tersebut. Tentukan bilangan tersebut! 3. Pengalaman Deni dan Ari pernah bersama-sama mengecat rumah yang serupa dalam 15 jam kerja. Joni dan Deni memerlukan tambahan waktu 8 jam kerja lagi untuk menyelesaikan pengecatan rumah. ketiga tukang ini bekerja mengecat rumah serupa ini selama 4 jam kerja. 3. Tentukan waktu yang dibutuhkan masing-masing tukang. Definisi 3.

dan = a. 3x – 2y = 2 –x + 5y = 21 1 1 1 1 1 2 3 3 4 iv. dan tidak memiliki solusi! 8. Diberikan sistem persamaan linear tiga variabel. xy xz yz = a. = b dan = Gambar (i) danx + (ii) merupakan y x+z y+z grafik sistem persamaan linear dua c ≠ 0.. dengan a ≠ 0. tentukan syaratnya dan gambarkan! 6. b.. Diketahui xy xz yz = c. 2x – y = 0 7x + 2y = 11 iii. a1x + b1y = c1 10..! 112 Buku Guru Kelas X . Perhatikan kedua grafik sistem persamaan linear di bawah ini! Y Y b) Jelaskanlah perbedaan himpunan penyelesaian grafik (i) dan (ii)! 7. a2x + b2y = c2 maka tentukan nilai a) Tentukan syarat yang dimiliki 2  1 1 1 1   1 1   sistem supaya memiliki grafik a  b + c  + b  c + a  + c  a + a         seperti gambar (i) dan (ii)! = . x–y=3 5x +3y = 9 ii. i. a1x + b1y = c1 a2x + b2y = c2 Mungkinkah sistem tersebut tidak memiliki himpunan penyelesaian? Jika ya. = b dan = x+ y x+z y+z 9. Jumlah bilangan pada setiap baris terdapat di kolom kanan dan jumlah bilangan setiap kolom terdapat di baris bawah. Tentukan nilai x = . O (i) X garis linear 1 garis linear 2 O X garis linear 1 garis linear 2 (ii) Setiap simbol pada gambar di atas mewakili sebuah bilangan.! variabel.. b ≠ 0. c ≠ 0. Kembali perhatikan sistem persamaan linear dua variabel. memiliki banyak solusi. Tentukan bilangan pengganti simbol-simbol. a1x + b1y + c1z = d1 a2x + b2y + c2z = d2 a3x + b3y + c3z = d3 Tentukan syarat yang dipenuhi sistem supaya memiliki solusi tunggal. Jika a + b + c = 0 dengan a. 4x – y = 8 5 6 2 3 4 3 4 2 3 12x + 7y = –4 5.

dan Kakek untuk menyelesaikan a+b 2 a b+ + ab c+ b 2 a +2 bc+bc 3+ c a +ac+ c 3 3 panenan tersebut. mereka dapat menyelesaikan pekerjaan itu dalam waktu 6 jam. Matematika 113 . tentukanlah himpunan penyelesaian melalui grafik setiap sistem persamaan berikut ini! i. dan c memenuhi pekerjaan 25ab 1 15bc 5ac 1 itu. Berapa waktu 25ab 1 25 15ab bc 25ab 1 5ac 1 15bc 15 1 bc5ac 5ac 1 1 yang diperlukan Trisna. dan =– . Ayah. 14 Dengan menggunakan kertas berpetak. 3x + 2y = 9 x + 3y = 10 ii. jika mereka Hitunglah (a – b)c. Bilangan kedua juga sama dengan bilangan pertama dikuadratkan dan ditambah tiga. maka akan selesai persamaan-persamaan berikut waktu a + b 2 b + dalam c a+c 3 8 jam. 4x + y = 6 3x +2y = 10 Trisna bersama dengan Ayah dan Kakek sedang memanen tomat di ladang mereka.Jika Ayah dan kakek menyelesaikan 11. Bilangan kedua sama dengan enam kali bilangan pertama setelah dikurangi satu. bekerja sendiri-sendiri? 12. Diberi dua bilangan. Jika Trisna bersama kakeknya bekerja bersamasama. 13. Pekerjaan memanen tomat itu dapat diselesaikan mereka dalam waktu 4 jam. = . = –1. b. Temukanlah bilangan tersebut. Nilai-nilai a.

yaitu. ternyata untuk membangun rumah tipe A dibutuhkan tanah seluas 100 m2 dan untuk membangun rumah tipe B dibutuhkan tanah seluas 75 m2. Karena dana yang dimilikinya terbatas. maka y = 125 – x y = 125 – 25 = 100 114 Buku Guru Kelas X .(1) b) Jumlah rumah yang akan dibangun x + y ≤ 125…………………………………………………………. pertidaksamaan ini disederhanakan menjadi: 4x + 3y ≤ 400 ………………………………………………………. Jika kamu adalah arsitek Pak Rendi maka: 1) bantulah Pak Rendi menentukan berapa banyak rumah tipe A dan tipe B yang dapat dibangun sesuai dengan kondisi luas tanah yang ada dan jumlah rumah yang akan dibangun. Setelah dia berkonsultasi dengan arsitek (perancang bangunan).000 m2.4. tipe A dan tipe B di atas sebidang tanah seluas 10. Alternatif Penyelesaian Misalkan: x : banyak rumah tipe A yang akan dibangun y : banyak rumah tipe B yang akan dibangun 1) Banyak rumah tipe A dan tipe B yang dapat dibangun a) Keterbatasan yang dimiliki Pak Rendi adalah: Luas tanah yang diperlukan untuk membangun rumah tipe A dan tipe B di atas tanah seluas 10. (pertidaksamaan 1 dan pertidaksamaan 2) banyak rumah tipe A dan tipe B yang dapat dibangun dihitung dengan menggunakan konsep sistem persamaan linear dua variabel seperti berikut. Sistem Pertidaksamaan linear Dua Variabel Masalah-3. (2) Dari kedua keterbatasan di atas. dan 2) gambarkanlah daerah penyelesaian pada bidang kartesius berdasarkan batasan-batasan yang telah diuraikan. maka banyak rumah yang direncanakan akan dibangun paling banyak 125 unit.000m2 ditentukan oleh pertidaksamaan: 100x + 75y ≤ 10.11 Pak Rendi berencana membangun 2 tipe rumah. 4x + 3y = 400  × 1 → 4x + 3y = 400 x + y = 125  × 3 → 3x + 3y = 375 – x = 25 untuk x = 1.1000.

kemudian mensubstitusikan titik tersebut ke pertidaksamaan 4x + 3y ≤ 400. 0). Daerah penyelesaian pertidaksamaan 4x + 3y ≤ 400. Jika pertidaksamaan tersebut bernilai benar maka daerah yang memuat titik P(x. jika bernilai salah maka daerah tersebut bukan daerah penyelesaian pertidaksamaan 4x + 3y ≤ 400. 4 jika x = 0. dan rumah tipe B sebanyak 100 unit. Maka garis 4x + 3y = 400 memotong sumbu y di titik (0. Diskusikanlah dengan teman-temanmu. Untuk garis x + y = 125.y) pada salah satu daerah. yaitu daerah 4x + 3y < 400 dan daerah 4x + 3y > 400. Agar kita mudah menggambar garis ini. 133. jika y = 0 maka x = 125 jika x = 0 maka y = 125 Maka gari x + y = 125 memotong sumbu y di titik (0. dengan cara mengambil sebarang titik misal P(x. 400 Untuk garis 4x + 3y = 400. Dengan cara yang sama maka daerah penyelesaian pertidaksamaan x + y ≤ 125 juga dapat diketahui. ♦ Organisasikan siswa dalam kelompok belajar dalam memecahkan masalah. bagaimana caranya untuk mencari banyak rumah tipe A dan tipe B yang dapat dibangun selain yang sudah kita temukan di atas sesuai dengan keterbatasan yang ada.3. Jika garis 4x + 3y = 400 digambar pada diagram kartesius maka garis tersebut akan membagi dua daerah. 2) Grafik daerah penyelesaian pada diagram kartesius Untuk menggambar daerah penyelesaian pada diagram kartesius dilakukan langkah-langkah sebagai berikut.3) dan memotong sumbu y di titik (100. Selanjutnya menyelidiki daerah mana yang menjadi daerah penyelesaian dari pertidaksamaan 4x + 3y ≤ 400. 0). Langkah 1 Menggambar garis dengan persamaan 4x + 3y = 400 dan garis x + y = 125.y) merupakan daerah penyelesaiannya. Hal ini berarti: dengan keterbatasan yang ada. jika y = 0 maka x = = 100. Langkah 2 Menentukan daerah penyelesaian pertidaksamaan 4x + 3y ≤ 400 dan x + y ≤ 125. terlebih dahulu kita cari titik potong dengan sumbu x yang terjadi jika y = 0 dan titik potong dengan sumbu y yang terjadi jika x = 0. maka y = 133. Pak Rendi dapat membangun rumah tipe A sebanyak 25 unit. Matematika 115 .125) dan memotong sumbu x di titik (125.

y) = x + y pada himpunan A = {x ≥ 0. maka nilai a = …? Penyelesaian Misalkan f(x. x ≥ 0. x + 3y ≤ 6. 2. Dari Gambar 3. daerah yang diarsir merupakan daerah penyelesaian.5 Jika nilai maksimum f(x. 8 8 Nnilai maksimum f(x. Mengingat gradien dari f(x. Mempelajari sistem pertidaksamaan linear dua variabel berguna untuk menentukan nilai maksimum suatu fungsi dengan domain suatu himpunan tertentu. 8 8 116 Buku Guru Kelas X . Daerah yang diarsir dua kali merupakan daerah penyelesaian dari sistem pertidaksamaan linier. Perhatikan contoh berikut! Apakah kita perlu membatasi nilai x > 0 dan nilai y > 0? Mengapa? Berikan penjelasanmu. ♦ Arahkan siswa menggambarkan kedua pertidaksamaan di atas untuk menentukan titik potong grafik persamaan x + 3y =0 dan 3x + y =a dan daerah fungsi f yang dibatasi kedua pertidaksamaan yang diketahui pada soal.y) = x + y Pertidaksamaan-1: x + 3y ≤ 6 Pertidaksamaan-2: 3x + y ≤ a. dan y ≥ 0. berarti 3a − 6 18 − a + = 4 ⇒ 2a = 20 ⇒ a = 10. Gambar 3. Titik P adalah perpotongan dari garis x + 3y = 6 dan 3x + y = a. maka f akan mencapai maksimum di titik P. Setelah langkah 1. y ≥ 0.y) = x + y adalah m = –1.y) = x + y adalah 4. dan 3 di atas dilakukan. Langkah 3 Mengarsir daerah yang merupakan daerah penyelesaian masing-masing pertidaksamaan.7 Daerah penyelesaian untuk sistem pertidaksamaan linier Contoh 3.3 x + y ≤ a} adalah 4. Jadi diperoleh 3a − 6 18 − a xP = dan yP = . maka daerah penyelesaian sistem pertidaksamaan digambarkan sebagai berikut.7.

mari kita tetapkan konsep sistem pertidaksamaan linear dua variabel sebagai berikut.8 Daerah penyelesaian untuk sistem pertidaksamaan linear x + 3y ≤ 6. maka 3a − 6 18 − a + = 4 ⇒ 2a = 20 ⇒ a = 10. 8 8 Karena nilai maksimum f(x. agar nilai maksimum f(x. Matematika 117 . Jadi diperoleh 3a − 6 18 − a xP = dan yP = .0) (10.y) = x + y adalah 4.0) 3 4 5 6 7 8 9 x Gambar 3. maka f akan mencapai maksimum di titik P. Berdasarkan masalah dan contoh di atas.y) = x + y adalah 4 maka nilai a = 10. Titik P adalah perpotongan dari garis x + 3y = 6 dan 3x + y = a. Sistem pertidaksamaan linear dua variabel adalah suatu sistem pertidaksamaan linear yang memuat dua variabel dengan koefisien bilangan real. Sistem pertidaksamaan linear adalah himpunan pertidaksamaan linear yang saling terkait dengan koefisien variabelnya bilangan-bilangan real.y 10 8 6 4 (0.9 1.y) = x + y adalah m = –1.2) (0. Definisi 3.y) (6. 8 8 Dengan demikian. 3x + y ≤ a Mengingat gradien dari f(x.10) 2 1 2 3 P (x. 2.

Kondisi tanah memungkinkan menghasilkan 50 kuintal padi per ha atau 20 kuintal jagung per ha. jagung. Misalkan p adalah jumlah maksimum dari himpunan penyelesaian yang memenuhi sistem di bawah ini.4 1. Pupuk juga terbatas. sedangkan air dan sumber daya lainnya dianggap cukup tersedia.10 Penyelesaian sistem pertidaksamaan linear dua peubah adalah himpunan semua pasangan titik (x. dan palawija lain. Diberikan sistem pertidaksamaan linier: x–y≥3 5x + 3y ≥ 9 a) Gambarkan grafik pertidaksamaan pada sistem tersebut! b) Tentukanlah himpunan penyelesaian sistem tersebut. Diketahui pula bahwa untuk menghasilkan 1 kuintal padi diperlukan 12 jam-orang tenaga dan 4 Kg pupuk. dengan syarat tambahan x > 0 dan y <0! c) Selanjutnya dapatkah kamu menentukan himpunan penyelesaian sistem tersebut untuk syarat x < 0 dan y > 0? Jelaskan! 2. Uji Kompetensi 3. Produksi Tani. dan untuk 1 kuintal jagung diperlukan 9 jam-orang tenaga dan 2 Kg pupuk. Karena keterbatasan sumber daya petani harus menentukan berapa bagian yang harus ditanami padi dan berapa bagian yang harus ditanami jagung. Dalam suatu masa tanam tenaga yang tersedia hanya 1590 jam-orang.Definisi 3. Pendapatan 118 Buku Guru Kelas X .11 Daerah penyelesaian sistem pertidaksamaan linear adalah daerah tempat kedudukan titik-titik yang memenuhi sistem pertidaksamaan linear tersebut. tak lebih dari 480 Kg. sedangkan palawija lainnya ternyata tidak menguntungkan. Definisi 3. Sekelompok tani transmigran mendapatkan 6 ha tanah yang dapat ditanami padi.y) yang memenuhi sistem pertidaksamaan linear tersebut. 2x + 5y ≤ 600 4x + 3y ≤ 530 2x + y ≤ 240 a) Gambarkanlah pertidaksamaan sistem linear tersebut! b) Tentukanlah nilai p! 3.

Formulasikan masalah tersebut dengan mendefinisikan variabel-variabel terkait. 74 grain bikarbonat dan 24 grain kodein.00 per kapsul.000. berapa kapsul Fluin dan berapa kapsul Fluon harus dibeli supaya cukup untuk menyembuhkannya dan meminimumkan ongkos pembelian total? Unsur Aspirin Bikorbonat Perkapsul Fluin 2 5 1 Fluin 1 8 6 Kodein Projek Bersama temanmu amati permasalahan di sekitarmu atau dari sumber lain (buku. Menurut dokter. a) Syarat apakah yang harus dipenuhi agar sistem memiliki solusi tunggal? b) Syarat apakah yang harus dipenuhi agar sistem tidak memiliki solusi? 4. Suatu pabrik farmasi menghasilkan dua jenis kapsul obat flu yang diberi nama Fluin dan Fluon.1. seseorang yang sakit flu akan sembuh jika dalam tiga hari (secara diratakan) minimum menelan 12 grain aspirin. a1x + b1y ≥ c1 dan x ≥ 0 a2x + b2y ≥ c2 dan y ≥ 0. Matematika 119 . Jika harga Fluin Rp200. dan interpretasikan hasilnya. mencari persamaan atau pertidaksamaan yang menyatakan hubungan antar variabel tersebut. dan dianggap bahwa semua hasil tanamnya selalu habis terjual.petani dari 1 kuintal padi adalah Rp32.000. Buat laporan atas kegiatanmu ini dan paparkan hasilnya di depan kelas.00 sedang dari 1 kuintal jagung Rp20. dan lain-lain) yang dapat dinyatakan dalam sistem persamaan linear atau sistem pertidaksamaan linear. internet.00 dan Fluon Rp300. Masing-masing memuat tiga unsur (ingredient) utama dengan kadar kandungannya tertera dalam Tabel 3. Masalah bagi petani ialah bagaimanakah rencana produksi yang memaksimumkan pendapatan total? Artinya berapa ha tanah ditanami padi dan berapa ha tanah ditanami jagung? 3. selesaikan sistem yang kamu peroleh.00. Jika diberikan sistem pertidaksamaan linear seperti berikut ini.

dengan a1. Apabila sebuah sistem persamaan linear mempunyai anggota himpunan penyelesaiannya dari nilai variabel yang tidak semuanya nol disebut memiliki penyelesaian yang tak trivial. Sistem tersebut hanya mempunyai penyelesaian trivial. maka terdapat tiga kemungkinan. PENUTUP Berberapa hal penting yang perlu dirangkum terkait konsep dan sifat-sifat sistem persamaan linear dan pertidaksamaan linear. Model matematika dari permasalahan sehari-hari seringkali menjadi sebuah model sistem persamaan linear atau sistem pertidaksamaan linier. Karena titik (x. 5. a1x + b1y = c1 dan a2x + b2y = c2. a. maka penyelesaian sistem persamaan linear tersebut akan bersesuaian dengan titik perpotongan dari garis g1 dan garis g2. Grafik persamaan-persamaan ini merupakan garis.D. Misal diberikan sistem persamaan linear 3x + 5y + z = 0 dan 2x + 7y + z = 0. 6. dengan a1 dan a2 tidak keduanya nol dan b1 dan b2 tidak keduanya nol. a2. yaitu jika tidak terdapat titik perpotongan sehingga sistem tidak mempunyai penyelesaian. Sistem persamaan linear ini memiliki suku konstanta adalah nol dan mempunyai penyelesaian yang tunggal. 2. 4. sehingga sifat-sifat persamaan linear dan pertidaksamaan linear dalam sistem bilangan real banyak digunakan sebagai pedoman dalam menyelesaikan suatu sistem persamaan linear dan sistem pertidaksamaan linear. Himpunan penyelesaian dari sistem persamaan linear adalah himpunan semua nilai variabel yang memenuhi sistem persamaan tersebut.y) terletak pada sebuah garis jika dan hanya jika bilangan-bilangan x dan y memenuhi persamaan tersebut. c2 anggota bilangan real. 1. c1. yaitu (a) garis g1 dan garis g2 sejajar dan tidak berpotongan. 3. Berdasarkan hal itu. misal garis g1 dan garis g2. b. Sistem persamaan linear disebut homogen apabila suku konstantanya adalah nol dan salah satu dari dua hal berikut dipenuhi. Apabila penyelesaian sebuah sistem persamaan linear semuanya nilai variabelnya adalah nol. b1. 120 Buku Guru Kelas X . yaitu untuk x = y = z = 0. Secara tafsiran geometri dari selesaian suatu sistem persamaan linear. maka penyelesaian tersebut dikatakan penyelesaian trivial. sebagai berikut. Konsep sistem persamaan linear dan sistem pertidaksamaan ini didasari oleh konsep persamaan dan pertidaksamaan dalam sistem bilangan real. b2. Sistem tersebut mempunyai tak terhingga banyaknya anggota himpunan penyelesaian yang tak trivial sebagai tambahan penyelesaian trivial. diberikan sistem persamaan dengan 2 persamaan dan 2 variabel.

Sistem Persamaan linear (SPL) mempunyai tiga kemungkinan penyelesaian.(b) garis g1 dan garis g2 berpotongan pada satu titik. pengurangan dan perkalian akan dibahas secara mendalam dan dimanfaatkan dalam penyelesaian masalah matematika dan masalah otentik. Kita akan menemukan konsep dan sifat-sifat matriks melalui penyelesaian masalah nyata. Selanjutnya kita lakukan operasi hitung pada dua atau lebih matriks dan menentukan determinannya. sehingga sistem hanya mempunyai tepat satu (tunggal) penyelesaian. Sifat-sifat matriks terhadap operasi penjumlahan. Penguasaan kamu tentang sistem persamaan dan pertidaksamaan linear adalah prasyarat mutlak mempelajari bahasan matriks dan program linear. Matriks adalah bentuk lain sebuah sistem persamaan linear. yaitu tidak mempunyai selesaian. Matematika 121 . artinya setiap sistem persamaan linear dapat disajikan dalam bentuk matriks. artinya terdapat tak terhingga banyak titik perpotongan. 7. mempunyai satu selesaian dan mempunyai tak terhingga banyak selesaian. Dalam hal ini sistem mempunyai tak terhingga banyak penyelesaian. (c) garis g1 dan garis g2 berimpit.

bertanggungjawab. • • • • • Elemen Matriks Ordo Matriks Matriks Persegi Matriks Identitas Transpos Matriks . bekerja sama menyelesaikan masalah. kritis. memahami konsep matriks sebagai representasi numerik dalam kaitannya dengan konteks nyata. KOMPETENSI DASAR DAN PENGALAMAN BELAJAR Kompetensi Dasar Setelah mengikuti pembelajaran matriks. motivasi internal dan sikap peduli lingkungan melalui kegiatan kemanusiaan dan bisnis dalam kehidupan sehari-hari. • berkolaborasi. Pengalaman Belajar Melalui pembelajaran materi matriks. menghayati rasa percaya diri. 2. menghayati pola hidup disiplin. • mengamati keteraturan data. • mengamati aturan susunan objek.Bab Matriks A. menghayati kesadaran hak dan kewajiban serta toleransi terhadap berbagai perbedaan di dalam masyarakat majemuk sebagai gambaran menerapkan nilai-nilai matematis. siswa mampu: 1. siswa memperoleh pengalaman belajar: • melatih berpikir kritis dan kreatif. memahami operasi sederhana matriks serta menerapkannya dalam pemecahan masalah. 5. • berpikir Independen mengajukan ide secara bebas dan terbuka. 3. 4. konsisten dan jujur serta menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

B. PETA KONSEP B. PETA KONSEP SISTEM PERSAMAAN LINIER MASALAH OTENTIK MATERI PRASYARAT MATRIKS Kolom Baris Persegi Panjang Persegi Segitiga Diagonal Transpos Identitas JENIS MATRIKS Operasi UNSUR-UNSUR MATRIKS Elemen Baris Elemen Kolom Relasi Kesamaan Penjumlahan Pengurangan Perkalian Invers Determinan Matematika 123 .

Dalam kehidupan sehari-hari. dapat kamu sederhanakan dengan cara menghilangkan semua keterangan (judul baris dan kolom) pada tabel. seperti data rekening listrik atau telepon. Hal seperti ini sering kita temui. Tumbuhkan motivasi internal dalam diri siswa melalui menunjukkan kebergunaan mempelajari matriks dalam kehidupan. Tampilan informasi dalam suatu tabel lebih tersusun baik dibandingkan dalam bentuk paragraf.1: Keterangan situasi tiket penerbangan ke Medan dan Surabaya Tujuan Medan Surabaya Hari ke I 3 7 II 4 1 III 2 3 IV 5 2 Pada saat kamu membaca tabel di atas maka hal pertama yang kamu perhatikan adalah kota tujuan. Diketahui data hasil penjualan tiket penerbangan tujuan Medan dan Surabaya. banyak informasi atau data yang ditampilkan dalam bentuk tabel. Sebagai gambaran awal mengenai materi matriks.C. Menemukan Konsep Matriks Informasi yang terdapat dalam suatu koran atau majalah tidak senantiasa berupa teks bacaan yang terdiri atas sederetan kalimat yang membentuk paragraf. MATERI PEMBELAJARAN 1. dari sebuah agen tiket. Tabel 4. data perolehan nilai dan absensi siswa. selama empat hari berturut-turut disajikan dalam tabel berikut. maupun brosur harga jual sepeda motor. Data tersebut. Susunan bilangan seperti inilah yang dinamakan sebagai matriks. klasemen akhir Liga Super Indonesia. kemudian banyaknya tiket yang habis terjual untuk tiap-tiap kota setiap harinya. mari kita cermati uraian berikut ini. tidak hanya sebatas pada koran atau majalah saja. ♦ Arahkan siswa menemukan konsep matriks dari berbagai situasi nyata yang dekat dengan kehidupan siswa. tetapi ada kalanya disampaikan dalam bentuk sebuah tabel. 124 Buku Guru Kelas X . dan mengganti tabel dengan kurung siku menjadi bentuk seperti berikut: 3 4 2 5  7 1 3 2    Berdasarkan bentuk tersebut. dapat kamu lihat bahwa data yang terbentuk terdiri atas bilangan-bilangan yang tersusun dalam baris dan kolom.

1 Masihkah kamu ingat posisi duduk sewaktu kamu mengikuti Ujian Nasional SMP? Maksimal siswa dalam satu ruang ujian hanya 20 peserta.. …. Denah posisi tempat duduk peserta ujian berdasarkan NIS Matematika 125 . NIS siswa-12. Jika nomor peserta ujian adalah NIS siswa-12. Meja Pengawas Ujian  NIS 11  NIS 21   NIS 31   NIS 41   NIS 51 NIS 12 NIS 22 NIS 32 NIS 42 NIS 52 NIS 13 NIS 23 NIS 33 NIS 43 NIS 53 NIS 14  NIS 24   NIS 34   NIS 44  NI IS 54   Gambar 4. artinya posisi peserta tersebut saat ujian berada pada baris ke-3 kolom ke-4. NIS siswa-44. NIS siswa-14. NIS siswa-53. NIS siswa-22. Tentunya. empat kolom. NIS siswa-13. yang ditempelkan di tempat duduk siswa. NIS siswa-53. dapat kita nyatakan sebagai berikut.. jika nomor peserta ujian adalah NIS siswa-51. NIS siswa-21. dalam bentuk baris dan kolom.1. NIS siswa-13. NIS siswa-51.. Untuk memudahkan pengaturan peserta ujian dalam suatu ruangan. dan NIS siswa-54 dengan mudah memahami posisi mereka dalam ruang ujian tersebut. NIS siswa-52.2. Misalnya. itu berarti posisi peserta saat ujian berada pada baris ke1 lajur ke-2. pihak sekolah menempatkan siswa dalam ruang Gambar 4. Tentukan susunan peserta ujian ditinjau dari pola Nomor Induk Siswa (NIS)! Alternatif Penyelesaian Susunan peserta ujian jika dilihat dari NIS. . Berikut ini akan kita cermati lebih dalam lagi mengenai matriks dari masalahmasalah kehidupan kita sehari-hari. NIS siswa-23. Demikian pula. NIS siswa-21. biasanya disusun dalam lima baris. dan jika nomor ujian peserta adalah NIS siswa-34. seperti yang disajikan pada Gambar 4. NIS siswa-12. Masalah-4.1 Pelaksanaan Ujian Nasional ujian dengan pola nomor ujian melalui Nomor Induk Siswa (NIS). artinya posisi siswa saat ujian berada pada baris ke-5 kolom ke-1. untuk setiap peserta ujian yang memiliki nomor ujian NIS siswa-11. nomor ujian peserta di ruang A adalah NIS siswa-11. NIS siswa-54. NIS siswa-14.

Koleksi beras dan tepung terdapat pada baris ke-3. dia mencatat jarak antar kota-kota tersebut sebagai berikut.2 Masalah lain yang terkait dengan susunan dapat kita amati susunan barangbarang pada suatu supermarket. setiap manager supermarket memiliki aturan untuk menempatkan setiap koleksi barang yang tersedia.3 Ruang koleksi barang-barang pada suatu supermarket Tentukanlah posisi koleksi beras dan tepung pada susunan di atas! Alternatif Penyelesaian Gambar di atas mendeskripsikan ruangan koleksi barang-barang suatu supermarket.3 Seorang wisatawan lokal hendak berlibur ke beberapa tempat wisata yang ada di pulau Jawa.Masalah-4. ♦ Guru memeriksa hasil kerjaan siswa. Coba kita perhatikan gambar berikut ini! KOLEKSI Peralatan Dapur KOLEKSI Sabun KOLEKSI Roti dan Biskuit KOLEKSI Sampho dan Pasta Gigi KOLEKSI Beras dan Tepung KOLEKSI Permen dan Coklat KOLEKSI Detergen dan Pembersih KOLEKSI Susu KOLEKSI Mie Instan KOLEKSI Bumbu Dapur KOLEKSI Minyak dan Gula KOLEKSI Minuman Botol Gambar 4. mengenai posisi setiap koleksi barang dalam ruang tersebut. Masalah-4. Koleksi barang yang terdapat pada baris ke-2. Tentunya. kolom ke-2. Untuk memaksimalkan waktu liburan. Bandung–Bogor 126 km Bandung–Semarang 367 km Bandung–Cirebon 130 km Bandung–Yogyakarta 428 km 126 Buku Guru Kelas X . ♦ Guru menjelaskan bagaimana susunan koleksi barang supermarket jika tersusun bertingkat. 4 kolom. kolom ke-4 adalah koleksi bumbu dapur. yang terdiri atas tiga baris.

dapat dituliskan sebagai berikut. Matematika 127 . seandainya wisatawan tersebut memulai perjalanannya dari Bandung! Kemudian berikan makna setiap angka dalam susunan tersebut. Bandung–Surabaya 675 km Bogor–Cirebon 256 km Bogor–Surabaya 801 km Cirebon–Yogyakarta 317 km Bogor–Semarang 493 km Surabaya–Semarang 308 km Bogor–Yogyakarta 554 km Surabaya–Yogyakarta 327 km Cirebon–Surabaya 545 km Semarang–Yogyakarta 115 km Cirebon–Semarang 237 km Tentukanlah susunan jarak antar kota tujuan wisata.  0 130 367 428 675 126  130 0 237 317 545 256    367 237 0 115 308 493  A= → 5 0 327 554   428 317 115  675 545 308 437 0 801     126 256 493 554 801 0   Susunan jarak antar kota di pulau Jawa ini. Jarak-jarak antar kota tujuan wisata dituliskan sebagai berikut. terdiri dari 6 baris dan 6 kolom. Jika kita ingin menampilkan susunan jarak-jarak tersebut. Alternatif Penyelesaian Wisatawan akan memulai perjalanannya dari Bandung ke kota-kota wisata di Pulau Jawa. dia cukup jelas mengetahui jarak antar kota tujuan wisata. Bandung Bandung Cirebon Semarang Yogyakarta Surabaya Bogor 0 130 367 428 675 125 Cirebon 130 0 237 317 545 256 Semarang Yogyakarta 367 237 0 115 308 493 428 317 115 0 327 554 Surabaya 675 545 308 327 0 801 Bogor 126 256 493 554 801 0 Dari tampilan di atas.

dapat kita nyatakan dalam bentuk matriks seperti berikut. Suatu ketika. kecuali ke kota V. untuk i ≠ j Dari gambar di atas. Nyatakanlah persoalan pengiriman barang tersebut dalam bentuk matriks.Masalah-4. Gambar 4.4 Pak Margono yang tinggal di kota P memiliki usaha jasa pengiriman barang. secara matematis. disebut matriks X yang anggota-anggotanya terdiri dari angka 1 dan 0. perusahaan pak Margono menerima order mengirim barang ke kota V. dinyatakan sebagai berikut: 0. P P 0 R 1 X = Q 1  T 1 V 0 R 1 0 1 0 0 Q 1 1 0 1 1 T 1 0 1 0 0 128 Buku Guru Kelas X . Keterhubungan antar dua kota ini.4 Diagram rute pengiriman barang Alternatif Penyelesaian Kata kunci pada persoalan ini adalah keterhubungan antar dua kota.  0 0  Matriks representasi keterhubungan antar dua kota. kota P terhubungan dengan semua kota. ♦ Guru mengerjakan lintasan mana yang terpendek untuk membawa barang dari kota P ke kota V! V 0 0  1  → Susunan angka-angka berbentuk persegi. Jika setiap dua kota yang terhubungkan diberi bobot 1. sedangkan dua kota yang tidak terhubungkan diberi bobot 0. fungsi keterhubungan antar dua kota tersebut. untuk i = j aij =  1.

Secara umum. j = 1.  a11 a  21 =  a31     am1 a12 a22 a32 am 2 a13 a23 a33 am 3 a1n  a2 n   a3n    amn   → baris ke-1 → baris ke-2 → baris ke-3 → baris ke-m Amxn kolom ke-m kolom ke-3 kolom ke-2 kolom ke-1 aij bilangan real.1 Matriks adalah susunan bilangan yang diatur menurut aturan baris dan kolom dalam suatu jajaran berbentuk persegi atau persegipanjang. . B. matriks didefinisikan sebagai berikut. Objek-objek yang disusun pada setiap baris dan kolom harus memiliki karakter yang sama. n Am×n : m menyatakan banyak baris matriks A. Secara umum. m menyatakan banyak baris dan n menyatakan banyak kolom matriks A. Biasanya pelabelan suatu matriks dinyatakan dengan huruf kapital. Matematika 129 . menyatakan ordo (ukuran) matriks A. 3. i = 1. jika diperhatikan ordo suatu matriks. n menyatakan banyak kolom matriks A. Banyak baris dan kolom dikondisikan pada kajian objek yang sedang diamati. misalnya A. Ingat. Definisi 4.. 2. Notasi m × n. Dari empat masalah di atas.. C. m. 2. …. diberikan matriks A. dan seterusnya.. dapat diketahui banyaknya elemen pada matriks itu. D. masalah yang dikaji adalah aturan susunan posisi setiap objek dan benda dinyatakan dalam aturan baris dan kolom. . yang menyatakan banyak baris dan kolom matriks A. Susunan bilangan itu diletakkan di dalam kurung biasa “ ( )” atau kurung siku “ [ ] “... 3. menyatakan elemen matriks pada baris ke-i dan kolom ke-j. Jadi.

Ibu. Selain itu dia juga memiliki kakak dan adik. nilai a ditentukan dengan aij = i j −1 . akan menyusun anggota keluarganya berdasarkan umur dalam bentuk matriks. a44  ij ij • a11 = 11–1 = 1 • a31 = 31–1 = 1 • a12 = 12–1 = 1 • a32 = 32–1 = 3 • a13 = 13–1 = 1 • a33 = 33–1 = 9 4–1 • a14 = 1 = 1 • a34 = 34–1 = 27 • a21 = 21–1 = 1 • a41 = 41–1 = 1 • a22 = 22–1 = 2 • a42 = 42–1 = 4 3–1 • a23 = 2 = 4 • a43 = 43–1 = 16 • a24 = 24–1 = 8 • a44 = 43–1 = 64 Jadi. Dia memiliki Ayah.Masalah-4. siswa kelas X SMA Panca Budi.5 Tentukanlah matriks 4 × 4. 130 Buku Guru Kelas X . Sekar (19 tahun). Berbekal dengan materi yang dia pelajari di sekolah dan kesungguhan dia dalam berlatih. matriks A berordo 4 × 4 yang dimaksud adalah: 1 1  = A4×A = 4 1  1 1 1 1 2 4 8 . A = [aij] yang memenuhi kondisi aij = i(j–1)! Alternatif Penyelesaian  a11 a12 a  21 a22 Matriks A Matriks A4× = 4  a31 a32   a41 a42 a13 a23 a33 a43 a14  a24   . Dia sendiri berumur 14 tahun.1 Teguh. 3 9 27   4 16 64  Contoh 4. yang merepresentasikan umur anggota keluarga Teguh. dia mampu mengkreasikan susunan matriks. dan Wahyu (12 tahun). ij a34   nilai a . ditentukan dengan a = ij–1. berturut-turut berumur 46 tahun dan 43 tahun. sebagai berikut (berdasarkan urutan umur dalam keluarga Teguh). Ningrum (22 tahun). secara berurut.

T1×4 = [22 19 14 12]. matriks baris berordo 1 × 4 yang merepresentasikan umur Teguh dan saudaranya. matriks baris berordo 1 × 2 yang merepresentasikan umur orang tua Teguh. a. Perhatikan matriks kolom berikut  46 ini!  43  43    . 2. Jenis-Jenis Matriks Contoh 4. Matriks kolom berordo m × 1. ordo matriks seperti ini. Matriks Baris Matriks baris adalah matriks yang terdiri dari satu baris saja. T1×2 = [46 43]. Alternatif susunan II T2×3  46 43  46 43 22  22 19  = T3×2 =     19 14 12   14 12   Matriks T3×2 adalah matriks berordo 3 × 2. b. 1 × n. yang merepresentasikan umur semua T2×1 =  22 =   5×1  22  wanita pada keluarga Teguh. Biasanya. ♦ Guru memberikan susunan matriks yang lain. T  kolom  matriks berordo 3 × 1. ii.i. minimal dua cara dengan cara yang berbeda. menyajikan beberapa variasi ordo matriks yang merepresentasikan umur anggota keluarga Teguh.1 di atas.  19   19   12   Matematika 131 . dengan n banyak kolom pada matriks tersebut. Matriks Kolom Matriks kolom adalah matriks yang terdiri dari satu kolom saja. berikut ini akan disajikan jenis-jenis matriks. Secara detail. Alternatif susunan I Matriks T2×3  46 43  46 43 22  22 19  T2×3 =  T3×2 =     19 14 12    14 12   adalah matriks persegipanjang dengan berordo 2 × 3. dengan m banyak baris pada kolom matriks tersebut.

T  19 14 12   tasikan umur anggota keluarga Teguh. Diagonal samping matriks.  46 43  46 43 22   19  T2×3 =  matriks persegipanjang berordo 2 × 3. Matriks ini memiliki ordo n × n. Jika kita meninjau matriks persegi berordo 4 × 4 di bawah ini. Matriks Persegi Matriks persegi adalah matriks yang mempunyai banyak baris dan kolom sama. e. Matriks seperti ini memiliki ordo m × n. yang merepresentasikan umur  22 19  orang tua Teguh dan kedua kakaknya. Jika terdapat pola susunan pada suatu matriks persegi. yang merepresen2× 2 =  22  . misalnya: 132 Buku Guru Kelas X .  46 43 T2×2 =   . 19   12   c. a12 a22 a32 a42 a13 a23 a33 a43 a14  a24   a34   a44  Diagonal Samping matriks H T2×2  a11  a  46 42  = H 4×4  21   a31  22 19    a41 Diagonal Utama matriks H Diagonal utama suatu matriks. yaitu semua elemen matriks yang terletak pada garis diagonal dari sudut kiri bawah ke sudut kanan atas. Matriks Persegipanjang Matriks persegipanjang adalah matriks yang banyak barisnya tidak sama dengan banyak kolomnya.  14 12    46 43  .  14 12   d. matriks persegipanjang berordo 3 × 2. yang merepresentasikan T3×2 =   22 19  umur semua anggota keluarga Teguh. yang merepresentasikan umur kedua   orang tua Teguh dan ketiga saudaranya. matriks kolom berordo 5 × 1. 43  T2×1 =   22   19    46   43   T5×1 =  22  . Matriks Segitiga Mari kita perhatikan matriks F berordo 4 × 4. matriks persegi berordo 2 × 2. yaitu semua elemen matriks yang terletak pada garis diagonal dari sudut kiri atas ke sudut kanan bawah.

Jadi. g. 3 5 0 0  −2 0 F = 0  0 3 5 0 0 7 12  13   5 −8 4  F = 3 2 6   0 13  2 0 0 0 5       0 0 1 0 8 10 −4 2 0 0 0 5       atau jika polanya seperti berikut ini. disebut matriks diagonal. jika kita cermati kombinasi pola tersebut pada suatu matriks persegi. Matriks Diagonal Dengan memperhatikan konsep matriks segitiga di atas. Matriks Identitas Mari kita cermati kembali matriks persegi dengan pola seperti matriks berikut ini. matriks segitiga merupakan suatu matriks persegi berordo n × n dengan elemen-elemen matriks di bawah atau di atas diagonal utama semuanya nol. f. Matematika 133 . seperti matriks berikut ini. kecuali elemen diagonal utama tidak semuanya bernilai nol”. 2  Y = 0  0 12 0   B=0  0  0 0 0 0 0  0 3  0 0 6 0 0 4 0 0 0 0 0 0 0 3 0 0 0  0  0 1  maka matriks persegi dengan pola “semua elemennya bernilai nol.  −2 0  0  0 7 12  13 0 0 5 1 0  −8 4  G F=  3 8 10 2 6   0 13  2 −4 2  maka matriks persegi yang berpola seperti matriks F dan G disebut matriks segitiga.

cucunya. Parman. Transpos Matriks Pak Susilo. membantu menyusun buku-buku tersebut dalam tumpukan-tumpukan seperti pada Gambar 4. Matriks Nol Jika elemen suatu matriks semuanya bernilai nol. yaitu di Tegal. majalah. Matriks identitas dinotasikan sebagai I berordo n × n. Pak Susilo berniat akan menghibahkan semua buku-buku tersebut ke kampung halamannya. seperti berikut: 0 • O2×3 =  0 0 • O3×2 =  0 0  0 0 . dan novel yang pernah dia beli maupun terima selama dia masih aktif sebagai pegawai PLN. Sebelum akan dibawa pengangkutan. Karena begitu banyak koleksi buku tersebut. 3. memiliki banyak koleksi buku. pensiunan PLN. ditambah lagi ruang koleksinya tidak memadai. h.5. atau  0 • O1×3 = [0 0 0] . 134 Buku Guru Kelas X . maka disebut matriks nol. atau 0 0  0 0  . Jika suatu matriks persegi unsur diagonal utamanya adalah 1 dan unsur yang lainnya semua nol disebut matriks identitas.• I 4×4 1 0  = 0  0 0 1 0 0 0 0 1 0 0 0  0  1 1 • I 3×3 =  0  0 1 • I 2×2 =  0 0 0 1 0  0 1  0 1  Cermati pola susunan angka 1 dan 0 pada ketiga matriks persegi di atas.

akan diperoleh matriks persegi panjang berordo 3 × 6. atau disebut transpos matriks. berubah menjadi:  BKo  MS   MT =  BMo  BMa    BF BKi NP MF BR BB BI KK MI BP BS BA MF           B6×3 Dengan memperhatikan kedua matriks B3×6 dan B6×3. Matriks B. karena halaman rumah Pak Susilo yang tidak cukup untuk ruang gerak truk sehingga truk harus diparkir di sebelah Barat ruang baca Pak Susilo. yang diberi simbol Bt sebagai 135 Matematika . ternyata memiliki relasi.  BKo MS MT BMo BMa BF  B3×6  BB BI   BKi NP MF BR    KK MI BP BS BA MF   Selanjutnya. dalam kajian yang sama.5. Diagram susunan koleksi buku-buku Jika direpresentasikan semua koleksi tersebut dalam matriks. Pihak pengangkutan menyusun semua koleksi tersebut menurut barisan buku yang terdekat ke truk. Relasi yang dimaksud dalam hal ini adalah “perubahan posisi elemen matriks”.Ruang Baca P e n g a n g k u t a n Buku Komik Majalah Sport Majalah Teknik Buku Motivasi Buku Matematika Buku Fisika Buku Kimia Novel Petualang Majalah Furniture Buku Rohani Buku Budaya Bahasa Inggris Koleksi Kamus Majalah Intisari Buku Peta Buku Sejarah Buku Autbiography Majalah Fashion Gambar 4. dengan sudut pandang dari ruang baca. Kita sebut matriks B.

jika matriks awal berordo m × n.  −3 2 5 3 1 0 4 2 3 5 7  3 10 6  14 9     t t     S = transpos matriks =. Misalnya. 136 Buku Guru Kelas X . adalah A S a. maka C t =  5 4 8 12  6    4 3 2 6 4  Contoh 4. setiap elemen baris ke-1 pada matriks B menjadi elemen kolom ke-1 pada matriks Bt. . maka C 10 15 20 6 b. hingga semua elemen baris pada matriks matriks B menjadi elemen kolom pada matriks Bt.transpos matriks B. Namun beberapa buku menotasikan transpos matriks B dengan atau B'. demikian seterusnya. maka 2 5 8 6 5 4  5 15 9    6 9 12  8          3 7 12 4  3 2  7 20 23   19  1 14 c. guru menjelaskan pembuktian dengan mengambil sembarang matriks Am×n dan Bm×n sebagai berikut. ♦ Untuk menunjukkan (At + Bt) = (A + B)t. maka transpos matriks berordo n × m.2 5 4 8 12 3 2 6 4 3 5 10 15 6 9 2 S= 5  3 2 5 8 6 2 7 12 4 Dari pembahasan contoh di atas. dapat kita pahami perubahan ordo matriks. Hal inilah yang menjadi aturan menentukan transpos matriks suatu matriks.  20  S =  2 5 8 6  5 15 9   5 4 8 12    12  8          7 20 23 3 2 6 4  3 7 12 4    19    −3 1 0 5 3  1 14 2 5 3 4 3 5 7   0 9  3 10 6    14 9 4 2   St =  t t      = = = A C . Jika C =  2  3 0 5 9 4 5 8 7 12 3 1 14 2 3  0 9 5 7   2 . Perubahan yang dimaksud dalam hal ini adalah. Diberikan matriks S =  5 10 15 20  . Jika A =  [–3 4 6 8 19]. ♦ Guru menjelaskan kepada siswa bahwa transpos dari matriks identitas adalah matriks itu sendiri. setiap elemen baris ke-2 pada matriks B menjadi elemen kolom ke-2 pada matriks Bt. maka 6 C= 2 5  5 15 9      8     3 6 9 12    7 20 23 3 7  −3   19 14 2 2   1 0 5 3 1  2 5 3   4 7   3 10 6       t  At =  6  C = 14 9 4 2  . maka C t =  0 9 5 7  .

 a11 + b11 a + b  12 12 t t ( Am×n ) = ( Bm×n ) =  a13 + b13     a1n + b1n a21 + b21 a22 + b22 a23 + b23 a2 n + b2 n a31 + b31 a32 + b32 a33 + b33 a3n + b3n am1 + bm1  am 2 + bm 2   am 3 + bm 3    amn + bmn   Sedangkan transpose matriks A + B. dituliskan.6 Denah komplek ruko Matematika 137 .  a11 + b11 a +b  21 21 t + Bm×n ) =  a31 + b31     am1 + bm1  a11 + b11 a + b  12 12 =  a13 + b13     a1n + b1n a12 + b12 a22 + b22 a32 + b32 am 2 + bm 2 a21 + b21 a22 + b22 a23 + b23 a2 n + b2 n a13 + b13 a23 + b23 a33 + b33 am 3 + bm 3 a31 + b31 a32 + b32 a33 + b33 a3n + b3n a1n + b1n  a2 n + b2 n   a3n + b3n    amn + bmn   am1 + bm1  am 2 + bm 2   am 3 + bm 3  . Kemandirian Dua Matriks Pada suatu kompleks perumahan ruko di daerah Tangerang memiliki ukuran yang sama dan bentuk bangun yang sama. Gedung 6A Gedung 7A Gedung 8A Gedung 9A Gedung 10A Gedung 5A Gedung 4A Gedung 3A Gedung 2A Gedung 1A J A L A N Gedung 5B Gedung 4B Gedung 3B Gedung 2B Gedung 1B Gedung 6B Gedung 7B Gedung 8B Gedung 9B Gedung 10B Blok A Gerbang Utama Blok B Gambar 4. Gambar di bawah ini mendeskripsikan denah pembagian gedung-gedung ruko tersebut.   amn + bmn   t ( Am×n 4.

• Karena a = 0 maka d = –3. a = 0. jika dan hanya jika: i. Oleh karena itu berlaku kesamaan matriks Pt = Q. kita akan mengkaji dalam konteks matriks. dan 2c = 6 maka c = 3. Dua matriks dikatakan sama jika memenuhi sifat berikut ini. b = 1. Definisi 4.  dan Q =  3 6 7     7   4  Penyelesaian Karena P merupakan matriks berordo 3 × 2. Selain itu. b. ii. karena banyak Ruko di Blok A sama dengan banyak Ruko di Blok B. dengan 3b   2a − 4 4   b − 5 3a − c  P =  d + 2a 2c  . kita temukan nilai a. 2a −− 44 dd ++ 2a 2a 2 a Dengan Pt =   3b 2c 2c   3b  2a − 4  3b  d + 2a 2c 4 7 −− 44    b b− 5 5 3a 3a cc 44   − . Dari ilustrasi di atas. c. dan d sebagai berikut: • 3b = 3 maka b =1. dan d yang memenuhi matriks Pt = Q. kesamaan Pt = Q     77     33 66 77   3a − c 6 4  . Setiap elemen yang seletak pada matriks A dan matriks B mempunyai nilai yang sama.3 Tentukanlah nilai a. 7     b−5 = 3   Dari kesamaan di atas. b. Dari denah di atas dapat dicermati bahwa Blok A sama dengan Blok B. Artinya 10 Ruko di Blok A dan Blok B dibagi dalam dua jajaran. • 2a – 4 = –4 maka a = 0. Jadi.2 Matriks A dan matriks B dikatakan sama (A = B).= Akibatnya. Sedangkan matriks Q merupakan matriks berordo 2 × 3. = . Ordo matriks A sama dengan ordo matriks B. Contoh 4. aij = bij (untuk semua nilai i dan j). c. 138 Buku Guru Kelas X . penempatan setiap Ruko di Blok A sama dengan penempatan Ruko di Blok B. c = 3. dapat dituliskan: . dan d = –3. maka Pt merupakan matriks berordo 2 × 3.

Tentukanlah matriks berordo 5 × 5. 1 jika i − j ≤ 1 −aturan: dengan  1 jika i − j > 1 aij =  ! −1 jika i − j ≤ 1  8. Buatlah matriks yang terdiri dari 5 baris dan 3 kolom. Menurut ilmu kedokteran. buatlah matriks yang terdiri dari 7 baris dan 2 kolom! Serta tentukan transpos matriksnya! 1 jika i − j > 1 aij =  ! 7. Menurut kamu. Petunjuk: Jika kamu belum paham arti syarat cukup dan syarat perlu. apakah ada batasan banyak baris dan kolom untuk membentuk suatu matriks? Jelaskan! 3. Jelaskan nilai kebenaran untuk setiap pernyataan berikut ini! a.Uji Kompetensi 4. Diketahui matriks M = [2 6 12 7 11] 2 4   6 dan N =   . Jika elemen suatu matriks merupakan anggota bilangan kuadrat. Elemen baris ke-1 kolom ke-3 pada matriks M! b. Silahkan jelaskan! 2.1 1. Elemen kolom ke-1 baris ke-5 pada matriks N! c. Hasil perkalian elemen baris ke-2 pada matriks N dengan elemen kolom ke-4 pada matriks M! d. Dari matriks M dan N. b. dikatakan bahwa terdapat relasi antara berat badan dengan tinggi badan seseorang. Selisih elemen baris ke-6 pada matriks N terhadap elemen kolom ke-2 pada matriks M! e. Menurut kamu. Dua matriks yang sama merupakan syarat cukup bagi dua matriks yang sama. Elemen baris ke-7 pada matriks N. dengan semua elemennya adalah 15 bilangan prima yang pertama. Coba berikan contoh yang lain (selain yang disajikan di atas) mengenai matriks yang dapat dijumpai dalam kehidupan seharihari! 4. teknologi apakah yang menggunakan konsep matriks yang sedang kita pelajari ini? Tolong deskripsikan! 5. 8  7     0  tentukanlah : a. silahkan tanyakan pada gurumu! Matematika 139 . Dua matriks yang berordo sama merupakan syarat perlu bagi dua matriks yang sama. Serta tentukan transpos matriksnya! 6. Bisakah kamu merepresentasikan persoalan tersebut ke dalam matriks? (Silahkan gunakan data berat badan dan tinggi badan teman sekelasmu)! 9.

000 untuk semuanya. Pada saat yang bersamaan.d e f  2 1  B= 0 2 . Masalah Penugasan Pengasuh Bayi. a b c  A= . dan f! a 13. Pada tahun ajaran baru.  u v w d e f  Syarat apakah yang harus dipenuhi supaya matriks A sama dengan matriks X?. − 2 10 1   a) Tentukan transpos dari matriks T! b) Jika Rt = T. Samad harus membayar Rp 740. Dia harus membayar sebesar Rp 410. Anas mewakili beberapa temannya untuk membeli 5 buah buku Matematika dan 4 buah buku Biologi.000. d e f  2 1  B= 0 2 . s t u  −3a T =  b+c   e − 2d t 10. C= 1 2 4   p q r D= . s t u 140 Buku Guru Kelas X t . tentukan pasangan-pasangan matriks yang sama. Diketahui matriks A =  d b e c r X =  f u s v t w  Ibu Soimah Bagaimanakah biro jasa tersebut menugaskan pengasuh-pengasuhnya agar dapat memaksimumkan jumlah angka kecocokan antara klien dengan pengasuh? r s t  a b c  A X = =  dan matriks  . Untuk matriks-matriks berikut. 10 −1  8 4 0 dan R =  . nilai nol artinya a − 2b   −3apengasuh klien tidak cocok dengan  T = b+ c 2klien d + c bayi dan nilai sepuluh untuk    yang sangat cocok dengan pengasuh. Diketahui matriks-matriks a − 2b  8 2d + c   dan R =  2  e−3f   4 0 . 1 2 4  p q r D= . 2 3 e − d e − f   Tabel peringkat tersebut sebagai berikut! Nama Pengasuh Bayi Tarsi KLIEN Ibu Ratna Ibu Santi Ibu Bonita 7 5 3 6 Inem 4 9 5 5 Wati 7 3 6 0 Nurlela 3 8 2 4 Marni 10 7 9 8 12. d. Biro tersebut mengevaluasi tingkat kecocokan antara klien dan pengasuh bayi dalam sebuah tabel dengan skala nol sampai sepuluh.  3 4  2 0 3 C=  . e. c. Samad mewakili teman-teman yang lainnya membeli 10 buah buku Matematika dan 6 buah buku Biologi. Sebuah biro jasa penyedia pengasuh bayi mempunyai empat klien dan lima pengasuh.  3 4  2 0 3 . Jelaskan! 14. tentukanlah nilai a. b. Nyatakanlah persoalan tersebut dalam bentuk matriks dan selesaikanlah! 11.

Biaya untuk bahan ditangani oleh sebuah departemen dan upah buruh ditangani oleh pabrik departemen lainnya. Selanjutnya coba terapkan berbagai konsep dan aturan matriks dalam menyusun buku teks di sebuah perpustakaan. Buat laporan hasil kerja kelompokmu dan hasilnya disajikan di depan kelas. dan teknologi informasi. tersedia buku aljabar. maka biaya total yang dikeluarkan oleh perusahaan untuk kedua pabrik tersebut dapat diperoleh. Masalah-4. Biaya untuk setiap jenis produk diberikan pada matriks berikut. dan lain-lain) tampak pada susunan baris dan kolom sebuah matriks. geometri. kimia. statistika. yaitu baju dan jas. kimia. fisika.6 Sebuah perusahaan garmen memiliki dua pabrik yang berlokasi di Jakarta dan Surabaya.Projek Temukan contoh penerapan matriks dalam ilmu komputer. sebagai berikut. biologi. sebagai matriks S dan biaya matriks di Jakarta sebagai matriks J. Kamu dapat membuat pengkodean dari bukubuku tersebut agar para pembaca dan yang mencari buku tertentu mudah untuk mendapatkannya. Memahami Operasi Sederhana Matriks serta Menerapkannya dalam Pemecahan Masalah a. seperti: buku matematika. dan IPS dari berbagai jenisnya (misalnya jenis buku matematika. bidang ilmu fisika. Perusahaan itu memproduksi dua jenis produk. Operasi Hitung pada Matriks 1) Penjumlahan Dua Matriks Untuk memudahkan kita memahami penjumlahan dua matriks. 5. Pikirkan bagaimana susunan buku teks. Matematika 141 . mari kita cermati contoh masalah berikut ini. Pabrik di Surabaya (dalam Jutaan) Baju Bahan Buruh 200 20 Jas 600 80 Bahan Buruh Pabrik di Jakarta (dalam Jutaan) Baju 125 25 Jas 450 90 Jika kita misalkan matriks biaya di Surabaya.

maka hasil jumlah matriks P dan Q adalah 142 Buku Guru Kelas X 2+2 3+ 0 4+8   = 5 +1    . adalah sebagai berikut: Total Biaya Pabrik (dalam Jutaan) Baju Bahan Buruh 325 45 Jas 1050 170 Penjumlahan kedua matriks biaya di atas dapat dioperasikan diakibatkan kedua matriks biaya memiliki ordo yang sama. Jika matriks C adalah jumlah matriks A dengan matriks B. P + Q =  = .♦ Total biaya bahan untuk baju = 200 + 125 = 325 ♦ Total biaya bahan untuk jas = 600 + 450 = 1050 ♦ Total biaya buruh untuk baju = 20 + 25 = 45 ♦ Total biaya buruh untuk jas = 80 + 90 = 170 Jika keempat total biaya tersebut dinyatakan dalam matriks. Nah. maka   1 0 1  1 3 5  1+1 2 2 8 10 + 2 2 + 2 4 + 8  12 4 12  Q= . Seandainya ordo kedua matriks biaya tersebut berbeda.3 Misalkan A dan B adalah matriks berordo m × n dengan elemen-elemen aij dan bij. Definisi 4. Q= . matriks C juga berordo m × n dengan elemen-elemen ditentukan oleh: cij = aij + bij (untuk semua i dan j). melalui pembahasan di atas.4 2 2 8 10 2 4  10 + 2 a) Jika diketahui matriks P =  P+Q =  . ditulis C = A + B. 1 0 1   1+1 3 + 0 5 +1   2 3 6  Jika dimisalkan R = P + Q. Contoh 4. tentunya dapat didefinisikan penjumlahan dua matriks dalam konteks matematis. Ordo matriks hasil penjumlahan dua matriks adalah sama dengan memiliki ordo yang sama dengan matriks yang dijumlahkan. yaitu 2 × 2. Catatan: Dua matriks dapat dijumlahkan hanya jika memiliki ordo yang sama. kita tidak dapat melakukan operasi penjumlahan terhadap kedua matriks.

Matriks –B dalam merupakan matriks yang elemennya berlawanan dengan setiap elemen yang bersesuaian matriks B. karena matriks tersebut akan dijumlahkan dengan matriks T berordo 3 × 3 juga. Contoh 4. T = 5 5 0 . ditulis: A – B = A + (–B). maka        5   5   −2   −9   −11      K − L = K + (− L) =   3  +  −7  =  −4  . maka mari kita tunjukkan bahwa T + O = T 2 3 6  O + T = T!   dan 1 3 7   Matriks O dalam hal ini adalah matriks nol berordo 3 × 3. Demikian juga halnya untuk matriks identitas. maka kita harus memikirkan matriks nol dengan ordo yang sama dengan matriks tidak nol yang sedang dikaji.  6 3 1  0 0 0  6 + 0 3 + 0 1 + 0   6 3 1          T +O =   5 5 0  + 0 0 0 =  5 + 0 5 + 0 0 + 0  =  5 5 0  = T  1 3 7    0 0 0 1 + 0 3 + 0 7 + 0     1 3 7   12 R= 2 4 3 0 0 0   6 3 1  0 + 6 0 + 3 0 + 1   6 3 1          O +T =  0 0 0 +  5 5 0  =  0 + 5 0 + 5 0 + 0  =  5 5 0  = T  0 0 0   1 3 7     0 + 1 0 + 3 0 + 7   1 3 7   Dalam kajian selanjutnya. I.5 Mari kita cermati contoh berikut ini.  −2  9  a) Jika K =  3  dan L = 7  . T =  5 5 0  . dan Z =   7 11 13      9 11  10 12   17 19 23  Matematika 143 . Y =  6 8  . 2) Pengurangan Dua Matriks Rumusan penjumlahan dua matriks di atas dapat kita terapkan untuk memahami konsep pengurangan matriks A dengan matriks B.6 3 1  12   . 6   1 3 7   6 3 1  12 4 12    b) RDiketahui = matriks  . jika dikatakan matriks nol. Misalkan A dan B adalah matriks-matriks berordo m × n. Pengurangan matriks A dengan matriks B didefinisikan sebagai jumlah antara matriks A dengan lawan dari matriks –B.  5    −5     0   1 3 2 4 2 3 5      X =  5 7  .

♦ Guru mengarahkan siswa untuk menunjukkan bahwa sifat komutatif berlaku untuk penjumlahan matriks. bilangan real k sering disebut sebagai skalar. maka  −9   −11  −2  5   5       −4  . Artinya. seperti yang berlaku pada penjumlahan dua matriks. dan Z =  7 11 13      9 11  10 12   17 19 23  Jika ada. Oleh karena itu. tentukan pengurangan-pengurangan matriks berikut ini: i) Y – X ii) Y – Z iii) X – Z. dan berikut:   X   Z sebagai       X =  5 7  . K − L = K + (− L) =  3  +  −7  =  −4  2 3 5 1 3 25  4  −5   0   b) Diketahui matriks-matriks . hanya bagian i) saja yang dapat ditentukan. Y =  6 8  . Y − X =   6 8  +  −5 −7  = 1 1 . menurut aturan pengurangan dua matriks. 7 K − L = K + (− L) =  3  +  − =  −11  −9   −2         5 5 0 −            . yaitu berordo 3 × 2. Sedangkan matriks Z berordo 3 × 2. (–B) dalam hal ini sebenarnya hasil kali bilangan –1 dengan emua elemen matriks B. 3) Perkalian Suatu Bilangan Real dengan Matriks Dalam aljabar matriks. tetapi tidak berlaku untuk pengurangan dua matriks. 144 Buku Guru Kelas X . dan Z =  7 11 13   1 3 2 4 2 3 5       9 11 10 12  17 19 23          X =  5 7  . (kenapa)?  2 4   −1 −3  1 1      Jadi. −2  9    7 Jika K =  3  dan L =    .  10 12     −9 −11   1 1  Dari pemahaman contoh di atas. Penyelesaian Matriks X dan Y memiliki ordo yang sama. Sebelumnya. Oleh karena itu perkalian real terhadap matriks juga disebut sebagai perkalian skalar dengan matriks. Y . yaitu: A – B = [aij] – [bij]. maka − 2   9      5  5  dan L =  7  Jika K =  3     . ii) dan iii) tidak dapat dioperasikan. Y =  6 8  . A – B = A + (–B). pada kajian pengurangan dua matriks. pengurangan dua matriks dapat juga dilakukan dengan mengurangkan langsung elemen-elemen yang seletak dari kedua matriks tersebut.

× maka = 48 60 2 12 18 36 45 54 48 60  2 12 15 18 36× 24 45 1 54             48  1 1 × 12 × 24   × 36 × 12 36   60 72 1 1 1 3 4 4      ×  × 48   × 48 × (−3) × (−12) 4 4 4 4 4  43 × 60 × 2   =   3 3  13 −1 −4    4 4 4    4 1 1 1 3 3 3    × 48 × 60 × 3 2 6 × 48  1× 60 × 2 1 1 3 3 3    1 8 42×    × 12     12 24 36  × 12 4 10 45  4 24 × 24 × 36  =  4 × 36   4 =  1  43  4 = . maka =     2         2 2 4 1 1 2 2 2 × × 1 1 2 2 × × 2 2 4        1 1 1 4 61 1 3    2 3 2 × 2 2 × 1× × ×30 × × × 12 15 12 30 15    4   3 3 3 3  3 3 a) Jika H = .6 4 6 6 2 2 3 3 2 2× ×2 2 2 2× ×3 3     4           .H . Secara umum.A.     48 60 2 × × × × 48 × 60 × 2  1 −1 −4      4 4 4 4 4  4  12 24 36 1 8 2     = . 12 5  . dengan k = –1. 24  2 ×1 L 0 ×     5 6 2 3 3 4 2 24  3 3 3 3 32 3 3   − 3 − − 3 − 12 1 3 12   1 3  2 4  1      1 11 × 30 1 1 1 × 15  1 1× 12 3  2 × 2 2 × 3  4 6   × 3 × − 3 × − 12 ( ) ( ) × (−3) × (−12)   3×3  1  × 4 2 × =8   1   33 33 3 3 3 12 30 10  15     3  4 5 . 4  4 4 4  48 60 2 12 15 18 36 45 54 + 0 8 6  ..H =  2 × 15      1 1 1 1     3 3 b) Jika L= 0 24 5 18 .. 0 18  = × 24 ×  1 )) Jika 8 6 . maka × 302. perkalian skalar dengan matriks dirumuskan sebagai berikut. Matriks C adalah hasil perkalian bilangan real k terhadap matriks A.aij (untuk semua i dan j).B. maka L = 0 18 0 × = 1 1 1 3 1× 24 1 1 × 3      10 2 24 2 4  4 10 5 4  10 5      2 ×1  2 ×      3  × × × 12 24 36 × × × × 12 12 24 36 × 12 2 3 3       1 1 1 3   1 3   4 4 4 4 4 4 4 4   0  3 −3 6 12  . Definisi 4. a) a) Jika Jika H H= = maka 2 8 10 10 4 4 5 5 2 .30 maka . = = .  =  01 8 1 1  3 3 3 6 3 18 . maka 0 24 0 1 24 6× × × 1836 = 5  4 ×10 12 8 2 12 24 24 36 6L 1 8 2      × × 36   × 12 12 24  3     2 3 3 3 12 24 36   = .  36 45 54  =  48 60 145 2 Matematika     10 10 5 5 8 8 6 6   1 4 1 − 4 − − −  10 5 8 6 3 3 × ×24 24 4 4 −1 −4 3 3 × ×60 60 4 4 3 × 24 4 3 × 60 4 .4 Misalkan A adalah suatu matriks berordo m × n dengan elemen-elemen aij dan k adalah suatu bilangan real. dinotasikan: C = k. maka = Jika 0 8 6− maka 1 = = 1 8 1  0  = 1 1 = 1   =     3 3 12 30 15 × × × × × − × − 12 3 3 ( ) ( ) 1 1 1 3 1 1 1 3 4 4 4 4    1  3 ×  1 4   × × ×48 ×60 × 2 48 3 5 60 3 2 ×48 48  3 − 3 3    − − 1 4 − − 1 1 − 4    ×   1  2 30 10 1 1 15      4   4 4 4  4 4 4 4    4  × (−3) × (−12 ) 3 1  1 1 1 . Contoh 4..   4 4 6 30 2 1 1 1 1 1 2 3 3 4 1 1 1 1 1 1 1              =× 2  × ×24 × 2 2 4 0 2 24 18 18 ..H = = 2 2× ×4 4 2 2× ×5 5 =8 . = = = 1 3 44  4 4  0  3 8 6   =        14 −1 − 1 1 ) 3 3 −3 1 −12   15 3 M . bila matriks C berordo m × n dengan elemen-elemennya ditentukan oleh: cij = k.matriks (–B) dapat kita tulis sebagai: –B = k.H =  × 4 2× 12 5  152 4 15 12  5  =  8 10  . maka b) Jika Jika L L= =1 maka L= × × 0 18 0 24 18 = = 0 b) 0 8 10  . maka =      =  1 1 1 3 3 3 4 4 . maka = Jika .

mm 2 q.mm 2 p. dan untuk p. maka matriks C berordo m × n dengan elemen-elemen cij = (p + q)aij untuk setiap i dan j.m21 p.m13 ( p + q ).m33 ( p + q ).m33 q.m23 ( p + q).m12 q.M m×n ( p + q ).M m×n + q.mm 3 q.m22 q.m11  p.m3n    q.m33 p. Jika C = (p + q) × M.m3n    ( p + q ). p dan q adalah bilangan real.m31 ( p + q). M m×n p.m2 n   ( p + q).m1n  ( p + q ).m13 q.mmn   ( p + q ).m1n  q. maka =   4 4  1 × 48  −4   4 1 8 2  12 24 36  = = .m22 21  =  ( p + q).M m×n =  p.mm 3 146 Buku Guru Kelas X . maka   mmn   q.m23 p.m11 ( p + q ).m12  ( p + q ).m 21   p.   3 4 = 0  1 −3 ) Jika 10 8 −1   3 6 =   36 12 15 18     3   1 ×3   3 1 5  4 × 12 1 3 6 .mm 2 p.m23 q.m32 q.mmn   q.m11  p.m32    ( p + q).mm1    ( p + q ).m1n   q.m22 p.m2 n   q.mm1 p.m12 p.  m11 m  21 =  m31     mm1 m12 m22 m32 mm 2 m13 m23 m33 mm 3 m1n  m2 n   m3n  . Sehingga (p + q) M = p × M + q x M.m31     p.m31     p.mmn   Misal. q merupakan anggota Himpunan Bilangan Real.mm 3 p.m2 n    q.m32 p.mm1 ( p + q ).M m×n + q. • Dengan mengambil sembarang matriks Mm×n.m13 p. 45 54  2   48 60  2  −12   3 1 × (−3) 3 1 × 24 4 1 × 60 4      1 × (−12)   3  1  3 × 36   × 4 4 = 1  3 × × 2  4 4   3 Diskusi Diskusikan dengan temanmu satu kelompok masalah berikut. M suatu matriks berordo m × n dengan elemen-elemen aij.m ( p + q ).m3n  +  q.

Jadi. dan c suatu skalar. 12 30 10  1 1 1 1 1 2 3 3 4  3) Dengan menggunakan matriks L =  q= . Tentunya hasil c × (P – Q) sama dengan c × P – c × Q.  . m11 m  21 = ( p + q )  m31     mm1 m12 m22 m32 mm 2 m13 m23 m33 mm 3 m1n  m2 n   m3n    mmn   = ( p + q ) M m× n . Untuk matriks P dan Q berordo m × n. Silahkan diskusikan bahwa c × (P + Q) = c × P + c × Q. maka  8 10  5 7    2 3  5 6    −3 −3 3 3 − c. 0 . 8  Matematika 147 .Mm×n = (p + q)Mm×n. c bilangan real. dan c adalah bilangan real. Jika c = −1. terbukti bahwa p.( P − Q) = −1. maka c × (P – Q) = c × P – c × Q.Mm×n + q. 5 6  2 3 dan Q =  d) Diketahui matriks P =   .L 5 6 2 23 4  6 30 2 3 24 3 4 8 10   6 3  4 18  =  0 2 3  16    3 15 12 4 5 9 . =    −3 −3 3 3   5 7  8 10   Diskusi Diskusikan dengan temanmu satu kelompok bahwa jika matrik P dan Q merupakan dua matriks berordo sama.    = −1.  0 24 18  dan p = 2 dan 5 6 2 3 4 3 4 2 3   6 8 16   Kita dapat memahami bahwa: 12 1 1 1 11 1 q ×q L = = ×.

dan cabang 3 di kota Pekanbaru. merupakan langkah lebih efektif untuk menyelesaikan p × (q × L).( q. Untuk itu. 148 Buku Guru Kelas X . diperlukan beberapa peralatan untuk membantu kelancaran usaha jasa tersebut. yaitu cabang 1 di kota Palembang.  p × (q × L) 0  3 15 12 4 5  12 30 10    9  =  0 24 18  . ternyata dengan mengalikan p dengan q terlebih dahulu. cabang 2 di kota Padang. pihak perusahaan mempertimbangkan harga per satuan peralatan tersebut. Handphone (unit) Cabang 1 Cabang 2 Cabang 3 7 5 4 Komputer (unit) 8 6 5 Sepeda Motor (unit) 3 2 2 Harga Handphone (jutaan) Harga Komputer (jutaan) Harga Sepeda Motor (jutaan) 2 5 15 Perusahaan ingin mengetahui total biaya pengadaan peralatan tersebut di setiap cabang.7 Suatu perusahaan yang bergerak pada bidang jasa akan membuka tiga cabang besar di pulau Sumatera. dan sepeda motor. untuk matriks M berordo m × n. rincian data tersebut disajikan sebagai berikut. Jika kita mengalikan hasil p dengan q. maka kita akan peroleh: 6 p.L. Sekarang. Lengkapnya. Alternatif Penyelesaian ♦ Guru menyuruh siswa untuk menyelesaikan persoalan di atas tanpa menggunakan konsep matriks. yaitu handphone. Di sisi lain. komputer.= L)2 =× 2. kemudian mengalikannya dengan matriks L. p dan q adalah skalar anggota Himpunan bilangan real. 4) Perkalian Dua Matriks Masalah-4. 8    6 8 16   Karena p dan q adalah skalar. tunjukkan bahwa: p × (q × L) = (p × q).

bahwa setiap elemen baris pada matriks C berkorespondensi satu-satu dengan setiap elemen kolom pada matriks D.00 Jadi.000   R3×1 =   70. dan matriks 3× 1.000. Matematika 149 .000.000   Dapat kita cermati dari perkalian di atas.Sekarang. Jadi.000. kita peroleh sebagai berikut.000.000.  5 . matriks C3×3 =  5   4 masalah tersebut dengan menggunakan konsep 8 3  2    merepresentasikan jumlah unit yang 6 2  .  5 . 5 2 15    7 8 3   2   5 6 D2  =   . yang setiap peralatan yang dibutuhkan di setiap cabang.00 • Cabang 3 Total biaya = (4 unit handphone × 2 juta) + (5 unit komputer × 5 juta) + (2 unit komputer × 5 juta) = Rp43.00 • Cabang 2 Total biaya = (5 unit handphone × 2 juta) + (6 unit komputer × 5 juta) + (2 unit sepeda motor × 15 juta) = Rp70.000  . = Rp99. • Cabang 1 Total biaya = (7 unit handphone × 2 juta) + (8 unit komputer × 5 juta) + (3 unit sepeda motor ×15 juta). total biaya pengadaan peralatan di setiap unit dinyatakan dalam matriks berikut:  99.   43.000.000.   merepresentasikan harga per unit setiap peralatan.  4 5 2 15    Untuk menentukan total biaya pengadaan peralatan tersebut di setiap cabang. dapat disimpulkan operasi perkalian dua matriks dapat dilakukan jika banyak baris pada matriks C sama dengan banyak kolom pada matriks D.000. Seandainya terdapat satu saja elemen baris ke-1 pada matriks C tidak memiliki pasangan dengan elemen kolom ke-1 pada matriks D. kita akan menyelesaikan matriks. 7 Kita misalkan.000. maka operasi perkalian terhadap kedua matriks itu tidak dapat dilakukan.

maka • Matriks C berordo m × p. Misalkan matriks An×m dan matriks Bp×n. • Elemen-elemen matriks C pada baris ke-i dan kolom ke-j.b1j + ai2.  31 32 34  a12   b matriks hasil matriks dana matriks B.b21 + a23 .b11 + a22 .b2j + ai3. b21 b22 b23  21 22 23 a b11 b  a11 a12 A   b  13 11 12 12 b13 13   .b31 a31 .b11 + a12 .b33    a21 .=  31    a a a b b b 31 32 34 32 33 b b b  a a a   A.bnj Mari kita pelajari contoh-contoh di bawah ini. 3× 3 3 a12 A a b11 b12 B b 23  a11  .B =   b b b B .b13 + a12 .b33   150 Buku Guru Kelas X .b a32 a33  b31 b b  a11 A  b 13 11 12 32 34  13    a31 perkalian     a ab ab .b13 + a32 . dinotasikan C = A × B. Secara matematis. dinotasikan cij. Hasil perkalian matriks A berordo n × m terhadap matriks B berordo p × n adalah suatu matriks berordo m × p. Proses menentukan elemen-elemen hasil perkalian dua matriks dipaparkan sebagai berikut.b33   =  a21 .b21 + a13 .b11 + a22 . Dinotasikan cij = ai1. b1 p  a1n   b11 b12 b13  a11 a12 a13 b a  b2 p  a2 n   21 b22 b23   21 a22 a23 b3 p  Am×n =  a31 a32 a33 a3n  .b23 + a13 . kemudian dijumlahkan.b32 a31 .b32 a21 .B  = . untuk memudahkan kita mengerti akan konsep di atas! Contoh 4.b12 + a22 .b22 + a23 .b32 a11 . dan  . diperoleh dengan cara mengalikan elemen baris ke-i dari matriks A terhadap elemen kolom ke-j dari matriks B.b12 + a32 .b23 + a23 . matriks A dapat dikalikan dengan matriks B jika banyak baris matriks A sama dengan banyak kolom B. dan 133  21 13 33   a31 B  b31 b32 b33  a32 = a  b22 b23  A3×3 =  3×3 b21  a21 a22 a23  .b31 a11 . A× 22 23 21 21 22 22 23 23 3× 3 ×  21      b31 b32 b32 b34 b33 31  a31 a32 a33  b       a11 .b22 + a33 .b12 + a12 . dan Bn× p =  b31 b32 b33            anp  amn   am1 am 2 am 3  an1 an 2 an 3  Jika C adalah matriks hasil perkalian matriks Am×n terhadap matriks Bn×p.b23 + a33 .b3j + … + ain. kita dapat menyatakan perkalian dua matriks sebagai berikut.b21 + a23 .b31 a21 .b22 + a13 .b13 + a22 .7 b12 b13  b11  a11 a12 a13  11 12 13      =  a21 a22 a b22 b23 a) Diketahui matriks 3× ×3 = b21 22 23  .

A1. Sehingga ditemukan kesimpulan bahwa tidak berlaku sifat komutatif pada perkalian matriks.2 + 4. Akibatnya.♦ Guru mengarahkan siswa menemukan hasil perkalian matriks B terhadap matriks A. 1 1 22   2  2 33 44    . . 151 Matematika .2 + 6. dengan meng. dan In = I.  2 3 4  = 3. bersama siswa memeriksa apakah hasil perkalian matriks A dan matriks B sama dengan hasil perkalian matriks B dan matriks A. Artinya.1 5.4 + 6.2 1. Matriks A4 = I. akan ditemukan matriks identitas.0   4 7 4  1 2  3 4  .0  16 27 20     5 6       Dengan menggunakan hasil diskusi yang kamu peroleh pada contoh a).2 + 2.4 + 4.     1 2 0     5. maka A4 = I. Selanjutnya. 2013 dapat kita tuliskan sebagai berikut: 2013 = 4.1 1. silahkan 1 2 1 2 2 3 4  0 −1  2 3 4     ? 0 −1 3 4 3 4 periksa apakah matriks  dapat dikalikan dengan matriks ?             1 2 0   5 6  1 0   1 2 0   5 6  1 0      Berikan penjelasanmu! 1 2 2 3 4  0 −1  ? Diketahui matriks =  . diperoleh: 1.0  = 10 17 12  .8 Penyelesaian Mari cermati langkah-langkah berikut! 0 −1 0 −1  −1 0  1 0  A2 = A × A =  × = = −1 ×      = −1 × I = − I 1 0  1 0   0 −1 0 1  Jika A2 = –I.3 + 2.(503) + 1. Selanjutnya.2 3. 2.2 5. …. b) Mari kita tentukan hasil perkalian matriks  3    3 44  1 1 22 00        5  5 66   gunakan konsep perkalian dua matriks di atas.3 + 6.(503)+1) = (A4)503. Tentukanlah A2013! 1 2 0   3 4A  1 0   5 6      Contoh 4.4 + 2. akibatnya berlaku. untuk setiap pangkat matriks A kelipatan 2. 3. n = 1. (A4)503 = I. A2013 = A(4.3 + 4.× .1 3.

 4 7    5. Tentukanlah hasil perkalian matriksdalam kehidupan sehari-hari yang matriks berikut! menerapkan konsep perkalian matriks! (Selain konteks persoalan  −2 3   1 2 yang sudah disajikan pada buku ini). D. B =  4  . 4 2 6   b) 6. dan 5 × 4. dengan matriks tersebut! A dan B matriks yang diketahui. D = 5 . (a) BA (d) AB + B Bagaimana kita menentukan matriks (b) AC + D (e) E (A + B) X? Tolong paparkan di depan kelas! (c) AE + B (f) E (AC) 4.  3 2 1         8 8 10   2  1 6     t  2 3 2  −3 0 2  1 0 0   −2 −1 0    A = 4 . Berikan contoh permasalahan 2. 0 −1 A2013 = I × A = A =  . dan E berturut-turut adalah  0 1 0  . 0 0 1    1 3 2   4 × 2. 0   8 8 10   2     −3 c)  4  0 0 2 1 2  1 0 0    1 Uji Kompetensi 4. Misalkan A dan B adalah matriks1 0 0  1 2 3  matriks berordo 4 × 5 dan misalkan.   3 2 1           1 2    6    0 1 −2    0 0 1  1 0 0  1 2 3  3 5 6  152 d)  0 1Guru 0 X  Buku  .Oleh karena itu.Kelas  0 0 1    1 3 2    .    d)  C. Diketahui matriks-matriks  0 5  2 2  −1 −2 −1 0      4 2 6   A = [ 2 3 5] .2  . D =  5 4  dan F = [ 2 4 6] 4 2 1 0 c)  . 0 1 0  −2    0 0 1   1. Tentukanlah yang 3. 3 5 6   matriks-matriks berordo 5 × 2. Apa yang dapat kamu jelaskan demana antara pernyataan matriks ngan operasi pembagian matriks? di bawah ini yang terdefinisi. 1 0   −2 3   1 2 a)   −1 −4  .  4 7     5 0  suatu matriks persegi ♦ Pola pengerjaan di atas hanya berlaku untuk kondisi jika pangkat memiliki hubungan dengan matriks identitas. Jadi guru harus mampu memotivasi  −1 siswa untuk giat latihan dengan soal-soal lanjutan.X = B. C= [ 21 305] . Jika Misalnya diketahui persamaan ada tentukanlah ukuran matriks matriks A. a)   −1 −4  . C =   .  . 0 b) 6. B =   .

Diketahui matriks-matriks: dengan matriks I merupakan matriks 1 1 1 2 2 4  identitas berordo 3 × 3. 11. yaitu: 1 0 0  2 4  t H = [1 0 1] . C)! F (2A. dan s 1 1 3 pada persamaan matriks berikut! 14. untuk semua matriks A matriks persegi! 9. Y. Jika A= 3 2 3 3 5 . B= . Z) didefinisikan sebagai F (X. J = G . K =  4 4   0 0 1   0  3 2 4 5   t 0 . I adalah setiap matriks A[1 dan 0 1  matriks persegi. Tentukan matriks X! 7. 2C)! 1 2 3  12. Kemudian selesaikanlah! A= 6. maka elemen kolom ke-1 matriks AB juga semuanya nol. Tentukanlah F (A. dan C =  .As = A(r+s). b) Jika elemen pada baris ke-1 13. 2 4 6 dan lima matriks yang dapat dipilih untuk dikalikan dengan matriks G. Diketahui matriks G =  . Y.      A= . I =  0 1 0  . 4 4 2     1 1   Matriks yang manakah dapat dikalikan terhadap matriks G? Kemudian tentukan hasilnya! Matematika 153 . Z) = 4X – 2Y + Z. Berikan beberapa matriks A dan B yang memenuhi kesamaan (A + B)t = At + Bt! 8.0 1  . 0 0 a) Jika elemen pada kolom ke-1 pada matriks A semuanya nol. 1 . = − 3 2  p q  5 6   −15 14  tentukanlah C – 4C + C – 4I. B=  2 4 6  −4 10 7 9  .  2 D= 5  1 3 t 61 4  dan F = [ 2 4  ] . B.  A=   3 2  0 1 di  2atas. 6 8   Jika F (X.  t dan X suatu matriks berordo 2 × 3 serta memenuhi persamaan A+X=B.   0 1 2 3 6 8     2 4 dan C =  . Tentukanlah nilai kebenaran setiap 1 0 pernyataan di bawah ini! Untuk H= 0 1B = ] . q. Jika matriks C =  1 3 1   . r. B = 1 2 .  Dari semua matriks pasangan matriks manakah yang dapat dijumlahkan dan dikurangkan. A2 – B2 = (A – B). (A + B)2 = A2 + B2 maka elemen baris ke-1 matriks ii.(A + B) AB juga semuanya nol. i. 10. maka 8  r a  8 −3  7 3 1 1   5  . Berikan dua matriks yang memenuhi kesamaan: pada matriks A semuanya nol. 3B. Tentukanlah nilai-nilai p. K =  dan L =  0  . Tunjukkan bahwa Ar. J = G .

00.00. Oleh karena itu. 154 Buku Guru Kelas X .8 Pekan Raya Jakarta. keluarga Pak Asep membeli 2 tiket dewasa dan 3 tiket anakanak seharga Rp 190. dan teknik yang melibatkan konsep dan operasi dua buah matriks atau lebih. persoalan di atas dinyatakan dalam persamaan linear dua peubah seperti berikut.000. kebudayaan Betawi.I  −2 5 I adalah matriks identitas berordo 2 × 2. Ujilah apakah berlaku berbagai sifat operasi matriks di dalam pemecahan masalah tersebut. transportasi. Dengan niat yang sama. seperti pameran teknologi terbaru.000. dan banyak hal lain yang perlu disaksikan. Determinan dan Invers Matriks Masalah-4. hasil industri kreatif. keluarga Pak Tatang akan menghadari kegiatan tersebut dengan membeli 3 tiket dewasa dan 2 tiket anak-anak seharga Rp 210. Tahun 2012. Berapakah total uang tiket yang akan dibayar oleh Pak Asep.15. Acara ini menampilkan berbagai hal menarik tentang ibukota negara Indonesia. jika dia harus menambah 3 tiket dewasa dan 2 tiket anak-anak? Alternatif Penyelesaian Cara I Untuk menyederhanakan masalah di atas. Buat laporan hasil kerjamu dan paparkan di depan kelas. Tentukanlah nilai x dan y yang memenuhi syarat berikut ini!  y 1 2 G= a)  dan G = I 0 x    −3 1  2 b) Y =  dan F = xF + y. kita misalkan x : harga tiket dewasa y : harga tiket anak-anak. biasanya diselenggarakan sekitar Juli setiap tahunnya. Projek Himpunlah minimal lima masalah di bidang ekonomi. 6.

....b1) disebut sebagai determinan matriks a1b1 b1  aa  a1 a1b1 b1    a1 a1b1 b1  1 1 b A= A .000 Banyak tiket yang dibeli Pak Asep : 2x + 3y = 190.. det....  == 1 1 → → 1 1 1 1      cc aa aa ++ bb yy==cc yy   2x 2x 22 2 2 bb 22 22 22       Solusi persamaan tersebut adalah: b ×c −b ×c a × c − a2 × c1 x = 2 1 1 2 dan y = 1 2 ...m ..000   2 3  ×  y  = 190.... dapat ditulis menjadi: c1 b1 a1 c1 c2 b2 a2 c2 x = dan y ... (1)       Mengingat kembali bentuk umum persamaan linier.(3) = a1 b1 a1 b1 a2 b2 a2 b2 155 Matematika .isalkan isalkan matriks matriks = .....b2 – a2... melalui soal latihan.... dengan matriks  a  a b b  a  a b b  atau  a  a b b=A a2 2 b 22 2  2   2 2 2  2    2 2 2  2  Oleh karena itu.  dinotasikan . apakah .... a1b2 ≠ a2b1 ...000 22 33   190 190     ++ by ==c1 c1  cc aa b1 aa bb xx   1x 1x 1y .... A.... .000 Matriks yang merepresentasikan kedua persamaan tersebut adalah:  3 2   x   210. nilai x dan y pada persamaan (2).000 3 3 22 210 210  semua sistem persamaan linear dua variabel memiliki        . Serta guru harus memastikan bahwa siswa mampu menunjukkan solusi sistem tersebut dengan salah cara menentukan himpunan penyelesaian SPLDV..( A ) |A |m ............ . Diskusi Menurut kamu.000 xx ... (2) a1 × b2 − a2 × b1 a1 × b2 − a2 × b1 ♦ Guru harus mampu mengarahkan siswa untuk mengingat kembali cara menentukan himpunan penyelesaian SPLDV.    penyelesaian? .. yaitu – Memiliki solusi tunggal – Memiliki tak hingga banyaknya solusi – Tidak memiliki solusi Dalam konsep matriks.... atau det...× ......... nilai (a1.. dinotasikan atau det.  diskusikan dengan temanmu...  == Silahkan ........000  .....Banyak tiket yang dibeli Pak Tatang : 3x + 2y = 210... ♦ Untuk memastikan apakah siswa telah paham bahwa SPLDV memiliki 3 kemungkinan himpunan penyelesaian.000 yy .

000 570. dan B =  .00. X =   .000 3 630.dengan a1 a2 b ≠ 0.000.000 3 190. b2 Kembali ke persamaan (1).d − b. A =  .000  Kita misalkan matriks A =  . Adj .000      maan tersebut menjadi : A.  y  = 190. dengan menerapkan persamaan (3).000.000        3 2  x  210.000   2 3  . maka diperoleh: 210.0000.000 250. 3 2 9−4 5 2 3 3 210.00.A Maka = invers matriks A = A. akibatnya persa y 2 3 190.000.000 y= = = = 30. Matriks A–1 adalah invers matriks A jika dan hanya jika A × A–1 = A–1 × A = I.  a b  −1  d −b  1 1 Misalkan A matriks persegi.000.000 x= = = = 50. Total biaya tiket yang harus dibayar Pak Asep adalah Rp 400. maka dia harus menambah uang tiket sebesar Rp 210.c)  −c a   c d  dinotasikan A–1: 156 Buku Guru Kelas X .00. ……………………………………………………..  det.000 2 190.000 − 380. A (a.000 150.000 − 420. harga tiket Pekan Raya Jakarta untuk orang dewasa adalah Rp 50. (4) Persoalan kita: bagaimana menentukan matriks X pada persamaan (4)? Persoalan kita: bagaimana menentukan matriks X pada persamaan (4)? Definisi 4.0000.X = B.00 dan untuk anak-anak adalah Rp 30.5 Misalkan A matriks berordo n × n. Cara II Dengan menggunakan persamaan:  3 2   x   210. 3 2 9−4 5 2 3 Jadi. . berordo 2×2. Karena Pak Asep ingin menambah 3 tiket dewasa dan 2 tiket anak.

(semua ruas dikalikan A–1). langkah kita lanjutkan menentukan matriks X. dengan syarat det.  3 2   x   210.000  2 3  2 3 x ..A).X = A–1B I.000 y   5 150 30    30  X= ⇔X = ⇔ 1 1  x  50. matriks A. (A–1.000  1 x  250 50 1  250    50  ⇔X = X= = .    .000 .A−1 =  d −b  1 × .000 dan y = 30.    22 33 −− 3 2 2   3  190.X = A–1B X = A–1B (karena I. dengan a × d ≠ b × c. . namun ada beberapa teknik yang harus diperhatikan. Akibatnya persamaan (4) dapat dimodifikasi menjadi: A–1. Kembali ke persamaan matriks. dinotasikan Adjoin A.000.X = A–1B.000 . Matematika 157 .A.000  1 –1 a− ×B B.000 . .c.000 .disebut denganadjoin .d − b.X = X)……………………………………………… (5) Rumusan ini berlaku secara umum.000 .000  Ditemukan jawaban yang sama dengan cara I.000  ⇔ A × X = B ⇔ X = A       Karena A adalah matriks tak singular.d ≠ b . Tetapi perlu pertimbangan pemilihan cara yang digunakan menyelesaikan persoalannya.c)  −c a   Salah satu sifat invers matrik adalah A–1.000   33 −− × == .  y  30. Oleh karena itu.A = A.  2 3  ×  y  = 190. Untuk selanjutnya akan dikaji pada subbab berikut.A–1 = I. 22  210.000  Diperoleh   =   ⇔ x = 50.× == ⇔  y =     . ( a × d − b × c )  −c a   A−1 =  d −b  1 a. (a.000 5 150 .A ≠ 0. maka matriks A memiliki invers.

perusahaan tersebut mempunyai tiga jenis pesawat. kita misalkan: x: banyaknya pesawat Airbus 100 y: banyaknya pesawat Airbus 200 z: banyaknya pesawat Airbus 300 Sistem persamaan yang terbentuk adalah: 50 x + 75 y + 40 z = 305  50 75 40   x   305        30 x + 45 y + 25 z = 185  ⇔  30 45 25 .A. dan Airbus 300. Kategori Kelas Turis Kelas Ekonomi Kelas VIP Airbus 100 50 30 32 Airbus 200 75 45 50 Airbus 300 40 25 30 Perusahaan telah mendaftar jumlah penumpang yang mengikuti perjalanan wisata ke negara A.9 Sebuah perusahaan penerbangan menawarkan perjalanan wisata ke negara A. Airbus 200. seperti pada tabel berikut. antara lain Metode Sarrus. terlebih dahulu kita periksa apakah matriks A adalah matriks tak singular. ekonomi. Yaitu sebagai berikut: 158 Buku Guru Kelas X .Masalah-4. Jumlah kursi penumpang dari tiga jenis pesawat tersebut disajikan pada tabel berikut.  y  = 185  . Ada beberapa cara untuk menentukan det.  32 x + 50 y + 30 z = 206  32 50 30    z     206   Sebelum ditentukan penyelesaian masalah di atas. dan VIP. Kategori Kelas Turis Kelas Ekonomi Kelas VIP Jumlah Penumpang 305 185 206 Berapa banyak pesawat dari yang harus dipersiapkan untuk perjalanan tersebut? Alternatif Penyelesaian Untuk memudahkan kita menyelesaikan masalah ini. yaitu Airbus 100. Setiap pesawat dilengkapi dengan kursi penumpang untuk kelas turis.

a33 a33.30.a23.50) – (30.32) + (40. kita dapat menggunakan determinan matriks untuk menyelesaikan persoalan di atas. 305 305   185 185   206 206  x= = x 50 50  30  30   32  32  50 50  30  30   32  32 z= = z 50 50   30 30   32  32  75 40 40  75  45 25 25 45    50 30 −300 300  =− 50 30  =3 = 75 40 40 −100 100 = 3  − 75  45 25 25 45    50 30   50 30  75 305 305  75  45 185 185  45    50 2 0 6 200 −200  =− 50 206  = 2.9.75) = –100.40) – (50.a23.50) – (32.a21.45.25.a32 – a31.30) + (75.a22. = 75 40 40 100 = 2. 50 75 40 50 75 40 50 75 30 45 25 = 30 45 25 30 45 32 50 30 32 50 30 32 50 + + + = (50. maka deteminan A adalah: a33   a13 a11 a23 = a21 a33 a31 = a11. a13 a11 a12 a23 a21 a22 a33 a31 a32 + + + + a12.a31 + a13.a13 – a32.a22.a12.25.45.a11 – Untuk matriks pada masalah 4. −100  − 75  45 25 25 45    50 30  50 30   50 50   30 30   32 32  = y= y 50 50  30  30   32  32  305 305 185 185 206 206 5 75 7 45 45 50 50 40  40  25 25    30 100 −100  =− 30  =1 = 40 100 = 1 −100  − 40  25 25    30  30   Matematika 159 .a21. Analog dengan persamaan (3).Misalnya matriks A3×3 a11 a21 a31 a12 a22 a32  a11 =  a21   a31 a12 a22 a32 a12 a22 a32 a13  a23   .30.

B tersebut kita peroleh det(A. yaitu:  4 5  1 2  19 28 A.B. Sekarang akan kita bandingkan dengan nilai |A|.000) = 250.(190.000   = 3.000) − 2.000 3   = 3.000 x=  3. Tunjukkan A.000) = 150. Dengan menggunakan konsep determinan.2 5 3 2 2 3   dan  3 210. hasil di atas sama dengan hasil yang dikerjakan pada dua cara yang telah disajikan di atas.000 2  190. Contoh 4.det(B).000 = 50.|B|.B = )A B ! A). = .(210.  3 4  2 6 Tunjukka n bahwa det( A.000   2 190.B =  . banyak pesawat Airbus 100 yang disediakan: 3 unit banyak pesawat Airbus 200 yang disediakan: 1 unit banyak pesawat Airbus 300 yang disediakan: 2 unit.Oleh karena itu.3 − 2.2 5   2 3   Tentunya. maka nilai  210.9 1 2  4 5 Diketahui A =  dan matriks B =  .  2 6  3 4   20 28 Jika matriks A. B.000) − 2.B =.B) = 19 28 20 28 = –28.000 = 30. det( Penyelesaian Sebelum kita menentukan determinan A. ♦ Guru memandu siswa mengerjakan cara II untuk menyelesaikan masalah Pembelian Tiket PRJ.(210.3 − 2. mari kita tentukan terlebih dahulu matriks A.000 y= 3 2 3.(190. 160 Buku Guru Kelas X .

nilai determinan matriks k. dan = maka  .B.1 1) Selidiki apakah |A.C|=|A|. )  2 B  det(B  =  2 6  3 4   20 28  6  3 4   20 28 Nilai det(A).10 a b  Sebuah matriks P berordo 2 × 2 dengan P =   dimana a. dan C berordo n × n. b. y ∈ R. 2) Jika matriks A adalah matriks persegi berordo 2 × 2. xc xdq21 = kali →hasil baris 2* skalar × terhadap p21 – hasil kali skalar s terhadap p21.A B=  . maka berlaku P =   = Q = c d  c d  xc − sa + sa xd − sb + sb ad – bc = α. dan k adalah skalar. Selanjutnya. dengan α ∈ R.  xc − sa xd − sb  d d  a b → baris 1 Q = Penyelesaian xc − sa xd − sb → baris 2 a b  a b  a Jika P =  b  . ♦ Untuk menelusuri determinan k. guru dapat menunjukkan melalui contoh-contoh. = –2. yaitu: matriks Q = .B) = det(A). B .det(A).C| = |A|. Contoh 4. Coba telusuri.det(B) = 14. Tentukanlah determinan dari matriks b   a a b  P= Q=   dengan x.|C| untuk setiap matriks-matriks A. melalui pembuktian induksi matematik. 161 Matematika .A. c. sehingga siswa dapat memahami pola yang terbentuk.det(B) = –28.A.1. Pastikan hasil pekerjaan siswa. d ∈ R. Sedangkan bahwa det(A. c d  Jika determinan P adalah α.(–2) = –28.B. dan C berordo n × n.|B|. Dengan matriks det( A) = 14. untuk setiap matriks . guru memberikan kesempatan siswa untuk menyelidiki apakah det(k. yaitu apakah |A.A) = k.B. ♦ Guru memandu siswa untuk menyelesaikan Latihan 4. * a b Elemen → baris 1 Q memiliki hubungan dengan matriks P. B. dan determinan matriks P adalah α. Latihan 4.|B|. jika siswa mengalami kesulitan berikan arahan dan petunjuk untuk menjawab soal tersebut.|C|.maka A . 4 5  1 2  19 28  4 5  1 2  19 28 = A. = jika .

akibatnya peroleh: −11 − sb Q→ sa xd baris 2sa xd − sb → = kita . dengan matriks.s xh − b. matriks  a mereduksi Tujuan kita sekarang adalah Q menjadi P= Q=  Adapun langkah-langkahnya adalah − sa xd − sb  d  sebagai   xcberikut. Mereduksi  xc − sa  d dbaris   xd − sb  sb  Q menjadi  2 matriks P.s   xi − c.q22 = hasil kali skalar × terhadap p22 – hasil kali skalar s terhadap p22. a Ambil sembarang matriks P3×3 =  d  g Q3×3 b e h c f  . i  b xe − b.10.s   Q3×3 a =  xd   xg b xe xh c xf   xi    a =  xd − a. d a b → baris 1 xc − sa xd − sb → baris 2 b   a  ab b   a a b  = matriks Q1 = P =  baris Q Elemen 1 matriks QP == elemen dalam hal ini adalah a bP. Matematika).  = α . → baris 2* Menurut sifat determinan matriks (silahkan minta penjelasan lebih lanjut dari guru  a b  a b = xα .s 162 Buku Guru Kelas X . ♦ Guru menunjukkan kepada siswa. pola terdapat pada soal di atas dan untuk kondisi matriks P3×3 adalah berlaku secara umum untuk sembarang matriks berordo n × n dengan pola elemen matriks seperti yang disajikan pada Contoh 4.   2− Q =xd  xc − sa d d  mengoperasikan elemen baris matriks elemen baris xc − sa + sa xd − sb + sb → baris 1 b → barisa1 a b menjadi: q21 dapat dioperasikan * = Q Q =* axc −b baris 1 → (q21) =xc s.s   xg − a. xc → baris 2 b xd → baris 1* . b a b  kelipatan matriks P.q + q21 . maka Q = x.s c  xf − c. c d  c d  Jadi |Q| = xα. baris 2 xc xd → baris 2* a b a b Q = Q = xc − sa + sa xd − sb + sb xc − sa + sa xd − sb + sb Q = Q = a xc b xd a → baris 1* Q* = .

s    xg xh xi   Oleh karena itu. Tentukan determinan matriks Q! Latihan 4.s xh − b.2 Misalkan P matriks berordo 3 × 3. dengan |P| = α dan matriks Q berordo 3 × 3 dan mengikuti pola seperti contoh di atas.α.s xf − c. maka determinan matriks tersebut selalu x.s  Q3×3 =   xd xe xf     xg − a. Tentukan determinan matriks Q! Matematika 163 .s xi − c.α. yaitu Misal matriks P madalah matriks berordo 3 × 3. dengan |P| = α dan matriks Q berordo 3 × 3 dan mengikuti pola seperti contoh di atas. yaitu b c   a a b c    =  xd − a.s xe − b. akan diperoleh matriks Q yang baru.Q3×3 Dengan menggunakan operasi baris elementer. |Q| = x.2. Guru memandu siswa untuk menyelesaikan Latihan 4. Untuk semua matriks persegi dan elemen matriks mengikuti pola di atas.

Selidiki z −1bahwa det(C+D) = detC + = setiap 2 z matrik −6 C .Uji Kompetensi 4. Selidiki bahwa det(An) = (det A)n.det(A) b) |A2| = |A|2 c) det(I + A) = 1 + det(A) Untuk matriks A merupakan matriks persegi. Masalah Nutrisi Winarno bermaksud mengikuti ujian saringan masuk perwira. Jika matriks M adalah matriks berordo 2 × 2. Tentukanlah determinan matriks tersebut. yang memenuhi  0 0 2 z − 1   ini! persamaan berikut 1 0 −3 z −1 = 2 z −6 . 1 3 z −5 5.  g h i   tentukanlah:  d e f  g d   h i d e e a) f f    !    a) g h h i i !  a  a)  g ! b c       a b c   3   a b c a 3b 3c   3 3 3  )  −d −e − f  3a a b 3b b 3c c   !   − ! b) gf  4−  d − e f !h 4i  −d −e − b)  4     4 g 4 h 4 i     4 g 4h 4i   3. 3 1− z 1 3 z −5 7. Setelah berkonsultasi dengan a b c   2. Diketahui matriks R adalah matriks berordo n × n dengan elemen kolom ke-1 semuanya nol. |M| ≠ 0. 9.3 1. Tentukanlah determinan matriks tersebut! 8. Diketahui   d e f  = –8. Tentukanlah z yang memenuhi persamaan berikut! 5 7  z 0 z + 1 6   =0  0 2 z − 1 0  1 0 −3 4. Tentukan hubungan |M| dengan detM–1. dan D detD! Untuk 3 1− z merupakan matriks persegi. dengan PQ ≠ QP. Untuk matriks-matriks P dan Q adalah matriks berordo n × n. Apakah det(PQ) = det(QP)? Jelaskan! 10. Berikanlah contoh penyangkal untuk setiap pernyataan yang tidak berlaku! a) det(2A) = 2. Periksalah kebenaran setiap pernyataan berikut ini. Jika elemen baris ke-1 suatu matriks persegi adalah semuanya nol. Tentukanlah nilaiz. Coba 164 Buku Guru Kelas X . Berikan juga contohnya! 11. untuk setiap:  −2 a) A =  1 2  b) A = 1  5 3 dengan n = 2 4  −1 3  2 4  dengan n = 3 −3 6   kamu generalisasikan untuk matriks 5 7   z berordo M 0 z + 1 n ×6n!  = 0  6.

4 tempat wisata dan 7 kali makan. Pengalaman perwira tersebut menyarankan untuk mencampurkan dua sumber zat gizi dalam jumlah yang berbeda untuk menghasilkan tiga jenis biskuit. Tentukanlah jumlah kalsium dalam biskuit B! b. tentukan matriks biaya untuk tiap paket. dan commercial. Paket III dengan 5 malam menginap. Masalah alokasi sumber daya. Agen perjalanan menawarkan paket perjalanan ke Bali. b) Nyatakan matriks paket yang ditawarkan.000. a) Nyatakan matriks harga sewa hotel. dan coklat.000.00. protein. 165 Matematika . dan makan di restoran yang ditunjuk Rp 90. Biru Hitam Kuning Coklat  5 2 4 1  Regular   Regular 2 8 4 1 5 R= 3 1 6 Deluxe  3 1 8 6 R = 6 Deluxe  3 5 7  Commercial  6 3 5 7 3  Commercial Biru Hitam Coklat 1 Kuning 2 0 Regular     3 1 2 0   S = 1 0 2 4  Regular Deluxe S = 1 0 2 4 Deluxe 5 1 3 2  Commercial  5 1 3 2  Commercial a. Tentukan inventaris toko pada akhir minggu.000. sedangkan inventaris toko pada awal minggu dalam matriks S berikut ini. Paket II dengan 3 malam menginap. tranprotasi ke tiap tempat wisata Rp 80. deluxe.seorang perwira dan memperoleh saran mengenai pola makanan yang hendak dikonsumsi lebih baik dimasak sendiri. biru. Masalah Persediaan Toko Cat. kuning. Hitunglah G. hitam. dan jumlah (dalam satuan gram) setiap sumber zat gizi yang dikonsumsi dalam setiap biskuit ditunjukkan oleh matriks J. d) Paket mana yang menawarkan biaya termurah? 13. tranportasi dan makan.J dan jelaskan arti dari setiap elemen matriks tersebut! 12. 3 tempat wisata dan 5 kali makan. 12 16  Kalsium   Kalsium  32 16 24 G = 12 Protein   24 G = 32 Protein  20 8   Karbohidrat   20 8 Karbohidrat   Biskuit A Biskuit Biskuit C I 18 B 25  Sumber  24 J =  24 18 25 Sumber I  Sumber II   25 32 16 J = 25 32 16  Sumber II  a.00 per malam. Cat-cat tersebut tersedia dalam empat pilihan warna yaitu. c) Dengan menggunakan perkalian matriks. Banyak penjualan cat (dalam gallon) selama satu minggu dicatat dalam matriks R. yaitu regular. Sewa hotel Rp 400. Jumlah (dalam satuan gram) kalsium.00. Paket I terdiri 4 malam menginap. Sebuah toko penjual cat eceran memiliki persedian tiga jenis cat eksterior. dan karbohidrat dalam setiap sumber gizi ditunjukkan oleh matriks G. 4 tempat wisata Sumber Sumber I II dan tidak ada makan.

Buatlah laporan hasil kerjamu dan sajikan di depan kelas. Projek Himpun minimal tiga permasalahan dalam bidang ekonomi. 14. tunjukkan bahwa (B–1)–1 = B dan [Bt]–1 = [B–1]t! 15. Jika toko tersebut menerima kiriman stok baru yang dicatat dalam matriks T. Tentukan inventaris toko yang baru. 166 Buku Guru Kelas X . Diberikan suatu sistem persamaan linier dua variabel. Tentukanlah determinan dari matriks  n2  M =  (n + 1) 2  ( n + 2) 2  (n + 1) 2 ( n + 2) 2 (n + 3) 2 (n + 2) 2   (n + 3) 2  ! (n + 4) 2   16. transportasi. x+y=3 2x – y = 0 Tentukanlah nilai x dan y yang memenuhi sistem tersebut dengan menggunakan konsep matriks. b. Selidiki sifat invers matriks yang diterapkan pada pemecahan masalah tersebut. dan matematika terkait penerapan konsep determinan dan invers matriks. Dengan menggunakan matriks persegi.

Hasil kali sebuah matriks dengan suatu skalar atau suatu bilangan real k akan menghasilkan sebuah matriks baru yang berordo sama dan memiliki elemenelemen k kali elemen-elemen dari matriks semula. Untuk mempelajari relasi dan fungsi. 6. sebab semua relasi dan fungsi didefinisikan pada domainnya yang berupa himpunan. anda harus mempelajari ulang tentang konsep dan sifat-sifat himpunan. Penjumlahan sebarang matriks dengan matriks identitas penjumlahan hasilnya matriks itu sendiri. 8. maka a. Misal jika Ap×q dan Bq×r adalah dua buah matriks. Perkalian dua atau lebih matriks. 2. 3. A+B=B+A b. 10. Dua buah matriks hanya dapat dikalikan apabila banyaknya kolom dari matriks yang dikali sama dengan banyaknya baris dari matriks pengalinya. misal jika A dan B adalah matriks. Matriks yang memiliki invers adalah matriks persegi dengan nilai determinannya tidak nol (0). kA=Ak b. hasilnya adalah matriks A. Matriks identitas penjumlahan adalah matriks nol. k(A ± B) = kA ± kB 9. yang elemenelemennya merupakan hasil perkalian elemen baris matriks A dan elemen kolom matriks B.D. Hasil kali dua buah matriks menghasilkan sebuah matriks baru. Matematika 167 . A. Dalam operasi penjumlahan dua matriks berlaku sifat komutatif dan assosiatif. hasinya menjadi matriks A atau (At)t = A. Hasil perkalian matriks A dengan matriks identitas perkalian. Selanjutnya kita akan bahas tentang relasi dan fungsi. 4. dan B adalah matriks maka berlaku. a. maka berlaku Ap×q × Bq×r = Cp×r. Dengan demikian matriks At ditrasposkan kembali. Sebuah matriks A ditransposkan menghasilkan matriks At dengan elemen baris matriks A berubah menjadi elemen kolom matriks At. 7. Matriks adalah susunan bilangan-bilangan dalam baris dan kolom. antara lain: 1. tidak memenuhi sifat komutatif. ada beberapa hal penting sebagai kesimpulan yang dijadikan pengangan dalam mendalami dan membahas materi lebih lanjut. Demikian juga daerah kawan dan daerah hasil suatu relasi dan fungsi adalah suatu himpunan. PENUTUP Setelah telah selesai membahas materi matriks di atas. Tetapi perkalian matriks dengan skalar memenuhi sifat komutatif dan assosiatif. A + (B + C) = (A + B) + C 5. Misal jika k adalah skalar.

3. dan diagram venn. • berkolaborasi memecahkan masalah aktual dengan pola instalasi sosial kultur. • menggunakan konsep dan prinsip relasi dan fungsi untuk memecahkan masalah otentik. himpunan pasangan berurutan. dan diagram venn. himpunan pasangan terurut. kritis. daerah kawan (kodomain). menghayati pola hidup disiplin. dan daerah hasil suatu relasi antara dua himpunan yang disajikan dalam berbagai bentuk (grafik. • • • • • Relasi Fungsi Daerah asal (domain) Daerah kawan (kodomain) Daerah hasil (range) Melalui pembelajaran relasi dan fungsi siswa memperoleh pengalaman belajar: • menemukan konsep relasi dan fungsi melalui pemecahan masalah otentik. KOMPETENSI DASAR DAN PENGALAMAN BELAJAR Setelah mengikuti pembelajaran ini siswa mampu: 1. daerah kawan (kodomain). atau ekspresi simbolik). • menyatakan sebuah relasi dengan diagram panah. daerah kawan. • menjelaskan konsep daerah asal (domain).Bab Relasi dan Fungsi A. 2. himpunan pasangan berurutan. mengidentifikasi relasi yang disajikan dalam berbagai bentuk yang merupakan fungsi. • menuliskan sifat-sifat relasi. • menjelaskan konsep daerah asal (domain). konsisten dan jujur serta menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. • menuliskan dengan kata-katanya sendiri konsep relasi berdasarkan sifat-sifat yang dituliskan sebelumnya. dan daerah hasil (range) suatu fungsi. • berpikir tingkat tinggi dalam menyelidiki dan mengaplikasikan konsep relasi dan fungsi dalam memecahkan masalah otentik. memahami daerah asal. bertanggungjawab. . dan daerah hasil (range) suatu relasi. • menyatakan sebuah fungsi dengan diagram panah.

B. PETA PETA KONSEP KONSEP RELASI DAN FUNGSI Masalah Otentik HIMPUNAN Diagram Venn Himpunan Pasangan Berurutan Diagram Kartesius Jika: 1) Setiap anggota domain berpasangan dengan anggota kodomain 2) Setiap anggota domain berpasangan dengan tepat satu anggota kodomain DAERAH ASAL FUNGSI DAERAH KAWAN DAERAH HASIL RELASI Dinyatakan dengan Matematika 169 . B.

tanpa ada penjelasan yang lebih terperinci dapat ditemukan fakta-fakta berikut. Menemukan Konsep Relasi Gambar di bawah merupakan hubungan antara kelompok siswa dengan kelompok grup band favoritnya. MATERI PEMBELAJARAN 1. (5) Siti tidak memiliki grup band favorit dari kelompok grup band yang diberikan. Grup Band Favorit Tono • Doli • Nurhasanah • Siti • Tedy • Kelompok Siswa • Band A • Band B • Band C • Band D • Band E Grup Band Gambar 5. (2) Grup band favorit Doli adalah Band C. (4) Grup band favorit Tedy adalah Band E. (1) Grup band favorit Tono adalah Band B.1 Grup band favorit sejumlah siswa Dari gambar di atas.C. (3) Nurhasanah band favorit Tono adalah Band D. ♦ Guru mengarahkan siswa agar mampu menduga fakta-fakta yang kita temukan di atas? 170 Buku Guru Kelas X . (6) Tidak ada siswa yang grup band favoritnya Band A.

relasi seperti ini biasa disebut dengan relasi yang dinyatakan dengan diagram panah.1 di atas ditandai dengan sebuah garis berpanah dari kelompok siswa menuju kelompok grup band favorit. dari Gambar 5. Band D). Rendi dan Abdullah) yang akan mengikuti pertandingan tersebut. (Doli. 1) Marko ikut pertandingan bola kaki dan bola volley. relasi dapat juga dinyatakan dengan himpunan pasangan berurutan dan dengan menggunakan diagram kartesius seperti berikut. Felix ikut pertandingan bulu Himpunan Siswa Himpunan Siswa 171 . Pasangkanlah siswa dengan pertandingan yang akan diikuti dengan ketentuan berikut. Masalah 5. tenis meja. Pada Gambar 5. dan catur.3 Relasi “ siswa penggemar band” kartesius. Band E)} Band A Band B Band C Band D Band E Jika dinyatakan dengan diagram Himpunan Grup Band Himpunan Grup Band Gambar 5. Untuk perhatikan memahami pengertian relasi. Tono (Nurhasanah. Sugino. Felix. Crisneldi. SMA Negeri 1 Sorong akan mengirimkan siswanya untuk mengikuti pertandingan antar SMA untuk Matematika pertandingan sepak bola.1 dapat ditemukan beberapa hal karena ada garis panah yang menghubungkan kelompok siswa dengan kelompok grup band.67 di Kabupaten Sorong. (Tedy. dengan aturan menghubungkan adalah: ‘Grup band favorit’. Selain dengan diagram panah. Untuk memahami pengertian relasi.Bandingkan dengan gambar berikut.1 disebut relasi antara kelompok siswa dengan grup band. Relasi pada Gambar 5.1 Dalam rangka memperingati HUT RI ke. ditunjukkan sebagai Gambar 5. Aturan menghubungkan kelompok siswa dengan kelompok grup band pada gambar 5. Band C). Himpunan pasangan berurutan Nurhasanah kelompok siswa direlasikan dengan Doli grup band favoritnya adalah: {(Tono. Band B). perhatikan masalah berikut. bola volley. Relasi yang ada pada Gambar 5.3 Relasi ”siswa penggemar band” berikut. relasinya adalah ‘grup band favorit’. Terdapat 6 orang siswa (Marko. masalah berikut.2 Kelompok siswa dan merek handpone Perhatikan kedua gambar di atas. bulu tangkis.1 di atas jika dinyatakan dengan himpunan Tedy pasangan berurutan ditunjukkan Siti sebagai berikut. Felix Dome Meliani Abdul Cyntia • • • • • • Merek A • Merek B • Merek C • Merek D • Merek E Merek Handphone Kelompok Siswa Gambar 5.2 tidak dapat ditemukan hubungan antara kelompok siswa dengan merek handpone yang ada karena tidak ada garis berpanah yang menghubungkan yang diberikan.

5) Keenam siswa ikut pertandingan bola kaki. untuk memasangkan hubungan dimaksud dapat dinyatakan dengan 3 cara yaitu: 1) diagram panah. Dayu ikut pertandingan catur. Abdullah. 4) Siti ikut pertandingan bola volley. tenis meja. dan diagram kartesius karena hal tersebut telah dipelajari sewaktu duduk di bangku SMP. himpunan pasangan berurutan.Masalah-5. bulu tangkis. a) Dengan diagram panah b) Dengan himpunan pasangan berurutan 172 Buku Guru Kelas X . Siti ikut pertandingan bola volley. Dayu ikut pertandingan catur. dan Tono) yang akan mengikuti pertandingan tersebut. Abdullah ikut pertandingan tenis meja. Abdullah ikut pertandingan tenis meja. Joko ikut pertandingan badminton. Siti ikut pertandingan bola volley. Abdullah dan Tono ikut pertandingan tenis meja. Joko. Joko. dan catur. Alternatif Penyelesaian ♦ Arahkan siswa untuk memasangkan pertandingan yang akan diikuti secara hati-hati. 2) Siti ikut pertandingan bola volley. Pasangkanlah siswa dengan pertandingan yang akan diikuti dengan ketentuan berikut. Joko ikut pertandingan bulu tangkis.67 di Kabupaten Sorong. dan Tono ikut pertandingan tenis meja. 1) Udin ikut pertandingan tenis lapangan dan bola volley. 6) Tono akan mengikuti seluruh pertandingan. Siti. Abdullah dan Tono ikut pertandingan bola volley. Terdapat 6 orang siswa (Udin.1 Dalam rangka memperingati HUT RI ke. Tono ikut pertandingan catur. SMA Negeri 1 Sorong akan mengirimkan siswanya untuk mengikuti pertandingan antar SMA untuk pertandingan sepak bola. 3) Udin dan Dayu ikut pertandingan bola kaki. Dayu. Joko ikut pertandingan badminton. 1) Udin ikut pertandingan bola kaki dan bola volley. Joko ikut pertandingan badminton. Perlu dimulai guru. Siti ikut pertandingan bola volley. Alternatif penyelesaian masalah ditunjukkan sebagai berikut. bola volley. dan Tono ikut pertandingan tenis meja. Dayu ikut pertandingan catur. Udin. dan Tono ikut pertandingan bola kaki.

bola volley). badminton).5: Deskripsi pasangan antara siswa dengan jenis pertandingan (2) sampai butir (6).5 Deskripsi pasangan antara siswa dengan jenis pertandingan 2) Sebagai latihanmu. . (Siti. (Abdullah. dengan cara yang sama dengan butir (1) silahkan kerjakan butir (2) sampai butir (6). Matematika 173 Berdasarkan contoh dan alternatif penyelesaian masalah di atas. (Tono. catur). (Udin. dengan cara yang sama dengan butir (1) silahkan kerjakan butir Gambar 5. tenis meja)} c) Dengan diagram kartesius Catur Tenis meja Jenis pertandingan Badminton Bola kaki Bola volley Tenis lapangan Udin Joko Dayu Siti Abdullah Tono Kelompok siswa Gambar 5. kita temukan definisi relasi sebagai berikut. (Joko. Lapangan • Bola Volley • Bola kaki • Badminton • Tenis meja • Catur Kelompok siswa Kelompok pertandingan Gambar 5.Ikut pertandingan Udin • Joko • Dayu • Siti • Abdullah • Tono • • T. (Dayu.4 Pasangan setiap siswa yang mengikuti pertan-dingan olahraga Himpunan pasangan berurutan: {(Udin. tenis meja). bola volley). 2) Sebagai latihanmu. bola kaki).

• Dany makanan kesukaannya adalah martabak.1.1 untuk point (1). nasi goreng. Definisi 5. Himpunan yang anggotanya akan dipasangkan pada kegiatan-1 yaitu himpunan siswa disebut dengan daerah asal. Pada Masalah-5. himpunan makanan disebut dengan daerah kawan. • Nia makanan kesukaannya adalah mi goreng. mi goreng. Himpunan yang anggotanya adalah anggota daerah kawan yang memiliki pasangan di daerah asal disebut dengan daerah hasil. Himpunan daerah hasil adalah: {bakso.1. Himpunan daerah kawan adalah: {bakso. ditemukan definisi relasi sebagai berikut. terlihat bahwa tanda panah mengarah dari anggota himpunan siswa yang akan ikut bertanding ke anggota himpunan pertandingan yang akan di ikuti. Berdasarkan contoh dan alternatif penyelesaian masalah di atas.6 himpunan siswa disebut dengan daerah asal. 174 Buku Guru Kelas X . • Hany makanan kesukaannya adalah bakso. Catatan: 1) Relasi dapat terbentuk apabila terdapat dua buah atau lebih himpunan/kelompok yang memiliki anggota yang akan dipasangkan satu dengan yang lain. nama siswa terhubung dengan grup band favoritnya. • Jaya dan Budogol makanan kesukaannya adalah nasing goreng. Himpunan pertandingan yang akan diikuti disebut dengan daerah kawan. pizza. Berdasarkan Gambar 5. martabak}. Perhatikan Masalah 5. dan himpunan kedua yaitu himpunan olah raga yang akan dipertandingkan. Dany}. 2) Relasi dapat terbentuk apabila ada aturan yang mengaitkan antara anggota himpunan yang satu dengan anggota himpunan yang lain. siswa yang akan bertanding dihubungkan dengan jenis pertandingan yang akan diikuti. Budogol. Pada Gambar 5. • Tidak ada siswa yang makanan kesukaannya adalah pizza. Himpunan daerah asal adalah: {Jaya. Hany. nasi goreng.1.6 di atas diperoleh data: • Relasi himpunan siswa dengan himpunan makanan adalah “Makanan kesukaan”.1. dan himpunan yang anggotanya adalah anggota daerah kawan yang memiliki pasangan dengan anggota daerah asal disebut dengan daerah hasil. martabak}. Nia. himpunan pertama yaitu himpunan siswa SMA Negeri 1 Sorong yang akan mengikuti pertandingan. Pada Gambar 5. Dari Gambar 5.1 Misalkan A dan B adalah himpunan. mi goreng. Relasi dari A ke B adalah aturan pengaitan/ pemasangan anggota-anggota A dengan anggota-anggota B. Pada Masalah-5. himpunan pertama yaitu himpunan siswa dan himpunan kedua yaitu himpunan grup band.

ditemukan definisi daerah asal (domain). dan daerah hasil (range).d} dan B = {1.2.3 Daerah kawan atau biasa disebut dengan kodomain suatu relasi adalah himpunan tidak kosong dimana anggota domain memiliki pasangan sesuai relasi yang didefinisikan. daerah kawan (kodomain).5}.4.4 Daerah hasil atau biasa disebut dengan range suatu relasi adalah sebuah himpunan bagian dari daerah kawan (kodomain) yang anggotanya adalah pasangan anggota domain yang memenuhi relasi yang didefinisikan.c. Matematika 175 .2 Daerah asal atau biasa disebut dengan domain suatu relasi adalah himpunan tidak kosong dimana sebuah relasi didefinisikan. Definisi 5.3.Berdasarkan contoh-contoh di atas.b.1 Diberikan himpunan A = {a. Pertanyaan Kritis Apakah ada kemungkinan bahwa anggota daerah kawan sama dengan anggota daerah hasil? Berikan alasanmu! • Untuk lebih memahami definisi di atas. sebagai berikut. Pasangkanlah secara terurut setiap anggota himpunan A dengan setiap anggota himpunan B. Definisi 5. buatlah contoh dan bukan contoh relasi dalam kehidupanmu sehari-hari. Contoh 5. Penyelesaian Pasangan terurut setiap anggota himpunan A dengan setiap anggota himpunan B dapat ditunjukkan pada diagram berikut. Definisi 5.

1).(b.(b.4).(d.3). (2.(b. p) ∈ R. Pasangan dinyatakan dalam bentuk himpunan A × B = {(a. (3.2).5)}. 3}.2).3). 2.4). 176 Buku Guru Kelas X .1).y)│ ∀ x ∈ A dan y ∈ B}.3). (2. Relasi pasangan berurutan dari A ke B adalah suatu aturan pengaitan yang memasangkan setiap anggota himpunan A ke setiap anggota himpunan B.(a.2 Diberikan himpunan P = {1. 2. Relasi R dikatakan bersifat refleksif jika untuk setiap p ∈ P berlaku (p.1). (1.(b.A a b c d B 1 2 3 4 5 Berdasarkan diagram di atas dapat disimpulkan bahwa banyak anggota himpunan pasangan berurutan anggota himpunan A dan himpunan B sebanyak 4 × 5 = 40 buah pasangan.2). Secara umum himpunan pasangan berurutan dinyatakan sebagai berikut.5).(a. Relasi R tersebut bersifat reflektif sebab setiap anggota himpunan P berpasangan atau berelasi dengan dirinya sendiri.….3).2).(a.(b. Contoh 5.(a.2)}.5 Misalkan A dan B dua buah himpunan. Didefinisikan relasi R pada himpunan P dengan hasil relasi adalah himpunan S = {(1. Dapat ditulis A × B = {(x. Definisi 5. Beberapa Sifat Relasi Sifat-1: Sifat Reflektif Misalkan R sebuah relasi yang didefinisikan pada himpunan P. (3.5).

x) ∈ R. Sifat-2: Sifat Simetris Misalkan R sebuah relasi pada sebuah himpunan P. 5}. Didefinisikan relasi R pada himpunan C dengan R = {(a.2). Contoh 5.b)│ a kelipatan dari b. Relasi R tersebut bersifat reflektif sebab setiap anggota himpunan Q berpasangan atau berelasi dengan dirinya sendiri. y) ∈ R berlaku (y.2) anggota R tetapi (2. Contoh 5. Relasi R tersebut tidak bersifat refleksif sebab ada anggota himpunan C. Contoh 5. berlaku (y. (1.3).1).5). sehingga diperoleh R = {(2. (5. (2. 5) bukan anggota R. (2.y) ∈ R. (4.4 Diberikan himpunan C = {2. Didefinisikan relasi R pada himpunan A dengan R = {(x.4.Contoh 5. x) ∈ R. 2. maka diperoleh S = {(2. (2. Relasi R tersebut bersifat simetris sebab untuk setiap (x.2).1) .b ∈ Q}. (1.dengan a. (4. Matematika 177 . dengan a. (5.4.4). 4. (5. apabila untuk setiap (x. y ∈ A}. (2.5 Diberikan himpunan P = {1.4).3)}. yaitu 5 tidak berelasi dengan dirinya sendiri atau (5.2)}. x.2)}.b ∈ C}. maka diperoleh R = {(2.2)}.5}.4) bukan anggota R. y) │ x kelipatan y. Relasi R tersebut tidak bersifat simetris karena (4.1). (4.4).3 Diberikan himpunan Q = {2. Didefinisikan relasi R pada himpunan Q dengan R = {(a. (4.5}.b)│ a + b < 9. 3}. Didefinisikan relasi R pada himpunan P dengan R = {(1. (3.5). (4.2). (3.2).5).4).6 Diberikan himpunan A = {2.2). (4.2). Relasi R dikatakan bersifat simetris.

apabila untuk setiap (x.z) ∈ R maka berlaku (x.2). Didefinisikan relasi R pada himpunan C dengan R = { (a.2) ∈ R. 178 Buku Guru Kelas X . 2.y) ∈ R dan (y.10 Diberikan S = {1.3)}.z) ∈ R. Didefinisikan relasi R pada himpunan S dengan R = {(1.7 Diberikan himpuan P = {1. 3}. (2. Didefinisikan relasi pada himpunan P dengan hasil relasi adalah himpunan R = {(1.1) ∈ R dan (1. Sifat-4: Sifat Antisimetris Misalkan R sebuah relasi pada sebuah himpunan P. sebab terdapat (1. (4.3). tetapi (2.2). Relasi R bersifat transitif. (2. (2. Relasi R tidak memenuhi sifat transitif. apabila untuk setiap (x. Relasi R tersebut tidak bersifat antisimetris sebab terdapat (1. tetapi 1 ≠ 2. (3. (1.y) ∈ R dan (y. 3}.3)}. (1.2).1). (2. 2. Relasi R tersebut bersifat transitif sebab (x.2)}.1)∈ R. (3.2).5).y) ∈ R dan (y.2)}. (3.2) ∈ R dan (2. (5. 3}. Contoh 5.x) ∈ R berlaku x = y.1).3).2). (4.2).z) ∈ R. Relasi R tersebut bersifat antisimetris.2). (3. (1.1). Didefinisikan relasi R dengan R = {(1. Contoh 5.1). 5}.1) ∈ R. (2. (2. Contoh 5.b ∈ C} sehingga diperoleh R = {(2. 4.4). a.b) ∈ a kelipatan b. Contoh 5.9 Diberikan himpunan C = {2.Sifat-3: Sifat Transitif Misalkan R sebuah relasi pada sebuah himpunan P.1). Relasi R dikatakan bersifat antisimetris.8 Diberikan himpunan C = {1. 2.z) ∈ R maka berlaku (x.

(2. 3. 1) Kelima sahabat itu satu himpunan misalnya himpunan A. 4. Bapak Martono adalah guru matematika yang senang dengan persahabatan yang mereka bina karena mereka selalu memiliki nilai paling bagus dari antara temanteman sekelasnya. Amos. dan Aleks merupakan sahabat yang selalu bersama-sama dalam setiap kegiatan sekolah. a. Suatu hari bapak Martono ingin mengetahui data-data tentang mereka. • Coba kamu bekerjasama dengan temanmu menunjukkan bahwa R memenuhi sifat reflektif.1). himpunan B = {1. simetris. 5. Alvenia. 7. 8}. Anita. dan transitif. Apakah ada kemungkinan bahwa anggota himpunan A memiliki pasangan yang yang sama dengan salah satu anggota himpunan B? Berikan penjelasanmu! Matematika 179 . 6. Relasi R tersebut bersifat refleksif. simetris. Apakah semua anggota himpunan A pasti memiliki pasangan dengan anggota himpunan B? Berikan penjelasanmu! c. Menemukan Konsep Fungsi Masalah-5. simetris dan transitif. 2. Data-data yang diinginkan berupa: berapa jam ratarata waktu belajar mereka dalam satu hari.2 Lima orang siswa yaitu: Afnita. 3. 3}. Relasi R disebut relasi ekivalensi jika dan hanya jika relasi R memenuhi sifat refleksif. b. dan lama waktu belajar dalam satu hari. 2. (3. Oleh karena itu relasi R merupakan relasi ekivalensi.11 Diberikan himpunan P = {1. dan transitif. Nyatakanlah sebuah relasi yang mungkin menurut anda yang menggambarkan lama waktu belajar lima orang sahabat itu. Contoh 5. dan berapa banyak saudara mereka. (1.2). Apakah ada kemungkinan bahwa anggota himpunan A berpasangan dengan dua atau lebih anggota himpunan B? Berikan penjelasanmu! d.3)}. (2. Didefinisikan relasi pada himpunan P dengan R = {(1. hal itu diperlukannya sebagai bahan motivasi untuk temanteman satu kelas mereka.1).2).Sifat-5: Sifat Ekuivalensi Misalkan R sebuah relasi pada sebuah himpunan P.

Diketahui: A B == {Afnita. 4}. 5. a. semua anggota himpunan c. Oleh sebab anggota himpunan B telah dibatasi dari b. Buku Guru Kelas X EGA BUKU PEGANGAN SISWA 180 . Amos. Nyatakanlah sebuah relasi yang mungkin menurut anda yang Alternatif Penyelesaian Berikan penjelasanmu! 1. D = {1. Jawabannya adalah tidak. 3. Untuk semua relasi yang mungkin. Amos. Aleks} Alternatif Penyelesaian {1. belajar seseorang hanya ada satu nilai. 8} a. 3. 7.2) Jika kelima sahabat itu dibuat dalam satu himpunan misalnya himpunan C. hari. 2. Jawabannya tidak. menggambarkan 6. dan banyak saudarabanyak kelima saudara orang sahabat itu. data tentang mereka membentuk himpunan. 4. Nilai rata-rata waktu himpunan B dengan relasi rata-rata lamasehingga waktu belajar. Nyatakanlah sebuah relasi yang mungkin menurut anda yang menggambarkan 2) Kelima sahabat itu membentuk satu himpunan misalnya himpunan C. Jawabannya tidak. maka diantara kelima sahabat itu dan kemungkinan bisa dari waktu 1 s/d 8 jam. sehingga anggota himpunan A akan 180 dipasangkan dengan salah satu anggota di himpunan B. Apakah ada kemungkinan bahwa anggota himpunan C berpasangan d. D = {1. 7. 2. 2. dan data tentang banyak saudara mereka ada di anggota himpunan D yang anggotanya. Anita. a.7: Relasi Relasi rata-rata jam belajar Gambar rata-rata jam belajar b. Relasi yang mungkin yang menggambarkan rata-rata lama waktu belajar a. Aleks} 1. 2. anggota himpunan akan dipasangkan dengan salah satu anggota di himpunan B . 8}Alvenia. B= {1. apakah semua anggota himpunan C memiliki Apakah b. 3.yang 4. bisa seluruhnya memiliki rata-rata waktu belajar jam setiap c. Anggota himpunan A dipasangkan dengan anggota anggota himpunan B dengan relasi rata-rata lama waktu belajar. maka diantara kelima sahabat itu dan kemungkinan seluruhnya memiliki rata-rata waktu belajar lebih lebih dari 8dari jam8setiap hari. ada semua kemungkinan bahwa anggotaapakah himpunan C berpasangan dengan 2 C memiliki pasangan dengan anggota himpunan D? Berikan atau lebih anggota himpunan D? Berikan penjelasanmu! penjelasanmu! c. Apakah ada kemungkinan bahwa anggota himpunan C memiliki pasangan yang dengan dua atau lebih anggota himpunan D? Berikan penjelasanmu! yang d. 5. Nilai rata-rataAwaktu belajar seseorang hanya ada satu nilai. 3. sama Apakah adasalah kemungkinan bahwa anggota himpunan C memiliki dengan satu anggota himpunan D? Berikan penjelasanmu! pasangan yang yang sama dengan salah satu anggota himpunan D? pasangan dengan anggota himpunan D? Berikan penjelasanmu! menggambarkan banyak saudara kelima orang sahabat itu. Anggota himpunan A dipasangkan dengan c. lima orang sahabat itu. Alvenia. A B A B Gambar5. b. Oleh sebab anggota himpunan B telah dibatasi waktu 1 s/d 8 jam. Untuk relasi yang mungkin. 6. 4}.7: 5. Jawabannya adalah tidak. Relasi yang mungkin rata-rata lama waktu belajar a. Anita. Diketahui: A = { Afnita.

Jika kelima sahabat dibuat dalam satubelajar himpunan himpunan C. Anggota himpunan A dipasangkan dengan anggota di anggota himpunan D. Banyak himpunan saudara seseorang dimungkinkan sama dengan c) Jawabannya tidak. sahabat itu. ditunjukkan pada diagram panah berikut. ditunjukkan pada diagram panah berikut.d. sehingga anggota-anggota himpunan C himpunan memungkinkan B dengan relasi banyakpasangan saudara. 2. satu anggota di himpunan B. Anita. d. Kelima membentuk satu himpunan misalnya himpunan C. Anggota A dipasangkan dengan anggota banyak saudara orang lain. d) Jawabannya ya. 3. Alvenia. itu Anita. Nilai rata-rata waktu belajar seseorang dimungkinkan sama 2.8 Relasi banyak saudara Gambar 5. Oleh karena data tentang saudara c) Jawabannya tidak. 2. Aleks} D = {1. Amos.yang Banyak saudara seseorang hanya ada memiliki sama dengan salah satu anggota di . Banyak saudara hanya ada satu nilai. maka anggota himpunan Cseseorang pasti memiliki himpunan B dengan relasi seluruh banyak saudara. Nilai rata-rata waktu belajar seseorang dimungkinkan sama dengan nilai rata-rata waktu belajar orang lain. kelima sahabat itu ada b) Jawabannya ya.3 . sehingga anggota-anggota himpunan A memungkinkan memiliki pasangan yang sama dengan salah tentang banyak saudara mereka ada di anggota himpunan D yang anggotanya. Jawabannya ya. dan data Diketahui: C = { sahabat Afnita. sehingga anggota himpunan C akan dipasangkan dengan salah pasangan dengan anggota himpunan D. sehingga anggota-anggota himpunan A memungkinkan memiliki pasangan yang sama dengan salah 2. Amos. D = {1. 3. Alvenia. satu anggota di himpunan B. 4} Diketahui: C= {Afnita. Jawabannya ya. Banyak saudara seseorang dimungkinkan sama dengan banyak saudara orang lain. Oleh karena data tentang banyak saudara kelima sahabat itu ada di anggota himpunan D. Matematika 181 Masalah 5.8 : Relasi banyak saudara D C D b) Jawabannya ya. sehingga anggota-anggota himpunan C memungkinkan memiliki pasangan yang sama dengan salah satu anggota di himpunan D. satu anggota di himpunan D. C Gambar 5. dan data denganitu nilai rata-rata waktu orangmisalnya lain. himpunan sehinggaD anggota himpunan C akan dipasangkan dengan salah satu anggota di himpunan D. 4} a) Relasi yang mungkin yang menggambarkan banyak saudara kelima orang a) Relasi yang mungkin yang menggambarkan banyak saudara kelima orang sahabat itu. satu nilai. maka seluruh anggota himpunan C pasti memiliki pasangan dengan anggotabanyak himpunan D. Aleks} tentang banyak saudara mereka himpunan D. d) Jawabannya ya.

himpunan himpunan Q himpunan Q Semua anggota himpunan Q memiliki pasangan dengan anggota himpunan Semua anggota himpunan Qmemiliki memiliki pasangan dengan anggota himpunan PP --. uraian fakta untuk semua relasi yang diberikan adalah sebagai ♦ Guru harus mengarahkan agar siswa mampu menemukan fakta-fakta yang berkaitan berikut.Masalah-5.. Q.. berikut. Perhatikan relasi-relasi yang ditunjukkan pada gambar berikut. erer er erer (1) (1) (1) (1) (1) (1) R Perhatikan relasi-relasi yang ditunjukkan pada gambar berikut. berikut. berikut. Q. Relasi 1: Relasi 1: Relasi 1: Relasi Relasi 1:1: Semua anggota himpunan P memiliki pasangan dengan anggota himpunan Semua anggota himpunan Pmemiliki memiliki pasangan dengan anggota himpunan QQ -.Semua anggota himpunan QQ memiliki pasangan dengan anggota himpunan PP – Relasi Semua anggota himpunan P memiliki pasangan dengan anggota himpunan Q Relasi 2: Relasi 2: 2: Relasi 2: Relasi 2: – Semua anggota himpunan memiliki pasangan yang tunggal dengan Semua anggota himpunan P memiliki pasangan dengan anggota himpunan -.Ada anggota himpunan QQ yang tidak memiliki pasangan dengan anggota himpunan 182 P PP P PBuku Guru Kelas X EGA EGA EGA BUKU PEGANGAN SISWA BUKU PEGANGAN SISWA BUKU PEGANGAN SISWA EGA BUKU PEGANGAN SISWA EGA BUKU PEGANGAN SISWA 182 182 182 182 182 .. uraian fakta untuk semua relasi yang diberikan adalah sebagai Dari gambar di atas.. dengan perkawanan relasi-relasi yang diberikan. Q.Semua anggota himpunan P pasangan dengan anggota himpunan Q Semua anggota himpunan memiliki pasangan dengan anggota himpunan Alternatif Penyelesaian . uraian fakta untuk semua relasi yang diberikan adalah sebagai Dari gambar didi atas. Ada anggota himpunan yang tidak memiliki pasangan dengan anggota himpunan Ada anggota himpunan QQ yang tidak memiliki pasangan dengan anggota himpunan --. Perhatikan relasi-relasi yang ditunjukkan pada gambar berikut. Q. Ada anggota himpunan PP yang berpasangan dengan dua buah anggota himpunan Q..-1: Semua anggota himpunan Q pasangan dengan anggota himpunan P Relasi Semua anggota himpunan memiliki pasangan dengan anggota himpunan . Perhatikan relasi-relasi yang ditunjukkan pada gambar berikut. uraian fakta untuk semua relasi yang diberikan adalah sebagai Dari gambar didi atas. uraian fakta semua relasi yang diberikan adalah sebagai anggota himpunan PP memiliki pasangan yang tunggal dengan anggota himpunan Q himpunan Q Q berikut. uraian fakta untuk semua relasi yang diberikan adalah sebagai Dari gambar atas.Semua anggota himpunan PP memiliki pasangan dengan anggota himpunan QQ Semua anggota himpunan P memiliki pasangan yang tunggal dengan anggota Semua anggota himpunan Puntuk memiliki pasangan yang tunggal dengan anggota Semua anggota himpunan P memiliki pasangan yang tunggal dengan anggota .Semua Semua anggota himpunan PP memiliki pasangan dengan anggota himpunan QQ anggota anggota himpunan P memiliki pasangan dengan anggota himpunan Q Semua anggota himpunan memiliki pasangan dengan anggota himpunan Semua anggota himpunan PP memiliki pasangan dengan anggota himpunan QQ himpunan Q Ada anggota himpunan P yang berpasangan dengan dua buah anggota himpunan himpunan -.Ada Ada anggota himpunan Pyang yang berpasangan dengan dua buah anggota himpunan anggota himpunan P berpasangan dengan dua buah anggota Ada anggota himpunan yang berpasangan dengan dua buah anggota himpunan – -Semua anggota himpunan Q memiliki pasangan dengan anggota himpunan P.Ada anggota himpunan Q yang tidak memiliki pasangan dengan anggota himpunan Ada anggota himpunan yang tidak memiliki pasangan dengan anggota himpunan ..Semua Semua anggota himpunan memiliki pasangan yang tunggal dengan anggota Dari--gambar di atas. Perhatikan relasi-relasi yang ditunjukkan pada gambar berikut. (2) (2) (2) R (2) (2) (2) (3) (3) (3) (3) (3) (3) R P Q P Q P Q (4) (4) (4) (4) (4) (4) R (5) (5)(5) (5) (5) R (5) (6) R (6) (6) (6) (6) (6) \\\\\\ \\\ \\\\\\ P Q P Q P Q Dari gambar atas. berikut.3 Perhatikan relasi-relasi yang ditunjukkan pada gambar berikut.

Relasi 1. Relasi 4: – Semua anggota himpunan P memiliki pasangan dengan anggota himpunan Q. – Semua anggota himpunan P memiliki pasangan yang tunggal dengan anggota himpunan Q. Relasi 5: – Ada anggota himpunan P yang tidak memiliki pasangan dengan anggota himpunan Q. – Semua anggota himpunan P memiliki pasangan yang tunggal dengan anggota himpunan Q. – Ada anggota himpunan Q yang tidak memiliki pasangan dengan anggota himpunan P. 183 Matematika . – Ada anggota himpunan Q yang tidak memiliki pasangan dengan anggota himpunan P. – Ada anggota himpunan Q yang tidak memiliki pasangan dengan anggota himpunan P. Syarat sebuah relasi menjadi fungsi adalah sebagai berikut.Relasi 2: – Semua anggota himpunan P memiliki pasangan dengan anggota himpunan Q. – Ada anggota himpunan P yang berpasangan dengan dua buah anggota himpunan Q. uraian fakta untuk semua relasi yang diberikan adalah sebagai berikut. Relasi 3: – Semua anggota himpunan P memiliki pasangan dengan anggota himpunan Q. – Ada anggota himpunan P yang berpasangan dengan dua buah anggota himpunan Q. – Semua anggota himpunan Q memiliki pasangan dengan anggota himpunan P. – Semua anggota himpunan P memiliki pasangan dengan anggota himpunan Q. – Ada anggota himpunan P yang berpasangan dengan semua anggota himpunan Q. Dari gambar di atas. – Semua anggota himpunan Q memiliki pasangan dengan anggota himpunan P. Relasi 6: – Ada anggota himpunan P yang tidak memiliki pasangan dengan anggota himpunan Q. relasi 2 dan relasi 4 merupakan contoh fungsi.

– Ada anggota himpunan Q yang tidak memiliki pasangan dengan anggota himpunan P. Syarat sebuah relasi menjadi fungsi adalah sebagai berikut. – Ada anggota himpunan P yang berpasangan dengan dua buah anggota himpunan Q. Relasi 4: – Semua anggota himpunan P memiliki pasangan dengan anggota himpunan Q. Relasi 6: – Ada anggota himpunan P yang tidak memiliki pasangan dengan anggota himpunan Q. Relasi 2: – Semua anggota himpunan P memiliki pasangan dengan anggota himpunan Q. – Ada anggota himpunan Q yang tidak memiliki pasangan dengan anggota himpunan P. Relasi 3: – Semua anggota himpunan P memiliki pasangan dengan anggota himpunan Q. – Semua anggota himpunan Q memiliki pasangan dengan anggota himpunan P. 184 Buku Guru Kelas X . Relasi 1. – Semua anggota himpunan P memiliki pasangan yang tunggal dengan anggota himpunan Q. – Ada anggota himpunan P yang berpasangan dengan dua buah anggota himpunan Q. – Ada anggota himpunan P yang berpasangan dengan semua anggota himpunan Q. – Ada anggota himpunan Q yang tidak memiliki pasangan dengan anggota himpunan P.Relasi 1: – Semua anggota himpunan P memiliki pasangan dengan anggota himpunan Q – Semua anggota himpunan P memiliki pasangan yang tunggal dengan anggota himpunan Q – Semua anggota himpunan Q memiliki pasangan dengan anggota himpunan P. – Semua anggota himpunan Q memiliki pasangan dengan anggota himpunan P. relasi 2 dan relasi 4 merupakan contoh fungsi. Relasi 5: – Ada anggota himpunan P yang tidak memiliki pasangan dengan anggota himpunan Q.

6 Misalkan A dan B himpunan. D. dengan demikian dapat ditulis menjadi: f : x → y. Berdasarkan contoh-contoh di atas kita temukan definisi fungsi sebagai berikut.3 di atas. 2) Relasi 5 bukan fungsi karena: a. Fungsi f dari A ke B adalah suatu aturan pengaitan yang memasangkan setiap anggota himpunan A dengan tepat satu anggota himpunan B. relasi 5. Ada anggota himpunan P yang memiliki pasangan tidak tunggal dengan anggota himpunan Q yaitu {C}. dan relasi 6 bukan fungsi.12 Diketahui fungsi f : x → f(x) dengan rumus fungsi f(x) = px – q. Definisi 5. E}. Definisi 5. dibaca: fungsi f memetakan x ke y. Jika f(1) = –3 dan f(4) = 3. Jika f memetakan suatu elemen x ∈ A ke suatu y ∈ B dikatakan bahwa y adalah peta dari x oleh fungsi f dan peta ini dinyatakan dengan notasi f(x) dan x disebut prapeta dari y.6 di atas. secara simbolik ditulis menjadi f : A → B. B. 3) Relasi 6 bukan merupakan fungsi karena ada anggota himpunan P yang tidak memiliki pasangan dengan aggota himpunan Q yaitu {D}.– Semua anggota himpunan P memiliki pasangan dengan anggota himpunan Q. b. kemudian tuliskanlah rumus fungsinya. sedemikian sehingga y = f(x). Contoh 5. – Semua anggota himpunan P memiliki pasangan yang tunggal dengan anggota himpunan Q. Matematika 185 . berilah alasan mengapa relasi 3. Perhatikan kembali Masalah 5. dibaca: fungsi f memetakan setiap anggota A dengan tepat satu anggota B. Tentukanlah nilai p dan q. Penyelesaian 1) Relasi 3 bukan fungsi karena ada anggota himpunan P yang berpasangan tidak tunggal dengan anggota himpunan Q yaitu D yang berpasangan dengan 4 dan 5 meskipun seluruh anggota himpunan P memiliki pasangan di anggota himpunan Q. Ada anggota himpunan P yang tidak memiliki pasangan dengan anggota himpunan Q yaitu {A.

. f(1) = -3 f(4) = 3....Penyelesaian Diketahui f(x) = px – q.. 2x ≥ -6 ↔ x ≥ -3... q....... dan Rumus fungsi Jika f(1) = –3 maka f(x) = px – q → –3 = p – q .... 186 Buku Guru Kelas X .............. Tentukanlah domain fungsi f agar memiliki pasangan di anggota himpunan bilangan real......................................... Contoh 5...... maka rumus fungsi f(x) = px – q menjadi f(x) = 2x – 5....... (2) Coba kamu jelaskan mengapa demikian? Jika persamaan 1) dan persamaan 2) dieliminasi maka diperoleh: -3 = p – q 3 = 4p – q _ -6 = p – 4p → –6 = –3p → p = 2 Substitusi nilai p = 2 ke persamaan –3 = p – q Sehingga diperoleh: –3 = 2 – q –3 = 2 – q → q = 2 + 3 → q = 5 Jadi diperoleh p = 2 dan q = 5 Berdasarkan kedua nilai ini.... Penyelesaian Diketahui: f(x) = 2 x + 6 Ditanya: domain f Domain fungsi f memiliki pasangan dengan anggota himpunan bilangan real apabila 2x + 6 ≥ 0... Ditanya p.....13 Diketahui fungsi f dengan rumus f(x) = 2 x + 6 ... (1) Coba kamu jelaskan mengapa demikian? Jika f(4) = 3 maka f(x) = px – q → 3 = 4p – q .....

Berapakah pasangan dari x = 4? Penyelesaian Diketahui: f : x  f(x) f(1) = 4 f(x+1) = 2 f(x) Ditanya: f(4)? → f(x+1) = 2f(x) → untuk x = 1.16 = 32 → maka x = 4 berpasangan dengan 32 atau f(4) = 32. Diskusi Diskusikan dengan temanmu: a) Berapakah pasangan dari x = 2013? b) Bagaimana cara paling cepat untuk menemukan pasangan dari x = 2013? ♦ Guru mengarahkan dan memberi petunjuk untuk menentukan pasangan 2013 dan cara paling cepat untuk menentukannya. maka f(1+1) = 2f(1) → f(2) = 2.f(2) = 2.14 Diketahui f suatu fungsi f : x  f(x).f(3) = 2.Diskusi Diskusikan dengan temanmu: a) Mengapa fungsi f memiliki pasangan di anggota himpunan bilangan real apabila 2x + 6 ≥ 0.8 = 16 → f(4) = 2.f(1) = 2.4 = 8 → f(3) = 2. b) Apakah f terdefinisi untuk 2x + 6 < 0? c) Apakah x = –4 memiliki pasangan? Mengapa? Contoh 5. Jika 1 berpasangan dengan 4 dan f(x+1) = 2f(x). Matematika 187 .

15 x+2 Diketahui f sebuah fungsi yang memetakan x ke y dengan rumus y = . ( x + 2) (6 y + 2) x = → y = (kedua ruas kalikan dengan 2x – 6) (2 x − 6) (2 y − 1) → (2x – 6)(y) = x + 2 → 2xy – 6y = x + 2 → 2xy – x = 6y + 2 → x(2y – 1) = 6y + 2 ( x + 2) (6 y + 2) y= → x = (kedua ruas bagi dengan 2y – 1) (2 x − 6) (2 y − 1) x+2 Maka fungsi g memetakan y ke x dengan rumus: g(y) = 2x − 6 ♦ Guru mengarahkan siswa untuk memahami masalah berikut yang disajikan berikut ini. Penyelesaian x+2 Diketahui f sebuah fungsi yang memetakan x ke y dengan rumus y = . apakah x = 3 memiliki pasangan di anggota himpunan real? 1 1 1 1 1 2 3 3 4 b) Jika g: y  x. d) Berikan syarat agar g: y  x dapat terdefinisi. 2x − 6 Ditanya: rumus fungsi y ke x. 2x − 6 Tuliskanlah rumus fungsi jika g memetakan y ke x. x+2 Diketahui: y = . dimana 2x – 6 ≠ 0 dan x anggota bilangan real. apakah x = memiliki pasangan di anggota himpunan real? 5 6 2 3 4 3 4 2 3 Mengapa? c) Berikan syarat agar f: x  y dapat terdefinisi.Contoh 5. Mengapa? 188 Buku Guru Kelas X . 2x − 6 Tuliskanlah rumus fungsi jika g memetakan y ke x. Diskusi Diskusikan dengan temanmu: a) Jika f: x  y.

(Ramsida. b) Fungsi pasangan berurutan: {(Yaska. (Felix. b) Relasi pasangan berurutan: Kemudian periksa apakah relasi Krisantus). berikut.Mengapa? b) Jika g: y  x. 9. 7) Diketahui f(2x–3) = 4x–7. 4.1 KOMPETENSI-5. dan daerah hasil dari relasi Tentukanlah daerah asal. Martohap) berturut-turut berusia 6. 2 xy – 6y = x +2 d) Berikan syarat agar g: y  x dapat terdefinisi. (Ramsida. Mengapa? a) Anggota himpunan A dipac) Berikan syarat agar f: x  y dapat terdefinisi. b) Anggota himpunan A dipaUJI KOMPETENSI-5. Marsius. maka untuk x2 187 ≠1 tentukanlah f(–x). yang terbentuk adalah fungsi atau Pasaribu).real? Nyatakanlah relasi A b) Jika g: y  x. {(Yaska. kodomain. apakah R x = 3 memiliki pasangan 3) Diberikan himpunan A = {1. Apakah gai fungsi dari y. (Ramsida. (Felix. 10. kodomain. 4. a) di anggota himpunan real? 5} dan himpunan B = {2. Nora). dan range dari relasi berikut. Nora). Dahniar)} (Riwanti. 2. apakah x = y= memiliki pasangan di anggota himpunan real? Mengapa? c) Berikan  (2 x-6)(y) = syarat x + 2 agar f: x  y dapat terdefinisi.Pasaribu). 10. Maradona.1 1) Tentukanlah daerah asal. (Riwanti. dan 11 tahun. a) Fungsi pasangan berurutan: {(Yaska. x + 1 . punan B dengan relasi B = 2A b) + 2.(Riwanti. 3. Krisantus). kawan. Pasangkanlah usia masing-masing anak pada bilangan prima yang kurang dari 15. (Felix. c) tidak. Marisa. 3. Apakah relasi c) c) tersebut merupakan fungsi? Berikan penjelasanmu! EGA x +1 BUKU PEGANGAN SISWA 5) Jika f(x) = . sangkan dengan anggota himd) Berikan syarat agar g: y  x dapat terdefinisi. 6. Mengapa? 8. maka nilai dari f(17) – f (7) adalah…. punan B dengan relasi B = A + 1. x −1 6) Jika y = 2) Sekumpulan anak yang terdiri atas EGA BUKU PEGANGAN SISWA 5 orang yaitu (Margono. dan daerah asilnya! Diskusikan dengan temanmu! a) a) Jika f: x  y. kawan. UJI daerah semua anak dapat dipasangkan? Maka fungsi g memetakan y ke x dengan rumus: . apakah x = memiliki pasangan di anggota terhadap B dengan relasi berikut. 7. Dahniar)} 4) Jika siswa direlasikan dengan Krisantus).1 sangkan dengan anggota himP Q 1) Tentukanlah domain.y merupakan bilangan real. 5.  2xy – x = 6y + 2  x(2y – 1) = 6y + 2  Uji Kompetensi 5. 12}. himpunan 11. daerah 1) Tentukanlah domain. Pasaribu). Dahniar)} tanggal kelahirannya. dan range dari relasi berikut. Nora). Kemudian 187 tentukanlah syarat kedua rumus fungsi tersebut agar terdefinisi untuk setiap x. tuliskanlah x sebax −1 Matematika 189 .

Setiap fungsi merupakan relasi. waktu (2) simetris.Tentukan f 1998(11)! 10) Diketahui fungsi f dengan rumus f = 1 x − 8 . Buatlah laporan hasil kerja kelompokmu EGA dan sajikan di depan kelas. Manakah yang merupakan fungsi. antara lain (1)saat reflektif. Tetapi sebuah himpunan belum tentu merupakan relasi. Beberapa kesimpulan disajikan sebagai berikut. jika daerah asalnya merupakan sumbu X. Tentukanlah domain fungsi f agar jika daerah asalnya merupakan memiliki pasangan di anggota himpunan bilangan real. BUKU PEGANGAN SISWA 189 190 Buku Guru Kelas X . a) b) c) d) PENUTUP Berdasarkan uraian materi pada bahasan 5 ini. beberapa kesimpulan yang dapat dinyatakan sebagai pengetahuan awal untuk mendalami dan melanjutkan bahasan berikutnya. dan saat turun. Jika sebuah relasi memenuhi sifat reflektif. Projek 1. xx 8) Bila f(x) = = aa 9) Misalkan f(n) didefiniskan kuadrat dari penjumlahan digit n. Tentukanlah daerah asal 2 fungsi f agar memiliki pasangan di anggota himpunan bilangan real. Dari pernyataan (1) dan (2) disimpulkan bahwa setiap fungsi dan relasi adalah Rancanglah sebuah masalah terkait lintasan seekor lebah yang terbang himpunan. 11) Perhatikan gambar berikut! sumbu x. Relasi memiliki sifat. 2. (3) transitif. Setiap relasi adalah himpunan. fungsi f dengan rumus . dan buat interval saat kapan lebah tersebut relasi tersebut dikatakan relasi ekuivalen. b x x    x x  b maka f(a+b)= . 4. 11) Perhatikan gambar berikut! 10) Diketahui Manakah yang√ merupakan fungsi. maka Tuliskan ciri-ciri fungsi tersebut. 3. Tetapi sebuah relasi belum tentu merupakan fungsi. bergerak naik. b2b 2  x  2  x  a 2a 1 1 − = 2 2 + + −    2 2 . lurus. antisimetris. dan (4) sifat terkadang naik.. simetris dan transitif. bergerak lurus dan terkadang turun pada tertentu.. Misalkan juga f(f(n)) dan f 3(n) didefinisikan f(f(n)) dan f 3(n) didefinisikan f(f(f(n))) dan seterusnya.

Tetapi sebuah himpunan belum tentu merupakan relasi. simetris dan transitif. Fungsi adalah bagian dari relasi yang memasangkan setiap anggota daerah asal (domain) dengan tepat satu anggota daerah kawan (kodomain). Untuk lebih mendalami materi fungsi anda dapat mempelajari berbagai jenis fungsi pada sumber belajar yang lain. Beberapa kesimpulan disajikan sebagai berikut. 2. (2) simetris. 5. fungsi injektif. dan sebagainya.D. dan fungsi satu-satu. 4. 1. fungsi ganjil dan fungsi genap. Selanjutnya akan dibahas tentang barisan dan deret. 3. Jadi pengetahuan kamu tentang relasi dan fungsi sangat menentukan keberhasilan kamu Matematika 191 . dan (4) sifat antisimetris. surjektif. Jika sebuah relasi memenuhi sifat reflektif. 6. Setiap relasi adalah himpunan. Relasi memiliki sifat. (3) transitif. Dari pernyataan (1) dan (2) disimpulkan bahwa setiap fungsi dan relasi adalah himpunan. PENUTUP Berdasarkan uraian materi pada bahasan 5 ini. Setiap fungsi merupakan relasi. beberapa kesimpulan yang dapat dinyatakan sebagai pengetahuan awal untuk mendalami dan melanjutkan bahasan berikutnya. seperti fungsi naik dan turun. Fungsi yang demikian disebut juga pemetaan. antara lain (1) reflektif. Barisan adalah sebuah fungsi dengan domain bilangan asli dan daerah hasilnya adalah suatu himpunan bagian dari bilangan real. Tetapi sebuah relasi belum tentu merupakan fungsi. maka relasi tersebut dikatakan relasi ekuivalen.

konsisten dan jujur serta menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Pengalaman Belajar Melalui pembelajaran materi barisan dan deret aritmetika dan geometri atau barisan lainnya. memprediksi pola barisan dan deret aritmetika dan geometri atau barisan lainnya melalui pengamatan dan memberikan alasannya.Bab Barisan dan Deret A. • berkolaborasi memecahkan masalah aktual dengan pola interaksi sosial kultur. siswa mampu: 1. • • • • • Pola Bilangan Beda Rasio Suku Jumlah n suku pertama . 3. menyajikan hasil menemukan pola barisan dan deret dan penerapannya dalam penyelesaian masalah sederhana. • berpikir tingkat tinggi (berpikir kritis. bertanggungjawab. 2. kritis. menghayati pola hidup disiplin. kreatif) dalam menyelidiki dan mengaplikasikan konsep dan pola barisan dan deret dalam memecahkan masalah otentik. KOMPETENSI DASAR DAN PENGALAMAN BELAJAR Kompetensi Dasar Setelah mengikuti pembelajaran barisan dan deret. siswa memperoleh pengalaman belajar: • menemukan konsep dan pola barisan dan deret melalui pemecahan masalah otentik.

PETA KONSEP PETA KONSEP Fungsi Materi prasyarat Masalah Otentik Barisan Bilangan Syarat Suku awal Beda Unsur Barisan Aritmetika Barisan Geometri Suku awal Rasio Suku ke-n Deret Aritmetika Deret Geometri Suku ke-n Jumlah n suku pertama Jumlah n suku pertama Matematika 193 BUKU PEGANGAN SISWA 193 .B. B.

Tahukah anda maksud/arti dari pola? Pernahkah anda melihat pola dalam kehidupan sehari-hari? Ajukan masalah berikut kepada siswa. Guru melatih siswa berpikir independen. skema. atau aturan matematika tertentu.1 Susunan Kelereng Kelereng dihitung pada setiap kelompok dan diperoleh barisan: 1. 9. untuk mengetahui berapa banyak jeruk dalam tumpukan? Masalah-6. MATERI PEMBELAJARAN 1. Hal itu dilakukan dengan alasan agar permasalahan tersebut dapat menjawab kebutuhan yang diinginkan. Membangun hubungan-hubungan dengan melibatkan objek-objek nyata serta mengkomunikasikan permasalahan melalui diagram. 16. Permasalahan-permasalahan yang dijumpai dalam kehidupan biasanya dapat diselesaikan dengan menerapkan suatu cara. melihat pola susunan bilangan. metode. Dalam proses pembelajaran barisan dan deret berbagai konsep dan aturan matematika terkait barisan dan deret akan ditemukan melalui pemecahan masalah. 4. tabel dan simbolsimbol. K1 1 K2 4 K3 9 K4 16 K5 25 Gambar 6.2 Jumlah Kelereng pada Setiap Kelompok 194 Buku Guru Kelas X . mengajukan ide-ide secara bebas dan terbuka. menemukan berbagai strategi sebagai alternatif pemecahan masalah. 25. Menemukan Pola Barisan dan Deret Organisasikan siswa belajar dengan mengamati dan mengkritisi masalah nyata kehidupan yang dapat dipecahkan arif dan kreatif melalui proses matematisasi.2 Beberapa kelereng dikelompokkan dan disusun sehingga setiap kelompok tersusun dalam bentuk persegi sebagai berikut: Gambar 6.C.

3 Jumlah kelereng pada kelompok ke-6 Kn Dengan pola barisan pada tabel di atas. Apakah ada pola yang lain pada barisan tersebut? Silahkan amati kembali tabel berikut! Matematika 195 . Alternatif penyelesaian ini tidak efektif dan tidak efisien karena harus menyusun kembali banyak kelereng untuk kelompok berikutnya.. 36 K6 2...Permasalahan: Dapatkah kamu temukan bilangan berikutnya pada barisan tersebut? Dapatkah kamu temukan pola barisan tersebut? Tentukan banyak kelereng pada kelompok ke-15? Alternatif Penyelesaian 1. ?=n×n Gambar 6.. Alternatif penyelesaian lainnya adalah menemukan pola barisan tersebut. Banyak Kelereng 1 4 9 16 25 . Perhatikan tabel berikut! Tabel 6. Kemungkinan metode yang dapat digunakan adalah membuat susunan benda berikutnya dan menghitung kembali banyak kelereng pada susunan itu. bilangan berikutnya adalah K6 = 6 × 6 = 36 dan bilangan pada K15 = 15 × 15 = 225..1 Pola banyak kelereng pada setiap kelompok Kelompok K1 K2 K3 K4 K5 . ? Pola 1=1×1 4=2×2 9=3×3 16 = 4 × 4 25 = 5 × 5 . 3..

Banyak Kelereng 1 4 9 16 25 . bukan? Perhatikan tabel di bawah ini! 196 Buku Guru Kelas X .1 Perhatikan barisan huruf berikut: A B B C C C D D D D A B B C C C D D D D A B B C C C D D D D ... huruf pada urutan 25 × 33 adalah huruf pada urutan 32 × 27 = 864 atau 864 = 860 + 4 = 86 × 10 + 4 sehingga perulangan kelompok huruf tersebut mengalami perulangan sebanyak 86 kali. Dengan demikian. huruf pada urutan ke-864 sama dengan huruf pada urutan ke-4 atau C... Silahkan pelajari pola barisan pada beberapa contoh berikut..2 Pola banyak kelereng pada setiap kelompok Kelompok K1 K2 K3 K4 K5 . urutan 31 dan seterusnya. huruf pada urutan 1 sama dengan huruf pada urutan 11. Jadi. 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 ... urutan 21. Tabel 6.. Kedua.. ? Pola 1 =1+0 =1+1×0 4 =2+2 =2+2×1 9 =3+6 =3+3×2 16 = 4 + 12 = 4 + 4 × 3 25 = 5 + 20 = 5 + 5 × 4 . bukan? Perulangan kelompok huruf terjadi pada setiap kelipatan 10 huruf pertama. Contoh 6. sebagai berikut: A B B C C C 1 2 3 4 5 6 D D D D A B B C C C D D D D . kelompok huruf ABBCCCDDDD pada urutan 1 sampai 10 berulang.. ? = n + n × (n – 1) Kn Jadi pola barisan adalah K n = n + n × (n − 1) sehingga bilangan berikutnya adalah dan bilangan pada K15 = 15 + 15 × 14 = 225. kita perlihatkan urutan setiap huruf pada barisan. Kamu dapat dengan mudah menentukan bilangan-bilangan berikutnya pada sebuah barisan bilangan jika dapat menemukan pola barisannya.. Amatilah barisan huruf tersebut terlebih dahulu! Tentukanlah huruf pada urutan 25 × 33! Penyelesaian Pertama. Jika kamu amati dengan teliti..

4.. 5......... u 2004 un menyatakan suku ke-n pada barisan dengan n = 1.Tabel 6.. .. 4. .. suku ke-12 = 1 dan seterusnya. sebagai berikut: 1 2 3 4 5 6 7 8 9 1 0 1 1 1 2 1 3 1 . . ... 3.3 Urutan barisan huruf Urutan ke 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Huruf A B B C C C D D D D Urutan ke 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 Huruf A B B C C C D D D D . 6. ...2 Sebuah barisan bilangan dituliskan sebagai berikut: 12345678910111213141516171 81920212223242526. 8. . 7. Mencari banyak suku pada barisan bilangan satuan (1sampai 9): 1.. Urutan ke 851 852 853 854 855 856 857 858 859 860 Huruf A B B C C C D D D D Urutan ke 861 862 863 864 Huruf A B B C Contoh 6.. . 3.... sehingga suku ke-10 = 1.. Matematika 197 ... ? ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ u1 u 2 u 3 u 4 u 5 u 6 u 7 u8 u 9 u10 u11 u12 u13 u14 u15 u16 u17 u18 . 2.. suku ke-11 = 0. 9 Banyak suku pada barisan bilangan satuan adalah 1 × 9 = 9 suku. . 2. puluhan dan ratusan sebagai berikut: Langkah 1. .. .. Dapatkah anda temukan bilangan yang menempati suku ke-2004? Penyelesaian Mari kita amati kembali barisan tersebut... Kita akan mencari bilangan yang menempati suku ke-2004 dengan menghitung banyak suku pada bilangan satuan. ..

banyak suku pada barisan 1 sampai 99 adalah 9 + 180 = 189 suku. 119 terdapat 3 × 10 suku = 30 suku 120.. . 111. Mencari banyak suku pada barisan bilangan puluhan (100 sampai 999) Jika ratusan (1 sampai 6) 100. 90.. 12. 11. Jadi. . .. 109 terdapat 3 × 10 suku = 30 suku 110..19 terdapat 2 × 10 suku = 20 suku 20. Suku berikutnya (suku ke-1990) adalah barisan bilangan dengan ratusan 7 sebagai berikut. .. 122. 3.. 102. . . 92.. 22. Mencari banyak suku pada barisan bilangan puluhan (10 sampai 99) 10. . 198 Buku Guru Kelas X . ... 99 terdapat 2 × 10 suku = 20 suku Banyak suku pada barisan bilangan puluhan adalah 9 × 20 = 180 suku...3 1 1 1 1 1 1 1 Tentukan pola barisan .. 21. 9 7 0 0 7 0 1 7 0 2 7 0 3 7 0 4 ↓ u1989 ↓ u1990 ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ u1995 ↓ u1996 ↓ u1997 ↓ u1998 ↓ u1999 ↓ u 2000 ↓ ↓ ↓ ↓ u1991 u1992 u1993 u1994 u 2001 u 2002 u 2003 u 2004 Bilangan pada suku ke-2004 adalah 4.. 699 terdapat 3 × 10 suku = 30 suku Banyak suku untuk barisan bilangan ratusan dengan ratusan 1 sampai 6 adalah 6 × 10 × 30 = 1800 suku Jadi terdapat sebanyak 9 + 180 + 1800 = 1989 suku pada barisan bilangan 1 sampai dengan 699 sehingga suku ke-1989 adalah 9. 693. 2. .. Tentukanlah banyak suku 2 6 12 20 30 42 9900 pada barisan tersebut! Penyelesaian Jika adalah suku ke-n dari sebuah barisan dengan n = 1. .. 123.. 91.. .. . 129 terdapat 3 × 10 suku = 30 suku 690.. 93. 121.. 13. 692.. Contoh 6.Langkah 2..29 terdapat 2 × 10 suku = 20 suku . 691. . 103.. 23. Langkah 3. 113. .. 101.. 112.. . maka barisan di atas disajikan dalam tabel berikut...

. un Nilai 1 2 1 6 1 12 1 20 1 30 1 42 .Tabel 6. maka deret dari barisan di atas disajikan dalam tabel berikut. . 2. ? Pola 1 1 = 2 12 + 1 1 1 = 6 22 + 2 1 1 = 12 32 + 3 1 1 = 20 42 + 4 1 1 = 30 52 + 5 1 1 = 42 62 + 6 . 2 6 12 20 30 42 9900 Barisan Jika sn adalah jumlah n suku pertama dari sebuah barisan dengan n = 1.. . . 1 n +n 2 ?= 1 Berdasarkan pola barisan un = 2 yang telah diperoleh pada tabel di bawah maka n +n 1 un = atau 9900 1 1 ⇔ 2 = n + n 9900 ⇔ n2 + n = 9900 ⇔ n2 + n – 9900 = 0 ⇔ (n – 99)(n + 100) = 0 ⇔ n = 99 1 1 1 1 1 1 1 . ... terdiri dari 99 suku. ..4 Pola Barisan Suku ke u1 u2 u3 u4 u5 u6 .... Matematika 199 . .. .. 3..

. yaitu ..... 2 6 12 20 30 42 9900 100 Jika sn adalah jumlah n suku pertama dari sebuah barisan dengan n = 1. + un–1 maka sn = sn–1 + un atau un = sn – sn–1. sebuah barisan dengan pola sn = n +1 1 1 1 1 1 1 1 99 + + + ...... . . sn. + un Jumlah suku-suku Nilai 1 2 2 3 3 4 4 5 5 6 6 7 . s3. u1 + u2 + u3 + u4 + u5 + u6 + . 200 Buku Guru Kelas X .... . 3. adalah Berdasarkan tabel di atas. + = Karena n = 99 maka s99 = + + + .. . sn u1 u1 + u2 u1 + u2 + u3 u1 + u2 + u3 + u4 u1 + u2 + u3 + u4 + u5 + u6 u1 + u2 + u3 + u4 + u5 + u6 .. s2. . sn = n n +1 1 2 3 4 5 99 .. ..5: Pola Deret Deret s1 s2 s3 s4 s5 s6 . + un–1 + un dan sn–1 = u1 + u2 + u3 + . s1.. atau sn = u1 + u2 + u3 + ......Tabel 6. 2. .. 2 3 4 5 6 100 n .. ... .

2 Perhatikan gambar tumpukan jeruk di samping ini! Bagaimana cara menentukan atau menduga banyak buah dalam satu tumpukan? Gambar 6. Barisan Aritmetika Masalah-6. Tentukan pola barisan tersebut kemudian tentukanlah suku ke-10! Penyelesaian Dengan rumus un = sn – sn–1 maka dapat ditentukan sn = 2n3 – 3n2 atau sm = 2m3 – 3m2.4 Tumpukan Buah Jeruk Matematika 201 . Berikutnya. kita telah membicarakan masalah pola dari barisan dan deret bilangan secara umum.Contoh 6.4 Suatu barisan dengan pola deret sn = 2n3 – 3n2. Misalkan m = n – 1 maka sn −1 = 2(n − 1)3 − 3(n − 1)2 sn −1 = (2n3 − 6n 2 + 6n − 2) − (3n 2 − 6n + 3) sn −1 = 2n3 − 9n 2 + 12n − 5 Jadi. 2. suku ke-10 pada barisan tersebut adalah 485. kita akan belajar menemukan konsep barisan dan deret aritmetika. a. un = sn − sn −1 = (2n3 − 3n 2 ) − (2n3 − 9n 2 + 12n − 5) un = 6n 2 − 12n + 5 Pola barisan tersebut adalah un = 6n 2 − 12n + 5 sehingga: u10 = 6(10) 2 − 12(10) + 5 = 600 − 120 + 5 = 485 Jadi. Menemukan Konsep Barisan dan Deret Aritmetika Pada sub-bab di atas.

Jeruk itu dapat disusun membentuk sebuah piramida.7. maka diperoleh susunan dari beberapa jeruk. Misalkan susunan jeruk tersebut disederhanakan menjadi sebuah susunan segitiga. Jika terjadi perbedaan pola pikir. Selanjutnya meminta siswa mencermati dua suku yang berurutan. bilangan kedua dengan bilangan ketiga. seperti Gambar 6.Alternatif Penyelesaian Jika diperhatikan Gambar 6. ♦ Arahkan siswa membangun pola dengan memilih strategi berpikir secara bebas. banyak sankisnya 21. Gambar 6. sehingga selisih banyak sankis berikutnya adalah 6.7 berikut. Gambar 6. 202 Buku Guru Kelas X .5.6 Susunan bulatan bentuk segitiga ♦ Tanyakan kepada siswa mengapa harus dengan susunan segitiga. seperti yang disajikan pada Gambar 6. Pola susunan banyak jeruk dalam tumpukan ♦ Meminta siswa mengecek. Selanjutnya ajak siswa untuk memperhatikan bilangan-bilangan tersebut. Gambar 6. lalu tanyakan apa yang ditemukan. Selanjutnya organisasikan siswa belajar dalam kelompok untuk mendiskusikan cara atau pola yang dibangun secara individu. bilangan ketiga dengan bilangan keempat dan seterusnya. coba suruh siswa untuk melakukan dengan susunan segi empat. jembatani dengan meminta salah satu kelompok menyajikan hasil kerjannya. ternyata diperoleh selisih antara bilangan pertama dengan bilangan kedua.6. untuk susunan segitiga berikutnya.5 Susunan piramida jeruk Jumlah jeruk pada bagian bawah tumpukan akan lebih banyak dibandingkan pada susunan paling atas.

Ternyata beda antara setiap dua bilangan yang berdekatan membentuk barisan yang baru yaitu 2. 5.. 5.3 Perhatikan masalah berikut! Jika tinggi satu buah anak tangga adalah 20 cm.. ♦ Selanjutnya minta siswa mempresentasikan hasil kerjanya di depan kelas dan mendorong siswa lain untuk mengkritisi hasil kerja siswa yang menyaji. 3. 3. ♦ Meminta siswa untuk membuat sebuah barisan dengan beda membentuk barisan baru yaitu barisan aritmatika tingkat 1. 10.. 5... Gambar 6. 15. adalah tetap yaiti 1. 3..8. 4. 15.. yaitu 1. disebut “Barisan Aritmetika Tingkat Dua”. 40. 80. . 6.. Masalah-6. 3.9: Tangga Alternatif Penyelesaian Untuk menentukan tinggi tangga maka permasalahan di atas diurutkan menjadi: Dari uraian di atas.. Dengan demikian barisan 2.. 3. … 203 Matematika . disebut “Barisan Aritmetika” dan barisan 1. 60.. Bila bilangan tersebut membentuk barisan perhatikan polanya pada Gambar 6. 6. 4. Perhatikan skema berikut. 4.Banyaknya bulatan yang tersusun dari setiap kelompok dapat dituliskan dengan bilangan. ditemukan susunan bilangan 20.8 tersebut. 10. Pola turunan banyak jeruk dalam tumpukan Beda setiap dua bilangan yang berdekatan pada barisan 2. berapakah tinggi tangga jika terdapat 15 buah anak tangga? Tentukanlah pola barisan? Gambar 6.

Mbak Suci mampu menyelesaikan 63 helai kain batik. Berarti tinggi tangga tersebut sampai anak tangga yang ke-15 adalah 300 cm. 12.un : suku ke-n u1 = 20 = 1 × 20 u2 = 40 = 2 × 20 u3 = 60 = 3 × 20 u4 = 80 = 4 × 20 u5 = 100 =5 × 20 .5 m selama 1 bulan. 63 = 6 + (n – 1).4 m × 1. Jika beda antara dua bilangan berdekatan di notasikan “b”. Dia menduga. dapat dituliskan un = a + (n – 1). Bulan I : u1 = a = 6 Bulan II : u2 = 6 + 1. pada bulan berapakah Mbak Suci menyelesaikan 63 helai kain batik? Alternatif Penyelesaian Dari Masalah-6. Dengan pola kerja tersebut.3 (n merupakan bilangan asli). ia dapat menyelesaikan 6 helai kain batik berukuran 2. un = n × 20 = 20n Cermati pola bilangan un = 20n.3 = 12 Bulan IV : u4 = 6 + 3. Sesuai dengan pola di atas.3 = 9 Bulan III : u3 = 6 +2..4.4 Mbak Suci. 15. Jadi. dan 12 helai pada bulan ketiga. seorang pengerajin batik di Gunung Kidul. 204 Buku Guru Kelas X . Untuk menentukan n.…. Permintaan kain batik terus bertambah sehingga Mba Suci harus menyediakan 9 helai kain batik pada bulan kedua. pada bulan ke-20. Masalah-6. 63 helai kain batik selesai dikerjakan pada bulan ke-n.3 = 15 Demikian seterusnya bertambah 3 helai kain batik untuk bulan-bulan berikutnya sehingga bulan ke-n : un = 6 + (n–1).3 63 = 3 + 3n n = 20. dapat diperoleh dari.b.. dapat dituliskan jumlah kain batik sejak bulan pertama seperti di bawah ini. maka pola susunan bilangan 6. sehingga u15 = 15 × 20 = 300. jumlah kain batik untuk bulan berikutnya akan 3 lebih banyak dari bulan sebelumnya. 9.

u3. Uang yang ditabung setiap hari selama enam hari mengikuti pola barisan aritmetika dengan suku pertama a = 500 dan beda b = 500. b = u2 – u1 = u3 – u2 = u4 – u3 = . ….b u4 = u3 + b = u1 + 3.Definisi 6.b … un = u1 + (n – 1)b Sifat-1 Jika u1..1 Barisan aritmetika adalah barisan bilangan yang beda setiap dua suku yang berurutan adalah sama. u5. Berdasarkan definisi di atas maka diperoleh bentuk umum barisan aritmetika sebagai berikut. = un – u(n–1) u adalah bilangan asli sebagai nomor suku. maka diperoleh u1 = a u2 = u1 + 1. dinotasikan “b” memenuhi pola berikut. un = a + (n – 1)b a = u1 adalah suku pertama barisan aritmetika b adalah beda barisan aritmetika Masalah-6. ….5 Setiap hari Orlyn menabungkan sisa uang jajannya. Bagaimana cara mengetahui banyaknya uang Orlyn yang ditabung pada hari ke-6? Matematika 205 . u1. un merupakan suku-suku barisan aritmetika. un Setiap dua suku yang berurutan pada barisan aritmetika memiliki beda yang sama.b u3 = u2 + b = u1 + 2. un adalah suku ke-n. u5. u3. u2. u2.b u5 = u4 + b = u1 + 4. u4. Beda. Rumus suku ke-n dari barisan tersebut dinyatakan sebagai berikut.. u4.

u18 = 4 + (18 – 1).Alternatif Penyelesaian Penyelesaian Masalah-6. … tentukan suku ke-18! Penyelesaian a. 4. 1.1 = 15 b. 1. Contoh 6. Karena un = a + (u – 1)b. … Dari barisan bilangan tersebut. u3 = 3. … tentukan suku ke-15 ! b. Karena un = a + (n – 1)b maka u6 = (a + 5b) = 500 + 5(500) = 500 + 2500 = 3000 Berarti tabungan Orlyn pada hari ke-6 adalah Rp3000. 1. 5. maka u15 = a + (15 – 1)b. 3. 4. b = u2 – u1 = u3 – u2 = u4 – u3 = –3. u15 = 1 + (15 – 1). – 5.00. 6. 4. 3. Karena un = a + (n – 1)b. u2 = 1. – 2. …. (–3) = –47 206 Buku Guru Kelas X . diketahui bahwa u1 = a = 1.5 dapat dilakukan dengan membuat barisan aritmetika dari uang yang ditabung Orlyn kemudian menentukan suku terakhirnya. – 2. 4. 5. maka u18 = a + (18 – 1)b. 6. 2. 2. b = u2 – u1 = u3– u2 = 1. – 8. … Diketahui: u1 = a = 4. 1. – 5.5 Tentukan nilai dari suku yang ditanya pada barisan di bawah ini! a. u4 = –5 …. u3 = –2. – 8. u2 = 2.

Menunjukkan pernyataan tersebut benar untuk n = 1.6 Selidiki apakah jumlah n bilangan asli pertama. Jika P(n) benar. Prinsip pembuktian induktif dapat diilustrasikan dengan proses menaiki anak Gambar 6. Induksi Matematika Misalkan untuk setiap bilangan asli n kita mempunyai pernyataan P(n).10 Anak Tangga tangga. yaitu: (k + 1) ( (k + 1) + 1) 1 + 2 + … + k + (k + 1) = 2 Bukti: Dengan menggunakan manipulasi aljabar diperoleh: k (k + 1) 1 + 2 + … + k + (k + 1) = + (k + 1) 2 Matematika 207 . maka P(n – 1) benar untuk setiap n ≥ 1. 2. 2 1(1 + 1) = 1 maka 2 3. 1. maka P(n + 1) benar untuk setiap n ≥ 1 disebut langkah induktif. 2 1. P(1) bernilai benar disebut langkah dasar sedangkan jika P(n) benar. Anggap pernyataan tersebut benar untuk n = k yakni: k (k + 1) 1+2+…+k= .b. Contoh 6. Maka P(n) benar untuk setiap n bilangan asli. P(1) bernilai benar. 2. yaitu 1 + 2 + … + n sama dengan n(n + 1) ! 2 Penyelesaian Misalkan pernyataan P(n) = 1 + 2 + … + n = n(n + 1) . Akan dibuktikan pernyataan tersebut benar untuk n = k + 1. diperoleh untuk n = 1 peryataan tersebut benar.

berapa banyak batu bata yang dibutuhkan untuk membuat 80 buah anak tangga? Gambar 6.6 dan suruh siswa untuk memahami masalahnya! Masalah-6.. Selanjutnya minta siswa mempresentasikan hasil pemahamannya di depan kelas dan mendorong siswa lain untuk mengkritisi hasil kerja siswa yang menyaji. ♦ Ajukan masalah 6 pada siswa. Beri kesempatan pada siswa bertanya hal-hal yang tidak dipahami. P(n) = n(n + 1) adalah benar.k (k + 1) 2(k + 1) + 2 2 (k + 1)..11: Tangga 208 Buku Guru Kelas X . + (2n – 1) = n2 dengan menggunakan pembuktian induksi matematika. ♦ Guru mengarahkan siswa meenyelediki kebenaran pernyataan 1 + 3 + 5 + 7 + . c.6 Perhatikan kembali gambar di samping! Apakah kamu masih ingat tentang masalah anak tangga? Jika membuat sebuah anak tangga dibutuhkan 40 buah batu bata. ( (k + 1) + 1) = 2 = Berarti untuk n = k + 1. Deret Aritmetika ♦ Ajak siswa untuk memperhatikan masalah 6.(k + 2) = 2 (k + 1). P(n) = 1 + 2 + … + n = bilangan asli. 2 n(n + 1) adalah benar untuk n anggota himpunan 2 Jadi. minta siswa memahami masalahnya dengan pemahamannya sendiri.

.. 240. 120. 80. bahwa.…. 360.. 40 + 80 + 120 + 160 + 200 + 240 + 280 + 320 + 400 + ... u1 = 40 dan b = 40. Tangga ke-80 Susunan banyak batu bata membentuk barisan aritmetika: 40. + (40 + 40 + 40 + 40 + 40) Tangga ke-1 Tangga ke-2 Tangga ke-3 Tangga ke-4 Tangga ke-. 160. Karena pertanyaan dalam masalah ini adalah banyak batu bata yang diperlukan untuk membuat 80 anak tangga.320. + 3160 + 3200 sebanyak 80 suku sn adalah jumlah n suku pertama pada barisan. 280. 200. Berdasarkan gambar di atas dapat disimpulkan bahwa banyak batu bata yang dibutuhkan untuk membuat 80 buah anak tangga: 40 + (40 + 40) + (40 + 40 + 40) + (40 + 40 + 40 + 40) + . untuk menghitung jumlah 80 suku pertama.Alternatif Penyelesaian Untuk menentukan banyaknya batu bata yang dibutuhkan dalam membuat anak tangga pertama sampai anak tangga yang ke 80 dapat diilustrasikan seperti gambar berikut. bukan banyak batu bata yang diperlukan membuat tangga ke-80 maka banyak batu bata harus dijumlahkan. Cukup jelas. Perhatikan pola berikut: (40 + 80) × 2 • s2 = 40 + 80 = = 120 2 (40 + 160) × 4 • s4 = 40 + 80 + 120 + 160 = = 400 2 (40 + 240) × 6 • s6 = 40 + 80 + 120 + 160 + 200 + 240 = = 840 2 (40 + 320) × 8 • s8= 40 + 80 + 120 + 160 + 200 + 240 + 280 + 320 = = 1440. dilakukan dengan pola di atas. 400. s80 = 40 + 80 + 120 + 160 + 200 + 240 + 280 + 320 + 360 + 400 + … + 3160 + 3200 Matematika 209 . 2 Jadi..

2 Deret aritmetika adalah barisan jumlah n suku pertama barisan aritmetika. Susunan jumlah suku-suku barisan aritmetika.. (1) Persamaan 1) diubah menjadi sn = (a + (n – 1)b) + … + (a + 2b) + (a + b) + a ……………. s1 = u1 s2 = u1 + u2 s3 = u1 + u2 + u3 s4 = u1 + u2 + u3 + u4 ..000. 15 suku pertama.000 buah batu bata. + u(n–1) + un Untuk menentukan jumlah n suku pertama. ... s1. dinyatakan sebagai berikut. diperoleh: 2sn = 2a + (n – 1)b + 2a + (n – 1)b + 2a + (n – 1)b + … + 2a + (n – 1)b 2sn = n (2a + (n – 1)b) 1 sn = n ( 2a + ( n − 1) b ) 2 210 Buku Guru Kelas X . ditentukan rumus berikut: sn = a + (a + b) + (a + 2b) + … + (a + (n – 1)b) ……………. sn.. s(n–1). s3. ♦ Guru memastikan siswa mampu memanipulasi cara pembentukan pola di atas. s(n–1) = u1 + u2 + u3 + u4 + u5 + … + u(n–1) sn = u1 + u2 + u3 + u4 + u5 + … + u(n–1) + un n merupakan bilangan asli.= (40 + 3200) × 80 = 129. 5 suku pertama. s2. … dengan sn = u1 + u2 + u3 + . Definisi 6.. ♦ Guru mengarahkan siswa menyelidiki rumusan pola untuk menghitung jumlah 3 suku pertama. 2 Jadi. banyak batu bata yang diperlukan untuk membuat 80 anak tangga adalah 129. (2) Dengan menjumlahkan persamaan (1) dan (2)...

9 + 18 + 27 + 36 + 45 + … + 99 = 540. 99 Bilangan-bilangan tersebut membentuk barisan aritmetika dengan a = 9. ….. Penyelesaian Suku ke-n barisan bilangan di atas adalah 50. Contoh 6. sehingga un = a + (n – 1)b ⇔ 50 = a + (n – 1).7 Carilah jumlah bilangan bulat antara 1 dan 100 yang habis dibagi 9! Penyelesaian Bilangan bulat yang habis dibagi 9 diantara 1 dan 50 adalah 9. Jika a bilangan bulat positif. Dengan menggunakan rumus jumlah n suku pertama deret aritmetika diperoleh: 1 1 sn = n ( a + un ) atau s10 = (10)(9 + 99) = 540 2 2 Dengan demikian. maka nilai a = . + 50 = 1139. b = 9. 18. 27. Selanjutnya akan ditentukan nilai n sebagai berikut: un = 99 ⇔ a + (n – 1)b = 99 ⇔ 9 + (n – 1)9 = 99 ⇔ 9 + 9n – 9 = 99 ⇔ 9n = 99 ⇔ n = 10 Jadi..Sifat-2 sn = u1 + u2 + u3 + u4 + u5 + … + un–1 + un merupakan jumlah n suku pertama barisan aritmetika. dan un = 99.1 ⇔ a = 51 – n. banyak bilangan yang habis dibagi 9 diantara 1 dan 50 adalah 10.. 211 Matematika .8 Diketahui a + (a + 1) + (a + 2) + . n n sn = (2a + (n – 1)b) = (u1 + un) 2 2 Contoh 6..

n + 2278 = 0 ⇔ (n – 67). diperoleh. u10 = s10 – s9 = 2490– 2007 = 483.a + (n − 1) ). maka tentukanlah suku ke-10 pada barisan tersebut! Penyelesaian Dengan mengingat kembali rumus deret aritmetika tingkat satu: n b sn = (2a + (n – 1)b) = n2 + (a – b)n 2 2 maka sn = (m3 – 1) n2 – (m3 + 2) n + m – 3 akan menjadi deret aritmetika tingkat satu jika m – 3 = 0 atau m = 3 sehingga sn = 26n2 – 11n. guru mengingatkan kembali kepada siswa. Jika nilai a bilangan bulat positif maka nilai yang memenuhi adalah n = 34 sehingga nilai a = 17. n = 67 atau n = 34. atau 2 2 ⇔ 2278 = n ( (2.(n – 34) = 0. ♦ Jika siswa lupa akan konsep menentukan akar-akar persamaan kuadrat.Jumlah n suku pertama adalah 1. Dengan mensubtitusikan a = 51– n. Contoh 6. Jika sn = (m3 – 1) n2 – (m2 + 2) n + m – 3. 212 Buku Guru Kelas X .139 sehingga n n sn = (2a + (n – 1)b) ⇔ 1139 = (2. Buat contoh. diperoleh n2 – 101n + 2278 = 0.9 Diketahui deret aritmetika tingkat satu dengan sn adalah jumlah n suku pertama. n2 – 101. Jadi.a + (n – 1)1).

– 20 +– 2. –3 128 1. Diketahui barisan yang dibentuk oleh semua bilangan asli 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 … Angka berapakah yang terletak pada bilangan ke 2013? (bilangan ke-12 adalah angka 1 dan bilangan ke-15 adalah angka 2). + n =  b. Huruf apakah yang menempati urutan 2634? 10. Banyak bilangan asli yang kurang dari 999 yang tidak habis dibagi 3 atau 5 adalah…. c.. sampai dengan 18 suku..   2  3 3 3 3 2 9... Tentukanlah jumlah 20 suku pertama! 5. 6. –12 – 8 – 4 .4 + . 4 + 9 + 14 + 19 + ... sampai dengan 20 suku.. Diketahui deret aritmetika dengan suku ke-7 dan suku ke-10 berturutturut adalah 25 dan 37. b. 7. + n (n + 1) = b. + 104 a. 3+ . Bila a.. d.1 1. Pola A B B C C C D D D D A B B CCCDDDDABBCCCDD D D .. 50 + 46 + 42 + 38 + . + n ( n + 1) = 3 d. .. 1.. berulang sampai tak hingga. sampai dengan 10 suku. – 107 3. Tentukan banyak suku dari deret berikut! a. 10 + 14 + 18 + 22 + .Uji Kompetensi 6... = – 36 c.. = 756 b. sampai dengan 10 suku. 2 + 8 + 14 + 30 + . 1 + 6 + 11 + 16 + . .. 8... 56 + 51 + 46 + 41 + . = 640 4. Tentukan banyak suku dan jumlah membuktikan persamaan berikut ini deret aritmetika berikut! benar! a.. 3 + 6 + 9 + 12 + . –3 – 7 – 11 – 15 ..3 + 3..4 + .... 72 + 66 + 60 + 54 + . c merupakan suku berurutan yang membentuk barisan aritmetika. Gunakan induksi matematika untuk 2. Tentukan jumlah deret aritmetika berikut! a.. 6 + 9 + 12 + 15 + . Diketahui barisan yang dibentuk oleh semua bilangan asli 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 … Angka berapakah yang terletak pada bilangan ke 2004 ? (bilangan ke-12 adalah angka 1 dan bilangan ke-15 adalah angka 2). –22 – 16 – 10 – 4 – .. b. sampai dengan 14 suku... 213 Matematika .. e. – 12 n ( n + 1) ( n + 2 ) c....2 + 2. bc ca ab  n ( n + 1)  1 + 2 + 3 + . buktikan bahwa ketiga suku berurutan berikut ini juga membentuk barisan aritmetika 1 1 1 .

Jika nilai perbandingan dua suku beru1 u2 un −1 2 urutan dimisalkan r dan nilai suku pertama adalah a. 1 . .u = u1.1 u =1 u 1... ⇔ 2  1            22 22 42 24 82 28 2 2    2  214 Buku Guru Kelas X . .r = a.   .   .. teknologi informasi.. .Projek Himpunlah minimal tiga buah masalah penerapan barisan dan deret aritmatika dalam bidang fisika. …  2 2 2 4 2 8 2 Perhatikan gambar berikut! Nilai perbandingan Sehingga: • u1 = a = 1 11 1 1 11 1 1 11 1 1 1     1  • 1.1  . Menemukan Konsep Barisan dan Deret Geometri a. 1 . 2 4 8 u u2 u3 1 = = . maka susunan bilangan tersebut  1  1 1  1 1  1 1  dapat dinyatakan dengan 1. = . . dan masalah nyata di sekitarmu. 1 .r . . Barisan Geometri Perhatikan susunan bilangan 1. Ujilah berbagai konsep dan aturan barisan dan deret aritmatika di dalam pemecahan masalah tersebut. .1.   .. Buatlah laporan hasil kerjamu dan sajikan di depan kelas! 3. = n = .

r = a.r = a.rn–1 Orlando memiliki selembar kertas. .1 1 11 1 111  11 1 1 11 1 1 1   1     1   1     1 1  • 1..r3   .1 u =u = 1. Gambar 6. =u . Berikut ini disajikan satu bagian kertas.= u2. kemudian dilipat dua kembali olehnya.r3. ⇔  .  ⇔   3  2  2 22 2 42 2 82 22 2 4 2 2 8 2 2  2   8   4   2      2  2 23 3 1 1 1 1 1 1 1  1  1    1 1   1  1 11 11 • 1.  . 2 3 2 3 2 3 Gambar 6.1 = 1. tentunya dengan mudah kamu pahami bahwa.r2.. = .13 Selembar Kertas pada Lipatan Pertama Kertas yang sedang terlipat ini.r = a. 4  3 4  3 4 2 2 2 2 8 4 2  8  2   2 2     2 2 2 22 11 1 1 1 11 11 1 1  1  1    1     1  11 • 1. = u4. 1. Gambar 6. . . Setelah melipat.r = a.  .1.r = a..   2 2 2 2 2 2 4 2 2 2 2 8 2 4 2 8 2                  Dari pola di atas. ⇔ . . 5 =  .14 Selembar Kertas pada Lipatan Kedua Orlando terus melipat dua kertas yang sedang terlipat sebelumnya.  . Kertas terbagi menjadi 2 bagian yang sama besar.12 Selembar Kertas Ia melipat kertas tersebut menjadi dua bagian yang sama besar.r4 .1 u 5 = .. u      .rn–2 r = a.4.1    . .1 1.1 u =1 u 1 .  . u . . perhatikan bagian kertas tersebut yang membentuk sebuah barisan bilangan. = 1. .     . Kertas terbagi menjadi 4 bagian yang sama besar. Sekarang.  . un = un–1. . .r = a.   . .r = a. Matematika 215 .r.  .1u = 1 1.r2 .u3. ia selalu membuka hasil lipatan dan mendapatkan kertas tersebut terbagi menjadi 2 bagian sebelumnya.

….. n adalah bilangan asli.15 bahwa terdapat 2 kali lintasan bola yang sama tingginya setelah pantulan pertama. u2 .8 Sebuah bola jatuh dari gedung setinggi 3 meter ke lantai dan memantul kembali 4 setinggi kali dari tinggi sebelumnya 5 Tentukanlah panjang lintasan bola tersebut sampai pada pantulan ke-10! Gambar 6. yaitu 2 = 3 = . dinotasikan r merupakan nilai perbandingan dua suku berurutan. u1 u2 u3 un −1 Sifat-3 Jika u1. u3.3 Barisan geometri adalah barisan bilangan yang nilai pembanding (rasio) antara dua suku yang berurutan selalu tetap... deret geometri juga penjumlahan bilangan-bilangan berurutan yang memiliki pola geometri. Nilai r dinyatakan: r = u u2 u3 u4 = = = . maka suku ke-n dinyatakan un = arn–1. u1 u2 un −1 Definisi 6. = n = 2. Cermati masalah di bawah ini! Masalah-6.. Misalkan 216 Buku Guru Kelas X . b. un merupakan susunan suku-suku barisan geometri. n . dengan u1 = a dan r adalah rasio. Deret Geometri Analog dengan konsep deret aritmetika.15 Pantulan Bola Pandang dan amatilah kembali gambar di atas! Tampak pada Gambar 6. Barisan bilangan ini disebut barisan geometri.Setiap dua suku berurutan dari barisan bilangan tersebut memiliki perbandingan yang u u u sama. Rasio.

. u1 u2 u3 u4 ♦ Arahkan siswa untuk mengisi tabel pada pantulan berikutnya. s3 ... s2 . ..7 deret bilangan tersebut adalah sebuah barisan jumlah. ♦ Pandu siswa untuk mengambil kesimpulan dari pengamatan terhadap tabel diatas jika pantulan terjadi terus.7 Deret Pantulan Bola Jumlah suku-suku Nilai S1 S2 S3 S4 . + u10) – u1 ⇔ S = 2s10 – u1 dimana Deret Tabel 6. 3( ). Tabel 6... Misalkan panjang lintasan bola sampai pantulan ke-10 adalah S. yaitu 3( 0 ).... 51 − 41 52 − 4 2 53 − 43 5n − 4 n . 3 ( ) 5 51 52 5n −1 510 − 410 Sehingga s10 = 3( ) 59 217 Matematika . ... + u10) ⇔ S = 2 (u1 + u2 + u3 + u4 + ... ss n n = 3( 5n − 4n ) 5n −1 Berdasarkan Tabel 6..... 0 3 1 12/5 2 48/25 3 192/125 .....a ketinggian awal bola dan misalkan t tinggi pantulan maka tinggi pantulan bola dapat diberikan pada tabel berikut. .. Tinggi pantulan (m) Suku ke . + un 3 3+ 3+ 3+ 12 9 25 − 16 = 3( ) = 3( ) 5 5 5 12 48 61 125 − 64 + = 3( ) = 3( ) 5 25 25 25 12 48 192 369 625 − 256 + + = 3( ) = 3( ) 5 25 125 125 125 ... S = u1 + 2 (u2 + u3 + u4 + .6 Tinggi Pantulan Bola Pantulan ke ... s1 .... sn . u1 + u2 + u3 + u4 . . 3 ( ). Sn u1 u1 + u2 u1 + u2 + u3 u1 + u2 + u3 + u4 .. .

untuk <. sn = a + ar + ar2 + … + arn–1 …………… (1) Dengan mengalihkan kedua ruas persamaan 1 dengan r. dan rasio = r. diperoleh sn – rsn = (a + ar + ar2 + … + arn–1) – (ar + ar2 + ar3 + … + arn) sn(1 – r) = a – arn a − ar n sn = sn = 1− r 218 Buku Guru Kelas X . r > r1 1− r r −1 r −1 1− r s snn = = a a(( 1 1− −r rnn)) a((r rnn − −1 1 )) a snn = = r< <1 1. r > 1. maka jumlah n suku pertama adalah a(1 − r n )a (1 − r na)(r n − 1)a (r n − 1) i. sn = sn = . Bukti: i. ii. untuk r 1 1− −r r r− −1 1 r iii. selisih persamaan (1) dengan (2). Bentuk umum: atau sn = u1 + u2 + u3 + … + un sn = a + ar + ar2 + … + arn – 1 dengan u1 = a.Jadi.4 Deret geometri adalah barisan jumlah n suku pertama barisan geometri. dan r adalah rasio. sn = sn = r < 1. didapatkan Persamaan 2 berikut.. Definisi 6. s . sn = na.1. untuk r = 1. panjang lintasan bola sampai pantulan ke-10 adalah S = 2s10 – u1 atau 510 − 410 S = 6( )−3 59 ♦ Arahkan siswa mengerjakan terlebih dahulu. Sifat-4 Jika suatu deret geometri suku pertama adalah u1 = a.. r r> >1 1. rsn = ar + ar2 + ar3 + … + arn …………… (2) Sekarang.

9. 7. s10 =  1 1 4 Pertanyaan Kritis Perhatikan pola barisan bilangan berikut! a) 1.   3 3  2  4 Matematika 219 . Rumus jumlah n suku pertama deret geometri adalah n sn = a (1 − r ) . Contoh 6. maka jumlah 10 suku pertama ditentukan melalui rumus.. diserahkan kepada siswa. … Tentukanlah suku ke-10 dari pola barisan di atas! Apakah barisan tersebut termasuk barisan aritmetika atau barisan geometri?   1 10  4 1 −    10   4   16  1  =  1 −   . 4 16 Penyelesaian Pertama harus ditentukan rasio deret bilangan tersebut. 1. … c) 3. Untuk membuktikan prinsip ini. 1− r ii. 9. 3. 5. … b) 1. 4. u2 u3 u4 1 r = = = = . 4.. u1 u2 u3 4 Karena r < 1.10 Tentukan jumlah 10 suku pertama dari deret geometri berikut ini! 1 1 4 + 1 + + + . a (1 − r n ) sn = 1− r   1 10  4 1 −     4  = Akibatnya. r < 1. 16. 2.

+ xn = n3. Tentukan beda dari barisan aritmetika tersebut! 3. Misalnya...5%? 8.5% per tahun selama tiga tahun ke depan. maka terbentuk sebuah barisan aritmetika yang jumlahnya 30.2 1. Jika jumlah semua suku deret geometri tak hingga adalah 72 220 Buku Guru Kelas X dan jumlah semua sukunya yang berindeks ganjil adalah 48. Tentukan Hasil kali dari ketiga bilangan tersebut! 4. Jika suku tengah ditambah 4. Tiga bilangan positif membentuk barisan geometri dengan rasio r > 1. Tiga bilangan membentuk barisan aritmetika. Tentukan PDB pada tahun ketiga apabila PDB tahun ini PDBnya sebesar 125 triliun rupiah. untuk semua n bilangan asli. maka hasilnya menjadi 5 kali suku pertama.. tentukan jumlah suku barisan itu! 5. Berapakah jarak lintasan seluruhnya? 6. diperoleh barisan geometri. Sebuah bola jatuh dari ketinggian 8m dan memantul kembali de 3 ngan ketinggian kali tinggi sebe5 lumnya. Jumlah penduduk desa pada awalnya 500 orang.. pertumbuhan penduduk adalah 2% per tahun artinya jumlah penduduk bertambah sebesar 2% dari jumlah penduduk tahun sebelumnya. jumlah u1 + u2 = 60. ekonomi Indonesia akan mengalami pertumbuhan sebesar 6. Jika suku ketiga ditambah 3 dan suku kedua dikurangi 1.… memenuhi x1 + x2 + x3 + . Jika suku ketiga barisan aritmetika ditambah 8. . Suku-suku barisan geometri tak hingga adalah positif. tentukan suku ke-3 deret tersebut! 7. Misalnya. x3. berapakah jumlah penduduknya setelah 70 tahun apabila pertumbuhannya 2. Pertumbuhan ekonomi biasanya dalam persen. 9. Pertumbuhan penduduk biasanya dinyatakan dalam persen. Pemantulan ini berlangsung terus menerus hingga bola berhenti. Untuk memeriksa sebuah barisan merupakan barisan geometri apakah cukup hanya dengan menentukan rasio dua suku berturutan? Jelaskan dengan menggunakan contoh! 2.. pertumbuhan ekonomi suatu negara sebesar 5% per tahun artinya terjadi pertambahan Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar 5% dari PDB tahun sebelumnya. x2 . maka x100 = . Berdasarkan analisis. dan u3 + u4 = 15.Uji Kompetensi 6. Jika barisan x1. Pertambahan penduduk menjadi dua kali setiap 10 tahun.

000. disajikan sebagai berikut. 4. PENUTUP Beberapa hal penting sebagai kesimpulan dari hasil pembahasan materi barisan dan deret. Apabila harga emas sekarang ini adalah Rp200. dan lain sebagainya. Barisan aritmetika adalah barisan bilangan yang memiliki beda dua suku berurutan selalu tetap. 5. 3. Kenaikan harga barang-barang disebut inflasi. 6. relasi dan fungsi. ekonomi Indonesia akan mengalami inflasi sebesar 8% per tahun selama 5 tahun mendatang. seperti barisan naik dan turun.00 per gram. 1. tentukan harga sabun tersebut empat tahun lagi. Deret geometri adalah jumlah suku-suku dari barisan geometri. Barisan bilangan adalah sebuah fungsi dengan domainnya himpunan bilangan asli dan rangenya suatu himpunan bagian dari himpunan bilangan real. Projek Himpunlah minimal tiga buah masalah penerapan barisan dan deret geometri dalam bidang fisika. Selanjutnya kita akan membahas materi persamaan dan fungsi kuadrat. Buatlah laporan hasil kerjamu dan sajikan di depan kelas. Matematika 221 .10. teknologi informasi dan masalah nyata di sekitarmu. 2. barisan fibbonaci. barisan harmonik. Ujilah berbagai konsep dan aturan barisan dan deret geometri di dalam pemecahan masalah tersebut. Hasil bagi dua suku berurutan disebut rasio. Barisan geometri adalah barisan bilangan yang memiliki hasil bagi dua suku berurutan adalah tetap. Berdasarkan analisis. Kamu dapat menggunakan sumber bacaan lain untuk lebih mendalami sifat-sifat barisan dan deret. Deret aritmetika adalah jumlah suku-suku barisan aritmetika. sebab materi tersebut adalah prasyarat utama mempelajari persamaan dan fungsi kuadrat. D. Tentu kamu wajib mengulangi mempelajari materi persamaan linear. Masih banyak jenis barisan yang akan kamu pelajari pada jenjang yang lebih tinggi.

2.Bab Persamaan dan Fungsi Kuadrat A. KOMPETENSI DASAR DAN PENGALAMAN BELAJAR Kompetensi Dasar Setelah mengikuti pembelajaran persamaan siswa mampu: 1. menghayati pola hidup disiplin. melengkapkan kuadrat sempurna. bertanggungjawab. • merancang model matematika dari sebuah permasalahan otentik yang berkaitan dengan persamaan dan fungsi kuadrat. • menyusun persamaan kuadrat yang akar-akarnya memenuhi kondisi tertentu. • menentukan fungsi kuadrat. • • • • • • • • • • Persamaan Kuadrat Peubah Koefisien Konstanta Akar-akar Persamaan Fungsi kuadrat Parabola Sumbu Simetri Titik Puncak Nilai Maksimum dan Minimum . • menafsirkan hasil pemecahan masalah. • menentukan persamaan sumbu simetri dan titik puncak grafik fungsi kuadrat. siswa memperoleh pengalaman belajar: • menjelaskan karakteristik masalah otentik yang pemecahannya terkait dengan model matematika sebagai persamaan kuadrat. 6. • menggunakan konsep dan prinsip fungsi kuadrat untuk memecahkan masalah otentik dan soal-soal. • menentukan jumlah dan hasil kali akar-akar persamaan kuadrat. 7. jika diberi tiga titik yang tidak segaris. Memahami konsep dan prinsip persamaan dan fungsi kuadrat serta menggambarkan grafiknya dalam sistem koordinat. dan rumus abc. • menuliskan ciri-ciri persamaan dan fungsi kuadrat. menganalisis persamaan kuadrat dalam berbagai bentuk penyajian masalah kontekstual. 3. • menggunakan konsep dan prinsip persamaan kuadrat untuk memecahkan masalah otentik. Pengalaman Belajar Melalui pembelajaran materi fungsi kuadrat. menganalisis persamaan kuadrat dari data terkait masalah nyata dan menentukan model matematika berupa persamaan kuadrat dan fungsi kuadrat. memahami persamaan dan fungsi kuadrat. • menjelaskan kaitan fungsi kuadrat dan persamaan kuadrat. memilih strategi dan menerapkan untuk menyelesaikan persamaan kuadrat serta memeriksa kebenaran jawabannya. • menurunkan sifat-sifat dan aturan matematika yang berkaitan dengan persamaan dan fungsi kuadrat berdasarkan konsep yang sudah dimiliki. 4. menganalisis grafik fungsi dari data terkait masalah nyata dan menentukan model matematika berupa fungsi kuadrat. dari beberapa model matematika. memahami berbagai bentuk ekspresi yang dapat diubah menjadi persamaan kuadrat dan mengidentifikasi sifatsifatnya. • menentukan akar-akar persamaan kuadrat dengan pemfaktoran. • menggambarkan grafik fungsi kuadrat. memilih strategi dan menerapkan untuk menyelesaikan masalah nyata serta memeriksa kebenaran jawabannya. 8. • menuliskan konsep persamaan dan fungsi kuadrat. kritis. memahami persamaan dan fungsi kuadrat. • menyelesaikan model matematika untuk memperoleh solusi permasalahan yang diberikan. konsisten dan jujur serta menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. berdasarkan ciri-ciri yang ditemukan dengan bahasanya sendiri. 5.

Sumbu simetri x  b 2 a Titik Potong Sumbu absis Titik balik maks atau min P = b 2 a .  D 2 a  Sketsa Grafik Karakteristik Fungsi Kuadrat Menyusun Fungsi Kuadrat Grafik Fungsi Kuadrat Matematika 223 223 BUKU PEGANGAN SISWA .B. b. Atau Min y   D 4a Pers.PETA PETA KONSEP B. c)  y = ax2 + bx + c  y = a(x – x1)(x – x2) 2  y = a(x – x1) 2  y = a(x – h) + k Tabel Koordinat Diskriminan D = b2 – 4ac a>0 a<0 D>0 D=0 D<0 Nilai Maks. KONSEP Materi Prasyarat HIMPUNAN FUNGSI RELASI Masalah Otentik FUNGSI KUADRAT f(x) = ax2 + bx + c. a  0 Daerah asal Daerah kawan Daerah hasil Koefisien Persamaan Fungsi kuadrat (a. a  0 PERSAMAAN KUADRAT ax2 + bx + c = 0.

SMP. menggunakan variabelvariabel. ukuran kebenarannya dapat dibuktikan kebenarannya menggunakan konsep atau aturan yang sudah ada sebelumnya. PERSAMAAN KUADRAT a. sifat-sifat) yang ditemukan. 224 Buku Guru Kelas X . mencari Pemecahan masalah di dalam kelompok belajar. Konsep persamaan kuadrat dapat dibangun/ditemukan di dalam pemecahan permasalahan yang kita hadapi. Demikian juga kamu tidak boleh mengabaikan atau melupakan konsep-konsep dan aturan-aturan matematika yang telah dipelajari sebelumnya. baik di tingkat SD. ajukan pada siswa masalah-1. minta siswa secara individu menuliskan ciri-ciri persamaan kuadrat dan hasilnya didiskusikan dengan teman satu kelompok. saling terkait materinya. 2. Berdasarkan ciri-ciri tersebut minta siswa menuliskan konsep persamaan kuadrat dengan kata-katanya sendiri. Dalam menyelesaikan masalah matematika. sering kita temukan dalam permasalahan kehidupan nyata yang menyatu/bersumber dari fakta dan lingkungan budaya kita. ♦ Untuk menemukan konsep persamaan kuadrat. jika konsep yang ditemukan. MATERI PEMBELAJARAN 1. Dari beberapa model matematika berupa persamaan kuadrat. Alat ukur kebenarannya. kamu cermati objek-objek budaya atau objek lingkungan budaya yang dilibatkan dalam permasalahan yang diberikan.C. Di dalam proses pemecahan masalah-masalah yang diberikan. unsurunsur. Jika prinsip (rumus-rumus. bersusah payah mencari ide-ide. Untuk itu perhatikan dan selesaikan dengan cermat permasalahan-permasalahan yang diberikan. bahkan pada materi yang baru saja kamu pelajari. dan rumus-rumus yang saling bertentangan. dan 4 secara berkelanjutan untuk dipecahkan. kamu bisa pada kesepakatan antara kamu dan teman-teman serta guru. Menemukan Konsep Persamaan Kuadrat Satu Peubah Banyak permasalahan dalam kehidupan yang pemecahannya terkait dengan konsep dan aturan-aturan dalam matematika. bersifat abstrak sebab matematika adalah hasil abstraksi pemikiran manusia. konsep-konsep. Biarkan siswa lebih dahulu berusaha memikirkan. karena terkadang ada konsep matematika melekat pada objek itu yang tidak kita sadari dan ternyata sebagai kata kunci dalam penyelesaian masalah. 3. ukuran kebenarannya apabila konsep tersebut diterima pada struktur matematika yang sudah ada sebelumnya. Objek-objek itu menjadi bahan aspirasi/inspirasi. berdiskusi. simbol-simbol. Secara khusus keterkaitan konsep dan prinsip-prinsip persamaan kuadrat. Matematika menganut kebenaran konsistensi atau tidak boleh ada di dalamnya.

1 Arsitek Ferdinand Silaban merancang sebuah rumah adat Batak di daerah Tuk-tuk di tepi Danau Toba. Alternatif Penyelesaian Diketahui: Luas penampang atap bagian depan 12 m2 Ukuran persegi panjang tempat ornamen adalah 3 m × 2 m Ditanya: a.1 Rumah Adat ♦ Arahkan siswa memahami masalah dan menginterpretasikan masalah dalam gambar serta memperhatikan bentuk asli rumah adat Batak pada Gambar 7.1.2 Penampang Atap Bagian atas Matematika 225 . Tinggi atap Kamu ilustrasikan masalah di atas seperti gambar berikut! • Memperhatikan konsep apa yang melekat pada penampang depan atap rumah adat tersebut. Panjang alas penampang atap b. Gambar 7. Di dalam penampang dibentuk sebuah persegi panjang tempat ornamen (ukiran) Batak dengan ukuran lebar 2 m dan tingginya 3 m. Ia menginginkan luas penampang atap bagian depan 12 m2.Masalah-7. Bantulah Pak Silaban menentukan panjang alas penampang atap dan tinggi atap bagian depan! Gambar 7.

...... Diharapkan siswa melakukan hal berikut.............................. (2) ⇒t = x ♦ Mengarahkan siswa memanfaatkan persamaan (a) dan (b) untuk memperoleh model matematika berupa persamaan kuadrat. Kedua segitiga tersebut 2 + 3 3 x sebangun.............. ⇒t = 1 x + 2 + x) 12 = t ( x 2 Perhatikan segitiga CTB dan segitiga GFB....... Kedua segitiga tersebut sebangun................. maka 1 Luas = × panjang alas × tinggi 2 1 L = × ( AE + EF + FB ) × t 2 1 12 = t ( x + 2 + x) 2 2 1 = t (1 1 +× x) ..2x + 1 = 0  x2 .................Kamu cermati segitiga sama kaki ABC dan lakukan hal berikut.....................................6x + 3 = 0  x2 ................... Karena penampang atap rumah berbentuk segitiga sama kaki..........2x + 1 = 0 .................................. Misalkan panjang AE = FB = x m.... dari persamaan (a) dan (b) 3 3diperoleh x t= x (b) Subtitusikan persamaan 2) ke persamaan 1) sehingga diperoleh Sehingga diperoleh 12 = ( 3  3x ) (1 + x)  12x = (3 + 3x) (1 + x) x  12x = 3 + 3x + 3x + 3x2  3x2 + 6x – 12x + 3 = 0  3x2 ...... .... 12 = t (1 + x) GT TB t 1+ x = ⇔ = GF FB 3 x 3 + 3 x .......x – x + 1 = 0 Apa makna dari a  b = 0 menentukan nilai-nilai x dengan melakukan manipulasi aljabar pada persamaan (1).......... (3) (1) Ingat kembali materi persamaan kuadrat yang telah dipelajari di SMP. (1) Luas = panjang alas × tinggi 2 GT TB t 1+ x = ⇔ = apa yang dimaksud dua bangun dikatakan sebangun dan menyuruh ♦ Ingatkan kembali 1 3 GF FB =siswa × + +x L ( AE EF FB ) ×segitiga t memperhatikan CTB dan segitiga GFB............. Diharapkan siswa melakukan hal berikut................ bagaimana cara 226 Buku Guru Kelas X Berdasarkan persamaan (1) akan ditentukan nilai-nilai x x2 ........

t Dengan menggunakan nilaixxakan akan ditentukan ditentukan nilai Untuk =diperoleh 1 diperoleht t== Untuk x =x1 6 m.2 Nenek moyang salah satu suku di Indonesia dalam melakukan operasi hitung penjumlahan dan perkalian mereka menggunakan basis lima dengan fakta bahwa banyak jari tangan kiri atau kanan adalah lima.2 berikut. y ∈ N b. gunakan jari tanganmu dan pecahkan masalah 7. singkat. dengan x. menghitung harga telur (banyak telur. Berdasarkan persamaan (1) akan ditentukan nilai-nilai x x2 . bagaimana cara menentukan nilai-nilai x persamaan dengan melakukan manipulasi aljabar pada persamaan (1). x x Sehingga diperolehpanjang panjang alas dan tinggi penampang atap atap rumah adalah adalah 4 m dan 4m dan Sehingga diperoleh alas dan tinggi penampang rumah • Apa makna dari a × b = 0 dan apa kaitannya dan apa kaitannya dengan dengan (x – 1) ( 0 – 1) = 0 (x x– –1) 1)=(x SMP. 5 < x. pada pers (1). Berdasarkan (1) akan ditentukan nilai-nilai x. cukup banyak) tanpa menggunakan kalkulator dengan waktu cukup memiliki warisan dari leluhur cara menjumlahkan dan mengalikan bilangan.2 berikut.6x + 3 = 0  x2 . 12x = 3 + 3x + 3x + 3x2  3x2 + 6x – 12x + 3 = 0  3x2 . y < 10.mampu mampu menghitung harga telur Sering kita temui orangorang tua yang sudah lanjut usia. Agar kamu 7. Ternyataorang mereka memiliki warisan dari leluhur cara menjumlahkan dan mengalikan Sementara tua tersebut tidak pernah menduduki jenjang pendidikan. Masalah-7. = 6.x – x + 1 = 0  x (x – 1) – 1(x -1) = 0  (x -1) (x – 1) = 0  (x – 1)2 = 0 x=1 Dengan menggunakan nilai nilait. gunakan jari tanganmu dan pecahkan Masalah (banyak telur. Sering kita temui tua yang sudah lanjut usia. Coba bantu temukan aturan perkalian untuk menentukan hasilPEGANGAN kali bilangan x dan y dengan BUKU SISWA a.2x + 1 = 0 (1) ♦ Meminta siswa mengingat kembali materi persamaan kuadrat yang telah di Ingat kembali materi persamaan kuadrat yang telah dipelajari didipelajari SMP.3 Jari Tangan 227 Matematika 227 . cukup banyak) tanpa menggunakan kalkulator dengan waktu cukup singkat. y ∈ N Gambar 7. bagaimana cara menentukan nilai-nilai x dengan melakukan manipulasi aljabar Apa makna dari a  b = 0 6m. x = 5 dan y ≥ 5.2x + 1 = 0  x2 . 3 −3 3 3x x = 6. Ternyata mereka bilangan. Sementara orang tua tersebut tidak pernah menduduki jenjang pendidikan. mengetahuinya. dengan x. Agar kamu mengetahuinya.

Sebelum menemukan aturan perkalian bilangan-bilangan yang dibatasi pada bagian a) dan b). kalikan hasil langkah 4) dan 5). Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut! 1) Setelah kamu mencacah satu kali bilangan x di tangan kiri. y < 10. a < z y = z + b. 5 < x. b < z 1. kalikan hasil langkah 1) dan 2). hitung (z + z ) = 2z 3. y < 10. hitung (z – a) 5. 6 × 8). y ∈ N (misalnya. ada berapa banyak jari yang terpakai dan yang tidak terpakai pada pencacahan kedua kali? 3) Berapa jumlah banyak jari yang terpakai pada tangan kiri dan banyak jari yang terpakai pada tangan kanan pada saat pencacahan kedua kali? 4) Berapa hasil kali jumlah jari yang terpakai di tangan kiri dan jari di tangan kanan dengan hasil pada langkah 3)? 5) Berapa banyak jari yang tidak terpakai di tangan kiri saat pencacahan kedua kali ? 6) Berapa banyak jari yang tidak terpakai di tangan kanan saat pencacahan kedua kali? 7) Berapa hasil kali bilangan pada langkah 5) dan 6)? 8) Berapa hasil jumlah bilangan pada langkah 4) dan 7) Berdasarkan 8 langkah penentuan hasil perkalian bilangan x dan y. lakukan pencacahan bilangan 6 di jari tangan kiri dan bilangan 8 di jari tangan kanan. 5 < x. y ∈ N 228 Buku Guru Kelas X . Ingat apa arti basis 5. x. yaitu (a + b) 2z + (z – a) (z – b) 8. yaitu (a + b) 2z 4. ada berapa banyak jari yang terpakai dan yang tidak terpakai pada pencacahan kedua kali? 2) Setelah kamu mencacah satu kali bilangan y di tangan kanan. coba pilih dua bilangan x dan y. y ∈ N. Alternatif Penyelesaian Misalkan: z adalah bilangan basis (dalam contoh = 5) x = z + a. dengan x. Selanjutnya siswa diharapkan melakukan langkah-langkah berikut. dengan x.♦ Arahkan siswa untuk mencoba menentukan hasil kali bilangan 6 dan 8 sebelum menemukan prosedur yang berlaku secara umum. diperoleh x × y = (a + b) 2z + (z – a) (z – b). 5 < x. yaitu (z – a) (z – b) 7. hitung (z – b) 6. jumlahkan hasil langkah 3) dan 6). y < 10. bekerjasama dengan temanmu satu kelompok untuk menemukan aturan perkalian dua buah bilangan x dan y. hitung (a + b) 2.

. lakukan pencacahan bilangan x di jari tangan kiri dan bilangan y di jari tangan kanan. Setiap pagi.. berapa laju perahu dalam air yang tenang? Ilustrasi masalah dapat dicermati pada gambar berikut.......45 = 0 .3 Pak Anas memiliki tambak ikan mas di hulu sungai yang berada di belakang rumahnya.. Gambar 7..... Masalah-7... dengan x......... (1) Latihan 7.4 Sungai Selesaikanlah masalah di atas. Dengan perahu memerlukan waktu 1 jam lebih lama menuju tambak dari pada pulangnya...................... y ∈ N.. Awali kerja kamu dengan memilih dua bilangan x = 5 dan y ≥ 5... 1) Bagaimana kecepatan perahu saat menuju hulu sungai dan kecepatan perahu saat Pak Anas pulang? 2) Jika diasumsikan perahu tidak pernah berhenti sebelum sampai ditujuan.... Ingat apa arti basis 5. apa yang dapat kamu simpulkan dari keadaan perahu? 3) Coba temukan bentuk perasamaan kuadrat dalam langkah pemecahan masalah tersebut? Matematika 229 ......1 Cermati aturan perkalian pada bagian a) dan mencoba menemukan aturan perkalian bilangan pada bagian b)..... ia pergi ke tambak tersebut naik perahu melalui sungai yang berada di belakang rumahnya. agar pekerjaan kamu lebih efektif renungkan beberapa pertanyaan berikut. Jika laju air sungai 4 km/jam dan jarak tambak dari rumah 6 km.......Untuk contoh di atas diperoleh 6 × 8 = (a + b) 2z + (z – a)(z – b) 48 = 8z + (z – 1) (z – 3) ∴ z2 + 4z .....

16 6 x + 24 6 x + 24 = x 6x + 24 . Anas pulang. Diasumsikan Diasumsikan perahu tidak pernah berhenti sebelum sampai di tujuan berarti x x≠ ≠– –4 4 dan dan x x≠ ≠ 4........... Sehingga.... 4....... sering dialami oleh penggembala kerbau di tengah padang rumput yang penuh dengan pepohonan...... S S S t . (1)  x x2 – – 64 64 = =0 0 (1) (1) 2 x x2 – – 64 64 = =0 0  ( (x x– – 8) 8) ( (x x+ + 8) 8) = =0 0  x x-8 8= =0 0 atau atau x x+ +8 8= =0 0  x x= =8 8 atau atau x x= = -8 -8 Kecepatan perahu di air tenang adalah Vat = x = 8 km/jam......... Nilai x = –8 tidak berlaku sebab kecepatan perahu bergerak maju selalu bernilai positif.... kecepatan perahuhulu searah dengan kecepatan air Sehingga............t2 = V hu Vhu Vhi hi 6 6 =1 =1   4 4 6 6( (x x+ + 4) 4) – –6 6( (x x– – 4) 4) = =( (x x+ + 4) 4) ( (x x– – 4) 4) 2 2 + 4x – 4x ........6x + 24 = x + 4x – 4x .....3) kuadrat dalam dalam langkah langkah pemecahan pemecahan masalah masalah tersebut? tersebut? 3) Coba Coba temukan temukan bentuk bentuk perasamaan perasamaan kuadrat Alternatif Alternatif Penyelesaian Penyelesaian Misalkan V dengan V Va = =4 4 km/jam km/jam Misalkan Va adalah adalah kecepatan kecepatan air air sungai sungai dengan a a adalah kecepatan perahu kehulu V Vhu hu adalah kecepatan perahu kehulu V adalah kecepatan perahu saat pulang Vhi hi adalah kecepatan perahu saat pulang Alternatif Penyelesaian Vt adalah kecepatan perahu dalam air air tenang tenang dalam Misalkan V Vta adalah adalahkecepatan kecepatanperahu air sungai dengan Va = 4 km/jam t adalah waktu yang diperlukan menuju Tambak 1 t1Vadalah adalah kecepatan perahu kehulu waktu yang diperlukan menuju Tambak hu t2V adalah kecepatandigunakan perahu saat pulangrumah (pulang) waktu menuju hi adalah waktu yang yang digunakan menuju rumah (pulang) t2 adalah V adalah kecepatan perahu dalam air tenang t S adalah jarak tambak dari rumah Pak Anas tambak dari rumah menuju Pak Anas S t1adalah adalahjarak waktu yang diperlukan Tambak adalah waktu yang digunakan menuju rumah (pulang) Bagaimana perahu saat pergi kehulu dan saat saat menuju hilir (pulang)? (pulang)? 2 Bagaimanatkecepatan kecepatan perahu saat pergi kehulu dan menuju hilir S adalah jarak tambak dari rumah Pak Anas Kecepatan saat menuju hulu sungai Asahan menentang menentang kecepatan air air dan saat Pak Kecepatan perahu perahu saat menuju hulu sungai Asahan Bagaimana kecepatan perahu saat pergi kehulu dan saat menuju kecepatan hilir (pulang)?dan saat Pak Anas kecepatan perahu searah dengan kecepatan air sungai sungai mengalir.. 231 BUKU 231 BUKU PEGANGAN PEGANGAN SISWA SISWA Kejadian dalam Masalah 7. Jika dimisalkan Vat = x km/jam maka V =x – 4 dan V =x + 4 hu = hi = V x– –4 4 dan dan V Vhi x+ +4 4 Vhu hu =x hi = x Diasumsikan perahu tidak pernah berhenti sebelum sampai sampai di di tujuan tujuan berarti berarti...t2 = S  t1 =1 1 V = 1 ..... Tentu kamu mengenal 230 Buku Guru Kelas X ....16 6 6   x x-4 4 x x 2 48 48 = =x x2 – – 16 16 2 ......... Kecepatan perahu saat menuju sungai menentang kecepatan air mengalir........ = x km/jam maka Jika V Jika dimisalkan dimisalkan Vat at = x km/jam maka Sehingga. dan saat Pak Anas pulang. kecepatan perahu searah dengan kecepatan air sungai mengalir.. pulang.4 yang akan dibahas..

apa artinya? Renungkan beberapa pertanyaan berikut. ♦ Arahkan siswa memahami masalah dan menginterpretasikan masalah dalam gambar. Tiba-tiba ia melihat seekor burung pengganggu tanaman yang berada di pohon dengan ketinggian 8m dari tanah. Alternatif Penyelesaian Diketahui: hmaks = 8 m dan a = 30o Vox = Vocos a.4 Ronald anak Pak Sulaiman sedang asyik menunggang kerbau.ketapel yang sering digunakan para petani untuk mengusir burung dikala padi sedang menguning. Berapa kecepatan batu bergerak? (gravitasi bumi = 10 m/det2).5 Posisi Burung di Pohon Coba jelaskan pada temanmu pernyataan berikut. apa artinya? Pada Sumbu-y. VyP = 0 Matematika 231 . Mari kita temukan sebuah model matematika berupa persamaan kuadrat dari permasalahan berikut. Ilustrasi masalah. batu bergerak lurus berubah beraturan Saat batu mencapai ketinggian maksimum dan mengenai burung. agar kamu lebih mudah memecahkan masalah. batu bergerak lurus berubah beraturan. Gambar 7. batu bergerak lurus beraturan Pada Sumbu-y. Masalah-7. Ronald mengarahkan ketapelnya dengan sudut 30o. Voy = Vo sin a Pada Sumbu-x. Pada Sumbu-x. batu bergerak lurus beraturan. untuk mengusir burung tersebut ternyata batu ketapel mengenai burung saat batu mencapai ketinggian maksimum. dapat kamu cermati pada gambar di bawah ini. Diharapkan siswa melakukan hal berikut.

.. Temukan persamaan kuadrat pada langkah pemecahan masalah 7....640 ..1...8 10 m/det. Bagaimana untuk V0 = .....2.. Jadi kecepatan batu (anak) ketapel meluncur adalah V0 = 8 10 m/det. (1)  V0 ..8 10 m/det tidak berlaku sebab kecepatan anak ketapel bergerak arah ke atas V0 = . dan 7.... batu bergerak lurus berubah beraturan Saat batu mencapai ketinggian maksimum dan mengenai burung....... 7. Bagaimana kecepatan Bagaimana kecepatan ketapel saat anak ketapel saat anak mencapai mencapai ketinggian maksimum ketinggian maksimum 1 V0 sin α  hmax = 2 g Untuk hmax = 8 m..8 10 atau V0 = 8 10  V0 = ..640 atau V0 = 640  V0 = ....640 ) = 0 V02 2 V0 .1..8 10 m/det.640 ) = 0  V0 = ...Diketahui: hmax = 8m dan  = 300 V0x = V0 cos .640 = 0  (V0 + 640 )(V0 ...8 10 m/det tidak berlaku sebab kecepatan anak ketapel bergerak arah ke atas (positif).3. (positif).. 7.. apakah berlaku? Bagaimana untuk V = ...............8 10 atau V0 = 8 10 1 2 V0 2 8= 1 8= 80 V0 80 233 (1) (1) Jadi kecepatan batu (anak) ketapel meluncur adalah V0 = 8 10 m/det... ketapel. batu bergerak lurus beraturan Pada Sumbu-y..640 = 0  (V0 + 640 )(V0 .. apakah berlaku? 232 Buku Guru Kelas 0 X V0 = ..4 2 .640 ) = 0  (V0 + 640 ) = 0 atau (V0 ......2........ 7.640 atau V0 = 640  V0 = . V0y = V0 sin  Pada Sumbu-x.3....4 Temukan persamaan kuadrat pada langkah pemecahan masalah 7...640 = 0 BUKU PEGANGAN SISWA = 0 . 7..... VyP = 0 VyP = V0y – gt  0 = V0y – gt  toP =  toP = hmax = V0y toP – = V0 sin  V0 y g V0 sin α g 1 2 gt oP 2 V0 sin α 1  V0 sin α  – g   g 2   g  2 2 • Apa yang dimaksud ketinggian Apa yang dimaksud ketinggian maksimum yang dicapai anak maksimum yang dicapai anak ketapel.640 ) = 0  (V0 + 640 ) = 0 atau (V0 .. dan g = 10 m/det2 diperoleh 2 1 V0 sin 30 0 1 V0 sin α  hmax = 8= 2 10 2 g   2 8= 2 1 1 4 V0 2 10    V02 2 .....  = 300......... dan 7..

Ciri-ciri persamaan kuadrat. dan 7. • Sebuah persamaan • Pangkat tertinggi peubahnya adalah 2 dan pangkat terendah adalah 0 • Koefisien variabelnya adalah bilangan real • Koefisien variabel berpangkat 2.8 10 m/det tidak berlaku sebab kecepatan anak ketapel bergerak arah ke atas (positif). Dari hasil diskusi siswa secara klasikal ditetapkan didefinisi berikut. • x2 – 2x + 1 = 0 • z2 + 4z – 45 = 0 • 3z2 + 2z – 85 = 0 • x2 – 64 = 0 • v02 – 640 = 0 ♦ Suruh siswa untuk menuliskan ciri-ciri dari persamaan kuadrat secara individual dan mendiskusikannya dengan teman secara klasikal.1.4. coba kamu tuliskan pengertian persamaan kuadrat dengan kata-katamu sendiri dan diskusikan hasilnya dengan temanmu secara klasikal. 7. • Bagaimana untuk V0 = . Berdasarkan ciri-ciri persamaan kuadrat di atas. tidak sama dengan nol • Koefisien variabel berpangkat 1 dan 0 dapat bernilai 0.Jadi kecepatan batu (anak) ketapel meluncur adalah V0 = 8 10 m/det. Matematika 233 .8 10 m/det. diharapkan siswa menemukan beberapa persamaan kuadrat berikut. Diharapkan siswa menuliskan ciri-ciri perasamaan kuadrat sebagai berikut.3. ♦ Suruh siswa menemukan persamaan kuadrat pada langkah Pemecahan Masalah 7. apakah berlaku? V0 = . 7. berdasarkan pengetahuan yang telah dimiliki sebelumnya di SMP.2.

Contoh 7. yaitu t. dengan koefisien a = -5 ≠ 0.1. h(t) = 0 ⇒ h(t) = 20t – 5t2 = 0. Berdasarkan Definisi 7. Ketinggian bola dari tanah untuk setiap detiknya ditentukan fungsi waktu h(t) = 20t – 5t2. Persamaan 20t – 5t2 = 0 termasuk persamaan kuadrat sebab persamaan 20t – 5t2 = 0 dapat ditulis menjadi -5t2 + 20t + 0 = 0. yaitu x dan y. Hal ini menunjukkan bahwa persamaan 2x + 5 = 0 tidak memenuhi syarat Definisi 7. Persamaan 2x + 5 = 0 adalah persamaan linear satu peubah.1 Persamaan kuadrat dalam x adalah suatu persamaan yang berbentuk ax2 + bx + c = 0. dan c bilangan real dan a ≠ 0. dengan a. sebab koefisien x2 adalah 0. tetapi koefisien x2 adalah nol.1 Persamaan 2x + 5 = 0.1 persamaan 20t – 5t2 = 0 merupakan persamaan kuadrat dengan satu variabel. bukan persamaan kuadrat satu peubah sebab persamaan tersebut memuat dua peubah.3 Persamaan x2 + y2 – 2x + 5 = 0. apa yang kamu temukan? Penyelesaian Saat bola tiba di atas tanah. bukan persamaan kuadrat sebab persamaan 2x + 5 = 0 dapat dibentuk menjadi persamaan 0x2 + 2x + 5 = 0. b = 20 dan c = 0. Contoh 7. Keterangan: x adalah variabel atau peubah a adalah koefisien dari x2 b adalah koefisien dari x c adalah konstanta persamaan Contoh 7.2 Sebuah bola bergerak dari ketinggian h m. Saat bola tiba di atas tanah. b. h(t) = 0. 234 Buku Guru Kelas X .Definisi 7.

2 Di depan sebuah sekolah akan dibangun lapangan bola basket. ukuran pan Gambaran tanah dan penampang lintang lapangan bola basket dapat digamba x 60 . ukuran sebuah persamaan kuadrat dari masalah ini ? panjang tanah dikurangi x m dan ukuran lebar dikurangi x m.800 – 90x + xlapangan Luas lapangan basket adalah 1.2 tersebut memuat dua peubah.Bukan Contoh 7.800 . koefisien adalah dan konstanta persamaan adalah 800. Karena basket berbentuk pe 2 ⇒ 0 = 800 – 90x + x panjang maka luas lapangan basket dinyatakan dalam x x. Contoh 7. Untuk memperoleh luas yang diinginkan.x x 2 Luas lapangan basket adalah 1.– Berdasarkan Definisi 7. yaitu –90 Koefisien x2 pada persamaan 0 = 800 – 90xdapat + x2 adalah 1.  1.000 m .x 1000 m2 30 . Tanah kosong tersedia berukuran 60m  30m. Karena dana terbatas.000 = 1. bukan persamaan kuadrat satu peubah sebab persam Latihan 7.000 = 1.000 = (60 – x)(30 – x) persamaan 2 0 = 800 – 90x + x adalah persamaan kuadrat dengan variabel x. yaitu L = 1000 dan L = (60 – x)(30 – x) ⇒ 1. L = 1000 dan L = (60 – x)(30 x)  1. Karena dana terbatas. Untuk memperoleh luas yang diinginkan. Dapatkah kamu menem tersedia berukuran 60 m 30dan m.000 m2.000 = (60 – x)(30 – x) 2 ⇒ 1. Tanah kosong yang tanah dikurangi x ×m ukuran lebar dikurangi m. maka x luas lapangan yang direncanakan adalah 1000 m2. yaitu x dan y. maka luas lapangan Di depan sebuah sekolah akan dibangun lapangan bola basket. Gambaran tanah dan penampang lintang lapangan bola basket dapat digambarkan sebagai berikut. Dapatkah kamu menemukan sebuah persamaan kuadrat dari masalah ini? Penyelesaian: Penyelesaian sebagai berikut. direncanakan adalah 1000m2.90 x + x2 BUKU PETUNJUK GURU Matematika 235 . Karena lapangan basket berbentuk persegi Gambar-5 panjang maka luas lapangan basket dapat dinyatakan dalam x.1 di atas.2 Persamaan x2 + y2 – 2x + 5 = 0.

6. jam lebih cepat dari jenis printer jenis kedua untuk menyelesaikan c 2. . . x + = 0. printer Berapa jenis waktukedua yang dibutuhkan printe berangkat dengan untuk kecepatan awal yangadalah dibutuhkan sepeda bergerak 7kedua km/jam. y ∈ R. Berapa waktu mencetak satu set buku 4 jam. Jika penambahan . 7. Jika a3 + b3 = 637 dan a + b = 13. Berapa lama waktu yang adalah. x ≠ 0.. c ≠ 0. 24 cm.Uji Kompetensi 7. Karena untuk mencetak satu set buku. tegak diketahui 6. . . 236 Buku Guru Kelas X . 3.. ) adalah. Apakah persamaan yang diberikan 4. y ≠ 0. adalah. bahwa: 7. ) ( ) ( )] [ ( berapakah jari-jari kerucut semula ? Projek Rancanglah minimal dua masalah nyata di lingkungan sekitarmu yang terkait dengan persamaan kuadrat dan berilah penyelesaian kedua masalah tersebut. b. kedua untuk menyelesaikan cetakan x 1 satu set buku. Jika tinggi semula kerucut 3 cm. Jika tinggi semula kerucut 3 cm. Robert berangkat kesekolah 2 digunakan sekaligus. Jenis printer pertama. Jika kedua printer printer pertama. Jika a2 + a – 3 = 0. Bentuk faktorisasi dari : 4kn + 6ak + volume karena jari-jarinya ber. Jika perlambatan maka nilai terbesar yang mungkin sepedanya mengalami yang mungkin dari a3 + 4a2+9988 2 km/jam. . 1 jari-jari kerucut sem bertambah a. Dua buah jenis printer akan digunakan untuk mencetak satu set buku b.. Buatlah laporan hasil kerjamu dan sajikan di depan kelas. maka nilai terbesar dari 5. maka nilai dari ( . kecepatan 5. untuk mencetak satu set buku. Jika kedua yang jenis printer digunakan dari rumahnya 12 km. Robert set buku adalah 4 jam. . . Pada sebuah kerucut lingkaran bahwa:komputer penambahan volume kare merupakan persamaan kuadrat? akan digunakan untuk mencetak satu jarinya bertambah sepanjang 24 cm sama dengan penambahan volume karena tin Berikan alasanmu! set buku. . . digunakan Robert sampai di sekolah. mencetak maka satu waktu yang dig satu set buku. . Jarak sekolah digunakan untuk sekaligus. . maka dengan penambahan volume kamaka rena tingginya bertambah 24 cm. x2y = 0. berapakah x komputer jam lebih cepat dari jenis printer 1 4. Pada sebuah kerucut lingkaran maka nilai dari (a–b )2 adalah. Bentuk faktorisasi adalah. 8. tambah sepanjang 24 cm sama 8. maka waktu mengenderai sepeda. Dua tegak buah diketahui jenis printer 3. Robert semakin lelah. Jika . Jika a + b + c = 0 dengan a.dari : 6an + 9a2 adalah.1 1..

... cara memfaktorkan..... Menentukan Akar-akar Persamaan Kuadrat Ada beberapa cara (aturan) menentukan akar-akar (penyelesaian) persamaan kuadrat. Agar lebih terarah pembahasan kita....1.. melengkapkan kuadrat sempurna. kita memiliki bentuk umum persamaan kuadrat ax2 + bx + c = 0....... Nilai-nilai x dapat kita tentukan dengan cara pemfaktoran..................... m + n = b dan m × n = c............ Arahkan siswa menemukan model matematika yang menyatakan hubungan banyak lipatan kertas dan banyak bidang kertas yang terbentuk. 1) Cara Pemfaktoran Temukan pola atau aturan memfaktorkan..............b..... dan menemukan rumus ABC berdasarkan konsep persamaan kuadrat untuk menentukan akar-akarnya (harga-harga x yang memenuhi persamaan)....... Aturan tersebut antara lain. dan konstanta c...... (1) Perhatikan bentuk (x + m)(x + n) = 0 ⇒ (x2 + nx) + (mx + m × n) = 0 ⇒ x2 + (m + n)x + m × n = 0 . maka diperoleh m + n = b dan m × n = c. Berdasarkan Definisi-7. c adalah bilangan real dan a ≠ 0.. Diharapkan siswa menuliskan hal berikut... 237 Matematika ...1) yang telah kita temukan. ♦ Meminta siswa membuat tabel keterkaitan antara banyak lipatan dengan banyak bidang kertas yang terbentuk.... b...... (2) Berdasarkan Persamaan-1 dan 2 diperoleh x2 + bx + c = x2 + (m + n)x + m × n = 0 Menggunakan sifat persamaan...... Ketiga aturan ini memiliki kelebihan dan kelemahan terkait dengan efisiensi waktu yang digunakan untuk menentukan akar-akar sebuah persamaan kuadrat.. dan rumus ABC...... ∴ ax2 + bx + c = (x + m)(x + n) = 0.. x... untuk a = 1. mari kita coba memecahkan masalah-masalah yang diberikan........ • Jika a = 1 a = 1 ⇒ ax2 + bx + c = 0 ⇒ x2 + bx + c = 0 . Cara pemfaktoran dapat kita lakukan dengan memperhatikan koefisien x2.. dengan a.. melengkapkan kuadrat sempurna.... Aturan tersebut seluruhnya diturunkan dari konsep (Definisi-7. Nilai-nilai x yang memenuhi persamaan ax2 + bx + c = (x + m)(x + n) = 0 adalah x = -m atau x = –n..

kita telah menerapkan cara pemfaktoran ini.. ∴ ax2 + bx + c = (ax + m)(ax + n) = 0. dengan a..... 5  a a a 3 3  3  1 m n 1 −17  −17  . kita telah peroleh persamaan kuadrat 3z2 + 2z – 85 = 0...× n) = 0 .. m + n = b dan m × n = ac.× n) = 0  a a a 3 3  3a a a 3 3  3  Menggunakan sifat persamaan maka diperoleh m + n = b dan m × n = ac. 5  a a a 3 3  3  1 m n 1 1 − m 17 n  − 1 17 −17  −17  . 5  ... Untuk menentukan harga z yang memenuhi sebagai berikut.Perhatikan persamaan kuadrat yang kita peroleh dari beberapa permasalahan di atas yang memiliki koefisien x2...5 ⇒ ((ax + n)ax + m( ax + n ))  = 0 a a a 3 3  3  1 m n 1 −17  −17  ... a a a 3 a a 3 a  33 3   3  Perhatikan masalah-2 bagian b. 1 m n 1 −17  −17  . 5 x = – atau x = –  .. 5 = 0 3z2 + 2z – 85 = ( 9z2 +6z – 255) a a a 3 3  3  1 m n 1 −17  −17  ⇒ ( 9z2 +3(17 ... untuk a a a 3 3  3  1 m n 1 −17  −17  2 Nilai x yang memenuhi persamaan ax + bx + c = (ax + m)(ax + n adalah ) = 0. 1 m n 1 −17  −17  . c adalah bilangan real dan a ≠ 0.. 1 m n 1 −17  −17  .......5 ⇒ ((a2x2 + anx) + ( amx + m  × n)) = 0 a a a 3 3  3  1 m n 1 −17  −17  5 ⇒ (a2x2 + a(m + n) x + m ...... b. (1) a a a 3 3  3  1 m n 1 −17  −17  Perhatikan bentuk ((ax + m)(ax + n )) = 0...... 5 .. • Jika a < 1 atau a > 1 Berdasarkan Definisi-7. 5 a ≠ 1.. –  z + 255)) = 0 a a a 3 3  3  238 Buku Guru Kelas X m = 17 n = –15 m+n=2=b m × n = –255 = ac ..a 52 5 (a2x2 + abx + ac )= ( x + a(m + n) x + m ......... (2) a a a 3 3  3  Berdasarkan Persamaan-1 dan 2 diperoleh...... bentuk umum persamaan kuadrat ax2 + bx + c = 0.. 5 a≠0⇒ ≠0  a a a 3 3  3  1 m n 1 − 17 − 17   ax2 + bx + c = (a2x2 + abx + ac ) = 0 ..-515)  z + (17 × (–15)) = 0 a a a 3 3  3  1 m n 1 −17  −17  5(45 ⇒ ((9z2 +51z) .. a = 1... 1 m n 1 −17  −17 1 m  2n 1 −17  −17  .....1...

1 1   ((3 ((3z z+ + 17)3 17)3z z- 15(3 15(3z z+ + 17)) 17)) = =0 0 3 3
  (3 (3z z+ + 17)(3 17)(3z z– – 15) 15) = =0 0 atau atau (3 (3z z+ + 17)( 17)(z z– – 5) 5) = =0 0

 17  17 atau z = 5 atau himpunan penyelesaian Harga-harga atau z = 5 atau himpunan penyelesaian Harga-harga z z yang yang memenuhi memenuhi adalah adalah z z= = 3 3 1 m n 1 −17  −17  17   2 17 , =  2+ 5 ⇒ ((3z + 17)3 z,– 15(3 z + 17)) 0 2 z 85 = 0 adalah Hp = persamaan 3 z   + 2 z 85 = 0 adalah Hp = persamaan 3 z ,5 5   a a a 3 3  3 3     3 . . ⇒ (3z + 17)(3z – 15) = 0 atau (3z + 17)(z – 5) = 0 2) 2) Cara Cara Melengkapkan Melengkapkan Kuadrat Kuadrat Sempurna Sempurna 1 m n akar-akar 1 −17  −persamaan 17  Untuk menemukan aturan penentuan kuadrat dengan Untuk Nilai-nilai menemukan aturan penentuan kuadrat penyelesaian dengan cara cara 5 z yang memenuhi adalah zakar-akar = atau z ,= 5 atau himpunan  persamaan a a a 3 3  3  melengkapkan kuadrat kuadrat sempurna sempurna cermati cermati beberapa beberapa pertanyaan pertanyaan berikut. berikut. melengkapkan m n − − 1 1 17 17   , 5? a) yang melengkapkan kuadrat 3z2 + 2 z – 85 = 0 adalah Hp =sempurna .  a) Apa Apapersamaan yang dimaksud dimaksud melengkapkan kuadrat sempurna ? a a a 3 3  3  2 2 2 b) b) Apakah Apakah kamu kamu masih masih ingat ingat pelajaran pelajaran di di SMP SMP bahwa bahwa ( (a a+ +b b) )2 = =a a2 + +2 2ab ab + +b b2 2 c) kamu membentuk kuadrat 2) Cara Melengkapkan Kuadrat Sempurna +b bx x+ +c c= = 0, 0, dengan dengan a a, ,b b, ,c c adalah adalah c) Dapatkah Dapatkah kamu membentuk persamaan persamaan kuadrat a ax x2 +
2 2 2 bilangan real bilangan real dan dan a a≠ ≠0 0 dalam dalam bentuk bentuk ( (a a+ +b b) )2 = =a a2 + +2 2ab ab + +b b2. . ♦ Minta siswa menemukan pola, bagaimana cara melengkapkan sebuah persamaan kuadrat untuk menentukan nilai-nilai x yang memenuhi dan tanyakan apa kelemahan d) Apakah seluruh seluruh bentuk bentuk persamaan persamaan kuadrat kuadrat dapat dapat ditentukan akarnya dengan teknik d) Apakah ditentukan akarnya dengan teknik cara tersebut. Diharapkan jawaban siswa sebagai berikut. kuadrat kuadrat sempurna sempurna ? ?

Berdasarkan Definisi-7.1, kita memiliki bentuk persamaan kuadrat Berdasarkan Definisi-7.1, kita memilikibentuk bentuk umum persamaan kuadrat Berdasarkan Definisi-7.1, kita memiliki umumumum persamaan kuadrat 2 2 2 ax += bx c = 0,a dengan a, b,bilangan c adalahreal bilangan real dan a a ≠= 0. + 0, dengan , dan 0. 1 ax + bx bx +c c = 0, + dengan a ,b b, ,c c adalah adalah bilangan real dan a a≠ ≠ 0. Untuk Untuk a = 1 Untuk a = 1 ax +
2 2 ax + bx bx + +c c= =0 0 x x2 + + bx bx + +c c-c c= =0 0– –c c ax2 +
2 2 1 1  1 b 1 b    +  = x +      + bx bx + = –c c b b 2  2  –   2   2   2 2

2 x2

2 1 1 1 b 1 b)2  2 =   ( x +   –c c  (x + b) =  b  – 2  2 2  2  2

2

2 1 1 1 b   (x x+ + 1b b) ) = =    , jika jika   ( b c c, 2   2  2 2  

2

2 1  1 b     b c c 0 0 2    2   2

1 x x = =-1 b b   2 2

2 1  1     c , jika  b 2b   c , jika  2  

2

2 1  1    c  0  b 2b  c  0  2  

BUKU BUKU PEGANGAN PEGANGAN SISWA SISWA

Matematika

239 239 239

3) Menggunakan Menggunakan Rumus Rumus ABC ABC 3) Minta siswa siswa menemukan menemukan rumus rumus abc abc,, bagaimana bagaimana cara cara menentukan menentukan nilai-nilai nilai-nilai x x yang yang Minta
3) Menggunakan Rumus ABC rumus memenuhi persamaan dengan rumus abc abc.. Diharapkan Diharapkan jawaban jawaban siswa siswa sebagai sebagai memenuhi persamaan dengan
♦ Minta siswa berikut. berikut.
2 Berdasarkan Definisi-7.1, Definisi-7.1, bentuk bentuk umum umum persamaan persamaan kuadrat kuadrat ax ax2 + bx bx + +c c= = 0, 0, Berdasarkan +

menemukan rumus abc, bagaimana cara menentukan nilai-nilai x yang memenuhi persamaan dengan rumus abc. Diharapkan jawaban siswa sebagai berikut.

Berdasarkan Definisi-7.1, bentuk umum persamaan kuadrat ax2 + bx + c = 0, dengan dengan a a,, b b,, c c adalah adalah bilangan bilangan real real dan dan a a≠ ≠ 0. 0. dengan a , b, c adalah bilangan real dan a ≠ 0.

b c c b ax22 + + bx bx + +c c= = 0, 0, a a≠ ≠0 0 x x22 + +b x x+ +c = =0 0 x x22 + +b x x+ +c = =0 0 ax a a a a a a a a

Menyuruh siswa siswa Menyuruh melakukan melakukan

b b b c  b 2 b 2 c x + +b x x+ + = +      = +  2a  a a  2a a  2a   2  a a   
x22

2

2

Menyuruh siswa  (x +  (x + melakukan manimanipulasi manipulasi pulasi aljabar, aljabar, dengan aljabar, dengan dengan mengingat sifat persamaan. ( (x x+ + mengingat sifat  mengingat sifat

b 22 b ) = = ) 2a a 2

b c b 2 c    - 2a  a  2a   a 

2

persamaan. persamaan.

b  b22  4ac ac  4 b  b   ) =    )=   2   2  2a a 4 a 2 4 a    
2a a 2 2a a 2 b22  4 4ac ac b

1 b x x= =-b   1 

b b22  4ac ac b  b 4  x    x11,,22 
Sifat-1

2a a 2

2 + c = 0, dengan a, b, dan c bilangan real dan a ≠ 0, Persamaan kuadrat ax2 + bx 2 Persamaan kuadrat ax + bx bx + +c c= = 0, 0, dengan dengan a a,, b b,, c c adalah adalah bilangan bilangan real real dan dan Persamaan kuadrat ax + maka akar-akar persamaan tersebut adalah

x1, 2 =

a≠ ≠−0 0,,± maka maka rumus abc abc untuk untuk menentukan menentukan akar-akar akar-akar persamaan persamaan tersebut tersebut a b b 2 − 4rumus ac
. 2a  b  b22  4ac x11,,22    b  b  4ac adalah x adalah

2a a 2

♦ Suruh siswa mencermati nilai diskriminan dan menentukan sifat-sifat akar sebuah persamaan kuadrat. Diharapkan siswa dapat menemukan hal berikut.

Suruh siswa siswa mencermati mencermati nilai nilai diskriminan diskriminan dan dan menentukan menentukan sifat-sifat sifat-sifat akar akar sebuah sebuah Suruh persamaan kuadrat. kuadrat. Diharapkan Diharapkan siswa siswa dapat dapat menemukan menemukan hal hal berikut. berikut. persamaan Sifat akar-akar akar-akar persamaan persamaan kuadrat kuadrat dapat dapat ditinjau ditinjau dari dari nilai nilai diskriminan, diskriminan, yaitu yaitu Sifat =b – – 4ac ac.. Sifat Sifat akar-akar X tersebut adalah. adalah. 240 = 4 Buku akar-akar Guru Kelas tersebut
2 b2

D D

2 1) jika jika D D> > 0, 0, maka maka persamaan persamaan kuadrat kuadrat ax ax2 + bx bx + +c c= = 0, 0, dengan dengan a a,, b b,, c c adalah adalah bilangan bilangan 1) +

real dan dan a a≠ ≠0 0 memiliki memiliki dua dua akar akar real real yang yang berbeda. berbeda. Misalkan Misalkan kedua kedua akar akar tersebut tersebut x x1 1 real dan x x2 maka x x1 ≠x x2 2,, maka 1≠ 2.. dan

Sifat akar-akar persamaan kuadrat dapat ditinjau dari nilai diskriminan, yaitu D = b2 – 4ac. Sifat akar-akar tersebut adalah. 1) Jika D > 0, maka persamaan kuadrat ax2 + bx + c = 0, dengan a, b, c adalah bilangan real dan a ≠ 0 memiliki dua akar real yang berbeda. Misalkan kedua akar tersebut x1 dan x2, maka x1 ≠ x2. 2) Jika D = 0, maka persamaan kuadrat ax2 + bx + c = 0, dengan a, b, c adalah bilangan real dan a ≠ 0 memiliki dua akar real yang sama (kembar). Misalkan kedua akar tersebut x1 dan x2, maka x1 ≠ x2. D = 0 ⇒ b2 – 4ac = 0 ⇒ b 2 − 4ac = 0 −b ± b 2 − 4ac −b = 2a 2a

b2 − 4ac 0 ⇒ x12 ==

−b ± b 2 − 4ac −b = 2a 2a

−b ± b 2 − 4ac −b b 2 − 4ac = 0 ⇒ x1 = x2 = 2a 2a 3) Jika D < 0, maka persamaan kuadrat ax2 + bx + c = 0, dengan a, b, c adalah bilangan real dan a ≠ 0 memiliki dua akar kompleks (tidak real) yang berbeda. Misalkan kedua akar tersebut x1 dan x2, maka x1 ≠ x2.

c. Menemukan Rumus Untuk Menentukan Hasil Jumlah dan Hasil Kali Akar-akar Persamaan Kuadrat Akar-akar sebuah persamaan kuadrat adalah bilangan-bilangan yang dapat dijumlahkan atau dikalikan. Bagaimana menentukan hasil jumlah dan hasil kali akara) Dapatkah kamu menentukan akar-akar persamaan kuadrat dengan aturan yang su akar dan kaitannya dengan koefisien-koefisien persamaan kuadrat tersebut? Untuk itu selesaikanlah masalah berikut. kamu miliki ? Aturan mana yang kamu pilih dari tiga cara di atas terkait den
menemukan hasil jumlah hasil kali persamaan kuadrat? Temukan aturan (rumus) rumus menentukan hasildan jumlah dan akar-akar hasil kali akar-akar persamaan b)kuadrat! Bagaimana syarat menjumlahkan dan mengalikan dua bentuk akar ?
♦ Mengarahkan siswa menemukan rumus hasil jumlah dan hasil kali akar-akar persamaan dalam koefisien-koefisien persamaan tersebut? kuadrat dengan memanfaatkan rumus ABC. Diharapkan siswa dapat melakukan hal berikut.

c) Dapatkah kamu menyatakan hasil jumlah dan hasil kali akar-akar persamaan kua

Alternatif Penyelesaian

di atas, akar-akar kuadrat persamaan kuadrat adalah BerdasarkanBerdasarkan rumus ABC rumus di atas,ABC akar-akar persamaan adalah sebagai berikut.

x1 

 b  b 2  4ac  b  b 2  4ac dan x2  2a 2a  b  b 2  4ac  b  b 2  4ac + 2a 2a
b a

a. Jumlah Akar-akar Persamaan Kuadrat x1 + x2 = x1 + x2 =
Matematika

241

b. Hasil Kali Akar-akar Persamaan Kuadrat

dalam dalam koefisien-koefisien koefisien-koefisien persamaan persamaan tersebut? tersebut? Alternatif Alternatif Penyelesaian Penyelesaian Berdasarkan Berdasarkan rumus rumus ABC ABC di di atas, atas, akar-akar akar-akar persamaan persamaan kuadrat kuadrat adalah adalah
2 2  4ac 4ac b b2  ac dan x   b b2  ac b  b 4 b  b 4 x  2 x1 x   dan 2 1 2 2 2a a 2a a a. Jumlah Akar-akar a. Jumlah Jumlah Akar-akar Akar-akar Persamaan Persamaan Kuadrat Kuadrat a. Persamaan Kuadrat 2  b  b 4 b  b b2  4ac ac +  b x + x = 1 2 x1 + x2 = + 2 a 2a  b b + x2 = x x1 = 1 + x2 a a 2 b 4 b2  4ac ac 2 a 2a

b. Hasil b. PersamaanKuadrat Kuadrat b. Hasil Hasil Kali Kali Akar-akar Akar-akar Persamaan Persamaan Kuadrat
2 2        b b  b b2  4 4ac ac  b b  b b2  4 4ac ac        x  x = x1 1  x2 2=     2 a 2 a     2 a 2 a       
2 2 b b2  ( (b b2  4 4ac ac) ) x  x = 2 x1  x = 2 1 2 2 4 4a a c c  x2 = x = x1 1  x2 a a

Berdasarkan kedua rumus di atas, disimpulkan Sifat-2 Berdasarkan Berdasarkan kedua kedua rumus rumus di di atas, atas, disimpulkan disimpulkan Persamaan kuadrat ax2 + bx + c = 0, dengan a, b, c adalah bilangan real dan 2 kuadrat ax + = a ≠ 0 Persamaan dengan akar-akar x maka Persamaan kuadratx1 dan ax2 + +2,bx bx +c c diperoleh = 0, 0, dengan dengan a a,, b b,, c c adalah adalah bilangan bilangan real real − b c dan dan xdan maka diperoleh 1 2, x1 + x2 x = x1 × x2 = dan a a≠ ≠0 0 dengan dengan akar-akar akar-akar x diperoleh 1 dan x 2, maka a a c  b c  b x + x = dan x  x = x1 dan x1 1 + x2 2= 1  x2 2= a a a a d. Persamaan Kuadrat Dengan Akar-akar x1 dan x2 Pada materi sebelumnya kita telah menemukan konsep persamaan kuadrat. Kemudian kita dapat menentukan akar-akar persamaan kuadrat tersebut dengan aturan-aturan yang telah ditemukan. Sekarang bagaimana menemukan sebuah persamaan kuadrat, jika SISWA akar-akarnya diketahui ? Untuk itu pecahkanlah masalah 241 BUKU 241 BUKU PEGANGAN PEGANGAN SISWA berikut.
Sebuah persamaan kuadrat memiliki akar-akar x1 dan x2. Temukanlah persamaan kuadrat yang dimaksud.
♦ Mengarahkan siswa menemukan persamaan kuadrat, jika diketahui akar-akarnya dengan memanfaatkan rumus hasil jumlah dan hasil kali akar-akar persamaan yang diinginkan. Diharapkan siswa dapat melakukan hal berikut.

242

Buku Guru Kelas X

Mengarahkan siswa menemukan persamaan kuadrat, jika diketahui akar-akarnya dengan memanfaatkan rumus hasil jumlah dan hasil kali akar-akar persamaan yang diinginkan. Diharapkan siswa dapat melakukan hal berikut. Jika Jika diketahui akar-akar persamaan x dan dapat menemukan diketahui akar-akar persamaan kuadrat kuadrat x dan x2 x maka kitakita dapat menemukan 2 maka 11 persamaan kuadratnya. Berdasarkan definisi-1, kita memiliki bentuk umum persamaan persamaan kuadrat ax2 + bx + c = 0, dengan a, b, c adalah bilangan real dan a ≠ 0. kuadrat ax2 + bx + c = 0, dengan b a, b, c c adalah bilangan real dan a ≠ 0
2

persamaan kuadratnya. Berdasarkan definisi-1, kita memiliki bentuk umum

ax2 + bx + c = 0, a ≠ 0 ⇒ x2 + x + = 0 cc a b ax + bx + c = 0, a ≠ 0  x2 + x + =x0)x + x × x = 0 2 ⇒ + 1 2 1 2 ax – (xa Sifat-3 ⇒ (x – x )x –x (x – x ) = 0  x2 – x1  x21 x +2 x1  x1 2=0 ⇒ (x – x1)(x – x2) = 0  (x – x1) x – x2 (x – x1) = 0

b a c x1  x2 = a

x1 + x2 =

 (x -– x1)(x – x2) = 0

Persamaan kuadrat dengan akar-akar x1 dan x2 adalah (x – x1)(x – x2) = 0.

Uji Kompetensi (x - 7.2 x1)(x – x2) = 0

Persamaan kuadrat dengan akar-akar x1 dan x2 adalah

1. Persamaan (m – 1)x2 + 4x + 2m = 0 lebih cepat 1 jam dari mesin jenis mempunyai akar-akar real. Tentukan 2 kedua. Sementara jika2 kedua nilai m yang memenuhi! dan x2 Persamaan (m – 1)x + 4x + 2m = 1. Persamaan Kuadrat Dengan Akar-akar x1 mesin 2. Jika a dan b adalah akar-akar sekaligus, dapat 0 mempunyai akar-akar2real. Tentukan nilai mdigunakan yang memenuhi! persamaan ax + bx +x c2 = Persamaan (m – 1) + 0, 4x + 2m menggiling = at Dengan Akar-akar x1 dan x2kuadrat satu peti padi selama 6 2. Jika  dan  adalah akar-akar persamaan kuadrat ax2 + bx + c = 0, tunjukkan bahwa tunjukkan bahwa jam. akar real. Tentukan nilai m yang memenuhi! 4 2 2 2 a. Berapa b  4 ab c  2 a c b 2 jam 4ac waktu yang digu42 2 akar-akar persamaana. kuadrat ax tunjukkan bahwa 4 +  =+ bx + c = 0, b. (   ) = 2 4 nakan mesin jenis pertama a a 2 2 2 2 untuk menggiling satu peti padi. 4ab c  2a c b  4ac 2 2 3. Akar-akar persamaan kuadrat x 2 x + 5 = 0 adalah p dan q . Temukan persamaan b. (   ) = b. Berapa jam waktu yang digunaa2 a4 kan mesin jenis kedua untuk kuadrat yang akar-akarnya (p + 2) dan (q + 2)! 3. persamaan x2 persamaan – an kuadrat x2 - 2 x +Akar-akar 5 = 0 adalah p dan q.kuadrat Temukan menggiling satu peti padi. 4. Dua mesin penggiling padi digunakan2 untuk menggiling satu peti padi. 2x + buah 5 = 0jenis adalah p dan q. Temukan 5. Jika a + a – 3 = 0, maka nilai terbesar akarnya (p + 2) dan (q + 2)! persamaan kuadrat yang akar1 yang mungkin menggiling satu peti mesin lebihdari cepat jam dari mesin esin penggiling padiUntuk digunakan untuk menggiling satu peti jenis padi.3pertama akarnya (p + 2) dan (q + 2)!padi, 2 2 .... a +4 a + 9988 adalah 4. Dua buah jenis mesin penggiling 1 6. Pada sebidang tanah akan didirikansatu Sementara jika kedua digunakan sekaligus, dapat menggiling satu peti padi, mesinjenis jeniskedua. pertama lebih cepat jam mesin dari mesin padi digunakan untuk menggiling sebuah sekolah SD. Bentuk tanah 2 peti selama jam. menggiling satupadi peti padi.6 Untuk dan ukuran tanah dapat dilihat pada ntara jika kedua mesin digunakan sekaligus, dapatpertama menggiling satu satu peti padi, mesin jenis a. Berapa jam waktu yang digunakan mesin gambar. jenis pertama untuk menggiling satu peti am. padi. ktu yang digunakan mesin jenis pertama untuk menggiling satu peti 243 b. Berapa jam waktu yang digunakan mesin jenis kedua untuk menggiling satu peti Matematika

padi. ktu yang digunakan mesin jenis kedua untuk menggiling satu peti 5. Jika maka nilai terbesar yang mungkin dari maka nilai terbesar yang mungkin dariadalah. . . .

Berapakah ukuran ba dapat dilihat pada gambar. dapat dilihat pada gambar. 2 luas bangunan 1500 m ? E dapat dilihat pada gambar. C 5.5. Jika maka nilai nilaiterbesar terbesar yang mungkin dari ukuran bangunan luas bangunan 1500 Jika maka yang mungkin dari F C Berapakah sekolah agar Berapakah ukura C 2 Berapakah ukuran bangunan sekolah agar E luas bangunan 1500 m ? E F adalah. adalah. .. .. .. luas bangunan 1 F D A luas bangunan 1500 m2? B 100 m E F E F SD. Bentuk tanah D B A 6. Pada sebidang tanah akan didirikan sebuah sekolah dan ukuran tanah D B E 6. Pada sebidang tanah akan didirikan sebuah sekolah SD. Bentuk tanah dan ukuran tanah A 100 m F 100 m 7. , nilai dari dapatdilihat dilihat pada pada gambar. gambar. dapat D B A D B A 100 m C 100 m 7. , nilai dari C Berapakah ukuran bangunan sekolah agar 8. Jika √ √ 7. , nilai dari sekolah agar D B Berapakah ukuran bangunan A 100 m 2 untuk1500 m ? 2 luas bangunan nilai yang mungk 8. Jika √√ 7. √ , nilai dari luasJika bangunan 1500 ,m ? dari 8. √maka 7. nilai √ √ untuk E nilai yang mungkin untuk untuk , nilai 7.F E dari 9. Hasil pemfaktoran dari : maka nilai yang mu 8. Jika √√ √ F 8. √√ Jika adalah √ ada √… √ untuk untuk maka nilai yang mungkin 8. Jika √ √ 9. Hasil pemfaktoran dari : adalah. . . D B 9. Hasil pemfaktoran dari : A adalah √√ 100 m √D B untuk √… A 100 9. m Hasil pemfaktoran dari : 9. Hasil pemfaktoran dari : adalah. . . adalah … √ √ , nilai dari 7. 9. Hasil pemfaktoran dari : adalah. .... .. 7. , nilai dari
padi.

50 m

50 m

50 m

9. Hasil pemfaktoran dari :

untuk 8. Jika √ untuk √

8. Jika √

50 m 50 m

50 m

50 m

50

9. Hasil √ pemfaktoran dari :

Projek

maka nilai yang mungkin

Himpunlah informasi penggunaan sifat-sifat dan aturan yang berlaku pada persamaan kuadrat di bidang ekonomi, fisika, dan teknik bangunan. Kamu dapat mencari informasi tersebut dengan menggunakan internet, buku-buku dan sumber lain yang relevan. Temukan berbagai masalah dan pemecahannya menggunakan aturan dan sifat-sifat akar persamaan kuadrat. Buatlah laporan hasil kerjamu dan sajikan di depan kelas!

maka nilai yang mungkin

adalah … adalah. adalah … ..

adalah. . .

2. FUNGSI KUADRAT
BUKU PEGANGAN SISWA a. Menemukan Konsep Fungsi Kuadrat BUKU PEGANGAN SISWA Fungsi kuadrat sering kita temukan dalam permasalahan kehidupan nyata BUKU PEGANGAN SISWA yang menyatu pada fakta dan lingkungan budaya kita. Konsep fungsi kuadrat dapat BUKU PEGANGAN SISWA ditemukan di dalam pemecahan permasalahan yang kita hadapi. Untuk itu perhatikan BUKU PEGANGAN SISWA dengan cermat permasalahan-permasalahan yang diberikan. 243 BUKU PEGANGAN SISWASISWA BUKU PEGANGAN
♦ Untuk menemukan konsep fungsi kuadrat, ajukan pada siswa masalah-8, 9, dan 10 secara berkelanjutan untuk dipecahkan. Berikan kesempatan pada siswa lebih dahulu berusaha memikirkan, bersusah payah mencari ide-ide, berdiskusi, mencari Pemecahan masalah di dalam kelompok. Dari beberapa model matematika berupa fungsi kuadrat, minta siswa secara individu maupun kelompok berdiskusi menuliskan ciri-ciriPEGANGAN fungsi kuadrat dan berdasarkan ciri-ciri tersebut minta siswa menuliskan konsep BUKU SISWA fungsi kuadrat dengan kata-katanya sendiri.

243

243

243

244

Buku Guru Kelas X

Masalah-7.5
Untuk pengadaan air bersih bagi masyarakat desa, anak rantau dari desa tersebut sepakat membangun tali air dari sebuah sungai di kaki pegunungan ke rumah-rumah penduduk. Sebuah pipa besi yang panjangnya s dan berdiameter d ditanam pada kedalaman 1 m di bawah permukaan air sungai sebagai saluran air. Tentukanlah debit air yang mengalir dari pipa tersebut. (Gravitasi bumi adalah 10 m/det2).

2) Bagaimana tekanan air pada pangkal pipa dan diujung pipa dan aturan apa yang terka dengan keadaan tersebut? aturan pada pertanyaan 2)?
7.6saat Sumber Air Bersih mengingat rumus debit Gambar zat cair, Kamu belajar di Sekolah Dasar kelas V ?

3) Dapatkah kamu menentukan kecepatan air yang keluar dari mulut pipa menggunak

4) Dapatkah kamu menentukan besarnya debit air yang mengalir dari pipa denga 5) Apa keterkaitan luas penampang pipa dengan kecepatan air mengalir.
♦ Arahkan siswa memahami masalah dan menginterpretasikan masalah dalam gambar.

Alternatif Penyelesaian
Alternatif Penyelesaian

V2

A2 h1

Pipa

A1 …………………… …………………… h Sungai …………………… …………………… …………………… p1 = gh ……………………

h2

Gambar 7.7 Ilustrasi Posisi Pipa di Dalam Sungai

Gambar 7.7: Ilustrasi Posisi Pipa di Dalam Sungai Misalkan: Misalkan: p1 adalah tekanan air pada mulut pipa p2 adalah tekanan air pada ujung pipa p 1 adalah tekanan air pada mulut pipa h adalah kedalaman pipa di bawah permukaan air sungai. h adalah ketinggian pipa dari permukaan p tekanan air pada ujung pipa tanah. 21 adalah

h adalah kedalaman pipa di bawah permukaan air sungai. h1 adalah ketinggian pipa dari permukaan tanah. h2 adalah ketinggian permukaan air sungai. V1 adalah kecepatan air sungai mengalir V2 adalah kecepatan air mengalir dari ujung pipa.
Matematika

245

h2 adalah ketinggian permukaan air sungai. V1 adalah kecepatan air sungai mengalir V2 adalah kecepatan air mengalir dari ujung pipa. A1 adalah penampang permukaan air sungai A2 adalah penampang permukaan ujung pipa
♦ Membantu siswa mengkoordinasi pengetahuan dan keterampilannya untuk menemukan aturan-aturan, hubungan-hubungan, struktur-struktur yang belum diketahui. Mengajak siswa menganalisis, apa yang terjadi jika A1 jauh lebih luas dari A2. Diharapkan jawaban siswa sebagai berikut.

Jika A1 >>> A2 maka V1 <<< V2, akibatnya V1 menuju 0 (nol).

Kecepatan air mengalir dari pipa adalah V  gh Kecepatan air mengalir dari pipa adalah V = V2 gh  Kecepatan air mengalir dari pipa adalah = Kecepatan air mengalir dari pipa adalah V ==2 gh 22 gh Kecepatan Kecepatan air mengalir dari pipa adalah VV = =pipa 2 gh  airair mengalir dari pipa adalah 2 gh Debit yang mengalir dari sebuah adalah volume air yang mengalir persatuan wa Debit air yang mengalir dari sebuah pipa adalah volume air yang mengalir persatuan waktu. Debit air yang mengalir dari sebuah pipa pipa adalah volume air yang mengalir persatuan waktu. Debit mengalir dari sebuah pipa adalah volume air yang mengalir persatuan air yang mengalir dari sebuah adalah volume air yang mengalir persatuan waktu. Debit air yang mengalir dari sebuah pipa adalah volume air yang mengalir persatuan waktu. Debit air yang mengalir dari sebuah pipa adalah volume air air yang mengalir persatuan waktu. Debit air yang mengalir dari sebuah pipa adalah volume yang mengalir persatuan waktu. waktu.

Karena tekanan air pada pangkal pipa Jika >>> A maka V akibatnya V 0 (nol). Jika Jika A1 >>> A maka V <<< V ,<<< akibatnya V1 menuju 0 dan (nol). A A maka VV <<< V ,V akibatnya V menuju 0 (nol). A1A >>> A <<< V ,2,akibatnya V menuju 0 (nol).pipa sama maka berdasarkan gamb >>> V2 akibatnya V1V menuju 0diujung (nol). Jika >>> A maka V <<< akibatnya 0 (nol). 1 2 1menuju 2 1 2 2 1 1A 2 1 2maka 11 11 2 2 1 11 Jika A11 >>> A2 2 maka V1 <<< V2, akibatnya V1 menuju 0 (nol). Karena tekanan air pada pangkal pipa dan diujung pipa sama maka berdasarkan atas persamaan Karena tekanan air pada pangkal pipa dan diujung pipa sama maka berdasarkan gambar di di Karena tekanan air diperoleh pada pangkal pipa pipa dan diujung pipa pipa sama maka berdasarkan gambar di Karena tekanan air pada pangkal dan diujung sama maka berdasarkan gambar didi Karena tekanan air pada pangkal pipa dan diujung pipa sama maka berdasarkan gambar Karena tekanan air pada pangkal pipa dan diujung pipa sama maka berdasarkan gambar Karena di tekanan air pada pangkal pipa dan diujung pipa sama maka berdasarkan gambar di gambar atas diperoleh persamaan atas diperoleh persamaan atas diperoleh persamaan atas diperoleh persamaan 1 1 atas diperoleh persamaan atas diperoleh persamaan atas diperoleh p1 + persamaan  gh1 +  V12 = p2 + gh2 +  V22 2 2 1 11 1 12 1 2 11 2 2 2 2 22 11 2= gh +  = p gh p V V2 p1 + p 1 gh +  = p +  gh +  V V  gh + p +  gh + V p+  gh +  = p +  gh ++ 1 1 V 1 2 1 2 2 11+ 1 22 22 1= 1 2 V 1V 2 2 2 22 +  gh +  p +  gh +  p V V 1 1 1 2 2 p1 + gh   2V11 = p2 + gh 2V2 2 21 + 222 22 +12 2 2 2 g(h1 – h2) = 2 V22 (karena V12 menuju nol) 1 121 11 2 2 2 2 2 2 22  ( h – (karena menuju nol) V V1 g(h – )– =  nol) nol) V V1 menuju ( hg )h = (karena V V1V 22 2 menuju 1  g ( –h ) ==  (karena nol) V 1h 2) 1g 2h 1 2h 1 2 2 (karena 2 22 2 1menuju  g ( h – ) =  (karena menuju nol) V 1 2 g(h1 – h2  nol) V1V 2V2 2 (karena 2) = 2 2 1menuju 1 2 2 gh = V 2 (karena h = h – h ) 1 2 2 1 21 112 2 2 2= h (karena h = h – h ) gh = V gh =gh (karena h – ) V (karena h = h – h ) = V 1 gh 2=1 2V 2 1 h =1 2h1 1–2h2) 2 2 (karena 22 (karena –2) h2) gh =2 2 V hh == h1h – gh V 2 2 = 1h 2 2 (karena 22 2gh = V22  V2 = 2 gh 2 2 22 2 gh =  V =2 gh gh V 2gh =  = 2 V 2gh =V V2V = 22 gh = 22 gh V 2= 2 2gh 2 2 2 2V 2 gh V 2=  VV 2 gh= = 2 gh V 22  2 = 2 gh Kecepatan air mengalir dari pipa adalah V =

2 gh

. 1 2 1 1 2 11 q 2 = 2 2 (  d )( 2 gh ) (penampang pipa berbentuk lingkaran, luas penampang pipa adal  q = ( d )( (penampang pipa berbentuk lingkaran, luas penampang pipa adalah A 2 gh = )(  ) (penampang pipa pipa berbentuk lingkaran, luas luas penampang pipa pipa adalah A q = (q q 2 gh = (d1 d2 )( ) berbentuk lingkaran, penampang adalah AA 2 gh d )( ) )(penampang pipa berbentuk lingkaran, luas penampang pipa adalah ( 2 gh 4 gh ) (penampang (penampangpipa pipa berbentuk lingkaran, luas penampang pipa 4d 2 )( 2 q (penampang berbentuk lingkaran, luas penampang pipa adalah A 4= (4 4 1 q = ( 4  d )( 2 gh ) (penampang pipa berbentuk lingkaran, luas penampang pipa adalah A 1 2 1 2 12 4 1 21 2 22 22  = r d diameter , d ddiameter adalah diameter pipa) adalah A adalah diameter   r , adalah adalah pipa) pipa) =  = r2 d d adalah diameter pipa) ==  r = d ,d d pipa) 1,  = r == d ,= ddadalah diameter pipa) 2 2 4  = 4 r =4 d , d adalah diameter pipa) 4 4 1yang Debit air4 dari pipa dinyatakan dalam fungsi berikut  d2,mengalir = r2 = d adalah diameter pipa) 4 Debit air yang mengalir dari pipa dinyatakan dalam fungsi berikut Debit air yang mengalir dari pipa dinyatakan dalam fungsi berikut Debit air yang mengalir dari pipa dinyatakan dalam fungsi berikut Debit air yang mengalir dari pipa dinyatakan dalam fungsi berikut Debit air yang mengalir dari pipa dinyatakan dalam fungsi berikut Debit air yang mengalir dari pipa dinyatakan dalam fungsi berikut 246 Buku Guru Kelas X Debit air yang mengalir dari pipa dinyatakan dalam fungsi berikut 20 20 20 20 2 2 2 220  (= d = ) d ,dd  R , d, 0 R, d  0 (1)   q( d) =(q (q )d ,) d  ,  0 (1) (1)  q d )d ( ) d ,R d R ,R d 0  ( ) )= ( (20 )( d  ,d d2  (1)  q (d = ) d0  (1)  2  q(d) =  R, d  0 (1)  )d , d4 4 ( 4 44 4 20  q(d) = ( (1)  )d2, d R, d  0 4 Kain tenun yang berasal dari Sumatera Barat atau yang lebih dikenal dengan songket KainKain tenun yang berasal dari Sumatera Barat atau yang lebih dikenal dengan songket tenun yang berasal dari Sumatera atau yang lebih dikenal dengan songket Kain tenun yang berasal dari Sumatera Barat atau yang lebih dikenal dengan songket Kain tenun yang berasal dariBarat Sumatera Barat atau yang lebih dikenal dengan son Kain tenun yang berasal dari Sumatera Barat atau yang lebih dikenal dengan songket

.

. .. .

.

1 q = (  d2 )( 2 gh ) (penampang pipa berbentuk lingkaran, luas penampang pipa adalah A 4
= r2 =

1 2  d , d adalah diameter pipa) 4

Debit air yang mengalir dari pipa dinyatakan dalam fungsi berikut  q(d) = (
20  )d2, d R, d  0 .................................................. (1) 4

(1)

Kain berasal dari Sumatera atau lebih yang dikenal lebih dikenal Kain tenuntenun yang yang berasal dari Sumatera Barat Barat atau yang dengan songket dengan songket Minangkabau merupakan suatu hasil karya tradional yang perlu Minangkabau suatu hasil karya tradional yang perlu dipertahankan. dipertahankan. merupakan kekayaan motifnya ternyata juga memiliki arti dan nilai kebersamaan kekayaan tersendiri.ternyata Adapunjuga jenis-jenis motif dari nilai kain kebersamaan songket Minangkababu tersebut jenis-jenis motifnya memiliki arti dan tersendiri. Adapun diantaranya adalah motif Pucuk Rabuang, motif Itiak Pulang Patang, motif Kaluak motif kain songket tersebut diantaranya adalah motif Pucuk Paku, dari dan yang lainnya. Minangkababu Motif Kaluak Paku misalnya memiliki makna bahwa kita Rabuang, sebagai manusia haruslah mawas diriKaluak sejak kecil, dan perlu belajar sejak dini mulai motif Itiak Pulang Patang, motif Paku, dan yang lainnya. Motif Kaluak Paku dari keluarga. Pendidikan dalam keluarga menjadi bekal utama untuk menjalankan misalnya memiliki maknaSetelah bahwa dewasa kita sebagai manusia haruslah mawas diri sejak kecil, dan kehidupan di masyarakat. kita harus bergaul ke tengah masyarakat, sehingga bekal hidup dari keluarga bisa menjadikan diri lebih kuat dan tidak mudah terpengaruh hal negatif. Selain itu juga, motif Kaluak Paku juga memiliki makna lainnya, yaitu seorang pemimpin harus mampu menjadi teladan bagi masyarakat yang 247 BUKU PEGANGAN ada disekitarnya. UkuranSISWA panjang dan lebar kain songket cukup bervariasi. Ukuran panjang dan lebar kain songket cukup bervariasi. Sekarang mari kita perhatikan salah satu jenis kain songket yaitu kain sonket motif Kaluak Paku, dalam hal ini kita jadikan bahan inspirasi mengangkat masalah matematika terkait fungsi kuadrat.

Masalah-7.6
Sebuah kain songket dengan ukuran panjang 9 m dan lebar 3 m. Di bagian 4 4 tengah terdapat 5 bagian daerah yang 451 m m. Tentukan ukuran luas seluruhnya 400 bagian kain songket yang berwarna merah dan daerah berambu benang.
Gambar 7.8 Kain Songket

♦ Pahamilah masalah di atas, artinya kamu tuliskan hal apa yang diketahui, apa yang ditanyakan, dan interpretasikan dalam gambar. Gunakan variabel untuk menyatakan masalah dalam matematika. Ingat konsep dan aturan-aturan apa saja yang terkait dengan masalah yang dihadapi sehingga dapat terpecahkan.

Matematika

247

Cermatilah beberapa pertanyaan yang mengarahkan kamu bekerja lebih efektif. 1) Berbentuk apakah daerah bagian dalam kain songket. Bagaimana kamu menentukan luas daerah tersebut? 2) Apakah ada keterkaitan konsep dan prinsip persamaan kuadrat untuk menentukan ukuran daerah bagian dalam kain songket? Alternatif Penyelesaian Misalkan:

9 3 27 451 1 7 m 4 4 16 400 10 5 9 3 27 451 1 7 Lebar kain songket adalah = m. 4 4 16 400 10 5 Lebar daerah berwarna merah dan berambu benang adalah x m. Akibatnya panjang dan lebar daerah bagian dalam masing-masing (p – 2x) m dan (l – 2x) m Panjang kain songket adalah p = Secara keseluruhan, bagian-bagian kain songket dapat digambarkan sebagai berikut.

Karena daerah bagian dalam kain songket berbentuk persegi panjang, maka luas bagian dalam kain songket adalah L1 = ( p − 2 x)(1 − 2 x) Menanyakan pada siswa, jika
harga x berubah bagaimana   3 9 L1 ( x) =  − 2 x   − 2 x  nilai L1 apakah ikut berubah?   4 4 27  18 6  −  +  x + 4 x2 L1 ( x) = 16  4 4  27 ∴ L1 ( x) = 4 x 2 − 6 x + , x ∈ R, x ≥ 0 .............. ........................... (Pers. 1) 16 9 3 27 451 1 7 Pada soal diketahui luas daerah bagian dalam kain songket L1(x) = m2, sehingga 4 4 16 400 10 5 Persamaan-1 dapat dijadikan dalam bentuk persamaan kuadrat

248

Buku Guru Kelas X

451 27 ⇒ L1 ( x) = 4 x 2 − 6 x + 400 16 27 451 ⇒ = 4 x2 − 6 x + 16 400 675 451 ⇒ 4 x2 − 6 x + − =0 400 400 14 ⇒ 4 x2 − 6 x + =0 25 14   1  ⇒  2x −   2x −  = 0 5  5  7 1 ⇒ x = atau x = 5 10 Ukuran panjang dan lebar daerah kain songket yang berwarna merah ditentukan sebagai berikut L1 ( x) = 1 9 1 41 ⇒ p1 = p − 2 x = − = m 10 4 5 20 3 1 11 1 x = ⇒ l1 = l − 2 x = − = m 10 4 5 20 x= 9 3 9 27 3 451 27 1 4517 1 7 Ukuran panjang dan lebar daerah berambu benang adalah m × m. 4 4 16 4 4 400 16 10 4005 10 5 9 3 27 451 1 7 Untuk harga x = tidak berlaku sebab menghasilkan panjang p1dan lebar l1 bernilai 4 negatif. 4 16 400 10 5 Kenyataan hidup terkadang berbeda dengan apa yang kita harapkan. Seperti Pak Ketut yang memiliki ijazah Sarjana Pertanian, telah lama dan berulangkali melamar pekerjaan di kota Jakarta. Ternyata, ia belum beruntung memanfaatkan ijazahnya sampai saat ini. Akhirnya, ia kembali ke Pulau Dewata dan berencana membuat keramba ikan Gurami dan Udang. Tetapi, ia mendapat masalah sebagai berikut.

Matematika

249

Masalah-7.7
Pak Ketut memiliki jaring jala sepanjang 60 m. Ia ingin membuat keramba ikan gurami dan udang. Kedua keramba ikan dibuat berdampingan, seperti tampak pada gambar berikut.
Gambar 7.9 Keramba Ikan Gurami dan Udang

♦ Arahkan siswa memahami masalah dan menginterpretasikan masalah dalam gambar dan memperhatikan Gambar-7.9 di buku siswa.

Misalkan panjang keramba y m dan lebarnya x m, serta kelilingnya keramba k m. Tentukanlah ukuran keramba agar luasnya maksimum! Alternatif Penyelesaian Penampang permukaan keramba dapat digambarkan sebagai berikut.

Gambar 7.10 Posisi Tambak

Karena panjang jaring jala yang tersedia adalah 60 m maka keliling keseluruhan permukaan keramba ikan adalah 1 1 1 1 1 2 3 3 4 K = 2y + 3x = 60 ⇒ 2y = 60 – 3x ⇒ y = 30 – x 5 6 2 3 4 3 4 2 3 Luas keseluruhan permukaan keramba ikan adalah L = panjang × lebar L=y×x 250

Buku Guru Kelas X

1 1 1 1 1 2 3 3 4 1 1 1 1 1 2 3 3 4 y = 30 – x ⇒ L = y × x ⇒ L = (30 – x)x 5 6 2 3 4 3 4 2 3 5 6 2 3 4 3 4 2 3 ⇒ L = 30x – x2 Karena luas permukaan keramba tergantung nilai x maka persamaan fungsi luas dapat dinyatakan sebagai berikut. 1 1 1 1 1 2 3 3 4 ∴ L(x) = 30x – x2, x ∈ R, x ≥ 0 5 6 2 3 4 3 4 2 3 Dengan mengambil beberapa harga x, diperoleh beberapa harga L dan disajikan pada

Dengan mengambil beberapa harga x, diperoleh beberapa harga L dan disajikan pada tabel berikut.tabel berikut Nilai x Nilai L
7.1 Nilai L dengan x merupakan bilangan bulat genap positif Tabel Tabel 7.1: Nilai L dengan x merupakan bilangan bulat genap positif

0 0

2 54

4 96

6

8

10

12

14 126

16 96

18 54

20 0

126 144 150 144

Sekarang mari kita gambarkan grafik fungsi L(x) = 30x – x2 3 pada bidang koordinat Sekarang maribantuan kita gambarkan fungsi (x) tabel = 30di x atas. – x2 pada bidang koordinat dengan nilai-nilai x grafik dan L yang ada L pada

dengan bantuan nilai-nilai x dan L yang ada pada tabel di atas. 200
175

L

2

L
200 175 150 125 100 75

150 125 100 75 50 25 0 2

P (10, 150)

P (10,150)
x

4 6 8 10 12 14 16 18 20 Gambar 7.11 Grafik Fungsi Kuadrat

Coba cermati harga-harga x dan l di dalam Tabel 7.1 dan grafik fungsi 50 l(x) =25 30x – 3 x2, x ≥ 0 memiliki ciri-ciri sebagai berikut. 2

x a) Kurva 0 terbuka 2 ke 4 bawah6 10 12 16 18 20 b) Grafik memotong sumbu-x pada dua titik yang berbeda yaitu titik (0, 0) dan titik (20, Gambar 0). 7.11: Grafik Fungsi Kuadrat Coba cermati harga-harga x dan L di dalam tabel 7.1 dan grafik fungsi L(x) = 30x –
Matematika

3 2 x, x 251 2

 0 memiliki ciri-ciri sebagai berikut. a) Kurva terbuka ke bawah b) Grafik memotong sumbu-x pada dua titik yang berbeda yaitu titik (0, 0) dan

150). 4 4 16 400 10 5 (x) = 30x – 3 x . yaitu x = 10 m dan y = 15 m 3 x = 10 m dan y = 30 – x ⇒ y = 15 m 2 Luas maksimum permukaan keramba ikan adalah L= 150 m2 ♦ Menyuruh siswa menemukan fungsi kuadrat pada langkah Pemecahan Masalah-8. Ciri-ciri fungsi kuadrat. luas maksimum diperoleh saat lebar dan panjang permukaan keramba ikan. Diharapkan siswa menemukan beberapa fungsi kuadrat berikut. x ∈ R. x ∈ R. suruh siswa menuliskan pengertian fungsi kuadrat dengan kata-katanya sendiri dan hasilnya diskusikan secara klasikal. x ≥ 0. • Koefisien variabel berpangkat 1 dan 0 dapat bernilai 0. d) Garis x = 10 membagi dua luas (sama besar) daerah di bawah kurva. • • •  20  2 q(d) =   3 π  d . sehingga garis x = 10 dapat dikatakan sebagai sumbu simetri grafik fungsi 3 L(x) = 30x – x2. d ∈ R. dan 10. ♦ Berdasarkan ciri-ciri fungsi kuadrat di atas. • Sebuah fungsi • Memuat sebuah variabel bebas atau peubah bebas • Pangkat tertinggi variabel bebasnya adalah 2 dan pangkat terendahnya adalah 0 • Koefisien variabel bebas adalah bilangan real • Koefisien variabel berpangkat 2 tidak sama dengan nol. d ≥ 0. 2 2 ♦ Menyuruh siswa untuk meuliskan ciri-ciri dari fungsi kuadrat secara individual dan hasilnya didiskusikan secara klasikal. 2 Berdasarkan grafik fungsi di atas.c) Grafik fungsi mencapai puncak pada titik (10. berdasarkan pengetahuan yang telah dimiliki sebelumnya di SMP.   9 3 27 451 1 7 l1(x) = 4x2 – 6x + . Diharapkan siswa menuliskan ciri-ciri fungsi kuadrat sebagai berikut. 252 Buku Guru Kelas X . 9. x ≥ 0. Dari hasil diskusi siswa secara klasikal ditetapkan.

c ∈ R dan a ≠ 0. dengan g(x) = c. B ⊂ R. b. b. dengan f(x) = ax2 + bx + c. Contoh 7. Cermati pemahaman siswa dari alasan-alasan yang diberikan. dan c adalah bilangan real dan a ≠ 0. Fungsi g bukan merupakan fungsi kuadrat sebab nilai fungsi g adalah konstanta c untuk setiap x anggota domain A.Definisi 7. g(x) = c ⇒ g(x) = 0x2 + 0x + c. c ∈ B.2 Fungsi kuadrat dalam x adalah suatu fungsi yang berbentuk f(x) = ax2 + bx + c. h merupakan fungsi kuadrat sebab 1) h merupakan suatu fungsi. didefinisikan fungsi g : A → B. Misalkan A. Apakah fungsi g merupakan fungsi kuadrat? • Diharapkan siswa memberikan jawaban sebagai berikut. didefinisikan fungsi f : A → B.4 Misalkan A.5 Didefinisikan h(t) = (t – 2)2. B ⊂ R. Contoh 7. t ∈ R. a. Berarti koefisien x2 adalah 0.2 di atas. ♦ Untuk lebih memahami konsep fungsi kuadrat di atas. ∀ x ∈ A. ajukan beberapa contoh dan bukan contoh fungsi kuadrat yang ada pada buku siswa dan meminta siswa memberikan alasan mengapa fungsi yang diberikan merupakan fungsi kuadrat atau bukan fungsi kuadrat. Fungsi g ini disebut juga fungsi konstan. 253 Matematika . Apakah fungsi h merupakan fungsi kuadrat? • Diharapkan siswa memberikan jawaban sebagai berikut. bahwa a ≠ 0. Hal ini tidak memenuhi syarat Definisi-7. dengan a. Dengan : x adalah variabel bebas atau peubah bebas a adalah koefisien dari x2 b adalah koefisien dari x c adalah konstanta persamaan f(x) adalah nilai fungsi yang tergantung pada nilai variabel x. Fungsi g dapat dinyatakan.

Contoh 7. f merupakan fungsi kuadrat sebab a) f merupakan fungsi dengan daerah asal (domain) f adalah Df = A. Didefinisikan f : A → B.2) h(t) = (t – 2)2 = t2 – 4t + 2. ∀ x ∈ A Apakah fungsi f merupakan fungsi kuadrat? • Diharapkan siswa memberikan jawaban sebagai berikut. t ∈ R. x ∈ R} B = {y | -8 ≤ y < 20. ∀ x ∈ A. Fungsi f(x) = x3. b = 3.6 Misalkan himpunan A = {x | -2 ≤ x < 3. x ∈ R} dan B = {y | 8 ≤ y ≤ 26. b) Pangkat tertinggi variabel x adalah 2. dengan f (x) = x2 + 3x + 8. dan daerah hasil (range) f adalah Rf = B. 254 Buku Guru Kelas X . dan c = 8. Pangkat tertinggi variabel t adalah 2.7 Misalkan himpunan A = {x | 0 ≤ x ≤ 3. c) Koefisien x2. Contoh 7. ∀ x ∈ A. bukan merupakan fungsi kuadrat sebab pangkat tertinggi dari variabel x adalah 3. dan konstantanya adalah a = 1. x. y ∀ R} . 3) Koefisien t2 adalah a = 1 ≠ 0. y ∈ R} Didefinisikan f : A → B f : x → x3. Apakah fungsi f merupakan fungsi kuadrat? • Diharapkan siswa memberikan jawaban sebagai berikut.

x  A Pak Suradi adalah pembuat Talang Air. Ia mendapat dengan persamaan 2 x + y = 10. Perhatikan Gambar berikut.3 x Bantulah menentukan x 30 . Titik A(x. x  R dan B = y  8  y  26. A (x. nyatakan kan konsep dan aturan fungsi kuadrat. b) Apakah L sebagai fungsi merupakan fungsi kuadrat x dalam x ? 0 Matematika 255 BUKU PEGANGAN SISWA 253 . pesanan membu pesanan membuat sebuah Talang Air titik A dibuat garis-garis tegak lurus 30 . y) lah L sebagai fungsi x. Dari x x 1. atas tiga bagian seperti terlihat pada Gambar. Ia mendapat sebuah Talang Air dari lembaran seng yang lebarnya 30 cm denga atas tiga bagian seperti terlihat pada Gambar. Ia mendapat maksimal. y) terletak pada garis g dengan persamaan 2 x + y = 10. y) yang terbentuk. SumbuPerhatikan garis-garis tegak lurus terhadap x dan Sumbu-y sehingga gambar berikut! panjang dengan diagonal OA. garis-garis tegak lurus terhadap x PEGANGAN dan panjang Sumbuy sehingga terbentuk perse BUKU SISWA Projek a) Jika L menyatakan luas daerah persegi panjang Rancanglah permasalahan terkait gerakan peluru dan ekonomi yang menerapyang masalah terbentuk. Dari titik A dibu Bantulah Pak Suradi menentukan a) Jika L menyatakan luas daerah panjang dengan diagonal OA.2x dari lembaran seng yang lebarnya 30 seng terhadap Sumbux cm dan Sumbuy sebuah Talang Air dari lembaran yang lebarnya 30 dengan melipat lebarn cm dengan melipat lebarnya atas tiga sehingga terbentuk persegi panjang 2. x  A Didefinisikan f : A  B. Titik A(x. y) terletak pada garis g air yang terta volume pembuat Talang Air. Misalkan himpunan A = x  0  x  3. Pekerjaan Pak Suradi adalah pembuat Talang Air. dengan f (x) = x2 + 3x + 8.3 1. nyatakan lah L sebagai fungsi x. Pekerjaan Pak Suradi adalah 2. dengan diagonal OA. Bantulah menentukan Pak ukuran Uji Kompetensi 7. dengan f (x) = x2 + 3x + 8. ukuran x agar volume air yang Sumbupersegi yang terbentuk.2x y Pak ukuran x Suradi a) Jika L menyatak daerah agar persegi volume air yang tertampung x maksimal. x  A UJI KOMPETENSI-7. y) terletak pada garis g dengan persamaan 2 x + y = 10.3 4. Perhatikan Gambar berikut.Didefinisikan f : A  B f : x  x3. b) Apakah L sebagai fungsi merupakan y fungsi kuadrat dalam x? tertampung maksimal. Buatlah pemecahan tersebut dalam sebuah laporan serta sajikan di depan kelas. n lah L sebagai fung b) Apakah L sebaga x dalam x ? merupakan fungsi 2. bagian seperti terlihat pada Gambar. y Pekerjaan  R Didefinisikan f : A  B.1. UJI KOMPETENSI-7. 0 A (x. Titik A(x.

maka debit air adalah 255 y = f(x) = f(0) = sebagai berikut. Jika = 0. x  R  besarnya ukuran (x)grafik pipa. 0yang 3. bagaimana menggambarkan grafik persamaan fungsi kuadrat d x 0memanfaatkan 1 2 sifat 3 pencerminan 4 untuk memperoleh grafik persamaan fungsi kuad baru. x  0 dan ingat kembali bagaimana menggambar grafik fungsi f(x) = ( kuadrat  ) xdan fungsi kuadrat yang baru. d  0. x R. x R. x R. d ∈ R.04 31. Berarti y dapat dinyatakan dalam x. bagaimana menggambarkan grafik persamaan fungsi kuadrat dan 2 memanfaatkan sifat pencerminan untuk memperoleh grafik persamaan memanfaatkan sifat pencerminan untuk memperoleh grafik persamaan fun . x . x  R.x x ∈R R. x R. Besarnya debit air yang mengalir dari pipa tergantu 4 sebagai berikut. x  0. 4 20 2 Masalah 7. (. Misalkan ukuran grafikfungsi pipa adalah x dan fungsi besar debit y = f(x) = ( ) xd . x 4 4 yang menyatakan besar debit air yang mengalir dari sebuah pipa adalah q(d) = Beberapa pertanyaan arahan yang perlu kamu cermati untuk 20 2 x2 . Berarti y dapat dinyatakan dalam x. bagaimana menggambarkan grafik persamaan fungsi k Untuk beberapa nilai x diberikan. x∈ R dari grafik fungsi Ingat kembali. x  0.6 30 40 20 30 .51 14. x R dari grafik fungsi kuadrat f(x) = ( 4 Beberapa pertanyaan arahan yang perlu kamu cermati untuk 2 Temukan grafik fungsi kuadrat y = f(x) = ( 20 ) x . 2 = (x )= p grafik fungsi kuadrat f(x) = ( x2 . diperoleh nilai y = f(x) disajikan dalam tabel berikut. x R. x R dari grafik fungsi kuadrat  ) xperoleh 4 2.debit maka adalah y = f(x) 20 pencerminan pipa tergantung besarnya ukuran diameter (x) pipa.. x  0.kuadrat x  R fy  x2 x R. 20 Perhatikan fungsi kuadrat y = f(x) = (  ) x2. x  0 x 0 1 2 3 4 4 50 60 40 56. baru. x maka air adalah 2 y = f(x) = () x . x . Jika x = 0. dengan fungsi kuadrat 2) Apa fungsi (x ) f= ( = (  ) 4 4 4 debit air yang mengalir dari pipa.R x 0 0. fx  R (dari ) x .6 56. 2 Grafik persamaan fungsi kuadrat y = f(x) = (  ) x ..6 56.kuadrat  )y  4 4 4 20 f(x) = (  ) x2. x  0.kita telah .diingatkan 20 Ingat kembali. y Untuk beberapa nilai x diberikan.diameter Untuk beberapa nilai x diberikan. Temukan kuadrat y = f(x) = (R dari grafik kuadrat  ) x2. d  0. y = f(x) = (. 4 20 adalah y. x yang besarnya Perhatikan fungsi kuadrat y = f(perbedaan x) = () x2.04 31. Besarnya debit air yang mengalir dari pipa 1) Pikirkan 20 apa saja yang kamu menggambar grafik fungsi 20 20 ) x 2. x R. Grafik Fungsi Kuadrat 20 20 diameter 2 2. x R. x  0 dapat digambarkan debit air yang mengalir dari pipa. Berarti y dapat dinyatakan dalam x.51 14. 20 y 70 y = f(x) = (  ) x2. x  0 dengan fungsi kuadrat 4 kuadrat diyang SMP. p 4 butuhkan untuk air yang mengalir adalah y.17 y = f(x) 50 0 3. BUKU PEGANGAN SISWA besarnya ukuran diameter (x) pipa. tabel b y = f(x )4 =f (0) = 0. x R. dapat f(x) = ( menyatakan besarn Perhatikan fungsipersamaan kuadrat y =  Grafik persamaan fungsi kuadrat di255 BUKU PEGANGAN SISWA ) yang x2. x R. x R.d R. yang menyataka 20 20 20 4 2 Perhatikan fungsi kuadrat yang menyatakan menyatakan = (x) ). y = f(x) = ( )x 420 y = f(x) = ( ) x2. Besarnya debit air yang mengalir dari Ingat kembali. x x≥ .17 5) Dapatkah kamu memberikan kedua grafik fungsi kuadrat tersebut? debit konsep air yang mengalir dari pipa. yaitu y = f(x) = (  ) x2. x  0 dapat d Grafik fungsi kuadrat y) =xf(. Misalkan ukuran diameter pipa adalah x dan besar debit air yang20 mengalir menyatakan besar debit air yang mengalir dari sebuah pipa adalah q(d) = (  ) d2. diperoleh y= (xf) disajikan Untuk beberapa nilai xx diberikan. Besarnya debit air yang mengalir daridebit pipaair tergantung 3) Apa kaitan dengan masalah ini? besarnya ukuran diameter (x) pipa.51 14.8. x  0. 2) Apa perbedaan fungsi kuadrat f(x )=(  ) x2. Misalkan ukuran diameter pipa adalah x dan besar 4 debit air yang mengalir 20 Masalah 7. x  4 4 20 gambarkan sebagai berikut.11 grafik Dari hasil pemecahan persamaan fungsi kuadrat Temukan fungsi kuadrat y Masalah = f(x) =7. Jika x = 0. x ∈ R. bagaimana menggambarkan grafik persamaan fungsi kuadrat♦ di SMP. x  256 Buku Guru Kelas X 4 20 60 70 y = f(x) = (  ) x2. 4 memanfaatkan sifat pencerminan untuk memperoleh grafik persamaan fungsi kuadrat 20 yang baru. yaitu y = f(x) = memperoleh grafik fungsi 20  ) x2. memberikan 5) kamu perbedaan kedua grafik kuadrat tersebut? 3) Dapatkah Apa kaitan konsep pencerminan dengan masalah ini? = f(x) disajikan x 0 dan1 2setelah 3 dicerminkan? 4 6) Bagaimana Bilamana grafik memotong sumbu x memotong sumbu y ? 4) komponen-komponen grafik fungsi y = perbedaan f(x) 0 3. maka debit nilai air adalah y = f(x) = f(0) = 0. 4 memperoleh grafik fungsi Siswa kembali. 0. x ≥ 0. x  0. x R.11 adalah y. x R.xx ) =R (.  0. diperoleh nilai yfungsi dalam tabel berikut.04 31. . yaitu y = f(x) = (  ) x2. dalam tabel berikut.17 20 6) Bilamana grafik memotong sumbu x dan memotong sumbu y? y = f(x) 2 20 0. diperoleh nilai yf = (x ) disajikan dalam 4) Bagaimana komponen-komponen fungsi setelah dicerminkan? besarnya debit air yang mengalir dari pipa. Jika = 0. d R. x  0 dan ingat kembali bagaimana menggambar grafik fungsi 4 apa saja yang kamu butuhkan untuk menggambar grafik fungsi 1) Pikirkan . d ≥ 0.

x  0 4 . 0) Kurva terbuka ke terbuka atas 20 Memiliki Memiliki titik puncak (titik balik minimum) di titik (0.04 31.0. 0) dan nilai minimum y = f(0) • Kurva menyinggung pada dan nilai minimum y sumbu == f(0) == 0 20 2 Gambar 7. y 70 60 50 40 30 20 10 )x )2x . Jika x = 0. x R. 0) Memiliki titik puncak (titik balik minimum) di titik O titik (0. x  0. yaitu garisxx==00  Memiliki sumbu simetri yang dua daerah kurva sama besar. 2 Gambar 7. x  R nilai y = f(x) disajikan 70 60 Untuk diberikan. x R. ya y 0 y 20 2 60 20 Ciri-ciri fungsi kuadrat y () x ) x . yaitubesar.2. ) xR. menyelidiki sifat-sifat grafik grafik fungsi fungsi kuadrat yang ditemukan. yaitu garis Memiliki simetri yang membagi dua daerah kurva sama  • Memiliki titik sumbu puncak (titik balik minimum) di O (0. maka debit air a DD D 20 50 2 20 70 50 beberapa = ( ) x2. x  0.51 14. 0) Kurva menyinggung sumbu pada titik O(0.  ) xR . x R. x R. Nilai diskriminan. 0) 10 = 0 dan nilai minimum y yang =0 f(0) =0 x Memiliki sumbu simetri membagi dua daerah kurva sama besar. x  RR 20 2 4 20 sebagai berikut.6 56. x R. Ingat kembali.6 56. D b – 4 ac = 0 4  Nilai diskriminan. 20 50 2 adalah a = 20 >> Koefisien Koefisien 20 2 x2xadalah a = 00  • 20 30 2 adalah a = > 0  Koefisien x 4 0 Koefisien x adalah a =  > 4 40 4 • Kurva terbuka 4 ke atas 20  Kurva terbuka ke atas 30  Kurva ke atas (titik10  • Kurva terbuka ke atas Memiliki titik puncak balik minimum) di titik O (0. maka diperoleh parabola berikut.R x . x R.13: Grafik fungsi fungsi (x) = ( (x) =  x 4 4 x sifat pencerminan untuk memperoleh grafik p 1 1 22 3 3 4 4 5 5 6memanfaatkan 6 20 Gambar 7. D = b – 4ac = 0= 2  Nilai diskriminan. bagaimana menggambarkan grafik persam xx R. x  R Gambar 7.  70 debit air yang sebuah mengalir dari pipa. x  x 0. 20 yang 2 .x Sumbuxxdan ) )x2 4 menyelidiki sifat-sifat kuadrat yang ditemukan.X 0 1 2 3 4 y = f(x) 0 Rx . 2D = b – 4ac = 20  Nilai diskriminan. x dan parabola di atas adalah Ciri-ciri fungsi kuadrat dan parabola di atas adalah )) x2 .x  00 dapat dapat digambarkan digambarkan 3.x Sumbux dan x dan 2 20 0 terhadap Sumbu. Cerminkan grafik fungsi kuadrat y = f ( x ) = ( x xRRterhadap terhadap Sumbudan Cerminkan grafik fungsi kuadrat 4 y = f(x) = ( y4 . Besarnya air f ( = ( xdebit xx  RRyang meng ) ) 44 4 y y 4 y 60 ’ 60 ’ besarnya ukuran diameter 70 D (x) pipa.13: Grafik ( ) x . 20 x Dengan grafik persamaan fungsi Perhatikan fungsi kuadrat y 4 = f(x) = ( 4  ) x . fx () x) = ( x. x R.x RR dan parabola di atas adalah Ciri-ciri fungsi kuadrat y20 == f(f x == ( ( 2 4  20 20 70 2  )x Ciri-ciri fungsi kuadrat y = f ( x ) = ( . terhadap x  R terhadap Sumbu20 Cerminkan grafik grafik fungsi fungsi kuadrat y = f(xy )= =f ((x) =  )4 x2. D = b – 4ac = 0  Kurva menyinggung pada titik O(0. 0) 40 4 4 60 4 menyelidiki sifat-sifat grafik fungsi kuadrat yang ditemukan. x  x  2 0 terhadap Sumbu-y. 1 4 2 5 3 6 4 5 6 -6 -3 -5 -4 -3 -2 0-1 1 0 2Grafik 20 3 -6 -6 -5 -4 -2 -1 2 -5 -4 -3 -2 -1 1 2 3 4 5 6 20 4 2 Gambar 7.2 x . . == ( ( 20 20 2 2 0 terhadap Sumbu-y. menyelidiki sifat-sifat grafik fungsi kuadrat ditemukan.x . x  R dan parabola di atas adalah 50 y = f(x) = ( ) 4 sebagai berikut. 20 20 70 )x )x . 4 20 2 Dengan mencerminkan mencerminkan grafik persamaan fungsi kuadrat y = kuadrat f( x) = ( y  ) x2. maka diperoleh sebuah parabola berikut.17 10 255 BUKU PEGANGAN SISWA 10 20 ’ ’ A A 20 20 ’ A A ’ B xx 0 B B' B B 10 0B 10 256 256 1 2 3 4 5 6 10 -6 -5 -4 -3 -2 -1 ’ 1 2 3 4 5 6 ’ -3 -6 -5A -4 A -2 A -1 A x 20 0 A' persamaan fungsi kuadrat A' xx y = f(x) = (  ) x2. diperoleh f(x)→ =nilai (f(x) x x 4 40 4 60 D' D ’ 40 60 50 D D ’ D’ ’ 50 30 D 50 CC 30 CC 40 x 0 1 2 3 4 40 20 40 ’ ’ 20 30 B ’ C' C’ B C 30 C B y= C 30 C f(x) 0 B 3.12: Grafik fungsi = f(x) = (  ) x2.12: Grafik fungsi = f(x)yang = ( baru. x R dan parabola di atas adalah 2       2 20 ( 20 Cerminkan kuadrat ) xR .17 20  ) x2. Memiliki sumbu simetri yang membagi daerah sama yaitusama garis xgaris = 0 xyaitu membagi dua • Memiliki Nilai diskriminan. x R. D = b2yang – dua 4ac = 0 kurva 0 1 2 3 4 5 6 dan nilai minimum y= =0 f(0)y = 0 f(0)x dan nilai minimum 0 titik O(0. 0)  titik puncak (titik balik minimum) di titik OO (0. 0) Dengan mencerminkan grafikMatematika persamaan fungsi kuadrat y = f(x) = Kurva menyinggung sumbu xx pada titik O(0.R. Ciri-ciri fungsi kuadrat y = f(x) = (  ) x .  ) x2. maka diperoleh sebuah parabola berikut. 0) 257 Kurva menyinggung sumbusumbu x padax titik O(0.13: Grafik fungsi == ( ( 4 ) ) x x.51 14.04 31. 0) besar.13: Grafik fungsi(x () x) . x  0 dapat digambarkan 4 Grafik persamaan fungsi kuadrat y = f(x) = ( sebagai berikut. x 00  y = f(x) = ( 20  ) x2. x R. = 0 garis 6 kurva -6 sumbu -5 -4 simetri -3 -2 membagi -1 1 2 3 4 daerah 5 besar.x  Gambar 7.

dan di atas adalah  10 parabola y= f(x )x= (– Secara lengkap bayangan grafik persamaan fungsi 20 2 4 dan nilai minimum y fungsi = =a 0 = y = f( 200 x > 0 20  Koefisien yf(0)kuadrat 2adalah R . garis y yaitu = 0 garis y = 0  Memiliki yang membagi dua daerah kurva 60 Memiliki ’ 20 258 2 daerah D f Buku Guru Kelas X ( x ) = ( ) x . x R dan parabola grafik persamaan fungsi kuadrat y = f(x) setelah dicerminkan 6 6 5 5 4 3 2 1 1234564 3 2 1 0 0 01 02 03 04 05 06 01 02 03 04 05 06 07  Memiliki titik puncak (titik balik maksimum) di 0) titik O (0. x sama besar. Secara bayangan grafik persamaan fungsi kuadrat y = f ( x ) setelah dicerminkan 2  x . x 0 )1 x . Sehingga fungsi kuadrat y = f( 2 4 Sumbu-xnilai minkan grafik fungsi kuadrat y = f(x) = (20  )2 xsifat-sifat .14: Grafik fungsi f(x) dan grafik pencerminan f(x) 20 fungsi 2 20kuadrat 2 nya selalu berlawanan arah. 4 a = lengkap 0 fisien x adalah  >  Kurva terbuka ke atas R. Diharapkan siswa 10 1 2 3 4 5 6 -6 -5 -4 -3 -2 -1 2 ’ 20  Koefisien x adalah a =A  > 20 A0 20 2 40 B’ Ciri-ciri B kuadrat y = f ( x ) = ( ) x . Perubahan tersebut diikuti 20 20 20 a = > 0 ien x adalahperubahan  2 2  fungsinya dari y = f(x) = ( 20  ) x .13: Grafik (x) = (  Kurva . x RPerubahan menjadi ytersebut = f0 (x) = (fungsinya dari y = f(xpositif ) =4 ( menjadi  ) minimum  ) x2. . yaitugaris Afungsi 20 A’ grafik 50 menyelidiki sifat-sifat kuadrat yang ditemukan.sama yaitu besar.13: Grafik fungsi (xdan ) = 50 (parabola ) bernilai x2. Ciri-ciri fungsi kuadrat y = fminimum) (x) = ) x2= . x x = R 0 miliki sumbu simetri yang membagi daerah besar. x R . 4 Cerminkan 4 2 grafik fungsi kuadrat y = f(x) = (  ) x2.xR 20 berlawanan bayangannya selalu arah. 20 4 menyinggung sumbu x pada titik O(0. x 50 R ’ 1 2 3 4 5 6 -6 -5 -4 -3 -2 -1 C 4 3060 C 40 D’ D 2050 ’ ’ 20 2 2 C fungsi B siswa mencerminkan B C Ciri-ciri y = f30 (x( )x= ( ( 20 )x . x R parabola di 10 40 4 ’ 4 terhadap 20fungsi kuadrat yang ASumbu-x A dan menyelidiki sifat-sifat grafik x’ C’ B B 30 C melakukan hal berikut. 257 PEGANGAN • SISWA Memiliki titik a puncak (titik 0) 4 hasil pencerminan 123456- . Perubahan tersebut diikuti 20 yelidiki sifat-sifat grafik fungsi kuadrat ditemukan. 0) va terbuka ke atas 60 50 y 20 lai minimum y = f(0) = 0 20 D’ C’50 D f(x)C 30 kuadrat =( )x2( .x ) x2.x R = 20  Memiliki sumbu simetri yang membagi dua sama besar. minan terhadap sumbux (Gambar-7. x R terhadap 0.14) sumbu-x (Gambar-7. xlengkap  4 R berubah dari bernilai positif menjadi negatif. xarah  R benda terhadap -6y-5 -3 -2 ditemukan. Sehingga nilai fungsi kuadrat 70 4 a= Koefisien x adalah  >0 70   4 4 60 60  Memiliki sumbu simetri yang membagi dua daerah kurva sama 20 20 2 Gambar 7.13: Grafik fungsi ( x ) = (  60 ’A A 20 4070 4 x D f(x) = ( D  0 ) x2. x Rx  ) xSumbu70 20 4 ’ 40 diskriminan. Denganterhadap mengingat kembali sifat-sifat pencerminan bahwa arah benda dengan 2adalah sebagai berikut.terbuka x -5  -4 R 4  ) x2 A’ fungsi A ke atas 4  = atau garis mengingat kembali sifat-sifatxpencerminan bahwa 20 arah 0 20 y 2 0. Dengan mengingat sifat-sifat 20 fungsi 20 20 2 2 kuadrat y 7. x(0. Secara lengkap bayangan grafik persamaan ) )setelah terbuka ke atas = fx (x = (. x  R   Memiliki titik puncak (titik balik maksimum) di titik O (0. 0) ’ 20garis y = 2 mengingat 0 0. f ( x ) = ( ) x . 0) titik puncak (titik balik maksimum) di titik O (0. x R terhadap Sumbu-x  )0) 1 4 5 6 y= 20 ’ 0 -6 -5 -3 nkan grafik fungsi kuadrat y0 = x)-4 = ( ) xfungsi Sumbu -6 f( -5 -4 -3 -2 -2 -1 -1 1. 0) 50 dan nilai f(0) = 0 f(0) =4 danminimum nilai minimum 0 257 U PEGANGAN SISWA  Memiliki sumbu simetri2 yang membagi dua daerah kurva sama besar. 0) Kita cerminkan grafik fungsi kuadrat = =R( terhadap . D = b C 30 dan nilai minimum C f(0) = 0  Kurva menyinggung Sumbu x pada titik O(0. D = b – 4ac = 0 B f(0) = 0 30 B 4 60 20 nilai minimum y= 10 sama C’ dan D’dua 3030 kurva C D f(x) = ( )x2. Dengan sifat-sifat pencerminan bah x 1 2 b3 5 = 6 0 kembali B -4 40  diskriminan.2 x 3R menjadi -6 -5 -4 dicerminkan -3 -2 ( -1 4 Sumbu5 6 y 20 kuadrat y = f(x) setelah terhadap -6 -5 -4 -3 -2 -1 1 2 3 4 5 6 4 x adalah sebagai berikut. x ’ Gambar 7.  0) R  benda bayangannya selalu berlawanan arah. 1 2 3 4 5 6 -6 -5 -4 -3 -2 -1 20 2  Memiliki titik puncak (titik balik minimum) titik O    dengan Gambar 7.14) adalah 20 y Ciri-ciri fungsi kuadrat y = f(x) = ( ) x . yaitu garis x )x 20 Memiliki sumbu simetri yang membagi dua daerah kurva   4 10 berikut Kurva menyinggung sumbu x pada titik O(0.dicerminkan perubahan fungsinya dari y= f(x )=  ) x2. xterbuka R di  20 20 berubah dari positif menjadi negatif. yaitu garis x fungsi =4 0 kuadrat yang ditemukan. 0) 204 fungsi kuadrat annya selalu • berlawanan arah. x R 70b – 4ac = 0 terhadap Sumbuadalah sebagai berikut 20 x  Nilai diskriminan.4 x  R dan parabola pencerminan  = f(x) = ( Ciri-ciri . 0 2 cerminkan grafik f(x) =titik (x dan x2 . D = b – 4 ac = ’ – 4 ac = 0  Nilai diskriminan.13: Grafik fungsi ( x ) = ( ) x2 . fungsi x R menjadi = =f((x4 )= () x . 0) Sumbux) adalah sebagai 4 4 fungsi kuadrat y terhadap = f ( )= ( x2. x 2  3 R 4terhadap i diskriminan.O x  R 0) dan parabola di atas adala 2 di 4titik tersebut perubahan fungsinya dari menjadi 30  2 diikuti  20 20  Nilai diskriminan. x  R 4 4 dari bernilai positif menjadi negatif. x  R dan  Kita cerminkan grafik fungsi kuadrat terhadap x adalah 20 10 1 parabola 2 3 Sumbu4 di 5 atas 6 -6 -3 -2 -1 Gambar 7. 0 ditemukan. Dengan kembali sifat-sifat pencerminan de Cerminkan fungsi y(= f4 (x)= (. x Rkembali dan parabola hasil pencerminan pencerminan bahwa arah  garis 0. D= –44ac 10 -2 -1B -6 ’ Nilai -5 -3 10 10 nilai minimum y = f(0) = 0 ’ C C A A30 20 bayangannya selalu berlawanan arah. menyelidiki grafik fungsi kuadrat inkan grafik fungsi kuadrat y = f(x) = ( ) x . x R terhadap Sumbu-x atau Ciri-ciri fungsi y (y == f(x ) = ) x . Secara bayangan grafik persamaan fungsi kuadrat y = f(x) setelah dicerminkan 60 20 2 D’ y 4 D O(0.x R dan  • Meminta grafik fungsi Gambar 7. 0) 20  Nilai ’ diskriminan. x R terhadap danyang ditemukan. x  R terhadap Sumbu-x atau  4 20 f(x) = ( ) x2. x   ) x2fungsi  Ciri-ciri kuadrat R dan hasil pencerGambar Grafik fungsi f(x dan grafik pencerminan f(xhasil ) parabola 4 4 4 berlawanan arah.atas x2 adalah R  ungsi kuadraty = f(x = (  )x . xkurva y 50 2 40 4 40 miliki titik puncak 2 (titik balik minimum) di grafik titik O (0. Sehingga nilai y = f(x) = 2 2 20 adalah a =  Koefisien x  <0 Ko efisien x adalah a = – 2 adalah a = < 0  Koefisien x  terhadap sumbux (Gambar-7. yaitu garis y = 0 40 20 Nilai diskriminan. Sehingga nilai fungsi ku 20 0 2 2 3 kuadrat x  Kurva menyinggung sumbu x pada O(0. x R menjadi y = f(x) = ( 4 . yai Cerminkan fungsi y = f ( x ) )daerah x2f(x) .14: Grafik fungsi f(xfungsi ) dan grafik pencerminan f(x) Kitayang cerminkan grafik kuadrat y = f(x) =(  ) x2. D(= b – ac 0 R . 0) x f(x) = )x Rbahwa 1 grafik 2 3 4 5 6 kuadrat garis =-4 0. Sehingga nilai y = f ( x ) = minkan grafik kuadrat y kuadrat = f(x) = ) (x. Dengan mengingat kembali sifat-sifat pencerminan bahwa arah benda dengan 4 Gambar 7. x  R   Kurva menyinggung sumbu x pada titik 0) 50 iki sumbu simetri yang membagi dua daerah kurva sama besar. D = b2 – 4ac = 0 B B 10 ’  Kurva menyinggung Sumbu x pada titik O(0. x  Ry C 1 2 3 4 5 6 4 -6 -5 -4 -3 -2 -1 60 ’ 20 20 D D 70B B’ f(x) =20 ( )x 50 y 10 4 ) x2. Sehingga nilai fungsi kuadrat 2 bayangannya selalu BUKU PEGANGAN SISWA terhadap sumbux (Gambar-7.14: = fy (x ) )) x . D=b – 4acKita = -6 -5 -4 -3 B -2 -1 1 2 B 3 4 55 66 4 4 A10 ’ A 20 2 20 0 va menyinggung sumbu x pada titik O(0. -1 mengingat lidiki sifat-sifat grafik fungsi kuadrat yang 20 4 2 f(x) = ( )x . D0) = 2 puncak iki titik (titik balik minimum) di titik O (0. x   x 4 R berubah dari bernilai diikuti dan nilai y = f (0) = 40  4  x .50 B’ B 10 ’ 40 A A 70 C’( 20 30 0 f(x) = ) x2. 70 Memiliki  Kurva terbuka ke bawah BUKU PEGANGAN SISWA sumbu sumbu simetri simetri yang membagi dua kurva sama besar. Dengan   x  R berubah dari bernilai positif menjadi negatif.13:kuadrat Grafik )= )x . 0)  Kurva menyinggung Sumbu x pada titik O(0. 40 4 4   20 30  Memiliki titik puncak (titik balik (0.14) adalah 4 bagai berikut 4 •  Kurva t erbuka ke bawah Kurva terbuka ke bawah 20 y  Kurva terbuka ke bawah = Koefisien x2 adalah  < 0 balik maksimum) di titik O(0. Perubahan tersebut di diikuti  x .14) adalah = 0. Perubahan ) 2 20perubahan 50 Kurva ke atas xnegatif. BUKU PEGANGAN SISWA Gambar 7. menyelidiki sifat-sifat grafik terhadap Sumbux adalah sebagai berikut 60 70  Memiliki titik 60 40puncak (titik balik minimum) di titik O (0.

b. jika dicerminkan terhadap Sumbu-x maka diperoleh g*(x) = -ax2. c adalah bilangan real dan a ≠ 0 dari grafik fungsi kuadrat g(x) = ax2. d. Masalah-7. dengan a. Temukan sifat-sifat grafik fungsi kuadrat f(x) = ax2 + bx + c. b. ♦ Diharapkan siswa melakukan hal berikut. c. c adalah bilangan real dan a ≠ 0.2. Disimpulkan Misalkan g(x) = ax2. x ∈ R. x ∈ R dengan sumbu simetri adalah Sumbu-y dan memiliki titik puncak O (0.8 Diberikan fungsi kuadrat f(x) = ax2 + bx + c. ♦ Mengajak siswa menemukan persamaan garis simetri dan titik puncak grafik fungsi kuadrat dengan mengajukan Masalah-7. dengan a. dengan a. Temukan titik potong grafik dengan sumbu x dan sumbu y. D = b2 – 4ac = 0 Kurva menyinggung Sumbu x pada titik O(0. a ≠ 0 ⇒ f ( x) = a  x 2 + x +  . a.12 berikut. yaitu garis y = 0 dan nilai minimum f(0) = 0 Nilai diskriminan. bentuk umum fungsi kuadrat adalah f(x) = ax2 + bx + c. Temukan grafik fungsi kuadrat f(x) = ax2 + bx + c. Temukan persamaan garis simetri (sumbu simetri) dan titik puncak grafik fungsi kuadrat tersebut. dengan a. b. c adalah bilangan real dan a ≠ 0. a ≠ 0. c adalah bilangan real dan a ≠ 0 terkait nilai koefisien a dan titik puncak parabola. a ≠ 0 a a  Matematika 259 .• • • Memiliki sumbu simetri yang membagi dua daerah kurva sama besar. b. 0). b c  f ( x) = ax 2 + bx + c. Alternatif Penyelesaian Berdasar Definisi 7. b. 0) ♦ Meminta siswa menyimpulkan hasil pencerminan grafik fungsi kuadrat di atas. x ∈ R.

x ∈ R digeser dalam arah Sumbu-x negatif   −b    − D  untuk mendapatkan grafik persamaan fungsi f ( x) = g  x −    +   jika  2a    4a   dan hanya jika ab > 0 (a dan b bertanda sama). a ≠ 0 2    −b    − D  ≠ 0 f ( x) = a  x −    +  . x ∈ R. Sesuai dengan sifat transformasi geser diperoleh arah pergeseran sebagai berikut. x ∈ R    −b    − D  2 Grafik fungsi f ( x) = g  x −    +   adalah grafik fungsi kuadrat g(x) = ax . 2 2 2  2 b b2 + c  . a ≠ 0 ⇒ f ( x) = a  x 2 + x+ b 2 − 2  a 4a 2 4a 2 a   2 2 2 b  −  b 2 − 4ac  . a    −b    − D    ⇒ f ( x) = g  x −    +   2a    4a     2a    4a    2 dan g ( x) = ax . 260 Buku Guru Kelas X . x ∈ R. Grafik persamaan fungsi g(x) = ax2. Grafik persamaan fungsi g(x) = ax2. a ≠ 0 ⇒ f ( x) = a  x −     2a   4a   2 Misalkan g(x) = ax2. pergeseran grafik persamaan fungsi kuadrat g(x) = ax2. x ∈ R digeser dalam arah Sumbu-x positif   −b    − D  untuk mendapatkan grafik persamaan fungsi f ( x) = g  x −    +   jika  2a    4a   dan hanya jika ab < 0 (a dan b berlawanan tanda). b.  2a    4a   Diharapkan siswa menyimpulkan hal berikut. a.  2a    4a      −b    − D   −b    − D  +  kearah f ( x) =sejauh g  x −   satuan fx ( xdan )=g x ∈ R. yang digeser Sumbudigeser  x −  sejauh   +    2a    4a   2a    4a    satuan ke arah Sumbu-y. a ≠ 0 menjadi grafik persamaan   −b    − D  fungsi kuadrat f ( x) = g  x −    +   dan menyimpulkan arah pergeseran. • Meminta salah satu kelompok mendemonstrasikan di papan tulis. a ≠ 0 x ⇒ f ( x) = a  +    2  2a   4a 2   2 2 b  −  b 2 − 4ac  . a ≠ 0 ⇒ f ( x) = a  x +     2a   4a   2 2 −b  −  − D  .

Sifat-4 Grafik fungsi kuadrat f(x) = ax2 + bx + c. Persamaan sumbu simetri x = b. memiliki a. ♦ Meminta siswa menyimpulkan aturan menentukan persamaan garis sumbu simetri dan titik puncak grafik fungsi kuadrat. x ∈ R digeser dalam arah Sumbu-y positif   −b    − D  untuk mendapatkan grafik persamaan fungsi f ( x) = g  x −    +   jika 2a    4a      −b    − D  + f ( x) = g dan jika > 0 (a dan b berlawanan tanda). b. x ∈ R digeser dalam arah Sumbu-y negatif untuk mendapatkan    −b    − D   −b    − D  + grafik fungsi f ( x) = g  x −    +  f (  x)jika = g dan jika < 0 (a dan b  x −hanya     2a    4a   2a    4a    bertanda sama). nilai diskriminan dan nilai fungsi tersebut. Grafik persamaan fungsi g(x) = ax2. 2a 4a −b dan 2a Dari beberapa sajian grafik persamaan fungsi kuadrat sebelumnya turunkan sifatsifat grafik persamaan fungsi kuadrat dan menyajikan beberapa kemungkinan kondisi grafik tersebut terkait dengan koefisien x2 . dapat diturunkan beberapa sifat. Meminta siswa menyimpulkan aturan menentukan persamaan garis sumbu simetri dan titik puncak grafik fungsi kuadrat. c adalah bilangan  2a    4a   real dan a ≠ 0. Diharapkan siswa menyimpulkan sebagai berikut. Matematika 261 . c adalah bilangan real dan a ≠ 0.c. 2   −b    − D  Dari fungsi kuadrat f ( x) = a  x −    +   . Grafik g(x) = ax2. b. dengan a.  x −hanya     2a    4a   d. Diharapkan siswa menyimpulkan sebagai berikut. ). dengan a. Titik puncak P ( • −b − D .

+ ( kuadrat ) terbuka persamaan fungsi f(x)grafik = a(xpersamaan . maka f(x) = ax2 + bx + c. maka f(x) = ke ax2 + bx + c. P( Sifat-6 2a 4a Sifat-7 Grafik persamaan fungsi kuadrat f(x) = ax2 + bx + c.( ) )2 fungsi dan c bilangan real a ≠ 0 terbuka 2a ke bawah 4a dan memiliki titik balik maksimum −b − D . ). dengan a. 2a 4a lik minimum P( b D Jika kuadrat a < 0. c bilangan real kuadrat f(x) = ax2 + bx + c. dengan a. persamaan fungsi f(x) grafik = a(x persamaan . Misal D = b – 4ac (D adalah diskriminan) a. SISWA 261 262 Buku Guru Kelas X . Jika D > 0 maka grafik y = f(x) memotong Sumbu-x pada dua titik berbeda (D adalah diskriminan) b. Jika D = 0 maka grafik y = f(x) menyinggung Sumbu-x pada satu titik k y = f(x) memotong Sumbux pada duaytitik c. c adalah bilangan real dan dan a ≠ 0. ). c adalah bilangan real dan a 2a 4a berapa sifat. dengan a. nilai diskriminan dan nilai fungsi tersebut. b. b 2 D )) + ( ). dengan a. Jika D < 0 maka grafik = f(xberbeda ) tidak memotong Sumbu-x Pada gambar berikut diperlihatkan berbagai kemungkinan letak parabola terhadap Sumbu-x. b.  b). Sifat-5 = a(x . b. dengan2 a.  D 2a balik maksimum P( 4a .kuadrat dan menyajikan beberapa kemungkinan kondisi grafik oefisien x2 . dan c bilangan real a ≠ 0 terbuka ke 4 atas b  D .( b D Jika kuadrat a > 0.( ) )2 fungsi + ( kuadrat ) terbuka ke 2a a dan memiliki titik balik minimum b. b.

Sifat-8 Jika sebuah fungsi kuadrat diberi nilai k. 0) dan (x2. 0) adalah titik-titik potong kurva fungsi kuadrat tersebut terhadap sumbu-x. dengan k ∈ R maka diperoleh sebuah persamaan kuadrat. c adalah bilangan real dan a ≠ 0. Fungsi kuadrat adalah suatu fungsi yang dinyatakan dalam bentuk f(x) = ax2 + bx + c. Hubungan Persamaan Kuadrat dan Fungsi Kuadrat ♦ Meminta siswa mencermati kembali Definisi-1 dan Definisi-2. serta menyatakan konsep yang satu dari konsep yang lain. Matematika 263 . dengan a. dengan a. • • Kita cermati konsep persamaan kuadrat dan fungsi kuadrat sebagai berikut. Berdasarkan kedua konsep di atas jelas kelihatan bahwa pembuat nol fungsi kuadrat y = f(x) = ax2 + bx + c. dan menemukan keterkaitan kedua konsep. b. Jadi persamaan kuadrat dapat diperoleh dari fungsi kuadrat dengan mengganti nilai fungsi f dengan suatu bilangan real. c adalah bilangan real dan a ≠ 0. Nilai x yang memenuhi persamaan kuadrat ax2 + bx + c = 0 inilah yang menjadikan f(x) = 0 dan titik (x1. b. adalah nilai x yang jika disubtitusikan ke persamaan fungsi kuadrat tersebut mengakibatkan ax2 + bx + c = 0.3. Persamaan kuadrat adalah suatu persamaan aljabar yang dinyatakan dalam bentuk ax2 + bx + c = 0.

2 fungsi bernilai -11. sedangkan untuk x = . Daerah asal fungsi kuadrat f(x) = -2x2 + 4x + 3 adalah himpunan A = {x |-2 ≤ x ≤ 3. Sebuah fungsi kuadrat mempunyai nilai maksimum -3 pada saat x = 2. f(x) = 3x2+5x-4. Tentukan daerah hasil fungsi f ! 6. Pada sisi AB diberi titik E dengan panjang AE adalah x cm. Temukan grafik fungsi kuadrat f(x) = 4x2 – 8x + 3 dari grafik fungsi kuadrat g(x) = 4x2! Projek Rancanglah masalah nyata yang melibatkan grafik fungsi kuadrat pada bidang teknik bangunan dan fisika. Buatlah pemecahan masalah tersebut dengan menerapkan berbagai sifat grafik fungsi kuadrat yang telah kamu pelajari. f(x) =-2x2–3x+7. x ∈ R. Buat laporan hasil kerjamu dan sajikan di depan kelas.Uji Kompetensi 7. 264 Buku Guru Kelas X . Tentukan luas minimum DEF ! 5. b.(untuk setiap x bilangan real) a. Persegi ABCD dengan panjang sisinya a cm.4 1. x ∈ R. Panjang EB = FC. Gambarkanlah grafik fungsi kuadrat di bawah ini. Tentukan luas minimum segi empat EFGH di bawah ini ! 4. x ∈ R . 3. Tentukan fungsi kuadrat tersebut ! 2. Diantara sisi BC diberi titik F dengan panjang BF = AE.

Jika D < 0. x2  x1  x 2   x1  x  x1 . b c berlaku. e. Bentuk Melengkapkan Kuadrat Sempurna.(untuk setiap x bilang ( ) a. berikut. 1 x2 2 koefisien a. Bentuk umum 1.c ax cara berikut.1x )( x–x =0 1 2 1 2 Rumus abc adalah Rumus sebagai abc berikut. D. 2 b  b  b 2  4ac  b  2a x1.merupakan Jika x1 dan akar-akar x2 merupakan persamaan akar-akar kuadrat. Jumlah2 dan 3. dan c. adalah sebagai berikut. 2  x1. c. hal Persamaan yang Beberapa penting hal sebagai yang penting pegangan sebagai kita untuk pegangan mendalami kita untuk dan men 1. a. 0. b. maka parabola terbuka ke bawah. ( ) ( ) b. b c . dapatdan dirangkum sebagai berikut. Beberapa hal yang penting sebagai pegangan kita untuk 2 melanjutkan melanjutkan bahasan materi berikutnya.Rumus Rumus untuk menentukan akar-akar persamaan kuadrat atau sering dis Rumus untuk menentukan Rumus untuk akar-akar menentukan persamaan akar-akar kuadrat persamaan atau sering kuadrat disebut atau dengan sering disebut Rumus abc adalah sebagai berikut. maka parabola memotong sumbu x di dua titik. Beberapa Bentukkuadrat. ( ) ( ) R . maka berlaku. c materi ∈R dan a ≠ berikutnya. pada bahasan dapat dirangkum dapat sebagai dirangkum berikut. Karakteristik Grafik Fungsi Kuadrat Fungsi kuadrat memiliki bentuk umum dengan a. x1  x 2   x1 . dengan a. berikut. Rumus abc adalah sebagai berikut. dengan c. Jumlah Kali dan HasilPersamaan Kali Akar-Akar Kuadrat Persamaan Kuadrat Akar-akar persamaan kuadrat ax2+ bx + c = 0. Menggunakan Menggunakan abc. Untuk menentukan akar-akar suatu persamaan kuadrat dapat dilakukan dengan 2 2  + c = 0.dan dan c. b. Jumlah dan Hasil 3. maka parabola terbuka ke atas. b.(untuk di bawah setiap x ini. Jika x dan x merupakan akar-akar persamaan kuadrat.grafik Gambarkanlah fungsi kuadrat grafik di fungsi bawahkuadrat ini.6. Memfaktorkan. berlaku. persamaan maka ku berlaku. axmateri melanjutkan pada bahasan berikutnya. b. PENUTUP 6. b. Matematika 265 . dengan . Untuk menentukan akar-akar suatu persamaan kuadrat dapat dilaku 2. x1b. 264 BUKU PEGANGAN BUKU SISWA PEGANGAN SISWA a. ax2 + bx ax + bx +dan c =a 0. pada Telah kita temukan Telah konsep kitaTelah temukan dan aturan konsep yang berlaku aturan pada yang persamaan berlaku dan fungsi persamaan kita temukan konsep dan aturan yang berlaku pada persa kuadrat. Beberapa halPENUTUP yang penting sebagai pegangan kita untuk mendalami dan melanjutkan materi pada bahasan berikutnya. dengan R a ≠ . Jika a > 0. Melengkapkan Bentuk Kuadrat Sempurna. maka parabola tidak memotong maupun menyinggung sumbu x. Jika x1 dan x2 merupakan akar-akar persama koefisien a. Bentuk persamaan kuadrat dengan akar-akar x1 dan x x )( xx adalah x2)) = ( 0 x . Jumlah dan HasilAkar-Akar Kali Akar-Akar Persamaan Kuadrat 3. Persamaan Bentuk umum kuadrat Persamaan adalah kuadrat adalah 1. c aR aR ≠ dan 0. b. Tentukan daerah hasil fungsi f ! a. Menggunakan Rumus abc. dan koefisien c. b. dan c. berhubungan erat dengan koefisien+ bx + c = 0. sebagai berikut.x1)(x – x2) 4. x 2  dan b b c c a a dan x1dan .. Rumus abc. 2  2a a Hasil Kali Akar-Akar Persamaan Kuadrat 3. Dari BUKU PEGANGAN SISWA bentuk aljabar tersebut. Jika D > 0. grafik fungsi kuadrat dapat diilustrasikan sebagi bentuk lintasan lengkung atau parabola dengan karakteristik sebagai berikut. Jika a < 0. Gambarkanlah grafik fungsi kuadrat di bawah ini. Bentuk persamaan kuadrat dengan akar-akar x 1 a a a a 2 4. c ∈ R dan a ≠ 0. dengan + bx a + . berhubungan erat d 2 2 2 Akar-akar persamaan kuadrat ax + bx + c = 0. Untuk menentukan 2. Memfaktorkan. berhubungan + bx + c = erat 0. b. Melengkapkan b. maka parabola menyinggung sumbu x. berikut. b 0. 2. Menggunakan Rumus abc. a ≠ 0. 2  4ac x1. a. 2  b  b  4ac 5. Memfaktorkan. x 2  dan 2 dan x adalah (x . b. Bentuk persamaan kuadrat dengan akar-akar x dan x adalah (x . = c 0. umum kuadrat adalah kuadrat. Untuk akar-akar menentukan suatu persamaan akar-akar suatu kuadrat persamaan dapat dilakukan kuadrat dapat dengan dilakukan cara Memfaktorkan. Jika D = 0. Jikaa. Bentukpersamaan Kuadrat Sempurna.x1)(x 4. Rumus untuk menentukan akar-akar kuadrat atau sering disebut c. c. dapat dirangkum sebagai ber 1. Melengkapkan Bentuk Kuadrat Sempurna.(untuk bilangan setiap real) x bilangan re a. + bx +pada c = 0. Bentuk umum Persamaan kuadrat adalah 2. Bentuk persamaan kuadrat dengan akar-akar 2 adalah (x1-dan 2– 4. d. b. a. bdan . berhubungan dengan koefisienerat denga Akar-akar persamaan Akar-akar kuadrat persamaan ax kuadrat ax koefisien a. Gambarkanlah 6. ( ) Telah PENUTUP kita temukan konsep dan aturan yang berlaku pada persamaan dan fungsi PENUTUP kuadrat.

diperoleh jika y = 0. Penguasaan kamu pada materi pada setiap bahasan akan bermanfaat dalam mendalami materi selanjutnya. Koordinat titik balik sebuah grafik fungsi kuadrat adalah  − c. Selanjutnya akan kita bahas tentang geometri terkait kedudukan titik. b  2a 4a  Kita telah menemukan berbagai konsep dan sifat-sifat yang berlaku pada persamaan dan fungsi kuadrat. Menentukan nilai ekstrim grafik y = . Demikian juga. diperoleh jika x = 0. kita telah terapkan dalam berbagai pemecahan masalah nyata. 266 Buku Guru Kelas X . garis.6. Menentukan persamaan sumbu simetri x = − . e. dan bidang pada bidang datar dan ruang dimensi tiga. sudut. Langkah-langkah yang diperlukan untuk membuat sketsa grafik fungsi kuadrat y = ax2 + bx adalah sebagai berikut a. Menentukan titik potong dengan sumbu y. b. Menentukan titik potong dengan sumbu x. −4a  b D . . 2a D d.

7. motivasi internal dan sikap peduli lingkungan melalui kegiatan kemanusiaan dan bisnis dan dalam kehidupan sehari-hari. memahami konsep fungsi Trigonometri dan menganalisis grafik fungsinya serta menentukan hubungan nilai fungsi Trigonometri sudut-sudut istimewa. • • • • • • Sudut Derajat Radian Kuadran Perbandingan Sudut (Sinus. siswa memperoleh pengalaman belajar: • menemukan konsep perbandingan trigonometri melalui pemecahan masalah otentik. memahami konsep perbandingan trigonometri pada segitiga siku-siku melalui penyelidikan dan diskusi tentang hubungan perbandingan sisi-sisi yang bersesuaian dalam beberapa segitiga sikusiku sebangun. 3. menghayati rasa percaya diri. memilih dan menerapkan dalam penyelesaian masalah nyata dan matematika. tangen. menghayati pola hidup disiplin. • berpikir tingkat tinggi (berpikir kritis dan kreatif) dalam menyelidiki dan mengaplikasikan konsep trigonometri dalam memecahkan masalah otentik. 5. cosecan. KOMPETENSI DASAR DAN PENGALAMAN BELAJAR Kompetensi Dasar Setelah mengikuti pembelajaran ini siswa mampu: 1. Pengalaman Belajar Melalui pembelajaran materi trigonometri. memahami dan menentukan hubungan perbandingan trigonometri dari sudut di setiap kuadran. dan secan) Identitas trigonometri . 6. cotangen.Bab Trigonometri A.Cosinus. menghayati kesadaran hak dan kewajiban serta toleransi terhadap berbagai perbedaan di dalam masyarakat majemuk sebagai gambaran menerapkan nilai-nilai matematis. kritis. 2. • berkolaborasi memecahkan masalah aktual dengan pola interaksi sosial kultur. 4. bertanggungjawab. menemukan sifat-sifat dan hubungan antar perbandingan trigonometri dalam segitiga sikusiku. konsisten dan jujur serta menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

B. PETA KONSEP Segitiga Materi Prasayarat Masalah Otentik Segitiga Siku-siku Perbandingan Sisi-sisi dalam Segitiga sin α cos α tan α sec tan α cosec α cot α Segitiga Siku-siku 268 Buku Guru Kelas X .

putaran penuh = 360O. AB Jika besar ∠AOB = α . kamu dapat mendeskripsikan untuk beberapa satuan putaran yang lain.1 Deskripsi besar rotasi 1 putaran Tentunya.1. terlebih dahulu perkenalkan kepada siswa tentang ukuran sudut dalam derajat dan radian. Ukuran Sudut (Derajat dan Radian) Pada umumnya. atau 1O didefenisikan 1 sebagai besarnya sudut yang dibentuk oleh kali putaran penuh. Sebelum kita memahami hubungan “derajat dengan radian”. ajukan pada siswa Gambar 8.1. Cermati gambar 360 berikut ini! 1 1 1 1 1 1 1 1 1 putaran putaran putaran putaran putaran putaran putaran putaran putaran 360 360 4360 4 2 4 2 2 Gambar 8. MATERI PEMBELAJARAN Sebelum memahami menemukan konsep dasar sudut.1 Besar ∠AOB = AB rad r Matematika 269 . yaitu derajat dan radian.2 Ukuran radian Definisi 8. Berikan pemahaman kepada siswa tentang ukuran sudut dalam derajat dan radian! Ajak siswa untuk mencermati Gambar 8. perhatikan Gambar 8.C. Singkatnya. dari Gambar 8. Tanda “O” dan “rad” berturut-turut menyatakan simbol derajat dan radian. maka α = =1 r radian. mari kita pelajari teori mengenai radian.2. AB = OA = OB. maka cara menentukan besar sudut tersebut dalam satuan radian diselesaikan menggunakan rumus perbandingan: Gambar 8. Satu radian diartikan sebagai ukuran sudut pusat α yang panjang busurnya sama dengan jari-jari. ada dua ukuran yang digunakan untuk menentukan besar suatu sudut.1! 1. Biarkan siswa lebih dahulu memahami besarnya rotasi. Jika panjang busur tidak sama dengan r.

.1 Perhatikan jenis ukuran sudut berikut ini. bahwa 1 putaran penuh sama dengan 2π rad. 5. π rad = .40. hubungan satuan derajat dengan satuan radian. putaran = . Seperti dinyatakan dalam definisi berikut.. sama dengan berapa radian?. saat pukul 14... 1 1 1 1 1 2 3 3 4 1. putaran = × 360O = 180O ⇔ 180O = 180 × rad = � rad. putaran = × 360O = 240O ⇔ 240O = 240 × rad = � rad. 180 2 3 4180 3 4 2 2 3 3 4 3 4 2 3 180 2 3 4180 3 4 2 2 3 3 4 3 4 2 3 ≠ 1 1 1 ≠ 2 31 31 4 1 2 3 3 4 ≠ 1 1 ≠ 1 2 13 13 1 4 2 3 3 4 5. berapa besar putaran dalam derajat per detik? Berapa putaran dalam radian per detik? 270 Buku Guru Kelas X .. 180 2 3 4180 3 4 2 2 3 3 4 3 4 2 3 180 180 2 3 2 43 3 4 43 2 4 3 2 3 ≠ 1 1 1 ≠ ≠ ≠ 2 31 31 4 1 2 3 3 4 1 1 11 1 21 3 23 3 4 3 4 2. 135° = .Lebih lanjut.° 5 6 2 3 4 3 4 2 3 3.. Contoh 8. Definisi 8. putaran 4.. Sudut yang dibentuk jarum jam. 180 2 3 4180 3 4 2 2 3 3 4 3 4 2 3 180 2 3 4 3 4 2 3 ≠ 1 1 1 ≠2 3 1 3 1 4 1 2 3 3 4 ≠ 1 1 1 ≠ 2 31 31 4 1 2 3 3 4 4.2 360O = 2� rad atau 1O = ≠ rad atau 1 rad = 57.3O 180 Perhatikan hubungan secara aljabar antara derajat dengan radian berikut ini. 180 2 3 4180 3 4 22 3 3 4 3 4 2 3 180 2 3180 4 3 2 4 3 2 4 3 3 4 2 3 ♦ Minta siswa untuk memahami contoh 1... dan ubahlah.3 ≠ 1 1 1 ≠2 3 1 3 1 4 1 2 3 3 4 ≠ 1 ≠1 1 1 1 2 1 3 2 3 3 43 4 1.. putaran = × 360O = 90O ⇔ 90O = 90 × rad = � rad. putaran = × 360O = 120O ⇔ 120O = 120 × rad = � rad.. rad = . Definisi 8. Jika suatu alat pemancar berputar 60 putaran dalam setiap menit. 180 2 3 4180 3 4 2 2 3 3 4 3 4 2 3 180180 2 32 4 3 3 4 4 3 2 43 2 3 ≠ 1 1 1 ≠ 2 31 3 1 4 1 2 3 3 4 ≠ 1 1 1 2 3 3 4 3.. rad = . putaran = × 360O = 270O ⇔ 270O = 270 × rad = � rad.° 5 6 2 3 4 3 4 2 3 1 1 1 1 1 2 3 3 4 2 putaran = .

Untuk memudahkannya. sudut didefinisikan sebagai hasil rotasi dari sisi awal (initial side) ke sisi akhir (terminal side). mari kita cermati deskripsi berikut ini. Sudut yang terbentuk pada pukul 11.Penyelesaian 1 1 1 1 1 2 3 3 4 1 1 1 1 1 2 3 3 1. yaitu sebanyak 365 hari. Oleh karena itu. 30° = 30° × rad = 180 1 1 1 1 1 2 3 3 4 π rad. Selanjutnya. Pemancar berputar sebanyak 1 putaran. π rad = 5 6 2 3 4 3 4 2 3 5 6 2 3 4 3 4 2 1 11 11 11 11 12 23 1 33 34 4 1 × putaran = putaran = × 360° = 36°. 5 56 62 23 34 43 34 10 42 23 3 10 1 1 1 1 11 21 31 311411 21 31 1 3 11 42 13 13 1 4 2 180 3O 3 4 2. Suatu sudut bertanda “positif” jika arah putarannya berlawanan dengan arah putaran jarum jam.55 adalah 30°. Selain itu. arah putaran memiliki makna dalam sudut. 180 5 6 2 3 5 4 6 3 2 43 24 335 46 22 33 4 3 4 2 3 ≠ 4. 135° = 135° × rad = π rad = × putaran = putaran. pertama sekali diperkenalkan oleh bangsa Babilonia. alat tersebut melakukan rotasi sebanyak 60 putaran. jadi pemacar tersebut berputar sebesar 360°/detik. putaran = × (2π rad) = π rad = π × 5 6 2 3 45 36 42 235346 32 43 5 24 6 33 24 32 43 3 ≠ 4 2 3 = 60°. Arah putaran sudut juga dapat diperhatikan pada posisi sisi akhir terhadap sisi awal. artinya pemancar tersebut berputar sebesar 2π rad/detik.3 Sudut berdasarkan arah putaran Matematika 271 . 5 6 2 3 4 3 4 2 3 5. Sudut bertanda positif b. Jadi. Hitungan satu tahun pada kalender Babilonia. artinya dalam 1 detik. 1 2 3 6 5 10 360°. Sisi awal Sisi akhir Sisi akhir Sisi awal a. putaran = π rad. 1 1 1 ≠ 1 1 1 1 2 1 31 31 421 31 31 41 1 2 3 3 4 3. Dalam kajian geometris. Sudut bertanda negatif Gambar 8. 360° = 2π rad. Jika setiap menit. dan bertanda “negatif” jika arah putarannya searah dengan jarum jam. Karena 1 putaran penuh = 360°. 1 putaran = 360° = 2π rad. Karena 1 putaran = 2π rad.

sudut yang seperti ini disebut pembatas kuadran. seperti yang dideskripsikan pada gambar di bawah ini.2 Gambarkanlah sudut-sudut baku di bawah ini. memiliki sisi-sisi akhir (terminal side) yang berimpit. C. β (betha).4 Sudut secara geometri dan pembatas kuadran Kuadran IV 270O – 360O 0O 90O Kuadran I 0O – 90O Definisi 8. maka sudut β disebut sebagai sudut koterminal. Besar sudut pada setiap kuadran Gambar 8. 270° dan 360°.4 Sudut-sudut koterminal adalah dua sudut ditempatkan pada posisi standar. cermati contoh dan pembahasan di bawah ini. jika sisi awal berimpit dengan sumbu x dan sisi terminal terletak pada salah satu kuadran pada koordinat kartesius. B. dan θ (tetha). Contoh 8. Dalam koordinat kartesius. dan juga menggunakan huruf-huruf kapital. lazimnya menggunakan huruf Yunani. Y Kuadran II 90O – 180O α β X 180O Kuadran III 180O – 270O a. a) 60° b) –45° c) 120° d) 600° 272 Buku Guru Kelas X . Selain itu. bahwa untuk menyatakan suatu sudut. dan D. γ (gamma). yaitu 0°. 90°. disebut sudut standar (baku). 180°. Sebagai catatan. Sudut baku dan sudut koterminal 270O b. α (alpha). seperti. jika sudut yang dihasilkan sebesar α. dan tentukan posisi setiap sudut pada koordinat kartesius. Untuk memantapkan pemahaman akan sudut baku dan pembatas kuadran. Jika sisi akhir berada pada salah satu sumbu pada koordinat tersebut. seperti A.

87. Besar sudut dalam satuan derajat berikut ini. nyatakan setiap sudut di atas. 45° c. 300° b. 0.54° Matematika 273 . 2β d. dalam satuan radian. f. 3θ c. a. Ubahlah sudut-sudut berikut ke bentuk derajat.5 Sudut pada setiap kuadran Uji Kompetensi 8. 12 12 7 7 5 5 8 16 8 16 15 15 7. 225° f. 1200° Selanjutnya. putaran 6 5 10 6 5 10 1 2 3 b. Sisi awal terletak pada sumbu X dan sisi terminal OR terletak di kuadran III.1 1. Sisi awal terletak pada sumbu X dan sisi terminal OA terletak di kuadran IV. putaran c. θ + β b. d. 135° e. a. berapa kali kah dalam 1 hari terbentuk sudut-sudut di bawah ini. 15° c. 3. 96° 5. Ubahlah sudut-sudut berikut ke bentuk radian. –270° c. Sisi awal terletak pada sumbu X dan sisi terminal OP terletak di kuadran II. Tentukanlah sudut komplemen dan suplemen setiap sudut di bawah ini.4° b. 12 7 12 5 7 8 5 16 8 15 16 15 5≠ 7 3≠ 7≠ 8 7≠ 8≠ ≠ 5≠ 3 b. 90° c. Misalkan. 68° b. Perhatikan kombinasi setiap sudut dan kedua sudut tersebut. 2β – θ 4. sudut θ merupakan sudut lancip dan sudut β adalah sudut tumpul. Gambar 8. 90° d. Untuk setiap besar sudut di bawah ini. dan tentukanlah posisinya. putaran 6 5 10 2. e. 30° b. tentukan posisi setiap sudut tersebut. 180° d. 5 3 7 7 ≠ 5≠ ≠ 3 ≠ ≠ 7 ≠ ≠ 7 ≠ ≠ 8 ≠ ≠ 8≠ a. 120° 6. Jika kita perhatikan jam. a. 12 12 7 5 7 8 5 16 8 15 16 15 3≠ 3 7≠ 7≠ 8≠ 8≠ ≠ 5 ≠ ≠ 5 ≠ 7 ≠ 7 c. 1 2 3 1 2 3 a. 36° d. 105° d. ubahlah ke bentuk satuan derajat dan radian. a. a.Penyelesaian  a) b) c) d) Sisi awal terletak pada sumbu X dan sisi terminal OA terletak di kuadran I.

Mari kita gambarkan segitiga sesuai cerita di atas.6 m) EC = panjang bayangan pak Yahya (6. Dia mempunyai seorang anak. namanya Dani.Tetapi dia tidak dapat mengukur panjang bayangannya sendiri karena bayangannya mengikuti pergerakannya.6m.Projek Himpun berbagai informasi penerapan sudut pada bidang fisika dan masalah nyata. Suatu sore.4m dan 32m. Dani melihat bayangan setiap benda ditanah. apakah siswa dapat mengukur bayangannya sendiri? Konsep kesebangunan pada segitiga terdapat pada cerita tersebut.6 Model tiang bendera dan orang Dimana: AB = tinggi tiang bendera (8 m) BC = panjang bayangan tiang (32 m) DE = tinggi pak Yahya (1. yaitu 6. Dani adalah anak yang baik dan suka bertanya. 274 Buku Guru Kelas X .2 m) GC = panjang bayangan Dani Berdasarkan gambar segitiga di atas terdapat tiga buah segitiga. Coba rancang pemecahan masalah terkait informasi yang kamu peroleh. yaitu ∆ABC. Pak Yahya adalah seorang penjaga sekolah. ∆DEC. Buatlah laporanmu dan sajikan di depan kelas. dan ∆FGC sebagai berikut. Dani masih kelas II Sekolah Dasar. Konsep Dasar Sudut ♦ Ajak siswa untuk memahami deskripsi berikut. Tinggi pak Yahya adalah 1. Dengan senyum. Dia pernah bertanya kepada ayahnya tentang tinggi tiang bendera di lapangan itu. ♦ Tanyakan kepada siswa bagaimana jika mereka berperan sebagai Dani.4 m) FG = tinggi Dani (1.2m. Ayahnya menjawab 8m. Dia mengambil tali meteran dan mengukur panjang bayangan ayahnya dan panjang bayangan tiang bendera. A D F C B E G Gambar 8. 2. disaat dia menemani ayahnya membersihkan rumput liar di lapangan. Tinggi badannya 1.

52 1088 Perbandingan ini disebut dengan cosinus sudut C. Jika siswa mengalami kesulitan. 97 FC DC AC sisi miring segitiga 24. 25 GC EC BC 4. minta siswa untuk memahami masalah yang diajukan. ∆DEC. GC = = = = = = = 0. 52 1088 sisi miring segitiga Perbandingan ini disebut dengan sinus sudut C. FG DE AB 1. ∆DEC. Matematika 275 . 6 8 sisi di depan sudut c. 2 1. 48 43. Berdasarkan ∆ABC. = = = = = = = 0. 8 6. dan ∆FGC adalah sebangun maka berlaku FG GC 1. ditulis sin x0 = 0. 8 6. 48 43. = = = = = = = 0. terdapat perbandingan yang sama. ditulis cos x0 = 0. 48 .25 Dari ketiga segitiga tersebut. selanjutnya dengan alas an kesebangunan maka akan diperoleh sebagai berikut.7 Kesebangunan ♦ Berikan pemahaman tentang sifat yang berlaku pada kesebangunan.24 EC BC 4. Perhatikan perbandingan berikut. 2 1.8 . 4 Dengan menggunakan teorema Phytagoras diperoleh nilai dari FC = g = 24.97 FG DE AB 1. Jika tidak ada siswa yang mampu menyelesaikannya. bantu siswa agar siswa mampu memahami masalahnya dan dapat menyelesaikan dengan caranya sendiri. 2 f = = = f = 48 f = 4.Gambar 8.⇒ Diperoleh DE EC 1.1. dan ∆FGC diperoleh perbandingan sebagai berikut. 4 32 sisi di i samping sudut Perbandingan ini disebut dengan tangen sudut C. ajak siswa untuk memahami alternatif penyelesaian yang diberikan. Karena ∆ABC. 4 32 sisi di samping sud dut b. 24 FC DC AC 24. ditulis tan x0 = 0. 6 6. 6 8 sisi di depan sudut a. ♦ Ajukan Masalah 9.

Ujung puncak tiang bendera dan kepala kedua guru juga diwakili oleh titik. dan kedua guru tersebut adalah titik. sebagai berikut: 30° 10 × tan 60° × tan 30° AB AB AB AB AB AB AB  AB 10 × tan AB  60° × tan  =  = BG = 10 + tan 60° = ⇔  10 + tan 60 30 ° °  tan 60° − tan 30° tan 60 BG tan 60° BF 10 BG + BGtan BF60°10  + BG  ° − tan  60° tan AB AB AB AB AB  10 × tan 60° × tan 30°  = + AB = (10 tan 30° = 10 ⇔  + BG) × tan 30° BG tan 60° BF 10 + BG  tan 60°  tan 60° − tan 30° AB AB AB AB AB  10 × tan 60° × tan 30°  =⇔ AB = 10 +  × tan 30° BG tan 60° BF 10 + BG  tan 60°  tan 60° − tan 30° ⇔ AB × tan 60° = (10 × tan 60° + AB) × tan 30° ⇔ AB × tan 60° = 10 × tan 60° × tan 30° + AB × tan 30° 276 Buku Guru Kelas X .3 sebagai berikut. Guru pertama berdiri tepat 10 m di depan guru kedua. Dimana: AC = tinggi tiang bendera DG = tinggi guru pertama EF = tinggi guru kedua DE = jarak kedua guru Gambar 8. maka dapat diperoleh Gambar 9.1 Dua orang guru dengan tinggi badan yang sama yaitu 170 cm sedang berdiri memandang puncak tiang bendera di sekolahnya. Jika sudut elevasi guru pertama 600 dan guru kedua 300 maka dapatkah anda menghitung tinggi tiang bendera tersebut? Gambar 8.8 Tiang Bendera Memahami dan Merencanakan Pemecahan Masalah Misalkan tempat berdiri tegak tiang bendera.9 Model masalah tiang bendera Alternatif Penyelesaian Berdasarkan pengalaman kita di awal pembicaraan di atas maka kita memiliki perbandingan.Masalah-8.

10 Rumah Adat Suku Dayak hubungan yang tepat antara besar sudut yang dikaitkan dengan panjang sisi-sisinya. Rumah adat tersebut berdiri kokoh sebagai hasil Gambar 8. meletakkan posisi sapu. dapat dicermati bahwa dinding dengan lantai saling tegak lurus membentuk sudut siku-siku dan sapu membentuk sisi miring. Perhatikan Gambar 8. kajian mengenai trigonometri sudah tercermin dari berbagai ikon kehidupan mereka. sudah menerapkan kesetimbangan bangunan pada rumah adat yang mereka ciptakan. Dalam kehidupan sehari-hari sering kita jumpai bentuk segitiga siku-siku.12 Segitiga PBJ Dari Gambar 8. Gambar 8. Perbandingan Trigonometri pada Segitiga Siku-Siku Pada subbab ini. Apakah para Arsitektur tersebut mempelajari trigonometri juga? 3. Ilustrasinya Matematika 277 .11 berikut. Misalnya. misalnya. para arsitekturnya.11 Posisi Sapu di dinding Gambar 8.11. tinggi tiang bendera adalah: B AB AB AB AB  10 × tan 60° × tan 30°  =AC = AB + +atau AC  BC = + 17 m. akan dipahami konsep perbandingan trigonometri pada suatu segitiga siku-siku. 10 G tan 60° BF 10 + BG  tan 60°  tan 60° − tan 30° Pada peradaban kehidupan budaya Dayak. ⇔ AB × tan 60° – AB × tan 30° = 10 × tan 60° × tan 30° ⇔ AB × (tan 60° – tan 30°) = 10 × tan 60° × tan 30° AB AB AB AB AB  10 × tan 60° × tan 30°  = = 10 +⇔ AB  BG tan 60° BF 10 + BG  tan 60°  tan 60° − tan 30° Jadi.

tangen suatu sudut didefinisikan sebagai perbandingan panjang sisi di depan PB PJ PB BJ 1 BJ 1 PJ sudut dengan sisi di samping sudut. pengenalan akan sisi miring. PJ. silahkan rumuskan ke enam jenis perbandingan sudut untuk sudut B. cosecan suatu sudut didefinisikan sebagai panjang sisi miring dengan sisi PB PJ PB BJ 1 BJ 1 PJ 1 1 1 1 di depan sudut. ditulis tan J = . Jika diperhatikan aturan perbandingan di atas. ditulis cos J = .J atau sec J . Dari Gambar 8. tangen J. atau cosec = J = .12. secan suatu sudut didefinisikan sebagai perbandingan panjang sisi miring PB PJ PB BJ BJ 1 1 1 PJ 1 1 dengan sisi di samping sudut. ditulis cosec J = . Sudut yang menjadi perhatian adalah sudut lancip pada segitiga siku-siku tersebut. B. Nah.J = = = BJ BJ PJ PB Sin J PJ Cos J J 'PB Tan J' sin cos J tan J '. karena yang telah didefinisikan perbadingan sudut untuk sudut lancip J. 278 Buku Guru Kelas X .12. cosecan J. yaitu ∠J dan ∠B. cos J ' tan J '. BJ BJ PJ PB Sin J PJ Cos J PB Tan J 2. ditulis sin J = . konsep matematika lain yang perlu diingat kembali adalah teorema Phytagoras. J. ajak siswa untuk memahami dan mempelajari contoh-contoh soal berikut. sisi di samping sudut. cotangen suatu sudut didefinisikan sebagai perbandingan sisi di samping PB PJ PB BJ 1 BJ 1 PJ 1 sudut dengan sisi di depan sudut. Selain itu. dan JB. Adapun hubungan perbandingan antara sudut lancip dan sisi-sisi segitiga siku-siku BPJ di atas.disajikan pada Gambar 8. BJ BJ PJ PB Sin J PJ Cos J PB T 4. BJ BJ PJ PB Sin J PJ Cos J PB 3. Definisi 8. dan ketiga sudutnya. dapat disebut sisi-sisi segitiga sikusiku berturut-turut. cotangen J. dan sisi di depan sudut tentunya dapat mudah diperhatikan. ditulis sec J = . 6. sinus suatu sudut didefinisikan sebagai perbandingan panjang sisi di depan PB PJ PB BJ 1 BJ 1 PJ 1 sudut dengan sisi miring. berturut-turut yaitu. secan J.5 1 J sin J ' 1.J J= BJ BJ PJ PB Sin J PJ Cos Jsin PB J J' J ' Tan cos tan J 5. yaitu PB. dan P adalah sudut siku-siku. cosinus suatu sudut didefinisikan sebagai perbandingan panjang sisi di PB PJ PB BJ 1 BJ 1 PJ samping sudut dengan sisi miring cosinus J. ♦ Agar siswa lebih memahami konsep perbandingan. ditulis cotan J = atau cotan BJ BJ PJ PB Sin J PJ Cos J PB Tan J 1 1 J= .

menurut 15 Definisi 8. 8 Untuk menjawab contoh ini. dengan Teorema Phytagoras diperoleh panjang sisi = 5 satuan.Contoh 8. 2. Penyelesaian Untuk segitiga di samping. hanya satu sisi yang diketahui panjang sisinya. BC = 4 satuan. kita mulai dari tan M = . bahwa yang disebut sisi pada suatu segitiga siku-siku tidak selalu miring. Tentukanlah sin A. tetapi sisi miring selalu dihadapan sudut siku-siku. dan tan A.dan 3. Namun. 8 Diketahui tan M = .3 Diberikan segitiga siku-siku ABC. pada contoh ini. Selanjutnya. bahwa Matematika 279 . Jika Panjang sisi AB = 3 satuan. cos C.1.13 Segitiga siku-siku Perlu diketahui. maka berlaku: Panjang sisi di depan sudut A 4 • sin A = = Panjang sisi miring 5 • cos A = • tan A = Panjang sisi di samping sudut A 3 = . Artinya. Panjang sisi miring 5 Panjang sisi di depan sudut A 4 = Panjang sisi di samping sudut A 3 Gambar 8. yaitu sisi KL.1. dengan menggunakan Definisi 8. 15 tentukanlah sin M dan cos M! Gambar 8.14 Segitiga siku-siku KLM Penyelesaian Jika pada contoh 3 diketahui panjang sisi datar dan sisi tegak segitiga. Contoh 8. untuk menentukan perbandingan trigonometri yang diinginkan bukanlah persoalan mudah. siku-siku di ∠ABC.4 Perhatikan segitiga siku-siku di samping ini. Bagian 1.

untuk menentukan nilai sin M dan cos K tentunya sudah mudah. 4. panjang sisi KL = 8. Tentukanlah nilai sinus. Nah. Nyatakanlah jawaban Anda dalam bentuk paling sederhana. dan tangen untuk sudut lancip T. Luas segitiga siku-siku RST. Diketahui suatu segitiga siku-siku. dengan 1 1 1 1 1 2 3 3 4 siku-siku di L. Pada sebuah segitiga KLM. Uji Kompetensi 8. dapat dipelajari berbagai kombinasi persoalan mengenai nilai perbandingan trigonometri pada suatu segitiga siku-siku. berlaku sin M = dan 5 6 2 3 4 3 4 2 3 panjang sisi KL = 10 cm. sudah dapat ditentukan panjang sisi KM. dan LM =15. Tentukanlah 2 nilai cosinus. a) 2. Tentukanlah nilai sinus. dan tangen untuk sudut P dan R pada setiap segitiga siku-siku di bawah ini. 3. tentukanlah panjang sisi segitiga yang lain. b) c) 280 Buku Guru Kelas X . Panjang sisi di depan sudut M KL 8 = dan • sin M = Panjang sisi miring LM 17 • cos K Panjang sisi di samping sudut K LM 15 = = . tentunya dengan Teorema Phytagoras. dengan sisi tegak RS adalah 20 cm2.2 1. dengan nilai sinus salah satu sudut 3 lancipnya adalah .tan M = Panjang sisi di depan sudut M KL 8 = = Panjang sisi di samping sudut M LM 15 Jadi. kosinus. tangen sudut tersebut. Panjang sisi miring KM 17 Dari kedua contoh di atas. dengan mudah diperoleh KM = 17. cosinus. Sekarang.

tentukan nilai 24 tan X dan tan Z.5. 7. Pada segitiga XYZ dengan siku-siku 20 di Y. ∠RQS = α dan ∠RPS = γ. Panjang PQ = 1. Tentukanlah panjang garis tinggi AD. Perhatikan segitiga siku-siku di bawah ini. Dalam segitiga siku-siku ABC. diketahui panjang BC = a dan ∠ABC =. siku-siku di R. 281 Matematika . tan B = cos B c) cosec2 A – cotan2 A = 1 c) 6. diketahui sin θ = . Tentukanlah panjang sisi RS! Projek Rancanglah masalah nyata minimal tiga buah terkait penerapan perbandingan nilai sisi segitiga dan terkait trigonometri di bidang teknik bangunan dan bidang matematika. 5 Tentukanlah nilai x. Tunjukkan bahwa: a) sin2 A + cos2 A = 1 sin B b. Di bawah ini diberikan tiga segitiga 2 siku-siku. Diketahui sin x + cos x = 3 dan tan x = 1. Selesaikanlah masalah tersebut dan buat laporannya serta sajikan di depan kelas. Diketahui segitiga PRS. 9. tentukanlah nilai sin x dan cos x! 10. seperti gambar di samping. cos Z = . a) b) 8.

♦ Ajak siswa untuk memahaminya melalui pembahasan berikut ini. Nilai Perbandingan Trigonometri Sudut Istimewa Pada awal subbab ini informasikan kepada siswa bahwa akan didiskusikan mengenai nilai sinus.4. r r x y x y • tan α = . r r x Dengan mempertimbangkan semua kombinasi koordinat titik pada koordinat Kartesius. Mari kita perhatikan gambar di samping. Gambar 8. y). dari segitiga siku-siku yang terdapat di kuadran I. panjang OA = r dan sudut AOX = α. nilai semua perbandingan tersebut juga akan dipelajari pada setiap kuadran dalam koordinat Kartesius.15 Segitiga siku-siku AOX • sin α = .16 Kombinasi sudut pada koordinat Cartesius 282 Buku Guru Kelas X . Selain itu. cosinus. berlaku : y x y Gambar 8. yang berada di kuadran I r r x y x y • cos α = . tangen dan kebalikannya untuk domain sudut dalam satuan derajat atau radian. kita dapat telusuri perbedaan nilai tanda untuk ketiga perbandingan trigonometri yang utama. Misalkan titik A (x.

disajikan pada gambar berikut ini. Dengan memperhatikan koordinat titik A (–12. r = 17. berlaku: 15 8 • cos θ = . A (–12. B (15.5 Misalkan diketahui titik-titik berikut ini: 1.16 (b). Oleh karena itu. Contoh 8. garis putus-putus melengkung menyatakan dua sudut yang besarnya sama. misalnya pada Gambar 8. y = –8. diperoleh : 5 5 • sin α = .18 Titik B (15. karena x = 15. dengan menggunakan teorema Phytagoras diperoleh sisi miring. 17 17 Gambar 8. –8) pada kuadran IV Matematika 283 .17 Titik A (–12.–8) dan ∠XOB = θ. Sedangkan garis putus-putus melengkung menyatakan besar sudut yang besarnya sama. misalnya. Titik B (15. 17 17 15 8 • tan θ = – . 2.16(a).5).5) dan ∠XOA = α. garis putus-putus adalah proyeksi sumbu Y di kuadran II. Oleh karena itu.5) pada kuadran II Gambar 8. sangat jelas bahwa titik tersebut terletak di kuadran kedua. dan y = –8. Secara geometris. serta cos θ dan tan θ! Penyelesaian 1. Tentukanlah nilai sin α dan tan α. karena x = –12. dengan menggunakan teorema Phytagoras diperoleh sisi miring. pada Gambar 8. –8). Untuk x =15. 13 12 2. r = 13. 13 12 5 5 • tan α = – . dan y = 5. Karena x = –12. Garis putus-putus pada gambar menyatakan proyeksi setiap sumbu. berada di kuadran IV. dan y = 5.

dengan mudah kita menentukan: 1 4 16 16 12 • sin = β = – . mudah kita pahami bahwa: 4 6 1 5 1 4 16 16 12 Gambar 8. tan β = – . dapat kita gambarkan 1 4 16 16 12 tan β= = – . tentukan nilai sin β dan cos β. Contoh 8. Dengan segitiga 6 1 5 = 12 sin θ 3 1 5 1 = sin θ 3 sin θ seperti pada gambar di samping. 5 12 sin θ 3 sin θ 3 12 20 20 Penyelesaian 1. tentukan nilai cosec θ dan cotan θ. digambarkan = sebagai = berikut: 5 12 sin θ 3 sin θ 3 12 20 20 4 5 2. dapat diperhatikan pada contoh berikut ini.6 Jika diketahui: 4 6 1 5 1 4 16 16 12 1. Sudut θ yang terletak di kuadran II menjadi penentu tanda nilai perbandingan trigonometri. 4 6 1 5 1 4 16 16 12 cos θ = – .20 tan β = – 16 IV 12 284 Buku Guru Kelas X .19 Titik B (15. dan sin θ 3 12 20 20 4 16 16 12 = • cos β = .♦ Beri penjelasan kepada siswa terkait contoh 4. 4 6 1 5 = 5 12 sin θ 3 Dari gambar di samping. β berada = di kuadran = IV. cos θ = – . Selanjutnya. tanyakan juga kepada siswa tentang nilai-nilai sudut perbandingan geometri. dengan β di kuadran IV sebagai berikut: θ 3 atribut sin 12 20 20 siku-siku yang sudah lengkap. θ berada di = kuadran=II. 5 12 sin θ 3 sin θ 3 12 20 20 4 6 1 5 1 4 16 16 12 2.–8) pada kuadran IV • cosec θ = = = 5 12 sin θ 3 sin θ 3 12 20 20 6 1 5 1 4 16 16 12 • cotan= θ= = 12 sin θ 3 sin θ 3 12 20 20 Dengan pemahaman yang sama. 3 12 20 20 Gambar 8. Dalam koordinat Cartesius. kebalikan dari kondisi pada contoh 5.

dapat kita merumuskan nilai perbandingan trigonometri di setiap kuadran.20 dan pengalaman pembahasan Contoh 8. 1) Pada kuadran I. y > 0 Di Kuadran II : x < 0. hanya cos α dan sec α yang bernilai positif.6 di atas. hanya sin α dan cosec α yang bernilai positif. y < 0 ( −) y y =− (+)r r ( −) x x • cos α = =− (+)r r ( −) y y • tan α = =+ ( −) x x • sin α = ( −) y y =− (+)r r ( −) x x • cos α = =− (+)r r ( −) y y • tan α = =+ ( −) x x • sin α = Gambar 8. 4) Di kuadran IV. y > 0 (+) y y =+ (+)r r (+) x x • cos α = =+ (+)r r (+) y y • tan α = =+ (+) x x • sin α = Di Kuadran III : x < 0. selainnya bertanda negatif. 21 Nilai tanda perbandingan trigonometri untuk setiap kuadran ♦ Ajak siswa untuk membuat kesimpulan dari hasil yang sudah dikerjakan. dengan pengetahuan dari Gambar 8. selainnya bertanda negatif. semua nilai perbandingan trigonometri bernilai positif. yaitu: Di Kuadran I : x > 0.5 dan 8. selainnya bertanda negatif. Selanjutnya bersama-sama dengan siswa menyimpulkan beberapa hal berikut.   Matematika 285 . termasuk kebalikan setiap perbandingan sudut tersebut. 3) Di kuadran III. hanya tan α dan cotan α yang bernilai positif. 2) Di kuadran II. y < 0 (+) y y =+ (+)r r ( −) x x • cos α = =− (+)r r (+) y y • tan α = =− ( −) x x • sin α = Di Kuadran IV : x > 0. Tentunya.

dan 90° merupakan sudut istimewa di kuadran I.dan 60°. 30°. kita akan kaji nilai-nilai perbandingan tersebut di kuadran I. salah satu diantaranya. 45°. Gambar 8. 5. 315°. 60°.22 (b). Misalnya. 45° dan 60° Mari perhatikan perbandingan sisi-sisi segitiga siku-siku istimewa. 270°). Perhatikan gambar berikut. ke-III. Pertama sekali. sudut-sudut istimewa tersebut dinyatakan dalam satuan radian. 225°.22 Segitiga siku-siku yang memuat sudut 30°. yang artinya sudut-sudut yang nilai perbandingan trigonometri dapat ditentukan secara eksak.45°. bagaimana nilai-nilai perbandingan trigonometri untuk setiap sudut istimewa. dan ke-IV. (210°.dan 60° 286 Buku Guru Kelas X . 240°. yaitu. Perbandingan Trigonometri untuk Sudut 30°. Pembahasan selanjutnya.Sebagai tambahan agar siswa dapat mengingat Banyak cara mengingat nilai tanda perbandingan trigonometri di setiap kuadran. 360°) berturut-turut adalah sudut-sudut istimewa di kuadran ke-II. 180°). Segitiga tersebut adalah segitiga siku-siku yang mengandung sudut 30°. Mari perhatikan segitiga MPL di bawah ini.22 Bagan untuk mengingat nilai perbandingan trigonom Dalam kajian trigonometri ada istilah sudut istemewa. 150°. Gambar 8.45°. 330°. Selanjutnya (120°. 135°. Pada beberapa referensi yang lain. misalkan panjang sisi jika kita menentukan nilai perbandingan trigonometri untuk setiap sudut 30° dan 60°. Dari Gambar 8. dan (300°.

45°. Matematika 287 . silahkan diskusikan dan kaji bersama teman-temanmu melalui gambar segitiga ABC pada Gambar 8.24 Perbandingan Trigonometri setiap koordinat titik pada lingkaran dengan jari-jari 1.60° dan 90°. Untuk menentukan nilai perbandingan trigonometri pada saat 0° dan 90°. • sin 90° = 1 • cos 90° = 0 • tan 90° tak terdefinisi Selengkapnya.0). yaitu dengan cara menentukan Gambar 8. Misalnya untuk titik A (0. diperoleh panjang MP = 1 • sin 30° = 2 3 1 3 • cos 30° = = 2 2 1 3 • tan 30° = = 3 3 • sin 60° = 3 . digunakan titik B(1. • sin 0° = 0 • cos 0° = 1 • tan 0° = 0 dan untuk menentukan nilai perbandingan sudut pada saat sudut 90°. di sajikan di Tabel 8.Dengan teorema phytagoras.22(a).23 Segitiga sikusiku MPL 3 • tan 60° = = 3 1 Untuk menentukan nilai perbandingan trigonometri untuk sudut 45°.30°. mari kita cermati gambar berikut ini.1). dapat ditentukan nilai semua sudut istimewa. Secara umum.1 berikut. Oleh karena itu berlaku: 3 1 3 = 2 2 1 • cos 60° = 2 Gambar 8. nilai setiap perbandingan trigonometri pada setiap sudut istimewa 0°.

II.1.21. III. minta siswa untuk memperhatikan nilai perbandingan trigonometri untuk semua sudut istimewa Tabel 8. Sebagai pedoman untuk memastikan hasil kerja siswa. II.1 Nilai Perbandingan Trigonometri pada Kuadran Pertama Sudut sin cos tan 0° 0 1 0 30° 45° 60° 90° 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 2 3 2 3 3 3 3 3 3 2 3 3 2 3 2 2 2 2 2 2 2 2 3 2 2 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 3 3 2 3 3 3 3 3 2 2 3 3 2 2 3 2 2 2 2 2 2 3 3 2 2 2 2 1 1 1 1 1 3 1 2 1 3 tak terdefinisi 1 1 1 1 3 3 3 3 2 2 2 3 2 2 2 2 3 2 2 Dengan menggunakan Gambar 8. dan IV. III.Tabel 8.2 Tabel lengkap Nilai perbandingan trigonometri pada kuadran I. dan IV Sudut 0° 30° 45° 60° 90° 120° 135° 150° 180° − − − Sin 0 Cos 1 Tan 0 1 11 11 1 1 1 1 1 1 1 − − 2 −− − 23− −− 3 − − 33 3 2 3− 3 −− 3 3 − 2 22 22 2 2 2 2 3 3 3 1 1 1 1 1 1 1 11 − 2 − − 2 3 −− 3 − 3 − 3 − 3 − 3 2 2 2 2 2 3 2 3 1 1 1 1 1 1 2 −1 1 1 3 − 3 −1 1 1 3 − − − − − 2 − 2 − 3 − 3 − 3 − 3 − 3 − 3 2 2 2 3 2 2 2 2 2 2 3 3 1 1 1 1 1 − 2 − 3 − 3 − 3 2 2 2 3 − 0 tak terdefinisi 1 1 1 1 −1 − −1 2 −1 3 − 3 −1 3 2 − 3 − 3 − 3 − 2 2 2 3 2 2 2 3 –1 1 1 1 1 1 1 1 1 − 2 − − 3 − −3 − 2 − 3 3 − 3 − 3 2 2 2 2 3 2 2 3 − 1 1 1 1 1 1 1 11 1 1 − −2 − − 2 − 32 − 33 −− 3 3 3− 3−− 3− 2 2 2 2 2 2 2 32 3 3 0 –1 0 288 Buku Guru Kelas X . minta siswa untuk berdidkusi dengan temannya untuk menentukan nilai perbandingan trigonometri pada sudutsudut istimewa di kuadran I. dan tabel 8.

2 berikut ini kepada siswa dan ajak siswa untuk berdiskusi dengan temannya. tugasnya adalah menentukan nilai α (besar sudut)! 5 6 2 3 4 3 4 2 3 Alternatif Penyelesaian Penyelesaian I: Langkah-langkah yang dilakukannya adalah 1. Matematika 289 . 1 1 1 1 1 2 3 3 4 sin α = .Sudut 210° 225° 240° 270° 300° 315° 330° 360° − − Sin Cos Tan 1 1 1 11 1 1 1 11 1 1 − − −3 − − 2− − − 2 3− − 3 − 3 3− 3 2− 3 3 − 3 2 2 2 22 3 2 2 22 3 3 1 1 1 1 1 1 1 1 1 − − 2 2 − 3 −− 3 − 3 − 3 − 3 − 3 2 2 2 2 2 2 3 3 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 − − − −2 − 2 −3 − 3 3− − 3 −3 3 2 − 3 − 3 − −3 − 2 2 2 2 2 2 2 2 3 2 3 3 0 tak terdefinisi 1 1 1 1 1 1 1 1 2 −1 3 − 3 −1 1 1 3 − − − 2 − 3 − 3 − 3 − 3 − 3 −− −− 2 3 2 2 2 2 3 2 2 2 2 2 3 3 − –1 1 1 1 11 1 1 1 − 2 − 3 − 3 −− 23 − 3 − 3 − 3 2 2 2 23 2 2 3 − 1 1 11 1 1 1 1 1 1 1 1 − − − 3 − 33 −− 3 3 2− − − 3 −− 2 − 2 − 3 3 − 3 2 2 22 2 2 2 2 3 2 3 3 0 1 0 –1 ♦ Berikan masalah 8. Masalah-8. Menggambarkan sebuah segitiga siku-siku dan menerapkan sifat perbandingan sinus.2 Seorang anak ingin menentukan besar sudut dari sebuah perbandingan trigonometri. Adapun cara yang dilakukannya adalah menggambarkan sisi di hadapan sudut dengan panjang 1 satuan dan menggambarkan sisi miring sebuah segitiga dengan panjang 2. Diberikan kepadanya perbandingan sebagai berikut.

III. kuadran. Alternatif penyelesaian yang lain yaitu dengan menggunakan kalkulator. Invers dari sin–1 selanjutnya dituliskan dengan arcsin . yaitu 1 1 1 1 1 2 3 3 4 α = sin–1 = 30°. Latihan 8. Tentukan nilai θ jika tan θ = 0! 290 Buku Guru Kelas X . Dengan fasilitas yang dimiliki kalkulator dapat diperoleh invers nilai sin. Alternatif yang mungkin dilakukan adalah dengan melihat tabel. dan kuadran IV dapat menggunakan Tabel 8.1 1 1 1 1 1 2 3 3 4 1. Penyelesaian II: 1.2. Selanjutnya dia mengukur besar sudut dari segitiga siku-siku yang sudah terbentuk dengan menggunakan busur derajat. Tentukan nilai β jika cos β = ! 5 6 2 3 4 3 4 2 3 2. 3. kuadran II. Berdasarkan pengukuran yang dilakukan ternyata diperoleh besarnya sudut α adalah 30°.2. 5 6 2 3 4 3 4 2 3 1 1 1 1 1 2 3 3 4 1 1 1 1 1 2 3 3 4 2. 5 6 2 3 4 3 4 2 3 5 6 2 3 4 3 4 2 3 Penyelesaian III: 1. Untuk kasus nilai perbandingan trigonometri sudut istimewa pada kuadran I.

sehingga gambar segitiga siku-siku berada di kuadran ke IV. maka nilai 2 2 3 2 3 3 6 Contoh 8. Latihan 8.7 Perhatikan Gambar 8. dan x tumpul berapakah nilai dari cos x? 3 Penyelesaian Jika x tumpul.25! Tunjukkan bahwa sin θ  tan θ = cos θ 2  sin θ + cos 2 θ = 1  tan 2 θ + 1 = cosec 2θ Matematika 291 . Perhatikan gambar! 3 3 Sehingga untuk nilai cos x = 2 3 2 3 3 3 3 3 1 − 3 3 = 2 2 3 2 3 3 6 3 3 3 3 1 − 3 3 = 2 2 3 2 3 3 6 3 3 3 3 1 − 3 3 = 2 2 3 2 3 3 6 − 3 3 1 3 3 2 3 6 3 3 3 3 1 − cos x = 3 3– Karena nilai cos bernilai negatif di kuadran ke IV. invers dari tan x = y maka inversnya adalah x = arctan y. Penulisan ini juga berlaku untuk perbandingan trigonometri lainnya. maka x berada di kuadran ke IV. Misalnya invers dari cos x = y maka inversnya adalah x = arcos y.2 Jika tan x = − 1 3 .

Dari persamaan ini kita dapat menemukan turunan rumusan dalam trigonometri. sedangkan tan cos θ x x r bahwa: sehingga berlaku sin θ y sin θ = tan θ ⇔ = tan θ cos θ x cos θ Perlu kita kenalkan.... (dengan syarat cos2 θ ≠ 0).25 Segitiga siku-siku = = cos θ x x y r sin θ r y = θ= ... (2) 2 2 2 cos θ cos θ cos θ Jika kita lanjutkan membagi kedua ruas persamaan (1) dengan sin2 θ. r r Nilai perbandingan sin θ dan cos θ dinyatakan sebagai berikut..25 berlaku: y x sin θ = .   = 2 .... cos θ = . Tetapi perlu diingat bahwa... = Sama halnya untuk memahami cos θ = ..……………………………………… (1) Persamaan ini disebut sebagai persamaan identitas trigonometri... jika kedua ruas persamaan tersebut dibagi cos2 θ.. = (sin θ). jika sin θ θ = ... bahwa (sin θ)(sin θ) = (sin θ)2 = sin2 θ. 2 Tentunya. = .Penyelesaian Dari Gambar 8... maka persamaan (1) berubah menjadi: sin 2 θ cos 2 θ 1 + = ⇔ tan 2 θ + 1 = sec 2 θ ………………………………... 2 2 2 y x  y  y y x y cos θsin =2θ ... Misalnya.. maka berlaku: 292 Buku Guru Kelas X ..(sin θ) =   ..... (sin2 θ dibaca sinus kuadrat teta)... dan tan θ = .... sin2 θ ≠ sin θ2. y sin θ r y Gambar 8.... r r r2 r Jadi ditemukan: sin2 θ + cos2 θ =1 .      2  2  2 2 r 2 x2  r x r rr r  r r Jumlah dari sinus kuadrat teta dengan cosinus kuadrat teta dinyatakan sebagai berikut: y 2 x2 y 2 + x2 r 2 sin 2 θ + cos 2 θ = 2 + 2 = = 2 = 1..maka r r r x2 rr r 2 2 2 2 2 y 2y  x  y y y 2x y  y   y  2 ..

dan θ = 120°.. kebiasan anak-anak jika melihat/mendengar pesawat udara sedang melintasi perkampungan mereka. Oleh karena itu berlaku: 2 2 1 1  1 3 sin 2 2α + cos 2 2α = sin 2 30° + cos 2 30° =   +  3  = + = 1. Dengan sudut elevasi pengamat (Bolang) terhadap pesawat adalah sebesar θ... (3) 2 2 sin θ sin θ sin 2 θ Formula di atas berlaku. (sudahkah 5 6 2 3 4 3 4 2 3 kamu tahu alasannya?).. 4 4 2 2  1 1 1 1 1 2 3 3 4 Tolong ingat kembali bahwa.3 Di daerah pedesaan yang jauh dari Bandar udara.26 Sketsa pengamatan terhadap pesawat udara dengan sudut elevasi θ. yang terbang dengan ketinggian 20 km.. Alternatif Penyelesaian Ilustrasi persoalan di atas dapat disajikan pada Gambar 8.sin 2 θ cos 2 θ 1 + = ⇔ 1 + cotan 2θ = cosec 2θ . Masalah-8. Misalnya. sin2 30° = . α = 15°....... Gambar 8. tetapi sin (30°)2 = sin 900° = 0. untuk semua satuan sudut yang sama. θ = 90°. tentukanlah jarak pengamat ke pesawat jika : θ = 30°. mengamati sebuah pesawat udara.26.……………………. Bolang. maka 2α = 30°. Matematika 293 .

Prediksi penjualan mainan pada bulan Pebruari 2010. d sin 120° 3 3 2 Dapatkah kamu ilustrasikan bagaimana posisi pengamatan si Bolang dengan besar sudut elevasi. 442t + 4.134 2 294 ( 6) Buku Guru Kelas X . 884 + 4. 1. d sin 90° 1  Untuk θ = 30°. 442. kita menentukan sin θ. maka sin 90° = ⇔ d= = = 20 km. maka sin 30° = Artinya. 3 cos π t 6 ( ) dengan t = waktu (bulan) t = 1 merepresentasikan hasil penjualan bulan Januari tahun 2010.1 + 0. 3 cos π t S = 23. sebagai berikut S = 23. maka pesawat tepat berada di atas si Bolang. 3 cos(60°) 1 S = 23. dengan diketahui ketinggian terbang pesawat. 3. 20 20 20 ⇔ d= = = 40 km.  Untuk θ = 120°.1 + 0. Produksi hasil penjualan bulanan (dalam satuan ribuan unit) selama 2 tahun diprediksi. 984 + 4. θ = 120°. Tentukanlah prediksi penjualan pada bulan Pebruari 2010 dan bulan April 2011.(2) + 4. Masalah-8. dan bulan April 2011 menyatakan t = 16.   = 26. dengan sudut elevasi 90°.1 + 0.Untuk menentukan jarak pengamat terhadap pesawat. sehingga sama dengan tinggi terbangnya pesawat. (kenapa?). maka bulan Pebruari 2010 menyatakan waktu t = 2. Alternatif Penyelesaian Jika bulan Januari tahun 2010 menyatakan waktu t = 1. d sin 30° 1 2 20 20 20  Untuk θ = 90°.4 Sebuah perusahaan memproduksi mainan. waktu t = 2 adalah: S = 23. maka sin 120° = 40 20 20 20 ⇔ d= = = 3 km.

2π] merupakan domain untuk menyelesaikan persamaan pada bagian a). 442.172 + 4. nilai sin x = – .  . Grafik Fungsi Trigonometri a. 150°. −  .  210°. 3.(16) + 4.172 + 4. x ∈ [0. Contoh 8. 1 1 1 1 1 2 3 3 4 a) sin x = .8 Tentukanlah nilai x yang memenuhi setiap persamaan di bawah ini: 1 1 1 1 1 2 3 3 4 a) sin x = . t = 16 adalah: S = 23.1 + 0. 3 cos 16π 6 S = 23.134 unit. Prediksi penjualan mainan pada bulan April 2011. Sedangkan untuk 1 1 1 1 1 2 3 3 4 x = 210° dan x = 330°. 022  2 Karena jumlah penjualan dalam ribuan unit. hanya berlaku untuk x = 30°. 3 cos( 240°) (kenapa cos(960°) = cos( 240°)?) ( )  1 28. karena perbandingan 5 6 2 3 4 3 4 2 3 trigonometri hanya bernilai positif di kuadran I dan II. Dengan menggunakan nilai-nilai sudut yang telah diberikan di atas. 2.2π] 5 6 2 3 4 3 4 2 3 − 2= −– sin 3 − 4∈− 5 − 6 − 7 − 8 − 9 b) sin x + x. −  2  2  2  2  Matematika 295 . x [0. 360°]. yaitu koordinat: 1  1  1  1   30°.  −  = 28 . dan x = 150°. 6.022 S = 30.022 unit. Grafik Fungsi y = sin x.1 + 0. 442. 5 6 2 3 4 3 4 2 3 Pasangan nilai x dengan nilai perbandingan sin x merupakan suatu koordinat titik pada grafik fungsi sinus. mari kita selesaikan persamaan berikut ini.(16) + 4. maka prediksi penjualan pada bulan April 2011 adalah 28.  . 3 cos(960°) S = 30. Jadi banyaknya mainan yang terjual pada bulan Pebruari 2010 adalah sebanyak 26.2π] Penyelesaian x ∈ [0. x ∈ [0°.  240°.

 45°. − 2  . − serta 8 − sin 9− x =2– − 3 pada − 4saat − x 5= − 240°.  225°. untuk x = 180° dan x = 360°. Oleh karena itu berlaku: 1 1 1 1         3  .0).−− Jika 63 kamu −− 74 −− 85 −− 96 − 5 6 2 3 4 3 4 2 3 sudah menguasai Tabel 9. untuk x = 270°. 1 1 1 1 1 2 3 3 4 kita harus menguasai bahwa nilai sin x = − 2 pada − 3saat − x4= − 45°5dan − x6= − 135°. 2 3  . Selain itu juga. Gambar 8.27. kita sajikan pada Gambar 8. yaitu: • sin x = 0. untuk x = 90° sin x = – 1. − dan 6 − x =7 120°.  240°.− untuk 4 − x =5 60°.  315°. − 2 . (360°. tentunya. 3 . 2 2 2 2         Sebagai kumulatif hasil semua pasangan titik-titik di atas.1 1 1 1 1 2 3 3 4 b) Persamaan sin x + − 2 =−– sin 3 − x⇔ 4 2−sin5x − = −6 2−atau −7 3 sin − −x 8= 4− –−− 9 52.1).360°] 296 Buku Guru Kelas X . Akibatnya diperoleh: (0°. sekarang kita memiliki pasangan titik: Selain pasangan titik besar sudut dan nilai perbandingan trigonometri di atas.  60°.27 Grafik fungsi y = sin x. 7 − 8 − 9 5 6 2 3 4 3 4 2 3 Oleh karena itu.0). x ϵ [0°. (180°.1). Akibatnya berlaku: (90°. masih terdapat pasangan koordinat yang lain. tentunya dengan mudah. kamu dapat menyebutkan bahwa nilai x yang memenuhi adalah x = – 225° dan x = – 315°. (270°.2. 2 3  . 6 − 7 − 8 − 5 6 2 3 4 3 4 2 3 5 6 2 3 4 3 4 2 3 dan x = 300°.  300°. 2 2         1 1 1 1         2  . 2  .0). 120°. • sin x = 1. 135°. 1 1 1 1 1 2 3 3 4 1 1 1 1 1 2 3 3 4 • sin − x2 = − 3 .

28 Grafik fungsi y = a sin x.360°].360°] Contoh 8. Oleh karena itu dapat kita tulis: Matematika 297 . Grafik Fungsi y = cos x. Secara manual.Grafik y = sin x memiliki nilai ymax = 1 dan ymin = –1. Berikut ini juga diberikan grafik fungsi sinus (Gambar 8. grafik di atas dapat kamu gambarkan pada kertas dengan spasi yang jelas. akan kita bandingkan grafik fungsi di atas dengan grafik fungsi y = cos x. Tentunya. Penyelesaian 1) Persamaan (cos x)2 – 2.28). tetapi tentunya ada beberapa perbedaan yang anda harus cermati dan pahami.360°].cos − 5 − 6 − 7 − x 9 – 2 = 0. x ϵ [0°. maka fungsi y = cosec x. Adanya konstanta. b.9 Mari cermati beberapa persamaan di bawah ini. mengakibatkan perubahan pada nilai maksimum dan nilai minimum fungsi. Gambar 8. 2) − 8. untuk suatu persamaan kuadrat kita membutuhkan akar-akar persamaan kuadrat tersebut. 1) (cos x)2 – 2.cos x = – 1 merupakan persamaan trigonomteri berbentuk persamaan kuadrat. untuk domain [0°. a ϵ R Selanjutnya. Silahkan temukan pasangan-pasangan titik untuk fungsi tersebut. Nilai konstanta a yang memenuhi untuk fungsi di bawah ini adalah a = 2. • Jika fungsi y = sin x. kemudian sketsakan. x ∈ [0°.cos x = – 1.360°]. x ∈ [0°.

Jadi.0). berikut ini disajikan pada grafik berikut.(cos x – 1) = 0 atau (cos x – 1)2 = 0 ⇔ cos x = 1.1). Sedangkan untuk cos x = – − 2 berlaku 5 6 2 3 4 3 4 2 3 x = 135° dan x = 225°. kita dapat menuliskan pasangan titik-titik berikut: • 1 1 1 1          45°.  225°.cos − x 3 –− 40 −⇔5cos − x6= − − 2 7 − 3 8− − 4 9− 5 − 6 − 7 − 8 − 9 2 2= . 135°. kita temukan pasangan titik: (0°. Oleh karena itu. 2 2  .cos x + 1 = 0 ⇔ (cos x – 1). Akibatnya. silahkan bentuk pasangan-pasangan titik yang lain. Gambar 8. .1) 3 − 4 − 52) − Persamaan 6 − 7 − 8.–1).         Selanjutnya.− 5 6 2 3 4 3 4 2 3 1 1 1 1 1 2 3 3 4 − 3 −untuk 4 −x5 − 7 − 8 − 9 Nilai x yang memenuhi persamaan cos x = − 2 adalah =− 45°6 dan 5 6 2 3 4 3 4 2 3 1 1 1 1 1 2 3 3 4 − 3 − untuk 4 − 5 − 6 − 7 x = 315° (lihat Tabel 9.2). . (90°. x ϵ [0°.29 Grafik fungsi y = cos x.360°] 298 Buku Guru Kelas X . Nilai x yang memenuhi persamaan cos x = 1 adalah x = 0° dan x = 360° (kembali sesuaikan dengan Tabel 9.2).2. 2 2  . dengan menggunakan semua pasangan-pasangan titik di atas. (270°. (180°. (cos x)2 – 2.2 2   315°. dapat kita lihat dari Tabel 8.cos − x 9 – 2 = 0 dapat kita sederhanakan menjadi: 1 1 1 1 1 2 3 3 4 − 2 .2 2  .0) dan (360°. Nilai cos x = – 1 berlaku untuk x = 180° dan cos x = 0 untuk x = 90° dan x = 270°.

Kemudian sajikan pasangan titik-titik tersebut dalam grafik fungsi trigonometri.360°] Matematika 299 .360°]. kurva bergerak dari y = 1 hingga mencapai kembali y = 1.Dari grafik di atas. x ϵ [0°.360°]. Gambar 8. menggambarkan grafik fungsi y = sin x dan y = cos x. untuk x ∈ [0°.360°] dapat kita gambarkan sebagai berikut. b ∈ R . Gambar 8. grafik fungsi y = tan x. b ϵ R c. x ∈ [0°. Dengan cara yang sama. dapat kita cermati bahwa seiring bertambahnya domain fungsi y = cos x. • Minta siswa untuk menentukan pasangan titik-titik yang dilalui grafik fungsi y = secx. Nilai maksimum fungsi y = cos x memiliki nilai ymaks = 1 dan nilai ymin = – 1. untuk x ∈ [0°.30 di bawah ini adalah grafik y = cos bx.31 Grafik fungsi y = tan x. x ∈ [0°. x ϵ [0°. Grafik Fungsi y = tan x.360°]. Gambar 8.360°]. Cermati dan tentukan perbedaan dengan grafik y = cos x.30 Grafik fungsi y = cos bx.

untuk x → 90° dan x → 270° (dari kiri). • Dengan keadaan ini. dan cotangen setiap sudut yang dinyatakan. 2. cosinus.3 1. x ϵ [0°.32 Grafik fungsi y = tan ax. Sebaliknya. mengenai nilai maksimum dan nilai minimum fungsi. Tentukanlah nilai sinus. apa yang dapat kalian simpulkan dari gambar di atas? Selanjutnya. dan a ϵ R Uji Kompetensi 8. Perhatikan setiap gambar di bawah ini. Perhatikan nilai fungsi disaat x →90° dan x → 270° (dari kanan). nilai y = tan x menuju tak terhingga. cosinus. cosec. secan. nilai y = tan x menuju negatif tak terhingga. tangen. b. d. a. Gambar 8.Grafik di atas. Khususnya.360°]. c. berbeda dengan grafik y = sin x dan y =cos x. tentukanlah nilai sinus. cermati grafik di bawah. tangen untuk setiap titik yang disajikan berikut: 300 Buku Guru Kelas X .

Berikan alasanmu. + sec β 2 sin 2 β + 2 cos 2 β tan β menjelaskan tanda nilai beberapa sec β − tan 2 β b.sin x < dan cos β = – . − 15 cotan α 5 6. + 1 + cos A 1 − cos A b.2. cos α b. 3 < y < 150°. R(–5. tentukanlah: 15 cotan α a. sin A sin A a.12) b. 9. Sederhanakanlah bentuk persamaan berikut ini.cosec x.tan x lebih besar daripada nilai b. Diketahui β berada di kuadran III. (cosec A – cotan A). Di kuadran I. x ∈ [0°. 8 cosec α Diberikan tan α = − dengan sin α > 0. Diketahui π sin β 2 sec β 3 ≤ β ≤ 3π .cotan x + sin x cosinus.5. P(5. sec α c. keempat kuadran. cos x. Q(–5.(cos α) 8 cosec α d.–7.7. a. dan Y2 = a cos bx. + sec β 2 sin 2 β + 2 cos 2 β sin α > 0 cos α > 0 tan β sin α < 0 tan α < 0 cos α < 0 sin α > 0 Tentukanlah letak sudut α untuk setiap kondisi tanda nilai perbandingan. T(3. maka nilai 2. c. (sin α). a.–2) d. Periksalah kebenaran setiap pernya. dan gambarkanlah gambar kedua fungsi. Sederhanakanlah bentuk ekspresi berikut. Di bawah ini disajikan tabel yang a. dan nilai 2 2 tan β + 1 tan β − 1 2 cotan β=3 tidak terdefinisi.sin β 3 2 sec β π ≤ β ≤ 3π d. sec 2 β + tan 2 β perbandingan trigonometri. ≤ 3π 2 2 tan β + 1 tan β − 1 2 3. Jika diketahui Y1 = a sin bx. nilai sinus selalu a. b ∈ R . sin β b cos β 2 sec β 3 sin β π ≤ β c. Tentukanlah : 301 Matematika . dan 120° 8.75) a. cos x.360°].(1 + cos A) 10. 2 2 tan β + 1 tan β − 1 2 a. b.2) c. sec x dan sin x selalu mimiliki nilai tanda yang sama di 7. Tentukanlah nilai maksimum dan minimum kedua fungsi. (sin B + cos B)2 + (sin B – cos B)2 c. tentukanlah: cos 2y 4 2 sec β − tan β sec 2 β + tan 2 β 4. Untuk 30° < x < 90°. taan berikut.

Buatlah laporanmu dan sajikan di depan kelas. cosinus. Pada kuadran III. hanya sin α dan cosec α yang bernilai positif. b.Projek Himpunlah informasi penerapan grafika fungsi trigonometri dalam bidang fisika dan teknik elektro serta permasalahan di sekitarmu. selainnya bertanda negatif. c. Pada kuadran II. D. Pada kuadran I. hanya tan α dan cotan α yang bernilai positif. dan tangen dalam permasalahan tersebut. a b a a. Nilai perbandingan trigonometri pada tiap kuadran berlaku sebagai berikut. selainnya bertanda negatif. tan A = c c b 3. cos A = c c b a b a c. semua nilai perbandingan trigonometri bernilai positif. hanya cos α dan sec α yang bernilai positif. maka berlaku perbandingan trigonometri berikut. Pada kuadran IV. 302 Buku Guru Kelas X . Buatlah analisis sifat-sifat grafik sinus. sin A = c c b a b a b. Pada gambar segitiga siku-siku ABC dengan sudut siku-sikku berada di C. termasuk kebalikan setiap perbandingan sudut tersebut. a. 2. d. Pada segitiga siku-siku ABC berlaku jumlah kuadrat sisi siku-siku sama dengan kuadrat sisi hypothenusanya atau secara simbolik ditulis a2 + b2 = c2 dengan c merupakan panjang sisi miring dan a serta b panjang sisi-sisi yang lain dari segitiga siku-siku tersebut. selainnya bertanda negatif. PENUTUP 1.

4. Sudut sin 0° 0 30° 45° 60° 90° − 1 11 1 111 1 1 1 1 1 1 −− 2 − − − −2 3 −2 − −3 −3 3−3 − 3 −3 3 3 − 2 22 2 222 2 2 3 3 3 cos − 1 11 1 1 11 1 1 1 1 0 1 1 − − 3− − 2 3− −− − 3 3 −2 − 2 − 3 3 − 3 − 3 − 3 2 2 2 2 23 2 2 3 2 2 3 tidak terdefinisi − 1 1 tan1 1 11 1 0 1 1 − 3 2 − 3 − − 3 −− 32 − 3 − 3 − 2 2 2 32 2 2 3 Matematika 303 . Nilai perbandingan trigonometri pada kuadran I adalah sebagai berikut.

• • • • • • • Titik Garis Bidang Ruang Jarak Sudut Diagonal . memahami konsep jarak dan sudut antara titik. menggunakan berbagai prinsip bangun datar dan ruang serta dalam menyelesaikan masalah nyata berkaitan dengan jarak dan sudut antara titik. Pengalaman Belajar Melalui pembelajaran materi geometri. 3. memiliki motivasi internal dan merasakan keindahan dan keteraturan matematika dalam perhitungan jarak dan sudut antara titik. 2. • berkolaborasi memecahkan masalah aktual dengan pola interaksi sosial kultur. garis dan bidang melalui demonstrasi menggunakan alat peraga atau media lainnya.Bab Geometri A. garis dan bidang. • berpikir tingkat tinggi dalam menyelidiki dan mengaplikasikan konsep dan prinsip-prinsip bangun datar dan ruang dalam geometri untuk memecahkan masalah otentik. siswa memperoleh pengalaman belajar: • menemukan konsep dan prinsip geometri melalui pemecahan masalah otentik. garis dan bidang dilakukan dengan menggunakan sifat-sifat bangun datar dan ruang. KOMPETENSI DASAR DAN PENGALAMAN BELAJAR Kompetensi Dasar Setelah mengikuti pembelajaran ini siswa mampu: 1.

B. Garis. PETA KONSEP Masalah Otentik OBJEK GEOMETRI Titik Sudut Titik Sudut Dimensi 2 Dimensi 3 Rusuk Unsur Sisi Bidang Sudut Bangun Datar Jarak dan Sudut antar Titik. Garis. Bidang Bangun Ruang Jarak dan Sudut antar Titik. Bidang Unsur Bidang Sudut Diagonal Bidang Diagonal Ruang Matematika 305 .

MATERI PEMBELAJARAN 1. dan Bidang a. Gambar berikut akan mencoba pemahaman kamu terhadap kedudukan titik dengan garis.1b Titik pada garis Perhatikan Gambar 9.2a Jembatan penyeberangan Gambar 9.1b. Artinya jika dihubungkan dengan garis dan titik maka dapat disebut bahwa contoh di atas merupakan suatu titik yang tidak terletak pada garis. 306 Buku Guru Kelas X . yang dapat dilihat pada Gambar 9.1a Burung Gambar 9. Gambar 9. Menemukan Konsep Jarak Titik. Apa yang bisa kamu lihat? Misalkan kabel listrik adalah suatu garis dan burung adalah titik. Gambar 9. Kedudukan Titik ♦ Ajak siswa untuk menyimak ilustrasi berikut! Berikan pertanyaan agar siswa dapat memahami tentang kedudukan titik. Kita dapat melihat bahwa lokomotif tidak terletak atau melalui jembatan penyeberangan. maka dapat dikatakan bahwa tempat hinggap burung pada kabel listrik merupakan sebuah titik yang terletak pada suatu garis.C. Garis.1b.2a Garis dan titik Jika dimisalkan jembatan penyeberangan merupakan suatu garis dan lokomotif kereta adalah suatu titik.1a dan Gambar 9.

Tentukan titik sudut kubus yang terletak pada garis g! b. titik sudut kubus yang berada di luar garis g adalah titik C. dengan bola sebagai titik dan lapangan sebagai bidang. Perhatikanlah kubus tersebut. F. b.3b. Masalah-9.EFGH. Untuk lebih melengkapi pemahaman kedudukan titik terhadap garis. Matematika 307 .3b Dua titik A dan B Gambar di atas merupakan contoh kedudukan titik terhadap bidang.4 Kubus ABCD. Pertanyaan: a. dan H. Gambar 9. Jika ada hambatan beri bantuan berdasarkan konsep dan prinsip yang telah diketahui siswa sebelumnya.3a Bola di lapangan Gambar 9. Tentukan titik sudut kubus yang berada di luar garis g! Gambar 9. E. ♦ Ajak siswa untuk memahami masalah-masalah berikut.EFGH dan garis g Alternatif Penyelesaian Pandang kubus ABCD. G. dapat diperoleh: a. titik sudut kubus yang terletak pada garis g adalah titik A dan B.EFGH dan garis g dari gambar di atas. D.1 Sebuah kardus berbentuk kubus ABCD.3a dan Gambar 9. perhatikan pula Gambar 9. Minta siswa untuk menyelesaikannya sendiri. Sebuah titik dikatakan terletak pada sebuah bidang jika titik itu dapat dilalui bidang seperti terlihat pada titik A pada gambar dan sebuah titik dikatakan terletak di luar bidang jika titik itu tidak dapat dilalui bidang. Segmen atau ruas garis AB sebagai wakil garis g.

tentukanlah: a.EFGH Definisi 9.1 1) Jika suatu titik dilalui garis. maka dikatakan titik terletak pada garis tersebut. 2) Jika suatu titik tidak dilalui garis maka dikatakan titik tersebut berada di luar garis. C. E. Jika suatu titik dilalui oleh garis atau bidang. dan H. dan Cintia berada dalam satu pedesaan.5! Terhadap bidang DCGH. maka titik itu berada di luar bidang. apakah titik memiliki jarak terhadap garis dan apakah titik memiliki jarak terhadap bidang? b. Bedu.EFGH pada Gambar 9.5 Kubus ABCD.1 Perhatikan kubus ABCD. Jarak antara rumah Bedu dan Andi adalah 4 km sedangkan jarak antara rumah Bedu dan Cintia 3 km. pada bidang CDGH dapat diperoleh: • Titik sudut yang berada di bidang CDGH adalah D. Jarak antara Titik dan Titik Masalah-9. 3) Jika suatu titik dilewati suatu bidang. titik sudut kubus apa saja yang berada di luar bidang DCGH! Penyelesaian Pandang kubus ABCD. B. Gambar 9. Rumah Andi dan Bedu dipisahkan oleh hutan sehingga harus menempuh mengelilingi hutan untuk sampai ke rumah mereka. • Titik sudut yang berada di luar bidang CDGH adalah A.2 Rumah Andi. G. titik sudut kubus apa saja yang terletak pada bidang DCGH! b. 4) Jika titik tidak dilewati suatu bidang.6 Peta rumah 308 Buku Guru Kelas X . Dapatkah kamu menentukan jarak sesungguhnya antara rumah Andi dan Cintia? Gambar-9. dan F.EFGH.Contoh 9. maka dikatakan titik itu terletak pada bidang.

pada segitiga siku-siku ABC. memiliki sudut pandang 45°. maka dapat diperoleh panjang dari titik A dan C. Tinggi gedung = 80 m Ditanya: Jarak antar kedua mobil sesudah berhenti? Perhatikan ilustrasi masalah dalam gambar berikut.8 Posisi mobil dari gedung Matematika 309 . memiliki sudut pandang 50° Mobil B = titik B. Dari hasil di atas disimpulkan bahwa jarak antara titik A dan C adalah 5. dan Cintia diwakili oleh tiga titik yakni A. Bedu. maka jarak antara rumah Andi dan Cintia diperoleh 5 km. yaitu: AC = ( AB ) 2 + ( BC ) 2 AC = (4) 2 + (3) 2 AC = 25 AC = 5.Alternatif Penyelesaian Misalkan rumah Andi.3 Seorang satpam sedang mengawasi lalu lintas kendaraan dari atap suatu gedung apartemen yang tingginya 80 m mengarah ke lapangan parkir. Berapa jarak antar kedua mobil ketika sudah berhenti di setiap ujung arah? Alternatif Penyelesaian Diketahui: Misalkan: Mobil A = titik A. dan C. Dengan membuat segitiga bantu yang siku-siku maka ilustrasi di atas dapat digambarkan menjadi: Dengan memakai prinsip teorema Phytagoras.7 Segitiga siku-siku Masalah-9. Ia mengamati dua buah mobil yang yang sedang melaju berlainan arah. Gambar 9. Terlihat mobil A sedang bergerak ke arah Utara dan mobil B bergerak ke arah Barat dengan sudut pandang masing-masing sebesar 50° dan 45°. Gambar 9. B.

9 Koordinat titik A. 22) 2 10918. jarak antara kedua mobil tersebut adalah 104. B.1) dapat ditentukan melalui formula. panjang AO dapat ditentukan dengan menggunakan perbandingan tangen.1) ke C (4. 49 Maka diperoleh. Pada segitiga TAO. Contoh 9.2 Perhatikan posisi titik titik berikut ini! Gambar 9.49 m. yaitu 2 dan 13 . kamu dapat tunjukkan panjang segmen garis AB dan BC. dan C Jarak titik A (1. 310 Buku Guru Kelas X . 22 tan 50° BO AO Masih dengan menggunakan teorema Phytagoras pada segitiga AOB. tan 45° = OT 80 OT = ⇔ BO = = 67. kita memfokuskan perhatian terhadap segitga AOT dan segitiga BOT.Dari Gambar 9.8. Dengan cara yang sama. 52 = 104. OT 80 OT tan 45° = = ⇔ AO = = 80 tan 45° AO AO Pada segitiga TOB. AC = (4 − 1) 2 + (1 − 1) 2 = 3. diperoleh AB = = = ( AO) 2 + ( BO) 2 (80) 2 + (67.

Gambar 9. B. Ambil alat ukur sejenis meteran yang digunakan untuk mengukur titik penalti terhadap garis gawang.4 Bentuklah tim kelompokmu. Rumus 9. Dalam hal ini.1 Titik A. Diharapkan siswa sudah mengetahui kedudukan titik terhadap garis. Jarak Titik ke Garis ♦ Ajak siswa untuk memahami letak titik pada garis. (Silahkan tunjukkan!).10 Titik terletak pada garis Masalah-9. BC. Titik dikatakan terletak pada garis. lakukan berulang-ulang sehingga kamu menemukan jarak yang minimum antara titik penalti dengan garis gawang tersebut! Gambar 9. maka jarak antara titik A dan B adalah: AB = ( AC )2 + (BC )2 c. kemudian pergilah ke lapangan sepakbola yang ada di sekolahmu. jarak titik ke garis adalah nol. Dari pembahasan di atas. dan C adalah titik-titik sudut segitiga ABC dan siku-siku di C. dan AC memenuhi Theorema Phytagoras. jika titik tersebut dilalui oleh garis.Tentunya panjang ketiga segmen AB. ♦ Jelaskan kepada siswa bahwa terdapat dua kemungkinan titik pada garis. Untuk selanjutnya mari kita cermati kemungkinan jarak titik yang tidak terletak pada suatu garis. kita dapat melihat bahwa titik A dan B terletak pada garis g. dapat disimpulkan. dengan kata lain kita akan mengkaji jarak titik terhadap garis dengan kegiatan dan permasalahan berikut. yaitu titik terletak pada garis atau titik berada di luar garis. Titik A dan titik B dikatakan sebagai titik yang segaris atau kolinear. ♦ Minta siswa untuk memahami Gambar 9.11 Lapangan sepakbola Matematika 311 .6. Ukurlah jarak antara titik penalti terhadap titik yang berada di garis gawang.

12 Jarak titik P dan E Apakah panjang ruas garis PA.3 Diketahui kubus ABCD. CD! b. P' merupakan projeksi titik P pada garis l. adalah sama? Menurutmu. BD Gambar 9. PD. dan E.1 Jarak Titik Penalti Titik Jarak P dan A P dan B P dan C P dan D Gambar 9. PE. yaitu P'. C. Sedangkan. misalkan titik-titik tersebut adalah A. PB. coba kamu bayangkan ada cahaya yang menyinari titik P tepat di atasnya. Tabel 8. Tentukanlah beberapa titik yang akan diukur. Jadi. Untuk itu kita dapat mengatakan bahwa panjang PP' merupakan jarak titik P ke Gambar 9. Tentukan projeksi titik A pada garis a.13 Projeksi titik P pada garis l garis l .14 Kubus ABCDEFGH 312 Buku Guru Kelas X . Isilah hasil pengukuran kamu pada tabel yang tersedia. Kemudian ambil alat ukur sehingga kamu peroleh jarak antara titik P dengan kelima titik tersebut. Contoh 9. Tentu saja akan diperoleh bayangan titik P pada garis. D.Alternatif Penyelesaian Jika dimisalkan titik penalti adalah titik P dan garis gawang merupakan garis lurus l. B. jarak titik p ke garis l adalah PP'.EFGH. bagaimana menentukan jarak dari titik P ke garis l? Apa yang dapat kamu simpulkan? Sekarang. PC.

i. seperti yang disajikan pada Gambar 9. titik X dan garis PQ Alternatif Penyelesaian Diketahui panjang rusuk kubus a = 4 cm. RT merupakan 5 6 2 3 4 3 4 2 3 diagonal ruang kubus sehingga berdasarkan sifat kubus.16 Proyeksi titik A pada garis BD Contoh 9.Penyelesaian a. Proyeksi titik A pada garis BD Jika dari titik A ditarik garis yang tegak lurus terhadap segmen garis BD maka diperoleh titik T sebagai hasil proyeksinya (AT ^ BD). lalu minta siswa untuk menghitung jarak antara i. panjang diagonal ruang kubus adalah a 3 = 4 3 sehingga. Gambar 9. Proyeksi titik A pada garus CD Jika dari titik A ditarik garis yang tegak lurus terhadap segmen garis CD maka diperoleh titik D sebagai hasil proyeksinya (AD ^ CD).15 Proyeksi titik A pada garis CD b. Titik X terletak pada pusat kubus tersebut. Gambar 9.4 Sebuah kubus PQRS. Gambar 9. titik R dan X ii. panjang rusuknya 4 cm.TUVW. ♦ Jelaskan pada siswa mengenai arti titik pusat kubus (bangun ruang).TUVW dengan titik pusat X 1 1 1 1 1 2 3 3 4 Karena X adalah titik tengah ruas garis RT. 1 1 1 1 1 2 3 3 4 RX = RT 5 6 2 3 4 3 4 2 3 Matematika 313 .17.17 Kubus PQRS. maka jarak RX = RT.

jarak titik R ke X adalah 2 3 cm. kita dapat menemukan titik-titik dan membentuk garis. Mari kita cermati masalah berikut ini yang terkait dengan masalah jarak titik terhadap suatu bidang.1 1 1 1 1 2 3 3 4 a 3 =∙ 4 3 = 5 6 2 3 4 3 4 2 3 a 3=4 = 2 3 a 3=4 Diperoleh. Jarak antara X dan PQ adalah panjang ruas garis XX'. ii. 314 Buku Guru Kelas X . 3 4 5 6 7 8 9 d. jarak antara titik X ke PQ adalah 2 2 cm. Jarak Titik ke Bidang Dalam satu bidang. Perhatikan gambar berikut. 1 1 1 1 1 2 3 3 4 1 1 1 1 1 2 3 3 4 3=4 X'Q = PQ = 2. sementara XQ = a QW 2 3 sehingga 5 6 2 3 4 3 4 2 3 5 6 2 3 4 3 4 2 3 2 2 XX' = ( XQ) − ( X ' Q) = (2 3 ) 2 − 22 = 12 − 4 =2 2 Jadi. kita akan menentukan panjang XX'. Dengan menggunakan segitiga siku-siku XX'Q.

tetapi belum tepat sasaran. Oleh karena itu. Keadaan tesebut dapat kita ilustrasikan sebagai berikut. lintasan yang dibentuk anak panah menuju papan target berupa garis lurus.Masalah-9. mesin pencatat kecepatan menunjukkan. Gambar 9. sedang mempersiapkan diri untuk mengikuti satu pertandingan besar tahun 2012. s = v.18 Seorang pemanah sedang melatih kemampuan memanah Tino. jarak antara posisi Tino terhadap papan target dapat diperoleh dari rumusan berikut.t ⇔ 3 × 40 = 120 m. Berapakah jarak minimal posisi Tino terhadap target? Alternatif Penyelesaian Tentunya. seorang atlet panahan. mencoba mengganti jarak posisi tembak semula terhadap papan target sedemikian sehingga mampu menembak tepat sasaran. Tino. Pada satu sesi latihan di sport center. meskipun kecepatan dan waktu berubah sesuai dengan perubahan jarak. Kondisi awal. Matematika 315 . kecepatan anak panah 40 m/det. dengan waktu 3 detik.5 Perhatikan gambar berikut ini.

bukan berarti jarak Tino terhadap papan target sebesar 90 meter. dapat kita sebut sebagai posisi titik T. karena garis AC tegak lurus terhadap bidang spanduk. setiap orang (yang tidak mengalami gangguan mata) dapat melihat dan membaca dengan jelas spanduk tersebut. sedang merancang ukuran sebuah tulisan pada sebuah spanduk. dengan posisi 75 m. metode menghitung jarak antara satu objek ke suatu bidang harus membentuk lintasan garis lurus yang tegak lurus terhadap bidang. Tetapi panjang garis g2. Jelasnya untuk keadaan ini. jarak titik A terhadap spanduk adalah panjang garis AC.19 Sudut pandang dua orang terhadap suatu spanduk Pada Gambar 9.6 Suatu perusahaan iklan. merupakan jarak titik T terhadap papan target. pada tembakan ketiga. Tulisan/ikon pada spanduk tersebut diatur sedemikian sehingga. Jadi jarak sebenarnya titik B terhadap spanduk sama dengan jarak titik B terhadap titik C'. walaupun panjang garis itu tersebut adalah 120 meter. Untuk menentukan jarak si B terhadap bidang (spanduk).19. teorema Phytagoras berperan untuk menyelesaikan masalah jarak. Titik C' merupakan projeksi titik C pada bidang yang sama (spanduk). diilustrasikan pada gambar berikut. Tino berhasil menembak pusat sasaran pada papan target. Gambar 9. Jadi. Cermati garis g1. Ilustrasi keadaan tersebut diberikan pada Gambar 9.19 berikut ini. dan papan target kita misalkan suatu bidang yang diletakkan dengan p satuan jarak dari titik T. yang akan dipasang sebuah perempatan jalan. Sama halnya dengan garis g3.Dari dua hasil pergantian posisi.20 Jarak titik B ke titik C 316 Buku Guru Kelas X . Masalah-9. Posisi Tino. Panjang garis BC bukanlah jarak sesungguhnya jarak si B terhadap spanduk. Gambar 9. bukan berarti garis tersebut menjadi jarak titik T terhadap papan target.

Titik P terletak pada pusat kubus tersebut.2 X Misalkan X adalah suatu bidang datar.Definisi 9. memiliki panjang rusuk 8 cm. berlaku: PT 2 = PB 2 − BT 2 PT 2 = 5 3 Gambar 9. Kubus ABCD. dan 4 panjang 5 6 7 8 9 ruang CE =28 3 cm.EFGH titik pusat P Penyelesaian Cermati gambar kubus di atas. merupakan jarak titik P ke tiitk berat bidang X.21 Kubus ABCD.22 Segitiga sama kaki BPC 7 ( ) 2 − (4) 2 = 32 PT 2 = 4 2 cm. 4 5 6 7 8 9 bahwa panjang AC = 8 2 cm diagonal a) Karena P merupakan titik terletak pada pusat kubus. Pastikan hasil kerja yang diperoleh siswa sama dengan hasil perkerjaan di atas! Matematika 317 .EFGH. Jarak antara titik P terhadap bidang X.22 Dari segitiga samakaki di atas. Hitunglah jarak a) Titik B ke P! b) Titik P ke BC! Gambar 9. Contoh 9. Tentunya. BC = 8 cm cermati segitiga sama kaki BPC pada Gambar 9. maka panjang segmen garis 1 1 11 11 1 1 2 13 13 24 3 3 4 4 5 6 7 8 9 BP = BH = CE =24 3 cm. ♦ Minta siswa untuk menentukan ulang jarak titik P terhadap garis BC. Lebih jelas kondisi tersebut.5 Perhatikan kubus di samping. dan titik berada diluar P P merupakan sebuah titik yang Jarak titik P ke bidang X bidang X. dengan mudah kamu dapat menentukan 3 . 5 6 25 36 4 2 3 34 42 33 4 2 3 b) Jarak titik P terhadap BC. berarti kita akan menghitung jarak titik terhadap 24 3 4 5 6 PB = PC = garis. dengan menggunakan cara lain.

sekarang kita akan memperhatikan rusuk-rusuk yang sejajar dalam suatu bangun ruang. e. cermati bahwa segitiga KMR menjadi bidang penghubung menentukan panjang titik N ke bidang KMR.NS NS =22 3 cm.Contoh 9. ada baiknya kita mendeskripsikan sebagai berikut. yaitu NS.OPQR 2 3 KM = 6 2 cm 3 RT 4 =53 6 cm 7 3 NT = 3 2 cm 4 8 4 5 9 5 6 6 7 7 8 8 9 9 Sekarang.6 Sebuah kubus KLMN.23 Kubus KLMN.6 3 =53 46 . 6 7 8 9 Gambar 9. Jarak antara Dua Garis dan Dua Bidang yang Sejajar Mari kita cermati gambar berikut ini. Perhatikan segitiga KLR. Gambar 9.24 Dua garis sejajar. tentukanlah jarak titik N ke bidang KMR Penyelesaian Untuk memudahkan kita menyelesaikan persoalan di atas.OPQR memiliki panjang rusuk 6 cm. Nah. 318 Buku Guru Kelas X .NS ⇔ .NR = RT. sehingga 68 79 8diperoleh: 9 4 5 NT. maka berlaku: 2 3 3 24 57. maka kedua garis tidak pernah berpotongan meskipun kedua garis diperpanjang. k dan l dipotong secara tegak lurus oleh garis m Garis k dan l dikatakan sejajar jika jarak antara kedua garis tersebut selalu sama (konstan). Dengan menggunakan perbandingan panjang rusuk segitiga. dan jika kedua garis tidak berhimpit.

bidang PSTW sejajar dengan bidang QRVU. maka sudut segitiga PQR adalah 90°. Hitunglah jarak antara a. semua rusuk pasangan rusuk yang sejajar pasti sama panjang.1 1 Diketahui kubus PQRS. BC = 3 2 cm. Misalnya. Diberikan persegi panjang PQRS. titik G dan bidang CDEF! 3. 3 AP 4 =52 6 cm. Rusuk PQ memotong rusuk QU dan QR secara tegak lurus. Balok ABCD. 6.EFGH dengan AB = 4 cm.25 Balok PQRS. jarak antara AB dan RS! 6 7 Matematika 319 . titik Q dan garis RW! e.PQRS memiliki rusuk 3 dan 4 5 alas AB = 4 cm. Diketahui balok ABCD. TUVW! Panjang rusuk kubus 12 cm. rusuk PQ sejajar dengan RS.TUVW pada Gambar 9. 7 Tentukan 8 9 rusuk2tegak a. titik B dan bidang ACGE! b. titik V dan titik A! b. Jika AB = 4 satuan luas dan CD =12 satuan. misalkan AD memotong BC di titik P di antara kedua garis. titik A dan garis SQ! d.TUVW dengan panjang rusuk 5 cm. Garis AB dan CD sejajar dan berjarak 4 satuan. Misalnya. titik Q terletak di dalam PQRS sedemikian rupa sehingga OP = 3 cm.25. Tentukan jarak antara titik R dengan bidang PWU pada kubus PQRS. jarak antara QR dan AD! b. panjang OR adalah … 5. Titik A adalah titik tengah RT. Lebih lanjut. BC = 8 cm.TUVW Uji Kompetensi 9. OQ = 12 cm. titik P dan garis RT! 2. berapa jauh titik P dari garis CD? 4. dan BF = 10 cm. dan jarak antara kedua bidang tersebut adalah panjang rusuk yang menghubungkan kedua bidang. Balok PQRS. titik P dan A! c. yang terletak pada bidang PQRS. Hitunglah jarak antara a. Gambar 9.

Selanjutnya. maka panjang AB = BC = CD = AD = 123 m. Mungkin. Candi Borobudur memiliki 10 tingkat (melambangkan sepuluh tingkatan Bodhisattva yang harus dilalui untuk mencapai kesempurnaan menjadi Buddha) terdiri dari 6 tingkat berbentuk bujur sangkar. Masalah-9.5 m. semua sudut yang terbentuk adalah sebesar 90°.5 m dan memiliki 1460 relief. candi tersebut berbentuk limas persegi. 504 Arca Buddha. dan masalah nyata disekitarmu yang melibatkan titik. garis.26 Limas T. Selidikilah sifat-sifat geometri di dalam permasalahan tersebut dan ujilah kebenarannya. serta 72 stupa. Alternatif Penyelesaian Jika kita mengamati kerangkanya. pada segitiga TAR berlaku 320 Buku Guru Kelas X Gambar 9. bangun datar dan bangun ruang.ABCD . kita akan mengkaji sudut yang terbentuk pada bangun lain misalnya limas atau kerucut.25 Gambar Candi Borobudur tinggi bangunan 34. luas bangunan candi adalah 123 m × 123 m dengan Gambar 9. Oleh karena itu. 2. Buatlah laporan hasil kerja kelompokmu dan sajikan di depan kelas. seperti yang diilustrasikan berikut ini.7 Candi Borobudur merupakan salah satu aset budaya Indonesia yang berharga dan terkenal. pada subbab ini. Garis tinggi TR memotong diagonal AC dan DB secara tegak lurus. tahukah kamu ukuran candi tersebut? Ternyata. atau sudut siku-siku. yaitu 34. tujuan parawisata ini bukanlah sesuatu hal yang baru bagi kamu.5 m atau TR = 34. Tetapi. ekonomi.Projek Himpunlah permasalahan teknik bangunan. dan tinggi candi. Mari kita cermati masalah di bawah ini. dan sebuah stupa utama sebagai puncaknya. Menemukan Konsep Sudut pada Bangun Ruang Jika kita memperhatikan sudut yang dibentuk oleh rusuk-rusuk pada kubus dan balok. 3 tingkat berbentuk bundar melingkar. Karena alas Candi Borobudur berbentuk persegi.

TA 112 Dengan menggunakan kalkulator atau tabel trigonometri. sudut kemiringan yang dibentuk sisi miring dari dasar candi ke puncak candi adalah sebesar 395°. Jadi. Gambar 9. 5 Nilai arctan ∠ATR = 68. sudut-sudut terbentuk diilustrasikan sebagai berikut. Jika keadaan tersebut. mari kita perhatikan segitiga TAR. dan TDR adalah sama besar. TCR .5 m. Perhatikan Ilustrasi berikut! Gambar di samping menunjukkan kondisi sebuah jembatan dengan kerangka besi. berlaku AR 61. 5 2 = = 2. sehingga diperoleh: 2 Karena bidang ABCD merupakan persegi.(∠ATR) = 136. dapat kita tentukan dengan menentukan besar sudut ATR pada segitiga siku-siku TAR. TBR.TR2 + AR2 = TA2. 52.7°. untuk menentukan besar sudut yang dibentuk oleh TA terhadap bidang alas. besar ∠BTR = ∠CTR = ∠DTR ≈ 68. Jadi besar sudut dipuncak candi merupakan ∠ATC atau besar ∠BTD.35°. 25 = 12537 TA = 12537 = 111. Jelasnya. Dengan menggunakan perbandingan tangen. berlaku bahwa TA = TB = TC = TD = 112 m. Dengan menggunakan perbandingan cosinus. Sedangkan besar sudut yang terbentuk di puncak candi. Selanjutnya. 77. nilai arcos A = 395°. 5 2 cos = A = = 0. 5)   2 TA = 11346. 123 2 m dan TR = 34. 20 dengan AR = 2 2  123 3  5 TA =   2   + (34. yaitu 395°. Susunan besi-besi pada jembatan membentuk sudut-sudut. dinyatakan tan ∠ATR = AR 61. TR 34. Jelasnya besar sudut TAR. 968 ≈ 112 m. ditungkan dalam kajian geometris. yaitu sebesar 2.35°.27 Jembatan dengan tiang penyangga besi Matematika 321 .75 + 1190.

EFGH dengan panjang rusuk s cm. dapat kita tuliskan sifat-sifat sudut yang dihasilkan dua garis dalam bidang sebagai berikut.Gambar 9. hasil perpotongan satu garis berwarna hitam dengan satu garis berwarna. menghasilkan dua sudut yang masing-masing besarnya sama. Penyelesaian Cermati segitiga BTC. Secara umum. Hubungan kedua sudut yang sama besar ini disebut dua sudut yang bertolak belakang. Sifat dua garis dalam satu bidang yang sama Misalkan garis k dan garis l berpotongan secara sembarang. maka pasangan sudut yang dihasilkan (ada dua pasang) besarnya sama. Contoh 9.7 Tentukanlah besar sudut yang dibentuk diagonal bidang ABCD pada suatu balok ABCD.28 Ilustrasi beberapa dua garis berpotong menghasilkan sudut yang sama besar Pada satu bidang. dengan menggunakan perbandingan sinus bahwa: TS Sin= B = TB 1 s 2 =1 2 s 2 2 2 322 Buku Guru Kelas X .

jelas kita lihat bahwa sudut yang dibentuk oleh TB dan TA adalah α dan sudut yang dibentuk oleh TB dan TC adalah β. a. Gambar 9.8 Sebuah prisma segitiga ABC. Sudut antara Dua Garis dalam Ruang Ilustrasi. Dari Gambar 9. Minta siswa untuk memperhatikan Gambar 9. Tiang bendera tersebut disambung dan diikat menjadi sebuah tiang. artinya besar sudut B = 45°.EFG dengan alas berupa segitiga sama sisi ABC dengan sisi 6 cm dan panjang rusuk tegak 10 cm.30 Sudut pada 2 garis Contoh 9.31 Prisma segitiga ABC.EFG Matematika 323 . Tiang tersebut berdiri tegak dengan bantuan tali yang diikat pada tongkat dan ditarik dengan kuat ke pasak yang sudah ditancapkan ke tanah ketiga arah. Perhatikan Gambar 9. TB adalah tiang bendera dengan TC dan TA adalah tali pandu. Satu tim pramuka membuat tiang bendera dari tiga tongkat dan tali pandu. kondisinya berlaku sama untuk setiap sudut yang terkait titik perpotongan diagonal bidang ABCD.Maka arcsin B = 45°. maka besar sudut C = 45°.18 dapat disketsa kembali dengan lebih sederhana. Meskipun terdapat 4 segitiga yang terbentuk pada bidang alas kubus ABCD. Karena TB = TC. besar sudut BTC = 90°.30. Gambar 9.30. Akibatnya. Garis AG dan garis AB! Gambar 9. Gambar 9.EFGH.29. Garis AG dan garis BG! b. Tentukanlah besar sudut yang dibentuk: a.29 Tiang bendera ♦ Minta siswa untuk memisalkan tiang bendera dan tali merupakan sebuah garis.

257247878 = 75.18 = 29.82 Berarti besar sudut α adalah 29.9 Perhatikan gambar! Pada balok ABCD.Penyelesaian Berdasarkan Gambar 9. maka nilai α adalah sebagai berikut. ∠AGB = α = 180 – 2 ∠GAB = 180 – 2β = 180 – 2(75.82°. Dengan perbandingan nilai cosinus. Contoh 9. titik Q di tengah CD.31 AB = BC = AC = 6 cm AE = BF = CG = 10 cm Perhatikan segitiga AEG siku-siku di E sehingga dengan teorema phytagoras: AG = AE 2 + EG 2 AG = 100 + 36 AG = 136 dan ABG Perhatikan segitiga sama kaki AGB. kita perlu menggeser garis AH sepanjang rusuk EF sehingga garis 324 Gambar 9.257247878 β = arc cos 0. diperoleh: AG1 3 = cos β = AG 136 = 0. Jika panjang AB = 12 cm.09) = 360 – 150.EFGH Buku Guru Kelas X .32 Kubus ABCD. Berapakah besar sudut antara garis AH dan BQ? Penyelesaian Perhatikan gambar! Untuk mendapatkan sudut yang dibentuk oleh garis AH dan BQ.09° 6 Karena ∆ABG adalah segitiga sama kaki. BC = 8 cm dan CG = 8 cm.EFGH.

57 atau α = 0. QG 2 − QO 2 = BG 2 − BO 2 100 − x 2 = 128 − (10 − x) 2 100 − x 2 = 128 − (10 − x) 2 100 − x 2 = 128 − 100 + 20 x − x 2 100 = 28 + 20 x 72 = 20 x atau x = 3. QG = QC 2 + CG 2 = 82 + 62 = 100 = 10 Perhatikan segitiga QBG dengan α adalah sudut garis QB dan BG.AH dapat diwakili garis BG. Kedua pemanah tersebut berhasil memanah tepat pada sasaran.57) 57) = 55 55°. arccos( arccos = . Masing-masing anak panah menancap tepat di pusat sebuah bidang sasaran seperti pada Gambar 9. CQ = 6 sehingga dengan teorema Phytagoras diperoleh. CQ = 6 sehingga dengan teorema Phytagoras diperoleh. 6 Perhatikan segitiga BOG siku-siku di O. BG = BF 2 + FG 2 = 82 + 82 = 128 Perhatikan segitiga QCG. CG = 8. 4 cos α = = ≈ 0.55º. Sudut antara Garis dan Bidang pada Bangun Ruang ♦ Minta siswa untuk memahami Ilustrasi berikut! Ilustrasi 1 Dua orang pemanah sedang latihan memanah di sebuah lapangan. BC = 8. BQ = BC 2 + CQ3 = 82 + 62 = 100 = 10 Perhatikan segitiga BFG. sehingga: 10 − x 6. siku-siku di C. Dengan teorema phytagoras pada segitiga siku-siku QOG dan BOG. FG = 8 sehingga dengan teorema Phytagoras diperoleh. 128 128 b. siku-siku di C.55. Perhatikan segitiga BCQ.33 berikut! Matematika 325 . BF = 8. siku-siku di F.(0. Sudut yang dibentuk adalah α.

• Kemudian berikan pertanyaan lagi gar siswa memperhatikan posisi kedua anak panah tersebut terhadap bidang. • Berikan penjelasan kepada siswa dengan memisalkan anak panah tersebut adalah sebuah garis dan papan target anak panah adalah sebuah bidang (sebut bidang A dan B serta garis h dan k) sehingga diilustrasikan kembali posisi anak panah tersebut seperti gambar berikut. Garis k tidak tegak lurus terhadap bidang atau garis k tidak membentuk sudut 90° terhadap bidang tetapi membentuk sudut yang lain dengan bidang. Gambar 9. Perhatikan Gambar 9.34 (b). Diharapkan siswa memahami bahwa posisi kedua anak panah tersebut tentu sangat berbeda. anak panah yang menancap pada bidang adalah sebuah ilustrasi bahwa sebuah garis dapat memotong sebuah bidang di satu titik.33 Anak panah • Tanyakan kepada siswa. Garis yang tegak lurus pada bidang. bagaimana pengamatannya terhadap ilustrasi tersebut? Harapan jawabannya yaitu siswa mengatakan kedua anak panah menancap tepat pada sasaran yaitu pada pusat bidang. garis h selalu tegak lurus terhadap semua garis yang ada pada bidang. Perhatikan Gambar 9.34 (a). kita sebut membentuk sudut 90° terhadap bidang.Gambar 9. Dapatkah anda menentukan besar sudut yang lain tersebut? Mari kita pelajari ilustrasi berikut.34 Perpotongan garis dengan bidang di satu titik Dengan demikian. sehingga garis h disebut tegak lurus terhadap bidang. 326 Buku Guru Kelas X .

38 Sketsa sederhana bidang miring 1 Matematika 327 .35 Bayangan pohon miring Gambar 9. matahari akan bersinar tepat di atas pohon tersebut sehingga bayangan pohon tersebut merupakan projeksi orthogonal pada lapangan.36 Proyeksi PQ ke bidang Sebuah pohon tumbuh miring di sebuah lapangan.8 Perhatikan tangga berikut. Masalah-9.8. Pada siang hari pada pukul 12. Seorang bapak sedang berdiri di tangga dengan kemiringan x0. Misalkan garis PQ adalah pohon sehingga projeksi PQ adalah PR seperti gambar. sudut yang dibentuk oleh PQ dengan bidang adalah sudut yang dibentuk oleh garis PQ dengan proyeksinya pada bidang tersebut yaitu sudut QPR.00.35 disebut sudut α. Dapatkah kamu tentukan sudut yang dibentuk oleh badan bapak tersebut dengan bidang miring? Gambar 9.37 Bidang miring Alternatif Penyelesaian Mari kita sederhanakan sketsa bidang miring tersebut.Ilustrasi 2 Perhatikan gambar! Gambar 9. Misalkan PT atau QS adalah tinggi badan bapat tersebut. Dengan demikian. Kita ambil sebuah garis DC atau AB sedemikian PT tegak lurus dengan AB atau QS tegak lurus dengan DC. ♦ Minta siswa untuk memahami Masalah 9. Gambar 9. Pada Gambar 9.

39 Sketsa sederhana bidang miring Perhatikan bahwa sudut TPR adalah pelurus dengan sudut UPR sehingga: ∠TPR + ∠UPR = 180° ∠TPR + 90° – x° = 180° ∠TPR = 90° – x° Dengan demikian. Perhatikan segitiga PUR dengan siku-siku di U atau sudut U adalah 90°. ∠UPR + ∠PUR + ∠PRU = 180° ∠UPR + 90° + x° = 180° ∠UPR = 90° – x° Gambar 9. Sudut yang dibentuk badan bapak tersebut dengan permukaan bidang miring akan diwakili oleh sudut yang dibentuk oleh garis PT dengan garis PR. Dengan demikian garis PR akan mewakili bidang miring tersebut. Titik P di tengah rusuk GH dan titik Q di tengah FG. sudut yang dibentuk oleh badan bapak tersebut dengan permukaaan bidang miring adalah 90° + x°. Tentukanlah sudut antara garis CG dengan bidang BDPQ.EFGH 328 Buku Guru Kelas X . Contoh 9.Perhatikan juga bahwa garis PR terletak pada bidang sehingga PR tegak lurus dengan PT ataupun pada QS.40 Kubus ABCD. Kita sederhanakan kembali sketsa di atas. Penyelesaian Perhatikan gambar di bawah ini! Gambar 9.10 Pada kubus ABCD.EFGH dengan panjang rusuk 12 cm.

tan α = = tan α = = 2. Kamu tentu masih ingat konsep kesebangunan bukan. TM adalah garis tinggi. Perhatikan kesebangunan antara segitiga TBC dengan segitiga TQG. CG. Marilah kita mengamati dan mempelajari ilustrasi berikut.Jika kita perpanjang garis BQ. dan DP maka ketiga garis akan berpotongan di satu titik T. siku-siku di B Matematika 329 . Perhatikan segitiga sama kaki TBD. coba kamu cari dengan sin dan cos. ON TC 24 4 Dengan menggunakan kalkulator maka  1 α = arctan  2  = 19. Kemudian MO CM 6 2 1 perhatikan segitiga TCM. yaitu: 6 TG GQ TG GQ TG = atau = ⇔ = TC CB TG + GC CB TG + 12 12 ⇔ 2TG = TG + 12 ⇔ TG = 12 AC 2 2 2 2 2 AC AC = AB 2 + BC AC2 = atau 12 AB + + BC 12212 ×2 2 + 12 2 2CM 12 = × 2 =2 6 CM 2 = =6 2 12 AC = 2 2 2 AC = 12 × 2 AC AC = AB 2 + BC 2 122 + 122 AC 122 2 2 CM = =6 2 =× 12 AC 2 2 2 2 2 2 AC = AB + BC 12 + 12 12 × 2 2 CM = =6 2 sehingga 2 Perhatikan segitiga TCM. Sudut antara Dua Bidang pada Bangun Ruang Pada sub-bab ini. apakah hasilnya sama? c. siku-siku di C TM = TC 2 + CM 2 atau TM = (24) 2 + (6 2 ) 2 TM = 576 + 72 TM = 648 Perhatikan segitiga TBD berpotongan dengan garis TC di titik T sehingga sudut yang dibentuk TBD dan garis TC adalah α. 5°  4 Selain dicari dengan tan. Perhatikan segitiga ABC. kita akan mencoba menemukan konsep sudut antara dua bidang pada bangun ruang.

43.43 Halte Alternatif Penyelesaian Mari kita sederhanakan sketsa gambar tersebut. Dengan demikian.41 Buku Gambar 9. dan tulang buku tersebut dimisalkan dengan sebuah garis k. Kita sebut sampul buku depan adalah bidang α dan sampul buku belakang adalah bidang β.42 Berkas atau buku Berdasarkan gambar di atas.9 Sebuah halte berbentuk seperti Gambar 9. Kumpulan tersebut sering disebut dengan berkas.Ilustrasi 3 Perhatikan gambar buku berikut. sudut yang dibentuk oleh bidang α dan bidang β adalah sudut yang dibentuk oleh garis PQ dan RQ. Gambar 9. 330 Buku Guru Kelas X . Gambar 9. Sebuah buku terdiri dari beberapa halaman terbuka seperti Gambar 9. Tentu saja anda sudah mengerti bahwa buku memiliki tulang buku. Perhatikan bahwa garis PQ tegak lurus dengan garis k dan garis RQ tegak lurus juga dengan garis k. kedua sampul buku berpotongan di tulang buku atau bidang α dan bidang β berpotongan di garis k.41. Perhatikan gambar. kita ambil sampul buku depan dengan sampul belakang. Halaman per halaman merupakan bentuk dari sebuah bidang. Masalah-9. Misalkan saja. Jika atap halte dibuat tidak sejajar dengan lantai maka dapatkah anda tentukan sudut yang dibentuk oleh atap dan lantai halte tersebut.

Contoh 9. Perhatikan gambar di sebelah kanan anda. Untuk mendapatkan garis perpotongan kedua bidang maka kita dapat memperpanjang rusuk-rusuk kedua bidang. Kita sebut saja bidang lantai adalah bidang α dan bidang β. Rusuk AE diperpanjang menjadi AP Rusuk BF diperpanjang menjadi BP Rusuk DH diperpanjang menjadi DQ Rusuk CG diperpanjang menjadi CQ Dari gambar dapat kita lihat. garis PQ adalah perpotongan kedua bidang. AB = 12.ABCD. Karena bidang atap tidak dibangun sejajar maka sudah pasti bahwa kedua bidang pasti berpotongan dan membentuk sudut walaupun secara visual. CD = 10.11 Sebuah limas T. kedua bidang tidak bersentuhan. Garis tinggi TAD adalah TP dan garis tinggi TBC adalah TQ sehingga sudut yang dibentuk oleh bidang TAD dan bidang TBC diwakili oleh garis tinggi TP dan TQ sehingga sudut yang dibentuk oleh kedua bidang adalah sudut α. Penyelesaian Gambar 9.Gambar 9. Matematika 331 .45 Limas T. tentukanlah besar α.ABCD Bidang TAD dan bidang TBC berpotongan pada titik T. Jika α adalah sudut yang dibentuk oleh bidang TAD dengan bidang TBC.44 Sketsa sederhana halte Pengamatan kita terfokus pada bidang atap dan lantai. Dengan demikian. sudut antara bidang α dan bidang β adalah φ. dengan panjang TA = 13. Garis ST tegak lurus dengan PQ dan garis UT juga tegak lurus dengan PQ.

2 1 Sebuah kubus ABCD. Tentukanlah 332 Tentukanlah besar sudut yang dibentuk oleh bidang PQRSTU dengan alas ABCD.Kemudian. 2. Perhatikan gambar berikut. Dengan menggunakan teorema Phytagoras. Uji Kompetensi 9. Buku Guru Kelas X . Jika AP adalah perpanjangan rusuk AB sehingga AB : BP = 2 : 1 dan FQ adalah perpanjangan FG sehingga FP : FG = 3 : 2 maka tentukanlah jarak antara titik P dan Q. 1 atau β = 30° perbandingan sinus. Perhatikan segitiga TAD. maka: sin β = menggunakan Dengan 2 PO 6 6 PO sin sin ββ== == TP 12 12 TP 11 11   atau 30 sin ββ== atau ββ== arc sin arcsin sin == °° 30   22 22   Dengan demikian sudut α = 2β atau α = 60°. jarak bidang ACH dengan bidang BEG. Pada kubus ABCD.EFGH dengan panjang rusuk p cm.EFGH. (Rusuk kubus p cm. maka: TP = TA2 − AP 2 TP = 132 − 52 TP = 144 = =12 12 PO 6 sin β = = TP 12 Perhatikan segitiga TPQ. Tentukanlah sudut antar bidang ACH dengan bidang ACF. 4. 3. Pada kubus ABCD. untuk p bilangan real positif). kita akan mencari besar sudut α sebagai berikut.EFGH dengan panjang rusuk a cm.

AD = 8 cm. Perhatikan gambar balok berikut a. Sebuah limas berdiri setinggi 26 cm di atas bidang datar dengan alas berbentuk bidang segi enam 333 Matematika . Hitunglah 10. Besar sudut BDC c. GF = 8 cm dan BF = 9 cm. Titik X berada pada rusuk AB yang berjarak 3 cm dari titik B.5. Besar sudut antara HP dan FG d. Sudut yang terbentuk antara TC dan AC adalah 40°. Besar sudut PXA d. Besar sudut antara BS dan bidang alas 6. Besar sudut antara HP dan EFGH c. Gambar di bawah ini merupakan balok dengan alas EFGH. Besar sudut antara DF dan bidang EFGH 9. Besar sudut antara HB dan bidang ABCD 8. Hitunglah: a. Panjang AT c. Sebuah balok ABCD. Besar sudut antara AX dan bidang alas c. dan DH = 24 cm. Besar sudut antara HB dan bidang CDHG d. dengan sudut BAC = 90° dan panjang AB =16 cm. Sebuah kubus dengan panjang rusuk 12 cm.EFGH memiliki panjang rusuk-rusuk AB = 6 cm. Segitiga ABC adalah segitiga yang terletak pada sebuah bidang datar. dengan panjang HG = 15 cm. Sudut yang terbentuk antara TB dan AB b. Titik T terletak tepat di atas titik A. Panjang HB b. Panjang BC 7. Panjang HP jika P adalah tengah-tengah BC b. BD = 10 cm. Panjang AX b. Hitunglah : a. Hitunglah besar sudut HXG dan ABFE. panjang TC adalah 25 cm. Titik X berada di tengah rusuk CR. Hitunglah: a.

Panjang rusuk dari piramid b. Hitunglah panjang OB dan bidang TAB dan bidang TCD. BC 4 = 51 6 dengan AB = dan 7BF 8 = 5. Kemudian 12. C adalah dm. Hitunglah a. tentukan jarak 9 antara kedua perahu tersebut. yang berada di Timur menara OT BDHF. Seorang lelaki berdiri di titik B. Buatlah laporanmu dan sajikan di depan kelas. Pilihlah minimal tiga objek dan rancang masalah yang pemecahannya menerapkan sifat dan rumus jarak titik ke garis atau jarak titik ke bidang. Jika tinggi merkusuar adalah 85 m dari permukaan laut. 13. Jika diketahui balok ABCD. Pada limas beraturan T. Tentukanlah besar sudut yang dibentuk bidang ADHE dan bidang 14. beraturan yang memiliki panjang rusuk 12 cm. ia berjalan 70 m ke arah Utara dan 2 3 dm 4 dan 5 6 7 8 9 TA = TB = TC = TD = menemukan bahwa sudut elevasi ABCD adalah persegi dengan sisi dari posisi yang baru ini.EFGH 2 3 . Tentukanlah besar sudut antara 25°.ABCD. Besarnya sudut antara rusuk piramid dengan alas. Perahu A bergerak ke arah Barat dengan sudut depresi 35° dan perahu B bergerak ke arah Utara dengan sudut depresi 40°. Seorang pengamat mengamati dua buah perahu dari menara merkusuar. 334 Buku Guru Kelas X . 11. Projek Perhatikan berbagai objek yang kamu temui di sekelilingmu. tinggi menara tersebut. dengan sudut elevasi 40°.

PENUTUP Pada kubus ABCD. 17. Garis EF terletak pada bidang ABFE dan EFGH. Jarak antara dua garis sejajar adalah jarak salah satu titik di salah satu garis ke garis yang lain. 8. dan EH. 19. Garis AF dan garis BE adalah dua garis yang bersilangan. AEHD. Bidang ABFE sejajar dengan bidang CDHG. EF. 10. dan EH.D.EFGH. Titik E terletak pada bidang ABFE. Jarak antara dua titik adalah panjang ruas garis terpendek yang menghubungkan dua titik tersebut. 18. 335 Matematika . EF. 6. Garis AF merupakan diagonal bidang ABFE 13. 12. berlaku. 14. 16. 4. Garis EF dan CG adalah dua garis yang saling tegak lurus. Garis EF tegak lurus dengan salah satu garis pada bidang BCGF. 15. Bidang BCHE merupakan bidang diagonal. Garis BH merupakan diagonal ruang kubus ABCD. 7. 3. 1. Titik E terletak pada garis AE. Bidang ADHE berpotongan dengan bidang BCHE. Jarak antara dua bidang yang sejajar adalah jarak dari salah satu titik pada bidang yang satu ke bidang yang lain. 11. ∠AUE = ∠BUF dan ∠AUB = ∠EUF. Garis EF dan garis CD adalah dua garis yang sejajar. maka garis EF tegak lurus dengan bidang BCGF. Garis EF sejajar dengan salah satu garis pada bidang CDHG. Bidang ABFE berpotongan tegak lurus dengan bidang ABCD. 5. 2. 9. Jarak antara sebuah titik ke sebuah bidang adalah jarak titik ke proyeksinya pada bidang. EFGH. EFGH yang memuat garis AE. Jarak antara sebuah titik ke sebuah garis adalah jarak titik ke proyeksinya pada garis. 21. 20. maka garis EF sejajar dengan bidang CDGH. Jarak dua garis bersilangan adalah panjang ruas garis yang tegak lurus pada kedua garis tersebut.

336 Buku Guru Kelas X . garis dan bidang serta penerapannya dalam pemecahan masalah nyata. Selanjutnya kita akan membahas materi tentang limit fungsi. Sudut antara garis dengan bidang adalah sudut antara garis tersebut dengan projeksinya pada bidang.22. Dalam bahasan ini kita akan mempelajari sifat-sifat limit fungsi aljabar yang selanjutnya akan diuraikan dalam pemecahan masalah dan penyelesaian beberapa masalah dengan menggunakan beberapa sifat limit fungsi yang dipelajari. Kita telah mempelajari materi geometri tentang jarak dan sudut antara titik.

2.Bab Limit Fungsi A. KOMPETENSI DASAR DAN PENGALAMAN BELAJAR Kompetensi Dasar Setelah mengikuti pembelajaran limit fungsi. memilih strategi yang efektif dan menyajikan model matematika dalam memecahkan masalah nyata tentang limit fungsi aljabar. siswa memperoleh pengalaman belajar: • mampu berpikir kreatif. menghayati pola hidup disiplin. • mengajak kerjasama tim dalam menemukan solusi permasalahan. • siswa mampu memodelkan permasalahan. siswa mampu: 1. kritis. • • • • Limit fungsi Pendekatan (kiri dan kanan) Bentuk tentu dan tak tentu Perkalian sekawan . 4. memahami konsep limit fungsi aljabar dengan menggunakan konteks nyata dan menerapkannya. • mengajak untuk melakukan penelitian dasar dalam membangun konsep. • mengajak siswa untuk menerapkan matematika dalam kehidupan sehari-hari. bertanggungjawab. • mampu berpikir kritis dalam mengamati permasalahan. 5. merumuskan aturan dan sifat limit fungsi aljabar melalui pengamatan contoh-contoh. konsisten dan jujur serta menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. 3. menghayati kesadaran hak dan kewajiban serta toleransi terhadap berbagai perbedaan di dalam masyarakat majemuk sebagai gambaran menerapkan nilai-nilai matematis. Pengalaman Belajar Melalui pembelajaran materi limit fungsi.

B. PETA KONSEP Fungsi Materi Prasayarat Masalah Otentik Fungsi Aljabar Daerah Asal Limit Fungsi Aljabar Daerah Hasil Limit Fungsi pada Suatu Titik Sifat Limit Fungsi Aljabar 338 Buku Guru Kelas X .

berbagai permasalahan yang kita hadapi dapat melahirkan berbagai konsep matematika. Menemukan Konsep Limit Fungsi Kita akan mencoba mencari pengertian atau konsep pendekatan suatu titik ke titik yang lain dengan mengamati dan memecahkan masalah. Dia melihat objek seakan akan semakin mengecil seiring dengan bertambah jauhnya mobil melintas. Berdasarkan konsep umum matematika yang diperoleh dari permasalahan tersebut. MATERI PEMBELAJARAN Dalam kehidupan sehari-hari. Gambar 10. Kemudian dia memandang terus mobil sampai melintas di kejauhan jalan tol. Dari data yang kita peroleh. kita melakukan pengamatan terhadap respon tubuh yang sedang alergi terhadap suatu zat dengan tingkat dosis obat antibiotik. konsep dapat kita peroleh dengan mengamati. Ilustrasi Seorang Satpam berdiri mengawasi mobil yang masuk pada sebuah jalan tol. Dengan demikian. masalah alergi yang serupa dapat diatasi bila kembali terjadi. menganalisa data dan menarik kesimpulan. kita dapat memodelkan batas dosis pemakaian antibiotik tersebut.C. Perhatikan dan amatilah contoh ilustrasi berikut. Percobaan yang kita lakukan adalah sebuah konsep pendekatan terhadap solusi permasalahan tersebut. Ia berdiri sambil memandang mobil yang melintas masuk jalan tersebut. Jadi. Jika kita analisis lebih lanjut. untuk pendekatan berapa meterkah jauhnya mobil melintas agar penjaga pintu masuk jalan tol sudah tidak dapat melihatnya lagi? Berdiskusilah dengan teman-temanmu! 1. Sebagai contoh. Bantu mereka untuk berani memberikan komentar kenapa obyek pada gambar seakan-akan mengecil? Arahkan mereka mengingat kembali perbandingan pada kesebangunan.1 dan memberikan waktu untuk mengamati gambar tersebut. Matematika 339 . Akhirnya dia sama sekali tidak dapat melihat objek tersebut.1 Jalan Tol ♦ Arahkan siswa melihat Gambar: 10. kita mampu menyelesaikan kembali permasalahan yang serupa.

lebah tersebut diamati terbang membentuk sebuah lintasan parabola. dengan a. c bilangan real.3 Ilustrasi gerakan lebah Jadi. Tunjukkanlah pola lintasan terbang lebah tersebut? Petunjuk: Pilihlah strategi numerik untuk menunjukkan pendekatan. n bilangan real. Alternatif Penyelesaian Perhatikan gambar dari ilustrasi Masalah 10. ♦ Amatilah model yang kamu peroleh. Seekor lebah diamati sedang hinggap di tanah pada sebuah lapangan.2 Lebah lurus ke tanah sampai mendarat kembali pada akhir menit ketiga. kemudian bandingkan kembali jawaban kamu dengan strategi yang lain.2 Gambar 10.1 Perhatikan masalah berikut. ♦ Cobalah kamu tunjukkan grafik lintasan terbang lebah tersebut. b. – Model umum kurva linear adalah f(t) = mt + n dengan m. ♦ Coba kamu modelkan fungsi lintasan lebah tersebut! Petunjuk: – Model umum kurva parabola adalah f(t) = at2 + bt + c. Setelah terbang selama 1 menit. lebah tersebut terbang menukik Gambar 10. lebah tersebut telah mencapai ketinggian maksimum sehingga ia terbang datar setinggi 5 meter selama 1 menit. Pada menit berikutnya. Pada suatu saat. model fungsi lintasan lebah tersebut berdasarkan gambar di atas adalah: 340 Buku Guru Kelas X .Masalah-10.

........ Dari ilustrasi. diperoleh data sebagai berikut. lebah kembali terbang menukik sampai hinggap kembali di tanah dengan ketinggian 0. 4. Dengan mensubstitusi n = –3m ke 5 = 2m + n maka diperoleh m = – 5 dan n = 15. 9.. kita akan menentukan fungsi lintasan lebah..... di titik C(3... • Pada akhir waktu t = 2.5) dan B(2... n bilangan real. dengan langkah-langkah berikut.. Substitusi titik A(1. (1) dengan a. m. 7.. fungsi kuadrat tersebut adalah f(t) = –5t2 + 10t. • Kemudian lebah terbang mencapai ketinggian maksimum 5 meter pada waktu t = 1 sampai t = 2. Karena fungsi kuadrat mencapai maksimum pada saat t = 1 maka =11 atau = 2 a b = –2a.. 6... Dengan mensubstitusi b = –2a ke a + b = 5 maka diperoleh a = –5 dan b = 10...5).. b. diperoleh 5 = 2m + n. model fungsi lintasan lebah tersebut adalah: −5t 2 + 10t  f (t ) =  5  −5t + 15  jika 0 ≤ t ≤ 1 jika 1 ≤ t ≤ 2 .. (2) jika 2 ≤ t ≤ 3 Selanjutnya limit fungsi pada saat t = 1 dan t = 2 dapat dicermati pada tabel berikut. • Misalkan posisi awal lebah pada saat hinggap di tanah adalah posisi pada waktu t = 0 dengan ketinggian 0... Matematika 341 .... Fungsi linear yang dimaksud adalah f(t) = –5t + 15.5) ke fungsi kuadrat f(t)= at2 + bt + c diperoleh a + b + c = 5 atau a + b = 5.... Lebah tersebut terbang konstan pada ketinggian 5 maka fungsi lintasan tersebut adalah f(t) = 5. Substitusi titik O(0.0) ke fungsi kuadrat f(t)= at2 + bt + c diperoleh 2....... 8 Substitusi titik C(3..at 2 + bt + c  5 f (t ) =   mt + n  jika 0 ≤ t ≤ 1 jika 1 ≤ t ≤ 2 jika 2 ≤ t ≤ 3 ...... −b 3.0). di titik A(1..0) ke fungsi linear f(t) = mt + n... Dengan demikian. 10... c.. 5.. diperoleh 0 = 3m + n atau n = –3m. Berdasarkan data tersebut... Substitusi titik B(2...... disebut titik awal O(0.. 1.5) ke fungsi linear f(t) = mt + n...0).. Jadi..

9 5 1. t →1 t →1 II. nilai fungsi f(t) = 5 mendekati 5.99 4.99 5 1.1 Nilai pendekatan y = f(t) pada saat t mendekati 1 t f(t) 0.Tabel 10.1 4.5 Dari pengamatan pada tabel.01 4. Demikian saat t mendekati 1 dari kanan. nilai fungsi y = f(t) = –5t + 15 mendekati 5.5 2.95 0. nilai fungsi y = f(t) = –5t2 + 10t mendekati 5. Perhatikan strategi lainnya. Kita − 5t 2 + 10t = 5 = lim 5 . Untuk t mendekati 1 − 5t2+ = 5 5 (makna t → 1– adalah nilai t yang didekati dari kiri) lim +15 10 t= − t →1 t →1+ lim 5 = 5 (makna t → 1+ adalah nilai t yang didekati dari kanan) Ternyata saat t mendekati 1 dari kiri . Hal ini dapat dinyatakan lim 5 = lim − 5t 2 + 10t = 5.3 5 Tabel 10.7 4. dapat kita lihat bahwa y akan mendekati 5 pada saat t mendekati 1 dan y akan mendekati 5 pada saat t mendekati 2.80 0. Mari perhatikan nilai fungsi pada t mendekati 1 dari kiri dan kanan.9 4. Dengan demikian fungsi + − lintasan lebah mempunyai limit sebesar 5 pada saat t mendekati 2.2 Nilai pendekatan y = f(t) pada saat t mendekati 2 t f(t) 1.001 4. Untuk t mendekati 2 lim 5 = 5 (makna t → 2– adalah nilai t yang didekati dari kiri) − t →2 t → 2+ lim − 5t + 15 = 5 (makna t → 2+ adalah nilai t yang didekati dari kanan) Ternyata saat t mendekati 2 dari kiri.95 2.8 4. Dengan demikian fungsi lintasan lebah menulisnya lim − + mempunyai limit sebesar 5 pada saat t mendekati 1.999 5 2 5 2. sebagai berikut: I.999 5 1 5 1.3 3.7 5 1. nilai fungsi f(t) = 5 mendekati 5. Demikian juga saat t mendekati 2 dari kanan.55 0.2 5 1.01 5 1.995 2.1 5 1. t →2 t →2 342 Buku Guru Kelas X .9995 0.001 5 1.8 5 1.2 4 2.

0001 pendekatan nilai Alternatif Penyelesaian Kedua teman Ani berlomba memberikan jawaban bilangan terdekat ke 3. Ternyata masih ada bilangan real lain yang terdekat ke 3.5 Candra : 3. Demikianlah mereka terus-menerus memberikan jawaban sebanyak mungkin sampai akhirnya mereka menyerah untuk mendapatkan bilangan-bilangan terdekat ke-3.5. Pada awalnya Budi dan Candra mengambil bilangan yang terdekat ke 3 dari kiri dan kanan sehingga mereka menjawab 2 dan 4. Matematika 343 .1 Budi : 2. sehingga Budi harus memberi bilangan yang lebih dekat lagi ke 3 dari kiri.2 Tiga anak (sebut nama mereka: Ani. seperti pada Gambar 10. Ani memberikan pertanyaan dan kedua temannya akan berlomba memberikan jawaban yang terbaik.99 Candra : 3. Jika dimisalkan x sebagai variabel yang dapat menggantikan jawaban-jawaban Budi dan Candra maka x akan disebut bilangan yang mendekati 3 (secara matematika. sehingga ia menjawab 3.9 Candra : 3. Berdasarkan pemahaman kasus ini. Ani : Sebutkanlah bilangan real yang paling dekat ke 3? Budi : 2 Candra : 4 Budi : 2. ternyata ketidakmampuan teman-teman Ani untuk menyebutkan semua bilangan tersebut telah membuktikan bahwa begitu banyak bilangan real di antara bilangan real lainnya.4 Ilustrasi limit sebagai Candra : 3.001 Budi : 2. Budi dan Candra) sedang bermain tebak angka.5 Budi : 2. Perhatikanlah percakapan mereka berikut.5.4. maka Budi menyebut 2.Masalah-10.999 Candra : 3.01 Budi : 2.9999 Gambar 10. dituliskan x → 3). Hal ini membuat Candra ikut bersaing untuk mencari bilangan lain.

5 B) sehingga terbentuk sebuah jembatan layang yang panjang (Gambar 10. Kita Gambar 10.5 Jembatan layang (C) Kata limit dapat dipandang sebagai nilai batas. beberapa badan jembatan yang telah dibentuk dengan ukuran tertentu diangkat dan disambungkan satu sama lain pada setiap pondasi yang telah tersedia (Gambar 10.3 (A) (B) Gambar 10. sebagai berikut: 344 Buku Guru Kelas X . Pilih salah satu pondasi sebagai titik yang akan didekati. Setelah pondasi yang kokoh dibangun (Gambar 10.5 B). Ingat kembali pengertian sebuah fungsi X Y pada bab sebelumnya. Jika setiap pondasi merupakan titik-titik pada himpunan X dan badan jembatan merupakan kurva yang dipenuhi oleh fungsi y = f(x) maka hubungan antara pondasi dan badan jembatan merupakan sebuah pemetaan atau fungsi. Manfaatkan jawaban siswa untuk melahirkan sebuah konsep dan pendefinisian tentang limit fungsi. Tentu saja kedua blok badan jembatan yang terhubung mempunyai garis pemisah (Gambar 10. sebuah fungsi f memetakan setiap f x y = f(x) anggota himpunan X ke tepat satu anggota himpunan Y. Perhatikan ilustrasi berikut. ♦ Arahkan siswa berdiskusi untuk memikirkan. Misalkan X dan Y ada-lah himpunan yang tidak kosong. x ∈ X.5 B. Sebuah jembatan layang dibangun pada sebuah kota untuk mengatasi masalah kemacetan jalan raya. Lihat pada Gambar 10.5 C). y ∈ Y.Masalah-10.6 Pemetaan anggap garis pemisah pada persambungan kedua blok badan jembatan sebagai ilustrasi x ≠ c.5 A). apakah kedua blok badan jembatan tersebut mempunyai limit pada garis persambungan tersebut? Berikan ide-ide secara bebas dan terbuka.

1 3. Kita dapat memberikan beberapa pengamatan sebagai berikut.99 2. dari sebelah kiri atau kanan ♦ Setiap titik x mempunyai peta di y oleh fungsi saja? Apakah ada fungsi yang diberikan.9 1. Definisi 10.7 1. Ada atau tidakkah suatu nilai pendekatan f(x) pada saat x mendekati c tersebut? x →c Contoh 10. Seperti yang telah dijelaskan di awal bab ini.5 2.01 2. apa yang terjadi jika y hanya mendekati yang mendekati 2.999 2. Kita menentukan x mendekati 2.001 3. kita tetapkan pengertian limit fungsi.9 2.1 2.5 1.99 1. sebagai berikut. yang demikian ♦ Setiap peta x juga mendekati peta 2.999 … … 2 ? … … 2.1 Misalkan fungsi f(x) = x + 1 untuk x ∈ R. Kemudian amatilah tabel berikut. Tetapi ada baiknya kita harus menguji kembali konsep tersebut. sebuah pengamatan pada permasalahan akan melahirkan pengertian dan konsep umum. kemudian kita tentukan nilai y oleh fungsi y = f(x) pada tabel berikut. Tabel 10. Mari kita amati kembali konsep limit fungsi tersebut dengan mengambil strategi numerik. 1.7 3 4 Apakah pengamatanmu? Perhatikanlah tabel tersebut. ♦ Ada banyak bilangan real yang dapat ditentukan Menurut kamu. dengan langkah-langkah pengamatan sebagai berikut.7 2. lim f ( x ) = L jika dan hanya jika f(x) mendekati L untuk semua x mendekati c. Matematika 345 . Hitung nilai f(x) untuk setiap nilai x yang diberikan? 3. Kita menyatakan bahwa f mendekati L ketika x mendekati c yang terdefinisi pada selang/interval yang memuat c kecuali mungkin di c sendiri.5 2. Berdasarkan masalah dan contoh di atas. Tentukanlah titik-titik x yang mendekati c dari kiri dan kanan! 2.01 3.5 3. x →c Catatan: lim f ( x ) = L dibaca limit fungsi f(x) untuk x mendekati c sama dengan L.001 2. Kemudian amatilah nilai-nilai f(x) dari kiri dan kanan. 4.7 3.1 Misalkan f sebuah fungsi f : R → R dan misalkan L dan c bilangan real.3 Nilai fungsi f(x) = x + 1 pada saat x mendekati 2 x y 1 2 1. ♦ Tampak bahwa pendekatan ada dari kiri dan kanan tabel.

7 1.99 1.7 2 3 Berdasarkan nilai tabel di atas. pada saat x mendekati 1 x y 0 1 0.7 Grafik Fungsi f(x) = x + 1 Secara matematika. Nilai-nilai pendekatan f(x) untuk nilai-nilai x yang mendekati 1 dapat dilihat pada tabel berikut.01 2. lim ( x + 1) = 3 x→2 Bagaimanakah jika f(x) tidak terdefinisi pada titik x + 1? Perhatikan contoh berikut ini! Contoh 10. fungsi f(x) = x + 1 mendekati 3 pada saat x mendekati 2 dapat dituliskan sebagai berikut.9 1. Misal y = = x +1 x −1 x −1 x −1 untuk x ≠ 1. Jika fungsi f(x) = Tabel 10.5 1. Secara geometri dapat diperlihatkan sebagai berikut.4 Nilai fungsi y = f(x) mendekati 2.999 1.5 2. 346 Buku Guru Kelas X .1 2.001 2.001 1.5 0.7 0.7 2.1 1.Perhatikan sketsa berikut: Gambar 10.5 1.99 0.999 … … 1 ? … … 1. x ≠ 1.9 0. dapat dilihat nilai f(x) akan mendekati 2 pada saat x mendekati 1.01 1.2 x 2 − 1 ( x + 1)( x − 1) x2 − 1 = untuk x ∈ R.

Secara matematika. Arahkan siswa untuk menghubungkan definisi limit tersebut dengan keempat gambar berikut dan berikan mereka kesempatan untuk memberikan komentar dan saling menanggapi. fungsi f ( x) = lim x →1 x2 − 1 =2 x −1 ♦ Arahkan siswa untuk membentuk kelompok diskusi 2 atau 4 orang. Gambar 10. apa maksud dari gambar bulatan kosong pada kurva fungsi pada saat x = 1? Gambar 10.9 Grafik fungsi f(x) terkait limit Matematika 347 .8 Grafik fungsi f(x) x2 − 1 = x + 1 dengan x ≠ 1 akan mendekati 2 x −1 pada saat x mendekati 1 dituliskan sebagai berikut. Ingatkan kembali siswa tentang definisi limit fungsi di atas. Guru harus memberikan kesimpulan akhir.Diskusi Perhatikanlah gambar di samping! Coba diskusikan kembali dengan temanmu.

1 2.5 1. pada saat x mendekati 1 x y 0 0 0.7 2. Tabel 10.998 … … 1 ? … … 1.001 2. x ≤1 tidak memiliki limit di titik x >1 ♦ Arahkan siswa mengkaitkan contoh ini ke definisi.01 2.9 0.98 0. Guru harus memberi kesimpulan akhir.7 0.99 0.7 2 3 Berdasarkan tabel di atas.999 0.81 0. Secara geometri dapat diperlihatkan sebagai berikut. berikan mereka waktu membuat sebuah contoh dan mempresentasikan di depan kelas. f(x) akan mendekati 1 pada saat x mendekati 1 dari kiri sementara f(x) mendekati 2 pada saat x mendekati 1 dari kanan. 348 Buku Guru Kelas X .25 0.01 1.001 1. Hal ini mengakibatkan f(x) tidak mempunyai limit pada saat x mendekati 1.10 Grafik fungsi f(x)  x2 jika Dengan demikian fungsi f ( x) =   x + 1 jika x = 1. Gambar 10.5 0.3 Perhatikan fungsi berikut:  x2 jika f ( x) =   x + 1 jika x ≤1 x >1 Jika y = f(x) maka nilai-nilai pendekatan f(x) untuk nilai-nilai x mendekati 1 dapat dilihat pada tabel berikut.Contoh 10.49 0.1 1.5 Nilai fungsi y = f(x) mendekati 2.5 2. Melalui pemahaman siswa tentang definisi limit fungsi.

.1 1.01 1... Hal ini dapat ditulis secara matematika...2 2 0..1 2 1... dengan.......99 2 0..2.999 0. Tabel 10....99 0.. dengan....001 1..01 1.999 … … 1 ? … … 1.5 1.....2 0........6 Nilai pendekatan f(x) = 2.5 2 1.....9 0.... Kita akan mencoba mengamati sifat-sifat limit fungsi pada beberapa contoh dan tabel nilai-nilainya.7 Nilai pendekatan f(x) = x.. Contoh 10... pada saat x mendekati 1 x y 0 0 0...2 0.5 Jika f(x) = x maka nilai pendekatan f(x) pada saat x mendekati 1 dapat ditunjukkan pada tabel berikut.... pada saat x mendekati 1 x y 0 2 0. Sifat-Sifat Limit Fungsi Perhatikan kembali beberapa contoh berikut.9 2 0.... Perhatikanlah. x →1− lim x = 1 = lim x ...6? Kita dapat mengamati pergerakan nilai-nilai x dan f(x) pada tabel tersebut...5 0.1 1.......8 2 2 2 Apa yang kamu peroleh dari Tabel 10........... Hal ini dapat kita tuliskan secara matematika.999 2 … … 1 ? … … 1...5 0.. x →1− lim 2 = 2 = lim 2 . 349 Matematika ..8 2 2 Kita dapat mengamati pergerakan nilai-nilai x dan f(x) pada tabel tersebut. Tabel 10..(2) + x →1 ♦ Arahkan siswa untuk menggambar fungsi tersebut! Berikan waktu kepada siswa untuk menjelaskan pendapatnya kemudian guru mengajak siswa mengambil kesimpulan. Diberikan beberapa nilai-nilai x yang mendekati 1.99 0...01 2 1.... jika x mendekati 1 dari kiri dan kanan maka nilai y akan mendekati 1 dari kiri dan kanan.5 1.4 Jika f(x) = 2 maka nilai pendekatan f(x) pada saat x mendekati 1 dapat ditunjukkan pada tabel berikut.(1) + x →1 Contoh 10. Berdasarkan (1) dan (2) secara induktif diperoleh sifat berikut.5 2 0...........9 0.. jika x mendekati 1 dari kiri dan kanan maka nilai y akan mendekati 2 dari kiri dan kanan.8 1....001 2 1..001 1....

9.8 2 2 2 xx x=x1.96 0.81 0.99 … … 1 ? … … 1.8 3.01 2.999 0.9 Nilai pendekatan f(x) = 2x2 pada saat x mendekati 1 x y 0 0 0.23 2 4 Nilai pendekatan f(x) pada saat x mendekati 1 adalah 1.1 2. Berdasarkan Tabel 10. maka Berdasarkan Tabel 10.62 0.5 2 1. Tabel 10.5 0. c bilangan real.99 0.9 1.2 0.999 1.25 0. x →c x →c x →c lim f ( x ) = L jika dan hanya jika lim f ( x ) = L = lim f ( x) − + Contoh 10.9 0.1 1.00 1. lim xx x=x1.21 1.7 Jika f(x) = 2x2 maka nilai pendekatan f(x) pada saat x mendekati 1 dapat ditunjukkan pada tabel berikut.Sifat-1 Misalkan f suatu fungsi dengan f : R → R dan L.08 0.5 2. Tabel 10.2 0.98 0.02 1.8 Nilai pendekatan f(x) = x2 pada saat x mendekati 1 x y 0 0 0.6 Jika f(x) = x2 maka nilai pendekatan f(x) pada saat x mendekati 1 dapat ditunjukkan pada tabel berikut.99 … … 1 ? … … 1.25 1.001 2.8.01 2.5 0.5 0. maka x →1 lim x 2 = x →1 lim x × x x →1 = = 1 × 1 = 1 lim x × lim x x →1 x →1 Contoh 10.04 0.00 1.99 1.001 2.42 1. lim x →1 lim 2 x 2 = lim 2 × xx× xx x →1 x →1 350 Buku Guru Kelas X x →1 = x →1 = 2×1×1 = 2 lim 2 × lim x × lim x x →1 .04 1.

5 7.26 1.5 1.94 4.8 diperoleh lim =x1.94 1.1 1.1 0.01 … 1 ? … 1.5 0.1 1.7 dan Tabel 10.67 0.01 4.06 4.0 3.99 1.52 0.14 2.9 2 maka nilai pendekatan f(x) pada saat x mendekati 1 dapat ditun2x − x jukkan pada tabel berikut. Jika f(x) = 2x2 + 2x maka nilai pendekatan f(x) pada saat x mendekati 1 dapat ditunjukkan pada tabel berikut.8 1.7 –25 7.98 … … 1 ? … … 1.99 0.5 2 12.7 0.62 xx x 2 x 2 = 2 dan lim Berdasarkan Contoh 10.5 1.10 Nilai pendekatan f(x) = 2x2 + 2x pada saat x mendekati 1 x y 0 0 0.9 2 pada saat x mendekati 1 2x − x 2 0.001 1.9 0.99 0.78 0. Tabel 10.11 Nilai pendekatan f(x) = x y 0.01 … 1.999 3. maka x →1 x →1 lim 2 x 2 + lim 2 x = x →1 x →1 lim 2 x 2 + lim 2 x x →1 x →1 = 2+2 = 4 Contoh 10.00 1.Contoh 10.001 1.42 3.49 2 Berdasarkan tabel di atas. Jika f(x) = 2 Tabel 10.999 … 2. lim 2 = 2 atau x →1 2 x − x lim 2 2 x →1 lim 2 = x →1 2 x − x lim 2 x 2 − x x →1 = = lim 2 x →1 x →1 lim 2 x 2 − lim x x →1 2 =2 2 −1 Matematika 351 .

lim x=c x →c 3.25t2 + 0. 1. dengan k dan c adalah bilangan real serta n adalah bilangan bulat positif.. lim  x →c  g x →c lim g ( x)   ( x)    x →c  8. lim[kf ( x)] = k lim f ( x)  x →c  x →c    lim    lim[ ) (( x )] lim xx )) × lim gg (( x ) lim[ fff( ( (x x x ) )× ± ±g g g ( x x ) )]= = = lim limfff(( ( x ) ± ± lim g (x x ) ) 4. lim x →c x →c x →c Contoh 10.5t (cm)2. lim lim ff ( gk (x [kf ]→c= → lim[ ( x )] lim f lim ( x)    = dengan g ( x) x→ →c c x x c   xc →c →c ≠ 0    lim x →c g ( x)  x→ lim g( x) x     x →c  6.Perhatikanlah sifat-sifat limit fungsi berikut: Sifat-2 Misalkan f dan g adalah fungsi yang mempunyai limit pada x mendekati c. lim + + → xx cc x→ cc    x x→ →c c x→ → c x x→ → c       lim f( x)  = (x )− x) x) f ( x)  − lim g ( x)  5. lim[ f ( x) × g ( x)] = lim f ( x)  × lim g ( x)  x →c  x →c   x →c  f ( x)   f ( x)   lim x →c   dengan lim g ( x) ≠ 0 = 7.. lim [ f ( x) ] = lim f ( x)  x →c  x →c  n n n f ( x ) = n lim f ( x ) f ( x) > 0 bilamana n genap . asalkan lim 9. lim k =k x →c 2. 352 Buku Guru Kelas X . Kecepatan perubahan pertambahan luas bidang tersebut pada saat t = 5 menit adalah .10 Sebuah bidang logam dipanaskan di bagian tengah dan memuai sehingga mengalami pertambahan luas sebagai fungsi waktu f(t) = 0. Penyelesaian Kecepatan perubahan pertambahan luas adalah besar pertambahan luas dibandingkan dengan besar selisih waktu.

000300002 0.3025 1.0025 3. 25t + 0. 75 = lim t →5 t −5 = lim t →5 0.999 4.0001 0. 5) t →5 t →5 t −5 t −5 353 Matematika .75 1.12 Nilai pendekatan pada saat t mendekati 5 12 1 2 3 4 4.029975 –0.99 4. 5t ) − f (5) f (t ) − f (5) lim = t →5 t →5 t −5 t −5 2 0.1 –0.00025 3.2975 –0.875 2. 25t 2 + 0.001 –0. 5(0.001 5. 5t 2 + t − 17.5t f(5) = 0.25t2 + 0.Perhatikan tabel! Tabel 10.5 –0.1 0.125 3.25 5 5.01 5.5 6 Dengan melihat tabel di atas.00299975 –0.001 0.4375 –0.75 2. 5t + 3.25 ∆f/∆t 2 2.000299997 0 0. pada saat t mendekati 5 maka ∆t mendekati 0 dan f(t) akan mendekati 3 (cm2/menit).9 4.975 2.000025 3. 5t − 8.25 2.0001 0. 5(0. 5t + 3.9999 ∆t = t – 5 –4 –3 –2 –1 –0. 5) lim lim 0.030025 0.9975 2.01 0.75 –5 –2.25 3.25(5)2 + 0.025 3.99975 2.00300025 0. 5(0.5 4.999975 ? 3.01 –0.75 lim (0.0000 0.5625 3. 5)(t − 5) 0.5(5) = 8.0001 5.5 2.1 5.5 1 ∆f = f(t) – f(5) –8 –6. Alternatif Penyelesaian lainnya f(t) = 0.

5(0. 5(0.0 . beri bantuan berupa pertanyaan atau mengingatkan konsep terkait yang sudah dimiliki siswa.5  3.5 Kecepatan sesaat pertambahan luas bidang pada t = 5 adalah 0.25 0.5(5)  0.5ch  0.5) = 3 ♦ Berikan waktu pada siswa menggunakan manipulasi aljabar pada proses limit di atas! Beri kesempatan bagi siswa untuk menjelaskan jawabannya. Jika siswa tidak dapat mengerjakannya. 5) 0.25h  0. 5(0.5c  0.25h 2  0.5 0.25( )2 0.5 h fc (c 0.5( h h 0. 5(0.25h  0.5c) h0 h = lim 0.5ch  0. 5t 2 + t − 17.25c (c+hh ) 2+ 0.25h 2  0.5h)  (0.5h h0 h h0 = lim 354 (0.25c2 2 2 f( + hh )) = 0.25 c 2+ 0.0. 5t + 3. 5) = lti t →5 →5 −5 t −5 = 0.5c c . 5t + 3. 5)(t − 5) lim lim lim 0. 5)(t − 5) lim m 0. 5) = t →5 t →5 t →5 t −5 t −5 + t − 17.25 0.25c 2  0. 5(0.25 h2+ 0. 5) 0. Beri kesempatan bagi siswa yang lain untuk memberi komentar. 5t + 3.5h kecepatan sesaat sesaat pertambahan pertambahan luas luas bidang bidang adalah: adalah: kecepatan lim h0 f (c  h)  f (c ) h = lim (0.5c 0.5)h h Kelas = Buku lim (0Guru .5( cc+ ))= c h ch +0 0.5 ch+  0.5c f(c) = 0.25c 2  0.5cX  0. t=c+h t=c Alternatif Penyelesaian lainnya f (t ) v(t) = dimana v(t) adalah kecepatan pertambahan luas t f(t) adalah pertambahan luas f(t) t adalah pertambahan luas Posisi awal Posisi setelah pemuaian Gambar 10. 5(0.5c  0.5 0.11  f (Pemuaian c) dan untuk t2  c  h diperoleh Untuk t1  c diperoleh Gambar logamperubahan pada waktu waktu t=c f (tuntuk c  h) sehingga perubahan Untuk t1 = perambahan c diperoleh luas f(t1) bidang = f(c) dan perubahan waktu t2 = c + h diperoleh 2)  f ( perubahan perambahan luas bidang f ( t ) = f ( c + h ) sehingga 2 f (c) 0. 5t + 3.5c  0.25c 2+0.5 × 5 + 3.5) karena h  0 h0 = 0.11: Pemuaian logam pada waktu t = c f (t1 )10.

0 Kecepatan sesaat pertambahan luas bidang pada t = 5 adalah 0. mereka mendapatkan kesulitan untuk 377 BUKU PEGANGAN GURU menentukan nilai di daerah hasilnya.5)h h = lim (0. dan perkalian sekawan. . Coba kita tampilkan kembali sifat suatu limit. kita akan menentukan limit secara numerik. Untuk f(x) = .5) karena h  0 = 0.5h h0 h h0 = lim h0 (0. Pada saat mereka menentukan beberapa nilai di daerah asalnya.5c  0. c bilangan real.25h  0. Misalkan f suatu fungsi dengan f : R → R dan L.5ch  0. memfaktorkan. sebagai berikut: 1. Menurut kamu. Jadi. apakah penyebab permasalahan mereka? Jika kita pelajari lebih teliti. Lina dan Wati adalah teman satu kelompok belajar di kelasnya. − + x →c x →c Nilai L yang kita maksud adalah bentuk tentu limit.25h 2  0.25h  0.5c  0.5(5)  0. (cm2/menit). Suatu hari mereka mendapat tugas dari guru untuk menggambar beberapa grafik fungsi dengan mencari sebanyak mungkin titik-titik yang dilalui fungsi tersebut. 0 ° Matematika 355 .kecepatan sesaat pertambahan luas bidang adalah: lim h0 f (c  h)  f (c ) h = lim (0. jika kita substitusikan nilai 0 ° c ke fungsi f(x) sehingga f(c) adalah bentuk-bentuk tak tentu seperti . Lina dan Wati sedang menghadapi permasalahan bentuk tak tentu suatu limit. mereka sulit − mendapatkan nilai fungsi untuk x = 1 dan x − 1 0 x x + 4 x x2 + 4 x4 − 1 0 1 1 x = – 1 karena jika disubstitusi nilai 1 atau –1 ke fungsi. mereka sulit mendapatkan nilai fungsi untuk − x − 1 0 x x + 4 x x2 + 4 x = 0 karena jika nilai 0 disubstitusi juga ke fungsi maka mereka memperoleh f(0) = ∞ – ∞.5 = 0.25c 2  0.5 = 3. nilai f(1) = dan − x − 1 0 x x + 4 x x2 x4 − 1 0 1 1 f(–1) = .5c + 0.25c 2  0.5h)  (0. lim f ( x ) = L jika dan hanya jika x →c lim f( x) = L = lim f( x) . − x − 1 0 x x + 4 x x2 + 4 x4 − 1 0 1 1 2. Untuk f(x) = x4 − 1 0 1 1 . 3.5 Kecepatan sesaat pertambahan luas bidang pada t = 5 adalah 0. Coba kita pelajari permasalahan yang dihadapi oleh grup diskusi berikut.0 (cm2/menit).5c) h0 h = lim 0. ∞ – ∞.5ch  0. Menentukan Limit Fungsi Pada bagian ini.5c  0.5c  0.5  3.25h 2  0.5(5) + 0.

143 0. ∞∞. 356 Buku Guru Kelas X .3 2.25.999 0.252 0. dengan pengamatan berikut: 1.13 Nilai pendekatan f(xlim )= a →2 x y 1. Substitusikan x = c ke fungsi sehingga diperoleh f(c) = L .268 0.00.99 x 2 − 3x + 2 pada saat x mendekati 2 x2 − 4 2 ? 2. perkalian sekawan.5 0.11 Tentukanlah nilai lim x 2 − 3x + 2 x→2 x2 − 4 Cara I (Numerik) x 2 − 3x + 2 Jika lim y= maka pendekatan nilai fungsi pada saat x mendekati 2 ditunjukkan a →2 x2 − 4 pada tabel berikut: Tabel 10. dan lain-lain maka bentuk tersebut gagal menjadi nilai limit fungsi tersebut.250 Dengan melihat tabel di atas.7 1.01 2. Perhatikan beberapa contoh soal dan penyelesaian berikut. Ingat: x – a sekawan dengan x + a.9 1.1 2. Cara II (Faktorisasi) x 2 − 3 x + 2 ( x − 2)( x − 1) x 2 − 3 x + 2 ( x − 2)( x − 1) Perhatikan bahwa f(x) = dapat kita ubah menjadi f(x) = x2 − 4 ( x − 2)(( x + 2) ( x − 2)(( x + 2) x2 − 4 sehingga: ( x − 2)( x − 1) x 2 − 3x + 2 lim = lim 2 Dapatkah anda meneliti untuk x → 2 x→2 ( x − 2)( x + 2) x −4 2 ( x − 2)( x − 1) (x x −1 3)x + 12 x 2 + x − 1 − lain 2x + 5 untuk menyelesaikan lim lim lim = karena x≠2 2 a → 2 ( x − 2( x + 2) a x→2 ( x x a →− 2 permasalahan limit fungsi ) 44 +2 − x+2 mendapatkan metode yang tesebut. Contoh 10.189 0. misi kita dalam limit fungsi adalah mencari bentuk tentu dari limit fungsi. Jika L merupakan salah satu bentuk tak tentu maka kita harus mencari bentuk tentu limit fungsi tersebut dengan memilih strategi: mencari beberapa titik pendekatan (numerik). dll. memfaktorkan. 2.250 0.302 0. Oleh karena itu. jika x mendekati 2.248 0.333 1.5 1.001 2. maka y = f(x) akan mendekati 0.231 0.

599 – 2.9 –1.501 –2.001 –2.lim ( x − 2)( x − 1) ( x − 1) 1 x2 + x − 1 − 2x + 5 lim lim = a → 2 ( x − 2( x + 2) a → 2 ( x + 2) 4 a →−2 x+2 = 0.5 Cara II (Perkalian sekawan) Perhatikan bahwa y = x2 + x − 1 − 2x + 5 bentuk sekawan dari x+2 lim lim lim x →−2 xx →− 22 →− x2 + x − 1 − 2x + 5 x2 + x − 1 − 2x + 5 dapat kita dengan lim x2 + x − ubah 1− 2 x + 5 mengalikan x →−2 x+2 x+2 x2 + x − 1 − 2x + 5 x 2 + x − 1 − 2 x + 5 sehingga: lim x →−2 x+2 ( ) ( ) 2 2 2 x x x2 + +x x− −1 1− − 2 2x x+ +5 5 x2 + +x x− −1 1− − 2 2x x+ +5 5 x x2 + +x x− −1 1+ + 2 2x x+ +5 5 lim .501 –2.7 – 2.530 –2.3 –2.25 Contoh 10.5 2. Pendekatan nilai fungsi pada saat x mendekati 2 x+2 − 2( x + 2) a → 2 ( x + 2) 4 a →−2 ditunjukkan pada tabel berikut: Tabel 10.99 –1.01 –2. jika nilai x mendekati –2 maka y = f(x) akan mendekati –2.999 –2. 2 = lim lim x →− 2 2 x x x+ +2 2 x+ +2 2 xx →− 22 x →− x + +x x− −1 1+ + 2 2x x+ +5 5 2 ( x + x − 1) − (2 x + 5) = lim = lim x→− →−2 2 x ( x + 2) x 2 + x − 1 + 2 x + 5 ( ) = lim = lim x →−2 x →−2 ( x + 2) ( x2 − x − 6 x2 + x − 1 + 2 x + 5 ) 357 Matematika f ( x) = ( x 2 + 1) ( x + 1) ( x − 1) ( x + 1) ( x − 1) .12 ( x − 2)( x − 1) ( x − 1) 1 x2 + x − 1 − 2x + 5 lim lim Tentukanlah a→−2 ( x − 2( x + 2) a → 2 ( x + 2) 4 x x+2 Cara I (Numerik) m ( x − 1) 1 − 2)( x − 1) x2 + x − 1 − 2x + 5 lim Misalkan lim y = .3 –2.5 – 1. = .1 –2.8 –1.499 x 2 + x − 1 − 2 x + 5 pada saat x mendex+2 –2 ? – 1.14 Nilai pendekatan f(x) = kati –2 x y –2.528 2.763 Dengan melihat tabel di atas.594 –2.

21 –1.69 Tabel 10.49 0.7 1.1 2.2 2.2 2.001 2.81 –0. Cara II (Faktorisasi) x 2 + 1) ( x + 1) ( x − 1) ( x4 − 1 f ( x ) = Perhatikan bahwa dapat kita ubah menjadi f ( x) = x2 − 1 ( x + 1) ( x − 1) sehingga: 358 Buku Guru Kelas X .44 1.64 –0. Karena kita harus mencari bentuk tentu dan danf ( −1 x x− 1 00 00 limit fungsi tersebut pada saat x mendekati 1 dan –1.8 1.999 2.16 Nilai pendekatan f ( x) = x y –1.44 –1.1 2. Cara I (Numerik) Misalkan y = f ( x) = x4 − 1 0 0 .00 1.999 2. = lim = lim x →−2 x →−2 ( x + 2) 2 ( ( x − 3)( x + 2) x2 + x − 1 + 2x + 5 ( x − 3) ) karena x ≠ −2 = lim lim = x →−2 x →−2 ( x + x −1 + 2x + 5 ) 5 2 = − 2. maka f1( )1= ) = . f (−1) = –1 pada saat dan f 2 x −1 0 0 –1 ? –0. f (−1) = 1 dan f x −1 0 0 x y 0.8 1.7 1.01 2.9 1.13 Tentukanlah nilai lim x →1 x4 − 1 x4 − 1 dan lim x →−1 x 2 − 1 x2 − 1 4 x 4x− −1 00 00 1 Jika f ( fx ()x= ) = 2 2 .15 Nilai pendekatan f ( x) = 2 pada saat (1) =x mendekati . f.49 –1. f (− fungsi dan f (1) = nilai 1) = pada saat x mendekati 1 dan –1 2 x −1 0 0 ditunjukkan pada tabel berikut: x4 − 1 0 0 Tabel 10.69 –1.99 1. 5 = − Contoh 10.99 1.81 0.3 2.02 1.00 Dengan melihat tabel-tabel di atas.02 x4 − 1 0 0 (1) =x mendekati .00 1 ? 1.00 –0.3 2. Pendekatan .98 –0.01 2.9 1.001 2.21 1.98 0. jika nilai x mendekati 1 maka y = f(x) akan mendekati 2 dan jika nilai x mendekati –1 maka y = f(x) akan mendekati 2.64 0. ( f− (1 − )1= ) = .

001 –0.01 –0.07 –0.08 –0.06 0.1 –0.14 1 1 − x →0 x x + 4 x x2 + 4 Cara I (Numerik) 1 1 Misalkan ylim = .01 –0.001 –0.08 –0.3 –0.05 0.1 () x + 1 () x −1 x (+ x1 + 1 x)+ 1+ 1 x)− 1 − 1) () (x () (x () () x −1 ≠ dan lim = lim lim lim x (Karena + 1 lim x − 11 + 1 x + 1 x ≠ 0) ( ) x x 1 x + 1 () x −1 x −1 x+ 1+ x)− 1 − 1) ( ( () () () x + 1 () x + 1 () x −1 () −1 = lim x + 1 lim −1karena lim + 1 x ≠ 1 dan x ≠ –1 4 2 2 2 2 2 2 x →1 x →1 x →1 x →1 x →1 −1 x →1 x →1 x + 1 () x −1 () 2 x →1 ( ) 2 = lim 12 + 1 x →1 = 2 dan 4 x1 − (x (x ) (− ) 1) (Karena ( x(2 x+2 1+) 1 ) (+x1+) 1 x4 x − 1 −1 2 2 2 x lim ≠(1 dan +11 x ≠ 0) lim lim2 2 = lim lim lim lim x2 x + 1 + 1lim −( 1 − +x 1 + ) 1) x →− x →− 1 x1 x x →− x →− 1 1 ( x(+ x →− x →− 1 1 x →− x →− 1 1 x x x + 1 − − 1 − 1 − 1 1 1 )( )( ) ) 2 ( x + 1) ( x + 1) ( x − 1) lim x 2 + 1 lim −1 2 + 1 −1 lim ( karena ) x ≠ 1 dan x ≠ –1 = x →−1 x →−1 − 1 x →−1 ( x + 1) ( x − 1) + 1) ( x + 1) ( x − 1) 2 lim x 2 + = 1 lim ( −1) + 1 x →− 1 x →− 1 + − x 1 x 1 ( )( ) = 2 Contoh 10. Pendekatan nilai fungsi pada saat x mende− x →0 x x + 4 x x2 + 4 kati 0 ditunjukkan pada tabel berikut: Tentukanlah lim Tabel 10.06 0.04 –0.06 Dengan melihat tabel di atas.06 pada saat x mendekati 0 0.2 –0.2 –0.06. Cara II (Faktorisasi) 1 1 x 2 + 4 −1 x + 4 1 x2 + 4 − x + 4 − − Fungsi f(x) = dapat kita ubah menjadi2 f(x) = x x + 4 x x2 + 4 x ( x2 + x 4x x4 + 4 )x x + 4 x ( x 2 + 4 ) ( x + 4 ) ) (+ sehingga: Matematika 359 .3 –0.1 –0.17 Nilai pendekatan f (x) = x y –0. jika nilai x semakin mendekati 0 maka y = f(x) akan semakin mendekati –0.07 1 x x+4 0 ? − 1 x x2 + 4 0.

2)   = lim lim  lim =  lim    x →0 x →0  2 x x →0 x →0   2 +4 (   + x x 4 x ) ()    x +4 ( x + 4)        2 2     1 +4 − x +4 +4 + x +4  lim   lim x 1 x2 + 4− x+ 4. =  lim   2 2 x →0 x →0  2 x 2 +4 + 2 +4    x →0 x →0 2 +4 ( x x x x 4) +4  x ) () 4 + 4 x x + +   4 x x + +   (          1 x    1 1 x− −1   lim lim =   lim =  lim   2 2  x →0 x →0 2 2 +4 + 2 +4  x →0 x →0 2 +4 ( x x   4 x x +  ) () 4 4 x x + + +   4 4 x x + +   ( )      1  1 −1 1  −  =   =    4 4     4  4  1 1 = = − − 16 16 360 Buku Guru Kelas X .lim x →0 1 1 x2 + 4 − x + 4 = lim − x →0 x x + 4 x x2 + 4 x ( x2 + 4) ( x + 4)   2    1 +4 − x +4  x    1 x2 + 4− x+ 4   = lim = lim    x →0   2 x  x →0    +4 +4 x x x    x2 + 4 ( x+ 4) ( )   ()      2    1 x     1 x2 + 4− x+ 4 +4 − x +4 (Sifat-10. x x2 + 4+ x+ 4   =  =  lim lim .   =   lim .   2  x x →0 →0  2 x 2 +4 +   x →0 x →0  2 +4 ( x x 4 +  x x 4 + x )   x +4+ x+4   x +4 ( x + 4) ()        2   2 − x  1 1  lim x   lim  1 1 x − x.

8 8 C. a. Carilah metode lain untuk mendapatkan titik singgung tersebut! c. 5. Gunakan strategi numerik untuk mendapatkannya! b. – E... Sketsalah permasalahan tersebut! 8. lim x →1 x2 + x − 1 − 2x − 1 = ..1 Pilihlah strategi pendekatan atau numerik untuk menentukan nilai limit fungsi pada soal no. 1. –1 E. 1 sampai no. 2 C. 0 2x + 2 − x + 3 = . 2 1 1 B.. –1 E. –1 E. 1 B. 2 1 1 B. Sketsalah dan analisislah limit fungsi di x = –1 dan x = 1.. 0 2. lim x →1 jika −1 ≤ x ≤ 1 jika x < −1 7. 0 4. 2 C. 8 8 C. x+3−2 x2 + 2 x − 3 = . Kemudian anda pilih strategi lain dan membandingkan jawaban anda dengan jawaban anda pada srategi sebelumnya. –2 D. Sebuah garis y – 2x – 3 = 0 menyinggung kurva y = x2 + x + 2. Tentukan nilai limit fungsi berikut dengan menggunakan dua atau lebih metode penyelesaian! Bandingkan jawaban yang anda peroleh! Matematika 361 . 6. 0 1  1 1  3.  x3 − 1  x −1   f ( x) =  2x + 1   2x + 3 − x + 2  x +1  jika x >1 A. –2 D. 2 C. x →1 x − 1  3x + 1 x+3 A. lim −   = . 1 B. –2 D.. – E. x→2 x 2 − 4 A. x2 − 1 A. lim x3 − 2 x 2 = . 2x − 2 A..Uji Kompetensi 10. 1 B.. 0 Selesaikanlah permasalahan berikut. –2 D.. Coba kamu tunjukkan koordinat pendekatan kedua kurva (titik singgung). –2 D.. lim x →1 5.

Jika fungsi f ( x) − 2 f  − x  = x maka lim  c. 362 Buku Guru Kelas X . masalah nyata. Tentukanlah nilai limit fungsi f ( x + 2h ) − f ( x ) x− 2 f(x) = dengan menggulim 3 h →0 h x2 − 3 4 b. Rancanglah minimal dua masalah terkait informasi yang kamu peroleh dan buatlah pemecahannya. fisika. a. Jika f(x) = 3x2 maka tentukanlah x → 2013 x   2  f ( x − 4h ) − f ( x + 22013 h)    3 f ( x)  lim = x maka lim  f( x )−2f  − x h →0  3 h x → 2013 x − 2013    2  Projek Himpun informasi penerapan limit fungsi dalam bidang teknik. Buat laporan hasil kerja kelompokmu. Jika f(x) = 3x2 maka tentukanlah 9. dan teknologi informasi. f ( x + 2h ) − f ( x − 2h ) lim h h →0   3  2013 10. dan sajikan di depan kelas. Jika f(x) = 3x2 maka tentukanlah nakan numerik dan perkalian sekawan pada saat x mendekati 2.

g ( x lim[f f(( xx )) × = x→ c lim f ( x ) × lim g ( x )  x →c x → c  dengan c    x→ ) ≠ 0 lim = lim g(x   x →c g ( x) x →c lim g ( x)     x →c f ( x)   lim   f ( x)   x →c   lim dengan lim = g ( x) ≠ 0 f. ff ( ) × g )] lim xx )) lim gg (( xx ) lim [kf ( x ) ±= g( (x x ) ]= =f lim ± lim ) lim[ (x x )] k ( x )f → xx cc  x→ cc    → x→ x →c x → c  lim  )] lim f ( x)      e. apabila limit kiri sama dengan limit kanan fungsi di titik c.  x →c  x →c lim g ( x)   g ( x)    x →c  Matematika 363 . sangat bergantung pada kedudukan titik c dan domain fungsi tersebut. Suatu fungsi f mempunyai limit di titik c. fungsi f mendekati L pada saat x mendekati c dapat kita tuliskan dengan: lim f ( x) = L x →c 6. Dalam pembahasan limit fungsi pada buku ini. 4. x →c lim x = c b. dengan k dan c adalah bilangan real serta n adalah bilangan bulat positif.D. 5 Misalkan f sebuah fungsi yang terdefinisi pada himpunan bilangan real dan c dan L adalah bilangan real. Penentuan limit suatu fungsi di suatu titik c. Tidak semua fungsi mempunyai limit di titik c. x →c c. Sebuah fungsi f dikatakan mempunyai limit di titik c jika dan hanya jika nilai fungsi untuk x dari kiri dan kanan menuju ke bilangan yang sama. Titik c tidak harus anggota daerah asal fungsi. 3. 2. Misalkan f(x). 1. PENUTUP Setelah kita membahas materi limit ini. lim k =k a. yang menjadi domain fungsi adalah himpunan bilangan real di mana fungsi tersebut terdefinisi. lim[kf ( x)] = k lim f ( x)  x →c  x →c  ×   f(( d. tetapi c bilangan real. g(x) adalah fungsi yang mempunyai nilai limit pada x mendekati c. terdapat beberapa hal penting yang menjadi kesimpulan dari hasil penemuan berbagai konsep dan aturan tentang limit. disajikan sebagai berikut.

Hal ini sangat berguna dalam penentuan nilai rata-rata. x →c x →c 7. modus. Semua apa yang ananda sudah pelajari sangat berguna untuk melanjutkan bahasan berikutnya dan seluruh konsep dan aturan-aturan matematika dibangun dari situasi nyata dan diterapkan dalam pemecahan masalah kehidupan.n g. 364 Buku Guru Kelas X . median. limit fungsi dan fungsi yang kontinu sebagai prasyarat untuk mempelajari statistik. Materi prasyarat yang harus ananda kuasai adalah himpunan. standar deviasi. Pada jenjang yang lebih tinggi. Selanjutnya kita akan membahas tentang materi statistika. quartil. ananda harus menguasai tentang fungsi. dan sebagainya. lim [ f ( x) ] = lim f ( x)  x →c  x →c  n lim n f ( x) = n lim f ( x) h. operasi hitung bilangan dan pengukuran. fungsi.

menyajikan data nyata dalam bentuk tabel atau diagram/plot tertentu yang sesuai dengan informasi yang ingin dikomunikasikan. siswa memperoleh pengalaman belajar: • melatih berpikir kritis dan kreatif. motivasi internal. • mengamati keteraturan data. menghayati pola hidup disiplin. menghayati rasa percaya diri. • berpikir Independen mengajukan ide secara bebas dan terbuka. siswa mampu 1. dan jujur serta menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. konsisten.Bab Statistika A. • • • • • • • Mean (rata-rata) Ukuran Pemusatan Ukuran Letak Median Modus Kuartil Desil . 2. bertanggungjawab. 4. Pengalaman Belajar Melalui pembelajaran materi statistika. menghayati kesadaran hak dan kewajiban serta toleransi terhadap berbagai perbedaan di dalam masyarakat majemuk sebagai gambaran menerapkan nilai-nilai matematis. memahami berbagai penyajian data dalam bentuk tabel atau diagram/plot yang sesuai untuk mengkomunikasikan informasi dari suatu kumpulan data melalui analisis perbandingan berbagai variasi penyajian data. bekerja sama menyelesaikan masalah. 3. kritis. dan sikap peduli lingkungan melalui kegiatan kemanusiaan dan bisnis dan dalam kehidupan sehari-hari. • berkolaborasi. • mengamati aturan susunan objek. KOMPETENSI DASAR DAN PENGALAMAN BELAJAR Kompetensi Dasar Melalui proses pembelajaran statistika. 5.

PETA KONSEP Statistika Mempelajari tentang Masalah Otentik Pengumpulan Data Penyajian Data Pengolahan Data mewakili dari Tabel Diagram Grafik Ukuran Penyebaran  Standar deviasi Populasi Sampel Ukuran Pemusatan  Rata-rata  Median  Modus Ukuran Letak  Kuartil  Desil  Presentil 366 Buku Guru Kelas X .B. PETA KONSEP B.

dan yang paling sering didengar adalah untuk menghitung cepat (quick count) dalam suatu pemilihan umum. Yogyakarta yang memproduksi berbagai produk. lembaga survei ini memberikan data statistik kepada pemerintah (khususnya menteri keuangan dan perdagangan) untuk merespon keadaan UKM di Yogyakarta. Perhatikan masalah tingkat produksi pertahun beberapa UKM di Yogyakarta.1. 1. menentukan besar pajak yang harus dibayarkan. Bagaimana harus menyusun informasi mengenai data tersebut? Matematika 367 . MATERI PEMBELAJARAN Ceritakan kepada siswa bahwa materi statistika sangat diperlukan dalam penyelesaian permasalahan kehidupan sehari-hari. dan aksesoris. Secara umum. menghitung kekayaan penduduk.C. akan dipelajari data-data yang muncul dalam kehidupan seharihari. menghitung populasi penduduk. Lembaga survei tersebut memperoleh data produksi sepuluh UKM untuk tahun 2012 yakni sebagai berikut (dalam satuan Unit). dari suatu data dapat digali informasi-informasi penting sebagai pertimbangan seseorang untuk mengambil keputusan yang akan dilakukannya. Data yang diperoleh sebaiknya merupakan data yang sifatnya merupakan perwakilan dari kejadian. seperti: kerajinan tangan. Selain itu data juga harus objektif sesuai dengan kenyataan. misalnya. Masalah-11. para pimpinan instansi atau pihak yang berkepentingan. dan memiliki hubungan terhadap permasalahan/kejadian yang akan diselesaikan. tahun 2012.1 Data Tingkat Produksi Barang UKM di Yogyakarta Sebuah lembaga survey menemukan bahwa terdapat 10 Usaha Kecil Menengah (UKM) yang tersebar di propinsi D. misalnya untuk menghitung hasil panen. Data Tunggal Pada subbab ini. Data dapat berupa angka.I. Tabel 11. Data merupakan hal yang sangat diperlukan untuk memberikan keterangan atau informasi yang diperoleh dari suatu pengamatan. lambang. menghitung laba dari penjualan. makanan kering.1 Data Jumlah Produksi Barang UKM di Yogyakarta UKM Jumlah Produksi (unit) A 400 B 550 C 600 D 700 E 350 F 450 G 650 H 600 I 750 J 600 Berdasarkan data pada Tabel 11. ataupun karakteristik.

Alternatif Penyelesaian Untuk memudahkan pengolahan data tersebut. seperti Tabel 11..650 x= = 565 10 Artinya. Tabel 11. tetapi mari kita sajikan dalam tampilan yang lebih menarik lagi. lembaga tersebut ingin menyampaikan informasi tentang rata-rata tingkat produksi produk UKM di Yogyakarta.. + datum ke-n Mean( x) = banyak datum Untuk data di atas.650 Kemudian.2 berikut ini.2 Data Jumlah Produksi Barang UKM di Yogyakarta UKM A B C D E F G H I J Total Jumlah Produksi (dalam satuan unit) 400 550 600 700 350 450 650 600 750 600 5. rata-rata tingkat produksi setiap UKM di Yogyakarta pada tahun 2012 adalah 565 unit. rata-rata (mean) dirumuskan sebagai berikut. Untuk data tunggal. datum ke-1 + datum ke-2 + datum ke-3 + . Penyajian Data Tabel Sebenarnya data yang diperoleh lembaga survei pada Tabel 11.1 sudah dalam bentuk tabel. terlebih dahulu disajikan dalam tampilan yang lebih menarik. 368 Buku Guru Kelas X . untuk dapat dibandingkan dengan tingkat produksi UKM di provinsi lain. a. diperoleh: x= 400 + 550 + 600 + 700 + 350 + 450 + 650 + 600 + 750 + 600 10 5.

n : banyak data. Definisi 11. 550. Sifat-1 Jangkauan Data = Datum tertinggi – Datum terendah = xmaks – xmin Dari urutan data tersebut diperoleh nilai tengah data (median). Nilai tengah data (median) adalah statistik yang membagi dua data pada bagian yang sama. 600. terdapat 3 angka yang paling sering muncul.1 sebagai berikut. 350. Jika data terendah diurutkan sampai data tertinggi. modus data dari Tabel 11. 650. Dalam arti statistik. 600. sebesar 600 unit. 700. Hasil pengurangan ini dalam statistik disebut dengan jangkauan data (range). diperoleh urutan data Tabel 11. median  2  Matematika 369 . n : genap Jika banyak ganjil. 750 Jika data tertinggi dikurang dengan data terendah diperoleh: Datum tertinggi – datum terendah = 750 – 350 = 400. yaitu 600. 400. 450. Pada data di atas. dari 10 data yang tersaji. formula untuk menentukan median. dirumuskan sebagai berikut: • Jika banyak data genap.1 adalah 600. 600. n : banyak data Median = 2  n + 1 Mediandata = Datum nilai ke  dirumuskan:  .1 Datum yang paling sering muncul disebut modus. 2 Secara umum. median dirumuskan: Jadi median data = Sifat-2 • n n  Datum ke   + Datum ke  + 1 2 2    . Jadi. 350 400 450 550 600 600 600 650 700 750 Bagian-1 Bagian-2 Catatan: Ingat definisi datum sewaktu kamu di SMP! 600 + 600 = 600. diperoleh jangkauannya 400. terdapat tiga UKM yang memiliki jumlah produksi yang sama. Selain rata-rata data tersebut.

. Kuartil 1 (Q1) atau kuartil bawah. xn dengan x1 ≤ x2 ≤ x3 ≤ …≤ xn. n : banyak data  4  Letak Qi tidak selalu pada posisi datum ke-i. Letak tiap kuartil didefinisikan sebagai berikut.. Q2 ditentukan melalui pendekatan datum interpolasi berikut.Sifat-3 n n  Datum ke   + Datum ke  + 1 2 2     . 1 1  Q2 = x5 + ( x6 − x5 ) ⇔ Q2 = 600 + (600 − 600) = 600.(10 + 1) 3 = Datum ke-2 . diggunakan pola pendekatan atau interpolasi.. Statistik yang membagi data menjadi empat bagian disebut Kuartil. lembaga survei tersebut ingin menyajikan data tersebut dalam empat bagian utama. n : banyak data. x3 . Untuk keadaan seperti ini. kuartil 2 (Q2) atau kuartil tengah dan kuartil 3 (Q3) atau kuartil atas. merupakan statistik yang membagi data menjadi empat bagian yang sama. 4 5 6 2 3 4 3 4 2 3 Analog dengan Q1. Kuartil tengah (Q2) 350 400 450 550 600 600 600 650 700 750 Kuartil bawah (Q1) Kuartil atas (Q3) Letak Q1 = Datum ke 1.  . x2.(10 + 1) 3 1. Dengan pendekatan datum interpolasi berikut. 3 3  Q1 = x2 + ( x3 − x2 ) ⇔ Q1 = 400 + (450 − 400) = 437. mungkin juga terletak di antara dua datum. n : banyak data Median = 2  n + 1 Median = Datum nilai ke   . Sifat-4  i (n + 1)  Letak Q1 = Datum ke. kita akan menentukan statistik yang membagi data menjadi empat bagian. 4 4 2(10 + 1) 1 1 1 1 1 2 3 3 4 Letak Q2 = Datum ke = Datum ke-5 . 5. Melihat kembali data di atas. 4 4 4 4 Artinya Q1 terletak di antara datum ke-2 (x2) dan datum ke-3 (x3). 2 2 370 Buku Guru Kelas X . n : genap  2  Selanjutnya. Misalkan terdapat data x1.

D3. Susunan statistik lima serangkai ini. D4. xn dengan x1 ≤ x2 ≤ x3 ≤ … ≤ xn. hampir sama dengan menentukan kuartil Di pada data tunggal. D2. statistik lima serangkainya adalah: Q1 = 437. …. Definisi 11.5 xmin = 350 Q2 = 600 Q3 =662. Q2. Tentu saja terdapat 9 desil. Q1. Desil ke-i untuk data tunggal adalah: i . dan Q3. 1 1  Q3 = x8 + ( x9 − x8 ) ⇔ Q2 = 650 + (700 − 650) = 662. x2. Q2 dan Q3 membagi data menjadi empat kelompok yang sama. dan D9. Q2 Q1 xmin Q3 xmax Untuk data di atas.(N + 1) Di = Datum ke 10 Matematika 371 . 3(10 + 1) 1 1 1 1 1 2 3 3 4 = Datum ke-8 . Q2 dan Q3. 4 4 Kembali ke persoalan kita di atas. datum maksimum. D5. dengan tiap kelompok memiliki 10 data. seperti berikut ini. Ukuran statistik ini disebut Desil. Letak setiap Di didefinisikan sebagai berikut. maka 1 data dibagi menjadi 10 kelompok yang sama. D6. sebab kuartil Q1.5 xmax = 750 Statistik terurut memiliki kuartil jika banyak data ≥ 4 . yaitu D1.2 Misalkan x1. nilai statistik Q3 dihitung melalui pendekatan datum interpolasi. 4 5 6 2 3 4 3 4 2 3 Analog juga dengan Q1 dan Q2. Cara menentukan Di pada suatu data tunggal. x3. lembaga survei tersebut ingin menyajikan statistik lima serangkai.Sebagai catatan nilai Q2 = Median. yaitu statistik yang terdiri dari: datum minimum. D8. Jika banyak data ≥ 10. 5. D7. Letak Q3 = Datum ke Dengan adanya nilai Q1.

b. D3. D4. Letak D7 = datum ke = datu 10 10 1 1  D7 = x7 + ( x8 − x7 ) = 600 + (650 − 600) = 605. kita tentukan letak D3. Penyajian Data dalam Diagram Garis (Line Diagram) Penyajian data dalam diagram garis berarti. D7. misalnya data jumlah penduduk. menyajikan data statistik dengan menggunakan garis-garis lurus yang menghubungkan komponen-komponen pengamatan (waktu dan hasil pengamatan jumlah produksi). dan jumlah penjualan barang. Untuk data jumlah Produksi UKM di Yogyakarta. mungkin juga terletak di antara dua datum. D2. Perhatikan kembali data di atas. 10 10 1 7(10 + 1) um ke − 7 . 3(10 + 1) 1 Letak D3 = datum ke = datum ke − 3 . 350 400 450 550 600 600 600 650 700 750 Langkah awalnya. Letak Di tidak selalu pada posisi datum ke-i. hanya ditentukan D3 dan D7. perkembangan nilai tukar mata uang suatu negara. Pada buku ini. dan D9. silahkan kamu tentukan dan cek dengan hasil kerjaan teman sekelasmu yang lain. D6. kita dapat menentukan D1. jika dideskripsikan dalam diagram garis akan terbentuk sebagai berikut. Untuk keadaan seperti ini. 10 10 1 1  D3 = x3 + ( x4 − x3 ) = 450 + (550 − 450) = 460. kita mengggunakan pola pendekatan atau interpolasi. D5. D8. 10 10 Untuk ukuran statistik desil yang lain. Dalam kajian persoalan kita di atas. 372 Buku Guru Kelas X . Diagram garis biasanya digunakan untuk menggambarkan suatu kondisi yang berlangsung secara kontinu.

Selanjutnya. staf lembaga survei tersebut menyampaikan informasi bahwa. c. tahun 2012. disajikan pada diagram berikut ini. yaitu UKM A. Untuk itu diperlukan penyajian data dalam bentuk diagram lingkaran (pie chart). yaitu UKM I yang mampu menghasilkan sebanyak 750 unit produk dalam tahun 2012. Total produk yang dihasilkan kesepuluh UKM tersebut adalah sebesar 5650 unit.3 % produksi UKM X = Jumlah Produksi UKM X . Tolong bantu Staf tersebut untuk menyampaikan informasi penting mengenai jumlah produksi barang UKM di Yogyakarta. didefinisikan sebagai berikut. tingkat persentase produksi setiap UKM.1 Diagram garis jumlah produksi UKM di Yogyakarta Tentunya. akan ditunjukkan besar persentase tingkat produksi tiap UKM. Oleh karena itu. Diagram Lingkaran (Pie Chart) Melalui diagram ini. – masih ada tiga UKM .Gambar 11. selain penyajian data tersebut. Definisi 11. UKM E. persentase produksi setiap UKM. – hanya satu UKM.100% Total Produksi Semua UKM Secara lengkap. Matematika 373 . staf tersebut ingin menyampaikan data produksi UKM tersebut dalam tingkat persentase. dan UKM F hanya mampu menghasilkan produk UKM kurang dari 500 unit dalam tahun 2012.

yang disesuaikan dengan kondisi perkembangan perusahaan yang ada di kota tersebut.Jumlah Produksi (dalam satuan unit) 11% 13% 11% 11% 7% 10% 11% 12% 8% 6% Gambar 11. lembaga survei ingin merangkumkan informasi menarik dari data tersebut.2 Persentase tingkat produksi kesepuluh UKM Setelah diagram lingkaran terbentuk. dan diagram daun. masih ada cara penyajian data yang lain. 374 Buku Guru Kelas X . Hasil pembahasan dengan para pengusaha dari kelima kota tersebut adalah rumusan kenaikan gaji buruh dengan sistem subsidi silang. Bantulah staf tersebut untuk memberikan informasi menarik dari diagram lingkaran di atas! Selain ketiga penyajian data di atas.5 Berdasarkan data tersebut. Misalnya dengan diagram batang (chart). menteri terkait dengan masalah ini merilis gaji buruh di 8 kota besar di negara tersebut sebagai berikut (dalam ratusan ribu rupiah) Nama Kota A B C D E F G H Besar Gaji 25 18 22 20 17 19 22 22. Pada tahun 2012. menteri bermaksud menerapkan kenaikan gaji buruh bersifat situasional. Silahkan diskusikan dengan teman sekelasmu tentang penyajian data tersebut dengan diagram batang dan diagram daun. Rata-Rata Gaji Buruh Gaji buruh menjadi topik perbincangan di kalangan buruh dan kalangan pengusaha.

000. Tabel 11.00 Rp 2.128.000.250. Selain rata-rata besar gaji buruh tersebut.000.250 8 8 Jadi.00 Rp 216.000.00 Rp 2. Berapakah rata-rata gaji buruh setelah mengalami kenaikan gaji? Alternatif Penyelesaian Tabel berikut ini menyajikan besar kenaikan gaji di setiap kota.00 Rp 2.00 % Kenaikan Gaji 8% 12% 8% 12% 12% 12% 8% 8% Nominal Kenaikan Gaji Rp 200. dari tabel tersebut juga bisa kita tentukan rata-rata besar kenaikan gaji dan besar rata-rata gaji sebelum mendapat kenaikan.4. Dengan menggunakan rata-rata kenaikan dan rata-rata gaji buruh sebelum kenaikan gaji.550.250.00 Rp2.00 Rp 1.00.000.000.000.00 Rp 228.00 Rp1.700.000.900.700.000.000.00 Rp 176.000.000. rata-rata besar gaji buruh setelah mendapat % kenaikan gaji adalah Rp2.000.800.00 Rp1.904.170. x Gab = x A + xB + xC + xD + xE + xF + xG + xH 18.170.000.376.000 diberi kenaikan gaji sebesar 8%.500.00 Rp 2.00 Rp 240. Rata-rata gabungan gaji buruh yang baru dapat dihitung melalui rumus berikut.00 Rp18.000.430.000 = = 2.200.000.00 Rp 2.376.271. Buruh yang memiliki gaji kurang atau sama dengan Rp 2.000.000.000.00 Rp 176.4 Besar Gaji Buruh Sebelum dan Sesudah Kenaikan Gaji di 8 Kota Nama Kota A B C D E F G H Total Besar Gaji Rp2.00 Rp1.000.000.000.00 Rp1.000. memaparkan besar kenaikan gaji dan besar gaji yang diterima buruh setelah memperoleh persentasi kenaikan gaji.00 Rp2.240.000.00 Rp 2.00 Pada Tabel 11.000.200.000.00 Rp2.016.271.620.000 diberi kenaikan gaji sebesar 12% dan buruh yang memiliki gaji lebih dari Rp 2.00 Rp16.000.00 Rp 180.00 Gaji setelah Kenaikan Rp 2.000.000.00 Rp 204.000.00 Rp2. dapatkah kamu menentukan rata-rata besar gaji buruh setelah mendapat kenaikan gaji? Matematika 375 .

a2. a12 + t. + a10 + a11 + a12 6(a1 + 11b) 1 = (a1 + 22b) X 2011 = 1 = 12 12 2 Karena a1. a10 + t. a11. a10. (a1 + t ). …. a10. a3. a2. Alternatif Penyelesaian Data tahun 2011. (a2 + t ).2 Data Berpola Aritmetika Sewaktu Pak Suprapto memiliki usaha “Toko Serba Ada”. a12 memiliki pola aritmetika. Selidikilah perubahan rata-rata dan median data di atas. a + a2 + a3 + .. 2 Median data baru ditentukan: Data ke-6 + Data ke-7 (a6 + t ) + (a7 + t ) a6 + a7 + 2t 1 Median = = = = (2a1 + 11b) + t. Kondisi ini juga berimbas terhadap kegemarannya. Pak Suprapto berhasil mengembangkan usaha tersebut menjadi supermarket.Masalah-12. a12 telah tersusun dari yang terkecil hingga yang tertinggi. maka median data tersebut adalah: Data ke-6 + Data ke-7 a6 + a7 1 Median = = = (2a1 + 11b) 2 2 2 Selanjutnya mari kita perhatikan pola data tahun 2012. a10. …. a11 + t. (a11 + t )... data koleksi barang-barang tersebut memenuhi pola aritmetika berikut. a3. sedemikian sehingga barang-barang koleksi tersebut mengikuti pola: a1 + t. a2 + t. a11. diketahui bahwa: a1. (a10 + t ). + (a10 + t ) + (a11 + t ) + (a12 + t ) 6(a1 + 11b) + 12t 12 12 1 X 2012 = (a1 + 11b) + t. Pada tahun 2011. Artinya bahwa beda dua suku yang berurutan sama. beliau mampu menikmati hobinya sebagai kolektor barang-barang antik.. a3 + t. Sejak akhir tahun 2011. a12. 2 2 2 2 X 2012 = 376 Buku Guru Kelas X . .. (a3 + t ). a3. …. (a12 + t ) (a1 + t ) + (a2 + t ) + (a3 + t ) + ... …. a11. a2. a1.

Dalam soal di atas. Tentukanlah deviasi rata n Alternatif Penyelesaian Deviasi rata-rata merupakan ukuran statistik yang dapat digunakan untuk melihat variasi data.2. ♦ Ujilah penguasaan siswa terhadap materi yang telah dipelajari. Meskipun ada perubahan pada data lama. Sebagai kesimpulan dari data di atas adalah bahwa data yang berpola aritmetika memiliki nilai statistik rata-rata sama dengan nilai median.5. x + x + x3 + x4 + x5 20 x= 1 2 = = 6. nilai deviasi rata-rata mungkin menjadi nilai statistik yang penting. dan x5 = 8. x1 − x . x2 = 5. x3 = 6.1 Terdapat beberapa kemungkinan terhadap perubahan nilai data.0. di antaranya setiap nilai data mungkin akan berkurang sebesar q atau akan dikali sebesar p. Oleh karena itu. Jika deviasi rata-rata nilai tersebut dinyatakan dengan rumus ∑ n i =1 rata data yang diketahui pada Masalah-11. Perhatikan.3 Deviasi Rata-Rata Diketahui x1 = 3. kita perlukan rata-rata terlebih dahulu. bahwa pertambahan setiap nilai data sebesar t. 5 5 Deviasi rata-rata = x1 − x + x2 − x + x3 − x + x4 − x + x6 − x 5 Matematika 377 .0. mengakibatkan pertambahan rata-rata dan median data baru sebesar t. nilai kedua statistik juga tetap sama.0. sudah didefinisikan bahwa deviasi rata-rara adalah nilai mutlak setiap data terhadap rata-rata data. selama perubahan data tersebut tetap mengikuti pola aretmatika. Berikan latihan berikut sebagai penguatan siswa dalam pemahaman konsep! Latihan 11. Dalam konteks penelitian karya ilmiah yang menyangkut statitika.5. Bagaimana perubahan nilai ukuran pusat data tersebut? Masalah-11. x4 = 7.

Tentukanlah. Suatu data dengan rata-rata 16 dan jangkauan 6.000. 8 . Hasil survei tentang lifespan (ratarata lama hidup) manusia di suatu komunitas adalah 40 tahun (terdiri atas dokter dan jaksa). kuartil bawah. b. 6. diperoleh data baru dengan jangkauan 9 dan rata-rata menjadi 30. 5 Nilai ujian mata pelajaran Fisika diberikan dalam tabel berikut. Uji Kompetensi 11. 9 . 11 . 9 . 1 0 . 4 . . Modus dan median data di atas. Pegawai dengan gaji kurang dari Rp 500. a. 156 158 160 169 160 156 160 162 164 160 156 160 160 166 170 157 156 178 155 155 Deskripsikanlah data tersebut dalam bentuk diagram batang. 9 . 480. 700. 2. 4. Nilai 5 6 5 7 4 8 6 9 1 10 1 Frekuensi 3 Seorang siswa dinyatakan lulus jika nilai ujian siswa tersebut di atas ratarata. Jika lifespan dokter adalah 35 tahun dan lifespan jaksa adalah 50 tahun. 260.4. 5 − 6 + 5 − 6 + 6 − 6 + 7.1 1 Data penjualan radio setiap bulan di suatu toko pada tahun 2002 adalah sebagai berikut: 2 0 . 5 5 5 Jadi deviasi rata-rata data di atas adalah 1. Persentasi siswa yang lulus dan tidak lulus ujian mata pelajaran tersebut. 1 2 . 5 − 6 + 8 − 6 2. 5 + 1 + 0 + 1. 360. Tentukanlah median. dan 10% bagi pegawai dengan gaji lebih dari Rp 500. Tahun lalu gaji awal 5 orang pegawai baru dalam ribuan rupiah sebagai berikut. 1 2 . 3 . 5 + 2 7 = = 1. dan kuartil atas data tersebut. Jika setiap nilai data dikali p kemudian ditambahkan 2q. kemudian tentukanlah ukuran pemusatannya. 650. 378 Buku Guru Kelas X 4. 1 . 3.000 mendapat kenaikan gaji sebesar 15%. Tentukanlah perbandingan banyaknya jumlah dokter dan banyaknya dalam komunitas tersebut. Tentukanlah besarnya kenaikan gaji mereka. = Deviasi rata-rata = 3. pihak perusahaan memberikan kebijakan untuk kenaikan gaji mereka. Diberikan data tentang tinggi badan 20 siswa (dalam cm) sebagai berikut. Tentukanlah nilai p + 3q. Dengan bertambahnya harga barang-barang kebutuhan pokok.

kuartil. Usia 5 6 7 Frekuensi 3 5 8 4 8 Hitunglah usia rata-rata 16 orang yang masih tinggal di kota tersebut. dan (2x + 1) gol oleh Alexander Pato. Projek Himpunlah informasi berupa data statistik dalam bidang ekonomi. Tentukanlah banyak gol yang berhasil dicetak setiap striker pada satu pertandingan.7. yang memiliki x . Setelah ditambahkan dengan sumbangan 15 pilatelis dari kota Sidoarjo. Bagaimana perubah terhadap data jika semua nilai data ditambah sebesar s. (x + 7). kependudukan. Dari kota Lamongan. (x + 5). pada tahun 2010. Tabel berikut menunjukkan usia 20 orang naik di kota A. Alexander Pato. rata-rata sumbangan 25 pilatelis adalah sebesar Rp 50. Buatlah laporanmu dan sajikan di depan kelas. Leonil Messi. Carlos Teves mampu mencetak (x + 1)gol. Sedangkan 6 striker lainnya mencetak gol sebanyak :(x + 2). Jika pada tahun ini 3 orang yang berusia 7 tahun dan seorang yang berusia 8 tahun pindah ke luar kota A.000. dan Diego Milito. Fernando Torres. (x + 3). Roney. kemudian hitunglah perubahannya. Hitunglah sumbangan rata-rata ke12 pilatelis dari Sidoarjo. modus. Jika semua nilai data dikali r. xn dengan x1 < x2 < x3 < … < xn. Podolski. dia mencatat banyak gol yang dicetak mereka dalam satu pertandingan. Jika rata-rata banyak gol yang dicetak oleh mereka adalah 7 gol. (x + 6). jangkaun. mengidolakan 8 striker pemain bola terkenal. Matematika 379 . Hitunglah perubahannya. ratarata kumulatif menjadi Rp 65. 8. Pada tahun 2010. Misalkan suatu data x1. x3.000. dan meteorologi yang menerapkan berbagai konsep dan aturan statistik dalam menganalisis data. 9. ukuran apakah yang mengalami perubahan?. Seorang penggemar bola. Selesaikanlah masalah tersebut menerapkan aturan-aturan statistik yang sudah kamu pelajari. (x + 4). median. yaitu Cristiano Ronaldo. …. Carlos Teves. 10. berniat untuk membantu bencana alam Gunung Merapi. 2 tahun lalu. Di suatu komunitas pecinta koleksi prangko. x2.

Untuk itu perlu diadakan evaluasi untuk melihat statistik berupa mean. Dapatkah kamu membantu guru matematika untuk menemukan statistik data tersebut? Data ulangan siswa semester diperoleh: 79 80 70 68 92 48 90 92 85 76 48 90 92 85 76 88 78 74 70 38 80 63 76 49 84 61 83 88 81 82 61 83 88 81 82 51 71 72 82 70 81 91 56 65 63 74 89 73 90 97 60 66 98 93 81 93 72 91 67 88 75 83 79 86 Alternatif Penyelesaian 1.4 Kepala Sekolah SMA Negeri Unggulan ingin meningkatkan prestasi hasil belajar siswa.3 log n.3 (1. Pengolahan Data Data di atas masih belum berurutan. cobalah mengurutkan data dimulai dari data terkecil hingga data terbesar 38 48 49 51 56 60 60 61 63 63 63 65 66 67 67 68 70 70 70 71 71 72 72 72 73 74 74 75 75 76 76 78 79 79 80 80 80 81 81 81 82 82 83 83 84 85 86 87 88 88 88 89 90 90 90 91 91 91 92 93 93 93 97 98 dari data yang telah terurut di atas dapat diperoleh: • Data terbesar = 98 dan Data terkecil = 38 • Menentukan banyak kelas Menurut Sturges. modus.2. Guru matematika telah memiliki data nilai ulangan siswa kelas 10. banyaknya kelas = 1 + 3. median dan lainnya. Penyajian Data Kelompok Masalah-11.9598 ≈ 7 • Menentukan panjang interval kelas jangkauan panjang kelas== panjang kelas banyak kelas 60 = 7 = 8. 57 ≈ 9 Buku Guru Kelas X 380 . jika data yang diamati banyaknya n dan banyak kelas adalah k. maka berlaku k = 1 + 3. sehingga.806) = 1 + 5.3 log 64 = 1 + 3.

57 ≈ 9 panjang kelas = Adakah cara yang lain yang kalian temukan dalam menentukan panjang kelas? • Menentukan batas kelas interval ambil data yang terurut di atas sembilan data 38 39 40 41 42 43 44 45 46 . Tabel frekuensi Kelas 38 – 46 47 – 55 Turus (Tally) Frekuensi | ||| |||| || |||| |||| |||| |||| ||||1 |||| || |||| |||| |||| | |||| | | ||| |||| || |||| |||| |||| |||| |||| ||||3|| |||| |||| |||| | |||| | 56 – 64 | ||| |||| || |||| |||| |||| |||| |||| |||| || 7|||| |||| |||| | |||| | 65| – ||| 73 |||| || |||| |||| |||| |||| |||| |||| || |||| |||| 14 |||| | |||| | 82 | ||| |||| 74 || –|||| |||| |||| |||| |||| |||| || |||| |||| |||| | |||| | 17 – 91 | ||| |||| || |||| |||| ||||83|||| |||| |||| || |||| |||| |||| | |||| | 100 ||| |||| || |||| |||| |||| |||| |||| |||| 92 || – |||| |||| |||| | |||| | Total 16 6 64 • Menentukan titik tengah Titik tengah diperoleh dari: 1 1 1 1 1 2 3 3 4 Titik tengah = [batas bawah + batas atas] 5 6 2 3 4 3 4 2 3 dengan hasil pengolahan data di atas dapat disajikan tabel statistik sebagai berikut. • Menentukan frekuensi gunakanlah sistem turus (tally) untuk mencari frekuensi data Tabel 11. . Matematika 381 .4. . dst.jangkauan banyak kelas 60 = = 7 = 8.57 = 8. dapat ditulis 9 kelas I = 38 – 46 kelas II = 47 – 55 .

. xi) untuk setiap kelas Langkah 3. 382 Buku Guru Kelas X .. + fk dengan : fi = frekuensi kelas ke-i xi = nilai tengah kelas ke-i Langkah 1.5 Tabel Frekuensi No 1 2 3 4 5 6 7 Kelas 38 – 46 47 – 55 56 – 64 65 – 73 74 – 82 83 – 91 92 – 100 Total Titik tengah 42 51 60 69 78 87 96 Frekuensi 1 3 7 14 17 16 6 64 2. + fk xk f1 + f2 + f3 + . Hitung hasil kali frekuensi dengan nilai tengah (fi.. Nilai Statistik Data Berkelompok • Mean Terdapat dua cara untuk menghitung data berkelompok yaitu: 1. Hitung mean dengan menggunakan rumus x= ∑f x i =1 k i k i ∑f i =1 i dengan menggunakan langkah-langkah di atas diperoleh tabel frekuensi. Tabel 11.. Tentukan nilai tengah setiap kelas Langkah 2. Menentukan Mean dengan Rumus Mean x= fi xi ∑ i =1 fi ∑ i =1 k k = f1x1 + f2 x2 + f3 x3 + .

392 576 i ∑fx i =1 1 1 = 4. Langkah 2.326 1. dan hitung totalnya.875 = 76. Tabel 11.6 Penghitungan Rata-rata (Mean) No 1 2 3 4 5 6 7 Kelas 38 – 46 47 – 55 56 – 64 65 – 73 74 – 82 83 – 91 92 – 100 Total Titik tengah (xi) 42 51 60 69 78 87 96 k i =1 i Frekuensi (fi) 1 3 7 14 17 16 6 64 fx ∑ f =∑ i =1 i k k fi. Menentukan mean dengan rumus rata-rata sementara mean = x = xs + f i di ∑ i =1 fi ∑ i =1 k k dimana : fi = frekuensi kelas ke-i xs = Rata-rata sementara Langkah 1.7 Perhitungan Rataan sementara No 1 2 3 Kelas 38 – 46 47 – 55 56 – 64 65 – 73 Titik tengah Frekuensi di = xi – xs (fi) xs = 78 (xi) 42 1 –36 51 60 69 3 7 14 –27 –18 –9 fi.875 mean = x = ∑fx i =1 k k i i ∑f i =1 i 4.17 65 2. Langkah-langkah di atas diselesaikan pada tabel berikut: Tabel 11. Kurangkan setiap nilai tengah kelas dengan mean sementara dan catat hasilnya dalam kolom di = xi – xs. di –36 –81 –126 –126 4 Matematika 383 . Langkah 3. Hitung hasil kali fidi dan tuliskan hasilnya pada sebuah kolom. Langkah 4. xi 42 153 420 966 1. Hitung mean dengan menggunakan rumus rataan sementara. Ambil nilai tengah dengan frekuensi terbesar sebagai mean sementara xs.

8 Perhitungan Modus No 1 2 3 4 5 6 7 Kelas 38 – 46 47 – 55 56 – 64 65 – 73 74 – 82 83 – 91 92 – 100 Titik tengah (xi) 42 51 60 69 78 87 96 1 3 7 14 d =3 17 1 d2 = 1 16 6 Frekuensi (fi) dari data di atas dapat ditentukan sebagai berikut.No 5 6 7 Kelas 74 – 82 83 – 91 92 – 100 Total Titik tengah (xi) 78 87 96 Frekuensi (fi) 17 6 16 k di = xi – xs xs = 78 0 9 18 k fi.17 64 ♦ Dapatkah kamu membandingkan yang terbaik dari kedua cara di atas? ♦ Dapatkah kamu memiliki cara yang lain dalam menentukan rataan (mean)? • Modus dengan menggunakan rumus modus:  d1  M o = tb + k    d1 + d 2  dimana: Mo = modus. k = panjang kelas d1 = selisih frekuensi kelas modus dengan kelas sebelumnya d2 = selisih frekuensi kelas modus dengan kelas sesudahnya Tabel 11. tb = tepi bawah kelas modus. di 0 144 108 fi di = –117 ∑ i =1 diperoleh: Mean = xs + fi d ∑ =i 64 i =1 ∑fd i =1 k i k i ∑f i =1 i Mean = 78 + −117 = 76. 384 Buku Guru Kelas X .

jadi. 25 • ♦ Dengan menggunakan teknik histogram gambarlah serta tentukan modusnya? Median dengan menggunakan rumus median: N   2 −F Median = tb + k    fm    dimana: tb = tepi bawah kelas median. 205 Matematika 385 . tb =73. 5 + 6.5. 5 + 9    17    = 73. 75 M o = 80. fm = 17 diperoleh: N   2 −F Median = tb + k    fm     64   2 − 25  = 73. 705 = 77. Tampak modus terletak pada kelas 74 – 82 dengan frekuensi f = 17 dan panjang kelas k = 9. 5 + 3. k = panjang kelas N = banyak datum dari statistik terurut= F = frekuensi kumulatif tepat sebelum kelas median fm = frekuensi kelas median dari data sebelumnya diperoleh k =9. 5 + 9    3 + 1 = 73. Oleh karena itu tb = 73. dan d1 = 1 – 14 = 3 serta d2 = 17– 16 = 1.5. N = 64. modus data di atas adalah:  d1  M o = tb + k    d1 + d 2   3  = 73.

dan meteorologi yang menerapkan berbagai konsep dan aturan statistik dalam menganalisis data. kependudukan. Berat Badan (kg) 31 – 36 37 – 42 43 – 48 49 – 54 55 – 60 61 – 66 Frekuensi 4 6 9 14 10 5 2 Kemudian deskripsikan data tersebut dalam diagram batang. median. dan Q3) dari data di atas. 386 Buku Guru Kelas X . 3.000. 2.000) 66 – 70 71 – 75 76 – 80 81 – 85 86 – 90 91 – 95 96 – 100 Frekuensi 3 3 x 36 24 y 9 67 – 72 Tentukanlah mean. c) Tentukan rata-rata gaji jika setiap data mendapat tambahan sebesar Rp 50.205 Apakah hubungan dari ketiga pemusatan data di atas? diskusikan dengan temanmu! Uji Kompetensi 11. Gaji karyawan suatu pabrik ditampilkan dalam tabel berikut. Gaji (× Rp 10. Buatlah laporanmu dan sajikan di depan kelas. Selesaikanlah masalah tersebut menerapkan aturan-aturan statistik yang sudah kamu pelajari. dan banyak data 120 . b) Dengan menggunakan nilai x dan y. 5 + 3. Q2. tentukanlah nilai Q1 dan Q 2. Hasil observasi tentang berapa kali 18 siswi berhias dalam 1 hari sebagai berikut. = 73. modul dan kuartil (Q1.705 = 77. tentukanlah nilai x–y. 3 3 6 5 6 4 8 7 4 8 5 8 5 8 5 6 8 4 Ubahlah data di atas menjadi data berdistribusi frekuensi berkelompok.000. a) Jika modus data di atas adalah Rp 830. Projek Himpunlah minimal lima permasalahan dalam bidang ekonomi.2 1 Data pada tabel di bawah ini tentang berat pada siswa 50 siswa.

dan Q3 membagi data menjadi empat kelompok yang sama. Median adalah nilai tengah data. + 1  2  . sebab kuartil Q1. xs = rata-rata sementara i Matematika 387 . Q2. n : banyak data   2 Median = b. 3. 9. 6. Mean untuk data berkelompok dengan rumusan rataan sementara didefinisikan dengan x = xs + ∑fd i =1 k i k i ∑f i =1 dengan: fi = frekuensi kelas ke-i.  n +1  2   Median = Data ke. 2. Mean untuk data berkelompok didefinisikan dengan = x ∑fx i =1 k i k i =1 dengan fi = frekuensi kelas ke-i. xi = nilai tengah kelas ke-i. Untuk data ganjil 2  n +1 . Data adalah seluruh keterangan. PENUTUP Berdasarkan materi yang telah kita uraikan di atas.. beberapa konsep perlu kita rangkum guna untuk mengingatkan kamu kembali akan konsep yang nantinnya sangat berguna bagi kamu sebagai berikut. informasi atau fakta tentang sesuatu hal atau permasalahan. Jika banyak data ≥ 10. :  2   5. + 1 n n    2  Data keke.. 1. Ukuran statistik ini disebut 10 Desil.. = ∑ fi i f1 x1 + f 2 x2 + f 3 x3 + . 8. Statistik yang membagi data menjadi empat bagian disebut Kuartil. maka kita dapat membagi data menjadi 10 kelompok yang 1 sama. n : banyak data Median = Data ke.  + Data ke. + f k 10. Statistik terurut memiliki kuartil jika banyak data ≥ 4. Statistik yang membagi data menjadi 10 bagian disebut Desil.D. dengan setiap kelompok memiliki data. Jangkauan Data = Data tertinggi – Data terendah = xmaks – xmin.. 4. n banyak data . n : banyak data Median =   + Data 2 2  . 7. f k xk f1 + f 2 + f 3 + . Untuk data genap n  n Data ke. Data yang paling sering muncul disebut modus. untuk data tunggal didefinisikan atas dua a.

k = panjang kelas. Penyajian data statistik yang sudah terkumpul dapat disajikan dalam bentuk tabel dan diagram. 13. Konsep-konsep dasar di atas harus anda pahami dengan baik karena akan membantu dalam pemecahan masalah dalam kehidupan anda seharihari. k = panjang kelas. d1  11. Beberapa hal yang telah kita rangkum di atas adalah modal dasar bagi kamu dalam belajar statistika. N   2 =F 12. fm = frekuensi kelas median. N = banyak data dari statistik terurut = • f i . 388 Buku Guru Kelas X . d1 = selisih frekuensi kelas modus dengan kelas sebelumnya. d2 = selisih frekuensi kelas modus dengan kelas sesudahnya. Median untuk data berkelompok didefinisikan dengan Median = tb + k    fm    Dengan tb = tepi bawah kelas median. F = frekuensi kumulatif tepat sebelum kelas median. Modus untuk data berkelompok didefinisikan denganM o = tb + k    d1 + d 2  dengan tb = tepi bawah kelas modus. Selanjutnya kita akan membahas tentang peluang dari suatu kejadian dengan melakukan berbagai percobaan.

KOMPETENSI DASAR DAN PENGALAMAN BELAJAR Kompetensi Dasar Melalui proses pembelajaran peluang. 2. • berpikir tingkat tinggi dalam menyelidiki. dan mengaplikasikan konsep dan prinsip-prinsip peluang dalam memecahkan masalah otentik. kritis. • berkolaborasi memecahkan masalah otentik dengan pola interaksi edukatif. menghayati kesadaran hak dan kewajiban serta toleransi terhadap berbagai perbedaan di dalam masyarakat majemuk sebagai gambaran menerapkan nilai-nilai matematis. bertanya dalam menemukan konsep dan prinsip peluang melalui pemecahan masalah autentik yang bersumber dari fakta dan lingkungan. menghayati rasa percaya diri. memahami konsep peluang suatu kejadian menggunakan berbagai objek nyata dalam suatu percobaan menggunakan frekuensi relatif.Bab Peluang A. 4. siswa mampu 1. bertanggungjawab. siswa memperoleh pengalaman belajar: • berdiskusi. 3. memanipulasi. • • • • • Percobaan Kejadian Ruang Sampel Titik Sampel Frekuensi Relatif . menyajikan hasil penerapan konsep peluang untuk menjelaskan berbagai objek nyata melalui percobaan menggunakan frekuensi relatif. menghayati pola hidup disiplin. konsisten. 5. dan sikap peduli lingkungan melalui kegiatan kemanusiaan dan bisnis dan dalam kehidupan sehari-hari. motivasi internal. dan jujur serta menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Pengalaman Belajar Melalui pembelajaran materi peluang.

PETA KONSEP Masalah Otentik Peluang dapat dihitung melalui nilai Frekuensi Relatif P K   nK  nS  0  P K   1 dihitung menggunakan Titik Sampel Ruang Sampel disusun menggunakan Tabel Diagram Pohon Diagram Kartesius Cara Mendaftar 390 Buku Guru Kelas X BUKU PEGANGAN SISWA 415 . PETA KONSEP B.B.

Jika koin tersebut dilempar sebanyak satu kali. Menemukan Konsep Peluang dengan Frekuensi Relatif ♦ Arahkan siswa menemukan konsep peluang dari berbagai situasi nyata. Jika koin tersebut ditos (dilambungkan) maka sisi koin yang akan muncul adalah gambar atau angka. melambungkan koin. maka kemungkinan yang muncul bisa sisi gambar (G) atau angka (A). Lakukanlah kegiatan ini secara bertahap. dan catatlah hasilnya ke dalam tabel berikut: Tabel 12. Bagaimana jika pelemparan koin tersebut dilakukan berkali-kali.C. dadu. Jika koin dilempar sebanyak dua kali. apakah banyak sisi gambar dan banyak sisi angka yang muncul relatif sama? Kegiatan 1 Lakukanlah kegiatan melempar sebuah koin sebanyak 120 kali bersama dengan temanmu. Selanjutnya mengorganisasikan siswa belajar melalui pemecahan masalah nyata yang memanfaatkan berbagai konsep dan aturan peluang. maka kemungkinan sisi koin yang muncul AA atau AG atau GG. yaitu sisi angka dan sisi gambar. MATERI PEMBELAJARAN 1. serta mencatat data dari hasil percobaan.1 Hasil dari Percobaan Pelemparan sebuah Koin Tahap (i) I II III IV V VI Banyak Pelemparan (ii) 20 40 60 80 100 120 BMSG (iii) 8 BMSA (iv) 12 BMSG/BP (v) BMSG/BP (vi) 8 12 8 12 20 20 20 20 Keterangan: BMSG adalah Banyak Muncul Sisi Gambar BMSA adalah Banyak Muncul Sisi Angka BP adalah Banyak Percobaan Matematika 391 . Pernahkah kamu melihat koin (uang logam)? Jika kamu perhatikan maka akan terdapat dua sisi.

buatlah dugaanmu. hasilnya relatif sama dan nilai perbandingan banyaknya muncul gambar atau angka dengan banyaknya 1 1 1 1 1 2 3 3 4 percobaan. ditulis fr (A) = . nilainya perbandingannya mendekati ? 5 6 2 3 4 3 4 2 3 Misalkan banyak percobaan melambungkan sebuah koin adalah 20 kali dan hasilnya diperoleh frekuensi munculnya gambar adalah 8 kali dan munculnya angka adalah 12 kali.1 di atas! Apakah keenam frekuensi relatif dari tiap-tiap percobaan tersebut mendekati suatu nilai tertentu? Kesimpulan apa yang dapat kamu kemukakan? Kegiatan 2 Dalam kegiatan 2 ini.2 Hasil dari Percobaan Pelemparan Sebuah Dadu Bermata 6 Tahap (1) I II III IV V VI Banyak Pelemparan (2) 20 40 60 80 100 120 Frekuensi Muncul 1 (3) 2 (4) 3 (5) 4 (6) 5 (7) 6 (8) 1 (8) 2 (10) Frekuensi Relatif 3 (11) 4 (12) 5 (13) 6 (14) 392 Buku Guru Kelas X . dan catatlah hasilnya ke dalam tabel berikut: Tabel 12. ditulis fr (G) = . apakah banyak (frekuensi) munculnya gambar relatif sama dengan banyak (frekuensi) munculnya angka? b) Jika pelemparan koin tersebut dilakukan 20 sampai 120 kali. Dalam percobaan ini. Lakukanlah kegiatan ini secara bertahap. Perhatikan data pada Tabel 12. hasilnya relatif sama? d) Benarkah dugaan bahwa data pada kolom 5 dan 6. 20 20 Coba bandingkan frekuensi relatif tiap-tiap banyak pelemparan yang tertera pada Tabel 12. buatlah dugaanmu bagaimana perbandingan frekuensi munculnya gambar dan angka? c) Benarkah dugaan bahwa data pada kolom 3 dan 4. Frekuensi munculnya angka adalah 8 1220 20 12 dari 20 kali percobaan.1 di atas dan cobalah diskusikan dengan temanmu beberapa pertanyaan berikut: a) Sebelum melakukan percobaan. frekuensi relatif munculnya gambar adalah 8 12 8 dari 20 kali percobaan. Lakukanlah kegiatan melambungkan sebuah dadu sebanyak 120 kali bersama dengan temanmu satu kelompok. kita melakukan percobaan menggunakan dadu bermata 6.

4. (11). 3. buatlah dugaanmu. (4). ditulis fr(6) = .1 Lampu LED Matematika 393 . Gambar 12. buatlah dugaanmu bagaimana perbandingan frekuensi munculnya mata 1.1 Hasil percobaan pemeriksaan kualitas 20 lampu LED di suatu laboratorium fisika diperoleh hasil lampu berkualitas baik 12 dan 8 lampu berkualitas buruk. nilainya perbandingannya mendekati 1 ? 6 Misalkan banyak percobaan melambungkan sebuah dadu adalah 20 kali dan hasilnya diperoleh frekuensi munculnya mata 1 sampai mata 5 adalah 3 kali dan munculnya mata 6 adalah 5 kali. hasilnya relatif sama? 4. Frekuensi 20 20 20 5 20 5 80 80 44 12 3 8 2 25 30 14 munculnya mata 2 adalah 3 dari 20 kali percobaan. Dalam percobaan ini. 2. dan 5 adalah 3 dari 20 kali percobaan. dan 6 relatif sama banyaknya? 2. (6). 5. frekuensi relatif munculnya 3 5 12 3 8 2 25 30 14 + mata 1. 5 Frekuensi + 20 20 20 5 20 5 80 80 44 3 5 12 3 8 2 25 30 14 7 + + munculnya mata 6 adalah 5 dari 20 kali percobaan. 5. 2.2 di atas dan cobalah diskusikan dengan temanmu beberapa pertanyaan berikut. dan 6? 3. hasilnya relatif sama dan nilai perbandingan banyaknya muncul mata 1. 2. dan 6 dengan banyaknya percobaan. (7). dan (8). dan (14). 5. 4. 1.1 di atas! Apakah keenam mata dadu memiliki frekuensi relatif dari tiaptiap percobaan tersebut mendekati suatu nilai tertentu? Kesimpulan apa yang dapat kamu kemukakan? Untuk lebih memamahami frekuensi relatif perhatikan beberapa masalah di bawah ini: Masalah-12. Tentukanlah frekuensi relatif dari tiap-tiap hasil percobaan tersebut. Jika pelemparan dadu tersebut dilakukan 20 sampai 120 kali. ditulis fr(2) = 3 . (13). (10). apakah banyak (frekuensi) munculnya mata 1. ditulis fr(1) = . Selanjutnya 20 20 20 5 20 5 80 80 44 44 coba bandingkan frekuensi relatif dari tiap-tiap banyak pelemparan yang tertera pada Tabel-12. (12). Sebelum melakukan percobaan. Benarkah dugaan bahwa data pada kolom (9). 3. Benarkah dugaan bahwa data pada kolom (3). (5). 2. 4. 3.Perhatikan data pada Tabel 12. 4. 3.

3 Hasil Percobaan Kulitas Lampu Kejadian Baik Buruk Total Frekuensi 12 8 20 Dengan menggunakan data tabel di atas dapat kita peroleh: a. Diketahui: frekuensi kualitas baik = 12 total seluruh percobaan = 20 maka frekuensi relatif kualitas baik adalah: Frekuensi kualitas baik Frekuensi relatif = Total percobaan 3 5 12 3 8 2 25 30 14 7 17 6 + + + Frekuensi relatif bola lampu kualitas baik = 20 20 20 5 20 5 80 80 44 44 44 44 3 5 12 3 8 2 25 30 14 7 17 6 + + + = 20 20 20 5 20 5 80 80 44 44 44 44 b.Alternatif Penyelesaian Dari data di atas dapat kita bentuk dalam tabel berikut: Tabel 12. Diketahui: frekuensi kualitas buruk = 8 total seluruh percobaan = 20 maka frekuensi relatif bola lampu kualitas buruk adalah: Frekuensi kualitas rusak Frekuensi relatif = Total percobaan 3 5 12 3 8 2 25 30 14 7 17 6 + + + Frekuensi relatif bola lampu kualitas buruk = 20 20 20 5 20 5 80 80 44 44 44 44 3 5 12 3 8 2 25 30 14 7 17 6 + + + = 20 20 20 5 20 5 80 80 44 44 44 44 394 Buku Guru Kelas X .

2 Putaran jarum jam Tentukanlah frekuensi relatif tiap angka yang diperoleh dari percobaan di atas? Tentukanlah total frekuensi relatif percobaan tersebut! Alternatif Penyelesaian I.Masalah-12. yaitu: Frekuensi muncul angka 1 Frekuensi muncul angka 2 Frekuensi muncul angka 3 Frekuensi relatif = Total per rcobaan Total percobaan Total percobaan 3 5 12 3 8 2 25 30 14 7 17 6 + + + = 20 20 20 5 20 5 80 80 44 44 44 44 c) Frekuensi relatif muncul angka 3.2 Dari 80 percobaan putaran jarum jam pada gambar di samping diperoleh: Tabel 12.4 Hasil Percobaan Putaran Jam Angka Frekuensi 1 25 2 30 3 25 Gambar 12. yaitu: muncul angka 1 Frekuensi muncul angka 2 Frekuensi muncul angka 3 Frekuensi relatif = Total per rcobaan Total percobaan percobaan 3 5 12 3 8 2 25 30 14 7 17 6 + + + = 20 20 20 5 20 5 80 80 44 44 44 44 II. Dari frekuensi relatif tiap-tiap muncul angka diperoleh total frekuensi relatif putaran jam. yaitu: Total frekuensi = 25 + 30 + 25 80 80 80 = 1 Matematika 395 . Dengan menggunakan data dari tabel di atas dapat diperoleh: a) Frekuensi relatif muncul angka 1. yaitu: Frekuensi muncul angka 1 Frekuensi muncul angka 2 Frekuensi Frekuensi relatif = Total percobaan Tota Total percobaan 3 5 12 3 8 2 25 30 14 7 17 6 + + + Frekuensi relatif = 20 20 20 5 20 5 80 80 44 44 44 44 b) Frekuensi relatif muncul angka 2.

peluang munculnya kejadian K ditentukan dengan rumus P(K) = C.1 Divisi quality control suatu perusahaan lampu ingin menguji coba kualitas produk lampu baru model LED. Jika kejadian K muncul sebanyak k kali (0 < k < n). Dua kemungkinan hasil yang diperoleh pada percobaan ini adalah Buruk (R) dan Baik (B). Gambar 12. Berdasarkan informasi di atas. maka frekuensi relatif munculnya kejadian K ditentukan dengan rumus: k frr ( (K E)) = n b. Dengan demikian. Kejadian. Berdasarkan kedua kegiatan dan permasalahan di atas. Frekuensi Relatif Kejadian K (fr(K)) adalah hasil bagi banyaknya hasil dalam K dengan banyaknya percobaan. Nilai tertentu ini adalah peluang munculnya kejadian K. Jika terdapat dua buah lampu yang yang akan diuji maka tentukanlah kemungkinankemungkinan hasil percobaan tersebut. 2. Definisi 12.1 Misalkan K suatu kejadian dalam suatu percobaan. Pengertian Percobaan. Misalkan suatu percobaan dilakukan sebanyak n kali.3 Lampu LED 396 Buku Guru Kelas X . proses menghitung peluang suatu kejadian dengan pendekatan nilai frekuensi relatif dapat dirumuskan sebagai berikut: a. Jika n mendekati tak-hingga maka cenderung konstan mendekati nilai tertentu. C konstanta Ingat! Frekuensi relatif akan mendekati peluang jika percobaan dilakukan sebanyak mungkin. mari kita tetapkan pengertian frekuensi relatif kejadian munculnya suatu objek dalam sebuah percobaan. Titik Sampel dan Ruang Sampel Perhatikan ilustrasi berikut ini! Ilustrasi 12. sebagai berikut.

yaitu BB. maka akan terdapat 4 kemungkinan yang akan terjadi. Himpunan kemungkinan hasil dari pemutaran jarum jam dapat ditulis: S = {R. (R.L)} n(S) = 9 • Coba kamu perluas contoh di atas dengan menambahkan menu sarapan dan jumlah putaran jam! Hasil apa saja yang kamu peroleh? Diskusikan bersama teman kelompokmu! Matematika 397 .4 Putaran Menu Sarapan Penyelesaian Dari hasil satu kali pemutaran jarum jam. Untuk menentukan ruang sampel dapat disajikan dengan beberapa cara sebagai berikut! S = {(R. dapatkah kamu menentukan kemungkinan hasi-hasil yang muncul untuk dua kali putaran? Gambar 12. Ilustrasi 12.B)} dengan n(S) = 4. (R. Dalam sekali percobaan sekaligus. (L.L).L).N). (L.2 Seorang koki menentukan menu sarapan siswa asrama sekolah dengan menggunakan putaran jarum jam. kemungkinan yang terjadi adalah Buruk (R) dan Baik (B). nasi goreng (N). (L. dan RR.Penyelesaian Pengambilan sebuah bola lampu.B). (B.R). Kemungkinan-kemungkinan tersebut dinamakan anggota ruang sampel.N.R).L} dengan banyak anggota ruang sampel n(S) = 3. Dengan mendaftarkan setiap kemungkinan hasil yang muncul untuk dua kali percobaan pemutaran jarum jam dapat diperoleh: S = {(R.R). RB. (R. lontong sayur (L).R). (N. Kemungkinan hasil yang muncul pada satu percobaan pemutaran jarum jam tersebut adalah roti isi (R).N). (N.R). (B. BR. kemungkinan hasil percobaan tersebut adalah: • {R} merupakan kejadian munculnya menu sarapan roti isi • {N} merupakan kejadian munculnya menu sarapan nasi goreng • {L} merupakan kejadian munculnya menu sarapan lontong sayur.N). (N.

Jadi titik sampel adalah semua hasil yang mungkin terjadi dari sebuah percobaan. 3. 5. Perhatikan ilustrasi berikut ini! Pada kegiatan pelemparan dua dadu sekaligus.5 Dadu sisi enam Gambar 12. Hasil munculnya mata 1.1 Pada kegiatan pelemparan sebuah dadu sisi enam.6 Hasil pelemparan sebuah dadu Kegiatan melempar dadu disebut dengan percobaan. sebagai berikut: Gambar 12. – {3} merupakan kejadian muncul mata dadu 3. akan dihasilkan enam kemungkinan munculnya mata dadu. – {6} merupakan kejadian muncul mata dadu 6. Kemungkinankemungkinan itu disajikan sebagai berikut. 4. 2. – {4} merupakan kejadian muncul mata dadu 4. 3. 5. – {2} merupakan kejadian muncul mata dadu 2. 2. Kejadian (E) merupakan himpunan bagian dari ruang sampel. akan dihasilkan 36 kemungkinan munculnya pasangan mata dadu. Ruang Sampel (S) adalah suatu himpunan yang anggotanya adalah titiktitik sampel. 6}. Enam kemungkinan hasil seperti yang disajikan pada Gambar 12. Kemungkinan-kemungkinan itu disajikan pada tabel ruang sampel dari hasil pelemparan dua dadu. Adapun yang menjadi ruang sampel dari hasil pelemparan sebuah dadu adalah S = {1.7 Dua dadu 398 Buku Guru Kelas X . – {5} merupakan kejadian muncul mata dadu 5. 4. Gambar 12. Pada percobaan pelemparan satu buah dadu sisi enam kejadian-kejadiannya adalah – {1} merupakan kejadian muncul mata dadu 1.Perhatikan contoh berikut ini! Contoh 12.6 adalah semua hasil yang mungkin terjadi dalam suatu percobaan. dan 6 adalah titik-titik sampel.

1} 2 {1. Himpunan dari semua kejadian yang mungkin terjadi atau himpunan dari semua titik-titik sampel dinamakan Ruang Sampel (S).1)}.3} {6. Kejadian (K) merupakan himpunan bagian dari ruang sampel. Kemungkinan pasangan mata dadu yang muncul dengan jumlah 6 adalah (1.6} {5.5 Ruang Sampel dari Hasil Pelemparan Dua Dadu Dadu (I\II) 1 2 3 4 5 6 1 {1.2} {4.1} {4.5} {5. Matematika 399 .1). Jadi kejadian (K) dapat ditulis K = {(1.4} {6.5} {4.5} 6 {1. Raja tersebut memiliki uang sebesar 60 milyar rupiah. Jika pilihan pengawal adalah munculnya angka dan gambar (AG) atau gambar dan angka (GA) sebanyak 15 kali dari 30 pelemparan maka pengawal memperoleh hadiah 25 milyar. Cara Penyajian dan Penentuan Ruang Sampel Masalah-12.1} {3.6} {2.2). Jumlah uang yang akan diberikan tergantung pilihan pengawal dari hasil pelemparan dua buah koin sekaligus sebanyak 30 kali pelemparan.3} {3.(2. (3.2} {2.4} {4.(5. Jadi banyak titik sampelnya 36 buah.6} Kegiatan melempar dua dadu di atas disebut dengan percobaan. (4.3).(3.5} {6.4} {5.5} {3.1} {6.4} {2.6} {6. (2.3} {5.2 {3.5).3 Seorang raja ingin memberikan hadiah kepada pengawalnya yang sudah mengabdi dengan baik selama 30 tahun.Tabel 12.4).1} {5.6} {4.2} {6.3} {4.4} 5 {1.3} {2.1} {2.2} 3 {1. Banyak hasil yang mungkin terjadi adalah 36. mana yang menjadi pilihan pengawal tersebut dan berapa maksimal uang yang ia peroleh. Coba selesaikan masalah di atas setelah mempelajari hal berikut.4). Agar pengawal mendapat uang yang lebih banyak. Misalnya kejadian (K) adalah muncul mata dadu pertama dan kedua yang jika dijumlahkan hasilnya adalah 6.2).5} {2.3} 4 {1.5).(4.2} {5. 3. (5.6} {3. Jika pilihan pengawal tersebut adalah munculnya dua gambar (GG) atau dua angka (AA) maka pengawal tersebut mendapat hadiah 1 milyar rupiah dalam satu kali pelemparan.4} {3.3).

dan koin II muncul G. dan koin II muncul G.4 Dalam sekali pelemparan dua buah koin.Masalah-12.9 Diagram kartesius ruang sampel dua koin Karena ruang sampel adalah himpunan semua hasil yang mungkin maka dari pelemparan dua koin sekaligus diperoleh S = {(A.A). Gambar 12. dan koin II muncul A. maka akan terdapat 3 kemungkinan yang akan terjadi. dan GG.G)} dengan n(S) = 4. yaitu: Gambar 12. • Koin I muncul G.A). Misalkan kejadian K adalah munculnya hanya satu sisi angka maka 400 Buku Guru Kelas X . AG. yaitu AA. GA.G).8 Dua koin Alternatif Penyelesaian Dengan menggunakan diagram kartesius dapat diinterpretasikan cara penyajian kemungkinan hasil tersebut. dan koin II muncul A. (G. yaitu: • Koin I muncul A. (G. Untuk menentukan ruang sampel dapat disajikan sebagai berikut! Terdapat empat kemungkinan hasil yang muncul pada suatu pelemparan dua koin. yaitu sebagai hasil pemetaan dua titik yang berurutan pada sumbu absis dan ordinat. (A. • Koin I muncul G. Kemungkinan-kemungkinan tersebut dinamakan anggota ruang sampel. • Koin I muncul A.

K = {(A.A)} dengan n(K) = 2.M4). (M2. M4. B2 maka dengan menggunakan cara tabulasi (tabel) dapat dituliskan seluruh kemungkinan hasil yang muncul dari pengambilan dua kelereng sekaligus sebagai berikut: Tabel 12.M4)} dengan banyak anggota kejadian n(K) = 6. M2) – – – – – M2 (M1. Masalah-12. M4) (M3 M4) – – – (M2 M4) M4 (M1. B1) (M2 B1) (M3 B1) – – B2 (M1. Kejadian K adalah munculnya kelereng merah sekaligus diperoleh: K = {(M1. Alternatif Penyelesaian Misalkan keempat kelereng merah disimbolkan dengan M1.G). dan dua kelereng biru disimbolkan B1.5 Suatu kotak berisi 4 kelereng merah dan 2 kelereng biru.M3). Matematika 401 . (G.M2). (M3. Dapatkah kamu menentukan kemungkinan hasil yang diperoleh 1 bola merah dan 1 bola biru dari percobaan tersebut? Jika kejadian K adalah munculnya dua kelereng merah sekaligus maka tentukanlah kemungkinan hasil dalam kejadian K. (M1. Dilakukan percobaan dengan mengambil 2 kelereng sekaligus. B2) (M2 B2) (M3 B2) (M5 B2) – (M4 B2) B2 (M4 B1) dengan banyak anggota ruang sampel n(S) = 15. (M1. M3.M3).6 Tabel Kemungkinan Hasil Pencabutan Kelereng Kelereng M1 M2 M3 M4 M5 M6 (M1.M4). M2. (M2. M3) (M2 M3) – – – – M3 (M1.

H2).H1. (M1.M4. (M1.M4.H2).M4. (M3. (M3.H2).H1). yaitu: S = {(M1.H2).M3.M3.H2). a. (M1.M4).H1).H1).M4.M3). (M1.H2)} dengan banyak anggota ruang sampel n(S) = 20.H1).M3.H2).H1). (M1.M4.M4.H2).H1. (M1.M4)} dengan banyak anggota kejadian n(K3) = 16.M3. (M1.M2.M4. (M2. M3. (M2.H2).M4). (M1. (M3.H1). (M1.M4). (M3.M4).H1. (M2.M4. (M2.M3.H2). H2 maka dengan cara mendaftar diperoleh kemungkinan hasil yang muncul pada percobaan di atas. (M1.Masalah-12.H2) {(M1. Kejadian K1 adalah munculnya dua kelereng merah dan satu kelereng hijau sekaligus diperoleh: K1 = {(M1.M2. c. b. (M2. (M2. Kemungkinan kejadian K1 adalah munculnya dua kelereng merah dan satu kelereng hijau. Kejadian K3 adalah munculnya paling sedikit dua kelereng mereah diperoleh: K3 = {(M1. 402 Buku Guru Kelas X . (M2. Tentukanlah: a.H1).M2.H1).H1).H2).M4.M2.H2). (M1. (M3. (M1.H2).M4.H1).M2. Kejadian K2 adalah munculnya tiga kelereng merah sekaligus diperoleh: K2 = {(M1. (M2. (M3.H1).M2.M3).M3.M3.H2).H1).M3.M4).H1.6 Suatu kotak berisi 4 kelereng merah dan 2 kelereng hijau. (M2. (M2.H2). (M2.M4.M3.M3. (M2.H1).M2. (M2. (M1. (M2. (M2.M4.M3).M4.M4.M2.M2. (M2. (M1. (M1.M2. (M4.M3.M3.H1).H1). M2.M4)} dengan banyak anggota kejadian n(K2) = 4.M4).M3. (M1.H1). (M1.H2). (M1. Dilakukan percobaan dengan mengambil 3 kelereng sekaligus.M3.M2.H2).H1). (M1. b. dan dua kelereng hijau disimbolkan H1.M4). (M1.M4.M4. Kemungkinan kejadian K2 adalah munculnya tiga kelereng merah sekaligus c. Kemungkinan K3 hasil yang diperoleh paling sedikit 2 bola merah dari percobaan tersebut? Alternatif Penyelesaian Misalkan keempat kelereng merah disimbolkan dengan M1.H2). (M1.M4.M3.H2)} dengan banyak anggota kejadian n(K1) = 12. (M2.M3. (M1.M3. M4. (M1.M3.H1).M2.H2).M4.H2).

Dapatkah kamu temukan kejadian diluar K? Jelaskan. Latihan 12. Minta salah satu kelompok untuk menyajikan hasil kerjanya di depan kelas dan minta siswa pada kelompok lain untuk mengkritisi hasil kerja kelompok penyaji dan menjembatani perbedaan pola pikir antar kelompok. Sifat-1 1.♦ Memberi kesempatan kepada siswa untuk menyelesaikan latihan dalam kelompok belajar. dan 3 objek percobaan seperti koin dan dadu kita dapat mengetahui berapa banyak anggota ruang sampel dengan menggunakan n objek percobaan. Banyaknya anggota ruang sampel pelemparan n koin adalah 2n.2 1. Mungkinkah suatu kejadian sama dengan ruang sampel.7 Tabel Penentuan Anggota Ruang Sampel Banyak Objek Banyak anggota ruang sampel n(S) Koin 1 2 3  N 2=2 1 Dadu 6 = 61 36 = 62 216 = 63   6n 4 = 22 8 = 23  2 n Secara umum. 3. cara penyajian ruang sampel dan titik sampel manakah yang lebih baik? Berikan alasan! Dari pola yang terbentuk dalam penentuan banyaknya anggota ruang sampel menggunakan 1. 2.. 403 Matematika . untuk menghitung banyaknya anggota ruang sampel dalam pelemparan n buah koin dan n buah dadu dapat ditulis sebagai berikut. tentukanlah kejadian K? 2. 4. Banyaknya anggota ruang sampel pelemparan n dadu adalah 6n. Untuk percobaan-percobaan di atas. K merupakan kejadian munculnya mata dadu yang jumlahnya lebih besar sama dengan dua. Perhatikan pola yang disajikan pada tabel berikut. Pada pelemparan dua buah dadu. 2. Tabel 12.

(2.5).A). ♦ Jika dadu merah muncul angka 3 maka mata dadu biru dan kuning harus berjumlah 5.1).A).A.4).A). yakni merah.G).2).G). dan (4. Hitunglah banyak kemungkinan hasil lemparan sehingga jumlah ketiga mata dadu yang muncul adalah 8? Alternatif Penyelesaian Pandang satu dadu.G. dan (3. (2. (5.G).1). Kemungkinan hasil mata dadu biru dan kuning yang muncul adalah (1.A.2) dan (5. (2.G). (G. (A.Masalah-12. (G. (G.1).G)}. Banyak anggota ruang sampel adalah n(S) = 8. (A. ♦ Jika dadu merah muncul angka 4 maka mata dadu biru dan kuning harus berjumlah 4. Semua kemungkinan munculnya sisi koin adalah (A.A. akan muncul tiga sisi koin. (3.G. ♦ Jika dadu merah muncul angka 2 maka mata dadu biru dan kuning harus berjumlah 6.2).G).G).3). (3.A). (4. Kemungkinan hasil mata dadu biru dan kuning yang muncul adalah (1.A).A. yaitu dadu merah. (A.8 Tiga dadu yang berbeda warna. Kita daftar setiap kejadian yang mungkin yang terjadi dari satu kali pelemparan 3 koin sekaligus.G.3).5). Alternatif Penyelesaian Dalam setiap pelemparan 3 buah koin sekaligus. 404 Buku Guru Kelas X .G. (A. (3.G. dan (G.A.6). Kemungkinan hasil mata dadu biru dan kuning yang muncul adalah (1. biru. (A. (4. Tentukan ruang sampel dan banyak anggota ruang sampel.A).G.A. Kemungkinan hasil mata dadu biru dan kuning yang muncul adalah (1.3).4).G).A). Ada beberapa kemungkinan hasil yang akan muncul agar jumlah 3 mata dadu adalah 8. dan kuning dilempar bersamasama. Berbagai kemungkinan hasil yang terjadi disajikan sebagai berikut. Masalah-12.3). (A. (2. (G. Dengan demikian ruang sampel percobaan tersebut adalah S = {(A.G.A.G.4).2).1). (G.A). (G.A.7 Dhani melakukan percobaan dengan melambungkan tiga buah mata koin ke atas secara bersamaan. dan (6. (G. ♦ Jika dadu merah muncul angka 1 maka mata dadu biru dan kuning harus berjumlah 7.

♦ Jika dadu merah muncul angka 6 maka mata dadu biru dan kuning harus berjumlah 2.♦ Jika dadu merah muncul angka 5 maka mata dadu biru dan kuning harus berjumlah 3. Matematika 405 . Kemungkinan hasil mata dadu biru dan kuning yang muncul adalah (1. Latihan 12. Kejadian (K) adalah himpunan bagian dari ruang sampel. kita tetapkan definisi titik sampel.3 Tentukanlah banyak kemungkinan hasil yang terjadi dari hasil pelemparan 3 dadu dengan syarat jumlah ketiga mata dadu yang muncul adalah 9.1). banyak kemungkinan hasil yang terjadi dalam pelemparan 3 buah dadu secara bersama-sama dengan syarat jumlah ketiga mata dadu yang muncul 8 adalah 6 + 5 + 4 + 3 + 2 + 1 = 21.1). ruang sampel.2) dan (2. dan kejadian sebagai berikut. Berdasarkan definisi titik sampel ruang sampel di atas. Coba selesaikan dengan cara yang lain! ♦ Ujilah pemahaman siswa dengan mengajukan soal latihan berikut. Jadi. Definisi 12.2 1. 2. Titik sampel adalah hasil yang mungkin dari sebuah percobaan. Ruang sampel (S) adalah himpunan semua hasil yang mungkin dari suatu percobaan. Berdasarkan berbagai informasi yang diperoleh dari hasil percobaan di atas. Kemungkinan hasil mata dadu biru dan kuning yang muncul adalah (1. kita tetapkan definisi peluang suatu kejadian sebagai berikut. 3.

…. 2. 12. Kemudian tentukan juga peluang munculnya dua mata dadu yang jumlahnya lebih dari atau sama dengan 2 dan kurang dari atau sama dengan 12. dengan 2 ≤ x ≤12 Peluang 1 0 2 1 3 2 4 3 5 4 6 5 7 6 8 5 9 4 10 3 11 2 12 1 0 0 10 1 0 21 2 03 12 03 12 4 03 14 23 5 14 25 36 4 25 36 0 4 36 5 36 4 36 5 16 4 36 52 6 36 56 0 36 36 36 14 3625 0 36 1 4 362 50 3 6 1 436 2 5 03 6 143625 36 4 36 5 6 = 1= 1= 1= 1= 1= 1= 1 =1 =1 =1 =1 36 36 36 36 36 36 36 36 36 36 36 36 36 36 36 36 36 36 36 36 36 36 36 36 36 36 36 36 36 36 36 36 36 36 36 36 36 36 36 36 36 36 36 36 36 36 36 36 36 36 36 36 36 36 36 36 36 36 36 36 36 36 36 36 36 36 36 36 0 1 2 3 4 5 6 36 =1 36 36 36 36 36 36 36 36 406 Buku Guru Kelas X . Masalah-12.8 Peluang Penjumlahan Dua Dadu Jumlah Jumlah Dua Mata Dadu yang Muncul Peluang Jumlah dua mata dadu yang muncul (x).9 Dalam pelemparan dua dadu sekaligus.2 Peluang suatu kejadian A adalah hasil bagi banyak hasil dalam A dengan banyak anggota ruang sampel dari suatu percobaan. tentukan peluang munculnya dua mata dadu yang jumlahnya 1. n(S) : Banyak anggota ruang sampel. ditulis: n( K ) P (K ) = n(S ) n(A) : Banyak titik sampel dalam A. Alternatif Penyelesaian Untuk memudahkan mendaftar nilai peluang dari semua kemungkinan yang terjadi dan hasil penjumlahan dua mata dadu yang muncul. 3. 4. Tabel 12. disajikan tabel sebagai berikut.Definisi 12.

Jika dimisalkan wajik = W. (3h). (10w). (8s).10 Di awal pertandingan olah raga kartu bridge. (5s).Masalah-12. (2h). (10k). Jadi. (9w). maka diperoleh K1 = {(ass)} sehingga n(K1) = 1. (4k). sehingga n(K2) = 4 Jadi. (4w). (10s). dan sekop = S maka ruang sampel dari satu set kartu bridge adalah: S = {(ks). (kh). Kita tetapkan sifat nilai peluang sebagai berikut. (10s)}. yakni: wajik (♦). (9s). (6k). (3s). Tentukan nilai ruang sampel dan nilai peluang terambilnya kartu as sekop! Berapa peluang terambilnya kartu bernomor 10? Gambar 12. (10k). (asw)} Misal K1 adalah pengambilan kartu as sekop. (js). (6h). (5k). (9k). klaver = K. (kw). dan sekop (♠). (10h). (ass). hati = H. (qs). (2w). (2s). maka diperoleh K2 = {(10w). (jw). (8k). peluang terambilnya kartu bernomor 10 adalah: n( K 2 ) 4 1 P (= K2 ) = = = n( S ) 52 13 Berdasarkan berbagai pemecahan masalah penentuan nilai peluang suatu kejadian yang telah diuraikan di atas. (3w). (5w). (kk). (3k). 1]. 7k). Matematika 407 . (10h). seorang pemain mencabut sebuah kartu untuk mendapatkan kartu as untuk menjadi tambahan nilainya. Jika dalam satu set kartu bridge ingin dicabut kartu as sekop (lihat Gambar 12. (7w). (7h). (qh). peluang terambilnya kartu as sekop adalah: n( K1 ) 1 P (= K1 ) = = n( S ) 52 Misal E2 adalah pengambilan kartu bernomor 10. (8w). maka nilai peluang suatu kejadian dapat dipastikan terletak pada interval [0. (ask). (6w). klaver (♣). (4h). (7s). (9h). hati (♥). (jh). (6s).10 Kartu Bridge Alternatif Penyelesaian Pada percobaan menggunakan satu set kartu bridge terdapat empat jenis kartu. (ash). (qw). (2k). (8h). (4s).10). (5h). (jk). (qk).

Kita ketahui bahwa n(A∪B) = n(A) + n(B) – n(A∩B) n( A ∪ B ) n( A) + n( B ) − n( A ∩ B ) n( A) n( B ) n( A ∩ B )  ∞  ∞ P(A∩B) = + − P   A1  = ∑ P( Ai )! n( S ) n( S ) n( S ) n( S ) n( S )  i =1  i =1 n( A ∪ B ) n( A) + n( B ) − n( A ∩ B ) n( A) n( B ) n( A ∩ B )  ∞  ∞ + − P   A1  = ∑ P( Ai )! = n( S ) n( S ) n( S ) n( S ) n( S )  i =1  i =1 n( A) + n( B ) − n( A ∩ B ) n( A) n( B ) n( A ∩ B )  ∞  ∞ + − P   A1  = ∑ P ( Ai )! = n( S ) n( S ) n( S ) n( S )  i =1  i =1 408 Buku Guru Kelas X . 0 ≤ P(K) ≤ 1 2. B ⊆ S maka P(A ∪ B) = P(A) + P(B) – P(A ∩ B). B adalah kejadian dan S adalah ruang sampel dari suatu percobaan. Sudahkah tahu kamu alasannya? Jelaskan! Penyelesaian Misalkan A. Buktikan jika A. P(S) = 1 3. Bukti: Ingat kembali materi himpunan yang telah dipelajari di SMP. Peluang kejadian K memenuhi P(K). Gambar 12.Sifat-3 Misalkan K suatu kejadian dan S adalah ruang contoh dalam sebuah percobaan. Kita telah pelajari operasi gabungan dan irisan dua himpunan. Peluang tersebut dapat diinterpretasikan pada gambar berikut.11 Interpretasi peluang Contoh 12.2 Contoh sederhana kejadian yang pasti terjadi adalah kejadian munculnya angka mata dadu kurang dari 7 dalam pelambungan mata dadu adalah 1. 1. Kejadian ini pasti terjadi. P(∅) = 0 Peluang suatu kejadian adalah 1 berarti bahwa kejadian tersebut pasti terjadi dan peluang kejadian adalah 0 berarti bahwa kejadian tersebut mustahil terjadi.

Buktikan bahwa n( B ) n( A ∩ B )  ∞  ∞ P   A1  = ∑ P ( Ai )! − n( S ) n( S )  i =1  i =1 Uji Kompetensi 12.. A2. coklat. dan putih. Dapatkah kamu menentukan ruang sampel dan titik sampelnya? Adakah kamu temukan? Jelaskan. Dari kota Bekasi ke kota Depok dilayani oleh 4 bus dan dari Depok ke Bogor oleh 3 bus. i ≠ j. Berapa banyak pilihan yang dapat dipesan oleh pengunjung? Sajikan dalam diagram pohon.4 Untuk semua kejadian A1. dimana Ai ∩ Aj = ∅. lempar hingga jatuh ke lantai. ia memiliki baju blus bunga kotakkotak dan bergaris untuk pasangan rok berwarna biru tua. 7. dan jus. = P(A) + P(B) – P(A ∩ B) Jadi. Dua buah dadu dilemparkan dan menghasilkan bilangan prima pada salah satu mata dadu. Ambil sebuah paku payung sebagai percobaan. Sedangkan menu makanan berupa nasi rendang. nasi rames.. Dengan menggunakan diagram pohon tentukan ruang sampel percobaan tersebut? 4. Seseorang berangkat dari kota Bekasi ke kota Bogor melalui Depok kemudian kembali lagi ke Bekasi juga melalui Depok.1 1. Lambungkan tiga mata dadu secara bersamaan. 2. P(A∪B) = P(A) + P(B) – P(A ∩ B) Latihan 12. Luna ingin menghadiri sebuah pesta. maka banyak cara perjalanan orang tersebut? Matematika 409 .. tentukanlah ruang sampel dari tiga buah dadu tersebut ! 6. kopi. Jika sebuah dadu dan sebuah mata koin dilemparkan secara bersamaan. dan nasi kebuli. . hitunglah berapa banyak pasangan pakaian yang dapat dipakai Luna jika ia juga membeli blus motif polos? 5. Menu minuman hari ini di rumah makan Minang adalah teh. nasi ayam. A3. Buatlah ruang sampel beserta titik sampelnya! 3. Jika saat kembali dari Bogor ke Bekasi. ia tidak mau menggunakan bus yang sama.

jika 20 orang dipilih secara acak. 4. 1. jika diambil dua bola secara acak. Berapa banyak bilangan dapat dibentuk? b. maka peluang yang terambil bola berwarna sama adalah . Dari angka-angka 0.. melalui penentuan peluang munculnya angka genap pada dadu! Alternatif Penyelesaian Misalkan K adalah kejadian munculnya angka genap pada dadu dan Kc adalah kejadian munculnya angka ganjil pada dadu. 2.. Projek Rancanglah minimal lima buah masalah dan terapankan konsep dan prinsip peluang dalam pemecahannya. Berapa banyak bilangan yang nilainya kurang dari 5. Dengan demikian K ={2.6} dan Kc = {1. a. 3... Lima orang akan pergi ke pantai menggunakan sebuah mobil berkapasitas 6 tempat duduk. 5 warna hitam. 11. . 10.. Berapa banyak bilangan ganjil yang dapat dibentuk? c. . Jika hanya ada dua orang yang bisa jadi sopir.5}. n( K ) 3 1 3 1 Peluang kejadian K adalah P = (K ) = = = P( K c ) = n( S ) 6 2 6 2 410 Buku Guru Kelas X . Di dalam kotak terdapat 18 bola identik (berbentuk sama). maka banyaknya cara mengatur tempat duduk mereka di dalam mobil adalah ..4. Buatlah laporan dan sajikan hasilnya di depan kelas. 6 warna putih dan 7 warna hijau. dan 7 akan dibentuk bilangan dengan 4 angka dan tidak boleh ada angka yang diulang.000 yang dapat dibentuk? 9. 5. Peluang Komplemen Suatu Kejadian Masalah-12. maka peluang ada dua orang yang berulang tahun pada hari yang sama adalah. 4. Masalah tersebut dirancang dari dunia nyata di sekitarmu.3.8. Anggap satu tahun 365 hari.11 Pada pelemparan sebuah dadu. tentukan peluang muculnya angka ganjil pada dadu.

Kemungkinan kejadian munculnya mata dadu berjumlah 11 dan 12 adalah Kc ={(5. Alternatif Penyelesaian Sebelumnya telah kita ketahui banyaknya anggota ruang sampel dalam pelemparan 2 mata dadu adalah 36. yaitu jumlah dua mata dadu adalah 11 dan 12. yaitu jumlah dua mata dadu yang hasilnya 2. 4. 9 dan 10. n( S ) 6 2 6 2 Masalah-12. ternyata jumlah peluang kejadian K dan peluang kejadian bukan K atau Kc adalah 1.12 Tentukanlah peluang munculnya dadu yang berjumlah kurang dari atau sama dengan 10 pada pelemparan 2 dadu. peluang munculnya angka mata dadu yang berjumlah kurang dari atau sama n( Ac ) 3 1 1 11 P = (A ) = = adalah .n( K ) c3 1 3 1 Sedangkan peluang P = ( K )kejadian = = K adalah = P( K c ) = . dengan 10 . 6.6). (6. Kemungkinan munculnya mata dadu yang berjumlah kurang atau sama dengan 10. 8. Secara matematis kita dapat rumuskan bahwa: Matematika 411 .6)} atau n(Kc) = 3. 5. n( S ) 6 2 12 12 Dari hasil pemecahan kedua masalah di atas. (6.5). n(K c ) 3 1 c Jadi. 3. P ( K ) = = = n ( S ) 36 12 karena P ( K ) = 1 − P ( K c ) P(K ) =1− c P(K ) = 11 12 1 12 Jadi. Misalkan K adalah kejadian munculnya dua mata dadu yang jumlahnya kurang dari atau sama dengan 10 dan Kc adalah kejadian munculnya dua mata dadu yang berjumlah lebih dari 10. 7.

2).1.2. peluang terbesar munculnya jumlah mata dadu jumlahnya 6 adalah saat n = 1 1 5 10 9 5 1 dengan nilai peluangnya .1.1).2.1)} D5 = {(1. (2.3).1).1.1. kemudian ia menghitung peluang terjadinya jumlah mata dadu sama dengan 6.1. maka jumlah setiap n mata dadu adalah kurang dari atau sama dengan enam (n ≤ 6). diperoleh: D1 = {6} D2 = {(1.1).2. (1.1. (1.2. (1.1. (3.2. (2. peluangnya paling besar? Alternatif Penyelesaian Karena dadu yang dilambungkan bermata enam.1).1). (2.1)} D4 = {(1.4).1.1.Sifat-1 Misalkan K suatu kejadian dari sebuah percobaan. 2 3 4 5 6 6 6 6 6 6 6 412 Buku Guru Kelas X . (1.1.3). (1.2).4.1.1. (3.1.2). (1. (1.2).1.3.1.1. (2. (2.1).2).1. (1.1).1.2.1).1.1.1.1)} D3 = {(1. perhatikan masalah berikut! Masalah-13 Putra melambungkan n dadu. (5.3). (3.2.2). agar peluang terjadinya jumlah mata dadu sama dengan 6. (1.1.1). (3.3. Misalkan Dn ={jumlah mata dadu 6.3.1.1} Maka diperoleh peluangnya masing-masing: 1 5 10 9 5 11 5 10 9 • P(D1) = 2 • P(D ) = 6 6 63 64 65 666 62 4 63 64 1 5 10 9 5 1 5 10 9 5 • P(D2) = 2 3 4 5 6• 2 P(D )= 6 6 6 6 6 6 6 6 63 5 6 4 65 1 5 10 9 5 1 1 5 10 9 5 1 • P(D3) 2 = 3 4 • P(D ) = 5 6 6 6 6 6 6 66 6 2 63 6 4 6 65 6 6 5 1 65 6 6 1 66 Jadi.2).3). (4.2.1.1.1).1).2. n ≤ 6}. (1.2. maka P(K) + P(Kc) = 1 atau P(K) = 1 – P(Kc) Untuk lebih mendalami sifat di atas.3. (2.2.5). (4.1. (1.1.1.1).1.2.4).2. (2.1)} D6 = {1.1. Untuk n berapakah.1. (3.

B ⊆ S maka P(B ∩ Ac) = P(B) – P(A ∩ B) Penyelesaian Ingat kembali materi himpunan yang telah dipelajari di SMP.Contoh 12. Kita telah pelajari operasi gabungan dan irisan dua himpunan. B adalah kejadian dan S adalah ruang sampel dari suatu percobaan. Kita ketahui bahwa n ( B ∪ Ac ) = n( B ) + n( Ac ) − n ( B ∩ Ac ) = n( B ) + n( S ) − n ( A ) − n ( B ∩ Ac ) = n( B ) + n( S ) − n ( A ) + n ( B ∩ Ac ) ( ) = n( B ) + n( S ) − ( n ( A ) + n ( B ) − n ( A ∩ B ) ) = n( B ) + n( S ) − n ( A ∪ B ) 1) Jika kejadian A saling lepas dengan kejadian B.3 Misalkan A. P(B ∩ Ac) = P(B) – P(A ∩ B) Matematika 413 . Buktikan jika A. maka A ∩ B = ∅ 2) Jika kejadian A tidak saling lepas dengan kejadian maka A ∩ B ≠ ∅ Dengan demikian n(B ∩ Ac) = n(B) – n(A ∩ B) n ( B ∪ Ac ) n ( B ) − n ( A ∩ B ) n ( B ) n ( A ∩ B ) c − P(B ∩ A ) = n(S ) n(S ) n(S ) n(S ) n ( B ∪ Ac ) n ( B ) − n ( A ∩ B ) n ( B ) n ( A ∩ B ) − = n(S ) n(S ) n(S ) n(S ) n ( B ∪ Ac ) n ( B ) − n ( A ∩ B ) n ( B ) n ( A ∩ B ) − = n(S ) n(S ) n(S ) n(S ) = P(B) – P(A ∩ B) Jadi.

Misalkan K kejadian no plat merupakan bilangan berulang. Dua puluh tiket diberi nomor dari 1 sampai dengan 20. Apabila seorang murid dipilih secara acak untuk mengerjakan soal. Adapun jurusan B dipilih oleh 2897 dengan daya tampung 50. hitunglah kemungkinan banyaknya bola yang tepat masuk ring? 6. Berapakah peluang bahwa murid yang terpilih itu laki-laki atau berambut keriting? 7. Jika dipilih dua orang secara acak dari ruangan tersebut. Badu.7. Jika anda memilih sebuah jurusan pada PTN selain mempertimbangkan minat dan bakat. Dalam sebuah klinik dokter spesialis kandungan terdapat enam pasang suami-isteri.Uji Kompetensi 12. Kelas XIIA terdiri dari 10 murid laki-laki dan 20 murid perempuan. Dengan membandingkan data sebelumnya mengenai banyaknya orang yang memilih jurusan tersebut dengan daya tampungnya menjadi salah satu triknya. maka peluang terpilihnya dua orang tersebut suami-isteri? 10. Peluang seorang pemain basket akan melempar bola tepat masuk ring 0. • Berapakah peluang kejadian K? • Hitunglah Peluang diluar kejadian K? 3. Nomor plat kendaraan terdiri dari empat digit angka. Misalkan. Jika sebuah dadu dilempar 5 kali. Jurusan A pada tahun sebelumnya dipilih oleh 3432 orang dan daya tampungnya 60. Anda tahu salah satunya adalah lakilaki. Jurusan manakah peluang anda lulus lebih besar? 2. tentukan peluang K. mungkin sebagian dari anda berniat melanjutkan ke tingkat yang lebih tinggi yakni perguruan tinggi. Ahok. Jika ia melempar sebanyak 70 kali. Carli.2 1. Setiap tiket diambil secara acak dan punya peluang yang sama untuk terpilih. . Hitung peluang Ahok dan Carli selalu berdampingan? 414 Buku Guru Kelas X 5. Tetangga baru yang belum anda kenal katanya mempunyai 2 anak. Tiga mata dadu dilemparkan secara bersamaan. 4. Setelah lulus SMA. Berapakah peluang mata dadu yang muncul selalu ganjil? 8. Hitung Peluang kedua anak tetangga baru anda semuanya lakilaki? 9. Anda akan memilih jurusan A dan B. Setengah dari jumlah murid lakilaki dan setengah dari jumlah murid perempuan berambut keriting. Anda perlu juga mempertimbangkan kemungkinan masuk jurusan tersebut. dan Dido akan berfoto bersama secara berdampingan. Jika E adalah kejadian jumlah tiga mata dadu >10.

6 warna putih dan 7 warna hijau. .Berapa probabilitas bahwa tiket yang terpilih ialah tiket dengan nomor berkelipatan 3 atau 5? 11. . Anggap satu tahun 365 hari.. maka peluang ada dua orang yang berulang tahun pada hari yang sama adalah. jika 20 orang dipilih secara acak.. jika diambil dua bola secara acak. Projek Himpun minimal lima sifat peluang dari berbagai sumber (internet. dan sumber lain). 5 warna hitam. Di dalam kotak terdapat 18 bola identik (berbentuk sama). Buktikan kelima sifat tersebut dan buatlah laporan hasil kerjamu serta sajikan di dalam kelas. 12.. maka peluang yang terambil bola berwarna sama adalah . buku. Matematika 415 .

8. maka jumlah nilai peluang kejadian K dan nilai peluang kejadian komplemen K adalah 1. beberapa hal penting dapat kita rangkum sebagai berikut. disimbolkan dengan Kc. sedangkan jika peluang kejadian K adalah 1 maka kejadian K pasti terjadi. Peluang suatu kejadian K adalah hasil bagi banyaknya kemungkinan kejadian K terjadi dengan banyaknya anggota ruang sampel dari suatu percobaan. menggunakan diagram cartesisus. 4. 416 Buku Guru Kelas X . menggunakan tabel. 5. disebut komplemen dari kejadian K. Artinya jika peluang sebuah kejadian K adalah 0 maka kejadian K tidak terjadi. Ruang sampel (S) adalah suatu himpunan yang anggotanya semua kejadian yang mungkin terjadi dalam percobaan atau suatu himpunan yang anggotanya titiktitik sampel. 1. Beberapa hal yang telah kita rangkum di atas adalah modal dasar bagi kamu dalam belajar peluang secara lebih mendalam pada jenjang pendidikan yang lebih tinggi. maka kejadian yang berada di luar K adalah seluruh kejadian yang tidak terdaftar di K. Peluang sebuah kejadian K tepat berada diantara nol dan satu. dan menggunakan diagram pohon.D. Ditulis Banyak kejadian yang muncul Frekuensi relatif = rcobaan Banyak per 2. Jika K suatu kejadian dalam sebuah percobaan. 6. n( K ) . ditulis dengan: 0 ≤ P(K) ≤ 1. PENUTUP Berdasarkan sajian materi terkait berbagai konsep peluang di atas. dimana n(K) adalah banyaknya kejadian K yang dirumuskan: P ( K ) = n( S ) terjadi dan n(S) adalah banyak anggota ruang sampel suatu percobaan. Titik sampel adalah semua kejadian yang mungkin terjadi dari sebuah percobaan. 7. Jika K merupakan sebuah kejadian. 9. 3. yaitu: cara mendaftar. Frekuensi relatif dari suatu kejadian dalam suatu percobaan adalah perbandingan banyaknya kejadian yang terjadi dalam suatu percobaan dengan banyaknya percobaan dilakukan. Kejadian (K) adalah himpunan bagian dari ruang sampel S. ditulis P(K) + P(Kc) = 1. Ada beberapa cara untuk menyajikan semua kejadian yang mungkin muncul dalam suatu percobaan. Konsep-konsep dasar di atas harus kamu pahami dengan baik karena akan membantu dalam pemecahan masalah dalam kehidupan sehari-hari.

wajib diberi pembelajaran pengayaan. Peserta didik dikatakan menguasai secara tuntas seluruh kompetensi dasar pada pokok bahasan atau mata pelajaran matematika pada kelas tertentu. Pembelajaran remedial pada hakikatnya adalah pemberian bantuan bagi peserta didik yang mengalami kesulitan atau kelambatan belajar. (3) tutor sebaya dalam implementasi model pembelajaran koperatif tipe jigsaw. dan (4) kerjasaman sekolah dengan orang tua/wali peserta didik mengatasi masalah belajar peserta didik. Pemberian pembelajaran remedial meliputi dua langkah pokok. Bantuan dalam pembelajaran remedial mencakup (1) mengkaji ulang materi pada kompetensi dasar yang belum dicapai peserta didik. yaitu pertama mendiagnosis kesulitan belajar dan kedua memberikan perlakuan (treatment) pembelajaran remedial. Pembelajaran pengayaan adalah pembelajaran yang memberikan pengalaman (membangun berpikir tingkat tinggi. ketangguhan diri beradaptasi dan 417 Matematika . yaitu berpikir kritis dan kreatif) lebih mendalami materi terkait kompetensi atau kegiatan peserta didik yang melampaui persyaratan minimal yang ditentukan oleh kurikulum dan tidak semua peserta didik dapat melakukannya. Pembelajaran tuntas (mastery learning) dalam proses pembelajaran berbasis kompetensi dimaksudkan adalah pendekatan dalam pembelajaran yang mempersyaratkan peserta didik menguasai secara tuntas seluruh kompetensi dasar pokok bahasan atau mata pelajaran tertentu. Pengertian dan Prosedur Pelaksanaan Pembelajaran Remedial dan Pengayaan Pengertian dan Prosedur Pelaksanaan Pembelajaran Remedial dan Pengayaan Kurikulum Matematika 2013 adalah kurikulum berbasis kompetensi dengan pendekatan pembelajaran tuntas.PETUNJUK TEKNIS PELAKSANAAN REMEDIAL DAN PENGAYAAN A. apabila peserta didik tersebut memperoleh hasil penilaian/uji kompetensi lebih besar atau sama dengan dari Kriteria Ketuntasan Minimum (≥ KKM) yang ditetapkan dalam kurikulum. wajib diberi pembelajaran remedial. Bagi peserta didik yang memperoleh hasil penilaian/uji kompetensi pada pokok bahasan mata pelajaran matematika kurang dari KKM. Sebaliknya peserta didik dikatakan tidak tuntas. Pendekatan pembelajaran yang diterapkan dalam pelaksanaan pengayaan melalui (1) pembelajaran berbasis masalah dan proyek untuk melatih peserta didik berpikir kritis dan kreatif. (2) pemberian tugas tersrtuktur yang dilakukan secara mandiri dan pemberian feetback atas hasil kerja peserta didik. Bagi peserta didik yang memperoleh hasil penilaian/uji kompetensi pada pokok bahasan mata pelajaran matematika kurang dari KKM.

Untuk mengukur penguasaan kompetensi perlu dikembangkan suatu penilaian yang mencakup seluruh kompetensi dasar pada pokok bahasan tertentu atau pada satu mata pelajaran matematika dengan menggunakan indikator yang telah ditetapkan oleh pendidik. keterampilan proses. alur utama pelaksanaan pembelajaran remedial dan pengayaan disajikan pada skema berikut. dan (3) pemanfaatan IT dan ICT dalam proses pembelajaran. Apabila peserta didik belum tuntas menguasai suatu kompetensi dasar harus mengikuti proses pembelajaran remedial kemudian dilakukan penilaian ulang untuk mengukur pencapaian kompetensi. guru konseling. chek up diri dan asesmen kerjasama kelompok. 418 Buku Guru Kelas X . (2) pemberian asesmen portofolio tambahan berbasis masalah. Secara garis besar. Hasil belajar tersebut dilaporkan kepada pemangku kepentingan (terutama pada orang tua) setiap bulannya. proyek. dan kepala sekolah.memecahkan masalah. Seluruh hasil belajar siswa yang tampak pada hasil penilaian/uji kompetensi dan asesmen otentik/portofolio dijadikan bahan kajian guru. Penilaian terhadap hasil pembelajaran menggunakan sistem penilaian patokan dan berkelanjutan dalam arti semua indikator ditagih. kemudian hasilnya dianalisis untuk menentukan kompetensi dasar yang telah dikuasai dan belum dikuasai serta mengetahui kesulitan belajar peserta didik.

Tes Kemampuan Awal Pengamatan Proses Pembelajaran Pengamatan Aktivitas Siswa Tes Diagnostik Kesulitan Belajar I R A R K I S PROSES PEMBELAJARAN MATERI BARU 1.MATERI PRASYARAT H I R A R K I S H 1. 2. Asesmen Portofolio 1. 4. 3. Pengamatan Aktivitas Siswa 2. Tes Diagnostik Kesulitan Belajar 2. Wawancara KKM  Penilaian Kompetensi < KKM Pengayaan Analisis Hasil Penilaian Remedial Portofolio Tambahan Uji Kompetensi  KKM LULUS TUNTAS LAPORAN BULANAN PADA ORANG TUA Gambar: Alur Utama Pelaksanaan Remedial dan Pengayaan BUKU PEGANGAN GURU Matematika 419 446 .

Mencapai ketuntasan belajar peserta didik mencapai kompetensi dasar yang ditetapkan pada kurikulum matematika 2013.. 2. Memberikan penglaman belajar dan keterampilan berpikir yang lebih mendalam dan lebih luas terkait kompetensi dasar yang ditetapkan pada kurikulum matematika 2013. 1. 4 + b maka pasangan (a. Apabila nilai k untuk situs tersebut adalah 0. 3.. 3 2 420 Buku Guru Kelas X . Tujuan Pembelajaran Remedial dan Pengayaan Pelaksanaan pembelajaran remedial dan pengayaan bertujuan untuk 1. baik secara individu maupun klasikal. C. Mengatasi kesulitan belajar siswa untuk mencapai kompetensi dasar yang ditetapkan pada kurikulum matematika 2013 dengan ukuran melewati Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM).3 Jika a dan b bilangan asli dan a ≤ b sehingga bilangan rasional.B. taksirlah jumlah penduduk yang ada di sekitar situs pada masa itu.2 Jumlah dua bilangan berturutan adalah 13. Soal untuk Penilaian/Uji Kompetensi Pada Bab I 36( x × 2 y ) 2   12 x(3 y ) 2  . Soal untuk Penilaian Kompetensi Siswa Guru matematika di sekolah dapat berkoordinasi dengan teman guru di Musyawarah Guru Mata Pelajaran Matematika atau mengembangkan sendiri soal yang akan digunakan untuk penilaian/uji kompetensi diakhir setiap bab (bahasan)i pada buku siswa atau buku guru.4 Salah satu rumus yang digunakan untuk menaksir populasi yang menempati suatu situs adalah P = ak dengan a luas (dalam are) dan k konstata. Sebuah situs purbakala memiliki luas 7000 are.1 Sederhanakanlah    ÷  2 2  3x × y   9x y  1. Sebagai alternatif soal yang akan diujikan untuk penilaian/uji kompetensi pada setiap bab (bahasan) disajikan sebagai berikut. 3+ a 1. Soal yang dikembangkan dari sisi ranah kognitif dan psikomotor (keterampilan aplikasi matematika dan koneksi matematika dengan dunia nyata.b) adalah . dan dalam matematika sendiri) harus mewakili indikator kopetensi dasar yang akan dicapai. 1.67. Tentukan jumlah pangkat tiga dari bilangan-bilangan tersebut. 1. bidang ilmu lain.

2.4 Misalkan a. berapa panjang keseluruhan ikan tersebut ?. clog b = 2 . 5 Soal Penilaian/Uji Kompetensi Pada Bab III x + 2untuk y = 7 dengan cara grafik dan determinan. c bilangan positif. 36 m Jika kita andaikan permukaan laut sebagai sumbu x maka fungsi pergerakan burung tersebut adalah f ( x) = a+ dengan a.6 Gambarkanlah grafik fungsi f(x) = 2 log( x + 2). 2. Seekor ikan mas memiliki ekor yang panjangnya sama 421 dengan panjang Matematika kepalanya ditambah seperlima panjang tubuhnya. b adalah bilangan real. 3.3 Misalkan a dan b bilangan real. Buktikan jika |a| = |b| dan |a + b| = |c| maka |a| ≤ |c|. x bilangan real dan tentukan titik potongnya terhadap Sumbu-x. Panjang tubuhnya empat dan 5x + 2y = 7 dengan cara grafik dan determinan. x∈ R dan x > 0 . Soal untuk Penilaian/Uji Kompetensi Pada Bab II 2. 3. Jika panjang kepala ikan adalah 5 inci. Jika kita andaikan permukaan laut sebagai sumbu x maka fungsi pergerakan Tentukanlah nilai a dan b tersebut.2. Soal untuk Penilaian/Uji Kompetensi Pada Bab III 3. b. Tentukanlah berapa umur Ibu saat ini. riel.1 Tentukan himpunan penyelesaian sistem persamaan linier 3x – 4y = 2 dan 3. 3. tentukan nilai 4 dari  a log ( bc )  2 !   1 1.1.c ≠ 1. (1 inci = 2. Buktikan |a| = a dan |a × b| = |a| × |b| 2. Panjang tubuhnya empat perlima dari panjang keseluruhan ikan. 2.5 Seekor burung camar laut dari ketinggian 28 meter melihat ikan pada jarak 25 m sehingga ia terbang menukik ke permukaan laut dan menyelam sejauh 3 meter dan langsung bergerak kembali ke permukaan dan langsung terbang kembali ke angkasa seperti gambar. b adalah bilangan burung tersebut adalah Tentukanlah nilai a dan b tersebut. Tentukan penyelesaian sistem persamaan linier 3x – 4y = 2 kepalanya ditambah seperlima panjang tubuhnya. f (x x− ) xb a  b dengan a. 54 . umur Ibu adalah 21 tahun lebihnya dari 1/3 umurnya pada 5 tahun yang lalu. 1. 2.2 Seekor ikan mas himpunan memiliki ekor yang panjangnya sama dengan panjang 3. b. a.2 Gambarkanlah grafik fungsi f(x) = |3x + 1|. Sekarang. dan a.5 Jika alog b = 4. dan c bilangan real.1 Umur Ibu 2 tahun yang lalu adalah 1/3 kali umur Ibu pada c tahun yang akan datang dengan adalah bilangan bulat positif.

200. 1 0 4. b) Tentukanlah nilai p! 4.700 lensa yang dapat dihasilkan dalam satu minggu. c. Jika matriks    e−3f   Rt = T.-. 120. Terdapat tiga jenis pupuk (Urea. Buktikan A × A–1 = I.000. dengan I matriks identitas perkalian matriks. 100.4 Sumarno memiliki dua  hektar  sawah yang ditanami padi dan sudah saatnya diberi pupuk.400 lensa yang dihasilkan dalam satu minggu. 5. b. Jika ketiganya bekerja. Jika hanya mesin A dan C yang bekerja. Rp.3 Diketahui matriks A =   . maka tentukanlah nilai a. 4. SS. dan Rp. dan f! 4. 3. 3. 0 −1 65 4. 54 cm).2 Misalkan matriks A3×3.1 Diketahui matriks T =   b+c   e − 2d a − 2b  8 4 0  2d + c  dan R =  2 10 −1 . 000. Soal untuk Penilaian/Uji Kompetensi Pada Bab IV  −3a 4. Tentukanlah matriks A .-. e.3 Sebuah pabrik memiliki 3 buah mesin A.000. Jika hanya mesin A dan B bekerja. 2x + 5y ≤ 600 4x + 3y ≤ 530 2x + y ≤ 240 a) Gambarkanlah pertidaksamaan pada sistem linier tersebut. Masingmasing harga per sak (satu karung) pupuk adalah Rp.4 Selidikilah apakah sistem persamaan linear berikut adalah homogen dan tentukan bilangan bulat yang memenuhi sistem persamaan linier berikut x + y + z = 0 7x + 3y – 5z = 0 3 –2x – y + z = 0 2 3.5 Misalkan p adalah jumlah maksimum dikurangi jumlah minimum dari himpunan penyelesaian yang memenuhi sistem pertidaksamaan linear di bawah ini.perlima dari panjang keseluruhan ikan.200 lensa yang dapat dihasilkan dalam satu minggu. berapa panjang keseluruhan ikan tersebut? (1 inci = 2. Berapa banyak lensa yang dihasilkan oleh tiap-tiap mesin dalam satu minggu. Banyak pupuk yang dibutuhkan Sumarno sebanyak Buku Guru Kelas X 422 . 3. TSP} yang harus digunakan para petani agar hasil panen padi lebih maksimal. Jika panjang kepala ikan adalah 5 inci. B. d. dan C.

Tugas yang diberikan berbasis pada berbagai kesulitan belajar yang dialami peserta didik dan meningkatkan kemampuan peserta didik mencapai kompetensi dasar tertentu. d∈R.-. Berapa sak masing-masing jenis pupuk yang harus dibeli Sumarno. c.6 Misalkan A dan B matriks berordo n × n.020. Tunjukkan bahwa jika A adalah invertible. maka detB = det(A–1 BA). Selesaikan dengan menggunakan Determinan Matriks. maka tindakan yang dilakukan adalah pemberian tugas terstruktur baik secara kelompok dan tugas mandiri. dengan α∈R. D. dan asesmen kerjasama kelompok. misalnya bimbingan perorangan oleh guru dan tutor sebaya. 2. Sebelum asesmen 423 Matematika . Sementara dana yang disediakan Sumarno untuk membeli pupuk adalah Rp. a. b. Bentuk Pelaksanaan Pembelajaran Pengayaan Bentuk pembelajaran pengayaan adalah pemberian asesmen portofolio tambahan yang memuat asesmen masalah otentik. Jika jumlah peserta didik yang mengikuti remedial maksimal 20%. keterampilan proses. proyek.5 Sebuah matriks P ordo 2 × 2 dengan P = 2   dimana a. Jika  c d  determinan dari matriks determinan P adalah α. Jika jumlah peserta didik yang mengikuti remedial lebih dari 50%. Bentuk Pelaksanaan Pembelajaran Remedial Bentuk pembelajaran remedial tergantung pada jumlah peserta didik yang mengalami kegagalan mencapai kompetensi dasar yang ditetapkan. Beberapa alternatif bentuk pelaksanaan pembelajaran remedial di sekolah. Bentuk Pelaksanaan Pembelajaran Remedial dan Pengayaan 1. Jika jumlah peserta yang mengikuti remedial lebih dari 20% tetapi kurang dari 50%. b. chek up diri.  xc − sa xd − sd  4. 6. Pemakaian pupuk Urea 2 kali banyaknya dari pupuk SS. c. maka tindakan yang dilakukan adalah pemberian bimbingan secara khusus. 40 sak (karung).000. maka tindakan yang dilakukan adalah pemberian pembelajaran ulang dengan model dan strategi pembelajaran yang lebih inovatif berbasis pada berbagai kesulitan belajar yang dialami peserta didik yang berdampak pada peningkatan kemampuan untuk mencapai kompetensi dasar tertentu. a b  4. Tentukanlah b   a Q=  dengan x∈R.

tes inventori. E. keterampilan proses. pengamatan. Pembelajaran pengayaan dapat dilaksanakan melalui belajar kelompok. F. Keterampilan yang dibangun melalui materi matematika yang dipelajari adalah kemampuan berpikir tingkat tinggi (berpikir kritis dan kreatif) serta kemampuan adaptif terhadap perubahan. wawancara. misal belajar lebih cepat. belajar mandiri. proyek. dan sebagainya. penggunaan teknologi dan membangun kerjasama antar siswa dan orang lain yang lebih memahami masalah yang diajukan dalam asesmen. Materi pembahasan dituangkan dalam asesmen masalah otentik. 424 Buku Guru Kelas X . Tindakan-tindakan pada proses pembelajaran memberi perhatian pada pemahaman peserta didik dan mengatasi kesulitan belajar yang dialami siswa. superior dan berpikir abstrak. berpikir mandiri. antara lain melalui: tes IQ. termasuk pengembagan kompetensi dasar peminatan. dan memiliki banyak minat. Materi Pembahasan Dalam Pembelajaran Remedial Materi pembahasan dalam pembelajaran remedial adalah materi (bahasan) terkait kompetensi dasar yang belum dicapai oleh siswa. menyimpan informasi lebih mudah. ini dikembangkan terlebih dahulu dilakukan identifikasi kemampuan belajar berdasarkan jenis serta tingkat kelebihan belajar peserta didik. dan asesmen kerjasama kelompok. keingintahuan lebih tinggi. Identifikasi kemampuan berlebih peserta didik dapat dilakukan. bimbingan khusus dari guru dan para ahli (mentor). Materi Pembahasan Dalam Pembelajaran Pengayaan Materi pembahasan pada pembelajaran pengayaan bertumpu pada pengembangan kompetensi dasar wajib yang tertera pada kurikulum matematika 2013. dengan tolok ukur KKM yang ditetapkan. chek up diri.

Linear Algebra. and technology (new practice for new millennium. The McGraw-Hill Companies. Deborah Loewenberg. J. Matematika 425 . dkk. (2008). P. Gauntlett. California Mathematics. Douglas. (2005). Bornok. Skills. A Course in Probability Theory. Fourth Edition. Masschusetts: Allyn and Bacon Publishers. (2004). Howard. Hefferon. Educating Teachers of science. Encyclopedia of Mathematics and Its Applications. mathematics. Consepts. Notes on Logic and Set Theory. (1994). Educational psychology. Gross. Jim (2006). Elementary Linear Algebra with Applications. Inc. Cambridge. (2002). John Wiley & Sons. Inc. Howard. Rorres. Kathy (2006). The Essentials of Mathematics. Strings and Geometry.T. United States of America: Clay Mathematics Institute. Surabaya: Program Pascasarjana UNESA. Chris. USA: Academic Press. United States of America: The Association for Supervision and Curriculum Development (ASCD). Sinaga. Columbus-USA. (2001). Chung. M. Bruce. center for education national research council (2001). Johnstone. and Problem Solving 7. Grades 7 –12.Anton. Checkley . Mathematical Proficiency for All Students (Toward a Strategic Research and Development Program in Mathematics Education). United States of America: Saint Michael’s College Colchester. M. (2007). United States of America: RAND. United States of America: the national academy of sciences. Magurn A. Committee on science and mathematics teacher preparation. theories and practice. United Kingdom: United Kingdom at the University Press. (2003). Pengembangan Model Pembelajaran Matematika Berdasarkan Masalah Berbasis Budaya Batak. Robert. Ball. Slavin. E. Kai Lai. (2002). New York: University of Cambridge.

Elementary school mathematics: teaching developmentally. Matematika Inovatif. (2004). Urban. Bruce. Matematika. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan. Makalah. Diah. Matematika ke 2. Van de Walle. Surabaya: Unesa. Mathematics For Yhe International Student (International Baccalaureate Mathematics HL Course). (2005). (1995). Jakarta: Pusat Perbukuan. (2009). (2010). dkk. 2011. Pembelajaran Matematika Realistik. Jhon. Australia: Haese & Harris Publication. Sordijanto. dkk. Kangiran Marthen. R. Mathematics. (2009). P. Siswanto. Depdikinas. Ayu Kurniasih. R. S. A Problem Solving Approach. Jakarta: Pusat Perbukuan. (2009). 2009. dkk. Depdiknas. Haese. United States of America: Allyn & Bacon. Nugroho. Jakarta: Pusat Perbukuan Depdiknas. Matematika XI IPA. (1990). Owen. New York: Longman. Haese.Soejadi. Martin. D. Tan. M. Singapore: Federal Publication (S) Pte Lsd. Oon Seng. Van de Walle. 426 Buku Guru Kelas X . (2010). John A. Elementary and Middle School Mathematics (teaching developmentally). J.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->