Hak Cipta © 2013 pada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Dilindungi Undang-Undang
MILIK NEGARA TIDAK DIPERDAGANGKAN

Disklaimer: Buku ini merupakan buku guru yang dipersiapkan Pemerintah dalam rangka implementasi Kurikulum 2013. Buku guru ini disusun dan ditelaah oleh berbagai pihak di bawah koordinasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, dan dipergunakan dalam tahap awal penerapan Kurikulum 2013. Buku ini merupakan “dokumen hidup” yang senantiasa diperbaiki, diperbaharui, dan dimutakhirkan sesuai dengan dinamika kebutuhan dan perubahan zaman. Masukan dari berbagai kalangan diharapkan dapat meningkatkan kualitas buku ini. Katalog Dalam Terbitan (KDT) Indonesia. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Matematika : buku guru / Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.— Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, 2013. xxii, 426 hlm. : ilus. ; 25 cm. Untuk Kelas X ISBN 978-602-282-026-0(jilid lengkap) ISBN 978-602-282-027-7 (jilid 1)

1. Matematika — Studi dan Pengajaran I. Judul II. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan 510 Kontributor Naskah : Bornok Sinaga, Pardomuan J.N.M.S. Sinambela, Andri Kristianto Sitanggang, Tri Andri Hutapea, Sudianto Manulang, Lasker Pengarapan Sinaga, Mangara Simanjorang, dan Yuza Terzalgi Bayuzetra. : Agung Lukito dan Sisworo. : Politeknik Negeri Media Kreatif, Jakarta.

Penelaah Penyelia Penerbitan

Cetakan Ke-1, 2013 Disusun dengan huruf Times New Roman, 11 pt.

ii

Buku Guru Kelas X

Kata Pengantar
Matematika adalah bahasa universal untuk menyajikan gagasan atau pengetahuan secara formal dan presisi sehingga tidak memungkinkan terjadinya multi tafsir. Penyampaiannya adalah dengan membawa gagasan dan pengetahuan konkret ke bentuk abstrak melalui pendefinisian variabel dan parameter sesuai dengan yang ingin disajikan. Penyajian dalam bentuk abstrak melalui matematika akan mempermudah analisis dan evaluasi selanjutnya. Permasalahan terkait gagasan dan pengetahuan yang disampaikan secara matematis akan dapat diselesaikan dengan prosedur formal matematika yang langkahnya sangat presisi dan tidak terbantahkan. Karenanya matematika berperan sebagai alat komunikasi formal paling efisien. Perlu kemampuan berpikir kritis-kreatif untuk menggunakan matematika seperti uraian di atas: menentukan variabel dan parameter, mencari keterkaitan antar variabel dan dengan parameter, membuat dan membuktikan rumusan matematika suatu gagasan, membuktikan kesetaraan antar beberapa rumusan matematika, menyelesaikan model abstrak yang terbentuk, dan mengkonkretkan nilai abstrak yang diperoleh. Buku Matematika Kelas X untuk Pendidikan Menengah ini disusun dengan tujuan memberi pengalaman konkret-abstrak kepada peserta didik seperti uraian diatas. Pembelajaran matematika melalui buku ini akan membentuk kemampuan peserta didik dalam menyajikan gagasan dan pengetahuan konkret secara abstrak, menyelesaikan permasalahan abstrak yang terkait, dan berlatih berfikir rasional, kritis dan kreatif. Sebagai bagian dari Kurikulum 2013 yang menekankan pentingnya keseimbangan kompetensi sikap, pengetahuan dan keterampilan, kemampuan matematika yang dituntut dibentuk melalui pembelajaran berkelanjutan: dimulai dengan meningkatkan pengetahuan tentang metode-metode matematika, dilanjutkan dengan keterampilan menyajikan suatu permasalahan secara matematis dan menyelesaikannya, dan bermuara pada pembentukan sikap jujur, kritis, kreatif, teliti, dan taat aturan. Buku ini menjabarkan usaha minimal yang harus dilakukan peserta didik untuk mencapai kompetensi yang diharapkan. Sesuai dengan pendekatan yang dipergunakan dalam Kurikulum 2013, peserta didik diberanikan untuk mencari dari sumber belajar lain yang tersedia dan terbentang luas di sekitarnya. Peran guru sangat penting untuk meningkatkan dan menyesuaikan daya serap peserta didik dengan ketersedian kegiatan pada buku ini. Guru dapat memperkayanya dengan kreasi dalam bentuk kegiatankegiatan lain yang sesuai dan relevan yang bersumber dari lingkungan sosial dan alam. Sebagai edisi pertama, buku ini sangat terbuka dan terus dilakukan perbaikan dan penyempurnaan. Untuk itu, kami mengundang para pembaca memberikan kritik, saran dan masukan untuk perbaikan dan penyempurnaan pada edisi berikutnya. Atas kontribusi tersebut, kami ucapkan terima kasih. Mudah-mudahan kita dapat memberikan yang terbaik bagi kemajuan dunia pendidikan dalam rangka mempersiapkan generasi seratus tahun Indonesia Merdeka (2045). Jakarta, Mei 2013 Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh

Matematika

iii

Bapak, Ibu guru kami yang terhormat, banyak hal yang sudah kita lakukan sebagai usaha membelajarkan peserta didik dengan harapan, mereka berketuhanan, berperikemanusiaan, berpengetahuan, dan berketerampilan melalui pendidikan matematika. Harapan dan tugas mulia ini cukup berat, menuntut tanggung jawab yang tidak habis-habisnya dari generasi ke generasi. Banyak masalah pembelajaran matematika yang kita hadapi, bagaikan menelusuri sebuah lingkaran dengan titik-titik masalah yang tak berhingga banyaknya. Tokoh pendidikan matematika Soedjadi dan Yansen Marpaung menyatakan, kita harus berani memilih/menetapkan tindakan dan menghadapi resiko untuk meningkatkan kualitas pendidikan matematika di setiap sekolah tempat guru melaksanakan tugas profesionalitasnya. Artinya, guru sebagai orang yang pertama dan yang utama bertindak sebagai pengembang kurikulum yang mengenal karakteristik siswa dengan baik, dituntut bekerjasama memikirkan jalan keluar permasalahan yang terjadi. Pola pembelajaran yang bagaimana yang sesuai dengan karakteristik matematika dan karakteristik peserta didik di sekolah Bapak/Ibu ?. Salah satu alternatif, kita akan mengembangkan pembelajaran matematika berbasis paham konstruktivisme. Buah pikiran ini didasari prinsip bahwa: (1) setiap anak lahir di bumi, mereka telah memiliki potensi, (2) cara berpikir, bertindak, dan persepsi setiap orang dipengaruhi budaya, (3) matematika adalah produk budaya, yaitu hasil konstruksi sosial dan sebagai alat penyelesaian masalah kehidupan, dan (4) matematika adalah hasil abstraksi pikiran manusia. Untuk itu diperlukan perangkat pembelajaran, media pembelajaran, asesmen otentik dalam pelaksanaan proses pembelajaran di kelas. Model pembelajaran yang menganut paham konstruktivistik yang relevan dengan karakteristik matematika dan tujuan pembelajaran matematika cukup banyak, seperti (1) model pembelajaran berbasis masalah, (2) pembelajaran kontekstual, (3) pembelajaran kooperatif dan banyak model pembelajaran lainnya. Bapak/Ibu dapat mempelajarinya secara mendalam melalui aneka sumber pembelajaran. Pokok bahasan yang dikaji dalam buku petunjuk guru ini, antara lain: (1) eksponen dan logaritma, (2) persamaan dan pertidaksamaan linier, (3) sistem persamaan dan pertidaksamaan linier, (4) matriks, (5) relasi dan fungsi, (6) barisan dan deret, (7) persamaan dan fungsi kuadrat, (8) limit dan (9) peluang yang tertera dalam kurikulum 2013. Berbagai konsep, aturan dan sifat-sifat dalam matematika ditemukan melalui penyelesaian masalah nyata, media pembelajaran, yang terkait dengan materi yang diajarkan. Seluruh materi yang diajarkan berkiblat pada pencapaian kompetensi yang ditetapkan dalam kurikulum matematika 2013. Semua petunjuk yang diberikan dalam buku ini hanyalah pokok-pokoknya saja. Oleh karena itu, Bapak dan Ibu guru dapat mengembangkan dan menyesuaikan dengan keadaan dan suasana kelas saat pembelajaran berlangsung. Akhirnya, tidak ada gading yang tak retak. Rendahnya kualitas pendidikan matematika adalah masalah kita bersama. Kita telah diberi talenta yang beragam, seberapa besar buahnya yang dapat kita persembahkan padaNya. Taburlah rotimu di lautan tanpa batas, percayalah kamu akan mendapat roti sebanyak pasir di tepi pantai. Mari kita lakukan tugas mulia ini sebaik-baiknya, semoga buku petunjuk guru ini dapat digunakan dan bermanfaat dalam pelaksanaan proses pembelajaran matematika di sekolah. Jakarta, Pebruari 2013 Tim Penulis

iv

Buku Guru Kelas X

Surat untuk Guru .............................................................................................................. iv Daftar Isi ............................................................................................................................ v Deskripsi Singkat Model Pembelajaran Berbasis Konstruktivistik .................................... x Pedoman Penyusunan Rencana Pembelajaran .............................................................. xv Fase Konstruksi Matematika ............................................................................................ xviii Contoh Analisis Topik ................................................................................................. xix Peta Konsep Matematika SMP Kelas X ........................................................................... xxi Bab 1 Eksponen dan Logaritma ................................................................................ 1 A. Kompetensi Dasar dan Pengalaman Belajar .............................................. 1 B. Peta Konsep ............................................................................................... 2 C. Materi Pembelajaran ................................................................................... 3 1. Menemukan konsep Eksponen ............................................................ 3 2. Pangkat Bulat Negatif .......................................................................... 9 3. Pangkat 0 ............................................................................................. 10 4. Sifat-Sifat Pangkat Bulat Positif ........................................................... 10 5. Pangkat Pecahan ................................................................................. 16 Uji Kompetensi 1.1 ............................................................................................. 18 6. Bentuk Akar .......................................................................................... 20 7. Hubungan Bentuk Akar dan Bilangan Berpangkat ............................... 21 8. Operasi Pada Bentuk Akar ................................................................... 22 a. Operasi Penjumlahan dan Pengurangan Bentuk Akar ................. 22 b. Operasi Perkalian dan Pembagian Bentuk Akar ........................... 23 c. Merasionalkan Penyebut Berbentuk Akar .................................... 23 Uji Kompetensi 1.2 ............................................................................................. 29 9. Menemukan Konsep Logaritma ........................................................... 32 10. Sifat-sifat Logaritma ............................................................................. 37 Uji Kompetensi 1.3 ............................................................................................. 43 Penutup.............................................................................................................. 44 Bab 2 Persamaan dan Pertidaksamaan Linear ........................................................ 46

A. Kompetensi Dasar dan Pengalaman Belajar .............................................. 46 B. Peta Konsep ............................................................................................... 47 C. Materi Pembelajaran ................................................................................... 48 1. Menemukan konsep Nilai Mutlak ........................................................ 48 2. Persamaan Linear ................................................................................ 53 Uji Kompetensi 2.1 ............................................................................................. 60 3. Aplikasi Nilai Mutlak Pada Persamaan Linier ....................................... 62 4. Pertidaksamaan Linear ........................................................................ 63 5. Aplikasi Nilai Mutlak pada Pertidaksamaan Linear .............................. 67 Uji Kompetensi 2.2 ............................................................................................. 69 Penutup ................................................................................................. 71

Matematika

v

Bab 3

Sistem Persamaan dan Pertidaksamaan Linear ........................................... 73

A. Kompetensi Dasar dan Pengalaman Belajar .............................................. 73 B. Peta konsep ................................................................................................ 74 C. Materi Pembelajaran ................................................................................... 75 1. Menemukan konsep Sistem Persamaan linear dua variabel ............... 75 Uji Kompetensi 3.1 ............................................................................................. 87 2. Menemukan Konsep Sistem Persamaan Linear tiga variabel ............. 88 Uji Kompetensi 3.2 ............................................................................................. 97 3. Penyelesaian Sistem Persamaaan Linear .......................................... 99 a. Menentukan Himpunan Penyelesaian Sistem Persamaan Linear Dua variabel .................................................... 99 b. Menentukan Himpunan Penyelesaian Sistem Persamaan linear Tiga Variabel .................................................... 106 Uji Kompetensi 3.3 ............................................................................................. 111 4. Sistem Pertidaksamaan Linear Dua Variabel ....................................... 114 Uji kompetensi 3.4 ............................................................................................. 118 Penutup ................................................................................................. 120 Bab 4 Matriks ................................................................................................. 122

A. Kompetensi Dasar dan Pengalaman Belajar .............................................. 122 B. Peta Konsep ............................................................................................... 123 C. Materi Pembelajaran ................................................................................... 124 1. Menemukan Konsep Matriks ................................................................ 124 2. Jenis-Jenis Matriks ............................................................................... 131 3. Transpos Matriks .................................................................................. 134 4. Kemandirian Dua Matriks ..................................................................... 137 Uji Kompetensi 4.1 ............................................................................................. 139 5. Memahami Operasi Sederhana Matriks serta Menerapkannya Dalam Pemecahan Masalah ................................................................ 141 a. Operasi Hitung pada Matriks ......................................................... 141 Uji Kompetensi 4.2 ............................................................................................. 152 6. Determinan dan Invers Matriks ............................................................ 154 Uji Kompetensi 4.3 ............................................................................................. 164 Penutup ................................................................................................. 167 Bab 5 Relasi dan Fungsi ............................................................................................ 168

A. Kompetensi Dasar dan Pengalaman Belajar .............................................. 168 B. Peta Konsep ............................................................................................... 169 C. Materi Pembelajaran ................................................................................... 170 1. Menemukan Konsep Relasi ................................................................. 170 2. Beberapa sifat Relasi ........................................................................... 176 3. Menemukan Konsep Fungsi ................................................................ 179 Uji Kompetensi 5.1 ............................................................................................. 189 Penutup ................................................................................................. 191

vi

Buku Guru Kelas X

Bab 6

Barisan dan Deret ............................................................................................ 192

A. Kompetensi Dasar dan Pengalaman Belajar .............................................. 192 B. Peta Konsep ............................................................................................... 193 C. Materi Pembelajaran ................................................................................... 194 1. Menemukan Pola Barisan dan Deret ................................................... 194 2. Menemukan Konsep Barisan dan Deret Aritmatika ............................. 201 a. Barisan Aritmatika ......................................................................... 201 b. Induksi Matematika ....................................................................... 207 c. Deret Aritmetika ............................................................................. 208 Uji Kompetensi 6.1 ............................................................................................. 213 3. Menemukan Konsep Barisan dan Deret Geometri .............................. 214 a. Barisan Geometri ......................................................................... 214 b. Deret Geometri ............................................................................. 216 Uji Kompetensi 6.2 ............................................................................................. 220 Penutup ................................................................................................. 221 Bab 7 Persamaan dan Fungsi Kuadrat ..................................................................... 222 A. Kompetensi Dasar dan Pengalaman Belajar............................................... 222 B. Peta Konsep ............................................................................................... 223 C. Materi Pembelajaran ................................................................................... 224 1. Persamaan Kuadrat ............................................................................. 224 a Menemukan Konsep Persamaan Kuadrat Satu Peubah ............... 224 Uji Kompetensi 7.1 ............................................................................................. 236 b. Menentukan Akar-akar Persamaan Kuadrat ................................. 237 c. Menemukan Rumus Untuk Menentukan Hasil Jumlah dan Hasil Kali Akar-akar Persamaan Kuadrat ...................................................... 241 d. Persamaan Kuadrat dengan Akar-akar x1 dan x2 ....................... 242 Uji Kompetensi 7.2 ............................................................................................. 243 2. Fungsi Kuadrat...................................................................................... 244 a. Menemukan Konsep Fungsi Kuadrat ............................................ 244 Uji Kompetensi 7.3 ............................................................................................. 255 b. Grafik Fungsi Kuadrat ................................................................... 256 c. Hubungan Persamaan Kuadrat dan Fungsi Kuadrat .................... 263 Uji Kompetensi 7.4 ............................................................................................. 264 Penutup ................................................................................................. 265 Bab 8 Trigonometri ................................................................................................. 267

A. Kompetensi Dasar dan Pengalaman Belajar .............................................. 267 B. Peta Konsep ............................................................................................... 268 C. Materi Pembelajaran ................................................................................... 269 1. Ukuran Sudut (Derajat dan Radian)...................................................... 269 Uji Kompetensi 8.1 ............................................................................................. 273 2. Konsep Dasar Sudut ............................................................................ 274 3. Perbandingan Trigonometri pada Segitiga Siku-Siku ........................... 277

Matematika

vii

Uji Kompetensi 8.2 ............................................................................................. 280 4. Nilai Perbandingan Trigonometri Sudut Istimewa ................................ 282 5. Perbandingan Trigonometri untuk sudut 300, 450, 600........................... 286 6. Grafik Fungsi Trigonometri ................................................................... 295 Uji Kompetensi 8.3 ............................................................................................. 300 Penutup ................................................................................................. 302 Bab 9 Geometri ................................................................................................ 304 A. Kompetensi Dasar dan Pengalaman Belajar .............................................. 304 B. Peta Konsep ............................................................................................... 305 C. Materi Pembelajaran ................................................................................... 306 1. Menemukan Konsep Jarak Titik, Garis, dan bidang ............................. 306 a. Kedudukan Titik ............................................................................. 306 b. Jarak Antara Titik dan Titik ............................................................ 308 c. Jarak Titik ke Garis ........................................................................ 311 d. Jarak Titik ke Bidang ..................................................................... 314 e. Jarak antara Dua Garis dan Dua Bidang yang Sejajar ................. 318 Uji Kompetensi 9.1 ............................................................................................. 319 2. Menemukan Konsep Sudut pada Bangun Ruang ................................ 320 a. Sudut antara Dua Garis dalam ruang ............................................ 323 b. Sudut antara Garis dan Bidang pada Bangun Ruang ................... 325 c. Sudut antara Dua Bidang pada Bangun Ruang ............................ 329 Uji Kompetensi 9.2 ............................................................................................. 332 Penutup ................................................................................................. 335 Bab 10 Limit Fungsi ................................................................................................. 337

A. Kompetensi Dasar dan Pengalaman Belajar .............................................. 337 B. Peta Konsep ............................................................................................... 338 C. Materi Pembelajaran ................................................................................... 339 1. Menemukan Konsep Limit Fungsi......................................................... 339 2. Sifat-Sifat Limit Fungsi ......................................................................... 349 3. Menentukan Limit Fungsi ..................................................................... 355 Uji Kompetensi 10.1 ........................................................................................... 361 Penutup ................................................................................................. 363 Bab 11 Statistika ................................................................................................. 365 A. Kompetensi Dasar dan Pengalaman Belajar .............................................. 365 B. Peta Konsep ............................................................................................... 366 C. Materi Pembelajaran ................................................................................... 367 1. Data Tunggal ........................................................................................ 367 Uji Kompetensi 11.1 ........................................................................................... 378 2. Penyajian Data Kelompok .................................................................... 380 Uji Kompetensi 11.2 ........................................................................................... 386 Penutup ................................................................................................. 387

viii

Buku Guru Kelas X

............ Cara Penyajian dan Penentuan Ruang Sampel ........ Peta Konsep ...................... Materi Pembahasan Dalam Pembelajaran Pengayaan ... 391 2.................. Bentuk Pelaksanaan Pembelajaran Remedial dan Pengayaan ......... 399 Uji Kompetensi 12. Materi Pembahasan Dalam Pembelajaran Remedial ........2 ............................................ 391 1................................... 414 Penutup ................................... 389 B................................................................................................. Tujuan Pembelajaran Remedial dan Pengayaan ..... dan ruang Sampel .... 424 Daftar Pustaka .................... Peluang Komplemen Suatu Kejadian ...................... Soal untuk Penilaian Kompetensi Siswa ............... 423 E........................ 409 4..........1 ... 425 Matematika ix ........... 390 C.................................................... 396 3................. 416 Petunjuk Teknis Pelaksanaan Remedial dan Pengayaan................. 424 F.................................................................................................................................................................................................................................. Kejadian...................... Kompetensi Dasar dan Pengalaman Belajar ............. 410 Uji Kompetensi 12.... 417 B........................................................................................................................... 389 A............. Pengertian Percobaan.......... 417 A................................... Titik Sampel........... 420 C.......................Bab 12 Peluang ... Materi Pembelajaran ............................................... 420 D...... Pengertian dan Prosedur Pelaksanaan Pembelajaran Remedial dan Pengayaan .............................................................................................. Menemukan Konsep Peluang dengan Frekuensi Relatif ........

dilandasi teori pembelajaran yang menganut paham konstruktivistik yang memberi perhatian pada aspek-aspek kognisi dan mengangkat berbagai masalah real world yang sangat mempengaruhi aktifitas dan perkembangan mental siswa selama proses pembelajaran dengan prinsip bahwa. melatih siswa berkomunikasi menggunakan grafik.DESKRIPSI SINGKAT MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS KONSTRUKTIVISTIK Model pembelajaran yang diterapkan dalam buku ini. Dengan demikian. (5) seluruh hasil kerja selalu dipresentasikan di depan kelas untuk menemukan berbagai konsep. dan (4) matematika adalah hasil abstraksi pikiran manusia. mengajukan ide-ide secara bebas dan terbuka. dan persepsi setiap orang dipengaruhi nilai budayanya. diagram. (3) guru melatih dan membimbing siswa berpikir kritis dan kreatif dalam menyelesaikan masalah. yaitu: a. mereka telah memiliki potensi. dan pembelajaran lebih bermakna sebab setiap informasi baru dikaitkan dengan apa x Buku Guru Kelas X . skema. Sintaks Pengelolaan pembelajaran terdiri 5 tahapan pembelajaran. jika siswa terlibat aktif dalam merekonstruksi konsep dan prinsip matematika melalui penyelesaian masalah yang bersumber dari fakta dan lingkungan kehidupan siswa dengan strategi penyelesaian yang menerapkan pola interaksi sosial yang pahami siswa dan guru. Pembelajaran matematika yang diharapkan dalam praktek pembelajaran di kelas adalah (1) pembelajaran berpusat pada aktivitas siswa. bertindak. Apersepsi Tahap apersepsi diawali dengan menginformasikan kepada siswa kompetensi dasar dan indikator yang akan dicapai siswa melalui pembelajaran materi yang akan diajarkan. (4) upaya guru mengorganisasikan bekerjasama dalam kelompok belajar. siswa akan lebih baik menguasai materi yang diajarkan. (2) siswa diberi kebebasan berpikir memahami masalah. membangun strategi penyelesaian masalah. 1. aturan matematika yang ditemukan melalui proses pembelajaran. informasi baru berupa pengetahuan lebih bertahan lama di dalam ingatan siswa. (2) cara berpikir. (1) setiap anak lahir di bumi. Kemudian guru menumbuhkan persepsi positif dan motivasi belajar pada diri siswa melalui pemaparan manfaat materi matematika yang dipelajari dalam penyelesaian masalah kehidupan serta meyakinkan siswa. Rancangan model pembelajaran yang diterapkan mengikuti 5 (lima) komponen utama model pembelajaran yang dijabarkan sebagai berikut. (3) matematika adalah hasil konstruksi sosial dan sebagai alat penyelesaian masalah kehidupan. hasil penyelesaian masalah. dan variabel.

guru memusatkan pembelajaran pada siswa dalam kelompok belajar untuk menyelesaikan masalah. Guru memfasilitasi siswa dengan buku siswa. memberi kemudahan pengerjaan siswa. Selanjutnya. bantuan jalan keluar sampai saatnya siswa dapat mengambil alih tugas-tugas penyelesaian masalah. c. yaitu berupa pemberian petunjuk. masukan bandingan pemikiran. Selanjutnya guru memberi scaffolding. Guru meminta siswa memahami masalah secara individu dan mendiskusikan hasil pemikirannya dalam kelompok. mengajukan ide-ide.yang diketahui siswa dan menunjukkan secara nyata kegunaan konsep dan prinsip matematika yang dipelajari dalam kehidupan. Mempresentasikan dan Mengembangkan Hasil Kerja Pada tahapan ini. saling membantu dan berbagi informasi. saling memberi ide dalam penyelesaian masalah. konsisten. Sesekali guru mengajukan pertanyaan menguji pemahaman/penguasaan penyaji dan dapat ditanggapi oleh kelompok lain. contoh analogi. Selanjutnya guru mengajukan permasalahan matematika yang bersumber dari lingkungan kehidupan siswa. Pembentukan kelompok belajar menerapkan prinsip kooperatif. guru meminta siswa mencoba memahami masalah dan mendiskusikan hasil pemikiran melalui belajar kelompok. guru meminta salah satu kelompok mempresentasikan hasil kerjanya di depan kelas dan memberi kesempatan pada kelompok lain memberi tanggapan berupa kritikan disertai alasan-alasan. berbeda agama dengan tujuan agar siswa terlatih bekerjasama. menumbuhkan rasa toleransi dalam perbedaan. Guru menanamkan nilai-nilai matematis (jujur. struktur. berbeda budaya. Lembar Aktivitas Siswa (LAS) dan Asesmen Otentik. Antar anggota kelompok saling bertanya-jawab. berkomunikasi. maka salah seorang dari anggota kelompok bertanya pada guru sebagai panutan. merenungkan hasil pemikiran teman. yakni keheterogenan anggota kelompok dari segi karakteristik (kemampuan dan jenis kelamin) siswa. dan Masalah Pada tahap orientasi masalah dan penyelesaian masalah. tangguh menghadapi masalah) dan nilai-nilai budaya agar para siswa saling berinteraksi secara sosio kultural. Jika semua anggota kelompok mengalami kesulitan memahami dan menyelesaikan masalah. berdiskusi) dengan kelompok lain dengan arahan guru. mencari ide dan jalan keluar penyelesaian masalah. serta mendorong siswa bekerjasama. memotivasi dan mengarahkan jalannya diskusi agar lebih efektif. b. Interaksi Sosial di antara Siswa. Guru. Kriteria untuk memilih hasil diskusi kelompok yang akan dipresentasikan antara lain: jawaban kelompok berbeda dengan jawaban xi Matematika . dan dilanjutkan berdialog secara interaktif (berdebat. Setiap kelompok memadu hasil pemikiran dan menuangkannya dalam sebuah LAS yang dirancang guru. bertanya. berdebat.

guru meminta siswa memberi alasan. Selanjutnya siswa diberi kesempatan mengerjakan soal-soal tantangan untuk menunjukkan kebergunaan konsep dan prinsip matematika yang dimiliki. d.dari kelompok lain. guru membantu siswa atau kelompok mengkaji ulang hasil penyelesaian masalah. guru melakukan teorema pengontrasan melalui pengajuan contoh dan bukan contoh. Setelah konsep ditemukan. kelompok penyaji akan diuji oleh kelompok lain dan guru tentang penguasaan dan pemahaman mereka atas penyelesaian masalah yang dilakukan. Dengan cara tersebut dimungkinkan tiap-tiap kelompok mendapatkan pemikiran-pemikiran baru dari kelompok lain atau alternatif jawaban yang lain yang berbeda. Dalam penyajiannya. guru mendorong terjadinya diskusi kelas dan mendorong siswa mengajukan ide-ide secara terbuka dengan menanamkan nilai soft skill. Keterampilan mengomunikasikan ide-ide tersebut adalah salah satu kompetensi yang dituntut dalam pembelajaran berdasarkan masalah. e. Tujuan lain tahapan ini adalah melatih siswa terampil menyajikan hasil kerjanya melalui penyampaian ide-ide di depan umum (teman satu kelas). Sehingga pertimbangan-pertimbangan secara objektif akan muncul di antara siswa. Temuan Objek Matematika dan Penguatan Skemata Baru Objek-objek matematika berupa model (contoh konsep) yang diperoleh dari proses dan hasil penyelesaian masalah dijadikan bahan inspirasi dan abstraksi konsep melalui penemuan ciri-ciri konsep oleh siswa dan mengkonstruksi konsep secara ilmiah. Dengan mengajukan sebuah objek. untuk memampukan siswa berinteraksi/berkolaborasi dengan orang lain. Sesekali guru menguji pemahaman siswa atas konsep dan prinsip yang ditemukan. Berdasar konsep yang ditemukan/direkonstruksi. serta melengkapi hasil pemikiran siswa dengan memberikan contoh dan bukan contoh konsep. guru melakukan evaluasi materi akademik dengan pemberian kuis atau meminta siswa membuat peta konsep atau memberi tugas di rumah atau membuat peta materi yang dipelajari. Selama presentasi hasil kerja. Guru memberi kesempatan bertanya atas hal-hal yang kurang dipahami. Dengan demikian kelompok penyaji bisa lebih dari satu. Selanjutnya. apakah objek itu termasuk contoh atau bukan contoh konsep. diturunkan beberapa sifat dan aturan-aturan. Menganalisis dan Mengevaluasi Proses dan Hasil Penyelesaian Masalah Pada tahapan ini. xii Buku Guru Kelas X . menguji pemahaman siswa dalam proses penemuan konsep dan prinsip. ada ide penting dalam hasil diskusi kelompok yang perlu mendapat perhatian khusus. Tujuan tahapan ini adalah untuk mengetahui keefektifan hasil diskusi dan hasil kerja kelompok pada tahapan sebelumnya.

sebelum guru memberikan penjelasan/bantuan. Dalam interaksi sosio kultural. Sistem Pendukung Agar model pembelajaran ini dapat terlaksana secara praktis dan efektif. guru terlebih dahulu memberi kesempatan pada siswa lainnya memberikan tanggapan dan merangkum hasilnya. guru diwajibkan membuat suatu rancangan pembelajaran yang dilandasi teori pembelajaran konstruktivis dan nilai soft skill matematis yang diwujudkan dalam setiap langkahlangkah pembelajaran yang ditetapkan dan menyediakan fasilitas belajar yang cukup. Sistem Sosial Pengorganisasian siswa selama proses pembelajaran menerapkan pola pembelajaran kooperatif. sehingga fungsi guru sebagai fasilitator. 3. Tingkah laku guru dalam menanggapi hasil pemikiran siswa berupa pertanyaan atau kesulitan yang dialami dalam menyelesaikan masalah harus bersifat mengarahkan. Prinsip Reaksi Model pembelajaran yang diterapkan dalam buku ini dilandasi teori konstruktivis dan nilai budaya dimana siswa belajar yang memberi penekanan pembelajaran berpusat pada siswa. para siswa diizinkan berbahasa daerah dalam menyampaikan pertanyaan. maka guru saatnya memberi penjelasan atau bantuan/memberi petunjuk sampai siswa dapat mengambil alih penyelesaian masalah pada langkah berikutnya. Ketika siswa bekerja menyelesaikan tugas-tugas. saling bertanya/ berdiskusi antara siswa yang lemah dan yang pintar. Matematika xiii . Jika keseluruhan siswa mengalami kesulitan. kebebasan mengajukan pendapat. bersifat membantu dan gotong royong) untuk menghasilkan penyelesaian masalah yang disepakati bersama. berdialog dan berdebat. memotivasi dan membangkitkan semangat belajar siswa. mencermati pemahaman siswa atas objek matematika yang diperoleh dari proses dan hasil penyelesaian masalah. guru tidak boleh terlalu mendominasi siswa. guru mengontrol jalannya diskusi dan memberikan motivasi agar siswa tetap berusaha menyelesaikan tugas-tugasnya. 4. guru selalu menanamkan nilai-nilai soft skill dan nilai matematis.2. kritikan. Siswa dalam kelompok saling bekerjasama dalam menyelesaikan masalah. menunjukkan kelemahan atas pemahaman siswa dan memancing mereka menemukan jalan keluar untuk mendapatkan penyelesaian masalah yang sesungguhnya. membimbing. Jika ada siswa yang bertanya. pendapat terhadap temannya maupun pada guru. guru harus memberikan kesempatan pada siswa untuk mengungkapkan hasil pemikirannya secara bebas dan terbuka. Dalam interaksi sosio kultural di antara siswa dan temannya. Untuk mewujudkan tingkah laku tersebut. motivator dan mediator dalam pembelajaran.

serta berkembangnya kemampuan berkolaborasi antara siswa. Kebergunaan akan menimbulkan motivasi belajar secara internal dari dalam diri siswa dan rasa memiliki terhadap matematika akan muncul sebab matematika yang dipahami adalah hasil rekonstruksi pemikirannya sendiri.Dalam hal ini dikembangkan buku model yang berisikan teori-teori pendukung dalam melaksanakan pembelajaran. petunjuk pelaksanaan dan seluruh perangkat pembelajaran yang digunakan seperti rencana pembelajaran. Penerimaan individu atas perbedaan-perbedaan yang terjadi (perbedaan pola pikir. Dengan demikian terbentuk dengan sendirinya rasa memiliki. Selain dampak di atas. sikap. Retensi pengetahuan matematika yang dimiliki siswa dapat bertahan lebih lama sebab siswa terlibat aktif di dalam proses penemuannya. Bercinta dengan dewi matematika berarti penyatuan diri dengan keabstrakan yang tidak memiliki batas atas dan batas bawah tetapi bekerja dengan simbol-simbol. dan pemahaman mendasari kemampuan siswa mentransfer pengetahuannya dalam menyelesaikan masalah. dan persepsi positif siswa terhadap matematika dan budayanya. Dampak Instruksional dan Pengiring yang Diharapkan Dampak langsung penerapan pembelajaran ini adalah memampukan siswa merekonstruksi konsep dan prinsip matematika melalui penyelesaian masalah dan terbiasa menyelesaikan masalah nyata dilingkungan siswa. Jika matematika bagian dari budaya siswa. Pemahaman siswa terhadap obek-objek matematika dibangun berdasarkan pengalaman budaya dan pengalaman belajar yang telah dimiliki sebelumnya. buku siswa. Kebermaknaan pembelajaran yang melahirkan pemahaman. daya lihat dan kemampuan). lembar kerja siswa. dan media pembelajaran yang diperlukan. komponen-komponen model. maka suatu saat diharapkan siswa xiv Buku Guru Kelas X . objek-objek abstraksi dari lingkungan budaya. Siswa memandang bahwa matematika terkait dan inklusif di dalam budaya. Motivasi belajar secara internal akan menimbulkan kecintaan terhadap dewi matematika. siswa terbiasa menganalisis secara logis dan kritis memberikan pendapat atas apa saja yang dipelajari menggunakan pengalaman belajar yang dimiliki sebelumnya. Kemampuan menyelesaikan masalah tidak rutin menyadarkan siswa akan kebergunaan matematika. Matematika sebagai ilmu pengetahuan tidak lagi dipandang sebagai hasil pemikiran dunia luar tetapi berada pada lingkungan budaya siswa yang bermanfaat dalam menyelesaikan permasalahan di lingkungan budayanya. pemahaman. buku guru. 5. Dampak pengiring yang akan terjadi dengan penerapan model pembelajaran berbasis konstruktivistik adalah siswa mampu menemukan kembali berbagai konsep dan aturan matematika dan menyadari betapa tingginya manfaat matematika bagi kehidupan sehingga dia tidak merasa terasing dari lingkungannya.

berdiskusi dalam menyelesaikan masalah. 3. cara mengingat apa yang dipahami oleh siswa sebagai pelakupelaku budaya). Dampak pengiring yang lebih jauh adalah hakikat tentatif keilmuan. buku petunjuk guru. saling membantu. 2. keterampilan proses keilmuan. otonomi dan kebebasan siswa. toleransi terhadap ketidakpastian dan masalah-masalah non rutin.memiliki cara tersendiri memeliharanya dan menjadikannya Landasan Makna (Landaan makna dalam hal ini berpihak pada sikap. dan alat peraga jika dibutuhkan. 4. cara bertingkah laku. seperti menyelesaikan masalah autentik (masalah bersumber dari fakta dan lingkungan budaya). buku siswa. Berdasarkan analisis kurikulum matematika ditetapkan hal-hal berikut 1. Materi prasyarat. kumpulan masalah-masalah yang bersumber dari fakta dan lingkungan budaya siswa. dan peta konsep (contoh disajikan di bawah). objek-objek budaya. Kelengkapan. memberikan pengalaman belajar bagi siswa. Materi pokok yang akan diajarkan. yaitu materi yang harus dikuasai oleh siswa sebagai dasar untuk mempelajari materi pokok. Kompetensi dasar dan indikator pencapaian kompetensi dasar untuk tiap-tiap pokok bahasan. 5. berkolaborasi. kepercayaan diri. Hasil belajar yang akan dicapai melalui kegiatan pembelajaran antara alain: Produk : Konsep dan prinsip-prinsip yang terkait dengan materi pokok Matematika xv . Alokasi waktu: banyak jam pertemuan untuk setiap pokok bahasan tidak harus sama tergantung kepadatan dan kesulitan materi untuk tiap-tiap pokok bahasan. yaitu fasilitas pembelajaran yang harus dipersiapkan oleh guru. termasuk analisis topik. PEDOMAN PENYUSUNAN RENCANA PEMBELAJARAN Penyusunan rencana pembelajaran berpedoman pada kurikulum matematika 2013 dan sintaksis Model Pembelajaran. misalnya: rencana pembelajaran. Penentuan rata-rata banyak jam pelajaran untuk satu pokok bahasan adalah hasil bagi jumlah jam efektif untuk satu semester dibagi banyak pokok bahasan yang akan diajarkan untuk semester tersebut. 6. Dalam hal ini perlu dilakukan tes kemampuan awal siswa. laboratorium. Rumusan indikator dan kompetensi dasar harus disesuaikan dengan prinsip-prinsip pembelajaran matematika berdasarkan masalah. cara berpikir. lembar aktivitas siswa (LAS). berbagi pengetahuan.

Mengajukan masalah yang bersumber dari fakta dan lingkungan budaya siswa xvi Buku Guru Kelas X . pola pikir deduktif. memodelkan masalah secara matematika. dan berpikir kreatif). bekerjasama. Kegiatan guru pada tahap penyelesaian masalah dengan pola interaksi edukatif antara lain: a. (5) menganalisis dan mengevaluasi proses dan hasil penyelesaian masalah. Menciptakan persepsi positif dalam diri siswa terhadap budayanya dan matematika sebagai hasil konstruksi sosial. Memberi kesempatan pada siswa menanyakan hala-hal yang sulit dimengerti pada materi sebelumnya. Proses : Apersepsi budaya. Sehingga skenario pembelajaran yang terdapat pada rencana pembelajaran disusun mengikuti setiap langkah-langkah pembelajaran (sintaks). Sintaksis pembelajaran adalah langkah-langkah pembelajaran yang dirancang dan dihasilkan dari kajian teori yang melandasi model pembelajaran berbasis konstruktivistik. Psikomotor : Keterampilan menyelesaikan masalah. Kegiatan yang dilakukan untuk setiap tahapan pembelajaran dijabarkan sebagai berikut: 1. c. Kegiatan guru pada tahap apersepsi budaya antara lain: a. interaksi sosial dalam penyelesaian masalah. tangguh menghadapi masalah. Memberikan motivasi belajar pada siswa melalui penanaman nilai matematis. kemampuan berkomunikasi. berpikir tingkat tinggi (berpikir kritis. b. (2) orientasi dan penyelesaian masalah. yaitu: (1) apersepsi budaya. menyajikan hasil kerja dan menganalisis serta mengevaluasi kembali hasil penyelesaian masalah. (4) temuan objek matematika dan penguatan skemata baru. Afektif : Menghargai budaya. ketrampilan berkolaborasi. 2. Menjelaskan pola interaksi sosial. e. merencanakan penyelesaian masalah. d. jujur mengungkapkan pendapat dan senang belajar matematika. Menginformasikan indikator pencapaian kompetensi dasar. penerimaan individu atas perbedaan yang ada. (3) persentase dan mengembangkan hasil kerja. rencana pembelajaran adalah operasional dari sintaks. Sintaks model pembelajaran terdiri dari 5 langkah pokok. Kognitif : Kemampuan matematisasi. Sementara. Membentukan kelompok b. soft skill dan kebergunaan matematika. kemampuan abstraksi. menjelaskan peranan siswa dalam menyelesaikan masalah.

Membantu siswa menemukan konsep berdasarkan masalah d. Mengontrol jalannya diskusi agar pembelajaran berjalan dengan efektif e. Mendorong siswa mengekspresikan ide-ide secara terbuka j. proses-proses demokrasi f. Kegiatan guru pada tahap persentasi dan mengembangkan hasil kerja antara lain: a. f. Memberikan scaffolding 5. e. Membantu dan memberi kemudahan pengerjaan siswa dalam menyelesaikan masalah dalam pemberian solusi 3. Menguji pemahaman siswa 4. Kegiatan guru pada tahap temuan objek matematika dan penguatan skemata baru antara lain: a. Memberi kesempatan pada kelompok mempresentasikan hasil penyelesaian masalah di depan kelas b. Membimbing. Kegiatan guru pada tahap menganalisis dan mengevaluasi proses dan hasil penyelesaian masalah antara lain: a. mendorong/mengarahkan siswa menyelesaikan dan mengerjakan LKS g. c. Membantu siswa mengkaji ulang hasil penyelesaian masalah b. Membimbing siswa menyajikan hasil kerja c. Memberikan scaffolding pada kelompok atau individu yang mengalami kesulitan h. Mengevaluasi materi akademik: memberi kuis atau membuat peta konsep atau peta materi. Mengkondisikan antar anggota kelompok berdiskusi. Menguji pemahaman siswa atas konsep yang ditemukan melalui pengajuan contoh dan bukan contoh konsep c. berdebat dengan pola kooperatif i. Memberi kesempatan melakukan konektivitas konsep dan prinsip dalam mengerjakan soal tantangan e. d. Matematika xvii . Mendorong keterbukaan. Mengarahkan siswa membangun konsep dan prinsip secara ilmiah b. Membantu siswa mendefinisikan dan mengorganisasikan tugas-tugas belajar yang berkaitan dengan masalah d. Meminta siswa memahami masalah secara individual dan kelompok Mendorong siswa bekerjasama menyelesaikan tugas-tugas Membantu siswa merumuskan hipotesis (dugaan). Memotivasi siswa untuk terlibat dalam penyelesaian masalah yang selektif c. Memberi kesempatan kelompok lain mengkritisi/menanggapi hasil kerja kelompok penyaji dan memberi masukan sebagai alternatif pemikiran.

xviii Buku Guru Kelas X .

Matematika xix .

xx Buku Guru Kelas X .

Matematika xxi .

.

• merancang model Matematika dari sebuah permasalahan autentik yang berkaitan dengan eksponen dan logaritma.Bab Eksponen dan Logaritma A. • menuliskan dengan kata-katanya sendiri konsep persamaan kuadrat. • menyelesaikan model Matematika untuk memperoleh solusi permasalahan yang diberikan. • membuktikan berbagai sifat terkait eksponen dan logaritma. konsisten dan jujur serta menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. • • • • Bilangan Pokok (Basis) Perpangkatan Eksponen Logaritma . Pengalaman Belajar Melalui pembelajaran materi eksponen dan logaritma. bertanggungjawab. KOMPETENSI DASAR DAN PENGALAMAN BELAJAR Kompetensi Dasar Setelah mengikuti pembelajaran eksponen dan logaritma siswa mampu: 1. • menafsirkan hasil pemecahan masalah. menyajikan masalah nyata menggunakan operasi aljabar berupa eksponen dan logaritma serta menyelesaikannya menggunakan sifat-sifat dan aturan yang telah terbukti kebenarannya. 3. siswa memperoleh pengalaman belajar: • mengkomunikasikan karakteristik masalah otentik yang pemecahannya terkait eksponen dan logaritma. menghayati pola hidup disiplin.berdasarkan ciriciri yang dituliskan sebelumnya. • membuktikan sifat-sifat dan aturan matematika yang berkaitan dengan eksponen dan logaritma berdasarkan konsep yang sudah dimiliki. kritis. memilih dan menerapkan aturan eksponen dan logaritma sesuai dengan karakteristik permasalahan yang akan diselesaikan dan memeriksa kebenaran langkah-langkahnya. 2. • menerapkan berbagai sifat eksponen dan logaritma dalam pemecahan masalah.

B. PETA KONSEP B. PETA KONSEP Himpunan Materi prasyarat Masalah Otentik Fungsi Eksponen Unsur Bilangan Eksponen Fungsi Basis Pangkat Hasil Operasi Fungsi Logaritma Bilangan Logaritma Unsur Basis Numerus Hasil Logaritma Sifat-sifat Eksponen Sifat-sifat Logaritma BUKU PEGANGAN SISWA 2 2 Buku Guru Kelas X .

Matematika menganut kebenaran konsistensi. yaitu. Peneliti tersebut ingin mengetahui banyak bakteri sebagai hasil pembelahan dan mencari tahu banyak bakteri dalam waktu 8 jam. Pegang teguh sifat matematika. Masalah-1. kamu menuliskan konsep eksponen dengan pemahaman sendiri. menggunakan variabel-variabel. Objek-objek itu menjadi bahan aspirasi/inspirasi. konsep-konsep. Menemukan Konsep Eksponen Untuk menemukan konsep eksponen. Matematika 3 . SMP/MTs. jumlah bakteri tersebut menjadi 40.000 bakteri dan setelah 2 jam kemudian. kamu secara individu menuliskan ciri-ciri eksponen dan mendiskusikan hasilnya dengan temanmu. Berdasarkan ciri-ciri tersebut. Dari beberapa model matematika yang melibatkan eksponen. ukuran kebenarannya adalah apabila konsep tersebut diterima pada struktur matematika yang sudah ada sebelumnya. Jika prinsip (rumus-rumus. berupaya mencari ide-ide kreatif. saling terkait materinya. Di dalam proses pemecahan masalah-masalah yang diberikan. berdiskusi. Jika sebuah konsep ditemukan. tidak boleh ada di dalamnya unsur-unsur. sifat-sifat) yang ditemukan.1 Seorang peneliti bidang mikrobiologi di sebuah lembaga penelitian sedang mengamati pertumbuhan suatu bakteri di sebuah laboratorium mikrobiologi. ukuran kebenarannya dapat dibuktikan kebenarannya menggunakan konsep atau aturan yang sudah ada sebelumnya. bahkan pada materi yang baru saja kamu pelajari. Kamu lebih dahulu berusaha memikirkan. 1. mencoba memecahkan masalah di dalam kelompok belajar. karena terkadang ada konsep matematika melekat pada objek itu yang tidak kita sadari dan ternyata sebagai kata kunci dalam penyelesaian masalah. kamu selesaikan masalah yang disajikan di bawah ini secara berkelanjutan. Demikian juga kamu tidak boleh mengabaikan atau melupakan konsep-konsep dan aturan-aturan matematika yang telah dipelajari sebelumnya. matematika bersandar pada kesepakatan. artinya.000 bakteri. rumus-rumus yang saling bertentangan. Pada kultur bakteri tersebut. MATERI PEMBELAJARAN Banyak permasalahan kehidupan yang penyelesaiannya terkait dengan konsep dan aturan-aturan dalam matematika. Untuk itu perhatikan dan selesaikan dengan cermat permasalahan-permasalahan yang diberikan. baik di tingkat SD/MI. dan bersifat abstrak sebab matematika adalah hasil abstraksi pemikiran manusia. satu bakteri membelah menjadi r bakteri setiap jam. kamu cermati objek-objek yang dilibatkan dalam permasalahan yang diberikan. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa jumlah bakteri pada akhir 3 jam adalah 10. simbolsimbol.C.

.. ♦ Meminta siswa membuat tabel laju pertumbuhan bakteri terhadap waktu setiap jam................ × r × x0 atau secara ringkas ditulis t faktor xt = r t x0 ... ♦ Organisasikan siswa belajar dalam kelompok dengan banyak anggota kelompok 4-5 orang untuk mendiskusikan model matematika yang ditemukan secara individu.000 bakteri dan setelah 2 jam kemudian.000 bakteri... Arahkan siswa menemukan model matematika yang menyatakan hubungan banyak bakteri hasil pembelahan pada saat waktu tertentu..♦ Ajukan masalah pada siswa dengan membagikan Lembar Aktivitas Siswa (LAS). Penyelesaian: Misalkan jumlah bakteri pada awalnya (t = 0) adalah x0.....000 bakteri dan setelah 5 jam terdapat 40.... Ditanya: a... Berapa jumlah bakteri dalam waktu 8 jam... Berapa banyak bakteri sebagai hasil pembelahan... Isilah tabel berikut! Jam ke-t Jumlah bakteri (xt) 0 x0 1 rx0 .. kita dapat membuat hubungan pertumbuhan jumlah bakteri (xt) tersebut terhadap perubahan waktu (t).. (1) dengan t dalam jam. b... Jumlah bakteri pada akhir 3 jam adalah 10... maka 4 Buku Guru Kelas X . Guru menjembatani perbedaan hasil pemikiran antar siswa dalam setiap kelompok dan menuliskan hasil pemikiran bersama pada LAS. Diharapkan siswa menuliskan hal berikut.. ...... Kita substitusi ke formula di atas.. .. ................ jumlahnya menjadi 40. Dari hasil pengamatan data pada tabel di atas........... Pada Masalah-1.. ...1 diketahui bahwa pada akhir 3 jam terdapat 10..... Alternatif Penyelesaian Diketahui: Satu bakteri membelah menjadi r bakteri untuk setiap jam... ......... x0 adalah jumlah bakteri saat t = 0 dan r adalah banyak bakteri setelah pembelahan terjadi pada setiap jam.000 bakteri. .................... Arahkan siswa memahami masalah dan meminta siswa menuliskan informasi yang diketahui dalam masalah dan menuliskan apa yang ditanyakan. xt = r × r × r × . ..

Masalah-1. Matematika 5 .000 dan x5 = r5x0 = 40. Jembatani jika ada cara yang berbeda hasil kerja di antara kelompok atau di antara siswa. substitusi r = 2 ke persamaan r3x0 = 10. Jadi.000 x5 40. ditemukan r2 = 4 maka r = 2.000   Dalam Masalah-1. Temukanlah pola yang menyatakan hubungan banyak lipatan dengan banyak bidang kertas yang terbentuk.000.2 dan memfasilitasi siswa terhadap alat yang dibutuhkan.diperoleh x3 = r3x0 = 10.250.000 bakteri. peneliti tersebut menemukan bahwa 1 bakteri membelah menjadi 2 bakteri untuk setiap 15 menit.2 Diberikan selembar kertas berbentuk persegi panjang. Dengan demikian x0 = 1.000 r 5 x0 =4 r 3 x0 r2 = 4 r=2 Jadi. peneliti mendapatkan jumlah bakteri sudah mencapai 320. setelah 8 jam.2 t 15 120 8 )(  ) x8 = (2 1250 x120 =  2 5  (1250) = 320.1. Apakah r = –2 tidak berlaku? Minta siswa memberi alasan.250 ke persamaan (1). ♦ Ajukan Masalah 1. Untuk mendapatkan banyak bakteri pada awalnya atau t = 0. Subtitusikan x0 = 1.000 = x3 10.000 sehingga 8x0 = 10. pola pertumbuhan bakteri tersebut dinyatakan xt = 1250. ♦ Guru meminta salah satu kelompok untuk mempresentasikan hasil kerjanya di depan kelas dan kelompok siswa yang lain untuk memberi tanggapan terhadap hasil kerja kelompok penyaji. Lipatlah kertas tersebut di tengah-tengah sehingga garis lipatan membagi dua bidang kertas menjadi dua bagian yang sama.

.. yaitu kn = 2n . (2) ♦ Meminta siswa menguji kebenaran persamaan kn = an dengan mensubtitusikan nilai n dan a ke persamaan tersebut.......♦ Meminta siswa membuat tabel keterkaitan antara banyak lipatan dengan banyak bidang kertas yang terbentuk. Arahkan siswa menemukan model matematika yang menyatakan hubungan banyak lipatan kertas dan banyak bidang kertas yang terbentuk. . a adalah bilangan pokok dan n adalah eksponen dari a. n adalah banyak lipatan..... Selanjutnya guru meminta siswa mengamati dan mencermati data pada tabel. Berdasarkan tabel di atas........ k dapat dinyatakan dalam n. 6 Buku Guru Kelas X .. .... ... Untuk menyederhanakan penulisan hasil kali bilangan yang sama..... r adalah bilangan pokok dan t adalah eksponen dari r........ Dari persamaan (2) kn = an..... kita dapat menggunakan notasi pangkat... misalkan k adalah banyak bidang kertas yang terbentuk sebagai hasil lipatan bidang permukaan kertas menjadi dua bagian yang sama......... N ♦ Meminta beberapa siswa mempersentasikan hasil kerjanya di depan kelas dan memita siswa lain menanggapi hasil pemikiran temannya........... ........ Pola Perkalian 2=2 4=2×2 8=2×2×2 ......... Berdasarkan persamaan (1) dan (2).. Diharapkan siswa menemukan model matematika yang menyatakan hubungan banyaknya bidang kertas dengan banyaknya lipatan..... Diharapkan siswa menuliskan hal berikut Alternatif Penyelesaian Tabel keterkaitan antara banyak lipatan dengan banyak bidang kertas yang terbentuk..... diperoleh Dari persamaan (1) xt = r tx0.... Bilangan berpangkat didefinisikan sebagai berikut.......... Banyak Lipatan 1 2 3 4 5 Banyak Bidang Kertas 2 4 8 ....

2.3 berikut! Masalah-1.Definisi 1.. Setiap 1 jam separuh zat itu dikeluarkan oleh ginjal. 5 . Perhatikan Masalah-1. 12. Coba tanyakan pada gurumu. Catatan: 1.. Pada Definisi-1.. dapat ditulis a n = a × a × a × . Bila 100 mg zat itu disuntikkan ke tubuh manusia.. maka perlu dicermati semestanya dimana variabel itu dibicarakan... Hati-hati dengan bilangan pokok a = 0.1 Misalkan a bilangan real dan n bilangan bulat positif. 6 . an adalah hasil kali bilangan a sebanyak n faktor. Jika n adalah sebuah variabel (variabel sebagai eksponen dari a). tidak semua a0 dengan a bilangan real hasilnya adalah 1.... berapa miligram zat itu yang tersisa dalam darah setelah: 1) t = 1 jam? 2) t = 2 jam? 3) t = 3 jam? 4) Buatlah model matematika pengurangan zat tersebut dari tubuh melalui ginjal! 5) Gambarlah grafik model persamaan yang ditemukan! Alternatif Penyelesaian Langkah awal isilah tabel berikut: t Jumlah zat z(t) 1 50 2 25 3 4 .. ini hanya berlaku ketika semesta n∈N.5 ♦ Meminta siswa melengkapi data pada tabel dan mencoba menggambarkan pasangan titik-titik tersebut pada sistem koordinat kartesius! Matematika 7 . 7 . × a dengan a sebagai basis n faktor bilangan pokok dan n sebagai pangkat. mengapa demikian? 3. kita sepakati. a1 cukup ditulis a. × a sebanyak n faktor.3 Suatu zat yang disuntikkan ke dalam tubuh manusia akan dikeluarkan dari darah melalui ginjal.. 8 ...1 di atas. Sebab an = a × a × ..

...1: Grafik Fungsi Eksponensial f(x) = 2x f(x) = 2x f(x) = –3 2-x f(x) = 3x f(x) = 3-x -3 -2 -1 0 x 1x 2 3 4 –2 –1 0 1 2 3 4 f(x) = 2–x Diskusikan dengan teman satu kelompokmu.. 6 . bagaimana perilaku grafik ketika x f(x) = 3x menuju - dan ketika x menuju ? Apakah grafik itu sampai berpotongan atau f(x) = 3–x BUKU PEGANGAN SISWA 8 ♦ Organisasikan siswa belajar dalam kelompok.. Isilah secara lengkap data pada tabel dan coba gambarkan data-data (pasangan titik) Selanjutnya perhatikan grafik fungsi (Gambar 1. Isilah nilai-nilai yang dilalui yang dilalui fungsi tersebut dan sajikan nilai-nilai tersebut pada tabel yang diberikan....1 Amati grafik di atas. Dalam paparan jelaskan mengapa kita perlu mengetahui sifat-sifat tersebut! 8 Buku Guru Kelas X . Isilah nilai-nilai Selanjutnya perhatikan gambar grafik fungsi di bawah ini.. Minta siswa menuliskan paling sedikit 5 (lima) sifat grafik fungsi eksponen dan hasil kerja kelompok disajikan di depan kelas. Latihan 1... fungsi tersebut dan sajikan nilai-nilai tersebut pada tabel yang diberikan..1 persamaan zt = 100  dengan t adalah banyak jam. f(x) = 3-x f(x) = 2-x tersebut pada sistem koordinat kartesius! f(x) f(x) = 2x f(x) = 3x x Gambar 1.. 8 . 2 T 1 z(t) = 100  2 t 1 50 2 25 3 12. Tuliskan sedikitnya 5 (lima) sifat grafik fungsi eksponen dan presentasi hasilnya di depan kelas.1) di bawah ini.5 4 .1 Grafik fungsi eksponen Gambar-1... 7 . 5 .

2 Fungsi Eksponen adalah suatu fungsi yang dinyatakan dalam bentuk y = f(x) = a(bcx) dengan a. Penyelesaian: y4 24 16 x −3 ( y 4 ) = 3 = = = −2 3 x ( −2 ) −8 Contoh 1. tentukan nilai x −3 ( y 4 ) = ... x adalah variabel b adalah bilangan pokok atau basis c adalah koefisien x cx adalah eksponen dari b... × a m faktor = 1 am Jika nilai x = –2 dan y = 2.    a   a  a  a   a  sebanyak m faktor = 1 a × a × a × .1 Matematika 9 .Definisi 1. b...3 Untuk a adalah bilangan real dan a ≠ 0. m bilangan bulat positif. 2.. dan c bilangan real. Pangkat Bulat Negatif Definisi 1. didefinisikan 1 a−m =   a m Definisi di atas dijelaskan sebagai berikut: m  1   1  1  1   1  −m a =   =       .

m dan n bilangan bulat positif. apakah benar perpangkatan adalah perkalian berulang? • Bagaimana jika a bukan bilangan? • Bagaimana jika m dan n bukan bilangan bulat positif? Sifat-2 Jika a bilangan real dan a ≠ 0.4 Untuk a bilangan real dan a ≠ 0.3. × a . Sifat-sifat Pangkat Bulat Positif Coba buktikan sifat-sifat pangkat bulat positif menggunakan definisi bilangan berpangkat yang telah dipelajari sebelumnya. hasil pemangkatannya adalah 1.. perhatikan pola hasil pemangkatan bilangan-bilangan berikut dengan bilangan 0.. 23 = 8 33 = 27 2 2 = 4 32 = 9 21 = 2 31 = 3 0 2 = 1 30 = 1 Perhatikan hasil pemangkatan 2 dengan 0. Untuk lebih memahami definisi di atas. × a m faktor n faktor • Perhatikan a m = a × a × a × . 4. maka am = a m−n . n a 10 Buku Guru Kelas X .. × a × a × a × a × . Pangkat Nol Definisi 1. dan hasil pemangkatan 3 dengan 0. m dan n bilangan bulat positif maka am × an = am+n Bukti: a m × a n = a × a × a × .. Sifat-1 Jika a bilangan real. maka a0 = 1. m faktor = a×a×a×a×a×a m+n =a m+n Diskusikan dalam kelompokmu...

×a ... × a ( m − n ) faktor =a m a Jadi n = a(m-n).... an m−n Bukti: am am . Apa arti a ≠ 0? • Bagaimana jika a = 0? Apa dampaknya pada hasil pembagian? am ? Jika kamu tidak tahu. sebab m = n = an am a × a × a × .× a = m faktor a × a × a × ..... dan (c) m < n. . × a   a a a a× a× a× aa a a a× ×a a× ×a a× ×. Dengan demikian a a× a× a× a a a× ×a a× ×a a× ×.. × .× ×a a ×a ×a ×....4). .× ×a a a × a × a × .× m      a am am m m faktor faktor m n n faktor faktor n faktor = = = a× ×a a× ×a a× ×..Bukti: am m faktor = (sesuai definisi) n a × a × a ×.× a a n faktor a × a × a × . tanya an pada guru! Pada Sifat-1 di atas.. a) Kasus m > n Jika m dan n bilangan bulat positif dan m > n maka m – n > 0.× m− −n n)) faktor faktor ( m − n ) faktor    ((m   n n faktor faktor m faktor m faktor m n faktor = a × a × a × ..... maka am = 1. yaitu (a) m > n. Ada 3 (tiga) kemungkinan.. = am –n Matematika 11 . dengan m. × a ×a ×a ×.. × a  = =     n n n   a × a × a × . (b) m = n.... ..... × a m faktor = 1 = a0 (hal ini sesuai dengan Definisi 1.× a • Pada persyaratan Sifat-2... terkait bilangan bulat positif m dan n....× ×a a a a × a × a × ... n bilangan bulat positif dan m > n a b) Kasus m = n Jika m = n..

× a m n faktor       a × a × a × . Sifat-3 Jika a bilangan real dan a ≠ 0.. × a   a × a × a × ... m dan n adalah bilangan bulat positif..4 Misalkan a bilangan real dan a ≠ 0. × a   a × a × a × ...2 Buktikan sendiri untuk m < n. a m = p adalah bilangan real positif... 1 Diskusi Minta siswa berdiskusi dengan temannya satu kelompok. apakah syarat m dan n bilangan positif diperlukan untuk Sifat 3 dan Sifat 4..  a × a × a × . × a   =         m faktor m faktor m faktor m faktor         a × a × a × ..Latihan 1. m bilangan bulat positif. × a  =   m × n faktor   m n n faktor (a ) = a m × n (terbukti) Definisi 1. 12 Buku Guru Kelas X . × a  . Jelaskan perbedaan hasilnya dengan kasus (a). sehingga pm = a.. maka (am)n = amn Bukti: (a ) m n = a m × a m × a m ×... Bagaimana jika m dan n adalah salah satu atau keduanya bilangan negatif..

dengan n > m. tidak benar n>m bahwa .maka maka a nn – >m a m> ! 0 dan an > 0. > maka 0? Jelaskan! an > am ! • Bolehkah syarat a > 1 di atas diganti a ≥ 1? Jelaskan! • Bila tidak boleh. apakah yang terjadi? 3 (–2) = (–2) × (–2) × (–2) = –8 (–2)2 = (–2) × (–2) = 4 Dengan demikian. Analisis pernyataan pada Contoh 1. ! Diskusi Berdiskusilah dengan temanmu satu kelompok. . maka Apakah an > am ! yang terjadi? Pilih a = –2.Contoh 1. am > 0. a > 1 dan n n >> mm . an = –8 < 4 = am atau a n < a m. a m > 0) . = ⇔ > 1 1− ×m am a m a am am n n a n a 1 × a m > 1× a m a m = 0 a < 1 n > m n> m. modifikasi ketentuan di atas supaya berlaku untuk a ≥ 1? . maka pilih a nn = >3 am dan ! m = 2.2 m (a) Buktikan jika a ∈ R. Bagaimanakah bila 0 < a < 1 dan a < 0? • Buat aturan hubungan antara an dan am untuk bermacam-macam nilai a di atas! • Buat laporan terkait hasil diskusi kelompokmu. a syarat >a a ! adalah bilangan real. maka ⇔ ma> > a mm! (terbukti) a a (b) Perlukah syarat a > 1? Misalkan kita ambil a bilangan real yang memenuhi a < 1 dan n > m. maka an an >> am a! ! Bukti: Karena a > 1 dan n > m.× na >m m>n > (Karena 0 a n > 0. maka maka . maka Jadi. maka a n > a m ! n m bila a < 1 dan n > m. . dan a > 1 dan n > m. Jadi. Matematika 13 . Akibatnya. maka a > a .2! • Apa akibatnya bila syarat a > 1 tidak dipenuhi? • Perlukah diperkuat dengan syarat n > m. berlaku ⇔ an = a n − m (Lihat Sifat-1 di atas) m a n an an a ann m n − m n−m a m a? Beri alasanmu!) = ⇔ > 1 (Mengapa × > 1 × > =1 a a a m am a am am am n an an n−m a n > 1 .tidak maka a n > a m ! n m boleh dikurangi (syarat cukup) untuk membuktikan n > m.

Contoh 1. 3. =2 3 6 3× 2 ( 2 × 3= ) 2= ( 2 × 3) × ( 2 × 3) × ( 2 × 3) dengan menggunakan Definisi 1.1 3 3 3 3 3 faktor = 2× 2× 2 3× 3× 3 3 faktor 14 = 2 33 3 Buku Guru Kelas X .3 Terapkan berbagai sifat eksponen untuk menentukan hasil operasi bilangan pada soal yang disajikan pada contoh.   =   ×   ×   dengan menggunakan Definisi 1.1 = 2 × 2 × 2 × 3× 3× 3 3 faktor 3 faktor = 2 ×3 3 3 3 2 2 2 2 5. Ujilah kebenaran hasilnya! 1. 22 × 25 = 2 × 2 × 2 × 2 × 2 × 2 × 2 dengan menggunakan Sifat-1 2 faktor 5 faktor = 2× 2× 2× 2× 2× 2× 2 7 faktor =2 2. 7 = 22 + 5 25 2 × 2 × 2 × 2 × 2 = dengan menggunakan Sifat-2 kasus b 25 = 12 × 2 × 2 × 2 × 2 = 20 (2 = ) 2= ( 2 ) × ( 2 ) 3 2 5−5 3 3 3 faktor dengan menggunakan Sifat-3 = ( 2 × 2 × 2) × ( 2 × 2 × 2) 3 faktor = 2× 2× 2× 2× 2× 2 6 faktor 4.

disebut sifat apakah dalam konsep perkalian? • Minta siswa membuat laporan hasil diskusi kelompoknya.4 dan Contoh 1. tentukan bilangan satuan dari 71234 tanpa menghitung tuntas.5 di atas. Perhatikan bilangan satuan dari perpangkatan dari 7 berikut? Perpangkatan 7 71 72 73 74 75 76 77 78 Nilai 7 49 343 2401 16807 117649 823543 5764801 Bilangan Satuan 7 9 3 1 7 9 3 1 ♦ Minta siswa melanjutkan langkah berikutnya untuk menemukan satuan dari 71234. maka –n dan –m adalah bilangan bulat positif dan –m > –n. saat periode keberapa berulang.4 Buktikan jika a > 1 dan n > m dengan n dan m bilangan bulat negatif maka an > am.Diskusi • Arahkan siswa berdiskusi dengan temannya untuk memperoleh rumus perpangkatan sebagai hasil pemahaman terhadap Contoh 1. Cermati sifat satuan pada tabel di atas. Masih ingatkah kamu. −m a a a a an > 1 ⇔ an > am (terbukti) am Contoh 1. Selanjutnya manfaatkan sifat-sifat perpangkatan dan perkalian dari bilangan berpangkat.5 Berdasarkan sifat bilangan 7. Bukti: Karena n > m dengan n dan m bilangan bulat negatif. Contoh 1. a−m an 1 1 atau Karena a > 1 maka − n = m > 1 (Gunakan sifat a − m = m ). Matematika 15 .

kita dapat operasikan: 71234 = 7(4 × 308 + 2). aq Sifat-4 p m dan adalah Misalkan a adalah bilangan real dan a ≠ 0 dengan a > 0. maka kita peroleh: 71234 = 7(4 x 308) × 72 Ingat: am+n = am x an 71234 = (74)308 × 72 Ingat: am×n = (am)n = (an)m 71234 = (74)308 × 72 sehingga satuan dari [71234] = satuan dari [(74)308 × 72] Satuan dari [71234] = satuan dari [(1)308] × satuan dari [72] Satuan dari [71234] = 1 × 9 Satuan dari [71234] = 9 Jadi. 4. Bilangan tersebut mempunyai bilangan satuan yang berulang untuk periode 4 sehingga. angka terakhir dari 71234 adalah 9. 8.   m Definisi 1. m. Jika n. n n m p m + p    bilangan pecahan n ≠ 0. q ≥ 2.a sehingga c = a p .6 Misalkan a bilangan real dan a ≠ 0 dengan a > 0. Dengan menggunakan sifat eksponen. 2. Pangkat Pecahan Selanjutnya kita akan analisis sifat perpangkatan bilangan real dengan pangkat pecahan. Demikian juga bila 7 diganti dengan angka yang lain [1. 9] 5. q ≥ 2 maka  a n   a n  = ( a ) n . p q p q p p adalah bilangan q q p pecahan q ≠ 0.atau a q = a p .    16 Buku Guru Kelas X .5 Misalkan a bilangan real dan a ≠ 0. 3. 6. . 5. Definisi 1. a q = c. n bilangan bulat positif didefinisikan m  1 a n =  an  .

... × a a a a a a a × a a × a × a × a a × a × a                        mfaktor                       m faktor p faktor p faktor          1 1 1   11 1 1 1  1 1p 1 1 1 1  m  1  1  m  p   n   nn  n n n n   nn n  a = × × aa ×× ×n a ⇔  a n  a n ⇔ an ×a . × ..× a n ⇔  a n  a n ⇔ ×a an n× a. .× a n ×n an × × an a. q ≥ 2 maka  a n   a n  = ( a ) n .    m p Jika a adalah bilangan real dan a ≠ 0 dengan a > 0. a × a. Dengan demikian   m n m p  m  n   1   1  n n = a a a       an         m p m 1 1 1 1 1 1 1 p 1 m p 1 p 1 p p 1   11 1 1 1 1 1   m  m  n   m   n    1   m   p   1  n n n n n n n n n n n n n n n n n n nn n   nn n n  n    = = ⇔ ⇔ a a a a a a a a a a = a × a × = × . a  a  =     mfaktor        m faktor p faktor p faktor      1 1 1 1 1 1 p 1   m  1  n n  m  p   n an = × ×a × a n ×.Bukti: Berdasarkan Sifat-4. × .. m.× a n × a n ×. dan adalah bilangan pecahan n m+ p n p  m    dengan n ≠ 0..× ann   a  =     m +      m p faktor + p faktor   m+ p m+ p         m p p m+ p   m  p   1  n  m +1 (Ingat Definisi n n = ⇔  a n  a n ⇔ = a a a) =(a ) n 1. dan bilangan pecahan n q m p m  p  +   q. ..5) (terbukti)      ( =  ann           p m Jadi. n adalah bilangan bulat positif. jika a bilangan real dan a ≠ 0. serta n... .....      Sifat-5 Matematika 17 . × × × × .. .  1 maka a =  a n  .. jika a adalah bilangan real dengan a > 0. n ≠ 0. maka  a n   a q  = a n q ..

Uji Kompetensi 1. 2 22 × ÷ 2 22 ( 4 4 y) ) ÷÷ ⋅ ⋅⋅ ⋅ × ⋅ (⋅( yy ) 4 × xx xyy y 33 y y 33 x x x 3y 3 44 2  3 3  x  ×   (− y ) 3 4     d. Dengan menggunakan sifat bilangan berpangkat.1 1. 125 37 × 73 × 2 d. (– a × b )) × ×   ÷ aa  bb  22 55 2 4 q e.  ×  5 3  6a × b   2a  3 2  36( x × 2 y ) 2   12 x(3 y ) 2  i. Sederhanakanlah operasi bilangan berpangkat berikut. × (2 y ) 2 . 122 (−5)6 × 252 d. untuk x = dan y = 2 3 xy 2 bb 33 − aa − 3 33⋅ ⋅ b (( − − aa ⋅⋅ b ) ÷  g. 25 × 29 × 212 b.cc )) 27 a 5 4 3  24a 3 × b8   4b3 × a  h. a. (−5)3 ×   ×   ×    15   3   5  2 4 5 3x 2 × y 3 c. .   × (−q) × p 5  q   1  c. 2 xy 2 2  3 3  x  ⋅   (− y ) 1 1 3  4 . (42)3 2.  8a     b  x x 55 11 1 22 2x 5 2 22 f. 44 22 11 11      22 a. 2x3 × 7x4 × (3x)2  −2 p  2 2 4 b. 3 p q × (−3) × 4    . a. 2 3 (−2 p ) × (−3q )  p 2 untuk p = 4 dan q = 6 18 Buku Guru Kelas X . y 5 × ( x × z )3  2  x ×y 3 b3 . Hitunglah hasil operasi bilangan berpangkat berikut. sederhanakanlah bentuk berikut. d.   ÷  2 2  3x × y   9x y  −3( p q ) 2  (− p )3 × (− q ) 2 × r 3   2 pqr 3  j. (a × b × c) × 33 × (b (b × . 25 × 36 × 46 25 × 35 × 42 c. ⋅ − − − ⋅ − ×        33    22 66  1   10   9  b. untuk x = 2 24 x dan y = 3 2 −4a 3 × 2b5 e.  ÷ 2 3 2     −12(qr )  3.

dan ekonomi yang nilainya dinyatakan dengan notasi eksponen.000 km/det. Misalkan cepatan cahaya adalah 300. Bagaimana cara termudah untuk 2008 2013 2012 2011 mencari 3 (10 + 5 . Tentukan tanpa menghitung tuntas. tentukan bilangan satuan dari 71234 + 72341 + 73412 + 74123 tanpa menghitung tuntas! 7. Berapa banyak perkalian yang kamu lakukan untuk mendapatkan nilai akhirnya? Bandingkan jawabanmu dengan temanmu.   =1 5 7 6 1 2 2 3 5 1 2 3 (( 6) ) 26 62 bilangan satuan dari berdasarkan sifat angka 6. Hitunglah 1−4 + 2−4 + 3−4 + 4−4 + . 22008 ) 10. 2x = 8 b. 4x = 0. Tentukan hasil dari (2n + 2 ) 2 − 22 × 22 n 2n × 2n + 2 5. 52012 (62010 + 32009. Projek Bilangan yang terlalu besar atau terlalu kcil seringkali dituliskan dalam notasi eksponen yang dituliskan sebagai a E b yang nilainya adalah a × 10b.2 E 5. Selanjutnya berdasarkan sifat angka 2. 8.. Berdasarkan sifat angka 7. sehingga dalam notasi eksponen ditulis sebagai 3 E 8 m/det. Sehingga 0..000052 ditulis sebagai 5. Tentukan nilai x yang memenuhi a. 9. 11. . astronomi.. Matematika 19 . 5.! 1−4 + 3−4 + 5−4 + 7 −4 + . Cari besaran-besaran fisika. Tunjukkan bahwa 12001 + 22001 + 32001 + … + 20012001 adalah kelipatan 13. Coba tuliskan prosedur mengalikan yang paling sedikit perkaliannya untuk menghitung 764. 8. 2 ) . = .4.. Apakah prosedur tersebut dapat dipergunakan untuk pangkat positif berapapun? 6. Pemenang di antara kalian adalah yang dapat mencari hasilnya dengan melakukan perkalian sesedikit mungkin. 4.125 x 2 c. tentukan juga angka satuan yang diperoleh bilangan-bilangan tersebut yang dipangkatkan. kimia. 3. Misalkan kamu diminta menghitung 764. Sederhanakanlah a 3b 2 − a 3b 2 a b −a b 12... 9.

Contoh bilangan irrasional.414213562373. e = 2. Bentuk akar dan pangkat memiliki kaitan erat. kebergunaan mempelajari bentuk akar di bidang ekonomi. Sebelum mempelajari bentuk akar. Perhatikan permasalahan berikut. Bilangan rasional berbeda dengan bilangan irrasional.4 Seorang ahli ekonomi menemukan bahwa harga (h) dan banyak barang (b) dapat dinyatakan dalam persamaan h = 3 3 b 2 . kamu harus memahami konsep bilangan rasional dan irrasional terlebih dahulu. � = 3..141592653… dan sebagainya. Sedangkan. Jika nilai b = 8.6.. Bilangan rasional adalah a bilangan yang dapat dinyatakan dalam bentuk . misalnya 2 = 1. Masalah-1. Bilangan irrasional merupakan bilangan yang mengandung pecahan desimal tak berhingga dan tak berpola.. dan bilangan pecahan desimal.. Bentuk Akar Pengakaran (penarikan akar) suatu bilangan merupakan inversi dari pemangkatan suatu bilangan. Diharapkan siswa memiliki motivasi belajar matematika.. Akar dilambangkan dengan notasi ” ”. maka berapa nilai h? Alternatif Penyelesaian 3 2 h = 3 3 b 2 ⇔ h = 3 8 ⇔ h = 3 3 64 ⇔ h = 3 3 4 × 4 × 4 ⇔ h = 12 Akar ke-n atau akar pangkat n dari suatu bilangan a dituliskan sebagai n a . dengan a adalah bilangan pokok/basis dan n adalah indeks/eksponen akar. dengan a dan b bilangan bulat dan b b ≠ 0. Bentuk akar dapat diubah menjadi bentuk pangkat dan sebaliknya. bilangan irrasional adalah bilangan yang tidak dapat dinyatakan dalam bentuk pecahan. 20 Buku Guru Kelas X ..718. Bilangan rasional terdiri atas bilangan bulat. bilangan pecahan murni. ♦ Arahkan siswa masalah berikut untuk menunjukkan kepada siswa.

perhatikan contoh berikut. q ≥ 2 maka  n   n  a a    =(a) n . jika dan hanya jika hasil n n a disebut bentuk akar a adalah bilangan irrasional. 20 ⇔ adalah bentuk akar 3 2. sehingga berdasarkan Definisi 7. 1. p dan m p n m+ p m adalah bilangan pecahan n ≠ 0. jika a adalah bilangan real dan a ≠ 0 dengan a > 0. Tetapi ingat. Matematika 21 . Contoh: 25 dan 64 bukan bentuk akar. Agar lebih jelas. karena 3 27 ⇔ =3 27 ⇔ 7. Perhatikan untuk kasus di bawah ini 1 1 1 1 1 1 + + 3 3 p × p × p = p3 × p3 × p3 = p3 3 3 3 = p1 = p dan perhatikan juga bahwa p × p × p = p .Definisi 1. Bilangan irrasional yang menggunakan tanda akar ( ) dinamakan bentuk akar. karena nilai 25 adalah 5 dan nilai 64 adalah 8. Hubungan Bentuk Akar dan Bilangan Berpangkat Perlu diketahui bahwa bilangan berpangkat memiliki hubungan dengan bentuk akar. tidak semua bilangan yang berada dalam tanda akar merupakan bilangan irrasional.6 disimpulkan p 3 = 1 3 p. adalah bukan bentuk akar. Latihan 1.7 Misalkan a bilangan real dan n bilangan bulat positif.6 disimpulkan p 2 = 1 3 1 3 1 3 p. n    3 2 2 Perhatikan bahwa p3 × p3 p× × p3 p= = p 3p 2 1 1 1 1 1 1 1 1 + + 3 2 = p1 = p dan perhatikan bahwa 1 p × p = p. Jika n. Berdasarkan Sifat-5.3 Cermatilah dan buktikan apakah berlaku secara umum bahwa p n = 1 n p. sehingga berdasarkan Definisi 7. keduanya bukan bilangan irrasional.

Secara umum dapat disimpulkan bahwa p n = pada Definisi-6.( ( n n 2 2 2 p2 . 8. Bentuk akar senama adalah bentuk akar yang mempunyai eksponen dan basis sama. p n r + q n r = ( p + q) n c r p n r − q n r = ( p − q) n c r Perhatikan contoh berikut ini! Contoh 1. 2 3 4 − 3 3 4 = = − 3 4 4. sehingga berdasarkan sifat perkalian bilangan berpangkat diperoleh:  2  2  p3  = p   Jadi. Operasi Penjumlahan dan Pengurangan Bentuk Akar Operasi penjumlahan dan pengurangan pada bentuk akar dapat dilakukan apabila bentuk akarnya senama. p 3 = 2 3 3 mm m m× n ingat! pp ) ) ==pp Ingat. 3 3 x − 3 x = ( 3 − 1) 3 x = 2 3 x 22 Buku Guru Kelas X . Operasi pada Bentuk Akar m n pm = ( p) n m sebagaimana diberikan a.Perhatikan bahwa p 3 × p 3 × p 3 = p 2. 5 + 3 (tidak dapat disederhanakan karena akarnya tidak senama) 2−3 3 4 () 3.6 Tentukan hasil penjumlahan dan pengurangan berikut dalam bentuk yang sederhana! 1. q. 3 5 + 4 5 = ( 3 + 4 ) 5 = 7 5 2. dan r adalah bilangan real dan r ≥ 0 berlaku sifat-sifat berikut. Untuk setiap p.

Jika bentuk akar tersebut menjadi penyebut pada suatu pecahan. 5 . maka n a n = a 2) Buktikan: jika a. Merasionalkan Penyebut Bentuk Akar Kita tahu bahwa bentuk-bentuk akar seperti 2 . maka dikatakan sebagai penyebut irasional. b. dan d bilangan real. 2 − 6 . b.7 3 1) = 8 3 1 3 = 23 2= 2= 2 6 1 6 = 26 2= 2= 2 6 3 2) 6 = 64 3) 4 3 5 × 2 3 7 = (4 × 2)( 3 5 × 7 ) = 8 3 35 1 1 4) 3 5 5 × 5 7 5 = (3 × 5)(5 5 × 5 7 ) = 15(5 35 ) = 1535 512 5) 6) 33 4 3 3 4 = 43 5 4 5 24 3 2 4 3 = 34 5 3 5 12 Latihan 1. c.4 1) Buktikan: jika a bilangan real dan a > 0. Matematika 23 . Sifat perkalian dan pembagian bentuk akar dapat dicermati pada beberapa contoh berikut. dst merupakan bilangan irrasional. Operasi Perkalian dan Pembagian Bentuk Akar p Pada pangkat pecahan telah dinyatakan bahwa a q = a p . 3 + 7 . d ≠ 0. maka a n c × b n d = ab n cd 3) Buktikan: jika a. q Contoh 1. c > 0 dan d > 0. maka an c a n c = bn d b d c. c. dan d bilangan real.b. c > 0 dan d > 0.

236068. Contoh 2 + 7 = 2 + 2.. yaitu mengalikan dengan bentuk akar sekawannya...645751. maka = 1. (bilangan irrasional). Penyebut irrasional dapat diubah menjadi bilangan rasional. Akan tetapi.. dan p+ q r p− q 2) Merasionalkan bentuk Sebelum kita merasionalkan bentuk-bentuk akar di atas.. + 24 Buku Guru Kelas X . 645751. r r . p+ q p− q r . = 4. .. prinsip dasarnya sama.. = q q q q Diskusi Menurutmu mengapa penyebut bilangan pecahan berbentuk akar harus dirasionalkan? Mengapa kita harus mengalikan p dengan q q q ? q q p p Karena nilai q selalu positif. p dirasionalkan dengan cara mengalikannya dengan q q p p p q = . Proses ini dinamakan merasionalkan penyebut. a) Jika bilangan rasional dijumlahkan dengan bilangan irrasional maka hasilnya bilangan irrasional. 1) Merasionalkan bentuk Bentuk p q q q . perlu kita pahami bentuk-bentuk campuran bilangan rasional dan bilangan irrasional.. b) Jika bilangan irrasional dijumlahkan dengan bilangan irrasional maka hasilnya bilangan irrasional. Cara merasionalkan penyebut suatu pecahan bergantung pada bentuk pecahan itu sendiri. Jadi perkalian dengan q q q q p tidak akan mengubah nilai namun menyebabkan penyebut menjadi bilangan q rasional. Contoh (1) 5 + 7 = 2.

. 2. Contoh 2 × 5 = 2 5 . = 4. Contoh: • 5 × 125 = 5 × 5 5 = 25 (25 adalah bilangan rasional) • 3× 5 3= × 15 5 =( 15 adalah bilangan irrasional) e) n a disebut bentuk akar apabila a adalah bilangan irrasional.. 1 1− 2 1 3− 4 1 2− 3 × × × = + + + 1+ 2 1− 2 3+ 4 3− 4 2+ 3 2− 3 25 Matematika . ) ( ( ) ) ( ) ( ) ( p− q ) Contoh 1. p+ q p− q r . d) Jika Bilangan irrasional dikalikan dengan bilangan irrasional. bagaimana hasilnya? c) Jika bilangan rasional dikalikan dengan bilangan irrasional. r r . p− q Untuk merasionalkan bentuk dapat dilakukan dengan memperhatikan sifat perkalian (a + b) (a – b) = a2 – b2. maka hasilnya dapat bilangan rasional atau bilangan irrasional.8 Pikirkan cara termudah untuk menghitung jumlah bilangan-bilangan berikut 1 1 1 1 1 .881643......? 1+ 2 2+ 3 3+ 4 4+ 5 99 + 100 Permasalahan di atas dapat diselesaikan dengan cara merasionalkan penyebut tiap suku. maka hasilnya bilangan irrasional. Sehingga ( p + q )( p − q ) = ( p ) − ( q ) = p − q ( p + q )( p − q ) = p − ( q ) = p − q 2 2 2 2 2 ( p + q dan Bentuk p + q dan bentuk p − q saling sekawan. Jika dua bilangan irrasional dikurangkan.. bentuk p + q dan p − q juga saling sekawan. (bilangan irrasional) (2) 2 5 + (-2 5 ) = 0 (bilangan rasional). + + + + = . . Jika perkalian bentuk sekawan tersebut dilakukan maka dapat merasionalkan bentuk akar. dan p+ q r . yaitu.645575.

... Dengan menguadratkan ruas kiri dan kanan. − 99 + 100 = − 1 + 100 = −1 + 10 = 9 . Contoh 1. 1 P= 1 3+ 1 3+ 3 + . diperoleh 1 P2 = 1 3+ 1 3+ 3 + .. + −1 −1 −1 −1 −1 = – 1 + 2 − 2 + 3 − 3 + 4 − 4 + 5 − ... diperoleh persamaan: 3 13 ⇔ ( P 2 + )2 − = 0 2 4 26 Buku Guru Kelas X .. 1 Perhatikan pola bilangan di ruas kanan..9 Berapakah nilai 1 3+ 3+ 1 3 + .. + 4+ 5 4− 5 1 99 − 100 × 99 + 100 99 − 100 = 1− 2 2− 3 3− 4 4− 5 99 − 100 + + + + .. 1 P2 = 3 + P2 ⇔ P 2 (3 + P 2 ) = 1 ⇔ ( P 2 ) 2 + 3P 2 − 1 = 0 Dengan mengubah ke bentuk kuadrat sempurna.. Misalkan.. 1 4− 5 × + .

.. 2 + 2 2 3 3+ 2 9 −2 9− 2 + 6 2 6+2 2 2 = = 7 7 6 2 2 6 = =7+ +7 7 7 7 7 (( )) 3 3 6− 3 = × 6+ 3 6+ 3 6− 3 = = (kalikan penyebut dengan bentuk sekawannya) (6 + 3 )(6 − 3 ) Matematika 3(6 − 3 ) 18 − 3 3 36 − 3 18 − 3 3 = 33 6 3 = − 11 11 27 . 2 2 3+ 2 (kalikan penyebut dengan bentuk sekawannya) = × 3− 2 3− 2 3+ 2 = = = 2(3 + 2 ) (3 − 2 )(3 + 2 ) b. a..10 Rasionalkan penyebut pecahan-pecahan berikut. 3 + .  2 2    Dapatkah kamu beri alasannya? 1 1 = 2 = 13 − adalah 2 613 − 6 2 1 2 1 3+ 3+ 1 1 3+ 3+ 3 + . (P 2 )2 + 3P 2 − 1 = 0 dengan rumus abc pada persamaan kuadrat?  2 3 13  P + +   = 0 tidak memenuhi. nilai dari 1 1 Dapatkah kamu selesaikan. Ingat materi persamaan kuadrat di SMP.. 2 3 13   2 3 13  P P + − ⇔  + +  =0    2 2  2 2     3 13 ⇔ P2 = − + 2 2 3 13 1 ⇔ P= − + atau P = 2 13 − 6 2 2 2 Jadi. Contoh 1.

perhatikan contoh berikut! 28 Buku Guru Kelas X . bentuk a. b. 18 − 3 3 36 − 3 18 − 3 3 = 33 3 6 = − 11 11 4 4 7 4 4 7+ 5 + 5 = × = × 7 7 7 7− 5 7− 5 7+ 5 − 5 − 5 + 5 = = = = ( 4 4 ( 7 + 5 7+ 5 7 − 5 7− 5 )( ) (kalikan penyebut dengan bentuk sekawannya) 7 + 5 7+ 5 ) 4 +4 4 7 7+ 4 5 5 7 −5 7− 5 4 +4 4 7 7+ 4 5 5 = = 2 2 = 2 7 7+ 2 5 5 =2 +2 3) Menyederhanakan bentuk khusus. yaitu. ( p + q) ± 2 pq Sekarang kita akan menyederhanakan bentuk akar yang mempunyai bentuk ( p + q) ± 2 pq . Selanjutnya. kamu akan memperoleh bentuk sederhananya menjadi ( p + q) ± 2 pq . Perhatikan proses berikut ini! Diskusikanlah masalah berikut dengan temanmu! ( ( p+ q p− )( q )( p+ q p− ) q) Dari hasil kegiatan yang kamu lakukan.3 3 6− 3 = × 6+ 3 6+ 3 6− 3 = = (6 + 3 )(6 − 3 ) 3(6 − 3 ) c.

15 20 48 f. 3 a 18 2. 3a + 5 d. 12 24 15 b. 24 + 54 − 150 96 3. + 2+ 8 2− 8 c. e.2 1. 4+ 2 2a c. 5− 3 4− 2 b.11 Sederhanakan bentuk akar berikut ini! a. Sederhanakanlah bentuk berikut ini! a. Sederhanakan bentuk akar berikut ini! 29 Matematika . 9−4 5 = ( 5+ 3 ) 2 = 5+ 3 5−4 5 +4 = ( 5−2 ) 2 = 5−2 Uji Kompetensi 1. 3 f. 5 d.Contoh 1. Rasionalkan penyebut pecahan berikut ini! 1 a. pecahan3 5 − 10 xy x+ y 10 12 14 + + 5+ 6 6+ 7 7+ 8 2− 3 = a + b 6 . 4 3+ 2 − 3 5 + 2 −1 3− 2 2a c. Jika 5. 8 + 2 15 = (5 + 3) + 2 5 × 3 = 5 + 2 5 × 3 + 3 = b. d. Rasionalkan penyebut pecahanpecahan berikut ini! a. 15 − 1 75 2 − 3 7 11 b. tentukan 2+ 3 nilai a + b! 4. 2 e.

000. maka pasangan (a. 19 + 8 3 b. 5 + 2 6 c. e. 1+ 1+ 1 1 1+ 1 .000. 30 Buku Guru Kelas X .000 c. 2 3 3 2 3 3 2 3 3 .. + 2+ 3 3+ 4 3 3 b c 3 c a = abc. Jika(3+4)(3 2 +4 2 )(3 4 +4 4 )(3 8 +4 8 ) (316+416) (332+432) = (4x–3y). a... 5.. 1 = a− b + . + + + 2+ 3 3+ 4 4+ 5 1.... 54 + 14 5 + 12 − 2 35 + 32 − 10 7 = 7..b) adalah . Tentukanlah nilai dari: a.000 + 1.. (OSN 2005/2006) 3.. maka x–y = . 43 + 12 7 d.. 4...001 6.000 + 1.. 2 + 2 + + 2++ . Jika a.b adalah bilangan asli dan a ≤ b sehingga 3 + a adalah 4+ b bilangan rasional. Bentuk 4 49 − 20 6 dapat disederhanakan menjadi . Nyatakan b dalam a dan c pada SOAL TANTANGAN 1.. + 4+ 5 1. 1 2 + 21 1 b. 1 1 1 1 + .. 21 − 4 5 21 + 8 5 2..000.

Sebagai contoh 0. a. Berdasarkan penjelasan di atas π yang bilangan irrasional tidak mungkin 22 22 sama dengan ...× Projek Tidak semua bilangan pecahan desimal tak hingga adalah bilangan irrasional. Matematika 31 . bilangan pecahan desimal tak 3 hingga dengan desimal berulang seperti 0.. Kenyataannya. dapat dinyatakan dalam bentuk pecahan. 3) Apakah lebih baik menggunakan angka yang kamu peroleh daripada 22 menggunakan 7 Buat laporan projek ini dan paparkan di depan kelas. 7 7 22 1) Berapakah kesalahan terhadap nilai π? 7 2) Dengan menggunakan prosedur yang kamu rancang di atas cari 22 pecahan yang lebih mendekati nilai π daripada (kesalahannya 7 lebih kecil). karena adalah pendekatan untuk nilai π sebenarnya.333. b. Rancang sebuah prosedur untuk mengkonversi bilangan pecahan desimal tak hingga dengan desimal berulang menjadi bilangan pecahan. karena dapat dinyatakan 1 sebagai pecahan murni . Beri contoh penerapan prosedur yang kamu rancang. bukanlah bilangan irrasional.333..

Berapa lama Yusuf menyimpan uang tersebut agar menjadi Rp1.5 Yusuf adalah seorang pelajar kelas X di kota Kupang. dan I0 m adalah intensitas bunyi paling minimum yang bisa didengar orang yang sehat. dengan D adalah skala decibel I0 bunyi. Masalah-1.000. Menemukan Konsep Logaritma Telinga manusia dapat mendengar suara dengan intensitas yang rentangnya luar biasa. dan didefinisikan sebagai D = 10 log .000) kali lebih kuat dari pada suara paling rendah yang bisa didengar.1 Intensitas bunyi beberapa suara Intensitas Bunyi W     m2  –10 –6 –4 2 Intensitas Bunyi Ambang batas bawah pendengaran Suara bisik-bisik Percakapan normal Lalu lintas padat Pesawat jet lepas landas 1.0 × 10–12 5.000. yaitu 1. Logaritma merupakan suatu operasi hitung. Menghitung intensitas bunyi dengan rentang begitu besar tentu sangat tidak nyaman. Alexander Graham Bell (1847–1922) menggunakan logaritma untuk menghitung skala bunyi. Cermatilah masalah berikut. ia menabung uangnya di sebuah bank dengan bunga 10% per tahun. Sebagai gambaran.00. 32 Buku Guru Kelas X .000. Selama ini dia berhasil menabung uangnya sejumlah Rp1.3 × 10 Banyak masalah kehidupan yang penyelesaiannya melibatkan berbagai aturan dan sifat logaritma.0 × 10–12. Ia senang berhemat dan menabung uang. Agar uangnya lebih aman. ( ) Tabel 1.5 × 10 8.2 × 10 8.000. Namun.000.2 × 10 3.9. Suara paling keras yang dapat didengar oleh orang yang sehat tanpa merusak gendang telinga memiliki intensitas 1 triliun (1. berikut ini adalah tabel intensitas bunyi beberapa objek.100.464. I adalah intensitas bunyi dengan satuan Watt per meter persegi W 2 . dengan logaritma perhitungan ini akan menjadi lebih sederhana.00 di dalam sebuah celengan yang terbuat dari tanah liat. Skala ini dinamakan I decibel.

Selanjutnya temukan model matematika yang menyatakan hubungan total uang simpanan dengan waktu menyimpan dan bunga uang.00 Rp1.100 = 1.000. dan c = t. maka nilai x yang memenuhi persamaan tersebut adalah x = 3.464.000 (1+0.000.1)4.000 (1+0.464. kita peroleh 1.000.1)2 1.100. yaitu logaritma. dengan memisalkan a = (1 + 0. 464100. Hal ini dapat dikaitkan dengan bentuk eksponen yang sudah dipelajari sebelumnya. Diketahui: Modal awal (M0) = 1.1.00 Rp133. Matematika 33 .100. besar bunga yang disediakan bank untuk satu tahun adalah 10% = 0.2 di atas.1)t. Jika 4 = t.000 (1+0.000.464.00.000.000. Selanjutnya. maka persamaan tersebut menjadi 1. Pahami masalah dan tuliskan informasi yang diketahui pada soal. kita telah membahas tentang pemangkatan suatu bilangan.00 Rp121.000.100 Alternatif Penyelesaian Perhatikan pola pertambahan jumlah uang Yusuf setiap akhir tahun pada tabel sebagai berikut.1)3 1.1)0 1.000. setelah kita mengenal sifatsifat logaritma.000 (1+0. kita akan menyelesaikan permasalahan di atas dengan menggunakan logaritma.000.464. b = 1.000.2 Perhitungan besar suku bunga pada setiap akhir tahun t Akhir Tahun 0 1 2 3 4 Bunga uang (10% × Total Uang) 0 Rp100.00 Rp1. dituliskan sebagai “log”.00 Rp1.00 Rp1.000 (1 + 0.000.100.000. Perhatikan Tabel-1.1)4 Dari tabel di atas.000 dan besar uang tabungan setelah sekian tahun (Mt) = 1. Dalam pembahasan sebelumnya.00 Total = Modal + Bunga Rp1.210.464.1)1 1.1).00 Pola Total Uang pada saat t 1. Kita tahu bahwa 23 hasilnya adalah 8 yang dapat ditulis 23 = 8. yaitu ac = b. Tabel 1. didefinisikan sebagai berikut. Buat tabel keterkaitan antara jumlah uang Yusuf dengan waktu penyimpanan.000.100 = 1.000 (1+0.000. jelas kita lihat bahwa Yusuf harus menabung selama 4 tahun agar uangnya menjadi Rp1.00 Rp110.000.100.100.000. Ditanya: Berapa tahun (t) Yusuf menabung agar uangnya menjadi (Mt) = 1.464. Bagaimana cara menentukan nilai c = t = 4? Permasalahan ini dapat diselesaikan menggunakan invers dari eksponen.000 (1+0.331. Logaritma. Sehingga bila ada persamaan 2x = 8.

maka e log b ditulis ln b. kita dapatkan bentuk-bentuk berikut. dan b > 0 maka alog b = c jika dan hanya jika ac = b. Mengapa ada syarat a > 0 dan a ≠1 Berdasarkan definisi di atas. e adalah bilangan Euler).Definisi 1. dimana: a disebut basis (0 < a < 1 atau a > 1) b disebut numerus (b > 0) c disebut hasil logaritma Diskusi a > 0 a ≠ 1 dalam definisi di atas? Demikian juga dengan b > 0.718…. c ∈ R. berapa jumlah penduduk negara itu pada akhir tahun 2017 dan tahun 2038? Pada tahun berapa penduduk negara itu menjadi dua kali lipat? Diketahui: Jumlah penduduk Negara X pada tahun 2013 adalah 100 juta jiwa. a a≠ ≠1 1. ♦ Bilangan pokok (basis) 10 tidak ditulis. Masalah-1. Bila pertambahan penduduk 1% per tahun. Meminta siswa mendiskusikan dengan temannya. • 2x = 5 ⇔ x = 2log 5 (notasi ⇔ dibaca jika dan hanya jika) • 3y = 8 ⇔ y = 3log 8 • 5z = 3 ⇔ z = 5log 3 Catatan: ♦ Jika logaritma dengan basis e (yaitu e ≈ 2. Persentase pertambahan penduduk per tahun adalah 1% Ditanya: a) Jumlah penduduk pada tahun 2017 dan tahun 2038 b) Pada tahun berapa.6 Di tahun 2013 jumlah penduduk Negara X adalah 100 juta orang.8 Misalkan a. a a> >0 0. jumlah penduduk menjadi dua kali lipat. 34 Buku Guru Kelas X . b. sehingga 10log a = log a.

kita peroleh 104.401 = 100 (1+0. Berdiskusilah dengan teman dan guru. Perhatikan Tabel-1.01)t. maka P0 = 100 juta..01)4. Diskusi • Misalkan P0 adalah jumlah penduduk pada saat t = 0.401 = 100 (1+0. Jika 4 = t. dan diketahui nilai e ≈ 2.060.01).060.01)4 2013 2014 2015 2016 2017 1 1. maka persamaan tersebut menjadi 104.01)2 100 (1+0.0301 104.3 di atas. jelas kita lihat bahwa total penduduk pada akhir tahun 2017 adalah 104. Bagaimana cara menentukan nilai c = t = 4? Selanjutnya bagaimana menentukan jumlah penduduk pada akhir tahun 2038 dan tahun berapa jumlah penduduk Negara X menjadi duakali lipat.. dan Pt adalah jumlah penduduk pada akhir tahun t. Hal ini dapat dikaitkan dengan bentuk eksponen yang sudah dipelajari sebelumnya.060.060. setelah kita mengenal sifat-sifat logaritma. b = 104.401.01)0 100 (1+0. dengan memisalkan a = (1 + 0. apakah siswa mengerti makna ketika t = 0. bagaimana menemukan hubungan Pt dengan P0 sehingga Pt = P0 (e rt).3 Perhitungan jumlah penduduk Negara X untuk setiap tahun Akhir Tahun Pertambahan penduduk (1% × total penduduk) (juta) 0 Total = Jumlah Penduduk awal + Pertambahan (juta) 100 Pola Total Penduduk pada saat t 100 (1+0.Penyelesaian Jumlah penduduk di awal (P0) = 100 juta Misalkan: Pt adalah jumlah penduduk pada tahun t r adalah persentase pertambahan penduduk. kita akan menyelesaikan permasalahan di atas dengan menggunakan logaritma.01)3 100 (1+0. Selanjutnya.060401 Dari tabel di atas.0201 1.01 1.718.401. dan c = t. yaitu ac = b. Tabel 1.01 103. Matematika 35 ..01)1 100 (1+0. • Ujilah pemahaman siswa.030301 101 102.

Perhatikan grafik fungsi di atas.Selanjutnya cermati grafik fungsi y = f(x) = 2log x. Tabel 1. Minta siswa menyajikan hasil diskusi di depan kelas.4 Perhitungan Nilai Fungsi Logaritma x 1 1 1 1 1 1 1 1 2 3 4 2 3 4 2 3 4 1 0 0 0 0 2 3 4 8 9 f(x) = 2log x f ( x) = log x f ( x) = 3 log x f ( x) = log x 1 3 1 2 36 Buku Guru Kelas X . f(x) = 3log x dan f(x) = – 3log x yang disajikan berikut. Minta siswa berdiskusi dengan temannya untuk mencari sedikitnya 5 sifat dari fungsi logaritma. Isilah tabel berikut.2 Grafik Fungsi Logaritma Diskusi Berdasarkan grafik di atas dan definisi tentang logaritma. f(x) x Gambar 1. f(x) = – 2log x.

log 1 = 0 karena 20 = 1 2 c. Tulislah bentuk pangkat dari: 11 a.9. logaritma merupakan inversi dari perpangkatan. Sifat-sifat Logaritma Dari Definisi 1. alog a = 0 2. yaitu: Sifat-6.9 Fungsi Logaritma adalah suatu fungsi yang didefinisikan oleh y = f(x) = alog x dengan a bilangan real. alog 1 = 0 3. a > 0 dan a ≠ 1. log 2 = 1 karena 21 = 2 2 b.Mari kita definisikan fungsi logaritma. 2–2 = maka 2log = –2 4 4 2. log 121 = 2 maka 112 = 121 3 b. log 81 = 4 maka 34 = 81 c. Matematika 37 . Contoh 1. 25 = 32 maka 2log 32 = 5 b. Tulislah bentuk logaritma dari: a. 43 = 64 maka 4log 64 = 3 1 1 c. log 1000 = 3 maka 103 = 1000 3.12 1. Definisi 1. maka 1. alog an = n Sifat-sifat tersebut dapat diturunkan langsung dari definisi logaritma. a ≠ 1 serta x > 0. Sifat Dasar Logaritma Misalkan a dan n bilangan real. log 128 = 7 karena 27 = 128 10. x adalah variabel (peubah bebas) dan a adalah bilangan pokok atau basis. Hitunglah nilai logaritma berikut. 2 a. oleh karena itu terdapat 3 sifat dasar logaritma. a > 0.

38 Buku Guru Kelas X . berlaku a log ( b × c ) = a log b + a log c Bukti: Berdasarkan Definisi 1.6 maka diperoleh: a log b = x ⇔ b = a x a log c = y ⇔ c = a y Dengan mengalikan nilai b dengan c.13 1. maka: b × c = ax × ay ⇔ b × c = ax+y ⇔ alog (b × c) = x + y Substitusi nilai x dan y ⇔ alog (b × c) = alog b + alog c (terbukti) Sifat-8 Untuk a. berlaku b a log   = a log b − a log c c Bukti: Berdasarkan Definisi 1. dan c bilangan real dengan a > 0. dan b > 0. a ≠ 1. dan c bilangan real positif.6. dan b > 0. diperoleh: a log b = x ⇔ b = ax a log c = y ⇔ c = ay Dengan membagikan nilai b dengan c. 2. maka y = 0 a log an = z ⇔ ax = an sehingga z = n serta alog an = n a a BEBERAPA SIFAT OPERASI LOGARITMA Sifat-7 Untuk a. log a = x ⇔ ax = a sehingga x = 1 atau alog a = 1 log 1 = y ⇔ ay = 1. b. b. maka diperoleh b ax b = ⇔ = ax–y c ay c b a x–y ⇔ a log    = log a c • Simbol ⇔ dibaca jika dan hanya jika • Apakah kamu mengerti maknanya? Jika tidak bertanya kepada guru.Contoh 1. a ≠ 1. Karena a0 = 1. 3.

diperoleh: a log b = x ⇔ b = ax Terdapat bilangan pokok c sedemikian sehingga: c log b = clog ax ⇔ clog b = x clog a ingat.. × b  ingat. berlaku c log b 1 a log b c= b = log a log a Bukti: Berdasarkan Definisi 1.. × a   n faktor   m faktor log b n = a log b + a log b + .. berlaku a log b n = n a log b Bukti: ⇔ ⇔ a   log b n = a log  b × b × b × .. b > 0.. dan n bilangan real. dan c bilangan real positif. b. + a log b n faktor a ingat. a m = a × a × a × . Sifat-10 a log b n = n a log b (terbukti) Sifat-10 Untuk a. a ≠ 1.. a > 0. b ⇔ a log    = x – y c ⇔ a Substitusi nilai x dan y b a a log   = log b – log c (terbukti) c   Sifat-9 Untuk a. dan c ≠ 1. b. Sifat-9 ⇔ x = ⇔ a c c log b log a c c substitusi nilai x log b = log b (terbukti) log a Matematika 39 . a ≠ 1.8. b ≠ 1.

c = by ⇔ alog b × blog c = y alog b × blog b ingat. Sifat 6 ⇔ alog b × blog c = alog by ingat. m Bukti: (Silahkan coba sendiri) Sifat-13 Untuk a dan b bilangan real positif a ≠ 1.Karena c adalah bilangan sembarang dengan ketentuan di atas dapat dipenuhi c = b sehingga diperoleh Sifat-11 Untuk a. sehingga diperoleh ac = b Buku Guru Kelas X . berlaku a a log b ingat. dengan m. Sifat pokok 2 ⇔ alog b × blog c = y alog b ingat.6 maka diperoleh: a log b = x ⇔ b = ax b log c = y ⇔ c = by a log b × blog c = alog ax × blog by ⇔ alog b × blog c = alog b × blog by ingat. Kita subtitusikan alog b = c ke ac = ( a ) 40 a log b . Misalkan alog b = c. n bilangan bulat dan m ≠ 0. berlaku a log b × b log c = a log c Bukti: Berdasarkan Definisi 1. b. c = by ⇔ alog b × blog c = alog c (terbukti) Sifat-12 Untuk a dan b bilangan real positif dengan a ≠ 1. dan c bilangan real positif dengan a ≠ 1 dan c ≠ 1. Sifat pokok 2 log a 1 ⇔ a log b = b (terbukti) log a ⇔ a log b = b b log b =b Bukti: (coba sendiri) Logaritma saling invers dengan eksponen. berlaku n am log b n = (alog b).

perhatikan beberapa contoh berikut.000.464.000.464.000 = t log1.000.1 10. i = 0.000.1)t ⇔ log 1. 4 Contoh 1. Kita akan menyelesaikan masalah tersebut dengan menggunakan konsep logaritma.1 ⇒ t = 4 Jadi.100 – log 1.Untuk mendalami sifat-sifat di atas.000.000 11  ⇔ log    = t log 1. Contoh 1.1)t ] ⇔ log 1.5.100 = log [1.100 ⇔ log = t log 1.000.1 Ditanya : t Penyelesaian 1.15 Misal log2 a adalah notasi untuk (log a)2.464.100 = 1.1)t ⇔ log 1.2. Kita dapat menyatakan hubungan total jumlah uang untuk t tahun sebagai berikut: Mt = M0 (1+i)t dimana Mt : total jumlah uang diakhir tahun t t : periode waktu i : bunga uang Dengan menggunakan notasi di atas.100.464. maka soal tersebut dapat dituliskan sebagai berikut: Diketahui : M0 = 1.100.1 1. Cermatilah kembali Tabel 1. Berapakah nilai a yang memenuhi log2 a + log a = 6? Matematika 41 .641 ⇔ log = t log 1.000 (1.000. Mt = 1.1  10  ⇔ 4 log (1.000 + log (1.1) = t log 1.1 1. Yusuf harus menabung selama 4 tahun agar mendapatkan uang sebesar Rp1.100 = log 1.00.14 Mari kita tinjau kembali Masalah-1.464.000 (1+0.464.000 14.464.

16 Nyatakan b dalam a supaya berlaku alog b – 2blog a = 1! Penyelesaian a log b – 2blog a = 1 Ingat. Contoh 1.Penyelesaian Misal P = log a log2 a + log a = 6 ⇔ (log a)2+ (log a) = 6 ⇔ P2 + P – 6 = 0 ⇔ (P + 3)(P – 2) = 0 ⇔ P = –3 atau P = 2 ⇔ log a = –3 atau log a = 2 ⇔ a = 10–3 atau a =102 Jadi. nilai a yang memenuhi persamaan di atas adalah a = 0. a a 42 Buku Guru Kelas X . blog a = a a ⇔ log b − a 2 −1 = 0 P ⇔ P2 – P – 2 = 0 ⇔ (P + 1)(P – 2) = 0 ⇔ P = –1 atau P = 2 ⇔ alog b = –1 atau alog b = 2 ⇔ P − Sekarang akan kita nyatakan b dalam a. a a 2 −1 = 0 log b 1 log b Misalkan: P = alog b log b = –1 ⇔ a log b = a −1 atau alog b = 2 ⇔ a log b = a2−1 ⇔ b = a–1 ⇔ b = a–2 1 ⇔ b = a 1 Jadi. yaitu.001 atau a = 100. b = atau b = a–2.

25 4 e. Pesawat jet yang baru lepas landas yang memiliki intensitas 8.3 × 102 Watt per meter kuadrat. log 3 2 = 3 1 3 d. Berapa jumlah uang Rony pada akhir tahun ke delapan jika bank memberi suku bunga majemuk 6% setahun? 2.00. log 125 1 3 c. 53 = 125 b. 61 = 6 6. Tulislah bentuk pangkat dari: a. log 75 43 Matematika .Uji Kompetensi 1. Pada awal tahun. Gemuruh suara Air terjun Niagara memiliki skala decibel 90.8451 tentukan: a. 102 = 100 c. log 0. 4. Percakapan normal yang memiliki intensitas 3. Sederhanakan 2 22 2 22 a. Tentukan skala decibel suara berikut. log a + log b − log ab 2 a c. Jika 2log 3 = a dan 3log 5 = b. log 27 2 d. 222 333 111 222 a a − log ax x 1 d. log 410 5 f. Pak Thomas menabung Rp2. log 0.4771 dan log 7 = 0.2 × 10–6 Watt per meter kuadrat.000.5 b. Diketahui log 2 = 0. Tentukan intensitas bunyi dari air terjun tersebut. Rony menabung uang di bank sebesar Rp125. Ia menyimpan uang tersebut selama 8 tahun. nyatakan bentuk berikut dalam a dan b! 2 a. 0625 = 4 1 2 c. log 104 5 b.3 1. log 3 = 0. log = −2 9 7.000. log 0. log 15 4 b.3010. log 10. log 21 c. Jika perhitungan bunga tiga bulanan. Tulislah bentuk logaritma dari: a. log 1 7 9.000. b. log 10. log 1 8. log 18 b. berapakah besar bunga yang diterima Pak Thomas? 3. a. Apakah intensitas tersebut masih aman untuk telinga manusia? 5.00 selama 5 tahun dengan bunga 12% per tahun.5 d. 43 = 64 d. Hitunglah nilai dari: a.01 = –2 0 . 64 64 16 16 ×× × log log log 64 −− − ×× × log log log 16 a log 2 x + 3 ( a log x − a log y ) b.

a dan b bilangan real positif. Projek Skala logaritma dipergunakan untuk banyak keperluan selain menyatakan intensitas bunyi.. Nyatakan p dalam q supaya berlaku p log q – 6 qlog p = 1! 17. Cari informasi tentang besaran lain yang menggunakan skala logaritma. Untuk membedakan analisis menggunakan logaritma bahkan digambarkan grafik dalam skala logaritma. c bilangan positif. log2 a adalah notasi untuk (log a)2. alog b > 0! 15. a ≠ 1. clog b = 4 dan a. 2log2 a adalah notasi untuk (2log a)2. a. a log b < 0 dan sebaliknya untuk 0 < a < b. 18. beberapa hal penting dapat kita rangkum sebagai berikut. Jika b = a4.25 c. tentukan nilai alog b – b log a! 12. dalam p dan q. Konsep eksponen dan logaritma dapat ditemukan kembali dari berbagai pemecahan masalah nyata di sekitar kehidupan kita. Jika alog b = 4. log 150 100 f. PENUTUP Berdasarkan sajian materi terkait berbagai konsep dan sifat eksponen dan logaritma di atas. Jika 4log a = p dan 8log b = q maka tentukanlah a5 3 11. log 36 2 d. maka berapakah nilai a yang memenuhi 2log2 (a2 – 6a) + 2log (a2 – 6a)2 = 8. log 50 16. c ≠ 1. 1. log 5 30 e. nyatakan b dalam a yang memenuhi persamaan a log2 (ba + a) – alog (ba + a)3 + 2 = 0 SOAL TANTANGAN 19. Buktikan bahwa untuk a > b > 0. 44 Buku Guru Kelas X . Berapakah nilai a yang memenuhi 2 × log2 a + log a = 6? 1 b a5 3 b a5 3 b . D. Buat laporan hasil pengamatan dan sajikan di depan kelas.. Untuk a > 0. Buktikan log 1 = 0 dan log 10=1! 14. Jika a adalah bilangan bulat positif. tentukan nilai  a log ( bc )4  2 !   13. b. Cari informasi ada berapa macam skala logaritma biasa dipergunakan dan beri contoh penelitian agar skala logaritma tersebut dipergunakan.

2. 3. Operasi eksponen adalah perluasan dari operasi perpangkatan yang sudah dipelajari di Sekolah Dasar dan SMP. 5. hasilnya adalah c sebagai eksponen dari a. Penguasaan berbagai konsep dan sifat-sifat eksponen dan logaritma adalah prasayarat untuk mempelajari fungsi eksponen dan fungsi logaritma sebab fungsi eksponen melibatkan bilangan eksponen dan fungsi logaritma melibatkan logaritma. sebab sangat dimungkinkan penguasaan materi pada bahasan berikutnya didasari penguasaan materi pada bahasan sebelumnya. Dapat ditulis misal a. Misalnya px = q. jika ac = b maka a log b = c. Matematika 45 . Sama halnya dengan penemuan kembali konsep eksponen dan logaritma melalui pemecahan masalah nyata. c ∈ R . Perbedaannya terletak pada semesta pembicaraannya. Sifat-sifat perpangkatan dapat digunakan untuk menurunkan sifat-sifat penarikan akar. 0 < a < 1. Perlu kami tekankan bahwa mempelajari materi matematika mulai bahasan 1 sampai 12. maka diperoleh grafik fungsi logaritma. Penguasaan kamu pada materi eksponen dan logaritma akan berguna untuk mempelajari materi pada bab berikutnya. tetapi operasi eksponen belum tentu perpangkatan. Misalnya 23 = 8 maka 3 8 = 2 4. dimana x dan p belum tentu bilangan. Perpangkatan dan penarikan akar adalah dua operasi yang saling berkebalikan. Artinya jika suatu bilangan dipangkatkan dan hasilnya diakarkan dengan pangkat akar yang sama dengan pangkat bilangan sebelumnya. 7. kita akan mempelajari persamaan dan pertidaksamaan linier yang melibatkan variabel berpangkat satu. jangan melompat-lompat. yaitu a. 3 adalah sebuah bilangan pangkat dari 2. maka hasilnya adalah bilangan semula. Secara mendalam. akan kita temukan konsep dan sifat-sifat persamaan dan pertidaksamaan linier dari berbagai situasi nyata kehidupan disekitar kita. Operasi perpangkatan pasti merupakan eksponen. 6. b. Pada Bahasan 2 (Bab 2). berbagai sifat-sifat dari fungsi eksponen dan logaritma serta penerapannya akan dibahas dipokok bahasan peminatan. Artinya jika suatu basis a dieksponenkan dengan c dan hasilnya adalah b. tetapi 23 = 8. Semesta pembicaraaan pada operasi perpangkatan adalah bilangan. maka logaritma dari b dengan basis yang sama. Eksponen dan logaritma adalah dua operasi yang saling berbalikan. tetapi semesta pembicaraan pada eksponen tergantung variabel sebagai eksponen dari basisnya. harus dipelajari secara terurut. a ≠ 1 dan b > 0. x sebagai eksponen dari p. Jika grafik fungsi eksponen dicerminkan terhadap sumbu y = x.

• mengajak siswa untuk menerapkan matematika dalam kehidupan sehari-hari. KOMPETENSI DASAR DAN PENGALAMAN BELAJAR Kompetensi Dasar Setelah mengikuti pembelajaran ini siswa mampu: 1. • mengajak kerjasama tim dalam menemukan solusi permasalahan. konsisten dan jujur serta menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. 3. Pengalaman Belajar Melalui pembelajaran materi persamaan dan pertidaksamaan linear. kritis. 2. memahami dan menganalisis konsep nilai mutlak dalam persamaan dan pertidaksamaan serta menerapkannya dalam penyelesaian masalah nyata. • siswa mampu memodelkan permasalahan. • mengajak untuk melakukan penelitian dasar dalam membangun konsep. menghayati pola hidup disiplin. menerapkan konsep nilai mutlak dalam persamaan dan pertidaksamaan linear dalam memecahkan masalah nyata. bertanggungjawab. • • • • Orde linear Lebih dari Kurang dari Nilai mutlak . • mampu menghadapi permasalahan pada kasus linear dalam kehidupan sehari-hari.Bab Persamaan dan Pertidaksamaan Linear A. • mampu berpikir kritis dalam mengamati permasalahan. siswa memperoleh pengalaman belajar: • mampu berpikir kreatif.

PETA KONSEP Matematika 47 .B.

Motivasi siswa melalui pemaparan manfaat mempelajari persamaan dan pertidaksamaan linier.1 Anak Pramuka yang dilihat adalah nilainya. Lebih jelasnya. Gambar 2. kita akan mempelajari beberapa ilustrasi dan kasus untuk memahami dan menemukan konsep nilai mutlak (absolut).C. ♦ Uji pemahaman siswa terhadap berbagai kasus yang disajikan. Dalam hal ini. 1. Arahkan siswa mempresentasikan hasil kerja kelompok dan kelompok lain diberi kesempatan menanggapi hasil kerja kelompok penyaji. Beri kesempatan pada siswa bertanya dan mengajukan ide-ide secara bebas dan terbuka. mari bersama-sama mempelajari kasus-kasus di bawah ini. berarti mutlak 4 langkah dari posisi diam dan “mundur 3 langkah. jalan!”. Orientasi siswa pada situasi nyata untuk membangun inspirasi penemuan konsep nilai mutlak. 48 Buku Guru Kelas X . Jika perintah pimpinan pasukan: “Mundur 3 langkah. Demikian seterusnya. Sebuah grup pramuka sedang belajar baris berbaris di lapangan sekolah pada hari Sabtu. “Maju 4 langkah”. Beri kesempatan pada siswa berdiskusi dalam kelompok belajar agar mereka terlatih bekerjasama menemukan alternatif strategi penyelesaian masalah. Besar pergerakan langkah pasukan tersebut merupakan nilai mutlak. . berarti mutlak 3 langkah dari posisi diam. MATERI PEMBELAJARAN Pada saat ini. tidak ditentukan arah. hal ini berarti jarak pergerakan barisan adalah 4 langkah ke depan. Sebuah perintah dari pimpinan pasukan: “Maju 4 langkah. bukan arahnya. hal ini berarti bahwa pasukan akan bergerak melawan arah sejauh 3 langkah. Menemukan Konsep Nilai Mutlak Ilustrasi: Kegiatan pramuka adalah salah satu kegiatan ekstrakurikuler yang diadakan di sebuah sekolah. ♦ Motivasi siswa mempelajari persamaan dan pertidaksamaan linear dengan menunjukkan kebergunaan berbagai konsep dan aturan matematika dalam pemecahan masalah nyata. jalan!”.

dan akhirnya 1 langkah ke belakang. Banyak langkah selalu dinyatakan dengan bilangan bulat positif walaupun arahnya ke arah sumbu x negatif. Banyak langkah yang dijalani si anak merupakan konsep nilai mutlak. langkah pertama si anak sejauh 2 langkah ke depan (mengarah ke sumbu x positif).1 Seorang anak bermain lompat-lompatan di lapangan. Misalnya mundur 3 langkah dinyatakan dengan harga mutlak negatif 3 (|-3|). Sehingga banyak langkah anak tersebut adalah |2| + |-3| + |2| + |-1| + |-1| = 9 (9 langkah).2 Sketsa lompatan Dari gambar di atas. Dapatkah kamu membuat sketsa lompatan anak tersebut? b. Jadi. Perhatikan sketsa berikut: Ke belakang 1 langkah Ke depan 2 langkah Ke depan 2 langkah Ke belakang 3 langkah Ke belakang 1 langkah Gambar 2. kita dapat melihat pergerakan akhir si anak dari posisi awal adalah 1 langkah saja ke belakang (x = –1). kita misalkan bahwa x = 0 adalah posisi diam si anak. si anak melompat ke depan 2 langkah.Masalah-2. Anak panah yang pertama di atas garis bilangan menunjukkan. kemudian 3 langkah ke belakang. Permasalahan: a. kemudian 1 langkah ke belakang. bukan arahnya. Tentukanlah berapa langkah yang dijalani anak tersebut! Alternatif Penyelesaian Kita definisikan lompatan ke depan adalah searah dengan sumbu x positif. demikianlah seterusnya sampai akhirnya si anak berhenti pada langkah ke 5. Banyak langkah dapat dinyatakan dengan nilai mutlak dari sebuah bilangan bulat. dilanjutkan 2 langkah ke depan. Dari posisi diam. dengan demikian lompatan ke belakang adalah searah dengan sumbu x negatif. anak panah kedua menunjukkan 3 langkah si anak ke belakang (mengarah ke sumbu x negatif) dari posisi akhir langkah pertama. Matematika 49 . Tentukanlah berapa langkah posisi akhir anak tersebut dari posisi semula! c. karena kita hanya menghitung banyak langkah.

.4) (2. Kita lakukan beberapa percobaan perpindahan posisi sebagai berikut..y) –4 4 (–4..1 berikut. dapatkah kamu menarik sebuah kesimpulan tentang pengertian nilai mutlak tersebut? Jika x adalah variabel pengganti semua bilangan real.1) 0 0 (0. x –3 –2 –1 –3 –2 –1 0 0 1 1 2 2 3 3 4 4 |–x| = x |0| – 0 –x –x . jika x < 0 4 4 (4.. Perhatikan garis bilangan berikut.. kita melihat bahwa nilai mutlak akan bernilai positif atau nol.3 di atas. Nilai Non Negatif 0 2 3 5 Tabel 2..1 Nilai Mutlak Nilai Negatif –2 –3 –4 –5 Nilai Mutlak 2 3 4 5 0 2 3 5 Nilai Mutlak Dari ilustrasi dan tabel di atas. Definisi 2... kita tuliskan dengan x ∈ R.2 Pasangan Titik pada Fungsi f ( x) = x x y=f(x) (x.0) 1 1 (1..2) 50 Buku Guru Kelas X . dapatkah kamu menentukan nilai mutlak x tersebut? Perhatikan bahwa x elemen himpunan bilangan real.. . Dari contoh pada tabel tersebut. dapat diperoleh definisi nilai mutlak berikut. Tabel 2. kita akan mencoba menggambar grafik f ( x) =  − x Perhatikan beberapa titik yang mewakili grafik fungsi di atas. didefinisikan x =  − x jika jika x≥0 x<0 x Berikutnya. –1 0 1 2 ..2) –1 1 (–1.. –1 0 0 1 1 2 2 . Nilai mutlak adalah jarak antara bilangan itu dengan nol pada garis bilangan real. |3| = 3 |–3| = 3 |–2| = 2 –3 –2 –1 0 1 2 3 4 |x| = x –x .1 x Misalkan x bilangan real.1) 2 2 jika x ≥ 0 .3 Selang Nilai Mutlak Berdasarkan Gambar 2.Perhatikan Tabel 2. x x Gambar 2. –1 .4) –2 2 (–2.

mari kita bersama-sama menentukan grafik f ( x)  x  2 ..3 Grafik f ( x)  x  2 dari berbagai kemungkinan nilai bilangan riel.2) 1 .. Buatlah tabel untuk menunjukkan pasangan titik-titik yang mewakilimempelajari nilai mutlak dalam kehidupan sehari-hari..... Langkah 1. ♦ Meminta siswa melengkapi tabel yang ada pada buku siswa seperti yang tertera pada tabel di bawah ini. .. x langkah berikut. –1 . 0 2 (0...2) BUKU PEGANGAN SISWA 48 Matematika 51 ..4: Grafik y = ( ) | | Gambar 2. dengan langkah-langkah berikut. .3 Pasangan Titik pada Fungsi f ( x) = x − 2 x y (x... y) -3 5 (-3. Tabel 2. . Sekarang. 2 . 3 . Beri kesempatan pada siswa menganalisis masalah dan makna nilai mutlak Tabel 2.. y ( x. 3 . Ajukan kasus berikut untuk lebih mendalami grafik tersebut. y x Berdasarkan definisi dan gambar grafik di atas dapat kita simpulkan bahwa harga |x| Latihan 1 pada dasarnya menyatakan besar simpangan dari titik x = 0. . pada bidang koordinat Gambarkan grafik f ( x) =kartesius.y) –3 5 (–3. 0 2 (0. ......2) 1 . x − 2 yang menyatakan besar simpangan pada titik x = 2. ... materi. Sekarang. 4 2 (4. . . disajikan dalam koordinat kartesius sebagai berikut.... 4 2 (4.. -1 .. ....2) Contoh 2. dengan langkah-langkah berikut...4: Grafik y = f(x)=|x| ♦ Motivasi siswa secara internal melalui menunjukkan kebergunaan Langkah 1.. Selanjutnya minta siswa menggambarkan grafik fungsi f ( x) = x − 2 .5) –2 . 2 . mari kita buat grafik f ( x) = x − 2 .. Titik-titik yang kita peroleh pada tabel...1 tabel di atas! Lengkapilah Langkah 2. Letakkanlah titik – titik yang kamu peroleh pada tabel di atas... dengan langkah– Gambar 2.5) -2 ... .. Buatlah tabel untuk menunjukkan pasangan titik-titik yang mewakili grafik tersebut..

berdasarkan .Lengkapilah tabel di atas! Langkah 2. mari kita amati hubungan antara x dengan x 2 pada tabel berikut.5 Titik Grafik f(x) = |x–2| Langkah 3. x 3 2 1 0 1 2 3 3 2 1 1 x amati Selanjutnya. 2 2 Selanjutnya. Dapatkah kamu beri kesimpulan? x -3 -2 -1 0 3 f (1x) = x 2− p terhadap sumbu x.5 Hubungan x dan x Lihatlah penyimpangan grafik terhadap sumbu x. mari kita hubungan antara0|x| dengan 2 22 x x 3 pada tabel berikut.6 Titik Grafik f(x) = |x–2| Langkah 3. Letakkanlah titik-titik yang kamu peroleh pada Tabel 2. Lihatlah penyimpangan grafik terhadap sumbu x. dengan 52 Guru menjelaskan kepada siswa hubungan antara x2 Buku Guru Kelas X tabel di atas. Gambar 2. Latihan 2 Latihan 2. Hubungkanlah titik-titik yang sudah kamu letakkan di koordinat tersebut sesuai dengan urutan nilai x.1 Perhatikan gambar grafik dan grafik. y x Gambar 2.3 pada koordinat kartesius. Bagaimana dengan penyimpangan pada grafik 9 4 1 0 1 4 9 x untuk p bilangan real. Minta siswa menarik kesimpulan? Bagaimana dengan penyimpangan pada grafik f ( x)  x  p ? Perhatikan grafik f ( x) = x − 2 Tabel 2. Hubungkanlah titik – titik yang sudah kamu letakkan di bidang koordinat tersebut sesuai dengan urutan nilai x.

..000. .2 Dari definisi nilai mutlak yang kita berikan.00 lebih sedikit dari uang yang dia belanjakan hari Minggu...2 Andi dalam tiga hari berturut-turut membelanjakan uangnya untuk membeli 1 1 1 2 3 keperluan sekolah. Sementara uang yang dibelanjakan 1 1 1 2 3 pada hari Selasa hanya dari belanjaan hari Senin.. Matematika 53 .. .Tabel 2. Masalah-2. .. . jika Cobalah mendiskusikannya dengan temanmu! 2.. Sekarang dia masih memiliki 2 3 4 3 4 uang sisa belanjaan sebanyak Rp1. .000.00... jika . Persamaan Linear ♦ Orientasi siswa pada Masalah-1. .. Pada hari Senin. . Beri kesempatan pada siswa bertanya dan mengajukan ide-ide secara bebas dan terbuka. ... . dapatkah anda berikan pendefinisian berikut.2 berikut. dia membelanjakan uangnya Rp4.... Arahkan siswa belajar dalam kelompok! Beri bantuan bagi siswa atau kelompok yang mengalami masalah... Pada hari Minggu dia menghabiskan dari uang yang 2 3 4 3 4 dimilikinya.4 Hubungan |x| dan x x 2 x2 1 1 1 1 2 4 2 2 3 9 3 3 –3 9 3 3 –2 4 2 2 –1 1 1 1 0 0 0 0 |x| x2 Dapatkah kamu mengambil kesimpulan hubungan antara |x| dengan tabel di atas? x 2 berdasarkan Latihan 2..... ≥≥ ... jika ax ax ++ bb==  << jika .

000 (kalikan kedua ruas dengan 6).000  +  − 4.000 Dengan demikian uang Andi mula-mula adalah Rp 26. yaitu: Uang Andi = jumlah uang yang dibelanjakan + sisa uang sehingga penyelesaian permasalahan ini. 5 6 2 3 4 3 4 2 3 Belanja hari Senin = Rp4. apakah kamu dapat menentukan uang Andi sebelum dibelanjakan? Diketahui: 1 1 1 1 1 2 3 3 4 Belanja hari Minggu = × jumlah uangnya. 54 Buku Guru Kelas X .000 x x = + − 4. Misal banyak uang Andi = x Dari yang diketahui diperoleh 1 1 1 1 1 2 3 3 4 Belanja hari Minggu = x 5 6 2 3 4 3 4 2 3 1 1 1 1 1 2 3 3 4 Belanja hari Senin = x – 4000 5 6 2 3 4 3 4 2 3 1 x  Belanja hari Selasa =  − 4. • Tentukan berapa uang Andi sebelum dibelanjakan. Penyelesaian Marilah kita bersama-sama menyelesaikan permasalahan ini.Dapatkah kamu membuat model dari kasus permasalahan tersebut? Buatlah model tersebut.000 x = 26.000 + 6.000.000  3 2  Kita buat sebuah persamaan dari kasus ini. 1 1 1 1 1 2 3 3 4 Belanja hari Selasa = × belanja hari Senin.0 000 + − + 1. 2 2 6 3 6x = 3x + 3x – 24.000  + 1.00. 5 6 2 3 4 3 4 2 3 Ditanya: • Buatlah model matematika dari permasalahan di atas. adalah: x  x   1 x x =   +  − 4.000   3 2 2 2 x 4.000 = 7x – 26.000.00 lebih sedikit dari belanja hari Minggu.000 + x – 8.

terdapat sepasang manula yang tinggal di rumah tua. selisih umur mereka 3 tahun. Matematika 55 .♦ Rancang lembar aktivitas siswa dalam memecahkan masalah 2. tetapi mereka tidak pernah mengetahui tanggal lahirnya. yaitu 11 tahun sesudah proklamasi 1945. kakek dan nenek tersebut belum memiliki KTP. Mereka hanya mengingat bahwa saat menikah. Nenek berusia 20 tahun. ♦ Beri kesempatan pada siswa mencoba menyelesaikan kasus 4. Masalah-2. kemungkinan tahun lahir nenek dan kakek adalah 1936 dan 1933. Organisasikan siswa belajar dalam kelompok. Pada saat sensus penduduk awal tahun 2013. Saat itu nenek berusia 20 tahun. ujilah pemahaman siswa atas berbagai proses penyelesaian masalah.3. Jika sekarang awal tahun 2013 maka usia nenek adalah: N = (20 – 11) + (2013 – 1945) atau N = 77 tahun sehingga dengan K – N = 3 membuat K = 80 tahun. Dapatkah kamu membuat persamaan linear dari persoalan di atas? Dapatkah kita ketahui tahun lahir mereka? Diketahui: Umur kakek – umur nenek = 3 Misalkan: Umur kakek = K Umur nenek = N Tahun lahir kakek = TK Tahun lahir nenek = TN K – N = 3. Guru dapat memberikan bantuan ketika siswa mengalami masalah. Selanjutnya kita mendapatkan konsep mencari dugaan tahun lahir mereka dengan: Tahun lahir + Usia = Tahun sekarang sehingga dugaan tahun lahir mereka adalah: TN + 77 = 2013 atau TN = 1936 TK + 80 = 2013 atau TK = 1933 Dengan demikian. memberi kesempatan bertanya terhadap hambatan yang dialami. yaitu 11 tahun setelah proklamasi. berkeliling mencermati berbagai kesulitan yang dialami siswa. mengingatkan kembali pengetahuan yang telah dimiliki siswa. Untuk pembuatan KTP. Amatilah mereka bekerja. kakek dan nenek diminta data tanggal lahir mereka. Beri kesempatan pada siswa memikirkan penyelesaian masalah.3 Di sebuah desa. tetapi melalui contoh-contoh analogi. Berilah bantuan pada siswa yang mengalami kesulitan.

Misalkan umur ayah sekarang adalah x tahun. 2. 56 Buku Guru Kelas X . dapat dituliskan Umur ayah 4 tahun yang lalu 2/3 kali umur ayah pada c tahun yang akan datang. Sekarang. 1 Artinya: x = ( x − 7) + 27 5 3. umur ayah saat ini adalah 32 tahun. Model yang telah diperoleh. Diskusi Coba anda teliti kasus berikut! Dapatkah kamu menjawab dan memberi komentar. apakah kasus berikut logis? Umur Ayah 5 tahun yang lalu adalah 2/3 kali umurnya pada c tahun yang akan datang.Masalah-2. 2 atau x − 4 = ( x + c) 3 Umur ayah sekarang 27 tahun lebihnya dari 1/5 kali umurnya pada 7 tahun yang lalu. kita selesaikan sebagai berikut: 1 1 1 2 3 x – 4 = (x + c) ⇔ x = 2c + 12 (notasi ⇔ dibaca jika dan hanya jika) 2 3 4 3 4 1 x = (x + 7) + 27 5 ⇔ 4x – 128= 0 ⇔ x = 32 Kita substitusi x = 32 ke x = 2c + 12 Diperoleh 32 = 2c + 12 atau c = 10 Jadi. Sekarang. Apakah kamu dapat menentukan umur ayah saat ini? Tentukanlah nilai c pada kasus tersebut! Alternatif Penyelesaian 1. umur ayah adalah 6 tahun lebihnya dari 1/2 kali umurnya 7 tahun yang lalu. (c adalah bilangan bulat positif). umur ayah adalah 27 tahun lebihnya dari 1/5 umurnya pada 7 tahun yang lalu.4 Umur ayah 4 tahun yang lalu adalah 2/3 kali umur ayah pada c tahun yang akan datang. Berdasarkan informasi masalah di atas.

Ketiga permasalahan di atas adalah sebuah pemahaman konsep dari bentuk persamaan linear satu variabel dan dua variabel.2 Persamaan linear satu variabel adalah persamaan yang didefinisikan ax + b = 0 dengan a. dimana x. a dan b tidak keduanya nol. Definisi 2.y: variabel a : koefisien dari x b : koefisien dari y c : konstanta persamaan Contoh 2. y ∈ R. Secara induktif. b ∈ R. y) yang memenuhi persamaan tersebut? Matematika 57 .2 1.3 Persamaan linear dua variabel adalah persamaan yang didefinisikan ax + by + c = 0 dengan a. b ∈ R dan a ≠ 0. ♦ Arahkan siswa berdiskusi dengan temanya satu kelompok. Berapa banyak pasangan (x. dimana x : variabel a : koefisien dari x b : konstanta Definisi 2. dan meminta siswa mengisi tabel di atas untuk mendapatkan titik-titik yang dilalui grafik persamaan x – 4y = 12. sebagai berikut. untuk setiap x. bentuk umum dari persamaan linear satu variabel dan dua variabel. Gambarkanlah grafiknya! Penyelesaian Pertama-tama kita tentukan nilai x dan y yang memenuhi persamaan x – 4y = 12 dan kita buat pada tabel berikut. Diberikan persamaan linear x – 4y = 12.

y) tersebut.3 Diberikan persamaan linear y = 3x – 4. 2 3 4 3 4 Dari data pasangan titik sebagai anggota himpunan penyelesaian persamaan. 58 Buku Guru Kelas X .(13. yaitu 1 1 1 2 3 HP = {(0.(12.…. khususnya diketahui bahwa grafik x – 4y = 12 ini memotong sumbu x pada titik (12. untuk setiap x ∈ R.(16.1). –3). Gambar 2.}. ).–3) 12 0 (12.5 Pasangan titik (x.y) 0 –3 (0.y) yang memenuhi persamaan x – 4y = 12 adalah tak hingga banyaknya.5 dapat dinyatakan bahwa pasangan (x.y) untuk grafik x – 4y = 12 x y (x.0). Gambarlah grafik persamaan linear tersebut! Penyelesaian Pertama-tama kita tentukan nilai x dan y yang memenuhi persamaan y = 3x – 4 dan kita buat pada tabel berikut.Tabel 2. 0) serta memotong sumbu y pada titik (0.7 Grafik x – 4y = 12 Contoh 2. ) (16.0) 13 1 1 1 2 3 2 3 4 3 4 16 1 … … … … … … … … … 1 1 1 2 3 (13.–3). dapat kita gambarkan grafik x – 4y = 12 pada sumbu koordinat dengan menggunakan pasangan (x.1) 2 3 4 3 4 Dari data Tabel 2.

Gambar 2.0    . Himpunan penyelesaian persamaan linear ax + by = c adalah himpunan semua pasangan (x. –7) 0 –4 (0. –4) 4 3 0 4   3 .y) untuk grafik y = 3x – 4 x y (x.(–3. y) yang memenuhi persamaan y = 3x – 4 adalah tak hingga banyaknya. –4).6 dapat dinyatakan bahwa pasangan (x. Dari data Tabel 2. –16) –3 –13 (–3... dan c bilangan real dan a.–13) –2 –10 (–2. y) tersebut.–4).–13).4 Misalkan a.. … . y) yang memenuhi persamaan linear tersebut.(–1.(–2..}.-7).6 Pasangan titik (x. yaitu 4 HP = {(–4.–16).( . –10) –1 –7 (–1. Matematika 59 . 3 Dari data pasangan titik sebagai anggota himpunan penyelesaian. Selanjutnya kita gambarkan grafik y = 3x – 4 pada koordinat kartesius dengan menggunakan pasangan nilai (x.–10).y) –4 –16 (–4.0) ….8 Grafik y = 3x – 4 Definisi 2. b. b keduanya tidak nol.0) dan memotong 3 sumbu y pada titik (0. dapat 4 dikatakan bahwa grafik y = 3x – 4 memotong sumbu x pada titik ( .Tabel 2.(0.

tes ketrampilan.Diskusi Berdasarkan Definisi-2. seorang calon suster akan menjalani tes sebanyak 4 kali. Tentukan nilai terendah Tes Keterampilannya agar ia dapat diterima di rumah sakit tersebut. psikotes. Untuk dapat diterima sebagai suster di RS. 60 Buku Guru Kelas X . dan Tes Wawancara=85. Ahli kesehatan merilis informasi bahwa. Perhatikan grafik di bawah ini! 3. Dapatkah sebuah persamaan linear dua variabel tidak memiliki anggota himpunan penyelesaian? Beri contoh persamaannya! Uji Kompetensi 2.SEHAT.1 1. Windy adalah seorang calon suster yang telah mengikuti tes dengan hasil sebagai berikut: Tes Tertulis= 75. 1. tentukanlah persamaan linear yang memenuhi pasangan titik-titik tersebut. Seorang remaja mulai merokok 1 (satu) batang rokok perhari sejak umur 15 tahun. y = –5x 2 3 4 3 4 4. akibat menghisap satu batang rokok akan mengurangi waktu hidup seseorang selama 5.5 menit.3. Dari pasangan titik-titik yang diberikan. Berapa umur remaja tersebut yang berkurang sampai dia berumur 40 tahun? 2. berdiskusilah dengan temanmu satu kelompok untuk menjawab beberapa pertanyaan berikut. Total nilai tes tidak boleh kurang dari 793. Dapatkah sebuah persamaan linear dua variabel memiliki anggota himpunan penyelesaian adalah tepat satu atau penyelesaian tunggal? Beri contoh persamaanya! 2. Tentukanlah himpunan penyelesaian untuk setiap persamaan linear berikut ini! a. dan wawancara dengan perbandingan hasil tes berturut-turut adalah 4 : 3 : 2 : 1. Psikotes =78. Salah satu penyakit sosial remaja sekarang ini adalah merokok. y–4x–1=0 2 3 4 3 4 1 1 1 2 3 c. yaitu tes tertulis. 5x – 3y=7 1 1 1 2 3 b.

Selidiki apa implikasi dari kenyataan ini. Nilai I yang dimiliki setiap orang memiliki arti sebagai berikut. Matematika 61 . Misal. Berat pesawat di bumi 900 kg dan berat benda di bulan 1/6 dari berat benda di bumi. Tentukan berat maksimum astronot di bumi! 6. Seorang penderita diabetes sedang mengontrol berat badannya. Padahal. berapa berat badan maksimal supaya tergolong berat badan normal? b. Apakah ini berarti ada beberapa persamaan linear dua variabel berbeda yang melalui dua titik yang sama. tentukan batas tinggi badan agar digolongkan dalam katagori kelebihan berat badan. Jika tinggi badan orang tersebut 175 cm. dan h adalah tinggi badan (meter). Jika orang tersebut sudah memiliki berat badan 80 kg dan yang akan dikontrol adalah tinggi badan dengan melakukan suatu terapi tertentu. Ia menggunakan indeks berat badannya dengan rumus I = W/h². Buat laporan hasil kegiatanmu dan paparkan di depan kelas. • 25 < I berarti berat badan normal • 25 < I < 30 berarti kelebihan berat badan 30 < I < 35 berarti obesitas ringan • 35 < I < 40 berarti obesitas sedang • 40 < I berarti obesitas kronis a. Berat astronot dan pesawatnya ketika mendarat di bulan tidak boleh melebihi 200 kg. 7. persamaan linear dua variabel memiliki dua koefisien dan satu konstanta. Ataukah walaupun banyak. Gambarkanlah grafik g(x) = |2x–1| untuk 1 < x < 10! • Projek Perhatikan bahwa persamaan linear dua variabel dapat dibuat grafiknya asal diketahui dua titik yang dilaluinya. selidiki apakah hanya ada satu persamaan linear dua variabel yang melalui dua titik yang sama. semua persamaan linear dua variabel melalui dua titik yang sama sebenarnya adalah sama. dengan W adalah berat badan (kg).5.

Memunculkan keingintahuan siswa kebergunaan materi nilai mutlak dan persamaan linear terkait debit air. Kamu telah menerima pemahaman lewat pengamatan terhadap beberapa kasus pada nilai mutlak dan persamaan linear satu dan dua variabel. Masalah-2. Karena perubahan debit air tersebut bernilai q maka |x – p| = q. Perubahan debit pada cuaca tidak normal adalah sebesar q liter/detik. Kamu diharapkan mampu memahami aplikasi kedua konsep tersebut. Selanjutnya kamu akan menyelesaikan penerapan konsep nilai mutlak tersebut ke persamaan linier.9 Sungai Alternatif Penyelesaian Telah kamu ketahui bahwa penyimpangan dari suatu nilai tertentu dapat dinyatakan dengan harga mutlak. Jika debit air sungai tersebut adalah p liter/detik pada cuaca normal. Misalkan debit air sungai = x Simpangan x terhadap nilai pada cuaca normal = |x – p|. Sehingga diperoleh x = p + q atau x = p – q. Tunjukkanlah sketsa penurunan minimum dan peningkatan maksimum debit air sungai tersebut! Gambar 2. tampak jelas bahwa penurunan minimum debit air adalah (p – q) liter/detik dan peningkatan maksimum debit air adalah (p + q) liter/detik.5 Sungai Bengawan Solo sering meluap pada musim hujan dan kering dimusim kemarau. Dari sketsa di atas. Aplikasi Nilai Mutlak pada Persamaan Linear ♦ Motivasi siswa belajar nilai mutlak kaitannya dengan persamaan linier. 62 Buku Guru Kelas X .3.

I < A. Ayah lebih tua dari ibu A > I atau I < A c.6 Ayah Budi lebih muda dibanding pamannya tetapi lebih tua dari ibunya. Sehingga kesimpulan adalah paman lebih tua dibanding ayah. lowongan kerja mensyaratkan pelamar dengan batas usia tertentu. Umur bibi satu tahun lebih muda dari ayah B – 1 = A atau B < A Dengan mengamati pola di atas.4. dan batas berat bersih suatu kendaraan yang diperbolehkan oleh dinas angkutan umum. Pertidaksamaan Linear Dalam kehidupan sehari-hari. dan B < A. Umur bibi hanya satu tahun lebih tua dari umur ibu B + 1 = I atau B > I d. Contohnya. I < B. Budi berencana mengurutkan umur antara ayah. Sementara umur bibinya hanya satu tahun lebih tua dari umur ibunya tetapi satu tahun lebih muda dari umur ayahnya. diperoleh informasi sebagai berikut. yaitu A < P. dan bibi lebih tua dibanding ibu. a. Perhatikan masalah berikut! Masalah-2. ayah lebih tua dibanding bibi. ibu. Dapatkah kamu membantu Budi dalam mengatasi permasalahan tersebut? Alternatif Penyelesaian Pertama sekali didefinisikan variabel-variabelnya sebagai berikut: Umur ayah = A Umur ibu = I Umur paman = P Umur bibi = B Dari penjelasan permasalahan di atas. dan bibinya berdasarkan umur mereka yang lebih tua. Ayah lebih muda dibanding paman A<P b. Urutan umur mereka mulai dari tertua ke termuda adalah P > A > B > I. banyak kita jumpai kasus yang melibatkan pembatasan suatu hal. Matematika 63 . batas nilai cukup seorang pelajar agar dinyatakan lulus dari ujian. paman.

dan Pak Doni gemar memancing. 02) 2 ≤ 0. maka pola lintasan peluru yang mengarah ke objek diperkirakan memenuhi persamaan 2y – x – 0. Walaupun banyak ikan yang ditangkap Pak Anto dikali dua.66 = 0.05 dengan menggunakan kesetaraan x = x 2 Buku Guru Kelas X .35 = 0. Kecepatan angin dan hentakan senjata akan mempengaruhi pergerakan peluru Gambar 2. Mereka selalu memancing ikan di sungai setiap Sabtu. Dia berencana menembak obyek yang telah ditentukan di sebuah perbukitan.33) – (0. Jika x = 0 adalah posisi diam tentara tersebut.7 Seorang tentara melakukan latihan menembak di sebuah daerah kosong warga sipil.025x – 0.35 = 0.Diskusi Meminta siswa mendiskusikan masalah urutan berikut dengan menggunakan metodenya sendiri! Pak Anto. Sehingga diperoleh |(0.5x + 0. Berdasarkan cerita di atas.35)| ≤ 0.02| ≤ 0. hubungan antar variabel berdasarkan informasi yang ada.05 ⇔ |0. Suatu hari. setelah mereka selesai memancing.05 m oleh pengaruh-pengaruh perubahan arah tersebut? Alternatif Penyelesaian Lintasan peluru seharusnya 2y – x – 0. mereka menghitung banyak ikan yang mereka dapatkan masing-masing. Kenyataannya y – 0.05 ⇔ 64 (0. juga masih lebih sedikit dibanding dengan tangkapan Pak Yusuf dan Pak Doni. dan kesimpulan yang kamu ambil berdasarkan hubungan-hubungan tersebut.475x – 0.10 Tentara menembak sehingga kemung-kinan lintasan peluru dapat berubah menjadi y – 0. dapatkah kamu menentukan urutan mereka berdasarkan banyak ikan yang mereka tangkap? Dalam metode kasus dijelaskan variabel yang dipergunakan. Masalah-2.475x + 0. Pada jarak berapakah lintasan peluru akan menyimpang 0. Banyak ikan yang ditangkap Pak Anto ternyata lebih daripada banyak ikan yang ditangkap Pak Yusuf. Simpangan antara keduanya dapat dinyatakan sebagai selisih harga mutlak.66 = 0.475x – 0. Pak Yusuf. 025 x − 0.

⇔ (0,025x – 0,02)2 ≤ (0,05)2 ⇔ (0,025x – 0,02)2 – (0,05)2 ≤ 0 ⇔ [0,025x + 0,03][0,025x – 0,07] ≤ 0 Nilai pembuat nol adalah x = –1,2 atau x = 2,8 Selang nilai x yang membuat pertidaksamaan bernilai negatif adalah –1.2 ≤ x ≤ 2,8, tetapi karena x = 0 adalah posisi diam tentara atau posisi awal peluru, maka lintasan peluru haruslah pada interval x ≥ 0. Dengan demikian, interval –1,2 ≤ x ≤ 2,8 akan kita iriskan kembali dengan x ≥ 0 seperti berikut.

{x|0 ≤ x ≤ 2,8} Jadi, penyimpangan lintasan peluru akibat pengaruh kecepatan angin dan hentakan senjata sebesar 0,05 m terjadi sejauh 2,8 m dari posisi awal. Permasalah di atas dapat dinyatakan dengan grafik sebagai berikut.

Gambar 2.11 Lintasan Peluru

Dari Gambar 2,11, jelas kita lihat bahwa grafik lintasan peluru yang diprediksi mengalami penyimpangan (garis putus-putus). Penyimpangan sejauh 0,05 m akan terjadi sampai x = 2,8 m.

Matematika

65

Contoh 2.4
Selesaikanlah pertidaksamaan berikut dengan metode umum |2x + 1| ≥ |x –3|! Penyelesaian Langkah 1: Ingat bahwa x = x 2 sehingga: 2x + 1 ≥ x − 3 ⇔

( 2 x + 1) ≥ ( x − 3) 2 2 ⇔ ( 2 x + 1) ≥ ( x − 3)
2

2

⇔ 4 x2 + 4 x + 1 ≥ x2 − 6 x + 9 ⇔ 3 x 2 + 10 x − 8 ≥ 0 ⇔ ( 3x − 2 ) ( x + 4 ) ≥ 0

( bentuk kuadrat )

Langkah 2: Menentukan pembuat nol. x= 2 atau x = −4 3

Langkah 3: Letakkan pembuat nol dan tanda pada garis bilangan Langkah 4: Menentukan interval penyelesaian. Dalam hal ini, interval penyelesaian merupakan selang nilai x yang membuat pertidaksamaan bernilai positif, sesuai dengan tanda pertidaksamaan pada soal di atas. Dengan demikian arsiran pada interval di bawah ini adalah interval penyelesaian pertidaksamaan tersebut.

Langkah 5: Menuliskan kembali interval penyelesaian 2  HP =  x x ≤ −4 atau x ≥  3  Permasalahan di atas dapat diselidiki dengan memperlihatkan grafik y = |2x + 1| dan grafik y = |x + 3|, untuk setiap x ∈ R. Berdasarkan grafik pada Gambar 2.4, kita memperoleh grafik sebagai berikut. 66
Buku Guru Kelas X

f(x) = |2x + 1| f(x) = |x – 3|

1 1 1 2 3 2 3 4 3 4

Gambar 2.12 Grafik f(x) = |2x + 1| dan f(x) = |x + 3|

Pertidaksamaan |2x + 1| ≥ |x – 3| dapat dilihat sebagai grafik fungsi f(x) = |2x + 1| berada di atas grafik f(x) = |x – 3|. Dari Gambar 2.11 terlihat bahwa pernyataan itu 2   benar untuk nilai x dalam himpunan  x | x ≤ −4 atau x ≥ , x ∈ R  . Coba gambar 3   sendiri lanjutan kurvanya.

5. Aplikasi Nilai Mutlak pada Pertidaksamaan Linear Selanjutnya kita akan mengaplikasikan konsep nilai mutlak ke pertidaksamaan linier, dengan memahami dan meneliti kasus-kasus berikut.

Masalah-2.8
Seorang bayi lahir prematur di sebuah Rumah Sakit Ibu dan Anak dengan berat badan 2.200 gram. Untuk mengatur suhu tubuh bayi tetap stabil, maka harus diinkubator selama beberapa hari. Suhu inkubator harus dipertahankan berkisar antara 32OC hingga 35OC selama 2 hari. Ternyata jika berat badan berada pada interval BB: 2.100–2.500 gram, maka suhu inkubator yang harus dipertahankan adalah 34OC. Jika pengaruh Gambar 2.13 Inkubator suhu ruangan membuat suhu inkubator menyimpang sebesar 0.2OC maka hitunglah interval perubahan suhu inkubator!

Matematika

67

Alternatif Penyelesaian Pada kasus bayi ini, kita sudah mendapatkan data dan suhu inkubator yang harus dipertahankan selama 1–2 hari semenjak kelahiran adalah 34°C. Misalkan T adalah segala kemungkinan perubahan suhu inkubator akibat pengaruh suhu ruangan, dengan perubahan yang diharapkan sebesar 0.2OC, maka nilai mutlak suhu tersebut dapat kita modelkan, sebagai berikut: |T – 34OC| ≤ 0,2OC Kasus ini dapat kita selesaikan melalui cara berikut. Cara I. (Dengan mengamati sketsa)
0,2°C 0,2°C ... 33,8°C ... 33,9°C ... 34°C ... 34,1°C ... 34,2°C ... Gambar 2.14 Interval perubahan suhu

sehingga interval kenaikan suhu inkubator adalah interval T |33,8OC ≤ T ≤ 34,2OC}. Cara II. (Secara Aljabar) Dengan mengingat bahwa T = T 2 maka: |T – 34OC| ≤ 0,2OC ⇔ (T − 34∞ C) 2 ≤ 0.2∞ C (kuadratkan) O 2 O ⇔ (T – 34 C) ≤ (0,2 C)2 ⇔ (T – 34OC)2 – (0,2OC)2 ≤ 0 ⇔ [(T – 34OC) – (0,2OC)] [(T – 34OC) + (0,2OC)] ≤ 0 ⇔ [T – 34,2OC] [T – 33,8OC] ≤ 0 Nilai pembuat nol adalah T = 34,2OC atau T = 33,8OC
33,8°C 34,2°C

{T |33,8OC ≤ T ≤ 34,2OC}

68

Buku Guru Kelas X

Uji Kompetensi 2.2
Selesaikan soal-soal berikut. x 1. Sketsalah grafik y = − 2 + 6, un3 tuk setiap nilai x bilangan real dengan terlebih dahulu menampilkan pasangan titik-titik yang dilalui grafik tersebut.
x y (x,y) 3 7 (3,7) 4 ... ... 5 ... ... 6 6 (6,6) 7 ... ... 8 ... ... 9 7 (9,7) 10 ... ...

4. Buktikan: a. |a + b| ≤ |a| + |b| b. |a – b| ≤ |a| + |b| 5. Buktikan bahwa grafik persamaan linear dua variabel adalah garis lurus! 6. Gambarkanlah semua titik (x,y) pada bidang yang memenuhi |x + y| + |x – y| = 2. 7. Gambarkanlah himpunan penyelesaian ketaksamaan linear berikut ini, dalam bentuk diagram garis! a. 4 < |x + 2| + |x –1| < 5 b. |x – 2| ≤ |x +1| Pilihlah jawaban yang benar. x − 1 ax 8. Pertidaksamaan 2 x − a < + 2 3 mempunyai penyelesaian x > 5. Nilai a adalah ... (A) 2 (B) 3 (C) 4 (D) 5 (E) 6 9. Semua nilai x yang memenuhi 0 < |x – 3| ≤ 3 adalah ... (A) {x|0 < x < 3 atau 3 < x ≤ 6, x ∈ R} (B) {x|0 ≤ x < 3 atau 3 < x ≤ 6, x ∈ R} (C) {x|0 ≤ x ≤ 3 atau 3 < x ≤ 6, x ∈ R} (D) {x|0 ≤ x ≤ 3 atau 3 < x < 6, x ∈ R} (E) {x|0 < x < 3 atau 3 < x <6, x ∈ R}

2. Seekor burung camar laut terbang pada ketinggian 17 meter melihat ikan pada jarak 25 meter sehingga ia terbang menukik ke permukaan laut dan menyelam sejauh 3 meter dan langsung bergerak kembali ke permukaan dan langsung terbang kembali seperti gambar.

Jika kita asumsikan permukaan laut sebagai sumbu x maka fungsi pergerakan burung tersebut adalah f(x) = |x – a| + b dengan a, b, dan x adalah bilangan real. Tentukanlah nilai a dan b tersebut! 3. Buktikan: a. |x2| = x2 b. |x2 – 2x + 1| = x2 – 2x + 1 Petunjuk: x = x 2

Matematika

69

10. Himpunan penyelesaian dari |3x + 2| > 5 adalah ... 1 1 1 2 3 (A) {x|x < – atau x > 0, x ∈ R} 2 3 4 3 4 7 (B) {x|x< – atau x > 1, x ∈ R} 3 (C) {x|x < –1 atau x > 1, x ∈ R} 1 1 1 2 3 (D) {x|x < – atau x > 1, x ∈ R} 2 3 4 3 4 1 1 1 2 3 (E) {x|x < – atau x > 0, x ∈ R} 2 3 4 3 4

Projek
Dalam kehidupan sehari-hari terdapat banyak besaran-besaran yang nilainya dinyatakan dalam persamaan linear. Misalkan saja besar tagihan telepon terhadap pemakaian. • Dapatkan informasi tentang besaran-besaran yang nilainya dinyatakan dengan persamaan linear dan bagaimana bentuk persamaan linear tersebut. • Demikian juga dengan nilai mutlak. Ketelitian selalu dinyatakan dengan nilai mutlak, karena ketelitian tidak memperhatikan apakah penyimpangan pada nilai sebenarnya adalah positif atau negatif. Dengan kata lain, penyimpangan sebesar –0,05 adalah sama tidak telitinya dengan penyimpangan sebesar 0,05. • Dapatkan informasi tentang pengguanan nilai mutlak dalam kehidupan sehari-hari yang kamu jumpai. • Buat laporan tentang hasil pencarian dan pengkajianmu serta paparkan hasilnya di depan kelas. Akan lebih menarik apabila kamu juga membandingkan beberapa alternatif pembayaran yang ditawarkan oleh penyedia jasa (misalnya: telepon, listrik) untuk menentukan alternatif mana yang paling menguntungkan sesuai dengan penggunaan.

70

Buku Guru Kelas X

D. PENUTUP
Setelah kita membahas materi persamaan dan pertidaksamaan linear, maka dapat diambil berbagai simpulan sebagai acuan untuk mendalami materi yang sama pada jenjang yang lebih tinggi dan mempelajari bahasan berikutnya. Beberapa simpulan disajikan sebagai berikut. 1. Nilai mutlak dari sebuah bilangan adalah positif. Hal ini sama dengan akar dari

2.

3.

4.

5.

6.

0 sebuah bilangan selalu positif. Misal a ∈ R, maka a 2 = a = { −aa,, aa ≥ < 0 . Dengan demikian grafik fungsi nilai mutlak selalu berada di atas sumbu x. Persamaan dan pertidaksamaan linear dapat diperoleh dari persamaan atau fungsi nilai mutlak yang diberikan. Misalnya, jika diketahui |ax + b| = c, untuk a, b, c ∈ R, maka menurut definisi nilai mutlak diperoleh persamaan ax + b = c. Demikian juga untuk pertidaksamaan linear. Bentuk umum dari persamaan linear dinyatakan: a1x1 + a2x2 + a3x3 + ... + anxn = 0 dengan setiap koefisien dan variabelnya merupakan bilangan-bilangan real. Jika a2 = a3 = ... = an = 0, maka diperoleh persamaan linear satu variabel dan apabila a3 = a4 = ... = an = 0, maka diperoleh persamaan linear dua variabel. Pertidaksamaan linear adalah suatu kalimat terbuka yang menggunakan pertidaksamaan <, ≤, >, dan ≥. Misal a1x1 + a2x2 + a3x3 + ... + anxn > 0 dengan setiap koefisien dan variabelnya merupakan bilangan-bilangan real. Jika a2 = a3 = ... = an = 0, maka ditemukan pertidaksamaan linear satu variabel dan apabila a3 = a4 = ... = an =0, maka diperoleh pertidaksamaan linear dua variabel. Himpunan penyelesaian suatu persamaan dan pertidaksamaan linear adalah suatu himpunan yang anggotanya nilai variabel yang memenuhi persamaan atau pertidaksamaan tersebut. Banyak anggota himpunan penyelesaiannya sebuah persamaaan linear dapat (1) tepat satu, (2) lebih dari satu (berhingga atau tak berhingga banyak penyelesaian), atau (3) tidak punya penyelesaian. Grafik persamaan linear satu atau dua variabel adalah sebuah garis lurus yang mungkin memotong sumbu x dan sumbu y atau tidak memotong sumbu x tetapi memotong sumbu y atau hanya memotong sumbu y.

Konsep dan sifat-sifat persamaan dan pertidaksamaan linear telah kita temukan dan kita terapkan dalam penyelesaian masalah kehidupan dan penyelesaian masalah matematika. Penguasaan kamu terhadap berbagai konsep dan sifat-sifat persamaan dan pertidaksamaan linear adalah syarat perlu untuk mempelajari bahasan sistem persamaan linear dua variabel dan tiga variabel serta sistem pertidaksamaan linear dengan dua variabel. Kita akan temukan konsep dan berbagai sifat sistem persamaan
Matematika

71

linear dua dan tiga variabel melalui penyelesaian masalah nyata yang sangat bermanfaat bagi dunia kerja dan kehidupan kita. Persamaan dan pertidaksamaan linear memiliki himpunan penyelesaian demikian juga sistem persamaan dan pertidaksamaan linear. Pada bahasan sistem persamaan linear dua dan tiga variabel, kamu pelajari berbagai metode penyelesainya untuk menentukan himpunan penyelesaian sistem persamaan dan pertidaksamaan tersebut. Seluru konsep dan aturan-aturan yang kita temukan diaplikasikan dalam penyelesaian masalah yang menuntut kamu berpikir kreatif, tangguh menghadapi masalah, mengajukan ide-ide secara bebas dan terbuka, baik terhadap teman maupun terhadap guru.

72

Buku Guru Kelas X

Bab

Sistem Persamaan dan Pertidaksamaan Linear
A. KOMPETENSI DASAR DAN PENGALAMAN BELAJAR Kompetensi Dasar
Setelah mengikuti pembelajaran sistem persamaan dan pertidaksamaan linear, siswa mampu: 1. menghayati rasa percaya diri, motivasi internal dan sikap peduli lingkungan melalui kegiatan kemanusiaan dan bisnis dan dalam kehidupan sehari-hari; 2. memahami konsep sistem persamaan linear dua dan tiga variabel serta pertidaksamaan linear dua variabel dan mampu menerapkan berbagai strategi yang efektif dalam menentukan himpunan penyelesaiannya serta memeriksa kebenaran jawabannya dalam penyelesaian masalah matematika; 3. menggunakan SPLDV, SPLTV dan sistem pertidaksamaan linear dua variabel (SPtLDV) untuk menyajikan masalah kontekstual dan menjelaskan makna tiap besaran secara lisan maupun tulisan; 4. Membuat model matematika berupa SPLDV, SPLTV, dan SPtLDV dari situasi nyata dan matematika, serta menentukan jawab dan menganalisis model sekaligus jawabnya; 5. membuat model matematika berupa persamaan dan pertidaksamaan linear dua variabel yang melibatkan nilai mutlak dari situasi nyata dan matematika, serta menentukan jawab dan menganalisis model sekaligus jawabnya.

Pengalaman Belajar
Melalui pembelajaran materi sistem persamaan dan pertidaksamaan linear, siswa memperoleh pengalaman belajar: • menjelaskan karakteristik masalah otentik yang penyelesaiannya terkait dengan model matematika sebagai SPLDV atau SPLDV; • merancang model matematika dari sebuah permasalahan otentik yang merupakan SPLDV atau SPLDV; • menyelesaikan model matematika untuk memperoleh solusi permasalahan yang diberikan; • menginterpretasikan hasil penyelesaian masalah yang diberikan; • menemukan ciri-ciri SPLDV atau SPLDV dari model matematika; • menuliskan konsep SPLDV atau SPLDV berdasarkan ciri-ciri yang ditemukan dengan bahasanya sendiri.

• • • •

SPL SPLDV SPLTV Himpunan Penyelesaian

B. PETA KONSEP
B.

PETA KONSEP

Masalah Otentik

Persamaan

Persamaan Linear Sistem Persamaan Linear Sistem Persamaan Linear Dua Variabel (SPLDV)

Pertidaksamaan Linear Sistem Pertidaksamaan Linear Sistem Pertidaksamaan Linear Dua Variabel (SPtLDV)
Menentukan Daerah Penyelesaian

Grafik SPtLDV Eliminasi
Menentukan HP

Substitusi
Eliminasi & Substitusi

Metode Grafik Determinan Sistem Persamaan Linear Tiga Variabel (SPLTV) Eliminasi
Menentukan HP

Himpunan Penyelesaian SPLDV

Grafiik SPLDV

Substitusi Eliminasi & Substitusi Determinan

Himpunan Penyelesaian SPLTV

Buku Guru Kelas X BUKU PEGANGAN SISWA

74

74

C. MATERI PEMBELAJARAN
1. Menemukan Konsep Sistem Persamaan linear Dua Variabel Persamaan dan sistem persamaan linear dua variabel sudah kamu pelajari saat duduk di kelas VIII SMP. Pada saat ini kita perdalam kajian, pemahaman dan jangkauan pemikiran tentang konsep sistem persamaan linear dari apa yang kamu sudah miliki sebelumnya. Pola pikir dan cara belajar yang dituntut dalam mempelajari materi ini, kamu berupaya menemukan ide-ide, berpikir kritis dan kreatif dalam mencari strategi penyelesaian masalah dan mengungkapkannya, berdiskusi dengan teman, mengajukan pertanyaan kepada guru dan teman kelompok. Banyak permasalahan dalam kehidupan nyata yang menyatu dengan fakta dan lingkungan budaya kita terkait dengan sistem persamaan linear. Permasalahanpermasalahan tersebut kita jadikan bahan inspirasi dan menyusun model-model Matematika yang ditemukan dari proses penyelesaiannya. Model matematika tersebut, kita jadikan bahan abstraksi untuk membangun konsep sistem persamaan linear dan konsep sistem persamaan linear dua variabel.
♦ Untuk menemukan konsep sistem persamaan linear dua variabel, ajukan pada siswa Masalah-3.1, dan Masalah 3.2 secara berkelanjutan untuk dipecahkan. Upayakan siswa lebih dahulu berusaha memikirkan, bersusah payah mencari ide-ide, berdiskusi dalam kelompok, mencari pemecahan masalah di dalam kelompok. Guru boleh memberikan anak tangga pada siswa, tetapi upayakan mereka sendiri yang memanjatnya menuju tingkat pemahaman dan proses berpikir yang lebih tinggi. Dari beberapa model matematika berupa sistem persamaan linear yang diperoleh dari langkah pemecahan masalah, minta siswa secara individu maupun menuliskan ciri-ciri sistem persamaan linear dua variabel. Berdasarkan ciri-ciri tersebut meminta siswa menuliskan konsep sistem persamaan linear dua variabel dengan kata-katanya sendiri. Kemudian mendiskusikan hasilnya dengan teman satu kelompok.

Cermatilah masalah berikut!

Masalah-3.1
Kartu bergambar dapat dijadikan bahan inspirasi menemukan konsep dan aturan yang terkait dengan sistem persamaan linear melalui masalah yang dirancang.
Gambar 3.1 Kartu Bergambar

Anto bermain kartu Remi bersama temannya. Ketika mereka selesai bermain, Budi, adiknya Anto mengumpulkan kartu-kartu tersebut. Kemudian Ia asyik
Matematika

75

membangun rumah bertingkat yang diberi nama Rumah Kartu. Susunan kartu untuk setiap tingkatnya dapat dicermati pada gambar berikut.

Rumah Kartu 1 Tingkat

Rumah Kartu 2 Tingkat

Rumah Kartu 3 Tingkat

Rumah Kartu 4 Tingkat

Gambar 3.2 Rumah Kartu Bertingkat

Setelah Budi menyusun beberapa rumah kartu bertingkat, ia bertanya dalam pikirannya, bagaimana hubungan di antara banyak kartu dan banyak tingkat rumah. Berapa banyak kartu yang dibutuhkan untuk membangun rumah kartu 30 tingkat? Dapatkah kamu membantu Budi untuk menyelesaikan masalah tersebut? Sebelum kamu menyelesaikan masalah tersebut, kira-kira apakah tujuan masalah tersebut dipecahkan terkait materi? Pikirkan strategi apa yang kamu gunakan. Selesaikanlah masalah di atas. Agar pekerjaan kamu lebih efektif renungkan dan pikirkan beberapa pertanyaan berikut: 1) informasi apa saja yang kamu temukan dalam masalah tersebut? 2) konsep apa saja yang terkait untuk menemukan hubungan antara banyak tingkat rumah dan banyak kartu yang digunakan untuk setiap tingkatnya? 3) bagaimana strategi kamu menemukan hubungan antara banyak tingkat rumah dan banyak kartu bergambar yang digunakan? 4) misalkan t menyatakan banyak tingkat rumah dan k banyak kartu yang dipakai untuk setiap tingkat. Dapatkah kamu rumuskan aturan yang memasangkan banyak tingkat rumah dengan banyak kartu bergambar yang digunakan? 5) adakah kesulitan yang harus didiskusikan dengan teman atau bertanya kepada guru untuk menentukan hubungan antara t dan k? 6) apakah aturan pemasangan yang kamu rumuskan memenuhi situasi penyusunan kartu pada gambar di atas? 7) adakah sistem persamaan linear kamu temukan dari rumusan hubungan antara banyak kartu dan banyak tingkat? 8) dapatkah kamu menjawab permasalahan Budi? Berapa banyak kartu yang digunakan untuk membangun rumah kartu 30 tingkat?

76

Buku Guru Kelas X

Alternatif Penyelesaian Berdasarkan Gambar 3.2 di atas, diperoleh informasi sebagai berikut. Rumah kartu bertingkat 1 mengunakan kartu sebanyak 2 buah. Rumah kartu bertingkat 2 mengunakan kartu sebanyak 7 buah. Rumah kartu bertingkat 3 mengunakan kartu sebanyak 15 buah. Rumah kartu bertingkat 4 mengunakan kartu sebanyak 26 buah. Sehingga banyak tingkat dan banyak kartu dapat dikorespondensikan satu-satu membentuk suatu relasi sama dengan atau banyak kartu dapat dinyatakan dalam banyak tingkat rumah.
♦ Minta siswa menemukan aturan yang memasangkan banyak tingkat dengan banyak kartu. Diharapkan siswa melakukan hal berikut.

Banyak Tingkat Rumah (t) 1 2 3

Banyak Kartu (k) 2 7 15 26

Pola Banyak Kartu 1+1+0 4+2+1 9+3+3 16 + 4 + 6

4

♦ Arahkan siswa melihat pola, bahwa bilangan 1, 4, 9, 16 adalah kuadrat dari bilangan 1, 2, 3, 4 dan bilangan-bilangan 1, 2, 3, 4 adalah bilangan tingkat itu sendiri. Kemudian tanyakan pada siswa apakah bilangan 0, 1, 3, dan 6 dapat dinyatakan dalam t2 dan t. Diharapkan siswa menyatakan relasi berikut.

Misal x dan y adalah bilangan yang akan ditentukan sekaitkan dengan banyak kartu dan banyak tingkat rumah yang dinyatakan dalam persamaan berikut. k = x t2 + y t …………………………………………. (Persamaan-a)
♦ Untuk menentukan nilai x dan y, minta siswa mencermati kembali Gambar-3.2 di atas untuk mendapatkan dua persamaan linear dengan variabel x dan y yang saling terkait. Diharapkan siswa melakukan hal berikut:

Untuk t = 1 dan k = 2 diperoleh persamaan x + y = 2 Untuk t = 2 dan k = 7 diperoleh persamaan 4x + 2y = 7 Dengan demikian kita peroleh dua buah persamaan linear dua variabel, yaitu .....................(Persamaan-1)  x + y = 2......................................................  rsamaan-2) 4 x + 2 y = 7......................................................................(Per
Matematika

77

♦ Minta siswa mengingat kembali materi yang telah dipelajari sebelumnya di SMP tentang cara menentukan himpunan penyelesaian dua buah persamaan linear dengan berbagai metode (eliminasi, substitusi, eliminasi dan substitusi, serta metode grafik biarkan siswa yang menentukan cara apa yang mereka gunakan). Kemudian menyuruh siswa menentukan nilai x dan y. Diharapkan siswa memilih salah satu metode dan menggunakannya menentukan nilai variabel x dan y. Sebagai alternatif pilihan siswa adalah metode eliminasi.

Nilai x dan y dapat ditentukan sebagai berikut: x + y = 2 × 4 4x + 4y = 8 4x + 2y = 7 × 1 4x + 2y = 7 – 1 1 1 1 1 2 3 3 4 2y = 1 ⇒ y = 5 6 2 3 4 3 4 2 3 x + y = 2 × 2 2x + 2y = 4 4x + 2y = 7 × 1 4x + 2y = 7 – 1 1 1 1 1 2 3 3 4 –2x = –2 ⇒ x = 5 6 2 3 4 3 4 2 3  3 1   Diperoleh himpunan penyelesaiannya adalah  ,   .  2 2  
♦ Minta siswa mengevaluasi hasil yang diperoleh, apakah hasil yang diperoleh adalah solusi terbaik. Diharapkan siswa melakukan hal berikut.

k = xt 2 + yt 3 1 2 = (1) 2 + (1) (pernyataan benar) 3 2 2 x=  3 1 2  ⇒ 7 = (2) 2 + (2) (pernyataan benar) 1 2 2 y= 3 2 1 2  15 = (3) + (3) (pernyataan benar) 2 2 1 3 26 = (4) 2 + (4) (pernyataan benar) 2 2 Dapat disimpulkan, aturan pengaitan banyak tingkat dengan banyak kartu yang digunakan untuk membangun rumah kartu adalah k = xt2 + yt dengan nilai 1 1 1 1 1 2 3 31 41 1 1 1 2 3 3 4 konstanta x dan y adalah dan . 5 6 2 3 4 3 4 25 36 2 3 4 3 4 2 3 78
Buku Guru Kelas X

♦ Selanjutnya mita siswa menentukan banyak kartu yang digunakan membuat rumah kartu dengan 30 tingkat. Diharapkan siswa melakukan hal berikut.

1 1 1 1 1 1 1 2 1 3 1 3 1 14 1 21 3 13 1 4 1 2 1 3 1 3 1 4 1 2 3 3 4 Untuk t = 30, diperoleh k = t2 + t = (30)2 + (30) 5 6 2 3 5 4 6 3 2 4 3 2 54 3 6 32 43 2 4 3 5 3 6 4 2 2 3 3 4 3 4 2 3 1 1 1 1 1 2 3 3 4 k = (900) + 15 = 1365 5 6 2 3 4 3 4 2 3 Jadi, banyak kartu yang dibutuhkan membangun rumah kartu bertingkat 30 adalah 1365 buah kartu.

Perhatikan masalah berikut yang dirancang pada sebuah rumah adat salah satu suku di Indonesia.

Masalah-3.2
Atap rumah terbuat dari ijuk pohon aren (Nira). Perbandingan banyak ijuk yang digunakan untuk menutupi permukaan atap bagian bawah dengan permukaan atap bagian tengah adalah 7 : 4. Perbandingan tinggi permukaan atap bagian bawah dengan tinggi permukaan atap bagian tengah adalah 3 : 2. Coba tentukan berapa panjang alas penampang atap bagian bawah dan tengah.
Gambar 3.3 Rumah Adat

♦ Arahkan siswa memahami masalah, menggali informasi yang terkandung dalam masalah dan menginterpretasikan masalah dalam gambar dengan memperhatikan bentuk asli rumah Batak Karo pada gambar di atas. Katakan pada siswa, sebelum kamu memecahkan masalah, koordinasi pengetahuan dan keterampilan yang kamu sudah miliki untuk menemukan aturan-aturan, hubunganhubungan dan struktur-struktur yang belum diketahui. Pahamilah masalah di atas, artinya kamu tuliskan hal apa yang diketahui, apa yang ditanyakan, dan interpretasikan masalah dalam gambar. Beberapa pertanyaan yang perlu dipikirkan agar pekerjaan kamu lebih efektif. 1) Adakah konsep dan aturan matematika yang sudah dipelajari di SMP terkait dengan pemecahan masalah yang diberikan ? 2) Bagaimana menggunakan variabel untuk menyatakan masalah dalam matematika? 3) Perhatikan konsep apa yang melekat pada atap rumah bagian bawah dan tengah! 4) Apa yang dimaksud dua bangun dikatakan kongruen dan lakukan perbandingan panjang sisi-sisi kedua bangun tersebut untuk memperoleh persamaan tinggi penampang atap?

Matematika

79

5) Adakah sistem persamaan linear yang kamu temukan? 6) Bagaimana cara menentukan nilai variabel pada persamaan dengan menggunakan manipulasi aljabar dan metode yang kamu pelajari di SMP? 7) Berdasarkan nilai variabel yang kamu peroleh, dapatkah permasalahan di atas dijawab?

Alternatif Penyelesaian Diketahui: Perbandingan luas penampang atap bagian bawah dengan bagian tengah adalah 7 : 4. Perbandingan tinggi penampang atap bagian bawah dengan bagian tengah adalah 3 : 2. Ukuran garis puncak masing-masing atap adalah 4m Ditanya: a. Panjang alas penampang atap bagian bawah b. Panjang alas penampang atap bagian tengah Penyelesaian: Diharapkan siswa dapat mengilustrasikan masalah seperti gambar berikut.

♦ Menyuruh siswa memperhatikan konsep apa yang melekat pada penampang atap rumah adat tersebut.

Diharapkan siswa dapat mencermati trapesium ABCD dan melakukan hal berikut. Misalkan panjang AB = a1, ST = a2, dan DC = a3 = 4m Misal: Luas penampang atap bawah (ABCD) = L1 Luas penampang atap tengah (STCD) = L2 Karena penampang atap rumah berbentuk trapesium, maka 1 1 1 1 1 2 3 3 4 L = (AB + DC) × tinggi 5 16 2 3 4 3 4 2 3 1 1 1 1 1 2 3 3 4 L = × (a1 + a3) × t1 5 16 2 3 4 3 4 2 3 1 1 1 1 1 2 3 3 1 4 1 1 1 1 2 3 3 4 L2 = (ST + DC) × tinggi = × (a2 + a3) × t2 5 6 2 3 4 3 4 2 5 3 6 2 3 4 3 4 2 3 80

Buku Guru Kelas X

kita telah memperoleh dua persamaan linear dengan variabel a1 dan a2 yang saling terkait.. ♦ Arahkan siswa melakukan matematisasi dan manipulasi aljabar untuk mendapatkan model matematika berupa persamaan linear. 1 1 1 1 1 2 3 3 1 4 1 1 1 1 2 3 3 4 PB = (a1 – a3) dan SQ = (a2 – a3) 5 6 2 3 4 3 4 2 5 3 6 2 3 4 3 4 2 3 Karena trapesium ABCD dan trapesium STCD adalah sebangun maka a a− a3 3 3 a 4− 4 3 3 a − PBPB t1 t1 a1 − = = ⇒ 1 3 = = 1 1 = = SQSQ t2 t2a2 a −2a− a2 a −24− 4 2 2 3 a3 2 2 a1 − a3 3 a1 − 4 3 =⇒ = a2 − a3 2 a2 − 4 2 ⇒ 2a1 – 8 = 3a2 – 12 ⇒ 2a1 – 3a2 = – 4 ∴ 2a1 – 3a2 = – 4 ………………………………….Karena perbandingan banyak ijuk yang digunakan menutupi penampang atap bagian bawah dengan banyaknya ijuk yang digunakan menutupi atap bagian tengah adalah 7 : 4. dapat diartikan bahwa L1 : L2 = 7 : 4.(Persamaan-1) ♦ Minta siswa mengingat kembali apa yang dimaksud dua bangun dikatakan sebangun dan mencermati bahwa trapesium ABCD dan trapesium STCD adalah sebangun.…(Persamaan-2) Dengan demikian. yaitu: PB t1 = SQ t2 Matematika 81 . siswa diharapkan melakukan matematisasi dan menemukan persamaan linear dengan variabel a1 dan a2 dengan melakukan hal berikut. Dari hasil pengamatan tersebut. ( a1 + a3 ) t1 = 7 ( a2 + a3 ) t2 4 ( at +=a3 7 3 ( a1 + 4 ) 7 ( a1 + 4 ) 3 ) t1 a3 = 4m dan t1 : 1 : 2 =⇒ = 2 ( a2 + a3 ) t 2 4 2 ( a2 + 4 ) 4 ( a2 + 4 ) + a3 ) t1 7 3 ( a1 + 4 ) ( a1 7 7 ( a1 + 4 ) = =⇒ = ( a2 + a3 ) t 2 4 2 ( a2 + 4 ) 4 ( a2 + 4 ) 6 L1 : L2 = 7 : 4 ⇒ = 7 6 ⇒ 6a1 + 24 = 7a2 + 28 ⇒ 6a1 – 7a2 = 4 ∴ 6a1 – 7a2 = 4 ……………………………………….

............ eliminasi dan substitusi..... diperoleh a1 = 4 7 ⇒ 2  a2 +  − 3a2 = −4 6 6 4 −32 4 7 4 14 8 18 24 ⇒ a2 = − a2 + − a2 = − − a2 2  a2 +  − 3 4 2 + 6 6 6 6 6 6 6 6 6 −32 14 14 8 8 18 18 24 24 4 4 −32 = == −4 −4 a2a+ == − −⇒ − − a2a a2 2 + − − a2 2 66 66 66 66 66 66 ⇒ a2 = 8 a2 = 8 ⇒ a1 = 7 4 a2 + ⇒ 2a1– 3a2 = –4 6 6 ⇒ a1 = 10 7 4 56 4 60 a2 + = + = 6 6 6 6 6 Himpunan penyelesaian persamaan linear 6a1 – 7a2 = 4 dan 2a1 – 3a2 = – 4 adalah {(10.....8)}. dan 2.......(Persamaan-1) 6a1 − 7 a2 = 4..... Kemudian menyuruh siswa menentukan nilai a1 dan a2.. 82 Buku Guru Kelas X ........................ Diharapkan siswa memilih salah satu metode dan menggunakannya........ Dari Persamaan-1 diperoleh 7 4 6a1 – 7a2 = 4 ⇒ a1 = a2 + ……………………............................................. berdasarkan pengetahuan yang telah dimiliki sebelumnya di SMP......(Persamaan-3) 6 6 Subtitusikan persamaan-3 ke persamaan-2.. ♦ Menyuruh siswa menemukan sistem persamaan linear pada langkah pemecahan masalah-1.. Sebagai alternatif pilihan siswa adalah metode subtitusi. substitusi..... serta metode grafik biarkan siswa yang menentukan cara apa yang mereka gunakan) untuk menentukan himpunan penyelesaian dua buah persamaan linear ...(Persa ♦ Minta siswa mengingat kembali berbagai metode (eliminasi............. Dengan demikian diperoleh panjang alas penampang atap bagian bawah a1 = 10m dan panjang alas penampang atap bagian tengah a2 = 8m.  amaan-2)  2a1 − 3a2 = −4.. Diharapkan siswa menemukan 2 sistem persamaan linear berikut....

........ Dengan demikian diperoleh panjang alas penampang atap bagian bawah a1 = 10m dan panjang alas penampang atap bagian tengah a2 = 8m.....1 dan 3.........(Persamaan-1)  x + y = 2....(Per Dari pemecahan masalah-2 diperoleh sistem persamaan linear . Masih ingatkah kamu contoh sistem persamaan linear dua variabel ketika belajar di SMP..................(Persamaan-1) 6a1 − 7 a2 = 4... Matematika 83 .............1 dan 3.............  rsamaan-2) 4 x + 2 y = 7. suruh siswa menuliskan pengertian sistem persamaan linear dua variabel dengan kata-katanya sendiri dan hasilnya diskusikan secara klasikal............... Kemudian suruh siswa menemukan sistem persamaan linear dua variabel pada langkah pemecahan Masalah 3.............(Per Dari pemecahan masalah-2 diperoleh sistem persamaan linear ...........................2.........(Persamaan-1)  x + y = 2..... Diharapkan siswa mendapatkan dua sistem persamaan linear dua variabel berikut • • Dari pemecahan masalah-1 diperoleh sistem persamaan linear ................................................................................................8)}...................2.(Persamaan-1) 6a1 − 7 a2 = 4........ Dari hasil diskusi siswa secara klasikal ditetapkan............................................................................................................  rsamaan-2) 4 x + 2 y = 7............................... – Merupakan sistem persamaan linear ................ Himpunan penyelesaian persamaan linear 6a1 – 7a2 = 4 dan 2a1 – 3a2 = – 4 adalah {(10.................... – Memuat persamaan dengan dua variabel.......................................1 dan Masalah-3. Diharapkan siswa menuliskan ciri-ciri berikut...2.........................  amaan-2) 2a1 − 3a2 = −4........• • Dari pemecahan masalah-1 diperoleh sistem persamaan linear .. Berdasarkan ciri-ciri sistem persamaan linear di atas.... Ciri-ciri sistem persamaan linear dua variabel.............................(Persa ♦ Minta siswa mengingat kembali pengertian sistem persamaan linear dua variabel yang telah dipelajari di SMP dan mencermati kembali Persamaan-1 dan 2 pada langkah pemecahan Masalah 3.............  amaan-2) 2a1 − 3a2 = −4. Perhatikan kembali setiap langkah penyelesaian Masalah-3.....(Persa ♦ Guru meminta siswa menuliskan ciri-ciri sistem persamaan linear dua variabel secara individual dan mendiskusikan hasilnya secara kelompok...........

.. Sistem persamaan linear dua variabel merupakan sistem persaman linear ..... c1... ajukan contoh dan bukan contoh yang ada pada buku siswa. Definisi 3........... a1 dan b1 tidak keduanya 0. b1.... x......... b2......(Persamaan-1) a1 x + b1 y = c1 ...2 Sistem persamaan linear dua variabel (SPLDV) adalah suatu sistem persamaan linear dengan dua variabel..... y : variabel a1. Kemudian diskusikan hasilnya dengan temanmu secara klasikal... b2 : koefisien variabel y c1.. Definisi 3. Berikut ini... a2. ♦ Tuliskan secara individu definisi sistem persamaan linear dua variabel berdasarkan ciri-ciri yang ditemukan. Kedua persamaan ini tidak x y Buku Guru Kelas X .................. dengan koefisien-koefisien persamaan adalah bilangan real..... Bentuk umum sistem persamaan linear dengan dua variabel x dan y adalah ....1 Diberikan dua persamaan 84 1 1 + = 4 dan 2x + 3y = 2.............. a2 dan b2 tidak keduanya 0... c2 : konstanta persamaan ♦ Untuk lebih memahami definisi di atas.  samaan-2) a2 x + b2 y = c2 ...... dan c2 bilangan real......1 Sistem persamaan linear adalah himpunan beberapa persamaan linear yang saling terkait...... Minta siswa memberikan alasan....(Pers dengan a1....♦ Coba temukan contoh sistem persamaan linear dari setiap permasalahan yang merupakan sistem persamaan linear dua variabel...... a2 : koefisien variabel x b1....... apakah sistem persamaan yang diberikan termasuk contoh atau bukan contoh sistem persamaan linear dua variabel dan cermati pemahaman siswa melalui alasan-alasan yang diberikan.... ♦ Temukan ciri-ciri sistem persamaan linear tersebut dan diskusikan dengan temanmu secara klasikal......... didefinisikan sistem persamaan linear dua variabel..... Contoh 3...

. 21n + 4 tidak dapat disederhanakan. Pers-2 Dari Persamaan 1 dan 2 diperoleh s = –2 dan t = 3... (21n + 4)s + (14n + 3)t = 1 ⇒ 21ns + 14nt + 4s + 3t = 1 ⇒ 7n (3s + 2t) + (4s + 3t) = 1 Agar persamaan 7n (3s + 2t) + (4s + 3t) = 1 dipenuhi untuk setiap n..1 1 membentuk sistem persamaan linear dua variabel sebab persamaan + = 4 bukan x y 1 1 persamaan linear. Contoh 3... pecahan 21n + 4 tidak dapat disederhanakan. Masalah-3...3 Buktikan bahwa untuk setiap n... Pers-1 4s + 3t = 1 .. 14n + 3 ♦ Minta siswa mencoba sendiri untuk membuktikan masalah di atas... 21n + 4 tidak dapat disederhanakan.. maka akan ditun14n + 3 jukkan adanya bilangan bulat s dan t sehingga (21n + 4)s + (14n + 3)t = 1. Untuk lebih mendalami sistem persamaan linear di atas cermatilah masalah berikut... Jika persamaan + = 4 diselesaikan diperoleh persamaan x + y x y = 4xy tidak linear.. Kedua persamaan linear tersebut membentuk sistem persamaan linear dua variabel sebab kedua persamaan linear tersebut dapat dinyatakan dalam bentuk x + 0y = 3 dan 0x + y = –2 dan pemaknaan setiap variabel pada kedua persamaan adalah sama.2 Diberikan dua persamaan x = 3 dan y = –2. maka FPB dari (21n + 4) dan (14n +3 14n + 3 Karena FPB dari (21n + 4) dan (14n +3) adalah 1 maka ada bilangan bulat s dan t sedemikian hingga (21n + 4)s + (14n + 3)t = 1.. Matematika 85 .. maka 3s + 2t = 0 .. Untuk membuktikan pecahan Bukti: Pecahan adalah 1.

y = 0.0). Diberikan 3x + 5y = 0 dan 2x + 7y = 0. mari cermati contoh berikut. kedua persamaan memiliki suku konstan adalah nol dan grafik kedua persamaan berimpit. (–3. 2. Untuk mendalami pemahaman kamu. Definisi 3. Di samping itu. 2) dan termasuk (0.3 Sistem persamaan linear homogen merupakan sistem persamaan linear dengan suku konstan sama dengan nol dan memenuhi salah satu dari dua hal berikut: 1. Apabila sebuah SPLDV hanya memiliki penyelesaian x = 0 dan y = 0 disebut penyelesaian trivial. Sehingga diperoleh x + (σ – 3) (–σ + 3) x = 0 ⇒ x + (–σ2 + 6σ – 9) x = 0 ⇒ x = (σ2 – 6σ + 9) x 86 Buku Guru Kelas X . Sistem tersebut mempunyai tak terhingga banyak penyelesaian tak trivial selain penyelesaian trivial. yaitu. Sistem persamaan linear ini memiliki lebih dari satu penyelesaian. –2). Contoh 3.Selanjutnya perhatikan kedua sistem persamaan linear dua variabel berikut. misalnya. Kita subtitusikan persamaan y = – (σ – 3) x ke persamaan x + (σ – 3) y = 0. 1. untuk x = 0. (3.3 Untuk nilai σ apakah sistem persamaan (σ − 3) x + y = 0   x + (σ − 3) y = 0  mempunyai penyelesaian yang tak trivial? Penyelesaian (σ – 3) x + y = 0 ⇔ y = – (σ – 3) x. Sistem tersebut hanya mempunyai penyelesaian trivial. Sistem persamaan linear ini memiliki suku konstan adalah nol dan mempunyai penyelesaian tunggal. Apabila sebuah SPLDV mempunyai penyelesaian tidak semuanya nol dikatakan memiliki penyelesaian yang tak trivial. Diberikan 2x + 3y = 0 dan 4x + 6y = 0. Kedua sistem persamaan linear di atas adalah sistem persamaan linear yang homogen. 2.

Agar mempunyai penyelesaian tak trivial. xy + 5z = 4. atau memiliki tepat satu penyelesaian atau memiliki tak berhingga penyelesaian! Berapa banyak kartu persegi dan segitiga yang harus diambil dari tumpukan kartu agar jumlah gambar kerbau 33 dan jumlah gambar burung 100.1 1. y ∈ R dan 2x – 3z = 3. b. ♦ Coba uji nilai σ = 4 atau σ = 2 ke dalam persamaan. SOAL TANTANGAN 4. maka x ≠ 0. Jika perahu tersebut bergerak berlawanan dengan arah arus sungai dapat menempuh jarak 51km dalam 3 jam. Keseluruhan kartu dapat dipilah menjadi dua bagian menurut bentuknya. Jelaskan mengapa penyelesaian sebuah sistem persamaan linear (SPL) adalah salah satu dari tiga kemungkinan berikut: tidak punya penyelesaian. Sebuah perahu yang bergerak searah arus sungai dapat menempuh jarak 46km dalam 2 jam. Apakah benar sistem tersebut memiliki penyelesaian yang tak trivial. Sehingga diperoleh (σ2 – 6σ + 9) = 1 ⇒ σ2 – 6σ + 8 = 0 • Ingat makna a × b = 0 ⇒ (σ – 4)(σ – 2) = 0 ⇒ σ = 4 atau σ = 2 Agar sistem persamaan (σ – 3) x + y = 0 dan x + (σ – 3) y = 0 mempunyai penyelesaian yang tak trivial. Apakah persamaan-persamaan di bawah ini membentuk sistem persamaan linear dua variabel? Berikan alasan atas jawabanmu! a. Uji Kompetensi 3. Berapa kecepatan perahu dan kecepatan aliran air sungai? Matematika 87 . pastilah σ = 4 atau σ = 2. x – 3 = 0 dan y – 5 = 1. Satu jenis lagi berbentuk segitiga yang di dalamnya terdapat gambar seekor kerbau dan dua ekor burung. Angga anak Pak Purwoko memiliki setumpuk kartu. Satu jenis berbentuk persegi yang di dalamnya terdapat gambar seekor kerbau dan empat ekor burung. 3. Lihat gambar berikut! 2.

Kemudian SPLDV yang kamu peroleh diinterpretasikan hasilnya. ornamen-ornamen yang memiliki nilai estetika yang cukup tinggi.4 Ukiran patung dan ornamen 88 Buku Guru Kelas X . Gambar 3. Dengan cara yang analog kita akan menemukan konsep sistem persamaan linear tiga variabel melalui penyelesaian masalah-masalah nyata.Projek Cari sebuah SPLDV yang menyatakan pemodelan nyata yang kamu jumpai di lingkungan sekitarmu. Nenek moyang kita memiliki keahlian seni ukir (seni pahat). Mereka dapat membuat berbagai jenis patung. ia dibantu dua anaknya. Menemukan Konsep Sistem Persamaan linear Tiga Variabel Konsep persamaan linear dan sistem persamaan linear dua variabel sudah kamu temukan dari masalah yang bersumber dari fakta dan lingkungan budayamu. Dalam melakukan pekerjaannya. 2. yaitu Gede dan Putu yang sedang duduk di bangku sekolah SMK Jurusan Teknik Bangunan. Uraikan deskripsi pemodelan tersebut dan langkahlangkah yang kamu ambil untuk dapat menyatakan pemodelan tersebut dalam SPLDV. Buat dalam bentuk laporan dan paparkan di depan kelas. Pak Wayan memiliki keterampilan memahat patung yang diwarisi dari Kakeknya. Perbedaan sistem persamaan linear dua variabel dengan sistem persamaan linear tiga variabel terletak pada banyak variabel yang akan ditentukan nilainya. Sekarang cermati beberapa masalah yang diajukan.

Waktu yang dibutuhkan membuat patung dan ornamen: Pak Wayan dan Putu adalah 7 bulan Pak Wayan dan Gede adalah 6 bulan Putu dan Gede adalah 8 bulan Ditanya: a. Dapatkah pesanan ukiran diselesaikan.4 Suatu ketika Pak Wayan mendapat pesanan membuat 3 ukiran patung dan 1 ornamen rumah dari seorang turis asal Belanda dengan batas waktu pembuatan diberikan selama 5 bulan. mereka dapat menyelesaikan pesanan dalam waktu 6 bulan. Dapatkah waktu pesanan dipenuhi? ♦ Bantu siswa melakukan kegiatan matematisasi (kegiatan mengkoordinasi pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki untuk menemukan aturan-aturan. dan menggali informasi yang terkandung dalam masalah. Diharapkan siswa melakukan hal berikut. sesuai batas waktu yang diberikan? ♦ Arahkan siswa memahami masalah. hubungan-hubungan dan struktur-struktur yang belum diketahui). Pak Wayan dan Putu dapat menyelesaikan keempat jenis ukiran di atas dalam waktu 7 bulan. y. Jika Pak Wayan bekerja bersama Gede. Putu. 8 +8 = + = . Karena Putu dan Gede bekerja setelah pulang sekolah. mereka berdua membutuhkan waktu 8 bulan untuk menyelesaikan pesanan ukiran tersebut. masing-masing bagian pekerjaan. b. dan x zx y y z 2 8 Matematika 89 . 1⇒ . dan z. Alternatif Penyelesaian Diketahui: Pesanan pembuatan ukiran patung dan ornamen rumah dengan batas waktu 5 bulan. dan Gede. Putu.Masalah-3. dan Gede dengan waktu 1 1 1 1 1 1 1 x. Misalkan: Waktu yang dibutuhkan (bulan) Pak Wayan adalah x Waktu yang dibutuhkan (bulan) Putu adalah y Waktu yang dibutuhkan (bulan) Gede adalah z Berarti pekerjaan yang dapat diselesaikan Pak Wayan. Berapa lama waktu yang digunakan Pak Wayan. jika mereka bekerja sendiri-sendiri.

maka hal ini dapat dimaknai 1 1 1 1 1 8 + 8 = 1 ⇒ + = ……………………………. q. dan c di atas.+ q8 = = dan = 8 + 8= 1 + ⇒ 8 =. Karena Wayan dan Putu membutuhkan 7 bulan x y menyelesaikan pekerjaan.♦ Bila Pak Wayan dan Putu bekerja bersama dalam satu bulan dapat menyelesaikan 1 1  +  bagian pekerjaan.= = x zx x z zy z y y8 z z 8 8 • Tentukan nilai p. 2. b. maka hal ini dapat dimaknai 1 1 1 1 1 6 + 6 = 1 ⇒ + = ……………………………. Karena Wayan dan Gede membutuhkan 6 bulan x z menyelesaikan pekerjaan. Diharapkan siswa melakukan kegiatan berikut.1 + 1 ⇒ ⇒=r + + . dan c x y x zy z x y z diperoleh tiga persamaan linear yang saling terkait. (Persamaan-2) x z x z 6 ♦ Bila Putu dan Gede bekerja bersama dalam satu bulan dapat menyelesaikan 1 1  +  bagian pekerjaan. ♦ Arahkan siswa menemukan tiga buah persamaan linear yang saling terkait dari persamaan a. b. x y x z y zx y z 1 1 1 1 1 11 1 1 Mensubtitusikan pemisalan p = . dan r = . (Persamaan-3) y z y z 8 • Temukan tiga persamaan linear yang saling terkait dari persamaan-1. yaitu 1 1 1 p + q = ⇒ 7p + 7q = 1 ………………………………. dan 3 di atas! 1 11 1 1 11 1 1 11 1 1 1 1 • Miasalkan p8 =8 . dan r dengan memilih salah satu metode yang telah dipelajari sebelumnya! Sebagai alternatif pilihan adalah metode campuran eliminasi dan subtitusi. dan r = ke dalam persamaan-a. (Persamaan-1) 7 6 8 90 Buku Guru Kelas X . maka hal ini dapat dimaknai 1 1 1 1 1 7 + 7 = 1 ⇒ + = ……………………………. (Persamaan-1) x y x y 7 ♦ Bila Pak Wayan dan Gede bekerja bersama dalam satu bulan dapat menyelesaikan 1 1  +  bagian pekerjaan. q = . 1 1 1 1 1 11 1 1 Misalkan: p = . q = . Karena Putu dan Gede membutuhkan 8 bulan  y z menyelesaikan pekerjaan.

q dan r dengan memilih salah satu metode yang telah dipelajari sebelumnya.. Sebagai alternatif pilihan siswa adalah metode campuran eliminasi dan subtitusi. (Persamaan-1) Dengan menerapkan metode eliminasi pada persamaan-c dan 1 diperoleh 8q + 8r = 1 × 42 336q + 336r = 42 42q – 42r = –1 × 8 336q – 336r = –8 – Dari 672 r = 50 diperoleh r = r= 672r = 50 50 34 62 672 672 672 50 34 62 50 34 62 disubtitusikan ke persamaan 8q + 8r = 1 diperoleh q = 672 672 672 672 672 672 50 34 62 50 34 62 q= disubtitusikan ke persamaan 7p + 7q = 1 diperoleh p = 672 672 672 672 672 672 Sebelumnya telah kita misalkan 1 62 672 p = dan p = ⇒x= = 10. Dengan menerapkan metode eliminasi pada persamaan-a dan b diperoleh: 7p + 7q = 1 × 6 42p + 42q = 6 6p + 6r = 1 × 7 42p + 42r = 7 – 42q – 42r = –1 ∴ 42q – 42r = –1 ……………………………………………. (Persamaan-3) ♦ Minta siswa menentukan nilai p. (Persamaan-2) 8 ⇒ 8q + 8r = 1 ………………………………. 76 y 672 34 672 1 50 r = dan r = ⇒z= = 13. 44 z 672 50 Matematika 91 .1 1 p+r= 7 6 1 1 1 q+r= 7 6 8 1 ⇒ 6p + 6r = 1 ………………………………. 8 x 672 62 1 34 672 q = dan q = ⇒y= = 19.

dan coklat.♦ Ingatkan kembali siswa pada pengetahuan sebelumnya bahwa waktu yang dibutuhkan menyelesaikan pekerjaan adalah hasil bagi jarak (satu unit pesanan) yang ditempuh dengan kecepatan (keahlian dalam bekerja). Cermati masalah petani di daerah Toba berikut ini! Mata pencaharian rakyat di Daerah Tapanuli pada umumnya adalah sebagai petani padi dan palawija. 92 Buku Guru Kelas X . jika Pak Wayan dan kedua anaknya bekerja secara bersama-sama.6 bulan Karena waktu yang diberikan turis adalah 5 bulan. Diharapkan siswa melakukan kegiatan berikut Karena x. Keterkaitan dan kebergunaan Matematika (khususnya materi sistem persamaan linear ) untuk menyelesaikan masalah yang dialami para petani.76 bulan. maka ternyata pekerjaan (pesanan) tersebut dapat diterima dan dipenuhi.84 bulan. Sekarang mari kita angkat sebuah permasalahan yang dihadapi para petani padi di Kecamatan Porsea di Kabupaten Toba Samosir. Putu dan Gede menyelesaikan 1 set pesanan ukiran. Permasalahannya terkait pemakaian pupuk yang harganya cukup mahal. dan para pedagang dapat dicermati lebih jauh. Ketika kita menyelesaikan masalah-masalah tersebut menggunakan kerja matematika (coba-gagal. kita temukan konsep dan aturan-aturan Matematika secara formal. Selanjutnya bantu siswa mengevaluasi apakah pesanan dapat dipenuhi dengan batas waktu yang ditentukan. dan generalisasi). karet. dan z berturut-turut menyatakan waktu yang dibutuhkan Pak Wayan. karyawan perkebunan sawit. maka Pak Wayan dapat menyelesaikan sendiri pesanan dalam waktu 10. Putu dapat menyelesaikan sendiri pesanan dalam waktu 19. dan I Gede dapat menyelesaikan sendiri pesanan dalam waktu 13. jika mereka bekerja secara bersama-sama adalah 1 t = 34 50   62 + +   672 672   672 = 672 146 t = 4. y. waktu yang diperlukan Pak Wayan dan kedua anaknya untuk menyelesaikan 1 set pesanan ukiran patung dan ornamen. dan sebagai pedagang (khususnya yang tinggal di daerah wisata Danau Toba). matematisasi. Jadi. Jika bekerja secara individual. pemodelan masalah secara Matematika. karyawan. melakukan abstraksi.44 bulan. idealisasi.

..00. – Dana yang tersedia Rp4..00. x + y + z = 40 . Terdapat tiga jenis pupuk (Urea.00..000 …. – Banyak pupuk yang dibutuhkan 40 karung.. Berapa karung untuk setiap jenis pupuk yang harus dibeli Pak Panjaitan.….000.. Harga per karung setiap jenis pupuk adalah Rp75. (Persamaan-2) 750x + 120.000z = 4.00..00.000y + 150.000.. – Pemakaian pupuk Urea 2 kali lebih banyak dari pupuk SS. y dan z dengan memilih salah satu metode yang telah dipelajari sebelumnya.020.... dan Rp150. Diharapkan siswa melakukan kegiatan berikut.………………………………………. Harga per karung untuk setiap jenis pupuk Rp75.5 Pak Panjaitan memiliki dua hektar sawah yang ditanami padi dan sudah saatnya diberi pupuk.Masalah-3. Matematika 93 .000. Sementara dana yang disediakan Pak Panjaitan untuk membeli pupuk adalah Rp4. Alternatif Penyelesaian Diketahui: – Tiga jenis pupuk: Urea. SS.... TSP} yang harus digunakan agar hasil panen padi lebih maksimal..020.000. Gambar 3..00. Ditanya: Berapa karung untuk tiap-tiap jenis pupuk yang harus dibeli Pak Panjaitan? ♦ Bantu siswa melakukan kegiatan matematisasi (kegiatan mengkoordinasi pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki untuk menemukan aturan-aturan. TSP. Banyak pupuk yang dibutuhkan Pak Panjaitan sebanyak 40 karung. Misalkan: x adalah banyak pupuk Urea yang dibutuhkan (karung) y adalah banyak pupuk SS yang dibutuhkan (karung) z adalah banyak pupuk TSP yang dibutuhkan (karung) Berdasarkan informasi di atas diperoleh hubungan-hubungan sebagai berikut.. SS. Rp120. (Persamaan-3) ♦ Minta siswa menentukan nilai x.020.00..000.. Diharapkan siswa melakukan hal berikut.. Sebagai alternatif pilihan siswa adalah metode eliminasi dan subtitusi. (Persamaan-1) x = 2y ……………………………………………….000.5: Pematang sawah Pak Panjaitan dan Rp150.00.. Rp120.. Pemakaian pupuk Urea 2 kali banyaknya dari pupuk SS. hubungan-hubungan dan struktur-struktu yang belum diketahui)..000..000.

.....• Subtitusikan Persamaan-2 ke dalam Persamaan-1......000 y + 150..............5............4 diperoleh sistem persamaan linear ............ ♦ Minta siswa mengingat kembali pengertian sistem persamaan linear dua variabel yang telah dipelajari sebelumnya dan mencermati kembali Persamaan-1.......................  ...... (Persamaan-3)  Dari penyelesaian Masalah 3...............000 x + 120... sehingga diperoleh x = 2y dan 75x + 120y + 150z = 4........020 ⇒ 270y + 150z = 4................................................... (Persamaan-4) • Subtitusikan Persamaan-2 ke dalam Persamaan-3... 3y + z = 40 × 15 45y + 15z = 600 27y + 15z = 402 × 1 27y + 15z = 402 – 18y = 198 18y = 198 ⇒ y = 11 y = 11 dan x = 2y ⇒ x = 22 Dengan subtitusikan x = 22 dan y = 11 ke persamaan x + y + z = 40....... (Persamaan-3)  94 Buku Guru Kelas X • ....000....................... (Persamaan-2)  x = 2 y. 75.......................................................... 2 dan 3 pada langkah pemecahan Masalah 3.... Kemudian suruh siswa menemukan sistem persamaan linear tiga variabel pada langkah pemecahan Masalah 3... (Persamaan-1) 7 p + 7 q = 1... Dapat diinterpretasikan bahwa banyak pupuk yang harus dibeli Pak Panjaitan dengan uang yang tersedia adalah 22 sak pupuk Urea....4 dan 3...... terapkan metode eliminasi terhadap Persamaan-4 dan Persamaan-5...5....  ersamaan-2) 6 p + 6r = 1. dan 7 sak pupuk TSP... y = 11........... ....................... (Persamaan-1)  x + y + z = 40............... diperoleh z = 7..................... (Pe 8q + 8r = 1...............020....... sehingga diperoleh x = 2y dan x + y + z = 40 ⇒ 2y + y + z = 40 ∴ 3y + z = 40 ……………………………………….............…… (Persamaan-5) Untuk menentukan nilai y atau z. 11 sak pupuk SS....4 dan 3. Diharapkan siswa mendapatkan sistem persamaan linear tiga variabel berikut.............020 Sederhanakan persamaan sehingga diperoleh ∴ 27y + 15z = 402 …………………………. Dengan demikian nilai x = 22.........020 ⇒ 150y + 120y + 150z = 4. • Dari penyelesaian Masalah 3.... dan z = 7....000 z = 4.5 diperoleh sistem persamaan linier ..

........ 2p + 3q – r = 6.............3 Diberikan tiga persamaan 1 1 1 + + = 2 .......... x.... c1. d2.... Dari hasil diskusi siswa secara klasikal ditetapkan. y............. Berikan alasan.. a3 : koefisien variabel x b1............ a1.. c2.. dan p + 3q = 3....♦ Suruh siswa menuliskan ciri-ciri sistem persamaan linear tiga variabel secara individual dan mendiskusikan hasilnya dengan teman secara klasikal. b2.. a2....4 Sistem persamaan linear tiga variabel adalah suatu sistem persamaan linear dengan tiga variabel....... suruh siswa menuliskan pengertian sistem persamaan linear tiga variabel dengan katakatanya sendiri dan hasilnya diskusikan secara klasikal... b2.... apakah sistem persamaan yang diberikan termasuk contoh atau bukan contoh sistem persamaan linear dua variabel atau tiga variabel? Contoh 3.. x y z Matematika 95 .. b2........ pahami contoh dan bukan contoh berikut ini. z2. b3... d3 : konstanta persamaan ♦ Untuk lebih memahami definisi di atas...... (Persamaan-1) a1 x + b1 y + c1 z = d1 .. c3.. b1. b1. dan c1 tidak ketiganya 0. z : variabel a1.. z3 : koefisien variabel z d1. (Persamaan-2) a2 x + b2 y + c3 z = d 2 ..... a2. dan c2 tidak ketiganya 0.......... dan d3 bilangan real... – Merupakan sistem persamaan linear – Memuat tiga persamaan linear dengan tiga variabel • Berdasarkan ciri-ciri sistem persamaan linear tiga variabel di atas... b3. Diharapkan siswa menuliskan ciri-ciri berikut.  ... b3 : koefisien variabel y z1....... Ciri-ciri sistem persamaan linear tiga variabel.. dan a3...... Notasi: Bentuk umum sistem persamaan linear dengan tiga variabel x..... a x + b y + c z = d ...... d1................. y....... dan z adalah . Definisi 3................... a3...... (Persamaan-3) 3 3 3  3 dengan a1....... dan c3 tidak ketiganya 0...... d2. a2......

Sistem persamaan linear ini memiliki lebih dari satu penyelesaian. dan 2x – 3y – z = 8. Diberikan SPLTV 3x + 5y + z = 0. Contoh 3. Apabila penyelesaian suatu SPLTV tidak semuanya nol. Selanjutnya perhatikan beberapa sistem persamaan linear tiga variabel (SPLTV) berikut.4 Diberikan dua persamaan x = –2.Ketiga persamaan ini tidak membentuk sistem persamaan linear tiga variabel sebab 1 1 1 1 1 1 + = 2 bukan persamaan linier.0) dan termasuk (0. maka SPLTV itu disebut memiliki penyelesaian yang tak trivial. (3. maka SPLTV itu disebut memiliki penyelesaian trivial (x = y = z = 0). 2. SPLTV yang homogen memiliki dua kemungkinan. Sebuah SPLTV dengan semua konstanta sama dengan nol disebut SPLTV homogen. 96 Buku Guru Kelas X . Jika persamaan + + = 2 persamaan + x y z x y z diselesaikan diperoleh persamaan z(x + y) + xy = 2xyz yang tidak linier. Alasan kedua adalah variabel-variabelnya tidak saling terkait. yaitu untuk x = y = z = 0. maka SPLTV tersebut tidak homogen.0). yaitu memiliki penyelesaian yang trivial atau memiliki banyak penyelesaian nontrivial selain satu penyelesaian trivial. y. Bila salah satu konstantanya tidak nol. 2. Sistem persamaan linear ini memiliki suku konstan nol dan mempunyai penyelesaian tunggal. 0. misalnya. 1. dan x – 2y + z = 0. 2x + 7y + z = 0. (–3. 0). selain contoh di atas. z) = (0. Minta siswa mencoba menuliskan definisi SPLTV yang homogen dan berikan contohnya. Apabila suatu SPLTV memiliki himpunan penyelesaian (x. kedua persamaan memiliki suku konstan nol dan grafik kedua persamaan adalah berimpit. Ketiga persamaan linear tersebut membentuk sistem persamaan linear tiga variabel sebab ketiga persamaan linear tersebut dapat dinyatakan dalam bentuk x + 0 y + 0 z = −2   0x + y + 0z = 5  2x − 3y − z = 8   dan variabel-variabelnya saling terkait. y = 5.–2. Diberikan SPLTV 2x + 3y + 5z = 0 dan 4x + 6y + 10z = 0.0).0. Selain itu.

Diberikan tiga buah persamaan 1 1 1 1 3 3 1 1 3 3 1 1 7 7 3 3 1 1 1 1 Isilah lingkaran kosong pada + + + = =9 + + + = = .2 1. Jika penyelesaian dan tak berhingga panjang kepala ikan adalah 5 cm. banyak penyelesaian? berapa panjang keseluruhan ikan 6. 3. 2x + 5y – 2z = 7. dan + + + = =7 + + 9.Uji Kompetensi 3. Dapatkah kamu membentuk jumlah yang sama! sistem persamaan linear dari 5. y = 1. Apakah termasuk sistem kosong pada “bintang ajaib” dengan persamaan linear tiga variabel? sebuah bilangan sehingga bilanganBerikan alasan! bilangan pada satu garis memiliki b. Temukan bilangan-bilangan positif tersebut? yang memenuhi persamaan x + y + z = 9 dan x + 5y + 10z = 44! Matematika 97 . Diberikan sistem persamaan linear ketiga persamaan tersebut? berikut. dan x + 5z =8 2. Apakah persamaan-persamaan 4. + 7 x y y zz x y y zz 3 x y y zz “bintang ajaib” dengan sebuah x x 3 x bilangan sehingga bilangan-bilangan 1 3 1 7 3 1 1 = 9 + + = + + =7 pada satu garis memiliki jumlah x y z 3 x y z yang sama! Isilah lingkaran a. Seekor ikan mas memiliki ekor x+y+z=4 yang panjangnya sama dengan z=2 panjang kepalanya ditambah (t2 – 4)z = t – 2 seperlima panjang tubuhnya. Berapakah nilai t agar sistem tersebut Panjang tubuhnya empat perlima tidak memiliki penyelesaian. di bawah ini membentuk sistem persamaan linear tiga variabel? Berikan alasan atas jawabanmu! a. x – 2y + 3z = 0. 2x – 4y + 3z =3 b. satu dari panjang keseluruhan ikan.

Campuran beras ketiga terdiri dari 1 kg jenis B dan 1 kg jenis C dijual dengan harga Rp 6250. Campuran beras pertama terdiri dari 1 kg jenis A. Diberikan dua persamaan sebagai berikut: 7 a − 6b − 2c = 9  6a + 7b − 9c = −2 Tentukan nilai dari a2 + b2 – c2! 8. 98 Buku Guru Kelas X . Uraikan permasalahan tersebut dan langkah-langkah yang kamu lakukan untuk menyatakan dalam SPLTV. SOAL TANTANGAN Seorang penjual beras.00. Campuran beras kedua terdiri dari 2 kg jenis A dan 3 kg jenis B dijual dengan harga Rp 19.000. Buat laporan hasil kerja dan paparkan di depan kelas. Kemudian selesaikan SPLTV yang diperoleh dan interpretasikan hasilnya. 2 kg jenis B.00.7. Harga beras jenis mana yang paling mahal? Projek Cari sebuah SPLTV yang menyatakan permasalahan nyata yang kamu temui di lingkungan sekitarmu. dan 3 kg jenis C dijual dengan harga Rp19.00.500. mencampur tiga jenis beras.

Penggunaan yang lebih efektif dan efisien dari keempat metode tersebut dalam penyelesaian soal tergantung sistem persamaan linear yang diberikan. Matematika 99 . dan campuran ketiga metode tersebut.. Sekarang mari kita ulang kembali mempelajari metode-metode tersebut. (Persamaan-1) 4x + 2y = 7 . dan waktu yang tersedia. Mari kita terapkan langkah-langkah di atas. kamu telah mempelajari berbagai metode menentukan himpunan penyelesaian suatu sistem persamaan linear dua variabel (SPLDV). Diharapkan siswa melakukan hal berikut. SPLDV terbentuk dari dua persamaan linear yang saling terkait.... ♦ Menentukan titik-titik potong terhadap sumbu koordinat untuk Persamaan-1 x y x+y=2 0 2 2 0 Diperoleh titik-titik potong kurva x + y = 2 terhadap sumbu koordinat. situasi masalah.……………………………………………. ♦ Menyuruh siswa menggambarkan grafik Persamaan-1 dan Persamaan-2 menggunakan pengetahuan yang telah dimiliki sebelumnya pada bidang koordinat. Penyelesaian Sistem Persamaan Linear a. Pada langkah penyelesaian Masalah 3...……………………………………………. 1) Metode Grafik Berdasarkan Definisi 3.. yaitu titik (0. 0). metode eliminasi. 2) dan (2..2. Sebelumnya kamu telah ketahui bahwa grafik persamaan linear dua variabel berupa garis lurus. Di kelas VIII SMP.. (Persamaan-2) Bagaimana menggambar grafik Persamaan-1 dan 2 di atas untuk memperoleh sistem persamaan linear tersebut. Metodemetode tersebut antara lain: metode grafik... metode substitusi.3. Menentukan Himpunan Penyelesaian Sistem Persamaan linear Dua Variabel ♦ Minta siswa mengingat kembali berbagai metode yang digunakan untuk menentukan himpunan penyelesaian sistem persamaan linear dua variabel (SPLDV) yang telah dipelajari di SMP.1 telah diperoleh sistem persamaan linear dua variabel x + y = 2 .

2 4 Gambar 3. 2) ke titik (2. ).♦ Menentukan titik-titik potong terhadap sumbu koordinat untuk Persamaan-2 4x + 2y = 7 x y 0 7 7 4 2 7 7 4 2 0 Diperoleh titik-titik potong kurva 4x + 2y = 7 terhadap 7 77 7 sumbu koordinat. yaitu titik (0. 5 6 2 3 4 3 5 4 6 2 2 3 3 4 3 4 2 3 Sehingga himpunan penyelesaian sistem persamaan linear x + y = 2 dan 4x + 2y = 7  3 1   adalah  . 0).  2 2   2) Metode Eliminasi Metode eliminasi yang kamu kenal di SMP sudah kita terapkan terhadap SPLDV x + y = 2 dan 4x + 2y = 7 pada langkah penyelesaian Masalah-3. ) ke titik 2 4 7 7 ( .6 Grafik persamaan linear Berdasarkan gambar grafik x + y = 2 dan 4x + 2y = 7. Nilai x dan y dapat ditentukan sebagai berikut.1. yaitu titik ( . 0) dan dari titik (0. kedua garis lurus tersebut 1 1 1 1 1 2 1 3 1 3 1 4 1 1 2 3 3 4 berpotongan pada sebuah titik. 0). ) dan ( . 2 42 4 7 7 ♦ Menarik garis lurus dari titik (0.   . 100 Buku Guru Kelas X .

... a1 x + b1 y = c1 a2 x + b2 y = c2 × a2 × a1 a1 a2 x + a2b1 y = a2c1 a1 a2 x + a1b2 y = a1c2 (a2 c1 − a1c2 ) ...... Ingat...... hal ini dapat dilakukan jika koefisien a1..... a2...... Berdasarkan Definisi 3............ b1..........x + y = 2 × 4 4x + 4y = 8 4x + 2y = 7 × 1 4x + 2y = 7 – 1 1 1 1 1 2 3 3 4 2y = 1 ⇒ y = 5 6 2 3 4 3 4 2 3 x + y = 2 × 2 2x + 2y = 4 4x + 2y = 7 × 1 4x + 2y = 7 – 1 1 1 1 1 2 3 3 4 –2x = –3 ⇒ x = 5 6 2 3 4 3 4 2 3  3 1   Diperoleh himpunan penyelesaian kedua persamaan adalah  .  samaan-2) a2 x + b2 y = c2 ....  2 2   Sekarang mari kita pecahkan masalah berikut.... bentuk umum SPLDV x dan y adalah ..... Langkah-1: Lakukan eliminasi terhadap variabel x dari Persamaan-1 dan 2...... a2dan b2 tidak keduanya nol.... dan c2 bilangan real........ a1 dan b1 tidak keduanya nol.....(Pers dengan a1...   .. Berdasarkan bentuk umum sistem persamaan linear dua variabel................ b2...(Persamaan-1) a1 x + b1 y = c1 ............... bagaimana cara menentukan variabel sistem persamaan linear penyelesaiannya dengan metode eliminasi? ♦ Minta siswa menemukan himpunan penyelesaian SPLDV secara umum berdasarkan konsep dan bentuk umum sistem persamaan linear dua variabel yang telah ditemukan dengan mempedomani langkah penyelesaian metode eliminasi di atas....2.... c1...... dan a2 tidak nol.................. (a2b1 − a1b2 ) 101 – (a2b1 – a1b2) y = a2c1 – a1c2 (a2b1 – a1b2) y = a2c1 – a1c2 ⇒ y = Matematika .

. a1 dan b1 tidak keduanya nol.........2.a 2 b1 ) ( a2 b1 ....b 2 c1 ) = .........b2 c1 ) ( a2 c1 ... a2 dan b2 tidak keduanya nol.... hal ini dapat dilakukan jikan koefisien b1 dan b2 keduanya tidak nol..... dan b2 tidak keduanya nol......... c1. 102 Buku Guru Kelas X .. dan c2 bilangan real. dan a1.  samaan-2) a2 x + b2 y = c2 ....a1 c2 )   Himpunan penyelesaian adalah   (a b ..(Persamaan-1) a1 x + b1 y = c1 .. b1....... a2.. dan b1 tidak keduanya nol. a2......a b ) .. b2. bentuk umum sistem persamaan linear dengan dua variabel x dan y dinotasikan sebagai berikut.....a b )   ..b1c2 ) ( b1c2 ....... .........    ( b1 c2 . dan c2 bilangan real... a2...... b2..... 2 1 1 2     2 1 1 2 • Menyuruh siswa menunjukkan/menguji kebenaran bahwa pasangan berurutan (b c − b c ) (a2 c1 − a1c2 ) x = 1 2 2 1 dan y = merupakan solusi sistem persamaan (a2b1 − a1b2 ) (a2b1 − a1b2 ) linear dengan mengganti nilai x dan y pada persamaan a1 x + b1 y = c1 dan a2 x + b2 y = c2....... ( a1b2 . (a b ..... a1 x + b1 y = c1 a2 x + b2 y = c2 × b2 × b1 a1 b2 x + b1b2 y = b2c1 a2 b1 x + b1b2 y = b1c2 – (a1b2 – a2b1) x = b2c1 – b1c2 (a1b2 – a2b1) x = b2c1 – b1c2 ⇒ x = ( b2 c1 ......Langkah-2: Lakukan eliminasi terhadap variabel y dari Persamaan-1 dan 2 Ingat... 3) Metode Substitusi Berdasarkan Definisi 3........a1b2 ) Sistem persamaan linear dengan dua peubah x dan y adalah a1 x + b1 y = c1 a2 x + b2 y = c2 dengan a1..... c1.. b1..............(Pers dengan a1......

2 1 1 2    2 1 1 2  Sekarang mari kita pecahkan masalah berikut dengan mengikuti langkah metode substitusi di atas. Bagaimana menentukan himpunan penyelesaian sistem persamaan linear dua variabel dengan metode substitusi? ♦ Mengarahkan siswa menentukan himpunan penyelesaian sistem persamaan linear dua variabel secara umum berdasarkan konsep dan bentuk umum sistem persamaan linear dua variabel yang telah ditemukan dengan mempedomani langkah penyelesaian metode substitusi di atas. ( a2 c1 − a1c2 ) . (a b − a b )  .Dari Persamaan-1 diperoleh c b a1 x + b1 y = c1 dan a1 ≠ 0 ⇒ x = − 1 y + 1 a1 a1 c1 b1 x= − y+ subtitusi ke persamaan a2 x + b2 y = c2 dan diperoleh a1 a1 ⇒ − ⇒ − ⇒ b1 c y + 1 + b2 y = c2 a1 a1 a2b1 a c ab ac y+ 2 1 + 1 2 y= 1 2 a1 a1 a1 a1 (a1b2 − a2b1 ) (a c − a2 c1 ) y= 1 2 a1 a1 ⇒ y= (a c − a c ) c b y = 2 1 1 2 substitusi ke persamaan x = − 1 y + 1 dan diperoleh (a2b1 − a1b2 ) a1 a1 x=− c1a c1 b22b b1 ( a2 c1 − b1a c22c) a1c2 ) c1 b1 ( a1c2 − b1a c) a (1a (2ac (1a)2b1 − (1a )1 − a1b2 ) 1 − 11 2 − 2c a1c2 ) + c1 ⇒ x = ⇒ −a −c x=− b x= b 1 ( a2 c1 + 1 ( a1c2 + 2 c1 ) + c1 ( a2 b1 − a1b2 ) x =− a −− a a a1b2 ) b22b −1a b22b a1 (xa= a b22b a⇒ a )1 − a1b2 ) + a )1 − a1b (2a)2b+ )1 − 1 a 1 2 b1 a 1 (1 1 1 ( a2 b1 a 1 (1 a1(( a2b a a a 1 − a1b2 ) 1 ( a2 b1 − a1b2 ) 1 1 ( a2 b1 − a1b2 ) c)2 − b2 c1 ) c ( b1cx (2b 2 −b 1 1 b ⇒x= ⇒ = ( 1c2 − b2 c1 ) ⇒ x = a1b2 ) b22b ( a2b1 − a ((1a )1 − a2b 1 − a1b2 )    ( b1c2 − b2 c1 ) ( a2 c1 − a1c2 )   Dengan demikian himpunan penyelesaian adalah   (a b − a b ) . ( a2b1 − a1b2 ) Matematika 103 .

.a11b22 ) 1 c1 ( b1 b1b c2c− a − a1c2 ) c (1a(1a 2 b1 − a1b2 ) 2 c1 2 c1 ) b( a ca (a 1 2 .....a1c2 )    Dengan demikian himpunan penyelesaian adalah   (a b ..Alternatif Penyelesaian Berdasarkan Definisi 3......... b2.... dan b1 tidak keduanya nol...... 1 2  2 1  2 1 1 2   104 Buku Guru Kelas X . a2..2.. dan b2 tidak keduanya nol... ..a b ) ........ c1.. b1.....b2 c1 ) ( a2 c1 . bentuk umum sistem persamaan linear dengan dua variabel x dan y dinotasikan sebagai berikut.... (a b ........................... dan a1... Dari Persamaan-1 diperoleh a1x + b1y = c1 dan a1 ≠ 0 ⇒ x = − x =− c b1 y+ 1 a1 a1 c b1 y + 1 subtitusi ke persamaan a2x + b2y = c2 dan diperoleh a1 a1  b1b1 c1c1  a22 − +y b2= yc= c ++ +b ⇒ a  − yy 2 2 a1 a1 a1  2  a1 ⇒ − ⇒ ac a2b1 a c ac y+ 2 1 + 1 2 y= 2 3 a1 a1 a1 a1 (a1b2 − a2b1 ) (a c − a2 c1 ) y= 1 2 a1 a1 (a2 c1 − a1c2 ) (a2b1 − a1b2 ) a2c c1 − a1c c2 ) (a c b1 -a ( ) substitusi ke b1 +c1 1 dandi yy= ke persamaan persamaanx x= =−− dan diperoleh y = y perolah = ( a2 b1 − a1 b2 ) substitusi a1 aa1 a1 ( a22b11 ........a b )  ........... dan c2 bilangan real....................  ersamaan-2) a2 x + b2 y = c2 ....a2 c1 ) 1 ( a2 b1 − a1b2 ) 2 c1 .................. (Pe dengan a1. a2..... (Persamaan-1)  a1 x + b1 y = c1 ....a1c2 )+ 1 c1 ⇒ x = x ++ =− −a 1 a b x= + x ⇒ = a1b aa a2b1 − a1b2 ) a1 ( ) a1a1 2 b1 − a1b2 ) 1 (( a11( a2 aa ( a22b11 −− 1b2 ) 1 a2 b1 − a1b2 ) 1 ( a2 b1 − a1b2 ) ⇒ ⇒x x= = c ((b -b b22c b c22 − c 11 11)) b ((a -a a11b a b b ) 22 11 − 22) ⇒ y=   ( b1c2 .

... c1. Diharapkan siswa berkesimpulan hasilnya sama........... b2.. dan c2 bilangan real............... 4) Metode Eliminasi dan Substitusi Masalah-3......... (Pe dengan a1..♦ Menyuruh siswa membandingkan penentuan himpunan penyelesaian SPLDV melalui metode eliminasi dan substitusi................. (Persamaan-1)  a1 x + b1 y = c1 . a2 dan b2 tidak keduanya nol.... Berdasarkan Definisi 3. dan diperoleh (a2b1 − a1b2 )  ( a2 c1 − a1c2 )   ( a2 c1 − a1c2 )  a1 x + b1   (a b − a b )   = c1 ⇒ a1 x = c1 − b1   (a b − a b )    2 1 1 2   2 1 1 2  105 Matematika ..2...... a2................. a1 dan b1 tidak keduanya nol.9 Bagaimana menentukan himpunan penyelesaian sistem persamaan linear dua variabel dengan metode campuran eliminasi dan substitusi? ♦ Minta siswa menentukan himpunan penyelesaian SPLDV secara umum berdasarkan konsep dan bentuk umum sistem persamaan linear dua variabel yang telah ditemukan dengan metode campuran eliminasi dan substitusi....... bentuk umum SPLDV dengan variabel x dan y adalah ...................... Langkah-1: Lakukan eliminasi terhadap variabel x a1 x + b1 y = c1 × a2 a1 a2 x + a2b1 y = a2c1 a2 x + b2 y = c2 × a1 a1 a2 x + a1b2 y = a1c2 (a2 c1 − a1c2 ) ....  ersamaan-2)  a2 x + b2 y = c2 .......... (a2b1 − a1b2 ) – (a2b1 – a1b2) y = a2c1 – a1c2 (a2b1 – a1b2) y = a2c1 – a1c2 ⇒ y = Langkah-2: Lakukan substitusi nilai y terhadap salah satu persamaan (a c − a c ) y = 2 1 1 2 substitusi ke dalam Persamaan-1. a1 x + b1 y = c1............... b1...

Sekarang kita akan temukan penyelesaian sistem persamaan linear tiga variabel dengan metode Sarrus.   ( a2b1 − a1b2 ) ( a2b1 − a1b2 )     . Selanjutnya minta siswa memberi contoh SPLDV untuk tiga kasus. Menentukan Himpunan Penyelesaian Sistem Persamaan linear Tiga Variabel Perbedaan antara sistem persamaan linear dua variabel (SPLDV) dengan sistem persamaan linear tiga variabel (SPLTV) terletak pada banyak persamaan dan variabel yang digunakan. 106 Buku Guru Kelas X . Bagaimana menentukan himpunan penyelesaian sistem persamaan linear tiga variabel dengan metode Sarrus? ♦ Menyuruh siswa menentukan himpunan penyelesaian SPLTV secara umum berdasarkan konsep dan bentuk umum sistem persamaan linear dua variabel yang telah ditemukan dengan mempedomani langkah penyelesaian metode eliminasi di atas untuk menemukan metode Sarrus.⇒x= ⇒x= ( a2b1 − a1b2 )  ( a2 c1 − a1c2 )  + b1   (a b − a b )   a1 ( a2b1 − a1b2 )  2 1 1 2  ( b1c2 − b2 c1 ) c1 ( a2b1 − a1b2 ) Dengan demikian himpunan penyelesaian adalah     ( b1c2 − b2 c1 ) ( a2c1 − a1c2 )     . gambarkan grafiknya dalam sumbu kordinat dan tentukan penyelesaiannya. tentukan berapa kemungkinan penyelesaian suatu SPLDV. dan campuran eliminasi substitusi (kamu coba sendiri) untuk menentukan penyelesaian SPLTV adalah cara determinan. Buat laporan hasil kerja kelompokmu dan sajikan di depan kelas! b. Sehingga penentuan himpunan penyelesaian SPLTV dilakukan dengan cara atau metode yang sama dengan penentuan penyelesaian SPLDV. menggunakan invers matriks yang akan kamu pelajari di kelas XII. Cara lain yang dapat kamu gunakan selain metode eliminasi. Diskusi Minta siswa mendiskusikan kedudukan kedua garis dalam satu sumbu kordinat. kecuali dengan metode grafik. substitusi.

........... c3... dan c1 tidak ketiganya 0..(Persamaan-2) a2 x + b2 y + c2 z = d 2 .................. a2.................Berdasarkan Defenisi 3...... b3. b3.. dan c2 tidak ketiganya 0. b2.....(Persamaan-3) 3 3 3  3 dengan a1........ a x + b y + c z = d ..... a1...... dan a3..(Persamaan-1) a1 x + b1 y + c1 z = d1 . d1....……… (Persamaan-5) Langkah-3: Eliminasi variabel y dari Persamaan-4 dan Persamaan-5 (a2b1 – a1b2)y + (a2c1 – a1c2)z = a2d1 – a1d2 × (a3b1 – a1b3) (a3b1 – a1b3)y + (a3c1 – a1c3)z = a3d1 – a1d3 × (a2b1 – a1b2) Dari hasil perkalian koefisien variabel y pada Persamaan-4 terhadap Persamaan-5 dan hasil perkalian koefisien variabel y pada Persamaan-5 terhadap Persamaan-4 maka diperoleh (( a d − a d ) ( a b − a b ) − ( a d − a d ) ( a b − a b )) (( a c − a c ) ( a b − a b ) − ( a c − a c ) ( a b − a b )) (( a a b d − a a b d − a a b d ) − ( a a b d − a a b d − a a b d )) z= (( a a b c − a a b c − a a b c ) − ( a a b c − a a b c − a a b c )) (( a b d − a b d − a b d ) − ( a b d − a b d − a b d )) z= (( a b c − a b c − a b c ) − ( a b c − a b c − a b c )) Matematika ( a b d + a b d + a b d ) − (a b d + a b d + a b d ) ) ( z= ... dan d3 bilangan real..... c1...... b2.……......... bentuk umum sistem persamaan linear dengan tiga variabel x............. d2....………..................... (( a b c + a b c + a b c ) − ( a b c + a b c + a b c )) z= 2 1 2 1 2 1 2 3 1 1 3 3 1 1 3 2 1 1 2 3 1 1 3 3 1 1 3 2 1 2 1 1 3 2 1 2 3 1 1 3 1 2 1 2 1 2 1 1 2 3 1 3 2 1 1 2 1 3 1 1 3 1 2 1 2 3 1 1 1 2 3 1 3 2 1 2 1 3 1 2 1 3 1 3 2 3 1 3 1 2 2 1 2 1 2 3 3 2 1 1 3 1 2 3 1 2 1 2 3 3 2 1 2 1 3 3 2 1 1 3 2 1 3 1 2 3 3 1 2 2 3 1 2 3 1 3 2 1 1 3 2 2 1 3 1 2 3 3 2 2 107 ...... a2...4.................. b1..... b1. Langkah-1: Eliminasi variabel x dari Persamaan-1 dan Persamaan-2 a1x + b1y + c1z = d1 × a2 a1a2x + a2b1y + a2c1z = a2d1 a2x + b2y + c2z = d2 × a1 a1a2x + a1b2y + a1c2z = a1d2 – (a2b1 – a1b2)y + (a2c1 – a1c2)z = a2d1 – a1d2 (a2b1 – a1b2)y + (a2c1 – a1c2)z = a2d1 – a1d2 …............…… (Persamaan-4) Langkah-2: Eliminasi variabel x dari Persamaan-1 dan Persamaan-3 a1x + b1y + c1z = d1 × a3 a1a3x + a3b1y + a3c1z = a3d1 a3x + b3y + c3z = d3 × a1 a1a3x + a1b3y + a1c3z = a1d3 – (a3b1 – a1b3)y + (a3c1 – a1c3)z = a3d1 – a1d3 (a3b1 – a1b3)y + (a3c1 – a1c3)z = a3d1 – a1d3 …...................  ...... c2....... dan c3 tidak ketiganya 0............. dan z adalah ...... y.............. a3.....

a b c a b  2 2 • Lakukan pada pembilang dan penyebut. Diharapkan siswa. 108 Buku Guru Kelas X . d1 b1 x= c1 d1 b1 d 2 b2 d 3 b3 a1 b1 a 2 b2 a 3 b3 y= a1 d1 c1 a1 d1 a 2 d2 a 3 d3 a1 b1 a 2 b2 a 3 b3 d 2 b2 c2 d 3 b 3 c3 a1 b1 c1 a2 b 2 c 2 a3 b3 c3 a2 d 2 c 2 a3 d 3 c3 a1 b1 c1 a2 b 2 c 2 a3 b3 c3 Diskusi Perhatikan ciri penyelesaian untuk x. z= (( a b c + a b c + a b c ) − ( a b c + a b c + a b c )) z= 2 1 2 1 2 1 2 3 1 1 3 3 1 1 3 2 1 1 2 3 1 1 3 3 1 1 3 2 1 2 1 1 3 2 1 2 3 1 1 3 1 2 1 2 1 2 1 1 2 3 1 3 2 1 1 2 1 3 1 1 3 1 2 1 2 3 1 1 1 2 3 1 3 2 1 2 1 3 1 2 1 3 1 3 2 3 1 3 1 2 2 1 2 1 2 3 3 2 1 1 3 1 2 3 1 2 1 2 3 3 2 1 2 1 3 3 2 1 1 3 2 1 3 1 2 3 3 1 2 2 3 1 2 3 1 3 2 1 1 3 2 2 1 3 1 2 3 3 2 2 ♦ Bimbing siswa melakukan kegiatan matematisasi (mengkoordinasi pengetahuan dan keterampilan yang telah dimiliki siswa sebelumnya untuk menemukan aturan-aturan. Sebelum metode Sarrus digunakan. Sehingga memudahkan dalam mencari penyelesaian SPLTV.  2 2 2   a3 b3 c3 a3 b3   ♦ Meminta siswa menemukan pola secara analogi untuk memperoleh nilai variabel x dan y dengan mencermati cara penentuan nilai variabel z. hubungan-hubungan dan struktur-struktur yang belum diketahui).(( a d − a d ) ( a b − a b ) − ( a d − a d ) ( a b − a b )) (( a c − a c ) ( a b − a b ) − ( a c − a c ) ( a b − a b )) (( a a b d − a a b d − a a b d ) − ( a a b d − a a b d − a a b d )) z= (( a a b c − a a b c − a a b c ) − ( a a b c − a a b c − a a b c )) (( a b d − a b d − a b d ) − ( a b d − a b d − a b d )) z= (( a b c − a b c − a b c ) − ( a b c − a b c − a b c )) ( ( a b d + a b d + a b d ) − (a b d + a b d + a b d ) ) . dan z di atas. Nilai variabel z di atas dapat dinyatakan sebagai hasil perkalian koefisien-koefisien variabel x. SPLTV harus dibentuk dalam standar. y dan konstanta pada sistem persamaan linear yang diketahui.  a1 b1 d1 a1 b1   a b d a b  Petunjuk: 2 2 2  2 2 • Jumlahkan hasil perkalian bilangan-bilangan  a3 b3 d3 a3 b3    pada garis penuh dan hasilnya dikurangi dengan z= jumlah hasil perkalian bilangan-bilangan pada  a1 b1 c1 a1 b1  garis putus-putus. y. Ketiga ciri-ciri tersebut mudah diingat.

. dan semua konstanta berada pada ruas kanan.....….... (Persamaan-3) ♦ Meminta siswa menerapkan metode Sarrus untuk menentukan himpunan penyelesaian SPLTV tersebut dan membandingkannya dengan himpunan penyelesaian yang telah diperoleh sebelumnya.....Pada langkah penyelesaian Masalah 3......(Persamaan-2) 75 + 120y + 150z = 4... dan z.020 ……………………….. Diharapkan siswa melakukan kegiatan berikut. (Persamaan-2) 75 + 120y + 150z = 4.. Ingat untuk menggunakan metode Sarrus semua variabel harus pada ruas kiri... ♦ Bimbing siswa menerapkan metode Sarrus untuk menentukan nilai variabel x. y... (Persamaan-3 Berdasarkan SPLTV di atas diperoleh a1 = 1 a2 = 1 a3 = 75 b1 = 1 b2 = –2 b3 = 120 c1 = 1 c2 = 0 c3 = 150 d1 = 40 d2 = 0 d3 = 4020......... (Persamaan-1) x – 2y = 0 …………………………………………….…............... 40 0 4020 x= 1 1 75 1 -2 120 1 -2 120 1 0 150 1 0 150 40 1 0 -2 4020 120 ( −8040 + 0 + 0 ) − ( −12000 + 0 + 0 ) 3960 = = = 22 1 1 180 ( −150 + 0 + 150 ) − ( −300 + 0 + 120 ) 1800 1 -2 75 120 1 1 75 40 0 4020 ( 0 + 0 + 6000 ) − ( 0 + 0 + 4020 ) 1980 = = = 11 1 1 180 180 1 -2 75 120 1 109 -2 Matematika 120 ( −6000 + 0 + 4020 ) − ( −8040 + 4800 ) 1260 = =7 = 1 180 180 -2 120 1 40 1 1 0 0 75 4020 150 y= 1 1 1 1 -2 0 75 120 150 1 1 75 z= 1 1 75 1 40 -2 0 120 4020 1 1 -2 0 120 150 1 1 75 1 1 75 .. Untuk itu SPLTV di atas diubah menjadi x + y + z = 40 ………………………………………..... Diarahkan siswa melakukan hal berikut...... x + y + z = 40 ……………………………………….5 diperoleh sebuah sistem persamaan linear tiga variabel sebagai berikut........... (Persamaan-1) x = 2y …………………………………………….020 ………………………....................

Ciri-ciri himpunan penyelesaian suatu SPL – Suatu himpunan yang anggotanya pasangan terurut dari variabel-variabel persamaan (misal x. – Nilai variabel-variabel tersebut (misal x. Diharapkan siswa menuliskan ciri-ciri himpunan penyelesaian sebagai berikut. ♦ Minta siswa mengingat kembali pengetahuan tentang himpunan penyelesaian suatu sistem persamaan linear yang telah dipelajari di SMP dan memperhatikan himpunan penyelesaian sistem persamaan linear. Berdasarkan ciri-ciri himpunan penyelesaian SPL di atas. y.5 Penyelesaian sistem persamaan linear adalah nilai-nilai variabel yang memenuhi setiap persamaan linear pada sistem persamaan tersebut.1 40 1 0 75 4020 y= 1 1 1 -2 75 120 1 1 0 150 1 0 150 1 1 75 40 0 4020 ( 0 + 0 + 6000 ) − ( 0 + 0 + 4020 ) 1980 = = = 11 1 1 180 180 1 -2 75 120 1 40 1 -2 0 75 120 4020 z= 1 1 1 1 -2 0 75 120 150 1 1 1 -2 75 120 ( −6000 + 0 + 4020 ) − ( −8040 + 4800 ) 1260 = =7 = 1 1 180 180 1 -2 75 120 Berdasarkan hasil perhitungan di atas diperoleh himpunan penyelesaian SPLTV tersebut adalah H = {(22. dan z) memenuhi setiap persamaan pada SPL tersebut. Suruh siswa menuliskan ciri-ciri suatu himpunan merupakan himpunan penyelesaian SPL dan hasilnya diskusikan secara klasikal. Dari hasil diskusi siswa secara klasikal ditetapkan.6 Himpunan penyelesaian sistem persamaan linear adalah himpunan semua penyelesaian sistem persamaan linear.7)}. y. minta siswa menuliskan dengan kata-katanya sendiri pengertian himpunan penyelesaian SPL dan hasilnya diskusikan secara klasikal.11. Definisi 3. dan z). Ternyata hasilnya sama dengan himpunan penyelesaian yang diperoleh dengan metode eliminasi dan substitusi sebelumnya. 110 Buku Guru Kelas X . Definisi 3.

himpunan penyelesain sistem persamaan linear tersebut.7 Himpunan penyelesaian sistem persamaan linear dengan dua variabel adalah himpunan semua pasangan terurut (x.700 lensa yang dapat dihasilkan dalam satu minggu. Angka satuannya tiga lebih dari pada angka puluhan. Sebuah bilangan terdiri dari atas tiga angka yang jumlahnya 9. Jika angka ratusan dan angka puluhan ditukar letaknya. Sedangkan untuk SPLDV dan SPLTV.400 lensa yang dihasilkan dalam satu minggu. 3. Pengalaman Deni dan Ari pernah bersama-sama mengecat rumah yang serupa dalam 15 jam kerja. diperoleh bilangan yang sama. Jika hanya mesin A dan B bekerja. berturut-turut didefinisikan sebagai berikut. setelah itu Ari pergi karena ada suatu keperluan mendadak. y.8 Himpunan penyelesaian sistem persamaan linear dengan tiga variabel adalah himpunan semua triple terurut (x.3 1. Sebuah pabrik memiliki 3 buah mesin A. Uji Kompetensi 3. 5. Deni dan Ari. jika bekerja sendirian! 2. Tentukan bilangan tersebut! 3. Suatu hari. Joni dan Deni memerlukan tambahan waktu 8 jam kerja lagi untuk menyelesaikan pengecatan rumah. Definisi 3. 4. melainkan melalui metode grafik! 111 Matematika . Berapa banyak lensa yang dihasilkan oleh tiap-tiap mesin dalam satu minggu? 4. Jika ketiganya bekerja. ketiga tukang ini bekerja mengecat rumah serupa ini selama 4 jam kerja. Definisi 3. Tentukan waktu yang dibutuhkan masing-masing tukang. bekerja secara bersama-sama.200 lensa yang dapat dihasilkan dalam satu minggu. z) yang memenuhi setiap persamaan linear pada sistem persamaan tersebut. Joni. Tiga tukang cat. B. y) yang memenuhi setiap persamaan linear pada sistem persamaan tersebut. Tentukanlah himpunan penyelesaian setiap sistem persamaan linear berikut ini tanpa menggunakan cara aljabar. dan C. dapat mengecat eksterior (bagian luar) sebuah rumah dalam waktu 10 jam kerja. Jika hanya mesin A dan C yang bekerja.

Diberikan sistem persamaan linear tiga variabel. Tentukan bilangan pengganti simbol-simbol. dan = a.. c ≠ 0. Jumlah bilangan pada setiap baris terdapat di kolom kanan dan jumlah bilangan setiap kolom terdapat di baris bawah. Diketahui xy xz yz = c..! variabel. b ≠ 0. Perhatikan kedua grafik sistem persamaan linear di bawah ini! Y Y b) Jelaskanlah perbedaan himpunan penyelesaian grafik (i) dan (ii)! 7. a1x + b1y + c1z = d1 a2x + b2y + c2z = d2 a3x + b3y + c3z = d3 Tentukan syarat yang dipenuhi sistem supaya memiliki solusi tunggal. = b dan = Gambar (i) danx + (ii) merupakan y x+z y+z grafik sistem persamaan linear dua c ≠ 0. x–y=3 5x +3y = 9 ii. b. Tentukan nilai x = . xy xz yz = a. dan tidak memiliki solusi! 8. 2x – y = 0 7x + 2y = 11 iii. O (i) X garis linear 1 garis linear 2 O X garis linear 1 garis linear 2 (ii) Setiap simbol pada gambar di atas mewakili sebuah bilangan. 3x – 2y = 2 –x + 5y = 21 1 1 1 1 1 2 3 3 4 iv. i.. a1x + b1y = c1 a2x + b2y = c2 Mungkinkah sistem tersebut tidak memiliki himpunan penyelesaian? Jika ya. memiliki banyak solusi.. 4x – y = 8 5 6 2 3 4 3 4 2 3 12x + 7y = –4 5. tentukan syaratnya dan gambarkan! 6. Jika a + b + c = 0 dengan a. Kembali perhatikan sistem persamaan linear dua variabel. a1x + b1y = c1 10. a2x + b2y = c2 maka tentukan nilai a) Tentukan syarat yang dimiliki 2  1 1 1 1   1 1   sistem supaya memiliki grafik a  b + c  + b  c + a  + c  a + a         seperti gambar (i) dan (ii)! = . dengan a ≠ 0. = b dan = x+ y x+z y+z 9.! 112 Buku Guru Kelas X .

dan =– . jika mereka Hitunglah (a – b)c. dan c memenuhi pekerjaan 25ab 1 15bc 5ac 1 itu. bekerja sendiri-sendiri? 12. maka akan selesai persamaan-persamaan berikut waktu a + b 2 b + dalam c a+c 3 8 jam. 13. Jika Trisna bersama kakeknya bekerja bersamasama. tentukanlah himpunan penyelesaian melalui grafik setiap sistem persamaan berikut ini! i. Bilangan kedua sama dengan enam kali bilangan pertama setelah dikurangi satu.Jika Ayah dan kakek menyelesaikan 11. = . Berapa waktu 25ab 1 25 15ab bc 25ab 1 5ac 1 15bc 15 1 bc5ac 5ac 1 1 yang diperlukan Trisna. Bilangan kedua juga sama dengan bilangan pertama dikuadratkan dan ditambah tiga. b. mereka dapat menyelesaikan pekerjaan itu dalam waktu 6 jam. dan Kakek untuk menyelesaikan a+b 2 a b+ + ab c+ b 2 a +2 bc+bc 3+ c a +ac+ c 3 3 panenan tersebut. 4x + y = 6 3x +2y = 10 Trisna bersama dengan Ayah dan Kakek sedang memanen tomat di ladang mereka. Ayah. 14 Dengan menggunakan kertas berpetak. = –1. Nilai-nilai a. Pekerjaan memanen tomat itu dapat diselesaikan mereka dalam waktu 4 jam. Matematika 113 . Diberi dua bilangan. Temukanlah bilangan tersebut. 3x + 2y = 9 x + 3y = 10 ii.

Setelah dia berkonsultasi dengan arsitek (perancang bangunan). (2) Dari kedua keterbatasan di atas. ternyata untuk membangun rumah tipe A dibutuhkan tanah seluas 100 m2 dan untuk membangun rumah tipe B dibutuhkan tanah seluas 75 m2. dan 2) gambarkanlah daerah penyelesaian pada bidang kartesius berdasarkan batasan-batasan yang telah diuraikan.1000.4. maka y = 125 – x y = 125 – 25 = 100 114 Buku Guru Kelas X . 4x + 3y = 400  × 1 → 4x + 3y = 400 x + y = 125  × 3 → 3x + 3y = 375 – x = 25 untuk x = 1. Karena dana yang dimilikinya terbatas.000 m2. Sistem Pertidaksamaan linear Dua Variabel Masalah-3. maka banyak rumah yang direncanakan akan dibangun paling banyak 125 unit. Jika kamu adalah arsitek Pak Rendi maka: 1) bantulah Pak Rendi menentukan berapa banyak rumah tipe A dan tipe B yang dapat dibangun sesuai dengan kondisi luas tanah yang ada dan jumlah rumah yang akan dibangun.(1) b) Jumlah rumah yang akan dibangun x + y ≤ 125…………………………………………………………. Alternatif Penyelesaian Misalkan: x : banyak rumah tipe A yang akan dibangun y : banyak rumah tipe B yang akan dibangun 1) Banyak rumah tipe A dan tipe B yang dapat dibangun a) Keterbatasan yang dimiliki Pak Rendi adalah: Luas tanah yang diperlukan untuk membangun rumah tipe A dan tipe B di atas tanah seluas 10. pertidaksamaan ini disederhanakan menjadi: 4x + 3y ≤ 400 ……………………………………………………….11 Pak Rendi berencana membangun 2 tipe rumah.000m2 ditentukan oleh pertidaksamaan: 100x + 75y ≤ 10. yaitu. tipe A dan tipe B di atas sebidang tanah seluas 10. (pertidaksamaan 1 dan pertidaksamaan 2) banyak rumah tipe A dan tipe B yang dapat dibangun dihitung dengan menggunakan konsep sistem persamaan linear dua variabel seperti berikut.

Langkah 2 Menentukan daerah penyelesaian pertidaksamaan 4x + 3y ≤ 400 dan x + y ≤ 125. Maka garis 4x + 3y = 400 memotong sumbu y di titik (0. 4 jika x = 0. terlebih dahulu kita cari titik potong dengan sumbu x yang terjadi jika y = 0 dan titik potong dengan sumbu y yang terjadi jika x = 0. 2) Grafik daerah penyelesaian pada diagram kartesius Untuk menggambar daerah penyelesaian pada diagram kartesius dilakukan langkah-langkah sebagai berikut. Pak Rendi dapat membangun rumah tipe A sebanyak 25 unit.y) pada salah satu daerah. ♦ Organisasikan siswa dalam kelompok belajar dalam memecahkan masalah. Jika pertidaksamaan tersebut bernilai benar maka daerah yang memuat titik P(x. Agar kita mudah menggambar garis ini. 0). 400 Untuk garis 4x + 3y = 400.3) dan memotong sumbu y di titik (100. dengan cara mengambil sebarang titik misal P(x. jika bernilai salah maka daerah tersebut bukan daerah penyelesaian pertidaksamaan 4x + 3y ≤ 400. Langkah 1 Menggambar garis dengan persamaan 4x + 3y = 400 dan garis x + y = 125. 133. dan rumah tipe B sebanyak 100 unit.125) dan memotong sumbu x di titik (125. jika y = 0 maka x = = 100. Dengan cara yang sama maka daerah penyelesaian pertidaksamaan x + y ≤ 125 juga dapat diketahui. 0). Matematika 115 . Hal ini berarti: dengan keterbatasan yang ada. bagaimana caranya untuk mencari banyak rumah tipe A dan tipe B yang dapat dibangun selain yang sudah kita temukan di atas sesuai dengan keterbatasan yang ada. Selanjutnya menyelidiki daerah mana yang menjadi daerah penyelesaian dari pertidaksamaan 4x + 3y ≤ 400.3. Diskusikanlah dengan teman-temanmu.y) merupakan daerah penyelesaiannya. Jika garis 4x + 3y = 400 digambar pada diagram kartesius maka garis tersebut akan membagi dua daerah. Daerah penyelesaian pertidaksamaan 4x + 3y ≤ 400. kemudian mensubstitusikan titik tersebut ke pertidaksamaan 4x + 3y ≤ 400. jika y = 0 maka x = 125 jika x = 0 maka y = 125 Maka gari x + y = 125 memotong sumbu y di titik (0. Untuk garis x + y = 125. maka y = 133. yaitu daerah 4x + 3y < 400 dan daerah 4x + 3y > 400.

Titik P adalah perpotongan dari garis x + 3y = 6 dan 3x + y = a. Mempelajari sistem pertidaksamaan linear dua variabel berguna untuk menentukan nilai maksimum suatu fungsi dengan domain suatu himpunan tertentu. x + 3y ≤ 6.y) = x + y adalah m = –1. Mengingat gradien dari f(x. x ≥ 0. 8 8 116 Buku Guru Kelas X . Perhatikan contoh berikut! Apakah kita perlu membatasi nilai x > 0 dan nilai y > 0? Mengapa? Berikan penjelasanmu. Setelah langkah 1.5 Jika nilai maksimum f(x. maka daerah penyelesaian sistem pertidaksamaan digambarkan sebagai berikut. Dari Gambar 3. maka f akan mencapai maksimum di titik P. Daerah yang diarsir dua kali merupakan daerah penyelesaian dari sistem pertidaksamaan linier. Jadi diperoleh 3a − 6 18 − a xP = dan yP = .y) = x + y pada himpunan A = {x ≥ 0.y) = x + y Pertidaksamaan-1: x + 3y ≤ 6 Pertidaksamaan-2: 3x + y ≤ a. dan 3 di atas dilakukan. Gambar 3. 8 8 Nnilai maksimum f(x. berarti 3a − 6 18 − a + = 4 ⇒ 2a = 20 ⇒ a = 10. maka nilai a = …? Penyelesaian Misalkan f(x. y ≥ 0.y) = x + y adalah 4. Langkah 3 Mengarsir daerah yang merupakan daerah penyelesaian masing-masing pertidaksamaan.7 Daerah penyelesaian untuk sistem pertidaksamaan linier Contoh 3. ♦ Arahkan siswa menggambarkan kedua pertidaksamaan di atas untuk menentukan titik potong grafik persamaan x + 3y =0 dan 3x + y =a dan daerah fungsi f yang dibatasi kedua pertidaksamaan yang diketahui pada soal. 2.3 x + y ≤ a} adalah 4.7. dan y ≥ 0. daerah yang diarsir merupakan daerah penyelesaian.

Definisi 3.8 Daerah penyelesaian untuk sistem pertidaksamaan linear x + 3y ≤ 6. 8 8 Karena nilai maksimum f(x.y) = x + y adalah 4 maka nilai a = 10. Titik P adalah perpotongan dari garis x + 3y = 6 dan 3x + y = a.10) 2 1 2 3 P (x.2) (0.y) (6. 8 8 Dengan demikian. agar nilai maksimum f(x. Sistem pertidaksamaan linear dua variabel adalah suatu sistem pertidaksamaan linear yang memuat dua variabel dengan koefisien bilangan real.9 1. maka 3a − 6 18 − a + = 4 ⇒ 2a = 20 ⇒ a = 10. maka f akan mencapai maksimum di titik P.0) 3 4 5 6 7 8 9 x Gambar 3. Matematika 117 .y) = x + y adalah 4. Berdasarkan masalah dan contoh di atas. 3x + y ≤ a Mengingat gradien dari f(x.0) (10.y) = x + y adalah m = –1. Jadi diperoleh 3a − 6 18 − a xP = dan yP = . 2. mari kita tetapkan konsep sistem pertidaksamaan linear dua variabel sebagai berikut. Sistem pertidaksamaan linear adalah himpunan pertidaksamaan linear yang saling terkait dengan koefisien variabelnya bilangan-bilangan real.y 10 8 6 4 (0.

Sekelompok tani transmigran mendapatkan 6 ha tanah yang dapat ditanami padi. jagung. 2x + 5y ≤ 600 4x + 3y ≤ 530 2x + y ≤ 240 a) Gambarkanlah pertidaksamaan sistem linear tersebut! b) Tentukanlah nilai p! 3.10 Penyelesaian sistem pertidaksamaan linear dua peubah adalah himpunan semua pasangan titik (x. Produksi Tani. dan untuk 1 kuintal jagung diperlukan 9 jam-orang tenaga dan 2 Kg pupuk. Karena keterbatasan sumber daya petani harus menentukan berapa bagian yang harus ditanami padi dan berapa bagian yang harus ditanami jagung. Dalam suatu masa tanam tenaga yang tersedia hanya 1590 jam-orang.Definisi 3. dengan syarat tambahan x > 0 dan y <0! c) Selanjutnya dapatkah kamu menentukan himpunan penyelesaian sistem tersebut untuk syarat x < 0 dan y > 0? Jelaskan! 2. Kondisi tanah memungkinkan menghasilkan 50 kuintal padi per ha atau 20 kuintal jagung per ha. sedangkan palawija lainnya ternyata tidak menguntungkan. Uji Kompetensi 3. Definisi 3.4 1.y) yang memenuhi sistem pertidaksamaan linear tersebut. dan palawija lain. Misalkan p adalah jumlah maksimum dari himpunan penyelesaian yang memenuhi sistem di bawah ini. sedangkan air dan sumber daya lainnya dianggap cukup tersedia. Pupuk juga terbatas. Diketahui pula bahwa untuk menghasilkan 1 kuintal padi diperlukan 12 jam-orang tenaga dan 4 Kg pupuk. Pendapatan 118 Buku Guru Kelas X .11 Daerah penyelesaian sistem pertidaksamaan linear adalah daerah tempat kedudukan titik-titik yang memenuhi sistem pertidaksamaan linear tersebut. Diberikan sistem pertidaksamaan linier: x–y≥3 5x + 3y ≥ 9 a) Gambarkan grafik pertidaksamaan pada sistem tersebut! b) Tentukanlah himpunan penyelesaian sistem tersebut. tak lebih dari 480 Kg.

petani dari 1 kuintal padi adalah Rp32. mencari persamaan atau pertidaksamaan yang menyatakan hubungan antar variabel tersebut. seseorang yang sakit flu akan sembuh jika dalam tiga hari (secara diratakan) minimum menelan 12 grain aspirin.00 sedang dari 1 kuintal jagung Rp20. a1x + b1y ≥ c1 dan x ≥ 0 a2x + b2y ≥ c2 dan y ≥ 0.1. dan dianggap bahwa semua hasil tanamnya selalu habis terjual. Matematika 119 . 74 grain bikarbonat dan 24 grain kodein. Suatu pabrik farmasi menghasilkan dua jenis kapsul obat flu yang diberi nama Fluin dan Fluon. berapa kapsul Fluin dan berapa kapsul Fluon harus dibeli supaya cukup untuk menyembuhkannya dan meminimumkan ongkos pembelian total? Unsur Aspirin Bikorbonat Perkapsul Fluin 2 5 1 Fluin 1 8 6 Kodein Projek Bersama temanmu amati permasalahan di sekitarmu atau dari sumber lain (buku.00 dan Fluon Rp300. Masing-masing memuat tiga unsur (ingredient) utama dengan kadar kandungannya tertera dalam Tabel 3. Buat laporan atas kegiatanmu ini dan paparkan hasilnya di depan kelas. dan lain-lain) yang dapat dinyatakan dalam sistem persamaan linear atau sistem pertidaksamaan linear. Menurut dokter. a) Syarat apakah yang harus dipenuhi agar sistem memiliki solusi tunggal? b) Syarat apakah yang harus dipenuhi agar sistem tidak memiliki solusi? 4. Formulasikan masalah tersebut dengan mendefinisikan variabel-variabel terkait. Masalah bagi petani ialah bagaimanakah rencana produksi yang memaksimumkan pendapatan total? Artinya berapa ha tanah ditanami padi dan berapa ha tanah ditanami jagung? 3. internet. Jika harga Fluin Rp200.000. dan interpretasikan hasilnya. Jika diberikan sistem pertidaksamaan linear seperti berikut ini.000.00 per kapsul. selesaikan sistem yang kamu peroleh.00.

6. maka penyelesaian sistem persamaan linear tersebut akan bersesuaian dengan titik perpotongan dari garis g1 dan garis g2. a. 5. b2.y) terletak pada sebuah garis jika dan hanya jika bilangan-bilangan x dan y memenuhi persamaan tersebut. 120 Buku Guru Kelas X . Apabila penyelesaian sebuah sistem persamaan linear semuanya nilai variabelnya adalah nol. 2. misal garis g1 dan garis g2. PENUTUP Berberapa hal penting yang perlu dirangkum terkait konsep dan sifat-sifat sistem persamaan linear dan pertidaksamaan linear. Model matematika dari permasalahan sehari-hari seringkali menjadi sebuah model sistem persamaan linear atau sistem pertidaksamaan linier. Himpunan penyelesaian dari sistem persamaan linear adalah himpunan semua nilai variabel yang memenuhi sistem persamaan tersebut. Sistem tersebut mempunyai tak terhingga banyaknya anggota himpunan penyelesaian yang tak trivial sebagai tambahan penyelesaian trivial. yaitu jika tidak terdapat titik perpotongan sehingga sistem tidak mempunyai penyelesaian. Secara tafsiran geometri dari selesaian suatu sistem persamaan linear. dengan a1. yaitu (a) garis g1 dan garis g2 sejajar dan tidak berpotongan. sebagai berikut. 3. 4. b. Karena titik (x. maka penyelesaian tersebut dikatakan penyelesaian trivial. sehingga sifat-sifat persamaan linear dan pertidaksamaan linear dalam sistem bilangan real banyak digunakan sebagai pedoman dalam menyelesaikan suatu sistem persamaan linear dan sistem pertidaksamaan linear. dengan a1 dan a2 tidak keduanya nol dan b1 dan b2 tidak keduanya nol. c1. Konsep sistem persamaan linear dan sistem pertidaksamaan ini didasari oleh konsep persamaan dan pertidaksamaan dalam sistem bilangan real. Sistem persamaan linear ini memiliki suku konstanta adalah nol dan mempunyai penyelesaian yang tunggal. diberikan sistem persamaan dengan 2 persamaan dan 2 variabel. Apabila sebuah sistem persamaan linear mempunyai anggota himpunan penyelesaiannya dari nilai variabel yang tidak semuanya nol disebut memiliki penyelesaian yang tak trivial. Sistem persamaan linear disebut homogen apabila suku konstantanya adalah nol dan salah satu dari dua hal berikut dipenuhi. a2. Grafik persamaan-persamaan ini merupakan garis. a1x + b1y = c1 dan a2x + b2y = c2.D. Berdasarkan hal itu. c2 anggota bilangan real. 1. yaitu untuk x = y = z = 0. Sistem tersebut hanya mempunyai penyelesaian trivial. maka terdapat tiga kemungkinan. Misal diberikan sistem persamaan linear 3x + 5y + z = 0 dan 2x + 7y + z = 0. b1.

yaitu tidak mempunyai selesaian. (c) garis g1 dan garis g2 berimpit. mempunyai satu selesaian dan mempunyai tak terhingga banyak selesaian. artinya setiap sistem persamaan linear dapat disajikan dalam bentuk matriks. pengurangan dan perkalian akan dibahas secara mendalam dan dimanfaatkan dalam penyelesaian masalah matematika dan masalah otentik.(b) garis g1 dan garis g2 berpotongan pada satu titik. artinya terdapat tak terhingga banyak titik perpotongan. Penguasaan kamu tentang sistem persamaan dan pertidaksamaan linear adalah prasyarat mutlak mempelajari bahasan matriks dan program linear. Sistem Persamaan linear (SPL) mempunyai tiga kemungkinan penyelesaian. Matematika 121 . sehingga sistem hanya mempunyai tepat satu (tunggal) penyelesaian. 7. Matriks adalah bentuk lain sebuah sistem persamaan linear. Dalam hal ini sistem mempunyai tak terhingga banyak penyelesaian. Selanjutnya kita lakukan operasi hitung pada dua atau lebih matriks dan menentukan determinannya. Kita akan menemukan konsep dan sifat-sifat matriks melalui penyelesaian masalah nyata. Sifat-sifat matriks terhadap operasi penjumlahan.

Pengalaman Belajar Melalui pembelajaran materi matriks. • berkolaborasi. bekerja sama menyelesaikan masalah.Bab Matriks A. menghayati rasa percaya diri. menghayati pola hidup disiplin. konsisten dan jujur serta menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. • • • • • Elemen Matriks Ordo Matriks Matriks Persegi Matriks Identitas Transpos Matriks . menghayati kesadaran hak dan kewajiban serta toleransi terhadap berbagai perbedaan di dalam masyarakat majemuk sebagai gambaran menerapkan nilai-nilai matematis. 5. motivasi internal dan sikap peduli lingkungan melalui kegiatan kemanusiaan dan bisnis dalam kehidupan sehari-hari. memahami konsep matriks sebagai representasi numerik dalam kaitannya dengan konteks nyata. 4. 2. memahami operasi sederhana matriks serta menerapkannya dalam pemecahan masalah. • mengamati aturan susunan objek. KOMPETENSI DASAR DAN PENGALAMAN BELAJAR Kompetensi Dasar Setelah mengikuti pembelajaran matriks. siswa memperoleh pengalaman belajar: • melatih berpikir kritis dan kreatif. siswa mampu: 1. • mengamati keteraturan data. 3. • berpikir Independen mengajukan ide secara bebas dan terbuka. kritis. bertanggungjawab.

PETA KONSEP B.B. PETA KONSEP SISTEM PERSAMAAN LINIER MASALAH OTENTIK MATERI PRASYARAT MATRIKS Kolom Baris Persegi Panjang Persegi Segitiga Diagonal Transpos Identitas JENIS MATRIKS Operasi UNSUR-UNSUR MATRIKS Elemen Baris Elemen Kolom Relasi Kesamaan Penjumlahan Pengurangan Perkalian Invers Determinan Matematika 123 .

dapat kamu lihat bahwa data yang terbentuk terdiri atas bilangan-bilangan yang tersusun dalam baris dan kolom. Tumbuhkan motivasi internal dalam diri siswa melalui menunjukkan kebergunaan mempelajari matriks dalam kehidupan. MATERI PEMBELAJARAN 1. maupun brosur harga jual sepeda motor. mari kita cermati uraian berikut ini. Data tersebut. Hal seperti ini sering kita temui. banyak informasi atau data yang ditampilkan dalam bentuk tabel. data perolehan nilai dan absensi siswa. Menemukan Konsep Matriks Informasi yang terdapat dalam suatu koran atau majalah tidak senantiasa berupa teks bacaan yang terdiri atas sederetan kalimat yang membentuk paragraf. dari sebuah agen tiket. dan mengganti tabel dengan kurung siku menjadi bentuk seperti berikut: 3 4 2 5  7 1 3 2    Berdasarkan bentuk tersebut. dapat kamu sederhanakan dengan cara menghilangkan semua keterangan (judul baris dan kolom) pada tabel. Tabel 4. Susunan bilangan seperti inilah yang dinamakan sebagai matriks. Dalam kehidupan sehari-hari. seperti data rekening listrik atau telepon.1: Keterangan situasi tiket penerbangan ke Medan dan Surabaya Tujuan Medan Surabaya Hari ke I 3 7 II 4 1 III 2 3 IV 5 2 Pada saat kamu membaca tabel di atas maka hal pertama yang kamu perhatikan adalah kota tujuan. ♦ Arahkan siswa menemukan konsep matriks dari berbagai situasi nyata yang dekat dengan kehidupan siswa. tidak hanya sebatas pada koran atau majalah saja. Sebagai gambaran awal mengenai materi matriks. 124 Buku Guru Kelas X . klasemen akhir Liga Super Indonesia. Tampilan informasi dalam suatu tabel lebih tersusun baik dibandingkan dalam bentuk paragraf. tetapi ada kalanya disampaikan dalam bentuk sebuah tabel.C. kemudian banyaknya tiket yang habis terjual untuk tiap-tiap kota setiap harinya. selama empat hari berturut-turut disajikan dalam tabel berikut. Diketahui data hasil penjualan tiket penerbangan tujuan Medan dan Surabaya.

NIS siswa-22.. NIS siswa-13. Berikut ini akan kita cermati lebih dalam lagi mengenai matriks dari masalahmasalah kehidupan kita sehari-hari. seperti yang disajikan pada Gambar 4. Tentunya. dalam bentuk baris dan kolom. NIS siswa-54. NIS siswa-52. yang ditempelkan di tempat duduk siswa. dan jika nomor ujian peserta adalah NIS siswa-34. NIS siswa-23. artinya posisi peserta tersebut saat ujian berada pada baris ke-3 kolom ke-4.1. dan NIS siswa-54 dengan mudah memahami posisi mereka dalam ruang ujian tersebut. Misalnya.. Demikian pula. jika nomor peserta ujian adalah NIS siswa-51. NIS siswa-21. Tentukan susunan peserta ujian ditinjau dari pola Nomor Induk Siswa (NIS)! Alternatif Penyelesaian Susunan peserta ujian jika dilihat dari NIS. empat kolom. biasanya disusun dalam lima baris. untuk setiap peserta ujian yang memiliki nomor ujian NIS siswa-11. NIS siswa-12. Untuk memudahkan pengaturan peserta ujian dalam suatu ruangan. NIS siswa-14. Masalah-4. NIS siswa-53. …. NIS siswa-14. Denah posisi tempat duduk peserta ujian berdasarkan NIS Matematika 125 .1 Pelaksanaan Ujian Nasional ujian dengan pola nomor ujian melalui Nomor Induk Siswa (NIS). NIS siswa-12. pihak sekolah menempatkan siswa dalam ruang Gambar 4. dapat kita nyatakan sebagai berikut. NIS siswa-51. Meja Pengawas Ujian  NIS 11  NIS 21   NIS 31   NIS 41   NIS 51 NIS 12 NIS 22 NIS 32 NIS 42 NIS 52 NIS 13 NIS 23 NIS 33 NIS 43 NIS 53 NIS 14  NIS 24   NIS 34   NIS 44  NI IS 54   Gambar 4. NIS siswa-53. itu berarti posisi peserta saat ujian berada pada baris ke1 lajur ke-2.1 Masihkah kamu ingat posisi duduk sewaktu kamu mengikuti Ujian Nasional SMP? Maksimal siswa dalam satu ruang ujian hanya 20 peserta. NIS siswa-13. Jika nomor peserta ujian adalah NIS siswa-12. nomor ujian peserta di ruang A adalah NIS siswa-11. NIS siswa-44. NIS siswa-21.. artinya posisi siswa saat ujian berada pada baris ke-5 kolom ke-1. .2.

mengenai posisi setiap koleksi barang dalam ruang tersebut.2 Masalah lain yang terkait dengan susunan dapat kita amati susunan barangbarang pada suatu supermarket. Untuk memaksimalkan waktu liburan.Masalah-4.3 Ruang koleksi barang-barang pada suatu supermarket Tentukanlah posisi koleksi beras dan tepung pada susunan di atas! Alternatif Penyelesaian Gambar di atas mendeskripsikan ruangan koleksi barang-barang suatu supermarket. 4 kolom. setiap manager supermarket memiliki aturan untuk menempatkan setiap koleksi barang yang tersedia.3 Seorang wisatawan lokal hendak berlibur ke beberapa tempat wisata yang ada di pulau Jawa. Koleksi barang yang terdapat pada baris ke-2. yang terdiri atas tiga baris. Coba kita perhatikan gambar berikut ini! KOLEKSI Peralatan Dapur KOLEKSI Sabun KOLEKSI Roti dan Biskuit KOLEKSI Sampho dan Pasta Gigi KOLEKSI Beras dan Tepung KOLEKSI Permen dan Coklat KOLEKSI Detergen dan Pembersih KOLEKSI Susu KOLEKSI Mie Instan KOLEKSI Bumbu Dapur KOLEKSI Minyak dan Gula KOLEKSI Minuman Botol Gambar 4. kolom ke-4 adalah koleksi bumbu dapur. Bandung–Bogor 126 km Bandung–Semarang 367 km Bandung–Cirebon 130 km Bandung–Yogyakarta 428 km 126 Buku Guru Kelas X . dia mencatat jarak antar kota-kota tersebut sebagai berikut. Koleksi beras dan tepung terdapat pada baris ke-3. ♦ Guru memeriksa hasil kerjaan siswa. ♦ Guru menjelaskan bagaimana susunan koleksi barang supermarket jika tersusun bertingkat. Masalah-4. Tentunya. kolom ke-2.

seandainya wisatawan tersebut memulai perjalanannya dari Bandung! Kemudian berikan makna setiap angka dalam susunan tersebut. Bandung Bandung Cirebon Semarang Yogyakarta Surabaya Bogor 0 130 367 428 675 125 Cirebon 130 0 237 317 545 256 Semarang Yogyakarta 367 237 0 115 308 493 428 317 115 0 327 554 Surabaya 675 545 308 327 0 801 Bogor 126 256 493 554 801 0 Dari tampilan di atas. Matematika 127 . Jarak-jarak antar kota tujuan wisata dituliskan sebagai berikut. Alternatif Penyelesaian Wisatawan akan memulai perjalanannya dari Bandung ke kota-kota wisata di Pulau Jawa. dia cukup jelas mengetahui jarak antar kota tujuan wisata. Bandung–Surabaya 675 km Bogor–Cirebon 256 km Bogor–Surabaya 801 km Cirebon–Yogyakarta 317 km Bogor–Semarang 493 km Surabaya–Semarang 308 km Bogor–Yogyakarta 554 km Surabaya–Yogyakarta 327 km Cirebon–Surabaya 545 km Semarang–Yogyakarta 115 km Cirebon–Semarang 237 km Tentukanlah susunan jarak antar kota tujuan wisata. terdiri dari 6 baris dan 6 kolom. Jika kita ingin menampilkan susunan jarak-jarak tersebut. dapat dituliskan sebagai berikut.  0 130 367 428 675 126  130 0 237 317 545 256    367 237 0 115 308 493  A= → 5 0 327 554   428 317 115  675 545 308 437 0 801     126 256 493 554 801 0   Susunan jarak antar kota di pulau Jawa ini.

Nyatakanlah persoalan pengiriman barang tersebut dalam bentuk matriks.  0 0  Matriks representasi keterhubungan antar dua kota. sedangkan dua kota yang tidak terhubungkan diberi bobot 0. kecuali ke kota V. ♦ Guru mengerjakan lintasan mana yang terpendek untuk membawa barang dari kota P ke kota V! V 0 0  1  → Susunan angka-angka berbentuk persegi. perusahaan pak Margono menerima order mengirim barang ke kota V.4 Diagram rute pengiriman barang Alternatif Penyelesaian Kata kunci pada persoalan ini adalah keterhubungan antar dua kota. Jika setiap dua kota yang terhubungkan diberi bobot 1.Masalah-4.4 Pak Margono yang tinggal di kota P memiliki usaha jasa pengiriman barang. Keterhubungan antar dua kota ini. fungsi keterhubungan antar dua kota tersebut. P P 0 R 1 X = Q 1  T 1 V 0 R 1 0 1 0 0 Q 1 1 0 1 1 T 1 0 1 0 0 128 Buku Guru Kelas X . disebut matriks X yang anggota-anggotanya terdiri dari angka 1 dan 0. Gambar 4. untuk i = j aij =  1. dinyatakan sebagai berikut: 0. dapat kita nyatakan dalam bentuk matriks seperti berikut. kota P terhubungan dengan semua kota. untuk i ≠ j Dari gambar di atas. Suatu ketika. secara matematis.

1 Matriks adalah susunan bilangan yang diatur menurut aturan baris dan kolom dalam suatu jajaran berbentuk persegi atau persegipanjang. yang menyatakan banyak baris dan kolom matriks A. Matematika 129 . matriks didefinisikan sebagai berikut. masalah yang dikaji adalah aturan susunan posisi setiap objek dan benda dinyatakan dalam aturan baris dan kolom. dapat diketahui banyaknya elemen pada matriks itu.. Secara umum. i = 1. Notasi m × n.. . ….. B. Biasanya pelabelan suatu matriks dinyatakan dengan huruf kapital. Jadi.. 3..  a11 a  21 =  a31     am1 a12 a22 a32 am 2 a13 a23 a33 am 3 a1n  a2 n   a3n    amn   → baris ke-1 → baris ke-2 → baris ke-3 → baris ke-m Amxn kolom ke-m kolom ke-3 kolom ke-2 kolom ke-1 aij bilangan real. Secara umum. jika diperhatikan ordo suatu matriks. n menyatakan banyak kolom matriks A. Susunan bilangan itu diletakkan di dalam kurung biasa “ ( )” atau kurung siku “ [ ] “. j = 1. C. 2. diberikan matriks A. menyatakan elemen matriks pada baris ke-i dan kolom ke-j. 2. D. m menyatakan banyak baris dan n menyatakan banyak kolom matriks A. m. 3. Definisi 4. Ingat. misalnya A. Dari empat masalah di atas. menyatakan ordo (ukuran) matriks A. . dan seterusnya. n Am×n : m menyatakan banyak baris matriks A. Banyak baris dan kolom dikondisikan pada kajian objek yang sedang diamati. Objek-objek yang disusun pada setiap baris dan kolom harus memiliki karakter yang sama.

5 Tentukanlah matriks 4 × 4. dia mampu mengkreasikan susunan matriks. yang merepresentasikan umur anggota keluarga Teguh.Masalah-4. siswa kelas X SMA Panca Budi. secara berurut. 130 Buku Guru Kelas X . dan Wahyu (12 tahun). Dia sendiri berumur 14 tahun. Sekar (19 tahun). a44  ij ij • a11 = 11–1 = 1 • a31 = 31–1 = 1 • a12 = 12–1 = 1 • a32 = 32–1 = 3 • a13 = 13–1 = 1 • a33 = 33–1 = 9 4–1 • a14 = 1 = 1 • a34 = 34–1 = 27 • a21 = 21–1 = 1 • a41 = 41–1 = 1 • a22 = 22–1 = 2 • a42 = 42–1 = 4 3–1 • a23 = 2 = 4 • a43 = 43–1 = 16 • a24 = 24–1 = 8 • a44 = 43–1 = 64 Jadi. akan menyusun anggota keluarganya berdasarkan umur dalam bentuk matriks. Dia memiliki Ayah. ditentukan dengan a = ij–1. Selain itu dia juga memiliki kakak dan adik. berturut-turut berumur 46 tahun dan 43 tahun. matriks A berordo 4 × 4 yang dimaksud adalah: 1 1  = A4×A = 4 1  1 1 1 1 2 4 8 . Ibu. A = [aij] yang memenuhi kondisi aij = i(j–1)! Alternatif Penyelesaian  a11 a12 a  21 a22 Matriks A Matriks A4× = 4  a31 a32   a41 a42 a13 a23 a33 a43 a14  a24   .1 Teguh. sebagai berikut (berdasarkan urutan umur dalam keluarga Teguh). Ningrum (22 tahun). ij a34   nilai a . Berbekal dengan materi yang dia pelajari di sekolah dan kesungguhan dia dalam berlatih. nilai a ditentukan dengan aij = i j −1 . 3 9 27   4 16 64  Contoh 4.

 19   19   12   Matematika 131 . ♦ Guru memberikan susunan matriks yang lain. Matriks kolom berordo m × 1. minimal dua cara dengan cara yang berbeda. T1×4 = [22 19 14 12]. dengan n banyak kolom pada matriks tersebut. ii. Perhatikan matriks kolom berikut  46 ini!  43  43    . 2. 1 × n. Jenis-Jenis Matriks Contoh 4. Secara detail. matriks baris berordo 1 × 4 yang merepresentasikan umur Teguh dan saudaranya. Alternatif susunan II T2×3  46 43  46 43 22  22 19  = T3×2 =     19 14 12   14 12   Matriks T3×2 adalah matriks berordo 3 × 2. yang merepresentasikan umur semua T2×1 =  22 =   5×1  22  wanita pada keluarga Teguh.i. a. T1×2 = [46 43]. Matriks Kolom Matriks kolom adalah matriks yang terdiri dari satu kolom saja. ordo matriks seperti ini. menyajikan beberapa variasi ordo matriks yang merepresentasikan umur anggota keluarga Teguh. Alternatif susunan I Matriks T2×3  46 43  46 43 22  22 19  T2×3 =  T3×2 =     19 14 12    14 12   adalah matriks persegipanjang dengan berordo 2 × 3. dengan m banyak baris pada kolom matriks tersebut.1 di atas. Biasanya. matriks baris berordo 1 × 2 yang merepresentasikan umur orang tua Teguh. T  kolom  matriks berordo 3 × 1. b. berikut ini akan disajikan jenis-jenis matriks. Matriks Baris Matriks baris adalah matriks yang terdiri dari satu baris saja.

matriks persegipanjang berordo 3 × 2. yang merepresentasikan T3×2 =   22 19  umur semua anggota keluarga Teguh. yang merepresen2× 2 =  22  . 43  T2×1 =   22   19    46   43   T5×1 =  22  . yang merepresentasikan umur  22 19  orang tua Teguh dan kedua kakaknya. yaitu semua elemen matriks yang terletak pada garis diagonal dari sudut kiri bawah ke sudut kanan atas. misalnya: 132 Buku Guru Kelas X . Matriks Segitiga Mari kita perhatikan matriks F berordo 4 × 4. matriks kolom berordo 5 × 1. Matriks Persegipanjang Matriks persegipanjang adalah matriks yang banyak barisnya tidak sama dengan banyak kolomnya. Jika kita meninjau matriks persegi berordo 4 × 4 di bawah ini. 19   12   c. Jika terdapat pola susunan pada suatu matriks persegi. yang merepresentasikan umur kedua   orang tua Teguh dan ketiga saudaranya. Matriks ini memiliki ordo n × n. e. yaitu semua elemen matriks yang terletak pada garis diagonal dari sudut kiri atas ke sudut kanan bawah. Matriks Persegi Matriks persegi adalah matriks yang mempunyai banyak baris dan kolom sama. Diagonal samping matriks.  14 12   d. a12 a22 a32 a42 a13 a23 a33 a43 a14  a24   a34   a44  Diagonal Samping matriks H T2×2  a11  a  46 42  = H 4×4  21   a31  22 19    a41 Diagonal Utama matriks H Diagonal utama suatu matriks. T  19 14 12   tasikan umur anggota keluarga Teguh.  46 43  46 43 22   19  T2×3 =  matriks persegipanjang berordo 2 × 3. Matriks seperti ini memiliki ordo m × n.  14 12    46 43  .  46 43 T2×2 =   . matriks persegi berordo 2 × 2.

Matriks Diagonal Dengan memperhatikan konsep matriks segitiga di atas.  −2 0  0  0 7 12  13 0 0 5 1 0  −8 4  G F=  3 8 10 2 6   0 13  2 −4 2  maka matriks persegi yang berpola seperti matriks F dan G disebut matriks segitiga. 3 5 0 0  −2 0 F = 0  0 3 5 0 0 7 12  13   5 −8 4  F = 3 2 6   0 13  2 0 0 0 5       0 0 1 0 8 10 −4 2 0 0 0 5       atau jika polanya seperti berikut ini. Matriks Identitas Mari kita cermati kembali matriks persegi dengan pola seperti matriks berikut ini. Matematika 133 . jika kita cermati kombinasi pola tersebut pada suatu matriks persegi. g. Jadi. f. kecuali elemen diagonal utama tidak semuanya bernilai nol”. 2  Y = 0  0 12 0   B=0  0  0 0 0 0 0  0 3  0 0 6 0 0 4 0 0 0 0 0 0 0 3 0 0 0  0  0 1  maka matriks persegi dengan pola “semua elemennya bernilai nol. disebut matriks diagonal. matriks segitiga merupakan suatu matriks persegi berordo n × n dengan elemen-elemen matriks di bawah atau di atas diagonal utama semuanya nol. seperti matriks berikut ini.

memiliki banyak koleksi buku. pensiunan PLN. ditambah lagi ruang koleksinya tidak memadai. Matriks identitas dinotasikan sebagai I berordo n × n. h.• I 4×4 1 0  = 0  0 0 1 0 0 0 0 1 0 0 0  0  1 1 • I 3×3 =  0  0 1 • I 2×2 =  0 0 0 1 0  0 1  0 1  Cermati pola susunan angka 1 dan 0 pada ketiga matriks persegi di atas. Matriks Nol Jika elemen suatu matriks semuanya bernilai nol. atau  0 • O1×3 = [0 0 0] . yaitu di Tegal. majalah. 134 Buku Guru Kelas X . cucunya. Jika suatu matriks persegi unsur diagonal utamanya adalah 1 dan unsur yang lainnya semua nol disebut matriks identitas. maka disebut matriks nol. Karena begitu banyak koleksi buku tersebut. 3. Parman. Sebelum akan dibawa pengangkutan. atau 0 0  0 0  . dan novel yang pernah dia beli maupun terima selama dia masih aktif sebagai pegawai PLN. Transpos Matriks Pak Susilo. seperti berikut: 0 • O2×3 =  0 0 • O3×2 =  0 0  0 0 . Pak Susilo berniat akan menghibahkan semua buku-buku tersebut ke kampung halamannya. membantu menyusun buku-buku tersebut dalam tumpukan-tumpukan seperti pada Gambar 4.5.

atau disebut transpos matriks. dengan sudut pandang dari ruang baca. yang diberi simbol Bt sebagai 135 Matematika .  BKo MS MT BMo BMa BF  B3×6  BB BI   BKi NP MF BR    KK MI BP BS BA MF   Selanjutnya. ternyata memiliki relasi. Matriks B. Relasi yang dimaksud dalam hal ini adalah “perubahan posisi elemen matriks”. karena halaman rumah Pak Susilo yang tidak cukup untuk ruang gerak truk sehingga truk harus diparkir di sebelah Barat ruang baca Pak Susilo.5. akan diperoleh matriks persegi panjang berordo 3 × 6. Kita sebut matriks B. Pihak pengangkutan menyusun semua koleksi tersebut menurut barisan buku yang terdekat ke truk. Diagram susunan koleksi buku-buku Jika direpresentasikan semua koleksi tersebut dalam matriks.Ruang Baca P e n g a n g k u t a n Buku Komik Majalah Sport Majalah Teknik Buku Motivasi Buku Matematika Buku Fisika Buku Kimia Novel Petualang Majalah Furniture Buku Rohani Buku Budaya Bahasa Inggris Koleksi Kamus Majalah Intisari Buku Peta Buku Sejarah Buku Autbiography Majalah Fashion Gambar 4. dalam kajian yang sama. berubah menjadi:  BKo  MS   MT =  BMo  BMa    BF BKi NP MF BR BB BI KK MI BP BS BA MF           B6×3 Dengan memperhatikan kedua matriks B3×6 dan B6×3.

2 5 4 8 12 3 2 6 4 3 5 10 15 6 9 2 S= 5  3 2 5 8 6 2 7 12 4 Dari pembahasan contoh di atas. setiap elemen baris ke-2 pada matriks B menjadi elemen kolom ke-2 pada matriks Bt. jika matriks awal berordo m × n. Namun beberapa buku menotasikan transpos matriks B dengan atau B'. adalah A S a. setiap elemen baris ke-1 pada matriks B menjadi elemen kolom ke-1 pada matriks Bt.  −3 2 5 3 1 0 4 2 3 5 7  3 10 6  14 9     t t     S = transpos matriks =. maka C t =  0 9 5 7  . guru menjelaskan pembuktian dengan mengambil sembarang matriks Am×n dan Bm×n sebagai berikut. dapat kita pahami perubahan ordo matriks.  20  S =  2 5 8 6  5 15 9   5 4 8 12    12  8          7 20 23 3 2 6 4  3 7 12 4    19    −3 1 0 5 3  1 14 2 5 3 4 3 5 7   0 9  3 10 6    14 9 4 2   St =  t t      = = = A C . Jika A =  [–3 4 6 8 19]. Perubahan yang dimaksud dalam hal ini adalah. . ♦ Guru menjelaskan kepada siswa bahwa transpos dari matriks identitas adalah matriks itu sendiri. demikian seterusnya.transpos matriks B. maka C t =  5 4 8 12  6    4 3 2 6 4  Contoh 4. Misalnya. maka transpos matriks berordo n × m. Diberikan matriks S =  5 10 15 20  . maka 2 5 8 6 5 4  5 15 9    6 9 12  8          3 7 12 4  3 2  7 20 23   19  1 14 c. maka 6 C= 2 5  5 15 9      8     3 6 9 12    7 20 23 3 7  −3   19 14 2 2   1 0 5 3 1  2 5 3   4 7   3 10 6       t  At =  6  C = 14 9 4 2  . 136 Buku Guru Kelas X . Jika C =  2  3 0 5 9 4 5 8 7 12 3 1 14 2 3  0 9 5 7   2 . maka C 10 15 20 6 b. Hal inilah yang menjadi aturan menentukan transpos matriks suatu matriks. hingga semua elemen baris pada matriks matriks B menjadi elemen kolom pada matriks Bt. ♦ Untuk menunjukkan (At + Bt) = (A + B)t.

Gedung 6A Gedung 7A Gedung 8A Gedung 9A Gedung 10A Gedung 5A Gedung 4A Gedung 3A Gedung 2A Gedung 1A J A L A N Gedung 5B Gedung 4B Gedung 3B Gedung 2B Gedung 1B Gedung 6B Gedung 7B Gedung 8B Gedung 9B Gedung 10B Blok A Gerbang Utama Blok B Gambar 4.   amn + bmn   t ( Am×n 4.  a11 + b11 a +b  21 21 t + Bm×n ) =  a31 + b31     am1 + bm1  a11 + b11 a + b  12 12 =  a13 + b13     a1n + b1n a12 + b12 a22 + b22 a32 + b32 am 2 + bm 2 a21 + b21 a22 + b22 a23 + b23 a2 n + b2 n a13 + b13 a23 + b23 a33 + b33 am 3 + bm 3 a31 + b31 a32 + b32 a33 + b33 a3n + b3n a1n + b1n  a2 n + b2 n   a3n + b3n    amn + bmn   am1 + bm1  am 2 + bm 2   am 3 + bm 3  . dituliskan. a11 + b11 a + b  12 12 t t ( Am×n ) = ( Bm×n ) =  a13 + b13     a1n + b1n a21 + b21 a22 + b22 a23 + b23 a2 n + b2 n a31 + b31 a32 + b32 a33 + b33 a3n + b3n am1 + bm1  am 2 + bm 2   am 3 + bm 3    amn + bmn   Sedangkan transpose matriks A + B. Gambar di bawah ini mendeskripsikan denah pembagian gedung-gedung ruko tersebut. Kemandirian Dua Matriks Pada suatu kompleks perumahan ruko di daerah Tangerang memiliki ukuran yang sama dan bentuk bangun yang sama.6 Denah komplek ruko Matematika 137 .

Ordo matriks A sama dengan ordo matriks B.  dan Q =  3 6 7     7   4  Penyelesaian Karena P merupakan matriks berordo 3 × 2. kita akan mengkaji dalam konteks matriks. b = 1. Jadi. 2a −− 44 dd ++ 2a 2a 2 a Dengan Pt =   3b 2c 2c   3b  2a − 4  3b  d + 2a 2c 4 7 −− 44    b b− 5 5 3a 3a cc 44   − . Dari ilustrasi di atas. Contoh 4. dan d sebagai berikut: • 3b = 3 maka b =1. Definisi 4. ii. 7     b−5 = 3   Dari kesamaan di atas. 138 Buku Guru Kelas X . b. Oleh karena itu berlaku kesamaan matriks Pt = Q. Dari denah di atas dapat dicermati bahwa Blok A sama dengan Blok B. karena banyak Ruko di Blok A sama dengan banyak Ruko di Blok B. c. b. Selain itu. maka Pt merupakan matriks berordo 2 × 3. aij = bij (untuk semua nilai i dan j). • Karena a = 0 maka d = –3.2 Matriks A dan matriks B dikatakan sama (A = B). • 2a – 4 = –4 maka a = 0. Artinya 10 Ruko di Blok A dan Blok B dibagi dalam dua jajaran.= Akibatnya. kesamaan Pt = Q     77     33 66 77   3a − c 6 4  . dengan 3b   2a − 4 4   b − 5 3a − c  P =  d + 2a 2c  . penempatan setiap Ruko di Blok A sama dengan penempatan Ruko di Blok B. dan 2c = 6 maka c = 3. kita temukan nilai a. c. a = 0. dapat dituliskan: . c = 3. jika dan hanya jika: i. dan d yang memenuhi matriks Pt = Q. Setiap elemen yang seletak pada matriks A dan matriks B mempunyai nilai yang sama. dan d = –3. Sedangkan matriks Q merupakan matriks berordo 2 × 3. = .3 Tentukanlah nilai a. Dua matriks dikatakan sama jika memenuhi sifat berikut ini.

Dua matriks yang berordo sama merupakan syarat perlu bagi dua matriks yang sama. dengan semua elemennya adalah 15 bilangan prima yang pertama. Elemen baris ke-7 pada matriks N. Petunjuk: Jika kamu belum paham arti syarat cukup dan syarat perlu. Tentukanlah matriks berordo 5 × 5. apakah ada batasan banyak baris dan kolom untuk membentuk suatu matriks? Jelaskan! 3. b. Serta tentukan transpos matriksnya! 6. Jika elemen suatu matriks merupakan anggota bilangan kuadrat. buatlah matriks yang terdiri dari 7 baris dan 2 kolom! Serta tentukan transpos matriksnya! 1 jika i − j > 1 aij =  ! 7. Hasil perkalian elemen baris ke-2 pada matriks N dengan elemen kolom ke-4 pada matriks M! d. Menurut kamu. Selisih elemen baris ke-6 pada matriks N terhadap elemen kolom ke-2 pada matriks M! e. Coba berikan contoh yang lain (selain yang disajikan di atas) mengenai matriks yang dapat dijumpai dalam kehidupan seharihari! 4. dikatakan bahwa terdapat relasi antara berat badan dengan tinggi badan seseorang. Dua matriks yang sama merupakan syarat cukup bagi dua matriks yang sama.Uji Kompetensi 4. Diketahui matriks M = [2 6 12 7 11] 2 4   6 dan N =   . Buatlah matriks yang terdiri dari 5 baris dan 3 kolom. 8  7     0  tentukanlah : a. Silahkan jelaskan! 2. silahkan tanyakan pada gurumu! Matematika 139 . teknologi apakah yang menggunakan konsep matriks yang sedang kita pelajari ini? Tolong deskripsikan! 5.1 1. Dari matriks M dan N. Menurut kamu. 1 jika i − j ≤ 1 −aturan: dengan  1 jika i − j > 1 aij =  ! −1 jika i − j ≤ 1  8. Menurut ilmu kedokteran. Bisakah kamu merepresentasikan persoalan tersebut ke dalam matriks? (Silahkan gunakan data berat badan dan tinggi badan teman sekelasmu)! 9. Elemen kolom ke-1 baris ke-5 pada matriks N! c. Elemen baris ke-1 kolom ke-3 pada matriks M! b. Jelaskan nilai kebenaran untuk setiap pernyataan berikut ini! a.

Pada saat yang bersamaan.000 untuk semuanya. b. 1 2 4  p q r D= . Jelaskan! 14. s t u 140 Buku Guru Kelas X t . nilai nol artinya a − 2b   −3apengasuh klien tidak cocok dengan  T = b+ c 2klien d + c bayi dan nilai sepuluh untuk    yang sangat cocok dengan pengasuh. 10 −1  8 4 0 dan R =  . Diketahui matriks A =  d b e c r X =  f u s v t w  Ibu Soimah Bagaimanakah biro jasa tersebut menugaskan pengasuh-pengasuhnya agar dapat memaksimumkan jumlah angka kecocokan antara klien dengan pengasuh? r s t  a b c  A X = =  dan matriks  . Dia harus membayar sebesar Rp 410. c. Samad harus membayar Rp 740. Samad mewakili teman-teman yang lainnya membeli 10 buah buku Matematika dan 6 buah buku Biologi. − 2 10 1   a) Tentukan transpos dari matriks T! b) Jika Rt = T. d.  3 4  2 0 3 . a b c  A= .  3 4  2 0 3 C=  .d e f  2 1  B= 0 2 . Biro tersebut mengevaluasi tingkat kecocokan antara klien dan pengasuh bayi dalam sebuah tabel dengan skala nol sampai sepuluh. C= 1 2 4   p q r D= .  u v w d e f  Syarat apakah yang harus dipenuhi supaya matriks A sama dengan matriks X?. d e f  2 1  B= 0 2 . tentukan pasangan-pasangan matriks yang sama. Masalah Penugasan Pengasuh Bayi. e.000. tentukanlah nilai a. dan f! a 13. s t u  −3a T =  b+c   e − 2d t 10. Untuk matriks-matriks berikut. Anas mewakili beberapa temannya untuk membeli 5 buah buku Matematika dan 4 buah buku Biologi. Sebuah biro jasa penyedia pengasuh bayi mempunyai empat klien dan lima pengasuh. 2 3 e − d e − f   Tabel peringkat tersebut sebagai berikut! Nama Pengasuh Bayi Tarsi KLIEN Ibu Ratna Ibu Santi Ibu Bonita 7 5 3 6 Inem 4 9 5 5 Wati 7 3 6 0 Nurlela 3 8 2 4 Marni 10 7 9 8 12. Pada tahun ajaran baru. Nyatakanlah persoalan tersebut dalam bentuk matriks dan selesaikanlah! 11. Diketahui matriks-matriks a − 2b  8 2d + c   dan R =  2  e−3f   4 0 .

Biaya untuk setiap jenis produk diberikan pada matriks berikut. Selanjutnya coba terapkan berbagai konsep dan aturan matriks dalam menyusun buku teks di sebuah perpustakaan. Perusahaan itu memproduksi dua jenis produk.Projek Temukan contoh penerapan matriks dalam ilmu komputer. Pikirkan bagaimana susunan buku teks. dan lain-lain) tampak pada susunan baris dan kolom sebuah matriks. yaitu baju dan jas. Biaya untuk bahan ditangani oleh sebuah departemen dan upah buruh ditangani oleh pabrik departemen lainnya. dan teknologi informasi. sebagai berikut. geometri. sebagai matriks S dan biaya matriks di Jakarta sebagai matriks J.6 Sebuah perusahaan garmen memiliki dua pabrik yang berlokasi di Jakarta dan Surabaya. Operasi Hitung pada Matriks 1) Penjumlahan Dua Matriks Untuk memudahkan kita memahami penjumlahan dua matriks. Buat laporan hasil kerja kelompokmu dan hasilnya disajikan di depan kelas. Kamu dapat membuat pengkodean dari bukubuku tersebut agar para pembaca dan yang mencari buku tertentu mudah untuk mendapatkannya. bidang ilmu fisika. Memahami Operasi Sederhana Matriks serta Menerapkannya dalam Pemecahan Masalah a. tersedia buku aljabar. mari kita cermati contoh masalah berikut ini. kimia. seperti: buku matematika. Matematika 141 . 5. kimia. maka biaya total yang dikeluarkan oleh perusahaan untuk kedua pabrik tersebut dapat diperoleh. Masalah-4. Pabrik di Surabaya (dalam Jutaan) Baju Bahan Buruh 200 20 Jas 600 80 Bahan Buruh Pabrik di Jakarta (dalam Jutaan) Baju 125 25 Jas 450 90 Jika kita misalkan matriks biaya di Surabaya. biologi. fisika. dan IPS dari berbagai jenisnya (misalnya jenis buku matematika. statistika.

Q= . tentunya dapat didefinisikan penjumlahan dua matriks dalam konteks matematis. Seandainya ordo kedua matriks biaya tersebut berbeda.4 2 2 8 10 2 4  10 + 2 a) Jika diketahui matriks P =  P+Q =  . P + Q =  = . Nah.3 Misalkan A dan B adalah matriks berordo m × n dengan elemen-elemen aij dan bij. Jika matriks C adalah jumlah matriks A dengan matriks B. ditulis C = A + B. maka   1 0 1  1 3 5  1+1 2 2 8 10 + 2 2 + 2 4 + 8  12 4 12  Q= . adalah sebagai berikut: Total Biaya Pabrik (dalam Jutaan) Baju Bahan Buruh 325 45 Jas 1050 170 Penjumlahan kedua matriks biaya di atas dapat dioperasikan diakibatkan kedua matriks biaya memiliki ordo yang sama. Definisi 4. matriks C juga berordo m × n dengan elemen-elemen ditentukan oleh: cij = aij + bij (untuk semua i dan j). yaitu 2 × 2. kita tidak dapat melakukan operasi penjumlahan terhadap kedua matriks. melalui pembahasan di atas.♦ Total biaya bahan untuk baju = 200 + 125 = 325 ♦ Total biaya bahan untuk jas = 600 + 450 = 1050 ♦ Total biaya buruh untuk baju = 20 + 25 = 45 ♦ Total biaya buruh untuk jas = 80 + 90 = 170 Jika keempat total biaya tersebut dinyatakan dalam matriks. Ordo matriks hasil penjumlahan dua matriks adalah sama dengan memiliki ordo yang sama dengan matriks yang dijumlahkan. maka hasil jumlah matriks P dan Q adalah 142 Buku Guru Kelas X 2+2 3+ 0 4+8   = 5 +1    . Contoh 4. 1 0 1   1+1 3 + 0 5 +1   2 3 6  Jika dimisalkan R = P + Q. Catatan: Dua matriks dapat dijumlahkan hanya jika memiliki ordo yang sama.

5 Mari kita cermati contoh berikut ini. ditulis: A – B = A + (–B). T =  5 5 0  .  −2  9  a) Jika K =  3  dan L = 7  . Pengurangan matriks A dengan matriks B didefinisikan sebagai jumlah antara matriks A dengan lawan dari matriks –B. Y =  6 8  . Demikian juga halnya untuk matriks identitas. 6   1 3 7   6 3 1  12 4 12    b) RDiketahui = matriks  . T = 5 5 0 . Matriks –B dalam merupakan matriks yang elemennya berlawanan dengan setiap elemen yang bersesuaian matriks B. karena matriks tersebut akan dijumlahkan dengan matriks T berordo 3 × 3 juga. maka kita harus memikirkan matriks nol dengan ordo yang sama dengan matriks tidak nol yang sedang dikaji.  5    −5     0   1 3 2 4 2 3 5      X =  5 7  .  6 3 1  0 0 0  6 + 0 3 + 0 1 + 0   6 3 1          T +O =   5 5 0  + 0 0 0 =  5 + 0 5 + 0 0 + 0  =  5 5 0  = T  1 3 7    0 0 0 1 + 0 3 + 0 7 + 0     1 3 7   12 R= 2 4 3 0 0 0   6 3 1  0 + 6 0 + 3 0 + 1   6 3 1          O +T =  0 0 0 +  5 5 0  =  0 + 5 0 + 5 0 + 0  =  5 5 0  = T  0 0 0   1 3 7     0 + 1 0 + 3 0 + 7   1 3 7   Dalam kajian selanjutnya. Misalkan A dan B adalah matriks-matriks berordo m × n. Contoh 4. 2) Pengurangan Dua Matriks Rumusan penjumlahan dua matriks di atas dapat kita terapkan untuk memahami konsep pengurangan matriks A dengan matriks B. dan Z =   7 11 13      9 11  10 12   17 19 23  Matematika 143 . jika dikatakan matriks nol. I. maka        5   5   −2   −9   −11      K − L = K + (− L) =   3  +  −7  =  −4  .6 3 1  12   . maka mari kita tunjukkan bahwa T + O = T 2 3 6  O + T = T!   dan 1 3 7   Matriks O dalam hal ini adalah matriks nol berordo 3 × 3.

7 K − L = K + (− L) =  3  +  − =  −11  −9   −2         5 5 0 −            . dan berikut:   X   Z sebagai       X =  5 7  . Y =  6 8  . Sedangkan matriks Z berordo 3 × 2. 144 Buku Guru Kelas X . maka  −9   −11  −2  5   5       −4  . maka − 2   9      5  5  dan L =  7  Jika K =  3     . Y =  6 8  . −2  9    7 Jika K =  3  dan L =    . hanya bagian i) saja yang dapat ditentukan. (–B) dalam hal ini sebenarnya hasil kali bilangan –1 dengan emua elemen matriks B. Y . ii) dan iii) tidak dapat dioperasikan. 3) Perkalian Suatu Bilangan Real dengan Matriks Dalam aljabar matriks. Y − X =   6 8  +  −5 −7  = 1 1 . dan Z =  7 11 13      9 11  10 12   17 19 23  Jika ada. menurut aturan pengurangan dua matriks. yaitu berordo 3 × 2. A – B = A + (–B). yaitu: A – B = [aij] – [bij]. K − L = K + (− L) =  3  +  −7  =  −4  2 3 5 1 3 25  4  −5   0   b) Diketahui matriks-matriks . tetapi tidak berlaku untuk pengurangan dua matriks. pada kajian pengurangan dua matriks. tentukan pengurangan-pengurangan matriks berikut ini: i) Y – X ii) Y – Z iii) X – Z. seperti yang berlaku pada penjumlahan dua matriks. bilangan real k sering disebut sebagai skalar. (kenapa)?  2 4   −1 −3  1 1      Jadi. pengurangan dua matriks dapat juga dilakukan dengan mengurangkan langsung elemen-elemen yang seletak dari kedua matriks tersebut. Oleh karena itu.  10 12     −9 −11   1 1  Dari pemahaman contoh di atas. Artinya. ♦ Guru mengarahkan siswa untuk menunjukkan bahwa sifat komutatif berlaku untuk penjumlahan matriks. Oleh karena itu perkalian real terhadap matriks juga disebut sebagai perkalian skalar dengan matriks. dan Z =  7 11 13   1 3 2 4 2 3 5       9 11 10 12  17 19 23          X =  5 7  . Penyelesaian Matriks X dan Y memiliki ordo yang sama. Sebelumnya.

 36 45 54  =  48 60 145 2 Matematika     10 10 5 5 8 8 6 6   1 4 1 − 4 − − −  10 5 8 6 3 3 × ×24 24 4 4 −1 −4 3 3 × ×60 60 4 4 3 × 24 4 3 × 60 4 . = = . maka × 302.× maka = 48 60 2 12 18 36 45 54 48 60  2 12 15 18 36× 24 45 1 54             48  1 1 × 12 × 24   × 36 × 12 36   60 72 1 1 1 3 4 4      ×  × 48   × 48 × (−3) × (−12) 4 4 4 4 4  43 × 60 × 2   =   3 3  13 −1 −4    4 4 4    4 1 1 1 3 3 3    × 48 × 60 × 3 2 6 × 48  1× 60 × 2 1 1 3 3 3    1 8 42×    × 12     12 24 36  × 12 4 10 45  4 24 × 24 × 36  =  4 × 36   4 =  1  43  4 = . maka = Jika . Secara umum. maka 0 24 0 1 24 6× × × 1836 = 5  4 ×10 12 8 2 12 24 24 36 6L 1 8 2      × × 36   × 12 12 24  3     2 3 3 3 12 24 36   = .H =  2 × 15      1 1 1 1     3 3 b) Jika L= 0 24 5 18 .  =  01 8 1 1  3 3 3 6 3 18 . Contoh 4. bila matriks C berordo m × n dengan elemen-elemennya ditentukan oleh: cij = k..   4 4 6 30 2 1 1 1 1 1 2 3 3 4 1 1 1 1 1 1 1              =× 2  × ×24 × 2 2 4 0 2 24 18 18 . 12 5  . 4  4 4 4  48 60 2 12 15 18 36 45 54 + 0 8 6  . Matriks C adalah hasil perkalian bilangan real k terhadap matriks A.H . a) a) Jika Jika H H= = maka 2 8 10 10 4 4 5 5 2 . maka = Jika 0 8 6− maka 1 = = 1 8 1  0  = 1 1 = 1   =     3 3 12 30 15 × × × × × − × − 12 3 3 ( ) ( ) 1 1 1 3 1 1 1 3 4 4 4 4    1  3 ×  1 4   × × ×48 ×60 × 2 48 3 5 60 3 2 ×48 48  3 − 3 3    − − 1 4 − − 1 1 − 4    ×   1  2 30 10 1 1 15      4   4 4 4  4 4 4 4    4  × (−3) × (−12 ) 3 1  1 1 1 . maka =     2         2 2 4 1 1 2 2 2 × × 1 1 2 2 × × 2 2 4        1 1 1 4 61 1 3    2 3 2 × 2 2 × 1× × ×30 × × × 12 15 12 30 15    4   3 3 3 3  3 3 a) Jika H = . = = = 1 3 44  4 4  0  3 8 6   =        14 −1 − 1 1 ) 3 3 −3 1 −12   15 3 M .H = = 2 2× ×4 4 2 2× ×5 5 =8 . maka b) Jika Jika L L= =1 maka L= × × 0 18 0 24 18 = = 0 b) 0 8 10  . perkalian skalar dengan matriks dirumuskan sebagai berikut.     48 60 2 × × × × 48 × 60 × 2  1 −1 −4      4 4 4 4 4  4  12 24 36 1 8 2     = .30 maka .aij (untuk semua i dan j).B. maka L = 0 18 0 × = 1 1 1 3 1× 24 1 1 × 3      10 2 24 2 4  4 10 5 4  10 5      2 ×1  2 ×      3  × × × 12 24 36 × × × × 12 12 24 36 × 12 2 3 3       1 1 1 3   1 3   4 4 4 4 4 4 4 4   0  3 −3 6 12  . dengan k = –1.6 4 6 6 2 2 3 3 2 2× ×2 2 2 2× ×3 3     4           .. 0 18  = × 24 ×  1 )) Jika 8 6 . maka =      =  1 1 1 3 3 3 4 4 ..A.4 Misalkan A adalah suatu matriks berordo m × n dengan elemen-elemen aij dan k adalah suatu bilangan real.matriks (–B) dapat kita tulis sebagai: –B = k..H =  × 4 2× 12 5  152 4 15 12  5  =  8 10  . Definisi 4. 24  2 ×1 L 0 ×     5 6 2 3 3 4 2 24  3 3 3 3 32 3 3   − 3 − − 3 − 12 1 3 12   1 3  2 4  1      1 11 × 30 1 1 1 × 15  1 1× 12 3  2 × 2 2 × 3  4 6   × 3 × − 3 × − 12 ( ) ( ) × (−3) × (−12)   3×3  1  × 4 2 × =8   1   33 33 3 3 3 12 30 10  15     3  4 5 . dinotasikan: C = k.

m11  p. maka =   4 4  1 × 48  −4   4 1 8 2  12 24 36  = = .mm 3 q.mm 2 p. 45 54  2   48 60  2  −12   3 1 × (−3) 3 1 × 24 4 1 × 60 4      1 × (−12)   3  1  3 × 36   × 4 4 = 1  3 × × 2  4 4   3 Diskusi Diskusikan dengan temanmu satu kelompok masalah berikut.m2 n    q. maka   mmn   q.m32 p.M m×n =  p.mmn   Misal. q merupakan anggota Himpunan Bilangan Real.m2 n   q.m ( p + q ).m23 ( p + q). p dan q adalah bilangan real.m31 ( p + q).m31     p.m22 q.m31     p.m21 p.m1n  ( p + q ). dan untuk p.m13 p.mm1 p.   3 4 = 0  1 −3 ) Jika 10 8 −1   3 6 =   36 12 15 18     3   1 ×3   3 1 5  4 × 12 1 3 6 .m3n  +  q.m23 p.  m11 m  21 =  m31     mm1 m12 m22 m32 mm 2 m13 m23 m33 mm 3 m1n  m2 n   m3n  .mm 2 q. • Dengan mengambil sembarang matriks Mm×n.m11  p.m12 q.mm 2 p. Jika C = (p + q) × M.mm1 ( p + q ).m32 q.m33 p.mm 3 p.m3n    q.m22 p.m12  ( p + q ).m33 q. maka matriks C berordo m × n dengan elemen-elemen cij = (p + q)aij untuk setiap i dan j.m2 n   ( p + q).mm 3 146 Buku Guru Kelas X .m22 21  =  ( p + q).mmn   q.m23 q. Sehingga (p + q) M = p × M + q x M.m33 ( p + q ).m12 p.M m×n ( p + q ). M suatu matriks berordo m × n dengan elemen-elemen aij.m 21   p.mmn   ( p + q ).m1n   q.mm1    ( p + q ).m1n  q.m13 q.m11 ( p + q ).M m×n + q.M m×n + q.m13 ( p + q ). M m×n p.m32    ( p + q).m3n    ( p + q ).

 . dan c suatu skalar. 5 6  2 3 dan Q =  d) Diketahui matriks P =   .    = −1. 12 30 10  1 1 1 1 1 2 3 3 4  3) Dengan menggunakan matriks L =  q= . c bilangan real. Jika c = −1. 8  Matematika 147 . maka c × (P – Q) = c × P – c × Q. maka  8 10  5 7    2 3  5 6    −3 −3 3 3 − c.L 5 6 2 23 4  6 30 2 3 24 3 4 8 10   6 3  4 18  =  0 2 3  16    3 15 12 4 5 9 . Jadi. 0 .  0 24 18  dan p = 2 dan 5 6 2 3 4 3 4 2 3   6 8 16   Kita dapat memahami bahwa: 12 1 1 1 11 1 q ×q L = = ×.Mm×n = (p + q)Mm×n. dan c adalah bilangan real. m11 m  21 = ( p + q )  m31     mm1 m12 m22 m32 mm 2 m13 m23 m33 mm 3 m1n  m2 n   m3n    mmn   = ( p + q ) M m× n . terbukti bahwa p. =    −3 −3 3 3   5 7  8 10   Diskusi Diskusikan dengan temanmu satu kelompok bahwa jika matrik P dan Q merupakan dua matriks berordo sama. Silahkan diskusikan bahwa c × (P + Q) = c × P + c × Q.( P − Q) = −1. Untuk matriks P dan Q berordo m × n. Tentunya hasil c × (P – Q) sama dengan c × P – c × Q.Mm×n + q.

8    6 8 16   Karena p dan q adalah skalar. yaitu cabang 1 di kota Palembang. rincian data tersebut disajikan sebagai berikut. Di sisi lain. Alternatif Penyelesaian ♦ Guru menyuruh siswa untuk menyelesaikan persoalan di atas tanpa menggunakan konsep matriks.( q. 4) Perkalian Dua Matriks Masalah-4. dan cabang 3 di kota Pekanbaru. Lengkapnya. maka kita akan peroleh: 6 p. Sekarang.  p × (q × L) 0  3 15 12 4 5  12 30 10    9  =  0 24 18  . yaitu handphone. cabang 2 di kota Padang. untuk matriks M berordo m × n.7 Suatu perusahaan yang bergerak pada bidang jasa akan membuka tiga cabang besar di pulau Sumatera. komputer. 148 Buku Guru Kelas X . tunjukkan bahwa: p × (q × L) = (p × q). merupakan langkah lebih efektif untuk menyelesaikan p × (q × L). Jika kita mengalikan hasil p dengan q. dan sepeda motor. p dan q adalah skalar anggota Himpunan bilangan real. Handphone (unit) Cabang 1 Cabang 2 Cabang 3 7 5 4 Komputer (unit) 8 6 5 Sepeda Motor (unit) 3 2 2 Harga Handphone (jutaan) Harga Komputer (jutaan) Harga Sepeda Motor (jutaan) 2 5 15 Perusahaan ingin mengetahui total biaya pengadaan peralatan tersebut di setiap cabang. pihak perusahaan mempertimbangkan harga per satuan peralatan tersebut. diperlukan beberapa peralatan untuk membantu kelancaran usaha jasa tersebut. ternyata dengan mengalikan p dengan q terlebih dahulu.L.= L)2 =× 2. kemudian mengalikannya dengan matriks L. Untuk itu.

total biaya pengadaan peralatan di setiap unit dinyatakan dalam matriks berikut:  99.   43.000.000.Sekarang. • Cabang 1 Total biaya = (7 unit handphone × 2 juta) + (8 unit komputer × 5 juta) + (3 unit sepeda motor ×15 juta).000.00 Jadi. 7 Kita misalkan.000.   merepresentasikan harga per unit setiap peralatan.000.000  . kita akan menyelesaikan matriks.000. Seandainya terdapat satu saja elemen baris ke-1 pada matriks C tidak memiliki pasangan dengan elemen kolom ke-1 pada matriks D. dapat disimpulkan operasi perkalian dua matriks dapat dilakukan jika banyak baris pada matriks C sama dengan banyak kolom pada matriks D. maka operasi perkalian terhadap kedua matriks itu tidak dapat dilakukan. kita peroleh sebagai berikut. = Rp99.  5 . 5 2 15    7 8 3   2   5 6 D2  =   .00 • Cabang 2 Total biaya = (5 unit handphone × 2 juta) + (6 unit komputer × 5 juta) + (2 unit sepeda motor × 15 juta) = Rp70.00 • Cabang 3 Total biaya = (4 unit handphone × 2 juta) + (5 unit komputer × 5 juta) + (2 unit komputer × 5 juta) = Rp43. dan matriks 3× 1.000. Jadi.  5 .  4 5 2 15    Untuk menentukan total biaya pengadaan peralatan tersebut di setiap cabang. matriks C3×3 =  5   4 masalah tersebut dengan menggunakan konsep 8 3  2    merepresentasikan jumlah unit yang 6 2  . bahwa setiap elemen baris pada matriks C berkorespondensi satu-satu dengan setiap elemen kolom pada matriks D.000. yang setiap peralatan yang dibutuhkan di setiap cabang.000   R3×1 =   70.000.000   Dapat kita cermati dari perkalian di atas. Matematika 149 .

b a32 a33  b31 b b  a11 A  b 13 11 12 32 34  13    a31 perkalian     a ab ab . Secara matematis. b1 p  a1n   b11 b12 b13  a11 a12 a13 b a  b2 p  a2 n   21 b22 b23   21 a22 a23 b3 p  Am×n =  a31 a32 a33 a3n  . Hasil perkalian matriks A berordo n × m terhadap matriks B berordo p × n adalah suatu matriks berordo m × p.b3j + … + ain. 3× 3 3 a12 A a b11 b12 B b 23  a11  .b11 + a22 . dinotasikan C = A × B. dinotasikan cij. kemudian dijumlahkan.b13 + a12 . • Elemen-elemen matriks C pada baris ke-i dan kolom ke-j. maka • Matriks C berordo m × p. Proses menentukan elemen-elemen hasil perkalian dua matriks dipaparkan sebagai berikut.b12 + a22 .7 b12 b13  b11  a11 a12 a13  11 12 13      =  a21 a22 a b22 b23 a) Diketahui matriks 3× ×3 = b21 22 23  .b22 + a13 .b2j + ai3. A× 22 23 21 21 22 22 23 23 3× 3 ×  21      b31 b32 b32 b34 b33 31  a31 a32 a33  b       a11 .  31 32 34  a12   b matriks hasil matriks dana matriks B.b33   =  a21 .b21 + a23 .b31 a11 .b13 + a22 . kita dapat menyatakan perkalian dua matriks sebagai berikut. matriks A dapat dikalikan dengan matriks B jika banyak baris matriks A sama dengan banyak kolom B.b32 a21 .b31 a21 . diperoleh dengan cara mengalikan elemen baris ke-i dari matriks A terhadap elemen kolom ke-j dari matriks B.b21 + a23 .b23 + a23 .=  31    a a a b b b 31 32 34 32 33 b b b  a a a   A.b23 + a33 . b21 b22 b23  21 22 23 a b11 b  a11 a12 A   b  13 11 12 12 b13 13   .B  = .b22 + a23 .b12 + a32 .b13 + a32 .b12 + a12 .b1j + ai2.B =   b b b B . dan Bn× p =  b31 b32 b33            anp  amn   am1 am 2 am 3  an1 an 2 an 3  Jika C adalah matriks hasil perkalian matriks Am×n terhadap matriks Bn×p.b33   150 Buku Guru Kelas X .b23 + a13 .b31 a31 . dan  . untuk memudahkan kita mengerti akan konsep di atas! Contoh 4. Misalkan matriks An×m dan matriks Bp×n.b11 + a22 .b21 + a13 . Dinotasikan cij = ai1.b33    a21 . dan 133  21 13 33   a31 B  b31 b32 b33  a32 = a  b22 b23  A3×3 =  3×3 b21  a21 a22 a23  .b32 a11 .bnj Mari kita pelajari contoh-contoh di bawah ini.b11 + a12 .b22 + a33 .b32 a31 .

0  = 10 17 12  . Matriks A4 = I. bersama siswa memeriksa apakah hasil perkalian matriks A dan matriks B sama dengan hasil perkalian matriks B dan matriks A. 1 1 22   2  2 33 44    . diperoleh: 1.8 Penyelesaian Mari cermati langkah-langkah berikut! 0 −1 0 −1  −1 0  1 0  A2 = A × A =  × = = −1 ×      = −1 × I = − I 1 0  1 0   0 −1 0 1  Jika A2 = –I. akan ditemukan matriks identitas. Selanjutnya.  2 3 4  = 3. 2013 dapat kita tuliskan sebagai berikut: 2013 = 4.1 3.♦ Guru mengarahkan siswa menemukan hasil perkalian matriks B terhadap matriks A. (A4)503 = I.3 + 6.4 + 2.2 1. Akibatnya. silahkan 1 2 1 2 2 3 4  0 −1  2 3 4     ? 0 −1 3 4 3 4 periksa apakah matriks  dapat dikalikan dengan matriks ?             1 2 0   5 6  1 0   1 2 0   5 6  1 0      Berikan penjelasanmu! 1 2 2 3 4  0 −1  ? Diketahui matriks =  . Tentukanlah A2013! 1 2 0   3 4A  1 0   5 6      Contoh 4. b) Mari kita tentukan hasil perkalian matriks  3    3 44  1 1 22 00        5  5 66   gunakan konsep perkalian dua matriks di atas. ….4 + 6. untuk setiap pangkat matriks A kelipatan 2.0  16 27 20     5 6       Dengan menggunakan hasil diskusi yang kamu peroleh pada contoh a).4 + 4.3 + 2. 151 Matematika .1 1. 3.0   4 7 4  1 2  3 4  . . Selanjutnya.     1 2 0     5.3 + 4. maka A4 = I. A2013 = A(4. n = 1.2 5.2 3.2 + 2. Sehingga ditemukan kesimpulan bahwa tidak berlaku sifat komutatif pada perkalian matriks. akibatnya berlaku.2 + 6.(503) + 1.A1.(503)+1) = (A4)503.× . dengan meng.1 5. Artinya. 2.2 + 4. dan In = I.

 3 2 1         8 8 10   2  1 6     t  2 3 2  −3 0 2  1 0 0   −2 −1 0    A = 4 .   3 2 1           1 2    6    0 1 −2    0 0 1  1 0 0  1 2 3  3 5 6  152 d)  0 1Guru 0 X  Buku  .  . 3 5 6   matriks-matriks berordo 5 × 2. 1 0   −2 3   1 2 a)   −1 −4  . Jika Misalnya diketahui persamaan ada tentukanlah ukuran matriks matriks A. B =   .    d)  C. C= [ 21 305] . 0 1 0  −2    0 0 1   1.  4 7     5 0  suatu matriks persegi ♦ Pola pengerjaan di atas hanya berlaku untuk kondisi jika pangkat memiliki hubungan dengan matriks identitas.Oleh karena itu. Berikan contoh permasalahan 2. Apa yang dapat kamu jelaskan demana antara pernyataan matriks ngan operasi pembagian matriks? di bawah ini yang terdefinisi. Misalkan A dan B adalah matriks1 0 0  1 2 3  matriks berordo 4 × 5 dan misalkan. 0 −1 A2013 = I × A = A =  . 0   8 8 10   2     −3 c)  4  0 0 2 1 2  1 0 0    1 Uji Kompetensi 4. dengan matriks tersebut! A dan B matriks yang diketahui. Tentukanlah hasil perkalian matriksdalam kehidupan sehari-hari yang matriks berikut! menerapkan konsep perkalian matriks! (Selain konteks persoalan  −2 3   1 2 yang sudah disajikan pada buku ini). a)   −1 −4  . B =  4  . D =  5 4  dan F = [ 2 4 6] 4 2 1 0 c)  . D = 5 .Kelas  0 0 1    1 3 2    . Jadi guru harus mampu memotivasi  −1 siswa untuk giat latihan dengan soal-soal lanjutan. 4 2 6   b) 6.2  . (a) BA (d) AB + B Bagaimana kita menentukan matriks (b) AC + D (e) E (A + B) X? Tolong paparkan di depan kelas! (c) AE + B (f) E (AC) 4. dan E berturut-turut adalah  0 1 0  . C =   .  4 7    5.X = B. 0 b) 6. Diketahui matriks-matriks  0 5  2 2  −1 −2 −1 0      4 2 6   A = [ 2 3 5] . 0 0 1    1 3 2   4 × 2. D. dan 5 × 4. Tentukanlah yang 3.

Berikan dua matriks yang memenuhi kesamaan: pada matriks A semuanya nol. B. A2 – B2 = (A – B). 6 8   Jika F (X.      A= . Diketahui matriks G =  .  Dari semua matriks pasangan matriks manakah yang dapat dijumlahkan dan dikurangkan.  A=   3 2  0 1 di  2atas. 3B. Tunjukkan bahwa Ar. i. I =  0 1 0  .0 1  .  t dan X suatu matriks berordo 2 × 3 serta memenuhi persamaan A+X=B. Y. = − 3 2  p q  5 6   −15 14  tentukanlah C – 4C + C – 4I. r. 1 . 4 4 2     1 1   Matriks yang manakah dapat dikalikan terhadap matriks G? Kemudian tentukan hasilnya! Matematika 153 . Tentukanlah F (A.   0 1 2 3 6 8     2 4 dan C =  . B = 1 2 .As = A(r+s). C)! F (2A. maka 8  r a  8 −3  7 3 1 1   5  . q. B= . J = G . Berikan beberapa matriks A dan B yang memenuhi kesamaan (A + B)t = At + Bt! 8. K =  dan L =  0  . untuk semua matriks A matriks persegi! 9. Tentukanlah nilai kebenaran setiap 1 0 pernyataan di bawah ini! Untuk H= 0 1B = ] . dan s 1 1 3 pada persamaan matriks berikut! 14. Z) = 4X – 2Y + Z.  2 D= 5  1 3 t 61 4  dan F = [ 2 4  ] . maka elemen kolom ke-1 matriks AB juga semuanya nol. Kemudian selesaikanlah! A= 6. J = G . b) Jika elemen pada baris ke-1 13. 11. dan C =  . 2C)! 1 2 3  12. Tentukan matriks X! 7. I adalah setiap matriks A[1 dan 0 1  matriks persegi. Diketahui matriks-matriks: dengan matriks I merupakan matriks 1 1 1 2 2 4  identitas berordo 3 × 3. 10. Jika A= 3 2 3 3 5 . K =  4 4   0 0 1   0  3 2 4 5   t 0 .(A + B) AB juga semuanya nol. Tentukanlah nilai-nilai p. 0 0 a) Jika elemen pada kolom ke-1 pada matriks A semuanya nol. Jika matriks C =  1 3 1   . Z) didefinisikan sebagai F (X. 2 4 6 dan lima matriks yang dapat dipilih untuk dikalikan dengan matriks G. (A + B)2 = A2 + B2 maka elemen baris ke-1 matriks ii. Y. yaitu: 1 0 0  2 4  t H = [1 0 1] . B=  2 4 6  −4 10 7 9  .

00. Buat laporan hasil kerjamu dan paparkan di depan kelas. Ujilah apakah berlaku berbagai sifat operasi matriks di dalam pemecahan masalah tersebut. biasanya diselenggarakan sekitar Juli setiap tahunnya. Tahun 2012. dan teknik yang melibatkan konsep dan operasi dua buah matriks atau lebih. kebudayaan Betawi. Determinan dan Invers Matriks Masalah-4. Berapakah total uang tiket yang akan dibayar oleh Pak Asep.00. Dengan niat yang sama. dan banyak hal lain yang perlu disaksikan. keluarga Pak Asep membeli 2 tiket dewasa dan 3 tiket anakanak seharga Rp 190. kita misalkan x : harga tiket dewasa y : harga tiket anak-anak. hasil industri kreatif. keluarga Pak Tatang akan menghadari kegiatan tersebut dengan membeli 3 tiket dewasa dan 2 tiket anak-anak seharga Rp 210. Acara ini menampilkan berbagai hal menarik tentang ibukota negara Indonesia.15. persoalan di atas dinyatakan dalam persamaan linear dua peubah seperti berikut.000. Tentukanlah nilai x dan y yang memenuhi syarat berikut ini!  y 1 2 G= a)  dan G = I 0 x    −3 1  2 b) Y =  dan F = xF + y. 154 Buku Guru Kelas X . Oleh karena itu. 6. seperti pameran teknologi terbaru.I  −2 5 I adalah matriks identitas berordo 2 × 2. jika dia harus menambah 3 tiket dewasa dan 2 tiket anak-anak? Alternatif Penyelesaian Cara I Untuk menyederhanakan masalah di atas.8 Pekan Raya Jakarta.000. transportasi. Projek Himpunlah minimal lima masalah di bidang ekonomi.

..000 3 3 22 210 210  semua sistem persamaan linear dua variabel memiliki        .......  diskusikan dengan temanmu.. Diskusi Menurut kamu...( A ) |A |m . nilai (a1. a1b2 ≠ a2b1 . ♦ Untuk memastikan apakah siswa telah paham bahwa SPLDV memiliki 3 kemungkinan himpunan penyelesaian... (2) a1 × b2 − a2 × b1 a1 × b2 − a2 × b1 ♦ Guru harus mampu mengarahkan siswa untuk mengingat kembali cara menentukan himpunan penyelesaian SPLDV...  dinotasikan ...  == 1 1 → → 1 1 1 1      cc aa aa ++ bb yy==cc yy   2x 2x 22 2 2 bb 22 22 22       Solusi persamaan tersebut adalah: b ×c −b ×c a × c − a2 × c1 x = 2 1 1 2 dan y = 1 2 .. melalui soal latihan.....000   2 3  ×  y  = 190. Serta guru harus memastikan bahwa siswa mampu menunjukkan solusi sistem tersebut dengan salah cara menentukan himpunan penyelesaian SPLDV..000 Banyak tiket yang dibeli Pak Asep : 2x + 3y = 190........    penyelesaian? ......× .. A. .(3) = a1 b1 a1 b1 a2 b2 a2 b2 155 Matematika ...000 Matriks yang merepresentasikan kedua persamaan tersebut adalah:  3 2   x   210.. dinotasikan atau det.. yaitu – Memiliki solusi tunggal – Memiliki tak hingga banyaknya solusi – Tidak memiliki solusi Dalam konsep matriks. det. apakah ...000  .isalkan isalkan matriks matriks = .....m ...000 xx ..... atau det.. dapat ditulis menjadi: c1 b1 a1 c1 c2 b2 a2 c2 x = dan y . nilai x dan y pada persamaan (2)..........b2 – a2.  == Silahkan .000 22 33   190 190     ++ by ==c1 c1  cc aa b1 aa bb xx   1x 1x 1y ... ...Banyak tiket yang dibeli Pak Tatang : 3x + 2y = 210.... (1)       Mengingat kembali bentuk umum persamaan linier........ dengan matriks  a  a b b  a  a b b  atau  a  a b b=A a2 2 b 22 2  2   2 2 2  2    2 2 2  2  Oleh karena itu.b1) disebut sebagai determinan matriks a1b1 b1  aa  a1 a1b1 b1    a1 a1b1 b1  1 1 b A= A .....000 yy .

dengan a1 a2 b ≠ 0.000.000 x= = = = 50. .000 2 190. 3 2 9−4 5 2 3 3 210.000. Karena Pak Asep ingin menambah 3 tiket dewasa dan 2 tiket anak.  y  = 190.5 Misalkan A matriks berordo n × n. dengan menerapkan persamaan (3).  a b  −1  d −b  1 1 Misalkan A matriks persegi. berordo 2×2.d − b. Cara II Dengan menggunakan persamaan:  3 2   x   210.000 y= = = = 30.c)  −c a   c d  dinotasikan A–1: 156 Buku Guru Kelas X . maka dia harus menambah uang tiket sebesar Rp 210. b2 Kembali ke persamaan (1). maka diperoleh: 210. Matriks A–1 adalah invers matriks A jika dan hanya jika A × A–1 = A–1 × A = I. harga tiket Pekan Raya Jakarta untuk orang dewasa adalah Rp 50.0000.00. Total biaya tiket yang harus dibayar Pak Asep adalah Rp 400.00.000  Kita misalkan matriks A =  ..000   2 3  .000 3 630.  det.000 570. dan B =  . X =   .000. Adj . A =  .000.A Maka = invers matriks A = A.000      maan tersebut menjadi : A.00 dan untuk anak-anak adalah Rp 30.000        3 2  x  210.000 − 380.000 150. (4) Persoalan kita: bagaimana menentukan matriks X pada persamaan (4)? Persoalan kita: bagaimana menentukan matriks X pada persamaan (4)? Definisi 4. …………………………………………………….000 250. A (a.X = B.000 3 190. 3 2 9−4 5 2 3 Jadi.00.000 − 420. akibatnya persa y 2 3 190.0000.

d ≠ b . Oleh karena itu. (a. (semua ruas dikalikan A–1).    .000  2 3  2 3 x .000  1 x  250 50 1  250    50  ⇔X = X= = . 22  210. namun ada beberapa teknik yang harus diperhatikan.  3 2   x   210.A ≠ 0.000 .000 5 150 .000.    22 33 −− 3 2 2   3  190.disebut denganadjoin .000 . Untuk selanjutnya akan dikaji pada subbab berikut.000  ⇔ A × X = B ⇔ X = A       Karena A adalah matriks tak singular. matriks A.000 . ( a × d − b × c )  −c a   A−1 =  d −b  1 a. dinotasikan Adjoin A.A–1 = I. .c.c)  −c a   Salah satu sifat invers matrik adalah A–1.000 .X = A–1B I.000 dan y = 30.000  Ditemukan jawaban yang sama dengan cara I. dengan syarat det. Kembali ke persamaan matriks.000  1 –1 a− ×B B. (A–1.  2 3  ×  y  = 190.000   33 −− × == .000 y   5 150 30    30  X= ⇔X = ⇔ 1 1  x  50. maka matriks A memiliki invers. langkah kita lanjutkan menentukan matriks X.000  Diperoleh   =   ⇔ x = 50. Matematika 157 .X = A–1B X = A–1B (karena I.  y  30.. dengan a × d ≠ b × c.X = A–1B. .A. Akibatnya persamaan (4) dapat dimodifikasi menjadi: A–1. Tetapi perlu pertimbangan pemilihan cara yang digunakan menyelesaikan persoalannya.A = A.A−1 =  d −b  1 × .000 .× == ⇔  y =     .d − b.X = X)……………………………………………… (5) Rumusan ini berlaku secara umum.A).

yaitu Airbus 100.  y  = 185  . Setiap pesawat dilengkapi dengan kursi penumpang untuk kelas turis. Kategori Kelas Turis Kelas Ekonomi Kelas VIP Jumlah Penumpang 305 185 206 Berapa banyak pesawat dari yang harus dipersiapkan untuk perjalanan tersebut? Alternatif Penyelesaian Untuk memudahkan kita menyelesaikan masalah ini. kita misalkan: x: banyaknya pesawat Airbus 100 y: banyaknya pesawat Airbus 200 z: banyaknya pesawat Airbus 300 Sistem persamaan yang terbentuk adalah: 50 x + 75 y + 40 z = 305  50 75 40   x   305        30 x + 45 y + 25 z = 185  ⇔  30 45 25 . Yaitu sebagai berikut: 158 Buku Guru Kelas X . Ada beberapa cara untuk menentukan det. antara lain Metode Sarrus. dan VIP.A. Jumlah kursi penumpang dari tiga jenis pesawat tersebut disajikan pada tabel berikut.9 Sebuah perusahaan penerbangan menawarkan perjalanan wisata ke negara A.  32 x + 50 y + 30 z = 206  32 50 30    z     206   Sebelum ditentukan penyelesaian masalah di atas. Kategori Kelas Turis Kelas Ekonomi Kelas VIP Airbus 100 50 30 32 Airbus 200 75 45 50 Airbus 300 40 25 30 Perusahaan telah mendaftar jumlah penumpang yang mengikuti perjalanan wisata ke negara A.Masalah-4. terlebih dahulu kita periksa apakah matriks A adalah matriks tak singular. perusahaan tersebut mempunyai tiga jenis pesawat. dan Airbus 300. seperti pada tabel berikut. Airbus 200. ekonomi.

a21.a23. −100  − 75  45 25 25 45    50 30  50 30   50 50   30 30   32 32  = y= y 50 50  30  30   32  32  305 305 185 185 206 206 5 75 7 45 45 50 50 40  40  25 25    30 100 −100  =− 30  =1 = 40 100 = 1 −100  − 40  25 25    30  30   Matematika 159 .a11 – Untuk matriks pada masalah 4.a13 – a32.75) = –100.a23. a13 a11 a12 a23 a21 a22 a33 a31 a32 + + + + a12.30) + (75.9. Analog dengan persamaan (3). 50 75 40 50 75 40 50 75 30 45 25 = 30 45 25 30 45 32 50 30 32 50 30 32 50 + + + = (50.30.a12.a32 – a31.45.Misalnya matriks A3×3 a11 a21 a31 a12 a22 a32  a11 =  a21   a31 a12 a22 a32 a12 a22 a32 a13  a23   .a31 + a13.45.a22.32) + (40.a33 a33. maka deteminan A adalah: a33   a13 a11 a23 = a21 a33 a31 = a11.a21.30.25. kita dapat menggunakan determinan matriks untuk menyelesaikan persoalan di atas. = 75 40 40 100 = 2.50) – (30.40) – (50.50) – (32.a22.25. 305 305   185 185   206 206  x= = x 50 50  30  30   32  32  50 50  30  30   32  32 z= = z 50 50   30 30   32  32  75 40 40  75  45 25 25 45    50 30 −300 300  =− 50 30  =3 = 75 40 40 −100 100 = 3  − 75  45 25 25 45    50 30   50 30  75 305 305  75  45 185 185  45    50 2 0 6 200 −200  =− 50 206  = 2.

 = .000) − 2.9 1 2  4 5 Diketahui A =  dan matriks B =  .det(B). hasil di atas sama dengan hasil yang dikerjakan pada dua cara yang telah disajikan di atas.Oleh karena itu.2 5   2 3   Tentunya.(190.3 − 2. det( Penyelesaian Sebelum kita menentukan determinan A.(210. ♦ Guru memandu siswa mengerjakan cara II untuk menyelesaikan masalah Pembelian Tiket PRJ.000 2  190.000) = 250.000 = 50. mari kita tentukan terlebih dahulu matriks A. 160 Buku Guru Kelas X .B) = 19 28 20 28 = –28. maka nilai  210.(190.2 5 3 2 2 3   dan  3 210.000 3   = 3.(210.000   = 3.B =. Tunjukkan A.  3 4  2 6 Tunjukka n bahwa det( A.B =  .|B|.000 y= 3 2 3.3 − 2. Sekarang akan kita bandingkan dengan nilai |A|.B tersebut kita peroleh det(A. yaitu:  4 5  1 2  19 28 A. Contoh 4.000   2 190.000) = 150.000) − 2.B.B = )A B ! A).000 = 30. B.  2 6  3 4   20 28 Jika matriks A.000 x=  3. banyak pesawat Airbus 100 yang disediakan: 3 unit banyak pesawat Airbus 200 yang disediakan: 1 unit banyak pesawat Airbus 300 yang disediakan: 2 unit. Dengan menggunakan konsep determinan.

Tentukanlah determinan dari matriks b   a a b  P= Q=   dengan x.A.A) = k. Sedangkan bahwa det(A. c d  Jika determinan P adalah α.B.B) = det(A).  xc − sa xd − sb  d d  a b → baris 1 Q = Penyelesaian xc − sa xd − sb → baris 2 a b  a b  a Jika P =  b  . B.B. 161 Matematika .|B|. dan determinan matriks P adalah α. melalui pembuktian induksi matematik. maka berlaku P =   = Q = c d  c d  xc − sa + sa xd − sb + sb ad – bc = α.det(A). Coba telusuri.B. dengan α ∈ R.A. * a b Elemen → baris 1 Q memiliki hubungan dengan matriks P. dan k adalah skalar. )  2 B  det(B  =  2 6  3 4   20 28  6  3 4   20 28 Nilai det(A). dan C berordo n × n.maka A .10 a b  Sebuah matriks P berordo 2 × 2 dengan P =   dimana a. Dengan matriks det( A) = 14. = –2. sehingga siswa dapat memahami pola yang terbentuk. Latihan 4. Selanjutnya. Pastikan hasil pekerjaan siswa. nilai determinan matriks k. 4 5  1 2  19 28  4 5  1 2  19 28 = A. B . b. yaitu: matriks Q = .|B|.A B=  .1 1) Selidiki apakah |A. xc xdq21 = kali →hasil baris 2* skalar × terhadap p21 – hasil kali skalar s terhadap p21. ♦ Guru memandu siswa untuk menyelesaikan Latihan 4. dan = maka  .(–2) = –28.C| = |A|. d ∈ R.|C| untuk setiap matriks-matriks A. ♦ Untuk menelusuri determinan k. = jika .|C|. yaitu apakah |A. Contoh 4. dan C berordo n × n. 2) Jika matriks A adalah matriks persegi berordo 2 × 2. guru dapat menunjukkan melalui contoh-contoh.det(B) = –28. jika siswa mengalami kesulitan berikan arahan dan petunjuk untuk menjawab soal tersebut. guru memberikan kesempatan siswa untuk menyelidiki apakah det(k.1.C|=|A|. untuk setiap matriks . c.det(B) = 14. y ∈ R.

matriks  a mereduksi Tujuan kita sekarang adalah Q menjadi P= Q=  Adapun langkah-langkahnya adalah − sa xd − sb  d  sebagai   xcberikut.s xh − b. c d  c d  Jadi |Q| = xα. Matematika).s 162 Buku Guru Kelas X .s   Q3×3 a =  xd   xg b xe xh c xf   xi    a =  xd − a. Mereduksi  xc − sa  d dbaris   xd − sb  sb  Q menjadi  2 matriks P.10. akibatnya peroleh: −11 − sb Q→ sa xd baris 2sa xd − sb → = kita .s   xg − a. maka Q = x.q + q21 .q22 = hasil kali skalar × terhadap p22 – hasil kali skalar s terhadap p22. xc → baris 2 b xd → baris 1* .   2− Q =xd  xc − sa d d  mengoperasikan elemen baris matriks elemen baris xc − sa + sa xd − sb + sb → baris 1 b → barisa1 a b menjadi: q21 dapat dioperasikan * = Q Q =* axc −b baris 1 → (q21) =xc s. b a b  kelipatan matriks P.  = α . dengan matriks. i  b xe − b. d a b → baris 1 xc − sa xd − sb → baris 2 b   a  ab b   a a b  = matriks Q1 = P =  baris Q Elemen 1 matriks QP == elemen dalam hal ini adalah a bP. pola terdapat pada soal di atas dan untuk kondisi matriks P3×3 adalah berlaku secara umum untuk sembarang matriks berordo n × n dengan pola elemen matriks seperti yang disajikan pada Contoh 4. ♦ Guru menunjukkan kepada siswa. → baris 2* Menurut sifat determinan matriks (silahkan minta penjelasan lebih lanjut dari guru  a b  a b = xα .s   xi − c.s c  xf − c. a Ambil sembarang matriks P3×3 =  d  g Q3×3 b e h c f  . baris 2 xc xd → baris 2* a b a b Q = Q = xc − sa + sa xd − sb + sb xc − sa + sa xd − sb + sb Q = Q = a xc b xd a → baris 1* Q* = .

s  Q3×3 =   xd xe xf     xg − a.s xf − c.2. yaitu Misal matriks P madalah matriks berordo 3 × 3.s xi − c.Q3×3 Dengan menggunakan operasi baris elementer. dengan |P| = α dan matriks Q berordo 3 × 3 dan mengikuti pola seperti contoh di atas.s xe − b.s xh − b. akan diperoleh matriks Q yang baru.2 Misalkan P matriks berordo 3 × 3. maka determinan matriks tersebut selalu x. Tentukan determinan matriks Q! Latihan 4. dengan |P| = α dan matriks Q berordo 3 × 3 dan mengikuti pola seperti contoh di atas. |Q| = x. yaitu b c   a a b c    =  xd − a. Guru memandu siswa untuk menyelesaikan Latihan 4. Tentukan determinan matriks Q! Matematika 163 .α.α. Untuk semua matriks persegi dan elemen matriks mengikuti pola di atas.s    xg xh xi   Oleh karena itu.

Coba 164 Buku Guru Kelas X . yang memenuhi  0 0 2 z − 1   ini! persamaan berikut 1 0 −3 z −1 = 2 z −6 . Selidiki bahwa det(An) = (det A)n. Tentukanlah nilaiz. Apakah det(PQ) = det(QP)? Jelaskan! 10. Masalah Nutrisi Winarno bermaksud mengikuti ujian saringan masuk perwira. Berikanlah contoh penyangkal untuk setiap pernyataan yang tidak berlaku! a) det(2A) = 2.Uji Kompetensi 4. Periksalah kebenaran setiap pernyataan berikut ini. Diketahui matriks R adalah matriks berordo n × n dengan elemen kolom ke-1 semuanya nol. Jika matriks M adalah matriks berordo 2 × 2. 9. Selidiki z −1bahwa det(C+D) = detC + = setiap 2 z matrik −6 C . dengan PQ ≠ QP. Berikan juga contohnya! 11. |M| ≠ 0. dan D detD! Untuk 3 1− z merupakan matriks persegi. Tentukanlah determinan matriks tersebut! 8. untuk setiap:  −2 a) A =  1 2  b) A = 1  5 3 dengan n = 2 4  −1 3  2 4  dengan n = 3 −3 6   kamu generalisasikan untuk matriks 5 7   z berordo M 0 z + 1 n ×6n!  = 0  6.3 1.det(A) b) |A2| = |A|2 c) det(I + A) = 1 + det(A) Untuk matriks A merupakan matriks persegi. Untuk matriks-matriks P dan Q adalah matriks berordo n × n. 3 1− z 1 3 z −5 7. Diketahui   d e f  = –8.  g h i   tentukanlah:  d e f  g d   h i d e e a) f f    !    a) g h h i i !  a  a)  g ! b c       a b c   3   a b c a 3b 3c   3 3 3  )  −d −e − f  3a a b 3b b 3c c   !   − ! b) gf  4−  d − e f !h 4i  −d −e − b)  4     4 g 4 h 4 i     4 g 4h 4i   3. Setelah berkonsultasi dengan a b c   2. 1 3 z −5 5. Tentukan hubungan |M| dengan detM–1. Tentukanlah z yang memenuhi persamaan berikut! 5 7  z 0 z + 1 6   =0  0 2 z − 1 0  1 0 −3 4. Tentukanlah determinan matriks tersebut. Jika elemen baris ke-1 suatu matriks persegi adalah semuanya nol.

dan jumlah (dalam satuan gram) setiap sumber zat gizi yang dikonsumsi dalam setiap biskuit ditunjukkan oleh matriks J. Sebuah toko penjual cat eceran memiliki persedian tiga jenis cat eksterior. Biru Hitam Kuning Coklat  5 2 4 1  Regular   Regular 2 8 4 1 5 R= 3 1 6 Deluxe  3 1 8 6 R = 6 Deluxe  3 5 7  Commercial  6 3 5 7 3  Commercial Biru Hitam Coklat 1 Kuning 2 0 Regular     3 1 2 0   S = 1 0 2 4  Regular Deluxe S = 1 0 2 4 Deluxe 5 1 3 2  Commercial  5 1 3 2  Commercial a. Sewa hotel Rp 400. Masalah Persediaan Toko Cat. 12 16  Kalsium   Kalsium  32 16 24 G = 12 Protein   24 G = 32 Protein  20 8   Karbohidrat   20 8 Karbohidrat   Biskuit A Biskuit Biskuit C I 18 B 25  Sumber  24 J =  24 18 25 Sumber I  Sumber II   25 32 16 J = 25 32 16  Sumber II  a. Hitunglah G. dan makan di restoran yang ditunjuk Rp 90.000. tranprotasi ke tiap tempat wisata Rp 80. dan coklat.00 per malam.000. Cat-cat tersebut tersedia dalam empat pilihan warna yaitu.J dan jelaskan arti dari setiap elemen matriks tersebut! 12. 4 tempat wisata dan 7 kali makan. Paket II dengan 3 malam menginap. Jumlah (dalam satuan gram) kalsium.00. b) Nyatakan matriks paket yang ditawarkan. Banyak penjualan cat (dalam gallon) selama satu minggu dicatat dalam matriks R.00. Tentukanlah jumlah kalsium dalam biskuit B! b. 4 tempat wisata Sumber Sumber I II dan tidak ada makan. yaitu regular. kuning. 3 tempat wisata dan 5 kali makan. tentukan matriks biaya untuk tiap paket. 165 Matematika . a) Nyatakan matriks harga sewa hotel.seorang perwira dan memperoleh saran mengenai pola makanan yang hendak dikonsumsi lebih baik dimasak sendiri.000. tranportasi dan makan. protein. d) Paket mana yang menawarkan biaya termurah? 13. dan karbohidrat dalam setiap sumber gizi ditunjukkan oleh matriks G. deluxe. Tentukan inventaris toko pada akhir minggu. hitam. Agen perjalanan menawarkan paket perjalanan ke Bali. biru. c) Dengan menggunakan perkalian matriks. Paket III dengan 5 malam menginap. Paket I terdiri 4 malam menginap. Pengalaman perwira tersebut menyarankan untuk mencampurkan dua sumber zat gizi dalam jumlah yang berbeda untuk menghasilkan tiga jenis biskuit. Masalah alokasi sumber daya. sedangkan inventaris toko pada awal minggu dalam matriks S berikut ini. dan commercial.

Selidiki sifat invers matriks yang diterapkan pada pemecahan masalah tersebut. 166 Buku Guru Kelas X . 14. Buatlah laporan hasil kerjamu dan sajikan di depan kelas. Tentukanlah determinan dari matriks  n2  M =  (n + 1) 2  ( n + 2) 2  (n + 1) 2 ( n + 2) 2 (n + 3) 2 (n + 2) 2   (n + 3) 2  ! (n + 4) 2   16. Jika toko tersebut menerima kiriman stok baru yang dicatat dalam matriks T. tunjukkan bahwa (B–1)–1 = B dan [Bt]–1 = [B–1]t! 15. Projek Himpun minimal tiga permasalahan dalam bidang ekonomi. Tentukan inventaris toko yang baru. Dengan menggunakan matriks persegi. x+y=3 2x – y = 0 Tentukanlah nilai x dan y yang memenuhi sistem tersebut dengan menggunakan konsep matriks. b. transportasi. Diberikan suatu sistem persamaan linier dua variabel. dan matematika terkait penerapan konsep determinan dan invers matriks.

misal jika A dan B adalah matriks. PENUTUP Setelah telah selesai membahas materi matriks di atas. 4. tidak memenuhi sifat komutatif. Hasil kali dua buah matriks menghasilkan sebuah matriks baru. Dua buah matriks hanya dapat dikalikan apabila banyaknya kolom dari matriks yang dikali sama dengan banyaknya baris dari matriks pengalinya. Dalam operasi penjumlahan dua matriks berlaku sifat komutatif dan assosiatif. 2. 7. Sebuah matriks A ditransposkan menghasilkan matriks At dengan elemen baris matriks A berubah menjadi elemen kolom matriks At.D. 3. Selanjutnya kita akan bahas tentang relasi dan fungsi. Hasil kali sebuah matriks dengan suatu skalar atau suatu bilangan real k akan menghasilkan sebuah matriks baru yang berordo sama dan memiliki elemenelemen k kali elemen-elemen dari matriks semula. Matriks identitas penjumlahan adalah matriks nol. 8. kA=Ak b. yang elemenelemennya merupakan hasil perkalian elemen baris matriks A dan elemen kolom matriks B. 6. Matematika 167 . hasilnya adalah matriks A. Misal jika k adalah skalar. Misal jika Ap×q dan Bq×r adalah dua buah matriks. A. A+B=B+A b. dan B adalah matriks maka berlaku. maka a. Penjumlahan sebarang matriks dengan matriks identitas penjumlahan hasilnya matriks itu sendiri. Matriks adalah susunan bilangan-bilangan dalam baris dan kolom. sebab semua relasi dan fungsi didefinisikan pada domainnya yang berupa himpunan. Dengan demikian matriks At ditrasposkan kembali. Tetapi perkalian matriks dengan skalar memenuhi sifat komutatif dan assosiatif. hasinya menjadi matriks A atau (At)t = A. a. Hasil perkalian matriks A dengan matriks identitas perkalian. A + (B + C) = (A + B) + C 5. maka berlaku Ap×q × Bq×r = Cp×r. 10. k(A ± B) = kA ± kB 9. Demikian juga daerah kawan dan daerah hasil suatu relasi dan fungsi adalah suatu himpunan. anda harus mempelajari ulang tentang konsep dan sifat-sifat himpunan. Matriks yang memiliki invers adalah matriks persegi dengan nilai determinannya tidak nol (0). ada beberapa hal penting sebagai kesimpulan yang dijadikan pengangan dalam mendalami dan membahas materi lebih lanjut. antara lain: 1. Perkalian dua atau lebih matriks. Untuk mempelajari relasi dan fungsi.

himpunan pasangan berurutan. himpunan pasangan terurut. dan diagram venn. dan daerah hasil suatu relasi antara dua himpunan yang disajikan dalam berbagai bentuk (grafik. • menjelaskan konsep daerah asal (domain). • menjelaskan konsep daerah asal (domain). • menuliskan sifat-sifat relasi. daerah kawan. dan daerah hasil (range) suatu fungsi. kritis. 2. 3. bertanggungjawab. . atau ekspresi simbolik). • • • • • Relasi Fungsi Daerah asal (domain) Daerah kawan (kodomain) Daerah hasil (range) Melalui pembelajaran relasi dan fungsi siswa memperoleh pengalaman belajar: • menemukan konsep relasi dan fungsi melalui pemecahan masalah otentik. dan diagram venn.Bab Relasi dan Fungsi A. • menyatakan sebuah fungsi dengan diagram panah. himpunan pasangan berurutan. daerah kawan (kodomain). • menyatakan sebuah relasi dengan diagram panah. • berkolaborasi memecahkan masalah aktual dengan pola instalasi sosial kultur. • menggunakan konsep dan prinsip relasi dan fungsi untuk memecahkan masalah otentik. menghayati pola hidup disiplin. • menuliskan dengan kata-katanya sendiri konsep relasi berdasarkan sifat-sifat yang dituliskan sebelumnya. daerah kawan (kodomain). KOMPETENSI DASAR DAN PENGALAMAN BELAJAR Setelah mengikuti pembelajaran ini siswa mampu: 1. konsisten dan jujur serta menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. memahami daerah asal. • berpikir tingkat tinggi dalam menyelidiki dan mengaplikasikan konsep relasi dan fungsi dalam memecahkan masalah otentik. mengidentifikasi relasi yang disajikan dalam berbagai bentuk yang merupakan fungsi. dan daerah hasil (range) suatu relasi.

B. PETA PETA KONSEP KONSEP RELASI DAN FUNGSI Masalah Otentik HIMPUNAN Diagram Venn Himpunan Pasangan Berurutan Diagram Kartesius Jika: 1) Setiap anggota domain berpasangan dengan anggota kodomain 2) Setiap anggota domain berpasangan dengan tepat satu anggota kodomain DAERAH ASAL FUNGSI DAERAH KAWAN DAERAH HASIL RELASI Dinyatakan dengan Matematika 169 .B.

♦ Guru mengarahkan siswa agar mampu menduga fakta-fakta yang kita temukan di atas? 170 Buku Guru Kelas X . Grup Band Favorit Tono • Doli • Nurhasanah • Siti • Tedy • Kelompok Siswa • Band A • Band B • Band C • Band D • Band E Grup Band Gambar 5. Menemukan Konsep Relasi Gambar di bawah merupakan hubungan antara kelompok siswa dengan kelompok grup band favoritnya. (1) Grup band favorit Tono adalah Band B.1 Grup band favorit sejumlah siswa Dari gambar di atas. tanpa ada penjelasan yang lebih terperinci dapat ditemukan fakta-fakta berikut. (5) Siti tidak memiliki grup band favorit dari kelompok grup band yang diberikan. MATERI PEMBELAJARAN 1. (4) Grup band favorit Tedy adalah Band E. (6) Tidak ada siswa yang grup band favoritnya Band A. (3) Nurhasanah band favorit Tono adalah Band D. (2) Grup band favorit Doli adalah Band C.C.

perhatikan masalah berikut. ditunjukkan sebagai Gambar 5. Relasi pada Gambar 5. Band B). Felix Dome Meliani Abdul Cyntia • • • • • • Merek A • Merek B • Merek C • Merek D • Merek E Merek Handphone Kelompok Siswa Gambar 5. Band C). relasi dapat juga dinyatakan dengan himpunan pasangan berurutan dan dengan menggunakan diagram kartesius seperti berikut. Tono (Nurhasanah.2 tidak dapat ditemukan hubungan antara kelompok siswa dengan merek handpone yang ada karena tidak ada garis berpanah yang menghubungkan yang diberikan. tenis meja. Crisneldi.1 di atas jika dinyatakan dengan himpunan Tedy pasangan berurutan ditunjukkan Siti sebagai berikut. Band D). (Doli. bola volley.1 disebut relasi antara kelompok siswa dengan grup band. Himpunan pasangan berurutan Nurhasanah kelompok siswa direlasikan dengan Doli grup band favoritnya adalah: {(Tono.3 Relasi “ siswa penggemar band” kartesius. Relasi yang ada pada Gambar 5. bulu tangkis. relasinya adalah ‘grup band favorit’. (Tedy.2 Kelompok siswa dan merek handpone Perhatikan kedua gambar di atas. Sugino. 1) Marko ikut pertandingan bola kaki dan bola volley. Pasangkanlah siswa dengan pertandingan yang akan diikuti dengan ketentuan berikut. dari Gambar 5. Terdapat 6 orang siswa (Marko.67 di Kabupaten Sorong. Masalah 5. masalah berikut. Band E)} Band A Band B Band C Band D Band E Jika dinyatakan dengan diagram Himpunan Grup Band Himpunan Grup Band Gambar 5.1 Dalam rangka memperingati HUT RI ke.Bandingkan dengan gambar berikut. Rendi dan Abdullah) yang akan mengikuti pertandingan tersebut. Pada Gambar 5. Untuk memahami pengertian relasi. Selain dengan diagram panah. Untuk perhatikan memahami pengertian relasi. Aturan menghubungkan kelompok siswa dengan kelompok grup band pada gambar 5. relasi seperti ini biasa disebut dengan relasi yang dinyatakan dengan diagram panah. dengan aturan menghubungkan adalah: ‘Grup band favorit’.1 dapat ditemukan beberapa hal karena ada garis panah yang menghubungkan kelompok siswa dengan kelompok grup band. SMA Negeri 1 Sorong akan mengirimkan siswanya untuk mengikuti pertandingan antar SMA untuk Matematika pertandingan sepak bola.3 Relasi ”siswa penggemar band” berikut.1 di atas ditandai dengan sebuah garis berpanah dari kelompok siswa menuju kelompok grup band favorit. Felix. Felix ikut pertandingan bulu Himpunan Siswa Himpunan Siswa 171 . dan catur.

Masalah-5. bola volley. bulu tangkis. dan Tono) yang akan mengikuti pertandingan tersebut. Pasangkanlah siswa dengan pertandingan yang akan diikuti dengan ketentuan berikut. dan diagram kartesius karena hal tersebut telah dipelajari sewaktu duduk di bangku SMP. untuk memasangkan hubungan dimaksud dapat dinyatakan dengan 3 cara yaitu: 1) diagram panah. Dayu ikut pertandingan catur. 4) Siti ikut pertandingan bola volley. Abdullah ikut pertandingan tenis meja. Abdullah dan Tono ikut pertandingan tenis meja. Alternatif penyelesaian masalah ditunjukkan sebagai berikut. tenis meja. dan Tono ikut pertandingan tenis meja. Siti ikut pertandingan bola volley. 3) Udin dan Dayu ikut pertandingan bola kaki. 1) Udin ikut pertandingan tenis lapangan dan bola volley. Joko ikut pertandingan badminton. dan Tono ikut pertandingan tenis meja. Siti ikut pertandingan bola volley. Joko ikut pertandingan badminton. a) Dengan diagram panah b) Dengan himpunan pasangan berurutan 172 Buku Guru Kelas X . 1) Udin ikut pertandingan bola kaki dan bola volley. Dayu ikut pertandingan catur. Joko ikut pertandingan badminton. dan catur. Udin.67 di Kabupaten Sorong. Tono ikut pertandingan catur. SMA Negeri 1 Sorong akan mengirimkan siswanya untuk mengikuti pertandingan antar SMA untuk pertandingan sepak bola. Joko ikut pertandingan bulu tangkis. Joko. Abdullah. Terdapat 6 orang siswa (Udin. Alternatif Penyelesaian ♦ Arahkan siswa untuk memasangkan pertandingan yang akan diikuti secara hati-hati. Dayu. Dayu ikut pertandingan catur. Abdullah dan Tono ikut pertandingan bola volley. Abdullah ikut pertandingan tenis meja. Siti. 5) Keenam siswa ikut pertandingan bola kaki. Joko. Siti ikut pertandingan bola volley. 6) Tono akan mengikuti seluruh pertandingan. 2) Siti ikut pertandingan bola volley.1 Dalam rangka memperingati HUT RI ke. himpunan pasangan berurutan. dan Tono ikut pertandingan bola kaki. Perlu dimulai guru.

Ikut pertandingan Udin • Joko • Dayu • Siti • Abdullah • Tono • • T. (Siti. .5: Deskripsi pasangan antara siswa dengan jenis pertandingan (2) sampai butir (6). tenis meja). bola volley). tenis meja)} c) Dengan diagram kartesius Catur Tenis meja Jenis pertandingan Badminton Bola kaki Bola volley Tenis lapangan Udin Joko Dayu Siti Abdullah Tono Kelompok siswa Gambar 5. catur). (Tono. 2) Sebagai latihanmu. Matematika 173 Berdasarkan contoh dan alternatif penyelesaian masalah di atas. Lapangan • Bola Volley • Bola kaki • Badminton • Tenis meja • Catur Kelompok siswa Kelompok pertandingan Gambar 5. bola volley).5 Deskripsi pasangan antara siswa dengan jenis pertandingan 2) Sebagai latihanmu. (Dayu. dengan cara yang sama dengan butir (1) silahkan kerjakan butir Gambar 5. dengan cara yang sama dengan butir (1) silahkan kerjakan butir (2) sampai butir (6). (Joko. (Abdullah. kita temukan definisi relasi sebagai berikut. (Udin.4 Pasangan setiap siswa yang mengikuti pertan-dingan olahraga Himpunan pasangan berurutan: {(Udin. badminton). bola kaki).

• Nia makanan kesukaannya adalah mi goreng.6 himpunan siswa disebut dengan daerah asal. martabak}. Himpunan yang anggotanya akan dipasangkan pada kegiatan-1 yaitu himpunan siswa disebut dengan daerah asal. Berdasarkan contoh dan alternatif penyelesaian masalah di atas.1. Hany. Himpunan pertandingan yang akan diikuti disebut dengan daerah kawan. • Tidak ada siswa yang makanan kesukaannya adalah pizza. pizza. Dany}. Perhatikan Masalah 5. Pada Masalah-5. martabak}. terlihat bahwa tanda panah mengarah dari anggota himpunan siswa yang akan ikut bertanding ke anggota himpunan pertandingan yang akan di ikuti. Himpunan yang anggotanya adalah anggota daerah kawan yang memiliki pasangan di daerah asal disebut dengan daerah hasil. himpunan pertama yaitu himpunan siswa SMA Negeri 1 Sorong yang akan mengikuti pertandingan. Pada Gambar 5. Himpunan daerah hasil adalah: {bakso. • Dany makanan kesukaannya adalah martabak. Berdasarkan Gambar 5. himpunan makanan disebut dengan daerah kawan. mi goreng.1. 2) Relasi dapat terbentuk apabila ada aturan yang mengaitkan antara anggota himpunan yang satu dengan anggota himpunan yang lain. nasi goreng. • Hany makanan kesukaannya adalah bakso. nasi goreng. • Jaya dan Budogol makanan kesukaannya adalah nasing goreng. Catatan: 1) Relasi dapat terbentuk apabila terdapat dua buah atau lebih himpunan/kelompok yang memiliki anggota yang akan dipasangkan satu dengan yang lain. siswa yang akan bertanding dihubungkan dengan jenis pertandingan yang akan diikuti.1 untuk point (1). dan himpunan yang anggotanya adalah anggota daerah kawan yang memiliki pasangan dengan anggota daerah asal disebut dengan daerah hasil. mi goreng. Definisi 5. Nia. Budogol.6 di atas diperoleh data: • Relasi himpunan siswa dengan himpunan makanan adalah “Makanan kesukaan”. himpunan pertama yaitu himpunan siswa dan himpunan kedua yaitu himpunan grup band. Pada Masalah-5. Himpunan daerah kawan adalah: {bakso. ditemukan definisi relasi sebagai berikut.1. 174 Buku Guru Kelas X .1. Relasi dari A ke B adalah aturan pengaitan/ pemasangan anggota-anggota A dengan anggota-anggota B. Pada Gambar 5.1 Misalkan A dan B adalah himpunan. Dari Gambar 5. Himpunan daerah asal adalah: {Jaya. nama siswa terhubung dengan grup band favoritnya. dan himpunan kedua yaitu himpunan olah raga yang akan dipertandingkan.

Definisi 5. Definisi 5. daerah kawan (kodomain).2 Daerah asal atau biasa disebut dengan domain suatu relasi adalah himpunan tidak kosong dimana sebuah relasi didefinisikan. ditemukan definisi daerah asal (domain).1 Diberikan himpunan A = {a. dan daerah hasil (range).4.b. Contoh 5.c.Berdasarkan contoh-contoh di atas. Matematika 175 . buatlah contoh dan bukan contoh relasi dalam kehidupanmu sehari-hari.3. Pasangkanlah secara terurut setiap anggota himpunan A dengan setiap anggota himpunan B. Penyelesaian Pasangan terurut setiap anggota himpunan A dengan setiap anggota himpunan B dapat ditunjukkan pada diagram berikut.d} dan B = {1. Pertanyaan Kritis Apakah ada kemungkinan bahwa anggota daerah kawan sama dengan anggota daerah hasil? Berikan alasanmu! • Untuk lebih memahami definisi di atas.5}.3 Daerah kawan atau biasa disebut dengan kodomain suatu relasi adalah himpunan tidak kosong dimana anggota domain memiliki pasangan sesuai relasi yang didefinisikan.2.4 Daerah hasil atau biasa disebut dengan range suatu relasi adalah sebuah himpunan bagian dari daerah kawan (kodomain) yang anggotanya adalah pasangan anggota domain yang memenuhi relasi yang didefinisikan. Definisi 5. sebagai berikut.

2 Diberikan himpunan P = {1.1). 2.2).3).3).(a.(b.2).5 Misalkan A dan B dua buah himpunan.3). Secara umum himpunan pasangan berurutan dinyatakan sebagai berikut. Relasi R dikatakan bersifat refleksif jika untuk setiap p ∈ P berlaku (p.A a b c d B 1 2 3 4 5 Berdasarkan diagram di atas dapat disimpulkan bahwa banyak anggota himpunan pasangan berurutan anggota himpunan A dan himpunan B sebanyak 4 × 5 = 40 buah pasangan.5)}. 2. 176 Buku Guru Kelas X . Relasi pasangan berurutan dari A ke B adalah suatu aturan pengaitan yang memasangkan setiap anggota himpunan A ke setiap anggota himpunan B. Didefinisikan relasi R pada himpunan P dengan hasil relasi adalah himpunan S = {(1.(b. p) ∈ R.4).3).(b. Definisi 5.5).….2).(b.2)}.(b.4).1).1).2). (2.(d.y)│ ∀ x ∈ A dan y ∈ B}. Pasangan dinyatakan dalam bentuk himpunan A × B = {(a. (3.5).(a. (3. Beberapa Sifat Relasi Sifat-1: Sifat Reflektif Misalkan R sebuah relasi yang didefinisikan pada himpunan P. Relasi R tersebut bersifat reflektif sebab setiap anggota himpunan P berpasangan atau berelasi dengan dirinya sendiri. 3}. Contoh 5. Dapat ditulis A × B = {(x. (1. (2.(a.(a.

2). (4. (1. (5.3)}. (4.2). yaitu 5 tidak berelasi dengan dirinya sendiri atau (5. 2.2). (4. Relasi R tersebut tidak bersifat simetris karena (4. maka diperoleh S = {(2.2) anggota R tetapi (2. Relasi R tersebut bersifat simetris sebab untuk setiap (x. Relasi R tersebut tidak bersifat refleksif sebab ada anggota himpunan C.4 Diberikan himpunan C = {2.5}.Contoh 5. dengan a. Matematika 177 .5).b ∈ Q}. (4. (2. Didefinisikan relasi R pada himpunan C dengan R = {(a.1). (2.2)}. (5. y ∈ A}.2)}.4). maka diperoleh R = {(2. x) ∈ R. y) ∈ R berlaku (y. 3}.4. (3. Didefinisikan relasi R pada himpunan A dengan R = {(x. Relasi R tersebut bersifat reflektif sebab setiap anggota himpunan Q berpasangan atau berelasi dengan dirinya sendiri. (5.1). 5) bukan anggota R. (3.4).5).4).5}.2). Contoh 5.3 Diberikan himpunan Q = {2. 5}.5 Diberikan himpunan P = {1.2). berlaku (y.4). (1.4) bukan anggota R. Relasi R dikatakan bersifat simetris. (2. Didefinisikan relasi R pada himpunan P dengan R = {(1. Contoh 5.y) ∈ R. y) │ x kelipatan y. 4. Contoh 5. (4.dengan a.b)│ a kelipatan dari b. Didefinisikan relasi R pada himpunan Q dengan R = {(a. (4.x) ∈ R. sehingga diperoleh R = {(2.6 Diberikan himpunan A = {2.b)│ a + b < 9. Sifat-2: Sifat Simetris Misalkan R sebuah relasi pada sebuah himpunan P.5). x.2).b ∈ C}.3).4.1) . (2. apabila untuk setiap (x.2)}.

tetapi 1 ≠ 2. 5}. (2.1) ∈ R dan (1. (1. (4.3). apabila untuk setiap (x. 2. (2. (2.1).2) ∈ R.1). 4. (4. sebab terdapat (1.10 Diberikan S = {1. Didefinisikan relasi pada himpunan P dengan hasil relasi adalah himpunan R = {(1.4).7 Diberikan himpuan P = {1.b ∈ C} sehingga diperoleh R = {(2.z) ∈ R maka berlaku (x.1). 2. (1.1). Sifat-4: Sifat Antisimetris Misalkan R sebuah relasi pada sebuah himpunan P. 3}. Contoh 5. Relasi R dikatakan bersifat antisimetris. (1. 3}.Sifat-3: Sifat Transitif Misalkan R sebuah relasi pada sebuah himpunan P.y) ∈ R dan (y. a.1) ∈ R. (2. 2. Didefinisikan relasi R dengan R = {(1. (5. Contoh 5. (2.8 Diberikan himpunan C = {1.9 Diberikan himpunan C = {2.2). Relasi R tersebut tidak bersifat antisimetris sebab terdapat (1. Contoh 5.3)}.2).z) ∈ R. Didefinisikan relasi R pada himpunan C dengan R = { (a.2).3).2)}. Didefinisikan relasi R pada himpunan S dengan R = {(1. 178 Buku Guru Kelas X . Relasi R tersebut bersifat transitif sebab (x.5). (3.1). Relasi R tersebut bersifat antisimetris.z) ∈ R. Contoh 5. (2.2) ∈ R dan (2. apabila untuk setiap (x.3)}.2).y) ∈ R dan (y.2).1)∈ R.z) ∈ R maka berlaku (x. (3. (3. (3. Relasi R bersifat transitif.y) ∈ R dan (y.2). 3}.2)}.x) ∈ R berlaku x = y. tetapi (2.b) ∈ a kelipatan b.2). Relasi R tidak memenuhi sifat transitif.

dan Aleks merupakan sahabat yang selalu bersama-sama dalam setiap kegiatan sekolah. 2. simetris dan transitif. Relasi R tersebut bersifat refleksif.2). 2. 3}. hal itu diperlukannya sebagai bahan motivasi untuk temanteman satu kelas mereka. (1.1). Bapak Martono adalah guru matematika yang senang dengan persahabatan yang mereka bina karena mereka selalu memiliki nilai paling bagus dari antara temanteman sekelasnya. Nyatakanlah sebuah relasi yang mungkin menurut anda yang menggambarkan lama waktu belajar lima orang sahabat itu. b. (3. 7. Apakah ada kemungkinan bahwa anggota himpunan A memiliki pasangan yang yang sama dengan salah satu anggota himpunan B? Berikan penjelasanmu! Matematika 179 . 8}.3)}. 3. Suatu hari bapak Martono ingin mengetahui data-data tentang mereka. 6. simetris. Oleh karena itu relasi R merupakan relasi ekivalensi. a. Didefinisikan relasi pada himpunan P dengan R = {(1. simetris. 3. Data-data yang diinginkan berupa: berapa jam ratarata waktu belajar mereka dalam satu hari. dan lama waktu belajar dalam satu hari. Menemukan Konsep Fungsi Masalah-5. dan berapa banyak saudara mereka. Anita.1).Sifat-5: Sifat Ekuivalensi Misalkan R sebuah relasi pada sebuah himpunan P. Amos. 5. (2.11 Diberikan himpunan P = {1. himpunan B = {1. 4. • Coba kamu bekerjasama dengan temanmu menunjukkan bahwa R memenuhi sifat reflektif. Apakah ada kemungkinan bahwa anggota himpunan A berpasangan dengan dua atau lebih anggota himpunan B? Berikan penjelasanmu! d. 1) Kelima sahabat itu satu himpunan misalnya himpunan A. Alvenia. Relasi R disebut relasi ekivalensi jika dan hanya jika relasi R memenuhi sifat refleksif. Apakah semua anggota himpunan A pasti memiliki pasangan dengan anggota himpunan B? Berikan penjelasanmu! c. Contoh 5. dan transitif. (2.2 Lima orang siswa yaitu: Afnita. dan transitif.2).

Nilai rata-rataAwaktu belajar seseorang hanya ada satu nilai. lima orang sahabat itu. D = {1. 4}. Untuk semua relasi yang mungkin. hari. D = {1.yang 4. Apakah ada kemungkinan bahwa anggota himpunan C berpasangan d. semua anggota himpunan c. 2. sama Apakah adasalah kemungkinan bahwa anggota himpunan C memiliki dengan satu anggota himpunan D? Berikan penjelasanmu! pasangan yang yang sama dengan salah satu anggota himpunan D? pasangan dengan anggota himpunan D? Berikan penjelasanmu! menggambarkan banyak saudara kelima orang sahabat itu. 8} a. A B A B Gambar5. maka diantara kelima sahabat itu dan kemungkinan bisa dari waktu 1 s/d 8 jam. 3. Alvenia. Jawabannya tidak. ada semua kemungkinan bahwa anggotaapakah himpunan C berpasangan dengan 2 C memiliki pasangan dengan anggota himpunan D? Berikan atau lebih anggota himpunan D? Berikan penjelasanmu! penjelasanmu! c. Anggota himpunan A dipasangkan dengan c. 3. 8}Alvenia. Aleks} 1. Buku Guru Kelas X EGA BUKU PEGANGAN SISWA 180 . Nyatakanlah sebuah relasi yang mungkin menurut anda yang menggambarkan 2) Kelima sahabat itu membentuk satu himpunan misalnya himpunan C.7: 5. dan data tentang banyak saudara mereka ada di anggota himpunan D yang anggotanya. maka diantara kelima sahabat itu dan kemungkinan seluruhnya memiliki rata-rata waktu belajar lebih lebih dari 8dari jam8setiap hari. bisa seluruhnya memiliki rata-rata waktu belajar jam setiap c. belajar seseorang hanya ada satu nilai. 5. a. Untuk relasi yang mungkin. 3. menggambarkan 6. Anita. sehingga anggota himpunan A akan 180 dipasangkan dengan salah satu anggota di himpunan B. 3. Nilai rata-rata waktu himpunan B dengan relasi rata-rata lamasehingga waktu belajar. Oleh sebab anggota himpunan B telah dibatasi dari b. 6. 4}. Oleh sebab anggota himpunan B telah dibatasi waktu 1 s/d 8 jam. Diketahui: A = { Afnita. Amos. 7. B= {1. 5. Apakah ada kemungkinan bahwa anggota himpunan C memiliki pasangan yang dengan dua atau lebih anggota himpunan D? Berikan penjelasanmu! yang d. Amos. Relasi yang mungkin rata-rata lama waktu belajar a. b. a. anggota himpunan akan dipasangkan dengan salah satu anggota di himpunan B . data tentang mereka membentuk himpunan. dan banyak saudarabanyak kelima saudara orang sahabat itu. Relasi yang mungkin yang menggambarkan rata-rata lama waktu belajar a. Jawabannya adalah tidak. apakah semua anggota himpunan C memiliki Apakah b. 7. Nyatakanlah sebuah relasi yang mungkin menurut anda yang Alternatif Penyelesaian Berikan penjelasanmu! 1.7: Relasi Relasi rata-rata jam belajar Gambar rata-rata jam belajar b. Anggota himpunan A dipasangkan dengan anggota anggota himpunan B dengan relasi rata-rata lama waktu belajar. Diketahui: A B == {Afnita. 4. 2.2) Jika kelima sahabat itu dibuat dalam satu himpunan misalnya himpunan C. Jawabannya tidak. Anita. Aleks} Alternatif Penyelesaian {1. Jawabannya adalah tidak. 2. 2.

himpunan sehinggaD anggota himpunan C akan dipasangkan dengan salah satu anggota di himpunan D. sahabat itu. maka seluruh anggota himpunan C pasti memiliki pasangan dengan anggotabanyak himpunan D. satu anggota di himpunan D. Banyak saudara seseorang dimungkinkan sama dengan banyak saudara orang lain. Banyak saudara hanya ada satu nilai. d.8 : Relasi banyak saudara D C D b) Jawabannya ya. sehingga anggota-anggota himpunan C memungkinkan memiliki pasangan yang sama dengan salah satu anggota di himpunan D. sehingga anggota-anggota himpunan C himpunan memungkinkan B dengan relasi banyakpasangan saudara. itu Anita. satu nilai. Anggota A dipasangkan dengan anggota banyak saudara orang lain. Anita. Alvenia. Amos. 3. Anggota himpunan A dipasangkan dengan anggota di anggota himpunan D. d) Jawabannya ya. Nilai rata-rata waktu belajar seseorang dimungkinkan sama dengan nilai rata-rata waktu belajar orang lain.d.yang Banyak saudara seseorang hanya ada memiliki sama dengan salah satu anggota di . Amos. D = {1. kelima sahabat itu ada b) Jawabannya ya. sehingga anggota-anggota himpunan A memungkinkan memiliki pasangan yang sama dengan salah tentang banyak saudara mereka ada di anggota himpunan D yang anggotanya.3 . satu anggota di himpunan B. C Gambar 5. maka anggota himpunan Cseseorang pasti memiliki himpunan B dengan relasi seluruh banyak saudara. Aleks} tentang banyak saudara mereka himpunan D. ditunjukkan pada diagram panah berikut. dan data denganitu nilai rata-rata waktu orangmisalnya lain. Banyak himpunan saudara seseorang dimungkinkan sama dengan c) Jawabannya tidak. Matematika 181 Masalah 5. d) Jawabannya ya. 2. sehingga anggota-anggota himpunan A memungkinkan memiliki pasangan yang sama dengan salah 2. Oleh karena data tentang banyak saudara kelima sahabat itu ada di anggota himpunan D. 3. sehingga anggota himpunan C akan dipasangkan dengan salah pasangan dengan anggota himpunan D. Jawabannya ya. 4} a) Relasi yang mungkin yang menggambarkan banyak saudara kelima orang a) Relasi yang mungkin yang menggambarkan banyak saudara kelima orang sahabat itu. satu anggota di himpunan B. 4} Diketahui: C= {Afnita. Nilai rata-rata waktu belajar seseorang dimungkinkan sama 2. Aleks} D = {1. Alvenia. Oleh karena data tentang saudara c) Jawabannya tidak. 2.8 Relasi banyak saudara Gambar 5. Jawabannya ya. ditunjukkan pada diagram panah berikut. dan data Diketahui: C = { sahabat Afnita. Jika kelima sahabat dibuat dalam satubelajar himpunan himpunan C. Kelima membentuk satu himpunan misalnya himpunan C.

Semua Semua anggota himpunan PP memiliki pasangan dengan anggota himpunan QQ anggota anggota himpunan P memiliki pasangan dengan anggota himpunan Q Semua anggota himpunan memiliki pasangan dengan anggota himpunan Semua anggota himpunan PP memiliki pasangan dengan anggota himpunan QQ himpunan Q Ada anggota himpunan P yang berpasangan dengan dua buah anggota himpunan himpunan -. Relasi 1: Relasi 1: Relasi 1: Relasi Relasi 1:1: Semua anggota himpunan P memiliki pasangan dengan anggota himpunan Semua anggota himpunan Pmemiliki memiliki pasangan dengan anggota himpunan QQ -. berikut. Q.Ada anggota himpunan Q yang tidak memiliki pasangan dengan anggota himpunan Ada anggota himpunan yang tidak memiliki pasangan dengan anggota himpunan . Perhatikan relasi-relasi yang ditunjukkan pada gambar berikut.-1: Semua anggota himpunan Q pasangan dengan anggota himpunan P Relasi Semua anggota himpunan memiliki pasangan dengan anggota himpunan . dengan perkawanan relasi-relasi yang diberikan. Perhatikan relasi-relasi yang ditunjukkan pada gambar berikut.3 Perhatikan relasi-relasi yang ditunjukkan pada gambar berikut..Semua anggota himpunan P pasangan dengan anggota himpunan Q Semua anggota himpunan memiliki pasangan dengan anggota himpunan Alternatif Penyelesaian . berikut.Semua Semua anggota himpunan memiliki pasangan yang tunggal dengan anggota Dari--gambar di atas. berikut.. Ada anggota himpunan PP yang berpasangan dengan dua buah anggota himpunan Q.Ada anggota himpunan QQ yang tidak memiliki pasangan dengan anggota himpunan 182 P PP P PBuku Guru Kelas X EGA EGA EGA BUKU PEGANGAN SISWA BUKU PEGANGAN SISWA BUKU PEGANGAN SISWA EGA BUKU PEGANGAN SISWA EGA BUKU PEGANGAN SISWA 182 182 182 182 182 .. uraian fakta untuk semua relasi yang diberikan adalah sebagai Dari gambar didi atas. Ada anggota himpunan yang tidak memiliki pasangan dengan anggota himpunan Ada anggota himpunan QQ yang tidak memiliki pasangan dengan anggota himpunan --.Semua anggota himpunan PP memiliki pasangan dengan anggota himpunan QQ Semua anggota himpunan P memiliki pasangan yang tunggal dengan anggota Semua anggota himpunan Puntuk memiliki pasangan yang tunggal dengan anggota Semua anggota himpunan P memiliki pasangan yang tunggal dengan anggota . Q.Masalah-5.Ada Ada anggota himpunan Pyang yang berpasangan dengan dua buah anggota himpunan anggota himpunan P berpasangan dengan dua buah anggota Ada anggota himpunan yang berpasangan dengan dua buah anggota himpunan – -Semua anggota himpunan Q memiliki pasangan dengan anggota himpunan P. Perhatikan relasi-relasi yang ditunjukkan pada gambar berikut.Semua anggota himpunan QQ memiliki pasangan dengan anggota himpunan PP – Relasi Semua anggota himpunan P memiliki pasangan dengan anggota himpunan Q Relasi 2: Relasi 2: 2: Relasi 2: Relasi 2: – Semua anggota himpunan memiliki pasangan yang tunggal dengan Semua anggota himpunan P memiliki pasangan dengan anggota himpunan -. uraian fakta untuk semua relasi yang diberikan adalah sebagai ♦ Guru harus mengarahkan agar siswa mampu menemukan fakta-fakta yang berkaitan berikut. (2) (2) (2) R (2) (2) (2) (3) (3) (3) (3) (3) (3) R P Q P Q P Q (4) (4) (4) (4) (4) (4) R (5) (5)(5) (5) (5) R (5) (6) R (6) (6) (6) (6) (6) \\\\\\ \\\ \\\\\\ P Q P Q P Q Dari gambar atas. uraian fakta untuk semua relasi yang diberikan adalah sebagai Dari gambar atas. uraian fakta semua relasi yang diberikan adalah sebagai anggota himpunan PP memiliki pasangan yang tunggal dengan anggota himpunan Q himpunan Q Q berikut. Perhatikan relasi-relasi yang ditunjukkan pada gambar berikut. Q.himpunan himpunan Q himpunan Q Semua anggota himpunan Q memiliki pasangan dengan anggota himpunan Semua anggota himpunan Qmemiliki memiliki pasangan dengan anggota himpunan PP --... uraian fakta untuk semua relasi yang diberikan adalah sebagai Dari gambar di atas. Q. uraian fakta untuk semua relasi yang diberikan adalah sebagai Dari gambar didi atas.. erer er erer (1) (1) (1) (1) (1) (1) R Perhatikan relasi-relasi yang ditunjukkan pada gambar berikut. berikut.

Relasi 2: – Semua anggota himpunan P memiliki pasangan dengan anggota himpunan Q. – Ada anggota himpunan P yang berpasangan dengan dua buah anggota himpunan Q. Relasi 4: – Semua anggota himpunan P memiliki pasangan dengan anggota himpunan Q. – Semua anggota himpunan Q memiliki pasangan dengan anggota himpunan P. – Semua anggota himpunan P memiliki pasangan yang tunggal dengan anggota himpunan Q. – Semua anggota himpunan Q memiliki pasangan dengan anggota himpunan P. – Ada anggota himpunan Q yang tidak memiliki pasangan dengan anggota himpunan P. – Ada anggota himpunan P yang berpasangan dengan semua anggota himpunan Q. Relasi 6: – Ada anggota himpunan P yang tidak memiliki pasangan dengan anggota himpunan Q. Relasi 5: – Ada anggota himpunan P yang tidak memiliki pasangan dengan anggota himpunan Q. Syarat sebuah relasi menjadi fungsi adalah sebagai berikut. – Ada anggota himpunan Q yang tidak memiliki pasangan dengan anggota himpunan P. Dari gambar di atas. relasi 2 dan relasi 4 merupakan contoh fungsi. uraian fakta untuk semua relasi yang diberikan adalah sebagai berikut. Relasi 3: – Semua anggota himpunan P memiliki pasangan dengan anggota himpunan Q. – Semua anggota himpunan P memiliki pasangan yang tunggal dengan anggota himpunan Q. Relasi 1. – Ada anggota himpunan P yang berpasangan dengan dua buah anggota himpunan Q. 183 Matematika . – Semua anggota himpunan P memiliki pasangan dengan anggota himpunan Q. – Ada anggota himpunan Q yang tidak memiliki pasangan dengan anggota himpunan P.

– Semua anggota himpunan Q memiliki pasangan dengan anggota himpunan P. – Ada anggota himpunan P yang berpasangan dengan dua buah anggota himpunan Q. – Ada anggota himpunan Q yang tidak memiliki pasangan dengan anggota himpunan P. – Ada anggota himpunan Q yang tidak memiliki pasangan dengan anggota himpunan P.Relasi 1: – Semua anggota himpunan P memiliki pasangan dengan anggota himpunan Q – Semua anggota himpunan P memiliki pasangan yang tunggal dengan anggota himpunan Q – Semua anggota himpunan Q memiliki pasangan dengan anggota himpunan P. Relasi 6: – Ada anggota himpunan P yang tidak memiliki pasangan dengan anggota himpunan Q. relasi 2 dan relasi 4 merupakan contoh fungsi. – Semua anggota himpunan Q memiliki pasangan dengan anggota himpunan P. Relasi 3: – Semua anggota himpunan P memiliki pasangan dengan anggota himpunan Q. Relasi 2: – Semua anggota himpunan P memiliki pasangan dengan anggota himpunan Q. – Ada anggota himpunan P yang berpasangan dengan dua buah anggota himpunan Q. Relasi 4: – Semua anggota himpunan P memiliki pasangan dengan anggota himpunan Q. – Ada anggota himpunan P yang berpasangan dengan semua anggota himpunan Q. Relasi 1. 184 Buku Guru Kelas X . Syarat sebuah relasi menjadi fungsi adalah sebagai berikut. Relasi 5: – Ada anggota himpunan P yang tidak memiliki pasangan dengan anggota himpunan Q. – Semua anggota himpunan P memiliki pasangan yang tunggal dengan anggota himpunan Q. – Ada anggota himpunan Q yang tidak memiliki pasangan dengan anggota himpunan P.

– Semua anggota himpunan P memiliki pasangan yang tunggal dengan anggota himpunan Q. Tentukanlah nilai p dan q. Penyelesaian 1) Relasi 3 bukan fungsi karena ada anggota himpunan P yang berpasangan tidak tunggal dengan anggota himpunan Q yaitu D yang berpasangan dengan 4 dan 5 meskipun seluruh anggota himpunan P memiliki pasangan di anggota himpunan Q. dibaca: fungsi f memetakan x ke y. E}. Contoh 5. secara simbolik ditulis menjadi f : A → B.6 Misalkan A dan B himpunan.– Semua anggota himpunan P memiliki pasangan dengan anggota himpunan Q. Matematika 185 . B. D. 3) Relasi 6 bukan merupakan fungsi karena ada anggota himpunan P yang tidak memiliki pasangan dengan aggota himpunan Q yaitu {D}. sedemikian sehingga y = f(x). dengan demikian dapat ditulis menjadi: f : x → y. dan relasi 6 bukan fungsi. kemudian tuliskanlah rumus fungsinya.6 di atas. Jika f memetakan suatu elemen x ∈ A ke suatu y ∈ B dikatakan bahwa y adalah peta dari x oleh fungsi f dan peta ini dinyatakan dengan notasi f(x) dan x disebut prapeta dari y. Definisi 5. Jika f(1) = –3 dan f(4) = 3. Perhatikan kembali Masalah 5. Ada anggota himpunan P yang tidak memiliki pasangan dengan anggota himpunan Q yaitu {A. Definisi 5.3 di atas. berilah alasan mengapa relasi 3. Fungsi f dari A ke B adalah suatu aturan pengaitan yang memasangkan setiap anggota himpunan A dengan tepat satu anggota himpunan B. b. relasi 5. 2) Relasi 5 bukan fungsi karena: a. Ada anggota himpunan P yang memiliki pasangan tidak tunggal dengan anggota himpunan Q yaitu {C}.12 Diketahui fungsi f : x → f(x) dengan rumus fungsi f(x) = px – q. dibaca: fungsi f memetakan setiap anggota A dengan tepat satu anggota B. Berdasarkan contoh-contoh di atas kita temukan definisi fungsi sebagai berikut.

....... 186 Buku Guru Kelas X . q................ Ditanya p........ Tentukanlah domain fungsi f agar memiliki pasangan di anggota himpunan bilangan real........ maka rumus fungsi f(x) = px – q menjadi f(x) = 2x – 5. (2) Coba kamu jelaskan mengapa demikian? Jika persamaan 1) dan persamaan 2) dieliminasi maka diperoleh: -3 = p – q 3 = 4p – q _ -6 = p – 4p → –6 = –3p → p = 2 Substitusi nilai p = 2 ke persamaan –3 = p – q Sehingga diperoleh: –3 = 2 – q –3 = 2 – q → q = 2 + 3 → q = 5 Jadi diperoleh p = 2 dan q = 5 Berdasarkan kedua nilai ini....13 Diketahui fungsi f dengan rumus f(x) = 2 x + 6 ... (1) Coba kamu jelaskan mengapa demikian? Jika f(4) = 3 maka f(x) = px – q → 3 = 4p – q ...Penyelesaian Diketahui f(x) = px – q. 2x ≥ -6 ↔ x ≥ -3................. dan Rumus fungsi Jika f(1) = –3 maka f(x) = px – q → –3 = p – q .... Penyelesaian Diketahui: f(x) = 2 x + 6 Ditanya: domain f Domain fungsi f memiliki pasangan dengan anggota himpunan bilangan real apabila 2x + 6 ≥ 0........................ f(1) = -3 f(4) = 3..... Contoh 5.......

f(1) = 2.4 = 8 → f(3) = 2. Jika 1 berpasangan dengan 4 dan f(x+1) = 2f(x).f(3) = 2. Berapakah pasangan dari x = 4? Penyelesaian Diketahui: f : x  f(x) f(1) = 4 f(x+1) = 2 f(x) Ditanya: f(4)? → f(x+1) = 2f(x) → untuk x = 1. Diskusi Diskusikan dengan temanmu: a) Berapakah pasangan dari x = 2013? b) Bagaimana cara paling cepat untuk menemukan pasangan dari x = 2013? ♦ Guru mengarahkan dan memberi petunjuk untuk menentukan pasangan 2013 dan cara paling cepat untuk menentukannya. Matematika 187 .Diskusi Diskusikan dengan temanmu: a) Mengapa fungsi f memiliki pasangan di anggota himpunan bilangan real apabila 2x + 6 ≥ 0. b) Apakah f terdefinisi untuk 2x + 6 < 0? c) Apakah x = –4 memiliki pasangan? Mengapa? Contoh 5.14 Diketahui f suatu fungsi f : x  f(x).16 = 32 → maka x = 4 berpasangan dengan 32 atau f(4) = 32.f(2) = 2.8 = 16 → f(4) = 2. maka f(1+1) = 2f(1) → f(2) = 2.

( x + 2) (6 y + 2) x = → y = (kedua ruas kalikan dengan 2x – 6) (2 x − 6) (2 y − 1) → (2x – 6)(y) = x + 2 → 2xy – 6y = x + 2 → 2xy – x = 6y + 2 → x(2y – 1) = 6y + 2 ( x + 2) (6 y + 2) y= → x = (kedua ruas bagi dengan 2y – 1) (2 x − 6) (2 y − 1) x+2 Maka fungsi g memetakan y ke x dengan rumus: g(y) = 2x − 6 ♦ Guru mengarahkan siswa untuk memahami masalah berikut yang disajikan berikut ini.15 x+2 Diketahui f sebuah fungsi yang memetakan x ke y dengan rumus y = . Diskusi Diskusikan dengan temanmu: a) Jika f: x  y. 2x − 6 Tuliskanlah rumus fungsi jika g memetakan y ke x. Mengapa? 188 Buku Guru Kelas X .Contoh 5. Penyelesaian x+2 Diketahui f sebuah fungsi yang memetakan x ke y dengan rumus y = . 2x − 6 Tuliskanlah rumus fungsi jika g memetakan y ke x. d) Berikan syarat agar g: y  x dapat terdefinisi. apakah x = memiliki pasangan di anggota himpunan real? 5 6 2 3 4 3 4 2 3 Mengapa? c) Berikan syarat agar f: x  y dapat terdefinisi. 2x − 6 Ditanya: rumus fungsi y ke x. apakah x = 3 memiliki pasangan di anggota himpunan real? 1 1 1 1 1 2 3 3 4 b) Jika g: y  x. x+2 Diketahui: y = . dimana 2x – 6 ≠ 0 dan x anggota bilangan real.

b) Relasi pasangan berurutan: Kemudian periksa apakah relasi Krisantus). Pasaribu). 2. Marisa. apakah x = y= memiliki pasangan di anggota himpunan real? Mengapa? c) Berikan  (2 x-6)(y) = syarat x + 2 agar f: x  y dapat terdefinisi. dan 11 tahun. {(Yaska. Apakah relasi c) c) tersebut merupakan fungsi? Berikan penjelasanmu! EGA x +1 BUKU PEGANGAN SISWA 5) Jika f(x) = .real? Nyatakanlah relasi A b) Jika g: y  x. (Ramsida. berikut. daerah 1) Tentukanlah domain. 6. Mengapa? 8. b) Anggota himpunan A dipaUJI KOMPETENSI-5. Apakah gai fungsi dari y.1 KOMPETENSI-5. tuliskanlah x sebax −1 Matematika 189 . maka untuk x2 187 ≠1 tentukanlah f(–x).1 1) Tentukanlah daerah asal. 5. dan range dari relasi berikut. (Ramsida. Dahniar)} tanggal kelahirannya.y merupakan bilangan real. Nora). 12}. apakah R x = 3 memiliki pasangan 3) Diberikan himpunan A = {1. Dahniar)} (Riwanti. 9. Maradona. maka nilai dari f(17) – f (7) adalah…. dan daerah hasil dari relasi Tentukanlah daerah asal. Nora). (Felix. Mengapa? a) Anggota himpunan A dipac) Berikan syarat agar f: x  y dapat terdefinisi. 3. kawan. 10. Martohap) berturut-turut berusia 6.Mengapa? b) Jika g: y  x. sangkan dengan anggota himd) Berikan syarat agar g: y  x dapat terdefinisi. (Felix. yang terbentuk adalah fungsi atau Pasaribu). Pasangkanlah usia masing-masing anak pada bilangan prima yang kurang dari 15. 3. Nora). Marsius. (Felix. dan range dari relasi berikut.Pasaribu). kawan. 10. Dahniar)} 4) Jika siswa direlasikan dengan Krisantus).1 sangkan dengan anggota himP Q 1) Tentukanlah domain. UJI daerah semua anak dapat dipasangkan? Maka fungsi g memetakan y ke x dengan rumus: . Krisantus). x −1 6) Jika y = 2) Sekumpulan anak yang terdiri atas EGA BUKU PEGANGAN SISWA 5 orang yaitu (Margono. (Ramsida. himpunan 11. c) tidak. apakah x = memiliki pasangan di anggota terhadap B dengan relasi berikut.(Riwanti. 4.  2xy – x = 6y + 2  x(2y – 1) = 6y + 2  Uji Kompetensi 5. 7) Diketahui f(2x–3) = 4x–7. 7. x + 1 . punan B dengan relasi B = 2A b) + 2. kodomain. 2 xy – 6y = x +2 d) Berikan syarat agar g: y  x dapat terdefinisi. a) Fungsi pasangan berurutan: {(Yaska. Kemudian 187 tentukanlah syarat kedua rumus fungsi tersebut agar terdefinisi untuk setiap x. 4. dan daerah asilnya! Diskusikan dengan temanmu! a) a) Jika f: x  y. punan B dengan relasi B = A + 1. (Riwanti. kodomain. b) Fungsi pasangan berurutan: {(Yaska. a) di anggota himpunan real? 5} dan himpunan B = {2.

4. antisimetris. waktu (2) simetris. 3. bergerak lurus dan terkadang turun pada tertentu. 2. Misalkan juga f(f(n)) dan f 3(n) didefinisikan f(f(n)) dan f 3(n) didefinisikan f(f(f(n))) dan seterusnya. Projek 1. Setiap relasi adalah himpunan. dan (4) sifat terkadang naik. fungsi f dengan rumus . 11) Perhatikan gambar berikut! 10) Diketahui Manakah yang√ merupakan fungsi. a) b) c) d) PENUTUP Berdasarkan uraian materi pada bahasan 5 ini. 11) Perhatikan gambar berikut! sumbu x. lurus. b x x    x x  b maka f(a+b)= . Tetapi sebuah himpunan belum tentu merupakan relasi.. BUKU PEGANGAN SISWA 189 190 Buku Guru Kelas X . maka Tuliskan ciri-ciri fungsi tersebut. jika daerah asalnya merupakan sumbu X. Manakah yang merupakan fungsi. Relasi memiliki sifat. beberapa kesimpulan yang dapat dinyatakan sebagai pengetahuan awal untuk mendalami dan melanjutkan bahasan berikutnya. Tetapi sebuah relasi belum tentu merupakan fungsi. Dari pernyataan (1) dan (2) disimpulkan bahwa setiap fungsi dan relasi adalah Rancanglah sebuah masalah terkait lintasan seekor lebah yang terbang himpunan. dan saat turun. Jika sebuah relasi memenuhi sifat reflektif.. dan buat interval saat kapan lebah tersebut relasi tersebut dikatakan relasi ekuivalen. simetris dan transitif. bergerak naik. antara lain (1)saat reflektif. (3) transitif. Tentukanlah domain fungsi f agar jika daerah asalnya merupakan memiliki pasangan di anggota himpunan bilangan real. Tentukanlah daerah asal 2 fungsi f agar memiliki pasangan di anggota himpunan bilangan real. Beberapa kesimpulan disajikan sebagai berikut. xx 8) Bila f(x) = = aa 9) Misalkan f(n) didefiniskan kuadrat dari penjumlahan digit n. Buatlah laporan hasil kerja kelompokmu EGA dan sajikan di depan kelas.Tentukan f 1998(11)! 10) Diketahui fungsi f dengan rumus f = 1 x − 8 . b2b 2  x  2  x  a 2a 1 1 − = 2 2 + + −    2 2 . Setiap fungsi merupakan relasi.

seperti fungsi naik dan turun. maka relasi tersebut dikatakan relasi ekuivalen.D. Beberapa kesimpulan disajikan sebagai berikut. Tetapi sebuah relasi belum tentu merupakan fungsi. surjektif. (3) transitif. beberapa kesimpulan yang dapat dinyatakan sebagai pengetahuan awal untuk mendalami dan melanjutkan bahasan berikutnya. 2. dan fungsi satu-satu. 6. 4. simetris dan transitif. PENUTUP Berdasarkan uraian materi pada bahasan 5 ini. antara lain (1) reflektif. (2) simetris. 1. dan (4) sifat antisimetris. dan sebagainya. Jika sebuah relasi memenuhi sifat reflektif. fungsi injektif. Jadi pengetahuan kamu tentang relasi dan fungsi sangat menentukan keberhasilan kamu Matematika 191 . 5. Setiap relasi adalah himpunan. Tetapi sebuah himpunan belum tentu merupakan relasi. Setiap fungsi merupakan relasi. Untuk lebih mendalami materi fungsi anda dapat mempelajari berbagai jenis fungsi pada sumber belajar yang lain. 3. Fungsi adalah bagian dari relasi yang memasangkan setiap anggota daerah asal (domain) dengan tepat satu anggota daerah kawan (kodomain). Barisan adalah sebuah fungsi dengan domain bilangan asli dan daerah hasilnya adalah suatu himpunan bagian dari bilangan real. Fungsi yang demikian disebut juga pemetaan. Relasi memiliki sifat. Selanjutnya akan dibahas tentang barisan dan deret. fungsi ganjil dan fungsi genap. Dari pernyataan (1) dan (2) disimpulkan bahwa setiap fungsi dan relasi adalah himpunan.

kritis.Bab Barisan dan Deret A. Pengalaman Belajar Melalui pembelajaran materi barisan dan deret aritmetika dan geometri atau barisan lainnya. KOMPETENSI DASAR DAN PENGALAMAN BELAJAR Kompetensi Dasar Setelah mengikuti pembelajaran barisan dan deret. kreatif) dalam menyelidiki dan mengaplikasikan konsep dan pola barisan dan deret dalam memecahkan masalah otentik. 2. • berpikir tingkat tinggi (berpikir kritis. 3. siswa mampu: 1. bertanggungjawab. menyajikan hasil menemukan pola barisan dan deret dan penerapannya dalam penyelesaian masalah sederhana. menghayati pola hidup disiplin. siswa memperoleh pengalaman belajar: • menemukan konsep dan pola barisan dan deret melalui pemecahan masalah otentik. memprediksi pola barisan dan deret aritmetika dan geometri atau barisan lainnya melalui pengamatan dan memberikan alasannya. • • • • • Pola Bilangan Beda Rasio Suku Jumlah n suku pertama . konsisten dan jujur serta menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. • berkolaborasi memecahkan masalah aktual dengan pola interaksi sosial kultur.

PETA KONSEP PETA KONSEP Fungsi Materi prasyarat Masalah Otentik Barisan Bilangan Syarat Suku awal Beda Unsur Barisan Aritmetika Barisan Geometri Suku awal Rasio Suku ke-n Deret Aritmetika Deret Geometri Suku ke-n Jumlah n suku pertama Jumlah n suku pertama Matematika 193 BUKU PEGANGAN SISWA 193 .B. B.

Membangun hubungan-hubungan dengan melibatkan objek-objek nyata serta mengkomunikasikan permasalahan melalui diagram. Dalam proses pembelajaran barisan dan deret berbagai konsep dan aturan matematika terkait barisan dan deret akan ditemukan melalui pemecahan masalah.C.2 Jumlah Kelereng pada Setiap Kelompok 194 Buku Guru Kelas X . melihat pola susunan bilangan. untuk mengetahui berapa banyak jeruk dalam tumpukan? Masalah-6. 4.1 Susunan Kelereng Kelereng dihitung pada setiap kelompok dan diperoleh barisan: 1. MATERI PEMBELAJARAN 1. Permasalahan-permasalahan yang dijumpai dalam kehidupan biasanya dapat diselesaikan dengan menerapkan suatu cara. Menemukan Pola Barisan dan Deret Organisasikan siswa belajar dengan mengamati dan mengkritisi masalah nyata kehidupan yang dapat dipecahkan arif dan kreatif melalui proses matematisasi. skema. Tahukah anda maksud/arti dari pola? Pernahkah anda melihat pola dalam kehidupan sehari-hari? Ajukan masalah berikut kepada siswa. mengajukan ide-ide secara bebas dan terbuka. 25. metode. tabel dan simbolsimbol. Hal itu dilakukan dengan alasan agar permasalahan tersebut dapat menjawab kebutuhan yang diinginkan. 16. 9. Guru melatih siswa berpikir independen. menemukan berbagai strategi sebagai alternatif pemecahan masalah. K1 1 K2 4 K3 9 K4 16 K5 25 Gambar 6. atau aturan matematika tertentu.2 Beberapa kelereng dikelompokkan dan disusun sehingga setiap kelompok tersusun dalam bentuk persegi sebagai berikut: Gambar 6.

Alternatif penyelesaian lainnya adalah menemukan pola barisan tersebut.Permasalahan: Dapatkah kamu temukan bilangan berikutnya pada barisan tersebut? Dapatkah kamu temukan pola barisan tersebut? Tentukan banyak kelereng pada kelompok ke-15? Alternatif Penyelesaian 1... 3. Banyak Kelereng 1 4 9 16 25 . Perhatikan tabel berikut! Tabel 6.. Apakah ada pola yang lain pada barisan tersebut? Silahkan amati kembali tabel berikut! Matematika 195 . ? Pola 1=1×1 4=2×2 9=3×3 16 = 4 × 4 25 = 5 × 5 ... Kemungkinan metode yang dapat digunakan adalah membuat susunan benda berikutnya dan menghitung kembali banyak kelereng pada susunan itu. ?=n×n Gambar 6. 36 K6 2.1 Pola banyak kelereng pada setiap kelompok Kelompok K1 K2 K3 K4 K5 .3 Jumlah kelereng pada kelompok ke-6 Kn Dengan pola barisan pada tabel di atas.. Alternatif penyelesaian ini tidak efektif dan tidak efisien karena harus menyusun kembali banyak kelereng untuk kelompok berikutnya. bilangan berikutnya adalah K6 = 6 × 6 = 36 dan bilangan pada K15 = 15 × 15 = 225.

. Kedua. ? = n + n × (n – 1) Kn Jadi pola barisan adalah K n = n + n × (n − 1) sehingga bilangan berikutnya adalah dan bilangan pada K15 = 15 + 15 × 14 = 225.. Tabel 6. urutan 31 dan seterusnya.1 Perhatikan barisan huruf berikut: A B B C C C D D D D A B B C C C D D D D A B B C C C D D D D .. ? Pola 1 =1+0 =1+1×0 4 =2+2 =2+2×1 9 =3+6 =3+3×2 16 = 4 + 12 = 4 + 4 × 3 25 = 5 + 20 = 5 + 5 × 4 .2 Pola banyak kelereng pada setiap kelompok Kelompok K1 K2 K3 K4 K5 .. bukan? Perhatikan tabel di bawah ini! 196 Buku Guru Kelas X . huruf pada urutan 25 × 33 adalah huruf pada urutan 32 × 27 = 864 atau 864 = 860 + 4 = 86 × 10 + 4 sehingga perulangan kelompok huruf tersebut mengalami perulangan sebanyak 86 kali. Contoh 6.. sebagai berikut: A B B C C C 1 2 3 4 5 6 D D D D A B B C C C D D D D .. kita perlihatkan urutan setiap huruf pada barisan.. Banyak Kelereng 1 4 9 16 25 .. bukan? Perulangan kelompok huruf terjadi pada setiap kelipatan 10 huruf pertama. Dengan demikian. Jika kamu amati dengan teliti. huruf pada urutan ke-864 sama dengan huruf pada urutan ke-4 atau C. Amatilah barisan huruf tersebut terlebih dahulu! Tentukanlah huruf pada urutan 25 × 33! Penyelesaian Pertama. kelompok huruf ABBCCCDDDD pada urutan 1 sampai 10 berulang.... urutan 21. Jadi. Silahkan pelajari pola barisan pada beberapa contoh berikut.. 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 . Kamu dapat dengan mudah menentukan bilangan-bilangan berikutnya pada sebuah barisan bilangan jika dapat menemukan pola barisannya. huruf pada urutan 1 sama dengan huruf pada urutan 11.

. . sehingga suku ke-10 = 1. .. sebagai berikut: 1 2 3 4 5 6 7 8 9 1 0 1 1 1 2 1 3 1 . ? ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ u1 u 2 u 3 u 4 u 5 u 6 u 7 u8 u 9 u10 u11 u12 u13 u14 u15 u16 u17 u18 .. 3. . Dapatkah anda temukan bilangan yang menempati suku ke-2004? Penyelesaian Mari kita amati kembali barisan tersebut. suku ke-11 = 0...2 Sebuah barisan bilangan dituliskan sebagai berikut: 12345678910111213141516171 81920212223242526. 9 Banyak suku pada barisan bilangan satuan adalah 1 × 9 = 9 suku. puluhan dan ratusan sebagai berikut: Langkah 1.Tabel 6... u 2004 un menyatakan suku ke-n pada barisan dengan n = 1. 5.. 4. 7. . .. . Mencari banyak suku pada barisan bilangan satuan (1sampai 9): 1.. Urutan ke 851 852 853 854 855 856 857 858 859 860 Huruf A B B C C C D D D D Urutan ke 861 862 863 864 Huruf A B B C Contoh 6. .. . .. ... 2... suku ke-12 = 1 dan seterusnya. 4...... Kita akan mencari bilangan yang menempati suku ke-2004 dengan menghitung banyak suku pada bilangan satuan.... 3.. 6...3 Urutan barisan huruf Urutan ke 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Huruf A B B C C C D D D D Urutan ke 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 Huruf A B B C C C D D D D ... Matematika 197 . 2. .. 8.

11.. 123. 102. 2.3 1 1 1 1 1 1 1 Tentukan pola barisan . . banyak suku pada barisan 1 sampai 99 adalah 9 + 180 = 189 suku... Contoh 6.. 9 7 0 0 7 0 1 7 0 2 7 0 3 7 0 4 ↓ u1989 ↓ u1990 ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ u1995 ↓ u1996 ↓ u1997 ↓ u1998 ↓ u1999 ↓ u 2000 ↓ ↓ ↓ ↓ u1991 u1992 u1993 u1994 u 2001 u 2002 u 2003 u 2004 Bilangan pada suku ke-2004 adalah 4. 113. 109 terdapat 3 × 10 suku = 30 suku 110.. 92. 91.. Jadi. Mencari banyak suku pada barisan bilangan puluhan (10 sampai 99) 10. 121. 699 terdapat 3 × 10 suku = 30 suku Banyak suku untuk barisan bilangan ratusan dengan ratusan 1 sampai 6 adalah 6 × 10 × 30 = 1800 suku Jadi terdapat sebanyak 9 + 180 + 1800 = 1989 suku pada barisan bilangan 1 sampai dengan 699 sehingga suku ke-1989 adalah 9. 3. 129 terdapat 3 × 10 suku = 30 suku 690... Suku berikutnya (suku ke-1990) adalah barisan bilangan dengan ratusan 7 sebagai berikut. . .. . Langkah 3. 691. ... 103.. 692. Mencari banyak suku pada barisan bilangan puluhan (100 sampai 999) Jika ratusan (1 sampai 6) 100. 122.. . .. . . . . . maka barisan di atas disajikan dalam tabel berikut.. 119 terdapat 3 × 10 suku = 30 suku 120. 12. 22.. 23. Tentukanlah banyak suku 2 6 12 20 30 42 9900 pada barisan tersebut! Penyelesaian Jika adalah suku ke-n dari sebuah barisan dengan n = 1. . 101. 99 terdapat 2 × 10 suku = 20 suku Banyak suku pada barisan bilangan puluhan adalah 9 × 20 = 180 suku. 112.. 198 Buku Guru Kelas X .. 21.. .. ...19 terdapat 2 × 10 suku = 20 suku 20. 693. 90..29 terdapat 2 × 10 suku = 20 suku .Langkah 2.. 13. 111..... 93.

. .. terdiri dari 99 suku. ....Tabel 6.4 Pola Barisan Suku ke u1 u2 u3 u4 u5 u6 . . . .. 2 6 12 20 30 42 9900 Barisan Jika sn adalah jumlah n suku pertama dari sebuah barisan dengan n = 1.. . 1 n +n 2 ?= 1 Berdasarkan pola barisan un = 2 yang telah diperoleh pada tabel di bawah maka n +n 1 un = atau 9900 1 1 ⇔ 2 = n + n 9900 ⇔ n2 + n = 9900 ⇔ n2 + n – 9900 = 0 ⇔ (n – 99)(n + 100) = 0 ⇔ n = 99 1 1 1 1 1 1 1 . 3. maka deret dari barisan di atas disajikan dalam tabel berikut. . 2. ? Pola 1 1 = 2 12 + 1 1 1 = 6 22 + 2 1 1 = 12 32 + 3 1 1 = 20 42 + 4 1 1 = 30 52 + 5 1 1 = 42 62 + 6 . un Nilai 1 2 1 6 1 12 1 20 1 30 1 42 .. Matematika 199 . ...

... adalah Berdasarkan tabel di atas..5: Pola Deret Deret s1 s2 s3 s4 s5 s6 .. . yaitu ... 2. 2 6 12 20 30 42 9900 100 Jika sn adalah jumlah n suku pertama dari sebuah barisan dengan n = 1. sn = n n +1 1 2 3 4 5 99 .. u1 + u2 + u3 + u4 + u5 + u6 + ...... s1. . 2 3 4 5 6 100 n .. sebuah barisan dengan pola sn = n +1 1 1 1 1 1 1 1 99 + + + . . . sn u1 u1 + u2 u1 + u2 + u3 u1 + u2 + u3 + u4 u1 + u2 + u3 + u4 + u5 + u6 u1 + u2 + u3 + u4 + u5 + u6 .. + un–1 maka sn = sn–1 + un atau un = sn – sn–1. 3... + un–1 + un dan sn–1 = u1 + u2 + u3 + .. . .Tabel 6. sn. . s3. ...... 200 Buku Guru Kelas X ... . atau sn = u1 + u2 + u3 + .. s2. + = Karena n = 99 maka s99 = + + + . + un Jumlah suku-suku Nilai 1 2 2 3 3 4 4 5 5 6 6 7 ..

Berikutnya.Contoh 6.2 Perhatikan gambar tumpukan jeruk di samping ini! Bagaimana cara menentukan atau menduga banyak buah dalam satu tumpukan? Gambar 6. a. suku ke-10 pada barisan tersebut adalah 485. Misalkan m = n – 1 maka sn −1 = 2(n − 1)3 − 3(n − 1)2 sn −1 = (2n3 − 6n 2 + 6n − 2) − (3n 2 − 6n + 3) sn −1 = 2n3 − 9n 2 + 12n − 5 Jadi. kita telah membicarakan masalah pola dari barisan dan deret bilangan secara umum. 2. Barisan Aritmetika Masalah-6. Tentukan pola barisan tersebut kemudian tentukanlah suku ke-10! Penyelesaian Dengan rumus un = sn – sn–1 maka dapat ditentukan sn = 2n3 – 3n2 atau sm = 2m3 – 3m2. un = sn − sn −1 = (2n3 − 3n 2 ) − (2n3 − 9n 2 + 12n − 5) un = 6n 2 − 12n + 5 Pola barisan tersebut adalah un = 6n 2 − 12n + 5 sehingga: u10 = 6(10) 2 − 12(10) + 5 = 600 − 120 + 5 = 485 Jadi.4 Tumpukan Buah Jeruk Matematika 201 . Menemukan Konsep Barisan dan Deret Aritmetika Pada sub-bab di atas.4 Suatu barisan dengan pola deret sn = 2n3 – 3n2. kita akan belajar menemukan konsep barisan dan deret aritmetika.

Selanjutnya meminta siswa mencermati dua suku yang berurutan. ♦ Arahkan siswa membangun pola dengan memilih strategi berpikir secara bebas. 202 Buku Guru Kelas X . Selanjutnya ajak siswa untuk memperhatikan bilangan-bilangan tersebut.Alternatif Penyelesaian Jika diperhatikan Gambar 6. untuk susunan segitiga berikutnya. Jeruk itu dapat disusun membentuk sebuah piramida. maka diperoleh susunan dari beberapa jeruk. Gambar 6. Jika terjadi perbedaan pola pikir.5. Gambar 6. Pola susunan banyak jeruk dalam tumpukan ♦ Meminta siswa mengecek. ternyata diperoleh selisih antara bilangan pertama dengan bilangan kedua. Selanjutnya organisasikan siswa belajar dalam kelompok untuk mendiskusikan cara atau pola yang dibangun secara individu. seperti yang disajikan pada Gambar 6. bilangan kedua dengan bilangan ketiga.7. sehingga selisih banyak sankis berikutnya adalah 6. seperti Gambar 6. Gambar 6. Misalkan susunan jeruk tersebut disederhanakan menjadi sebuah susunan segitiga.5 Susunan piramida jeruk Jumlah jeruk pada bagian bawah tumpukan akan lebih banyak dibandingkan pada susunan paling atas. lalu tanyakan apa yang ditemukan. banyak sankisnya 21.7 berikut. coba suruh siswa untuk melakukan dengan susunan segi empat.6. bilangan ketiga dengan bilangan keempat dan seterusnya.6 Susunan bulatan bentuk segitiga ♦ Tanyakan kepada siswa mengapa harus dengan susunan segitiga. jembatani dengan meminta salah satu kelompok menyajikan hasil kerjannya.

. 10..Banyaknya bulatan yang tersusun dari setiap kelompok dapat dituliskan dengan bilangan.. ♦ Selanjutnya minta siswa mempresentasikan hasil kerjanya di depan kelas dan mendorong siswa lain untuk mengkritisi hasil kerja siswa yang menyaji.8 tersebut. disebut “Barisan Aritmetika” dan barisan 1. 3. 15. Masalah-6. 4. 3. 10. 6. 60. Dengan demikian barisan 2. adalah tetap yaiti 1... Perhatikan skema berikut.. Bila bilangan tersebut membentuk barisan perhatikan polanya pada Gambar 6. ditemukan susunan bilangan 20. 5.8. 6. 5. 15.. Pola turunan banyak jeruk dalam tumpukan Beda setiap dua bilangan yang berdekatan pada barisan 2. 80. 40.. 3. disebut “Barisan Aritmetika Tingkat Dua”. Ternyata beda antara setiap dua bilangan yang berdekatan membentuk barisan yang baru yaitu 2. 3. 4. ♦ Meminta siswa untuk membuat sebuah barisan dengan beda membentuk barisan baru yaitu barisan aritmatika tingkat 1.9: Tangga Alternatif Penyelesaian Untuk menentukan tinggi tangga maka permasalahan di atas diurutkan menjadi: Dari uraian di atas. 3.. 4.. … 203 Matematika . berapakah tinggi tangga jika terdapat 15 buah anak tangga? Tentukanlah pola barisan? Gambar 6. 5.3 Perhatikan masalah berikut! Jika tinggi satu buah anak tangga adalah 20 cm. Gambar 6.. yaitu 1. .

4. dapat dituliskan un = a + (n – 1). dan 12 helai pada bulan ketiga. Sesuai dengan pola di atas. pada bulan ke-20. pada bulan berapakah Mbak Suci menyelesaikan 63 helai kain batik? Alternatif Penyelesaian Dari Masalah-6. jumlah kain batik untuk bulan berikutnya akan 3 lebih banyak dari bulan sebelumnya. Dengan pola kerja tersebut.3 = 15 Demikian seterusnya bertambah 3 helai kain batik untuk bulan-bulan berikutnya sehingga bulan ke-n : un = 6 + (n–1). 15.b. 204 Buku Guru Kelas X . sehingga u15 = 15 × 20 = 300. Masalah-6. Untuk menentukan n. Mbak Suci mampu menyelesaikan 63 helai kain batik.4 Mbak Suci. maka pola susunan bilangan 6.3 = 9 Bulan III : u3 = 6 +2. dapat dituliskan jumlah kain batik sejak bulan pertama seperti di bawah ini.. ia dapat menyelesaikan 6 helai kain batik berukuran 2. 9. un = n × 20 = 20n Cermati pola bilangan un = 20n.4 m × 1. Permintaan kain batik terus bertambah sehingga Mba Suci harus menyediakan 9 helai kain batik pada bulan kedua. 63 = 6 + (n – 1). Dia menduga. dapat diperoleh dari.3 (n merupakan bilangan asli). 12. Bulan I : u1 = a = 6 Bulan II : u2 = 6 + 1. Jadi. Jika beda antara dua bilangan berdekatan di notasikan “b”.5 m selama 1 bulan.….un : suku ke-n u1 = 20 = 1 × 20 u2 = 40 = 2 × 20 u3 = 60 = 3 × 20 u4 = 80 = 4 × 20 u5 = 100 =5 × 20 .3 = 12 Bulan IV : u4 = 6 + 3. Berarti tinggi tangga tersebut sampai anak tangga yang ke-15 adalah 300 cm. seorang pengerajin batik di Gunung Kidul.. 63 helai kain batik selesai dikerjakan pada bulan ke-n.3 63 = 3 + 3n n = 20.

5 Setiap hari Orlyn menabungkan sisa uang jajannya. u2. u3. u1.b u4 = u3 + b = u1 + 3. dinotasikan “b” memenuhi pola berikut. b = u2 – u1 = u3 – u2 = u4 – u3 = . u4. …. Beda. un merupakan suku-suku barisan aritmetika. u2. Bagaimana cara mengetahui banyaknya uang Orlyn yang ditabung pada hari ke-6? Matematika 205 . un Setiap dua suku yang berurutan pada barisan aritmetika memiliki beda yang sama.b u5 = u4 + b = u1 + 4. un = a + (n – 1)b a = u1 adalah suku pertama barisan aritmetika b adalah beda barisan aritmetika Masalah-6.b … un = u1 + (n – 1)b Sifat-1 Jika u1. u3. un adalah suku ke-n.1 Barisan aritmetika adalah barisan bilangan yang beda setiap dua suku yang berurutan adalah sama.b u3 = u2 + b = u1 + 2. u5. u5. = un – u(n–1) u adalah bilangan asli sebagai nomor suku. u4.Definisi 6.. Berdasarkan definisi di atas maka diperoleh bentuk umum barisan aritmetika sebagai berikut. Rumus suku ke-n dari barisan tersebut dinyatakan sebagai berikut.. maka diperoleh u1 = a u2 = u1 + 1. …. Uang yang ditabung setiap hari selama enam hari mengikuti pola barisan aritmetika dengan suku pertama a = 500 dan beda b = 500.

– 2. … Diketahui: u1 = a = 4.00. u2 = 2. … tentukan suku ke-18! Penyelesaian a. u3 = 3. u2 = 1. – 8.5 Tentukan nilai dari suku yang ditanya pada barisan di bawah ini! a. Karena un = a + (n – 1)b. maka u18 = a + (18 – 1)b. maka u15 = a + (15 – 1)b. – 5. … Dari barisan bilangan tersebut. 1. – 2. – 5. Karena un = a + (n – 1)b maka u6 = (a + 5b) = 500 + 5(500) = 500 + 2500 = 3000 Berarti tabungan Orlyn pada hari ke-6 adalah Rp3000. Contoh 6. b = u2 – u1 = u3– u2 = 1. 2. 2. (–3) = –47 206 Buku Guru Kelas X . 4.5 dapat dilakukan dengan membuat barisan aritmetika dari uang yang ditabung Orlyn kemudian menentukan suku terakhirnya. 4. Karena un = a + (u – 1)b. 4. 5. u15 = 1 + (15 – 1). …. – 8.Alternatif Penyelesaian Penyelesaian Masalah-6. 1. … tentukan suku ke-15 ! b. u4 = –5 …. 1. u3 = –2. u18 = 4 + (18 – 1). b = u2 – u1 = u3 – u2 = u4 – u3 = –3. 3. 5. 1. 4.1 = 15 b. 3. diketahui bahwa u1 = a = 1. 6. 6.

2. Anggap pernyataan tersebut benar untuk n = k yakni: k (k + 1) 1+2+…+k= . diperoleh untuk n = 1 peryataan tersebut benar. maka P(n – 1) benar untuk setiap n ≥ 1. Contoh 6. yaitu 1 + 2 + … + n sama dengan n(n + 1) ! 2 Penyelesaian Misalkan pernyataan P(n) = 1 + 2 + … + n = n(n + 1) . Prinsip pembuktian induktif dapat diilustrasikan dengan proses menaiki anak Gambar 6. Menunjukkan pernyataan tersebut benar untuk n = 1. maka P(n + 1) benar untuk setiap n ≥ 1 disebut langkah induktif. P(1) bernilai benar disebut langkah dasar sedangkan jika P(n) benar.6 Selidiki apakah jumlah n bilangan asli pertama. 2 1(1 + 1) = 1 maka 2 3. Jika P(n) benar. Maka P(n) benar untuk setiap n bilangan asli. 2 1. yaitu: (k + 1) ( (k + 1) + 1) 1 + 2 + … + k + (k + 1) = 2 Bukti: Dengan menggunakan manipulasi aljabar diperoleh: k (k + 1) 1 + 2 + … + k + (k + 1) = + (k + 1) 2 Matematika 207 .b. 2. Akan dibuktikan pernyataan tersebut benar untuk n = k + 1.10 Anak Tangga tangga. 1. P(1) bernilai benar. Induksi Matematika Misalkan untuk setiap bilangan asli n kita mempunyai pernyataan P(n).

(k + 2) = 2 (k + 1). c.. Deret Aritmetika ♦ Ajak siswa untuk memperhatikan masalah 6. ♦ Guru mengarahkan siswa meenyelediki kebenaran pernyataan 1 + 3 + 5 + 7 + . 2 n(n + 1) adalah benar untuk n anggota himpunan 2 Jadi. Selanjutnya minta siswa mempresentasikan hasil pemahamannya di depan kelas dan mendorong siswa lain untuk mengkritisi hasil kerja siswa yang menyaji. + (2n – 1) = n2 dengan menggunakan pembuktian induksi matematika. berapa banyak batu bata yang dibutuhkan untuk membuat 80 buah anak tangga? Gambar 6.6 Perhatikan kembali gambar di samping! Apakah kamu masih ingat tentang masalah anak tangga? Jika membuat sebuah anak tangga dibutuhkan 40 buah batu bata.6 dan suruh siswa untuk memahami masalahnya! Masalah-6.. ♦ Ajukan masalah 6 pada siswa. P(n) = 1 + 2 + … + n = bilangan asli.11: Tangga 208 Buku Guru Kelas X . Beri kesempatan pada siswa bertanya hal-hal yang tidak dipahami. minta siswa memahami masalahnya dengan pemahamannya sendiri. P(n) = n(n + 1) adalah benar. ( (k + 1) + 1) = 2 = Berarti untuk n = k + 1.k (k + 1) 2(k + 1) + 2 2 (k + 1).

Karena pertanyaan dalam masalah ini adalah banyak batu bata yang diperlukan untuk membuat 80 anak tangga. + (40 + 40 + 40 + 40 + 40) Tangga ke-1 Tangga ke-2 Tangga ke-3 Tangga ke-4 Tangga ke-. bahwa. bukan banyak batu bata yang diperlukan membuat tangga ke-80 maka banyak batu bata harus dijumlahkan. s80 = 40 + 80 + 120 + 160 + 200 + 240 + 280 + 320 + 360 + 400 + … + 3160 + 3200 Matematika 209 . untuk menghitung jumlah 80 suku pertama. Berdasarkan gambar di atas dapat disimpulkan bahwa banyak batu bata yang dibutuhkan untuk membuat 80 buah anak tangga: 40 + (40 + 40) + (40 + 40 + 40) + (40 + 40 + 40 + 40) + . Perhatikan pola berikut: (40 + 80) × 2 • s2 = 40 + 80 = = 120 2 (40 + 160) × 4 • s4 = 40 + 80 + 120 + 160 = = 400 2 (40 + 240) × 6 • s6 = 40 + 80 + 120 + 160 + 200 + 240 = = 840 2 (40 + 320) × 8 • s8= 40 + 80 + 120 + 160 + 200 + 240 + 280 + 320 = = 1440. 280. Cukup jelas.. 120. 240. + 3160 + 3200 sebanyak 80 suku sn adalah jumlah n suku pertama pada barisan.…. 80. 200.. 160.Alternatif Penyelesaian Untuk menentukan banyaknya batu bata yang dibutuhkan dalam membuat anak tangga pertama sampai anak tangga yang ke 80 dapat diilustrasikan seperti gambar berikut.320.. u1 = 40 dan b = 40.. 400. 2 Jadi. 360.. 40 + 80 + 120 + 160 + 200 + 240 + 280 + 320 + 400 + . Tangga ke-80 Susunan banyak batu bata membentuk barisan aritmetika: 40.. dilakukan dengan pola di atas.

Definisi 6.. s(n–1). sn. s2. … dengan sn = u1 + u2 + u3 + . + u(n–1) + un Untuk menentukan jumlah n suku pertama.000.000 buah batu bata. s(n–1) = u1 + u2 + u3 + u4 + u5 + … + u(n–1) sn = u1 + u2 + u3 + u4 + u5 + … + u(n–1) + un n merupakan bilangan asli. (1) Persamaan 1) diubah menjadi sn = (a + (n – 1)b) + … + (a + 2b) + (a + b) + a ……………... ♦ Guru mengarahkan siswa menyelidiki rumusan pola untuk menghitung jumlah 3 suku pertama. 2 Jadi. ♦ Guru memastikan siswa mampu memanipulasi cara pembentukan pola di atas. dinyatakan sebagai berikut. Susunan jumlah suku-suku barisan aritmetika. s1 = u1 s2 = u1 + u2 s3 = u1 + u2 + u3 s4 = u1 + u2 + u3 + u4 . banyak batu bata yang diperlukan untuk membuat 80 anak tangga adalah 129. (2) Dengan menjumlahkan persamaan (1) dan (2). 15 suku pertama. s1. diperoleh: 2sn = 2a + (n – 1)b + 2a + (n – 1)b + 2a + (n – 1)b + … + 2a + (n – 1)b 2sn = n (2a + (n – 1)b) 1 sn = n ( 2a + ( n − 1) b ) 2 210 Buku Guru Kelas X ....= (40 + 3200) × 80 = 129.2 Deret aritmetika adalah barisan jumlah n suku pertama barisan aritmetika. .. s3. ditentukan rumus berikut: sn = a + (a + b) + (a + 2b) + … + (a + (n – 1)b) …………….. 5 suku pertama.

. Penyelesaian Suku ke-n barisan bilangan di atas adalah 50. sehingga un = a + (n – 1)b ⇔ 50 = a + (n – 1). Jika a bilangan bulat positif. 9 + 18 + 27 + 36 + 45 + … + 99 = 540. Dengan menggunakan rumus jumlah n suku pertama deret aritmetika diperoleh: 1 1 sn = n ( a + un ) atau s10 = (10)(9 + 99) = 540 2 2 Dengan demikian. 99 Bilangan-bilangan tersebut membentuk barisan aritmetika dengan a = 9.. Selanjutnya akan ditentukan nilai n sebagai berikut: un = 99 ⇔ a + (n – 1)b = 99 ⇔ 9 + (n – 1)9 = 99 ⇔ 9 + 9n – 9 = 99 ⇔ 9n = 99 ⇔ n = 10 Jadi. n n sn = (2a + (n – 1)b) = (u1 + un) 2 2 Contoh 6. maka nilai a = . dan un = 99.8 Diketahui a + (a + 1) + (a + 2) + . ….Sifat-2 sn = u1 + u2 + u3 + u4 + u5 + … + un–1 + un merupakan jumlah n suku pertama barisan aritmetika..1 ⇔ a = 51 – n. b = 9. banyak bilangan yang habis dibagi 9 diantara 1 dan 50 adalah 10.. + 50 = 1139. 211 Matematika . 18. 27. Contoh 6.7 Carilah jumlah bilangan bulat antara 1 dan 100 yang habis dibagi 9! Penyelesaian Bilangan bulat yang habis dibagi 9 diantara 1 dan 50 adalah 9.

guru mengingatkan kembali kepada siswa. maka tentukanlah suku ke-10 pada barisan tersebut! Penyelesaian Dengan mengingat kembali rumus deret aritmetika tingkat satu: n b sn = (2a + (n – 1)b) = n2 + (a – b)n 2 2 maka sn = (m3 – 1) n2 – (m3 + 2) n + m – 3 akan menjadi deret aritmetika tingkat satu jika m – 3 = 0 atau m = 3 sehingga sn = 26n2 – 11n. Dengan mensubtitusikan a = 51– n. ♦ Jika siswa lupa akan konsep menentukan akar-akar persamaan kuadrat. diperoleh n2 – 101n + 2278 = 0.a + (n – 1)1). Jika nilai a bilangan bulat positif maka nilai yang memenuhi adalah n = 34 sehingga nilai a = 17. Jika sn = (m3 – 1) n2 – (m2 + 2) n + m – 3.9 Diketahui deret aritmetika tingkat satu dengan sn adalah jumlah n suku pertama. u10 = s10 – s9 = 2490– 2007 = 483.Jumlah n suku pertama adalah 1.n + 2278 = 0 ⇔ (n – 67). Buat contoh. Contoh 6. 212 Buku Guru Kelas X . diperoleh. n2 – 101.a + (n − 1) ).(n – 34) = 0. atau 2 2 ⇔ 2278 = n ( (2.139 sehingga n n sn = (2a + (n – 1)b) ⇔ 1139 = (2. n = 67 atau n = 34. Jadi.

. 3 + 6 + 9 + 12 + . 7. Diketahui barisan yang dibentuk oleh semua bilangan asli 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 … Angka berapakah yang terletak pada bilangan ke 2004 ? (bilangan ke-12 adalah angka 1 dan bilangan ke-15 adalah angka 2). e. Gunakan induksi matematika untuk 2. = 640 4. – 12 n ( n + 1) ( n + 2 ) c. Tentukan banyak suku dari deret berikut! a. b.... .– 20 +– 2.. –12 – 8 – 4 . + n =  b.. Tentukan banyak suku dan jumlah membuktikan persamaan berikut ini deret aritmetika berikut! benar! a...3 + 3. – 107 3. c merupakan suku berurutan yang membentuk barisan aritmetika. Diketahui deret aritmetika dengan suku ke-7 dan suku ke-10 berturutturut adalah 25 dan 37. buktikan bahwa ketiga suku berurutan berikut ini juga membentuk barisan aritmetika 1 1 1 . c. 2 + 8 + 14 + 30 + . 10 + 14 + 18 + 22 + . –22 – 16 – 10 – 4 – . = 756 b. . 6 + 9 + 12 + 15 + .2 + 2.. sampai dengan 10 suku. sampai dengan 14 suku. + n (n + 1) = b.....4 + .. 3+ . + 104 a... 56 + 51 + 46 + 41 + . 50 + 46 + 42 + 38 + .... Pola A B B C C C D D D D A B B CCCDDDDABBCCCDD D D .   2  3 3 3 3 2 9... Banyak bilangan asli yang kurang dari 999 yang tidak habis dibagi 3 atau 5 adalah…..4 + .. Bila a. 72 + 66 + 60 + 54 + . b. Diketahui barisan yang dibentuk oleh semua bilangan asli 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 … Angka berapakah yang terletak pada bilangan ke 2013? (bilangan ke-12 adalah angka 1 dan bilangan ke-15 adalah angka 2). Tentukanlah jumlah 20 suku pertama! 5. berulang sampai tak hingga. 6. d. Tentukan jumlah deret aritmetika berikut! a... 1 + 6 + 11 + 16 + .. bc ca ab  n ( n + 1)  1 + 2 + 3 + .. –3 – 7 – 11 – 15 . 8. + n ( n + 1) = 3 d. sampai dengan 20 suku. –3 128 1. = – 36 c.Uji Kompetensi 6. sampai dengan 18 suku. Huruf apakah yang menempati urutan 2634? 10. 1.1 1. 213 Matematika .... sampai dengan 10 suku.. 4 + 9 + 14 + 19 + .

Menemukan Konsep Barisan dan Deret Geometri a. 1 . Barisan Geometri Perhatikan susunan bilangan 1.Projek Himpunlah minimal tiga buah masalah penerapan barisan dan deret aritmatika dalam bidang fisika.1  .1 u =1 u 1. dan masalah nyata di sekitarmu. = . . Ujilah berbagai konsep dan aturan barisan dan deret aritmatika di dalam pemecahan masalah tersebut.u = u1.. teknologi informasi.r = a.r .1... .. Jika nilai perbandingan dua suku beru1 u2 un −1 2 urutan dimisalkan r dan nilai suku pertama adalah a. .   . …  2 2 2 4 2 8 2 Perhatikan gambar berikut! Nilai perbandingan Sehingga: • u1 = a = 1 11 1 1 11 1 1 11 1 1 1     1  • 1. Buatlah laporan hasil kerjamu dan sajikan di depan kelas! 3. ..   . 1 . . = n = .   . 2 4 8 u u2 u3 1 = = . maka susunan bilangan tersebut  1  1 1  1 1  1 1  dapat dinyatakan dengan 1. ⇔ 2  1            22 22 42 24 82 28 2 2    2  214 Buku Guru Kelas X . . 1 .

1 1 11 1 111  11 1 1 11 1 1 1   1     1   1     1 1  • 1.1 u =1 u 1 .u3. .r4 .= u2. Gambar 6.rn–2 r = a. perhatikan bagian kertas tersebut yang membentuk sebuah barisan bilangan.r = a. Berikut ini disajikan satu bagian kertas. .r.r = a.  . = u4.     . Sekarang.  ⇔   3  2  2 22 2 42 2 82 22 2 4 2 2 8 2 2  2   8   4   2      2  2 23 3 1 1 1 1 1 1 1  1  1    1 1   1  1 11 11 • 1.. ⇔  .  .  . .1u = 1 1.13 Selembar Kertas pada Lipatan Pertama Kertas yang sedang terlipat ini.1    .r = a.r = a. Matematika 215 .rn–1 Orlando memiliki selembar kertas. ⇔ .1 u =u = 1. ia selalu membuka hasil lipatan dan mendapatkan kertas tersebut terbagi menjadi 2 bagian sebelumnya.1 u 5 = .r3. 1. = 1.   . = .r = a.  .1 1.1. Kertas terbagi menjadi 4 bagian yang sama besar. .r3   . u      .  . tentunya dengan mudah kamu pahami bahwa.12 Selembar Kertas Ia melipat kertas tersebut menjadi dua bagian yang sama besar.   2 2 2 2 2 2 4 2 2 2 2 8 2 4 2 8 2                  Dari pola di atas.r = a. 4  3 4  3 4 2 2 2 2 8 4 2  8  2   2 2     2 2 2 22 11 1 1 1 11 11 1 1  1  1    1     1  11 • 1. u . . Kertas terbagi menjadi 2 bagian yang sama besar. un = un–1.r2. =u .  . . . kemudian dilipat dua kembali olehnya. Gambar 6. . . 5 =  .. 2 3 2 3 2 3 Gambar 6..14 Selembar Kertas pada Lipatan Kedua Orlando terus melipat dua kertas yang sedang terlipat sebelumnya.r = a. Setelah melipat.1 = 1..r2 .4. .

dengan u1 = a dan r adalah rasio.. …. Barisan bilangan ini disebut barisan geometri. maka suku ke-n dinyatakan un = arn–1. deret geometri juga penjumlahan bilangan-bilangan berurutan yang memiliki pola geometri. Misalkan 216 Buku Guru Kelas X .3 Barisan geometri adalah barisan bilangan yang nilai pembanding (rasio) antara dua suku yang berurutan selalu tetap. u3. Rasio. Nilai r dinyatakan: r = u u2 u3 u4 = = = . yaitu 2 = 3 = .. = n = 2. n adalah bilangan asli.15 bahwa terdapat 2 kali lintasan bola yang sama tingginya setelah pantulan pertama. u2 . Cermati masalah di bawah ini! Masalah-6. b. u1 u2 un −1 Definisi 6.Setiap dua suku berurutan dari barisan bilangan tersebut memiliki perbandingan yang u u u sama. n . u1 u2 u3 un −1 Sifat-3 Jika u1. Deret Geometri Analog dengan konsep deret aritmetika..15 Pantulan Bola Pandang dan amatilah kembali gambar di atas! Tampak pada Gambar 6. dinotasikan r merupakan nilai perbandingan dua suku berurutan.. un merupakan susunan suku-suku barisan geometri.8 Sebuah bola jatuh dari gedung setinggi 3 meter ke lantai dan memantul kembali 4 setinggi kali dari tinggi sebelumnya 5 Tentukanlah panjang lintasan bola tersebut sampai pada pantulan ke-10! Gambar 6.

ss n n = 3( 5n − 4n ) 5n −1 Berdasarkan Tabel 6. 51 − 41 52 − 4 2 53 − 43 5n − 4 n . ♦ Pandu siswa untuk mengambil kesimpulan dari pengamatan terhadap tabel diatas jika pantulan terjadi terus.......... Sn u1 u1 + u2 u1 + u2 + u3 u1 + u2 + u3 + u4 ..... u1 + u2 + u3 + u4 . Misalkan panjang lintasan bola sampai pantulan ke-10 adalah S. 0 3 1 12/5 2 48/25 3 192/125 .. .7 Deret Pantulan Bola Jumlah suku-suku Nilai S1 S2 S3 S4 ..... Tabel 6. s3 .7 deret bilangan tersebut adalah sebuah barisan jumlah.. u1 u2 u3 u4 ♦ Arahkan siswa untuk mengisi tabel pada pantulan berikutnya.. Tinggi pantulan (m) Suku ke .. + u10) – u1 ⇔ S = 2s10 – u1 dimana Deret Tabel 6.a ketinggian awal bola dan misalkan t tinggi pantulan maka tinggi pantulan bola dapat diberikan pada tabel berikut. sn . + un 3 3+ 3+ 3+ 12 9 25 − 16 = 3( ) = 3( ) 5 5 5 12 48 61 125 − 64 + = 3( ) = 3( ) 5 25 25 25 12 48 192 369 625 − 256 + + = 3( ) = 3( ) 5 25 125 125 125 .. . yaitu 3( 0 )... + u10) ⇔ S = 2 (u1 + u2 + u3 + u4 + .. .6 Tinggi Pantulan Bola Pantulan ke . .. 3 ( ) 5 51 52 5n −1 510 − 410 Sehingga s10 = 3( ) 59 217 Matematika . 3( ).. S = u1 + 2 (u2 + u3 + u4 + ... 3 ( ). . s1 . s2 ..

didapatkan Persamaan 2 berikut. rsn = ar + ar2 + ar3 + … + arn …………… (2) Sekarang. r > 1. selisih persamaan (1) dengan (2). r > r1 1− r r −1 r −1 1− r s snn = = a a(( 1 1− −r rnn)) a((r rnn − −1 1 )) a snn = = r< <1 1. ii. sn = sn = . sn = na. s . r r> >1 1. panjang lintasan bola sampai pantulan ke-10 adalah S = 2s10 – u1 atau 510 − 410 S = 6( )−3 59 ♦ Arahkan siswa mengerjakan terlebih dahulu. diperoleh sn – rsn = (a + ar + ar2 + … + arn–1) – (ar + ar2 + ar3 + … + arn) sn(1 – r) = a – arn a − ar n sn = sn = 1− r 218 Buku Guru Kelas X . Bentuk umum: atau sn = u1 + u2 + u3 + … + un sn = a + ar + ar2 + … + arn – 1 dengan u1 = a.1.. dan rasio = r.Jadi. dan r adalah rasio. sn = sn = r < 1. maka jumlah n suku pertama adalah a(1 − r n )a (1 − r na)(r n − 1)a (r n − 1) i. untuk <.4 Deret geometri adalah barisan jumlah n suku pertama barisan geometri. untuk r 1 1− −r r r− −1 1 r iii. Sifat-4 Jika suatu deret geometri suku pertama adalah u1 = a.. sn = a + ar + ar2 + … + arn–1 …………… (1) Dengan mengalihkan kedua ruas persamaan 1 dengan r. Bukti: i. Definisi 6. untuk r = 1.

u2 u3 u4 1 r = = = = . 5. … b) 1. Rumus jumlah n suku pertama deret geometri adalah n sn = a (1 − r ) .10 Tentukan jumlah 10 suku pertama dari deret geometri berikut ini! 1 1 4 + 1 + + + . 4 16 Penyelesaian Pertama harus ditentukan rasio deret bilangan tersebut. 1. 3. diserahkan kepada siswa.. Untuk membuktikan prinsip ini. Contoh 6. 7. s10 =  1 1 4 Pertanyaan Kritis Perhatikan pola barisan bilangan berikut! a) 1. 9. 4. 2. maka jumlah 10 suku pertama ditentukan melalui rumus.   3 3  2  4 Matematika 219 . 1− r ii. 16. a (1 − r n ) sn = 1− r   1 10  4 1 −     4  = Akibatnya. … c) 3. … Tentukanlah suku ke-10 dari pola barisan di atas! Apakah barisan tersebut termasuk barisan aritmetika atau barisan geometri?   1 10  4 1 −    10   4   16  1  =  1 −   . u1 u2 u3 4 Karena r < 1. 9.. r < 1. 4.

Untuk memeriksa sebuah barisan merupakan barisan geometri apakah cukup hanya dengan menentukan rasio dua suku berturutan? Jelaskan dengan menggunakan contoh! 2. Jika jumlah semua suku deret geometri tak hingga adalah 72 220 Buku Guru Kelas X dan jumlah semua sukunya yang berindeks ganjil adalah 48.. tentukan suku ke-3 deret tersebut! 7. Sebuah bola jatuh dari ketinggian 8m dan memantul kembali de 3 ngan ketinggian kali tinggi sebe5 lumnya. Berdasarkan analisis.. Pertumbuhan ekonomi biasanya dalam persen. Pemantulan ini berlangsung terus menerus hingga bola berhenti. Misalnya. diperoleh barisan geometri. Tiga bilangan positif membentuk barisan geometri dengan rasio r > 1. dan u3 + u4 = 15.. Jika suku ketiga barisan aritmetika ditambah 8. pertumbuhan penduduk adalah 2% per tahun artinya jumlah penduduk bertambah sebesar 2% dari jumlah penduduk tahun sebelumnya.2 1. Berapakah jarak lintasan seluruhnya? 6. ekonomi Indonesia akan mengalami pertumbuhan sebesar 6. Suku-suku barisan geometri tak hingga adalah positif. berapakah jumlah penduduknya setelah 70 tahun apabila pertumbuhannya 2. Pertumbuhan penduduk biasanya dinyatakan dalam persen. maka hasilnya menjadi 5 kali suku pertama.Uji Kompetensi 6. pertumbuhan ekonomi suatu negara sebesar 5% per tahun artinya terjadi pertambahan Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar 5% dari PDB tahun sebelumnya. Misalnya. Tentukan Hasil kali dari ketiga bilangan tersebut! 4.. Jika suku ketiga ditambah 3 dan suku kedua dikurangi 1. Tentukan beda dari barisan aritmetika tersebut! 3.… memenuhi x1 + x2 + x3 + . jumlah u1 + u2 = 60. x3. . x2 . + xn = n3.5%? 8. Jika suku tengah ditambah 4. Jika barisan x1. tentukan jumlah suku barisan itu! 5. Jumlah penduduk desa pada awalnya 500 orang. Tentukan PDB pada tahun ketiga apabila PDB tahun ini PDBnya sebesar 125 triliun rupiah.. maka terbentuk sebuah barisan aritmetika yang jumlahnya 30. Pertambahan penduduk menjadi dua kali setiap 10 tahun.5% per tahun selama tiga tahun ke depan. maka x100 = . 9. untuk semua n bilangan asli. Tiga bilangan membentuk barisan aritmetika.

Deret geometri adalah jumlah suku-suku dari barisan geometri. teknologi informasi dan masalah nyata di sekitarmu.00 per gram. Berdasarkan analisis. dan lain sebagainya. seperti barisan naik dan turun. Barisan geometri adalah barisan bilangan yang memiliki hasil bagi dua suku berurutan adalah tetap. Matematika 221 . Projek Himpunlah minimal tiga buah masalah penerapan barisan dan deret geometri dalam bidang fisika. Deret aritmetika adalah jumlah suku-suku barisan aritmetika.10.000. Barisan aritmetika adalah barisan bilangan yang memiliki beda dua suku berurutan selalu tetap. tentukan harga sabun tersebut empat tahun lagi. Ujilah berbagai konsep dan aturan barisan dan deret geometri di dalam pemecahan masalah tersebut. PENUTUP Beberapa hal penting sebagai kesimpulan dari hasil pembahasan materi barisan dan deret. Hasil bagi dua suku berurutan disebut rasio. Selanjutnya kita akan membahas materi persamaan dan fungsi kuadrat. sebab materi tersebut adalah prasyarat utama mempelajari persamaan dan fungsi kuadrat. relasi dan fungsi. Apabila harga emas sekarang ini adalah Rp200. ekonomi Indonesia akan mengalami inflasi sebesar 8% per tahun selama 5 tahun mendatang. Masih banyak jenis barisan yang akan kamu pelajari pada jenjang yang lebih tinggi. disajikan sebagai berikut. Barisan bilangan adalah sebuah fungsi dengan domainnya himpunan bilangan asli dan rangenya suatu himpunan bagian dari himpunan bilangan real. 1. 5. Tentu kamu wajib mengulangi mempelajari materi persamaan linear. Kamu dapat menggunakan sumber bacaan lain untuk lebih mendalami sifat-sifat barisan dan deret. 4. Buatlah laporan hasil kerjamu dan sajikan di depan kelas. 2. Kenaikan harga barang-barang disebut inflasi. D. 3. 6. barisan fibbonaci. barisan harmonik.

kritis. memilih strategi dan menerapkan untuk menyelesaikan masalah nyata serta memeriksa kebenaran jawabannya. KOMPETENSI DASAR DAN PENGALAMAN BELAJAR Kompetensi Dasar Setelah mengikuti pembelajaran persamaan siswa mampu: 1. memilih strategi dan menerapkan untuk menyelesaikan persamaan kuadrat serta memeriksa kebenaran jawabannya. 4. 3. • menurunkan sifat-sifat dan aturan matematika yang berkaitan dengan persamaan dan fungsi kuadrat berdasarkan konsep yang sudah dimiliki. 7. • menyelesaikan model matematika untuk memperoleh solusi permasalahan yang diberikan. • merancang model matematika dari sebuah permasalahan otentik yang berkaitan dengan persamaan dan fungsi kuadrat. Pengalaman Belajar Melalui pembelajaran materi fungsi kuadrat. • menggunakan konsep dan prinsip fungsi kuadrat untuk memecahkan masalah otentik dan soal-soal. • menuliskan konsep persamaan dan fungsi kuadrat. • menentukan jumlah dan hasil kali akar-akar persamaan kuadrat. • menyusun persamaan kuadrat yang akar-akarnya memenuhi kondisi tertentu. 8. • menggunakan konsep dan prinsip persamaan kuadrat untuk memecahkan masalah otentik. 2. • menafsirkan hasil pemecahan masalah. konsisten dan jujur serta menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. 5. melengkapkan kuadrat sempurna. • menentukan akar-akar persamaan kuadrat dengan pemfaktoran. bertanggungjawab. menganalisis persamaan kuadrat dalam berbagai bentuk penyajian masalah kontekstual. • menentukan persamaan sumbu simetri dan titik puncak grafik fungsi kuadrat. memahami persamaan dan fungsi kuadrat. Memahami konsep dan prinsip persamaan dan fungsi kuadrat serta menggambarkan grafiknya dalam sistem koordinat. dan rumus abc.Bab Persamaan dan Fungsi Kuadrat A. berdasarkan ciri-ciri yang ditemukan dengan bahasanya sendiri. • menuliskan ciri-ciri persamaan dan fungsi kuadrat. memahami persamaan dan fungsi kuadrat. menganalisis persamaan kuadrat dari data terkait masalah nyata dan menentukan model matematika berupa persamaan kuadrat dan fungsi kuadrat. • menggambarkan grafik fungsi kuadrat. • menentukan fungsi kuadrat. 6. • menjelaskan kaitan fungsi kuadrat dan persamaan kuadrat. menghayati pola hidup disiplin. siswa memperoleh pengalaman belajar: • menjelaskan karakteristik masalah otentik yang pemecahannya terkait dengan model matematika sebagai persamaan kuadrat. jika diberi tiga titik yang tidak segaris. • • • • • • • • • • Persamaan Kuadrat Peubah Koefisien Konstanta Akar-akar Persamaan Fungsi kuadrat Parabola Sumbu Simetri Titik Puncak Nilai Maksimum dan Minimum . menganalisis grafik fungsi dari data terkait masalah nyata dan menentukan model matematika berupa fungsi kuadrat. memahami berbagai bentuk ekspresi yang dapat diubah menjadi persamaan kuadrat dan mengidentifikasi sifatsifatnya. dari beberapa model matematika.

c)  y = ax2 + bx + c  y = a(x – x1)(x – x2) 2  y = a(x – x1) 2  y = a(x – h) + k Tabel Koordinat Diskriminan D = b2 – 4ac a>0 a<0 D>0 D=0 D<0 Nilai Maks.PETA PETA KONSEP B. Sumbu simetri x  b 2 a Titik Potong Sumbu absis Titik balik maks atau min P = b 2 a . KONSEP Materi Prasyarat HIMPUNAN FUNGSI RELASI Masalah Otentik FUNGSI KUADRAT f(x) = ax2 + bx + c. Atau Min y   D 4a Pers. a  0 Daerah asal Daerah kawan Daerah hasil Koefisien Persamaan Fungsi kuadrat (a. b.  D 2 a  Sketsa Grafik Karakteristik Fungsi Kuadrat Menyusun Fungsi Kuadrat Grafik Fungsi Kuadrat Matematika 223 223 BUKU PEGANGAN SISWA .B. a  0 PERSAMAAN KUADRAT ax2 + bx + c = 0.

bahkan pada materi yang baru saja kamu pelajari. ajukan pada siswa masalah-1. Jika prinsip (rumus-rumus. Berdasarkan ciri-ciri tersebut minta siswa menuliskan konsep persamaan kuadrat dengan kata-katanya sendiri. 3. Untuk itu perhatikan dan selesaikan dengan cermat permasalahan-permasalahan yang diberikan. Konsep persamaan kuadrat dapat dibangun/ditemukan di dalam pemecahan permasalahan yang kita hadapi. Alat ukur kebenarannya. jika konsep yang ditemukan. mencari Pemecahan masalah di dalam kelompok belajar. unsurunsur. saling terkait materinya. menggunakan variabelvariabel. ukuran kebenarannya dapat dibuktikan kebenarannya menggunakan konsep atau aturan yang sudah ada sebelumnya. ukuran kebenarannya apabila konsep tersebut diterima pada struktur matematika yang sudah ada sebelumnya. bersusah payah mencari ide-ide. Menemukan Konsep Persamaan Kuadrat Satu Peubah Banyak permasalahan dalam kehidupan yang pemecahannya terkait dengan konsep dan aturan-aturan dalam matematika. Secara khusus keterkaitan konsep dan prinsip-prinsip persamaan kuadrat. sifat-sifat) yang ditemukan. Dalam menyelesaikan masalah matematika. sering kita temukan dalam permasalahan kehidupan nyata yang menyatu/bersumber dari fakta dan lingkungan budaya kita. Biarkan siswa lebih dahulu berusaha memikirkan. PERSAMAAN KUADRAT a. kamu cermati objek-objek budaya atau objek lingkungan budaya yang dilibatkan dalam permasalahan yang diberikan. dan rumus-rumus yang saling bertentangan. kamu bisa pada kesepakatan antara kamu dan teman-teman serta guru. 2. simbol-simbol. 224 Buku Guru Kelas X .C. dan 4 secara berkelanjutan untuk dipecahkan. Dari beberapa model matematika berupa persamaan kuadrat. Demikian juga kamu tidak boleh mengabaikan atau melupakan konsep-konsep dan aturan-aturan matematika yang telah dipelajari sebelumnya. bersifat abstrak sebab matematika adalah hasil abstraksi pemikiran manusia. MATERI PEMBELAJARAN 1. minta siswa secara individu menuliskan ciri-ciri persamaan kuadrat dan hasilnya didiskusikan dengan teman satu kelompok. berdiskusi. baik di tingkat SD. Di dalam proses pemecahan masalah-masalah yang diberikan. Objek-objek itu menjadi bahan aspirasi/inspirasi. SMP. konsep-konsep. karena terkadang ada konsep matematika melekat pada objek itu yang tidak kita sadari dan ternyata sebagai kata kunci dalam penyelesaian masalah. ♦ Untuk menemukan konsep persamaan kuadrat. Matematika menganut kebenaran konsistensi atau tidak boleh ada di dalamnya.

Bantulah Pak Silaban menentukan panjang alas penampang atap dan tinggi atap bagian depan! Gambar 7. Tinggi atap Kamu ilustrasikan masalah di atas seperti gambar berikut! • Memperhatikan konsep apa yang melekat pada penampang depan atap rumah adat tersebut. Alternatif Penyelesaian Diketahui: Luas penampang atap bagian depan 12 m2 Ukuran persegi panjang tempat ornamen adalah 3 m × 2 m Ditanya: a.Masalah-7. Gambar 7.1.2 Penampang Atap Bagian atas Matematika 225 . Di dalam penampang dibentuk sebuah persegi panjang tempat ornamen (ukiran) Batak dengan ukuran lebar 2 m dan tingginya 3 m.1 Rumah Adat ♦ Arahkan siswa memahami masalah dan menginterpretasikan masalah dalam gambar serta memperhatikan bentuk asli rumah adat Batak pada Gambar 7. Panjang alas penampang atap b.1 Arsitek Ferdinand Silaban merancang sebuah rumah adat Batak di daerah Tuk-tuk di tepi Danau Toba. Ia menginginkan luas penampang atap bagian depan 12 m2.

...............Kamu cermati segitiga sama kaki ABC dan lakukan hal berikut......... bagaimana cara 226 Buku Guru Kelas X Berdasarkan persamaan (1) akan ditentukan nilai-nilai x x2 .... dari persamaan (a) dan (b) 3 3diperoleh x t= x (b) Subtitusikan persamaan 2) ke persamaan 1) sehingga diperoleh Sehingga diperoleh 12 = ( 3  3x ) (1 + x)  12x = (3 + 3x) (1 + x) x  12x = 3 + 3x + 3x + 3x2  3x2 + 6x – 12x + 3 = 0  3x2 ............................................................ maka 1 Luas = × panjang alas × tinggi 2 1 L = × ( AE + EF + FB ) × t 2 1 12 = t ( x + 2 + x) 2 2 1 = t (1 1 +× x) ........ Kedua segitiga tersebut 2 + 3 3 x sebangun...2x + 1 = 0  x2 ........ Misalkan panjang AE = FB = x m....................x – x + 1 = 0 Apa makna dari a  b = 0 menentukan nilai-nilai x dengan melakukan manipulasi aljabar pada persamaan (1)....... .................................. (1) Luas = panjang alas × tinggi 2 GT TB t 1+ x = ⇔ = apa yang dimaksud dua bangun dikatakan sebangun dan menyuruh ♦ Ingatkan kembali 1 3 GF FB =siswa × + +x L ( AE EF FB ) ×segitiga t memperhatikan CTB dan segitiga GFB....... ⇒t = 1 x + 2 + x) 12 = t ( x 2 Perhatikan segitiga CTB dan segitiga GFB........... Diharapkan siswa melakukan hal berikut. Kedua segitiga tersebut sebangun........ Karena penampang atap rumah berbentuk segitiga sama kaki.......2x + 1 = 0 .......... 12 = t (1 + x) GT TB t 1+ x = ⇔ = GF FB 3 x 3 + 3 x ..................6x + 3 = 0  x2 ... (3) (1) Ingat kembali materi persamaan kuadrat yang telah dipelajari di SMP....... (2) ⇒t = x ♦ Mengarahkan siswa memanfaatkan persamaan (a) dan (b) untuk memperoleh model matematika berupa persamaan kuadrat................. Diharapkan siswa melakukan hal berikut......

2 berikut. Sementara orang tua tersebut tidak pernah menduduki jenjang pendidikan. 3 −3 3 3x x = 6.3 Jari Tangan 227 Matematika 227 . bagaimana cara menentukan nilai-nilai x dengan melakukan manipulasi aljabar Apa makna dari a  b = 0 6m. Ternyataorang mereka memiliki warisan dari leluhur cara menjumlahkan dan mengalikan Sementara tua tersebut tidak pernah menduduki jenjang pendidikan. menghitung harga telur (banyak telur. y ∈ N Gambar 7. Berdasarkan (1) akan ditentukan nilai-nilai x. mengetahuinya. cukup banyak) tanpa menggunakan kalkulator dengan waktu cukup memiliki warisan dari leluhur cara menjumlahkan dan mengalikan bilangan. Sering kita temui tua yang sudah lanjut usia.x – x + 1 = 0  x (x – 1) – 1(x -1) = 0  (x -1) (x – 1) = 0  (x – 1)2 = 0 x=1 Dengan menggunakan nilai nilait. y ∈ N b. Coba bantu temukan aturan perkalian untuk menentukan hasilPEGANGAN kali bilangan x dan y dengan BUKU SISWA a. Masalah-7.6x + 3 = 0  x2 .2x + 1 = 0  x2 .2x + 1 = 0 (1) ♦ Meminta siswa mengingat kembali materi persamaan kuadrat yang telah di Ingat kembali materi persamaan kuadrat yang telah dipelajari didipelajari SMP.mampu mampu menghitung harga telur Sering kita temui orangorang tua yang sudah lanjut usia. dengan x. Agar kamu mengetahuinya. x = 5 dan y ≥ 5. gunakan jari tanganmu dan pecahkan Masalah (banyak telur. dengan x.2 berikut. y < 10. = 6. Berdasarkan persamaan (1) akan ditentukan nilai-nilai x x2 . 5 < x. Agar kamu 7. x x Sehingga diperolehpanjang panjang alas dan tinggi penampang atap atap rumah adalah adalah 4 m dan 4m dan Sehingga diperoleh alas dan tinggi penampang rumah • Apa makna dari a × b = 0 dan apa kaitannya dan apa kaitannya dengan dengan (x – 1) ( 0 – 1) = 0 (x x– –1) 1)=(x SMP. bagaimana cara menentukan nilai-nilai x persamaan dengan melakukan manipulasi aljabar pada persamaan (1). singkat.t Dengan menggunakan nilaixxakan akan ditentukan ditentukan nilai Untuk =diperoleh 1 diperoleht t== Untuk x =x1 6 m. pada pers (1). gunakan jari tanganmu dan pecahkan masalah 7. cukup banyak) tanpa menggunakan kalkulator dengan waktu cukup singkat. 12x = 3 + 3x + 3x + 3x2  3x2 + 6x – 12x + 3 = 0  3x2 .2 Nenek moyang salah satu suku di Indonesia dalam melakukan operasi hitung penjumlahan dan perkalian mereka menggunakan basis lima dengan fakta bahwa banyak jari tangan kiri atau kanan adalah lima. Ternyata mereka bilangan.

♦ Arahkan siswa untuk mencoba menentukan hasil kali bilangan 6 dan 8 sebelum menemukan prosedur yang berlaku secara umum. y < 10. a < z y = z + b. b < z 1. yaitu (a + b) 2z 4. kalikan hasil langkah 4) dan 5). diperoleh x × y = (a + b) 2z + (z – a) (z – b). y ∈ N 228 Buku Guru Kelas X . kalikan hasil langkah 1) dan 2). 5 < x. x. Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut! 1) Setelah kamu mencacah satu kali bilangan x di tangan kiri. dengan x. bekerjasama dengan temanmu satu kelompok untuk menemukan aturan perkalian dua buah bilangan x dan y. coba pilih dua bilangan x dan y. jumlahkan hasil langkah 3) dan 6). ada berapa banyak jari yang terpakai dan yang tidak terpakai pada pencacahan kedua kali? 3) Berapa jumlah banyak jari yang terpakai pada tangan kiri dan banyak jari yang terpakai pada tangan kanan pada saat pencacahan kedua kali? 4) Berapa hasil kali jumlah jari yang terpakai di tangan kiri dan jari di tangan kanan dengan hasil pada langkah 3)? 5) Berapa banyak jari yang tidak terpakai di tangan kiri saat pencacahan kedua kali ? 6) Berapa banyak jari yang tidak terpakai di tangan kanan saat pencacahan kedua kali? 7) Berapa hasil kali bilangan pada langkah 5) dan 6)? 8) Berapa hasil jumlah bilangan pada langkah 4) dan 7) Berdasarkan 8 langkah penentuan hasil perkalian bilangan x dan y. hitung (z – b) 6. hitung (z + z ) = 2z 3. hitung (z – a) 5. Ingat apa arti basis 5. y < 10. 6 × 8). Selanjutnya siswa diharapkan melakukan langkah-langkah berikut. 5 < x. lakukan pencacahan bilangan 6 di jari tangan kiri dan bilangan 8 di jari tangan kanan. ada berapa banyak jari yang terpakai dan yang tidak terpakai pada pencacahan kedua kali? 2) Setelah kamu mencacah satu kali bilangan y di tangan kanan. y ∈ N. y ∈ N (misalnya. yaitu (a + b) 2z + (z – a) (z – b) 8. Alternatif Penyelesaian Misalkan: z adalah bilangan basis (dalam contoh = 5) x = z + a. 5 < x. Sebelum menemukan aturan perkalian bilangan-bilangan yang dibatasi pada bagian a) dan b). dengan x. hitung (a + b) 2. y < 10. yaitu (z – a) (z – b) 7.

apa yang dapat kamu simpulkan dari keadaan perahu? 3) Coba temukan bentuk perasamaan kuadrat dalam langkah pemecahan masalah tersebut? Matematika 229 ...............3 Pak Anas memiliki tambak ikan mas di hulu sungai yang berada di belakang rumahnya. Ingat apa arti basis 5.. Dengan perahu memerlukan waktu 1 jam lebih lama menuju tambak dari pada pulangnya...1 Cermati aturan perkalian pada bagian a) dan mencoba menemukan aturan perkalian bilangan pada bagian b).. dengan x. berapa laju perahu dalam air yang tenang? Ilustrasi masalah dapat dicermati pada gambar berikut.Untuk contoh di atas diperoleh 6 × 8 = (a + b) 2z + (z – a)(z – b) 48 = 8z + (z – 1) (z – 3) ∴ z2 + 4z . Awali kerja kamu dengan memilih dua bilangan x = 5 dan y ≥ 5... 1) Bagaimana kecepatan perahu saat menuju hulu sungai dan kecepatan perahu saat Pak Anas pulang? 2) Jika diasumsikan perahu tidak pernah berhenti sebelum sampai ditujuan.. y ∈ N. Setiap pagi.....4 Sungai Selesaikanlah masalah di atas....... Jika laju air sungai 4 km/jam dan jarak tambak dari rumah 6 km. Masalah-7.... (1) Latihan 7................... ia pergi ke tambak tersebut naik perahu melalui sungai yang berada di belakang rumahnya....... Gambar 7....45 = 0 .... lakukan pencacahan bilangan x di jari tangan kiri dan bilangan y di jari tangan kanan..... agar pekerjaan kamu lebih efektif renungkan beberapa pertanyaan berikut..

.........6x + 24 = x + 4x – 4x ....... pulang.t2 = V hu Vhu Vhi hi 6 6 =1 =1   4 4 6 6( (x x+ + 4) 4) – –6 6( (x x– – 4) 4) = =( (x x+ + 4) 4) ( (x x– – 4) 4) 2 2 + 4x – 4x .......16 6 x + 24 6 x + 24 = x 6x + 24 . Nilai x = –8 tidak berlaku sebab kecepatan perahu bergerak maju selalu bernilai positif..... = x km/jam maka Jika V Jika dimisalkan dimisalkan Vat at = x km/jam maka Sehingga. Diasumsikan Diasumsikan perahu tidak pernah berhenti sebelum sampai di tujuan berarti x x≠ ≠– –4 4 dan dan x x≠ ≠ 4..... Sehingga... Anas pulang.... Kecepatan perahu saat menuju sungai menentang kecepatan air mengalir...4 yang akan dibahas... (1)  x x2 – – 64 64 = =0 0 (1) (1) 2 x x2 – – 64 64 = =0 0  ( (x x– – 8) 8) ( (x x+ + 8) 8) = =0 0  x x-8 8= =0 0 atau atau x x+ +8 8= =0 0  x x= =8 8 atau atau x x= = -8 -8 Kecepatan perahu di air tenang adalah Vat = x = 8 km/jam....... 4......16 6 6   x x-4 4 x x 2 48 48 = =x x2 – – 16 16 2 . kecepatan perahuhulu searah dengan kecepatan air Sehingga........ S S S t ... 231 BUKU 231 BUKU PEGANGAN PEGANGAN SISWA SISWA Kejadian dalam Masalah 7.. Jika dimisalkan Vat = x km/jam maka V =x – 4 dan V =x + 4 hu = hi = V x– –4 4 dan dan V Vhi x+ +4 4 Vhu hu =x hi = x Diasumsikan perahu tidak pernah berhenti sebelum sampai sampai di di tujuan tujuan berarti berarti........... Tentu kamu mengenal 230 Buku Guru Kelas X ..3) kuadrat dalam dalam langkah langkah pemecahan pemecahan masalah masalah tersebut? tersebut? 3) Coba Coba temukan temukan bentuk bentuk perasamaan perasamaan kuadrat Alternatif Alternatif Penyelesaian Penyelesaian Misalkan V dengan V Va = =4 4 km/jam km/jam Misalkan Va adalah adalah kecepatan kecepatan air air sungai sungai dengan a a adalah kecepatan perahu kehulu V Vhu hu adalah kecepatan perahu kehulu V adalah kecepatan perahu saat pulang Vhi hi adalah kecepatan perahu saat pulang Alternatif Penyelesaian Vt adalah kecepatan perahu dalam air air tenang tenang dalam Misalkan V Vta adalah adalahkecepatan kecepatanperahu air sungai dengan Va = 4 km/jam t adalah waktu yang diperlukan menuju Tambak 1 t1Vadalah adalah kecepatan perahu kehulu waktu yang diperlukan menuju Tambak hu t2V adalah kecepatandigunakan perahu saat pulangrumah (pulang) waktu menuju hi adalah waktu yang yang digunakan menuju rumah (pulang) t2 adalah V adalah kecepatan perahu dalam air tenang t S adalah jarak tambak dari rumah Pak Anas tambak dari rumah menuju Pak Anas S t1adalah adalahjarak waktu yang diperlukan Tambak adalah waktu yang digunakan menuju rumah (pulang) Bagaimana perahu saat pergi kehulu dan saat saat menuju hilir (pulang)? (pulang)? 2 Bagaimanatkecepatan kecepatan perahu saat pergi kehulu dan menuju hilir S adalah jarak tambak dari rumah Pak Anas Kecepatan saat menuju hulu sungai Asahan menentang menentang kecepatan air air dan saat Pak Kecepatan perahu perahu saat menuju hulu sungai Asahan Bagaimana kecepatan perahu saat pergi kehulu dan saat menuju kecepatan hilir (pulang)?dan saat Pak Anas kecepatan perahu searah dengan kecepatan air sungai sungai mengalir. kecepatan perahu searah dengan kecepatan air sungai mengalir.. sering dialami oleh penggembala kerbau di tengah padang rumput yang penuh dengan pepohonan..... dan saat Pak Anas pulang........t2 = S  t1 =1 1 V = 1 ...

batu bergerak lurus berubah beraturan. ♦ Arahkan siswa memahami masalah dan menginterpretasikan masalah dalam gambar. Berapa kecepatan batu bergerak? (gravitasi bumi = 10 m/det2). Ronald mengarahkan ketapelnya dengan sudut 30o.5 Posisi Burung di Pohon Coba jelaskan pada temanmu pernyataan berikut. apa artinya? Pada Sumbu-y. Voy = Vo sin a Pada Sumbu-x. Gambar 7.ketapel yang sering digunakan para petani untuk mengusir burung dikala padi sedang menguning. agar kamu lebih mudah memecahkan masalah. batu bergerak lurus beraturan. Ilustrasi masalah. batu bergerak lurus berubah beraturan Saat batu mencapai ketinggian maksimum dan mengenai burung. Tiba-tiba ia melihat seekor burung pengganggu tanaman yang berada di pohon dengan ketinggian 8m dari tanah. Pada Sumbu-x. Diharapkan siswa melakukan hal berikut. Alternatif Penyelesaian Diketahui: hmaks = 8 m dan a = 30o Vox = Vocos a. untuk mengusir burung tersebut ternyata batu ketapel mengenai burung saat batu mencapai ketinggian maksimum. Mari kita temukan sebuah model matematika berupa persamaan kuadrat dari permasalahan berikut. apa artinya? Renungkan beberapa pertanyaan berikut. VyP = 0 Matematika 231 .4 Ronald anak Pak Sulaiman sedang asyik menunggang kerbau. Masalah-7. dapat kamu cermati pada gambar di bawah ini. batu bergerak lurus beraturan Pada Sumbu-y.

........640 atau V0 = 640  V0 = .. Bagaimana untuk V0 = . 7...... batu bergerak lurus beraturan Pada Sumbu-y...... batu bergerak lurus berubah beraturan Saat batu mencapai ketinggian maksimum dan mengenai burung...640 ) = 0  (V0 + 640 ) = 0 atau (V0 .... dan 7.3....8 10 atau V0 = 8 10  V0 = ..8 10 m/det tidak berlaku sebab kecepatan anak ketapel bergerak arah ke atas V0 = ............640 atau V0 = 640  V0 = .. 7.8 10 m/det tidak berlaku sebab kecepatan anak ketapel bergerak arah ke atas (positif)..640 = 0  (V0 + 640 )(V0 ...... dan g = 10 m/det2 diperoleh 2 1 V0 sin 30 0 1 V0 sin α  hmax = 8= 2 10 2 g   2 8= 2 1 1 4 V0 2 10    V02 2 . Temukan persamaan kuadrat pada langkah pemecahan masalah 7. 7...4 Temukan persamaan kuadrat pada langkah pemecahan masalah 7.Diketahui: hmax = 8m dan  = 300 V0x = V0 cos . (1)  V0 .2. Jadi kecepatan batu (anak) ketapel meluncur adalah V0 = 8 10 m/det..  = 300..640 ) = 0  (V0 + 640 ) = 0 atau (V0 ..8 10 m/det. Bagaimana kecepatan Bagaimana kecepatan ketapel saat anak ketapel saat anak mencapai mencapai ketinggian maksimum ketinggian maksimum 1 V0 sin α  hmax = 2 g Untuk hmax = 8 m.. 7...8 10 m/det......640 ) = 0  V0 = ..8 10 atau V0 = 8 10 1 2 V0 2 8= 1 8= 80 V0 80 233 (1) (1) Jadi kecepatan batu (anak) ketapel meluncur adalah V0 = 8 10 m/det. ketapel..1.2......640 = 0 BUKU PEGANGAN SISWA = 0 ..1... (positif). VyP = 0 VyP = V0y – gt  0 = V0y – gt  toP =  toP = hmax = V0y toP – = V0 sin  V0 y g V0 sin α g 1 2 gt oP 2 V0 sin α 1  V0 sin α  – g   g 2   g  2 2 • Apa yang dimaksud ketinggian Apa yang dimaksud ketinggian maksimum yang dicapai anak maksimum yang dicapai anak ketapel.... apakah berlaku? 232 Buku Guru Kelas 0 X V0 = .3.....640 ) = 0 V02 2 V0 ... apakah berlaku? Bagaimana untuk V = ..640 ..4 2 ....640 = 0  (V0 + 640 )(V0 ...... V0y = V0 sin  Pada Sumbu-x.. dan 7.

tidak sama dengan nol • Koefisien variabel berpangkat 1 dan 0 dapat bernilai 0. • x2 – 2x + 1 = 0 • z2 + 4z – 45 = 0 • 3z2 + 2z – 85 = 0 • x2 – 64 = 0 • v02 – 640 = 0 ♦ Suruh siswa untuk menuliskan ciri-ciri dari persamaan kuadrat secara individual dan mendiskusikannya dengan teman secara klasikal. apakah berlaku? V0 = .8 10 m/det tidak berlaku sebab kecepatan anak ketapel bergerak arah ke atas (positif). 7. Ciri-ciri persamaan kuadrat.Jadi kecepatan batu (anak) ketapel meluncur adalah V0 = 8 10 m/det. • Sebuah persamaan • Pangkat tertinggi peubahnya adalah 2 dan pangkat terendah adalah 0 • Koefisien variabelnya adalah bilangan real • Koefisien variabel berpangkat 2. Berdasarkan ciri-ciri persamaan kuadrat di atas. diharapkan siswa menemukan beberapa persamaan kuadrat berikut. • Bagaimana untuk V0 = . dan 7.8 10 m/det.2. 7.4.1.3. ♦ Suruh siswa menemukan persamaan kuadrat pada langkah Pemecahan Masalah 7. Diharapkan siswa menuliskan ciri-ciri perasamaan kuadrat sebagai berikut. Dari hasil diskusi siswa secara klasikal ditetapkan didefinisi berikut. coba kamu tuliskan pengertian persamaan kuadrat dengan kata-katamu sendiri dan diskusikan hasilnya dengan temanmu secara klasikal. berdasarkan pengetahuan yang telah dimiliki sebelumnya di SMP. Matematika 233 .

Definisi 7. yaitu t.1. yaitu x dan y. bukan persamaan kuadrat sebab persamaan 2x + 5 = 0 dapat dibentuk menjadi persamaan 0x2 + 2x + 5 = 0.2 Sebuah bola bergerak dari ketinggian h m. Persamaan 2x + 5 = 0 adalah persamaan linear satu peubah.1 persamaan 20t – 5t2 = 0 merupakan persamaan kuadrat dengan satu variabel. Saat bola tiba di atas tanah. h(t) = 0 ⇒ h(t) = 20t – 5t2 = 0.1 Persamaan kuadrat dalam x adalah suatu persamaan yang berbentuk ax2 + bx + c = 0. dengan a. b = 20 dan c = 0. Contoh 7. Keterangan: x adalah variabel atau peubah a adalah koefisien dari x2 b adalah koefisien dari x c adalah konstanta persamaan Contoh 7.1 Persamaan 2x + 5 = 0. Ketinggian bola dari tanah untuk setiap detiknya ditentukan fungsi waktu h(t) = 20t – 5t2. h(t) = 0. Berdasarkan Definisi 7.3 Persamaan x2 + y2 – 2x + 5 = 0. sebab koefisien x2 adalah 0. bukan persamaan kuadrat satu peubah sebab persamaan tersebut memuat dua peubah. apa yang kamu temukan? Penyelesaian Saat bola tiba di atas tanah. Hal ini menunjukkan bahwa persamaan 2x + 5 = 0 tidak memenuhi syarat Definisi 7. dengan koefisien a = -5 ≠ 0. 234 Buku Guru Kelas X . b. Contoh 7. tetapi koefisien x2 adalah nol. dan c bilangan real dan a ≠ 0. Persamaan 20t – 5t2 = 0 termasuk persamaan kuadrat sebab persamaan 20t – 5t2 = 0 dapat ditulis menjadi -5t2 + 20t + 0 = 0.

Karena dana terbatas.2 Di depan sebuah sekolah akan dibangun lapangan bola basket.2 tersebut memuat dua peubah. Tanah kosong tersedia berukuran 60m  30m. Untuk memperoleh luas yang diinginkan. yaitu x dan y.2 Persamaan x2 + y2 – 2x + 5 = 0.000 = (60 – x)(30 – x) 2 ⇒ 1. ukuran pan Gambaran tanah dan penampang lintang lapangan bola basket dapat digamba x 60 .000 = 1.90 x + x2 BUKU PETUNJUK GURU Matematika 235 .800 .Bukan Contoh 7. Dapatkah kamu menem tersedia berukuran 60 m 30dan m.– Berdasarkan Definisi 7. maka luas lapangan Di depan sebuah sekolah akan dibangun lapangan bola basket.000 m2. koefisien adalah dan konstanta persamaan adalah 800. ukuran sebuah persamaan kuadrat dari masalah ini ? panjang tanah dikurangi x m dan ukuran lebar dikurangi x m.1 di atas. Karena lapangan basket berbentuk persegi Gambar-5 panjang maka luas lapangan basket dapat dinyatakan dalam x. Tanah kosong yang tanah dikurangi x ×m ukuran lebar dikurangi m. direncanakan adalah 1000m2. Karena dana terbatas.800 – 90x + xlapangan Luas lapangan basket adalah 1.x x 2 Luas lapangan basket adalah 1.x 1000 m2 30 . yaitu L = 1000 dan L = (60 – x)(30 – x) ⇒ 1.000 = 1. Untuk memperoleh luas yang diinginkan.000 = (60 – x)(30 – x) persamaan 2 0 = 800 – 90x + x adalah persamaan kuadrat dengan variabel x.000 m . Karena basket berbentuk pe 2 ⇒ 0 = 800 – 90x + x panjang maka luas lapangan basket dinyatakan dalam x x. yaitu –90 Koefisien x2 pada persamaan 0 = 800 – 90xdapat + x2 adalah 1. maka x luas lapangan yang direncanakan adalah 1000 m2. bukan persamaan kuadrat satu peubah sebab persam Latihan 7. Gambaran tanah dan penampang lintang lapangan bola basket dapat digambarkan sebagai berikut. Dapatkah kamu menemukan sebuah persamaan kuadrat dari masalah ini? Penyelesaian: Penyelesaian sebagai berikut. L = 1000 dan L = (60 – x)(30 x)  1. Contoh 7.  1.

. digunakan Robert sampai di sekolah. ) ( ) ( )] [ ( berapakah jari-jari kerucut semula ? Projek Rancanglah minimal dua masalah nyata di lingkungan sekitarmu yang terkait dengan persamaan kuadrat dan berilah penyelesaian kedua masalah tersebut. 24 cm. . 236 Buku Guru Kelas X . Jika . Bentuk faktorisasi adalah. Jika tinggi semula kerucut 3 cm. printer Berapa jenis waktukedua yang dibutuhkan printe berangkat dengan untuk kecepatan awal yangadalah dibutuhkan sepeda bergerak 7kedua km/jam. maka waktu mengenderai sepeda. x + = 0. . Buatlah laporan hasil kerjamu dan sajikan di depan kelas. . b. Jika kedua printer printer pertama. c ≠ 0.. Jika tinggi semula kerucut 3 cm. Pada sebuah kerucut lingkaran bahwa:komputer penambahan volume kare merupakan persamaan kuadrat? akan digunakan untuk mencetak satu jarinya bertambah sepanjang 24 cm sama dengan penambahan volume karena tin Berikan alasanmu! set buku. . Dua buah jenis printer akan digunakan untuk mencetak satu set buku b.dari : 6an + 9a2 adalah. 8. maka dengan penambahan volume kamaka rena tingginya bertambah 24 cm. Jika kedua yang jenis printer digunakan dari rumahnya 12 km. jam lebih cepat dari jenis printer jenis kedua untuk menyelesaikan c 2. Dua tegak buah diketahui jenis printer 3. x ≠ 0.. Berapa waktu mencetak satu set buku 4 jam. . Karena untuk mencetak satu set buku. maka nilai dari ( . bahwa: 7. . . 3. mencetak maka satu waktu yang dig satu set buku. . adalah. tambah sepanjang 24 cm sama 8. Jika penambahan . kecepatan 5. Apakah persamaan yang diberikan 4. Jenis printer pertama. Robert berangkat kesekolah 2 digunakan sekaligus. Jarak sekolah digunakan untuk sekaligus. Jika a3 + b3 = 637 dan a + b = 13. berapakah x komputer jam lebih cepat dari jenis printer 1 4. Jika perlambatan maka nilai terbesar yang mungkin sepedanya mengalami yang mungkin dari a3 + 4a2+9988 2 km/jam. Jika a2 + a – 3 = 0. 6. Berapa lama waktu yang adalah.Uji Kompetensi 7. 1 jari-jari kerucut sem bertambah a. x2y = 0. kedua untuk menyelesaikan cetakan x 1 satu set buku. Bentuk faktorisasi dari : 4kn + 6ak + volume karena jari-jarinya ber. untuk mencetak satu set buku. maka nilai terbesar dari 5.1 1. Jika a + b + c = 0 dengan a. Robert semakin lelah. Robert set buku adalah 4 jam.. ) adalah. 7. Pada sebuah kerucut lingkaran maka nilai dari (a–b )2 adalah. .. . tegak diketahui 6. y ∈ R. y ≠ 0.

b. Nilai-nilai x dapat kita tentukan dengan cara pemfaktoran... dengan a. Arahkan siswa menemukan model matematika yang menyatakan hubungan banyak lipatan kertas dan banyak bidang kertas yang terbentuk. Ketiga aturan ini memiliki kelebihan dan kelemahan terkait dengan efisiensi waktu yang digunakan untuk menentukan akar-akar sebuah persamaan kuadrat.. Nilai-nilai x yang memenuhi persamaan ax2 + bx + c = (x + m)(x + n) = 0 adalah x = -m atau x = –n....1... (2) Berdasarkan Persamaan-1 dan 2 diperoleh x2 + bx + c = x2 + (m + n)x + m × n = 0 Menggunakan sifat persamaan.. 237 Matematika .1) yang telah kita temukan............ m + n = b dan m × n = c.......... x.. Agar lebih terarah pembahasan kita.... Aturan tersebut seluruhnya diturunkan dari konsep (Definisi-7. 1) Cara Pemfaktoran Temukan pola atau aturan memfaktorkan... c adalah bilangan real dan a ≠ 0................. Aturan tersebut antara lain........ Berdasarkan Definisi-7... cara memfaktorkan.. • Jika a = 1 a = 1 ⇒ ax2 + bx + c = 0 ⇒ x2 + bx + c = 0 ... melengkapkan kuadrat sempurna........ Cara pemfaktoran dapat kita lakukan dengan memperhatikan koefisien x2. dan rumus ABC........... Menentukan Akar-akar Persamaan Kuadrat Ada beberapa cara (aturan) menentukan akar-akar (penyelesaian) persamaan kuadrat..... mari kita coba memecahkan masalah-masalah yang diberikan.. ∴ ax2 + bx + c = (x + m)(x + n) = 0........ ♦ Meminta siswa membuat tabel keterkaitan antara banyak lipatan dengan banyak bidang kertas yang terbentuk..b......... maka diperoleh m + n = b dan m × n = c... dan konstanta c.. untuk a = 1. dan menemukan rumus ABC berdasarkan konsep persamaan kuadrat untuk menentukan akar-akarnya (harga-harga x yang memenuhi persamaan).... melengkapkan kuadrat sempurna.... (1) Perhatikan bentuk (x + m)(x + n) = 0 ⇒ (x2 + nx) + (mx + m × n) = 0 ⇒ x2 + (m + n)x + m × n = 0 ..... kita memiliki bentuk umum persamaan kuadrat ax2 + bx + c = 0... Diharapkan siswa menuliskan hal berikut.

untuk a a a 3 3  3  1 m n 1 −17  −17  2 Nilai x yang memenuhi persamaan ax + bx + c = (ax + m)(ax + n adalah ) = 0. 5  a a a 3 3  3  1 m n 1 1 − m 17 n  − 1 17 −17  −17  .× n) = 0 .. m + n = b dan m × n = ac. • Jika a < 1 atau a > 1 Berdasarkan Definisi-7.. 1 m n 1 −17  −17 1 m  2n 1 −17  −17  . 1 m n 1 −17  −17  . b.. 5 a≠0⇒ ≠0  a a a 3 3  3  1 m n 1 − 17 − 17   ax2 + bx + c = (a2x2 + abx + ac ) = 0 ........5 ⇒ ((a2x2 + anx) + ( amx + m  × n)) = 0 a a a 3 3  3  1 m n 1 −17  −17  5 ⇒ (a2x2 + a(m + n) x + m .. c adalah bilangan real dan a ≠ 0. bentuk umum persamaan kuadrat ax2 + bx + c = 0.Perhatikan persamaan kuadrat yang kita peroleh dari beberapa permasalahan di atas yang memiliki koefisien x2.. (2) a a a 3 3  3  Berdasarkan Persamaan-1 dan 2 diperoleh.... 1 m n 1 −17  −17  .... 5 = 0 3z2 + 2z – 85 = ( 9z2 +6z – 255) a a a 3 3  3  1 m n 1 −17  −17  ⇒ ( 9z2 +3(17 . Untuk menentukan harga z yang memenuhi sebagai berikut.1...... –  z + 255)) = 0 a a a 3 3  3  238 Buku Guru Kelas X m = 17 n = –15 m+n=2=b m × n = –255 = ac . a = 1. 5 ......a 52 5 (a2x2 + abx + ac )= ( x + a(m + n) x + m . 5 x = – atau x = –  .. kita telah peroleh persamaan kuadrat 3z2 + 2z – 85 = 0... ∴ ax2 + bx + c = (ax + m)(ax + n) = 0.... kita telah menerapkan cara pemfaktoran ini. 5 a ≠ 1.5 ⇒ ((ax + n)ax + m( ax + n ))  = 0 a a a 3 3  3  1 m n 1 −17  −17  ...× n) = 0  a a a 3 3  3a a a 3 3  3  Menggunakan sifat persamaan maka diperoleh m + n = b dan m × n = ac... a a a 3 a a 3 a  33 3   3  Perhatikan masalah-2 bagian b...-515)  z + (17 × (–15)) = 0 a a a 3 3  3  1 m n 1 −17  −17  5(45 ⇒ ((9z2 +51z) .................. 1 m n 1 −17  −17  .. 5  .. (1) a a a 3 3  3  1 m n 1 −17  −17  Perhatikan bentuk ((ax + m)(ax + n )) = 0.. dengan a.. 5  a a a 3 3  3  1 m n 1 −17  −17  .

1 1   ((3 ((3z z+ + 17)3 17)3z z- 15(3 15(3z z+ + 17)) 17)) = =0 0 3 3
  (3 (3z z+ + 17)(3 17)(3z z– – 15) 15) = =0 0 atau atau (3 (3z z+ + 17)( 17)(z z– – 5) 5) = =0 0

 17  17 atau z = 5 atau himpunan penyelesaian Harga-harga atau z = 5 atau himpunan penyelesaian Harga-harga z z yang yang memenuhi memenuhi adalah adalah z z= = 3 3 1 m n 1 −17  −17  17   2 17 , =  2+ 5 ⇒ ((3z + 17)3 z,– 15(3 z + 17)) 0 2 z 85 = 0 adalah Hp = persamaan 3 z   + 2 z 85 = 0 adalah Hp = persamaan 3 z ,5 5   a a a 3 3  3 3     3 . . ⇒ (3z + 17)(3z – 15) = 0 atau (3z + 17)(z – 5) = 0 2) 2) Cara Cara Melengkapkan Melengkapkan Kuadrat Kuadrat Sempurna Sempurna 1 m n akar-akar 1 −17  −persamaan 17  Untuk menemukan aturan penentuan kuadrat dengan Untuk Nilai-nilai menemukan aturan penentuan kuadrat penyelesaian dengan cara cara 5 z yang memenuhi adalah zakar-akar = atau z ,= 5 atau himpunan  persamaan a a a 3 3  3  melengkapkan kuadrat kuadrat sempurna sempurna cermati cermati beberapa beberapa pertanyaan pertanyaan berikut. berikut. melengkapkan m n − − 1 1 17 17   , 5? a) yang melengkapkan kuadrat 3z2 + 2 z – 85 = 0 adalah Hp =sempurna .  a) Apa Apapersamaan yang dimaksud dimaksud melengkapkan kuadrat sempurna ? a a a 3 3  3  2 2 2 b) b) Apakah Apakah kamu kamu masih masih ingat ingat pelajaran pelajaran di di SMP SMP bahwa bahwa ( (a a+ +b b) )2 = =a a2 + +2 2ab ab + +b b2 2 c) kamu membentuk kuadrat 2) Cara Melengkapkan Kuadrat Sempurna +b bx x+ +c c= = 0, 0, dengan dengan a a, ,b b, ,c c adalah adalah c) Dapatkah Dapatkah kamu membentuk persamaan persamaan kuadrat a ax x2 +
2 2 2 bilangan real bilangan real dan dan a a≠ ≠0 0 dalam dalam bentuk bentuk ( (a a+ +b b) )2 = =a a2 + +2 2ab ab + +b b2. . ♦ Minta siswa menemukan pola, bagaimana cara melengkapkan sebuah persamaan kuadrat untuk menentukan nilai-nilai x yang memenuhi dan tanyakan apa kelemahan d) Apakah seluruh seluruh bentuk bentuk persamaan persamaan kuadrat kuadrat dapat dapat ditentukan akarnya dengan teknik d) Apakah ditentukan akarnya dengan teknik cara tersebut. Diharapkan jawaban siswa sebagai berikut. kuadrat kuadrat sempurna sempurna ? ?

Berdasarkan Definisi-7.1, kita memiliki bentuk persamaan kuadrat Berdasarkan Definisi-7.1, kita memilikibentuk bentuk umum persamaan kuadrat Berdasarkan Definisi-7.1, kita memiliki umumumum persamaan kuadrat 2 2 2 ax += bx c = 0,a dengan a, b,bilangan c adalahreal bilangan real dan a a ≠= 0. + 0, dengan , dan 0. 1 ax + bx bx +c c = 0, + dengan a ,b b, ,c c adalah adalah bilangan real dan a a≠ ≠ 0. Untuk Untuk a = 1 Untuk a = 1 ax +
2 2 ax + bx bx + +c c= =0 0 x x2 + + bx bx + +c c-c c= =0 0– –c c ax2 +
2 2 1 1  1 b 1 b    +  = x +      + bx bx + = –c c b b 2  2  –   2   2   2 2

2 x2

2 1 1 1 b 1 b)2  2 =   ( x +   –c c  (x + b) =  b  – 2  2 2  2  2

2

2 1 1 1 b   (x x+ + 1b b) ) = =    , jika jika   ( b c c, 2   2  2 2  

2

2 1  1 b     b c c 0 0 2    2   2

1 x x = =-1 b b   2 2

2 1  1     c , jika  b 2b   c , jika  2  

2

2 1  1    c  0  b 2b  c  0  2  

BUKU BUKU PEGANGAN PEGANGAN SISWA SISWA

Matematika

239 239 239

3) Menggunakan Menggunakan Rumus Rumus ABC ABC 3) Minta siswa siswa menemukan menemukan rumus rumus abc abc,, bagaimana bagaimana cara cara menentukan menentukan nilai-nilai nilai-nilai x x yang yang Minta
3) Menggunakan Rumus ABC rumus memenuhi persamaan dengan rumus abc abc.. Diharapkan Diharapkan jawaban jawaban siswa siswa sebagai sebagai memenuhi persamaan dengan
♦ Minta siswa berikut. berikut.
2 Berdasarkan Definisi-7.1, Definisi-7.1, bentuk bentuk umum umum persamaan persamaan kuadrat kuadrat ax ax2 + bx bx + +c c= = 0, 0, Berdasarkan +

menemukan rumus abc, bagaimana cara menentukan nilai-nilai x yang memenuhi persamaan dengan rumus abc. Diharapkan jawaban siswa sebagai berikut.

Berdasarkan Definisi-7.1, bentuk umum persamaan kuadrat ax2 + bx + c = 0, dengan dengan a a,, b b,, c c adalah adalah bilangan bilangan real real dan dan a a≠ ≠ 0. 0. dengan a , b, c adalah bilangan real dan a ≠ 0.

b c c b ax22 + + bx bx + +c c= = 0, 0, a a≠ ≠0 0 x x22 + +b x x+ +c = =0 0 x x22 + +b x x+ +c = =0 0 ax a a a a a a a a

Menyuruh siswa siswa Menyuruh melakukan melakukan

b b b c  b 2 b 2 c x + +b x x+ + = +      = +  2a  a a  2a a  2a   2  a a   
x22

2

2

Menyuruh siswa  (x +  (x + melakukan manimanipulasi manipulasi pulasi aljabar, aljabar, dengan aljabar, dengan dengan mengingat sifat persamaan. ( (x x+ + mengingat sifat  mengingat sifat

b 22 b ) = = ) 2a a 2

b c b 2 c    - 2a  a  2a   a 

2

persamaan. persamaan.

b  b22  4ac ac  4 b  b   ) =    )=   2   2  2a a 4 a 2 4 a    
2a a 2 2a a 2 b22  4 4ac ac b

1 b x x= =-b   1 

b b22  4ac ac b  b 4  x    x11,,22 
Sifat-1

2a a 2

2 + c = 0, dengan a, b, dan c bilangan real dan a ≠ 0, Persamaan kuadrat ax2 + bx 2 Persamaan kuadrat ax + bx bx + +c c= = 0, 0, dengan dengan a a,, b b,, c c adalah adalah bilangan bilangan real real dan dan Persamaan kuadrat ax + maka akar-akar persamaan tersebut adalah

x1, 2 =

a≠ ≠−0 0,,± maka maka rumus abc abc untuk untuk menentukan menentukan akar-akar akar-akar persamaan persamaan tersebut tersebut a b b 2 − 4rumus ac
. 2a  b  b22  4ac x11,,22    b  b  4ac adalah x adalah

2a a 2

♦ Suruh siswa mencermati nilai diskriminan dan menentukan sifat-sifat akar sebuah persamaan kuadrat. Diharapkan siswa dapat menemukan hal berikut.

Suruh siswa siswa mencermati mencermati nilai nilai diskriminan diskriminan dan dan menentukan menentukan sifat-sifat sifat-sifat akar akar sebuah sebuah Suruh persamaan kuadrat. kuadrat. Diharapkan Diharapkan siswa siswa dapat dapat menemukan menemukan hal hal berikut. berikut. persamaan Sifat akar-akar akar-akar persamaan persamaan kuadrat kuadrat dapat dapat ditinjau ditinjau dari dari nilai nilai diskriminan, diskriminan, yaitu yaitu Sifat =b – – 4ac ac.. Sifat Sifat akar-akar X tersebut adalah. adalah. 240 = 4 Buku akar-akar Guru Kelas tersebut
2 b2

D D

2 1) jika jika D D> > 0, 0, maka maka persamaan persamaan kuadrat kuadrat ax ax2 + bx bx + +c c= = 0, 0, dengan dengan a a,, b b,, c c adalah adalah bilangan bilangan 1) +

real dan dan a a≠ ≠0 0 memiliki memiliki dua dua akar akar real real yang yang berbeda. berbeda. Misalkan Misalkan kedua kedua akar akar tersebut tersebut x x1 1 real dan x x2 maka x x1 ≠x x2 2,, maka 1≠ 2.. dan

Sifat akar-akar persamaan kuadrat dapat ditinjau dari nilai diskriminan, yaitu D = b2 – 4ac. Sifat akar-akar tersebut adalah. 1) Jika D > 0, maka persamaan kuadrat ax2 + bx + c = 0, dengan a, b, c adalah bilangan real dan a ≠ 0 memiliki dua akar real yang berbeda. Misalkan kedua akar tersebut x1 dan x2, maka x1 ≠ x2. 2) Jika D = 0, maka persamaan kuadrat ax2 + bx + c = 0, dengan a, b, c adalah bilangan real dan a ≠ 0 memiliki dua akar real yang sama (kembar). Misalkan kedua akar tersebut x1 dan x2, maka x1 ≠ x2. D = 0 ⇒ b2 – 4ac = 0 ⇒ b 2 − 4ac = 0 −b ± b 2 − 4ac −b = 2a 2a

b2 − 4ac 0 ⇒ x12 ==

−b ± b 2 − 4ac −b = 2a 2a

−b ± b 2 − 4ac −b b 2 − 4ac = 0 ⇒ x1 = x2 = 2a 2a 3) Jika D < 0, maka persamaan kuadrat ax2 + bx + c = 0, dengan a, b, c adalah bilangan real dan a ≠ 0 memiliki dua akar kompleks (tidak real) yang berbeda. Misalkan kedua akar tersebut x1 dan x2, maka x1 ≠ x2.

c. Menemukan Rumus Untuk Menentukan Hasil Jumlah dan Hasil Kali Akar-akar Persamaan Kuadrat Akar-akar sebuah persamaan kuadrat adalah bilangan-bilangan yang dapat dijumlahkan atau dikalikan. Bagaimana menentukan hasil jumlah dan hasil kali akara) Dapatkah kamu menentukan akar-akar persamaan kuadrat dengan aturan yang su akar dan kaitannya dengan koefisien-koefisien persamaan kuadrat tersebut? Untuk itu selesaikanlah masalah berikut. kamu miliki ? Aturan mana yang kamu pilih dari tiga cara di atas terkait den
menemukan hasil jumlah hasil kali persamaan kuadrat? Temukan aturan (rumus) rumus menentukan hasildan jumlah dan akar-akar hasil kali akar-akar persamaan b)kuadrat! Bagaimana syarat menjumlahkan dan mengalikan dua bentuk akar ?
♦ Mengarahkan siswa menemukan rumus hasil jumlah dan hasil kali akar-akar persamaan dalam koefisien-koefisien persamaan tersebut? kuadrat dengan memanfaatkan rumus ABC. Diharapkan siswa dapat melakukan hal berikut.

c) Dapatkah kamu menyatakan hasil jumlah dan hasil kali akar-akar persamaan kua

Alternatif Penyelesaian

di atas, akar-akar kuadrat persamaan kuadrat adalah BerdasarkanBerdasarkan rumus ABC rumus di atas,ABC akar-akar persamaan adalah sebagai berikut.

x1 

 b  b 2  4ac  b  b 2  4ac dan x2  2a 2a  b  b 2  4ac  b  b 2  4ac + 2a 2a
b a

a. Jumlah Akar-akar Persamaan Kuadrat x1 + x2 = x1 + x2 =
Matematika

241

b. Hasil Kali Akar-akar Persamaan Kuadrat

dalam dalam koefisien-koefisien koefisien-koefisien persamaan persamaan tersebut? tersebut? Alternatif Alternatif Penyelesaian Penyelesaian Berdasarkan Berdasarkan rumus rumus ABC ABC di di atas, atas, akar-akar akar-akar persamaan persamaan kuadrat kuadrat adalah adalah
2 2  4ac 4ac b b2  ac dan x   b b2  ac b  b 4 b  b 4 x  2 x1 x   dan 2 1 2 2 2a a 2a a a. Jumlah Akar-akar a. Jumlah Jumlah Akar-akar Akar-akar Persamaan Persamaan Kuadrat Kuadrat a. Persamaan Kuadrat 2  b  b 4 b  b b2  4ac ac +  b x + x = 1 2 x1 + x2 = + 2 a 2a  b b + x2 = x x1 = 1 + x2 a a 2 b 4 b2  4ac ac 2 a 2a

b. Hasil b. PersamaanKuadrat Kuadrat b. Hasil Hasil Kali Kali Akar-akar Akar-akar Persamaan Persamaan Kuadrat
2 2        b b  b b2  4 4ac ac  b b  b b2  4 4ac ac        x  x = x1 1  x2 2=     2 a 2 a     2 a 2 a       
2 2 b b2  ( (b b2  4 4ac ac) ) x  x = 2 x1  x = 2 1 2 2 4 4a a c c  x2 = x = x1 1  x2 a a

Berdasarkan kedua rumus di atas, disimpulkan Sifat-2 Berdasarkan Berdasarkan kedua kedua rumus rumus di di atas, atas, disimpulkan disimpulkan Persamaan kuadrat ax2 + bx + c = 0, dengan a, b, c adalah bilangan real dan 2 kuadrat ax + = a ≠ 0 Persamaan dengan akar-akar x maka Persamaan kuadratx1 dan ax2 + +2,bx bx +c c diperoleh = 0, 0, dengan dengan a a,, b b,, c c adalah adalah bilangan bilangan real real − b c dan dan xdan maka diperoleh 1 2, x1 + x2 x = x1 × x2 = dan a a≠ ≠0 0 dengan dengan akar-akar akar-akar x diperoleh 1 dan x 2, maka a a c  b c  b x + x = dan x  x = x1 dan x1 1 + x2 2= 1  x2 2= a a a a d. Persamaan Kuadrat Dengan Akar-akar x1 dan x2 Pada materi sebelumnya kita telah menemukan konsep persamaan kuadrat. Kemudian kita dapat menentukan akar-akar persamaan kuadrat tersebut dengan aturan-aturan yang telah ditemukan. Sekarang bagaimana menemukan sebuah persamaan kuadrat, jika SISWA akar-akarnya diketahui ? Untuk itu pecahkanlah masalah 241 BUKU 241 BUKU PEGANGAN PEGANGAN SISWA berikut.
Sebuah persamaan kuadrat memiliki akar-akar x1 dan x2. Temukanlah persamaan kuadrat yang dimaksud.
♦ Mengarahkan siswa menemukan persamaan kuadrat, jika diketahui akar-akarnya dengan memanfaatkan rumus hasil jumlah dan hasil kali akar-akar persamaan yang diinginkan. Diharapkan siswa dapat melakukan hal berikut.

242

Buku Guru Kelas X

Mengarahkan siswa menemukan persamaan kuadrat, jika diketahui akar-akarnya dengan memanfaatkan rumus hasil jumlah dan hasil kali akar-akar persamaan yang diinginkan. Diharapkan siswa dapat melakukan hal berikut. Jika Jika diketahui akar-akar persamaan x dan dapat menemukan diketahui akar-akar persamaan kuadrat kuadrat x dan x2 x maka kitakita dapat menemukan 2 maka 11 persamaan kuadratnya. Berdasarkan definisi-1, kita memiliki bentuk umum persamaan persamaan kuadrat ax2 + bx + c = 0, dengan a, b, c adalah bilangan real dan a ≠ 0. kuadrat ax2 + bx + c = 0, dengan b a, b, c c adalah bilangan real dan a ≠ 0
2

persamaan kuadratnya. Berdasarkan definisi-1, kita memiliki bentuk umum

ax2 + bx + c = 0, a ≠ 0 ⇒ x2 + x + = 0 cc a b ax + bx + c = 0, a ≠ 0  x2 + x + =x0)x + x × x = 0 2 ⇒ + 1 2 1 2 ax – (xa Sifat-3 ⇒ (x – x )x –x (x – x ) = 0  x2 – x1  x21 x +2 x1  x1 2=0 ⇒ (x – x1)(x – x2) = 0  (x – x1) x – x2 (x – x1) = 0

b a c x1  x2 = a

x1 + x2 =

 (x -– x1)(x – x2) = 0

Persamaan kuadrat dengan akar-akar x1 dan x2 adalah (x – x1)(x – x2) = 0.

Uji Kompetensi (x - 7.2 x1)(x – x2) = 0

Persamaan kuadrat dengan akar-akar x1 dan x2 adalah

1. Persamaan (m – 1)x2 + 4x + 2m = 0 lebih cepat 1 jam dari mesin jenis mempunyai akar-akar real. Tentukan 2 kedua. Sementara jika2 kedua nilai m yang memenuhi! dan x2 Persamaan (m – 1)x + 4x + 2m = 1. Persamaan Kuadrat Dengan Akar-akar x1 mesin 2. Jika a dan b adalah akar-akar sekaligus, dapat 0 mempunyai akar-akar2real. Tentukan nilai mdigunakan yang memenuhi! persamaan ax + bx +x c2 = Persamaan (m – 1) + 0, 4x + 2m menggiling = at Dengan Akar-akar x1 dan x2kuadrat satu peti padi selama 6 2. Jika  dan  adalah akar-akar persamaan kuadrat ax2 + bx + c = 0, tunjukkan bahwa tunjukkan bahwa jam. akar real. Tentukan nilai m yang memenuhi! 4 2 2 2 a. Berapa b  4 ab c  2 a c b 2 jam 4ac waktu yang digu42 2 akar-akar persamaana. kuadrat ax tunjukkan bahwa 4 +  =+ bx + c = 0, b. (   ) = 2 4 nakan mesin jenis pertama a a 2 2 2 2 untuk menggiling satu peti padi. 4ab c  2a c b  4ac 2 2 3. Akar-akar persamaan kuadrat x 2 x + 5 = 0 adalah p dan q . Temukan persamaan b. (   ) = b. Berapa jam waktu yang digunaa2 a4 kan mesin jenis kedua untuk kuadrat yang akar-akarnya (p + 2) dan (q + 2)! 3. persamaan x2 persamaan – an kuadrat x2 - 2 x +Akar-akar 5 = 0 adalah p dan q.kuadrat Temukan menggiling satu peti padi. 4. Dua mesin penggiling padi digunakan2 untuk menggiling satu peti padi. 2x + buah 5 = 0jenis adalah p dan q. Temukan 5. Jika a + a – 3 = 0, maka nilai terbesar akarnya (p + 2) dan (q + 2)! persamaan kuadrat yang akar1 yang mungkin menggiling satu peti mesin lebihdari cepat jam dari mesin esin penggiling padiUntuk digunakan untuk menggiling satu peti jenis padi.3pertama akarnya (p + 2) dan (q + 2)!padi, 2 2 .... a +4 a + 9988 adalah 4. Dua buah jenis mesin penggiling 1 6. Pada sebidang tanah akan didirikansatu Sementara jika kedua digunakan sekaligus, dapat menggiling satu peti padi, mesinjenis jeniskedua. pertama lebih cepat jam mesin dari mesin padi digunakan untuk menggiling sebuah sekolah SD. Bentuk tanah 2 peti selama jam. menggiling satupadi peti padi.6 Untuk dan ukuran tanah dapat dilihat pada ntara jika kedua mesin digunakan sekaligus, dapatpertama menggiling satu satu peti padi, mesin jenis a. Berapa jam waktu yang digunakan mesin gambar. jenis pertama untuk menggiling satu peti am. padi. ktu yang digunakan mesin jenis pertama untuk menggiling satu peti 243 b. Berapa jam waktu yang digunakan mesin jenis kedua untuk menggiling satu peti Matematika

padi. ktu yang digunakan mesin jenis kedua untuk menggiling satu peti 5. Jika maka nilai terbesar yang mungkin dari maka nilai terbesar yang mungkin dariadalah. . . .

Berapakah ukuran ba dapat dilihat pada gambar. dapat dilihat pada gambar. 2 luas bangunan 1500 m ? E dapat dilihat pada gambar. C 5.5. Jika maka nilai nilaiterbesar terbesar yang mungkin dari ukuran bangunan luas bangunan 1500 Jika maka yang mungkin dari F C Berapakah sekolah agar Berapakah ukura C 2 Berapakah ukuran bangunan sekolah agar E luas bangunan 1500 m ? E F adalah. adalah. .. .. .. luas bangunan 1 F D A luas bangunan 1500 m2? B 100 m E F E F SD. Bentuk tanah D B A 6. Pada sebidang tanah akan didirikan sebuah sekolah dan ukuran tanah D B E 6. Pada sebidang tanah akan didirikan sebuah sekolah SD. Bentuk tanah dan ukuran tanah A 100 m F 100 m 7. , nilai dari dapatdilihat dilihat pada pada gambar. gambar. dapat D B A D B A 100 m C 100 m 7. , nilai dari C Berapakah ukuran bangunan sekolah agar 8. Jika √ √ 7. , nilai dari sekolah agar D B Berapakah ukuran bangunan A 100 m 2 untuk1500 m ? 2 luas bangunan nilai yang mungk 8. Jika √√ 7. √ , nilai dari luasJika bangunan 1500 ,m ? dari 8. √maka 7. nilai √ √ untuk E nilai yang mungkin untuk untuk , nilai 7.F E dari 9. Hasil pemfaktoran dari : maka nilai yang mu 8. Jika √√ √ F 8. √√ Jika adalah √ ada √… √ untuk untuk maka nilai yang mungkin 8. Jika √ √ 9. Hasil pemfaktoran dari : adalah. . . D B 9. Hasil pemfaktoran dari : A adalah √√ 100 m √D B untuk √… A 100 9. m Hasil pemfaktoran dari : 9. Hasil pemfaktoran dari : adalah. . . adalah … √ √ , nilai dari 7. 9. Hasil pemfaktoran dari : adalah. .... .. 7. , nilai dari
padi.

50 m

50 m

50 m

9. Hasil pemfaktoran dari :

untuk 8. Jika √ untuk √

8. Jika √

50 m 50 m

50 m

50 m

50

9. Hasil √ pemfaktoran dari :

Projek

maka nilai yang mungkin

Himpunlah informasi penggunaan sifat-sifat dan aturan yang berlaku pada persamaan kuadrat di bidang ekonomi, fisika, dan teknik bangunan. Kamu dapat mencari informasi tersebut dengan menggunakan internet, buku-buku dan sumber lain yang relevan. Temukan berbagai masalah dan pemecahannya menggunakan aturan dan sifat-sifat akar persamaan kuadrat. Buatlah laporan hasil kerjamu dan sajikan di depan kelas!

maka nilai yang mungkin

adalah … adalah. adalah … ..

adalah. . .

2. FUNGSI KUADRAT
BUKU PEGANGAN SISWA a. Menemukan Konsep Fungsi Kuadrat BUKU PEGANGAN SISWA Fungsi kuadrat sering kita temukan dalam permasalahan kehidupan nyata BUKU PEGANGAN SISWA yang menyatu pada fakta dan lingkungan budaya kita. Konsep fungsi kuadrat dapat BUKU PEGANGAN SISWA ditemukan di dalam pemecahan permasalahan yang kita hadapi. Untuk itu perhatikan BUKU PEGANGAN SISWA dengan cermat permasalahan-permasalahan yang diberikan. 243 BUKU PEGANGAN SISWASISWA BUKU PEGANGAN
♦ Untuk menemukan konsep fungsi kuadrat, ajukan pada siswa masalah-8, 9, dan 10 secara berkelanjutan untuk dipecahkan. Berikan kesempatan pada siswa lebih dahulu berusaha memikirkan, bersusah payah mencari ide-ide, berdiskusi, mencari Pemecahan masalah di dalam kelompok. Dari beberapa model matematika berupa fungsi kuadrat, minta siswa secara individu maupun kelompok berdiskusi menuliskan ciri-ciriPEGANGAN fungsi kuadrat dan berdasarkan ciri-ciri tersebut minta siswa menuliskan konsep BUKU SISWA fungsi kuadrat dengan kata-katanya sendiri.

243

243

243

244

Buku Guru Kelas X

Masalah-7.5
Untuk pengadaan air bersih bagi masyarakat desa, anak rantau dari desa tersebut sepakat membangun tali air dari sebuah sungai di kaki pegunungan ke rumah-rumah penduduk. Sebuah pipa besi yang panjangnya s dan berdiameter d ditanam pada kedalaman 1 m di bawah permukaan air sungai sebagai saluran air. Tentukanlah debit air yang mengalir dari pipa tersebut. (Gravitasi bumi adalah 10 m/det2).

2) Bagaimana tekanan air pada pangkal pipa dan diujung pipa dan aturan apa yang terka dengan keadaan tersebut? aturan pada pertanyaan 2)?
7.6saat Sumber Air Bersih mengingat rumus debit Gambar zat cair, Kamu belajar di Sekolah Dasar kelas V ?

3) Dapatkah kamu menentukan kecepatan air yang keluar dari mulut pipa menggunak

4) Dapatkah kamu menentukan besarnya debit air yang mengalir dari pipa denga 5) Apa keterkaitan luas penampang pipa dengan kecepatan air mengalir.
♦ Arahkan siswa memahami masalah dan menginterpretasikan masalah dalam gambar.

Alternatif Penyelesaian
Alternatif Penyelesaian

V2

A2 h1

Pipa

A1 …………………… …………………… h Sungai …………………… …………………… …………………… p1 = gh ……………………

h2

Gambar 7.7 Ilustrasi Posisi Pipa di Dalam Sungai

Gambar 7.7: Ilustrasi Posisi Pipa di Dalam Sungai Misalkan: Misalkan: p1 adalah tekanan air pada mulut pipa p2 adalah tekanan air pada ujung pipa p 1 adalah tekanan air pada mulut pipa h adalah kedalaman pipa di bawah permukaan air sungai. h adalah ketinggian pipa dari permukaan p tekanan air pada ujung pipa tanah. 21 adalah

h adalah kedalaman pipa di bawah permukaan air sungai. h1 adalah ketinggian pipa dari permukaan tanah. h2 adalah ketinggian permukaan air sungai. V1 adalah kecepatan air sungai mengalir V2 adalah kecepatan air mengalir dari ujung pipa.
Matematika

245

h2 adalah ketinggian permukaan air sungai. V1 adalah kecepatan air sungai mengalir V2 adalah kecepatan air mengalir dari ujung pipa. A1 adalah penampang permukaan air sungai A2 adalah penampang permukaan ujung pipa
♦ Membantu siswa mengkoordinasi pengetahuan dan keterampilannya untuk menemukan aturan-aturan, hubungan-hubungan, struktur-struktur yang belum diketahui. Mengajak siswa menganalisis, apa yang terjadi jika A1 jauh lebih luas dari A2. Diharapkan jawaban siswa sebagai berikut.

Jika A1 >>> A2 maka V1 <<< V2, akibatnya V1 menuju 0 (nol).

Kecepatan air mengalir dari pipa adalah V  gh Kecepatan air mengalir dari pipa adalah V = V2 gh  Kecepatan air mengalir dari pipa adalah = Kecepatan air mengalir dari pipa adalah V ==2 gh 22 gh Kecepatan Kecepatan air mengalir dari pipa adalah VV = =pipa 2 gh  airair mengalir dari pipa adalah 2 gh Debit yang mengalir dari sebuah adalah volume air yang mengalir persatuan wa Debit air yang mengalir dari sebuah pipa adalah volume air yang mengalir persatuan waktu. Debit air yang mengalir dari sebuah pipa pipa adalah volume air yang mengalir persatuan waktu. Debit mengalir dari sebuah pipa adalah volume air yang mengalir persatuan air yang mengalir dari sebuah adalah volume air yang mengalir persatuan waktu. Debit air yang mengalir dari sebuah pipa adalah volume air yang mengalir persatuan waktu. Debit air yang mengalir dari sebuah pipa adalah volume air air yang mengalir persatuan waktu. Debit air yang mengalir dari sebuah pipa adalah volume yang mengalir persatuan waktu. waktu.

Karena tekanan air pada pangkal pipa Jika >>> A maka V akibatnya V 0 (nol). Jika Jika A1 >>> A maka V <<< V ,<<< akibatnya V1 menuju 0 dan (nol). A A maka VV <<< V ,V akibatnya V menuju 0 (nol). A1A >>> A <<< V ,2,akibatnya V menuju 0 (nol).pipa sama maka berdasarkan gamb >>> V2 akibatnya V1V menuju 0diujung (nol). Jika >>> A maka V <<< akibatnya 0 (nol). 1 2 1menuju 2 1 2 2 1 1A 2 1 2maka 11 11 2 2 1 11 Jika A11 >>> A2 2 maka V1 <<< V2, akibatnya V1 menuju 0 (nol). Karena tekanan air pada pangkal pipa dan diujung pipa sama maka berdasarkan atas persamaan Karena tekanan air pada pangkal pipa dan diujung pipa sama maka berdasarkan gambar di di Karena tekanan air diperoleh pada pangkal pipa pipa dan diujung pipa pipa sama maka berdasarkan gambar di Karena tekanan air pada pangkal dan diujung sama maka berdasarkan gambar didi Karena tekanan air pada pangkal pipa dan diujung pipa sama maka berdasarkan gambar Karena tekanan air pada pangkal pipa dan diujung pipa sama maka berdasarkan gambar Karena di tekanan air pada pangkal pipa dan diujung pipa sama maka berdasarkan gambar di gambar atas diperoleh persamaan atas diperoleh persamaan atas diperoleh persamaan atas diperoleh persamaan 1 1 atas diperoleh persamaan atas diperoleh persamaan atas diperoleh p1 + persamaan  gh1 +  V12 = p2 + gh2 +  V22 2 2 1 11 1 12 1 2 11 2 2 2 2 22 11 2= gh +  = p gh p V V2 p1 + p 1 gh +  = p +  gh +  V V  gh + p +  gh + V p+  gh +  = p +  gh ++ 1 1 V 1 2 1 2 2 11+ 1 22 22 1= 1 2 V 1V 2 2 2 22 +  gh +  p +  gh +  p V V 1 1 1 2 2 p1 + gh   2V11 = p2 + gh 2V2 2 21 + 222 22 +12 2 2 2 g(h1 – h2) = 2 V22 (karena V12 menuju nol) 1 121 11 2 2 2 2 2 2 22  ( h – (karena menuju nol) V V1 g(h – )– =  nol) nol) V V1 menuju ( hg )h = (karena V V1V 22 2 menuju 1  g ( –h ) ==  (karena nol) V 1h 2) 1g 2h 1 2h 1 2 2 (karena 2 22 2 1menuju  g ( h – ) =  (karena menuju nol) V 1 2 g(h1 – h2  nol) V1V 2V2 2 (karena 2) = 2 2 1menuju 1 2 2 gh = V 2 (karena h = h – h ) 1 2 2 1 21 112 2 2 2= h (karena h = h – h ) gh = V gh =gh (karena h – ) V (karena h = h – h ) = V 1 gh 2=1 2V 2 1 h =1 2h1 1–2h2) 2 2 (karena 22 (karena –2) h2) gh =2 2 V hh == h1h – gh V 2 2 = 1h 2 2 (karena 22 2gh = V22  V2 = 2 gh 2 2 22 2 gh =  V =2 gh gh V 2gh =  = 2 V 2gh =V V2V = 22 gh = 22 gh V 2= 2 2gh 2 2 2 2V 2 gh V 2=  VV 2 gh= = 2 gh V 22  2 = 2 gh Kecepatan air mengalir dari pipa adalah V =

2 gh

. 1 2 1 1 2 11 q 2 = 2 2 (  d )( 2 gh ) (penampang pipa berbentuk lingkaran, luas penampang pipa adal  q = ( d )( (penampang pipa berbentuk lingkaran, luas penampang pipa adalah A 2 gh = )(  ) (penampang pipa pipa berbentuk lingkaran, luas luas penampang pipa pipa adalah A q = (q q 2 gh = (d1 d2 )( ) berbentuk lingkaran, penampang adalah AA 2 gh d )( ) )(penampang pipa berbentuk lingkaran, luas penampang pipa adalah ( 2 gh 4 gh ) (penampang (penampangpipa pipa berbentuk lingkaran, luas penampang pipa 4d 2 )( 2 q (penampang berbentuk lingkaran, luas penampang pipa adalah A 4= (4 4 1 q = ( 4  d )( 2 gh ) (penampang pipa berbentuk lingkaran, luas penampang pipa adalah A 1 2 1 2 12 4 1 21 2 22 22  = r d diameter , d ddiameter adalah diameter pipa) adalah A adalah diameter   r , adalah adalah pipa) pipa) =  = r2 d d adalah diameter pipa) ==  r = d ,d d pipa) 1,  = r == d ,= ddadalah diameter pipa) 2 2 4  = 4 r =4 d , d adalah diameter pipa) 4 4 1yang Debit air4 dari pipa dinyatakan dalam fungsi berikut  d2,mengalir = r2 = d adalah diameter pipa) 4 Debit air yang mengalir dari pipa dinyatakan dalam fungsi berikut Debit air yang mengalir dari pipa dinyatakan dalam fungsi berikut Debit air yang mengalir dari pipa dinyatakan dalam fungsi berikut Debit air yang mengalir dari pipa dinyatakan dalam fungsi berikut Debit air yang mengalir dari pipa dinyatakan dalam fungsi berikut Debit air yang mengalir dari pipa dinyatakan dalam fungsi berikut 246 Buku Guru Kelas X Debit air yang mengalir dari pipa dinyatakan dalam fungsi berikut 20 20 20 20 2 2 2 220  (= d = ) d ,dd  R , d, 0 R, d  0 (1)   q( d) =(q (q )d ,) d  ,  0 (1) (1)  q d )d ( ) d ,R d R ,R d 0  ( ) )= ( (20 )( d  ,d d2  (1)  q (d = ) d0  (1)  2  q(d) =  R, d  0 (1)  )d , d4 4 ( 4 44 4 20  q(d) = ( (1)  )d2, d R, d  0 4 Kain tenun yang berasal dari Sumatera Barat atau yang lebih dikenal dengan songket KainKain tenun yang berasal dari Sumatera Barat atau yang lebih dikenal dengan songket tenun yang berasal dari Sumatera atau yang lebih dikenal dengan songket Kain tenun yang berasal dari Sumatera Barat atau yang lebih dikenal dengan songket Kain tenun yang berasal dariBarat Sumatera Barat atau yang lebih dikenal dengan son Kain tenun yang berasal dari Sumatera Barat atau yang lebih dikenal dengan songket

.

. .. .

.

1 q = (  d2 )( 2 gh ) (penampang pipa berbentuk lingkaran, luas penampang pipa adalah A 4
= r2 =

1 2  d , d adalah diameter pipa) 4

Debit air yang mengalir dari pipa dinyatakan dalam fungsi berikut  q(d) = (
20  )d2, d R, d  0 .................................................. (1) 4

(1)

Kain berasal dari Sumatera atau lebih yang dikenal lebih dikenal Kain tenuntenun yang yang berasal dari Sumatera Barat Barat atau yang dengan songket dengan songket Minangkabau merupakan suatu hasil karya tradional yang perlu Minangkabau suatu hasil karya tradional yang perlu dipertahankan. dipertahankan. merupakan kekayaan motifnya ternyata juga memiliki arti dan nilai kebersamaan kekayaan tersendiri.ternyata Adapunjuga jenis-jenis motif dari nilai kain kebersamaan songket Minangkababu tersebut jenis-jenis motifnya memiliki arti dan tersendiri. Adapun diantaranya adalah motif Pucuk Rabuang, motif Itiak Pulang Patang, motif Kaluak motif kain songket tersebut diantaranya adalah motif Pucuk Paku, dari dan yang lainnya. Minangkababu Motif Kaluak Paku misalnya memiliki makna bahwa kita Rabuang, sebagai manusia haruslah mawas diriKaluak sejak kecil, dan perlu belajar sejak dini mulai motif Itiak Pulang Patang, motif Paku, dan yang lainnya. Motif Kaluak Paku dari keluarga. Pendidikan dalam keluarga menjadi bekal utama untuk menjalankan misalnya memiliki maknaSetelah bahwa dewasa kita sebagai manusia haruslah mawas diri sejak kecil, dan kehidupan di masyarakat. kita harus bergaul ke tengah masyarakat, sehingga bekal hidup dari keluarga bisa menjadikan diri lebih kuat dan tidak mudah terpengaruh hal negatif. Selain itu juga, motif Kaluak Paku juga memiliki makna lainnya, yaitu seorang pemimpin harus mampu menjadi teladan bagi masyarakat yang 247 BUKU PEGANGAN ada disekitarnya. UkuranSISWA panjang dan lebar kain songket cukup bervariasi. Ukuran panjang dan lebar kain songket cukup bervariasi. Sekarang mari kita perhatikan salah satu jenis kain songket yaitu kain sonket motif Kaluak Paku, dalam hal ini kita jadikan bahan inspirasi mengangkat masalah matematika terkait fungsi kuadrat.

Masalah-7.6
Sebuah kain songket dengan ukuran panjang 9 m dan lebar 3 m. Di bagian 4 4 tengah terdapat 5 bagian daerah yang 451 m m. Tentukan ukuran luas seluruhnya 400 bagian kain songket yang berwarna merah dan daerah berambu benang.
Gambar 7.8 Kain Songket

♦ Pahamilah masalah di atas, artinya kamu tuliskan hal apa yang diketahui, apa yang ditanyakan, dan interpretasikan dalam gambar. Gunakan variabel untuk menyatakan masalah dalam matematika. Ingat konsep dan aturan-aturan apa saja yang terkait dengan masalah yang dihadapi sehingga dapat terpecahkan.

Matematika

247

Cermatilah beberapa pertanyaan yang mengarahkan kamu bekerja lebih efektif. 1) Berbentuk apakah daerah bagian dalam kain songket. Bagaimana kamu menentukan luas daerah tersebut? 2) Apakah ada keterkaitan konsep dan prinsip persamaan kuadrat untuk menentukan ukuran daerah bagian dalam kain songket? Alternatif Penyelesaian Misalkan:

9 3 27 451 1 7 m 4 4 16 400 10 5 9 3 27 451 1 7 Lebar kain songket adalah = m. 4 4 16 400 10 5 Lebar daerah berwarna merah dan berambu benang adalah x m. Akibatnya panjang dan lebar daerah bagian dalam masing-masing (p – 2x) m dan (l – 2x) m Panjang kain songket adalah p = Secara keseluruhan, bagian-bagian kain songket dapat digambarkan sebagai berikut.

Karena daerah bagian dalam kain songket berbentuk persegi panjang, maka luas bagian dalam kain songket adalah L1 = ( p − 2 x)(1 − 2 x) Menanyakan pada siswa, jika
harga x berubah bagaimana   3 9 L1 ( x) =  − 2 x   − 2 x  nilai L1 apakah ikut berubah?   4 4 27  18 6  −  +  x + 4 x2 L1 ( x) = 16  4 4  27 ∴ L1 ( x) = 4 x 2 − 6 x + , x ∈ R, x ≥ 0 .............. ........................... (Pers. 1) 16 9 3 27 451 1 7 Pada soal diketahui luas daerah bagian dalam kain songket L1(x) = m2, sehingga 4 4 16 400 10 5 Persamaan-1 dapat dijadikan dalam bentuk persamaan kuadrat

248

Buku Guru Kelas X

451 27 ⇒ L1 ( x) = 4 x 2 − 6 x + 400 16 27 451 ⇒ = 4 x2 − 6 x + 16 400 675 451 ⇒ 4 x2 − 6 x + − =0 400 400 14 ⇒ 4 x2 − 6 x + =0 25 14   1  ⇒  2x −   2x −  = 0 5  5  7 1 ⇒ x = atau x = 5 10 Ukuran panjang dan lebar daerah kain songket yang berwarna merah ditentukan sebagai berikut L1 ( x) = 1 9 1 41 ⇒ p1 = p − 2 x = − = m 10 4 5 20 3 1 11 1 x = ⇒ l1 = l − 2 x = − = m 10 4 5 20 x= 9 3 9 27 3 451 27 1 4517 1 7 Ukuran panjang dan lebar daerah berambu benang adalah m × m. 4 4 16 4 4 400 16 10 4005 10 5 9 3 27 451 1 7 Untuk harga x = tidak berlaku sebab menghasilkan panjang p1dan lebar l1 bernilai 4 negatif. 4 16 400 10 5 Kenyataan hidup terkadang berbeda dengan apa yang kita harapkan. Seperti Pak Ketut yang memiliki ijazah Sarjana Pertanian, telah lama dan berulangkali melamar pekerjaan di kota Jakarta. Ternyata, ia belum beruntung memanfaatkan ijazahnya sampai saat ini. Akhirnya, ia kembali ke Pulau Dewata dan berencana membuat keramba ikan Gurami dan Udang. Tetapi, ia mendapat masalah sebagai berikut.

Matematika

249

Masalah-7.7
Pak Ketut memiliki jaring jala sepanjang 60 m. Ia ingin membuat keramba ikan gurami dan udang. Kedua keramba ikan dibuat berdampingan, seperti tampak pada gambar berikut.
Gambar 7.9 Keramba Ikan Gurami dan Udang

♦ Arahkan siswa memahami masalah dan menginterpretasikan masalah dalam gambar dan memperhatikan Gambar-7.9 di buku siswa.

Misalkan panjang keramba y m dan lebarnya x m, serta kelilingnya keramba k m. Tentukanlah ukuran keramba agar luasnya maksimum! Alternatif Penyelesaian Penampang permukaan keramba dapat digambarkan sebagai berikut.

Gambar 7.10 Posisi Tambak

Karena panjang jaring jala yang tersedia adalah 60 m maka keliling keseluruhan permukaan keramba ikan adalah 1 1 1 1 1 2 3 3 4 K = 2y + 3x = 60 ⇒ 2y = 60 – 3x ⇒ y = 30 – x 5 6 2 3 4 3 4 2 3 Luas keseluruhan permukaan keramba ikan adalah L = panjang × lebar L=y×x 250

Buku Guru Kelas X

1 1 1 1 1 2 3 3 4 1 1 1 1 1 2 3 3 4 y = 30 – x ⇒ L = y × x ⇒ L = (30 – x)x 5 6 2 3 4 3 4 2 3 5 6 2 3 4 3 4 2 3 ⇒ L = 30x – x2 Karena luas permukaan keramba tergantung nilai x maka persamaan fungsi luas dapat dinyatakan sebagai berikut. 1 1 1 1 1 2 3 3 4 ∴ L(x) = 30x – x2, x ∈ R, x ≥ 0 5 6 2 3 4 3 4 2 3 Dengan mengambil beberapa harga x, diperoleh beberapa harga L dan disajikan pada

Dengan mengambil beberapa harga x, diperoleh beberapa harga L dan disajikan pada tabel berikut.tabel berikut Nilai x Nilai L
7.1 Nilai L dengan x merupakan bilangan bulat genap positif Tabel Tabel 7.1: Nilai L dengan x merupakan bilangan bulat genap positif

0 0

2 54

4 96

6

8

10

12

14 126

16 96

18 54

20 0

126 144 150 144

Sekarang mari kita gambarkan grafik fungsi L(x) = 30x – x2 3 pada bidang koordinat Sekarang maribantuan kita gambarkan fungsi (x) tabel = 30di x atas. – x2 pada bidang koordinat dengan nilai-nilai x grafik dan L yang ada L pada

dengan bantuan nilai-nilai x dan L yang ada pada tabel di atas. 200
175

L

2

L
200 175 150 125 100 75

150 125 100 75 50 25 0 2

P (10, 150)

P (10,150)
x

4 6 8 10 12 14 16 18 20 Gambar 7.11 Grafik Fungsi Kuadrat

Coba cermati harga-harga x dan l di dalam Tabel 7.1 dan grafik fungsi 50 l(x) =25 30x – 3 x2, x ≥ 0 memiliki ciri-ciri sebagai berikut. 2

x a) Kurva 0 terbuka 2 ke 4 bawah6 10 12 16 18 20 b) Grafik memotong sumbu-x pada dua titik yang berbeda yaitu titik (0, 0) dan titik (20, Gambar 0). 7.11: Grafik Fungsi Kuadrat Coba cermati harga-harga x dan L di dalam tabel 7.1 dan grafik fungsi L(x) = 30x –
Matematika

3 2 x, x 251 2

 0 memiliki ciri-ciri sebagai berikut. a) Kurva terbuka ke bawah b) Grafik memotong sumbu-x pada dua titik yang berbeda yaitu titik (0, 0) dan

berdasarkan pengetahuan yang telah dimiliki sebelumnya di SMP. • Koefisien variabel berpangkat 1 dan 0 dapat bernilai 0. 150). 2 Berdasarkan grafik fungsi di atas.c) Grafik fungsi mencapai puncak pada titik (10. 2 2 ♦ Menyuruh siswa untuk meuliskan ciri-ciri dari fungsi kuadrat secara individual dan hasilnya didiskusikan secara klasikal. x ≥ 0. d) Garis x = 10 membagi dua luas (sama besar) daerah di bawah kurva. ♦ Berdasarkan ciri-ciri fungsi kuadrat di atas. suruh siswa menuliskan pengertian fungsi kuadrat dengan kata-katanya sendiri dan hasilnya diskusikan secara klasikal. 4 4 16 400 10 5 (x) = 30x – 3 x . dan 10. d ∈ R. x ≥ 0. x ∈ R. Dari hasil diskusi siswa secara klasikal ditetapkan. Ciri-ciri fungsi kuadrat. • Sebuah fungsi • Memuat sebuah variabel bebas atau peubah bebas • Pangkat tertinggi variabel bebasnya adalah 2 dan pangkat terendahnya adalah 0 • Koefisien variabel bebas adalah bilangan real • Koefisien variabel berpangkat 2 tidak sama dengan nol. d ≥ 0. luas maksimum diperoleh saat lebar dan panjang permukaan keramba ikan. 9. • • •  20  2 q(d) =   3 π  d . x ∈ R. yaitu x = 10 m dan y = 15 m 3 x = 10 m dan y = 30 – x ⇒ y = 15 m 2 Luas maksimum permukaan keramba ikan adalah L= 150 m2 ♦ Menyuruh siswa menemukan fungsi kuadrat pada langkah Pemecahan Masalah-8.   9 3 27 451 1 7 l1(x) = 4x2 – 6x + . Diharapkan siswa menemukan beberapa fungsi kuadrat berikut. 252 Buku Guru Kelas X . Diharapkan siswa menuliskan ciri-ciri fungsi kuadrat sebagai berikut. sehingga garis x = 10 dapat dikatakan sebagai sumbu simetri grafik fungsi 3 L(x) = 30x – x2.

♦ Untuk lebih memahami konsep fungsi kuadrat di atas. dengan g(x) = c. Fungsi g bukan merupakan fungsi kuadrat sebab nilai fungsi g adalah konstanta c untuk setiap x anggota domain A.5 Didefinisikan h(t) = (t – 2)2. dengan f(x) = ax2 + bx + c. Contoh 7. bahwa a ≠ 0. b. t ∈ R. ∀ x ∈ A.4 Misalkan A. c ∈ B. Apakah fungsi h merupakan fungsi kuadrat? • Diharapkan siswa memberikan jawaban sebagai berikut. Fungsi g dapat dinyatakan. ajukan beberapa contoh dan bukan contoh fungsi kuadrat yang ada pada buku siswa dan meminta siswa memberikan alasan mengapa fungsi yang diberikan merupakan fungsi kuadrat atau bukan fungsi kuadrat. c ∈ R dan a ≠ 0. Hal ini tidak memenuhi syarat Definisi-7.Definisi 7. Fungsi g ini disebut juga fungsi konstan. Apakah fungsi g merupakan fungsi kuadrat? • Diharapkan siswa memberikan jawaban sebagai berikut. Cermati pemahaman siswa dari alasan-alasan yang diberikan. dan c adalah bilangan real dan a ≠ 0. didefinisikan fungsi g : A → B. Contoh 7. dengan a.2 di atas. Berarti koefisien x2 adalah 0. B ⊂ R. Misalkan A.2 Fungsi kuadrat dalam x adalah suatu fungsi yang berbentuk f(x) = ax2 + bx + c. Dengan : x adalah variabel bebas atau peubah bebas a adalah koefisien dari x2 b adalah koefisien dari x c adalah konstanta persamaan f(x) adalah nilai fungsi yang tergantung pada nilai variabel x. B ⊂ R. a. g(x) = c ⇒ g(x) = 0x2 + 0x + c. didefinisikan fungsi f : A → B. b. 253 Matematika . h merupakan fungsi kuadrat sebab 1) h merupakan suatu fungsi.

∀ x ∈ A. Fungsi f(x) = x3. bukan merupakan fungsi kuadrat sebab pangkat tertinggi dari variabel x adalah 3. ∀ x ∈ A Apakah fungsi f merupakan fungsi kuadrat? • Diharapkan siswa memberikan jawaban sebagai berikut. dan c = 8. b) Pangkat tertinggi variabel x adalah 2. y ∈ R} Didefinisikan f : A → B f : x → x3. Contoh 7. Apakah fungsi f merupakan fungsi kuadrat? • Diharapkan siswa memberikan jawaban sebagai berikut. dan konstantanya adalah a = 1. Didefinisikan f : A → B. x ∈ R} dan B = {y | 8 ≤ y ≤ 26. Pangkat tertinggi variabel t adalah 2. f merupakan fungsi kuadrat sebab a) f merupakan fungsi dengan daerah asal (domain) f adalah Df = A. dengan f (x) = x2 + 3x + 8.6 Misalkan himpunan A = {x | -2 ≤ x < 3. ∀ x ∈ A. 254 Buku Guru Kelas X . b = 3. Contoh 7.7 Misalkan himpunan A = {x | 0 ≤ x ≤ 3. x. t ∈ R. c) Koefisien x2. 3) Koefisien t2 adalah a = 1 ≠ 0. y ∀ R} .2) h(t) = (t – 2)2 = t2 – 4t + 2. dan daerah hasil (range) f adalah Rf = B. x ∈ R} B = {y | -8 ≤ y < 20.

0 A (x. Titik A(x. Ia mendapat sebuah Talang Air dari lembaran seng yang lebarnya 30 cm denga atas tiga bagian seperti terlihat pada Gambar. nyatakan lah L sebagai fungsi x. dengan diagonal OA. Pekerjaan Pak Suradi adalah pembuat Talang Air. b) Apakah L sebagai fungsi merupakan fungsi kuadrat x dalam x ? 0 Matematika 255 BUKU PEGANGAN SISWA 253 . ukuran x agar volume air yang Sumbupersegi yang terbentuk. dengan f (x) = x2 + 3x + 8. x  A UJI KOMPETENSI-7. bagian seperti terlihat pada Gambar. y) lah L sebagai fungsi x. UJI KOMPETENSI-7.3 x Bantulah menentukan x 30 . Bantulah menentukan Pak ukuran Uji Kompetensi 7. y Pekerjaan  R Didefinisikan f : A  B. y) terletak pada garis g dengan persamaan 2 x + y = 10. Dari titik A dibu Bantulah Pak Suradi menentukan a) Jika L menyatakan luas daerah panjang dengan diagonal OA. SumbuPerhatikan garis-garis tegak lurus terhadap x dan Sumbu-y sehingga gambar berikut! panjang dengan diagonal OA. b) Apakah L sebagai fungsi merupakan y fungsi kuadrat dalam x? tertampung maksimal. x  A Pak Suradi adalah pembuat Talang Air.2x dari lembaran seng yang lebarnya 30 seng terhadap Sumbux cm dan Sumbuy sebuah Talang Air dari lembaran yang lebarnya 30 dengan melipat lebarn cm dengan melipat lebarnya atas tiga sehingga terbentuk persegi panjang 2.2x y Pak ukuran x Suradi a) Jika L menyatak daerah agar persegi volume air yang tertampung x maksimal. Titik A(x. Pekerjaan Pak Suradi adalah 2.3 1. Misalkan himpunan A = x  0  x  3. garis-garis tegak lurus terhadap x PEGANGAN dan panjang Sumbuy sehingga terbentuk perse BUKU SISWA Projek a) Jika L menyatakan luas daerah persegi panjang Rancanglah permasalahan terkait gerakan peluru dan ekonomi yang menerapyang masalah terbentuk. Ia mendapat dengan persamaan 2 x + y = 10.3 4. Ia mendapat maksimal. Dari x x 1. dengan f (x) = x2 + 3x + 8. n lah L sebagai fung b) Apakah L sebaga x dalam x ? merupakan fungsi 2.Didefinisikan f : A  B f : x  x3.1. x  A Didefinisikan f : A  B. y) terletak pada garis g air yang terta volume pembuat Talang Air. pesanan membu pesanan membuat sebuah Talang Air titik A dibuat garis-garis tegak lurus 30 . x  R dan B = y  8  y  26. y) terletak pada garis g dengan persamaan 2 x + y = 10. Titik A(x. A (x. nyatakan kan konsep dan aturan fungsi kuadrat. atas tiga bagian seperti terlihat pada Gambar. Perhatikan Gambar berikut. y) yang terbentuk. Perhatikan Gambar berikut. Buatlah pemecahan tersebut dalam sebuah laporan serta sajikan di depan kelas.

6 56. x . 0yang 3.17 5) Dapatkah kamu memberikan kedua grafik fungsi kuadrat tersebut? debit konsep air yang mengalir dari pipa.04 31.  0.51 14. x  R.6 30 40 20 30 .diameter Untuk beberapa nilai x diberikan. diperoleh nilai yfungsi dalam tabel berikut. x R. Besarnya debit air yang mengalir dari pipa tergantu 4 sebagai berikut. Besarnya debit air yang mengalir dari Ingat kembali.kuadrat  )y  4 4 4 20 f(x) = (  ) x2. diperoleh nilai yf = (x ) disajikan dalam 4) Bagaimana komponen-komponen fungsi setelah dicerminkan? besarnya debit air yang mengalir dari pipa. x  0. x  0. bagaimana menggambarkan grafik persamaan fungsi kuadrat d x 0memanfaatkan 1 2 sifat 3 pencerminan 4 untuk memperoleh grafik persamaan fungsi kuad baru.17 y = f(x) 50 0 3.. dalam tabel berikut. x R. Berarti y dapat dinyatakan dalam x. x  0 dapat d Grafik fungsi kuadrat y) =xf(. tabel b y = f(x )4 =f (0) = 0. diperoleh nilai y = f(x) disajikan dalam tabel berikut. x . d ≥ 0.. 0. x  0 dan ingat kembali bagaimana menggambar grafik fungsi 4 apa saja yang kamu butuhkan untuk menggambar grafik fungsi 1) Pikirkan . x  0. x R. memberikan 5) kamu perbedaan kedua grafik kuadrat tersebut? 3) Dapatkah Apa kaitan konsep pencerminan dengan masalah ini? = f(x) disajikan x 0 dan1 2setelah 3 dicerminkan? 4 6) Bagaimana Bilamana grafik memotong sumbu x memotong sumbu y ? 4) komponen-komponen grafik fungsi y = perbedaan f(x) 0 3. x  R  besarnya ukuran (x)grafik pipa. x  0. x yang besarnya Perhatikan fungsi kuadrat y = f(perbedaan x) = () x2. bagaimana menggambarkan grafik persamaan fungsi k Untuk beberapa nilai x diberikan. p 4 butuhkan untuk air yang mengalir adalah y.xx ) =R (. Temukan kuadrat y = f(x) = (R dari grafik kuadrat  ) x2. y = f(x) = ( )x 420 y = f(x) = ( ) x2. Misalkan ukuran diameter pipa adalah x dan besar 4 debit air yang mengalir 20 Masalah 7. d R. x R dari grafik fungsi kuadrat f(x) = ( 4 Beberapa pertanyaan arahan yang perlu kamu cermati untuk 2 Temukan grafik fungsi kuadrat y = f(x) = ( 20 ) x . bagaimana menggambarkan grafik persamaan fungsi kuadrat♦ di SMP.11 grafik Dari hasil pemecahan persamaan fungsi kuadrat Temukan fungsi kuadrat y Masalah = f(x) =7. x  0 x 0 1 2 3 4 4 50 60 40 56. Besarnya debit air yang mengalir daridebit pipaair tergantung 3) Apa kaitan dengan masalah ini? besarnya ukuran diameter (x) pipa. 4 20 2 Masalah 7. fx  R (dari ) x . x R.51 14. 2 = (x )= p grafik fungsi kuadrat f(x) = ( x2 . x R. x R. x R. d  0.d R.kita telah . y Untuk beberapa nilai x diberikan. .17 20 6) Bilamana grafik memotong sumbu x dan memotong sumbu y? y = f(x) 2 20 0. 20 y 70 y = f(x) = (  ) x2. 4 20 adalah y. Grafik Fungsi Kuadrat 20 20 diameter 2 2. Jika x = 0. x x≥ .kuadrat x  R fy  x2 x R.04 31. x maka air adalah 2 y = f(x) = () x .x x ∈R R. x R. x R. yang menyataka 20 20 20 4 2 Perhatikan fungsi kuadrat yang menyatakan menyatakan = (x) ). x  0 dapat digambarkan debit air yang mengalir dari pipa.debit maka adalah y = f(x) 20 pencerminan pipa tergantung besarnya ukuran diameter (x) pipa. baru. maka debit air adalah 255 y = f(x) = f(0) = sebagai berikut. d ∈ R. Misalkan ukuran diameter pipa adalah x dan besar debit air yang20 mengalir menyatakan besar debit air yang mengalir dari sebuah pipa adalah q(d) = (  ) d2.diingatkan 20 Ingat kembali. Jika = 0. Berarti y dapat dinyatakan dalam x. x  0. 20 Perhatikan fungsi kuadrat y = f(x) = (  ) x2. 2 Grafik persamaan fungsi kuadrat y = f(x) = (  ) x . x R dari grafik fungsi kuadrat  ) xperoleh 4 2. x R. diperoleh y= (xf) disajikan Untuk beberapa nilai xx diberikan. Berarti y dapat dinyatakan dalam x. y = f(x) = (. d  0. Misalkan ukuran grafikfungsi pipa adalah x dan fungsi besar debit y = f(x) = ( ) xd . BUKU PEGANGAN SISWA besarnya ukuran diameter (x) pipa.6 56. Jika x = 0. yaitu y = f(x) = (  ) x2. x 4 4 yang menyatakan besar debit air yang mengalir dari sebuah pipa adalah q(d) = Beberapa pertanyaan arahan yang perlu kamu cermati untuk 20 2 x2 . Jika = 0. x  4 4 20 gambarkan sebagai berikut. dengan fungsi kuadrat 2) Apa fungsi (x ) f= ( = (  ) 4 4 4 debit air yang mengalir dari pipa. Besarnya debit air yang mengalir dari pipa 1) Pikirkan 20 apa saja yang kamu menggambar grafik fungsi 20 20 ) x 2. x ∈ R. x  0 dengan fungsi kuadrat 4 kuadrat diyang SMP. x ≥ 0.04 31. x R. x R. 4 memanfaatkan sifat pencerminan untuk memperoleh grafik persamaan fungsi kuadrat 20 yang baru.11 adalah y. x  0 dan ingat kembali bagaimana menggambar grafik fungsi f(x) = ( kuadrat  ) xdan fungsi kuadrat yang baru. 4 memperoleh grafik fungsi Siswa kembali. (. x  256 Buku Guru Kelas X 4 20 60 70 y = f(x) = (  ) x2. maka debit nilai air adalah y = f(x) = f(0) = 0.R x 0 0. x  0. x∈ R dari grafik fungsi Ingat kembali. yaitu y = f(x) = (  ) x2. yaitu y = f(x) = memperoleh grafik fungsi 20  ) x2.8. 2) Apa perbedaan fungsi kuadrat f(x )=(  ) x2. dapat f(x) = ( menyatakan besarn Perhatikan fungsipersamaan kuadrat y =  Grafik persamaan fungsi kuadrat di255 BUKU PEGANGAN SISWA ) yang x2. bagaimana menggambarkan grafik persamaan fungsi kuadrat dan 2 memanfaatkan sifat pencerminan untuk memperoleh grafik persamaan memanfaatkan sifat pencerminan untuk memperoleh grafik persamaan fun .51 14.

x  00 dapat dapat digambarkan digambarkan 3. x  RR 20 2 4 20 sebagai berikut. menyelidiki sifat-sifat grafik fungsi kuadrat ditemukan. ya y 0 y 20 2 60 20 Ciri-ciri fungsi kuadrat y () x ) x . 2 Gambar 7. 20 50 2 adalah a = 20 >> Koefisien Koefisien 20 2 x2xadalah a = 00  • 20 30 2 adalah a = > 0  Koefisien x 4 0 Koefisien x adalah a =  > 4 40 4 • Kurva terbuka 4 ke atas 20  Kurva terbuka ke atas 30  Kurva ke atas (titik10  • Kurva terbuka ke atas Memiliki titik puncak balik minimum) di titik O (0.13: Grafik fungsi == ( ( 4 ) ) x x. x R. 0) dan nilai minimum y = f(0) • Kurva menyinggung pada dan nilai minimum y sumbu == f(0) == 0 20 2 Gambar 7. Nilai diskriminan. fx () x) = ( x. Jika x = 0.x RR dan parabola di atas adalah Ciri-ciri fungsi kuadrat y20 == f(f x == ( ( 2 4  20 20 70 2  )x Ciri-ciri fungsi kuadrat y = f ( x ) = ( .2. x R.x Sumbuxxdan ) )x2 4 menyelidiki sifat-sifat kuadrat yang ditemukan. 20 yang 2 . 20 x Dengan grafik persamaan fungsi Perhatikan fungsi kuadrat y 4 = f(x) = ( 4  ) x . ) xR.12: Grafik fungsi = f(x)yang = ( baru. yaitubesar. Besarnya air f ( = ( xdebit xx  RRyang meng ) ) 44 4 y y 4 y 60 ’ 60 ’ besarnya ukuran diameter 70 D (x) pipa.0.X 0 1 2 3 4 y = f(x) 0 Rx . x R. terhadap x  R terhadap Sumbu20 Cerminkan grafik grafik fungsi fungsi kuadrat y = f(xy )= =f ((x) =  )4 x2. 0) 257 Kurva menyinggung sumbusumbu x padax titik O(0. x 00  y = f(x) = ( 20  ) x2. bagaimana menggambarkan grafik persam xx R.  ) xR . 0) Memiliki titik puncak (titik balik minimum) di titik O titik (0. . 2D = b – 4ac = 20  Nilai diskriminan. x R. D b – 4 ac = 0 4  Nilai diskriminan.x .6 56.13: Grafik ( ) x .51 14. maka diperoleh sebuah parabola berikut. 1 4 2 5 3 6 4 5 6 -6 -3 -5 -4 -3 -2 0-1 1 0 2Grafik 20 3 -6 -6 -5 -4 -2 -1 2 -5 -4 -3 -2 -1 1 2 3 4 5 6 20 4 2 Gambar 7.12: Grafik fungsi = f(x) = (  ) x2. x  x 0. x R.51 14.R.04 31. 0) Kurva terbuka ke terbuka atas 20 Memiliki Memiliki titik puncak (titik balik minimum) di titik (0.6 56. x  0 dapat digambarkan 4 Grafik persamaan fungsi kuadrat y = f(x) = ( sebagai berikut. 4 20 2 Dengan mencerminkan mencerminkan grafik persamaan fungsi kuadrat y = kuadrat f( x) = ( y  ) x2. == ( ( 20 20 2 2 0 terhadap Sumbu-y. x R. maka debit air a DD D 20 50 2 20 70 50 beberapa = ( ) x2. x R.  ) x2. maka diperoleh parabola berikut. 0) Dengan mencerminkan grafikMatematika persamaan fungsi kuadrat y = f(x) = Kurva menyinggung sumbu xx pada titik O(0. Cerminkan grafik fungsi kuadrat y = f ( x ) = ( x xRRterhadap terhadap Sumbudan Cerminkan grafik fungsi kuadrat 4 y = f(x) = ( y4 . = 0 garis 6 kurva -6 sumbu -5 -4 simetri -3 -2 membagi -1 1 2 3 4 daerah 5 besar.13: Grafik fungsi fungsi (x) = ( (x) =  x 4 4 x sifat pencerminan untuk memperoleh grafik p 1 1 22 3 3 4 4 5 5 6memanfaatkan 6 20 Gambar 7.17 20  ) x2. y 70 60 50 40 30 20 10 )x )2x . 0) 10 = 0 dan nilai minimum y yang =0 f(0) =0 x Memiliki sumbu simetri membagi dua daerah kurva sama besar. Memiliki sumbu simetri yang membagi daerah sama yaitusama garis xgaris = 0 xyaitu membagi dua • Memiliki Nilai diskriminan. 0)  titik puncak (titik balik minimum) di titik OO (0. x  x  2 0 terhadap Sumbu-y.x Sumbux dan x dan 2 20 0 terhadap Sumbu. D = b – 4ac = 0  Kurva menyinggung pada titik O(0. 0) 40 4 4 60 4 menyelidiki sifat-sifat grafik fungsi kuadrat yang ditemukan. diperoleh f(x)→ =nilai (f(x) x x 4 40 4 60 D' D ’ 40 60 50 D D ’ D’ ’ 50 30 D 50 CC 30 CC 40 x 0 1 2 3 4 40 20 40 ’ ’ 20 30 B ’ C' C’ B C 30 C B y= C 30 C f(x) 0 B 3. D = b – 4ac = 0= 2  Nilai diskriminan. menyelidiki sifat-sifat grafik grafik fungsi fungsi kuadrat yang ditemukan. x  R dan parabola di atas adalah 50 y = f(x) = ( ) 4 sebagai berikut. x R. x R.x  Gambar 7.2 x . D = b2yang – dua 4ac = 0 kurva 0 1 2 3 4 5 6 dan nilai minimum y= =0 f(0)y = 0 f(0)x dan nilai minimum 0 titik O(0. x dan parabola di atas adalah Ciri-ciri fungsi kuadrat dan parabola di atas adalah )) x2 . yaitu garis Memiliki simetri yang membagi dua daerah kurva sama  • Memiliki titik sumbu puncak (titik balik minimum) di O (0. 0) besar. x  0.  70 debit air yang sebuah mengalir dari pipa. x  R Gambar 7. x  R nilai y = f(x) disajikan 70 60 Untuk diberikan.13: Grafik fungsi(x () x) .04 31. Ingat kembali.17 10 255 BUKU PEGANGAN SISWA 10 20 ’ ’ A A 20 20 ’ A A ’ B xx 0 B B' B B 10 0B 10 256 256 1 2 3 4 5 6 10 -6 -5 -4 -3 -2 -1 ’ 1 2 3 4 5 6 ’ -3 -6 -5A -4 A -2 A -1 A x 20 0 A' persamaan fungsi kuadrat A' xx y = f(x) = (  ) x2. x R dan parabola di atas adalah 2       2 20 ( 20 Cerminkan kuadrat ) xR .R x . x  0. 20 20 70 )x )x . maka diperoleh sebuah parabola berikut. 0) Kurva menyinggung sumbu pada titik O(0. yaitu garisxx==00  Memiliki sumbu simetri yang dua daerah kurva sama besar. Ciri-ciri fungsi kuadrat y = f(x) = (  ) x . x  0 4 .

14: Grafik fungsi f(x) dan grafik pencerminan f(x) 20 fungsi 2 20kuadrat 2 nya selalu berlawanan arah. 70 Memiliki  Kurva terbuka ke bawah BUKU PEGANGAN SISWA sumbu sumbu simetri simetri yang membagi dua kurva sama besar.O x  R 0) dan parabola di atas adala 2 di 4titik tersebut perubahan fungsinya dari menjadi 30  2 diikuti  20 20  Nilai diskriminan. 0) Sumbux) adalah sebagai 4 4 fungsi kuadrat y terhadap = f ( )= ( x2. x 2  3 R 4terhadap i diskriminan.13: Grafik (x) = (  Kurva . . xlengkap  4 R berubah dari bernilai positif menjadi negatif.14) adalah = 0. Dengan   x  R berubah dari bernilai positif menjadi negatif. Sehingga nilai y = f ( x ) = minkan grafik kuadrat y kuadrat = f(x) = ) (x.14: Grafik fungsi f(xfungsi ) dan grafik pencerminan f(x) Kitayang cerminkan grafik kuadrat y = f(x) =(  ) x2.14: = fy (x ) )) x . Secara bayangan grafik persamaan fungsi kuadrat y = f ( x ) setelah dicerminkan 2  x . D = b C 30 dan nilai minimum C f(0) = 0  Kurva menyinggung Sumbu x pada titik O(0.13: Grafik fungsi (xdan ) = 50 (parabola ) bernilai x2. Sehingga nilai fungsi kuadrat 70 4 a= Koefisien x adalah  >0 70   4 4 60 60  Memiliki sumbu simetri yang membagi dua daerah kurva sama 20 20 2 Gambar 7. f ( x ) = ( ) x . Sehingga nilai fungsi kuadrat 2 bayangannya selalu BUKU PEGANGAN SISWA terhadap sumbux (Gambar-7. Ciri-ciri fungsi kuadrat y = fminimum) (x) = ) x2= . 0 2 cerminkan grafik f(x) =titik (x dan x2 . x R 70b – 4ac = 0 terhadap Sumbuadalah sebagai berikut 20 x  Nilai diskriminan.2 x 3R menjadi -6 -5 -4 dicerminkan -3 -2 ( -1 4 Sumbu5 6 y 20 kuadrat y = f(x) setelah terhadap -6 -5 -4 -3 -2 -1 1 2 3 4 5 6 4 x adalah sebagai berikut. garis y yaitu = 0 garis y = 0  Memiliki yang membagi dua daerah kurva 60 Memiliki ’ 20 258 2 daerah D f Buku Guru Kelas X ( x ) = ( ) x . x 50 R ’ 1 2 3 4 5 6 -6 -5 -4 -3 -2 -1 C 4 3060 C 40 D’ D 2050 ’ ’ 20 2 2 C fungsi B siswa mencerminkan B C Ciri-ciri y = f30 (x( )x= ( ( 20 )x . Sehingga fungsi kuadrat y = f( 2 4 Sumbu-xnilai minkan grafik fungsi kuadrat y = f(x) = (20  )2 xsifat-sifat . Dengan sifat-sifat pencerminan bah x 1 2 b3 5 = 6 0 kembali B -4 40  diskriminan.xR 20 berlawanan bayangannya selalu arah. x ’ Gambar 7.terbuka x -5  -4 R 4  ) x2 A’ fungsi A ke atas 4  = atau garis mengingat kembali sifat-sifatxpencerminan bahwa 20 arah 0 20 y 2 0. 4 a = lengkap 0 fisien x adalah  >  Kurva terbuka ke atas R. 0) 204 fungsi kuadrat annya selalu • berlawanan arah. Dengan mengingat sifat-sifat 20 fungsi 20 20 2 2 kuadrat y 7. 0) 20  Nilai ’ diskriminan. Denganterhadap mengingat kembali sifat-sifat pencerminan bahwa arah benda dengan 2adalah sebagai berikut. x  Ry C 1 2 3 4 5 6 4 -6 -5 -4 -3 -2 -1 60 ’ 20 20 D D 70B B’ f(x) =20 ( )x 50 y 10 4 ) x2. xkurva y 50 2 40 4 40 miliki titik puncak 2 (titik balik minimum) di grafik titik O (0. Sehingga nilai y = f(x) = 2 2 20 adalah a =  Koefisien x  <0 Ko efisien x adalah a = – 2 adalah a = < 0  Koefisien x  terhadap sumbux (Gambar-7. 0) x f(x) = )x Rbahwa 1 grafik 2 3 4 5 6 kuadrat garis =-4 0. 4 Cerminkan 4 2 grafik fungsi kuadrat y = f(x) = (  ) x2. D = b – 4 ac = ’ – 4 ac = 0  Nilai diskriminan. Sehingga nilai fungsi ku 20 0 2 2 3 kuadrat x  Kurva menyinggung sumbu x pada O(0. x R terhadap Sumbu-x  )0) 1 4 5 6 y= 20 ’ 0 -6 -5 -3 nkan grafik fungsi kuadrat y0 = x)-4 = ( ) xfungsi Sumbu -6 f( -5 -4 -3 -2 -2 -1 -1 1. x   x 4 R berubah dari bernilai diikuti dan nilai y = f (0) = 40  4  x . x R dan parabola grafik persamaan fungsi kuadrat y = f(x) setelah dicerminkan 6 6 5 5 4 3 2 1 1234564 3 2 1 0 0 01 02 03 04 05 06 01 02 03 04 05 06 07  Memiliki titik puncak (titik balik maksimum) di 0) titik O (0. x Rx  ) xSumbu70 20 4 ’ 40 diskriminan. x  R   Memiliki titik puncak (titik balik maksimum) di titik O (0. menyelidiki grafik fungsi kuadrat inkan grafik fungsi kuadrat y = f(x) = ( ) x . xarah  R benda terhadap -6y-5 -3 -2 ditemukan. 0) ’ 20garis y = 2 mengingat 0 0.14) adalah 20 y Ciri-ciri fungsi kuadrat y = f(x) = ( ) x .14) adalah 4 bagai berikut 4 •  Kurva t erbuka ke bawah Kurva terbuka ke bawah 20 y  Kurva terbuka ke bawah = Koefisien x2 adalah  < 0 balik maksimum) di titik O(0. 0) 50 dan nilai f(0) = 0 f(0) =4 danminimum nilai minimum 0 257 U PEGANGAN SISWA  Memiliki sumbu simetri2 yang membagi dua daerah kurva sama besar.dicerminkan perubahan fungsinya dari y= f(x )=  ) x2. fungsi x R menjadi = =f((x4 )= () x . 0) titik puncak (titik balik maksimum) di titik O (0. 257 PEGANGAN • SISWA Memiliki titik a puncak (titik 0) 4 hasil pencerminan 123456- . Diharapkan siswa 10 1 2 3 4 5 6 -6 -5 -4 -3 -2 -1 2 ’ 20  Koefisien x adalah a =A  > 20 A0 20 2 40 B’ Ciri-ciri B kuadrat y = f ( x ) = ( ) x . 0 ditemukan. Secara bayangan grafik persamaan fungsi kuadrat y = f(x) setelah dicerminkan 60 20 2 D’ y 4 D O(0.x R dan  • Meminta grafik fungsi Gambar 7. x Rkembali dan parabola hasil pencerminan pencerminan bahwa arah  garis 0.sama yaitu besar. 0) va terbuka ke atas 60 50 y 20 lai minimum y = f(0) = 0 20 D’ C’50 D f(x)C 30 kuadrat =( )x2( . 0)  Kurva menyinggung Sumbu x pada titik O(0.  0) R  benda bayangannya selalu berlawanan arah. yaitu garis y = 0 40 20 Nilai diskriminan. yai Cerminkan fungsi y = f ( x ) )daerah x2f(x) . x R parabola di 10 40 4 ’ 4 terhadap 20fungsi kuadrat yang ASumbu-x A dan menyelidiki sifat-sifat grafik x’ C’ B B 30 C melakukan hal berikut. x R menjadi y = f(x) = ( 4 . 1 2 3 4 5 6 -6 -5 -4 -3 -2 -1 20 2  Memiliki titik puncak (titik balik minimum) titik O    dengan Gambar 7. D=b – 4acKita = -6 -5 -4 -3 B -2 -1 1 2 B 3 4 55 66 4 4 A10 ’ A 20 2 20 0 va menyinggung sumbu x pada titik O(0. D = b2 – 4ac = 0 B B 10 ’  Kurva menyinggung Sumbu x pada titik O(0. Perubahan tersebut di diikuti  x . menyelidiki sifat-sifat grafik terhadap Sumbux adalah sebagai berikut 60 70  Memiliki titik 60 40puncak (titik balik minimum) di titik O (0. minan terhadap sumbux (Gambar-7. BUKU PEGANGAN SISWA Gambar 7. Dengan mengingat kembali sifat-sifat pencerminan bahwa arah benda dengan 4 Gambar 7. xterbuka R di  20 20 berubah dari positif menjadi negatif. x  R   Kurva menyinggung sumbu x pada titik 0) 50 iki sumbu simetri yang membagi dua daerah kurva sama besar.x R = 20  Memiliki sumbu simetri yang membagi dua sama besar.dan di atas adalah  10 parabola y= f(x )x= (– Secara lengkap bayangan grafik persamaan fungsi 20 2 4 dan nilai minimum y fungsi = =a 0 = y = f( 200 x > 0 20  Koefisien yf(0)kuadrat 2adalah R . 0) Kita cerminkan grafik fungsi kuadrat = =R( terhadap . x  R dan  Kita cerminkan grafik fungsi kuadrat terhadap x adalah 20 10 1 parabola 2 3 Sumbu4 di 5 atas 6 -6 -3 -2 -1 Gambar 7. x R . x x = R 0 miliki sumbu simetri yang membagi daerah besar.13:kuadrat Grafik )= )x . D = b – 4ac = 0 B f(0) = 0 30 B 4 60 20 nilai minimum y= 10 sama C’ dan D’dua 3030 kurva C D f(x) = ( )x2. Dengan kembali sifat-sifat pencerminan de Cerminkan fungsi y(= f4 (x)= (. yaitu garis x fungsi =4 0 kuadrat yang ditemukan. x(0. D(= b – ac 0 R .13: Grafik fungsi ( x ) = ( ) x2 . Perubahan tersebut diikuti 20 yelidiki sifat-sifat grafik fungsi kuadrat ditemukan. x RPerubahan menjadi ytersebut = f0 (x) = (fungsinya dari y = f(xpositif ) =4 ( menjadi  ) minimum  ) x2. -1 mengingat lidiki sifat-sifat grafik fungsi kuadrat yang 20 4 2 f(x) = ( )x . D0) = 2 puncak iki titik (titik balik minimum) di titik O (0. Perubahan ) 2 20perubahan 50 Kurva ke atas xnegatif. x R terhadap danyang ditemukan. yaitugaris Afungsi 20 A’ grafik 50 menyelidiki sifat-sifat kuadrat yang ditemukan. x sama besar. x  R terhadap Sumbu-x atau  4 20 f(x) = ( ) x2. Perubahan tersebut diikuti 20 20 20 a = > 0 ien x adalahperubahan  2 2  fungsinya dari y = f(x) = ( 20  ) x . x  R 4 4 dari bernilai positif menjadi negatif. x R terhadap Sumbu-x atau Ciri-ciri fungsi y (y == f(x ) = ) x . yaitu garis x )x 20 Memiliki sumbu simetri yang membagi dua daerah kurva   4 10 berikut Kurva menyinggung sumbu x pada titik O(0.atas x2 adalah R  ungsi kuadraty = f(x = (  )x . x R terhadap 0. x   ) x2fungsi  Ciri-ciri kuadrat R dan hasil pencerGambar Grafik fungsi f(x dan grafik pencerminan f(xhasil ) parabola 4 4 4 berlawanan arah.14) sumbu-x (Gambar-7.50 B’ B 10 ’ 40 A A 70 C’( 20 30 0 f(x) = ) x2.13: Grafik fungsi ( x ) = (  60 ’A A 20 4070 4 x D f(x) = ( D  0 ) x2.x ) x2. 20 4 menyinggung sumbu x pada titik O(0. x 0 )1 x . Secara lengkap bayangan grafik persamaan ) )setelah terbuka ke atas = fx (x = (.4 x  R dan parabola pencerminan  = f(x) = ( Ciri-ciri . 40 4 4   20 30  Memiliki titik puncak (titik balik (0. D= –44ac 10 -2 -1B -6 ’ Nilai -5 -3 10 10 nilai minimum y = f(0) = 0 ’ C C A A30 20 bayangannya selalu berlawanan arah.

0). dengan a. Temukan persamaan garis simetri (sumbu simetri) dan titik puncak grafik fungsi kuadrat tersebut. yaitu garis y = 0 dan nilai minimum f(0) = 0 Nilai diskriminan. ♦ Diharapkan siswa melakukan hal berikut. b. d. b. dengan a. a.2. Disimpulkan Misalkan g(x) = ax2. b. x ∈ R dengan sumbu simetri adalah Sumbu-y dan memiliki titik puncak O (0. x ∈ R. Alternatif Penyelesaian Berdasar Definisi 7. b c  f ( x) = ax 2 + bx + c. b. c. Temukan grafik fungsi kuadrat f(x) = ax2 + bx + c. Temukan sifat-sifat grafik fungsi kuadrat f(x) = ax2 + bx + c.• • • Memiliki sumbu simetri yang membagi dua daerah kurva sama besar.12 berikut. jika dicerminkan terhadap Sumbu-x maka diperoleh g*(x) = -ax2. 0) ♦ Meminta siswa menyimpulkan hasil pencerminan grafik fungsi kuadrat di atas. dengan a. c adalah bilangan real dan a ≠ 0. a ≠ 0 a a  Matematika 259 . D = b2 – 4ac = 0 Kurva menyinggung Sumbu x pada titik O(0. Masalah-7. b. c adalah bilangan real dan a ≠ 0 terkait nilai koefisien a dan titik puncak parabola. c adalah bilangan real dan a ≠ 0 dari grafik fungsi kuadrat g(x) = ax2. ♦ Mengajak siswa menemukan persamaan garis simetri dan titik puncak grafik fungsi kuadrat dengan mengajukan Masalah-7. a ≠ 0. a ≠ 0 ⇒ f ( x) = a  x 2 + x +  . dengan a. x ∈ R. bentuk umum fungsi kuadrat adalah f(x) = ax2 + bx + c. c adalah bilangan real dan a ≠ 0. Temukan titik potong grafik dengan sumbu x dan sumbu y.8 Diberikan fungsi kuadrat f(x) = ax2 + bx + c.

x ∈ R digeser dalam arah Sumbu-x positif   −b    − D  untuk mendapatkan grafik persamaan fungsi f ( x) = g  x −    +   jika  2a    4a   dan hanya jika ab < 0 (a dan b berlawanan tanda). a    −b    − D    ⇒ f ( x) = g  x −    +   2a    4a     2a    4a    2 dan g ( x) = ax . Sesuai dengan sifat transformasi geser diperoleh arah pergeseran sebagai berikut. Grafik persamaan fungsi g(x) = ax2. pergeseran grafik persamaan fungsi kuadrat g(x) = ax2. 2 2 2  2 b b2 + c  . a ≠ 0 menjadi grafik persamaan   −b    − D  fungsi kuadrat f ( x) = g  x −    +   dan menyimpulkan arah pergeseran. a ≠ 0 ⇒ f ( x) = a  x +     2a   4a   2 2 −b  −  − D  . a ≠ 0 ⇒ f ( x) = a  x −     2a   4a   2 Misalkan g(x) = ax2.  2a    4a   Diharapkan siswa menyimpulkan hal berikut. x ∈ R digeser dalam arah Sumbu-x negatif   −b    − D  untuk mendapatkan grafik persamaan fungsi f ( x) = g  x −    +   jika  2a    4a   dan hanya jika ab > 0 (a dan b bertanda sama). • Meminta salah satu kelompok mendemonstrasikan di papan tulis. b. yang digeser Sumbudigeser  x −  sejauh   +    2a    4a   2a    4a    satuan ke arah Sumbu-y. x ∈ R. a ≠ 0 2    −b    − D  ≠ 0 f ( x) = a  x −    +  . a ≠ 0 x ⇒ f ( x) = a  +    2  2a   4a 2   2 2 b  −  b 2 − 4ac  . x ∈ R    −b    − D  2 Grafik fungsi f ( x) = g  x −    +   adalah grafik fungsi kuadrat g(x) = ax . 260 Buku Guru Kelas X . a ≠ 0 ⇒ f ( x) = a  x 2 + x+ b 2 − 2  a 4a 2 4a 2 a   2 2 2 b  −  b 2 − 4ac  . x ∈ R. Grafik persamaan fungsi g(x) = ax2.  2a    4a      −b    − D   −b    − D  +  kearah f ( x) =sejauh g  x −   satuan fx ( xdan )=g x ∈ R. a.

2   −b    − D  Dari fungsi kuadrat f ( x) = a  x −    +   . Diharapkan siswa menyimpulkan sebagai berikut. b. memiliki a. Titik puncak P ( • −b − D .c. dapat diturunkan beberapa sifat. ♦ Meminta siswa menyimpulkan aturan menentukan persamaan garis sumbu simetri dan titik puncak grafik fungsi kuadrat. Persamaan sumbu simetri x = b. dengan a. Diharapkan siswa menyimpulkan sebagai berikut. 2a 4a −b dan 2a Dari beberapa sajian grafik persamaan fungsi kuadrat sebelumnya turunkan sifatsifat grafik persamaan fungsi kuadrat dan menyajikan beberapa kemungkinan kondisi grafik tersebut terkait dengan koefisien x2 . dengan a. Sifat-4 Grafik fungsi kuadrat f(x) = ax2 + bx + c. Grafik persamaan fungsi g(x) = ax2. x ∈ R digeser dalam arah Sumbu-y positif   −b    − D  untuk mendapatkan grafik persamaan fungsi f ( x) = g  x −    +   jika 2a    4a      −b    − D  + f ( x) = g dan jika > 0 (a dan b berlawanan tanda). c adalah bilangan  2a    4a   real dan a ≠ 0. x ∈ R digeser dalam arah Sumbu-y negatif untuk mendapatkan    −b    − D   −b    − D  + grafik fungsi f ( x) = g  x −    +  f (  x)jika = g dan jika < 0 (a dan b  x −hanya     2a    4a   2a    4a    bertanda sama). Meminta siswa menyimpulkan aturan menentukan persamaan garis sumbu simetri dan titik puncak grafik fungsi kuadrat. b. nilai diskriminan dan nilai fungsi tersebut. ). Matematika 261 . Grafik g(x) = ax2. c adalah bilangan real dan a ≠ 0.  x −hanya     2a    4a   d.

dengan a.  D 2a balik maksimum P( 4a . c bilangan real kuadrat f(x) = ax2 + bx + c.( ) )2 fungsi dan c bilangan real a ≠ 0 terbuka 2a ke bawah 4a dan memiliki titik balik maksimum −b − D . dengan a. dengan2 a. SISWA 261 262 Buku Guru Kelas X . dengan a. ). maka f(x) = ke ax2 + bx + c.  b). maka f(x) = ax2 + bx + c. nilai diskriminan dan nilai fungsi tersebut. + ( kuadrat ) terbuka persamaan fungsi f(x)grafik = a(xpersamaan . dan c bilangan real a ≠ 0 terbuka ke 4 atas b  D .( b D Jika kuadrat a > 0. b 2 D )) + ( ).( ) )2 fungsi + ( kuadrat ) terbuka ke 2a a dan memiliki titik balik minimum b. b. Jika D = 0 maka grafik y = f(x) menyinggung Sumbu-x pada satu titik k y = f(x) memotong Sumbux pada duaytitik c. Jika D < 0 maka grafik = f(xberbeda ) tidak memotong Sumbu-x Pada gambar berikut diperlihatkan berbagai kemungkinan letak parabola terhadap Sumbu-x. b. ). c adalah bilangan real dan a 2a 4a berapa sifat. persamaan fungsi f(x) grafik = a(x persamaan . b. dengan a. c adalah bilangan real dan dan a ≠ 0. Misal D = b – 4ac (D adalah diskriminan) a. 2a 4a lik minimum P( b D Jika kuadrat a < 0. b. Sifat-5 = a(x . Jika D > 0 maka grafik y = f(x) memotong Sumbu-x pada dua titik berbeda (D adalah diskriminan) b.kuadrat dan menyajikan beberapa kemungkinan kondisi grafik oefisien x2 . P( Sifat-6 2a 4a Sifat-7 Grafik persamaan fungsi kuadrat f(x) = ax2 + bx + c.

Persamaan kuadrat adalah suatu persamaan aljabar yang dinyatakan dalam bentuk ax2 + bx + c = 0. Matematika 263 . • • Kita cermati konsep persamaan kuadrat dan fungsi kuadrat sebagai berikut. Jadi persamaan kuadrat dapat diperoleh dari fungsi kuadrat dengan mengganti nilai fungsi f dengan suatu bilangan real. 0) dan (x2. 0) adalah titik-titik potong kurva fungsi kuadrat tersebut terhadap sumbu-x. Sifat-8 Jika sebuah fungsi kuadrat diberi nilai k. c adalah bilangan real dan a ≠ 0. c adalah bilangan real dan a ≠ 0. dengan k ∈ R maka diperoleh sebuah persamaan kuadrat. dengan a. Berdasarkan kedua konsep di atas jelas kelihatan bahwa pembuat nol fungsi kuadrat y = f(x) = ax2 + bx + c. serta menyatakan konsep yang satu dari konsep yang lain. adalah nilai x yang jika disubtitusikan ke persamaan fungsi kuadrat tersebut mengakibatkan ax2 + bx + c = 0.3. dengan a. Fungsi kuadrat adalah suatu fungsi yang dinyatakan dalam bentuk f(x) = ax2 + bx + c. Nilai x yang memenuhi persamaan kuadrat ax2 + bx + c = 0 inilah yang menjadikan f(x) = 0 dan titik (x1. Hubungan Persamaan Kuadrat dan Fungsi Kuadrat ♦ Meminta siswa mencermati kembali Definisi-1 dan Definisi-2. dan menemukan keterkaitan kedua konsep. b. b.

Persegi ABCD dengan panjang sisinya a cm. x ∈ R. x ∈ R. Buatlah pemecahan masalah tersebut dengan menerapkan berbagai sifat grafik fungsi kuadrat yang telah kamu pelajari. f(x) =-2x2–3x+7. Gambarkanlah grafik fungsi kuadrat di bawah ini. Tentukan luas minimum DEF ! 5. f(x) = 3x2+5x-4. Pada sisi AB diberi titik E dengan panjang AE adalah x cm. Temukan grafik fungsi kuadrat f(x) = 4x2 – 8x + 3 dari grafik fungsi kuadrat g(x) = 4x2! Projek Rancanglah masalah nyata yang melibatkan grafik fungsi kuadrat pada bidang teknik bangunan dan fisika. b. Panjang EB = FC.2 fungsi bernilai -11. Sebuah fungsi kuadrat mempunyai nilai maksimum -3 pada saat x = 2. Diantara sisi BC diberi titik F dengan panjang BF = AE. 3. Tentukan fungsi kuadrat tersebut ! 2.(untuk setiap x bilangan real) a. 264 Buku Guru Kelas X . Tentukan daerah hasil fungsi f ! 6. Tentukan luas minimum segi empat EFGH di bawah ini ! 4.4 1. x ∈ R .Uji Kompetensi 7. sedangkan untuk x = . Buat laporan hasil kerjamu dan sajikan di depan kelas. Daerah asal fungsi kuadrat f(x) = -2x2 + 4x + 3 adalah himpunan A = {x |-2 ≤ x ≤ 3.

x1b. maka parabola menyinggung sumbu x. dan c.dan dan c. b. 2  2a a Hasil Kali Akar-Akar Persamaan Kuadrat 3. dengan R a ≠ . Melengkapkan b. dapat dirangkum sebagai ber 1. maka parabola terbuka ke atas.c ax cara berikut. Bentuk persamaan kuadrat dengan akar-akar x 1 a a a a 2 4. umum kuadrat adalah kuadrat.1x )( x–x =0 1 2 1 2 Rumus abc adalah Rumus sebagai abc berikut. grafik fungsi kuadrat dapat diilustrasikan sebagi bentuk lintasan lengkung atau parabola dengan karakteristik sebagai berikut. Matematika 265 . b c berlaku.x1)(x 4. D. dengan c.merupakan Jika x1 dan akar-akar x2 merupakan persamaan akar-akar kuadrat. maka parabola terbuka ke bawah. berhubungan erat dengan koefisien+ bx + c = 0. Jumlah dan Hasil 3. Rumus abc adalah sebagai berikut. a. a. Untuk menentukan akar-akar suatu persamaan kuadrat dapat dilakukan dengan 2 2  + c = 0. berhubungan dengan koefisienerat denga Akar-akar persamaan Akar-akar kuadrat persamaan ax kuadrat ax koefisien a. Beberapa Bentukkuadrat. Jika x1 dan x2 merupakan akar-akar persama koefisien a. Bentuk Melengkapkan Kuadrat Sempurna. ( ) Telah PENUTUP kita temukan konsep dan aturan yang berlaku pada persamaan dan fungsi PENUTUP kuadrat. Melengkapkan Bentuk Kuadrat Sempurna. 2  4ac x1. dan koefisien c. bdan .. x 2  dan 2 dan x adalah (x . pada bahasan dapat dirangkum dapat sebagai dirangkum berikut. d. Gambarkanlah 6. berikut. pada Telah kita temukan Telah konsep kitaTelah temukan dan aturan konsep yang berlaku aturan pada yang persamaan berlaku dan fungsi persamaan kita temukan konsep dan aturan yang berlaku pada persa kuadrat. c. Dari BUKU PEGANGAN SISWA bentuk aljabar tersebut. Gambarkanlah grafik fungsi kuadrat di bawah ini. berhubungan + bx + c = erat 0. Untuk menentukan akar-akar suatu persamaan kuadrat dapat dilaku 2. a ≠ 0. Memfaktorkan. dengan . e. Jumlah2 dan 3. b.6. maka parabola tidak memotong maupun menyinggung sumbu x. Memfaktorkan. Bentuk umum Persamaan kuadrat adalah 2. Bentuk persamaan kuadrat dengan akar-akar x dan x adalah (x . c.x1)(x – x2) 4. dan c. Untuk akar-akar menentukan suatu persamaan akar-akar suatu kuadrat persamaan dapat dilakukan kuadrat dapat dengan dilakukan cara Memfaktorkan. Melengkapkan Bentuk Kuadrat Sempurna.(untuk bilangan setiap real) x bilangan re a. dengan a. Beberapa hal yang penting sebagai pegangan kita untuk 2 melanjutkan melanjutkan bahasan materi berikutnya. berlaku. Jika D = 0. Memfaktorkan. berikut.Rumus Rumus untuk menentukan akar-akar persamaan kuadrat atau sering dis Rumus untuk menentukan Rumus untuk akar-akar menentukan persamaan akar-akar kuadrat persamaan atau sering kuadrat disebut atau dengan sering disebut Rumus abc adalah sebagai berikut. b. Persamaan Bentuk umum kuadrat Persamaan adalah kuadrat adalah 1. b. sebagai berikut. berikut. persamaan maka ku berlaku. PENUTUP 6. = c 0. x1  x 2   x1 . hal Persamaan yang Beberapa penting hal sebagai yang penting pegangan sebagai kita untuk pegangan mendalami kita untuk dan men 1. b. Jika a < 0. berhubungan erat d 2 2 2 Akar-akar persamaan kuadrat ax + bx + c = 0. 2. 1 x2 2 koefisien a. Menggunakan Rumus abc. b 0. maka parabola memotong sumbu x di dua titik. c aR aR ≠ dan 0. adalah sebagai berikut. Bentuk persamaan kuadrat dengan akar-akar 2 adalah (x1-dan 2– 4. b. x2  x1  x 2   x1  x  x1 . Bentuk persamaan kuadrat dengan akar-akar x1 dan x x )( xx adalah x2)) = ( 0 x . b.(untuk setiap x bilang ( ) a. Jika D > 0. b. ( ) ( ) R . Jumlah dan HasilAkar-Akar Kali Akar-Akar Persamaan Kuadrat 3. Untuk menentukan 2. x 2  dan b b c c a a dan x1dan . b. b c . Karakteristik Grafik Fungsi Kuadrat Fungsi kuadrat memiliki bentuk umum dengan a. Menggunakan Menggunakan abc. dengan + bx a + . dapatdan dirangkum sebagai berikut. Jika D < 0. a. Jika a > 0. Beberapa halPENUTUP yang penting sebagai pegangan kita untuk mendalami dan melanjutkan materi pada bahasan berikutnya. ( ) ( ) b. Rumus untuk menentukan akar-akar kuadrat atau sering disebut c. c materi ∈R dan a ≠ berikutnya. Jumlah Kali dan HasilPersamaan Kali Akar-Akar Kuadrat Persamaan Kuadrat Akar-akar persamaan kuadrat ax2+ bx + c = 0.(untuk di bawah setiap x ini. Menggunakan Rumus abc. 264 BUKU PEGANGAN BUKU SISWA PEGANGAN SISWA a. + bx +pada c = 0. b. ax2 + bx ax + bx +dan c =a 0. c ∈ R dan a ≠ 0. 2  b  b  4ac 5. Bentukpersamaan Kuadrat Sempurna. Jika x dan x merupakan akar-akar persamaan kuadrat. maka berlaku. 0. Rumus abc. 2 b  b  b 2  4ac  b  2a x1. 2  x1. Jikaa.grafik Gambarkanlah fungsi kuadrat grafik di fungsi bawahkuadrat ini. axmateri melanjutkan pada bahasan berikutnya. Bentuk umum 1. Tentukan daerah hasil fungsi f ! a.

dan bidang pada bidang datar dan ruang dimensi tiga. e. −4a  b D . 266 Buku Guru Kelas X . Koordinat titik balik sebuah grafik fungsi kuadrat adalah  − c. Menentukan titik potong dengan sumbu x.6. Selanjutnya akan kita bahas tentang geometri terkait kedudukan titik. garis. Langkah-langkah yang diperlukan untuk membuat sketsa grafik fungsi kuadrat y = ax2 + bx adalah sebagai berikut a. kita telah terapkan dalam berbagai pemecahan masalah nyata. Menentukan persamaan sumbu simetri x = − . b  2a 4a  Kita telah menemukan berbagai konsep dan sifat-sifat yang berlaku pada persamaan dan fungsi kuadrat. . Menentukan titik potong dengan sumbu y. diperoleh jika x = 0. b. Demikian juga. Penguasaan kamu pada materi pada setiap bahasan akan bermanfaat dalam mendalami materi selanjutnya. diperoleh jika y = 0. Menentukan nilai ekstrim grafik y = . sudut. 2a D d.

5. menghayati pola hidup disiplin. memahami dan menentukan hubungan perbandingan trigonometri dari sudut di setiap kuadran. siswa memperoleh pengalaman belajar: • menemukan konsep perbandingan trigonometri melalui pemecahan masalah otentik. 6. memahami konsep fungsi Trigonometri dan menganalisis grafik fungsinya serta menentukan hubungan nilai fungsi Trigonometri sudut-sudut istimewa. 7. 4. dan secan) Identitas trigonometri . 3. Pengalaman Belajar Melalui pembelajaran materi trigonometri. cotangen. 2.Bab Trigonometri A. KOMPETENSI DASAR DAN PENGALAMAN BELAJAR Kompetensi Dasar Setelah mengikuti pembelajaran ini siswa mampu: 1. • berpikir tingkat tinggi (berpikir kritis dan kreatif) dalam menyelidiki dan mengaplikasikan konsep trigonometri dalam memecahkan masalah otentik. cosecan. • berkolaborasi memecahkan masalah aktual dengan pola interaksi sosial kultur. konsisten dan jujur serta menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. tangen. bertanggungjawab. menemukan sifat-sifat dan hubungan antar perbandingan trigonometri dalam segitiga sikusiku. • • • • • • Sudut Derajat Radian Kuadran Perbandingan Sudut (Sinus. memahami konsep perbandingan trigonometri pada segitiga siku-siku melalui penyelidikan dan diskusi tentang hubungan perbandingan sisi-sisi yang bersesuaian dalam beberapa segitiga sikusiku sebangun. kritis. motivasi internal dan sikap peduli lingkungan melalui kegiatan kemanusiaan dan bisnis dan dalam kehidupan sehari-hari. menghayati rasa percaya diri.Cosinus. memilih dan menerapkan dalam penyelesaian masalah nyata dan matematika. menghayati kesadaran hak dan kewajiban serta toleransi terhadap berbagai perbedaan di dalam masyarakat majemuk sebagai gambaran menerapkan nilai-nilai matematis.

PETA KONSEP Segitiga Materi Prasayarat Masalah Otentik Segitiga Siku-siku Perbandingan Sisi-sisi dalam Segitiga sin α cos α tan α sec tan α cosec α cot α Segitiga Siku-siku 268 Buku Guru Kelas X .B.

ada dua ukuran yang digunakan untuk menentukan besar suatu sudut. ajukan pada siswa Gambar 8. Ukuran Sudut (Derajat dan Radian) Pada umumnya. terlebih dahulu perkenalkan kepada siswa tentang ukuran sudut dalam derajat dan radian. Berikan pemahaman kepada siswa tentang ukuran sudut dalam derajat dan radian! Ajak siswa untuk mencermati Gambar 8.1 Besar ∠AOB = AB rad r Matematika 269 . kamu dapat mendeskripsikan untuk beberapa satuan putaran yang lain.1. Singkatnya. perhatikan Gambar 8. yaitu derajat dan radian. MATERI PEMBELAJARAN Sebelum memahami menemukan konsep dasar sudut. Jika panjang busur tidak sama dengan r. Cermati gambar 360 berikut ini! 1 1 1 1 1 1 1 1 1 putaran putaran putaran putaran putaran putaran putaran putaran putaran 360 360 4360 4 2 4 2 2 Gambar 8. mari kita pelajari teori mengenai radian.2 Ukuran radian Definisi 8. AB Jika besar ∠AOB = α .2. Sebelum kita memahami hubungan “derajat dengan radian”.C.1. dari Gambar 8.1 Deskripsi besar rotasi 1 putaran Tentunya. maka α = =1 r radian. maka cara menentukan besar sudut tersebut dalam satuan radian diselesaikan menggunakan rumus perbandingan: Gambar 8. Biarkan siswa lebih dahulu memahami besarnya rotasi. Tanda “O” dan “rad” berturut-turut menyatakan simbol derajat dan radian. atau 1O didefenisikan 1 sebagai besarnya sudut yang dibentuk oleh kali putaran penuh.1! 1. AB = OA = OB. putaran penuh = 360O. Satu radian diartikan sebagai ukuran sudut pusat α yang panjang busurnya sama dengan jari-jari.

berapa besar putaran dalam derajat per detik? Berapa putaran dalam radian per detik? 270 Buku Guru Kelas X . 180 2 3 4180 3 4 2 2 3 3 4 3 4 2 3 180 2 3 4 3 4 2 3 ≠ 1 1 1 ≠2 3 1 3 1 4 1 2 3 3 4 ≠ 1 1 1 ≠ 2 31 31 4 1 2 3 3 4 4... 5. Definisi 8.Lebih lanjut.40.. Seperti dinyatakan dalam definisi berikut. Contoh 8..1 Perhatikan jenis ukuran sudut berikut ini. Definisi 8... bahwa 1 putaran penuh sama dengan 2π rad.. saat pukul 14. π rad = . rad = . Jika suatu alat pemancar berputar 60 putaran dalam setiap menit. 1 1 1 1 1 2 3 3 4 1. dan ubahlah. putaran 4.3O 180 Perhatikan hubungan secara aljabar antara derajat dengan radian berikut ini. 180 2 3 4180 3 4 2 2 3 3 4 3 4 2 3 180180 2 32 4 3 3 4 4 3 2 43 2 3 ≠ 1 1 1 ≠ 2 31 3 1 4 1 2 3 3 4 ≠ 1 1 1 2 3 3 4 3..° 5 6 2 3 4 3 4 2 3 3... rad = .. sama dengan berapa radian?. putaran = × 360O = 120O ⇔ 120O = 120 × rad = � rad. 180 2 3 4180 3 4 2 2 3 3 4 3 4 2 3 180 2 3 4180 3 4 2 2 3 3 4 3 4 2 3 ≠ 1 1 1 ≠ 2 31 31 4 1 2 3 3 4 ≠ 1 1 ≠ 1 2 13 13 1 4 2 3 3 4 5. hubungan satuan derajat dengan satuan radian.2 360O = 2� rad atau 1O = ≠ rad atau 1 rad = 57.3 ≠ 1 1 1 ≠2 3 1 3 1 4 1 2 3 3 4 ≠ 1 ≠1 1 1 1 2 1 3 2 3 3 43 4 1. 135° = . 180 2 3 4180 3 4 2 2 3 3 4 3 4 2 3 180 180 2 3 2 43 3 4 43 2 4 3 2 3 ≠ 1 1 1 ≠ ≠ ≠ 2 31 31 4 1 2 3 3 4 1 1 11 1 21 3 23 3 4 3 4 2. 180 2 3 4180 3 4 22 3 3 4 3 4 2 3 180 2 3180 4 3 2 4 3 2 4 3 3 4 2 3 ♦ Minta siswa untuk memahami contoh 1. putaran = × 360O = 240O ⇔ 240O = 240 × rad = � rad. putaran = × 360O = 180O ⇔ 180O = 180 × rad = � rad. putaran = × 360O = 270O ⇔ 270O = 270 × rad = � rad.. putaran = × 360O = 90O ⇔ 90O = 90 × rad = � rad. Sudut yang dibentuk jarum jam.° 5 6 2 3 4 3 4 2 3 1 1 1 1 1 2 3 3 4 2 putaran = . putaran = .

Selain itu. π rad = 5 6 2 3 4 3 4 2 3 5 6 2 3 4 3 4 2 1 11 11 11 11 12 23 1 33 34 4 1 × putaran = putaran = × 360° = 36°. dan bertanda “negatif” jika arah putarannya searah dengan jarum jam. sudut didefinisikan sebagai hasil rotasi dari sisi awal (initial side) ke sisi akhir (terminal side). Hitungan satu tahun pada kalender Babilonia. arah putaran memiliki makna dalam sudut. Jika setiap menit. Karena 1 putaran = 2π rad. 30° = 30° × rad = 180 1 1 1 1 1 2 3 3 4 π rad. Dalam kajian geometris. jadi pemacar tersebut berputar sebesar 360°/detik. Karena 1 putaran penuh = 360°. Selanjutnya. 360° = 2π rad. putaran = π rad. Sudut bertanda negatif Gambar 8. Sudut bertanda positif b.Penyelesaian 1 1 1 1 1 2 3 3 4 1 1 1 1 1 2 3 3 1. 1 1 1 ≠ 1 1 1 1 2 1 31 31 421 31 31 41 1 2 3 3 4 3. putaran = × (2π rad) = π rad = π × 5 6 2 3 45 36 42 235346 32 43 5 24 6 33 24 32 43 3 ≠ 4 2 3 = 60°. artinya dalam 1 detik. pertama sekali diperkenalkan oleh bangsa Babilonia.3 Sudut berdasarkan arah putaran Matematika 271 . mari kita cermati deskripsi berikut ini. artinya pemancar tersebut berputar sebesar 2π rad/detik. 5 56 62 23 34 43 34 10 42 23 3 10 1 1 1 1 11 21 31 311411 21 31 1 3 11 42 13 13 1 4 2 180 3O 3 4 2. 1 2 3 6 5 10 360°.55 adalah 30°. 180 5 6 2 3 5 4 6 3 2 43 24 335 46 22 33 4 3 4 2 3 ≠ 4. yaitu sebanyak 365 hari. alat tersebut melakukan rotasi sebanyak 60 putaran. Pemancar berputar sebanyak 1 putaran. Untuk memudahkannya. 135° = 135° × rad = π rad = × putaran = putaran. 5 6 2 3 4 3 4 2 3 5. Oleh karena itu. Jadi. 1 putaran = 360° = 2π rad. Sisi awal Sisi akhir Sisi akhir Sisi awal a. Arah putaran sudut juga dapat diperhatikan pada posisi sisi akhir terhadap sisi awal. Sudut yang terbentuk pada pukul 11. Suatu sudut bertanda “positif” jika arah putarannya berlawanan dengan arah putaran jarum jam.

yaitu 0°. disebut sudut standar (baku). Besar sudut pada setiap kuadran Gambar 8. Selain itu. seperti. memiliki sisi-sisi akhir (terminal side) yang berimpit. 180°. 90°. cermati contoh dan pembahasan di bawah ini. Sebagai catatan. B. 270° dan 360°. jika sisi awal berimpit dengan sumbu x dan sisi terminal terletak pada salah satu kuadran pada koordinat kartesius. sudut yang seperti ini disebut pembatas kuadran. Sudut baku dan sudut koterminal 270O b. maka sudut β disebut sebagai sudut koterminal.2 Gambarkanlah sudut-sudut baku di bawah ini. seperti A.4 Sudut-sudut koterminal adalah dua sudut ditempatkan pada posisi standar. C. seperti yang dideskripsikan pada gambar di bawah ini. a) 60° b) –45° c) 120° d) 600° 272 Buku Guru Kelas X . bahwa untuk menyatakan suatu sudut. Dalam koordinat kartesius. dan D. lazimnya menggunakan huruf Yunani. Y Kuadran II 90O – 180O α β X 180O Kuadran III 180O – 270O a. Jika sisi akhir berada pada salah satu sumbu pada koordinat tersebut. Untuk memantapkan pemahaman akan sudut baku dan pembatas kuadran. jika sudut yang dihasilkan sebesar α.4 Sudut secara geometri dan pembatas kuadran Kuadran IV 270O – 360O 0O 90O Kuadran I 0O – 90O Definisi 8. α (alpha). dan θ (tetha). Contoh 8. dan tentukan posisi setiap sudut pada koordinat kartesius. dan juga menggunakan huruf-huruf kapital. γ (gamma). β (betha).

d. 2β d. putaran c. 90° c.5 Sudut pada setiap kuadran Uji Kompetensi 8. a. Sisi awal terletak pada sumbu X dan sisi terminal OA terletak di kuadran IV. ubahlah ke bentuk satuan derajat dan radian. a.54° Matematika 273 . Jika kita perhatikan jam. putaran 6 5 10 2. f. 68° b. e. 3θ c. tentukan posisi setiap sudut tersebut. 45° c.Penyelesaian  a) b) c) d) Sisi awal terletak pada sumbu X dan sisi terminal OA terletak di kuadran I. 2β – θ 4.1 1. Gambar 8. Perhatikan kombinasi setiap sudut dan kedua sudut tersebut. 225° f. dan tentukanlah posisinya. dalam satuan radian. 12 7 12 5 7 8 5 16 8 15 16 15 5≠ 7 3≠ 7≠ 8 7≠ 8≠ ≠ 5≠ 3 b.4° b. Misalkan. 15° c. a. 12 12 7 7 5 5 8 16 8 16 15 15 7. 3. Besar sudut dalam satuan derajat berikut ini. nyatakan setiap sudut di atas. Ubahlah sudut-sudut berikut ke bentuk radian. 180° d. Sisi awal terletak pada sumbu X dan sisi terminal OP terletak di kuadran II. 120° 6. –270° c. 96° 5. 1 2 3 1 2 3 a. sudut θ merupakan sudut lancip dan sudut β adalah sudut tumpul. berapa kali kah dalam 1 hari terbentuk sudut-sudut di bawah ini. 105° d. Untuk setiap besar sudut di bawah ini. Tentukanlah sudut komplemen dan suplemen setiap sudut di bawah ini. a. Sisi awal terletak pada sumbu X dan sisi terminal OR terletak di kuadran III. putaran 6 5 10 6 5 10 1 2 3 b. 90° d. 1200° Selanjutnya. 30° b. 87. Ubahlah sudut-sudut berikut ke bentuk derajat. 0. 36° d. 12 12 7 5 7 8 5 16 8 15 16 15 3≠ 3 7≠ 7≠ 8≠ 8≠ ≠ 5 ≠ ≠ 5 ≠ 7 ≠ 7 c. θ + β b. a. 135° e. 5 3 7 7 ≠ 5≠ ≠ 3 ≠ ≠ 7 ≠ ≠ 7 ≠ ≠ 8 ≠ ≠ 8≠ a. 300° b.

6 m) EC = panjang bayangan pak Yahya (6. Dani masih kelas II Sekolah Dasar. Konsep Dasar Sudut ♦ Ajak siswa untuk memahami deskripsi berikut.Projek Himpun berbagai informasi penerapan sudut pada bidang fisika dan masalah nyata. Buatlah laporanmu dan sajikan di depan kelas. Dani adalah anak yang baik dan suka bertanya. Dani melihat bayangan setiap benda ditanah. dan ∆FGC sebagai berikut.Tetapi dia tidak dapat mengukur panjang bayangannya sendiri karena bayangannya mengikuti pergerakannya. Tinggi badannya 1. A D F C B E G Gambar 8. namanya Dani. Pak Yahya adalah seorang penjaga sekolah. Mari kita gambarkan segitiga sesuai cerita di atas.4 m) FG = tinggi Dani (1.2 m) GC = panjang bayangan Dani Berdasarkan gambar segitiga di atas terdapat tiga buah segitiga. Coba rancang pemecahan masalah terkait informasi yang kamu peroleh. Ayahnya menjawab 8m.4m dan 32m. Dia mempunyai seorang anak. disaat dia menemani ayahnya membersihkan rumput liar di lapangan. Dengan senyum. Suatu sore. 274 Buku Guru Kelas X . yaitu ∆ABC. yaitu 6. ∆DEC.6 Model tiang bendera dan orang Dimana: AB = tinggi tiang bendera (8 m) BC = panjang bayangan tiang (32 m) DE = tinggi pak Yahya (1.6m. Dia mengambil tali meteran dan mengukur panjang bayangan ayahnya dan panjang bayangan tiang bendera. ♦ Tanyakan kepada siswa bagaimana jika mereka berperan sebagai Dani.2m. Dia pernah bertanya kepada ayahnya tentang tinggi tiang bendera di lapangan itu. 2. Tinggi pak Yahya adalah 1. apakah siswa dapat mengukur bayangannya sendiri? Konsep kesebangunan pada segitiga terdapat pada cerita tersebut.

6 8 sisi di depan sudut a. 25 GC EC BC 4. Jika siswa mengalami kesulitan. Jika tidak ada siswa yang mampu menyelesaikannya. 4 Dengan menggunakan teorema Phytagoras diperoleh nilai dari FC = g = 24.25 Dari ketiga segitiga tersebut. ∆DEC. ditulis cos x0 = 0. FG DE AB 1. terdapat perbandingan yang sama. ditulis sin x0 = 0. 52 1088 sisi miring segitiga Perbandingan ini disebut dengan sinus sudut C. 97 FC DC AC sisi miring segitiga 24. ajak siswa untuk memahami alternatif penyelesaian yang diberikan. Karena ∆ABC. 6 8 sisi di depan sudut c.7 Kesebangunan ♦ Berikan pemahaman tentang sifat yang berlaku pada kesebangunan. dan ∆FGC adalah sebangun maka berlaku FG GC 1. 8 6. 2 f = = = f = 48 f = 4. 8 6. dan ∆FGC diperoleh perbandingan sebagai berikut. 48 43. Matematika 275 .8 . 4 32 sisi di i samping sudut Perbandingan ini disebut dengan tangen sudut C. 48 . Perhatikan perbandingan berikut. ♦ Ajukan Masalah 9. 24 FC DC AC 24. 52 1088 Perbandingan ini disebut dengan cosinus sudut C. selanjutnya dengan alas an kesebangunan maka akan diperoleh sebagai berikut. 48 43. minta siswa untuk memahami masalah yang diajukan.Gambar 8. bantu siswa agar siswa mampu memahami masalahnya dan dapat menyelesaikan dengan caranya sendiri. ditulis tan x0 = 0. 2 1.97 FG DE AB 1.⇒ Diperoleh DE EC 1. 4 32 sisi di samping sud dut b. = = = = = = = 0.1. = = = = = = = 0. GC = = = = = = = 0. ∆DEC. 2 1. Berdasarkan ∆ABC. 6 6.24 EC BC 4.

Dimana: AC = tinggi tiang bendera DG = tinggi guru pertama EF = tinggi guru kedua DE = jarak kedua guru Gambar 8.1 Dua orang guru dengan tinggi badan yang sama yaitu 170 cm sedang berdiri memandang puncak tiang bendera di sekolahnya. Guru pertama berdiri tepat 10 m di depan guru kedua.9 Model masalah tiang bendera Alternatif Penyelesaian Berdasarkan pengalaman kita di awal pembicaraan di atas maka kita memiliki perbandingan. sebagai berikut: 30° 10 × tan 60° × tan 30° AB AB AB AB AB AB AB  AB 10 × tan AB  60° × tan  =  = BG = 10 + tan 60° = ⇔  10 + tan 60 30 ° °  tan 60° − tan 30° tan 60 BG tan 60° BF 10 BG + BGtan BF60°10  + BG  ° − tan  60° tan AB AB AB AB AB  10 × tan 60° × tan 30°  = + AB = (10 tan 30° = 10 ⇔  + BG) × tan 30° BG tan 60° BF 10 + BG  tan 60°  tan 60° − tan 30° AB AB AB AB AB  10 × tan 60° × tan 30°  =⇔ AB = 10 +  × tan 30° BG tan 60° BF 10 + BG  tan 60°  tan 60° − tan 30° ⇔ AB × tan 60° = (10 × tan 60° + AB) × tan 30° ⇔ AB × tan 60° = 10 × tan 60° × tan 30° + AB × tan 30° 276 Buku Guru Kelas X .3 sebagai berikut. dan kedua guru tersebut adalah titik. maka dapat diperoleh Gambar 9. Ujung puncak tiang bendera dan kepala kedua guru juga diwakili oleh titik.8 Tiang Bendera Memahami dan Merencanakan Pemecahan Masalah Misalkan tempat berdiri tegak tiang bendera.Masalah-8. Jika sudut elevasi guru pertama 600 dan guru kedua 300 maka dapatkah anda menghitung tinggi tiang bendera tersebut? Gambar 8.

Perbandingan Trigonometri pada Segitiga Siku-Siku Pada subbab ini. akan dipahami konsep perbandingan trigonometri pada suatu segitiga siku-siku. Rumah adat tersebut berdiri kokoh sebagai hasil Gambar 8.10 Rumah Adat Suku Dayak hubungan yang tepat antara besar sudut yang dikaitkan dengan panjang sisi-sisinya.11.12 Segitiga PBJ Dari Gambar 8. Ilustrasinya Matematika 277 . Perhatikan Gambar 8. misalnya. kajian mengenai trigonometri sudah tercermin dari berbagai ikon kehidupan mereka. Dalam kehidupan sehari-hari sering kita jumpai bentuk segitiga siku-siku.11 berikut. ⇔ AB × tan 60° – AB × tan 30° = 10 × tan 60° × tan 30° ⇔ AB × (tan 60° – tan 30°) = 10 × tan 60° × tan 30° AB AB AB AB AB  10 × tan 60° × tan 30°  = = 10 +⇔ AB  BG tan 60° BF 10 + BG  tan 60°  tan 60° − tan 30° Jadi. meletakkan posisi sapu. Misalnya. dapat dicermati bahwa dinding dengan lantai saling tegak lurus membentuk sudut siku-siku dan sapu membentuk sisi miring. Apakah para Arsitektur tersebut mempelajari trigonometri juga? 3. tinggi tiang bendera adalah: B AB AB AB AB  10 × tan 60° × tan 30°  =AC = AB + +atau AC  BC = + 17 m.11 Posisi Sapu di dinding Gambar 8. 10 G tan 60° BF 10 + BG  tan 60°  tan 60° − tan 30° Pada peradaban kehidupan budaya Dayak. sudah menerapkan kesetimbangan bangunan pada rumah adat yang mereka ciptakan. Gambar 8. para arsitekturnya.

BJ BJ PJ PB Sin J PJ Cos J PB Tan J 2. tangen J.disajikan pada Gambar 8. cosecan J. dan JB. Selain itu. tangen suatu sudut didefinisikan sebagai perbandingan panjang sisi di depan PB PJ PB BJ 1 BJ 1 PJ sudut dengan sisi di samping sudut. 278 Buku Guru Kelas X . Definisi 8. ditulis cotan J = atau cotan BJ BJ PJ PB Sin J PJ Cos J PB Tan J 1 1 J= . yaitu PB.5 1 J sin J ' 1. dapat disebut sisi-sisi segitiga sikusiku berturut-turut. dan P adalah sudut siku-siku. konsep matematika lain yang perlu diingat kembali adalah teorema Phytagoras. Adapun hubungan perbandingan antara sudut lancip dan sisi-sisi segitiga siku-siku BPJ di atas.12. ajak siswa untuk memahami dan mempelajari contoh-contoh soal berikut. BJ BJ PJ PB Sin J PJ Cos J PB T 4. dan sisi di depan sudut tentunya dapat mudah diperhatikan. cos J ' tan J '. B. cosinus suatu sudut didefinisikan sebagai perbandingan panjang sisi di PB PJ PB BJ 1 BJ 1 PJ samping sudut dengan sisi miring cosinus J. 6. dan ketiga sudutnya.12. silahkan rumuskan ke enam jenis perbandingan sudut untuk sudut B. cotangen J.J = = = BJ BJ PJ PB Sin J PJ Cos J J 'PB Tan J' sin cos J tan J '. cotangen suatu sudut didefinisikan sebagai perbandingan sisi di samping PB PJ PB BJ 1 BJ 1 PJ 1 sudut dengan sisi di depan sudut. pengenalan akan sisi miring. Nah. secan suatu sudut didefinisikan sebagai perbandingan panjang sisi miring PB PJ PB BJ BJ 1 1 1 PJ 1 1 dengan sisi di samping sudut. ditulis sin J = . berturut-turut yaitu. J. Sudut yang menjadi perhatian adalah sudut lancip pada segitiga siku-siku tersebut. secan J. sinus suatu sudut didefinisikan sebagai perbandingan panjang sisi di depan PB PJ PB BJ 1 BJ 1 PJ 1 sudut dengan sisi miring.J atau sec J . yaitu ∠J dan ∠B. ♦ Agar siswa lebih memahami konsep perbandingan. Jika diperhatikan aturan perbandingan di atas. cosecan suatu sudut didefinisikan sebagai panjang sisi miring dengan sisi PB PJ PB BJ 1 BJ 1 PJ 1 1 1 1 di depan sudut. sisi di samping sudut. ditulis cos J = . ditulis sec J = . BJ BJ PJ PB Sin J PJ Cos J PB 3. ditulis cosec J = . karena yang telah didefinisikan perbadingan sudut untuk sudut lancip J. PJ. Dari Gambar 8.J J= BJ BJ PJ PB Sin J PJ Cos Jsin PB J J' J ' Tan cos tan J 5. ditulis tan J = . atau cosec = J = .

8 Diketahui tan M = . Penyelesaian Untuk segitiga di samping. Contoh 8. 2. yaitu sisi KL. hanya satu sisi yang diketahui panjang sisinya. tetapi sisi miring selalu dihadapan sudut siku-siku. Artinya. Selanjutnya. kita mulai dari tan M = . dengan Teorema Phytagoras diperoleh panjang sisi = 5 satuan.Contoh 8. bahwa Matematika 279 . siku-siku di ∠ABC. Panjang sisi miring 5 Panjang sisi di depan sudut A 4 = Panjang sisi di samping sudut A 3 Gambar 8. menurut 15 Definisi 8. Jika Panjang sisi AB = 3 satuan. dan tan A. 15 tentukanlah sin M dan cos M! Gambar 8. BC = 4 satuan. dengan menggunakan Definisi 8. Bagian 1. untuk menentukan perbandingan trigonometri yang diinginkan bukanlah persoalan mudah. Tentukanlah sin A.14 Segitiga siku-siku KLM Penyelesaian Jika pada contoh 3 diketahui panjang sisi datar dan sisi tegak segitiga.3 Diberikan segitiga siku-siku ABC.dan 3. pada contoh ini. cos C. bahwa yang disebut sisi pada suatu segitiga siku-siku tidak selalu miring.13 Segitiga siku-siku Perlu diketahui.1.1. maka berlaku: Panjang sisi di depan sudut A 4 • sin A = = Panjang sisi miring 5 • cos A = • tan A = Panjang sisi di samping sudut A 3 = . 8 Untuk menjawab contoh ini. Namun.4 Perhatikan segitiga siku-siku di samping ini.

dengan mudah diperoleh KM = 17. Panjang sisi miring KM 17 Dari kedua contoh di atas. a) 2. dengan 1 1 1 1 1 2 3 3 4 siku-siku di L. b) c) 280 Buku Guru Kelas X . dan tangen untuk sudut P dan R pada setiap segitiga siku-siku di bawah ini. berlaku sin M = dan 5 6 2 3 4 3 4 2 3 panjang sisi KL = 10 cm. Diketahui suatu segitiga siku-siku. dengan nilai sinus salah satu sudut 3 lancipnya adalah . Nah. Uji Kompetensi 8. tangen sudut tersebut. tentukanlah panjang sisi segitiga yang lain. tentunya dengan Teorema Phytagoras. Luas segitiga siku-siku RST. Tentukanlah nilai sinus. Sekarang. kosinus. Panjang sisi di depan sudut M KL 8 = dan • sin M = Panjang sisi miring LM 17 • cos K Panjang sisi di samping sudut K LM 15 = = .2 1. panjang sisi KL = 8. Tentukanlah 2 nilai cosinus. cosinus. Nyatakanlah jawaban Anda dalam bentuk paling sederhana.tan M = Panjang sisi di depan sudut M KL 8 = = Panjang sisi di samping sudut M LM 15 Jadi. untuk menentukan nilai sin M dan cos K tentunya sudah mudah. sudah dapat ditentukan panjang sisi KM. dengan sisi tegak RS adalah 20 cm2. dan LM =15. 3. 4. dapat dipelajari berbagai kombinasi persoalan mengenai nilai perbandingan trigonometri pada suatu segitiga siku-siku. Pada sebuah segitiga KLM. dan tangen untuk sudut lancip T. Tentukanlah nilai sinus.

diketahui sin θ = . Perhatikan segitiga siku-siku di bawah ini. 5 Tentukanlah nilai x. Panjang PQ = 1. diketahui panjang BC = a dan ∠ABC =. cos Z = . Di bawah ini diberikan tiga segitiga 2 siku-siku. 7. Diketahui sin x + cos x = 3 dan tan x = 1. Pada segitiga XYZ dengan siku-siku 20 di Y. Selesaikanlah masalah tersebut dan buat laporannya serta sajikan di depan kelas. seperti gambar di samping. Tunjukkan bahwa: a) sin2 A + cos2 A = 1 sin B b. Diketahui segitiga PRS. tentukanlah nilai sin x dan cos x! 10. tentukan nilai 24 tan X dan tan Z. ∠RQS = α dan ∠RPS = γ. 9. 281 Matematika . tan B = cos B c) cosec2 A – cotan2 A = 1 c) 6.5. siku-siku di R. Tentukanlah panjang garis tinggi AD. Tentukanlah panjang sisi RS! Projek Rancanglah masalah nyata minimal tiga buah terkait penerapan perbandingan nilai sisi segitiga dan terkait trigonometri di bidang teknik bangunan dan bidang matematika. a) b) 8. Dalam segitiga siku-siku ABC.

♦ Ajak siswa untuk memahaminya melalui pembahasan berikut ini. cosinus.15 Segitiga siku-siku AOX • sin α = . kita dapat telusuri perbedaan nilai tanda untuk ketiga perbandingan trigonometri yang utama.16 Kombinasi sudut pada koordinat Cartesius 282 Buku Guru Kelas X . Misalkan titik A (x. panjang OA = r dan sudut AOX = α.4. yang berada di kuadran I r r x y x y • cos α = . y). Mari kita perhatikan gambar di samping. berlaku : y x y Gambar 8. nilai semua perbandingan tersebut juga akan dipelajari pada setiap kuadran dalam koordinat Kartesius. tangen dan kebalikannya untuk domain sudut dalam satuan derajat atau radian. r r x Dengan mempertimbangkan semua kombinasi koordinat titik pada koordinat Kartesius. dari segitiga siku-siku yang terdapat di kuadran I. Nilai Perbandingan Trigonometri Sudut Istimewa Pada awal subbab ini informasikan kepada siswa bahwa akan didiskusikan mengenai nilai sinus. Selain itu. Gambar 8. r r x y x y • tan α = .

garis putus-putus melengkung menyatakan dua sudut yang besarnya sama. Oleh karena itu. pada Gambar 8. 17 17 Gambar 8. Sedangkan garis putus-putus melengkung menyatakan besar sudut yang besarnya sama. Titik B (15.17 Titik A (–12.–8) dan ∠XOB = θ. misalnya pada Gambar 8.5) pada kuadran II Gambar 8.16 (b). Untuk x =15. disajikan pada gambar berikut ini. karena x = 15. diperoleh : 5 5 • sin α = . 13 12 2. –8) pada kuadran IV Matematika 283 . B (15. A (–12.5) dan ∠XOA = α. 2.18 Titik B (15. sangat jelas bahwa titik tersebut terletak di kuadran kedua. Karena x = –12. r = 17.5). dan y = 5. Secara geometris. dan y = –8. misalnya. Garis putus-putus pada gambar menyatakan proyeksi setiap sumbu. 17 17 15 8 • tan θ = – . karena x = –12. Oleh karena itu. berlaku: 15 8 • cos θ = . dengan menggunakan teorema Phytagoras diperoleh sisi miring. –8). dan y = 5. Tentukanlah nilai sin α dan tan α. 13 12 5 5 • tan α = – . Contoh 8. r = 13. berada di kuadran IV. garis putus-putus adalah proyeksi sumbu Y di kuadran II.5 Misalkan diketahui titik-titik berikut ini: 1. Dengan memperhatikan koordinat titik A (–12. y = –8. serta cos θ dan tan θ! Penyelesaian 1.16(a). dengan menggunakan teorema Phytagoras diperoleh sisi miring.

digambarkan = sebagai = berikut: 5 12 sin θ 3 sin θ 3 12 20 20 4 5 2. tan β = – . 5 12 sin θ 3 sin θ 3 12 20 20 Penyelesaian 1. mudah kita pahami bahwa: 4 6 1 5 1 4 16 16 12 Gambar 8. Selanjutnya. Sudut θ yang terletak di kuadran II menjadi penentu tanda nilai perbandingan trigonometri. Dengan segitiga 6 1 5 = 12 sin θ 3 1 5 1 = sin θ 3 sin θ seperti pada gambar di samping. 5 12 sin θ 3 sin θ 3 12 20 20 4 6 1 5 1 4 16 16 12 2. kebalikan dari kondisi pada contoh 5. dengan β di kuadran IV sebagai berikut: θ 3 atribut sin 12 20 20 siku-siku yang sudah lengkap. dan sin θ 3 12 20 20 4 16 16 12 = • cos β = . β berada = di kuadran = IV. θ berada di = kuadran=II. dapat kita gambarkan 1 4 16 16 12 tan β= = – .6 Jika diketahui: 4 6 1 5 1 4 16 16 12 1. tentukan nilai sin β dan cos β. cos θ = – . tanyakan juga kepada siswa tentang nilai-nilai sudut perbandingan geometri.♦ Beri penjelasan kepada siswa terkait contoh 4. dapat diperhatikan pada contoh berikut ini. tentukan nilai cosec θ dan cotan θ. Dalam koordinat Cartesius.20 tan β = – 16 IV 12 284 Buku Guru Kelas X . 4 6 1 5 = 5 12 sin θ 3 Dari gambar di samping.–8) pada kuadran IV • cosec θ = = = 5 12 sin θ 3 sin θ 3 12 20 20 6 1 5 1 4 16 16 12 • cotan= θ= = 12 sin θ 3 sin θ 3 12 20 20 Dengan pemahaman yang sama. dengan mudah kita menentukan: 1 4 16 16 12 • sin = β = – . 3 12 20 20 Gambar 8. 4 6 1 5 1 4 16 16 12 cos θ = – .19 Titik B (15. Contoh 8.

hanya cos α dan sec α yang bernilai positif. selainnya bertanda negatif. selainnya bertanda negatif. y < 0 (+) y y =+ (+)r r ( −) x x • cos α = =− (+)r r (+) y y • tan α = =− ( −) x x • sin α = Di Kuadran IV : x > 0. y > 0 Di Kuadran II : x < 0. 4) Di kuadran IV. 3) Di kuadran III. hanya sin α dan cosec α yang bernilai positif. 1) Pada kuadran I. y < 0 ( −) y y =− (+)r r ( −) x x • cos α = =− (+)r r ( −) y y • tan α = =+ ( −) x x • sin α = ( −) y y =− (+)r r ( −) x x • cos α = =− (+)r r ( −) y y • tan α = =+ ( −) x x • sin α = Gambar 8. hanya tan α dan cotan α yang bernilai positif. semua nilai perbandingan trigonometri bernilai positif. Tentunya. y > 0 (+) y y =+ (+)r r (+) x x • cos α = =+ (+)r r (+) y y • tan α = =+ (+) x x • sin α = Di Kuadran III : x < 0. termasuk kebalikan setiap perbandingan sudut tersebut.20 dan pengalaman pembahasan Contoh 8. 2) Di kuadran II. dengan pengetahuan dari Gambar 8.   Matematika 285 . Selanjutnya bersama-sama dengan siswa menyimpulkan beberapa hal berikut.5 dan 8. 21 Nilai tanda perbandingan trigonometri untuk setiap kuadran ♦ Ajak siswa untuk membuat kesimpulan dari hasil yang sudah dikerjakan. dapat kita merumuskan nilai perbandingan trigonometri di setiap kuadran. selainnya bertanda negatif. yaitu: Di Kuadran I : x > 0.6 di atas.

dan (300°.dan 60°. yaitu. 60°. ke-III.dan 60° 286 Buku Guru Kelas X . yang artinya sudut-sudut yang nilai perbandingan trigonometri dapat ditentukan secara eksak. 270°). 180°). Gambar 8. 240°. dan ke-IV. Misalnya. 225°. Segitiga tersebut adalah segitiga siku-siku yang mengandung sudut 30°. bagaimana nilai-nilai perbandingan trigonometri untuk setiap sudut istimewa. 315°. dan 90° merupakan sudut istimewa di kuadran I. kita akan kaji nilai-nilai perbandingan tersebut di kuadran I. Perhatikan gambar berikut. 150°. Mari perhatikan segitiga MPL di bawah ini. 30°. (210°. 330°. Dari Gambar 8. Selanjutnya (120°. sudut-sudut istimewa tersebut dinyatakan dalam satuan radian. Pembahasan selanjutnya. Pada beberapa referensi yang lain.22 Bagan untuk mengingat nilai perbandingan trigonom Dalam kajian trigonometri ada istilah sudut istemewa.22 (b).22 Segitiga siku-siku yang memuat sudut 30°. misalkan panjang sisi jika kita menentukan nilai perbandingan trigonometri untuk setiap sudut 30° dan 60°. Pertama sekali. Perbandingan Trigonometri untuk Sudut 30°. salah satu diantaranya. Gambar 8. 360°) berturut-turut adalah sudut-sudut istimewa di kuadran ke-II.45°. 45° dan 60° Mari perhatikan perbandingan sisi-sisi segitiga siku-siku istimewa.45°.Sebagai tambahan agar siswa dapat mengingat Banyak cara mengingat nilai tanda perbandingan trigonometri di setiap kuadran. 135°. 45°. 5.

silahkan diskusikan dan kaji bersama teman-temanmu melalui gambar segitiga ABC pada Gambar 8. Secara umum.22(a).23 Segitiga sikusiku MPL 3 • tan 60° = = 3 1 Untuk menentukan nilai perbandingan trigonometri untuk sudut 45°.24 Perbandingan Trigonometri setiap koordinat titik pada lingkaran dengan jari-jari 1.Dengan teorema phytagoras. digunakan titik B(1. diperoleh panjang MP = 1 • sin 30° = 2 3 1 3 • cos 30° = = 2 2 1 3 • tan 30° = = 3 3 • sin 60° = 3 .1). mari kita cermati gambar berikut ini. dapat ditentukan nilai semua sudut istimewa. Misalnya untuk titik A (0.0).60° dan 90°. • sin 90° = 1 • cos 90° = 0 • tan 90° tak terdefinisi Selengkapnya.30°. • sin 0° = 0 • cos 0° = 1 • tan 0° = 0 dan untuk menentukan nilai perbandingan sudut pada saat sudut 90°. Oleh karena itu berlaku: 3 1 3 = 2 2 1 • cos 60° = 2 Gambar 8. nilai setiap perbandingan trigonometri pada setiap sudut istimewa 0°. di sajikan di Tabel 8. Matematika 287 .1 berikut.45°. Untuk menentukan nilai perbandingan trigonometri pada saat 0° dan 90°. yaitu dengan cara menentukan Gambar 8.

dan tabel 8. Sebagai pedoman untuk memastikan hasil kerja siswa.2 Tabel lengkap Nilai perbandingan trigonometri pada kuadran I.Tabel 8. minta siswa untuk memperhatikan nilai perbandingan trigonometri untuk semua sudut istimewa Tabel 8. III. II. II.21. III. dan IV.1. minta siswa untuk berdidkusi dengan temannya untuk menentukan nilai perbandingan trigonometri pada sudutsudut istimewa di kuadran I.1 Nilai Perbandingan Trigonometri pada Kuadran Pertama Sudut sin cos tan 0° 0 1 0 30° 45° 60° 90° 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 2 3 2 3 3 3 3 3 3 2 3 3 2 3 2 2 2 2 2 2 2 2 3 2 2 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 3 3 2 3 3 3 3 3 2 2 3 3 2 2 3 2 2 2 2 2 2 3 3 2 2 2 2 1 1 1 1 1 3 1 2 1 3 tak terdefinisi 1 1 1 1 3 3 3 3 2 2 2 3 2 2 2 2 3 2 2 Dengan menggunakan Gambar 8. dan IV Sudut 0° 30° 45° 60° 90° 120° 135° 150° 180° − − − Sin 0 Cos 1 Tan 0 1 11 11 1 1 1 1 1 1 1 − − 2 −− − 23− −− 3 − − 33 3 2 3− 3 −− 3 3 − 2 22 22 2 2 2 2 3 3 3 1 1 1 1 1 1 1 11 − 2 − − 2 3 −− 3 − 3 − 3 − 3 − 3 2 2 2 2 2 3 2 3 1 1 1 1 1 1 2 −1 1 1 3 − 3 −1 1 1 3 − − − − − 2 − 2 − 3 − 3 − 3 − 3 − 3 − 3 2 2 2 3 2 2 2 2 2 2 3 3 1 1 1 1 1 − 2 − 3 − 3 − 3 2 2 2 3 − 0 tak terdefinisi 1 1 1 1 −1 − −1 2 −1 3 − 3 −1 3 2 − 3 − 3 − 3 − 2 2 2 3 2 2 2 3 –1 1 1 1 1 1 1 1 1 − 2 − − 3 − −3 − 2 − 3 3 − 3 − 3 2 2 2 2 3 2 2 3 − 1 1 1 1 1 1 1 11 1 1 − −2 − − 2 − 32 − 33 −− 3 3 3− 3−− 3− 2 2 2 2 2 2 2 32 3 3 0 –1 0 288 Buku Guru Kelas X .

1 1 1 1 1 2 3 3 4 sin α = . tugasnya adalah menentukan nilai α (besar sudut)! 5 6 2 3 4 3 4 2 3 Alternatif Penyelesaian Penyelesaian I: Langkah-langkah yang dilakukannya adalah 1. Diberikan kepadanya perbandingan sebagai berikut. Masalah-8.2 Seorang anak ingin menentukan besar sudut dari sebuah perbandingan trigonometri. Matematika 289 . Menggambarkan sebuah segitiga siku-siku dan menerapkan sifat perbandingan sinus.2 berikut ini kepada siswa dan ajak siswa untuk berdiskusi dengan temannya. Adapun cara yang dilakukannya adalah menggambarkan sisi di hadapan sudut dengan panjang 1 satuan dan menggambarkan sisi miring sebuah segitiga dengan panjang 2.Sudut 210° 225° 240° 270° 300° 315° 330° 360° − − Sin Cos Tan 1 1 1 11 1 1 1 11 1 1 − − −3 − − 2− − − 2 3− − 3 − 3 3− 3 2− 3 3 − 3 2 2 2 22 3 2 2 22 3 3 1 1 1 1 1 1 1 1 1 − − 2 2 − 3 −− 3 − 3 − 3 − 3 − 3 2 2 2 2 2 2 3 3 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 − − − −2 − 2 −3 − 3 3− − 3 −3 3 2 − 3 − 3 − −3 − 2 2 2 2 2 2 2 2 3 2 3 3 0 tak terdefinisi 1 1 1 1 1 1 1 1 2 −1 3 − 3 −1 1 1 3 − − − 2 − 3 − 3 − 3 − 3 − 3 −− −− 2 3 2 2 2 2 3 2 2 2 2 2 3 3 − –1 1 1 1 11 1 1 1 − 2 − 3 − 3 −− 23 − 3 − 3 − 3 2 2 2 23 2 2 3 − 1 1 11 1 1 1 1 1 1 1 1 − − − 3 − 33 −− 3 3 2− − − 3 −− 2 − 2 − 3 3 − 3 2 2 22 2 2 2 2 3 2 3 3 0 1 0 –1 ♦ Berikan masalah 8.

5 6 2 3 4 3 4 2 3 5 6 2 3 4 3 4 2 3 Penyelesaian III: 1. kuadran. Alternatif penyelesaian yang lain yaitu dengan menggunakan kalkulator. dan kuadran IV dapat menggunakan Tabel 8. Latihan 8. Dengan fasilitas yang dimiliki kalkulator dapat diperoleh invers nilai sin. Invers dari sin–1 selanjutnya dituliskan dengan arcsin .2. kuadran II. 3. Untuk kasus nilai perbandingan trigonometri sudut istimewa pada kuadran I. Penyelesaian II: 1. yaitu 1 1 1 1 1 2 3 3 4 α = sin–1 = 30°. III.1 1 1 1 1 1 2 3 3 4 1.2. 5 6 2 3 4 3 4 2 3 1 1 1 1 1 2 3 3 4 1 1 1 1 1 2 3 3 4 2. Berdasarkan pengukuran yang dilakukan ternyata diperoleh besarnya sudut α adalah 30°. Selanjutnya dia mengukur besar sudut dari segitiga siku-siku yang sudah terbentuk dengan menggunakan busur derajat. Alternatif yang mungkin dilakukan adalah dengan melihat tabel. Tentukan nilai θ jika tan θ = 0! 290 Buku Guru Kelas X . Tentukan nilai β jika cos β = ! 5 6 2 3 4 3 4 2 3 2.

Latihan 8. dan x tumpul berapakah nilai dari cos x? 3 Penyelesaian Jika x tumpul. Penulisan ini juga berlaku untuk perbandingan trigonometri lainnya. invers dari tan x = y maka inversnya adalah x = arctan y.25! Tunjukkan bahwa sin θ  tan θ = cos θ 2  sin θ + cos 2 θ = 1  tan 2 θ + 1 = cosec 2θ Matematika 291 .2 Jika tan x = − 1 3 .7 Perhatikan Gambar 8. maka x berada di kuadran ke IV. Perhatikan gambar! 3 3 Sehingga untuk nilai cos x = 2 3 2 3 3 3 3 3 1 − 3 3 = 2 2 3 2 3 3 6 3 3 3 3 1 − 3 3 = 2 2 3 2 3 3 6 3 3 3 3 1 − 3 3 = 2 2 3 2 3 3 6 − 3 3 1 3 3 2 3 6 3 3 3 3 1 − cos x = 3 3– Karena nilai cos bernilai negatif di kuadran ke IV. Misalnya invers dari cos x = y maka inversnya adalah x = arcos y. maka nilai 2 2 3 2 3 3 6 Contoh 8. sehingga gambar segitiga siku-siku berada di kuadran ke IV.

sin2 θ ≠ sin θ2... maka berlaku: 292 Buku Guru Kelas X ... Dari persamaan ini kita dapat menemukan turunan rumusan dalam trigonometri..maka r r r x2 rr r 2 2 2 2 2 y 2y  x  y y y 2x y  y   y  2 .. dan tan θ = ..... Tetapi perlu diingat bahwa. (sin2 θ dibaca sinus kuadrat teta). jika sin θ θ = ... 2 Tentunya. bahwa (sin θ)(sin θ) = (sin θ)2 = sin2 θ.25 berlaku: y x sin θ = . = (sin θ).Penyelesaian Dari Gambar 8.. y sin θ r y Gambar 8... maka persamaan (1) berubah menjadi: sin 2 θ cos 2 θ 1 + = ⇔ tan 2 θ + 1 = sec 2 θ ……………………………….. cos θ = . 2 2 2 y x  y  y y x y cos θsin =2θ ..... (dengan syarat cos2 θ ≠ 0).. r r r2 r Jadi ditemukan: sin2 θ + cos2 θ =1 ...25 Segitiga siku-siku = = cos θ x x y r sin θ r y = θ= . = Sama halnya untuk memahami cos θ = ....... (2) 2 2 2 cos θ cos θ cos θ Jika kita lanjutkan membagi kedua ruas persamaan (1) dengan sin2 θ... = .. Misalnya...   = 2 ...……………………………………… (1) Persamaan ini disebut sebagai persamaan identitas trigonometri.. sedangkan tan cos θ x x r bahwa: sehingga berlaku sin θ y sin θ = tan θ ⇔ = tan θ cos θ x cos θ Perlu kita kenalkan.      2  2  2 2 r 2 x2  r x r rr r  r r Jumlah dari sinus kuadrat teta dengan cosinus kuadrat teta dinyatakan sebagai berikut: y 2 x2 y 2 + x2 r 2 sin 2 θ + cos 2 θ = 2 + 2 = = 2 = 1.(sin θ) =   . r r Nilai perbandingan sin θ dan cos θ dinyatakan sebagai berikut... jika kedua ruas persamaan tersebut dibagi cos2 θ.

tentukanlah jarak pengamat ke pesawat jika : θ = 30°. Dengan sudut elevasi pengamat (Bolang) terhadap pesawat adalah sebesar θ.... mengamati sebuah pesawat udara. Masalah-8..sin 2 θ cos 2 θ 1 + = ⇔ 1 + cotan 2θ = cosec 2θ .. θ = 90°. kebiasan anak-anak jika melihat/mendengar pesawat udara sedang melintasi perkampungan mereka... α = 15°. tetapi sin (30°)2 = sin 900° = 0.. (sudahkah 5 6 2 3 4 3 4 2 3 kamu tahu alasannya?). Bolang.. Gambar 8.26 Sketsa pengamatan terhadap pesawat udara dengan sudut elevasi θ. sin2 30° = . maka 2α = 30°.. untuk semua satuan sudut yang sama. Matematika 293 . yang terbang dengan ketinggian 20 km. dan θ = 120°. Alternatif Penyelesaian Ilustrasi persoalan di atas dapat disajikan pada Gambar 8. Oleh karena itu berlaku: 2 2 1 1  1 3 sin 2 2α + cos 2 2α = sin 2 30° + cos 2 30° =   +  3  = + = 1.26.3 Di daerah pedesaan yang jauh dari Bandar udara. 4 4 2 2  1 1 1 1 1 2 3 3 4 Tolong ingat kembali bahwa. Misalnya. (3) 2 2 sin θ sin θ sin 2 θ Formula di atas berlaku.……………………..

Alternatif Penyelesaian Jika bulan Januari tahun 2010 menyatakan waktu t = 1. sehingga sama dengan tinggi terbangnya pesawat. d sin 90° 1  Untuk θ = 30°.1 + 0. d sin 120° 3 3 2 Dapatkah kamu ilustrasikan bagaimana posisi pengamatan si Bolang dengan besar sudut elevasi. 884 + 4. 984 + 4.1 + 0.4 Sebuah perusahaan memproduksi mainan.Untuk menentukan jarak pengamat terhadap pesawat.(2) + 4. sebagai berikut S = 23.134 2 294 ( 6) Buku Guru Kelas X . dengan diketahui ketinggian terbang pesawat. maka sin 30° = Artinya.   = 26. 442t + 4. 20 20 20 ⇔ d= = = 40 km. 1. 3 cos π t 6 ( ) dengan t = waktu (bulan) t = 1 merepresentasikan hasil penjualan bulan Januari tahun 2010. Produksi hasil penjualan bulanan (dalam satuan ribuan unit) selama 2 tahun diprediksi. maka bulan Pebruari 2010 menyatakan waktu t = 2. 3 cos(60°) 1 S = 23. kita menentukan sin θ. maka sin 90° = ⇔ d= = = 20 km. dengan sudut elevasi 90°. Prediksi penjualan mainan pada bulan Pebruari 2010. 3. Masalah-8.1 + 0. 3 cos π t S = 23. Tentukanlah prediksi penjualan pada bulan Pebruari 2010 dan bulan April 2011. 442. d sin 30° 1 2 20 20 20  Untuk θ = 90°. waktu t = 2 adalah: S = 23. maka pesawat tepat berada di atas si Bolang.  Untuk θ = 120°. θ = 120°. (kenapa?). dan bulan April 2011 menyatakan t = 16. maka sin 120° = 40 20 20 20 ⇔ d= = = 3 km.

 .2π] merupakan domain untuk menyelesaikan persamaan pada bagian a).(16) + 4. 3 cos( 240°) (kenapa cos(960°) = cos( 240°)?) ( )  1 28.  210°.(16) + 4.  240°. 3.8 Tentukanlah nilai x yang memenuhi setiap persamaan di bawah ini: 1 1 1 1 1 2 3 3 4 a) sin x = . 6.1 + 0.  .2π] Penyelesaian x ∈ [0.1 + 0. 022  2 Karena jumlah penjualan dalam ribuan unit.  −  = 28 . 442. −  2  2  2  2  Matematika 295 . −  . 1 1 1 1 1 2 3 3 4 a) sin x = . 360°].022 S = 30. Grafik Fungsi y = sin x. x ∈ [0°. yaitu koordinat: 1  1  1  1   30°. x ∈ [0. Prediksi penjualan mainan pada bulan April 2011.172 + 4.134 unit. x [0.022 unit. Jadi banyaknya mainan yang terjual pada bulan Pebruari 2010 adalah sebanyak 26. 3 cos(960°) S = 30.172 + 4.2π] 5 6 2 3 4 3 4 2 3 − 2= −– sin 3 − 4∈− 5 − 6 − 7 − 8 − 9 b) sin x + x. 150°. t = 16 adalah: S = 23. nilai sin x = – . Sedangkan untuk 1 1 1 1 1 2 3 3 4 x = 210° dan x = 330°. mari kita selesaikan persamaan berikut ini. karena perbandingan 5 6 2 3 4 3 4 2 3 trigonometri hanya bernilai positif di kuadran I dan II. Grafik Fungsi Trigonometri a. Contoh 8. 2. dan x = 150°. maka prediksi penjualan pada bulan April 2011 adalah 28. 3 cos 16π 6 S = 23. hanya berlaku untuk x = 30°. 5 6 2 3 4 3 4 2 3 Pasangan nilai x dengan nilai perbandingan sin x merupakan suatu koordinat titik pada grafik fungsi sinus. Dengan menggunakan nilai-nilai sudut yang telah diberikan di atas. 442.

kita sajikan pada Gambar 8.  60°.− untuk 4 − x =5 60°. Akibatnya diperoleh: (0°.  315°. 2  . masih terdapat pasangan koordinat yang lain. untuk x = 270°.  240°. x ϵ [0°.0). 135°. tentunya dengan mudah. Akibatnya berlaku: (90°. − dan 6 − x =7 120°. (180°. (270°. sekarang kita memiliki pasangan titik: Selain pasangan titik besar sudut dan nilai perbandingan trigonometri di atas. 7 − 8 − 9 5 6 2 3 4 3 4 2 3 Oleh karena itu. kamu dapat menyebutkan bahwa nilai x yang memenuhi adalah x = – 225° dan x = – 315°.1). untuk x = 180° dan x = 360°. Gambar 8.  225°.360°] 296 Buku Guru Kelas X .−− Jika 63 kamu −− 74 −− 85 −− 96 − 5 6 2 3 4 3 4 2 3 sudah menguasai Tabel 9. 3 .  300°. 2 2 2 2         Sebagai kumulatif hasil semua pasangan titik-titik di atas.0). untuk x = 90° sin x = – 1.27. 2 2         1 1 1 1         2  . 6 − 7 − 8 − 5 6 2 3 4 3 4 2 3 5 6 2 3 4 3 4 2 3 dan x = 300°. yaitu: • sin x = 0. 2 3  . (360°. Selain itu juga. 120°.27 Grafik fungsi y = sin x.  45°. Oleh karena itu berlaku: 1 1 1 1         3  . • sin x = 1. 1 1 1 1 1 2 3 3 4 1 1 1 1 1 2 3 3 4 • sin − x2 = − 3 . − serta 8 − sin 9− x =2– − 3 pada − 4saat − x 5= − 240°.1 1 1 1 1 2 3 3 4 b) Persamaan sin x + − 2 =−– sin 3 − x⇔ 4 2−sin5x − = −6 2−atau −7 3 sin − −x 8= 4− –−− 9 52. 1 1 1 1 1 2 3 3 4 kita harus menguasai bahwa nilai sin x = − 2 pada − 3saat − x4= − 45°5dan − x6= − 135°.2. − 2 .1). tentunya. − 2  .0). 2 3  .

b.360°]. grafik di atas dapat kamu gambarkan pada kertas dengan spasi yang jelas.28). kemudian sketsakan. 2) − 8.360°].360°]. x ∈ [0°. a ϵ R Selanjutnya. Oleh karena itu dapat kita tulis: Matematika 297 . mengakibatkan perubahan pada nilai maksimum dan nilai minimum fungsi. Gambar 8. untuk suatu persamaan kuadrat kita membutuhkan akar-akar persamaan kuadrat tersebut. tetapi tentunya ada beberapa perbedaan yang anda harus cermati dan pahami. Berikut ini juga diberikan grafik fungsi sinus (Gambar 8. akan kita bandingkan grafik fungsi di atas dengan grafik fungsi y = cos x. x ϵ [0°.360°] Contoh 8. Secara manual. Nilai konstanta a yang memenuhi untuk fungsi di bawah ini adalah a = 2. Silahkan temukan pasangan-pasangan titik untuk fungsi tersebut. maka fungsi y = cosec x. untuk domain [0°.28 Grafik fungsi y = a sin x. Penyelesaian 1) Persamaan (cos x)2 – 2. Grafik Fungsi y = cos x.Grafik y = sin x memiliki nilai ymax = 1 dan ymin = –1.9 Mari cermati beberapa persamaan di bawah ini. • Jika fungsi y = sin x.cos x = – 1 merupakan persamaan trigonomteri berbentuk persamaan kuadrat. Adanya konstanta. x ∈ [0°.cos − 5 − 6 − 7 − x 9 – 2 = 0.cos x = – 1. 1) (cos x)2 – 2. Tentunya.

29 Grafik fungsi y = cos x.2. Oleh karena itu. (cos x)2 – 2.(cos x – 1) = 0 atau (cos x – 1)2 = 0 ⇔ cos x = 1.360°] 298 Buku Guru Kelas X . silahkan bentuk pasangan-pasangan titik yang lain. (90°.2). Nilai cos x = – 1 berlaku untuk x = 180° dan cos x = 0 untuk x = 90° dan x = 270°. dengan menggunakan semua pasangan-pasangan titik di atas.2 2  . (180°. Sedangkan untuk cos x = – − 2 berlaku 5 6 2 3 4 3 4 2 3 x = 135° dan x = 225°.− 5 6 2 3 4 3 4 2 3 1 1 1 1 1 2 3 3 4 − 3 −untuk 4 −x5 − 7 − 8 − 9 Nilai x yang memenuhi persamaan cos x = − 2 adalah =− 45°6 dan 5 6 2 3 4 3 4 2 3 1 1 1 1 1 2 3 3 4 − 3 − untuk 4 − 5 − 6 − 7 x = 315° (lihat Tabel 9.0). Jadi. dapat kita lihat dari Tabel 8. 2 2  .cos x + 1 = 0 ⇔ (cos x – 1). kita dapat menuliskan pasangan titik-titik berikut: • 1 1 1 1          45°.1) 3 − 4 − 52) − Persamaan 6 − 7 − 8. Akibatnya.–1). (270°. berikut ini disajikan pada grafik berikut.  225°. Gambar 8. x ϵ [0°. 2 2  . . .cos − x 3 –− 40 −⇔5cos − x6= − − 2 7 − 3 8− − 4 9− 5 − 6 − 7 − 8 − 9 2 2= .cos − x 9 – 2 = 0 dapat kita sederhanakan menjadi: 1 1 1 1 1 2 3 3 4 − 2 .2).         Selanjutnya.0) dan (360°.1).2 2   315°. kita temukan pasangan titik: (0°. Nilai x yang memenuhi persamaan cos x = 1 adalah x = 0° dan x = 360° (kembali sesuaikan dengan Tabel 9. 135°.

untuk x ∈ [0°.360°]. Gambar 8. Gambar 8.30 di bawah ini adalah grafik y = cos bx. x ∈ [0°. Gambar 8. Kemudian sajikan pasangan titik-titik tersebut dalam grafik fungsi trigonometri.360°] dapat kita gambarkan sebagai berikut. x ∈ [0°. untuk x ∈ [0°.Dari grafik di atas.360°].360°] Matematika 299 .360°]. Dengan cara yang sama.360°]. x ϵ [0°.30 Grafik fungsi y = cos bx. b ϵ R c. Cermati dan tentukan perbedaan dengan grafik y = cos x. • Minta siswa untuk menentukan pasangan titik-titik yang dilalui grafik fungsi y = secx. grafik fungsi y = tan x. menggambarkan grafik fungsi y = sin x dan y = cos x. Grafik Fungsi y = tan x. kurva bergerak dari y = 1 hingga mencapai kembali y = 1. Nilai maksimum fungsi y = cos x memiliki nilai ymaks = 1 dan nilai ymin = – 1.31 Grafik fungsi y = tan x. b ∈ R . x ϵ [0°. dapat kita cermati bahwa seiring bertambahnya domain fungsi y = cos x.

cosinus. secan. tangen. untuk x → 90° dan x → 270° (dari kiri). Khususnya. mengenai nilai maksimum dan nilai minimum fungsi. tangen untuk setiap titik yang disajikan berikut: 300 Buku Guru Kelas X . tentukanlah nilai sinus. cermati grafik di bawah. Gambar 8. dan a ϵ R Uji Kompetensi 8. apa yang dapat kalian simpulkan dari gambar di atas? Selanjutnya.32 Grafik fungsi y = tan ax.3 1. nilai y = tan x menuju tak terhingga. nilai y = tan x menuju negatif tak terhingga. c. b.Grafik di atas. d. cosinus. • Dengan keadaan ini. Perhatikan nilai fungsi disaat x →90° dan x → 270° (dari kanan). Perhatikan setiap gambar di bawah ini. Tentukanlah nilai sinus. Sebaliknya. berbeda dengan grafik y = sin x dan y =cos x. 2. cosec.360°]. a. dan cotangen setiap sudut yang dinyatakan. x ϵ [0°.

2) c. maka nilai 2.cotan x + sin x cosinus.5. P(5. b ∈ R .75) a. 3 < y < 150°.2.tan x lebih besar daripada nilai b. Q(–5. sec 2 β + tan 2 β perbandingan trigonometri. sin A sin A a. (sin B + cos B)2 + (sin B – cos B)2 c. R(–5. 9. cos x.(1 + cos A) 10. + 1 + cos A 1 − cos A b. 2 2 tan β + 1 tan β − 1 2 a. sin β b cos β 2 sec β 3 sin β π ≤ β c. − 15 cotan α 5 6. sec α c. b.–7. (cosec A – cotan A). (sin α). dan gambarkanlah gambar kedua fungsi. keempat kuadran. Untuk 30° < x < 90°. Di kuadran I. Sederhanakanlah bentuk ekspresi berikut.7. Diketahui π sin β 2 sec β 3 ≤ β ≤ 3π . dan Y2 = a cos bx. Berikan alasanmu. sec x dan sin x selalu mimiliki nilai tanda yang sama di 7.sin x < dan cos β = – . cos x.–2) d. Jika diketahui Y1 = a sin bx. a. Tentukanlah nilai maksimum dan minimum kedua fungsi. Tentukanlah : 301 Matematika .cosec x.12) b. tentukanlah: cos 2y 4 2 sec β − tan β sec 2 β + tan 2 β 4. x ∈ [0°. taan berikut. dan nilai 2 2 tan β + 1 tan β − 1 2 cotan β=3 tidak terdefinisi. cos α b.(cos α) 8 cosec α d. 8 cosec α Diberikan tan α = − dengan sin α > 0. Periksalah kebenaran setiap pernya. Diketahui β berada di kuadran III.360°].sin β 3 2 sec β π ≤ β ≤ 3π d. a. + sec β 2 sin 2 β + 2 cos 2 β sin α > 0 cos α > 0 tan β sin α < 0 tan α < 0 cos α < 0 sin α > 0 Tentukanlah letak sudut α untuk setiap kondisi tanda nilai perbandingan. T(3. ≤ 3π 2 2 tan β + 1 tan β − 1 2 3. + sec β 2 sin 2 β + 2 cos 2 β tan β menjelaskan tanda nilai beberapa sec β − tan 2 β b. tentukanlah: 15 cotan α a. Di bawah ini disajikan tabel yang a. c. dan 120° 8. nilai sinus selalu a. Sederhanakanlah bentuk persamaan berikut ini.

Pada gambar segitiga siku-siku ABC dengan sudut siku-sikku berada di C. PENUTUP 1. Buatlah laporanmu dan sajikan di depan kelas. cosinus. selainnya bertanda negatif. a b a a. 302 Buku Guru Kelas X . D. d. b. termasuk kebalikan setiap perbandingan sudut tersebut. maka berlaku perbandingan trigonometri berikut. Buatlah analisis sifat-sifat grafik sinus. selainnya bertanda negatif. Pada kuadran II. tan A = c c b 3. selainnya bertanda negatif.Projek Himpunlah informasi penerapan grafika fungsi trigonometri dalam bidang fisika dan teknik elektro serta permasalahan di sekitarmu. hanya cos α dan sec α yang bernilai positif. Pada segitiga siku-siku ABC berlaku jumlah kuadrat sisi siku-siku sama dengan kuadrat sisi hypothenusanya atau secara simbolik ditulis a2 + b2 = c2 dengan c merupakan panjang sisi miring dan a serta b panjang sisi-sisi yang lain dari segitiga siku-siku tersebut. sin A = c c b a b a b. Pada kuadran I. Nilai perbandingan trigonometri pada tiap kuadran berlaku sebagai berikut. Pada kuadran IV. hanya tan α dan cotan α yang bernilai positif. dan tangen dalam permasalahan tersebut. semua nilai perbandingan trigonometri bernilai positif. cos A = c c b a b a c. 2. hanya sin α dan cosec α yang bernilai positif. Pada kuadran III. a. c.

Sudut sin 0° 0 30° 45° 60° 90° − 1 11 1 111 1 1 1 1 1 1 −− 2 − − − −2 3 −2 − −3 −3 3−3 − 3 −3 3 3 − 2 22 2 222 2 2 3 3 3 cos − 1 11 1 1 11 1 1 1 1 0 1 1 − − 3− − 2 3− −− − 3 3 −2 − 2 − 3 3 − 3 − 3 − 3 2 2 2 2 23 2 2 3 2 2 3 tidak terdefinisi − 1 1 tan1 1 11 1 0 1 1 − 3 2 − 3 − − 3 −− 32 − 3 − 3 − 2 2 2 32 2 2 3 Matematika 303 .4. Nilai perbandingan trigonometri pada kuadran I adalah sebagai berikut.

siswa memperoleh pengalaman belajar: • menemukan konsep dan prinsip geometri melalui pemecahan masalah otentik. • berpikir tingkat tinggi dalam menyelidiki dan mengaplikasikan konsep dan prinsip-prinsip bangun datar dan ruang dalam geometri untuk memecahkan masalah otentik. • • • • • • • Titik Garis Bidang Ruang Jarak Sudut Diagonal . KOMPETENSI DASAR DAN PENGALAMAN BELAJAR Kompetensi Dasar Setelah mengikuti pembelajaran ini siswa mampu: 1. garis dan bidang dilakukan dengan menggunakan sifat-sifat bangun datar dan ruang. memiliki motivasi internal dan merasakan keindahan dan keteraturan matematika dalam perhitungan jarak dan sudut antara titik. Pengalaman Belajar Melalui pembelajaran materi geometri. 2.Bab Geometri A. 3. • berkolaborasi memecahkan masalah aktual dengan pola interaksi sosial kultur. menggunakan berbagai prinsip bangun datar dan ruang serta dalam menyelesaikan masalah nyata berkaitan dengan jarak dan sudut antara titik. garis dan bidang. memahami konsep jarak dan sudut antara titik. garis dan bidang melalui demonstrasi menggunakan alat peraga atau media lainnya.

Garis. Garis. PETA KONSEP Masalah Otentik OBJEK GEOMETRI Titik Sudut Titik Sudut Dimensi 2 Dimensi 3 Rusuk Unsur Sisi Bidang Sudut Bangun Datar Jarak dan Sudut antar Titik. Bidang Bangun Ruang Jarak dan Sudut antar Titik.B. Bidang Unsur Bidang Sudut Diagonal Bidang Diagonal Ruang Matematika 305 .

1b Titik pada garis Perhatikan Gambar 9. Gambar 9. Artinya jika dihubungkan dengan garis dan titik maka dapat disebut bahwa contoh di atas merupakan suatu titik yang tidak terletak pada garis. Garis. dan Bidang a. Menemukan Konsep Jarak Titik. yang dapat dilihat pada Gambar 9.C.1a dan Gambar 9. MATERI PEMBELAJARAN 1. 306 Buku Guru Kelas X . Apa yang bisa kamu lihat? Misalkan kabel listrik adalah suatu garis dan burung adalah titik.1b.1a Burung Gambar 9.2a Garis dan titik Jika dimisalkan jembatan penyeberangan merupakan suatu garis dan lokomotif kereta adalah suatu titik. Kedudukan Titik ♦ Ajak siswa untuk menyimak ilustrasi berikut! Berikan pertanyaan agar siswa dapat memahami tentang kedudukan titik.1b. maka dapat dikatakan bahwa tempat hinggap burung pada kabel listrik merupakan sebuah titik yang terletak pada suatu garis. Gambar berikut akan mencoba pemahaman kamu terhadap kedudukan titik dengan garis. Gambar 9. Kita dapat melihat bahwa lokomotif tidak terletak atau melalui jembatan penyeberangan.2a Jembatan penyeberangan Gambar 9.

perhatikan pula Gambar 9.3b Dua titik A dan B Gambar di atas merupakan contoh kedudukan titik terhadap bidang. titik sudut kubus yang terletak pada garis g adalah titik A dan B. Minta siswa untuk menyelesaikannya sendiri. Sebuah titik dikatakan terletak pada sebuah bidang jika titik itu dapat dilalui bidang seperti terlihat pada titik A pada gambar dan sebuah titik dikatakan terletak di luar bidang jika titik itu tidak dapat dilalui bidang. Gambar 9. titik sudut kubus yang berada di luar garis g adalah titik C.1 Sebuah kardus berbentuk kubus ABCD. Tentukan titik sudut kubus yang berada di luar garis g! Gambar 9. D. Segmen atau ruas garis AB sebagai wakil garis g.EFGH.EFGH dan garis g Alternatif Penyelesaian Pandang kubus ABCD.4 Kubus ABCD. ♦ Ajak siswa untuk memahami masalah-masalah berikut. Matematika 307 .3a Bola di lapangan Gambar 9. F. dengan bola sebagai titik dan lapangan sebagai bidang. dan H. Tentukan titik sudut kubus yang terletak pada garis g! b.EFGH dan garis g dari gambar di atas. Jika ada hambatan beri bantuan berdasarkan konsep dan prinsip yang telah diketahui siswa sebelumnya. dapat diperoleh: a. E. Perhatikanlah kubus tersebut. Pertanyaan: a.3b. Masalah-9. b. G.3a dan Gambar 9. Untuk lebih melengkapi pemahaman kedudukan titik terhadap garis.

5 Kubus ABCD. tentukanlah: a. maka dikatakan titik itu terletak pada bidang. dan H.Contoh 9. C. Gambar 9. titik sudut kubus apa saja yang terletak pada bidang DCGH! b. B. 3) Jika suatu titik dilewati suatu bidang.1 Perhatikan kubus ABCD. Bedu. Rumah Andi dan Bedu dipisahkan oleh hutan sehingga harus menempuh mengelilingi hutan untuk sampai ke rumah mereka.EFGH pada Gambar 9. Dapatkah kamu menentukan jarak sesungguhnya antara rumah Andi dan Cintia? Gambar-9. • Titik sudut yang berada di luar bidang CDGH adalah A. Jarak antara rumah Bedu dan Andi adalah 4 km sedangkan jarak antara rumah Bedu dan Cintia 3 km. Jarak antara Titik dan Titik Masalah-9. titik sudut kubus apa saja yang berada di luar bidang DCGH! Penyelesaian Pandang kubus ABCD.1 1) Jika suatu titik dilalui garis. dan Cintia berada dalam satu pedesaan. 4) Jika titik tidak dilewati suatu bidang.EFGH.6 Peta rumah 308 Buku Guru Kelas X . 2) Jika suatu titik tidak dilalui garis maka dikatakan titik tersebut berada di luar garis.5! Terhadap bidang DCGH. maka dikatakan titik terletak pada garis tersebut. maka titik itu berada di luar bidang. E. Jika suatu titik dilalui oleh garis atau bidang. pada bidang CDGH dapat diperoleh: • Titik sudut yang berada di bidang CDGH adalah D. dan F.EFGH Definisi 9. apakah titik memiliki jarak terhadap garis dan apakah titik memiliki jarak terhadap bidang? b.2 Rumah Andi. G.

Bedu. Dengan membuat segitiga bantu yang siku-siku maka ilustrasi di atas dapat digambarkan menjadi: Dengan memakai prinsip teorema Phytagoras. B.7 Segitiga siku-siku Masalah-9. Dari hasil di atas disimpulkan bahwa jarak antara titik A dan C adalah 5. Terlihat mobil A sedang bergerak ke arah Utara dan mobil B bergerak ke arah Barat dengan sudut pandang masing-masing sebesar 50° dan 45°. Berapa jarak antar kedua mobil ketika sudah berhenti di setiap ujung arah? Alternatif Penyelesaian Diketahui: Misalkan: Mobil A = titik A. memiliki sudut pandang 50° Mobil B = titik B. maka dapat diperoleh panjang dari titik A dan C. dan Cintia diwakili oleh tiga titik yakni A. dan C. Gambar 9. maka jarak antara rumah Andi dan Cintia diperoleh 5 km. yaitu: AC = ( AB ) 2 + ( BC ) 2 AC = (4) 2 + (3) 2 AC = 25 AC = 5.Alternatif Penyelesaian Misalkan rumah Andi. Gambar 9. Ia mengamati dua buah mobil yang yang sedang melaju berlainan arah. Tinggi gedung = 80 m Ditanya: Jarak antar kedua mobil sesudah berhenti? Perhatikan ilustrasi masalah dalam gambar berikut. memiliki sudut pandang 45°.8 Posisi mobil dari gedung Matematika 309 . pada segitiga siku-siku ABC.3 Seorang satpam sedang mengawasi lalu lintas kendaraan dari atap suatu gedung apartemen yang tingginya 80 m mengarah ke lapangan parkir.

49 Maka diperoleh. Contoh 9. B. 22 tan 50° BO AO Masih dengan menggunakan teorema Phytagoras pada segitiga AOB. AC = (4 − 1) 2 + (1 − 1) 2 = 3.49 m. 310 Buku Guru Kelas X . kamu dapat tunjukkan panjang segmen garis AB dan BC. jarak antara kedua mobil tersebut adalah 104. tan 45° = OT 80 OT = ⇔ BO = = 67. 22) 2 10918. 52 = 104.2 Perhatikan posisi titik titik berikut ini! Gambar 9.Dari Gambar 9. panjang AO dapat ditentukan dengan menggunakan perbandingan tangen. yaitu 2 dan 13 .1) dapat ditentukan melalui formula.1) ke C (4. OT 80 OT tan 45° = = ⇔ AO = = 80 tan 45° AO AO Pada segitiga TOB. Dengan cara yang sama.9 Koordinat titik A. diperoleh AB = = = ( AO) 2 + ( BO) 2 (80) 2 + (67.8. kita memfokuskan perhatian terhadap segitga AOT dan segitiga BOT. dan C Jarak titik A (1. Pada segitiga TAO.

dapat disimpulkan. kita dapat melihat bahwa titik A dan B terletak pada garis g. Ukurlah jarak antara titik penalti terhadap titik yang berada di garis gawang. lakukan berulang-ulang sehingga kamu menemukan jarak yang minimum antara titik penalti dengan garis gawang tersebut! Gambar 9. dengan kata lain kita akan mengkaji jarak titik terhadap garis dengan kegiatan dan permasalahan berikut. Ambil alat ukur sejenis meteran yang digunakan untuk mengukur titik penalti terhadap garis gawang. (Silahkan tunjukkan!). Dalam hal ini.Tentunya panjang ketiga segmen AB. Dari pembahasan di atas. ♦ Jelaskan kepada siswa bahwa terdapat dua kemungkinan titik pada garis. jarak titik ke garis adalah nol.1 Titik A. dan AC memenuhi Theorema Phytagoras.4 Bentuklah tim kelompokmu. jika titik tersebut dilalui oleh garis.10 Titik terletak pada garis Masalah-9. BC. yaitu titik terletak pada garis atau titik berada di luar garis. Diharapkan siswa sudah mengetahui kedudukan titik terhadap garis. Rumus 9. dan C adalah titik-titik sudut segitiga ABC dan siku-siku di C. Titik dikatakan terletak pada garis. ♦ Minta siswa untuk memahami Gambar 9.11 Lapangan sepakbola Matematika 311 . Gambar 9. maka jarak antara titik A dan B adalah: AB = ( AC )2 + (BC )2 c. B. Jarak Titik ke Garis ♦ Ajak siswa untuk memahami letak titik pada garis. Untuk selanjutnya mari kita cermati kemungkinan jarak titik yang tidak terletak pada suatu garis. Titik A dan titik B dikatakan sebagai titik yang segaris atau kolinear. kemudian pergilah ke lapangan sepakbola yang ada di sekolahmu.6.

Tentu saja akan diperoleh bayangan titik P pada garis.14 Kubus ABCDEFGH 312 Buku Guru Kelas X . PC. misalkan titik-titik tersebut adalah A.1 Jarak Titik Penalti Titik Jarak P dan A P dan B P dan C P dan D Gambar 9. Contoh 9.Alternatif Penyelesaian Jika dimisalkan titik penalti adalah titik P dan garis gawang merupakan garis lurus l. yaitu P'. Tentukan projeksi titik A pada garis a. bagaimana menentukan jarak dari titik P ke garis l? Apa yang dapat kamu simpulkan? Sekarang. Sedangkan. Isilah hasil pengukuran kamu pada tabel yang tersedia. PE.EFGH. Untuk itu kita dapat mengatakan bahwa panjang PP' merupakan jarak titik P ke Gambar 9. Jadi. dan E. D. BD Gambar 9. PB.3 Diketahui kubus ABCD. coba kamu bayangkan ada cahaya yang menyinari titik P tepat di atasnya. P' merupakan projeksi titik P pada garis l.13 Projeksi titik P pada garis l garis l . Tentukanlah beberapa titik yang akan diukur. jarak titik p ke garis l adalah PP'. adalah sama? Menurutmu. Tabel 8.12 Jarak titik P dan E Apakah panjang ruas garis PA. CD! b. B. PD. C. Kemudian ambil alat ukur sehingga kamu peroleh jarak antara titik P dengan kelima titik tersebut.

titik X dan garis PQ Alternatif Penyelesaian Diketahui panjang rusuk kubus a = 4 cm.Penyelesaian a. Gambar 9.15 Proyeksi titik A pada garis CD b.16 Proyeksi titik A pada garis BD Contoh 9. Gambar 9.4 Sebuah kubus PQRS. panjang rusuknya 4 cm.TUVW dengan titik pusat X 1 1 1 1 1 2 3 3 4 Karena X adalah titik tengah ruas garis RT. lalu minta siswa untuk menghitung jarak antara i. titik R dan X ii. Proyeksi titik A pada garis BD Jika dari titik A ditarik garis yang tegak lurus terhadap segmen garis BD maka diperoleh titik T sebagai hasil proyeksinya (AT ^ BD). maka jarak RX = RT. Proyeksi titik A pada garus CD Jika dari titik A ditarik garis yang tegak lurus terhadap segmen garis CD maka diperoleh titik D sebagai hasil proyeksinya (AD ^ CD). Titik X terletak pada pusat kubus tersebut. panjang diagonal ruang kubus adalah a 3 = 4 3 sehingga. ♦ Jelaskan pada siswa mengenai arti titik pusat kubus (bangun ruang). Gambar 9. 1 1 1 1 1 2 3 3 4 RX = RT 5 6 2 3 4 3 4 2 3 Matematika 313 .17.TUVW. i. seperti yang disajikan pada Gambar 9. RT merupakan 5 6 2 3 4 3 4 2 3 diagonal ruang kubus sehingga berdasarkan sifat kubus.17 Kubus PQRS.

1 1 1 1 1 2 3 3 4 1 1 1 1 1 2 3 3 4 3=4 X'Q = PQ = 2. Dengan menggunakan segitiga siku-siku XX'Q. 3 4 5 6 7 8 9 d. kita dapat menemukan titik-titik dan membentuk garis. jarak antara titik X ke PQ adalah 2 2 cm. Mari kita cermati masalah berikut ini yang terkait dengan masalah jarak titik terhadap suatu bidang. ii.1 1 1 1 1 2 3 3 4 a 3 =∙ 4 3 = 5 6 2 3 4 3 4 2 3 a 3=4 = 2 3 a 3=4 Diperoleh. Jarak antara X dan PQ adalah panjang ruas garis XX'. 314 Buku Guru Kelas X . sementara XQ = a QW 2 3 sehingga 5 6 2 3 4 3 4 2 3 5 6 2 3 4 3 4 2 3 2 2 XX' = ( XQ) − ( X ' Q) = (2 3 ) 2 − 22 = 12 − 4 =2 2 Jadi. jarak titik R ke X adalah 2 3 cm. Perhatikan gambar berikut. Jarak Titik ke Bidang Dalam satu bidang. kita akan menentukan panjang XX'.

Gambar 9. meskipun kecepatan dan waktu berubah sesuai dengan perubahan jarak. s = v. Berapakah jarak minimal posisi Tino terhadap target? Alternatif Penyelesaian Tentunya. Kondisi awal.5 Perhatikan gambar berikut ini. Matematika 315 . jarak antara posisi Tino terhadap papan target dapat diperoleh dari rumusan berikut. dengan waktu 3 detik.18 Seorang pemanah sedang melatih kemampuan memanah Tino.t ⇔ 3 × 40 = 120 m. mesin pencatat kecepatan menunjukkan. mencoba mengganti jarak posisi tembak semula terhadap papan target sedemikian sehingga mampu menembak tepat sasaran. lintasan yang dibentuk anak panah menuju papan target berupa garis lurus. Keadaan tesebut dapat kita ilustrasikan sebagai berikut. Oleh karena itu. Tino. Pada satu sesi latihan di sport center. seorang atlet panahan.Masalah-9. tetapi belum tepat sasaran. kecepatan anak panah 40 m/det. sedang mempersiapkan diri untuk mengikuti satu pertandingan besar tahun 2012.

Dari dua hasil pergantian posisi.6 Suatu perusahaan iklan. metode menghitung jarak antara satu objek ke suatu bidang harus membentuk lintasan garis lurus yang tegak lurus terhadap bidang. dapat kita sebut sebagai posisi titik T. Panjang garis BC bukanlah jarak sesungguhnya jarak si B terhadap spanduk. Tetapi panjang garis g2. dan papan target kita misalkan suatu bidang yang diletakkan dengan p satuan jarak dari titik T. diilustrasikan pada gambar berikut. merupakan jarak titik T terhadap papan target. Ilustrasi keadaan tersebut diberikan pada Gambar 9. Posisi Tino.19. Untuk menentukan jarak si B terhadap bidang (spanduk). Tino berhasil menembak pusat sasaran pada papan target. bukan berarti jarak Tino terhadap papan target sebesar 90 meter.19 Sudut pandang dua orang terhadap suatu spanduk Pada Gambar 9. Jadi jarak sebenarnya titik B terhadap spanduk sama dengan jarak titik B terhadap titik C'. Sama halnya dengan garis g3.20 Jarak titik B ke titik C 316 Buku Guru Kelas X . Gambar 9. Gambar 9. sedang merancang ukuran sebuah tulisan pada sebuah spanduk. Masalah-9. bukan berarti garis tersebut menjadi jarak titik T terhadap papan target. setiap orang (yang tidak mengalami gangguan mata) dapat melihat dan membaca dengan jelas spanduk tersebut. karena garis AC tegak lurus terhadap bidang spanduk. jarak titik A terhadap spanduk adalah panjang garis AC. Jelasnya untuk keadaan ini. walaupun panjang garis itu tersebut adalah 120 meter. Jadi. teorema Phytagoras berperan untuk menyelesaikan masalah jarak. pada tembakan ketiga.19 berikut ini. Tulisan/ikon pada spanduk tersebut diatur sedemikian sehingga. Cermati garis g1. dengan posisi 75 m. Titik C' merupakan projeksi titik C pada bidang yang sama (spanduk). yang akan dipasang sebuah perempatan jalan.

BC = 8 cm cermati segitiga sama kaki BPC pada Gambar 9. Pastikan hasil kerja yang diperoleh siswa sama dengan hasil perkerjaan di atas! Matematika 317 . dan titik berada diluar P P merupakan sebuah titik yang Jarak titik P ke bidang X bidang X. dan 4 panjang 5 6 7 8 9 ruang CE =28 3 cm. merupakan jarak titik P ke tiitk berat bidang X.21 Kubus ABCD. memiliki panjang rusuk 8 cm.EFGH. dengan menggunakan cara lain.5 Perhatikan kubus di samping.Definisi 9. 5 6 25 36 4 2 3 34 42 33 4 2 3 b) Jarak titik P terhadap BC.EFGH titik pusat P Penyelesaian Cermati gambar kubus di atas. berlaku: PT 2 = PB 2 − BT 2 PT 2 = 5 3 Gambar 9. berarti kita akan menghitung jarak titik terhadap 24 3 4 5 6 PB = PC = garis. Contoh 9. Tentunya. ♦ Minta siswa untuk menentukan ulang jarak titik P terhadap garis BC. Lebih jelas kondisi tersebut. dengan mudah kamu dapat menentukan 3 . Hitunglah jarak a) Titik B ke P! b) Titik P ke BC! Gambar 9. 4 5 6 7 8 9 bahwa panjang AC = 8 2 cm diagonal a) Karena P merupakan titik terletak pada pusat kubus. Kubus ABCD. maka panjang segmen garis 1 1 11 11 1 1 2 13 13 24 3 3 4 4 5 6 7 8 9 BP = BH = CE =24 3 cm.22 Segitiga sama kaki BPC 7 ( ) 2 − (4) 2 = 32 PT 2 = 4 2 cm. Jarak antara titik P terhadap bidang X. Titik P terletak pada pusat kubus tersebut.2 X Misalkan X adalah suatu bidang datar.22 Dari segitiga samakaki di atas.

Perhatikan segitiga KLR. sekarang kita akan memperhatikan rusuk-rusuk yang sejajar dalam suatu bangun ruang. k dan l dipotong secara tegak lurus oleh garis m Garis k dan l dikatakan sejajar jika jarak antara kedua garis tersebut selalu sama (konstan). Dengan menggunakan perbandingan panjang rusuk segitiga.NS ⇔ .6 Sebuah kubus KLMN.NR = RT. cermati bahwa segitiga KMR menjadi bidang penghubung menentukan panjang titik N ke bidang KMR. Gambar 9.Contoh 9. ada baiknya kita mendeskripsikan sebagai berikut.24 Dua garis sejajar.23 Kubus KLMN. 6 7 8 9 Gambar 9. maka berlaku: 2 3 3 24 57. tentukanlah jarak titik N ke bidang KMR Penyelesaian Untuk memudahkan kita menyelesaikan persoalan di atas.NS NS =22 3 cm. Nah. dan jika kedua garis tidak berhimpit. Jarak antara Dua Garis dan Dua Bidang yang Sejajar Mari kita cermati gambar berikut ini. e.OPQR 2 3 KM = 6 2 cm 3 RT 4 =53 6 cm 7 3 NT = 3 2 cm 4 8 4 5 9 5 6 6 7 7 8 8 9 9 Sekarang. sehingga 68 79 8diperoleh: 9 4 5 NT. yaitu NS. 318 Buku Guru Kelas X .6 3 =53 46 . maka kedua garis tidak pernah berpotongan meskipun kedua garis diperpanjang.OPQR memiliki panjang rusuk 6 cm.

semua rusuk pasangan rusuk yang sejajar pasti sama panjang. berapa jauh titik P dari garis CD? 4. titik Q terletak di dalam PQRS sedemikian rupa sehingga OP = 3 cm.PQRS memiliki rusuk 3 dan 4 5 alas AB = 4 cm. Diketahui balok ABCD. jarak antara QR dan AD! b. titik G dan bidang CDEF! 3. BC = 3 2 cm. titik P dan A! c. dan BF = 10 cm. Titik A adalah titik tengah RT. BC = 8 cm. Gambar 9. OQ = 12 cm.25. titik V dan titik A! b.1 1 Diketahui kubus PQRS. Hitunglah jarak antara a.TUVW dengan panjang rusuk 5 cm. Garis AB dan CD sejajar dan berjarak 4 satuan. Lebih lanjut. titik A dan garis SQ! d. bidang PSTW sejajar dengan bidang QRVU. titik B dan bidang ACGE! b. 3 AP 4 =52 6 cm. dan jarak antara kedua bidang tersebut adalah panjang rusuk yang menghubungkan kedua bidang. Hitunglah jarak antara a. titik Q dan garis RW! e. Misalnya. Balok ABCD.TUVW pada Gambar 9. Tentukan jarak antara titik R dengan bidang PWU pada kubus PQRS. jarak antara AB dan RS! 6 7 Matematika 319 . Diberikan persegi panjang PQRS. 7 Tentukan 8 9 rusuk2tegak a. panjang OR adalah … 5. yang terletak pada bidang PQRS. titik P dan garis RT! 2.25 Balok PQRS. maka sudut segitiga PQR adalah 90°. Rusuk PQ memotong rusuk QU dan QR secara tegak lurus. rusuk PQ sejajar dengan RS. Jika AB = 4 satuan luas dan CD =12 satuan. 6. TUVW! Panjang rusuk kubus 12 cm.EFGH dengan AB = 4 cm. Balok PQRS.TUVW Uji Kompetensi 9. Misalnya. misalkan AD memotong BC di titik P di antara kedua garis.

dan sebuah stupa utama sebagai puncaknya. Candi Borobudur memiliki 10 tingkat (melambangkan sepuluh tingkatan Bodhisattva yang harus dilalui untuk mencapai kesempurnaan menjadi Buddha) terdiri dari 6 tingkat berbentuk bujur sangkar. Menemukan Konsep Sudut pada Bangun Ruang Jika kita memperhatikan sudut yang dibentuk oleh rusuk-rusuk pada kubus dan balok. 3 tingkat berbentuk bundar melingkar. Oleh karena itu. semua sudut yang terbentuk adalah sebesar 90°. Masalah-9. Karena alas Candi Borobudur berbentuk persegi. tahukah kamu ukuran candi tersebut? Ternyata. yaitu 34.Projek Himpunlah permasalahan teknik bangunan. serta 72 stupa. pada subbab ini. Selidikilah sifat-sifat geometri di dalam permasalahan tersebut dan ujilah kebenarannya. Selanjutnya. dan tinggi candi. 504 Arca Buddha. candi tersebut berbentuk limas persegi. luas bangunan candi adalah 123 m × 123 m dengan Gambar 9. Buatlah laporan hasil kerja kelompokmu dan sajikan di depan kelas. pada segitiga TAR berlaku 320 Buku Guru Kelas X Gambar 9.5 m. maka panjang AB = BC = CD = AD = 123 m. kita akan mengkaji sudut yang terbentuk pada bangun lain misalnya limas atau kerucut. bangun datar dan bangun ruang.5 m dan memiliki 1460 relief.ABCD . Tetapi.7 Candi Borobudur merupakan salah satu aset budaya Indonesia yang berharga dan terkenal. Mungkin. atau sudut siku-siku. dan masalah nyata disekitarmu yang melibatkan titik. tujuan parawisata ini bukanlah sesuatu hal yang baru bagi kamu. Mari kita cermati masalah di bawah ini.25 Gambar Candi Borobudur tinggi bangunan 34. 2. Alternatif Penyelesaian Jika kita mengamati kerangkanya. seperti yang diilustrasikan berikut ini.26 Limas T. Garis tinggi TR memotong diagonal AC dan DB secara tegak lurus. garis. ekonomi.5 m atau TR = 34.

968 ≈ 112 m. ditungkan dalam kajian geometris.35°. Dengan menggunakan perbandingan cosinus.5 m. Perhatikan Ilustrasi berikut! Gambar di samping menunjukkan kondisi sebuah jembatan dengan kerangka besi. sehingga diperoleh: 2 Karena bidang ABCD merupakan persegi.27 Jembatan dengan tiang penyangga besi Matematika 321 . untuk menentukan besar sudut yang dibentuk oleh TA terhadap bidang alas. mari kita perhatikan segitiga TAR. 5 2 = = 2. Jelasnya besar sudut TAR. yaitu sebesar 2. Jadi.(∠ATR) = 136. yaitu 395°.TR2 + AR2 = TA2. Dengan menggunakan perbandingan tangen. Sedangkan besar sudut yang terbentuk di puncak candi. dinyatakan tan ∠ATR = AR 61. 5 Nilai arctan ∠ATR = 68. nilai arcos A = 395°. TR 34. berlaku bahwa TA = TB = TC = TD = 112 m. Jelasnya. TBR. 52. dan TDR adalah sama besar. besar ∠BTR = ∠CTR = ∠DTR ≈ 68.7°. 5)   2 TA = 11346.75 + 1190. sudut kemiringan yang dibentuk sisi miring dari dasar candi ke puncak candi adalah sebesar 395°. berlaku AR 61. dapat kita tentukan dengan menentukan besar sudut ATR pada segitiga siku-siku TAR. 5 2 cos = A = = 0. Jadi besar sudut dipuncak candi merupakan ∠ATC atau besar ∠BTD. 77. 20 dengan AR = 2 2  123 3  5 TA =   2   + (34.35°. Susunan besi-besi pada jembatan membentuk sudut-sudut. sudut-sudut terbentuk diilustrasikan sebagai berikut. Jika keadaan tersebut. 123 2 m dan TR = 34. TCR . Selanjutnya. Gambar 9. 25 = 12537 TA = 12537 = 111. TA 112 Dengan menggunakan kalkulator atau tabel trigonometri.

menghasilkan dua sudut yang masing-masing besarnya sama. Sifat dua garis dalam satu bidang yang sama Misalkan garis k dan garis l berpotongan secara sembarang. Secara umum. dengan menggunakan perbandingan sinus bahwa: TS Sin= B = TB 1 s 2 =1 2 s 2 2 2 322 Buku Guru Kelas X . Penyelesaian Cermati segitiga BTC.EFGH dengan panjang rusuk s cm.28 Ilustrasi beberapa dua garis berpotong menghasilkan sudut yang sama besar Pada satu bidang. Contoh 9. maka pasangan sudut yang dihasilkan (ada dua pasang) besarnya sama. hasil perpotongan satu garis berwarna hitam dengan satu garis berwarna. dapat kita tuliskan sifat-sifat sudut yang dihasilkan dua garis dalam bidang sebagai berikut.7 Tentukanlah besar sudut yang dibentuk diagonal bidang ABCD pada suatu balok ABCD.Gambar 9. Hubungan kedua sudut yang sama besar ini disebut dua sudut yang bertolak belakang.

30 Sudut pada 2 garis Contoh 9. Perhatikan Gambar 9. Minta siswa untuk memperhatikan Gambar 9. Tiang bendera tersebut disambung dan diikat menjadi sebuah tiang. a. Garis AG dan garis BG! b. Tentukanlah besar sudut yang dibentuk: a. maka besar sudut C = 45°. Dari Gambar 9. Akibatnya.EFG Matematika 323 .8 Sebuah prisma segitiga ABC.30. Karena TB = TC. Sudut antara Dua Garis dalam Ruang Ilustrasi.18 dapat disketsa kembali dengan lebih sederhana. kondisinya berlaku sama untuk setiap sudut yang terkait titik perpotongan diagonal bidang ABCD. besar sudut BTC = 90°.29 Tiang bendera ♦ Minta siswa untuk memisalkan tiang bendera dan tali merupakan sebuah garis. Tiang tersebut berdiri tegak dengan bantuan tali yang diikat pada tongkat dan ditarik dengan kuat ke pasak yang sudah ditancapkan ke tanah ketiga arah.29. Meskipun terdapat 4 segitiga yang terbentuk pada bidang alas kubus ABCD. Garis AG dan garis AB! Gambar 9.31 Prisma segitiga ABC. Gambar 9. artinya besar sudut B = 45°.Maka arcsin B = 45°. jelas kita lihat bahwa sudut yang dibentuk oleh TB dan TA adalah α dan sudut yang dibentuk oleh TB dan TC adalah β. Satu tim pramuka membuat tiang bendera dari tiga tongkat dan tali pandu. TB adalah tiang bendera dengan TC dan TA adalah tali pandu.EFGH.30.EFG dengan alas berupa segitiga sama sisi ABC dengan sisi 6 cm dan panjang rusuk tegak 10 cm. Gambar 9. Gambar 9.

maka nilai α adalah sebagai berikut.09) = 360 – 150.31 AB = BC = AC = 6 cm AE = BF = CG = 10 cm Perhatikan segitiga AEG siku-siku di E sehingga dengan teorema phytagoras: AG = AE 2 + EG 2 AG = 100 + 36 AG = 136 dan ABG Perhatikan segitiga sama kaki AGB. BC = 8 cm dan CG = 8 cm.EFGH Buku Guru Kelas X .257247878 = 75.09° 6 Karena ∆ABG adalah segitiga sama kaki.82 Berarti besar sudut α adalah 29.257247878 β = arc cos 0. Jika panjang AB = 12 cm. Berapakah besar sudut antara garis AH dan BQ? Penyelesaian Perhatikan gambar! Untuk mendapatkan sudut yang dibentuk oleh garis AH dan BQ. kita perlu menggeser garis AH sepanjang rusuk EF sehingga garis 324 Gambar 9. Contoh 9.18 = 29. ∠AGB = α = 180 – 2 ∠GAB = 180 – 2β = 180 – 2(75. diperoleh: AG1 3 = cos β = AG 136 = 0.9 Perhatikan gambar! Pada balok ABCD.32 Kubus ABCD.EFGH. titik Q di tengah CD.Penyelesaian Berdasarkan Gambar 9.82°. Dengan perbandingan nilai cosinus.

CQ = 6 sehingga dengan teorema Phytagoras diperoleh. CQ = 6 sehingga dengan teorema Phytagoras diperoleh. siku-siku di C.55. BG = BF 2 + FG 2 = 82 + 82 = 128 Perhatikan segitiga QCG. 57 atau α = 0. CG = 8. BC = 8. Sudut antara Garis dan Bidang pada Bangun Ruang ♦ Minta siswa untuk memahami Ilustrasi berikut! Ilustrasi 1 Dua orang pemanah sedang latihan memanah di sebuah lapangan. QG = QC 2 + CG 2 = 82 + 62 = 100 = 10 Perhatikan segitiga QBG dengan α adalah sudut garis QB dan BG. siku-siku di F. Sudut yang dibentuk adalah α. siku-siku di C. 6 Perhatikan segitiga BOG siku-siku di O. Masing-masing anak panah menancap tepat di pusat sebuah bidang sasaran seperti pada Gambar 9.AH dapat diwakili garis BG. QG 2 − QO 2 = BG 2 − BO 2 100 − x 2 = 128 − (10 − x) 2 100 − x 2 = 128 − (10 − x) 2 100 − x 2 = 128 − 100 + 20 x − x 2 100 = 28 + 20 x 72 = 20 x atau x = 3. BQ = BC 2 + CQ3 = 82 + 62 = 100 = 10 Perhatikan segitiga BFG. 128 128 b. Dengan teorema phytagoras pada segitiga siku-siku QOG dan BOG.57) 57) = 55 55°. Perhatikan segitiga BCQ.(0.55º. arccos( arccos = . BF = 8.33 berikut! Matematika 325 . 4 cos α = = ≈ 0. FG = 8 sehingga dengan teorema Phytagoras diperoleh. Kedua pemanah tersebut berhasil memanah tepat pada sasaran. sehingga: 10 − x 6.

Perhatikan Gambar 9. bagaimana pengamatannya terhadap ilustrasi tersebut? Harapan jawabannya yaitu siswa mengatakan kedua anak panah menancap tepat pada sasaran yaitu pada pusat bidang. • Berikan penjelasan kepada siswa dengan memisalkan anak panah tersebut adalah sebuah garis dan papan target anak panah adalah sebuah bidang (sebut bidang A dan B serta garis h dan k) sehingga diilustrasikan kembali posisi anak panah tersebut seperti gambar berikut. garis h selalu tegak lurus terhadap semua garis yang ada pada bidang. Garis k tidak tegak lurus terhadap bidang atau garis k tidak membentuk sudut 90° terhadap bidang tetapi membentuk sudut yang lain dengan bidang. kita sebut membentuk sudut 90° terhadap bidang.33 Anak panah • Tanyakan kepada siswa. Garis yang tegak lurus pada bidang. sehingga garis h disebut tegak lurus terhadap bidang.Gambar 9. • Kemudian berikan pertanyaan lagi gar siswa memperhatikan posisi kedua anak panah tersebut terhadap bidang. Dapatkah anda menentukan besar sudut yang lain tersebut? Mari kita pelajari ilustrasi berikut.34 Perpotongan garis dengan bidang di satu titik Dengan demikian.34 (b).34 (a). 326 Buku Guru Kelas X . Diharapkan siswa memahami bahwa posisi kedua anak panah tersebut tentu sangat berbeda. Gambar 9. Perhatikan Gambar 9. anak panah yang menancap pada bidang adalah sebuah ilustrasi bahwa sebuah garis dapat memotong sebuah bidang di satu titik.

35 disebut sudut α.Ilustrasi 2 Perhatikan gambar! Gambar 9. Dengan demikian. sudut yang dibentuk oleh PQ dengan bidang adalah sudut yang dibentuk oleh garis PQ dengan proyeksinya pada bidang tersebut yaitu sudut QPR. ♦ Minta siswa untuk memahami Masalah 9.8.00.8 Perhatikan tangga berikut.38 Sketsa sederhana bidang miring 1 Matematika 327 . Pada Gambar 9. Seorang bapak sedang berdiri di tangga dengan kemiringan x0. Misalkan garis PQ adalah pohon sehingga projeksi PQ adalah PR seperti gambar.37 Bidang miring Alternatif Penyelesaian Mari kita sederhanakan sketsa bidang miring tersebut. Dapatkah kamu tentukan sudut yang dibentuk oleh badan bapak tersebut dengan bidang miring? Gambar 9. Kita ambil sebuah garis DC atau AB sedemikian PT tegak lurus dengan AB atau QS tegak lurus dengan DC. Misalkan PT atau QS adalah tinggi badan bapat tersebut.36 Proyeksi PQ ke bidang Sebuah pohon tumbuh miring di sebuah lapangan. Masalah-9.35 Bayangan pohon miring Gambar 9. Gambar 9. Pada siang hari pada pukul 12. matahari akan bersinar tepat di atas pohon tersebut sehingga bayangan pohon tersebut merupakan projeksi orthogonal pada lapangan.

EFGH dengan panjang rusuk 12 cm. Titik P di tengah rusuk GH dan titik Q di tengah FG. Perhatikan segitiga PUR dengan siku-siku di U atau sudut U adalah 90°. Contoh 9. Penyelesaian Perhatikan gambar di bawah ini! Gambar 9. Sudut yang dibentuk badan bapak tersebut dengan permukaan bidang miring akan diwakili oleh sudut yang dibentuk oleh garis PT dengan garis PR.40 Kubus ABCD.10 Pada kubus ABCD. Tentukanlah sudut antara garis CG dengan bidang BDPQ.39 Sketsa sederhana bidang miring Perhatikan bahwa sudut TPR adalah pelurus dengan sudut UPR sehingga: ∠TPR + ∠UPR = 180° ∠TPR + 90° – x° = 180° ∠TPR = 90° – x° Dengan demikian. Kita sederhanakan kembali sketsa di atas. Dengan demikian garis PR akan mewakili bidang miring tersebut.EFGH 328 Buku Guru Kelas X . ∠UPR + ∠PUR + ∠PRU = 180° ∠UPR + 90° + x° = 180° ∠UPR = 90° – x° Gambar 9.Perhatikan juga bahwa garis PR terletak pada bidang sehingga PR tegak lurus dengan PT ataupun pada QS. sudut yang dibentuk oleh badan bapak tersebut dengan permukaaan bidang miring adalah 90° + x°.

TM adalah garis tinggi. Perhatikan kesebangunan antara segitiga TBC dengan segitiga TQG. coba kamu cari dengan sin dan cos. Perhatikan segitiga ABC. yaitu: 6 TG GQ TG GQ TG = atau = ⇔ = TC CB TG + GC CB TG + 12 12 ⇔ 2TG = TG + 12 ⇔ TG = 12 AC 2 2 2 2 2 AC AC = AB 2 + BC AC2 = atau 12 AB + + BC 12212 ×2 2 + 12 2 2CM 12 = × 2 =2 6 CM 2 = =6 2 12 AC = 2 2 2 AC = 12 × 2 AC AC = AB 2 + BC 2 122 + 122 AC 122 2 2 CM = =6 2 =× 12 AC 2 2 2 2 2 2 AC = AB + BC 12 + 12 12 × 2 2 CM = =6 2 sehingga 2 Perhatikan segitiga TCM. ON TC 24 4 Dengan menggunakan kalkulator maka  1 α = arctan  2  = 19. siku-siku di B Matematika 329 . CG. kita akan mencoba menemukan konsep sudut antara dua bidang pada bangun ruang. tan α = = tan α = = 2. Marilah kita mengamati dan mempelajari ilustrasi berikut.Jika kita perpanjang garis BQ. apakah hasilnya sama? c. dan DP maka ketiga garis akan berpotongan di satu titik T. Kemudian MO CM 6 2 1 perhatikan segitiga TCM. Perhatikan segitiga sama kaki TBD. siku-siku di C TM = TC 2 + CM 2 atau TM = (24) 2 + (6 2 ) 2 TM = 576 + 72 TM = 648 Perhatikan segitiga TBD berpotongan dengan garis TC di titik T sehingga sudut yang dibentuk TBD dan garis TC adalah α. Sudut antara Dua Bidang pada Bangun Ruang Pada sub-bab ini. Kamu tentu masih ingat konsep kesebangunan bukan. 5°  4 Selain dicari dengan tan.

Masalah-9. sudut yang dibentuk oleh bidang α dan bidang β adalah sudut yang dibentuk oleh garis PQ dan RQ. Gambar 9. Tentu saja anda sudah mengerti bahwa buku memiliki tulang buku.41 Buku Gambar 9.41. Perhatikan gambar. Sebuah buku terdiri dari beberapa halaman terbuka seperti Gambar 9. Gambar 9.43.43 Halte Alternatif Penyelesaian Mari kita sederhanakan sketsa gambar tersebut. Kita sebut sampul buku depan adalah bidang α dan sampul buku belakang adalah bidang β.9 Sebuah halte berbentuk seperti Gambar 9. dan tulang buku tersebut dimisalkan dengan sebuah garis k. Perhatikan bahwa garis PQ tegak lurus dengan garis k dan garis RQ tegak lurus juga dengan garis k.Ilustrasi 3 Perhatikan gambar buku berikut. kedua sampul buku berpotongan di tulang buku atau bidang α dan bidang β berpotongan di garis k. 330 Buku Guru Kelas X . Dengan demikian.42 Berkas atau buku Berdasarkan gambar di atas. Jika atap halte dibuat tidak sejajar dengan lantai maka dapatkah anda tentukan sudut yang dibentuk oleh atap dan lantai halte tersebut. Halaman per halaman merupakan bentuk dari sebuah bidang. Kumpulan tersebut sering disebut dengan berkas. kita ambil sampul buku depan dengan sampul belakang. Misalkan saja.

45 Limas T. Garis ST tegak lurus dengan PQ dan garis UT juga tegak lurus dengan PQ. garis PQ adalah perpotongan kedua bidang. kedua bidang tidak bersentuhan. Perhatikan gambar di sebelah kanan anda. tentukanlah besar α.Gambar 9. AB = 12. Matematika 331 . dengan panjang TA = 13. Rusuk AE diperpanjang menjadi AP Rusuk BF diperpanjang menjadi BP Rusuk DH diperpanjang menjadi DQ Rusuk CG diperpanjang menjadi CQ Dari gambar dapat kita lihat. Contoh 9.ABCD. Jika α adalah sudut yang dibentuk oleh bidang TAD dengan bidang TBC.ABCD Bidang TAD dan bidang TBC berpotongan pada titik T. sudut antara bidang α dan bidang β adalah φ. Penyelesaian Gambar 9.11 Sebuah limas T.44 Sketsa sederhana halte Pengamatan kita terfokus pada bidang atap dan lantai. Untuk mendapatkan garis perpotongan kedua bidang maka kita dapat memperpanjang rusuk-rusuk kedua bidang. Kita sebut saja bidang lantai adalah bidang α dan bidang β. Karena bidang atap tidak dibangun sejajar maka sudah pasti bahwa kedua bidang pasti berpotongan dan membentuk sudut walaupun secara visual. Dengan demikian. CD = 10. Garis tinggi TAD adalah TP dan garis tinggi TBC adalah TQ sehingga sudut yang dibentuk oleh bidang TAD dan bidang TBC diwakili oleh garis tinggi TP dan TQ sehingga sudut yang dibentuk oleh kedua bidang adalah sudut α.

(Rusuk kubus p cm. Tentukanlah sudut antar bidang ACH dengan bidang ACF. Perhatikan gambar berikut. Dengan menggunakan teorema Phytagoras. jarak bidang ACH dengan bidang BEG. kita akan mencari besar sudut α sebagai berikut. maka: sin β = menggunakan Dengan 2 PO 6 6 PO sin sin ββ== == TP 12 12 TP 11 11   atau 30 sin ββ== atau ββ== arc sin arcsin sin == °° 30   22 22   Dengan demikian sudut α = 2β atau α = 60°. Uji Kompetensi 9. Perhatikan segitiga TAD. 2. Pada kubus ABCD. Buku Guru Kelas X . 3.EFGH dengan panjang rusuk a cm.EFGH dengan panjang rusuk p cm. Jika AP adalah perpanjangan rusuk AB sehingga AB : BP = 2 : 1 dan FQ adalah perpanjangan FG sehingga FP : FG = 3 : 2 maka tentukanlah jarak antara titik P dan Q. Tentukanlah 332 Tentukanlah besar sudut yang dibentuk oleh bidang PQRSTU dengan alas ABCD.Kemudian. 1 atau β = 30° perbandingan sinus.EFGH. maka: TP = TA2 − AP 2 TP = 132 − 52 TP = 144 = =12 12 PO 6 sin β = = TP 12 Perhatikan segitiga TPQ. Pada kubus ABCD. 4. untuk p bilangan real positif).2 1 Sebuah kubus ABCD.

Panjang AX b. dengan panjang HG = 15 cm. Besar sudut antara HP dan FG d. Hitunglah: a. Titik T terletak tepat di atas titik A. Panjang HB b. BD = 10 cm. Gambar di bawah ini merupakan balok dengan alas EFGH. Sudut yang terbentuk antara TB dan AB b. Hitunglah besar sudut HXG dan ABFE. Besar sudut PXA d. Hitunglah : a. Besar sudut antara AX dan bidang alas c. Segitiga ABC adalah segitiga yang terletak pada sebuah bidang datar. Hitunglah 10. Panjang BC 7. Panjang AT c. Besar sudut antara DF dan bidang EFGH 9. panjang TC adalah 25 cm. Sebuah kubus dengan panjang rusuk 12 cm. Sudut yang terbentuk antara TC dan AC adalah 40°. Titik X berada pada rusuk AB yang berjarak 3 cm dari titik B. GF = 8 cm dan BF = 9 cm. Besar sudut BDC c. Besar sudut antara HP dan EFGH c. dengan sudut BAC = 90° dan panjang AB =16 cm.5. AD = 8 cm. Sebuah limas berdiri setinggi 26 cm di atas bidang datar dengan alas berbentuk bidang segi enam 333 Matematika . Panjang HP jika P adalah tengah-tengah BC b. Titik X berada di tengah rusuk CR. Besar sudut antara HB dan bidang ABCD 8.EFGH memiliki panjang rusuk-rusuk AB = 6 cm. Sebuah balok ABCD. Perhatikan gambar balok berikut a. Besar sudut antara BS dan bidang alas 6. Besar sudut antara HB dan bidang CDHG d. Hitunglah: a. dan DH = 24 cm.

Buatlah laporanmu dan sajikan di depan kelas. BC 4 = 51 6 dengan AB = dan 7BF 8 = 5. Hitunglah a.ABCD. Pilihlah minimal tiga objek dan rancang masalah yang pemecahannya menerapkan sifat dan rumus jarak titik ke garis atau jarak titik ke bidang. Perahu A bergerak ke arah Barat dengan sudut depresi 35° dan perahu B bergerak ke arah Utara dengan sudut depresi 40°. Jika tinggi merkusuar adalah 85 m dari permukaan laut. Tentukanlah besar sudut yang dibentuk bidang ADHE dan bidang 14. yang berada di Timur menara OT BDHF. 11. Hitunglah panjang OB dan bidang TAB dan bidang TCD. Projek Perhatikan berbagai objek yang kamu temui di sekelilingmu. beraturan yang memiliki panjang rusuk 12 cm. Panjang rusuk dari piramid b. Seorang pengamat mengamati dua buah perahu dari menara merkusuar. 334 Buku Guru Kelas X . C adalah dm. dengan sudut elevasi 40°. 13. tinggi menara tersebut. Besarnya sudut antara rusuk piramid dengan alas. ia berjalan 70 m ke arah Utara dan 2 3 dm 4 dan 5 6 7 8 9 TA = TB = TC = TD = menemukan bahwa sudut elevasi ABCD adalah persegi dengan sisi dari posisi yang baru ini.EFGH 2 3 . Seorang lelaki berdiri di titik B. Pada limas beraturan T. tentukan jarak 9 antara kedua perahu tersebut. Tentukanlah besar sudut antara 25°. Jika diketahui balok ABCD. Kemudian 12.

berlaku. EF. Jarak antara dua garis sejajar adalah jarak salah satu titik di salah satu garis ke garis yang lain. 335 Matematika . Jarak antara sebuah titik ke sebuah garis adalah jarak titik ke proyeksinya pada garis. PENUTUP Pada kubus ABCD. ∠AUE = ∠BUF dan ∠AUB = ∠EUF. 9. AEHD. 15. 1. dan EH. Garis AF dan garis BE adalah dua garis yang bersilangan. EF. EFGH yang memuat garis AE. 4. 20. Jarak antara dua bidang yang sejajar adalah jarak dari salah satu titik pada bidang yang satu ke bidang yang lain. Titik E terletak pada bidang ABFE. dan EH. 14. Bidang ADHE berpotongan dengan bidang BCHE. 3. Garis EF sejajar dengan salah satu garis pada bidang CDHG. 18. Jarak antara dua titik adalah panjang ruas garis terpendek yang menghubungkan dua titik tersebut. Bidang ABFE berpotongan tegak lurus dengan bidang ABCD. maka garis EF sejajar dengan bidang CDGH.EFGH. Garis EF terletak pada bidang ABFE dan EFGH. Garis EF dan CG adalah dua garis yang saling tegak lurus. 6. 7. Garis BH merupakan diagonal ruang kubus ABCD. Jarak dua garis bersilangan adalah panjang ruas garis yang tegak lurus pada kedua garis tersebut. EFGH. Titik E terletak pada garis AE. 5. 10. 16. 21. 17. 8. Bidang BCHE merupakan bidang diagonal. Garis EF tegak lurus dengan salah satu garis pada bidang BCGF. Garis AF merupakan diagonal bidang ABFE 13. maka garis EF tegak lurus dengan bidang BCGF. Jarak antara sebuah titik ke sebuah bidang adalah jarak titik ke proyeksinya pada bidang. 12. Garis EF dan garis CD adalah dua garis yang sejajar. Bidang ABFE sejajar dengan bidang CDHG.D. 2. 19. 11.

Dalam bahasan ini kita akan mempelajari sifat-sifat limit fungsi aljabar yang selanjutnya akan diuraikan dalam pemecahan masalah dan penyelesaian beberapa masalah dengan menggunakan beberapa sifat limit fungsi yang dipelajari. Kita telah mempelajari materi geometri tentang jarak dan sudut antara titik. garis dan bidang serta penerapannya dalam pemecahan masalah nyata. 336 Buku Guru Kelas X .22. Sudut antara garis dengan bidang adalah sudut antara garis tersebut dengan projeksinya pada bidang. Selanjutnya kita akan membahas materi tentang limit fungsi.

4. bertanggungjawab. kritis. menghayati kesadaran hak dan kewajiban serta toleransi terhadap berbagai perbedaan di dalam masyarakat majemuk sebagai gambaran menerapkan nilai-nilai matematis. 2. 3. 5. Pengalaman Belajar Melalui pembelajaran materi limit fungsi. • siswa mampu memodelkan permasalahan. menghayati pola hidup disiplin. memilih strategi yang efektif dan menyajikan model matematika dalam memecahkan masalah nyata tentang limit fungsi aljabar. siswa memperoleh pengalaman belajar: • mampu berpikir kreatif. • mengajak kerjasama tim dalam menemukan solusi permasalahan.Bab Limit Fungsi A. • mampu berpikir kritis dalam mengamati permasalahan. memahami konsep limit fungsi aljabar dengan menggunakan konteks nyata dan menerapkannya. KOMPETENSI DASAR DAN PENGALAMAN BELAJAR Kompetensi Dasar Setelah mengikuti pembelajaran limit fungsi. • mengajak siswa untuk menerapkan matematika dalam kehidupan sehari-hari. • mengajak untuk melakukan penelitian dasar dalam membangun konsep. siswa mampu: 1. • • • • Limit fungsi Pendekatan (kiri dan kanan) Bentuk tentu dan tak tentu Perkalian sekawan . merumuskan aturan dan sifat limit fungsi aljabar melalui pengamatan contoh-contoh. konsisten dan jujur serta menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

PETA KONSEP Fungsi Materi Prasayarat Masalah Otentik Fungsi Aljabar Daerah Asal Limit Fungsi Aljabar Daerah Hasil Limit Fungsi pada Suatu Titik Sifat Limit Fungsi Aljabar 338 Buku Guru Kelas X .B.

Matematika 339 . berbagai permasalahan yang kita hadapi dapat melahirkan berbagai konsep matematika. Ilustrasi Seorang Satpam berdiri mengawasi mobil yang masuk pada sebuah jalan tol.1 Jalan Tol ♦ Arahkan siswa melihat Gambar: 10. Dia melihat objek seakan akan semakin mengecil seiring dengan bertambah jauhnya mobil melintas. konsep dapat kita peroleh dengan mengamati. Ia berdiri sambil memandang mobil yang melintas masuk jalan tersebut. kita mampu menyelesaikan kembali permasalahan yang serupa. masalah alergi yang serupa dapat diatasi bila kembali terjadi. Jadi. Berdasarkan konsep umum matematika yang diperoleh dari permasalahan tersebut. kita melakukan pengamatan terhadap respon tubuh yang sedang alergi terhadap suatu zat dengan tingkat dosis obat antibiotik. Menemukan Konsep Limit Fungsi Kita akan mencoba mencari pengertian atau konsep pendekatan suatu titik ke titik yang lain dengan mengamati dan memecahkan masalah. Percobaan yang kita lakukan adalah sebuah konsep pendekatan terhadap solusi permasalahan tersebut. kita dapat memodelkan batas dosis pemakaian antibiotik tersebut. menganalisa data dan menarik kesimpulan. MATERI PEMBELAJARAN Dalam kehidupan sehari-hari. Akhirnya dia sama sekali tidak dapat melihat objek tersebut. Gambar 10. Kemudian dia memandang terus mobil sampai melintas di kejauhan jalan tol. Jika kita analisis lebih lanjut. Sebagai contoh.C. untuk pendekatan berapa meterkah jauhnya mobil melintas agar penjaga pintu masuk jalan tol sudah tidak dapat melihatnya lagi? Berdiskusilah dengan teman-temanmu! 1. Bantu mereka untuk berani memberikan komentar kenapa obyek pada gambar seakan-akan mengecil? Arahkan mereka mengingat kembali perbandingan pada kesebangunan. Perhatikan dan amatilah contoh ilustrasi berikut.1 dan memberikan waktu untuk mengamati gambar tersebut. Dengan demikian. Dari data yang kita peroleh.

2 Lebah lurus ke tanah sampai mendarat kembali pada akhir menit ketiga.3 Ilustrasi gerakan lebah Jadi. ♦ Coba kamu modelkan fungsi lintasan lebah tersebut! Petunjuk: – Model umum kurva parabola adalah f(t) = at2 + bt + c.1 Perhatikan masalah berikut. dengan a. b. lebah tersebut telah mencapai ketinggian maksimum sehingga ia terbang datar setinggi 5 meter selama 1 menit. Setelah terbang selama 1 menit. – Model umum kurva linear adalah f(t) = mt + n dengan m. ♦ Cobalah kamu tunjukkan grafik lintasan terbang lebah tersebut. Seekor lebah diamati sedang hinggap di tanah pada sebuah lapangan. Alternatif Penyelesaian Perhatikan gambar dari ilustrasi Masalah 10.2 Gambar 10. c bilangan real. Pada suatu saat. model fungsi lintasan lebah tersebut berdasarkan gambar di atas adalah: 340 Buku Guru Kelas X . kemudian bandingkan kembali jawaban kamu dengan strategi yang lain. Pada menit berikutnya. n bilangan real.Masalah-10. Tunjukkanlah pola lintasan terbang lebah tersebut? Petunjuk: Pilihlah strategi numerik untuk menunjukkan pendekatan. lebah tersebut diamati terbang membentuk sebuah lintasan parabola. lebah tersebut terbang menukik Gambar 10. ♦ Amatilah model yang kamu peroleh.

. 1.... m.. diperoleh 5 = 2m + n. 7... kita akan menentukan fungsi lintasan lebah......0) ke fungsi kuadrat f(t)= at2 + bt + c diperoleh 2.. • Kemudian lebah terbang mencapai ketinggian maksimum 5 meter pada waktu t = 1 sampai t = 2. model fungsi lintasan lebah tersebut adalah: −5t 2 + 10t  f (t ) =  5  −5t + 15  jika 0 ≤ t ≤ 1 jika 1 ≤ t ≤ 2 . Dari ilustrasi.. Substitusi titik A(1.... • Misalkan posisi awal lebah pada saat hinggap di tanah adalah posisi pada waktu t = 0 dengan ketinggian 0. lebah kembali terbang menukik sampai hinggap kembali di tanah dengan ketinggian 0... • Pada akhir waktu t = 2.5) ke fungsi linear f(t) = mt + n.. 9....... disebut titik awal O(0. Lebah tersebut terbang konstan pada ketinggian 5 maka fungsi lintasan tersebut adalah f(t) = 5.. diperoleh data sebagai berikut.. −b 3. 8 Substitusi titik C(3.. (1) dengan a. n bilangan real. Dengan mensubstitusi n = –3m ke 5 = 2m + n maka diperoleh m = – 5 dan n = 15... Substitusi titik B(2...5).. Matematika 341 . 10.. fungsi kuadrat tersebut adalah f(t) = –5t2 + 10t...0). 4... Berdasarkan data tersebut.. (2) jika 2 ≤ t ≤ 3 Selanjutnya limit fungsi pada saat t = 1 dan t = 2 dapat dicermati pada tabel berikut.. diperoleh 0 = 3m + n atau n = –3m.5) ke fungsi kuadrat f(t)= at2 + bt + c diperoleh a + b + c = 5 atau a + b = 5.. Jadi. Substitusi titik O(0... Karena fungsi kuadrat mencapai maksimum pada saat t = 1 maka =11 atau = 2 a b = –2a...... 6.. Dengan mensubstitusi b = –2a ke a + b = 5 maka diperoleh a = –5 dan b = 10...0) ke fungsi linear f(t) = mt + n...0). Fungsi linear yang dimaksud adalah f(t) = –5t + 15.at 2 + bt + c  5 f (t ) =   mt + n  jika 0 ≤ t ≤ 1 jika 1 ≤ t ≤ 2 jika 2 ≤ t ≤ 3 . dengan langkah-langkah berikut..... di titik A(1.. b... c... di titik C(3. 5.5) dan B(2.. Dengan demikian..

7 5 1.995 2. Dengan demikian fungsi lintasan lebah menulisnya lim − + mempunyai limit sebesar 5 pada saat t mendekati 1.01 4. Mari perhatikan nilai fungsi pada t mendekati 1 dari kiri dan kanan.9 5 1. Untuk t mendekati 2 lim 5 = 5 (makna t → 2– adalah nilai t yang didekati dari kiri) − t →2 t → 2+ lim − 5t + 15 = 5 (makna t → 2+ adalah nilai t yang didekati dari kanan) Ternyata saat t mendekati 2 dari kiri.95 2. t →2 t →2 342 Buku Guru Kelas X .2 4 2. Demikian juga saat t mendekati 2 dari kanan. dapat kita lihat bahwa y akan mendekati 5 pada saat t mendekati 1 dan y akan mendekati 5 pada saat t mendekati 2.001 4.001 5 1.99 4.2 5 1. Hal ini dapat dinyatakan lim 5 = lim − 5t 2 + 10t = 5.95 0.8 5 1.9 4. Demikian saat t mendekati 1 dari kanan. nilai fungsi y = f(t) = –5t + 15 mendekati 5.1 Nilai pendekatan y = f(t) pada saat t mendekati 1 t f(t) 0. Dengan demikian fungsi + − lintasan lebah mempunyai limit sebesar 5 pada saat t mendekati 2. Kita − 5t 2 + 10t = 5 = lim 5 .80 0. sebagai berikut: I.3 3.5 Dari pengamatan pada tabel. nilai fungsi f(t) = 5 mendekati 5.8 4. nilai fungsi f(t) = 5 mendekati 5. Untuk t mendekati 1 − 5t2+ = 5 5 (makna t → 1– adalah nilai t yang didekati dari kiri) lim +15 10 t= − t →1 t →1+ lim 5 = 5 (makna t → 1+ adalah nilai t yang didekati dari kanan) Ternyata saat t mendekati 1 dari kiri .9995 0.999 5 1 5 1.01 5 1.2 Nilai pendekatan y = f(t) pada saat t mendekati 2 t f(t) 1.3 5 Tabel 10.Tabel 10. nilai fungsi y = f(t) = –5t2 + 10t mendekati 5. t →1 t →1 II.7 4. Perhatikan strategi lainnya.5 2.99 5 1.999 5 2 5 2.55 0.1 5 1.1 4.

Demikianlah mereka terus-menerus memberikan jawaban sebanyak mungkin sampai akhirnya mereka menyerah untuk mendapatkan bilangan-bilangan terdekat ke-3.9999 Gambar 10.999 Candra : 3.0001 pendekatan nilai Alternatif Penyelesaian Kedua teman Ani berlomba memberikan jawaban bilangan terdekat ke 3. Pada awalnya Budi dan Candra mengambil bilangan yang terdekat ke 3 dari kiri dan kanan sehingga mereka menjawab 2 dan 4. Ani : Sebutkanlah bilangan real yang paling dekat ke 3? Budi : 2 Candra : 4 Budi : 2.001 Budi : 2. Perhatikanlah percakapan mereka berikut.4 Ilustrasi limit sebagai Candra : 3.5.Masalah-10. dituliskan x → 3). sehingga Budi harus memberi bilangan yang lebih dekat lagi ke 3 dari kiri.5 Budi : 2. Matematika 343 . ternyata ketidakmampuan teman-teman Ani untuk menyebutkan semua bilangan tersebut telah membuktikan bahwa begitu banyak bilangan real di antara bilangan real lainnya.4. sehingga ia menjawab 3. Jika dimisalkan x sebagai variabel yang dapat menggantikan jawaban-jawaban Budi dan Candra maka x akan disebut bilangan yang mendekati 3 (secara matematika.1 Budi : 2. Berdasarkan pemahaman kasus ini. maka Budi menyebut 2. seperti pada Gambar 10.99 Candra : 3.2 Tiga anak (sebut nama mereka: Ani.5 Candra : 3.5. Ternyata masih ada bilangan real lain yang terdekat ke 3. Budi dan Candra) sedang bermain tebak angka.01 Budi : 2.9 Candra : 3. Hal ini membuat Candra ikut bersaing untuk mencari bilangan lain. Ani memberikan pertanyaan dan kedua temannya akan berlomba memberikan jawaban yang terbaik.

beberapa badan jembatan yang telah dibentuk dengan ukuran tertentu diangkat dan disambungkan satu sama lain pada setiap pondasi yang telah tersedia (Gambar 10.5 B).5 B.6 Pemetaan anggap garis pemisah pada persambungan kedua blok badan jembatan sebagai ilustrasi x ≠ c. apakah kedua blok badan jembatan tersebut mempunyai limit pada garis persambungan tersebut? Berikan ide-ide secara bebas dan terbuka. ♦ Arahkan siswa berdiskusi untuk memikirkan. Pilih salah satu pondasi sebagai titik yang akan didekati.5 A). Tentu saja kedua blok badan jembatan yang terhubung mempunyai garis pemisah (Gambar 10. Kita Gambar 10. Perhatikan ilustrasi berikut. Lihat pada Gambar 10. y ∈ Y. Sebuah jembatan layang dibangun pada sebuah kota untuk mengatasi masalah kemacetan jalan raya. Setelah pondasi yang kokoh dibangun (Gambar 10.Masalah-10. Misalkan X dan Y ada-lah himpunan yang tidak kosong.5 C). sebagai berikut: 344 Buku Guru Kelas X . Jika setiap pondasi merupakan titik-titik pada himpunan X dan badan jembatan merupakan kurva yang dipenuhi oleh fungsi y = f(x) maka hubungan antara pondasi dan badan jembatan merupakan sebuah pemetaan atau fungsi. x ∈ X.5 B) sehingga terbentuk sebuah jembatan layang yang panjang (Gambar 10. Ingat kembali pengertian sebuah fungsi X Y pada bab sebelumnya.3 (A) (B) Gambar 10. sebuah fungsi f memetakan setiap f x y = f(x) anggota himpunan X ke tepat satu anggota himpunan Y. Manfaatkan jawaban siswa untuk melahirkan sebuah konsep dan pendefinisian tentang limit fungsi.5 Jembatan layang (C) Kata limit dapat dipandang sebagai nilai batas.

Hitung nilai f(x) untuk setiap nilai x yang diberikan? 3.999 2. sebuah pengamatan pada permasalahan akan melahirkan pengertian dan konsep umum. Matematika 345 . sebagai berikut. Kemudian amatilah nilai-nilai f(x) dari kiri dan kanan.99 2.7 2. Tetapi ada baiknya kita harus menguji kembali konsep tersebut. Tabel 10.9 2. Mari kita amati kembali konsep limit fungsi tersebut dengan mengambil strategi numerik. apa yang terjadi jika y hanya mendekati yang mendekati 2. kemudian kita tentukan nilai y oleh fungsi y = f(x) pada tabel berikut.01 2. Berdasarkan masalah dan contoh di atas. Kemudian amatilah tabel berikut. dengan langkah-langkah pengamatan sebagai berikut.5 2.5 1.1 Misalkan f sebuah fungsi f : R → R dan misalkan L dan c bilangan real.7 1. Kita menyatakan bahwa f mendekati L ketika x mendekati c yang terdefinisi pada selang/interval yang memuat c kecuali mungkin di c sendiri.5 2. ♦ Tampak bahwa pendekatan ada dari kiri dan kanan tabel.7 3 4 Apakah pengamatanmu? Perhatikanlah tabel tersebut.3 Nilai fungsi f(x) = x + 1 pada saat x mendekati 2 x y 1 2 1.1 Misalkan fungsi f(x) = x + 1 untuk x ∈ R. 4. dari sebelah kiri atau kanan ♦ Setiap titik x mempunyai peta di y oleh fungsi saja? Apakah ada fungsi yang diberikan.001 2.1 2. kita tetapkan pengertian limit fungsi.1 3.7 3. Kita menentukan x mendekati 2. yang demikian ♦ Setiap peta x juga mendekati peta 2. lim f ( x ) = L jika dan hanya jika f(x) mendekati L untuk semua x mendekati c. x →c Catatan: lim f ( x ) = L dibaca limit fungsi f(x) untuk x mendekati c sama dengan L. Seperti yang telah dijelaskan di awal bab ini.9 1. 1.5 3. Kita dapat memberikan beberapa pengamatan sebagai berikut. ♦ Ada banyak bilangan real yang dapat ditentukan Menurut kamu.99 1.01 3. Definisi 10.001 3. Tentukanlah titik-titik x yang mendekati c dari kiri dan kanan! 2. Ada atau tidakkah suatu nilai pendekatan f(x) pada saat x mendekati c tersebut? x →c Contoh 10.999 … … 2 ? … … 2.

99 1. 346 Buku Guru Kelas X .001 2.7 2 3 Berdasarkan nilai tabel di atas.5 2. x ≠ 1.999 1.Perhatikan sketsa berikut: Gambar 10.7 1. pada saat x mendekati 1 x y 0 1 0.001 1.7 2.99 0.5 1.999 … … 1 ? … … 1.4 Nilai fungsi y = f(x) mendekati 2.5 1.01 1.7 Grafik Fungsi f(x) = x + 1 Secara matematika.1 2. Jika fungsi f(x) = Tabel 10.7 0.9 1.1 1.2 x 2 − 1 ( x + 1)( x − 1) x2 − 1 = untuk x ∈ R. Secara geometri dapat diperlihatkan sebagai berikut.5 0. dapat dilihat nilai f(x) akan mendekati 2 pada saat x mendekati 1.9 0. Nilai-nilai pendekatan f(x) untuk nilai-nilai x yang mendekati 1 dapat dilihat pada tabel berikut. Misal y = = x +1 x −1 x −1 x −1 untuk x ≠ 1. lim ( x + 1) = 3 x→2 Bagaimanakah jika f(x) tidak terdefinisi pada titik x + 1? Perhatikan contoh berikut ini! Contoh 10.01 2. fungsi f(x) = x + 1 mendekati 3 pada saat x mendekati 2 dapat dituliskan sebagai berikut.

apa maksud dari gambar bulatan kosong pada kurva fungsi pada saat x = 1? Gambar 10. Gambar 10. Guru harus memberikan kesimpulan akhir.8 Grafik fungsi f(x) x2 − 1 = x + 1 dengan x ≠ 1 akan mendekati 2 x −1 pada saat x mendekati 1 dituliskan sebagai berikut. Secara matematika.9 Grafik fungsi f(x) terkait limit Matematika 347 .Diskusi Perhatikanlah gambar di samping! Coba diskusikan kembali dengan temanmu. Ingatkan kembali siswa tentang definisi limit fungsi di atas. Arahkan siswa untuk menghubungkan definisi limit tersebut dengan keempat gambar berikut dan berikan mereka kesempatan untuk memberikan komentar dan saling menanggapi. fungsi f ( x) = lim x →1 x2 − 1 =2 x −1 ♦ Arahkan siswa untuk membentuk kelompok diskusi 2 atau 4 orang.

3 Perhatikan fungsi berikut:  x2 jika f ( x) =   x + 1 jika x ≤1 x >1 Jika y = f(x) maka nilai-nilai pendekatan f(x) untuk nilai-nilai x mendekati 1 dapat dilihat pada tabel berikut.7 2.5 Nilai fungsi y = f(x) mendekati 2. Guru harus memberi kesimpulan akhir.5 2. berikan mereka waktu membuat sebuah contoh dan mempresentasikan di depan kelas.10 Grafik fungsi f(x)  x2 jika Dengan demikian fungsi f ( x) =   x + 1 jika x = 1.5 0. Hal ini mengakibatkan f(x) tidak mempunyai limit pada saat x mendekati 1. pada saat x mendekati 1 x y 0 0 0.01 2.49 0. Gambar 10.01 1.001 1.9 0. Secara geometri dapat diperlihatkan sebagai berikut.98 0.Contoh 10.25 0.1 1.001 2. Tabel 10.5 1. Melalui pemahaman siswa tentang definisi limit fungsi.998 … … 1 ? … … 1.99 0.81 0. 348 Buku Guru Kelas X .7 0.999 0. f(x) akan mendekati 1 pada saat x mendekati 1 dari kiri sementara f(x) mendekati 2 pada saat x mendekati 1 dari kanan. x ≤1 tidak memiliki limit di titik x >1 ♦ Arahkan siswa mengkaitkan contoh ini ke definisi.7 2 3 Berdasarkan tabel di atas.1 2.

...01 1. Diberikan beberapa nilai-nilai x yang mendekati 1......1 1.999 … … 1 ? … … 1.....8 2 2 Kita dapat mengamati pergerakan nilai-nilai x dan f(x) pada tabel tersebut.....1 1. Hal ini dapat kita tuliskan secara matematika. pada saat x mendekati 1 x y 0 2 0.9 2 0.8 2 2 2 Apa yang kamu peroleh dari Tabel 10.7 Nilai pendekatan f(x) = x.(2) + x →1 ♦ Arahkan siswa untuk menggambar fungsi tersebut! Berikan waktu kepada siswa untuk menjelaskan pendapatnya kemudian guru mengajak siswa mengambil kesimpulan..5 1.01 1.99 0...2 0.. 349 Matematika ... dengan....9 0....1 2 1. jika x mendekati 1 dari kiri dan kanan maka nilai y akan mendekati 2 dari kiri dan kanan. Hal ini dapat ditulis secara matematika. Tabel 10.......001 2 1.. x →1− lim x = 1 = lim x ...99 0..5 2 0..(1) + x →1 Contoh 10..2...9 0........ x →1− lim 2 = 2 = lim 2 . Tabel 10..5 1......4 Jika f(x) = 2 maka nilai pendekatan f(x) pada saat x mendekati 1 dapat ditunjukkan pada tabel berikut. pada saat x mendekati 1 x y 0 0 0.999 0..001 1..2 2 0.99 2 0....... Sifat-Sifat Limit Fungsi Perhatikan kembali beberapa contoh berikut...........2 0........001 1......999 2 … … 1 ? … … 1... Kita akan mencoba mengamati sifat-sifat limit fungsi pada beberapa contoh dan tabel nilai-nilainya. Berdasarkan (1) dan (2) secara induktif diperoleh sifat berikut... Contoh 10....5 2 1.8 1..5 Jika f(x) = x maka nilai pendekatan f(x) pada saat x mendekati 1 dapat ditunjukkan pada tabel berikut.5 0... Perhatikanlah.6 Nilai pendekatan f(x) = 2.01 2 1. dengan..5 0..6? Kita dapat mengamati pergerakan nilai-nilai x dan f(x) pada tabel tersebut.. jika x mendekati 1 dari kiri dan kanan maka nilai y akan mendekati 1 dari kiri dan kanan...

9. lim x →1 lim 2 x 2 = lim 2 × xx× xx x →1 x →1 350 Buku Guru Kelas X x →1 = x →1 = 2×1×1 = 2 lim 2 × lim x × lim x x →1 .8 3. c bilangan real.99 0.5 0.02 1.9 Nilai pendekatan f(x) = 2x2 pada saat x mendekati 1 x y 0 0 0.5 2.2 0.001 2.96 0.21 1. x →c x →c x →c lim f ( x ) = L jika dan hanya jika lim f ( x ) = L = lim f ( x) − + Contoh 10.99 … … 1 ? … … 1.1 1.Sifat-1 Misalkan f suatu fungsi dengan f : R → R dan L.81 0.23 2 4 Nilai pendekatan f(x) pada saat x mendekati 1 adalah 1.7 Jika f(x) = 2x2 maka nilai pendekatan f(x) pada saat x mendekati 1 dapat ditunjukkan pada tabel berikut.08 0.6 Jika f(x) = x2 maka nilai pendekatan f(x) pada saat x mendekati 1 dapat ditunjukkan pada tabel berikut.04 1.98 0.5 0. Tabel 10.8.999 0.8 2 2 2 xx x=x1.2 0.9 1. lim xx x=x1.62 0.42 1.25 1. maka Berdasarkan Tabel 10.01 2.9 0.5 2 1.00 1.99 … … 1 ? … … 1.99 1.25 0.5 0.00 1.999 1. maka x →1 lim x 2 = x →1 lim x × x x →1 = = 1 × 1 = 1 lim x × lim x x →1 x →1 Contoh 10.001 2.04 0.8 Nilai pendekatan f(x) = x2 pada saat x mendekati 1 x y 0 0 0.01 2. Berdasarkan Tabel 10.1 2. Tabel 10.

01 4.5 2 12.9 2 maka nilai pendekatan f(x) pada saat x mendekati 1 dapat ditun2x − x jukkan pada tabel berikut.999 3.06 4.99 0.01 … 1.001 1.8 diperoleh lim =x1.1 1.7 –25 7.01 … 1 ? … 1.9 2 pada saat x mendekati 1 2x − x 2 0.52 0.94 4.1 1.42 3.99 1. Jika f(x) = 2 Tabel 10.9 0.5 1.10 Nilai pendekatan f(x) = 2x2 + 2x pada saat x mendekati 1 x y 0 0 0.11 Nilai pendekatan f(x) = x y 0.26 1.67 0.1 0.78 0.49 2 Berdasarkan tabel di atas. maka x →1 x →1 lim 2 x 2 + lim 2 x = x →1 x →1 lim 2 x 2 + lim 2 x x →1 x →1 = 2+2 = 4 Contoh 10.62 xx x 2 x 2 = 2 dan lim Berdasarkan Contoh 10.00 1.14 2.7 dan Tabel 10.5 1.5 0.98 … … 1 ? … … 1. Jika f(x) = 2x2 + 2x maka nilai pendekatan f(x) pada saat x mendekati 1 dapat ditunjukkan pada tabel berikut.5 7.94 1.0 3.8 1. Tabel 10.7 0. lim 2 = 2 atau x →1 2 x − x lim 2 2 x →1 lim 2 = x →1 2 x − x lim 2 x 2 − x x →1 = = lim 2 x →1 x →1 lim 2 x 2 − lim x x →1 2 =2 2 −1 Matematika 351 .001 1.999 … 2.Contoh 10.99 0.

lim x=c x →c 3. lim[kf ( x)] = k lim f ( x)  x →c  x →c    lim    lim[ ) (( x )] lim xx )) × lim gg (( x ) lim[ fff( ( (x x x ) )× ± ±g g g ( x x ) )]= = = lim limfff(( ( x ) ± ± lim g (x x ) ) 4. lim[ f ( x) × g ( x)] = lim f ( x)  × lim g ( x)  x →c  x →c   x →c  f ( x)   f ( x)   lim x →c   dengan lim g ( x) ≠ 0 = 7. 1. lim k =k x →c 2. lim + + → xx cc x→ cc    x x→ →c c x→ → c x x→ → c       lim f( x)  = (x )− x) x) f ( x)  − lim g ( x)  5.25t2 + 0. dengan k dan c adalah bilangan real serta n adalah bilangan bulat positif.Perhatikanlah sifat-sifat limit fungsi berikut: Sifat-2 Misalkan f dan g adalah fungsi yang mempunyai limit pada x mendekati c. lim x →c x →c x →c Contoh 10.10 Sebuah bidang logam dipanaskan di bagian tengah dan memuai sehingga mengalami pertambahan luas sebagai fungsi waktu f(t) = 0.5t (cm)2. 352 Buku Guru Kelas X .. lim  x →c  g x →c lim g ( x)   ( x)    x →c  8. asalkan lim 9. lim [ f ( x) ] = lim f ( x)  x →c  x →c  n n n f ( x ) = n lim f ( x ) f ( x) > 0 bilamana n genap . lim lim ff ( gk (x [kf ]→c= → lim[ ( x )] lim f lim ( x)    = dengan g ( x) x→ →c c x x c   xc →c →c ≠ 0    lim x →c g ( x)  x→ lim g( x) x     x →c  6. Kecepatan perubahan pertambahan luas bidang tersebut pada saat t = 5 menit adalah .. Penyelesaian Kecepatan perubahan pertambahan luas adalah besar pertambahan luas dibandingkan dengan besar selisih waktu.

000025 3. 5)(t − 5) 0. 5) lim lim 0.0001 0.12 Nilai pendekatan pada saat t mendekati 5 12 1 2 3 4 4.125 3.001 –0.5(5) = 8. Alternatif Penyelesaian lainnya f(t) = 0.5 2.1 –0.01 5.1 0.25 5 5.9999 ∆t = t – 5 –4 –3 –2 –1 –0.000300002 0.00025 3.875 2. pada saat t mendekati 5 maka ∆t mendekati 0 dan f(t) akan mendekati 3 (cm2/menit).5 –0.25 3.029975 –0.0000 0.1 5.2975 –0. 5t 2 + t − 17. 75 = lim t →5 t −5 = lim t →5 0.975 2.5 6 Dengan melihat tabel di atas. 5t ) − f (5) f (t ) − f (5) lim = t →5 t →5 t −5 t −5 2 0.030025 0.75 1. 5t + 3. 5(0.999975 ? 3.25(5)2 + 0. 5) t →5 t →5 t −5 t −5 353 Matematika .999 4.000299997 0 0.25 2.99 4.01 0.025 3. 25t 2 + 0.25 ∆f/∆t 2 2.9 4.0025 3.0001 0. 5t + 3.00300025 0.0001 5. 5t − 8.001 0. 5(0.3025 1.5 4.001 5.5t f(5) = 0.99975 2.9975 2. 25t + 0. 5(0.Perhatikan tabel! Tabel 10.75 2.4375 –0.75 –5 –2.5 1 ∆f = f(t) – f(5) –8 –6.5625 3.25t2 + 0.75 lim (0.00299975 –0.01 –0.

25( )2 0.5ch  0. 5)(t − 5) lim lim lim 0.25c 2+0.5h kecepatan sesaat sesaat pertambahan pertambahan luas luas bidang bidang adalah: adalah: kecepatan lim h0 f (c  h)  f (c ) h = lim (0. 5) 0.5 h fc (c 0.5(5)  0.5c f(c) = 0.5  3.5h h0 h h0 = lim 354 (0.5cX  0.25h  0.25h 2  0.25 h2+ 0. 5t + 3. 5(0.11: Pemuaian logam pada waktu t = c f (t1 )10.5 0. 5t + 3.5(0. 5(0.5) karena h  0 h0 = 0. 5(0.5) = 3 ♦ Berikan waktu pada siswa menggunakan manipulasi aljabar pada proses limit di atas! Beri kesempatan bagi siswa untuk menjelaskan jawabannya.5ch  0.25 0.25c 2  0.5c  0. 5) = t →5 t →5 t →5 t −5 t −5 + t − 17. Beri kesempatan bagi siswa yang lain untuk memberi komentar.0.5c) h0 h = lim 0. 5) 0.25 0.5( cc+ ))= c h ch +0 0.5 0.5c  0.25h  0.5 Kecepatan sesaat pertambahan luas bidang pada t = 5 adalah 0.5)h h Kelas = Buku lim (0Guru .0 . 5(0. 5t + 3.25 c 2+ 0.5c 0. 5t 2 + t − 17. t=c+h t=c Alternatif Penyelesaian lainnya f (t ) v(t) = dimana v(t) adalah kecepatan pertambahan luas t f(t) adalah pertambahan luas f(t) t adalah pertambahan luas Posisi awal Posisi setelah pemuaian Gambar 10. 5)(t − 5) lim m 0.5 × 5 + 3.5( h h 0. beri bantuan berupa pertanyaan atau mengingatkan konsep terkait yang sudah dimiliki siswa. 5) = lti t →5 →5 −5 t −5 = 0.25c (c+hh ) 2+ 0. 5(0. 5t + 3.5c c .25c2 2 2 f( + hh )) = 0.5h)  (0. Jika siswa tidak dapat mengerjakannya.11  f (Pemuaian c) dan untuk t2  c  h diperoleh Untuk t1  c diperoleh Gambar logamperubahan pada waktu waktu t=c f (tuntuk c  h) sehingga perubahan Untuk t1 = perambahan c diperoleh luas f(t1) bidang = f(c) dan perubahan waktu t2 = c + h diperoleh 2)  f ( perubahan perambahan luas bidang f ( t ) = f ( c + h ) sehingga 2 f (c) 0.5c  0.25c 2  0.5 ch+  0.25h 2  0.

0 Kecepatan sesaat pertambahan luas bidang pada t = 5 adalah 0.25h 2  0.5c) h0 h = lim 0. kita akan menentukan limit secara numerik. dan perkalian sekawan. lim f ( x ) = L jika dan hanya jika x →c lim f( x) = L = lim f( x) .5c  0.5c  0. 3. Untuk f(x) = x4 − 1 0 1 1 . sebagai berikut: 1. . ∞ – ∞.5c  0. mereka sulit mendapatkan nilai fungsi untuk − x − 1 0 x x + 4 x x2 + 4 x = 0 karena jika nilai 0 disubstitusi juga ke fungsi maka mereka memperoleh f(0) = ∞ – ∞.5 = 0. 0 ° Matematika 355 . Suatu hari mereka mendapat tugas dari guru untuk menggambar beberapa grafik fungsi dengan mencari sebanyak mungkin titik-titik yang dilalui fungsi tersebut. jika kita substitusikan nilai 0 ° c ke fungsi f(x) sehingga f(c) adalah bentuk-bentuk tak tentu seperti .5(5)  0.25h  0.5c  0. memfaktorkan.5)h h = lim (0.5h)  (0. Lina dan Wati adalah teman satu kelompok belajar di kelasnya. − x − 1 0 x x + 4 x x2 + 4 x4 − 1 0 1 1 2. Misalkan f suatu fungsi dengan f : R → R dan L.0 (cm2/menit). − + x →c x →c Nilai L yang kita maksud adalah bentuk tentu limit.5h h0 h h0 = lim h0 (0.5ch  0. Untuk f(x) = . nilai f(1) = dan − x − 1 0 x x + 4 x x2 x4 − 1 0 1 1 f(–1) = . c bilangan real.5ch  0. apakah penyebab permasalahan mereka? Jika kita pelajari lebih teliti.5(5) + 0.5  3. (cm2/menit).25c 2  0. Jadi.25h  0. Coba kita tampilkan kembali sifat suatu limit. Coba kita pelajari permasalahan yang dihadapi oleh grup diskusi berikut.5 = 3.kecepatan sesaat pertambahan luas bidang adalah: lim h0 f (c  h)  f (c ) h = lim (0.25h 2  0. mereka sulit − mendapatkan nilai fungsi untuk x = 1 dan x − 1 0 x x + 4 x x2 + 4 x4 − 1 0 1 1 x = – 1 karena jika disubstitusi nilai 1 atau –1 ke fungsi. Lina dan Wati sedang menghadapi permasalahan bentuk tak tentu suatu limit. Menentukan Limit Fungsi Pada bagian ini. Menurut kamu.25c 2  0.5c + 0.5 Kecepatan sesaat pertambahan luas bidang pada t = 5 adalah 0.5) karena h  0 = 0. mereka mendapatkan kesulitan untuk 377 BUKU PEGANGAN GURU menentukan nilai di daerah hasilnya. Pada saat mereka menentukan beberapa nilai di daerah asalnya.

9 1.01 2.268 0.999 0.333 1.25. 356 Buku Guru Kelas X .001 2.189 0.250 Dengan melihat tabel di atas. jika x mendekati 2. Perhatikan beberapa contoh soal dan penyelesaian berikut. 2. Jika L merupakan salah satu bentuk tak tentu maka kita harus mencari bentuk tentu limit fungsi tersebut dengan memilih strategi: mencari beberapa titik pendekatan (numerik). Ingat: x – a sekawan dengan x + a. Substitusikan x = c ke fungsi sehingga diperoleh f(c) = L .3 2. Contoh 10.1 2.5 0.5 1.231 0.00.250 0.7 1.248 0. Cara II (Faktorisasi) x 2 − 3 x + 2 ( x − 2)( x − 1) x 2 − 3 x + 2 ( x − 2)( x − 1) Perhatikan bahwa f(x) = dapat kita ubah menjadi f(x) = x2 − 4 ( x − 2)(( x + 2) ( x − 2)(( x + 2) x2 − 4 sehingga: ( x − 2)( x − 1) x 2 − 3x + 2 lim = lim 2 Dapatkah anda meneliti untuk x → 2 x→2 ( x − 2)( x + 2) x −4 2 ( x − 2)( x − 1) (x x −1 3)x + 12 x 2 + x − 1 − lain 2x + 5 untuk menyelesaikan lim lim lim = karena x≠2 2 a → 2 ( x − 2( x + 2) a x→2 ( x x a →− 2 permasalahan limit fungsi ) 44 +2 − x+2 mendapatkan metode yang tesebut.302 0. maka y = f(x) akan mendekati 0. dan lain-lain maka bentuk tersebut gagal menjadi nilai limit fungsi tersebut. dll. Oleh karena itu. dengan pengamatan berikut: 1. perkalian sekawan. misi kita dalam limit fungsi adalah mencari bentuk tentu dari limit fungsi. memfaktorkan.143 0.99 x 2 − 3x + 2 pada saat x mendekati 2 x2 − 4 2 ? 2.13 Nilai pendekatan f(xlim )= a →2 x y 1.11 Tentukanlah nilai lim x 2 − 3x + 2 x→2 x2 − 4 Cara I (Numerik) x 2 − 3x + 2 Jika lim y= maka pendekatan nilai fungsi pada saat x mendekati 2 ditunjukkan a →2 x2 − 4 pada tabel berikut: Tabel 10.252 0. ∞∞.

763 Dengan melihat tabel di atas. = .lim ( x − 2)( x − 1) ( x − 1) 1 x2 + x − 1 − 2x + 5 lim lim = a → 2 ( x − 2( x + 2) a → 2 ( x + 2) 4 a →−2 x+2 = 0. 2 = lim lim x →− 2 2 x x x+ +2 2 x+ +2 2 xx →− 22 x →− x + +x x− −1 1+ + 2 2x x+ +5 5 2 ( x + x − 1) − (2 x + 5) = lim = lim x→− →−2 2 x ( x + 2) x 2 + x − 1 + 2 x + 5 ( ) = lim = lim x →−2 x →−2 ( x + 2) ( x2 − x − 6 x2 + x − 1 + 2 x + 5 ) 357 Matematika f ( x) = ( x 2 + 1) ( x + 1) ( x − 1) ( x + 1) ( x − 1) .528 2. jika nilai x mendekati –2 maka y = f(x) akan mendekati –2.99 –1.001 –2.25 Contoh 10.3 –2.5 2.599 – 2.594 –2.01 –2.501 –2.5 – 1.1 –2.501 –2.3 –2.530 –2. Pendekatan nilai fungsi pada saat x mendekati 2 x+2 − 2( x + 2) a → 2 ( x + 2) 4 a →−2 ditunjukkan pada tabel berikut: Tabel 10.9 –1.499 x 2 + x − 1 − 2 x + 5 pada saat x mendex+2 –2 ? – 1.8 –1.14 Nilai pendekatan f(x) = kati –2 x y –2.999 –2.7 – 2.12 ( x − 2)( x − 1) ( x − 1) 1 x2 + x − 1 − 2x + 5 lim lim Tentukanlah a→−2 ( x − 2( x + 2) a → 2 ( x + 2) 4 x x+2 Cara I (Numerik) m ( x − 1) 1 − 2)( x − 1) x2 + x − 1 − 2x + 5 lim Misalkan lim y = .5 Cara II (Perkalian sekawan) Perhatikan bahwa y = x2 + x − 1 − 2x + 5 bentuk sekawan dari x+2 lim lim lim x →−2 xx →− 22 →− x2 + x − 1 − 2x + 5 x2 + x − 1 − 2x + 5 dapat kita dengan lim x2 + x − ubah 1− 2 x + 5 mengalikan x →−2 x+2 x+2 x2 + x − 1 − 2x + 5 x 2 + x − 1 − 2 x + 5 sehingga: lim x →−2 x+2 ( ) ( ) 2 2 2 x x x2 + +x x− −1 1− − 2 2x x+ +5 5 x2 + +x x− −1 1− − 2 2x x+ +5 5 x x2 + +x x− −1 1+ + 2 2x x+ +5 5 lim .

21 –1.64 0. maka f1( )1= ) = . f (−1) = 1 dan f x −1 0 0 x y 0. Cara I (Numerik) Misalkan y = f ( x) = x4 − 1 0 0 .2 2.00 –0. Karena kita harus mencari bentuk tentu dan danf ( −1 x x− 1 00 00 limit fungsi tersebut pada saat x mendekati 1 dan –1.44 –1.00 1.16 Nilai pendekatan f ( x) = x y –1.99 1.3 2.00 1 ? 1.44 1.2 2.64 –0. Cara II (Faktorisasi) x 2 + 1) ( x + 1) ( x − 1) ( x4 − 1 f ( x ) = Perhatikan bahwa dapat kita ubah menjadi f ( x) = x2 − 1 ( x + 1) ( x − 1) sehingga: 358 Buku Guru Kelas X .02 x4 − 1 0 0 (1) =x mendekati .3 2. f (− fungsi dan f (1) = nilai 1) = pada saat x mendekati 1 dan –1 2 x −1 0 0 ditunjukkan pada tabel berikut: x4 − 1 0 0 Tabel 10. f (−1) = –1 pada saat dan f 2 x −1 0 0 –1 ? –0.7 1.81 –0. Pendekatan .15 Nilai pendekatan f ( x) = 2 pada saat (1) =x mendekati .69 –1.8 1.01 2.98 0.21 1. jika nilai x mendekati 1 maka y = f(x) akan mendekati 2 dan jika nilai x mendekati –1 maka y = f(x) akan mendekati 2.49 0. 5 = − Contoh 10.99 1.49 –1.1 2.01 2.999 2.9 1.001 2. f.81 0. = lim = lim x →−2 x →−2 ( x + 2) 2 ( ( x − 3)( x + 2) x2 + x − 1 + 2x + 5 ( x − 3) ) karena x ≠ −2 = lim lim = x →−2 x →−2 ( x + x −1 + 2x + 5 ) 5 2 = − 2.69 Tabel 10. ( f− (1 − )1= ) = .1 2.02 1.8 1.001 2.00 Dengan melihat tabel-tabel di atas.7 1.999 2.98 –0.9 1.13 Tentukanlah nilai lim x →1 x4 − 1 x4 − 1 dan lim x →−1 x 2 − 1 x2 − 1 4 x 4x− −1 00 00 1 Jika f ( fx ()x= ) = 2 2 .

2 –0.3 –0.01 –0.06.05 0.2 –0.14 1 1 − x →0 x x + 4 x x2 + 4 Cara I (Numerik) 1 1 Misalkan ylim = . jika nilai x semakin mendekati 0 maka y = f(x) akan semakin mendekati –0.01 –0. Cara II (Faktorisasi) 1 1 x 2 + 4 −1 x + 4 1 x2 + 4 − x + 4 − − Fungsi f(x) = dapat kita ubah menjadi2 f(x) = x x + 4 x x2 + 4 x ( x2 + x 4x x4 + 4 )x x + 4 x ( x 2 + 4 ) ( x + 4 ) ) (+ sehingga: Matematika 359 .001 –0.08 –0. Pendekatan nilai fungsi pada saat x mende− x →0 x x + 4 x x2 + 4 kati 0 ditunjukkan pada tabel berikut: Tentukanlah lim Tabel 10.1 –0.06 pada saat x mendekati 0 0.06 0.17 Nilai pendekatan f (x) = x y –0.1 () x + 1 () x −1 x (+ x1 + 1 x)+ 1+ 1 x)− 1 − 1) () (x () (x () () x −1 ≠ dan lim = lim lim lim x (Karena + 1 lim x − 11 + 1 x + 1 x ≠ 0) ( ) x x 1 x + 1 () x −1 x −1 x+ 1+ x)− 1 − 1) ( ( () () () x + 1 () x + 1 () x −1 () −1 = lim x + 1 lim −1karena lim + 1 x ≠ 1 dan x ≠ –1 4 2 2 2 2 2 2 x →1 x →1 x →1 x →1 x →1 −1 x →1 x →1 x + 1 () x −1 () 2 x →1 ( ) 2 = lim 12 + 1 x →1 = 2 dan 4 x1 − (x (x ) (− ) 1) (Karena ( x(2 x+2 1+) 1 ) (+x1+) 1 x4 x − 1 −1 2 2 2 x lim ≠(1 dan +11 x ≠ 0) lim lim2 2 = lim lim lim lim x2 x + 1 + 1lim −( 1 − +x 1 + ) 1) x →− x →− 1 x1 x x →− x →− 1 1 ( x(+ x →− x →− 1 1 x →− x →− 1 1 x x x + 1 − − 1 − 1 − 1 1 1 )( )( ) ) 2 ( x + 1) ( x + 1) ( x − 1) lim x 2 + 1 lim −1 2 + 1 −1 lim ( karena ) x ≠ 1 dan x ≠ –1 = x →−1 x →−1 − 1 x →−1 ( x + 1) ( x − 1) + 1) ( x + 1) ( x − 1) 2 lim x 2 + = 1 lim ( −1) + 1 x →− 1 x →− 1 + − x 1 x 1 ( )( ) = 2 Contoh 10.07 1 x x+4 0 ? − 1 x x2 + 4 0.001 –0.07 –0.3 –0.1 –0.06 0.08 –0.06 Dengan melihat tabel di atas.04 –0.

  2  x x →0 →0  2 x 2 +4 +   x →0 x →0  2 +4 ( x x 4 +  x x 4 + x )   x +4+ x+4   x +4 ( x + 4) ()        2   2 − x  1 1  lim x   lim  1 1 x − x. =  lim   2 2 x →0 x →0  2 x 2 +4 + 2 +4    x →0 x →0 2 +4 ( x x x x 4) +4  x ) () 4 + 4 x x + +   4 x x + +   (          1 x    1 1 x− −1   lim lim =   lim =  lim   2 2  x →0 x →0 2 2 +4 + 2 +4  x →0 x →0 2 +4 ( x x   4 x x +  ) () 4 4 x x + + +   4 4 x x + +   ( )      1  1 −1 1  −  =   =    4 4     4  4  1 1 = = − − 16 16 360 Buku Guru Kelas X .lim x →0 1 1 x2 + 4 − x + 4 = lim − x →0 x x + 4 x x2 + 4 x ( x2 + 4) ( x + 4)   2    1 +4 − x +4  x    1 x2 + 4− x+ 4   = lim = lim    x →0   2 x  x →0    +4 +4 x x x    x2 + 4 ( x+ 4) ( )   ()      2    1 x     1 x2 + 4− x+ 4 +4 − x +4 (Sifat-10. x x2 + 4+ x+ 4   =  =  lim lim .2)   = lim lim  lim =  lim    x →0 x →0  2 x x →0 x →0   2 +4 (   + x x 4 x ) ()    x +4 ( x + 4)        2 2     1 +4 − x +4 +4 + x +4  lim   lim x 1 x2 + 4− x+ 4.   =   lim .

. 2 C. 5. 2 1 1 B. 2 C. 8 8 C... Sketsalah permasalahan tersebut! 8. 8 8 C.. x→2 x 2 − 4 A. –1 E. –2 D. –2 D.Uji Kompetensi 10. 1 B. 2 1 1 B. –1 E. lim x →1 x2 + x − 1 − 2x − 1 = . a. 6. Tentukan nilai limit fungsi berikut dengan menggunakan dua atau lebih metode penyelesaian! Bandingkan jawaban yang anda peroleh! Matematika 361 ...1 Pilihlah strategi pendekatan atau numerik untuk menentukan nilai limit fungsi pada soal no.. 0 2. x+3−2 x2 + 2 x − 3 = . lim x →1 5. – E. Gunakan strategi numerik untuk mendapatkannya! b. –1 E. –2 D. x2 − 1 A. Kemudian anda pilih strategi lain dan membandingkan jawaban anda dengan jawaban anda pada srategi sebelumnya. 2 C. lim x →1 jika −1 ≤ x ≤ 1 jika x < −1 7. 0 4. 1 B. 0 1  1 1  3. Carilah metode lain untuk mendapatkan titik singgung tersebut! c. –2 D.. Sebuah garis y – 2x – 3 = 0 menyinggung kurva y = x2 + x + 2. 0 2x + 2 − x + 3 = . 1 B. 0 Selesaikanlah permasalahan berikut. Coba kamu tunjukkan koordinat pendekatan kedua kurva (titik singgung).  x3 − 1  x −1   f ( x) =  2x + 1   2x + 3 − x + 2  x +1  jika x >1 A. 2x − 2 A. x →1 x − 1  3x + 1 x+3 A. –2 D. lim −   = . Sketsalah dan analisislah limit fungsi di x = –1 dan x = 1. 1 sampai no... lim x3 − 2 x 2 = . 1. – E.

dan teknologi informasi. Jika f(x) = 3x2 maka tentukanlah nakan numerik dan perkalian sekawan pada saat x mendekati 2. 362 Buku Guru Kelas X . Rancanglah minimal dua masalah terkait informasi yang kamu peroleh dan buatlah pemecahannya. Jika fungsi f ( x) − 2 f  − x  = x maka lim  c. fisika. masalah nyata. Jika f(x) = 3x2 maka tentukanlah 9. Jika f(x) = 3x2 maka tentukanlah x → 2013 x   2  f ( x − 4h ) − f ( x + 22013 h)    3 f ( x)  lim = x maka lim  f( x )−2f  − x h →0  3 h x → 2013 x − 2013    2  Projek Himpun informasi penerapan limit fungsi dalam bidang teknik. Tentukanlah nilai limit fungsi f ( x + 2h ) − f ( x ) x− 2 f(x) = dengan menggulim 3 h →0 h x2 − 3 4 b. a. Buat laporan hasil kerja kelompokmu. f ( x + 2h ) − f ( x − 2h ) lim h h →0   3  2013 10. dan sajikan di depan kelas.

Titik c tidak harus anggota daerah asal fungsi. lim k =k a. sangat bergantung pada kedudukan titik c dan domain fungsi tersebut. 2. lim[kf ( x)] = k lim f ( x)  x →c  x →c  ×   f(( d. fungsi f mendekati L pada saat x mendekati c dapat kita tuliskan dengan: lim f ( x) = L x →c 6. Dalam pembahasan limit fungsi pada buku ini. Misalkan f(x). g ( x lim[f f(( xx )) × = x→ c lim f ( x ) × lim g ( x )  x →c x → c  dengan c    x→ ) ≠ 0 lim = lim g(x   x →c g ( x) x →c lim g ( x)     x →c f ( x)   lim   f ( x)   x →c   lim dengan lim = g ( x) ≠ 0 f. disajikan sebagai berikut. Tidak semua fungsi mempunyai limit di titik c. yang menjadi domain fungsi adalah himpunan bilangan real di mana fungsi tersebut terdefinisi. x →c lim x = c b. Sebuah fungsi f dikatakan mempunyai limit di titik c jika dan hanya jika nilai fungsi untuk x dari kiri dan kanan menuju ke bilangan yang sama. dengan k dan c adalah bilangan real serta n adalah bilangan bulat positif.D. 4. tetapi c bilangan real. terdapat beberapa hal penting yang menjadi kesimpulan dari hasil penemuan berbagai konsep dan aturan tentang limit. x →c c. 1. Suatu fungsi f mempunyai limit di titik c. apabila limit kiri sama dengan limit kanan fungsi di titik c. g(x) adalah fungsi yang mempunyai nilai limit pada x mendekati c. ff ( ) × g )] lim xx )) lim gg (( xx ) lim [kf ( x ) ±= g( (x x ) ]= =f lim ± lim ) lim[ (x x )] k ( x )f → xx cc  x→ cc    → x→ x →c x → c  lim  )] lim f ( x)      e. PENUTUP Setelah kita membahas materi limit ini. Penentuan limit suatu fungsi di suatu titik c. 5 Misalkan f sebuah fungsi yang terdefinisi pada himpunan bilangan real dan c dan L adalah bilangan real.  x →c  x →c lim g ( x)   g ( x)    x →c  Matematika 363 . 3.

median. Hal ini sangat berguna dalam penentuan nilai rata-rata. 364 Buku Guru Kelas X . Semua apa yang ananda sudah pelajari sangat berguna untuk melanjutkan bahasan berikutnya dan seluruh konsep dan aturan-aturan matematika dibangun dari situasi nyata dan diterapkan dalam pemecahan masalah kehidupan. fungsi. Materi prasyarat yang harus ananda kuasai adalah himpunan.n g. quartil. Pada jenjang yang lebih tinggi. ananda harus menguasai tentang fungsi. Selanjutnya kita akan membahas tentang materi statistika. operasi hitung bilangan dan pengukuran. modus. dan sebagainya. lim [ f ( x) ] = lim f ( x)  x →c  x →c  n lim n f ( x) = n lim f ( x) h. standar deviasi. limit fungsi dan fungsi yang kontinu sebagai prasyarat untuk mempelajari statistik. x →c x →c 7.

2. motivasi internal. kritis. siswa mampu 1. • mengamati keteraturan data. KOMPETENSI DASAR DAN PENGALAMAN BELAJAR Kompetensi Dasar Melalui proses pembelajaran statistika. menghayati kesadaran hak dan kewajiban serta toleransi terhadap berbagai perbedaan di dalam masyarakat majemuk sebagai gambaran menerapkan nilai-nilai matematis. dan sikap peduli lingkungan melalui kegiatan kemanusiaan dan bisnis dan dalam kehidupan sehari-hari.Bab Statistika A. 3. memahami berbagai penyajian data dalam bentuk tabel atau diagram/plot yang sesuai untuk mengkomunikasikan informasi dari suatu kumpulan data melalui analisis perbandingan berbagai variasi penyajian data. menyajikan data nyata dalam bentuk tabel atau diagram/plot tertentu yang sesuai dengan informasi yang ingin dikomunikasikan. Pengalaman Belajar Melalui pembelajaran materi statistika. konsisten. bertanggungjawab. 5. menghayati pola hidup disiplin. • mengamati aturan susunan objek. siswa memperoleh pengalaman belajar: • melatih berpikir kritis dan kreatif. 4. • • • • • • • Mean (rata-rata) Ukuran Pemusatan Ukuran Letak Median Modus Kuartil Desil . menghayati rasa percaya diri. bekerja sama menyelesaikan masalah. • berkolaborasi. • berpikir Independen mengajukan ide secara bebas dan terbuka. dan jujur serta menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

PETA KONSEP Statistika Mempelajari tentang Masalah Otentik Pengumpulan Data Penyajian Data Pengolahan Data mewakili dari Tabel Diagram Grafik Ukuran Penyebaran  Standar deviasi Populasi Sampel Ukuran Pemusatan  Rata-rata  Median  Modus Ukuran Letak  Kuartil  Desil  Presentil 366 Buku Guru Kelas X .B. PETA KONSEP B.

dan yang paling sering didengar adalah untuk menghitung cepat (quick count) dalam suatu pemilihan umum. Yogyakarta yang memproduksi berbagai produk. Secara umum. akan dipelajari data-data yang muncul dalam kehidupan seharihari. menghitung populasi penduduk. Data dapat berupa angka. lambang. dari suatu data dapat digali informasi-informasi penting sebagai pertimbangan seseorang untuk mengambil keputusan yang akan dilakukannya. dan memiliki hubungan terhadap permasalahan/kejadian yang akan diselesaikan. para pimpinan instansi atau pihak yang berkepentingan. menghitung laba dari penjualan. Data yang diperoleh sebaiknya merupakan data yang sifatnya merupakan perwakilan dari kejadian. MATERI PEMBELAJARAN Ceritakan kepada siswa bahwa materi statistika sangat diperlukan dalam penyelesaian permasalahan kehidupan sehari-hari.1 Data Jumlah Produksi Barang UKM di Yogyakarta UKM Jumlah Produksi (unit) A 400 B 550 C 600 D 700 E 350 F 450 G 650 H 600 I 750 J 600 Berdasarkan data pada Tabel 11. dan aksesoris. 1. menghitung kekayaan penduduk.C. Lembaga survei tersebut memperoleh data produksi sepuluh UKM untuk tahun 2012 yakni sebagai berikut (dalam satuan Unit). Data merupakan hal yang sangat diperlukan untuk memberikan keterangan atau informasi yang diperoleh dari suatu pengamatan. misalnya. lembaga survei ini memberikan data statistik kepada pemerintah (khususnya menteri keuangan dan perdagangan) untuk merespon keadaan UKM di Yogyakarta.1 Data Tingkat Produksi Barang UKM di Yogyakarta Sebuah lembaga survey menemukan bahwa terdapat 10 Usaha Kecil Menengah (UKM) yang tersebar di propinsi D. Bagaimana harus menyusun informasi mengenai data tersebut? Matematika 367 . seperti: kerajinan tangan. ataupun karakteristik. tahun 2012. Selain itu data juga harus objektif sesuai dengan kenyataan.1. Data Tunggal Pada subbab ini. menentukan besar pajak yang harus dibayarkan. makanan kering. Tabel 11. Perhatikan masalah tingkat produksi pertahun beberapa UKM di Yogyakarta. Masalah-11.I. misalnya untuk menghitung hasil panen.

2 berikut ini. terlebih dahulu disajikan dalam tampilan yang lebih menarik. seperti Tabel 11. untuk dapat dibandingkan dengan tingkat produksi UKM di provinsi lain.Alternatif Penyelesaian Untuk memudahkan pengolahan data tersebut. lembaga tersebut ingin menyampaikan informasi tentang rata-rata tingkat produksi produk UKM di Yogyakarta. Untuk data tunggal.650 Kemudian..650 x= = 565 10 Artinya.. a. datum ke-1 + datum ke-2 + datum ke-3 + . tetapi mari kita sajikan dalam tampilan yang lebih menarik lagi.1 sudah dalam bentuk tabel. Penyajian Data Tabel Sebenarnya data yang diperoleh lembaga survei pada Tabel 11.2 Data Jumlah Produksi Barang UKM di Yogyakarta UKM A B C D E F G H I J Total Jumlah Produksi (dalam satuan unit) 400 550 600 700 350 450 650 600 750 600 5. rata-rata (mean) dirumuskan sebagai berikut. rata-rata tingkat produksi setiap UKM di Yogyakarta pada tahun 2012 adalah 565 unit. Tabel 11. 368 Buku Guru Kelas X . diperoleh: x= 400 + 550 + 600 + 700 + 350 + 450 + 650 + 600 + 750 + 600 10 5. + datum ke-n Mean( x) = banyak datum Untuk data di atas.

modus data dari Tabel 11. yaitu 600. dari 10 data yang tersaji. median  2  Matematika 369 . Jika data terendah diurutkan sampai data tertinggi. Selain rata-rata data tersebut. sebesar 600 unit. 2 Secara umum. 600. 400. formula untuk menentukan median. 650.1 Datum yang paling sering muncul disebut modus. dirumuskan sebagai berikut: • Jika banyak data genap. terdapat 3 angka yang paling sering muncul. n : genap Jika banyak ganjil. diperoleh jangkauannya 400. Jadi. terdapat tiga UKM yang memiliki jumlah produksi yang sama. 600. diperoleh urutan data Tabel 11. Dalam arti statistik. Pada data di atas. 350 400 450 550 600 600 600 650 700 750 Bagian-1 Bagian-2 Catatan: Ingat definisi datum sewaktu kamu di SMP! 600 + 600 = 600. Nilai tengah data (median) adalah statistik yang membagi dua data pada bagian yang sama.1 adalah 600. Sifat-1 Jangkauan Data = Datum tertinggi – Datum terendah = xmaks – xmin Dari urutan data tersebut diperoleh nilai tengah data (median). 450.1 sebagai berikut. 600. Hasil pengurangan ini dalam statistik disebut dengan jangkauan data (range). median dirumuskan: Jadi median data = Sifat-2 • n n  Datum ke   + Datum ke  + 1 2 2    . n : banyak data Median = 2  n + 1 Mediandata = Datum nilai ke  dirumuskan:  . 750 Jika data tertinggi dikurang dengan data terendah diperoleh: Datum tertinggi – datum terendah = 750 – 350 = 400. Definisi 11. 700. n : banyak data. 350. 550.

4 4 2(10 + 1) 1 1 1 1 1 2 3 3 4 Letak Q2 = Datum ke = Datum ke-5 . Melihat kembali data di atas. kita akan menentukan statistik yang membagi data menjadi empat bagian. n : banyak data. n : banyak data Median = 2  n + 1 Median = Datum nilai ke   . Statistik yang membagi data menjadi empat bagian disebut Kuartil. kuartil 2 (Q2) atau kuartil tengah dan kuartil 3 (Q3) atau kuartil atas. 4 5 6 2 3 4 3 4 2 3 Analog dengan Q1. diggunakan pola pendekatan atau interpolasi. merupakan statistik yang membagi data menjadi empat bagian yang sama. 1 1  Q2 = x5 + ( x6 − x5 ) ⇔ Q2 = 600 + (600 − 600) = 600. n : genap  2  Selanjutnya. lembaga survei tersebut ingin menyajikan data tersebut dalam empat bagian utama.. Misalkan terdapat data x1.. n : banyak data  4  Letak Qi tidak selalu pada posisi datum ke-i. Letak tiap kuartil didefinisikan sebagai berikut. Untuk keadaan seperti ini. 5. mungkin juga terletak di antara dua datum. Kuartil tengah (Q2) 350 400 450 550 600 600 600 650 700 750 Kuartil bawah (Q1) Kuartil atas (Q3) Letak Q1 = Datum ke 1. Sifat-4  i (n + 1)  Letak Q1 = Datum ke. xn dengan x1 ≤ x2 ≤ x3 ≤ …≤ xn.  . Q2 ditentukan melalui pendekatan datum interpolasi berikut. x3 .(10 + 1) 3 = Datum ke-2 .(10 + 1) 3 1. 3 3  Q1 = x2 + ( x3 − x2 ) ⇔ Q1 = 400 + (450 − 400) = 437. 4 4 4 4 Artinya Q1 terletak di antara datum ke-2 (x2) dan datum ke-3 (x3).. 2 2 370 Buku Guru Kelas X . Kuartil 1 (Q1) atau kuartil bawah.Sifat-3 n n  Datum ke   + Datum ke  + 1 2 2     . Dengan pendekatan datum interpolasi berikut. x2.

D7. …. Q2 dan Q3 membagi data menjadi empat kelompok yang sama. Tentu saja terdapat 9 desil. D6. statistik lima serangkainya adalah: Q1 = 437. Q2 dan Q3. x2. seperti berikut ini. Letak Q3 = Datum ke Dengan adanya nilai Q1. lembaga survei tersebut ingin menyajikan statistik lima serangkai. Q2. x3. nilai statistik Q3 dihitung melalui pendekatan datum interpolasi.Sebagai catatan nilai Q2 = Median. Definisi 11. dengan tiap kelompok memiliki 10 data. hampir sama dengan menentukan kuartil Di pada data tunggal. Q1. sebab kuartil Q1. D8.2 Misalkan x1. 1 1  Q3 = x8 + ( x9 − x8 ) ⇔ Q2 = 650 + (700 − 650) = 662. yaitu D1. xn dengan x1 ≤ x2 ≤ x3 ≤ … ≤ xn. Q2 Q1 xmin Q3 xmax Untuk data di atas. Jika banyak data ≥ 10. D3. dan Q3. yaitu statistik yang terdiri dari: datum minimum. dan D9. 3(10 + 1) 1 1 1 1 1 2 3 3 4 = Datum ke-8 . D4. datum maksimum. Susunan statistik lima serangkai ini. Ukuran statistik ini disebut Desil. 4 5 6 2 3 4 3 4 2 3 Analog juga dengan Q1 dan Q2. Cara menentukan Di pada suatu data tunggal. D2. Desil ke-i untuk data tunggal adalah: i . D5.5 xmax = 750 Statistik terurut memiliki kuartil jika banyak data ≥ 4 . 4 4 Kembali ke persoalan kita di atas.(N + 1) Di = Datum ke 10 Matematika 371 . maka 1 data dibagi menjadi 10 kelompok yang sama. Letak setiap Di didefinisikan sebagai berikut. 5.5 xmin = 350 Q2 = 600 Q3 =662.

hanya ditentukan D3 dan D7. Penyajian Data dalam Diagram Garis (Line Diagram) Penyajian data dalam diagram garis berarti. misalnya data jumlah penduduk. silahkan kamu tentukan dan cek dengan hasil kerjaan teman sekelasmu yang lain. 10 10 1 1  D3 = x3 + ( x4 − x3 ) = 450 + (550 − 450) = 460. perkembangan nilai tukar mata uang suatu negara. 3(10 + 1) 1 Letak D3 = datum ke = datum ke − 3 . 350 400 450 550 600 600 600 650 700 750 Langkah awalnya. D3. mungkin juga terletak di antara dua datum. Perhatikan kembali data di atas. D7. D5. b. Pada buku ini. Untuk data jumlah Produksi UKM di Yogyakarta. menyajikan data statistik dengan menggunakan garis-garis lurus yang menghubungkan komponen-komponen pengamatan (waktu dan hasil pengamatan jumlah produksi). 10 10 1 7(10 + 1) um ke − 7 . 10 10 Untuk ukuran statistik desil yang lain. D4. D8. Letak Di tidak selalu pada posisi datum ke-i. kita tentukan letak D3. kita mengggunakan pola pendekatan atau interpolasi. Letak D7 = datum ke = datu 10 10 1 1  D7 = x7 + ( x8 − x7 ) = 600 + (650 − 600) = 605. dan D9. jika dideskripsikan dalam diagram garis akan terbentuk sebagai berikut. Dalam kajian persoalan kita di atas. D6. D2. Diagram garis biasanya digunakan untuk menggambarkan suatu kondisi yang berlangsung secara kontinu. 372 Buku Guru Kelas X . dan jumlah penjualan barang. Untuk keadaan seperti ini. kita dapat menentukan D1.

persentase produksi setiap UKM. Oleh karena itu. selain penyajian data tersebut. tingkat persentase produksi setiap UKM. Selanjutnya.3 % produksi UKM X = Jumlah Produksi UKM X . – hanya satu UKM. disajikan pada diagram berikut ini. akan ditunjukkan besar persentase tingkat produksi tiap UKM.1 Diagram garis jumlah produksi UKM di Yogyakarta Tentunya. Diagram Lingkaran (Pie Chart) Melalui diagram ini. Definisi 11. staf lembaga survei tersebut menyampaikan informasi bahwa. staf tersebut ingin menyampaikan data produksi UKM tersebut dalam tingkat persentase. UKM E. Untuk itu diperlukan penyajian data dalam bentuk diagram lingkaran (pie chart). didefinisikan sebagai berikut. – masih ada tiga UKM . Matematika 373 . tahun 2012. yaitu UKM A. c.100% Total Produksi Semua UKM Secara lengkap.Gambar 11. yaitu UKM I yang mampu menghasilkan sebanyak 750 unit produk dalam tahun 2012. Tolong bantu Staf tersebut untuk menyampaikan informasi penting mengenai jumlah produksi barang UKM di Yogyakarta. dan UKM F hanya mampu menghasilkan produk UKM kurang dari 500 unit dalam tahun 2012. Total produk yang dihasilkan kesepuluh UKM tersebut adalah sebesar 5650 unit.

dan diagram daun.Jumlah Produksi (dalam satuan unit) 11% 13% 11% 11% 7% 10% 11% 12% 8% 6% Gambar 11. menteri bermaksud menerapkan kenaikan gaji buruh bersifat situasional.5 Berdasarkan data tersebut. Misalnya dengan diagram batang (chart). yang disesuaikan dengan kondisi perkembangan perusahaan yang ada di kota tersebut. menteri terkait dengan masalah ini merilis gaji buruh di 8 kota besar di negara tersebut sebagai berikut (dalam ratusan ribu rupiah) Nama Kota A B C D E F G H Besar Gaji 25 18 22 20 17 19 22 22. 374 Buku Guru Kelas X . Hasil pembahasan dengan para pengusaha dari kelima kota tersebut adalah rumusan kenaikan gaji buruh dengan sistem subsidi silang. Rata-Rata Gaji Buruh Gaji buruh menjadi topik perbincangan di kalangan buruh dan kalangan pengusaha.2 Persentase tingkat produksi kesepuluh UKM Setelah diagram lingkaran terbentuk. Pada tahun 2012. masih ada cara penyajian data yang lain. lembaga survei ingin merangkumkan informasi menarik dari data tersebut. Bantulah staf tersebut untuk memberikan informasi menarik dari diagram lingkaran di atas! Selain ketiga penyajian data di atas. Silahkan diskusikan dengan teman sekelasmu tentang penyajian data tersebut dengan diagram batang dan diagram daun.

000.000. dapatkah kamu menentukan rata-rata besar gaji buruh setelah mendapat kenaikan gaji? Matematika 375 .376.000.500.430.000.000 diberi kenaikan gaji sebesar 8%. Tabel 11.00 Rp2.00 % Kenaikan Gaji 8% 12% 8% 12% 12% 12% 8% 8% Nominal Kenaikan Gaji Rp 200.240. dari tabel tersebut juga bisa kita tentukan rata-rata besar kenaikan gaji dan besar rata-rata gaji sebelum mendapat kenaikan.904.00 Rp1.000.000.00 Rp 240.00 Rp 2.000.016. Berapakah rata-rata gaji buruh setelah mengalami kenaikan gaji? Alternatif Penyelesaian Tabel berikut ini menyajikan besar kenaikan gaji di setiap kota.00 Pada Tabel 11.00 Rp 2.900. Dengan menggunakan rata-rata kenaikan dan rata-rata gaji buruh sebelum kenaikan gaji.000.00 Rp 2.700. rata-rata besar gaji buruh setelah mendapat % kenaikan gaji adalah Rp2.000.000.00 Gaji setelah Kenaikan Rp 2.00 Rp 1.000.00 Rp 2.00 Rp 180. memaparkan besar kenaikan gaji dan besar gaji yang diterima buruh setelah memperoleh persentasi kenaikan gaji.000.200.000.000.00 Rp2.271. x Gab = x A + xB + xC + xD + xE + xF + xG + xH 18.00 Rp1.800.00 Rp 2.000.00 Rp2.000.550.000.000 = = 2.00 Rp2.620.170.00 Rp 216.4 Besar Gaji Buruh Sebelum dan Sesudah Kenaikan Gaji di 8 Kota Nama Kota A B C D E F G H Total Besar Gaji Rp2.00 Rp 204.250.000.250 8 8 Jadi.700.376.170.000.000. Rata-rata gabungan gaji buruh yang baru dapat dihitung melalui rumus berikut.000.000.000 diberi kenaikan gaji sebesar 12% dan buruh yang memiliki gaji lebih dari Rp 2.000.00 Rp1.000.4.00.000.000.000.000.128. Buruh yang memiliki gaji kurang atau sama dengan Rp 2.200.00 Rp 2.271. Selain rata-rata besar gaji buruh tersebut.250.00 Rp16.00 Rp1.000.000.00 Rp 176.00 Rp 228.00 Rp18.00 Rp 176.

beliau mampu menikmati hobinya sebagai kolektor barang-barang antik. a11. Selidikilah perubahan rata-rata dan median data di atas. sedemikian sehingga barang-barang koleksi tersebut mengikuti pola: a1 + t.. ….. a10. …. Kondisi ini juga berimbas terhadap kegemarannya. Pak Suprapto berhasil mengembangkan usaha tersebut menjadi supermarket.Masalah-12. a3. 2 2 2 2 X 2012 = 376 Buku Guru Kelas X . a11. (a10 + t ). …. a2 + t. (a3 + t ). a2. a12. …... (a11 + t ). Artinya bahwa beda dua suku yang berurutan sama. a11. a12 memiliki pola aritmetika. a10 + t. + (a10 + t ) + (a11 + t ) + (a12 + t ) 6(a1 + 11b) + 12t 12 12 1 X 2012 = (a1 + 11b) + t. a12 telah tersusun dari yang terkecil hingga yang tertinggi. a10. Sejak akhir tahun 2011. a1. a10. + a10 + a11 + a12 6(a1 + 11b) 1 = (a1 + 22b) X 2011 = 1 = 12 12 2 Karena a1. (a2 + t ). a12 + t.. a11 + t. Alternatif Penyelesaian Data tahun 2011. maka median data tersebut adalah: Data ke-6 + Data ke-7 a6 + a7 1 Median = = = (2a1 + 11b) 2 2 2 Selanjutnya mari kita perhatikan pola data tahun 2012. diketahui bahwa: a1. a2. a3. data koleksi barang-barang tersebut memenuhi pola aritmetika berikut. a3. a3 + t. . (a1 + t )..2 Data Berpola Aritmetika Sewaktu Pak Suprapto memiliki usaha “Toko Serba Ada”.. Pada tahun 2011. 2 Median data baru ditentukan: Data ke-6 + Data ke-7 (a6 + t ) + (a7 + t ) a6 + a7 + 2t 1 Median = = = = (2a1 + 11b) + t. (a12 + t ) (a1 + t ) + (a2 + t ) + (a3 + t ) + . a + a2 + a3 + . a2.

2. bahwa pertambahan setiap nilai data sebesar t.1 Terdapat beberapa kemungkinan terhadap perubahan nilai data. mengakibatkan pertambahan rata-rata dan median data baru sebesar t. nilai kedua statistik juga tetap sama. sudah didefinisikan bahwa deviasi rata-rara adalah nilai mutlak setiap data terhadap rata-rata data. Tentukanlah deviasi rata n Alternatif Penyelesaian Deviasi rata-rata merupakan ukuran statistik yang dapat digunakan untuk melihat variasi data. dan x5 = 8. Oleh karena itu.3 Deviasi Rata-Rata Diketahui x1 = 3. Dalam soal di atas.0. nilai deviasi rata-rata mungkin menjadi nilai statistik yang penting. Dalam konteks penelitian karya ilmiah yang menyangkut statitika. di antaranya setiap nilai data mungkin akan berkurang sebesar q atau akan dikali sebesar p. Meskipun ada perubahan pada data lama. Berikan latihan berikut sebagai penguatan siswa dalam pemahaman konsep! Latihan 11.5. x + x + x3 + x4 + x5 20 x= 1 2 = = 6. ♦ Ujilah penguasaan siswa terhadap materi yang telah dipelajari. x2 = 5.0. Jika deviasi rata-rata nilai tersebut dinyatakan dengan rumus ∑ n i =1 rata data yang diketahui pada Masalah-11. x4 = 7. Sebagai kesimpulan dari data di atas adalah bahwa data yang berpola aritmetika memiliki nilai statistik rata-rata sama dengan nilai median. x1 − x . selama perubahan data tersebut tetap mengikuti pola aretmatika. Bagaimana perubahan nilai ukuran pusat data tersebut? Masalah-11. 5 5 Deviasi rata-rata = x1 − x + x2 − x + x3 − x + x4 − x + x6 − x 5 Matematika 377 .5.0. kita perlukan rata-rata terlebih dahulu. x3 = 6. Perhatikan.

260. Tentukanlah perbandingan banyaknya jumlah dokter dan banyaknya dalam komunitas tersebut. Diberikan data tentang tinggi badan 20 siswa (dalam cm) sebagai berikut. 5 + 2 7 = = 1.000. pihak perusahaan memberikan kebijakan untuk kenaikan gaji mereka. 5 5 5 Jadi deviasi rata-rata data di atas adalah 1. Nilai 5 6 5 7 4 8 6 9 1 10 1 Frekuensi 3 Seorang siswa dinyatakan lulus jika nilai ujian siswa tersebut di atas ratarata.4. 9 . 3. 5 − 6 + 5 − 6 + 6 − 6 + 7. 1 2 . 4 . 5 + 1 + 0 + 1. 3 . 378 Buku Guru Kelas X 4. kemudian tentukanlah ukuran pemusatannya. Jika setiap nilai data dikali p kemudian ditambahkan 2q. 700. Modus dan median data di atas. Tentukanlah nilai p + 3q. 1 0 . Tentukanlah besarnya kenaikan gaji mereka. . kuartil bawah. dan 10% bagi pegawai dengan gaji lebih dari Rp 500. Tentukanlah median. 1 2 . Hasil survei tentang lifespan (ratarata lama hidup) manusia di suatu komunitas adalah 40 tahun (terdiri atas dokter dan jaksa). 360. 9 . Suatu data dengan rata-rata 16 dan jangkauan 6. Jika lifespan dokter adalah 35 tahun dan lifespan jaksa adalah 50 tahun. dan kuartil atas data tersebut. Dengan bertambahnya harga barang-barang kebutuhan pokok.1 1 Data penjualan radio setiap bulan di suatu toko pada tahun 2002 adalah sebagai berikut: 2 0 . 650. Persentasi siswa yang lulus dan tidak lulus ujian mata pelajaran tersebut. 1 . diperoleh data baru dengan jangkauan 9 dan rata-rata menjadi 30. Pegawai dengan gaji kurang dari Rp 500. 5 Nilai ujian mata pelajaran Fisika diberikan dalam tabel berikut. Tahun lalu gaji awal 5 orang pegawai baru dalam ribuan rupiah sebagai berikut. 2. 156 158 160 169 160 156 160 162 164 160 156 160 160 166 170 157 156 178 155 155 Deskripsikanlah data tersebut dalam bentuk diagram batang. 11 . 8 . 6. 480. = Deviasi rata-rata = 3. a. 4. 9 .000 mendapat kenaikan gaji sebesar 15%. b. Uji Kompetensi 11. Tentukanlah. 5 − 6 + 8 − 6 2.

xn dengan x1 < x2 < x3 < … < xn. Carlos Teves. (x + 6). Roney. kuartil. kemudian hitunglah perubahannya. Jika rata-rata banyak gol yang dicetak oleh mereka adalah 7 gol. 2 tahun lalu. Leonil Messi. Usia 5 6 7 Frekuensi 3 5 8 4 8 Hitunglah usia rata-rata 16 orang yang masih tinggal di kota tersebut. Hitunglah sumbangan rata-rata ke12 pilatelis dari Sidoarjo. Jika pada tahun ini 3 orang yang berusia 7 tahun dan seorang yang berusia 8 tahun pindah ke luar kota A. dan meteorologi yang menerapkan berbagai konsep dan aturan statistik dalam menganalisis data. Jika semua nilai data dikali r. 8. Sedangkan 6 striker lainnya mencetak gol sebanyak :(x + 2). ratarata kumulatif menjadi Rp 65. dan Diego Milito. (x + 5). yang memiliki x . Matematika 379 . berniat untuk membantu bencana alam Gunung Merapi. Buatlah laporanmu dan sajikan di depan kelas. Selesaikanlah masalah tersebut menerapkan aturan-aturan statistik yang sudah kamu pelajari. Projek Himpunlah informasi berupa data statistik dalam bidang ekonomi. 9. Setelah ditambahkan dengan sumbangan 15 pilatelis dari kota Sidoarjo. median. Misalkan suatu data x1. x2. (x + 3). x3. Di suatu komunitas pecinta koleksi prangko. Pada tahun 2010. ukuran apakah yang mengalami perubahan?.7.000. Fernando Torres. Tabel berikut menunjukkan usia 20 orang naik di kota A. Dari kota Lamongan. Hitunglah perubahannya. mengidolakan 8 striker pemain bola terkenal. Tentukanlah banyak gol yang berhasil dicetak setiap striker pada satu pertandingan. ….000. modus. Bagaimana perubah terhadap data jika semua nilai data ditambah sebesar s. 10. pada tahun 2010. rata-rata sumbangan 25 pilatelis adalah sebesar Rp 50. yaitu Cristiano Ronaldo. Podolski. kependudukan. Carlos Teves mampu mencetak (x + 1)gol. dan (2x + 1) gol oleh Alexander Pato. (x + 7). jangkaun. dia mencatat banyak gol yang dicetak mereka dalam satu pertandingan. (x + 4). Seorang penggemar bola. Alexander Pato.

Guru matematika telah memiliki data nilai ulangan siswa kelas 10.9598 ≈ 7 • Menentukan panjang interval kelas jangkauan panjang kelas== panjang kelas banyak kelas 60 = 7 = 8. median dan lainnya. sehingga. Untuk itu perlu diadakan evaluasi untuk melihat statistik berupa mean.3 (1. cobalah mengurutkan data dimulai dari data terkecil hingga data terbesar 38 48 49 51 56 60 60 61 63 63 63 65 66 67 67 68 70 70 70 71 71 72 72 72 73 74 74 75 75 76 76 78 79 79 80 80 80 81 81 81 82 82 83 83 84 85 86 87 88 88 88 89 90 90 90 91 91 91 92 93 93 93 97 98 dari data yang telah terurut di atas dapat diperoleh: • Data terbesar = 98 dan Data terkecil = 38 • Menentukan banyak kelas Menurut Sturges. banyaknya kelas = 1 + 3. modus.2. 57 ≈ 9 Buku Guru Kelas X 380 . jika data yang diamati banyaknya n dan banyak kelas adalah k. maka berlaku k = 1 + 3. Penyajian Data Kelompok Masalah-11.4 Kepala Sekolah SMA Negeri Unggulan ingin meningkatkan prestasi hasil belajar siswa.3 log 64 = 1 + 3. Pengolahan Data Data di atas masih belum berurutan. Dapatkah kamu membantu guru matematika untuk menemukan statistik data tersebut? Data ulangan siswa semester diperoleh: 79 80 70 68 92 48 90 92 85 76 48 90 92 85 76 88 78 74 70 38 80 63 76 49 84 61 83 88 81 82 61 83 88 81 82 51 71 72 82 70 81 91 56 65 63 74 89 73 90 97 60 66 98 93 81 93 72 91 67 88 75 83 79 86 Alternatif Penyelesaian 1.3 log n.806) = 1 + 5.

jangkauan banyak kelas 60 = = 7 = 8. Matematika 381 . 57 ≈ 9 panjang kelas = Adakah cara yang lain yang kalian temukan dalam menentukan panjang kelas? • Menentukan batas kelas interval ambil data yang terurut di atas sembilan data 38 39 40 41 42 43 44 45 46 . • Menentukan frekuensi gunakanlah sistem turus (tally) untuk mencari frekuensi data Tabel 11. dapat ditulis 9 kelas I = 38 – 46 kelas II = 47 – 55 .57 = 8. Tabel frekuensi Kelas 38 – 46 47 – 55 Turus (Tally) Frekuensi | ||| |||| || |||| |||| |||| |||| ||||1 |||| || |||| |||| |||| | |||| | | ||| |||| || |||| |||| |||| |||| |||| ||||3|| |||| |||| |||| | |||| | 56 – 64 | ||| |||| || |||| |||| |||| |||| |||| |||| || 7|||| |||| |||| | |||| | 65| – ||| 73 |||| || |||| |||| |||| |||| |||| |||| || |||| |||| 14 |||| | |||| | 82 | ||| |||| 74 || –|||| |||| |||| |||| |||| |||| || |||| |||| |||| | |||| | 17 – 91 | ||| |||| || |||| |||| ||||83|||| |||| |||| || |||| |||| |||| | |||| | 100 ||| |||| || |||| |||| |||| |||| |||| |||| 92 || – |||| |||| |||| | |||| | Total 16 6 64 • Menentukan titik tengah Titik tengah diperoleh dari: 1 1 1 1 1 2 3 3 4 Titik tengah = [batas bawah + batas atas] 5 6 2 3 4 3 4 2 3 dengan hasil pengolahan data di atas dapat disajikan tabel statistik sebagai berikut. . dst. .4.

Hitung hasil kali frekuensi dengan nilai tengah (fi.. Tabel 11... + fk xk f1 + f2 + f3 + . 382 Buku Guru Kelas X . Menentukan Mean dengan Rumus Mean x= fi xi ∑ i =1 fi ∑ i =1 k k = f1x1 + f2 x2 + f3 x3 + .5 Tabel Frekuensi No 1 2 3 4 5 6 7 Kelas 38 – 46 47 – 55 56 – 64 65 – 73 74 – 82 83 – 91 92 – 100 Total Titik tengah 42 51 60 69 78 87 96 Frekuensi 1 3 7 14 17 16 6 64 2. Hitung mean dengan menggunakan rumus x= ∑f x i =1 k i k i ∑f i =1 i dengan menggunakan langkah-langkah di atas diperoleh tabel frekuensi. Nilai Statistik Data Berkelompok • Mean Terdapat dua cara untuk menghitung data berkelompok yaitu: 1. xi) untuk setiap kelas Langkah 3. + fk dengan : fi = frekuensi kelas ke-i xi = nilai tengah kelas ke-i Langkah 1. Tentukan nilai tengah setiap kelas Langkah 2..

17 65 2.326 1.875 = 76. Langkah 4. Hitung hasil kali fidi dan tuliskan hasilnya pada sebuah kolom. Langkah 3. Ambil nilai tengah dengan frekuensi terbesar sebagai mean sementara xs. Tabel 11. Langkah-langkah di atas diselesaikan pada tabel berikut: Tabel 11. Langkah 2. Hitung mean dengan menggunakan rumus rataan sementara.7 Perhitungan Rataan sementara No 1 2 3 Kelas 38 – 46 47 – 55 56 – 64 65 – 73 Titik tengah Frekuensi di = xi – xs (fi) xs = 78 (xi) 42 1 –36 51 60 69 3 7 14 –27 –18 –9 fi.392 576 i ∑fx i =1 1 1 = 4. Menentukan mean dengan rumus rata-rata sementara mean = x = xs + f i di ∑ i =1 fi ∑ i =1 k k dimana : fi = frekuensi kelas ke-i xs = Rata-rata sementara Langkah 1. di –36 –81 –126 –126 4 Matematika 383 . xi 42 153 420 966 1.6 Penghitungan Rata-rata (Mean) No 1 2 3 4 5 6 7 Kelas 38 – 46 47 – 55 56 – 64 65 – 73 74 – 82 83 – 91 92 – 100 Total Titik tengah (xi) 42 51 60 69 78 87 96 k i =1 i Frekuensi (fi) 1 3 7 14 17 16 6 64 fx ∑ f =∑ i =1 i k k fi.875 mean = x = ∑fx i =1 k k i i ∑f i =1 i 4. dan hitung totalnya. Kurangkan setiap nilai tengah kelas dengan mean sementara dan catat hasilnya dalam kolom di = xi – xs.

tb = tepi bawah kelas modus.No 5 6 7 Kelas 74 – 82 83 – 91 92 – 100 Total Titik tengah (xi) 78 87 96 Frekuensi (fi) 17 6 16 k di = xi – xs xs = 78 0 9 18 k fi.17 64 ♦ Dapatkah kamu membandingkan yang terbaik dari kedua cara di atas? ♦ Dapatkah kamu memiliki cara yang lain dalam menentukan rataan (mean)? • Modus dengan menggunakan rumus modus:  d1  M o = tb + k    d1 + d 2  dimana: Mo = modus. k = panjang kelas d1 = selisih frekuensi kelas modus dengan kelas sebelumnya d2 = selisih frekuensi kelas modus dengan kelas sesudahnya Tabel 11. di 0 144 108 fi di = –117 ∑ i =1 diperoleh: Mean = xs + fi d ∑ =i 64 i =1 ∑fd i =1 k i k i ∑f i =1 i Mean = 78 + −117 = 76. 384 Buku Guru Kelas X .8 Perhitungan Modus No 1 2 3 4 5 6 7 Kelas 38 – 46 47 – 55 56 – 64 65 – 73 74 – 82 83 – 91 92 – 100 Titik tengah (xi) 42 51 60 69 78 87 96 1 3 7 14 d =3 17 1 d2 = 1 16 6 Frekuensi (fi) dari data di atas dapat ditentukan sebagai berikut.

N = 64. 5 + 9    3 + 1 = 73. dan d1 = 1 – 14 = 3 serta d2 = 17– 16 = 1. 705 = 77. modus data di atas adalah:  d1  M o = tb + k    d1 + d 2   3  = 73. fm = 17 diperoleh: N   2 −F Median = tb + k    fm     64   2 − 25  = 73. 75 M o = 80. 5 + 3. Oleh karena itu tb = 73. 5 + 6. 5 + 9    17    = 73. k = panjang kelas N = banyak datum dari statistik terurut= F = frekuensi kumulatif tepat sebelum kelas median fm = frekuensi kelas median dari data sebelumnya diperoleh k =9. 205 Matematika 385 . 25 • ♦ Dengan menggunakan teknik histogram gambarlah serta tentukan modusnya? Median dengan menggunakan rumus median: N   2 −F Median = tb + k    fm    dimana: tb = tepi bawah kelas median.5.5. Tampak modus terletak pada kelas 74 – 82 dengan frekuensi f = 17 dan panjang kelas k = 9. jadi. tb =73.

3 3 6 5 6 4 8 7 4 8 5 8 5 8 5 6 8 4 Ubahlah data di atas menjadi data berdistribusi frekuensi berkelompok.705 = 77. Q2. modul dan kuartil (Q1. Selesaikanlah masalah tersebut menerapkan aturan-aturan statistik yang sudah kamu pelajari.000. Gaji karyawan suatu pabrik ditampilkan dalam tabel berikut. dan banyak data 120 . Hasil observasi tentang berapa kali 18 siswi berhias dalam 1 hari sebagai berikut. 2. Berat Badan (kg) 31 – 36 37 – 42 43 – 48 49 – 54 55 – 60 61 – 66 Frekuensi 4 6 9 14 10 5 2 Kemudian deskripsikan data tersebut dalam diagram batang. Buatlah laporanmu dan sajikan di depan kelas. Gaji (× Rp 10. dan Q3) dari data di atas. a) Jika modus data di atas adalah Rp 830. dan meteorologi yang menerapkan berbagai konsep dan aturan statistik dalam menganalisis data. tentukanlah nilai Q1 dan Q 2.2 1 Data pada tabel di bawah ini tentang berat pada siswa 50 siswa.000. b) Dengan menggunakan nilai x dan y. Projek Himpunlah minimal lima permasalahan dalam bidang ekonomi. median. 5 + 3. 3. kependudukan.000) 66 – 70 71 – 75 76 – 80 81 – 85 86 – 90 91 – 95 96 – 100 Frekuensi 3 3 x 36 24 y 9 67 – 72 Tentukanlah mean.205 Apakah hubungan dari ketiga pemusatan data di atas? diskusikan dengan temanmu! Uji Kompetensi 11. = 73. tentukanlah nilai x–y. c) Tentukan rata-rata gaji jika setiap data mendapat tambahan sebesar Rp 50. 386 Buku Guru Kelas X .

  n +1  2   Median = Data ke. untuk data tunggal didefinisikan atas dua a. f k xk f1 + f 2 + f 3 + . Mean untuk data berkelompok dengan rumusan rataan sementara didefinisikan dengan x = xs + ∑fd i =1 k i k i ∑f i =1 dengan: fi = frekuensi kelas ke-i.. 2. Untuk data ganjil 2  n +1 . Statistik terurut memiliki kuartil jika banyak data ≥ 4. Jika banyak data ≥ 10. xs = rata-rata sementara i Matematika 387 . = ∑ fi i f1 x1 + f 2 x2 + f 3 x3 + . :  2   5. Untuk data genap n  n Data ke. Q2. xi = nilai tengah kelas ke-i.D. + f k 10. 3. n banyak data ..  + Data ke. sebab kuartil Q1. Data yang paling sering muncul disebut modus. Ukuran statistik ini disebut 10 Desil. dan Q3 membagi data menjadi empat kelompok yang sama. maka kita dapat membagi data menjadi 10 kelompok yang 1 sama. dengan setiap kelompok memiliki data. Median adalah nilai tengah data. n : banyak data Median =   + Data 2 2  . 1. informasi atau fakta tentang sesuatu hal atau permasalahan. 4. beberapa konsep perlu kita rangkum guna untuk mengingatkan kamu kembali akan konsep yang nantinnya sangat berguna bagi kamu sebagai berikut. Jangkauan Data = Data tertinggi – Data terendah = xmaks – xmin. Data adalah seluruh keterangan. PENUTUP Berdasarkan materi yang telah kita uraikan di atas.. Statistik yang membagi data menjadi empat bagian disebut Kuartil. 7. n : banyak data Median = Data ke.. 9. + 1  2  . Statistik yang membagi data menjadi 10 bagian disebut Desil. Mean untuk data berkelompok didefinisikan dengan = x ∑fx i =1 k i k i =1 dengan fi = frekuensi kelas ke-i. n : banyak data   2 Median = b. 6. 8. + 1 n n    2  Data keke.

Konsep-konsep dasar di atas harus anda pahami dengan baik karena akan membantu dalam pemecahan masalah dalam kehidupan anda seharihari. Penyajian data statistik yang sudah terkumpul dapat disajikan dalam bentuk tabel dan diagram. 13. Beberapa hal yang telah kita rangkum di atas adalah modal dasar bagi kamu dalam belajar statistika. N   2 =F 12. fm = frekuensi kelas median. d1  11. N = banyak data dari statistik terurut = • f i . d1 = selisih frekuensi kelas modus dengan kelas sebelumnya. F = frekuensi kumulatif tepat sebelum kelas median. d2 = selisih frekuensi kelas modus dengan kelas sesudahnya. Modus untuk data berkelompok didefinisikan denganM o = tb + k    d1 + d 2  dengan tb = tepi bawah kelas modus. Median untuk data berkelompok didefinisikan dengan Median = tb + k    fm    Dengan tb = tepi bawah kelas median. 388 Buku Guru Kelas X . k = panjang kelas. k = panjang kelas. Selanjutnya kita akan membahas tentang peluang dari suatu kejadian dengan melakukan berbagai percobaan.

3. 5. • berpikir tingkat tinggi dalam menyelidiki. bertanya dalam menemukan konsep dan prinsip peluang melalui pemecahan masalah autentik yang bersumber dari fakta dan lingkungan. dan sikap peduli lingkungan melalui kegiatan kemanusiaan dan bisnis dan dalam kehidupan sehari-hari. menghayati rasa percaya diri. • • • • • Percobaan Kejadian Ruang Sampel Titik Sampel Frekuensi Relatif . bertanggungjawab. • berkolaborasi memecahkan masalah otentik dengan pola interaksi edukatif. memahami konsep peluang suatu kejadian menggunakan berbagai objek nyata dalam suatu percobaan menggunakan frekuensi relatif. dan jujur serta menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. kritis. menghayati kesadaran hak dan kewajiban serta toleransi terhadap berbagai perbedaan di dalam masyarakat majemuk sebagai gambaran menerapkan nilai-nilai matematis. motivasi internal. memanipulasi. dan mengaplikasikan konsep dan prinsip-prinsip peluang dalam memecahkan masalah otentik. KOMPETENSI DASAR DAN PENGALAMAN BELAJAR Kompetensi Dasar Melalui proses pembelajaran peluang. Pengalaman Belajar Melalui pembelajaran materi peluang. konsisten. siswa memperoleh pengalaman belajar: • berdiskusi.Bab Peluang A. siswa mampu 1. 2. menyajikan hasil penerapan konsep peluang untuk menjelaskan berbagai objek nyata melalui percobaan menggunakan frekuensi relatif. 4. menghayati pola hidup disiplin.

PETA KONSEP B.B. PETA KONSEP Masalah Otentik Peluang dapat dihitung melalui nilai Frekuensi Relatif P K   nK  nS  0  P K   1 dihitung menggunakan Titik Sampel Ruang Sampel disusun menggunakan Tabel Diagram Pohon Diagram Kartesius Cara Mendaftar 390 Buku Guru Kelas X BUKU PEGANGAN SISWA 415 .

Jika koin tersebut ditos (dilambungkan) maka sisi koin yang akan muncul adalah gambar atau angka. Jika koin tersebut dilempar sebanyak satu kali. Lakukanlah kegiatan ini secara bertahap.1 Hasil dari Percobaan Pelemparan sebuah Koin Tahap (i) I II III IV V VI Banyak Pelemparan (ii) 20 40 60 80 100 120 BMSG (iii) 8 BMSA (iv) 12 BMSG/BP (v) BMSG/BP (vi) 8 12 8 12 20 20 20 20 Keterangan: BMSG adalah Banyak Muncul Sisi Gambar BMSA adalah Banyak Muncul Sisi Angka BP adalah Banyak Percobaan Matematika 391 . Jika koin dilempar sebanyak dua kali. melambungkan koin. serta mencatat data dari hasil percobaan. apakah banyak sisi gambar dan banyak sisi angka yang muncul relatif sama? Kegiatan 1 Lakukanlah kegiatan melempar sebuah koin sebanyak 120 kali bersama dengan temanmu. dan catatlah hasilnya ke dalam tabel berikut: Tabel 12. Selanjutnya mengorganisasikan siswa belajar melalui pemecahan masalah nyata yang memanfaatkan berbagai konsep dan aturan peluang. Pernahkah kamu melihat koin (uang logam)? Jika kamu perhatikan maka akan terdapat dua sisi. maka kemungkinan yang muncul bisa sisi gambar (G) atau angka (A). MATERI PEMBELAJARAN 1. Bagaimana jika pelemparan koin tersebut dilakukan berkali-kali. dadu. yaitu sisi angka dan sisi gambar.C. maka kemungkinan sisi koin yang muncul AA atau AG atau GG. Menemukan Konsep Peluang dengan Frekuensi Relatif ♦ Arahkan siswa menemukan konsep peluang dari berbagai situasi nyata.

kita melakukan percobaan menggunakan dadu bermata 6.2 Hasil dari Percobaan Pelemparan Sebuah Dadu Bermata 6 Tahap (1) I II III IV V VI Banyak Pelemparan (2) 20 40 60 80 100 120 Frekuensi Muncul 1 (3) 2 (4) 3 (5) 4 (6) 5 (7) 6 (8) 1 (8) 2 (10) Frekuensi Relatif 3 (11) 4 (12) 5 (13) 6 (14) 392 Buku Guru Kelas X . hasilnya relatif sama? d) Benarkah dugaan bahwa data pada kolom 5 dan 6. ditulis fr (G) = . hasilnya relatif sama dan nilai perbandingan banyaknya muncul gambar atau angka dengan banyaknya 1 1 1 1 1 2 3 3 4 percobaan. Lakukanlah kegiatan ini secara bertahap. nilainya perbandingannya mendekati ? 5 6 2 3 4 3 4 2 3 Misalkan banyak percobaan melambungkan sebuah koin adalah 20 kali dan hasilnya diperoleh frekuensi munculnya gambar adalah 8 kali dan munculnya angka adalah 12 kali. Lakukanlah kegiatan melambungkan sebuah dadu sebanyak 120 kali bersama dengan temanmu satu kelompok. 20 20 Coba bandingkan frekuensi relatif tiap-tiap banyak pelemparan yang tertera pada Tabel 12. ditulis fr (A) = . apakah banyak (frekuensi) munculnya gambar relatif sama dengan banyak (frekuensi) munculnya angka? b) Jika pelemparan koin tersebut dilakukan 20 sampai 120 kali.1 di atas dan cobalah diskusikan dengan temanmu beberapa pertanyaan berikut: a) Sebelum melakukan percobaan. buatlah dugaanmu bagaimana perbandingan frekuensi munculnya gambar dan angka? c) Benarkah dugaan bahwa data pada kolom 3 dan 4. Perhatikan data pada Tabel 12. buatlah dugaanmu. dan catatlah hasilnya ke dalam tabel berikut: Tabel 12. Frekuensi munculnya angka adalah 8 1220 20 12 dari 20 kali percobaan. Dalam percobaan ini. frekuensi relatif munculnya gambar adalah 8 12 8 dari 20 kali percobaan.1 di atas! Apakah keenam frekuensi relatif dari tiap-tiap percobaan tersebut mendekati suatu nilai tertentu? Kesimpulan apa yang dapat kamu kemukakan? Kegiatan 2 Dalam kegiatan 2 ini.

Benarkah dugaan bahwa data pada kolom (9). apakah banyak (frekuensi) munculnya mata 1.1 Hasil percobaan pemeriksaan kualitas 20 lampu LED di suatu laboratorium fisika diperoleh hasil lampu berkualitas baik 12 dan 8 lampu berkualitas buruk.1 Lampu LED Matematika 393 . nilainya perbandingannya mendekati 1 ? 6 Misalkan banyak percobaan melambungkan sebuah dadu adalah 20 kali dan hasilnya diperoleh frekuensi munculnya mata 1 sampai mata 5 adalah 3 kali dan munculnya mata 6 adalah 5 kali. 4. (4). (5). dan 6? 3. (6). dan 5 adalah 3 dari 20 kali percobaan. dan (8). (7). Benarkah dugaan bahwa data pada kolom (3). ditulis fr(2) = 3 . 2. Frekuensi 20 20 20 5 20 5 80 80 44 12 3 8 2 25 30 14 munculnya mata 2 adalah 3 dari 20 kali percobaan. hasilnya relatif sama dan nilai perbandingan banyaknya muncul mata 1. hasilnya relatif sama? 4. (12). 3. dan 6 relatif sama banyaknya? 2. dan (14). frekuensi relatif munculnya 3 5 12 3 8 2 25 30 14 + mata 1. Jika pelemparan dadu tersebut dilakukan 20 sampai 120 kali.1 di atas! Apakah keenam mata dadu memiliki frekuensi relatif dari tiaptiap percobaan tersebut mendekati suatu nilai tertentu? Kesimpulan apa yang dapat kamu kemukakan? Untuk lebih memamahami frekuensi relatif perhatikan beberapa masalah di bawah ini: Masalah-12. Gambar 12. Dalam percobaan ini. 2. Selanjutnya 20 20 20 5 20 5 80 80 44 44 coba bandingkan frekuensi relatif dari tiap-tiap banyak pelemparan yang tertera pada Tabel-12. 2.Perhatikan data pada Tabel 12. 2.2 di atas dan cobalah diskusikan dengan temanmu beberapa pertanyaan berikut. 5. ditulis fr(6) = . (11). ditulis fr(1) = . 3. 1. 4. (13). 4. 4. buatlah dugaanmu bagaimana perbandingan frekuensi munculnya mata 1. 3. (10). 5. Sebelum melakukan percobaan. 3. 5. buatlah dugaanmu. 5 Frekuensi + 20 20 20 5 20 5 80 80 44 3 5 12 3 8 2 25 30 14 7 + + munculnya mata 6 adalah 5 dari 20 kali percobaan. dan 6 dengan banyaknya percobaan. Tentukanlah frekuensi relatif dari tiap-tiap hasil percobaan tersebut.

Diketahui: frekuensi kualitas buruk = 8 total seluruh percobaan = 20 maka frekuensi relatif bola lampu kualitas buruk adalah: Frekuensi kualitas rusak Frekuensi relatif = Total percobaan 3 5 12 3 8 2 25 30 14 7 17 6 + + + Frekuensi relatif bola lampu kualitas buruk = 20 20 20 5 20 5 80 80 44 44 44 44 3 5 12 3 8 2 25 30 14 7 17 6 + + + = 20 20 20 5 20 5 80 80 44 44 44 44 394 Buku Guru Kelas X .3 Hasil Percobaan Kulitas Lampu Kejadian Baik Buruk Total Frekuensi 12 8 20 Dengan menggunakan data tabel di atas dapat kita peroleh: a.Alternatif Penyelesaian Dari data di atas dapat kita bentuk dalam tabel berikut: Tabel 12. Diketahui: frekuensi kualitas baik = 12 total seluruh percobaan = 20 maka frekuensi relatif kualitas baik adalah: Frekuensi kualitas baik Frekuensi relatif = Total percobaan 3 5 12 3 8 2 25 30 14 7 17 6 + + + Frekuensi relatif bola lampu kualitas baik = 20 20 20 5 20 5 80 80 44 44 44 44 3 5 12 3 8 2 25 30 14 7 17 6 + + + = 20 20 20 5 20 5 80 80 44 44 44 44 b.

2 Dari 80 percobaan putaran jarum jam pada gambar di samping diperoleh: Tabel 12. Dengan menggunakan data dari tabel di atas dapat diperoleh: a) Frekuensi relatif muncul angka 1. Dari frekuensi relatif tiap-tiap muncul angka diperoleh total frekuensi relatif putaran jam.4 Hasil Percobaan Putaran Jam Angka Frekuensi 1 25 2 30 3 25 Gambar 12. yaitu: Frekuensi muncul angka 1 Frekuensi muncul angka 2 Frekuensi muncul angka 3 Frekuensi relatif = Total per rcobaan Total percobaan Total percobaan 3 5 12 3 8 2 25 30 14 7 17 6 + + + = 20 20 20 5 20 5 80 80 44 44 44 44 c) Frekuensi relatif muncul angka 3. yaitu: muncul angka 1 Frekuensi muncul angka 2 Frekuensi muncul angka 3 Frekuensi relatif = Total per rcobaan Total percobaan percobaan 3 5 12 3 8 2 25 30 14 7 17 6 + + + = 20 20 20 5 20 5 80 80 44 44 44 44 II.2 Putaran jarum jam Tentukanlah frekuensi relatif tiap angka yang diperoleh dari percobaan di atas? Tentukanlah total frekuensi relatif percobaan tersebut! Alternatif Penyelesaian I.Masalah-12. yaitu: Total frekuensi = 25 + 30 + 25 80 80 80 = 1 Matematika 395 . yaitu: Frekuensi muncul angka 1 Frekuensi muncul angka 2 Frekuensi Frekuensi relatif = Total percobaan Tota Total percobaan 3 5 12 3 8 2 25 30 14 7 17 6 + + + Frekuensi relatif = 20 20 20 5 20 5 80 80 44 44 44 44 b) Frekuensi relatif muncul angka 2.

Jika kejadian K muncul sebanyak k kali (0 < k < n).3 Lampu LED 396 Buku Guru Kelas X . Gambar 12. Frekuensi Relatif Kejadian K (fr(K)) adalah hasil bagi banyaknya hasil dalam K dengan banyaknya percobaan. 2. Titik Sampel dan Ruang Sampel Perhatikan ilustrasi berikut ini! Ilustrasi 12. peluang munculnya kejadian K ditentukan dengan rumus P(K) = C. maka frekuensi relatif munculnya kejadian K ditentukan dengan rumus: k frr ( (K E)) = n b. Kejadian. Nilai tertentu ini adalah peluang munculnya kejadian K. mari kita tetapkan pengertian frekuensi relatif kejadian munculnya suatu objek dalam sebuah percobaan. Berdasarkan informasi di atas.1 Divisi quality control suatu perusahaan lampu ingin menguji coba kualitas produk lampu baru model LED. sebagai berikut.1 Misalkan K suatu kejadian dalam suatu percobaan. Berdasarkan kedua kegiatan dan permasalahan di atas. Definisi 12. proses menghitung peluang suatu kejadian dengan pendekatan nilai frekuensi relatif dapat dirumuskan sebagai berikut: a. Jika n mendekati tak-hingga maka cenderung konstan mendekati nilai tertentu. Dua kemungkinan hasil yang diperoleh pada percobaan ini adalah Buruk (R) dan Baik (B). Dengan demikian. Jika terdapat dua buah lampu yang yang akan diuji maka tentukanlah kemungkinankemungkinan hasil percobaan tersebut. C konstanta Ingat! Frekuensi relatif akan mendekati peluang jika percobaan dilakukan sebanyak mungkin. Pengertian Percobaan. Misalkan suatu percobaan dilakukan sebanyak n kali.

(N.N). (L. (L.Penyelesaian Pengambilan sebuah bola lampu. BR. Dalam sekali percobaan sekaligus. maka akan terdapat 4 kemungkinan yang akan terjadi.R).R). (N. RB.N). (B. lontong sayur (L). kemungkinan yang terjadi adalah Buruk (R) dan Baik (B).L). Himpunan kemungkinan hasil dari pemutaran jarum jam dapat ditulis: S = {R.L} dengan banyak anggota ruang sampel n(S) = 3.B)} dengan n(S) = 4.N. Untuk menentukan ruang sampel dapat disajikan dengan beberapa cara sebagai berikut! S = {(R. kemungkinan hasil percobaan tersebut adalah: • {R} merupakan kejadian munculnya menu sarapan roti isi • {N} merupakan kejadian munculnya menu sarapan nasi goreng • {L} merupakan kejadian munculnya menu sarapan lontong sayur. Dengan mendaftarkan setiap kemungkinan hasil yang muncul untuk dua kali percobaan pemutaran jarum jam dapat diperoleh: S = {(R. (R.R). (R.R). dan RR. (R. Ilustrasi 12.N).R). (N.4 Putaran Menu Sarapan Penyelesaian Dari hasil satu kali pemutaran jarum jam. yaitu BB. (B. Kemungkinan hasil yang muncul pada satu percobaan pemutaran jarum jam tersebut adalah roti isi (R).2 Seorang koki menentukan menu sarapan siswa asrama sekolah dengan menggunakan putaran jarum jam. Kemungkinan-kemungkinan tersebut dinamakan anggota ruang sampel.L)} n(S) = 9 • Coba kamu perluas contoh di atas dengan menambahkan menu sarapan dan jumlah putaran jam! Hasil apa saja yang kamu peroleh? Diskusikan bersama teman kelompokmu! Matematika 397 .B). nasi goreng (N).L). (L. dapatkah kamu menentukan kemungkinan hasi-hasil yang muncul untuk dua kali putaran? Gambar 12.

4. Jadi titik sampel adalah semua hasil yang mungkin terjadi dari sebuah percobaan. sebagai berikut: Gambar 12. Adapun yang menjadi ruang sampel dari hasil pelemparan sebuah dadu adalah S = {1. – {6} merupakan kejadian muncul mata dadu 6. Hasil munculnya mata 1. Kejadian (E) merupakan himpunan bagian dari ruang sampel. 2. 6}. – {3} merupakan kejadian muncul mata dadu 3. – {5} merupakan kejadian muncul mata dadu 5. akan dihasilkan enam kemungkinan munculnya mata dadu. dan 6 adalah titik-titik sampel. 5. Kemungkinankemungkinan itu disajikan sebagai berikut.1 Pada kegiatan pelemparan sebuah dadu sisi enam. Pada percobaan pelemparan satu buah dadu sisi enam kejadian-kejadiannya adalah – {1} merupakan kejadian muncul mata dadu 1. akan dihasilkan 36 kemungkinan munculnya pasangan mata dadu. Kemungkinan-kemungkinan itu disajikan pada tabel ruang sampel dari hasil pelemparan dua dadu. Enam kemungkinan hasil seperti yang disajikan pada Gambar 12.5 Dadu sisi enam Gambar 12. 5. Ruang Sampel (S) adalah suatu himpunan yang anggotanya adalah titiktitik sampel.7 Dua dadu 398 Buku Guru Kelas X . Perhatikan ilustrasi berikut ini! Pada kegiatan pelemparan dua dadu sekaligus. – {4} merupakan kejadian muncul mata dadu 4. 2.6 Hasil pelemparan sebuah dadu Kegiatan melempar dadu disebut dengan percobaan. Gambar 12.Perhatikan contoh berikut ini! Contoh 12. 3.6 adalah semua hasil yang mungkin terjadi dalam suatu percobaan. 3. 4. – {2} merupakan kejadian muncul mata dadu 2.

1} {2. Banyak hasil yang mungkin terjadi adalah 36.2} {6.5 Ruang Sampel dari Hasil Pelemparan Dua Dadu Dadu (I\II) 1 2 3 4 5 6 1 {1.1} {3.3} {6.1} {6.1)}. Kemungkinan pasangan mata dadu yang muncul dengan jumlah 6 adalah (1.1} {5.3} {2.2 {3.4} 5 {1. Matematika 399 .2).5). Jadi kejadian (K) dapat ditulis K = {(1. Raja tersebut memiliki uang sebesar 60 milyar rupiah. 3.5} {6.1). Jika pilihan pengawal tersebut adalah munculnya dua gambar (GG) atau dua angka (AA) maka pengawal tersebut mendapat hadiah 1 milyar rupiah dalam satu kali pelemparan.1} {4.Tabel 12.6} {2.3).3} {4.3} {3.3).3} 4 {1. Jika pilihan pengawal adalah munculnya angka dan gambar (AG) atau gambar dan angka (GA) sebanyak 15 kali dari 30 pelemparan maka pengawal memperoleh hadiah 25 milyar.2} {5.(4.(5.1} 2 {1. (5.2). Himpunan dari semua kejadian yang mungkin terjadi atau himpunan dari semua titik-titik sampel dinamakan Ruang Sampel (S).4} {6.4). Coba selesaikan masalah di atas setelah mempelajari hal berikut. Jadi banyak titik sampelnya 36 buah. Kejadian (K) merupakan himpunan bagian dari ruang sampel. Agar pengawal mendapat uang yang lebih banyak.6} {4.4} {3. Jumlah uang yang akan diberikan tergantung pilihan pengawal dari hasil pelemparan dua buah koin sekaligus sebanyak 30 kali pelemparan.(2. Misalnya kejadian (K) adalah muncul mata dadu pertama dan kedua yang jika dijumlahkan hasilnya adalah 6. Cara Penyajian dan Penentuan Ruang Sampel Masalah-12.5} {5.4).6} Kegiatan melempar dua dadu di atas disebut dengan percobaan.3} {5. (4.4} {5.5).(3.2} {4.2} {2.4} {4.6} {5. (2. (3.4} {2.5} {3. mana yang menjadi pilihan pengawal tersebut dan berapa maksimal uang yang ia peroleh.5} {2.2} 3 {1.5} 6 {1.6} {3.6} {6.3 Seorang raja ingin memberikan hadiah kepada pengawalnya yang sudah mengabdi dengan baik selama 30 tahun.5} {4.

dan koin II muncul A. maka akan terdapat 3 kemungkinan yang akan terjadi. yaitu sebagai hasil pemetaan dua titik yang berurutan pada sumbu absis dan ordinat.G)} dengan n(S) = 4. GA. • Koin I muncul G. • Koin I muncul A. (G. AG. dan GG.8 Dua koin Alternatif Penyelesaian Dengan menggunakan diagram kartesius dapat diinterpretasikan cara penyajian kemungkinan hasil tersebut. yaitu AA. (G. • Koin I muncul G.4 Dalam sekali pelemparan dua buah koin.A). Kemungkinan-kemungkinan tersebut dinamakan anggota ruang sampel.Masalah-12. Gambar 12. dan koin II muncul A. (A. Untuk menentukan ruang sampel dapat disajikan sebagai berikut! Terdapat empat kemungkinan hasil yang muncul pada suatu pelemparan dua koin. yaitu: • Koin I muncul A.G). Misalkan kejadian K adalah munculnya hanya satu sisi angka maka 400 Buku Guru Kelas X .A). yaitu: Gambar 12. dan koin II muncul G.9 Diagram kartesius ruang sampel dua koin Karena ruang sampel adalah himpunan semua hasil yang mungkin maka dari pelemparan dua koin sekaligus diperoleh S = {(A. dan koin II muncul G.

B2 maka dengan menggunakan cara tabulasi (tabel) dapat dituliskan seluruh kemungkinan hasil yang muncul dari pengambilan dua kelereng sekaligus sebagai berikut: Tabel 12.K = {(A.A)} dengan n(K) = 2. M4. dan dua kelereng biru disimbolkan B1. Dapatkah kamu menentukan kemungkinan hasil yang diperoleh 1 bola merah dan 1 bola biru dari percobaan tersebut? Jika kejadian K adalah munculnya dua kelereng merah sekaligus maka tentukanlah kemungkinan hasil dalam kejadian K. (M3.G). M2) – – – – – M2 (M1. M4) (M3 M4) – – – (M2 M4) M4 (M1. Dilakukan percobaan dengan mengambil 2 kelereng sekaligus.6 Tabel Kemungkinan Hasil Pencabutan Kelereng Kelereng M1 M2 M3 M4 M5 M6 (M1. B2) (M2 B2) (M3 B2) (M5 B2) – (M4 B2) B2 (M4 B1) dengan banyak anggota ruang sampel n(S) = 15. Kejadian K adalah munculnya kelereng merah sekaligus diperoleh: K = {(M1. Masalah-12. (M2. (M2. B1) (M2 B1) (M3 B1) – – B2 (M1.M4)} dengan banyak anggota kejadian n(K) = 6.M3). Matematika 401 .5 Suatu kotak berisi 4 kelereng merah dan 2 kelereng biru. (M1. M2.M3). M3. Alternatif Penyelesaian Misalkan keempat kelereng merah disimbolkan dengan M1.M2). (M1. M3) (M2 M3) – – – – M3 (M1.M4).M4). (G.

M4). (M2.M3.M2.M3).M4). (M2.H2).M4. (M2.H2). (M2.M4.H1).H1).M3.H2).H2). (M3. (M1. Tentukanlah: a.M3.M2.H1).H1). (M1. (M1.H2). (M2.H1). (M1.H1). M4. (M1.H2).H1.M4.M4)} dengan banyak anggota kejadian n(K3) = 16.M3.M3).M3.M2.M3.M4.M3.H2). (M2. (M3. (M1.M3.H1).H2). (M1.M3).M2.H1).M4.H1). (M1.M4. (M2.M3.M3.H1).M4. Kemungkinan kejadian K1 adalah munculnya dua kelereng merah dan satu kelereng hijau.M2. (M1. dan dua kelereng hijau disimbolkan H1.M3.M2. (M1. yaitu: S = {(M1. (M2.H2). (M2. Dilakukan percobaan dengan mengambil 3 kelereng sekaligus. (M4.H1).M4.M3.M4)} dengan banyak anggota kejadian n(K2) = 4.M4). (M2.M4). Kemungkinan kejadian K2 adalah munculnya tiga kelereng merah sekaligus c.M2.M4).H1). (M1. (M1.H2).M4. (M1. (M1.H2). (M3.M3.H1).M4.H2). M3. Kejadian K1 adalah munculnya dua kelereng merah dan satu kelereng hijau sekaligus diperoleh: K1 = {(M1.H1). 402 Buku Guru Kelas X .H1. (M1.M4.M2.H1). (M1. (M3. (M2. a. Kejadian K2 adalah munculnya tiga kelereng merah sekaligus diperoleh: K2 = {(M1.M3.H1).M4.H2). (M3. (M2.M2.M4).M3.H1.M4.H1). H2 maka dengan cara mendaftar diperoleh kemungkinan hasil yang muncul pada percobaan di atas.H2)} dengan banyak anggota kejadian n(K1) = 12. (M1. (M3. (M1.M4.H2) {(M1. (M2.M2.M4). (M1.6 Suatu kotak berisi 4 kelereng merah dan 2 kelereng hijau.M2.H2).H2)} dengan banyak anggota ruang sampel n(S) = 20.H2). (M2.H2).M3.M2. (M2. Kemungkinan K3 hasil yang diperoleh paling sedikit 2 bola merah dari percobaan tersebut? Alternatif Penyelesaian Misalkan keempat kelereng merah disimbolkan dengan M1.M4.H1).H1. M2.Masalah-12.M3.M4. (M2.H2). (M2. (M1. (M1. c.M4. (M1.H2). (M1.H2). b.M4. Kejadian K3 adalah munculnya paling sedikit dua kelereng mereah diperoleh: K3 = {(M1.M3. b.

4. 2. Latihan 12. Banyaknya anggota ruang sampel pelemparan n dadu adalah 6n.2 1. Sifat-1 1. dan 3 objek percobaan seperti koin dan dadu kita dapat mengetahui berapa banyak anggota ruang sampel dengan menggunakan n objek percobaan. Banyaknya anggota ruang sampel pelemparan n koin adalah 2n. Dapatkah kamu temukan kejadian diluar K? Jelaskan. 403 Matematika . Tabel 12.7 Tabel Penentuan Anggota Ruang Sampel Banyak Objek Banyak anggota ruang sampel n(S) Koin 1 2 3  N 2=2 1 Dadu 6 = 61 36 = 62 216 = 63   6n 4 = 22 8 = 23  2 n Secara umum. Minta salah satu kelompok untuk menyajikan hasil kerjanya di depan kelas dan minta siswa pada kelompok lain untuk mengkritisi hasil kerja kelompok penyaji dan menjembatani perbedaan pola pikir antar kelompok. Perhatikan pola yang disajikan pada tabel berikut.. untuk menghitung banyaknya anggota ruang sampel dalam pelemparan n buah koin dan n buah dadu dapat ditulis sebagai berikut.♦ Memberi kesempatan kepada siswa untuk menyelesaikan latihan dalam kelompok belajar. 2. tentukanlah kejadian K? 2. cara penyajian ruang sampel dan titik sampel manakah yang lebih baik? Berikan alasan! Dari pola yang terbentuk dalam penentuan banyaknya anggota ruang sampel menggunakan 1. 3. Pada pelemparan dua buah dadu. K merupakan kejadian munculnya mata dadu yang jumlahnya lebih besar sama dengan dua. Mungkinkah suatu kejadian sama dengan ruang sampel. Untuk percobaan-percobaan di atas.

A).7 Dhani melakukan percobaan dengan melambungkan tiga buah mata koin ke atas secara bersamaan.G. 404 Buku Guru Kelas X .2). yaitu dadu merah. biru. (2. (2.G).2) dan (5.A).A). akan muncul tiga sisi koin.A.G).A. (2.G.A. Banyak anggota ruang sampel adalah n(S) = 8.A). Ada beberapa kemungkinan hasil yang akan muncul agar jumlah 3 mata dadu adalah 8.3). Berbagai kemungkinan hasil yang terjadi disajikan sebagai berikut. (A.G. (G. yakni merah.G).1).G). (G. dan (G.A. (4.3).4). (A.A). Kemungkinan hasil mata dadu biru dan kuning yang muncul adalah (1. (G.2). ♦ Jika dadu merah muncul angka 3 maka mata dadu biru dan kuning harus berjumlah 5. (3. ♦ Jika dadu merah muncul angka 2 maka mata dadu biru dan kuning harus berjumlah 6. Kemungkinan hasil mata dadu biru dan kuning yang muncul adalah (1. (5.1).A). dan (6.A. (A. (G.2).4).G. Hitunglah banyak kemungkinan hasil lemparan sehingga jumlah ketiga mata dadu yang muncul adalah 8? Alternatif Penyelesaian Pandang satu dadu. Kemungkinan hasil mata dadu biru dan kuning yang muncul adalah (1. Semua kemungkinan munculnya sisi koin adalah (A. Kemungkinan hasil mata dadu biru dan kuning yang muncul adalah (1.G.5). (A.A.G.5). (3.G). dan kuning dilempar bersamasama.G).1). (3.6). (G.4).A). (A. Kita daftar setiap kejadian yang mungkin yang terjadi dari satu kali pelemparan 3 koin sekaligus. ♦ Jika dadu merah muncul angka 4 maka mata dadu biru dan kuning harus berjumlah 4.1).A.A.G.G)}. Alternatif Penyelesaian Dalam setiap pelemparan 3 buah koin sekaligus. (2. ♦ Jika dadu merah muncul angka 1 maka mata dadu biru dan kuning harus berjumlah 7. Tentukan ruang sampel dan banyak anggota ruang sampel.3). Dengan demikian ruang sampel percobaan tersebut adalah S = {(A.G).8 Tiga dadu yang berbeda warna. (G.Masalah-12. (G. dan (4. (A. Masalah-12.G. (4. dan (3.3).A).

banyak kemungkinan hasil yang terjadi dalam pelemparan 3 buah dadu secara bersama-sama dengan syarat jumlah ketiga mata dadu yang muncul 8 adalah 6 + 5 + 4 + 3 + 2 + 1 = 21. Kemungkinan hasil mata dadu biru dan kuning yang muncul adalah (1. Kejadian (K) adalah himpunan bagian dari ruang sampel. Berdasarkan berbagai informasi yang diperoleh dari hasil percobaan di atas. Titik sampel adalah hasil yang mungkin dari sebuah percobaan. ruang sampel.1). Coba selesaikan dengan cara yang lain! ♦ Ujilah pemahaman siswa dengan mengajukan soal latihan berikut.2 1.1). ♦ Jika dadu merah muncul angka 6 maka mata dadu biru dan kuning harus berjumlah 2. dan kejadian sebagai berikut. Definisi 12. kita tetapkan definisi titik sampel. Matematika 405 . kita tetapkan definisi peluang suatu kejadian sebagai berikut. Berdasarkan definisi titik sampel ruang sampel di atas. Latihan 12. 2. 3.2) dan (2.3 Tentukanlah banyak kemungkinan hasil yang terjadi dari hasil pelemparan 3 dadu dengan syarat jumlah ketiga mata dadu yang muncul adalah 9. Ruang sampel (S) adalah himpunan semua hasil yang mungkin dari suatu percobaan. Kemungkinan hasil mata dadu biru dan kuning yang muncul adalah (1. Jadi.♦ Jika dadu merah muncul angka 5 maka mata dadu biru dan kuning harus berjumlah 3.

dengan 2 ≤ x ≤12 Peluang 1 0 2 1 3 2 4 3 5 4 6 5 7 6 8 5 9 4 10 3 11 2 12 1 0 0 10 1 0 21 2 03 12 03 12 4 03 14 23 5 14 25 36 4 25 36 0 4 36 5 36 4 36 5 16 4 36 52 6 36 56 0 36 36 36 14 3625 0 36 1 4 362 50 3 6 1 436 2 5 03 6 143625 36 4 36 5 6 = 1= 1= 1= 1= 1= 1= 1 =1 =1 =1 =1 36 36 36 36 36 36 36 36 36 36 36 36 36 36 36 36 36 36 36 36 36 36 36 36 36 36 36 36 36 36 36 36 36 36 36 36 36 36 36 36 36 36 36 36 36 36 36 36 36 36 36 36 36 36 36 36 36 36 36 36 36 36 36 36 36 36 36 36 0 1 2 3 4 5 6 36 =1 36 36 36 36 36 36 36 36 406 Buku Guru Kelas X .8 Peluang Penjumlahan Dua Dadu Jumlah Jumlah Dua Mata Dadu yang Muncul Peluang Jumlah dua mata dadu yang muncul (x). 3. 4. tentukan peluang munculnya dua mata dadu yang jumlahnya 1. ditulis: n( K ) P (K ) = n(S ) n(A) : Banyak titik sampel dalam A. Alternatif Penyelesaian Untuk memudahkan mendaftar nilai peluang dari semua kemungkinan yang terjadi dan hasil penjumlahan dua mata dadu yang muncul.9 Dalam pelemparan dua dadu sekaligus. Kemudian tentukan juga peluang munculnya dua mata dadu yang jumlahnya lebih dari atau sama dengan 2 dan kurang dari atau sama dengan 12. Tabel 12. 2.2 Peluang suatu kejadian A adalah hasil bagi banyak hasil dalam A dengan banyak anggota ruang sampel dari suatu percobaan.Definisi 12. 12. Masalah-12. n(S) : Banyak anggota ruang sampel. …. disajikan tabel sebagai berikut.

(10h). (3s). (9h). 1]. (4w). maka diperoleh K1 = {(ass)} sehingga n(K1) = 1. (jh). (kh). (3h). (4h). sehingga n(K2) = 4 Jadi. (8k). (6h). (5k). (9s). peluang terambilnya kartu bernomor 10 adalah: n( K 2 ) 4 1 P (= K2 ) = = = n( S ) 52 13 Berdasarkan berbagai pemecahan masalah penentuan nilai peluang suatu kejadian yang telah diuraikan di atas. dan sekop (♠). (2k). peluang terambilnya kartu as sekop adalah: n( K1 ) 1 P (= K1 ) = = n( S ) 52 Misal E2 adalah pengambilan kartu bernomor 10. (2w). (qs). (6w). (8h). (10s)}. (4s). (8s). (3w). (3k). (kk). (10h). (10k). (jw). (qk). (7h). (ash). (2s). klaver (♣). 7k). (5w). (5h). (7w). hati (♥). (ask). (ass). maka diperoleh K2 = {(10w).Masalah-12. (10k). (qw). (7s).10 Di awal pertandingan olah raga kartu bridge. (8w). (js). (10w). Matematika 407 . Jadi. klaver = K. (6s). (asw)} Misal K1 adalah pengambilan kartu as sekop.10). (4k). hati = H. Jika dalam satu set kartu bridge ingin dicabut kartu as sekop (lihat Gambar 12. seorang pemain mencabut sebuah kartu untuk mendapatkan kartu as untuk menjadi tambahan nilainya. maka nilai peluang suatu kejadian dapat dipastikan terletak pada interval [0. yakni: wajik (♦). (qh). (9w). (kw). Kita tetapkan sifat nilai peluang sebagai berikut.10 Kartu Bridge Alternatif Penyelesaian Pada percobaan menggunakan satu set kartu bridge terdapat empat jenis kartu. Jika dimisalkan wajik = W. (9k). (5s). (6k). (2h). dan sekop = S maka ruang sampel dari satu set kartu bridge adalah: S = {(ks). (jk). (10s). Tentukan nilai ruang sampel dan nilai peluang terambilnya kartu as sekop! Berapa peluang terambilnya kartu bernomor 10? Gambar 12.

Buktikan jika A. 0 ≤ P(K) ≤ 1 2. Gambar 12. Bukti: Ingat kembali materi himpunan yang telah dipelajari di SMP. Sudahkah tahu kamu alasannya? Jelaskan! Penyelesaian Misalkan A. Kejadian ini pasti terjadi. P(∅) = 0 Peluang suatu kejadian adalah 1 berarti bahwa kejadian tersebut pasti terjadi dan peluang kejadian adalah 0 berarti bahwa kejadian tersebut mustahil terjadi.2 Contoh sederhana kejadian yang pasti terjadi adalah kejadian munculnya angka mata dadu kurang dari 7 dalam pelambungan mata dadu adalah 1. P(S) = 1 3. Peluang tersebut dapat diinterpretasikan pada gambar berikut. 1. Kita ketahui bahwa n(A∪B) = n(A) + n(B) – n(A∩B) n( A ∪ B ) n( A) + n( B ) − n( A ∩ B ) n( A) n( B ) n( A ∩ B )  ∞  ∞ P(A∩B) = + − P   A1  = ∑ P( Ai )! n( S ) n( S ) n( S ) n( S ) n( S )  i =1  i =1 n( A ∪ B ) n( A) + n( B ) − n( A ∩ B ) n( A) n( B ) n( A ∩ B )  ∞  ∞ + − P   A1  = ∑ P( Ai )! = n( S ) n( S ) n( S ) n( S ) n( S )  i =1  i =1 n( A) + n( B ) − n( A ∩ B ) n( A) n( B ) n( A ∩ B )  ∞  ∞ + − P   A1  = ∑ P ( Ai )! = n( S ) n( S ) n( S ) n( S )  i =1  i =1 408 Buku Guru Kelas X .11 Interpretasi peluang Contoh 12. B ⊆ S maka P(A ∪ B) = P(A) + P(B) – P(A ∩ B). Kita telah pelajari operasi gabungan dan irisan dua himpunan. B adalah kejadian dan S adalah ruang sampel dari suatu percobaan. Peluang kejadian K memenuhi P(K).Sifat-3 Misalkan K suatu kejadian dan S adalah ruang contoh dalam sebuah percobaan.

7. Jika saat kembali dari Bogor ke Bekasi. hitunglah berapa banyak pasangan pakaian yang dapat dipakai Luna jika ia juga membeli blus motif polos? 5. Buatlah ruang sampel beserta titik sampelnya! 3. A3. A2. Luna ingin menghadiri sebuah pesta. coklat.. 2. Jika sebuah dadu dan sebuah mata koin dilemparkan secara bersamaan. Berapa banyak pilihan yang dapat dipesan oleh pengunjung? Sajikan dalam diagram pohon. . Menu minuman hari ini di rumah makan Minang adalah teh. = P(A) + P(B) – P(A ∩ B) Jadi. ia tidak mau menggunakan bus yang sama. Ambil sebuah paku payung sebagai percobaan..4 Untuk semua kejadian A1. nasi rames.1 1. Seseorang berangkat dari kota Bekasi ke kota Bogor melalui Depok kemudian kembali lagi ke Bekasi juga melalui Depok.. Dua buah dadu dilemparkan dan menghasilkan bilangan prima pada salah satu mata dadu. Dapatkah kamu menentukan ruang sampel dan titik sampelnya? Adakah kamu temukan? Jelaskan. nasi ayam. Buktikan bahwa n( B ) n( A ∩ B )  ∞  ∞ P   A1  = ∑ P ( Ai )! − n( S ) n( S )  i =1  i =1 Uji Kompetensi 12. dan nasi kebuli. kopi. i ≠ j. Dari kota Bekasi ke kota Depok dilayani oleh 4 bus dan dari Depok ke Bogor oleh 3 bus. P(A∪B) = P(A) + P(B) – P(A ∩ B) Latihan 12. dan putih. Lambungkan tiga mata dadu secara bersamaan. Sedangkan menu makanan berupa nasi rendang. ia memiliki baju blus bunga kotakkotak dan bergaris untuk pasangan rok berwarna biru tua. maka banyak cara perjalanan orang tersebut? Matematika 409 . dan jus. dimana Ai ∩ Aj = ∅. tentukanlah ruang sampel dari tiga buah dadu tersebut ! 6. Dengan menggunakan diagram pohon tentukan ruang sampel percobaan tersebut? 4. lempar hingga jatuh ke lantai.

jika 20 orang dipilih secara acak. Berapa banyak bilangan ganjil yang dapat dibentuk? c. Buatlah laporan dan sajikan hasilnya di depan kelas. . Lima orang akan pergi ke pantai menggunakan sebuah mobil berkapasitas 6 tempat duduk. jika diambil dua bola secara acak. 2. .11 Pada pelemparan sebuah dadu. 6 warna putih dan 7 warna hijau.8. 10.6} dan Kc = {1. Berapa banyak bilangan yang nilainya kurang dari 5.000 yang dapat dibentuk? 9.. a. maka banyaknya cara mengatur tempat duduk mereka di dalam mobil adalah . maka peluang yang terambil bola berwarna sama adalah . Projek Rancanglah minimal lima buah masalah dan terapankan konsep dan prinsip peluang dalam pemecahannya. Berapa banyak bilangan dapat dibentuk? b.. 1.4.. Dengan demikian K ={2. 4.5}... dan 7 akan dibentuk bilangan dengan 4 angka dan tidak boleh ada angka yang diulang. maka peluang ada dua orang yang berulang tahun pada hari yang sama adalah. tentukan peluang muculnya angka ganjil pada dadu.. Dari angka-angka 0.3. 5 warna hitam. melalui penentuan peluang munculnya angka genap pada dadu! Alternatif Penyelesaian Misalkan K adalah kejadian munculnya angka genap pada dadu dan Kc adalah kejadian munculnya angka ganjil pada dadu. Di dalam kotak terdapat 18 bola identik (berbentuk sama). 5. 4. Anggap satu tahun 365 hari. Masalah tersebut dirancang dari dunia nyata di sekitarmu. 3. Jika hanya ada dua orang yang bisa jadi sopir. Peluang Komplemen Suatu Kejadian Masalah-12. 11. n( K ) 3 1 3 1 Peluang kejadian K adalah P = (K ) = = = P( K c ) = n( S ) 6 2 6 2 410 Buku Guru Kelas X .

3. 7. n( S ) 6 2 6 2 Masalah-12. n(K c ) 3 1 c Jadi. P ( K ) = = = n ( S ) 36 12 karena P ( K ) = 1 − P ( K c ) P(K ) =1− c P(K ) = 11 12 1 12 Jadi. dengan 10 . 4. Kemungkinan kejadian munculnya mata dadu berjumlah 11 dan 12 adalah Kc ={(5.6)} atau n(Kc) = 3. Misalkan K adalah kejadian munculnya dua mata dadu yang jumlahnya kurang dari atau sama dengan 10 dan Kc adalah kejadian munculnya dua mata dadu yang berjumlah lebih dari 10.n( K ) c3 1 3 1 Sedangkan peluang P = ( K )kejadian = = K adalah = P( K c ) = .6). 6. Alternatif Penyelesaian Sebelumnya telah kita ketahui banyaknya anggota ruang sampel dalam pelemparan 2 mata dadu adalah 36. yaitu jumlah dua mata dadu yang hasilnya 2. ternyata jumlah peluang kejadian K dan peluang kejadian bukan K atau Kc adalah 1. 9 dan 10. n( S ) 6 2 12 12 Dari hasil pemecahan kedua masalah di atas. 8. 5. (6.5). peluang munculnya angka mata dadu yang berjumlah kurang dari atau sama n( Ac ) 3 1 1 11 P = (A ) = = adalah .12 Tentukanlah peluang munculnya dadu yang berjumlah kurang dari atau sama dengan 10 pada pelemparan 2 dadu. Secara matematis kita dapat rumuskan bahwa: Matematika 411 . yaitu jumlah dua mata dadu adalah 11 dan 12. Kemungkinan munculnya mata dadu yang berjumlah kurang atau sama dengan 10. (6.

1. Untuk n berapakah. (3. (1.1).3.1)} D4 = {(1.2. (2.3. kemudian ia menghitung peluang terjadinya jumlah mata dadu sama dengan 6. (3.1). Misalkan Dn ={jumlah mata dadu 6. (1.2.1.1). (3.4.1.2.1).1.1.1). (3. (1.1.2). maka jumlah setiap n mata dadu adalah kurang dari atau sama dengan enam (n ≤ 6).5). (1.3). perhatikan masalah berikut! Masalah-13 Putra melambungkan n dadu.1)} D3 = {(1.1.2.3).1.1). (2.2.1.2.2).3).1. (2. maka P(K) + P(Kc) = 1 atau P(K) = 1 – P(Kc) Untuk lebih mendalami sifat di atas.1} Maka diperoleh peluangnya masing-masing: 1 5 10 9 5 11 5 10 9 • P(D1) = 2 • P(D ) = 6 6 63 64 65 666 62 4 63 64 1 5 10 9 5 1 5 10 9 5 • P(D2) = 2 3 4 5 6• 2 P(D )= 6 6 6 6 6 6 6 6 63 5 6 4 65 1 5 10 9 5 1 1 5 10 9 5 1 • P(D3) 2 = 3 4 • P(D ) = 5 6 6 6 6 6 6 66 6 2 63 6 4 6 65 6 6 5 1 65 6 6 1 66 Jadi.1. (5.2.1)} D5 = {(1.2).2). agar peluang terjadinya jumlah mata dadu sama dengan 6.2).1).2.4). (1.2.1). (1.1).1.4). n ≤ 6}. (2.1. (2. (1.1. (4.3.1.1.1. (2. (3.2.3.1.1.1. (1. (1.2.1.1.Sifat-1 Misalkan K suatu kejadian dari sebuah percobaan.1. diperoleh: D1 = {6} D2 = {(1. peluangnya paling besar? Alternatif Penyelesaian Karena dadu yang dilambungkan bermata enam. (2.2).2.1). (1.1. 2 3 4 5 6 6 6 6 6 6 6 412 Buku Guru Kelas X . peluang terbesar munculnya jumlah mata dadu jumlahnya 6 adalah saat n = 1 1 5 10 9 5 1 dengan nilai peluangnya .1.1.1.1.1)} D6 = {1.1).3).1).1.2. (1. (4.1.1.2).

Buktikan jika A. Kita telah pelajari operasi gabungan dan irisan dua himpunan. B adalah kejadian dan S adalah ruang sampel dari suatu percobaan. maka A ∩ B = ∅ 2) Jika kejadian A tidak saling lepas dengan kejadian maka A ∩ B ≠ ∅ Dengan demikian n(B ∩ Ac) = n(B) – n(A ∩ B) n ( B ∪ Ac ) n ( B ) − n ( A ∩ B ) n ( B ) n ( A ∩ B ) c − P(B ∩ A ) = n(S ) n(S ) n(S ) n(S ) n ( B ∪ Ac ) n ( B ) − n ( A ∩ B ) n ( B ) n ( A ∩ B ) − = n(S ) n(S ) n(S ) n(S ) n ( B ∪ Ac ) n ( B ) − n ( A ∩ B ) n ( B ) n ( A ∩ B ) − = n(S ) n(S ) n(S ) n(S ) = P(B) – P(A ∩ B) Jadi.Contoh 12. Kita ketahui bahwa n ( B ∪ Ac ) = n( B ) + n( Ac ) − n ( B ∩ Ac ) = n( B ) + n( S ) − n ( A ) − n ( B ∩ Ac ) = n( B ) + n( S ) − n ( A ) + n ( B ∩ Ac ) ( ) = n( B ) + n( S ) − ( n ( A ) + n ( B ) − n ( A ∩ B ) ) = n( B ) + n( S ) − n ( A ∪ B ) 1) Jika kejadian A saling lepas dengan kejadian B. P(B ∩ Ac) = P(B) – P(A ∩ B) Matematika 413 . B ⊆ S maka P(B ∩ Ac) = P(B) – P(A ∩ B) Penyelesaian Ingat kembali materi himpunan yang telah dipelajari di SMP.3 Misalkan A.

Dalam sebuah klinik dokter spesialis kandungan terdapat enam pasang suami-isteri. Kelas XIIA terdiri dari 10 murid laki-laki dan 20 murid perempuan. Carli.2 1. dan Dido akan berfoto bersama secara berdampingan. Adapun jurusan B dipilih oleh 2897 dengan daya tampung 50.Uji Kompetensi 12. Berapakah peluang bahwa murid yang terpilih itu laki-laki atau berambut keriting? 7. Jika E adalah kejadian jumlah tiga mata dadu >10. . Jika anda memilih sebuah jurusan pada PTN selain mempertimbangkan minat dan bakat. Jurusan A pada tahun sebelumnya dipilih oleh 3432 orang dan daya tampungnya 60. Misalkan. 4. Misalkan K kejadian no plat merupakan bilangan berulang. Setiap tiket diambil secara acak dan punya peluang yang sama untuk terpilih. Jika dipilih dua orang secara acak dari ruangan tersebut. Dengan membandingkan data sebelumnya mengenai banyaknya orang yang memilih jurusan tersebut dengan daya tampungnya menjadi salah satu triknya. Hitung Peluang kedua anak tetangga baru anda semuanya lakilaki? 9. Anda perlu juga mempertimbangkan kemungkinan masuk jurusan tersebut. Jika ia melempar sebanyak 70 kali. Setengah dari jumlah murid lakilaki dan setengah dari jumlah murid perempuan berambut keriting. Jika sebuah dadu dilempar 5 kali. tentukan peluang K. Setelah lulus SMA. Anda akan memilih jurusan A dan B. maka peluang terpilihnya dua orang tersebut suami-isteri? 10. Badu. hitunglah kemungkinan banyaknya bola yang tepat masuk ring? 6. Dua puluh tiket diberi nomor dari 1 sampai dengan 20. Nomor plat kendaraan terdiri dari empat digit angka. Anda tahu salah satunya adalah lakilaki. Jurusan manakah peluang anda lulus lebih besar? 2. Peluang seorang pemain basket akan melempar bola tepat masuk ring 0. Tiga mata dadu dilemparkan secara bersamaan. Apabila seorang murid dipilih secara acak untuk mengerjakan soal. Ahok. • Berapakah peluang kejadian K? • Hitunglah Peluang diluar kejadian K? 3. Berapakah peluang mata dadu yang muncul selalu ganjil? 8. Hitung peluang Ahok dan Carli selalu berdampingan? 414 Buku Guru Kelas X 5.7. Tetangga baru yang belum anda kenal katanya mempunyai 2 anak. mungkin sebagian dari anda berniat melanjutkan ke tingkat yang lebih tinggi yakni perguruan tinggi.

. maka peluang ada dua orang yang berulang tahun pada hari yang sama adalah.. Di dalam kotak terdapat 18 bola identik (berbentuk sama). Anggap satu tahun 365 hari. jika 20 orang dipilih secara acak.. 12.Berapa probabilitas bahwa tiket yang terpilih ialah tiket dengan nomor berkelipatan 3 atau 5? 11. maka peluang yang terambil bola berwarna sama adalah . 6 warna putih dan 7 warna hijau. jika diambil dua bola secara acak. buku.. Matematika 415 . dan sumber lain). 5 warna hitam. Buktikan kelima sifat tersebut dan buatlah laporan hasil kerjamu serta sajikan di dalam kelas. . Projek Himpun minimal lima sifat peluang dari berbagai sumber (internet.

yaitu: cara mendaftar. 7. n( K ) . dimana n(K) adalah banyaknya kejadian K yang dirumuskan: P ( K ) = n( S ) terjadi dan n(S) adalah banyak anggota ruang sampel suatu percobaan. menggunakan tabel. Titik sampel adalah semua kejadian yang mungkin terjadi dari sebuah percobaan. Ditulis Banyak kejadian yang muncul Frekuensi relatif = rcobaan Banyak per 2.D. disimbolkan dengan Kc. menggunakan diagram cartesisus. 4. Jika K merupakan sebuah kejadian. 6. ditulis P(K) + P(Kc) = 1. Ruang sampel (S) adalah suatu himpunan yang anggotanya semua kejadian yang mungkin terjadi dalam percobaan atau suatu himpunan yang anggotanya titiktitik sampel. Konsep-konsep dasar di atas harus kamu pahami dengan baik karena akan membantu dalam pemecahan masalah dalam kehidupan sehari-hari. sedangkan jika peluang kejadian K adalah 1 maka kejadian K pasti terjadi. Jika K suatu kejadian dalam sebuah percobaan. maka kejadian yang berada di luar K adalah seluruh kejadian yang tidak terdaftar di K. 3. Ada beberapa cara untuk menyajikan semua kejadian yang mungkin muncul dalam suatu percobaan. Beberapa hal yang telah kita rangkum di atas adalah modal dasar bagi kamu dalam belajar peluang secara lebih mendalam pada jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Peluang suatu kejadian K adalah hasil bagi banyaknya kemungkinan kejadian K terjadi dengan banyaknya anggota ruang sampel dari suatu percobaan. Kejadian (K) adalah himpunan bagian dari ruang sampel S. 9. 416 Buku Guru Kelas X . Peluang sebuah kejadian K tepat berada diantara nol dan satu. 8. Artinya jika peluang sebuah kejadian K adalah 0 maka kejadian K tidak terjadi. disebut komplemen dari kejadian K. beberapa hal penting dapat kita rangkum sebagai berikut. maka jumlah nilai peluang kejadian K dan nilai peluang kejadian komplemen K adalah 1. 1. dan menggunakan diagram pohon. PENUTUP Berdasarkan sajian materi terkait berbagai konsep peluang di atas. 5. Frekuensi relatif dari suatu kejadian dalam suatu percobaan adalah perbandingan banyaknya kejadian yang terjadi dalam suatu percobaan dengan banyaknya percobaan dilakukan. ditulis dengan: 0 ≤ P(K) ≤ 1.

wajib diberi pembelajaran remedial. Bagi peserta didik yang memperoleh hasil penilaian/uji kompetensi pada pokok bahasan mata pelajaran matematika kurang dari KKM. Pendekatan pembelajaran yang diterapkan dalam pelaksanaan pengayaan melalui (1) pembelajaran berbasis masalah dan proyek untuk melatih peserta didik berpikir kritis dan kreatif. apabila peserta didik tersebut memperoleh hasil penilaian/uji kompetensi lebih besar atau sama dengan dari Kriteria Ketuntasan Minimum (≥ KKM) yang ditetapkan dalam kurikulum. Sebaliknya peserta didik dikatakan tidak tuntas. (2) pemberian tugas tersrtuktur yang dilakukan secara mandiri dan pemberian feetback atas hasil kerja peserta didik. Pembelajaran pengayaan adalah pembelajaran yang memberikan pengalaman (membangun berpikir tingkat tinggi. dan (4) kerjasaman sekolah dengan orang tua/wali peserta didik mengatasi masalah belajar peserta didik. ketangguhan diri beradaptasi dan 417 Matematika . yaitu berpikir kritis dan kreatif) lebih mendalami materi terkait kompetensi atau kegiatan peserta didik yang melampaui persyaratan minimal yang ditentukan oleh kurikulum dan tidak semua peserta didik dapat melakukannya. Bantuan dalam pembelajaran remedial mencakup (1) mengkaji ulang materi pada kompetensi dasar yang belum dicapai peserta didik.PETUNJUK TEKNIS PELAKSANAAN REMEDIAL DAN PENGAYAAN A. yaitu pertama mendiagnosis kesulitan belajar dan kedua memberikan perlakuan (treatment) pembelajaran remedial. Pembelajaran tuntas (mastery learning) dalam proses pembelajaran berbasis kompetensi dimaksudkan adalah pendekatan dalam pembelajaran yang mempersyaratkan peserta didik menguasai secara tuntas seluruh kompetensi dasar pokok bahasan atau mata pelajaran tertentu. Pembelajaran remedial pada hakikatnya adalah pemberian bantuan bagi peserta didik yang mengalami kesulitan atau kelambatan belajar. Peserta didik dikatakan menguasai secara tuntas seluruh kompetensi dasar pada pokok bahasan atau mata pelajaran matematika pada kelas tertentu. Pemberian pembelajaran remedial meliputi dua langkah pokok. Pengertian dan Prosedur Pelaksanaan Pembelajaran Remedial dan Pengayaan Pengertian dan Prosedur Pelaksanaan Pembelajaran Remedial dan Pengayaan Kurikulum Matematika 2013 adalah kurikulum berbasis kompetensi dengan pendekatan pembelajaran tuntas. (3) tutor sebaya dalam implementasi model pembelajaran koperatif tipe jigsaw. Bagi peserta didik yang memperoleh hasil penilaian/uji kompetensi pada pokok bahasan mata pelajaran matematika kurang dari KKM. wajib diberi pembelajaran pengayaan.

418 Buku Guru Kelas X . Seluruh hasil belajar siswa yang tampak pada hasil penilaian/uji kompetensi dan asesmen otentik/portofolio dijadikan bahan kajian guru. guru konseling. Secara garis besar.memecahkan masalah. alur utama pelaksanaan pembelajaran remedial dan pengayaan disajikan pada skema berikut. dan (3) pemanfaatan IT dan ICT dalam proses pembelajaran. Untuk mengukur penguasaan kompetensi perlu dikembangkan suatu penilaian yang mencakup seluruh kompetensi dasar pada pokok bahasan tertentu atau pada satu mata pelajaran matematika dengan menggunakan indikator yang telah ditetapkan oleh pendidik. (2) pemberian asesmen portofolio tambahan berbasis masalah. Apabila peserta didik belum tuntas menguasai suatu kompetensi dasar harus mengikuti proses pembelajaran remedial kemudian dilakukan penilaian ulang untuk mengukur pencapaian kompetensi. dan kepala sekolah. kemudian hasilnya dianalisis untuk menentukan kompetensi dasar yang telah dikuasai dan belum dikuasai serta mengetahui kesulitan belajar peserta didik. Hasil belajar tersebut dilaporkan kepada pemangku kepentingan (terutama pada orang tua) setiap bulannya. Penilaian terhadap hasil pembelajaran menggunakan sistem penilaian patokan dan berkelanjutan dalam arti semua indikator ditagih. proyek. keterampilan proses. chek up diri dan asesmen kerjasama kelompok.

Pengamatan Aktivitas Siswa 2. Asesmen Portofolio 1.MATERI PRASYARAT H I R A R K I S H 1. Tes Diagnostik Kesulitan Belajar 2. 3. 2. Wawancara KKM  Penilaian Kompetensi < KKM Pengayaan Analisis Hasil Penilaian Remedial Portofolio Tambahan Uji Kompetensi  KKM LULUS TUNTAS LAPORAN BULANAN PADA ORANG TUA Gambar: Alur Utama Pelaksanaan Remedial dan Pengayaan BUKU PEGANGAN GURU Matematika 419 446 . Tes Kemampuan Awal Pengamatan Proses Pembelajaran Pengamatan Aktivitas Siswa Tes Diagnostik Kesulitan Belajar I R A R K I S PROSES PEMBELAJARAN MATERI BARU 1. 4.

Apabila nilai k untuk situs tersebut adalah 0. taksirlah jumlah penduduk yang ada di sekitar situs pada masa itu. Soal untuk Penilaian/Uji Kompetensi Pada Bab I 36( x × 2 y ) 2   12 x(3 y ) 2  . Memberikan penglaman belajar dan keterampilan berpikir yang lebih mendalam dan lebih luas terkait kompetensi dasar yang ditetapkan pada kurikulum matematika 2013.2 Jumlah dua bilangan berturutan adalah 13. baik secara individu maupun klasikal. 2. C.3 Jika a dan b bilangan asli dan a ≤ b sehingga bilangan rasional. Sebuah situs purbakala memiliki luas 7000 are. 1. Soal untuk Penilaian Kompetensi Siswa Guru matematika di sekolah dapat berkoordinasi dengan teman guru di Musyawarah Guru Mata Pelajaran Matematika atau mengembangkan sendiri soal yang akan digunakan untuk penilaian/uji kompetensi diakhir setiap bab (bahasan)i pada buku siswa atau buku guru. 3. Tentukan jumlah pangkat tiga dari bilangan-bilangan tersebut. dan dalam matematika sendiri) harus mewakili indikator kopetensi dasar yang akan dicapai.4 Salah satu rumus yang digunakan untuk menaksir populasi yang menempati suatu situs adalah P = ak dengan a luas (dalam are) dan k konstata.1 Sederhanakanlah    ÷  2 2  3x × y   9x y  1. Mencapai ketuntasan belajar peserta didik mencapai kompetensi dasar yang ditetapkan pada kurikulum matematika 2013. 4 + b maka pasangan (a. 3 2 420 Buku Guru Kelas X .. Soal yang dikembangkan dari sisi ranah kognitif dan psikomotor (keterampilan aplikasi matematika dan koneksi matematika dengan dunia nyata. Sebagai alternatif soal yang akan diujikan untuk penilaian/uji kompetensi pada setiap bab (bahasan) disajikan sebagai berikut.67.b) adalah . bidang ilmu lain. Tujuan Pembelajaran Remedial dan Pengayaan Pelaksanaan pembelajaran remedial dan pengayaan bertujuan untuk 1. 1.. 3+ a 1. 1.B. Mengatasi kesulitan belajar siswa untuk mencapai kompetensi dasar yang ditetapkan pada kurikulum matematika 2013 dengan ukuran melewati Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM).

x∈ R dan x > 0 .2 Seekor ikan mas himpunan memiliki ekor yang panjangnya sama dengan panjang 3. dan c bilangan real. 54 .1.1 Tentukan himpunan penyelesaian sistem persamaan linier 3x – 4y = 2 dan 3.1 Umur Ibu 2 tahun yang lalu adalah 1/3 kali umur Ibu pada c tahun yang akan datang dengan adalah bilangan bulat positif. (1 inci = 2. umur Ibu adalah 21 tahun lebihnya dari 1/3 umurnya pada 5 tahun yang lalu.3 Misalkan a dan b bilangan real. b. b.4 Misalkan a. 3. a. x bilangan real dan tentukan titik potongnya terhadap Sumbu-x. Buktikan |a| = a dan |a × b| = |a| × |b| 2. tentukan nilai 4 dari  a log ( bc )  2 !   1 1. 2.2. 5 Soal Penilaian/Uji Kompetensi Pada Bab III x + 2untuk y = 7 dengan cara grafik dan determinan. riel.c ≠ 1. 36 m Jika kita andaikan permukaan laut sebagai sumbu x maka fungsi pergerakan burung tersebut adalah f ( x) = a+ dengan a.2 Gambarkanlah grafik fungsi f(x) = |3x + 1|. 2. Tentukanlah berapa umur Ibu saat ini. dan a. Buktikan jika |a| = |b| dan |a + b| = |c| maka |a| ≤ |c|. 2.5 Seekor burung camar laut dari ketinggian 28 meter melihat ikan pada jarak 25 m sehingga ia terbang menukik ke permukaan laut dan menyelam sejauh 3 meter dan langsung bergerak kembali ke permukaan dan langsung terbang kembali ke angkasa seperti gambar. Jika panjang kepala ikan adalah 5 inci. Panjang tubuhnya empat perlima dari panjang keseluruhan ikan.6 Gambarkanlah grafik fungsi f(x) = 2 log( x + 2). Seekor ikan mas memiliki ekor yang panjangnya sama 421 dengan panjang Matematika kepalanya ditambah seperlima panjang tubuhnya. b adalah bilangan real.5 Jika alog b = 4. Soal untuk Penilaian/Uji Kompetensi Pada Bab III 3. Panjang tubuhnya empat dan 5x + 2y = 7 dengan cara grafik dan determinan. b adalah bilangan burung tersebut adalah Tentukanlah nilai a dan b tersebut. berapa panjang keseluruhan ikan tersebut ?. Jika kita andaikan permukaan laut sebagai sumbu x maka fungsi pergerakan Tentukanlah nilai a dan b tersebut. Sekarang. Tentukan penyelesaian sistem persamaan linier 3x – 4y = 2 kepalanya ditambah seperlima panjang tubuhnya. 3. clog b = 2 . Soal untuk Penilaian/Uji Kompetensi Pada Bab II 2. c bilangan positif. f (x x− ) xb a  b dengan a. 3. 1. 2.

3. Jika hanya mesin A dan C yang bekerja.3 Diketahui matriks A =   . 54 cm). dan f! 4. b. berapa panjang keseluruhan ikan tersebut? (1 inci = 2.4 Sumarno memiliki dua  hektar  sawah yang ditanami padi dan sudah saatnya diberi pupuk. Tentukanlah matriks A . Masingmasing harga per sak (satu karung) pupuk adalah Rp.200 lensa yang dapat dihasilkan dalam satu minggu. Rp. 4.perlima dari panjang keseluruhan ikan. 3. SS. dengan I matriks identitas perkalian matriks.-. e. 100. 120.5 Misalkan p adalah jumlah maksimum dikurangi jumlah minimum dari himpunan penyelesaian yang memenuhi sistem pertidaksamaan linear di bawah ini. Jika panjang kepala ikan adalah 5 inci.4 Selidikilah apakah sistem persamaan linear berikut adalah homogen dan tentukan bilangan bulat yang memenuhi sistem persamaan linier berikut x + y + z = 0 7x + 3y – 5z = 0 3 –2x – y + z = 0 2 3. Jika ketiganya bekerja.700 lensa yang dapat dihasilkan dalam satu minggu. Buktikan A × A–1 = I. Banyak pupuk yang dibutuhkan Sumarno sebanyak Buku Guru Kelas X 422 . c. maka tentukanlah nilai a. B. Soal untuk Penilaian/Uji Kompetensi Pada Bab IV  −3a 4. b) Tentukanlah nilai p! 4. Terdapat tiga jenis pupuk (Urea.400 lensa yang dihasilkan dalam satu minggu.1 Diketahui matriks T =   b+c   e − 2d a − 2b  8 4 0  2d + c  dan R =  2 10 −1 . Jika matriks    e−3f   Rt = T. dan C. Jika hanya mesin A dan B bekerja. 000. TSP} yang harus digunakan para petani agar hasil panen padi lebih maksimal. dan Rp.-. 1 0 4. 0 −1 65 4.2 Misalkan matriks A3×3. 5. 200. 2x + 5y ≤ 600 4x + 3y ≤ 530 2x + y ≤ 240 a) Gambarkanlah pertidaksamaan pada sistem linier tersebut.3 Sebuah pabrik memiliki 3 buah mesin A. d. Berapa banyak lensa yang dihasilkan oleh tiap-tiap mesin dalam satu minggu. 3.000.000.

c. d∈R. keterampilan proses. Selesaikan dengan menggunakan Determinan Matriks. Tugas yang diberikan berbasis pada berbagai kesulitan belajar yang dialami peserta didik dan meningkatkan kemampuan peserta didik mencapai kompetensi dasar tertentu. Jika jumlah peserta didik yang mengikuti remedial lebih dari 50%. maka tindakan yang dilakukan adalah pemberian tugas terstruktur baik secara kelompok dan tugas mandiri. a. Bentuk Pelaksanaan Pembelajaran Pengayaan Bentuk pembelajaran pengayaan adalah pemberian asesmen portofolio tambahan yang memuat asesmen masalah otentik. 2. D.  xc − sa xd − sd  4. Tentukanlah b   a Q=  dengan x∈R. c. maka tindakan yang dilakukan adalah pemberian pembelajaran ulang dengan model dan strategi pembelajaran yang lebih inovatif berbasis pada berbagai kesulitan belajar yang dialami peserta didik yang berdampak pada peningkatan kemampuan untuk mencapai kompetensi dasar tertentu. maka detB = det(A–1 BA).6 Misalkan A dan B matriks berordo n × n. 40 sak (karung). Jika jumlah peserta yang mengikuti remedial lebih dari 20% tetapi kurang dari 50%. chek up diri. Pemakaian pupuk Urea 2 kali banyaknya dari pupuk SS. Sebelum asesmen 423 Matematika . proyek. Berapa sak masing-masing jenis pupuk yang harus dibeli Sumarno. dengan α∈R.020. Jika jumlah peserta didik yang mengikuti remedial maksimal 20%.000. b. maka tindakan yang dilakukan adalah pemberian bimbingan secara khusus. 6. Bentuk Pelaksanaan Pembelajaran Remedial dan Pengayaan 1. misalnya bimbingan perorangan oleh guru dan tutor sebaya. Tunjukkan bahwa jika A adalah invertible. Bentuk Pelaksanaan Pembelajaran Remedial Bentuk pembelajaran remedial tergantung pada jumlah peserta didik yang mengalami kegagalan mencapai kompetensi dasar yang ditetapkan.5 Sebuah matriks P ordo 2 × 2 dengan P = 2   dimana a.-. dan asesmen kerjasama kelompok. Sementara dana yang disediakan Sumarno untuk membeli pupuk adalah Rp. Beberapa alternatif bentuk pelaksanaan pembelajaran remedial di sekolah. b. Jika  c d  determinan dari matriks determinan P adalah α. a b  4.

Materi pembahasan dituangkan dalam asesmen masalah otentik. ini dikembangkan terlebih dahulu dilakukan identifikasi kemampuan belajar berdasarkan jenis serta tingkat kelebihan belajar peserta didik. Materi Pembahasan Dalam Pembelajaran Pengayaan Materi pembahasan pada pembelajaran pengayaan bertumpu pada pengembangan kompetensi dasar wajib yang tertera pada kurikulum matematika 2013. berpikir mandiri. F. termasuk pengembagan kompetensi dasar peminatan. Identifikasi kemampuan berlebih peserta didik dapat dilakukan. Keterampilan yang dibangun melalui materi matematika yang dipelajari adalah kemampuan berpikir tingkat tinggi (berpikir kritis dan kreatif) serta kemampuan adaptif terhadap perubahan. Pembelajaran pengayaan dapat dilaksanakan melalui belajar kelompok. dan asesmen kerjasama kelompok. dan sebagainya. 424 Buku Guru Kelas X . antara lain melalui: tes IQ. misal belajar lebih cepat. Tindakan-tindakan pada proses pembelajaran memberi perhatian pada pemahaman peserta didik dan mengatasi kesulitan belajar yang dialami siswa. superior dan berpikir abstrak. wawancara. Materi Pembahasan Dalam Pembelajaran Remedial Materi pembahasan dalam pembelajaran remedial adalah materi (bahasan) terkait kompetensi dasar yang belum dicapai oleh siswa. dengan tolok ukur KKM yang ditetapkan. chek up diri. keingintahuan lebih tinggi. dan memiliki banyak minat. pengamatan. E. menyimpan informasi lebih mudah. belajar mandiri. tes inventori. keterampilan proses. bimbingan khusus dari guru dan para ahli (mentor). proyek. penggunaan teknologi dan membangun kerjasama antar siswa dan orang lain yang lebih memahami masalah yang diajukan dalam asesmen.

Encyclopedia of Mathematics and Its Applications. Ball. California Mathematics. United States of America: the national academy of sciences. Douglas. Consepts. Gross. (2008). Slavin. Notes on Logic and Set Theory. John Wiley & Sons. Bruce. mathematics. Kai Lai. Kathy (2006). Mathematical Proficiency for All Students (Toward a Strategic Research and Development Program in Mathematics Education). (2007). Magurn A. (2002). New York: University of Cambridge. Surabaya: Program Pascasarjana UNESA. Howard. Johnstone. Elementary Linear Algebra with Applications. United States of America: Saint Michael’s College Colchester. (2005). United States of America: Clay Mathematics Institute. Skills. Hefferon. Inc. Chung. Checkley . Deborah Loewenberg. Strings and Geometry. (2002). Masschusetts: Allyn and Bacon Publishers. Committee on science and mathematics teacher preparation. (2003). A Course in Probability Theory. E. Rorres. and Problem Solving 7. and technology (new practice for new millennium. Howard.T. Robert. Chris. United States of America: The Association for Supervision and Curriculum Development (ASCD). USA: Academic Press. Grades 7 –12. Inc. Educating Teachers of science. Jim (2006). Pengembangan Model Pembelajaran Matematika Berdasarkan Masalah Berbasis Budaya Batak. The Essentials of Mathematics. Fourth Edition. theories and practice. Linear Algebra. Columbus-USA. (1994). United States of America: RAND. The McGraw-Hill Companies. Gauntlett. Bornok. Cambridge. (2004). Sinaga. P. (2001). J. M. dkk. Educational psychology.Anton. M. center for education national research council (2001). United Kingdom: United Kingdom at the University Press. Matematika 425 .

Nugroho. Jakarta: Pusat Perbukuan. Australia: Haese & Harris Publication. Oon Seng. Matematika ke 2. (2010). Owen. Depdikinas. Singapore: Federal Publication (S) Pte Lsd. Makalah. (2004). Depdiknas. 2009. United States of America: Allyn & Bacon. (1990). P. Mathematics. Matematika. Jakarta: Pusat Perbukuan Depdiknas. Jhon. Matematika Inovatif. S. (2010). Siswanto. Pembelajaran Matematika Realistik. Diah. Haese. A Problem Solving Approach. Kangiran Marthen. Van de Walle. Van de Walle. M. Urban. John A. Tan. (2009). Surabaya: Unesa. Jakarta: Pusat Perbukuan. 2011. R. Haese.Soejadi. dkk. Elementary and Middle School Mathematics (teaching developmentally). Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan. dkk. Martin. Bruce. dkk. (2009). New York: Longman. D. (1995). 426 Buku Guru Kelas X . Mathematics For Yhe International Student (International Baccalaureate Mathematics HL Course). Elementary school mathematics: teaching developmentally. Ayu Kurniasih. Sordijanto. (2009). (2005). R. J. Matematika XI IPA.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful

Master Your Semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master Your Semester with a Special Offer from Scribd & The New York Times

Cancel anytime.