Hak Cipta © 2013 pada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Dilindungi Undang-Undang
MILIK NEGARA TIDAK DIPERDAGANGKAN

Disklaimer: Buku ini merupakan buku guru yang dipersiapkan Pemerintah dalam rangka implementasi Kurikulum 2013. Buku guru ini disusun dan ditelaah oleh berbagai pihak di bawah koordinasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, dan dipergunakan dalam tahap awal penerapan Kurikulum 2013. Buku ini merupakan “dokumen hidup” yang senantiasa diperbaiki, diperbaharui, dan dimutakhirkan sesuai dengan dinamika kebutuhan dan perubahan zaman. Masukan dari berbagai kalangan diharapkan dapat meningkatkan kualitas buku ini. Katalog Dalam Terbitan (KDT) Indonesia. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Matematika : buku guru / Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.— Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, 2013. xxii, 426 hlm. : ilus. ; 25 cm. Untuk Kelas X ISBN 978-602-282-026-0(jilid lengkap) ISBN 978-602-282-027-7 (jilid 1)

1. Matematika — Studi dan Pengajaran I. Judul II. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan 510 Kontributor Naskah : Bornok Sinaga, Pardomuan J.N.M.S. Sinambela, Andri Kristianto Sitanggang, Tri Andri Hutapea, Sudianto Manulang, Lasker Pengarapan Sinaga, Mangara Simanjorang, dan Yuza Terzalgi Bayuzetra. : Agung Lukito dan Sisworo. : Politeknik Negeri Media Kreatif, Jakarta.

Penelaah Penyelia Penerbitan

Cetakan Ke-1, 2013 Disusun dengan huruf Times New Roman, 11 pt.

ii

Buku Guru Kelas X

Kata Pengantar
Matematika adalah bahasa universal untuk menyajikan gagasan atau pengetahuan secara formal dan presisi sehingga tidak memungkinkan terjadinya multi tafsir. Penyampaiannya adalah dengan membawa gagasan dan pengetahuan konkret ke bentuk abstrak melalui pendefinisian variabel dan parameter sesuai dengan yang ingin disajikan. Penyajian dalam bentuk abstrak melalui matematika akan mempermudah analisis dan evaluasi selanjutnya. Permasalahan terkait gagasan dan pengetahuan yang disampaikan secara matematis akan dapat diselesaikan dengan prosedur formal matematika yang langkahnya sangat presisi dan tidak terbantahkan. Karenanya matematika berperan sebagai alat komunikasi formal paling efisien. Perlu kemampuan berpikir kritis-kreatif untuk menggunakan matematika seperti uraian di atas: menentukan variabel dan parameter, mencari keterkaitan antar variabel dan dengan parameter, membuat dan membuktikan rumusan matematika suatu gagasan, membuktikan kesetaraan antar beberapa rumusan matematika, menyelesaikan model abstrak yang terbentuk, dan mengkonkretkan nilai abstrak yang diperoleh. Buku Matematika Kelas X untuk Pendidikan Menengah ini disusun dengan tujuan memberi pengalaman konkret-abstrak kepada peserta didik seperti uraian diatas. Pembelajaran matematika melalui buku ini akan membentuk kemampuan peserta didik dalam menyajikan gagasan dan pengetahuan konkret secara abstrak, menyelesaikan permasalahan abstrak yang terkait, dan berlatih berfikir rasional, kritis dan kreatif. Sebagai bagian dari Kurikulum 2013 yang menekankan pentingnya keseimbangan kompetensi sikap, pengetahuan dan keterampilan, kemampuan matematika yang dituntut dibentuk melalui pembelajaran berkelanjutan: dimulai dengan meningkatkan pengetahuan tentang metode-metode matematika, dilanjutkan dengan keterampilan menyajikan suatu permasalahan secara matematis dan menyelesaikannya, dan bermuara pada pembentukan sikap jujur, kritis, kreatif, teliti, dan taat aturan. Buku ini menjabarkan usaha minimal yang harus dilakukan peserta didik untuk mencapai kompetensi yang diharapkan. Sesuai dengan pendekatan yang dipergunakan dalam Kurikulum 2013, peserta didik diberanikan untuk mencari dari sumber belajar lain yang tersedia dan terbentang luas di sekitarnya. Peran guru sangat penting untuk meningkatkan dan menyesuaikan daya serap peserta didik dengan ketersedian kegiatan pada buku ini. Guru dapat memperkayanya dengan kreasi dalam bentuk kegiatankegiatan lain yang sesuai dan relevan yang bersumber dari lingkungan sosial dan alam. Sebagai edisi pertama, buku ini sangat terbuka dan terus dilakukan perbaikan dan penyempurnaan. Untuk itu, kami mengundang para pembaca memberikan kritik, saran dan masukan untuk perbaikan dan penyempurnaan pada edisi berikutnya. Atas kontribusi tersebut, kami ucapkan terima kasih. Mudah-mudahan kita dapat memberikan yang terbaik bagi kemajuan dunia pendidikan dalam rangka mempersiapkan generasi seratus tahun Indonesia Merdeka (2045). Jakarta, Mei 2013 Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh

Matematika

iii

Bapak, Ibu guru kami yang terhormat, banyak hal yang sudah kita lakukan sebagai usaha membelajarkan peserta didik dengan harapan, mereka berketuhanan, berperikemanusiaan, berpengetahuan, dan berketerampilan melalui pendidikan matematika. Harapan dan tugas mulia ini cukup berat, menuntut tanggung jawab yang tidak habis-habisnya dari generasi ke generasi. Banyak masalah pembelajaran matematika yang kita hadapi, bagaikan menelusuri sebuah lingkaran dengan titik-titik masalah yang tak berhingga banyaknya. Tokoh pendidikan matematika Soedjadi dan Yansen Marpaung menyatakan, kita harus berani memilih/menetapkan tindakan dan menghadapi resiko untuk meningkatkan kualitas pendidikan matematika di setiap sekolah tempat guru melaksanakan tugas profesionalitasnya. Artinya, guru sebagai orang yang pertama dan yang utama bertindak sebagai pengembang kurikulum yang mengenal karakteristik siswa dengan baik, dituntut bekerjasama memikirkan jalan keluar permasalahan yang terjadi. Pola pembelajaran yang bagaimana yang sesuai dengan karakteristik matematika dan karakteristik peserta didik di sekolah Bapak/Ibu ?. Salah satu alternatif, kita akan mengembangkan pembelajaran matematika berbasis paham konstruktivisme. Buah pikiran ini didasari prinsip bahwa: (1) setiap anak lahir di bumi, mereka telah memiliki potensi, (2) cara berpikir, bertindak, dan persepsi setiap orang dipengaruhi budaya, (3) matematika adalah produk budaya, yaitu hasil konstruksi sosial dan sebagai alat penyelesaian masalah kehidupan, dan (4) matematika adalah hasil abstraksi pikiran manusia. Untuk itu diperlukan perangkat pembelajaran, media pembelajaran, asesmen otentik dalam pelaksanaan proses pembelajaran di kelas. Model pembelajaran yang menganut paham konstruktivistik yang relevan dengan karakteristik matematika dan tujuan pembelajaran matematika cukup banyak, seperti (1) model pembelajaran berbasis masalah, (2) pembelajaran kontekstual, (3) pembelajaran kooperatif dan banyak model pembelajaran lainnya. Bapak/Ibu dapat mempelajarinya secara mendalam melalui aneka sumber pembelajaran. Pokok bahasan yang dikaji dalam buku petunjuk guru ini, antara lain: (1) eksponen dan logaritma, (2) persamaan dan pertidaksamaan linier, (3) sistem persamaan dan pertidaksamaan linier, (4) matriks, (5) relasi dan fungsi, (6) barisan dan deret, (7) persamaan dan fungsi kuadrat, (8) limit dan (9) peluang yang tertera dalam kurikulum 2013. Berbagai konsep, aturan dan sifat-sifat dalam matematika ditemukan melalui penyelesaian masalah nyata, media pembelajaran, yang terkait dengan materi yang diajarkan. Seluruh materi yang diajarkan berkiblat pada pencapaian kompetensi yang ditetapkan dalam kurikulum matematika 2013. Semua petunjuk yang diberikan dalam buku ini hanyalah pokok-pokoknya saja. Oleh karena itu, Bapak dan Ibu guru dapat mengembangkan dan menyesuaikan dengan keadaan dan suasana kelas saat pembelajaran berlangsung. Akhirnya, tidak ada gading yang tak retak. Rendahnya kualitas pendidikan matematika adalah masalah kita bersama. Kita telah diberi talenta yang beragam, seberapa besar buahnya yang dapat kita persembahkan padaNya. Taburlah rotimu di lautan tanpa batas, percayalah kamu akan mendapat roti sebanyak pasir di tepi pantai. Mari kita lakukan tugas mulia ini sebaik-baiknya, semoga buku petunjuk guru ini dapat digunakan dan bermanfaat dalam pelaksanaan proses pembelajaran matematika di sekolah. Jakarta, Pebruari 2013 Tim Penulis

iv

Buku Guru Kelas X

Surat untuk Guru .............................................................................................................. iv Daftar Isi ............................................................................................................................ v Deskripsi Singkat Model Pembelajaran Berbasis Konstruktivistik .................................... x Pedoman Penyusunan Rencana Pembelajaran .............................................................. xv Fase Konstruksi Matematika ............................................................................................ xviii Contoh Analisis Topik ................................................................................................. xix Peta Konsep Matematika SMP Kelas X ........................................................................... xxi Bab 1 Eksponen dan Logaritma ................................................................................ 1 A. Kompetensi Dasar dan Pengalaman Belajar .............................................. 1 B. Peta Konsep ............................................................................................... 2 C. Materi Pembelajaran ................................................................................... 3 1. Menemukan konsep Eksponen ............................................................ 3 2. Pangkat Bulat Negatif .......................................................................... 9 3. Pangkat 0 ............................................................................................. 10 4. Sifat-Sifat Pangkat Bulat Positif ........................................................... 10 5. Pangkat Pecahan ................................................................................. 16 Uji Kompetensi 1.1 ............................................................................................. 18 6. Bentuk Akar .......................................................................................... 20 7. Hubungan Bentuk Akar dan Bilangan Berpangkat ............................... 21 8. Operasi Pada Bentuk Akar ................................................................... 22 a. Operasi Penjumlahan dan Pengurangan Bentuk Akar ................. 22 b. Operasi Perkalian dan Pembagian Bentuk Akar ........................... 23 c. Merasionalkan Penyebut Berbentuk Akar .................................... 23 Uji Kompetensi 1.2 ............................................................................................. 29 9. Menemukan Konsep Logaritma ........................................................... 32 10. Sifat-sifat Logaritma ............................................................................. 37 Uji Kompetensi 1.3 ............................................................................................. 43 Penutup.............................................................................................................. 44 Bab 2 Persamaan dan Pertidaksamaan Linear ........................................................ 46

A. Kompetensi Dasar dan Pengalaman Belajar .............................................. 46 B. Peta Konsep ............................................................................................... 47 C. Materi Pembelajaran ................................................................................... 48 1. Menemukan konsep Nilai Mutlak ........................................................ 48 2. Persamaan Linear ................................................................................ 53 Uji Kompetensi 2.1 ............................................................................................. 60 3. Aplikasi Nilai Mutlak Pada Persamaan Linier ....................................... 62 4. Pertidaksamaan Linear ........................................................................ 63 5. Aplikasi Nilai Mutlak pada Pertidaksamaan Linear .............................. 67 Uji Kompetensi 2.2 ............................................................................................. 69 Penutup ................................................................................................. 71

Matematika

v

Bab 3

Sistem Persamaan dan Pertidaksamaan Linear ........................................... 73

A. Kompetensi Dasar dan Pengalaman Belajar .............................................. 73 B. Peta konsep ................................................................................................ 74 C. Materi Pembelajaran ................................................................................... 75 1. Menemukan konsep Sistem Persamaan linear dua variabel ............... 75 Uji Kompetensi 3.1 ............................................................................................. 87 2. Menemukan Konsep Sistem Persamaan Linear tiga variabel ............. 88 Uji Kompetensi 3.2 ............................................................................................. 97 3. Penyelesaian Sistem Persamaaan Linear .......................................... 99 a. Menentukan Himpunan Penyelesaian Sistem Persamaan Linear Dua variabel .................................................... 99 b. Menentukan Himpunan Penyelesaian Sistem Persamaan linear Tiga Variabel .................................................... 106 Uji Kompetensi 3.3 ............................................................................................. 111 4. Sistem Pertidaksamaan Linear Dua Variabel ....................................... 114 Uji kompetensi 3.4 ............................................................................................. 118 Penutup ................................................................................................. 120 Bab 4 Matriks ................................................................................................. 122

A. Kompetensi Dasar dan Pengalaman Belajar .............................................. 122 B. Peta Konsep ............................................................................................... 123 C. Materi Pembelajaran ................................................................................... 124 1. Menemukan Konsep Matriks ................................................................ 124 2. Jenis-Jenis Matriks ............................................................................... 131 3. Transpos Matriks .................................................................................. 134 4. Kemandirian Dua Matriks ..................................................................... 137 Uji Kompetensi 4.1 ............................................................................................. 139 5. Memahami Operasi Sederhana Matriks serta Menerapkannya Dalam Pemecahan Masalah ................................................................ 141 a. Operasi Hitung pada Matriks ......................................................... 141 Uji Kompetensi 4.2 ............................................................................................. 152 6. Determinan dan Invers Matriks ............................................................ 154 Uji Kompetensi 4.3 ............................................................................................. 164 Penutup ................................................................................................. 167 Bab 5 Relasi dan Fungsi ............................................................................................ 168

A. Kompetensi Dasar dan Pengalaman Belajar .............................................. 168 B. Peta Konsep ............................................................................................... 169 C. Materi Pembelajaran ................................................................................... 170 1. Menemukan Konsep Relasi ................................................................. 170 2. Beberapa sifat Relasi ........................................................................... 176 3. Menemukan Konsep Fungsi ................................................................ 179 Uji Kompetensi 5.1 ............................................................................................. 189 Penutup ................................................................................................. 191

vi

Buku Guru Kelas X

Bab 6

Barisan dan Deret ............................................................................................ 192

A. Kompetensi Dasar dan Pengalaman Belajar .............................................. 192 B. Peta Konsep ............................................................................................... 193 C. Materi Pembelajaran ................................................................................... 194 1. Menemukan Pola Barisan dan Deret ................................................... 194 2. Menemukan Konsep Barisan dan Deret Aritmatika ............................. 201 a. Barisan Aritmatika ......................................................................... 201 b. Induksi Matematika ....................................................................... 207 c. Deret Aritmetika ............................................................................. 208 Uji Kompetensi 6.1 ............................................................................................. 213 3. Menemukan Konsep Barisan dan Deret Geometri .............................. 214 a. Barisan Geometri ......................................................................... 214 b. Deret Geometri ............................................................................. 216 Uji Kompetensi 6.2 ............................................................................................. 220 Penutup ................................................................................................. 221 Bab 7 Persamaan dan Fungsi Kuadrat ..................................................................... 222 A. Kompetensi Dasar dan Pengalaman Belajar............................................... 222 B. Peta Konsep ............................................................................................... 223 C. Materi Pembelajaran ................................................................................... 224 1. Persamaan Kuadrat ............................................................................. 224 a Menemukan Konsep Persamaan Kuadrat Satu Peubah ............... 224 Uji Kompetensi 7.1 ............................................................................................. 236 b. Menentukan Akar-akar Persamaan Kuadrat ................................. 237 c. Menemukan Rumus Untuk Menentukan Hasil Jumlah dan Hasil Kali Akar-akar Persamaan Kuadrat ...................................................... 241 d. Persamaan Kuadrat dengan Akar-akar x1 dan x2 ....................... 242 Uji Kompetensi 7.2 ............................................................................................. 243 2. Fungsi Kuadrat...................................................................................... 244 a. Menemukan Konsep Fungsi Kuadrat ............................................ 244 Uji Kompetensi 7.3 ............................................................................................. 255 b. Grafik Fungsi Kuadrat ................................................................... 256 c. Hubungan Persamaan Kuadrat dan Fungsi Kuadrat .................... 263 Uji Kompetensi 7.4 ............................................................................................. 264 Penutup ................................................................................................. 265 Bab 8 Trigonometri ................................................................................................. 267

A. Kompetensi Dasar dan Pengalaman Belajar .............................................. 267 B. Peta Konsep ............................................................................................... 268 C. Materi Pembelajaran ................................................................................... 269 1. Ukuran Sudut (Derajat dan Radian)...................................................... 269 Uji Kompetensi 8.1 ............................................................................................. 273 2. Konsep Dasar Sudut ............................................................................ 274 3. Perbandingan Trigonometri pada Segitiga Siku-Siku ........................... 277

Matematika

vii

Uji Kompetensi 8.2 ............................................................................................. 280 4. Nilai Perbandingan Trigonometri Sudut Istimewa ................................ 282 5. Perbandingan Trigonometri untuk sudut 300, 450, 600........................... 286 6. Grafik Fungsi Trigonometri ................................................................... 295 Uji Kompetensi 8.3 ............................................................................................. 300 Penutup ................................................................................................. 302 Bab 9 Geometri ................................................................................................ 304 A. Kompetensi Dasar dan Pengalaman Belajar .............................................. 304 B. Peta Konsep ............................................................................................... 305 C. Materi Pembelajaran ................................................................................... 306 1. Menemukan Konsep Jarak Titik, Garis, dan bidang ............................. 306 a. Kedudukan Titik ............................................................................. 306 b. Jarak Antara Titik dan Titik ............................................................ 308 c. Jarak Titik ke Garis ........................................................................ 311 d. Jarak Titik ke Bidang ..................................................................... 314 e. Jarak antara Dua Garis dan Dua Bidang yang Sejajar ................. 318 Uji Kompetensi 9.1 ............................................................................................. 319 2. Menemukan Konsep Sudut pada Bangun Ruang ................................ 320 a. Sudut antara Dua Garis dalam ruang ............................................ 323 b. Sudut antara Garis dan Bidang pada Bangun Ruang ................... 325 c. Sudut antara Dua Bidang pada Bangun Ruang ............................ 329 Uji Kompetensi 9.2 ............................................................................................. 332 Penutup ................................................................................................. 335 Bab 10 Limit Fungsi ................................................................................................. 337

A. Kompetensi Dasar dan Pengalaman Belajar .............................................. 337 B. Peta Konsep ............................................................................................... 338 C. Materi Pembelajaran ................................................................................... 339 1. Menemukan Konsep Limit Fungsi......................................................... 339 2. Sifat-Sifat Limit Fungsi ......................................................................... 349 3. Menentukan Limit Fungsi ..................................................................... 355 Uji Kompetensi 10.1 ........................................................................................... 361 Penutup ................................................................................................. 363 Bab 11 Statistika ................................................................................................. 365 A. Kompetensi Dasar dan Pengalaman Belajar .............................................. 365 B. Peta Konsep ............................................................................................... 366 C. Materi Pembelajaran ................................................................................... 367 1. Data Tunggal ........................................................................................ 367 Uji Kompetensi 11.1 ........................................................................................... 378 2. Penyajian Data Kelompok .................................................................... 380 Uji Kompetensi 11.2 ........................................................................................... 386 Penutup ................................................................................................. 387

viii

Buku Guru Kelas X

................................................. Peluang Komplemen Suatu Kejadian .......................... Kompetensi Dasar dan Pengalaman Belajar .......... Pengertian Percobaan.. 417 A...............1 ........... Pengertian dan Prosedur Pelaksanaan Pembelajaran Remedial dan Pengayaan ......................... 389 B.... Peta Konsep ......... Menemukan Konsep Peluang dengan Frekuensi Relatif ................................... Soal untuk Penilaian Kompetensi Siswa ......... 390 C........................ 424 Daftar Pustaka ................................. 420 D........................................................................... 409 4................. 420 C.................................................. 399 Uji Kompetensi 12.................................... 389 A............ Titik Sampel...... 416 Petunjuk Teknis Pelaksanaan Remedial dan Pengayaan......................................... Bentuk Pelaksanaan Pembelajaran Remedial dan Pengayaan .......................................................... 391 1.............. Materi Pembahasan Dalam Pembelajaran Pengayaan ............ 410 Uji Kompetensi 12.............................. 414 Penutup ................................................................................ 391 2.......................2 ............Bab 12 Peluang .................................................. dan ruang Sampel ......... 424 F............... Cara Penyajian dan Penentuan Ruang Sampel .............................. Kejadian........................... Tujuan Pembelajaran Remedial dan Pengayaan ..... 396 3... 425 Matematika ix .... 423 E........................................ Materi Pembahasan Dalam Pembelajaran Remedial ................... Materi Pembelajaran ............................................. 417 B.....................................................................................................................................................................

Kemudian guru menumbuhkan persepsi positif dan motivasi belajar pada diri siswa melalui pemaparan manfaat materi matematika yang dipelajari dalam penyelesaian masalah kehidupan serta meyakinkan siswa.DESKRIPSI SINGKAT MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS KONSTRUKTIVISTIK Model pembelajaran yang diterapkan dalam buku ini. siswa akan lebih baik menguasai materi yang diajarkan. dilandasi teori pembelajaran yang menganut paham konstruktivistik yang memberi perhatian pada aspek-aspek kognisi dan mengangkat berbagai masalah real world yang sangat mempengaruhi aktifitas dan perkembangan mental siswa selama proses pembelajaran dengan prinsip bahwa. Sintaks Pengelolaan pembelajaran terdiri 5 tahapan pembelajaran. dan persepsi setiap orang dipengaruhi nilai budayanya. hasil penyelesaian masalah. Apersepsi Tahap apersepsi diawali dengan menginformasikan kepada siswa kompetensi dasar dan indikator yang akan dicapai siswa melalui pembelajaran materi yang akan diajarkan. jika siswa terlibat aktif dalam merekonstruksi konsep dan prinsip matematika melalui penyelesaian masalah yang bersumber dari fakta dan lingkungan kehidupan siswa dengan strategi penyelesaian yang menerapkan pola interaksi sosial yang pahami siswa dan guru. mengajukan ide-ide secara bebas dan terbuka. (1) setiap anak lahir di bumi. (2) siswa diberi kebebasan berpikir memahami masalah. (3) matematika adalah hasil konstruksi sosial dan sebagai alat penyelesaian masalah kehidupan. yaitu: a. dan variabel. bertindak. (4) upaya guru mengorganisasikan bekerjasama dalam kelompok belajar. Dengan demikian. membangun strategi penyelesaian masalah. aturan matematika yang ditemukan melalui proses pembelajaran. dan (4) matematika adalah hasil abstraksi pikiran manusia. skema. melatih siswa berkomunikasi menggunakan grafik. 1. Rancangan model pembelajaran yang diterapkan mengikuti 5 (lima) komponen utama model pembelajaran yang dijabarkan sebagai berikut. Pembelajaran matematika yang diharapkan dalam praktek pembelajaran di kelas adalah (1) pembelajaran berpusat pada aktivitas siswa. informasi baru berupa pengetahuan lebih bertahan lama di dalam ingatan siswa. dan pembelajaran lebih bermakna sebab setiap informasi baru dikaitkan dengan apa x Buku Guru Kelas X . diagram. (3) guru melatih dan membimbing siswa berpikir kritis dan kreatif dalam menyelesaikan masalah. (5) seluruh hasil kerja selalu dipresentasikan di depan kelas untuk menemukan berbagai konsep. (2) cara berpikir. mereka telah memiliki potensi.

masukan bandingan pemikiran. Selanjutnya. berbeda budaya. Interaksi Sosial di antara Siswa. Jika semua anggota kelompok mengalami kesulitan memahami dan menyelesaikan masalah. Selanjutnya guru mengajukan permasalahan matematika yang bersumber dari lingkungan kehidupan siswa. yaitu berupa pemberian petunjuk. c. maka salah seorang dari anggota kelompok bertanya pada guru sebagai panutan. b. mencari ide dan jalan keluar penyelesaian masalah. Guru. Guru menanamkan nilai-nilai matematis (jujur. bertanya. Pembentukan kelompok belajar menerapkan prinsip kooperatif. berdebat. guru meminta salah satu kelompok mempresentasikan hasil kerjanya di depan kelas dan memberi kesempatan pada kelompok lain memberi tanggapan berupa kritikan disertai alasan-alasan. guru meminta siswa mencoba memahami masalah dan mendiskusikan hasil pemikiran melalui belajar kelompok. mengajukan ide-ide. saling memberi ide dalam penyelesaian masalah. bantuan jalan keluar sampai saatnya siswa dapat mengambil alih tugas-tugas penyelesaian masalah. Lembar Aktivitas Siswa (LAS) dan Asesmen Otentik. merenungkan hasil pemikiran teman.yang diketahui siswa dan menunjukkan secara nyata kegunaan konsep dan prinsip matematika yang dipelajari dalam kehidupan. guru memusatkan pembelajaran pada siswa dalam kelompok belajar untuk menyelesaikan masalah. Setiap kelompok memadu hasil pemikiran dan menuangkannya dalam sebuah LAS yang dirancang guru. berbeda agama dengan tujuan agar siswa terlatih bekerjasama. serta mendorong siswa bekerjasama. berkomunikasi. Guru meminta siswa memahami masalah secara individu dan mendiskusikan hasil pemikirannya dalam kelompok. Selanjutnya guru memberi scaffolding. Antar anggota kelompok saling bertanya-jawab. Mempresentasikan dan Mengembangkan Hasil Kerja Pada tahapan ini. saling membantu dan berbagi informasi. struktur. Sesekali guru mengajukan pertanyaan menguji pemahaman/penguasaan penyaji dan dapat ditanggapi oleh kelompok lain. dan Masalah Pada tahap orientasi masalah dan penyelesaian masalah. yakni keheterogenan anggota kelompok dari segi karakteristik (kemampuan dan jenis kelamin) siswa. Kriteria untuk memilih hasil diskusi kelompok yang akan dipresentasikan antara lain: jawaban kelompok berbeda dengan jawaban xi Matematika . menumbuhkan rasa toleransi dalam perbedaan. tangguh menghadapi masalah) dan nilai-nilai budaya agar para siswa saling berinteraksi secara sosio kultural. memotivasi dan mengarahkan jalannya diskusi agar lebih efektif. berdiskusi) dengan kelompok lain dengan arahan guru. konsisten. contoh analogi. memberi kemudahan pengerjaan siswa. Guru memfasilitasi siswa dengan buku siswa. dan dilanjutkan berdialog secara interaktif (berdebat.

Sesekali guru menguji pemahaman siswa atas konsep dan prinsip yang ditemukan. guru melakukan evaluasi materi akademik dengan pemberian kuis atau meminta siswa membuat peta konsep atau memberi tugas di rumah atau membuat peta materi yang dipelajari. Tujuan lain tahapan ini adalah melatih siswa terampil menyajikan hasil kerjanya melalui penyampaian ide-ide di depan umum (teman satu kelas). Keterampilan mengomunikasikan ide-ide tersebut adalah salah satu kompetensi yang dituntut dalam pembelajaran berdasarkan masalah. Temuan Objek Matematika dan Penguatan Skemata Baru Objek-objek matematika berupa model (contoh konsep) yang diperoleh dari proses dan hasil penyelesaian masalah dijadikan bahan inspirasi dan abstraksi konsep melalui penemuan ciri-ciri konsep oleh siswa dan mengkonstruksi konsep secara ilmiah. guru membantu siswa atau kelompok mengkaji ulang hasil penyelesaian masalah. Dengan demikian kelompok penyaji bisa lebih dari satu. Setelah konsep ditemukan. serta melengkapi hasil pemikiran siswa dengan memberikan contoh dan bukan contoh konsep. Dengan mengajukan sebuah objek. Dengan cara tersebut dimungkinkan tiap-tiap kelompok mendapatkan pemikiran-pemikiran baru dari kelompok lain atau alternatif jawaban yang lain yang berbeda. Sehingga pertimbangan-pertimbangan secara objektif akan muncul di antara siswa. guru meminta siswa memberi alasan. d. Guru memberi kesempatan bertanya atas hal-hal yang kurang dipahami. xii Buku Guru Kelas X . diturunkan beberapa sifat dan aturan-aturan. Selama presentasi hasil kerja. kelompok penyaji akan diuji oleh kelompok lain dan guru tentang penguasaan dan pemahaman mereka atas penyelesaian masalah yang dilakukan. Menganalisis dan Mengevaluasi Proses dan Hasil Penyelesaian Masalah Pada tahapan ini. guru mendorong terjadinya diskusi kelas dan mendorong siswa mengajukan ide-ide secara terbuka dengan menanamkan nilai soft skill. Dalam penyajiannya. untuk memampukan siswa berinteraksi/berkolaborasi dengan orang lain. Tujuan tahapan ini adalah untuk mengetahui keefektifan hasil diskusi dan hasil kerja kelompok pada tahapan sebelumnya. apakah objek itu termasuk contoh atau bukan contoh konsep. menguji pemahaman siswa dalam proses penemuan konsep dan prinsip. ada ide penting dalam hasil diskusi kelompok yang perlu mendapat perhatian khusus. Berdasar konsep yang ditemukan/direkonstruksi. Selanjutnya siswa diberi kesempatan mengerjakan soal-soal tantangan untuk menunjukkan kebergunaan konsep dan prinsip matematika yang dimiliki. e. Selanjutnya.dari kelompok lain. guru melakukan teorema pengontrasan melalui pengajuan contoh dan bukan contoh.

sehingga fungsi guru sebagai fasilitator. Dalam interaksi sosio kultural di antara siswa dan temannya. Jika keseluruhan siswa mengalami kesulitan. sebelum guru memberikan penjelasan/bantuan. guru tidak boleh terlalu mendominasi siswa. Tingkah laku guru dalam menanggapi hasil pemikiran siswa berupa pertanyaan atau kesulitan yang dialami dalam menyelesaikan masalah harus bersifat mengarahkan. pendapat terhadap temannya maupun pada guru. memotivasi dan membangkitkan semangat belajar siswa. Siswa dalam kelompok saling bekerjasama dalam menyelesaikan masalah.2. maka guru saatnya memberi penjelasan atau bantuan/memberi petunjuk sampai siswa dapat mengambil alih penyelesaian masalah pada langkah berikutnya. berdialog dan berdebat. guru selalu menanamkan nilai-nilai soft skill dan nilai matematis. Prinsip Reaksi Model pembelajaran yang diterapkan dalam buku ini dilandasi teori konstruktivis dan nilai budaya dimana siswa belajar yang memberi penekanan pembelajaran berpusat pada siswa. motivator dan mediator dalam pembelajaran. Untuk mewujudkan tingkah laku tersebut. guru diwajibkan membuat suatu rancangan pembelajaran yang dilandasi teori pembelajaran konstruktivis dan nilai soft skill matematis yang diwujudkan dalam setiap langkahlangkah pembelajaran yang ditetapkan dan menyediakan fasilitas belajar yang cukup. guru harus memberikan kesempatan pada siswa untuk mengungkapkan hasil pemikirannya secara bebas dan terbuka. Jika ada siswa yang bertanya. mencermati pemahaman siswa atas objek matematika yang diperoleh dari proses dan hasil penyelesaian masalah. para siswa diizinkan berbahasa daerah dalam menyampaikan pertanyaan. Sistem Pendukung Agar model pembelajaran ini dapat terlaksana secara praktis dan efektif. Matematika xiii . Sistem Sosial Pengorganisasian siswa selama proses pembelajaran menerapkan pola pembelajaran kooperatif. kritikan. Ketika siswa bekerja menyelesaikan tugas-tugas. menunjukkan kelemahan atas pemahaman siswa dan memancing mereka menemukan jalan keluar untuk mendapatkan penyelesaian masalah yang sesungguhnya. saling bertanya/ berdiskusi antara siswa yang lemah dan yang pintar. Dalam interaksi sosio kultural. bersifat membantu dan gotong royong) untuk menghasilkan penyelesaian masalah yang disepakati bersama. guru terlebih dahulu memberi kesempatan pada siswa lainnya memberikan tanggapan dan merangkum hasilnya. 3. kebebasan mengajukan pendapat. 4. guru mengontrol jalannya diskusi dan memberikan motivasi agar siswa tetap berusaha menyelesaikan tugas-tugasnya. membimbing.

Bercinta dengan dewi matematika berarti penyatuan diri dengan keabstrakan yang tidak memiliki batas atas dan batas bawah tetapi bekerja dengan simbol-simbol. dan media pembelajaran yang diperlukan. 5. Siswa memandang bahwa matematika terkait dan inklusif di dalam budaya. Dampak Instruksional dan Pengiring yang Diharapkan Dampak langsung penerapan pembelajaran ini adalah memampukan siswa merekonstruksi konsep dan prinsip matematika melalui penyelesaian masalah dan terbiasa menyelesaikan masalah nyata dilingkungan siswa. sikap. buku guru. Dengan demikian terbentuk dengan sendirinya rasa memiliki. Kebermaknaan pembelajaran yang melahirkan pemahaman. Selain dampak di atas. petunjuk pelaksanaan dan seluruh perangkat pembelajaran yang digunakan seperti rencana pembelajaran. daya lihat dan kemampuan). Kemampuan menyelesaikan masalah tidak rutin menyadarkan siswa akan kebergunaan matematika. maka suatu saat diharapkan siswa xiv Buku Guru Kelas X . Retensi pengetahuan matematika yang dimiliki siswa dapat bertahan lebih lama sebab siswa terlibat aktif di dalam proses penemuannya. lembar kerja siswa. Penerimaan individu atas perbedaan-perbedaan yang terjadi (perbedaan pola pikir. pemahaman. Dampak pengiring yang akan terjadi dengan penerapan model pembelajaran berbasis konstruktivistik adalah siswa mampu menemukan kembali berbagai konsep dan aturan matematika dan menyadari betapa tingginya manfaat matematika bagi kehidupan sehingga dia tidak merasa terasing dari lingkungannya. siswa terbiasa menganalisis secara logis dan kritis memberikan pendapat atas apa saja yang dipelajari menggunakan pengalaman belajar yang dimiliki sebelumnya. Jika matematika bagian dari budaya siswa. buku siswa. dan pemahaman mendasari kemampuan siswa mentransfer pengetahuannya dalam menyelesaikan masalah. objek-objek abstraksi dari lingkungan budaya. Kebergunaan akan menimbulkan motivasi belajar secara internal dari dalam diri siswa dan rasa memiliki terhadap matematika akan muncul sebab matematika yang dipahami adalah hasil rekonstruksi pemikirannya sendiri. Pemahaman siswa terhadap obek-objek matematika dibangun berdasarkan pengalaman budaya dan pengalaman belajar yang telah dimiliki sebelumnya. dan persepsi positif siswa terhadap matematika dan budayanya. serta berkembangnya kemampuan berkolaborasi antara siswa.Dalam hal ini dikembangkan buku model yang berisikan teori-teori pendukung dalam melaksanakan pembelajaran. Matematika sebagai ilmu pengetahuan tidak lagi dipandang sebagai hasil pemikiran dunia luar tetapi berada pada lingkungan budaya siswa yang bermanfaat dalam menyelesaikan permasalahan di lingkungan budayanya. Motivasi belajar secara internal akan menimbulkan kecintaan terhadap dewi matematika. komponen-komponen model.

Dampak pengiring yang lebih jauh adalah hakikat tentatif keilmuan. 3. berbagi pengetahuan. keterampilan proses keilmuan. laboratorium. Materi pokok yang akan diajarkan. 2. Kompetensi dasar dan indikator pencapaian kompetensi dasar untuk tiap-tiap pokok bahasan. otonomi dan kebebasan siswa. berdiskusi dalam menyelesaikan masalah. buku siswa. buku petunjuk guru. termasuk analisis topik. 4. Hasil belajar yang akan dicapai melalui kegiatan pembelajaran antara alain: Produk : Konsep dan prinsip-prinsip yang terkait dengan materi pokok Matematika xv . dan peta konsep (contoh disajikan di bawah). cara berpikir. 6. Penentuan rata-rata banyak jam pelajaran untuk satu pokok bahasan adalah hasil bagi jumlah jam efektif untuk satu semester dibagi banyak pokok bahasan yang akan diajarkan untuk semester tersebut. PEDOMAN PENYUSUNAN RENCANA PEMBELAJARAN Penyusunan rencana pembelajaran berpedoman pada kurikulum matematika 2013 dan sintaksis Model Pembelajaran. misalnya: rencana pembelajaran. Berdasarkan analisis kurikulum matematika ditetapkan hal-hal berikut 1. Alokasi waktu: banyak jam pertemuan untuk setiap pokok bahasan tidak harus sama tergantung kepadatan dan kesulitan materi untuk tiap-tiap pokok bahasan. kepercayaan diri. seperti menyelesaikan masalah autentik (masalah bersumber dari fakta dan lingkungan budaya). saling membantu. toleransi terhadap ketidakpastian dan masalah-masalah non rutin. memberikan pengalaman belajar bagi siswa.memiliki cara tersendiri memeliharanya dan menjadikannya Landasan Makna (Landaan makna dalam hal ini berpihak pada sikap. Kelengkapan. dan alat peraga jika dibutuhkan. kumpulan masalah-masalah yang bersumber dari fakta dan lingkungan budaya siswa. 5. objek-objek budaya. Materi prasyarat. Rumusan indikator dan kompetensi dasar harus disesuaikan dengan prinsip-prinsip pembelajaran matematika berdasarkan masalah. cara mengingat apa yang dipahami oleh siswa sebagai pelakupelaku budaya). berkolaborasi. Dalam hal ini perlu dilakukan tes kemampuan awal siswa. lembar aktivitas siswa (LAS). yaitu materi yang harus dikuasai oleh siswa sebagai dasar untuk mempelajari materi pokok. yaitu fasilitas pembelajaran yang harus dipersiapkan oleh guru. cara bertingkah laku.

Sintaksis pembelajaran adalah langkah-langkah pembelajaran yang dirancang dan dihasilkan dari kajian teori yang melandasi model pembelajaran berbasis konstruktivistik. Kegiatan guru pada tahap penyelesaian masalah dengan pola interaksi edukatif antara lain: a. Mengajukan masalah yang bersumber dari fakta dan lingkungan budaya siswa xvi Buku Guru Kelas X . jujur mengungkapkan pendapat dan senang belajar matematika. merencanakan penyelesaian masalah. bekerjasama. Psikomotor : Keterampilan menyelesaikan masalah. b. kemampuan berkomunikasi. Afektif : Menghargai budaya. Kognitif : Kemampuan matematisasi. menjelaskan peranan siswa dalam menyelesaikan masalah. ketrampilan berkolaborasi. pola pikir deduktif. (3) persentase dan mengembangkan hasil kerja. Menjelaskan pola interaksi sosial. Menciptakan persepsi positif dalam diri siswa terhadap budayanya dan matematika sebagai hasil konstruksi sosial. (5) menganalisis dan mengevaluasi proses dan hasil penyelesaian masalah. Proses : Apersepsi budaya. Memberikan motivasi belajar pada siswa melalui penanaman nilai matematis. Kegiatan guru pada tahap apersepsi budaya antara lain: a. 2. yaitu: (1) apersepsi budaya. tangguh menghadapi masalah. rencana pembelajaran adalah operasional dari sintaks. Memberi kesempatan pada siswa menanyakan hala-hal yang sulit dimengerti pada materi sebelumnya. memodelkan masalah secara matematika. penerimaan individu atas perbedaan yang ada. c. Sehingga skenario pembelajaran yang terdapat pada rencana pembelajaran disusun mengikuti setiap langkah-langkah pembelajaran (sintaks). Menginformasikan indikator pencapaian kompetensi dasar. soft skill dan kebergunaan matematika. Sementara. (2) orientasi dan penyelesaian masalah. d. berpikir tingkat tinggi (berpikir kritis. menyajikan hasil kerja dan menganalisis serta mengevaluasi kembali hasil penyelesaian masalah. kemampuan abstraksi. interaksi sosial dalam penyelesaian masalah. Kegiatan yang dilakukan untuk setiap tahapan pembelajaran dijabarkan sebagai berikut: 1. e. (4) temuan objek matematika dan penguatan skemata baru. Sintaks model pembelajaran terdiri dari 5 langkah pokok. dan berpikir kreatif). Membentukan kelompok b.

f. Membimbing. Meminta siswa memahami masalah secara individual dan kelompok Mendorong siswa bekerjasama menyelesaikan tugas-tugas Membantu siswa merumuskan hipotesis (dugaan). Membantu siswa mengkaji ulang hasil penyelesaian masalah b. Kegiatan guru pada tahap persentasi dan mengembangkan hasil kerja antara lain: a. Memberikan scaffolding 5. Mendorong keterbukaan. Kegiatan guru pada tahap temuan objek matematika dan penguatan skemata baru antara lain: a. Mengontrol jalannya diskusi agar pembelajaran berjalan dengan efektif e. Menguji pemahaman siswa atas konsep yang ditemukan melalui pengajuan contoh dan bukan contoh konsep c. Mengkondisikan antar anggota kelompok berdiskusi. Memberi kesempatan kelompok lain mengkritisi/menanggapi hasil kerja kelompok penyaji dan memberi masukan sebagai alternatif pemikiran. berdebat dengan pola kooperatif i. mendorong/mengarahkan siswa menyelesaikan dan mengerjakan LKS g. d. Membimbing siswa menyajikan hasil kerja c. c. Membantu siswa mendefinisikan dan mengorganisasikan tugas-tugas belajar yang berkaitan dengan masalah d. Mendorong siswa mengekspresikan ide-ide secara terbuka j. Menguji pemahaman siswa 4. Memotivasi siswa untuk terlibat dalam penyelesaian masalah yang selektif c. proses-proses demokrasi f. Kegiatan guru pada tahap menganalisis dan mengevaluasi proses dan hasil penyelesaian masalah antara lain: a. Membantu dan memberi kemudahan pengerjaan siswa dalam menyelesaikan masalah dalam pemberian solusi 3. Membantu siswa menemukan konsep berdasarkan masalah d. Mengarahkan siswa membangun konsep dan prinsip secara ilmiah b. Matematika xvii . Memberi kesempatan pada kelompok mempresentasikan hasil penyelesaian masalah di depan kelas b. Memberikan scaffolding pada kelompok atau individu yang mengalami kesulitan h. Memberi kesempatan melakukan konektivitas konsep dan prinsip dalam mengerjakan soal tantangan e. Mengevaluasi materi akademik: memberi kuis atau membuat peta konsep atau peta materi. e.

xviii Buku Guru Kelas X .

Matematika xix .

xx Buku Guru Kelas X .

Matematika xxi .

.

bertanggungjawab. KOMPETENSI DASAR DAN PENGALAMAN BELAJAR Kompetensi Dasar Setelah mengikuti pembelajaran eksponen dan logaritma siswa mampu: 1. menyajikan masalah nyata menggunakan operasi aljabar berupa eksponen dan logaritma serta menyelesaikannya menggunakan sifat-sifat dan aturan yang telah terbukti kebenarannya. • • • • Bilangan Pokok (Basis) Perpangkatan Eksponen Logaritma . • membuktikan berbagai sifat terkait eksponen dan logaritma. konsisten dan jujur serta menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. siswa memperoleh pengalaman belajar: • mengkomunikasikan karakteristik masalah otentik yang pemecahannya terkait eksponen dan logaritma. • menuliskan dengan kata-katanya sendiri konsep persamaan kuadrat. • menafsirkan hasil pemecahan masalah. 3. memilih dan menerapkan aturan eksponen dan logaritma sesuai dengan karakteristik permasalahan yang akan diselesaikan dan memeriksa kebenaran langkah-langkahnya. • merancang model Matematika dari sebuah permasalahan autentik yang berkaitan dengan eksponen dan logaritma. Pengalaman Belajar Melalui pembelajaran materi eksponen dan logaritma. kritis. • menerapkan berbagai sifat eksponen dan logaritma dalam pemecahan masalah. 2. • membuktikan sifat-sifat dan aturan matematika yang berkaitan dengan eksponen dan logaritma berdasarkan konsep yang sudah dimiliki. • menyelesaikan model Matematika untuk memperoleh solusi permasalahan yang diberikan. menghayati pola hidup disiplin.berdasarkan ciriciri yang dituliskan sebelumnya.Bab Eksponen dan Logaritma A.

PETA KONSEP Himpunan Materi prasyarat Masalah Otentik Fungsi Eksponen Unsur Bilangan Eksponen Fungsi Basis Pangkat Hasil Operasi Fungsi Logaritma Bilangan Logaritma Unsur Basis Numerus Hasil Logaritma Sifat-sifat Eksponen Sifat-sifat Logaritma BUKU PEGANGAN SISWA 2 2 Buku Guru Kelas X . PETA KONSEP B.B.

Masalah-1. Matematika menganut kebenaran konsistensi. berdiskusi. Untuk itu perhatikan dan selesaikan dengan cermat permasalahan-permasalahan yang diberikan.1 Seorang peneliti bidang mikrobiologi di sebuah lembaga penelitian sedang mengamati pertumbuhan suatu bakteri di sebuah laboratorium mikrobiologi. Dari beberapa model matematika yang melibatkan eksponen. artinya. Jika sebuah konsep ditemukan. dan bersifat abstrak sebab matematika adalah hasil abstraksi pemikiran manusia. Objek-objek itu menjadi bahan aspirasi/inspirasi.000 bakteri dan setelah 2 jam kemudian. baik di tingkat SD/MI. Menemukan Konsep Eksponen Untuk menemukan konsep eksponen. Pada kultur bakteri tersebut. Berdasarkan ciri-ciri tersebut. kamu cermati objek-objek yang dilibatkan dalam permasalahan yang diberikan.C. ukuran kebenarannya dapat dibuktikan kebenarannya menggunakan konsep atau aturan yang sudah ada sebelumnya. Kamu lebih dahulu berusaha memikirkan. Di dalam proses pemecahan masalah-masalah yang diberikan. karena terkadang ada konsep matematika melekat pada objek itu yang tidak kita sadari dan ternyata sebagai kata kunci dalam penyelesaian masalah.000 bakteri. berupaya mencari ide-ide kreatif. bahkan pada materi yang baru saja kamu pelajari. SMP/MTs. konsep-konsep. saling terkait materinya. Matematika 3 . matematika bersandar pada kesepakatan. menggunakan variabel-variabel. kamu secara individu menuliskan ciri-ciri eksponen dan mendiskusikan hasilnya dengan temanmu. satu bakteri membelah menjadi r bakteri setiap jam. rumus-rumus yang saling bertentangan. tidak boleh ada di dalamnya unsur-unsur. ukuran kebenarannya adalah apabila konsep tersebut diterima pada struktur matematika yang sudah ada sebelumnya. kamu selesaikan masalah yang disajikan di bawah ini secara berkelanjutan. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa jumlah bakteri pada akhir 3 jam adalah 10. simbolsimbol. kamu menuliskan konsep eksponen dengan pemahaman sendiri. Peneliti tersebut ingin mengetahui banyak bakteri sebagai hasil pembelahan dan mencari tahu banyak bakteri dalam waktu 8 jam. Pegang teguh sifat matematika. 1. Jika prinsip (rumus-rumus. jumlah bakteri tersebut menjadi 40. sifat-sifat) yang ditemukan. mencoba memecahkan masalah di dalam kelompok belajar. yaitu. MATERI PEMBELAJARAN Banyak permasalahan kehidupan yang penyelesaiannya terkait dengan konsep dan aturan-aturan dalam matematika. Demikian juga kamu tidak boleh mengabaikan atau melupakan konsep-konsep dan aturan-aturan matematika yang telah dipelajari sebelumnya.

.. maka 4 Buku Guru Kelas X ........000 bakteri... Alternatif Penyelesaian Diketahui: Satu bakteri membelah menjadi r bakteri untuk setiap jam...... Pada Masalah-1.. Arahkan siswa memahami masalah dan meminta siswa menuliskan informasi yang diketahui dalam masalah dan menuliskan apa yang ditanyakan.... ♦ Organisasikan siswa belajar dalam kelompok dengan banyak anggota kelompok 4-5 orang untuk mendiskusikan model matematika yang ditemukan secara individu............... xt = r × r × r × .... ....... ...... Guru menjembatani perbedaan hasil pemikiran antar siswa dalam setiap kelompok dan menuliskan hasil pemikiran bersama pada LAS..♦ Ajukan masalah pada siswa dengan membagikan Lembar Aktivitas Siswa (LAS)...... Diharapkan siswa menuliskan hal berikut.......000 bakteri dan setelah 5 jam terdapat 40. Kita substitusi ke formula di atas....... .. ........ Penyelesaian: Misalkan jumlah bakteri pada awalnya (t = 0) adalah x0. (1) dengan t dalam jam.. x0 adalah jumlah bakteri saat t = 0 dan r adalah banyak bakteri setelah pembelahan terjadi pada setiap jam.000 bakteri dan setelah 2 jam kemudian. Ditanya: a........ Arahkan siswa menemukan model matematika yang menyatakan hubungan banyak bakteri hasil pembelahan pada saat waktu tertentu. .. × r × x0 atau secara ringkas ditulis t faktor xt = r t x0 . Dari hasil pengamatan data pada tabel di atas.. Jumlah bakteri pada akhir 3 jam adalah 10... kita dapat membuat hubungan pertumbuhan jumlah bakteri (xt) tersebut terhadap perubahan waktu (t). Berapa banyak bakteri sebagai hasil pembelahan.... Isilah tabel berikut! Jam ke-t Jumlah bakteri (xt) 0 x0 1 rx0 ...... jumlahnya menjadi 40. Berapa jumlah bakteri dalam waktu 8 jam......... ..... ♦ Meminta siswa membuat tabel laju pertumbuhan bakteri terhadap waktu setiap jam.....000 bakteri. .1 diketahui bahwa pada akhir 3 jam terdapat 10.. b.

setelah 8 jam. ♦ Guru meminta salah satu kelompok untuk mempresentasikan hasil kerjanya di depan kelas dan kelompok siswa yang lain untuk memberi tanggapan terhadap hasil kerja kelompok penyaji. Masalah-1.2 t 15 120 8 )(  ) x8 = (2 1250 x120 =  2 5  (1250) = 320. Lipatlah kertas tersebut di tengah-tengah sehingga garis lipatan membagi dua bidang kertas menjadi dua bagian yang sama. ditemukan r2 = 4 maka r = 2.2 dan memfasilitasi siswa terhadap alat yang dibutuhkan. Dengan demikian x0 = 1.250 ke persamaan (1). Matematika 5 .000 x5 40. Temukanlah pola yang menyatakan hubungan banyak lipatan dengan banyak bidang kertas yang terbentuk.000   Dalam Masalah-1. Subtitusikan x0 = 1.2 Diberikan selembar kertas berbentuk persegi panjang. Jembatani jika ada cara yang berbeda hasil kerja di antara kelompok atau di antara siswa.1. ♦ Ajukan Masalah 1. Jadi. Apakah r = –2 tidak berlaku? Minta siswa memberi alasan.diperoleh x3 = r3x0 = 10.000 sehingga 8x0 = 10. pola pertumbuhan bakteri tersebut dinyatakan xt = 1250.250. peneliti tersebut menemukan bahwa 1 bakteri membelah menjadi 2 bakteri untuk setiap 15 menit. Untuk mendapatkan banyak bakteri pada awalnya atau t = 0. peneliti mendapatkan jumlah bakteri sudah mencapai 320.000 r 5 x0 =4 r 3 x0 r2 = 4 r=2 Jadi.000.000 = x3 10.000 bakteri. substitusi r = 2 ke persamaan r3x0 = 10.000 dan x5 = r5x0 = 40.

........ ... diperoleh Dari persamaan (1) xt = r tx0...... Diharapkan siswa menemukan model matematika yang menyatakan hubungan banyaknya bidang kertas dengan banyaknya lipatan.......... Banyak Lipatan 1 2 3 4 5 Banyak Bidang Kertas 2 4 8 .... Pola Perkalian 2=2 4=2×2 8=2×2×2 ... Berdasarkan tabel di atas.. a adalah bilangan pokok dan n adalah eksponen dari a. .. Diharapkan siswa menuliskan hal berikut Alternatif Penyelesaian Tabel keterkaitan antara banyak lipatan dengan banyak bidang kertas yang terbentuk....... N ♦ Meminta beberapa siswa mempersentasikan hasil kerjanya di depan kelas dan memita siswa lain menanggapi hasil pemikiran temannya... (2) ♦ Meminta siswa menguji kebenaran persamaan kn = an dengan mensubtitusikan nilai n dan a ke persamaan tersebut....... . Untuk menyederhanakan penulisan hasil kali bilangan yang sama... Bilangan berpangkat didefinisikan sebagai berikut.... Arahkan siswa menemukan model matematika yang menyatakan hubungan banyak lipatan kertas dan banyak bidang kertas yang terbentuk.... misalkan k adalah banyak bidang kertas yang terbentuk sebagai hasil lipatan bidang permukaan kertas menjadi dua bagian yang sama.. Dari persamaan (2) kn = an.. yaitu kn = 2n ........... Berdasarkan persamaan (1) dan (2)... 6 Buku Guru Kelas X . kita dapat menggunakan notasi pangkat.♦ Meminta siswa membuat tabel keterkaitan antara banyak lipatan dengan banyak bidang kertas yang terbentuk........... r adalah bilangan pokok dan t adalah eksponen dari r... ......... k dapat dinyatakan dalam n........ n adalah banyak lipatan..... Selanjutnya guru meminta siswa mengamati dan mencermati data pada tabel..

Definisi 1. dapat ditulis a n = a × a × a × .3 Suatu zat yang disuntikkan ke dalam tubuh manusia akan dikeluarkan dari darah melalui ginjal. an adalah hasil kali bilangan a sebanyak n faktor.. kita sepakati.3 berikut! Masalah-1. a1 cukup ditulis a.. Bila 100 mg zat itu disuntikkan ke tubuh manusia.. Sebab an = a × a × . Pada Definisi-1. 6 . Hati-hati dengan bilangan pokok a = 0.. Coba tanyakan pada gurumu.. Jika n adalah sebuah variabel (variabel sebagai eksponen dari a).. tidak semua a0 dengan a bilangan real hasilnya adalah 1. mengapa demikian? 3.. 7 ..1 Misalkan a bilangan real dan n bilangan bulat positif. Perhatikan Masalah-1. Catatan: 1..1 di atas.. 12.. 5 ....5 ♦ Meminta siswa melengkapi data pada tabel dan mencoba menggambarkan pasangan titik-titik tersebut pada sistem koordinat kartesius! Matematika 7 . × a dengan a sebagai basis n faktor bilangan pokok dan n sebagai pangkat. Setiap 1 jam separuh zat itu dikeluarkan oleh ginjal. berapa miligram zat itu yang tersisa dalam darah setelah: 1) t = 1 jam? 2) t = 2 jam? 3) t = 3 jam? 4) Buatlah model matematika pengurangan zat tersebut dari tubuh melalui ginjal! 5) Gambarlah grafik model persamaan yang ditemukan! Alternatif Penyelesaian Langkah awal isilah tabel berikut: t Jumlah zat z(t) 1 50 2 25 3 4 . 8 . 2. ini hanya berlaku ketika semesta n∈N. maka perlu dicermati semestanya dimana variabel itu dibicarakan. × a sebanyak n faktor.

.1 Grafik fungsi eksponen Gambar-1.1 Amati grafik di atas..... 6 ..1 persamaan zt = 100  dengan t adalah banyak jam. Isilah secara lengkap data pada tabel dan coba gambarkan data-data (pasangan titik) Selanjutnya perhatikan grafik fungsi (Gambar 1.. Tuliskan sedikitnya 5 (lima) sifat grafik fungsi eksponen dan presentasi hasilnya di depan kelas. bagaimana perilaku grafik ketika x f(x) = 3x menuju - dan ketika x menuju ? Apakah grafik itu sampai berpotongan atau f(x) = 3–x BUKU PEGANGAN SISWA 8 ♦ Organisasikan siswa belajar dalam kelompok. Minta siswa menuliskan paling sedikit 5 (lima) sifat grafik fungsi eksponen dan hasil kerja kelompok disajikan di depan kelas.. 7 . Isilah nilai-nilai Selanjutnya perhatikan gambar grafik fungsi di bawah ini.. Isilah nilai-nilai yang dilalui yang dilalui fungsi tersebut dan sajikan nilai-nilai tersebut pada tabel yang diberikan.1: Grafik Fungsi Eksponensial f(x) = 2x f(x) = 2x f(x) = –3 2-x f(x) = 3x f(x) = 3-x -3 -2 -1 0 x 1x 2 3 4 –2 –1 0 1 2 3 4 f(x) = 2–x Diskusikan dengan teman satu kelompokmu.. Latihan 1. Dalam paparan jelaskan mengapa kita perlu mengetahui sifat-sifat tersebut! 8 Buku Guru Kelas X .. 2 T 1 z(t) = 100  2 t 1 50 2 25 3 12.. f(x) = 3-x f(x) = 2-x tersebut pada sistem koordinat kartesius! f(x) f(x) = 2x f(x) = 3x x Gambar 1..5 4 .. fungsi tersebut dan sajikan nilai-nilai tersebut pada tabel yang diberikan.1) di bawah ini. 8 .. 5 .

3 Untuk a adalah bilangan real dan a ≠ 0. × a m faktor = 1 am Jika nilai x = –2 dan y = 2.. x adalah variabel b adalah bilangan pokok atau basis c adalah koefisien x cx adalah eksponen dari b.2 Fungsi Eksponen adalah suatu fungsi yang dinyatakan dalam bentuk y = f(x) = a(bcx) dengan a.... didefinisikan 1 a−m =   a m Definisi di atas dijelaskan sebagai berikut: m  1   1  1  1   1  −m a =   =       . 2. b.. Penyelesaian: y4 24 16 x −3 ( y 4 ) = 3 = = = −2 3 x ( −2 ) −8 Contoh 1. m bilangan bulat positif..1 Matematika 9 . tentukan nilai x −3 ( y 4 ) = . dan c bilangan real.Definisi 1.. Pangkat Bulat Negatif Definisi 1.    a   a  a  a   a  sebanyak m faktor = 1 a × a × a × .

× a × a × a × a × .. × a m faktor n faktor • Perhatikan a m = a × a × a × . m dan n bilangan bulat positif. 4. Sifat-1 Jika a bilangan real. Untuk lebih memahami definisi di atas. n a 10 Buku Guru Kelas X .. apakah benar perpangkatan adalah perkalian berulang? • Bagaimana jika a bukan bilangan? • Bagaimana jika m dan n bukan bilangan bulat positif? Sifat-2 Jika a bilangan real dan a ≠ 0. maka am = a m−n .4 Untuk a bilangan real dan a ≠ 0... m faktor = a×a×a×a×a×a m+n =a m+n Diskusikan dalam kelompokmu. maka a0 = 1. perhatikan pola hasil pemangkatan bilangan-bilangan berikut dengan bilangan 0. × a . m dan n bilangan bulat positif maka am × an = am+n Bukti: a m × a n = a × a × a × .. Sifat-sifat Pangkat Bulat Positif Coba buktikan sifat-sifat pangkat bulat positif menggunakan definisi bilangan berpangkat yang telah dipelajari sebelumnya.3. dan hasil pemangkatan 3 dengan 0. Pangkat Nol Definisi 1.. hasil pemangkatannya adalah 1. 23 = 8 33 = 27 2 2 = 4 32 = 9 21 = 2 31 = 3 0 2 = 1 30 = 1 Perhatikan hasil pemangkatan 2 dengan 0.

× a = m faktor a × a × a × . Ada 3 (tiga) kemungkinan... tanya an pada guru! Pada Sifat-1 di atas..× ×a a a × a × a × .× ×a a ×a ×a ×... a) Kasus m > n Jika m dan n bilangan bulat positif dan m > n maka m – n > 0.... sebab m = n = an am a × a × a × . ×a ... . an m−n Bukti: am am .× a • Pada persyaratan Sifat-2. × ..× m      a am am m m faktor faktor m n n faktor faktor n faktor = = = a× ×a a× ×a a× ×... × a ×a ×a ×.... n bilangan bulat positif dan m > n a b) Kasus m = n Jika m = n.. Apa arti a ≠ 0? • Bagaimana jika a = 0? Apa dampaknya pada hasil pembagian? am ? Jika kamu tidak tahu. dengan m.× ×a a a a × a × a × . (b) m = n. Dengan demikian a a× a× a× a a a× ×a a× ×a a× ×..4). dan (c) m < n.. maka am = 1... × a ( m − n ) faktor =a m a Jadi n = a(m-n). yaitu (a) m > n. × a  = =     n n n   a × a × a × ..Bukti: am m faktor = (sesuai definisi) n a × a × a ×.... = am –n Matematika 11 .. terkait bilangan bulat positif m dan n..× m− −n n)) faktor faktor ( m − n ) faktor    ((m   n n faktor faktor m faktor m faktor m n faktor = a × a × a × . × a   a a a a× a× a× aa a a a× ×a a× ×a a× ×. ..... ..× a a n faktor a × a × a × .. × a m faktor = 1 = a0 (hal ini sesuai dengan Definisi 1....

apakah syarat m dan n bilangan positif diperlukan untuk Sifat 3 dan Sifat 4. × a  =   m × n faktor   m n n faktor (a ) = a m × n (terbukti) Definisi 1.. maka (am)n = amn Bukti: (a ) m n = a m × a m × a m ×. 12 Buku Guru Kelas X . × a  .  a × a × a × .2 Buktikan sendiri untuk m < n.. Sifat-3 Jika a bilangan real dan a ≠ 0.... 1 Diskusi Minta siswa berdiskusi dengan temannya satu kelompok... Jelaskan perbedaan hasilnya dengan kasus (a).. Bagaimana jika m dan n adalah salah satu atau keduanya bilangan negatif.. × a   a × a × a × . a m = p adalah bilangan real positif. × a   =         m faktor m faktor m faktor m faktor         a × a × a × .× a m n faktor       a × a × a × ..4 Misalkan a bilangan real dan a ≠ 0..Latihan 1. × a   a × a × a × ... m dan n adalah bilangan bulat positif. sehingga pm = a. m bilangan bulat positif..

Akibatnya. a > 1 dan n n >> mm . ! Diskusi Berdiskusilah dengan temanmu satu kelompok.tidak maka a n > a m ! n m boleh dikurangi (syarat cukup) untuk membuktikan n > m. . Bagaimanakah bila 0 < a < 1 dan a < 0? • Buat aturan hubungan antara an dan am untuk bermacam-macam nilai a di atas! • Buat laporan terkait hasil diskusi kelompokmu. a syarat >a a ! adalah bilangan real. a m > 0) . tidak benar n>m bahwa .Contoh 1. modifikasi ketentuan di atas supaya berlaku untuk a ≥ 1? . maka an an >> am a! ! Bukti: Karena a > 1 dan n > m. maka a n > a m ! n m bila a < 1 dan n > m.2! • Apa akibatnya bila syarat a > 1 tidak dipenuhi? • Perlukah diperkuat dengan syarat n > m. Analisis pernyataan pada Contoh 1. maka Jadi. Matematika 13 . maka ⇔ ma> > a mm! (terbukti) a a (b) Perlukah syarat a > 1? Misalkan kita ambil a bilangan real yang memenuhi a < 1 dan n > m. maka maka .2 m (a) Buktikan jika a ∈ R. berlaku ⇔ an = a n − m (Lihat Sifat-1 di atas) m a n an an a ann m n − m n−m a m a? Beri alasanmu!) = ⇔ > 1 (Mengapa × > 1 × > =1 a a a m am a am am am n an an n−m a n > 1 . > maka 0? Jelaskan! an > am ! • Bolehkah syarat a > 1 di atas diganti a ≥ 1? Jelaskan! • Bila tidak boleh. maka a > a . . dan a > 1 dan n > m. maka Apakah an > am ! yang terjadi? Pilih a = –2. an = –8 < 4 = am atau a n < a m. maka pilih a nn = >3 am dan ! m = 2. Jadi.× na >m m>n > (Karena 0 a n > 0. = ⇔ > 1 1− ×m am a m a am am n n a n a 1 × a m > 1× a m a m = 0 a < 1 n > m n> m. am > 0.maka maka a nn – >m a m> ! 0 dan an > 0. apakah yang terjadi? 3 (–2) = (–2) × (–2) × (–2) = –8 (–2)2 = (–2) × (–2) = 4 Dengan demikian. dengan n > m.

Ujilah kebenaran hasilnya! 1. 7 = 22 + 5 25 2 × 2 × 2 × 2 × 2 = dengan menggunakan Sifat-2 kasus b 25 = 12 × 2 × 2 × 2 × 2 = 20 (2 = ) 2= ( 2 ) × ( 2 ) 3 2 5−5 3 3 3 faktor dengan menggunakan Sifat-3 = ( 2 × 2 × 2) × ( 2 × 2 × 2) 3 faktor = 2× 2× 2× 2× 2× 2 6 faktor 4.3 Terapkan berbagai sifat eksponen untuk menentukan hasil operasi bilangan pada soal yang disajikan pada contoh. =2 3 6 3× 2 ( 2 × 3= ) 2= ( 2 × 3) × ( 2 × 3) × ( 2 × 3) dengan menggunakan Definisi 1.1 3 3 3 3 3 faktor = 2× 2× 2 3× 3× 3 3 faktor 14 = 2 33 3 Buku Guru Kelas X .1 = 2 × 2 × 2 × 3× 3× 3 3 faktor 3 faktor = 2 ×3 3 3 3 2 2 2 2 5. 22 × 25 = 2 × 2 × 2 × 2 × 2 × 2 × 2 dengan menggunakan Sifat-1 2 faktor 5 faktor = 2× 2× 2× 2× 2× 2× 2 7 faktor =2 2.Contoh 1.   =   ×   ×   dengan menggunakan Definisi 1. 3.

Perhatikan bilangan satuan dari perpangkatan dari 7 berikut? Perpangkatan 7 71 72 73 74 75 76 77 78 Nilai 7 49 343 2401 16807 117649 823543 5764801 Bilangan Satuan 7 9 3 1 7 9 3 1 ♦ Minta siswa melanjutkan langkah berikutnya untuk menemukan satuan dari 71234. disebut sifat apakah dalam konsep perkalian? • Minta siswa membuat laporan hasil diskusi kelompoknya.Diskusi • Arahkan siswa berdiskusi dengan temannya untuk memperoleh rumus perpangkatan sebagai hasil pemahaman terhadap Contoh 1.5 di atas. −m a a a a an > 1 ⇔ an > am (terbukti) am Contoh 1. Bukti: Karena n > m dengan n dan m bilangan bulat negatif. Cermati sifat satuan pada tabel di atas. Contoh 1. saat periode keberapa berulang.5 Berdasarkan sifat bilangan 7. Selanjutnya manfaatkan sifat-sifat perpangkatan dan perkalian dari bilangan berpangkat. Masih ingatkah kamu. a−m an 1 1 atau Karena a > 1 maka − n = m > 1 (Gunakan sifat a − m = m ). tentukan bilangan satuan dari 71234 tanpa menghitung tuntas.4 Buktikan jika a > 1 dan n > m dengan n dan m bilangan bulat negatif maka an > am. maka –n dan –m adalah bilangan bulat positif dan –m > –n.4 dan Contoh 1. Matematika 15 .

atau a q = a p . q ≥ 2 maka  a n   a n  = ( a ) n . m. Bilangan tersebut mempunyai bilangan satuan yang berulang untuk periode 4 sehingga.5 Misalkan a bilangan real dan a ≠ 0. a q = c. aq Sifat-4 p m dan adalah Misalkan a adalah bilangan real dan a ≠ 0 dengan a > 0. maka kita peroleh: 71234 = 7(4 x 308) × 72 Ingat: am+n = am x an 71234 = (74)308 × 72 Ingat: am×n = (am)n = (an)m 71234 = (74)308 × 72 sehingga satuan dari [71234] = satuan dari [(74)308 × 72] Satuan dari [71234] = satuan dari [(1)308] × satuan dari [72] Satuan dari [71234] = 1 × 9 Satuan dari [71234] = 9 Jadi. p q p q p p adalah bilangan q q p pecahan q ≠ 0. n bilangan bulat positif didefinisikan m  1 a n =  an  . 3. 2. Pangkat Pecahan Selanjutnya kita akan analisis sifat perpangkatan bilangan real dengan pangkat pecahan. 5. Jika n.    16 Buku Guru Kelas X . 6. Dengan menggunakan sifat eksponen. Demikian juga bila 7 diganti dengan angka yang lain [1. Definisi 1. n n m p m + p    bilangan pecahan n ≠ 0. 8. . q ≥ 2.a sehingga c = a p .6 Misalkan a bilangan real dan a ≠ 0 dengan a > 0. 9] 5. angka terakhir dari 71234 adalah 9. 4. kita dapat operasikan: 71234 = 7(4 × 308 + 2).   m Definisi 1.

. serta n...    m p Jika a adalah bilangan real dan a ≠ 0 dengan a > 0. a  a  =     mfaktor        m faktor p faktor p faktor      1 1 1 1 1 1 p 1   m  1  n n  m  p   n an = × ×a × a n ×. × a a a a a a a × a a × a × a × a a × a × a                        mfaktor                       m faktor p faktor p faktor          1 1 1   11 1 1 1  1 1p 1 1 1 1  m  1  1  m  p   n   nn  n n n n   nn n  a = × × aa ×× ×n a ⇔  a n  a n ⇔ an ×a .. × × × × .× a n ×n an × × an a. maka  a n   a q  = a n q . q ≥ 2 maka  a n   a n  = ( a ) n .... × . a × a..Bukti: Berdasarkan Sifat-4. jika a bilangan real dan a ≠ 0. n adalah bilangan bulat positif.× ann   a  =     m +      m p faktor + p faktor   m+ p m+ p         m p p m+ p   m  p   1  n  m +1 (Ingat Definisi n n = ⇔  a n  a n ⇔ = a a a) =(a ) n 1.. n ≠ 0.. jika a adalah bilangan real dengan a > 0.. m.× a n × a n ×.5) (terbukti)      ( =  ann           p m Jadi. dan bilangan pecahan n q m p m  p  +   q. . dan adalah bilangan pecahan n m+ p n p  m    dengan n ≠ 0.× a n ⇔  a n  a n ⇔ ×a an n× a..  1 maka a =  a n  .. . Dengan demikian   m n m p  m  n   1   1  n n = a a a       an         m p m 1 1 1 1 1 1 1 p 1 m p 1 p 1 p p 1   11 1 1 1 1 1   m  m  n   m   n    1   m   p   1  n n n n n n n n n n n n n n n n n n nn n   nn n n  n    = = ⇔ ⇔ a a a a a a a a a a = a × a × = × .. × . ...      Sifat-5 Matematika 17 ..

  × (−q) × p 5  q   1  c. 44 22 11 11      22 a. (42)3 2. 25 × 36 × 46 25 × 35 × 42 c. untuk x = 2 24 x dan y = 3 2 −4a 3 × 2b5 e. 2x3 × 7x4 × (3x)2  −2 p  2 2 4 b. a. Hitunglah hasil operasi bilangan berpangkat berikut. a.1 1.  8a     b  x x 55 11 1 22 2x 5 2 22 f. 25 × 29 × 212 b. d. . untuk x = dan y = 2 3 xy 2 bb 33 − aa − 3 33⋅ ⋅ b (( − − aa ⋅⋅ b ) ÷  g. 122 (−5)6 × 252 d. Dengan menggunakan sifat bilangan berpangkat.  ÷ 2 3 2     −12(qr )  3.cc )) 27 a 5 4 3  24a 3 × b8   4b3 × a  h.  ×  5 3  6a × b   2a  3 2  36( x × 2 y ) 2   12 x(3 y ) 2  i. Sederhanakanlah operasi bilangan berpangkat berikut. × (2 y ) 2 .Uji Kompetensi 1. 125 37 × 73 × 2 d. (−5)3 ×   ×   ×    15   3   5  2 4 5 3x 2 × y 3 c. (a × b × c) × 33 × (b (b × . 2 xy 2 2  3 3  x  ⋅   (− y ) 1 1 3  4 . 2 22 × ÷ 2 22 ( 4 4 y) ) ÷÷ ⋅ ⋅⋅ ⋅ × ⋅ (⋅( yy ) 4 × xx xyy y 33 y y 33 x x x 3y 3 44 2  3 3  x  ×   (− y ) 3 4     d. (– a × b )) × ×   ÷ aa  bb  22 55 2 4 q e. 3 p q × (−3) × 4    . sederhanakanlah bentuk berikut.   ÷  2 2  3x × y   9x y  −3( p q ) 2  (− p )3 × (− q ) 2 × r 3   2 pqr 3  j. 2 3 (−2 p ) × (−3q )  p 2 untuk p = 4 dan q = 6 18 Buku Guru Kelas X . ⋅ − − − ⋅ − ×        33    22 66  1   10   9  b. y 5 × ( x × z )3  2  x ×y 3 b3 .

000 km/det. . 52012 (62010 + 32009. kimia. Hitunglah 1−4 + 2−4 + 3−4 + 4−4 + . Bagaimana cara termudah untuk 2008 2013 2012 2011 mencari 3 (10 + 5 .. Tunjukkan bahwa 12001 + 22001 + 32001 + … + 20012001 adalah kelipatan 13. 11. astronomi. 2 ) . Selanjutnya berdasarkan sifat angka 2. Coba tuliskan prosedur mengalikan yang paling sedikit perkaliannya untuk menghitung 764..4. Misalkan kamu diminta menghitung 764. Tentukan tanpa menghitung tuntas. Pemenang di antara kalian adalah yang dapat mencari hasilnya dengan melakukan perkalian sesedikit mungkin.2 E 5. 3. Projek Bilangan yang terlalu besar atau terlalu kcil seringkali dituliskan dalam notasi eksponen yang dituliskan sebagai a E b yang nilainya adalah a × 10b.000052 ditulis sebagai 5. 8. Misalkan cepatan cahaya adalah 300.. Apakah prosedur tersebut dapat dipergunakan untuk pangkat positif berapapun? 6. 9.. Tentukan hasil dari (2n + 2 ) 2 − 22 × 22 n 2n × 2n + 2 5. 22008 ) 10. Sederhanakanlah a 3b 2 − a 3b 2 a b −a b 12.. Berdasarkan sifat angka 7.   =1 5 7 6 1 2 2 3 5 1 2 3 (( 6) ) 26 62 bilangan satuan dari berdasarkan sifat angka 6. = . 2x = 8 b. 9. 8.. dan ekonomi yang nilainya dinyatakan dengan notasi eksponen.125 x 2 c. tentukan juga angka satuan yang diperoleh bilangan-bilangan tersebut yang dipangkatkan. Tentukan nilai x yang memenuhi a. Matematika 19 . 5. Berapa banyak perkalian yang kamu lakukan untuk mendapatkan nilai akhirnya? Bandingkan jawabanmu dengan temanmu. Sehingga 0. Cari besaran-besaran fisika.! 1−4 + 3−4 + 5−4 + 7 −4 + . tentukan bilangan satuan dari 71234 + 72341 + 73412 + 74123 tanpa menghitung tuntas! 7. 4x = 0. 4. sehingga dalam notasi eksponen ditulis sebagai 3 E 8 m/det.

dengan a dan b bilangan bulat dan b b ≠ 0. dengan a adalah bilangan pokok/basis dan n adalah indeks/eksponen akar. maka berapa nilai h? Alternatif Penyelesaian 3 2 h = 3 3 b 2 ⇔ h = 3 8 ⇔ h = 3 3 64 ⇔ h = 3 3 4 × 4 × 4 ⇔ h = 12 Akar ke-n atau akar pangkat n dari suatu bilangan a dituliskan sebagai n a . dan bilangan pecahan desimal. Bilangan rasional terdiri atas bilangan bulat. � = 3.. misalnya 2 = 1.141592653… dan sebagainya. Diharapkan siswa memiliki motivasi belajar matematika.414213562373..4 Seorang ahli ekonomi menemukan bahwa harga (h) dan banyak barang (b) dapat dinyatakan dalam persamaan h = 3 3 b 2 . Akar dilambangkan dengan notasi ” ”. Jika nilai b = 8. Bilangan irrasional merupakan bilangan yang mengandung pecahan desimal tak berhingga dan tak berpola. kebergunaan mempelajari bentuk akar di bidang ekonomi. Bentuk akar dapat diubah menjadi bentuk pangkat dan sebaliknya. Bilangan rasional berbeda dengan bilangan irrasional. Bentuk Akar Pengakaran (penarikan akar) suatu bilangan merupakan inversi dari pemangkatan suatu bilangan. ♦ Arahkan siswa masalah berikut untuk menunjukkan kepada siswa.. Bentuk akar dan pangkat memiliki kaitan erat. Contoh bilangan irrasional. bilangan irrasional adalah bilangan yang tidak dapat dinyatakan dalam bentuk pecahan.6. Sedangkan..718.. Bilangan rasional adalah a bilangan yang dapat dinyatakan dalam bentuk . e = 2. Sebelum mempelajari bentuk akar. 20 Buku Guru Kelas X . Masalah-1.. bilangan pecahan murni. Perhatikan permasalahan berikut. kamu harus memahami konsep bilangan rasional dan irrasional terlebih dahulu.

1. p dan m p n m+ p m adalah bilangan pecahan n ≠ 0.7 Misalkan a bilangan real dan n bilangan bulat positif. Contoh: 25 dan 64 bukan bentuk akar. Matematika 21 . jika a adalah bilangan real dan a ≠ 0 dengan a > 0. 20 ⇔ adalah bentuk akar 3 2.3 Cermatilah dan buktikan apakah berlaku secara umum bahwa p n = 1 n p. keduanya bukan bilangan irrasional. Perhatikan untuk kasus di bawah ini 1 1 1 1 1 1 + + 3 3 p × p × p = p3 × p3 × p3 = p3 3 3 3 = p1 = p dan perhatikan juga bahwa p × p × p = p . Bilangan irrasional yang menggunakan tanda akar ( ) dinamakan bentuk akar. sehingga berdasarkan Definisi 7. Tetapi ingat.6 disimpulkan p 2 = 1 3 1 3 1 3 p. sehingga berdasarkan Definisi 7. karena nilai 25 adalah 5 dan nilai 64 adalah 8. Hubungan Bentuk Akar dan Bilangan Berpangkat Perlu diketahui bahwa bilangan berpangkat memiliki hubungan dengan bentuk akar. n    3 2 2 Perhatikan bahwa p3 × p3 p× × p3 p= = p 3p 2 1 1 1 1 1 1 1 1 + + 3 2 = p1 = p dan perhatikan bahwa 1 p × p = p. karena 3 27 ⇔ =3 27 ⇔ 7. Agar lebih jelas.Definisi 1. Latihan 1. tidak semua bilangan yang berada dalam tanda akar merupakan bilangan irrasional. q ≥ 2 maka  n   n  a a    =(a) n . Berdasarkan Sifat-5. jika dan hanya jika hasil n n a disebut bentuk akar a adalah bilangan irrasional. adalah bukan bentuk akar. perhatikan contoh berikut.6 disimpulkan p 3 = 1 3 p. Jika n.

Operasi Penjumlahan dan Pengurangan Bentuk Akar Operasi penjumlahan dan pengurangan pada bentuk akar dapat dilakukan apabila bentuk akarnya senama. p n r + q n r = ( p + q) n c r p n r − q n r = ( p − q) n c r Perhatikan contoh berikut ini! Contoh 1. Untuk setiap p. q.Perhatikan bahwa p 3 × p 3 × p 3 = p 2. 8. sehingga berdasarkan sifat perkalian bilangan berpangkat diperoleh:  2  2  p3  = p   Jadi. 3 3 x − 3 x = ( 3 − 1) 3 x = 2 3 x 22 Buku Guru Kelas X . 3 5 + 4 5 = ( 3 + 4 ) 5 = 7 5 2. Bentuk akar senama adalah bentuk akar yang mempunyai eksponen dan basis sama. dan r adalah bilangan real dan r ≥ 0 berlaku sifat-sifat berikut. Secara umum dapat disimpulkan bahwa p n = pada Definisi-6.( ( n n 2 2 2 p2 . 2 3 4 − 3 3 4 = = − 3 4 4. Operasi pada Bentuk Akar m n pm = ( p) n m sebagaimana diberikan a.6 Tentukan hasil penjumlahan dan pengurangan berikut dalam bentuk yang sederhana! 1. 5 + 3 (tidak dapat disederhanakan karena akarnya tidak senama) 2−3 3 4 () 3. p 3 = 2 3 3 mm m m× n ingat! pp ) ) ==pp Ingat.

c. b. maka dikatakan sebagai penyebut irasional. Jika bentuk akar tersebut menjadi penyebut pada suatu pecahan. dan d bilangan real. 5 . Matematika 23 . c > 0 dan d > 0. maka an c a n c = bn d b d c. maka n a n = a 2) Buktikan: jika a. d ≠ 0. q Contoh 1. c > 0 dan d > 0. Merasionalkan Penyebut Bentuk Akar Kita tahu bahwa bentuk-bentuk akar seperti 2 .b. 3 + 7 .7 3 1) = 8 3 1 3 = 23 2= 2= 2 6 1 6 = 26 2= 2= 2 6 3 2) 6 = 64 3) 4 3 5 × 2 3 7 = (4 × 2)( 3 5 × 7 ) = 8 3 35 1 1 4) 3 5 5 × 5 7 5 = (3 × 5)(5 5 × 5 7 ) = 15(5 35 ) = 1535 512 5) 6) 33 4 3 3 4 = 43 5 4 5 24 3 2 4 3 = 34 5 3 5 12 Latihan 1. Operasi Perkalian dan Pembagian Bentuk Akar p Pada pangkat pecahan telah dinyatakan bahwa a q = a p . maka a n c × b n d = ab n cd 3) Buktikan: jika a. b. c. Sifat perkalian dan pembagian bentuk akar dapat dicermati pada beberapa contoh berikut. dst merupakan bilangan irrasional. 2 − 6 . dan d bilangan real.4 1) Buktikan: jika a bilangan real dan a > 0.

645751. Contoh (1) 5 + 7 = 2. prinsip dasarnya sama. Contoh 2 + 7 = 2 + 2... Penyebut irrasional dapat diubah menjadi bilangan rasional.. Jadi perkalian dengan q q q q p tidak akan mengubah nilai namun menyebabkan penyebut menjadi bilangan q rasional. p dirasionalkan dengan cara mengalikannya dengan q q p p p q = . maka = 1. Akan tetapi. Cara merasionalkan penyebut suatu pecahan bergantung pada bentuk pecahan itu sendiri. perlu kita pahami bentuk-bentuk campuran bilangan rasional dan bilangan irrasional.. 1) Merasionalkan bentuk Bentuk p q q q . b) Jika bilangan irrasional dijumlahkan dengan bilangan irrasional maka hasilnya bilangan irrasional. a) Jika bilangan rasional dijumlahkan dengan bilangan irrasional maka hasilnya bilangan irrasional.. = 4. yaitu mengalikan dengan bentuk akar sekawannya.. Proses ini dinamakan merasionalkan penyebut. dan p+ q r p− q 2) Merasionalkan bentuk Sebelum kita merasionalkan bentuk-bentuk akar di atas.. p+ q p− q r .. r r . + 24 Buku Guru Kelas X . = q q q q Diskusi Menurutmu mengapa penyebut bilangan pecahan berbentuk akar harus dirasionalkan? Mengapa kita harus mengalikan p dengan q q q ? q q p p Karena nilai q selalu positif. (bilangan irrasional).645751. .236068.

Contoh 2 × 5 = 2 5 . Jika perkalian bentuk sekawan tersebut dilakukan maka dapat merasionalkan bentuk akar. = 4.881643. Jika dua bilangan irrasional dikurangkan. bagaimana hasilnya? c) Jika bilangan rasional dikalikan dengan bilangan irrasional. + + + + = .8 Pikirkan cara termudah untuk menghitung jumlah bilangan-bilangan berikut 1 1 1 1 1 .. p+ q p− q r . ) ( ( ) ) ( ) ( ) ( p− q ) Contoh 1. Contoh: • 5 × 125 = 5 × 5 5 = 25 (25 adalah bilangan rasional) • 3× 5 3= × 15 5 =( 15 adalah bilangan irrasional) e) n a disebut bentuk akar apabila a adalah bilangan irrasional.645575. Sehingga ( p + q )( p − q ) = ( p ) − ( q ) = p − q ( p + q )( p − q ) = p − ( q ) = p − q 2 2 2 2 2 ( p + q dan Bentuk p + q dan bentuk p − q saling sekawan.. p− q Untuk merasionalkan bentuk dapat dilakukan dengan memperhatikan sifat perkalian (a + b) (a – b) = a2 – b2.. maka hasilnya dapat bilangan rasional atau bilangan irrasional. yaitu. (bilangan irrasional) (2) 2 5 + (-2 5 ) = 0 (bilangan rasional).. bentuk p + q dan p − q juga saling sekawan. 1 1− 2 1 3− 4 1 2− 3 × × × = + + + 1+ 2 1− 2 3+ 4 3− 4 2+ 3 2− 3 25 Matematika .. r r . d) Jika Bilangan irrasional dikalikan dengan bilangan irrasional..? 1+ 2 2+ 3 3+ 4 4+ 5 99 + 100 Permasalahan di atas dapat diselesaikan dengan cara merasionalkan penyebut tiap suku.. maka hasilnya bilangan irrasional. dan p+ q r . 2. ..

....... 1 4− 5 × + .. 1 P= 1 3+ 1 3+ 3 + . 1 P2 = 3 + P2 ⇔ P 2 (3 + P 2 ) = 1 ⇔ ( P 2 ) 2 + 3P 2 − 1 = 0 Dengan mengubah ke bentuk kuadrat sempurna.9 Berapakah nilai 1 3+ 3+ 1 3 + ... Misalkan. diperoleh 1 P2 = 1 3+ 1 3+ 3 + . + −1 −1 −1 −1 −1 = – 1 + 2 − 2 + 3 − 3 + 4 − 4 + 5 − . Contoh 1. 1 Perhatikan pola bilangan di ruas kanan. diperoleh persamaan: 3 13 ⇔ ( P 2 + )2 − = 0 2 4 26 Buku Guru Kelas X .. Dengan menguadratkan ruas kiri dan kanan. + 4+ 5 4− 5 1 99 − 100 × 99 + 100 99 − 100 = 1− 2 2− 3 3− 4 4− 5 99 − 100 + + + + . − 99 + 100 = − 1 + 100 = −1 + 10 = 9 ..

(P 2 )2 + 3P 2 − 1 = 0 dengan rumus abc pada persamaan kuadrat?  2 3 13  P + +   = 0 tidak memenuhi. a. 2 2 3+ 2 (kalikan penyebut dengan bentuk sekawannya) = × 3− 2 3− 2 3+ 2 = = = 2(3 + 2 ) (3 − 2 )(3 + 2 ) b...  2 2    Dapatkah kamu beri alasannya? 1 1 = 2 = 13 − adalah 2 613 − 6 2 1 2 1 3+ 3+ 1 1 3+ 3+ 3 + . Contoh 1.. Ingat materi persamaan kuadrat di SMP. 2 + 2 2 3 3+ 2 9 −2 9− 2 + 6 2 6+2 2 2 = = 7 7 6 2 2 6 = =7+ +7 7 7 7 7 (( )) 3 3 6− 3 = × 6+ 3 6+ 3 6− 3 = = (kalikan penyebut dengan bentuk sekawannya) (6 + 3 )(6 − 3 ) Matematika 3(6 − 3 ) 18 − 3 3 36 − 3 18 − 3 3 = 33 6 3 = − 11 11 27 . nilai dari 1 1 Dapatkah kamu selesaikan..10 Rasionalkan penyebut pecahan-pecahan berikut. 3 + . 2 3 13   2 3 13  P P + − ⇔  + +  =0    2 2  2 2     3 13 ⇔ P2 = − + 2 2 3 13 1 ⇔ P= − + atau P = 2 13 − 6 2 2 2 Jadi.

yaitu. bentuk a. b. Perhatikan proses berikut ini! Diskusikanlah masalah berikut dengan temanmu! ( ( p+ q p− )( q )( p+ q p− ) q) Dari hasil kegiatan yang kamu lakukan. kamu akan memperoleh bentuk sederhananya menjadi ( p + q) ± 2 pq . ( p + q) ± 2 pq Sekarang kita akan menyederhanakan bentuk akar yang mempunyai bentuk ( p + q) ± 2 pq . 18 − 3 3 36 − 3 18 − 3 3 = 33 3 6 = − 11 11 4 4 7 4 4 7+ 5 + 5 = × = × 7 7 7 7− 5 7− 5 7+ 5 − 5 − 5 + 5 = = = = ( 4 4 ( 7 + 5 7+ 5 7 − 5 7− 5 )( ) (kalikan penyebut dengan bentuk sekawannya) 7 + 5 7+ 5 ) 4 +4 4 7 7+ 4 5 5 7 −5 7− 5 4 +4 4 7 7+ 4 5 5 = = 2 2 = 2 7 7+ 2 5 5 =2 +2 3) Menyederhanakan bentuk khusus. perhatikan contoh berikut! 28 Buku Guru Kelas X . Selanjutnya.3 3 6− 3 = × 6+ 3 6+ 3 6− 3 = = (6 + 3 )(6 − 3 ) 3(6 − 3 ) c.

4+ 2 2a c. 2 e. 9−4 5 = ( 5+ 3 ) 2 = 5+ 3 5−4 5 +4 = ( 5−2 ) 2 = 5−2 Uji Kompetensi 1. Rasionalkan penyebut pecahanpecahan berikut ini! a. 8 + 2 15 = (5 + 3) + 2 5 × 3 = 5 + 2 5 × 3 + 3 = b.2 1. + 2+ 8 2− 8 c. 15 − 1 75 2 − 3 7 11 b. 5− 3 4− 2 b. 3 a 18 2.11 Sederhanakan bentuk akar berikut ini! a. Rasionalkan penyebut pecahan berikut ini! 1 a.Contoh 1. 5 d. tentukan 2+ 3 nilai a + b! 4. 3a + 5 d. 15 20 48 f. 4 3+ 2 − 3 5 + 2 −1 3− 2 2a c. 3 f. Sederhanakanlah bentuk berikut ini! a. Jika 5. 24 + 54 − 150 96 3. pecahan3 5 − 10 xy x+ y 10 12 14 + + 5+ 6 6+ 7 7+ 8 2− 3 = a + b 6 . d. 12 24 15 b. Sederhanakan bentuk akar berikut ini! 29 Matematika . e.

.. (OSN 2005/2006) 3. 5.000..b) adalah . 2 3 3 2 3 3 2 3 3 . 19 + 8 3 b. Tentukanlah nilai dari: a... 4.000...000 + 1.. Nyatakan b dalam a dan c pada SOAL TANTANGAN 1...b adalah bilangan asli dan a ≤ b sehingga 3 + a adalah 4+ b bilangan rasional. 1+ 1+ 1 1 1+ 1 .. a. Bentuk 4 49 − 20 6 dapat disederhanakan menjadi .001 6. maka pasangan (a.. 1 = a− b + . e. 1 1 1 1 + . Jika a. + + + 2+ 3 3+ 4 4+ 5 1. 5 + 2 6 c. 30 Buku Guru Kelas X ..000. 54 + 14 5 + 12 − 2 35 + 32 − 10 7 = 7.. 1 2 + 21 1 b.000 c.000 + 1.. 43 + 12 7 d.. 21 − 4 5 21 + 8 5 2. Jika(3+4)(3 2 +4 2 )(3 4 +4 4 )(3 8 +4 8 ) (316+416) (332+432) = (4x–3y). maka x–y = .. + 4+ 5 1. + 2+ 3 3+ 4 3 3 b c 3 c a = abc. 2 + 2 + + 2++ .

karena adalah pendekatan untuk nilai π sebenarnya.× Projek Tidak semua bilangan pecahan desimal tak hingga adalah bilangan irrasional. dapat dinyatakan dalam bentuk pecahan. bilangan pecahan desimal tak 3 hingga dengan desimal berulang seperti 0..333. 3) Apakah lebih baik menggunakan angka yang kamu peroleh daripada 22 menggunakan 7 Buat laporan projek ini dan paparkan di depan kelas. Beri contoh penerapan prosedur yang kamu rancang. bukanlah bilangan irrasional.. Kenyataannya.333. a. b. Rancang sebuah prosedur untuk mengkonversi bilangan pecahan desimal tak hingga dengan desimal berulang menjadi bilangan pecahan. Sebagai contoh 0... Berdasarkan penjelasan di atas π yang bilangan irrasional tidak mungkin 22 22 sama dengan . karena dapat dinyatakan 1 sebagai pecahan murni . 7 7 22 1) Berapakah kesalahan terhadap nilai π? 7 2) Dengan menggunakan prosedur yang kamu rancang di atas cari 22 pecahan yang lebih mendekati nilai π daripada (kesalahannya 7 lebih kecil). Matematika 31 .

000. Skala ini dinamakan I decibel.3 × 10 Banyak masalah kehidupan yang penyelesaiannya melibatkan berbagai aturan dan sifat logaritma.000.0 × 10–12. dan didefinisikan sebagai D = 10 log . Namun.1 Intensitas bunyi beberapa suara Intensitas Bunyi W     m2  –10 –6 –4 2 Intensitas Bunyi Ambang batas bawah pendengaran Suara bisik-bisik Percakapan normal Lalu lintas padat Pesawat jet lepas landas 1. dengan D adalah skala decibel I0 bunyi.000. berikut ini adalah tabel intensitas bunyi beberapa objek.464. 32 Buku Guru Kelas X . dan I0 m adalah intensitas bunyi paling minimum yang bisa didengar orang yang sehat. ia menabung uangnya di sebuah bank dengan bunga 10% per tahun.100.000) kali lebih kuat dari pada suara paling rendah yang bisa didengar. Logaritma merupakan suatu operasi hitung.000. Suara paling keras yang dapat didengar oleh orang yang sehat tanpa merusak gendang telinga memiliki intensitas 1 triliun (1.0 × 10–12 5. dengan logaritma perhitungan ini akan menjadi lebih sederhana. Cermatilah masalah berikut.000. Berapa lama Yusuf menyimpan uang tersebut agar menjadi Rp1.5 Yusuf adalah seorang pelajar kelas X di kota Kupang. Ia senang berhemat dan menabung uang.2 × 10 8.00. Menemukan Konsep Logaritma Telinga manusia dapat mendengar suara dengan intensitas yang rentangnya luar biasa. Sebagai gambaran.5 × 10 8. yaitu 1. ( ) Tabel 1. Selama ini dia berhasil menabung uangnya sejumlah Rp1. Alexander Graham Bell (1847–1922) menggunakan logaritma untuk menghitung skala bunyi. I adalah intensitas bunyi dengan satuan Watt per meter persegi W 2 . Menghitung intensitas bunyi dengan rentang begitu besar tentu sangat tidak nyaman.00 di dalam sebuah celengan yang terbuat dari tanah liat. Masalah-1.2 × 10 3.9. Agar uangnya lebih aman.

000.00 Total = Modal + Bunga Rp1.000.100. dituliskan sebagai “log”.00 Rp1.100.100 = 1.000. Kita tahu bahwa 23 hasilnya adalah 8 yang dapat ditulis 23 = 8. maka nilai x yang memenuhi persamaan tersebut adalah x = 3.00.1).000. Pahami masalah dan tuliskan informasi yang diketahui pada soal.000. Perhatikan Tabel-1. Jika 4 = t. Diketahui: Modal awal (M0) = 1.100.000 (1+0.1)t.2 Perhitungan besar suku bunga pada setiap akhir tahun t Akhir Tahun 0 1 2 3 4 Bunga uang (10% × Total Uang) 0 Rp100.1)2 1.000 dan besar uang tabungan setelah sekian tahun (Mt) = 1.00 Rp1. setelah kita mengenal sifatsifat logaritma.464. kita telah membahas tentang pemangkatan suatu bilangan.100 Alternatif Penyelesaian Perhatikan pola pertambahan jumlah uang Yusuf setiap akhir tahun pada tabel sebagai berikut.1)4.464. Hal ini dapat dikaitkan dengan bentuk eksponen yang sudah dipelajari sebelumnya. 464100. maka persamaan tersebut menjadi 1. yaitu logaritma.000. Dalam pembahasan sebelumnya.000.000 (1+0. Ditanya: Berapa tahun (t) Yusuf menabung agar uangnya menjadi (Mt) = 1.464. dengan memisalkan a = (1 + 0.000.000.1)3 1.2 di atas. Selanjutnya temukan model matematika yang menyatakan hubungan total uang simpanan dengan waktu menyimpan dan bunga uang. Bagaimana cara menentukan nilai c = t = 4? Permasalahan ini dapat diselesaikan menggunakan invers dari eksponen.000.464.464. dan c = t.00 Rp1. Logaritma. didefinisikan sebagai berikut.000. besar bunga yang disediakan bank untuk satu tahun adalah 10% = 0.000.1)1 1.1. b = 1.100 = 1.000 (1+0.000.000.464.00 Rp1.210.000.000 (1 + 0. Buat tabel keterkaitan antara jumlah uang Yusuf dengan waktu penyimpanan.00 Rp110. Sehingga bila ada persamaan 2x = 8.000 (1+0.00 Rp121.00 Pola Total Uang pada saat t 1.1)0 1.00 Rp133.100. kita peroleh 1.100.000 (1+0. Matematika 33 .1)4 Dari tabel di atas. yaitu ac = b. kita akan menyelesaikan permasalahan di atas dengan menggunakan logaritma.000.000 (1+0.331. Selanjutnya. Tabel 1. jelas kita lihat bahwa Yusuf harus menabung selama 4 tahun agar uangnya menjadi Rp1.

34 Buku Guru Kelas X . Masalah-1. e adalah bilangan Euler).8 Misalkan a. a a≠ ≠1 1. c ∈ R. b. dan b > 0 maka alog b = c jika dan hanya jika ac = b. jumlah penduduk menjadi dua kali lipat. Persentase pertambahan penduduk per tahun adalah 1% Ditanya: a) Jumlah penduduk pada tahun 2017 dan tahun 2038 b) Pada tahun berapa. Bila pertambahan penduduk 1% per tahun. sehingga 10log a = log a. dimana: a disebut basis (0 < a < 1 atau a > 1) b disebut numerus (b > 0) c disebut hasil logaritma Diskusi a > 0 a ≠ 1 dalam definisi di atas? Demikian juga dengan b > 0. maka e log b ditulis ln b. kita dapatkan bentuk-bentuk berikut.718…. Mengapa ada syarat a > 0 dan a ≠1 Berdasarkan definisi di atas.6 Di tahun 2013 jumlah penduduk Negara X adalah 100 juta orang. Meminta siswa mendiskusikan dengan temannya.Definisi 1. a a> >0 0. berapa jumlah penduduk negara itu pada akhir tahun 2017 dan tahun 2038? Pada tahun berapa penduduk negara itu menjadi dua kali lipat? Diketahui: Jumlah penduduk Negara X pada tahun 2013 adalah 100 juta jiwa. • 2x = 5 ⇔ x = 2log 5 (notasi ⇔ dibaca jika dan hanya jika) • 3y = 8 ⇔ y = 3log 8 • 5z = 3 ⇔ z = 5log 3 Catatan: ♦ Jika logaritma dengan basis e (yaitu e ≈ 2. ♦ Bilangan pokok (basis) 10 tidak ditulis.

401. Diskusi • Misalkan P0 adalah jumlah penduduk pada saat t = 0.401 = 100 (1+0.01 103..718.01 1. maka P0 = 100 juta.030301 101 102. Bagaimana cara menentukan nilai c = t = 4? Selanjutnya bagaimana menentukan jumlah penduduk pada akhir tahun 2038 dan tahun berapa jumlah penduduk Negara X menjadi duakali lipat. bagaimana menemukan hubungan Pt dengan P0 sehingga Pt = P0 (e rt).3 Perhitungan jumlah penduduk Negara X untuk setiap tahun Akhir Tahun Pertambahan penduduk (1% × total penduduk) (juta) 0 Total = Jumlah Penduduk awal + Pertambahan (juta) 100 Pola Total Penduduk pada saat t 100 (1+0. Selanjutnya.01)2 100 (1+0.0301 104. Berdiskusilah dengan teman dan guru. • Ujilah pemahaman siswa.060.01). apakah siswa mengerti makna ketika t = 0.01)4.01)t.3 di atas.01)1 100 (1+0. kita akan menyelesaikan permasalahan di atas dengan menggunakan logaritma. b = 104. maka persamaan tersebut menjadi 104. dan diketahui nilai e ≈ 2.060.Penyelesaian Jumlah penduduk di awal (P0) = 100 juta Misalkan: Pt adalah jumlah penduduk pada tahun t r adalah persentase pertambahan penduduk.01)0 100 (1+0. dengan memisalkan a = (1 + 0.401.060. dan Pt adalah jumlah penduduk pada akhir tahun t. Jika 4 = t. Matematika 35 . Hal ini dapat dikaitkan dengan bentuk eksponen yang sudah dipelajari sebelumnya.060401 Dari tabel di atas. kita peroleh 104. jelas kita lihat bahwa total penduduk pada akhir tahun 2017 adalah 104. Tabel 1.401 = 100 (1+0..0201 1.060. setelah kita mengenal sifat-sifat logaritma.01)3 100 (1+0. Perhatikan Tabel-1. dan c = t.. yaitu ac = b.01)4 2013 2014 2015 2016 2017 1 1.

Perhatikan grafik fungsi di atas. Minta siswa menyajikan hasil diskusi di depan kelas.4 Perhitungan Nilai Fungsi Logaritma x 1 1 1 1 1 1 1 1 2 3 4 2 3 4 2 3 4 1 0 0 0 0 2 3 4 8 9 f(x) = 2log x f ( x) = log x f ( x) = 3 log x f ( x) = log x 1 3 1 2 36 Buku Guru Kelas X . f(x) x Gambar 1.2 Grafik Fungsi Logaritma Diskusi Berdasarkan grafik di atas dan definisi tentang logaritma. f(x) = – 2log x. Isilah tabel berikut. Tabel 1. Minta siswa berdiskusi dengan temannya untuk mencari sedikitnya 5 sifat dari fungsi logaritma. f(x) = 3log x dan f(x) = – 3log x yang disajikan berikut.Selanjutnya cermati grafik fungsi y = f(x) = 2log x.

oleh karena itu terdapat 3 sifat dasar logaritma. Tulislah bentuk pangkat dari: 11 a. alog a = 0 2. Tulislah bentuk logaritma dari: a. maka 1. alog an = n Sifat-sifat tersebut dapat diturunkan langsung dari definisi logaritma. Sifat Dasar Logaritma Misalkan a dan n bilangan real. alog 1 = 0 3. 25 = 32 maka 2log 32 = 5 b. 2 a. log 2 = 1 karena 21 = 2 2 b. a > 0. Hitunglah nilai logaritma berikut. log 81 = 4 maka 34 = 81 c. Definisi 1.9 Fungsi Logaritma adalah suatu fungsi yang didefinisikan oleh y = f(x) = alog x dengan a bilangan real. Matematika 37 . log 1 = 0 karena 20 = 1 2 c. 2–2 = maka 2log = –2 4 4 2. Sifat-sifat Logaritma Dari Definisi 1. log 121 = 2 maka 112 = 121 3 b. log 128 = 7 karena 27 = 128 10.12 1. x adalah variabel (peubah bebas) dan a adalah bilangan pokok atau basis. logaritma merupakan inversi dari perpangkatan.9. yaitu: Sifat-6. a ≠ 1 serta x > 0. log 1000 = 3 maka 103 = 1000 3. Contoh 1. 43 = 64 maka 4log 64 = 3 1 1 c.Mari kita definisikan fungsi logaritma. a > 0 dan a ≠ 1.

maka: b × c = ax × ay ⇔ b × c = ax+y ⇔ alog (b × c) = x + y Substitusi nilai x dan y ⇔ alog (b × c) = alog b + alog c (terbukti) Sifat-8 Untuk a. log a = x ⇔ ax = a sehingga x = 1 atau alog a = 1 log 1 = y ⇔ ay = 1. a ≠ 1.13 1.6 maka diperoleh: a log b = x ⇔ b = a x a log c = y ⇔ c = a y Dengan mengalikan nilai b dengan c.6. 3. 38 Buku Guru Kelas X . berlaku b a log   = a log b − a log c c Bukti: Berdasarkan Definisi 1. diperoleh: a log b = x ⇔ b = ax a log c = y ⇔ c = ay Dengan membagikan nilai b dengan c. a ≠ 1. berlaku a log ( b × c ) = a log b + a log c Bukti: Berdasarkan Definisi 1. maka diperoleh b ax b = ⇔ = ax–y c ay c b a x–y ⇔ a log    = log a c • Simbol ⇔ dibaca jika dan hanya jika • Apakah kamu mengerti maknanya? Jika tidak bertanya kepada guru. Karena a0 = 1. dan b > 0. b.Contoh 1. 2. maka y = 0 a log an = z ⇔ ax = an sehingga z = n serta alog an = n a a BEBERAPA SIFAT OPERASI LOGARITMA Sifat-7 Untuk a. dan b > 0. dan c bilangan real dengan a > 0. dan c bilangan real positif. b.

a > 0. berlaku a log b n = n a log b Bukti: ⇔ ⇔ a   log b n = a log  b × b × b × . Sifat-9 ⇔ x = ⇔ a c c log b log a c c substitusi nilai x log b = log b (terbukti) log a Matematika 39 . diperoleh: a log b = x ⇔ b = ax Terdapat bilangan pokok c sedemikian sehingga: c log b = clog ax ⇔ clog b = x clog a ingat. b. b ⇔ a log    = x – y c ⇔ a Substitusi nilai x dan y b a a log   = log b – log c (terbukti) c   Sifat-9 Untuk a. dan c bilangan real positif.. dan n bilangan real... b ≠ 1... a ≠ 1. × b  ingat. b. a ≠ 1.. dan c ≠ 1. Sifat-10 a log b n = n a log b (terbukti) Sifat-10 Untuk a. berlaku c log b 1 a log b c= b = log a log a Bukti: Berdasarkan Definisi 1. b > 0.8. + a log b n faktor a ingat. a m = a × a × a × . × a   n faktor   m faktor log b n = a log b + a log b + .

Misalkan alog b = c.Karena c adalah bilangan sembarang dengan ketentuan di atas dapat dipenuhi c = b sehingga diperoleh Sifat-11 Untuk a. n bilangan bulat dan m ≠ 0. dengan m. c = by ⇔ alog b × blog c = y alog b × blog b ingat. c = by ⇔ alog b × blog c = alog c (terbukti) Sifat-12 Untuk a dan b bilangan real positif dengan a ≠ 1. Kita subtitusikan alog b = c ke ac = ( a ) 40 a log b . b. Sifat pokok 2 ⇔ alog b × blog c = y alog b ingat.6 maka diperoleh: a log b = x ⇔ b = ax b log c = y ⇔ c = by a log b × blog c = alog ax × blog by ⇔ alog b × blog c = alog b × blog by ingat. berlaku a log b × b log c = a log c Bukti: Berdasarkan Definisi 1. m Bukti: (Silahkan coba sendiri) Sifat-13 Untuk a dan b bilangan real positif a ≠ 1. sehingga diperoleh ac = b Buku Guru Kelas X . berlaku n am log b n = (alog b). berlaku a a log b ingat. dan c bilangan real positif dengan a ≠ 1 dan c ≠ 1. Sifat pokok 2 log a 1 ⇔ a log b = b (terbukti) log a ⇔ a log b = b b log b =b Bukti: (coba sendiri) Logaritma saling invers dengan eksponen. Sifat 6 ⇔ alog b × blog c = alog by ingat.

000.100 = 1.464.000.1 1.100.000 (1+0.1)t ⇔ log 1.100 – log 1.000 11  ⇔ log    = t log 1. Yusuf harus menabung selama 4 tahun agar mendapatkan uang sebesar Rp1.464.1 10. Mt = 1.100 ⇔ log = t log 1.464.000 + log (1.464.000 14.1  10  ⇔ 4 log (1.000.1 Ditanya : t Penyelesaian 1.000. Kita akan menyelesaikan masalah tersebut dengan menggunakan konsep logaritma. 4 Contoh 1. i = 0.5. Kita dapat menyatakan hubungan total jumlah uang untuk t tahun sebagai berikut: Mt = M0 (1+i)t dimana Mt : total jumlah uang diakhir tahun t t : periode waktu i : bunga uang Dengan menggunakan notasi di atas.000. Berapakah nilai a yang memenuhi log2 a + log a = 6? Matematika 41 .000.641 ⇔ log = t log 1.2. maka soal tersebut dapat dituliskan sebagai berikut: Diketahui : M0 = 1.1) = t log 1.14 Mari kita tinjau kembali Masalah-1. Contoh 1.100.000 = t log1.Untuk mendalami sifat-sifat di atas.464.464. perhatikan beberapa contoh berikut.1 ⇒ t = 4 Jadi.15 Misal log2 a adalah notasi untuk (log a)2. Cermatilah kembali Tabel 1.00.1 1.100 = log 1.100 = log [1.464.1)t ] ⇔ log 1.000.1)t ⇔ log 1.000 (1.

a a 42 Buku Guru Kelas X .16 Nyatakan b dalam a supaya berlaku alog b – 2blog a = 1! Penyelesaian a log b – 2blog a = 1 Ingat. yaitu.Penyelesaian Misal P = log a log2 a + log a = 6 ⇔ (log a)2+ (log a) = 6 ⇔ P2 + P – 6 = 0 ⇔ (P + 3)(P – 2) = 0 ⇔ P = –3 atau P = 2 ⇔ log a = –3 atau log a = 2 ⇔ a = 10–3 atau a =102 Jadi. a a 2 −1 = 0 log b 1 log b Misalkan: P = alog b log b = –1 ⇔ a log b = a −1 atau alog b = 2 ⇔ a log b = a2−1 ⇔ b = a–1 ⇔ b = a–2 1 ⇔ b = a 1 Jadi. Contoh 1. nilai a yang memenuhi persamaan di atas adalah a = 0.001 atau a = 100. b = atau b = a–2. blog a = a a ⇔ log b − a 2 −1 = 0 P ⇔ P2 – P – 2 = 0 ⇔ (P + 1)(P – 2) = 0 ⇔ P = –1 atau P = 2 ⇔ alog b = –1 atau alog b = 2 ⇔ P − Sekarang akan kita nyatakan b dalam a.

log 1 7 9. log 18 b.00 selama 5 tahun dengan bunga 12% per tahun. Pada awal tahun.000. log 10.00.4771 dan log 7 = 0. log 1 8. log 10. Tentukan skala decibel suara berikut. log = −2 9 7. log 3 = 0. nyatakan bentuk berikut dalam a dan b! 2 a.3 1. Gemuruh suara Air terjun Niagara memiliki skala decibel 90.000. log 125 1 3 c. 53 = 125 b. log 3 2 = 3 1 3 d. log 0. Sederhanakan 2 22 2 22 a. log 75 43 Matematika .5 d. Pesawat jet yang baru lepas landas yang memiliki intensitas 8.5 b.000.8451 tentukan: a.3010.2 × 10–6 Watt per meter kuadrat. Tentukan intensitas bunyi dari air terjun tersebut. 64 64 16 16 ×× × log log log 64 −− − ×× × log log log 16 a log 2 x + 3 ( a log x − a log y ) b. Tulislah bentuk logaritma dari: a. 61 = 6 6. Jika perhitungan bunga tiga bulanan.25 4 e.01 = –2 0 . a. log 15 4 b. 43 = 64 d. Jika 2log 3 = a dan 3log 5 = b. Hitunglah nilai dari: a. Rony menabung uang di bank sebesar Rp125.3 × 102 Watt per meter kuadrat. log 410 5 f. log a + log b − log ab 2 a c. log 0. log 21 c. 0625 = 4 1 2 c. 4. berapakah besar bunga yang diterima Pak Thomas? 3. Berapa jumlah uang Rony pada akhir tahun ke delapan jika bank memberi suku bunga majemuk 6% setahun? 2. log 0. log 104 5 b. 222 333 111 222 a a − log ax x 1 d. b. Tulislah bentuk pangkat dari: a. Percakapan normal yang memiliki intensitas 3. Ia menyimpan uang tersebut selama 8 tahun. Pak Thomas menabung Rp2.Uji Kompetensi 1. Apakah intensitas tersebut masih aman untuk telinga manusia? 5. log 27 2 d. Diketahui log 2 = 0. 102 = 100 c.

Nyatakan p dalam q supaya berlaku p log q – 6 qlog p = 1! 17. 18. tentukan nilai alog b – b log a! 12.25 c. Cari informasi ada berapa macam skala logaritma biasa dipergunakan dan beri contoh penelitian agar skala logaritma tersebut dipergunakan. Buktikan log 1 = 0 dan log 10=1! 14. 44 Buku Guru Kelas X . a dan b bilangan real positif. 2log2 a adalah notasi untuk (2log a)2. c bilangan positif. Jika b = a4. Untuk membedakan analisis menggunakan logaritma bahkan digambarkan grafik dalam skala logaritma. Buktikan bahwa untuk a > b > 0. log 50 16. tentukan nilai  a log ( bc )4  2 !   13. Projek Skala logaritma dipergunakan untuk banyak keperluan selain menyatakan intensitas bunyi.. 1. a. b. dalam p dan q. a ≠ 1. Berapakah nilai a yang memenuhi 2 × log2 a + log a = 6? 1 b a5 3 b a5 3 b . log 5 30 e. PENUTUP Berdasarkan sajian materi terkait berbagai konsep dan sifat eksponen dan logaritma di atas. Jika 4log a = p dan 8log b = q maka tentukanlah a5 3 11. c ≠ 1. Jika a adalah bilangan bulat positif. clog b = 4 dan a. beberapa hal penting dapat kita rangkum sebagai berikut. maka berapakah nilai a yang memenuhi 2log2 (a2 – 6a) + 2log (a2 – 6a)2 = 8. D. Konsep eksponen dan logaritma dapat ditemukan kembali dari berbagai pemecahan masalah nyata di sekitar kehidupan kita. a log b < 0 dan sebaliknya untuk 0 < a < b. alog b > 0! 15. log 150 100 f. Untuk a > 0. log2 a adalah notasi untuk (log a)2. nyatakan b dalam a yang memenuhi persamaan a log2 (ba + a) – alog (ba + a)3 + 2 = 0 SOAL TANTANGAN 19. Buat laporan hasil pengamatan dan sajikan di depan kelas.. log 36 2 d. Cari informasi tentang besaran lain yang menggunakan skala logaritma. Jika alog b = 4.

2. Misalnya px = q. maka hasilnya adalah bilangan semula. Semesta pembicaraaan pada operasi perpangkatan adalah bilangan. Perbedaannya terletak pada semesta pembicaraannya. tetapi semesta pembicaraan pada eksponen tergantung variabel sebagai eksponen dari basisnya. Sifat-sifat perpangkatan dapat digunakan untuk menurunkan sifat-sifat penarikan akar. harus dipelajari secara terurut. 7. Penguasaan kamu pada materi eksponen dan logaritma akan berguna untuk mempelajari materi pada bab berikutnya. Secara mendalam. Matematika 45 . Perlu kami tekankan bahwa mempelajari materi matematika mulai bahasan 1 sampai 12. 0 < a < 1. x sebagai eksponen dari p. maka logaritma dari b dengan basis yang sama. Dapat ditulis misal a. Pada Bahasan 2 (Bab 2). Misalnya 23 = 8 maka 3 8 = 2 4. berbagai sifat-sifat dari fungsi eksponen dan logaritma serta penerapannya akan dibahas dipokok bahasan peminatan. jangan melompat-lompat. maka diperoleh grafik fungsi logaritma. hasilnya adalah c sebagai eksponen dari a. Penguasaan berbagai konsep dan sifat-sifat eksponen dan logaritma adalah prasayarat untuk mempelajari fungsi eksponen dan fungsi logaritma sebab fungsi eksponen melibatkan bilangan eksponen dan fungsi logaritma melibatkan logaritma. yaitu a. Eksponen dan logaritma adalah dua operasi yang saling berbalikan. 5. 6. Operasi perpangkatan pasti merupakan eksponen. tetapi 23 = 8. dimana x dan p belum tentu bilangan. Artinya jika suatu basis a dieksponenkan dengan c dan hasilnya adalah b. Jika grafik fungsi eksponen dicerminkan terhadap sumbu y = x. b. kita akan mempelajari persamaan dan pertidaksamaan linier yang melibatkan variabel berpangkat satu. c ∈ R . Perpangkatan dan penarikan akar adalah dua operasi yang saling berkebalikan. a ≠ 1 dan b > 0. Operasi eksponen adalah perluasan dari operasi perpangkatan yang sudah dipelajari di Sekolah Dasar dan SMP. tetapi operasi eksponen belum tentu perpangkatan. akan kita temukan konsep dan sifat-sifat persamaan dan pertidaksamaan linier dari berbagai situasi nyata kehidupan disekitar kita. sebab sangat dimungkinkan penguasaan materi pada bahasan berikutnya didasari penguasaan materi pada bahasan sebelumnya. Artinya jika suatu bilangan dipangkatkan dan hasilnya diakarkan dengan pangkat akar yang sama dengan pangkat bilangan sebelumnya. Sama halnya dengan penemuan kembali konsep eksponen dan logaritma melalui pemecahan masalah nyata. 3. 3 adalah sebuah bilangan pangkat dari 2. jika ac = b maka a log b = c.

• siswa mampu memodelkan permasalahan. konsisten dan jujur serta menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. • mengajak kerjasama tim dalam menemukan solusi permasalahan. KOMPETENSI DASAR DAN PENGALAMAN BELAJAR Kompetensi Dasar Setelah mengikuti pembelajaran ini siswa mampu: 1. • mampu berpikir kritis dalam mengamati permasalahan.Bab Persamaan dan Pertidaksamaan Linear A. memahami dan menganalisis konsep nilai mutlak dalam persamaan dan pertidaksamaan serta menerapkannya dalam penyelesaian masalah nyata. • mampu menghadapi permasalahan pada kasus linear dalam kehidupan sehari-hari. 3. • • • • Orde linear Lebih dari Kurang dari Nilai mutlak . • mengajak untuk melakukan penelitian dasar dalam membangun konsep. menghayati pola hidup disiplin. menerapkan konsep nilai mutlak dalam persamaan dan pertidaksamaan linear dalam memecahkan masalah nyata. siswa memperoleh pengalaman belajar: • mampu berpikir kreatif. kritis. 2. • mengajak siswa untuk menerapkan matematika dalam kehidupan sehari-hari. Pengalaman Belajar Melalui pembelajaran materi persamaan dan pertidaksamaan linear. bertanggungjawab.

PETA KONSEP Matematika 47 .B.

hal ini berarti bahwa pasukan akan bergerak melawan arah sejauh 3 langkah. Demikian seterusnya. Orientasi siswa pada situasi nyata untuk membangun inspirasi penemuan konsep nilai mutlak. hal ini berarti jarak pergerakan barisan adalah 4 langkah ke depan. Gambar 2. bukan arahnya. . 1. Sebuah perintah dari pimpinan pasukan: “Maju 4 langkah. berarti mutlak 4 langkah dari posisi diam dan “mundur 3 langkah. Motivasi siswa melalui pemaparan manfaat mempelajari persamaan dan pertidaksamaan linier. Beri kesempatan pada siswa bertanya dan mengajukan ide-ide secara bebas dan terbuka. Beri kesempatan pada siswa berdiskusi dalam kelompok belajar agar mereka terlatih bekerjasama menemukan alternatif strategi penyelesaian masalah. kita akan mempelajari beberapa ilustrasi dan kasus untuk memahami dan menemukan konsep nilai mutlak (absolut). MATERI PEMBELAJARAN Pada saat ini. ♦ Uji pemahaman siswa terhadap berbagai kasus yang disajikan. jalan!”. Sebuah grup pramuka sedang belajar baris berbaris di lapangan sekolah pada hari Sabtu. jalan!”. Lebih jelasnya. 48 Buku Guru Kelas X .1 Anak Pramuka yang dilihat adalah nilainya. Menemukan Konsep Nilai Mutlak Ilustrasi: Kegiatan pramuka adalah salah satu kegiatan ekstrakurikuler yang diadakan di sebuah sekolah. Besar pergerakan langkah pasukan tersebut merupakan nilai mutlak. mari bersama-sama mempelajari kasus-kasus di bawah ini. Jika perintah pimpinan pasukan: “Mundur 3 langkah.C. ♦ Motivasi siswa mempelajari persamaan dan pertidaksamaan linear dengan menunjukkan kebergunaan berbagai konsep dan aturan matematika dalam pemecahan masalah nyata. Dalam hal ini. “Maju 4 langkah”. berarti mutlak 3 langkah dari posisi diam. Arahkan siswa mempresentasikan hasil kerja kelompok dan kelompok lain diberi kesempatan menanggapi hasil kerja kelompok penyaji. tidak ditentukan arah.

Permasalahan: a. Sehingga banyak langkah anak tersebut adalah |2| + |-3| + |2| + |-1| + |-1| = 9 (9 langkah). kita misalkan bahwa x = 0 adalah posisi diam si anak. Matematika 49 . dengan demikian lompatan ke belakang adalah searah dengan sumbu x negatif. karena kita hanya menghitung banyak langkah. Anak panah yang pertama di atas garis bilangan menunjukkan. Banyak langkah dapat dinyatakan dengan nilai mutlak dari sebuah bilangan bulat. kita dapat melihat pergerakan akhir si anak dari posisi awal adalah 1 langkah saja ke belakang (x = –1). Perhatikan sketsa berikut: Ke belakang 1 langkah Ke depan 2 langkah Ke depan 2 langkah Ke belakang 3 langkah Ke belakang 1 langkah Gambar 2. bukan arahnya.2 Sketsa lompatan Dari gambar di atas. demikianlah seterusnya sampai akhirnya si anak berhenti pada langkah ke 5.1 Seorang anak bermain lompat-lompatan di lapangan. kemudian 1 langkah ke belakang. Tentukanlah berapa langkah yang dijalani anak tersebut! Alternatif Penyelesaian Kita definisikan lompatan ke depan adalah searah dengan sumbu x positif. Misalnya mundur 3 langkah dinyatakan dengan harga mutlak negatif 3 (|-3|). Banyak langkah yang dijalani si anak merupakan konsep nilai mutlak.Masalah-2. anak panah kedua menunjukkan 3 langkah si anak ke belakang (mengarah ke sumbu x negatif) dari posisi akhir langkah pertama. si anak melompat ke depan 2 langkah. Dapatkah kamu membuat sketsa lompatan anak tersebut? b. Dari posisi diam. langkah pertama si anak sejauh 2 langkah ke depan (mengarah ke sumbu x positif). dan akhirnya 1 langkah ke belakang. kemudian 3 langkah ke belakang. Jadi. dilanjutkan 2 langkah ke depan. Banyak langkah selalu dinyatakan dengan bilangan bulat positif walaupun arahnya ke arah sumbu x negatif. Tentukanlah berapa langkah posisi akhir anak tersebut dari posisi semula! c.

. didefinisikan x =  − x jika jika x≥0 x<0 x Berikutnya. Perhatikan garis bilangan berikut.3 di atas. –1 0 1 2 .Perhatikan Tabel 2.y) –4 4 (–4..4) –2 2 (–2. –1 ... Nilai Non Negatif 0 2 3 5 Tabel 2.. Definisi 2.. x –3 –2 –1 –3 –2 –1 0 0 1 1 2 2 3 3 4 4 |–x| = x |0| – 0 –x –x . dapatkah kamu menentukan nilai mutlak x tersebut? Perhatikan bahwa x elemen himpunan bilangan real. Dari contoh pada tabel tersebut. Kita lakukan beberapa percobaan perpindahan posisi sebagai berikut.1) 0 0 (0. Nilai mutlak adalah jarak antara bilangan itu dengan nol pada garis bilangan real..1 x Misalkan x bilangan real.. dapat diperoleh definisi nilai mutlak berikut.0) 1 1 (1.. dapatkah kamu menarik sebuah kesimpulan tentang pengertian nilai mutlak tersebut? Jika x adalah variabel pengganti semua bilangan real.3 Selang Nilai Mutlak Berdasarkan Gambar 2.. kita melihat bahwa nilai mutlak akan bernilai positif atau nol. Tabel 2.. kita akan mencoba menggambar grafik f ( x) =  − x Perhatikan beberapa titik yang mewakili grafik fungsi di atas..1 berikut..4) (2.2 Pasangan Titik pada Fungsi f ( x) = x x y=f(x) (x. |3| = 3 |–3| = 3 |–2| = 2 –3 –2 –1 0 1 2 3 4 |x| = x –x . kita tuliskan dengan x ∈ R. jika x < 0 4 4 (4.2) –1 1 (–1.1 Nilai Mutlak Nilai Negatif –2 –3 –4 –5 Nilai Mutlak 2 3 4 5 0 2 3 5 Nilai Mutlak Dari ilustrasi dan tabel di atas. –1 0 0 1 1 2 2 .1) 2 2 jika x ≥ 0 .2) 50 Buku Guru Kelas X . x x Gambar 2.

Buatlah tabel untuk menunjukkan pasangan titik-titik yang mewakili grafik tersebut. –1 ..2) 1 . dengan langkah– Gambar 2. . Buatlah tabel untuk menunjukkan pasangan titik-titik yang mewakilimempelajari nilai mutlak dalam kehidupan sehari-hari. y) -3 5 (-3.. 0 2 (0... .... Ajukan kasus berikut untuk lebih mendalami grafik tersebut.. Letakkanlah titik – titik yang kamu peroleh pada tabel di atas. 2 . Tabel 2. pada bidang koordinat Gambarkan grafik f ( x) =kartesius... x − 2 yang menyatakan besar simpangan pada titik x = 2.... -1 .4: Grafik y = f(x)=|x| ♦ Motivasi siswa secara internal melalui menunjukkan kebergunaan Langkah 1. .. ... materi. Langkah 1.2) BUKU PEGANGAN SISWA 48 Matematika 51 . .. dengan langkah-langkah berikut. y ( x. . dengan langkah-langkah berikut. mari kita bersama-sama menentukan grafik f ( x)  x  2 . 3 .y) –3 5 (–3.3 Pasangan Titik pada Fungsi f ( x) = x − 2 x y (x.. disajikan dalam koordinat kartesius sebagai berikut. .3 Grafik f ( x)  x  2 dari berbagai kemungkinan nilai bilangan riel.4: Grafik y = ( ) | | Gambar 2.2) Contoh 2.. ♦ Meminta siswa melengkapi tabel yang ada pada buku siswa seperti yang tertera pada tabel di bawah ini. 4 2 (4. y x Berdasarkan definisi dan gambar grafik di atas dapat kita simpulkan bahwa harga |x| Latihan 1 pada dasarnya menyatakan besar simpangan dari titik x = 0.....5) –2 .5) -2 . mari kita buat grafik f ( x) = x − 2 .1 tabel di atas! Lengkapilah Langkah 2. 0 2 (0. Sekarang... .2) 1 ........ .. 4 2 (4. Titik-titik yang kita peroleh pada tabel.. Sekarang...... 3 . x langkah berikut. Selanjutnya minta siswa menggambarkan grafik fungsi f ( x) = x − 2 . . Beri kesempatan pada siswa menganalisis masalah dan makna nilai mutlak Tabel 2.. 2 .

5 Titik Grafik f(x) = |x–2| Langkah 3. mari kita hubungan antara0|x| dengan 2 22 x x 3 pada tabel berikut. Dapatkah kamu beri kesimpulan? x -3 -2 -1 0 3 f (1x) = x 2− p terhadap sumbu x. Letakkanlah titik-titik yang kamu peroleh pada Tabel 2. berdasarkan . Gambar 2. dengan 52 Guru menjelaskan kepada siswa hubungan antara x2 Buku Guru Kelas X tabel di atas.1 Perhatikan gambar grafik dan grafik. Hubungkanlah titik – titik yang sudah kamu letakkan di bidang koordinat tersebut sesuai dengan urutan nilai x. x 3 2 1 0 1 2 3 3 2 1 1 x amati Selanjutnya. Latihan 2 Latihan 2. Hubungkanlah titik-titik yang sudah kamu letakkan di koordinat tersebut sesuai dengan urutan nilai x. 2 2 Selanjutnya.6 Titik Grafik f(x) = |x–2| Langkah 3.5 Hubungan x dan x Lihatlah penyimpangan grafik terhadap sumbu x. Bagaimana dengan penyimpangan pada grafik 9 4 1 0 1 4 9 x untuk p bilangan real. y x Gambar 2.Lengkapilah tabel di atas! Langkah 2. Lihatlah penyimpangan grafik terhadap sumbu x.3 pada koordinat kartesius. mari kita amati hubungan antara x dengan x 2 pada tabel berikut. Minta siswa menarik kesimpulan? Bagaimana dengan penyimpangan pada grafik f ( x)  x  p ? Perhatikan grafik f ( x) = x − 2 Tabel 2.

dia membelanjakan uangnya Rp4.. Pada hari Senin. ≥≥ . dapatkah anda berikan pendefinisian berikut..000.. . . . Masalah-2.00.2 Dari definisi nilai mutlak yang kita berikan.. Matematika 53 .. . ..2 Andi dalam tiga hari berturut-turut membelanjakan uangnya untuk membeli 1 1 1 2 3 keperluan sekolah. jika .000. ..... jika Cobalah mendiskusikannya dengan temanmu! 2. .2 berikut. Beri kesempatan pada siswa bertanya dan mengajukan ide-ide secara bebas dan terbuka. Sementara uang yang dibelanjakan 1 1 1 2 3 pada hari Selasa hanya dari belanjaan hari Senin. Sekarang dia masih memiliki 2 3 4 3 4 uang sisa belanjaan sebanyak Rp1... Arahkan siswa belajar dalam kelompok! Beri bantuan bagi siswa atau kelompok yang mengalami masalah..Tabel 2. .. jika ax ax ++ bb==  << jika ....4 Hubungan |x| dan x x 2 x2 1 1 1 1 2 4 2 2 3 9 3 3 –3 9 3 3 –2 4 2 2 –1 1 1 1 0 0 0 0 |x| x2 Dapatkah kamu mengambil kesimpulan hubungan antara |x| dengan tabel di atas? x 2 berdasarkan Latihan 2... Pada hari Minggu dia menghabiskan dari uang yang 2 3 4 3 4 dimilikinya. ...00 lebih sedikit dari uang yang dia belanjakan hari Minggu.. Persamaan Linear ♦ Orientasi siswa pada Masalah-1...

0 000 + − + 1.000 + 6. 1 1 1 1 1 2 3 3 4 Belanja hari Selasa = × belanja hari Senin. Penyelesaian Marilah kita bersama-sama menyelesaikan permasalahan ini.Dapatkah kamu membuat model dari kasus permasalahan tersebut? Buatlah model tersebut. 5 6 2 3 4 3 4 2 3 Belanja hari Senin = Rp4.00 lebih sedikit dari belanja hari Minggu.000 Dengan demikian uang Andi mula-mula adalah Rp 26.000 (kalikan kedua ruas dengan 6).000  + 1.000. • Tentukan berapa uang Andi sebelum dibelanjakan.00. apakah kamu dapat menentukan uang Andi sebelum dibelanjakan? Diketahui: 1 1 1 1 1 2 3 3 4 Belanja hari Minggu = × jumlah uangnya. Misal banyak uang Andi = x Dari yang diketahui diperoleh 1 1 1 1 1 2 3 3 4 Belanja hari Minggu = x 5 6 2 3 4 3 4 2 3 1 1 1 1 1 2 3 3 4 Belanja hari Senin = x – 4000 5 6 2 3 4 3 4 2 3 1 x  Belanja hari Selasa =  − 4. yaitu: Uang Andi = jumlah uang yang dibelanjakan + sisa uang sehingga penyelesaian permasalahan ini.000  3 2  Kita buat sebuah persamaan dari kasus ini.000 = 7x – 26.000 x x = + − 4. 54 Buku Guru Kelas X . 2 2 6 3 6x = 3x + 3x – 24.000   3 2 2 2 x 4.000 + x – 8. 5 6 2 3 4 3 4 2 3 Ditanya: • Buatlah model matematika dari permasalahan di atas.000  +  − 4.000.000 x = 26. adalah: x  x   1 x x =   +  − 4.

Nenek berusia 20 tahun. memberi kesempatan bertanya terhadap hambatan yang dialami. selisih umur mereka 3 tahun. Organisasikan siswa belajar dalam kelompok.♦ Rancang lembar aktivitas siswa dalam memecahkan masalah 2. tetapi mereka tidak pernah mengetahui tanggal lahirnya.3. kemungkinan tahun lahir nenek dan kakek adalah 1936 dan 1933. ujilah pemahaman siswa atas berbagai proses penyelesaian masalah. Guru dapat memberikan bantuan ketika siswa mengalami masalah. Matematika 55 . berkeliling mencermati berbagai kesulitan yang dialami siswa. Masalah-2. Beri kesempatan pada siswa memikirkan penyelesaian masalah. Untuk pembuatan KTP. Selanjutnya kita mendapatkan konsep mencari dugaan tahun lahir mereka dengan: Tahun lahir + Usia = Tahun sekarang sehingga dugaan tahun lahir mereka adalah: TN + 77 = 2013 atau TN = 1936 TK + 80 = 2013 atau TK = 1933 Dengan demikian. Dapatkah kamu membuat persamaan linear dari persoalan di atas? Dapatkah kita ketahui tahun lahir mereka? Diketahui: Umur kakek – umur nenek = 3 Misalkan: Umur kakek = K Umur nenek = N Tahun lahir kakek = TK Tahun lahir nenek = TN K – N = 3. kakek dan nenek tersebut belum memiliki KTP. Amatilah mereka bekerja. tetapi melalui contoh-contoh analogi.3 Di sebuah desa. Berilah bantuan pada siswa yang mengalami kesulitan. terdapat sepasang manula yang tinggal di rumah tua. mengingatkan kembali pengetahuan yang telah dimiliki siswa. ♦ Beri kesempatan pada siswa mencoba menyelesaikan kasus 4. yaitu 11 tahun setelah proklamasi. Pada saat sensus penduduk awal tahun 2013. Mereka hanya mengingat bahwa saat menikah. yaitu 11 tahun sesudah proklamasi 1945. Saat itu nenek berusia 20 tahun. kakek dan nenek diminta data tanggal lahir mereka. Jika sekarang awal tahun 2013 maka usia nenek adalah: N = (20 – 11) + (2013 – 1945) atau N = 77 tahun sehingga dengan K – N = 3 membuat K = 80 tahun.

umur ayah adalah 27 tahun lebihnya dari 1/5 umurnya pada 7 tahun yang lalu. Misalkan umur ayah sekarang adalah x tahun. Sekarang. umur ayah adalah 6 tahun lebihnya dari 1/2 kali umurnya 7 tahun yang lalu. Sekarang. umur ayah saat ini adalah 32 tahun. Model yang telah diperoleh.Masalah-2. 56 Buku Guru Kelas X . Diskusi Coba anda teliti kasus berikut! Dapatkah kamu menjawab dan memberi komentar. Apakah kamu dapat menentukan umur ayah saat ini? Tentukanlah nilai c pada kasus tersebut! Alternatif Penyelesaian 1. (c adalah bilangan bulat positif). 2. 2 atau x − 4 = ( x + c) 3 Umur ayah sekarang 27 tahun lebihnya dari 1/5 kali umurnya pada 7 tahun yang lalu.4 Umur ayah 4 tahun yang lalu adalah 2/3 kali umur ayah pada c tahun yang akan datang. kita selesaikan sebagai berikut: 1 1 1 2 3 x – 4 = (x + c) ⇔ x = 2c + 12 (notasi ⇔ dibaca jika dan hanya jika) 2 3 4 3 4 1 x = (x + 7) + 27 5 ⇔ 4x – 128= 0 ⇔ x = 32 Kita substitusi x = 32 ke x = 2c + 12 Diperoleh 32 = 2c + 12 atau c = 10 Jadi. Berdasarkan informasi masalah di atas. dapat dituliskan Umur ayah 4 tahun yang lalu 2/3 kali umur ayah pada c tahun yang akan datang. apakah kasus berikut logis? Umur Ayah 5 tahun yang lalu adalah 2/3 kali umurnya pada c tahun yang akan datang. 1 Artinya: x = ( x − 7) + 27 5 3.

y: variabel a : koefisien dari x b : koefisien dari y c : konstanta persamaan Contoh 2. sebagai berikut. Diberikan persamaan linear x – 4y = 12. y ∈ R. bentuk umum dari persamaan linear satu variabel dan dua variabel.Ketiga permasalahan di atas adalah sebuah pemahaman konsep dari bentuk persamaan linear satu variabel dan dua variabel. dimana x : variabel a : koefisien dari x b : konstanta Definisi 2.2 Persamaan linear satu variabel adalah persamaan yang didefinisikan ax + b = 0 dengan a. Secara induktif. dimana x. a dan b tidak keduanya nol. dan meminta siswa mengisi tabel di atas untuk mendapatkan titik-titik yang dilalui grafik persamaan x – 4y = 12. y) yang memenuhi persamaan tersebut? Matematika 57 . Berapa banyak pasangan (x. b ∈ R. untuk setiap x. b ∈ R dan a ≠ 0.3 Persamaan linear dua variabel adalah persamaan yang didefinisikan ax + by + c = 0 dengan a.2 1. Gambarkanlah grafiknya! Penyelesaian Pertama-tama kita tentukan nilai x dan y yang memenuhi persamaan x – 4y = 12 dan kita buat pada tabel berikut. ♦ Arahkan siswa berdiskusi dengan temanya satu kelompok. Definisi 2.

….7 Grafik x – 4y = 12 Contoh 2. 2 3 4 3 4 Dari data pasangan titik sebagai anggota himpunan penyelesaian persamaan. dapat kita gambarkan grafik x – 4y = 12 pada sumbu koordinat dengan menggunakan pasangan (x. untuk setiap x ∈ R. khususnya diketahui bahwa grafik x – 4y = 12 ini memotong sumbu x pada titik (12.(13.(16. ) (16.Tabel 2. Gambar 2.5 Pasangan titik (x.(12.1).0). 0) serta memotong sumbu y pada titik (0. 58 Buku Guru Kelas X . Gambarlah grafik persamaan linear tersebut! Penyelesaian Pertama-tama kita tentukan nilai x dan y yang memenuhi persamaan y = 3x – 4 dan kita buat pada tabel berikut. –3).3 Diberikan persamaan linear y = 3x – 4.}.y) yang memenuhi persamaan x – 4y = 12 adalah tak hingga banyaknya.y) untuk grafik x – 4y = 12 x y (x.y) 0 –3 (0. yaitu 1 1 1 2 3 HP = {(0. y) tersebut.1) 2 3 4 3 4 Dari data Tabel 2.0) 13 1 1 1 2 3 2 3 4 3 4 16 1 … … … … … … … … … 1 1 1 2 3 (13.5 dapat dinyatakan bahwa pasangan (x.–3) 12 0 (12.–3). ).

.–13). dapat 4 dikatakan bahwa grafik y = 3x – 4 memotong sumbu x pada titik ( . b..-7).0) …. y) yang memenuhi persamaan linear tersebut. –4) 4 3 0 4   3 . –10) –1 –7 (–1.–4). Dari data Tabel 2. y) yang memenuhi persamaan y = 3x – 4 adalah tak hingga banyaknya.}.8 Grafik y = 3x – 4 Definisi 2. Himpunan penyelesaian persamaan linear ax + by = c adalah himpunan semua pasangan (x.6 Pasangan titik (x.6 dapat dinyatakan bahwa pasangan (x. y) tersebut.y) –4 –16 (–4. Gambar 2. yaitu 4 HP = {(–4. Matematika 59 .y) untuk grafik y = 3x – 4 x y (x.–16).(–3. –16) –3 –13 (–3.(–1.Tabel 2. 3 Dari data pasangan titik sebagai anggota himpunan penyelesaian. –4).( .–10)..0) dan memotong 3 sumbu y pada titik (0.(0. –7) 0 –4 (0. Selanjutnya kita gambarkan grafik y = 3x – 4 pada koordinat kartesius dengan menggunakan pasangan nilai (x.0    .(–2..–13) –2 –10 (–2. b keduanya tidak nol. … .4 Misalkan a. dan c bilangan real dan a.

SEHAT. Tentukan nilai terendah Tes Keterampilannya agar ia dapat diterima di rumah sakit tersebut. dan Tes Wawancara=85. 1. akibat menghisap satu batang rokok akan mengurangi waktu hidup seseorang selama 5. Ahli kesehatan merilis informasi bahwa. yaitu tes tertulis. seorang calon suster akan menjalani tes sebanyak 4 kali. Dapatkah sebuah persamaan linear dua variabel tidak memiliki anggota himpunan penyelesaian? Beri contoh persamaannya! Uji Kompetensi 2.3. tes ketrampilan.Diskusi Berdasarkan Definisi-2. psikotes. 5x – 3y=7 1 1 1 2 3 b. Perhatikan grafik di bawah ini! 3. dan wawancara dengan perbandingan hasil tes berturut-turut adalah 4 : 3 : 2 : 1. tentukanlah persamaan linear yang memenuhi pasangan titik-titik tersebut.1 1. Total nilai tes tidak boleh kurang dari 793. Psikotes =78. Dapatkah sebuah persamaan linear dua variabel memiliki anggota himpunan penyelesaian adalah tepat satu atau penyelesaian tunggal? Beri contoh persamaanya! 2.5 menit. 60 Buku Guru Kelas X . y–4x–1=0 2 3 4 3 4 1 1 1 2 3 c. Windy adalah seorang calon suster yang telah mengikuti tes dengan hasil sebagai berikut: Tes Tertulis= 75. berdiskusilah dengan temanmu satu kelompok untuk menjawab beberapa pertanyaan berikut. Berapa umur remaja tersebut yang berkurang sampai dia berumur 40 tahun? 2. Salah satu penyakit sosial remaja sekarang ini adalah merokok. Untuk dapat diterima sebagai suster di RS. y = –5x 2 3 4 3 4 4. Tentukanlah himpunan penyelesaian untuk setiap persamaan linear berikut ini! a. Dari pasangan titik-titik yang diberikan. Seorang remaja mulai merokok 1 (satu) batang rokok perhari sejak umur 15 tahun.

Buat laporan hasil kegiatanmu dan paparkan di depan kelas. Jika orang tersebut sudah memiliki berat badan 80 kg dan yang akan dikontrol adalah tinggi badan dengan melakukan suatu terapi tertentu.5. persamaan linear dua variabel memiliki dua koefisien dan satu konstanta. Berat astronot dan pesawatnya ketika mendarat di bulan tidak boleh melebihi 200 kg. 7. Ataukah walaupun banyak. berapa berat badan maksimal supaya tergolong berat badan normal? b. tentukan batas tinggi badan agar digolongkan dalam katagori kelebihan berat badan. Berat pesawat di bumi 900 kg dan berat benda di bulan 1/6 dari berat benda di bumi. Apakah ini berarti ada beberapa persamaan linear dua variabel berbeda yang melalui dua titik yang sama. Ia menggunakan indeks berat badannya dengan rumus I = W/h². Padahal. Selidiki apa implikasi dari kenyataan ini. Tentukan berat maksimum astronot di bumi! 6. Jika tinggi badan orang tersebut 175 cm. Seorang penderita diabetes sedang mengontrol berat badannya. Misal. selidiki apakah hanya ada satu persamaan linear dua variabel yang melalui dua titik yang sama. semua persamaan linear dua variabel melalui dua titik yang sama sebenarnya adalah sama. dan h adalah tinggi badan (meter). Gambarkanlah grafik g(x) = |2x–1| untuk 1 < x < 10! • Projek Perhatikan bahwa persamaan linear dua variabel dapat dibuat grafiknya asal diketahui dua titik yang dilaluinya. Matematika 61 . Nilai I yang dimiliki setiap orang memiliki arti sebagai berikut. dengan W adalah berat badan (kg). • 25 < I berarti berat badan normal • 25 < I < 30 berarti kelebihan berat badan 30 < I < 35 berarti obesitas ringan • 35 < I < 40 berarti obesitas sedang • 40 < I berarti obesitas kronis a.

Dari sketsa di atas. Karena perubahan debit air tersebut bernilai q maka |x – p| = q. 62 Buku Guru Kelas X . Masalah-2. tampak jelas bahwa penurunan minimum debit air adalah (p – q) liter/detik dan peningkatan maksimum debit air adalah (p + q) liter/detik. Sehingga diperoleh x = p + q atau x = p – q. Tunjukkanlah sketsa penurunan minimum dan peningkatan maksimum debit air sungai tersebut! Gambar 2. Memunculkan keingintahuan siswa kebergunaan materi nilai mutlak dan persamaan linear terkait debit air. Aplikasi Nilai Mutlak pada Persamaan Linear ♦ Motivasi siswa belajar nilai mutlak kaitannya dengan persamaan linier. Perubahan debit pada cuaca tidak normal adalah sebesar q liter/detik.9 Sungai Alternatif Penyelesaian Telah kamu ketahui bahwa penyimpangan dari suatu nilai tertentu dapat dinyatakan dengan harga mutlak. Selanjutnya kamu akan menyelesaikan penerapan konsep nilai mutlak tersebut ke persamaan linier.3.5 Sungai Bengawan Solo sering meluap pada musim hujan dan kering dimusim kemarau. Misalkan debit air sungai = x Simpangan x terhadap nilai pada cuaca normal = |x – p|. Jika debit air sungai tersebut adalah p liter/detik pada cuaca normal. Kamu diharapkan mampu memahami aplikasi kedua konsep tersebut. Kamu telah menerima pemahaman lewat pengamatan terhadap beberapa kasus pada nilai mutlak dan persamaan linear satu dan dua variabel.

4. Umur bibi satu tahun lebih muda dari ayah B – 1 = A atau B < A Dengan mengamati pola di atas. dan bibi lebih tua dibanding ibu. paman. I < B. lowongan kerja mensyaratkan pelamar dengan batas usia tertentu. Perhatikan masalah berikut! Masalah-2. Sementara umur bibinya hanya satu tahun lebih tua dari umur ibunya tetapi satu tahun lebih muda dari umur ayahnya. Budi berencana mengurutkan umur antara ayah. diperoleh informasi sebagai berikut. dan B < A. Contohnya. Urutan umur mereka mulai dari tertua ke termuda adalah P > A > B > I. dan batas berat bersih suatu kendaraan yang diperbolehkan oleh dinas angkutan umum. Pertidaksamaan Linear Dalam kehidupan sehari-hari. banyak kita jumpai kasus yang melibatkan pembatasan suatu hal. Ayah lebih tua dari ibu A > I atau I < A c. ibu. a. dan bibinya berdasarkan umur mereka yang lebih tua. Sehingga kesimpulan adalah paman lebih tua dibanding ayah. Matematika 63 . Umur bibi hanya satu tahun lebih tua dari umur ibu B + 1 = I atau B > I d. I < A. batas nilai cukup seorang pelajar agar dinyatakan lulus dari ujian.6 Ayah Budi lebih muda dibanding pamannya tetapi lebih tua dari ibunya. yaitu A < P. Dapatkah kamu membantu Budi dalam mengatasi permasalahan tersebut? Alternatif Penyelesaian Pertama sekali didefinisikan variabel-variabelnya sebagai berikut: Umur ayah = A Umur ibu = I Umur paman = P Umur bibi = B Dari penjelasan permasalahan di atas. Ayah lebih muda dibanding paman A<P b. ayah lebih tua dibanding bibi.

dan Pak Doni gemar memancing.05 dengan menggunakan kesetaraan x = x 2 Buku Guru Kelas X .05 m oleh pengaruh-pengaruh perubahan arah tersebut? Alternatif Penyelesaian Lintasan peluru seharusnya 2y – x – 0. Pak Yusuf.5x + 0. dapatkah kamu menentukan urutan mereka berdasarkan banyak ikan yang mereka tangkap? Dalam metode kasus dijelaskan variabel yang dipergunakan. hubungan antar variabel berdasarkan informasi yang ada.33) – (0.7 Seorang tentara melakukan latihan menembak di sebuah daerah kosong warga sipil. Banyak ikan yang ditangkap Pak Anto ternyata lebih daripada banyak ikan yang ditangkap Pak Yusuf. Berdasarkan cerita di atas. Dia berencana menembak obyek yang telah ditentukan di sebuah perbukitan.10 Tentara menembak sehingga kemung-kinan lintasan peluru dapat berubah menjadi y – 0. Kenyataannya y – 0. Masalah-2. Walaupun banyak ikan yang ditangkap Pak Anto dikali dua. Sehingga diperoleh |(0. 02) 2 ≤ 0. maka pola lintasan peluru yang mengarah ke objek diperkirakan memenuhi persamaan 2y – x – 0. 025 x − 0.Diskusi Meminta siswa mendiskusikan masalah urutan berikut dengan menggunakan metodenya sendiri! Pak Anto. setelah mereka selesai memancing.05 ⇔ 64 (0.02| ≤ 0.475x + 0.66 = 0. Suatu hari. Jika x = 0 adalah posisi diam tentara tersebut.35)| ≤ 0. Kecepatan angin dan hentakan senjata akan mempengaruhi pergerakan peluru Gambar 2. juga masih lebih sedikit dibanding dengan tangkapan Pak Yusuf dan Pak Doni.025x – 0. dan kesimpulan yang kamu ambil berdasarkan hubungan-hubungan tersebut. Simpangan antara keduanya dapat dinyatakan sebagai selisih harga mutlak.35 = 0. Mereka selalu memancing ikan di sungai setiap Sabtu.475x – 0.05 ⇔ |0. Pada jarak berapakah lintasan peluru akan menyimpang 0.475x – 0. mereka menghitung banyak ikan yang mereka dapatkan masing-masing.35 = 0.66 = 0.

⇔ (0,025x – 0,02)2 ≤ (0,05)2 ⇔ (0,025x – 0,02)2 – (0,05)2 ≤ 0 ⇔ [0,025x + 0,03][0,025x – 0,07] ≤ 0 Nilai pembuat nol adalah x = –1,2 atau x = 2,8 Selang nilai x yang membuat pertidaksamaan bernilai negatif adalah –1.2 ≤ x ≤ 2,8, tetapi karena x = 0 adalah posisi diam tentara atau posisi awal peluru, maka lintasan peluru haruslah pada interval x ≥ 0. Dengan demikian, interval –1,2 ≤ x ≤ 2,8 akan kita iriskan kembali dengan x ≥ 0 seperti berikut.

{x|0 ≤ x ≤ 2,8} Jadi, penyimpangan lintasan peluru akibat pengaruh kecepatan angin dan hentakan senjata sebesar 0,05 m terjadi sejauh 2,8 m dari posisi awal. Permasalah di atas dapat dinyatakan dengan grafik sebagai berikut.

Gambar 2.11 Lintasan Peluru

Dari Gambar 2,11, jelas kita lihat bahwa grafik lintasan peluru yang diprediksi mengalami penyimpangan (garis putus-putus). Penyimpangan sejauh 0,05 m akan terjadi sampai x = 2,8 m.

Matematika

65

Contoh 2.4
Selesaikanlah pertidaksamaan berikut dengan metode umum |2x + 1| ≥ |x –3|! Penyelesaian Langkah 1: Ingat bahwa x = x 2 sehingga: 2x + 1 ≥ x − 3 ⇔

( 2 x + 1) ≥ ( x − 3) 2 2 ⇔ ( 2 x + 1) ≥ ( x − 3)
2

2

⇔ 4 x2 + 4 x + 1 ≥ x2 − 6 x + 9 ⇔ 3 x 2 + 10 x − 8 ≥ 0 ⇔ ( 3x − 2 ) ( x + 4 ) ≥ 0

( bentuk kuadrat )

Langkah 2: Menentukan pembuat nol. x= 2 atau x = −4 3

Langkah 3: Letakkan pembuat nol dan tanda pada garis bilangan Langkah 4: Menentukan interval penyelesaian. Dalam hal ini, interval penyelesaian merupakan selang nilai x yang membuat pertidaksamaan bernilai positif, sesuai dengan tanda pertidaksamaan pada soal di atas. Dengan demikian arsiran pada interval di bawah ini adalah interval penyelesaian pertidaksamaan tersebut.

Langkah 5: Menuliskan kembali interval penyelesaian 2  HP =  x x ≤ −4 atau x ≥  3  Permasalahan di atas dapat diselidiki dengan memperlihatkan grafik y = |2x + 1| dan grafik y = |x + 3|, untuk setiap x ∈ R. Berdasarkan grafik pada Gambar 2.4, kita memperoleh grafik sebagai berikut. 66
Buku Guru Kelas X

f(x) = |2x + 1| f(x) = |x – 3|

1 1 1 2 3 2 3 4 3 4

Gambar 2.12 Grafik f(x) = |2x + 1| dan f(x) = |x + 3|

Pertidaksamaan |2x + 1| ≥ |x – 3| dapat dilihat sebagai grafik fungsi f(x) = |2x + 1| berada di atas grafik f(x) = |x – 3|. Dari Gambar 2.11 terlihat bahwa pernyataan itu 2   benar untuk nilai x dalam himpunan  x | x ≤ −4 atau x ≥ , x ∈ R  . Coba gambar 3   sendiri lanjutan kurvanya.

5. Aplikasi Nilai Mutlak pada Pertidaksamaan Linear Selanjutnya kita akan mengaplikasikan konsep nilai mutlak ke pertidaksamaan linier, dengan memahami dan meneliti kasus-kasus berikut.

Masalah-2.8
Seorang bayi lahir prematur di sebuah Rumah Sakit Ibu dan Anak dengan berat badan 2.200 gram. Untuk mengatur suhu tubuh bayi tetap stabil, maka harus diinkubator selama beberapa hari. Suhu inkubator harus dipertahankan berkisar antara 32OC hingga 35OC selama 2 hari. Ternyata jika berat badan berada pada interval BB: 2.100–2.500 gram, maka suhu inkubator yang harus dipertahankan adalah 34OC. Jika pengaruh Gambar 2.13 Inkubator suhu ruangan membuat suhu inkubator menyimpang sebesar 0.2OC maka hitunglah interval perubahan suhu inkubator!

Matematika

67

Alternatif Penyelesaian Pada kasus bayi ini, kita sudah mendapatkan data dan suhu inkubator yang harus dipertahankan selama 1–2 hari semenjak kelahiran adalah 34°C. Misalkan T adalah segala kemungkinan perubahan suhu inkubator akibat pengaruh suhu ruangan, dengan perubahan yang diharapkan sebesar 0.2OC, maka nilai mutlak suhu tersebut dapat kita modelkan, sebagai berikut: |T – 34OC| ≤ 0,2OC Kasus ini dapat kita selesaikan melalui cara berikut. Cara I. (Dengan mengamati sketsa)
0,2°C 0,2°C ... 33,8°C ... 33,9°C ... 34°C ... 34,1°C ... 34,2°C ... Gambar 2.14 Interval perubahan suhu

sehingga interval kenaikan suhu inkubator adalah interval T |33,8OC ≤ T ≤ 34,2OC}. Cara II. (Secara Aljabar) Dengan mengingat bahwa T = T 2 maka: |T – 34OC| ≤ 0,2OC ⇔ (T − 34∞ C) 2 ≤ 0.2∞ C (kuadratkan) O 2 O ⇔ (T – 34 C) ≤ (0,2 C)2 ⇔ (T – 34OC)2 – (0,2OC)2 ≤ 0 ⇔ [(T – 34OC) – (0,2OC)] [(T – 34OC) + (0,2OC)] ≤ 0 ⇔ [T – 34,2OC] [T – 33,8OC] ≤ 0 Nilai pembuat nol adalah T = 34,2OC atau T = 33,8OC
33,8°C 34,2°C

{T |33,8OC ≤ T ≤ 34,2OC}

68

Buku Guru Kelas X

Uji Kompetensi 2.2
Selesaikan soal-soal berikut. x 1. Sketsalah grafik y = − 2 + 6, un3 tuk setiap nilai x bilangan real dengan terlebih dahulu menampilkan pasangan titik-titik yang dilalui grafik tersebut.
x y (x,y) 3 7 (3,7) 4 ... ... 5 ... ... 6 6 (6,6) 7 ... ... 8 ... ... 9 7 (9,7) 10 ... ...

4. Buktikan: a. |a + b| ≤ |a| + |b| b. |a – b| ≤ |a| + |b| 5. Buktikan bahwa grafik persamaan linear dua variabel adalah garis lurus! 6. Gambarkanlah semua titik (x,y) pada bidang yang memenuhi |x + y| + |x – y| = 2. 7. Gambarkanlah himpunan penyelesaian ketaksamaan linear berikut ini, dalam bentuk diagram garis! a. 4 < |x + 2| + |x –1| < 5 b. |x – 2| ≤ |x +1| Pilihlah jawaban yang benar. x − 1 ax 8. Pertidaksamaan 2 x − a < + 2 3 mempunyai penyelesaian x > 5. Nilai a adalah ... (A) 2 (B) 3 (C) 4 (D) 5 (E) 6 9. Semua nilai x yang memenuhi 0 < |x – 3| ≤ 3 adalah ... (A) {x|0 < x < 3 atau 3 < x ≤ 6, x ∈ R} (B) {x|0 ≤ x < 3 atau 3 < x ≤ 6, x ∈ R} (C) {x|0 ≤ x ≤ 3 atau 3 < x ≤ 6, x ∈ R} (D) {x|0 ≤ x ≤ 3 atau 3 < x < 6, x ∈ R} (E) {x|0 < x < 3 atau 3 < x <6, x ∈ R}

2. Seekor burung camar laut terbang pada ketinggian 17 meter melihat ikan pada jarak 25 meter sehingga ia terbang menukik ke permukaan laut dan menyelam sejauh 3 meter dan langsung bergerak kembali ke permukaan dan langsung terbang kembali seperti gambar.

Jika kita asumsikan permukaan laut sebagai sumbu x maka fungsi pergerakan burung tersebut adalah f(x) = |x – a| + b dengan a, b, dan x adalah bilangan real. Tentukanlah nilai a dan b tersebut! 3. Buktikan: a. |x2| = x2 b. |x2 – 2x + 1| = x2 – 2x + 1 Petunjuk: x = x 2

Matematika

69

10. Himpunan penyelesaian dari |3x + 2| > 5 adalah ... 1 1 1 2 3 (A) {x|x < – atau x > 0, x ∈ R} 2 3 4 3 4 7 (B) {x|x< – atau x > 1, x ∈ R} 3 (C) {x|x < –1 atau x > 1, x ∈ R} 1 1 1 2 3 (D) {x|x < – atau x > 1, x ∈ R} 2 3 4 3 4 1 1 1 2 3 (E) {x|x < – atau x > 0, x ∈ R} 2 3 4 3 4

Projek
Dalam kehidupan sehari-hari terdapat banyak besaran-besaran yang nilainya dinyatakan dalam persamaan linear. Misalkan saja besar tagihan telepon terhadap pemakaian. • Dapatkan informasi tentang besaran-besaran yang nilainya dinyatakan dengan persamaan linear dan bagaimana bentuk persamaan linear tersebut. • Demikian juga dengan nilai mutlak. Ketelitian selalu dinyatakan dengan nilai mutlak, karena ketelitian tidak memperhatikan apakah penyimpangan pada nilai sebenarnya adalah positif atau negatif. Dengan kata lain, penyimpangan sebesar –0,05 adalah sama tidak telitinya dengan penyimpangan sebesar 0,05. • Dapatkan informasi tentang pengguanan nilai mutlak dalam kehidupan sehari-hari yang kamu jumpai. • Buat laporan tentang hasil pencarian dan pengkajianmu serta paparkan hasilnya di depan kelas. Akan lebih menarik apabila kamu juga membandingkan beberapa alternatif pembayaran yang ditawarkan oleh penyedia jasa (misalnya: telepon, listrik) untuk menentukan alternatif mana yang paling menguntungkan sesuai dengan penggunaan.

70

Buku Guru Kelas X

D. PENUTUP
Setelah kita membahas materi persamaan dan pertidaksamaan linear, maka dapat diambil berbagai simpulan sebagai acuan untuk mendalami materi yang sama pada jenjang yang lebih tinggi dan mempelajari bahasan berikutnya. Beberapa simpulan disajikan sebagai berikut. 1. Nilai mutlak dari sebuah bilangan adalah positif. Hal ini sama dengan akar dari

2.

3.

4.

5.

6.

0 sebuah bilangan selalu positif. Misal a ∈ R, maka a 2 = a = { −aa,, aa ≥ < 0 . Dengan demikian grafik fungsi nilai mutlak selalu berada di atas sumbu x. Persamaan dan pertidaksamaan linear dapat diperoleh dari persamaan atau fungsi nilai mutlak yang diberikan. Misalnya, jika diketahui |ax + b| = c, untuk a, b, c ∈ R, maka menurut definisi nilai mutlak diperoleh persamaan ax + b = c. Demikian juga untuk pertidaksamaan linear. Bentuk umum dari persamaan linear dinyatakan: a1x1 + a2x2 + a3x3 + ... + anxn = 0 dengan setiap koefisien dan variabelnya merupakan bilangan-bilangan real. Jika a2 = a3 = ... = an = 0, maka diperoleh persamaan linear satu variabel dan apabila a3 = a4 = ... = an = 0, maka diperoleh persamaan linear dua variabel. Pertidaksamaan linear adalah suatu kalimat terbuka yang menggunakan pertidaksamaan <, ≤, >, dan ≥. Misal a1x1 + a2x2 + a3x3 + ... + anxn > 0 dengan setiap koefisien dan variabelnya merupakan bilangan-bilangan real. Jika a2 = a3 = ... = an = 0, maka ditemukan pertidaksamaan linear satu variabel dan apabila a3 = a4 = ... = an =0, maka diperoleh pertidaksamaan linear dua variabel. Himpunan penyelesaian suatu persamaan dan pertidaksamaan linear adalah suatu himpunan yang anggotanya nilai variabel yang memenuhi persamaan atau pertidaksamaan tersebut. Banyak anggota himpunan penyelesaiannya sebuah persamaaan linear dapat (1) tepat satu, (2) lebih dari satu (berhingga atau tak berhingga banyak penyelesaian), atau (3) tidak punya penyelesaian. Grafik persamaan linear satu atau dua variabel adalah sebuah garis lurus yang mungkin memotong sumbu x dan sumbu y atau tidak memotong sumbu x tetapi memotong sumbu y atau hanya memotong sumbu y.

Konsep dan sifat-sifat persamaan dan pertidaksamaan linear telah kita temukan dan kita terapkan dalam penyelesaian masalah kehidupan dan penyelesaian masalah matematika. Penguasaan kamu terhadap berbagai konsep dan sifat-sifat persamaan dan pertidaksamaan linear adalah syarat perlu untuk mempelajari bahasan sistem persamaan linear dua variabel dan tiga variabel serta sistem pertidaksamaan linear dengan dua variabel. Kita akan temukan konsep dan berbagai sifat sistem persamaan
Matematika

71

linear dua dan tiga variabel melalui penyelesaian masalah nyata yang sangat bermanfaat bagi dunia kerja dan kehidupan kita. Persamaan dan pertidaksamaan linear memiliki himpunan penyelesaian demikian juga sistem persamaan dan pertidaksamaan linear. Pada bahasan sistem persamaan linear dua dan tiga variabel, kamu pelajari berbagai metode penyelesainya untuk menentukan himpunan penyelesaian sistem persamaan dan pertidaksamaan tersebut. Seluru konsep dan aturan-aturan yang kita temukan diaplikasikan dalam penyelesaian masalah yang menuntut kamu berpikir kreatif, tangguh menghadapi masalah, mengajukan ide-ide secara bebas dan terbuka, baik terhadap teman maupun terhadap guru.

72

Buku Guru Kelas X

Bab

Sistem Persamaan dan Pertidaksamaan Linear
A. KOMPETENSI DASAR DAN PENGALAMAN BELAJAR Kompetensi Dasar
Setelah mengikuti pembelajaran sistem persamaan dan pertidaksamaan linear, siswa mampu: 1. menghayati rasa percaya diri, motivasi internal dan sikap peduli lingkungan melalui kegiatan kemanusiaan dan bisnis dan dalam kehidupan sehari-hari; 2. memahami konsep sistem persamaan linear dua dan tiga variabel serta pertidaksamaan linear dua variabel dan mampu menerapkan berbagai strategi yang efektif dalam menentukan himpunan penyelesaiannya serta memeriksa kebenaran jawabannya dalam penyelesaian masalah matematika; 3. menggunakan SPLDV, SPLTV dan sistem pertidaksamaan linear dua variabel (SPtLDV) untuk menyajikan masalah kontekstual dan menjelaskan makna tiap besaran secara lisan maupun tulisan; 4. Membuat model matematika berupa SPLDV, SPLTV, dan SPtLDV dari situasi nyata dan matematika, serta menentukan jawab dan menganalisis model sekaligus jawabnya; 5. membuat model matematika berupa persamaan dan pertidaksamaan linear dua variabel yang melibatkan nilai mutlak dari situasi nyata dan matematika, serta menentukan jawab dan menganalisis model sekaligus jawabnya.

Pengalaman Belajar
Melalui pembelajaran materi sistem persamaan dan pertidaksamaan linear, siswa memperoleh pengalaman belajar: • menjelaskan karakteristik masalah otentik yang penyelesaiannya terkait dengan model matematika sebagai SPLDV atau SPLDV; • merancang model matematika dari sebuah permasalahan otentik yang merupakan SPLDV atau SPLDV; • menyelesaikan model matematika untuk memperoleh solusi permasalahan yang diberikan; • menginterpretasikan hasil penyelesaian masalah yang diberikan; • menemukan ciri-ciri SPLDV atau SPLDV dari model matematika; • menuliskan konsep SPLDV atau SPLDV berdasarkan ciri-ciri yang ditemukan dengan bahasanya sendiri.

• • • •

SPL SPLDV SPLTV Himpunan Penyelesaian

B. PETA KONSEP
B.

PETA KONSEP

Masalah Otentik

Persamaan

Persamaan Linear Sistem Persamaan Linear Sistem Persamaan Linear Dua Variabel (SPLDV)

Pertidaksamaan Linear Sistem Pertidaksamaan Linear Sistem Pertidaksamaan Linear Dua Variabel (SPtLDV)
Menentukan Daerah Penyelesaian

Grafik SPtLDV Eliminasi
Menentukan HP

Substitusi
Eliminasi & Substitusi

Metode Grafik Determinan Sistem Persamaan Linear Tiga Variabel (SPLTV) Eliminasi
Menentukan HP

Himpunan Penyelesaian SPLDV

Grafiik SPLDV

Substitusi Eliminasi & Substitusi Determinan

Himpunan Penyelesaian SPLTV

Buku Guru Kelas X BUKU PEGANGAN SISWA

74

74

C. MATERI PEMBELAJARAN
1. Menemukan Konsep Sistem Persamaan linear Dua Variabel Persamaan dan sistem persamaan linear dua variabel sudah kamu pelajari saat duduk di kelas VIII SMP. Pada saat ini kita perdalam kajian, pemahaman dan jangkauan pemikiran tentang konsep sistem persamaan linear dari apa yang kamu sudah miliki sebelumnya. Pola pikir dan cara belajar yang dituntut dalam mempelajari materi ini, kamu berupaya menemukan ide-ide, berpikir kritis dan kreatif dalam mencari strategi penyelesaian masalah dan mengungkapkannya, berdiskusi dengan teman, mengajukan pertanyaan kepada guru dan teman kelompok. Banyak permasalahan dalam kehidupan nyata yang menyatu dengan fakta dan lingkungan budaya kita terkait dengan sistem persamaan linear. Permasalahanpermasalahan tersebut kita jadikan bahan inspirasi dan menyusun model-model Matematika yang ditemukan dari proses penyelesaiannya. Model matematika tersebut, kita jadikan bahan abstraksi untuk membangun konsep sistem persamaan linear dan konsep sistem persamaan linear dua variabel.
♦ Untuk menemukan konsep sistem persamaan linear dua variabel, ajukan pada siswa Masalah-3.1, dan Masalah 3.2 secara berkelanjutan untuk dipecahkan. Upayakan siswa lebih dahulu berusaha memikirkan, bersusah payah mencari ide-ide, berdiskusi dalam kelompok, mencari pemecahan masalah di dalam kelompok. Guru boleh memberikan anak tangga pada siswa, tetapi upayakan mereka sendiri yang memanjatnya menuju tingkat pemahaman dan proses berpikir yang lebih tinggi. Dari beberapa model matematika berupa sistem persamaan linear yang diperoleh dari langkah pemecahan masalah, minta siswa secara individu maupun menuliskan ciri-ciri sistem persamaan linear dua variabel. Berdasarkan ciri-ciri tersebut meminta siswa menuliskan konsep sistem persamaan linear dua variabel dengan kata-katanya sendiri. Kemudian mendiskusikan hasilnya dengan teman satu kelompok.

Cermatilah masalah berikut!

Masalah-3.1
Kartu bergambar dapat dijadikan bahan inspirasi menemukan konsep dan aturan yang terkait dengan sistem persamaan linear melalui masalah yang dirancang.
Gambar 3.1 Kartu Bergambar

Anto bermain kartu Remi bersama temannya. Ketika mereka selesai bermain, Budi, adiknya Anto mengumpulkan kartu-kartu tersebut. Kemudian Ia asyik
Matematika

75

membangun rumah bertingkat yang diberi nama Rumah Kartu. Susunan kartu untuk setiap tingkatnya dapat dicermati pada gambar berikut.

Rumah Kartu 1 Tingkat

Rumah Kartu 2 Tingkat

Rumah Kartu 3 Tingkat

Rumah Kartu 4 Tingkat

Gambar 3.2 Rumah Kartu Bertingkat

Setelah Budi menyusun beberapa rumah kartu bertingkat, ia bertanya dalam pikirannya, bagaimana hubungan di antara banyak kartu dan banyak tingkat rumah. Berapa banyak kartu yang dibutuhkan untuk membangun rumah kartu 30 tingkat? Dapatkah kamu membantu Budi untuk menyelesaikan masalah tersebut? Sebelum kamu menyelesaikan masalah tersebut, kira-kira apakah tujuan masalah tersebut dipecahkan terkait materi? Pikirkan strategi apa yang kamu gunakan. Selesaikanlah masalah di atas. Agar pekerjaan kamu lebih efektif renungkan dan pikirkan beberapa pertanyaan berikut: 1) informasi apa saja yang kamu temukan dalam masalah tersebut? 2) konsep apa saja yang terkait untuk menemukan hubungan antara banyak tingkat rumah dan banyak kartu yang digunakan untuk setiap tingkatnya? 3) bagaimana strategi kamu menemukan hubungan antara banyak tingkat rumah dan banyak kartu bergambar yang digunakan? 4) misalkan t menyatakan banyak tingkat rumah dan k banyak kartu yang dipakai untuk setiap tingkat. Dapatkah kamu rumuskan aturan yang memasangkan banyak tingkat rumah dengan banyak kartu bergambar yang digunakan? 5) adakah kesulitan yang harus didiskusikan dengan teman atau bertanya kepada guru untuk menentukan hubungan antara t dan k? 6) apakah aturan pemasangan yang kamu rumuskan memenuhi situasi penyusunan kartu pada gambar di atas? 7) adakah sistem persamaan linear kamu temukan dari rumusan hubungan antara banyak kartu dan banyak tingkat? 8) dapatkah kamu menjawab permasalahan Budi? Berapa banyak kartu yang digunakan untuk membangun rumah kartu 30 tingkat?

76

Buku Guru Kelas X

Alternatif Penyelesaian Berdasarkan Gambar 3.2 di atas, diperoleh informasi sebagai berikut. Rumah kartu bertingkat 1 mengunakan kartu sebanyak 2 buah. Rumah kartu bertingkat 2 mengunakan kartu sebanyak 7 buah. Rumah kartu bertingkat 3 mengunakan kartu sebanyak 15 buah. Rumah kartu bertingkat 4 mengunakan kartu sebanyak 26 buah. Sehingga banyak tingkat dan banyak kartu dapat dikorespondensikan satu-satu membentuk suatu relasi sama dengan atau banyak kartu dapat dinyatakan dalam banyak tingkat rumah.
♦ Minta siswa menemukan aturan yang memasangkan banyak tingkat dengan banyak kartu. Diharapkan siswa melakukan hal berikut.

Banyak Tingkat Rumah (t) 1 2 3

Banyak Kartu (k) 2 7 15 26

Pola Banyak Kartu 1+1+0 4+2+1 9+3+3 16 + 4 + 6

4

♦ Arahkan siswa melihat pola, bahwa bilangan 1, 4, 9, 16 adalah kuadrat dari bilangan 1, 2, 3, 4 dan bilangan-bilangan 1, 2, 3, 4 adalah bilangan tingkat itu sendiri. Kemudian tanyakan pada siswa apakah bilangan 0, 1, 3, dan 6 dapat dinyatakan dalam t2 dan t. Diharapkan siswa menyatakan relasi berikut.

Misal x dan y adalah bilangan yang akan ditentukan sekaitkan dengan banyak kartu dan banyak tingkat rumah yang dinyatakan dalam persamaan berikut. k = x t2 + y t …………………………………………. (Persamaan-a)
♦ Untuk menentukan nilai x dan y, minta siswa mencermati kembali Gambar-3.2 di atas untuk mendapatkan dua persamaan linear dengan variabel x dan y yang saling terkait. Diharapkan siswa melakukan hal berikut:

Untuk t = 1 dan k = 2 diperoleh persamaan x + y = 2 Untuk t = 2 dan k = 7 diperoleh persamaan 4x + 2y = 7 Dengan demikian kita peroleh dua buah persamaan linear dua variabel, yaitu .....................(Persamaan-1)  x + y = 2......................................................  rsamaan-2) 4 x + 2 y = 7......................................................................(Per
Matematika

77

♦ Minta siswa mengingat kembali materi yang telah dipelajari sebelumnya di SMP tentang cara menentukan himpunan penyelesaian dua buah persamaan linear dengan berbagai metode (eliminasi, substitusi, eliminasi dan substitusi, serta metode grafik biarkan siswa yang menentukan cara apa yang mereka gunakan). Kemudian menyuruh siswa menentukan nilai x dan y. Diharapkan siswa memilih salah satu metode dan menggunakannya menentukan nilai variabel x dan y. Sebagai alternatif pilihan siswa adalah metode eliminasi.

Nilai x dan y dapat ditentukan sebagai berikut: x + y = 2 × 4 4x + 4y = 8 4x + 2y = 7 × 1 4x + 2y = 7 – 1 1 1 1 1 2 3 3 4 2y = 1 ⇒ y = 5 6 2 3 4 3 4 2 3 x + y = 2 × 2 2x + 2y = 4 4x + 2y = 7 × 1 4x + 2y = 7 – 1 1 1 1 1 2 3 3 4 –2x = –2 ⇒ x = 5 6 2 3 4 3 4 2 3  3 1   Diperoleh himpunan penyelesaiannya adalah  ,   .  2 2  
♦ Minta siswa mengevaluasi hasil yang diperoleh, apakah hasil yang diperoleh adalah solusi terbaik. Diharapkan siswa melakukan hal berikut.

k = xt 2 + yt 3 1 2 = (1) 2 + (1) (pernyataan benar) 3 2 2 x=  3 1 2  ⇒ 7 = (2) 2 + (2) (pernyataan benar) 1 2 2 y= 3 2 1 2  15 = (3) + (3) (pernyataan benar) 2 2 1 3 26 = (4) 2 + (4) (pernyataan benar) 2 2 Dapat disimpulkan, aturan pengaitan banyak tingkat dengan banyak kartu yang digunakan untuk membangun rumah kartu adalah k = xt2 + yt dengan nilai 1 1 1 1 1 2 3 31 41 1 1 1 2 3 3 4 konstanta x dan y adalah dan . 5 6 2 3 4 3 4 25 36 2 3 4 3 4 2 3 78
Buku Guru Kelas X

♦ Selanjutnya mita siswa menentukan banyak kartu yang digunakan membuat rumah kartu dengan 30 tingkat. Diharapkan siswa melakukan hal berikut.

1 1 1 1 1 1 1 2 1 3 1 3 1 14 1 21 3 13 1 4 1 2 1 3 1 3 1 4 1 2 3 3 4 Untuk t = 30, diperoleh k = t2 + t = (30)2 + (30) 5 6 2 3 5 4 6 3 2 4 3 2 54 3 6 32 43 2 4 3 5 3 6 4 2 2 3 3 4 3 4 2 3 1 1 1 1 1 2 3 3 4 k = (900) + 15 = 1365 5 6 2 3 4 3 4 2 3 Jadi, banyak kartu yang dibutuhkan membangun rumah kartu bertingkat 30 adalah 1365 buah kartu.

Perhatikan masalah berikut yang dirancang pada sebuah rumah adat salah satu suku di Indonesia.

Masalah-3.2
Atap rumah terbuat dari ijuk pohon aren (Nira). Perbandingan banyak ijuk yang digunakan untuk menutupi permukaan atap bagian bawah dengan permukaan atap bagian tengah adalah 7 : 4. Perbandingan tinggi permukaan atap bagian bawah dengan tinggi permukaan atap bagian tengah adalah 3 : 2. Coba tentukan berapa panjang alas penampang atap bagian bawah dan tengah.
Gambar 3.3 Rumah Adat

♦ Arahkan siswa memahami masalah, menggali informasi yang terkandung dalam masalah dan menginterpretasikan masalah dalam gambar dengan memperhatikan bentuk asli rumah Batak Karo pada gambar di atas. Katakan pada siswa, sebelum kamu memecahkan masalah, koordinasi pengetahuan dan keterampilan yang kamu sudah miliki untuk menemukan aturan-aturan, hubunganhubungan dan struktur-struktur yang belum diketahui. Pahamilah masalah di atas, artinya kamu tuliskan hal apa yang diketahui, apa yang ditanyakan, dan interpretasikan masalah dalam gambar. Beberapa pertanyaan yang perlu dipikirkan agar pekerjaan kamu lebih efektif. 1) Adakah konsep dan aturan matematika yang sudah dipelajari di SMP terkait dengan pemecahan masalah yang diberikan ? 2) Bagaimana menggunakan variabel untuk menyatakan masalah dalam matematika? 3) Perhatikan konsep apa yang melekat pada atap rumah bagian bawah dan tengah! 4) Apa yang dimaksud dua bangun dikatakan kongruen dan lakukan perbandingan panjang sisi-sisi kedua bangun tersebut untuk memperoleh persamaan tinggi penampang atap?

Matematika

79

5) Adakah sistem persamaan linear yang kamu temukan? 6) Bagaimana cara menentukan nilai variabel pada persamaan dengan menggunakan manipulasi aljabar dan metode yang kamu pelajari di SMP? 7) Berdasarkan nilai variabel yang kamu peroleh, dapatkah permasalahan di atas dijawab?

Alternatif Penyelesaian Diketahui: Perbandingan luas penampang atap bagian bawah dengan bagian tengah adalah 7 : 4. Perbandingan tinggi penampang atap bagian bawah dengan bagian tengah adalah 3 : 2. Ukuran garis puncak masing-masing atap adalah 4m Ditanya: a. Panjang alas penampang atap bagian bawah b. Panjang alas penampang atap bagian tengah Penyelesaian: Diharapkan siswa dapat mengilustrasikan masalah seperti gambar berikut.

♦ Menyuruh siswa memperhatikan konsep apa yang melekat pada penampang atap rumah adat tersebut.

Diharapkan siswa dapat mencermati trapesium ABCD dan melakukan hal berikut. Misalkan panjang AB = a1, ST = a2, dan DC = a3 = 4m Misal: Luas penampang atap bawah (ABCD) = L1 Luas penampang atap tengah (STCD) = L2 Karena penampang atap rumah berbentuk trapesium, maka 1 1 1 1 1 2 3 3 4 L = (AB + DC) × tinggi 5 16 2 3 4 3 4 2 3 1 1 1 1 1 2 3 3 4 L = × (a1 + a3) × t1 5 16 2 3 4 3 4 2 3 1 1 1 1 1 2 3 3 1 4 1 1 1 1 2 3 3 4 L2 = (ST + DC) × tinggi = × (a2 + a3) × t2 5 6 2 3 4 3 4 2 5 3 6 2 3 4 3 4 2 3 80

Buku Guru Kelas X

. ♦ Arahkan siswa melakukan matematisasi dan manipulasi aljabar untuk mendapatkan model matematika berupa persamaan linear. dapat diartikan bahwa L1 : L2 = 7 : 4. siswa diharapkan melakukan matematisasi dan menemukan persamaan linear dengan variabel a1 dan a2 dengan melakukan hal berikut. kita telah memperoleh dua persamaan linear dengan variabel a1 dan a2 yang saling terkait.(Persamaan-1) ♦ Minta siswa mengingat kembali apa yang dimaksud dua bangun dikatakan sebangun dan mencermati bahwa trapesium ABCD dan trapesium STCD adalah sebangun. 1 1 1 1 1 2 3 3 1 4 1 1 1 1 2 3 3 4 PB = (a1 – a3) dan SQ = (a2 – a3) 5 6 2 3 4 3 4 2 5 3 6 2 3 4 3 4 2 3 Karena trapesium ABCD dan trapesium STCD adalah sebangun maka a a− a3 3 3 a 4− 4 3 3 a − PBPB t1 t1 a1 − = = ⇒ 1 3 = = 1 1 = = SQSQ t2 t2a2 a −2a− a2 a −24− 4 2 2 3 a3 2 2 a1 − a3 3 a1 − 4 3 =⇒ = a2 − a3 2 a2 − 4 2 ⇒ 2a1 – 8 = 3a2 – 12 ⇒ 2a1 – 3a2 = – 4 ∴ 2a1 – 3a2 = – 4 ………………………………….…(Persamaan-2) Dengan demikian. ( a1 + a3 ) t1 = 7 ( a2 + a3 ) t2 4 ( at +=a3 7 3 ( a1 + 4 ) 7 ( a1 + 4 ) 3 ) t1 a3 = 4m dan t1 : 1 : 2 =⇒ = 2 ( a2 + a3 ) t 2 4 2 ( a2 + 4 ) 4 ( a2 + 4 ) + a3 ) t1 7 3 ( a1 + 4 ) ( a1 7 7 ( a1 + 4 ) = =⇒ = ( a2 + a3 ) t 2 4 2 ( a2 + 4 ) 4 ( a2 + 4 ) 6 L1 : L2 = 7 : 4 ⇒ = 7 6 ⇒ 6a1 + 24 = 7a2 + 28 ⇒ 6a1 – 7a2 = 4 ∴ 6a1 – 7a2 = 4 ………………………………………. yaitu: PB t1 = SQ t2 Matematika 81 . Dari hasil pengamatan tersebut.Karena perbandingan banyak ijuk yang digunakan menutupi penampang atap bagian bawah dengan banyaknya ijuk yang digunakan menutupi atap bagian tengah adalah 7 : 4.

berdasarkan pengetahuan yang telah dimiliki sebelumnya di SMP. Diharapkan siswa memilih salah satu metode dan menggunakannya........ eliminasi dan substitusi....(Persa ♦ Minta siswa mengingat kembali berbagai metode (eliminasi........ Dari Persamaan-1 diperoleh 7 4 6a1 – 7a2 = 4 ⇒ a1 = a2 + ……………………... ♦ Menyuruh siswa menemukan sistem persamaan linear pada langkah pemecahan masalah-1........... dan 2... Dengan demikian diperoleh panjang alas penampang atap bagian bawah a1 = 10m dan panjang alas penampang atap bagian tengah a2 = 8m..........................8)}. Diharapkan siswa menemukan 2 sistem persamaan linear berikut............. 82 Buku Guru Kelas X . Sebagai alternatif pilihan siswa adalah metode subtitusi................. diperoleh a1 = 4 7 ⇒ 2  a2 +  − 3a2 = −4 6 6 4 −32 4 7 4 14 8 18 24 ⇒ a2 = − a2 + − a2 = − − a2 2  a2 +  − 3 4 2 + 6 6 6 6 6 6 6 6 6 −32 14 14 8 8 18 18 24 24 4 4 −32 = == −4 −4 a2a+ == − −⇒ − − a2a a2 2 + − − a2 2 66 66 66 66 66 66 ⇒ a2 = 8 a2 = 8 ⇒ a1 = 7 4 a2 + ⇒ 2a1– 3a2 = –4 6 6 ⇒ a1 = 10 7 4 56 4 60 a2 + = + = 6 6 6 6 6 Himpunan penyelesaian persamaan linear 6a1 – 7a2 = 4 dan 2a1 – 3a2 = – 4 adalah {(10...................... serta metode grafik biarkan siswa yang menentukan cara apa yang mereka gunakan) untuk menentukan himpunan penyelesaian dua buah persamaan linear .. Kemudian menyuruh siswa menentukan nilai a1 dan a2.......(Persamaan-1) 6a1 − 7 a2 = 4..  amaan-2)  2a1 − 3a2 = −4............ substitusi......(Persamaan-3) 6 6 Subtitusikan persamaan-3 ke persamaan-2......

...........(Per Dari pemecahan masalah-2 diperoleh sistem persamaan linear ............................(Persamaan-1) 6a1 − 7 a2 = 4.................................................... Dengan demikian diperoleh panjang alas penampang atap bagian bawah a1 = 10m dan panjang alas penampang atap bagian tengah a2 = 8m.........(Persamaan-1)  x + y = 2.............................. Diharapkan siswa mendapatkan dua sistem persamaan linear dua variabel berikut • • Dari pemecahan masalah-1 diperoleh sistem persamaan linear ..1 dan 3................. Ciri-ciri sistem persamaan linear dua variabel...........• • Dari pemecahan masalah-1 diperoleh sistem persamaan linear ...................................1 dan 3....................  rsamaan-2) 4 x + 2 y = 7..... Himpunan penyelesaian persamaan linear 6a1 – 7a2 = 4 dan 2a1 – 3a2 = – 4 adalah {(10.....(Per Dari pemecahan masalah-2 diperoleh sistem persamaan linear ..........(Persa ♦ Guru meminta siswa menuliskan ciri-ciri sistem persamaan linear dua variabel secara individual dan mendiskusikan hasilnya secara kelompok.......................... Diharapkan siswa menuliskan ciri-ciri berikut............................(Persamaan-1)  x + y = 2.... Berdasarkan ciri-ciri sistem persamaan linear di atas.................1 dan Masalah-3...... Matematika 83 .........................8)}...... – Memuat persamaan dengan dua variabel...  amaan-2) 2a1 − 3a2 = −4................................ Dari hasil diskusi siswa secara klasikal ditetapkan.......................................2...............2....... Masih ingatkah kamu contoh sistem persamaan linear dua variabel ketika belajar di SMP.................(Persa ♦ Minta siswa mengingat kembali pengertian sistem persamaan linear dua variabel yang telah dipelajari di SMP dan mencermati kembali Persamaan-1 dan 2 pada langkah pemecahan Masalah 3................2...  rsamaan-2) 4 x + 2 y = 7..........(Persamaan-1) 6a1 − 7 a2 = 4..... – Merupakan sistem persamaan linear ........... Perhatikan kembali setiap langkah penyelesaian Masalah-3............................................ Kemudian suruh siswa menemukan sistem persamaan linear dua variabel pada langkah pemecahan Masalah 3.... suruh siswa menuliskan pengertian sistem persamaan linear dua variabel dengan kata-katanya sendiri dan hasilnya diskusikan secara klasikal.........  amaan-2) 2a1 − 3a2 = −4......................

.(Persamaan-1) a1 x + b1 y = c1 ... dengan koefisien-koefisien persamaan adalah bilangan real. a2 dan b2 tidak keduanya 0. b2 : koefisien variabel y c1.  samaan-2) a2 x + b2 y = c2 . c2 : konstanta persamaan ♦ Untuk lebih memahami definisi di atas..... a1 dan b1 tidak keduanya 0. Minta siswa memberikan alasan....... Berikut ini.............. y : variabel a1. a2 : koefisien variabel x b1... ♦ Temukan ciri-ciri sistem persamaan linear tersebut dan diskusikan dengan temanmu secara klasikal...... a2............. dan c2 bilangan real........ ♦ Tuliskan secara individu definisi sistem persamaan linear dua variabel berdasarkan ciri-ciri yang ditemukan..... c1.......... Bentuk umum sistem persamaan linear dengan dua variabel x dan y adalah ...1 Diberikan dua persamaan 84 1 1 + = 4 dan 2x + 3y = 2.... Kemudian diskusikan hasilnya dengan temanmu secara klasikal... Sistem persamaan linear dua variabel merupakan sistem persaman linear ..1 Sistem persamaan linear adalah himpunan beberapa persamaan linear yang saling terkait...♦ Coba temukan contoh sistem persamaan linear dari setiap permasalahan yang merupakan sistem persamaan linear dua variabel. Definisi 3...... apakah sistem persamaan yang diberikan termasuk contoh atau bukan contoh sistem persamaan linear dua variabel dan cermati pemahaman siswa melalui alasan-alasan yang diberikan. Contoh 3.... Kedua persamaan ini tidak x y Buku Guru Kelas X ....... x....... b2. didefinisikan sistem persamaan linear dua variabel...........(Pers dengan a1... b1.......... Definisi 3......... ajukan contoh dan bukan contoh yang ada pada buku siswa..2 Sistem persamaan linear dua variabel (SPLDV) adalah suatu sistem persamaan linear dengan dua variabel.........

Masalah-3. (21n + 4)s + (14n + 3)t = 1 ⇒ 21ns + 14nt + 4s + 3t = 1 ⇒ 7n (3s + 2t) + (4s + 3t) = 1 Agar persamaan 7n (3s + 2t) + (4s + 3t) = 1 dipenuhi untuk setiap n. Matematika 85 . pecahan 21n + 4 tidak dapat disederhanakan. 21n + 4 tidak dapat disederhanakan....... Contoh 3...... Pers-1 4s + 3t = 1 . Untuk membuktikan pecahan Bukti: Pecahan adalah 1. 14n + 3 ♦ Minta siswa mencoba sendiri untuk membuktikan masalah di atas. Kedua persamaan linear tersebut membentuk sistem persamaan linear dua variabel sebab kedua persamaan linear tersebut dapat dinyatakan dalam bentuk x + 0y = 3 dan 0x + y = –2 dan pemaknaan setiap variabel pada kedua persamaan adalah sama.1 1 membentuk sistem persamaan linear dua variabel sebab persamaan + = 4 bukan x y 1 1 persamaan linear.2 Diberikan dua persamaan x = 3 dan y = –2.. maka akan ditun14n + 3 jukkan adanya bilangan bulat s dan t sehingga (21n + 4)s + (14n + 3)t = 1...3 Buktikan bahwa untuk setiap n. maka 3s + 2t = 0 .. maka FPB dari (21n + 4) dan (14n +3 14n + 3 Karena FPB dari (21n + 4) dan (14n +3) adalah 1 maka ada bilangan bulat s dan t sedemikian hingga (21n + 4)s + (14n + 3)t = 1. 21n + 4 tidak dapat disederhanakan... Jika persamaan + = 4 diselesaikan diperoleh persamaan x + y x y = 4xy tidak linear. Untuk lebih mendalami sistem persamaan linear di atas cermatilah masalah berikut... Pers-2 Dari Persamaan 1 dan 2 diperoleh s = –2 dan t = 3..

1. 2. mari cermati contoh berikut. Di samping itu. 2) dan termasuk (0. untuk x = 0. Sistem tersebut mempunyai tak terhingga banyak penyelesaian tak trivial selain penyelesaian trivial. Diberikan 3x + 5y = 0 dan 2x + 7y = 0.3 Sistem persamaan linear homogen merupakan sistem persamaan linear dengan suku konstan sama dengan nol dan memenuhi salah satu dari dua hal berikut: 1. Sistem persamaan linear ini memiliki lebih dari satu penyelesaian.3 Untuk nilai σ apakah sistem persamaan (σ − 3) x + y = 0   x + (σ − 3) y = 0  mempunyai penyelesaian yang tak trivial? Penyelesaian (σ – 3) x + y = 0 ⇔ y = – (σ – 3) x. kedua persamaan memiliki suku konstan adalah nol dan grafik kedua persamaan berimpit. yaitu. (3. Kedua sistem persamaan linear di atas adalah sistem persamaan linear yang homogen. Contoh 3. Apabila sebuah SPLDV mempunyai penyelesaian tidak semuanya nol dikatakan memiliki penyelesaian yang tak trivial. y = 0. Sistem tersebut hanya mempunyai penyelesaian trivial. Apabila sebuah SPLDV hanya memiliki penyelesaian x = 0 dan y = 0 disebut penyelesaian trivial. Untuk mendalami pemahaman kamu. 2. misalnya.Selanjutnya perhatikan kedua sistem persamaan linear dua variabel berikut. Sistem persamaan linear ini memiliki suku konstan adalah nol dan mempunyai penyelesaian tunggal. –2). Sehingga diperoleh x + (σ – 3) (–σ + 3) x = 0 ⇒ x + (–σ2 + 6σ – 9) x = 0 ⇒ x = (σ2 – 6σ + 9) x 86 Buku Guru Kelas X .0). Definisi 3. Kita subtitusikan persamaan y = – (σ – 3) x ke persamaan x + (σ – 3) y = 0. Diberikan 2x + 3y = 0 dan 4x + 6y = 0. (–3.

Jelaskan mengapa penyelesaian sebuah sistem persamaan linear (SPL) adalah salah satu dari tiga kemungkinan berikut: tidak punya penyelesaian. y ∈ R dan 2x – 3z = 3. Satu jenis lagi berbentuk segitiga yang di dalamnya terdapat gambar seekor kerbau dan dua ekor burung. ♦ Coba uji nilai σ = 4 atau σ = 2 ke dalam persamaan. atau memiliki tepat satu penyelesaian atau memiliki tak berhingga penyelesaian! Berapa banyak kartu persegi dan segitiga yang harus diambil dari tumpukan kartu agar jumlah gambar kerbau 33 dan jumlah gambar burung 100. maka x ≠ 0. Keseluruhan kartu dapat dipilah menjadi dua bagian menurut bentuknya. xy + 5z = 4. Apakah persamaan-persamaan di bawah ini membentuk sistem persamaan linear dua variabel? Berikan alasan atas jawabanmu! a. Angga anak Pak Purwoko memiliki setumpuk kartu. Jika perahu tersebut bergerak berlawanan dengan arah arus sungai dapat menempuh jarak 51km dalam 3 jam. 3. Uji Kompetensi 3. Sebuah perahu yang bergerak searah arus sungai dapat menempuh jarak 46km dalam 2 jam. Apakah benar sistem tersebut memiliki penyelesaian yang tak trivial.Agar mempunyai penyelesaian tak trivial. Lihat gambar berikut! 2. Satu jenis berbentuk persegi yang di dalamnya terdapat gambar seekor kerbau dan empat ekor burung. pastilah σ = 4 atau σ = 2. b. Berapa kecepatan perahu dan kecepatan aliran air sungai? Matematika 87 . Sehingga diperoleh (σ2 – 6σ + 9) = 1 ⇒ σ2 – 6σ + 8 = 0 • Ingat makna a × b = 0 ⇒ (σ – 4)(σ – 2) = 0 ⇒ σ = 4 atau σ = 2 Agar sistem persamaan (σ – 3) x + y = 0 dan x + (σ – 3) y = 0 mempunyai penyelesaian yang tak trivial. x – 3 = 0 dan y – 5 = 1.1 1. SOAL TANTANGAN 4.

Sekarang cermati beberapa masalah yang diajukan. Mereka dapat membuat berbagai jenis patung.4 Ukiran patung dan ornamen 88 Buku Guru Kelas X . Buat dalam bentuk laporan dan paparkan di depan kelas.Projek Cari sebuah SPLDV yang menyatakan pemodelan nyata yang kamu jumpai di lingkungan sekitarmu. yaitu Gede dan Putu yang sedang duduk di bangku sekolah SMK Jurusan Teknik Bangunan. Menemukan Konsep Sistem Persamaan linear Tiga Variabel Konsep persamaan linear dan sistem persamaan linear dua variabel sudah kamu temukan dari masalah yang bersumber dari fakta dan lingkungan budayamu. Dalam melakukan pekerjaannya. Gambar 3. Pak Wayan memiliki keterampilan memahat patung yang diwarisi dari Kakeknya. Nenek moyang kita memiliki keahlian seni ukir (seni pahat). Kemudian SPLDV yang kamu peroleh diinterpretasikan hasilnya. Uraikan deskripsi pemodelan tersebut dan langkahlangkah yang kamu ambil untuk dapat menyatakan pemodelan tersebut dalam SPLDV. ornamen-ornamen yang memiliki nilai estetika yang cukup tinggi. 2. Perbedaan sistem persamaan linear dua variabel dengan sistem persamaan linear tiga variabel terletak pada banyak variabel yang akan ditentukan nilainya. Dengan cara yang analog kita akan menemukan konsep sistem persamaan linear tiga variabel melalui penyelesaian masalah-masalah nyata. ia dibantu dua anaknya.

Putu. dan menggali informasi yang terkandung dalam masalah. b. Diharapkan siswa melakukan hal berikut. hubungan-hubungan dan struktur-struktur yang belum diketahui). Karena Putu dan Gede bekerja setelah pulang sekolah. masing-masing bagian pekerjaan. Misalkan: Waktu yang dibutuhkan (bulan) Pak Wayan adalah x Waktu yang dibutuhkan (bulan) Putu adalah y Waktu yang dibutuhkan (bulan) Gede adalah z Berarti pekerjaan yang dapat diselesaikan Pak Wayan. 8 +8 = + = . Jika Pak Wayan bekerja bersama Gede. Dapatkah pesanan ukiran diselesaikan. y. Berapa lama waktu yang digunakan Pak Wayan.4 Suatu ketika Pak Wayan mendapat pesanan membuat 3 ukiran patung dan 1 ornamen rumah dari seorang turis asal Belanda dengan batas waktu pembuatan diberikan selama 5 bulan. dan Gede. dan z. Dapatkah waktu pesanan dipenuhi? ♦ Bantu siswa melakukan kegiatan matematisasi (kegiatan mengkoordinasi pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki untuk menemukan aturan-aturan. 1⇒ .Masalah-3. dan x zx y y z 2 8 Matematika 89 . Pak Wayan dan Putu dapat menyelesaikan keempat jenis ukiran di atas dalam waktu 7 bulan. mereka berdua membutuhkan waktu 8 bulan untuk menyelesaikan pesanan ukiran tersebut. Alternatif Penyelesaian Diketahui: Pesanan pembuatan ukiran patung dan ornamen rumah dengan batas waktu 5 bulan. dan Gede dengan waktu 1 1 1 1 1 1 1 x. jika mereka bekerja sendiri-sendiri. Waktu yang dibutuhkan membuat patung dan ornamen: Pak Wayan dan Putu adalah 7 bulan Pak Wayan dan Gede adalah 6 bulan Putu dan Gede adalah 8 bulan Ditanya: a. sesuai batas waktu yang diberikan? ♦ Arahkan siswa memahami masalah. mereka dapat menyelesaikan pesanan dalam waktu 6 bulan. Putu.

(Persamaan-1) 7 6 8 90 Buku Guru Kelas X . q = . x y x z y zx y z 1 1 1 1 1 11 1 1 Mensubtitusikan pemisalan p = .= = x zx x z zy z y y8 z z 8 8 • Tentukan nilai p. maka hal ini dapat dimaknai 1 1 1 1 1 6 + 6 = 1 ⇒ + = ……………………………. 1 1 1 1 1 11 1 1 Misalkan: p = . q. (Persamaan-2) x z x z 6 ♦ Bila Putu dan Gede bekerja bersama dalam satu bulan dapat menyelesaikan 1 1  +  bagian pekerjaan. ♦ Arahkan siswa menemukan tiga buah persamaan linear yang saling terkait dari persamaan a. dan c di atas. maka hal ini dapat dimaknai 1 1 1 1 1 8 + 8 = 1 ⇒ + = ……………………………. (Persamaan-3) y z y z 8 • Temukan tiga persamaan linear yang saling terkait dari persamaan-1. dan c x y x zy z x y z diperoleh tiga persamaan linear yang saling terkait. Karena Wayan dan Gede membutuhkan 6 bulan x z menyelesaikan pekerjaan. Diharapkan siswa melakukan kegiatan berikut. (Persamaan-1) x y x y 7 ♦ Bila Pak Wayan dan Gede bekerja bersama dalam satu bulan dapat menyelesaikan 1 1  +  bagian pekerjaan. b. dan r = .♦ Bila Pak Wayan dan Putu bekerja bersama dalam satu bulan dapat menyelesaikan 1 1  +  bagian pekerjaan. Karena Wayan dan Putu membutuhkan 7 bulan x y menyelesaikan pekerjaan. dan 3 di atas! 1 11 1 1 11 1 1 11 1 1 1 1 • Miasalkan p8 =8 .+ q8 = = dan = 8 + 8= 1 + ⇒ 8 =. yaitu 1 1 1 p + q = ⇒ 7p + 7q = 1 ………………………………. b.1 + 1 ⇒ ⇒=r + + . dan r = ke dalam persamaan-a. maka hal ini dapat dimaknai 1 1 1 1 1 7 + 7 = 1 ⇒ + = ……………………………. q = . Karena Putu dan Gede membutuhkan 8 bulan  y z menyelesaikan pekerjaan. 2. dan r dengan memilih salah satu metode yang telah dipelajari sebelumnya! Sebagai alternatif pilihan adalah metode campuran eliminasi dan subtitusi.

Dengan menerapkan metode eliminasi pada persamaan-a dan b diperoleh: 7p + 7q = 1 × 6 42p + 42q = 6 6p + 6r = 1 × 7 42p + 42r = 7 – 42q – 42r = –1 ∴ 42q – 42r = –1 ……………………………………………. (Persamaan-1) Dengan menerapkan metode eliminasi pada persamaan-c dan 1 diperoleh 8q + 8r = 1 × 42 336q + 336r = 42 42q – 42r = –1 × 8 336q – 336r = –8 – Dari 672 r = 50 diperoleh r = r= 672r = 50 50 34 62 672 672 672 50 34 62 50 34 62 disubtitusikan ke persamaan 8q + 8r = 1 diperoleh q = 672 672 672 672 672 672 50 34 62 50 34 62 q= disubtitusikan ke persamaan 7p + 7q = 1 diperoleh p = 672 672 672 672 672 672 Sebelumnya telah kita misalkan 1 62 672 p = dan p = ⇒x= = 10. Sebagai alternatif pilihan siswa adalah metode campuran eliminasi dan subtitusi. q dan r dengan memilih salah satu metode yang telah dipelajari sebelumnya. 8 x 672 62 1 34 672 q = dan q = ⇒y= = 19. (Persamaan-2) 8 ⇒ 8q + 8r = 1 ………………………………. 76 y 672 34 672 1 50 r = dan r = ⇒z= = 13. 44 z 672 50 Matematika 91 .. (Persamaan-3) ♦ Minta siswa menentukan nilai p.1 1 p+r= 7 6 1 1 1 q+r= 7 6 8 1 ⇒ 6p + 6r = 1 ……………………………….

karyawan perkebunan sawit. dan generalisasi). Jika bekerja secara individual. pemodelan masalah secara Matematika. Keterkaitan dan kebergunaan Matematika (khususnya materi sistem persamaan linear ) untuk menyelesaikan masalah yang dialami para petani. Jadi. Putu dan Gede menyelesaikan 1 set pesanan ukiran. matematisasi. dan I Gede dapat menyelesaikan sendiri pesanan dalam waktu 13. idealisasi.84 bulan. 92 Buku Guru Kelas X . kita temukan konsep dan aturan-aturan Matematika secara formal. waktu yang diperlukan Pak Wayan dan kedua anaknya untuk menyelesaikan 1 set pesanan ukiran patung dan ornamen. dan para pedagang dapat dicermati lebih jauh. maka Pak Wayan dapat menyelesaikan sendiri pesanan dalam waktu 10. Selanjutnya bantu siswa mengevaluasi apakah pesanan dapat dipenuhi dengan batas waktu yang ditentukan.76 bulan. karet. karyawan. jika mereka bekerja secara bersama-sama adalah 1 t = 34 50   62 + +   672 672   672 = 672 146 t = 4. dan coklat.6 bulan Karena waktu yang diberikan turis adalah 5 bulan. dan sebagai pedagang (khususnya yang tinggal di daerah wisata Danau Toba). maka ternyata pekerjaan (pesanan) tersebut dapat diterima dan dipenuhi. Sekarang mari kita angkat sebuah permasalahan yang dihadapi para petani padi di Kecamatan Porsea di Kabupaten Toba Samosir. Diharapkan siswa melakukan kegiatan berikut Karena x. jika Pak Wayan dan kedua anaknya bekerja secara bersama-sama. melakukan abstraksi. Ketika kita menyelesaikan masalah-masalah tersebut menggunakan kerja matematika (coba-gagal. dan z berturut-turut menyatakan waktu yang dibutuhkan Pak Wayan.44 bulan. Putu dapat menyelesaikan sendiri pesanan dalam waktu 19. y. Permasalahannya terkait pemakaian pupuk yang harganya cukup mahal. Cermati masalah petani di daerah Toba berikut ini! Mata pencaharian rakyat di Daerah Tapanuli pada umumnya adalah sebagai petani padi dan palawija.♦ Ingatkan kembali siswa pada pengetahuan sebelumnya bahwa waktu yang dibutuhkan menyelesaikan pekerjaan adalah hasil bagi jarak (satu unit pesanan) yang ditempuh dengan kecepatan (keahlian dalam bekerja).

TSP. Berapa karung untuk setiap jenis pupuk yang harus dibeli Pak Panjaitan...Masalah-3. – Pemakaian pupuk Urea 2 kali lebih banyak dari pupuk SS... – Banyak pupuk yang dibutuhkan 40 karung. hubungan-hubungan dan struktur-struktu yang belum diketahui)...00. Sebagai alternatif pilihan siswa adalah metode eliminasi dan subtitusi. Sementara dana yang disediakan Pak Panjaitan untuk membeli pupuk adalah Rp4.. Banyak pupuk yang dibutuhkan Pak Panjaitan sebanyak 40 karung. (Persamaan-3) ♦ Minta siswa menentukan nilai x.. SS. Misalkan: x adalah banyak pupuk Urea yang dibutuhkan (karung) y adalah banyak pupuk SS yang dibutuhkan (karung) z adalah banyak pupuk TSP yang dibutuhkan (karung) Berdasarkan informasi di atas diperoleh hubungan-hubungan sebagai berikut.00.00.00..00. TSP} yang harus digunakan agar hasil panen padi lebih maksimal.000z = 4.020.000. Diharapkan siswa melakukan kegiatan berikut.. – Dana yang tersedia Rp4. dan Rp150....000 ….000.000..020.020.000y + 150.. (Persamaan-2) 750x + 120... y dan z dengan memilih salah satu metode yang telah dipelajari sebelumnya. Pemakaian pupuk Urea 2 kali banyaknya dari pupuk SS. Rp120. (Persamaan-1) x = 2y ……………………………………………….000..000.5 Pak Panjaitan memiliki dua hektar sawah yang ditanami padi dan sudah saatnya diberi pupuk. Harga per karung untuk setiap jenis pupuk Rp75.00.000. SS.. Matematika 93 .……………………………………….000. Gambar 3.... x + y + z = 40 . Alternatif Penyelesaian Diketahui: – Tiga jenis pupuk: Urea.00. Harga per karung setiap jenis pupuk adalah Rp75..00. Diharapkan siswa melakukan hal berikut.5: Pematang sawah Pak Panjaitan dan Rp150.000..…. Ditanya: Berapa karung untuk tiap-tiap jenis pupuk yang harus dibeli Pak Panjaitan? ♦ Bantu siswa melakukan kegiatan matematisasi (kegiatan mengkoordinasi pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki untuk menemukan aturan-aturan. Rp120. Terdapat tiga jenis pupuk (Urea.

. ♦ Minta siswa mengingat kembali pengertian sistem persamaan linear dua variabel yang telah dipelajari sebelumnya dan mencermati kembali Persamaan-1.... y = 11............. (Persamaan-1) 7 p + 7 q = 1..................000 x + 120...020 ⇒ 150y + 120y + 150z = 4.. 11 sak pupuk SS... dan 7 sak pupuk TSP........ (Persamaan-1)  x + y + z = 40.. 2 dan 3 pada langkah pemecahan Masalah 3.000............. (Persamaan-4) • Subtitusikan Persamaan-2 ke dalam Persamaan-3.000 y + 150.............. terapkan metode eliminasi terhadap Persamaan-4 dan Persamaan-5........................4 dan 3.........• Subtitusikan Persamaan-2 ke dalam Persamaan-1......................... 3y + z = 40 × 15 45y + 15z = 600 27y + 15z = 402 × 1 27y + 15z = 402 – 18y = 198 18y = 198 ⇒ y = 11 y = 11 dan x = 2y ⇒ x = 22 Dengan subtitusikan x = 22 dan y = 11 ke persamaan x + y + z = 40...... sehingga diperoleh x = 2y dan x + y + z = 40 ⇒ 2y + y + z = 40 ∴ 3y + z = 40 ………………………………………. dan z = 7...........020....................  ersamaan-2) 6 p + 6r = 1................... ..............020 ⇒ 270y + 150z = 4............................5........5 diperoleh sistem persamaan linier ... (Persamaan-3)  Dari penyelesaian Masalah 3....4 diperoleh sistem persamaan linear ....... (Persamaan-2)  x = 2 y.000 z = 4.. diperoleh z = 7...... (Pe 8q + 8r = 1..  ...5.................. Kemudian suruh siswa menemukan sistem persamaan linear tiga variabel pada langkah pemecahan Masalah 3.........................4 dan 3....... sehingga diperoleh x = 2y dan 75x + 120y + 150z = 4.......... 75.................. Dengan demikian nilai x = 22.....................…… (Persamaan-5) Untuk menentukan nilai y atau z. • Dari penyelesaian Masalah 3................... (Persamaan-3)  94 Buku Guru Kelas X • . Diharapkan siswa mendapatkan sistem persamaan linear tiga variabel berikut...............020 Sederhanakan persamaan sehingga diperoleh ∴ 27y + 15z = 402 …………………………....... Dapat diinterpretasikan bahwa banyak pupuk yang harus dibeli Pak Panjaitan dengan uang yang tersedia adalah 22 sak pupuk Urea..........

c1. (Persamaan-1) a1 x + b1 y + c1 z = d1 . (Persamaan-2) a2 x + b2 y + c3 z = d 2 . z3 : koefisien variabel z d1. x..... b2.. dan p + 3q = 3.............. c2........... 2p + 3q – r = 6. a2. Ciri-ciri sistem persamaan linear tiga variabel...♦ Suruh siswa menuliskan ciri-ciri sistem persamaan linear tiga variabel secara individual dan mendiskusikan hasilnya dengan teman secara klasikal.....  ......... dan a3...... dan c2 tidak ketiganya 0.............. b3 : koefisien variabel y z1...4 Sistem persamaan linear tiga variabel adalah suatu sistem persamaan linear dengan tiga variabel........ a2.... Berikan alasan...... dan c3 tidak ketiganya 0.......... d2..... d1. dan c1 tidak ketiganya 0............ Notasi: Bentuk umum sistem persamaan linear dengan tiga variabel x.. d3 : konstanta persamaan ♦ Untuk lebih memahami definisi di atas.3 Diberikan tiga persamaan 1 1 1 + + = 2 ....... b2.. dan z adalah ... Definisi 3... (Persamaan-3) 3 3 3  3 dengan a1... b2. y. Diharapkan siswa menuliskan ciri-ciri berikut. b3... a x + b y + c z = d . y. apakah sistem persamaan yang diberikan termasuk contoh atau bukan contoh sistem persamaan linear dua variabel atau tiga variabel? Contoh 3. – Merupakan sistem persamaan linear – Memuat tiga persamaan linear dengan tiga variabel • Berdasarkan ciri-ciri sistem persamaan linear tiga variabel di atas... c3... a3...................... z2.............. d2. Dari hasil diskusi siswa secara klasikal ditetapkan..... b3... a2...... a1... b1.. a3 : koefisien variabel x b1. dan d3 bilangan real... suruh siswa menuliskan pengertian sistem persamaan linear tiga variabel dengan katakatanya sendiri dan hasilnya diskusikan secara klasikal........ b1.... z : variabel a1. x y z Matematika 95 .............. pahami contoh dan bukan contoh berikut ini......

0. 96 Buku Guru Kelas X . 2. dan x – 2y + z = 0. y = 5. (–3. Jika persamaan + + = 2 persamaan + x y z x y z diselesaikan diperoleh persamaan z(x + y) + xy = 2xyz yang tidak linier. Selanjutnya perhatikan beberapa sistem persamaan linear tiga variabel (SPLTV) berikut. kedua persamaan memiliki suku konstan nol dan grafik kedua persamaan adalah berimpit. selain contoh di atas.4 Diberikan dua persamaan x = –2. yaitu untuk x = y = z = 0. z) = (0. misalnya. 0).Ketiga persamaan ini tidak membentuk sistem persamaan linear tiga variabel sebab 1 1 1 1 1 1 + = 2 bukan persamaan linier. Selain itu.0). Sistem persamaan linear ini memiliki lebih dari satu penyelesaian. Diberikan SPLTV 3x + 5y + z = 0. maka SPLTV tersebut tidak homogen. yaitu memiliki penyelesaian yang trivial atau memiliki banyak penyelesaian nontrivial selain satu penyelesaian trivial. Alasan kedua adalah variabel-variabelnya tidak saling terkait. 2. Sebuah SPLTV dengan semua konstanta sama dengan nol disebut SPLTV homogen. dan 2x – 3y – z = 8. maka SPLTV itu disebut memiliki penyelesaian yang tak trivial. Contoh 3. (3. y.0) dan termasuk (0. Minta siswa mencoba menuliskan definisi SPLTV yang homogen dan berikan contohnya. 2x + 7y + z = 0. Bila salah satu konstantanya tidak nol. Sistem persamaan linear ini memiliki suku konstan nol dan mempunyai penyelesaian tunggal. Ketiga persamaan linear tersebut membentuk sistem persamaan linear tiga variabel sebab ketiga persamaan linear tersebut dapat dinyatakan dalam bentuk x + 0 y + 0 z = −2   0x + y + 0z = 5  2x − 3y − z = 8   dan variabel-variabelnya saling terkait.0).–2. Apabila suatu SPLTV memiliki himpunan penyelesaian (x. maka SPLTV itu disebut memiliki penyelesaian trivial (x = y = z = 0). Apabila penyelesaian suatu SPLTV tidak semuanya nol. SPLTV yang homogen memiliki dua kemungkinan. 0. 1. Diberikan SPLTV 2x + 3y + 5z = 0 dan 4x + 6y + 10z = 0.

Diberikan tiga buah persamaan 1 1 1 1 3 3 1 1 3 3 1 1 7 7 3 3 1 1 1 1 Isilah lingkaran kosong pada + + + = =9 + + + = = . dan + + + = =7 + + 9. Dapatkah kamu membentuk jumlah yang sama! sistem persamaan linear dari 5. 3. Seekor ikan mas memiliki ekor x+y+z=4 yang panjangnya sama dengan z=2 panjang kepalanya ditambah (t2 – 4)z = t – 2 seperlima panjang tubuhnya. Jika penyelesaian dan tak berhingga panjang kepala ikan adalah 5 cm. + 7 x y y zz x y y zz 3 x y y zz “bintang ajaib” dengan sebuah x x 3 x bilangan sehingga bilangan-bilangan 1 3 1 7 3 1 1 = 9 + + = + + =7 pada satu garis memiliki jumlah x y z 3 x y z yang sama! Isilah lingkaran a.Uji Kompetensi 3. Apakah termasuk sistem kosong pada “bintang ajaib” dengan persamaan linear tiga variabel? sebuah bilangan sehingga bilanganBerikan alasan! bilangan pada satu garis memiliki b. Berapakah nilai t agar sistem tersebut Panjang tubuhnya empat perlima tidak memiliki penyelesaian. di bawah ini membentuk sistem persamaan linear tiga variabel? Berikan alasan atas jawabanmu! a. 2x + 5y – 2z = 7. 2x – 4y + 3z =3 b. x – 2y + 3z = 0. Diberikan sistem persamaan linear ketiga persamaan tersebut? berikut. satu dari panjang keseluruhan ikan. banyak penyelesaian? berapa panjang keseluruhan ikan 6. y = 1. Apakah persamaan-persamaan 4. Temukan bilangan-bilangan positif tersebut? yang memenuhi persamaan x + y + z = 9 dan x + 5y + 10z = 44! Matematika 97 .2 1. dan x + 5z =8 2.

SOAL TANTANGAN Seorang penjual beras.00.500. Uraikan permasalahan tersebut dan langkah-langkah yang kamu lakukan untuk menyatakan dalam SPLTV.00. Kemudian selesaikan SPLTV yang diperoleh dan interpretasikan hasilnya. 98 Buku Guru Kelas X .00.000. Buat laporan hasil kerja dan paparkan di depan kelas. Campuran beras pertama terdiri dari 1 kg jenis A. Campuran beras kedua terdiri dari 2 kg jenis A dan 3 kg jenis B dijual dengan harga Rp 19. 2 kg jenis B. Campuran beras ketiga terdiri dari 1 kg jenis B dan 1 kg jenis C dijual dengan harga Rp 6250.7. Harga beras jenis mana yang paling mahal? Projek Cari sebuah SPLTV yang menyatakan permasalahan nyata yang kamu temui di lingkungan sekitarmu. mencampur tiga jenis beras. dan 3 kg jenis C dijual dengan harga Rp19. Diberikan dua persamaan sebagai berikut: 7 a − 6b − 2c = 9  6a + 7b − 9c = −2 Tentukan nilai dari a2 + b2 – c2! 8.

... 2) dan (2... Sebelumnya kamu telah ketahui bahwa grafik persamaan linear dua variabel berupa garis lurus.3. ♦ Menyuruh siswa menggambarkan grafik Persamaan-1 dan Persamaan-2 menggunakan pengetahuan yang telah dimiliki sebelumnya pada bidang koordinat. 1) Metode Grafik Berdasarkan Definisi 3. dan campuran ketiga metode tersebut.. SPLDV terbentuk dari dua persamaan linear yang saling terkait. Di kelas VIII SMP.…………………………………………….……………………………………………. Pada langkah penyelesaian Masalah 3. (Persamaan-2) Bagaimana menggambar grafik Persamaan-1 dan 2 di atas untuk memperoleh sistem persamaan linear tersebut.. yaitu titik (0. metode substitusi.1 telah diperoleh sistem persamaan linear dua variabel x + y = 2 . Mari kita terapkan langkah-langkah di atas. Matematika 99 .2.. metode eliminasi. Sekarang mari kita ulang kembali mempelajari metode-metode tersebut.. ♦ Menentukan titik-titik potong terhadap sumbu koordinat untuk Persamaan-1 x y x+y=2 0 2 2 0 Diperoleh titik-titik potong kurva x + y = 2 terhadap sumbu koordinat. Diharapkan siswa melakukan hal berikut. Penyelesaian Sistem Persamaan Linear a. (Persamaan-1) 4x + 2y = 7 .. Penggunaan yang lebih efektif dan efisien dari keempat metode tersebut dalam penyelesaian soal tergantung sistem persamaan linear yang diberikan. Metodemetode tersebut antara lain: metode grafik. kamu telah mempelajari berbagai metode menentukan himpunan penyelesaian suatu sistem persamaan linear dua variabel (SPLDV).. 0). situasi masalah. Menentukan Himpunan Penyelesaian Sistem Persamaan linear Dua Variabel ♦ Minta siswa mengingat kembali berbagai metode yang digunakan untuk menentukan himpunan penyelesaian sistem persamaan linear dua variabel (SPLDV) yang telah dipelajari di SMP. dan waktu yang tersedia.

2 42 4 7 7 ♦ Menarik garis lurus dari titik (0. yaitu titik (0.   . 5 6 2 3 4 3 5 4 6 2 2 3 3 4 3 4 2 3 Sehingga himpunan penyelesaian sistem persamaan linear x + y = 2 dan 4x + 2y = 7  3 1   adalah  . 2) ke titik (2. ) dan ( . ) ke titik 2 4 7 7 ( . Nilai x dan y dapat ditentukan sebagai berikut. 100 Buku Guru Kelas X . 0) dan dari titik (0.  2 2   2) Metode Eliminasi Metode eliminasi yang kamu kenal di SMP sudah kita terapkan terhadap SPLDV x + y = 2 dan 4x + 2y = 7 pada langkah penyelesaian Masalah-3.♦ Menentukan titik-titik potong terhadap sumbu koordinat untuk Persamaan-2 4x + 2y = 7 x y 0 7 7 4 2 7 7 4 2 0 Diperoleh titik-titik potong kurva 4x + 2y = 7 terhadap 7 77 7 sumbu koordinat. ). kedua garis lurus tersebut 1 1 1 1 1 2 1 3 1 3 1 4 1 1 2 3 3 4 berpotongan pada sebuah titik.1. 0). 2 4 Gambar 3. yaitu titik ( . 0).6 Grafik persamaan linear Berdasarkan gambar grafik x + y = 2 dan 4x + 2y = 7.

Berdasarkan Definisi 3.. Ingat........... a1 x + b1 y = c1 a2 x + b2 y = c2 × a2 × a1 a1 a2 x + a2b1 y = a2c1 a1 a2 x + a1b2 y = a1c2 (a2 c1 − a1c2 ) ......... bagaimana cara menentukan variabel sistem persamaan linear penyelesaiannya dengan metode eliminasi? ♦ Minta siswa menemukan himpunan penyelesaian SPLDV secara umum berdasarkan konsep dan bentuk umum sistem persamaan linear dua variabel yang telah ditemukan dengan mempedomani langkah penyelesaian metode eliminasi di atas................. bentuk umum SPLDV x dan y adalah ....(Pers dengan a1........ c1..................2.  2 2   Sekarang mari kita pecahkan masalah berikut.... hal ini dapat dilakukan jika koefisien a1....x + y = 2 × 4 4x + 4y = 8 4x + 2y = 7 × 1 4x + 2y = 7 – 1 1 1 1 1 2 3 3 4 2y = 1 ⇒ y = 5 6 2 3 4 3 4 2 3 x + y = 2 × 2 2x + 2y = 4 4x + 2y = 7 × 1 4x + 2y = 7 – 1 1 1 1 1 2 3 3 4 –2x = –3 ⇒ x = 5 6 2 3 4 3 4 2 3  3 1   Diperoleh himpunan penyelesaian kedua persamaan adalah  .............. a2dan b2 tidak keduanya nol. Langkah-1: Lakukan eliminasi terhadap variabel x dari Persamaan-1 dan 2.   ... b2... a2.(Persamaan-1) a1 x + b1 y = c1 . Berdasarkan bentuk umum sistem persamaan linear dua variabel................. dan a2 tidak nol... (a2b1 − a1b2 ) 101 – (a2b1 – a1b2) y = a2c1 – a1c2 (a2b1 – a1b2) y = a2c1 – a1c2 ⇒ y = Matematika ... dan c2 bilangan real.. b1................ a1 dan b1 tidak keduanya nol.....  samaan-2) a2 x + b2 y = c2 .........

. dan b2 tidak keduanya nol. 102 Buku Guru Kelas X .......... b2...a 2 b1 ) ( a2 b1 ... hal ini dapat dilakukan jikan koefisien b1 dan b2 keduanya tidak nol....a b ) ......a1b2 ) Sistem persamaan linear dengan dua peubah x dan y adalah a1 x + b1 y = c1 a2 x + b2 y = c2 dengan a1. a2. 3) Metode Substitusi Berdasarkan Definisi 3. b1.. ( a1b2 . a2....  samaan-2) a2 x + b2 y = c2 . a1 x + b1 y = c1 a2 x + b2 y = c2 × b2 × b1 a1 b2 x + b1b2 y = b2c1 a2 b1 x + b1b2 y = b1c2 – (a1b2 – a2b1) x = b2c1 – b1c2 (a1b2 – a2b1) x = b2c1 – b1c2 ⇒ x = ( b2 c1 ....... a2..... dan a1. b2...(Pers dengan a1... dan c2 bilangan real...........a1 c2 )   Himpunan penyelesaian adalah   (a b ..(Persamaan-1) a1 x + b1 y = c1 ............ dan b1 tidak keduanya nol... c1.a b )   ............    ( b1 c2 .. 2 1 1 2     2 1 1 2 • Menyuruh siswa menunjukkan/menguji kebenaran bahwa pasangan berurutan (b c − b c ) (a2 c1 − a1c2 ) x = 1 2 2 1 dan y = merupakan solusi sistem persamaan (a2b1 − a1b2 ) (a2b1 − a1b2 ) linear dengan mengganti nilai x dan y pada persamaan a1 x + b1 y = c1 dan a2 x + b2 y = c2.... b1. (a b .b2 c1 ) ( a2 c1 .... c1.2..Langkah-2: Lakukan eliminasi terhadap variabel y dari Persamaan-1 dan 2 Ingat........ bentuk umum sistem persamaan linear dengan dua variabel x dan y dinotasikan sebagai berikut... dan c2 bilangan real....b 2 c1 ) = ...b1c2 ) ( b1c2 .. a2 dan b2 tidak keduanya nol.................................. a1 dan b1 tidak keduanya nol... .

2 1 1 2    2 1 1 2  Sekarang mari kita pecahkan masalah berikut dengan mengikuti langkah metode substitusi di atas. ( a2b1 − a1b2 ) Matematika 103 . ( a2 c1 − a1c2 ) . (a b − a b )  . Bagaimana menentukan himpunan penyelesaian sistem persamaan linear dua variabel dengan metode substitusi? ♦ Mengarahkan siswa menentukan himpunan penyelesaian sistem persamaan linear dua variabel secara umum berdasarkan konsep dan bentuk umum sistem persamaan linear dua variabel yang telah ditemukan dengan mempedomani langkah penyelesaian metode substitusi di atas.Dari Persamaan-1 diperoleh c b a1 x + b1 y = c1 dan a1 ≠ 0 ⇒ x = − 1 y + 1 a1 a1 c1 b1 x= − y+ subtitusi ke persamaan a2 x + b2 y = c2 dan diperoleh a1 a1 ⇒ − ⇒ − ⇒ b1 c y + 1 + b2 y = c2 a1 a1 a2b1 a c ab ac y+ 2 1 + 1 2 y= 1 2 a1 a1 a1 a1 (a1b2 − a2b1 ) (a c − a2 c1 ) y= 1 2 a1 a1 ⇒ y= (a c − a c ) c b y = 2 1 1 2 substitusi ke persamaan x = − 1 y + 1 dan diperoleh (a2b1 − a1b2 ) a1 a1 x=− c1a c1 b22b b1 ( a2 c1 − b1a c22c) a1c2 ) c1 b1 ( a1c2 − b1a c) a (1a (2ac (1a)2b1 − (1a )1 − a1b2 ) 1 − 11 2 − 2c a1c2 ) + c1 ⇒ x = ⇒ −a −c x=− b x= b 1 ( a2 c1 + 1 ( a1c2 + 2 c1 ) + c1 ( a2 b1 − a1b2 ) x =− a −− a a a1b2 ) b22b −1a b22b a1 (xa= a b22b a⇒ a )1 − a1b2 ) + a )1 − a1b (2a)2b+ )1 − 1 a 1 2 b1 a 1 (1 1 1 ( a2 b1 a 1 (1 a1(( a2b a a a 1 − a1b2 ) 1 ( a2 b1 − a1b2 ) 1 1 ( a2 b1 − a1b2 ) c)2 − b2 c1 ) c ( b1cx (2b 2 −b 1 1 b ⇒x= ⇒ = ( 1c2 − b2 c1 ) ⇒ x = a1b2 ) b22b ( a2b1 − a ((1a )1 − a2b 1 − a1b2 )    ( b1c2 − b2 c1 ) ( a2 c1 − a1c2 )   Dengan demikian himpunan penyelesaian adalah   (a b − a b ) .

....... bentuk umum sistem persamaan linear dengan dua variabel x dan y dinotasikan sebagai berikut..a b ) ............... dan c2 bilangan real......  ersamaan-2) a2 x + b2 y = c2 . dan a1..... b1............... c1...........a1c2 )    Dengan demikian himpunan penyelesaian adalah   (a b ........2... a2.....a1c2 )+ 1 c1 ⇒ x = x ++ =− −a 1 a b x= + x ⇒ = a1b aa a2b1 − a1b2 ) a1 ( ) a1a1 2 b1 − a1b2 ) 1 (( a11( a2 aa ( a22b11 −− 1b2 ) 1 a2 b1 − a1b2 ) 1 ( a2 b1 − a1b2 ) ⇒ ⇒x x= = c ((b -b b22c b c22 − c 11 11)) b ((a -a a11b a b b ) 22 11 − 22) ⇒ y=   ( b1c2 .........a11b22 ) 1 c1 ( b1 b1b c2c− a − a1c2 ) c (1a(1a 2 b1 − a1b2 ) 2 c1 2 c1 ) b( a ca (a 1 2 . (a b ..... dan b2 tidak keduanya nol.....Alternatif Penyelesaian Berdasarkan Definisi 3.... a2.............a b )  . 1 2  2 1  2 1 1 2   104 Buku Guru Kelas X ............ (Persamaan-1)  a1 x + b1 y = c1 .. .. b2... dan b1 tidak keduanya nol.....b2 c1 ) ( a2 c1 .. (Pe dengan a1........ Dari Persamaan-1 diperoleh a1x + b1y = c1 dan a1 ≠ 0 ⇒ x = − x =− c b1 y+ 1 a1 a1 c b1 y + 1 subtitusi ke persamaan a2x + b2y = c2 dan diperoleh a1 a1  b1b1 c1c1  a22 − +y b2= yc= c ++ +b ⇒ a  − yy 2 2 a1 a1 a1  2  a1 ⇒ − ⇒ ac a2b1 a c ac y+ 2 1 + 1 2 y= 2 3 a1 a1 a1 a1 (a1b2 − a2b1 ) (a c − a2 c1 ) y= 1 2 a1 a1 (a2 c1 − a1c2 ) (a2b1 − a1b2 ) a2c c1 − a1c c2 ) (a c b1 -a ( ) substitusi ke b1 +c1 1 dandi yy= ke persamaan persamaanx x= =−− dan diperoleh y = y perolah = ( a2 b1 − a1 b2 ) substitusi a1 aa1 a1 ( a22b11 ..a2 c1 ) 1 ( a2 b1 − a1b2 ) 2 c1 .......

... c1...  ersamaan-2)  a2 x + b2 y = c2 .. Langkah-1: Lakukan eliminasi terhadap variabel x a1 x + b1 y = c1 × a2 a1 a2 x + a2b1 y = a2c1 a2 x + b2 y = c2 × a1 a1 a2 x + a1b2 y = a1c2 (a2 c1 − a1c2 ) ... dan c2 bilangan real....... a1 dan b1 tidak keduanya nol. a1 x + b1 y = c1........ dan diperoleh (a2b1 − a1b2 )  ( a2 c1 − a1c2 )   ( a2 c1 − a1c2 )  a1 x + b1   (a b − a b )   = c1 ⇒ a1 x = c1 − b1   (a b − a b )    2 1 1 2   2 1 1 2  105 Matematika ...... 4) Metode Eliminasi dan Substitusi Masalah-3.......................... (Persamaan-1)  a1 x + b1 y = c1 ..................... (Pe dengan a1.......♦ Menyuruh siswa membandingkan penentuan himpunan penyelesaian SPLDV melalui metode eliminasi dan substitusi.......... Berdasarkan Definisi 3. b2......... bentuk umum SPLDV dengan variabel x dan y adalah .. a2 dan b2 tidak keduanya nol... Diharapkan siswa berkesimpulan hasilnya sama.. (a2b1 − a1b2 ) – (a2b1 – a1b2) y = a2c1 – a1c2 (a2b1 – a1b2) y = a2c1 – a1c2 ⇒ y = Langkah-2: Lakukan substitusi nilai y terhadap salah satu persamaan (a c − a c ) y = 2 1 1 2 substitusi ke dalam Persamaan-1................. b1........2......9 Bagaimana menentukan himpunan penyelesaian sistem persamaan linear dua variabel dengan metode campuran eliminasi dan substitusi? ♦ Minta siswa menentukan himpunan penyelesaian SPLDV secara umum berdasarkan konsep dan bentuk umum sistem persamaan linear dua variabel yang telah ditemukan dengan metode campuran eliminasi dan substitusi..... a2....

tentukan berapa kemungkinan penyelesaian suatu SPLDV. 106 Buku Guru Kelas X . substitusi. dan campuran eliminasi substitusi (kamu coba sendiri) untuk menentukan penyelesaian SPLTV adalah cara determinan. Bagaimana menentukan himpunan penyelesaian sistem persamaan linear tiga variabel dengan metode Sarrus? ♦ Menyuruh siswa menentukan himpunan penyelesaian SPLTV secara umum berdasarkan konsep dan bentuk umum sistem persamaan linear dua variabel yang telah ditemukan dengan mempedomani langkah penyelesaian metode eliminasi di atas untuk menemukan metode Sarrus. Diskusi Minta siswa mendiskusikan kedudukan kedua garis dalam satu sumbu kordinat. Sekarang kita akan temukan penyelesaian sistem persamaan linear tiga variabel dengan metode Sarrus. Sehingga penentuan himpunan penyelesaian SPLTV dilakukan dengan cara atau metode yang sama dengan penentuan penyelesaian SPLDV. menggunakan invers matriks yang akan kamu pelajari di kelas XII. Selanjutnya minta siswa memberi contoh SPLDV untuk tiga kasus. Buat laporan hasil kerja kelompokmu dan sajikan di depan kelas! b. kecuali dengan metode grafik. Menentukan Himpunan Penyelesaian Sistem Persamaan linear Tiga Variabel Perbedaan antara sistem persamaan linear dua variabel (SPLDV) dengan sistem persamaan linear tiga variabel (SPLTV) terletak pada banyak persamaan dan variabel yang digunakan.   ( a2b1 − a1b2 ) ( a2b1 − a1b2 )     . Cara lain yang dapat kamu gunakan selain metode eliminasi. gambarkan grafiknya dalam sumbu kordinat dan tentukan penyelesaiannya.⇒x= ⇒x= ( a2b1 − a1b2 )  ( a2 c1 − a1c2 )  + b1   (a b − a b )   a1 ( a2b1 − a1b2 )  2 1 1 2  ( b1c2 − b2 c1 ) c1 ( a2b1 − a1b2 ) Dengan demikian himpunan penyelesaian adalah     ( b1c2 − b2 c1 ) ( a2c1 − a1c2 )     .

................. dan c1 tidak ketiganya 0....... b1......... c1.......... a2..... b2.... dan d3 bilangan real........(Persamaan-3) 3 3 3  3 dengan a1...(Persamaan-1) a1 x + b1 y + c1 z = d1 .... b3...... a2.... dan c2 tidak ketiganya 0... c3... b2.............4.............................. d2.............. d1... b3.... y........ a1.. dan z adalah ................... (( a b c + a b c + a b c ) − ( a b c + a b c + a b c )) z= 2 1 2 1 2 1 2 3 1 1 3 3 1 1 3 2 1 1 2 3 1 1 3 3 1 1 3 2 1 2 1 1 3 2 1 2 3 1 1 3 1 2 1 2 1 2 1 1 2 3 1 3 2 1 1 2 1 3 1 1 3 1 2 1 2 3 1 1 1 2 3 1 3 2 1 2 1 3 1 2 1 3 1 3 2 3 1 3 1 2 2 1 2 1 2 3 3 2 1 1 3 1 2 3 1 2 1 2 3 3 2 1 2 1 3 3 2 1 1 3 2 1 3 1 2 3 3 1 2 2 3 1 2 3 1 3 2 1 1 3 2 2 1 3 1 2 3 3 2 2 107 ... dan a3..Berdasarkan Defenisi 3... Langkah-1: Eliminasi variabel x dari Persamaan-1 dan Persamaan-2 a1x + b1y + c1z = d1 × a2 a1a2x + a2b1y + a2c1z = a2d1 a2x + b2y + c2z = d2 × a1 a1a2x + a1b2y + a1c2z = a1d2 – (a2b1 – a1b2)y + (a2c1 – a1c2)z = a2d1 – a1d2 (a2b1 – a1b2)y + (a2c1 – a1c2)z = a2d1 – a1d2 …... b1.......  ................ bentuk umum sistem persamaan linear dengan tiga variabel x.............…… (Persamaan-4) Langkah-2: Eliminasi variabel x dari Persamaan-1 dan Persamaan-3 a1x + b1y + c1z = d1 × a3 a1a3x + a3b1y + a3c1z = a3d1 a3x + b3y + c3z = d3 × a1 a1a3x + a1b3y + a1c3z = a1d3 – (a3b1 – a1b3)y + (a3c1 – a1c3)z = a3d1 – a1d3 (a3b1 – a1b3)y + (a3c1 – a1c3)z = a3d1 – a1d3 …........(Persamaan-2) a2 x + b2 y + c2 z = d 2 .. a x + b y + c z = d .............. c2....... dan c3 tidak ketiganya 0...…….……….. a3........……… (Persamaan-5) Langkah-3: Eliminasi variabel y dari Persamaan-4 dan Persamaan-5 (a2b1 – a1b2)y + (a2c1 – a1c2)z = a2d1 – a1d2 × (a3b1 – a1b3) (a3b1 – a1b3)y + (a3c1 – a1c3)z = a3d1 – a1d3 × (a2b1 – a1b2) Dari hasil perkalian koefisien variabel y pada Persamaan-4 terhadap Persamaan-5 dan hasil perkalian koefisien variabel y pada Persamaan-5 terhadap Persamaan-4 maka diperoleh (( a d − a d ) ( a b − a b ) − ( a d − a d ) ( a b − a b )) (( a c − a c ) ( a b − a b ) − ( a c − a c ) ( a b − a b )) (( a a b d − a a b d − a a b d ) − ( a a b d − a a b d − a a b d )) z= (( a a b c − a a b c − a a b c ) − ( a a b c − a a b c − a a b c )) (( a b d − a b d − a b d ) − ( a b d − a b d − a b d )) z= (( a b c − a b c − a b c ) − ( a b c − a b c − a b c )) Matematika ( a b d + a b d + a b d ) − (a b d + a b d + a b d ) ) ( z= .

Sehingga memudahkan dalam mencari penyelesaian SPLTV. y. a b c a b  2 2 • Lakukan pada pembilang dan penyebut. Sebelum metode Sarrus digunakan. SPLTV harus dibentuk dalam standar. 108 Buku Guru Kelas X . Ketiga ciri-ciri tersebut mudah diingat.(( a d − a d ) ( a b − a b ) − ( a d − a d ) ( a b − a b )) (( a c − a c ) ( a b − a b ) − ( a c − a c ) ( a b − a b )) (( a a b d − a a b d − a a b d ) − ( a a b d − a a b d − a a b d )) z= (( a a b c − a a b c − a a b c ) − ( a a b c − a a b c − a a b c )) (( a b d − a b d − a b d ) − ( a b d − a b d − a b d )) z= (( a b c − a b c − a b c ) − ( a b c − a b c − a b c )) ( ( a b d + a b d + a b d ) − (a b d + a b d + a b d ) ) . Nilai variabel z di atas dapat dinyatakan sebagai hasil perkalian koefisien-koefisien variabel x. dan z di atas.  a1 b1 d1 a1 b1   a b d a b  Petunjuk: 2 2 2  2 2 • Jumlahkan hasil perkalian bilangan-bilangan  a3 b3 d3 a3 b3    pada garis penuh dan hasilnya dikurangi dengan z= jumlah hasil perkalian bilangan-bilangan pada  a1 b1 c1 a1 b1  garis putus-putus.  2 2 2   a3 b3 c3 a3 b3   ♦ Meminta siswa menemukan pola secara analogi untuk memperoleh nilai variabel x dan y dengan mencermati cara penentuan nilai variabel z. y dan konstanta pada sistem persamaan linear yang diketahui. d1 b1 x= c1 d1 b1 d 2 b2 d 3 b3 a1 b1 a 2 b2 a 3 b3 y= a1 d1 c1 a1 d1 a 2 d2 a 3 d3 a1 b1 a 2 b2 a 3 b3 d 2 b2 c2 d 3 b 3 c3 a1 b1 c1 a2 b 2 c 2 a3 b3 c3 a2 d 2 c 2 a3 d 3 c3 a1 b1 c1 a2 b 2 c 2 a3 b3 c3 Diskusi Perhatikan ciri penyelesaian untuk x. z= (( a b c + a b c + a b c ) − ( a b c + a b c + a b c )) z= 2 1 2 1 2 1 2 3 1 1 3 3 1 1 3 2 1 1 2 3 1 1 3 3 1 1 3 2 1 2 1 1 3 2 1 2 3 1 1 3 1 2 1 2 1 2 1 1 2 3 1 3 2 1 1 2 1 3 1 1 3 1 2 1 2 3 1 1 1 2 3 1 3 2 1 2 1 3 1 2 1 3 1 3 2 3 1 3 1 2 2 1 2 1 2 3 3 2 1 1 3 1 2 3 1 2 1 2 3 3 2 1 2 1 3 3 2 1 1 3 2 1 3 1 2 3 3 1 2 2 3 1 2 3 1 3 2 1 1 3 2 2 1 3 1 2 3 3 2 2 ♦ Bimbing siswa melakukan kegiatan matematisasi (mengkoordinasi pengetahuan dan keterampilan yang telah dimiliki siswa sebelumnya untuk menemukan aturan-aturan. Diharapkan siswa. hubungan-hubungan dan struktur-struktur yang belum diketahui).

♦ Bimbing siswa menerapkan metode Sarrus untuk menentukan nilai variabel x...(Persamaan-2) 75 + 120y + 150z = 4.. y..5 diperoleh sebuah sistem persamaan linear tiga variabel sebagai berikut. (Persamaan-2) 75 + 120y + 150z = 4. (Persamaan-3) ♦ Meminta siswa menerapkan metode Sarrus untuk menentukan himpunan penyelesaian SPLTV tersebut dan membandingkannya dengan himpunan penyelesaian yang telah diperoleh sebelumnya..... dan z.......…. 40 0 4020 x= 1 1 75 1 -2 120 1 -2 120 1 0 150 1 0 150 40 1 0 -2 4020 120 ( −8040 + 0 + 0 ) − ( −12000 + 0 + 0 ) 3960 = = = 22 1 1 180 ( −150 + 0 + 150 ) − ( −300 + 0 + 120 ) 1800 1 -2 75 120 1 1 75 40 0 4020 ( 0 + 0 + 6000 ) − ( 0 + 0 + 4020 ) 1980 = = = 11 1 1 180 180 1 -2 75 120 1 109 -2 Matematika 120 ( −6000 + 0 + 4020 ) − ( −8040 + 4800 ) 1260 = =7 = 1 180 180 -2 120 1 40 1 1 0 0 75 4020 150 y= 1 1 1 1 -2 0 75 120 150 1 1 75 z= 1 1 75 1 40 -2 0 120 4020 1 1 -2 0 120 150 1 1 75 1 1 75 . dan semua konstanta berada pada ruas kanan......... Diarahkan siswa melakukan hal berikut............ Ingat untuk menggunakan metode Sarrus semua variabel harus pada ruas kiri.. Untuk itu SPLTV di atas diubah menjadi x + y + z = 40 ………………………………………. x + y + z = 40 ……………………………………….....020 ……………………….......020 ………………………... (Persamaan-1) x = 2y ……………………………………………............. Diharapkan siswa melakukan kegiatan berikut..........Pada langkah penyelesaian Masalah 3.........…... (Persamaan-3 Berdasarkan SPLTV di atas diperoleh a1 = 1 a2 = 1 a3 = 75 b1 = 1 b2 = –2 b3 = 120 c1 = 1 c2 = 0 c3 = 150 d1 = 40 d2 = 0 d3 = 4020... (Persamaan-1) x – 2y = 0 ……………………………………………........

Diharapkan siswa menuliskan ciri-ciri himpunan penyelesaian sebagai berikut. Ciri-ciri himpunan penyelesaian suatu SPL – Suatu himpunan yang anggotanya pasangan terurut dari variabel-variabel persamaan (misal x. minta siswa menuliskan dengan kata-katanya sendiri pengertian himpunan penyelesaian SPL dan hasilnya diskusikan secara klasikal. dan z).5 Penyelesaian sistem persamaan linear adalah nilai-nilai variabel yang memenuhi setiap persamaan linear pada sistem persamaan tersebut. dan z) memenuhi setiap persamaan pada SPL tersebut.6 Himpunan penyelesaian sistem persamaan linear adalah himpunan semua penyelesaian sistem persamaan linear. y. Dari hasil diskusi siswa secara klasikal ditetapkan. Ternyata hasilnya sama dengan himpunan penyelesaian yang diperoleh dengan metode eliminasi dan substitusi sebelumnya. – Nilai variabel-variabel tersebut (misal x. y. ♦ Minta siswa mengingat kembali pengetahuan tentang himpunan penyelesaian suatu sistem persamaan linear yang telah dipelajari di SMP dan memperhatikan himpunan penyelesaian sistem persamaan linear.11.7)}. 110 Buku Guru Kelas X . Definisi 3.1 40 1 0 75 4020 y= 1 1 1 -2 75 120 1 1 0 150 1 0 150 1 1 75 40 0 4020 ( 0 + 0 + 6000 ) − ( 0 + 0 + 4020 ) 1980 = = = 11 1 1 180 180 1 -2 75 120 1 40 1 -2 0 75 120 4020 z= 1 1 1 1 -2 0 75 120 150 1 1 1 -2 75 120 ( −6000 + 0 + 4020 ) − ( −8040 + 4800 ) 1260 = =7 = 1 1 180 180 1 -2 75 120 Berdasarkan hasil perhitungan di atas diperoleh himpunan penyelesaian SPLTV tersebut adalah H = {(22. Definisi 3. Suruh siswa menuliskan ciri-ciri suatu himpunan merupakan himpunan penyelesaian SPL dan hasilnya diskusikan secara klasikal. Berdasarkan ciri-ciri himpunan penyelesaian SPL di atas.

Tentukan bilangan tersebut! 3. Joni. Joni dan Deni memerlukan tambahan waktu 8 jam kerja lagi untuk menyelesaikan pengecatan rumah. himpunan penyelesain sistem persamaan linear tersebut. 5. dan C. y. diperoleh bilangan yang sama. ketiga tukang ini bekerja mengecat rumah serupa ini selama 4 jam kerja. Tentukan waktu yang dibutuhkan masing-masing tukang. Definisi 3. Deni dan Ari. Sebuah pabrik memiliki 3 buah mesin A. Uji Kompetensi 3. y) yang memenuhi setiap persamaan linear pada sistem persamaan tersebut. Jika ketiganya bekerja. Sebuah bilangan terdiri dari atas tiga angka yang jumlahnya 9. B. Jika hanya mesin A dan C yang bekerja. jika bekerja sendirian! 2.7 Himpunan penyelesaian sistem persamaan linear dengan dua variabel adalah himpunan semua pasangan terurut (x.8 Himpunan penyelesaian sistem persamaan linear dengan tiga variabel adalah himpunan semua triple terurut (x. 3.200 lensa yang dapat dihasilkan dalam satu minggu. melainkan melalui metode grafik! 111 Matematika . Suatu hari. Berapa banyak lensa yang dihasilkan oleh tiap-tiap mesin dalam satu minggu? 4. Jika hanya mesin A dan B bekerja. Angka satuannya tiga lebih dari pada angka puluhan. Jika angka ratusan dan angka puluhan ditukar letaknya. Sedangkan untuk SPLDV dan SPLTV. setelah itu Ari pergi karena ada suatu keperluan mendadak.3 1. berturut-turut didefinisikan sebagai berikut.700 lensa yang dapat dihasilkan dalam satu minggu. Pengalaman Deni dan Ari pernah bersama-sama mengecat rumah yang serupa dalam 15 jam kerja. z) yang memenuhi setiap persamaan linear pada sistem persamaan tersebut. 4. Tentukanlah himpunan penyelesaian setiap sistem persamaan linear berikut ini tanpa menggunakan cara aljabar. Tiga tukang cat.400 lensa yang dihasilkan dalam satu minggu. bekerja secara bersama-sama. dapat mengecat eksterior (bagian luar) sebuah rumah dalam waktu 10 jam kerja. Definisi 3.

dengan a ≠ 0. 4x – y = 8 5 6 2 3 4 3 4 2 3 12x + 7y = –4 5. Perhatikan kedua grafik sistem persamaan linear di bawah ini! Y Y b) Jelaskanlah perbedaan himpunan penyelesaian grafik (i) dan (ii)! 7. a1x + b1y + c1z = d1 a2x + b2y + c2z = d2 a3x + b3y + c3z = d3 Tentukan syarat yang dipenuhi sistem supaya memiliki solusi tunggal.. a1x + b1y = c1 10. 2x – y = 0 7x + 2y = 11 iii.! variabel. Diketahui xy xz yz = c.. tentukan syaratnya dan gambarkan! 6. Diberikan sistem persamaan linear tiga variabel. a2x + b2y = c2 maka tentukan nilai a) Tentukan syarat yang dimiliki 2  1 1 1 1   1 1   sistem supaya memiliki grafik a  b + c  + b  c + a  + c  a + a         seperti gambar (i) dan (ii)! = .! 112 Buku Guru Kelas X . b ≠ 0. 3x – 2y = 2 –x + 5y = 21 1 1 1 1 1 2 3 3 4 iv. Jika a + b + c = 0 dengan a. Kembali perhatikan sistem persamaan linear dua variabel.. Tentukan bilangan pengganti simbol-simbol. x–y=3 5x +3y = 9 ii. memiliki banyak solusi.. b. Jumlah bilangan pada setiap baris terdapat di kolom kanan dan jumlah bilangan setiap kolom terdapat di baris bawah. O (i) X garis linear 1 garis linear 2 O X garis linear 1 garis linear 2 (ii) Setiap simbol pada gambar di atas mewakili sebuah bilangan. a1x + b1y = c1 a2x + b2y = c2 Mungkinkah sistem tersebut tidak memiliki himpunan penyelesaian? Jika ya. c ≠ 0. Tentukan nilai x = . dan = a. dan tidak memiliki solusi! 8. xy xz yz = a. = b dan = x+ y x+z y+z 9. i. = b dan = Gambar (i) danx + (ii) merupakan y x+z y+z grafik sistem persamaan linear dua c ≠ 0.

tentukanlah himpunan penyelesaian melalui grafik setiap sistem persamaan berikut ini! i. 3x + 2y = 9 x + 3y = 10 ii. dan c memenuhi pekerjaan 25ab 1 15bc 5ac 1 itu. maka akan selesai persamaan-persamaan berikut waktu a + b 2 b + dalam c a+c 3 8 jam. Berapa waktu 25ab 1 25 15ab bc 25ab 1 5ac 1 15bc 15 1 bc5ac 5ac 1 1 yang diperlukan Trisna. = . Bilangan kedua sama dengan enam kali bilangan pertama setelah dikurangi satu. Jika Trisna bersama kakeknya bekerja bersamasama. 4x + y = 6 3x +2y = 10 Trisna bersama dengan Ayah dan Kakek sedang memanen tomat di ladang mereka. b.Jika Ayah dan kakek menyelesaikan 11. mereka dapat menyelesaikan pekerjaan itu dalam waktu 6 jam. Matematika 113 . 13. 14 Dengan menggunakan kertas berpetak. Diberi dua bilangan. Nilai-nilai a. Temukanlah bilangan tersebut. dan =– . = –1. Bilangan kedua juga sama dengan bilangan pertama dikuadratkan dan ditambah tiga. Ayah. jika mereka Hitunglah (a – b)c. dan Kakek untuk menyelesaikan a+b 2 a b+ + ab c+ b 2 a +2 bc+bc 3+ c a +ac+ c 3 3 panenan tersebut. bekerja sendiri-sendiri? 12. Pekerjaan memanen tomat itu dapat diselesaikan mereka dalam waktu 4 jam.

4x + 3y = 400  × 1 → 4x + 3y = 400 x + y = 125  × 3 → 3x + 3y = 375 – x = 25 untuk x = 1.(1) b) Jumlah rumah yang akan dibangun x + y ≤ 125…………………………………………………………. Karena dana yang dimilikinya terbatas.11 Pak Rendi berencana membangun 2 tipe rumah. yaitu.000m2 ditentukan oleh pertidaksamaan: 100x + 75y ≤ 10. pertidaksamaan ini disederhanakan menjadi: 4x + 3y ≤ 400 ………………………………………………………. maka y = 125 – x y = 125 – 25 = 100 114 Buku Guru Kelas X . Alternatif Penyelesaian Misalkan: x : banyak rumah tipe A yang akan dibangun y : banyak rumah tipe B yang akan dibangun 1) Banyak rumah tipe A dan tipe B yang dapat dibangun a) Keterbatasan yang dimiliki Pak Rendi adalah: Luas tanah yang diperlukan untuk membangun rumah tipe A dan tipe B di atas tanah seluas 10. maka banyak rumah yang direncanakan akan dibangun paling banyak 125 unit.4.000 m2. dan 2) gambarkanlah daerah penyelesaian pada bidang kartesius berdasarkan batasan-batasan yang telah diuraikan. Sistem Pertidaksamaan linear Dua Variabel Masalah-3. Jika kamu adalah arsitek Pak Rendi maka: 1) bantulah Pak Rendi menentukan berapa banyak rumah tipe A dan tipe B yang dapat dibangun sesuai dengan kondisi luas tanah yang ada dan jumlah rumah yang akan dibangun. (2) Dari kedua keterbatasan di atas. ternyata untuk membangun rumah tipe A dibutuhkan tanah seluas 100 m2 dan untuk membangun rumah tipe B dibutuhkan tanah seluas 75 m2.1000. tipe A dan tipe B di atas sebidang tanah seluas 10. (pertidaksamaan 1 dan pertidaksamaan 2) banyak rumah tipe A dan tipe B yang dapat dibangun dihitung dengan menggunakan konsep sistem persamaan linear dua variabel seperti berikut. Setelah dia berkonsultasi dengan arsitek (perancang bangunan).

3) dan memotong sumbu y di titik (100. dengan cara mengambil sebarang titik misal P(x. jika y = 0 maka x = = 100. 0). 2) Grafik daerah penyelesaian pada diagram kartesius Untuk menggambar daerah penyelesaian pada diagram kartesius dilakukan langkah-langkah sebagai berikut.y) merupakan daerah penyelesaiannya. 400 Untuk garis 4x + 3y = 400. 4 jika x = 0. Untuk garis x + y = 125. Selanjutnya menyelidiki daerah mana yang menjadi daerah penyelesaian dari pertidaksamaan 4x + 3y ≤ 400. Jika garis 4x + 3y = 400 digambar pada diagram kartesius maka garis tersebut akan membagi dua daerah. Diskusikanlah dengan teman-temanmu. Daerah penyelesaian pertidaksamaan 4x + 3y ≤ 400. Pak Rendi dapat membangun rumah tipe A sebanyak 25 unit. terlebih dahulu kita cari titik potong dengan sumbu x yang terjadi jika y = 0 dan titik potong dengan sumbu y yang terjadi jika x = 0. dan rumah tipe B sebanyak 100 unit. yaitu daerah 4x + 3y < 400 dan daerah 4x + 3y > 400.125) dan memotong sumbu x di titik (125. maka y = 133. jika bernilai salah maka daerah tersebut bukan daerah penyelesaian pertidaksamaan 4x + 3y ≤ 400. ♦ Organisasikan siswa dalam kelompok belajar dalam memecahkan masalah. Jika pertidaksamaan tersebut bernilai benar maka daerah yang memuat titik P(x.y) pada salah satu daerah. bagaimana caranya untuk mencari banyak rumah tipe A dan tipe B yang dapat dibangun selain yang sudah kita temukan di atas sesuai dengan keterbatasan yang ada. jika y = 0 maka x = 125 jika x = 0 maka y = 125 Maka gari x + y = 125 memotong sumbu y di titik (0. Agar kita mudah menggambar garis ini. 0). Hal ini berarti: dengan keterbatasan yang ada.3. Matematika 115 . kemudian mensubstitusikan titik tersebut ke pertidaksamaan 4x + 3y ≤ 400. Langkah 2 Menentukan daerah penyelesaian pertidaksamaan 4x + 3y ≤ 400 dan x + y ≤ 125. Langkah 1 Menggambar garis dengan persamaan 4x + 3y = 400 dan garis x + y = 125. 133. Dengan cara yang sama maka daerah penyelesaian pertidaksamaan x + y ≤ 125 juga dapat diketahui. Maka garis 4x + 3y = 400 memotong sumbu y di titik (0.

berarti 3a − 6 18 − a + = 4 ⇒ 2a = 20 ⇒ a = 10. maka daerah penyelesaian sistem pertidaksamaan digambarkan sebagai berikut. y ≥ 0. Titik P adalah perpotongan dari garis x + 3y = 6 dan 3x + y = a.7 Daerah penyelesaian untuk sistem pertidaksamaan linier Contoh 3.3 x + y ≤ a} adalah 4. Setelah langkah 1.y) = x + y pada himpunan A = {x ≥ 0.y) = x + y Pertidaksamaan-1: x + 3y ≤ 6 Pertidaksamaan-2: 3x + y ≤ a. ♦ Arahkan siswa menggambarkan kedua pertidaksamaan di atas untuk menentukan titik potong grafik persamaan x + 3y =0 dan 3x + y =a dan daerah fungsi f yang dibatasi kedua pertidaksamaan yang diketahui pada soal.5 Jika nilai maksimum f(x. Langkah 3 Mengarsir daerah yang merupakan daerah penyelesaian masing-masing pertidaksamaan. Mempelajari sistem pertidaksamaan linear dua variabel berguna untuk menentukan nilai maksimum suatu fungsi dengan domain suatu himpunan tertentu. Jadi diperoleh 3a − 6 18 − a xP = dan yP = . Perhatikan contoh berikut! Apakah kita perlu membatasi nilai x > 0 dan nilai y > 0? Mengapa? Berikan penjelasanmu. Dari Gambar 3. x + 3y ≤ 6. 2.7.y) = x + y adalah 4. Gambar 3. Mengingat gradien dari f(x. 8 8 116 Buku Guru Kelas X . x ≥ 0. dan y ≥ 0. dan 3 di atas dilakukan. 8 8 Nnilai maksimum f(x. Daerah yang diarsir dua kali merupakan daerah penyelesaian dari sistem pertidaksamaan linier.y) = x + y adalah m = –1. maka nilai a = …? Penyelesaian Misalkan f(x. daerah yang diarsir merupakan daerah penyelesaian. maka f akan mencapai maksimum di titik P.

y) (6. Sistem pertidaksamaan linear dua variabel adalah suatu sistem pertidaksamaan linear yang memuat dua variabel dengan koefisien bilangan real. Matematika 117 . 2. 8 8 Dengan demikian.y) = x + y adalah 4 maka nilai a = 10.8 Daerah penyelesaian untuk sistem pertidaksamaan linear x + 3y ≤ 6. mari kita tetapkan konsep sistem pertidaksamaan linear dua variabel sebagai berikut.9 1. Definisi 3.10) 2 1 2 3 P (x.2) (0. maka f akan mencapai maksimum di titik P. 8 8 Karena nilai maksimum f(x. Berdasarkan masalah dan contoh di atas. Titik P adalah perpotongan dari garis x + 3y = 6 dan 3x + y = a. Jadi diperoleh 3a − 6 18 − a xP = dan yP = . 3x + y ≤ a Mengingat gradien dari f(x.y) = x + y adalah m = –1. Sistem pertidaksamaan linear adalah himpunan pertidaksamaan linear yang saling terkait dengan koefisien variabelnya bilangan-bilangan real.y 10 8 6 4 (0. agar nilai maksimum f(x.0) (10.y) = x + y adalah 4.0) 3 4 5 6 7 8 9 x Gambar 3. maka 3a − 6 18 − a + = 4 ⇒ 2a = 20 ⇒ a = 10.

Uji Kompetensi 3. Misalkan p adalah jumlah maksimum dari himpunan penyelesaian yang memenuhi sistem di bawah ini. sedangkan air dan sumber daya lainnya dianggap cukup tersedia. sedangkan palawija lainnya ternyata tidak menguntungkan. dan untuk 1 kuintal jagung diperlukan 9 jam-orang tenaga dan 2 Kg pupuk. Pendapatan 118 Buku Guru Kelas X . Produksi Tani. Diketahui pula bahwa untuk menghasilkan 1 kuintal padi diperlukan 12 jam-orang tenaga dan 4 Kg pupuk. Kondisi tanah memungkinkan menghasilkan 50 kuintal padi per ha atau 20 kuintal jagung per ha. Diberikan sistem pertidaksamaan linier: x–y≥3 5x + 3y ≥ 9 a) Gambarkan grafik pertidaksamaan pada sistem tersebut! b) Tentukanlah himpunan penyelesaian sistem tersebut.11 Daerah penyelesaian sistem pertidaksamaan linear adalah daerah tempat kedudukan titik-titik yang memenuhi sistem pertidaksamaan linear tersebut.4 1. Pupuk juga terbatas. tak lebih dari 480 Kg. Dalam suatu masa tanam tenaga yang tersedia hanya 1590 jam-orang. Definisi 3. Karena keterbatasan sumber daya petani harus menentukan berapa bagian yang harus ditanami padi dan berapa bagian yang harus ditanami jagung.10 Penyelesaian sistem pertidaksamaan linear dua peubah adalah himpunan semua pasangan titik (x.Definisi 3.y) yang memenuhi sistem pertidaksamaan linear tersebut. dan palawija lain. jagung. 2x + 5y ≤ 600 4x + 3y ≤ 530 2x + y ≤ 240 a) Gambarkanlah pertidaksamaan sistem linear tersebut! b) Tentukanlah nilai p! 3. Sekelompok tani transmigran mendapatkan 6 ha tanah yang dapat ditanami padi. dengan syarat tambahan x > 0 dan y <0! c) Selanjutnya dapatkah kamu menentukan himpunan penyelesaian sistem tersebut untuk syarat x < 0 dan y > 0? Jelaskan! 2.

Jika harga Fluin Rp200. a) Syarat apakah yang harus dipenuhi agar sistem memiliki solusi tunggal? b) Syarat apakah yang harus dipenuhi agar sistem tidak memiliki solusi? 4.000. Matematika 119 . dan interpretasikan hasilnya. Formulasikan masalah tersebut dengan mendefinisikan variabel-variabel terkait.00 per kapsul. Masalah bagi petani ialah bagaimanakah rencana produksi yang memaksimumkan pendapatan total? Artinya berapa ha tanah ditanami padi dan berapa ha tanah ditanami jagung? 3. 74 grain bikarbonat dan 24 grain kodein.00. seseorang yang sakit flu akan sembuh jika dalam tiga hari (secara diratakan) minimum menelan 12 grain aspirin. dan dianggap bahwa semua hasil tanamnya selalu habis terjual. Buat laporan atas kegiatanmu ini dan paparkan hasilnya di depan kelas.00 dan Fluon Rp300.1. mencari persamaan atau pertidaksamaan yang menyatakan hubungan antar variabel tersebut. Jika diberikan sistem pertidaksamaan linear seperti berikut ini. Suatu pabrik farmasi menghasilkan dua jenis kapsul obat flu yang diberi nama Fluin dan Fluon. internet.petani dari 1 kuintal padi adalah Rp32.00 sedang dari 1 kuintal jagung Rp20. Menurut dokter. dan lain-lain) yang dapat dinyatakan dalam sistem persamaan linear atau sistem pertidaksamaan linear. selesaikan sistem yang kamu peroleh. Masing-masing memuat tiga unsur (ingredient) utama dengan kadar kandungannya tertera dalam Tabel 3. a1x + b1y ≥ c1 dan x ≥ 0 a2x + b2y ≥ c2 dan y ≥ 0.000. berapa kapsul Fluin dan berapa kapsul Fluon harus dibeli supaya cukup untuk menyembuhkannya dan meminimumkan ongkos pembelian total? Unsur Aspirin Bikorbonat Perkapsul Fluin 2 5 1 Fluin 1 8 6 Kodein Projek Bersama temanmu amati permasalahan di sekitarmu atau dari sumber lain (buku.

Himpunan penyelesaian dari sistem persamaan linear adalah himpunan semua nilai variabel yang memenuhi sistem persamaan tersebut. misal garis g1 dan garis g2. sehingga sifat-sifat persamaan linear dan pertidaksamaan linear dalam sistem bilangan real banyak digunakan sebagai pedoman dalam menyelesaikan suatu sistem persamaan linear dan sistem pertidaksamaan linear. b1. Karena titik (x. maka terdapat tiga kemungkinan. diberikan sistem persamaan dengan 2 persamaan dan 2 variabel. a1x + b1y = c1 dan a2x + b2y = c2. 2. Apabila penyelesaian sebuah sistem persamaan linear semuanya nilai variabelnya adalah nol. c2 anggota bilangan real. Misal diberikan sistem persamaan linear 3x + 5y + z = 0 dan 2x + 7y + z = 0. Sistem tersebut hanya mempunyai penyelesaian trivial. Konsep sistem persamaan linear dan sistem pertidaksamaan ini didasari oleh konsep persamaan dan pertidaksamaan dalam sistem bilangan real. Grafik persamaan-persamaan ini merupakan garis. Sistem tersebut mempunyai tak terhingga banyaknya anggota himpunan penyelesaian yang tak trivial sebagai tambahan penyelesaian trivial. b2. Secara tafsiran geometri dari selesaian suatu sistem persamaan linear. c1. maka penyelesaian sistem persamaan linear tersebut akan bersesuaian dengan titik perpotongan dari garis g1 dan garis g2. b. Sistem persamaan linear disebut homogen apabila suku konstantanya adalah nol dan salah satu dari dua hal berikut dipenuhi. Apabila sebuah sistem persamaan linear mempunyai anggota himpunan penyelesaiannya dari nilai variabel yang tidak semuanya nol disebut memiliki penyelesaian yang tak trivial.y) terletak pada sebuah garis jika dan hanya jika bilangan-bilangan x dan y memenuhi persamaan tersebut. Model matematika dari permasalahan sehari-hari seringkali menjadi sebuah model sistem persamaan linear atau sistem pertidaksamaan linier. 4. PENUTUP Berberapa hal penting yang perlu dirangkum terkait konsep dan sifat-sifat sistem persamaan linear dan pertidaksamaan linear. yaitu jika tidak terdapat titik perpotongan sehingga sistem tidak mempunyai penyelesaian. Berdasarkan hal itu. sebagai berikut.D. a2. maka penyelesaian tersebut dikatakan penyelesaian trivial. 120 Buku Guru Kelas X . 5. 6. dengan a1 dan a2 tidak keduanya nol dan b1 dan b2 tidak keduanya nol. 3. yaitu (a) garis g1 dan garis g2 sejajar dan tidak berpotongan. yaitu untuk x = y = z = 0. 1. dengan a1. a. Sistem persamaan linear ini memiliki suku konstanta adalah nol dan mempunyai penyelesaian yang tunggal.

Penguasaan kamu tentang sistem persamaan dan pertidaksamaan linear adalah prasyarat mutlak mempelajari bahasan matriks dan program linear.(b) garis g1 dan garis g2 berpotongan pada satu titik. yaitu tidak mempunyai selesaian. Selanjutnya kita lakukan operasi hitung pada dua atau lebih matriks dan menentukan determinannya. 7. Sifat-sifat matriks terhadap operasi penjumlahan. Sistem Persamaan linear (SPL) mempunyai tiga kemungkinan penyelesaian. Dalam hal ini sistem mempunyai tak terhingga banyak penyelesaian. artinya setiap sistem persamaan linear dapat disajikan dalam bentuk matriks. Kita akan menemukan konsep dan sifat-sifat matriks melalui penyelesaian masalah nyata. Matematika 121 . (c) garis g1 dan garis g2 berimpit. mempunyai satu selesaian dan mempunyai tak terhingga banyak selesaian. Matriks adalah bentuk lain sebuah sistem persamaan linear. pengurangan dan perkalian akan dibahas secara mendalam dan dimanfaatkan dalam penyelesaian masalah matematika dan masalah otentik. artinya terdapat tak terhingga banyak titik perpotongan. sehingga sistem hanya mempunyai tepat satu (tunggal) penyelesaian.

menghayati rasa percaya diri. memahami operasi sederhana matriks serta menerapkannya dalam pemecahan masalah. menghayati kesadaran hak dan kewajiban serta toleransi terhadap berbagai perbedaan di dalam masyarakat majemuk sebagai gambaran menerapkan nilai-nilai matematis. • berpikir Independen mengajukan ide secara bebas dan terbuka. bertanggungjawab. kritis. • mengamati aturan susunan objek. • mengamati keteraturan data. motivasi internal dan sikap peduli lingkungan melalui kegiatan kemanusiaan dan bisnis dalam kehidupan sehari-hari.Bab Matriks A. konsisten dan jujur serta menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. 3. Pengalaman Belajar Melalui pembelajaran materi matriks. 5. siswa memperoleh pengalaman belajar: • melatih berpikir kritis dan kreatif. menghayati pola hidup disiplin. 4. 2. memahami konsep matriks sebagai representasi numerik dalam kaitannya dengan konteks nyata. • berkolaborasi. • • • • • Elemen Matriks Ordo Matriks Matriks Persegi Matriks Identitas Transpos Matriks . bekerja sama menyelesaikan masalah. KOMPETENSI DASAR DAN PENGALAMAN BELAJAR Kompetensi Dasar Setelah mengikuti pembelajaran matriks. siswa mampu: 1.

B. PETA KONSEP SISTEM PERSAMAAN LINIER MASALAH OTENTIK MATERI PRASYARAT MATRIKS Kolom Baris Persegi Panjang Persegi Segitiga Diagonal Transpos Identitas JENIS MATRIKS Operasi UNSUR-UNSUR MATRIKS Elemen Baris Elemen Kolom Relasi Kesamaan Penjumlahan Pengurangan Perkalian Invers Determinan Matematika 123 . PETA KONSEP B.

Diketahui data hasil penjualan tiket penerbangan tujuan Medan dan Surabaya. Data tersebut. dapat kamu lihat bahwa data yang terbentuk terdiri atas bilangan-bilangan yang tersusun dalam baris dan kolom. klasemen akhir Liga Super Indonesia. data perolehan nilai dan absensi siswa. Tumbuhkan motivasi internal dalam diri siswa melalui menunjukkan kebergunaan mempelajari matriks dalam kehidupan. ♦ Arahkan siswa menemukan konsep matriks dari berbagai situasi nyata yang dekat dengan kehidupan siswa. seperti data rekening listrik atau telepon. dan mengganti tabel dengan kurung siku menjadi bentuk seperti berikut: 3 4 2 5  7 1 3 2    Berdasarkan bentuk tersebut. mari kita cermati uraian berikut ini. maupun brosur harga jual sepeda motor. Tampilan informasi dalam suatu tabel lebih tersusun baik dibandingkan dalam bentuk paragraf. Susunan bilangan seperti inilah yang dinamakan sebagai matriks. selama empat hari berturut-turut disajikan dalam tabel berikut. tetapi ada kalanya disampaikan dalam bentuk sebuah tabel. MATERI PEMBELAJARAN 1. banyak informasi atau data yang ditampilkan dalam bentuk tabel.C. 124 Buku Guru Kelas X . Hal seperti ini sering kita temui. tidak hanya sebatas pada koran atau majalah saja. Sebagai gambaran awal mengenai materi matriks. Dalam kehidupan sehari-hari. dari sebuah agen tiket. Tabel 4.1: Keterangan situasi tiket penerbangan ke Medan dan Surabaya Tujuan Medan Surabaya Hari ke I 3 7 II 4 1 III 2 3 IV 5 2 Pada saat kamu membaca tabel di atas maka hal pertama yang kamu perhatikan adalah kota tujuan. Menemukan Konsep Matriks Informasi yang terdapat dalam suatu koran atau majalah tidak senantiasa berupa teks bacaan yang terdiri atas sederetan kalimat yang membentuk paragraf. dapat kamu sederhanakan dengan cara menghilangkan semua keterangan (judul baris dan kolom) pada tabel. kemudian banyaknya tiket yang habis terjual untuk tiap-tiap kota setiap harinya.

jika nomor peserta ujian adalah NIS siswa-51. NIS siswa-21. NIS siswa-44. empat kolom. NIS siswa-23. NIS siswa-12.1 Masihkah kamu ingat posisi duduk sewaktu kamu mengikuti Ujian Nasional SMP? Maksimal siswa dalam satu ruang ujian hanya 20 peserta. …. nomor ujian peserta di ruang A adalah NIS siswa-11. Jika nomor peserta ujian adalah NIS siswa-12. pihak sekolah menempatkan siswa dalam ruang Gambar 4. NIS siswa-14. artinya posisi siswa saat ujian berada pada baris ke-5 kolom ke-1. NIS siswa-51. dan jika nomor ujian peserta adalah NIS siswa-34. Tentukan susunan peserta ujian ditinjau dari pola Nomor Induk Siswa (NIS)! Alternatif Penyelesaian Susunan peserta ujian jika dilihat dari NIS.2. biasanya disusun dalam lima baris. NIS siswa-21. NIS siswa-52. Tentunya. itu berarti posisi peserta saat ujian berada pada baris ke1 lajur ke-2. ... NIS siswa-12.. untuk setiap peserta ujian yang memiliki nomor ujian NIS siswa-11. dalam bentuk baris dan kolom. artinya posisi peserta tersebut saat ujian berada pada baris ke-3 kolom ke-4. Masalah-4. NIS siswa-54. Meja Pengawas Ujian  NIS 11  NIS 21   NIS 31   NIS 41   NIS 51 NIS 12 NIS 22 NIS 32 NIS 42 NIS 52 NIS 13 NIS 23 NIS 33 NIS 43 NIS 53 NIS 14  NIS 24   NIS 34   NIS 44  NI IS 54   Gambar 4. yang ditempelkan di tempat duduk siswa. NIS siswa-53. dapat kita nyatakan sebagai berikut. NIS siswa-53. NIS siswa-13. Berikut ini akan kita cermati lebih dalam lagi mengenai matriks dari masalahmasalah kehidupan kita sehari-hari. Denah posisi tempat duduk peserta ujian berdasarkan NIS Matematika 125 . Untuk memudahkan pengaturan peserta ujian dalam suatu ruangan. seperti yang disajikan pada Gambar 4. NIS siswa-14.1 Pelaksanaan Ujian Nasional ujian dengan pola nomor ujian melalui Nomor Induk Siswa (NIS). dan NIS siswa-54 dengan mudah memahami posisi mereka dalam ruang ujian tersebut. NIS siswa-13. Misalnya.1. NIS siswa-22. Demikian pula.

♦ Guru memeriksa hasil kerjaan siswa. Bandung–Bogor 126 km Bandung–Semarang 367 km Bandung–Cirebon 130 km Bandung–Yogyakarta 428 km 126 Buku Guru Kelas X .Masalah-4. setiap manager supermarket memiliki aturan untuk menempatkan setiap koleksi barang yang tersedia. Tentunya. 4 kolom. kolom ke-4 adalah koleksi bumbu dapur. Untuk memaksimalkan waktu liburan. Masalah-4. Koleksi barang yang terdapat pada baris ke-2. mengenai posisi setiap koleksi barang dalam ruang tersebut. ♦ Guru menjelaskan bagaimana susunan koleksi barang supermarket jika tersusun bertingkat. Koleksi beras dan tepung terdapat pada baris ke-3.2 Masalah lain yang terkait dengan susunan dapat kita amati susunan barangbarang pada suatu supermarket. dia mencatat jarak antar kota-kota tersebut sebagai berikut.3 Seorang wisatawan lokal hendak berlibur ke beberapa tempat wisata yang ada di pulau Jawa. Coba kita perhatikan gambar berikut ini! KOLEKSI Peralatan Dapur KOLEKSI Sabun KOLEKSI Roti dan Biskuit KOLEKSI Sampho dan Pasta Gigi KOLEKSI Beras dan Tepung KOLEKSI Permen dan Coklat KOLEKSI Detergen dan Pembersih KOLEKSI Susu KOLEKSI Mie Instan KOLEKSI Bumbu Dapur KOLEKSI Minyak dan Gula KOLEKSI Minuman Botol Gambar 4. yang terdiri atas tiga baris.3 Ruang koleksi barang-barang pada suatu supermarket Tentukanlah posisi koleksi beras dan tepung pada susunan di atas! Alternatif Penyelesaian Gambar di atas mendeskripsikan ruangan koleksi barang-barang suatu supermarket. kolom ke-2.

Jika kita ingin menampilkan susunan jarak-jarak tersebut. Bandung Bandung Cirebon Semarang Yogyakarta Surabaya Bogor 0 130 367 428 675 125 Cirebon 130 0 237 317 545 256 Semarang Yogyakarta 367 237 0 115 308 493 428 317 115 0 327 554 Surabaya 675 545 308 327 0 801 Bogor 126 256 493 554 801 0 Dari tampilan di atas. Bandung–Surabaya 675 km Bogor–Cirebon 256 km Bogor–Surabaya 801 km Cirebon–Yogyakarta 317 km Bogor–Semarang 493 km Surabaya–Semarang 308 km Bogor–Yogyakarta 554 km Surabaya–Yogyakarta 327 km Cirebon–Surabaya 545 km Semarang–Yogyakarta 115 km Cirebon–Semarang 237 km Tentukanlah susunan jarak antar kota tujuan wisata. terdiri dari 6 baris dan 6 kolom. dia cukup jelas mengetahui jarak antar kota tujuan wisata. Matematika 127 .  0 130 367 428 675 126  130 0 237 317 545 256    367 237 0 115 308 493  A= → 5 0 327 554   428 317 115  675 545 308 437 0 801     126 256 493 554 801 0   Susunan jarak antar kota di pulau Jawa ini. Alternatif Penyelesaian Wisatawan akan memulai perjalanannya dari Bandung ke kota-kota wisata di Pulau Jawa. dapat dituliskan sebagai berikut. seandainya wisatawan tersebut memulai perjalanannya dari Bandung! Kemudian berikan makna setiap angka dalam susunan tersebut. Jarak-jarak antar kota tujuan wisata dituliskan sebagai berikut.

perusahaan pak Margono menerima order mengirim barang ke kota V. kecuali ke kota V. disebut matriks X yang anggota-anggotanya terdiri dari angka 1 dan 0. untuk i = j aij =  1. Jika setiap dua kota yang terhubungkan diberi bobot 1.4 Diagram rute pengiriman barang Alternatif Penyelesaian Kata kunci pada persoalan ini adalah keterhubungan antar dua kota. Suatu ketika. P P 0 R 1 X = Q 1  T 1 V 0 R 1 0 1 0 0 Q 1 1 0 1 1 T 1 0 1 0 0 128 Buku Guru Kelas X .  0 0  Matriks representasi keterhubungan antar dua kota. dapat kita nyatakan dalam bentuk matriks seperti berikut. kota P terhubungan dengan semua kota. secara matematis. untuk i ≠ j Dari gambar di atas. Gambar 4. ♦ Guru mengerjakan lintasan mana yang terpendek untuk membawa barang dari kota P ke kota V! V 0 0  1  → Susunan angka-angka berbentuk persegi. dinyatakan sebagai berikut: 0. fungsi keterhubungan antar dua kota tersebut. sedangkan dua kota yang tidak terhubungkan diberi bobot 0. Nyatakanlah persoalan pengiriman barang tersebut dalam bentuk matriks.Masalah-4. Keterhubungan antar dua kota ini.4 Pak Margono yang tinggal di kota P memiliki usaha jasa pengiriman barang.

diberikan matriks A. Objek-objek yang disusun pada setiap baris dan kolom harus memiliki karakter yang sama. masalah yang dikaji adalah aturan susunan posisi setiap objek dan benda dinyatakan dalam aturan baris dan kolom. 3. m. D. i = 1. 2. 3. Secara umum. Jadi. Notasi m × n. 2. menyatakan elemen matriks pada baris ke-i dan kolom ke-j. Matematika 129 . B. …. Susunan bilangan itu diletakkan di dalam kurung biasa “ ( )” atau kurung siku “ [ ] “. C. Dari empat masalah di atas. n Am×n : m menyatakan banyak baris matriks A.. Secara umum. Ingat. Definisi 4. . j = 1. dan seterusnya. Banyak baris dan kolom dikondisikan pada kajian objek yang sedang diamati. m menyatakan banyak baris dan n menyatakan banyak kolom matriks A. yang menyatakan banyak baris dan kolom matriks A.1 Matriks adalah susunan bilangan yang diatur menurut aturan baris dan kolom dalam suatu jajaran berbentuk persegi atau persegipanjang.. misalnya A.. matriks didefinisikan sebagai berikut. menyatakan ordo (ukuran) matriks A.. jika diperhatikan ordo suatu matriks. . dapat diketahui banyaknya elemen pada matriks itu. n menyatakan banyak kolom matriks A.  a11 a  21 =  a31     am1 a12 a22 a32 am 2 a13 a23 a33 am 3 a1n  a2 n   a3n    amn   → baris ke-1 → baris ke-2 → baris ke-3 → baris ke-m Amxn kolom ke-m kolom ke-3 kolom ke-2 kolom ke-1 aij bilangan real.. Biasanya pelabelan suatu matriks dinyatakan dengan huruf kapital.

berturut-turut berumur 46 tahun dan 43 tahun. siswa kelas X SMA Panca Budi.5 Tentukanlah matriks 4 × 4.Masalah-4. a44  ij ij • a11 = 11–1 = 1 • a31 = 31–1 = 1 • a12 = 12–1 = 1 • a32 = 32–1 = 3 • a13 = 13–1 = 1 • a33 = 33–1 = 9 4–1 • a14 = 1 = 1 • a34 = 34–1 = 27 • a21 = 21–1 = 1 • a41 = 41–1 = 1 • a22 = 22–1 = 2 • a42 = 42–1 = 4 3–1 • a23 = 2 = 4 • a43 = 43–1 = 16 • a24 = 24–1 = 8 • a44 = 43–1 = 64 Jadi. Dia memiliki Ayah. dia mampu mengkreasikan susunan matriks. ij a34   nilai a . Sekar (19 tahun). yang merepresentasikan umur anggota keluarga Teguh. matriks A berordo 4 × 4 yang dimaksud adalah: 1 1  = A4×A = 4 1  1 1 1 1 2 4 8 . 130 Buku Guru Kelas X . 3 9 27   4 16 64  Contoh 4. dan Wahyu (12 tahun). ditentukan dengan a = ij–1. Berbekal dengan materi yang dia pelajari di sekolah dan kesungguhan dia dalam berlatih. Dia sendiri berumur 14 tahun. nilai a ditentukan dengan aij = i j −1 . Selain itu dia juga memiliki kakak dan adik. Ningrum (22 tahun). secara berurut. A = [aij] yang memenuhi kondisi aij = i(j–1)! Alternatif Penyelesaian  a11 a12 a  21 a22 Matriks A Matriks A4× = 4  a31 a32   a41 a42 a13 a23 a33 a43 a14  a24   . Ibu. sebagai berikut (berdasarkan urutan umur dalam keluarga Teguh). akan menyusun anggota keluarganya berdasarkan umur dalam bentuk matriks.1 Teguh.

a. dengan m banyak baris pada kolom matriks tersebut. Matriks Baris Matriks baris adalah matriks yang terdiri dari satu baris saja. T1×4 = [22 19 14 12]. 2. yang merepresentasikan umur semua T2×1 =  22 =   5×1  22  wanita pada keluarga Teguh. Alternatif susunan I Matriks T2×3  46 43  46 43 22  22 19  T2×3 =  T3×2 =     19 14 12    14 12   adalah matriks persegipanjang dengan berordo 2 × 3.1 di atas. Jenis-Jenis Matriks Contoh 4. menyajikan beberapa variasi ordo matriks yang merepresentasikan umur anggota keluarga Teguh. Matriks kolom berordo m × 1. b. 1 × n. T  kolom  matriks berordo 3 × 1. dengan n banyak kolom pada matriks tersebut. ♦ Guru memberikan susunan matriks yang lain. minimal dua cara dengan cara yang berbeda. Biasanya. Matriks Kolom Matriks kolom adalah matriks yang terdiri dari satu kolom saja.i.  19   19   12   Matematika 131 . Alternatif susunan II T2×3  46 43  46 43 22  22 19  = T3×2 =     19 14 12   14 12   Matriks T3×2 adalah matriks berordo 3 × 2. T1×2 = [46 43]. Perhatikan matriks kolom berikut  46 ini!  43  43    . matriks baris berordo 1 × 2 yang merepresentasikan umur orang tua Teguh. ordo matriks seperti ini. berikut ini akan disajikan jenis-jenis matriks. Secara detail. matriks baris berordo 1 × 4 yang merepresentasikan umur Teguh dan saudaranya. ii.

yaitu semua elemen matriks yang terletak pada garis diagonal dari sudut kiri bawah ke sudut kanan atas. yang merepresentasikan umur  22 19  orang tua Teguh dan kedua kakaknya.  14 12    46 43  . misalnya: 132 Buku Guru Kelas X . Jika kita meninjau matriks persegi berordo 4 × 4 di bawah ini. yaitu semua elemen matriks yang terletak pada garis diagonal dari sudut kiri atas ke sudut kanan bawah. Matriks Segitiga Mari kita perhatikan matriks F berordo 4 × 4. Diagonal samping matriks. yang merepresentasikan umur kedua   orang tua Teguh dan ketiga saudaranya. Matriks Persegi Matriks persegi adalah matriks yang mempunyai banyak baris dan kolom sama. 43  T2×1 =   22   19    46   43   T5×1 =  22  . matriks persegi berordo 2 × 2. yang merepresentasikan T3×2 =   22 19  umur semua anggota keluarga Teguh. Matriks Persegipanjang Matriks persegipanjang adalah matriks yang banyak barisnya tidak sama dengan banyak kolomnya.  46 43 T2×2 =   .  14 12   d. Matriks seperti ini memiliki ordo m × n. matriks kolom berordo 5 × 1. T  19 14 12   tasikan umur anggota keluarga Teguh. yang merepresen2× 2 =  22  . e. a12 a22 a32 a42 a13 a23 a33 a43 a14  a24   a34   a44  Diagonal Samping matriks H T2×2  a11  a  46 42  = H 4×4  21   a31  22 19    a41 Diagonal Utama matriks H Diagonal utama suatu matriks. matriks persegipanjang berordo 3 × 2. 19   12   c. Matriks ini memiliki ordo n × n. Jika terdapat pola susunan pada suatu matriks persegi.  46 43  46 43 22   19  T2×3 =  matriks persegipanjang berordo 2 × 3.

Jadi. g. seperti matriks berikut ini. jika kita cermati kombinasi pola tersebut pada suatu matriks persegi. matriks segitiga merupakan suatu matriks persegi berordo n × n dengan elemen-elemen matriks di bawah atau di atas diagonal utama semuanya nol. Matriks Diagonal Dengan memperhatikan konsep matriks segitiga di atas. kecuali elemen diagonal utama tidak semuanya bernilai nol”.  −2 0  0  0 7 12  13 0 0 5 1 0  −8 4  G F=  3 8 10 2 6   0 13  2 −4 2  maka matriks persegi yang berpola seperti matriks F dan G disebut matriks segitiga. Matriks Identitas Mari kita cermati kembali matriks persegi dengan pola seperti matriks berikut ini. disebut matriks diagonal. 2  Y = 0  0 12 0   B=0  0  0 0 0 0 0  0 3  0 0 6 0 0 4 0 0 0 0 0 0 0 3 0 0 0  0  0 1  maka matriks persegi dengan pola “semua elemennya bernilai nol. Matematika 133 . 3 5 0 0  −2 0 F = 0  0 3 5 0 0 7 12  13   5 −8 4  F = 3 2 6   0 13  2 0 0 0 5       0 0 1 0 8 10 −4 2 0 0 0 5       atau jika polanya seperti berikut ini. f.

Sebelum akan dibawa pengangkutan. atau 0 0  0 0  . Transpos Matriks Pak Susilo. yaitu di Tegal. seperti berikut: 0 • O2×3 =  0 0 • O3×2 =  0 0  0 0 . memiliki banyak koleksi buku. pensiunan PLN. 134 Buku Guru Kelas X . h. 3. dan novel yang pernah dia beli maupun terima selama dia masih aktif sebagai pegawai PLN. Jika suatu matriks persegi unsur diagonal utamanya adalah 1 dan unsur yang lainnya semua nol disebut matriks identitas. Parman. Karena begitu banyak koleksi buku tersebut. Matriks Nol Jika elemen suatu matriks semuanya bernilai nol.• I 4×4 1 0  = 0  0 0 1 0 0 0 0 1 0 0 0  0  1 1 • I 3×3 =  0  0 1 • I 2×2 =  0 0 0 1 0  0 1  0 1  Cermati pola susunan angka 1 dan 0 pada ketiga matriks persegi di atas. maka disebut matriks nol. atau  0 • O1×3 = [0 0 0] . majalah. membantu menyusun buku-buku tersebut dalam tumpukan-tumpukan seperti pada Gambar 4. Pak Susilo berniat akan menghibahkan semua buku-buku tersebut ke kampung halamannya.5. cucunya. Matriks identitas dinotasikan sebagai I berordo n × n. ditambah lagi ruang koleksinya tidak memadai.

Matriks B.Ruang Baca P e n g a n g k u t a n Buku Komik Majalah Sport Majalah Teknik Buku Motivasi Buku Matematika Buku Fisika Buku Kimia Novel Petualang Majalah Furniture Buku Rohani Buku Budaya Bahasa Inggris Koleksi Kamus Majalah Intisari Buku Peta Buku Sejarah Buku Autbiography Majalah Fashion Gambar 4.5. dengan sudut pandang dari ruang baca. atau disebut transpos matriks. karena halaman rumah Pak Susilo yang tidak cukup untuk ruang gerak truk sehingga truk harus diparkir di sebelah Barat ruang baca Pak Susilo. akan diperoleh matriks persegi panjang berordo 3 × 6. Diagram susunan koleksi buku-buku Jika direpresentasikan semua koleksi tersebut dalam matriks. ternyata memiliki relasi. Pihak pengangkutan menyusun semua koleksi tersebut menurut barisan buku yang terdekat ke truk. berubah menjadi:  BKo  MS   MT =  BMo  BMa    BF BKi NP MF BR BB BI KK MI BP BS BA MF           B6×3 Dengan memperhatikan kedua matriks B3×6 dan B6×3. yang diberi simbol Bt sebagai 135 Matematika . dalam kajian yang sama. Kita sebut matriks B.  BKo MS MT BMo BMa BF  B3×6  BB BI   BKi NP MF BR    KK MI BP BS BA MF   Selanjutnya. Relasi yang dimaksud dalam hal ini adalah “perubahan posisi elemen matriks”.

maka C t =  0 9 5 7  . Namun beberapa buku menotasikan transpos matriks B dengan atau B'. setiap elemen baris ke-1 pada matriks B menjadi elemen kolom ke-1 pada matriks Bt.transpos matriks B. jika matriks awal berordo m × n. maka transpos matriks berordo n × m. guru menjelaskan pembuktian dengan mengambil sembarang matriks Am×n dan Bm×n sebagai berikut. 136 Buku Guru Kelas X . maka 2 5 8 6 5 4  5 15 9    6 9 12  8          3 7 12 4  3 2  7 20 23   19  1 14 c. maka 6 C= 2 5  5 15 9      8     3 6 9 12    7 20 23 3 7  −3   19 14 2 2   1 0 5 3 1  2 5 3   4 7   3 10 6       t  At =  6  C = 14 9 4 2  . Hal inilah yang menjadi aturan menentukan transpos matriks suatu matriks. maka C t =  5 4 8 12  6    4 3 2 6 4  Contoh 4. Misalnya. Perubahan yang dimaksud dalam hal ini adalah.  20  S =  2 5 8 6  5 15 9   5 4 8 12    12  8          7 20 23 3 2 6 4  3 7 12 4    19    −3 1 0 5 3  1 14 2 5 3 4 3 5 7   0 9  3 10 6    14 9 4 2   St =  t t      = = = A C . . Jika C =  2  3 0 5 9 4 5 8 7 12 3 1 14 2 3  0 9 5 7   2 . setiap elemen baris ke-2 pada matriks B menjadi elemen kolom ke-2 pada matriks Bt. adalah A S a.2 5 4 8 12 3 2 6 4 3 5 10 15 6 9 2 S= 5  3 2 5 8 6 2 7 12 4 Dari pembahasan contoh di atas. ♦ Guru menjelaskan kepada siswa bahwa transpos dari matriks identitas adalah matriks itu sendiri. maka C 10 15 20 6 b. hingga semua elemen baris pada matriks matriks B menjadi elemen kolom pada matriks Bt. ♦ Untuk menunjukkan (At + Bt) = (A + B)t. dapat kita pahami perubahan ordo matriks. Diberikan matriks S =  5 10 15 20  . Jika A =  [–3 4 6 8 19]. demikian seterusnya.  −3 2 5 3 1 0 4 2 3 5 7  3 10 6  14 9     t t     S = transpos matriks =.

  amn + bmn   t ( Am×n 4. Gambar di bawah ini mendeskripsikan denah pembagian gedung-gedung ruko tersebut. dituliskan. a11 + b11 a + b  12 12 t t ( Am×n ) = ( Bm×n ) =  a13 + b13     a1n + b1n a21 + b21 a22 + b22 a23 + b23 a2 n + b2 n a31 + b31 a32 + b32 a33 + b33 a3n + b3n am1 + bm1  am 2 + bm 2   am 3 + bm 3    amn + bmn   Sedangkan transpose matriks A + B.6 Denah komplek ruko Matematika 137 . Kemandirian Dua Matriks Pada suatu kompleks perumahan ruko di daerah Tangerang memiliki ukuran yang sama dan bentuk bangun yang sama. Gedung 6A Gedung 7A Gedung 8A Gedung 9A Gedung 10A Gedung 5A Gedung 4A Gedung 3A Gedung 2A Gedung 1A J A L A N Gedung 5B Gedung 4B Gedung 3B Gedung 2B Gedung 1B Gedung 6B Gedung 7B Gedung 8B Gedung 9B Gedung 10B Blok A Gerbang Utama Blok B Gambar 4.  a11 + b11 a +b  21 21 t + Bm×n ) =  a31 + b31     am1 + bm1  a11 + b11 a + b  12 12 =  a13 + b13     a1n + b1n a12 + b12 a22 + b22 a32 + b32 am 2 + bm 2 a21 + b21 a22 + b22 a23 + b23 a2 n + b2 n a13 + b13 a23 + b23 a33 + b33 am 3 + bm 3 a31 + b31 a32 + b32 a33 + b33 a3n + b3n a1n + b1n  a2 n + b2 n   a3n + b3n    amn + bmn   am1 + bm1  am 2 + bm 2   am 3 + bm 3  .

b. Dari denah di atas dapat dicermati bahwa Blok A sama dengan Blok B. Definisi 4. c = 3. ii. dan d sebagai berikut: • 3b = 3 maka b =1. Oleh karena itu berlaku kesamaan matriks Pt = Q. Dua matriks dikatakan sama jika memenuhi sifat berikut ini. = . kesamaan Pt = Q     77     33 66 77   3a − c 6 4  . c. 7     b−5 = 3   Dari kesamaan di atas. • 2a – 4 = –4 maka a = 0. jika dan hanya jika: i. a = 0.= Akibatnya. b = 1. 138 Buku Guru Kelas X .  dan Q =  3 6 7     7   4  Penyelesaian Karena P merupakan matriks berordo 3 × 2. karena banyak Ruko di Blok A sama dengan banyak Ruko di Blok B. Ordo matriks A sama dengan ordo matriks B. • Karena a = 0 maka d = –3. dengan 3b   2a − 4 4   b − 5 3a − c  P =  d + 2a 2c  . dan d yang memenuhi matriks Pt = Q. kita akan mengkaji dalam konteks matriks.3 Tentukanlah nilai a. dan d = –3. maka Pt merupakan matriks berordo 2 × 3. aij = bij (untuk semua nilai i dan j). Selain itu. dapat dituliskan: . Contoh 4. kita temukan nilai a. penempatan setiap Ruko di Blok A sama dengan penempatan Ruko di Blok B. Dari ilustrasi di atas. Jadi.2 Matriks A dan matriks B dikatakan sama (A = B). c. Artinya 10 Ruko di Blok A dan Blok B dibagi dalam dua jajaran. dan 2c = 6 maka c = 3. 2a −− 44 dd ++ 2a 2a 2 a Dengan Pt =   3b 2c 2c   3b  2a − 4  3b  d + 2a 2c 4 7 −− 44    b b− 5 5 3a 3a cc 44   − . b. Sedangkan matriks Q merupakan matriks berordo 2 × 3. Setiap elemen yang seletak pada matriks A dan matriks B mempunyai nilai yang sama.

b.1 1. Elemen baris ke-1 kolom ke-3 pada matriks M! b. Selisih elemen baris ke-6 pada matriks N terhadap elemen kolom ke-2 pada matriks M! e. Dari matriks M dan N. Dua matriks yang sama merupakan syarat cukup bagi dua matriks yang sama. Diketahui matriks M = [2 6 12 7 11] 2 4   6 dan N =   . Petunjuk: Jika kamu belum paham arti syarat cukup dan syarat perlu.Uji Kompetensi 4. buatlah matriks yang terdiri dari 7 baris dan 2 kolom! Serta tentukan transpos matriksnya! 1 jika i − j > 1 aij =  ! 7. Jelaskan nilai kebenaran untuk setiap pernyataan berikut ini! a. Jika elemen suatu matriks merupakan anggota bilangan kuadrat. 1 jika i − j ≤ 1 −aturan: dengan  1 jika i − j > 1 aij =  ! −1 jika i − j ≤ 1  8. Menurut ilmu kedokteran. teknologi apakah yang menggunakan konsep matriks yang sedang kita pelajari ini? Tolong deskripsikan! 5. Silahkan jelaskan! 2. 8  7     0  tentukanlah : a. dengan semua elemennya adalah 15 bilangan prima yang pertama. Elemen baris ke-7 pada matriks N. Bisakah kamu merepresentasikan persoalan tersebut ke dalam matriks? (Silahkan gunakan data berat badan dan tinggi badan teman sekelasmu)! 9. Dua matriks yang berordo sama merupakan syarat perlu bagi dua matriks yang sama. Menurut kamu. Buatlah matriks yang terdiri dari 5 baris dan 3 kolom. Elemen kolom ke-1 baris ke-5 pada matriks N! c. Serta tentukan transpos matriksnya! 6. apakah ada batasan banyak baris dan kolom untuk membentuk suatu matriks? Jelaskan! 3. Hasil perkalian elemen baris ke-2 pada matriks N dengan elemen kolom ke-4 pada matriks M! d. silahkan tanyakan pada gurumu! Matematika 139 . Coba berikan contoh yang lain (selain yang disajikan di atas) mengenai matriks yang dapat dijumpai dalam kehidupan seharihari! 4. dikatakan bahwa terdapat relasi antara berat badan dengan tinggi badan seseorang. Tentukanlah matriks berordo 5 × 5. Menurut kamu.

Samad harus membayar Rp 740. 10 −1  8 4 0 dan R =  . C= 1 2 4   p q r D= .d e f  2 1  B= 0 2 . Pada saat yang bersamaan. Diketahui matriks-matriks a − 2b  8 2d + c   dan R =  2  e−3f   4 0 . 2 3 e − d e − f   Tabel peringkat tersebut sebagai berikut! Nama Pengasuh Bayi Tarsi KLIEN Ibu Ratna Ibu Santi Ibu Bonita 7 5 3 6 Inem 4 9 5 5 Wati 7 3 6 0 Nurlela 3 8 2 4 Marni 10 7 9 8 12.  u v w d e f  Syarat apakah yang harus dipenuhi supaya matriks A sama dengan matriks X?. Masalah Penugasan Pengasuh Bayi. d. Dia harus membayar sebesar Rp 410. e. Diketahui matriks A =  d b e c r X =  f u s v t w  Ibu Soimah Bagaimanakah biro jasa tersebut menugaskan pengasuh-pengasuhnya agar dapat memaksimumkan jumlah angka kecocokan antara klien dengan pengasuh? r s t  a b c  A X = =  dan matriks  . Nyatakanlah persoalan tersebut dalam bentuk matriks dan selesaikanlah! 11. Pada tahun ajaran baru. Samad mewakili teman-teman yang lainnya membeli 10 buah buku Matematika dan 6 buah buku Biologi. a b c  A= .000 untuk semuanya. b.000. Sebuah biro jasa penyedia pengasuh bayi mempunyai empat klien dan lima pengasuh.  3 4  2 0 3 . c. d e f  2 1  B= 0 2 . s t u  −3a T =  b+c   e − 2d t 10.  3 4  2 0 3 C=  . tentukan pasangan-pasangan matriks yang sama. Jelaskan! 14. Biro tersebut mengevaluasi tingkat kecocokan antara klien dan pengasuh bayi dalam sebuah tabel dengan skala nol sampai sepuluh. nilai nol artinya a − 2b   −3apengasuh klien tidak cocok dengan  T = b+ c 2klien d + c bayi dan nilai sepuluh untuk    yang sangat cocok dengan pengasuh. − 2 10 1   a) Tentukan transpos dari matriks T! b) Jika Rt = T. s t u 140 Buku Guru Kelas X t . dan f! a 13. 1 2 4  p q r D= . tentukanlah nilai a. Untuk matriks-matriks berikut. Anas mewakili beberapa temannya untuk membeli 5 buah buku Matematika dan 4 buah buku Biologi.

maka biaya total yang dikeluarkan oleh perusahaan untuk kedua pabrik tersebut dapat diperoleh. bidang ilmu fisika. Operasi Hitung pada Matriks 1) Penjumlahan Dua Matriks Untuk memudahkan kita memahami penjumlahan dua matriks.Projek Temukan contoh penerapan matriks dalam ilmu komputer. mari kita cermati contoh masalah berikut ini. Perusahaan itu memproduksi dua jenis produk. statistika. 5.6 Sebuah perusahaan garmen memiliki dua pabrik yang berlokasi di Jakarta dan Surabaya. dan lain-lain) tampak pada susunan baris dan kolom sebuah matriks. biologi. Biaya untuk bahan ditangani oleh sebuah departemen dan upah buruh ditangani oleh pabrik departemen lainnya. sebagai matriks S dan biaya matriks di Jakarta sebagai matriks J. tersedia buku aljabar. Memahami Operasi Sederhana Matriks serta Menerapkannya dalam Pemecahan Masalah a. fisika. Buat laporan hasil kerja kelompokmu dan hasilnya disajikan di depan kelas. Masalah-4. kimia. dan teknologi informasi. sebagai berikut. Kamu dapat membuat pengkodean dari bukubuku tersebut agar para pembaca dan yang mencari buku tertentu mudah untuk mendapatkannya. Pikirkan bagaimana susunan buku teks. yaitu baju dan jas. seperti: buku matematika. kimia. Biaya untuk setiap jenis produk diberikan pada matriks berikut. geometri. Selanjutnya coba terapkan berbagai konsep dan aturan matriks dalam menyusun buku teks di sebuah perpustakaan. Pabrik di Surabaya (dalam Jutaan) Baju Bahan Buruh 200 20 Jas 600 80 Bahan Buruh Pabrik di Jakarta (dalam Jutaan) Baju 125 25 Jas 450 90 Jika kita misalkan matriks biaya di Surabaya. dan IPS dari berbagai jenisnya (misalnya jenis buku matematika. Matematika 141 .

tentunya dapat didefinisikan penjumlahan dua matriks dalam konteks matematis. maka   1 0 1  1 3 5  1+1 2 2 8 10 + 2 2 + 2 4 + 8  12 4 12  Q= . Definisi 4. Jika matriks C adalah jumlah matriks A dengan matriks B. Contoh 4.♦ Total biaya bahan untuk baju = 200 + 125 = 325 ♦ Total biaya bahan untuk jas = 600 + 450 = 1050 ♦ Total biaya buruh untuk baju = 20 + 25 = 45 ♦ Total biaya buruh untuk jas = 80 + 90 = 170 Jika keempat total biaya tersebut dinyatakan dalam matriks.3 Misalkan A dan B adalah matriks berordo m × n dengan elemen-elemen aij dan bij. Ordo matriks hasil penjumlahan dua matriks adalah sama dengan memiliki ordo yang sama dengan matriks yang dijumlahkan. maka hasil jumlah matriks P dan Q adalah 142 Buku Guru Kelas X 2+2 3+ 0 4+8   = 5 +1    .4 2 2 8 10 2 4  10 + 2 a) Jika diketahui matriks P =  P+Q =  . yaitu 2 × 2. Nah. adalah sebagai berikut: Total Biaya Pabrik (dalam Jutaan) Baju Bahan Buruh 325 45 Jas 1050 170 Penjumlahan kedua matriks biaya di atas dapat dioperasikan diakibatkan kedua matriks biaya memiliki ordo yang sama. 1 0 1   1+1 3 + 0 5 +1   2 3 6  Jika dimisalkan R = P + Q. ditulis C = A + B. Q= . kita tidak dapat melakukan operasi penjumlahan terhadap kedua matriks. matriks C juga berordo m × n dengan elemen-elemen ditentukan oleh: cij = aij + bij (untuk semua i dan j). Seandainya ordo kedua matriks biaya tersebut berbeda. P + Q =  = . melalui pembahasan di atas. Catatan: Dua matriks dapat dijumlahkan hanya jika memiliki ordo yang sama.

 −2  9  a) Jika K =  3  dan L = 7  . dan Z =   7 11 13      9 11  10 12   17 19 23  Matematika 143 .  6 3 1  0 0 0  6 + 0 3 + 0 1 + 0   6 3 1          T +O =   5 5 0  + 0 0 0 =  5 + 0 5 + 0 0 + 0  =  5 5 0  = T  1 3 7    0 0 0 1 + 0 3 + 0 7 + 0     1 3 7   12 R= 2 4 3 0 0 0   6 3 1  0 + 6 0 + 3 0 + 1   6 3 1          O +T =  0 0 0 +  5 5 0  =  0 + 5 0 + 5 0 + 0  =  5 5 0  = T  0 0 0   1 3 7     0 + 1 0 + 3 0 + 7   1 3 7   Dalam kajian selanjutnya. jika dikatakan matriks nol. Contoh 4.  5    −5     0   1 3 2 4 2 3 5      X =  5 7  .5 Mari kita cermati contoh berikut ini. ditulis: A – B = A + (–B). Y =  6 8  . Pengurangan matriks A dengan matriks B didefinisikan sebagai jumlah antara matriks A dengan lawan dari matriks –B. Demikian juga halnya untuk matriks identitas. Matriks –B dalam merupakan matriks yang elemennya berlawanan dengan setiap elemen yang bersesuaian matriks B. I. Misalkan A dan B adalah matriks-matriks berordo m × n. T = 5 5 0 . maka mari kita tunjukkan bahwa T + O = T 2 3 6  O + T = T!   dan 1 3 7   Matriks O dalam hal ini adalah matriks nol berordo 3 × 3.6 3 1  12   . 2) Pengurangan Dua Matriks Rumusan penjumlahan dua matriks di atas dapat kita terapkan untuk memahami konsep pengurangan matriks A dengan matriks B. karena matriks tersebut akan dijumlahkan dengan matriks T berordo 3 × 3 juga. maka        5   5   −2   −9   −11      K − L = K + (− L) =   3  +  −7  =  −4  . 6   1 3 7   6 3 1  12 4 12    b) RDiketahui = matriks  . maka kita harus memikirkan matriks nol dengan ordo yang sama dengan matriks tidak nol yang sedang dikaji. T =  5 5 0  .

pengurangan dua matriks dapat juga dilakukan dengan mengurangkan langsung elemen-elemen yang seletak dari kedua matriks tersebut. bilangan real k sering disebut sebagai skalar. Artinya. Penyelesaian Matriks X dan Y memiliki ordo yang sama. 3) Perkalian Suatu Bilangan Real dengan Matriks Dalam aljabar matriks. Y − X =   6 8  +  −5 −7  = 1 1 . (–B) dalam hal ini sebenarnya hasil kali bilangan –1 dengan emua elemen matriks B. ♦ Guru mengarahkan siswa untuk menunjukkan bahwa sifat komutatif berlaku untuk penjumlahan matriks. 7 K − L = K + (− L) =  3  +  − =  −11  −9   −2         5 5 0 −            . menurut aturan pengurangan dua matriks. yaitu berordo 3 × 2. Oleh karena itu. Sedangkan matriks Z berordo 3 × 2. (kenapa)?  2 4   −1 −3  1 1      Jadi. seperti yang berlaku pada penjumlahan dua matriks. pada kajian pengurangan dua matriks. Oleh karena itu perkalian real terhadap matriks juga disebut sebagai perkalian skalar dengan matriks. maka  −9   −11  −2  5   5       −4  . dan Z =  7 11 13      9 11  10 12   17 19 23  Jika ada. tetapi tidak berlaku untuk pengurangan dua matriks. 144 Buku Guru Kelas X . maka − 2   9      5  5  dan L =  7  Jika K =  3     . yaitu: A – B = [aij] – [bij]. dan Z =  7 11 13   1 3 2 4 2 3 5       9 11 10 12  17 19 23          X =  5 7  . Y =  6 8  . Y . tentukan pengurangan-pengurangan matriks berikut ini: i) Y – X ii) Y – Z iii) X – Z. Y =  6 8  . Sebelumnya. A – B = A + (–B). dan berikut:   X   Z sebagai       X =  5 7  . ii) dan iii) tidak dapat dioperasikan.  10 12     −9 −11   1 1  Dari pemahaman contoh di atas. K − L = K + (− L) =  3  +  −7  =  −4  2 3 5 1 3 25  4  −5   0   b) Diketahui matriks-matriks . −2  9    7 Jika K =  3  dan L =    . hanya bagian i) saja yang dapat ditentukan.

dengan k = –1. dinotasikan: C = k. maka = Jika 0 8 6− maka 1 = = 1 8 1  0  = 1 1 = 1   =     3 3 12 30 15 × × × × × − × − 12 3 3 ( ) ( ) 1 1 1 3 1 1 1 3 4 4 4 4    1  3 ×  1 4   × × ×48 ×60 × 2 48 3 5 60 3 2 ×48 48  3 − 3 3    − − 1 4 − − 1 1 − 4    ×   1  2 30 10 1 1 15      4   4 4 4  4 4 4 4    4  × (−3) × (−12 ) 3 1  1 1 1 .H =  × 4 2× 12 5  152 4 15 12  5  =  8 10  .4 Misalkan A adalah suatu matriks berordo m × n dengan elemen-elemen aij dan k adalah suatu bilangan real..aij (untuk semua i dan j). 24  2 ×1 L 0 ×     5 6 2 3 3 4 2 24  3 3 3 3 32 3 3   − 3 − − 3 − 12 1 3 12   1 3  2 4  1      1 11 × 30 1 1 1 × 15  1 1× 12 3  2 × 2 2 × 3  4 6   × 3 × − 3 × − 12 ( ) ( ) × (−3) × (−12)   3×3  1  × 4 2 × =8   1   33 33 3 3 3 12 30 10  15     3  4 5 . = = . maka = Jika .     48 60 2 × × × × 48 × 60 × 2  1 −1 −4      4 4 4 4 4  4  12 24 36 1 8 2     = .  36 45 54  =  48 60 145 2 Matematika     10 10 5 5 8 8 6 6   1 4 1 − 4 − − −  10 5 8 6 3 3 × ×24 24 4 4 −1 −4 3 3 × ×60 60 4 4 3 × 24 4 3 × 60 4 .6 4 6 6 2 2 3 3 2 2× ×2 2 2 2× ×3 3     4           . Matriks C adalah hasil perkalian bilangan real k terhadap matriks A.matriks (–B) dapat kita tulis sebagai: –B = k..30 maka .  =  01 8 1 1  3 3 3 6 3 18 . Contoh 4. bila matriks C berordo m × n dengan elemen-elemennya ditentukan oleh: cij = k. maka b) Jika Jika L L= =1 maka L= × × 0 18 0 24 18 = = 0 b) 0 8 10  . a) a) Jika Jika H H= = maka 2 8 10 10 4 4 5 5 2 . 4  4 4 4  48 60 2 12 15 18 36 45 54 + 0 8 6  . 0 18  = × 24 ×  1 )) Jika 8 6 . maka L = 0 18 0 × = 1 1 1 3 1× 24 1 1 × 3      10 2 24 2 4  4 10 5 4  10 5      2 ×1  2 ×      3  × × × 12 24 36 × × × × 12 12 24 36 × 12 2 3 3       1 1 1 3   1 3   4 4 4 4 4 4 4 4   0  3 −3 6 12  . maka × 302. perkalian skalar dengan matriks dirumuskan sebagai berikut.B.H . maka =     2         2 2 4 1 1 2 2 2 × × 1 1 2 2 × × 2 2 4        1 1 1 4 61 1 3    2 3 2 × 2 2 × 1× × ×30 × × × 12 15 12 30 15    4   3 3 3 3  3 3 a) Jika H = .. = = = 1 3 44  4 4  0  3 8 6   =        14 −1 − 1 1 ) 3 3 −3 1 −12   15 3 M . Definisi 4.H = = 2 2× ×4 4 2 2× ×5 5 =8 .   4 4 6 30 2 1 1 1 1 1 2 3 3 4 1 1 1 1 1 1 1              =× 2  × ×24 × 2 2 4 0 2 24 18 18 . maka 0 24 0 1 24 6× × × 1836 = 5  4 ×10 12 8 2 12 24 24 36 6L 1 8 2      × × 36   × 12 12 24  3     2 3 3 3 12 24 36   = . maka =      =  1 1 1 3 3 3 4 4 . 12 5  .A.× maka = 48 60 2 12 18 36 45 54 48 60  2 12 15 18 36× 24 45 1 54             48  1 1 × 12 × 24   × 36 × 12 36   60 72 1 1 1 3 4 4      ×  × 48   × 48 × (−3) × (−12) 4 4 4 4 4  43 × 60 × 2   =   3 3  13 −1 −4    4 4 4    4 1 1 1 3 3 3    × 48 × 60 × 3 2 6 × 48  1× 60 × 2 1 1 3 3 3    1 8 42×    × 12     12 24 36  × 12 4 10 45  4 24 × 24 × 36  =  4 × 36   4 =  1  43  4 = .H =  2 × 15      1 1 1 1     3 3 b) Jika L= 0 24 5 18 .. Secara umum.

m2 n   q.m12  ( p + q ).m11 ( p + q ).m32 q.mmn   Misal.m13 q. p dan q adalah bilangan real.m11  p.m22 21  =  ( p + q).  m11 m  21 =  m31     mm1 m12 m22 m32 mm 2 m13 m23 m33 mm 3 m1n  m2 n   m3n  .m31     p.mm 2 q. M suatu matriks berordo m × n dengan elemen-elemen aij. Sehingga (p + q) M = p × M + q x M.mmn   ( p + q ).mm 2 p. dan untuk p.m12 q. q merupakan anggota Himpunan Bilangan Real.m3n    q. M m×n p.m32 p.M m×n ( p + q ).mm 3 p.m1n   q. 45 54  2   48 60  2  −12   3 1 × (−3) 3 1 × 24 4 1 × 60 4      1 × (−12)   3  1  3 × 36   × 4 4 = 1  3 × × 2  4 4   3 Diskusi Diskusikan dengan temanmu satu kelompok masalah berikut.m13 p.m32    ( p + q).m1n  ( p + q ).m1n  q.m23 q.m2 n   ( p + q). maka =   4 4  1 × 48  −4   4 1 8 2  12 24 36  = = .m3n    ( p + q ).mm 2 p. Jika C = (p + q) × M.M m×n + q.m33 p.mm1    ( p + q ).m13 ( p + q ).m23 p.M m×n + q.m22 q.mm1 p. maka   mmn   q.m3n  +  q.mm1 ( p + q ).   3 4 = 0  1 −3 ) Jika 10 8 −1   3 6 =   36 12 15 18     3   1 ×3   3 1 5  4 × 12 1 3 6 .m22 p.m21 p.mm 3 146 Buku Guru Kelas X . • Dengan mengambil sembarang matriks Mm×n.m2 n    q.m 21   p.mm 3 q.m11  p.m23 ( p + q).m31     p.M m×n =  p. maka matriks C berordo m × n dengan elemen-elemen cij = (p + q)aij untuk setiap i dan j.m12 p.mmn   q.m ( p + q ).m33 q.m31 ( p + q).m33 ( p + q ).

Silahkan diskusikan bahwa c × (P + Q) = c × P + c × Q. 5 6  2 3 dan Q =  d) Diketahui matriks P =   .L 5 6 2 23 4  6 30 2 3 24 3 4 8 10   6 3  4 18  =  0 2 3  16    3 15 12 4 5 9 . Tentunya hasil c × (P – Q) sama dengan c × P – c × Q. 8  Matematika 147 .    = −1.  . c bilangan real. 12 30 10  1 1 1 1 1 2 3 3 4  3) Dengan menggunakan matriks L =  q= .  0 24 18  dan p = 2 dan 5 6 2 3 4 3 4 2 3   6 8 16   Kita dapat memahami bahwa: 12 1 1 1 11 1 q ×q L = = ×. Untuk matriks P dan Q berordo m × n. Jadi. =    −3 −3 3 3   5 7  8 10   Diskusi Diskusikan dengan temanmu satu kelompok bahwa jika matrik P dan Q merupakan dua matriks berordo sama. Jika c = −1.( P − Q) = −1. dan c suatu skalar.Mm×n = (p + q)Mm×n. m11 m  21 = ( p + q )  m31     mm1 m12 m22 m32 mm 2 m13 m23 m33 mm 3 m1n  m2 n   m3n    mmn   = ( p + q ) M m× n . maka c × (P – Q) = c × P – c × Q.Mm×n + q. maka  8 10  5 7    2 3  5 6    −3 −3 3 3 − c. terbukti bahwa p. 0 . dan c adalah bilangan real.

= L)2 =× 2.( q. komputer.7 Suatu perusahaan yang bergerak pada bidang jasa akan membuka tiga cabang besar di pulau Sumatera. Handphone (unit) Cabang 1 Cabang 2 Cabang 3 7 5 4 Komputer (unit) 8 6 5 Sepeda Motor (unit) 3 2 2 Harga Handphone (jutaan) Harga Komputer (jutaan) Harga Sepeda Motor (jutaan) 2 5 15 Perusahaan ingin mengetahui total biaya pengadaan peralatan tersebut di setiap cabang. merupakan langkah lebih efektif untuk menyelesaikan p × (q × L). maka kita akan peroleh: 6 p. rincian data tersebut disajikan sebagai berikut. tunjukkan bahwa: p × (q × L) = (p × q). Lengkapnya. 148 Buku Guru Kelas X .  p × (q × L) 0  3 15 12 4 5  12 30 10    9  =  0 24 18  . Di sisi lain. 8    6 8 16   Karena p dan q adalah skalar. Alternatif Penyelesaian ♦ Guru menyuruh siswa untuk menyelesaikan persoalan di atas tanpa menggunakan konsep matriks. untuk matriks M berordo m × n. Sekarang. dan cabang 3 di kota Pekanbaru. pihak perusahaan mempertimbangkan harga per satuan peralatan tersebut. kemudian mengalikannya dengan matriks L. ternyata dengan mengalikan p dengan q terlebih dahulu. cabang 2 di kota Padang. p dan q adalah skalar anggota Himpunan bilangan real. Jika kita mengalikan hasil p dengan q. dan sepeda motor. 4) Perkalian Dua Matriks Masalah-4. yaitu cabang 1 di kota Palembang.L. diperlukan beberapa peralatan untuk membantu kelancaran usaha jasa tersebut. yaitu handphone. Untuk itu.

total biaya pengadaan peralatan di setiap unit dinyatakan dalam matriks berikut:  99.Sekarang. matriks C3×3 =  5   4 masalah tersebut dengan menggunakan konsep 8 3  2    merepresentasikan jumlah unit yang 6 2  .000.  4 5 2 15    Untuk menentukan total biaya pengadaan peralatan tersebut di setiap cabang.00 • Cabang 3 Total biaya = (4 unit handphone × 2 juta) + (5 unit komputer × 5 juta) + (2 unit komputer × 5 juta) = Rp43. 7 Kita misalkan. 5 2 15    7 8 3   2   5 6 D2  =   .000.000  . dapat disimpulkan operasi perkalian dua matriks dapat dilakukan jika banyak baris pada matriks C sama dengan banyak kolom pada matriks D. Seandainya terdapat satu saja elemen baris ke-1 pada matriks C tidak memiliki pasangan dengan elemen kolom ke-1 pada matriks D.00 Jadi.   merepresentasikan harga per unit setiap peralatan.000.000   R3×1 =   70.000. dan matriks 3× 1. • Cabang 1 Total biaya = (7 unit handphone × 2 juta) + (8 unit komputer × 5 juta) + (3 unit sepeda motor ×15 juta).00 • Cabang 2 Total biaya = (5 unit handphone × 2 juta) + (6 unit komputer × 5 juta) + (2 unit sepeda motor × 15 juta) = Rp70.   43. Matematika 149 . = Rp99.000.  5 . maka operasi perkalian terhadap kedua matriks itu tidak dapat dilakukan.000   Dapat kita cermati dari perkalian di atas.000.000. kita peroleh sebagai berikut.  5 . yang setiap peralatan yang dibutuhkan di setiap cabang. kita akan menyelesaikan matriks.000. bahwa setiap elemen baris pada matriks C berkorespondensi satu-satu dengan setiap elemen kolom pada matriks D. Jadi.000.

b32 a11 .b11 + a12 .b11 + a22 .b23 + a23 . Misalkan matriks An×m dan matriks Bp×n.b13 + a22 .b22 + a33 . dan 133  21 13 33   a31 B  b31 b32 b33  a32 = a  b22 b23  A3×3 =  3×3 b21  a21 a22 a23  .b22 + a13 . dinotasikan C = A × B.=  31    a a a b b b 31 32 34 32 33 b b b  a a a   A.b12 + a12 .B  = .b3j + … + ain.b33    a21 .b31 a31 . b21 b22 b23  21 22 23 a b11 b  a11 a12 A   b  13 11 12 12 b13 13   .b2j + ai3. • Elemen-elemen matriks C pada baris ke-i dan kolom ke-j. diperoleh dengan cara mengalikan elemen baris ke-i dari matriks A terhadap elemen kolom ke-j dari matriks B.b21 + a23 .b23 + a13 .b23 + a33 .b32 a31 .b a32 a33  b31 b b  a11 A  b 13 11 12 32 34  13    a31 perkalian     a ab ab . A× 22 23 21 21 22 22 23 23 3× 3 ×  21      b31 b32 b32 b34 b33 31  a31 a32 a33  b       a11 . b1 p  a1n   b11 b12 b13  a11 a12 a13 b a  b2 p  a2 n   21 b22 b23   21 a22 a23 b3 p  Am×n =  a31 a32 a33 a3n  . kemudian dijumlahkan.b31 a21 .b1j + ai2. 3× 3 3 a12 A a b11 b12 B b 23  a11  .b21 + a23 . Hasil perkalian matriks A berordo n × m terhadap matriks B berordo p × n adalah suatu matriks berordo m × p.B =   b b b B .bnj Mari kita pelajari contoh-contoh di bawah ini. maka • Matriks C berordo m × p.b13 + a32 . untuk memudahkan kita mengerti akan konsep di atas! Contoh 4. dan Bn× p =  b31 b32 b33            anp  amn   am1 am 2 am 3  an1 an 2 an 3  Jika C adalah matriks hasil perkalian matriks Am×n terhadap matriks Bn×p.b11 + a22 .b33   =  a21 . Secara matematis.b12 + a22 .b33   150 Buku Guru Kelas X . dinotasikan cij. matriks A dapat dikalikan dengan matriks B jika banyak baris matriks A sama dengan banyak kolom B. Dinotasikan cij = ai1.b12 + a32 .b22 + a23 .b13 + a12 .b32 a21 .b31 a11 . dan  . kita dapat menyatakan perkalian dua matriks sebagai berikut.b21 + a13 .7 b12 b13  b11  a11 a12 a13  11 12 13      =  a21 a22 a b22 b23 a) Diketahui matriks 3× ×3 = b21 22 23  . Proses menentukan elemen-elemen hasil perkalian dua matriks dipaparkan sebagai berikut.  31 32 34  a12   b matriks hasil matriks dana matriks B.

2 1.2 + 6. 2013 dapat kita tuliskan sebagai berikut: 2013 = 4.A1. akan ditemukan matriks identitas.3 + 6.0  16 27 20     5 6       Dengan menggunakan hasil diskusi yang kamu peroleh pada contoh a). 151 Matematika . dengan meng. ….     1 2 0     5.4 + 6. untuk setiap pangkat matriks A kelipatan 2.3 + 4.2 + 4. bersama siswa memeriksa apakah hasil perkalian matriks A dan matriks B sama dengan hasil perkalian matriks B dan matriks A.0  = 10 17 12  . silahkan 1 2 1 2 2 3 4  0 −1  2 3 4     ? 0 −1 3 4 3 4 periksa apakah matriks  dapat dikalikan dengan matriks ?             1 2 0   5 6  1 0   1 2 0   5 6  1 0      Berikan penjelasanmu! 1 2 2 3 4  0 −1  ? Diketahui matriks =  . Selanjutnya. akibatnya berlaku. Artinya. b) Mari kita tentukan hasil perkalian matriks  3    3 44  1 1 22 00        5  5 66   gunakan konsep perkalian dua matriks di atas. Selanjutnya.3 + 2. 1 1 22   2  2 33 44    . 2. Sehingga ditemukan kesimpulan bahwa tidak berlaku sifat komutatif pada perkalian matriks. . Tentukanlah A2013! 1 2 0   3 4A  1 0   5 6      Contoh 4. Matriks A4 = I.4 + 4.(503)+1) = (A4)503. maka A4 = I. dan In = I.2 3.(503) + 1.  2 3 4  = 3. A2013 = A(4.8 Penyelesaian Mari cermati langkah-langkah berikut! 0 −1 0 −1  −1 0  1 0  A2 = A × A =  × = = −1 ×      = −1 × I = − I 1 0  1 0   0 −1 0 1  Jika A2 = –I.1 5.4 + 2.0   4 7 4  1 2  3 4  . diperoleh: 1.2 + 2.2 5.1 1. Akibatnya.1 3. (A4)503 = I.× .♦ Guru mengarahkan siswa menemukan hasil perkalian matriks B terhadap matriks A. 3. n = 1.

C= [ 21 305] .  4 7    5. C =   . 0 0 1    1 3 2   4 × 2. Berikan contoh permasalahan 2.Oleh karena itu.2  .Kelas  0 0 1    1 3 2    . 0 −1 A2013 = I × A = A =  .  3 2 1         8 8 10   2  1 6     t  2 3 2  −3 0 2  1 0 0   −2 −1 0    A = 4 . Jadi guru harus mampu memotivasi  −1 siswa untuk giat latihan dengan soal-soal lanjutan.X = B. Jika Misalnya diketahui persamaan ada tentukanlah ukuran matriks matriks A. 3 5 6   matriks-matriks berordo 5 × 2.    d)  C. D =  5 4  dan F = [ 2 4 6] 4 2 1 0 c)  . a)   −1 −4  . B =   . B =  4  . D = 5 . D.  4 7     5 0  suatu matriks persegi ♦ Pola pengerjaan di atas hanya berlaku untuk kondisi jika pangkat memiliki hubungan dengan matriks identitas. Diketahui matriks-matriks  0 5  2 2  −1 −2 −1 0      4 2 6   A = [ 2 3 5] . Misalkan A dan B adalah matriks1 0 0  1 2 3  matriks berordo 4 × 5 dan misalkan. dan 5 × 4. dengan matriks tersebut! A dan B matriks yang diketahui.  . 0 1 0  −2    0 0 1   1. Apa yang dapat kamu jelaskan demana antara pernyataan matriks ngan operasi pembagian matriks? di bawah ini yang terdefinisi. Tentukanlah hasil perkalian matriksdalam kehidupan sehari-hari yang matriks berikut! menerapkan konsep perkalian matriks! (Selain konteks persoalan  −2 3   1 2 yang sudah disajikan pada buku ini). dan E berturut-turut adalah  0 1 0  .   3 2 1           1 2    6    0 1 −2    0 0 1  1 0 0  1 2 3  3 5 6  152 d)  0 1Guru 0 X  Buku  . 0 b) 6. (a) BA (d) AB + B Bagaimana kita menentukan matriks (b) AC + D (e) E (A + B) X? Tolong paparkan di depan kelas! (c) AE + B (f) E (AC) 4. 0   8 8 10   2     −3 c)  4  0 0 2 1 2  1 0 0    1 Uji Kompetensi 4. 4 2 6   b) 6. Tentukanlah yang 3. 1 0   −2 3   1 2 a)   −1 −4  .

dan C =  . 1 . B=  2 4 6  −4 10 7 9  . maka 8  r a  8 −3  7 3 1 1   5  .(A + B) AB juga semuanya nol. B. B= . Y. Tunjukkan bahwa Ar. Tentukanlah nilai kebenaran setiap 1 0 pernyataan di bawah ini! Untuk H= 0 1B = ] .0 1  . K =  dan L =  0  . 0 0 a) Jika elemen pada kolom ke-1 pada matriks A semuanya nol. Z) didefinisikan sebagai F (X. Diketahui matriks G =  .   0 1 2 3 6 8     2 4 dan C =  . b) Jika elemen pada baris ke-1 13. A2 – B2 = (A – B). C)! F (2A. Tentukanlah nilai-nilai p. i. q. yaitu: 1 0 0  2 4  t H = [1 0 1] . Tentukan matriks X! 7. Jika A= 3 2 3 3 5 . 4 4 2     1 1   Matriks yang manakah dapat dikalikan terhadap matriks G? Kemudian tentukan hasilnya! Matematika 153 .  Dari semua matriks pasangan matriks manakah yang dapat dijumlahkan dan dikurangkan. dan s 1 1 3 pada persamaan matriks berikut! 14. J = G . 3B. 10. Tentukanlah F (A.As = A(r+s). = − 3 2  p q  5 6   −15 14  tentukanlah C – 4C + C – 4I.  A=   3 2  0 1 di  2atas. I adalah setiap matriks A[1 dan 0 1  matriks persegi. 11. Kemudian selesaikanlah! A= 6.      A= .  t dan X suatu matriks berordo 2 × 3 serta memenuhi persamaan A+X=B. Diketahui matriks-matriks: dengan matriks I merupakan matriks 1 1 1 2 2 4  identitas berordo 3 × 3. J = G . r. maka elemen kolom ke-1 matriks AB juga semuanya nol. Y. 2C)! 1 2 3  12. 2 4 6 dan lima matriks yang dapat dipilih untuk dikalikan dengan matriks G.  2 D= 5  1 3 t 61 4  dan F = [ 2 4  ] . 6 8   Jika F (X. Jika matriks C =  1 3 1   . I =  0 1 0  . K =  4 4   0 0 1   0  3 2 4 5   t 0 . Z) = 4X – 2Y + Z. Berikan beberapa matriks A dan B yang memenuhi kesamaan (A + B)t = At + Bt! 8. (A + B)2 = A2 + B2 maka elemen baris ke-1 matriks ii. untuk semua matriks A matriks persegi! 9. Berikan dua matriks yang memenuhi kesamaan: pada matriks A semuanya nol. B = 1 2 .

Tahun 2012. persoalan di atas dinyatakan dalam persamaan linear dua peubah seperti berikut. hasil industri kreatif. Tentukanlah nilai x dan y yang memenuhi syarat berikut ini!  y 1 2 G= a)  dan G = I 0 x    −3 1  2 b) Y =  dan F = xF + y. biasanya diselenggarakan sekitar Juli setiap tahunnya. 6. keluarga Pak Tatang akan menghadari kegiatan tersebut dengan membeli 3 tiket dewasa dan 2 tiket anak-anak seharga Rp 210. Acara ini menampilkan berbagai hal menarik tentang ibukota negara Indonesia. 154 Buku Guru Kelas X .00. Oleh karena itu.15.00. Buat laporan hasil kerjamu dan paparkan di depan kelas. transportasi.000.8 Pekan Raya Jakarta. kebudayaan Betawi. seperti pameran teknologi terbaru. keluarga Pak Asep membeli 2 tiket dewasa dan 3 tiket anakanak seharga Rp 190. kita misalkan x : harga tiket dewasa y : harga tiket anak-anak.000. dan banyak hal lain yang perlu disaksikan. Berapakah total uang tiket yang akan dibayar oleh Pak Asep.I  −2 5 I adalah matriks identitas berordo 2 × 2. dan teknik yang melibatkan konsep dan operasi dua buah matriks atau lebih. Determinan dan Invers Matriks Masalah-4. Ujilah apakah berlaku berbagai sifat operasi matriks di dalam pemecahan masalah tersebut. Dengan niat yang sama. jika dia harus menambah 3 tiket dewasa dan 2 tiket anak-anak? Alternatif Penyelesaian Cara I Untuk menyederhanakan masalah di atas. Projek Himpunlah minimal lima masalah di bidang ekonomi.

... dengan matriks  a  a b b  a  a b b  atau  a  a b b=A a2 2 b 22 2  2   2 2 2  2    2 2 2  2  Oleh karena itu.isalkan isalkan matriks matriks = ...( A ) |A |m ......... atau det. apakah . det.000 xx .....b2 – a2. yaitu – Memiliki solusi tunggal – Memiliki tak hingga banyaknya solusi – Tidak memiliki solusi Dalam konsep matriks..b1) disebut sebagai determinan matriks a1b1 b1  aa  a1 a1b1 b1    a1 a1b1 b1  1 1 b A= A ...... Serta guru harus memastikan bahwa siswa mampu menunjukkan solusi sistem tersebut dengan salah cara menentukan himpunan penyelesaian SPLDV......  == Silahkan .  == 1 1 → → 1 1 1 1      cc aa aa ++ bb yy==cc yy   2x 2x 22 2 2 bb 22 22 22       Solusi persamaan tersebut adalah: b ×c −b ×c a × c − a2 × c1 x = 2 1 1 2 dan y = 1 2 . Diskusi Menurut kamu.  dinotasikan .000 yy ......  diskusikan dengan temanmu... A.× .000   2 3  ×  y  = 190... (2) a1 × b2 − a2 × b1 a1 × b2 − a2 × b1 ♦ Guru harus mampu mengarahkan siswa untuk mengingat kembali cara menentukan himpunan penyelesaian SPLDV. (1)       Mengingat kembali bentuk umum persamaan linier...000 22 33   190 190     ++ by ==c1 c1  cc aa b1 aa bb xx   1x 1x 1y .....m . dapat ditulis menjadi: c1 b1 a1 c1 c2 b2 a2 c2 x = dan y .....(3) = a1 b1 a1 b1 a2 b2 a2 b2 155 Matematika ..... a1b2 ≠ a2b1 .. ♦ Untuk memastikan apakah siswa telah paham bahwa SPLDV memiliki 3 kemungkinan himpunan penyelesaian... ..Banyak tiket yang dibeli Pak Tatang : 3x + 2y = 210..000 3 3 22 210 210  semua sistem persamaan linear dua variabel memiliki        ........ dinotasikan atau det... nilai x dan y pada persamaan (2).000 Matriks yang merepresentasikan kedua persamaan tersebut adalah:  3 2   x   210... ....    penyelesaian? ...... nilai (a1......000  .000 Banyak tiket yang dibeli Pak Asep : 2x + 3y = 190. melalui soal latihan.

……………………………………………………. (4) Persoalan kita: bagaimana menentukan matriks X pada persamaan (4)? Persoalan kita: bagaimana menentukan matriks X pada persamaan (4)? Definisi 4.  det.000.000.000      maan tersebut menjadi : A.  a b  −1  d −b  1 1 Misalkan A matriks persegi. A (a.000 150. Karena Pak Asep ingin menambah 3 tiket dewasa dan 2 tiket anak.00.000 3 190.  y  = 190.000 y= = = = 30. Adj . .000 570.00.000 3 630.000.X = B. berordo 2×2. 3 2 9−4 5 2 3 Jadi. A =  .0000.000  Kita misalkan matriks A =  . harga tiket Pekan Raya Jakarta untuk orang dewasa adalah Rp 50. Cara II Dengan menggunakan persamaan:  3 2   x   210.A Maka = invers matriks A = A.000 250.c)  −c a   c d  dinotasikan A–1: 156 Buku Guru Kelas X .000        3 2  x  210. dan B =  . akibatnya persa y 2 3 190.000.000   2 3  . 3 2 9−4 5 2 3 3 210.0000.dengan a1 a2 b ≠ 0. dengan menerapkan persamaan (3).000 − 420.00 dan untuk anak-anak adalah Rp 30.d − b. b2 Kembali ke persamaan (1)..000 − 380.00. maka dia harus menambah uang tiket sebesar Rp 210.000 x= = = = 50. Matriks A–1 adalah invers matriks A jika dan hanya jika A × A–1 = A–1 × A = I.5 Misalkan A matriks berordo n × n. maka diperoleh: 210. X =   .000 2 190. Total biaya tiket yang harus dibayar Pak Asep adalah Rp 400.

000 .000 . (a.X = A–1B X = A–1B (karena I. langkah kita lanjutkan menentukan matriks X.A−1 =  d −b  1 × . matriks A.000   33 −− × == .000 dan y = 30.    22 33 −− 3 2 2   3  190.disebut denganadjoin .A). Kembali ke persamaan matriks.    .× == ⇔  y =     .000. Akibatnya persamaan (4) dapat dimodifikasi menjadi: A–1..A.c)  −c a   Salah satu sifat invers matrik adalah A–1.000  2 3  2 3 x .X = A–1B I.000 . dengan a × d ≠ b × c.A–1 = I. dengan syarat det.d − b.000 y   5 150 30    30  X= ⇔X = ⇔ 1 1  x  50.000  1 x  250 50 1  250    50  ⇔X = X= = .000 5 150 . Untuk selanjutnya akan dikaji pada subbab berikut.  2 3  ×  y  = 190. Matematika 157 .X = X)……………………………………………… (5) Rumusan ini berlaku secara umum. 22  210. Oleh karena itu. (semua ruas dikalikan A–1).A ≠ 0.000  1 –1 a− ×B B. ( a × d − b × c )  −c a   A−1 =  d −b  1 a. .000  ⇔ A × X = B ⇔ X = A       Karena A adalah matriks tak singular.000  Ditemukan jawaban yang sama dengan cara I.c. dinotasikan Adjoin A. namun ada beberapa teknik yang harus diperhatikan. (A–1.000 .  3 2   x   210. . Tetapi perlu pertimbangan pemilihan cara yang digunakan menyelesaikan persoalannya.A = A.d ≠ b .000 .  y  30.000  Diperoleh   =   ⇔ x = 50.X = A–1B. maka matriks A memiliki invers.

 32 x + 50 y + 30 z = 206  32 50 30    z     206   Sebelum ditentukan penyelesaian masalah di atas.Masalah-4. perusahaan tersebut mempunyai tiga jenis pesawat. dan Airbus 300. Yaitu sebagai berikut: 158 Buku Guru Kelas X . antara lain Metode Sarrus. Ada beberapa cara untuk menentukan det. kita misalkan: x: banyaknya pesawat Airbus 100 y: banyaknya pesawat Airbus 200 z: banyaknya pesawat Airbus 300 Sistem persamaan yang terbentuk adalah: 50 x + 75 y + 40 z = 305  50 75 40   x   305        30 x + 45 y + 25 z = 185  ⇔  30 45 25 .  y  = 185  . ekonomi.9 Sebuah perusahaan penerbangan menawarkan perjalanan wisata ke negara A. terlebih dahulu kita periksa apakah matriks A adalah matriks tak singular. seperti pada tabel berikut.A. Kategori Kelas Turis Kelas Ekonomi Kelas VIP Jumlah Penumpang 305 185 206 Berapa banyak pesawat dari yang harus dipersiapkan untuk perjalanan tersebut? Alternatif Penyelesaian Untuk memudahkan kita menyelesaikan masalah ini. Airbus 200. Setiap pesawat dilengkapi dengan kursi penumpang untuk kelas turis. yaitu Airbus 100. Jumlah kursi penumpang dari tiga jenis pesawat tersebut disajikan pada tabel berikut. Kategori Kelas Turis Kelas Ekonomi Kelas VIP Airbus 100 50 30 32 Airbus 200 75 45 50 Airbus 300 40 25 30 Perusahaan telah mendaftar jumlah penumpang yang mengikuti perjalanan wisata ke negara A. dan VIP.

a23.a21.45.45.32) + (40. = 75 40 40 100 = 2.a12.Misalnya matriks A3×3 a11 a21 a31 a12 a22 a32  a11 =  a21   a31 a12 a22 a32 a12 a22 a32 a13  a23   .30. maka deteminan A adalah: a33   a13 a11 a23 = a21 a33 a31 = a11. Analog dengan persamaan (3).a32 – a31.50) – (30.a23.25.50) – (32.40) – (50.75) = –100. 50 75 40 50 75 40 50 75 30 45 25 = 30 45 25 30 45 32 50 30 32 50 30 32 50 + + + = (50.a11 – Untuk matriks pada masalah 4.a22.30) + (75.a21.a31 + a13. −100  − 75  45 25 25 45    50 30  50 30   50 50   30 30   32 32  = y= y 50 50  30  30   32  32  305 305 185 185 206 206 5 75 7 45 45 50 50 40  40  25 25    30 100 −100  =− 30  =1 = 40 100 = 1 −100  − 40  25 25    30  30   Matematika 159 .a13 – a32. kita dapat menggunakan determinan matriks untuk menyelesaikan persoalan di atas. a13 a11 a12 a23 a21 a22 a33 a31 a32 + + + + a12.9.25.a33 a33.a22. 305 305   185 185   206 206  x= = x 50 50  30  30   32  32  50 50  30  30   32  32 z= = z 50 50   30 30   32  32  75 40 40  75  45 25 25 45    50 30 −300 300  =− 50 30  =3 = 75 40 40 −100 100 = 3  − 75  45 25 25 45    50 30   50 30  75 305 305  75  45 185 185  45    50 2 0 6 200 −200  =− 50 206  = 2.30.

000 = 50. mari kita tentukan terlebih dahulu matriks A.000   = 3.000 y= 3 2 3.000) − 2.B =.|B|. Contoh 4. = .(210. banyak pesawat Airbus 100 yang disediakan: 3 unit banyak pesawat Airbus 200 yang disediakan: 1 unit banyak pesawat Airbus 300 yang disediakan: 2 unit.det(B). Dengan menggunakan konsep determinan.  2 6  3 4   20 28 Jika matriks A. Sekarang akan kita bandingkan dengan nilai |A|.000   2 190.B = )A B ! A).000) = 250.3 − 2. Tunjukkan A.B tersebut kita peroleh det(A.000 2  190. B.9 1 2  4 5 Diketahui A =  dan matriks B =  .2 5   2 3   Tentunya.000) = 150. maka nilai  210.000 3   = 3.3 − 2.(210. det( Penyelesaian Sebelum kita menentukan determinan A.000 x=  3.B =  .Oleh karena itu.2 5 3 2 2 3   dan  3 210.000) − 2.B.  3 4  2 6 Tunjukka n bahwa det( A.000 = 30.(190.B) = 19 28 20 28 = –28. yaitu:  4 5  1 2  19 28 A.(190. 160 Buku Guru Kelas X . hasil di atas sama dengan hasil yang dikerjakan pada dua cara yang telah disajikan di atas. ♦ Guru memandu siswa mengerjakan cara II untuk menyelesaikan masalah Pembelian Tiket PRJ.

dan C berordo n × n. dengan α ∈ R.C|=|A|.B. dan k adalah skalar.B. Sedangkan bahwa det(A.10 a b  Sebuah matriks P berordo 2 × 2 dengan P =   dimana a.A B=  . 161 Matematika . b. ♦ Guru memandu siswa untuk menyelesaikan Latihan 4. dan determinan matriks P adalah α. untuk setiap matriks . y ∈ R.1. )  2 B  det(B  =  2 6  3 4   20 28  6  3 4   20 28 Nilai det(A).B.det(A). nilai determinan matriks k. Latihan 4. guru memberikan kesempatan siswa untuk menyelidiki apakah det(k. c d  Jika determinan P adalah α.  xc − sa xd − sb  d d  a b → baris 1 Q = Penyelesaian xc − sa xd − sb → baris 2 a b  a b  a Jika P =  b  .A. yaitu: matriks Q = .|B|. = jika .A) = k. Dengan matriks det( A) = 14. * a b Elemen → baris 1 Q memiliki hubungan dengan matriks P. jika siswa mengalami kesulitan berikan arahan dan petunjuk untuk menjawab soal tersebut. guru dapat menunjukkan melalui contoh-contoh.A. melalui pembuktian induksi matematik.(–2) = –28. xc xdq21 = kali →hasil baris 2* skalar × terhadap p21 – hasil kali skalar s terhadap p21. Selanjutnya.B) = det(A). dan C berordo n × n. maka berlaku P =   = Q = c d  c d  xc − sa + sa xd − sb + sb ad – bc = α. Coba telusuri. yaitu apakah |A.|C| untuk setiap matriks-matriks A. dan = maka  . ♦ Untuk menelusuri determinan k.|C|.C| = |A|.det(B) = –28. d ∈ R. 4 5  1 2  19 28  4 5  1 2  19 28 = A. B .|B|. sehingga siswa dapat memahami pola yang terbentuk. Pastikan hasil pekerjaan siswa. = –2.det(B) = 14.maka A . c. Contoh 4. B. Tentukanlah determinan dari matriks b   a a b  P= Q=   dengan x.1 1) Selidiki apakah |A. 2) Jika matriks A adalah matriks persegi berordo 2 × 2.

matriks  a mereduksi Tujuan kita sekarang adalah Q menjadi P= Q=  Adapun langkah-langkahnya adalah − sa xd − sb  d  sebagai   xcberikut. a Ambil sembarang matriks P3×3 =  d  g Q3×3 b e h c f  .  = α . Matematika).s 162 Buku Guru Kelas X . dengan matriks. maka Q = x. Mereduksi  xc − sa  d dbaris   xd − sb  sb  Q menjadi  2 matriks P. i  b xe − b.s   xg − a. b a b  kelipatan matriks P.q + q21 .q22 = hasil kali skalar × terhadap p22 – hasil kali skalar s terhadap p22.s xh − b. pola terdapat pada soal di atas dan untuk kondisi matriks P3×3 adalah berlaku secara umum untuk sembarang matriks berordo n × n dengan pola elemen matriks seperti yang disajikan pada Contoh 4. ♦ Guru menunjukkan kepada siswa.s c  xf − c. c d  c d  Jadi |Q| = xα. akibatnya peroleh: −11 − sb Q→ sa xd baris 2sa xd − sb → = kita . xc → baris 2 b xd → baris 1* .s   xi − c. baris 2 xc xd → baris 2* a b a b Q = Q = xc − sa + sa xd − sb + sb xc − sa + sa xd − sb + sb Q = Q = a xc b xd a → baris 1* Q* = . → baris 2* Menurut sifat determinan matriks (silahkan minta penjelasan lebih lanjut dari guru  a b  a b = xα .   2− Q =xd  xc − sa d d  mengoperasikan elemen baris matriks elemen baris xc − sa + sa xd − sb + sb → baris 1 b → barisa1 a b menjadi: q21 dapat dioperasikan * = Q Q =* axc −b baris 1 → (q21) =xc s.s   Q3×3 a =  xd   xg b xe xh c xf   xi    a =  xd − a. d a b → baris 1 xc − sa xd − sb → baris 2 b   a  ab b   a a b  = matriks Q1 = P =  baris Q Elemen 1 matriks QP == elemen dalam hal ini adalah a bP.10.

Tentukan determinan matriks Q! Latihan 4.s xi − c.Q3×3 Dengan menggunakan operasi baris elementer.α. maka determinan matriks tersebut selalu x. dengan |P| = α dan matriks Q berordo 3 × 3 dan mengikuti pola seperti contoh di atas. akan diperoleh matriks Q yang baru.s xe − b. yaitu Misal matriks P madalah matriks berordo 3 × 3.α.s xf − c.2. yaitu b c   a a b c    =  xd − a. Tentukan determinan matriks Q! Matematika 163 . |Q| = x.s    xg xh xi   Oleh karena itu. Untuk semua matriks persegi dan elemen matriks mengikuti pola di atas.2 Misalkan P matriks berordo 3 × 3.s  Q3×3 =   xd xe xf     xg − a. Guru memandu siswa untuk menyelesaikan Latihan 4. dengan |P| = α dan matriks Q berordo 3 × 3 dan mengikuti pola seperti contoh di atas.s xh − b.

Berikanlah contoh penyangkal untuk setiap pernyataan yang tidak berlaku! a) det(2A) = 2. Berikan juga contohnya! 11. Setelah berkonsultasi dengan a b c   2.det(A) b) |A2| = |A|2 c) det(I + A) = 1 + det(A) Untuk matriks A merupakan matriks persegi. Selidiki z −1bahwa det(C+D) = detC + = setiap 2 z matrik −6 C . dan D detD! Untuk 3 1− z merupakan matriks persegi. yang memenuhi  0 0 2 z − 1   ini! persamaan berikut 1 0 −3 z −1 = 2 z −6 . Tentukanlah determinan matriks tersebut. Tentukan hubungan |M| dengan detM–1. Coba 164 Buku Guru Kelas X . 9. 1 3 z −5 5. Jika matriks M adalah matriks berordo 2 × 2. Tentukanlah determinan matriks tersebut! 8. Apakah det(PQ) = det(QP)? Jelaskan! 10. 3 1− z 1 3 z −5 7.Uji Kompetensi 4. Diketahui   d e f  = –8. Tentukanlah z yang memenuhi persamaan berikut! 5 7  z 0 z + 1 6   =0  0 2 z − 1 0  1 0 −3 4. untuk setiap:  −2 a) A =  1 2  b) A = 1  5 3 dengan n = 2 4  −1 3  2 4  dengan n = 3 −3 6   kamu generalisasikan untuk matriks 5 7   z berordo M 0 z + 1 n ×6n!  = 0  6. Jika elemen baris ke-1 suatu matriks persegi adalah semuanya nol. Selidiki bahwa det(An) = (det A)n. Untuk matriks-matriks P dan Q adalah matriks berordo n × n. |M| ≠ 0. Masalah Nutrisi Winarno bermaksud mengikuti ujian saringan masuk perwira.3 1. Tentukanlah nilaiz.  g h i   tentukanlah:  d e f  g d   h i d e e a) f f    !    a) g h h i i !  a  a)  g ! b c       a b c   3   a b c a 3b 3c   3 3 3  )  −d −e − f  3a a b 3b b 3c c   !   − ! b) gf  4−  d − e f !h 4i  −d −e − b)  4     4 g 4 h 4 i     4 g 4h 4i   3. dengan PQ ≠ QP. Diketahui matriks R adalah matriks berordo n × n dengan elemen kolom ke-1 semuanya nol. Periksalah kebenaran setiap pernyataan berikut ini.

dan coklat. Biru Hitam Kuning Coklat  5 2 4 1  Regular   Regular 2 8 4 1 5 R= 3 1 6 Deluxe  3 1 8 6 R = 6 Deluxe  3 5 7  Commercial  6 3 5 7 3  Commercial Biru Hitam Coklat 1 Kuning 2 0 Regular     3 1 2 0   S = 1 0 2 4  Regular Deluxe S = 1 0 2 4 Deluxe 5 1 3 2  Commercial  5 1 3 2  Commercial a. d) Paket mana yang menawarkan biaya termurah? 13. dan karbohidrat dalam setiap sumber gizi ditunjukkan oleh matriks G. Sewa hotel Rp 400. Banyak penjualan cat (dalam gallon) selama satu minggu dicatat dalam matriks R. Paket I terdiri 4 malam menginap. Tentukan inventaris toko pada akhir minggu. Sebuah toko penjual cat eceran memiliki persedian tiga jenis cat eksterior.seorang perwira dan memperoleh saran mengenai pola makanan yang hendak dikonsumsi lebih baik dimasak sendiri. Masalah alokasi sumber daya. dan commercial. kuning. 3 tempat wisata dan 5 kali makan. dan jumlah (dalam satuan gram) setiap sumber zat gizi yang dikonsumsi dalam setiap biskuit ditunjukkan oleh matriks J. c) Dengan menggunakan perkalian matriks. protein. 12 16  Kalsium   Kalsium  32 16 24 G = 12 Protein   24 G = 32 Protein  20 8   Karbohidrat   20 8 Karbohidrat   Biskuit A Biskuit Biskuit C I 18 B 25  Sumber  24 J =  24 18 25 Sumber I  Sumber II   25 32 16 J = 25 32 16  Sumber II  a. Masalah Persediaan Toko Cat. hitam. yaitu regular.000.00.000.00 per malam.00. Paket III dengan 5 malam menginap. Pengalaman perwira tersebut menyarankan untuk mencampurkan dua sumber zat gizi dalam jumlah yang berbeda untuk menghasilkan tiga jenis biskuit.000.J dan jelaskan arti dari setiap elemen matriks tersebut! 12. tentukan matriks biaya untuk tiap paket. Agen perjalanan menawarkan paket perjalanan ke Bali. sedangkan inventaris toko pada awal minggu dalam matriks S berikut ini. 4 tempat wisata dan 7 kali makan. 165 Matematika . b) Nyatakan matriks paket yang ditawarkan. dan makan di restoran yang ditunjuk Rp 90. Hitunglah G. biru. Cat-cat tersebut tersedia dalam empat pilihan warna yaitu. 4 tempat wisata Sumber Sumber I II dan tidak ada makan. Tentukanlah jumlah kalsium dalam biskuit B! b. deluxe. tranprotasi ke tiap tempat wisata Rp 80. tranportasi dan makan. a) Nyatakan matriks harga sewa hotel. Paket II dengan 3 malam menginap. Jumlah (dalam satuan gram) kalsium.

transportasi. Projek Himpun minimal tiga permasalahan dalam bidang ekonomi. Jika toko tersebut menerima kiriman stok baru yang dicatat dalam matriks T. Tentukan inventaris toko yang baru. Diberikan suatu sistem persamaan linier dua variabel. tunjukkan bahwa (B–1)–1 = B dan [Bt]–1 = [B–1]t! 15. b. dan matematika terkait penerapan konsep determinan dan invers matriks. Tentukanlah determinan dari matriks  n2  M =  (n + 1) 2  ( n + 2) 2  (n + 1) 2 ( n + 2) 2 (n + 3) 2 (n + 2) 2   (n + 3) 2  ! (n + 4) 2   16. x+y=3 2x – y = 0 Tentukanlah nilai x dan y yang memenuhi sistem tersebut dengan menggunakan konsep matriks. 14. 166 Buku Guru Kelas X . Buatlah laporan hasil kerjamu dan sajikan di depan kelas. Selidiki sifat invers matriks yang diterapkan pada pemecahan masalah tersebut. Dengan menggunakan matriks persegi.

Dua buah matriks hanya dapat dikalikan apabila banyaknya kolom dari matriks yang dikali sama dengan banyaknya baris dari matriks pengalinya. dan B adalah matriks maka berlaku. k(A ± B) = kA ± kB 9. Dalam operasi penjumlahan dua matriks berlaku sifat komutatif dan assosiatif. kA=Ak b. 4. misal jika A dan B adalah matriks. 10. tidak memenuhi sifat komutatif. A+B=B+A b. Hasil perkalian matriks A dengan matriks identitas perkalian. Matriks yang memiliki invers adalah matriks persegi dengan nilai determinannya tidak nol (0). Hasil kali sebuah matriks dengan suatu skalar atau suatu bilangan real k akan menghasilkan sebuah matriks baru yang berordo sama dan memiliki elemenelemen k kali elemen-elemen dari matriks semula. antara lain: 1. 6. A + (B + C) = (A + B) + C 5. Matematika 167 . yang elemenelemennya merupakan hasil perkalian elemen baris matriks A dan elemen kolom matriks B.D. Perkalian dua atau lebih matriks. Matriks identitas penjumlahan adalah matriks nol. ada beberapa hal penting sebagai kesimpulan yang dijadikan pengangan dalam mendalami dan membahas materi lebih lanjut. 7. Matriks adalah susunan bilangan-bilangan dalam baris dan kolom. 3. Misal jika Ap×q dan Bq×r adalah dua buah matriks. 8. Tetapi perkalian matriks dengan skalar memenuhi sifat komutatif dan assosiatif. Sebuah matriks A ditransposkan menghasilkan matriks At dengan elemen baris matriks A berubah menjadi elemen kolom matriks At. Selanjutnya kita akan bahas tentang relasi dan fungsi. 2. anda harus mempelajari ulang tentang konsep dan sifat-sifat himpunan. hasilnya adalah matriks A. Demikian juga daerah kawan dan daerah hasil suatu relasi dan fungsi adalah suatu himpunan. sebab semua relasi dan fungsi didefinisikan pada domainnya yang berupa himpunan. maka a. Hasil kali dua buah matriks menghasilkan sebuah matriks baru. a. maka berlaku Ap×q × Bq×r = Cp×r. Dengan demikian matriks At ditrasposkan kembali. A. Misal jika k adalah skalar. Untuk mempelajari relasi dan fungsi. PENUTUP Setelah telah selesai membahas materi matriks di atas. hasinya menjadi matriks A atau (At)t = A. Penjumlahan sebarang matriks dengan matriks identitas penjumlahan hasilnya matriks itu sendiri.

2. • menuliskan dengan kata-katanya sendiri konsep relasi berdasarkan sifat-sifat yang dituliskan sebelumnya. • menyatakan sebuah relasi dengan diagram panah. dan diagram venn. daerah kawan (kodomain). dan daerah hasil (range) suatu relasi. dan daerah hasil suatu relasi antara dua himpunan yang disajikan dalam berbagai bentuk (grafik. • menggunakan konsep dan prinsip relasi dan fungsi untuk memecahkan masalah otentik. • menjelaskan konsep daerah asal (domain). • berpikir tingkat tinggi dalam menyelidiki dan mengaplikasikan konsep relasi dan fungsi dalam memecahkan masalah otentik. daerah kawan (kodomain). KOMPETENSI DASAR DAN PENGALAMAN BELAJAR Setelah mengikuti pembelajaran ini siswa mampu: 1. dan daerah hasil (range) suatu fungsi. himpunan pasangan berurutan. 3. • menuliskan sifat-sifat relasi. • menyatakan sebuah fungsi dengan diagram panah. kritis. menghayati pola hidup disiplin.Bab Relasi dan Fungsi A. daerah kawan. . himpunan pasangan berurutan. himpunan pasangan terurut. • • • • • Relasi Fungsi Daerah asal (domain) Daerah kawan (kodomain) Daerah hasil (range) Melalui pembelajaran relasi dan fungsi siswa memperoleh pengalaman belajar: • menemukan konsep relasi dan fungsi melalui pemecahan masalah otentik. memahami daerah asal. konsisten dan jujur serta menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. mengidentifikasi relasi yang disajikan dalam berbagai bentuk yang merupakan fungsi. dan diagram venn. atau ekspresi simbolik). • berkolaborasi memecahkan masalah aktual dengan pola instalasi sosial kultur. • menjelaskan konsep daerah asal (domain). bertanggungjawab.

B.B. PETA PETA KONSEP KONSEP RELASI DAN FUNGSI Masalah Otentik HIMPUNAN Diagram Venn Himpunan Pasangan Berurutan Diagram Kartesius Jika: 1) Setiap anggota domain berpasangan dengan anggota kodomain 2) Setiap anggota domain berpasangan dengan tepat satu anggota kodomain DAERAH ASAL FUNGSI DAERAH KAWAN DAERAH HASIL RELASI Dinyatakan dengan Matematika 169 .

(5) Siti tidak memiliki grup band favorit dari kelompok grup band yang diberikan. (3) Nurhasanah band favorit Tono adalah Band D. (1) Grup band favorit Tono adalah Band B. (4) Grup band favorit Tedy adalah Band E. MATERI PEMBELAJARAN 1. tanpa ada penjelasan yang lebih terperinci dapat ditemukan fakta-fakta berikut.1 Grup band favorit sejumlah siswa Dari gambar di atas. (6) Tidak ada siswa yang grup band favoritnya Band A. Menemukan Konsep Relasi Gambar di bawah merupakan hubungan antara kelompok siswa dengan kelompok grup band favoritnya. Grup Band Favorit Tono • Doli • Nurhasanah • Siti • Tedy • Kelompok Siswa • Band A • Band B • Band C • Band D • Band E Grup Band Gambar 5.C. ♦ Guru mengarahkan siswa agar mampu menduga fakta-fakta yang kita temukan di atas? 170 Buku Guru Kelas X . (2) Grup band favorit Doli adalah Band C.

1) Marko ikut pertandingan bola kaki dan bola volley. Felix. dan catur. Felix Dome Meliani Abdul Cyntia • • • • • • Merek A • Merek B • Merek C • Merek D • Merek E Merek Handphone Kelompok Siswa Gambar 5. Terdapat 6 orang siswa (Marko.67 di Kabupaten Sorong. bulu tangkis. relasinya adalah ‘grup band favorit’.3 Relasi ”siswa penggemar band” berikut.Bandingkan dengan gambar berikut. SMA Negeri 1 Sorong akan mengirimkan siswanya untuk mengikuti pertandingan antar SMA untuk Matematika pertandingan sepak bola. Aturan menghubungkan kelompok siswa dengan kelompok grup band pada gambar 5. Untuk perhatikan memahami pengertian relasi. Relasi pada Gambar 5. perhatikan masalah berikut.3 Relasi “ siswa penggemar band” kartesius. Band C). Relasi yang ada pada Gambar 5.2 tidak dapat ditemukan hubungan antara kelompok siswa dengan merek handpone yang ada karena tidak ada garis berpanah yang menghubungkan yang diberikan. relasi dapat juga dinyatakan dengan himpunan pasangan berurutan dan dengan menggunakan diagram kartesius seperti berikut. bola volley.1 disebut relasi antara kelompok siswa dengan grup band. Pasangkanlah siswa dengan pertandingan yang akan diikuti dengan ketentuan berikut. Sugino. Crisneldi. (Tedy. Band D). relasi seperti ini biasa disebut dengan relasi yang dinyatakan dengan diagram panah. Felix ikut pertandingan bulu Himpunan Siswa Himpunan Siswa 171 . (Doli. dari Gambar 5. Tono (Nurhasanah. Selain dengan diagram panah. Band E)} Band A Band B Band C Band D Band E Jika dinyatakan dengan diagram Himpunan Grup Band Himpunan Grup Band Gambar 5. tenis meja. Rendi dan Abdullah) yang akan mengikuti pertandingan tersebut.2 Kelompok siswa dan merek handpone Perhatikan kedua gambar di atas.1 dapat ditemukan beberapa hal karena ada garis panah yang menghubungkan kelompok siswa dengan kelompok grup band. Himpunan pasangan berurutan Nurhasanah kelompok siswa direlasikan dengan Doli grup band favoritnya adalah: {(Tono.1 di atas jika dinyatakan dengan himpunan Tedy pasangan berurutan ditunjukkan Siti sebagai berikut. Band B). Untuk memahami pengertian relasi. Masalah 5. dengan aturan menghubungkan adalah: ‘Grup band favorit’.1 Dalam rangka memperingati HUT RI ke. Pada Gambar 5. ditunjukkan sebagai Gambar 5.1 di atas ditandai dengan sebuah garis berpanah dari kelompok siswa menuju kelompok grup band favorit. masalah berikut.

Dayu. Joko ikut pertandingan bulu tangkis. Siti.Masalah-5.67 di Kabupaten Sorong. 1) Udin ikut pertandingan tenis lapangan dan bola volley. himpunan pasangan berurutan. Joko. Abdullah dan Tono ikut pertandingan bola volley. bola volley. Abdullah. dan Tono ikut pertandingan bola kaki. Dayu ikut pertandingan catur. 5) Keenam siswa ikut pertandingan bola kaki. Joko ikut pertandingan badminton. 2) Siti ikut pertandingan bola volley. dan Tono) yang akan mengikuti pertandingan tersebut. a) Dengan diagram panah b) Dengan himpunan pasangan berurutan 172 Buku Guru Kelas X . Dayu ikut pertandingan catur. bulu tangkis. Siti ikut pertandingan bola volley. Udin. dan Tono ikut pertandingan tenis meja. 6) Tono akan mengikuti seluruh pertandingan. Alternatif Penyelesaian ♦ Arahkan siswa untuk memasangkan pertandingan yang akan diikuti secara hati-hati. Joko. Tono ikut pertandingan catur. Abdullah dan Tono ikut pertandingan tenis meja. 3) Udin dan Dayu ikut pertandingan bola kaki. Pasangkanlah siswa dengan pertandingan yang akan diikuti dengan ketentuan berikut. SMA Negeri 1 Sorong akan mengirimkan siswanya untuk mengikuti pertandingan antar SMA untuk pertandingan sepak bola. Joko ikut pertandingan badminton. 1) Udin ikut pertandingan bola kaki dan bola volley. dan diagram kartesius karena hal tersebut telah dipelajari sewaktu duduk di bangku SMP. Terdapat 6 orang siswa (Udin. Alternatif penyelesaian masalah ditunjukkan sebagai berikut. Abdullah ikut pertandingan tenis meja. tenis meja. Perlu dimulai guru. 4) Siti ikut pertandingan bola volley. untuk memasangkan hubungan dimaksud dapat dinyatakan dengan 3 cara yaitu: 1) diagram panah. Dayu ikut pertandingan catur. Abdullah ikut pertandingan tenis meja. dan catur. Siti ikut pertandingan bola volley. dan Tono ikut pertandingan tenis meja. Siti ikut pertandingan bola volley.1 Dalam rangka memperingati HUT RI ke. Joko ikut pertandingan badminton.

kita temukan definisi relasi sebagai berikut. bola volley). (Abdullah. Matematika 173 Berdasarkan contoh dan alternatif penyelesaian masalah di atas. bola volley). (Dayu. (Udin. (Siti. tenis meja)} c) Dengan diagram kartesius Catur Tenis meja Jenis pertandingan Badminton Bola kaki Bola volley Tenis lapangan Udin Joko Dayu Siti Abdullah Tono Kelompok siswa Gambar 5. bola kaki). badminton). Lapangan • Bola Volley • Bola kaki • Badminton • Tenis meja • Catur Kelompok siswa Kelompok pertandingan Gambar 5. (Joko. catur). .4 Pasangan setiap siswa yang mengikuti pertan-dingan olahraga Himpunan pasangan berurutan: {(Udin.Ikut pertandingan Udin • Joko • Dayu • Siti • Abdullah • Tono • • T. 2) Sebagai latihanmu. tenis meja). (Tono. dengan cara yang sama dengan butir (1) silahkan kerjakan butir Gambar 5.5 Deskripsi pasangan antara siswa dengan jenis pertandingan 2) Sebagai latihanmu.5: Deskripsi pasangan antara siswa dengan jenis pertandingan (2) sampai butir (6). dengan cara yang sama dengan butir (1) silahkan kerjakan butir (2) sampai butir (6).

Pada Masalah-5. Berdasarkan Gambar 5. Himpunan daerah hasil adalah: {bakso. terlihat bahwa tanda panah mengarah dari anggota himpunan siswa yang akan ikut bertanding ke anggota himpunan pertandingan yang akan di ikuti. himpunan pertama yaitu himpunan siswa SMA Negeri 1 Sorong yang akan mengikuti pertandingan. siswa yang akan bertanding dihubungkan dengan jenis pertandingan yang akan diikuti. 2) Relasi dapat terbentuk apabila ada aturan yang mengaitkan antara anggota himpunan yang satu dengan anggota himpunan yang lain. Himpunan pertandingan yang akan diikuti disebut dengan daerah kawan. Pada Gambar 5. Relasi dari A ke B adalah aturan pengaitan/ pemasangan anggota-anggota A dengan anggota-anggota B. Pada Masalah-5. Perhatikan Masalah 5. Dany}. Berdasarkan contoh dan alternatif penyelesaian masalah di atas. martabak}.1 untuk point (1).1. Hany. Nia. dan himpunan yang anggotanya adalah anggota daerah kawan yang memiliki pasangan dengan anggota daerah asal disebut dengan daerah hasil. Pada Gambar 5. • Jaya dan Budogol makanan kesukaannya adalah nasing goreng. Himpunan yang anggotanya akan dipasangkan pada kegiatan-1 yaitu himpunan siswa disebut dengan daerah asal. ditemukan definisi relasi sebagai berikut. mi goreng. Himpunan daerah asal adalah: {Jaya. dan himpunan kedua yaitu himpunan olah raga yang akan dipertandingkan.1 Misalkan A dan B adalah himpunan. • Nia makanan kesukaannya adalah mi goreng.6 himpunan siswa disebut dengan daerah asal. Dari Gambar 5. Himpunan daerah kawan adalah: {bakso. mi goreng. • Hany makanan kesukaannya adalah bakso.6 di atas diperoleh data: • Relasi himpunan siswa dengan himpunan makanan adalah “Makanan kesukaan”. Catatan: 1) Relasi dapat terbentuk apabila terdapat dua buah atau lebih himpunan/kelompok yang memiliki anggota yang akan dipasangkan satu dengan yang lain. Himpunan yang anggotanya adalah anggota daerah kawan yang memiliki pasangan di daerah asal disebut dengan daerah hasil. Definisi 5.1.1. nasi goreng. nama siswa terhubung dengan grup band favoritnya. nasi goreng. martabak}.1. • Dany makanan kesukaannya adalah martabak. pizza. 174 Buku Guru Kelas X . • Tidak ada siswa yang makanan kesukaannya adalah pizza. himpunan pertama yaitu himpunan siswa dan himpunan kedua yaitu himpunan grup band. Budogol. himpunan makanan disebut dengan daerah kawan.

Definisi 5.c. ditemukan definisi daerah asal (domain).2 Daerah asal atau biasa disebut dengan domain suatu relasi adalah himpunan tidak kosong dimana sebuah relasi didefinisikan.b. Pasangkanlah secara terurut setiap anggota himpunan A dengan setiap anggota himpunan B. Matematika 175 . sebagai berikut.3.4.1 Diberikan himpunan A = {a.5}.4 Daerah hasil atau biasa disebut dengan range suatu relasi adalah sebuah himpunan bagian dari daerah kawan (kodomain) yang anggotanya adalah pasangan anggota domain yang memenuhi relasi yang didefinisikan.Berdasarkan contoh-contoh di atas. Penyelesaian Pasangan terurut setiap anggota himpunan A dengan setiap anggota himpunan B dapat ditunjukkan pada diagram berikut. Definisi 5.d} dan B = {1. dan daerah hasil (range). Pertanyaan Kritis Apakah ada kemungkinan bahwa anggota daerah kawan sama dengan anggota daerah hasil? Berikan alasanmu! • Untuk lebih memahami definisi di atas. Contoh 5.2. daerah kawan (kodomain). buatlah contoh dan bukan contoh relasi dalam kehidupanmu sehari-hari. Definisi 5.3 Daerah kawan atau biasa disebut dengan kodomain suatu relasi adalah himpunan tidak kosong dimana anggota domain memiliki pasangan sesuai relasi yang didefinisikan.

y)│ ∀ x ∈ A dan y ∈ B}.3).3). Beberapa Sifat Relasi Sifat-1: Sifat Reflektif Misalkan R sebuah relasi yang didefinisikan pada himpunan P. Definisi 5.(a. Relasi pasangan berurutan dari A ke B adalah suatu aturan pengaitan yang memasangkan setiap anggota himpunan A ke setiap anggota himpunan B.5). (2.2).(b.2 Diberikan himpunan P = {1. 2. (3.(b.2).2)}.(a. 176 Buku Guru Kelas X .3).….4). Contoh 5.4). 2. (3.(d.1).5).5 Misalkan A dan B dua buah himpunan. (1.(a. Secara umum himpunan pasangan berurutan dinyatakan sebagai berikut. Pasangan dinyatakan dalam bentuk himpunan A × B = {(a.2). Didefinisikan relasi R pada himpunan P dengan hasil relasi adalah himpunan S = {(1.(b.5)}. (2.(a. Dapat ditulis A × B = {(x.1). p) ∈ R.1).2). Relasi R tersebut bersifat reflektif sebab setiap anggota himpunan P berpasangan atau berelasi dengan dirinya sendiri. Relasi R dikatakan bersifat refleksif jika untuk setiap p ∈ P berlaku (p.3). 3}.(b.(b.A a b c d B 1 2 3 4 5 Berdasarkan diagram di atas dapat disimpulkan bahwa banyak anggota himpunan pasangan berurutan anggota himpunan A dan himpunan B sebanyak 4 × 5 = 40 buah pasangan.

(2. (4.x) ∈ R. x) ∈ R.dengan a. (5. x. (4. 3}.b)│ a + b < 9. Relasi R tersebut tidak bersifat simetris karena (4.b ∈ Q}. yaitu 5 tidak berelasi dengan dirinya sendiri atau (5.1) . Relasi R dikatakan bersifat simetris.2). 2.b ∈ C}. apabila untuk setiap (x.1).4).3). y) ∈ R berlaku (y. dengan a. Didefinisikan relasi R pada himpunan C dengan R = {(a.4. sehingga diperoleh R = {(2.2)}.Contoh 5. (3. (1. (4. Didefinisikan relasi R pada himpunan P dengan R = {(1.5 Diberikan himpunan P = {1. Didefinisikan relasi R pada himpunan A dengan R = {(x. (4. (2. Didefinisikan relasi R pada himpunan Q dengan R = {(a. (2. 5}.2). y) │ x kelipatan y. (5. Matematika 177 . (5.4).5}. Relasi R tersebut tidak bersifat refleksif sebab ada anggota himpunan C. Relasi R tersebut bersifat reflektif sebab setiap anggota himpunan Q berpasangan atau berelasi dengan dirinya sendiri. y ∈ A}.2). 5) bukan anggota R. berlaku (y.4) bukan anggota R.5). (1. Relasi R tersebut bersifat simetris sebab untuk setiap (x.2)}. maka diperoleh R = {(2. Contoh 5.4). (4.6 Diberikan himpunan A = {2. Contoh 5. (3.5). Contoh 5. maka diperoleh S = {(2. 4.4 Diberikan himpunan C = {2.2).2).1).2)}.y) ∈ R.4.4).3 Diberikan himpunan Q = {2.5}. Sifat-2: Sifat Simetris Misalkan R sebuah relasi pada sebuah himpunan P.2) anggota R tetapi (2. (4.2).b)│ a kelipatan dari b. (2.5).3)}.

1) ∈ R dan (1. (5.z) ∈ R.2)}. Relasi R tersebut tidak bersifat antisimetris sebab terdapat (1. Relasi R dikatakan bersifat antisimetris. 2. Didefinisikan relasi R pada himpunan S dengan R = {(1.b ∈ C} sehingga diperoleh R = {(2.1).b) ∈ a kelipatan b. (2. (1.1)∈ R. (2. Didefinisikan relasi pada himpunan P dengan hasil relasi adalah himpunan R = {(1.4).1) ∈ R. Contoh 5.z) ∈ R maka berlaku (x.1). sebab terdapat (1.5). apabila untuk setiap (x.3)}. 4. Relasi R tidak memenuhi sifat transitif.y) ∈ R dan (y.3)}.1).1). Contoh 5.2). tetapi 1 ≠ 2.9 Diberikan himpunan C = {2. (1. (3. (3.2).1). Didefinisikan relasi R pada himpunan C dengan R = { (a. (2.7 Diberikan himpuan P = {1. Didefinisikan relasi R dengan R = {(1. (4. 178 Buku Guru Kelas X .2) ∈ R. Relasi R tersebut bersifat antisimetris. (1. tetapi (2. a.2).2)}. Contoh 5.y) ∈ R dan (y. Contoh 5. Relasi R bersifat transitif. (3.2). Sifat-4: Sifat Antisimetris Misalkan R sebuah relasi pada sebuah himpunan P.10 Diberikan S = {1. 3}. (4. Relasi R tersebut bersifat transitif sebab (x.z) ∈ R.8 Diberikan himpunan C = {1.2). 2.2).x) ∈ R berlaku x = y. 3}. apabila untuk setiap (x. (2. (2. 3}. (3.2) ∈ R dan (2.3).z) ∈ R maka berlaku (x.y) ∈ R dan (y. 5}.Sifat-3: Sifat Transitif Misalkan R sebuah relasi pada sebuah himpunan P.2). 2.3). (2.

7.11 Diberikan himpunan P = {1. simetris dan transitif. Contoh 5. • Coba kamu bekerjasama dengan temanmu menunjukkan bahwa R memenuhi sifat reflektif. Amos.1). himpunan B = {1. Suatu hari bapak Martono ingin mengetahui data-data tentang mereka. 2. 3. Oleh karena itu relasi R merupakan relasi ekivalensi. Apakah ada kemungkinan bahwa anggota himpunan A berpasangan dengan dua atau lebih anggota himpunan B? Berikan penjelasanmu! d. Menemukan Konsep Fungsi Masalah-5. Data-data yang diinginkan berupa: berapa jam ratarata waktu belajar mereka dalam satu hari. 3. Didefinisikan relasi pada himpunan P dengan R = {(1.2). b. Alvenia. 6. dan Aleks merupakan sahabat yang selalu bersama-sama dalam setiap kegiatan sekolah.2). (2.1). Anita. hal itu diperlukannya sebagai bahan motivasi untuk temanteman satu kelas mereka. simetris.3)}. dan transitif. 1) Kelima sahabat itu satu himpunan misalnya himpunan A. Apakah semua anggota himpunan A pasti memiliki pasangan dengan anggota himpunan B? Berikan penjelasanmu! c. dan berapa banyak saudara mereka.2 Lima orang siswa yaitu: Afnita. 3}. 4. Relasi R disebut relasi ekivalensi jika dan hanya jika relasi R memenuhi sifat refleksif. Relasi R tersebut bersifat refleksif. (1. Apakah ada kemungkinan bahwa anggota himpunan A memiliki pasangan yang yang sama dengan salah satu anggota himpunan B? Berikan penjelasanmu! Matematika 179 . (2. 8}. Nyatakanlah sebuah relasi yang mungkin menurut anda yang menggambarkan lama waktu belajar lima orang sahabat itu. 2. dan transitif. (3. 5. Bapak Martono adalah guru matematika yang senang dengan persahabatan yang mereka bina karena mereka selalu memiliki nilai paling bagus dari antara temanteman sekelasnya. a. simetris. dan lama waktu belajar dalam satu hari.Sifat-5: Sifat Ekuivalensi Misalkan R sebuah relasi pada sebuah himpunan P.

4}. Nyatakanlah sebuah relasi yang mungkin menurut anda yang Alternatif Penyelesaian Berikan penjelasanmu! 1. dan data tentang banyak saudara mereka ada di anggota himpunan D yang anggotanya. A B A B Gambar5. 4}. Buku Guru Kelas X EGA BUKU PEGANGAN SISWA 180 . Anggota himpunan A dipasangkan dengan anggota anggota himpunan B dengan relasi rata-rata lama waktu belajar. Apakah ada kemungkinan bahwa anggota himpunan C berpasangan d. 3. Anggota himpunan A dipasangkan dengan c. 8}Alvenia. Anita. 2. 2. 5. bisa seluruhnya memiliki rata-rata waktu belajar jam setiap c. lima orang sahabat itu. Nilai rata-rata waktu himpunan B dengan relasi rata-rata lamasehingga waktu belajar. Untuk semua relasi yang mungkin. Jawabannya tidak.7: 5. 7. Alvenia. Nyatakanlah sebuah relasi yang mungkin menurut anda yang menggambarkan 2) Kelima sahabat itu membentuk satu himpunan misalnya himpunan C. 2.2) Jika kelima sahabat itu dibuat dalam satu himpunan misalnya himpunan C.yang 4. a. Jawabannya adalah tidak. Jawabannya tidak. Nilai rata-rataAwaktu belajar seseorang hanya ada satu nilai. Amos. Anita. Relasi yang mungkin rata-rata lama waktu belajar a. a. 3. data tentang mereka membentuk himpunan. Apakah ada kemungkinan bahwa anggota himpunan C memiliki pasangan yang dengan dua atau lebih anggota himpunan D? Berikan penjelasanmu! yang d. ada semua kemungkinan bahwa anggotaapakah himpunan C berpasangan dengan 2 C memiliki pasangan dengan anggota himpunan D? Berikan atau lebih anggota himpunan D? Berikan penjelasanmu! penjelasanmu! c. Amos. Aleks} Alternatif Penyelesaian {1. 3. sama Apakah adasalah kemungkinan bahwa anggota himpunan C memiliki dengan satu anggota himpunan D? Berikan penjelasanmu! pasangan yang yang sama dengan salah satu anggota himpunan D? pasangan dengan anggota himpunan D? Berikan penjelasanmu! menggambarkan banyak saudara kelima orang sahabat itu. belajar seseorang hanya ada satu nilai. Aleks} 1.7: Relasi Relasi rata-rata jam belajar Gambar rata-rata jam belajar b. apakah semua anggota himpunan C memiliki Apakah b. dan banyak saudarabanyak kelima saudara orang sahabat itu. 7. hari. 3. D = {1. 2. Diketahui: A B == {Afnita. Oleh sebab anggota himpunan B telah dibatasi dari b. Relasi yang mungkin yang menggambarkan rata-rata lama waktu belajar a. 4. D = {1. B= {1. semua anggota himpunan c. Jawabannya adalah tidak. 6. 5. maka diantara kelima sahabat itu dan kemungkinan bisa dari waktu 1 s/d 8 jam. Untuk relasi yang mungkin. Diketahui: A = { Afnita. sehingga anggota himpunan A akan 180 dipasangkan dengan salah satu anggota di himpunan B. b. anggota himpunan akan dipasangkan dengan salah satu anggota di himpunan B . Oleh sebab anggota himpunan B telah dibatasi waktu 1 s/d 8 jam. maka diantara kelima sahabat itu dan kemungkinan seluruhnya memiliki rata-rata waktu belajar lebih lebih dari 8dari jam8setiap hari. 8} a. menggambarkan 6.

D = {1. Alvenia. kelima sahabat itu ada b) Jawabannya ya. Aleks} D = {1. Matematika 181 Masalah 5. Banyak himpunan saudara seseorang dimungkinkan sama dengan c) Jawabannya tidak.8 : Relasi banyak saudara D C D b) Jawabannya ya. Nilai rata-rata waktu belajar seseorang dimungkinkan sama dengan nilai rata-rata waktu belajar orang lain. Nilai rata-rata waktu belajar seseorang dimungkinkan sama 2. sahabat itu. satu anggota di himpunan B.d. Banyak saudara hanya ada satu nilai.8 Relasi banyak saudara Gambar 5. ditunjukkan pada diagram panah berikut. ditunjukkan pada diagram panah berikut. Jawabannya ya. Kelima membentuk satu himpunan misalnya himpunan C. d) Jawabannya ya. Jawabannya ya.3 .yang Banyak saudara seseorang hanya ada memiliki sama dengan salah satu anggota di . d) Jawabannya ya. 4} a) Relasi yang mungkin yang menggambarkan banyak saudara kelima orang a) Relasi yang mungkin yang menggambarkan banyak saudara kelima orang sahabat itu. Oleh karena data tentang saudara c) Jawabannya tidak. satu nilai. 2. 3. d. himpunan sehinggaD anggota himpunan C akan dipasangkan dengan salah satu anggota di himpunan D. 2. dan data denganitu nilai rata-rata waktu orangmisalnya lain. sehingga anggota-anggota himpunan A memungkinkan memiliki pasangan yang sama dengan salah tentang banyak saudara mereka ada di anggota himpunan D yang anggotanya. Aleks} tentang banyak saudara mereka himpunan D. Anggota himpunan A dipasangkan dengan anggota di anggota himpunan D. sehingga anggota-anggota himpunan A memungkinkan memiliki pasangan yang sama dengan salah 2. Banyak saudara seseorang dimungkinkan sama dengan banyak saudara orang lain. maka seluruh anggota himpunan C pasti memiliki pasangan dengan anggotabanyak himpunan D. satu anggota di himpunan B. sehingga anggota himpunan C akan dipasangkan dengan salah pasangan dengan anggota himpunan D. 3. Oleh karena data tentang banyak saudara kelima sahabat itu ada di anggota himpunan D. satu anggota di himpunan D. sehingga anggota-anggota himpunan C memungkinkan memiliki pasangan yang sama dengan salah satu anggota di himpunan D. Amos. Alvenia. Jika kelima sahabat dibuat dalam satubelajar himpunan himpunan C. 4} Diketahui: C= {Afnita. Anita. maka anggota himpunan Cseseorang pasti memiliki himpunan B dengan relasi seluruh banyak saudara. dan data Diketahui: C = { sahabat Afnita. Anggota A dipasangkan dengan anggota banyak saudara orang lain. sehingga anggota-anggota himpunan C himpunan memungkinkan B dengan relasi banyakpasangan saudara. Amos. itu Anita. C Gambar 5.

uraian fakta semua relasi yang diberikan adalah sebagai anggota himpunan PP memiliki pasangan yang tunggal dengan anggota himpunan Q himpunan Q Q berikut. uraian fakta untuk semua relasi yang diberikan adalah sebagai Dari gambar didi atas.Semua Semua anggota himpunan PP memiliki pasangan dengan anggota himpunan QQ anggota anggota himpunan P memiliki pasangan dengan anggota himpunan Q Semua anggota himpunan memiliki pasangan dengan anggota himpunan Semua anggota himpunan PP memiliki pasangan dengan anggota himpunan QQ himpunan Q Ada anggota himpunan P yang berpasangan dengan dua buah anggota himpunan himpunan -.-1: Semua anggota himpunan Q pasangan dengan anggota himpunan P Relasi Semua anggota himpunan memiliki pasangan dengan anggota himpunan . berikut.Ada Ada anggota himpunan Pyang yang berpasangan dengan dua buah anggota himpunan anggota himpunan P berpasangan dengan dua buah anggota Ada anggota himpunan yang berpasangan dengan dua buah anggota himpunan – -Semua anggota himpunan Q memiliki pasangan dengan anggota himpunan P. (2) (2) (2) R (2) (2) (2) (3) (3) (3) (3) (3) (3) R P Q P Q P Q (4) (4) (4) (4) (4) (4) R (5) (5)(5) (5) (5) R (5) (6) R (6) (6) (6) (6) (6) \\\\\\ \\\ \\\\\\ P Q P Q P Q Dari gambar atas.Masalah-5.Semua anggota himpunan QQ memiliki pasangan dengan anggota himpunan PP – Relasi Semua anggota himpunan P memiliki pasangan dengan anggota himpunan Q Relasi 2: Relasi 2: 2: Relasi 2: Relasi 2: – Semua anggota himpunan memiliki pasangan yang tunggal dengan Semua anggota himpunan P memiliki pasangan dengan anggota himpunan -. Ada anggota himpunan yang tidak memiliki pasangan dengan anggota himpunan Ada anggota himpunan QQ yang tidak memiliki pasangan dengan anggota himpunan --.Semua anggota himpunan P pasangan dengan anggota himpunan Q Semua anggota himpunan memiliki pasangan dengan anggota himpunan Alternatif Penyelesaian .3 Perhatikan relasi-relasi yang ditunjukkan pada gambar berikut. Perhatikan relasi-relasi yang ditunjukkan pada gambar berikut. Q.Ada anggota himpunan Q yang tidak memiliki pasangan dengan anggota himpunan Ada anggota himpunan yang tidak memiliki pasangan dengan anggota himpunan . Perhatikan relasi-relasi yang ditunjukkan pada gambar berikut. Ada anggota himpunan PP yang berpasangan dengan dua buah anggota himpunan Q. dengan perkawanan relasi-relasi yang diberikan...Ada anggota himpunan QQ yang tidak memiliki pasangan dengan anggota himpunan 182 P PP P PBuku Guru Kelas X EGA EGA EGA BUKU PEGANGAN SISWA BUKU PEGANGAN SISWA BUKU PEGANGAN SISWA EGA BUKU PEGANGAN SISWA EGA BUKU PEGANGAN SISWA 182 182 182 182 182 .. Q. Relasi 1: Relasi 1: Relasi 1: Relasi Relasi 1:1: Semua anggota himpunan P memiliki pasangan dengan anggota himpunan Semua anggota himpunan Pmemiliki memiliki pasangan dengan anggota himpunan QQ -. berikut.Semua Semua anggota himpunan memiliki pasangan yang tunggal dengan anggota Dari--gambar di atas. berikut.. uraian fakta untuk semua relasi yang diberikan adalah sebagai Dari gambar didi atas. Q. erer er erer (1) (1) (1) (1) (1) (1) R Perhatikan relasi-relasi yang ditunjukkan pada gambar berikut. berikut. Perhatikan relasi-relasi yang ditunjukkan pada gambar berikut..Semua anggota himpunan PP memiliki pasangan dengan anggota himpunan QQ Semua anggota himpunan P memiliki pasangan yang tunggal dengan anggota Semua anggota himpunan Puntuk memiliki pasangan yang tunggal dengan anggota Semua anggota himpunan P memiliki pasangan yang tunggal dengan anggota . uraian fakta untuk semua relasi yang diberikan adalah sebagai Dari gambar di atas. uraian fakta untuk semua relasi yang diberikan adalah sebagai Dari gambar atas.himpunan himpunan Q himpunan Q Semua anggota himpunan Q memiliki pasangan dengan anggota himpunan Semua anggota himpunan Qmemiliki memiliki pasangan dengan anggota himpunan PP --. Perhatikan relasi-relasi yang ditunjukkan pada gambar berikut.. uraian fakta untuk semua relasi yang diberikan adalah sebagai ♦ Guru harus mengarahkan agar siswa mampu menemukan fakta-fakta yang berkaitan berikut. Q.

relasi 2 dan relasi 4 merupakan contoh fungsi. – Ada anggota himpunan Q yang tidak memiliki pasangan dengan anggota himpunan P. – Ada anggota himpunan Q yang tidak memiliki pasangan dengan anggota himpunan P. – Ada anggota himpunan P yang berpasangan dengan dua buah anggota himpunan Q. Dari gambar di atas. Syarat sebuah relasi menjadi fungsi adalah sebagai berikut. Relasi 1. – Ada anggota himpunan P yang berpasangan dengan dua buah anggota himpunan Q. Relasi 5: – Ada anggota himpunan P yang tidak memiliki pasangan dengan anggota himpunan Q. – Ada anggota himpunan Q yang tidak memiliki pasangan dengan anggota himpunan P. 183 Matematika . uraian fakta untuk semua relasi yang diberikan adalah sebagai berikut. – Ada anggota himpunan P yang berpasangan dengan semua anggota himpunan Q. – Semua anggota himpunan Q memiliki pasangan dengan anggota himpunan P.Relasi 2: – Semua anggota himpunan P memiliki pasangan dengan anggota himpunan Q. – Semua anggota himpunan P memiliki pasangan yang tunggal dengan anggota himpunan Q. Relasi 3: – Semua anggota himpunan P memiliki pasangan dengan anggota himpunan Q. – Semua anggota himpunan Q memiliki pasangan dengan anggota himpunan P. Relasi 6: – Ada anggota himpunan P yang tidak memiliki pasangan dengan anggota himpunan Q. Relasi 4: – Semua anggota himpunan P memiliki pasangan dengan anggota himpunan Q. – Semua anggota himpunan P memiliki pasangan yang tunggal dengan anggota himpunan Q. – Semua anggota himpunan P memiliki pasangan dengan anggota himpunan Q.

Relasi 3: – Semua anggota himpunan P memiliki pasangan dengan anggota himpunan Q.Relasi 1: – Semua anggota himpunan P memiliki pasangan dengan anggota himpunan Q – Semua anggota himpunan P memiliki pasangan yang tunggal dengan anggota himpunan Q – Semua anggota himpunan Q memiliki pasangan dengan anggota himpunan P. – Ada anggota himpunan P yang berpasangan dengan semua anggota himpunan Q. – Ada anggota himpunan P yang berpasangan dengan dua buah anggota himpunan Q. Relasi 5: – Ada anggota himpunan P yang tidak memiliki pasangan dengan anggota himpunan Q. – Ada anggota himpunan Q yang tidak memiliki pasangan dengan anggota himpunan P. Syarat sebuah relasi menjadi fungsi adalah sebagai berikut. Relasi 1. – Ada anggota himpunan Q yang tidak memiliki pasangan dengan anggota himpunan P. – Semua anggota himpunan Q memiliki pasangan dengan anggota himpunan P. Relasi 6: – Ada anggota himpunan P yang tidak memiliki pasangan dengan anggota himpunan Q. 184 Buku Guru Kelas X . – Semua anggota himpunan Q memiliki pasangan dengan anggota himpunan P. – Semua anggota himpunan P memiliki pasangan yang tunggal dengan anggota himpunan Q. relasi 2 dan relasi 4 merupakan contoh fungsi. Relasi 4: – Semua anggota himpunan P memiliki pasangan dengan anggota himpunan Q. – Ada anggota himpunan Q yang tidak memiliki pasangan dengan anggota himpunan P. – Ada anggota himpunan P yang berpasangan dengan dua buah anggota himpunan Q. Relasi 2: – Semua anggota himpunan P memiliki pasangan dengan anggota himpunan Q.

6 Misalkan A dan B himpunan. Perhatikan kembali Masalah 5. dibaca: fungsi f memetakan x ke y. B. Definisi 5. b. Fungsi f dari A ke B adalah suatu aturan pengaitan yang memasangkan setiap anggota himpunan A dengan tepat satu anggota himpunan B. 3) Relasi 6 bukan merupakan fungsi karena ada anggota himpunan P yang tidak memiliki pasangan dengan aggota himpunan Q yaitu {D}. Berdasarkan contoh-contoh di atas kita temukan definisi fungsi sebagai berikut. D.3 di atas. Ada anggota himpunan P yang memiliki pasangan tidak tunggal dengan anggota himpunan Q yaitu {C}. sedemikian sehingga y = f(x). Definisi 5. Matematika 185 .– Semua anggota himpunan P memiliki pasangan dengan anggota himpunan Q. kemudian tuliskanlah rumus fungsinya. Penyelesaian 1) Relasi 3 bukan fungsi karena ada anggota himpunan P yang berpasangan tidak tunggal dengan anggota himpunan Q yaitu D yang berpasangan dengan 4 dan 5 meskipun seluruh anggota himpunan P memiliki pasangan di anggota himpunan Q. berilah alasan mengapa relasi 3. dengan demikian dapat ditulis menjadi: f : x → y.6 di atas. – Semua anggota himpunan P memiliki pasangan yang tunggal dengan anggota himpunan Q. Jika f memetakan suatu elemen x ∈ A ke suatu y ∈ B dikatakan bahwa y adalah peta dari x oleh fungsi f dan peta ini dinyatakan dengan notasi f(x) dan x disebut prapeta dari y. Tentukanlah nilai p dan q.12 Diketahui fungsi f : x → f(x) dengan rumus fungsi f(x) = px – q. dibaca: fungsi f memetakan setiap anggota A dengan tepat satu anggota B. Ada anggota himpunan P yang tidak memiliki pasangan dengan anggota himpunan Q yaitu {A. dan relasi 6 bukan fungsi. secara simbolik ditulis menjadi f : A → B. E}. Jika f(1) = –3 dan f(4) = 3. 2) Relasi 5 bukan fungsi karena: a. relasi 5. Contoh 5.

................ maka rumus fungsi f(x) = px – q menjadi f(x) = 2x – 5......... 2x ≥ -6 ↔ x ≥ -3........ f(1) = -3 f(4) = 3........... (2) Coba kamu jelaskan mengapa demikian? Jika persamaan 1) dan persamaan 2) dieliminasi maka diperoleh: -3 = p – q 3 = 4p – q _ -6 = p – 4p → –6 = –3p → p = 2 Substitusi nilai p = 2 ke persamaan –3 = p – q Sehingga diperoleh: –3 = 2 – q –3 = 2 – q → q = 2 + 3 → q = 5 Jadi diperoleh p = 2 dan q = 5 Berdasarkan kedua nilai ini.. Penyelesaian Diketahui: f(x) = 2 x + 6 Ditanya: domain f Domain fungsi f memiliki pasangan dengan anggota himpunan bilangan real apabila 2x + 6 ≥ 0......13 Diketahui fungsi f dengan rumus f(x) = 2 x + 6 . Tentukanlah domain fungsi f agar memiliki pasangan di anggota himpunan bilangan real...... q. Ditanya p................ (1) Coba kamu jelaskan mengapa demikian? Jika f(4) = 3 maka f(x) = px – q → 3 = 4p – q .... dan Rumus fungsi Jika f(1) = –3 maka f(x) = px – q → –3 = p – q .....Penyelesaian Diketahui f(x) = px – q.... Contoh 5...... 186 Buku Guru Kelas X ..............

14 Diketahui f suatu fungsi f : x  f(x). Diskusi Diskusikan dengan temanmu: a) Berapakah pasangan dari x = 2013? b) Bagaimana cara paling cepat untuk menemukan pasangan dari x = 2013? ♦ Guru mengarahkan dan memberi petunjuk untuk menentukan pasangan 2013 dan cara paling cepat untuk menentukannya. Berapakah pasangan dari x = 4? Penyelesaian Diketahui: f : x  f(x) f(1) = 4 f(x+1) = 2 f(x) Ditanya: f(4)? → f(x+1) = 2f(x) → untuk x = 1.f(3) = 2. Jika 1 berpasangan dengan 4 dan f(x+1) = 2f(x). b) Apakah f terdefinisi untuk 2x + 6 < 0? c) Apakah x = –4 memiliki pasangan? Mengapa? Contoh 5. Matematika 187 .16 = 32 → maka x = 4 berpasangan dengan 32 atau f(4) = 32.Diskusi Diskusikan dengan temanmu: a) Mengapa fungsi f memiliki pasangan di anggota himpunan bilangan real apabila 2x + 6 ≥ 0. maka f(1+1) = 2f(1) → f(2) = 2.8 = 16 → f(4) = 2.f(1) = 2.f(2) = 2.4 = 8 → f(3) = 2.

2x − 6 Tuliskanlah rumus fungsi jika g memetakan y ke x.15 x+2 Diketahui f sebuah fungsi yang memetakan x ke y dengan rumus y = . d) Berikan syarat agar g: y  x dapat terdefinisi. ( x + 2) (6 y + 2) x = → y = (kedua ruas kalikan dengan 2x – 6) (2 x − 6) (2 y − 1) → (2x – 6)(y) = x + 2 → 2xy – 6y = x + 2 → 2xy – x = 6y + 2 → x(2y – 1) = 6y + 2 ( x + 2) (6 y + 2) y= → x = (kedua ruas bagi dengan 2y – 1) (2 x − 6) (2 y − 1) x+2 Maka fungsi g memetakan y ke x dengan rumus: g(y) = 2x − 6 ♦ Guru mengarahkan siswa untuk memahami masalah berikut yang disajikan berikut ini. 2x − 6 Ditanya: rumus fungsi y ke x. Penyelesaian x+2 Diketahui f sebuah fungsi yang memetakan x ke y dengan rumus y = . x+2 Diketahui: y = . apakah x = memiliki pasangan di anggota himpunan real? 5 6 2 3 4 3 4 2 3 Mengapa? c) Berikan syarat agar f: x  y dapat terdefinisi. dimana 2x – 6 ≠ 0 dan x anggota bilangan real. apakah x = 3 memiliki pasangan di anggota himpunan real? 1 1 1 1 1 2 3 3 4 b) Jika g: y  x. Diskusi Diskusikan dengan temanmu: a) Jika f: x  y. 2x − 6 Tuliskanlah rumus fungsi jika g memetakan y ke x.Contoh 5. Mengapa? 188 Buku Guru Kelas X .

1 KOMPETENSI-5. 12}.real? Nyatakanlah relasi A b) Jika g: y  x. 2. 5. Martohap) berturut-turut berusia 6. Dahniar)} (Riwanti. kodomain. apakah x = memiliki pasangan di anggota terhadap B dengan relasi berikut. tuliskanlah x sebax −1 Matematika 189 . Nora). a) di anggota himpunan real? 5} dan himpunan B = {2. Nora). x + 1 . {(Yaska. sangkan dengan anggota himd) Berikan syarat agar g: y  x dapat terdefinisi. dan range dari relasi berikut. Apakah gai fungsi dari y. kodomain. maka nilai dari f(17) – f (7) adalah…. Pasangkanlah usia masing-masing anak pada bilangan prima yang kurang dari 15. (Felix. Kemudian 187 tentukanlah syarat kedua rumus fungsi tersebut agar terdefinisi untuk setiap x. 3. berikut. (Ramsida. b) Relasi pasangan berurutan: Kemudian periksa apakah relasi Krisantus). Marisa. 4. Pasaribu).1 sangkan dengan anggota himP Q 1) Tentukanlah domain. UJI daerah semua anak dapat dipasangkan? Maka fungsi g memetakan y ke x dengan rumus: . himpunan 11.Pasaribu). (Felix. Nora). 10.1 1) Tentukanlah daerah asal. b) Anggota himpunan A dipaUJI KOMPETENSI-5.y merupakan bilangan real.(Riwanti. 6. Mengapa? 8. maka untuk x2 187 ≠1 tentukanlah f(–x). 3. punan B dengan relasi B = A + 1. (Riwanti. punan B dengan relasi B = 2A b) + 2. Dahniar)} tanggal kelahirannya.Mengapa? b) Jika g: y  x. daerah 1) Tentukanlah domain. Dahniar)} 4) Jika siswa direlasikan dengan Krisantus). Maradona. 7) Diketahui f(2x–3) = 4x–7. dan daerah asilnya! Diskusikan dengan temanmu! a) a) Jika f: x  y. Apakah relasi c) c) tersebut merupakan fungsi? Berikan penjelasanmu! EGA x +1 BUKU PEGANGAN SISWA 5) Jika f(x) = . 10. (Ramsida. Marsius. dan 11 tahun. a) Fungsi pasangan berurutan: {(Yaska. x −1 6) Jika y = 2) Sekumpulan anak yang terdiri atas EGA BUKU PEGANGAN SISWA 5 orang yaitu (Margono. kawan. 7. Mengapa? a) Anggota himpunan A dipac) Berikan syarat agar f: x  y dapat terdefinisi. apakah x = y= memiliki pasangan di anggota himpunan real? Mengapa? c) Berikan  (2 x-6)(y) = syarat x + 2 agar f: x  y dapat terdefinisi. dan range dari relasi berikut. b) Fungsi pasangan berurutan: {(Yaska.  2xy – x = 6y + 2  x(2y – 1) = 6y + 2  Uji Kompetensi 5. 9. yang terbentuk adalah fungsi atau Pasaribu). c) tidak. 2 xy – 6y = x +2 d) Berikan syarat agar g: y  x dapat terdefinisi. (Felix. (Ramsida. 4. apakah R x = 3 memiliki pasangan 3) Diberikan himpunan A = {1. Krisantus). dan daerah hasil dari relasi Tentukanlah daerah asal. kawan.

Manakah yang merupakan fungsi. antisimetris.. bergerak lurus dan terkadang turun pada tertentu.. 3. beberapa kesimpulan yang dapat dinyatakan sebagai pengetahuan awal untuk mendalami dan melanjutkan bahasan berikutnya. Dari pernyataan (1) dan (2) disimpulkan bahwa setiap fungsi dan relasi adalah Rancanglah sebuah masalah terkait lintasan seekor lebah yang terbang himpunan. b x x    x x  b maka f(a+b)= . lurus. dan buat interval saat kapan lebah tersebut relasi tersebut dikatakan relasi ekuivalen.Tentukan f 1998(11)! 10) Diketahui fungsi f dengan rumus f = 1 x − 8 . maka Tuliskan ciri-ciri fungsi tersebut. simetris dan transitif. Beberapa kesimpulan disajikan sebagai berikut. Jika sebuah relasi memenuhi sifat reflektif. Tetapi sebuah himpunan belum tentu merupakan relasi. Projek 1. waktu (2) simetris. Relasi memiliki sifat. 11) Perhatikan gambar berikut! sumbu x. 4. antara lain (1)saat reflektif. dan saat turun. 2. fungsi f dengan rumus . Tentukanlah domain fungsi f agar jika daerah asalnya merupakan memiliki pasangan di anggota himpunan bilangan real. a) b) c) d) PENUTUP Berdasarkan uraian materi pada bahasan 5 ini. xx 8) Bila f(x) = = aa 9) Misalkan f(n) didefiniskan kuadrat dari penjumlahan digit n. Buatlah laporan hasil kerja kelompokmu EGA dan sajikan di depan kelas. Setiap fungsi merupakan relasi. 11) Perhatikan gambar berikut! 10) Diketahui Manakah yang√ merupakan fungsi. Setiap relasi adalah himpunan. BUKU PEGANGAN SISWA 189 190 Buku Guru Kelas X . Tetapi sebuah relasi belum tentu merupakan fungsi. b2b 2  x  2  x  a 2a 1 1 − = 2 2 + + −    2 2 . bergerak naik. Misalkan juga f(f(n)) dan f 3(n) didefinisikan f(f(n)) dan f 3(n) didefinisikan f(f(f(n))) dan seterusnya. jika daerah asalnya merupakan sumbu X. Tentukanlah daerah asal 2 fungsi f agar memiliki pasangan di anggota himpunan bilangan real. (3) transitif. dan (4) sifat terkadang naik.

(3) transitif. fungsi ganjil dan fungsi genap. seperti fungsi naik dan turun. maka relasi tersebut dikatakan relasi ekuivalen. Setiap relasi adalah himpunan. Dari pernyataan (1) dan (2) disimpulkan bahwa setiap fungsi dan relasi adalah himpunan. (2) simetris. Jika sebuah relasi memenuhi sifat reflektif. dan sebagainya. beberapa kesimpulan yang dapat dinyatakan sebagai pengetahuan awal untuk mendalami dan melanjutkan bahasan berikutnya. antara lain (1) reflektif. Jadi pengetahuan kamu tentang relasi dan fungsi sangat menentukan keberhasilan kamu Matematika 191 . dan fungsi satu-satu. Setiap fungsi merupakan relasi. 6. 3. fungsi injektif. Tetapi sebuah relasi belum tentu merupakan fungsi. 5. Barisan adalah sebuah fungsi dengan domain bilangan asli dan daerah hasilnya adalah suatu himpunan bagian dari bilangan real. 1. Tetapi sebuah himpunan belum tentu merupakan relasi. PENUTUP Berdasarkan uraian materi pada bahasan 5 ini. Fungsi yang demikian disebut juga pemetaan. 2. Relasi memiliki sifat. Fungsi adalah bagian dari relasi yang memasangkan setiap anggota daerah asal (domain) dengan tepat satu anggota daerah kawan (kodomain). Untuk lebih mendalami materi fungsi anda dapat mempelajari berbagai jenis fungsi pada sumber belajar yang lain.D. dan (4) sifat antisimetris. surjektif. Beberapa kesimpulan disajikan sebagai berikut. simetris dan transitif. 4. Selanjutnya akan dibahas tentang barisan dan deret.

kritis. memprediksi pola barisan dan deret aritmetika dan geometri atau barisan lainnya melalui pengamatan dan memberikan alasannya. KOMPETENSI DASAR DAN PENGALAMAN BELAJAR Kompetensi Dasar Setelah mengikuti pembelajaran barisan dan deret. 3. bertanggungjawab. • • • • • Pola Bilangan Beda Rasio Suku Jumlah n suku pertama . menghayati pola hidup disiplin. • berpikir tingkat tinggi (berpikir kritis.Bab Barisan dan Deret A. Pengalaman Belajar Melalui pembelajaran materi barisan dan deret aritmetika dan geometri atau barisan lainnya. siswa memperoleh pengalaman belajar: • menemukan konsep dan pola barisan dan deret melalui pemecahan masalah otentik. kreatif) dalam menyelidiki dan mengaplikasikan konsep dan pola barisan dan deret dalam memecahkan masalah otentik. • berkolaborasi memecahkan masalah aktual dengan pola interaksi sosial kultur. siswa mampu: 1. menyajikan hasil menemukan pola barisan dan deret dan penerapannya dalam penyelesaian masalah sederhana. 2. konsisten dan jujur serta menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

B. PETA KONSEP PETA KONSEP Fungsi Materi prasyarat Masalah Otentik Barisan Bilangan Syarat Suku awal Beda Unsur Barisan Aritmetika Barisan Geometri Suku awal Rasio Suku ke-n Deret Aritmetika Deret Geometri Suku ke-n Jumlah n suku pertama Jumlah n suku pertama Matematika 193 BUKU PEGANGAN SISWA 193 . B.

Guru melatih siswa berpikir independen. 16. skema. Tahukah anda maksud/arti dari pola? Pernahkah anda melihat pola dalam kehidupan sehari-hari? Ajukan masalah berikut kepada siswa. 4.2 Jumlah Kelereng pada Setiap Kelompok 194 Buku Guru Kelas X . K1 1 K2 4 K3 9 K4 16 K5 25 Gambar 6. tabel dan simbolsimbol. metode. untuk mengetahui berapa banyak jeruk dalam tumpukan? Masalah-6. 25. menemukan berbagai strategi sebagai alternatif pemecahan masalah. Membangun hubungan-hubungan dengan melibatkan objek-objek nyata serta mengkomunikasikan permasalahan melalui diagram.C. atau aturan matematika tertentu.2 Beberapa kelereng dikelompokkan dan disusun sehingga setiap kelompok tersusun dalam bentuk persegi sebagai berikut: Gambar 6. Dalam proses pembelajaran barisan dan deret berbagai konsep dan aturan matematika terkait barisan dan deret akan ditemukan melalui pemecahan masalah. melihat pola susunan bilangan. Permasalahan-permasalahan yang dijumpai dalam kehidupan biasanya dapat diselesaikan dengan menerapkan suatu cara. Menemukan Pola Barisan dan Deret Organisasikan siswa belajar dengan mengamati dan mengkritisi masalah nyata kehidupan yang dapat dipecahkan arif dan kreatif melalui proses matematisasi. Hal itu dilakukan dengan alasan agar permasalahan tersebut dapat menjawab kebutuhan yang diinginkan. mengajukan ide-ide secara bebas dan terbuka.1 Susunan Kelereng Kelereng dihitung pada setiap kelompok dan diperoleh barisan: 1. 9. MATERI PEMBELAJARAN 1.

3 Jumlah kelereng pada kelompok ke-6 Kn Dengan pola barisan pada tabel di atas... Alternatif penyelesaian ini tidak efektif dan tidak efisien karena harus menyusun kembali banyak kelereng untuk kelompok berikutnya. Kemungkinan metode yang dapat digunakan adalah membuat susunan benda berikutnya dan menghitung kembali banyak kelereng pada susunan itu.Permasalahan: Dapatkah kamu temukan bilangan berikutnya pada barisan tersebut? Dapatkah kamu temukan pola barisan tersebut? Tentukan banyak kelereng pada kelompok ke-15? Alternatif Penyelesaian 1.1 Pola banyak kelereng pada setiap kelompok Kelompok K1 K2 K3 K4 K5 .. 3. Alternatif penyelesaian lainnya adalah menemukan pola barisan tersebut.. Banyak Kelereng 1 4 9 16 25 . Perhatikan tabel berikut! Tabel 6. Apakah ada pola yang lain pada barisan tersebut? Silahkan amati kembali tabel berikut! Matematika 195 ... bilangan berikutnya adalah K6 = 6 × 6 = 36 dan bilangan pada K15 = 15 × 15 = 225. ?=n×n Gambar 6. 36 K6 2. ? Pola 1=1×1 4=2×2 9=3×3 16 = 4 × 4 25 = 5 × 5 .

. Banyak Kelereng 1 4 9 16 25 . kelompok huruf ABBCCCDDDD pada urutan 1 sampai 10 berulang. huruf pada urutan 25 × 33 adalah huruf pada urutan 32 × 27 = 864 atau 864 = 860 + 4 = 86 × 10 + 4 sehingga perulangan kelompok huruf tersebut mengalami perulangan sebanyak 86 kali. bukan? Perulangan kelompok huruf terjadi pada setiap kelipatan 10 huruf pertama. huruf pada urutan 1 sama dengan huruf pada urutan 11..1 Perhatikan barisan huruf berikut: A B B C C C D D D D A B B C C C D D D D A B B C C C D D D D .. urutan 21..2 Pola banyak kelereng pada setiap kelompok Kelompok K1 K2 K3 K4 K5 .. urutan 31 dan seterusnya. Kamu dapat dengan mudah menentukan bilangan-bilangan berikutnya pada sebuah barisan bilangan jika dapat menemukan pola barisannya.. Amatilah barisan huruf tersebut terlebih dahulu! Tentukanlah huruf pada urutan 25 × 33! Penyelesaian Pertama. Kedua. 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 .. Tabel 6.. Jadi. ? = n + n × (n – 1) Kn Jadi pola barisan adalah K n = n + n × (n − 1) sehingga bilangan berikutnya adalah dan bilangan pada K15 = 15 + 15 × 14 = 225. ? Pola 1 =1+0 =1+1×0 4 =2+2 =2+2×1 9 =3+6 =3+3×2 16 = 4 + 12 = 4 + 4 × 3 25 = 5 + 20 = 5 + 5 × 4 . Silahkan pelajari pola barisan pada beberapa contoh berikut. huruf pada urutan ke-864 sama dengan huruf pada urutan ke-4 atau C.. Dengan demikian.. Jika kamu amati dengan teliti. sebagai berikut: A B B C C C 1 2 3 4 5 6 D D D D A B B C C C D D D D ... kita perlihatkan urutan setiap huruf pada barisan. bukan? Perhatikan tabel di bawah ini! 196 Buku Guru Kelas X . Contoh 6.

suku ke-11 = 0.. . 4. . .. 4.. .... 5. Dapatkah anda temukan bilangan yang menempati suku ke-2004? Penyelesaian Mari kita amati kembali barisan tersebut..... . sebagai berikut: 1 2 3 4 5 6 7 8 9 1 0 1 1 1 2 1 3 1 .3 Urutan barisan huruf Urutan ke 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Huruf A B B C C C D D D D Urutan ke 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 Huruf A B B C C C D D D D . 7. . suku ke-12 = 1 dan seterusnya. 2. 8. ... .. 6... ... Urutan ke 851 852 853 854 855 856 857 858 859 860 Huruf A B B C C C D D D D Urutan ke 861 862 863 864 Huruf A B B C Contoh 6.... 9 Banyak suku pada barisan bilangan satuan adalah 1 × 9 = 9 suku. .. Kita akan mencari bilangan yang menempati suku ke-2004 dengan menghitung banyak suku pada bilangan satuan. Matematika 197 . u 2004 un menyatakan suku ke-n pada barisan dengan n = 1.... 2.2 Sebuah barisan bilangan dituliskan sebagai berikut: 12345678910111213141516171 81920212223242526. puluhan dan ratusan sebagai berikut: Langkah 1. sehingga suku ke-10 = 1. Mencari banyak suku pada barisan bilangan satuan (1sampai 9): 1... ? ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ u1 u 2 u 3 u 4 u 5 u 6 u 7 u8 u 9 u10 u11 u12 u13 u14 u15 u16 u17 u18 . 3. .. 3..Tabel 6...

. 99 terdapat 2 × 10 suku = 20 suku Banyak suku pada barisan bilangan puluhan adalah 9 × 20 = 180 suku. 692. . 21... 11. . 198 Buku Guru Kelas X . . .. 121. 9 7 0 0 7 0 1 7 0 2 7 0 3 7 0 4 ↓ u1989 ↓ u1990 ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ u1995 ↓ u1996 ↓ u1997 ↓ u1998 ↓ u1999 ↓ u 2000 ↓ ↓ ↓ ↓ u1991 u1992 u1993 u1994 u 2001 u 2002 u 2003 u 2004 Bilangan pada suku ke-2004 adalah 4.19 terdapat 2 × 10 suku = 20 suku 20. Mencari banyak suku pada barisan bilangan puluhan (100 sampai 999) Jika ratusan (1 sampai 6) 100.. 3. .. Suku berikutnya (suku ke-1990) adalah barisan bilangan dengan ratusan 7 sebagai berikut.. 103. 122. 113. Tentukanlah banyak suku 2 6 12 20 30 42 9900 pada barisan tersebut! Penyelesaian Jika adalah suku ke-n dari sebuah barisan dengan n = 1. . 109 terdapat 3 × 10 suku = 30 suku 110.... . 693. 12.. .. 92. 691. Contoh 6. maka barisan di atas disajikan dalam tabel berikut. 123. 93... 101. .. . .. .. . .29 terdapat 2 × 10 suku = 20 suku . 13.3 1 1 1 1 1 1 1 Tentukan pola barisan . ... banyak suku pada barisan 1 sampai 99 adalah 9 + 180 = 189 suku. 699 terdapat 3 × 10 suku = 30 suku Banyak suku untuk barisan bilangan ratusan dengan ratusan 1 sampai 6 adalah 6 × 10 × 30 = 1800 suku Jadi terdapat sebanyak 9 + 180 + 1800 = 1989 suku pada barisan bilangan 1 sampai dengan 699 sehingga suku ke-1989 adalah 9. Mencari banyak suku pada barisan bilangan puluhan (10 sampai 99) 10. 102..Langkah 2. 23.. 90.. 111. 112. 2. 22. 91. 129 terdapat 3 × 10 suku = 30 suku 690. Jadi. 119 terdapat 3 × 10 suku = 30 suku 120...... Langkah 3..

terdiri dari 99 suku. . un Nilai 1 2 1 6 1 12 1 20 1 30 1 42 ... 3.4 Pola Barisan Suku ke u1 u2 u3 u4 u5 u6 . . ..Tabel 6. . ... ? Pola 1 1 = 2 12 + 1 1 1 = 6 22 + 2 1 1 = 12 32 + 3 1 1 = 20 42 + 4 1 1 = 30 52 + 5 1 1 = 42 62 + 6 . . 1 n +n 2 ?= 1 Berdasarkan pola barisan un = 2 yang telah diperoleh pada tabel di bawah maka n +n 1 un = atau 9900 1 1 ⇔ 2 = n + n 9900 ⇔ n2 + n = 9900 ⇔ n2 + n – 9900 = 0 ⇔ (n – 99)(n + 100) = 0 ⇔ n = 99 1 1 1 1 1 1 1 .. ..... . maka deret dari barisan di atas disajikan dalam tabel berikut. 2 6 12 20 30 42 9900 Barisan Jika sn adalah jumlah n suku pertama dari sebuah barisan dengan n = 1. Matematika 199 . 2.

... atau sn = u1 + u2 + u3 + . .... sn u1 u1 + u2 u1 + u2 + u3 u1 + u2 + u3 + u4 u1 + u2 + u3 + u4 + u5 + u6 u1 + u2 + u3 + u4 + u5 + u6 .Tabel 6. . sebuah barisan dengan pola sn = n +1 1 1 1 1 1 1 1 99 + + + ... 3. s2. + un Jumlah suku-suku Nilai 1 2 2 3 3 4 4 5 5 6 6 7 .. s3. yaitu . ... 2 6 12 20 30 42 9900 100 Jika sn adalah jumlah n suku pertama dari sebuah barisan dengan n = 1. + un–1 + un dan sn–1 = u1 + u2 + u3 + . .5: Pola Deret Deret s1 s2 s3 s4 s5 s6 . .. ... sn = n n +1 1 2 3 4 5 99 ... 2. adalah Berdasarkan tabel di atas.. + = Karena n = 99 maka s99 = + + + . .. 2 3 4 5 6 100 n . + un–1 maka sn = sn–1 + un atau un = sn – sn–1.... .. 200 Buku Guru Kelas X .. u1 + u2 + u3 + u4 + u5 + u6 + .... sn. s1. ..

kita telah membicarakan masalah pola dari barisan dan deret bilangan secara umum. kita akan belajar menemukan konsep barisan dan deret aritmetika. Tentukan pola barisan tersebut kemudian tentukanlah suku ke-10! Penyelesaian Dengan rumus un = sn – sn–1 maka dapat ditentukan sn = 2n3 – 3n2 atau sm = 2m3 – 3m2. suku ke-10 pada barisan tersebut adalah 485. Berikutnya. Menemukan Konsep Barisan dan Deret Aritmetika Pada sub-bab di atas.4 Tumpukan Buah Jeruk Matematika 201 . un = sn − sn −1 = (2n3 − 3n 2 ) − (2n3 − 9n 2 + 12n − 5) un = 6n 2 − 12n + 5 Pola barisan tersebut adalah un = 6n 2 − 12n + 5 sehingga: u10 = 6(10) 2 − 12(10) + 5 = 600 − 120 + 5 = 485 Jadi. a.2 Perhatikan gambar tumpukan jeruk di samping ini! Bagaimana cara menentukan atau menduga banyak buah dalam satu tumpukan? Gambar 6.4 Suatu barisan dengan pola deret sn = 2n3 – 3n2. Misalkan m = n – 1 maka sn −1 = 2(n − 1)3 − 3(n − 1)2 sn −1 = (2n3 − 6n 2 + 6n − 2) − (3n 2 − 6n + 3) sn −1 = 2n3 − 9n 2 + 12n − 5 Jadi. 2. Barisan Aritmetika Masalah-6.Contoh 6.

seperti Gambar 6. ternyata diperoleh selisih antara bilangan pertama dengan bilangan kedua. 202 Buku Guru Kelas X . coba suruh siswa untuk melakukan dengan susunan segi empat. maka diperoleh susunan dari beberapa jeruk.7 berikut. bilangan ketiga dengan bilangan keempat dan seterusnya.5 Susunan piramida jeruk Jumlah jeruk pada bagian bawah tumpukan akan lebih banyak dibandingkan pada susunan paling atas.Alternatif Penyelesaian Jika diperhatikan Gambar 6. Gambar 6.6 Susunan bulatan bentuk segitiga ♦ Tanyakan kepada siswa mengapa harus dengan susunan segitiga. Jeruk itu dapat disusun membentuk sebuah piramida. lalu tanyakan apa yang ditemukan. sehingga selisih banyak sankis berikutnya adalah 6. Gambar 6. bilangan kedua dengan bilangan ketiga. untuk susunan segitiga berikutnya. Selanjutnya organisasikan siswa belajar dalam kelompok untuk mendiskusikan cara atau pola yang dibangun secara individu. banyak sankisnya 21. Jika terjadi perbedaan pola pikir. Gambar 6.7. seperti yang disajikan pada Gambar 6.5.6. Selanjutnya meminta siswa mencermati dua suku yang berurutan. Misalkan susunan jeruk tersebut disederhanakan menjadi sebuah susunan segitiga. Selanjutnya ajak siswa untuk memperhatikan bilangan-bilangan tersebut. Pola susunan banyak jeruk dalam tumpukan ♦ Meminta siswa mengecek. ♦ Arahkan siswa membangun pola dengan memilih strategi berpikir secara bebas. jembatani dengan meminta salah satu kelompok menyajikan hasil kerjannya.

6..Banyaknya bulatan yang tersusun dari setiap kelompok dapat dituliskan dengan bilangan.3 Perhatikan masalah berikut! Jika tinggi satu buah anak tangga adalah 20 cm.9: Tangga Alternatif Penyelesaian Untuk menentukan tinggi tangga maka permasalahan di atas diurutkan menjadi: Dari uraian di atas. berapakah tinggi tangga jika terdapat 15 buah anak tangga? Tentukanlah pola barisan? Gambar 6. 4. 80. 5. 3. 5.. yaitu 1. 3. disebut “Barisan Aritmetika” dan barisan 1. ♦ Selanjutnya minta siswa mempresentasikan hasil kerjanya di depan kelas dan mendorong siswa lain untuk mengkritisi hasil kerja siswa yang menyaji. 5. Dengan demikian barisan 2. 40. 10. adalah tetap yaiti 1. 3. 60... 15.. disebut “Barisan Aritmetika Tingkat Dua”.. 4.8...8 tersebut. Pola turunan banyak jeruk dalam tumpukan Beda setiap dua bilangan yang berdekatan pada barisan 2. 15. 10. 4.. 3. 6. Perhatikan skema berikut. . Bila bilangan tersebut membentuk barisan perhatikan polanya pada Gambar 6. ♦ Meminta siswa untuk membuat sebuah barisan dengan beda membentuk barisan baru yaitu barisan aritmatika tingkat 1. … 203 Matematika . Gambar 6. 3.. ditemukan susunan bilangan 20. Ternyata beda antara setiap dua bilangan yang berdekatan membentuk barisan yang baru yaitu 2.. Masalah-6.

4. sehingga u15 = 15 × 20 = 300. Dengan pola kerja tersebut. dapat diperoleh dari. dapat dituliskan jumlah kain batik sejak bulan pertama seperti di bawah ini. ia dapat menyelesaikan 6 helai kain batik berukuran 2. 63 helai kain batik selesai dikerjakan pada bulan ke-n.3 (n merupakan bilangan asli). Mbak Suci mampu menyelesaikan 63 helai kain batik. Sesuai dengan pola di atas. seorang pengerajin batik di Gunung Kidul.. un = n × 20 = 20n Cermati pola bilangan un = 20n. Permintaan kain batik terus bertambah sehingga Mba Suci harus menyediakan 9 helai kain batik pada bulan kedua.5 m selama 1 bulan.3 63 = 3 + 3n n = 20.un : suku ke-n u1 = 20 = 1 × 20 u2 = 40 = 2 × 20 u3 = 60 = 3 × 20 u4 = 80 = 4 × 20 u5 = 100 =5 × 20 .….b. 204 Buku Guru Kelas X . 15. maka pola susunan bilangan 6. dan 12 helai pada bulan ketiga.4 m × 1. Bulan I : u1 = a = 6 Bulan II : u2 = 6 + 1. Jadi. 63 = 6 + (n – 1). pada bulan ke-20. 9. Masalah-6.. Berarti tinggi tangga tersebut sampai anak tangga yang ke-15 adalah 300 cm.3 = 15 Demikian seterusnya bertambah 3 helai kain batik untuk bulan-bulan berikutnya sehingga bulan ke-n : un = 6 + (n–1).3 = 9 Bulan III : u3 = 6 +2. jumlah kain batik untuk bulan berikutnya akan 3 lebih banyak dari bulan sebelumnya.3 = 12 Bulan IV : u4 = 6 + 3. 12. pada bulan berapakah Mbak Suci menyelesaikan 63 helai kain batik? Alternatif Penyelesaian Dari Masalah-6. Dia menduga. Untuk menentukan n. Jika beda antara dua bilangan berdekatan di notasikan “b”. dapat dituliskan un = a + (n – 1).4 Mbak Suci.

maka diperoleh u1 = a u2 = u1 + 1. un = a + (n – 1)b a = u1 adalah suku pertama barisan aritmetika b adalah beda barisan aritmetika Masalah-6.b u4 = u3 + b = u1 + 3.b … un = u1 + (n – 1)b Sifat-1 Jika u1. u3.5 Setiap hari Orlyn menabungkan sisa uang jajannya. b = u2 – u1 = u3 – u2 = u4 – u3 = .Definisi 6. u1.. = un – u(n–1) u adalah bilangan asli sebagai nomor suku. Rumus suku ke-n dari barisan tersebut dinyatakan sebagai berikut.. un Setiap dua suku yang berurutan pada barisan aritmetika memiliki beda yang sama. Berdasarkan definisi di atas maka diperoleh bentuk umum barisan aritmetika sebagai berikut. un adalah suku ke-n. Uang yang ditabung setiap hari selama enam hari mengikuti pola barisan aritmetika dengan suku pertama a = 500 dan beda b = 500. ….1 Barisan aritmetika adalah barisan bilangan yang beda setiap dua suku yang berurutan adalah sama. Bagaimana cara mengetahui banyaknya uang Orlyn yang ditabung pada hari ke-6? Matematika 205 . u4. Beda. u5. u5. u4. u3. dinotasikan “b” memenuhi pola berikut. un merupakan suku-suku barisan aritmetika. u2. u2.b u5 = u4 + b = u1 + 4. ….b u3 = u2 + b = u1 + 2.

u18 = 4 + (18 – 1). Karena un = a + (n – 1)b. 5. u4 = –5 ….5 dapat dilakukan dengan membuat barisan aritmetika dari uang yang ditabung Orlyn kemudian menentukan suku terakhirnya. … tentukan suku ke-15 ! b. … Dari barisan bilangan tersebut. – 2. maka u15 = a + (15 – 1)b. 6. 3. 1. 5. 2. – 8. u15 = 1 + (15 – 1). ….00. Karena un = a + (n – 1)b maka u6 = (a + 5b) = 500 + 5(500) = 500 + 2500 = 3000 Berarti tabungan Orlyn pada hari ke-6 adalah Rp3000. u2 = 2. maka u18 = a + (18 – 1)b. b = u2 – u1 = u3– u2 = 1. (–3) = –47 206 Buku Guru Kelas X . – 8. 4. 3. 4.1 = 15 b.Alternatif Penyelesaian Penyelesaian Masalah-6. b = u2 – u1 = u3 – u2 = u4 – u3 = –3. – 2.5 Tentukan nilai dari suku yang ditanya pada barisan di bawah ini! a. u2 = 1. – 5. Karena un = a + (u – 1)b. – 5. 1. Contoh 6. … tentukan suku ke-18! Penyelesaian a. diketahui bahwa u1 = a = 1. 1. u3 = –2. … Diketahui: u1 = a = 4. 6. 4. 4. 2. u3 = 3. 1.

P(1) bernilai benar disebut langkah dasar sedangkan jika P(n) benar. 1. yaitu: (k + 1) ( (k + 1) + 1) 1 + 2 + … + k + (k + 1) = 2 Bukti: Dengan menggunakan manipulasi aljabar diperoleh: k (k + 1) 1 + 2 + … + k + (k + 1) = + (k + 1) 2 Matematika 207 .6 Selidiki apakah jumlah n bilangan asli pertama. 2 1(1 + 1) = 1 maka 2 3. 2. Maka P(n) benar untuk setiap n bilangan asli. Menunjukkan pernyataan tersebut benar untuk n = 1.b.10 Anak Tangga tangga. 2. maka P(n – 1) benar untuk setiap n ≥ 1. yaitu 1 + 2 + … + n sama dengan n(n + 1) ! 2 Penyelesaian Misalkan pernyataan P(n) = 1 + 2 + … + n = n(n + 1) . Akan dibuktikan pernyataan tersebut benar untuk n = k + 1. P(1) bernilai benar. Contoh 6. Jika P(n) benar. Induksi Matematika Misalkan untuk setiap bilangan asli n kita mempunyai pernyataan P(n). 2 1. Prinsip pembuktian induktif dapat diilustrasikan dengan proses menaiki anak Gambar 6. diperoleh untuk n = 1 peryataan tersebut benar. Anggap pernyataan tersebut benar untuk n = k yakni: k (k + 1) 1+2+…+k= . maka P(n + 1) benar untuk setiap n ≥ 1 disebut langkah induktif.

minta siswa memahami masalahnya dengan pemahamannya sendiri. ♦ Ajukan masalah 6 pada siswa. Selanjutnya minta siswa mempresentasikan hasil pemahamannya di depan kelas dan mendorong siswa lain untuk mengkritisi hasil kerja siswa yang menyaji. + (2n – 1) = n2 dengan menggunakan pembuktian induksi matematika. 2 n(n + 1) adalah benar untuk n anggota himpunan 2 Jadi.6 dan suruh siswa untuk memahami masalahnya! Masalah-6.(k + 2) = 2 (k + 1). berapa banyak batu bata yang dibutuhkan untuk membuat 80 buah anak tangga? Gambar 6..k (k + 1) 2(k + 1) + 2 2 (k + 1). P(n) = 1 + 2 + … + n = bilangan asli. Beri kesempatan pada siswa bertanya hal-hal yang tidak dipahami. Deret Aritmetika ♦ Ajak siswa untuk memperhatikan masalah 6. P(n) = n(n + 1) adalah benar.6 Perhatikan kembali gambar di samping! Apakah kamu masih ingat tentang masalah anak tangga? Jika membuat sebuah anak tangga dibutuhkan 40 buah batu bata.11: Tangga 208 Buku Guru Kelas X . ♦ Guru mengarahkan siswa meenyelediki kebenaran pernyataan 1 + 3 + 5 + 7 + . ( (k + 1) + 1) = 2 = Berarti untuk n = k + 1. c..

untuk menghitung jumlah 80 suku pertama. Perhatikan pola berikut: (40 + 80) × 2 • s2 = 40 + 80 = = 120 2 (40 + 160) × 4 • s4 = 40 + 80 + 120 + 160 = = 400 2 (40 + 240) × 6 • s6 = 40 + 80 + 120 + 160 + 200 + 240 = = 840 2 (40 + 320) × 8 • s8= 40 + 80 + 120 + 160 + 200 + 240 + 280 + 320 = = 1440. 2 Jadi.. Tangga ke-80 Susunan banyak batu bata membentuk barisan aritmetika: 40. 240. + 3160 + 3200 sebanyak 80 suku sn adalah jumlah n suku pertama pada barisan.. bahwa. bukan banyak batu bata yang diperlukan membuat tangga ke-80 maka banyak batu bata harus dijumlahkan. 400. Cukup jelas. dilakukan dengan pola di atas. 40 + 80 + 120 + 160 + 200 + 240 + 280 + 320 + 400 + . 200. Berdasarkan gambar di atas dapat disimpulkan bahwa banyak batu bata yang dibutuhkan untuk membuat 80 buah anak tangga: 40 + (40 + 40) + (40 + 40 + 40) + (40 + 40 + 40 + 40) + .…. s80 = 40 + 80 + 120 + 160 + 200 + 240 + 280 + 320 + 360 + 400 + … + 3160 + 3200 Matematika 209 . 360.Alternatif Penyelesaian Untuk menentukan banyaknya batu bata yang dibutuhkan dalam membuat anak tangga pertama sampai anak tangga yang ke 80 dapat diilustrasikan seperti gambar berikut.320. 80.. + (40 + 40 + 40 + 40 + 40) Tangga ke-1 Tangga ke-2 Tangga ke-3 Tangga ke-4 Tangga ke-.. 120.. Karena pertanyaan dalam masalah ini adalah banyak batu bata yang diperlukan untuk membuat 80 anak tangga. 160. 280.. u1 = 40 dan b = 40.

2 Deret aritmetika adalah barisan jumlah n suku pertama barisan aritmetika. s(n–1). sn.. 15 suku pertama..= (40 + 3200) × 80 = 129.000. banyak batu bata yang diperlukan untuk membuat 80 anak tangga adalah 129. s1 = u1 s2 = u1 + u2 s3 = u1 + u2 + u3 s4 = u1 + u2 + u3 + u4 .. dinyatakan sebagai berikut. Susunan jumlah suku-suku barisan aritmetika. (2) Dengan menjumlahkan persamaan (1) dan (2). ditentukan rumus berikut: sn = a + (a + b) + (a + 2b) + … + (a + (n – 1)b) ……………. 2 Jadi. Definisi 6. + u(n–1) + un Untuk menentukan jumlah n suku pertama. s2. (1) Persamaan 1) diubah menjadi sn = (a + (n – 1)b) + … + (a + 2b) + (a + b) + a ……………. diperoleh: 2sn = 2a + (n – 1)b + 2a + (n – 1)b + 2a + (n – 1)b + … + 2a + (n – 1)b 2sn = n (2a + (n – 1)b) 1 sn = n ( 2a + ( n − 1) b ) 2 210 Buku Guru Kelas X . … dengan sn = u1 + u2 + u3 + .... s3.. 5 suku pertama.000 buah batu bata. . s(n–1) = u1 + u2 + u3 + u4 + u5 + … + u(n–1) sn = u1 + u2 + u3 + u4 + u5 + … + u(n–1) + un n merupakan bilangan asli. s1.. ♦ Guru mengarahkan siswa menyelidiki rumusan pola untuk menghitung jumlah 3 suku pertama. ♦ Guru memastikan siswa mampu memanipulasi cara pembentukan pola di atas.

Sifat-2 sn = u1 + u2 + u3 + u4 + u5 + … + un–1 + un merupakan jumlah n suku pertama barisan aritmetika.7 Carilah jumlah bilangan bulat antara 1 dan 100 yang habis dibagi 9! Penyelesaian Bilangan bulat yang habis dibagi 9 diantara 1 dan 50 adalah 9. 27.1 ⇔ a = 51 – n. Contoh 6. 211 Matematika . + 50 = 1139. Selanjutnya akan ditentukan nilai n sebagai berikut: un = 99 ⇔ a + (n – 1)b = 99 ⇔ 9 + (n – 1)9 = 99 ⇔ 9 + 9n – 9 = 99 ⇔ 9n = 99 ⇔ n = 10 Jadi. ….. 9 + 18 + 27 + 36 + 45 + … + 99 = 540. sehingga un = a + (n – 1)b ⇔ 50 = a + (n – 1). b = 9.. 18. dan un = 99.8 Diketahui a + (a + 1) + (a + 2) + . maka nilai a = .. Penyelesaian Suku ke-n barisan bilangan di atas adalah 50. n n sn = (2a + (n – 1)b) = (u1 + un) 2 2 Contoh 6.. banyak bilangan yang habis dibagi 9 diantara 1 dan 50 adalah 10. Jika a bilangan bulat positif. 99 Bilangan-bilangan tersebut membentuk barisan aritmetika dengan a = 9. Dengan menggunakan rumus jumlah n suku pertama deret aritmetika diperoleh: 1 1 sn = n ( a + un ) atau s10 = (10)(9 + 99) = 540 2 2 Dengan demikian.

a + (n − 1) ). maka tentukanlah suku ke-10 pada barisan tersebut! Penyelesaian Dengan mengingat kembali rumus deret aritmetika tingkat satu: n b sn = (2a + (n – 1)b) = n2 + (a – b)n 2 2 maka sn = (m3 – 1) n2 – (m3 + 2) n + m – 3 akan menjadi deret aritmetika tingkat satu jika m – 3 = 0 atau m = 3 sehingga sn = 26n2 – 11n.9 Diketahui deret aritmetika tingkat satu dengan sn adalah jumlah n suku pertama. Jadi. guru mengingatkan kembali kepada siswa. 212 Buku Guru Kelas X . u10 = s10 – s9 = 2490– 2007 = 483. diperoleh. Jika nilai a bilangan bulat positif maka nilai yang memenuhi adalah n = 34 sehingga nilai a = 17. diperoleh n2 – 101n + 2278 = 0.(n – 34) = 0.n + 2278 = 0 ⇔ (n – 67). Buat contoh. Dengan mensubtitusikan a = 51– n. ♦ Jika siswa lupa akan konsep menentukan akar-akar persamaan kuadrat.139 sehingga n n sn = (2a + (n – 1)b) ⇔ 1139 = (2. Contoh 6. atau 2 2 ⇔ 2278 = n ( (2.Jumlah n suku pertama adalah 1. Jika sn = (m3 – 1) n2 – (m2 + 2) n + m – 3. n2 – 101. n = 67 atau n = 34.a + (n – 1)1).

... sampai dengan 18 suku. –12 – 8 – 4 . –3 128 1. 1 + 6 + 11 + 16 + .– 20 +– 2. sampai dengan 14 suku. c merupakan suku berurutan yang membentuk barisan aritmetika. sampai dengan 20 suku. . + n (n + 1) = b. bc ca ab  n ( n + 1)  1 + 2 + 3 + . = – 36 c. Gunakan induksi matematika untuk 2.. Diketahui barisan yang dibentuk oleh semua bilangan asli 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 … Angka berapakah yang terletak pada bilangan ke 2013? (bilangan ke-12 adalah angka 1 dan bilangan ke-15 adalah angka 2). + n ( n + 1) = 3 d. Diketahui deret aritmetika dengan suku ke-7 dan suku ke-10 berturutturut adalah 25 dan 37. Banyak bilangan asli yang kurang dari 999 yang tidak habis dibagi 3 atau 5 adalah….. Tentukan jumlah deret aritmetika berikut! a. 2 + 8 + 14 + 30 + . . b..... – 107 3. 72 + 66 + 60 + 54 + . 50 + 46 + 42 + 38 + .. + 104 a.4 + .. 10 + 14 + 18 + 22 + .1 1..Uji Kompetensi 6.. 7. sampai dengan 10 suku. Bila a. Pola A B B C C C D D D D A B B CCCDDDDABBCCCDD D D .. c.3 + 3.. Huruf apakah yang menempati urutan 2634? 10. –3 – 7 – 11 – 15 . + n =  b.. Tentukanlah jumlah 20 suku pertama! 5. 8. Tentukan banyak suku dari deret berikut! a...   2  3 3 3 3 2 9. berulang sampai tak hingga.. b.... 3+ . sampai dengan 10 suku. 6 + 9 + 12 + 15 + . = 756 b.2 + 2.. – 12 n ( n + 1) ( n + 2 ) c.. Diketahui barisan yang dibentuk oleh semua bilangan asli 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 … Angka berapakah yang terletak pada bilangan ke 2004 ? (bilangan ke-12 adalah angka 1 dan bilangan ke-15 adalah angka 2). = 640 4... d... 213 Matematika . 1.4 + . buktikan bahwa ketiga suku berurutan berikut ini juga membentuk barisan aritmetika 1 1 1 . Tentukan banyak suku dan jumlah membuktikan persamaan berikut ini deret aritmetika berikut! benar! a. 4 + 9 + 14 + 19 + . e. 3 + 6 + 9 + 12 + . 56 + 51 + 46 + 41 + . 6... –22 – 16 – 10 – 4 – ..

teknologi informasi. = . 1 .   .. …  2 2 2 4 2 8 2 Perhatikan gambar berikut! Nilai perbandingan Sehingga: • u1 = a = 1 11 1 1 11 1 1 11 1 1 1     1  • 1. Menemukan Konsep Barisan dan Deret Geometri a. 2 4 8 u u2 u3 1 = = . dan masalah nyata di sekitarmu. Jika nilai perbandingan dua suku beru1 u2 un −1 2 urutan dimisalkan r dan nilai suku pertama adalah a... 1 . .   . Ujilah berbagai konsep dan aturan barisan dan deret aritmatika di dalam pemecahan masalah tersebut. .Projek Himpunlah minimal tiga buah masalah penerapan barisan dan deret aritmatika dalam bidang fisika. ⇔ 2  1            22 22 42 24 82 28 2 2    2  214 Buku Guru Kelas X .1  .r . Barisan Geometri Perhatikan susunan bilangan 1..1 u =1 u 1. .u = u1. . . maka susunan bilangan tersebut  1  1 1  1 1  1 1  dapat dinyatakan dengan 1. 1 .r = a. = n = .   ..1. Buatlah laporan hasil kerjamu dan sajikan di depan kelas! 3. .

..rn–2 r = a. = 1.r = a.1.r = a.r = a..1    .1 u =u = 1. = u4.1 u =1 u 1 . 5 =  . =u .r2.     .  .r = a.  . perhatikan bagian kertas tersebut yang membentuk sebuah barisan bilangan.1 1 11 1 111  11 1 1 11 1 1 1   1     1   1     1 1  • 1. kemudian dilipat dua kembali olehnya. Matematika 215 . . 4  3 4  3 4 2 2 2 2 8 4 2  8  2   2 2     2 2 2 22 11 1 1 1 11 11 1 1  1  1    1     1  11 • 1. .4. = .r.  . Setelah melipat.1 = 1.r = a.r4 . ..  . tentunya dengan mudah kamu pahami bahwa.12 Selembar Kertas Ia melipat kertas tersebut menjadi dua bagian yang sama besar. . u . Sekarang. .13 Selembar Kertas pada Lipatan Pertama Kertas yang sedang terlipat ini.r = a.= u2.   2 2 2 2 2 2 4 2 2 2 2 8 2 4 2 8 2                  Dari pola di atas. ⇔ .r = a. u      . .1 u 5 = . . un = un–1. Gambar 6. ⇔  .1u = 1 1.u3.r2 .. Kertas terbagi menjadi 4 bagian yang sama besar.  ⇔   3  2  2 22 2 42 2 82 22 2 4 2 2 8 2 2  2   8   4   2      2  2 23 3 1 1 1 1 1 1 1  1  1    1 1   1  1 11 11 • 1. 2 3 2 3 2 3 Gambar 6.  . Kertas terbagi menjadi 2 bagian yang sama besar.r3   . Berikut ini disajikan satu bagian kertas. Gambar 6.14 Selembar Kertas pada Lipatan Kedua Orlando terus melipat dua kertas yang sedang terlipat sebelumnya.   . ia selalu membuka hasil lipatan dan mendapatkan kertas tersebut terbagi menjadi 2 bagian sebelumnya. . 1.r3.  .1 1. .rn–1 Orlando memiliki selembar kertas.

. maka suku ke-n dinyatakan un = arn–1.. un merupakan susunan suku-suku barisan geometri. = n = 2.15 bahwa terdapat 2 kali lintasan bola yang sama tingginya setelah pantulan pertama. u1 u2 un −1 Definisi 6. Rasio. …. n adalah bilangan asli.15 Pantulan Bola Pandang dan amatilah kembali gambar di atas! Tampak pada Gambar 6. yaitu 2 = 3 = . dengan u1 = a dan r adalah rasio.. Deret Geometri Analog dengan konsep deret aritmetika.Setiap dua suku berurutan dari barisan bilangan tersebut memiliki perbandingan yang u u u sama. n . Cermati masalah di bawah ini! Masalah-6. Nilai r dinyatakan: r = u u2 u3 u4 = = = . u2 .8 Sebuah bola jatuh dari gedung setinggi 3 meter ke lantai dan memantul kembali 4 setinggi kali dari tinggi sebelumnya 5 Tentukanlah panjang lintasan bola tersebut sampai pada pantulan ke-10! Gambar 6. b. u1 u2 u3 un −1 Sifat-3 Jika u1. Barisan bilangan ini disebut barisan geometri.3 Barisan geometri adalah barisan bilangan yang nilai pembanding (rasio) antara dua suku yang berurutan selalu tetap. dinotasikan r merupakan nilai perbandingan dua suku berurutan. u3. Misalkan 216 Buku Guru Kelas X . deret geometri juga penjumlahan bilangan-bilangan berurutan yang memiliki pola geometri..

3( ). Tabel 6... s1 ....6 Tinggi Pantulan Bola Pantulan ke . S = u1 + 2 (u2 + u3 + u4 + . u1 + u2 + u3 + u4 . yaitu 3( 0 ). u1 u2 u3 u4 ♦ Arahkan siswa untuk mengisi tabel pada pantulan berikutnya.. . s2 . + un 3 3+ 3+ 3+ 12 9 25 − 16 = 3( ) = 3( ) 5 5 5 12 48 61 125 − 64 + = 3( ) = 3( ) 5 25 25 25 12 48 192 369 625 − 256 + + = 3( ) = 3( ) 5 25 125 125 125 .7 deret bilangan tersebut adalah sebuah barisan jumlah.... Misalkan panjang lintasan bola sampai pantulan ke-10 adalah S. ♦ Pandu siswa untuk mengambil kesimpulan dari pengamatan terhadap tabel diatas jika pantulan terjadi terus.. + u10) – u1 ⇔ S = 2s10 – u1 dimana Deret Tabel 6..7 Deret Pantulan Bola Jumlah suku-suku Nilai S1 S2 S3 S4 . 3 ( ). 51 − 41 52 − 4 2 53 − 43 5n − 4 n ...a ketinggian awal bola dan misalkan t tinggi pantulan maka tinggi pantulan bola dapat diberikan pada tabel berikut. Tinggi pantulan (m) Suku ke .. + u10) ⇔ S = 2 (u1 + u2 + u3 + u4 + . 3 ( ) 5 51 52 5n −1 510 − 410 Sehingga s10 = 3( ) 59 217 Matematika .. 0 3 1 12/5 2 48/25 3 192/125 ... .... sn . s3 .... . Sn u1 u1 + u2 u1 + u2 + u3 u1 + u2 + u3 + u4 .... .... ss n n = 3( 5n − 4n ) 5n −1 Berdasarkan Tabel 6. ..

4 Deret geometri adalah barisan jumlah n suku pertama barisan geometri. rsn = ar + ar2 + ar3 + … + arn …………… (2) Sekarang. sn = na. s .1. didapatkan Persamaan 2 berikut. ii. panjang lintasan bola sampai pantulan ke-10 adalah S = 2s10 – u1 atau 510 − 410 S = 6( )−3 59 ♦ Arahkan siswa mengerjakan terlebih dahulu. selisih persamaan (1) dengan (2).. sn = sn = . Bukti: i. untuk <. Definisi 6. Bentuk umum: atau sn = u1 + u2 + u3 + … + un sn = a + ar + ar2 + … + arn – 1 dengan u1 = a. sn = a + ar + ar2 + … + arn–1 …………… (1) Dengan mengalihkan kedua ruas persamaan 1 dengan r.Jadi. r > 1. Sifat-4 Jika suatu deret geometri suku pertama adalah u1 = a. diperoleh sn – rsn = (a + ar + ar2 + … + arn–1) – (ar + ar2 + ar3 + … + arn) sn(1 – r) = a – arn a − ar n sn = sn = 1− r 218 Buku Guru Kelas X . r r> >1 1.. dan r adalah rasio. untuk r 1 1− −r r r− −1 1 r iii. dan rasio = r. r > r1 1− r r −1 r −1 1− r s snn = = a a(( 1 1− −r rnn)) a((r rnn − −1 1 )) a snn = = r< <1 1. sn = sn = r < 1. maka jumlah n suku pertama adalah a(1 − r n )a (1 − r na)(r n − 1)a (r n − 1) i. untuk r = 1.

u1 u2 u3 4 Karena r < 1. u2 u3 u4 1 r = = = = .   3 3  2  4 Matematika 219 . 2. 5. Contoh 6. … b) 1. … c) 3. maka jumlah 10 suku pertama ditentukan melalui rumus. diserahkan kepada siswa.10 Tentukan jumlah 10 suku pertama dari deret geometri berikut ini! 1 1 4 + 1 + + + . 9. s10 =  1 1 4 Pertanyaan Kritis Perhatikan pola barisan bilangan berikut! a) 1. 3. Untuk membuktikan prinsip ini. r < 1. 4. … Tentukanlah suku ke-10 dari pola barisan di atas! Apakah barisan tersebut termasuk barisan aritmetika atau barisan geometri?   1 10  4 1 −    10   4   16  1  =  1 −   . 16. 1− r ii. 7. 4 16 Penyelesaian Pertama harus ditentukan rasio deret bilangan tersebut. 9.. Rumus jumlah n suku pertama deret geometri adalah n sn = a (1 − r ) . 1.. a (1 − r n ) sn = 1− r   1 10  4 1 −     4  = Akibatnya. 4.

Jika suku tengah ditambah 4. Jika jumlah semua suku deret geometri tak hingga adalah 72 220 Buku Guru Kelas X dan jumlah semua sukunya yang berindeks ganjil adalah 48. Berapakah jarak lintasan seluruhnya? 6. ekonomi Indonesia akan mengalami pertumbuhan sebesar 6. 9.. diperoleh barisan geometri. Misalnya. Tentukan PDB pada tahun ketiga apabila PDB tahun ini PDBnya sebesar 125 triliun rupiah. Jika suku ketiga ditambah 3 dan suku kedua dikurangi 1.5% per tahun selama tiga tahun ke depan. pertumbuhan ekonomi suatu negara sebesar 5% per tahun artinya terjadi pertambahan Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar 5% dari PDB tahun sebelumnya. x2 . x3. Jika suku ketiga barisan aritmetika ditambah 8. dan u3 + u4 = 15. Misalnya. Tentukan Hasil kali dari ketiga bilangan tersebut! 4. Tiga bilangan positif membentuk barisan geometri dengan rasio r > 1.5%? 8. Pertumbuhan penduduk biasanya dinyatakan dalam persen.. Untuk memeriksa sebuah barisan merupakan barisan geometri apakah cukup hanya dengan menentukan rasio dua suku berturutan? Jelaskan dengan menggunakan contoh! 2. Pemantulan ini berlangsung terus menerus hingga bola berhenti. tentukan suku ke-3 deret tersebut! 7. Pertambahan penduduk menjadi dua kali setiap 10 tahun. Suku-suku barisan geometri tak hingga adalah positif.. Sebuah bola jatuh dari ketinggian 8m dan memantul kembali de 3 ngan ketinggian kali tinggi sebe5 lumnya.… memenuhi x1 + x2 + x3 + . Jumlah penduduk desa pada awalnya 500 orang. tentukan jumlah suku barisan itu! 5. Berdasarkan analisis. . Tentukan beda dari barisan aritmetika tersebut! 3.. maka hasilnya menjadi 5 kali suku pertama. Pertumbuhan ekonomi biasanya dalam persen. jumlah u1 + u2 = 60. pertumbuhan penduduk adalah 2% per tahun artinya jumlah penduduk bertambah sebesar 2% dari jumlah penduduk tahun sebelumnya. maka terbentuk sebuah barisan aritmetika yang jumlahnya 30. + xn = n3. untuk semua n bilangan asli. berapakah jumlah penduduknya setelah 70 tahun apabila pertumbuhannya 2..Uji Kompetensi 6. Tiga bilangan membentuk barisan aritmetika.2 1. maka x100 = . Jika barisan x1.

1. Deret geometri adalah jumlah suku-suku dari barisan geometri. Barisan geometri adalah barisan bilangan yang memiliki hasil bagi dua suku berurutan adalah tetap. disajikan sebagai berikut. barisan harmonik. Masih banyak jenis barisan yang akan kamu pelajari pada jenjang yang lebih tinggi. seperti barisan naik dan turun. Matematika 221 . dan lain sebagainya. relasi dan fungsi. Barisan aritmetika adalah barisan bilangan yang memiliki beda dua suku berurutan selalu tetap. Berdasarkan analisis. Kamu dapat menggunakan sumber bacaan lain untuk lebih mendalami sifat-sifat barisan dan deret.10. Buatlah laporan hasil kerjamu dan sajikan di depan kelas. 4. 6. teknologi informasi dan masalah nyata di sekitarmu. Apabila harga emas sekarang ini adalah Rp200.00 per gram. Kenaikan harga barang-barang disebut inflasi. barisan fibbonaci. 3.000. tentukan harga sabun tersebut empat tahun lagi. Hasil bagi dua suku berurutan disebut rasio. ekonomi Indonesia akan mengalami inflasi sebesar 8% per tahun selama 5 tahun mendatang. D. Selanjutnya kita akan membahas materi persamaan dan fungsi kuadrat. 5. Deret aritmetika adalah jumlah suku-suku barisan aritmetika. Barisan bilangan adalah sebuah fungsi dengan domainnya himpunan bilangan asli dan rangenya suatu himpunan bagian dari himpunan bilangan real. Projek Himpunlah minimal tiga buah masalah penerapan barisan dan deret geometri dalam bidang fisika. Ujilah berbagai konsep dan aturan barisan dan deret geometri di dalam pemecahan masalah tersebut. sebab materi tersebut adalah prasyarat utama mempelajari persamaan dan fungsi kuadrat. Tentu kamu wajib mengulangi mempelajari materi persamaan linear. 2. PENUTUP Beberapa hal penting sebagai kesimpulan dari hasil pembahasan materi barisan dan deret.

• merancang model matematika dari sebuah permasalahan otentik yang berkaitan dengan persamaan dan fungsi kuadrat. dan rumus abc. • menyelesaikan model matematika untuk memperoleh solusi permasalahan yang diberikan. bertanggungjawab. • menuliskan konsep persamaan dan fungsi kuadrat. • menjelaskan kaitan fungsi kuadrat dan persamaan kuadrat. • menentukan persamaan sumbu simetri dan titik puncak grafik fungsi kuadrat. • menurunkan sifat-sifat dan aturan matematika yang berkaitan dengan persamaan dan fungsi kuadrat berdasarkan konsep yang sudah dimiliki. 8. dari beberapa model matematika. kritis. berdasarkan ciri-ciri yang ditemukan dengan bahasanya sendiri. 4. • menentukan fungsi kuadrat. melengkapkan kuadrat sempurna. • menggambarkan grafik fungsi kuadrat. 3. memahami berbagai bentuk ekspresi yang dapat diubah menjadi persamaan kuadrat dan mengidentifikasi sifatsifatnya. menghayati pola hidup disiplin. memilih strategi dan menerapkan untuk menyelesaikan persamaan kuadrat serta memeriksa kebenaran jawabannya. • menentukan jumlah dan hasil kali akar-akar persamaan kuadrat. memilih strategi dan menerapkan untuk menyelesaikan masalah nyata serta memeriksa kebenaran jawabannya. 7. 5. Pengalaman Belajar Melalui pembelajaran materi fungsi kuadrat. siswa memperoleh pengalaman belajar: • menjelaskan karakteristik masalah otentik yang pemecahannya terkait dengan model matematika sebagai persamaan kuadrat. KOMPETENSI DASAR DAN PENGALAMAN BELAJAR Kompetensi Dasar Setelah mengikuti pembelajaran persamaan siswa mampu: 1. 2. • menafsirkan hasil pemecahan masalah. menganalisis persamaan kuadrat dari data terkait masalah nyata dan menentukan model matematika berupa persamaan kuadrat dan fungsi kuadrat. menganalisis persamaan kuadrat dalam berbagai bentuk penyajian masalah kontekstual. • menentukan akar-akar persamaan kuadrat dengan pemfaktoran. • menggunakan konsep dan prinsip persamaan kuadrat untuk memecahkan masalah otentik. konsisten dan jujur serta menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Memahami konsep dan prinsip persamaan dan fungsi kuadrat serta menggambarkan grafiknya dalam sistem koordinat.Bab Persamaan dan Fungsi Kuadrat A. memahami persamaan dan fungsi kuadrat. • • • • • • • • • • Persamaan Kuadrat Peubah Koefisien Konstanta Akar-akar Persamaan Fungsi kuadrat Parabola Sumbu Simetri Titik Puncak Nilai Maksimum dan Minimum . memahami persamaan dan fungsi kuadrat. jika diberi tiga titik yang tidak segaris. • menggunakan konsep dan prinsip fungsi kuadrat untuk memecahkan masalah otentik dan soal-soal. • menyusun persamaan kuadrat yang akar-akarnya memenuhi kondisi tertentu. 6. menganalisis grafik fungsi dari data terkait masalah nyata dan menentukan model matematika berupa fungsi kuadrat. • menuliskan ciri-ciri persamaan dan fungsi kuadrat.

PETA PETA KONSEP B. KONSEP Materi Prasyarat HIMPUNAN FUNGSI RELASI Masalah Otentik FUNGSI KUADRAT f(x) = ax2 + bx + c. a  0 PERSAMAAN KUADRAT ax2 + bx + c = 0. c)  y = ax2 + bx + c  y = a(x – x1)(x – x2) 2  y = a(x – x1) 2  y = a(x – h) + k Tabel Koordinat Diskriminan D = b2 – 4ac a>0 a<0 D>0 D=0 D<0 Nilai Maks.  D 2 a  Sketsa Grafik Karakteristik Fungsi Kuadrat Menyusun Fungsi Kuadrat Grafik Fungsi Kuadrat Matematika 223 223 BUKU PEGANGAN SISWA . Sumbu simetri x  b 2 a Titik Potong Sumbu absis Titik balik maks atau min P = b 2 a . Atau Min y   D 4a Pers. a  0 Daerah asal Daerah kawan Daerah hasil Koefisien Persamaan Fungsi kuadrat (a.B. b.

C. Secara khusus keterkaitan konsep dan prinsip-prinsip persamaan kuadrat. kamu cermati objek-objek budaya atau objek lingkungan budaya yang dilibatkan dalam permasalahan yang diberikan. minta siswa secara individu menuliskan ciri-ciri persamaan kuadrat dan hasilnya didiskusikan dengan teman satu kelompok. Jika prinsip (rumus-rumus. sifat-sifat) yang ditemukan. bersusah payah mencari ide-ide. Alat ukur kebenarannya. simbol-simbol. ukuran kebenarannya apabila konsep tersebut diterima pada struktur matematika yang sudah ada sebelumnya. Matematika menganut kebenaran konsistensi atau tidak boleh ada di dalamnya. Menemukan Konsep Persamaan Kuadrat Satu Peubah Banyak permasalahan dalam kehidupan yang pemecahannya terkait dengan konsep dan aturan-aturan dalam matematika. Konsep persamaan kuadrat dapat dibangun/ditemukan di dalam pemecahan permasalahan yang kita hadapi. menggunakan variabelvariabel. berdiskusi. 3. Demikian juga kamu tidak boleh mengabaikan atau melupakan konsep-konsep dan aturan-aturan matematika yang telah dipelajari sebelumnya. ajukan pada siswa masalah-1. PERSAMAAN KUADRAT a. bersifat abstrak sebab matematika adalah hasil abstraksi pemikiran manusia. Berdasarkan ciri-ciri tersebut minta siswa menuliskan konsep persamaan kuadrat dengan kata-katanya sendiri. ukuran kebenarannya dapat dibuktikan kebenarannya menggunakan konsep atau aturan yang sudah ada sebelumnya. dan rumus-rumus yang saling bertentangan. dan 4 secara berkelanjutan untuk dipecahkan. karena terkadang ada konsep matematika melekat pada objek itu yang tidak kita sadari dan ternyata sebagai kata kunci dalam penyelesaian masalah. ♦ Untuk menemukan konsep persamaan kuadrat. 224 Buku Guru Kelas X . MATERI PEMBELAJARAN 1. konsep-konsep. baik di tingkat SD. sering kita temukan dalam permasalahan kehidupan nyata yang menyatu/bersumber dari fakta dan lingkungan budaya kita. Objek-objek itu menjadi bahan aspirasi/inspirasi. 2. jika konsep yang ditemukan. kamu bisa pada kesepakatan antara kamu dan teman-teman serta guru. Di dalam proses pemecahan masalah-masalah yang diberikan. bahkan pada materi yang baru saja kamu pelajari. Biarkan siswa lebih dahulu berusaha memikirkan. unsurunsur. Dari beberapa model matematika berupa persamaan kuadrat. Untuk itu perhatikan dan selesaikan dengan cermat permasalahan-permasalahan yang diberikan. SMP. saling terkait materinya. mencari Pemecahan masalah di dalam kelompok belajar. Dalam menyelesaikan masalah matematika.

Masalah-7.1. Ia menginginkan luas penampang atap bagian depan 12 m2. Bantulah Pak Silaban menentukan panjang alas penampang atap dan tinggi atap bagian depan! Gambar 7.2 Penampang Atap Bagian atas Matematika 225 . Alternatif Penyelesaian Diketahui: Luas penampang atap bagian depan 12 m2 Ukuran persegi panjang tempat ornamen adalah 3 m × 2 m Ditanya: a. Tinggi atap Kamu ilustrasikan masalah di atas seperti gambar berikut! • Memperhatikan konsep apa yang melekat pada penampang depan atap rumah adat tersebut. Di dalam penampang dibentuk sebuah persegi panjang tempat ornamen (ukiran) Batak dengan ukuran lebar 2 m dan tingginya 3 m. Gambar 7.1 Arsitek Ferdinand Silaban merancang sebuah rumah adat Batak di daerah Tuk-tuk di tepi Danau Toba. Panjang alas penampang atap b.1 Rumah Adat ♦ Arahkan siswa memahami masalah dan menginterpretasikan masalah dalam gambar serta memperhatikan bentuk asli rumah adat Batak pada Gambar 7.

bagaimana cara 226 Buku Guru Kelas X Berdasarkan persamaan (1) akan ditentukan nilai-nilai x x2 ................................... Kedua segitiga tersebut 2 + 3 3 x sebangun.................. Kedua segitiga tersebut sebangun.................. Diharapkan siswa melakukan hal berikut....... Misalkan panjang AE = FB = x m...2x + 1 = 0 ........... dari persamaan (a) dan (b) 3 3diperoleh x t= x (b) Subtitusikan persamaan 2) ke persamaan 1) sehingga diperoleh Sehingga diperoleh 12 = ( 3  3x ) (1 + x)  12x = (3 + 3x) (1 + x) x  12x = 3 + 3x + 3x + 3x2  3x2 + 6x – 12x + 3 = 0  3x2 .2x + 1 = 0  x2 ........ Karena penampang atap rumah berbentuk segitiga sama kaki......... Diharapkan siswa melakukan hal berikut..........................Kamu cermati segitiga sama kaki ABC dan lakukan hal berikut.. 12 = t (1 + x) GT TB t 1+ x = ⇔ = GF FB 3 x 3 + 3 x ......... (1) Luas = panjang alas × tinggi 2 GT TB t 1+ x = ⇔ = apa yang dimaksud dua bangun dikatakan sebangun dan menyuruh ♦ Ingatkan kembali 1 3 GF FB =siswa × + +x L ( AE EF FB ) ×segitiga t memperhatikan CTB dan segitiga GFB.. (2) ⇒t = x ♦ Mengarahkan siswa memanfaatkan persamaan (a) dan (b) untuk memperoleh model matematika berupa persamaan kuadrat........................ ⇒t = 1 x + 2 + x) 12 = t ( x 2 Perhatikan segitiga CTB dan segitiga GFB...... maka 1 Luas = × panjang alas × tinggi 2 1 L = × ( AE + EF + FB ) × t 2 1 12 = t ( x + 2 + x) 2 2 1 = t (1 1 +× x) ........... (3) (1) Ingat kembali materi persamaan kuadrat yang telah dipelajari di SMP...... ..............................6x + 3 = 0  x2 .........x – x + 1 = 0 Apa makna dari a  b = 0 menentukan nilai-nilai x dengan melakukan manipulasi aljabar pada persamaan (1)............................

Agar kamu 7. dengan x. 3 −3 3 3x x = 6. Sementara orang tua tersebut tidak pernah menduduki jenjang pendidikan. Ternyataorang mereka memiliki warisan dari leluhur cara menjumlahkan dan mengalikan Sementara tua tersebut tidak pernah menduduki jenjang pendidikan. x = 5 dan y ≥ 5. Sering kita temui tua yang sudah lanjut usia. y < 10.mampu mampu menghitung harga telur Sering kita temui orangorang tua yang sudah lanjut usia. gunakan jari tanganmu dan pecahkan masalah 7.x – x + 1 = 0  x (x – 1) – 1(x -1) = 0  (x -1) (x – 1) = 0  (x – 1)2 = 0 x=1 Dengan menggunakan nilai nilait.t Dengan menggunakan nilaixxakan akan ditentukan ditentukan nilai Untuk =diperoleh 1 diperoleht t== Untuk x =x1 6 m. dengan x. menghitung harga telur (banyak telur. y ∈ N Gambar 7. 5 < x.2x + 1 = 0 (1) ♦ Meminta siswa mengingat kembali materi persamaan kuadrat yang telah di Ingat kembali materi persamaan kuadrat yang telah dipelajari didipelajari SMP.3 Jari Tangan 227 Matematika 227 . Berdasarkan (1) akan ditentukan nilai-nilai x. x x Sehingga diperolehpanjang panjang alas dan tinggi penampang atap atap rumah adalah adalah 4 m dan 4m dan Sehingga diperoleh alas dan tinggi penampang rumah • Apa makna dari a × b = 0 dan apa kaitannya dan apa kaitannya dengan dengan (x – 1) ( 0 – 1) = 0 (x x– –1) 1)=(x SMP. = 6. Agar kamu mengetahuinya. singkat. 12x = 3 + 3x + 3x + 3x2  3x2 + 6x – 12x + 3 = 0  3x2 . bagaimana cara menentukan nilai-nilai x dengan melakukan manipulasi aljabar Apa makna dari a  b = 0 6m. Coba bantu temukan aturan perkalian untuk menentukan hasilPEGANGAN kali bilangan x dan y dengan BUKU SISWA a. bagaimana cara menentukan nilai-nilai x persamaan dengan melakukan manipulasi aljabar pada persamaan (1). pada pers (1). Berdasarkan persamaan (1) akan ditentukan nilai-nilai x x2 . gunakan jari tanganmu dan pecahkan Masalah (banyak telur. Ternyata mereka bilangan. cukup banyak) tanpa menggunakan kalkulator dengan waktu cukup singkat.2 berikut. mengetahuinya.2x + 1 = 0  x2 .2 berikut. Masalah-7.2 Nenek moyang salah satu suku di Indonesia dalam melakukan operasi hitung penjumlahan dan perkalian mereka menggunakan basis lima dengan fakta bahwa banyak jari tangan kiri atau kanan adalah lima. cukup banyak) tanpa menggunakan kalkulator dengan waktu cukup memiliki warisan dari leluhur cara menjumlahkan dan mengalikan bilangan.6x + 3 = 0  x2 . y ∈ N b.

b < z 1. Ingat apa arti basis 5. yaitu (z – a) (z – b) 7.♦ Arahkan siswa untuk mencoba menentukan hasil kali bilangan 6 dan 8 sebelum menemukan prosedur yang berlaku secara umum. bekerjasama dengan temanmu satu kelompok untuk menemukan aturan perkalian dua buah bilangan x dan y. y < 10. y < 10. jumlahkan hasil langkah 3) dan 6). kalikan hasil langkah 4) dan 5). dengan x. diperoleh x × y = (a + b) 2z + (z – a) (z – b). hitung (z – b) 6. y ∈ N 228 Buku Guru Kelas X . y ∈ N. lakukan pencacahan bilangan 6 di jari tangan kiri dan bilangan 8 di jari tangan kanan. yaitu (a + b) 2z 4. Alternatif Penyelesaian Misalkan: z adalah bilangan basis (dalam contoh = 5) x = z + a. coba pilih dua bilangan x dan y. Sebelum menemukan aturan perkalian bilangan-bilangan yang dibatasi pada bagian a) dan b). 5 < x. ada berapa banyak jari yang terpakai dan yang tidak terpakai pada pencacahan kedua kali? 2) Setelah kamu mencacah satu kali bilangan y di tangan kanan. y < 10. hitung (z + z ) = 2z 3. y ∈ N (misalnya. ada berapa banyak jari yang terpakai dan yang tidak terpakai pada pencacahan kedua kali? 3) Berapa jumlah banyak jari yang terpakai pada tangan kiri dan banyak jari yang terpakai pada tangan kanan pada saat pencacahan kedua kali? 4) Berapa hasil kali jumlah jari yang terpakai di tangan kiri dan jari di tangan kanan dengan hasil pada langkah 3)? 5) Berapa banyak jari yang tidak terpakai di tangan kiri saat pencacahan kedua kali ? 6) Berapa banyak jari yang tidak terpakai di tangan kanan saat pencacahan kedua kali? 7) Berapa hasil kali bilangan pada langkah 5) dan 6)? 8) Berapa hasil jumlah bilangan pada langkah 4) dan 7) Berdasarkan 8 langkah penentuan hasil perkalian bilangan x dan y. Selanjutnya siswa diharapkan melakukan langkah-langkah berikut. kalikan hasil langkah 1) dan 2). yaitu (a + b) 2z + (z – a) (z – b) 8. 5 < x. dengan x. 6 × 8). x. a < z y = z + b. hitung (z – a) 5. Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut! 1) Setelah kamu mencacah satu kali bilangan x di tangan kiri. 5 < x. hitung (a + b) 2.

dengan x..1 Cermati aturan perkalian pada bagian a) dan mencoba menemukan aturan perkalian bilangan pada bagian b).. 1) Bagaimana kecepatan perahu saat menuju hulu sungai dan kecepatan perahu saat Pak Anas pulang? 2) Jika diasumsikan perahu tidak pernah berhenti sebelum sampai ditujuan...3 Pak Anas memiliki tambak ikan mas di hulu sungai yang berada di belakang rumahnya....... Masalah-7. Gambar 7.......... y ∈ N.Untuk contoh di atas diperoleh 6 × 8 = (a + b) 2z + (z – a)(z – b) 48 = 8z + (z – 1) (z – 3) ∴ z2 + 4z . Jika laju air sungai 4 km/jam dan jarak tambak dari rumah 6 km....... lakukan pencacahan bilangan x di jari tangan kiri dan bilangan y di jari tangan kanan.... Ingat apa arti basis 5.. Setiap pagi... apa yang dapat kamu simpulkan dari keadaan perahu? 3) Coba temukan bentuk perasamaan kuadrat dalam langkah pemecahan masalah tersebut? Matematika 229 .............. (1) Latihan 7....4 Sungai Selesaikanlah masalah di atas... agar pekerjaan kamu lebih efektif renungkan beberapa pertanyaan berikut..45 = 0 . berapa laju perahu dalam air yang tenang? Ilustrasi masalah dapat dicermati pada gambar berikut........ Dengan perahu memerlukan waktu 1 jam lebih lama menuju tambak dari pada pulangnya...... ia pergi ke tambak tersebut naik perahu melalui sungai yang berada di belakang rumahnya.... Awali kerja kamu dengan memilih dua bilangan x = 5 dan y ≥ 5.....

.. Jika dimisalkan Vat = x km/jam maka V =x – 4 dan V =x + 4 hu = hi = V x– –4 4 dan dan V Vhi x+ +4 4 Vhu hu =x hi = x Diasumsikan perahu tidak pernah berhenti sebelum sampai sampai di di tujuan tujuan berarti berarti................. kecepatan perahuhulu searah dengan kecepatan air Sehingga....16 6 x + 24 6 x + 24 = x 6x + 24 . pulang.. sering dialami oleh penggembala kerbau di tengah padang rumput yang penuh dengan pepohonan... S S S t . Tentu kamu mengenal 230 Buku Guru Kelas X .. Nilai x = –8 tidak berlaku sebab kecepatan perahu bergerak maju selalu bernilai positif..6x + 24 = x + 4x – 4x ........4 yang akan dibahas.. Anas pulang.. kecepatan perahu searah dengan kecepatan air sungai mengalir... dan saat Pak Anas pulang..t2 = S  t1 =1 1 V = 1 ........... Sehingga..16 6 6   x x-4 4 x x 2 48 48 = =x x2 – – 16 16 2 .... 4.. 231 BUKU 231 BUKU PEGANGAN PEGANGAN SISWA SISWA Kejadian dalam Masalah 7.....3) kuadrat dalam dalam langkah langkah pemecahan pemecahan masalah masalah tersebut? tersebut? 3) Coba Coba temukan temukan bentuk bentuk perasamaan perasamaan kuadrat Alternatif Alternatif Penyelesaian Penyelesaian Misalkan V dengan V Va = =4 4 km/jam km/jam Misalkan Va adalah adalah kecepatan kecepatan air air sungai sungai dengan a a adalah kecepatan perahu kehulu V Vhu hu adalah kecepatan perahu kehulu V adalah kecepatan perahu saat pulang Vhi hi adalah kecepatan perahu saat pulang Alternatif Penyelesaian Vt adalah kecepatan perahu dalam air air tenang tenang dalam Misalkan V Vta adalah adalahkecepatan kecepatanperahu air sungai dengan Va = 4 km/jam t adalah waktu yang diperlukan menuju Tambak 1 t1Vadalah adalah kecepatan perahu kehulu waktu yang diperlukan menuju Tambak hu t2V adalah kecepatandigunakan perahu saat pulangrumah (pulang) waktu menuju hi adalah waktu yang yang digunakan menuju rumah (pulang) t2 adalah V adalah kecepatan perahu dalam air tenang t S adalah jarak tambak dari rumah Pak Anas tambak dari rumah menuju Pak Anas S t1adalah adalahjarak waktu yang diperlukan Tambak adalah waktu yang digunakan menuju rumah (pulang) Bagaimana perahu saat pergi kehulu dan saat saat menuju hilir (pulang)? (pulang)? 2 Bagaimanatkecepatan kecepatan perahu saat pergi kehulu dan menuju hilir S adalah jarak tambak dari rumah Pak Anas Kecepatan saat menuju hulu sungai Asahan menentang menentang kecepatan air air dan saat Pak Kecepatan perahu perahu saat menuju hulu sungai Asahan Bagaimana kecepatan perahu saat pergi kehulu dan saat menuju kecepatan hilir (pulang)?dan saat Pak Anas kecepatan perahu searah dengan kecepatan air sungai sungai mengalir.. = x km/jam maka Jika V Jika dimisalkan dimisalkan Vat at = x km/jam maka Sehingga................... (1)  x x2 – – 64 64 = =0 0 (1) (1) 2 x x2 – – 64 64 = =0 0  ( (x x– – 8) 8) ( (x x+ + 8) 8) = =0 0  x x-8 8= =0 0 atau atau x x+ +8 8= =0 0  x x= =8 8 atau atau x x= = -8 -8 Kecepatan perahu di air tenang adalah Vat = x = 8 km/jam.t2 = V hu Vhu Vhi hi 6 6 =1 =1   4 4 6 6( (x x+ + 4) 4) – –6 6( (x x– – 4) 4) = =( (x x+ + 4) 4) ( (x x– – 4) 4) 2 2 + 4x – 4x .... Diasumsikan Diasumsikan perahu tidak pernah berhenti sebelum sampai di tujuan berarti x x≠ ≠– –4 4 dan dan x x≠ ≠ 4...... Kecepatan perahu saat menuju sungai menentang kecepatan air mengalir.

Gambar 7.5 Posisi Burung di Pohon Coba jelaskan pada temanmu pernyataan berikut. Alternatif Penyelesaian Diketahui: hmaks = 8 m dan a = 30o Vox = Vocos a. batu bergerak lurus berubah beraturan Saat batu mencapai ketinggian maksimum dan mengenai burung. apa artinya? Pada Sumbu-y. dapat kamu cermati pada gambar di bawah ini. batu bergerak lurus beraturan. batu bergerak lurus beraturan Pada Sumbu-y. Berapa kecepatan batu bergerak? (gravitasi bumi = 10 m/det2). Masalah-7. Ronald mengarahkan ketapelnya dengan sudut 30o.4 Ronald anak Pak Sulaiman sedang asyik menunggang kerbau. Voy = Vo sin a Pada Sumbu-x.ketapel yang sering digunakan para petani untuk mengusir burung dikala padi sedang menguning. agar kamu lebih mudah memecahkan masalah. VyP = 0 Matematika 231 . untuk mengusir burung tersebut ternyata batu ketapel mengenai burung saat batu mencapai ketinggian maksimum. Mari kita temukan sebuah model matematika berupa persamaan kuadrat dari permasalahan berikut. Diharapkan siswa melakukan hal berikut. Pada Sumbu-x. Tiba-tiba ia melihat seekor burung pengganggu tanaman yang berada di pohon dengan ketinggian 8m dari tanah. batu bergerak lurus berubah beraturan. ♦ Arahkan siswa memahami masalah dan menginterpretasikan masalah dalam gambar. apa artinya? Renungkan beberapa pertanyaan berikut. Ilustrasi masalah.

....1.....8 10 atau V0 = 8 10  V0 = .. Temukan persamaan kuadrat pada langkah pemecahan masalah 7.. Bagaimana untuk V0 = ....640 ) = 0  (V0 + 640 ) = 0 atau (V0 .. batu bergerak lurus berubah beraturan Saat batu mencapai ketinggian maksimum dan mengenai burung.... VyP = 0 VyP = V0y – gt  0 = V0y – gt  toP =  toP = hmax = V0y toP – = V0 sin  V0 y g V0 sin α g 1 2 gt oP 2 V0 sin α 1  V0 sin α  – g   g 2   g  2 2 • Apa yang dimaksud ketinggian Apa yang dimaksud ketinggian maksimum yang dicapai anak maksimum yang dicapai anak ketapel.640 ) = 0  (V0 + 640 ) = 0 atau (V0 .8 10 m/det.... Bagaimana kecepatan Bagaimana kecepatan ketapel saat anak ketapel saat anak mencapai mencapai ketinggian maksimum ketinggian maksimum 1 V0 sin α  hmax = 2 g Untuk hmax = 8 m. (1)  V0 ..4 2 . batu bergerak lurus beraturan Pada Sumbu-y.4 Temukan persamaan kuadrat pada langkah pemecahan masalah 7... (positif)........ 7...640 atau V0 = 640  V0 = ... 7...640 .....1.640 = 0 BUKU PEGANGAN SISWA = 0 ...640 ) = 0  V0 = ..Diketahui: hmax = 8m dan  = 300 V0x = V0 cos ....3.3. apakah berlaku? Bagaimana untuk V = ... 7...640 = 0  (V0 + 640 )(V0 .... dan g = 10 m/det2 diperoleh 2 1 V0 sin 30 0 1 V0 sin α  hmax = 8= 2 10 2 g   2 8= 2 1 1 4 V0 2 10    V02 2 .... V0y = V0 sin  Pada Sumbu-x...8 10 atau V0 = 8 10 1 2 V0 2 8= 1 8= 80 V0 80 233 (1) (1) Jadi kecepatan batu (anak) ketapel meluncur adalah V0 = 8 10 m/det. 7..8 10 m/det tidak berlaku sebab kecepatan anak ketapel bergerak arah ke atas (positif).8 10 m/det tidak berlaku sebab kecepatan anak ketapel bergerak arah ke atas V0 = .640 atau V0 = 640  V0 = ... Jadi kecepatan batu (anak) ketapel meluncur adalah V0 = 8 10 m/det......640 = 0  (V0 + 640 )(V0 ...  = 300..8 10 m/det..... apakah berlaku? 232 Buku Guru Kelas 0 X V0 = .. dan 7.......2..640 ) = 0 V02 2 V0 .2.. ketapel... dan 7......

7.8 10 m/det tidak berlaku sebab kecepatan anak ketapel bergerak arah ke atas (positif).Jadi kecepatan batu (anak) ketapel meluncur adalah V0 = 8 10 m/det. Diharapkan siswa menuliskan ciri-ciri perasamaan kuadrat sebagai berikut. Dari hasil diskusi siswa secara klasikal ditetapkan didefinisi berikut. apakah berlaku? V0 = . dan 7. ♦ Suruh siswa menemukan persamaan kuadrat pada langkah Pemecahan Masalah 7.3. diharapkan siswa menemukan beberapa persamaan kuadrat berikut. tidak sama dengan nol • Koefisien variabel berpangkat 1 dan 0 dapat bernilai 0. coba kamu tuliskan pengertian persamaan kuadrat dengan kata-katamu sendiri dan diskusikan hasilnya dengan temanmu secara klasikal. Ciri-ciri persamaan kuadrat.8 10 m/det. Matematika 233 .4.1. • x2 – 2x + 1 = 0 • z2 + 4z – 45 = 0 • 3z2 + 2z – 85 = 0 • x2 – 64 = 0 • v02 – 640 = 0 ♦ Suruh siswa untuk menuliskan ciri-ciri dari persamaan kuadrat secara individual dan mendiskusikannya dengan teman secara klasikal. • Sebuah persamaan • Pangkat tertinggi peubahnya adalah 2 dan pangkat terendah adalah 0 • Koefisien variabelnya adalah bilangan real • Koefisien variabel berpangkat 2. • Bagaimana untuk V0 = . Berdasarkan ciri-ciri persamaan kuadrat di atas.2. 7. berdasarkan pengetahuan yang telah dimiliki sebelumnya di SMP.

1. h(t) = 0. Ketinggian bola dari tanah untuk setiap detiknya ditentukan fungsi waktu h(t) = 20t – 5t2. tetapi koefisien x2 adalah nol. Contoh 7. Persamaan 2x + 5 = 0 adalah persamaan linear satu peubah.Definisi 7. b = 20 dan c = 0.1 persamaan 20t – 5t2 = 0 merupakan persamaan kuadrat dengan satu variabel. Hal ini menunjukkan bahwa persamaan 2x + 5 = 0 tidak memenuhi syarat Definisi 7. Berdasarkan Definisi 7. bukan persamaan kuadrat satu peubah sebab persamaan tersebut memuat dua peubah.2 Sebuah bola bergerak dari ketinggian h m.3 Persamaan x2 + y2 – 2x + 5 = 0. dengan koefisien a = -5 ≠ 0. Contoh 7. b. dengan a. Persamaan 20t – 5t2 = 0 termasuk persamaan kuadrat sebab persamaan 20t – 5t2 = 0 dapat ditulis menjadi -5t2 + 20t + 0 = 0. yaitu t. h(t) = 0 ⇒ h(t) = 20t – 5t2 = 0.1 Persamaan kuadrat dalam x adalah suatu persamaan yang berbentuk ax2 + bx + c = 0. bukan persamaan kuadrat sebab persamaan 2x + 5 = 0 dapat dibentuk menjadi persamaan 0x2 + 2x + 5 = 0. Keterangan: x adalah variabel atau peubah a adalah koefisien dari x2 b adalah koefisien dari x c adalah konstanta persamaan Contoh 7. sebab koefisien x2 adalah 0. Saat bola tiba di atas tanah. yaitu x dan y.1 Persamaan 2x + 5 = 0. apa yang kamu temukan? Penyelesaian Saat bola tiba di atas tanah. 234 Buku Guru Kelas X . dan c bilangan real dan a ≠ 0.

000 = 1.2 Persamaan x2 + y2 – 2x + 5 = 0. Tanah kosong tersedia berukuran 60m  30m. maka x luas lapangan yang direncanakan adalah 1000 m2.000 m .2 tersebut memuat dua peubah. bukan persamaan kuadrat satu peubah sebab persam Latihan 7. direncanakan adalah 1000m2.1 di atas.000 = 1.000 = (60 – x)(30 – x) persamaan 2 0 = 800 – 90x + x adalah persamaan kuadrat dengan variabel x.2 Di depan sebuah sekolah akan dibangun lapangan bola basket. Untuk memperoleh luas yang diinginkan.x 1000 m2 30 . Dapatkah kamu menem tersedia berukuran 60 m 30dan m. ukuran sebuah persamaan kuadrat dari masalah ini ? panjang tanah dikurangi x m dan ukuran lebar dikurangi x m. Karena dana terbatas. yaitu x dan y. yaitu –90 Koefisien x2 pada persamaan 0 = 800 – 90xdapat + x2 adalah 1. Karena lapangan basket berbentuk persegi Gambar-5 panjang maka luas lapangan basket dapat dinyatakan dalam x. ukuran pan Gambaran tanah dan penampang lintang lapangan bola basket dapat digamba x 60 . Untuk memperoleh luas yang diinginkan. Dapatkah kamu menemukan sebuah persamaan kuadrat dari masalah ini? Penyelesaian: Penyelesaian sebagai berikut.000 m2.  1.90 x + x2 BUKU PETUNJUK GURU Matematika 235 .Bukan Contoh 7. Karena dana terbatas.x x 2 Luas lapangan basket adalah 1. maka luas lapangan Di depan sebuah sekolah akan dibangun lapangan bola basket.800 . Karena basket berbentuk pe 2 ⇒ 0 = 800 – 90x + x panjang maka luas lapangan basket dinyatakan dalam x x.000 = (60 – x)(30 – x) 2 ⇒ 1. L = 1000 dan L = (60 – x)(30 x)  1. Gambaran tanah dan penampang lintang lapangan bola basket dapat digambarkan sebagai berikut. Contoh 7.– Berdasarkan Definisi 7. yaitu L = 1000 dan L = (60 – x)(30 – x) ⇒ 1. Tanah kosong yang tanah dikurangi x ×m ukuran lebar dikurangi m. koefisien adalah dan konstanta persamaan adalah 800.800 – 90x + xlapangan Luas lapangan basket adalah 1.

y ≠ 0. kecepatan 5. . x + = 0. .. jam lebih cepat dari jenis printer jenis kedua untuk menyelesaikan c 2. Robert semakin lelah. Robert set buku adalah 4 jam. Pada sebuah kerucut lingkaran bahwa:komputer penambahan volume kare merupakan persamaan kuadrat? akan digunakan untuk mencetak satu jarinya bertambah sepanjang 24 cm sama dengan penambahan volume karena tin Berikan alasanmu! set buku. . maka waktu mengenderai sepeda. ) ( ) ( )] [ ( berapakah jari-jari kerucut semula ? Projek Rancanglah minimal dua masalah nyata di lingkungan sekitarmu yang terkait dengan persamaan kuadrat dan berilah penyelesaian kedua masalah tersebut. . printer Berapa jenis waktukedua yang dibutuhkan printe berangkat dengan untuk kecepatan awal yangadalah dibutuhkan sepeda bergerak 7kedua km/jam. 7. untuk mencetak satu set buku. kedua untuk menyelesaikan cetakan x 1 satu set buku. x2y = 0. c ≠ 0. Jika kedua yang jenis printer digunakan dari rumahnya 12 km. Jika a2 + a – 3 = 0. maka dengan penambahan volume kamaka rena tingginya bertambah 24 cm. 1 jari-jari kerucut sem bertambah a. 24 cm. Jika perlambatan maka nilai terbesar yang mungkin sepedanya mengalami yang mungkin dari a3 + 4a2+9988 2 km/jam. Robert berangkat kesekolah 2 digunakan sekaligus. Jika tinggi semula kerucut 3 cm. ) adalah. x ≠ 0. Pada sebuah kerucut lingkaran maka nilai dari (a–b )2 adalah. tambah sepanjang 24 cm sama 8. b.Uji Kompetensi 7. maka nilai dari ( . . Jika a + b + c = 0 dengan a. Bentuk faktorisasi dari : 4kn + 6ak + volume karena jari-jarinya ber. 6. 3. Bentuk faktorisasi adalah. . y ∈ R. . Apakah persamaan yang diberikan 4. Jika penambahan . berapakah x komputer jam lebih cepat dari jenis printer 1 4. digunakan Robert sampai di sekolah. 8.. Jika a3 + b3 = 637 dan a + b = 13.. Buatlah laporan hasil kerjamu dan sajikan di depan kelas. . Karena untuk mencetak satu set buku. Jarak sekolah digunakan untuk sekaligus. .1 1. mencetak maka satu waktu yang dig satu set buku. .. Dua buah jenis printer akan digunakan untuk mencetak satu set buku b. Berapa lama waktu yang adalah.dari : 6an + 9a2 adalah. Berapa waktu mencetak satu set buku 4 jam. adalah. Jika tinggi semula kerucut 3 cm. Dua tegak buah diketahui jenis printer 3. Jenis printer pertama. 236 Buku Guru Kelas X . tegak diketahui 6. Jika kedua printer printer pertama. bahwa: 7. . Jika . maka nilai terbesar dari 5.

. mari kita coba memecahkan masalah-masalah yang diberikan....1) yang telah kita temukan.. • Jika a = 1 a = 1 ⇒ ax2 + bx + c = 0 ⇒ x2 + bx + c = 0 . c adalah bilangan real dan a ≠ 0.. Aturan tersebut seluruhnya diturunkan dari konsep (Definisi-7. Arahkan siswa menemukan model matematika yang menyatakan hubungan banyak lipatan kertas dan banyak bidang kertas yang terbentuk........... x.... 237 Matematika .............. Diharapkan siswa menuliskan hal berikut. Cara pemfaktoran dapat kita lakukan dengan memperhatikan koefisien x2... dan menemukan rumus ABC berdasarkan konsep persamaan kuadrat untuk menentukan akar-akarnya (harga-harga x yang memenuhi persamaan).. dan rumus ABC... Nilai-nilai x yang memenuhi persamaan ax2 + bx + c = (x + m)(x + n) = 0 adalah x = -m atau x = –n..... cara memfaktorkan. Aturan tersebut antara lain. 1) Cara Pemfaktoran Temukan pola atau aturan memfaktorkan... untuk a = 1.......... ∴ ax2 + bx + c = (x + m)(x + n) = 0. maka diperoleh m + n = b dan m × n = c. Ketiga aturan ini memiliki kelebihan dan kelemahan terkait dengan efisiensi waktu yang digunakan untuk menentukan akar-akar sebuah persamaan kuadrat..... (1) Perhatikan bentuk (x + m)(x + n) = 0 ⇒ (x2 + nx) + (mx + m × n) = 0 ⇒ x2 + (m + n)x + m × n = 0 . melengkapkan kuadrat sempurna.....b.......... m + n = b dan m × n = c. melengkapkan kuadrat sempurna... Menentukan Akar-akar Persamaan Kuadrat Ada beberapa cara (aturan) menentukan akar-akar (penyelesaian) persamaan kuadrat................ ♦ Meminta siswa membuat tabel keterkaitan antara banyak lipatan dengan banyak bidang kertas yang terbentuk....... dan konstanta c.. Berdasarkan Definisi-7........ kita memiliki bentuk umum persamaan kuadrat ax2 + bx + c = 0...... Agar lebih terarah pembahasan kita... dengan a.....1. (2) Berdasarkan Persamaan-1 dan 2 diperoleh x2 + bx + c = x2 + (m + n)x + m × n = 0 Menggunakan sifat persamaan.. b..... Nilai-nilai x dapat kita tentukan dengan cara pemfaktoran.

1 m n 1 −17  −17  ..... kita telah menerapkan cara pemfaktoran ini. 1 m n 1 −17  −17  .. b.. 5  a a a 3 3  3  1 m n 1 1 − m 17 n  − 1 17 −17  −17  ... 5 x = – atau x = –  . 5 .. –  z + 255)) = 0 a a a 3 3  3  238 Buku Guru Kelas X m = 17 n = –15 m+n=2=b m × n = –255 = ac .. Untuk menentukan harga z yang memenuhi sebagai berikut.... ∴ ax2 + bx + c = (ax + m)(ax + n) = 0.. 5 a≠0⇒ ≠0  a a a 3 3  3  1 m n 1 − 17 − 17   ax2 + bx + c = (a2x2 + abx + ac ) = 0 ... • Jika a < 1 atau a > 1 Berdasarkan Definisi-7.a 52 5 (a2x2 + abx + ac )= ( x + a(m + n) x + m ....1...Perhatikan persamaan kuadrat yang kita peroleh dari beberapa permasalahan di atas yang memiliki koefisien x2.. m + n = b dan m × n = ac. a = 1.... 5  ... c adalah bilangan real dan a ≠ 0.. 1 m n 1 −17  −17  ..× n) = 0  a a a 3 3  3a a a 3 3  3  Menggunakan sifat persamaan maka diperoleh m + n = b dan m × n = ac....... 1 m n 1 −17  −17 1 m  2n 1 −17  −17  ......... untuk a a a 3 3  3  1 m n 1 −17  −17  2 Nilai x yang memenuhi persamaan ax + bx + c = (ax + m)(ax + n adalah ) = 0. 5  a a a 3 3  3  1 m n 1 −17  −17  .. 5 a ≠ 1. 5 = 0 3z2 + 2z – 85 = ( 9z2 +6z – 255) a a a 3 3  3  1 m n 1 −17  −17  ⇒ ( 9z2 +3(17 .....5 ⇒ ((ax + n)ax + m( ax + n ))  = 0 a a a 3 3  3  1 m n 1 −17  −17  . kita telah peroleh persamaan kuadrat 3z2 + 2z – 85 = 0.......-515)  z + (17 × (–15)) = 0 a a a 3 3  3  1 m n 1 −17  −17  5(45 ⇒ ((9z2 +51z) ... dengan a.5 ⇒ ((a2x2 + anx) + ( amx + m  × n)) = 0 a a a 3 3  3  1 m n 1 −17  −17  5 ⇒ (a2x2 + a(m + n) x + m . bentuk umum persamaan kuadrat ax2 + bx + c = 0. (1) a a a 3 3  3  1 m n 1 −17  −17  Perhatikan bentuk ((ax + m)(ax + n )) = 0... (2) a a a 3 3  3  Berdasarkan Persamaan-1 dan 2 diperoleh. a a a 3 a a 3 a  33 3   3  Perhatikan masalah-2 bagian b...× n) = 0 ..

1 1   ((3 ((3z z+ + 17)3 17)3z z- 15(3 15(3z z+ + 17)) 17)) = =0 0 3 3
  (3 (3z z+ + 17)(3 17)(3z z– – 15) 15) = =0 0 atau atau (3 (3z z+ + 17)( 17)(z z– – 5) 5) = =0 0

 17  17 atau z = 5 atau himpunan penyelesaian Harga-harga atau z = 5 atau himpunan penyelesaian Harga-harga z z yang yang memenuhi memenuhi adalah adalah z z= = 3 3 1 m n 1 −17  −17  17   2 17 , =  2+ 5 ⇒ ((3z + 17)3 z,– 15(3 z + 17)) 0 2 z 85 = 0 adalah Hp = persamaan 3 z   + 2 z 85 = 0 adalah Hp = persamaan 3 z ,5 5   a a a 3 3  3 3     3 . . ⇒ (3z + 17)(3z – 15) = 0 atau (3z + 17)(z – 5) = 0 2) 2) Cara Cara Melengkapkan Melengkapkan Kuadrat Kuadrat Sempurna Sempurna 1 m n akar-akar 1 −17  −persamaan 17  Untuk menemukan aturan penentuan kuadrat dengan Untuk Nilai-nilai menemukan aturan penentuan kuadrat penyelesaian dengan cara cara 5 z yang memenuhi adalah zakar-akar = atau z ,= 5 atau himpunan  persamaan a a a 3 3  3  melengkapkan kuadrat kuadrat sempurna sempurna cermati cermati beberapa beberapa pertanyaan pertanyaan berikut. berikut. melengkapkan m n − − 1 1 17 17   , 5? a) yang melengkapkan kuadrat 3z2 + 2 z – 85 = 0 adalah Hp =sempurna .  a) Apa Apapersamaan yang dimaksud dimaksud melengkapkan kuadrat sempurna ? a a a 3 3  3  2 2 2 b) b) Apakah Apakah kamu kamu masih masih ingat ingat pelajaran pelajaran di di SMP SMP bahwa bahwa ( (a a+ +b b) )2 = =a a2 + +2 2ab ab + +b b2 2 c) kamu membentuk kuadrat 2) Cara Melengkapkan Kuadrat Sempurna +b bx x+ +c c= = 0, 0, dengan dengan a a, ,b b, ,c c adalah adalah c) Dapatkah Dapatkah kamu membentuk persamaan persamaan kuadrat a ax x2 +
2 2 2 bilangan real bilangan real dan dan a a≠ ≠0 0 dalam dalam bentuk bentuk ( (a a+ +b b) )2 = =a a2 + +2 2ab ab + +b b2. . ♦ Minta siswa menemukan pola, bagaimana cara melengkapkan sebuah persamaan kuadrat untuk menentukan nilai-nilai x yang memenuhi dan tanyakan apa kelemahan d) Apakah seluruh seluruh bentuk bentuk persamaan persamaan kuadrat kuadrat dapat dapat ditentukan akarnya dengan teknik d) Apakah ditentukan akarnya dengan teknik cara tersebut. Diharapkan jawaban siswa sebagai berikut. kuadrat kuadrat sempurna sempurna ? ?

Berdasarkan Definisi-7.1, kita memiliki bentuk persamaan kuadrat Berdasarkan Definisi-7.1, kita memilikibentuk bentuk umum persamaan kuadrat Berdasarkan Definisi-7.1, kita memiliki umumumum persamaan kuadrat 2 2 2 ax += bx c = 0,a dengan a, b,bilangan c adalahreal bilangan real dan a a ≠= 0. + 0, dengan , dan 0. 1 ax + bx bx +c c = 0, + dengan a ,b b, ,c c adalah adalah bilangan real dan a a≠ ≠ 0. Untuk Untuk a = 1 Untuk a = 1 ax +
2 2 ax + bx bx + +c c= =0 0 x x2 + + bx bx + +c c-c c= =0 0– –c c ax2 +
2 2 1 1  1 b 1 b    +  = x +      + bx bx + = –c c b b 2  2  –   2   2   2 2

2 x2

2 1 1 1 b 1 b)2  2 =   ( x +   –c c  (x + b) =  b  – 2  2 2  2  2

2

2 1 1 1 b   (x x+ + 1b b) ) = =    , jika jika   ( b c c, 2   2  2 2  

2

2 1  1 b     b c c 0 0 2    2   2

1 x x = =-1 b b   2 2

2 1  1     c , jika  b 2b   c , jika  2  

2

2 1  1    c  0  b 2b  c  0  2  

BUKU BUKU PEGANGAN PEGANGAN SISWA SISWA

Matematika

239 239 239

3) Menggunakan Menggunakan Rumus Rumus ABC ABC 3) Minta siswa siswa menemukan menemukan rumus rumus abc abc,, bagaimana bagaimana cara cara menentukan menentukan nilai-nilai nilai-nilai x x yang yang Minta
3) Menggunakan Rumus ABC rumus memenuhi persamaan dengan rumus abc abc.. Diharapkan Diharapkan jawaban jawaban siswa siswa sebagai sebagai memenuhi persamaan dengan
♦ Minta siswa berikut. berikut.
2 Berdasarkan Definisi-7.1, Definisi-7.1, bentuk bentuk umum umum persamaan persamaan kuadrat kuadrat ax ax2 + bx bx + +c c= = 0, 0, Berdasarkan +

menemukan rumus abc, bagaimana cara menentukan nilai-nilai x yang memenuhi persamaan dengan rumus abc. Diharapkan jawaban siswa sebagai berikut.

Berdasarkan Definisi-7.1, bentuk umum persamaan kuadrat ax2 + bx + c = 0, dengan dengan a a,, b b,, c c adalah adalah bilangan bilangan real real dan dan a a≠ ≠ 0. 0. dengan a , b, c adalah bilangan real dan a ≠ 0.

b c c b ax22 + + bx bx + +c c= = 0, 0, a a≠ ≠0 0 x x22 + +b x x+ +c = =0 0 x x22 + +b x x+ +c = =0 0 ax a a a a a a a a

Menyuruh siswa siswa Menyuruh melakukan melakukan

b b b c  b 2 b 2 c x + +b x x+ + = +      = +  2a  a a  2a a  2a   2  a a   
x22

2

2

Menyuruh siswa  (x +  (x + melakukan manimanipulasi manipulasi pulasi aljabar, aljabar, dengan aljabar, dengan dengan mengingat sifat persamaan. ( (x x+ + mengingat sifat  mengingat sifat

b 22 b ) = = ) 2a a 2

b c b 2 c    - 2a  a  2a   a 

2

persamaan. persamaan.

b  b22  4ac ac  4 b  b   ) =    )=   2   2  2a a 4 a 2 4 a    
2a a 2 2a a 2 b22  4 4ac ac b

1 b x x= =-b   1 

b b22  4ac ac b  b 4  x    x11,,22 
Sifat-1

2a a 2

2 + c = 0, dengan a, b, dan c bilangan real dan a ≠ 0, Persamaan kuadrat ax2 + bx 2 Persamaan kuadrat ax + bx bx + +c c= = 0, 0, dengan dengan a a,, b b,, c c adalah adalah bilangan bilangan real real dan dan Persamaan kuadrat ax + maka akar-akar persamaan tersebut adalah

x1, 2 =

a≠ ≠−0 0,,± maka maka rumus abc abc untuk untuk menentukan menentukan akar-akar akar-akar persamaan persamaan tersebut tersebut a b b 2 − 4rumus ac
. 2a  b  b22  4ac x11,,22    b  b  4ac adalah x adalah

2a a 2

♦ Suruh siswa mencermati nilai diskriminan dan menentukan sifat-sifat akar sebuah persamaan kuadrat. Diharapkan siswa dapat menemukan hal berikut.

Suruh siswa siswa mencermati mencermati nilai nilai diskriminan diskriminan dan dan menentukan menentukan sifat-sifat sifat-sifat akar akar sebuah sebuah Suruh persamaan kuadrat. kuadrat. Diharapkan Diharapkan siswa siswa dapat dapat menemukan menemukan hal hal berikut. berikut. persamaan Sifat akar-akar akar-akar persamaan persamaan kuadrat kuadrat dapat dapat ditinjau ditinjau dari dari nilai nilai diskriminan, diskriminan, yaitu yaitu Sifat =b – – 4ac ac.. Sifat Sifat akar-akar X tersebut adalah. adalah. 240 = 4 Buku akar-akar Guru Kelas tersebut
2 b2

D D

2 1) jika jika D D> > 0, 0, maka maka persamaan persamaan kuadrat kuadrat ax ax2 + bx bx + +c c= = 0, 0, dengan dengan a a,, b b,, c c adalah adalah bilangan bilangan 1) +

real dan dan a a≠ ≠0 0 memiliki memiliki dua dua akar akar real real yang yang berbeda. berbeda. Misalkan Misalkan kedua kedua akar akar tersebut tersebut x x1 1 real dan x x2 maka x x1 ≠x x2 2,, maka 1≠ 2.. dan

Sifat akar-akar persamaan kuadrat dapat ditinjau dari nilai diskriminan, yaitu D = b2 – 4ac. Sifat akar-akar tersebut adalah. 1) Jika D > 0, maka persamaan kuadrat ax2 + bx + c = 0, dengan a, b, c adalah bilangan real dan a ≠ 0 memiliki dua akar real yang berbeda. Misalkan kedua akar tersebut x1 dan x2, maka x1 ≠ x2. 2) Jika D = 0, maka persamaan kuadrat ax2 + bx + c = 0, dengan a, b, c adalah bilangan real dan a ≠ 0 memiliki dua akar real yang sama (kembar). Misalkan kedua akar tersebut x1 dan x2, maka x1 ≠ x2. D = 0 ⇒ b2 – 4ac = 0 ⇒ b 2 − 4ac = 0 −b ± b 2 − 4ac −b = 2a 2a

b2 − 4ac 0 ⇒ x12 ==

−b ± b 2 − 4ac −b = 2a 2a

−b ± b 2 − 4ac −b b 2 − 4ac = 0 ⇒ x1 = x2 = 2a 2a 3) Jika D < 0, maka persamaan kuadrat ax2 + bx + c = 0, dengan a, b, c adalah bilangan real dan a ≠ 0 memiliki dua akar kompleks (tidak real) yang berbeda. Misalkan kedua akar tersebut x1 dan x2, maka x1 ≠ x2.

c. Menemukan Rumus Untuk Menentukan Hasil Jumlah dan Hasil Kali Akar-akar Persamaan Kuadrat Akar-akar sebuah persamaan kuadrat adalah bilangan-bilangan yang dapat dijumlahkan atau dikalikan. Bagaimana menentukan hasil jumlah dan hasil kali akara) Dapatkah kamu menentukan akar-akar persamaan kuadrat dengan aturan yang su akar dan kaitannya dengan koefisien-koefisien persamaan kuadrat tersebut? Untuk itu selesaikanlah masalah berikut. kamu miliki ? Aturan mana yang kamu pilih dari tiga cara di atas terkait den
menemukan hasil jumlah hasil kali persamaan kuadrat? Temukan aturan (rumus) rumus menentukan hasildan jumlah dan akar-akar hasil kali akar-akar persamaan b)kuadrat! Bagaimana syarat menjumlahkan dan mengalikan dua bentuk akar ?
♦ Mengarahkan siswa menemukan rumus hasil jumlah dan hasil kali akar-akar persamaan dalam koefisien-koefisien persamaan tersebut? kuadrat dengan memanfaatkan rumus ABC. Diharapkan siswa dapat melakukan hal berikut.

c) Dapatkah kamu menyatakan hasil jumlah dan hasil kali akar-akar persamaan kua

Alternatif Penyelesaian

di atas, akar-akar kuadrat persamaan kuadrat adalah BerdasarkanBerdasarkan rumus ABC rumus di atas,ABC akar-akar persamaan adalah sebagai berikut.

x1 

 b  b 2  4ac  b  b 2  4ac dan x2  2a 2a  b  b 2  4ac  b  b 2  4ac + 2a 2a
b a

a. Jumlah Akar-akar Persamaan Kuadrat x1 + x2 = x1 + x2 =
Matematika

241

b. Hasil Kali Akar-akar Persamaan Kuadrat

dalam dalam koefisien-koefisien koefisien-koefisien persamaan persamaan tersebut? tersebut? Alternatif Alternatif Penyelesaian Penyelesaian Berdasarkan Berdasarkan rumus rumus ABC ABC di di atas, atas, akar-akar akar-akar persamaan persamaan kuadrat kuadrat adalah adalah
2 2  4ac 4ac b b2  ac dan x   b b2  ac b  b 4 b  b 4 x  2 x1 x   dan 2 1 2 2 2a a 2a a a. Jumlah Akar-akar a. Jumlah Jumlah Akar-akar Akar-akar Persamaan Persamaan Kuadrat Kuadrat a. Persamaan Kuadrat 2  b  b 4 b  b b2  4ac ac +  b x + x = 1 2 x1 + x2 = + 2 a 2a  b b + x2 = x x1 = 1 + x2 a a 2 b 4 b2  4ac ac 2 a 2a

b. Hasil b. PersamaanKuadrat Kuadrat b. Hasil Hasil Kali Kali Akar-akar Akar-akar Persamaan Persamaan Kuadrat
2 2        b b  b b2  4 4ac ac  b b  b b2  4 4ac ac        x  x = x1 1  x2 2=     2 a 2 a     2 a 2 a       
2 2 b b2  ( (b b2  4 4ac ac) ) x  x = 2 x1  x = 2 1 2 2 4 4a a c c  x2 = x = x1 1  x2 a a

Berdasarkan kedua rumus di atas, disimpulkan Sifat-2 Berdasarkan Berdasarkan kedua kedua rumus rumus di di atas, atas, disimpulkan disimpulkan Persamaan kuadrat ax2 + bx + c = 0, dengan a, b, c adalah bilangan real dan 2 kuadrat ax + = a ≠ 0 Persamaan dengan akar-akar x maka Persamaan kuadratx1 dan ax2 + +2,bx bx +c c diperoleh = 0, 0, dengan dengan a a,, b b,, c c adalah adalah bilangan bilangan real real − b c dan dan xdan maka diperoleh 1 2, x1 + x2 x = x1 × x2 = dan a a≠ ≠0 0 dengan dengan akar-akar akar-akar x diperoleh 1 dan x 2, maka a a c  b c  b x + x = dan x  x = x1 dan x1 1 + x2 2= 1  x2 2= a a a a d. Persamaan Kuadrat Dengan Akar-akar x1 dan x2 Pada materi sebelumnya kita telah menemukan konsep persamaan kuadrat. Kemudian kita dapat menentukan akar-akar persamaan kuadrat tersebut dengan aturan-aturan yang telah ditemukan. Sekarang bagaimana menemukan sebuah persamaan kuadrat, jika SISWA akar-akarnya diketahui ? Untuk itu pecahkanlah masalah 241 BUKU 241 BUKU PEGANGAN PEGANGAN SISWA berikut.
Sebuah persamaan kuadrat memiliki akar-akar x1 dan x2. Temukanlah persamaan kuadrat yang dimaksud.
♦ Mengarahkan siswa menemukan persamaan kuadrat, jika diketahui akar-akarnya dengan memanfaatkan rumus hasil jumlah dan hasil kali akar-akar persamaan yang diinginkan. Diharapkan siswa dapat melakukan hal berikut.

242

Buku Guru Kelas X

Mengarahkan siswa menemukan persamaan kuadrat, jika diketahui akar-akarnya dengan memanfaatkan rumus hasil jumlah dan hasil kali akar-akar persamaan yang diinginkan. Diharapkan siswa dapat melakukan hal berikut. Jika Jika diketahui akar-akar persamaan x dan dapat menemukan diketahui akar-akar persamaan kuadrat kuadrat x dan x2 x maka kitakita dapat menemukan 2 maka 11 persamaan kuadratnya. Berdasarkan definisi-1, kita memiliki bentuk umum persamaan persamaan kuadrat ax2 + bx + c = 0, dengan a, b, c adalah bilangan real dan a ≠ 0. kuadrat ax2 + bx + c = 0, dengan b a, b, c c adalah bilangan real dan a ≠ 0
2

persamaan kuadratnya. Berdasarkan definisi-1, kita memiliki bentuk umum

ax2 + bx + c = 0, a ≠ 0 ⇒ x2 + x + = 0 cc a b ax + bx + c = 0, a ≠ 0  x2 + x + =x0)x + x × x = 0 2 ⇒ + 1 2 1 2 ax – (xa Sifat-3 ⇒ (x – x )x –x (x – x ) = 0  x2 – x1  x21 x +2 x1  x1 2=0 ⇒ (x – x1)(x – x2) = 0  (x – x1) x – x2 (x – x1) = 0

b a c x1  x2 = a

x1 + x2 =

 (x -– x1)(x – x2) = 0

Persamaan kuadrat dengan akar-akar x1 dan x2 adalah (x – x1)(x – x2) = 0.

Uji Kompetensi (x - 7.2 x1)(x – x2) = 0

Persamaan kuadrat dengan akar-akar x1 dan x2 adalah

1. Persamaan (m – 1)x2 + 4x + 2m = 0 lebih cepat 1 jam dari mesin jenis mempunyai akar-akar real. Tentukan 2 kedua. Sementara jika2 kedua nilai m yang memenuhi! dan x2 Persamaan (m – 1)x + 4x + 2m = 1. Persamaan Kuadrat Dengan Akar-akar x1 mesin 2. Jika a dan b adalah akar-akar sekaligus, dapat 0 mempunyai akar-akar2real. Tentukan nilai mdigunakan yang memenuhi! persamaan ax + bx +x c2 = Persamaan (m – 1) + 0, 4x + 2m menggiling = at Dengan Akar-akar x1 dan x2kuadrat satu peti padi selama 6 2. Jika  dan  adalah akar-akar persamaan kuadrat ax2 + bx + c = 0, tunjukkan bahwa tunjukkan bahwa jam. akar real. Tentukan nilai m yang memenuhi! 4 2 2 2 a. Berapa b  4 ab c  2 a c b 2 jam 4ac waktu yang digu42 2 akar-akar persamaana. kuadrat ax tunjukkan bahwa 4 +  =+ bx + c = 0, b. (   ) = 2 4 nakan mesin jenis pertama a a 2 2 2 2 untuk menggiling satu peti padi. 4ab c  2a c b  4ac 2 2 3. Akar-akar persamaan kuadrat x 2 x + 5 = 0 adalah p dan q . Temukan persamaan b. (   ) = b. Berapa jam waktu yang digunaa2 a4 kan mesin jenis kedua untuk kuadrat yang akar-akarnya (p + 2) dan (q + 2)! 3. persamaan x2 persamaan – an kuadrat x2 - 2 x +Akar-akar 5 = 0 adalah p dan q.kuadrat Temukan menggiling satu peti padi. 4. Dua mesin penggiling padi digunakan2 untuk menggiling satu peti padi. 2x + buah 5 = 0jenis adalah p dan q. Temukan 5. Jika a + a – 3 = 0, maka nilai terbesar akarnya (p + 2) dan (q + 2)! persamaan kuadrat yang akar1 yang mungkin menggiling satu peti mesin lebihdari cepat jam dari mesin esin penggiling padiUntuk digunakan untuk menggiling satu peti jenis padi.3pertama akarnya (p + 2) dan (q + 2)!padi, 2 2 .... a +4 a + 9988 adalah 4. Dua buah jenis mesin penggiling 1 6. Pada sebidang tanah akan didirikansatu Sementara jika kedua digunakan sekaligus, dapat menggiling satu peti padi, mesinjenis jeniskedua. pertama lebih cepat jam mesin dari mesin padi digunakan untuk menggiling sebuah sekolah SD. Bentuk tanah 2 peti selama jam. menggiling satupadi peti padi.6 Untuk dan ukuran tanah dapat dilihat pada ntara jika kedua mesin digunakan sekaligus, dapatpertama menggiling satu satu peti padi, mesin jenis a. Berapa jam waktu yang digunakan mesin gambar. jenis pertama untuk menggiling satu peti am. padi. ktu yang digunakan mesin jenis pertama untuk menggiling satu peti 243 b. Berapa jam waktu yang digunakan mesin jenis kedua untuk menggiling satu peti Matematika

padi. ktu yang digunakan mesin jenis kedua untuk menggiling satu peti 5. Jika maka nilai terbesar yang mungkin dari maka nilai terbesar yang mungkin dariadalah. . . .

Berapakah ukuran ba dapat dilihat pada gambar. dapat dilihat pada gambar. 2 luas bangunan 1500 m ? E dapat dilihat pada gambar. C 5.5. Jika maka nilai nilaiterbesar terbesar yang mungkin dari ukuran bangunan luas bangunan 1500 Jika maka yang mungkin dari F C Berapakah sekolah agar Berapakah ukura C 2 Berapakah ukuran bangunan sekolah agar E luas bangunan 1500 m ? E F adalah. adalah. .. .. .. luas bangunan 1 F D A luas bangunan 1500 m2? B 100 m E F E F SD. Bentuk tanah D B A 6. Pada sebidang tanah akan didirikan sebuah sekolah dan ukuran tanah D B E 6. Pada sebidang tanah akan didirikan sebuah sekolah SD. Bentuk tanah dan ukuran tanah A 100 m F 100 m 7. , nilai dari dapatdilihat dilihat pada pada gambar. gambar. dapat D B A D B A 100 m C 100 m 7. , nilai dari C Berapakah ukuran bangunan sekolah agar 8. Jika √ √ 7. , nilai dari sekolah agar D B Berapakah ukuran bangunan A 100 m 2 untuk1500 m ? 2 luas bangunan nilai yang mungk 8. Jika √√ 7. √ , nilai dari luasJika bangunan 1500 ,m ? dari 8. √maka 7. nilai √ √ untuk E nilai yang mungkin untuk untuk , nilai 7.F E dari 9. Hasil pemfaktoran dari : maka nilai yang mu 8. Jika √√ √ F 8. √√ Jika adalah √ ada √… √ untuk untuk maka nilai yang mungkin 8. Jika √ √ 9. Hasil pemfaktoran dari : adalah. . . D B 9. Hasil pemfaktoran dari : A adalah √√ 100 m √D B untuk √… A 100 9. m Hasil pemfaktoran dari : 9. Hasil pemfaktoran dari : adalah. . . adalah … √ √ , nilai dari 7. 9. Hasil pemfaktoran dari : adalah. .... .. 7. , nilai dari
padi.

50 m

50 m

50 m

9. Hasil pemfaktoran dari :

untuk 8. Jika √ untuk √

8. Jika √

50 m 50 m

50 m

50 m

50

9. Hasil √ pemfaktoran dari :

Projek

maka nilai yang mungkin

Himpunlah informasi penggunaan sifat-sifat dan aturan yang berlaku pada persamaan kuadrat di bidang ekonomi, fisika, dan teknik bangunan. Kamu dapat mencari informasi tersebut dengan menggunakan internet, buku-buku dan sumber lain yang relevan. Temukan berbagai masalah dan pemecahannya menggunakan aturan dan sifat-sifat akar persamaan kuadrat. Buatlah laporan hasil kerjamu dan sajikan di depan kelas!

maka nilai yang mungkin

adalah … adalah. adalah … ..

adalah. . .

2. FUNGSI KUADRAT
BUKU PEGANGAN SISWA a. Menemukan Konsep Fungsi Kuadrat BUKU PEGANGAN SISWA Fungsi kuadrat sering kita temukan dalam permasalahan kehidupan nyata BUKU PEGANGAN SISWA yang menyatu pada fakta dan lingkungan budaya kita. Konsep fungsi kuadrat dapat BUKU PEGANGAN SISWA ditemukan di dalam pemecahan permasalahan yang kita hadapi. Untuk itu perhatikan BUKU PEGANGAN SISWA dengan cermat permasalahan-permasalahan yang diberikan. 243 BUKU PEGANGAN SISWASISWA BUKU PEGANGAN
♦ Untuk menemukan konsep fungsi kuadrat, ajukan pada siswa masalah-8, 9, dan 10 secara berkelanjutan untuk dipecahkan. Berikan kesempatan pada siswa lebih dahulu berusaha memikirkan, bersusah payah mencari ide-ide, berdiskusi, mencari Pemecahan masalah di dalam kelompok. Dari beberapa model matematika berupa fungsi kuadrat, minta siswa secara individu maupun kelompok berdiskusi menuliskan ciri-ciriPEGANGAN fungsi kuadrat dan berdasarkan ciri-ciri tersebut minta siswa menuliskan konsep BUKU SISWA fungsi kuadrat dengan kata-katanya sendiri.

243

243

243

244

Buku Guru Kelas X

Masalah-7.5
Untuk pengadaan air bersih bagi masyarakat desa, anak rantau dari desa tersebut sepakat membangun tali air dari sebuah sungai di kaki pegunungan ke rumah-rumah penduduk. Sebuah pipa besi yang panjangnya s dan berdiameter d ditanam pada kedalaman 1 m di bawah permukaan air sungai sebagai saluran air. Tentukanlah debit air yang mengalir dari pipa tersebut. (Gravitasi bumi adalah 10 m/det2).

2) Bagaimana tekanan air pada pangkal pipa dan diujung pipa dan aturan apa yang terka dengan keadaan tersebut? aturan pada pertanyaan 2)?
7.6saat Sumber Air Bersih mengingat rumus debit Gambar zat cair, Kamu belajar di Sekolah Dasar kelas V ?

3) Dapatkah kamu menentukan kecepatan air yang keluar dari mulut pipa menggunak

4) Dapatkah kamu menentukan besarnya debit air yang mengalir dari pipa denga 5) Apa keterkaitan luas penampang pipa dengan kecepatan air mengalir.
♦ Arahkan siswa memahami masalah dan menginterpretasikan masalah dalam gambar.

Alternatif Penyelesaian
Alternatif Penyelesaian

V2

A2 h1

Pipa

A1 …………………… …………………… h Sungai …………………… …………………… …………………… p1 = gh ……………………

h2

Gambar 7.7 Ilustrasi Posisi Pipa di Dalam Sungai

Gambar 7.7: Ilustrasi Posisi Pipa di Dalam Sungai Misalkan: Misalkan: p1 adalah tekanan air pada mulut pipa p2 adalah tekanan air pada ujung pipa p 1 adalah tekanan air pada mulut pipa h adalah kedalaman pipa di bawah permukaan air sungai. h adalah ketinggian pipa dari permukaan p tekanan air pada ujung pipa tanah. 21 adalah

h adalah kedalaman pipa di bawah permukaan air sungai. h1 adalah ketinggian pipa dari permukaan tanah. h2 adalah ketinggian permukaan air sungai. V1 adalah kecepatan air sungai mengalir V2 adalah kecepatan air mengalir dari ujung pipa.
Matematika

245

h2 adalah ketinggian permukaan air sungai. V1 adalah kecepatan air sungai mengalir V2 adalah kecepatan air mengalir dari ujung pipa. A1 adalah penampang permukaan air sungai A2 adalah penampang permukaan ujung pipa
♦ Membantu siswa mengkoordinasi pengetahuan dan keterampilannya untuk menemukan aturan-aturan, hubungan-hubungan, struktur-struktur yang belum diketahui. Mengajak siswa menganalisis, apa yang terjadi jika A1 jauh lebih luas dari A2. Diharapkan jawaban siswa sebagai berikut.

Jika A1 >>> A2 maka V1 <<< V2, akibatnya V1 menuju 0 (nol).

Kecepatan air mengalir dari pipa adalah V  gh Kecepatan air mengalir dari pipa adalah V = V2 gh  Kecepatan air mengalir dari pipa adalah = Kecepatan air mengalir dari pipa adalah V ==2 gh 22 gh Kecepatan Kecepatan air mengalir dari pipa adalah VV = =pipa 2 gh  airair mengalir dari pipa adalah 2 gh Debit yang mengalir dari sebuah adalah volume air yang mengalir persatuan wa Debit air yang mengalir dari sebuah pipa adalah volume air yang mengalir persatuan waktu. Debit air yang mengalir dari sebuah pipa pipa adalah volume air yang mengalir persatuan waktu. Debit mengalir dari sebuah pipa adalah volume air yang mengalir persatuan air yang mengalir dari sebuah adalah volume air yang mengalir persatuan waktu. Debit air yang mengalir dari sebuah pipa adalah volume air yang mengalir persatuan waktu. Debit air yang mengalir dari sebuah pipa adalah volume air air yang mengalir persatuan waktu. Debit air yang mengalir dari sebuah pipa adalah volume yang mengalir persatuan waktu. waktu.

Karena tekanan air pada pangkal pipa Jika >>> A maka V akibatnya V 0 (nol). Jika Jika A1 >>> A maka V <<< V ,<<< akibatnya V1 menuju 0 dan (nol). A A maka VV <<< V ,V akibatnya V menuju 0 (nol). A1A >>> A <<< V ,2,akibatnya V menuju 0 (nol).pipa sama maka berdasarkan gamb >>> V2 akibatnya V1V menuju 0diujung (nol). Jika >>> A maka V <<< akibatnya 0 (nol). 1 2 1menuju 2 1 2 2 1 1A 2 1 2maka 11 11 2 2 1 11 Jika A11 >>> A2 2 maka V1 <<< V2, akibatnya V1 menuju 0 (nol). Karena tekanan air pada pangkal pipa dan diujung pipa sama maka berdasarkan atas persamaan Karena tekanan air pada pangkal pipa dan diujung pipa sama maka berdasarkan gambar di di Karena tekanan air diperoleh pada pangkal pipa pipa dan diujung pipa pipa sama maka berdasarkan gambar di Karena tekanan air pada pangkal dan diujung sama maka berdasarkan gambar didi Karena tekanan air pada pangkal pipa dan diujung pipa sama maka berdasarkan gambar Karena tekanan air pada pangkal pipa dan diujung pipa sama maka berdasarkan gambar Karena di tekanan air pada pangkal pipa dan diujung pipa sama maka berdasarkan gambar di gambar atas diperoleh persamaan atas diperoleh persamaan atas diperoleh persamaan atas diperoleh persamaan 1 1 atas diperoleh persamaan atas diperoleh persamaan atas diperoleh p1 + persamaan  gh1 +  V12 = p2 + gh2 +  V22 2 2 1 11 1 12 1 2 11 2 2 2 2 22 11 2= gh +  = p gh p V V2 p1 + p 1 gh +  = p +  gh +  V V  gh + p +  gh + V p+  gh +  = p +  gh ++ 1 1 V 1 2 1 2 2 11+ 1 22 22 1= 1 2 V 1V 2 2 2 22 +  gh +  p +  gh +  p V V 1 1 1 2 2 p1 + gh   2V11 = p2 + gh 2V2 2 21 + 222 22 +12 2 2 2 g(h1 – h2) = 2 V22 (karena V12 menuju nol) 1 121 11 2 2 2 2 2 2 22  ( h – (karena menuju nol) V V1 g(h – )– =  nol) nol) V V1 menuju ( hg )h = (karena V V1V 22 2 menuju 1  g ( –h ) ==  (karena nol) V 1h 2) 1g 2h 1 2h 1 2 2 (karena 2 22 2 1menuju  g ( h – ) =  (karena menuju nol) V 1 2 g(h1 – h2  nol) V1V 2V2 2 (karena 2) = 2 2 1menuju 1 2 2 gh = V 2 (karena h = h – h ) 1 2 2 1 21 112 2 2 2= h (karena h = h – h ) gh = V gh =gh (karena h – ) V (karena h = h – h ) = V 1 gh 2=1 2V 2 1 h =1 2h1 1–2h2) 2 2 (karena 22 (karena –2) h2) gh =2 2 V hh == h1h – gh V 2 2 = 1h 2 2 (karena 22 2gh = V22  V2 = 2 gh 2 2 22 2 gh =  V =2 gh gh V 2gh =  = 2 V 2gh =V V2V = 22 gh = 22 gh V 2= 2 2gh 2 2 2 2V 2 gh V 2=  VV 2 gh= = 2 gh V 22  2 = 2 gh Kecepatan air mengalir dari pipa adalah V =

2 gh

. 1 2 1 1 2 11 q 2 = 2 2 (  d )( 2 gh ) (penampang pipa berbentuk lingkaran, luas penampang pipa adal  q = ( d )( (penampang pipa berbentuk lingkaran, luas penampang pipa adalah A 2 gh = )(  ) (penampang pipa pipa berbentuk lingkaran, luas luas penampang pipa pipa adalah A q = (q q 2 gh = (d1 d2 )( ) berbentuk lingkaran, penampang adalah AA 2 gh d )( ) )(penampang pipa berbentuk lingkaran, luas penampang pipa adalah ( 2 gh 4 gh ) (penampang (penampangpipa pipa berbentuk lingkaran, luas penampang pipa 4d 2 )( 2 q (penampang berbentuk lingkaran, luas penampang pipa adalah A 4= (4 4 1 q = ( 4  d )( 2 gh ) (penampang pipa berbentuk lingkaran, luas penampang pipa adalah A 1 2 1 2 12 4 1 21 2 22 22  = r d diameter , d ddiameter adalah diameter pipa) adalah A adalah diameter   r , adalah adalah pipa) pipa) =  = r2 d d adalah diameter pipa) ==  r = d ,d d pipa) 1,  = r == d ,= ddadalah diameter pipa) 2 2 4  = 4 r =4 d , d adalah diameter pipa) 4 4 1yang Debit air4 dari pipa dinyatakan dalam fungsi berikut  d2,mengalir = r2 = d adalah diameter pipa) 4 Debit air yang mengalir dari pipa dinyatakan dalam fungsi berikut Debit air yang mengalir dari pipa dinyatakan dalam fungsi berikut Debit air yang mengalir dari pipa dinyatakan dalam fungsi berikut Debit air yang mengalir dari pipa dinyatakan dalam fungsi berikut Debit air yang mengalir dari pipa dinyatakan dalam fungsi berikut Debit air yang mengalir dari pipa dinyatakan dalam fungsi berikut 246 Buku Guru Kelas X Debit air yang mengalir dari pipa dinyatakan dalam fungsi berikut 20 20 20 20 2 2 2 220  (= d = ) d ,dd  R , d, 0 R, d  0 (1)   q( d) =(q (q )d ,) d  ,  0 (1) (1)  q d )d ( ) d ,R d R ,R d 0  ( ) )= ( (20 )( d  ,d d2  (1)  q (d = ) d0  (1)  2  q(d) =  R, d  0 (1)  )d , d4 4 ( 4 44 4 20  q(d) = ( (1)  )d2, d R, d  0 4 Kain tenun yang berasal dari Sumatera Barat atau yang lebih dikenal dengan songket KainKain tenun yang berasal dari Sumatera Barat atau yang lebih dikenal dengan songket tenun yang berasal dari Sumatera atau yang lebih dikenal dengan songket Kain tenun yang berasal dari Sumatera Barat atau yang lebih dikenal dengan songket Kain tenun yang berasal dariBarat Sumatera Barat atau yang lebih dikenal dengan son Kain tenun yang berasal dari Sumatera Barat atau yang lebih dikenal dengan songket

.

. .. .

.

1 q = (  d2 )( 2 gh ) (penampang pipa berbentuk lingkaran, luas penampang pipa adalah A 4
= r2 =

1 2  d , d adalah diameter pipa) 4

Debit air yang mengalir dari pipa dinyatakan dalam fungsi berikut  q(d) = (
20  )d2, d R, d  0 .................................................. (1) 4

(1)

Kain berasal dari Sumatera atau lebih yang dikenal lebih dikenal Kain tenuntenun yang yang berasal dari Sumatera Barat Barat atau yang dengan songket dengan songket Minangkabau merupakan suatu hasil karya tradional yang perlu Minangkabau suatu hasil karya tradional yang perlu dipertahankan. dipertahankan. merupakan kekayaan motifnya ternyata juga memiliki arti dan nilai kebersamaan kekayaan tersendiri.ternyata Adapunjuga jenis-jenis motif dari nilai kain kebersamaan songket Minangkababu tersebut jenis-jenis motifnya memiliki arti dan tersendiri. Adapun diantaranya adalah motif Pucuk Rabuang, motif Itiak Pulang Patang, motif Kaluak motif kain songket tersebut diantaranya adalah motif Pucuk Paku, dari dan yang lainnya. Minangkababu Motif Kaluak Paku misalnya memiliki makna bahwa kita Rabuang, sebagai manusia haruslah mawas diriKaluak sejak kecil, dan perlu belajar sejak dini mulai motif Itiak Pulang Patang, motif Paku, dan yang lainnya. Motif Kaluak Paku dari keluarga. Pendidikan dalam keluarga menjadi bekal utama untuk menjalankan misalnya memiliki maknaSetelah bahwa dewasa kita sebagai manusia haruslah mawas diri sejak kecil, dan kehidupan di masyarakat. kita harus bergaul ke tengah masyarakat, sehingga bekal hidup dari keluarga bisa menjadikan diri lebih kuat dan tidak mudah terpengaruh hal negatif. Selain itu juga, motif Kaluak Paku juga memiliki makna lainnya, yaitu seorang pemimpin harus mampu menjadi teladan bagi masyarakat yang 247 BUKU PEGANGAN ada disekitarnya. UkuranSISWA panjang dan lebar kain songket cukup bervariasi. Ukuran panjang dan lebar kain songket cukup bervariasi. Sekarang mari kita perhatikan salah satu jenis kain songket yaitu kain sonket motif Kaluak Paku, dalam hal ini kita jadikan bahan inspirasi mengangkat masalah matematika terkait fungsi kuadrat.

Masalah-7.6
Sebuah kain songket dengan ukuran panjang 9 m dan lebar 3 m. Di bagian 4 4 tengah terdapat 5 bagian daerah yang 451 m m. Tentukan ukuran luas seluruhnya 400 bagian kain songket yang berwarna merah dan daerah berambu benang.
Gambar 7.8 Kain Songket

♦ Pahamilah masalah di atas, artinya kamu tuliskan hal apa yang diketahui, apa yang ditanyakan, dan interpretasikan dalam gambar. Gunakan variabel untuk menyatakan masalah dalam matematika. Ingat konsep dan aturan-aturan apa saja yang terkait dengan masalah yang dihadapi sehingga dapat terpecahkan.

Matematika

247

Cermatilah beberapa pertanyaan yang mengarahkan kamu bekerja lebih efektif. 1) Berbentuk apakah daerah bagian dalam kain songket. Bagaimana kamu menentukan luas daerah tersebut? 2) Apakah ada keterkaitan konsep dan prinsip persamaan kuadrat untuk menentukan ukuran daerah bagian dalam kain songket? Alternatif Penyelesaian Misalkan:

9 3 27 451 1 7 m 4 4 16 400 10 5 9 3 27 451 1 7 Lebar kain songket adalah = m. 4 4 16 400 10 5 Lebar daerah berwarna merah dan berambu benang adalah x m. Akibatnya panjang dan lebar daerah bagian dalam masing-masing (p – 2x) m dan (l – 2x) m Panjang kain songket adalah p = Secara keseluruhan, bagian-bagian kain songket dapat digambarkan sebagai berikut.

Karena daerah bagian dalam kain songket berbentuk persegi panjang, maka luas bagian dalam kain songket adalah L1 = ( p − 2 x)(1 − 2 x) Menanyakan pada siswa, jika
harga x berubah bagaimana   3 9 L1 ( x) =  − 2 x   − 2 x  nilai L1 apakah ikut berubah?   4 4 27  18 6  −  +  x + 4 x2 L1 ( x) = 16  4 4  27 ∴ L1 ( x) = 4 x 2 − 6 x + , x ∈ R, x ≥ 0 .............. ........................... (Pers. 1) 16 9 3 27 451 1 7 Pada soal diketahui luas daerah bagian dalam kain songket L1(x) = m2, sehingga 4 4 16 400 10 5 Persamaan-1 dapat dijadikan dalam bentuk persamaan kuadrat

248

Buku Guru Kelas X

451 27 ⇒ L1 ( x) = 4 x 2 − 6 x + 400 16 27 451 ⇒ = 4 x2 − 6 x + 16 400 675 451 ⇒ 4 x2 − 6 x + − =0 400 400 14 ⇒ 4 x2 − 6 x + =0 25 14   1  ⇒  2x −   2x −  = 0 5  5  7 1 ⇒ x = atau x = 5 10 Ukuran panjang dan lebar daerah kain songket yang berwarna merah ditentukan sebagai berikut L1 ( x) = 1 9 1 41 ⇒ p1 = p − 2 x = − = m 10 4 5 20 3 1 11 1 x = ⇒ l1 = l − 2 x = − = m 10 4 5 20 x= 9 3 9 27 3 451 27 1 4517 1 7 Ukuran panjang dan lebar daerah berambu benang adalah m × m. 4 4 16 4 4 400 16 10 4005 10 5 9 3 27 451 1 7 Untuk harga x = tidak berlaku sebab menghasilkan panjang p1dan lebar l1 bernilai 4 negatif. 4 16 400 10 5 Kenyataan hidup terkadang berbeda dengan apa yang kita harapkan. Seperti Pak Ketut yang memiliki ijazah Sarjana Pertanian, telah lama dan berulangkali melamar pekerjaan di kota Jakarta. Ternyata, ia belum beruntung memanfaatkan ijazahnya sampai saat ini. Akhirnya, ia kembali ke Pulau Dewata dan berencana membuat keramba ikan Gurami dan Udang. Tetapi, ia mendapat masalah sebagai berikut.

Matematika

249

Masalah-7.7
Pak Ketut memiliki jaring jala sepanjang 60 m. Ia ingin membuat keramba ikan gurami dan udang. Kedua keramba ikan dibuat berdampingan, seperti tampak pada gambar berikut.
Gambar 7.9 Keramba Ikan Gurami dan Udang

♦ Arahkan siswa memahami masalah dan menginterpretasikan masalah dalam gambar dan memperhatikan Gambar-7.9 di buku siswa.

Misalkan panjang keramba y m dan lebarnya x m, serta kelilingnya keramba k m. Tentukanlah ukuran keramba agar luasnya maksimum! Alternatif Penyelesaian Penampang permukaan keramba dapat digambarkan sebagai berikut.

Gambar 7.10 Posisi Tambak

Karena panjang jaring jala yang tersedia adalah 60 m maka keliling keseluruhan permukaan keramba ikan adalah 1 1 1 1 1 2 3 3 4 K = 2y + 3x = 60 ⇒ 2y = 60 – 3x ⇒ y = 30 – x 5 6 2 3 4 3 4 2 3 Luas keseluruhan permukaan keramba ikan adalah L = panjang × lebar L=y×x 250

Buku Guru Kelas X

1 1 1 1 1 2 3 3 4 1 1 1 1 1 2 3 3 4 y = 30 – x ⇒ L = y × x ⇒ L = (30 – x)x 5 6 2 3 4 3 4 2 3 5 6 2 3 4 3 4 2 3 ⇒ L = 30x – x2 Karena luas permukaan keramba tergantung nilai x maka persamaan fungsi luas dapat dinyatakan sebagai berikut. 1 1 1 1 1 2 3 3 4 ∴ L(x) = 30x – x2, x ∈ R, x ≥ 0 5 6 2 3 4 3 4 2 3 Dengan mengambil beberapa harga x, diperoleh beberapa harga L dan disajikan pada

Dengan mengambil beberapa harga x, diperoleh beberapa harga L dan disajikan pada tabel berikut.tabel berikut Nilai x Nilai L
7.1 Nilai L dengan x merupakan bilangan bulat genap positif Tabel Tabel 7.1: Nilai L dengan x merupakan bilangan bulat genap positif

0 0

2 54

4 96

6

8

10

12

14 126

16 96

18 54

20 0

126 144 150 144

Sekarang mari kita gambarkan grafik fungsi L(x) = 30x – x2 3 pada bidang koordinat Sekarang maribantuan kita gambarkan fungsi (x) tabel = 30di x atas. – x2 pada bidang koordinat dengan nilai-nilai x grafik dan L yang ada L pada

dengan bantuan nilai-nilai x dan L yang ada pada tabel di atas. 200
175

L

2

L
200 175 150 125 100 75

150 125 100 75 50 25 0 2

P (10, 150)

P (10,150)
x

4 6 8 10 12 14 16 18 20 Gambar 7.11 Grafik Fungsi Kuadrat

Coba cermati harga-harga x dan l di dalam Tabel 7.1 dan grafik fungsi 50 l(x) =25 30x – 3 x2, x ≥ 0 memiliki ciri-ciri sebagai berikut. 2

x a) Kurva 0 terbuka 2 ke 4 bawah6 10 12 16 18 20 b) Grafik memotong sumbu-x pada dua titik yang berbeda yaitu titik (0, 0) dan titik (20, Gambar 0). 7.11: Grafik Fungsi Kuadrat Coba cermati harga-harga x dan L di dalam tabel 7.1 dan grafik fungsi L(x) = 30x –
Matematika

3 2 x, x 251 2

 0 memiliki ciri-ciri sebagai berikut. a) Kurva terbuka ke bawah b) Grafik memotong sumbu-x pada dua titik yang berbeda yaitu titik (0, 0) dan

x ∈ R. luas maksimum diperoleh saat lebar dan panjang permukaan keramba ikan. • • •  20  2 q(d) =   3 π  d . Dari hasil diskusi siswa secara klasikal ditetapkan. 252 Buku Guru Kelas X . Diharapkan siswa menemukan beberapa fungsi kuadrat berikut. d ∈ R. Ciri-ciri fungsi kuadrat.c) Grafik fungsi mencapai puncak pada titik (10. 4 4 16 400 10 5 (x) = 30x – 3 x . ♦ Berdasarkan ciri-ciri fungsi kuadrat di atas. x ∈ R. 2 2 ♦ Menyuruh siswa untuk meuliskan ciri-ciri dari fungsi kuadrat secara individual dan hasilnya didiskusikan secara klasikal. d ≥ 0. sehingga garis x = 10 dapat dikatakan sebagai sumbu simetri grafik fungsi 3 L(x) = 30x – x2. 9. berdasarkan pengetahuan yang telah dimiliki sebelumnya di SMP. 150). dan 10. d) Garis x = 10 membagi dua luas (sama besar) daerah di bawah kurva. 2 Berdasarkan grafik fungsi di atas. suruh siswa menuliskan pengertian fungsi kuadrat dengan kata-katanya sendiri dan hasilnya diskusikan secara klasikal. • Sebuah fungsi • Memuat sebuah variabel bebas atau peubah bebas • Pangkat tertinggi variabel bebasnya adalah 2 dan pangkat terendahnya adalah 0 • Koefisien variabel bebas adalah bilangan real • Koefisien variabel berpangkat 2 tidak sama dengan nol. • Koefisien variabel berpangkat 1 dan 0 dapat bernilai 0.   9 3 27 451 1 7 l1(x) = 4x2 – 6x + . x ≥ 0. yaitu x = 10 m dan y = 15 m 3 x = 10 m dan y = 30 – x ⇒ y = 15 m 2 Luas maksimum permukaan keramba ikan adalah L= 150 m2 ♦ Menyuruh siswa menemukan fungsi kuadrat pada langkah Pemecahan Masalah-8. x ≥ 0. Diharapkan siswa menuliskan ciri-ciri fungsi kuadrat sebagai berikut.

5 Didefinisikan h(t) = (t – 2)2. Fungsi g ini disebut juga fungsi konstan. dengan g(x) = c. 253 Matematika . c ∈ B. ∀ x ∈ A. c ∈ R dan a ≠ 0. Apakah fungsi h merupakan fungsi kuadrat? • Diharapkan siswa memberikan jawaban sebagai berikut. t ∈ R. B ⊂ R. didefinisikan fungsi f : A → B.2 di atas. Contoh 7. ajukan beberapa contoh dan bukan contoh fungsi kuadrat yang ada pada buku siswa dan meminta siswa memberikan alasan mengapa fungsi yang diberikan merupakan fungsi kuadrat atau bukan fungsi kuadrat.2 Fungsi kuadrat dalam x adalah suatu fungsi yang berbentuk f(x) = ax2 + bx + c.Definisi 7. dan c adalah bilangan real dan a ≠ 0. dengan f(x) = ax2 + bx + c. didefinisikan fungsi g : A → B. Apakah fungsi g merupakan fungsi kuadrat? • Diharapkan siswa memberikan jawaban sebagai berikut. b. dengan a. Fungsi g dapat dinyatakan. g(x) = c ⇒ g(x) = 0x2 + 0x + c. Misalkan A.4 Misalkan A. b. Fungsi g bukan merupakan fungsi kuadrat sebab nilai fungsi g adalah konstanta c untuk setiap x anggota domain A. ♦ Untuk lebih memahami konsep fungsi kuadrat di atas. Cermati pemahaman siswa dari alasan-alasan yang diberikan. Contoh 7. B ⊂ R. bahwa a ≠ 0. h merupakan fungsi kuadrat sebab 1) h merupakan suatu fungsi. Hal ini tidak memenuhi syarat Definisi-7. Berarti koefisien x2 adalah 0. Dengan : x adalah variabel bebas atau peubah bebas a adalah koefisien dari x2 b adalah koefisien dari x c adalah konstanta persamaan f(x) adalah nilai fungsi yang tergantung pada nilai variabel x. a.

y ∈ R} Didefinisikan f : A → B f : x → x3. f merupakan fungsi kuadrat sebab a) f merupakan fungsi dengan daerah asal (domain) f adalah Df = A. Contoh 7. ∀ x ∈ A Apakah fungsi f merupakan fungsi kuadrat? • Diharapkan siswa memberikan jawaban sebagai berikut. t ∈ R. ∀ x ∈ A. ∀ x ∈ A. x. 3) Koefisien t2 adalah a = 1 ≠ 0. dengan f (x) = x2 + 3x + 8.7 Misalkan himpunan A = {x | 0 ≤ x ≤ 3. bukan merupakan fungsi kuadrat sebab pangkat tertinggi dari variabel x adalah 3. y ∀ R} .2) h(t) = (t – 2)2 = t2 – 4t + 2. 254 Buku Guru Kelas X . Pangkat tertinggi variabel t adalah 2. dan c = 8. c) Koefisien x2. Fungsi f(x) = x3. Didefinisikan f : A → B. dan daerah hasil (range) f adalah Rf = B. Contoh 7.6 Misalkan himpunan A = {x | -2 ≤ x < 3. x ∈ R} dan B = {y | 8 ≤ y ≤ 26. x ∈ R} B = {y | -8 ≤ y < 20. b = 3. Apakah fungsi f merupakan fungsi kuadrat? • Diharapkan siswa memberikan jawaban sebagai berikut. dan konstantanya adalah a = 1. b) Pangkat tertinggi variabel x adalah 2.

x  R dan B = y  8  y  26. y) terletak pada garis g dengan persamaan 2 x + y = 10. Titik A(x. 0 A (x.3 x Bantulah menentukan x 30 . y) lah L sebagai fungsi x. Perhatikan Gambar berikut. Dari titik A dibu Bantulah Pak Suradi menentukan a) Jika L menyatakan luas daerah panjang dengan diagonal OA. b) Apakah L sebagai fungsi merupakan y fungsi kuadrat dalam x? tertampung maksimal. Pekerjaan Pak Suradi adalah pembuat Talang Air. Ia mendapat dengan persamaan 2 x + y = 10. Buatlah pemecahan tersebut dalam sebuah laporan serta sajikan di depan kelas. y) yang terbentuk. bagian seperti terlihat pada Gambar.1.3 1. dengan diagonal OA. y) terletak pada garis g air yang terta volume pembuat Talang Air. y Pekerjaan  R Didefinisikan f : A  B. Pekerjaan Pak Suradi adalah 2. nyatakan kan konsep dan aturan fungsi kuadrat. ukuran x agar volume air yang Sumbupersegi yang terbentuk.Didefinisikan f : A  B f : x  x3. y) terletak pada garis g dengan persamaan 2 x + y = 10. Ia mendapat maksimal. atas tiga bagian seperti terlihat pada Gambar. x  A UJI KOMPETENSI-7. x  A Pak Suradi adalah pembuat Talang Air. b) Apakah L sebagai fungsi merupakan fungsi kuadrat x dalam x ? 0 Matematika 255 BUKU PEGANGAN SISWA 253 . n lah L sebagai fung b) Apakah L sebaga x dalam x ? merupakan fungsi 2. nyatakan lah L sebagai fungsi x. Perhatikan Gambar berikut.2x dari lembaran seng yang lebarnya 30 seng terhadap Sumbux cm dan Sumbuy sebuah Talang Air dari lembaran yang lebarnya 30 dengan melipat lebarn cm dengan melipat lebarnya atas tiga sehingga terbentuk persegi panjang 2. dengan f (x) = x2 + 3x + 8. Misalkan himpunan A = x  0  x  3. Ia mendapat sebuah Talang Air dari lembaran seng yang lebarnya 30 cm denga atas tiga bagian seperti terlihat pada Gambar. Dari x x 1.3 4. Titik A(x. x  A Didefinisikan f : A  B. dengan f (x) = x2 + 3x + 8.2x y Pak ukuran x Suradi a) Jika L menyatak daerah agar persegi volume air yang tertampung x maksimal. A (x. garis-garis tegak lurus terhadap x PEGANGAN dan panjang Sumbuy sehingga terbentuk perse BUKU SISWA Projek a) Jika L menyatakan luas daerah persegi panjang Rancanglah permasalahan terkait gerakan peluru dan ekonomi yang menerapyang masalah terbentuk. pesanan membu pesanan membuat sebuah Talang Air titik A dibuat garis-garis tegak lurus 30 . Titik A(x. SumbuPerhatikan garis-garis tegak lurus terhadap x dan Sumbu-y sehingga gambar berikut! panjang dengan diagonal OA. UJI KOMPETENSI-7. Bantulah menentukan Pak ukuran Uji Kompetensi 7.

x R. diperoleh y= (xf) disajikan Untuk beberapa nilai xx diberikan. Berarti y dapat dinyatakan dalam x. dapat f(x) = ( menyatakan besarn Perhatikan fungsipersamaan kuadrat y =  Grafik persamaan fungsi kuadrat di255 BUKU PEGANGAN SISWA ) yang x2. x R. x  0 dan ingat kembali bagaimana menggambar grafik fungsi 4 apa saja yang kamu butuhkan untuk menggambar grafik fungsi 1) Pikirkan .R x 0 0. y Untuk beberapa nilai x diberikan. 4 20 adalah y.51 14. d  0. x  0. 2) Apa perbedaan fungsi kuadrat f(x )=(  ) x2. x  0. Berarti y dapat dinyatakan dalam x.17 20 6) Bilamana grafik memotong sumbu x dan memotong sumbu y? y = f(x) 2 20 0.11 adalah y. 0. baru. Besarnya debit air yang mengalir dari pipa tergantu 4 sebagai berikut. Misalkan ukuran grafikfungsi pipa adalah x dan fungsi besar debit y = f(x) = ( ) xd . maka debit air adalah 255 y = f(x) = f(0) = sebagai berikut. yaitu y = f(x) = (  ) x2. dalam tabel berikut. x  0. diperoleh nilai yfungsi dalam tabel berikut. yaitu y = f(x) = memperoleh grafik fungsi 20  ) x2. x R. x . x R. x  R  besarnya ukuran (x)grafik pipa. x  R. Grafik Fungsi Kuadrat 20 20 diameter 2 2. x R.6 30 40 20 30 . x∈ R dari grafik fungsi Ingat kembali. Berarti y dapat dinyatakan dalam x. tabel b y = f(x )4 =f (0) = 0. x  0 x 0 1 2 3 4 4 50 60 40 56. 4 20 2 Masalah 7.. x ≥ 0. 20 Perhatikan fungsi kuadrat y = f(x) = (  ) x2. . yaitu y = f(x) = (  ) x2. x 4 4 yang menyatakan besar debit air yang mengalir dari sebuah pipa adalah q(d) = Beberapa pertanyaan arahan yang perlu kamu cermati untuk 20 2 x2 .diameter Untuk beberapa nilai x diberikan. Jika = 0.17 y = f(x) 50 0 3.6 56. Besarnya debit air yang mengalir daridebit pipaair tergantung 3) Apa kaitan dengan masalah ini? besarnya ukuran diameter (x) pipa. 0yang 3. x R. x  0. Misalkan ukuran diameter pipa adalah x dan besar 4 debit air yang mengalir 20 Masalah 7. x  4 4 20 gambarkan sebagai berikut. diperoleh nilai yf = (x ) disajikan dalam 4) Bagaimana komponen-komponen fungsi setelah dicerminkan? besarnya debit air yang mengalir dari pipa. x . Temukan kuadrat y = f(x) = (R dari grafik kuadrat  ) x2. y = f(x) = ( )x 420 y = f(x) = ( ) x2.debit maka adalah y = f(x) 20 pencerminan pipa tergantung besarnya ukuran diameter (x) pipa. BUKU PEGANGAN SISWA besarnya ukuran diameter (x) pipa. bagaimana menggambarkan grafik persamaan fungsi kuadrat dan 2 memanfaatkan sifat pencerminan untuk memperoleh grafik persamaan memanfaatkan sifat pencerminan untuk memperoleh grafik persamaan fun . bagaimana menggambarkan grafik persamaan fungsi kuadrat♦ di SMP.04 31. x ∈ R. 4 memperoleh grafik fungsi Siswa kembali. bagaimana menggambarkan grafik persamaan fungsi k Untuk beberapa nilai x diberikan. x R. maka debit nilai air adalah y = f(x) = f(0) = 0. x R. d  0.51 14.d R. 2 Grafik persamaan fungsi kuadrat y = f(x) = (  ) x .diingatkan 20 Ingat kembali.8. yang menyataka 20 20 20 4 2 Perhatikan fungsi kuadrat yang menyatakan menyatakan = (x) ).51 14.xx ) =R (. x R. Besarnya debit air yang mengalir dari Ingat kembali. y = f(x) = (. 20 y 70 y = f(x) = (  ) x2. Besarnya debit air yang mengalir dari pipa 1) Pikirkan 20 apa saja yang kamu menggambar grafik fungsi 20 20 ) x 2.. x yang besarnya Perhatikan fungsi kuadrat y = f(perbedaan x) = () x2. x  0. x maka air adalah 2 y = f(x) = () x . p 4 butuhkan untuk air yang mengalir adalah y. fx  R (dari ) x . d ≥ 0.11 grafik Dari hasil pemecahan persamaan fungsi kuadrat Temukan fungsi kuadrat y Masalah = f(x) =7. x  0 dengan fungsi kuadrat 4 kuadrat diyang SMP. memberikan 5) kamu perbedaan kedua grafik kuadrat tersebut? 3) Dapatkah Apa kaitan konsep pencerminan dengan masalah ini? = f(x) disajikan x 0 dan1 2setelah 3 dicerminkan? 4 6) Bagaimana Bilamana grafik memotong sumbu x memotong sumbu y ? 4) komponen-komponen grafik fungsi y = perbedaan f(x) 0 3. x R. x  256 Buku Guru Kelas X 4 20 60 70 y = f(x) = (  ) x2.kuadrat x  R fy  x2 x R. x x≥ . x  0.x x ∈R R. bagaimana menggambarkan grafik persamaan fungsi kuadrat d x 0memanfaatkan 1 2 sifat 3 pencerminan 4 untuk memperoleh grafik persamaan fungsi kuad baru.kita telah .17 5) Dapatkah kamu memberikan kedua grafik fungsi kuadrat tersebut? debit konsep air yang mengalir dari pipa. x R. diperoleh nilai y = f(x) disajikan dalam tabel berikut. 2 = (x )= p grafik fungsi kuadrat f(x) = ( x2 .04 31. x  0 dapat digambarkan debit air yang mengalir dari pipa. 4 memanfaatkan sifat pencerminan untuk memperoleh grafik persamaan fungsi kuadrat 20 yang baru. x R dari grafik fungsi kuadrat f(x) = ( 4 Beberapa pertanyaan arahan yang perlu kamu cermati untuk 2 Temukan grafik fungsi kuadrat y = f(x) = ( 20 ) x . (.04 31. Jika x = 0. dengan fungsi kuadrat 2) Apa fungsi (x ) f= ( = (  ) 4 4 4 debit air yang mengalir dari pipa. x R dari grafik fungsi kuadrat  ) xperoleh 4 2. x R.kuadrat  )y  4 4 4 20 f(x) = (  ) x2.6 56. x  0 dan ingat kembali bagaimana menggambar grafik fungsi f(x) = ( kuadrat  ) xdan fungsi kuadrat yang baru. d R. x  0 dapat d Grafik fungsi kuadrat y) =xf(. Jika = 0.  0. Jika x = 0. Misalkan ukuran diameter pipa adalah x dan besar debit air yang20 mengalir menyatakan besar debit air yang mengalir dari sebuah pipa adalah q(d) = (  ) d2. d ∈ R.

0) Kurva menyinggung sumbu pada titik O(0. x R.2. maka diperoleh sebuah parabola berikut. D = b2yang – dua 4ac = 0 kurva 0 1 2 3 4 5 6 dan nilai minimum y= =0 f(0)y = 0 f(0)x dan nilai minimum 0 titik O(0. ya y 0 y 20 2 60 20 Ciri-ciri fungsi kuadrat y () x ) x . 0) besar.x Sumbux dan x dan 2 20 0 terhadap Sumbu.x Sumbuxxdan ) )x2 4 menyelidiki sifat-sifat kuadrat yang ditemukan. maka debit air a DD D 20 50 2 20 70 50 beberapa = ( ) x2. menyelidiki sifat-sifat grafik grafik fungsi fungsi kuadrat yang ditemukan. 1 4 2 5 3 6 4 5 6 -6 -3 -5 -4 -3 -2 0-1 1 0 2Grafik 20 3 -6 -6 -5 -4 -2 -1 2 -5 -4 -3 -2 -1 1 2 3 4 5 6 20 4 2 Gambar 7. x  x 0. 0) 257 Kurva menyinggung sumbusumbu x padax titik O(0. x  0 dapat digambarkan 4 Grafik persamaan fungsi kuadrat y = f(x) = ( sebagai berikut.17 20  ) x2. D = b – 4ac = 0  Kurva menyinggung pada titik O(0. x  R Gambar 7. terhadap x  R terhadap Sumbu20 Cerminkan grafik grafik fungsi fungsi kuadrat y = f(xy )= =f ((x) =  )4 x2. fx () x) = ( x. x R dan parabola di atas adalah 2       2 20 ( 20 Cerminkan kuadrat ) xR . Cerminkan grafik fungsi kuadrat y = f ( x ) = ( x xRRterhadap terhadap Sumbudan Cerminkan grafik fungsi kuadrat 4 y = f(x) = ( y4 . 0) dan nilai minimum y = f(0) • Kurva menyinggung pada dan nilai minimum y sumbu == f(0) == 0 20 2 Gambar 7. 0) 40 4 4 60 4 menyelidiki sifat-sifat grafik fungsi kuadrat yang ditemukan. x R.12: Grafik fungsi = f(x) = (  ) x2. x  x  2 0 terhadap Sumbu-y.  70 debit air yang sebuah mengalir dari pipa. yaitu garisxx==00  Memiliki sumbu simetri yang dua daerah kurva sama besar. x  0. Besarnya air f ( = ( xdebit xx  RRyang meng ) ) 44 4 y y 4 y 60 ’ 60 ’ besarnya ukuran diameter 70 D (x) pipa. D b – 4 ac = 0 4  Nilai diskriminan.6 56.17 10 255 BUKU PEGANGAN SISWA 10 20 ’ ’ A A 20 20 ’ A A ’ B xx 0 B B' B B 10 0B 10 256 256 1 2 3 4 5 6 10 -6 -5 -4 -3 -2 -1 ’ 1 2 3 4 5 6 ’ -3 -6 -5A -4 A -2 A -1 A x 20 0 A' persamaan fungsi kuadrat A' xx y = f(x) = (  ) x2.13: Grafik ( ) x . x  0. 4 20 2 Dengan mencerminkan mencerminkan grafik persamaan fungsi kuadrat y = kuadrat f( x) = ( y  ) x2.51 14. x R. 0) Dengan mencerminkan grafikMatematika persamaan fungsi kuadrat y = f(x) = Kurva menyinggung sumbu xx pada titik O(0. 0) Kurva terbuka ke terbuka atas 20 Memiliki Memiliki titik puncak (titik balik minimum) di titik (0. 0)  titik puncak (titik balik minimum) di titik OO (0.04 31. yaitu garis Memiliki simetri yang membagi dua daerah kurva sama  • Memiliki titik sumbu puncak (titik balik minimum) di O (0.X 0 1 2 3 4 y = f(x) 0 Rx . menyelidiki sifat-sifat grafik fungsi kuadrat ditemukan. ) xR. Nilai diskriminan.  ) x2. Ingat kembali. x 00  y = f(x) = ( 20  ) x2. Jika x = 0. x R. x R. 2 Gambar 7.2 x . bagaimana menggambarkan grafik persam xx R. 2D = b – 4ac = 20  Nilai diskriminan. maka diperoleh sebuah parabola berikut.x  Gambar 7. 20 yang 2 .12: Grafik fungsi = f(x)yang = ( baru.51 14. 0) 10 = 0 dan nilai minimum y yang =0 f(0) =0 x Memiliki sumbu simetri membagi dua daerah kurva sama besar. 0) Memiliki titik puncak (titik balik minimum) di titik O titik (0.13: Grafik fungsi fungsi (x) = ( (x) =  x 4 4 x sifat pencerminan untuk memperoleh grafik p 1 1 22 3 3 4 4 5 5 6memanfaatkan 6 20 Gambar 7. x dan parabola di atas adalah Ciri-ciri fungsi kuadrat dan parabola di atas adalah )) x2 .13: Grafik fungsi(x () x) .R x . Ciri-ciri fungsi kuadrat y = f(x) = (  ) x .x . x  RR 20 2 4 20 sebagai berikut. 20 50 2 adalah a = 20 >> Koefisien Koefisien 20 2 x2xadalah a = 00  • 20 30 2 adalah a = > 0  Koefisien x 4 0 Koefisien x adalah a =  > 4 40 4 • Kurva terbuka 4 ke atas 20  Kurva terbuka ke atas 30  Kurva ke atas (titik10  • Kurva terbuka ke atas Memiliki titik puncak balik minimum) di titik O (0. x R.  ) xR . Memiliki sumbu simetri yang membagi daerah sama yaitusama garis xgaris = 0 xyaitu membagi dua • Memiliki Nilai diskriminan. y 70 60 50 40 30 20 10 )x )2x . 20 20 70 )x )x .13: Grafik fungsi == ( ( 4 ) ) x x.x  00 dapat dapat digambarkan digambarkan 3. x R.x RR dan parabola di atas adalah Ciri-ciri fungsi kuadrat y20 == f(f x == ( ( 2 4  20 20 70 2  )x Ciri-ciri fungsi kuadrat y = f ( x ) = ( . maka diperoleh parabola berikut. x R.6 56. = 0 garis 6 kurva -6 sumbu -5 -4 simetri -3 -2 membagi -1 1 2 3 4 daerah 5 besar. . x  R dan parabola di atas adalah 50 y = f(x) = ( ) 4 sebagai berikut. x  R nilai y = f(x) disajikan 70 60 Untuk diberikan. yaitubesar. == ( ( 20 20 2 2 0 terhadap Sumbu-y.0. D = b – 4ac = 0= 2  Nilai diskriminan. 20 x Dengan grafik persamaan fungsi Perhatikan fungsi kuadrat y 4 = f(x) = ( 4  ) x . diperoleh f(x)→ =nilai (f(x) x x 4 40 4 60 D' D ’ 40 60 50 D D ’ D’ ’ 50 30 D 50 CC 30 CC 40 x 0 1 2 3 4 40 20 40 ’ ’ 20 30 B ’ C' C’ B C 30 C B y= C 30 C f(x) 0 B 3. x  0 4 .R. x R.04 31.

14: Grafik fungsi f(x) dan grafik pencerminan f(x) 20 fungsi 2 20kuadrat 2 nya selalu berlawanan arah. 0) Kita cerminkan grafik fungsi kuadrat = =R( terhadap . x sama besar. menyelidiki grafik fungsi kuadrat inkan grafik fungsi kuadrat y = f(x) = ( ) x . 0) va terbuka ke atas 60 50 y 20 lai minimum y = f(0) = 0 20 D’ C’50 D f(x)C 30 kuadrat =( )x2( .13: Grafik fungsi ( x ) = ( ) x2 . Dengan sifat-sifat pencerminan bah x 1 2 b3 5 = 6 0 kembali B -4 40  diskriminan. 0) 50 dan nilai f(0) = 0 f(0) =4 danminimum nilai minimum 0 257 U PEGANGAN SISWA  Memiliki sumbu simetri2 yang membagi dua daerah kurva sama besar. Sehingga nilai fungsi ku 20 0 2 2 3 kuadrat x  Kurva menyinggung sumbu x pada O(0. Perubahan tersebut di diikuti  x . 0) 204 fungsi kuadrat annya selalu • berlawanan arah. xlengkap  4 R berubah dari bernilai positif menjadi negatif.x R = 20  Memiliki sumbu simetri yang membagi dua sama besar. 40 4 4   20 30  Memiliki titik puncak (titik balik (0. x R parabola di 10 40 4 ’ 4 terhadap 20fungsi kuadrat yang ASumbu-x A dan menyelidiki sifat-sifat grafik x’ C’ B B 30 C melakukan hal berikut. Secara bayangan grafik persamaan fungsi kuadrat y = f(x) setelah dicerminkan 60 20 2 D’ y 4 D O(0. x RPerubahan menjadi ytersebut = f0 (x) = (fungsinya dari y = f(xpositif ) =4 ( menjadi  ) minimum  ) x2. Sehingga fungsi kuadrat y = f( 2 4 Sumbu-xnilai minkan grafik fungsi kuadrat y = f(x) = (20  )2 xsifat-sifat .14: Grafik fungsi f(xfungsi ) dan grafik pencerminan f(x) Kitayang cerminkan grafik kuadrat y = f(x) =(  ) x2. Perubahan ) 2 20perubahan 50 Kurva ke atas xnegatif. Sehingga nilai y = f ( x ) = minkan grafik kuadrat y kuadrat = f(x) = ) (x.14) adalah = 0.  0) R  benda bayangannya selalu berlawanan arah. x R menjadi y = f(x) = ( 4 . Secara lengkap bayangan grafik persamaan ) )setelah terbuka ke atas = fx (x = (.14) adalah 20 y Ciri-ciri fungsi kuadrat y = f(x) = ( ) x . Dengan mengingat sifat-sifat 20 fungsi 20 20 2 2 kuadrat y 7. x(0. D=b – 4acKita = -6 -5 -4 -3 B -2 -1 1 2 B 3 4 55 66 4 4 A10 ’ A 20 2 20 0 va menyinggung sumbu x pada titik O(0.terbuka x -5  -4 R 4  ) x2 A’ fungsi A ke atas 4  = atau garis mengingat kembali sifat-sifatxpencerminan bahwa 20 arah 0 20 y 2 0. x 50 R ’ 1 2 3 4 5 6 -6 -5 -4 -3 -2 -1 C 4 3060 C 40 D’ D 2050 ’ ’ 20 2 2 C fungsi B siswa mencerminkan B C Ciri-ciri y = f30 (x( )x= ( ( 20 )x .4 x  R dan parabola pencerminan  = f(x) = ( Ciri-ciri . D = b2 – 4ac = 0 B B 10 ’  Kurva menyinggung Sumbu x pada titik O(0. f ( x ) = ( ) x .xR 20 berlawanan bayangannya selalu arah. yaitu garis x fungsi =4 0 kuadrat yang ditemukan. 0) ’ 20garis y = 2 mengingat 0 0. fungsi x R menjadi = =f((x4 )= () x . 4 Cerminkan 4 2 grafik fungsi kuadrat y = f(x) = (  ) x2.x R dan  • Meminta grafik fungsi Gambar 7. Dengan   x  R berubah dari bernilai positif menjadi negatif. Dengan kembali sifat-sifat pencerminan de Cerminkan fungsi y(= f4 (x)= (. garis y yaitu = 0 garis y = 0  Memiliki yang membagi dua daerah kurva 60 Memiliki ’ 20 258 2 daerah D f Buku Guru Kelas X ( x ) = ( ) x . x  Ry C 1 2 3 4 5 6 4 -6 -5 -4 -3 -2 -1 60 ’ 20 20 D D 70B B’ f(x) =20 ( )x 50 y 10 4 ) x2. Perubahan tersebut diikuti 20 yelidiki sifat-sifat grafik fungsi kuadrat ditemukan. xkurva y 50 2 40 4 40 miliki titik puncak 2 (titik balik minimum) di grafik titik O (0.dan di atas adalah  10 parabola y= f(x )x= (– Secara lengkap bayangan grafik persamaan fungsi 20 2 4 dan nilai minimum y fungsi = =a 0 = y = f( 200 x > 0 20  Koefisien yf(0)kuadrat 2adalah R . Secara bayangan grafik persamaan fungsi kuadrat y = f ( x ) setelah dicerminkan 2  x . x ’ Gambar 7. x  R   Memiliki titik puncak (titik balik maksimum) di titik O (0. x   x 4 R berubah dari bernilai diikuti dan nilai y = f (0) = 40  4  x . x x = R 0 miliki sumbu simetri yang membagi daerah besar.13: Grafik fungsi (xdan ) = 50 (parabola ) bernilai x2.14) sumbu-x (Gambar-7. x R . 1 2 3 4 5 6 -6 -5 -4 -3 -2 -1 20 2  Memiliki titik puncak (titik balik minimum) titik O    dengan Gambar 7. yaitu garis y = 0 40 20 Nilai diskriminan.14: = fy (x ) )) x . Denganterhadap mengingat kembali sifat-sifat pencerminan bahwa arah benda dengan 2adalah sebagai berikut. Sehingga nilai fungsi kuadrat 70 4 a= Koefisien x adalah  >0 70   4 4 60 60  Memiliki sumbu simetri yang membagi dua daerah kurva sama 20 20 2 Gambar 7. 0)  Kurva menyinggung Sumbu x pada titik O(0.13:kuadrat Grafik )= )x . 4 a = lengkap 0 fisien x adalah  >  Kurva terbuka ke atas R. . 257 PEGANGAN • SISWA Memiliki titik a puncak (titik 0) 4 hasil pencerminan 123456- . yaitu garis x )x 20 Memiliki sumbu simetri yang membagi dua daerah kurva   4 10 berikut Kurva menyinggung sumbu x pada titik O(0. 0) titik puncak (titik balik maksimum) di titik O (0. minan terhadap sumbux (Gambar-7. x R dan parabola grafik persamaan fungsi kuadrat y = f(x) setelah dicerminkan 6 6 5 5 4 3 2 1 1234564 3 2 1 0 0 01 02 03 04 05 06 01 02 03 04 05 06 07  Memiliki titik puncak (titik balik maksimum) di 0) titik O (0.sama yaitu besar.dicerminkan perubahan fungsinya dari y= f(x )=  ) x2. xarah  R benda terhadap -6y-5 -3 -2 ditemukan. D = b – 4 ac = ’ – 4 ac = 0  Nilai diskriminan. Sehingga nilai fungsi kuadrat 2 bayangannya selalu BUKU PEGANGAN SISWA terhadap sumbux (Gambar-7.2 x 3R menjadi -6 -5 -4 dicerminkan -3 -2 ( -1 4 Sumbu5 6 y 20 kuadrat y = f(x) setelah terhadap -6 -5 -4 -3 -2 -1 1 2 3 4 5 6 4 x adalah sebagai berikut. yai Cerminkan fungsi y = f ( x ) )daerah x2f(x) . D(= b – ac 0 R . 70 Memiliki  Kurva terbuka ke bawah BUKU PEGANGAN SISWA sumbu sumbu simetri simetri yang membagi dua kurva sama besar. D= –44ac 10 -2 -1B -6 ’ Nilai -5 -3 10 10 nilai minimum y = f(0) = 0 ’ C C A A30 20 bayangannya selalu berlawanan arah. 0) x f(x) = )x Rbahwa 1 grafik 2 3 4 5 6 kuadrat garis =-4 0. x  R terhadap Sumbu-x atau  4 20 f(x) = ( ) x2. x  R   Kurva menyinggung sumbu x pada titik 0) 50 iki sumbu simetri yang membagi dua daerah kurva sama besar. x  R dan  Kita cerminkan grafik fungsi kuadrat terhadap x adalah 20 10 1 parabola 2 3 Sumbu4 di 5 atas 6 -6 -3 -2 -1 Gambar 7.x ) x2. x 2  3 R 4terhadap i diskriminan.13: Grafik fungsi ( x ) = (  60 ’A A 20 4070 4 x D f(x) = ( D  0 ) x2. 20 4 menyinggung sumbu x pada titik O(0. D = b – 4ac = 0 B f(0) = 0 30 B 4 60 20 nilai minimum y= 10 sama C’ dan D’dua 3030 kurva C D f(x) = ( )x2. Sehingga nilai y = f(x) = 2 2 20 adalah a =  Koefisien x  <0 Ko efisien x adalah a = – 2 adalah a = < 0  Koefisien x  terhadap sumbux (Gambar-7. -1 mengingat lidiki sifat-sifat grafik fungsi kuadrat yang 20 4 2 f(x) = ( )x . 0) 20  Nilai ’ diskriminan. x Rx  ) xSumbu70 20 4 ’ 40 diskriminan. BUKU PEGANGAN SISWA Gambar 7. 0 ditemukan. x R terhadap Sumbu-x atau Ciri-ciri fungsi y (y == f(x ) = ) x . x R terhadap danyang ditemukan. x  R 4 4 dari bernilai positif menjadi negatif.50 B’ B 10 ’ 40 A A 70 C’( 20 30 0 f(x) = ) x2. x R terhadap Sumbu-x  )0) 1 4 5 6 y= 20 ’ 0 -6 -5 -3 nkan grafik fungsi kuadrat y0 = x)-4 = ( ) xfungsi Sumbu -6 f( -5 -4 -3 -2 -2 -1 -1 1. Dengan mengingat kembali sifat-sifat pencerminan bahwa arah benda dengan 4 Gambar 7. x Rkembali dan parabola hasil pencerminan pencerminan bahwa arah  garis 0. x R terhadap 0.14) adalah 4 bagai berikut 4 •  Kurva t erbuka ke bawah Kurva terbuka ke bawah 20 y  Kurva terbuka ke bawah = Koefisien x2 adalah  < 0 balik maksimum) di titik O(0. D0) = 2 puncak iki titik (titik balik minimum) di titik O (0. xterbuka R di  20 20 berubah dari positif menjadi negatif. x   ) x2fungsi  Ciri-ciri kuadrat R dan hasil pencerGambar Grafik fungsi f(x dan grafik pencerminan f(xhasil ) parabola 4 4 4 berlawanan arah. Perubahan tersebut diikuti 20 20 20 a = > 0 ien x adalahperubahan  2 2  fungsinya dari y = f(x) = ( 20  ) x . yaitugaris Afungsi 20 A’ grafik 50 menyelidiki sifat-sifat kuadrat yang ditemukan. 0 2 cerminkan grafik f(x) =titik (x dan x2 . x R 70b – 4ac = 0 terhadap Sumbuadalah sebagai berikut 20 x  Nilai diskriminan. x 0 )1 x . Ciri-ciri fungsi kuadrat y = fminimum) (x) = ) x2= . D = b C 30 dan nilai minimum C f(0) = 0  Kurva menyinggung Sumbu x pada titik O(0.O x  R 0) dan parabola di atas adala 2 di 4titik tersebut perubahan fungsinya dari menjadi 30  2 diikuti  20 20  Nilai diskriminan.atas x2 adalah R  ungsi kuadraty = f(x = (  )x . menyelidiki sifat-sifat grafik terhadap Sumbux adalah sebagai berikut 60 70  Memiliki titik 60 40puncak (titik balik minimum) di titik O (0. 0) Sumbux) adalah sebagai 4 4 fungsi kuadrat y terhadap = f ( )= ( x2. Diharapkan siswa 10 1 2 3 4 5 6 -6 -5 -4 -3 -2 -1 2 ’ 20  Koefisien x adalah a =A  > 20 A0 20 2 40 B’ Ciri-ciri B kuadrat y = f ( x ) = ( ) x .13: Grafik (x) = (  Kurva .

Disimpulkan Misalkan g(x) = ax2. Temukan titik potong grafik dengan sumbu x dan sumbu y. c adalah bilangan real dan a ≠ 0 terkait nilai koefisien a dan titik puncak parabola.12 berikut. c. dengan a. d. c adalah bilangan real dan a ≠ 0.8 Diberikan fungsi kuadrat f(x) = ax2 + bx + c. b. b. x ∈ R. jika dicerminkan terhadap Sumbu-x maka diperoleh g*(x) = -ax2. 0). yaitu garis y = 0 dan nilai minimum f(0) = 0 Nilai diskriminan. Temukan grafik fungsi kuadrat f(x) = ax2 + bx + c. x ∈ R dengan sumbu simetri adalah Sumbu-y dan memiliki titik puncak O (0. dengan a. a ≠ 0 a a  Matematika 259 . b. a ≠ 0. x ∈ R.• • • Memiliki sumbu simetri yang membagi dua daerah kurva sama besar. b c  f ( x) = ax 2 + bx + c. ♦ Diharapkan siswa melakukan hal berikut. Alternatif Penyelesaian Berdasar Definisi 7. bentuk umum fungsi kuadrat adalah f(x) = ax2 + bx + c. D = b2 – 4ac = 0 Kurva menyinggung Sumbu x pada titik O(0. b. a ≠ 0 ⇒ f ( x) = a  x 2 + x +  . dengan a. Temukan persamaan garis simetri (sumbu simetri) dan titik puncak grafik fungsi kuadrat tersebut. ♦ Mengajak siswa menemukan persamaan garis simetri dan titik puncak grafik fungsi kuadrat dengan mengajukan Masalah-7. c adalah bilangan real dan a ≠ 0.2. Masalah-7. c adalah bilangan real dan a ≠ 0 dari grafik fungsi kuadrat g(x) = ax2. b. 0) ♦ Meminta siswa menyimpulkan hasil pencerminan grafik fungsi kuadrat di atas. a. dengan a. Temukan sifat-sifat grafik fungsi kuadrat f(x) = ax2 + bx + c.

x ∈ R    −b    − D  2 Grafik fungsi f ( x) = g  x −    +   adalah grafik fungsi kuadrat g(x) = ax .  2a    4a   Diharapkan siswa menyimpulkan hal berikut. pergeseran grafik persamaan fungsi kuadrat g(x) = ax2. a ≠ 0 ⇒ f ( x) = a  x 2 + x+ b 2 − 2  a 4a 2 4a 2 a   2 2 2 b  −  b 2 − 4ac  .  2a    4a      −b    − D   −b    − D  +  kearah f ( x) =sejauh g  x −   satuan fx ( xdan )=g x ∈ R. a ≠ 0 ⇒ f ( x) = a  x −     2a   4a   2 Misalkan g(x) = ax2. • Meminta salah satu kelompok mendemonstrasikan di papan tulis. a ≠ 0 2    −b    − D  ≠ 0 f ( x) = a  x −    +  . 2 2 2  2 b b2 + c  . x ∈ R digeser dalam arah Sumbu-x negatif   −b    − D  untuk mendapatkan grafik persamaan fungsi f ( x) = g  x −    +   jika  2a    4a   dan hanya jika ab > 0 (a dan b bertanda sama). yang digeser Sumbudigeser  x −  sejauh   +    2a    4a   2a    4a    satuan ke arah Sumbu-y. x ∈ R. Grafik persamaan fungsi g(x) = ax2. Sesuai dengan sifat transformasi geser diperoleh arah pergeseran sebagai berikut. a    −b    − D    ⇒ f ( x) = g  x −    +   2a    4a     2a    4a    2 dan g ( x) = ax . x ∈ R. a ≠ 0 menjadi grafik persamaan   −b    − D  fungsi kuadrat f ( x) = g  x −    +   dan menyimpulkan arah pergeseran. a ≠ 0 ⇒ f ( x) = a  x +     2a   4a   2 2 −b  −  − D  . x ∈ R digeser dalam arah Sumbu-x positif   −b    − D  untuk mendapatkan grafik persamaan fungsi f ( x) = g  x −    +   jika  2a    4a   dan hanya jika ab < 0 (a dan b berlawanan tanda). a. b. a ≠ 0 x ⇒ f ( x) = a  +    2  2a   4a 2   2 2 b  −  b 2 − 4ac  . Grafik persamaan fungsi g(x) = ax2. 260 Buku Guru Kelas X .

dengan a. b. Titik puncak P ( • −b − D . Meminta siswa menyimpulkan aturan menentukan persamaan garis sumbu simetri dan titik puncak grafik fungsi kuadrat. ♦ Meminta siswa menyimpulkan aturan menentukan persamaan garis sumbu simetri dan titik puncak grafik fungsi kuadrat. nilai diskriminan dan nilai fungsi tersebut. 2   −b    − D  Dari fungsi kuadrat f ( x) = a  x −    +   . b. memiliki a. Persamaan sumbu simetri x = b.c. x ∈ R digeser dalam arah Sumbu-y positif   −b    − D  untuk mendapatkan grafik persamaan fungsi f ( x) = g  x −    +   jika 2a    4a      −b    − D  + f ( x) = g dan jika > 0 (a dan b berlawanan tanda). Diharapkan siswa menyimpulkan sebagai berikut. Diharapkan siswa menyimpulkan sebagai berikut. dapat diturunkan beberapa sifat. dengan a. Matematika 261 . Grafik g(x) = ax2. 2a 4a −b dan 2a Dari beberapa sajian grafik persamaan fungsi kuadrat sebelumnya turunkan sifatsifat grafik persamaan fungsi kuadrat dan menyajikan beberapa kemungkinan kondisi grafik tersebut terkait dengan koefisien x2 . c adalah bilangan real dan a ≠ 0. c adalah bilangan  2a    4a   real dan a ≠ 0. x ∈ R digeser dalam arah Sumbu-y negatif untuk mendapatkan    −b    − D   −b    − D  + grafik fungsi f ( x) = g  x −    +  f (  x)jika = g dan jika < 0 (a dan b  x −hanya     2a    4a   2a    4a    bertanda sama). Sifat-4 Grafik fungsi kuadrat f(x) = ax2 + bx + c.  x −hanya     2a    4a   d. Grafik persamaan fungsi g(x) = ax2. ).

Jika D < 0 maka grafik = f(xberbeda ) tidak memotong Sumbu-x Pada gambar berikut diperlihatkan berbagai kemungkinan letak parabola terhadap Sumbu-x. P( Sifat-6 2a 4a Sifat-7 Grafik persamaan fungsi kuadrat f(x) = ax2 + bx + c.( b D Jika kuadrat a > 0. b. ). maka f(x) = ax2 + bx + c. dengan a. dengan a. 2a 4a lik minimum P( b D Jika kuadrat a < 0. b. b. b 2 D )) + ( ). persamaan fungsi f(x) grafik = a(x persamaan . dengan2 a.  D 2a balik maksimum P( 4a . b. c adalah bilangan real dan a 2a 4a berapa sifat. ).( ) )2 fungsi + ( kuadrat ) terbuka ke 2a a dan memiliki titik balik minimum b. dan c bilangan real a ≠ 0 terbuka ke 4 atas b  D . c bilangan real kuadrat f(x) = ax2 + bx + c. dengan a. Misal D = b – 4ac (D adalah diskriminan) a.kuadrat dan menyajikan beberapa kemungkinan kondisi grafik oefisien x2 . maka f(x) = ke ax2 + bx + c. Jika D > 0 maka grafik y = f(x) memotong Sumbu-x pada dua titik berbeda (D adalah diskriminan) b. + ( kuadrat ) terbuka persamaan fungsi f(x)grafik = a(xpersamaan . dengan a. Jika D = 0 maka grafik y = f(x) menyinggung Sumbu-x pada satu titik k y = f(x) memotong Sumbux pada duaytitik c. c adalah bilangan real dan dan a ≠ 0. SISWA 261 262 Buku Guru Kelas X . nilai diskriminan dan nilai fungsi tersebut. Sifat-5 = a(x .  b).( ) )2 fungsi dan c bilangan real a ≠ 0 terbuka 2a ke bawah 4a dan memiliki titik balik maksimum −b − D .

Hubungan Persamaan Kuadrat dan Fungsi Kuadrat ♦ Meminta siswa mencermati kembali Definisi-1 dan Definisi-2. • • Kita cermati konsep persamaan kuadrat dan fungsi kuadrat sebagai berikut. c adalah bilangan real dan a ≠ 0. Sifat-8 Jika sebuah fungsi kuadrat diberi nilai k. b. 0) adalah titik-titik potong kurva fungsi kuadrat tersebut terhadap sumbu-x. 0) dan (x2. Persamaan kuadrat adalah suatu persamaan aljabar yang dinyatakan dalam bentuk ax2 + bx + c = 0.3. b. Fungsi kuadrat adalah suatu fungsi yang dinyatakan dalam bentuk f(x) = ax2 + bx + c. adalah nilai x yang jika disubtitusikan ke persamaan fungsi kuadrat tersebut mengakibatkan ax2 + bx + c = 0. Berdasarkan kedua konsep di atas jelas kelihatan bahwa pembuat nol fungsi kuadrat y = f(x) = ax2 + bx + c. serta menyatakan konsep yang satu dari konsep yang lain. dengan a. Jadi persamaan kuadrat dapat diperoleh dari fungsi kuadrat dengan mengganti nilai fungsi f dengan suatu bilangan real. dengan a. Nilai x yang memenuhi persamaan kuadrat ax2 + bx + c = 0 inilah yang menjadikan f(x) = 0 dan titik (x1. Matematika 263 . dan menemukan keterkaitan kedua konsep. dengan k ∈ R maka diperoleh sebuah persamaan kuadrat. c adalah bilangan real dan a ≠ 0.

Buatlah pemecahan masalah tersebut dengan menerapkan berbagai sifat grafik fungsi kuadrat yang telah kamu pelajari. Tentukan luas minimum segi empat EFGH di bawah ini ! 4. x ∈ R. 3. x ∈ R . Temukan grafik fungsi kuadrat f(x) = 4x2 – 8x + 3 dari grafik fungsi kuadrat g(x) = 4x2! Projek Rancanglah masalah nyata yang melibatkan grafik fungsi kuadrat pada bidang teknik bangunan dan fisika. b.(untuk setiap x bilangan real) a. Daerah asal fungsi kuadrat f(x) = -2x2 + 4x + 3 adalah himpunan A = {x |-2 ≤ x ≤ 3. f(x) =-2x2–3x+7. f(x) = 3x2+5x-4. sedangkan untuk x = . 264 Buku Guru Kelas X . Tentukan fungsi kuadrat tersebut ! 2. Diantara sisi BC diberi titik F dengan panjang BF = AE.4 1. Tentukan daerah hasil fungsi f ! 6.2 fungsi bernilai -11.Uji Kompetensi 7. Gambarkanlah grafik fungsi kuadrat di bawah ini. Persegi ABCD dengan panjang sisinya a cm. x ∈ R. Sebuah fungsi kuadrat mempunyai nilai maksimum -3 pada saat x = 2. Panjang EB = FC. Tentukan luas minimum DEF ! 5. Buat laporan hasil kerjamu dan sajikan di depan kelas. Pada sisi AB diberi titik E dengan panjang AE adalah x cm.

grafik Gambarkanlah fungsi kuadrat grafik di fungsi bawahkuadrat ini. a. berikut. maka parabola terbuka ke atas. 0. Matematika 265 . b. Menggunakan Menggunakan abc. Melengkapkan Bentuk Kuadrat Sempurna. b 0. b. + bx +pada c = 0. a. Bentuk umum Persamaan kuadrat adalah 2.. c aR aR ≠ dan 0. e. maka berlaku.x1)(x – x2) 4. b. berikut. Untuk akar-akar menentukan suatu persamaan akar-akar suatu kuadrat persamaan dapat dilakukan kuadrat dapat dengan dilakukan cara Memfaktorkan. Melengkapkan Bentuk Kuadrat Sempurna. Bentuk persamaan kuadrat dengan akar-akar x dan x adalah (x . PENUTUP 6. persamaan maka ku berlaku. Dari BUKU PEGANGAN SISWA bentuk aljabar tersebut. x2  x1  x 2   x1  x  x1 . maka parabola tidak memotong maupun menyinggung sumbu x. Beberapa halPENUTUP yang penting sebagai pegangan kita untuk mendalami dan melanjutkan materi pada bahasan berikutnya. b. dan c. maka parabola menyinggung sumbu x. dan c. b. Gambarkanlah 6. b. b. dengan + bx a + . ( ) Telah PENUTUP kita temukan konsep dan aturan yang berlaku pada persamaan dan fungsi PENUTUP kuadrat. Rumus abc. Gambarkanlah grafik fungsi kuadrat di bawah ini. Menggunakan Rumus abc. Untuk menentukan 2. Untuk menentukan akar-akar suatu persamaan kuadrat dapat dilaku 2. c ∈ R dan a ≠ 0. Bentuk Melengkapkan Kuadrat Sempurna. Bentuk persamaan kuadrat dengan akar-akar x 1 a a a a 2 4. pada Telah kita temukan Telah konsep kitaTelah temukan dan aturan konsep yang berlaku aturan pada yang persamaan berlaku dan fungsi persamaan kita temukan konsep dan aturan yang berlaku pada persa kuadrat. b c . Jika a < 0. Bentukpersamaan Kuadrat Sempurna. berhubungan erat dengan koefisien+ bx + c = 0. Jika x1 dan x2 merupakan akar-akar persama koefisien a.c ax cara berikut.1x )( x–x =0 1 2 1 2 Rumus abc adalah Rumus sebagai abc berikut. Persamaan Bentuk umum kuadrat Persamaan adalah kuadrat adalah 1. 2  4ac x1. berhubungan dengan koefisienerat denga Akar-akar persamaan Akar-akar kuadrat persamaan ax kuadrat ax koefisien a. Untuk menentukan akar-akar suatu persamaan kuadrat dapat dilakukan dengan 2 2  + c = 0. maka parabola memotong sumbu x di dua titik.merupakan Jika x1 dan akar-akar x2 merupakan persamaan akar-akar kuadrat. umum kuadrat adalah kuadrat. Tentukan daerah hasil fungsi f ! a.6. hal Persamaan yang Beberapa penting hal sebagai yang penting pegangan sebagai kita untuk pegangan mendalami kita untuk dan men 1. Rumus untuk menentukan akar-akar kuadrat atau sering disebut c. Melengkapkan b. Memfaktorkan. x1b. Jumlah dan Hasil 3. berhubungan + bx + c = erat 0. Jika D < 0.(untuk di bawah setiap x ini. bdan . Bentuk persamaan kuadrat dengan akar-akar x1 dan x x )( xx adalah x2)) = ( 0 x . Jika D = 0. c. 1 x2 2 koefisien a. ( ) ( ) R . b. 2  b  b  4ac 5. 264 BUKU PEGANGAN BUKU SISWA PEGANGAN SISWA a. sebagai berikut. adalah sebagai berikut. Karakteristik Grafik Fungsi Kuadrat Fungsi kuadrat memiliki bentuk umum dengan a. a.(untuk bilangan setiap real) x bilangan re a. axmateri melanjutkan pada bahasan berikutnya. c materi ∈R dan a ≠ berikutnya. maka parabola terbuka ke bawah. 2 b  b  b 2  4ac  b  2a x1. Jika x dan x merupakan akar-akar persamaan kuadrat. dengan R a ≠ . Rumus abc adalah sebagai berikut. D. Menggunakan Rumus abc.(untuk setiap x bilang ( ) a. Beberapa Bentukkuadrat. 2  2a a Hasil Kali Akar-Akar Persamaan Kuadrat 3. ( ) ( ) b. Memfaktorkan. berlaku. x 2  dan b b c c a a dan x1dan . dengan a. ax2 + bx ax + bx +dan c =a 0. x 2  dan 2 dan x adalah (x . berikut. grafik fungsi kuadrat dapat diilustrasikan sebagi bentuk lintasan lengkung atau parabola dengan karakteristik sebagai berikut. Jika a > 0. Jumlah dan HasilAkar-Akar Kali Akar-Akar Persamaan Kuadrat 3. Jika D > 0. dapatdan dirangkum sebagai berikut. 2  x1. b. dapat dirangkum sebagai ber 1. Beberapa hal yang penting sebagai pegangan kita untuk 2 melanjutkan melanjutkan bahasan materi berikutnya. = c 0. Jumlah Kali dan HasilPersamaan Kali Akar-Akar Kuadrat Persamaan Kuadrat Akar-akar persamaan kuadrat ax2+ bx + c = 0. berhubungan erat d 2 2 2 Akar-akar persamaan kuadrat ax + bx + c = 0. b. 2. b c berlaku. Jikaa.Rumus Rumus untuk menentukan akar-akar persamaan kuadrat atau sering dis Rumus untuk menentukan Rumus untuk akar-akar menentukan persamaan akar-akar kuadrat persamaan atau sering kuadrat disebut atau dengan sering disebut Rumus abc adalah sebagai berikut. a ≠ 0.dan dan c. pada bahasan dapat dirangkum dapat sebagai dirangkum berikut. Bentuk umum 1.x1)(x 4. c. dengan . x1  x 2   x1 . dan koefisien c. d. dengan c. Memfaktorkan. Bentuk persamaan kuadrat dengan akar-akar 2 adalah (x1-dan 2– 4. Jumlah2 dan 3.

266 Buku Guru Kelas X . . diperoleh jika y = 0. Penguasaan kamu pada materi pada setiap bahasan akan bermanfaat dalam mendalami materi selanjutnya.6. b. e. Koordinat titik balik sebuah grafik fungsi kuadrat adalah  − c. Langkah-langkah yang diperlukan untuk membuat sketsa grafik fungsi kuadrat y = ax2 + bx adalah sebagai berikut a. sudut. Menentukan titik potong dengan sumbu y. Demikian juga. Menentukan persamaan sumbu simetri x = − . dan bidang pada bidang datar dan ruang dimensi tiga. diperoleh jika x = 0. Selanjutnya akan kita bahas tentang geometri terkait kedudukan titik. garis. b  2a 4a  Kita telah menemukan berbagai konsep dan sifat-sifat yang berlaku pada persamaan dan fungsi kuadrat. kita telah terapkan dalam berbagai pemecahan masalah nyata. Menentukan nilai ekstrim grafik y = . Menentukan titik potong dengan sumbu x. 2a D d. −4a  b D .

KOMPETENSI DASAR DAN PENGALAMAN BELAJAR Kompetensi Dasar Setelah mengikuti pembelajaran ini siswa mampu: 1.Cosinus. 3.Bab Trigonometri A. 5. bertanggungjawab. dan secan) Identitas trigonometri . 4. kritis. menghayati kesadaran hak dan kewajiban serta toleransi terhadap berbagai perbedaan di dalam masyarakat majemuk sebagai gambaran menerapkan nilai-nilai matematis. Pengalaman Belajar Melalui pembelajaran materi trigonometri. 6. menghayati pola hidup disiplin. 7. 2. siswa memperoleh pengalaman belajar: • menemukan konsep perbandingan trigonometri melalui pemecahan masalah otentik. menemukan sifat-sifat dan hubungan antar perbandingan trigonometri dalam segitiga sikusiku. cotangen. • berpikir tingkat tinggi (berpikir kritis dan kreatif) dalam menyelidiki dan mengaplikasikan konsep trigonometri dalam memecahkan masalah otentik. memahami dan menentukan hubungan perbandingan trigonometri dari sudut di setiap kuadran. cosecan. tangen. motivasi internal dan sikap peduli lingkungan melalui kegiatan kemanusiaan dan bisnis dan dalam kehidupan sehari-hari. menghayati rasa percaya diri. memilih dan menerapkan dalam penyelesaian masalah nyata dan matematika. • • • • • • Sudut Derajat Radian Kuadran Perbandingan Sudut (Sinus. memahami konsep perbandingan trigonometri pada segitiga siku-siku melalui penyelidikan dan diskusi tentang hubungan perbandingan sisi-sisi yang bersesuaian dalam beberapa segitiga sikusiku sebangun. memahami konsep fungsi Trigonometri dan menganalisis grafik fungsinya serta menentukan hubungan nilai fungsi Trigonometri sudut-sudut istimewa. konsisten dan jujur serta menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. • berkolaborasi memecahkan masalah aktual dengan pola interaksi sosial kultur.

B. PETA KONSEP Segitiga Materi Prasayarat Masalah Otentik Segitiga Siku-siku Perbandingan Sisi-sisi dalam Segitiga sin α cos α tan α sec tan α cosec α cot α Segitiga Siku-siku 268 Buku Guru Kelas X .

Satu radian diartikan sebagai ukuran sudut pusat α yang panjang busurnya sama dengan jari-jari.1! 1. Jika panjang busur tidak sama dengan r. yaitu derajat dan radian. Tanda “O” dan “rad” berturut-turut menyatakan simbol derajat dan radian. Berikan pemahaman kepada siswa tentang ukuran sudut dalam derajat dan radian! Ajak siswa untuk mencermati Gambar 8. kamu dapat mendeskripsikan untuk beberapa satuan putaran yang lain. maka α = =1 r radian. maka cara menentukan besar sudut tersebut dalam satuan radian diselesaikan menggunakan rumus perbandingan: Gambar 8.1 Besar ∠AOB = AB rad r Matematika 269 . mari kita pelajari teori mengenai radian. dari Gambar 8. AB = OA = OB. terlebih dahulu perkenalkan kepada siswa tentang ukuran sudut dalam derajat dan radian. perhatikan Gambar 8. ada dua ukuran yang digunakan untuk menentukan besar suatu sudut.2.1.2 Ukuran radian Definisi 8. ajukan pada siswa Gambar 8. atau 1O didefenisikan 1 sebagai besarnya sudut yang dibentuk oleh kali putaran penuh. Singkatnya. Ukuran Sudut (Derajat dan Radian) Pada umumnya. putaran penuh = 360O. AB Jika besar ∠AOB = α . MATERI PEMBELAJARAN Sebelum memahami menemukan konsep dasar sudut. Cermati gambar 360 berikut ini! 1 1 1 1 1 1 1 1 1 putaran putaran putaran putaran putaran putaran putaran putaran putaran 360 360 4360 4 2 4 2 2 Gambar 8. Biarkan siswa lebih dahulu memahami besarnya rotasi.C. Sebelum kita memahami hubungan “derajat dengan radian”.1 Deskripsi besar rotasi 1 putaran Tentunya.1.

1 Perhatikan jenis ukuran sudut berikut ini. hubungan satuan derajat dengan satuan radian. Seperti dinyatakan dalam definisi berikut. 180 2 3 4180 3 4 22 3 3 4 3 4 2 3 180 2 3180 4 3 2 4 3 2 4 3 3 4 2 3 ♦ Minta siswa untuk memahami contoh 1.. berapa besar putaran dalam derajat per detik? Berapa putaran dalam radian per detik? 270 Buku Guru Kelas X . π rad = . saat pukul 14.... 180 2 3 4180 3 4 2 2 3 3 4 3 4 2 3 180180 2 32 4 3 3 4 4 3 2 43 2 3 ≠ 1 1 1 ≠ 2 31 3 1 4 1 2 3 3 4 ≠ 1 1 1 2 3 3 4 3. 180 2 3 4180 3 4 2 2 3 3 4 3 4 2 3 180 2 3 4180 3 4 2 2 3 3 4 3 4 2 3 ≠ 1 1 1 ≠ 2 31 31 4 1 2 3 3 4 ≠ 1 1 ≠ 1 2 13 13 1 4 2 3 3 4 5. putaran = × 360O = 180O ⇔ 180O = 180 × rad = � rad. Definisi 8..40.3O 180 Perhatikan hubungan secara aljabar antara derajat dengan radian berikut ini..° 5 6 2 3 4 3 4 2 3 3.Lebih lanjut.. Definisi 8. 180 2 3 4180 3 4 2 2 3 3 4 3 4 2 3 180 180 2 3 2 43 3 4 43 2 4 3 2 3 ≠ 1 1 1 ≠ ≠ ≠ 2 31 31 4 1 2 3 3 4 1 1 11 1 21 3 23 3 4 3 4 2. putaran = . 135° = . dan ubahlah.° 5 6 2 3 4 3 4 2 3 1 1 1 1 1 2 3 3 4 2 putaran = .3 ≠ 1 1 1 ≠2 3 1 3 1 4 1 2 3 3 4 ≠ 1 ≠1 1 1 1 2 1 3 2 3 3 43 4 1. 5.. rad = . putaran 4.. putaran = × 360O = 270O ⇔ 270O = 270 × rad = � rad. bahwa 1 putaran penuh sama dengan 2π rad. putaran = × 360O = 240O ⇔ 240O = 240 × rad = � rad.2 360O = 2� rad atau 1O = ≠ rad atau 1 rad = 57. Jika suatu alat pemancar berputar 60 putaran dalam setiap menit. rad = . 1 1 1 1 1 2 3 3 4 1. Contoh 8. putaran = × 360O = 120O ⇔ 120O = 120 × rad = � rad.. putaran = × 360O = 90O ⇔ 90O = 90 × rad = � rad. sama dengan berapa radian?. Sudut yang dibentuk jarum jam.. 180 2 3 4180 3 4 2 2 3 3 4 3 4 2 3 180 2 3 4 3 4 2 3 ≠ 1 1 1 ≠2 3 1 3 1 4 1 2 3 3 4 ≠ 1 1 1 ≠ 2 31 31 4 1 2 3 3 4 4..

360° = 2π rad. Untuk memudahkannya. Sisi awal Sisi akhir Sisi akhir Sisi awal a.55 adalah 30°. Karena 1 putaran = 2π rad. putaran = × (2π rad) = π rad = π × 5 6 2 3 45 36 42 235346 32 43 5 24 6 33 24 32 43 3 ≠ 4 2 3 = 60°. Karena 1 putaran penuh = 360°.Penyelesaian 1 1 1 1 1 2 3 3 4 1 1 1 1 1 2 3 3 1. dan bertanda “negatif” jika arah putarannya searah dengan jarum jam. artinya dalam 1 detik.3 Sudut berdasarkan arah putaran Matematika 271 . 1 putaran = 360° = 2π rad. putaran = π rad. Selanjutnya. Jadi. Suatu sudut bertanda “positif” jika arah putarannya berlawanan dengan arah putaran jarum jam. Hitungan satu tahun pada kalender Babilonia. 180 5 6 2 3 5 4 6 3 2 43 24 335 46 22 33 4 3 4 2 3 ≠ 4. yaitu sebanyak 365 hari. Jika setiap menit. sudut didefinisikan sebagai hasil rotasi dari sisi awal (initial side) ke sisi akhir (terminal side). 1 2 3 6 5 10 360°. Pemancar berputar sebanyak 1 putaran. Sudut yang terbentuk pada pukul 11. Arah putaran sudut juga dapat diperhatikan pada posisi sisi akhir terhadap sisi awal. mari kita cermati deskripsi berikut ini. Oleh karena itu. alat tersebut melakukan rotasi sebanyak 60 putaran. pertama sekali diperkenalkan oleh bangsa Babilonia. Selain itu. artinya pemancar tersebut berputar sebesar 2π rad/detik. 5 56 62 23 34 43 34 10 42 23 3 10 1 1 1 1 11 21 31 311411 21 31 1 3 11 42 13 13 1 4 2 180 3O 3 4 2. 1 1 1 ≠ 1 1 1 1 2 1 31 31 421 31 31 41 1 2 3 3 4 3. 135° = 135° × rad = π rad = × putaran = putaran. Sudut bertanda negatif Gambar 8. π rad = 5 6 2 3 4 3 4 2 3 5 6 2 3 4 3 4 2 1 11 11 11 11 12 23 1 33 34 4 1 × putaran = putaran = × 360° = 36°. Sudut bertanda positif b. 30° = 30° × rad = 180 1 1 1 1 1 2 3 3 4 π rad. jadi pemacar tersebut berputar sebesar 360°/detik. arah putaran memiliki makna dalam sudut. 5 6 2 3 4 3 4 2 3 5. Dalam kajian geometris.

Besar sudut pada setiap kuadran Gambar 8. seperti yang dideskripsikan pada gambar di bawah ini. cermati contoh dan pembahasan di bawah ini. jika sisi awal berimpit dengan sumbu x dan sisi terminal terletak pada salah satu kuadran pada koordinat kartesius.4 Sudut secara geometri dan pembatas kuadran Kuadran IV 270O – 360O 0O 90O Kuadran I 0O – 90O Definisi 8. B. Selain itu. C. Jika sisi akhir berada pada salah satu sumbu pada koordinat tersebut. a) 60° b) –45° c) 120° d) 600° 272 Buku Guru Kelas X . dan tentukan posisi setiap sudut pada koordinat kartesius. dan D. sudut yang seperti ini disebut pembatas kuadran. lazimnya menggunakan huruf Yunani. dan juga menggunakan huruf-huruf kapital. dan θ (tetha). jika sudut yang dihasilkan sebesar α. Dalam koordinat kartesius.4 Sudut-sudut koterminal adalah dua sudut ditempatkan pada posisi standar. disebut sudut standar (baku). 180°. Contoh 8. α (alpha). β (betha). Sebagai catatan. bahwa untuk menyatakan suatu sudut. Untuk memantapkan pemahaman akan sudut baku dan pembatas kuadran. 270° dan 360°. γ (gamma). 90°.2 Gambarkanlah sudut-sudut baku di bawah ini. Sudut baku dan sudut koterminal 270O b. memiliki sisi-sisi akhir (terminal side) yang berimpit. seperti A. maka sudut β disebut sebagai sudut koterminal. yaitu 0°. Y Kuadran II 90O – 180O α β X 180O Kuadran III 180O – 270O a. seperti.

5 Sudut pada setiap kuadran Uji Kompetensi 8. Gambar 8. e. Ubahlah sudut-sudut berikut ke bentuk radian. 12 12 7 5 7 8 5 16 8 15 16 15 3≠ 3 7≠ 7≠ 8≠ 8≠ ≠ 5 ≠ ≠ 5 ≠ 7 ≠ 7 c. 1200° Selanjutnya. 36° d. 45° c. 105° d. 68° b. Tentukanlah sudut komplemen dan suplemen setiap sudut di bawah ini. Untuk setiap besar sudut di bawah ini. sudut θ merupakan sudut lancip dan sudut β adalah sudut tumpul.1 1. 1 2 3 1 2 3 a. 90° d. 90° c. a.54° Matematika 273 . Misalkan.4° b. f. Besar sudut dalam satuan derajat berikut ini. 120° 6. 0. 135° e. nyatakan setiap sudut di atas. a. 87. putaran 6 5 10 6 5 10 1 2 3 b. berapa kali kah dalam 1 hari terbentuk sudut-sudut di bawah ini. Sisi awal terletak pada sumbu X dan sisi terminal OR terletak di kuadran III.Penyelesaian  a) b) c) d) Sisi awal terletak pada sumbu X dan sisi terminal OA terletak di kuadran I. a. 2β d. 225° f. Perhatikan kombinasi setiap sudut dan kedua sudut tersebut. tentukan posisi setiap sudut tersebut. putaran 6 5 10 2. Jika kita perhatikan jam. –270° c. Sisi awal terletak pada sumbu X dan sisi terminal OP terletak di kuadran II. 2β – θ 4. d. 12 7 12 5 7 8 5 16 8 15 16 15 5≠ 7 3≠ 7≠ 8 7≠ 8≠ ≠ 5≠ 3 b. 3. a. dan tentukanlah posisinya. dalam satuan radian. Ubahlah sudut-sudut berikut ke bentuk derajat. ubahlah ke bentuk satuan derajat dan radian. Sisi awal terletak pada sumbu X dan sisi terminal OA terletak di kuadran IV. 12 12 7 7 5 5 8 16 8 16 15 15 7. 3θ c. a. 300° b. 15° c. 30° b. putaran c. 180° d. 96° 5. 5 3 7 7 ≠ 5≠ ≠ 3 ≠ ≠ 7 ≠ ≠ 7 ≠ ≠ 8 ≠ ≠ 8≠ a. θ + β b.

4m dan 32m.4 m) FG = tinggi Dani (1. Tinggi pak Yahya adalah 1. Tinggi badannya 1. dan ∆FGC sebagai berikut. Coba rancang pemecahan masalah terkait informasi yang kamu peroleh. Dia mengambil tali meteran dan mengukur panjang bayangan ayahnya dan panjang bayangan tiang bendera.6m. ♦ Tanyakan kepada siswa bagaimana jika mereka berperan sebagai Dani. Dia mempunyai seorang anak. Suatu sore. A D F C B E G Gambar 8. Dengan senyum.Projek Himpun berbagai informasi penerapan sudut pada bidang fisika dan masalah nyata.6 m) EC = panjang bayangan pak Yahya (6. yaitu 6. Dani masih kelas II Sekolah Dasar. Dani melihat bayangan setiap benda ditanah. Pak Yahya adalah seorang penjaga sekolah.6 Model tiang bendera dan orang Dimana: AB = tinggi tiang bendera (8 m) BC = panjang bayangan tiang (32 m) DE = tinggi pak Yahya (1. Ayahnya menjawab 8m. Dani adalah anak yang baik dan suka bertanya. ∆DEC. 2.2m. yaitu ∆ABC. Konsep Dasar Sudut ♦ Ajak siswa untuk memahami deskripsi berikut. namanya Dani. apakah siswa dapat mengukur bayangannya sendiri? Konsep kesebangunan pada segitiga terdapat pada cerita tersebut. disaat dia menemani ayahnya membersihkan rumput liar di lapangan.Tetapi dia tidak dapat mengukur panjang bayangannya sendiri karena bayangannya mengikuti pergerakannya. Dia pernah bertanya kepada ayahnya tentang tinggi tiang bendera di lapangan itu.2 m) GC = panjang bayangan Dani Berdasarkan gambar segitiga di atas terdapat tiga buah segitiga. 274 Buku Guru Kelas X . Buatlah laporanmu dan sajikan di depan kelas. Mari kita gambarkan segitiga sesuai cerita di atas.

selanjutnya dengan alas an kesebangunan maka akan diperoleh sebagai berikut. 2 f = = = f = 48 f = 4. Berdasarkan ∆ABC. ∆DEC. = = = = = = = 0. FG DE AB 1. Jika tidak ada siswa yang mampu menyelesaikannya. dan ∆FGC diperoleh perbandingan sebagai berikut. 25 GC EC BC 4. ♦ Ajukan Masalah 9.1. 6 8 sisi di depan sudut c.7 Kesebangunan ♦ Berikan pemahaman tentang sifat yang berlaku pada kesebangunan.24 EC BC 4. ditulis tan x0 = 0.97 FG DE AB 1. 97 FC DC AC sisi miring segitiga 24. dan ∆FGC adalah sebangun maka berlaku FG GC 1. Matematika 275 . = = = = = = = 0. 4 Dengan menggunakan teorema Phytagoras diperoleh nilai dari FC = g = 24. 8 6. 48 . 6 6. minta siswa untuk memahami masalah yang diajukan. ∆DEC. terdapat perbandingan yang sama. 24 FC DC AC 24. Perhatikan perbandingan berikut. 6 8 sisi di depan sudut a. 8 6.8 . 2 1. bantu siswa agar siswa mampu memahami masalahnya dan dapat menyelesaikan dengan caranya sendiri.Gambar 8. ditulis sin x0 = 0. 52 1088 Perbandingan ini disebut dengan cosinus sudut C. 4 32 sisi di samping sud dut b. 4 32 sisi di i samping sudut Perbandingan ini disebut dengan tangen sudut C. ajak siswa untuk memahami alternatif penyelesaian yang diberikan. 2 1. ditulis cos x0 = 0. 52 1088 sisi miring segitiga Perbandingan ini disebut dengan sinus sudut C. Karena ∆ABC. Jika siswa mengalami kesulitan. 48 43. 48 43. GC = = = = = = = 0.⇒ Diperoleh DE EC 1.25 Dari ketiga segitiga tersebut.

sebagai berikut: 30° 10 × tan 60° × tan 30° AB AB AB AB AB AB AB  AB 10 × tan AB  60° × tan  =  = BG = 10 + tan 60° = ⇔  10 + tan 60 30 ° °  tan 60° − tan 30° tan 60 BG tan 60° BF 10 BG + BGtan BF60°10  + BG  ° − tan  60° tan AB AB AB AB AB  10 × tan 60° × tan 30°  = + AB = (10 tan 30° = 10 ⇔  + BG) × tan 30° BG tan 60° BF 10 + BG  tan 60°  tan 60° − tan 30° AB AB AB AB AB  10 × tan 60° × tan 30°  =⇔ AB = 10 +  × tan 30° BG tan 60° BF 10 + BG  tan 60°  tan 60° − tan 30° ⇔ AB × tan 60° = (10 × tan 60° + AB) × tan 30° ⇔ AB × tan 60° = 10 × tan 60° × tan 30° + AB × tan 30° 276 Buku Guru Kelas X .3 sebagai berikut. Ujung puncak tiang bendera dan kepala kedua guru juga diwakili oleh titik. maka dapat diperoleh Gambar 9. dan kedua guru tersebut adalah titik. Jika sudut elevasi guru pertama 600 dan guru kedua 300 maka dapatkah anda menghitung tinggi tiang bendera tersebut? Gambar 8. Guru pertama berdiri tepat 10 m di depan guru kedua.8 Tiang Bendera Memahami dan Merencanakan Pemecahan Masalah Misalkan tempat berdiri tegak tiang bendera.9 Model masalah tiang bendera Alternatif Penyelesaian Berdasarkan pengalaman kita di awal pembicaraan di atas maka kita memiliki perbandingan.Masalah-8.1 Dua orang guru dengan tinggi badan yang sama yaitu 170 cm sedang berdiri memandang puncak tiang bendera di sekolahnya. Dimana: AC = tinggi tiang bendera DG = tinggi guru pertama EF = tinggi guru kedua DE = jarak kedua guru Gambar 8.

⇔ AB × tan 60° – AB × tan 30° = 10 × tan 60° × tan 30° ⇔ AB × (tan 60° – tan 30°) = 10 × tan 60° × tan 30° AB AB AB AB AB  10 × tan 60° × tan 30°  = = 10 +⇔ AB  BG tan 60° BF 10 + BG  tan 60°  tan 60° − tan 30° Jadi. Dalam kehidupan sehari-hari sering kita jumpai bentuk segitiga siku-siku. misalnya. dapat dicermati bahwa dinding dengan lantai saling tegak lurus membentuk sudut siku-siku dan sapu membentuk sisi miring. 10 G tan 60° BF 10 + BG  tan 60°  tan 60° − tan 30° Pada peradaban kehidupan budaya Dayak. para arsitekturnya. sudah menerapkan kesetimbangan bangunan pada rumah adat yang mereka ciptakan. meletakkan posisi sapu. Perhatikan Gambar 8. kajian mengenai trigonometri sudah tercermin dari berbagai ikon kehidupan mereka. Apakah para Arsitektur tersebut mempelajari trigonometri juga? 3.11.12 Segitiga PBJ Dari Gambar 8. Ilustrasinya Matematika 277 .11 Posisi Sapu di dinding Gambar 8. Gambar 8. Misalnya.10 Rumah Adat Suku Dayak hubungan yang tepat antara besar sudut yang dikaitkan dengan panjang sisi-sisinya. Rumah adat tersebut berdiri kokoh sebagai hasil Gambar 8. akan dipahami konsep perbandingan trigonometri pada suatu segitiga siku-siku. Perbandingan Trigonometri pada Segitiga Siku-Siku Pada subbab ini. tinggi tiang bendera adalah: B AB AB AB AB  10 × tan 60° × tan 30°  =AC = AB + +atau AC  BC = + 17 m.11 berikut.

B. Definisi 8. dapat disebut sisi-sisi segitiga sikusiku berturut-turut. Nah. ditulis sin J = . pengenalan akan sisi miring. ditulis tan J = . ditulis sec J = . 278 Buku Guru Kelas X . cotangen J. Jika diperhatikan aturan perbandingan di atas. tangen suatu sudut didefinisikan sebagai perbandingan panjang sisi di depan PB PJ PB BJ 1 BJ 1 PJ sudut dengan sisi di samping sudut.disajikan pada Gambar 8. ditulis cotan J = atau cotan BJ BJ PJ PB Sin J PJ Cos J PB Tan J 1 1 J= . yaitu ∠J dan ∠B. BJ BJ PJ PB Sin J PJ Cos J PB 3. cos J ' tan J '. dan ketiga sudutnya. secan suatu sudut didefinisikan sebagai perbandingan panjang sisi miring PB PJ PB BJ BJ 1 1 1 PJ 1 1 dengan sisi di samping sudut. ajak siswa untuk memahami dan mempelajari contoh-contoh soal berikut.5 1 J sin J ' 1.12. sinus suatu sudut didefinisikan sebagai perbandingan panjang sisi di depan PB PJ PB BJ 1 BJ 1 PJ 1 sudut dengan sisi miring. dan sisi di depan sudut tentunya dapat mudah diperhatikan. Adapun hubungan perbandingan antara sudut lancip dan sisi-sisi segitiga siku-siku BPJ di atas. atau cosec = J = . BJ BJ PJ PB Sin J PJ Cos J PB Tan J 2. J.12. yaitu PB. cosecan J. dan P adalah sudut siku-siku. silahkan rumuskan ke enam jenis perbandingan sudut untuk sudut B. ditulis cos J = . ditulis cosec J = . cosecan suatu sudut didefinisikan sebagai panjang sisi miring dengan sisi PB PJ PB BJ 1 BJ 1 PJ 1 1 1 1 di depan sudut. ♦ Agar siswa lebih memahami konsep perbandingan. sisi di samping sudut. Selain itu. BJ BJ PJ PB Sin J PJ Cos J PB T 4.J = = = BJ BJ PJ PB Sin J PJ Cos J J 'PB Tan J' sin cos J tan J '. karena yang telah didefinisikan perbadingan sudut untuk sudut lancip J. cotangen suatu sudut didefinisikan sebagai perbandingan sisi di samping PB PJ PB BJ 1 BJ 1 PJ 1 sudut dengan sisi di depan sudut. konsep matematika lain yang perlu diingat kembali adalah teorema Phytagoras. Sudut yang menjadi perhatian adalah sudut lancip pada segitiga siku-siku tersebut. tangen J.J atau sec J . PJ.J J= BJ BJ PJ PB Sin J PJ Cos Jsin PB J J' J ' Tan cos tan J 5. dan JB. secan J. berturut-turut yaitu. 6. Dari Gambar 8. cosinus suatu sudut didefinisikan sebagai perbandingan panjang sisi di PB PJ PB BJ 1 BJ 1 PJ samping sudut dengan sisi miring cosinus J.

menurut 15 Definisi 8. dan tan A. Tentukanlah sin A. Penyelesaian Untuk segitiga di samping. 2.1. Panjang sisi miring 5 Panjang sisi di depan sudut A 4 = Panjang sisi di samping sudut A 3 Gambar 8.1. dengan Teorema Phytagoras diperoleh panjang sisi = 5 satuan. 8 Untuk menjawab contoh ini. Jika Panjang sisi AB = 3 satuan. siku-siku di ∠ABC. untuk menentukan perbandingan trigonometri yang diinginkan bukanlah persoalan mudah. Selanjutnya. 8 Diketahui tan M = . maka berlaku: Panjang sisi di depan sudut A 4 • sin A = = Panjang sisi miring 5 • cos A = • tan A = Panjang sisi di samping sudut A 3 = . Bagian 1.dan 3. hanya satu sisi yang diketahui panjang sisinya. BC = 4 satuan. 15 tentukanlah sin M dan cos M! Gambar 8.13 Segitiga siku-siku Perlu diketahui. bahwa yang disebut sisi pada suatu segitiga siku-siku tidak selalu miring. bahwa Matematika 279 . dengan menggunakan Definisi 8.4 Perhatikan segitiga siku-siku di samping ini. Artinya. pada contoh ini.14 Segitiga siku-siku KLM Penyelesaian Jika pada contoh 3 diketahui panjang sisi datar dan sisi tegak segitiga.Contoh 8.3 Diberikan segitiga siku-siku ABC. Namun. yaitu sisi KL. Contoh 8. cos C. kita mulai dari tan M = . tetapi sisi miring selalu dihadapan sudut siku-siku.

Diketahui suatu segitiga siku-siku. Uji Kompetensi 8. 4. cosinus. Tentukanlah nilai sinus. dengan mudah diperoleh KM = 17. Sekarang.2 1. dapat dipelajari berbagai kombinasi persoalan mengenai nilai perbandingan trigonometri pada suatu segitiga siku-siku. dengan 1 1 1 1 1 2 3 3 4 siku-siku di L. dengan sisi tegak RS adalah 20 cm2. b) c) 280 Buku Guru Kelas X .tan M = Panjang sisi di depan sudut M KL 8 = = Panjang sisi di samping sudut M LM 15 Jadi. sudah dapat ditentukan panjang sisi KM. panjang sisi KL = 8. dan tangen untuk sudut P dan R pada setiap segitiga siku-siku di bawah ini. kosinus. tentunya dengan Teorema Phytagoras. Nyatakanlah jawaban Anda dalam bentuk paling sederhana. Luas segitiga siku-siku RST. tangen sudut tersebut. Tentukanlah nilai sinus. Panjang sisi di depan sudut M KL 8 = dan • sin M = Panjang sisi miring LM 17 • cos K Panjang sisi di samping sudut K LM 15 = = . a) 2. Panjang sisi miring KM 17 Dari kedua contoh di atas. Pada sebuah segitiga KLM. untuk menentukan nilai sin M dan cos K tentunya sudah mudah. 3. Tentukanlah 2 nilai cosinus. dengan nilai sinus salah satu sudut 3 lancipnya adalah . berlaku sin M = dan 5 6 2 3 4 3 4 2 3 panjang sisi KL = 10 cm. dan tangen untuk sudut lancip T. tentukanlah panjang sisi segitiga yang lain. dan LM =15. Nah.

∠RQS = α dan ∠RPS = γ. 7. Tentukanlah panjang garis tinggi AD. Diketahui segitiga PRS. diketahui sin θ = . Pada segitiga XYZ dengan siku-siku 20 di Y. tan B = cos B c) cosec2 A – cotan2 A = 1 c) 6. Perhatikan segitiga siku-siku di bawah ini. 9. Tentukanlah panjang sisi RS! Projek Rancanglah masalah nyata minimal tiga buah terkait penerapan perbandingan nilai sisi segitiga dan terkait trigonometri di bidang teknik bangunan dan bidang matematika. a) b) 8. Di bawah ini diberikan tiga segitiga 2 siku-siku. Tunjukkan bahwa: a) sin2 A + cos2 A = 1 sin B b. 5 Tentukanlah nilai x. siku-siku di R. diketahui panjang BC = a dan ∠ABC =. cos Z = . Dalam segitiga siku-siku ABC. seperti gambar di samping. Panjang PQ = 1. Selesaikanlah masalah tersebut dan buat laporannya serta sajikan di depan kelas. 281 Matematika . tentukanlah nilai sin x dan cos x! 10.5. Diketahui sin x + cos x = 3 dan tan x = 1. tentukan nilai 24 tan X dan tan Z.

cosinus. Misalkan titik A (x. y).4. dari segitiga siku-siku yang terdapat di kuadran I.15 Segitiga siku-siku AOX • sin α = .16 Kombinasi sudut pada koordinat Cartesius 282 Buku Guru Kelas X . panjang OA = r dan sudut AOX = α. ♦ Ajak siswa untuk memahaminya melalui pembahasan berikut ini. tangen dan kebalikannya untuk domain sudut dalam satuan derajat atau radian. r r x y x y • tan α = . nilai semua perbandingan tersebut juga akan dipelajari pada setiap kuadran dalam koordinat Kartesius. yang berada di kuadran I r r x y x y • cos α = . Mari kita perhatikan gambar di samping. Gambar 8. Selain itu. r r x Dengan mempertimbangkan semua kombinasi koordinat titik pada koordinat Kartesius. berlaku : y x y Gambar 8. Nilai Perbandingan Trigonometri Sudut Istimewa Pada awal subbab ini informasikan kepada siswa bahwa akan didiskusikan mengenai nilai sinus. kita dapat telusuri perbedaan nilai tanda untuk ketiga perbandingan trigonometri yang utama.

Contoh 8. sangat jelas bahwa titik tersebut terletak di kuadran kedua. r = 13. garis putus-putus adalah proyeksi sumbu Y di kuadran II.17 Titik A (–12. dan y = 5. 13 12 5 5 • tan α = – . berlaku: 15 8 • cos θ = . karena x = –12. garis putus-putus melengkung menyatakan dua sudut yang besarnya sama. karena x = 15. Secara geometris.5) dan ∠XOA = α. serta cos θ dan tan θ! Penyelesaian 1. B (15. pada Gambar 8. Tentukanlah nilai sin α dan tan α. 13 12 2. r = 17. Oleh karena itu.5).5 Misalkan diketahui titik-titik berikut ini: 1. 17 17 15 8 • tan θ = – . Karena x = –12.16(a). 17 17 Gambar 8. diperoleh : 5 5 • sin α = . Untuk x =15. dengan menggunakan teorema Phytagoras diperoleh sisi miring. misalnya. Oleh karena itu. Titik B (15. Garis putus-putus pada gambar menyatakan proyeksi setiap sumbu. dan y = 5. misalnya pada Gambar 8. –8). y = –8.16 (b). A (–12. berada di kuadran IV. Sedangkan garis putus-putus melengkung menyatakan besar sudut yang besarnya sama. –8) pada kuadran IV Matematika 283 . dan y = –8. dengan menggunakan teorema Phytagoras diperoleh sisi miring.18 Titik B (15. Dengan memperhatikan koordinat titik A (–12.–8) dan ∠XOB = θ. disajikan pada gambar berikut ini. 2.5) pada kuadran II Gambar 8.

–8) pada kuadran IV • cosec θ = = = 5 12 sin θ 3 sin θ 3 12 20 20 6 1 5 1 4 16 16 12 • cotan= θ= = 12 sin θ 3 sin θ 3 12 20 20 Dengan pemahaman yang sama. Dalam koordinat Cartesius. 3 12 20 20 Gambar 8. dengan mudah kita menentukan: 1 4 16 16 12 • sin = β = – . 4 6 1 5 = 5 12 sin θ 3 Dari gambar di samping. cos θ = – .6 Jika diketahui: 4 6 1 5 1 4 16 16 12 1. tentukan nilai sin β dan cos β. tan β = – .19 Titik B (15. Contoh 8. Dengan segitiga 6 1 5 = 12 sin θ 3 1 5 1 = sin θ 3 sin θ seperti pada gambar di samping. kebalikan dari kondisi pada contoh 5. dengan β di kuadran IV sebagai berikut: θ 3 atribut sin 12 20 20 siku-siku yang sudah lengkap. tanyakan juga kepada siswa tentang nilai-nilai sudut perbandingan geometri. β berada = di kuadran = IV. dan sin θ 3 12 20 20 4 16 16 12 = • cos β = . dapat diperhatikan pada contoh berikut ini. Selanjutnya. digambarkan = sebagai = berikut: 5 12 sin θ 3 sin θ 3 12 20 20 4 5 2. dapat kita gambarkan 1 4 16 16 12 tan β= = – .♦ Beri penjelasan kepada siswa terkait contoh 4. θ berada di = kuadran=II. 5 12 sin θ 3 sin θ 3 12 20 20 4 6 1 5 1 4 16 16 12 2. 4 6 1 5 1 4 16 16 12 cos θ = – . 5 12 sin θ 3 sin θ 3 12 20 20 Penyelesaian 1. tentukan nilai cosec θ dan cotan θ. Sudut θ yang terletak di kuadran II menjadi penentu tanda nilai perbandingan trigonometri.20 tan β = – 16 IV 12 284 Buku Guru Kelas X . mudah kita pahami bahwa: 4 6 1 5 1 4 16 16 12 Gambar 8.

yaitu: Di Kuadran I : x > 0. selainnya bertanda negatif. y < 0 (+) y y =+ (+)r r ( −) x x • cos α = =− (+)r r (+) y y • tan α = =− ( −) x x • sin α = Di Kuadran IV : x > 0. hanya cos α dan sec α yang bernilai positif. dapat kita merumuskan nilai perbandingan trigonometri di setiap kuadran. y > 0 (+) y y =+ (+)r r (+) x x • cos α = =+ (+)r r (+) y y • tan α = =+ (+) x x • sin α = Di Kuadran III : x < 0. 1) Pada kuadran I.20 dan pengalaman pembahasan Contoh 8. termasuk kebalikan setiap perbandingan sudut tersebut.5 dan 8. 4) Di kuadran IV. Tentunya.   Matematika 285 . Selanjutnya bersama-sama dengan siswa menyimpulkan beberapa hal berikut. y < 0 ( −) y y =− (+)r r ( −) x x • cos α = =− (+)r r ( −) y y • tan α = =+ ( −) x x • sin α = ( −) y y =− (+)r r ( −) x x • cos α = =− (+)r r ( −) y y • tan α = =+ ( −) x x • sin α = Gambar 8. selainnya bertanda negatif. hanya tan α dan cotan α yang bernilai positif. 21 Nilai tanda perbandingan trigonometri untuk setiap kuadran ♦ Ajak siswa untuk membuat kesimpulan dari hasil yang sudah dikerjakan. hanya sin α dan cosec α yang bernilai positif. dengan pengetahuan dari Gambar 8. semua nilai perbandingan trigonometri bernilai positif. 2) Di kuadran II.6 di atas. selainnya bertanda negatif. 3) Di kuadran III. y > 0 Di Kuadran II : x < 0.

sudut-sudut istimewa tersebut dinyatakan dalam satuan radian. 180°). 225°. salah satu diantaranya. kita akan kaji nilai-nilai perbandingan tersebut di kuadran I. dan ke-IV. dan 90° merupakan sudut istimewa di kuadran I. 135°. Pertama sekali. Segitiga tersebut adalah segitiga siku-siku yang mengandung sudut 30°.45°. 5. Perbandingan Trigonometri untuk Sudut 30°. 270°). Dari Gambar 8. bagaimana nilai-nilai perbandingan trigonometri untuk setiap sudut istimewa. 45° dan 60° Mari perhatikan perbandingan sisi-sisi segitiga siku-siku istimewa. 45°. ke-III. Misalnya.Sebagai tambahan agar siswa dapat mengingat Banyak cara mengingat nilai tanda perbandingan trigonometri di setiap kuadran. misalkan panjang sisi jika kita menentukan nilai perbandingan trigonometri untuk setiap sudut 30° dan 60°.22 Bagan untuk mengingat nilai perbandingan trigonom Dalam kajian trigonometri ada istilah sudut istemewa.dan 60°. 60°.dan 60° 286 Buku Guru Kelas X . 150°. Pada beberapa referensi yang lain. 360°) berturut-turut adalah sudut-sudut istimewa di kuadran ke-II. Gambar 8. (210°. Mari perhatikan segitiga MPL di bawah ini. Pembahasan selanjutnya. 315°. yaitu.22 (b). yang artinya sudut-sudut yang nilai perbandingan trigonometri dapat ditentukan secara eksak. dan (300°. 330°. Perhatikan gambar berikut. Selanjutnya (120°. Gambar 8.22 Segitiga siku-siku yang memuat sudut 30°. 240°.45°. 30°.

60° dan 90°.30°.23 Segitiga sikusiku MPL 3 • tan 60° = = 3 1 Untuk menentukan nilai perbandingan trigonometri untuk sudut 45°.1 berikut.24 Perbandingan Trigonometri setiap koordinat titik pada lingkaran dengan jari-jari 1. digunakan titik B(1. • sin 0° = 0 • cos 0° = 1 • tan 0° = 0 dan untuk menentukan nilai perbandingan sudut pada saat sudut 90°. Oleh karena itu berlaku: 3 1 3 = 2 2 1 • cos 60° = 2 Gambar 8.22(a).1). Misalnya untuk titik A (0.45°. silahkan diskusikan dan kaji bersama teman-temanmu melalui gambar segitiga ABC pada Gambar 8. yaitu dengan cara menentukan Gambar 8. dapat ditentukan nilai semua sudut istimewa. nilai setiap perbandingan trigonometri pada setiap sudut istimewa 0°. • sin 90° = 1 • cos 90° = 0 • tan 90° tak terdefinisi Selengkapnya. Untuk menentukan nilai perbandingan trigonometri pada saat 0° dan 90°. Secara umum. diperoleh panjang MP = 1 • sin 30° = 2 3 1 3 • cos 30° = = 2 2 1 3 • tan 30° = = 3 3 • sin 60° = 3 .Dengan teorema phytagoras. Matematika 287 .0). mari kita cermati gambar berikut ini. di sajikan di Tabel 8.

21. II. II. Sebagai pedoman untuk memastikan hasil kerja siswa. minta siswa untuk memperhatikan nilai perbandingan trigonometri untuk semua sudut istimewa Tabel 8. dan IV. III.1 Nilai Perbandingan Trigonometri pada Kuadran Pertama Sudut sin cos tan 0° 0 1 0 30° 45° 60° 90° 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 2 3 2 3 3 3 3 3 3 2 3 3 2 3 2 2 2 2 2 2 2 2 3 2 2 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 3 3 2 3 3 3 3 3 2 2 3 3 2 2 3 2 2 2 2 2 2 3 3 2 2 2 2 1 1 1 1 1 3 1 2 1 3 tak terdefinisi 1 1 1 1 3 3 3 3 2 2 2 3 2 2 2 2 3 2 2 Dengan menggunakan Gambar 8. minta siswa untuk berdidkusi dengan temannya untuk menentukan nilai perbandingan trigonometri pada sudutsudut istimewa di kuadran I.1. dan IV Sudut 0° 30° 45° 60° 90° 120° 135° 150° 180° − − − Sin 0 Cos 1 Tan 0 1 11 11 1 1 1 1 1 1 1 − − 2 −− − 23− −− 3 − − 33 3 2 3− 3 −− 3 3 − 2 22 22 2 2 2 2 3 3 3 1 1 1 1 1 1 1 11 − 2 − − 2 3 −− 3 − 3 − 3 − 3 − 3 2 2 2 2 2 3 2 3 1 1 1 1 1 1 2 −1 1 1 3 − 3 −1 1 1 3 − − − − − 2 − 2 − 3 − 3 − 3 − 3 − 3 − 3 2 2 2 3 2 2 2 2 2 2 3 3 1 1 1 1 1 − 2 − 3 − 3 − 3 2 2 2 3 − 0 tak terdefinisi 1 1 1 1 −1 − −1 2 −1 3 − 3 −1 3 2 − 3 − 3 − 3 − 2 2 2 3 2 2 2 3 –1 1 1 1 1 1 1 1 1 − 2 − − 3 − −3 − 2 − 3 3 − 3 − 3 2 2 2 2 3 2 2 3 − 1 1 1 1 1 1 1 11 1 1 − −2 − − 2 − 32 − 33 −− 3 3 3− 3−− 3− 2 2 2 2 2 2 2 32 3 3 0 –1 0 288 Buku Guru Kelas X .Tabel 8. III.2 Tabel lengkap Nilai perbandingan trigonometri pada kuadran I. dan tabel 8.

tugasnya adalah menentukan nilai α (besar sudut)! 5 6 2 3 4 3 4 2 3 Alternatif Penyelesaian Penyelesaian I: Langkah-langkah yang dilakukannya adalah 1. Masalah-8.Sudut 210° 225° 240° 270° 300° 315° 330° 360° − − Sin Cos Tan 1 1 1 11 1 1 1 11 1 1 − − −3 − − 2− − − 2 3− − 3 − 3 3− 3 2− 3 3 − 3 2 2 2 22 3 2 2 22 3 3 1 1 1 1 1 1 1 1 1 − − 2 2 − 3 −− 3 − 3 − 3 − 3 − 3 2 2 2 2 2 2 3 3 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 − − − −2 − 2 −3 − 3 3− − 3 −3 3 2 − 3 − 3 − −3 − 2 2 2 2 2 2 2 2 3 2 3 3 0 tak terdefinisi 1 1 1 1 1 1 1 1 2 −1 3 − 3 −1 1 1 3 − − − 2 − 3 − 3 − 3 − 3 − 3 −− −− 2 3 2 2 2 2 3 2 2 2 2 2 3 3 − –1 1 1 1 11 1 1 1 − 2 − 3 − 3 −− 23 − 3 − 3 − 3 2 2 2 23 2 2 3 − 1 1 11 1 1 1 1 1 1 1 1 − − − 3 − 33 −− 3 3 2− − − 3 −− 2 − 2 − 3 3 − 3 2 2 22 2 2 2 2 3 2 3 3 0 1 0 –1 ♦ Berikan masalah 8. Adapun cara yang dilakukannya adalah menggambarkan sisi di hadapan sudut dengan panjang 1 satuan dan menggambarkan sisi miring sebuah segitiga dengan panjang 2. 1 1 1 1 1 2 3 3 4 sin α = . Menggambarkan sebuah segitiga siku-siku dan menerapkan sifat perbandingan sinus. Matematika 289 .2 berikut ini kepada siswa dan ajak siswa untuk berdiskusi dengan temannya. Diberikan kepadanya perbandingan sebagai berikut.2 Seorang anak ingin menentukan besar sudut dari sebuah perbandingan trigonometri.

5 6 2 3 4 3 4 2 3 5 6 2 3 4 3 4 2 3 Penyelesaian III: 1. kuadran. yaitu 1 1 1 1 1 2 3 3 4 α = sin–1 = 30°.1 1 1 1 1 1 2 3 3 4 1. Untuk kasus nilai perbandingan trigonometri sudut istimewa pada kuadran I. Invers dari sin–1 selanjutnya dituliskan dengan arcsin . Alternatif penyelesaian yang lain yaitu dengan menggunakan kalkulator. Tentukan nilai θ jika tan θ = 0! 290 Buku Guru Kelas X . Berdasarkan pengukuran yang dilakukan ternyata diperoleh besarnya sudut α adalah 30°.2.2. Tentukan nilai β jika cos β = ! 5 6 2 3 4 3 4 2 3 2. 3. Latihan 8. Alternatif yang mungkin dilakukan adalah dengan melihat tabel. dan kuadran IV dapat menggunakan Tabel 8. Dengan fasilitas yang dimiliki kalkulator dapat diperoleh invers nilai sin. 5 6 2 3 4 3 4 2 3 1 1 1 1 1 2 3 3 4 1 1 1 1 1 2 3 3 4 2. Selanjutnya dia mengukur besar sudut dari segitiga siku-siku yang sudah terbentuk dengan menggunakan busur derajat. kuadran II. III. Penyelesaian II: 1.

Perhatikan gambar! 3 3 Sehingga untuk nilai cos x = 2 3 2 3 3 3 3 3 1 − 3 3 = 2 2 3 2 3 3 6 3 3 3 3 1 − 3 3 = 2 2 3 2 3 3 6 3 3 3 3 1 − 3 3 = 2 2 3 2 3 3 6 − 3 3 1 3 3 2 3 6 3 3 3 3 1 − cos x = 3 3– Karena nilai cos bernilai negatif di kuadran ke IV.7 Perhatikan Gambar 8.2 Jika tan x = − 1 3 . invers dari tan x = y maka inversnya adalah x = arctan y. dan x tumpul berapakah nilai dari cos x? 3 Penyelesaian Jika x tumpul. maka x berada di kuadran ke IV. Misalnya invers dari cos x = y maka inversnya adalah x = arcos y.25! Tunjukkan bahwa sin θ  tan θ = cos θ 2  sin θ + cos 2 θ = 1  tan 2 θ + 1 = cosec 2θ Matematika 291 . Penulisan ini juga berlaku untuk perbandingan trigonometri lainnya. maka nilai 2 2 3 2 3 3 6 Contoh 8. Latihan 8. sehingga gambar segitiga siku-siku berada di kuadran ke IV.

  = 2 .maka r r r x2 rr r 2 2 2 2 2 y 2y  x  y y y 2x y  y   y  2 .. Tetapi perlu diingat bahwa.... Dari persamaan ini kita dapat menemukan turunan rumusan dalam trigonometri.... sin2 θ ≠ sin θ2.. dan tan θ = .. 2 2 2 y x  y  y y x y cos θsin =2θ ... cos θ = .. = .. (sin2 θ dibaca sinus kuadrat teta).      2  2  2 2 r 2 x2  r x r rr r  r r Jumlah dari sinus kuadrat teta dengan cosinus kuadrat teta dinyatakan sebagai berikut: y 2 x2 y 2 + x2 r 2 sin 2 θ + cos 2 θ = 2 + 2 = = 2 = 1.(sin θ) =   .. Misalnya... maka berlaku: 292 Buku Guru Kelas X .. y sin θ r y Gambar 8..25 berlaku: y x sin θ = .. (2) 2 2 2 cos θ cos θ cos θ Jika kita lanjutkan membagi kedua ruas persamaan (1) dengan sin2 θ. (dengan syarat cos2 θ ≠ 0).. = Sama halnya untuk memahami cos θ = ... bahwa (sin θ)(sin θ) = (sin θ)2 = sin2 θ..... 2 Tentunya... r r Nilai perbandingan sin θ dan cos θ dinyatakan sebagai berikut.. jika kedua ruas persamaan tersebut dibagi cos2 θ...……………………………………… (1) Persamaan ini disebut sebagai persamaan identitas trigonometri. = (sin θ). jika sin θ θ = .. maka persamaan (1) berubah menjadi: sin 2 θ cos 2 θ 1 + = ⇔ tan 2 θ + 1 = sec 2 θ ……………………………….Penyelesaian Dari Gambar 8....... sedangkan tan cos θ x x r bahwa: sehingga berlaku sin θ y sin θ = tan θ ⇔ = tan θ cos θ x cos θ Perlu kita kenalkan..25 Segitiga siku-siku = = cos θ x x y r sin θ r y = θ= . r r r2 r Jadi ditemukan: sin2 θ + cos2 θ =1 .

Alternatif Penyelesaian Ilustrasi persoalan di atas dapat disajikan pada Gambar 8. θ = 90°. Gambar 8. dan θ = 120°.. kebiasan anak-anak jika melihat/mendengar pesawat udara sedang melintasi perkampungan mereka. mengamati sebuah pesawat udara.. Oleh karena itu berlaku: 2 2 1 1  1 3 sin 2 2α + cos 2 2α = sin 2 30° + cos 2 30° =   +  3  = + = 1. Bolang. tetapi sin (30°)2 = sin 900° = 0.3 Di daerah pedesaan yang jauh dari Bandar udara. yang terbang dengan ketinggian 20 km. Masalah-8.. α = 15°... 4 4 2 2  1 1 1 1 1 2 3 3 4 Tolong ingat kembali bahwa.. Dengan sudut elevasi pengamat (Bolang) terhadap pesawat adalah sebesar θ.……………………. untuk semua satuan sudut yang sama. maka 2α = 30°. tentukanlah jarak pengamat ke pesawat jika : θ = 30°.sin 2 θ cos 2 θ 1 + = ⇔ 1 + cotan 2θ = cosec 2θ ... (3) 2 2 sin θ sin θ sin 2 θ Formula di atas berlaku... (sudahkah 5 6 2 3 4 3 4 2 3 kamu tahu alasannya?).26 Sketsa pengamatan terhadap pesawat udara dengan sudut elevasi θ. sin2 30° = . Matematika 293 . Misalnya..26.

Produksi hasil penjualan bulanan (dalam satuan ribuan unit) selama 2 tahun diprediksi.4 Sebuah perusahaan memproduksi mainan.  Untuk θ = 120°. sebagai berikut S = 23.1 + 0.134 2 294 ( 6) Buku Guru Kelas X . 3 cos π t S = 23. waktu t = 2 adalah: S = 23. dan bulan April 2011 menyatakan t = 16. Tentukanlah prediksi penjualan pada bulan Pebruari 2010 dan bulan April 2011. maka pesawat tepat berada di atas si Bolang. dengan sudut elevasi 90°.1 + 0. θ = 120°. 20 20 20 ⇔ d= = = 40 km. Masalah-8. maka sin 120° = 40 20 20 20 ⇔ d= = = 3 km. 442. maka sin 90° = ⇔ d= = = 20 km.   = 26. Prediksi penjualan mainan pada bulan Pebruari 2010. d sin 120° 3 3 2 Dapatkah kamu ilustrasikan bagaimana posisi pengamatan si Bolang dengan besar sudut elevasi. kita menentukan sin θ.1 + 0. d sin 90° 1  Untuk θ = 30°.Untuk menentukan jarak pengamat terhadap pesawat. 3. dengan diketahui ketinggian terbang pesawat. maka sin 30° = Artinya. d sin 30° 1 2 20 20 20  Untuk θ = 90°. 3 cos(60°) 1 S = 23.(2) + 4. 1. 3 cos π t 6 ( ) dengan t = waktu (bulan) t = 1 merepresentasikan hasil penjualan bulan Januari tahun 2010. maka bulan Pebruari 2010 menyatakan waktu t = 2. 884 + 4. (kenapa?). 442t + 4. sehingga sama dengan tinggi terbangnya pesawat. Alternatif Penyelesaian Jika bulan Januari tahun 2010 menyatakan waktu t = 1. 984 + 4.

134 unit. 3 cos(960°) S = 30.1 + 0. 5 6 2 3 4 3 4 2 3 Pasangan nilai x dengan nilai perbandingan sin x merupakan suatu koordinat titik pada grafik fungsi sinus. x [0. −  2  2  2  2  Matematika 295 . maka prediksi penjualan pada bulan April 2011 adalah 28. Sedangkan untuk 1 1 1 1 1 2 3 3 4 x = 210° dan x = 330°.172 + 4. dan x = 150°. 022  2 Karena jumlah penjualan dalam ribuan unit.(16) + 4. 442.2π] merupakan domain untuk menyelesaikan persamaan pada bagian a).172 + 4. 3 cos( 240°) (kenapa cos(960°) = cos( 240°)?) ( )  1 28.  . 2. mari kita selesaikan persamaan berikut ini.  240°.  210°.(16) + 4. 442.022 unit. 150°.1 + 0. x ∈ [0. t = 16 adalah: S = 23. −  .  −  = 28 . x ∈ [0°. Dengan menggunakan nilai-nilai sudut yang telah diberikan di atas.2π] Penyelesaian x ∈ [0. karena perbandingan 5 6 2 3 4 3 4 2 3 trigonometri hanya bernilai positif di kuadran I dan II. nilai sin x = – .2π] 5 6 2 3 4 3 4 2 3 − 2= −– sin 3 − 4∈− 5 − 6 − 7 − 8 − 9 b) sin x + x.8 Tentukanlah nilai x yang memenuhi setiap persamaan di bawah ini: 1 1 1 1 1 2 3 3 4 a) sin x = . yaitu koordinat: 1  1  1  1   30°. Grafik Fungsi y = sin x.  . hanya berlaku untuk x = 30°. Grafik Fungsi Trigonometri a. 3. 3 cos 16π 6 S = 23. Contoh 8. 360°]. 1 1 1 1 1 2 3 3 4 a) sin x = . 6. Prediksi penjualan mainan pada bulan April 2011.022 S = 30. Jadi banyaknya mainan yang terjual pada bulan Pebruari 2010 adalah sebanyak 26.

360°] 296 Buku Guru Kelas X . 135°.  240°. Oleh karena itu berlaku: 1 1 1 1         3  .0). 3 . tentunya. − serta 8 − sin 9− x =2– − 3 pada − 4saat − x 5= − 240°. 2 2 2 2         Sebagai kumulatif hasil semua pasangan titik-titik di atas.  315°. Selain itu juga. 1 1 1 1 1 2 3 3 4 1 1 1 1 1 2 3 3 4 • sin − x2 = − 3 .1). sekarang kita memiliki pasangan titik: Selain pasangan titik besar sudut dan nilai perbandingan trigonometri di atas. 2 3  . kamu dapat menyebutkan bahwa nilai x yang memenuhi adalah x = – 225° dan x = – 315°. 2 3  . x ϵ [0°.  45°. (180°.0). • sin x = 1.  300°. − 2 . Akibatnya berlaku: (90°.− untuk 4 − x =5 60°. 120°. untuk x = 90° sin x = – 1.  225°.1). 7 − 8 − 9 5 6 2 3 4 3 4 2 3 Oleh karena itu.27 Grafik fungsi y = sin x. Gambar 8. Akibatnya diperoleh: (0°. (270°.1 1 1 1 1 2 3 3 4 b) Persamaan sin x + − 2 =−– sin 3 − x⇔ 4 2−sin5x − = −6 2−atau −7 3 sin − −x 8= 4− –−− 9 52. (360°. 1 1 1 1 1 2 3 3 4 kita harus menguasai bahwa nilai sin x = − 2 pada − 3saat − x4= − 45°5dan − x6= − 135°.2. kita sajikan pada Gambar 8.  60°. − 2  . 6 − 7 − 8 − 5 6 2 3 4 3 4 2 3 5 6 2 3 4 3 4 2 3 dan x = 300°. untuk x = 180° dan x = 360°. − dan 6 − x =7 120°.−− Jika 63 kamu −− 74 −− 85 −− 96 − 5 6 2 3 4 3 4 2 3 sudah menguasai Tabel 9.27. 2  .0). masih terdapat pasangan koordinat yang lain. untuk x = 270°. yaitu: • sin x = 0. 2 2         1 1 1 1         2  . tentunya dengan mudah.

Grafik Fungsi y = cos x.360°]. tetapi tentunya ada beberapa perbedaan yang anda harus cermati dan pahami. Oleh karena itu dapat kita tulis: Matematika 297 . untuk domain [0°. akan kita bandingkan grafik fungsi di atas dengan grafik fungsi y = cos x.cos x = – 1 merupakan persamaan trigonomteri berbentuk persamaan kuadrat. Adanya konstanta.360°].cos − 5 − 6 − 7 − x 9 – 2 = 0.28).360°]. Berikut ini juga diberikan grafik fungsi sinus (Gambar 8. Silahkan temukan pasangan-pasangan titik untuk fungsi tersebut. Nilai konstanta a yang memenuhi untuk fungsi di bawah ini adalah a = 2. x ϵ [0°. 1) (cos x)2 – 2. b. Gambar 8. a ϵ R Selanjutnya. mengakibatkan perubahan pada nilai maksimum dan nilai minimum fungsi. maka fungsi y = cosec x. Secara manual. kemudian sketsakan. Penyelesaian 1) Persamaan (cos x)2 – 2. • Jika fungsi y = sin x. x ∈ [0°.9 Mari cermati beberapa persamaan di bawah ini.28 Grafik fungsi y = a sin x. 2) − 8.360°] Contoh 8. x ∈ [0°. Tentunya.cos x = – 1. untuk suatu persamaan kuadrat kita membutuhkan akar-akar persamaan kuadrat tersebut.Grafik y = sin x memiliki nilai ymax = 1 dan ymin = –1. grafik di atas dapat kamu gambarkan pada kertas dengan spasi yang jelas.

cos x + 1 = 0 ⇔ (cos x – 1). dapat kita lihat dari Tabel 8.–1). Gambar 8. 2 2  . (180°.0) dan (360°.         Selanjutnya. kita dapat menuliskan pasangan titik-titik berikut: • 1 1 1 1          45°. 2 2  .− 5 6 2 3 4 3 4 2 3 1 1 1 1 1 2 3 3 4 − 3 −untuk 4 −x5 − 7 − 8 − 9 Nilai x yang memenuhi persamaan cos x = − 2 adalah =− 45°6 dan 5 6 2 3 4 3 4 2 3 1 1 1 1 1 2 3 3 4 − 3 − untuk 4 − 5 − 6 − 7 x = 315° (lihat Tabel 9.0).1). berikut ini disajikan pada grafik berikut. (270°. (cos x)2 – 2. kita temukan pasangan titik: (0°. Jadi. Sedangkan untuk cos x = – − 2 berlaku 5 6 2 3 4 3 4 2 3 x = 135° dan x = 225°.cos − x 3 –− 40 −⇔5cos − x6= − − 2 7 − 3 8− − 4 9− 5 − 6 − 7 − 8 − 9 2 2= . dengan menggunakan semua pasangan-pasangan titik di atas.(cos x – 1) = 0 atau (cos x – 1)2 = 0 ⇔ cos x = 1. 135°. Nilai cos x = – 1 berlaku untuk x = 180° dan cos x = 0 untuk x = 90° dan x = 270°. Akibatnya.2). x ϵ [0°. (90°.29 Grafik fungsi y = cos x.2 2   315°.2 2  . .360°] 298 Buku Guru Kelas X .1) 3 − 4 − 52) − Persamaan 6 − 7 − 8.2).  225°.cos − x 9 – 2 = 0 dapat kita sederhanakan menjadi: 1 1 1 1 1 2 3 3 4 − 2 . Oleh karena itu. silahkan bentuk pasangan-pasangan titik yang lain.2. . Nilai x yang memenuhi persamaan cos x = 1 adalah x = 0° dan x = 360° (kembali sesuaikan dengan Tabel 9.

Gambar 8. Grafik Fungsi y = tan x. dapat kita cermati bahwa seiring bertambahnya domain fungsi y = cos x. x ∈ [0°. b ϵ R c. Gambar 8.360°]. x ϵ [0°.360°].30 di bawah ini adalah grafik y = cos bx. menggambarkan grafik fungsi y = sin x dan y = cos x. • Minta siswa untuk menentukan pasangan titik-titik yang dilalui grafik fungsi y = secx.Dari grafik di atas.31 Grafik fungsi y = tan x.30 Grafik fungsi y = cos bx. x ∈ [0°. b ∈ R .360°]. untuk x ∈ [0°.360°] Matematika 299 . Dengan cara yang sama. kurva bergerak dari y = 1 hingga mencapai kembali y = 1. Nilai maksimum fungsi y = cos x memiliki nilai ymaks = 1 dan nilai ymin = – 1. x ϵ [0°.360°] dapat kita gambarkan sebagai berikut. Kemudian sajikan pasangan titik-titik tersebut dalam grafik fungsi trigonometri. Cermati dan tentukan perbedaan dengan grafik y = cos x. Gambar 8.360°]. untuk x ∈ [0°. grafik fungsi y = tan x.

untuk x → 90° dan x → 270° (dari kiri). dan cotangen setiap sudut yang dinyatakan. Perhatikan nilai fungsi disaat x →90° dan x → 270° (dari kanan). Khususnya. nilai y = tan x menuju tak terhingga. tentukanlah nilai sinus. c. Tentukanlah nilai sinus. d. berbeda dengan grafik y = sin x dan y =cos x. nilai y = tan x menuju negatif tak terhingga. Perhatikan setiap gambar di bawah ini. x ϵ [0°. secan. Gambar 8. cosinus. mengenai nilai maksimum dan nilai minimum fungsi. b. tangen untuk setiap titik yang disajikan berikut: 300 Buku Guru Kelas X . tangen. Sebaliknya. 2. cosinus. dan a ϵ R Uji Kompetensi 8.Grafik di atas.3 1. apa yang dapat kalian simpulkan dari gambar di atas? Selanjutnya. cosec. a. cermati grafik di bawah. • Dengan keadaan ini.360°].32 Grafik fungsi y = tan ax.

dan Y2 = a cos bx.12) b. 8 cosec α Diberikan tan α = − dengan sin α > 0. taan berikut. (cosec A – cotan A). c. sin A sin A a. Tentukanlah nilai maksimum dan minimum kedua fungsi. Sederhanakanlah bentuk ekspresi berikut. ≤ 3π 2 2 tan β + 1 tan β − 1 2 3.75) a. + sec β 2 sin 2 β + 2 cos 2 β sin α > 0 cos α > 0 tan β sin α < 0 tan α < 0 cos α < 0 sin α > 0 Tentukanlah letak sudut α untuk setiap kondisi tanda nilai perbandingan. (sin α). sec 2 β + tan 2 β perbandingan trigonometri. 3 < y < 150°.(1 + cos A) 10. tentukanlah: cos 2y 4 2 sec β − tan β sec 2 β + tan 2 β 4.–7.2) c. Di bawah ini disajikan tabel yang a. Periksalah kebenaran setiap pernya. keempat kuadran.(cos α) 8 cosec α d.tan x lebih besar daripada nilai b. cos x. P(5. sin β b cos β 2 sec β 3 sin β π ≤ β c.–2) d. cos α b.sin β 3 2 sec β π ≤ β ≤ 3π d.sin x < dan cos β = – . maka nilai 2.5.cotan x + sin x cosinus. dan 120° 8. a.2. Jika diketahui Y1 = a sin bx. sec α c. b. 2 2 tan β + 1 tan β − 1 2 a.7. nilai sinus selalu a. dan nilai 2 2 tan β + 1 tan β − 1 2 cotan β=3 tidak terdefinisi. tentukanlah: 15 cotan α a. Tentukanlah : 301 Matematika . cos x. b ∈ R . + sec β 2 sin 2 β + 2 cos 2 β tan β menjelaskan tanda nilai beberapa sec β − tan 2 β b. Diketahui π sin β 2 sec β 3 ≤ β ≤ 3π . Sederhanakanlah bentuk persamaan berikut ini. Untuk 30° < x < 90°. dan gambarkanlah gambar kedua fungsi. T(3.360°]. Berikan alasanmu. Di kuadran I. + 1 + cos A 1 − cos A b. (sin B + cos B)2 + (sin B – cos B)2 c. 9. Q(–5. x ∈ [0°. R(–5. a. Diketahui β berada di kuadran III. sec x dan sin x selalu mimiliki nilai tanda yang sama di 7.cosec x. − 15 cotan α 5 6.

selainnya bertanda negatif. cosinus. Pada kuadran I. semua nilai perbandingan trigonometri bernilai positif. Pada segitiga siku-siku ABC berlaku jumlah kuadrat sisi siku-siku sama dengan kuadrat sisi hypothenusanya atau secara simbolik ditulis a2 + b2 = c2 dengan c merupakan panjang sisi miring dan a serta b panjang sisi-sisi yang lain dari segitiga siku-siku tersebut. hanya sin α dan cosec α yang bernilai positif. Nilai perbandingan trigonometri pada tiap kuadran berlaku sebagai berikut. a. maka berlaku perbandingan trigonometri berikut. tan A = c c b 3. hanya cos α dan sec α yang bernilai positif. Buatlah laporanmu dan sajikan di depan kelas. selainnya bertanda negatif. Pada kuadran II. a b a a. sin A = c c b a b a b. Pada kuadran III. c. b. 2. dan tangen dalam permasalahan tersebut. hanya tan α dan cotan α yang bernilai positif. selainnya bertanda negatif. termasuk kebalikan setiap perbandingan sudut tersebut. Pada gambar segitiga siku-siku ABC dengan sudut siku-sikku berada di C. Pada kuadran IV. d. PENUTUP 1.Projek Himpunlah informasi penerapan grafika fungsi trigonometri dalam bidang fisika dan teknik elektro serta permasalahan di sekitarmu. Buatlah analisis sifat-sifat grafik sinus. 302 Buku Guru Kelas X . cos A = c c b a b a c. D.

Nilai perbandingan trigonometri pada kuadran I adalah sebagai berikut. Sudut sin 0° 0 30° 45° 60° 90° − 1 11 1 111 1 1 1 1 1 1 −− 2 − − − −2 3 −2 − −3 −3 3−3 − 3 −3 3 3 − 2 22 2 222 2 2 3 3 3 cos − 1 11 1 1 11 1 1 1 1 0 1 1 − − 3− − 2 3− −− − 3 3 −2 − 2 − 3 3 − 3 − 3 − 3 2 2 2 2 23 2 2 3 2 2 3 tidak terdefinisi − 1 1 tan1 1 11 1 0 1 1 − 3 2 − 3 − − 3 −− 32 − 3 − 3 − 2 2 2 32 2 2 3 Matematika 303 .4.

garis dan bidang melalui demonstrasi menggunakan alat peraga atau media lainnya. memahami konsep jarak dan sudut antara titik. • berpikir tingkat tinggi dalam menyelidiki dan mengaplikasikan konsep dan prinsip-prinsip bangun datar dan ruang dalam geometri untuk memecahkan masalah otentik. menggunakan berbagai prinsip bangun datar dan ruang serta dalam menyelesaikan masalah nyata berkaitan dengan jarak dan sudut antara titik. 3. • berkolaborasi memecahkan masalah aktual dengan pola interaksi sosial kultur. 2. garis dan bidang. KOMPETENSI DASAR DAN PENGALAMAN BELAJAR Kompetensi Dasar Setelah mengikuti pembelajaran ini siswa mampu: 1.Bab Geometri A. Pengalaman Belajar Melalui pembelajaran materi geometri. siswa memperoleh pengalaman belajar: • menemukan konsep dan prinsip geometri melalui pemecahan masalah otentik. memiliki motivasi internal dan merasakan keindahan dan keteraturan matematika dalam perhitungan jarak dan sudut antara titik. garis dan bidang dilakukan dengan menggunakan sifat-sifat bangun datar dan ruang. • • • • • • • Titik Garis Bidang Ruang Jarak Sudut Diagonal .

B. Garis. PETA KONSEP Masalah Otentik OBJEK GEOMETRI Titik Sudut Titik Sudut Dimensi 2 Dimensi 3 Rusuk Unsur Sisi Bidang Sudut Bangun Datar Jarak dan Sudut antar Titik. Garis. Bidang Unsur Bidang Sudut Diagonal Bidang Diagonal Ruang Matematika 305 . Bidang Bangun Ruang Jarak dan Sudut antar Titik.

1a dan Gambar 9. Menemukan Konsep Jarak Titik.2a Jembatan penyeberangan Gambar 9. dan Bidang a. Gambar 9. yang dapat dilihat pada Gambar 9.1b.1b. Gambar berikut akan mencoba pemahaman kamu terhadap kedudukan titik dengan garis.2a Garis dan titik Jika dimisalkan jembatan penyeberangan merupakan suatu garis dan lokomotif kereta adalah suatu titik. Apa yang bisa kamu lihat? Misalkan kabel listrik adalah suatu garis dan burung adalah titik. maka dapat dikatakan bahwa tempat hinggap burung pada kabel listrik merupakan sebuah titik yang terletak pada suatu garis. MATERI PEMBELAJARAN 1. Garis. Gambar 9.1b Titik pada garis Perhatikan Gambar 9.1a Burung Gambar 9.C. Kedudukan Titik ♦ Ajak siswa untuk menyimak ilustrasi berikut! Berikan pertanyaan agar siswa dapat memahami tentang kedudukan titik. Artinya jika dihubungkan dengan garis dan titik maka dapat disebut bahwa contoh di atas merupakan suatu titik yang tidak terletak pada garis. Kita dapat melihat bahwa lokomotif tidak terletak atau melalui jembatan penyeberangan. 306 Buku Guru Kelas X .

dengan bola sebagai titik dan lapangan sebagai bidang. titik sudut kubus yang terletak pada garis g adalah titik A dan B. Segmen atau ruas garis AB sebagai wakil garis g. Perhatikanlah kubus tersebut.1 Sebuah kardus berbentuk kubus ABCD.3b Dua titik A dan B Gambar di atas merupakan contoh kedudukan titik terhadap bidang. F. Jika ada hambatan beri bantuan berdasarkan konsep dan prinsip yang telah diketahui siswa sebelumnya. Minta siswa untuk menyelesaikannya sendiri. titik sudut kubus yang berada di luar garis g adalah titik C. Tentukan titik sudut kubus yang terletak pada garis g! b. D. Sebuah titik dikatakan terletak pada sebuah bidang jika titik itu dapat dilalui bidang seperti terlihat pada titik A pada gambar dan sebuah titik dikatakan terletak di luar bidang jika titik itu tidak dapat dilalui bidang. E. perhatikan pula Gambar 9. Gambar 9.EFGH dan garis g dari gambar di atas. Tentukan titik sudut kubus yang berada di luar garis g! Gambar 9. ♦ Ajak siswa untuk memahami masalah-masalah berikut.3a Bola di lapangan Gambar 9. Pertanyaan: a. dan H. dapat diperoleh: a. Masalah-9. Matematika 307 .3a dan Gambar 9. b.EFGH.4 Kubus ABCD. G.3b. Untuk lebih melengkapi pemahaman kedudukan titik terhadap garis.EFGH dan garis g Alternatif Penyelesaian Pandang kubus ABCD.

dan F. maka titik itu berada di luar bidang. 2) Jika suatu titik tidak dilalui garis maka dikatakan titik tersebut berada di luar garis.2 Rumah Andi. dan H. Dapatkah kamu menentukan jarak sesungguhnya antara rumah Andi dan Cintia? Gambar-9.1 1) Jika suatu titik dilalui garis. • Titik sudut yang berada di luar bidang CDGH adalah A.5! Terhadap bidang DCGH. maka dikatakan titik terletak pada garis tersebut.6 Peta rumah 308 Buku Guru Kelas X .EFGH pada Gambar 9. titik sudut kubus apa saja yang berada di luar bidang DCGH! Penyelesaian Pandang kubus ABCD.EFGH.EFGH Definisi 9. pada bidang CDGH dapat diperoleh: • Titik sudut yang berada di bidang CDGH adalah D. Jarak antara rumah Bedu dan Andi adalah 4 km sedangkan jarak antara rumah Bedu dan Cintia 3 km. E. Bedu. titik sudut kubus apa saja yang terletak pada bidang DCGH! b. apakah titik memiliki jarak terhadap garis dan apakah titik memiliki jarak terhadap bidang? b.1 Perhatikan kubus ABCD. C. G. maka dikatakan titik itu terletak pada bidang. dan Cintia berada dalam satu pedesaan. 3) Jika suatu titik dilewati suatu bidang. 4) Jika titik tidak dilewati suatu bidang. Gambar 9.5 Kubus ABCD.Contoh 9. tentukanlah: a. Rumah Andi dan Bedu dipisahkan oleh hutan sehingga harus menempuh mengelilingi hutan untuk sampai ke rumah mereka. Jika suatu titik dilalui oleh garis atau bidang. B. Jarak antara Titik dan Titik Masalah-9.

memiliki sudut pandang 45°.8 Posisi mobil dari gedung Matematika 309 . Dari hasil di atas disimpulkan bahwa jarak antara titik A dan C adalah 5. memiliki sudut pandang 50° Mobil B = titik B. Gambar 9. Bedu.Alternatif Penyelesaian Misalkan rumah Andi. pada segitiga siku-siku ABC. dan C.7 Segitiga siku-siku Masalah-9. Berapa jarak antar kedua mobil ketika sudah berhenti di setiap ujung arah? Alternatif Penyelesaian Diketahui: Misalkan: Mobil A = titik A. yaitu: AC = ( AB ) 2 + ( BC ) 2 AC = (4) 2 + (3) 2 AC = 25 AC = 5. Dengan membuat segitiga bantu yang siku-siku maka ilustrasi di atas dapat digambarkan menjadi: Dengan memakai prinsip teorema Phytagoras. dan Cintia diwakili oleh tiga titik yakni A. Terlihat mobil A sedang bergerak ke arah Utara dan mobil B bergerak ke arah Barat dengan sudut pandang masing-masing sebesar 50° dan 45°. maka dapat diperoleh panjang dari titik A dan C.3 Seorang satpam sedang mengawasi lalu lintas kendaraan dari atap suatu gedung apartemen yang tingginya 80 m mengarah ke lapangan parkir. Tinggi gedung = 80 m Ditanya: Jarak antar kedua mobil sesudah berhenti? Perhatikan ilustrasi masalah dalam gambar berikut. maka jarak antara rumah Andi dan Cintia diperoleh 5 km. Ia mengamati dua buah mobil yang yang sedang melaju berlainan arah. B. Gambar 9.

Contoh 9. OT 80 OT tan 45° = = ⇔ AO = = 80 tan 45° AO AO Pada segitiga TOB.8.49 m.2 Perhatikan posisi titik titik berikut ini! Gambar 9. 22 tan 50° BO AO Masih dengan menggunakan teorema Phytagoras pada segitiga AOB. yaitu 2 dan 13 . tan 45° = OT 80 OT = ⇔ BO = = 67.1) ke C (4.9 Koordinat titik A. panjang AO dapat ditentukan dengan menggunakan perbandingan tangen.Dari Gambar 9. diperoleh AB = = = ( AO) 2 + ( BO) 2 (80) 2 + (67. dan C Jarak titik A (1. jarak antara kedua mobil tersebut adalah 104. Dengan cara yang sama. B. 310 Buku Guru Kelas X . 52 = 104. 22) 2 10918. 49 Maka diperoleh. kamu dapat tunjukkan panjang segmen garis AB dan BC. AC = (4 − 1) 2 + (1 − 1) 2 = 3. Pada segitiga TAO. kita memfokuskan perhatian terhadap segitga AOT dan segitiga BOT.1) dapat ditentukan melalui formula.

yaitu titik terletak pada garis atau titik berada di luar garis.4 Bentuklah tim kelompokmu. Untuk selanjutnya mari kita cermati kemungkinan jarak titik yang tidak terletak pada suatu garis. BC. maka jarak antara titik A dan B adalah: AB = ( AC )2 + (BC )2 c. B.1 Titik A.Tentunya panjang ketiga segmen AB. Rumus 9. Dalam hal ini. Diharapkan siswa sudah mengetahui kedudukan titik terhadap garis. Gambar 9. Dari pembahasan di atas. Jarak Titik ke Garis ♦ Ajak siswa untuk memahami letak titik pada garis. jarak titik ke garis adalah nol. jika titik tersebut dilalui oleh garis. ♦ Jelaskan kepada siswa bahwa terdapat dua kemungkinan titik pada garis.10 Titik terletak pada garis Masalah-9. (Silahkan tunjukkan!). kemudian pergilah ke lapangan sepakbola yang ada di sekolahmu. Titik A dan titik B dikatakan sebagai titik yang segaris atau kolinear. dan C adalah titik-titik sudut segitiga ABC dan siku-siku di C. Titik dikatakan terletak pada garis. ♦ Minta siswa untuk memahami Gambar 9. Ukurlah jarak antara titik penalti terhadap titik yang berada di garis gawang. Ambil alat ukur sejenis meteran yang digunakan untuk mengukur titik penalti terhadap garis gawang. dengan kata lain kita akan mengkaji jarak titik terhadap garis dengan kegiatan dan permasalahan berikut. lakukan berulang-ulang sehingga kamu menemukan jarak yang minimum antara titik penalti dengan garis gawang tersebut! Gambar 9.11 Lapangan sepakbola Matematika 311 . dapat disimpulkan. dan AC memenuhi Theorema Phytagoras. kita dapat melihat bahwa titik A dan B terletak pada garis g.6.

Tabel 8. PD. dan E. bagaimana menentukan jarak dari titik P ke garis l? Apa yang dapat kamu simpulkan? Sekarang. adalah sama? Menurutmu. B. P' merupakan projeksi titik P pada garis l. Contoh 9. D.EFGH. Isilah hasil pengukuran kamu pada tabel yang tersedia.Alternatif Penyelesaian Jika dimisalkan titik penalti adalah titik P dan garis gawang merupakan garis lurus l. yaitu P'. C.3 Diketahui kubus ABCD. Tentukanlah beberapa titik yang akan diukur. Jadi. Kemudian ambil alat ukur sehingga kamu peroleh jarak antara titik P dengan kelima titik tersebut. Untuk itu kita dapat mengatakan bahwa panjang PP' merupakan jarak titik P ke Gambar 9. BD Gambar 9.14 Kubus ABCDEFGH 312 Buku Guru Kelas X .12 Jarak titik P dan E Apakah panjang ruas garis PA. PE. Tentu saja akan diperoleh bayangan titik P pada garis. Tentukan projeksi titik A pada garis a. coba kamu bayangkan ada cahaya yang menyinari titik P tepat di atasnya. PC. CD! b. Sedangkan.13 Projeksi titik P pada garis l garis l . PB.1 Jarak Titik Penalti Titik Jarak P dan A P dan B P dan C P dan D Gambar 9. misalkan titik-titik tersebut adalah A. jarak titik p ke garis l adalah PP'.

Gambar 9.17.16 Proyeksi titik A pada garis BD Contoh 9. titik R dan X ii.17 Kubus PQRS. Gambar 9. Titik X terletak pada pusat kubus tersebut. titik X dan garis PQ Alternatif Penyelesaian Diketahui panjang rusuk kubus a = 4 cm. panjang diagonal ruang kubus adalah a 3 = 4 3 sehingga.4 Sebuah kubus PQRS. Proyeksi titik A pada garus CD Jika dari titik A ditarik garis yang tegak lurus terhadap segmen garis CD maka diperoleh titik D sebagai hasil proyeksinya (AD ^ CD). seperti yang disajikan pada Gambar 9. RT merupakan 5 6 2 3 4 3 4 2 3 diagonal ruang kubus sehingga berdasarkan sifat kubus. maka jarak RX = RT.TUVW dengan titik pusat X 1 1 1 1 1 2 3 3 4 Karena X adalah titik tengah ruas garis RT. i. panjang rusuknya 4 cm.TUVW. ♦ Jelaskan pada siswa mengenai arti titik pusat kubus (bangun ruang).15 Proyeksi titik A pada garis CD b. Gambar 9. lalu minta siswa untuk menghitung jarak antara i.Penyelesaian a. Proyeksi titik A pada garis BD Jika dari titik A ditarik garis yang tegak lurus terhadap segmen garis BD maka diperoleh titik T sebagai hasil proyeksinya (AT ^ BD). 1 1 1 1 1 2 3 3 4 RX = RT 5 6 2 3 4 3 4 2 3 Matematika 313 .

jarak antara titik X ke PQ adalah 2 2 cm. 3 4 5 6 7 8 9 d.1 1 1 1 1 2 3 3 4 a 3 =∙ 4 3 = 5 6 2 3 4 3 4 2 3 a 3=4 = 2 3 a 3=4 Diperoleh. Perhatikan gambar berikut. Mari kita cermati masalah berikut ini yang terkait dengan masalah jarak titik terhadap suatu bidang. ii. kita dapat menemukan titik-titik dan membentuk garis. 314 Buku Guru Kelas X . 1 1 1 1 1 2 3 3 4 1 1 1 1 1 2 3 3 4 3=4 X'Q = PQ = 2. sementara XQ = a QW 2 3 sehingga 5 6 2 3 4 3 4 2 3 5 6 2 3 4 3 4 2 3 2 2 XX' = ( XQ) − ( X ' Q) = (2 3 ) 2 − 22 = 12 − 4 =2 2 Jadi. Jarak Titik ke Bidang Dalam satu bidang. Dengan menggunakan segitiga siku-siku XX'Q. jarak titik R ke X adalah 2 3 cm. kita akan menentukan panjang XX'. Jarak antara X dan PQ adalah panjang ruas garis XX'.

Berapakah jarak minimal posisi Tino terhadap target? Alternatif Penyelesaian Tentunya. mencoba mengganti jarak posisi tembak semula terhadap papan target sedemikian sehingga mampu menembak tepat sasaran.t ⇔ 3 × 40 = 120 m.Masalah-9.5 Perhatikan gambar berikut ini. s = v. jarak antara posisi Tino terhadap papan target dapat diperoleh dari rumusan berikut. Oleh karena itu. Keadaan tesebut dapat kita ilustrasikan sebagai berikut. tetapi belum tepat sasaran. seorang atlet panahan. meskipun kecepatan dan waktu berubah sesuai dengan perubahan jarak. mesin pencatat kecepatan menunjukkan. Gambar 9.18 Seorang pemanah sedang melatih kemampuan memanah Tino. Kondisi awal. Matematika 315 . Pada satu sesi latihan di sport center. dengan waktu 3 detik. sedang mempersiapkan diri untuk mengikuti satu pertandingan besar tahun 2012. Tino. kecepatan anak panah 40 m/det. lintasan yang dibentuk anak panah menuju papan target berupa garis lurus.

teorema Phytagoras berperan untuk menyelesaikan masalah jarak. bukan berarti garis tersebut menjadi jarak titik T terhadap papan target. karena garis AC tegak lurus terhadap bidang spanduk. Cermati garis g1. Ilustrasi keadaan tersebut diberikan pada Gambar 9. Jadi jarak sebenarnya titik B terhadap spanduk sama dengan jarak titik B terhadap titik C'. Jadi. jarak titik A terhadap spanduk adalah panjang garis AC. bukan berarti jarak Tino terhadap papan target sebesar 90 meter. Titik C' merupakan projeksi titik C pada bidang yang sama (spanduk). setiap orang (yang tidak mengalami gangguan mata) dapat melihat dan membaca dengan jelas spanduk tersebut. sedang merancang ukuran sebuah tulisan pada sebuah spanduk. merupakan jarak titik T terhadap papan target. Tulisan/ikon pada spanduk tersebut diatur sedemikian sehingga.20 Jarak titik B ke titik C 316 Buku Guru Kelas X . Tino berhasil menembak pusat sasaran pada papan target. diilustrasikan pada gambar berikut. dan papan target kita misalkan suatu bidang yang diletakkan dengan p satuan jarak dari titik T.19. metode menghitung jarak antara satu objek ke suatu bidang harus membentuk lintasan garis lurus yang tegak lurus terhadap bidang. Tetapi panjang garis g2. Untuk menentukan jarak si B terhadap bidang (spanduk). pada tembakan ketiga. Posisi Tino. Gambar 9. Masalah-9. dengan posisi 75 m. Panjang garis BC bukanlah jarak sesungguhnya jarak si B terhadap spanduk.19 Sudut pandang dua orang terhadap suatu spanduk Pada Gambar 9. yang akan dipasang sebuah perempatan jalan.6 Suatu perusahaan iklan. Sama halnya dengan garis g3. Jelasnya untuk keadaan ini.Dari dua hasil pergantian posisi.19 berikut ini. dapat kita sebut sebagai posisi titik T. Gambar 9. walaupun panjang garis itu tersebut adalah 120 meter.

dan 4 panjang 5 6 7 8 9 ruang CE =28 3 cm. ♦ Minta siswa untuk menentukan ulang jarak titik P terhadap garis BC. dan titik berada diluar P P merupakan sebuah titik yang Jarak titik P ke bidang X bidang X. BC = 8 cm cermati segitiga sama kaki BPC pada Gambar 9. 5 6 25 36 4 2 3 34 42 33 4 2 3 b) Jarak titik P terhadap BC. Hitunglah jarak a) Titik B ke P! b) Titik P ke BC! Gambar 9. Jarak antara titik P terhadap bidang X. Contoh 9. berlaku: PT 2 = PB 2 − BT 2 PT 2 = 5 3 Gambar 9. memiliki panjang rusuk 8 cm. dengan mudah kamu dapat menentukan 3 . Kubus ABCD. Lebih jelas kondisi tersebut. maka panjang segmen garis 1 1 11 11 1 1 2 13 13 24 3 3 4 4 5 6 7 8 9 BP = BH = CE =24 3 cm.Definisi 9.22 Segitiga sama kaki BPC 7 ( ) 2 − (4) 2 = 32 PT 2 = 4 2 cm. dengan menggunakan cara lain. Pastikan hasil kerja yang diperoleh siswa sama dengan hasil perkerjaan di atas! Matematika 317 . berarti kita akan menghitung jarak titik terhadap 24 3 4 5 6 PB = PC = garis.5 Perhatikan kubus di samping. Titik P terletak pada pusat kubus tersebut. 4 5 6 7 8 9 bahwa panjang AC = 8 2 cm diagonal a) Karena P merupakan titik terletak pada pusat kubus.EFGH titik pusat P Penyelesaian Cermati gambar kubus di atas.2 X Misalkan X adalah suatu bidang datar. Tentunya. merupakan jarak titik P ke tiitk berat bidang X.EFGH.21 Kubus ABCD.22 Dari segitiga samakaki di atas.

6 7 8 9 Gambar 9. sekarang kita akan memperhatikan rusuk-rusuk yang sejajar dalam suatu bangun ruang.6 Sebuah kubus KLMN. Perhatikan segitiga KLR.23 Kubus KLMN.24 Dua garis sejajar. dan jika kedua garis tidak berhimpit. maka kedua garis tidak pernah berpotongan meskipun kedua garis diperpanjang. e.NR = RT. Nah. 318 Buku Guru Kelas X . Dengan menggunakan perbandingan panjang rusuk segitiga.OPQR memiliki panjang rusuk 6 cm. cermati bahwa segitiga KMR menjadi bidang penghubung menentukan panjang titik N ke bidang KMR. ada baiknya kita mendeskripsikan sebagai berikut.NS NS =22 3 cm. k dan l dipotong secara tegak lurus oleh garis m Garis k dan l dikatakan sejajar jika jarak antara kedua garis tersebut selalu sama (konstan).6 3 =53 46 .OPQR 2 3 KM = 6 2 cm 3 RT 4 =53 6 cm 7 3 NT = 3 2 cm 4 8 4 5 9 5 6 6 7 7 8 8 9 9 Sekarang. tentukanlah jarak titik N ke bidang KMR Penyelesaian Untuk memudahkan kita menyelesaikan persoalan di atas. yaitu NS. maka berlaku: 2 3 3 24 57. Jarak antara Dua Garis dan Dua Bidang yang Sejajar Mari kita cermati gambar berikut ini. Gambar 9.Contoh 9.NS ⇔ . sehingga 68 79 8diperoleh: 9 4 5 NT.

misalkan AD memotong BC di titik P di antara kedua garis. yang terletak pada bidang PQRS.TUVW Uji Kompetensi 9.25. titik A dan garis SQ! d. BC = 8 cm. Garis AB dan CD sejajar dan berjarak 4 satuan. Diberikan persegi panjang PQRS. Hitunglah jarak antara a. Jika AB = 4 satuan luas dan CD =12 satuan. semua rusuk pasangan rusuk yang sejajar pasti sama panjang. 7 Tentukan 8 9 rusuk2tegak a. jarak antara QR dan AD! b. BC = 3 2 cm. titik P dan A! c. titik B dan bidang ACGE! b. titik Q dan garis RW! e. bidang PSTW sejajar dengan bidang QRVU.1 1 Diketahui kubus PQRS. titik G dan bidang CDEF! 3. 3 AP 4 =52 6 cm. titik V dan titik A! b. 6. maka sudut segitiga PQR adalah 90°. jarak antara AB dan RS! 6 7 Matematika 319 . Tentukan jarak antara titik R dengan bidang PWU pada kubus PQRS. panjang OR adalah … 5. dan BF = 10 cm. Hitunglah jarak antara a. Misalnya. Diketahui balok ABCD. titik Q terletak di dalam PQRS sedemikian rupa sehingga OP = 3 cm. berapa jauh titik P dari garis CD? 4. TUVW! Panjang rusuk kubus 12 cm.25 Balok PQRS. Balok PQRS. Gambar 9. Balok ABCD.PQRS memiliki rusuk 3 dan 4 5 alas AB = 4 cm.EFGH dengan AB = 4 cm. Titik A adalah titik tengah RT.TUVW dengan panjang rusuk 5 cm. titik P dan garis RT! 2. dan jarak antara kedua bidang tersebut adalah panjang rusuk yang menghubungkan kedua bidang. rusuk PQ sejajar dengan RS. Misalnya. OQ = 12 cm. Lebih lanjut. Rusuk PQ memotong rusuk QU dan QR secara tegak lurus.TUVW pada Gambar 9.

5 m. bangun datar dan bangun ruang. 2. Selanjutnya. yaitu 34. 3 tingkat berbentuk bundar melingkar.25 Gambar Candi Borobudur tinggi bangunan 34. ekonomi. dan tinggi candi. serta 72 stupa.ABCD .5 m dan memiliki 1460 relief. atau sudut siku-siku. semua sudut yang terbentuk adalah sebesar 90°.5 m atau TR = 34.7 Candi Borobudur merupakan salah satu aset budaya Indonesia yang berharga dan terkenal. tujuan parawisata ini bukanlah sesuatu hal yang baru bagi kamu.Projek Himpunlah permasalahan teknik bangunan. 504 Arca Buddha. pada segitiga TAR berlaku 320 Buku Guru Kelas X Gambar 9. Masalah-9. Mari kita cermati masalah di bawah ini. candi tersebut berbentuk limas persegi. pada subbab ini. dan sebuah stupa utama sebagai puncaknya. garis. Candi Borobudur memiliki 10 tingkat (melambangkan sepuluh tingkatan Bodhisattva yang harus dilalui untuk mencapai kesempurnaan menjadi Buddha) terdiri dari 6 tingkat berbentuk bujur sangkar. luas bangunan candi adalah 123 m × 123 m dengan Gambar 9. Tetapi. seperti yang diilustrasikan berikut ini. Alternatif Penyelesaian Jika kita mengamati kerangkanya. Menemukan Konsep Sudut pada Bangun Ruang Jika kita memperhatikan sudut yang dibentuk oleh rusuk-rusuk pada kubus dan balok. Selidikilah sifat-sifat geometri di dalam permasalahan tersebut dan ujilah kebenarannya. tahukah kamu ukuran candi tersebut? Ternyata. maka panjang AB = BC = CD = AD = 123 m.26 Limas T. Buatlah laporan hasil kerja kelompokmu dan sajikan di depan kelas. Mungkin. Garis tinggi TR memotong diagonal AC dan DB secara tegak lurus. Oleh karena itu. Karena alas Candi Borobudur berbentuk persegi. kita akan mengkaji sudut yang terbentuk pada bangun lain misalnya limas atau kerucut. dan masalah nyata disekitarmu yang melibatkan titik.

35°. yaitu sebesar 2. Jadi besar sudut dipuncak candi merupakan ∠ATC atau besar ∠BTD.75 + 1190. Perhatikan Ilustrasi berikut! Gambar di samping menunjukkan kondisi sebuah jembatan dengan kerangka besi.TR2 + AR2 = TA2. Gambar 9. Dengan menggunakan perbandingan cosinus. Susunan besi-besi pada jembatan membentuk sudut-sudut. Dengan menggunakan perbandingan tangen. Selanjutnya. TBR. 77. TCR . berlaku bahwa TA = TB = TC = TD = 112 m. Jika keadaan tersebut. 5 Nilai arctan ∠ATR = 68. TA 112 Dengan menggunakan kalkulator atau tabel trigonometri. untuk menentukan besar sudut yang dibentuk oleh TA terhadap bidang alas. yaitu 395°. besar ∠BTR = ∠CTR = ∠DTR ≈ 68. mari kita perhatikan segitiga TAR. Jelasnya besar sudut TAR. 5 2 = = 2. ditungkan dalam kajian geometris. 20 dengan AR = 2 2  123 3  5 TA =   2   + (34. dinyatakan tan ∠ATR = AR 61. 968 ≈ 112 m. 5 2 cos = A = = 0.35°. TR 34. nilai arcos A = 395°.7°. sehingga diperoleh: 2 Karena bidang ABCD merupakan persegi. dapat kita tentukan dengan menentukan besar sudut ATR pada segitiga siku-siku TAR. sudut kemiringan yang dibentuk sisi miring dari dasar candi ke puncak candi adalah sebesar 395°. sudut-sudut terbentuk diilustrasikan sebagai berikut. 25 = 12537 TA = 12537 = 111.5 m. berlaku AR 61. Jelasnya.27 Jembatan dengan tiang penyangga besi Matematika 321 . Jadi. Sedangkan besar sudut yang terbentuk di puncak candi. 52.(∠ATR) = 136. dan TDR adalah sama besar. 123 2 m dan TR = 34. 5)   2 TA = 11346.

Secara umum. Penyelesaian Cermati segitiga BTC. Sifat dua garis dalam satu bidang yang sama Misalkan garis k dan garis l berpotongan secara sembarang.EFGH dengan panjang rusuk s cm.28 Ilustrasi beberapa dua garis berpotong menghasilkan sudut yang sama besar Pada satu bidang. dapat kita tuliskan sifat-sifat sudut yang dihasilkan dua garis dalam bidang sebagai berikut. hasil perpotongan satu garis berwarna hitam dengan satu garis berwarna.Gambar 9. dengan menggunakan perbandingan sinus bahwa: TS Sin= B = TB 1 s 2 =1 2 s 2 2 2 322 Buku Guru Kelas X . maka pasangan sudut yang dihasilkan (ada dua pasang) besarnya sama. menghasilkan dua sudut yang masing-masing besarnya sama. Contoh 9.7 Tentukanlah besar sudut yang dibentuk diagonal bidang ABCD pada suatu balok ABCD. Hubungan kedua sudut yang sama besar ini disebut dua sudut yang bertolak belakang.

EFG dengan alas berupa segitiga sama sisi ABC dengan sisi 6 cm dan panjang rusuk tegak 10 cm. TB adalah tiang bendera dengan TC dan TA adalah tali pandu.31 Prisma segitiga ABC. Tiang tersebut berdiri tegak dengan bantuan tali yang diikat pada tongkat dan ditarik dengan kuat ke pasak yang sudah ditancapkan ke tanah ketiga arah. Karena TB = TC.29 Tiang bendera ♦ Minta siswa untuk memisalkan tiang bendera dan tali merupakan sebuah garis.18 dapat disketsa kembali dengan lebih sederhana.30. Tentukanlah besar sudut yang dibentuk: a. Akibatnya.30 Sudut pada 2 garis Contoh 9. Gambar 9.29. Meskipun terdapat 4 segitiga yang terbentuk pada bidang alas kubus ABCD. Satu tim pramuka membuat tiang bendera dari tiga tongkat dan tali pandu. Garis AG dan garis AB! Gambar 9. kondisinya berlaku sama untuk setiap sudut yang terkait titik perpotongan diagonal bidang ABCD. Perhatikan Gambar 9.Maka arcsin B = 45°. Sudut antara Dua Garis dalam Ruang Ilustrasi. maka besar sudut C = 45°. besar sudut BTC = 90°. Garis AG dan garis BG! b.EFG Matematika 323 . Dari Gambar 9.30. a. Gambar 9. jelas kita lihat bahwa sudut yang dibentuk oleh TB dan TA adalah α dan sudut yang dibentuk oleh TB dan TC adalah β.EFGH. artinya besar sudut B = 45°. Gambar 9. Minta siswa untuk memperhatikan Gambar 9.8 Sebuah prisma segitiga ABC. Tiang bendera tersebut disambung dan diikat menjadi sebuah tiang.

32 Kubus ABCD.82 Berarti besar sudut α adalah 29.257247878 = 75. Dengan perbandingan nilai cosinus. Berapakah besar sudut antara garis AH dan BQ? Penyelesaian Perhatikan gambar! Untuk mendapatkan sudut yang dibentuk oleh garis AH dan BQ.9 Perhatikan gambar! Pada balok ABCD.09) = 360 – 150.09° 6 Karena ∆ABG adalah segitiga sama kaki. Contoh 9. diperoleh: AG1 3 = cos β = AG 136 = 0.82°.31 AB = BC = AC = 6 cm AE = BF = CG = 10 cm Perhatikan segitiga AEG siku-siku di E sehingga dengan teorema phytagoras: AG = AE 2 + EG 2 AG = 100 + 36 AG = 136 dan ABG Perhatikan segitiga sama kaki AGB.EFGH. BC = 8 cm dan CG = 8 cm.18 = 29.Penyelesaian Berdasarkan Gambar 9.EFGH Buku Guru Kelas X .257247878 β = arc cos 0. kita perlu menggeser garis AH sepanjang rusuk EF sehingga garis 324 Gambar 9. Jika panjang AB = 12 cm. ∠AGB = α = 180 – 2 ∠GAB = 180 – 2β = 180 – 2(75. titik Q di tengah CD. maka nilai α adalah sebagai berikut.

siku-siku di C. sehingga: 10 − x 6. 6 Perhatikan segitiga BOG siku-siku di O. Dengan teorema phytagoras pada segitiga siku-siku QOG dan BOG. BF = 8. arccos( arccos = . Sudut antara Garis dan Bidang pada Bangun Ruang ♦ Minta siswa untuk memahami Ilustrasi berikut! Ilustrasi 1 Dua orang pemanah sedang latihan memanah di sebuah lapangan. 4 cos α = = ≈ 0.57) 57) = 55 55°. CG = 8.33 berikut! Matematika 325 . siku-siku di C. Perhatikan segitiga BCQ. BG = BF 2 + FG 2 = 82 + 82 = 128 Perhatikan segitiga QCG. CQ = 6 sehingga dengan teorema Phytagoras diperoleh. BC = 8.55º. QG 2 − QO 2 = BG 2 − BO 2 100 − x 2 = 128 − (10 − x) 2 100 − x 2 = 128 − (10 − x) 2 100 − x 2 = 128 − 100 + 20 x − x 2 100 = 28 + 20 x 72 = 20 x atau x = 3. CQ = 6 sehingga dengan teorema Phytagoras diperoleh. Masing-masing anak panah menancap tepat di pusat sebuah bidang sasaran seperti pada Gambar 9.AH dapat diwakili garis BG. QG = QC 2 + CG 2 = 82 + 62 = 100 = 10 Perhatikan segitiga QBG dengan α adalah sudut garis QB dan BG. FG = 8 sehingga dengan teorema Phytagoras diperoleh. BQ = BC 2 + CQ3 = 82 + 62 = 100 = 10 Perhatikan segitiga BFG. Sudut yang dibentuk adalah α. 57 atau α = 0. Kedua pemanah tersebut berhasil memanah tepat pada sasaran. siku-siku di F.(0. 128 128 b.55.

Garis yang tegak lurus pada bidang. • Berikan penjelasan kepada siswa dengan memisalkan anak panah tersebut adalah sebuah garis dan papan target anak panah adalah sebuah bidang (sebut bidang A dan B serta garis h dan k) sehingga diilustrasikan kembali posisi anak panah tersebut seperti gambar berikut. • Kemudian berikan pertanyaan lagi gar siswa memperhatikan posisi kedua anak panah tersebut terhadap bidang.34 (b). Garis k tidak tegak lurus terhadap bidang atau garis k tidak membentuk sudut 90° terhadap bidang tetapi membentuk sudut yang lain dengan bidang.Gambar 9. kita sebut membentuk sudut 90° terhadap bidang. Dapatkah anda menentukan besar sudut yang lain tersebut? Mari kita pelajari ilustrasi berikut. sehingga garis h disebut tegak lurus terhadap bidang. Perhatikan Gambar 9.34 Perpotongan garis dengan bidang di satu titik Dengan demikian. Diharapkan siswa memahami bahwa posisi kedua anak panah tersebut tentu sangat berbeda.33 Anak panah • Tanyakan kepada siswa.34 (a). garis h selalu tegak lurus terhadap semua garis yang ada pada bidang. 326 Buku Guru Kelas X . Perhatikan Gambar 9. bagaimana pengamatannya terhadap ilustrasi tersebut? Harapan jawabannya yaitu siswa mengatakan kedua anak panah menancap tepat pada sasaran yaitu pada pusat bidang. anak panah yang menancap pada bidang adalah sebuah ilustrasi bahwa sebuah garis dapat memotong sebuah bidang di satu titik. Gambar 9.

Pada Gambar 9. Dengan demikian.37 Bidang miring Alternatif Penyelesaian Mari kita sederhanakan sketsa bidang miring tersebut. Gambar 9. Kita ambil sebuah garis DC atau AB sedemikian PT tegak lurus dengan AB atau QS tegak lurus dengan DC. sudut yang dibentuk oleh PQ dengan bidang adalah sudut yang dibentuk oleh garis PQ dengan proyeksinya pada bidang tersebut yaitu sudut QPR.35 disebut sudut α.35 Bayangan pohon miring Gambar 9. matahari akan bersinar tepat di atas pohon tersebut sehingga bayangan pohon tersebut merupakan projeksi orthogonal pada lapangan. Seorang bapak sedang berdiri di tangga dengan kemiringan x0.00.Ilustrasi 2 Perhatikan gambar! Gambar 9.8. Misalkan garis PQ adalah pohon sehingga projeksi PQ adalah PR seperti gambar.8 Perhatikan tangga berikut. Masalah-9. Misalkan PT atau QS adalah tinggi badan bapat tersebut. Pada siang hari pada pukul 12. Dapatkah kamu tentukan sudut yang dibentuk oleh badan bapak tersebut dengan bidang miring? Gambar 9.36 Proyeksi PQ ke bidang Sebuah pohon tumbuh miring di sebuah lapangan. ♦ Minta siswa untuk memahami Masalah 9.38 Sketsa sederhana bidang miring 1 Matematika 327 .

Dengan demikian garis PR akan mewakili bidang miring tersebut.EFGH 328 Buku Guru Kelas X .10 Pada kubus ABCD.Perhatikan juga bahwa garis PR terletak pada bidang sehingga PR tegak lurus dengan PT ataupun pada QS.39 Sketsa sederhana bidang miring Perhatikan bahwa sudut TPR adalah pelurus dengan sudut UPR sehingga: ∠TPR + ∠UPR = 180° ∠TPR + 90° – x° = 180° ∠TPR = 90° – x° Dengan demikian. ∠UPR + ∠PUR + ∠PRU = 180° ∠UPR + 90° + x° = 180° ∠UPR = 90° – x° Gambar 9. Kita sederhanakan kembali sketsa di atas.EFGH dengan panjang rusuk 12 cm. Sudut yang dibentuk badan bapak tersebut dengan permukaan bidang miring akan diwakili oleh sudut yang dibentuk oleh garis PT dengan garis PR. Contoh 9. Perhatikan segitiga PUR dengan siku-siku di U atau sudut U adalah 90°. Titik P di tengah rusuk GH dan titik Q di tengah FG. sudut yang dibentuk oleh badan bapak tersebut dengan permukaaan bidang miring adalah 90° + x°. Penyelesaian Perhatikan gambar di bawah ini! Gambar 9. Tentukanlah sudut antara garis CG dengan bidang BDPQ.40 Kubus ABCD.

kita akan mencoba menemukan konsep sudut antara dua bidang pada bangun ruang. apakah hasilnya sama? c. tan α = = tan α = = 2. Perhatikan kesebangunan antara segitiga TBC dengan segitiga TQG. siku-siku di C TM = TC 2 + CM 2 atau TM = (24) 2 + (6 2 ) 2 TM = 576 + 72 TM = 648 Perhatikan segitiga TBD berpotongan dengan garis TC di titik T sehingga sudut yang dibentuk TBD dan garis TC adalah α. coba kamu cari dengan sin dan cos. Marilah kita mengamati dan mempelajari ilustrasi berikut.Jika kita perpanjang garis BQ. Kamu tentu masih ingat konsep kesebangunan bukan. Perhatikan segitiga sama kaki TBD. dan DP maka ketiga garis akan berpotongan di satu titik T. Kemudian MO CM 6 2 1 perhatikan segitiga TCM. Sudut antara Dua Bidang pada Bangun Ruang Pada sub-bab ini. CG. yaitu: 6 TG GQ TG GQ TG = atau = ⇔ = TC CB TG + GC CB TG + 12 12 ⇔ 2TG = TG + 12 ⇔ TG = 12 AC 2 2 2 2 2 AC AC = AB 2 + BC AC2 = atau 12 AB + + BC 12212 ×2 2 + 12 2 2CM 12 = × 2 =2 6 CM 2 = =6 2 12 AC = 2 2 2 AC = 12 × 2 AC AC = AB 2 + BC 2 122 + 122 AC 122 2 2 CM = =6 2 =× 12 AC 2 2 2 2 2 2 AC = AB + BC 12 + 12 12 × 2 2 CM = =6 2 sehingga 2 Perhatikan segitiga TCM. ON TC 24 4 Dengan menggunakan kalkulator maka  1 α = arctan  2  = 19. Perhatikan segitiga ABC. TM adalah garis tinggi. 5°  4 Selain dicari dengan tan. siku-siku di B Matematika 329 .

Gambar 9.41.43. kedua sampul buku berpotongan di tulang buku atau bidang α dan bidang β berpotongan di garis k. Misalkan saja. kita ambil sampul buku depan dengan sampul belakang. Kumpulan tersebut sering disebut dengan berkas. Halaman per halaman merupakan bentuk dari sebuah bidang. Masalah-9.43 Halte Alternatif Penyelesaian Mari kita sederhanakan sketsa gambar tersebut.42 Berkas atau buku Berdasarkan gambar di atas.Ilustrasi 3 Perhatikan gambar buku berikut.9 Sebuah halte berbentuk seperti Gambar 9. Sebuah buku terdiri dari beberapa halaman terbuka seperti Gambar 9. Dengan demikian. Jika atap halte dibuat tidak sejajar dengan lantai maka dapatkah anda tentukan sudut yang dibentuk oleh atap dan lantai halte tersebut. dan tulang buku tersebut dimisalkan dengan sebuah garis k. 330 Buku Guru Kelas X . Perhatikan gambar. sudut yang dibentuk oleh bidang α dan bidang β adalah sudut yang dibentuk oleh garis PQ dan RQ. Perhatikan bahwa garis PQ tegak lurus dengan garis k dan garis RQ tegak lurus juga dengan garis k. Gambar 9. Kita sebut sampul buku depan adalah bidang α dan sampul buku belakang adalah bidang β.41 Buku Gambar 9. Tentu saja anda sudah mengerti bahwa buku memiliki tulang buku.

ABCD Bidang TAD dan bidang TBC berpotongan pada titik T. Garis ST tegak lurus dengan PQ dan garis UT juga tegak lurus dengan PQ.Gambar 9. CD = 10. garis PQ adalah perpotongan kedua bidang. Kita sebut saja bidang lantai adalah bidang α dan bidang β. Garis tinggi TAD adalah TP dan garis tinggi TBC adalah TQ sehingga sudut yang dibentuk oleh bidang TAD dan bidang TBC diwakili oleh garis tinggi TP dan TQ sehingga sudut yang dibentuk oleh kedua bidang adalah sudut α. dengan panjang TA = 13. Matematika 331 . sudut antara bidang α dan bidang β adalah φ. Untuk mendapatkan garis perpotongan kedua bidang maka kita dapat memperpanjang rusuk-rusuk kedua bidang.44 Sketsa sederhana halte Pengamatan kita terfokus pada bidang atap dan lantai. kedua bidang tidak bersentuhan.45 Limas T. Perhatikan gambar di sebelah kanan anda. AB = 12. Contoh 9. tentukanlah besar α. Karena bidang atap tidak dibangun sejajar maka sudah pasti bahwa kedua bidang pasti berpotongan dan membentuk sudut walaupun secara visual. Rusuk AE diperpanjang menjadi AP Rusuk BF diperpanjang menjadi BP Rusuk DH diperpanjang menjadi DQ Rusuk CG diperpanjang menjadi CQ Dari gambar dapat kita lihat.ABCD.11 Sebuah limas T. Penyelesaian Gambar 9. Jika α adalah sudut yang dibentuk oleh bidang TAD dengan bidang TBC. Dengan demikian.

Pada kubus ABCD.2 1 Sebuah kubus ABCD. jarak bidang ACH dengan bidang BEG.EFGH dengan panjang rusuk p cm. 3. Dengan menggunakan teorema Phytagoras. 1 atau β = 30° perbandingan sinus. Pada kubus ABCD. Uji Kompetensi 9. 4. Tentukanlah sudut antar bidang ACH dengan bidang ACF. Perhatikan segitiga TAD.EFGH dengan panjang rusuk a cm. 2. kita akan mencari besar sudut α sebagai berikut. (Rusuk kubus p cm.Kemudian.EFGH. maka: TP = TA2 − AP 2 TP = 132 − 52 TP = 144 = =12 12 PO 6 sin β = = TP 12 Perhatikan segitiga TPQ. Tentukanlah 332 Tentukanlah besar sudut yang dibentuk oleh bidang PQRSTU dengan alas ABCD. maka: sin β = menggunakan Dengan 2 PO 6 6 PO sin sin ββ== == TP 12 12 TP 11 11   atau 30 sin ββ== atau ββ== arc sin arcsin sin == °° 30   22 22   Dengan demikian sudut α = 2β atau α = 60°. Jika AP adalah perpanjangan rusuk AB sehingga AB : BP = 2 : 1 dan FQ adalah perpanjangan FG sehingga FP : FG = 3 : 2 maka tentukanlah jarak antara titik P dan Q. Buku Guru Kelas X . Perhatikan gambar berikut. untuk p bilangan real positif).

Gambar di bawah ini merupakan balok dengan alas EFGH. Sebuah kubus dengan panjang rusuk 12 cm. Besar sudut PXA d. Besar sudut antara HP dan FG d. Besar sudut antara HB dan bidang CDHG d. Hitunglah: a. Hitunglah: a. Sudut yang terbentuk antara TC dan AC adalah 40°. Titik T terletak tepat di atas titik A. AD = 8 cm. Hitunglah : a. Sebuah limas berdiri setinggi 26 cm di atas bidang datar dengan alas berbentuk bidang segi enam 333 Matematika . dengan sudut BAC = 90° dan panjang AB =16 cm. Sebuah balok ABCD. Panjang AX b. Besar sudut antara AX dan bidang alas c. Panjang HB b. dengan panjang HG = 15 cm. BD = 10 cm. Hitunglah besar sudut HXG dan ABFE. Besar sudut BDC c. Panjang AT c. dan DH = 24 cm. Sudut yang terbentuk antara TB dan AB b. Besar sudut antara HB dan bidang ABCD 8. Besar sudut antara DF dan bidang EFGH 9. Besar sudut antara HP dan EFGH c. GF = 8 cm dan BF = 9 cm. Hitunglah 10. Segitiga ABC adalah segitiga yang terletak pada sebuah bidang datar.EFGH memiliki panjang rusuk-rusuk AB = 6 cm. Panjang BC 7. Besar sudut antara BS dan bidang alas 6. Titik X berada di tengah rusuk CR. Panjang HP jika P adalah tengah-tengah BC b.5. panjang TC adalah 25 cm. Perhatikan gambar balok berikut a. Titik X berada pada rusuk AB yang berjarak 3 cm dari titik B.

Projek Perhatikan berbagai objek yang kamu temui di sekelilingmu. Pilihlah minimal tiga objek dan rancang masalah yang pemecahannya menerapkan sifat dan rumus jarak titik ke garis atau jarak titik ke bidang. Panjang rusuk dari piramid b. Besarnya sudut antara rusuk piramid dengan alas. Tentukanlah besar sudut antara 25°. C adalah dm. beraturan yang memiliki panjang rusuk 12 cm. Jika tinggi merkusuar adalah 85 m dari permukaan laut. ia berjalan 70 m ke arah Utara dan 2 3 dm 4 dan 5 6 7 8 9 TA = TB = TC = TD = menemukan bahwa sudut elevasi ABCD adalah persegi dengan sisi dari posisi yang baru ini. tinggi menara tersebut. Seorang pengamat mengamati dua buah perahu dari menara merkusuar. Pada limas beraturan T. Hitunglah a. dengan sudut elevasi 40°. Perahu A bergerak ke arah Barat dengan sudut depresi 35° dan perahu B bergerak ke arah Utara dengan sudut depresi 40°. Hitunglah panjang OB dan bidang TAB dan bidang TCD. tentukan jarak 9 antara kedua perahu tersebut. Seorang lelaki berdiri di titik B. BC 4 = 51 6 dengan AB = dan 7BF 8 = 5.EFGH 2 3 .ABCD. 11. Tentukanlah besar sudut yang dibentuk bidang ADHE dan bidang 14. Jika diketahui balok ABCD. 334 Buku Guru Kelas X . yang berada di Timur menara OT BDHF. Kemudian 12. Buatlah laporanmu dan sajikan di depan kelas. 13.

EFGH. 11.EFGH. 8. AEHD. dan EH. Garis AF dan garis BE adalah dua garis yang bersilangan. EFGH yang memuat garis AE. 20. 21. 335 Matematika . 10. 9. EF. Titik E terletak pada bidang ABFE. 15. 14. Jarak antara dua garis sejajar adalah jarak salah satu titik di salah satu garis ke garis yang lain. 4. ∠AUE = ∠BUF dan ∠AUB = ∠EUF. 5. Bidang ADHE berpotongan dengan bidang BCHE. 1. maka garis EF sejajar dengan bidang CDGH. dan EH. Jarak dua garis bersilangan adalah panjang ruas garis yang tegak lurus pada kedua garis tersebut. 18. Jarak antara sebuah titik ke sebuah bidang adalah jarak titik ke proyeksinya pada bidang. Garis EF dan garis CD adalah dua garis yang sejajar. Garis EF terletak pada bidang ABFE dan EFGH.D. 16. Jarak antara sebuah titik ke sebuah garis adalah jarak titik ke proyeksinya pada garis. Garis EF sejajar dengan salah satu garis pada bidang CDHG. 7. 17. Garis BH merupakan diagonal ruang kubus ABCD. Garis EF dan CG adalah dua garis yang saling tegak lurus. 3. 19. Jarak antara dua bidang yang sejajar adalah jarak dari salah satu titik pada bidang yang satu ke bidang yang lain. berlaku. EF. Titik E terletak pada garis AE. Bidang ABFE berpotongan tegak lurus dengan bidang ABCD. PENUTUP Pada kubus ABCD. Bidang ABFE sejajar dengan bidang CDHG. 6. 2. Garis AF merupakan diagonal bidang ABFE 13. maka garis EF tegak lurus dengan bidang BCGF. Garis EF tegak lurus dengan salah satu garis pada bidang BCGF. Jarak antara dua titik adalah panjang ruas garis terpendek yang menghubungkan dua titik tersebut. 12. Bidang BCHE merupakan bidang diagonal.

22. 336 Buku Guru Kelas X . Selanjutnya kita akan membahas materi tentang limit fungsi. Dalam bahasan ini kita akan mempelajari sifat-sifat limit fungsi aljabar yang selanjutnya akan diuraikan dalam pemecahan masalah dan penyelesaian beberapa masalah dengan menggunakan beberapa sifat limit fungsi yang dipelajari. Kita telah mempelajari materi geometri tentang jarak dan sudut antara titik. Sudut antara garis dengan bidang adalah sudut antara garis tersebut dengan projeksinya pada bidang. garis dan bidang serta penerapannya dalam pemecahan masalah nyata.

Pengalaman Belajar Melalui pembelajaran materi limit fungsi. • mengajak kerjasama tim dalam menemukan solusi permasalahan. siswa mampu: 1. 5. 2. KOMPETENSI DASAR DAN PENGALAMAN BELAJAR Kompetensi Dasar Setelah mengikuti pembelajaran limit fungsi. memahami konsep limit fungsi aljabar dengan menggunakan konteks nyata dan menerapkannya. memilih strategi yang efektif dan menyajikan model matematika dalam memecahkan masalah nyata tentang limit fungsi aljabar. • mengajak untuk melakukan penelitian dasar dalam membangun konsep. menghayati pola hidup disiplin. 4.Bab Limit Fungsi A. menghayati kesadaran hak dan kewajiban serta toleransi terhadap berbagai perbedaan di dalam masyarakat majemuk sebagai gambaran menerapkan nilai-nilai matematis. • mampu berpikir kritis dalam mengamati permasalahan. kritis. merumuskan aturan dan sifat limit fungsi aljabar melalui pengamatan contoh-contoh. konsisten dan jujur serta menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. • • • • Limit fungsi Pendekatan (kiri dan kanan) Bentuk tentu dan tak tentu Perkalian sekawan . bertanggungjawab. siswa memperoleh pengalaman belajar: • mampu berpikir kreatif. 3. • mengajak siswa untuk menerapkan matematika dalam kehidupan sehari-hari. • siswa mampu memodelkan permasalahan.

PETA KONSEP Fungsi Materi Prasayarat Masalah Otentik Fungsi Aljabar Daerah Asal Limit Fungsi Aljabar Daerah Hasil Limit Fungsi pada Suatu Titik Sifat Limit Fungsi Aljabar 338 Buku Guru Kelas X .B.

C. Akhirnya dia sama sekali tidak dapat melihat objek tersebut.1 dan memberikan waktu untuk mengamati gambar tersebut.1 Jalan Tol ♦ Arahkan siswa melihat Gambar: 10. konsep dapat kita peroleh dengan mengamati. berbagai permasalahan yang kita hadapi dapat melahirkan berbagai konsep matematika. Dengan demikian. Jika kita analisis lebih lanjut. Sebagai contoh. Kemudian dia memandang terus mobil sampai melintas di kejauhan jalan tol. Dia melihat objek seakan akan semakin mengecil seiring dengan bertambah jauhnya mobil melintas. Berdasarkan konsep umum matematika yang diperoleh dari permasalahan tersebut. Perhatikan dan amatilah contoh ilustrasi berikut. Jadi. masalah alergi yang serupa dapat diatasi bila kembali terjadi. kita melakukan pengamatan terhadap respon tubuh yang sedang alergi terhadap suatu zat dengan tingkat dosis obat antibiotik. Percobaan yang kita lakukan adalah sebuah konsep pendekatan terhadap solusi permasalahan tersebut. kita mampu menyelesaikan kembali permasalahan yang serupa. untuk pendekatan berapa meterkah jauhnya mobil melintas agar penjaga pintu masuk jalan tol sudah tidak dapat melihatnya lagi? Berdiskusilah dengan teman-temanmu! 1. Ilustrasi Seorang Satpam berdiri mengawasi mobil yang masuk pada sebuah jalan tol. Gambar 10. menganalisa data dan menarik kesimpulan. MATERI PEMBELAJARAN Dalam kehidupan sehari-hari. Ia berdiri sambil memandang mobil yang melintas masuk jalan tersebut. Bantu mereka untuk berani memberikan komentar kenapa obyek pada gambar seakan-akan mengecil? Arahkan mereka mengingat kembali perbandingan pada kesebangunan. kita dapat memodelkan batas dosis pemakaian antibiotik tersebut. Dari data yang kita peroleh. Matematika 339 . Menemukan Konsep Limit Fungsi Kita akan mencoba mencari pengertian atau konsep pendekatan suatu titik ke titik yang lain dengan mengamati dan memecahkan masalah.

b. n bilangan real. kemudian bandingkan kembali jawaban kamu dengan strategi yang lain. lebah tersebut diamati terbang membentuk sebuah lintasan parabola. – Model umum kurva linear adalah f(t) = mt + n dengan m. Alternatif Penyelesaian Perhatikan gambar dari ilustrasi Masalah 10. model fungsi lintasan lebah tersebut berdasarkan gambar di atas adalah: 340 Buku Guru Kelas X .2 Lebah lurus ke tanah sampai mendarat kembali pada akhir menit ketiga. c bilangan real.2 Gambar 10. dengan a. Setelah terbang selama 1 menit. Pada suatu saat.3 Ilustrasi gerakan lebah Jadi. ♦ Coba kamu modelkan fungsi lintasan lebah tersebut! Petunjuk: – Model umum kurva parabola adalah f(t) = at2 + bt + c. Pada menit berikutnya. lebah tersebut terbang menukik Gambar 10. Seekor lebah diamati sedang hinggap di tanah pada sebuah lapangan.Masalah-10. lebah tersebut telah mencapai ketinggian maksimum sehingga ia terbang datar setinggi 5 meter selama 1 menit.1 Perhatikan masalah berikut. ♦ Amatilah model yang kamu peroleh. Tunjukkanlah pola lintasan terbang lebah tersebut? Petunjuk: Pilihlah strategi numerik untuk menunjukkan pendekatan. ♦ Cobalah kamu tunjukkan grafik lintasan terbang lebah tersebut.

. (2) jika 2 ≤ t ≤ 3 Selanjutnya limit fungsi pada saat t = 1 dan t = 2 dapat dicermati pada tabel berikut.........0). Substitusi titik O(0. diperoleh 0 = 3m + n atau n = –3m.5) ke fungsi linear f(t) = mt + n.5) dan B(2. Matematika 341 .. Substitusi titik A(1. Dari ilustrasi. diperoleh data sebagai berikut. Dengan mensubstitusi n = –3m ke 5 = 2m + n maka diperoleh m = – 5 dan n = 15.... 8 Substitusi titik C(3.. 7...0) ke fungsi linear f(t) = mt + n...... m...... −b 3..0) ke fungsi kuadrat f(t)= at2 + bt + c diperoleh 2..... 4...5). 1.... fungsi kuadrat tersebut adalah f(t) = –5t2 + 10t.. Berdasarkan data tersebut. 10. n bilangan real...... 5. di titik A(1. kita akan menentukan fungsi lintasan lebah. 9... lebah kembali terbang menukik sampai hinggap kembali di tanah dengan ketinggian 0. Lebah tersebut terbang konstan pada ketinggian 5 maka fungsi lintasan tersebut adalah f(t) = 5. disebut titik awal O(0..... Dengan mensubstitusi b = –2a ke a + b = 5 maka diperoleh a = –5 dan b = 10. Dengan demikian. b... c.. Fungsi linear yang dimaksud adalah f(t) = –5t + 15.0).... dengan langkah-langkah berikut.... di titik C(3..at 2 + bt + c  5 f (t ) =   mt + n  jika 0 ≤ t ≤ 1 jika 1 ≤ t ≤ 2 jika 2 ≤ t ≤ 3 . Jadi. Substitusi titik B(2..5) ke fungsi kuadrat f(t)= at2 + bt + c diperoleh a + b + c = 5 atau a + b = 5.. model fungsi lintasan lebah tersebut adalah: −5t 2 + 10t  f (t ) =  5  −5t + 15  jika 0 ≤ t ≤ 1 jika 1 ≤ t ≤ 2 . diperoleh 5 = 2m + n... 6. Karena fungsi kuadrat mencapai maksimum pada saat t = 1 maka =11 atau = 2 a b = –2a.. (1) dengan a. • Misalkan posisi awal lebah pada saat hinggap di tanah adalah posisi pada waktu t = 0 dengan ketinggian 0. • Pada akhir waktu t = 2... • Kemudian lebah terbang mencapai ketinggian maksimum 5 meter pada waktu t = 1 sampai t = 2.

Hal ini dapat dinyatakan lim 5 = lim − 5t 2 + 10t = 5.999 5 1 5 1. Dengan demikian fungsi + − lintasan lebah mempunyai limit sebesar 5 pada saat t mendekati 2. Demikian juga saat t mendekati 2 dari kanan.01 5 1.1 5 1.999 5 2 5 2. Untuk t mendekati 2 lim 5 = 5 (makna t → 2– adalah nilai t yang didekati dari kiri) − t →2 t → 2+ lim − 5t + 15 = 5 (makna t → 2+ adalah nilai t yang didekati dari kanan) Ternyata saat t mendekati 2 dari kiri. Mari perhatikan nilai fungsi pada t mendekati 1 dari kiri dan kanan. nilai fungsi f(t) = 5 mendekati 5.8 4.01 4. nilai fungsi y = f(t) = –5t + 15 mendekati 5. nilai fungsi f(t) = 5 mendekati 5.Tabel 10.3 3.3 5 Tabel 10.9995 0.2 Nilai pendekatan y = f(t) pada saat t mendekati 2 t f(t) 1.9 4.95 0. Dengan demikian fungsi lintasan lebah menulisnya lim − + mempunyai limit sebesar 5 pada saat t mendekati 1.9 5 1.1 4.5 Dari pengamatan pada tabel.995 2.7 4.8 5 1.99 4. Untuk t mendekati 1 − 5t2+ = 5 5 (makna t → 1– adalah nilai t yang didekati dari kiri) lim +15 10 t= − t →1 t →1+ lim 5 = 5 (makna t → 1+ adalah nilai t yang didekati dari kanan) Ternyata saat t mendekati 1 dari kiri .99 5 1.001 5 1. dapat kita lihat bahwa y akan mendekati 5 pada saat t mendekati 1 dan y akan mendekati 5 pada saat t mendekati 2.55 0.7 5 1.80 0. t →1 t →1 II. Demikian saat t mendekati 1 dari kanan. t →2 t →2 342 Buku Guru Kelas X .001 4. sebagai berikut: I.2 4 2. Kita − 5t 2 + 10t = 5 = lim 5 .1 Nilai pendekatan y = f(t) pada saat t mendekati 1 t f(t) 0.5 2. Perhatikan strategi lainnya.95 2. nilai fungsi y = f(t) = –5t2 + 10t mendekati 5.2 5 1.

01 Budi : 2. Matematika 343 .0001 pendekatan nilai Alternatif Penyelesaian Kedua teman Ani berlomba memberikan jawaban bilangan terdekat ke 3.5 Candra : 3.5 Budi : 2.99 Candra : 3.5. Perhatikanlah percakapan mereka berikut.9999 Gambar 10. seperti pada Gambar 10. dituliskan x → 3). maka Budi menyebut 2.Masalah-10. Pada awalnya Budi dan Candra mengambil bilangan yang terdekat ke 3 dari kiri dan kanan sehingga mereka menjawab 2 dan 4. Jika dimisalkan x sebagai variabel yang dapat menggantikan jawaban-jawaban Budi dan Candra maka x akan disebut bilangan yang mendekati 3 (secara matematika.1 Budi : 2. Ani memberikan pertanyaan dan kedua temannya akan berlomba memberikan jawaban yang terbaik.4 Ilustrasi limit sebagai Candra : 3. Budi dan Candra) sedang bermain tebak angka. Ternyata masih ada bilangan real lain yang terdekat ke 3.999 Candra : 3. Hal ini membuat Candra ikut bersaing untuk mencari bilangan lain. ternyata ketidakmampuan teman-teman Ani untuk menyebutkan semua bilangan tersebut telah membuktikan bahwa begitu banyak bilangan real di antara bilangan real lainnya. sehingga ia menjawab 3. sehingga Budi harus memberi bilangan yang lebih dekat lagi ke 3 dari kiri. Berdasarkan pemahaman kasus ini.9 Candra : 3. Ani : Sebutkanlah bilangan real yang paling dekat ke 3? Budi : 2 Candra : 4 Budi : 2.001 Budi : 2.2 Tiga anak (sebut nama mereka: Ani. Demikianlah mereka terus-menerus memberikan jawaban sebanyak mungkin sampai akhirnya mereka menyerah untuk mendapatkan bilangan-bilangan terdekat ke-3.5.4.

apakah kedua blok badan jembatan tersebut mempunyai limit pada garis persambungan tersebut? Berikan ide-ide secara bebas dan terbuka. beberapa badan jembatan yang telah dibentuk dengan ukuran tertentu diangkat dan disambungkan satu sama lain pada setiap pondasi yang telah tersedia (Gambar 10. sebuah fungsi f memetakan setiap f x y = f(x) anggota himpunan X ke tepat satu anggota himpunan Y. Jika setiap pondasi merupakan titik-titik pada himpunan X dan badan jembatan merupakan kurva yang dipenuhi oleh fungsi y = f(x) maka hubungan antara pondasi dan badan jembatan merupakan sebuah pemetaan atau fungsi.5 Jembatan layang (C) Kata limit dapat dipandang sebagai nilai batas.3 (A) (B) Gambar 10. Lihat pada Gambar 10. x ∈ X. Perhatikan ilustrasi berikut. ♦ Arahkan siswa berdiskusi untuk memikirkan.6 Pemetaan anggap garis pemisah pada persambungan kedua blok badan jembatan sebagai ilustrasi x ≠ c.5 B) sehingga terbentuk sebuah jembatan layang yang panjang (Gambar 10.Masalah-10. sebagai berikut: 344 Buku Guru Kelas X . Tentu saja kedua blok badan jembatan yang terhubung mempunyai garis pemisah (Gambar 10. Kita Gambar 10.5 B). Pilih salah satu pondasi sebagai titik yang akan didekati. Sebuah jembatan layang dibangun pada sebuah kota untuk mengatasi masalah kemacetan jalan raya. Setelah pondasi yang kokoh dibangun (Gambar 10.5 B. Misalkan X dan Y ada-lah himpunan yang tidak kosong. y ∈ Y.5 A). Ingat kembali pengertian sebuah fungsi X Y pada bab sebelumnya.5 C). Manfaatkan jawaban siswa untuk melahirkan sebuah konsep dan pendefinisian tentang limit fungsi.

yang demikian ♦ Setiap peta x juga mendekati peta 2. Kemudian amatilah tabel berikut.7 2.5 3.5 2. dengan langkah-langkah pengamatan sebagai berikut.99 1.1 Misalkan fungsi f(x) = x + 1 untuk x ∈ R. lim f ( x ) = L jika dan hanya jika f(x) mendekati L untuk semua x mendekati c. sebuah pengamatan pada permasalahan akan melahirkan pengertian dan konsep umum.9 2. Kita menentukan x mendekati 2.1 2. Kita dapat memberikan beberapa pengamatan sebagai berikut.7 3.7 1. 1. Kemudian amatilah nilai-nilai f(x) dari kiri dan kanan. Tetapi ada baiknya kita harus menguji kembali konsep tersebut.001 2. ♦ Tampak bahwa pendekatan ada dari kiri dan kanan tabel. Tentukanlah titik-titik x yang mendekati c dari kiri dan kanan! 2. sebagai berikut. apa yang terjadi jika y hanya mendekati yang mendekati 2. x →c Catatan: lim f ( x ) = L dibaca limit fungsi f(x) untuk x mendekati c sama dengan L.5 2. Hitung nilai f(x) untuk setiap nilai x yang diberikan? 3. Seperti yang telah dijelaskan di awal bab ini.99 2. Tabel 10.1 Misalkan f sebuah fungsi f : R → R dan misalkan L dan c bilangan real. Kita menyatakan bahwa f mendekati L ketika x mendekati c yang terdefinisi pada selang/interval yang memuat c kecuali mungkin di c sendiri. dari sebelah kiri atau kanan ♦ Setiap titik x mempunyai peta di y oleh fungsi saja? Apakah ada fungsi yang diberikan.01 2.001 3.01 3.3 Nilai fungsi f(x) = x + 1 pada saat x mendekati 2 x y 1 2 1. ♦ Ada banyak bilangan real yang dapat ditentukan Menurut kamu.999 2. Berdasarkan masalah dan contoh di atas. Definisi 10. kita tetapkan pengertian limit fungsi. 4. Mari kita amati kembali konsep limit fungsi tersebut dengan mengambil strategi numerik.9 1.5 1. Ada atau tidakkah suatu nilai pendekatan f(x) pada saat x mendekati c tersebut? x →c Contoh 10.1 3.999 … … 2 ? … … 2. Matematika 345 .7 3 4 Apakah pengamatanmu? Perhatikanlah tabel tersebut. kemudian kita tentukan nilai y oleh fungsi y = f(x) pada tabel berikut.

5 1.01 2.7 2 3 Berdasarkan nilai tabel di atas. Nilai-nilai pendekatan f(x) untuk nilai-nilai x yang mendekati 1 dapat dilihat pada tabel berikut.5 1.999 … … 1 ? … … 1.7 0. dapat dilihat nilai f(x) akan mendekati 2 pada saat x mendekati 1.999 1.01 1.2 x 2 − 1 ( x + 1)( x − 1) x2 − 1 = untuk x ∈ R.99 1. lim ( x + 1) = 3 x→2 Bagaimanakah jika f(x) tidak terdefinisi pada titik x + 1? Perhatikan contoh berikut ini! Contoh 10. 346 Buku Guru Kelas X .9 1. Secara geometri dapat diperlihatkan sebagai berikut.001 2. Misal y = = x +1 x −1 x −1 x −1 untuk x ≠ 1. pada saat x mendekati 1 x y 0 1 0.7 1.7 Grafik Fungsi f(x) = x + 1 Secara matematika.4 Nilai fungsi y = f(x) mendekati 2.001 1. fungsi f(x) = x + 1 mendekati 3 pada saat x mendekati 2 dapat dituliskan sebagai berikut.5 0.99 0.Perhatikan sketsa berikut: Gambar 10.5 2. Jika fungsi f(x) = Tabel 10. x ≠ 1.1 1.1 2.7 2.9 0.

fungsi f ( x) = lim x →1 x2 − 1 =2 x −1 ♦ Arahkan siswa untuk membentuk kelompok diskusi 2 atau 4 orang.Diskusi Perhatikanlah gambar di samping! Coba diskusikan kembali dengan temanmu.9 Grafik fungsi f(x) terkait limit Matematika 347 . Guru harus memberikan kesimpulan akhir. Gambar 10. apa maksud dari gambar bulatan kosong pada kurva fungsi pada saat x = 1? Gambar 10. Ingatkan kembali siswa tentang definisi limit fungsi di atas.8 Grafik fungsi f(x) x2 − 1 = x + 1 dengan x ≠ 1 akan mendekati 2 x −1 pada saat x mendekati 1 dituliskan sebagai berikut. Secara matematika. Arahkan siswa untuk menghubungkan definisi limit tersebut dengan keempat gambar berikut dan berikan mereka kesempatan untuk memberikan komentar dan saling menanggapi.

7 2 3 Berdasarkan tabel di atas.1 1.9 0.5 1. Hal ini mengakibatkan f(x) tidak mempunyai limit pada saat x mendekati 1. pada saat x mendekati 1 x y 0 0 0.81 0.Contoh 10. Melalui pemahaman siswa tentang definisi limit fungsi.01 1.3 Perhatikan fungsi berikut:  x2 jika f ( x) =   x + 1 jika x ≤1 x >1 Jika y = f(x) maka nilai-nilai pendekatan f(x) untuk nilai-nilai x mendekati 1 dapat dilihat pada tabel berikut.5 Nilai fungsi y = f(x) mendekati 2.1 2.25 0.5 2.7 0.01 2.10 Grafik fungsi f(x)  x2 jika Dengan demikian fungsi f ( x) =   x + 1 jika x = 1. Gambar 10. f(x) akan mendekati 1 pada saat x mendekati 1 dari kiri sementara f(x) mendekati 2 pada saat x mendekati 1 dari kanan.7 2.001 2.5 0. x ≤1 tidak memiliki limit di titik x >1 ♦ Arahkan siswa mengkaitkan contoh ini ke definisi.001 1. Guru harus memberi kesimpulan akhir. berikan mereka waktu membuat sebuah contoh dan mempresentasikan di depan kelas.998 … … 1 ? … … 1.999 0.99 0.49 0. Secara geometri dapat diperlihatkan sebagai berikut. 348 Buku Guru Kelas X .98 0. Tabel 10.

........01 1. 349 Matematika . dengan.1 2 1.9 2 0..5 1...01 2 1......999 2 … … 1 ? … … 1.1 1... Hal ini dapat kita tuliskan secara matematika..2...2 2 0.. Berdasarkan (1) dan (2) secara induktif diperoleh sifat berikut.. Contoh 10.....5 1.....999 0....999 … … 1 ? … … 1. dengan..4 Jika f(x) = 2 maka nilai pendekatan f(x) pada saat x mendekati 1 dapat ditunjukkan pada tabel berikut.....8 2 2 Kita dapat mengamati pergerakan nilai-nilai x dan f(x) pada tabel tersebut... Sifat-Sifat Limit Fungsi Perhatikan kembali beberapa contoh berikut. x →1− lim x = 1 = lim x ..5 2 1....5 0.5 Jika f(x) = x maka nilai pendekatan f(x) pada saat x mendekati 1 dapat ditunjukkan pada tabel berikut..001 2 1.99 0.99 2 0....5 2 0..1 1. jika x mendekati 1 dari kiri dan kanan maka nilai y akan mendekati 2 dari kiri dan kanan. Tabel 10.01 1..8 2 2 2 Apa yang kamu peroleh dari Tabel 10. pada saat x mendekati 1 x y 0 0 0.99 0......001 1. x →1− lim 2 = 2 = lim 2 ... Perhatikanlah..5 0....(2) + x →1 ♦ Arahkan siswa untuk menggambar fungsi tersebut! Berikan waktu kepada siswa untuk menjelaskan pendapatnya kemudian guru mengajak siswa mengambil kesimpulan.001 1.(1) + x →1 Contoh 10...7 Nilai pendekatan f(x) = x.. jika x mendekati 1 dari kiri dan kanan maka nilai y akan mendekati 1 dari kiri dan kanan.9 0.... Hal ini dapat ditulis secara matematika.6 Nilai pendekatan f(x) = 2... Tabel 10.6? Kita dapat mengamati pergerakan nilai-nilai x dan f(x) pada tabel tersebut... Diberikan beberapa nilai-nilai x yang mendekati 1.2 0.......8 1........ Kita akan mencoba mengamati sifat-sifat limit fungsi pada beberapa contoh dan tabel nilai-nilainya....2 0. pada saat x mendekati 1 x y 0 2 0..9 0............

00 1.99 … … 1 ? … … 1.00 1.9 Nilai pendekatan f(x) = 2x2 pada saat x mendekati 1 x y 0 0 0.25 0.23 2 4 Nilai pendekatan f(x) pada saat x mendekati 1 adalah 1.1 2.5 0.99 … … 1 ? … … 1.6 Jika f(x) = x2 maka nilai pendekatan f(x) pada saat x mendekati 1 dapat ditunjukkan pada tabel berikut. Tabel 10.01 2.001 2.01 2.8 Nilai pendekatan f(x) = x2 pada saat x mendekati 1 x y 0 0 0.02 1.04 0.96 0.8 3.8 2 2 2 xx x=x1.8.Sifat-1 Misalkan f suatu fungsi dengan f : R → R dan L. maka Berdasarkan Tabel 10. maka x →1 lim x 2 = x →1 lim x × x x →1 = = 1 × 1 = 1 lim x × lim x x →1 x →1 Contoh 10.2 0.21 1.1 1.99 0.5 0.999 1.25 1. Tabel 10.5 2.98 0. c bilangan real.2 0.5 2 1.99 1.5 0. Berdasarkan Tabel 10.04 1. lim x →1 lim 2 x 2 = lim 2 × xx× xx x →1 x →1 350 Buku Guru Kelas X x →1 = x →1 = 2×1×1 = 2 lim 2 × lim x × lim x x →1 .62 0.999 0.9 1.81 0.42 1.9. lim xx x=x1.001 2.7 Jika f(x) = 2x2 maka nilai pendekatan f(x) pada saat x mendekati 1 dapat ditunjukkan pada tabel berikut. x →c x →c x →c lim f ( x ) = L jika dan hanya jika lim f ( x ) = L = lim f ( x) − + Contoh 10.9 0.08 0.

99 1.62 xx x 2 x 2 = 2 dan lim Berdasarkan Contoh 10.5 2 12. Tabel 10.1 1.7 dan Tabel 10.98 … … 1 ? … … 1.67 0.8 diperoleh lim =x1.14 2.5 0.26 1.42 3.01 … 1.1 0.9 0.999 3. maka x →1 x →1 lim 2 x 2 + lim 2 x = x →1 x →1 lim 2 x 2 + lim 2 x x →1 x →1 = 2+2 = 4 Contoh 10.49 2 Berdasarkan tabel di atas.Contoh 10.1 1.0 3.11 Nilai pendekatan f(x) = x y 0.78 0.7 0. lim 2 = 2 atau x →1 2 x − x lim 2 2 x →1 lim 2 = x →1 2 x − x lim 2 x 2 − x x →1 = = lim 2 x →1 x →1 lim 2 x 2 − lim x x →1 2 =2 2 −1 Matematika 351 .01 4.94 1.52 0.5 1.94 4.10 Nilai pendekatan f(x) = 2x2 + 2x pada saat x mendekati 1 x y 0 0 0.9 2 pada saat x mendekati 1 2x − x 2 0.7 –25 7.5 1.5 7.99 0.001 1.00 1.001 1.9 2 maka nilai pendekatan f(x) pada saat x mendekati 1 dapat ditun2x − x jukkan pada tabel berikut.999 … 2.06 4.8 1.01 … 1 ? … 1.99 0. Jika f(x) = 2 Tabel 10. Jika f(x) = 2x2 + 2x maka nilai pendekatan f(x) pada saat x mendekati 1 dapat ditunjukkan pada tabel berikut.

1. Penyelesaian Kecepatan perubahan pertambahan luas adalah besar pertambahan luas dibandingkan dengan besar selisih waktu.25t2 + 0.Perhatikanlah sifat-sifat limit fungsi berikut: Sifat-2 Misalkan f dan g adalah fungsi yang mempunyai limit pada x mendekati c. lim [ f ( x) ] = lim f ( x)  x →c  x →c  n n n f ( x ) = n lim f ( x ) f ( x) > 0 bilamana n genap .. dengan k dan c adalah bilangan real serta n adalah bilangan bulat positif. asalkan lim 9. lim[ f ( x) × g ( x)] = lim f ( x)  × lim g ( x)  x →c  x →c   x →c  f ( x)   f ( x)   lim x →c   dengan lim g ( x) ≠ 0 = 7. lim lim ff ( gk (x [kf ]→c= → lim[ ( x )] lim f lim ( x)    = dengan g ( x) x→ →c c x x c   xc →c →c ≠ 0    lim x →c g ( x)  x→ lim g( x) x     x →c  6. lim k =k x →c 2. 352 Buku Guru Kelas X .10 Sebuah bidang logam dipanaskan di bagian tengah dan memuai sehingga mengalami pertambahan luas sebagai fungsi waktu f(t) = 0. lim x →c x →c x →c Contoh 10.. lim[kf ( x)] = k lim f ( x)  x →c  x →c    lim    lim[ ) (( x )] lim xx )) × lim gg (( x ) lim[ fff( ( (x x x ) )× ± ±g g g ( x x ) )]= = = lim limfff(( ( x ) ± ± lim g (x x ) ) 4. lim x=c x →c 3. Kecepatan perubahan pertambahan luas bidang tersebut pada saat t = 5 menit adalah .5t (cm)2. lim + + → xx cc x→ cc    x x→ →c c x→ → c x x→ → c       lim f( x)  = (x )− x) x) f ( x)  − lim g ( x)  5. lim  x →c  g x →c lim g ( x)   ( x)    x →c  8.

5t f(5) = 0.75 lim (0. 25t 2 + 0.030025 0.9975 2.75 –5 –2.1 0.5 6 Dengan melihat tabel di atas.975 2.5 1 ∆f = f(t) – f(5) –8 –6.5 2.25 5 5.000025 3.2975 –0.875 2.00025 3. Alternatif Penyelesaian lainnya f(t) = 0.9 4.00299975 –0.Perhatikan tabel! Tabel 10. 5(0. 5) lim lim 0.12 Nilai pendekatan pada saat t mendekati 5 12 1 2 3 4 4. 5t 2 + t − 17.25 ∆f/∆t 2 2. pada saat t mendekati 5 maka ∆t mendekati 0 dan f(t) akan mendekati 3 (cm2/menit).1 5.029975 –0.25 2. 5)(t − 5) 0.0001 0.5 –0.01 0.9999 ∆t = t – 5 –4 –3 –2 –1 –0.01 –0. 5(0. 5t + 3.5625 3.0001 0. 75 = lim t →5 t −5 = lim t →5 0.25 3.0025 3.001 5.000299997 0 0.999975 ? 3.5(5) = 8.99 4.75 2. 5t − 8. 5(0.99975 2.000300002 0. 25t + 0.75 1.5 4. 5) t →5 t →5 t −5 t −5 353 Matematika . 5t + 3.0001 5.0000 0.25(5)2 + 0.999 4.1 –0.001 0.25t2 + 0.00300025 0.125 3. 5t ) − f (5) f (t ) − f (5) lim = t →5 t →5 t −5 t −5 2 0.4375 –0.01 5.001 –0.3025 1.025 3.

beri bantuan berupa pertanyaan atau mengingatkan konsep terkait yang sudah dimiliki siswa.5(0.25 c 2+ 0. 5t + 3.5c  0. 5t + 3. 5(0.5cX  0.5h)  (0.5 ch+  0.25h  0.11  f (Pemuaian c) dan untuk t2  c  h diperoleh Untuk t1  c diperoleh Gambar logamperubahan pada waktu waktu t=c f (tuntuk c  h) sehingga perubahan Untuk t1 = perambahan c diperoleh luas f(t1) bidang = f(c) dan perubahan waktu t2 = c + h diperoleh 2)  f ( perubahan perambahan luas bidang f ( t ) = f ( c + h ) sehingga 2 f (c) 0. 5) = lti t →5 →5 −5 t −5 = 0.5h kecepatan sesaat sesaat pertambahan pertambahan luas luas bidang bidang adalah: adalah: kecepatan lim h0 f (c  h)  f (c ) h = lim (0.5c 0. t=c+h t=c Alternatif Penyelesaian lainnya f (t ) v(t) = dimana v(t) adalah kecepatan pertambahan luas t f(t) adalah pertambahan luas f(t) t adalah pertambahan luas Posisi awal Posisi setelah pemuaian Gambar 10.25c (c+hh ) 2+ 0.5c c .5c  0.25c2 2 2 f( + hh )) = 0.0 .0.25c 2  0.25h 2  0.5 × 5 + 3. 5) 0.25( )2 0.25c 2+0. Beri kesempatan bagi siswa yang lain untuk memberi komentar.5c  0.5 0.25h  0.5h h0 h h0 = lim 354 (0.5 Kecepatan sesaat pertambahan luas bidang pada t = 5 adalah 0.5) karena h  0 h0 = 0.5  3.25c 2  0. 5)(t − 5) lim m 0. 5) 0.5ch  0.5( cc+ ))= c h ch +0 0. 5(0.25h 2  0.5 0. Jika siswa tidak dapat mengerjakannya. 5)(t − 5) lim lim lim 0. 5(0. 5(0.5) = 3 ♦ Berikan waktu pada siswa menggunakan manipulasi aljabar pada proses limit di atas! Beri kesempatan bagi siswa untuk menjelaskan jawabannya.5ch  0.25 0.25 h2+ 0.5(5)  0.5c) h0 h = lim 0. 5t + 3.5 h fc (c 0. 5(0.5c f(c) = 0.5( h h 0.25 0.11: Pemuaian logam pada waktu t = c f (t1 )10. 5) = t →5 t →5 t →5 t −5 t −5 + t − 17. 5t + 3. 5t 2 + t − 17.5)h h Kelas = Buku lim (0Guru .

memfaktorkan. . Coba kita tampilkan kembali sifat suatu limit. nilai f(1) = dan − x − 1 0 x x + 4 x x2 x4 − 1 0 1 1 f(–1) = . Lina dan Wati sedang menghadapi permasalahan bentuk tak tentu suatu limit.5c  0.5c) h0 h = lim 0. 3. Pada saat mereka menentukan beberapa nilai di daerah asalnya.25h 2  0.25h  0.5h)  (0.5c  0.0 Kecepatan sesaat pertambahan luas bidang pada t = 5 adalah 0. − x − 1 0 x x + 4 x x2 + 4 x4 − 1 0 1 1 2.5)h h = lim (0. c bilangan real.5(5)  0.5c + 0. ∞ – ∞. mereka mendapatkan kesulitan untuk 377 BUKU PEGANGAN GURU menentukan nilai di daerah hasilnya. Untuk f(x) = . apakah penyebab permasalahan mereka? Jika kita pelajari lebih teliti.5c  0.5ch  0. Menentukan Limit Fungsi Pada bagian ini. dan perkalian sekawan.5h h0 h h0 = lim h0 (0. sebagai berikut: 1. Suatu hari mereka mendapat tugas dari guru untuk menggambar beberapa grafik fungsi dengan mencari sebanyak mungkin titik-titik yang dilalui fungsi tersebut.5 = 0. − + x →c x →c Nilai L yang kita maksud adalah bentuk tentu limit.5(5) + 0.0 (cm2/menit). Coba kita pelajari permasalahan yang dihadapi oleh grup diskusi berikut. mereka sulit mendapatkan nilai fungsi untuk − x − 1 0 x x + 4 x x2 + 4 x = 0 karena jika nilai 0 disubstitusi juga ke fungsi maka mereka memperoleh f(0) = ∞ – ∞.5ch  0.5 Kecepatan sesaat pertambahan luas bidang pada t = 5 adalah 0.25c 2  0. Misalkan f suatu fungsi dengan f : R → R dan L.5 = 3.5c  0. mereka sulit − mendapatkan nilai fungsi untuk x = 1 dan x − 1 0 x x + 4 x x2 + 4 x4 − 1 0 1 1 x = – 1 karena jika disubstitusi nilai 1 atau –1 ke fungsi.5  3.25c 2  0.kecepatan sesaat pertambahan luas bidang adalah: lim h0 f (c  h)  f (c ) h = lim (0. Lina dan Wati adalah teman satu kelompok belajar di kelasnya. Jadi. Untuk f(x) = x4 − 1 0 1 1 . kita akan menentukan limit secara numerik. jika kita substitusikan nilai 0 ° c ke fungsi f(x) sehingga f(c) adalah bentuk-bentuk tak tentu seperti . 0 ° Matematika 355 . Menurut kamu.25h  0. lim f ( x ) = L jika dan hanya jika x →c lim f( x) = L = lim f( x) . (cm2/menit).5) karena h  0 = 0.25h 2  0.

999 0.99 x 2 − 3x + 2 pada saat x mendekati 2 x2 − 4 2 ? 2. dengan pengamatan berikut: 1.9 1. ∞∞. Oleh karena itu.00.1 2.7 1. jika x mendekati 2.252 0.143 0.231 0. Ingat: x – a sekawan dengan x + a. misi kita dalam limit fungsi adalah mencari bentuk tentu dari limit fungsi.25. Contoh 10.250 Dengan melihat tabel di atas. 356 Buku Guru Kelas X . Cara II (Faktorisasi) x 2 − 3 x + 2 ( x − 2)( x − 1) x 2 − 3 x + 2 ( x − 2)( x − 1) Perhatikan bahwa f(x) = dapat kita ubah menjadi f(x) = x2 − 4 ( x − 2)(( x + 2) ( x − 2)(( x + 2) x2 − 4 sehingga: ( x − 2)( x − 1) x 2 − 3x + 2 lim = lim 2 Dapatkah anda meneliti untuk x → 2 x→2 ( x − 2)( x + 2) x −4 2 ( x − 2)( x − 1) (x x −1 3)x + 12 x 2 + x − 1 − lain 2x + 5 untuk menyelesaikan lim lim lim = karena x≠2 2 a → 2 ( x − 2( x + 2) a x→2 ( x x a →− 2 permasalahan limit fungsi ) 44 +2 − x+2 mendapatkan metode yang tesebut.250 0.13 Nilai pendekatan f(xlim )= a →2 x y 1. Jika L merupakan salah satu bentuk tak tentu maka kita harus mencari bentuk tentu limit fungsi tersebut dengan memilih strategi: mencari beberapa titik pendekatan (numerik).268 0.189 0. perkalian sekawan.5 0.11 Tentukanlah nilai lim x 2 − 3x + 2 x→2 x2 − 4 Cara I (Numerik) x 2 − 3x + 2 Jika lim y= maka pendekatan nilai fungsi pada saat x mendekati 2 ditunjukkan a →2 x2 − 4 pada tabel berikut: Tabel 10. dan lain-lain maka bentuk tersebut gagal menjadi nilai limit fungsi tersebut.302 0. Substitusikan x = c ke fungsi sehingga diperoleh f(c) = L .001 2.3 2.01 2.248 0. dll.333 1.5 1. Perhatikan beberapa contoh soal dan penyelesaian berikut. maka y = f(x) akan mendekati 0. memfaktorkan. 2.

763 Dengan melihat tabel di atas.001 –2.5 Cara II (Perkalian sekawan) Perhatikan bahwa y = x2 + x − 1 − 2x + 5 bentuk sekawan dari x+2 lim lim lim x →−2 xx →− 22 →− x2 + x − 1 − 2x + 5 x2 + x − 1 − 2x + 5 dapat kita dengan lim x2 + x − ubah 1− 2 x + 5 mengalikan x →−2 x+2 x+2 x2 + x − 1 − 2x + 5 x 2 + x − 1 − 2 x + 5 sehingga: lim x →−2 x+2 ( ) ( ) 2 2 2 x x x2 + +x x− −1 1− − 2 2x x+ +5 5 x2 + +x x− −1 1− − 2 2x x+ +5 5 x x2 + +x x− −1 1+ + 2 2x x+ +5 5 lim .599 – 2.501 –2.9 –1.01 –2.528 2.999 –2.lim ( x − 2)( x − 1) ( x − 1) 1 x2 + x − 1 − 2x + 5 lim lim = a → 2 ( x − 2( x + 2) a → 2 ( x + 2) 4 a →−2 x+2 = 0.3 –2.499 x 2 + x − 1 − 2 x + 5 pada saat x mendex+2 –2 ? – 1.8 –1.5 – 1.3 –2.7 – 2.99 –1. Pendekatan nilai fungsi pada saat x mendekati 2 x+2 − 2( x + 2) a → 2 ( x + 2) 4 a →−2 ditunjukkan pada tabel berikut: Tabel 10.594 –2.1 –2.501 –2. jika nilai x mendekati –2 maka y = f(x) akan mendekati –2.25 Contoh 10. = .12 ( x − 2)( x − 1) ( x − 1) 1 x2 + x − 1 − 2x + 5 lim lim Tentukanlah a→−2 ( x − 2( x + 2) a → 2 ( x + 2) 4 x x+2 Cara I (Numerik) m ( x − 1) 1 − 2)( x − 1) x2 + x − 1 − 2x + 5 lim Misalkan lim y = . 2 = lim lim x →− 2 2 x x x+ +2 2 x+ +2 2 xx →− 22 x →− x + +x x− −1 1+ + 2 2x x+ +5 5 2 ( x + x − 1) − (2 x + 5) = lim = lim x→− →−2 2 x ( x + 2) x 2 + x − 1 + 2 x + 5 ( ) = lim = lim x →−2 x →−2 ( x + 2) ( x2 − x − 6 x2 + x − 1 + 2 x + 5 ) 357 Matematika f ( x) = ( x 2 + 1) ( x + 1) ( x − 1) ( x + 1) ( x − 1) .14 Nilai pendekatan f(x) = kati –2 x y –2.5 2.530 –2.

999 2.64 0.02 1.001 2. f (−1) = –1 pada saat dan f 2 x −1 0 0 –1 ? –0.15 Nilai pendekatan f ( x) = 2 pada saat (1) =x mendekati .00 1.64 –0. Karena kita harus mencari bentuk tentu dan danf ( −1 x x− 1 00 00 limit fungsi tersebut pada saat x mendekati 1 dan –1.99 1.999 2.2 2.01 2.7 1.98 –0.001 2. 5 = − Contoh 10. ( f− (1 − )1= ) = . Cara II (Faktorisasi) x 2 + 1) ( x + 1) ( x − 1) ( x4 − 1 f ( x ) = Perhatikan bahwa dapat kita ubah menjadi f ( x) = x2 − 1 ( x + 1) ( x − 1) sehingga: 358 Buku Guru Kelas X .49 –1.3 2.16 Nilai pendekatan f ( x) = x y –1. Cara I (Numerik) Misalkan y = f ( x) = x4 − 1 0 0 .44 –1.81 0.8 1.21 1.2 2.8 1. f (− fungsi dan f (1) = nilai 1) = pada saat x mendekati 1 dan –1 2 x −1 0 0 ditunjukkan pada tabel berikut: x4 − 1 0 0 Tabel 10.00 Dengan melihat tabel-tabel di atas.44 1.1 2.7 1.02 x4 − 1 0 0 (1) =x mendekati .9 1.13 Tentukanlah nilai lim x →1 x4 − 1 x4 − 1 dan lim x →−1 x 2 − 1 x2 − 1 4 x 4x− −1 00 00 1 Jika f ( fx ()x= ) = 2 2 . f. f (−1) = 1 dan f x −1 0 0 x y 0. jika nilai x mendekati 1 maka y = f(x) akan mendekati 2 dan jika nilai x mendekati –1 maka y = f(x) akan mendekati 2.99 1.3 2.00 –0.1 2.69 –1.9 1.98 0. = lim = lim x →−2 x →−2 ( x + 2) 2 ( ( x − 3)( x + 2) x2 + x − 1 + 2x + 5 ( x − 3) ) karena x ≠ −2 = lim lim = x →−2 x →−2 ( x + x −1 + 2x + 5 ) 5 2 = − 2.49 0.21 –1.01 2. Pendekatan .00 1 ? 1. maka f1( )1= ) = .81 –0.69 Tabel 10.

001 –0.001 –0. Pendekatan nilai fungsi pada saat x mende− x →0 x x + 4 x x2 + 4 kati 0 ditunjukkan pada tabel berikut: Tentukanlah lim Tabel 10. jika nilai x semakin mendekati 0 maka y = f(x) akan semakin mendekati –0.06.14 1 1 − x →0 x x + 4 x x2 + 4 Cara I (Numerik) 1 1 Misalkan ylim = .05 0.07 –0.3 –0.06 Dengan melihat tabel di atas.3 –0.06 0.1 –0.08 –0.17 Nilai pendekatan f (x) = x y –0.2 –0.01 –0.08 –0.06 pada saat x mendekati 0 0.04 –0.06 0.07 1 x x+4 0 ? − 1 x x2 + 4 0.2 –0.01 –0. Cara II (Faktorisasi) 1 1 x 2 + 4 −1 x + 4 1 x2 + 4 − x + 4 − − Fungsi f(x) = dapat kita ubah menjadi2 f(x) = x x + 4 x x2 + 4 x ( x2 + x 4x x4 + 4 )x x + 4 x ( x 2 + 4 ) ( x + 4 ) ) (+ sehingga: Matematika 359 .1 –0.1 () x + 1 () x −1 x (+ x1 + 1 x)+ 1+ 1 x)− 1 − 1) () (x () (x () () x −1 ≠ dan lim = lim lim lim x (Karena + 1 lim x − 11 + 1 x + 1 x ≠ 0) ( ) x x 1 x + 1 () x −1 x −1 x+ 1+ x)− 1 − 1) ( ( () () () x + 1 () x + 1 () x −1 () −1 = lim x + 1 lim −1karena lim + 1 x ≠ 1 dan x ≠ –1 4 2 2 2 2 2 2 x →1 x →1 x →1 x →1 x →1 −1 x →1 x →1 x + 1 () x −1 () 2 x →1 ( ) 2 = lim 12 + 1 x →1 = 2 dan 4 x1 − (x (x ) (− ) 1) (Karena ( x(2 x+2 1+) 1 ) (+x1+) 1 x4 x − 1 −1 2 2 2 x lim ≠(1 dan +11 x ≠ 0) lim lim2 2 = lim lim lim lim x2 x + 1 + 1lim −( 1 − +x 1 + ) 1) x →− x →− 1 x1 x x →− x →− 1 1 ( x(+ x →− x →− 1 1 x →− x →− 1 1 x x x + 1 − − 1 − 1 − 1 1 1 )( )( ) ) 2 ( x + 1) ( x + 1) ( x − 1) lim x 2 + 1 lim −1 2 + 1 −1 lim ( karena ) x ≠ 1 dan x ≠ –1 = x →−1 x →−1 − 1 x →−1 ( x + 1) ( x − 1) + 1) ( x + 1) ( x − 1) 2 lim x 2 + = 1 lim ( −1) + 1 x →− 1 x →− 1 + − x 1 x 1 ( )( ) = 2 Contoh 10.

lim x →0 1 1 x2 + 4 − x + 4 = lim − x →0 x x + 4 x x2 + 4 x ( x2 + 4) ( x + 4)   2    1 +4 − x +4  x    1 x2 + 4− x+ 4   = lim = lim    x →0   2 x  x →0    +4 +4 x x x    x2 + 4 ( x+ 4) ( )   ()      2    1 x     1 x2 + 4− x+ 4 +4 − x +4 (Sifat-10. =  lim   2 2 x →0 x →0  2 x 2 +4 + 2 +4    x →0 x →0 2 +4 ( x x x x 4) +4  x ) () 4 + 4 x x + +   4 x x + +   (          1 x    1 1 x− −1   lim lim =   lim =  lim   2 2  x →0 x →0 2 2 +4 + 2 +4  x →0 x →0 2 +4 ( x x   4 x x +  ) () 4 4 x x + + +   4 4 x x + +   ( )      1  1 −1 1  −  =   =    4 4     4  4  1 1 = = − − 16 16 360 Buku Guru Kelas X .   2  x x →0 →0  2 x 2 +4 +   x →0 x →0  2 +4 ( x x 4 +  x x 4 + x )   x +4+ x+4   x +4 ( x + 4) ()        2   2 − x  1 1  lim x   lim  1 1 x − x.2)   = lim lim  lim =  lim    x →0 x →0  2 x x →0 x →0   2 +4 (   + x x 4 x ) ()    x +4 ( x + 4)        2 2     1 +4 − x +4 +4 + x +4  lim   lim x 1 x2 + 4− x+ 4.   =   lim . x x2 + 4+ x+ 4   =  =  lim lim .

Coba kamu tunjukkan koordinat pendekatan kedua kurva (titik singgung). lim x →1 jika −1 ≤ x ≤ 1 jika x < −1 7. – E. –1 E. 1. x2 − 1 A. 2 1 1 B. 2 C. –2 D. 1 sampai no. x →1 x − 1  3x + 1 x+3 A.. 1 B.Uji Kompetensi 10. Sketsalah dan analisislah limit fungsi di x = –1 dan x = 1. Sketsalah permasalahan tersebut! 8.. Carilah metode lain untuk mendapatkan titik singgung tersebut! c. lim x3 − 2 x 2 = . 5. 0 Selesaikanlah permasalahan berikut.1 Pilihlah strategi pendekatan atau numerik untuk menentukan nilai limit fungsi pada soal no. 0 2. 2x − 2 A.... 0 1  1 1  3. –1 E.  x3 − 1  x −1   f ( x) =  2x + 1   2x + 3 − x + 2  x +1  jika x >1 A. x→2 x 2 − 4 A.. 1 B. Sebuah garis y – 2x – 3 = 0 menyinggung kurva y = x2 + x + 2. Kemudian anda pilih strategi lain dan membandingkan jawaban anda dengan jawaban anda pada srategi sebelumnya. lim x →1 5. 8 8 C. Gunakan strategi numerik untuk mendapatkannya! b. 8 8 C. Tentukan nilai limit fungsi berikut dengan menggunakan dua atau lebih metode penyelesaian! Bandingkan jawaban yang anda peroleh! Matematika 361 .. 2 1 1 B. –1 E.. 2 C. a.. 0 2x + 2 − x + 3 = . lim x →1 x2 + x − 1 − 2x − 1 = . 6. –2 D. –2 D. 1 B. –2 D. 0 4. lim −   = . –2 D. – E. 2 C. x+3−2 x2 + 2 x − 3 = ..

362 Buku Guru Kelas X . a. Jika f(x) = 3x2 maka tentukanlah 9. Jika fungsi f ( x) − 2 f  − x  = x maka lim  c. Rancanglah minimal dua masalah terkait informasi yang kamu peroleh dan buatlah pemecahannya. masalah nyata. f ( x + 2h ) − f ( x − 2h ) lim h h →0   3  2013 10. dan sajikan di depan kelas. Tentukanlah nilai limit fungsi f ( x + 2h ) − f ( x ) x− 2 f(x) = dengan menggulim 3 h →0 h x2 − 3 4 b. Jika f(x) = 3x2 maka tentukanlah x → 2013 x   2  f ( x − 4h ) − f ( x + 22013 h)    3 f ( x)  lim = x maka lim  f( x )−2f  − x h →0  3 h x → 2013 x − 2013    2  Projek Himpun informasi penerapan limit fungsi dalam bidang teknik. fisika. dan teknologi informasi. Buat laporan hasil kerja kelompokmu. Jika f(x) = 3x2 maka tentukanlah nakan numerik dan perkalian sekawan pada saat x mendekati 2.

tetapi c bilangan real. ff ( ) × g )] lim xx )) lim gg (( xx ) lim [kf ( x ) ±= g( (x x ) ]= =f lim ± lim ) lim[ (x x )] k ( x )f → xx cc  x→ cc    → x→ x →c x → c  lim  )] lim f ( x)      e. g ( x lim[f f(( xx )) × = x→ c lim f ( x ) × lim g ( x )  x →c x → c  dengan c    x→ ) ≠ 0 lim = lim g(x   x →c g ( x) x →c lim g ( x)     x →c f ( x)   lim   f ( x)   x →c   lim dengan lim = g ( x) ≠ 0 f. PENUTUP Setelah kita membahas materi limit ini. Titik c tidak harus anggota daerah asal fungsi. lim[kf ( x)] = k lim f ( x)  x →c  x →c  ×   f(( d. apabila limit kiri sama dengan limit kanan fungsi di titik c. yang menjadi domain fungsi adalah himpunan bilangan real di mana fungsi tersebut terdefinisi. 1. Tidak semua fungsi mempunyai limit di titik c.D. Penentuan limit suatu fungsi di suatu titik c. sangat bergantung pada kedudukan titik c dan domain fungsi tersebut. Sebuah fungsi f dikatakan mempunyai limit di titik c jika dan hanya jika nilai fungsi untuk x dari kiri dan kanan menuju ke bilangan yang sama. 2. Misalkan f(x). 4. 3. lim k =k a. 5 Misalkan f sebuah fungsi yang terdefinisi pada himpunan bilangan real dan c dan L adalah bilangan real. dengan k dan c adalah bilangan real serta n adalah bilangan bulat positif. g(x) adalah fungsi yang mempunyai nilai limit pada x mendekati c. Suatu fungsi f mempunyai limit di titik c. x →c c. x →c lim x = c b. Dalam pembahasan limit fungsi pada buku ini.  x →c  x →c lim g ( x)   g ( x)    x →c  Matematika 363 . terdapat beberapa hal penting yang menjadi kesimpulan dari hasil penemuan berbagai konsep dan aturan tentang limit. disajikan sebagai berikut. fungsi f mendekati L pada saat x mendekati c dapat kita tuliskan dengan: lim f ( x) = L x →c 6.

median. ananda harus menguasai tentang fungsi. Pada jenjang yang lebih tinggi.n g. fungsi. quartil. Selanjutnya kita akan membahas tentang materi statistika. operasi hitung bilangan dan pengukuran. Semua apa yang ananda sudah pelajari sangat berguna untuk melanjutkan bahasan berikutnya dan seluruh konsep dan aturan-aturan matematika dibangun dari situasi nyata dan diterapkan dalam pemecahan masalah kehidupan. Materi prasyarat yang harus ananda kuasai adalah himpunan. modus. limit fungsi dan fungsi yang kontinu sebagai prasyarat untuk mempelajari statistik. x →c x →c 7. lim [ f ( x) ] = lim f ( x)  x →c  x →c  n lim n f ( x) = n lim f ( x) h. dan sebagainya. 364 Buku Guru Kelas X . standar deviasi. Hal ini sangat berguna dalam penentuan nilai rata-rata.

kritis. 3. bertanggungjawab. motivasi internal. siswa mampu 1. • mengamati aturan susunan objek. 2.Bab Statistika A. • mengamati keteraturan data. 5. KOMPETENSI DASAR DAN PENGALAMAN BELAJAR Kompetensi Dasar Melalui proses pembelajaran statistika. dan jujur serta menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. bekerja sama menyelesaikan masalah. siswa memperoleh pengalaman belajar: • melatih berpikir kritis dan kreatif. menghayati rasa percaya diri. menyajikan data nyata dalam bentuk tabel atau diagram/plot tertentu yang sesuai dengan informasi yang ingin dikomunikasikan. • • • • • • • Mean (rata-rata) Ukuran Pemusatan Ukuran Letak Median Modus Kuartil Desil . • berpikir Independen mengajukan ide secara bebas dan terbuka. memahami berbagai penyajian data dalam bentuk tabel atau diagram/plot yang sesuai untuk mengkomunikasikan informasi dari suatu kumpulan data melalui analisis perbandingan berbagai variasi penyajian data. • berkolaborasi. dan sikap peduli lingkungan melalui kegiatan kemanusiaan dan bisnis dan dalam kehidupan sehari-hari. Pengalaman Belajar Melalui pembelajaran materi statistika. 4. menghayati pola hidup disiplin. menghayati kesadaran hak dan kewajiban serta toleransi terhadap berbagai perbedaan di dalam masyarakat majemuk sebagai gambaran menerapkan nilai-nilai matematis. konsisten.

PETA KONSEP Statistika Mempelajari tentang Masalah Otentik Pengumpulan Data Penyajian Data Pengolahan Data mewakili dari Tabel Diagram Grafik Ukuran Penyebaran  Standar deviasi Populasi Sampel Ukuran Pemusatan  Rata-rata  Median  Modus Ukuran Letak  Kuartil  Desil  Presentil 366 Buku Guru Kelas X . PETA KONSEP B.B.

makanan kering. menghitung kekayaan penduduk. misalnya. menghitung populasi penduduk. Data Tunggal Pada subbab ini. Data dapat berupa angka. Lembaga survei tersebut memperoleh data produksi sepuluh UKM untuk tahun 2012 yakni sebagai berikut (dalam satuan Unit). seperti: kerajinan tangan. dari suatu data dapat digali informasi-informasi penting sebagai pertimbangan seseorang untuk mengambil keputusan yang akan dilakukannya.1 Data Jumlah Produksi Barang UKM di Yogyakarta UKM Jumlah Produksi (unit) A 400 B 550 C 600 D 700 E 350 F 450 G 650 H 600 I 750 J 600 Berdasarkan data pada Tabel 11. Masalah-11. menghitung laba dari penjualan. Perhatikan masalah tingkat produksi pertahun beberapa UKM di Yogyakarta.C. Bagaimana harus menyusun informasi mengenai data tersebut? Matematika 367 . akan dipelajari data-data yang muncul dalam kehidupan seharihari. dan aksesoris. Data merupakan hal yang sangat diperlukan untuk memberikan keterangan atau informasi yang diperoleh dari suatu pengamatan. Tabel 11. lambang. Yogyakarta yang memproduksi berbagai produk. 1. Secara umum. Data yang diperoleh sebaiknya merupakan data yang sifatnya merupakan perwakilan dari kejadian. ataupun karakteristik.I.1.1 Data Tingkat Produksi Barang UKM di Yogyakarta Sebuah lembaga survey menemukan bahwa terdapat 10 Usaha Kecil Menengah (UKM) yang tersebar di propinsi D. dan yang paling sering didengar adalah untuk menghitung cepat (quick count) dalam suatu pemilihan umum. MATERI PEMBELAJARAN Ceritakan kepada siswa bahwa materi statistika sangat diperlukan dalam penyelesaian permasalahan kehidupan sehari-hari. tahun 2012. misalnya untuk menghitung hasil panen. para pimpinan instansi atau pihak yang berkepentingan. lembaga survei ini memberikan data statistik kepada pemerintah (khususnya menteri keuangan dan perdagangan) untuk merespon keadaan UKM di Yogyakarta. Selain itu data juga harus objektif sesuai dengan kenyataan. menentukan besar pajak yang harus dibayarkan. dan memiliki hubungan terhadap permasalahan/kejadian yang akan diselesaikan.

.. 368 Buku Guru Kelas X . tetapi mari kita sajikan dalam tampilan yang lebih menarik lagi. terlebih dahulu disajikan dalam tampilan yang lebih menarik. diperoleh: x= 400 + 550 + 600 + 700 + 350 + 450 + 650 + 600 + 750 + 600 10 5.2 Data Jumlah Produksi Barang UKM di Yogyakarta UKM A B C D E F G H I J Total Jumlah Produksi (dalam satuan unit) 400 550 600 700 350 450 650 600 750 600 5. rata-rata tingkat produksi setiap UKM di Yogyakarta pada tahun 2012 adalah 565 unit. + datum ke-n Mean( x) = banyak datum Untuk data di atas. Untuk data tunggal. datum ke-1 + datum ke-2 + datum ke-3 + .650 x= = 565 10 Artinya. untuk dapat dibandingkan dengan tingkat produksi UKM di provinsi lain.2 berikut ini. seperti Tabel 11.1 sudah dalam bentuk tabel. a.650 Kemudian. Penyajian Data Tabel Sebenarnya data yang diperoleh lembaga survei pada Tabel 11. rata-rata (mean) dirumuskan sebagai berikut. Tabel 11.Alternatif Penyelesaian Untuk memudahkan pengolahan data tersebut. lembaga tersebut ingin menyampaikan informasi tentang rata-rata tingkat produksi produk UKM di Yogyakarta.

dari 10 data yang tersaji. Sifat-1 Jangkauan Data = Datum tertinggi – Datum terendah = xmaks – xmin Dari urutan data tersebut diperoleh nilai tengah data (median). 750 Jika data tertinggi dikurang dengan data terendah diperoleh: Datum tertinggi – datum terendah = 750 – 350 = 400. 700.1 Datum yang paling sering muncul disebut modus. terdapat 3 angka yang paling sering muncul. Pada data di atas. sebesar 600 unit. 600. Selain rata-rata data tersebut. diperoleh urutan data Tabel 11. dirumuskan sebagai berikut: • Jika banyak data genap. Dalam arti statistik. Definisi 11. 600. Jadi. 450. 650. n : genap Jika banyak ganjil.1 sebagai berikut. Nilai tengah data (median) adalah statistik yang membagi dua data pada bagian yang sama. 2 Secara umum. Jika data terendah diurutkan sampai data tertinggi. yaitu 600. diperoleh jangkauannya 400. modus data dari Tabel 11.1 adalah 600. 350 400 450 550 600 600 600 650 700 750 Bagian-1 Bagian-2 Catatan: Ingat definisi datum sewaktu kamu di SMP! 600 + 600 = 600. formula untuk menentukan median. median  2  Matematika 369 . 600. 400. Hasil pengurangan ini dalam statistik disebut dengan jangkauan data (range). median dirumuskan: Jadi median data = Sifat-2 • n n  Datum ke   + Datum ke  + 1 2 2    . 550. 350. n : banyak data Median = 2  n + 1 Mediandata = Datum nilai ke  dirumuskan:  . n : banyak data. terdapat tiga UKM yang memiliki jumlah produksi yang sama.

kuartil 2 (Q2) atau kuartil tengah dan kuartil 3 (Q3) atau kuartil atas. 4 5 6 2 3 4 3 4 2 3 Analog dengan Q1. merupakan statistik yang membagi data menjadi empat bagian yang sama. Kuartil 1 (Q1) atau kuartil bawah.Sifat-3 n n  Datum ke   + Datum ke  + 1 2 2     . 4 4 2(10 + 1) 1 1 1 1 1 2 3 3 4 Letak Q2 = Datum ke = Datum ke-5 . lembaga survei tersebut ingin menyajikan data tersebut dalam empat bagian utama. Sifat-4  i (n + 1)  Letak Q1 = Datum ke. n : banyak data.  .(10 + 1) 3 1. diggunakan pola pendekatan atau interpolasi. kita akan menentukan statistik yang membagi data menjadi empat bagian. Misalkan terdapat data x1. Kuartil tengah (Q2) 350 400 450 550 600 600 600 650 700 750 Kuartil bawah (Q1) Kuartil atas (Q3) Letak Q1 = Datum ke 1. Dengan pendekatan datum interpolasi berikut. mungkin juga terletak di antara dua datum... 3 3  Q1 = x2 + ( x3 − x2 ) ⇔ Q1 = 400 + (450 − 400) = 437. 5. Letak tiap kuartil didefinisikan sebagai berikut. 1 1  Q2 = x5 + ( x6 − x5 ) ⇔ Q2 = 600 + (600 − 600) = 600. 2 2 370 Buku Guru Kelas X . n : banyak data  4  Letak Qi tidak selalu pada posisi datum ke-i.. n : banyak data Median = 2  n + 1 Median = Datum nilai ke   . Q2 ditentukan melalui pendekatan datum interpolasi berikut. n : genap  2  Selanjutnya. Statistik yang membagi data menjadi empat bagian disebut Kuartil. Untuk keadaan seperti ini. x2.(10 + 1) 3 = Datum ke-2 . 4 4 4 4 Artinya Q1 terletak di antara datum ke-2 (x2) dan datum ke-3 (x3). Melihat kembali data di atas. xn dengan x1 ≤ x2 ≤ x3 ≤ …≤ xn. x3 .

4 4 Kembali ke persoalan kita di atas. Q2 dan Q3 membagi data menjadi empat kelompok yang sama. seperti berikut ini. 3(10 + 1) 1 1 1 1 1 2 3 3 4 = Datum ke-8 . statistik lima serangkainya adalah: Q1 = 437. Q2 dan Q3. x2. x3. hampir sama dengan menentukan kuartil Di pada data tunggal. dan Q3. Desil ke-i untuk data tunggal adalah: i . nilai statistik Q3 dihitung melalui pendekatan datum interpolasi. dan D9. 1 1  Q3 = x8 + ( x9 − x8 ) ⇔ Q2 = 650 + (700 − 650) = 662. D3. dengan tiap kelompok memiliki 10 data. D5.(N + 1) Di = Datum ke 10 Matematika 371 . D7. Q2. Tentu saja terdapat 9 desil.5 xmax = 750 Statistik terurut memiliki kuartil jika banyak data ≥ 4 . yaitu statistik yang terdiri dari: datum minimum. Letak setiap Di didefinisikan sebagai berikut.5 xmin = 350 Q2 = 600 Q3 =662. D8. D4. Susunan statistik lima serangkai ini. Definisi 11. Letak Q3 = Datum ke Dengan adanya nilai Q1. Ukuran statistik ini disebut Desil. yaitu D1. D2. Jika banyak data ≥ 10. xn dengan x1 ≤ x2 ≤ x3 ≤ … ≤ xn. Q1. D6. 5. datum maksimum. maka 1 data dibagi menjadi 10 kelompok yang sama. …. Q2 Q1 xmin Q3 xmax Untuk data di atas. sebab kuartil Q1. 4 5 6 2 3 4 3 4 2 3 Analog juga dengan Q1 dan Q2.Sebagai catatan nilai Q2 = Median. lembaga survei tersebut ingin menyajikan statistik lima serangkai. Cara menentukan Di pada suatu data tunggal.2 Misalkan x1.

dan jumlah penjualan barang. Dalam kajian persoalan kita di atas. D8. misalnya data jumlah penduduk. 10 10 1 1  D3 = x3 + ( x4 − x3 ) = 450 + (550 − 450) = 460. Untuk data jumlah Produksi UKM di Yogyakarta. kita tentukan letak D3. D4. Pada buku ini. 372 Buku Guru Kelas X . 350 400 450 550 600 600 600 650 700 750 Langkah awalnya. 10 10 1 7(10 + 1) um ke − 7 . D6. Untuk keadaan seperti ini. perkembangan nilai tukar mata uang suatu negara. mungkin juga terletak di antara dua datum. D3. jika dideskripsikan dalam diagram garis akan terbentuk sebagai berikut. dan D9. menyajikan data statistik dengan menggunakan garis-garis lurus yang menghubungkan komponen-komponen pengamatan (waktu dan hasil pengamatan jumlah produksi). 3(10 + 1) 1 Letak D3 = datum ke = datum ke − 3 . Letak Di tidak selalu pada posisi datum ke-i. kita mengggunakan pola pendekatan atau interpolasi. b. D2. silahkan kamu tentukan dan cek dengan hasil kerjaan teman sekelasmu yang lain. Perhatikan kembali data di atas. Letak D7 = datum ke = datu 10 10 1 1  D7 = x7 + ( x8 − x7 ) = 600 + (650 − 600) = 605. kita dapat menentukan D1. 10 10 Untuk ukuran statistik desil yang lain. D7. hanya ditentukan D3 dan D7. D5. Penyajian Data dalam Diagram Garis (Line Diagram) Penyajian data dalam diagram garis berarti. Diagram garis biasanya digunakan untuk menggambarkan suatu kondisi yang berlangsung secara kontinu.

staf lembaga survei tersebut menyampaikan informasi bahwa. Tolong bantu Staf tersebut untuk menyampaikan informasi penting mengenai jumlah produksi barang UKM di Yogyakarta. UKM E. yaitu UKM I yang mampu menghasilkan sebanyak 750 unit produk dalam tahun 2012. dan UKM F hanya mampu menghasilkan produk UKM kurang dari 500 unit dalam tahun 2012.100% Total Produksi Semua UKM Secara lengkap. Matematika 373 . akan ditunjukkan besar persentase tingkat produksi tiap UKM.1 Diagram garis jumlah produksi UKM di Yogyakarta Tentunya. tingkat persentase produksi setiap UKM. c. didefinisikan sebagai berikut. Total produk yang dihasilkan kesepuluh UKM tersebut adalah sebesar 5650 unit. persentase produksi setiap UKM.Gambar 11. yaitu UKM A. Selanjutnya. Definisi 11. staf tersebut ingin menyampaikan data produksi UKM tersebut dalam tingkat persentase.3 % produksi UKM X = Jumlah Produksi UKM X . selain penyajian data tersebut. Untuk itu diperlukan penyajian data dalam bentuk diagram lingkaran (pie chart). Diagram Lingkaran (Pie Chart) Melalui diagram ini. disajikan pada diagram berikut ini. tahun 2012. – hanya satu UKM. Oleh karena itu. – masih ada tiga UKM .

menteri terkait dengan masalah ini merilis gaji buruh di 8 kota besar di negara tersebut sebagai berikut (dalam ratusan ribu rupiah) Nama Kota A B C D E F G H Besar Gaji 25 18 22 20 17 19 22 22. lembaga survei ingin merangkumkan informasi menarik dari data tersebut.Jumlah Produksi (dalam satuan unit) 11% 13% 11% 11% 7% 10% 11% 12% 8% 6% Gambar 11. Silahkan diskusikan dengan teman sekelasmu tentang penyajian data tersebut dengan diagram batang dan diagram daun. Bantulah staf tersebut untuk memberikan informasi menarik dari diagram lingkaran di atas! Selain ketiga penyajian data di atas. yang disesuaikan dengan kondisi perkembangan perusahaan yang ada di kota tersebut.2 Persentase tingkat produksi kesepuluh UKM Setelah diagram lingkaran terbentuk. Misalnya dengan diagram batang (chart). Pada tahun 2012. 374 Buku Guru Kelas X . dan diagram daun. menteri bermaksud menerapkan kenaikan gaji buruh bersifat situasional. Rata-Rata Gaji Buruh Gaji buruh menjadi topik perbincangan di kalangan buruh dan kalangan pengusaha. Hasil pembahasan dengan para pengusaha dari kelima kota tersebut adalah rumusan kenaikan gaji buruh dengan sistem subsidi silang. masih ada cara penyajian data yang lain.5 Berdasarkan data tersebut.

Selain rata-rata besar gaji buruh tersebut.016.376.000.00 Gaji setelah Kenaikan Rp 2.00 Rp 2. dari tabel tersebut juga bisa kita tentukan rata-rata besar kenaikan gaji dan besar rata-rata gaji sebelum mendapat kenaikan.904.128.250 8 8 Jadi.000. Buruh yang memiliki gaji kurang atau sama dengan Rp 2.620.4.00 Rp 2.00 Rp1.000.000 = = 2.000.000. x Gab = x A + xB + xC + xD + xE + xF + xG + xH 18.00 Rp2.00 Rp 228.000.900. Dengan menggunakan rata-rata kenaikan dan rata-rata gaji buruh sebelum kenaikan gaji.00 Rp 204.00 Rp 2.00 Rp16.00 Rp 216.000.000.00 Rp 176.000. Tabel 11.00 Rp2.00 Rp 2.000.00 Rp 240.000.00 Pada Tabel 11.250.000. Berapakah rata-rata gaji buruh setelah mengalami kenaikan gaji? Alternatif Penyelesaian Tabel berikut ini menyajikan besar kenaikan gaji di setiap kota.000.240.170.4 Besar Gaji Buruh Sebelum dan Sesudah Kenaikan Gaji di 8 Kota Nama Kota A B C D E F G H Total Besar Gaji Rp2.00 Rp 176.000.250.000.271. dapatkah kamu menentukan rata-rata besar gaji buruh setelah mendapat kenaikan gaji? Matematika 375 .000.500.700.430.00 Rp1.000.700.00 Rp1.000.000.271.000.00 Rp 180.550.000.00 Rp 2.000 diberi kenaikan gaji sebesar 12% dan buruh yang memiliki gaji lebih dari Rp 2.376.000 diberi kenaikan gaji sebesar 8%.200.000. rata-rata besar gaji buruh setelah mendapat % kenaikan gaji adalah Rp2.00 Rp 2.00 % Kenaikan Gaji 8% 12% 8% 12% 12% 12% 8% 8% Nominal Kenaikan Gaji Rp 200.000.170.000.000.000.000. Rata-rata gabungan gaji buruh yang baru dapat dihitung melalui rumus berikut.00 Rp2.00 Rp 1.00 Rp18. memaparkan besar kenaikan gaji dan besar gaji yang diterima buruh setelah memperoleh persentasi kenaikan gaji.00 Rp2.800.200.000.00.00 Rp1.000.000.

a2. 2 Median data baru ditentukan: Data ke-6 + Data ke-7 (a6 + t ) + (a7 + t ) a6 + a7 + 2t 1 Median = = = = (2a1 + 11b) + t. (a12 + t ) (a1 + t ) + (a2 + t ) + (a3 + t ) + . + a10 + a11 + a12 6(a1 + 11b) 1 = (a1 + 22b) X 2011 = 1 = 12 12 2 Karena a1. (a1 + t ).. a10 + t. (a2 + t ). sedemikian sehingga barang-barang koleksi tersebut mengikuti pola: a1 + t. Selidikilah perubahan rata-rata dan median data di atas. a12 memiliki pola aritmetika.2 Data Berpola Aritmetika Sewaktu Pak Suprapto memiliki usaha “Toko Serba Ada”. Alternatif Penyelesaian Data tahun 2011.. a + a2 + a3 + .Masalah-12. a2. 2 2 2 2 X 2012 = 376 Buku Guru Kelas X . a1. …. Artinya bahwa beda dua suku yang berurutan sama. beliau mampu menikmati hobinya sebagai kolektor barang-barang antik. a3 + t.. a2. Pak Suprapto berhasil mengembangkan usaha tersebut menjadi supermarket. (a3 + t ). Sejak akhir tahun 2011. Pada tahun 2011. a11 + t. . …. (a11 + t ).. …. a11. + (a10 + t ) + (a11 + t ) + (a12 + t ) 6(a1 + 11b) + 12t 12 12 1 X 2012 = (a1 + 11b) + t. data koleksi barang-barang tersebut memenuhi pola aritmetika berikut. …. a3. a11. a10. a12 telah tersusun dari yang terkecil hingga yang tertinggi. diketahui bahwa: a1. maka median data tersebut adalah: Data ke-6 + Data ke-7 a6 + a7 1 Median = = = (2a1 + 11b) 2 2 2 Selanjutnya mari kita perhatikan pola data tahun 2012. a3. (a10 + t ). a10... Kondisi ini juga berimbas terhadap kegemarannya. a11. a3.. a10. a12 + t. a2 + t. a12.

0. nilai deviasi rata-rata mungkin menjadi nilai statistik yang penting. sudah didefinisikan bahwa deviasi rata-rara adalah nilai mutlak setiap data terhadap rata-rata data. Perhatikan. Bagaimana perubahan nilai ukuran pusat data tersebut? Masalah-11. dan x5 = 8. x3 = 6. x + x + x3 + x4 + x5 20 x= 1 2 = = 6.3 Deviasi Rata-Rata Diketahui x1 = 3. Jika deviasi rata-rata nilai tersebut dinyatakan dengan rumus ∑ n i =1 rata data yang diketahui pada Masalah-11. Meskipun ada perubahan pada data lama. ♦ Ujilah penguasaan siswa terhadap materi yang telah dipelajari. Tentukanlah deviasi rata n Alternatif Penyelesaian Deviasi rata-rata merupakan ukuran statistik yang dapat digunakan untuk melihat variasi data. di antaranya setiap nilai data mungkin akan berkurang sebesar q atau akan dikali sebesar p.0.0. selama perubahan data tersebut tetap mengikuti pola aretmatika. Dalam konteks penelitian karya ilmiah yang menyangkut statitika. bahwa pertambahan setiap nilai data sebesar t. Dalam soal di atas. Berikan latihan berikut sebagai penguatan siswa dalam pemahaman konsep! Latihan 11. kita perlukan rata-rata terlebih dahulu.2. nilai kedua statistik juga tetap sama. 5 5 Deviasi rata-rata = x1 − x + x2 − x + x3 − x + x4 − x + x6 − x 5 Matematika 377 .1 Terdapat beberapa kemungkinan terhadap perubahan nilai data. Oleh karena itu. Sebagai kesimpulan dari data di atas adalah bahwa data yang berpola aritmetika memiliki nilai statistik rata-rata sama dengan nilai median. x4 = 7.5.5. mengakibatkan pertambahan rata-rata dan median data baru sebesar t. x1 − x . x2 = 5.

260. pihak perusahaan memberikan kebijakan untuk kenaikan gaji mereka. 1 2 . 700. 5 5 5 Jadi deviasi rata-rata data di atas adalah 1. 360. Tentukanlah perbandingan banyaknya jumlah dokter dan banyaknya dalam komunitas tersebut.1 1 Data penjualan radio setiap bulan di suatu toko pada tahun 2002 adalah sebagai berikut: 2 0 . Tentukanlah besarnya kenaikan gaji mereka. 4. Nilai 5 6 5 7 4 8 6 9 1 10 1 Frekuensi 3 Seorang siswa dinyatakan lulus jika nilai ujian siswa tersebut di atas ratarata. diperoleh data baru dengan jangkauan 9 dan rata-rata menjadi 30. Modus dan median data di atas. 3. . 9 .4. kemudian tentukanlah ukuran pemusatannya. 1 0 . 480. 5 Nilai ujian mata pelajaran Fisika diberikan dalam tabel berikut. Pegawai dengan gaji kurang dari Rp 500. 5 + 1 + 0 + 1. 2. dan kuartil atas data tersebut. 5 − 6 + 8 − 6 2. 378 Buku Guru Kelas X 4. Jika setiap nilai data dikali p kemudian ditambahkan 2q. 156 158 160 169 160 156 160 162 164 160 156 160 160 166 170 157 156 178 155 155 Deskripsikanlah data tersebut dalam bentuk diagram batang. Tentukanlah median. 650. 1 2 . Hasil survei tentang lifespan (ratarata lama hidup) manusia di suatu komunitas adalah 40 tahun (terdiri atas dokter dan jaksa). Tahun lalu gaji awal 5 orang pegawai baru dalam ribuan rupiah sebagai berikut. 5 − 6 + 5 − 6 + 6 − 6 + 7. kuartil bawah. Diberikan data tentang tinggi badan 20 siswa (dalam cm) sebagai berikut. dan 10% bagi pegawai dengan gaji lebih dari Rp 500.000 mendapat kenaikan gaji sebesar 15%. Uji Kompetensi 11. 9 . Jika lifespan dokter adalah 35 tahun dan lifespan jaksa adalah 50 tahun. 5 + 2 7 = = 1. 8 . 4 . Tentukanlah. b. 11 . 3 . = Deviasi rata-rata = 3. 6. Suatu data dengan rata-rata 16 dan jangkauan 6. Persentasi siswa yang lulus dan tidak lulus ujian mata pelajaran tersebut. a. Tentukanlah nilai p + 3q. 1 . Dengan bertambahnya harga barang-barang kebutuhan pokok. 9 .000.

dan Diego Milito. Alexander Pato. Tentukanlah banyak gol yang berhasil dicetak setiap striker pada satu pertandingan. yang memiliki x . kependudukan. Selesaikanlah masalah tersebut menerapkan aturan-aturan statistik yang sudah kamu pelajari. Misalkan suatu data x1.7. (x + 3). rata-rata sumbangan 25 pilatelis adalah sebesar Rp 50. Jika semua nilai data dikali r. (x + 6). Leonil Messi. Hitunglah sumbangan rata-rata ke12 pilatelis dari Sidoarjo. modus. Hitunglah perubahannya.000. 2 tahun lalu. Dari kota Lamongan. Bagaimana perubah terhadap data jika semua nilai data ditambah sebesar s. …. Podolski. kemudian hitunglah perubahannya. dia mencatat banyak gol yang dicetak mereka dalam satu pertandingan. x3. pada tahun 2010. ratarata kumulatif menjadi Rp 65. Projek Himpunlah informasi berupa data statistik dalam bidang ekonomi. xn dengan x1 < x2 < x3 < … < xn. 9. jangkaun. (x + 4). Matematika 379 . Jika rata-rata banyak gol yang dicetak oleh mereka adalah 7 gol. Usia 5 6 7 Frekuensi 3 5 8 4 8 Hitunglah usia rata-rata 16 orang yang masih tinggal di kota tersebut. kuartil. dan meteorologi yang menerapkan berbagai konsep dan aturan statistik dalam menganalisis data. Setelah ditambahkan dengan sumbangan 15 pilatelis dari kota Sidoarjo. Jika pada tahun ini 3 orang yang berusia 7 tahun dan seorang yang berusia 8 tahun pindah ke luar kota A. Di suatu komunitas pecinta koleksi prangko. yaitu Cristiano Ronaldo. Carlos Teves. median. x2. mengidolakan 8 striker pemain bola terkenal. Roney. berniat untuk membantu bencana alam Gunung Merapi. Seorang penggemar bola. (x + 7). dan (2x + 1) gol oleh Alexander Pato. 10. (x + 5). Pada tahun 2010.000. Fernando Torres. 8. ukuran apakah yang mengalami perubahan?. Buatlah laporanmu dan sajikan di depan kelas. Sedangkan 6 striker lainnya mencetak gol sebanyak :(x + 2). Tabel berikut menunjukkan usia 20 orang naik di kota A. Carlos Teves mampu mencetak (x + 1)gol.

banyaknya kelas = 1 + 3.4 Kepala Sekolah SMA Negeri Unggulan ingin meningkatkan prestasi hasil belajar siswa.3 log n. Untuk itu perlu diadakan evaluasi untuk melihat statistik berupa mean. Guru matematika telah memiliki data nilai ulangan siswa kelas 10. 57 ≈ 9 Buku Guru Kelas X 380 .3 log 64 = 1 + 3.2. Penyajian Data Kelompok Masalah-11. modus. Pengolahan Data Data di atas masih belum berurutan. median dan lainnya. maka berlaku k = 1 + 3. sehingga.3 (1. cobalah mengurutkan data dimulai dari data terkecil hingga data terbesar 38 48 49 51 56 60 60 61 63 63 63 65 66 67 67 68 70 70 70 71 71 72 72 72 73 74 74 75 75 76 76 78 79 79 80 80 80 81 81 81 82 82 83 83 84 85 86 87 88 88 88 89 90 90 90 91 91 91 92 93 93 93 97 98 dari data yang telah terurut di atas dapat diperoleh: • Data terbesar = 98 dan Data terkecil = 38 • Menentukan banyak kelas Menurut Sturges. jika data yang diamati banyaknya n dan banyak kelas adalah k. Dapatkah kamu membantu guru matematika untuk menemukan statistik data tersebut? Data ulangan siswa semester diperoleh: 79 80 70 68 92 48 90 92 85 76 48 90 92 85 76 88 78 74 70 38 80 63 76 49 84 61 83 88 81 82 61 83 88 81 82 51 71 72 82 70 81 91 56 65 63 74 89 73 90 97 60 66 98 93 81 93 72 91 67 88 75 83 79 86 Alternatif Penyelesaian 1.806) = 1 + 5.9598 ≈ 7 • Menentukan panjang interval kelas jangkauan panjang kelas== panjang kelas banyak kelas 60 = 7 = 8.

dst. Tabel frekuensi Kelas 38 – 46 47 – 55 Turus (Tally) Frekuensi | ||| |||| || |||| |||| |||| |||| ||||1 |||| || |||| |||| |||| | |||| | | ||| |||| || |||| |||| |||| |||| |||| ||||3|| |||| |||| |||| | |||| | 56 – 64 | ||| |||| || |||| |||| |||| |||| |||| |||| || 7|||| |||| |||| | |||| | 65| – ||| 73 |||| || |||| |||| |||| |||| |||| |||| || |||| |||| 14 |||| | |||| | 82 | ||| |||| 74 || –|||| |||| |||| |||| |||| |||| || |||| |||| |||| | |||| | 17 – 91 | ||| |||| || |||| |||| ||||83|||| |||| |||| || |||| |||| |||| | |||| | 100 ||| |||| || |||| |||| |||| |||| |||| |||| 92 || – |||| |||| |||| | |||| | Total 16 6 64 • Menentukan titik tengah Titik tengah diperoleh dari: 1 1 1 1 1 2 3 3 4 Titik tengah = [batas bawah + batas atas] 5 6 2 3 4 3 4 2 3 dengan hasil pengolahan data di atas dapat disajikan tabel statistik sebagai berikut.jangkauan banyak kelas 60 = = 7 = 8.4.57 = 8. . . dapat ditulis 9 kelas I = 38 – 46 kelas II = 47 – 55 . • Menentukan frekuensi gunakanlah sistem turus (tally) untuk mencari frekuensi data Tabel 11. Matematika 381 . 57 ≈ 9 panjang kelas = Adakah cara yang lain yang kalian temukan dalam menentukan panjang kelas? • Menentukan batas kelas interval ambil data yang terurut di atas sembilan data 38 39 40 41 42 43 44 45 46 .

xi) untuk setiap kelas Langkah 3. 382 Buku Guru Kelas X . + fk xk f1 + f2 + f3 + .. Tabel 11.. Tentukan nilai tengah setiap kelas Langkah 2. Nilai Statistik Data Berkelompok • Mean Terdapat dua cara untuk menghitung data berkelompok yaitu: 1... Hitung mean dengan menggunakan rumus x= ∑f x i =1 k i k i ∑f i =1 i dengan menggunakan langkah-langkah di atas diperoleh tabel frekuensi. Menentukan Mean dengan Rumus Mean x= fi xi ∑ i =1 fi ∑ i =1 k k = f1x1 + f2 x2 + f3 x3 + . Hitung hasil kali frekuensi dengan nilai tengah (fi. + fk dengan : fi = frekuensi kelas ke-i xi = nilai tengah kelas ke-i Langkah 1.5 Tabel Frekuensi No 1 2 3 4 5 6 7 Kelas 38 – 46 47 – 55 56 – 64 65 – 73 74 – 82 83 – 91 92 – 100 Total Titik tengah 42 51 60 69 78 87 96 Frekuensi 1 3 7 14 17 16 6 64 2.

326 1. Kurangkan setiap nilai tengah kelas dengan mean sementara dan catat hasilnya dalam kolom di = xi – xs. xi 42 153 420 966 1. Ambil nilai tengah dengan frekuensi terbesar sebagai mean sementara xs. Langkah 2.7 Perhitungan Rataan sementara No 1 2 3 Kelas 38 – 46 47 – 55 56 – 64 65 – 73 Titik tengah Frekuensi di = xi – xs (fi) xs = 78 (xi) 42 1 –36 51 60 69 3 7 14 –27 –18 –9 fi. Hitung hasil kali fidi dan tuliskan hasilnya pada sebuah kolom. dan hitung totalnya.875 = 76. Menentukan mean dengan rumus rata-rata sementara mean = x = xs + f i di ∑ i =1 fi ∑ i =1 k k dimana : fi = frekuensi kelas ke-i xs = Rata-rata sementara Langkah 1. Hitung mean dengan menggunakan rumus rataan sementara.875 mean = x = ∑fx i =1 k k i i ∑f i =1 i 4. di –36 –81 –126 –126 4 Matematika 383 .17 65 2.6 Penghitungan Rata-rata (Mean) No 1 2 3 4 5 6 7 Kelas 38 – 46 47 – 55 56 – 64 65 – 73 74 – 82 83 – 91 92 – 100 Total Titik tengah (xi) 42 51 60 69 78 87 96 k i =1 i Frekuensi (fi) 1 3 7 14 17 16 6 64 fx ∑ f =∑ i =1 i k k fi. Tabel 11. Langkah 3. Langkah-langkah di atas diselesaikan pada tabel berikut: Tabel 11.392 576 i ∑fx i =1 1 1 = 4. Langkah 4.

17 64 ♦ Dapatkah kamu membandingkan yang terbaik dari kedua cara di atas? ♦ Dapatkah kamu memiliki cara yang lain dalam menentukan rataan (mean)? • Modus dengan menggunakan rumus modus:  d1  M o = tb + k    d1 + d 2  dimana: Mo = modus. tb = tepi bawah kelas modus. k = panjang kelas d1 = selisih frekuensi kelas modus dengan kelas sebelumnya d2 = selisih frekuensi kelas modus dengan kelas sesudahnya Tabel 11. 384 Buku Guru Kelas X .8 Perhitungan Modus No 1 2 3 4 5 6 7 Kelas 38 – 46 47 – 55 56 – 64 65 – 73 74 – 82 83 – 91 92 – 100 Titik tengah (xi) 42 51 60 69 78 87 96 1 3 7 14 d =3 17 1 d2 = 1 16 6 Frekuensi (fi) dari data di atas dapat ditentukan sebagai berikut.No 5 6 7 Kelas 74 – 82 83 – 91 92 – 100 Total Titik tengah (xi) 78 87 96 Frekuensi (fi) 17 6 16 k di = xi – xs xs = 78 0 9 18 k fi. di 0 144 108 fi di = –117 ∑ i =1 diperoleh: Mean = xs + fi d ∑ =i 64 i =1 ∑fd i =1 k i k i ∑f i =1 i Mean = 78 + −117 = 76.

modus data di atas adalah:  d1  M o = tb + k    d1 + d 2   3  = 73.5. 5 + 6. tb =73. Tampak modus terletak pada kelas 74 – 82 dengan frekuensi f = 17 dan panjang kelas k = 9. 25 • ♦ Dengan menggunakan teknik histogram gambarlah serta tentukan modusnya? Median dengan menggunakan rumus median: N   2 −F Median = tb + k    fm    dimana: tb = tepi bawah kelas median. jadi. N = 64. 205 Matematika 385 . dan d1 = 1 – 14 = 3 serta d2 = 17– 16 = 1.5. Oleh karena itu tb = 73. fm = 17 diperoleh: N   2 −F Median = tb + k    fm     64   2 − 25  = 73. 5 + 9    17    = 73. 705 = 77. 75 M o = 80. k = panjang kelas N = banyak datum dari statistik terurut= F = frekuensi kumulatif tepat sebelum kelas median fm = frekuensi kelas median dari data sebelumnya diperoleh k =9. 5 + 9    3 + 1 = 73. 5 + 3.

Projek Himpunlah minimal lima permasalahan dalam bidang ekonomi. median. Q2.2 1 Data pada tabel di bawah ini tentang berat pada siswa 50 siswa. a) Jika modus data di atas adalah Rp 830. dan banyak data 120 . Berat Badan (kg) 31 – 36 37 – 42 43 – 48 49 – 54 55 – 60 61 – 66 Frekuensi 4 6 9 14 10 5 2 Kemudian deskripsikan data tersebut dalam diagram batang. 2. tentukanlah nilai Q1 dan Q 2. dan meteorologi yang menerapkan berbagai konsep dan aturan statistik dalam menganalisis data. dan Q3) dari data di atas. Buatlah laporanmu dan sajikan di depan kelas. Selesaikanlah masalah tersebut menerapkan aturan-aturan statistik yang sudah kamu pelajari. b) Dengan menggunakan nilai x dan y.205 Apakah hubungan dari ketiga pemusatan data di atas? diskusikan dengan temanmu! Uji Kompetensi 11.000) 66 – 70 71 – 75 76 – 80 81 – 85 86 – 90 91 – 95 96 – 100 Frekuensi 3 3 x 36 24 y 9 67 – 72 Tentukanlah mean. modul dan kuartil (Q1. 386 Buku Guru Kelas X . 5 + 3. Hasil observasi tentang berapa kali 18 siswi berhias dalam 1 hari sebagai berikut. 3 3 6 5 6 4 8 7 4 8 5 8 5 8 5 6 8 4 Ubahlah data di atas menjadi data berdistribusi frekuensi berkelompok.705 = 77.000. tentukanlah nilai x–y. Gaji (× Rp 10. = 73. c) Tentukan rata-rata gaji jika setiap data mendapat tambahan sebesar Rp 50.000. Gaji karyawan suatu pabrik ditampilkan dalam tabel berikut. 3. kependudukan.

n : banyak data Median =   + Data 2 2  . Statistik yang membagi data menjadi 10 bagian disebut Desil. beberapa konsep perlu kita rangkum guna untuk mengingatkan kamu kembali akan konsep yang nantinnya sangat berguna bagi kamu sebagai berikut. + 1 n n    2  Data keke.. Statistik yang membagi data menjadi empat bagian disebut Kuartil. xs = rata-rata sementara i Matematika 387 . Untuk data ganjil 2  n +1 . 4. dengan setiap kelompok memiliki data. + f k 10. Untuk data genap n  n Data ke.D. Mean untuk data berkelompok didefinisikan dengan = x ∑fx i =1 k i k i =1 dengan fi = frekuensi kelas ke-i. 8. Mean untuk data berkelompok dengan rumusan rataan sementara didefinisikan dengan x = xs + ∑fd i =1 k i k i ∑f i =1 dengan: fi = frekuensi kelas ke-i. 6. 1. maka kita dapat membagi data menjadi 10 kelompok yang 1 sama. PENUTUP Berdasarkan materi yang telah kita uraikan di atas. dan Q3 membagi data menjadi empat kelompok yang sama. 7.  + Data ke. Ukuran statistik ini disebut 10 Desil. Data adalah seluruh keterangan. n : banyak data Median = Data ke. 2. f k xk f1 + f 2 + f 3 + . 3. Q2.  n +1  2   Median = Data ke. Median adalah nilai tengah data.. untuk data tunggal didefinisikan atas dua a. Jika banyak data ≥ 10. xi = nilai tengah kelas ke-i. 9. Data yang paling sering muncul disebut modus. Jangkauan Data = Data tertinggi – Data terendah = xmaks – xmin. n banyak data . :  2   5.. sebab kuartil Q1. informasi atau fakta tentang sesuatu hal atau permasalahan.. Statistik terurut memiliki kuartil jika banyak data ≥ 4. + 1  2  . = ∑ fi i f1 x1 + f 2 x2 + f 3 x3 + . n : banyak data   2 Median = b.

d2 = selisih frekuensi kelas modus dengan kelas sesudahnya. fm = frekuensi kelas median. Selanjutnya kita akan membahas tentang peluang dari suatu kejadian dengan melakukan berbagai percobaan. k = panjang kelas. F = frekuensi kumulatif tepat sebelum kelas median. d1  11. Beberapa hal yang telah kita rangkum di atas adalah modal dasar bagi kamu dalam belajar statistika. Modus untuk data berkelompok didefinisikan denganM o = tb + k    d1 + d 2  dengan tb = tepi bawah kelas modus. d1 = selisih frekuensi kelas modus dengan kelas sebelumnya. k = panjang kelas. 388 Buku Guru Kelas X . Penyajian data statistik yang sudah terkumpul dapat disajikan dalam bentuk tabel dan diagram. N = banyak data dari statistik terurut = • f i . Konsep-konsep dasar di atas harus anda pahami dengan baik karena akan membantu dalam pemecahan masalah dalam kehidupan anda seharihari. Median untuk data berkelompok didefinisikan dengan Median = tb + k    fm    Dengan tb = tepi bawah kelas median. N   2 =F 12. 13.

• berpikir tingkat tinggi dalam menyelidiki. menghayati pola hidup disiplin. 4. bertanya dalam menemukan konsep dan prinsip peluang melalui pemecahan masalah autentik yang bersumber dari fakta dan lingkungan. memanipulasi. bertanggungjawab. dan mengaplikasikan konsep dan prinsip-prinsip peluang dalam memecahkan masalah otentik. dan sikap peduli lingkungan melalui kegiatan kemanusiaan dan bisnis dan dalam kehidupan sehari-hari. siswa mampu 1. konsisten. • • • • • Percobaan Kejadian Ruang Sampel Titik Sampel Frekuensi Relatif . menyajikan hasil penerapan konsep peluang untuk menjelaskan berbagai objek nyata melalui percobaan menggunakan frekuensi relatif. kritis. dan jujur serta menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. 2. motivasi internal. KOMPETENSI DASAR DAN PENGALAMAN BELAJAR Kompetensi Dasar Melalui proses pembelajaran peluang.Bab Peluang A. Pengalaman Belajar Melalui pembelajaran materi peluang. 3. 5. menghayati kesadaran hak dan kewajiban serta toleransi terhadap berbagai perbedaan di dalam masyarakat majemuk sebagai gambaran menerapkan nilai-nilai matematis. • berkolaborasi memecahkan masalah otentik dengan pola interaksi edukatif. siswa memperoleh pengalaman belajar: • berdiskusi. menghayati rasa percaya diri. memahami konsep peluang suatu kejadian menggunakan berbagai objek nyata dalam suatu percobaan menggunakan frekuensi relatif.

B. PETA KONSEP B. PETA KONSEP Masalah Otentik Peluang dapat dihitung melalui nilai Frekuensi Relatif P K   nK  nS  0  P K   1 dihitung menggunakan Titik Sampel Ruang Sampel disusun menggunakan Tabel Diagram Pohon Diagram Kartesius Cara Mendaftar 390 Buku Guru Kelas X BUKU PEGANGAN SISWA 415 .

maka kemungkinan yang muncul bisa sisi gambar (G) atau angka (A). Jika koin dilempar sebanyak dua kali. Lakukanlah kegiatan ini secara bertahap. yaitu sisi angka dan sisi gambar. Pernahkah kamu melihat koin (uang logam)? Jika kamu perhatikan maka akan terdapat dua sisi. melambungkan koin. Jika koin tersebut dilempar sebanyak satu kali. serta mencatat data dari hasil percobaan. dan catatlah hasilnya ke dalam tabel berikut: Tabel 12. Menemukan Konsep Peluang dengan Frekuensi Relatif ♦ Arahkan siswa menemukan konsep peluang dari berbagai situasi nyata. dadu. Bagaimana jika pelemparan koin tersebut dilakukan berkali-kali. MATERI PEMBELAJARAN 1.1 Hasil dari Percobaan Pelemparan sebuah Koin Tahap (i) I II III IV V VI Banyak Pelemparan (ii) 20 40 60 80 100 120 BMSG (iii) 8 BMSA (iv) 12 BMSG/BP (v) BMSG/BP (vi) 8 12 8 12 20 20 20 20 Keterangan: BMSG adalah Banyak Muncul Sisi Gambar BMSA adalah Banyak Muncul Sisi Angka BP adalah Banyak Percobaan Matematika 391 . Jika koin tersebut ditos (dilambungkan) maka sisi koin yang akan muncul adalah gambar atau angka.C. Selanjutnya mengorganisasikan siswa belajar melalui pemecahan masalah nyata yang memanfaatkan berbagai konsep dan aturan peluang. maka kemungkinan sisi koin yang muncul AA atau AG atau GG. apakah banyak sisi gambar dan banyak sisi angka yang muncul relatif sama? Kegiatan 1 Lakukanlah kegiatan melempar sebuah koin sebanyak 120 kali bersama dengan temanmu.

Perhatikan data pada Tabel 12.1 di atas dan cobalah diskusikan dengan temanmu beberapa pertanyaan berikut: a) Sebelum melakukan percobaan.1 di atas! Apakah keenam frekuensi relatif dari tiap-tiap percobaan tersebut mendekati suatu nilai tertentu? Kesimpulan apa yang dapat kamu kemukakan? Kegiatan 2 Dalam kegiatan 2 ini. ditulis fr (G) = . buatlah dugaanmu.2 Hasil dari Percobaan Pelemparan Sebuah Dadu Bermata 6 Tahap (1) I II III IV V VI Banyak Pelemparan (2) 20 40 60 80 100 120 Frekuensi Muncul 1 (3) 2 (4) 3 (5) 4 (6) 5 (7) 6 (8) 1 (8) 2 (10) Frekuensi Relatif 3 (11) 4 (12) 5 (13) 6 (14) 392 Buku Guru Kelas X . apakah banyak (frekuensi) munculnya gambar relatif sama dengan banyak (frekuensi) munculnya angka? b) Jika pelemparan koin tersebut dilakukan 20 sampai 120 kali. Lakukanlah kegiatan melambungkan sebuah dadu sebanyak 120 kali bersama dengan temanmu satu kelompok. hasilnya relatif sama? d) Benarkah dugaan bahwa data pada kolom 5 dan 6. Dalam percobaan ini. buatlah dugaanmu bagaimana perbandingan frekuensi munculnya gambar dan angka? c) Benarkah dugaan bahwa data pada kolom 3 dan 4. nilainya perbandingannya mendekati ? 5 6 2 3 4 3 4 2 3 Misalkan banyak percobaan melambungkan sebuah koin adalah 20 kali dan hasilnya diperoleh frekuensi munculnya gambar adalah 8 kali dan munculnya angka adalah 12 kali. hasilnya relatif sama dan nilai perbandingan banyaknya muncul gambar atau angka dengan banyaknya 1 1 1 1 1 2 3 3 4 percobaan. ditulis fr (A) = . frekuensi relatif munculnya gambar adalah 8 12 8 dari 20 kali percobaan. kita melakukan percobaan menggunakan dadu bermata 6. Frekuensi munculnya angka adalah 8 1220 20 12 dari 20 kali percobaan. dan catatlah hasilnya ke dalam tabel berikut: Tabel 12. 20 20 Coba bandingkan frekuensi relatif tiap-tiap banyak pelemparan yang tertera pada Tabel 12. Lakukanlah kegiatan ini secara bertahap.

5. (12). buatlah dugaanmu bagaimana perbandingan frekuensi munculnya mata 1. (7). 2. 3. apakah banyak (frekuensi) munculnya mata 1. 4. ditulis fr(6) = . dan (8).1 di atas! Apakah keenam mata dadu memiliki frekuensi relatif dari tiaptiap percobaan tersebut mendekati suatu nilai tertentu? Kesimpulan apa yang dapat kamu kemukakan? Untuk lebih memamahami frekuensi relatif perhatikan beberapa masalah di bawah ini: Masalah-12. frekuensi relatif munculnya 3 5 12 3 8 2 25 30 14 + mata 1. 1.1 Lampu LED Matematika 393 . Selanjutnya 20 20 20 5 20 5 80 80 44 44 coba bandingkan frekuensi relatif dari tiap-tiap banyak pelemparan yang tertera pada Tabel-12.2 di atas dan cobalah diskusikan dengan temanmu beberapa pertanyaan berikut. dan 6? 3. (6). 3. Tentukanlah frekuensi relatif dari tiap-tiap hasil percobaan tersebut. 2. 5. 2. dan 5 adalah 3 dari 20 kali percobaan. 2. nilainya perbandingannya mendekati 1 ? 6 Misalkan banyak percobaan melambungkan sebuah dadu adalah 20 kali dan hasilnya diperoleh frekuensi munculnya mata 1 sampai mata 5 adalah 3 kali dan munculnya mata 6 adalah 5 kali. hasilnya relatif sama dan nilai perbandingan banyaknya muncul mata 1. dan (14). Frekuensi 20 20 20 5 20 5 80 80 44 12 3 8 2 25 30 14 munculnya mata 2 adalah 3 dari 20 kali percobaan. 5. 3. dan 6 relatif sama banyaknya? 2. dan 6 dengan banyaknya percobaan. (4). 4. Benarkah dugaan bahwa data pada kolom (9). Sebelum melakukan percobaan. (5). 4. 4. (11). Dalam percobaan ini. 5 Frekuensi + 20 20 20 5 20 5 80 80 44 3 5 12 3 8 2 25 30 14 7 + + munculnya mata 6 adalah 5 dari 20 kali percobaan. Benarkah dugaan bahwa data pada kolom (3). hasilnya relatif sama? 4. (10). 3.1 Hasil percobaan pemeriksaan kualitas 20 lampu LED di suatu laboratorium fisika diperoleh hasil lampu berkualitas baik 12 dan 8 lampu berkualitas buruk. ditulis fr(2) = 3 . Gambar 12. ditulis fr(1) = . Jika pelemparan dadu tersebut dilakukan 20 sampai 120 kali. (13).Perhatikan data pada Tabel 12. buatlah dugaanmu.

Diketahui: frekuensi kualitas baik = 12 total seluruh percobaan = 20 maka frekuensi relatif kualitas baik adalah: Frekuensi kualitas baik Frekuensi relatif = Total percobaan 3 5 12 3 8 2 25 30 14 7 17 6 + + + Frekuensi relatif bola lampu kualitas baik = 20 20 20 5 20 5 80 80 44 44 44 44 3 5 12 3 8 2 25 30 14 7 17 6 + + + = 20 20 20 5 20 5 80 80 44 44 44 44 b.3 Hasil Percobaan Kulitas Lampu Kejadian Baik Buruk Total Frekuensi 12 8 20 Dengan menggunakan data tabel di atas dapat kita peroleh: a.Alternatif Penyelesaian Dari data di atas dapat kita bentuk dalam tabel berikut: Tabel 12. Diketahui: frekuensi kualitas buruk = 8 total seluruh percobaan = 20 maka frekuensi relatif bola lampu kualitas buruk adalah: Frekuensi kualitas rusak Frekuensi relatif = Total percobaan 3 5 12 3 8 2 25 30 14 7 17 6 + + + Frekuensi relatif bola lampu kualitas buruk = 20 20 20 5 20 5 80 80 44 44 44 44 3 5 12 3 8 2 25 30 14 7 17 6 + + + = 20 20 20 5 20 5 80 80 44 44 44 44 394 Buku Guru Kelas X .

yaitu: Total frekuensi = 25 + 30 + 25 80 80 80 = 1 Matematika 395 .Masalah-12. Dengan menggunakan data dari tabel di atas dapat diperoleh: a) Frekuensi relatif muncul angka 1. yaitu: Frekuensi muncul angka 1 Frekuensi muncul angka 2 Frekuensi muncul angka 3 Frekuensi relatif = Total per rcobaan Total percobaan Total percobaan 3 5 12 3 8 2 25 30 14 7 17 6 + + + = 20 20 20 5 20 5 80 80 44 44 44 44 c) Frekuensi relatif muncul angka 3.4 Hasil Percobaan Putaran Jam Angka Frekuensi 1 25 2 30 3 25 Gambar 12. yaitu: Frekuensi muncul angka 1 Frekuensi muncul angka 2 Frekuensi Frekuensi relatif = Total percobaan Tota Total percobaan 3 5 12 3 8 2 25 30 14 7 17 6 + + + Frekuensi relatif = 20 20 20 5 20 5 80 80 44 44 44 44 b) Frekuensi relatif muncul angka 2.2 Dari 80 percobaan putaran jarum jam pada gambar di samping diperoleh: Tabel 12.2 Putaran jarum jam Tentukanlah frekuensi relatif tiap angka yang diperoleh dari percobaan di atas? Tentukanlah total frekuensi relatif percobaan tersebut! Alternatif Penyelesaian I. Dari frekuensi relatif tiap-tiap muncul angka diperoleh total frekuensi relatif putaran jam. yaitu: muncul angka 1 Frekuensi muncul angka 2 Frekuensi muncul angka 3 Frekuensi relatif = Total per rcobaan Total percobaan percobaan 3 5 12 3 8 2 25 30 14 7 17 6 + + + = 20 20 20 5 20 5 80 80 44 44 44 44 II.

Kejadian. 2. Gambar 12. maka frekuensi relatif munculnya kejadian K ditentukan dengan rumus: k frr ( (K E)) = n b. Berdasarkan informasi di atas. Nilai tertentu ini adalah peluang munculnya kejadian K. Dua kemungkinan hasil yang diperoleh pada percobaan ini adalah Buruk (R) dan Baik (B). Berdasarkan kedua kegiatan dan permasalahan di atas. Jika terdapat dua buah lampu yang yang akan diuji maka tentukanlah kemungkinankemungkinan hasil percobaan tersebut. Frekuensi Relatif Kejadian K (fr(K)) adalah hasil bagi banyaknya hasil dalam K dengan banyaknya percobaan. proses menghitung peluang suatu kejadian dengan pendekatan nilai frekuensi relatif dapat dirumuskan sebagai berikut: a. sebagai berikut. C konstanta Ingat! Frekuensi relatif akan mendekati peluang jika percobaan dilakukan sebanyak mungkin. Jika kejadian K muncul sebanyak k kali (0 < k < n).1 Divisi quality control suatu perusahaan lampu ingin menguji coba kualitas produk lampu baru model LED.1 Misalkan K suatu kejadian dalam suatu percobaan. Misalkan suatu percobaan dilakukan sebanyak n kali. Titik Sampel dan Ruang Sampel Perhatikan ilustrasi berikut ini! Ilustrasi 12. Definisi 12. mari kita tetapkan pengertian frekuensi relatif kejadian munculnya suatu objek dalam sebuah percobaan. Pengertian Percobaan. peluang munculnya kejadian K ditentukan dengan rumus P(K) = C. Dengan demikian.3 Lampu LED 396 Buku Guru Kelas X . Jika n mendekati tak-hingga maka cenderung konstan mendekati nilai tertentu.

R).4 Putaran Menu Sarapan Penyelesaian Dari hasil satu kali pemutaran jarum jam. nasi goreng (N).R). (R. Untuk menentukan ruang sampel dapat disajikan dengan beberapa cara sebagai berikut! S = {(R. RB.B)} dengan n(S) = 4. kemungkinan yang terjadi adalah Buruk (R) dan Baik (B). yaitu BB.N). Ilustrasi 12. Kemungkinan hasil yang muncul pada satu percobaan pemutaran jarum jam tersebut adalah roti isi (R). Dengan mendaftarkan setiap kemungkinan hasil yang muncul untuk dua kali percobaan pemutaran jarum jam dapat diperoleh: S = {(R.Penyelesaian Pengambilan sebuah bola lampu. dapatkah kamu menentukan kemungkinan hasi-hasil yang muncul untuk dua kali putaran? Gambar 12. (L.N).L).N. (L.B).L). dan RR.R). Kemungkinan-kemungkinan tersebut dinamakan anggota ruang sampel.R). (N. (R. (B.2 Seorang koki menentukan menu sarapan siswa asrama sekolah dengan menggunakan putaran jarum jam. kemungkinan hasil percobaan tersebut adalah: • {R} merupakan kejadian munculnya menu sarapan roti isi • {N} merupakan kejadian munculnya menu sarapan nasi goreng • {L} merupakan kejadian munculnya menu sarapan lontong sayur.L} dengan banyak anggota ruang sampel n(S) = 3. BR.N). (L. Dalam sekali percobaan sekaligus. maka akan terdapat 4 kemungkinan yang akan terjadi. Himpunan kemungkinan hasil dari pemutaran jarum jam dapat ditulis: S = {R.R). lontong sayur (L). (N. (B. (R.L)} n(S) = 9 • Coba kamu perluas contoh di atas dengan menambahkan menu sarapan dan jumlah putaran jam! Hasil apa saja yang kamu peroleh? Diskusikan bersama teman kelompokmu! Matematika 397 . (N.

– {6} merupakan kejadian muncul mata dadu 6. – {2} merupakan kejadian muncul mata dadu 2. 5. Kejadian (E) merupakan himpunan bagian dari ruang sampel. Gambar 12. Jadi titik sampel adalah semua hasil yang mungkin terjadi dari sebuah percobaan. 2. 5. 2. 4. Kemungkinankemungkinan itu disajikan sebagai berikut. 4. Hasil munculnya mata 1. Adapun yang menjadi ruang sampel dari hasil pelemparan sebuah dadu adalah S = {1. Perhatikan ilustrasi berikut ini! Pada kegiatan pelemparan dua dadu sekaligus.6 adalah semua hasil yang mungkin terjadi dalam suatu percobaan. Pada percobaan pelemparan satu buah dadu sisi enam kejadian-kejadiannya adalah – {1} merupakan kejadian muncul mata dadu 1. Enam kemungkinan hasil seperti yang disajikan pada Gambar 12. Kemungkinan-kemungkinan itu disajikan pada tabel ruang sampel dari hasil pelemparan dua dadu.1 Pada kegiatan pelemparan sebuah dadu sisi enam.Perhatikan contoh berikut ini! Contoh 12. akan dihasilkan 36 kemungkinan munculnya pasangan mata dadu. sebagai berikut: Gambar 12.5 Dadu sisi enam Gambar 12. akan dihasilkan enam kemungkinan munculnya mata dadu. 3. – {4} merupakan kejadian muncul mata dadu 4.6 Hasil pelemparan sebuah dadu Kegiatan melempar dadu disebut dengan percobaan. 6}. Ruang Sampel (S) adalah suatu himpunan yang anggotanya adalah titiktitik sampel. dan 6 adalah titik-titik sampel.7 Dua dadu 398 Buku Guru Kelas X . – {3} merupakan kejadian muncul mata dadu 3. 3. – {5} merupakan kejadian muncul mata dadu 5.

3} {2.1).6} {5.4} {6.5} {3.3} {4. Banyak hasil yang mungkin terjadi adalah 36. Kemungkinan pasangan mata dadu yang muncul dengan jumlah 6 adalah (1.5). Jadi kejadian (K) dapat ditulis K = {(1.2} {6.3 Seorang raja ingin memberikan hadiah kepada pengawalnya yang sudah mengabdi dengan baik selama 30 tahun.2). Misalnya kejadian (K) adalah muncul mata dadu pertama dan kedua yang jika dijumlahkan hasilnya adalah 6. Matematika 399 .3} {5.(4.4} {4.2} {5.2} 3 {1.6} {6.2 {3.(3.4} 5 {1.3} {6. (4. Agar pengawal mendapat uang yang lebih banyak.4} {2.5} {5.5 Ruang Sampel dari Hasil Pelemparan Dua Dadu Dadu (I\II) 1 2 3 4 5 6 1 {1.1} {3. Kejadian (K) merupakan himpunan bagian dari ruang sampel. Coba selesaikan masalah di atas setelah mempelajari hal berikut.5} {2.1} {6.2} {2. Jumlah uang yang akan diberikan tergantung pilihan pengawal dari hasil pelemparan dua buah koin sekaligus sebanyak 30 kali pelemparan.6} Kegiatan melempar dua dadu di atas disebut dengan percobaan.1} {2.(5.6} {2.2).1)}. Jika pilihan pengawal adalah munculnya angka dan gambar (AG) atau gambar dan angka (GA) sebanyak 15 kali dari 30 pelemparan maka pengawal memperoleh hadiah 25 milyar. 3.5} 6 {1.3). (2.Tabel 12.6} {4.1} 2 {1.3).4} {3. mana yang menjadi pilihan pengawal tersebut dan berapa maksimal uang yang ia peroleh.6} {3. (3.4).5} {4. Jadi banyak titik sampelnya 36 buah.1} {5.4} {5.(2.3} 4 {1.5).4). Jika pilihan pengawal tersebut adalah munculnya dua gambar (GG) atau dua angka (AA) maka pengawal tersebut mendapat hadiah 1 milyar rupiah dalam satu kali pelemparan.3} {3.1} {4.5} {6.2} {4. Cara Penyajian dan Penentuan Ruang Sampel Masalah-12. (5. Raja tersebut memiliki uang sebesar 60 milyar rupiah. Himpunan dari semua kejadian yang mungkin terjadi atau himpunan dari semua titik-titik sampel dinamakan Ruang Sampel (S).

(G. • Koin I muncul G. GA.A). dan koin II muncul G. dan koin II muncul G. (G.A). Misalkan kejadian K adalah munculnya hanya satu sisi angka maka 400 Buku Guru Kelas X . yaitu: • Koin I muncul A. yaitu sebagai hasil pemetaan dua titik yang berurutan pada sumbu absis dan ordinat. • Koin I muncul G. yaitu AA.8 Dua koin Alternatif Penyelesaian Dengan menggunakan diagram kartesius dapat diinterpretasikan cara penyajian kemungkinan hasil tersebut. Kemungkinan-kemungkinan tersebut dinamakan anggota ruang sampel. AG. (A.4 Dalam sekali pelemparan dua buah koin.G). yaitu: Gambar 12. Gambar 12.G)} dengan n(S) = 4. • Koin I muncul A. maka akan terdapat 3 kemungkinan yang akan terjadi. dan GG.9 Diagram kartesius ruang sampel dua koin Karena ruang sampel adalah himpunan semua hasil yang mungkin maka dari pelemparan dua koin sekaligus diperoleh S = {(A. dan koin II muncul A. dan koin II muncul A.Masalah-12. Untuk menentukan ruang sampel dapat disajikan sebagai berikut! Terdapat empat kemungkinan hasil yang muncul pada suatu pelemparan dua koin.

M3).5 Suatu kotak berisi 4 kelereng merah dan 2 kelereng biru. M2) – – – – – M2 (M1. Dilakukan percobaan dengan mengambil 2 kelereng sekaligus.M3). B2 maka dengan menggunakan cara tabulasi (tabel) dapat dituliskan seluruh kemungkinan hasil yang muncul dari pengambilan dua kelereng sekaligus sebagai berikut: Tabel 12.G). M2.M4). (G. M3.M2). Dapatkah kamu menentukan kemungkinan hasil yang diperoleh 1 bola merah dan 1 bola biru dari percobaan tersebut? Jika kejadian K adalah munculnya dua kelereng merah sekaligus maka tentukanlah kemungkinan hasil dalam kejadian K.A)} dengan n(K) = 2.6 Tabel Kemungkinan Hasil Pencabutan Kelereng Kelereng M1 M2 M3 M4 M5 M6 (M1.K = {(A. (M1. (M2. (M3. Kejadian K adalah munculnya kelereng merah sekaligus diperoleh: K = {(M1. M3) (M2 M3) – – – – M3 (M1. dan dua kelereng biru disimbolkan B1.M4). (M2. M4) (M3 M4) – – – (M2 M4) M4 (M1. Matematika 401 .M4)} dengan banyak anggota kejadian n(K) = 6. B1) (M2 B1) (M3 B1) – – B2 (M1. Masalah-12. M4. Alternatif Penyelesaian Misalkan keempat kelereng merah disimbolkan dengan M1. B2) (M2 B2) (M3 B2) (M5 B2) – (M4 B2) B2 (M4 B1) dengan banyak anggota ruang sampel n(S) = 15. (M1.

M2.H1).6 Suatu kotak berisi 4 kelereng merah dan 2 kelereng hijau. Kejadian K2 adalah munculnya tiga kelereng merah sekaligus diperoleh: K2 = {(M1.Masalah-12. (M2. (M4.M3).H2). (M1.M3. (M1.H1).M4.M4.M3.H2).M2.H2).M3.M3.M2.M4. a. b.M4.M3. (M2. (M2.H1. (M3.M4. yaitu: S = {(M1.M3.M3. c.M4).M2.M4)} dengan banyak anggota kejadian n(K3) = 16. (M2. Kemungkinan kejadian K2 adalah munculnya tiga kelereng merah sekaligus c. Kejadian K3 adalah munculnya paling sedikit dua kelereng mereah diperoleh: K3 = {(M1. (M3. (M2. (M1.M4. M3.H2). (M1. Kemungkinan kejadian K1 adalah munculnya dua kelereng merah dan satu kelereng hijau. Dilakukan percobaan dengan mengambil 3 kelereng sekaligus. (M1.M4.H1). (M1.H1. (M2.H1). (M1.M4)} dengan banyak anggota kejadian n(K2) = 4.H1.M3.H2). M2.M3).M2.H2). (M2.H2)} dengan banyak anggota kejadian n(K1) = 12. (M3.M2.H1).H2). (M2.H1).M4.H2).M4). (M1. (M1.H2).M4. (M1.M4.H1).H2). b. (M1.H1).H2). Kemungkinan K3 hasil yang diperoleh paling sedikit 2 bola merah dari percobaan tersebut? Alternatif Penyelesaian Misalkan keempat kelereng merah disimbolkan dengan M1.H2).H2)} dengan banyak anggota ruang sampel n(S) = 20.M4). H2 maka dengan cara mendaftar diperoleh kemungkinan hasil yang muncul pada percobaan di atas.M2.M3.M4.M2. (M1. (M3.H2). (M1. (M1.M4.H1.H1). (M2.M3. (M3.H2).H2) {(M1. (M1.M4. (M2.M3.H2).H2).M4).M4.M3.M2. (M1.H1).H1).M3.H2). (M1.M4).M3). dan dua kelereng hijau disimbolkan H1. (M1. (M2.M3. (M3. (M1. 402 Buku Guru Kelas X . (M2.M4.H2). (M1. (M1.H1). (M2.M3. (M1.H2). (M1. (M2.H1).M4.M2. (M2.H1).M4.M3.M3.M4).H1). Kejadian K1 adalah munculnya dua kelereng merah dan satu kelereng hijau sekaligus diperoleh: K1 = {(M1.M3.M2. M4.M4). (M2. (M2.M4.H1).H1).M2.H1). Tentukanlah: a.

dan 3 objek percobaan seperti koin dan dadu kita dapat mengetahui berapa banyak anggota ruang sampel dengan menggunakan n objek percobaan.2 1. Minta salah satu kelompok untuk menyajikan hasil kerjanya di depan kelas dan minta siswa pada kelompok lain untuk mengkritisi hasil kerja kelompok penyaji dan menjembatani perbedaan pola pikir antar kelompok. 3. Banyaknya anggota ruang sampel pelemparan n dadu adalah 6n. Latihan 12. Perhatikan pola yang disajikan pada tabel berikut.7 Tabel Penentuan Anggota Ruang Sampel Banyak Objek Banyak anggota ruang sampel n(S) Koin 1 2 3  N 2=2 1 Dadu 6 = 61 36 = 62 216 = 63   6n 4 = 22 8 = 23  2 n Secara umum. Sifat-1 1.♦ Memberi kesempatan kepada siswa untuk menyelesaikan latihan dalam kelompok belajar. tentukanlah kejadian K? 2. 2. cara penyajian ruang sampel dan titik sampel manakah yang lebih baik? Berikan alasan! Dari pola yang terbentuk dalam penentuan banyaknya anggota ruang sampel menggunakan 1. Dapatkah kamu temukan kejadian diluar K? Jelaskan. 403 Matematika . K merupakan kejadian munculnya mata dadu yang jumlahnya lebih besar sama dengan dua. 4. Untuk percobaan-percobaan di atas. Tabel 12. Pada pelemparan dua buah dadu. Mungkinkah suatu kejadian sama dengan ruang sampel. untuk menghitung banyaknya anggota ruang sampel dalam pelemparan n buah koin dan n buah dadu dapat ditulis sebagai berikut.. Banyaknya anggota ruang sampel pelemparan n koin adalah 2n. 2.

A).G. ♦ Jika dadu merah muncul angka 3 maka mata dadu biru dan kuning harus berjumlah 5. dan kuning dilempar bersamasama. ♦ Jika dadu merah muncul angka 2 maka mata dadu biru dan kuning harus berjumlah 6. Ada beberapa kemungkinan hasil yang akan muncul agar jumlah 3 mata dadu adalah 8. ♦ Jika dadu merah muncul angka 1 maka mata dadu biru dan kuning harus berjumlah 7.1). (G. (2.1).8 Tiga dadu yang berbeda warna. (5.7 Dhani melakukan percobaan dengan melambungkan tiga buah mata koin ke atas secara bersamaan.A. dan (6. (2. 404 Buku Guru Kelas X .A.A.G. (3.G. Kemungkinan hasil mata dadu biru dan kuning yang muncul adalah (1.G). Kemungkinan hasil mata dadu biru dan kuning yang muncul adalah (1.G.A). dan (3. (A. yakni merah.Masalah-12.A).3). (G. (3.G. (A. (2.5).A.A). Alternatif Penyelesaian Dalam setiap pelemparan 3 buah koin sekaligus.A). ♦ Jika dadu merah muncul angka 4 maka mata dadu biru dan kuning harus berjumlah 4.5).2) dan (5. (G.3). (G.2). dan (G.4). Tentukan ruang sampel dan banyak anggota ruang sampel.A. Dengan demikian ruang sampel percobaan tersebut adalah S = {(A. (G.2). dan (4. Masalah-12. (G.G). (4. yaitu dadu merah. (A.4).A).A). biru. (4. Kita daftar setiap kejadian yang mungkin yang terjadi dari satu kali pelemparan 3 koin sekaligus. Kemungkinan hasil mata dadu biru dan kuning yang muncul adalah (1.A. akan muncul tiga sisi koin. Hitunglah banyak kemungkinan hasil lemparan sehingga jumlah ketiga mata dadu yang muncul adalah 8? Alternatif Penyelesaian Pandang satu dadu. (2.G).3).6).G. Banyak anggota ruang sampel adalah n(S) = 8. (A.4).2). (A.1).G. Kemungkinan hasil mata dadu biru dan kuning yang muncul adalah (1.G). Berbagai kemungkinan hasil yang terjadi disajikan sebagai berikut. (A.G). Semua kemungkinan munculnya sisi koin adalah (A.G)}.G).1).G).A. (G. (3.A.3).G.A).

Jadi. 3. Kejadian (K) adalah himpunan bagian dari ruang sampel. Kemungkinan hasil mata dadu biru dan kuning yang muncul adalah (1. Titik sampel adalah hasil yang mungkin dari sebuah percobaan.2 1.2) dan (2.3 Tentukanlah banyak kemungkinan hasil yang terjadi dari hasil pelemparan 3 dadu dengan syarat jumlah ketiga mata dadu yang muncul adalah 9. banyak kemungkinan hasil yang terjadi dalam pelemparan 3 buah dadu secara bersama-sama dengan syarat jumlah ketiga mata dadu yang muncul 8 adalah 6 + 5 + 4 + 3 + 2 + 1 = 21. ♦ Jika dadu merah muncul angka 6 maka mata dadu biru dan kuning harus berjumlah 2. kita tetapkan definisi titik sampel. dan kejadian sebagai berikut. Kemungkinan hasil mata dadu biru dan kuning yang muncul adalah (1.♦ Jika dadu merah muncul angka 5 maka mata dadu biru dan kuning harus berjumlah 3. Berdasarkan definisi titik sampel ruang sampel di atas.1). Latihan 12. Definisi 12. Matematika 405 . kita tetapkan definisi peluang suatu kejadian sebagai berikut. ruang sampel. Ruang sampel (S) adalah himpunan semua hasil yang mungkin dari suatu percobaan.1). 2. Coba selesaikan dengan cara yang lain! ♦ Ujilah pemahaman siswa dengan mengajukan soal latihan berikut. Berdasarkan berbagai informasi yang diperoleh dari hasil percobaan di atas.

disajikan tabel sebagai berikut.8 Peluang Penjumlahan Dua Dadu Jumlah Jumlah Dua Mata Dadu yang Muncul Peluang Jumlah dua mata dadu yang muncul (x). ditulis: n( K ) P (K ) = n(S ) n(A) : Banyak titik sampel dalam A. 3. n(S) : Banyak anggota ruang sampel.Definisi 12.9 Dalam pelemparan dua dadu sekaligus. tentukan peluang munculnya dua mata dadu yang jumlahnya 1.2 Peluang suatu kejadian A adalah hasil bagi banyak hasil dalam A dengan banyak anggota ruang sampel dari suatu percobaan. 2. 12. 4. Kemudian tentukan juga peluang munculnya dua mata dadu yang jumlahnya lebih dari atau sama dengan 2 dan kurang dari atau sama dengan 12. Masalah-12. dengan 2 ≤ x ≤12 Peluang 1 0 2 1 3 2 4 3 5 4 6 5 7 6 8 5 9 4 10 3 11 2 12 1 0 0 10 1 0 21 2 03 12 03 12 4 03 14 23 5 14 25 36 4 25 36 0 4 36 5 36 4 36 5 16 4 36 52 6 36 56 0 36 36 36 14 3625 0 36 1 4 362 50 3 6 1 436 2 5 03 6 143625 36 4 36 5 6 = 1= 1= 1= 1= 1= 1= 1 =1 =1 =1 =1 36 36 36 36 36 36 36 36 36 36 36 36 36 36 36 36 36 36 36 36 36 36 36 36 36 36 36 36 36 36 36 36 36 36 36 36 36 36 36 36 36 36 36 36 36 36 36 36 36 36 36 36 36 36 36 36 36 36 36 36 36 36 36 36 36 36 36 36 0 1 2 3 4 5 6 36 =1 36 36 36 36 36 36 36 36 406 Buku Guru Kelas X . Tabel 12. Alternatif Penyelesaian Untuk memudahkan mendaftar nilai peluang dari semua kemungkinan yang terjadi dan hasil penjumlahan dua mata dadu yang muncul. ….

(7s). (kk). Jika dalam satu set kartu bridge ingin dicabut kartu as sekop (lihat Gambar 12. (8h). (ask). dan sekop (♠). (3k). (4k). (2w). (10k). (ash). (6w). (qk). (qh). (10s). (3w). (9s). dan sekop = S maka ruang sampel dari satu set kartu bridge adalah: S = {(ks). (9h). (2k). (qw). (10h). (5h). klaver (♣). (4s). hati = H. (6k). (2s). (10s)}. Tentukan nilai ruang sampel dan nilai peluang terambilnya kartu as sekop! Berapa peluang terambilnya kartu bernomor 10? Gambar 12.10 Kartu Bridge Alternatif Penyelesaian Pada percobaan menggunakan satu set kartu bridge terdapat empat jenis kartu. (4w). hati (♥). (jk). (8s). Matematika 407 . (jh). (8w). (10w). seorang pemain mencabut sebuah kartu untuk mendapatkan kartu as untuk menjadi tambahan nilainya. (jw). (7h). 7k). yakni: wajik (♦). (10k). (4h). (3s). Jadi. (5s). (kh). (kw). peluang terambilnya kartu as sekop adalah: n( K1 ) 1 P (= K1 ) = = n( S ) 52 Misal E2 adalah pengambilan kartu bernomor 10. maka diperoleh K1 = {(ass)} sehingga n(K1) = 1. (2h). (qs). (6s). sehingga n(K2) = 4 Jadi. Kita tetapkan sifat nilai peluang sebagai berikut. Jika dimisalkan wajik = W. (5k). klaver = K. maka nilai peluang suatu kejadian dapat dipastikan terletak pada interval [0.Masalah-12.10 Di awal pertandingan olah raga kartu bridge. (6h). (js). (9w). maka diperoleh K2 = {(10w). (ass). (9k). peluang terambilnya kartu bernomor 10 adalah: n( K 2 ) 4 1 P (= K2 ) = = = n( S ) 52 13 Berdasarkan berbagai pemecahan masalah penentuan nilai peluang suatu kejadian yang telah diuraikan di atas. 1]. (7w). (8k). (asw)} Misal K1 adalah pengambilan kartu as sekop. (10h).10). (3h). (5w).

2 Contoh sederhana kejadian yang pasti terjadi adalah kejadian munculnya angka mata dadu kurang dari 7 dalam pelambungan mata dadu adalah 1. B adalah kejadian dan S adalah ruang sampel dari suatu percobaan. Gambar 12. Kejadian ini pasti terjadi. 1. Bukti: Ingat kembali materi himpunan yang telah dipelajari di SMP. Buktikan jika A. B ⊆ S maka P(A ∪ B) = P(A) + P(B) – P(A ∩ B). Kita telah pelajari operasi gabungan dan irisan dua himpunan. Peluang kejadian K memenuhi P(K). Sudahkah tahu kamu alasannya? Jelaskan! Penyelesaian Misalkan A. Kita ketahui bahwa n(A∪B) = n(A) + n(B) – n(A∩B) n( A ∪ B ) n( A) + n( B ) − n( A ∩ B ) n( A) n( B ) n( A ∩ B )  ∞  ∞ P(A∩B) = + − P   A1  = ∑ P( Ai )! n( S ) n( S ) n( S ) n( S ) n( S )  i =1  i =1 n( A ∪ B ) n( A) + n( B ) − n( A ∩ B ) n( A) n( B ) n( A ∩ B )  ∞  ∞ + − P   A1  = ∑ P( Ai )! = n( S ) n( S ) n( S ) n( S ) n( S )  i =1  i =1 n( A) + n( B ) − n( A ∩ B ) n( A) n( B ) n( A ∩ B )  ∞  ∞ + − P   A1  = ∑ P ( Ai )! = n( S ) n( S ) n( S ) n( S )  i =1  i =1 408 Buku Guru Kelas X .11 Interpretasi peluang Contoh 12. P(∅) = 0 Peluang suatu kejadian adalah 1 berarti bahwa kejadian tersebut pasti terjadi dan peluang kejadian adalah 0 berarti bahwa kejadian tersebut mustahil terjadi. P(S) = 1 3.Sifat-3 Misalkan K suatu kejadian dan S adalah ruang contoh dalam sebuah percobaan. 0 ≤ P(K) ≤ 1 2. Peluang tersebut dapat diinterpretasikan pada gambar berikut.

maka banyak cara perjalanan orang tersebut? Matematika 409 . coklat. ia tidak mau menggunakan bus yang sama..1 1. Dengan menggunakan diagram pohon tentukan ruang sampel percobaan tersebut? 4.. Menu minuman hari ini di rumah makan Minang adalah teh. nasi ayam. dimana Ai ∩ Aj = ∅. Seseorang berangkat dari kota Bekasi ke kota Bogor melalui Depok kemudian kembali lagi ke Bekasi juga melalui Depok. Jika saat kembali dari Bogor ke Bekasi. kopi. Dari kota Bekasi ke kota Depok dilayani oleh 4 bus dan dari Depok ke Bogor oleh 3 bus. Buktikan bahwa n( B ) n( A ∩ B )  ∞  ∞ P   A1  = ∑ P ( Ai )! − n( S ) n( S )  i =1  i =1 Uji Kompetensi 12. Berapa banyak pilihan yang dapat dipesan oleh pengunjung? Sajikan dalam diagram pohon. Ambil sebuah paku payung sebagai percobaan. Lambungkan tiga mata dadu secara bersamaan. tentukanlah ruang sampel dari tiga buah dadu tersebut ! 6. A3. Jika sebuah dadu dan sebuah mata koin dilemparkan secara bersamaan. Dua buah dadu dilemparkan dan menghasilkan bilangan prima pada salah satu mata dadu. Sedangkan menu makanan berupa nasi rendang. P(A∪B) = P(A) + P(B) – P(A ∩ B) Latihan 12. 7. . A2. dan putih. = P(A) + P(B) – P(A ∩ B) Jadi. Buatlah ruang sampel beserta titik sampelnya! 3. lempar hingga jatuh ke lantai. dan nasi kebuli. nasi rames. hitunglah berapa banyak pasangan pakaian yang dapat dipakai Luna jika ia juga membeli blus motif polos? 5.. 2. dan jus. ia memiliki baju blus bunga kotakkotak dan bergaris untuk pasangan rok berwarna biru tua. Luna ingin menghadiri sebuah pesta. i ≠ j. Dapatkah kamu menentukan ruang sampel dan titik sampelnya? Adakah kamu temukan? Jelaskan.4 Untuk semua kejadian A1.

melalui penentuan peluang munculnya angka genap pada dadu! Alternatif Penyelesaian Misalkan K adalah kejadian munculnya angka genap pada dadu dan Kc adalah kejadian munculnya angka ganjil pada dadu. 5. dan 7 akan dibentuk bilangan dengan 4 angka dan tidak boleh ada angka yang diulang. jika 20 orang dipilih secara acak. Jika hanya ada dua orang yang bisa jadi sopir. 4. a.000 yang dapat dibentuk? 9. 11. maka banyaknya cara mengatur tempat duduk mereka di dalam mobil adalah . Masalah tersebut dirancang dari dunia nyata di sekitarmu. Dari angka-angka 0. 6 warna putih dan 7 warna hijau.3. 3. . n( K ) 3 1 3 1 Peluang kejadian K adalah P = (K ) = = = P( K c ) = n( S ) 6 2 6 2 410 Buku Guru Kelas X . 10. tentukan peluang muculnya angka ganjil pada dadu. Peluang Komplemen Suatu Kejadian Masalah-12.6} dan Kc = {1. Anggap satu tahun 365 hari. Dengan demikian K ={2.11 Pada pelemparan sebuah dadu. 2. 1. maka peluang ada dua orang yang berulang tahun pada hari yang sama adalah. Berapa banyak bilangan dapat dibentuk? b... Di dalam kotak terdapat 18 bola identik (berbentuk sama)... Buatlah laporan dan sajikan hasilnya di depan kelas. Berapa banyak bilangan yang nilainya kurang dari 5. . Lima orang akan pergi ke pantai menggunakan sebuah mobil berkapasitas 6 tempat duduk. 4. 5 warna hitam.8.5}.. jika diambil dua bola secara acak. maka peluang yang terambil bola berwarna sama adalah .4. Berapa banyak bilangan ganjil yang dapat dibentuk? c. Projek Rancanglah minimal lima buah masalah dan terapankan konsep dan prinsip peluang dalam pemecahannya..

(6. n( S ) 6 2 6 2 Masalah-12. Kemungkinan munculnya mata dadu yang berjumlah kurang atau sama dengan 10.n( K ) c3 1 3 1 Sedangkan peluang P = ( K )kejadian = = K adalah = P( K c ) = . 6. ternyata jumlah peluang kejadian K dan peluang kejadian bukan K atau Kc adalah 1. 3.6). (6. 7. n( S ) 6 2 12 12 Dari hasil pemecahan kedua masalah di atas. Kemungkinan kejadian munculnya mata dadu berjumlah 11 dan 12 adalah Kc ={(5. 8. 5.12 Tentukanlah peluang munculnya dadu yang berjumlah kurang dari atau sama dengan 10 pada pelemparan 2 dadu.5). yaitu jumlah dua mata dadu adalah 11 dan 12. peluang munculnya angka mata dadu yang berjumlah kurang dari atau sama n( Ac ) 3 1 1 11 P = (A ) = = adalah . 9 dan 10. yaitu jumlah dua mata dadu yang hasilnya 2. Secara matematis kita dapat rumuskan bahwa: Matematika 411 . Alternatif Penyelesaian Sebelumnya telah kita ketahui banyaknya anggota ruang sampel dalam pelemparan 2 mata dadu adalah 36. P ( K ) = = = n ( S ) 36 12 karena P ( K ) = 1 − P ( K c ) P(K ) =1− c P(K ) = 11 12 1 12 Jadi.6)} atau n(Kc) = 3. n(K c ) 3 1 c Jadi. 4. Misalkan K adalah kejadian munculnya dua mata dadu yang jumlahnya kurang dari atau sama dengan 10 dan Kc adalah kejadian munculnya dua mata dadu yang berjumlah lebih dari 10. dengan 10 .

1).3). (2.1.3. (1.1). maka jumlah setiap n mata dadu adalah kurang dari atau sama dengan enam (n ≤ 6). (1.1. (1. (1.1. (2.1.1).4. (3. (2. (1.2).1.2).1.1. 2 3 4 5 6 6 6 6 6 6 6 412 Buku Guru Kelas X . (3.4).5).2.1.2.1.2.1). (1.2).1.1.Sifat-1 Misalkan K suatu kejadian dari sebuah percobaan. (1.2.2.1. (3.2. (2. diperoleh: D1 = {6} D2 = {(1.2.4). (2.3). (1.1)} D5 = {(1.1.3).1).1).3.1).1.1.2.2. (4.1)} D4 = {(1. Misalkan Dn ={jumlah mata dadu 6. n ≤ 6}.1.1.3. (1.1.2.1).1)} D6 = {1.1).1.1. peluang terbesar munculnya jumlah mata dadu jumlahnya 6 adalah saat n = 1 1 5 10 9 5 1 dengan nilai peluangnya .1. (3.1. peluangnya paling besar? Alternatif Penyelesaian Karena dadu yang dilambungkan bermata enam.1.3).1.1).3.1.2.1).2. (1.1. (2. kemudian ia menghitung peluang terjadinya jumlah mata dadu sama dengan 6. (5. maka P(K) + P(Kc) = 1 atau P(K) = 1 – P(Kc) Untuk lebih mendalami sifat di atas.1.1.1.2).1).2. (4. agar peluang terjadinya jumlah mata dadu sama dengan 6. (2.1.1)} D3 = {(1.2). (1. (3.2). Untuk n berapakah.1.2). perhatikan masalah berikut! Masalah-13 Putra melambungkan n dadu.1} Maka diperoleh peluangnya masing-masing: 1 5 10 9 5 11 5 10 9 • P(D1) = 2 • P(D ) = 6 6 63 64 65 666 62 4 63 64 1 5 10 9 5 1 5 10 9 5 • P(D2) = 2 3 4 5 6• 2 P(D )= 6 6 6 6 6 6 6 6 63 5 6 4 65 1 5 10 9 5 1 1 5 10 9 5 1 • P(D3) 2 = 3 4 • P(D ) = 5 6 6 6 6 6 6 66 6 2 63 6 4 6 65 6 6 5 1 65 6 6 1 66 Jadi.

3 Misalkan A. maka A ∩ B = ∅ 2) Jika kejadian A tidak saling lepas dengan kejadian maka A ∩ B ≠ ∅ Dengan demikian n(B ∩ Ac) = n(B) – n(A ∩ B) n ( B ∪ Ac ) n ( B ) − n ( A ∩ B ) n ( B ) n ( A ∩ B ) c − P(B ∩ A ) = n(S ) n(S ) n(S ) n(S ) n ( B ∪ Ac ) n ( B ) − n ( A ∩ B ) n ( B ) n ( A ∩ B ) − = n(S ) n(S ) n(S ) n(S ) n ( B ∪ Ac ) n ( B ) − n ( A ∩ B ) n ( B ) n ( A ∩ B ) − = n(S ) n(S ) n(S ) n(S ) = P(B) – P(A ∩ B) Jadi. Kita ketahui bahwa n ( B ∪ Ac ) = n( B ) + n( Ac ) − n ( B ∩ Ac ) = n( B ) + n( S ) − n ( A ) − n ( B ∩ Ac ) = n( B ) + n( S ) − n ( A ) + n ( B ∩ Ac ) ( ) = n( B ) + n( S ) − ( n ( A ) + n ( B ) − n ( A ∩ B ) ) = n( B ) + n( S ) − n ( A ∪ B ) 1) Jika kejadian A saling lepas dengan kejadian B. Kita telah pelajari operasi gabungan dan irisan dua himpunan. B adalah kejadian dan S adalah ruang sampel dari suatu percobaan. Buktikan jika A.Contoh 12. B ⊆ S maka P(B ∩ Ac) = P(B) – P(A ∩ B) Penyelesaian Ingat kembali materi himpunan yang telah dipelajari di SMP. P(B ∩ Ac) = P(B) – P(A ∩ B) Matematika 413 .

Dua puluh tiket diberi nomor dari 1 sampai dengan 20. Peluang seorang pemain basket akan melempar bola tepat masuk ring 0. Anda perlu juga mempertimbangkan kemungkinan masuk jurusan tersebut. Jika ia melempar sebanyak 70 kali. Misalkan.Uji Kompetensi 12. Nomor plat kendaraan terdiri dari empat digit angka. Anda tahu salah satunya adalah lakilaki. Jika sebuah dadu dilempar 5 kali. Adapun jurusan B dipilih oleh 2897 dengan daya tampung 50. Jika E adalah kejadian jumlah tiga mata dadu >10. hitunglah kemungkinan banyaknya bola yang tepat masuk ring? 6. Berapakah peluang bahwa murid yang terpilih itu laki-laki atau berambut keriting? 7. Jika anda memilih sebuah jurusan pada PTN selain mempertimbangkan minat dan bakat. • Berapakah peluang kejadian K? • Hitunglah Peluang diluar kejadian K? 3. Berapakah peluang mata dadu yang muncul selalu ganjil? 8. . maka peluang terpilihnya dua orang tersebut suami-isteri? 10.7. Tetangga baru yang belum anda kenal katanya mempunyai 2 anak. Jika dipilih dua orang secara acak dari ruangan tersebut. Dalam sebuah klinik dokter spesialis kandungan terdapat enam pasang suami-isteri. tentukan peluang K. dan Dido akan berfoto bersama secara berdampingan. Carli. Hitung peluang Ahok dan Carli selalu berdampingan? 414 Buku Guru Kelas X 5. Tiga mata dadu dilemparkan secara bersamaan. Badu. mungkin sebagian dari anda berniat melanjutkan ke tingkat yang lebih tinggi yakni perguruan tinggi. Setelah lulus SMA. Jurusan manakah peluang anda lulus lebih besar? 2.2 1. Setengah dari jumlah murid lakilaki dan setengah dari jumlah murid perempuan berambut keriting. Anda akan memilih jurusan A dan B. Apabila seorang murid dipilih secara acak untuk mengerjakan soal. Hitung Peluang kedua anak tetangga baru anda semuanya lakilaki? 9. Dengan membandingkan data sebelumnya mengenai banyaknya orang yang memilih jurusan tersebut dengan daya tampungnya menjadi salah satu triknya. Jurusan A pada tahun sebelumnya dipilih oleh 3432 orang dan daya tampungnya 60. Misalkan K kejadian no plat merupakan bilangan berulang. 4. Ahok. Setiap tiket diambil secara acak dan punya peluang yang sama untuk terpilih. Kelas XIIA terdiri dari 10 murid laki-laki dan 20 murid perempuan.

12. maka peluang yang terambil bola berwarna sama adalah . maka peluang ada dua orang yang berulang tahun pada hari yang sama adalah.. jika diambil dua bola secara acak. 6 warna putih dan 7 warna hijau. . jika 20 orang dipilih secara acak. dan sumber lain).. . 5 warna hitam. Anggap satu tahun 365 hari. Matematika 415 .. buku. Di dalam kotak terdapat 18 bola identik (berbentuk sama). Buktikan kelima sifat tersebut dan buatlah laporan hasil kerjamu serta sajikan di dalam kelas.Berapa probabilitas bahwa tiket yang terpilih ialah tiket dengan nomor berkelipatan 3 atau 5? 11. Projek Himpun minimal lima sifat peluang dari berbagai sumber (internet.

Ditulis Banyak kejadian yang muncul Frekuensi relatif = rcobaan Banyak per 2. dimana n(K) adalah banyaknya kejadian K yang dirumuskan: P ( K ) = n( S ) terjadi dan n(S) adalah banyak anggota ruang sampel suatu percobaan. disimbolkan dengan Kc. Artinya jika peluang sebuah kejadian K adalah 0 maka kejadian K tidak terjadi. 7. menggunakan diagram cartesisus. maka jumlah nilai peluang kejadian K dan nilai peluang kejadian komplemen K adalah 1. Frekuensi relatif dari suatu kejadian dalam suatu percobaan adalah perbandingan banyaknya kejadian yang terjadi dalam suatu percobaan dengan banyaknya percobaan dilakukan. Titik sampel adalah semua kejadian yang mungkin terjadi dari sebuah percobaan. 5. ditulis dengan: 0 ≤ P(K) ≤ 1. 6. Jika K merupakan sebuah kejadian. Peluang sebuah kejadian K tepat berada diantara nol dan satu. 9. beberapa hal penting dapat kita rangkum sebagai berikut. ditulis P(K) + P(Kc) = 1. yaitu: cara mendaftar. 8. PENUTUP Berdasarkan sajian materi terkait berbagai konsep peluang di atas. 4. Ruang sampel (S) adalah suatu himpunan yang anggotanya semua kejadian yang mungkin terjadi dalam percobaan atau suatu himpunan yang anggotanya titiktitik sampel. n( K ) . 3. Kejadian (K) adalah himpunan bagian dari ruang sampel S. Beberapa hal yang telah kita rangkum di atas adalah modal dasar bagi kamu dalam belajar peluang secara lebih mendalam pada jenjang pendidikan yang lebih tinggi. dan menggunakan diagram pohon. Peluang suatu kejadian K adalah hasil bagi banyaknya kemungkinan kejadian K terjadi dengan banyaknya anggota ruang sampel dari suatu percobaan. 1. sedangkan jika peluang kejadian K adalah 1 maka kejadian K pasti terjadi. disebut komplemen dari kejadian K. 416 Buku Guru Kelas X . menggunakan tabel. Konsep-konsep dasar di atas harus kamu pahami dengan baik karena akan membantu dalam pemecahan masalah dalam kehidupan sehari-hari.D. maka kejadian yang berada di luar K adalah seluruh kejadian yang tidak terdaftar di K. Ada beberapa cara untuk menyajikan semua kejadian yang mungkin muncul dalam suatu percobaan. Jika K suatu kejadian dalam sebuah percobaan.

Pembelajaran pengayaan adalah pembelajaran yang memberikan pengalaman (membangun berpikir tingkat tinggi.PETUNJUK TEKNIS PELAKSANAAN REMEDIAL DAN PENGAYAAN A. dan (4) kerjasaman sekolah dengan orang tua/wali peserta didik mengatasi masalah belajar peserta didik. wajib diberi pembelajaran pengayaan. Sebaliknya peserta didik dikatakan tidak tuntas. Pengertian dan Prosedur Pelaksanaan Pembelajaran Remedial dan Pengayaan Pengertian dan Prosedur Pelaksanaan Pembelajaran Remedial dan Pengayaan Kurikulum Matematika 2013 adalah kurikulum berbasis kompetensi dengan pendekatan pembelajaran tuntas. (2) pemberian tugas tersrtuktur yang dilakukan secara mandiri dan pemberian feetback atas hasil kerja peserta didik. Pendekatan pembelajaran yang diterapkan dalam pelaksanaan pengayaan melalui (1) pembelajaran berbasis masalah dan proyek untuk melatih peserta didik berpikir kritis dan kreatif. ketangguhan diri beradaptasi dan 417 Matematika . yaitu berpikir kritis dan kreatif) lebih mendalami materi terkait kompetensi atau kegiatan peserta didik yang melampaui persyaratan minimal yang ditentukan oleh kurikulum dan tidak semua peserta didik dapat melakukannya. Peserta didik dikatakan menguasai secara tuntas seluruh kompetensi dasar pada pokok bahasan atau mata pelajaran matematika pada kelas tertentu. (3) tutor sebaya dalam implementasi model pembelajaran koperatif tipe jigsaw. Pembelajaran tuntas (mastery learning) dalam proses pembelajaran berbasis kompetensi dimaksudkan adalah pendekatan dalam pembelajaran yang mempersyaratkan peserta didik menguasai secara tuntas seluruh kompetensi dasar pokok bahasan atau mata pelajaran tertentu. apabila peserta didik tersebut memperoleh hasil penilaian/uji kompetensi lebih besar atau sama dengan dari Kriteria Ketuntasan Minimum (≥ KKM) yang ditetapkan dalam kurikulum. wajib diberi pembelajaran remedial. yaitu pertama mendiagnosis kesulitan belajar dan kedua memberikan perlakuan (treatment) pembelajaran remedial. Bantuan dalam pembelajaran remedial mencakup (1) mengkaji ulang materi pada kompetensi dasar yang belum dicapai peserta didik. Pemberian pembelajaran remedial meliputi dua langkah pokok. Bagi peserta didik yang memperoleh hasil penilaian/uji kompetensi pada pokok bahasan mata pelajaran matematika kurang dari KKM. Bagi peserta didik yang memperoleh hasil penilaian/uji kompetensi pada pokok bahasan mata pelajaran matematika kurang dari KKM. Pembelajaran remedial pada hakikatnya adalah pemberian bantuan bagi peserta didik yang mengalami kesulitan atau kelambatan belajar.

Apabila peserta didik belum tuntas menguasai suatu kompetensi dasar harus mengikuti proses pembelajaran remedial kemudian dilakukan penilaian ulang untuk mengukur pencapaian kompetensi. Hasil belajar tersebut dilaporkan kepada pemangku kepentingan (terutama pada orang tua) setiap bulannya. Untuk mengukur penguasaan kompetensi perlu dikembangkan suatu penilaian yang mencakup seluruh kompetensi dasar pada pokok bahasan tertentu atau pada satu mata pelajaran matematika dengan menggunakan indikator yang telah ditetapkan oleh pendidik. guru konseling. (2) pemberian asesmen portofolio tambahan berbasis masalah. 418 Buku Guru Kelas X . alur utama pelaksanaan pembelajaran remedial dan pengayaan disajikan pada skema berikut. Penilaian terhadap hasil pembelajaran menggunakan sistem penilaian patokan dan berkelanjutan dalam arti semua indikator ditagih. Secara garis besar.memecahkan masalah. keterampilan proses. proyek. chek up diri dan asesmen kerjasama kelompok. dan (3) pemanfaatan IT dan ICT dalam proses pembelajaran. kemudian hasilnya dianalisis untuk menentukan kompetensi dasar yang telah dikuasai dan belum dikuasai serta mengetahui kesulitan belajar peserta didik. Seluruh hasil belajar siswa yang tampak pada hasil penilaian/uji kompetensi dan asesmen otentik/portofolio dijadikan bahan kajian guru. dan kepala sekolah.

2. Asesmen Portofolio 1. 3. 4. Tes Kemampuan Awal Pengamatan Proses Pembelajaran Pengamatan Aktivitas Siswa Tes Diagnostik Kesulitan Belajar I R A R K I S PROSES PEMBELAJARAN MATERI BARU 1.MATERI PRASYARAT H I R A R K I S H 1. Wawancara KKM  Penilaian Kompetensi < KKM Pengayaan Analisis Hasil Penilaian Remedial Portofolio Tambahan Uji Kompetensi  KKM LULUS TUNTAS LAPORAN BULANAN PADA ORANG TUA Gambar: Alur Utama Pelaksanaan Remedial dan Pengayaan BUKU PEGANGAN GURU Matematika 419 446 . Pengamatan Aktivitas Siswa 2. Tes Diagnostik Kesulitan Belajar 2.

Sebuah situs purbakala memiliki luas 7000 are. Memberikan penglaman belajar dan keterampilan berpikir yang lebih mendalam dan lebih luas terkait kompetensi dasar yang ditetapkan pada kurikulum matematika 2013. 3+ a 1. 1. Mencapai ketuntasan belajar peserta didik mencapai kompetensi dasar yang ditetapkan pada kurikulum matematika 2013. Tentukan jumlah pangkat tiga dari bilangan-bilangan tersebut. C. 3 2 420 Buku Guru Kelas X .3 Jika a dan b bilangan asli dan a ≤ b sehingga bilangan rasional. Soal untuk Penilaian/Uji Kompetensi Pada Bab I 36( x × 2 y ) 2   12 x(3 y ) 2  . dan dalam matematika sendiri) harus mewakili indikator kopetensi dasar yang akan dicapai. Soal yang dikembangkan dari sisi ranah kognitif dan psikomotor (keterampilan aplikasi matematika dan koneksi matematika dengan dunia nyata..1 Sederhanakanlah    ÷  2 2  3x × y   9x y  1. 1. Mengatasi kesulitan belajar siswa untuk mencapai kompetensi dasar yang ditetapkan pada kurikulum matematika 2013 dengan ukuran melewati Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM).B. baik secara individu maupun klasikal. Sebagai alternatif soal yang akan diujikan untuk penilaian/uji kompetensi pada setiap bab (bahasan) disajikan sebagai berikut.67. Tujuan Pembelajaran Remedial dan Pengayaan Pelaksanaan pembelajaran remedial dan pengayaan bertujuan untuk 1. bidang ilmu lain. Apabila nilai k untuk situs tersebut adalah 0.4 Salah satu rumus yang digunakan untuk menaksir populasi yang menempati suatu situs adalah P = ak dengan a luas (dalam are) dan k konstata.b) adalah . 3. 2. taksirlah jumlah penduduk yang ada di sekitar situs pada masa itu..2 Jumlah dua bilangan berturutan adalah 13. 4 + b maka pasangan (a. 1. Soal untuk Penilaian Kompetensi Siswa Guru matematika di sekolah dapat berkoordinasi dengan teman guru di Musyawarah Guru Mata Pelajaran Matematika atau mengembangkan sendiri soal yang akan digunakan untuk penilaian/uji kompetensi diakhir setiap bab (bahasan)i pada buku siswa atau buku guru.

Tentukan penyelesaian sistem persamaan linier 3x – 4y = 2 kepalanya ditambah seperlima panjang tubuhnya.6 Gambarkanlah grafik fungsi f(x) = 2 log( x + 2). a.2 Gambarkanlah grafik fungsi f(x) = |3x + 1|. Soal untuk Penilaian/Uji Kompetensi Pada Bab III 3. 5 Soal Penilaian/Uji Kompetensi Pada Bab III x + 2untuk y = 7 dengan cara grafik dan determinan. b. x∈ R dan x > 0 . x bilangan real dan tentukan titik potongnya terhadap Sumbu-x. umur Ibu adalah 21 tahun lebihnya dari 1/3 umurnya pada 5 tahun yang lalu. 36 m Jika kita andaikan permukaan laut sebagai sumbu x maka fungsi pergerakan burung tersebut adalah f ( x) = a+ dengan a. Panjang tubuhnya empat dan 5x + 2y = 7 dengan cara grafik dan determinan. (1 inci = 2. tentukan nilai 4 dari  a log ( bc )  2 !   1 1. Panjang tubuhnya empat perlima dari panjang keseluruhan ikan.2. 2.2 Seekor ikan mas himpunan memiliki ekor yang panjangnya sama dengan panjang 3. 2. Buktikan jika |a| = |b| dan |a + b| = |c| maka |a| ≤ |c|. b adalah bilangan real. dan c bilangan real. b adalah bilangan burung tersebut adalah Tentukanlah nilai a dan b tersebut. Seekor ikan mas memiliki ekor yang panjangnya sama 421 dengan panjang Matematika kepalanya ditambah seperlima panjang tubuhnya. dan a.1.1 Umur Ibu 2 tahun yang lalu adalah 1/3 kali umur Ibu pada c tahun yang akan datang dengan adalah bilangan bulat positif.c ≠ 1. c bilangan positif.1 Tentukan himpunan penyelesaian sistem persamaan linier 3x – 4y = 2 dan 3. Jika panjang kepala ikan adalah 5 inci. 2. f (x x− ) xb a  b dengan a. 1. Sekarang. Buktikan |a| = a dan |a × b| = |a| × |b| 2.3 Misalkan a dan b bilangan real. 3. b. riel.4 Misalkan a. 3. 2. berapa panjang keseluruhan ikan tersebut ?. 54 . Tentukanlah berapa umur Ibu saat ini. 3.5 Jika alog b = 4. Soal untuk Penilaian/Uji Kompetensi Pada Bab II 2. Jika kita andaikan permukaan laut sebagai sumbu x maka fungsi pergerakan Tentukanlah nilai a dan b tersebut.5 Seekor burung camar laut dari ketinggian 28 meter melihat ikan pada jarak 25 m sehingga ia terbang menukik ke permukaan laut dan menyelam sejauh 3 meter dan langsung bergerak kembali ke permukaan dan langsung terbang kembali ke angkasa seperti gambar. clog b = 2 .

d. 3. berapa panjang keseluruhan ikan tersebut? (1 inci = 2. 5.4 Selidikilah apakah sistem persamaan linear berikut adalah homogen dan tentukan bilangan bulat yang memenuhi sistem persamaan linier berikut x + y + z = 0 7x + 3y – 5z = 0 3 –2x – y + z = 0 2 3. SS. 4. Jika ketiganya bekerja.200 lensa yang dapat dihasilkan dalam satu minggu. Terdapat tiga jenis pupuk (Urea. 000. dengan I matriks identitas perkalian matriks. Tentukanlah matriks A .5 Misalkan p adalah jumlah maksimum dikurangi jumlah minimum dari himpunan penyelesaian yang memenuhi sistem pertidaksamaan linear di bawah ini.000.1 Diketahui matriks T =   b+c   e − 2d a − 2b  8 4 0  2d + c  dan R =  2 10 −1 . maka tentukanlah nilai a. dan C. 2x + 5y ≤ 600 4x + 3y ≤ 530 2x + y ≤ 240 a) Gambarkanlah pertidaksamaan pada sistem linier tersebut.000. e. 1 0 4. b. Soal untuk Penilaian/Uji Kompetensi Pada Bab IV  −3a 4. 54 cm). c. Banyak pupuk yang dibutuhkan Sumarno sebanyak Buku Guru Kelas X 422 .4 Sumarno memiliki dua  hektar  sawah yang ditanami padi dan sudah saatnya diberi pupuk. Jika hanya mesin A dan B bekerja. B. Jika matriks    e−3f   Rt = T. Masingmasing harga per sak (satu karung) pupuk adalah Rp. Jika hanya mesin A dan C yang bekerja.perlima dari panjang keseluruhan ikan. TSP} yang harus digunakan para petani agar hasil panen padi lebih maksimal. 3. 100.-. 0 −1 65 4. Berapa banyak lensa yang dihasilkan oleh tiap-tiap mesin dalam satu minggu. Rp. 120. dan Rp.-. Jika panjang kepala ikan adalah 5 inci.2 Misalkan matriks A3×3.3 Sebuah pabrik memiliki 3 buah mesin A. 3. dan f! 4. Buktikan A × A–1 = I.400 lensa yang dihasilkan dalam satu minggu. b) Tentukanlah nilai p! 4.700 lensa yang dapat dihasilkan dalam satu minggu. 200.3 Diketahui matriks A =   .

c. proyek. Bentuk Pelaksanaan Pembelajaran Remedial dan Pengayaan 1. maka tindakan yang dilakukan adalah pemberian pembelajaran ulang dengan model dan strategi pembelajaran yang lebih inovatif berbasis pada berbagai kesulitan belajar yang dialami peserta didik yang berdampak pada peningkatan kemampuan untuk mencapai kompetensi dasar tertentu. 2. maka tindakan yang dilakukan adalah pemberian bimbingan secara khusus. Tentukanlah b   a Q=  dengan x∈R. Sementara dana yang disediakan Sumarno untuk membeli pupuk adalah Rp. Berapa sak masing-masing jenis pupuk yang harus dibeli Sumarno. 6. b.6 Misalkan A dan B matriks berordo n × n. Sebelum asesmen 423 Matematika . Beberapa alternatif bentuk pelaksanaan pembelajaran remedial di sekolah.5 Sebuah matriks P ordo 2 × 2 dengan P = 2   dimana a. Pemakaian pupuk Urea 2 kali banyaknya dari pupuk SS. misalnya bimbingan perorangan oleh guru dan tutor sebaya.020. Jika jumlah peserta yang mengikuti remedial lebih dari 20% tetapi kurang dari 50%. Tunjukkan bahwa jika A adalah invertible. maka tindakan yang dilakukan adalah pemberian tugas terstruktur baik secara kelompok dan tugas mandiri. D. d∈R. dengan α∈R. Jika jumlah peserta didik yang mengikuti remedial lebih dari 50%. Jika  c d  determinan dari matriks determinan P adalah α.  xc − sa xd − sd  4. keterampilan proses. b. a b  4. Tugas yang diberikan berbasis pada berbagai kesulitan belajar yang dialami peserta didik dan meningkatkan kemampuan peserta didik mencapai kompetensi dasar tertentu. chek up diri. c. 40 sak (karung).-. dan asesmen kerjasama kelompok. a. maka detB = det(A–1 BA). Selesaikan dengan menggunakan Determinan Matriks. Jika jumlah peserta didik yang mengikuti remedial maksimal 20%. Bentuk Pelaksanaan Pembelajaran Pengayaan Bentuk pembelajaran pengayaan adalah pemberian asesmen portofolio tambahan yang memuat asesmen masalah otentik. Bentuk Pelaksanaan Pembelajaran Remedial Bentuk pembelajaran remedial tergantung pada jumlah peserta didik yang mengalami kegagalan mencapai kompetensi dasar yang ditetapkan.000.

ini dikembangkan terlebih dahulu dilakukan identifikasi kemampuan belajar berdasarkan jenis serta tingkat kelebihan belajar peserta didik. dan sebagainya. Tindakan-tindakan pada proses pembelajaran memberi perhatian pada pemahaman peserta didik dan mengatasi kesulitan belajar yang dialami siswa. pengamatan. Pembelajaran pengayaan dapat dilaksanakan melalui belajar kelompok. keingintahuan lebih tinggi. Materi Pembahasan Dalam Pembelajaran Remedial Materi pembahasan dalam pembelajaran remedial adalah materi (bahasan) terkait kompetensi dasar yang belum dicapai oleh siswa. chek up diri. wawancara. Materi Pembahasan Dalam Pembelajaran Pengayaan Materi pembahasan pada pembelajaran pengayaan bertumpu pada pengembangan kompetensi dasar wajib yang tertera pada kurikulum matematika 2013. termasuk pengembagan kompetensi dasar peminatan. dengan tolok ukur KKM yang ditetapkan. misal belajar lebih cepat. 424 Buku Guru Kelas X . Materi pembahasan dituangkan dalam asesmen masalah otentik. F. dan asesmen kerjasama kelompok. bimbingan khusus dari guru dan para ahli (mentor). tes inventori. Identifikasi kemampuan berlebih peserta didik dapat dilakukan. antara lain melalui: tes IQ. E. belajar mandiri. keterampilan proses. proyek. menyimpan informasi lebih mudah. penggunaan teknologi dan membangun kerjasama antar siswa dan orang lain yang lebih memahami masalah yang diajukan dalam asesmen. Keterampilan yang dibangun melalui materi matematika yang dipelajari adalah kemampuan berpikir tingkat tinggi (berpikir kritis dan kreatif) serta kemampuan adaptif terhadap perubahan. dan memiliki banyak minat. superior dan berpikir abstrak. berpikir mandiri.

(2002). United States of America: Saint Michael’s College Colchester. Ball. Committee on science and mathematics teacher preparation. Matematika 425 . Jim (2006). USA: Academic Press. Magurn A. United States of America: RAND. Bornok. (2008). P. (2003). Deborah Loewenberg. center for education national research council (2001). Surabaya: Program Pascasarjana UNESA.T. Kathy (2006). (1994). John Wiley & Sons. Masschusetts: Allyn and Bacon Publishers. Douglas. Notes on Logic and Set Theory. theories and practice. Hefferon. Gross. California Mathematics. and technology (new practice for new millennium. Rorres. J. Robert. United States of America: the national academy of sciences. Consepts. Inc. New York: University of Cambridge. Slavin. Bruce. (2005). A Course in Probability Theory. United States of America: The Association for Supervision and Curriculum Development (ASCD). M. Columbus-USA. dkk. Howard. Educational psychology. Chung. Howard. Educating Teachers of science. and Problem Solving 7. Elementary Linear Algebra with Applications. Pengembangan Model Pembelajaran Matematika Berdasarkan Masalah Berbasis Budaya Batak. (2007). mathematics. Gauntlett. E. Cambridge. Grades 7 –12. United States of America: Clay Mathematics Institute. The McGraw-Hill Companies. Fourth Edition. Checkley . Strings and Geometry. (2004). Johnstone. United Kingdom: United Kingdom at the University Press. Kai Lai. (2002). Sinaga. Inc. M. Skills. (2001). Chris. Linear Algebra. Encyclopedia of Mathematics and Its Applications. Mathematical Proficiency for All Students (Toward a Strategic Research and Development Program in Mathematics Education). The Essentials of Mathematics.Anton.

M. Jakarta: Pusat Perbukuan. Sordijanto. Pembelajaran Matematika Realistik. dkk. (1995). (2010). dkk. Surabaya: Unesa. Australia: Haese & Harris Publication. Diah. Elementary school mathematics: teaching developmentally. John A. Haese. Matematika Inovatif. J. Matematika XI IPA. Jhon. R. P. Nugroho.Soejadi. 426 Buku Guru Kelas X . Van de Walle. (1990). United States of America: Allyn & Bacon. R. Depdikinas. Martin. Makalah. Van de Walle. (2009). 2011. Haese. Owen. (2010). A Problem Solving Approach. (2004). Mathematics. Siswanto. D. Urban. Jakarta: Pusat Perbukuan. Oon Seng. Kangiran Marthen. Bruce. (2009). Ayu Kurniasih. 2009. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan. S. Jakarta: Pusat Perbukuan Depdiknas. Elementary and Middle School Mathematics (teaching developmentally). New York: Longman. Depdiknas. dkk. (2009). Singapore: Federal Publication (S) Pte Lsd. Matematika. Matematika ke 2. (2005). Mathematics For Yhe International Student (International Baccalaureate Mathematics HL Course). Tan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful