Hak Cipta © 2013 pada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Dilindungi Undang-Undang
MILIK NEGARA TIDAK DIPERDAGANGKAN

Disklaimer: Buku ini merupakan buku guru yang dipersiapkan Pemerintah dalam rangka implementasi Kurikulum 2013. Buku guru ini disusun dan ditelaah oleh berbagai pihak di bawah koordinasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, dan dipergunakan dalam tahap awal penerapan Kurikulum 2013. Buku ini merupakan “dokumen hidup” yang senantiasa diperbaiki, diperbaharui, dan dimutakhirkan sesuai dengan dinamika kebutuhan dan perubahan zaman. Masukan dari berbagai kalangan diharapkan dapat meningkatkan kualitas buku ini. Katalog Dalam Terbitan (KDT) Indonesia. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Matematika : buku guru / Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.— Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, 2013. xxii, 426 hlm. : ilus. ; 25 cm. Untuk Kelas X ISBN 978-602-282-026-0(jilid lengkap) ISBN 978-602-282-027-7 (jilid 1)

1. Matematika — Studi dan Pengajaran I. Judul II. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan 510 Kontributor Naskah : Bornok Sinaga, Pardomuan J.N.M.S. Sinambela, Andri Kristianto Sitanggang, Tri Andri Hutapea, Sudianto Manulang, Lasker Pengarapan Sinaga, Mangara Simanjorang, dan Yuza Terzalgi Bayuzetra. : Agung Lukito dan Sisworo. : Politeknik Negeri Media Kreatif, Jakarta.

Penelaah Penyelia Penerbitan

Cetakan Ke-1, 2013 Disusun dengan huruf Times New Roman, 11 pt.

ii

Buku Guru Kelas X

Kata Pengantar
Matematika adalah bahasa universal untuk menyajikan gagasan atau pengetahuan secara formal dan presisi sehingga tidak memungkinkan terjadinya multi tafsir. Penyampaiannya adalah dengan membawa gagasan dan pengetahuan konkret ke bentuk abstrak melalui pendefinisian variabel dan parameter sesuai dengan yang ingin disajikan. Penyajian dalam bentuk abstrak melalui matematika akan mempermudah analisis dan evaluasi selanjutnya. Permasalahan terkait gagasan dan pengetahuan yang disampaikan secara matematis akan dapat diselesaikan dengan prosedur formal matematika yang langkahnya sangat presisi dan tidak terbantahkan. Karenanya matematika berperan sebagai alat komunikasi formal paling efisien. Perlu kemampuan berpikir kritis-kreatif untuk menggunakan matematika seperti uraian di atas: menentukan variabel dan parameter, mencari keterkaitan antar variabel dan dengan parameter, membuat dan membuktikan rumusan matematika suatu gagasan, membuktikan kesetaraan antar beberapa rumusan matematika, menyelesaikan model abstrak yang terbentuk, dan mengkonkretkan nilai abstrak yang diperoleh. Buku Matematika Kelas X untuk Pendidikan Menengah ini disusun dengan tujuan memberi pengalaman konkret-abstrak kepada peserta didik seperti uraian diatas. Pembelajaran matematika melalui buku ini akan membentuk kemampuan peserta didik dalam menyajikan gagasan dan pengetahuan konkret secara abstrak, menyelesaikan permasalahan abstrak yang terkait, dan berlatih berfikir rasional, kritis dan kreatif. Sebagai bagian dari Kurikulum 2013 yang menekankan pentingnya keseimbangan kompetensi sikap, pengetahuan dan keterampilan, kemampuan matematika yang dituntut dibentuk melalui pembelajaran berkelanjutan: dimulai dengan meningkatkan pengetahuan tentang metode-metode matematika, dilanjutkan dengan keterampilan menyajikan suatu permasalahan secara matematis dan menyelesaikannya, dan bermuara pada pembentukan sikap jujur, kritis, kreatif, teliti, dan taat aturan. Buku ini menjabarkan usaha minimal yang harus dilakukan peserta didik untuk mencapai kompetensi yang diharapkan. Sesuai dengan pendekatan yang dipergunakan dalam Kurikulum 2013, peserta didik diberanikan untuk mencari dari sumber belajar lain yang tersedia dan terbentang luas di sekitarnya. Peran guru sangat penting untuk meningkatkan dan menyesuaikan daya serap peserta didik dengan ketersedian kegiatan pada buku ini. Guru dapat memperkayanya dengan kreasi dalam bentuk kegiatankegiatan lain yang sesuai dan relevan yang bersumber dari lingkungan sosial dan alam. Sebagai edisi pertama, buku ini sangat terbuka dan terus dilakukan perbaikan dan penyempurnaan. Untuk itu, kami mengundang para pembaca memberikan kritik, saran dan masukan untuk perbaikan dan penyempurnaan pada edisi berikutnya. Atas kontribusi tersebut, kami ucapkan terima kasih. Mudah-mudahan kita dapat memberikan yang terbaik bagi kemajuan dunia pendidikan dalam rangka mempersiapkan generasi seratus tahun Indonesia Merdeka (2045). Jakarta, Mei 2013 Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh

Matematika

iii

Bapak, Ibu guru kami yang terhormat, banyak hal yang sudah kita lakukan sebagai usaha membelajarkan peserta didik dengan harapan, mereka berketuhanan, berperikemanusiaan, berpengetahuan, dan berketerampilan melalui pendidikan matematika. Harapan dan tugas mulia ini cukup berat, menuntut tanggung jawab yang tidak habis-habisnya dari generasi ke generasi. Banyak masalah pembelajaran matematika yang kita hadapi, bagaikan menelusuri sebuah lingkaran dengan titik-titik masalah yang tak berhingga banyaknya. Tokoh pendidikan matematika Soedjadi dan Yansen Marpaung menyatakan, kita harus berani memilih/menetapkan tindakan dan menghadapi resiko untuk meningkatkan kualitas pendidikan matematika di setiap sekolah tempat guru melaksanakan tugas profesionalitasnya. Artinya, guru sebagai orang yang pertama dan yang utama bertindak sebagai pengembang kurikulum yang mengenal karakteristik siswa dengan baik, dituntut bekerjasama memikirkan jalan keluar permasalahan yang terjadi. Pola pembelajaran yang bagaimana yang sesuai dengan karakteristik matematika dan karakteristik peserta didik di sekolah Bapak/Ibu ?. Salah satu alternatif, kita akan mengembangkan pembelajaran matematika berbasis paham konstruktivisme. Buah pikiran ini didasari prinsip bahwa: (1) setiap anak lahir di bumi, mereka telah memiliki potensi, (2) cara berpikir, bertindak, dan persepsi setiap orang dipengaruhi budaya, (3) matematika adalah produk budaya, yaitu hasil konstruksi sosial dan sebagai alat penyelesaian masalah kehidupan, dan (4) matematika adalah hasil abstraksi pikiran manusia. Untuk itu diperlukan perangkat pembelajaran, media pembelajaran, asesmen otentik dalam pelaksanaan proses pembelajaran di kelas. Model pembelajaran yang menganut paham konstruktivistik yang relevan dengan karakteristik matematika dan tujuan pembelajaran matematika cukup banyak, seperti (1) model pembelajaran berbasis masalah, (2) pembelajaran kontekstual, (3) pembelajaran kooperatif dan banyak model pembelajaran lainnya. Bapak/Ibu dapat mempelajarinya secara mendalam melalui aneka sumber pembelajaran. Pokok bahasan yang dikaji dalam buku petunjuk guru ini, antara lain: (1) eksponen dan logaritma, (2) persamaan dan pertidaksamaan linier, (3) sistem persamaan dan pertidaksamaan linier, (4) matriks, (5) relasi dan fungsi, (6) barisan dan deret, (7) persamaan dan fungsi kuadrat, (8) limit dan (9) peluang yang tertera dalam kurikulum 2013. Berbagai konsep, aturan dan sifat-sifat dalam matematika ditemukan melalui penyelesaian masalah nyata, media pembelajaran, yang terkait dengan materi yang diajarkan. Seluruh materi yang diajarkan berkiblat pada pencapaian kompetensi yang ditetapkan dalam kurikulum matematika 2013. Semua petunjuk yang diberikan dalam buku ini hanyalah pokok-pokoknya saja. Oleh karena itu, Bapak dan Ibu guru dapat mengembangkan dan menyesuaikan dengan keadaan dan suasana kelas saat pembelajaran berlangsung. Akhirnya, tidak ada gading yang tak retak. Rendahnya kualitas pendidikan matematika adalah masalah kita bersama. Kita telah diberi talenta yang beragam, seberapa besar buahnya yang dapat kita persembahkan padaNya. Taburlah rotimu di lautan tanpa batas, percayalah kamu akan mendapat roti sebanyak pasir di tepi pantai. Mari kita lakukan tugas mulia ini sebaik-baiknya, semoga buku petunjuk guru ini dapat digunakan dan bermanfaat dalam pelaksanaan proses pembelajaran matematika di sekolah. Jakarta, Pebruari 2013 Tim Penulis

iv

Buku Guru Kelas X

Surat untuk Guru .............................................................................................................. iv Daftar Isi ............................................................................................................................ v Deskripsi Singkat Model Pembelajaran Berbasis Konstruktivistik .................................... x Pedoman Penyusunan Rencana Pembelajaran .............................................................. xv Fase Konstruksi Matematika ............................................................................................ xviii Contoh Analisis Topik ................................................................................................. xix Peta Konsep Matematika SMP Kelas X ........................................................................... xxi Bab 1 Eksponen dan Logaritma ................................................................................ 1 A. Kompetensi Dasar dan Pengalaman Belajar .............................................. 1 B. Peta Konsep ............................................................................................... 2 C. Materi Pembelajaran ................................................................................... 3 1. Menemukan konsep Eksponen ............................................................ 3 2. Pangkat Bulat Negatif .......................................................................... 9 3. Pangkat 0 ............................................................................................. 10 4. Sifat-Sifat Pangkat Bulat Positif ........................................................... 10 5. Pangkat Pecahan ................................................................................. 16 Uji Kompetensi 1.1 ............................................................................................. 18 6. Bentuk Akar .......................................................................................... 20 7. Hubungan Bentuk Akar dan Bilangan Berpangkat ............................... 21 8. Operasi Pada Bentuk Akar ................................................................... 22 a. Operasi Penjumlahan dan Pengurangan Bentuk Akar ................. 22 b. Operasi Perkalian dan Pembagian Bentuk Akar ........................... 23 c. Merasionalkan Penyebut Berbentuk Akar .................................... 23 Uji Kompetensi 1.2 ............................................................................................. 29 9. Menemukan Konsep Logaritma ........................................................... 32 10. Sifat-sifat Logaritma ............................................................................. 37 Uji Kompetensi 1.3 ............................................................................................. 43 Penutup.............................................................................................................. 44 Bab 2 Persamaan dan Pertidaksamaan Linear ........................................................ 46

A. Kompetensi Dasar dan Pengalaman Belajar .............................................. 46 B. Peta Konsep ............................................................................................... 47 C. Materi Pembelajaran ................................................................................... 48 1. Menemukan konsep Nilai Mutlak ........................................................ 48 2. Persamaan Linear ................................................................................ 53 Uji Kompetensi 2.1 ............................................................................................. 60 3. Aplikasi Nilai Mutlak Pada Persamaan Linier ....................................... 62 4. Pertidaksamaan Linear ........................................................................ 63 5. Aplikasi Nilai Mutlak pada Pertidaksamaan Linear .............................. 67 Uji Kompetensi 2.2 ............................................................................................. 69 Penutup ................................................................................................. 71

Matematika

v

Bab 3

Sistem Persamaan dan Pertidaksamaan Linear ........................................... 73

A. Kompetensi Dasar dan Pengalaman Belajar .............................................. 73 B. Peta konsep ................................................................................................ 74 C. Materi Pembelajaran ................................................................................... 75 1. Menemukan konsep Sistem Persamaan linear dua variabel ............... 75 Uji Kompetensi 3.1 ............................................................................................. 87 2. Menemukan Konsep Sistem Persamaan Linear tiga variabel ............. 88 Uji Kompetensi 3.2 ............................................................................................. 97 3. Penyelesaian Sistem Persamaaan Linear .......................................... 99 a. Menentukan Himpunan Penyelesaian Sistem Persamaan Linear Dua variabel .................................................... 99 b. Menentukan Himpunan Penyelesaian Sistem Persamaan linear Tiga Variabel .................................................... 106 Uji Kompetensi 3.3 ............................................................................................. 111 4. Sistem Pertidaksamaan Linear Dua Variabel ....................................... 114 Uji kompetensi 3.4 ............................................................................................. 118 Penutup ................................................................................................. 120 Bab 4 Matriks ................................................................................................. 122

A. Kompetensi Dasar dan Pengalaman Belajar .............................................. 122 B. Peta Konsep ............................................................................................... 123 C. Materi Pembelajaran ................................................................................... 124 1. Menemukan Konsep Matriks ................................................................ 124 2. Jenis-Jenis Matriks ............................................................................... 131 3. Transpos Matriks .................................................................................. 134 4. Kemandirian Dua Matriks ..................................................................... 137 Uji Kompetensi 4.1 ............................................................................................. 139 5. Memahami Operasi Sederhana Matriks serta Menerapkannya Dalam Pemecahan Masalah ................................................................ 141 a. Operasi Hitung pada Matriks ......................................................... 141 Uji Kompetensi 4.2 ............................................................................................. 152 6. Determinan dan Invers Matriks ............................................................ 154 Uji Kompetensi 4.3 ............................................................................................. 164 Penutup ................................................................................................. 167 Bab 5 Relasi dan Fungsi ............................................................................................ 168

A. Kompetensi Dasar dan Pengalaman Belajar .............................................. 168 B. Peta Konsep ............................................................................................... 169 C. Materi Pembelajaran ................................................................................... 170 1. Menemukan Konsep Relasi ................................................................. 170 2. Beberapa sifat Relasi ........................................................................... 176 3. Menemukan Konsep Fungsi ................................................................ 179 Uji Kompetensi 5.1 ............................................................................................. 189 Penutup ................................................................................................. 191

vi

Buku Guru Kelas X

Bab 6

Barisan dan Deret ............................................................................................ 192

A. Kompetensi Dasar dan Pengalaman Belajar .............................................. 192 B. Peta Konsep ............................................................................................... 193 C. Materi Pembelajaran ................................................................................... 194 1. Menemukan Pola Barisan dan Deret ................................................... 194 2. Menemukan Konsep Barisan dan Deret Aritmatika ............................. 201 a. Barisan Aritmatika ......................................................................... 201 b. Induksi Matematika ....................................................................... 207 c. Deret Aritmetika ............................................................................. 208 Uji Kompetensi 6.1 ............................................................................................. 213 3. Menemukan Konsep Barisan dan Deret Geometri .............................. 214 a. Barisan Geometri ......................................................................... 214 b. Deret Geometri ............................................................................. 216 Uji Kompetensi 6.2 ............................................................................................. 220 Penutup ................................................................................................. 221 Bab 7 Persamaan dan Fungsi Kuadrat ..................................................................... 222 A. Kompetensi Dasar dan Pengalaman Belajar............................................... 222 B. Peta Konsep ............................................................................................... 223 C. Materi Pembelajaran ................................................................................... 224 1. Persamaan Kuadrat ............................................................................. 224 a Menemukan Konsep Persamaan Kuadrat Satu Peubah ............... 224 Uji Kompetensi 7.1 ............................................................................................. 236 b. Menentukan Akar-akar Persamaan Kuadrat ................................. 237 c. Menemukan Rumus Untuk Menentukan Hasil Jumlah dan Hasil Kali Akar-akar Persamaan Kuadrat ...................................................... 241 d. Persamaan Kuadrat dengan Akar-akar x1 dan x2 ....................... 242 Uji Kompetensi 7.2 ............................................................................................. 243 2. Fungsi Kuadrat...................................................................................... 244 a. Menemukan Konsep Fungsi Kuadrat ............................................ 244 Uji Kompetensi 7.3 ............................................................................................. 255 b. Grafik Fungsi Kuadrat ................................................................... 256 c. Hubungan Persamaan Kuadrat dan Fungsi Kuadrat .................... 263 Uji Kompetensi 7.4 ............................................................................................. 264 Penutup ................................................................................................. 265 Bab 8 Trigonometri ................................................................................................. 267

A. Kompetensi Dasar dan Pengalaman Belajar .............................................. 267 B. Peta Konsep ............................................................................................... 268 C. Materi Pembelajaran ................................................................................... 269 1. Ukuran Sudut (Derajat dan Radian)...................................................... 269 Uji Kompetensi 8.1 ............................................................................................. 273 2. Konsep Dasar Sudut ............................................................................ 274 3. Perbandingan Trigonometri pada Segitiga Siku-Siku ........................... 277

Matematika

vii

Uji Kompetensi 8.2 ............................................................................................. 280 4. Nilai Perbandingan Trigonometri Sudut Istimewa ................................ 282 5. Perbandingan Trigonometri untuk sudut 300, 450, 600........................... 286 6. Grafik Fungsi Trigonometri ................................................................... 295 Uji Kompetensi 8.3 ............................................................................................. 300 Penutup ................................................................................................. 302 Bab 9 Geometri ................................................................................................ 304 A. Kompetensi Dasar dan Pengalaman Belajar .............................................. 304 B. Peta Konsep ............................................................................................... 305 C. Materi Pembelajaran ................................................................................... 306 1. Menemukan Konsep Jarak Titik, Garis, dan bidang ............................. 306 a. Kedudukan Titik ............................................................................. 306 b. Jarak Antara Titik dan Titik ............................................................ 308 c. Jarak Titik ke Garis ........................................................................ 311 d. Jarak Titik ke Bidang ..................................................................... 314 e. Jarak antara Dua Garis dan Dua Bidang yang Sejajar ................. 318 Uji Kompetensi 9.1 ............................................................................................. 319 2. Menemukan Konsep Sudut pada Bangun Ruang ................................ 320 a. Sudut antara Dua Garis dalam ruang ............................................ 323 b. Sudut antara Garis dan Bidang pada Bangun Ruang ................... 325 c. Sudut antara Dua Bidang pada Bangun Ruang ............................ 329 Uji Kompetensi 9.2 ............................................................................................. 332 Penutup ................................................................................................. 335 Bab 10 Limit Fungsi ................................................................................................. 337

A. Kompetensi Dasar dan Pengalaman Belajar .............................................. 337 B. Peta Konsep ............................................................................................... 338 C. Materi Pembelajaran ................................................................................... 339 1. Menemukan Konsep Limit Fungsi......................................................... 339 2. Sifat-Sifat Limit Fungsi ......................................................................... 349 3. Menentukan Limit Fungsi ..................................................................... 355 Uji Kompetensi 10.1 ........................................................................................... 361 Penutup ................................................................................................. 363 Bab 11 Statistika ................................................................................................. 365 A. Kompetensi Dasar dan Pengalaman Belajar .............................................. 365 B. Peta Konsep ............................................................................................... 366 C. Materi Pembelajaran ................................................................................... 367 1. Data Tunggal ........................................................................................ 367 Uji Kompetensi 11.1 ........................................................................................... 378 2. Penyajian Data Kelompok .................................................................... 380 Uji Kompetensi 11.2 ........................................................................................... 386 Penutup ................................................................................................. 387

viii

Buku Guru Kelas X

.......................................................................... 417 B............... 420 C.................................................................................................................................................................Bab 12 Peluang .... 389 B.............................................. 391 1.................................... 425 Matematika ix ................................. Peta Konsep .......... 399 Uji Kompetensi 12....... 396 3............................................. Soal untuk Penilaian Kompetensi Siswa ............................1 . Kompetensi Dasar dan Pengalaman Belajar ............................................................ Bentuk Pelaksanaan Pembelajaran Remedial dan Pengayaan ................................. 420 D....................................... 409 4........................ Tujuan Pembelajaran Remedial dan Pengayaan ...................... 424 F............... Cara Penyajian dan Penentuan Ruang Sampel .......... 391 2..................... 410 Uji Kompetensi 12............................... Pengertian Percobaan............................. Pengertian dan Prosedur Pelaksanaan Pembelajaran Remedial dan Pengayaan ....... 414 Penutup ..................................... 424 Daftar Pustaka ...................... Materi Pembelajaran ...... dan ruang Sampel ..............................2 .......................... 389 A............................. 390 C........................ 417 A.................................... Materi Pembahasan Dalam Pembelajaran Remedial ............................. Titik Sampel................ Peluang Komplemen Suatu Kejadian ................ Menemukan Konsep Peluang dengan Frekuensi Relatif ...... Materi Pembahasan Dalam Pembelajaran Pengayaan ........................................................ 423 E............... 416 Petunjuk Teknis Pelaksanaan Remedial dan Pengayaan................... Kejadian............

jika siswa terlibat aktif dalam merekonstruksi konsep dan prinsip matematika melalui penyelesaian masalah yang bersumber dari fakta dan lingkungan kehidupan siswa dengan strategi penyelesaian yang menerapkan pola interaksi sosial yang pahami siswa dan guru. Pembelajaran matematika yang diharapkan dalam praktek pembelajaran di kelas adalah (1) pembelajaran berpusat pada aktivitas siswa. skema. dan pembelajaran lebih bermakna sebab setiap informasi baru dikaitkan dengan apa x Buku Guru Kelas X . dan (4) matematika adalah hasil abstraksi pikiran manusia. 1. Dengan demikian. (2) siswa diberi kebebasan berpikir memahami masalah. dan variabel. yaitu: a. (3) matematika adalah hasil konstruksi sosial dan sebagai alat penyelesaian masalah kehidupan. dilandasi teori pembelajaran yang menganut paham konstruktivistik yang memberi perhatian pada aspek-aspek kognisi dan mengangkat berbagai masalah real world yang sangat mempengaruhi aktifitas dan perkembangan mental siswa selama proses pembelajaran dengan prinsip bahwa. diagram. (1) setiap anak lahir di bumi. siswa akan lebih baik menguasai materi yang diajarkan. (3) guru melatih dan membimbing siswa berpikir kritis dan kreatif dalam menyelesaikan masalah. Kemudian guru menumbuhkan persepsi positif dan motivasi belajar pada diri siswa melalui pemaparan manfaat materi matematika yang dipelajari dalam penyelesaian masalah kehidupan serta meyakinkan siswa. bertindak. mereka telah memiliki potensi. Rancangan model pembelajaran yang diterapkan mengikuti 5 (lima) komponen utama model pembelajaran yang dijabarkan sebagai berikut. mengajukan ide-ide secara bebas dan terbuka. Apersepsi Tahap apersepsi diawali dengan menginformasikan kepada siswa kompetensi dasar dan indikator yang akan dicapai siswa melalui pembelajaran materi yang akan diajarkan. (2) cara berpikir. dan persepsi setiap orang dipengaruhi nilai budayanya. membangun strategi penyelesaian masalah. (5) seluruh hasil kerja selalu dipresentasikan di depan kelas untuk menemukan berbagai konsep.DESKRIPSI SINGKAT MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS KONSTRUKTIVISTIK Model pembelajaran yang diterapkan dalam buku ini. (4) upaya guru mengorganisasikan bekerjasama dalam kelompok belajar. informasi baru berupa pengetahuan lebih bertahan lama di dalam ingatan siswa. aturan matematika yang ditemukan melalui proses pembelajaran. Sintaks Pengelolaan pembelajaran terdiri 5 tahapan pembelajaran. melatih siswa berkomunikasi menggunakan grafik. hasil penyelesaian masalah.

b. maka salah seorang dari anggota kelompok bertanya pada guru sebagai panutan. konsisten. guru meminta salah satu kelompok mempresentasikan hasil kerjanya di depan kelas dan memberi kesempatan pada kelompok lain memberi tanggapan berupa kritikan disertai alasan-alasan. Selanjutnya guru mengajukan permasalahan matematika yang bersumber dari lingkungan kehidupan siswa. saling membantu dan berbagi informasi. Selanjutnya. berdebat. guru meminta siswa mencoba memahami masalah dan mendiskusikan hasil pemikiran melalui belajar kelompok. Guru menanamkan nilai-nilai matematis (jujur. dan Masalah Pada tahap orientasi masalah dan penyelesaian masalah. berkomunikasi. berbeda agama dengan tujuan agar siswa terlatih bekerjasama. c. Pembentukan kelompok belajar menerapkan prinsip kooperatif. Jika semua anggota kelompok mengalami kesulitan memahami dan menyelesaikan masalah. Guru meminta siswa memahami masalah secara individu dan mendiskusikan hasil pemikirannya dalam kelompok. menumbuhkan rasa toleransi dalam perbedaan. masukan bandingan pemikiran. Kriteria untuk memilih hasil diskusi kelompok yang akan dipresentasikan antara lain: jawaban kelompok berbeda dengan jawaban xi Matematika . berbeda budaya. Antar anggota kelompok saling bertanya-jawab. saling memberi ide dalam penyelesaian masalah. Interaksi Sosial di antara Siswa. Sesekali guru mengajukan pertanyaan menguji pemahaman/penguasaan penyaji dan dapat ditanggapi oleh kelompok lain. Guru memfasilitasi siswa dengan buku siswa. bantuan jalan keluar sampai saatnya siswa dapat mengambil alih tugas-tugas penyelesaian masalah. merenungkan hasil pemikiran teman. guru memusatkan pembelajaran pada siswa dalam kelompok belajar untuk menyelesaikan masalah. Setiap kelompok memadu hasil pemikiran dan menuangkannya dalam sebuah LAS yang dirancang guru. dan dilanjutkan berdialog secara interaktif (berdebat. Selanjutnya guru memberi scaffolding. yaitu berupa pemberian petunjuk. Mempresentasikan dan Mengembangkan Hasil Kerja Pada tahapan ini. tangguh menghadapi masalah) dan nilai-nilai budaya agar para siswa saling berinteraksi secara sosio kultural. memotivasi dan mengarahkan jalannya diskusi agar lebih efektif. memberi kemudahan pengerjaan siswa. berdiskusi) dengan kelompok lain dengan arahan guru. struktur. serta mendorong siswa bekerjasama. Lembar Aktivitas Siswa (LAS) dan Asesmen Otentik. yakni keheterogenan anggota kelompok dari segi karakteristik (kemampuan dan jenis kelamin) siswa. contoh analogi. mencari ide dan jalan keluar penyelesaian masalah. mengajukan ide-ide. Guru.yang diketahui siswa dan menunjukkan secara nyata kegunaan konsep dan prinsip matematika yang dipelajari dalam kehidupan. bertanya.

d. diturunkan beberapa sifat dan aturan-aturan. Dengan demikian kelompok penyaji bisa lebih dari satu. Menganalisis dan Mengevaluasi Proses dan Hasil Penyelesaian Masalah Pada tahapan ini. Berdasar konsep yang ditemukan/direkonstruksi. guru membantu siswa atau kelompok mengkaji ulang hasil penyelesaian masalah. guru melakukan evaluasi materi akademik dengan pemberian kuis atau meminta siswa membuat peta konsep atau memberi tugas di rumah atau membuat peta materi yang dipelajari. Setelah konsep ditemukan. Dengan cara tersebut dimungkinkan tiap-tiap kelompok mendapatkan pemikiran-pemikiran baru dari kelompok lain atau alternatif jawaban yang lain yang berbeda. xii Buku Guru Kelas X . Tujuan tahapan ini adalah untuk mengetahui keefektifan hasil diskusi dan hasil kerja kelompok pada tahapan sebelumnya. kelompok penyaji akan diuji oleh kelompok lain dan guru tentang penguasaan dan pemahaman mereka atas penyelesaian masalah yang dilakukan. untuk memampukan siswa berinteraksi/berkolaborasi dengan orang lain. Selama presentasi hasil kerja. guru meminta siswa memberi alasan. Guru memberi kesempatan bertanya atas hal-hal yang kurang dipahami. Keterampilan mengomunikasikan ide-ide tersebut adalah salah satu kompetensi yang dituntut dalam pembelajaran berdasarkan masalah. Sehingga pertimbangan-pertimbangan secara objektif akan muncul di antara siswa. e. Dengan mengajukan sebuah objek. menguji pemahaman siswa dalam proses penemuan konsep dan prinsip. guru mendorong terjadinya diskusi kelas dan mendorong siswa mengajukan ide-ide secara terbuka dengan menanamkan nilai soft skill. Tujuan lain tahapan ini adalah melatih siswa terampil menyajikan hasil kerjanya melalui penyampaian ide-ide di depan umum (teman satu kelas). Sesekali guru menguji pemahaman siswa atas konsep dan prinsip yang ditemukan. guru melakukan teorema pengontrasan melalui pengajuan contoh dan bukan contoh. serta melengkapi hasil pemikiran siswa dengan memberikan contoh dan bukan contoh konsep. Selanjutnya siswa diberi kesempatan mengerjakan soal-soal tantangan untuk menunjukkan kebergunaan konsep dan prinsip matematika yang dimiliki.dari kelompok lain. Dalam penyajiannya. Temuan Objek Matematika dan Penguatan Skemata Baru Objek-objek matematika berupa model (contoh konsep) yang diperoleh dari proses dan hasil penyelesaian masalah dijadikan bahan inspirasi dan abstraksi konsep melalui penemuan ciri-ciri konsep oleh siswa dan mengkonstruksi konsep secara ilmiah. Selanjutnya. ada ide penting dalam hasil diskusi kelompok yang perlu mendapat perhatian khusus. apakah objek itu termasuk contoh atau bukan contoh konsep.

Dalam interaksi sosio kultural. Jika keseluruhan siswa mengalami kesulitan. kritikan. guru selalu menanamkan nilai-nilai soft skill dan nilai matematis. para siswa diizinkan berbahasa daerah dalam menyampaikan pertanyaan. Sistem Sosial Pengorganisasian siswa selama proses pembelajaran menerapkan pola pembelajaran kooperatif. 3. guru terlebih dahulu memberi kesempatan pada siswa lainnya memberikan tanggapan dan merangkum hasilnya. memotivasi dan membangkitkan semangat belajar siswa. Dalam interaksi sosio kultural di antara siswa dan temannya. membimbing. sebelum guru memberikan penjelasan/bantuan. guru mengontrol jalannya diskusi dan memberikan motivasi agar siswa tetap berusaha menyelesaikan tugas-tugasnya. sehingga fungsi guru sebagai fasilitator. mencermati pemahaman siswa atas objek matematika yang diperoleh dari proses dan hasil penyelesaian masalah. guru tidak boleh terlalu mendominasi siswa. guru harus memberikan kesempatan pada siswa untuk mengungkapkan hasil pemikirannya secara bebas dan terbuka. pendapat terhadap temannya maupun pada guru. saling bertanya/ berdiskusi antara siswa yang lemah dan yang pintar. maka guru saatnya memberi penjelasan atau bantuan/memberi petunjuk sampai siswa dapat mengambil alih penyelesaian masalah pada langkah berikutnya. Jika ada siswa yang bertanya. Untuk mewujudkan tingkah laku tersebut. Tingkah laku guru dalam menanggapi hasil pemikiran siswa berupa pertanyaan atau kesulitan yang dialami dalam menyelesaikan masalah harus bersifat mengarahkan.2. Sistem Pendukung Agar model pembelajaran ini dapat terlaksana secara praktis dan efektif. Ketika siswa bekerja menyelesaikan tugas-tugas. Prinsip Reaksi Model pembelajaran yang diterapkan dalam buku ini dilandasi teori konstruktivis dan nilai budaya dimana siswa belajar yang memberi penekanan pembelajaran berpusat pada siswa. motivator dan mediator dalam pembelajaran. Siswa dalam kelompok saling bekerjasama dalam menyelesaikan masalah. berdialog dan berdebat. menunjukkan kelemahan atas pemahaman siswa dan memancing mereka menemukan jalan keluar untuk mendapatkan penyelesaian masalah yang sesungguhnya. bersifat membantu dan gotong royong) untuk menghasilkan penyelesaian masalah yang disepakati bersama. kebebasan mengajukan pendapat. Matematika xiii . guru diwajibkan membuat suatu rancangan pembelajaran yang dilandasi teori pembelajaran konstruktivis dan nilai soft skill matematis yang diwujudkan dalam setiap langkahlangkah pembelajaran yang ditetapkan dan menyediakan fasilitas belajar yang cukup. 4.

Pemahaman siswa terhadap obek-objek matematika dibangun berdasarkan pengalaman budaya dan pengalaman belajar yang telah dimiliki sebelumnya. Kebergunaan akan menimbulkan motivasi belajar secara internal dari dalam diri siswa dan rasa memiliki terhadap matematika akan muncul sebab matematika yang dipahami adalah hasil rekonstruksi pemikirannya sendiri. serta berkembangnya kemampuan berkolaborasi antara siswa. Selain dampak di atas. lembar kerja siswa. 5. sikap. Motivasi belajar secara internal akan menimbulkan kecintaan terhadap dewi matematika. Dengan demikian terbentuk dengan sendirinya rasa memiliki. pemahaman. daya lihat dan kemampuan). petunjuk pelaksanaan dan seluruh perangkat pembelajaran yang digunakan seperti rencana pembelajaran. dan media pembelajaran yang diperlukan. siswa terbiasa menganalisis secara logis dan kritis memberikan pendapat atas apa saja yang dipelajari menggunakan pengalaman belajar yang dimiliki sebelumnya. objek-objek abstraksi dari lingkungan budaya. dan pemahaman mendasari kemampuan siswa mentransfer pengetahuannya dalam menyelesaikan masalah. buku siswa. Penerimaan individu atas perbedaan-perbedaan yang terjadi (perbedaan pola pikir. Kebermaknaan pembelajaran yang melahirkan pemahaman.Dalam hal ini dikembangkan buku model yang berisikan teori-teori pendukung dalam melaksanakan pembelajaran. buku guru. dan persepsi positif siswa terhadap matematika dan budayanya. Jika matematika bagian dari budaya siswa. Dampak pengiring yang akan terjadi dengan penerapan model pembelajaran berbasis konstruktivistik adalah siswa mampu menemukan kembali berbagai konsep dan aturan matematika dan menyadari betapa tingginya manfaat matematika bagi kehidupan sehingga dia tidak merasa terasing dari lingkungannya. Siswa memandang bahwa matematika terkait dan inklusif di dalam budaya. Bercinta dengan dewi matematika berarti penyatuan diri dengan keabstrakan yang tidak memiliki batas atas dan batas bawah tetapi bekerja dengan simbol-simbol. Matematika sebagai ilmu pengetahuan tidak lagi dipandang sebagai hasil pemikiran dunia luar tetapi berada pada lingkungan budaya siswa yang bermanfaat dalam menyelesaikan permasalahan di lingkungan budayanya. Kemampuan menyelesaikan masalah tidak rutin menyadarkan siswa akan kebergunaan matematika. Dampak Instruksional dan Pengiring yang Diharapkan Dampak langsung penerapan pembelajaran ini adalah memampukan siswa merekonstruksi konsep dan prinsip matematika melalui penyelesaian masalah dan terbiasa menyelesaikan masalah nyata dilingkungan siswa. maka suatu saat diharapkan siswa xiv Buku Guru Kelas X . komponen-komponen model. Retensi pengetahuan matematika yang dimiliki siswa dapat bertahan lebih lama sebab siswa terlibat aktif di dalam proses penemuannya.

Dalam hal ini perlu dilakukan tes kemampuan awal siswa. Materi pokok yang akan diajarkan. cara berpikir. 6. seperti menyelesaikan masalah autentik (masalah bersumber dari fakta dan lingkungan budaya). saling membantu. 3. cara mengingat apa yang dipahami oleh siswa sebagai pelakupelaku budaya). Alokasi waktu: banyak jam pertemuan untuk setiap pokok bahasan tidak harus sama tergantung kepadatan dan kesulitan materi untuk tiap-tiap pokok bahasan. berdiskusi dalam menyelesaikan masalah. otonomi dan kebebasan siswa. keterampilan proses keilmuan. kumpulan masalah-masalah yang bersumber dari fakta dan lingkungan budaya siswa. Kelengkapan. Penentuan rata-rata banyak jam pelajaran untuk satu pokok bahasan adalah hasil bagi jumlah jam efektif untuk satu semester dibagi banyak pokok bahasan yang akan diajarkan untuk semester tersebut. yaitu materi yang harus dikuasai oleh siswa sebagai dasar untuk mempelajari materi pokok. 5. Rumusan indikator dan kompetensi dasar harus disesuaikan dengan prinsip-prinsip pembelajaran matematika berdasarkan masalah. yaitu fasilitas pembelajaran yang harus dipersiapkan oleh guru. Kompetensi dasar dan indikator pencapaian kompetensi dasar untuk tiap-tiap pokok bahasan. cara bertingkah laku.memiliki cara tersendiri memeliharanya dan menjadikannya Landasan Makna (Landaan makna dalam hal ini berpihak pada sikap. berkolaborasi. dan peta konsep (contoh disajikan di bawah). PEDOMAN PENYUSUNAN RENCANA PEMBELAJARAN Penyusunan rencana pembelajaran berpedoman pada kurikulum matematika 2013 dan sintaksis Model Pembelajaran. memberikan pengalaman belajar bagi siswa. toleransi terhadap ketidakpastian dan masalah-masalah non rutin. 4. berbagi pengetahuan. Dampak pengiring yang lebih jauh adalah hakikat tentatif keilmuan. laboratorium. kepercayaan diri. lembar aktivitas siswa (LAS). misalnya: rencana pembelajaran. dan alat peraga jika dibutuhkan. Hasil belajar yang akan dicapai melalui kegiatan pembelajaran antara alain: Produk : Konsep dan prinsip-prinsip yang terkait dengan materi pokok Matematika xv . termasuk analisis topik. buku siswa. buku petunjuk guru. 2. Berdasarkan analisis kurikulum matematika ditetapkan hal-hal berikut 1. objek-objek budaya. Materi prasyarat.

pola pikir deduktif. d. Memberikan motivasi belajar pada siswa melalui penanaman nilai matematis. menjelaskan peranan siswa dalam menyelesaikan masalah. 2. Mengajukan masalah yang bersumber dari fakta dan lingkungan budaya siswa xvi Buku Guru Kelas X . rencana pembelajaran adalah operasional dari sintaks. kemampuan berkomunikasi. Memberi kesempatan pada siswa menanyakan hala-hal yang sulit dimengerti pada materi sebelumnya. (5) menganalisis dan mengevaluasi proses dan hasil penyelesaian masalah. Kegiatan guru pada tahap apersepsi budaya antara lain: a. berpikir tingkat tinggi (berpikir kritis. (4) temuan objek matematika dan penguatan skemata baru. jujur mengungkapkan pendapat dan senang belajar matematika. penerimaan individu atas perbedaan yang ada. Kognitif : Kemampuan matematisasi. Sehingga skenario pembelajaran yang terdapat pada rencana pembelajaran disusun mengikuti setiap langkah-langkah pembelajaran (sintaks). ketrampilan berkolaborasi. Menciptakan persepsi positif dalam diri siswa terhadap budayanya dan matematika sebagai hasil konstruksi sosial. Proses : Apersepsi budaya. e. c. Menjelaskan pola interaksi sosial. Psikomotor : Keterampilan menyelesaikan masalah. menyajikan hasil kerja dan menganalisis serta mengevaluasi kembali hasil penyelesaian masalah. (3) persentase dan mengembangkan hasil kerja. soft skill dan kebergunaan matematika. b. Kegiatan yang dilakukan untuk setiap tahapan pembelajaran dijabarkan sebagai berikut: 1. dan berpikir kreatif). kemampuan abstraksi. (2) orientasi dan penyelesaian masalah. tangguh menghadapi masalah. yaitu: (1) apersepsi budaya. Afektif : Menghargai budaya. Sintaks model pembelajaran terdiri dari 5 langkah pokok. bekerjasama. Kegiatan guru pada tahap penyelesaian masalah dengan pola interaksi edukatif antara lain: a. interaksi sosial dalam penyelesaian masalah. Sementara. merencanakan penyelesaian masalah. memodelkan masalah secara matematika. Sintaksis pembelajaran adalah langkah-langkah pembelajaran yang dirancang dan dihasilkan dari kajian teori yang melandasi model pembelajaran berbasis konstruktivistik. Membentukan kelompok b. Menginformasikan indikator pencapaian kompetensi dasar.

Memotivasi siswa untuk terlibat dalam penyelesaian masalah yang selektif c. Membimbing. Membantu dan memberi kemudahan pengerjaan siswa dalam menyelesaikan masalah dalam pemberian solusi 3. Matematika xvii . d. Mendorong siswa mengekspresikan ide-ide secara terbuka j. Mengontrol jalannya diskusi agar pembelajaran berjalan dengan efektif e. Memberikan scaffolding pada kelompok atau individu yang mengalami kesulitan h. Membantu siswa menemukan konsep berdasarkan masalah d. Mendorong keterbukaan. proses-proses demokrasi f. Memberi kesempatan melakukan konektivitas konsep dan prinsip dalam mengerjakan soal tantangan e. mendorong/mengarahkan siswa menyelesaikan dan mengerjakan LKS g. Menguji pemahaman siswa 4. Mengkondisikan antar anggota kelompok berdiskusi. Kegiatan guru pada tahap temuan objek matematika dan penguatan skemata baru antara lain: a. Kegiatan guru pada tahap persentasi dan mengembangkan hasil kerja antara lain: a. Membantu siswa mengkaji ulang hasil penyelesaian masalah b. Menguji pemahaman siswa atas konsep yang ditemukan melalui pengajuan contoh dan bukan contoh konsep c. Membimbing siswa menyajikan hasil kerja c. Membantu siswa mendefinisikan dan mengorganisasikan tugas-tugas belajar yang berkaitan dengan masalah d. berdebat dengan pola kooperatif i. c. f. Kegiatan guru pada tahap menganalisis dan mengevaluasi proses dan hasil penyelesaian masalah antara lain: a. Memberi kesempatan kelompok lain mengkritisi/menanggapi hasil kerja kelompok penyaji dan memberi masukan sebagai alternatif pemikiran. Mengarahkan siswa membangun konsep dan prinsip secara ilmiah b. e. Memberikan scaffolding 5. Memberi kesempatan pada kelompok mempresentasikan hasil penyelesaian masalah di depan kelas b. Meminta siswa memahami masalah secara individual dan kelompok Mendorong siswa bekerjasama menyelesaikan tugas-tugas Membantu siswa merumuskan hipotesis (dugaan). Mengevaluasi materi akademik: memberi kuis atau membuat peta konsep atau peta materi.

xviii Buku Guru Kelas X .

Matematika xix .

xx Buku Guru Kelas X .

Matematika xxi .

.

• menerapkan berbagai sifat eksponen dan logaritma dalam pemecahan masalah. kritis. • menafsirkan hasil pemecahan masalah.berdasarkan ciriciri yang dituliskan sebelumnya. • menuliskan dengan kata-katanya sendiri konsep persamaan kuadrat. KOMPETENSI DASAR DAN PENGALAMAN BELAJAR Kompetensi Dasar Setelah mengikuti pembelajaran eksponen dan logaritma siswa mampu: 1. bertanggungjawab. menyajikan masalah nyata menggunakan operasi aljabar berupa eksponen dan logaritma serta menyelesaikannya menggunakan sifat-sifat dan aturan yang telah terbukti kebenarannya. • • • • Bilangan Pokok (Basis) Perpangkatan Eksponen Logaritma . menghayati pola hidup disiplin. • merancang model Matematika dari sebuah permasalahan autentik yang berkaitan dengan eksponen dan logaritma. 3. siswa memperoleh pengalaman belajar: • mengkomunikasikan karakteristik masalah otentik yang pemecahannya terkait eksponen dan logaritma.Bab Eksponen dan Logaritma A. 2. • membuktikan berbagai sifat terkait eksponen dan logaritma. Pengalaman Belajar Melalui pembelajaran materi eksponen dan logaritma. • membuktikan sifat-sifat dan aturan matematika yang berkaitan dengan eksponen dan logaritma berdasarkan konsep yang sudah dimiliki. konsisten dan jujur serta menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. • menyelesaikan model Matematika untuk memperoleh solusi permasalahan yang diberikan. memilih dan menerapkan aturan eksponen dan logaritma sesuai dengan karakteristik permasalahan yang akan diselesaikan dan memeriksa kebenaran langkah-langkahnya.

B. PETA KONSEP B. PETA KONSEP Himpunan Materi prasyarat Masalah Otentik Fungsi Eksponen Unsur Bilangan Eksponen Fungsi Basis Pangkat Hasil Operasi Fungsi Logaritma Bilangan Logaritma Unsur Basis Numerus Hasil Logaritma Sifat-sifat Eksponen Sifat-sifat Logaritma BUKU PEGANGAN SISWA 2 2 Buku Guru Kelas X .

Jika sebuah konsep ditemukan. matematika bersandar pada kesepakatan. rumus-rumus yang saling bertentangan. Peneliti tersebut ingin mengetahui banyak bakteri sebagai hasil pembelahan dan mencari tahu banyak bakteri dalam waktu 8 jam. Untuk itu perhatikan dan selesaikan dengan cermat permasalahan-permasalahan yang diberikan. Di dalam proses pemecahan masalah-masalah yang diberikan. tidak boleh ada di dalamnya unsur-unsur. konsep-konsep. Pegang teguh sifat matematika. SMP/MTs. Menemukan Konsep Eksponen Untuk menemukan konsep eksponen. simbolsimbol. menggunakan variabel-variabel. kamu secara individu menuliskan ciri-ciri eksponen dan mendiskusikan hasilnya dengan temanmu. Matematika 3 . kamu selesaikan masalah yang disajikan di bawah ini secara berkelanjutan. saling terkait materinya. MATERI PEMBELAJARAN Banyak permasalahan kehidupan yang penyelesaiannya terkait dengan konsep dan aturan-aturan dalam matematika. Pada kultur bakteri tersebut. karena terkadang ada konsep matematika melekat pada objek itu yang tidak kita sadari dan ternyata sebagai kata kunci dalam penyelesaian masalah. baik di tingkat SD/MI. Objek-objek itu menjadi bahan aspirasi/inspirasi. satu bakteri membelah menjadi r bakteri setiap jam. Masalah-1. 1. kamu menuliskan konsep eksponen dengan pemahaman sendiri. kamu cermati objek-objek yang dilibatkan dalam permasalahan yang diberikan. artinya. ukuran kebenarannya dapat dibuktikan kebenarannya menggunakan konsep atau aturan yang sudah ada sebelumnya. Jika prinsip (rumus-rumus. dan bersifat abstrak sebab matematika adalah hasil abstraksi pemikiran manusia.000 bakteri. yaitu. Dari beberapa model matematika yang melibatkan eksponen. berupaya mencari ide-ide kreatif. Kamu lebih dahulu berusaha memikirkan. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa jumlah bakteri pada akhir 3 jam adalah 10. mencoba memecahkan masalah di dalam kelompok belajar. Berdasarkan ciri-ciri tersebut.C. sifat-sifat) yang ditemukan. Matematika menganut kebenaran konsistensi. bahkan pada materi yang baru saja kamu pelajari.1 Seorang peneliti bidang mikrobiologi di sebuah lembaga penelitian sedang mengamati pertumbuhan suatu bakteri di sebuah laboratorium mikrobiologi. jumlah bakteri tersebut menjadi 40. berdiskusi.000 bakteri dan setelah 2 jam kemudian. ukuran kebenarannya adalah apabila konsep tersebut diterima pada struktur matematika yang sudah ada sebelumnya. Demikian juga kamu tidak boleh mengabaikan atau melupakan konsep-konsep dan aturan-aturan matematika yang telah dipelajari sebelumnya.

..............000 bakteri dan setelah 2 jam kemudian..♦ Ajukan masalah pada siswa dengan membagikan Lembar Aktivitas Siswa (LAS)... kita dapat membuat hubungan pertumbuhan jumlah bakteri (xt) tersebut terhadap perubahan waktu (t)...... ... Kita substitusi ke formula di atas.... x0 adalah jumlah bakteri saat t = 0 dan r adalah banyak bakteri setelah pembelahan terjadi pada setiap jam.. ♦ Organisasikan siswa belajar dalam kelompok dengan banyak anggota kelompok 4-5 orang untuk mendiskusikan model matematika yang ditemukan secara individu... maka 4 Buku Guru Kelas X . Pada Masalah-1. ♦ Meminta siswa membuat tabel laju pertumbuhan bakteri terhadap waktu setiap jam... . jumlahnya menjadi 40.. Guru menjembatani perbedaan hasil pemikiran antar siswa dalam setiap kelompok dan menuliskan hasil pemikiran bersama pada LAS...... b.... (1) dengan t dalam jam....... xt = r × r × r × ....... Penyelesaian: Misalkan jumlah bakteri pada awalnya (t = 0) adalah x0.. Arahkan siswa memahami masalah dan meminta siswa menuliskan informasi yang diketahui dalam masalah dan menuliskan apa yang ditanyakan..000 bakteri dan setelah 5 jam terdapat 40. Berapa jumlah bakteri dalam waktu 8 jam...... Berapa banyak bakteri sebagai hasil pembelahan.. Diharapkan siswa menuliskan hal berikut........ ... ..000 bakteri..... Jumlah bakteri pada akhir 3 jam adalah 10.......... Alternatif Penyelesaian Diketahui: Satu bakteri membelah menjadi r bakteri untuk setiap jam..000 bakteri.1 diketahui bahwa pada akhir 3 jam terdapat 10... ... Dari hasil pengamatan data pada tabel di atas. × r × x0 atau secara ringkas ditulis t faktor xt = r t x0 .. ........ Isilah tabel berikut! Jam ke-t Jumlah bakteri (xt) 0 x0 1 rx0 ........... Ditanya: a.. ... Arahkan siswa menemukan model matematika yang menyatakan hubungan banyak bakteri hasil pembelahan pada saat waktu tertentu..

diperoleh x3 = r3x0 = 10. Masalah-1. peneliti mendapatkan jumlah bakteri sudah mencapai 320. Dengan demikian x0 = 1. setelah 8 jam.000 x5 40. peneliti tersebut menemukan bahwa 1 bakteri membelah menjadi 2 bakteri untuk setiap 15 menit.000 = x3 10.2 Diberikan selembar kertas berbentuk persegi panjang. ♦ Guru meminta salah satu kelompok untuk mempresentasikan hasil kerjanya di depan kelas dan kelompok siswa yang lain untuk memberi tanggapan terhadap hasil kerja kelompok penyaji.000 r 5 x0 =4 r 3 x0 r2 = 4 r=2 Jadi.000 sehingga 8x0 = 10. Untuk mendapatkan banyak bakteri pada awalnya atau t = 0.2 t 15 120 8 )(  ) x8 = (2 1250 x120 =  2 5  (1250) = 320. Jadi.000 bakteri. Jembatani jika ada cara yang berbeda hasil kerja di antara kelompok atau di antara siswa.000. pola pertumbuhan bakteri tersebut dinyatakan xt = 1250. Apakah r = –2 tidak berlaku? Minta siswa memberi alasan. Lipatlah kertas tersebut di tengah-tengah sehingga garis lipatan membagi dua bidang kertas menjadi dua bagian yang sama. ditemukan r2 = 4 maka r = 2. substitusi r = 2 ke persamaan r3x0 = 10.250. Subtitusikan x0 = 1. ♦ Ajukan Masalah 1. Temukanlah pola yang menyatakan hubungan banyak lipatan dengan banyak bidang kertas yang terbentuk.000 dan x5 = r5x0 = 40.000   Dalam Masalah-1.250 ke persamaan (1).1. Matematika 5 .2 dan memfasilitasi siswa terhadap alat yang dibutuhkan.

............ (2) ♦ Meminta siswa menguji kebenaran persamaan kn = an dengan mensubtitusikan nilai n dan a ke persamaan tersebut... Selanjutnya guru meminta siswa mengamati dan mencermati data pada tabel..... ............ Arahkan siswa menemukan model matematika yang menyatakan hubungan banyak lipatan kertas dan banyak bidang kertas yang terbentuk.. Berdasarkan persamaan (1) dan (2)..♦ Meminta siswa membuat tabel keterkaitan antara banyak lipatan dengan banyak bidang kertas yang terbentuk.. yaitu kn = 2n . Bilangan berpangkat didefinisikan sebagai berikut....... Diharapkan siswa menuliskan hal berikut Alternatif Penyelesaian Tabel keterkaitan antara banyak lipatan dengan banyak bidang kertas yang terbentuk.... Berdasarkan tabel di atas.......... kita dapat menggunakan notasi pangkat.. a adalah bilangan pokok dan n adalah eksponen dari a.. Diharapkan siswa menemukan model matematika yang menyatakan hubungan banyaknya bidang kertas dengan banyaknya lipatan.. n adalah banyak lipatan.......... Untuk menyederhanakan penulisan hasil kali bilangan yang sama... .... Pola Perkalian 2=2 4=2×2 8=2×2×2 .. Banyak Lipatan 1 2 3 4 5 Banyak Bidang Kertas 2 4 8 .. r adalah bilangan pokok dan t adalah eksponen dari r.......... N ♦ Meminta beberapa siswa mempersentasikan hasil kerjanya di depan kelas dan memita siswa lain menanggapi hasil pemikiran temannya..... 6 Buku Guru Kelas X . k dapat dinyatakan dalam n. diperoleh Dari persamaan (1) xt = r tx0...... . Dari persamaan (2) kn = an... misalkan k adalah banyak bidang kertas yang terbentuk sebagai hasil lipatan bidang permukaan kertas menjadi dua bagian yang sama. ...........

Coba tanyakan pada gurumu.5 ♦ Meminta siswa melengkapi data pada tabel dan mencoba menggambarkan pasangan titik-titik tersebut pada sistem koordinat kartesius! Matematika 7 . Perhatikan Masalah-1. 8 .. × a sebanyak n faktor... 6 . Catatan: 1.. Sebab an = a × a × . Bila 100 mg zat itu disuntikkan ke tubuh manusia. a1 cukup ditulis a. × a dengan a sebagai basis n faktor bilangan pokok dan n sebagai pangkat. mengapa demikian? 3. kita sepakati. berapa miligram zat itu yang tersisa dalam darah setelah: 1) t = 1 jam? 2) t = 2 jam? 3) t = 3 jam? 4) Buatlah model matematika pengurangan zat tersebut dari tubuh melalui ginjal! 5) Gambarlah grafik model persamaan yang ditemukan! Alternatif Penyelesaian Langkah awal isilah tabel berikut: t Jumlah zat z(t) 1 50 2 25 3 4 . Setiap 1 jam separuh zat itu dikeluarkan oleh ginjal.... dapat ditulis a n = a × a × a × . Pada Definisi-1... Jika n adalah sebuah variabel (variabel sebagai eksponen dari a). tidak semua a0 dengan a bilangan real hasilnya adalah 1.3 berikut! Masalah-1.1 Misalkan a bilangan real dan n bilangan bulat positif. 12.... 7 .Definisi 1.1 di atas. an adalah hasil kali bilangan a sebanyak n faktor.. maka perlu dicermati semestanya dimana variabel itu dibicarakan. ini hanya berlaku ketika semesta n∈N. 5 . 2. Hati-hati dengan bilangan pokok a = 0.3 Suatu zat yang disuntikkan ke dalam tubuh manusia akan dikeluarkan dari darah melalui ginjal..

. 7 . fungsi tersebut dan sajikan nilai-nilai tersebut pada tabel yang diberikan. Isilah nilai-nilai yang dilalui yang dilalui fungsi tersebut dan sajikan nilai-nilai tersebut pada tabel yang diberikan. Tuliskan sedikitnya 5 (lima) sifat grafik fungsi eksponen dan presentasi hasilnya di depan kelas.. 2 T 1 z(t) = 100  2 t 1 50 2 25 3 12. 6 .... f(x) = 3-x f(x) = 2-x tersebut pada sistem koordinat kartesius! f(x) f(x) = 2x f(x) = 3x x Gambar 1.1) di bawah ini. Dalam paparan jelaskan mengapa kita perlu mengetahui sifat-sifat tersebut! 8 Buku Guru Kelas X . 8 .. Minta siswa menuliskan paling sedikit 5 (lima) sifat grafik fungsi eksponen dan hasil kerja kelompok disajikan di depan kelas. Isilah secara lengkap data pada tabel dan coba gambarkan data-data (pasangan titik) Selanjutnya perhatikan grafik fungsi (Gambar 1.1 Amati grafik di atas..1: Grafik Fungsi Eksponensial f(x) = 2x f(x) = 2x f(x) = –3 2-x f(x) = 3x f(x) = 3-x -3 -2 -1 0 x 1x 2 3 4 –2 –1 0 1 2 3 4 f(x) = 2–x Diskusikan dengan teman satu kelompokmu.1 Grafik fungsi eksponen Gambar-1. Latihan 1....1 persamaan zt = 100  dengan t adalah banyak jam....5 4 . 5 . Isilah nilai-nilai Selanjutnya perhatikan gambar grafik fungsi di bawah ini... bagaimana perilaku grafik ketika x f(x) = 3x menuju - dan ketika x menuju ? Apakah grafik itu sampai berpotongan atau f(x) = 3–x BUKU PEGANGAN SISWA 8 ♦ Organisasikan siswa belajar dalam kelompok.

x adalah variabel b adalah bilangan pokok atau basis c adalah koefisien x cx adalah eksponen dari b.. Penyelesaian: y4 24 16 x −3 ( y 4 ) = 3 = = = −2 3 x ( −2 ) −8 Contoh 1.1 Matematika 9 .3 Untuk a adalah bilangan real dan a ≠ 0.. Pangkat Bulat Negatif Definisi 1. m bilangan bulat positif.2 Fungsi Eksponen adalah suatu fungsi yang dinyatakan dalam bentuk y = f(x) = a(bcx) dengan a... didefinisikan 1 a−m =   a m Definisi di atas dijelaskan sebagai berikut: m  1   1  1  1   1  −m a =   =       . × a m faktor = 1 am Jika nilai x = –2 dan y = 2.Definisi 1. 2. b..    a   a  a  a   a  sebanyak m faktor = 1 a × a × a × . tentukan nilai x −3 ( y 4 ) = . dan c bilangan real...

... Untuk lebih memahami definisi di atas. hasil pemangkatannya adalah 1. apakah benar perpangkatan adalah perkalian berulang? • Bagaimana jika a bukan bilangan? • Bagaimana jika m dan n bukan bilangan bulat positif? Sifat-2 Jika a bilangan real dan a ≠ 0.4 Untuk a bilangan real dan a ≠ 0. Pangkat Nol Definisi 1. Sifat-sifat Pangkat Bulat Positif Coba buktikan sifat-sifat pangkat bulat positif menggunakan definisi bilangan berpangkat yang telah dipelajari sebelumnya.. × a × a × a × a × . 4. m dan n bilangan bulat positif.. × a . dan hasil pemangkatan 3 dengan 0. 23 = 8 33 = 27 2 2 = 4 32 = 9 21 = 2 31 = 3 0 2 = 1 30 = 1 Perhatikan hasil pemangkatan 2 dengan 0. Sifat-1 Jika a bilangan real. n a 10 Buku Guru Kelas X . m faktor = a×a×a×a×a×a m+n =a m+n Diskusikan dalam kelompokmu. maka a0 = 1. maka am = a m−n . perhatikan pola hasil pemangkatan bilangan-bilangan berikut dengan bilangan 0. m dan n bilangan bulat positif maka am × an = am+n Bukti: a m × a n = a × a × a × .. × a m faktor n faktor • Perhatikan a m = a × a × a × .3.

..× a = m faktor a × a × a × . = am –n Matematika 11 . dan (c) m < n.... ..× ×a a a a × a × a × ..Bukti: am m faktor = (sesuai definisi) n a × a × a ×. Dengan demikian a a× a× a× a a a× ×a a× ×a a× ×.. tanya an pada guru! Pada Sifat-1 di atas...× ×a a ×a ×a ×. terkait bilangan bulat positif m dan n.. yaitu (a) m > n..× ×a a a × a × a × . dengan m. an m−n Bukti: am am ... × a m faktor = 1 = a0 (hal ini sesuai dengan Definisi 1.× m      a am am m m faktor faktor m n n faktor faktor n faktor = = = a× ×a a× ×a a× ×.... × a   a a a a× a× a× aa a a a× ×a a× ×a a× ×. .. n bilangan bulat positif dan m > n a b) Kasus m = n Jika m = n... Apa arti a ≠ 0? • Bagaimana jika a = 0? Apa dampaknya pada hasil pembagian? am ? Jika kamu tidak tahu. × a ×a ×a ×.. sebab m = n = an am a × a × a × . maka am = 1. × a  = =     n n n   a × a × a × ..× a a n faktor a × a × a × . × a ( m − n ) faktor =a m a Jadi n = a(m-n).4).× m− −n n)) faktor faktor ( m − n ) faktor    ((m   n n faktor faktor m faktor m faktor m n faktor = a × a × a × ...... × ...× a • Pada persyaratan Sifat-2. (b) m = n. Ada 3 (tiga) kemungkinan. .. a) Kasus m > n Jika m dan n bilangan bulat positif dan m > n maka m – n > 0....... ×a .

× a   =         m faktor m faktor m faktor m faktor         a × a × a × ...  a × a × a × .. 12 Buku Guru Kelas X . × a  ... 1 Diskusi Minta siswa berdiskusi dengan temannya satu kelompok. maka (am)n = amn Bukti: (a ) m n = a m × a m × a m ×. sehingga pm = a...4 Misalkan a bilangan real dan a ≠ 0. Jelaskan perbedaan hasilnya dengan kasus (a)..× a m n faktor       a × a × a × . m dan n adalah bilangan bulat positif. a m = p adalah bilangan real positif..Latihan 1. Sifat-3 Jika a bilangan real dan a ≠ 0. × a  =   m × n faktor   m n n faktor (a ) = a m × n (terbukti) Definisi 1.. m bilangan bulat positif. Bagaimana jika m dan n adalah salah satu atau keduanya bilangan negatif.. apakah syarat m dan n bilangan positif diperlukan untuk Sifat 3 dan Sifat 4. × a   a × a × a × . × a   a × a × a × .2 Buktikan sendiri untuk m < n....

maka ⇔ ma> > a mm! (terbukti) a a (b) Perlukah syarat a > 1? Misalkan kita ambil a bilangan real yang memenuhi a < 1 dan n > m. maka a n > a m ! n m bila a < 1 dan n > m. Akibatnya.tidak maka a n > a m ! n m boleh dikurangi (syarat cukup) untuk membuktikan n > m. > maka 0? Jelaskan! an > am ! • Bolehkah syarat a > 1 di atas diganti a ≥ 1? Jelaskan! • Bila tidak boleh. tidak benar n>m bahwa . Jadi. dan a > 1 dan n > m. = ⇔ > 1 1− ×m am a m a am am n n a n a 1 × a m > 1× a m a m = 0 a < 1 n > m n> m. ! Diskusi Berdiskusilah dengan temanmu satu kelompok. Analisis pernyataan pada Contoh 1. am > 0.Contoh 1. a syarat >a a ! adalah bilangan real. a > 1 dan n n >> mm . . maka an an >> am a! ! Bukti: Karena a > 1 dan n > m. apakah yang terjadi? 3 (–2) = (–2) × (–2) × (–2) = –8 (–2)2 = (–2) × (–2) = 4 Dengan demikian. maka a > a . . maka Jadi.× na >m m>n > (Karena 0 a n > 0. a m > 0) . Bagaimanakah bila 0 < a < 1 dan a < 0? • Buat aturan hubungan antara an dan am untuk bermacam-macam nilai a di atas! • Buat laporan terkait hasil diskusi kelompokmu. berlaku ⇔ an = a n − m (Lihat Sifat-1 di atas) m a n an an a ann m n − m n−m a m a? Beri alasanmu!) = ⇔ > 1 (Mengapa × > 1 × > =1 a a a m am a am am am n an an n−m a n > 1 .maka maka a nn – >m a m> ! 0 dan an > 0. maka pilih a nn = >3 am dan ! m = 2. Matematika 13 . modifikasi ketentuan di atas supaya berlaku untuk a ≥ 1? .2! • Apa akibatnya bila syarat a > 1 tidak dipenuhi? • Perlukah diperkuat dengan syarat n > m. dengan n > m. an = –8 < 4 = am atau a n < a m. maka Apakah an > am ! yang terjadi? Pilih a = –2.2 m (a) Buktikan jika a ∈ R. maka maka .

3 Terapkan berbagai sifat eksponen untuk menentukan hasil operasi bilangan pada soal yang disajikan pada contoh. 22 × 25 = 2 × 2 × 2 × 2 × 2 × 2 × 2 dengan menggunakan Sifat-1 2 faktor 5 faktor = 2× 2× 2× 2× 2× 2× 2 7 faktor =2 2. Ujilah kebenaran hasilnya! 1.1 = 2 × 2 × 2 × 3× 3× 3 3 faktor 3 faktor = 2 ×3 3 3 3 2 2 2 2 5. =2 3 6 3× 2 ( 2 × 3= ) 2= ( 2 × 3) × ( 2 × 3) × ( 2 × 3) dengan menggunakan Definisi 1. 3.   =   ×   ×   dengan menggunakan Definisi 1. 7 = 22 + 5 25 2 × 2 × 2 × 2 × 2 = dengan menggunakan Sifat-2 kasus b 25 = 12 × 2 × 2 × 2 × 2 = 20 (2 = ) 2= ( 2 ) × ( 2 ) 3 2 5−5 3 3 3 faktor dengan menggunakan Sifat-3 = ( 2 × 2 × 2) × ( 2 × 2 × 2) 3 faktor = 2× 2× 2× 2× 2× 2 6 faktor 4.Contoh 1.1 3 3 3 3 3 faktor = 2× 2× 2 3× 3× 3 3 faktor 14 = 2 33 3 Buku Guru Kelas X .

saat periode keberapa berulang. Matematika 15 . maka –n dan –m adalah bilangan bulat positif dan –m > –n. Selanjutnya manfaatkan sifat-sifat perpangkatan dan perkalian dari bilangan berpangkat.4 dan Contoh 1. −m a a a a an > 1 ⇔ an > am (terbukti) am Contoh 1. Bukti: Karena n > m dengan n dan m bilangan bulat negatif.Diskusi • Arahkan siswa berdiskusi dengan temannya untuk memperoleh rumus perpangkatan sebagai hasil pemahaman terhadap Contoh 1. Perhatikan bilangan satuan dari perpangkatan dari 7 berikut? Perpangkatan 7 71 72 73 74 75 76 77 78 Nilai 7 49 343 2401 16807 117649 823543 5764801 Bilangan Satuan 7 9 3 1 7 9 3 1 ♦ Minta siswa melanjutkan langkah berikutnya untuk menemukan satuan dari 71234. Contoh 1. Masih ingatkah kamu. disebut sifat apakah dalam konsep perkalian? • Minta siswa membuat laporan hasil diskusi kelompoknya. Cermati sifat satuan pada tabel di atas. tentukan bilangan satuan dari 71234 tanpa menghitung tuntas.5 di atas.5 Berdasarkan sifat bilangan 7. a−m an 1 1 atau Karena a > 1 maka − n = m > 1 (Gunakan sifat a − m = m ).4 Buktikan jika a > 1 dan n > m dengan n dan m bilangan bulat negatif maka an > am.

Bilangan tersebut mempunyai bilangan satuan yang berulang untuk periode 4 sehingga. q ≥ 2 maka  a n   a n  = ( a ) n . 5. 4. 6.a sehingga c = a p . n n m p m + p    bilangan pecahan n ≠ 0. kita dapat operasikan: 71234 = 7(4 × 308 + 2).5 Misalkan a bilangan real dan a ≠ 0.6 Misalkan a bilangan real dan a ≠ 0 dengan a > 0. 2. Demikian juga bila 7 diganti dengan angka yang lain [1.   m Definisi 1. . angka terakhir dari 71234 adalah 9. q ≥ 2. Pangkat Pecahan Selanjutnya kita akan analisis sifat perpangkatan bilangan real dengan pangkat pecahan. n bilangan bulat positif didefinisikan m  1 a n =  an  . 8.    16 Buku Guru Kelas X . Definisi 1. aq Sifat-4 p m dan adalah Misalkan a adalah bilangan real dan a ≠ 0 dengan a > 0. p q p q p p adalah bilangan q q p pecahan q ≠ 0. Jika n. a q = c. Dengan menggunakan sifat eksponen. maka kita peroleh: 71234 = 7(4 x 308) × 72 Ingat: am+n = am x an 71234 = (74)308 × 72 Ingat: am×n = (am)n = (an)m 71234 = (74)308 × 72 sehingga satuan dari [71234] = satuan dari [(74)308 × 72] Satuan dari [71234] = satuan dari [(1)308] × satuan dari [72] Satuan dari [71234] = 1 × 9 Satuan dari [71234] = 9 Jadi. 3. 9] 5.atau a q = a p . m.

× a n ⇔  a n  a n ⇔ ×a an n× a..... q ≥ 2 maka  a n   a n  = ( a ) n . serta n. a  a  =     mfaktor        m faktor p faktor p faktor      1 1 1 1 1 1 p 1   m  1  n n  m  p   n an = × ×a × a n ×. .. maka  a n   a q  = a n q . Dengan demikian   m n m p  m  n   1   1  n n = a a a       an         m p m 1 1 1 1 1 1 1 p 1 m p 1 p 1 p p 1   11 1 1 1 1 1   m  m  n   m   n    1   m   p   1  n n n n n n n n n n n n n n n n n n nn n   nn n n  n    = = ⇔ ⇔ a a a a a a a a a a = a × a × = × . a × a.      Sifat-5 Matematika 17 . m. jika a bilangan real dan a ≠ 0. × ..  1 maka a =  a n  .. × a a a a a a a × a a × a × a × a a × a × a                        mfaktor                       m faktor p faktor p faktor          1 1 1   11 1 1 1  1 1p 1 1 1 1  m  1  1  m  p   n   nn  n n n n   nn n  a = × × aa ×× ×n a ⇔  a n  a n ⇔ an ×a . n ≠ 0... dan bilangan pecahan n q m p m  p  +   q. dan adalah bilangan pecahan n m+ p n p  m    dengan n ≠ 0.    m p Jika a adalah bilangan real dan a ≠ 0 dengan a > 0.. × × × × . jika a adalah bilangan real dengan a > 0...× ann   a  =     m +      m p faktor + p faktor   m+ p m+ p         m p p m+ p   m  p   1  n  m +1 (Ingat Definisi n n = ⇔  a n  a n ⇔ = a a a) =(a ) n 1.× a n ×n an × × an a...5) (terbukti)      ( =  ann           p m Jadi. . × . n adalah bilangan bulat positif. ... .Bukti: Berdasarkan Sifat-4.× a n × a n ×.

 ×  5 3  6a × b   2a  3 2  36( x × 2 y ) 2   12 x(3 y ) 2  i. 125 37 × 73 × 2 d. ⋅ − − − ⋅ − ×        33    22 66  1   10   9  b.  8a     b  x x 55 11 1 22 2x 5 2 22 f. Sederhanakanlah operasi bilangan berpangkat berikut. 122 (−5)6 × 252 d.  ÷ 2 3 2     −12(qr )  3. (−5)3 ×   ×   ×    15   3   5  2 4 5 3x 2 × y 3 c. untuk x = 2 24 x dan y = 3 2 −4a 3 × 2b5 e. untuk x = dan y = 2 3 xy 2 bb 33 − aa − 3 33⋅ ⋅ b (( − − aa ⋅⋅ b ) ÷  g. (– a × b )) × ×   ÷ aa  bb  22 55 2 4 q e. 44 22 11 11      22 a. 25 × 36 × 46 25 × 35 × 42 c. sederhanakanlah bentuk berikut. × (2 y ) 2 . 3 p q × (−3) × 4    . 2 3 (−2 p ) × (−3q )  p 2 untuk p = 4 dan q = 6 18 Buku Guru Kelas X . 2x3 × 7x4 × (3x)2  −2 p  2 2 4 b. a. 2 22 × ÷ 2 22 ( 4 4 y) ) ÷÷ ⋅ ⋅⋅ ⋅ × ⋅ (⋅( yy ) 4 × xx xyy y 33 y y 33 x x x 3y 3 44 2  3 3  x  ×   (− y ) 3 4     d. (42)3 2.1 1. Hitunglah hasil operasi bilangan berpangkat berikut.   ÷  2 2  3x × y   9x y  −3( p q ) 2  (− p )3 × (− q ) 2 × r 3   2 pqr 3  j. (a × b × c) × 33 × (b (b × .cc )) 27 a 5 4 3  24a 3 × b8   4b3 × a  h.Uji Kompetensi 1. y 5 × ( x × z )3  2  x ×y 3 b3 . . a.   × (−q) × p 5  q   1  c. 2 xy 2 2  3 3  x  ⋅   (− y ) 1 1 3  4 . 25 × 29 × 212 b. d. Dengan menggunakan sifat bilangan berpangkat.

! 1−4 + 3−4 + 5−4 + 7 −4 + . 11.. tentukan bilangan satuan dari 71234 + 72341 + 73412 + 74123 tanpa menghitung tuntas! 7.000052 ditulis sebagai 5. 9. 2 ) . Tentukan nilai x yang memenuhi a.125 x 2 c.000 km/det. Apakah prosedur tersebut dapat dipergunakan untuk pangkat positif berapapun? 6. astronomi. sehingga dalam notasi eksponen ditulis sebagai 3 E 8 m/det. Cari besaran-besaran fisika. Selanjutnya berdasarkan sifat angka 2. dan ekonomi yang nilainya dinyatakan dengan notasi eksponen. Projek Bilangan yang terlalu besar atau terlalu kcil seringkali dituliskan dalam notasi eksponen yang dituliskan sebagai a E b yang nilainya adalah a × 10b. 9. 5..4. 3. kimia. Matematika 19 .. Misalkan cepatan cahaya adalah 300. Tentukan hasil dari (2n + 2 ) 2 − 22 × 22 n 2n × 2n + 2 5. 2x = 8 b. 52012 (62010 + 32009. 22008 ) 10. Sehingga 0. Hitunglah 1−4 + 2−4 + 3−4 + 4−4 + . tentukan juga angka satuan yang diperoleh bilangan-bilangan tersebut yang dipangkatkan. Bagaimana cara termudah untuk 2008 2013 2012 2011 mencari 3 (10 + 5 . Pemenang di antara kalian adalah yang dapat mencari hasilnya dengan melakukan perkalian sesedikit mungkin. 8. 4.   =1 5 7 6 1 2 2 3 5 1 2 3 (( 6) ) 26 62 bilangan satuan dari berdasarkan sifat angka 6. Berdasarkan sifat angka 7. Misalkan kamu diminta menghitung 764. Berapa banyak perkalian yang kamu lakukan untuk mendapatkan nilai akhirnya? Bandingkan jawabanmu dengan temanmu. Tunjukkan bahwa 12001 + 22001 + 32001 + … + 20012001 adalah kelipatan 13.2 E 5. 4x = 0.. . 8. Coba tuliskan prosedur mengalikan yang paling sedikit perkaliannya untuk menghitung 764.. Tentukan tanpa menghitung tuntas. = . Sederhanakanlah a 3b 2 − a 3b 2 a b −a b 12..

� = 3.6. Perhatikan permasalahan berikut. Bilangan rasional adalah a bilangan yang dapat dinyatakan dalam bentuk . misalnya 2 = 1. bilangan irrasional adalah bilangan yang tidak dapat dinyatakan dalam bentuk pecahan.718. Bentuk akar dapat diubah menjadi bentuk pangkat dan sebaliknya.4 Seorang ahli ekonomi menemukan bahwa harga (h) dan banyak barang (b) dapat dinyatakan dalam persamaan h = 3 3 b 2 . dengan a dan b bilangan bulat dan b b ≠ 0.. dan bilangan pecahan desimal. Sedangkan.414213562373.. Bilangan irrasional merupakan bilangan yang mengandung pecahan desimal tak berhingga dan tak berpola. Bentuk Akar Pengakaran (penarikan akar) suatu bilangan merupakan inversi dari pemangkatan suatu bilangan. Bilangan rasional terdiri atas bilangan bulat. Akar dilambangkan dengan notasi ” ”. kamu harus memahami konsep bilangan rasional dan irrasional terlebih dahulu.. Bentuk akar dan pangkat memiliki kaitan erat. kebergunaan mempelajari bentuk akar di bidang ekonomi. bilangan pecahan murni. Jika nilai b = 8. Masalah-1. Contoh bilangan irrasional... Diharapkan siswa memiliki motivasi belajar matematika. dengan a adalah bilangan pokok/basis dan n adalah indeks/eksponen akar. e = 2..141592653… dan sebagainya. Sebelum mempelajari bentuk akar. maka berapa nilai h? Alternatif Penyelesaian 3 2 h = 3 3 b 2 ⇔ h = 3 8 ⇔ h = 3 3 64 ⇔ h = 3 3 4 × 4 × 4 ⇔ h = 12 Akar ke-n atau akar pangkat n dari suatu bilangan a dituliskan sebagai n a . ♦ Arahkan siswa masalah berikut untuk menunjukkan kepada siswa. 20 Buku Guru Kelas X . Bilangan rasional berbeda dengan bilangan irrasional.

Berdasarkan Sifat-5. keduanya bukan bilangan irrasional. jika dan hanya jika hasil n n a disebut bentuk akar a adalah bilangan irrasional. 1.6 disimpulkan p 3 = 1 3 p.7 Misalkan a bilangan real dan n bilangan bulat positif. karena nilai 25 adalah 5 dan nilai 64 adalah 8. Contoh: 25 dan 64 bukan bentuk akar. Perhatikan untuk kasus di bawah ini 1 1 1 1 1 1 + + 3 3 p × p × p = p3 × p3 × p3 = p3 3 3 3 = p1 = p dan perhatikan juga bahwa p × p × p = p . Latihan 1. Hubungan Bentuk Akar dan Bilangan Berpangkat Perlu diketahui bahwa bilangan berpangkat memiliki hubungan dengan bentuk akar. tidak semua bilangan yang berada dalam tanda akar merupakan bilangan irrasional. adalah bukan bentuk akar. perhatikan contoh berikut. sehingga berdasarkan Definisi 7. sehingga berdasarkan Definisi 7. Tetapi ingat. n    3 2 2 Perhatikan bahwa p3 × p3 p× × p3 p= = p 3p 2 1 1 1 1 1 1 1 1 + + 3 2 = p1 = p dan perhatikan bahwa 1 p × p = p. q ≥ 2 maka  n   n  a a    =(a) n . karena 3 27 ⇔ =3 27 ⇔ 7. Bilangan irrasional yang menggunakan tanda akar ( ) dinamakan bentuk akar. Matematika 21 . jika a adalah bilangan real dan a ≠ 0 dengan a > 0.6 disimpulkan p 2 = 1 3 1 3 1 3 p. Jika n.3 Cermatilah dan buktikan apakah berlaku secara umum bahwa p n = 1 n p. 20 ⇔ adalah bentuk akar 3 2. Agar lebih jelas.Definisi 1. p dan m p n m+ p m adalah bilangan pecahan n ≠ 0.

3 5 + 4 5 = ( 3 + 4 ) 5 = 7 5 2. Bentuk akar senama adalah bentuk akar yang mempunyai eksponen dan basis sama. 8. Secara umum dapat disimpulkan bahwa p n = pada Definisi-6. Operasi pada Bentuk Akar m n pm = ( p) n m sebagaimana diberikan a.( ( n n 2 2 2 p2 . 5 + 3 (tidak dapat disederhanakan karena akarnya tidak senama) 2−3 3 4 () 3. p 3 = 2 3 3 mm m m× n ingat! pp ) ) ==pp Ingat. sehingga berdasarkan sifat perkalian bilangan berpangkat diperoleh:  2  2  p3  = p   Jadi. Operasi Penjumlahan dan Pengurangan Bentuk Akar Operasi penjumlahan dan pengurangan pada bentuk akar dapat dilakukan apabila bentuk akarnya senama.6 Tentukan hasil penjumlahan dan pengurangan berikut dalam bentuk yang sederhana! 1. q. 2 3 4 − 3 3 4 = = − 3 4 4. dan r adalah bilangan real dan r ≥ 0 berlaku sifat-sifat berikut. 3 3 x − 3 x = ( 3 − 1) 3 x = 2 3 x 22 Buku Guru Kelas X .Perhatikan bahwa p 3 × p 3 × p 3 = p 2. p n r + q n r = ( p + q) n c r p n r − q n r = ( p − q) n c r Perhatikan contoh berikut ini! Contoh 1. Untuk setiap p.

b. maka n a n = a 2) Buktikan: jika a. Sifat perkalian dan pembagian bentuk akar dapat dicermati pada beberapa contoh berikut. c > 0 dan d > 0. maka an c a n c = bn d b d c. d ≠ 0. dst merupakan bilangan irrasional. c. 5 . maka a n c × b n d = ab n cd 3) Buktikan: jika a. q Contoh 1.7 3 1) = 8 3 1 3 = 23 2= 2= 2 6 1 6 = 26 2= 2= 2 6 3 2) 6 = 64 3) 4 3 5 × 2 3 7 = (4 × 2)( 3 5 × 7 ) = 8 3 35 1 1 4) 3 5 5 × 5 7 5 = (3 × 5)(5 5 × 5 7 ) = 15(5 35 ) = 1535 512 5) 6) 33 4 3 3 4 = 43 5 4 5 24 3 2 4 3 = 34 5 3 5 12 Latihan 1.4 1) Buktikan: jika a bilangan real dan a > 0. Matematika 23 . Operasi Perkalian dan Pembagian Bentuk Akar p Pada pangkat pecahan telah dinyatakan bahwa a q = a p . 3 + 7 . 2 − 6 . dan d bilangan real. dan d bilangan real.b. b. Merasionalkan Penyebut Bentuk Akar Kita tahu bahwa bentuk-bentuk akar seperti 2 . c. maka dikatakan sebagai penyebut irasional. Jika bentuk akar tersebut menjadi penyebut pada suatu pecahan. c > 0 dan d > 0.

. = 4. yaitu mengalikan dengan bentuk akar sekawannya. p+ q p− q r . Cara merasionalkan penyebut suatu pecahan bergantung pada bentuk pecahan itu sendiri. (bilangan irrasional).. perlu kita pahami bentuk-bentuk campuran bilangan rasional dan bilangan irrasional.. Proses ini dinamakan merasionalkan penyebut. maka = 1.645751.236068.. dan p+ q r p− q 2) Merasionalkan bentuk Sebelum kita merasionalkan bentuk-bentuk akar di atas. 1) Merasionalkan bentuk Bentuk p q q q . Jadi perkalian dengan q q q q p tidak akan mengubah nilai namun menyebabkan penyebut menjadi bilangan q rasional. Akan tetapi. prinsip dasarnya sama.. a) Jika bilangan rasional dijumlahkan dengan bilangan irrasional maka hasilnya bilangan irrasional. Contoh (1) 5 + 7 = 2. .. p dirasionalkan dengan cara mengalikannya dengan q q p p p q = . + 24 Buku Guru Kelas X . Penyebut irrasional dapat diubah menjadi bilangan rasional. = q q q q Diskusi Menurutmu mengapa penyebut bilangan pecahan berbentuk akar harus dirasionalkan? Mengapa kita harus mengalikan p dengan q q q ? q q p p Karena nilai q selalu positif.. 645751. b) Jika bilangan irrasional dijumlahkan dengan bilangan irrasional maka hasilnya bilangan irrasional. r r .. Contoh 2 + 7 = 2 + 2.

. Jika dua bilangan irrasional dikurangkan.. dan p+ q r . bagaimana hasilnya? c) Jika bilangan rasional dikalikan dengan bilangan irrasional. 2. (bilangan irrasional) (2) 2 5 + (-2 5 ) = 0 (bilangan rasional). ) ( ( ) ) ( ) ( ) ( p− q ) Contoh 1. 1 1− 2 1 3− 4 1 2− 3 × × × = + + + 1+ 2 1− 2 3+ 4 3− 4 2+ 3 2− 3 25 Matematika . Contoh 2 × 5 = 2 5 . .881643.. yaitu. Contoh: • 5 × 125 = 5 × 5 5 = 25 (25 adalah bilangan rasional) • 3× 5 3= × 15 5 =( 15 adalah bilangan irrasional) e) n a disebut bentuk akar apabila a adalah bilangan irrasional.8 Pikirkan cara termudah untuk menghitung jumlah bilangan-bilangan berikut 1 1 1 1 1 .645575.? 1+ 2 2+ 3 3+ 4 4+ 5 99 + 100 Permasalahan di atas dapat diselesaikan dengan cara merasionalkan penyebut tiap suku.. maka hasilnya dapat bilangan rasional atau bilangan irrasional. maka hasilnya bilangan irrasional. r r . = 4.. + + + + = .. Sehingga ( p + q )( p − q ) = ( p ) − ( q ) = p − q ( p + q )( p − q ) = p − ( q ) = p − q 2 2 2 2 2 ( p + q dan Bentuk p + q dan bentuk p − q saling sekawan. bentuk p + q dan p − q juga saling sekawan. p+ q p− q r .. p− q Untuk merasionalkan bentuk dapat dilakukan dengan memperhatikan sifat perkalian (a + b) (a – b) = a2 – b2. d) Jika Bilangan irrasional dikalikan dengan bilangan irrasional. Jika perkalian bentuk sekawan tersebut dilakukan maka dapat merasionalkan bentuk akar..

+ 4+ 5 4− 5 1 99 − 100 × 99 + 100 99 − 100 = 1− 2 2− 3 3− 4 4− 5 99 − 100 + + + + .... Dengan menguadratkan ruas kiri dan kanan. Contoh 1. 1 P= 1 3+ 1 3+ 3 + . 1 4− 5 × + ... + −1 −1 −1 −1 −1 = – 1 + 2 − 2 + 3 − 3 + 4 − 4 + 5 − ... diperoleh 1 P2 = 1 3+ 1 3+ 3 + ... − 99 + 100 = − 1 + 100 = −1 + 10 = 9 . 1 Perhatikan pola bilangan di ruas kanan. 1 P2 = 3 + P2 ⇔ P 2 (3 + P 2 ) = 1 ⇔ ( P 2 ) 2 + 3P 2 − 1 = 0 Dengan mengubah ke bentuk kuadrat sempurna.. Misalkan..9 Berapakah nilai 1 3+ 3+ 1 3 + . diperoleh persamaan: 3 13 ⇔ ( P 2 + )2 − = 0 2 4 26 Buku Guru Kelas X ..

 2 3 13   2 3 13  P P + − ⇔  + +  =0    2 2  2 2     3 13 ⇔ P2 = − + 2 2 3 13 1 ⇔ P= − + atau P = 2 13 − 6 2 2 2 Jadi.. (P 2 )2 + 3P 2 − 1 = 0 dengan rumus abc pada persamaan kuadrat?  2 3 13  P + +   = 0 tidak memenuhi. nilai dari 1 1 Dapatkah kamu selesaikan.10 Rasionalkan penyebut pecahan-pecahan berikut. Contoh 1.  2 2    Dapatkah kamu beri alasannya? 1 1 = 2 = 13 − adalah 2 613 − 6 2 1 2 1 3+ 3+ 1 1 3+ 3+ 3 + ... 2 2 3+ 2 (kalikan penyebut dengan bentuk sekawannya) = × 3− 2 3− 2 3+ 2 = = = 2(3 + 2 ) (3 − 2 )(3 + 2 ) b. Ingat materi persamaan kuadrat di SMP. 3 + . a.. 2 + 2 2 3 3+ 2 9 −2 9− 2 + 6 2 6+2 2 2 = = 7 7 6 2 2 6 = =7+ +7 7 7 7 7 (( )) 3 3 6− 3 = × 6+ 3 6+ 3 6− 3 = = (kalikan penyebut dengan bentuk sekawannya) (6 + 3 )(6 − 3 ) Matematika 3(6 − 3 ) 18 − 3 3 36 − 3 18 − 3 3 = 33 6 3 = − 11 11 27 .

perhatikan contoh berikut! 28 Buku Guru Kelas X .3 3 6− 3 = × 6+ 3 6+ 3 6− 3 = = (6 + 3 )(6 − 3 ) 3(6 − 3 ) c. yaitu. Perhatikan proses berikut ini! Diskusikanlah masalah berikut dengan temanmu! ( ( p+ q p− )( q )( p+ q p− ) q) Dari hasil kegiatan yang kamu lakukan. Selanjutnya. ( p + q) ± 2 pq Sekarang kita akan menyederhanakan bentuk akar yang mempunyai bentuk ( p + q) ± 2 pq . b. kamu akan memperoleh bentuk sederhananya menjadi ( p + q) ± 2 pq . 18 − 3 3 36 − 3 18 − 3 3 = 33 3 6 = − 11 11 4 4 7 4 4 7+ 5 + 5 = × = × 7 7 7 7− 5 7− 5 7+ 5 − 5 − 5 + 5 = = = = ( 4 4 ( 7 + 5 7+ 5 7 − 5 7− 5 )( ) (kalikan penyebut dengan bentuk sekawannya) 7 + 5 7+ 5 ) 4 +4 4 7 7+ 4 5 5 7 −5 7− 5 4 +4 4 7 7+ 4 5 5 = = 2 2 = 2 7 7+ 2 5 5 =2 +2 3) Menyederhanakan bentuk khusus. bentuk a.

8 + 2 15 = (5 + 3) + 2 5 × 3 = 5 + 2 5 × 3 + 3 = b. Rasionalkan penyebut pecahanpecahan berikut ini! a. Rasionalkan penyebut pecahan berikut ini! 1 a. Sederhanakan bentuk akar berikut ini! 29 Matematika . Jika 5. tentukan 2+ 3 nilai a + b! 4. 3 a 18 2. 3a + 5 d. 5 d.11 Sederhanakan bentuk akar berikut ini! a. 9−4 5 = ( 5+ 3 ) 2 = 5+ 3 5−4 5 +4 = ( 5−2 ) 2 = 5−2 Uji Kompetensi 1. 15 − 1 75 2 − 3 7 11 b. 12 24 15 b. d. 3 f. 15 20 48 f. 24 + 54 − 150 96 3. e. 4 3+ 2 − 3 5 + 2 −1 3− 2 2a c. 5− 3 4− 2 b. 2 e.2 1. 4+ 2 2a c. pecahan3 5 − 10 xy x+ y 10 12 14 + + 5+ 6 6+ 7 7+ 8 2− 3 = a + b 6 .Contoh 1. + 2+ 8 2− 8 c. Sederhanakanlah bentuk berikut ini! a.

+ 2+ 3 3+ 4 3 3 b c 3 c a = abc.. e.. 1 1 1 1 + . + 4+ 5 1.b) adalah .. 1+ 1+ 1 1 1+ 1 .. 2 + 2 + + 2++ . Bentuk 4 49 − 20 6 dapat disederhanakan menjadi .... (OSN 2005/2006) 3.000. maka x–y = .. 5. 1 = a− b + . 54 + 14 5 + 12 − 2 35 + 32 − 10 7 = 7. Jika(3+4)(3 2 +4 2 )(3 4 +4 4 )(3 8 +4 8 ) (316+416) (332+432) = (4x–3y).b adalah bilangan asli dan a ≤ b sehingga 3 + a adalah 4+ b bilangan rasional.000. 30 Buku Guru Kelas X .000 + 1. a. maka pasangan (a.. + + + 2+ 3 3+ 4 4+ 5 1... 2 3 3 2 3 3 2 3 3 . Nyatakan b dalam a dan c pada SOAL TANTANGAN 1...000 c. 5 + 2 6 c. 1 2 + 21 1 b... 19 + 8 3 b. 21 − 4 5 21 + 8 5 2. Tentukanlah nilai dari: a.000.001 6.. 4. Jika a. 43 + 12 7 d..000 + 1.

. 3) Apakah lebih baik menggunakan angka yang kamu peroleh daripada 22 menggunakan 7 Buat laporan projek ini dan paparkan di depan kelas.× Projek Tidak semua bilangan pecahan desimal tak hingga adalah bilangan irrasional. b. bilangan pecahan desimal tak 3 hingga dengan desimal berulang seperti 0.. Berdasarkan penjelasan di atas π yang bilangan irrasional tidak mungkin 22 22 sama dengan . karena dapat dinyatakan 1 sebagai pecahan murni ..333. 7 7 22 1) Berapakah kesalahan terhadap nilai π? 7 2) Dengan menggunakan prosedur yang kamu rancang di atas cari 22 pecahan yang lebih mendekati nilai π daripada (kesalahannya 7 lebih kecil). dapat dinyatakan dalam bentuk pecahan. Sebagai contoh 0. karena adalah pendekatan untuk nilai π sebenarnya. a. Rancang sebuah prosedur untuk mengkonversi bilangan pecahan desimal tak hingga dengan desimal berulang menjadi bilangan pecahan. bukanlah bilangan irrasional. Matematika 31 .. Beri contoh penerapan prosedur yang kamu rancang. Kenyataannya.333.

I adalah intensitas bunyi dengan satuan Watt per meter persegi W 2 . Logaritma merupakan suatu operasi hitung. dan I0 m adalah intensitas bunyi paling minimum yang bisa didengar orang yang sehat.2 × 10 3.2 × 10 8. Skala ini dinamakan I decibel.0 × 10–12 5.100. Masalah-1.3 × 10 Banyak masalah kehidupan yang penyelesaiannya melibatkan berbagai aturan dan sifat logaritma.00 di dalam sebuah celengan yang terbuat dari tanah liat.000) kali lebih kuat dari pada suara paling rendah yang bisa didengar. Cermatilah masalah berikut. Menemukan Konsep Logaritma Telinga manusia dapat mendengar suara dengan intensitas yang rentangnya luar biasa. ia menabung uangnya di sebuah bank dengan bunga 10% per tahun. 32 Buku Guru Kelas X . berikut ini adalah tabel intensitas bunyi beberapa objek. Alexander Graham Bell (1847–1922) menggunakan logaritma untuk menghitung skala bunyi.5 Yusuf adalah seorang pelajar kelas X di kota Kupang. yaitu 1.000.000. Namun. Agar uangnya lebih aman. Sebagai gambaran. Selama ini dia berhasil menabung uangnya sejumlah Rp1. Ia senang berhemat dan menabung uang.9. dengan D adalah skala decibel I0 bunyi. dan didefinisikan sebagai D = 10 log . Suara paling keras yang dapat didengar oleh orang yang sehat tanpa merusak gendang telinga memiliki intensitas 1 triliun (1.000.00. Berapa lama Yusuf menyimpan uang tersebut agar menjadi Rp1.000.464. dengan logaritma perhitungan ini akan menjadi lebih sederhana.000. ( ) Tabel 1.1 Intensitas bunyi beberapa suara Intensitas Bunyi W     m2  –10 –6 –4 2 Intensitas Bunyi Ambang batas bawah pendengaran Suara bisik-bisik Percakapan normal Lalu lintas padat Pesawat jet lepas landas 1.0 × 10–12.5 × 10 8. Menghitung intensitas bunyi dengan rentang begitu besar tentu sangat tidak nyaman.

000 (1+0.000.100.000 (1+0. Dalam pembahasan sebelumnya.000.000 (1+0. Sehingga bila ada persamaan 2x = 8.000 (1 + 0.464.000 dan besar uang tabungan setelah sekian tahun (Mt) = 1. Buat tabel keterkaitan antara jumlah uang Yusuf dengan waktu penyimpanan.000.000.100 = 1.1)1 1. b = 1.2 di atas.00 Pola Total Uang pada saat t 1.00.00 Rp110.000 (1+0. jelas kita lihat bahwa Yusuf harus menabung selama 4 tahun agar uangnya menjadi Rp1. dan c = t.00 Rp1. kita telah membahas tentang pemangkatan suatu bilangan. Kita tahu bahwa 23 hasilnya adalah 8 yang dapat ditulis 23 = 8. Pahami masalah dan tuliskan informasi yang diketahui pada soal. dengan memisalkan a = (1 + 0. Jika 4 = t.000 (1+0.00 Rp133.1)t. Perhatikan Tabel-1. dituliskan sebagai “log”.000.331. Selanjutnya. 464100.1)0 1. Tabel 1.464. Matematika 33 .000. maka persamaan tersebut menjadi 1.100.000.1)4. yaitu ac = b.100 = 1.00 Rp121.00 Rp1.1).000. kita akan menyelesaikan permasalahan di atas dengan menggunakan logaritma. maka nilai x yang memenuhi persamaan tersebut adalah x = 3.100 Alternatif Penyelesaian Perhatikan pola pertambahan jumlah uang Yusuf setiap akhir tahun pada tabel sebagai berikut.000. kita peroleh 1.100.000. Hal ini dapat dikaitkan dengan bentuk eksponen yang sudah dipelajari sebelumnya.1. Bagaimana cara menentukan nilai c = t = 4? Permasalahan ini dapat diselesaikan menggunakan invers dari eksponen. Diketahui: Modal awal (M0) = 1. didefinisikan sebagai berikut.464.100. Logaritma.464.000. Selanjutnya temukan model matematika yang menyatakan hubungan total uang simpanan dengan waktu menyimpan dan bunga uang.464. setelah kita mengenal sifatsifat logaritma.000.1)4 Dari tabel di atas.210.000 (1+0.100.1)3 1. besar bunga yang disediakan bank untuk satu tahun adalah 10% = 0.2 Perhitungan besar suku bunga pada setiap akhir tahun t Akhir Tahun 0 1 2 3 4 Bunga uang (10% × Total Uang) 0 Rp100.00 Rp1. Ditanya: Berapa tahun (t) Yusuf menabung agar uangnya menjadi (Mt) = 1.000.000.00 Rp1.464. yaitu logaritma.000.00 Total = Modal + Bunga Rp1.1)2 1.000.

• 2x = 5 ⇔ x = 2log 5 (notasi ⇔ dibaca jika dan hanya jika) • 3y = 8 ⇔ y = 3log 8 • 5z = 3 ⇔ z = 5log 3 Catatan: ♦ Jika logaritma dengan basis e (yaitu e ≈ 2. dan b > 0 maka alog b = c jika dan hanya jika ac = b. maka e log b ditulis ln b. Meminta siswa mendiskusikan dengan temannya. Mengapa ada syarat a > 0 dan a ≠1 Berdasarkan definisi di atas. jumlah penduduk menjadi dua kali lipat.6 Di tahun 2013 jumlah penduduk Negara X adalah 100 juta orang. dimana: a disebut basis (0 < a < 1 atau a > 1) b disebut numerus (b > 0) c disebut hasil logaritma Diskusi a > 0 a ≠ 1 dalam definisi di atas? Demikian juga dengan b > 0. Bila pertambahan penduduk 1% per tahun. kita dapatkan bentuk-bentuk berikut.8 Misalkan a. sehingga 10log a = log a. c ∈ R. 34 Buku Guru Kelas X . a a≠ ≠1 1. Masalah-1. Persentase pertambahan penduduk per tahun adalah 1% Ditanya: a) Jumlah penduduk pada tahun 2017 dan tahun 2038 b) Pada tahun berapa. b. a a> >0 0. e adalah bilangan Euler).718…. berapa jumlah penduduk negara itu pada akhir tahun 2017 dan tahun 2038? Pada tahun berapa penduduk negara itu menjadi dua kali lipat? Diketahui: Jumlah penduduk Negara X pada tahun 2013 adalah 100 juta jiwa.Definisi 1. ♦ Bilangan pokok (basis) 10 tidak ditulis.

. jelas kita lihat bahwa total penduduk pada akhir tahun 2017 adalah 104. maka persamaan tersebut menjadi 104. apakah siswa mengerti makna ketika t = 0. b = 104. setelah kita mengenal sifat-sifat logaritma. kita akan menyelesaikan permasalahan di atas dengan menggunakan logaritma.01)4. Tabel 1. Bagaimana cara menentukan nilai c = t = 4? Selanjutnya bagaimana menentukan jumlah penduduk pada akhir tahun 2038 dan tahun berapa jumlah penduduk Negara X menjadi duakali lipat.401. maka P0 = 100 juta. Selanjutnya.718.401 = 100 (1+0. kita peroleh 104.401 = 100 (1+0.Penyelesaian Jumlah penduduk di awal (P0) = 100 juta Misalkan: Pt adalah jumlah penduduk pada tahun t r adalah persentase pertambahan penduduk.0301 104.01)2 100 (1+0.01)4 2013 2014 2015 2016 2017 1 1. Berdiskusilah dengan teman dan guru.01)t. dan diketahui nilai e ≈ 2.01)1 100 (1+0. Diskusi • Misalkan P0 adalah jumlah penduduk pada saat t = 0. Hal ini dapat dikaitkan dengan bentuk eksponen yang sudah dipelajari sebelumnya.060401 Dari tabel di atas.060. bagaimana menemukan hubungan Pt dengan P0 sehingga Pt = P0 (e rt).030301 101 102. Matematika 35 . yaitu ac = b.01 1. dengan memisalkan a = (1 + 0.01 103. • Ujilah pemahaman siswa. dan Pt adalah jumlah penduduk pada akhir tahun t.401.0201 1. Perhatikan Tabel-1.3 di atas.060. dan c = t.060.01)3 100 (1+0. Jika 4 = t.3 Perhitungan jumlah penduduk Negara X untuk setiap tahun Akhir Tahun Pertambahan penduduk (1% × total penduduk) (juta) 0 Total = Jumlah Penduduk awal + Pertambahan (juta) 100 Pola Total Penduduk pada saat t 100 (1+0.01)..01)0 100 (1+0..060.

Perhatikan grafik fungsi di atas. f(x) = – 2log x. f(x) = 3log x dan f(x) = – 3log x yang disajikan berikut.Selanjutnya cermati grafik fungsi y = f(x) = 2log x. f(x) x Gambar 1.4 Perhitungan Nilai Fungsi Logaritma x 1 1 1 1 1 1 1 1 2 3 4 2 3 4 2 3 4 1 0 0 0 0 2 3 4 8 9 f(x) = 2log x f ( x) = log x f ( x) = 3 log x f ( x) = log x 1 3 1 2 36 Buku Guru Kelas X . Isilah tabel berikut.2 Grafik Fungsi Logaritma Diskusi Berdasarkan grafik di atas dan definisi tentang logaritma. Minta siswa berdiskusi dengan temannya untuk mencari sedikitnya 5 sifat dari fungsi logaritma. Minta siswa menyajikan hasil diskusi di depan kelas. Tabel 1.

a > 0 dan a ≠ 1.Mari kita definisikan fungsi logaritma. Sifat-sifat Logaritma Dari Definisi 1.12 1. Hitunglah nilai logaritma berikut. log 81 = 4 maka 34 = 81 c. log 1 = 0 karena 20 = 1 2 c. yaitu: Sifat-6. alog 1 = 0 3. log 121 = 2 maka 112 = 121 3 b. a > 0. 2–2 = maka 2log = –2 4 4 2. Contoh 1. oleh karena itu terdapat 3 sifat dasar logaritma. 43 = 64 maka 4log 64 = 3 1 1 c. 25 = 32 maka 2log 32 = 5 b. Definisi 1. alog a = 0 2. Sifat Dasar Logaritma Misalkan a dan n bilangan real. a ≠ 1 serta x > 0. log 1000 = 3 maka 103 = 1000 3. 2 a. Tulislah bentuk logaritma dari: a. alog an = n Sifat-sifat tersebut dapat diturunkan langsung dari definisi logaritma. Matematika 37 . maka 1. Tulislah bentuk pangkat dari: 11 a. x adalah variabel (peubah bebas) dan a adalah bilangan pokok atau basis.9 Fungsi Logaritma adalah suatu fungsi yang didefinisikan oleh y = f(x) = alog x dengan a bilangan real. log 2 = 1 karena 21 = 2 2 b. logaritma merupakan inversi dari perpangkatan.9. log 128 = 7 karena 27 = 128 10.

b. dan b > 0. maka y = 0 a log an = z ⇔ ax = an sehingga z = n serta alog an = n a a BEBERAPA SIFAT OPERASI LOGARITMA Sifat-7 Untuk a. 2. diperoleh: a log b = x ⇔ b = ax a log c = y ⇔ c = ay Dengan membagikan nilai b dengan c. dan c bilangan real dengan a > 0.Contoh 1. log a = x ⇔ ax = a sehingga x = 1 atau alog a = 1 log 1 = y ⇔ ay = 1. Karena a0 = 1. 3.6. berlaku b a log   = a log b − a log c c Bukti: Berdasarkan Definisi 1.6 maka diperoleh: a log b = x ⇔ b = a x a log c = y ⇔ c = a y Dengan mengalikan nilai b dengan c. a ≠ 1. 38 Buku Guru Kelas X . maka diperoleh b ax b = ⇔ = ax–y c ay c b a x–y ⇔ a log    = log a c • Simbol ⇔ dibaca jika dan hanya jika • Apakah kamu mengerti maknanya? Jika tidak bertanya kepada guru. a ≠ 1. dan b > 0. dan c bilangan real positif. b.13 1. berlaku a log ( b × c ) = a log b + a log c Bukti: Berdasarkan Definisi 1. maka: b × c = ax × ay ⇔ b × c = ax+y ⇔ alog (b × c) = x + y Substitusi nilai x dan y ⇔ alog (b × c) = alog b + alog c (terbukti) Sifat-8 Untuk a.

b.. × a   n faktor   m faktor log b n = a log b + a log b + .. a > 0. b. a ≠ 1... dan n bilangan real. berlaku c log b 1 a log b c= b = log a log a Bukti: Berdasarkan Definisi 1. dan c bilangan real positif. b ≠ 1. b ⇔ a log    = x – y c ⇔ a Substitusi nilai x dan y b a a log   = log b – log c (terbukti) c   Sifat-9 Untuk a. a ≠ 1. + a log b n faktor a ingat. b > 0.. a m = a × a × a × . × b  ingat. berlaku a log b n = n a log b Bukti: ⇔ ⇔ a   log b n = a log  b × b × b × . dan c ≠ 1. diperoleh: a log b = x ⇔ b = ax Terdapat bilangan pokok c sedemikian sehingga: c log b = clog ax ⇔ clog b = x clog a ingat.. Sifat-9 ⇔ x = ⇔ a c c log b log a c c substitusi nilai x log b = log b (terbukti) log a Matematika 39 .8. Sifat-10 a log b n = n a log b (terbukti) Sifat-10 Untuk a.

Sifat pokok 2 ⇔ alog b × blog c = y alog b ingat. b. berlaku n am log b n = (alog b). berlaku a a log b ingat. berlaku a log b × b log c = a log c Bukti: Berdasarkan Definisi 1. dan c bilangan real positif dengan a ≠ 1 dan c ≠ 1. sehingga diperoleh ac = b Buku Guru Kelas X .Karena c adalah bilangan sembarang dengan ketentuan di atas dapat dipenuhi c = b sehingga diperoleh Sifat-11 Untuk a. Sifat 6 ⇔ alog b × blog c = alog by ingat. m Bukti: (Silahkan coba sendiri) Sifat-13 Untuk a dan b bilangan real positif a ≠ 1. Misalkan alog b = c. c = by ⇔ alog b × blog c = y alog b × blog b ingat. c = by ⇔ alog b × blog c = alog c (terbukti) Sifat-12 Untuk a dan b bilangan real positif dengan a ≠ 1. Sifat pokok 2 log a 1 ⇔ a log b = b (terbukti) log a ⇔ a log b = b b log b =b Bukti: (coba sendiri) Logaritma saling invers dengan eksponen. n bilangan bulat dan m ≠ 0. dengan m.6 maka diperoleh: a log b = x ⇔ b = ax b log c = y ⇔ c = by a log b × blog c = alog ax × blog by ⇔ alog b × blog c = alog b × blog by ingat. Kita subtitusikan alog b = c ke ac = ( a ) 40 a log b .

464. Mt = 1. 4 Contoh 1. Kita akan menyelesaikan masalah tersebut dengan menggunakan konsep logaritma.2.1  10  ⇔ 4 log (1.00.100 = log 1.464.Untuk mendalami sifat-sifat di atas.000.100 = 1.000 14.1 1. perhatikan beberapa contoh berikut. Cermatilah kembali Tabel 1.14 Mari kita tinjau kembali Masalah-1.641 ⇔ log = t log 1.1 Ditanya : t Penyelesaian 1.1)t ⇔ log 1.464.000 11  ⇔ log    = t log 1.000. Contoh 1.1) = t log 1.1 10.1 ⇒ t = 4 Jadi. Berapakah nilai a yang memenuhi log2 a + log a = 6? Matematika 41 .1)t ⇔ log 1.000 + log (1. maka soal tersebut dapat dituliskan sebagai berikut: Diketahui : M0 = 1.100 – log 1. Kita dapat menyatakan hubungan total jumlah uang untuk t tahun sebagai berikut: Mt = M0 (1+i)t dimana Mt : total jumlah uang diakhir tahun t t : periode waktu i : bunga uang Dengan menggunakan notasi di atas.100.000.000.1 1. i = 0.464.15 Misal log2 a adalah notasi untuk (log a)2.1)t ] ⇔ log 1.000 (1.100 ⇔ log = t log 1.5.000.000.464.464.100 = log [1. Yusuf harus menabung selama 4 tahun agar mendapatkan uang sebesar Rp1.464.000.000 = t log1.100.000 (1+0.

16 Nyatakan b dalam a supaya berlaku alog b – 2blog a = 1! Penyelesaian a log b – 2blog a = 1 Ingat. b = atau b = a–2. nilai a yang memenuhi persamaan di atas adalah a = 0. blog a = a a ⇔ log b − a 2 −1 = 0 P ⇔ P2 – P – 2 = 0 ⇔ (P + 1)(P – 2) = 0 ⇔ P = –1 atau P = 2 ⇔ alog b = –1 atau alog b = 2 ⇔ P − Sekarang akan kita nyatakan b dalam a.Penyelesaian Misal P = log a log2 a + log a = 6 ⇔ (log a)2+ (log a) = 6 ⇔ P2 + P – 6 = 0 ⇔ (P + 3)(P – 2) = 0 ⇔ P = –3 atau P = 2 ⇔ log a = –3 atau log a = 2 ⇔ a = 10–3 atau a =102 Jadi. a a 42 Buku Guru Kelas X .001 atau a = 100. a a 2 −1 = 0 log b 1 log b Misalkan: P = alog b log b = –1 ⇔ a log b = a −1 atau alog b = 2 ⇔ a log b = a2−1 ⇔ b = a–1 ⇔ b = a–2 1 ⇔ b = a 1 Jadi. yaitu. Contoh 1.

Apakah intensitas tersebut masih aman untuk telinga manusia? 5. log a + log b − log ab 2 a c. berapakah besar bunga yang diterima Pak Thomas? 3. Diketahui log 2 = 0. log 3 = 0.000. Pada awal tahun.3 1. a.4771 dan log 7 = 0.5 b. log 3 2 = 3 1 3 d. log 10. log 1 7 9. Ia menyimpan uang tersebut selama 8 tahun. log 75 43 Matematika . 102 = 100 c. 222 333 111 222 a a − log ax x 1 d. log 1 8. log 10.25 4 e. log 0. 61 = 6 6. 4. Hitunglah nilai dari: a. Jika perhitungan bunga tiga bulanan. log 125 1 3 c. log 21 c. log 18 b. log 0. log 104 5 b. log 15 4 b. Jika 2log 3 = a dan 3log 5 = b.3 × 102 Watt per meter kuadrat. 53 = 125 b. Pesawat jet yang baru lepas landas yang memiliki intensitas 8. nyatakan bentuk berikut dalam a dan b! 2 a. 0625 = 4 1 2 c. Tulislah bentuk logaritma dari: a. Tulislah bentuk pangkat dari: a. Sederhanakan 2 22 2 22 a. b. Percakapan normal yang memiliki intensitas 3. 64 64 16 16 ×× × log log log 64 −− − ×× × log log log 16 a log 2 x + 3 ( a log x − a log y ) b. 43 = 64 d. log 0. Tentukan intensitas bunyi dari air terjun tersebut. Tentukan skala decibel suara berikut. Pak Thomas menabung Rp2. Rony menabung uang di bank sebesar Rp125.000.00. log 410 5 f. Gemuruh suara Air terjun Niagara memiliki skala decibel 90. Berapa jumlah uang Rony pada akhir tahun ke delapan jika bank memberi suku bunga majemuk 6% setahun? 2.8451 tentukan: a.3010.5 d. log = −2 9 7.000.2 × 10–6 Watt per meter kuadrat. log 27 2 d.Uji Kompetensi 1.00 selama 5 tahun dengan bunga 12% per tahun.01 = –2 0 .

b. tentukan nilai  a log ( bc )4  2 !   13. D. Jika 4log a = p dan 8log b = q maka tentukanlah a5 3 11. dalam p dan q. log 36 2 d. Untuk a > 0. log 150 100 f. Buktikan log 1 = 0 dan log 10=1! 14. Buktikan bahwa untuk a > b > 0. Nyatakan p dalam q supaya berlaku p log q – 6 qlog p = 1! 17. Jika a adalah bilangan bulat positif. Cari informasi tentang besaran lain yang menggunakan skala logaritma. log 50 16.. a. Konsep eksponen dan logaritma dapat ditemukan kembali dari berbagai pemecahan masalah nyata di sekitar kehidupan kita. tentukan nilai alog b – b log a! 12. Cari informasi ada berapa macam skala logaritma biasa dipergunakan dan beri contoh penelitian agar skala logaritma tersebut dipergunakan.25 c. log 5 30 e. 18. clog b = 4 dan a. a dan b bilangan real positif. log2 a adalah notasi untuk (log a)2. Projek Skala logaritma dipergunakan untuk banyak keperluan selain menyatakan intensitas bunyi. PENUTUP Berdasarkan sajian materi terkait berbagai konsep dan sifat eksponen dan logaritma di atas. a log b < 0 dan sebaliknya untuk 0 < a < b. 1. a ≠ 1.. Buat laporan hasil pengamatan dan sajikan di depan kelas. Jika b = a4. Berapakah nilai a yang memenuhi 2 × log2 a + log a = 6? 1 b a5 3 b a5 3 b . 2log2 a adalah notasi untuk (2log a)2. Untuk membedakan analisis menggunakan logaritma bahkan digambarkan grafik dalam skala logaritma. maka berapakah nilai a yang memenuhi 2log2 (a2 – 6a) + 2log (a2 – 6a)2 = 8. nyatakan b dalam a yang memenuhi persamaan a log2 (ba + a) – alog (ba + a)3 + 2 = 0 SOAL TANTANGAN 19. c ≠ 1. Jika alog b = 4. alog b > 0! 15. beberapa hal penting dapat kita rangkum sebagai berikut. c bilangan positif. 44 Buku Guru Kelas X .

5. Dapat ditulis misal a. tetapi 23 = 8. x sebagai eksponen dari p. hasilnya adalah c sebagai eksponen dari a. akan kita temukan konsep dan sifat-sifat persamaan dan pertidaksamaan linier dari berbagai situasi nyata kehidupan disekitar kita. Eksponen dan logaritma adalah dua operasi yang saling berbalikan. c ∈ R . Secara mendalam. 0 < a < 1. Semesta pembicaraaan pada operasi perpangkatan adalah bilangan. maka logaritma dari b dengan basis yang sama. Jika grafik fungsi eksponen dicerminkan terhadap sumbu y = x. Misalnya 23 = 8 maka 3 8 = 2 4. Perpangkatan dan penarikan akar adalah dua operasi yang saling berkebalikan. tetapi operasi eksponen belum tentu perpangkatan.2. Misalnya px = q. 3 adalah sebuah bilangan pangkat dari 2. jangan melompat-lompat. berbagai sifat-sifat dari fungsi eksponen dan logaritma serta penerapannya akan dibahas dipokok bahasan peminatan. Sama halnya dengan penemuan kembali konsep eksponen dan logaritma melalui pemecahan masalah nyata. Artinya jika suatu bilangan dipangkatkan dan hasilnya diakarkan dengan pangkat akar yang sama dengan pangkat bilangan sebelumnya. Penguasaan berbagai konsep dan sifat-sifat eksponen dan logaritma adalah prasayarat untuk mempelajari fungsi eksponen dan fungsi logaritma sebab fungsi eksponen melibatkan bilangan eksponen dan fungsi logaritma melibatkan logaritma. 6. kita akan mempelajari persamaan dan pertidaksamaan linier yang melibatkan variabel berpangkat satu. maka diperoleh grafik fungsi logaritma. Penguasaan kamu pada materi eksponen dan logaritma akan berguna untuk mempelajari materi pada bab berikutnya. Matematika 45 . jika ac = b maka a log b = c. harus dipelajari secara terurut. maka hasilnya adalah bilangan semula. Pada Bahasan 2 (Bab 2). Operasi eksponen adalah perluasan dari operasi perpangkatan yang sudah dipelajari di Sekolah Dasar dan SMP. a ≠ 1 dan b > 0. b. sebab sangat dimungkinkan penguasaan materi pada bahasan berikutnya didasari penguasaan materi pada bahasan sebelumnya. yaitu a. tetapi semesta pembicaraan pada eksponen tergantung variabel sebagai eksponen dari basisnya. dimana x dan p belum tentu bilangan. Perlu kami tekankan bahwa mempelajari materi matematika mulai bahasan 1 sampai 12. Sifat-sifat perpangkatan dapat digunakan untuk menurunkan sifat-sifat penarikan akar. Perbedaannya terletak pada semesta pembicaraannya. 3. Operasi perpangkatan pasti merupakan eksponen. Artinya jika suatu basis a dieksponenkan dengan c dan hasilnya adalah b. 7.

KOMPETENSI DASAR DAN PENGALAMAN BELAJAR Kompetensi Dasar Setelah mengikuti pembelajaran ini siswa mampu: 1. siswa memperoleh pengalaman belajar: • mampu berpikir kreatif. • • • • Orde linear Lebih dari Kurang dari Nilai mutlak . menghayati pola hidup disiplin. • mengajak siswa untuk menerapkan matematika dalam kehidupan sehari-hari. Pengalaman Belajar Melalui pembelajaran materi persamaan dan pertidaksamaan linear. menerapkan konsep nilai mutlak dalam persamaan dan pertidaksamaan linear dalam memecahkan masalah nyata. konsisten dan jujur serta menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. kritis.Bab Persamaan dan Pertidaksamaan Linear A. • mengajak untuk melakukan penelitian dasar dalam membangun konsep. 3. bertanggungjawab. 2. • mampu berpikir kritis dalam mengamati permasalahan. • mampu menghadapi permasalahan pada kasus linear dalam kehidupan sehari-hari. • siswa mampu memodelkan permasalahan. memahami dan menganalisis konsep nilai mutlak dalam persamaan dan pertidaksamaan serta menerapkannya dalam penyelesaian masalah nyata. • mengajak kerjasama tim dalam menemukan solusi permasalahan.

PETA KONSEP Matematika 47 .B.

Gambar 2. jalan!”. jalan!”. “Maju 4 langkah”.C. hal ini berarti jarak pergerakan barisan adalah 4 langkah ke depan. Arahkan siswa mempresentasikan hasil kerja kelompok dan kelompok lain diberi kesempatan menanggapi hasil kerja kelompok penyaji. Sebuah perintah dari pimpinan pasukan: “Maju 4 langkah. Besar pergerakan langkah pasukan tersebut merupakan nilai mutlak. Orientasi siswa pada situasi nyata untuk membangun inspirasi penemuan konsep nilai mutlak. bukan arahnya. tidak ditentukan arah. 48 Buku Guru Kelas X . Motivasi siswa melalui pemaparan manfaat mempelajari persamaan dan pertidaksamaan linier. Lebih jelasnya. berarti mutlak 3 langkah dari posisi diam. Jika perintah pimpinan pasukan: “Mundur 3 langkah. Menemukan Konsep Nilai Mutlak Ilustrasi: Kegiatan pramuka adalah salah satu kegiatan ekstrakurikuler yang diadakan di sebuah sekolah. ♦ Motivasi siswa mempelajari persamaan dan pertidaksamaan linear dengan menunjukkan kebergunaan berbagai konsep dan aturan matematika dalam pemecahan masalah nyata. Beri kesempatan pada siswa berdiskusi dalam kelompok belajar agar mereka terlatih bekerjasama menemukan alternatif strategi penyelesaian masalah. MATERI PEMBELAJARAN Pada saat ini. . Beri kesempatan pada siswa bertanya dan mengajukan ide-ide secara bebas dan terbuka.1 Anak Pramuka yang dilihat adalah nilainya. kita akan mempelajari beberapa ilustrasi dan kasus untuk memahami dan menemukan konsep nilai mutlak (absolut). 1. ♦ Uji pemahaman siswa terhadap berbagai kasus yang disajikan. Dalam hal ini. berarti mutlak 4 langkah dari posisi diam dan “mundur 3 langkah. mari bersama-sama mempelajari kasus-kasus di bawah ini. hal ini berarti bahwa pasukan akan bergerak melawan arah sejauh 3 langkah. Sebuah grup pramuka sedang belajar baris berbaris di lapangan sekolah pada hari Sabtu. Demikian seterusnya.

kita dapat melihat pergerakan akhir si anak dari posisi awal adalah 1 langkah saja ke belakang (x = –1). Matematika 49 . bukan arahnya. Banyak langkah yang dijalani si anak merupakan konsep nilai mutlak.2 Sketsa lompatan Dari gambar di atas. Dari posisi diam. Perhatikan sketsa berikut: Ke belakang 1 langkah Ke depan 2 langkah Ke depan 2 langkah Ke belakang 3 langkah Ke belakang 1 langkah Gambar 2. Anak panah yang pertama di atas garis bilangan menunjukkan. Jadi. Tentukanlah berapa langkah yang dijalani anak tersebut! Alternatif Penyelesaian Kita definisikan lompatan ke depan adalah searah dengan sumbu x positif. karena kita hanya menghitung banyak langkah. Sehingga banyak langkah anak tersebut adalah |2| + |-3| + |2| + |-1| + |-1| = 9 (9 langkah). Banyak langkah selalu dinyatakan dengan bilangan bulat positif walaupun arahnya ke arah sumbu x negatif. Banyak langkah dapat dinyatakan dengan nilai mutlak dari sebuah bilangan bulat. kita misalkan bahwa x = 0 adalah posisi diam si anak. Tentukanlah berapa langkah posisi akhir anak tersebut dari posisi semula! c. anak panah kedua menunjukkan 3 langkah si anak ke belakang (mengarah ke sumbu x negatif) dari posisi akhir langkah pertama. dengan demikian lompatan ke belakang adalah searah dengan sumbu x negatif. langkah pertama si anak sejauh 2 langkah ke depan (mengarah ke sumbu x positif). Misalnya mundur 3 langkah dinyatakan dengan harga mutlak negatif 3 (|-3|). Dapatkah kamu membuat sketsa lompatan anak tersebut? b. dan akhirnya 1 langkah ke belakang. kemudian 1 langkah ke belakang. dilanjutkan 2 langkah ke depan. Permasalahan: a.1 Seorang anak bermain lompat-lompatan di lapangan. demikianlah seterusnya sampai akhirnya si anak berhenti pada langkah ke 5. si anak melompat ke depan 2 langkah. kemudian 3 langkah ke belakang.Masalah-2.

.2) –1 1 (–1.. x –3 –2 –1 –3 –2 –1 0 0 1 1 2 2 3 3 4 4 |–x| = x |0| – 0 –x –x . Definisi 2. –1 0 0 1 1 2 2 . Dari contoh pada tabel tersebut. –1 0 1 2 . didefinisikan x =  − x jika jika x≥0 x<0 x Berikutnya.. kita melihat bahwa nilai mutlak akan bernilai positif atau nol.. |3| = 3 |–3| = 3 |–2| = 2 –3 –2 –1 0 1 2 3 4 |x| = x –x . Perhatikan garis bilangan berikut.0) 1 1 (1...Perhatikan Tabel 2. Tabel 2. x x Gambar 2.3 Selang Nilai Mutlak Berdasarkan Gambar 2.4) (2.1) 2 2 jika x ≥ 0 . jika x < 0 4 4 (4.1 x Misalkan x bilangan real. Nilai mutlak adalah jarak antara bilangan itu dengan nol pada garis bilangan real.y) –4 4 (–4.. dapatkah kamu menarik sebuah kesimpulan tentang pengertian nilai mutlak tersebut? Jika x adalah variabel pengganti semua bilangan real. kita akan mencoba menggambar grafik f ( x) =  − x Perhatikan beberapa titik yang mewakili grafik fungsi di atas.1) 0 0 (0.2) 50 Buku Guru Kelas X . Nilai Non Negatif 0 2 3 5 Tabel 2.3 di atas.1 berikut.. dapatkah kamu menentukan nilai mutlak x tersebut? Perhatikan bahwa x elemen himpunan bilangan real.4) –2 2 (–2. dapat diperoleh definisi nilai mutlak berikut.. Kita lakukan beberapa percobaan perpindahan posisi sebagai berikut.1 Nilai Mutlak Nilai Negatif –2 –3 –4 –5 Nilai Mutlak 2 3 4 5 0 2 3 5 Nilai Mutlak Dari ilustrasi dan tabel di atas.. –1 .2 Pasangan Titik pada Fungsi f ( x) = x x y=f(x) (x. kita tuliskan dengan x ∈ R... .

. ♦ Meminta siswa melengkapi tabel yang ada pada buku siswa seperti yang tertera pada tabel di bawah ini... Sekarang.. ... 4 2 (4. Ajukan kasus berikut untuk lebih mendalami grafik tersebut.. Buatlah tabel untuk menunjukkan pasangan titik-titik yang mewakilimempelajari nilai mutlak dalam kehidupan sehari-hari. materi.. Titik-titik yang kita peroleh pada tabel. Langkah 1.3 Pasangan Titik pada Fungsi f ( x) = x − 2 x y (x. dengan langkah-langkah berikut. 3 .. –1 ..... Selanjutnya minta siswa menggambarkan grafik fungsi f ( x) = x − 2 ...4: Grafik y = ( ) | | Gambar 2.2) BUKU PEGANGAN SISWA 48 Matematika 51 .. . .. Sekarang... ..4: Grafik y = f(x)=|x| ♦ Motivasi siswa secara internal melalui menunjukkan kebergunaan Langkah 1.. mari kita buat grafik f ( x) = x − 2 . -1 .5) –2 .5) -2 ... 2 .. . 2 .. Tabel 2.. 0 2 (0.. dengan langkah-langkah berikut.3 Grafik f ( x)  x  2 dari berbagai kemungkinan nilai bilangan riel. ..1 tabel di atas! Lengkapilah Langkah 2.2) 1 .. disajikan dalam koordinat kartesius sebagai berikut...2) Contoh 2. Letakkanlah titik – titik yang kamu peroleh pada tabel di atas. 4 2 (4. 0 2 (0... pada bidang koordinat Gambarkan grafik f ( x) =kartesius. y) -3 5 (-3..y) –3 5 (–3. mari kita bersama-sama menentukan grafik f ( x)  x  2 ... 3 .. . y x Berdasarkan definisi dan gambar grafik di atas dapat kita simpulkan bahwa harga |x| Latihan 1 pada dasarnya menyatakan besar simpangan dari titik x = 0. dengan langkah– Gambar 2. Beri kesempatan pada siswa menganalisis masalah dan makna nilai mutlak Tabel 2..2) 1 .. x langkah berikut. . x − 2 yang menyatakan besar simpangan pada titik x = 2... Buatlah tabel untuk menunjukkan pasangan titik-titik yang mewakili grafik tersebut. . y ( x.

x 3 2 1 0 1 2 3 3 2 1 1 x amati Selanjutnya. Hubungkanlah titik-titik yang sudah kamu letakkan di koordinat tersebut sesuai dengan urutan nilai x. Dapatkah kamu beri kesimpulan? x -3 -2 -1 0 3 f (1x) = x 2− p terhadap sumbu x. Gambar 2. berdasarkan . Hubungkanlah titik – titik yang sudah kamu letakkan di bidang koordinat tersebut sesuai dengan urutan nilai x. mari kita amati hubungan antara x dengan x 2 pada tabel berikut. Bagaimana dengan penyimpangan pada grafik 9 4 1 0 1 4 9 x untuk p bilangan real. Latihan 2 Latihan 2.5 Hubungan x dan x Lihatlah penyimpangan grafik terhadap sumbu x.1 Perhatikan gambar grafik dan grafik. Minta siswa menarik kesimpulan? Bagaimana dengan penyimpangan pada grafik f ( x)  x  p ? Perhatikan grafik f ( x) = x − 2 Tabel 2. y x Gambar 2. dengan 52 Guru menjelaskan kepada siswa hubungan antara x2 Buku Guru Kelas X tabel di atas.5 Titik Grafik f(x) = |x–2| Langkah 3. Letakkanlah titik-titik yang kamu peroleh pada Tabel 2.6 Titik Grafik f(x) = |x–2| Langkah 3. Lihatlah penyimpangan grafik terhadap sumbu x.3 pada koordinat kartesius. 2 2 Selanjutnya.Lengkapilah tabel di atas! Langkah 2. mari kita hubungan antara0|x| dengan 2 22 x x 3 pada tabel berikut.

. .... . . jika ax ax ++ bb==  << jika . Sementara uang yang dibelanjakan 1 1 1 2 3 pada hari Selasa hanya dari belanjaan hari Senin.4 Hubungan |x| dan x x 2 x2 1 1 1 1 2 4 2 2 3 9 3 3 –3 9 3 3 –2 4 2 2 –1 1 1 1 0 0 0 0 |x| x2 Dapatkah kamu mengambil kesimpulan hubungan antara |x| dengan tabel di atas? x 2 berdasarkan Latihan 2. dapatkah anda berikan pendefinisian berikut. Beri kesempatan pada siswa bertanya dan mengajukan ide-ide secara bebas dan terbuka. Masalah-2.. . Sekarang dia masih memiliki 2 3 4 3 4 uang sisa belanjaan sebanyak Rp1.2 Andi dalam tiga hari berturut-turut membelanjakan uangnya untuk membeli 1 1 1 2 3 keperluan sekolah.. . Matematika 53 . Arahkan siswa belajar dalam kelompok! Beri bantuan bagi siswa atau kelompok yang mengalami masalah. ..2 Dari definisi nilai mutlak yang kita berikan..... Pada hari Minggu dia menghabiskan dari uang yang 2 3 4 3 4 dimilikinya......00. ≥≥ .000..... jika .... .000. . . Pada hari Senin. dia membelanjakan uangnya Rp4. Persamaan Linear ♦ Orientasi siswa pada Masalah-1.Tabel 2.2 berikut.00 lebih sedikit dari uang yang dia belanjakan hari Minggu.. jika Cobalah mendiskusikannya dengan temanmu! 2.

000  +  − 4.000 + 6.Dapatkah kamu membuat model dari kasus permasalahan tersebut? Buatlah model tersebut.00 lebih sedikit dari belanja hari Minggu. Penyelesaian Marilah kita bersama-sama menyelesaikan permasalahan ini.000 (kalikan kedua ruas dengan 6). 2 2 6 3 6x = 3x + 3x – 24. • Tentukan berapa uang Andi sebelum dibelanjakan.000 x = 26.000 x x = + − 4.00.000  3 2  Kita buat sebuah persamaan dari kasus ini. 1 1 1 1 1 2 3 3 4 Belanja hari Selasa = × belanja hari Senin.000 + x – 8. yaitu: Uang Andi = jumlah uang yang dibelanjakan + sisa uang sehingga penyelesaian permasalahan ini.000 = 7x – 26. apakah kamu dapat menentukan uang Andi sebelum dibelanjakan? Diketahui: 1 1 1 1 1 2 3 3 4 Belanja hari Minggu = × jumlah uangnya. adalah: x  x   1 x x =   +  − 4. 54 Buku Guru Kelas X . 5 6 2 3 4 3 4 2 3 Belanja hari Senin = Rp4.000.0 000 + − + 1. 5 6 2 3 4 3 4 2 3 Ditanya: • Buatlah model matematika dari permasalahan di atas.000 Dengan demikian uang Andi mula-mula adalah Rp 26.000.000  + 1.000   3 2 2 2 x 4. Misal banyak uang Andi = x Dari yang diketahui diperoleh 1 1 1 1 1 2 3 3 4 Belanja hari Minggu = x 5 6 2 3 4 3 4 2 3 1 1 1 1 1 2 3 3 4 Belanja hari Senin = x – 4000 5 6 2 3 4 3 4 2 3 1 x  Belanja hari Selasa =  − 4.

Selanjutnya kita mendapatkan konsep mencari dugaan tahun lahir mereka dengan: Tahun lahir + Usia = Tahun sekarang sehingga dugaan tahun lahir mereka adalah: TN + 77 = 2013 atau TN = 1936 TK + 80 = 2013 atau TK = 1933 Dengan demikian.3. tetapi melalui contoh-contoh analogi. ujilah pemahaman siswa atas berbagai proses penyelesaian masalah. ♦ Beri kesempatan pada siswa mencoba menyelesaikan kasus 4. Organisasikan siswa belajar dalam kelompok.3 Di sebuah desa. yaitu 11 tahun setelah proklamasi. berkeliling mencermati berbagai kesulitan yang dialami siswa. selisih umur mereka 3 tahun. Saat itu nenek berusia 20 tahun. Beri kesempatan pada siswa memikirkan penyelesaian masalah. Berilah bantuan pada siswa yang mengalami kesulitan. mengingatkan kembali pengetahuan yang telah dimiliki siswa. terdapat sepasang manula yang tinggal di rumah tua. Nenek berusia 20 tahun. Pada saat sensus penduduk awal tahun 2013. Dapatkah kamu membuat persamaan linear dari persoalan di atas? Dapatkah kita ketahui tahun lahir mereka? Diketahui: Umur kakek – umur nenek = 3 Misalkan: Umur kakek = K Umur nenek = N Tahun lahir kakek = TK Tahun lahir nenek = TN K – N = 3. yaitu 11 tahun sesudah proklamasi 1945. tetapi mereka tidak pernah mengetahui tanggal lahirnya. Jika sekarang awal tahun 2013 maka usia nenek adalah: N = (20 – 11) + (2013 – 1945) atau N = 77 tahun sehingga dengan K – N = 3 membuat K = 80 tahun. kakek dan nenek tersebut belum memiliki KTP. Mereka hanya mengingat bahwa saat menikah. Masalah-2. Matematika 55 . memberi kesempatan bertanya terhadap hambatan yang dialami. Guru dapat memberikan bantuan ketika siswa mengalami masalah.♦ Rancang lembar aktivitas siswa dalam memecahkan masalah 2. Untuk pembuatan KTP. Amatilah mereka bekerja. kakek dan nenek diminta data tanggal lahir mereka. kemungkinan tahun lahir nenek dan kakek adalah 1936 dan 1933.

Berdasarkan informasi masalah di atas. Diskusi Coba anda teliti kasus berikut! Dapatkah kamu menjawab dan memberi komentar. kita selesaikan sebagai berikut: 1 1 1 2 3 x – 4 = (x + c) ⇔ x = 2c + 12 (notasi ⇔ dibaca jika dan hanya jika) 2 3 4 3 4 1 x = (x + 7) + 27 5 ⇔ 4x – 128= 0 ⇔ x = 32 Kita substitusi x = 32 ke x = 2c + 12 Diperoleh 32 = 2c + 12 atau c = 10 Jadi. umur ayah adalah 27 tahun lebihnya dari 1/5 umurnya pada 7 tahun yang lalu. umur ayah saat ini adalah 32 tahun.Masalah-2. Sekarang.4 Umur ayah 4 tahun yang lalu adalah 2/3 kali umur ayah pada c tahun yang akan datang. 56 Buku Guru Kelas X . Sekarang. dapat dituliskan Umur ayah 4 tahun yang lalu 2/3 kali umur ayah pada c tahun yang akan datang. 1 Artinya: x = ( x − 7) + 27 5 3. 2 atau x − 4 = ( x + c) 3 Umur ayah sekarang 27 tahun lebihnya dari 1/5 kali umurnya pada 7 tahun yang lalu. umur ayah adalah 6 tahun lebihnya dari 1/2 kali umurnya 7 tahun yang lalu. 2. (c adalah bilangan bulat positif). Misalkan umur ayah sekarang adalah x tahun. apakah kasus berikut logis? Umur Ayah 5 tahun yang lalu adalah 2/3 kali umurnya pada c tahun yang akan datang. Apakah kamu dapat menentukan umur ayah saat ini? Tentukanlah nilai c pada kasus tersebut! Alternatif Penyelesaian 1. Model yang telah diperoleh.

bentuk umum dari persamaan linear satu variabel dan dua variabel. Diberikan persamaan linear x – 4y = 12. y) yang memenuhi persamaan tersebut? Matematika 57 .2 1. sebagai berikut. Gambarkanlah grafiknya! Penyelesaian Pertama-tama kita tentukan nilai x dan y yang memenuhi persamaan x – 4y = 12 dan kita buat pada tabel berikut. dimana x : variabel a : koefisien dari x b : konstanta Definisi 2. Berapa banyak pasangan (x. Definisi 2. a dan b tidak keduanya nol.2 Persamaan linear satu variabel adalah persamaan yang didefinisikan ax + b = 0 dengan a.3 Persamaan linear dua variabel adalah persamaan yang didefinisikan ax + by + c = 0 dengan a. b ∈ R.Ketiga permasalahan di atas adalah sebuah pemahaman konsep dari bentuk persamaan linear satu variabel dan dua variabel. Secara induktif. y ∈ R. ♦ Arahkan siswa berdiskusi dengan temanya satu kelompok.y: variabel a : koefisien dari x b : koefisien dari y c : konstanta persamaan Contoh 2. dan meminta siswa mengisi tabel di atas untuk mendapatkan titik-titik yang dilalui grafik persamaan x – 4y = 12. b ∈ R dan a ≠ 0. untuk setiap x. dimana x.

untuk setiap x ∈ R. ) (16. Gambarlah grafik persamaan linear tersebut! Penyelesaian Pertama-tama kita tentukan nilai x dan y yang memenuhi persamaan y = 3x – 4 dan kita buat pada tabel berikut.y) yang memenuhi persamaan x – 4y = 12 adalah tak hingga banyaknya. –3). khususnya diketahui bahwa grafik x – 4y = 12 ini memotong sumbu x pada titik (12.0) 13 1 1 1 2 3 2 3 4 3 4 16 1 … … … … … … … … … 1 1 1 2 3 (13. Gambar 2.5 dapat dinyatakan bahwa pasangan (x.7 Grafik x – 4y = 12 Contoh 2.1). yaitu 1 1 1 2 3 HP = {(0. 58 Buku Guru Kelas X .–3).(12. 2 3 4 3 4 Dari data pasangan titik sebagai anggota himpunan penyelesaian persamaan. 0) serta memotong sumbu y pada titik (0.}.–3) 12 0 (12.y) untuk grafik x – 4y = 12 x y (x.1) 2 3 4 3 4 Dari data Tabel 2.y) 0 –3 (0.(13.(16.5 Pasangan titik (x. dapat kita gambarkan grafik x – 4y = 12 pada sumbu koordinat dengan menggunakan pasangan (x.….3 Diberikan persamaan linear y = 3x – 4. ).0).Tabel 2. y) tersebut.

6 dapat dinyatakan bahwa pasangan (x. yaitu 4 HP = {(–4.–16).-7). Dari data Tabel 2.( .8 Grafik y = 3x – 4 Definisi 2. y) yang memenuhi persamaan linear tersebut. Matematika 59 ..(–3.4 Misalkan a. –4).–13). dapat 4 dikatakan bahwa grafik y = 3x – 4 memotong sumbu x pada titik ( .Tabel 2. –7) 0 –4 (0.(–1. b.y) –4 –16 (–4.}. Himpunan penyelesaian persamaan linear ax + by = c adalah himpunan semua pasangan (x.0    .y) untuk grafik y = 3x – 4 x y (x. Gambar 2.(–2. dan c bilangan real dan a.. … .6 Pasangan titik (x. y) yang memenuhi persamaan y = 3x – 4 adalah tak hingga banyaknya.–10).0) ….(0.0) dan memotong 3 sumbu y pada titik (0. b keduanya tidak nol.. y) tersebut.–13) –2 –10 (–2.. –16) –3 –13 (–3.–4). Selanjutnya kita gambarkan grafik y = 3x – 4 pada koordinat kartesius dengan menggunakan pasangan nilai (x. –4) 4 3 0 4   3 . –10) –1 –7 (–1. 3 Dari data pasangan titik sebagai anggota himpunan penyelesaian.

tentukanlah persamaan linear yang memenuhi pasangan titik-titik tersebut. seorang calon suster akan menjalani tes sebanyak 4 kali. yaitu tes tertulis.3. y = –5x 2 3 4 3 4 4. Dapatkah sebuah persamaan linear dua variabel memiliki anggota himpunan penyelesaian adalah tepat satu atau penyelesaian tunggal? Beri contoh persamaanya! 2. psikotes. Perhatikan grafik di bawah ini! 3. akibat menghisap satu batang rokok akan mengurangi waktu hidup seseorang selama 5. tes ketrampilan. Dapatkah sebuah persamaan linear dua variabel tidak memiliki anggota himpunan penyelesaian? Beri contoh persamaannya! Uji Kompetensi 2.SEHAT. dan Tes Wawancara=85.Diskusi Berdasarkan Definisi-2. Berapa umur remaja tersebut yang berkurang sampai dia berumur 40 tahun? 2. Total nilai tes tidak boleh kurang dari 793. Untuk dapat diterima sebagai suster di RS. Seorang remaja mulai merokok 1 (satu) batang rokok perhari sejak umur 15 tahun. 1. 5x – 3y=7 1 1 1 2 3 b. Tentukanlah himpunan penyelesaian untuk setiap persamaan linear berikut ini! a. Salah satu penyakit sosial remaja sekarang ini adalah merokok.1 1. Psikotes =78. berdiskusilah dengan temanmu satu kelompok untuk menjawab beberapa pertanyaan berikut. y–4x–1=0 2 3 4 3 4 1 1 1 2 3 c.5 menit. Dari pasangan titik-titik yang diberikan. Windy adalah seorang calon suster yang telah mengikuti tes dengan hasil sebagai berikut: Tes Tertulis= 75. Tentukan nilai terendah Tes Keterampilannya agar ia dapat diterima di rumah sakit tersebut. 60 Buku Guru Kelas X . Ahli kesehatan merilis informasi bahwa. dan wawancara dengan perbandingan hasil tes berturut-turut adalah 4 : 3 : 2 : 1.

Ataukah walaupun banyak. semua persamaan linear dua variabel melalui dua titik yang sama sebenarnya adalah sama. dan h adalah tinggi badan (meter). berapa berat badan maksimal supaya tergolong berat badan normal? b. selidiki apakah hanya ada satu persamaan linear dua variabel yang melalui dua titik yang sama. tentukan batas tinggi badan agar digolongkan dalam katagori kelebihan berat badan. Jika tinggi badan orang tersebut 175 cm. Jika orang tersebut sudah memiliki berat badan 80 kg dan yang akan dikontrol adalah tinggi badan dengan melakukan suatu terapi tertentu. Buat laporan hasil kegiatanmu dan paparkan di depan kelas. Padahal. Tentukan berat maksimum astronot di bumi! 6. Ia menggunakan indeks berat badannya dengan rumus I = W/h². Matematika 61 . Seorang penderita diabetes sedang mengontrol berat badannya. • 25 < I berarti berat badan normal • 25 < I < 30 berarti kelebihan berat badan 30 < I < 35 berarti obesitas ringan • 35 < I < 40 berarti obesitas sedang • 40 < I berarti obesitas kronis a. 7.5. Berat pesawat di bumi 900 kg dan berat benda di bulan 1/6 dari berat benda di bumi. Berat astronot dan pesawatnya ketika mendarat di bulan tidak boleh melebihi 200 kg. persamaan linear dua variabel memiliki dua koefisien dan satu konstanta. Gambarkanlah grafik g(x) = |2x–1| untuk 1 < x < 10! • Projek Perhatikan bahwa persamaan linear dua variabel dapat dibuat grafiknya asal diketahui dua titik yang dilaluinya. Selidiki apa implikasi dari kenyataan ini. Apakah ini berarti ada beberapa persamaan linear dua variabel berbeda yang melalui dua titik yang sama. dengan W adalah berat badan (kg). Nilai I yang dimiliki setiap orang memiliki arti sebagai berikut. Misal.

Perubahan debit pada cuaca tidak normal adalah sebesar q liter/detik. Karena perubahan debit air tersebut bernilai q maka |x – p| = q. Selanjutnya kamu akan menyelesaikan penerapan konsep nilai mutlak tersebut ke persamaan linier.5 Sungai Bengawan Solo sering meluap pada musim hujan dan kering dimusim kemarau. Tunjukkanlah sketsa penurunan minimum dan peningkatan maksimum debit air sungai tersebut! Gambar 2. tampak jelas bahwa penurunan minimum debit air adalah (p – q) liter/detik dan peningkatan maksimum debit air adalah (p + q) liter/detik. Kamu telah menerima pemahaman lewat pengamatan terhadap beberapa kasus pada nilai mutlak dan persamaan linear satu dan dua variabel.9 Sungai Alternatif Penyelesaian Telah kamu ketahui bahwa penyimpangan dari suatu nilai tertentu dapat dinyatakan dengan harga mutlak.3. Sehingga diperoleh x = p + q atau x = p – q. Dari sketsa di atas. Misalkan debit air sungai = x Simpangan x terhadap nilai pada cuaca normal = |x – p|. Memunculkan keingintahuan siswa kebergunaan materi nilai mutlak dan persamaan linear terkait debit air. Kamu diharapkan mampu memahami aplikasi kedua konsep tersebut. Masalah-2. Jika debit air sungai tersebut adalah p liter/detik pada cuaca normal. 62 Buku Guru Kelas X . Aplikasi Nilai Mutlak pada Persamaan Linear ♦ Motivasi siswa belajar nilai mutlak kaitannya dengan persamaan linier.

dan batas berat bersih suatu kendaraan yang diperbolehkan oleh dinas angkutan umum. Dapatkah kamu membantu Budi dalam mengatasi permasalahan tersebut? Alternatif Penyelesaian Pertama sekali didefinisikan variabel-variabelnya sebagai berikut: Umur ayah = A Umur ibu = I Umur paman = P Umur bibi = B Dari penjelasan permasalahan di atas. Umur bibi satu tahun lebih muda dari ayah B – 1 = A atau B < A Dengan mengamati pola di atas. Ayah lebih muda dibanding paman A<P b. batas nilai cukup seorang pelajar agar dinyatakan lulus dari ujian. I < A. Umur bibi hanya satu tahun lebih tua dari umur ibu B + 1 = I atau B > I d. Contohnya. dan B < A. Perhatikan masalah berikut! Masalah-2. dan bibinya berdasarkan umur mereka yang lebih tua. Sementara umur bibinya hanya satu tahun lebih tua dari umur ibunya tetapi satu tahun lebih muda dari umur ayahnya. diperoleh informasi sebagai berikut. lowongan kerja mensyaratkan pelamar dengan batas usia tertentu. Ayah lebih tua dari ibu A > I atau I < A c. Urutan umur mereka mulai dari tertua ke termuda adalah P > A > B > I.4. I < B. ibu. banyak kita jumpai kasus yang melibatkan pembatasan suatu hal. Budi berencana mengurutkan umur antara ayah. Sehingga kesimpulan adalah paman lebih tua dibanding ayah. dan bibi lebih tua dibanding ibu. yaitu A < P. ayah lebih tua dibanding bibi. a. Matematika 63 . paman.6 Ayah Budi lebih muda dibanding pamannya tetapi lebih tua dari ibunya. Pertidaksamaan Linear Dalam kehidupan sehari-hari.

025x – 0. Walaupun banyak ikan yang ditangkap Pak Anto dikali dua. Suatu hari. juga masih lebih sedikit dibanding dengan tangkapan Pak Yusuf dan Pak Doni. Masalah-2. Sehingga diperoleh |(0.475x + 0.Diskusi Meminta siswa mendiskusikan masalah urutan berikut dengan menggunakan metodenya sendiri! Pak Anto.33) – (0. setelah mereka selesai memancing. Mereka selalu memancing ikan di sungai setiap Sabtu. Pada jarak berapakah lintasan peluru akan menyimpang 0. Kecepatan angin dan hentakan senjata akan mempengaruhi pergerakan peluru Gambar 2. 02) 2 ≤ 0.35)| ≤ 0.7 Seorang tentara melakukan latihan menembak di sebuah daerah kosong warga sipil. 025 x − 0. Pak Yusuf. Berdasarkan cerita di atas.05 ⇔ |0.35 = 0. dan kesimpulan yang kamu ambil berdasarkan hubungan-hubungan tersebut. maka pola lintasan peluru yang mengarah ke objek diperkirakan memenuhi persamaan 2y – x – 0. Dia berencana menembak obyek yang telah ditentukan di sebuah perbukitan. Jika x = 0 adalah posisi diam tentara tersebut.10 Tentara menembak sehingga kemung-kinan lintasan peluru dapat berubah menjadi y – 0.66 = 0.02| ≤ 0. Banyak ikan yang ditangkap Pak Anto ternyata lebih daripada banyak ikan yang ditangkap Pak Yusuf.66 = 0. Simpangan antara keduanya dapat dinyatakan sebagai selisih harga mutlak.05 ⇔ 64 (0.475x – 0. dapatkah kamu menentukan urutan mereka berdasarkan banyak ikan yang mereka tangkap? Dalam metode kasus dijelaskan variabel yang dipergunakan.35 = 0.475x – 0.05 dengan menggunakan kesetaraan x = x 2 Buku Guru Kelas X . Kenyataannya y – 0.5x + 0. hubungan antar variabel berdasarkan informasi yang ada.05 m oleh pengaruh-pengaruh perubahan arah tersebut? Alternatif Penyelesaian Lintasan peluru seharusnya 2y – x – 0. mereka menghitung banyak ikan yang mereka dapatkan masing-masing. dan Pak Doni gemar memancing.

⇔ (0,025x – 0,02)2 ≤ (0,05)2 ⇔ (0,025x – 0,02)2 – (0,05)2 ≤ 0 ⇔ [0,025x + 0,03][0,025x – 0,07] ≤ 0 Nilai pembuat nol adalah x = –1,2 atau x = 2,8 Selang nilai x yang membuat pertidaksamaan bernilai negatif adalah –1.2 ≤ x ≤ 2,8, tetapi karena x = 0 adalah posisi diam tentara atau posisi awal peluru, maka lintasan peluru haruslah pada interval x ≥ 0. Dengan demikian, interval –1,2 ≤ x ≤ 2,8 akan kita iriskan kembali dengan x ≥ 0 seperti berikut.

{x|0 ≤ x ≤ 2,8} Jadi, penyimpangan lintasan peluru akibat pengaruh kecepatan angin dan hentakan senjata sebesar 0,05 m terjadi sejauh 2,8 m dari posisi awal. Permasalah di atas dapat dinyatakan dengan grafik sebagai berikut.

Gambar 2.11 Lintasan Peluru

Dari Gambar 2,11, jelas kita lihat bahwa grafik lintasan peluru yang diprediksi mengalami penyimpangan (garis putus-putus). Penyimpangan sejauh 0,05 m akan terjadi sampai x = 2,8 m.

Matematika

65

Contoh 2.4
Selesaikanlah pertidaksamaan berikut dengan metode umum |2x + 1| ≥ |x –3|! Penyelesaian Langkah 1: Ingat bahwa x = x 2 sehingga: 2x + 1 ≥ x − 3 ⇔

( 2 x + 1) ≥ ( x − 3) 2 2 ⇔ ( 2 x + 1) ≥ ( x − 3)
2

2

⇔ 4 x2 + 4 x + 1 ≥ x2 − 6 x + 9 ⇔ 3 x 2 + 10 x − 8 ≥ 0 ⇔ ( 3x − 2 ) ( x + 4 ) ≥ 0

( bentuk kuadrat )

Langkah 2: Menentukan pembuat nol. x= 2 atau x = −4 3

Langkah 3: Letakkan pembuat nol dan tanda pada garis bilangan Langkah 4: Menentukan interval penyelesaian. Dalam hal ini, interval penyelesaian merupakan selang nilai x yang membuat pertidaksamaan bernilai positif, sesuai dengan tanda pertidaksamaan pada soal di atas. Dengan demikian arsiran pada interval di bawah ini adalah interval penyelesaian pertidaksamaan tersebut.

Langkah 5: Menuliskan kembali interval penyelesaian 2  HP =  x x ≤ −4 atau x ≥  3  Permasalahan di atas dapat diselidiki dengan memperlihatkan grafik y = |2x + 1| dan grafik y = |x + 3|, untuk setiap x ∈ R. Berdasarkan grafik pada Gambar 2.4, kita memperoleh grafik sebagai berikut. 66
Buku Guru Kelas X

f(x) = |2x + 1| f(x) = |x – 3|

1 1 1 2 3 2 3 4 3 4

Gambar 2.12 Grafik f(x) = |2x + 1| dan f(x) = |x + 3|

Pertidaksamaan |2x + 1| ≥ |x – 3| dapat dilihat sebagai grafik fungsi f(x) = |2x + 1| berada di atas grafik f(x) = |x – 3|. Dari Gambar 2.11 terlihat bahwa pernyataan itu 2   benar untuk nilai x dalam himpunan  x | x ≤ −4 atau x ≥ , x ∈ R  . Coba gambar 3   sendiri lanjutan kurvanya.

5. Aplikasi Nilai Mutlak pada Pertidaksamaan Linear Selanjutnya kita akan mengaplikasikan konsep nilai mutlak ke pertidaksamaan linier, dengan memahami dan meneliti kasus-kasus berikut.

Masalah-2.8
Seorang bayi lahir prematur di sebuah Rumah Sakit Ibu dan Anak dengan berat badan 2.200 gram. Untuk mengatur suhu tubuh bayi tetap stabil, maka harus diinkubator selama beberapa hari. Suhu inkubator harus dipertahankan berkisar antara 32OC hingga 35OC selama 2 hari. Ternyata jika berat badan berada pada interval BB: 2.100–2.500 gram, maka suhu inkubator yang harus dipertahankan adalah 34OC. Jika pengaruh Gambar 2.13 Inkubator suhu ruangan membuat suhu inkubator menyimpang sebesar 0.2OC maka hitunglah interval perubahan suhu inkubator!

Matematika

67

Alternatif Penyelesaian Pada kasus bayi ini, kita sudah mendapatkan data dan suhu inkubator yang harus dipertahankan selama 1–2 hari semenjak kelahiran adalah 34°C. Misalkan T adalah segala kemungkinan perubahan suhu inkubator akibat pengaruh suhu ruangan, dengan perubahan yang diharapkan sebesar 0.2OC, maka nilai mutlak suhu tersebut dapat kita modelkan, sebagai berikut: |T – 34OC| ≤ 0,2OC Kasus ini dapat kita selesaikan melalui cara berikut. Cara I. (Dengan mengamati sketsa)
0,2°C 0,2°C ... 33,8°C ... 33,9°C ... 34°C ... 34,1°C ... 34,2°C ... Gambar 2.14 Interval perubahan suhu

sehingga interval kenaikan suhu inkubator adalah interval T |33,8OC ≤ T ≤ 34,2OC}. Cara II. (Secara Aljabar) Dengan mengingat bahwa T = T 2 maka: |T – 34OC| ≤ 0,2OC ⇔ (T − 34∞ C) 2 ≤ 0.2∞ C (kuadratkan) O 2 O ⇔ (T – 34 C) ≤ (0,2 C)2 ⇔ (T – 34OC)2 – (0,2OC)2 ≤ 0 ⇔ [(T – 34OC) – (0,2OC)] [(T – 34OC) + (0,2OC)] ≤ 0 ⇔ [T – 34,2OC] [T – 33,8OC] ≤ 0 Nilai pembuat nol adalah T = 34,2OC atau T = 33,8OC
33,8°C 34,2°C

{T |33,8OC ≤ T ≤ 34,2OC}

68

Buku Guru Kelas X

Uji Kompetensi 2.2
Selesaikan soal-soal berikut. x 1. Sketsalah grafik y = − 2 + 6, un3 tuk setiap nilai x bilangan real dengan terlebih dahulu menampilkan pasangan titik-titik yang dilalui grafik tersebut.
x y (x,y) 3 7 (3,7) 4 ... ... 5 ... ... 6 6 (6,6) 7 ... ... 8 ... ... 9 7 (9,7) 10 ... ...

4. Buktikan: a. |a + b| ≤ |a| + |b| b. |a – b| ≤ |a| + |b| 5. Buktikan bahwa grafik persamaan linear dua variabel adalah garis lurus! 6. Gambarkanlah semua titik (x,y) pada bidang yang memenuhi |x + y| + |x – y| = 2. 7. Gambarkanlah himpunan penyelesaian ketaksamaan linear berikut ini, dalam bentuk diagram garis! a. 4 < |x + 2| + |x –1| < 5 b. |x – 2| ≤ |x +1| Pilihlah jawaban yang benar. x − 1 ax 8. Pertidaksamaan 2 x − a < + 2 3 mempunyai penyelesaian x > 5. Nilai a adalah ... (A) 2 (B) 3 (C) 4 (D) 5 (E) 6 9. Semua nilai x yang memenuhi 0 < |x – 3| ≤ 3 adalah ... (A) {x|0 < x < 3 atau 3 < x ≤ 6, x ∈ R} (B) {x|0 ≤ x < 3 atau 3 < x ≤ 6, x ∈ R} (C) {x|0 ≤ x ≤ 3 atau 3 < x ≤ 6, x ∈ R} (D) {x|0 ≤ x ≤ 3 atau 3 < x < 6, x ∈ R} (E) {x|0 < x < 3 atau 3 < x <6, x ∈ R}

2. Seekor burung camar laut terbang pada ketinggian 17 meter melihat ikan pada jarak 25 meter sehingga ia terbang menukik ke permukaan laut dan menyelam sejauh 3 meter dan langsung bergerak kembali ke permukaan dan langsung terbang kembali seperti gambar.

Jika kita asumsikan permukaan laut sebagai sumbu x maka fungsi pergerakan burung tersebut adalah f(x) = |x – a| + b dengan a, b, dan x adalah bilangan real. Tentukanlah nilai a dan b tersebut! 3. Buktikan: a. |x2| = x2 b. |x2 – 2x + 1| = x2 – 2x + 1 Petunjuk: x = x 2

Matematika

69

10. Himpunan penyelesaian dari |3x + 2| > 5 adalah ... 1 1 1 2 3 (A) {x|x < – atau x > 0, x ∈ R} 2 3 4 3 4 7 (B) {x|x< – atau x > 1, x ∈ R} 3 (C) {x|x < –1 atau x > 1, x ∈ R} 1 1 1 2 3 (D) {x|x < – atau x > 1, x ∈ R} 2 3 4 3 4 1 1 1 2 3 (E) {x|x < – atau x > 0, x ∈ R} 2 3 4 3 4

Projek
Dalam kehidupan sehari-hari terdapat banyak besaran-besaran yang nilainya dinyatakan dalam persamaan linear. Misalkan saja besar tagihan telepon terhadap pemakaian. • Dapatkan informasi tentang besaran-besaran yang nilainya dinyatakan dengan persamaan linear dan bagaimana bentuk persamaan linear tersebut. • Demikian juga dengan nilai mutlak. Ketelitian selalu dinyatakan dengan nilai mutlak, karena ketelitian tidak memperhatikan apakah penyimpangan pada nilai sebenarnya adalah positif atau negatif. Dengan kata lain, penyimpangan sebesar –0,05 adalah sama tidak telitinya dengan penyimpangan sebesar 0,05. • Dapatkan informasi tentang pengguanan nilai mutlak dalam kehidupan sehari-hari yang kamu jumpai. • Buat laporan tentang hasil pencarian dan pengkajianmu serta paparkan hasilnya di depan kelas. Akan lebih menarik apabila kamu juga membandingkan beberapa alternatif pembayaran yang ditawarkan oleh penyedia jasa (misalnya: telepon, listrik) untuk menentukan alternatif mana yang paling menguntungkan sesuai dengan penggunaan.

70

Buku Guru Kelas X

D. PENUTUP
Setelah kita membahas materi persamaan dan pertidaksamaan linear, maka dapat diambil berbagai simpulan sebagai acuan untuk mendalami materi yang sama pada jenjang yang lebih tinggi dan mempelajari bahasan berikutnya. Beberapa simpulan disajikan sebagai berikut. 1. Nilai mutlak dari sebuah bilangan adalah positif. Hal ini sama dengan akar dari

2.

3.

4.

5.

6.

0 sebuah bilangan selalu positif. Misal a ∈ R, maka a 2 = a = { −aa,, aa ≥ < 0 . Dengan demikian grafik fungsi nilai mutlak selalu berada di atas sumbu x. Persamaan dan pertidaksamaan linear dapat diperoleh dari persamaan atau fungsi nilai mutlak yang diberikan. Misalnya, jika diketahui |ax + b| = c, untuk a, b, c ∈ R, maka menurut definisi nilai mutlak diperoleh persamaan ax + b = c. Demikian juga untuk pertidaksamaan linear. Bentuk umum dari persamaan linear dinyatakan: a1x1 + a2x2 + a3x3 + ... + anxn = 0 dengan setiap koefisien dan variabelnya merupakan bilangan-bilangan real. Jika a2 = a3 = ... = an = 0, maka diperoleh persamaan linear satu variabel dan apabila a3 = a4 = ... = an = 0, maka diperoleh persamaan linear dua variabel. Pertidaksamaan linear adalah suatu kalimat terbuka yang menggunakan pertidaksamaan <, ≤, >, dan ≥. Misal a1x1 + a2x2 + a3x3 + ... + anxn > 0 dengan setiap koefisien dan variabelnya merupakan bilangan-bilangan real. Jika a2 = a3 = ... = an = 0, maka ditemukan pertidaksamaan linear satu variabel dan apabila a3 = a4 = ... = an =0, maka diperoleh pertidaksamaan linear dua variabel. Himpunan penyelesaian suatu persamaan dan pertidaksamaan linear adalah suatu himpunan yang anggotanya nilai variabel yang memenuhi persamaan atau pertidaksamaan tersebut. Banyak anggota himpunan penyelesaiannya sebuah persamaaan linear dapat (1) tepat satu, (2) lebih dari satu (berhingga atau tak berhingga banyak penyelesaian), atau (3) tidak punya penyelesaian. Grafik persamaan linear satu atau dua variabel adalah sebuah garis lurus yang mungkin memotong sumbu x dan sumbu y atau tidak memotong sumbu x tetapi memotong sumbu y atau hanya memotong sumbu y.

Konsep dan sifat-sifat persamaan dan pertidaksamaan linear telah kita temukan dan kita terapkan dalam penyelesaian masalah kehidupan dan penyelesaian masalah matematika. Penguasaan kamu terhadap berbagai konsep dan sifat-sifat persamaan dan pertidaksamaan linear adalah syarat perlu untuk mempelajari bahasan sistem persamaan linear dua variabel dan tiga variabel serta sistem pertidaksamaan linear dengan dua variabel. Kita akan temukan konsep dan berbagai sifat sistem persamaan
Matematika

71

linear dua dan tiga variabel melalui penyelesaian masalah nyata yang sangat bermanfaat bagi dunia kerja dan kehidupan kita. Persamaan dan pertidaksamaan linear memiliki himpunan penyelesaian demikian juga sistem persamaan dan pertidaksamaan linear. Pada bahasan sistem persamaan linear dua dan tiga variabel, kamu pelajari berbagai metode penyelesainya untuk menentukan himpunan penyelesaian sistem persamaan dan pertidaksamaan tersebut. Seluru konsep dan aturan-aturan yang kita temukan diaplikasikan dalam penyelesaian masalah yang menuntut kamu berpikir kreatif, tangguh menghadapi masalah, mengajukan ide-ide secara bebas dan terbuka, baik terhadap teman maupun terhadap guru.

72

Buku Guru Kelas X

Bab

Sistem Persamaan dan Pertidaksamaan Linear
A. KOMPETENSI DASAR DAN PENGALAMAN BELAJAR Kompetensi Dasar
Setelah mengikuti pembelajaran sistem persamaan dan pertidaksamaan linear, siswa mampu: 1. menghayati rasa percaya diri, motivasi internal dan sikap peduli lingkungan melalui kegiatan kemanusiaan dan bisnis dan dalam kehidupan sehari-hari; 2. memahami konsep sistem persamaan linear dua dan tiga variabel serta pertidaksamaan linear dua variabel dan mampu menerapkan berbagai strategi yang efektif dalam menentukan himpunan penyelesaiannya serta memeriksa kebenaran jawabannya dalam penyelesaian masalah matematika; 3. menggunakan SPLDV, SPLTV dan sistem pertidaksamaan linear dua variabel (SPtLDV) untuk menyajikan masalah kontekstual dan menjelaskan makna tiap besaran secara lisan maupun tulisan; 4. Membuat model matematika berupa SPLDV, SPLTV, dan SPtLDV dari situasi nyata dan matematika, serta menentukan jawab dan menganalisis model sekaligus jawabnya; 5. membuat model matematika berupa persamaan dan pertidaksamaan linear dua variabel yang melibatkan nilai mutlak dari situasi nyata dan matematika, serta menentukan jawab dan menganalisis model sekaligus jawabnya.

Pengalaman Belajar
Melalui pembelajaran materi sistem persamaan dan pertidaksamaan linear, siswa memperoleh pengalaman belajar: • menjelaskan karakteristik masalah otentik yang penyelesaiannya terkait dengan model matematika sebagai SPLDV atau SPLDV; • merancang model matematika dari sebuah permasalahan otentik yang merupakan SPLDV atau SPLDV; • menyelesaikan model matematika untuk memperoleh solusi permasalahan yang diberikan; • menginterpretasikan hasil penyelesaian masalah yang diberikan; • menemukan ciri-ciri SPLDV atau SPLDV dari model matematika; • menuliskan konsep SPLDV atau SPLDV berdasarkan ciri-ciri yang ditemukan dengan bahasanya sendiri.

• • • •

SPL SPLDV SPLTV Himpunan Penyelesaian

B. PETA KONSEP
B.

PETA KONSEP

Masalah Otentik

Persamaan

Persamaan Linear Sistem Persamaan Linear Sistem Persamaan Linear Dua Variabel (SPLDV)

Pertidaksamaan Linear Sistem Pertidaksamaan Linear Sistem Pertidaksamaan Linear Dua Variabel (SPtLDV)
Menentukan Daerah Penyelesaian

Grafik SPtLDV Eliminasi
Menentukan HP

Substitusi
Eliminasi & Substitusi

Metode Grafik Determinan Sistem Persamaan Linear Tiga Variabel (SPLTV) Eliminasi
Menentukan HP

Himpunan Penyelesaian SPLDV

Grafiik SPLDV

Substitusi Eliminasi & Substitusi Determinan

Himpunan Penyelesaian SPLTV

Buku Guru Kelas X BUKU PEGANGAN SISWA

74

74

C. MATERI PEMBELAJARAN
1. Menemukan Konsep Sistem Persamaan linear Dua Variabel Persamaan dan sistem persamaan linear dua variabel sudah kamu pelajari saat duduk di kelas VIII SMP. Pada saat ini kita perdalam kajian, pemahaman dan jangkauan pemikiran tentang konsep sistem persamaan linear dari apa yang kamu sudah miliki sebelumnya. Pola pikir dan cara belajar yang dituntut dalam mempelajari materi ini, kamu berupaya menemukan ide-ide, berpikir kritis dan kreatif dalam mencari strategi penyelesaian masalah dan mengungkapkannya, berdiskusi dengan teman, mengajukan pertanyaan kepada guru dan teman kelompok. Banyak permasalahan dalam kehidupan nyata yang menyatu dengan fakta dan lingkungan budaya kita terkait dengan sistem persamaan linear. Permasalahanpermasalahan tersebut kita jadikan bahan inspirasi dan menyusun model-model Matematika yang ditemukan dari proses penyelesaiannya. Model matematika tersebut, kita jadikan bahan abstraksi untuk membangun konsep sistem persamaan linear dan konsep sistem persamaan linear dua variabel.
♦ Untuk menemukan konsep sistem persamaan linear dua variabel, ajukan pada siswa Masalah-3.1, dan Masalah 3.2 secara berkelanjutan untuk dipecahkan. Upayakan siswa lebih dahulu berusaha memikirkan, bersusah payah mencari ide-ide, berdiskusi dalam kelompok, mencari pemecahan masalah di dalam kelompok. Guru boleh memberikan anak tangga pada siswa, tetapi upayakan mereka sendiri yang memanjatnya menuju tingkat pemahaman dan proses berpikir yang lebih tinggi. Dari beberapa model matematika berupa sistem persamaan linear yang diperoleh dari langkah pemecahan masalah, minta siswa secara individu maupun menuliskan ciri-ciri sistem persamaan linear dua variabel. Berdasarkan ciri-ciri tersebut meminta siswa menuliskan konsep sistem persamaan linear dua variabel dengan kata-katanya sendiri. Kemudian mendiskusikan hasilnya dengan teman satu kelompok.

Cermatilah masalah berikut!

Masalah-3.1
Kartu bergambar dapat dijadikan bahan inspirasi menemukan konsep dan aturan yang terkait dengan sistem persamaan linear melalui masalah yang dirancang.
Gambar 3.1 Kartu Bergambar

Anto bermain kartu Remi bersama temannya. Ketika mereka selesai bermain, Budi, adiknya Anto mengumpulkan kartu-kartu tersebut. Kemudian Ia asyik
Matematika

75

membangun rumah bertingkat yang diberi nama Rumah Kartu. Susunan kartu untuk setiap tingkatnya dapat dicermati pada gambar berikut.

Rumah Kartu 1 Tingkat

Rumah Kartu 2 Tingkat

Rumah Kartu 3 Tingkat

Rumah Kartu 4 Tingkat

Gambar 3.2 Rumah Kartu Bertingkat

Setelah Budi menyusun beberapa rumah kartu bertingkat, ia bertanya dalam pikirannya, bagaimana hubungan di antara banyak kartu dan banyak tingkat rumah. Berapa banyak kartu yang dibutuhkan untuk membangun rumah kartu 30 tingkat? Dapatkah kamu membantu Budi untuk menyelesaikan masalah tersebut? Sebelum kamu menyelesaikan masalah tersebut, kira-kira apakah tujuan masalah tersebut dipecahkan terkait materi? Pikirkan strategi apa yang kamu gunakan. Selesaikanlah masalah di atas. Agar pekerjaan kamu lebih efektif renungkan dan pikirkan beberapa pertanyaan berikut: 1) informasi apa saja yang kamu temukan dalam masalah tersebut? 2) konsep apa saja yang terkait untuk menemukan hubungan antara banyak tingkat rumah dan banyak kartu yang digunakan untuk setiap tingkatnya? 3) bagaimana strategi kamu menemukan hubungan antara banyak tingkat rumah dan banyak kartu bergambar yang digunakan? 4) misalkan t menyatakan banyak tingkat rumah dan k banyak kartu yang dipakai untuk setiap tingkat. Dapatkah kamu rumuskan aturan yang memasangkan banyak tingkat rumah dengan banyak kartu bergambar yang digunakan? 5) adakah kesulitan yang harus didiskusikan dengan teman atau bertanya kepada guru untuk menentukan hubungan antara t dan k? 6) apakah aturan pemasangan yang kamu rumuskan memenuhi situasi penyusunan kartu pada gambar di atas? 7) adakah sistem persamaan linear kamu temukan dari rumusan hubungan antara banyak kartu dan banyak tingkat? 8) dapatkah kamu menjawab permasalahan Budi? Berapa banyak kartu yang digunakan untuk membangun rumah kartu 30 tingkat?

76

Buku Guru Kelas X

Alternatif Penyelesaian Berdasarkan Gambar 3.2 di atas, diperoleh informasi sebagai berikut. Rumah kartu bertingkat 1 mengunakan kartu sebanyak 2 buah. Rumah kartu bertingkat 2 mengunakan kartu sebanyak 7 buah. Rumah kartu bertingkat 3 mengunakan kartu sebanyak 15 buah. Rumah kartu bertingkat 4 mengunakan kartu sebanyak 26 buah. Sehingga banyak tingkat dan banyak kartu dapat dikorespondensikan satu-satu membentuk suatu relasi sama dengan atau banyak kartu dapat dinyatakan dalam banyak tingkat rumah.
♦ Minta siswa menemukan aturan yang memasangkan banyak tingkat dengan banyak kartu. Diharapkan siswa melakukan hal berikut.

Banyak Tingkat Rumah (t) 1 2 3

Banyak Kartu (k) 2 7 15 26

Pola Banyak Kartu 1+1+0 4+2+1 9+3+3 16 + 4 + 6

4

♦ Arahkan siswa melihat pola, bahwa bilangan 1, 4, 9, 16 adalah kuadrat dari bilangan 1, 2, 3, 4 dan bilangan-bilangan 1, 2, 3, 4 adalah bilangan tingkat itu sendiri. Kemudian tanyakan pada siswa apakah bilangan 0, 1, 3, dan 6 dapat dinyatakan dalam t2 dan t. Diharapkan siswa menyatakan relasi berikut.

Misal x dan y adalah bilangan yang akan ditentukan sekaitkan dengan banyak kartu dan banyak tingkat rumah yang dinyatakan dalam persamaan berikut. k = x t2 + y t …………………………………………. (Persamaan-a)
♦ Untuk menentukan nilai x dan y, minta siswa mencermati kembali Gambar-3.2 di atas untuk mendapatkan dua persamaan linear dengan variabel x dan y yang saling terkait. Diharapkan siswa melakukan hal berikut:

Untuk t = 1 dan k = 2 diperoleh persamaan x + y = 2 Untuk t = 2 dan k = 7 diperoleh persamaan 4x + 2y = 7 Dengan demikian kita peroleh dua buah persamaan linear dua variabel, yaitu .....................(Persamaan-1)  x + y = 2......................................................  rsamaan-2) 4 x + 2 y = 7......................................................................(Per
Matematika

77

♦ Minta siswa mengingat kembali materi yang telah dipelajari sebelumnya di SMP tentang cara menentukan himpunan penyelesaian dua buah persamaan linear dengan berbagai metode (eliminasi, substitusi, eliminasi dan substitusi, serta metode grafik biarkan siswa yang menentukan cara apa yang mereka gunakan). Kemudian menyuruh siswa menentukan nilai x dan y. Diharapkan siswa memilih salah satu metode dan menggunakannya menentukan nilai variabel x dan y. Sebagai alternatif pilihan siswa adalah metode eliminasi.

Nilai x dan y dapat ditentukan sebagai berikut: x + y = 2 × 4 4x + 4y = 8 4x + 2y = 7 × 1 4x + 2y = 7 – 1 1 1 1 1 2 3 3 4 2y = 1 ⇒ y = 5 6 2 3 4 3 4 2 3 x + y = 2 × 2 2x + 2y = 4 4x + 2y = 7 × 1 4x + 2y = 7 – 1 1 1 1 1 2 3 3 4 –2x = –2 ⇒ x = 5 6 2 3 4 3 4 2 3  3 1   Diperoleh himpunan penyelesaiannya adalah  ,   .  2 2  
♦ Minta siswa mengevaluasi hasil yang diperoleh, apakah hasil yang diperoleh adalah solusi terbaik. Diharapkan siswa melakukan hal berikut.

k = xt 2 + yt 3 1 2 = (1) 2 + (1) (pernyataan benar) 3 2 2 x=  3 1 2  ⇒ 7 = (2) 2 + (2) (pernyataan benar) 1 2 2 y= 3 2 1 2  15 = (3) + (3) (pernyataan benar) 2 2 1 3 26 = (4) 2 + (4) (pernyataan benar) 2 2 Dapat disimpulkan, aturan pengaitan banyak tingkat dengan banyak kartu yang digunakan untuk membangun rumah kartu adalah k = xt2 + yt dengan nilai 1 1 1 1 1 2 3 31 41 1 1 1 2 3 3 4 konstanta x dan y adalah dan . 5 6 2 3 4 3 4 25 36 2 3 4 3 4 2 3 78
Buku Guru Kelas X

♦ Selanjutnya mita siswa menentukan banyak kartu yang digunakan membuat rumah kartu dengan 30 tingkat. Diharapkan siswa melakukan hal berikut.

1 1 1 1 1 1 1 2 1 3 1 3 1 14 1 21 3 13 1 4 1 2 1 3 1 3 1 4 1 2 3 3 4 Untuk t = 30, diperoleh k = t2 + t = (30)2 + (30) 5 6 2 3 5 4 6 3 2 4 3 2 54 3 6 32 43 2 4 3 5 3 6 4 2 2 3 3 4 3 4 2 3 1 1 1 1 1 2 3 3 4 k = (900) + 15 = 1365 5 6 2 3 4 3 4 2 3 Jadi, banyak kartu yang dibutuhkan membangun rumah kartu bertingkat 30 adalah 1365 buah kartu.

Perhatikan masalah berikut yang dirancang pada sebuah rumah adat salah satu suku di Indonesia.

Masalah-3.2
Atap rumah terbuat dari ijuk pohon aren (Nira). Perbandingan banyak ijuk yang digunakan untuk menutupi permukaan atap bagian bawah dengan permukaan atap bagian tengah adalah 7 : 4. Perbandingan tinggi permukaan atap bagian bawah dengan tinggi permukaan atap bagian tengah adalah 3 : 2. Coba tentukan berapa panjang alas penampang atap bagian bawah dan tengah.
Gambar 3.3 Rumah Adat

♦ Arahkan siswa memahami masalah, menggali informasi yang terkandung dalam masalah dan menginterpretasikan masalah dalam gambar dengan memperhatikan bentuk asli rumah Batak Karo pada gambar di atas. Katakan pada siswa, sebelum kamu memecahkan masalah, koordinasi pengetahuan dan keterampilan yang kamu sudah miliki untuk menemukan aturan-aturan, hubunganhubungan dan struktur-struktur yang belum diketahui. Pahamilah masalah di atas, artinya kamu tuliskan hal apa yang diketahui, apa yang ditanyakan, dan interpretasikan masalah dalam gambar. Beberapa pertanyaan yang perlu dipikirkan agar pekerjaan kamu lebih efektif. 1) Adakah konsep dan aturan matematika yang sudah dipelajari di SMP terkait dengan pemecahan masalah yang diberikan ? 2) Bagaimana menggunakan variabel untuk menyatakan masalah dalam matematika? 3) Perhatikan konsep apa yang melekat pada atap rumah bagian bawah dan tengah! 4) Apa yang dimaksud dua bangun dikatakan kongruen dan lakukan perbandingan panjang sisi-sisi kedua bangun tersebut untuk memperoleh persamaan tinggi penampang atap?

Matematika

79

5) Adakah sistem persamaan linear yang kamu temukan? 6) Bagaimana cara menentukan nilai variabel pada persamaan dengan menggunakan manipulasi aljabar dan metode yang kamu pelajari di SMP? 7) Berdasarkan nilai variabel yang kamu peroleh, dapatkah permasalahan di atas dijawab?

Alternatif Penyelesaian Diketahui: Perbandingan luas penampang atap bagian bawah dengan bagian tengah adalah 7 : 4. Perbandingan tinggi penampang atap bagian bawah dengan bagian tengah adalah 3 : 2. Ukuran garis puncak masing-masing atap adalah 4m Ditanya: a. Panjang alas penampang atap bagian bawah b. Panjang alas penampang atap bagian tengah Penyelesaian: Diharapkan siswa dapat mengilustrasikan masalah seperti gambar berikut.

♦ Menyuruh siswa memperhatikan konsep apa yang melekat pada penampang atap rumah adat tersebut.

Diharapkan siswa dapat mencermati trapesium ABCD dan melakukan hal berikut. Misalkan panjang AB = a1, ST = a2, dan DC = a3 = 4m Misal: Luas penampang atap bawah (ABCD) = L1 Luas penampang atap tengah (STCD) = L2 Karena penampang atap rumah berbentuk trapesium, maka 1 1 1 1 1 2 3 3 4 L = (AB + DC) × tinggi 5 16 2 3 4 3 4 2 3 1 1 1 1 1 2 3 3 4 L = × (a1 + a3) × t1 5 16 2 3 4 3 4 2 3 1 1 1 1 1 2 3 3 1 4 1 1 1 1 2 3 3 4 L2 = (ST + DC) × tinggi = × (a2 + a3) × t2 5 6 2 3 4 3 4 2 5 3 6 2 3 4 3 4 2 3 80

Buku Guru Kelas X

(Persamaan-1) ♦ Minta siswa mengingat kembali apa yang dimaksud dua bangun dikatakan sebangun dan mencermati bahwa trapesium ABCD dan trapesium STCD adalah sebangun. Dari hasil pengamatan tersebut. 1 1 1 1 1 2 3 3 1 4 1 1 1 1 2 3 3 4 PB = (a1 – a3) dan SQ = (a2 – a3) 5 6 2 3 4 3 4 2 5 3 6 2 3 4 3 4 2 3 Karena trapesium ABCD dan trapesium STCD adalah sebangun maka a a− a3 3 3 a 4− 4 3 3 a − PBPB t1 t1 a1 − = = ⇒ 1 3 = = 1 1 = = SQSQ t2 t2a2 a −2a− a2 a −24− 4 2 2 3 a3 2 2 a1 − a3 3 a1 − 4 3 =⇒ = a2 − a3 2 a2 − 4 2 ⇒ 2a1 – 8 = 3a2 – 12 ⇒ 2a1 – 3a2 = – 4 ∴ 2a1 – 3a2 = – 4 …………………………………. ♦ Arahkan siswa melakukan matematisasi dan manipulasi aljabar untuk mendapatkan model matematika berupa persamaan linear. siswa diharapkan melakukan matematisasi dan menemukan persamaan linear dengan variabel a1 dan a2 dengan melakukan hal berikut. dapat diartikan bahwa L1 : L2 = 7 : 4. ( a1 + a3 ) t1 = 7 ( a2 + a3 ) t2 4 ( at +=a3 7 3 ( a1 + 4 ) 7 ( a1 + 4 ) 3 ) t1 a3 = 4m dan t1 : 1 : 2 =⇒ = 2 ( a2 + a3 ) t 2 4 2 ( a2 + 4 ) 4 ( a2 + 4 ) + a3 ) t1 7 3 ( a1 + 4 ) ( a1 7 7 ( a1 + 4 ) = =⇒ = ( a2 + a3 ) t 2 4 2 ( a2 + 4 ) 4 ( a2 + 4 ) 6 L1 : L2 = 7 : 4 ⇒ = 7 6 ⇒ 6a1 + 24 = 7a2 + 28 ⇒ 6a1 – 7a2 = 4 ∴ 6a1 – 7a2 = 4 ……………………………………….Karena perbandingan banyak ijuk yang digunakan menutupi penampang atap bagian bawah dengan banyaknya ijuk yang digunakan menutupi atap bagian tengah adalah 7 : 4.…(Persamaan-2) Dengan demikian. kita telah memperoleh dua persamaan linear dengan variabel a1 dan a2 yang saling terkait.. yaitu: PB t1 = SQ t2 Matematika 81 .

... Diharapkan siswa menemukan 2 sistem persamaan linear berikut........ Sebagai alternatif pilihan siswa adalah metode subtitusi...... dan 2....... substitusi. diperoleh a1 = 4 7 ⇒ 2  a2 +  − 3a2 = −4 6 6 4 −32 4 7 4 14 8 18 24 ⇒ a2 = − a2 + − a2 = − − a2 2  a2 +  − 3 4 2 + 6 6 6 6 6 6 6 6 6 −32 14 14 8 8 18 18 24 24 4 4 −32 = == −4 −4 a2a+ == − −⇒ − − a2a a2 2 + − − a2 2 66 66 66 66 66 66 ⇒ a2 = 8 a2 = 8 ⇒ a1 = 7 4 a2 + ⇒ 2a1– 3a2 = –4 6 6 ⇒ a1 = 10 7 4 56 4 60 a2 + = + = 6 6 6 6 6 Himpunan penyelesaian persamaan linear 6a1 – 7a2 = 4 dan 2a1 – 3a2 = – 4 adalah {(10. Diharapkan siswa memilih salah satu metode dan menggunakannya.............. Dengan demikian diperoleh panjang alas penampang atap bagian bawah a1 = 10m dan panjang alas penampang atap bagian tengah a2 = 8m...........................  amaan-2)  2a1 − 3a2 = −4........... eliminasi dan substitusi....(Persamaan-3) 6 6 Subtitusikan persamaan-3 ke persamaan-2....(Persa ♦ Minta siswa mengingat kembali berbagai metode (eliminasi.. serta metode grafik biarkan siswa yang menentukan cara apa yang mereka gunakan) untuk menentukan himpunan penyelesaian dua buah persamaan linear ........ berdasarkan pengetahuan yang telah dimiliki sebelumnya di SMP.................. 82 Buku Guru Kelas X .....8)}.. Dari Persamaan-1 diperoleh 7 4 6a1 – 7a2 = 4 ⇒ a1 = a2 + …………………….........(Persamaan-1) 6a1 − 7 a2 = 4.... Kemudian menyuruh siswa menentukan nilai a1 dan a2.... ♦ Menyuruh siswa menemukan sistem persamaan linear pada langkah pemecahan masalah-1...............

...(Per Dari pemecahan masalah-2 diperoleh sistem persamaan linear ...... Berdasarkan ciri-ciri sistem persamaan linear di atas...• • Dari pemecahan masalah-1 diperoleh sistem persamaan linear ....2.............(Persamaan-1)  x + y = 2..........(Persamaan-1)  x + y = 2..........(Persa ♦ Minta siswa mengingat kembali pengertian sistem persamaan linear dua variabel yang telah dipelajari di SMP dan mencermati kembali Persamaan-1 dan 2 pada langkah pemecahan Masalah 3........................................................(Per Dari pemecahan masalah-2 diperoleh sistem persamaan linear ......................2................... Dari hasil diskusi siswa secara klasikal ditetapkan........ Himpunan penyelesaian persamaan linear 6a1 – 7a2 = 4 dan 2a1 – 3a2 = – 4 adalah {(10.... Diharapkan siswa mendapatkan dua sistem persamaan linear dua variabel berikut • • Dari pemecahan masalah-1 diperoleh sistem persamaan linear ....(Persa ♦ Guru meminta siswa menuliskan ciri-ciri sistem persamaan linear dua variabel secara individual dan mendiskusikan hasilnya secara kelompok............... Masih ingatkah kamu contoh sistem persamaan linear dua variabel ketika belajar di SMP. Perhatikan kembali setiap langkah penyelesaian Masalah-3.......... Ciri-ciri sistem persamaan linear dua variabel............................................  amaan-2) 2a1 − 3a2 = −4........................... – Memuat persamaan dengan dua variabel........8)}.........1 dan Masalah-3...............................1 dan 3.................  amaan-2) 2a1 − 3a2 = −4............ Matematika 83 ..2................................  rsamaan-2) 4 x + 2 y = 7.................................................... suruh siswa menuliskan pengertian sistem persamaan linear dua variabel dengan kata-katanya sendiri dan hasilnya diskusikan secara klasikal..  rsamaan-2) 4 x + 2 y = 7.......... Diharapkan siswa menuliskan ciri-ciri berikut...........(Persamaan-1) 6a1 − 7 a2 = 4................1 dan 3............ – Merupakan sistem persamaan linear ......................... Dengan demikian diperoleh panjang alas penampang atap bagian bawah a1 = 10m dan panjang alas penampang atap bagian tengah a2 = 8m.................................. Kemudian suruh siswa menemukan sistem persamaan linear dua variabel pada langkah pemecahan Masalah 3.............(Persamaan-1) 6a1 − 7 a2 = 4.......................................

.. b1........... Berikut ini.. ♦ Tuliskan secara individu definisi sistem persamaan linear dua variabel berdasarkan ciri-ciri yang ditemukan. apakah sistem persamaan yang diberikan termasuk contoh atau bukan contoh sistem persamaan linear dua variabel dan cermati pemahaman siswa melalui alasan-alasan yang diberikan............. Bentuk umum sistem persamaan linear dengan dua variabel x dan y adalah .......... Sistem persamaan linear dua variabel merupakan sistem persaman linear ............. c2 : konstanta persamaan ♦ Untuk lebih memahami definisi di atas........... dan c2 bilangan real.(Pers dengan a1. ♦ Temukan ciri-ciri sistem persamaan linear tersebut dan diskusikan dengan temanmu secara klasikal.. didefinisikan sistem persamaan linear dua variabel.... a2.1 Diberikan dua persamaan 84 1 1 + = 4 dan 2x + 3y = 2..... Contoh 3. x.. Kedua persamaan ini tidak x y Buku Guru Kelas X ............♦ Coba temukan contoh sistem persamaan linear dari setiap permasalahan yang merupakan sistem persamaan linear dua variabel. dengan koefisien-koefisien persamaan adalah bilangan real................ Kemudian diskusikan hasilnya dengan temanmu secara klasikal...... ajukan contoh dan bukan contoh yang ada pada buku siswa. a2 dan b2 tidak keduanya 0.. Minta siswa memberikan alasan...  samaan-2) a2 x + b2 y = c2 .... b2 : koefisien variabel y c1.....1 Sistem persamaan linear adalah himpunan beberapa persamaan linear yang saling terkait. a1 dan b1 tidak keduanya 0.... b2........ Definisi 3... y : variabel a1..2 Sistem persamaan linear dua variabel (SPLDV) adalah suatu sistem persamaan linear dengan dua variabel...... a2 : koefisien variabel x b1. Definisi 3........(Persamaan-1) a1 x + b1 y = c1 . c1...

.. (21n + 4)s + (14n + 3)t = 1 ⇒ 21ns + 14nt + 4s + 3t = 1 ⇒ 7n (3s + 2t) + (4s + 3t) = 1 Agar persamaan 7n (3s + 2t) + (4s + 3t) = 1 dipenuhi untuk setiap n.. 21n + 4 tidak dapat disederhanakan..2 Diberikan dua persamaan x = 3 dan y = –2.. Masalah-3.. maka 3s + 2t = 0 ... 14n + 3 ♦ Minta siswa mencoba sendiri untuk membuktikan masalah di atas. maka FPB dari (21n + 4) dan (14n +3 14n + 3 Karena FPB dari (21n + 4) dan (14n +3) adalah 1 maka ada bilangan bulat s dan t sedemikian hingga (21n + 4)s + (14n + 3)t = 1.. Untuk lebih mendalami sistem persamaan linear di atas cermatilah masalah berikut. 21n + 4 tidak dapat disederhanakan... maka akan ditun14n + 3 jukkan adanya bilangan bulat s dan t sehingga (21n + 4)s + (14n + 3)t = 1. Kedua persamaan linear tersebut membentuk sistem persamaan linear dua variabel sebab kedua persamaan linear tersebut dapat dinyatakan dalam bentuk x + 0y = 3 dan 0x + y = –2 dan pemaknaan setiap variabel pada kedua persamaan adalah sama. Matematika 85 ..3 Buktikan bahwa untuk setiap n... pecahan 21n + 4 tidak dapat disederhanakan.... Untuk membuktikan pecahan Bukti: Pecahan adalah 1.1 1 membentuk sistem persamaan linear dua variabel sebab persamaan + = 4 bukan x y 1 1 persamaan linear. Contoh 3.. Pers-2 Dari Persamaan 1 dan 2 diperoleh s = –2 dan t = 3. Pers-1 4s + 3t = 1 . Jika persamaan + = 4 diselesaikan diperoleh persamaan x + y x y = 4xy tidak linear...

3 Untuk nilai σ apakah sistem persamaan (σ − 3) x + y = 0   x + (σ − 3) y = 0  mempunyai penyelesaian yang tak trivial? Penyelesaian (σ – 3) x + y = 0 ⇔ y = – (σ – 3) x. Sistem persamaan linear ini memiliki suku konstan adalah nol dan mempunyai penyelesaian tunggal. yaitu. 2. 2. Diberikan 2x + 3y = 0 dan 4x + 6y = 0. Di samping itu. (3. Sehingga diperoleh x + (σ – 3) (–σ + 3) x = 0 ⇒ x + (–σ2 + 6σ – 9) x = 0 ⇒ x = (σ2 – 6σ + 9) x 86 Buku Guru Kelas X . Sistem tersebut hanya mempunyai penyelesaian trivial. Kedua sistem persamaan linear di atas adalah sistem persamaan linear yang homogen. Kita subtitusikan persamaan y = – (σ – 3) x ke persamaan x + (σ – 3) y = 0.Selanjutnya perhatikan kedua sistem persamaan linear dua variabel berikut. Apabila sebuah SPLDV mempunyai penyelesaian tidak semuanya nol dikatakan memiliki penyelesaian yang tak trivial. –2). y = 0. Untuk mendalami pemahaman kamu.3 Sistem persamaan linear homogen merupakan sistem persamaan linear dengan suku konstan sama dengan nol dan memenuhi salah satu dari dua hal berikut: 1. untuk x = 0.0). Contoh 3. Sistem persamaan linear ini memiliki lebih dari satu penyelesaian. 1. mari cermati contoh berikut. Diberikan 3x + 5y = 0 dan 2x + 7y = 0. misalnya. (–3. Apabila sebuah SPLDV hanya memiliki penyelesaian x = 0 dan y = 0 disebut penyelesaian trivial. Sistem tersebut mempunyai tak terhingga banyak penyelesaian tak trivial selain penyelesaian trivial. 2) dan termasuk (0. kedua persamaan memiliki suku konstan adalah nol dan grafik kedua persamaan berimpit. Definisi 3.

atau memiliki tepat satu penyelesaian atau memiliki tak berhingga penyelesaian! Berapa banyak kartu persegi dan segitiga yang harus diambil dari tumpukan kartu agar jumlah gambar kerbau 33 dan jumlah gambar burung 100. Jika perahu tersebut bergerak berlawanan dengan arah arus sungai dapat menempuh jarak 51km dalam 3 jam. Uji Kompetensi 3. Satu jenis lagi berbentuk segitiga yang di dalamnya terdapat gambar seekor kerbau dan dua ekor burung. 3. Angga anak Pak Purwoko memiliki setumpuk kartu. Apakah persamaan-persamaan di bawah ini membentuk sistem persamaan linear dua variabel? Berikan alasan atas jawabanmu! a. Sehingga diperoleh (σ2 – 6σ + 9) = 1 ⇒ σ2 – 6σ + 8 = 0 • Ingat makna a × b = 0 ⇒ (σ – 4)(σ – 2) = 0 ⇒ σ = 4 atau σ = 2 Agar sistem persamaan (σ – 3) x + y = 0 dan x + (σ – 3) y = 0 mempunyai penyelesaian yang tak trivial. b. x – 3 = 0 dan y – 5 = 1. Apakah benar sistem tersebut memiliki penyelesaian yang tak trivial. Sebuah perahu yang bergerak searah arus sungai dapat menempuh jarak 46km dalam 2 jam. Berapa kecepatan perahu dan kecepatan aliran air sungai? Matematika 87 .Agar mempunyai penyelesaian tak trivial. SOAL TANTANGAN 4.1 1. Jelaskan mengapa penyelesaian sebuah sistem persamaan linear (SPL) adalah salah satu dari tiga kemungkinan berikut: tidak punya penyelesaian. pastilah σ = 4 atau σ = 2. xy + 5z = 4. Lihat gambar berikut! 2. Keseluruhan kartu dapat dipilah menjadi dua bagian menurut bentuknya. Satu jenis berbentuk persegi yang di dalamnya terdapat gambar seekor kerbau dan empat ekor burung. ♦ Coba uji nilai σ = 4 atau σ = 2 ke dalam persamaan. y ∈ R dan 2x – 3z = 3. maka x ≠ 0.

Perbedaan sistem persamaan linear dua variabel dengan sistem persamaan linear tiga variabel terletak pada banyak variabel yang akan ditentukan nilainya. 2. Menemukan Konsep Sistem Persamaan linear Tiga Variabel Konsep persamaan linear dan sistem persamaan linear dua variabel sudah kamu temukan dari masalah yang bersumber dari fakta dan lingkungan budayamu. Dalam melakukan pekerjaannya. Nenek moyang kita memiliki keahlian seni ukir (seni pahat). Gambar 3. Pak Wayan memiliki keterampilan memahat patung yang diwarisi dari Kakeknya. Mereka dapat membuat berbagai jenis patung. Buat dalam bentuk laporan dan paparkan di depan kelas.4 Ukiran patung dan ornamen 88 Buku Guru Kelas X .Projek Cari sebuah SPLDV yang menyatakan pemodelan nyata yang kamu jumpai di lingkungan sekitarmu. ornamen-ornamen yang memiliki nilai estetika yang cukup tinggi. Uraikan deskripsi pemodelan tersebut dan langkahlangkah yang kamu ambil untuk dapat menyatakan pemodelan tersebut dalam SPLDV. Dengan cara yang analog kita akan menemukan konsep sistem persamaan linear tiga variabel melalui penyelesaian masalah-masalah nyata. Sekarang cermati beberapa masalah yang diajukan. Kemudian SPLDV yang kamu peroleh diinterpretasikan hasilnya. ia dibantu dua anaknya. yaitu Gede dan Putu yang sedang duduk di bangku sekolah SMK Jurusan Teknik Bangunan.

dan x zx y y z 2 8 Matematika 89 . masing-masing bagian pekerjaan. Karena Putu dan Gede bekerja setelah pulang sekolah. mereka dapat menyelesaikan pesanan dalam waktu 6 bulan. Jika Pak Wayan bekerja bersama Gede. dan z. 1⇒ . 8 +8 = + = . dan menggali informasi yang terkandung dalam masalah. Alternatif Penyelesaian Diketahui: Pesanan pembuatan ukiran patung dan ornamen rumah dengan batas waktu 5 bulan. hubungan-hubungan dan struktur-struktur yang belum diketahui). Dapatkah pesanan ukiran diselesaikan. Waktu yang dibutuhkan membuat patung dan ornamen: Pak Wayan dan Putu adalah 7 bulan Pak Wayan dan Gede adalah 6 bulan Putu dan Gede adalah 8 bulan Ditanya: a. Diharapkan siswa melakukan hal berikut.4 Suatu ketika Pak Wayan mendapat pesanan membuat 3 ukiran patung dan 1 ornamen rumah dari seorang turis asal Belanda dengan batas waktu pembuatan diberikan selama 5 bulan. Dapatkah waktu pesanan dipenuhi? ♦ Bantu siswa melakukan kegiatan matematisasi (kegiatan mengkoordinasi pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki untuk menemukan aturan-aturan. mereka berdua membutuhkan waktu 8 bulan untuk menyelesaikan pesanan ukiran tersebut. dan Gede. Pak Wayan dan Putu dapat menyelesaikan keempat jenis ukiran di atas dalam waktu 7 bulan. Misalkan: Waktu yang dibutuhkan (bulan) Pak Wayan adalah x Waktu yang dibutuhkan (bulan) Putu adalah y Waktu yang dibutuhkan (bulan) Gede adalah z Berarti pekerjaan yang dapat diselesaikan Pak Wayan. Putu. Putu. Berapa lama waktu yang digunakan Pak Wayan. b. y.Masalah-3. dan Gede dengan waktu 1 1 1 1 1 1 1 x. jika mereka bekerja sendiri-sendiri. sesuai batas waktu yang diberikan? ♦ Arahkan siswa memahami masalah.

x y x z y zx y z 1 1 1 1 1 11 1 1 Mensubtitusikan pemisalan p = . q. maka hal ini dapat dimaknai 1 1 1 1 1 8 + 8 = 1 ⇒ + = …………………………….♦ Bila Pak Wayan dan Putu bekerja bersama dalam satu bulan dapat menyelesaikan 1 1  +  bagian pekerjaan. (Persamaan-3) y z y z 8 • Temukan tiga persamaan linear yang saling terkait dari persamaan-1. q = . dan r = . dan 3 di atas! 1 11 1 1 11 1 1 11 1 1 1 1 • Miasalkan p8 =8 . (Persamaan-1) 7 6 8 90 Buku Guru Kelas X . dan c x y x zy z x y z diperoleh tiga persamaan linear yang saling terkait. ♦ Arahkan siswa menemukan tiga buah persamaan linear yang saling terkait dari persamaan a. (Persamaan-1) x y x y 7 ♦ Bila Pak Wayan dan Gede bekerja bersama dalam satu bulan dapat menyelesaikan 1 1  +  bagian pekerjaan. Karena Putu dan Gede membutuhkan 8 bulan  y z menyelesaikan pekerjaan.1 + 1 ⇒ ⇒=r + + . Karena Wayan dan Putu membutuhkan 7 bulan x y menyelesaikan pekerjaan. (Persamaan-2) x z x z 6 ♦ Bila Putu dan Gede bekerja bersama dalam satu bulan dapat menyelesaikan 1 1  +  bagian pekerjaan. dan r dengan memilih salah satu metode yang telah dipelajari sebelumnya! Sebagai alternatif pilihan adalah metode campuran eliminasi dan subtitusi. dan c di atas. maka hal ini dapat dimaknai 1 1 1 1 1 7 + 7 = 1 ⇒ + = ……………………………. q = . 1 1 1 1 1 11 1 1 Misalkan: p = . Diharapkan siswa melakukan kegiatan berikut.+ q8 = = dan = 8 + 8= 1 + ⇒ 8 =. yaitu 1 1 1 p + q = ⇒ 7p + 7q = 1 ………………………………. b. Karena Wayan dan Gede membutuhkan 6 bulan x z menyelesaikan pekerjaan. b. 2.= = x zx x z zy z y y8 z z 8 8 • Tentukan nilai p. dan r = ke dalam persamaan-a. maka hal ini dapat dimaknai 1 1 1 1 1 6 + 6 = 1 ⇒ + = …………………………….

. Sebagai alternatif pilihan siswa adalah metode campuran eliminasi dan subtitusi. q dan r dengan memilih salah satu metode yang telah dipelajari sebelumnya. 44 z 672 50 Matematika 91 . (Persamaan-3) ♦ Minta siswa menentukan nilai p. Dengan menerapkan metode eliminasi pada persamaan-a dan b diperoleh: 7p + 7q = 1 × 6 42p + 42q = 6 6p + 6r = 1 × 7 42p + 42r = 7 – 42q – 42r = –1 ∴ 42q – 42r = –1 ……………………………………………. 8 x 672 62 1 34 672 q = dan q = ⇒y= = 19.1 1 p+r= 7 6 1 1 1 q+r= 7 6 8 1 ⇒ 6p + 6r = 1 ………………………………. 76 y 672 34 672 1 50 r = dan r = ⇒z= = 13. (Persamaan-2) 8 ⇒ 8q + 8r = 1 ………………………………. (Persamaan-1) Dengan menerapkan metode eliminasi pada persamaan-c dan 1 diperoleh 8q + 8r = 1 × 42 336q + 336r = 42 42q – 42r = –1 × 8 336q – 336r = –8 – Dari 672 r = 50 diperoleh r = r= 672r = 50 50 34 62 672 672 672 50 34 62 50 34 62 disubtitusikan ke persamaan 8q + 8r = 1 diperoleh q = 672 672 672 672 672 672 50 34 62 50 34 62 q= disubtitusikan ke persamaan 7p + 7q = 1 diperoleh p = 672 672 672 672 672 672 Sebelumnya telah kita misalkan 1 62 672 p = dan p = ⇒x= = 10.

karet. y. kita temukan konsep dan aturan-aturan Matematika secara formal. jika Pak Wayan dan kedua anaknya bekerja secara bersama-sama.76 bulan. Permasalahannya terkait pemakaian pupuk yang harganya cukup mahal. dan I Gede dapat menyelesaikan sendiri pesanan dalam waktu 13. waktu yang diperlukan Pak Wayan dan kedua anaknya untuk menyelesaikan 1 set pesanan ukiran patung dan ornamen. 92 Buku Guru Kelas X . Diharapkan siswa melakukan kegiatan berikut Karena x.84 bulan. Selanjutnya bantu siswa mengevaluasi apakah pesanan dapat dipenuhi dengan batas waktu yang ditentukan. Cermati masalah petani di daerah Toba berikut ini! Mata pencaharian rakyat di Daerah Tapanuli pada umumnya adalah sebagai petani padi dan palawija. dan generalisasi). Jika bekerja secara individual. melakukan abstraksi. dan coklat. Putu dan Gede menyelesaikan 1 set pesanan ukiran. Sekarang mari kita angkat sebuah permasalahan yang dihadapi para petani padi di Kecamatan Porsea di Kabupaten Toba Samosir. karyawan. dan para pedagang dapat dicermati lebih jauh.44 bulan. Jadi. dan sebagai pedagang (khususnya yang tinggal di daerah wisata Danau Toba). maka ternyata pekerjaan (pesanan) tersebut dapat diterima dan dipenuhi. jika mereka bekerja secara bersama-sama adalah 1 t = 34 50   62 + +   672 672   672 = 672 146 t = 4. maka Pak Wayan dapat menyelesaikan sendiri pesanan dalam waktu 10. idealisasi. pemodelan masalah secara Matematika.♦ Ingatkan kembali siswa pada pengetahuan sebelumnya bahwa waktu yang dibutuhkan menyelesaikan pekerjaan adalah hasil bagi jarak (satu unit pesanan) yang ditempuh dengan kecepatan (keahlian dalam bekerja). karyawan perkebunan sawit. Ketika kita menyelesaikan masalah-masalah tersebut menggunakan kerja matematika (coba-gagal. matematisasi.6 bulan Karena waktu yang diberikan turis adalah 5 bulan. Keterkaitan dan kebergunaan Matematika (khususnya materi sistem persamaan linear ) untuk menyelesaikan masalah yang dialami para petani. Putu dapat menyelesaikan sendiri pesanan dalam waktu 19. dan z berturut-turut menyatakan waktu yang dibutuhkan Pak Wayan.

000. dan Rp150. Harga per karung untuk setiap jenis pupuk Rp75.000.000y + 150. y dan z dengan memilih salah satu metode yang telah dipelajari sebelumnya. Terdapat tiga jenis pupuk (Urea.. Diharapkan siswa melakukan kegiatan berikut. SS..00.Masalah-3.020. TSP} yang harus digunakan agar hasil panen padi lebih maksimal.5: Pematang sawah Pak Panjaitan dan Rp150. Ditanya: Berapa karung untuk tiap-tiap jenis pupuk yang harus dibeli Pak Panjaitan? ♦ Bantu siswa melakukan kegiatan matematisasi (kegiatan mengkoordinasi pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki untuk menemukan aturan-aturan.000..000z = 4.000. – Pemakaian pupuk Urea 2 kali lebih banyak dari pupuk SS. Alternatif Penyelesaian Diketahui: – Tiga jenis pupuk: Urea... Rp120. hubungan-hubungan dan struktur-struktu yang belum diketahui).. Sebagai alternatif pilihan siswa adalah metode eliminasi dan subtitusi.00... – Banyak pupuk yang dibutuhkan 40 karung. TSP. – Dana yang tersedia Rp4..000. Rp120...020. Gambar 3....000.00.000 …... SS.. (Persamaan-3) ♦ Minta siswa menentukan nilai x. Matematika 93 ... (Persamaan-1) x = 2y ……………………………………………….. (Persamaan-2) 750x + 120.. Harga per karung setiap jenis pupuk adalah Rp75.……………………………………….020..000. Diharapkan siswa melakukan hal berikut..000. Banyak pupuk yang dibutuhkan Pak Panjaitan sebanyak 40 karung.00.00. Sementara dana yang disediakan Pak Panjaitan untuk membeli pupuk adalah Rp4.00.00.00.. x + y + z = 40 . Pemakaian pupuk Urea 2 kali banyaknya dari pupuk SS. Misalkan: x adalah banyak pupuk Urea yang dibutuhkan (karung) y adalah banyak pupuk SS yang dibutuhkan (karung) z adalah banyak pupuk TSP yang dibutuhkan (karung) Berdasarkan informasi di atas diperoleh hubungan-hubungan sebagai berikut. Berapa karung untuk setiap jenis pupuk yang harus dibeli Pak Panjaitan.5 Pak Panjaitan memiliki dua hektar sawah yang ditanami padi dan sudah saatnya diberi pupuk.….

. sehingga diperoleh x = 2y dan 75x + 120y + 150z = 4.................................5..........................• Subtitusikan Persamaan-2 ke dalam Persamaan-1...................... 75.....000..4 dan 3. Dengan demikian nilai x = 22..........4 dan 3.........................................020 ⇒ 150y + 120y + 150z = 4............020 Sederhanakan persamaan sehingga diperoleh ∴ 27y + 15z = 402 …………………………..... (Persamaan-1)  x + y + z = 40. dan 7 sak pupuk TSP......020....... (Persamaan-4) • Subtitusikan Persamaan-2 ke dalam Persamaan-3.......... Kemudian suruh siswa menemukan sistem persamaan linear tiga variabel pada langkah pemecahan Masalah 3...........  .......5 diperoleh sistem persamaan linier .......…… (Persamaan-5) Untuk menentukan nilai y atau z.......... Diharapkan siswa mendapatkan sistem persamaan linear tiga variabel berikut... • Dari penyelesaian Masalah 3.. Dapat diinterpretasikan bahwa banyak pupuk yang harus dibeli Pak Panjaitan dengan uang yang tersedia adalah 22 sak pupuk Urea...... sehingga diperoleh x = 2y dan x + y + z = 40 ⇒ 2y + y + z = 40 ∴ 3y + z = 40 ……………………………………….. ....................... diperoleh z = 7..........000 x + 120........... (Persamaan-3)  Dari penyelesaian Masalah 3.. (Pe 8q + 8r = 1.................000 z = 4............... 2 dan 3 pada langkah pemecahan Masalah 3.............. terapkan metode eliminasi terhadap Persamaan-4 dan Persamaan-5....... (Persamaan-1) 7 p + 7 q = 1.. dan z = 7.... y = 11......... 11 sak pupuk SS...........5........4 diperoleh sistem persamaan linear ............... ♦ Minta siswa mengingat kembali pengertian sistem persamaan linear dua variabel yang telah dipelajari sebelumnya dan mencermati kembali Persamaan-1...............020 ⇒ 270y + 150z = 4........ (Persamaan-2)  x = 2 y...  ersamaan-2) 6 p + 6r = 1........ (Persamaan-3)  94 Buku Guru Kelas X • .... 3y + z = 40 × 15 45y + 15z = 600 27y + 15z = 402 × 1 27y + 15z = 402 – 18y = 198 18y = 198 ⇒ y = 11 y = 11 dan x = 2y ⇒ x = 22 Dengan subtitusikan x = 22 dan y = 11 ke persamaan x + y + z = 40......000 y + 150......

........ a3 : koefisien variabel x b1.♦ Suruh siswa menuliskan ciri-ciri sistem persamaan linear tiga variabel secara individual dan mendiskusikan hasilnya dengan teman secara klasikal........ b2.... dan p + 3q = 3..... dan z adalah .. b3.. dan a3.... c2......... Berikan alasan. dan c3 tidak ketiganya 0.. b3 : koefisien variabel y z1... b1.. c1... Ciri-ciri sistem persamaan linear tiga variabel..... d3 : konstanta persamaan ♦ Untuk lebih memahami definisi di atas... z : variabel a1... z3 : koefisien variabel z d1. dan d3 bilangan real.. a2...... a3.... – Merupakan sistem persamaan linear – Memuat tiga persamaan linear dengan tiga variabel • Berdasarkan ciri-ciri sistem persamaan linear tiga variabel di atas....4 Sistem persamaan linear tiga variabel adalah suatu sistem persamaan linear dengan tiga variabel....... x....  .. a1............ a x + b y + c z = d . (Persamaan-3) 3 3 3  3 dengan a1. y...... Notasi: Bentuk umum sistem persamaan linear dengan tiga variabel x....... dan c1 tidak ketiganya 0. (Persamaan-2) a2 x + b2 y + c3 z = d 2 ... b1..... Dari hasil diskusi siswa secara klasikal ditetapkan.. b3.. z2.. dan c2 tidak ketiganya 0........ 2p + 3q – r = 6. Diharapkan siswa menuliskan ciri-ciri berikut. c3......... y............ d1.......... suruh siswa menuliskan pengertian sistem persamaan linear tiga variabel dengan katakatanya sendiri dan hasilnya diskusikan secara klasikal............ b2........ d2.... d2..... pahami contoh dan bukan contoh berikut ini... a2... a2.. (Persamaan-1) a1 x + b1 y + c1 z = d1 .. x y z Matematika 95 . b2.................... apakah sistem persamaan yang diberikan termasuk contoh atau bukan contoh sistem persamaan linear dua variabel atau tiga variabel? Contoh 3.....3 Diberikan tiga persamaan 1 1 1 + + = 2 ........ Definisi 3..

dan 2x – 3y – z = 8. Sistem persamaan linear ini memiliki suku konstan nol dan mempunyai penyelesaian tunggal. Jika persamaan + + = 2 persamaan + x y z x y z diselesaikan diperoleh persamaan z(x + y) + xy = 2xyz yang tidak linier. y.0) dan termasuk (0. 0). 0.0. Bila salah satu konstantanya tidak nol. (3. Diberikan SPLTV 3x + 5y + z = 0. Minta siswa mencoba menuliskan definisi SPLTV yang homogen dan berikan contohnya. Selanjutnya perhatikan beberapa sistem persamaan linear tiga variabel (SPLTV) berikut. Apabila suatu SPLTV memiliki himpunan penyelesaian (x. yaitu untuk x = y = z = 0. 2. Selain itu. 2x + 7y + z = 0. maka SPLTV itu disebut memiliki penyelesaian trivial (x = y = z = 0). Diberikan SPLTV 2x + 3y + 5z = 0 dan 4x + 6y + 10z = 0. kedua persamaan memiliki suku konstan nol dan grafik kedua persamaan adalah berimpit.–2. Ketiga persamaan linear tersebut membentuk sistem persamaan linear tiga variabel sebab ketiga persamaan linear tersebut dapat dinyatakan dalam bentuk x + 0 y + 0 z = −2   0x + y + 0z = 5  2x − 3y − z = 8   dan variabel-variabelnya saling terkait. Alasan kedua adalah variabel-variabelnya tidak saling terkait. Apabila penyelesaian suatu SPLTV tidak semuanya nol. yaitu memiliki penyelesaian yang trivial atau memiliki banyak penyelesaian nontrivial selain satu penyelesaian trivial. maka SPLTV tersebut tidak homogen. 1. dan x – 2y + z = 0. z) = (0. (–3. selain contoh di atas.0). 96 Buku Guru Kelas X . y = 5. SPLTV yang homogen memiliki dua kemungkinan. Contoh 3. Sistem persamaan linear ini memiliki lebih dari satu penyelesaian. Sebuah SPLTV dengan semua konstanta sama dengan nol disebut SPLTV homogen. misalnya.4 Diberikan dua persamaan x = –2.Ketiga persamaan ini tidak membentuk sistem persamaan linear tiga variabel sebab 1 1 1 1 1 1 + = 2 bukan persamaan linier. maka SPLTV itu disebut memiliki penyelesaian yang tak trivial.0). 2.

+ 7 x y y zz x y y zz 3 x y y zz “bintang ajaib” dengan sebuah x x 3 x bilangan sehingga bilangan-bilangan 1 3 1 7 3 1 1 = 9 + + = + + =7 pada satu garis memiliki jumlah x y z 3 x y z yang sama! Isilah lingkaran a. banyak penyelesaian? berapa panjang keseluruhan ikan 6. 2x + 5y – 2z = 7. Temukan bilangan-bilangan positif tersebut? yang memenuhi persamaan x + y + z = 9 dan x + 5y + 10z = 44! Matematika 97 . Apakah termasuk sistem kosong pada “bintang ajaib” dengan persamaan linear tiga variabel? sebuah bilangan sehingga bilanganBerikan alasan! bilangan pada satu garis memiliki b. Jika penyelesaian dan tak berhingga panjang kepala ikan adalah 5 cm. Apakah persamaan-persamaan 4. Seekor ikan mas memiliki ekor x+y+z=4 yang panjangnya sama dengan z=2 panjang kepalanya ditambah (t2 – 4)z = t – 2 seperlima panjang tubuhnya. dan x + 5z =8 2. 3.2 1. dan + + + = =7 + + 9. Diberikan sistem persamaan linear ketiga persamaan tersebut? berikut. 2x – 4y + 3z =3 b. di bawah ini membentuk sistem persamaan linear tiga variabel? Berikan alasan atas jawabanmu! a. Dapatkah kamu membentuk jumlah yang sama! sistem persamaan linear dari 5.Uji Kompetensi 3. x – 2y + 3z = 0. y = 1. Berapakah nilai t agar sistem tersebut Panjang tubuhnya empat perlima tidak memiliki penyelesaian. satu dari panjang keseluruhan ikan. Diberikan tiga buah persamaan 1 1 1 1 3 3 1 1 3 3 1 1 7 7 3 3 1 1 1 1 Isilah lingkaran kosong pada + + + = =9 + + + = = .

SOAL TANTANGAN Seorang penjual beras. 2 kg jenis B. Kemudian selesaikan SPLTV yang diperoleh dan interpretasikan hasilnya.00.00. Campuran beras kedua terdiri dari 2 kg jenis A dan 3 kg jenis B dijual dengan harga Rp 19.500. Buat laporan hasil kerja dan paparkan di depan kelas. Campuran beras pertama terdiri dari 1 kg jenis A. dan 3 kg jenis C dijual dengan harga Rp19. Campuran beras ketiga terdiri dari 1 kg jenis B dan 1 kg jenis C dijual dengan harga Rp 6250. Harga beras jenis mana yang paling mahal? Projek Cari sebuah SPLTV yang menyatakan permasalahan nyata yang kamu temui di lingkungan sekitarmu. Uraikan permasalahan tersebut dan langkah-langkah yang kamu lakukan untuk menyatakan dalam SPLTV.000.7. 98 Buku Guru Kelas X . mencampur tiga jenis beras.00. Diberikan dua persamaan sebagai berikut: 7 a − 6b − 2c = 9  6a + 7b − 9c = −2 Tentukan nilai dari a2 + b2 – c2! 8.

.. kamu telah mempelajari berbagai metode menentukan himpunan penyelesaian suatu sistem persamaan linear dua variabel (SPLDV). ♦ Menyuruh siswa menggambarkan grafik Persamaan-1 dan Persamaan-2 menggunakan pengetahuan yang telah dimiliki sebelumnya pada bidang koordinat. Penyelesaian Sistem Persamaan Linear a.1 telah diperoleh sistem persamaan linear dua variabel x + y = 2 .... 1) Metode Grafik Berdasarkan Definisi 3.2. Menentukan Himpunan Penyelesaian Sistem Persamaan linear Dua Variabel ♦ Minta siswa mengingat kembali berbagai metode yang digunakan untuk menentukan himpunan penyelesaian sistem persamaan linear dua variabel (SPLDV) yang telah dipelajari di SMP. situasi masalah.. (Persamaan-1) 4x + 2y = 7 . 2) dan (2.3.. Sebelumnya kamu telah ketahui bahwa grafik persamaan linear dua variabel berupa garis lurus. SPLDV terbentuk dari dua persamaan linear yang saling terkait. Mari kita terapkan langkah-langkah di atas. (Persamaan-2) Bagaimana menggambar grafik Persamaan-1 dan 2 di atas untuk memperoleh sistem persamaan linear tersebut. Matematika 99 . Metodemetode tersebut antara lain: metode grafik.. Diharapkan siswa melakukan hal berikut. Sekarang mari kita ulang kembali mempelajari metode-metode tersebut.. metode substitusi. dan waktu yang tersedia. ♦ Menentukan titik-titik potong terhadap sumbu koordinat untuk Persamaan-1 x y x+y=2 0 2 2 0 Diperoleh titik-titik potong kurva x + y = 2 terhadap sumbu koordinat.. Di kelas VIII SMP. Penggunaan yang lebih efektif dan efisien dari keempat metode tersebut dalam penyelesaian soal tergantung sistem persamaan linear yang diberikan.. Pada langkah penyelesaian Masalah 3. 0). yaitu titik (0.…………………………………………….……………………………………………. dan campuran ketiga metode tersebut. metode eliminasi.

2 42 4 7 7 ♦ Menarik garis lurus dari titik (0. 2) ke titik (2. yaitu titik ( .6 Grafik persamaan linear Berdasarkan gambar grafik x + y = 2 dan 4x + 2y = 7. ) ke titik 2 4 7 7 ( .♦ Menentukan titik-titik potong terhadap sumbu koordinat untuk Persamaan-2 4x + 2y = 7 x y 0 7 7 4 2 7 7 4 2 0 Diperoleh titik-titik potong kurva 4x + 2y = 7 terhadap 7 77 7 sumbu koordinat. 0). 100 Buku Guru Kelas X . 0). ).  2 2   2) Metode Eliminasi Metode eliminasi yang kamu kenal di SMP sudah kita terapkan terhadap SPLDV x + y = 2 dan 4x + 2y = 7 pada langkah penyelesaian Masalah-3. 2 4 Gambar 3. 5 6 2 3 4 3 5 4 6 2 2 3 3 4 3 4 2 3 Sehingga himpunan penyelesaian sistem persamaan linear x + y = 2 dan 4x + 2y = 7  3 1   adalah  .1. ) dan ( . Nilai x dan y dapat ditentukan sebagai berikut. yaitu titik (0. 0) dan dari titik (0. kedua garis lurus tersebut 1 1 1 1 1 2 1 3 1 3 1 4 1 1 2 3 3 4 berpotongan pada sebuah titik.   .

(a2b1 − a1b2 ) 101 – (a2b1 – a1b2) y = a2c1 – a1c2 (a2b1 – a1b2) y = a2c1 – a1c2 ⇒ y = Matematika .... a1 x + b1 y = c1 a2 x + b2 y = c2 × a2 × a1 a1 a2 x + a2b1 y = a2c1 a1 a2 x + a1b2 y = a1c2 (a2 c1 − a1c2 ) ..... a2dan b2 tidak keduanya nol. Berdasarkan Definisi 3..2.......x + y = 2 × 4 4x + 4y = 8 4x + 2y = 7 × 1 4x + 2y = 7 – 1 1 1 1 1 2 3 3 4 2y = 1 ⇒ y = 5 6 2 3 4 3 4 2 3 x + y = 2 × 2 2x + 2y = 4 4x + 2y = 7 × 1 4x + 2y = 7 – 1 1 1 1 1 2 3 3 4 –2x = –3 ⇒ x = 5 6 2 3 4 3 4 2 3  3 1   Diperoleh himpunan penyelesaian kedua persamaan adalah  ..... dan c2 bilangan real......................................... Berdasarkan bentuk umum sistem persamaan linear dua variabel.. bentuk umum SPLDV x dan y adalah .. b2.(Persamaan-1) a1 x + b1 y = c1 ..   ......... a1 dan b1 tidak keduanya nol......... hal ini dapat dilakukan jika koefisien a1... dan a2 tidak nol................(Pers dengan a1... Ingat...... Langkah-1: Lakukan eliminasi terhadap variabel x dari Persamaan-1 dan 2.........  2 2   Sekarang mari kita pecahkan masalah berikut.... c1............ a2....  samaan-2) a2 x + b2 y = c2 ..... bagaimana cara menentukan variabel sistem persamaan linear penyelesaiannya dengan metode eliminasi? ♦ Minta siswa menemukan himpunan penyelesaian SPLDV secara umum berdasarkan konsep dan bentuk umum sistem persamaan linear dua variabel yang telah ditemukan dengan mempedomani langkah penyelesaian metode eliminasi di atas. b1....

..........a b )   .. a2. b2... a1 dan b1 tidak keduanya nol.. ( a1b2 . dan c2 bilangan real.. a2........... dan b1 tidak keduanya nol...... a2 dan b2 tidak keduanya nol.. b2... 3) Metode Substitusi Berdasarkan Definisi 3.......a1 c2 )   Himpunan penyelesaian adalah   (a b ................ 102 Buku Guru Kelas X .. b1. 2 1 1 2     2 1 1 2 • Menyuruh siswa menunjukkan/menguji kebenaran bahwa pasangan berurutan (b c − b c ) (a2 c1 − a1c2 ) x = 1 2 2 1 dan y = merupakan solusi sistem persamaan (a2b1 − a1b2 ) (a2b1 − a1b2 ) linear dengan mengganti nilai x dan y pada persamaan a1 x + b1 y = c1 dan a2 x + b2 y = c2. c1.b 2 c1 ) = .. dan c2 bilangan real. a1 x + b1 y = c1 a2 x + b2 y = c2 × b2 × b1 a1 b2 x + b1b2 y = b2c1 a2 b1 x + b1b2 y = b1c2 – (a1b2 – a2b1) x = b2c1 – b1c2 (a1b2 – a2b1) x = b2c1 – b1c2 ⇒ x = ( b2 c1 ..(Persamaan-1) a1 x + b1 y = c1 . dan b2 tidak keduanya nol..    ( b1 c2 ..b2 c1 ) ( a2 c1 .............. dan a1... c1... a2.Langkah-2: Lakukan eliminasi terhadap variabel y dari Persamaan-1 dan 2 Ingat........  samaan-2) a2 x + b2 y = c2 ...2....a1b2 ) Sistem persamaan linear dengan dua peubah x dan y adalah a1 x + b1 y = c1 a2 x + b2 y = c2 dengan a1... (a b ... bentuk umum sistem persamaan linear dengan dua variabel x dan y dinotasikan sebagai berikut........... ....a 2 b1 ) ( a2 b1 .....a b ) ............ b1..........(Pers dengan a1.. hal ini dapat dilakukan jikan koefisien b1 dan b2 keduanya tidak nol.b1c2 ) ( b1c2 ....

( a2b1 − a1b2 ) Matematika 103 . (a b − a b )  . 2 1 1 2    2 1 1 2  Sekarang mari kita pecahkan masalah berikut dengan mengikuti langkah metode substitusi di atas.Dari Persamaan-1 diperoleh c b a1 x + b1 y = c1 dan a1 ≠ 0 ⇒ x = − 1 y + 1 a1 a1 c1 b1 x= − y+ subtitusi ke persamaan a2 x + b2 y = c2 dan diperoleh a1 a1 ⇒ − ⇒ − ⇒ b1 c y + 1 + b2 y = c2 a1 a1 a2b1 a c ab ac y+ 2 1 + 1 2 y= 1 2 a1 a1 a1 a1 (a1b2 − a2b1 ) (a c − a2 c1 ) y= 1 2 a1 a1 ⇒ y= (a c − a c ) c b y = 2 1 1 2 substitusi ke persamaan x = − 1 y + 1 dan diperoleh (a2b1 − a1b2 ) a1 a1 x=− c1a c1 b22b b1 ( a2 c1 − b1a c22c) a1c2 ) c1 b1 ( a1c2 − b1a c) a (1a (2ac (1a)2b1 − (1a )1 − a1b2 ) 1 − 11 2 − 2c a1c2 ) + c1 ⇒ x = ⇒ −a −c x=− b x= b 1 ( a2 c1 + 1 ( a1c2 + 2 c1 ) + c1 ( a2 b1 − a1b2 ) x =− a −− a a a1b2 ) b22b −1a b22b a1 (xa= a b22b a⇒ a )1 − a1b2 ) + a )1 − a1b (2a)2b+ )1 − 1 a 1 2 b1 a 1 (1 1 1 ( a2 b1 a 1 (1 a1(( a2b a a a 1 − a1b2 ) 1 ( a2 b1 − a1b2 ) 1 1 ( a2 b1 − a1b2 ) c)2 − b2 c1 ) c ( b1cx (2b 2 −b 1 1 b ⇒x= ⇒ = ( 1c2 − b2 c1 ) ⇒ x = a1b2 ) b22b ( a2b1 − a ((1a )1 − a2b 1 − a1b2 )    ( b1c2 − b2 c1 ) ( a2 c1 − a1c2 )   Dengan demikian himpunan penyelesaian adalah   (a b − a b ) . Bagaimana menentukan himpunan penyelesaian sistem persamaan linear dua variabel dengan metode substitusi? ♦ Mengarahkan siswa menentukan himpunan penyelesaian sistem persamaan linear dua variabel secara umum berdasarkan konsep dan bentuk umum sistem persamaan linear dua variabel yang telah ditemukan dengan mempedomani langkah penyelesaian metode substitusi di atas. ( a2 c1 − a1c2 ) .

.......... dan a1.....a11b22 ) 1 c1 ( b1 b1b c2c− a − a1c2 ) c (1a(1a 2 b1 − a1b2 ) 2 c1 2 c1 ) b( a ca (a 1 2 ............. c1... b2...a1c2 )+ 1 c1 ⇒ x = x ++ =− −a 1 a b x= + x ⇒ = a1b aa a2b1 − a1b2 ) a1 ( ) a1a1 2 b1 − a1b2 ) 1 (( a11( a2 aa ( a22b11 −− 1b2 ) 1 a2 b1 − a1b2 ) 1 ( a2 b1 − a1b2 ) ⇒ ⇒x x= = c ((b -b b22c b c22 − c 11 11)) b ((a -a a11b a b b ) 22 11 − 22) ⇒ y=   ( b1c2 ... dan c2 bilangan real.... (Persamaan-1)  a1 x + b1 y = c1 .....Alternatif Penyelesaian Berdasarkan Definisi 3........a b )  ..... dan b1 tidak keduanya nol.a1c2 )    Dengan demikian himpunan penyelesaian adalah   (a b ..... 1 2  2 1  2 1 1 2   104 Buku Guru Kelas X . . Dari Persamaan-1 diperoleh a1x + b1y = c1 dan a1 ≠ 0 ⇒ x = − x =− c b1 y+ 1 a1 a1 c b1 y + 1 subtitusi ke persamaan a2x + b2y = c2 dan diperoleh a1 a1  b1b1 c1c1  a22 − +y b2= yc= c ++ +b ⇒ a  − yy 2 2 a1 a1 a1  2  a1 ⇒ − ⇒ ac a2b1 a c ac y+ 2 1 + 1 2 y= 2 3 a1 a1 a1 a1 (a1b2 − a2b1 ) (a c − a2 c1 ) y= 1 2 a1 a1 (a2 c1 − a1c2 ) (a2b1 − a1b2 ) a2c c1 − a1c c2 ) (a c b1 -a ( ) substitusi ke b1 +c1 1 dandi yy= ke persamaan persamaanx x= =−− dan diperoleh y = y perolah = ( a2 b1 − a1 b2 ) substitusi a1 aa1 a1 ( a22b11 .....................a b ) ..a2 c1 ) 1 ( a2 b1 − a1b2 ) 2 c1 .............b2 c1 ) ( a2 c1 . (Pe dengan a1.........2.. bentuk umum sistem persamaan linear dengan dua variabel x dan y dinotasikan sebagai berikut.....  ersamaan-2) a2 x + b2 y = c2 ......... (a b ............ dan b2 tidak keduanya nol. a2.......... b1.. a2.....

.... dan diperoleh (a2b1 − a1b2 )  ( a2 c1 − a1c2 )   ( a2 c1 − a1c2 )  a1 x + b1   (a b − a b )   = c1 ⇒ a1 x = c1 − b1   (a b − a b )    2 1 1 2   2 1 1 2  105 Matematika ... a2................................... dan c2 bilangan real................... (Pe dengan a1............ 4) Metode Eliminasi dan Substitusi Masalah-3... Diharapkan siswa berkesimpulan hasilnya sama. Berdasarkan Definisi 3... (Persamaan-1)  a1 x + b1 y = c1 ...2.............. bentuk umum SPLDV dengan variabel x dan y adalah ........ a2 dan b2 tidak keduanya nol... (a2b1 − a1b2 ) – (a2b1 – a1b2) y = a2c1 – a1c2 (a2b1 – a1b2) y = a2c1 – a1c2 ⇒ y = Langkah-2: Lakukan substitusi nilai y terhadap salah satu persamaan (a c − a c ) y = 2 1 1 2 substitusi ke dalam Persamaan-1.. b2..............9 Bagaimana menentukan himpunan penyelesaian sistem persamaan linear dua variabel dengan metode campuran eliminasi dan substitusi? ♦ Minta siswa menentukan himpunan penyelesaian SPLDV secara umum berdasarkan konsep dan bentuk umum sistem persamaan linear dua variabel yang telah ditemukan dengan metode campuran eliminasi dan substitusi............. c1.  ersamaan-2)  a2 x + b2 y = c2 ....♦ Menyuruh siswa membandingkan penentuan himpunan penyelesaian SPLDV melalui metode eliminasi dan substitusi.. a1 x + b1 y = c1... Langkah-1: Lakukan eliminasi terhadap variabel x a1 x + b1 y = c1 × a2 a1 a2 x + a2b1 y = a2c1 a2 x + b2 y = c2 × a1 a1 a2 x + a1b2 y = a1c2 (a2 c1 − a1c2 ) . a1 dan b1 tidak keduanya nol. b1.....

substitusi. Bagaimana menentukan himpunan penyelesaian sistem persamaan linear tiga variabel dengan metode Sarrus? ♦ Menyuruh siswa menentukan himpunan penyelesaian SPLTV secara umum berdasarkan konsep dan bentuk umum sistem persamaan linear dua variabel yang telah ditemukan dengan mempedomani langkah penyelesaian metode eliminasi di atas untuk menemukan metode Sarrus. Buat laporan hasil kerja kelompokmu dan sajikan di depan kelas! b. Diskusi Minta siswa mendiskusikan kedudukan kedua garis dalam satu sumbu kordinat.   ( a2b1 − a1b2 ) ( a2b1 − a1b2 )     . Cara lain yang dapat kamu gunakan selain metode eliminasi. menggunakan invers matriks yang akan kamu pelajari di kelas XII. Menentukan Himpunan Penyelesaian Sistem Persamaan linear Tiga Variabel Perbedaan antara sistem persamaan linear dua variabel (SPLDV) dengan sistem persamaan linear tiga variabel (SPLTV) terletak pada banyak persamaan dan variabel yang digunakan. gambarkan grafiknya dalam sumbu kordinat dan tentukan penyelesaiannya. Sehingga penentuan himpunan penyelesaian SPLTV dilakukan dengan cara atau metode yang sama dengan penentuan penyelesaian SPLDV. Selanjutnya minta siswa memberi contoh SPLDV untuk tiga kasus.⇒x= ⇒x= ( a2b1 − a1b2 )  ( a2 c1 − a1c2 )  + b1   (a b − a b )   a1 ( a2b1 − a1b2 )  2 1 1 2  ( b1c2 − b2 c1 ) c1 ( a2b1 − a1b2 ) Dengan demikian himpunan penyelesaian adalah     ( b1c2 − b2 c1 ) ( a2c1 − a1c2 )     . tentukan berapa kemungkinan penyelesaian suatu SPLDV. Sekarang kita akan temukan penyelesaian sistem persamaan linear tiga variabel dengan metode Sarrus. kecuali dengan metode grafik. dan campuran eliminasi substitusi (kamu coba sendiri) untuk menentukan penyelesaian SPLTV adalah cara determinan. 106 Buku Guru Kelas X .

........(Persamaan-1) a1 x + b1 y + c1 z = d1 . a3................(Persamaan-3) 3 3 3  3 dengan a1....  .. dan c1 tidak ketiganya 0....Berdasarkan Defenisi 3... d1...............………... c1................. dan d3 bilangan real..…… (Persamaan-4) Langkah-2: Eliminasi variabel x dari Persamaan-1 dan Persamaan-3 a1x + b1y + c1z = d1 × a3 a1a3x + a3b1y + a3c1z = a3d1 a3x + b3y + c3z = d3 × a1 a1a3x + a1b3y + a1c3z = a1d3 – (a3b1 – a1b3)y + (a3c1 – a1c3)z = a3d1 – a1d3 (a3b1 – a1b3)y + (a3c1 – a1c3)z = a3d1 – a1d3 …...... c3... Langkah-1: Eliminasi variabel x dari Persamaan-1 dan Persamaan-2 a1x + b1y + c1z = d1 × a2 a1a2x + a2b1y + a2c1z = a2d1 a2x + b2y + c2z = d2 × a1 a1a2x + a1b2y + a1c2z = a1d2 – (a2b1 – a1b2)y + (a2c1 – a1c2)z = a2d1 – a1d2 (a2b1 – a1b2)y + (a2c1 – a1c2)z = a2d1 – a1d2 …... b2......... a x + b y + c z = d ........……… (Persamaan-5) Langkah-3: Eliminasi variabel y dari Persamaan-4 dan Persamaan-5 (a2b1 – a1b2)y + (a2c1 – a1c2)z = a2d1 – a1d2 × (a3b1 – a1b3) (a3b1 – a1b3)y + (a3c1 – a1c3)z = a3d1 – a1d3 × (a2b1 – a1b2) Dari hasil perkalian koefisien variabel y pada Persamaan-4 terhadap Persamaan-5 dan hasil perkalian koefisien variabel y pada Persamaan-5 terhadap Persamaan-4 maka diperoleh (( a d − a d ) ( a b − a b ) − ( a d − a d ) ( a b − a b )) (( a c − a c ) ( a b − a b ) − ( a c − a c ) ( a b − a b )) (( a a b d − a a b d − a a b d ) − ( a a b d − a a b d − a a b d )) z= (( a a b c − a a b c − a a b c ) − ( a a b c − a a b c − a a b c )) (( a b d − a b d − a b d ) − ( a b d − a b d − a b d )) z= (( a b c − a b c − a b c ) − ( a b c − a b c − a b c )) Matematika ( a b d + a b d + a b d ) − (a b d + a b d + a b d ) ) ( z= .... b1. bentuk umum sistem persamaan linear dengan tiga variabel x. b3.............. b2................................ y...... d2.……...............(Persamaan-2) a2 x + b2 y + c2 z = d 2 .......... b1.. b3......... a1...... dan c2 tidak ketiganya 0.. c2... a2........... a2... dan z adalah ........4..... dan a3. dan c3 tidak ketiganya 0.............................. (( a b c + a b c + a b c ) − ( a b c + a b c + a b c )) z= 2 1 2 1 2 1 2 3 1 1 3 3 1 1 3 2 1 1 2 3 1 1 3 3 1 1 3 2 1 2 1 1 3 2 1 2 3 1 1 3 1 2 1 2 1 2 1 1 2 3 1 3 2 1 1 2 1 3 1 1 3 1 2 1 2 3 1 1 1 2 3 1 3 2 1 2 1 3 1 2 1 3 1 3 2 3 1 3 1 2 2 1 2 1 2 3 3 2 1 1 3 1 2 3 1 2 1 2 3 3 2 1 2 1 3 3 2 1 1 3 2 1 3 1 2 3 3 1 2 2 3 1 2 3 1 3 2 1 1 3 2 2 1 3 1 2 3 3 2 2 107 .

Sebelum metode Sarrus digunakan. SPLTV harus dibentuk dalam standar. Sehingga memudahkan dalam mencari penyelesaian SPLTV. Diharapkan siswa. Nilai variabel z di atas dapat dinyatakan sebagai hasil perkalian koefisien-koefisien variabel x. y dan konstanta pada sistem persamaan linear yang diketahui. Ketiga ciri-ciri tersebut mudah diingat. 108 Buku Guru Kelas X . y. z= (( a b c + a b c + a b c ) − ( a b c + a b c + a b c )) z= 2 1 2 1 2 1 2 3 1 1 3 3 1 1 3 2 1 1 2 3 1 1 3 3 1 1 3 2 1 2 1 1 3 2 1 2 3 1 1 3 1 2 1 2 1 2 1 1 2 3 1 3 2 1 1 2 1 3 1 1 3 1 2 1 2 3 1 1 1 2 3 1 3 2 1 2 1 3 1 2 1 3 1 3 2 3 1 3 1 2 2 1 2 1 2 3 3 2 1 1 3 1 2 3 1 2 1 2 3 3 2 1 2 1 3 3 2 1 1 3 2 1 3 1 2 3 3 1 2 2 3 1 2 3 1 3 2 1 1 3 2 2 1 3 1 2 3 3 2 2 ♦ Bimbing siswa melakukan kegiatan matematisasi (mengkoordinasi pengetahuan dan keterampilan yang telah dimiliki siswa sebelumnya untuk menemukan aturan-aturan. dan z di atas. d1 b1 x= c1 d1 b1 d 2 b2 d 3 b3 a1 b1 a 2 b2 a 3 b3 y= a1 d1 c1 a1 d1 a 2 d2 a 3 d3 a1 b1 a 2 b2 a 3 b3 d 2 b2 c2 d 3 b 3 c3 a1 b1 c1 a2 b 2 c 2 a3 b3 c3 a2 d 2 c 2 a3 d 3 c3 a1 b1 c1 a2 b 2 c 2 a3 b3 c3 Diskusi Perhatikan ciri penyelesaian untuk x.(( a d − a d ) ( a b − a b ) − ( a d − a d ) ( a b − a b )) (( a c − a c ) ( a b − a b ) − ( a c − a c ) ( a b − a b )) (( a a b d − a a b d − a a b d ) − ( a a b d − a a b d − a a b d )) z= (( a a b c − a a b c − a a b c ) − ( a a b c − a a b c − a a b c )) (( a b d − a b d − a b d ) − ( a b d − a b d − a b d )) z= (( a b c − a b c − a b c ) − ( a b c − a b c − a b c )) ( ( a b d + a b d + a b d ) − (a b d + a b d + a b d ) ) . a b c a b  2 2 • Lakukan pada pembilang dan penyebut. hubungan-hubungan dan struktur-struktur yang belum diketahui).  a1 b1 d1 a1 b1   a b d a b  Petunjuk: 2 2 2  2 2 • Jumlahkan hasil perkalian bilangan-bilangan  a3 b3 d3 a3 b3    pada garis penuh dan hasilnya dikurangi dengan z= jumlah hasil perkalian bilangan-bilangan pada  a1 b1 c1 a1 b1  garis putus-putus.  2 2 2   a3 b3 c3 a3 b3   ♦ Meminta siswa menemukan pola secara analogi untuk memperoleh nilai variabel x dan y dengan mencermati cara penentuan nilai variabel z.

............ Diarahkan siswa melakukan hal berikut.. y... (Persamaan-3) ♦ Meminta siswa menerapkan metode Sarrus untuk menentukan himpunan penyelesaian SPLTV tersebut dan membandingkannya dengan himpunan penyelesaian yang telah diperoleh sebelumnya...…. x + y + z = 40 ………………………………………...Pada langkah penyelesaian Masalah 3.(Persamaan-2) 75 + 120y + 150z = 4......... (Persamaan-3 Berdasarkan SPLTV di atas diperoleh a1 = 1 a2 = 1 a3 = 75 b1 = 1 b2 = –2 b3 = 120 c1 = 1 c2 = 0 c3 = 150 d1 = 40 d2 = 0 d3 = 4020... (Persamaan-2) 75 + 120y + 150z = 4. Diharapkan siswa melakukan kegiatan berikut...... (Persamaan-1) x – 2y = 0 ……………………………………………. Untuk itu SPLTV di atas diubah menjadi x + y + z = 40 ……………………………………….... dan z....... dan semua konstanta berada pada ruas kanan... 40 0 4020 x= 1 1 75 1 -2 120 1 -2 120 1 0 150 1 0 150 40 1 0 -2 4020 120 ( −8040 + 0 + 0 ) − ( −12000 + 0 + 0 ) 3960 = = = 22 1 1 180 ( −150 + 0 + 150 ) − ( −300 + 0 + 120 ) 1800 1 -2 75 120 1 1 75 40 0 4020 ( 0 + 0 + 6000 ) − ( 0 + 0 + 4020 ) 1980 = = = 11 1 1 180 180 1 -2 75 120 1 109 -2 Matematika 120 ( −6000 + 0 + 4020 ) − ( −8040 + 4800 ) 1260 = =7 = 1 180 180 -2 120 1 40 1 1 0 0 75 4020 150 y= 1 1 1 1 -2 0 75 120 150 1 1 75 z= 1 1 75 1 40 -2 0 120 4020 1 1 -2 0 120 150 1 1 75 1 1 75 .......5 diperoleh sebuah sistem persamaan linear tiga variabel sebagai berikut....…. ♦ Bimbing siswa menerapkan metode Sarrus untuk menentukan nilai variabel x........ Ingat untuk menggunakan metode Sarrus semua variabel harus pada ruas kiri..............020 ………………………....... (Persamaan-1) x = 2y ……………………………………………....020 ………………………....

Definisi 3. Definisi 3. dan z). 110 Buku Guru Kelas X .11. Dari hasil diskusi siswa secara klasikal ditetapkan. Ciri-ciri himpunan penyelesaian suatu SPL – Suatu himpunan yang anggotanya pasangan terurut dari variabel-variabel persamaan (misal x. y. Ternyata hasilnya sama dengan himpunan penyelesaian yang diperoleh dengan metode eliminasi dan substitusi sebelumnya.6 Himpunan penyelesaian sistem persamaan linear adalah himpunan semua penyelesaian sistem persamaan linear. y.7)}.1 40 1 0 75 4020 y= 1 1 1 -2 75 120 1 1 0 150 1 0 150 1 1 75 40 0 4020 ( 0 + 0 + 6000 ) − ( 0 + 0 + 4020 ) 1980 = = = 11 1 1 180 180 1 -2 75 120 1 40 1 -2 0 75 120 4020 z= 1 1 1 1 -2 0 75 120 150 1 1 1 -2 75 120 ( −6000 + 0 + 4020 ) − ( −8040 + 4800 ) 1260 = =7 = 1 1 180 180 1 -2 75 120 Berdasarkan hasil perhitungan di atas diperoleh himpunan penyelesaian SPLTV tersebut adalah H = {(22. dan z) memenuhi setiap persamaan pada SPL tersebut. ♦ Minta siswa mengingat kembali pengetahuan tentang himpunan penyelesaian suatu sistem persamaan linear yang telah dipelajari di SMP dan memperhatikan himpunan penyelesaian sistem persamaan linear. minta siswa menuliskan dengan kata-katanya sendiri pengertian himpunan penyelesaian SPL dan hasilnya diskusikan secara klasikal. – Nilai variabel-variabel tersebut (misal x. Berdasarkan ciri-ciri himpunan penyelesaian SPL di atas.5 Penyelesaian sistem persamaan linear adalah nilai-nilai variabel yang memenuhi setiap persamaan linear pada sistem persamaan tersebut. Suruh siswa menuliskan ciri-ciri suatu himpunan merupakan himpunan penyelesaian SPL dan hasilnya diskusikan secara klasikal. Diharapkan siswa menuliskan ciri-ciri himpunan penyelesaian sebagai berikut.

Joni. bekerja secara bersama-sama.400 lensa yang dihasilkan dalam satu minggu. B. Deni dan Ari. 5. Definisi 3. Sebuah bilangan terdiri dari atas tiga angka yang jumlahnya 9. himpunan penyelesain sistem persamaan linear tersebut. dan C.8 Himpunan penyelesaian sistem persamaan linear dengan tiga variabel adalah himpunan semua triple terurut (x. Uji Kompetensi 3.200 lensa yang dapat dihasilkan dalam satu minggu. diperoleh bilangan yang sama. ketiga tukang ini bekerja mengecat rumah serupa ini selama 4 jam kerja. Jika hanya mesin A dan C yang bekerja. Sedangkan untuk SPLDV dan SPLTV. y) yang memenuhi setiap persamaan linear pada sistem persamaan tersebut. Joni dan Deni memerlukan tambahan waktu 8 jam kerja lagi untuk menyelesaikan pengecatan rumah. z) yang memenuhi setiap persamaan linear pada sistem persamaan tersebut. Tentukan bilangan tersebut! 3. Jika angka ratusan dan angka puluhan ditukar letaknya. berturut-turut didefinisikan sebagai berikut. 4. Tiga tukang cat.3 1. jika bekerja sendirian! 2. melainkan melalui metode grafik! 111 Matematika . Berapa banyak lensa yang dihasilkan oleh tiap-tiap mesin dalam satu minggu? 4. Tentukanlah himpunan penyelesaian setiap sistem persamaan linear berikut ini tanpa menggunakan cara aljabar. dapat mengecat eksterior (bagian luar) sebuah rumah dalam waktu 10 jam kerja.7 Himpunan penyelesaian sistem persamaan linear dengan dua variabel adalah himpunan semua pasangan terurut (x. Jika ketiganya bekerja. y. Pengalaman Deni dan Ari pernah bersama-sama mengecat rumah yang serupa dalam 15 jam kerja. Angka satuannya tiga lebih dari pada angka puluhan. 3. Jika hanya mesin A dan B bekerja. Definisi 3. setelah itu Ari pergi karena ada suatu keperluan mendadak. Tentukan waktu yang dibutuhkan masing-masing tukang.700 lensa yang dapat dihasilkan dalam satu minggu. Sebuah pabrik memiliki 3 buah mesin A. Suatu hari.

Tentukan nilai x = . a1x + b1y + c1z = d1 a2x + b2y + c2z = d2 a3x + b3y + c3z = d3 Tentukan syarat yang dipenuhi sistem supaya memiliki solusi tunggal. Jumlah bilangan pada setiap baris terdapat di kolom kanan dan jumlah bilangan setiap kolom terdapat di baris bawah. Kembali perhatikan sistem persamaan linear dua variabel.. Jika a + b + c = 0 dengan a. = b dan = x+ y x+z y+z 9. Diberikan sistem persamaan linear tiga variabel. a1x + b1y = c1 a2x + b2y = c2 Mungkinkah sistem tersebut tidak memiliki himpunan penyelesaian? Jika ya. i. dengan a ≠ 0. = b dan = Gambar (i) danx + (ii) merupakan y x+z y+z grafik sistem persamaan linear dua c ≠ 0. a2x + b2y = c2 maka tentukan nilai a) Tentukan syarat yang dimiliki 2  1 1 1 1   1 1   sistem supaya memiliki grafik a  b + c  + b  c + a  + c  a + a         seperti gambar (i) dan (ii)! = . b. dan tidak memiliki solusi! 8. b ≠ 0. dan = a. a1x + b1y = c1 10. 4x – y = 8 5 6 2 3 4 3 4 2 3 12x + 7y = –4 5. c ≠ 0. memiliki banyak solusi.! 112 Buku Guru Kelas X .! variabel. 3x – 2y = 2 –x + 5y = 21 1 1 1 1 1 2 3 3 4 iv.. O (i) X garis linear 1 garis linear 2 O X garis linear 1 garis linear 2 (ii) Setiap simbol pada gambar di atas mewakili sebuah bilangan. x–y=3 5x +3y = 9 ii. tentukan syaratnya dan gambarkan! 6. Tentukan bilangan pengganti simbol-simbol. xy xz yz = a. 2x – y = 0 7x + 2y = 11 iii.. Perhatikan kedua grafik sistem persamaan linear di bawah ini! Y Y b) Jelaskanlah perbedaan himpunan penyelesaian grafik (i) dan (ii)! 7.. Diketahui xy xz yz = c.

dan =– . Berapa waktu 25ab 1 25 15ab bc 25ab 1 5ac 1 15bc 15 1 bc5ac 5ac 1 1 yang diperlukan Trisna. bekerja sendiri-sendiri? 12. tentukanlah himpunan penyelesaian melalui grafik setiap sistem persamaan berikut ini! i. = . Matematika 113 . b. Bilangan kedua juga sama dengan bilangan pertama dikuadratkan dan ditambah tiga. 13. Pekerjaan memanen tomat itu dapat diselesaikan mereka dalam waktu 4 jam. Diberi dua bilangan. Temukanlah bilangan tersebut. maka akan selesai persamaan-persamaan berikut waktu a + b 2 b + dalam c a+c 3 8 jam. dan Kakek untuk menyelesaikan a+b 2 a b+ + ab c+ b 2 a +2 bc+bc 3+ c a +ac+ c 3 3 panenan tersebut. Ayah. Bilangan kedua sama dengan enam kali bilangan pertama setelah dikurangi satu. Nilai-nilai a. = –1. 14 Dengan menggunakan kertas berpetak. 4x + y = 6 3x +2y = 10 Trisna bersama dengan Ayah dan Kakek sedang memanen tomat di ladang mereka.Jika Ayah dan kakek menyelesaikan 11. Jika Trisna bersama kakeknya bekerja bersamasama. jika mereka Hitunglah (a – b)c. 3x + 2y = 9 x + 3y = 10 ii. dan c memenuhi pekerjaan 25ab 1 15bc 5ac 1 itu. mereka dapat menyelesaikan pekerjaan itu dalam waktu 6 jam.

Alternatif Penyelesaian Misalkan: x : banyak rumah tipe A yang akan dibangun y : banyak rumah tipe B yang akan dibangun 1) Banyak rumah tipe A dan tipe B yang dapat dibangun a) Keterbatasan yang dimiliki Pak Rendi adalah: Luas tanah yang diperlukan untuk membangun rumah tipe A dan tipe B di atas tanah seluas 10.1000. pertidaksamaan ini disederhanakan menjadi: 4x + 3y ≤ 400 ……………………………………………………….4. Setelah dia berkonsultasi dengan arsitek (perancang bangunan).(1) b) Jumlah rumah yang akan dibangun x + y ≤ 125…………………………………………………………. dan 2) gambarkanlah daerah penyelesaian pada bidang kartesius berdasarkan batasan-batasan yang telah diuraikan. 4x + 3y = 400  × 1 → 4x + 3y = 400 x + y = 125  × 3 → 3x + 3y = 375 – x = 25 untuk x = 1.000 m2. Karena dana yang dimilikinya terbatas. maka banyak rumah yang direncanakan akan dibangun paling banyak 125 unit. yaitu.11 Pak Rendi berencana membangun 2 tipe rumah.000m2 ditentukan oleh pertidaksamaan: 100x + 75y ≤ 10. tipe A dan tipe B di atas sebidang tanah seluas 10. maka y = 125 – x y = 125 – 25 = 100 114 Buku Guru Kelas X . Jika kamu adalah arsitek Pak Rendi maka: 1) bantulah Pak Rendi menentukan berapa banyak rumah tipe A dan tipe B yang dapat dibangun sesuai dengan kondisi luas tanah yang ada dan jumlah rumah yang akan dibangun. Sistem Pertidaksamaan linear Dua Variabel Masalah-3. ternyata untuk membangun rumah tipe A dibutuhkan tanah seluas 100 m2 dan untuk membangun rumah tipe B dibutuhkan tanah seluas 75 m2. (pertidaksamaan 1 dan pertidaksamaan 2) banyak rumah tipe A dan tipe B yang dapat dibangun dihitung dengan menggunakan konsep sistem persamaan linear dua variabel seperti berikut. (2) Dari kedua keterbatasan di atas.

Daerah penyelesaian pertidaksamaan 4x + 3y ≤ 400. Maka garis 4x + 3y = 400 memotong sumbu y di titik (0. Selanjutnya menyelidiki daerah mana yang menjadi daerah penyelesaian dari pertidaksamaan 4x + 3y ≤ 400. dengan cara mengambil sebarang titik misal P(x.125) dan memotong sumbu x di titik (125.3. Hal ini berarti: dengan keterbatasan yang ada. Dengan cara yang sama maka daerah penyelesaian pertidaksamaan x + y ≤ 125 juga dapat diketahui. Langkah 1 Menggambar garis dengan persamaan 4x + 3y = 400 dan garis x + y = 125. Langkah 2 Menentukan daerah penyelesaian pertidaksamaan 4x + 3y ≤ 400 dan x + y ≤ 125. 133. kemudian mensubstitusikan titik tersebut ke pertidaksamaan 4x + 3y ≤ 400. Jika garis 4x + 3y = 400 digambar pada diagram kartesius maka garis tersebut akan membagi dua daerah. maka y = 133. yaitu daerah 4x + 3y < 400 dan daerah 4x + 3y > 400. 0). terlebih dahulu kita cari titik potong dengan sumbu x yang terjadi jika y = 0 dan titik potong dengan sumbu y yang terjadi jika x = 0. 400 Untuk garis 4x + 3y = 400. Untuk garis x + y = 125. ♦ Organisasikan siswa dalam kelompok belajar dalam memecahkan masalah. jika y = 0 maka x = = 100. Diskusikanlah dengan teman-temanmu. Pak Rendi dapat membangun rumah tipe A sebanyak 25 unit. 4 jika x = 0. Agar kita mudah menggambar garis ini. Jika pertidaksamaan tersebut bernilai benar maka daerah yang memuat titik P(x. 2) Grafik daerah penyelesaian pada diagram kartesius Untuk menggambar daerah penyelesaian pada diagram kartesius dilakukan langkah-langkah sebagai berikut. 0). Matematika 115 . jika y = 0 maka x = 125 jika x = 0 maka y = 125 Maka gari x + y = 125 memotong sumbu y di titik (0. jika bernilai salah maka daerah tersebut bukan daerah penyelesaian pertidaksamaan 4x + 3y ≤ 400.y) merupakan daerah penyelesaiannya. bagaimana caranya untuk mencari banyak rumah tipe A dan tipe B yang dapat dibangun selain yang sudah kita temukan di atas sesuai dengan keterbatasan yang ada.y) pada salah satu daerah. dan rumah tipe B sebanyak 100 unit.3) dan memotong sumbu y di titik (100.

7 Daerah penyelesaian untuk sistem pertidaksamaan linier Contoh 3.y) = x + y pada himpunan A = {x ≥ 0. y ≥ 0. Setelah langkah 1. maka daerah penyelesaian sistem pertidaksamaan digambarkan sebagai berikut.y) = x + y Pertidaksamaan-1: x + 3y ≤ 6 Pertidaksamaan-2: 3x + y ≤ a. maka nilai a = …? Penyelesaian Misalkan f(x.3 x + y ≤ a} adalah 4. dan 3 di atas dilakukan. 8 8 116 Buku Guru Kelas X . ♦ Arahkan siswa menggambarkan kedua pertidaksamaan di atas untuk menentukan titik potong grafik persamaan x + 3y =0 dan 3x + y =a dan daerah fungsi f yang dibatasi kedua pertidaksamaan yang diketahui pada soal. Mengingat gradien dari f(x.7. dan y ≥ 0. Mempelajari sistem pertidaksamaan linear dua variabel berguna untuk menentukan nilai maksimum suatu fungsi dengan domain suatu himpunan tertentu. 8 8 Nnilai maksimum f(x. Perhatikan contoh berikut! Apakah kita perlu membatasi nilai x > 0 dan nilai y > 0? Mengapa? Berikan penjelasanmu.y) = x + y adalah 4. Langkah 3 Mengarsir daerah yang merupakan daerah penyelesaian masing-masing pertidaksamaan. berarti 3a − 6 18 − a + = 4 ⇒ 2a = 20 ⇒ a = 10.5 Jika nilai maksimum f(x. daerah yang diarsir merupakan daerah penyelesaian. Jadi diperoleh 3a − 6 18 − a xP = dan yP = . Gambar 3. x ≥ 0. 2. x + 3y ≤ 6. Daerah yang diarsir dua kali merupakan daerah penyelesaian dari sistem pertidaksamaan linier.y) = x + y adalah m = –1. maka f akan mencapai maksimum di titik P. Dari Gambar 3. Titik P adalah perpotongan dari garis x + 3y = 6 dan 3x + y = a.

Sistem pertidaksamaan linear dua variabel adalah suatu sistem pertidaksamaan linear yang memuat dua variabel dengan koefisien bilangan real.8 Daerah penyelesaian untuk sistem pertidaksamaan linear x + 3y ≤ 6. agar nilai maksimum f(x. Definisi 3. Berdasarkan masalah dan contoh di atas.y) = x + y adalah m = –1. Titik P adalah perpotongan dari garis x + 3y = 6 dan 3x + y = a.y) = x + y adalah 4 maka nilai a = 10. maka f akan mencapai maksimum di titik P. 8 8 Karena nilai maksimum f(x.2) (0. mari kita tetapkan konsep sistem pertidaksamaan linear dua variabel sebagai berikut. Sistem pertidaksamaan linear adalah himpunan pertidaksamaan linear yang saling terkait dengan koefisien variabelnya bilangan-bilangan real.0) (10. 2. 8 8 Dengan demikian.y 10 8 6 4 (0. Matematika 117 .y) = x + y adalah 4.0) 3 4 5 6 7 8 9 x Gambar 3. 3x + y ≤ a Mengingat gradien dari f(x.9 1.10) 2 1 2 3 P (x. Jadi diperoleh 3a − 6 18 − a xP = dan yP = .y) (6. maka 3a − 6 18 − a + = 4 ⇒ 2a = 20 ⇒ a = 10.

sedangkan air dan sumber daya lainnya dianggap cukup tersedia. sedangkan palawija lainnya ternyata tidak menguntungkan.4 1. Uji Kompetensi 3. dan palawija lain. dan untuk 1 kuintal jagung diperlukan 9 jam-orang tenaga dan 2 Kg pupuk. Diberikan sistem pertidaksamaan linier: x–y≥3 5x + 3y ≥ 9 a) Gambarkan grafik pertidaksamaan pada sistem tersebut! b) Tentukanlah himpunan penyelesaian sistem tersebut.y) yang memenuhi sistem pertidaksamaan linear tersebut. Definisi 3. jagung. Pupuk juga terbatas. Kondisi tanah memungkinkan menghasilkan 50 kuintal padi per ha atau 20 kuintal jagung per ha. tak lebih dari 480 Kg.11 Daerah penyelesaian sistem pertidaksamaan linear adalah daerah tempat kedudukan titik-titik yang memenuhi sistem pertidaksamaan linear tersebut. Dalam suatu masa tanam tenaga yang tersedia hanya 1590 jam-orang. 2x + 5y ≤ 600 4x + 3y ≤ 530 2x + y ≤ 240 a) Gambarkanlah pertidaksamaan sistem linear tersebut! b) Tentukanlah nilai p! 3. Karena keterbatasan sumber daya petani harus menentukan berapa bagian yang harus ditanami padi dan berapa bagian yang harus ditanami jagung. Sekelompok tani transmigran mendapatkan 6 ha tanah yang dapat ditanami padi. Pendapatan 118 Buku Guru Kelas X . dengan syarat tambahan x > 0 dan y <0! c) Selanjutnya dapatkah kamu menentukan himpunan penyelesaian sistem tersebut untuk syarat x < 0 dan y > 0? Jelaskan! 2. Misalkan p adalah jumlah maksimum dari himpunan penyelesaian yang memenuhi sistem di bawah ini.Definisi 3. Produksi Tani. Diketahui pula bahwa untuk menghasilkan 1 kuintal padi diperlukan 12 jam-orang tenaga dan 4 Kg pupuk.10 Penyelesaian sistem pertidaksamaan linear dua peubah adalah himpunan semua pasangan titik (x.

000.00 per kapsul. Menurut dokter.000. dan dianggap bahwa semua hasil tanamnya selalu habis terjual. seseorang yang sakit flu akan sembuh jika dalam tiga hari (secara diratakan) minimum menelan 12 grain aspirin. 74 grain bikarbonat dan 24 grain kodein.00 dan Fluon Rp300. Masalah bagi petani ialah bagaimanakah rencana produksi yang memaksimumkan pendapatan total? Artinya berapa ha tanah ditanami padi dan berapa ha tanah ditanami jagung? 3. Formulasikan masalah tersebut dengan mendefinisikan variabel-variabel terkait. internet. Matematika 119 . selesaikan sistem yang kamu peroleh. Jika harga Fluin Rp200. Suatu pabrik farmasi menghasilkan dua jenis kapsul obat flu yang diberi nama Fluin dan Fluon.00 sedang dari 1 kuintal jagung Rp20.00. berapa kapsul Fluin dan berapa kapsul Fluon harus dibeli supaya cukup untuk menyembuhkannya dan meminimumkan ongkos pembelian total? Unsur Aspirin Bikorbonat Perkapsul Fluin 2 5 1 Fluin 1 8 6 Kodein Projek Bersama temanmu amati permasalahan di sekitarmu atau dari sumber lain (buku. mencari persamaan atau pertidaksamaan yang menyatakan hubungan antar variabel tersebut. dan lain-lain) yang dapat dinyatakan dalam sistem persamaan linear atau sistem pertidaksamaan linear. Masing-masing memuat tiga unsur (ingredient) utama dengan kadar kandungannya tertera dalam Tabel 3. a1x + b1y ≥ c1 dan x ≥ 0 a2x + b2y ≥ c2 dan y ≥ 0.petani dari 1 kuintal padi adalah Rp32. dan interpretasikan hasilnya. Buat laporan atas kegiatanmu ini dan paparkan hasilnya di depan kelas. Jika diberikan sistem pertidaksamaan linear seperti berikut ini. a) Syarat apakah yang harus dipenuhi agar sistem memiliki solusi tunggal? b) Syarat apakah yang harus dipenuhi agar sistem tidak memiliki solusi? 4.1.

c1. Misal diberikan sistem persamaan linear 3x + 5y + z = 0 dan 2x + 7y + z = 0. dengan a1. yaitu (a) garis g1 dan garis g2 sejajar dan tidak berpotongan. Apabila sebuah sistem persamaan linear mempunyai anggota himpunan penyelesaiannya dari nilai variabel yang tidak semuanya nol disebut memiliki penyelesaian yang tak trivial. 5. Karena titik (x. PENUTUP Berberapa hal penting yang perlu dirangkum terkait konsep dan sifat-sifat sistem persamaan linear dan pertidaksamaan linear. a1x + b1y = c1 dan a2x + b2y = c2. a. Konsep sistem persamaan linear dan sistem pertidaksamaan ini didasari oleh konsep persamaan dan pertidaksamaan dalam sistem bilangan real. dengan a1 dan a2 tidak keduanya nol dan b1 dan b2 tidak keduanya nol. c2 anggota bilangan real. sehingga sifat-sifat persamaan linear dan pertidaksamaan linear dalam sistem bilangan real banyak digunakan sebagai pedoman dalam menyelesaikan suatu sistem persamaan linear dan sistem pertidaksamaan linear. Berdasarkan hal itu. maka penyelesaian sistem persamaan linear tersebut akan bersesuaian dengan titik perpotongan dari garis g1 dan garis g2. 3. 4. Sistem persamaan linear disebut homogen apabila suku konstantanya adalah nol dan salah satu dari dua hal berikut dipenuhi. Model matematika dari permasalahan sehari-hari seringkali menjadi sebuah model sistem persamaan linear atau sistem pertidaksamaan linier.y) terletak pada sebuah garis jika dan hanya jika bilangan-bilangan x dan y memenuhi persamaan tersebut. 120 Buku Guru Kelas X . 1. Sistem persamaan linear ini memiliki suku konstanta adalah nol dan mempunyai penyelesaian yang tunggal. Sistem tersebut mempunyai tak terhingga banyaknya anggota himpunan penyelesaian yang tak trivial sebagai tambahan penyelesaian trivial. 2. diberikan sistem persamaan dengan 2 persamaan dan 2 variabel. yaitu untuk x = y = z = 0. Sistem tersebut hanya mempunyai penyelesaian trivial. Grafik persamaan-persamaan ini merupakan garis.D. Himpunan penyelesaian dari sistem persamaan linear adalah himpunan semua nilai variabel yang memenuhi sistem persamaan tersebut. 6. yaitu jika tidak terdapat titik perpotongan sehingga sistem tidak mempunyai penyelesaian. maka terdapat tiga kemungkinan. misal garis g1 dan garis g2. a2. maka penyelesaian tersebut dikatakan penyelesaian trivial. Secara tafsiran geometri dari selesaian suatu sistem persamaan linear. Apabila penyelesaian sebuah sistem persamaan linear semuanya nilai variabelnya adalah nol. b2. sebagai berikut. b1. b.

(c) garis g1 dan garis g2 berimpit. Matriks adalah bentuk lain sebuah sistem persamaan linear. yaitu tidak mempunyai selesaian. Matematika 121 .(b) garis g1 dan garis g2 berpotongan pada satu titik. Dalam hal ini sistem mempunyai tak terhingga banyak penyelesaian. Kita akan menemukan konsep dan sifat-sifat matriks melalui penyelesaian masalah nyata. sehingga sistem hanya mempunyai tepat satu (tunggal) penyelesaian. mempunyai satu selesaian dan mempunyai tak terhingga banyak selesaian. artinya setiap sistem persamaan linear dapat disajikan dalam bentuk matriks. Sifat-sifat matriks terhadap operasi penjumlahan. pengurangan dan perkalian akan dibahas secara mendalam dan dimanfaatkan dalam penyelesaian masalah matematika dan masalah otentik. 7. artinya terdapat tak terhingga banyak titik perpotongan. Sistem Persamaan linear (SPL) mempunyai tiga kemungkinan penyelesaian. Penguasaan kamu tentang sistem persamaan dan pertidaksamaan linear adalah prasyarat mutlak mempelajari bahasan matriks dan program linear. Selanjutnya kita lakukan operasi hitung pada dua atau lebih matriks dan menentukan determinannya.

menghayati rasa percaya diri. motivasi internal dan sikap peduli lingkungan melalui kegiatan kemanusiaan dan bisnis dalam kehidupan sehari-hari. • berpikir Independen mengajukan ide secara bebas dan terbuka. Pengalaman Belajar Melalui pembelajaran materi matriks. siswa memperoleh pengalaman belajar: • melatih berpikir kritis dan kreatif. kritis. bertanggungjawab. konsisten dan jujur serta menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. memahami operasi sederhana matriks serta menerapkannya dalam pemecahan masalah. siswa mampu: 1. menghayati kesadaran hak dan kewajiban serta toleransi terhadap berbagai perbedaan di dalam masyarakat majemuk sebagai gambaran menerapkan nilai-nilai matematis. menghayati pola hidup disiplin. • • • • • Elemen Matriks Ordo Matriks Matriks Persegi Matriks Identitas Transpos Matriks . • mengamati aturan susunan objek. 5. memahami konsep matriks sebagai representasi numerik dalam kaitannya dengan konteks nyata. • mengamati keteraturan data. KOMPETENSI DASAR DAN PENGALAMAN BELAJAR Kompetensi Dasar Setelah mengikuti pembelajaran matriks. 2. • berkolaborasi. 3. bekerja sama menyelesaikan masalah.Bab Matriks A. 4.

PETA KONSEP B.B. PETA KONSEP SISTEM PERSAMAAN LINIER MASALAH OTENTIK MATERI PRASYARAT MATRIKS Kolom Baris Persegi Panjang Persegi Segitiga Diagonal Transpos Identitas JENIS MATRIKS Operasi UNSUR-UNSUR MATRIKS Elemen Baris Elemen Kolom Relasi Kesamaan Penjumlahan Pengurangan Perkalian Invers Determinan Matematika 123 .

dari sebuah agen tiket. Menemukan Konsep Matriks Informasi yang terdapat dalam suatu koran atau majalah tidak senantiasa berupa teks bacaan yang terdiri atas sederetan kalimat yang membentuk paragraf. Tampilan informasi dalam suatu tabel lebih tersusun baik dibandingkan dalam bentuk paragraf.1: Keterangan situasi tiket penerbangan ke Medan dan Surabaya Tujuan Medan Surabaya Hari ke I 3 7 II 4 1 III 2 3 IV 5 2 Pada saat kamu membaca tabel di atas maka hal pertama yang kamu perhatikan adalah kota tujuan. dapat kamu lihat bahwa data yang terbentuk terdiri atas bilangan-bilangan yang tersusun dalam baris dan kolom. selama empat hari berturut-turut disajikan dalam tabel berikut. klasemen akhir Liga Super Indonesia.C. ♦ Arahkan siswa menemukan konsep matriks dari berbagai situasi nyata yang dekat dengan kehidupan siswa. seperti data rekening listrik atau telepon. Tumbuhkan motivasi internal dalam diri siswa melalui menunjukkan kebergunaan mempelajari matriks dalam kehidupan. maupun brosur harga jual sepeda motor. Hal seperti ini sering kita temui. 124 Buku Guru Kelas X . Sebagai gambaran awal mengenai materi matriks. Tabel 4. tetapi ada kalanya disampaikan dalam bentuk sebuah tabel. dapat kamu sederhanakan dengan cara menghilangkan semua keterangan (judul baris dan kolom) pada tabel. MATERI PEMBELAJARAN 1. dan mengganti tabel dengan kurung siku menjadi bentuk seperti berikut: 3 4 2 5  7 1 3 2    Berdasarkan bentuk tersebut. banyak informasi atau data yang ditampilkan dalam bentuk tabel. Data tersebut. Susunan bilangan seperti inilah yang dinamakan sebagai matriks. mari kita cermati uraian berikut ini. Dalam kehidupan sehari-hari. tidak hanya sebatas pada koran atau majalah saja. kemudian banyaknya tiket yang habis terjual untuk tiap-tiap kota setiap harinya. Diketahui data hasil penjualan tiket penerbangan tujuan Medan dan Surabaya. data perolehan nilai dan absensi siswa.

biasanya disusun dalam lima baris.. pihak sekolah menempatkan siswa dalam ruang Gambar 4. NIS siswa-12. NIS siswa-14. NIS siswa-23. NIS siswa-53. dan jika nomor ujian peserta adalah NIS siswa-34. dan NIS siswa-54 dengan mudah memahami posisi mereka dalam ruang ujian tersebut. seperti yang disajikan pada Gambar 4. Jika nomor peserta ujian adalah NIS siswa-12. artinya posisi siswa saat ujian berada pada baris ke-5 kolom ke-1. NIS siswa-22. untuk setiap peserta ujian yang memiliki nomor ujian NIS siswa-11.2. NIS siswa-44. Demikian pula. NIS siswa-13. yang ditempelkan di tempat duduk siswa. Masalah-4. Tentukan susunan peserta ujian ditinjau dari pola Nomor Induk Siswa (NIS)! Alternatif Penyelesaian Susunan peserta ujian jika dilihat dari NIS. Untuk memudahkan pengaturan peserta ujian dalam suatu ruangan. NIS siswa-21. . Meja Pengawas Ujian  NIS 11  NIS 21   NIS 31   NIS 41   NIS 51 NIS 12 NIS 22 NIS 32 NIS 42 NIS 52 NIS 13 NIS 23 NIS 33 NIS 43 NIS 53 NIS 14  NIS 24   NIS 34   NIS 44  NI IS 54   Gambar 4. Berikut ini akan kita cermati lebih dalam lagi mengenai matriks dari masalahmasalah kehidupan kita sehari-hari. Denah posisi tempat duduk peserta ujian berdasarkan NIS Matematika 125 . NIS siswa-12. dalam bentuk baris dan kolom.1 Pelaksanaan Ujian Nasional ujian dengan pola nomor ujian melalui Nomor Induk Siswa (NIS).. NIS siswa-13.. artinya posisi peserta tersebut saat ujian berada pada baris ke-3 kolom ke-4. Tentunya. dapat kita nyatakan sebagai berikut. itu berarti posisi peserta saat ujian berada pada baris ke1 lajur ke-2. NIS siswa-52.1 Masihkah kamu ingat posisi duduk sewaktu kamu mengikuti Ujian Nasional SMP? Maksimal siswa dalam satu ruang ujian hanya 20 peserta. Misalnya. …. NIS siswa-14. NIS siswa-54. empat kolom. jika nomor peserta ujian adalah NIS siswa-51. NIS siswa-51. NIS siswa-21. NIS siswa-53. nomor ujian peserta di ruang A adalah NIS siswa-11.1.

3 Seorang wisatawan lokal hendak berlibur ke beberapa tempat wisata yang ada di pulau Jawa. Coba kita perhatikan gambar berikut ini! KOLEKSI Peralatan Dapur KOLEKSI Sabun KOLEKSI Roti dan Biskuit KOLEKSI Sampho dan Pasta Gigi KOLEKSI Beras dan Tepung KOLEKSI Permen dan Coklat KOLEKSI Detergen dan Pembersih KOLEKSI Susu KOLEKSI Mie Instan KOLEKSI Bumbu Dapur KOLEKSI Minyak dan Gula KOLEKSI Minuman Botol Gambar 4.3 Ruang koleksi barang-barang pada suatu supermarket Tentukanlah posisi koleksi beras dan tepung pada susunan di atas! Alternatif Penyelesaian Gambar di atas mendeskripsikan ruangan koleksi barang-barang suatu supermarket. mengenai posisi setiap koleksi barang dalam ruang tersebut. setiap manager supermarket memiliki aturan untuk menempatkan setiap koleksi barang yang tersedia. 4 kolom. dia mencatat jarak antar kota-kota tersebut sebagai berikut. Koleksi beras dan tepung terdapat pada baris ke-3. Untuk memaksimalkan waktu liburan. Bandung–Bogor 126 km Bandung–Semarang 367 km Bandung–Cirebon 130 km Bandung–Yogyakarta 428 km 126 Buku Guru Kelas X . ♦ Guru menjelaskan bagaimana susunan koleksi barang supermarket jika tersusun bertingkat. ♦ Guru memeriksa hasil kerjaan siswa. kolom ke-2. Koleksi barang yang terdapat pada baris ke-2.Masalah-4.2 Masalah lain yang terkait dengan susunan dapat kita amati susunan barangbarang pada suatu supermarket. kolom ke-4 adalah koleksi bumbu dapur. Tentunya. Masalah-4. yang terdiri atas tiga baris.

Jika kita ingin menampilkan susunan jarak-jarak tersebut. Bandung Bandung Cirebon Semarang Yogyakarta Surabaya Bogor 0 130 367 428 675 125 Cirebon 130 0 237 317 545 256 Semarang Yogyakarta 367 237 0 115 308 493 428 317 115 0 327 554 Surabaya 675 545 308 327 0 801 Bogor 126 256 493 554 801 0 Dari tampilan di atas. dapat dituliskan sebagai berikut. Alternatif Penyelesaian Wisatawan akan memulai perjalanannya dari Bandung ke kota-kota wisata di Pulau Jawa.  0 130 367 428 675 126  130 0 237 317 545 256    367 237 0 115 308 493  A= → 5 0 327 554   428 317 115  675 545 308 437 0 801     126 256 493 554 801 0   Susunan jarak antar kota di pulau Jawa ini. seandainya wisatawan tersebut memulai perjalanannya dari Bandung! Kemudian berikan makna setiap angka dalam susunan tersebut. Matematika 127 . Bandung–Surabaya 675 km Bogor–Cirebon 256 km Bogor–Surabaya 801 km Cirebon–Yogyakarta 317 km Bogor–Semarang 493 km Surabaya–Semarang 308 km Bogor–Yogyakarta 554 km Surabaya–Yogyakarta 327 km Cirebon–Surabaya 545 km Semarang–Yogyakarta 115 km Cirebon–Semarang 237 km Tentukanlah susunan jarak antar kota tujuan wisata. terdiri dari 6 baris dan 6 kolom. Jarak-jarak antar kota tujuan wisata dituliskan sebagai berikut. dia cukup jelas mengetahui jarak antar kota tujuan wisata.

secara matematis. sedangkan dua kota yang tidak terhubungkan diberi bobot 0. Nyatakanlah persoalan pengiriman barang tersebut dalam bentuk matriks.Masalah-4. ♦ Guru mengerjakan lintasan mana yang terpendek untuk membawa barang dari kota P ke kota V! V 0 0  1  → Susunan angka-angka berbentuk persegi. Jika setiap dua kota yang terhubungkan diberi bobot 1. disebut matriks X yang anggota-anggotanya terdiri dari angka 1 dan 0.4 Pak Margono yang tinggal di kota P memiliki usaha jasa pengiriman barang. P P 0 R 1 X = Q 1  T 1 V 0 R 1 0 1 0 0 Q 1 1 0 1 1 T 1 0 1 0 0 128 Buku Guru Kelas X . kota P terhubungan dengan semua kota. kecuali ke kota V. Suatu ketika. fungsi keterhubungan antar dua kota tersebut. dapat kita nyatakan dalam bentuk matriks seperti berikut. Gambar 4.  0 0  Matriks representasi keterhubungan antar dua kota. untuk i ≠ j Dari gambar di atas.4 Diagram rute pengiriman barang Alternatif Penyelesaian Kata kunci pada persoalan ini adalah keterhubungan antar dua kota. dinyatakan sebagai berikut: 0. untuk i = j aij =  1. Keterhubungan antar dua kota ini. perusahaan pak Margono menerima order mengirim barang ke kota V.

 a11 a  21 =  a31     am1 a12 a22 a32 am 2 a13 a23 a33 am 3 a1n  a2 n   a3n    amn   → baris ke-1 → baris ke-2 → baris ke-3 → baris ke-m Amxn kolom ke-m kolom ke-3 kolom ke-2 kolom ke-1 aij bilangan real. misalnya A. i = 1. Notasi m × n. yang menyatakan banyak baris dan kolom matriks A. diberikan matriks A. Secara umum. Banyak baris dan kolom dikondisikan pada kajian objek yang sedang diamati. Matematika 129 . B. D. …. m. 3. jika diperhatikan ordo suatu matriks.. . menyatakan ordo (ukuran) matriks A. Biasanya pelabelan suatu matriks dinyatakan dengan huruf kapital. n Am×n : m menyatakan banyak baris matriks A. masalah yang dikaji adalah aturan susunan posisi setiap objek dan benda dinyatakan dalam aturan baris dan kolom.. 2. menyatakan elemen matriks pada baris ke-i dan kolom ke-j. Definisi 4.. 2. matriks didefinisikan sebagai berikut. Dari empat masalah di atas. C. n menyatakan banyak kolom matriks A. Objek-objek yang disusun pada setiap baris dan kolom harus memiliki karakter yang sama. dan seterusnya. Jadi. dapat diketahui banyaknya elemen pada matriks itu.. 3. j = 1. Ingat. Susunan bilangan itu diletakkan di dalam kurung biasa “ ( )” atau kurung siku “ [ ] “.1 Matriks adalah susunan bilangan yang diatur menurut aturan baris dan kolom dalam suatu jajaran berbentuk persegi atau persegipanjang.. m menyatakan banyak baris dan n menyatakan banyak kolom matriks A. Secara umum. .

a44  ij ij • a11 = 11–1 = 1 • a31 = 31–1 = 1 • a12 = 12–1 = 1 • a32 = 32–1 = 3 • a13 = 13–1 = 1 • a33 = 33–1 = 9 4–1 • a14 = 1 = 1 • a34 = 34–1 = 27 • a21 = 21–1 = 1 • a41 = 41–1 = 1 • a22 = 22–1 = 2 • a42 = 42–1 = 4 3–1 • a23 = 2 = 4 • a43 = 43–1 = 16 • a24 = 24–1 = 8 • a44 = 43–1 = 64 Jadi. A = [aij] yang memenuhi kondisi aij = i(j–1)! Alternatif Penyelesaian  a11 a12 a  21 a22 Matriks A Matriks A4× = 4  a31 a32   a41 a42 a13 a23 a33 a43 a14  a24   . Sekar (19 tahun). nilai a ditentukan dengan aij = i j −1 . Dia sendiri berumur 14 tahun. Ibu. berturut-turut berumur 46 tahun dan 43 tahun.Masalah-4. matriks A berordo 4 × 4 yang dimaksud adalah: 1 1  = A4×A = 4 1  1 1 1 1 2 4 8 .5 Tentukanlah matriks 4 × 4. Selain itu dia juga memiliki kakak dan adik. Berbekal dengan materi yang dia pelajari di sekolah dan kesungguhan dia dalam berlatih. sebagai berikut (berdasarkan urutan umur dalam keluarga Teguh). dia mampu mengkreasikan susunan matriks. ditentukan dengan a = ij–1. 3 9 27   4 16 64  Contoh 4.1 Teguh. siswa kelas X SMA Panca Budi. 130 Buku Guru Kelas X . yang merepresentasikan umur anggota keluarga Teguh. ij a34   nilai a . Ningrum (22 tahun). secara berurut. akan menyusun anggota keluarganya berdasarkan umur dalam bentuk matriks. dan Wahyu (12 tahun). Dia memiliki Ayah.

ii. berikut ini akan disajikan jenis-jenis matriks. Alternatif susunan I Matriks T2×3  46 43  46 43 22  22 19  T2×3 =  T3×2 =     19 14 12    14 12   adalah matriks persegipanjang dengan berordo 2 × 3. a. ♦ Guru memberikan susunan matriks yang lain. T1×4 = [22 19 14 12]. Jenis-Jenis Matriks Contoh 4.i.1 di atas. Alternatif susunan II T2×3  46 43  46 43 22  22 19  = T3×2 =     19 14 12   14 12   Matriks T3×2 adalah matriks berordo 3 × 2. menyajikan beberapa variasi ordo matriks yang merepresentasikan umur anggota keluarga Teguh. Secara detail. ordo matriks seperti ini.  19   19   12   Matematika 131 . Biasanya. dengan m banyak baris pada kolom matriks tersebut. Matriks Baris Matriks baris adalah matriks yang terdiri dari satu baris saja. T1×2 = [46 43]. Perhatikan matriks kolom berikut  46 ini!  43  43    . 1 × n. dengan n banyak kolom pada matriks tersebut. Matriks Kolom Matriks kolom adalah matriks yang terdiri dari satu kolom saja. yang merepresentasikan umur semua T2×1 =  22 =   5×1  22  wanita pada keluarga Teguh. 2. T  kolom  matriks berordo 3 × 1. b. matriks baris berordo 1 × 2 yang merepresentasikan umur orang tua Teguh. minimal dua cara dengan cara yang berbeda. matriks baris berordo 1 × 4 yang merepresentasikan umur Teguh dan saudaranya. Matriks kolom berordo m × 1.

yaitu semua elemen matriks yang terletak pada garis diagonal dari sudut kiri atas ke sudut kanan bawah. Matriks Persegi Matriks persegi adalah matriks yang mempunyai banyak baris dan kolom sama. Matriks ini memiliki ordo n × n. 19   12   c. misalnya: 132 Buku Guru Kelas X .  14 12    46 43  . e. matriks kolom berordo 5 × 1.  14 12   d. Jika terdapat pola susunan pada suatu matriks persegi. Matriks seperti ini memiliki ordo m × n. yaitu semua elemen matriks yang terletak pada garis diagonal dari sudut kiri bawah ke sudut kanan atas. matriks persegi berordo 2 × 2.  46 43  46 43 22   19  T2×3 =  matriks persegipanjang berordo 2 × 3. yang merepresentasikan umur  22 19  orang tua Teguh dan kedua kakaknya. 43  T2×1 =   22   19    46   43   T5×1 =  22  . Jika kita meninjau matriks persegi berordo 4 × 4 di bawah ini. Matriks Persegipanjang Matriks persegipanjang adalah matriks yang banyak barisnya tidak sama dengan banyak kolomnya. Diagonal samping matriks. yang merepresentasikan umur kedua   orang tua Teguh dan ketiga saudaranya. yang merepresentasikan T3×2 =   22 19  umur semua anggota keluarga Teguh.  46 43 T2×2 =   . a12 a22 a32 a42 a13 a23 a33 a43 a14  a24   a34   a44  Diagonal Samping matriks H T2×2  a11  a  46 42  = H 4×4  21   a31  22 19    a41 Diagonal Utama matriks H Diagonal utama suatu matriks. T  19 14 12   tasikan umur anggota keluarga Teguh. Matriks Segitiga Mari kita perhatikan matriks F berordo 4 × 4. yang merepresen2× 2 =  22  . matriks persegipanjang berordo 3 × 2.

disebut matriks diagonal. matriks segitiga merupakan suatu matriks persegi berordo n × n dengan elemen-elemen matriks di bawah atau di atas diagonal utama semuanya nol. 2  Y = 0  0 12 0   B=0  0  0 0 0 0 0  0 3  0 0 6 0 0 4 0 0 0 0 0 0 0 3 0 0 0  0  0 1  maka matriks persegi dengan pola “semua elemennya bernilai nol. Matematika 133 . Jadi. Matriks Diagonal Dengan memperhatikan konsep matriks segitiga di atas. jika kita cermati kombinasi pola tersebut pada suatu matriks persegi. g.  −2 0  0  0 7 12  13 0 0 5 1 0  −8 4  G F=  3 8 10 2 6   0 13  2 −4 2  maka matriks persegi yang berpola seperti matriks F dan G disebut matriks segitiga. kecuali elemen diagonal utama tidak semuanya bernilai nol”. f. 3 5 0 0  −2 0 F = 0  0 3 5 0 0 7 12  13   5 −8 4  F = 3 2 6   0 13  2 0 0 0 5       0 0 1 0 8 10 −4 2 0 0 0 5       atau jika polanya seperti berikut ini. Matriks Identitas Mari kita cermati kembali matriks persegi dengan pola seperti matriks berikut ini. seperti matriks berikut ini.

Parman. atau 0 0  0 0  .5. majalah. Matriks Nol Jika elemen suatu matriks semuanya bernilai nol.• I 4×4 1 0  = 0  0 0 1 0 0 0 0 1 0 0 0  0  1 1 • I 3×3 =  0  0 1 • I 2×2 =  0 0 0 1 0  0 1  0 1  Cermati pola susunan angka 1 dan 0 pada ketiga matriks persegi di atas. memiliki banyak koleksi buku. dan novel yang pernah dia beli maupun terima selama dia masih aktif sebagai pegawai PLN. atau  0 • O1×3 = [0 0 0] . pensiunan PLN. membantu menyusun buku-buku tersebut dalam tumpukan-tumpukan seperti pada Gambar 4. Sebelum akan dibawa pengangkutan. h. Pak Susilo berniat akan menghibahkan semua buku-buku tersebut ke kampung halamannya. ditambah lagi ruang koleksinya tidak memadai. seperti berikut: 0 • O2×3 =  0 0 • O3×2 =  0 0  0 0 . cucunya. 3. Matriks identitas dinotasikan sebagai I berordo n × n. 134 Buku Guru Kelas X . Karena begitu banyak koleksi buku tersebut. Transpos Matriks Pak Susilo. yaitu di Tegal. Jika suatu matriks persegi unsur diagonal utamanya adalah 1 dan unsur yang lainnya semua nol disebut matriks identitas. maka disebut matriks nol.

Diagram susunan koleksi buku-buku Jika direpresentasikan semua koleksi tersebut dalam matriks. akan diperoleh matriks persegi panjang berordo 3 × 6. atau disebut transpos matriks. Relasi yang dimaksud dalam hal ini adalah “perubahan posisi elemen matriks”. dengan sudut pandang dari ruang baca. yang diberi simbol Bt sebagai 135 Matematika . Matriks B. Kita sebut matriks B. ternyata memiliki relasi.  BKo MS MT BMo BMa BF  B3×6  BB BI   BKi NP MF BR    KK MI BP BS BA MF   Selanjutnya. Pihak pengangkutan menyusun semua koleksi tersebut menurut barisan buku yang terdekat ke truk.5.Ruang Baca P e n g a n g k u t a n Buku Komik Majalah Sport Majalah Teknik Buku Motivasi Buku Matematika Buku Fisika Buku Kimia Novel Petualang Majalah Furniture Buku Rohani Buku Budaya Bahasa Inggris Koleksi Kamus Majalah Intisari Buku Peta Buku Sejarah Buku Autbiography Majalah Fashion Gambar 4. dalam kajian yang sama. berubah menjadi:  BKo  MS   MT =  BMo  BMa    BF BKi NP MF BR BB BI KK MI BP BS BA MF           B6×3 Dengan memperhatikan kedua matriks B3×6 dan B6×3. karena halaman rumah Pak Susilo yang tidak cukup untuk ruang gerak truk sehingga truk harus diparkir di sebelah Barat ruang baca Pak Susilo.

 20  S =  2 5 8 6  5 15 9   5 4 8 12    12  8          7 20 23 3 2 6 4  3 7 12 4    19    −3 1 0 5 3  1 14 2 5 3 4 3 5 7   0 9  3 10 6    14 9 4 2   St =  t t      = = = A C . Misalnya. guru menjelaskan pembuktian dengan mengambil sembarang matriks Am×n dan Bm×n sebagai berikut. setiap elemen baris ke-2 pada matriks B menjadi elemen kolom ke-2 pada matriks Bt. Namun beberapa buku menotasikan transpos matriks B dengan atau B'. Hal inilah yang menjadi aturan menentukan transpos matriks suatu matriks. demikian seterusnya. maka C t =  5 4 8 12  6    4 3 2 6 4  Contoh 4. ♦ Untuk menunjukkan (At + Bt) = (A + B)t. jika matriks awal berordo m × n. maka 2 5 8 6 5 4  5 15 9    6 9 12  8          3 7 12 4  3 2  7 20 23   19  1 14 c.  −3 2 5 3 1 0 4 2 3 5 7  3 10 6  14 9     t t     S = transpos matriks =. Jika C =  2  3 0 5 9 4 5 8 7 12 3 1 14 2 3  0 9 5 7   2 . dapat kita pahami perubahan ordo matriks. . adalah A S a. Diberikan matriks S =  5 10 15 20  . setiap elemen baris ke-1 pada matriks B menjadi elemen kolom ke-1 pada matriks Bt. maka C 10 15 20 6 b. Jika A =  [–3 4 6 8 19]. 136 Buku Guru Kelas X .transpos matriks B.2 5 4 8 12 3 2 6 4 3 5 10 15 6 9 2 S= 5  3 2 5 8 6 2 7 12 4 Dari pembahasan contoh di atas. maka 6 C= 2 5  5 15 9      8     3 6 9 12    7 20 23 3 7  −3   19 14 2 2   1 0 5 3 1  2 5 3   4 7   3 10 6       t  At =  6  C = 14 9 4 2  . maka C t =  0 9 5 7  . ♦ Guru menjelaskan kepada siswa bahwa transpos dari matriks identitas adalah matriks itu sendiri. Perubahan yang dimaksud dalam hal ini adalah. maka transpos matriks berordo n × m. hingga semua elemen baris pada matriks matriks B menjadi elemen kolom pada matriks Bt.

dituliskan.  a11 + b11 a +b  21 21 t + Bm×n ) =  a31 + b31     am1 + bm1  a11 + b11 a + b  12 12 =  a13 + b13     a1n + b1n a12 + b12 a22 + b22 a32 + b32 am 2 + bm 2 a21 + b21 a22 + b22 a23 + b23 a2 n + b2 n a13 + b13 a23 + b23 a33 + b33 am 3 + bm 3 a31 + b31 a32 + b32 a33 + b33 a3n + b3n a1n + b1n  a2 n + b2 n   a3n + b3n    amn + bmn   am1 + bm1  am 2 + bm 2   am 3 + bm 3  .6 Denah komplek ruko Matematika 137 . Gambar di bawah ini mendeskripsikan denah pembagian gedung-gedung ruko tersebut.   amn + bmn   t ( Am×n 4. Kemandirian Dua Matriks Pada suatu kompleks perumahan ruko di daerah Tangerang memiliki ukuran yang sama dan bentuk bangun yang sama. Gedung 6A Gedung 7A Gedung 8A Gedung 9A Gedung 10A Gedung 5A Gedung 4A Gedung 3A Gedung 2A Gedung 1A J A L A N Gedung 5B Gedung 4B Gedung 3B Gedung 2B Gedung 1B Gedung 6B Gedung 7B Gedung 8B Gedung 9B Gedung 10B Blok A Gerbang Utama Blok B Gambar 4. a11 + b11 a + b  12 12 t t ( Am×n ) = ( Bm×n ) =  a13 + b13     a1n + b1n a21 + b21 a22 + b22 a23 + b23 a2 n + b2 n a31 + b31 a32 + b32 a33 + b33 a3n + b3n am1 + bm1  am 2 + bm 2   am 3 + bm 3    amn + bmn   Sedangkan transpose matriks A + B.

ii. Definisi 4. b. dapat dituliskan: . • Karena a = 0 maka d = –3. dan d = –3. kesamaan Pt = Q     77     33 66 77   3a − c 6 4  . b. aij = bij (untuk semua nilai i dan j). c.2 Matriks A dan matriks B dikatakan sama (A = B). c = 3.= Akibatnya. = . Sedangkan matriks Q merupakan matriks berordo 2 × 3. a = 0. 2a −− 44 dd ++ 2a 2a 2 a Dengan Pt =   3b 2c 2c   3b  2a − 4  3b  d + 2a 2c 4 7 −− 44    b b− 5 5 3a 3a cc 44   − . dan d yang memenuhi matriks Pt = Q. c. karena banyak Ruko di Blok A sama dengan banyak Ruko di Blok B. Dua matriks dikatakan sama jika memenuhi sifat berikut ini. • 2a – 4 = –4 maka a = 0. kita akan mengkaji dalam konteks matriks. dan d sebagai berikut: • 3b = 3 maka b =1. Oleh karena itu berlaku kesamaan matriks Pt = Q. Dari ilustrasi di atas. 138 Buku Guru Kelas X . kita temukan nilai a.  dan Q =  3 6 7     7   4  Penyelesaian Karena P merupakan matriks berordo 3 × 2. dan 2c = 6 maka c = 3. Setiap elemen yang seletak pada matriks A dan matriks B mempunyai nilai yang sama. jika dan hanya jika: i. Ordo matriks A sama dengan ordo matriks B. penempatan setiap Ruko di Blok A sama dengan penempatan Ruko di Blok B. b = 1. 7     b−5 = 3   Dari kesamaan di atas. Artinya 10 Ruko di Blok A dan Blok B dibagi dalam dua jajaran. Selain itu. Dari denah di atas dapat dicermati bahwa Blok A sama dengan Blok B.3 Tentukanlah nilai a. Jadi. Contoh 4. maka Pt merupakan matriks berordo 2 × 3. dengan 3b   2a − 4 4   b − 5 3a − c  P =  d + 2a 2c  .

Elemen baris ke-1 kolom ke-3 pada matriks M! b. dikatakan bahwa terdapat relasi antara berat badan dengan tinggi badan seseorang. Menurut kamu. Jelaskan nilai kebenaran untuk setiap pernyataan berikut ini! a. dengan semua elemennya adalah 15 bilangan prima yang pertama. Dua matriks yang sama merupakan syarat cukup bagi dua matriks yang sama. Menurut kamu. Elemen kolom ke-1 baris ke-5 pada matriks N! c. Diketahui matriks M = [2 6 12 7 11] 2 4   6 dan N =   . Dua matriks yang berordo sama merupakan syarat perlu bagi dua matriks yang sama. Dari matriks M dan N. 8  7     0  tentukanlah : a. Bisakah kamu merepresentasikan persoalan tersebut ke dalam matriks? (Silahkan gunakan data berat badan dan tinggi badan teman sekelasmu)! 9. Hasil perkalian elemen baris ke-2 pada matriks N dengan elemen kolom ke-4 pada matriks M! d.1 1. apakah ada batasan banyak baris dan kolom untuk membentuk suatu matriks? Jelaskan! 3. b. Silahkan jelaskan! 2. Petunjuk: Jika kamu belum paham arti syarat cukup dan syarat perlu. Tentukanlah matriks berordo 5 × 5. teknologi apakah yang menggunakan konsep matriks yang sedang kita pelajari ini? Tolong deskripsikan! 5.Uji Kompetensi 4. Selisih elemen baris ke-6 pada matriks N terhadap elemen kolom ke-2 pada matriks M! e. Elemen baris ke-7 pada matriks N. Coba berikan contoh yang lain (selain yang disajikan di atas) mengenai matriks yang dapat dijumpai dalam kehidupan seharihari! 4. 1 jika i − j ≤ 1 −aturan: dengan  1 jika i − j > 1 aij =  ! −1 jika i − j ≤ 1  8. Menurut ilmu kedokteran. Serta tentukan transpos matriksnya! 6. Jika elemen suatu matriks merupakan anggota bilangan kuadrat. silahkan tanyakan pada gurumu! Matematika 139 . buatlah matriks yang terdiri dari 7 baris dan 2 kolom! Serta tentukan transpos matriksnya! 1 jika i − j > 1 aij =  ! 7. Buatlah matriks yang terdiri dari 5 baris dan 3 kolom.

Diketahui matriks-matriks a − 2b  8 2d + c   dan R =  2  e−3f   4 0 . s t u  −3a T =  b+c   e − 2d t 10. e. − 2 10 1   a) Tentukan transpos dari matriks T! b) Jika Rt = T. nilai nol artinya a − 2b   −3apengasuh klien tidak cocok dengan  T = b+ c 2klien d + c bayi dan nilai sepuluh untuk    yang sangat cocok dengan pengasuh. 1 2 4  p q r D= . tentukan pasangan-pasangan matriks yang sama. a b c  A= . Masalah Penugasan Pengasuh Bayi. Samad mewakili teman-teman yang lainnya membeli 10 buah buku Matematika dan 6 buah buku Biologi. c. Biro tersebut mengevaluasi tingkat kecocokan antara klien dan pengasuh bayi dalam sebuah tabel dengan skala nol sampai sepuluh. Untuk matriks-matriks berikut. s t u 140 Buku Guru Kelas X t . Nyatakanlah persoalan tersebut dalam bentuk matriks dan selesaikanlah! 11.  u v w d e f  Syarat apakah yang harus dipenuhi supaya matriks A sama dengan matriks X?. d e f  2 1  B= 0 2 . Jelaskan! 14. 10 −1  8 4 0 dan R =  . dan f! a 13. d. Pada saat yang bersamaan. Samad harus membayar Rp 740.000 untuk semuanya. Pada tahun ajaran baru.000. Dia harus membayar sebesar Rp 410. C= 1 2 4   p q r D= .  3 4  2 0 3 C=  . tentukanlah nilai a.d e f  2 1  B= 0 2 . 2 3 e − d e − f   Tabel peringkat tersebut sebagai berikut! Nama Pengasuh Bayi Tarsi KLIEN Ibu Ratna Ibu Santi Ibu Bonita 7 5 3 6 Inem 4 9 5 5 Wati 7 3 6 0 Nurlela 3 8 2 4 Marni 10 7 9 8 12. Sebuah biro jasa penyedia pengasuh bayi mempunyai empat klien dan lima pengasuh. Anas mewakili beberapa temannya untuk membeli 5 buah buku Matematika dan 4 buah buku Biologi. Diketahui matriks A =  d b e c r X =  f u s v t w  Ibu Soimah Bagaimanakah biro jasa tersebut menugaskan pengasuh-pengasuhnya agar dapat memaksimumkan jumlah angka kecocokan antara klien dengan pengasuh? r s t  a b c  A X = =  dan matriks  .  3 4  2 0 3 . b.

dan lain-lain) tampak pada susunan baris dan kolom sebuah matriks. Operasi Hitung pada Matriks 1) Penjumlahan Dua Matriks Untuk memudahkan kita memahami penjumlahan dua matriks. tersedia buku aljabar. Memahami Operasi Sederhana Matriks serta Menerapkannya dalam Pemecahan Masalah a. bidang ilmu fisika. Biaya untuk bahan ditangani oleh sebuah departemen dan upah buruh ditangani oleh pabrik departemen lainnya. Pabrik di Surabaya (dalam Jutaan) Baju Bahan Buruh 200 20 Jas 600 80 Bahan Buruh Pabrik di Jakarta (dalam Jutaan) Baju 125 25 Jas 450 90 Jika kita misalkan matriks biaya di Surabaya. kimia. 5. sebagai berikut. statistika. Biaya untuk setiap jenis produk diberikan pada matriks berikut. dan IPS dari berbagai jenisnya (misalnya jenis buku matematika.6 Sebuah perusahaan garmen memiliki dua pabrik yang berlokasi di Jakarta dan Surabaya. geometri. Kamu dapat membuat pengkodean dari bukubuku tersebut agar para pembaca dan yang mencari buku tertentu mudah untuk mendapatkannya. seperti: buku matematika. kimia. fisika. biologi. mari kita cermati contoh masalah berikut ini. dan teknologi informasi. yaitu baju dan jas. Matematika 141 .Projek Temukan contoh penerapan matriks dalam ilmu komputer. sebagai matriks S dan biaya matriks di Jakarta sebagai matriks J. Perusahaan itu memproduksi dua jenis produk. Pikirkan bagaimana susunan buku teks. Selanjutnya coba terapkan berbagai konsep dan aturan matriks dalam menyusun buku teks di sebuah perpustakaan. maka biaya total yang dikeluarkan oleh perusahaan untuk kedua pabrik tersebut dapat diperoleh. Masalah-4. Buat laporan hasil kerja kelompokmu dan hasilnya disajikan di depan kelas.

ditulis C = A + B. Seandainya ordo kedua matriks biaya tersebut berbeda. kita tidak dapat melakukan operasi penjumlahan terhadap kedua matriks. maka hasil jumlah matriks P dan Q adalah 142 Buku Guru Kelas X 2+2 3+ 0 4+8   = 5 +1    . matriks C juga berordo m × n dengan elemen-elemen ditentukan oleh: cij = aij + bij (untuk semua i dan j). 1 0 1   1+1 3 + 0 5 +1   2 3 6  Jika dimisalkan R = P + Q.♦ Total biaya bahan untuk baju = 200 + 125 = 325 ♦ Total biaya bahan untuk jas = 600 + 450 = 1050 ♦ Total biaya buruh untuk baju = 20 + 25 = 45 ♦ Total biaya buruh untuk jas = 80 + 90 = 170 Jika keempat total biaya tersebut dinyatakan dalam matriks. adalah sebagai berikut: Total Biaya Pabrik (dalam Jutaan) Baju Bahan Buruh 325 45 Jas 1050 170 Penjumlahan kedua matriks biaya di atas dapat dioperasikan diakibatkan kedua matriks biaya memiliki ordo yang sama. Definisi 4. tentunya dapat didefinisikan penjumlahan dua matriks dalam konteks matematis. Q= . Catatan: Dua matriks dapat dijumlahkan hanya jika memiliki ordo yang sama.4 2 2 8 10 2 4  10 + 2 a) Jika diketahui matriks P =  P+Q =  . Contoh 4. yaitu 2 × 2. Nah. melalui pembahasan di atas. Ordo matriks hasil penjumlahan dua matriks adalah sama dengan memiliki ordo yang sama dengan matriks yang dijumlahkan. Jika matriks C adalah jumlah matriks A dengan matriks B.3 Misalkan A dan B adalah matriks berordo m × n dengan elemen-elemen aij dan bij. maka   1 0 1  1 3 5  1+1 2 2 8 10 + 2 2 + 2 4 + 8  12 4 12  Q= . P + Q =  = .

Misalkan A dan B adalah matriks-matriks berordo m × n. Demikian juga halnya untuk matriks identitas. 2) Pengurangan Dua Matriks Rumusan penjumlahan dua matriks di atas dapat kita terapkan untuk memahami konsep pengurangan matriks A dengan matriks B. maka kita harus memikirkan matriks nol dengan ordo yang sama dengan matriks tidak nol yang sedang dikaji. ditulis: A – B = A + (–B).  −2  9  a) Jika K =  3  dan L = 7  . Contoh 4. maka mari kita tunjukkan bahwa T + O = T 2 3 6  O + T = T!   dan 1 3 7   Matriks O dalam hal ini adalah matriks nol berordo 3 × 3.  5    −5     0   1 3 2 4 2 3 5      X =  5 7  . Y =  6 8  . T = 5 5 0 . Matriks –B dalam merupakan matriks yang elemennya berlawanan dengan setiap elemen yang bersesuaian matriks B. T =  5 5 0  .5 Mari kita cermati contoh berikut ini. karena matriks tersebut akan dijumlahkan dengan matriks T berordo 3 × 3 juga. jika dikatakan matriks nol. maka        5   5   −2   −9   −11      K − L = K + (− L) =   3  +  −7  =  −4  . I.6 3 1  12   .  6 3 1  0 0 0  6 + 0 3 + 0 1 + 0   6 3 1          T +O =   5 5 0  + 0 0 0 =  5 + 0 5 + 0 0 + 0  =  5 5 0  = T  1 3 7    0 0 0 1 + 0 3 + 0 7 + 0     1 3 7   12 R= 2 4 3 0 0 0   6 3 1  0 + 6 0 + 3 0 + 1   6 3 1          O +T =  0 0 0 +  5 5 0  =  0 + 5 0 + 5 0 + 0  =  5 5 0  = T  0 0 0   1 3 7     0 + 1 0 + 3 0 + 7   1 3 7   Dalam kajian selanjutnya. dan Z =   7 11 13      9 11  10 12   17 19 23  Matematika 143 . Pengurangan matriks A dengan matriks B didefinisikan sebagai jumlah antara matriks A dengan lawan dari matriks –B. 6   1 3 7   6 3 1  12 4 12    b) RDiketahui = matriks  .

tentukan pengurangan-pengurangan matriks berikut ini: i) Y – X ii) Y – Z iii) X – Z. Sedangkan matriks Z berordo 3 × 2. dan berikut:   X   Z sebagai       X =  5 7  . 3) Perkalian Suatu Bilangan Real dengan Matriks Dalam aljabar matriks. ii) dan iii) tidak dapat dioperasikan. Sebelumnya. Y . Y − X =   6 8  +  −5 −7  = 1 1 . K − L = K + (− L) =  3  +  −7  =  −4  2 3 5 1 3 25  4  −5   0   b) Diketahui matriks-matriks . 144 Buku Guru Kelas X . menurut aturan pengurangan dua matriks. 7 K − L = K + (− L) =  3  +  − =  −11  −9   −2         5 5 0 −            . (–B) dalam hal ini sebenarnya hasil kali bilangan –1 dengan emua elemen matriks B. yaitu berordo 3 × 2. seperti yang berlaku pada penjumlahan dua matriks. Artinya. tetapi tidak berlaku untuk pengurangan dua matriks. pada kajian pengurangan dua matriks. yaitu: A – B = [aij] – [bij]. Oleh karena itu perkalian real terhadap matriks juga disebut sebagai perkalian skalar dengan matriks. −2  9    7 Jika K =  3  dan L =    . Y =  6 8  . dan Z =  7 11 13      9 11  10 12   17 19 23  Jika ada. pengurangan dua matriks dapat juga dilakukan dengan mengurangkan langsung elemen-elemen yang seletak dari kedua matriks tersebut. Y =  6 8  . bilangan real k sering disebut sebagai skalar. Oleh karena itu. A – B = A + (–B). (kenapa)?  2 4   −1 −3  1 1      Jadi.  10 12     −9 −11   1 1  Dari pemahaman contoh di atas. ♦ Guru mengarahkan siswa untuk menunjukkan bahwa sifat komutatif berlaku untuk penjumlahan matriks. maka  −9   −11  −2  5   5       −4  . maka − 2   9      5  5  dan L =  7  Jika K =  3     . hanya bagian i) saja yang dapat ditentukan. Penyelesaian Matriks X dan Y memiliki ordo yang sama. dan Z =  7 11 13   1 3 2 4 2 3 5       9 11 10 12  17 19 23          X =  5 7  .

= = = 1 3 44  4 4  0  3 8 6   =        14 −1 − 1 1 ) 3 3 −3 1 −12   15 3 M . 4  4 4 4  48 60 2 12 15 18 36 45 54 + 0 8 6  .. maka = Jika 0 8 6− maka 1 = = 1 8 1  0  = 1 1 = 1   =     3 3 12 30 15 × × × × × − × − 12 3 3 ( ) ( ) 1 1 1 3 1 1 1 3 4 4 4 4    1  3 ×  1 4   × × ×48 ×60 × 2 48 3 5 60 3 2 ×48 48  3 − 3 3    − − 1 4 − − 1 1 − 4    ×   1  2 30 10 1 1 15      4   4 4 4  4 4 4 4    4  × (−3) × (−12 ) 3 1  1 1 1 . 12 5  . maka =     2         2 2 4 1 1 2 2 2 × × 1 1 2 2 × × 2 2 4        1 1 1 4 61 1 3    2 3 2 × 2 2 × 1× × ×30 × × × 12 15 12 30 15    4   3 3 3 3  3 3 a) Jika H = . perkalian skalar dengan matriks dirumuskan sebagai berikut. Contoh 4. maka × 302.matriks (–B) dapat kita tulis sebagai: –B = k. Matriks C adalah hasil perkalian bilangan real k terhadap matriks A.. dengan k = –1.     48 60 2 × × × × 48 × 60 × 2  1 −1 −4      4 4 4 4 4  4  12 24 36 1 8 2     = . maka =      =  1 1 1 3 3 3 4 4 . Definisi 4.30 maka .  =  01 8 1 1  3 3 3 6 3 18 . maka = Jika ..H =  × 4 2× 12 5  152 4 15 12  5  =  8 10  . 24  2 ×1 L 0 ×     5 6 2 3 3 4 2 24  3 3 3 3 32 3 3   − 3 − − 3 − 12 1 3 12   1 3  2 4  1      1 11 × 30 1 1 1 × 15  1 1× 12 3  2 × 2 2 × 3  4 6   × 3 × − 3 × − 12 ( ) ( ) × (−3) × (−12)   3×3  1  × 4 2 × =8   1   33 33 3 3 3 12 30 10  15     3  4 5 . Secara umum. dinotasikan: C = k.4 Misalkan A adalah suatu matriks berordo m × n dengan elemen-elemen aij dan k adalah suatu bilangan real.6 4 6 6 2 2 3 3 2 2× ×2 2 2 2× ×3 3     4           .H ..  36 45 54  =  48 60 145 2 Matematika     10 10 5 5 8 8 6 6   1 4 1 − 4 − − −  10 5 8 6 3 3 × ×24 24 4 4 −1 −4 3 3 × ×60 60 4 4 3 × 24 4 3 × 60 4 . maka L = 0 18 0 × = 1 1 1 3 1× 24 1 1 × 3      10 2 24 2 4  4 10 5 4  10 5      2 ×1  2 ×      3  × × × 12 24 36 × × × × 12 12 24 36 × 12 2 3 3       1 1 1 3   1 3   4 4 4 4 4 4 4 4   0  3 −3 6 12  . 0 18  = × 24 ×  1 )) Jika 8 6 . maka b) Jika Jika L L= =1 maka L= × × 0 18 0 24 18 = = 0 b) 0 8 10  .A.   4 4 6 30 2 1 1 1 1 1 2 3 3 4 1 1 1 1 1 1 1              =× 2  × ×24 × 2 2 4 0 2 24 18 18 . maka 0 24 0 1 24 6× × × 1836 = 5  4 ×10 12 8 2 12 24 24 36 6L 1 8 2      × × 36   × 12 12 24  3     2 3 3 3 12 24 36   = .aij (untuk semua i dan j). a) a) Jika Jika H H= = maka 2 8 10 10 4 4 5 5 2 . = = .H =  2 × 15      1 1 1 1     3 3 b) Jika L= 0 24 5 18 .× maka = 48 60 2 12 18 36 45 54 48 60  2 12 15 18 36× 24 45 1 54             48  1 1 × 12 × 24   × 36 × 12 36   60 72 1 1 1 3 4 4      ×  × 48   × 48 × (−3) × (−12) 4 4 4 4 4  43 × 60 × 2   =   3 3  13 −1 −4    4 4 4    4 1 1 1 3 3 3    × 48 × 60 × 3 2 6 × 48  1× 60 × 2 1 1 3 3 3    1 8 42×    × 12     12 24 36  × 12 4 10 45  4 24 × 24 × 36  =  4 × 36   4 =  1  43  4 = .H = = 2 2× ×4 4 2 2× ×5 5 =8 . bila matriks C berordo m × n dengan elemen-elemennya ditentukan oleh: cij = k.B.

mm1 ( p + q ).m12  ( p + q ).m3n    ( p + q ).m32    ( p + q).m3n    q.m3n  +  q. M suatu matriks berordo m × n dengan elemen-elemen aij.m22 21  =  ( p + q).mmn   q. • Dengan mengambil sembarang matriks Mm×n.mm 2 p.m33 q.m2 n    q.m13 ( p + q ).m13 q. Jika C = (p + q) × M.m22 q.m31     p.m32 q.mm1 p.m11  p.m33 ( p + q ).  m11 m  21 =  m31     mm1 m12 m22 m32 mm 2 m13 m23 m33 mm 3 m1n  m2 n   m3n  .m1n  q.mmn   ( p + q ).m 21   p. maka matriks C berordo m × n dengan elemen-elemen cij = (p + q)aij untuk setiap i dan j.mm 2 q.m1n   q.m33 p.m2 n   ( p + q). 45 54  2   48 60  2  −12   3 1 × (−3) 3 1 × 24 4 1 × 60 4      1 × (−12)   3  1  3 × 36   × 4 4 = 1  3 × × 2  4 4   3 Diskusi Diskusikan dengan temanmu satu kelompok masalah berikut.m12 q. dan untuk p.m13 p.M m×n + q. q merupakan anggota Himpunan Bilangan Real. maka   mmn   q.m ( p + q ). p dan q adalah bilangan real.m31     p.mmn   Misal.m23 q. Sehingga (p + q) M = p × M + q x M.m23 ( p + q).m23 p.m1n  ( p + q ).mm 3 q.   3 4 = 0  1 −3 ) Jika 10 8 −1   3 6 =   36 12 15 18     3   1 ×3   3 1 5  4 × 12 1 3 6 .m2 n   q.mm 3 146 Buku Guru Kelas X .M m×n ( p + q ). M m×n p. maka =   4 4  1 × 48  −4   4 1 8 2  12 24 36  = = .m22 p.m12 p.M m×n + q.mm 3 p.m21 p.m31 ( p + q).m32 p.M m×n =  p.m11  p.mm1    ( p + q ).m11 ( p + q ).mm 2 p.

0 .    = −1. 5 6  2 3 dan Q =  d) Diketahui matriks P =   .Mm×n = (p + q)Mm×n. Tentunya hasil c × (P – Q) sama dengan c × P – c × Q.Mm×n + q. maka c × (P – Q) = c × P – c × Q. c bilangan real. dan c suatu skalar. 12 30 10  1 1 1 1 1 2 3 3 4  3) Dengan menggunakan matriks L =  q= .( P − Q) = −1. Jika c = −1.  . =    −3 −3 3 3   5 7  8 10   Diskusi Diskusikan dengan temanmu satu kelompok bahwa jika matrik P dan Q merupakan dua matriks berordo sama.L 5 6 2 23 4  6 30 2 3 24 3 4 8 10   6 3  4 18  =  0 2 3  16    3 15 12 4 5 9 . 8  Matematika 147 . m11 m  21 = ( p + q )  m31     mm1 m12 m22 m32 mm 2 m13 m23 m33 mm 3 m1n  m2 n   m3n    mmn   = ( p + q ) M m× n . Silahkan diskusikan bahwa c × (P + Q) = c × P + c × Q.  0 24 18  dan p = 2 dan 5 6 2 3 4 3 4 2 3   6 8 16   Kita dapat memahami bahwa: 12 1 1 1 11 1 q ×q L = = ×. Untuk matriks P dan Q berordo m × n. maka  8 10  5 7    2 3  5 6    −3 −3 3 3 − c. terbukti bahwa p. Jadi. dan c adalah bilangan real.

diperlukan beberapa peralatan untuk membantu kelancaran usaha jasa tersebut.L. Alternatif Penyelesaian ♦ Guru menyuruh siswa untuk menyelesaikan persoalan di atas tanpa menggunakan konsep matriks.  p × (q × L) 0  3 15 12 4 5  12 30 10    9  =  0 24 18  . p dan q adalah skalar anggota Himpunan bilangan real.7 Suatu perusahaan yang bergerak pada bidang jasa akan membuka tiga cabang besar di pulau Sumatera.( q. rincian data tersebut disajikan sebagai berikut. kemudian mengalikannya dengan matriks L. tunjukkan bahwa: p × (q × L) = (p × q). cabang 2 di kota Padang. Handphone (unit) Cabang 1 Cabang 2 Cabang 3 7 5 4 Komputer (unit) 8 6 5 Sepeda Motor (unit) 3 2 2 Harga Handphone (jutaan) Harga Komputer (jutaan) Harga Sepeda Motor (jutaan) 2 5 15 Perusahaan ingin mengetahui total biaya pengadaan peralatan tersebut di setiap cabang. Di sisi lain. merupakan langkah lebih efektif untuk menyelesaikan p × (q × L). 148 Buku Guru Kelas X . pihak perusahaan mempertimbangkan harga per satuan peralatan tersebut. Jika kita mengalikan hasil p dengan q. komputer. Untuk itu. 4) Perkalian Dua Matriks Masalah-4. Sekarang. Lengkapnya. maka kita akan peroleh: 6 p. yaitu handphone. ternyata dengan mengalikan p dengan q terlebih dahulu.= L)2 =× 2. dan cabang 3 di kota Pekanbaru. yaitu cabang 1 di kota Palembang. untuk matriks M berordo m × n. 8    6 8 16   Karena p dan q adalah skalar. dan sepeda motor.

00 Jadi.  4 5 2 15    Untuk menentukan total biaya pengadaan peralatan tersebut di setiap cabang. total biaya pengadaan peralatan di setiap unit dinyatakan dalam matriks berikut:  99.00 • Cabang 3 Total biaya = (4 unit handphone × 2 juta) + (5 unit komputer × 5 juta) + (2 unit komputer × 5 juta) = Rp43. Seandainya terdapat satu saja elemen baris ke-1 pada matriks C tidak memiliki pasangan dengan elemen kolom ke-1 pada matriks D.000. yang setiap peralatan yang dibutuhkan di setiap cabang.000.000  .000   Dapat kita cermati dari perkalian di atas. dapat disimpulkan operasi perkalian dua matriks dapat dilakukan jika banyak baris pada matriks C sama dengan banyak kolom pada matriks D. 7 Kita misalkan.000.000. 5 2 15    7 8 3   2   5 6 D2  =   .000. • Cabang 1 Total biaya = (7 unit handphone × 2 juta) + (8 unit komputer × 5 juta) + (3 unit sepeda motor ×15 juta). kita peroleh sebagai berikut. Matematika 149 . maka operasi perkalian terhadap kedua matriks itu tidak dapat dilakukan.   43.000. bahwa setiap elemen baris pada matriks C berkorespondensi satu-satu dengan setiap elemen kolom pada matriks D.000.  5 . dan matriks 3× 1.000.000.00 • Cabang 2 Total biaya = (5 unit handphone × 2 juta) + (6 unit komputer × 5 juta) + (2 unit sepeda motor × 15 juta) = Rp70. = Rp99. matriks C3×3 =  5   4 masalah tersebut dengan menggunakan konsep 8 3  2    merepresentasikan jumlah unit yang 6 2  .   merepresentasikan harga per unit setiap peralatan.  5 . kita akan menyelesaikan matriks.Sekarang.000   R3×1 =   70. Jadi.

b13 + a12 .b23 + a13 .B =   b b b B . Secara matematis.B  = . 3× 3 3 a12 A a b11 b12 B b 23  a11  .b11 + a22 .b22 + a23 . Hasil perkalian matriks A berordo n × m terhadap matriks B berordo p × n adalah suatu matriks berordo m × p.b1j + ai2. maka • Matriks C berordo m × p. dinotasikan cij.b2j + ai3. kemudian dijumlahkan.=  31    a a a b b b 31 32 34 32 33 b b b  a a a   A. b21 b22 b23  21 22 23 a b11 b  a11 a12 A   b  13 11 12 12 b13 13   .  31 32 34  a12   b matriks hasil matriks dana matriks B.b32 a31 .b a32 a33  b31 b b  a11 A  b 13 11 12 32 34  13    a31 perkalian     a ab ab . Proses menentukan elemen-elemen hasil perkalian dua matriks dipaparkan sebagai berikut. diperoleh dengan cara mengalikan elemen baris ke-i dari matriks A terhadap elemen kolom ke-j dari matriks B.b13 + a22 .b12 + a12 .b21 + a13 . kita dapat menyatakan perkalian dua matriks sebagai berikut.b33    a21 . matriks A dapat dikalikan dengan matriks B jika banyak baris matriks A sama dengan banyak kolom B.b31 a11 . dinotasikan C = A × B.7 b12 b13  b11  a11 a12 a13  11 12 13      =  a21 a22 a b22 b23 a) Diketahui matriks 3× ×3 = b21 22 23  .b32 a21 .b33   =  a21 . dan Bn× p =  b31 b32 b33            anp  amn   am1 am 2 am 3  an1 an 2 an 3  Jika C adalah matriks hasil perkalian matriks Am×n terhadap matriks Bn×p. Dinotasikan cij = ai1.b23 + a23 .b11 + a22 .b12 + a32 .b12 + a22 .b21 + a23 . Misalkan matriks An×m dan matriks Bp×n.b33   150 Buku Guru Kelas X .b31 a31 .b31 a21 . • Elemen-elemen matriks C pada baris ke-i dan kolom ke-j.b11 + a12 .bnj Mari kita pelajari contoh-contoh di bawah ini. A× 22 23 21 21 22 22 23 23 3× 3 ×  21      b31 b32 b32 b34 b33 31  a31 a32 a33  b       a11 . dan 133  21 13 33   a31 B  b31 b32 b33  a32 = a  b22 b23  A3×3 =  3×3 b21  a21 a22 a23  .b13 + a32 .b22 + a13 . b1 p  a1n   b11 b12 b13  a11 a12 a13 b a  b2 p  a2 n   21 b22 b23   21 a22 a23 b3 p  Am×n =  a31 a32 a33 a3n  .b21 + a23 . dan  .b32 a11 .b23 + a33 .b3j + … + ain. untuk memudahkan kita mengerti akan konsep di atas! Contoh 4.b22 + a33 .

(503) + 1. (A4)503 = I.1 1. maka A4 = I. diperoleh: 1.4 + 6. akan ditemukan matriks identitas. Matriks A4 = I. Artinya.1 3.3 + 6. …. Selanjutnya.0  16 27 20     5 6       Dengan menggunakan hasil diskusi yang kamu peroleh pada contoh a).4 + 4.2 1.(503)+1) = (A4)503.♦ Guru mengarahkan siswa menemukan hasil perkalian matriks B terhadap matriks A. 2. silahkan 1 2 1 2 2 3 4  0 −1  2 3 4     ? 0 −1 3 4 3 4 periksa apakah matriks  dapat dikalikan dengan matriks ?             1 2 0   5 6  1 0   1 2 0   5 6  1 0      Berikan penjelasanmu! 1 2 2 3 4  0 −1  ? Diketahui matriks =  .4 + 2. A2013 = A(4. n = 1.2 + 2.0  = 10 17 12  .2 + 6.3 + 4. b) Mari kita tentukan hasil perkalian matriks  3    3 44  1 1 22 00        5  5 66   gunakan konsep perkalian dua matriks di atas. Selanjutnya.2 3. untuk setiap pangkat matriks A kelipatan 2.8 Penyelesaian Mari cermati langkah-langkah berikut! 0 −1 0 −1  −1 0  1 0  A2 = A × A =  × = = −1 ×      = −1 × I = − I 1 0  1 0   0 −1 0 1  Jika A2 = –I.  2 3 4  = 3. dan In = I. Tentukanlah A2013! 1 2 0   3 4A  1 0   5 6      Contoh 4.2 + 4.A1. Akibatnya.3 + 2.0   4 7 4  1 2  3 4  .     1 2 0     5. 151 Matematika . akibatnya berlaku. Sehingga ditemukan kesimpulan bahwa tidak berlaku sifat komutatif pada perkalian matriks. bersama siswa memeriksa apakah hasil perkalian matriks A dan matriks B sama dengan hasil perkalian matriks B dan matriks A.2 5. 1 1 22   2  2 33 44    . dengan meng.× . 3.1 5. . 2013 dapat kita tuliskan sebagai berikut: 2013 = 4.

Kelas  0 0 1    1 3 2    . Apa yang dapat kamu jelaskan demana antara pernyataan matriks ngan operasi pembagian matriks? di bawah ini yang terdefinisi.  3 2 1         8 8 10   2  1 6     t  2 3 2  −3 0 2  1 0 0   −2 −1 0    A = 4 .X = B.2  . Misalkan A dan B adalah matriks1 0 0  1 2 3  matriks berordo 4 × 5 dan misalkan. Diketahui matriks-matriks  0 5  2 2  −1 −2 −1 0      4 2 6   A = [ 2 3 5] . 0 1 0  −2    0 0 1   1.  4 7    5. Jadi guru harus mampu memotivasi  −1 siswa untuk giat latihan dengan soal-soal lanjutan. 3 5 6   matriks-matriks berordo 5 × 2. 0   8 8 10   2     −3 c)  4  0 0 2 1 2  1 0 0    1 Uji Kompetensi 4. Jika Misalnya diketahui persamaan ada tentukanlah ukuran matriks matriks A. 4 2 6   b) 6.  4 7     5 0  suatu matriks persegi ♦ Pola pengerjaan di atas hanya berlaku untuk kondisi jika pangkat memiliki hubungan dengan matriks identitas. B =   . Berikan contoh permasalahan 2.  . (a) BA (d) AB + B Bagaimana kita menentukan matriks (b) AC + D (e) E (A + B) X? Tolong paparkan di depan kelas! (c) AE + B (f) E (AC) 4. dan 5 × 4.    d)  C. C =   . D. dan E berturut-turut adalah  0 1 0  .Oleh karena itu. a)   −1 −4  . 0 0 1    1 3 2   4 × 2. Tentukanlah hasil perkalian matriksdalam kehidupan sehari-hari yang matriks berikut! menerapkan konsep perkalian matriks! (Selain konteks persoalan  −2 3   1 2 yang sudah disajikan pada buku ini). 0 b) 6.   3 2 1           1 2    6    0 1 −2    0 0 1  1 0 0  1 2 3  3 5 6  152 d)  0 1Guru 0 X  Buku  . 1 0   −2 3   1 2 a)   −1 −4  . D =  5 4  dan F = [ 2 4 6] 4 2 1 0 c)  . 0 −1 A2013 = I × A = A =  . D = 5 . B =  4  . dengan matriks tersebut! A dan B matriks yang diketahui. C= [ 21 305] . Tentukanlah yang 3.

B = 1 2 . b) Jika elemen pada baris ke-1 13. Jika A= 3 2 3 3 5 . Z) = 4X – 2Y + Z. Jika matriks C =  1 3 1   . 1 . 2 4 6 dan lima matriks yang dapat dipilih untuk dikalikan dengan matriks G. 0 0 a) Jika elemen pada kolom ke-1 pada matriks A semuanya nol. Tentukan matriks X! 7.   0 1 2 3 6 8     2 4 dan C =  . 3B. Diketahui matriks-matriks: dengan matriks I merupakan matriks 1 1 1 2 2 4  identitas berordo 3 × 3. yaitu: 1 0 0  2 4  t H = [1 0 1] . dan s 1 1 3 pada persamaan matriks berikut! 14. 4 4 2     1 1   Matriks yang manakah dapat dikalikan terhadap matriks G? Kemudian tentukan hasilnya! Matematika 153 . Tentukanlah nilai kebenaran setiap 1 0 pernyataan di bawah ini! Untuk H= 0 1B = ] . 11. C)! F (2A. Berikan beberapa matriks A dan B yang memenuhi kesamaan (A + B)t = At + Bt! 8. Diketahui matriks G =  . 2C)! 1 2 3  12. r. untuk semua matriks A matriks persegi! 9. Kemudian selesaikanlah! A= 6. J = G . Tentukanlah F (A. J = G . I adalah setiap matriks A[1 dan 0 1  matriks persegi. q. (A + B)2 = A2 + B2 maka elemen baris ke-1 matriks ii. K =  4 4   0 0 1   0  3 2 4 5   t 0 . I =  0 1 0  . Y. B= .(A + B) AB juga semuanya nol.0 1  . Tunjukkan bahwa Ar.  2 D= 5  1 3 t 61 4  dan F = [ 2 4  ] .As = A(r+s). maka 8  r a  8 −3  7 3 1 1   5  . Berikan dua matriks yang memenuhi kesamaan: pada matriks A semuanya nol. 10. A2 – B2 = (A – B). maka elemen kolom ke-1 matriks AB juga semuanya nol. Tentukanlah nilai-nilai p. i. B=  2 4 6  −4 10 7 9  . = − 3 2  p q  5 6   −15 14  tentukanlah C – 4C + C – 4I. Y. B. 6 8   Jika F (X.      A= .  t dan X suatu matriks berordo 2 × 3 serta memenuhi persamaan A+X=B. K =  dan L =  0  .  A=   3 2  0 1 di  2atas.  Dari semua matriks pasangan matriks manakah yang dapat dijumlahkan dan dikurangkan. Z) didefinisikan sebagai F (X. dan C =  .

keluarga Pak Tatang akan menghadari kegiatan tersebut dengan membeli 3 tiket dewasa dan 2 tiket anak-anak seharga Rp 210. keluarga Pak Asep membeli 2 tiket dewasa dan 3 tiket anakanak seharga Rp 190.15.000. persoalan di atas dinyatakan dalam persamaan linear dua peubah seperti berikut. Projek Himpunlah minimal lima masalah di bidang ekonomi. Determinan dan Invers Matriks Masalah-4. Tentukanlah nilai x dan y yang memenuhi syarat berikut ini!  y 1 2 G= a)  dan G = I 0 x    −3 1  2 b) Y =  dan F = xF + y. Tahun 2012. transportasi. seperti pameran teknologi terbaru. Ujilah apakah berlaku berbagai sifat operasi matriks di dalam pemecahan masalah tersebut. 154 Buku Guru Kelas X . dan banyak hal lain yang perlu disaksikan. dan teknik yang melibatkan konsep dan operasi dua buah matriks atau lebih.00.000.00. jika dia harus menambah 3 tiket dewasa dan 2 tiket anak-anak? Alternatif Penyelesaian Cara I Untuk menyederhanakan masalah di atas. Berapakah total uang tiket yang akan dibayar oleh Pak Asep. 6. kita misalkan x : harga tiket dewasa y : harga tiket anak-anak. kebudayaan Betawi. Buat laporan hasil kerjamu dan paparkan di depan kelas.8 Pekan Raya Jakarta. Dengan niat yang sama. hasil industri kreatif. Acara ini menampilkan berbagai hal menarik tentang ibukota negara Indonesia. Oleh karena itu. biasanya diselenggarakan sekitar Juli setiap tahunnya.I  −2 5 I adalah matriks identitas berordo 2 × 2.

...... atau det. dinotasikan atau det.( A ) |A |m ....000 Banyak tiket yang dibeli Pak Asep : 2x + 3y = 190.. melalui soal latihan. Serta guru harus memastikan bahwa siswa mampu menunjukkan solusi sistem tersebut dengan salah cara menentukan himpunan penyelesaian SPLDV.Banyak tiket yang dibeli Pak Tatang : 3x + 2y = 210..  == 1 1 → → 1 1 1 1      cc aa aa ++ bb yy==cc yy   2x 2x 22 2 2 bb 22 22 22       Solusi persamaan tersebut adalah: b ×c −b ×c a × c − a2 × c1 x = 2 1 1 2 dan y = 1 2 .. . (1)       Mengingat kembali bentuk umum persamaan linier... .m ... dapat ditulis menjadi: c1 b1 a1 c1 c2 b2 a2 c2 x = dan y ...000 yy .. nilai x dan y pada persamaan (2). nilai (a1.. Diskusi Menurut kamu...000  ..............000 xx ....b1) disebut sebagai determinan matriks a1b1 b1  aa  a1 a1b1 b1    a1 a1b1 b1  1 1 b A= A .× ........000 Matriks yang merepresentasikan kedua persamaan tersebut adalah:  3 2   x   210... apakah .  diskusikan dengan temanmu... det... A...000   2 3  ×  y  = 190..isalkan isalkan matriks matriks = ....000 3 3 22 210 210  semua sistem persamaan linear dua variabel memiliki        ..000 22 33   190 190     ++ by ==c1 c1  cc aa b1 aa bb xx   1x 1x 1y .. (2) a1 × b2 − a2 × b1 a1 × b2 − a2 × b1 ♦ Guru harus mampu mengarahkan siswa untuk mengingat kembali cara menentukan himpunan penyelesaian SPLDV.  dinotasikan .  == Silahkan ........    penyelesaian? .... yaitu – Memiliki solusi tunggal – Memiliki tak hingga banyaknya solusi – Tidak memiliki solusi Dalam konsep matriks....(3) = a1 b1 a1 b1 a2 b2 a2 b2 155 Matematika .b2 – a2.. ♦ Untuk memastikan apakah siswa telah paham bahwa SPLDV memiliki 3 kemungkinan himpunan penyelesaian..... a1b2 ≠ a2b1 . dengan matriks  a  a b b  a  a b b  atau  a  a b b=A a2 2 b 22 2  2   2 2 2  2    2 2 2  2  Oleh karena itu....

000   2 3  . harga tiket Pekan Raya Jakarta untuk orang dewasa adalah Rp 50.000. dan B =  . (4) Persoalan kita: bagaimana menentukan matriks X pada persamaan (4)? Persoalan kita: bagaimana menentukan matriks X pada persamaan (4)? Definisi 4.  det. b2 Kembali ke persamaan (1).00. Matriks A–1 adalah invers matriks A jika dan hanya jika A × A–1 = A–1 × A = I. Adj . 3 2 9−4 5 2 3 Jadi.00 dan untuk anak-anak adalah Rp 30. A (a. maka dia harus menambah uang tiket sebesar Rp 210.000 150.c)  −c a   c d  dinotasikan A–1: 156 Buku Guru Kelas X .000 2 190. Karena Pak Asep ingin menambah 3 tiket dewasa dan 2 tiket anak.  y  = 190. X =   .d − b.000      maan tersebut menjadi : A.0000.000 − 380.000  Kita misalkan matriks A =  .dengan a1 a2 b ≠ 0.X = B.000 250.000 570.000.A Maka = invers matriks A = A.00.000 x= = = = 50. Cara II Dengan menggunakan persamaan:  3 2   x   210.00.000 3 190. berordo 2×2. A =  .0000. akibatnya persa y 2 3 190.000 y= = = = 30.  a b  −1  d −b  1 1 Misalkan A matriks persegi. dengan menerapkan persamaan (3).000 − 420. .5 Misalkan A matriks berordo n × n.000        3 2  x  210. 3 2 9−4 5 2 3 3 210. maka diperoleh: 210. Total biaya tiket yang harus dibayar Pak Asep adalah Rp 400.000 3 630.000.. …………………………………………………….000.

(semua ruas dikalikan A–1).000  Diperoleh   =   ⇔ x = 50.000  Ditemukan jawaban yang sama dengan cara I.d − b.  2 3  ×  y  = 190.000 .000 5 150 .A−1 =  d −b  1 × .A = A. (A–1.    22 33 −− 3 2 2   3  190.  y  30.  3 2   x   210.000   33 −− × == . dengan syarat det. Oleh karena itu. Tetapi perlu pertimbangan pemilihan cara yang digunakan menyelesaikan persoalannya.000 . ( a × d − b × c )  −c a   A−1 =  d −b  1 a. dengan a × d ≠ b × c.A–1 = I. dinotasikan Adjoin A.d ≠ b .000 dan y = 30.c)  −c a   Salah satu sifat invers matrik adalah A–1.disebut denganadjoin .A.000.A).    .000  2 3  2 3 x . 22  210. maka matriks A memiliki invers. matriks A.X = A–1B I.000  1 x  250 50 1  250    50  ⇔X = X= = .X = A–1B.000  1 –1 a− ×B B. Matematika 157 .X = A–1B X = A–1B (karena I.000 .000  ⇔ A × X = B ⇔ X = A       Karena A adalah matriks tak singular. langkah kita lanjutkan menentukan matriks X. (a.000 .000 y   5 150 30    30  X= ⇔X = ⇔ 1 1  x  50. .000 . .X = X)……………………………………………… (5) Rumusan ini berlaku secara umum. namun ada beberapa teknik yang harus diperhatikan. Kembali ke persamaan matriks.× == ⇔  y =     .A ≠ 0.c. Untuk selanjutnya akan dikaji pada subbab berikut. Akibatnya persamaan (4) dapat dimodifikasi menjadi: A–1..

Masalah-4.9 Sebuah perusahaan penerbangan menawarkan perjalanan wisata ke negara A. dan Airbus 300. kita misalkan: x: banyaknya pesawat Airbus 100 y: banyaknya pesawat Airbus 200 z: banyaknya pesawat Airbus 300 Sistem persamaan yang terbentuk adalah: 50 x + 75 y + 40 z = 305  50 75 40   x   305        30 x + 45 y + 25 z = 185  ⇔  30 45 25 . antara lain Metode Sarrus. Yaitu sebagai berikut: 158 Buku Guru Kelas X . Kategori Kelas Turis Kelas Ekonomi Kelas VIP Airbus 100 50 30 32 Airbus 200 75 45 50 Airbus 300 40 25 30 Perusahaan telah mendaftar jumlah penumpang yang mengikuti perjalanan wisata ke negara A. Jumlah kursi penumpang dari tiga jenis pesawat tersebut disajikan pada tabel berikut.  y  = 185  . Airbus 200. dan VIP. ekonomi. seperti pada tabel berikut. Kategori Kelas Turis Kelas Ekonomi Kelas VIP Jumlah Penumpang 305 185 206 Berapa banyak pesawat dari yang harus dipersiapkan untuk perjalanan tersebut? Alternatif Penyelesaian Untuk memudahkan kita menyelesaikan masalah ini. Setiap pesawat dilengkapi dengan kursi penumpang untuk kelas turis. perusahaan tersebut mempunyai tiga jenis pesawat. terlebih dahulu kita periksa apakah matriks A adalah matriks tak singular.  32 x + 50 y + 30 z = 206  32 50 30    z     206   Sebelum ditentukan penyelesaian masalah di atas. yaitu Airbus 100.A. Ada beberapa cara untuk menentukan det.

a33 a33. Analog dengan persamaan (3).a32 – a31.9. = 75 40 40 100 = 2.45.50) – (32.30.Misalnya matriks A3×3 a11 a21 a31 a12 a22 a32  a11 =  a21   a31 a12 a22 a32 a12 a22 a32 a13  a23   .50) – (30.a31 + a13.30) + (75.a13 – a32. 305 305   185 185   206 206  x= = x 50 50  30  30   32  32  50 50  30  30   32  32 z= = z 50 50   30 30   32  32  75 40 40  75  45 25 25 45    50 30 −300 300  =− 50 30  =3 = 75 40 40 −100 100 = 3  − 75  45 25 25 45    50 30   50 30  75 305 305  75  45 185 185  45    50 2 0 6 200 −200  =− 50 206  = 2.40) – (50.25.45. −100  − 75  45 25 25 45    50 30  50 30   50 50   30 30   32 32  = y= y 50 50  30  30   32  32  305 305 185 185 206 206 5 75 7 45 45 50 50 40  40  25 25    30 100 −100  =− 30  =1 = 40 100 = 1 −100  − 40  25 25    30  30   Matematika 159 .25.a21. 50 75 40 50 75 40 50 75 30 45 25 = 30 45 25 30 45 32 50 30 32 50 30 32 50 + + + = (50.30.a23.32) + (40.a21. kita dapat menggunakan determinan matriks untuk menyelesaikan persoalan di atas.a22.a22.a12.a23.a11 – Untuk matriks pada masalah 4.75) = –100. a13 a11 a12 a23 a21 a22 a33 a31 a32 + + + + a12. maka deteminan A adalah: a33   a13 a11 a23 = a21 a33 a31 = a11.

B =.2 5 3 2 2 3   dan  3 210.9 1 2  4 5 Diketahui A =  dan matriks B =  .3 − 2.det(B).B. B. hasil di atas sama dengan hasil yang dikerjakan pada dua cara yang telah disajikan di atas.000 y= 3 2 3. ♦ Guru memandu siswa mengerjakan cara II untuk menyelesaikan masalah Pembelian Tiket PRJ.B =  .2 5   2 3   Tentunya.B) = 19 28 20 28 = –28.(210.000 2  190.B tersebut kita peroleh det(A. banyak pesawat Airbus 100 yang disediakan: 3 unit banyak pesawat Airbus 200 yang disediakan: 1 unit banyak pesawat Airbus 300 yang disediakan: 2 unit. Sekarang akan kita bandingkan dengan nilai |A|.000) − 2. yaitu:  4 5  1 2  19 28 A.  2 6  3 4   20 28 Jika matriks A.3 − 2.|B|.000) − 2.(210.000   2 190.000   = 3. Contoh 4. det( Penyelesaian Sebelum kita menentukan determinan A.  3 4  2 6 Tunjukka n bahwa det( A.000) = 250. maka nilai  210. 160 Buku Guru Kelas X .(190.000 = 50.(190. mari kita tentukan terlebih dahulu matriks A.000 = 30. Dengan menggunakan konsep determinan. Tunjukkan A.000 x=  3.Oleh karena itu. = .000 3   = 3.000) = 150.B = )A B ! A).

d ∈ R.det(B) = –28.10 a b  Sebuah matriks P berordo 2 × 2 dengan P =   dimana a. 2) Jika matriks A adalah matriks persegi berordo 2 × 2.A B=  .|B|. dan k adalah skalar.det(B) = 14. 161 Matematika . untuk setiap matriks .det(A). melalui pembuktian induksi matematik. nilai determinan matriks k. dan = maka  .B.B) = det(A).B. Selanjutnya. )  2 B  det(B  =  2 6  3 4   20 28  6  3 4   20 28 Nilai det(A). * a b Elemen → baris 1 Q memiliki hubungan dengan matriks P. dan determinan matriks P adalah α. dan C berordo n × n. B .C|=|A|. sehingga siswa dapat memahami pola yang terbentuk. Contoh 4. dengan α ∈ R. = –2. c d  Jika determinan P adalah α.  xc − sa xd − sb  d d  a b → baris 1 Q = Penyelesaian xc − sa xd − sb → baris 2 a b  a b  a Jika P =  b  .1.B.|B|. yaitu apakah |A. jika siswa mengalami kesulitan berikan arahan dan petunjuk untuk menjawab soal tersebut.A) = k. guru dapat menunjukkan melalui contoh-contoh. Latihan 4. c. Coba telusuri. dan C berordo n × n. maka berlaku P =   = Q = c d  c d  xc − sa + sa xd − sb + sb ad – bc = α.|C|. = jika . Tentukanlah determinan dari matriks b   a a b  P= Q=   dengan x. yaitu: matriks Q = .A. xc xdq21 = kali →hasil baris 2* skalar × terhadap p21 – hasil kali skalar s terhadap p21. Dengan matriks det( A) = 14.1 1) Selidiki apakah |A.maka A . y ∈ R. 4 5  1 2  19 28  4 5  1 2  19 28 = A. ♦ Untuk menelusuri determinan k. B. ♦ Guru memandu siswa untuk menyelesaikan Latihan 4. guru memberikan kesempatan siswa untuk menyelidiki apakah det(k.A.C| = |A|. Sedangkan bahwa det(A. b.|C| untuk setiap matriks-matriks A. Pastikan hasil pekerjaan siswa.(–2) = –28.

a Ambil sembarang matriks P3×3 =  d  g Q3×3 b e h c f  . c d  c d  Jadi |Q| = xα.s   xi − c. matriks  a mereduksi Tujuan kita sekarang adalah Q menjadi P= Q=  Adapun langkah-langkahnya adalah − sa xd − sb  d  sebagai   xcberikut.s   Q3×3 a =  xd   xg b xe xh c xf   xi    a =  xd − a.  = α . d a b → baris 1 xc − sa xd − sb → baris 2 b   a  ab b   a a b  = matriks Q1 = P =  baris Q Elemen 1 matriks QP == elemen dalam hal ini adalah a bP.10. xc → baris 2 b xd → baris 1* . akibatnya peroleh: −11 − sb Q→ sa xd baris 2sa xd − sb → = kita .   2− Q =xd  xc − sa d d  mengoperasikan elemen baris matriks elemen baris xc − sa + sa xd − sb + sb → baris 1 b → barisa1 a b menjadi: q21 dapat dioperasikan * = Q Q =* axc −b baris 1 → (q21) =xc s. baris 2 xc xd → baris 2* a b a b Q = Q = xc − sa + sa xd − sb + sb xc − sa + sa xd − sb + sb Q = Q = a xc b xd a → baris 1* Q* = .s c  xf − c. dengan matriks. pola terdapat pada soal di atas dan untuk kondisi matriks P3×3 adalah berlaku secara umum untuk sembarang matriks berordo n × n dengan pola elemen matriks seperti yang disajikan pada Contoh 4. b a b  kelipatan matriks P. → baris 2* Menurut sifat determinan matriks (silahkan minta penjelasan lebih lanjut dari guru  a b  a b = xα .s   xg − a. i  b xe − b.s xh − b.s 162 Buku Guru Kelas X .q22 = hasil kali skalar × terhadap p22 – hasil kali skalar s terhadap p22. Mereduksi  xc − sa  d dbaris   xd − sb  sb  Q menjadi  2 matriks P. Matematika).q + q21 . ♦ Guru menunjukkan kepada siswa. maka Q = x.

maka determinan matriks tersebut selalu x. dengan |P| = α dan matriks Q berordo 3 × 3 dan mengikuti pola seperti contoh di atas. yaitu Misal matriks P madalah matriks berordo 3 × 3.s    xg xh xi   Oleh karena itu. Tentukan determinan matriks Q! Latihan 4.α.α.s xf − c.Q3×3 Dengan menggunakan operasi baris elementer. Guru memandu siswa untuk menyelesaikan Latihan 4. dengan |P| = α dan matriks Q berordo 3 × 3 dan mengikuti pola seperti contoh di atas.s  Q3×3 =   xd xe xf     xg − a. yaitu b c   a a b c    =  xd − a.s xh − b.2.2 Misalkan P matriks berordo 3 × 3. |Q| = x. Tentukan determinan matriks Q! Matematika 163 .s xi − c.s xe − b. Untuk semua matriks persegi dan elemen matriks mengikuti pola di atas. akan diperoleh matriks Q yang baru.

det(A) b) |A2| = |A|2 c) det(I + A) = 1 + det(A) Untuk matriks A merupakan matriks persegi. Jika elemen baris ke-1 suatu matriks persegi adalah semuanya nol. Diketahui matriks R adalah matriks berordo n × n dengan elemen kolom ke-1 semuanya nol.3 1. Tentukanlah nilaiz. Untuk matriks-matriks P dan Q adalah matriks berordo n × n. Tentukanlah z yang memenuhi persamaan berikut! 5 7  z 0 z + 1 6   =0  0 2 z − 1 0  1 0 −3 4. Tentukan hubungan |M| dengan detM–1. Selidiki z −1bahwa det(C+D) = detC + = setiap 2 z matrik −6 C . Tentukanlah determinan matriks tersebut. 3 1− z 1 3 z −5 7. Setelah berkonsultasi dengan a b c   2. Berikanlah contoh penyangkal untuk setiap pernyataan yang tidak berlaku! a) det(2A) = 2. 9. dan D detD! Untuk 3 1− z merupakan matriks persegi. Berikan juga contohnya! 11. Masalah Nutrisi Winarno bermaksud mengikuti ujian saringan masuk perwira.  g h i   tentukanlah:  d e f  g d   h i d e e a) f f    !    a) g h h i i !  a  a)  g ! b c       a b c   3   a b c a 3b 3c   3 3 3  )  −d −e − f  3a a b 3b b 3c c   !   − ! b) gf  4−  d − e f !h 4i  −d −e − b)  4     4 g 4 h 4 i     4 g 4h 4i   3. Coba 164 Buku Guru Kelas X . Tentukanlah determinan matriks tersebut! 8.Uji Kompetensi 4. Periksalah kebenaran setiap pernyataan berikut ini. Jika matriks M adalah matriks berordo 2 × 2. dengan PQ ≠ QP. |M| ≠ 0. yang memenuhi  0 0 2 z − 1   ini! persamaan berikut 1 0 −3 z −1 = 2 z −6 . Diketahui   d e f  = –8. Selidiki bahwa det(An) = (det A)n. 1 3 z −5 5. Apakah det(PQ) = det(QP)? Jelaskan! 10. untuk setiap:  −2 a) A =  1 2  b) A = 1  5 3 dengan n = 2 4  −1 3  2 4  dengan n = 3 −3 6   kamu generalisasikan untuk matriks 5 7   z berordo M 0 z + 1 n ×6n!  = 0  6.

00. tentukan matriks biaya untuk tiap paket. kuning.00 per malam. 12 16  Kalsium   Kalsium  32 16 24 G = 12 Protein   24 G = 32 Protein  20 8   Karbohidrat   20 8 Karbohidrat   Biskuit A Biskuit Biskuit C I 18 B 25  Sumber  24 J =  24 18 25 Sumber I  Sumber II   25 32 16 J = 25 32 16  Sumber II  a. Biru Hitam Kuning Coklat  5 2 4 1  Regular   Regular 2 8 4 1 5 R= 3 1 6 Deluxe  3 1 8 6 R = 6 Deluxe  3 5 7  Commercial  6 3 5 7 3  Commercial Biru Hitam Coklat 1 Kuning 2 0 Regular     3 1 2 0   S = 1 0 2 4  Regular Deluxe S = 1 0 2 4 Deluxe 5 1 3 2  Commercial  5 1 3 2  Commercial a. dan commercial. Cat-cat tersebut tersedia dalam empat pilihan warna yaitu. dan makan di restoran yang ditunjuk Rp 90. sedangkan inventaris toko pada awal minggu dalam matriks S berikut ini.00. Paket II dengan 3 malam menginap. Jumlah (dalam satuan gram) kalsium. Pengalaman perwira tersebut menyarankan untuk mencampurkan dua sumber zat gizi dalam jumlah yang berbeda untuk menghasilkan tiga jenis biskuit.seorang perwira dan memperoleh saran mengenai pola makanan yang hendak dikonsumsi lebih baik dimasak sendiri. 4 tempat wisata dan 7 kali makan. tranprotasi ke tiap tempat wisata Rp 80.000. hitam. Sewa hotel Rp 400. c) Dengan menggunakan perkalian matriks. Masalah Persediaan Toko Cat.000. Agen perjalanan menawarkan paket perjalanan ke Bali. yaitu regular. Tentukan inventaris toko pada akhir minggu. 3 tempat wisata dan 5 kali makan. d) Paket mana yang menawarkan biaya termurah? 13. Hitunglah G. b) Nyatakan matriks paket yang ditawarkan. Sebuah toko penjual cat eceran memiliki persedian tiga jenis cat eksterior. dan jumlah (dalam satuan gram) setiap sumber zat gizi yang dikonsumsi dalam setiap biskuit ditunjukkan oleh matriks J. a) Nyatakan matriks harga sewa hotel. dan coklat. dan karbohidrat dalam setiap sumber gizi ditunjukkan oleh matriks G. biru. Tentukanlah jumlah kalsium dalam biskuit B! b. Banyak penjualan cat (dalam gallon) selama satu minggu dicatat dalam matriks R. tranportasi dan makan. Masalah alokasi sumber daya. deluxe. Paket III dengan 5 malam menginap.J dan jelaskan arti dari setiap elemen matriks tersebut! 12.000. Paket I terdiri 4 malam menginap. 4 tempat wisata Sumber Sumber I II dan tidak ada makan. 165 Matematika . protein.

b. Tentukanlah determinan dari matriks  n2  M =  (n + 1) 2  ( n + 2) 2  (n + 1) 2 ( n + 2) 2 (n + 3) 2 (n + 2) 2   (n + 3) 2  ! (n + 4) 2   16. Jika toko tersebut menerima kiriman stok baru yang dicatat dalam matriks T. Projek Himpun minimal tiga permasalahan dalam bidang ekonomi. dan matematika terkait penerapan konsep determinan dan invers matriks. 166 Buku Guru Kelas X . Buatlah laporan hasil kerjamu dan sajikan di depan kelas. tunjukkan bahwa (B–1)–1 = B dan [Bt]–1 = [B–1]t! 15. Diberikan suatu sistem persamaan linier dua variabel. Selidiki sifat invers matriks yang diterapkan pada pemecahan masalah tersebut. x+y=3 2x – y = 0 Tentukanlah nilai x dan y yang memenuhi sistem tersebut dengan menggunakan konsep matriks. Dengan menggunakan matriks persegi. 14. Tentukan inventaris toko yang baru. transportasi.

A + (B + C) = (A + B) + C 5. 6. hasilnya adalah matriks A. Penjumlahan sebarang matriks dengan matriks identitas penjumlahan hasilnya matriks itu sendiri. Matriks adalah susunan bilangan-bilangan dalam baris dan kolom. maka berlaku Ap×q × Bq×r = Cp×r. Sebuah matriks A ditransposkan menghasilkan matriks At dengan elemen baris matriks A berubah menjadi elemen kolom matriks At. maka a.D. Hasil perkalian matriks A dengan matriks identitas perkalian. Misal jika k adalah skalar. A+B=B+A b. Hasil kali sebuah matriks dengan suatu skalar atau suatu bilangan real k akan menghasilkan sebuah matriks baru yang berordo sama dan memiliki elemenelemen k kali elemen-elemen dari matriks semula. dan B adalah matriks maka berlaku. Dalam operasi penjumlahan dua matriks berlaku sifat komutatif dan assosiatif. Selanjutnya kita akan bahas tentang relasi dan fungsi. Tetapi perkalian matriks dengan skalar memenuhi sifat komutatif dan assosiatif. Demikian juga daerah kawan dan daerah hasil suatu relasi dan fungsi adalah suatu himpunan. 2. A. anda harus mempelajari ulang tentang konsep dan sifat-sifat himpunan. Untuk mempelajari relasi dan fungsi. yang elemenelemennya merupakan hasil perkalian elemen baris matriks A dan elemen kolom matriks B. tidak memenuhi sifat komutatif. 8. Dua buah matriks hanya dapat dikalikan apabila banyaknya kolom dari matriks yang dikali sama dengan banyaknya baris dari matriks pengalinya. ada beberapa hal penting sebagai kesimpulan yang dijadikan pengangan dalam mendalami dan membahas materi lebih lanjut. misal jika A dan B adalah matriks. 4. sebab semua relasi dan fungsi didefinisikan pada domainnya yang berupa himpunan. 7. Misal jika Ap×q dan Bq×r adalah dua buah matriks. antara lain: 1. k(A ± B) = kA ± kB 9. 3. 10. Matematika 167 . Dengan demikian matriks At ditrasposkan kembali. Matriks identitas penjumlahan adalah matriks nol. Perkalian dua atau lebih matriks. a. kA=Ak b. Matriks yang memiliki invers adalah matriks persegi dengan nilai determinannya tidak nol (0). Hasil kali dua buah matriks menghasilkan sebuah matriks baru. hasinya menjadi matriks A atau (At)t = A. PENUTUP Setelah telah selesai membahas materi matriks di atas.

dan daerah hasil (range) suatu relasi. • • • • • Relasi Fungsi Daerah asal (domain) Daerah kawan (kodomain) Daerah hasil (range) Melalui pembelajaran relasi dan fungsi siswa memperoleh pengalaman belajar: • menemukan konsep relasi dan fungsi melalui pemecahan masalah otentik. daerah kawan. dan daerah hasil suatu relasi antara dua himpunan yang disajikan dalam berbagai bentuk (grafik. himpunan pasangan berurutan. 3. mengidentifikasi relasi yang disajikan dalam berbagai bentuk yang merupakan fungsi. . • berkolaborasi memecahkan masalah aktual dengan pola instalasi sosial kultur. • menuliskan sifat-sifat relasi. konsisten dan jujur serta menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. menghayati pola hidup disiplin. KOMPETENSI DASAR DAN PENGALAMAN BELAJAR Setelah mengikuti pembelajaran ini siswa mampu: 1. 2.Bab Relasi dan Fungsi A. • berpikir tingkat tinggi dalam menyelidiki dan mengaplikasikan konsep relasi dan fungsi dalam memecahkan masalah otentik. dan diagram venn. daerah kawan (kodomain). atau ekspresi simbolik). daerah kawan (kodomain). dan diagram venn. • menuliskan dengan kata-katanya sendiri konsep relasi berdasarkan sifat-sifat yang dituliskan sebelumnya. • menggunakan konsep dan prinsip relasi dan fungsi untuk memecahkan masalah otentik. himpunan pasangan terurut. himpunan pasangan berurutan. memahami daerah asal. dan daerah hasil (range) suatu fungsi. bertanggungjawab. kritis. • menjelaskan konsep daerah asal (domain). • menjelaskan konsep daerah asal (domain). • menyatakan sebuah fungsi dengan diagram panah. • menyatakan sebuah relasi dengan diagram panah.

PETA PETA KONSEP KONSEP RELASI DAN FUNGSI Masalah Otentik HIMPUNAN Diagram Venn Himpunan Pasangan Berurutan Diagram Kartesius Jika: 1) Setiap anggota domain berpasangan dengan anggota kodomain 2) Setiap anggota domain berpasangan dengan tepat satu anggota kodomain DAERAH ASAL FUNGSI DAERAH KAWAN DAERAH HASIL RELASI Dinyatakan dengan Matematika 169 . B.B.

(3) Nurhasanah band favorit Tono adalah Band D. MATERI PEMBELAJARAN 1.C. (2) Grup band favorit Doli adalah Band C. Menemukan Konsep Relasi Gambar di bawah merupakan hubungan antara kelompok siswa dengan kelompok grup band favoritnya. ♦ Guru mengarahkan siswa agar mampu menduga fakta-fakta yang kita temukan di atas? 170 Buku Guru Kelas X . tanpa ada penjelasan yang lebih terperinci dapat ditemukan fakta-fakta berikut. (4) Grup band favorit Tedy adalah Band E.1 Grup band favorit sejumlah siswa Dari gambar di atas. Grup Band Favorit Tono • Doli • Nurhasanah • Siti • Tedy • Kelompok Siswa • Band A • Band B • Band C • Band D • Band E Grup Band Gambar 5. (5) Siti tidak memiliki grup band favorit dari kelompok grup band yang diberikan. (1) Grup band favorit Tono adalah Band B. (6) Tidak ada siswa yang grup band favoritnya Band A.

Bandingkan dengan gambar berikut. masalah berikut. Masalah 5. perhatikan masalah berikut. Band C). dari Gambar 5. Crisneldi. Selain dengan diagram panah. Felix Dome Meliani Abdul Cyntia • • • • • • Merek A • Merek B • Merek C • Merek D • Merek E Merek Handphone Kelompok Siswa Gambar 5. Band B). Sugino. relasi dapat juga dinyatakan dengan himpunan pasangan berurutan dan dengan menggunakan diagram kartesius seperti berikut. Felix ikut pertandingan bulu Himpunan Siswa Himpunan Siswa 171 . SMA Negeri 1 Sorong akan mengirimkan siswanya untuk mengikuti pertandingan antar SMA untuk Matematika pertandingan sepak bola.3 Relasi “ siswa penggemar band” kartesius. 1) Marko ikut pertandingan bola kaki dan bola volley. (Doli. Band D). Terdapat 6 orang siswa (Marko. dan catur.1 disebut relasi antara kelompok siswa dengan grup band.1 di atas jika dinyatakan dengan himpunan Tedy pasangan berurutan ditunjukkan Siti sebagai berikut.3 Relasi ”siswa penggemar band” berikut. Felix.67 di Kabupaten Sorong.1 dapat ditemukan beberapa hal karena ada garis panah yang menghubungkan kelompok siswa dengan kelompok grup band. Untuk perhatikan memahami pengertian relasi. relasi seperti ini biasa disebut dengan relasi yang dinyatakan dengan diagram panah. (Tedy. bulu tangkis. relasinya adalah ‘grup band favorit’.2 Kelompok siswa dan merek handpone Perhatikan kedua gambar di atas. dengan aturan menghubungkan adalah: ‘Grup band favorit’. Tono (Nurhasanah. tenis meja. Rendi dan Abdullah) yang akan mengikuti pertandingan tersebut.2 tidak dapat ditemukan hubungan antara kelompok siswa dengan merek handpone yang ada karena tidak ada garis berpanah yang menghubungkan yang diberikan. Pasangkanlah siswa dengan pertandingan yang akan diikuti dengan ketentuan berikut. Pada Gambar 5. bola volley.1 Dalam rangka memperingati HUT RI ke. Untuk memahami pengertian relasi.1 di atas ditandai dengan sebuah garis berpanah dari kelompok siswa menuju kelompok grup band favorit. Relasi pada Gambar 5. Aturan menghubungkan kelompok siswa dengan kelompok grup band pada gambar 5. Band E)} Band A Band B Band C Band D Band E Jika dinyatakan dengan diagram Himpunan Grup Band Himpunan Grup Band Gambar 5. ditunjukkan sebagai Gambar 5. Relasi yang ada pada Gambar 5. Himpunan pasangan berurutan Nurhasanah kelompok siswa direlasikan dengan Doli grup band favoritnya adalah: {(Tono.

bulu tangkis. Perlu dimulai guru. 5) Keenam siswa ikut pertandingan bola kaki. dan Tono ikut pertandingan bola kaki. Tono ikut pertandingan catur. 1) Udin ikut pertandingan tenis lapangan dan bola volley. SMA Negeri 1 Sorong akan mengirimkan siswanya untuk mengikuti pertandingan antar SMA untuk pertandingan sepak bola. Joko ikut pertandingan badminton. Joko. Abdullah. Joko. Abdullah ikut pertandingan tenis meja. Pasangkanlah siswa dengan pertandingan yang akan diikuti dengan ketentuan berikut. dan diagram kartesius karena hal tersebut telah dipelajari sewaktu duduk di bangku SMP.67 di Kabupaten Sorong. Dayu ikut pertandingan catur. a) Dengan diagram panah b) Dengan himpunan pasangan berurutan 172 Buku Guru Kelas X . 6) Tono akan mengikuti seluruh pertandingan. Joko ikut pertandingan bulu tangkis. Abdullah dan Tono ikut pertandingan tenis meja. dan Tono) yang akan mengikuti pertandingan tersebut. dan Tono ikut pertandingan tenis meja. bola volley. Siti. Alternatif Penyelesaian ♦ Arahkan siswa untuk memasangkan pertandingan yang akan diikuti secara hati-hati. 1) Udin ikut pertandingan bola kaki dan bola volley. Siti ikut pertandingan bola volley. Alternatif penyelesaian masalah ditunjukkan sebagai berikut. 4) Siti ikut pertandingan bola volley. Dayu ikut pertandingan catur. Udin. Dayu ikut pertandingan catur. himpunan pasangan berurutan.Masalah-5. Siti ikut pertandingan bola volley. 3) Udin dan Dayu ikut pertandingan bola kaki.1 Dalam rangka memperingati HUT RI ke. tenis meja. Abdullah ikut pertandingan tenis meja. Joko ikut pertandingan badminton. Joko ikut pertandingan badminton. Abdullah dan Tono ikut pertandingan bola volley. 2) Siti ikut pertandingan bola volley. Terdapat 6 orang siswa (Udin. dan Tono ikut pertandingan tenis meja. Siti ikut pertandingan bola volley. dan catur. Dayu. untuk memasangkan hubungan dimaksud dapat dinyatakan dengan 3 cara yaitu: 1) diagram panah.

tenis meja)} c) Dengan diagram kartesius Catur Tenis meja Jenis pertandingan Badminton Bola kaki Bola volley Tenis lapangan Udin Joko Dayu Siti Abdullah Tono Kelompok siswa Gambar 5. .5 Deskripsi pasangan antara siswa dengan jenis pertandingan 2) Sebagai latihanmu. badminton).5: Deskripsi pasangan antara siswa dengan jenis pertandingan (2) sampai butir (6).4 Pasangan setiap siswa yang mengikuti pertan-dingan olahraga Himpunan pasangan berurutan: {(Udin. tenis meja). bola volley).Ikut pertandingan Udin • Joko • Dayu • Siti • Abdullah • Tono • • T. catur). (Dayu. Matematika 173 Berdasarkan contoh dan alternatif penyelesaian masalah di atas. kita temukan definisi relasi sebagai berikut. 2) Sebagai latihanmu. (Joko. dengan cara yang sama dengan butir (1) silahkan kerjakan butir (2) sampai butir (6). (Udin. Lapangan • Bola Volley • Bola kaki • Badminton • Tenis meja • Catur Kelompok siswa Kelompok pertandingan Gambar 5. bola volley). bola kaki). dengan cara yang sama dengan butir (1) silahkan kerjakan butir Gambar 5. (Tono. (Siti. (Abdullah.

1. Hany.1 untuk point (1). ditemukan definisi relasi sebagai berikut.1. nasi goreng. Himpunan daerah asal adalah: {Jaya. dan himpunan yang anggotanya adalah anggota daerah kawan yang memiliki pasangan dengan anggota daerah asal disebut dengan daerah hasil. Himpunan daerah hasil adalah: {bakso. Himpunan daerah kawan adalah: {bakso. Berdasarkan Gambar 5. himpunan pertama yaitu himpunan siswa dan himpunan kedua yaitu himpunan grup band.6 himpunan siswa disebut dengan daerah asal. 174 Buku Guru Kelas X . siswa yang akan bertanding dihubungkan dengan jenis pertandingan yang akan diikuti.1 Misalkan A dan B adalah himpunan. himpunan pertama yaitu himpunan siswa SMA Negeri 1 Sorong yang akan mengikuti pertandingan. Perhatikan Masalah 5. • Dany makanan kesukaannya adalah martabak. Dari Gambar 5. Pada Masalah-5. • Jaya dan Budogol makanan kesukaannya adalah nasing goreng. Himpunan yang anggotanya adalah anggota daerah kawan yang memiliki pasangan di daerah asal disebut dengan daerah hasil. Himpunan yang anggotanya akan dipasangkan pada kegiatan-1 yaitu himpunan siswa disebut dengan daerah asal. • Nia makanan kesukaannya adalah mi goreng. Relasi dari A ke B adalah aturan pengaitan/ pemasangan anggota-anggota A dengan anggota-anggota B. martabak}. pizza.1. Himpunan pertandingan yang akan diikuti disebut dengan daerah kawan. 2) Relasi dapat terbentuk apabila ada aturan yang mengaitkan antara anggota himpunan yang satu dengan anggota himpunan yang lain.1. Berdasarkan contoh dan alternatif penyelesaian masalah di atas. Pada Gambar 5. • Tidak ada siswa yang makanan kesukaannya adalah pizza. • Hany makanan kesukaannya adalah bakso. nama siswa terhubung dengan grup band favoritnya. nasi goreng. Definisi 5. Pada Gambar 5. martabak}.6 di atas diperoleh data: • Relasi himpunan siswa dengan himpunan makanan adalah “Makanan kesukaan”. himpunan makanan disebut dengan daerah kawan. Pada Masalah-5. mi goreng. Nia. Catatan: 1) Relasi dapat terbentuk apabila terdapat dua buah atau lebih himpunan/kelompok yang memiliki anggota yang akan dipasangkan satu dengan yang lain. mi goreng. Dany}. terlihat bahwa tanda panah mengarah dari anggota himpunan siswa yang akan ikut bertanding ke anggota himpunan pertandingan yang akan di ikuti. Budogol. dan himpunan kedua yaitu himpunan olah raga yang akan dipertandingkan.

Pertanyaan Kritis Apakah ada kemungkinan bahwa anggota daerah kawan sama dengan anggota daerah hasil? Berikan alasanmu! • Untuk lebih memahami definisi di atas. Matematika 175 .c. buatlah contoh dan bukan contoh relasi dalam kehidupanmu sehari-hari.3 Daerah kawan atau biasa disebut dengan kodomain suatu relasi adalah himpunan tidak kosong dimana anggota domain memiliki pasangan sesuai relasi yang didefinisikan. Definisi 5. Penyelesaian Pasangan terurut setiap anggota himpunan A dengan setiap anggota himpunan B dapat ditunjukkan pada diagram berikut. ditemukan definisi daerah asal (domain).Berdasarkan contoh-contoh di atas.4 Daerah hasil atau biasa disebut dengan range suatu relasi adalah sebuah himpunan bagian dari daerah kawan (kodomain) yang anggotanya adalah pasangan anggota domain yang memenuhi relasi yang didefinisikan. Contoh 5.1 Diberikan himpunan A = {a.3.d} dan B = {1.b.2. Definisi 5. dan daerah hasil (range). Pasangkanlah secara terurut setiap anggota himpunan A dengan setiap anggota himpunan B.5}. sebagai berikut. Definisi 5.2 Daerah asal atau biasa disebut dengan domain suatu relasi adalah himpunan tidak kosong dimana sebuah relasi didefinisikan.4. daerah kawan (kodomain).

1). Relasi R tersebut bersifat reflektif sebab setiap anggota himpunan P berpasangan atau berelasi dengan dirinya sendiri. Definisi 5.5)}. Dapat ditulis A × B = {(x.3).(b. (2. (2.(b.2 Diberikan himpunan P = {1.2)}.5).3).3). (1. Relasi R dikatakan bersifat refleksif jika untuk setiap p ∈ P berlaku (p.1).3). (3.y)│ ∀ x ∈ A dan y ∈ B}.2).(b.4).…. 2.2). 3}.(a.(d. 2. 176 Buku Guru Kelas X . Didefinisikan relasi R pada himpunan P dengan hasil relasi adalah himpunan S = {(1.(b.2).4). Beberapa Sifat Relasi Sifat-1: Sifat Reflektif Misalkan R sebuah relasi yang didefinisikan pada himpunan P. Relasi pasangan berurutan dari A ke B adalah suatu aturan pengaitan yang memasangkan setiap anggota himpunan A ke setiap anggota himpunan B.5).(a. p) ∈ R.5 Misalkan A dan B dua buah himpunan. (3. Contoh 5.(a.A a b c d B 1 2 3 4 5 Berdasarkan diagram di atas dapat disimpulkan bahwa banyak anggota himpunan pasangan berurutan anggota himpunan A dan himpunan B sebanyak 4 × 5 = 40 buah pasangan. Pasangan dinyatakan dalam bentuk himpunan A × B = {(a.(b. Secara umum himpunan pasangan berurutan dinyatakan sebagai berikut.(a.2).1).

4. (2. Didefinisikan relasi R pada himpunan P dengan R = {(1. Relasi R tersebut tidak bersifat refleksif sebab ada anggota himpunan C. Contoh 5.5 Diberikan himpunan P = {1. apabila untuk setiap (x.4.b)│ a kelipatan dari b.4) bukan anggota R. 2. (4.4). Contoh 5. (4.2).4). Didefinisikan relasi R pada himpunan C dengan R = {(a. x) ∈ R. 3}.5}. y) │ x kelipatan y.2)}. 5}.2).2).dengan a.2) anggota R tetapi (2. 4.b ∈ C}.2)}. (4. Relasi R dikatakan bersifat simetris. (5.Contoh 5.3). Relasi R tersebut bersifat simetris sebab untuk setiap (x.4).b ∈ Q}.2)}. y) ∈ R berlaku (y. (4. (1.2). (2. maka diperoleh R = {(2.5}. Didefinisikan relasi R pada himpunan Q dengan R = {(a.1). sehingga diperoleh R = {(2. y ∈ A}.4).x) ∈ R. yaitu 5 tidak berelasi dengan dirinya sendiri atau (5. Didefinisikan relasi R pada himpunan A dengan R = {(x.5).4 Diberikan himpunan C = {2.2). (4. maka diperoleh S = {(2. (2.1) .y) ∈ R.b)│ a + b < 9.3)}.5). berlaku (y. x. (2.6 Diberikan himpunan A = {2.5). (4. (5. (3. Matematika 177 .3 Diberikan himpunan Q = {2. Relasi R tersebut tidak bersifat simetris karena (4.2). dengan a. (5. Relasi R tersebut bersifat reflektif sebab setiap anggota himpunan Q berpasangan atau berelasi dengan dirinya sendiri. (3. (1. Sifat-2: Sifat Simetris Misalkan R sebuah relasi pada sebuah himpunan P.1). 5) bukan anggota R. Contoh 5.

z) ∈ R. (3. 2.1). Relasi R tidak memenuhi sifat transitif. (4.2)}.y) ∈ R dan (y. (2.y) ∈ R dan (y. Relasi R tersebut bersifat antisimetris. (3. apabila untuk setiap (x. (1.y) ∈ R dan (y. tetapi 1 ≠ 2.2). 5}.z) ∈ R maka berlaku (x. (4. (1. Contoh 5.3). Didefinisikan relasi R dengan R = {(1. apabila untuk setiap (x. Didefinisikan relasi pada himpunan P dengan hasil relasi adalah himpunan R = {(1.2) ∈ R dan (2. (2. Relasi R dikatakan bersifat antisimetris.2) ∈ R. (2. Didefinisikan relasi R pada himpunan S dengan R = {(1.8 Diberikan himpunan C = {1.2). 3}.9 Diberikan himpunan C = {2.3)}.z) ∈ R.1).1)∈ R. (3. Relasi R tersebut tidak bersifat antisimetris sebab terdapat (1.1). 2. (2.5).2).1). 2.Sifat-3: Sifat Transitif Misalkan R sebuah relasi pada sebuah himpunan P.b ∈ C} sehingga diperoleh R = {(2. tetapi (2. sebab terdapat (1.1) ∈ R.2)}. Contoh 5.10 Diberikan S = {1. 4. Didefinisikan relasi R pada himpunan C dengan R = { (a.7 Diberikan himpuan P = {1. 3}. Sifat-4: Sifat Antisimetris Misalkan R sebuah relasi pada sebuah himpunan P. (5.x) ∈ R berlaku x = y.2).2).2).3)}. Relasi R bersifat transitif.3).2).z) ∈ R maka berlaku (x. 178 Buku Guru Kelas X .b) ∈ a kelipatan b. Contoh 5.1) ∈ R dan (1.4). (2. (3. 3}.1). (2. Contoh 5. Relasi R tersebut bersifat transitif sebab (x. (1. a.

Relasi R disebut relasi ekivalensi jika dan hanya jika relasi R memenuhi sifat refleksif. dan transitif. 3. Bapak Martono adalah guru matematika yang senang dengan persahabatan yang mereka bina karena mereka selalu memiliki nilai paling bagus dari antara temanteman sekelasnya. a. hal itu diperlukannya sebagai bahan motivasi untuk temanteman satu kelas mereka. 6. Amos. Apakah ada kemungkinan bahwa anggota himpunan A memiliki pasangan yang yang sama dengan salah satu anggota himpunan B? Berikan penjelasanmu! Matematika 179 . Contoh 5.Sifat-5: Sifat Ekuivalensi Misalkan R sebuah relasi pada sebuah himpunan P. Oleh karena itu relasi R merupakan relasi ekivalensi. dan transitif. Data-data yang diinginkan berupa: berapa jam ratarata waktu belajar mereka dalam satu hari. • Coba kamu bekerjasama dengan temanmu menunjukkan bahwa R memenuhi sifat reflektif. 7. dan berapa banyak saudara mereka. dan lama waktu belajar dalam satu hari. 4. (2. Apakah semua anggota himpunan A pasti memiliki pasangan dengan anggota himpunan B? Berikan penjelasanmu! c.3)}. Apakah ada kemungkinan bahwa anggota himpunan A berpasangan dengan dua atau lebih anggota himpunan B? Berikan penjelasanmu! d. 2. 2. dan Aleks merupakan sahabat yang selalu bersama-sama dalam setiap kegiatan sekolah. 1) Kelima sahabat itu satu himpunan misalnya himpunan A. Menemukan Konsep Fungsi Masalah-5. 5. simetris dan transitif. simetris. himpunan B = {1.2). simetris. Anita.2). 3. 3}. Nyatakanlah sebuah relasi yang mungkin menurut anda yang menggambarkan lama waktu belajar lima orang sahabat itu. Relasi R tersebut bersifat refleksif.1).2 Lima orang siswa yaitu: Afnita.1). b. (3. Didefinisikan relasi pada himpunan P dengan R = {(1. Suatu hari bapak Martono ingin mengetahui data-data tentang mereka. 8}. (1. Alvenia.11 Diberikan himpunan P = {1. (2.

bisa seluruhnya memiliki rata-rata waktu belajar jam setiap c. data tentang mereka membentuk himpunan. Relasi yang mungkin rata-rata lama waktu belajar a. semua anggota himpunan c.yang 4. 2. Jawabannya tidak. 7. Oleh sebab anggota himpunan B telah dibatasi dari b. 4}. Apakah ada kemungkinan bahwa anggota himpunan C memiliki pasangan yang dengan dua atau lebih anggota himpunan D? Berikan penjelasanmu! yang d. Untuk relasi yang mungkin. apakah semua anggota himpunan C memiliki Apakah b. 2. dan banyak saudarabanyak kelima saudara orang sahabat itu. anggota himpunan akan dipasangkan dengan salah satu anggota di himpunan B . sehingga anggota himpunan A akan 180 dipasangkan dengan salah satu anggota di himpunan B. Alvenia. 5.7: Relasi Relasi rata-rata jam belajar Gambar rata-rata jam belajar b. 3. hari. 4. Jawabannya adalah tidak. Aleks} 1. Anggota himpunan A dipasangkan dengan c. Aleks} Alternatif Penyelesaian {1. Oleh sebab anggota himpunan B telah dibatasi waktu 1 s/d 8 jam. 4}.7: 5. maka diantara kelima sahabat itu dan kemungkinan bisa dari waktu 1 s/d 8 jam. Jawabannya adalah tidak. Nilai rata-rataAwaktu belajar seseorang hanya ada satu nilai. Jawabannya tidak. 2. Diketahui: A B == {Afnita. a. Amos. belajar seseorang hanya ada satu nilai. lima orang sahabat itu. Apakah ada kemungkinan bahwa anggota himpunan C berpasangan d. D = {1. Diketahui: A = { Afnita. 5. ada semua kemungkinan bahwa anggotaapakah himpunan C berpasangan dengan 2 C memiliki pasangan dengan anggota himpunan D? Berikan atau lebih anggota himpunan D? Berikan penjelasanmu! penjelasanmu! c. D = {1.2) Jika kelima sahabat itu dibuat dalam satu himpunan misalnya himpunan C. Amos. 8} a. 3. Untuk semua relasi yang mungkin. Buku Guru Kelas X EGA BUKU PEGANGAN SISWA 180 . Nyatakanlah sebuah relasi yang mungkin menurut anda yang Alternatif Penyelesaian Berikan penjelasanmu! 1. 7. 3. Nyatakanlah sebuah relasi yang mungkin menurut anda yang menggambarkan 2) Kelima sahabat itu membentuk satu himpunan misalnya himpunan C. Nilai rata-rata waktu himpunan B dengan relasi rata-rata lamasehingga waktu belajar. B= {1. maka diantara kelima sahabat itu dan kemungkinan seluruhnya memiliki rata-rata waktu belajar lebih lebih dari 8dari jam8setiap hari. menggambarkan 6. a. Anita. 2. dan data tentang banyak saudara mereka ada di anggota himpunan D yang anggotanya. 3. Anita. 8}Alvenia. Anggota himpunan A dipasangkan dengan anggota anggota himpunan B dengan relasi rata-rata lama waktu belajar. b. Relasi yang mungkin yang menggambarkan rata-rata lama waktu belajar a. 6. sama Apakah adasalah kemungkinan bahwa anggota himpunan C memiliki dengan satu anggota himpunan D? Berikan penjelasanmu! pasangan yang yang sama dengan salah satu anggota himpunan D? pasangan dengan anggota himpunan D? Berikan penjelasanmu! menggambarkan banyak saudara kelima orang sahabat itu. A B A B Gambar5.

C Gambar 5. 3. Nilai rata-rata waktu belajar seseorang dimungkinkan sama dengan nilai rata-rata waktu belajar orang lain. sehingga anggota-anggota himpunan C memungkinkan memiliki pasangan yang sama dengan salah satu anggota di himpunan D. 2. Banyak himpunan saudara seseorang dimungkinkan sama dengan c) Jawabannya tidak.8 Relasi banyak saudara Gambar 5.d. kelima sahabat itu ada b) Jawabannya ya. Amos. 4} a) Relasi yang mungkin yang menggambarkan banyak saudara kelima orang a) Relasi yang mungkin yang menggambarkan banyak saudara kelima orang sahabat itu.yang Banyak saudara seseorang hanya ada memiliki sama dengan salah satu anggota di . Anggota A dipasangkan dengan anggota banyak saudara orang lain. satu anggota di himpunan D. Jika kelima sahabat dibuat dalam satubelajar himpunan himpunan C. 2. Amos. sahabat itu. satu nilai. Banyak saudara hanya ada satu nilai. D = {1. Oleh karena data tentang banyak saudara kelima sahabat itu ada di anggota himpunan D. Alvenia. 3. Alvenia. satu anggota di himpunan B. Aleks} tentang banyak saudara mereka himpunan D. dan data denganitu nilai rata-rata waktu orangmisalnya lain. d) Jawabannya ya. d. Anggota himpunan A dipasangkan dengan anggota di anggota himpunan D. Jawabannya ya. ditunjukkan pada diagram panah berikut. Anita. maka anggota himpunan Cseseorang pasti memiliki himpunan B dengan relasi seluruh banyak saudara. sehingga anggota himpunan C akan dipasangkan dengan salah pasangan dengan anggota himpunan D. dan data Diketahui: C = { sahabat Afnita. sehingga anggota-anggota himpunan A memungkinkan memiliki pasangan yang sama dengan salah 2. satu anggota di himpunan B. itu Anita. Kelima membentuk satu himpunan misalnya himpunan C. himpunan sehinggaD anggota himpunan C akan dipasangkan dengan salah satu anggota di himpunan D. sehingga anggota-anggota himpunan A memungkinkan memiliki pasangan yang sama dengan salah tentang banyak saudara mereka ada di anggota himpunan D yang anggotanya. Banyak saudara seseorang dimungkinkan sama dengan banyak saudara orang lain. Oleh karena data tentang saudara c) Jawabannya tidak. Jawabannya ya.8 : Relasi banyak saudara D C D b) Jawabannya ya. Nilai rata-rata waktu belajar seseorang dimungkinkan sama 2. maka seluruh anggota himpunan C pasti memiliki pasangan dengan anggotabanyak himpunan D.3 . ditunjukkan pada diagram panah berikut. sehingga anggota-anggota himpunan C himpunan memungkinkan B dengan relasi banyakpasangan saudara. 4} Diketahui: C= {Afnita. Matematika 181 Masalah 5. d) Jawabannya ya. Aleks} D = {1.

Q. uraian fakta untuk semua relasi yang diberikan adalah sebagai Dari gambar didi atas. uraian fakta untuk semua relasi yang diberikan adalah sebagai ♦ Guru harus mengarahkan agar siswa mampu menemukan fakta-fakta yang berkaitan berikut. Q.Semua Semua anggota himpunan memiliki pasangan yang tunggal dengan anggota Dari--gambar di atas. Ada anggota himpunan PP yang berpasangan dengan dua buah anggota himpunan Q.. Q.himpunan himpunan Q himpunan Q Semua anggota himpunan Q memiliki pasangan dengan anggota himpunan Semua anggota himpunan Qmemiliki memiliki pasangan dengan anggota himpunan PP --.Ada anggota himpunan Q yang tidak memiliki pasangan dengan anggota himpunan Ada anggota himpunan yang tidak memiliki pasangan dengan anggota himpunan ..Semua Semua anggota himpunan PP memiliki pasangan dengan anggota himpunan QQ anggota anggota himpunan P memiliki pasangan dengan anggota himpunan Q Semua anggota himpunan memiliki pasangan dengan anggota himpunan Semua anggota himpunan PP memiliki pasangan dengan anggota himpunan QQ himpunan Q Ada anggota himpunan P yang berpasangan dengan dua buah anggota himpunan himpunan -. berikut. berikut.. uraian fakta semua relasi yang diberikan adalah sebagai anggota himpunan PP memiliki pasangan yang tunggal dengan anggota himpunan Q himpunan Q Q berikut.Ada Ada anggota himpunan Pyang yang berpasangan dengan dua buah anggota himpunan anggota himpunan P berpasangan dengan dua buah anggota Ada anggota himpunan yang berpasangan dengan dua buah anggota himpunan – -Semua anggota himpunan Q memiliki pasangan dengan anggota himpunan P. Perhatikan relasi-relasi yang ditunjukkan pada gambar berikut. Perhatikan relasi-relasi yang ditunjukkan pada gambar berikut. Ada anggota himpunan yang tidak memiliki pasangan dengan anggota himpunan Ada anggota himpunan QQ yang tidak memiliki pasangan dengan anggota himpunan --.Masalah-5. dengan perkawanan relasi-relasi yang diberikan. uraian fakta untuk semua relasi yang diberikan adalah sebagai Dari gambar atas. Q.Semua anggota himpunan QQ memiliki pasangan dengan anggota himpunan PP – Relasi Semua anggota himpunan P memiliki pasangan dengan anggota himpunan Q Relasi 2: Relasi 2: 2: Relasi 2: Relasi 2: – Semua anggota himpunan memiliki pasangan yang tunggal dengan Semua anggota himpunan P memiliki pasangan dengan anggota himpunan -. Relasi 1: Relasi 1: Relasi 1: Relasi Relasi 1:1: Semua anggota himpunan P memiliki pasangan dengan anggota himpunan Semua anggota himpunan Pmemiliki memiliki pasangan dengan anggota himpunan QQ -.Ada anggota himpunan QQ yang tidak memiliki pasangan dengan anggota himpunan 182 P PP P PBuku Guru Kelas X EGA EGA EGA BUKU PEGANGAN SISWA BUKU PEGANGAN SISWA BUKU PEGANGAN SISWA EGA BUKU PEGANGAN SISWA EGA BUKU PEGANGAN SISWA 182 182 182 182 182 .Semua anggota himpunan P pasangan dengan anggota himpunan Q Semua anggota himpunan memiliki pasangan dengan anggota himpunan Alternatif Penyelesaian .. Perhatikan relasi-relasi yang ditunjukkan pada gambar berikut. Perhatikan relasi-relasi yang ditunjukkan pada gambar berikut.-1: Semua anggota himpunan Q pasangan dengan anggota himpunan P Relasi Semua anggota himpunan memiliki pasangan dengan anggota himpunan . berikut.Semua anggota himpunan PP memiliki pasangan dengan anggota himpunan QQ Semua anggota himpunan P memiliki pasangan yang tunggal dengan anggota Semua anggota himpunan Puntuk memiliki pasangan yang tunggal dengan anggota Semua anggota himpunan P memiliki pasangan yang tunggal dengan anggota .. erer er erer (1) (1) (1) (1) (1) (1) R Perhatikan relasi-relasi yang ditunjukkan pada gambar berikut. uraian fakta untuk semua relasi yang diberikan adalah sebagai Dari gambar di atas. berikut. (2) (2) (2) R (2) (2) (2) (3) (3) (3) (3) (3) (3) R P Q P Q P Q (4) (4) (4) (4) (4) (4) R (5) (5)(5) (5) (5) R (5) (6) R (6) (6) (6) (6) (6) \\\\\\ \\\ \\\\\\ P Q P Q P Q Dari gambar atas. uraian fakta untuk semua relasi yang diberikan adalah sebagai Dari gambar didi atas.3 Perhatikan relasi-relasi yang ditunjukkan pada gambar berikut..

– Ada anggota himpunan Q yang tidak memiliki pasangan dengan anggota himpunan P. – Ada anggota himpunan P yang berpasangan dengan semua anggota himpunan Q. relasi 2 dan relasi 4 merupakan contoh fungsi. Relasi 4: – Semua anggota himpunan P memiliki pasangan dengan anggota himpunan Q. Relasi 5: – Ada anggota himpunan P yang tidak memiliki pasangan dengan anggota himpunan Q. Relasi 1. – Ada anggota himpunan Q yang tidak memiliki pasangan dengan anggota himpunan P. Relasi 3: – Semua anggota himpunan P memiliki pasangan dengan anggota himpunan Q. – Semua anggota himpunan P memiliki pasangan dengan anggota himpunan Q. – Semua anggota himpunan Q memiliki pasangan dengan anggota himpunan P.Relasi 2: – Semua anggota himpunan P memiliki pasangan dengan anggota himpunan Q. Dari gambar di atas. – Semua anggota himpunan P memiliki pasangan yang tunggal dengan anggota himpunan Q. 183 Matematika . uraian fakta untuk semua relasi yang diberikan adalah sebagai berikut. – Semua anggota himpunan P memiliki pasangan yang tunggal dengan anggota himpunan Q. – Ada anggota himpunan P yang berpasangan dengan dua buah anggota himpunan Q. – Ada anggota himpunan Q yang tidak memiliki pasangan dengan anggota himpunan P. Relasi 6: – Ada anggota himpunan P yang tidak memiliki pasangan dengan anggota himpunan Q. – Semua anggota himpunan Q memiliki pasangan dengan anggota himpunan P. – Ada anggota himpunan P yang berpasangan dengan dua buah anggota himpunan Q. Syarat sebuah relasi menjadi fungsi adalah sebagai berikut.

– Ada anggota himpunan Q yang tidak memiliki pasangan dengan anggota himpunan P. Relasi 6: – Ada anggota himpunan P yang tidak memiliki pasangan dengan anggota himpunan Q. Relasi 3: – Semua anggota himpunan P memiliki pasangan dengan anggota himpunan Q. – Ada anggota himpunan P yang berpasangan dengan dua buah anggota himpunan Q. – Semua anggota himpunan Q memiliki pasangan dengan anggota himpunan P. Relasi 1. Relasi 4: – Semua anggota himpunan P memiliki pasangan dengan anggota himpunan Q. relasi 2 dan relasi 4 merupakan contoh fungsi. – Semua anggota himpunan P memiliki pasangan yang tunggal dengan anggota himpunan Q. – Ada anggota himpunan Q yang tidak memiliki pasangan dengan anggota himpunan P. Syarat sebuah relasi menjadi fungsi adalah sebagai berikut. – Ada anggota himpunan P yang berpasangan dengan dua buah anggota himpunan Q. – Ada anggota himpunan Q yang tidak memiliki pasangan dengan anggota himpunan P. Relasi 5: – Ada anggota himpunan P yang tidak memiliki pasangan dengan anggota himpunan Q. – Semua anggota himpunan Q memiliki pasangan dengan anggota himpunan P.Relasi 1: – Semua anggota himpunan P memiliki pasangan dengan anggota himpunan Q – Semua anggota himpunan P memiliki pasangan yang tunggal dengan anggota himpunan Q – Semua anggota himpunan Q memiliki pasangan dengan anggota himpunan P. 184 Buku Guru Kelas X . Relasi 2: – Semua anggota himpunan P memiliki pasangan dengan anggota himpunan Q. – Ada anggota himpunan P yang berpasangan dengan semua anggota himpunan Q.

Fungsi f dari A ke B adalah suatu aturan pengaitan yang memasangkan setiap anggota himpunan A dengan tepat satu anggota himpunan B. b. Ada anggota himpunan P yang tidak memiliki pasangan dengan anggota himpunan Q yaitu {A. secara simbolik ditulis menjadi f : A → B.6 di atas. relasi 5. 3) Relasi 6 bukan merupakan fungsi karena ada anggota himpunan P yang tidak memiliki pasangan dengan aggota himpunan Q yaitu {D}. Definisi 5. 2) Relasi 5 bukan fungsi karena: a. Ada anggota himpunan P yang memiliki pasangan tidak tunggal dengan anggota himpunan Q yaitu {C}. dibaca: fungsi f memetakan setiap anggota A dengan tepat satu anggota B. Contoh 5. Penyelesaian 1) Relasi 3 bukan fungsi karena ada anggota himpunan P yang berpasangan tidak tunggal dengan anggota himpunan Q yaitu D yang berpasangan dengan 4 dan 5 meskipun seluruh anggota himpunan P memiliki pasangan di anggota himpunan Q. dengan demikian dapat ditulis menjadi: f : x → y.6 Misalkan A dan B himpunan. Berdasarkan contoh-contoh di atas kita temukan definisi fungsi sebagai berikut. dibaca: fungsi f memetakan x ke y.– Semua anggota himpunan P memiliki pasangan dengan anggota himpunan Q. Tentukanlah nilai p dan q. Matematika 185 . sedemikian sehingga y = f(x). E}.12 Diketahui fungsi f : x → f(x) dengan rumus fungsi f(x) = px – q. Definisi 5. D. Perhatikan kembali Masalah 5. berilah alasan mengapa relasi 3. – Semua anggota himpunan P memiliki pasangan yang tunggal dengan anggota himpunan Q. dan relasi 6 bukan fungsi. Jika f memetakan suatu elemen x ∈ A ke suatu y ∈ B dikatakan bahwa y adalah peta dari x oleh fungsi f dan peta ini dinyatakan dengan notasi f(x) dan x disebut prapeta dari y. kemudian tuliskanlah rumus fungsinya. Jika f(1) = –3 dan f(4) = 3.3 di atas. B.

... 186 Buku Guru Kelas X ........ dan Rumus fungsi Jika f(1) = –3 maka f(x) = px – q → –3 = p – q .... Contoh 5. (1) Coba kamu jelaskan mengapa demikian? Jika f(4) = 3 maka f(x) = px – q → 3 = 4p – q ...................... q............ (2) Coba kamu jelaskan mengapa demikian? Jika persamaan 1) dan persamaan 2) dieliminasi maka diperoleh: -3 = p – q 3 = 4p – q _ -6 = p – 4p → –6 = –3p → p = 2 Substitusi nilai p = 2 ke persamaan –3 = p – q Sehingga diperoleh: –3 = 2 – q –3 = 2 – q → q = 2 + 3 → q = 5 Jadi diperoleh p = 2 dan q = 5 Berdasarkan kedua nilai ini. Penyelesaian Diketahui: f(x) = 2 x + 6 Ditanya: domain f Domain fungsi f memiliki pasangan dengan anggota himpunan bilangan real apabila 2x + 6 ≥ 0........... maka rumus fungsi f(x) = px – q menjadi f(x) = 2x – 5......... 2x ≥ -6 ↔ x ≥ -3..................13 Diketahui fungsi f dengan rumus f(x) = 2 x + 6 .. Ditanya p........... Tentukanlah domain fungsi f agar memiliki pasangan di anggota himpunan bilangan real.Penyelesaian Diketahui f(x) = px – q... f(1) = -3 f(4) = 3...

maka f(1+1) = 2f(1) → f(2) = 2. Jika 1 berpasangan dengan 4 dan f(x+1) = 2f(x).8 = 16 → f(4) = 2.14 Diketahui f suatu fungsi f : x  f(x).16 = 32 → maka x = 4 berpasangan dengan 32 atau f(4) = 32. Berapakah pasangan dari x = 4? Penyelesaian Diketahui: f : x  f(x) f(1) = 4 f(x+1) = 2 f(x) Ditanya: f(4)? → f(x+1) = 2f(x) → untuk x = 1.f(3) = 2.4 = 8 → f(3) = 2.f(2) = 2. b) Apakah f terdefinisi untuk 2x + 6 < 0? c) Apakah x = –4 memiliki pasangan? Mengapa? Contoh 5. Diskusi Diskusikan dengan temanmu: a) Berapakah pasangan dari x = 2013? b) Bagaimana cara paling cepat untuk menemukan pasangan dari x = 2013? ♦ Guru mengarahkan dan memberi petunjuk untuk menentukan pasangan 2013 dan cara paling cepat untuk menentukannya. Matematika 187 .Diskusi Diskusikan dengan temanmu: a) Mengapa fungsi f memiliki pasangan di anggota himpunan bilangan real apabila 2x + 6 ≥ 0.f(1) = 2.

Mengapa? 188 Buku Guru Kelas X .15 x+2 Diketahui f sebuah fungsi yang memetakan x ke y dengan rumus y = . Diskusi Diskusikan dengan temanmu: a) Jika f: x  y. Penyelesaian x+2 Diketahui f sebuah fungsi yang memetakan x ke y dengan rumus y = . ( x + 2) (6 y + 2) x = → y = (kedua ruas kalikan dengan 2x – 6) (2 x − 6) (2 y − 1) → (2x – 6)(y) = x + 2 → 2xy – 6y = x + 2 → 2xy – x = 6y + 2 → x(2y – 1) = 6y + 2 ( x + 2) (6 y + 2) y= → x = (kedua ruas bagi dengan 2y – 1) (2 x − 6) (2 y − 1) x+2 Maka fungsi g memetakan y ke x dengan rumus: g(y) = 2x − 6 ♦ Guru mengarahkan siswa untuk memahami masalah berikut yang disajikan berikut ini. 2x − 6 Tuliskanlah rumus fungsi jika g memetakan y ke x. d) Berikan syarat agar g: y  x dapat terdefinisi.Contoh 5. 2x − 6 Tuliskanlah rumus fungsi jika g memetakan y ke x. x+2 Diketahui: y = . dimana 2x – 6 ≠ 0 dan x anggota bilangan real. apakah x = 3 memiliki pasangan di anggota himpunan real? 1 1 1 1 1 2 3 3 4 b) Jika g: y  x. 2x − 6 Ditanya: rumus fungsi y ke x. apakah x = memiliki pasangan di anggota himpunan real? 5 6 2 3 4 3 4 2 3 Mengapa? c) Berikan syarat agar f: x  y dapat terdefinisi.

Nora). x + 1 . Pasaribu). dan range dari relasi berikut.1 KOMPETENSI-5. apakah x = memiliki pasangan di anggota terhadap B dengan relasi berikut. Pasangkanlah usia masing-masing anak pada bilangan prima yang kurang dari 15. punan B dengan relasi B = A + 1. apakah R x = 3 memiliki pasangan 3) Diberikan himpunan A = {1. (Felix. tuliskanlah x sebax −1 Matematika 189 . (Felix. kawan. 12}. 10. maka nilai dari f(17) – f (7) adalah…. (Ramsida. dan daerah hasil dari relasi Tentukanlah daerah asal. kawan. 7. 6. Mengapa? a) Anggota himpunan A dipac) Berikan syarat agar f: x  y dapat terdefinisi. maka untuk x2 187 ≠1 tentukanlah f(–x).real? Nyatakanlah relasi A b) Jika g: y  x. berikut. b) Fungsi pasangan berurutan: {(Yaska. a) Fungsi pasangan berurutan: {(Yaska. 9. yang terbentuk adalah fungsi atau Pasaribu). x −1 6) Jika y = 2) Sekumpulan anak yang terdiri atas EGA BUKU PEGANGAN SISWA 5 orang yaitu (Margono. sangkan dengan anggota himd) Berikan syarat agar g: y  x dapat terdefinisi. himpunan 11. a) di anggota himpunan real? 5} dan himpunan B = {2. (Ramsida. kodomain. Krisantus). Dahniar)} 4) Jika siswa direlasikan dengan Krisantus). Nora). b) Relasi pasangan berurutan: Kemudian periksa apakah relasi Krisantus). Dahniar)} tanggal kelahirannya. 5. Martohap) berturut-turut berusia 6.1 1) Tentukanlah daerah asal.1 sangkan dengan anggota himP Q 1) Tentukanlah domain. UJI daerah semua anak dapat dipasangkan? Maka fungsi g memetakan y ke x dengan rumus: .  2xy – x = 6y + 2  x(2y – 1) = 6y + 2  Uji Kompetensi 5. punan B dengan relasi B = 2A b) + 2. c) tidak. dan daerah asilnya! Diskusikan dengan temanmu! a) a) Jika f: x  y. 2 xy – 6y = x +2 d) Berikan syarat agar g: y  x dapat terdefinisi. (Felix. Dahniar)} (Riwanti. kodomain. 3. (Ramsida. {(Yaska. 4. daerah 1) Tentukanlah domain. 10. Apakah gai fungsi dari y. Marisa.Mengapa? b) Jika g: y  x. 2.Pasaribu). dan 11 tahun.(Riwanti. Maradona. Nora). dan range dari relasi berikut. 7) Diketahui f(2x–3) = 4x–7. Kemudian 187 tentukanlah syarat kedua rumus fungsi tersebut agar terdefinisi untuk setiap x. Marsius.y merupakan bilangan real. (Riwanti. b) Anggota himpunan A dipaUJI KOMPETENSI-5. 3. 4. Mengapa? 8. apakah x = y= memiliki pasangan di anggota himpunan real? Mengapa? c) Berikan  (2 x-6)(y) = syarat x + 2 agar f: x  y dapat terdefinisi. Apakah relasi c) c) tersebut merupakan fungsi? Berikan penjelasanmu! EGA x +1 BUKU PEGANGAN SISWA 5) Jika f(x) = .

antara lain (1)saat reflektif. b2b 2  x  2  x  a 2a 1 1 − = 2 2 + + −    2 2 . dan buat interval saat kapan lebah tersebut relasi tersebut dikatakan relasi ekuivalen. dan (4) sifat terkadang naik. maka Tuliskan ciri-ciri fungsi tersebut. 2. waktu (2) simetris. 4. jika daerah asalnya merupakan sumbu X. dan saat turun. Misalkan juga f(f(n)) dan f 3(n) didefinisikan f(f(n)) dan f 3(n) didefinisikan f(f(f(n))) dan seterusnya. Dari pernyataan (1) dan (2) disimpulkan bahwa setiap fungsi dan relasi adalah Rancanglah sebuah masalah terkait lintasan seekor lebah yang terbang himpunan. simetris dan transitif. Buatlah laporan hasil kerja kelompokmu EGA dan sajikan di depan kelas. Manakah yang merupakan fungsi. Setiap relasi adalah himpunan. 3. beberapa kesimpulan yang dapat dinyatakan sebagai pengetahuan awal untuk mendalami dan melanjutkan bahasan berikutnya. bergerak naik. Relasi memiliki sifat. Jika sebuah relasi memenuhi sifat reflektif. Tentukanlah domain fungsi f agar jika daerah asalnya merupakan memiliki pasangan di anggota himpunan bilangan real. 11) Perhatikan gambar berikut! 10) Diketahui Manakah yang√ merupakan fungsi. Projek 1. a) b) c) d) PENUTUP Berdasarkan uraian materi pada bahasan 5 ini... Tetapi sebuah himpunan belum tentu merupakan relasi. Setiap fungsi merupakan relasi. fungsi f dengan rumus . b x x    x x  b maka f(a+b)= . (3) transitif. BUKU PEGANGAN SISWA 189 190 Buku Guru Kelas X . Tetapi sebuah relasi belum tentu merupakan fungsi. Tentukanlah daerah asal 2 fungsi f agar memiliki pasangan di anggota himpunan bilangan real. lurus. 11) Perhatikan gambar berikut! sumbu x. bergerak lurus dan terkadang turun pada tertentu. xx 8) Bila f(x) = = aa 9) Misalkan f(n) didefiniskan kuadrat dari penjumlahan digit n. Beberapa kesimpulan disajikan sebagai berikut. antisimetris.Tentukan f 1998(11)! 10) Diketahui fungsi f dengan rumus f = 1 x − 8 .

Jika sebuah relasi memenuhi sifat reflektif. Relasi memiliki sifat. Fungsi yang demikian disebut juga pemetaan. Dari pernyataan (1) dan (2) disimpulkan bahwa setiap fungsi dan relasi adalah himpunan. (3) transitif. Jadi pengetahuan kamu tentang relasi dan fungsi sangat menentukan keberhasilan kamu Matematika 191 . antara lain (1) reflektif. dan sebagainya. seperti fungsi naik dan turun. Barisan adalah sebuah fungsi dengan domain bilangan asli dan daerah hasilnya adalah suatu himpunan bagian dari bilangan real. surjektif. Tetapi sebuah relasi belum tentu merupakan fungsi.D. Selanjutnya akan dibahas tentang barisan dan deret. 4. 1. Setiap fungsi merupakan relasi. Fungsi adalah bagian dari relasi yang memasangkan setiap anggota daerah asal (domain) dengan tepat satu anggota daerah kawan (kodomain). fungsi ganjil dan fungsi genap. 6. Tetapi sebuah himpunan belum tentu merupakan relasi. simetris dan transitif. Untuk lebih mendalami materi fungsi anda dapat mempelajari berbagai jenis fungsi pada sumber belajar yang lain. 3. dan (4) sifat antisimetris. PENUTUP Berdasarkan uraian materi pada bahasan 5 ini. (2) simetris. dan fungsi satu-satu. 2. fungsi injektif. 5. Setiap relasi adalah himpunan. beberapa kesimpulan yang dapat dinyatakan sebagai pengetahuan awal untuk mendalami dan melanjutkan bahasan berikutnya. Beberapa kesimpulan disajikan sebagai berikut. maka relasi tersebut dikatakan relasi ekuivalen.

konsisten dan jujur serta menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. bertanggungjawab. menyajikan hasil menemukan pola barisan dan deret dan penerapannya dalam penyelesaian masalah sederhana.Bab Barisan dan Deret A. kritis. kreatif) dalam menyelidiki dan mengaplikasikan konsep dan pola barisan dan deret dalam memecahkan masalah otentik. Pengalaman Belajar Melalui pembelajaran materi barisan dan deret aritmetika dan geometri atau barisan lainnya. KOMPETENSI DASAR DAN PENGALAMAN BELAJAR Kompetensi Dasar Setelah mengikuti pembelajaran barisan dan deret. • berkolaborasi memecahkan masalah aktual dengan pola interaksi sosial kultur. 3. 2. • berpikir tingkat tinggi (berpikir kritis. siswa memperoleh pengalaman belajar: • menemukan konsep dan pola barisan dan deret melalui pemecahan masalah otentik. siswa mampu: 1. • • • • • Pola Bilangan Beda Rasio Suku Jumlah n suku pertama . memprediksi pola barisan dan deret aritmetika dan geometri atau barisan lainnya melalui pengamatan dan memberikan alasannya. menghayati pola hidup disiplin.

B. B. PETA KONSEP PETA KONSEP Fungsi Materi prasyarat Masalah Otentik Barisan Bilangan Syarat Suku awal Beda Unsur Barisan Aritmetika Barisan Geometri Suku awal Rasio Suku ke-n Deret Aritmetika Deret Geometri Suku ke-n Jumlah n suku pertama Jumlah n suku pertama Matematika 193 BUKU PEGANGAN SISWA 193 .

Menemukan Pola Barisan dan Deret Organisasikan siswa belajar dengan mengamati dan mengkritisi masalah nyata kehidupan yang dapat dipecahkan arif dan kreatif melalui proses matematisasi. 16. 4. MATERI PEMBELAJARAN 1. Tahukah anda maksud/arti dari pola? Pernahkah anda melihat pola dalam kehidupan sehari-hari? Ajukan masalah berikut kepada siswa. untuk mengetahui berapa banyak jeruk dalam tumpukan? Masalah-6. Hal itu dilakukan dengan alasan agar permasalahan tersebut dapat menjawab kebutuhan yang diinginkan.1 Susunan Kelereng Kelereng dihitung pada setiap kelompok dan diperoleh barisan: 1. K1 1 K2 4 K3 9 K4 16 K5 25 Gambar 6. atau aturan matematika tertentu.2 Jumlah Kelereng pada Setiap Kelompok 194 Buku Guru Kelas X . melihat pola susunan bilangan. Membangun hubungan-hubungan dengan melibatkan objek-objek nyata serta mengkomunikasikan permasalahan melalui diagram. Permasalahan-permasalahan yang dijumpai dalam kehidupan biasanya dapat diselesaikan dengan menerapkan suatu cara. 9. mengajukan ide-ide secara bebas dan terbuka.C. menemukan berbagai strategi sebagai alternatif pemecahan masalah. tabel dan simbolsimbol. 25. skema. Guru melatih siswa berpikir independen. Dalam proses pembelajaran barisan dan deret berbagai konsep dan aturan matematika terkait barisan dan deret akan ditemukan melalui pemecahan masalah.2 Beberapa kelereng dikelompokkan dan disusun sehingga setiap kelompok tersusun dalam bentuk persegi sebagai berikut: Gambar 6. metode.

..3 Jumlah kelereng pada kelompok ke-6 Kn Dengan pola barisan pada tabel di atas. ? Pola 1=1×1 4=2×2 9=3×3 16 = 4 × 4 25 = 5 × 5 . Banyak Kelereng 1 4 9 16 25 ... ?=n×n Gambar 6.. Kemungkinan metode yang dapat digunakan adalah membuat susunan benda berikutnya dan menghitung kembali banyak kelereng pada susunan itu.Permasalahan: Dapatkah kamu temukan bilangan berikutnya pada barisan tersebut? Dapatkah kamu temukan pola barisan tersebut? Tentukan banyak kelereng pada kelompok ke-15? Alternatif Penyelesaian 1. 36 K6 2.1 Pola banyak kelereng pada setiap kelompok Kelompok K1 K2 K3 K4 K5 . bilangan berikutnya adalah K6 = 6 × 6 = 36 dan bilangan pada K15 = 15 × 15 = 225. Apakah ada pola yang lain pada barisan tersebut? Silahkan amati kembali tabel berikut! Matematika 195 . Alternatif penyelesaian ini tidak efektif dan tidak efisien karena harus menyusun kembali banyak kelereng untuk kelompok berikutnya. Perhatikan tabel berikut! Tabel 6. 3.. Alternatif penyelesaian lainnya adalah menemukan pola barisan tersebut.

. urutan 21. Tabel 6.... huruf pada urutan 1 sama dengan huruf pada urutan 11.. Jadi. kita perlihatkan urutan setiap huruf pada barisan. bukan? Perhatikan tabel di bawah ini! 196 Buku Guru Kelas X . huruf pada urutan 25 × 33 adalah huruf pada urutan 32 × 27 = 864 atau 864 = 860 + 4 = 86 × 10 + 4 sehingga perulangan kelompok huruf tersebut mengalami perulangan sebanyak 86 kali. Dengan demikian.1 Perhatikan barisan huruf berikut: A B B C C C D D D D A B B C C C D D D D A B B C C C D D D D . Jika kamu amati dengan teliti. Silahkan pelajari pola barisan pada beberapa contoh berikut.2 Pola banyak kelereng pada setiap kelompok Kelompok K1 K2 K3 K4 K5 .. 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 . bukan? Perulangan kelompok huruf terjadi pada setiap kelipatan 10 huruf pertama. Kamu dapat dengan mudah menentukan bilangan-bilangan berikutnya pada sebuah barisan bilangan jika dapat menemukan pola barisannya. ? = n + n × (n – 1) Kn Jadi pola barisan adalah K n = n + n × (n − 1) sehingga bilangan berikutnya adalah dan bilangan pada K15 = 15 + 15 × 14 = 225.... ? Pola 1 =1+0 =1+1×0 4 =2+2 =2+2×1 9 =3+6 =3+3×2 16 = 4 + 12 = 4 + 4 × 3 25 = 5 + 20 = 5 + 5 × 4 .. Banyak Kelereng 1 4 9 16 25 . sebagai berikut: A B B C C C 1 2 3 4 5 6 D D D D A B B C C C D D D D . huruf pada urutan ke-864 sama dengan huruf pada urutan ke-4 atau C.. kelompok huruf ABBCCCDDDD pada urutan 1 sampai 10 berulang. Contoh 6. urutan 31 dan seterusnya.. Kedua. Amatilah barisan huruf tersebut terlebih dahulu! Tentukanlah huruf pada urutan 25 × 33! Penyelesaian Pertama.

. 4..Tabel 6. 3. sebagai berikut: 1 2 3 4 5 6 7 8 9 1 0 1 1 1 2 1 3 1 . .. suku ke-12 = 1 dan seterusnya.. sehingga suku ke-10 = 1. . Matematika 197 ..3 Urutan barisan huruf Urutan ke 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Huruf A B B C C C D D D D Urutan ke 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 Huruf A B B C C C D D D D ... .. Mencari banyak suku pada barisan bilangan satuan (1sampai 9): 1... ... puluhan dan ratusan sebagai berikut: Langkah 1. u 2004 un menyatakan suku ke-n pada barisan dengan n = 1.. 8. 2.. Dapatkah anda temukan bilangan yang menempati suku ke-2004? Penyelesaian Mari kita amati kembali barisan tersebut. Kita akan mencari bilangan yang menempati suku ke-2004 dengan menghitung banyak suku pada bilangan satuan.... .. 2... 3. 7.. .. 4. Urutan ke 851 852 853 854 855 856 857 858 859 860 Huruf A B B C C C D D D D Urutan ke 861 862 863 864 Huruf A B B C Contoh 6.. . . suku ke-11 = 0.. 5. 9 Banyak suku pada barisan bilangan satuan adalah 1 × 9 = 9 suku. . .... 6. .2 Sebuah barisan bilangan dituliskan sebagai berikut: 12345678910111213141516171 81920212223242526... ? ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ u1 u 2 u 3 u 4 u 5 u 6 u 7 u8 u 9 u10 u11 u12 u13 u14 u15 u16 u17 u18 ..

101. . . 99 terdapat 2 × 10 suku = 20 suku Banyak suku pada barisan bilangan puluhan adalah 9 × 20 = 180 suku.. Suku berikutnya (suku ke-1990) adalah barisan bilangan dengan ratusan 7 sebagai berikut. . . . . .3 1 1 1 1 1 1 1 Tentukan pola barisan . . 102... 92... Mencari banyak suku pada barisan bilangan puluhan (10 sampai 99) 10.19 terdapat 2 × 10 suku = 20 suku 20. . 113. 691. 21. 91. 198 Buku Guru Kelas X .29 terdapat 2 × 10 suku = 20 suku . maka barisan di atas disajikan dalam tabel berikut.. 13. 103. Tentukanlah banyak suku 2 6 12 20 30 42 9900 pada barisan tersebut! Penyelesaian Jika adalah suku ke-n dari sebuah barisan dengan n = 1.. 2. 112. Mencari banyak suku pada barisan bilangan puluhan (100 sampai 999) Jika ratusan (1 sampai 6) 100. 129 terdapat 3 × 10 suku = 30 suku 690..... Langkah 3. 693.. Jadi. 9 7 0 0 7 0 1 7 0 2 7 0 3 7 0 4 ↓ u1989 ↓ u1990 ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ u1995 ↓ u1996 ↓ u1997 ↓ u1998 ↓ u1999 ↓ u 2000 ↓ ↓ ↓ ↓ u1991 u1992 u1993 u1994 u 2001 u 2002 u 2003 u 2004 Bilangan pada suku ke-2004 adalah 4. . . 11. 123.. 699 terdapat 3 × 10 suku = 30 suku Banyak suku untuk barisan bilangan ratusan dengan ratusan 1 sampai 6 adalah 6 × 10 × 30 = 1800 suku Jadi terdapat sebanyak 9 + 180 + 1800 = 1989 suku pada barisan bilangan 1 sampai dengan 699 sehingga suku ke-1989 adalah 9. 119 terdapat 3 × 10 suku = 30 suku 120. . 122. 90. 93.. Contoh 6. 3.. banyak suku pada barisan 1 sampai 99 adalah 9 + 180 = 189 suku.. 111. . 22.. 23... .. ..... 692. 109 terdapat 3 × 10 suku = 30 suku 110. 12...Langkah 2.. 121..

. . .. 2 6 12 20 30 42 9900 Barisan Jika sn adalah jumlah n suku pertama dari sebuah barisan dengan n = 1... terdiri dari 99 suku.. .. maka deret dari barisan di atas disajikan dalam tabel berikut.... . . 3.4 Pola Barisan Suku ke u1 u2 u3 u4 u5 u6 . . ? Pola 1 1 = 2 12 + 1 1 1 = 6 22 + 2 1 1 = 12 32 + 3 1 1 = 20 42 + 4 1 1 = 30 52 + 5 1 1 = 42 62 + 6 .. . un Nilai 1 2 1 6 1 12 1 20 1 30 1 42 .Tabel 6. Matematika 199 . 2.. 1 n +n 2 ?= 1 Berdasarkan pola barisan un = 2 yang telah diperoleh pada tabel di bawah maka n +n 1 un = atau 9900 1 1 ⇔ 2 = n + n 9900 ⇔ n2 + n = 9900 ⇔ n2 + n – 9900 = 0 ⇔ (n – 99)(n + 100) = 0 ⇔ n = 99 1 1 1 1 1 1 1 .

5: Pola Deret Deret s1 s2 s3 s4 s5 s6 .. sn u1 u1 + u2 u1 + u2 + u3 u1 + u2 + u3 + u4 u1 + u2 + u3 + u4 + u5 + u6 u1 + u2 + u3 + u4 + u5 + u6 .... 2.. . + un–1 maka sn = sn–1 + un atau un = sn – sn–1. . 2 3 4 5 6 100 n .. + = Karena n = 99 maka s99 = + + + ... 3. .. ... s1.. + un Jumlah suku-suku Nilai 1 2 2 3 3 4 4 5 5 6 6 7 .. u1 + u2 + u3 + u4 + u5 + u6 + .. + un–1 + un dan sn–1 = u1 + u2 + u3 + ... . yaitu .. .Tabel 6. 200 Buku Guru Kelas X ... sn. sebuah barisan dengan pola sn = n +1 1 1 1 1 1 1 1 99 + + + . sn = n n +1 1 2 3 4 5 99 ..... 2 6 12 20 30 42 9900 100 Jika sn adalah jumlah n suku pertama dari sebuah barisan dengan n = 1.. atau sn = u1 + u2 + u3 + .. s2. adalah Berdasarkan tabel di atas. . ... . s3.

Contoh 6. suku ke-10 pada barisan tersebut adalah 485. 2.2 Perhatikan gambar tumpukan jeruk di samping ini! Bagaimana cara menentukan atau menduga banyak buah dalam satu tumpukan? Gambar 6. Menemukan Konsep Barisan dan Deret Aritmetika Pada sub-bab di atas. Tentukan pola barisan tersebut kemudian tentukanlah suku ke-10! Penyelesaian Dengan rumus un = sn – sn–1 maka dapat ditentukan sn = 2n3 – 3n2 atau sm = 2m3 – 3m2. Barisan Aritmetika Masalah-6. Berikutnya. Misalkan m = n – 1 maka sn −1 = 2(n − 1)3 − 3(n − 1)2 sn −1 = (2n3 − 6n 2 + 6n − 2) − (3n 2 − 6n + 3) sn −1 = 2n3 − 9n 2 + 12n − 5 Jadi. kita telah membicarakan masalah pola dari barisan dan deret bilangan secara umum. un = sn − sn −1 = (2n3 − 3n 2 ) − (2n3 − 9n 2 + 12n − 5) un = 6n 2 − 12n + 5 Pola barisan tersebut adalah un = 6n 2 − 12n + 5 sehingga: u10 = 6(10) 2 − 12(10) + 5 = 600 − 120 + 5 = 485 Jadi. a.4 Tumpukan Buah Jeruk Matematika 201 .4 Suatu barisan dengan pola deret sn = 2n3 – 3n2. kita akan belajar menemukan konsep barisan dan deret aritmetika.

ternyata diperoleh selisih antara bilangan pertama dengan bilangan kedua. Misalkan susunan jeruk tersebut disederhanakan menjadi sebuah susunan segitiga.6. seperti yang disajikan pada Gambar 6. coba suruh siswa untuk melakukan dengan susunan segi empat. Gambar 6.7. seperti Gambar 6.5. lalu tanyakan apa yang ditemukan.7 berikut.Alternatif Penyelesaian Jika diperhatikan Gambar 6. Jeruk itu dapat disusun membentuk sebuah piramida. banyak sankisnya 21. maka diperoleh susunan dari beberapa jeruk. Selanjutnya meminta siswa mencermati dua suku yang berurutan. bilangan kedua dengan bilangan ketiga. Gambar 6. ♦ Arahkan siswa membangun pola dengan memilih strategi berpikir secara bebas. jembatani dengan meminta salah satu kelompok menyajikan hasil kerjannya. sehingga selisih banyak sankis berikutnya adalah 6. 202 Buku Guru Kelas X .5 Susunan piramida jeruk Jumlah jeruk pada bagian bawah tumpukan akan lebih banyak dibandingkan pada susunan paling atas. untuk susunan segitiga berikutnya. Pola susunan banyak jeruk dalam tumpukan ♦ Meminta siswa mengecek. Gambar 6. bilangan ketiga dengan bilangan keempat dan seterusnya. Selanjutnya organisasikan siswa belajar dalam kelompok untuk mendiskusikan cara atau pola yang dibangun secara individu. Jika terjadi perbedaan pola pikir.6 Susunan bulatan bentuk segitiga ♦ Tanyakan kepada siswa mengapa harus dengan susunan segitiga. Selanjutnya ajak siswa untuk memperhatikan bilangan-bilangan tersebut.

Banyaknya bulatan yang tersusun dari setiap kelompok dapat dituliskan dengan bilangan. Ternyata beda antara setiap dua bilangan yang berdekatan membentuk barisan yang baru yaitu 2. 5.. Bila bilangan tersebut membentuk barisan perhatikan polanya pada Gambar 6. Pola turunan banyak jeruk dalam tumpukan Beda setiap dua bilangan yang berdekatan pada barisan 2.8 tersebut.. ditemukan susunan bilangan 20. ♦ Selanjutnya minta siswa mempresentasikan hasil kerjanya di depan kelas dan mendorong siswa lain untuk mengkritisi hasil kerja siswa yang menyaji. 10. 15. … 203 Matematika . 80. Dengan demikian barisan 2. 10. berapakah tinggi tangga jika terdapat 15 buah anak tangga? Tentukanlah pola barisan? Gambar 6. 4. 40. adalah tetap yaiti 1. ♦ Meminta siswa untuk membuat sebuah barisan dengan beda membentuk barisan baru yaitu barisan aritmatika tingkat 1. 60. Gambar 6. . disebut “Barisan Aritmetika Tingkat Dua”.8. 5. 4. 5..9: Tangga Alternatif Penyelesaian Untuk menentukan tinggi tangga maka permasalahan di atas diurutkan menjadi: Dari uraian di atas.. 3. Masalah-6... yaitu 1. 15.3 Perhatikan masalah berikut! Jika tinggi satu buah anak tangga adalah 20 cm. 3.. 6. 4.. 3. 3... 3. 6. Perhatikan skema berikut.. disebut “Barisan Aritmetika” dan barisan 1.

ia dapat menyelesaikan 6 helai kain batik berukuran 2.3 = 12 Bulan IV : u4 = 6 + 3. un = n × 20 = 20n Cermati pola bilangan un = 20n. dapat dituliskan un = a + (n – 1). pada bulan ke-20. 9. Sesuai dengan pola di atas.. sehingga u15 = 15 × 20 = 300. Untuk menentukan n.3 = 15 Demikian seterusnya bertambah 3 helai kain batik untuk bulan-bulan berikutnya sehingga bulan ke-n : un = 6 + (n–1). Dengan pola kerja tersebut.b. 204 Buku Guru Kelas X .…. 63 = 6 + (n – 1). Permintaan kain batik terus bertambah sehingga Mba Suci harus menyediakan 9 helai kain batik pada bulan kedua. Jadi.4.5 m selama 1 bulan. Jika beda antara dua bilangan berdekatan di notasikan “b”. 15. pada bulan berapakah Mbak Suci menyelesaikan 63 helai kain batik? Alternatif Penyelesaian Dari Masalah-6.3 = 9 Bulan III : u3 = 6 +2. seorang pengerajin batik di Gunung Kidul.3 (n merupakan bilangan asli). dapat dituliskan jumlah kain batik sejak bulan pertama seperti di bawah ini. dan 12 helai pada bulan ketiga. Mbak Suci mampu menyelesaikan 63 helai kain batik.un : suku ke-n u1 = 20 = 1 × 20 u2 = 40 = 2 × 20 u3 = 60 = 3 × 20 u4 = 80 = 4 × 20 u5 = 100 =5 × 20 . Bulan I : u1 = a = 6 Bulan II : u2 = 6 + 1. dapat diperoleh dari. Dia menduga. 63 helai kain batik selesai dikerjakan pada bulan ke-n. Berarti tinggi tangga tersebut sampai anak tangga yang ke-15 adalah 300 cm. 12. maka pola susunan bilangan 6. jumlah kain batik untuk bulan berikutnya akan 3 lebih banyak dari bulan sebelumnya. Masalah-6.4 m × 1.3 63 = 3 + 3n n = 20.4 Mbak Suci..

b = u2 – u1 = u3 – u2 = u4 – u3 = . u3. …..Definisi 6.1 Barisan aritmetika adalah barisan bilangan yang beda setiap dua suku yang berurutan adalah sama. un Setiap dua suku yang berurutan pada barisan aritmetika memiliki beda yang sama. Uang yang ditabung setiap hari selama enam hari mengikuti pola barisan aritmetika dengan suku pertama a = 500 dan beda b = 500. maka diperoleh u1 = a u2 = u1 + 1. u1. un adalah suku ke-n. dinotasikan “b” memenuhi pola berikut.b u3 = u2 + b = u1 + 2.5 Setiap hari Orlyn menabungkan sisa uang jajannya. u5.b … un = u1 + (n – 1)b Sifat-1 Jika u1. u4. u3. Bagaimana cara mengetahui banyaknya uang Orlyn yang ditabung pada hari ke-6? Matematika 205 . …..b u4 = u3 + b = u1 + 3. Berdasarkan definisi di atas maka diperoleh bentuk umum barisan aritmetika sebagai berikut. = un – u(n–1) u adalah bilangan asli sebagai nomor suku. Beda. u4. un = a + (n – 1)b a = u1 adalah suku pertama barisan aritmetika b adalah beda barisan aritmetika Masalah-6. u2. u5. un merupakan suku-suku barisan aritmetika.b u5 = u4 + b = u1 + 4. Rumus suku ke-n dari barisan tersebut dinyatakan sebagai berikut. u2.

u2 = 2. – 8. maka u18 = a + (18 – 1)b. …. 6. u3 = 3. u15 = 1 + (15 – 1).5 dapat dilakukan dengan membuat barisan aritmetika dari uang yang ditabung Orlyn kemudian menentukan suku terakhirnya. (–3) = –47 206 Buku Guru Kelas X . 1. … tentukan suku ke-18! Penyelesaian a. – 2. 4. b = u2 – u1 = u3 – u2 = u4 – u3 = –3. … Dari barisan bilangan tersebut. 1. u3 = –2. Karena un = a + (n – 1)b maka u6 = (a + 5b) = 500 + 5(500) = 500 + 2500 = 3000 Berarti tabungan Orlyn pada hari ke-6 adalah Rp3000. … tentukan suku ke-15 ! b. – 8. b = u2 – u1 = u3– u2 = 1. u4 = –5 …. 4. – 5. diketahui bahwa u1 = a = 1. 5. maka u15 = a + (15 – 1)b. – 2. u18 = 4 + (18 – 1). 2. – 5.Alternatif Penyelesaian Penyelesaian Masalah-6.1 = 15 b. 5. Contoh 6. 3. u2 = 1. 3. … Diketahui: u1 = a = 4. Karena un = a + (n – 1)b. 4. 4. 6.5 Tentukan nilai dari suku yang ditanya pada barisan di bawah ini! a. 1. 1.00. Karena un = a + (u – 1)b. 2.

6 Selidiki apakah jumlah n bilangan asli pertama. Akan dibuktikan pernyataan tersebut benar untuk n = k + 1. diperoleh untuk n = 1 peryataan tersebut benar. Jika P(n) benar. Induksi Matematika Misalkan untuk setiap bilangan asli n kita mempunyai pernyataan P(n). Prinsip pembuktian induktif dapat diilustrasikan dengan proses menaiki anak Gambar 6. 1. P(1) bernilai benar disebut langkah dasar sedangkan jika P(n) benar.10 Anak Tangga tangga. P(1) bernilai benar. Maka P(n) benar untuk setiap n bilangan asli.b. Contoh 6. Anggap pernyataan tersebut benar untuk n = k yakni: k (k + 1) 1+2+…+k= . maka P(n + 1) benar untuk setiap n ≥ 1 disebut langkah induktif. 2. yaitu: (k + 1) ( (k + 1) + 1) 1 + 2 + … + k + (k + 1) = 2 Bukti: Dengan menggunakan manipulasi aljabar diperoleh: k (k + 1) 1 + 2 + … + k + (k + 1) = + (k + 1) 2 Matematika 207 . 2 1(1 + 1) = 1 maka 2 3. yaitu 1 + 2 + … + n sama dengan n(n + 1) ! 2 Penyelesaian Misalkan pernyataan P(n) = 1 + 2 + … + n = n(n + 1) . 2 1. maka P(n – 1) benar untuk setiap n ≥ 1. 2. Menunjukkan pernyataan tersebut benar untuk n = 1.

Deret Aritmetika ♦ Ajak siswa untuk memperhatikan masalah 6. ♦ Guru mengarahkan siswa meenyelediki kebenaran pernyataan 1 + 3 + 5 + 7 + . berapa banyak batu bata yang dibutuhkan untuk membuat 80 buah anak tangga? Gambar 6.(k + 2) = 2 (k + 1). minta siswa memahami masalahnya dengan pemahamannya sendiri. P(n) = 1 + 2 + … + n = bilangan asli. c. Selanjutnya minta siswa mempresentasikan hasil pemahamannya di depan kelas dan mendorong siswa lain untuk mengkritisi hasil kerja siswa yang menyaji. ♦ Ajukan masalah 6 pada siswa. 2 n(n + 1) adalah benar untuk n anggota himpunan 2 Jadi.k (k + 1) 2(k + 1) + 2 2 (k + 1)..6 dan suruh siswa untuk memahami masalahnya! Masalah-6. + (2n – 1) = n2 dengan menggunakan pembuktian induksi matematika.6 Perhatikan kembali gambar di samping! Apakah kamu masih ingat tentang masalah anak tangga? Jika membuat sebuah anak tangga dibutuhkan 40 buah batu bata. ( (k + 1) + 1) = 2 = Berarti untuk n = k + 1..11: Tangga 208 Buku Guru Kelas X . P(n) = n(n + 1) adalah benar. Beri kesempatan pada siswa bertanya hal-hal yang tidak dipahami.

160. u1 = 40 dan b = 40. + 3160 + 3200 sebanyak 80 suku sn adalah jumlah n suku pertama pada barisan. + (40 + 40 + 40 + 40 + 40) Tangga ke-1 Tangga ke-2 Tangga ke-3 Tangga ke-4 Tangga ke-. untuk menghitung jumlah 80 suku pertama. 2 Jadi. 200. Tangga ke-80 Susunan banyak batu bata membentuk barisan aritmetika: 40. dilakukan dengan pola di atas.320. 240. bahwa.. Berdasarkan gambar di atas dapat disimpulkan bahwa banyak batu bata yang dibutuhkan untuk membuat 80 buah anak tangga: 40 + (40 + 40) + (40 + 40 + 40) + (40 + 40 + 40 + 40) + . bukan banyak batu bata yang diperlukan membuat tangga ke-80 maka banyak batu bata harus dijumlahkan.. s80 = 40 + 80 + 120 + 160 + 200 + 240 + 280 + 320 + 360 + 400 + … + 3160 + 3200 Matematika 209 .Alternatif Penyelesaian Untuk menentukan banyaknya batu bata yang dibutuhkan dalam membuat anak tangga pertama sampai anak tangga yang ke 80 dapat diilustrasikan seperti gambar berikut. 280. 360. 400.. Karena pertanyaan dalam masalah ini adalah banyak batu bata yang diperlukan untuk membuat 80 anak tangga. 40 + 80 + 120 + 160 + 200 + 240 + 280 + 320 + 400 + ... 80. Perhatikan pola berikut: (40 + 80) × 2 • s2 = 40 + 80 = = 120 2 (40 + 160) × 4 • s4 = 40 + 80 + 120 + 160 = = 400 2 (40 + 240) × 6 • s6 = 40 + 80 + 120 + 160 + 200 + 240 = = 840 2 (40 + 320) × 8 • s8= 40 + 80 + 120 + 160 + 200 + 240 + 280 + 320 = = 1440.. 120.…. Cukup jelas.

5 suku pertama.= (40 + 3200) × 80 = 129. ♦ Guru memastikan siswa mampu memanipulasi cara pembentukan pola di atas.000 buah batu bata. dinyatakan sebagai berikut. Definisi 6.. 15 suku pertama... ditentukan rumus berikut: sn = a + (a + b) + (a + 2b) + … + (a + (n – 1)b) …………….. diperoleh: 2sn = 2a + (n – 1)b + 2a + (n – 1)b + 2a + (n – 1)b + … + 2a + (n – 1)b 2sn = n (2a + (n – 1)b) 1 sn = n ( 2a + ( n − 1) b ) 2 210 Buku Guru Kelas X . 2 Jadi. s(n–1). s(n–1) = u1 + u2 + u3 + u4 + u5 + … + u(n–1) sn = u1 + u2 + u3 + u4 + u5 + … + u(n–1) + un n merupakan bilangan asli. + u(n–1) + un Untuk menentukan jumlah n suku pertama. … dengan sn = u1 + u2 + u3 + . (1) Persamaan 1) diubah menjadi sn = (a + (n – 1)b) + … + (a + 2b) + (a + b) + a ……………. s1 = u1 s2 = u1 + u2 s3 = u1 + u2 + u3 s4 = u1 + u2 + u3 + u4 . s2. sn. (2) Dengan menjumlahkan persamaan (1) dan (2).2 Deret aritmetika adalah barisan jumlah n suku pertama barisan aritmetika. .000.. ♦ Guru mengarahkan siswa menyelidiki rumusan pola untuk menghitung jumlah 3 suku pertama. banyak batu bata yang diperlukan untuk membuat 80 anak tangga adalah 129... Susunan jumlah suku-suku barisan aritmetika. s3. s1..

. 211 Matematika . Jika a bilangan bulat positif. Penyelesaian Suku ke-n barisan bilangan di atas adalah 50. dan un = 99. 27. b = 9.Sifat-2 sn = u1 + u2 + u3 + u4 + u5 + … + un–1 + un merupakan jumlah n suku pertama barisan aritmetika.. + 50 = 1139.. 99 Bilangan-bilangan tersebut membentuk barisan aritmetika dengan a = 9. Dengan menggunakan rumus jumlah n suku pertama deret aritmetika diperoleh: 1 1 sn = n ( a + un ) atau s10 = (10)(9 + 99) = 540 2 2 Dengan demikian. maka nilai a = . 18. ….. Selanjutnya akan ditentukan nilai n sebagai berikut: un = 99 ⇔ a + (n – 1)b = 99 ⇔ 9 + (n – 1)9 = 99 ⇔ 9 + 9n – 9 = 99 ⇔ 9n = 99 ⇔ n = 10 Jadi.1 ⇔ a = 51 – n. Contoh 6. n n sn = (2a + (n – 1)b) = (u1 + un) 2 2 Contoh 6.7 Carilah jumlah bilangan bulat antara 1 dan 100 yang habis dibagi 9! Penyelesaian Bilangan bulat yang habis dibagi 9 diantara 1 dan 50 adalah 9.8 Diketahui a + (a + 1) + (a + 2) + . banyak bilangan yang habis dibagi 9 diantara 1 dan 50 adalah 10. 9 + 18 + 27 + 36 + 45 + … + 99 = 540. sehingga un = a + (n – 1)b ⇔ 50 = a + (n – 1).

n2 – 101. u10 = s10 – s9 = 2490– 2007 = 483. n = 67 atau n = 34.a + (n − 1) ). guru mengingatkan kembali kepada siswa. Jadi.Jumlah n suku pertama adalah 1.n + 2278 = 0 ⇔ (n – 67). diperoleh n2 – 101n + 2278 = 0. Buat contoh.139 sehingga n n sn = (2a + (n – 1)b) ⇔ 1139 = (2.9 Diketahui deret aritmetika tingkat satu dengan sn adalah jumlah n suku pertama. atau 2 2 ⇔ 2278 = n ( (2. ♦ Jika siswa lupa akan konsep menentukan akar-akar persamaan kuadrat. Contoh 6. 212 Buku Guru Kelas X . diperoleh. maka tentukanlah suku ke-10 pada barisan tersebut! Penyelesaian Dengan mengingat kembali rumus deret aritmetika tingkat satu: n b sn = (2a + (n – 1)b) = n2 + (a – b)n 2 2 maka sn = (m3 – 1) n2 – (m3 + 2) n + m – 3 akan menjadi deret aritmetika tingkat satu jika m – 3 = 0 atau m = 3 sehingga sn = 26n2 – 11n.(n – 34) = 0. Dengan mensubtitusikan a = 51– n. Jika nilai a bilangan bulat positif maka nilai yang memenuhi adalah n = 34 sehingga nilai a = 17.a + (n – 1)1). Jika sn = (m3 – 1) n2 – (m2 + 2) n + m – 3.

c... ... 2 + 8 + 14 + 30 + . b. = – 36 c. 6. sampai dengan 10 suku.. c merupakan suku berurutan yang membentuk barisan aritmetika.. 7.... Bila a. sampai dengan 18 suku.. –12 – 8 – 4 . Huruf apakah yang menempati urutan 2634? 10. – 12 n ( n + 1) ( n + 2 ) c. + 104 a. 1 + 6 + 11 + 16 + .Uji Kompetensi 6. berulang sampai tak hingga. –22 – 16 – 10 – 4 – . 72 + 66 + 60 + 54 + .... 1.. 8. sampai dengan 14 suku. = 640 4. .4 + . bc ca ab  n ( n + 1)  1 + 2 + 3 + .1 1. sampai dengan 10 suku. –3 128 1. 3 + 6 + 9 + 12 + . 3+ . Gunakan induksi matematika untuk 2.. Tentukan banyak suku dan jumlah membuktikan persamaan berikut ini deret aritmetika berikut! benar! a.2 + 2. sampai dengan 20 suku.4 + . Diketahui barisan yang dibentuk oleh semua bilangan asli 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 … Angka berapakah yang terletak pada bilangan ke 2004 ? (bilangan ke-12 adalah angka 1 dan bilangan ke-15 adalah angka 2).. 50 + 46 + 42 + 38 + . + n ( n + 1) = 3 d. 4 + 9 + 14 + 19 + .. 10 + 14 + 18 + 22 + ... 6 + 9 + 12 + 15 + . + n =  b. d. –3 – 7 – 11 – 15 . – 107 3.. e.. 56 + 51 + 46 + 41 + ... 213 Matematika ...– 20 +– 2.. + n (n + 1) = b. buktikan bahwa ketiga suku berurutan berikut ini juga membentuk barisan aritmetika 1 1 1 . Diketahui deret aritmetika dengan suku ke-7 dan suku ke-10 berturutturut adalah 25 dan 37. Pola A B B C C C D D D D A B B CCCDDDDABBCCCDD D D ..3 + 3..   2  3 3 3 3 2 9. = 756 b. Tentukan jumlah deret aritmetika berikut! a.... Tentukanlah jumlah 20 suku pertama! 5. Banyak bilangan asli yang kurang dari 999 yang tidak habis dibagi 3 atau 5 adalah…. b. Diketahui barisan yang dibentuk oleh semua bilangan asli 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 … Angka berapakah yang terletak pada bilangan ke 2013? (bilangan ke-12 adalah angka 1 dan bilangan ke-15 adalah angka 2). Tentukan banyak suku dari deret berikut! a.

1..   . Menemukan Konsep Barisan dan Deret Geometri a. = ...   .Projek Himpunlah minimal tiga buah masalah penerapan barisan dan deret aritmatika dalam bidang fisika. dan masalah nyata di sekitarmu...r = a. . Jika nilai perbandingan dua suku beru1 u2 un −1 2 urutan dimisalkan r dan nilai suku pertama adalah a.   . . …  2 2 2 4 2 8 2 Perhatikan gambar berikut! Nilai perbandingan Sehingga: • u1 = a = 1 11 1 1 11 1 1 11 1 1 1     1  • 1. 2 4 8 u u2 u3 1 = = .u = u1. maka susunan bilangan tersebut  1  1 1  1 1  1 1  dapat dinyatakan dengan 1. Barisan Geometri Perhatikan susunan bilangan 1. Buatlah laporan hasil kerjamu dan sajikan di depan kelas! 3. 1 . = n = . 1 .1 u =1 u 1. . ⇔ 2  1            22 22 42 24 82 28 2 2    2  214 Buku Guru Kelas X . teknologi informasi. Ujilah berbagai konsep dan aturan barisan dan deret aritmatika di dalam pemecahan masalah tersebut. . . 1 .r .1  . .

ia selalu membuka hasil lipatan dan mendapatkan kertas tersebut terbagi menjadi 2 bagian sebelumnya. 2 3 2 3 2 3 Gambar 6. . Setelah melipat. . .u3. Sekarang.14 Selembar Kertas pada Lipatan Kedua Orlando terus melipat dua kertas yang sedang terlipat sebelumnya. tentunya dengan mudah kamu pahami bahwa. 1.  .   2 2 2 2 2 2 4 2 2 2 2 8 2 4 2 8 2                  Dari pola di atas.1 u =u = 1.= u2. u .1 u =1 u 1 .. .r4 ..  ⇔   3  2  2 22 2 42 2 82 22 2 4 2 2 8 2 2  2   8   4   2      2  2 23 3 1 1 1 1 1 1 1  1  1    1 1   1  1 11 11 • 1.r = a. .rn–1 Orlando memiliki selembar kertas.r = a.1 1 11 1 111  11 1 1 11 1 1 1   1     1   1     1 1  • 1.1. Kertas terbagi menjadi 4 bagian yang sama besar.1    .12 Selembar Kertas Ia melipat kertas tersebut menjadi dua bagian yang sama besar.r = a.r = a. perhatikan bagian kertas tersebut yang membentuk sebuah barisan bilangan. Gambar 6.r = a. u      .rn–2 r = a. .  . Matematika 215 .1u = 1 1.r2 .r2. . 5 =  . un = un–1. Gambar 6.  .     . Berikut ini disajikan satu bagian kertas..r3.  . 4  3 4  3 4 2 2 2 2 8 4 2  8  2   2 2     2 2 2 22 11 1 1 1 11 11 1 1  1  1    1     1  11 • 1. =u . kemudian dilipat dua kembali olehnya.r = a.   .1 1.1 u 5 = . = . . Kertas terbagi menjadi 2 bagian yang sama besar.1 = 1. .  . ⇔  . = u4. ⇔ . = 1.r = a.r3   .r.13 Selembar Kertas pada Lipatan Pertama Kertas yang sedang terlipat ini. ..  .4.

Setiap dua suku berurutan dari barisan bilangan tersebut memiliki perbandingan yang u u u sama..8 Sebuah bola jatuh dari gedung setinggi 3 meter ke lantai dan memantul kembali 4 setinggi kali dari tinggi sebelumnya 5 Tentukanlah panjang lintasan bola tersebut sampai pada pantulan ke-10! Gambar 6. …. u3. b. maka suku ke-n dinyatakan un = arn–1.. = n = 2.3 Barisan geometri adalah barisan bilangan yang nilai pembanding (rasio) antara dua suku yang berurutan selalu tetap. n adalah bilangan asli.15 bahwa terdapat 2 kali lintasan bola yang sama tingginya setelah pantulan pertama. yaitu 2 = 3 = . n .. Barisan bilangan ini disebut barisan geometri. Nilai r dinyatakan: r = u u2 u3 u4 = = = . dengan u1 = a dan r adalah rasio. Cermati masalah di bawah ini! Masalah-6. u2 . Rasio.. un merupakan susunan suku-suku barisan geometri. u1 u2 u3 un −1 Sifat-3 Jika u1. dinotasikan r merupakan nilai perbandingan dua suku berurutan. deret geometri juga penjumlahan bilangan-bilangan berurutan yang memiliki pola geometri. Deret Geometri Analog dengan konsep deret aritmetika. Misalkan 216 Buku Guru Kelas X .15 Pantulan Bola Pandang dan amatilah kembali gambar di atas! Tampak pada Gambar 6. u1 u2 un −1 Definisi 6.

♦ Pandu siswa untuk mengambil kesimpulan dari pengamatan terhadap tabel diatas jika pantulan terjadi terus. S = u1 + 2 (u2 + u3 + u4 + ... . 3( ).. ... sn . s3 .. u1 u2 u3 u4 ♦ Arahkan siswa untuk mengisi tabel pada pantulan berikutnya. Misalkan panjang lintasan bola sampai pantulan ke-10 adalah S.7 deret bilangan tersebut adalah sebuah barisan jumlah. 3 ( ) 5 51 52 5n −1 510 − 410 Sehingga s10 = 3( ) 59 217 Matematika ...... ... 3 ( ).. ss n n = 3( 5n − 4n ) 5n −1 Berdasarkan Tabel 6.6 Tinggi Pantulan Bola Pantulan ke .... 0 3 1 12/5 2 48/25 3 192/125 ...... + un 3 3+ 3+ 3+ 12 9 25 − 16 = 3( ) = 3( ) 5 5 5 12 48 61 125 − 64 + = 3( ) = 3( ) 5 25 25 25 12 48 192 369 625 − 256 + + = 3( ) = 3( ) 5 25 125 125 125 . + u10) ⇔ S = 2 (u1 + u2 + u3 + u4 + ...a ketinggian awal bola dan misalkan t tinggi pantulan maka tinggi pantulan bola dapat diberikan pada tabel berikut... yaitu 3( 0 )... Tabel 6. Tinggi pantulan (m) Suku ke .. s2 .. Sn u1 u1 + u2 u1 + u2 + u3 u1 + u2 + u3 + u4 . + u10) – u1 ⇔ S = 2s10 – u1 dimana Deret Tabel 6. . . u1 + u2 + u3 + u4 . s1 . 51 − 41 52 − 4 2 53 − 43 5n − 4 n .7 Deret Pantulan Bola Jumlah suku-suku Nilai S1 S2 S3 S4 .

sn = sn = . diperoleh sn – rsn = (a + ar + ar2 + … + arn–1) – (ar + ar2 + ar3 + … + arn) sn(1 – r) = a – arn a − ar n sn = sn = 1− r 218 Buku Guru Kelas X . Sifat-4 Jika suatu deret geometri suku pertama adalah u1 = a.Jadi. r r> >1 1. r > 1. sn = sn = r < 1. maka jumlah n suku pertama adalah a(1 − r n )a (1 − r na)(r n − 1)a (r n − 1) i. sn = na. ii. Bukti: i.. s . Definisi 6. untuk r = 1. Bentuk umum: atau sn = u1 + u2 + u3 + … + un sn = a + ar + ar2 + … + arn – 1 dengan u1 = a.4 Deret geometri adalah barisan jumlah n suku pertama barisan geometri. untuk r 1 1− −r r r− −1 1 r iii. r > r1 1− r r −1 r −1 1− r s snn = = a a(( 1 1− −r rnn)) a((r rnn − −1 1 )) a snn = = r< <1 1.1. didapatkan Persamaan 2 berikut. panjang lintasan bola sampai pantulan ke-10 adalah S = 2s10 – u1 atau 510 − 410 S = 6( )−3 59 ♦ Arahkan siswa mengerjakan terlebih dahulu. selisih persamaan (1) dengan (2). untuk <. dan r adalah rasio. rsn = ar + ar2 + ar3 + … + arn …………… (2) Sekarang. dan rasio = r. sn = a + ar + ar2 + … + arn–1 …………… (1) Dengan mengalihkan kedua ruas persamaan 1 dengan r..

2. Contoh 6. 9. 4 16 Penyelesaian Pertama harus ditentukan rasio deret bilangan tersebut.10 Tentukan jumlah 10 suku pertama dari deret geometri berikut ini! 1 1 4 + 1 + + + . 1. 5. … Tentukanlah suku ke-10 dari pola barisan di atas! Apakah barisan tersebut termasuk barisan aritmetika atau barisan geometri?   1 10  4 1 −    10   4   16  1  =  1 −   . 9. 16. … b) 1. 7.. maka jumlah 10 suku pertama ditentukan melalui rumus. diserahkan kepada siswa. a (1 − r n ) sn = 1− r   1 10  4 1 −     4  = Akibatnya. u2 u3 u4 1 r = = = = .   3 3  2  4 Matematika 219 . r < 1. u1 u2 u3 4 Karena r < 1. 1− r ii. 3. Untuk membuktikan prinsip ini. Rumus jumlah n suku pertama deret geometri adalah n sn = a (1 − r ) . s10 =  1 1 4 Pertanyaan Kritis Perhatikan pola barisan bilangan berikut! a) 1. 4.. … c) 3. 4.

5%? 8. pertumbuhan ekonomi suatu negara sebesar 5% per tahun artinya terjadi pertambahan Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar 5% dari PDB tahun sebelumnya..5% per tahun selama tiga tahun ke depan. ekonomi Indonesia akan mengalami pertumbuhan sebesar 6. maka x100 = . x2 . 9. Jika suku tengah ditambah 4. pertumbuhan penduduk adalah 2% per tahun artinya jumlah penduduk bertambah sebesar 2% dari jumlah penduduk tahun sebelumnya. Tentukan PDB pada tahun ketiga apabila PDB tahun ini PDBnya sebesar 125 triliun rupiah.. Tentukan Hasil kali dari ketiga bilangan tersebut! 4. Suku-suku barisan geometri tak hingga adalah positif.… memenuhi x1 + x2 + x3 + .Uji Kompetensi 6. Tiga bilangan membentuk barisan aritmetika. Pemantulan ini berlangsung terus menerus hingga bola berhenti.. maka hasilnya menjadi 5 kali suku pertama. Jika suku ketiga barisan aritmetika ditambah 8.. Jika barisan x1. Tiga bilangan positif membentuk barisan geometri dengan rasio r > 1. Misalnya. Pertambahan penduduk menjadi dua kali setiap 10 tahun. Jumlah penduduk desa pada awalnya 500 orang. maka terbentuk sebuah barisan aritmetika yang jumlahnya 30. jumlah u1 + u2 = 60. Berdasarkan analisis. berapakah jumlah penduduknya setelah 70 tahun apabila pertumbuhannya 2. Jika suku ketiga ditambah 3 dan suku kedua dikurangi 1.2 1. dan u3 + u4 = 15. Berapakah jarak lintasan seluruhnya? 6. diperoleh barisan geometri. Sebuah bola jatuh dari ketinggian 8m dan memantul kembali de 3 ngan ketinggian kali tinggi sebe5 lumnya. tentukan jumlah suku barisan itu! 5. Tentukan beda dari barisan aritmetika tersebut! 3. x3. Jika jumlah semua suku deret geometri tak hingga adalah 72 220 Buku Guru Kelas X dan jumlah semua sukunya yang berindeks ganjil adalah 48.. Untuk memeriksa sebuah barisan merupakan barisan geometri apakah cukup hanya dengan menentukan rasio dua suku berturutan? Jelaskan dengan menggunakan contoh! 2. . Misalnya. Pertumbuhan ekonomi biasanya dalam persen. tentukan suku ke-3 deret tersebut! 7. untuk semua n bilangan asli. Pertumbuhan penduduk biasanya dinyatakan dalam persen. + xn = n3.

barisan harmonik.000. PENUTUP Beberapa hal penting sebagai kesimpulan dari hasil pembahasan materi barisan dan deret. 2. Masih banyak jenis barisan yang akan kamu pelajari pada jenjang yang lebih tinggi. Barisan bilangan adalah sebuah fungsi dengan domainnya himpunan bilangan asli dan rangenya suatu himpunan bagian dari himpunan bilangan real. Matematika 221 . Kamu dapat menggunakan sumber bacaan lain untuk lebih mendalami sifat-sifat barisan dan deret. Apabila harga emas sekarang ini adalah Rp200. sebab materi tersebut adalah prasyarat utama mempelajari persamaan dan fungsi kuadrat. Deret geometri adalah jumlah suku-suku dari barisan geometri. seperti barisan naik dan turun. Buatlah laporan hasil kerjamu dan sajikan di depan kelas. disajikan sebagai berikut. teknologi informasi dan masalah nyata di sekitarmu. D. Projek Himpunlah minimal tiga buah masalah penerapan barisan dan deret geometri dalam bidang fisika. relasi dan fungsi. 3. dan lain sebagainya. barisan fibbonaci. Barisan geometri adalah barisan bilangan yang memiliki hasil bagi dua suku berurutan adalah tetap.10. 4. Selanjutnya kita akan membahas materi persamaan dan fungsi kuadrat. Tentu kamu wajib mengulangi mempelajari materi persamaan linear. Deret aritmetika adalah jumlah suku-suku barisan aritmetika. Hasil bagi dua suku berurutan disebut rasio. Ujilah berbagai konsep dan aturan barisan dan deret geometri di dalam pemecahan masalah tersebut. 1. Berdasarkan analisis. tentukan harga sabun tersebut empat tahun lagi. ekonomi Indonesia akan mengalami inflasi sebesar 8% per tahun selama 5 tahun mendatang.00 per gram. 6. Barisan aritmetika adalah barisan bilangan yang memiliki beda dua suku berurutan selalu tetap. 5. Kenaikan harga barang-barang disebut inflasi.

kritis. • menyusun persamaan kuadrat yang akar-akarnya memenuhi kondisi tertentu. • menyelesaikan model matematika untuk memperoleh solusi permasalahan yang diberikan. memilih strategi dan menerapkan untuk menyelesaikan masalah nyata serta memeriksa kebenaran jawabannya. memahami persamaan dan fungsi kuadrat. 4. siswa memperoleh pengalaman belajar: • menjelaskan karakteristik masalah otentik yang pemecahannya terkait dengan model matematika sebagai persamaan kuadrat. dan rumus abc. • menentukan akar-akar persamaan kuadrat dengan pemfaktoran. memahami berbagai bentuk ekspresi yang dapat diubah menjadi persamaan kuadrat dan mengidentifikasi sifatsifatnya. • menentukan fungsi kuadrat. dari beberapa model matematika. • menggunakan konsep dan prinsip persamaan kuadrat untuk memecahkan masalah otentik. bertanggungjawab. • menentukan jumlah dan hasil kali akar-akar persamaan kuadrat. 2. jika diberi tiga titik yang tidak segaris. • menentukan persamaan sumbu simetri dan titik puncak grafik fungsi kuadrat. • menggunakan konsep dan prinsip fungsi kuadrat untuk memecahkan masalah otentik dan soal-soal. KOMPETENSI DASAR DAN PENGALAMAN BELAJAR Kompetensi Dasar Setelah mengikuti pembelajaran persamaan siswa mampu: 1. melengkapkan kuadrat sempurna. menganalisis persamaan kuadrat dalam berbagai bentuk penyajian masalah kontekstual. 3. 7. menghayati pola hidup disiplin. menganalisis grafik fungsi dari data terkait masalah nyata dan menentukan model matematika berupa fungsi kuadrat. • menafsirkan hasil pemecahan masalah. 6. 8. • menuliskan ciri-ciri persamaan dan fungsi kuadrat.Bab Persamaan dan Fungsi Kuadrat A. • • • • • • • • • • Persamaan Kuadrat Peubah Koefisien Konstanta Akar-akar Persamaan Fungsi kuadrat Parabola Sumbu Simetri Titik Puncak Nilai Maksimum dan Minimum . menganalisis persamaan kuadrat dari data terkait masalah nyata dan menentukan model matematika berupa persamaan kuadrat dan fungsi kuadrat. • merancang model matematika dari sebuah permasalahan otentik yang berkaitan dengan persamaan dan fungsi kuadrat. memilih strategi dan menerapkan untuk menyelesaikan persamaan kuadrat serta memeriksa kebenaran jawabannya. konsisten dan jujur serta menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. berdasarkan ciri-ciri yang ditemukan dengan bahasanya sendiri. 5. memahami persamaan dan fungsi kuadrat. • menurunkan sifat-sifat dan aturan matematika yang berkaitan dengan persamaan dan fungsi kuadrat berdasarkan konsep yang sudah dimiliki. Memahami konsep dan prinsip persamaan dan fungsi kuadrat serta menggambarkan grafiknya dalam sistem koordinat. • menjelaskan kaitan fungsi kuadrat dan persamaan kuadrat. • menggambarkan grafik fungsi kuadrat. • menuliskan konsep persamaan dan fungsi kuadrat. Pengalaman Belajar Melalui pembelajaran materi fungsi kuadrat.

c)  y = ax2 + bx + c  y = a(x – x1)(x – x2) 2  y = a(x – x1) 2  y = a(x – h) + k Tabel Koordinat Diskriminan D = b2 – 4ac a>0 a<0 D>0 D=0 D<0 Nilai Maks.  D 2 a  Sketsa Grafik Karakteristik Fungsi Kuadrat Menyusun Fungsi Kuadrat Grafik Fungsi Kuadrat Matematika 223 223 BUKU PEGANGAN SISWA .PETA PETA KONSEP B.B. b. a  0 PERSAMAAN KUADRAT ax2 + bx + c = 0. a  0 Daerah asal Daerah kawan Daerah hasil Koefisien Persamaan Fungsi kuadrat (a. Sumbu simetri x  b 2 a Titik Potong Sumbu absis Titik balik maks atau min P = b 2 a . KONSEP Materi Prasyarat HIMPUNAN FUNGSI RELASI Masalah Otentik FUNGSI KUADRAT f(x) = ax2 + bx + c. Atau Min y   D 4a Pers.

Untuk itu perhatikan dan selesaikan dengan cermat permasalahan-permasalahan yang diberikan. SMP.C. berdiskusi. Dari beberapa model matematika berupa persamaan kuadrat. kamu cermati objek-objek budaya atau objek lingkungan budaya yang dilibatkan dalam permasalahan yang diberikan. Matematika menganut kebenaran konsistensi atau tidak boleh ada di dalamnya. 2. Demikian juga kamu tidak boleh mengabaikan atau melupakan konsep-konsep dan aturan-aturan matematika yang telah dipelajari sebelumnya. unsurunsur. MATERI PEMBELAJARAN 1. karena terkadang ada konsep matematika melekat pada objek itu yang tidak kita sadari dan ternyata sebagai kata kunci dalam penyelesaian masalah. menggunakan variabelvariabel. Dalam menyelesaikan masalah matematika. Konsep persamaan kuadrat dapat dibangun/ditemukan di dalam pemecahan permasalahan yang kita hadapi. dan 4 secara berkelanjutan untuk dipecahkan. Secara khusus keterkaitan konsep dan prinsip-prinsip persamaan kuadrat. ♦ Untuk menemukan konsep persamaan kuadrat. kamu bisa pada kesepakatan antara kamu dan teman-teman serta guru. Objek-objek itu menjadi bahan aspirasi/inspirasi. Di dalam proses pemecahan masalah-masalah yang diberikan. dan rumus-rumus yang saling bertentangan. Jika prinsip (rumus-rumus. mencari Pemecahan masalah di dalam kelompok belajar. baik di tingkat SD. ajukan pada siswa masalah-1. ukuran kebenarannya dapat dibuktikan kebenarannya menggunakan konsep atau aturan yang sudah ada sebelumnya. Menemukan Konsep Persamaan Kuadrat Satu Peubah Banyak permasalahan dalam kehidupan yang pemecahannya terkait dengan konsep dan aturan-aturan dalam matematika. Berdasarkan ciri-ciri tersebut minta siswa menuliskan konsep persamaan kuadrat dengan kata-katanya sendiri. bahkan pada materi yang baru saja kamu pelajari. Alat ukur kebenarannya. jika konsep yang ditemukan. minta siswa secara individu menuliskan ciri-ciri persamaan kuadrat dan hasilnya didiskusikan dengan teman satu kelompok. simbol-simbol. saling terkait materinya. Biarkan siswa lebih dahulu berusaha memikirkan. bersusah payah mencari ide-ide. konsep-konsep. sifat-sifat) yang ditemukan. 224 Buku Guru Kelas X . 3. PERSAMAAN KUADRAT a. sering kita temukan dalam permasalahan kehidupan nyata yang menyatu/bersumber dari fakta dan lingkungan budaya kita. bersifat abstrak sebab matematika adalah hasil abstraksi pemikiran manusia. ukuran kebenarannya apabila konsep tersebut diterima pada struktur matematika yang sudah ada sebelumnya.

Gambar 7.1 Rumah Adat ♦ Arahkan siswa memahami masalah dan menginterpretasikan masalah dalam gambar serta memperhatikan bentuk asli rumah adat Batak pada Gambar 7. Bantulah Pak Silaban menentukan panjang alas penampang atap dan tinggi atap bagian depan! Gambar 7. Di dalam penampang dibentuk sebuah persegi panjang tempat ornamen (ukiran) Batak dengan ukuran lebar 2 m dan tingginya 3 m. Ia menginginkan luas penampang atap bagian depan 12 m2.1 Arsitek Ferdinand Silaban merancang sebuah rumah adat Batak di daerah Tuk-tuk di tepi Danau Toba. Panjang alas penampang atap b. Tinggi atap Kamu ilustrasikan masalah di atas seperti gambar berikut! • Memperhatikan konsep apa yang melekat pada penampang depan atap rumah adat tersebut.2 Penampang Atap Bagian atas Matematika 225 .1.Masalah-7. Alternatif Penyelesaian Diketahui: Luas penampang atap bagian depan 12 m2 Ukuran persegi panjang tempat ornamen adalah 3 m × 2 m Ditanya: a.

.......................x – x + 1 = 0 Apa makna dari a  b = 0 menentukan nilai-nilai x dengan melakukan manipulasi aljabar pada persamaan (1).... ⇒t = 1 x + 2 + x) 12 = t ( x 2 Perhatikan segitiga CTB dan segitiga GFB... (2) ⇒t = x ♦ Mengarahkan siswa memanfaatkan persamaan (a) dan (b) untuk memperoleh model matematika berupa persamaan kuadrat.......... Kedua segitiga tersebut 2 + 3 3 x sebangun.. Karena penampang atap rumah berbentuk segitiga sama kaki..Kamu cermati segitiga sama kaki ABC dan lakukan hal berikut.....2x + 1 = 0 ................. (1) Luas = panjang alas × tinggi 2 GT TB t 1+ x = ⇔ = apa yang dimaksud dua bangun dikatakan sebangun dan menyuruh ♦ Ingatkan kembali 1 3 GF FB =siswa × + +x L ( AE EF FB ) ×segitiga t memperhatikan CTB dan segitiga GFB..................................................................... Diharapkan siswa melakukan hal berikut... Kedua segitiga tersebut sebangun.... ........ maka 1 Luas = × panjang alas × tinggi 2 1 L = × ( AE + EF + FB ) × t 2 1 12 = t ( x + 2 + x) 2 2 1 = t (1 1 +× x) ......... (3) (1) Ingat kembali materi persamaan kuadrat yang telah dipelajari di SMP.......................... 12 = t (1 + x) GT TB t 1+ x = ⇔ = GF FB 3 x 3 + 3 x ............... bagaimana cara 226 Buku Guru Kelas X Berdasarkan persamaan (1) akan ditentukan nilai-nilai x x2 ...... dari persamaan (a) dan (b) 3 3diperoleh x t= x (b) Subtitusikan persamaan 2) ke persamaan 1) sehingga diperoleh Sehingga diperoleh 12 = ( 3  3x ) (1 + x)  12x = (3 + 3x) (1 + x) x  12x = 3 + 3x + 3x + 3x2  3x2 + 6x – 12x + 3 = 0  3x2 .............. Diharapkan siswa melakukan hal berikut................... Misalkan panjang AE = FB = x m..6x + 3 = 0  x2 ....2x + 1 = 0  x2 ..................

y < 10. Sering kita temui tua yang sudah lanjut usia. gunakan jari tanganmu dan pecahkan Masalah (banyak telur. bagaimana cara menentukan nilai-nilai x persamaan dengan melakukan manipulasi aljabar pada persamaan (1). Berdasarkan (1) akan ditentukan nilai-nilai x. Agar kamu mengetahuinya. 5 < x.2x + 1 = 0 (1) ♦ Meminta siswa mengingat kembali materi persamaan kuadrat yang telah di Ingat kembali materi persamaan kuadrat yang telah dipelajari didipelajari SMP.mampu mampu menghitung harga telur Sering kita temui orangorang tua yang sudah lanjut usia. Ternyata mereka bilangan. Ternyataorang mereka memiliki warisan dari leluhur cara menjumlahkan dan mengalikan Sementara tua tersebut tidak pernah menduduki jenjang pendidikan. gunakan jari tanganmu dan pecahkan masalah 7.x – x + 1 = 0  x (x – 1) – 1(x -1) = 0  (x -1) (x – 1) = 0  (x – 1)2 = 0 x=1 Dengan menggunakan nilai nilait. Sementara orang tua tersebut tidak pernah menduduki jenjang pendidikan. bagaimana cara menentukan nilai-nilai x dengan melakukan manipulasi aljabar Apa makna dari a  b = 0 6m. 12x = 3 + 3x + 3x + 3x2  3x2 + 6x – 12x + 3 = 0  3x2 .6x + 3 = 0  x2 . dengan x. Masalah-7. Coba bantu temukan aturan perkalian untuk menentukan hasilPEGANGAN kali bilangan x dan y dengan BUKU SISWA a. y ∈ N b.2 Nenek moyang salah satu suku di Indonesia dalam melakukan operasi hitung penjumlahan dan perkalian mereka menggunakan basis lima dengan fakta bahwa banyak jari tangan kiri atau kanan adalah lima. x x Sehingga diperolehpanjang panjang alas dan tinggi penampang atap atap rumah adalah adalah 4 m dan 4m dan Sehingga diperoleh alas dan tinggi penampang rumah • Apa makna dari a × b = 0 dan apa kaitannya dan apa kaitannya dengan dengan (x – 1) ( 0 – 1) = 0 (x x– –1) 1)=(x SMP. menghitung harga telur (banyak telur. 3 −3 3 3x x = 6.2 berikut. mengetahuinya. Agar kamu 7. = 6. cukup banyak) tanpa menggunakan kalkulator dengan waktu cukup singkat.2x + 1 = 0  x2 . Berdasarkan persamaan (1) akan ditentukan nilai-nilai x x2 . x = 5 dan y ≥ 5. singkat.3 Jari Tangan 227 Matematika 227 .t Dengan menggunakan nilaixxakan akan ditentukan ditentukan nilai Untuk =diperoleh 1 diperoleht t== Untuk x =x1 6 m. pada pers (1). y ∈ N Gambar 7.2 berikut. cukup banyak) tanpa menggunakan kalkulator dengan waktu cukup memiliki warisan dari leluhur cara menjumlahkan dan mengalikan bilangan. dengan x.

5 < x.♦ Arahkan siswa untuk mencoba menentukan hasil kali bilangan 6 dan 8 sebelum menemukan prosedur yang berlaku secara umum. lakukan pencacahan bilangan 6 di jari tangan kiri dan bilangan 8 di jari tangan kanan. dengan x. dengan x. y ∈ N 228 Buku Guru Kelas X . y ∈ N. b < z 1. Ingat apa arti basis 5. y < 10. Alternatif Penyelesaian Misalkan: z adalah bilangan basis (dalam contoh = 5) x = z + a. y < 10. coba pilih dua bilangan x dan y. x. bekerjasama dengan temanmu satu kelompok untuk menemukan aturan perkalian dua buah bilangan x dan y. 5 < x. a < z y = z + b. y ∈ N (misalnya. hitung (z – b) 6. yaitu (a + b) 2z 4. yaitu (z – a) (z – b) 7. y < 10. diperoleh x × y = (a + b) 2z + (z – a) (z – b). ada berapa banyak jari yang terpakai dan yang tidak terpakai pada pencacahan kedua kali? 3) Berapa jumlah banyak jari yang terpakai pada tangan kiri dan banyak jari yang terpakai pada tangan kanan pada saat pencacahan kedua kali? 4) Berapa hasil kali jumlah jari yang terpakai di tangan kiri dan jari di tangan kanan dengan hasil pada langkah 3)? 5) Berapa banyak jari yang tidak terpakai di tangan kiri saat pencacahan kedua kali ? 6) Berapa banyak jari yang tidak terpakai di tangan kanan saat pencacahan kedua kali? 7) Berapa hasil kali bilangan pada langkah 5) dan 6)? 8) Berapa hasil jumlah bilangan pada langkah 4) dan 7) Berdasarkan 8 langkah penentuan hasil perkalian bilangan x dan y. yaitu (a + b) 2z + (z – a) (z – b) 8. kalikan hasil langkah 1) dan 2). ada berapa banyak jari yang terpakai dan yang tidak terpakai pada pencacahan kedua kali? 2) Setelah kamu mencacah satu kali bilangan y di tangan kanan. 5 < x. Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut! 1) Setelah kamu mencacah satu kali bilangan x di tangan kiri. Selanjutnya siswa diharapkan melakukan langkah-langkah berikut. 6 × 8). kalikan hasil langkah 4) dan 5). hitung (a + b) 2. Sebelum menemukan aturan perkalian bilangan-bilangan yang dibatasi pada bagian a) dan b). hitung (z + z ) = 2z 3. jumlahkan hasil langkah 3) dan 6). hitung (z – a) 5.

(1) Latihan 7..1 Cermati aturan perkalian pada bagian a) dan mencoba menemukan aturan perkalian bilangan pada bagian b)....Untuk contoh di atas diperoleh 6 × 8 = (a + b) 2z + (z – a)(z – b) 48 = 8z + (z – 1) (z – 3) ∴ z2 + 4z ............. Jika laju air sungai 4 km/jam dan jarak tambak dari rumah 6 km.... ia pergi ke tambak tersebut naik perahu melalui sungai yang berada di belakang rumahnya... apa yang dapat kamu simpulkan dari keadaan perahu? 3) Coba temukan bentuk perasamaan kuadrat dalam langkah pemecahan masalah tersebut? Matematika 229 .. Gambar 7........... Masalah-7..... y ∈ N.......... 1) Bagaimana kecepatan perahu saat menuju hulu sungai dan kecepatan perahu saat Pak Anas pulang? 2) Jika diasumsikan perahu tidak pernah berhenti sebelum sampai ditujuan......4 Sungai Selesaikanlah masalah di atas. berapa laju perahu dalam air yang tenang? Ilustrasi masalah dapat dicermati pada gambar berikut..... Ingat apa arti basis 5........45 = 0 .. Awali kerja kamu dengan memilih dua bilangan x = 5 dan y ≥ 5... agar pekerjaan kamu lebih efektif renungkan beberapa pertanyaan berikut. Dengan perahu memerlukan waktu 1 jam lebih lama menuju tambak dari pada pulangnya... lakukan pencacahan bilangan x di jari tangan kiri dan bilangan y di jari tangan kanan. Setiap pagi...3 Pak Anas memiliki tambak ikan mas di hulu sungai yang berada di belakang rumahnya. dengan x..

...... Diasumsikan Diasumsikan perahu tidak pernah berhenti sebelum sampai di tujuan berarti x x≠ ≠– –4 4 dan dan x x≠ ≠ 4..... (1)  x x2 – – 64 64 = =0 0 (1) (1) 2 x x2 – – 64 64 = =0 0  ( (x x– – 8) 8) ( (x x+ + 8) 8) = =0 0  x x-8 8= =0 0 atau atau x x+ +8 8= =0 0  x x= =8 8 atau atau x x= = -8 -8 Kecepatan perahu di air tenang adalah Vat = x = 8 km/jam....4 yang akan dibahas. 231 BUKU 231 BUKU PEGANGAN PEGANGAN SISWA SISWA Kejadian dalam Masalah 7.... Jika dimisalkan Vat = x km/jam maka V =x – 4 dan V =x + 4 hu = hi = V x– –4 4 dan dan V Vhi x+ +4 4 Vhu hu =x hi = x Diasumsikan perahu tidak pernah berhenti sebelum sampai sampai di di tujuan tujuan berarti berarti...........3) kuadrat dalam dalam langkah langkah pemecahan pemecahan masalah masalah tersebut? tersebut? 3) Coba Coba temukan temukan bentuk bentuk perasamaan perasamaan kuadrat Alternatif Alternatif Penyelesaian Penyelesaian Misalkan V dengan V Va = =4 4 km/jam km/jam Misalkan Va adalah adalah kecepatan kecepatan air air sungai sungai dengan a a adalah kecepatan perahu kehulu V Vhu hu adalah kecepatan perahu kehulu V adalah kecepatan perahu saat pulang Vhi hi adalah kecepatan perahu saat pulang Alternatif Penyelesaian Vt adalah kecepatan perahu dalam air air tenang tenang dalam Misalkan V Vta adalah adalahkecepatan kecepatanperahu air sungai dengan Va = 4 km/jam t adalah waktu yang diperlukan menuju Tambak 1 t1Vadalah adalah kecepatan perahu kehulu waktu yang diperlukan menuju Tambak hu t2V adalah kecepatandigunakan perahu saat pulangrumah (pulang) waktu menuju hi adalah waktu yang yang digunakan menuju rumah (pulang) t2 adalah V adalah kecepatan perahu dalam air tenang t S adalah jarak tambak dari rumah Pak Anas tambak dari rumah menuju Pak Anas S t1adalah adalahjarak waktu yang diperlukan Tambak adalah waktu yang digunakan menuju rumah (pulang) Bagaimana perahu saat pergi kehulu dan saat saat menuju hilir (pulang)? (pulang)? 2 Bagaimanatkecepatan kecepatan perahu saat pergi kehulu dan menuju hilir S adalah jarak tambak dari rumah Pak Anas Kecepatan saat menuju hulu sungai Asahan menentang menentang kecepatan air air dan saat Pak Kecepatan perahu perahu saat menuju hulu sungai Asahan Bagaimana kecepatan perahu saat pergi kehulu dan saat menuju kecepatan hilir (pulang)?dan saat Pak Anas kecepatan perahu searah dengan kecepatan air sungai sungai mengalir.16 6 6   x x-4 4 x x 2 48 48 = =x x2 – – 16 16 2 ...... dan saat Pak Anas pulang....16 6 x + 24 6 x + 24 = x 6x + 24 ....t2 = V hu Vhu Vhi hi 6 6 =1 =1   4 4 6 6( (x x+ + 4) 4) – –6 6( (x x– – 4) 4) = =( (x x+ + 4) 4) ( (x x– – 4) 4) 2 2 + 4x – 4x ..............t2 = S  t1 =1 1 V = 1 .... kecepatan perahu searah dengan kecepatan air sungai mengalir.. kecepatan perahuhulu searah dengan kecepatan air Sehingga.... sering dialami oleh penggembala kerbau di tengah padang rumput yang penuh dengan pepohonan...... S S S t . Anas pulang.6x + 24 = x + 4x – 4x .. Kecepatan perahu saat menuju sungai menentang kecepatan air mengalir. pulang.. Nilai x = –8 tidak berlaku sebab kecepatan perahu bergerak maju selalu bernilai positif..... Tentu kamu mengenal 230 Buku Guru Kelas X . = x km/jam maka Jika V Jika dimisalkan dimisalkan Vat at = x km/jam maka Sehingga.......... 4...... Sehingga...

dapat kamu cermati pada gambar di bawah ini. Mari kita temukan sebuah model matematika berupa persamaan kuadrat dari permasalahan berikut.ketapel yang sering digunakan para petani untuk mengusir burung dikala padi sedang menguning. Gambar 7.4 Ronald anak Pak Sulaiman sedang asyik menunggang kerbau. Ilustrasi masalah. agar kamu lebih mudah memecahkan masalah. ♦ Arahkan siswa memahami masalah dan menginterpretasikan masalah dalam gambar. Masalah-7. batu bergerak lurus beraturan Pada Sumbu-y. Voy = Vo sin a Pada Sumbu-x. Tiba-tiba ia melihat seekor burung pengganggu tanaman yang berada di pohon dengan ketinggian 8m dari tanah. Ronald mengarahkan ketapelnya dengan sudut 30o. Diharapkan siswa melakukan hal berikut. Alternatif Penyelesaian Diketahui: hmaks = 8 m dan a = 30o Vox = Vocos a. batu bergerak lurus berubah beraturan Saat batu mencapai ketinggian maksimum dan mengenai burung. apa artinya? Renungkan beberapa pertanyaan berikut. Berapa kecepatan batu bergerak? (gravitasi bumi = 10 m/det2). batu bergerak lurus berubah beraturan. VyP = 0 Matematika 231 . batu bergerak lurus beraturan. untuk mengusir burung tersebut ternyata batu ketapel mengenai burung saat batu mencapai ketinggian maksimum. Pada Sumbu-x. apa artinya? Pada Sumbu-y.5 Posisi Burung di Pohon Coba jelaskan pada temanmu pernyataan berikut.

3...Diketahui: hmax = 8m dan  = 300 V0x = V0 cos ..2. batu bergerak lurus berubah beraturan Saat batu mencapai ketinggian maksimum dan mengenai burung...2.. VyP = 0 VyP = V0y – gt  0 = V0y – gt  toP =  toP = hmax = V0y toP – = V0 sin  V0 y g V0 sin α g 1 2 gt oP 2 V0 sin α 1  V0 sin α  – g   g 2   g  2 2 • Apa yang dimaksud ketinggian Apa yang dimaksud ketinggian maksimum yang dicapai anak maksimum yang dicapai anak ketapel.4 Temukan persamaan kuadrat pada langkah pemecahan masalah 7.8 10 m/det..3.640 atau V0 = 640  V0 = . ketapel.640 = 0  (V0 + 640 )(V0 .....640 = 0  (V0 + 640 )(V0 ....4 2 ........640 ) = 0 V02 2 V0 .....640 = 0 BUKU PEGANGAN SISWA = 0 .. (1)  V0 . dan 7.. 7.. Bagaimana kecepatan Bagaimana kecepatan ketapel saat anak ketapel saat anak mencapai mencapai ketinggian maksimum ketinggian maksimum 1 V0 sin α  hmax = 2 g Untuk hmax = 8 m..8 10 m/det tidak berlaku sebab kecepatan anak ketapel bergerak arah ke atas (positif).8 10 m/det tidak berlaku sebab kecepatan anak ketapel bergerak arah ke atas V0 = .... dan 7.. Temukan persamaan kuadrat pada langkah pemecahan masalah 7..8 10 m/det..............1.. 7.640 atau V0 = 640  V0 = .. batu bergerak lurus beraturan Pada Sumbu-y......8 10 atau V0 = 8 10 1 2 V0 2 8= 1 8= 80 V0 80 233 (1) (1) Jadi kecepatan batu (anak) ketapel meluncur adalah V0 = 8 10 m/det. V0y = V0 sin  Pada Sumbu-x.8 10 atau V0 = 8 10  V0 = .  = 300.640 ) = 0  V0 = ... 7..640 ) = 0  (V0 + 640 ) = 0 atau (V0 .640 ) = 0  (V0 + 640 ) = 0 atau (V0 . Bagaimana untuk V0 = .............. (positif)... dan g = 10 m/det2 diperoleh 2 1 V0 sin 30 0 1 V0 sin α  hmax = 8= 2 10 2 g   2 8= 2 1 1 4 V0 2 10    V02 2 . 7. Jadi kecepatan batu (anak) ketapel meluncur adalah V0 = 8 10 m/det.... apakah berlaku? Bagaimana untuk V = ......... apakah berlaku? 232 Buku Guru Kelas 0 X V0 = ....1..640 ...

♦ Suruh siswa menemukan persamaan kuadrat pada langkah Pemecahan Masalah 7. berdasarkan pengetahuan yang telah dimiliki sebelumnya di SMP. 7. • Bagaimana untuk V0 = . Ciri-ciri persamaan kuadrat.8 10 m/det tidak berlaku sebab kecepatan anak ketapel bergerak arah ke atas (positif). coba kamu tuliskan pengertian persamaan kuadrat dengan kata-katamu sendiri dan diskusikan hasilnya dengan temanmu secara klasikal. • Sebuah persamaan • Pangkat tertinggi peubahnya adalah 2 dan pangkat terendah adalah 0 • Koefisien variabelnya adalah bilangan real • Koefisien variabel berpangkat 2. • x2 – 2x + 1 = 0 • z2 + 4z – 45 = 0 • 3z2 + 2z – 85 = 0 • x2 – 64 = 0 • v02 – 640 = 0 ♦ Suruh siswa untuk menuliskan ciri-ciri dari persamaan kuadrat secara individual dan mendiskusikannya dengan teman secara klasikal. 7. Dari hasil diskusi siswa secara klasikal ditetapkan didefinisi berikut.8 10 m/det.2.Jadi kecepatan batu (anak) ketapel meluncur adalah V0 = 8 10 m/det. diharapkan siswa menemukan beberapa persamaan kuadrat berikut. Matematika 233 . Berdasarkan ciri-ciri persamaan kuadrat di atas. Diharapkan siswa menuliskan ciri-ciri perasamaan kuadrat sebagai berikut.1.4.3. tidak sama dengan nol • Koefisien variabel berpangkat 1 dan 0 dapat bernilai 0. apakah berlaku? V0 = . dan 7.

yaitu x dan y. dengan koefisien a = -5 ≠ 0. bukan persamaan kuadrat satu peubah sebab persamaan tersebut memuat dua peubah. Ketinggian bola dari tanah untuk setiap detiknya ditentukan fungsi waktu h(t) = 20t – 5t2. Berdasarkan Definisi 7. h(t) = 0 ⇒ h(t) = 20t – 5t2 = 0. Persamaan 2x + 5 = 0 adalah persamaan linear satu peubah. b = 20 dan c = 0. dengan a. yaitu t. h(t) = 0. b. Persamaan 20t – 5t2 = 0 termasuk persamaan kuadrat sebab persamaan 20t – 5t2 = 0 dapat ditulis menjadi -5t2 + 20t + 0 = 0. apa yang kamu temukan? Penyelesaian Saat bola tiba di atas tanah.1 Persamaan kuadrat dalam x adalah suatu persamaan yang berbentuk ax2 + bx + c = 0.2 Sebuah bola bergerak dari ketinggian h m. tetapi koefisien x2 adalah nol.1. Contoh 7. Keterangan: x adalah variabel atau peubah a adalah koefisien dari x2 b adalah koefisien dari x c adalah konstanta persamaan Contoh 7. sebab koefisien x2 adalah 0. Saat bola tiba di atas tanah. bukan persamaan kuadrat sebab persamaan 2x + 5 = 0 dapat dibentuk menjadi persamaan 0x2 + 2x + 5 = 0. Hal ini menunjukkan bahwa persamaan 2x + 5 = 0 tidak memenuhi syarat Definisi 7.1 persamaan 20t – 5t2 = 0 merupakan persamaan kuadrat dengan satu variabel. 234 Buku Guru Kelas X . Contoh 7.1 Persamaan 2x + 5 = 0. dan c bilangan real dan a ≠ 0.Definisi 7.3 Persamaan x2 + y2 – 2x + 5 = 0.

yaitu x dan y.2 Di depan sebuah sekolah akan dibangun lapangan bola basket.1 di atas. Contoh 7. Tanah kosong tersedia berukuran 60m  30m. Untuk memperoleh luas yang diinginkan. L = 1000 dan L = (60 – x)(30 x)  1. Karena dana terbatas.90 x + x2 BUKU PETUNJUK GURU Matematika 235 . direncanakan adalah 1000m2.000 m2.– Berdasarkan Definisi 7.000 = 1.2 Persamaan x2 + y2 – 2x + 5 = 0. Dapatkah kamu menemukan sebuah persamaan kuadrat dari masalah ini? Penyelesaian: Penyelesaian sebagai berikut. yaitu L = 1000 dan L = (60 – x)(30 – x) ⇒ 1. ukuran pan Gambaran tanah dan penampang lintang lapangan bola basket dapat digamba x 60 . Karena lapangan basket berbentuk persegi Gambar-5 panjang maka luas lapangan basket dapat dinyatakan dalam x.000 m . Karena dana terbatas. Dapatkah kamu menem tersedia berukuran 60 m 30dan m.x x 2 Luas lapangan basket adalah 1.800 – 90x + xlapangan Luas lapangan basket adalah 1. ukuran sebuah persamaan kuadrat dari masalah ini ? panjang tanah dikurangi x m dan ukuran lebar dikurangi x m. bukan persamaan kuadrat satu peubah sebab persam Latihan 7. koefisien adalah dan konstanta persamaan adalah 800.  1. maka x luas lapangan yang direncanakan adalah 1000 m2. Karena basket berbentuk pe 2 ⇒ 0 = 800 – 90x + x panjang maka luas lapangan basket dinyatakan dalam x x. Untuk memperoleh luas yang diinginkan.000 = (60 – x)(30 – x) persamaan 2 0 = 800 – 90x + x adalah persamaan kuadrat dengan variabel x.000 = (60 – x)(30 – x) 2 ⇒ 1. Tanah kosong yang tanah dikurangi x ×m ukuran lebar dikurangi m.800 .Bukan Contoh 7. yaitu –90 Koefisien x2 pada persamaan 0 = 800 – 90xdapat + x2 adalah 1.000 = 1.x 1000 m2 30 . Gambaran tanah dan penampang lintang lapangan bola basket dapat digambarkan sebagai berikut. maka luas lapangan Di depan sebuah sekolah akan dibangun lapangan bola basket.2 tersebut memuat dua peubah.

. untuk mencetak satu set buku. Jika a3 + b3 = 637 dan a + b = 13. 24 cm. . . x + = 0. Jika kedua printer printer pertama. adalah. Pada sebuah kerucut lingkaran bahwa:komputer penambahan volume kare merupakan persamaan kuadrat? akan digunakan untuk mencetak satu jarinya bertambah sepanjang 24 cm sama dengan penambahan volume karena tin Berikan alasanmu! set buku. Jarak sekolah digunakan untuk sekaligus. y ≠ 0. Bentuk faktorisasi dari : 4kn + 6ak + volume karena jari-jarinya ber... 7. berapakah x komputer jam lebih cepat dari jenis printer 1 4. . maka nilai dari ( . . Karena untuk mencetak satu set buku. x2y = 0.dari : 6an + 9a2 adalah.. mencetak maka satu waktu yang dig satu set buku. jam lebih cepat dari jenis printer jenis kedua untuk menyelesaikan c 2. 3. maka nilai terbesar dari 5. Jika . . kecepatan 5. ) ( ) ( )] [ ( berapakah jari-jari kerucut semula ? Projek Rancanglah minimal dua masalah nyata di lingkungan sekitarmu yang terkait dengan persamaan kuadrat dan berilah penyelesaian kedua masalah tersebut. Berapa lama waktu yang adalah. . 6. Robert berangkat kesekolah 2 digunakan sekaligus. Jika a2 + a – 3 = 0. Apakah persamaan yang diberikan 4. Robert semakin lelah. Buatlah laporan hasil kerjamu dan sajikan di depan kelas. . . Jika perlambatan maka nilai terbesar yang mungkin sepedanya mengalami yang mungkin dari a3 + 4a2+9988 2 km/jam.. 1 jari-jari kerucut sem bertambah a. kedua untuk menyelesaikan cetakan x 1 satu set buku. b. x ≠ 0. c ≠ 0. tegak diketahui 6. Jika kedua yang jenis printer digunakan dari rumahnya 12 km.Uji Kompetensi 7. 236 Buku Guru Kelas X . maka waktu mengenderai sepeda. Jika tinggi semula kerucut 3 cm. digunakan Robert sampai di sekolah. Bentuk faktorisasi adalah. tambah sepanjang 24 cm sama 8. Jika tinggi semula kerucut 3 cm. Jika penambahan . Dua tegak buah diketahui jenis printer 3. . Berapa waktu mencetak satu set buku 4 jam.1 1. Robert set buku adalah 4 jam. . bahwa: 7. 8. ) adalah. Pada sebuah kerucut lingkaran maka nilai dari (a–b )2 adalah. maka dengan penambahan volume kamaka rena tingginya bertambah 24 cm. Dua buah jenis printer akan digunakan untuk mencetak satu set buku b. Jenis printer pertama. y ∈ R. printer Berapa jenis waktukedua yang dibutuhkan printe berangkat dengan untuk kecepatan awal yangadalah dibutuhkan sepeda bergerak 7kedua km/jam. Jika a + b + c = 0 dengan a.

Menentukan Akar-akar Persamaan Kuadrat Ada beberapa cara (aturan) menentukan akar-akar (penyelesaian) persamaan kuadrat....... Nilai-nilai x yang memenuhi persamaan ax2 + bx + c = (x + m)(x + n) = 0 adalah x = -m atau x = –n.. melengkapkan kuadrat sempurna....... Berdasarkan Definisi-7.... b......................... dan menemukan rumus ABC berdasarkan konsep persamaan kuadrat untuk menentukan akar-akarnya (harga-harga x yang memenuhi persamaan). Arahkan siswa menemukan model matematika yang menyatakan hubungan banyak lipatan kertas dan banyak bidang kertas yang terbentuk..... Aturan tersebut seluruhnya diturunkan dari konsep (Definisi-7.1) yang telah kita temukan. ♦ Meminta siswa membuat tabel keterkaitan antara banyak lipatan dengan banyak bidang kertas yang terbentuk........ (2) Berdasarkan Persamaan-1 dan 2 diperoleh x2 + bx + c = x2 + (m + n)x + m × n = 0 Menggunakan sifat persamaan...... (1) Perhatikan bentuk (x + m)(x + n) = 0 ⇒ (x2 + nx) + (mx + m × n) = 0 ⇒ x2 + (m + n)x + m × n = 0 ....... Ketiga aturan ini memiliki kelebihan dan kelemahan terkait dengan efisiensi waktu yang digunakan untuk menentukan akar-akar sebuah persamaan kuadrat. untuk a = 1. melengkapkan kuadrat sempurna....b.. Diharapkan siswa menuliskan hal berikut.. Agar lebih terarah pembahasan kita....... c adalah bilangan real dan a ≠ 0.. dengan a. 237 Matematika ... Cara pemfaktoran dapat kita lakukan dengan memperhatikan koefisien x2.. Aturan tersebut antara lain......... x................ kita memiliki bentuk umum persamaan kuadrat ax2 + bx + c = 0.. maka diperoleh m + n = b dan m × n = c......... ∴ ax2 + bx + c = (x + m)(x + n) = 0.. Nilai-nilai x dapat kita tentukan dengan cara pemfaktoran. • Jika a = 1 a = 1 ⇒ ax2 + bx + c = 0 ⇒ x2 + bx + c = 0 . dan rumus ABC... 1) Cara Pemfaktoran Temukan pola atau aturan memfaktorkan. cara memfaktorkan.. dan konstanta c. m + n = b dan m × n = c.1... mari kita coba memecahkan masalah-masalah yang diberikan..

. 5 a≠0⇒ ≠0  a a a 3 3  3  1 m n 1 − 17 − 17   ax2 + bx + c = (a2x2 + abx + ac ) = 0 ... 5  a a a 3 3  3  1 m n 1 −17  −17  . 5 .. 5 x = – atau x = –  . bentuk umum persamaan kuadrat ax2 + bx + c = 0.... kita telah peroleh persamaan kuadrat 3z2 + 2z – 85 = 0. 5  ....... c adalah bilangan real dan a ≠ 0....... 5 = 0 3z2 + 2z – 85 = ( 9z2 +6z – 255) a a a 3 3  3  1 m n 1 −17  −17  ⇒ ( 9z2 +3(17 ..a 52 5 (a2x2 + abx + ac )= ( x + a(m + n) x + m .. untuk a a a 3 3  3  1 m n 1 −17  −17  2 Nilai x yang memenuhi persamaan ax + bx + c = (ax + m)(ax + n adalah ) = 0.1. b... 1 m n 1 −17  −17  ...× n) = 0  a a a 3 3  3a a a 3 3  3  Menggunakan sifat persamaan maka diperoleh m + n = b dan m × n = ac. ∴ ax2 + bx + c = (ax + m)(ax + n) = 0... 5 a ≠ 1.Perhatikan persamaan kuadrat yang kita peroleh dari beberapa permasalahan di atas yang memiliki koefisien x2. (2) a a a 3 3  3  Berdasarkan Persamaan-1 dan 2 diperoleh.. dengan a... m + n = b dan m × n = ac......5 ⇒ ((ax + n)ax + m( ax + n ))  = 0 a a a 3 3  3  1 m n 1 −17  −17  .. kita telah menerapkan cara pemfaktoran ini.. 1 m n 1 −17  −17  .. 1 m n 1 −17  −17  ...... Untuk menentukan harga z yang memenuhi sebagai berikut..... • Jika a < 1 atau a > 1 Berdasarkan Definisi-7... (1) a a a 3 3  3  1 m n 1 −17  −17  Perhatikan bentuk ((ax + m)(ax + n )) = 0..-515)  z + (17 × (–15)) = 0 a a a 3 3  3  1 m n 1 −17  −17  5(45 ⇒ ((9z2 +51z) .. a a a 3 a a 3 a  33 3   3  Perhatikan masalah-2 bagian b.. a = 1... 1 m n 1 −17  −17 1 m  2n 1 −17  −17  ..... 5  a a a 3 3  3  1 m n 1 1 − m 17 n  − 1 17 −17  −17  .× n) = 0 ...5 ⇒ ((a2x2 + anx) + ( amx + m  × n)) = 0 a a a 3 3  3  1 m n 1 −17  −17  5 ⇒ (a2x2 + a(m + n) x + m . –  z + 255)) = 0 a a a 3 3  3  238 Buku Guru Kelas X m = 17 n = –15 m+n=2=b m × n = –255 = ac ..

1 1   ((3 ((3z z+ + 17)3 17)3z z- 15(3 15(3z z+ + 17)) 17)) = =0 0 3 3
  (3 (3z z+ + 17)(3 17)(3z z– – 15) 15) = =0 0 atau atau (3 (3z z+ + 17)( 17)(z z– – 5) 5) = =0 0

 17  17 atau z = 5 atau himpunan penyelesaian Harga-harga atau z = 5 atau himpunan penyelesaian Harga-harga z z yang yang memenuhi memenuhi adalah adalah z z= = 3 3 1 m n 1 −17  −17  17   2 17 , =  2+ 5 ⇒ ((3z + 17)3 z,– 15(3 z + 17)) 0 2 z 85 = 0 adalah Hp = persamaan 3 z   + 2 z 85 = 0 adalah Hp = persamaan 3 z ,5 5   a a a 3 3  3 3     3 . . ⇒ (3z + 17)(3z – 15) = 0 atau (3z + 17)(z – 5) = 0 2) 2) Cara Cara Melengkapkan Melengkapkan Kuadrat Kuadrat Sempurna Sempurna 1 m n akar-akar 1 −17  −persamaan 17  Untuk menemukan aturan penentuan kuadrat dengan Untuk Nilai-nilai menemukan aturan penentuan kuadrat penyelesaian dengan cara cara 5 z yang memenuhi adalah zakar-akar = atau z ,= 5 atau himpunan  persamaan a a a 3 3  3  melengkapkan kuadrat kuadrat sempurna sempurna cermati cermati beberapa beberapa pertanyaan pertanyaan berikut. berikut. melengkapkan m n − − 1 1 17 17   , 5? a) yang melengkapkan kuadrat 3z2 + 2 z – 85 = 0 adalah Hp =sempurna .  a) Apa Apapersamaan yang dimaksud dimaksud melengkapkan kuadrat sempurna ? a a a 3 3  3  2 2 2 b) b) Apakah Apakah kamu kamu masih masih ingat ingat pelajaran pelajaran di di SMP SMP bahwa bahwa ( (a a+ +b b) )2 = =a a2 + +2 2ab ab + +b b2 2 c) kamu membentuk kuadrat 2) Cara Melengkapkan Kuadrat Sempurna +b bx x+ +c c= = 0, 0, dengan dengan a a, ,b b, ,c c adalah adalah c) Dapatkah Dapatkah kamu membentuk persamaan persamaan kuadrat a ax x2 +
2 2 2 bilangan real bilangan real dan dan a a≠ ≠0 0 dalam dalam bentuk bentuk ( (a a+ +b b) )2 = =a a2 + +2 2ab ab + +b b2. . ♦ Minta siswa menemukan pola, bagaimana cara melengkapkan sebuah persamaan kuadrat untuk menentukan nilai-nilai x yang memenuhi dan tanyakan apa kelemahan d) Apakah seluruh seluruh bentuk bentuk persamaan persamaan kuadrat kuadrat dapat dapat ditentukan akarnya dengan teknik d) Apakah ditentukan akarnya dengan teknik cara tersebut. Diharapkan jawaban siswa sebagai berikut. kuadrat kuadrat sempurna sempurna ? ?

Berdasarkan Definisi-7.1, kita memiliki bentuk persamaan kuadrat Berdasarkan Definisi-7.1, kita memilikibentuk bentuk umum persamaan kuadrat Berdasarkan Definisi-7.1, kita memiliki umumumum persamaan kuadrat 2 2 2 ax += bx c = 0,a dengan a, b,bilangan c adalahreal bilangan real dan a a ≠= 0. + 0, dengan , dan 0. 1 ax + bx bx +c c = 0, + dengan a ,b b, ,c c adalah adalah bilangan real dan a a≠ ≠ 0. Untuk Untuk a = 1 Untuk a = 1 ax +
2 2 ax + bx bx + +c c= =0 0 x x2 + + bx bx + +c c-c c= =0 0– –c c ax2 +
2 2 1 1  1 b 1 b    +  = x +      + bx bx + = –c c b b 2  2  –   2   2   2 2

2 x2

2 1 1 1 b 1 b)2  2 =   ( x +   –c c  (x + b) =  b  – 2  2 2  2  2

2

2 1 1 1 b   (x x+ + 1b b) ) = =    , jika jika   ( b c c, 2   2  2 2  

2

2 1  1 b     b c c 0 0 2    2   2

1 x x = =-1 b b   2 2

2 1  1     c , jika  b 2b   c , jika  2  

2

2 1  1    c  0  b 2b  c  0  2  

BUKU BUKU PEGANGAN PEGANGAN SISWA SISWA

Matematika

239 239 239

3) Menggunakan Menggunakan Rumus Rumus ABC ABC 3) Minta siswa siswa menemukan menemukan rumus rumus abc abc,, bagaimana bagaimana cara cara menentukan menentukan nilai-nilai nilai-nilai x x yang yang Minta
3) Menggunakan Rumus ABC rumus memenuhi persamaan dengan rumus abc abc.. Diharapkan Diharapkan jawaban jawaban siswa siswa sebagai sebagai memenuhi persamaan dengan
♦ Minta siswa berikut. berikut.
2 Berdasarkan Definisi-7.1, Definisi-7.1, bentuk bentuk umum umum persamaan persamaan kuadrat kuadrat ax ax2 + bx bx + +c c= = 0, 0, Berdasarkan +

menemukan rumus abc, bagaimana cara menentukan nilai-nilai x yang memenuhi persamaan dengan rumus abc. Diharapkan jawaban siswa sebagai berikut.

Berdasarkan Definisi-7.1, bentuk umum persamaan kuadrat ax2 + bx + c = 0, dengan dengan a a,, b b,, c c adalah adalah bilangan bilangan real real dan dan a a≠ ≠ 0. 0. dengan a , b, c adalah bilangan real dan a ≠ 0.

b c c b ax22 + + bx bx + +c c= = 0, 0, a a≠ ≠0 0 x x22 + +b x x+ +c = =0 0 x x22 + +b x x+ +c = =0 0 ax a a a a a a a a

Menyuruh siswa siswa Menyuruh melakukan melakukan

b b b c  b 2 b 2 c x + +b x x+ + = +      = +  2a  a a  2a a  2a   2  a a   
x22

2

2

Menyuruh siswa  (x +  (x + melakukan manimanipulasi manipulasi pulasi aljabar, aljabar, dengan aljabar, dengan dengan mengingat sifat persamaan. ( (x x+ + mengingat sifat  mengingat sifat

b 22 b ) = = ) 2a a 2

b c b 2 c    - 2a  a  2a   a 

2

persamaan. persamaan.

b  b22  4ac ac  4 b  b   ) =    )=   2   2  2a a 4 a 2 4 a    
2a a 2 2a a 2 b22  4 4ac ac b

1 b x x= =-b   1 

b b22  4ac ac b  b 4  x    x11,,22 
Sifat-1

2a a 2

2 + c = 0, dengan a, b, dan c bilangan real dan a ≠ 0, Persamaan kuadrat ax2 + bx 2 Persamaan kuadrat ax + bx bx + +c c= = 0, 0, dengan dengan a a,, b b,, c c adalah adalah bilangan bilangan real real dan dan Persamaan kuadrat ax + maka akar-akar persamaan tersebut adalah

x1, 2 =

a≠ ≠−0 0,,± maka maka rumus abc abc untuk untuk menentukan menentukan akar-akar akar-akar persamaan persamaan tersebut tersebut a b b 2 − 4rumus ac
. 2a  b  b22  4ac x11,,22    b  b  4ac adalah x adalah

2a a 2

♦ Suruh siswa mencermati nilai diskriminan dan menentukan sifat-sifat akar sebuah persamaan kuadrat. Diharapkan siswa dapat menemukan hal berikut.

Suruh siswa siswa mencermati mencermati nilai nilai diskriminan diskriminan dan dan menentukan menentukan sifat-sifat sifat-sifat akar akar sebuah sebuah Suruh persamaan kuadrat. kuadrat. Diharapkan Diharapkan siswa siswa dapat dapat menemukan menemukan hal hal berikut. berikut. persamaan Sifat akar-akar akar-akar persamaan persamaan kuadrat kuadrat dapat dapat ditinjau ditinjau dari dari nilai nilai diskriminan, diskriminan, yaitu yaitu Sifat =b – – 4ac ac.. Sifat Sifat akar-akar X tersebut adalah. adalah. 240 = 4 Buku akar-akar Guru Kelas tersebut
2 b2

D D

2 1) jika jika D D> > 0, 0, maka maka persamaan persamaan kuadrat kuadrat ax ax2 + bx bx + +c c= = 0, 0, dengan dengan a a,, b b,, c c adalah adalah bilangan bilangan 1) +

real dan dan a a≠ ≠0 0 memiliki memiliki dua dua akar akar real real yang yang berbeda. berbeda. Misalkan Misalkan kedua kedua akar akar tersebut tersebut x x1 1 real dan x x2 maka x x1 ≠x x2 2,, maka 1≠ 2.. dan

Sifat akar-akar persamaan kuadrat dapat ditinjau dari nilai diskriminan, yaitu D = b2 – 4ac. Sifat akar-akar tersebut adalah. 1) Jika D > 0, maka persamaan kuadrat ax2 + bx + c = 0, dengan a, b, c adalah bilangan real dan a ≠ 0 memiliki dua akar real yang berbeda. Misalkan kedua akar tersebut x1 dan x2, maka x1 ≠ x2. 2) Jika D = 0, maka persamaan kuadrat ax2 + bx + c = 0, dengan a, b, c adalah bilangan real dan a ≠ 0 memiliki dua akar real yang sama (kembar). Misalkan kedua akar tersebut x1 dan x2, maka x1 ≠ x2. D = 0 ⇒ b2 – 4ac = 0 ⇒ b 2 − 4ac = 0 −b ± b 2 − 4ac −b = 2a 2a

b2 − 4ac 0 ⇒ x12 ==

−b ± b 2 − 4ac −b = 2a 2a

−b ± b 2 − 4ac −b b 2 − 4ac = 0 ⇒ x1 = x2 = 2a 2a 3) Jika D < 0, maka persamaan kuadrat ax2 + bx + c = 0, dengan a, b, c adalah bilangan real dan a ≠ 0 memiliki dua akar kompleks (tidak real) yang berbeda. Misalkan kedua akar tersebut x1 dan x2, maka x1 ≠ x2.

c. Menemukan Rumus Untuk Menentukan Hasil Jumlah dan Hasil Kali Akar-akar Persamaan Kuadrat Akar-akar sebuah persamaan kuadrat adalah bilangan-bilangan yang dapat dijumlahkan atau dikalikan. Bagaimana menentukan hasil jumlah dan hasil kali akara) Dapatkah kamu menentukan akar-akar persamaan kuadrat dengan aturan yang su akar dan kaitannya dengan koefisien-koefisien persamaan kuadrat tersebut? Untuk itu selesaikanlah masalah berikut. kamu miliki ? Aturan mana yang kamu pilih dari tiga cara di atas terkait den
menemukan hasil jumlah hasil kali persamaan kuadrat? Temukan aturan (rumus) rumus menentukan hasildan jumlah dan akar-akar hasil kali akar-akar persamaan b)kuadrat! Bagaimana syarat menjumlahkan dan mengalikan dua bentuk akar ?
♦ Mengarahkan siswa menemukan rumus hasil jumlah dan hasil kali akar-akar persamaan dalam koefisien-koefisien persamaan tersebut? kuadrat dengan memanfaatkan rumus ABC. Diharapkan siswa dapat melakukan hal berikut.

c) Dapatkah kamu menyatakan hasil jumlah dan hasil kali akar-akar persamaan kua

Alternatif Penyelesaian

di atas, akar-akar kuadrat persamaan kuadrat adalah BerdasarkanBerdasarkan rumus ABC rumus di atas,ABC akar-akar persamaan adalah sebagai berikut.

x1 

 b  b 2  4ac  b  b 2  4ac dan x2  2a 2a  b  b 2  4ac  b  b 2  4ac + 2a 2a
b a

a. Jumlah Akar-akar Persamaan Kuadrat x1 + x2 = x1 + x2 =
Matematika

241

b. Hasil Kali Akar-akar Persamaan Kuadrat

dalam dalam koefisien-koefisien koefisien-koefisien persamaan persamaan tersebut? tersebut? Alternatif Alternatif Penyelesaian Penyelesaian Berdasarkan Berdasarkan rumus rumus ABC ABC di di atas, atas, akar-akar akar-akar persamaan persamaan kuadrat kuadrat adalah adalah
2 2  4ac 4ac b b2  ac dan x   b b2  ac b  b 4 b  b 4 x  2 x1 x   dan 2 1 2 2 2a a 2a a a. Jumlah Akar-akar a. Jumlah Jumlah Akar-akar Akar-akar Persamaan Persamaan Kuadrat Kuadrat a. Persamaan Kuadrat 2  b  b 4 b  b b2  4ac ac +  b x + x = 1 2 x1 + x2 = + 2 a 2a  b b + x2 = x x1 = 1 + x2 a a 2 b 4 b2  4ac ac 2 a 2a

b. Hasil b. PersamaanKuadrat Kuadrat b. Hasil Hasil Kali Kali Akar-akar Akar-akar Persamaan Persamaan Kuadrat
2 2        b b  b b2  4 4ac ac  b b  b b2  4 4ac ac        x  x = x1 1  x2 2=     2 a 2 a     2 a 2 a       
2 2 b b2  ( (b b2  4 4ac ac) ) x  x = 2 x1  x = 2 1 2 2 4 4a a c c  x2 = x = x1 1  x2 a a

Berdasarkan kedua rumus di atas, disimpulkan Sifat-2 Berdasarkan Berdasarkan kedua kedua rumus rumus di di atas, atas, disimpulkan disimpulkan Persamaan kuadrat ax2 + bx + c = 0, dengan a, b, c adalah bilangan real dan 2 kuadrat ax + = a ≠ 0 Persamaan dengan akar-akar x maka Persamaan kuadratx1 dan ax2 + +2,bx bx +c c diperoleh = 0, 0, dengan dengan a a,, b b,, c c adalah adalah bilangan bilangan real real − b c dan dan xdan maka diperoleh 1 2, x1 + x2 x = x1 × x2 = dan a a≠ ≠0 0 dengan dengan akar-akar akar-akar x diperoleh 1 dan x 2, maka a a c  b c  b x + x = dan x  x = x1 dan x1 1 + x2 2= 1  x2 2= a a a a d. Persamaan Kuadrat Dengan Akar-akar x1 dan x2 Pada materi sebelumnya kita telah menemukan konsep persamaan kuadrat. Kemudian kita dapat menentukan akar-akar persamaan kuadrat tersebut dengan aturan-aturan yang telah ditemukan. Sekarang bagaimana menemukan sebuah persamaan kuadrat, jika SISWA akar-akarnya diketahui ? Untuk itu pecahkanlah masalah 241 BUKU 241 BUKU PEGANGAN PEGANGAN SISWA berikut.
Sebuah persamaan kuadrat memiliki akar-akar x1 dan x2. Temukanlah persamaan kuadrat yang dimaksud.
♦ Mengarahkan siswa menemukan persamaan kuadrat, jika diketahui akar-akarnya dengan memanfaatkan rumus hasil jumlah dan hasil kali akar-akar persamaan yang diinginkan. Diharapkan siswa dapat melakukan hal berikut.

242

Buku Guru Kelas X

Mengarahkan siswa menemukan persamaan kuadrat, jika diketahui akar-akarnya dengan memanfaatkan rumus hasil jumlah dan hasil kali akar-akar persamaan yang diinginkan. Diharapkan siswa dapat melakukan hal berikut. Jika Jika diketahui akar-akar persamaan x dan dapat menemukan diketahui akar-akar persamaan kuadrat kuadrat x dan x2 x maka kitakita dapat menemukan 2 maka 11 persamaan kuadratnya. Berdasarkan definisi-1, kita memiliki bentuk umum persamaan persamaan kuadrat ax2 + bx + c = 0, dengan a, b, c adalah bilangan real dan a ≠ 0. kuadrat ax2 + bx + c = 0, dengan b a, b, c c adalah bilangan real dan a ≠ 0
2

persamaan kuadratnya. Berdasarkan definisi-1, kita memiliki bentuk umum

ax2 + bx + c = 0, a ≠ 0 ⇒ x2 + x + = 0 cc a b ax + bx + c = 0, a ≠ 0  x2 + x + =x0)x + x × x = 0 2 ⇒ + 1 2 1 2 ax – (xa Sifat-3 ⇒ (x – x )x –x (x – x ) = 0  x2 – x1  x21 x +2 x1  x1 2=0 ⇒ (x – x1)(x – x2) = 0  (x – x1) x – x2 (x – x1) = 0

b a c x1  x2 = a

x1 + x2 =

 (x -– x1)(x – x2) = 0

Persamaan kuadrat dengan akar-akar x1 dan x2 adalah (x – x1)(x – x2) = 0.

Uji Kompetensi (x - 7.2 x1)(x – x2) = 0

Persamaan kuadrat dengan akar-akar x1 dan x2 adalah

1. Persamaan (m – 1)x2 + 4x + 2m = 0 lebih cepat 1 jam dari mesin jenis mempunyai akar-akar real. Tentukan 2 kedua. Sementara jika2 kedua nilai m yang memenuhi! dan x2 Persamaan (m – 1)x + 4x + 2m = 1. Persamaan Kuadrat Dengan Akar-akar x1 mesin 2. Jika a dan b adalah akar-akar sekaligus, dapat 0 mempunyai akar-akar2real. Tentukan nilai mdigunakan yang memenuhi! persamaan ax + bx +x c2 = Persamaan (m – 1) + 0, 4x + 2m menggiling = at Dengan Akar-akar x1 dan x2kuadrat satu peti padi selama 6 2. Jika  dan  adalah akar-akar persamaan kuadrat ax2 + bx + c = 0, tunjukkan bahwa tunjukkan bahwa jam. akar real. Tentukan nilai m yang memenuhi! 4 2 2 2 a. Berapa b  4 ab c  2 a c b 2 jam 4ac waktu yang digu42 2 akar-akar persamaana. kuadrat ax tunjukkan bahwa 4 +  =+ bx + c = 0, b. (   ) = 2 4 nakan mesin jenis pertama a a 2 2 2 2 untuk menggiling satu peti padi. 4ab c  2a c b  4ac 2 2 3. Akar-akar persamaan kuadrat x 2 x + 5 = 0 adalah p dan q . Temukan persamaan b. (   ) = b. Berapa jam waktu yang digunaa2 a4 kan mesin jenis kedua untuk kuadrat yang akar-akarnya (p + 2) dan (q + 2)! 3. persamaan x2 persamaan – an kuadrat x2 - 2 x +Akar-akar 5 = 0 adalah p dan q.kuadrat Temukan menggiling satu peti padi. 4. Dua mesin penggiling padi digunakan2 untuk menggiling satu peti padi. 2x + buah 5 = 0jenis adalah p dan q. Temukan 5. Jika a + a – 3 = 0, maka nilai terbesar akarnya (p + 2) dan (q + 2)! persamaan kuadrat yang akar1 yang mungkin menggiling satu peti mesin lebihdari cepat jam dari mesin esin penggiling padiUntuk digunakan untuk menggiling satu peti jenis padi.3pertama akarnya (p + 2) dan (q + 2)!padi, 2 2 .... a +4 a + 9988 adalah 4. Dua buah jenis mesin penggiling 1 6. Pada sebidang tanah akan didirikansatu Sementara jika kedua digunakan sekaligus, dapat menggiling satu peti padi, mesinjenis jeniskedua. pertama lebih cepat jam mesin dari mesin padi digunakan untuk menggiling sebuah sekolah SD. Bentuk tanah 2 peti selama jam. menggiling satupadi peti padi.6 Untuk dan ukuran tanah dapat dilihat pada ntara jika kedua mesin digunakan sekaligus, dapatpertama menggiling satu satu peti padi, mesin jenis a. Berapa jam waktu yang digunakan mesin gambar. jenis pertama untuk menggiling satu peti am. padi. ktu yang digunakan mesin jenis pertama untuk menggiling satu peti 243 b. Berapa jam waktu yang digunakan mesin jenis kedua untuk menggiling satu peti Matematika

padi. ktu yang digunakan mesin jenis kedua untuk menggiling satu peti 5. Jika maka nilai terbesar yang mungkin dari maka nilai terbesar yang mungkin dariadalah. . . .

Berapakah ukuran ba dapat dilihat pada gambar. dapat dilihat pada gambar. 2 luas bangunan 1500 m ? E dapat dilihat pada gambar. C 5.5. Jika maka nilai nilaiterbesar terbesar yang mungkin dari ukuran bangunan luas bangunan 1500 Jika maka yang mungkin dari F C Berapakah sekolah agar Berapakah ukura C 2 Berapakah ukuran bangunan sekolah agar E luas bangunan 1500 m ? E F adalah. adalah. .. .. .. luas bangunan 1 F D A luas bangunan 1500 m2? B 100 m E F E F SD. Bentuk tanah D B A 6. Pada sebidang tanah akan didirikan sebuah sekolah dan ukuran tanah D B E 6. Pada sebidang tanah akan didirikan sebuah sekolah SD. Bentuk tanah dan ukuran tanah A 100 m F 100 m 7. , nilai dari dapatdilihat dilihat pada pada gambar. gambar. dapat D B A D B A 100 m C 100 m 7. , nilai dari C Berapakah ukuran bangunan sekolah agar 8. Jika √ √ 7. , nilai dari sekolah agar D B Berapakah ukuran bangunan A 100 m 2 untuk1500 m ? 2 luas bangunan nilai yang mungk 8. Jika √√ 7. √ , nilai dari luasJika bangunan 1500 ,m ? dari 8. √maka 7. nilai √ √ untuk E nilai yang mungkin untuk untuk , nilai 7.F E dari 9. Hasil pemfaktoran dari : maka nilai yang mu 8. Jika √√ √ F 8. √√ Jika adalah √ ada √… √ untuk untuk maka nilai yang mungkin 8. Jika √ √ 9. Hasil pemfaktoran dari : adalah. . . D B 9. Hasil pemfaktoran dari : A adalah √√ 100 m √D B untuk √… A 100 9. m Hasil pemfaktoran dari : 9. Hasil pemfaktoran dari : adalah. . . adalah … √ √ , nilai dari 7. 9. Hasil pemfaktoran dari : adalah. .... .. 7. , nilai dari
padi.

50 m

50 m

50 m

9. Hasil pemfaktoran dari :

untuk 8. Jika √ untuk √

8. Jika √

50 m 50 m

50 m

50 m

50

9. Hasil √ pemfaktoran dari :

Projek

maka nilai yang mungkin

Himpunlah informasi penggunaan sifat-sifat dan aturan yang berlaku pada persamaan kuadrat di bidang ekonomi, fisika, dan teknik bangunan. Kamu dapat mencari informasi tersebut dengan menggunakan internet, buku-buku dan sumber lain yang relevan. Temukan berbagai masalah dan pemecahannya menggunakan aturan dan sifat-sifat akar persamaan kuadrat. Buatlah laporan hasil kerjamu dan sajikan di depan kelas!

maka nilai yang mungkin

adalah … adalah. adalah … ..

adalah. . .

2. FUNGSI KUADRAT
BUKU PEGANGAN SISWA a. Menemukan Konsep Fungsi Kuadrat BUKU PEGANGAN SISWA Fungsi kuadrat sering kita temukan dalam permasalahan kehidupan nyata BUKU PEGANGAN SISWA yang menyatu pada fakta dan lingkungan budaya kita. Konsep fungsi kuadrat dapat BUKU PEGANGAN SISWA ditemukan di dalam pemecahan permasalahan yang kita hadapi. Untuk itu perhatikan BUKU PEGANGAN SISWA dengan cermat permasalahan-permasalahan yang diberikan. 243 BUKU PEGANGAN SISWASISWA BUKU PEGANGAN
♦ Untuk menemukan konsep fungsi kuadrat, ajukan pada siswa masalah-8, 9, dan 10 secara berkelanjutan untuk dipecahkan. Berikan kesempatan pada siswa lebih dahulu berusaha memikirkan, bersusah payah mencari ide-ide, berdiskusi, mencari Pemecahan masalah di dalam kelompok. Dari beberapa model matematika berupa fungsi kuadrat, minta siswa secara individu maupun kelompok berdiskusi menuliskan ciri-ciriPEGANGAN fungsi kuadrat dan berdasarkan ciri-ciri tersebut minta siswa menuliskan konsep BUKU SISWA fungsi kuadrat dengan kata-katanya sendiri.

243

243

243

244

Buku Guru Kelas X

Masalah-7.5
Untuk pengadaan air bersih bagi masyarakat desa, anak rantau dari desa tersebut sepakat membangun tali air dari sebuah sungai di kaki pegunungan ke rumah-rumah penduduk. Sebuah pipa besi yang panjangnya s dan berdiameter d ditanam pada kedalaman 1 m di bawah permukaan air sungai sebagai saluran air. Tentukanlah debit air yang mengalir dari pipa tersebut. (Gravitasi bumi adalah 10 m/det2).

2) Bagaimana tekanan air pada pangkal pipa dan diujung pipa dan aturan apa yang terka dengan keadaan tersebut? aturan pada pertanyaan 2)?
7.6saat Sumber Air Bersih mengingat rumus debit Gambar zat cair, Kamu belajar di Sekolah Dasar kelas V ?

3) Dapatkah kamu menentukan kecepatan air yang keluar dari mulut pipa menggunak

4) Dapatkah kamu menentukan besarnya debit air yang mengalir dari pipa denga 5) Apa keterkaitan luas penampang pipa dengan kecepatan air mengalir.
♦ Arahkan siswa memahami masalah dan menginterpretasikan masalah dalam gambar.

Alternatif Penyelesaian
Alternatif Penyelesaian

V2

A2 h1

Pipa

A1 …………………… …………………… h Sungai …………………… …………………… …………………… p1 = gh ……………………

h2

Gambar 7.7 Ilustrasi Posisi Pipa di Dalam Sungai

Gambar 7.7: Ilustrasi Posisi Pipa di Dalam Sungai Misalkan: Misalkan: p1 adalah tekanan air pada mulut pipa p2 adalah tekanan air pada ujung pipa p 1 adalah tekanan air pada mulut pipa h adalah kedalaman pipa di bawah permukaan air sungai. h adalah ketinggian pipa dari permukaan p tekanan air pada ujung pipa tanah. 21 adalah

h adalah kedalaman pipa di bawah permukaan air sungai. h1 adalah ketinggian pipa dari permukaan tanah. h2 adalah ketinggian permukaan air sungai. V1 adalah kecepatan air sungai mengalir V2 adalah kecepatan air mengalir dari ujung pipa.
Matematika

245

h2 adalah ketinggian permukaan air sungai. V1 adalah kecepatan air sungai mengalir V2 adalah kecepatan air mengalir dari ujung pipa. A1 adalah penampang permukaan air sungai A2 adalah penampang permukaan ujung pipa
♦ Membantu siswa mengkoordinasi pengetahuan dan keterampilannya untuk menemukan aturan-aturan, hubungan-hubungan, struktur-struktur yang belum diketahui. Mengajak siswa menganalisis, apa yang terjadi jika A1 jauh lebih luas dari A2. Diharapkan jawaban siswa sebagai berikut.

Jika A1 >>> A2 maka V1 <<< V2, akibatnya V1 menuju 0 (nol).

Kecepatan air mengalir dari pipa adalah V  gh Kecepatan air mengalir dari pipa adalah V = V2 gh  Kecepatan air mengalir dari pipa adalah = Kecepatan air mengalir dari pipa adalah V ==2 gh 22 gh Kecepatan Kecepatan air mengalir dari pipa adalah VV = =pipa 2 gh  airair mengalir dari pipa adalah 2 gh Debit yang mengalir dari sebuah adalah volume air yang mengalir persatuan wa Debit air yang mengalir dari sebuah pipa adalah volume air yang mengalir persatuan waktu. Debit air yang mengalir dari sebuah pipa pipa adalah volume air yang mengalir persatuan waktu. Debit mengalir dari sebuah pipa adalah volume air yang mengalir persatuan air yang mengalir dari sebuah adalah volume air yang mengalir persatuan waktu. Debit air yang mengalir dari sebuah pipa adalah volume air yang mengalir persatuan waktu. Debit air yang mengalir dari sebuah pipa adalah volume air air yang mengalir persatuan waktu. Debit air yang mengalir dari sebuah pipa adalah volume yang mengalir persatuan waktu. waktu.

Karena tekanan air pada pangkal pipa Jika >>> A maka V akibatnya V 0 (nol). Jika Jika A1 >>> A maka V <<< V ,<<< akibatnya V1 menuju 0 dan (nol). A A maka VV <<< V ,V akibatnya V menuju 0 (nol). A1A >>> A <<< V ,2,akibatnya V menuju 0 (nol).pipa sama maka berdasarkan gamb >>> V2 akibatnya V1V menuju 0diujung (nol). Jika >>> A maka V <<< akibatnya 0 (nol). 1 2 1menuju 2 1 2 2 1 1A 2 1 2maka 11 11 2 2 1 11 Jika A11 >>> A2 2 maka V1 <<< V2, akibatnya V1 menuju 0 (nol). Karena tekanan air pada pangkal pipa dan diujung pipa sama maka berdasarkan atas persamaan Karena tekanan air pada pangkal pipa dan diujung pipa sama maka berdasarkan gambar di di Karena tekanan air diperoleh pada pangkal pipa pipa dan diujung pipa pipa sama maka berdasarkan gambar di Karena tekanan air pada pangkal dan diujung sama maka berdasarkan gambar didi Karena tekanan air pada pangkal pipa dan diujung pipa sama maka berdasarkan gambar Karena tekanan air pada pangkal pipa dan diujung pipa sama maka berdasarkan gambar Karena di tekanan air pada pangkal pipa dan diujung pipa sama maka berdasarkan gambar di gambar atas diperoleh persamaan atas diperoleh persamaan atas diperoleh persamaan atas diperoleh persamaan 1 1 atas diperoleh persamaan atas diperoleh persamaan atas diperoleh p1 + persamaan  gh1 +  V12 = p2 + gh2 +  V22 2 2 1 11 1 12 1 2 11 2 2 2 2 22 11 2= gh +  = p gh p V V2 p1 + p 1 gh +  = p +  gh +  V V  gh + p +  gh + V p+  gh +  = p +  gh ++ 1 1 V 1 2 1 2 2 11+ 1 22 22 1= 1 2 V 1V 2 2 2 22 +  gh +  p +  gh +  p V V 1 1 1 2 2 p1 + gh   2V11 = p2 + gh 2V2 2 21 + 222 22 +12 2 2 2 g(h1 – h2) = 2 V22 (karena V12 menuju nol) 1 121 11 2 2 2 2 2 2 22  ( h – (karena menuju nol) V V1 g(h – )– =  nol) nol) V V1 menuju ( hg )h = (karena V V1V 22 2 menuju 1  g ( –h ) ==  (karena nol) V 1h 2) 1g 2h 1 2h 1 2 2 (karena 2 22 2 1menuju  g ( h – ) =  (karena menuju nol) V 1 2 g(h1 – h2  nol) V1V 2V2 2 (karena 2) = 2 2 1menuju 1 2 2 gh = V 2 (karena h = h – h ) 1 2 2 1 21 112 2 2 2= h (karena h = h – h ) gh = V gh =gh (karena h – ) V (karena h = h – h ) = V 1 gh 2=1 2V 2 1 h =1 2h1 1–2h2) 2 2 (karena 22 (karena –2) h2) gh =2 2 V hh == h1h – gh V 2 2 = 1h 2 2 (karena 22 2gh = V22  V2 = 2 gh 2 2 22 2 gh =  V =2 gh gh V 2gh =  = 2 V 2gh =V V2V = 22 gh = 22 gh V 2= 2 2gh 2 2 2 2V 2 gh V 2=  VV 2 gh= = 2 gh V 22  2 = 2 gh Kecepatan air mengalir dari pipa adalah V =

2 gh

. 1 2 1 1 2 11 q 2 = 2 2 (  d )( 2 gh ) (penampang pipa berbentuk lingkaran, luas penampang pipa adal  q = ( d )( (penampang pipa berbentuk lingkaran, luas penampang pipa adalah A 2 gh = )(  ) (penampang pipa pipa berbentuk lingkaran, luas luas penampang pipa pipa adalah A q = (q q 2 gh = (d1 d2 )( ) berbentuk lingkaran, penampang adalah AA 2 gh d )( ) )(penampang pipa berbentuk lingkaran, luas penampang pipa adalah ( 2 gh 4 gh ) (penampang (penampangpipa pipa berbentuk lingkaran, luas penampang pipa 4d 2 )( 2 q (penampang berbentuk lingkaran, luas penampang pipa adalah A 4= (4 4 1 q = ( 4  d )( 2 gh ) (penampang pipa berbentuk lingkaran, luas penampang pipa adalah A 1 2 1 2 12 4 1 21 2 22 22  = r d diameter , d ddiameter adalah diameter pipa) adalah A adalah diameter   r , adalah adalah pipa) pipa) =  = r2 d d adalah diameter pipa) ==  r = d ,d d pipa) 1,  = r == d ,= ddadalah diameter pipa) 2 2 4  = 4 r =4 d , d adalah diameter pipa) 4 4 1yang Debit air4 dari pipa dinyatakan dalam fungsi berikut  d2,mengalir = r2 = d adalah diameter pipa) 4 Debit air yang mengalir dari pipa dinyatakan dalam fungsi berikut Debit air yang mengalir dari pipa dinyatakan dalam fungsi berikut Debit air yang mengalir dari pipa dinyatakan dalam fungsi berikut Debit air yang mengalir dari pipa dinyatakan dalam fungsi berikut Debit air yang mengalir dari pipa dinyatakan dalam fungsi berikut Debit air yang mengalir dari pipa dinyatakan dalam fungsi berikut 246 Buku Guru Kelas X Debit air yang mengalir dari pipa dinyatakan dalam fungsi berikut 20 20 20 20 2 2 2 220  (= d = ) d ,dd  R , d, 0 R, d  0 (1)   q( d) =(q (q )d ,) d  ,  0 (1) (1)  q d )d ( ) d ,R d R ,R d 0  ( ) )= ( (20 )( d  ,d d2  (1)  q (d = ) d0  (1)  2  q(d) =  R, d  0 (1)  )d , d4 4 ( 4 44 4 20  q(d) = ( (1)  )d2, d R, d  0 4 Kain tenun yang berasal dari Sumatera Barat atau yang lebih dikenal dengan songket KainKain tenun yang berasal dari Sumatera Barat atau yang lebih dikenal dengan songket tenun yang berasal dari Sumatera atau yang lebih dikenal dengan songket Kain tenun yang berasal dari Sumatera Barat atau yang lebih dikenal dengan songket Kain tenun yang berasal dariBarat Sumatera Barat atau yang lebih dikenal dengan son Kain tenun yang berasal dari Sumatera Barat atau yang lebih dikenal dengan songket

.

. .. .

.

1 q = (  d2 )( 2 gh ) (penampang pipa berbentuk lingkaran, luas penampang pipa adalah A 4
= r2 =

1 2  d , d adalah diameter pipa) 4

Debit air yang mengalir dari pipa dinyatakan dalam fungsi berikut  q(d) = (
20  )d2, d R, d  0 .................................................. (1) 4

(1)

Kain berasal dari Sumatera atau lebih yang dikenal lebih dikenal Kain tenuntenun yang yang berasal dari Sumatera Barat Barat atau yang dengan songket dengan songket Minangkabau merupakan suatu hasil karya tradional yang perlu Minangkabau suatu hasil karya tradional yang perlu dipertahankan. dipertahankan. merupakan kekayaan motifnya ternyata juga memiliki arti dan nilai kebersamaan kekayaan tersendiri.ternyata Adapunjuga jenis-jenis motif dari nilai kain kebersamaan songket Minangkababu tersebut jenis-jenis motifnya memiliki arti dan tersendiri. Adapun diantaranya adalah motif Pucuk Rabuang, motif Itiak Pulang Patang, motif Kaluak motif kain songket tersebut diantaranya adalah motif Pucuk Paku, dari dan yang lainnya. Minangkababu Motif Kaluak Paku misalnya memiliki makna bahwa kita Rabuang, sebagai manusia haruslah mawas diriKaluak sejak kecil, dan perlu belajar sejak dini mulai motif Itiak Pulang Patang, motif Paku, dan yang lainnya. Motif Kaluak Paku dari keluarga. Pendidikan dalam keluarga menjadi bekal utama untuk menjalankan misalnya memiliki maknaSetelah bahwa dewasa kita sebagai manusia haruslah mawas diri sejak kecil, dan kehidupan di masyarakat. kita harus bergaul ke tengah masyarakat, sehingga bekal hidup dari keluarga bisa menjadikan diri lebih kuat dan tidak mudah terpengaruh hal negatif. Selain itu juga, motif Kaluak Paku juga memiliki makna lainnya, yaitu seorang pemimpin harus mampu menjadi teladan bagi masyarakat yang 247 BUKU PEGANGAN ada disekitarnya. UkuranSISWA panjang dan lebar kain songket cukup bervariasi. Ukuran panjang dan lebar kain songket cukup bervariasi. Sekarang mari kita perhatikan salah satu jenis kain songket yaitu kain sonket motif Kaluak Paku, dalam hal ini kita jadikan bahan inspirasi mengangkat masalah matematika terkait fungsi kuadrat.

Masalah-7.6
Sebuah kain songket dengan ukuran panjang 9 m dan lebar 3 m. Di bagian 4 4 tengah terdapat 5 bagian daerah yang 451 m m. Tentukan ukuran luas seluruhnya 400 bagian kain songket yang berwarna merah dan daerah berambu benang.
Gambar 7.8 Kain Songket

♦ Pahamilah masalah di atas, artinya kamu tuliskan hal apa yang diketahui, apa yang ditanyakan, dan interpretasikan dalam gambar. Gunakan variabel untuk menyatakan masalah dalam matematika. Ingat konsep dan aturan-aturan apa saja yang terkait dengan masalah yang dihadapi sehingga dapat terpecahkan.

Matematika

247

Cermatilah beberapa pertanyaan yang mengarahkan kamu bekerja lebih efektif. 1) Berbentuk apakah daerah bagian dalam kain songket. Bagaimana kamu menentukan luas daerah tersebut? 2) Apakah ada keterkaitan konsep dan prinsip persamaan kuadrat untuk menentukan ukuran daerah bagian dalam kain songket? Alternatif Penyelesaian Misalkan:

9 3 27 451 1 7 m 4 4 16 400 10 5 9 3 27 451 1 7 Lebar kain songket adalah = m. 4 4 16 400 10 5 Lebar daerah berwarna merah dan berambu benang adalah x m. Akibatnya panjang dan lebar daerah bagian dalam masing-masing (p – 2x) m dan (l – 2x) m Panjang kain songket adalah p = Secara keseluruhan, bagian-bagian kain songket dapat digambarkan sebagai berikut.

Karena daerah bagian dalam kain songket berbentuk persegi panjang, maka luas bagian dalam kain songket adalah L1 = ( p − 2 x)(1 − 2 x) Menanyakan pada siswa, jika
harga x berubah bagaimana   3 9 L1 ( x) =  − 2 x   − 2 x  nilai L1 apakah ikut berubah?   4 4 27  18 6  −  +  x + 4 x2 L1 ( x) = 16  4 4  27 ∴ L1 ( x) = 4 x 2 − 6 x + , x ∈ R, x ≥ 0 .............. ........................... (Pers. 1) 16 9 3 27 451 1 7 Pada soal diketahui luas daerah bagian dalam kain songket L1(x) = m2, sehingga 4 4 16 400 10 5 Persamaan-1 dapat dijadikan dalam bentuk persamaan kuadrat

248

Buku Guru Kelas X

451 27 ⇒ L1 ( x) = 4 x 2 − 6 x + 400 16 27 451 ⇒ = 4 x2 − 6 x + 16 400 675 451 ⇒ 4 x2 − 6 x + − =0 400 400 14 ⇒ 4 x2 − 6 x + =0 25 14   1  ⇒  2x −   2x −  = 0 5  5  7 1 ⇒ x = atau x = 5 10 Ukuran panjang dan lebar daerah kain songket yang berwarna merah ditentukan sebagai berikut L1 ( x) = 1 9 1 41 ⇒ p1 = p − 2 x = − = m 10 4 5 20 3 1 11 1 x = ⇒ l1 = l − 2 x = − = m 10 4 5 20 x= 9 3 9 27 3 451 27 1 4517 1 7 Ukuran panjang dan lebar daerah berambu benang adalah m × m. 4 4 16 4 4 400 16 10 4005 10 5 9 3 27 451 1 7 Untuk harga x = tidak berlaku sebab menghasilkan panjang p1dan lebar l1 bernilai 4 negatif. 4 16 400 10 5 Kenyataan hidup terkadang berbeda dengan apa yang kita harapkan. Seperti Pak Ketut yang memiliki ijazah Sarjana Pertanian, telah lama dan berulangkali melamar pekerjaan di kota Jakarta. Ternyata, ia belum beruntung memanfaatkan ijazahnya sampai saat ini. Akhirnya, ia kembali ke Pulau Dewata dan berencana membuat keramba ikan Gurami dan Udang. Tetapi, ia mendapat masalah sebagai berikut.

Matematika

249

Masalah-7.7
Pak Ketut memiliki jaring jala sepanjang 60 m. Ia ingin membuat keramba ikan gurami dan udang. Kedua keramba ikan dibuat berdampingan, seperti tampak pada gambar berikut.
Gambar 7.9 Keramba Ikan Gurami dan Udang

♦ Arahkan siswa memahami masalah dan menginterpretasikan masalah dalam gambar dan memperhatikan Gambar-7.9 di buku siswa.

Misalkan panjang keramba y m dan lebarnya x m, serta kelilingnya keramba k m. Tentukanlah ukuran keramba agar luasnya maksimum! Alternatif Penyelesaian Penampang permukaan keramba dapat digambarkan sebagai berikut.

Gambar 7.10 Posisi Tambak

Karena panjang jaring jala yang tersedia adalah 60 m maka keliling keseluruhan permukaan keramba ikan adalah 1 1 1 1 1 2 3 3 4 K = 2y + 3x = 60 ⇒ 2y = 60 – 3x ⇒ y = 30 – x 5 6 2 3 4 3 4 2 3 Luas keseluruhan permukaan keramba ikan adalah L = panjang × lebar L=y×x 250

Buku Guru Kelas X

1 1 1 1 1 2 3 3 4 1 1 1 1 1 2 3 3 4 y = 30 – x ⇒ L = y × x ⇒ L = (30 – x)x 5 6 2 3 4 3 4 2 3 5 6 2 3 4 3 4 2 3 ⇒ L = 30x – x2 Karena luas permukaan keramba tergantung nilai x maka persamaan fungsi luas dapat dinyatakan sebagai berikut. 1 1 1 1 1 2 3 3 4 ∴ L(x) = 30x – x2, x ∈ R, x ≥ 0 5 6 2 3 4 3 4 2 3 Dengan mengambil beberapa harga x, diperoleh beberapa harga L dan disajikan pada

Dengan mengambil beberapa harga x, diperoleh beberapa harga L dan disajikan pada tabel berikut.tabel berikut Nilai x Nilai L
7.1 Nilai L dengan x merupakan bilangan bulat genap positif Tabel Tabel 7.1: Nilai L dengan x merupakan bilangan bulat genap positif

0 0

2 54

4 96

6

8

10

12

14 126

16 96

18 54

20 0

126 144 150 144

Sekarang mari kita gambarkan grafik fungsi L(x) = 30x – x2 3 pada bidang koordinat Sekarang maribantuan kita gambarkan fungsi (x) tabel = 30di x atas. – x2 pada bidang koordinat dengan nilai-nilai x grafik dan L yang ada L pada

dengan bantuan nilai-nilai x dan L yang ada pada tabel di atas. 200
175

L

2

L
200 175 150 125 100 75

150 125 100 75 50 25 0 2

P (10, 150)

P (10,150)
x

4 6 8 10 12 14 16 18 20 Gambar 7.11 Grafik Fungsi Kuadrat

Coba cermati harga-harga x dan l di dalam Tabel 7.1 dan grafik fungsi 50 l(x) =25 30x – 3 x2, x ≥ 0 memiliki ciri-ciri sebagai berikut. 2

x a) Kurva 0 terbuka 2 ke 4 bawah6 10 12 16 18 20 b) Grafik memotong sumbu-x pada dua titik yang berbeda yaitu titik (0, 0) dan titik (20, Gambar 0). 7.11: Grafik Fungsi Kuadrat Coba cermati harga-harga x dan L di dalam tabel 7.1 dan grafik fungsi L(x) = 30x –
Matematika

3 2 x, x 251 2

 0 memiliki ciri-ciri sebagai berikut. a) Kurva terbuka ke bawah b) Grafik memotong sumbu-x pada dua titik yang berbeda yaitu titik (0, 0) dan

Diharapkan siswa menemukan beberapa fungsi kuadrat berikut. • • •  20  2 q(d) =   3 π  d . • Koefisien variabel berpangkat 1 dan 0 dapat bernilai 0. x ∈ R. d ∈ R. Diharapkan siswa menuliskan ciri-ciri fungsi kuadrat sebagai berikut.c) Grafik fungsi mencapai puncak pada titik (10. suruh siswa menuliskan pengertian fungsi kuadrat dengan kata-katanya sendiri dan hasilnya diskusikan secara klasikal. • Sebuah fungsi • Memuat sebuah variabel bebas atau peubah bebas • Pangkat tertinggi variabel bebasnya adalah 2 dan pangkat terendahnya adalah 0 • Koefisien variabel bebas adalah bilangan real • Koefisien variabel berpangkat 2 tidak sama dengan nol. x ≥ 0. 150). 9. x ≥ 0. d) Garis x = 10 membagi dua luas (sama besar) daerah di bawah kurva. ♦ Berdasarkan ciri-ciri fungsi kuadrat di atas. 2 2 ♦ Menyuruh siswa untuk meuliskan ciri-ciri dari fungsi kuadrat secara individual dan hasilnya didiskusikan secara klasikal. berdasarkan pengetahuan yang telah dimiliki sebelumnya di SMP. dan 10. 2 Berdasarkan grafik fungsi di atas. Dari hasil diskusi siswa secara klasikal ditetapkan. Ciri-ciri fungsi kuadrat. luas maksimum diperoleh saat lebar dan panjang permukaan keramba ikan. sehingga garis x = 10 dapat dikatakan sebagai sumbu simetri grafik fungsi 3 L(x) = 30x – x2. x ∈ R.   9 3 27 451 1 7 l1(x) = 4x2 – 6x + . 252 Buku Guru Kelas X . yaitu x = 10 m dan y = 15 m 3 x = 10 m dan y = 30 – x ⇒ y = 15 m 2 Luas maksimum permukaan keramba ikan adalah L= 150 m2 ♦ Menyuruh siswa menemukan fungsi kuadrat pada langkah Pemecahan Masalah-8. 4 4 16 400 10 5 (x) = 30x – 3 x . d ≥ 0.

Fungsi g bukan merupakan fungsi kuadrat sebab nilai fungsi g adalah konstanta c untuk setiap x anggota domain A. Fungsi g dapat dinyatakan. B ⊂ R. Contoh 7. dan c adalah bilangan real dan a ≠ 0. Cermati pemahaman siswa dari alasan-alasan yang diberikan. Fungsi g ini disebut juga fungsi konstan. dengan g(x) = c. Hal ini tidak memenuhi syarat Definisi-7.2 Fungsi kuadrat dalam x adalah suatu fungsi yang berbentuk f(x) = ax2 + bx + c. c ∈ R dan a ≠ 0. dengan f(x) = ax2 + bx + c. ajukan beberapa contoh dan bukan contoh fungsi kuadrat yang ada pada buku siswa dan meminta siswa memberikan alasan mengapa fungsi yang diberikan merupakan fungsi kuadrat atau bukan fungsi kuadrat. a. Contoh 7. Misalkan A. Apakah fungsi h merupakan fungsi kuadrat? • Diharapkan siswa memberikan jawaban sebagai berikut. didefinisikan fungsi g : A → B.4 Misalkan A. g(x) = c ⇒ g(x) = 0x2 + 0x + c. b. bahwa a ≠ 0. Apakah fungsi g merupakan fungsi kuadrat? • Diharapkan siswa memberikan jawaban sebagai berikut. didefinisikan fungsi f : A → B. h merupakan fungsi kuadrat sebab 1) h merupakan suatu fungsi. dengan a. ∀ x ∈ A. b. 253 Matematika .Definisi 7. B ⊂ R. Berarti koefisien x2 adalah 0. t ∈ R.2 di atas. ♦ Untuk lebih memahami konsep fungsi kuadrat di atas. Dengan : x adalah variabel bebas atau peubah bebas a adalah koefisien dari x2 b adalah koefisien dari x c adalah konstanta persamaan f(x) adalah nilai fungsi yang tergantung pada nilai variabel x. c ∈ B.5 Didefinisikan h(t) = (t – 2)2.

dan c = 8.7 Misalkan himpunan A = {x | 0 ≤ x ≤ 3. y ∀ R} . y ∈ R} Didefinisikan f : A → B f : x → x3.6 Misalkan himpunan A = {x | -2 ≤ x < 3. Apakah fungsi f merupakan fungsi kuadrat? • Diharapkan siswa memberikan jawaban sebagai berikut. Fungsi f(x) = x3. b = 3. ∀ x ∈ A. 3) Koefisien t2 adalah a = 1 ≠ 0. c) Koefisien x2. Pangkat tertinggi variabel t adalah 2. dan daerah hasil (range) f adalah Rf = B. x ∈ R} dan B = {y | 8 ≤ y ≤ 26. b) Pangkat tertinggi variabel x adalah 2. ∀ x ∈ A Apakah fungsi f merupakan fungsi kuadrat? • Diharapkan siswa memberikan jawaban sebagai berikut. t ∈ R. f merupakan fungsi kuadrat sebab a) f merupakan fungsi dengan daerah asal (domain) f adalah Df = A. dan konstantanya adalah a = 1. 254 Buku Guru Kelas X . x ∈ R} B = {y | -8 ≤ y < 20. bukan merupakan fungsi kuadrat sebab pangkat tertinggi dari variabel x adalah 3. Didefinisikan f : A → B. Contoh 7. ∀ x ∈ A.2) h(t) = (t – 2)2 = t2 – 4t + 2. Contoh 7. x. dengan f (x) = x2 + 3x + 8.

ukuran x agar volume air yang Sumbupersegi yang terbentuk. Buatlah pemecahan tersebut dalam sebuah laporan serta sajikan di depan kelas.3 x Bantulah menentukan x 30 . x  A UJI KOMPETENSI-7. nyatakan kan konsep dan aturan fungsi kuadrat. 0 A (x. Pekerjaan Pak Suradi adalah 2. Titik A(x. x  A Didefinisikan f : A  B.1. garis-garis tegak lurus terhadap x PEGANGAN dan panjang Sumbuy sehingga terbentuk perse BUKU SISWA Projek a) Jika L menyatakan luas daerah persegi panjang Rancanglah permasalahan terkait gerakan peluru dan ekonomi yang menerapyang masalah terbentuk. dengan diagonal OA. y) terletak pada garis g dengan persamaan 2 x + y = 10. dengan f (x) = x2 + 3x + 8. x  R dan B = y  8  y  26.Didefinisikan f : A  B f : x  x3. b) Apakah L sebagai fungsi merupakan y fungsi kuadrat dalam x? tertampung maksimal. x  A Pak Suradi adalah pembuat Talang Air.3 4. b) Apakah L sebagai fungsi merupakan fungsi kuadrat x dalam x ? 0 Matematika 255 BUKU PEGANGAN SISWA 253 . Perhatikan Gambar berikut. Bantulah menentukan Pak ukuran Uji Kompetensi 7.2x dari lembaran seng yang lebarnya 30 seng terhadap Sumbux cm dan Sumbuy sebuah Talang Air dari lembaran yang lebarnya 30 dengan melipat lebarn cm dengan melipat lebarnya atas tiga sehingga terbentuk persegi panjang 2. bagian seperti terlihat pada Gambar. dengan f (x) = x2 + 3x + 8. nyatakan lah L sebagai fungsi x. y) lah L sebagai fungsi x. Misalkan himpunan A = x  0  x  3. UJI KOMPETENSI-7. Pekerjaan Pak Suradi adalah pembuat Talang Air. y) terletak pada garis g air yang terta volume pembuat Talang Air. y Pekerjaan  R Didefinisikan f : A  B. y) terletak pada garis g dengan persamaan 2 x + y = 10.3 1. Ia mendapat maksimal. Perhatikan Gambar berikut. Ia mendapat sebuah Talang Air dari lembaran seng yang lebarnya 30 cm denga atas tiga bagian seperti terlihat pada Gambar. A (x. Titik A(x. Dari x x 1.2x y Pak ukuran x Suradi a) Jika L menyatak daerah agar persegi volume air yang tertampung x maksimal. Dari titik A dibu Bantulah Pak Suradi menentukan a) Jika L menyatakan luas daerah panjang dengan diagonal OA. y) yang terbentuk. n lah L sebagai fung b) Apakah L sebaga x dalam x ? merupakan fungsi 2. pesanan membu pesanan membuat sebuah Talang Air titik A dibuat garis-garis tegak lurus 30 . SumbuPerhatikan garis-garis tegak lurus terhadap x dan Sumbu-y sehingga gambar berikut! panjang dengan diagonal OA. Ia mendapat dengan persamaan 2 x + y = 10. atas tiga bagian seperti terlihat pada Gambar. Titik A(x.

x x≥ . x  0 dapat d Grafik fungsi kuadrat y) =xf(. diperoleh nilai yfungsi dalam tabel berikut. fx  R (dari ) x . p 4 butuhkan untuk air yang mengalir adalah y. x  0 dan ingat kembali bagaimana menggambar grafik fungsi 4 apa saja yang kamu butuhkan untuk menggambar grafik fungsi 1) Pikirkan . d  0. x R. x R dari grafik fungsi kuadrat  ) xperoleh 4 2.diingatkan 20 Ingat kembali.6 30 40 20 30 . 4 20 adalah y.17 20 6) Bilamana grafik memotong sumbu x dan memotong sumbu y? y = f(x) 2 20 0. bagaimana menggambarkan grafik persamaan fungsi k Untuk beberapa nilai x diberikan. Besarnya debit air yang mengalir dari pipa tergantu 4 sebagai berikut. x R. Berarti y dapat dinyatakan dalam x. x R. (. x maka air adalah 2 y = f(x) = () x . x  0 dan ingat kembali bagaimana menggambar grafik fungsi f(x) = ( kuadrat  ) xdan fungsi kuadrat yang baru. Jika = 0. diperoleh y= (xf) disajikan Untuk beberapa nilai xx diberikan.11 adalah y.kuadrat  )y  4 4 4 20 f(x) = (  ) x2.d R.kita telah . memberikan 5) kamu perbedaan kedua grafik kuadrat tersebut? 3) Dapatkah Apa kaitan konsep pencerminan dengan masalah ini? = f(x) disajikan x 0 dan1 2setelah 3 dicerminkan? 4 6) Bagaimana Bilamana grafik memotong sumbu x memotong sumbu y ? 4) komponen-komponen grafik fungsi y = perbedaan f(x) 0 3. bagaimana menggambarkan grafik persamaan fungsi kuadrat dan 2 memanfaatkan sifat pencerminan untuk memperoleh grafik persamaan memanfaatkan sifat pencerminan untuk memperoleh grafik persamaan fun .04 31. x  R.6 56. x R. Besarnya debit air yang mengalir dari Ingat kembali. bagaimana menggambarkan grafik persamaan fungsi kuadrat♦ di SMP. x  0. d  0.17 5) Dapatkah kamu memberikan kedua grafik fungsi kuadrat tersebut? debit konsep air yang mengalir dari pipa.. baru. x  R  besarnya ukuran (x)grafik pipa. x  0. x .x x ∈R R. 4 20 2 Masalah 7. x R. 2 Grafik persamaan fungsi kuadrat y = f(x) = (  ) x . Jika = 0. maka debit air adalah 255 y = f(x) = f(0) = sebagai berikut. x  0. x  0 x 0 1 2 3 4 4 50 60 40 56.17 y = f(x) 50 0 3. 4 memanfaatkan sifat pencerminan untuk memperoleh grafik persamaan fungsi kuadrat 20 yang baru. x R. x  0 dengan fungsi kuadrat 4 kuadrat diyang SMP. x ∈ R. x ≥ 0. 20 Perhatikan fungsi kuadrat y = f(x) = (  ) x2. x R. y = f(x) = (. yaitu y = f(x) = memperoleh grafik fungsi 20  ) x2. . x R.  0. dalam tabel berikut.51 14. Jika x = 0.8. Temukan kuadrat y = f(x) = (R dari grafik kuadrat  ) x2. 4 memperoleh grafik fungsi Siswa kembali. x .04 31.04 31. bagaimana menggambarkan grafik persamaan fungsi kuadrat d x 0memanfaatkan 1 2 sifat 3 pencerminan 4 untuk memperoleh grafik persamaan fungsi kuad baru.debit maka adalah y = f(x) 20 pencerminan pipa tergantung besarnya ukuran diameter (x) pipa. x∈ R dari grafik fungsi Ingat kembali. x R. yaitu y = f(x) = (  ) x2. Besarnya debit air yang mengalir daridebit pipaair tergantung 3) Apa kaitan dengan masalah ini? besarnya ukuran diameter (x) pipa. dengan fungsi kuadrat 2) Apa fungsi (x ) f= ( = (  ) 4 4 4 debit air yang mengalir dari pipa. 0yang 3. x  0. x R. 2) Apa perbedaan fungsi kuadrat f(x )=(  ) x2. x  0 dapat digambarkan debit air yang mengalir dari pipa. x  0.R x 0 0. x  0. maka debit nilai air adalah y = f(x) = f(0) = 0. Misalkan ukuran grafikfungsi pipa adalah x dan fungsi besar debit y = f(x) = ( ) xd . x R dari grafik fungsi kuadrat f(x) = ( 4 Beberapa pertanyaan arahan yang perlu kamu cermati untuk 2 Temukan grafik fungsi kuadrat y = f(x) = ( 20 ) x . yang menyataka 20 20 20 4 2 Perhatikan fungsi kuadrat yang menyatakan menyatakan = (x) ). Berarti y dapat dinyatakan dalam x. d ≥ 0. 2 = (x )= p grafik fungsi kuadrat f(x) = ( x2 . d ∈ R. Jika x = 0.6 56. x 4 4 yang menyatakan besar debit air yang mengalir dari sebuah pipa adalah q(d) = Beberapa pertanyaan arahan yang perlu kamu cermati untuk 20 2 x2 . 0. diperoleh nilai y = f(x) disajikan dalam tabel berikut.xx ) =R (. diperoleh nilai yf = (x ) disajikan dalam 4) Bagaimana komponen-komponen fungsi setelah dicerminkan? besarnya debit air yang mengalir dari pipa.diameter Untuk beberapa nilai x diberikan. 20 y 70 y = f(x) = (  ) x2.11 grafik Dari hasil pemecahan persamaan fungsi kuadrat Temukan fungsi kuadrat y Masalah = f(x) =7. Besarnya debit air yang mengalir dari pipa 1) Pikirkan 20 apa saja yang kamu menggambar grafik fungsi 20 20 ) x 2. x  4 4 20 gambarkan sebagai berikut. x R.51 14. x R. Berarti y dapat dinyatakan dalam x. BUKU PEGANGAN SISWA besarnya ukuran diameter (x) pipa.51 14. y = f(x) = ( )x 420 y = f(x) = ( ) x2. y Untuk beberapa nilai x diberikan. Misalkan ukuran diameter pipa adalah x dan besar 4 debit air yang mengalir 20 Masalah 7. dapat f(x) = ( menyatakan besarn Perhatikan fungsipersamaan kuadrat y =  Grafik persamaan fungsi kuadrat di255 BUKU PEGANGAN SISWA ) yang x2. tabel b y = f(x )4 =f (0) = 0. yaitu y = f(x) = (  ) x2. d R. Misalkan ukuran diameter pipa adalah x dan besar debit air yang20 mengalir menyatakan besar debit air yang mengalir dari sebuah pipa adalah q(d) = (  ) d2..kuadrat x  R fy  x2 x R. x yang besarnya Perhatikan fungsi kuadrat y = f(perbedaan x) = () x2. x  256 Buku Guru Kelas X 4 20 60 70 y = f(x) = (  ) x2. Grafik Fungsi Kuadrat 20 20 diameter 2 2.

20 20 70 )x )x . == ( ( 20 20 2 2 0 terhadap Sumbu-y.12: Grafik fungsi = f(x) = (  ) x2.51 14. 0) 10 = 0 dan nilai minimum y yang =0 f(0) =0 x Memiliki sumbu simetri membagi dua daerah kurva sama besar. y 70 60 50 40 30 20 10 )x )2x .2. x R. D = b2yang – dua 4ac = 0 kurva 0 1 2 3 4 5 6 dan nilai minimum y= =0 f(0)y = 0 f(0)x dan nilai minimum 0 titik O(0. 0) Kurva terbuka ke terbuka atas 20 Memiliki Memiliki titik puncak (titik balik minimum) di titik (0. x  x 0.x  00 dapat dapat digambarkan digambarkan 3. . 0) besar.0. maka diperoleh sebuah parabola berikut.  ) xR . x dan parabola di atas adalah Ciri-ciri fungsi kuadrat dan parabola di atas adalah )) x2 .  ) x2. 2 Gambar 7.17 20  ) x2.13: Grafik ( ) x . menyelidiki sifat-sifat grafik fungsi kuadrat ditemukan. x  0 dapat digambarkan 4 Grafik persamaan fungsi kuadrat y = f(x) = ( sebagai berikut. 1 4 2 5 3 6 4 5 6 -6 -3 -5 -4 -3 -2 0-1 1 0 2Grafik 20 3 -6 -6 -5 -4 -2 -1 2 -5 -4 -3 -2 -1 1 2 3 4 5 6 20 4 2 Gambar 7. yaitu garis Memiliki simetri yang membagi dua daerah kurva sama  • Memiliki titik sumbu puncak (titik balik minimum) di O (0. maka diperoleh sebuah parabola berikut. x  x  2 0 terhadap Sumbu-y. 0)  titik puncak (titik balik minimum) di titik OO (0.X 0 1 2 3 4 y = f(x) 0 Rx .17 10 255 BUKU PEGANGAN SISWA 10 20 ’ ’ A A 20 20 ’ A A ’ B xx 0 B B' B B 10 0B 10 256 256 1 2 3 4 5 6 10 -6 -5 -4 -3 -2 -1 ’ 1 2 3 4 5 6 ’ -3 -6 -5A -4 A -2 A -1 A x 20 0 A' persamaan fungsi kuadrat A' xx y = f(x) = (  ) x2. x R.13: Grafik fungsi == ( ( 4 ) ) x x. Memiliki sumbu simetri yang membagi daerah sama yaitusama garis xgaris = 0 xyaitu membagi dua • Memiliki Nilai diskriminan. 20 x Dengan grafik persamaan fungsi Perhatikan fungsi kuadrat y 4 = f(x) = ( 4  ) x . maka diperoleh parabola berikut.6 56. Ciri-ciri fungsi kuadrat y = f(x) = (  ) x . x  0.x  Gambar 7. terhadap x  R terhadap Sumbu20 Cerminkan grafik grafik fungsi fungsi kuadrat y = f(xy )= =f ((x) =  )4 x2. D = b – 4ac = 0  Kurva menyinggung pada titik O(0. x  RR 20 2 4 20 sebagai berikut. x R. 4 20 2 Dengan mencerminkan mencerminkan grafik persamaan fungsi kuadrat y = kuadrat f( x) = ( y  ) x2.  70 debit air yang sebuah mengalir dari pipa.13: Grafik fungsi(x () x) . x R. x R. Nilai diskriminan. x  0. menyelidiki sifat-sifat grafik grafik fungsi fungsi kuadrat yang ditemukan. x R. diperoleh f(x)→ =nilai (f(x) x x 4 40 4 60 D' D ’ 40 60 50 D D ’ D’ ’ 50 30 D 50 CC 30 CC 40 x 0 1 2 3 4 40 20 40 ’ ’ 20 30 B ’ C' C’ B C 30 C B y= C 30 C f(x) 0 B 3. x  R Gambar 7. maka debit air a DD D 20 50 2 20 70 50 beberapa = ( ) x2. 0) Kurva menyinggung sumbu pada titik O(0. 0) dan nilai minimum y = f(0) • Kurva menyinggung pada dan nilai minimum y sumbu == f(0) == 0 20 2 Gambar 7.04 31. x R dan parabola di atas adalah 2       2 20 ( 20 Cerminkan kuadrat ) xR . Besarnya air f ( = ( xdebit xx  RRyang meng ) ) 44 4 y y 4 y 60 ’ 60 ’ besarnya ukuran diameter 70 D (x) pipa. x R. 0) 257 Kurva menyinggung sumbusumbu x padax titik O(0. yaitu garisxx==00  Memiliki sumbu simetri yang dua daerah kurva sama besar. 0) 40 4 4 60 4 menyelidiki sifat-sifat grafik fungsi kuadrat yang ditemukan.04 31. 0) Dengan mencerminkan grafikMatematika persamaan fungsi kuadrat y = f(x) = Kurva menyinggung sumbu xx pada titik O(0.51 14. Jika x = 0.x . 20 yang 2 .2 x . = 0 garis 6 kurva -6 sumbu -5 -4 simetri -3 -2 membagi -1 1 2 3 4 daerah 5 besar. yaitubesar. bagaimana menggambarkan grafik persam xx R.12: Grafik fungsi = f(x)yang = ( baru. x  R nilai y = f(x) disajikan 70 60 Untuk diberikan. 0) Memiliki titik puncak (titik balik minimum) di titik O titik (0. x R.x Sumbux dan x dan 2 20 0 terhadap Sumbu.13: Grafik fungsi fungsi (x) = ( (x) =  x 4 4 x sifat pencerminan untuk memperoleh grafik p 1 1 22 3 3 4 4 5 5 6memanfaatkan 6 20 Gambar 7. x 00  y = f(x) = ( 20  ) x2.x RR dan parabola di atas adalah Ciri-ciri fungsi kuadrat y20 == f(f x == ( ( 2 4  20 20 70 2  )x Ciri-ciri fungsi kuadrat y = f ( x ) = ( . Ingat kembali. 2D = b – 4ac = 20  Nilai diskriminan. D = b – 4ac = 0= 2  Nilai diskriminan. fx () x) = ( x.R. Cerminkan grafik fungsi kuadrat y = f ( x ) = ( x xRRterhadap terhadap Sumbudan Cerminkan grafik fungsi kuadrat 4 y = f(x) = ( y4 . ) xR. 20 50 2 adalah a = 20 >> Koefisien Koefisien 20 2 x2xadalah a = 00  • 20 30 2 adalah a = > 0  Koefisien x 4 0 Koefisien x adalah a =  > 4 40 4 • Kurva terbuka 4 ke atas 20  Kurva terbuka ke atas 30  Kurva ke atas (titik10  • Kurva terbuka ke atas Memiliki titik puncak balik minimum) di titik O (0.6 56. D b – 4 ac = 0 4  Nilai diskriminan. ya y 0 y 20 2 60 20 Ciri-ciri fungsi kuadrat y () x ) x . x R. x  0 4 .x Sumbuxxdan ) )x2 4 menyelidiki sifat-sifat kuadrat yang ditemukan.R x . x  R dan parabola di atas adalah 50 y = f(x) = ( ) 4 sebagai berikut.

4 a = lengkap 0 fisien x adalah  >  Kurva terbuka ke atas R. yaitu garis x fungsi =4 0 kuadrat yang ditemukan. x R terhadap Sumbu-x  )0) 1 4 5 6 y= 20 ’ 0 -6 -5 -3 nkan grafik fungsi kuadrat y0 = x)-4 = ( ) xfungsi Sumbu -6 f( -5 -4 -3 -2 -2 -1 -1 1.terbuka x -5  -4 R 4  ) x2 A’ fungsi A ke atas 4  = atau garis mengingat kembali sifat-sifatxpencerminan bahwa 20 arah 0 20 y 2 0.50 B’ B 10 ’ 40 A A 70 C’( 20 30 0 f(x) = ) x2. Ciri-ciri fungsi kuadrat y = fminimum) (x) = ) x2= . Dengan mengingat sifat-sifat 20 fungsi 20 20 2 2 kuadrat y 7. 0) Kita cerminkan grafik fungsi kuadrat = =R( terhadap . x R 70b – 4ac = 0 terhadap Sumbuadalah sebagai berikut 20 x  Nilai diskriminan. x Rx  ) xSumbu70 20 4 ’ 40 diskriminan. yai Cerminkan fungsi y = f ( x ) )daerah x2f(x) . x R terhadap Sumbu-x atau Ciri-ciri fungsi y (y == f(x ) = ) x .O x  R 0) dan parabola di atas adala 2 di 4titik tersebut perubahan fungsinya dari menjadi 30  2 diikuti  20 20  Nilai diskriminan.2 x 3R menjadi -6 -5 -4 dicerminkan -3 -2 ( -1 4 Sumbu5 6 y 20 kuadrat y = f(x) setelah terhadap -6 -5 -4 -3 -2 -1 1 2 3 4 5 6 4 x adalah sebagai berikut.sama yaitu besar.13: Grafik fungsi ( x ) = ( ) x2 . 1 2 3 4 5 6 -6 -5 -4 -3 -2 -1 20 2  Memiliki titik puncak (titik balik minimum) titik O    dengan Gambar 7.dan di atas adalah  10 parabola y= f(x )x= (– Secara lengkap bayangan grafik persamaan fungsi 20 2 4 dan nilai minimum y fungsi = =a 0 = y = f( 200 x > 0 20  Koefisien yf(0)kuadrat 2adalah R . Sehingga fungsi kuadrat y = f( 2 4 Sumbu-xnilai minkan grafik fungsi kuadrat y = f(x) = (20  )2 xsifat-sifat . Dengan mengingat kembali sifat-sifat pencerminan bahwa arah benda dengan 4 Gambar 7. 20 4 menyinggung sumbu x pada titik O(0. . Sehingga nilai fungsi kuadrat 2 bayangannya selalu BUKU PEGANGAN SISWA terhadap sumbux (Gambar-7. 4 Cerminkan 4 2 grafik fungsi kuadrat y = f(x) = (  ) x2. menyelidiki grafik fungsi kuadrat inkan grafik fungsi kuadrat y = f(x) = ( ) x . yaitu garis y = 0 40 20 Nilai diskriminan.dicerminkan perubahan fungsinya dari y= f(x )=  ) x2. 257 PEGANGAN • SISWA Memiliki titik a puncak (titik 0) 4 hasil pencerminan 123456- . BUKU PEGANGAN SISWA Gambar 7. Perubahan tersebut diikuti 20 yelidiki sifat-sifat grafik fungsi kuadrat ditemukan. x R .14) adalah 4 bagai berikut 4 •  Kurva t erbuka ke bawah Kurva terbuka ke bawah 20 y  Kurva terbuka ke bawah = Koefisien x2 adalah  < 0 balik maksimum) di titik O(0. minan terhadap sumbux (Gambar-7. x R terhadap danyang ditemukan. 0) ’ 20garis y = 2 mengingat 0 0. x   ) x2fungsi  Ciri-ciri kuadrat R dan hasil pencerGambar Grafik fungsi f(x dan grafik pencerminan f(xhasil ) parabola 4 4 4 berlawanan arah. Perubahan tersebut di diikuti  x . Denganterhadap mengingat kembali sifat-sifat pencerminan bahwa arah benda dengan 2adalah sebagai berikut. 0) va terbuka ke atas 60 50 y 20 lai minimum y = f(0) = 0 20 D’ C’50 D f(x)C 30 kuadrat =( )x2( . Sehingga nilai y = f(x) = 2 2 20 adalah a =  Koefisien x  <0 Ko efisien x adalah a = – 2 adalah a = < 0  Koefisien x  terhadap sumbux (Gambar-7. D = b2 – 4ac = 0 B B 10 ’  Kurva menyinggung Sumbu x pada titik O(0. garis y yaitu = 0 garis y = 0  Memiliki yang membagi dua daerah kurva 60 Memiliki ’ 20 258 2 daerah D f Buku Guru Kelas X ( x ) = ( ) x . x 50 R ’ 1 2 3 4 5 6 -6 -5 -4 -3 -2 -1 C 4 3060 C 40 D’ D 2050 ’ ’ 20 2 2 C fungsi B siswa mencerminkan B C Ciri-ciri y = f30 (x( )x= ( ( 20 )x .14) adalah = 0. x  R   Memiliki titik puncak (titik balik maksimum) di titik O (0. x  R dan  Kita cerminkan grafik fungsi kuadrat terhadap x adalah 20 10 1 parabola 2 3 Sumbu4 di 5 atas 6 -6 -3 -2 -1 Gambar 7.14: Grafik fungsi f(xfungsi ) dan grafik pencerminan f(x) Kitayang cerminkan grafik kuadrat y = f(x) =(  ) x2. 0) 50 dan nilai f(0) = 0 f(0) =4 danminimum nilai minimum 0 257 U PEGANGAN SISWA  Memiliki sumbu simetri2 yang membagi dua daerah kurva sama besar.14) sumbu-x (Gambar-7.4 x  R dan parabola pencerminan  = f(x) = ( Ciri-ciri . x 0 )1 x .atas x2 adalah R  ungsi kuadraty = f(x = (  )x . x   x 4 R berubah dari bernilai diikuti dan nilai y = f (0) = 40  4  x . x ’ Gambar 7. x R terhadap 0. 0) titik puncak (titik balik maksimum) di titik O (0. 40 4 4   20 30  Memiliki titik puncak (titik balik (0. D0) = 2 puncak iki titik (titik balik minimum) di titik O (0. xkurva y 50 2 40 4 40 miliki titik puncak 2 (titik balik minimum) di grafik titik O (0.x ) x2. x sama besar. 0) Sumbux) adalah sebagai 4 4 fungsi kuadrat y terhadap = f ( )= ( x2. yaitu garis x )x 20 Memiliki sumbu simetri yang membagi dua daerah kurva   4 10 berikut Kurva menyinggung sumbu x pada titik O(0.14: = fy (x ) )) x .x R = 20  Memiliki sumbu simetri yang membagi dua sama besar. x Rkembali dan parabola hasil pencerminan pencerminan bahwa arah  garis 0. D = b C 30 dan nilai minimum C f(0) = 0  Kurva menyinggung Sumbu x pada titik O(0. 0) 204 fungsi kuadrat annya selalu • berlawanan arah. xterbuka R di  20 20 berubah dari positif menjadi negatif. x R parabola di 10 40 4 ’ 4 terhadap 20fungsi kuadrat yang ASumbu-x A dan menyelidiki sifat-sifat grafik x’ C’ B B 30 C melakukan hal berikut. Secara lengkap bayangan grafik persamaan ) )setelah terbuka ke atas = fx (x = (. x  Ry C 1 2 3 4 5 6 4 -6 -5 -4 -3 -2 -1 60 ’ 20 20 D D 70B B’ f(x) =20 ( )x 50 y 10 4 ) x2.13: Grafik (x) = (  Kurva . x  R terhadap Sumbu-x atau  4 20 f(x) = ( ) x2. f ( x ) = ( ) x . Perubahan ) 2 20perubahan 50 Kurva ke atas xnegatif.xR 20 berlawanan bayangannya selalu arah. Secara bayangan grafik persamaan fungsi kuadrat y = f(x) setelah dicerminkan 60 20 2 D’ y 4 D O(0. Sehingga nilai fungsi ku 20 0 2 2 3 kuadrat x  Kurva menyinggung sumbu x pada O(0.x R dan  • Meminta grafik fungsi Gambar 7. Dengan   x  R berubah dari bernilai positif menjadi negatif. D = b – 4 ac = ’ – 4 ac = 0  Nilai diskriminan. xlengkap  4 R berubah dari bernilai positif menjadi negatif.13: Grafik fungsi (xdan ) = 50 (parabola ) bernilai x2. x 2  3 R 4terhadap i diskriminan. 0) 20  Nilai ’ diskriminan. x x = R 0 miliki sumbu simetri yang membagi daerah besar. D(= b – ac 0 R .13: Grafik fungsi ( x ) = (  60 ’A A 20 4070 4 x D f(x) = ( D  0 ) x2. Perubahan tersebut diikuti 20 20 20 a = > 0 ien x adalahperubahan  2 2  fungsinya dari y = f(x) = ( 20  ) x . x R menjadi y = f(x) = ( 4 . 70 Memiliki  Kurva terbuka ke bawah BUKU PEGANGAN SISWA sumbu sumbu simetri simetri yang membagi dua kurva sama besar. x(0. Sehingga nilai fungsi kuadrat 70 4 a= Koefisien x adalah  >0 70   4 4 60 60  Memiliki sumbu simetri yang membagi dua daerah kurva sama 20 20 2 Gambar 7. -1 mengingat lidiki sifat-sifat grafik fungsi kuadrat yang 20 4 2 f(x) = ( )x .14: Grafik fungsi f(x) dan grafik pencerminan f(x) 20 fungsi 2 20kuadrat 2 nya selalu berlawanan arah. menyelidiki sifat-sifat grafik terhadap Sumbux adalah sebagai berikut 60 70  Memiliki titik 60 40puncak (titik balik minimum) di titik O (0. D = b – 4ac = 0 B f(0) = 0 30 B 4 60 20 nilai minimum y= 10 sama C’ dan D’dua 3030 kurva C D f(x) = ( )x2. fungsi x R menjadi = =f((x4 )= () x . x RPerubahan menjadi ytersebut = f0 (x) = (fungsinya dari y = f(xpositif ) =4 ( menjadi  ) minimum  ) x2. D=b – 4acKita = -6 -5 -4 -3 B -2 -1 1 2 B 3 4 55 66 4 4 A10 ’ A 20 2 20 0 va menyinggung sumbu x pada titik O(0. Dengan sifat-sifat pencerminan bah x 1 2 b3 5 = 6 0 kembali B -4 40  diskriminan. Diharapkan siswa 10 1 2 3 4 5 6 -6 -5 -4 -3 -2 -1 2 ’ 20  Koefisien x adalah a =A  > 20 A0 20 2 40 B’ Ciri-ciri B kuadrat y = f ( x ) = ( ) x . 0 ditemukan.14) adalah 20 y Ciri-ciri fungsi kuadrat y = f(x) = ( ) x . x  R   Kurva menyinggung sumbu x pada titik 0) 50 iki sumbu simetri yang membagi dua daerah kurva sama besar. 0) x f(x) = )x Rbahwa 1 grafik 2 3 4 5 6 kuadrat garis =-4 0. 0 2 cerminkan grafik f(x) =titik (x dan x2 . Sehingga nilai y = f ( x ) = minkan grafik kuadrat y kuadrat = f(x) = ) (x. Dengan kembali sifat-sifat pencerminan de Cerminkan fungsi y(= f4 (x)= (. x  R 4 4 dari bernilai positif menjadi negatif. xarah  R benda terhadap -6y-5 -3 -2 ditemukan. Secara bayangan grafik persamaan fungsi kuadrat y = f ( x ) setelah dicerminkan 2  x . D= –44ac 10 -2 -1B -6 ’ Nilai -5 -3 10 10 nilai minimum y = f(0) = 0 ’ C C A A30 20 bayangannya selalu berlawanan arah.  0) R  benda bayangannya selalu berlawanan arah. 0)  Kurva menyinggung Sumbu x pada titik O(0.13:kuadrat Grafik )= )x . x R dan parabola grafik persamaan fungsi kuadrat y = f(x) setelah dicerminkan 6 6 5 5 4 3 2 1 1234564 3 2 1 0 0 01 02 03 04 05 06 01 02 03 04 05 06 07  Memiliki titik puncak (titik balik maksimum) di 0) titik O (0. yaitugaris Afungsi 20 A’ grafik 50 menyelidiki sifat-sifat kuadrat yang ditemukan.

c.8 Diberikan fungsi kuadrat f(x) = ax2 + bx + c. a ≠ 0 a a  Matematika 259 . jika dicerminkan terhadap Sumbu-x maka diperoleh g*(x) = -ax2. a ≠ 0. Temukan titik potong grafik dengan sumbu x dan sumbu y. dengan a. ♦ Mengajak siswa menemukan persamaan garis simetri dan titik puncak grafik fungsi kuadrat dengan mengajukan Masalah-7. x ∈ R. 0) ♦ Meminta siswa menyimpulkan hasil pencerminan grafik fungsi kuadrat di atas.12 berikut. b. b. a ≠ 0 ⇒ f ( x) = a  x 2 + x +  . a.• • • Memiliki sumbu simetri yang membagi dua daerah kurva sama besar. b. c adalah bilangan real dan a ≠ 0. c adalah bilangan real dan a ≠ 0 dari grafik fungsi kuadrat g(x) = ax2. Temukan sifat-sifat grafik fungsi kuadrat f(x) = ax2 + bx + c. x ∈ R. c adalah bilangan real dan a ≠ 0 terkait nilai koefisien a dan titik puncak parabola. dengan a. dengan a. b. 0). yaitu garis y = 0 dan nilai minimum f(0) = 0 Nilai diskriminan. Alternatif Penyelesaian Berdasar Definisi 7. dengan a. Temukan grafik fungsi kuadrat f(x) = ax2 + bx + c. c adalah bilangan real dan a ≠ 0. ♦ Diharapkan siswa melakukan hal berikut. x ∈ R dengan sumbu simetri adalah Sumbu-y dan memiliki titik puncak O (0. d. b. Disimpulkan Misalkan g(x) = ax2. D = b2 – 4ac = 0 Kurva menyinggung Sumbu x pada titik O(0. b c  f ( x) = ax 2 + bx + c. Masalah-7. bentuk umum fungsi kuadrat adalah f(x) = ax2 + bx + c.2. Temukan persamaan garis simetri (sumbu simetri) dan titik puncak grafik fungsi kuadrat tersebut.

x ∈ R.  2a    4a      −b    − D   −b    − D  +  kearah f ( x) =sejauh g  x −   satuan fx ( xdan )=g x ∈ R. x ∈ R    −b    − D  2 Grafik fungsi f ( x) = g  x −    +   adalah grafik fungsi kuadrat g(x) = ax . a ≠ 0 menjadi grafik persamaan   −b    − D  fungsi kuadrat f ( x) = g  x −    +   dan menyimpulkan arah pergeseran.  2a    4a   Diharapkan siswa menyimpulkan hal berikut. • Meminta salah satu kelompok mendemonstrasikan di papan tulis. yang digeser Sumbudigeser  x −  sejauh   +    2a    4a   2a    4a    satuan ke arah Sumbu-y. a. Grafik persamaan fungsi g(x) = ax2. 2 2 2  2 b b2 + c  . a    −b    − D    ⇒ f ( x) = g  x −    +   2a    4a     2a    4a    2 dan g ( x) = ax . pergeseran grafik persamaan fungsi kuadrat g(x) = ax2. a ≠ 0 ⇒ f ( x) = a  x −     2a   4a   2 Misalkan g(x) = ax2. a ≠ 0 ⇒ f ( x) = a  x 2 + x+ b 2 − 2  a 4a 2 4a 2 a   2 2 2 b  −  b 2 − 4ac  . a ≠ 0 2    −b    − D  ≠ 0 f ( x) = a  x −    +  . a ≠ 0 x ⇒ f ( x) = a  +    2  2a   4a 2   2 2 b  −  b 2 − 4ac  . Grafik persamaan fungsi g(x) = ax2. Sesuai dengan sifat transformasi geser diperoleh arah pergeseran sebagai berikut. x ∈ R. a ≠ 0 ⇒ f ( x) = a  x +     2a   4a   2 2 −b  −  − D  . 260 Buku Guru Kelas X . b. x ∈ R digeser dalam arah Sumbu-x negatif   −b    − D  untuk mendapatkan grafik persamaan fungsi f ( x) = g  x −    +   jika  2a    4a   dan hanya jika ab > 0 (a dan b bertanda sama). x ∈ R digeser dalam arah Sumbu-x positif   −b    − D  untuk mendapatkan grafik persamaan fungsi f ( x) = g  x −    +   jika  2a    4a   dan hanya jika ab < 0 (a dan b berlawanan tanda).

Meminta siswa menyimpulkan aturan menentukan persamaan garis sumbu simetri dan titik puncak grafik fungsi kuadrat. c adalah bilangan real dan a ≠ 0. memiliki a. x ∈ R digeser dalam arah Sumbu-y negatif untuk mendapatkan    −b    − D   −b    − D  + grafik fungsi f ( x) = g  x −    +  f (  x)jika = g dan jika < 0 (a dan b  x −hanya     2a    4a   2a    4a    bertanda sama). dengan a. Matematika 261 . b. c adalah bilangan  2a    4a   real dan a ≠ 0.  x −hanya     2a    4a   d. nilai diskriminan dan nilai fungsi tersebut. ).c. Diharapkan siswa menyimpulkan sebagai berikut. 2   −b    − D  Dari fungsi kuadrat f ( x) = a  x −    +   . dengan a. dapat diturunkan beberapa sifat. Titik puncak P ( • −b − D . Grafik persamaan fungsi g(x) = ax2. 2a 4a −b dan 2a Dari beberapa sajian grafik persamaan fungsi kuadrat sebelumnya turunkan sifatsifat grafik persamaan fungsi kuadrat dan menyajikan beberapa kemungkinan kondisi grafik tersebut terkait dengan koefisien x2 . ♦ Meminta siswa menyimpulkan aturan menentukan persamaan garis sumbu simetri dan titik puncak grafik fungsi kuadrat. x ∈ R digeser dalam arah Sumbu-y positif   −b    − D  untuk mendapatkan grafik persamaan fungsi f ( x) = g  x −    +   jika 2a    4a      −b    − D  + f ( x) = g dan jika > 0 (a dan b berlawanan tanda). Persamaan sumbu simetri x = b. Grafik g(x) = ax2. Diharapkan siswa menyimpulkan sebagai berikut. b. Sifat-4 Grafik fungsi kuadrat f(x) = ax2 + bx + c.

maka f(x) = ke ax2 + bx + c.( b D Jika kuadrat a > 0. c bilangan real kuadrat f(x) = ax2 + bx + c.  b). nilai diskriminan dan nilai fungsi tersebut. ). b. dengan a. dengan2 a. ). dan c bilangan real a ≠ 0 terbuka ke 4 atas b  D .  D 2a balik maksimum P( 4a . c adalah bilangan real dan a 2a 4a berapa sifat. b. Jika D < 0 maka grafik = f(xberbeda ) tidak memotong Sumbu-x Pada gambar berikut diperlihatkan berbagai kemungkinan letak parabola terhadap Sumbu-x. P( Sifat-6 2a 4a Sifat-7 Grafik persamaan fungsi kuadrat f(x) = ax2 + bx + c. maka f(x) = ax2 + bx + c. Jika D > 0 maka grafik y = f(x) memotong Sumbu-x pada dua titik berbeda (D adalah diskriminan) b.( ) )2 fungsi + ( kuadrat ) terbuka ke 2a a dan memiliki titik balik minimum b. persamaan fungsi f(x) grafik = a(x persamaan . b 2 D )) + ( ). + ( kuadrat ) terbuka persamaan fungsi f(x)grafik = a(xpersamaan . b.kuadrat dan menyajikan beberapa kemungkinan kondisi grafik oefisien x2 . b. Jika D = 0 maka grafik y = f(x) menyinggung Sumbu-x pada satu titik k y = f(x) memotong Sumbux pada duaytitik c. Sifat-5 = a(x . Misal D = b – 4ac (D adalah diskriminan) a. 2a 4a lik minimum P( b D Jika kuadrat a < 0. c adalah bilangan real dan dan a ≠ 0.( ) )2 fungsi dan c bilangan real a ≠ 0 terbuka 2a ke bawah 4a dan memiliki titik balik maksimum −b − D . dengan a. dengan a. SISWA 261 262 Buku Guru Kelas X . dengan a.

Persamaan kuadrat adalah suatu persamaan aljabar yang dinyatakan dalam bentuk ax2 + bx + c = 0. Berdasarkan kedua konsep di atas jelas kelihatan bahwa pembuat nol fungsi kuadrat y = f(x) = ax2 + bx + c. serta menyatakan konsep yang satu dari konsep yang lain. Jadi persamaan kuadrat dapat diperoleh dari fungsi kuadrat dengan mengganti nilai fungsi f dengan suatu bilangan real. Nilai x yang memenuhi persamaan kuadrat ax2 + bx + c = 0 inilah yang menjadikan f(x) = 0 dan titik (x1. adalah nilai x yang jika disubtitusikan ke persamaan fungsi kuadrat tersebut mengakibatkan ax2 + bx + c = 0. Hubungan Persamaan Kuadrat dan Fungsi Kuadrat ♦ Meminta siswa mencermati kembali Definisi-1 dan Definisi-2. c adalah bilangan real dan a ≠ 0. Sifat-8 Jika sebuah fungsi kuadrat diberi nilai k. dengan k ∈ R maka diperoleh sebuah persamaan kuadrat. 0) adalah titik-titik potong kurva fungsi kuadrat tersebut terhadap sumbu-x. dengan a. b. c adalah bilangan real dan a ≠ 0. b.3. Fungsi kuadrat adalah suatu fungsi yang dinyatakan dalam bentuk f(x) = ax2 + bx + c. Matematika 263 . • • Kita cermati konsep persamaan kuadrat dan fungsi kuadrat sebagai berikut. dan menemukan keterkaitan kedua konsep. dengan a. 0) dan (x2.

Persegi ABCD dengan panjang sisinya a cm. 3.2 fungsi bernilai -11. Tentukan daerah hasil fungsi f ! 6. Buat laporan hasil kerjamu dan sajikan di depan kelas. sedangkan untuk x = .Uji Kompetensi 7. Tentukan luas minimum segi empat EFGH di bawah ini ! 4. x ∈ R . Sebuah fungsi kuadrat mempunyai nilai maksimum -3 pada saat x = 2. Gambarkanlah grafik fungsi kuadrat di bawah ini. Panjang EB = FC. f(x) =-2x2–3x+7. Daerah asal fungsi kuadrat f(x) = -2x2 + 4x + 3 adalah himpunan A = {x |-2 ≤ x ≤ 3.4 1.(untuk setiap x bilangan real) a. 264 Buku Guru Kelas X . Buatlah pemecahan masalah tersebut dengan menerapkan berbagai sifat grafik fungsi kuadrat yang telah kamu pelajari. Tentukan fungsi kuadrat tersebut ! 2. Diantara sisi BC diberi titik F dengan panjang BF = AE. Pada sisi AB diberi titik E dengan panjang AE adalah x cm. f(x) = 3x2+5x-4. x ∈ R. b. Temukan grafik fungsi kuadrat f(x) = 4x2 – 8x + 3 dari grafik fungsi kuadrat g(x) = 4x2! Projek Rancanglah masalah nyata yang melibatkan grafik fungsi kuadrat pada bidang teknik bangunan dan fisika. Tentukan luas minimum DEF ! 5. x ∈ R.

Jumlah dan HasilAkar-Akar Kali Akar-Akar Persamaan Kuadrat 3. Gambarkanlah grafik fungsi kuadrat di bawah ini. Melengkapkan Bentuk Kuadrat Sempurna. dan c. c materi ∈R dan a ≠ berikutnya. x 2  dan b b c c a a dan x1dan . 2  x1. Jika D < 0.Rumus Rumus untuk menentukan akar-akar persamaan kuadrat atau sering dis Rumus untuk menentukan Rumus untuk akar-akar menentukan persamaan akar-akar kuadrat persamaan atau sering kuadrat disebut atau dengan sering disebut Rumus abc adalah sebagai berikut. Bentuk Melengkapkan Kuadrat Sempurna. Gambarkanlah 6. dengan c. dapat dirangkum sebagai ber 1. Jumlah2 dan 3.. Bentuk persamaan kuadrat dengan akar-akar x 1 a a a a 2 4. dengan R a ≠ . berhubungan erat dengan koefisien+ bx + c = 0. 2  4ac x1. = c 0. b. dengan + bx a + . Melengkapkan Bentuk Kuadrat Sempurna. b 0. Jikaa. a ≠ 0. Jumlah dan Hasil 3. Rumus abc adalah sebagai berikut. dan koefisien c. Beberapa Bentukkuadrat. b. berikut. persamaan maka ku berlaku.(untuk bilangan setiap real) x bilangan re a. Beberapa halPENUTUP yang penting sebagai pegangan kita untuk mendalami dan melanjutkan materi pada bahasan berikutnya. b. + bx +pada c = 0. maka parabola terbuka ke atas. Karakteristik Grafik Fungsi Kuadrat Fungsi kuadrat memiliki bentuk umum dengan a. x 2  dan 2 dan x adalah (x . maka parabola menyinggung sumbu x. b c . Tentukan daerah hasil fungsi f ! a. Rumus untuk menentukan akar-akar kuadrat atau sering disebut c. Untuk menentukan 2.x1)(x 4. Bentuk persamaan kuadrat dengan akar-akar 2 adalah (x1-dan 2– 4. Jika x dan x merupakan akar-akar persamaan kuadrat. Memfaktorkan. a. grafik fungsi kuadrat dapat diilustrasikan sebagi bentuk lintasan lengkung atau parabola dengan karakteristik sebagai berikut.(untuk setiap x bilang ( ) a. e. b. Untuk menentukan akar-akar suatu persamaan kuadrat dapat dilaku 2. Jumlah Kali dan HasilPersamaan Kali Akar-Akar Kuadrat Persamaan Kuadrat Akar-akar persamaan kuadrat ax2+ bx + c = 0. Persamaan Bentuk umum kuadrat Persamaan adalah kuadrat adalah 1. Bentuk persamaan kuadrat dengan akar-akar x1 dan x x )( xx adalah x2)) = ( 0 x . D. Memfaktorkan. dapatdan dirangkum sebagai berikut. ( ) ( ) b. b. berhubungan dengan koefisienerat denga Akar-akar persamaan Akar-akar kuadrat persamaan ax kuadrat ax koefisien a.(untuk di bawah setiap x ini. dan c. c aR aR ≠ dan 0. 0.1x )( x–x =0 1 2 1 2 Rumus abc adalah Rumus sebagai abc berikut. berikut. adalah sebagai berikut. berlaku. Jika D = 0. maka parabola memotong sumbu x di dua titik. b. Menggunakan Menggunakan abc. pada Telah kita temukan Telah konsep kitaTelah temukan dan aturan konsep yang berlaku aturan pada yang persamaan berlaku dan fungsi persamaan kita temukan konsep dan aturan yang berlaku pada persa kuadrat. x1b. Beberapa hal yang penting sebagai pegangan kita untuk 2 melanjutkan melanjutkan bahasan materi berikutnya. Dari BUKU PEGANGAN SISWA bentuk aljabar tersebut. Jika a < 0. Bentuk persamaan kuadrat dengan akar-akar x dan x adalah (x . umum kuadrat adalah kuadrat. Jika x1 dan x2 merupakan akar-akar persama koefisien a.grafik Gambarkanlah fungsi kuadrat grafik di fungsi bawahkuadrat ini. 2 b  b  b 2  4ac  b  2a x1. b. sebagai berikut. dengan a.c ax cara berikut. x1  x 2   x1 . Bentuk umum Persamaan kuadrat adalah 2. 1 x2 2 koefisien a.dan dan c. Menggunakan Rumus abc. berikut. 264 BUKU PEGANGAN BUKU SISWA PEGANGAN SISWA a. Jika D > 0. bdan . Bentukpersamaan Kuadrat Sempurna. maka parabola terbuka ke bawah.merupakan Jika x1 dan akar-akar x2 merupakan persamaan akar-akar kuadrat. hal Persamaan yang Beberapa penting hal sebagai yang penting pegangan sebagai kita untuk pegangan mendalami kita untuk dan men 1. maka parabola tidak memotong maupun menyinggung sumbu x.6. Untuk menentukan akar-akar suatu persamaan kuadrat dapat dilakukan dengan 2 2  + c = 0. ( ) Telah PENUTUP kita temukan konsep dan aturan yang berlaku pada persamaan dan fungsi PENUTUP kuadrat. Bentuk umum 1. Untuk akar-akar menentukan suatu persamaan akar-akar suatu kuadrat persamaan dapat dilakukan kuadrat dapat dengan dilakukan cara Memfaktorkan. a. b c berlaku. Rumus abc. Menggunakan Rumus abc. b. PENUTUP 6.x1)(x – x2) 4. axmateri melanjutkan pada bahasan berikutnya. 2  2a a Hasil Kali Akar-Akar Persamaan Kuadrat 3. 2. berhubungan + bx + c = erat 0. berhubungan erat d 2 2 2 Akar-akar persamaan kuadrat ax + bx + c = 0. Matematika 265 . Melengkapkan b. c ∈ R dan a ≠ 0. c. b. 2  b  b  4ac 5. Memfaktorkan. maka berlaku. b. a. Jika a > 0. x2  x1  x 2   x1  x  x1 . pada bahasan dapat dirangkum dapat sebagai dirangkum berikut. dengan . ( ) ( ) R . d. ax2 + bx ax + bx +dan c =a 0. c.

diperoleh jika y = 0. b  2a 4a  Kita telah menemukan berbagai konsep dan sifat-sifat yang berlaku pada persamaan dan fungsi kuadrat. diperoleh jika x = 0. Menentukan persamaan sumbu simetri x = − . Koordinat titik balik sebuah grafik fungsi kuadrat adalah  − c.6. 2a D d. Menentukan titik potong dengan sumbu y. . b. Menentukan nilai ekstrim grafik y = . 266 Buku Guru Kelas X . Menentukan titik potong dengan sumbu x. kita telah terapkan dalam berbagai pemecahan masalah nyata. Penguasaan kamu pada materi pada setiap bahasan akan bermanfaat dalam mendalami materi selanjutnya. −4a  b D . e. Langkah-langkah yang diperlukan untuk membuat sketsa grafik fungsi kuadrat y = ax2 + bx adalah sebagai berikut a. Demikian juga. sudut. dan bidang pada bidang datar dan ruang dimensi tiga. garis. Selanjutnya akan kita bahas tentang geometri terkait kedudukan titik.

kritis. • berpikir tingkat tinggi (berpikir kritis dan kreatif) dalam menyelidiki dan mengaplikasikan konsep trigonometri dalam memecahkan masalah otentik. dan secan) Identitas trigonometri . 7. menghayati rasa percaya diri. memahami konsep fungsi Trigonometri dan menganalisis grafik fungsinya serta menentukan hubungan nilai fungsi Trigonometri sudut-sudut istimewa. motivasi internal dan sikap peduli lingkungan melalui kegiatan kemanusiaan dan bisnis dan dalam kehidupan sehari-hari. menghayati kesadaran hak dan kewajiban serta toleransi terhadap berbagai perbedaan di dalam masyarakat majemuk sebagai gambaran menerapkan nilai-nilai matematis. siswa memperoleh pengalaman belajar: • menemukan konsep perbandingan trigonometri melalui pemecahan masalah otentik.Cosinus. cosecan. memilih dan menerapkan dalam penyelesaian masalah nyata dan matematika.Bab Trigonometri A. 5. 3. memahami konsep perbandingan trigonometri pada segitiga siku-siku melalui penyelidikan dan diskusi tentang hubungan perbandingan sisi-sisi yang bersesuaian dalam beberapa segitiga sikusiku sebangun. menghayati pola hidup disiplin. Pengalaman Belajar Melalui pembelajaran materi trigonometri. 2. memahami dan menentukan hubungan perbandingan trigonometri dari sudut di setiap kuadran. bertanggungjawab. • • • • • • Sudut Derajat Radian Kuadran Perbandingan Sudut (Sinus. 6. • berkolaborasi memecahkan masalah aktual dengan pola interaksi sosial kultur. konsisten dan jujur serta menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. cotangen. 4. tangen. menemukan sifat-sifat dan hubungan antar perbandingan trigonometri dalam segitiga sikusiku. KOMPETENSI DASAR DAN PENGALAMAN BELAJAR Kompetensi Dasar Setelah mengikuti pembelajaran ini siswa mampu: 1.

B. PETA KONSEP Segitiga Materi Prasayarat Masalah Otentik Segitiga Siku-siku Perbandingan Sisi-sisi dalam Segitiga sin α cos α tan α sec tan α cosec α cot α Segitiga Siku-siku 268 Buku Guru Kelas X .

AB = OA = OB. ajukan pada siswa Gambar 8.2 Ukuran radian Definisi 8. MATERI PEMBELAJARAN Sebelum memahami menemukan konsep dasar sudut. Satu radian diartikan sebagai ukuran sudut pusat α yang panjang busurnya sama dengan jari-jari. Biarkan siswa lebih dahulu memahami besarnya rotasi.1! 1. ada dua ukuran yang digunakan untuk menentukan besar suatu sudut. Tanda “O” dan “rad” berturut-turut menyatakan simbol derajat dan radian.1.2. Singkatnya. maka cara menentukan besar sudut tersebut dalam satuan radian diselesaikan menggunakan rumus perbandingan: Gambar 8. putaran penuh = 360O. maka α = =1 r radian.C. yaitu derajat dan radian.1 Deskripsi besar rotasi 1 putaran Tentunya. dari Gambar 8. Jika panjang busur tidak sama dengan r.1.1 Besar ∠AOB = AB rad r Matematika 269 . Cermati gambar 360 berikut ini! 1 1 1 1 1 1 1 1 1 putaran putaran putaran putaran putaran putaran putaran putaran putaran 360 360 4360 4 2 4 2 2 Gambar 8. atau 1O didefenisikan 1 sebagai besarnya sudut yang dibentuk oleh kali putaran penuh. Ukuran Sudut (Derajat dan Radian) Pada umumnya. perhatikan Gambar 8. mari kita pelajari teori mengenai radian. Sebelum kita memahami hubungan “derajat dengan radian”. kamu dapat mendeskripsikan untuk beberapa satuan putaran yang lain. AB Jika besar ∠AOB = α . Berikan pemahaman kepada siswa tentang ukuran sudut dalam derajat dan radian! Ajak siswa untuk mencermati Gambar 8. terlebih dahulu perkenalkan kepada siswa tentang ukuran sudut dalam derajat dan radian.

berapa besar putaran dalam derajat per detik? Berapa putaran dalam radian per detik? 270 Buku Guru Kelas X . Seperti dinyatakan dalam definisi berikut.. putaran = × 360O = 270O ⇔ 270O = 270 × rad = � rad. putaran = × 360O = 90O ⇔ 90O = 90 × rad = � rad. 180 2 3 4180 3 4 2 2 3 3 4 3 4 2 3 180 180 2 3 2 43 3 4 43 2 4 3 2 3 ≠ 1 1 1 ≠ ≠ ≠ 2 31 31 4 1 2 3 3 4 1 1 11 1 21 3 23 3 4 3 4 2.3 ≠ 1 1 1 ≠2 3 1 3 1 4 1 2 3 3 4 ≠ 1 ≠1 1 1 1 2 1 3 2 3 3 43 4 1. 5.. putaran 4. 135° = . putaran = × 360O = 120O ⇔ 120O = 120 × rad = � rad.1 Perhatikan jenis ukuran sudut berikut ini... hubungan satuan derajat dengan satuan radian. π rad = ..2 360O = 2� rad atau 1O = ≠ rad atau 1 rad = 57. 180 2 3 4180 3 4 2 2 3 3 4 3 4 2 3 180 2 3 4180 3 4 2 2 3 3 4 3 4 2 3 ≠ 1 1 1 ≠ 2 31 31 4 1 2 3 3 4 ≠ 1 1 ≠ 1 2 13 13 1 4 2 3 3 4 5. rad = . dan ubahlah. Definisi 8.. 180 2 3 4180 3 4 22 3 3 4 3 4 2 3 180 2 3180 4 3 2 4 3 2 4 3 3 4 2 3 ♦ Minta siswa untuk memahami contoh 1. Contoh 8.Lebih lanjut. putaran = × 360O = 240O ⇔ 240O = 240 × rad = � rad. Jika suatu alat pemancar berputar 60 putaran dalam setiap menit.3O 180 Perhatikan hubungan secara aljabar antara derajat dengan radian berikut ini. putaran = × 360O = 180O ⇔ 180O = 180 × rad = � rad.° 5 6 2 3 4 3 4 2 3 3.. 180 2 3 4180 3 4 2 2 3 3 4 3 4 2 3 180180 2 32 4 3 3 4 4 3 2 43 2 3 ≠ 1 1 1 ≠ 2 31 3 1 4 1 2 3 3 4 ≠ 1 1 1 2 3 3 4 3. 180 2 3 4180 3 4 2 2 3 3 4 3 4 2 3 180 2 3 4 3 4 2 3 ≠ 1 1 1 ≠2 3 1 3 1 4 1 2 3 3 4 ≠ 1 1 1 ≠ 2 31 31 4 1 2 3 3 4 4.. saat pukul 14.. Definisi 8... sama dengan berapa radian?. rad = . Sudut yang dibentuk jarum jam.° 5 6 2 3 4 3 4 2 3 1 1 1 1 1 2 3 3 4 2 putaran = . 1 1 1 1 1 2 3 3 4 1. putaran = .. bahwa 1 putaran penuh sama dengan 2π rad.40.

yaitu sebanyak 365 hari. Sudut yang terbentuk pada pukul 11. alat tersebut melakukan rotasi sebanyak 60 putaran. 1 putaran = 360° = 2π rad. Selain itu. 5 56 62 23 34 43 34 10 42 23 3 10 1 1 1 1 11 21 31 311411 21 31 1 3 11 42 13 13 1 4 2 180 3O 3 4 2.3 Sudut berdasarkan arah putaran Matematika 271 .55 adalah 30°. jadi pemacar tersebut berputar sebesar 360°/detik. dan bertanda “negatif” jika arah putarannya searah dengan jarum jam. Sisi awal Sisi akhir Sisi akhir Sisi awal a. sudut didefinisikan sebagai hasil rotasi dari sisi awal (initial side) ke sisi akhir (terminal side). π rad = 5 6 2 3 4 3 4 2 3 5 6 2 3 4 3 4 2 1 11 11 11 11 12 23 1 33 34 4 1 × putaran = putaran = × 360° = 36°. arah putaran memiliki makna dalam sudut. Sudut bertanda negatif Gambar 8. Oleh karena itu. 1 1 1 ≠ 1 1 1 1 2 1 31 31 421 31 31 41 1 2 3 3 4 3. 1 2 3 6 5 10 360°. Arah putaran sudut juga dapat diperhatikan pada posisi sisi akhir terhadap sisi awal. Sudut bertanda positif b. 30° = 30° × rad = 180 1 1 1 1 1 2 3 3 4 π rad. Karena 1 putaran = 2π rad. Selanjutnya. Dalam kajian geometris. artinya dalam 1 detik. Suatu sudut bertanda “positif” jika arah putarannya berlawanan dengan arah putaran jarum jam. Jika setiap menit. Pemancar berputar sebanyak 1 putaran. Hitungan satu tahun pada kalender Babilonia. 5 6 2 3 4 3 4 2 3 5. 360° = 2π rad. artinya pemancar tersebut berputar sebesar 2π rad/detik. Karena 1 putaran penuh = 360°. putaran = × (2π rad) = π rad = π × 5 6 2 3 45 36 42 235346 32 43 5 24 6 33 24 32 43 3 ≠ 4 2 3 = 60°.Penyelesaian 1 1 1 1 1 2 3 3 4 1 1 1 1 1 2 3 3 1. Untuk memudahkannya. mari kita cermati deskripsi berikut ini. Jadi. 180 5 6 2 3 5 4 6 3 2 43 24 335 46 22 33 4 3 4 2 3 ≠ 4. pertama sekali diperkenalkan oleh bangsa Babilonia. putaran = π rad. 135° = 135° × rad = π rad = × putaran = putaran.

90°. memiliki sisi-sisi akhir (terminal side) yang berimpit. sudut yang seperti ini disebut pembatas kuadran. 270° dan 360°. β (betha). Sudut baku dan sudut koterminal 270O b. seperti A.4 Sudut secara geometri dan pembatas kuadran Kuadran IV 270O – 360O 0O 90O Kuadran I 0O – 90O Definisi 8. maka sudut β disebut sebagai sudut koterminal. yaitu 0°. bahwa untuk menyatakan suatu sudut. jika sudut yang dihasilkan sebesar α. disebut sudut standar (baku). Jika sisi akhir berada pada salah satu sumbu pada koordinat tersebut. Dalam koordinat kartesius. Y Kuadran II 90O – 180O α β X 180O Kuadran III 180O – 270O a.2 Gambarkanlah sudut-sudut baku di bawah ini. Selain itu. α (alpha). C. dan juga menggunakan huruf-huruf kapital. seperti yang dideskripsikan pada gambar di bawah ini. a) 60° b) –45° c) 120° d) 600° 272 Buku Guru Kelas X . lazimnya menggunakan huruf Yunani. dan θ (tetha). Untuk memantapkan pemahaman akan sudut baku dan pembatas kuadran. dan tentukan posisi setiap sudut pada koordinat kartesius. Sebagai catatan. 180°. dan D. B. seperti. cermati contoh dan pembahasan di bawah ini. γ (gamma). Besar sudut pada setiap kuadran Gambar 8. jika sisi awal berimpit dengan sumbu x dan sisi terminal terletak pada salah satu kuadran pada koordinat kartesius.4 Sudut-sudut koterminal adalah dua sudut ditempatkan pada posisi standar. Contoh 8.

a. 105° d. 5 3 7 7 ≠ 5≠ ≠ 3 ≠ ≠ 7 ≠ ≠ 7 ≠ ≠ 8 ≠ ≠ 8≠ a. 68° b. Untuk setiap besar sudut di bawah ini. Sisi awal terletak pada sumbu X dan sisi terminal OA terletak di kuadran IV. 12 12 7 7 5 5 8 16 8 16 15 15 7. 300° b. a. 90° d. putaran c. dan tentukanlah posisinya. Jika kita perhatikan jam.54° Matematika 273 . Gambar 8. berapa kali kah dalam 1 hari terbentuk sudut-sudut di bawah ini. Perhatikan kombinasi setiap sudut dan kedua sudut tersebut. nyatakan setiap sudut di atas. θ + β b. 12 12 7 5 7 8 5 16 8 15 16 15 3≠ 3 7≠ 7≠ 8≠ 8≠ ≠ 5 ≠ ≠ 5 ≠ 7 ≠ 7 c. 96° 5.Penyelesaian  a) b) c) d) Sisi awal terletak pada sumbu X dan sisi terminal OA terletak di kuadran I. 135° e. 180° d. a. Misalkan. 2β d. 1200° Selanjutnya. Besar sudut dalam satuan derajat berikut ini.4° b. 120° 6. Ubahlah sudut-sudut berikut ke bentuk radian. putaran 6 5 10 6 5 10 1 2 3 b. –270° c. 15° c.1 1. Sisi awal terletak pada sumbu X dan sisi terminal OR terletak di kuadran III. Ubahlah sudut-sudut berikut ke bentuk derajat. 0. ubahlah ke bentuk satuan derajat dan radian. 45° c. 87. 1 2 3 1 2 3 a. 2β – θ 4. 3θ c. dalam satuan radian. 3. d. a. sudut θ merupakan sudut lancip dan sudut β adalah sudut tumpul. tentukan posisi setiap sudut tersebut. a.5 Sudut pada setiap kuadran Uji Kompetensi 8. 225° f. f. 36° d. Tentukanlah sudut komplemen dan suplemen setiap sudut di bawah ini. 12 7 12 5 7 8 5 16 8 15 16 15 5≠ 7 3≠ 7≠ 8 7≠ 8≠ ≠ 5≠ 3 b. 30° b. e. 90° c. putaran 6 5 10 2. Sisi awal terletak pada sumbu X dan sisi terminal OP terletak di kuadran II.

Dia mengambil tali meteran dan mengukur panjang bayangan ayahnya dan panjang bayangan tiang bendera.2m. Tinggi pak Yahya adalah 1. Dia mempunyai seorang anak. dan ∆FGC sebagai berikut.6 m) EC = panjang bayangan pak Yahya (6. Buatlah laporanmu dan sajikan di depan kelas. Ayahnya menjawab 8m.4m dan 32m. 274 Buku Guru Kelas X . Dani melihat bayangan setiap benda ditanah. Mari kita gambarkan segitiga sesuai cerita di atas. Dia pernah bertanya kepada ayahnya tentang tinggi tiang bendera di lapangan itu. ∆DEC. Suatu sore. Pak Yahya adalah seorang penjaga sekolah. Dani masih kelas II Sekolah Dasar.2 m) GC = panjang bayangan Dani Berdasarkan gambar segitiga di atas terdapat tiga buah segitiga. namanya Dani. ♦ Tanyakan kepada siswa bagaimana jika mereka berperan sebagai Dani.6 Model tiang bendera dan orang Dimana: AB = tinggi tiang bendera (8 m) BC = panjang bayangan tiang (32 m) DE = tinggi pak Yahya (1. Dani adalah anak yang baik dan suka bertanya. A D F C B E G Gambar 8. yaitu ∆ABC. Konsep Dasar Sudut ♦ Ajak siswa untuk memahami deskripsi berikut.Projek Himpun berbagai informasi penerapan sudut pada bidang fisika dan masalah nyata.Tetapi dia tidak dapat mengukur panjang bayangannya sendiri karena bayangannya mengikuti pergerakannya.6m. disaat dia menemani ayahnya membersihkan rumput liar di lapangan. Coba rancang pemecahan masalah terkait informasi yang kamu peroleh. Tinggi badannya 1. 2. apakah siswa dapat mengukur bayangannya sendiri? Konsep kesebangunan pada segitiga terdapat pada cerita tersebut.4 m) FG = tinggi Dani (1. Dengan senyum. yaitu 6.

Perhatikan perbandingan berikut. 6 8 sisi di depan sudut c. 48 43.97 FG DE AB 1.Gambar 8. FG DE AB 1. ♦ Ajukan Masalah 9. 2 1. GC = = = = = = = 0. 25 GC EC BC 4. dan ∆FGC diperoleh perbandingan sebagai berikut.7 Kesebangunan ♦ Berikan pemahaman tentang sifat yang berlaku pada kesebangunan. 52 1088 Perbandingan ini disebut dengan cosinus sudut C. Berdasarkan ∆ABC. 2 1. ∆DEC.1. Jika tidak ada siswa yang mampu menyelesaikannya. terdapat perbandingan yang sama. 8 6. = = = = = = = 0. 24 FC DC AC 24. Karena ∆ABC. 52 1088 sisi miring segitiga Perbandingan ini disebut dengan sinus sudut C.⇒ Diperoleh DE EC 1. minta siswa untuk memahami masalah yang diajukan. 4 Dengan menggunakan teorema Phytagoras diperoleh nilai dari FC = g = 24.8 . ∆DEC. selanjutnya dengan alas an kesebangunan maka akan diperoleh sebagai berikut. 97 FC DC AC sisi miring segitiga 24. ditulis cos x0 = 0. 8 6.24 EC BC 4. 48 . 2 f = = = f = 48 f = 4. 4 32 sisi di samping sud dut b. = = = = = = = 0. dan ∆FGC adalah sebangun maka berlaku FG GC 1. Jika siswa mengalami kesulitan. Matematika 275 . ditulis sin x0 = 0. ajak siswa untuk memahami alternatif penyelesaian yang diberikan. 6 6. 48 43. bantu siswa agar siswa mampu memahami masalahnya dan dapat menyelesaikan dengan caranya sendiri. ditulis tan x0 = 0.25 Dari ketiga segitiga tersebut. 6 8 sisi di depan sudut a. 4 32 sisi di i samping sudut Perbandingan ini disebut dengan tangen sudut C.

Masalah-8. maka dapat diperoleh Gambar 9. Dimana: AC = tinggi tiang bendera DG = tinggi guru pertama EF = tinggi guru kedua DE = jarak kedua guru Gambar 8. Ujung puncak tiang bendera dan kepala kedua guru juga diwakili oleh titik.8 Tiang Bendera Memahami dan Merencanakan Pemecahan Masalah Misalkan tempat berdiri tegak tiang bendera. Guru pertama berdiri tepat 10 m di depan guru kedua.1 Dua orang guru dengan tinggi badan yang sama yaitu 170 cm sedang berdiri memandang puncak tiang bendera di sekolahnya. dan kedua guru tersebut adalah titik.3 sebagai berikut. Jika sudut elevasi guru pertama 600 dan guru kedua 300 maka dapatkah anda menghitung tinggi tiang bendera tersebut? Gambar 8.9 Model masalah tiang bendera Alternatif Penyelesaian Berdasarkan pengalaman kita di awal pembicaraan di atas maka kita memiliki perbandingan. sebagai berikut: 30° 10 × tan 60° × tan 30° AB AB AB AB AB AB AB  AB 10 × tan AB  60° × tan  =  = BG = 10 + tan 60° = ⇔  10 + tan 60 30 ° °  tan 60° − tan 30° tan 60 BG tan 60° BF 10 BG + BGtan BF60°10  + BG  ° − tan  60° tan AB AB AB AB AB  10 × tan 60° × tan 30°  = + AB = (10 tan 30° = 10 ⇔  + BG) × tan 30° BG tan 60° BF 10 + BG  tan 60°  tan 60° − tan 30° AB AB AB AB AB  10 × tan 60° × tan 30°  =⇔ AB = 10 +  × tan 30° BG tan 60° BF 10 + BG  tan 60°  tan 60° − tan 30° ⇔ AB × tan 60° = (10 × tan 60° + AB) × tan 30° ⇔ AB × tan 60° = 10 × tan 60° × tan 30° + AB × tan 30° 276 Buku Guru Kelas X .

kajian mengenai trigonometri sudah tercermin dari berbagai ikon kehidupan mereka. Perbandingan Trigonometri pada Segitiga Siku-Siku Pada subbab ini. meletakkan posisi sapu. sudah menerapkan kesetimbangan bangunan pada rumah adat yang mereka ciptakan. dapat dicermati bahwa dinding dengan lantai saling tegak lurus membentuk sudut siku-siku dan sapu membentuk sisi miring. misalnya. akan dipahami konsep perbandingan trigonometri pada suatu segitiga siku-siku.11 berikut. para arsitekturnya. Apakah para Arsitektur tersebut mempelajari trigonometri juga? 3.11. Rumah adat tersebut berdiri kokoh sebagai hasil Gambar 8.12 Segitiga PBJ Dari Gambar 8. Perhatikan Gambar 8. Gambar 8. ⇔ AB × tan 60° – AB × tan 30° = 10 × tan 60° × tan 30° ⇔ AB × (tan 60° – tan 30°) = 10 × tan 60° × tan 30° AB AB AB AB AB  10 × tan 60° × tan 30°  = = 10 +⇔ AB  BG tan 60° BF 10 + BG  tan 60°  tan 60° − tan 30° Jadi. tinggi tiang bendera adalah: B AB AB AB AB  10 × tan 60° × tan 30°  =AC = AB + +atau AC  BC = + 17 m. Ilustrasinya Matematika 277 .10 Rumah Adat Suku Dayak hubungan yang tepat antara besar sudut yang dikaitkan dengan panjang sisi-sisinya. Dalam kehidupan sehari-hari sering kita jumpai bentuk segitiga siku-siku. Misalnya.11 Posisi Sapu di dinding Gambar 8. 10 G tan 60° BF 10 + BG  tan 60°  tan 60° − tan 30° Pada peradaban kehidupan budaya Dayak.

cosinus suatu sudut didefinisikan sebagai perbandingan panjang sisi di PB PJ PB BJ 1 BJ 1 PJ samping sudut dengan sisi miring cosinus J. ditulis cos J = . tangen suatu sudut didefinisikan sebagai perbandingan panjang sisi di depan PB PJ PB BJ 1 BJ 1 PJ sudut dengan sisi di samping sudut. pengenalan akan sisi miring.disajikan pada Gambar 8. BJ BJ PJ PB Sin J PJ Cos J PB Tan J 2. BJ BJ PJ PB Sin J PJ Cos J PB 3. cotangen J. cos J ' tan J '. yaitu PB. ditulis sec J = . Nah. B. atau cosec = J = . ajak siswa untuk memahami dan mempelajari contoh-contoh soal berikut. BJ BJ PJ PB Sin J PJ Cos J PB T 4. Sudut yang menjadi perhatian adalah sudut lancip pada segitiga siku-siku tersebut.J J= BJ BJ PJ PB Sin J PJ Cos Jsin PB J J' J ' Tan cos tan J 5. 6. dan sisi di depan sudut tentunya dapat mudah diperhatikan. cotangen suatu sudut didefinisikan sebagai perbandingan sisi di samping PB PJ PB BJ 1 BJ 1 PJ 1 sudut dengan sisi di depan sudut. Dari Gambar 8. Jika diperhatikan aturan perbandingan di atas. Selain itu.12. ditulis tan J = . ditulis cotan J = atau cotan BJ BJ PJ PB Sin J PJ Cos J PB Tan J 1 1 J= . dan ketiga sudutnya. sisi di samping sudut.12. dan P adalah sudut siku-siku. berturut-turut yaitu. cosecan J. tangen J. ditulis sin J = . dan JB. secan suatu sudut didefinisikan sebagai perbandingan panjang sisi miring PB PJ PB BJ BJ 1 1 1 PJ 1 1 dengan sisi di samping sudut.J = = = BJ BJ PJ PB Sin J PJ Cos J J 'PB Tan J' sin cos J tan J '. ditulis cosec J = . konsep matematika lain yang perlu diingat kembali adalah teorema Phytagoras.5 1 J sin J ' 1. karena yang telah didefinisikan perbadingan sudut untuk sudut lancip J. cosecan suatu sudut didefinisikan sebagai panjang sisi miring dengan sisi PB PJ PB BJ 1 BJ 1 PJ 1 1 1 1 di depan sudut. Definisi 8. ♦ Agar siswa lebih memahami konsep perbandingan. Adapun hubungan perbandingan antara sudut lancip dan sisi-sisi segitiga siku-siku BPJ di atas. yaitu ∠J dan ∠B. secan J. sinus suatu sudut didefinisikan sebagai perbandingan panjang sisi di depan PB PJ PB BJ 1 BJ 1 PJ 1 sudut dengan sisi miring.J atau sec J . PJ. 278 Buku Guru Kelas X . dapat disebut sisi-sisi segitiga sikusiku berturut-turut. J. silahkan rumuskan ke enam jenis perbandingan sudut untuk sudut B.

dengan Teorema Phytagoras diperoleh panjang sisi = 5 satuan. maka berlaku: Panjang sisi di depan sudut A 4 • sin A = = Panjang sisi miring 5 • cos A = • tan A = Panjang sisi di samping sudut A 3 = .1. dan tan A. Tentukanlah sin A. menurut 15 Definisi 8.Contoh 8. bahwa Matematika 279 . 8 Diketahui tan M = . yaitu sisi KL.13 Segitiga siku-siku Perlu diketahui. kita mulai dari tan M = .4 Perhatikan segitiga siku-siku di samping ini. Selanjutnya. cos C. Contoh 8. tetapi sisi miring selalu dihadapan sudut siku-siku. dengan menggunakan Definisi 8. 2.14 Segitiga siku-siku KLM Penyelesaian Jika pada contoh 3 diketahui panjang sisi datar dan sisi tegak segitiga.dan 3. Artinya.1. hanya satu sisi yang diketahui panjang sisinya. Jika Panjang sisi AB = 3 satuan. Namun. BC = 4 satuan.3 Diberikan segitiga siku-siku ABC. bahwa yang disebut sisi pada suatu segitiga siku-siku tidak selalu miring. Penyelesaian Untuk segitiga di samping. Bagian 1. Panjang sisi miring 5 Panjang sisi di depan sudut A 4 = Panjang sisi di samping sudut A 3 Gambar 8. 15 tentukanlah sin M dan cos M! Gambar 8. siku-siku di ∠ABC. 8 Untuk menjawab contoh ini. untuk menentukan perbandingan trigonometri yang diinginkan bukanlah persoalan mudah. pada contoh ini.

tentukanlah panjang sisi segitiga yang lain.2 1. dapat dipelajari berbagai kombinasi persoalan mengenai nilai perbandingan trigonometri pada suatu segitiga siku-siku. dan tangen untuk sudut P dan R pada setiap segitiga siku-siku di bawah ini. sudah dapat ditentukan panjang sisi KM. dengan mudah diperoleh KM = 17. Nah. untuk menentukan nilai sin M dan cos K tentunya sudah mudah. tangen sudut tersebut. dan LM =15. Pada sebuah segitiga KLM. Tentukanlah 2 nilai cosinus. Tentukanlah nilai sinus. Nyatakanlah jawaban Anda dalam bentuk paling sederhana. Panjang sisi di depan sudut M KL 8 = dan • sin M = Panjang sisi miring LM 17 • cos K Panjang sisi di samping sudut K LM 15 = = . Sekarang. Panjang sisi miring KM 17 Dari kedua contoh di atas. dengan 1 1 1 1 1 2 3 3 4 siku-siku di L. 3.tan M = Panjang sisi di depan sudut M KL 8 = = Panjang sisi di samping sudut M LM 15 Jadi. Luas segitiga siku-siku RST. cosinus. kosinus. Uji Kompetensi 8. a) 2. dengan nilai sinus salah satu sudut 3 lancipnya adalah . dengan sisi tegak RS adalah 20 cm2. tentunya dengan Teorema Phytagoras. panjang sisi KL = 8. Diketahui suatu segitiga siku-siku. 4. Tentukanlah nilai sinus. berlaku sin M = dan 5 6 2 3 4 3 4 2 3 panjang sisi KL = 10 cm. b) c) 280 Buku Guru Kelas X . dan tangen untuk sudut lancip T.

Di bawah ini diberikan tiga segitiga 2 siku-siku. 9. Panjang PQ = 1.5. Dalam segitiga siku-siku ABC. Diketahui segitiga PRS. Diketahui sin x + cos x = 3 dan tan x = 1. 281 Matematika . tan B = cos B c) cosec2 A – cotan2 A = 1 c) 6. 7. seperti gambar di samping. 5 Tentukanlah nilai x. tentukanlah nilai sin x dan cos x! 10. siku-siku di R. Pada segitiga XYZ dengan siku-siku 20 di Y. ∠RQS = α dan ∠RPS = γ. diketahui panjang BC = a dan ∠ABC =. cos Z = . Perhatikan segitiga siku-siku di bawah ini. Selesaikanlah masalah tersebut dan buat laporannya serta sajikan di depan kelas. Tentukanlah panjang sisi RS! Projek Rancanglah masalah nyata minimal tiga buah terkait penerapan perbandingan nilai sisi segitiga dan terkait trigonometri di bidang teknik bangunan dan bidang matematika. Tunjukkan bahwa: a) sin2 A + cos2 A = 1 sin B b. diketahui sin θ = . Tentukanlah panjang garis tinggi AD. tentukan nilai 24 tan X dan tan Z. a) b) 8.

tangen dan kebalikannya untuk domain sudut dalam satuan derajat atau radian. panjang OA = r dan sudut AOX = α. yang berada di kuadran I r r x y x y • cos α = . Nilai Perbandingan Trigonometri Sudut Istimewa Pada awal subbab ini informasikan kepada siswa bahwa akan didiskusikan mengenai nilai sinus. r r x Dengan mempertimbangkan semua kombinasi koordinat titik pada koordinat Kartesius.16 Kombinasi sudut pada koordinat Cartesius 282 Buku Guru Kelas X . dari segitiga siku-siku yang terdapat di kuadran I. nilai semua perbandingan tersebut juga akan dipelajari pada setiap kuadran dalam koordinat Kartesius.4. Misalkan titik A (x. ♦ Ajak siswa untuk memahaminya melalui pembahasan berikut ini. Mari kita perhatikan gambar di samping. Gambar 8. cosinus. Selain itu. y). kita dapat telusuri perbedaan nilai tanda untuk ketiga perbandingan trigonometri yang utama. berlaku : y x y Gambar 8.15 Segitiga siku-siku AOX • sin α = . r r x y x y • tan α = .

Garis putus-putus pada gambar menyatakan proyeksi setiap sumbu. pada Gambar 8. Karena x = –12. 17 17 Gambar 8. sangat jelas bahwa titik tersebut terletak di kuadran kedua. B (15. karena x = 15. dan y = 5.5) dan ∠XOA = α. misalnya pada Gambar 8. r = 13. dan y = –8.16 (b). Untuk x =15. berlaku: 15 8 • cos θ = . Secara geometris. A (–12. 13 12 2. garis putus-putus adalah proyeksi sumbu Y di kuadran II. Oleh karena itu.16(a). –8) pada kuadran IV Matematika 283 . 17 17 15 8 • tan θ = – . 13 12 5 5 • tan α = – . Titik B (15. Tentukanlah nilai sin α dan tan α. r = 17. Contoh 8. dengan menggunakan teorema Phytagoras diperoleh sisi miring. Dengan memperhatikan koordinat titik A (–12. 2. disajikan pada gambar berikut ini.17 Titik A (–12. misalnya. diperoleh : 5 5 • sin α = . dan y = 5.–8) dan ∠XOB = θ. Oleh karena itu.5). y = –8.18 Titik B (15. –8). Sedangkan garis putus-putus melengkung menyatakan besar sudut yang besarnya sama. berada di kuadran IV. serta cos θ dan tan θ! Penyelesaian 1.5 Misalkan diketahui titik-titik berikut ini: 1. karena x = –12. garis putus-putus melengkung menyatakan dua sudut yang besarnya sama.5) pada kuadran II Gambar 8. dengan menggunakan teorema Phytagoras diperoleh sisi miring.

θ berada di = kuadran=II. Sudut θ yang terletak di kuadran II menjadi penentu tanda nilai perbandingan trigonometri. Selanjutnya. tentukan nilai cosec θ dan cotan θ. mudah kita pahami bahwa: 4 6 1 5 1 4 16 16 12 Gambar 8. Contoh 8. cos θ = – . 3 12 20 20 Gambar 8.6 Jika diketahui: 4 6 1 5 1 4 16 16 12 1. 4 6 1 5 = 5 12 sin θ 3 Dari gambar di samping. dapat diperhatikan pada contoh berikut ini. dapat kita gambarkan 1 4 16 16 12 tan β= = – . dengan β di kuadran IV sebagai berikut: θ 3 atribut sin 12 20 20 siku-siku yang sudah lengkap. tanyakan juga kepada siswa tentang nilai-nilai sudut perbandingan geometri. 4 6 1 5 1 4 16 16 12 cos θ = – . 5 12 sin θ 3 sin θ 3 12 20 20 4 6 1 5 1 4 16 16 12 2. tentukan nilai sin β dan cos β.20 tan β = – 16 IV 12 284 Buku Guru Kelas X . 5 12 sin θ 3 sin θ 3 12 20 20 Penyelesaian 1. kebalikan dari kondisi pada contoh 5.–8) pada kuadran IV • cosec θ = = = 5 12 sin θ 3 sin θ 3 12 20 20 6 1 5 1 4 16 16 12 • cotan= θ= = 12 sin θ 3 sin θ 3 12 20 20 Dengan pemahaman yang sama. Dengan segitiga 6 1 5 = 12 sin θ 3 1 5 1 = sin θ 3 sin θ seperti pada gambar di samping. β berada = di kuadran = IV.19 Titik B (15. Dalam koordinat Cartesius.♦ Beri penjelasan kepada siswa terkait contoh 4. tan β = – . dan sin θ 3 12 20 20 4 16 16 12 = • cos β = . digambarkan = sebagai = berikut: 5 12 sin θ 3 sin θ 3 12 20 20 4 5 2. dengan mudah kita menentukan: 1 4 16 16 12 • sin = β = – .

Selanjutnya bersama-sama dengan siswa menyimpulkan beberapa hal berikut. y < 0 (+) y y =+ (+)r r ( −) x x • cos α = =− (+)r r (+) y y • tan α = =− ( −) x x • sin α = Di Kuadran IV : x > 0.   Matematika 285 .6 di atas. y < 0 ( −) y y =− (+)r r ( −) x x • cos α = =− (+)r r ( −) y y • tan α = =+ ( −) x x • sin α = ( −) y y =− (+)r r ( −) x x • cos α = =− (+)r r ( −) y y • tan α = =+ ( −) x x • sin α = Gambar 8. yaitu: Di Kuadran I : x > 0. 4) Di kuadran IV. selainnya bertanda negatif. termasuk kebalikan setiap perbandingan sudut tersebut. semua nilai perbandingan trigonometri bernilai positif. y > 0 Di Kuadran II : x < 0. dapat kita merumuskan nilai perbandingan trigonometri di setiap kuadran. hanya cos α dan sec α yang bernilai positif.5 dan 8. 1) Pada kuadran I. dengan pengetahuan dari Gambar 8. y > 0 (+) y y =+ (+)r r (+) x x • cos α = =+ (+)r r (+) y y • tan α = =+ (+) x x • sin α = Di Kuadran III : x < 0.20 dan pengalaman pembahasan Contoh 8. hanya tan α dan cotan α yang bernilai positif. Tentunya. 2) Di kuadran II. hanya sin α dan cosec α yang bernilai positif. 21 Nilai tanda perbandingan trigonometri untuk setiap kuadran ♦ Ajak siswa untuk membuat kesimpulan dari hasil yang sudah dikerjakan. selainnya bertanda negatif. 3) Di kuadran III. selainnya bertanda negatif.

salah satu diantaranya. 330°. 315°. sudut-sudut istimewa tersebut dinyatakan dalam satuan radian. 360°) berturut-turut adalah sudut-sudut istimewa di kuadran ke-II. Pertama sekali.45°.dan 60°. 45°.45°. 270°).22 Segitiga siku-siku yang memuat sudut 30°. bagaimana nilai-nilai perbandingan trigonometri untuk setiap sudut istimewa.22 (b). 30°. ke-III. Misalnya. Perhatikan gambar berikut. Gambar 8. misalkan panjang sisi jika kita menentukan nilai perbandingan trigonometri untuk setiap sudut 30° dan 60°. dan (300°. 225°. Segitiga tersebut adalah segitiga siku-siku yang mengandung sudut 30°. Gambar 8. kita akan kaji nilai-nilai perbandingan tersebut di kuadran I. dan ke-IV. Perbandingan Trigonometri untuk Sudut 30°.dan 60° 286 Buku Guru Kelas X . 150°. 5. 240°. Selanjutnya (120°.Sebagai tambahan agar siswa dapat mengingat Banyak cara mengingat nilai tanda perbandingan trigonometri di setiap kuadran. Mari perhatikan segitiga MPL di bawah ini. yaitu. Dari Gambar 8.22 Bagan untuk mengingat nilai perbandingan trigonom Dalam kajian trigonometri ada istilah sudut istemewa. 45° dan 60° Mari perhatikan perbandingan sisi-sisi segitiga siku-siku istimewa. dan 90° merupakan sudut istimewa di kuadran I. Pada beberapa referensi yang lain. 135°. yang artinya sudut-sudut yang nilai perbandingan trigonometri dapat ditentukan secara eksak. Pembahasan selanjutnya. (210°. 180°). 60°.

Misalnya untuk titik A (0. Untuk menentukan nilai perbandingan trigonometri pada saat 0° dan 90°. • sin 0° = 0 • cos 0° = 1 • tan 0° = 0 dan untuk menentukan nilai perbandingan sudut pada saat sudut 90°.Dengan teorema phytagoras. silahkan diskusikan dan kaji bersama teman-temanmu melalui gambar segitiga ABC pada Gambar 8. digunakan titik B(1. dapat ditentukan nilai semua sudut istimewa.30°.23 Segitiga sikusiku MPL 3 • tan 60° = = 3 1 Untuk menentukan nilai perbandingan trigonometri untuk sudut 45°. mari kita cermati gambar berikut ini.1 berikut.45°. Oleh karena itu berlaku: 3 1 3 = 2 2 1 • cos 60° = 2 Gambar 8.22(a). Matematika 287 . Secara umum. di sajikan di Tabel 8.1). yaitu dengan cara menentukan Gambar 8.60° dan 90°.24 Perbandingan Trigonometri setiap koordinat titik pada lingkaran dengan jari-jari 1.0). • sin 90° = 1 • cos 90° = 0 • tan 90° tak terdefinisi Selengkapnya. diperoleh panjang MP = 1 • sin 30° = 2 3 1 3 • cos 30° = = 2 2 1 3 • tan 30° = = 3 3 • sin 60° = 3 . nilai setiap perbandingan trigonometri pada setiap sudut istimewa 0°.

Sebagai pedoman untuk memastikan hasil kerja siswa. II.21. minta siswa untuk berdidkusi dengan temannya untuk menentukan nilai perbandingan trigonometri pada sudutsudut istimewa di kuadran I. II.1 Nilai Perbandingan Trigonometri pada Kuadran Pertama Sudut sin cos tan 0° 0 1 0 30° 45° 60° 90° 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 2 3 2 3 3 3 3 3 3 2 3 3 2 3 2 2 2 2 2 2 2 2 3 2 2 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 3 3 2 3 3 3 3 3 2 2 3 3 2 2 3 2 2 2 2 2 2 3 3 2 2 2 2 1 1 1 1 1 3 1 2 1 3 tak terdefinisi 1 1 1 1 3 3 3 3 2 2 2 3 2 2 2 2 3 2 2 Dengan menggunakan Gambar 8. III. dan IV Sudut 0° 30° 45° 60° 90° 120° 135° 150° 180° − − − Sin 0 Cos 1 Tan 0 1 11 11 1 1 1 1 1 1 1 − − 2 −− − 23− −− 3 − − 33 3 2 3− 3 −− 3 3 − 2 22 22 2 2 2 2 3 3 3 1 1 1 1 1 1 1 11 − 2 − − 2 3 −− 3 − 3 − 3 − 3 − 3 2 2 2 2 2 3 2 3 1 1 1 1 1 1 2 −1 1 1 3 − 3 −1 1 1 3 − − − − − 2 − 2 − 3 − 3 − 3 − 3 − 3 − 3 2 2 2 3 2 2 2 2 2 2 3 3 1 1 1 1 1 − 2 − 3 − 3 − 3 2 2 2 3 − 0 tak terdefinisi 1 1 1 1 −1 − −1 2 −1 3 − 3 −1 3 2 − 3 − 3 − 3 − 2 2 2 3 2 2 2 3 –1 1 1 1 1 1 1 1 1 − 2 − − 3 − −3 − 2 − 3 3 − 3 − 3 2 2 2 2 3 2 2 3 − 1 1 1 1 1 1 1 11 1 1 − −2 − − 2 − 32 − 33 −− 3 3 3− 3−− 3− 2 2 2 2 2 2 2 32 3 3 0 –1 0 288 Buku Guru Kelas X . minta siswa untuk memperhatikan nilai perbandingan trigonometri untuk semua sudut istimewa Tabel 8.2 Tabel lengkap Nilai perbandingan trigonometri pada kuadran I. dan IV. III. dan tabel 8.1.Tabel 8.

Masalah-8.2 Seorang anak ingin menentukan besar sudut dari sebuah perbandingan trigonometri. Diberikan kepadanya perbandingan sebagai berikut.Sudut 210° 225° 240° 270° 300° 315° 330° 360° − − Sin Cos Tan 1 1 1 11 1 1 1 11 1 1 − − −3 − − 2− − − 2 3− − 3 − 3 3− 3 2− 3 3 − 3 2 2 2 22 3 2 2 22 3 3 1 1 1 1 1 1 1 1 1 − − 2 2 − 3 −− 3 − 3 − 3 − 3 − 3 2 2 2 2 2 2 3 3 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 − − − −2 − 2 −3 − 3 3− − 3 −3 3 2 − 3 − 3 − −3 − 2 2 2 2 2 2 2 2 3 2 3 3 0 tak terdefinisi 1 1 1 1 1 1 1 1 2 −1 3 − 3 −1 1 1 3 − − − 2 − 3 − 3 − 3 − 3 − 3 −− −− 2 3 2 2 2 2 3 2 2 2 2 2 3 3 − –1 1 1 1 11 1 1 1 − 2 − 3 − 3 −− 23 − 3 − 3 − 3 2 2 2 23 2 2 3 − 1 1 11 1 1 1 1 1 1 1 1 − − − 3 − 33 −− 3 3 2− − − 3 −− 2 − 2 − 3 3 − 3 2 2 22 2 2 2 2 3 2 3 3 0 1 0 –1 ♦ Berikan masalah 8. tugasnya adalah menentukan nilai α (besar sudut)! 5 6 2 3 4 3 4 2 3 Alternatif Penyelesaian Penyelesaian I: Langkah-langkah yang dilakukannya adalah 1. Matematika 289 .2 berikut ini kepada siswa dan ajak siswa untuk berdiskusi dengan temannya. Adapun cara yang dilakukannya adalah menggambarkan sisi di hadapan sudut dengan panjang 1 satuan dan menggambarkan sisi miring sebuah segitiga dengan panjang 2. 1 1 1 1 1 2 3 3 4 sin α = . Menggambarkan sebuah segitiga siku-siku dan menerapkan sifat perbandingan sinus.

Dengan fasilitas yang dimiliki kalkulator dapat diperoleh invers nilai sin. Latihan 8. 5 6 2 3 4 3 4 2 3 5 6 2 3 4 3 4 2 3 Penyelesaian III: 1.2. Invers dari sin–1 selanjutnya dituliskan dengan arcsin . 3.2. Alternatif yang mungkin dilakukan adalah dengan melihat tabel.1 1 1 1 1 1 2 3 3 4 1. kuadran II. Selanjutnya dia mengukur besar sudut dari segitiga siku-siku yang sudah terbentuk dengan menggunakan busur derajat. Tentukan nilai θ jika tan θ = 0! 290 Buku Guru Kelas X . Penyelesaian II: 1. Untuk kasus nilai perbandingan trigonometri sudut istimewa pada kuadran I. III. yaitu 1 1 1 1 1 2 3 3 4 α = sin–1 = 30°. 5 6 2 3 4 3 4 2 3 1 1 1 1 1 2 3 3 4 1 1 1 1 1 2 3 3 4 2. dan kuadran IV dapat menggunakan Tabel 8. Berdasarkan pengukuran yang dilakukan ternyata diperoleh besarnya sudut α adalah 30°. Alternatif penyelesaian yang lain yaitu dengan menggunakan kalkulator. kuadran. Tentukan nilai β jika cos β = ! 5 6 2 3 4 3 4 2 3 2.

maka nilai 2 2 3 2 3 3 6 Contoh 8.25! Tunjukkan bahwa sin θ  tan θ = cos θ 2  sin θ + cos 2 θ = 1  tan 2 θ + 1 = cosec 2θ Matematika 291 . Penulisan ini juga berlaku untuk perbandingan trigonometri lainnya.2 Jika tan x = − 1 3 . Perhatikan gambar! 3 3 Sehingga untuk nilai cos x = 2 3 2 3 3 3 3 3 1 − 3 3 = 2 2 3 2 3 3 6 3 3 3 3 1 − 3 3 = 2 2 3 2 3 3 6 3 3 3 3 1 − 3 3 = 2 2 3 2 3 3 6 − 3 3 1 3 3 2 3 6 3 3 3 3 1 − cos x = 3 3– Karena nilai cos bernilai negatif di kuadran ke IV.7 Perhatikan Gambar 8. invers dari tan x = y maka inversnya adalah x = arctan y. Latihan 8. Misalnya invers dari cos x = y maka inversnya adalah x = arcos y. sehingga gambar segitiga siku-siku berada di kuadran ke IV. dan x tumpul berapakah nilai dari cos x? 3 Penyelesaian Jika x tumpul. maka x berada di kuadran ke IV.

. maka persamaan (1) berubah menjadi: sin 2 θ cos 2 θ 1 + = ⇔ tan 2 θ + 1 = sec 2 θ ………………………………. y sin θ r y Gambar 8. (dengan syarat cos2 θ ≠ 0).. r r Nilai perbandingan sin θ dan cos θ dinyatakan sebagai berikut... 2 Tentunya. sin2 θ ≠ sin θ2. (2) 2 2 2 cos θ cos θ cos θ Jika kita lanjutkan membagi kedua ruas persamaan (1) dengan sin2 θ.. r r r2 r Jadi ditemukan: sin2 θ + cos2 θ =1 ...... = (sin θ).……………………………………… (1) Persamaan ini disebut sebagai persamaan identitas trigonometri. 2 2 2 y x  y  y y x y cos θsin =2θ .. sedangkan tan cos θ x x r bahwa: sehingga berlaku sin θ y sin θ = tan θ ⇔ = tan θ cos θ x cos θ Perlu kita kenalkan.(sin θ) =   .. Dari persamaan ini kita dapat menemukan turunan rumusan dalam trigonometri. jika sin θ θ = .. = .   = 2 .. dan tan θ = .. cos θ = ..      2  2  2 2 r 2 x2  r x r rr r  r r Jumlah dari sinus kuadrat teta dengan cosinus kuadrat teta dinyatakan sebagai berikut: y 2 x2 y 2 + x2 r 2 sin 2 θ + cos 2 θ = 2 + 2 = = 2 = 1. (sin2 θ dibaca sinus kuadrat teta)....... bahwa (sin θ)(sin θ) = (sin θ)2 = sin2 θ.. maka berlaku: 292 Buku Guru Kelas X .25 Segitiga siku-siku = = cos θ x x y r sin θ r y = θ= .......maka r r r x2 rr r 2 2 2 2 2 y 2y  x  y y y 2x y  y   y  2 . Tetapi perlu diingat bahwa..25 berlaku: y x sin θ = ... jika kedua ruas persamaan tersebut dibagi cos2 θ...Penyelesaian Dari Gambar 8.... Misalnya. = Sama halnya untuk memahami cos θ = ...

26. Oleh karena itu berlaku: 2 2 1 1  1 3 sin 2 2α + cos 2 2α = sin 2 30° + cos 2 30° =   +  3  = + = 1. α = 15°. kebiasan anak-anak jika melihat/mendengar pesawat udara sedang melintasi perkampungan mereka.……………………..26 Sketsa pengamatan terhadap pesawat udara dengan sudut elevasi θ...3 Di daerah pedesaan yang jauh dari Bandar udara. (sudahkah 5 6 2 3 4 3 4 2 3 kamu tahu alasannya?).. yang terbang dengan ketinggian 20 km. Bolang.. (3) 2 2 sin θ sin θ sin 2 θ Formula di atas berlaku. Alternatif Penyelesaian Ilustrasi persoalan di atas dapat disajikan pada Gambar 8. Masalah-8.. tentukanlah jarak pengamat ke pesawat jika : θ = 30°... Matematika 293 . θ = 90°.sin 2 θ cos 2 θ 1 + = ⇔ 1 + cotan 2θ = cosec 2θ .... maka 2α = 30°. Misalnya. dan θ = 120°. tetapi sin (30°)2 = sin 900° = 0. sin2 30° = . 4 4 2 2  1 1 1 1 1 2 3 3 4 Tolong ingat kembali bahwa. Gambar 8. Dengan sudut elevasi pengamat (Bolang) terhadap pesawat adalah sebesar θ. mengamati sebuah pesawat udara. untuk semua satuan sudut yang sama.

1 + 0. maka sin 120° = 40 20 20 20 ⇔ d= = = 3 km. maka sin 90° = ⇔ d= = = 20 km.Untuk menentukan jarak pengamat terhadap pesawat. d sin 30° 1 2 20 20 20  Untuk θ = 90°. sebagai berikut S = 23.  Untuk θ = 120°. Masalah-8. 3 cos π t 6 ( ) dengan t = waktu (bulan) t = 1 merepresentasikan hasil penjualan bulan Januari tahun 2010. Alternatif Penyelesaian Jika bulan Januari tahun 2010 menyatakan waktu t = 1. θ = 120°. dan bulan April 2011 menyatakan t = 16. 20 20 20 ⇔ d= = = 40 km. 884 + 4. waktu t = 2 adalah: S = 23. 442. 442t + 4. Produksi hasil penjualan bulanan (dalam satuan ribuan unit) selama 2 tahun diprediksi. 984 + 4.1 + 0. 1. maka pesawat tepat berada di atas si Bolang.4 Sebuah perusahaan memproduksi mainan. 3. d sin 90° 1  Untuk θ = 30°. 3 cos(60°) 1 S = 23. (kenapa?). dengan sudut elevasi 90°. kita menentukan sin θ. Prediksi penjualan mainan pada bulan Pebruari 2010. d sin 120° 3 3 2 Dapatkah kamu ilustrasikan bagaimana posisi pengamatan si Bolang dengan besar sudut elevasi.   = 26.1 + 0. maka sin 30° = Artinya. sehingga sama dengan tinggi terbangnya pesawat.(2) + 4. dengan diketahui ketinggian terbang pesawat. 3 cos π t S = 23. maka bulan Pebruari 2010 menyatakan waktu t = 2.134 2 294 ( 6) Buku Guru Kelas X . Tentukanlah prediksi penjualan pada bulan Pebruari 2010 dan bulan April 2011.

360°].  . Sedangkan untuk 1 1 1 1 1 2 3 3 4 x = 210° dan x = 330°.  −  = 28 .134 unit. 3 cos( 240°) (kenapa cos(960°) = cos( 240°)?) ( )  1 28. −  .2π] Penyelesaian x ∈ [0.022 unit.172 + 4. Grafik Fungsi y = sin x.  . maka prediksi penjualan pada bulan April 2011 adalah 28. hanya berlaku untuk x = 30°. Prediksi penjualan mainan pada bulan April 2011. 022  2 Karena jumlah penjualan dalam ribuan unit. 5 6 2 3 4 3 4 2 3 Pasangan nilai x dengan nilai perbandingan sin x merupakan suatu koordinat titik pada grafik fungsi sinus. 442. Dengan menggunakan nilai-nilai sudut yang telah diberikan di atas. karena perbandingan 5 6 2 3 4 3 4 2 3 trigonometri hanya bernilai positif di kuadran I dan II. Grafik Fungsi Trigonometri a.2π] 5 6 2 3 4 3 4 2 3 − 2= −– sin 3 − 4∈− 5 − 6 − 7 − 8 − 9 b) sin x + x.1 + 0.  240°.8 Tentukanlah nilai x yang memenuhi setiap persamaan di bawah ini: 1 1 1 1 1 2 3 3 4 a) sin x = . nilai sin x = – . yaitu koordinat: 1  1  1  1   30°. t = 16 adalah: S = 23.(16) + 4. 150°. dan x = 150°. 3 cos(960°) S = 30.022 S = 30. Jadi banyaknya mainan yang terjual pada bulan Pebruari 2010 adalah sebanyak 26. Contoh 8. x ∈ [0°.2π] merupakan domain untuk menyelesaikan persamaan pada bagian a). 6.1 + 0.172 + 4. −  2  2  2  2  Matematika 295 . x [0. mari kita selesaikan persamaan berikut ini. 2.(16) + 4. 3. x ∈ [0. 3 cos 16π 6 S = 23.  210°. 442. 1 1 1 1 1 2 3 3 4 a) sin x = .

0).  60°. tentunya. Gambar 8. untuk x = 180° dan x = 360°. 135°.1 1 1 1 1 2 3 3 4 b) Persamaan sin x + − 2 =−– sin 3 − x⇔ 4 2−sin5x − = −6 2−atau −7 3 sin − −x 8= 4− –−− 9 52. (270°. 3 .  315°. 2 3  . yaitu: • sin x = 0. 1 1 1 1 1 2 3 3 4 1 1 1 1 1 2 3 3 4 • sin − x2 = − 3 . Oleh karena itu berlaku: 1 1 1 1         3  . 7 − 8 − 9 5 6 2 3 4 3 4 2 3 Oleh karena itu.1). Akibatnya diperoleh: (0°. untuk x = 270°. masih terdapat pasangan koordinat yang lain.2. (180°. 2  . Selain itu juga. untuk x = 90° sin x = – 1. 2 2         1 1 1 1         2  . (360°.−− Jika 63 kamu −− 74 −− 85 −− 96 − 5 6 2 3 4 3 4 2 3 sudah menguasai Tabel 9. − serta 8 − sin 9− x =2– − 3 pada − 4saat − x 5= − 240°. − 2  . sekarang kita memiliki pasangan titik: Selain pasangan titik besar sudut dan nilai perbandingan trigonometri di atas.  240°. − dan 6 − x =7 120°. tentunya dengan mudah. kita sajikan pada Gambar 8. 6 − 7 − 8 − 5 6 2 3 4 3 4 2 3 5 6 2 3 4 3 4 2 3 dan x = 300°.360°] 296 Buku Guru Kelas X .27 Grafik fungsi y = sin x.  45°.0). − 2 .  300°. • sin x = 1. Akibatnya berlaku: (90°.− untuk 4 − x =5 60°.27.  225°. kamu dapat menyebutkan bahwa nilai x yang memenuhi adalah x = – 225° dan x = – 315°. 1 1 1 1 1 2 3 3 4 kita harus menguasai bahwa nilai sin x = − 2 pada − 3saat − x4= − 45°5dan − x6= − 135°.1). 2 3  .0). x ϵ [0°. 120°. 2 2 2 2         Sebagai kumulatif hasil semua pasangan titik-titik di atas.

28 Grafik fungsi y = a sin x. Nilai konstanta a yang memenuhi untuk fungsi di bawah ini adalah a = 2. Berikut ini juga diberikan grafik fungsi sinus (Gambar 8. x ϵ [0°.360°]. mengakibatkan perubahan pada nilai maksimum dan nilai minimum fungsi.cos x = – 1. grafik di atas dapat kamu gambarkan pada kertas dengan spasi yang jelas. maka fungsi y = cosec x.Grafik y = sin x memiliki nilai ymax = 1 dan ymin = –1. 2) − 8. untuk domain [0°. b. Penyelesaian 1) Persamaan (cos x)2 – 2. tetapi tentunya ada beberapa perbedaan yang anda harus cermati dan pahami.360°] Contoh 8.360°]. 1) (cos x)2 – 2. a ϵ R Selanjutnya. x ∈ [0°. untuk suatu persamaan kuadrat kita membutuhkan akar-akar persamaan kuadrat tersebut. • Jika fungsi y = sin x. x ∈ [0°. Gambar 8.cos x = – 1 merupakan persamaan trigonomteri berbentuk persamaan kuadrat.28).360°]. Oleh karena itu dapat kita tulis: Matematika 297 . kemudian sketsakan. Silahkan temukan pasangan-pasangan titik untuk fungsi tersebut. Secara manual. akan kita bandingkan grafik fungsi di atas dengan grafik fungsi y = cos x. Grafik Fungsi y = cos x. Adanya konstanta. Tentunya.cos − 5 − 6 − 7 − x 9 – 2 = 0.9 Mari cermati beberapa persamaan di bawah ini.

2 2  .  225°. Nilai x yang memenuhi persamaan cos x = 1 adalah x = 0° dan x = 360° (kembali sesuaikan dengan Tabel 9.29 Grafik fungsi y = cos x. . (180°. 2 2  .0) dan (360°. Akibatnya.cos x + 1 = 0 ⇔ (cos x – 1).1).− 5 6 2 3 4 3 4 2 3 1 1 1 1 1 2 3 3 4 − 3 −untuk 4 −x5 − 7 − 8 − 9 Nilai x yang memenuhi persamaan cos x = − 2 adalah =− 45°6 dan 5 6 2 3 4 3 4 2 3 1 1 1 1 1 2 3 3 4 − 3 − untuk 4 − 5 − 6 − 7 x = 315° (lihat Tabel 9. Nilai cos x = – 1 berlaku untuk x = 180° dan cos x = 0 untuk x = 90° dan x = 270°. (270°. (90°. 135°.360°] 298 Buku Guru Kelas X .2. Oleh karena itu.0). kita temukan pasangan titik: (0°.cos − x 9 – 2 = 0 dapat kita sederhanakan menjadi: 1 1 1 1 1 2 3 3 4 − 2 .1) 3 − 4 − 52) − Persamaan 6 − 7 − 8.2 2  . silahkan bentuk pasangan-pasangan titik yang lain. Jadi.–1).         Selanjutnya.2).cos − x 3 –− 40 −⇔5cos − x6= − − 2 7 − 3 8− − 4 9− 5 − 6 − 7 − 8 − 9 2 2= . Gambar 8. dapat kita lihat dari Tabel 8.2). (cos x)2 – 2. x ϵ [0°. . berikut ini disajikan pada grafik berikut.2 2   315°. dengan menggunakan semua pasangan-pasangan titik di atas. kita dapat menuliskan pasangan titik-titik berikut: • 1 1 1 1          45°.(cos x – 1) = 0 atau (cos x – 1)2 = 0 ⇔ cos x = 1. Sedangkan untuk cos x = – − 2 berlaku 5 6 2 3 4 3 4 2 3 x = 135° dan x = 225°.

Cermati dan tentukan perbedaan dengan grafik y = cos x.31 Grafik fungsi y = tan x. grafik fungsi y = tan x. x ∈ [0°.360°]. untuk x ∈ [0°.360°]. Grafik Fungsi y = tan x. Nilai maksimum fungsi y = cos x memiliki nilai ymaks = 1 dan nilai ymin = – 1. Gambar 8. b ϵ R c. x ϵ [0°. b ∈ R .360°] dapat kita gambarkan sebagai berikut.Dari grafik di atas. dapat kita cermati bahwa seiring bertambahnya domain fungsi y = cos x. Gambar 8.360°] Matematika 299 . x ∈ [0°. untuk x ∈ [0°. Dengan cara yang sama.360°].30 di bawah ini adalah grafik y = cos bx. Kemudian sajikan pasangan titik-titik tersebut dalam grafik fungsi trigonometri.360°]. menggambarkan grafik fungsi y = sin x dan y = cos x. Gambar 8. kurva bergerak dari y = 1 hingga mencapai kembali y = 1.30 Grafik fungsi y = cos bx. x ϵ [0°. • Minta siswa untuk menentukan pasangan titik-titik yang dilalui grafik fungsi y = secx.

32 Grafik fungsi y = tan ax. Tentukanlah nilai sinus. cosinus. cermati grafik di bawah. • Dengan keadaan ini. apa yang dapat kalian simpulkan dari gambar di atas? Selanjutnya. dan cotangen setiap sudut yang dinyatakan. b. berbeda dengan grafik y = sin x dan y =cos x. tangen. tangen untuk setiap titik yang disajikan berikut: 300 Buku Guru Kelas X . Perhatikan setiap gambar di bawah ini.Grafik di atas. dan a ϵ R Uji Kompetensi 8. secan. Sebaliknya. c. nilai y = tan x menuju negatif tak terhingga. cosec. cosinus. untuk x → 90° dan x → 270° (dari kiri).3 1. d. mengenai nilai maksimum dan nilai minimum fungsi. Gambar 8. tentukanlah nilai sinus.360°]. nilai y = tan x menuju tak terhingga. 2. Khususnya. x ϵ [0°. Perhatikan nilai fungsi disaat x →90° dan x → 270° (dari kanan). a.

9.tan x lebih besar daripada nilai b. taan berikut.5. Tentukanlah : 301 Matematika . tentukanlah: 15 cotan α a. Tentukanlah nilai maksimum dan minimum kedua fungsi. dan Y2 = a cos bx. Diketahui β berada di kuadran III.2) c. a. Di kuadran I. x ∈ [0°.12) b.sin β 3 2 sec β π ≤ β ≤ 3π d. (sin α). dan 120° 8. sin β b cos β 2 sec β 3 sin β π ≤ β c. 2 2 tan β + 1 tan β − 1 2 a. keempat kuadran. Diketahui π sin β 2 sec β 3 ≤ β ≤ 3π . b ∈ R .cosec x. dan nilai 2 2 tan β + 1 tan β − 1 2 cotan β=3 tidak terdefinisi.–2) d. sec 2 β + tan 2 β perbandingan trigonometri. sec x dan sin x selalu mimiliki nilai tanda yang sama di 7. T(3.2. Sederhanakanlah bentuk ekspresi berikut. tentukanlah: cos 2y 4 2 sec β − tan β sec 2 β + tan 2 β 4.75) a. c.sin x < dan cos β = – .–7. 8 cosec α Diberikan tan α = − dengan sin α > 0. Periksalah kebenaran setiap pernya. P(5. b.7. maka nilai 2.360°]. Sederhanakanlah bentuk persamaan berikut ini. nilai sinus selalu a. Di bawah ini disajikan tabel yang a. Q(–5. + 1 + cos A 1 − cos A b. cos x. 3 < y < 150°. sin A sin A a. ≤ 3π 2 2 tan β + 1 tan β − 1 2 3. sec α c. (sin B + cos B)2 + (sin B – cos B)2 c. cos x. cos α b. Untuk 30° < x < 90°. R(–5. − 15 cotan α 5 6. + sec β 2 sin 2 β + 2 cos 2 β tan β menjelaskan tanda nilai beberapa sec β − tan 2 β b.(1 + cos A) 10. (cosec A – cotan A). Jika diketahui Y1 = a sin bx. a.(cos α) 8 cosec α d.cotan x + sin x cosinus. + sec β 2 sin 2 β + 2 cos 2 β sin α > 0 cos α > 0 tan β sin α < 0 tan α < 0 cos α < 0 sin α > 0 Tentukanlah letak sudut α untuk setiap kondisi tanda nilai perbandingan. dan gambarkanlah gambar kedua fungsi. Berikan alasanmu.

Buatlah analisis sifat-sifat grafik sinus. Buatlah laporanmu dan sajikan di depan kelas. hanya tan α dan cotan α yang bernilai positif. Pada segitiga siku-siku ABC berlaku jumlah kuadrat sisi siku-siku sama dengan kuadrat sisi hypothenusanya atau secara simbolik ditulis a2 + b2 = c2 dengan c merupakan panjang sisi miring dan a serta b panjang sisi-sisi yang lain dari segitiga siku-siku tersebut. sin A = c c b a b a b. b. 2. tan A = c c b 3. cosinus. semua nilai perbandingan trigonometri bernilai positif. selainnya bertanda negatif. maka berlaku perbandingan trigonometri berikut. d. selainnya bertanda negatif. PENUTUP 1. hanya sin α dan cosec α yang bernilai positif. 302 Buku Guru Kelas X .Projek Himpunlah informasi penerapan grafika fungsi trigonometri dalam bidang fisika dan teknik elektro serta permasalahan di sekitarmu. hanya cos α dan sec α yang bernilai positif. Pada kuadran I. selainnya bertanda negatif. c. Pada gambar segitiga siku-siku ABC dengan sudut siku-sikku berada di C. dan tangen dalam permasalahan tersebut. Pada kuadran II. a. D. Pada kuadran III. termasuk kebalikan setiap perbandingan sudut tersebut. cos A = c c b a b a c. a b a a. Nilai perbandingan trigonometri pada tiap kuadran berlaku sebagai berikut. Pada kuadran IV.

Nilai perbandingan trigonometri pada kuadran I adalah sebagai berikut. Sudut sin 0° 0 30° 45° 60° 90° − 1 11 1 111 1 1 1 1 1 1 −− 2 − − − −2 3 −2 − −3 −3 3−3 − 3 −3 3 3 − 2 22 2 222 2 2 3 3 3 cos − 1 11 1 1 11 1 1 1 1 0 1 1 − − 3− − 2 3− −− − 3 3 −2 − 2 − 3 3 − 3 − 3 − 3 2 2 2 2 23 2 2 3 2 2 3 tidak terdefinisi − 1 1 tan1 1 11 1 0 1 1 − 3 2 − 3 − − 3 −− 32 − 3 − 3 − 2 2 2 32 2 2 3 Matematika 303 .4.

Bab Geometri A. 3. garis dan bidang. garis dan bidang dilakukan dengan menggunakan sifat-sifat bangun datar dan ruang. memahami konsep jarak dan sudut antara titik. menggunakan berbagai prinsip bangun datar dan ruang serta dalam menyelesaikan masalah nyata berkaitan dengan jarak dan sudut antara titik. memiliki motivasi internal dan merasakan keindahan dan keteraturan matematika dalam perhitungan jarak dan sudut antara titik. • berpikir tingkat tinggi dalam menyelidiki dan mengaplikasikan konsep dan prinsip-prinsip bangun datar dan ruang dalam geometri untuk memecahkan masalah otentik. • • • • • • • Titik Garis Bidang Ruang Jarak Sudut Diagonal . 2. KOMPETENSI DASAR DAN PENGALAMAN BELAJAR Kompetensi Dasar Setelah mengikuti pembelajaran ini siswa mampu: 1. siswa memperoleh pengalaman belajar: • menemukan konsep dan prinsip geometri melalui pemecahan masalah otentik. Pengalaman Belajar Melalui pembelajaran materi geometri. garis dan bidang melalui demonstrasi menggunakan alat peraga atau media lainnya. • berkolaborasi memecahkan masalah aktual dengan pola interaksi sosial kultur.

B. Garis. Bidang Bangun Ruang Jarak dan Sudut antar Titik. Bidang Unsur Bidang Sudut Diagonal Bidang Diagonal Ruang Matematika 305 . PETA KONSEP Masalah Otentik OBJEK GEOMETRI Titik Sudut Titik Sudut Dimensi 2 Dimensi 3 Rusuk Unsur Sisi Bidang Sudut Bangun Datar Jarak dan Sudut antar Titik. Garis.

Kita dapat melihat bahwa lokomotif tidak terletak atau melalui jembatan penyeberangan. Gambar 9.1b. Menemukan Konsep Jarak Titik. dan Bidang a.1b Titik pada garis Perhatikan Gambar 9. Apa yang bisa kamu lihat? Misalkan kabel listrik adalah suatu garis dan burung adalah titik.1b. Gambar berikut akan mencoba pemahaman kamu terhadap kedudukan titik dengan garis. Artinya jika dihubungkan dengan garis dan titik maka dapat disebut bahwa contoh di atas merupakan suatu titik yang tidak terletak pada garis.1a dan Gambar 9. Gambar 9. 306 Buku Guru Kelas X . MATERI PEMBELAJARAN 1.2a Garis dan titik Jika dimisalkan jembatan penyeberangan merupakan suatu garis dan lokomotif kereta adalah suatu titik.2a Jembatan penyeberangan Gambar 9.1a Burung Gambar 9.C. Kedudukan Titik ♦ Ajak siswa untuk menyimak ilustrasi berikut! Berikan pertanyaan agar siswa dapat memahami tentang kedudukan titik. maka dapat dikatakan bahwa tempat hinggap burung pada kabel listrik merupakan sebuah titik yang terletak pada suatu garis. Garis. yang dapat dilihat pada Gambar 9.

Gambar 9. dan H. ♦ Ajak siswa untuk memahami masalah-masalah berikut. Masalah-9. Pertanyaan: a. Segmen atau ruas garis AB sebagai wakil garis g.EFGH dan garis g dari gambar di atas.3a Bola di lapangan Gambar 9. Jika ada hambatan beri bantuan berdasarkan konsep dan prinsip yang telah diketahui siswa sebelumnya. F. Untuk lebih melengkapi pemahaman kedudukan titik terhadap garis.EFGH dan garis g Alternatif Penyelesaian Pandang kubus ABCD. Tentukan titik sudut kubus yang terletak pada garis g! b. Matematika 307 . titik sudut kubus yang berada di luar garis g adalah titik C. E. Tentukan titik sudut kubus yang berada di luar garis g! Gambar 9.3b Dua titik A dan B Gambar di atas merupakan contoh kedudukan titik terhadap bidang. G. Perhatikanlah kubus tersebut.4 Kubus ABCD.EFGH. Minta siswa untuk menyelesaikannya sendiri.3a dan Gambar 9.3b.1 Sebuah kardus berbentuk kubus ABCD. D. b. titik sudut kubus yang terletak pada garis g adalah titik A dan B. dapat diperoleh: a. dengan bola sebagai titik dan lapangan sebagai bidang. Sebuah titik dikatakan terletak pada sebuah bidang jika titik itu dapat dilalui bidang seperti terlihat pada titik A pada gambar dan sebuah titik dikatakan terletak di luar bidang jika titik itu tidak dapat dilalui bidang. perhatikan pula Gambar 9.

Dapatkah kamu menentukan jarak sesungguhnya antara rumah Andi dan Cintia? Gambar-9. 3) Jika suatu titik dilewati suatu bidang. Jarak antara rumah Bedu dan Andi adalah 4 km sedangkan jarak antara rumah Bedu dan Cintia 3 km. maka dikatakan titik itu terletak pada bidang. • Titik sudut yang berada di luar bidang CDGH adalah A. Bedu.1 1) Jika suatu titik dilalui garis.EFGH.5! Terhadap bidang DCGH. titik sudut kubus apa saja yang berada di luar bidang DCGH! Penyelesaian Pandang kubus ABCD. dan F.2 Rumah Andi. maka titik itu berada di luar bidang.EFGH Definisi 9. Gambar 9. 4) Jika titik tidak dilewati suatu bidang. Jarak antara Titik dan Titik Masalah-9. pada bidang CDGH dapat diperoleh: • Titik sudut yang berada di bidang CDGH adalah D. G. 2) Jika suatu titik tidak dilalui garis maka dikatakan titik tersebut berada di luar garis. apakah titik memiliki jarak terhadap garis dan apakah titik memiliki jarak terhadap bidang? b. maka dikatakan titik terletak pada garis tersebut. dan H.6 Peta rumah 308 Buku Guru Kelas X . tentukanlah: a.1 Perhatikan kubus ABCD.Contoh 9. dan Cintia berada dalam satu pedesaan.EFGH pada Gambar 9. Jika suatu titik dilalui oleh garis atau bidang. E. B. C. titik sudut kubus apa saja yang terletak pada bidang DCGH! b.5 Kubus ABCD. Rumah Andi dan Bedu dipisahkan oleh hutan sehingga harus menempuh mengelilingi hutan untuk sampai ke rumah mereka.

dan Cintia diwakili oleh tiga titik yakni A.Alternatif Penyelesaian Misalkan rumah Andi. memiliki sudut pandang 50° Mobil B = titik B. maka jarak antara rumah Andi dan Cintia diperoleh 5 km. Dengan membuat segitiga bantu yang siku-siku maka ilustrasi di atas dapat digambarkan menjadi: Dengan memakai prinsip teorema Phytagoras.7 Segitiga siku-siku Masalah-9. Ia mengamati dua buah mobil yang yang sedang melaju berlainan arah. Gambar 9. yaitu: AC = ( AB ) 2 + ( BC ) 2 AC = (4) 2 + (3) 2 AC = 25 AC = 5.8 Posisi mobil dari gedung Matematika 309 . pada segitiga siku-siku ABC. Berapa jarak antar kedua mobil ketika sudah berhenti di setiap ujung arah? Alternatif Penyelesaian Diketahui: Misalkan: Mobil A = titik A. memiliki sudut pandang 45°. dan C. Bedu. Tinggi gedung = 80 m Ditanya: Jarak antar kedua mobil sesudah berhenti? Perhatikan ilustrasi masalah dalam gambar berikut. Gambar 9. Terlihat mobil A sedang bergerak ke arah Utara dan mobil B bergerak ke arah Barat dengan sudut pandang masing-masing sebesar 50° dan 45°. B. maka dapat diperoleh panjang dari titik A dan C. Dari hasil di atas disimpulkan bahwa jarak antara titik A dan C adalah 5.3 Seorang satpam sedang mengawasi lalu lintas kendaraan dari atap suatu gedung apartemen yang tingginya 80 m mengarah ke lapangan parkir.

kita memfokuskan perhatian terhadap segitga AOT dan segitiga BOT. tan 45° = OT 80 OT = ⇔ BO = = 67.49 m.1) ke C (4.Dari Gambar 9. kamu dapat tunjukkan panjang segmen garis AB dan BC. 310 Buku Guru Kelas X . panjang AO dapat ditentukan dengan menggunakan perbandingan tangen. 22) 2 10918. 49 Maka diperoleh.2 Perhatikan posisi titik titik berikut ini! Gambar 9. 52 = 104. OT 80 OT tan 45° = = ⇔ AO = = 80 tan 45° AO AO Pada segitiga TOB. dan C Jarak titik A (1. AC = (4 − 1) 2 + (1 − 1) 2 = 3. jarak antara kedua mobil tersebut adalah 104. B.8. Pada segitiga TAO. yaitu 2 dan 13 .1) dapat ditentukan melalui formula. diperoleh AB = = = ( AO) 2 + ( BO) 2 (80) 2 + (67.9 Koordinat titik A. Dengan cara yang sama. Contoh 9. 22 tan 50° BO AO Masih dengan menggunakan teorema Phytagoras pada segitiga AOB.

dan C adalah titik-titik sudut segitiga ABC dan siku-siku di C. Dalam hal ini.11 Lapangan sepakbola Matematika 311 . maka jarak antara titik A dan B adalah: AB = ( AC )2 + (BC )2 c. Ukurlah jarak antara titik penalti terhadap titik yang berada di garis gawang. Ambil alat ukur sejenis meteran yang digunakan untuk mengukur titik penalti terhadap garis gawang. lakukan berulang-ulang sehingga kamu menemukan jarak yang minimum antara titik penalti dengan garis gawang tersebut! Gambar 9. Titik A dan titik B dikatakan sebagai titik yang segaris atau kolinear. Gambar 9. yaitu titik terletak pada garis atau titik berada di luar garis. Titik dikatakan terletak pada garis. ♦ Jelaskan kepada siswa bahwa terdapat dua kemungkinan titik pada garis. ♦ Minta siswa untuk memahami Gambar 9. Diharapkan siswa sudah mengetahui kedudukan titik terhadap garis. Jarak Titik ke Garis ♦ Ajak siswa untuk memahami letak titik pada garis.6. dan AC memenuhi Theorema Phytagoras. Rumus 9. kita dapat melihat bahwa titik A dan B terletak pada garis g. jika titik tersebut dilalui oleh garis. Dari pembahasan di atas. (Silahkan tunjukkan!).4 Bentuklah tim kelompokmu. Untuk selanjutnya mari kita cermati kemungkinan jarak titik yang tidak terletak pada suatu garis. kemudian pergilah ke lapangan sepakbola yang ada di sekolahmu.10 Titik terletak pada garis Masalah-9. dapat disimpulkan.1 Titik A. B. dengan kata lain kita akan mengkaji jarak titik terhadap garis dengan kegiatan dan permasalahan berikut. BC.Tentunya panjang ketiga segmen AB. jarak titik ke garis adalah nol.

B. coba kamu bayangkan ada cahaya yang menyinari titik P tepat di atasnya. CD! b. Contoh 9. P' merupakan projeksi titik P pada garis l.13 Projeksi titik P pada garis l garis l . Sedangkan. PB.Alternatif Penyelesaian Jika dimisalkan titik penalti adalah titik P dan garis gawang merupakan garis lurus l.EFGH. yaitu P'. Tentukan projeksi titik A pada garis a.1 Jarak Titik Penalti Titik Jarak P dan A P dan B P dan C P dan D Gambar 9. C. Kemudian ambil alat ukur sehingga kamu peroleh jarak antara titik P dengan kelima titik tersebut.12 Jarak titik P dan E Apakah panjang ruas garis PA. PC. PE. BD Gambar 9.14 Kubus ABCDEFGH 312 Buku Guru Kelas X . D. Tentu saja akan diperoleh bayangan titik P pada garis. adalah sama? Menurutmu. dan E.3 Diketahui kubus ABCD. PD. Untuk itu kita dapat mengatakan bahwa panjang PP' merupakan jarak titik P ke Gambar 9. Tentukanlah beberapa titik yang akan diukur. Jadi. bagaimana menentukan jarak dari titik P ke garis l? Apa yang dapat kamu simpulkan? Sekarang. misalkan titik-titik tersebut adalah A. jarak titik p ke garis l adalah PP'. Isilah hasil pengukuran kamu pada tabel yang tersedia. Tabel 8.

Gambar 9. i.Penyelesaian a. Proyeksi titik A pada garus CD Jika dari titik A ditarik garis yang tegak lurus terhadap segmen garis CD maka diperoleh titik D sebagai hasil proyeksinya (AD ^ CD). panjang diagonal ruang kubus adalah a 3 = 4 3 sehingga. Gambar 9. titik X dan garis PQ Alternatif Penyelesaian Diketahui panjang rusuk kubus a = 4 cm. 1 1 1 1 1 2 3 3 4 RX = RT 5 6 2 3 4 3 4 2 3 Matematika 313 . ♦ Jelaskan pada siswa mengenai arti titik pusat kubus (bangun ruang). Proyeksi titik A pada garis BD Jika dari titik A ditarik garis yang tegak lurus terhadap segmen garis BD maka diperoleh titik T sebagai hasil proyeksinya (AT ^ BD).TUVW dengan titik pusat X 1 1 1 1 1 2 3 3 4 Karena X adalah titik tengah ruas garis RT. seperti yang disajikan pada Gambar 9. titik R dan X ii. Titik X terletak pada pusat kubus tersebut. panjang rusuknya 4 cm. maka jarak RX = RT. lalu minta siswa untuk menghitung jarak antara i.17.16 Proyeksi titik A pada garis BD Contoh 9.TUVW.15 Proyeksi titik A pada garis CD b. Gambar 9. RT merupakan 5 6 2 3 4 3 4 2 3 diagonal ruang kubus sehingga berdasarkan sifat kubus.17 Kubus PQRS.4 Sebuah kubus PQRS.

jarak antara titik X ke PQ adalah 2 2 cm. 3 4 5 6 7 8 9 d. kita dapat menemukan titik-titik dan membentuk garis. sementara XQ = a QW 2 3 sehingga 5 6 2 3 4 3 4 2 3 5 6 2 3 4 3 4 2 3 2 2 XX' = ( XQ) − ( X ' Q) = (2 3 ) 2 − 22 = 12 − 4 =2 2 Jadi. Jarak antara X dan PQ adalah panjang ruas garis XX'. Perhatikan gambar berikut. Mari kita cermati masalah berikut ini yang terkait dengan masalah jarak titik terhadap suatu bidang. ii.1 1 1 1 1 2 3 3 4 a 3 =∙ 4 3 = 5 6 2 3 4 3 4 2 3 a 3=4 = 2 3 a 3=4 Diperoleh. 1 1 1 1 1 2 3 3 4 1 1 1 1 1 2 3 3 4 3=4 X'Q = PQ = 2. 314 Buku Guru Kelas X . Dengan menggunakan segitiga siku-siku XX'Q. kita akan menentukan panjang XX'. Jarak Titik ke Bidang Dalam satu bidang. jarak titik R ke X adalah 2 3 cm.

Keadaan tesebut dapat kita ilustrasikan sebagai berikut. lintasan yang dibentuk anak panah menuju papan target berupa garis lurus. jarak antara posisi Tino terhadap papan target dapat diperoleh dari rumusan berikut. Pada satu sesi latihan di sport center. Berapakah jarak minimal posisi Tino terhadap target? Alternatif Penyelesaian Tentunya. Oleh karena itu. Gambar 9. mesin pencatat kecepatan menunjukkan. Matematika 315 .t ⇔ 3 × 40 = 120 m.Masalah-9. s = v. dengan waktu 3 detik. meskipun kecepatan dan waktu berubah sesuai dengan perubahan jarak. sedang mempersiapkan diri untuk mengikuti satu pertandingan besar tahun 2012.5 Perhatikan gambar berikut ini. mencoba mengganti jarak posisi tembak semula terhadap papan target sedemikian sehingga mampu menembak tepat sasaran. Tino. seorang atlet panahan.18 Seorang pemanah sedang melatih kemampuan memanah Tino. tetapi belum tepat sasaran. kecepatan anak panah 40 m/det. Kondisi awal.

Jadi. setiap orang (yang tidak mengalami gangguan mata) dapat melihat dan membaca dengan jelas spanduk tersebut. bukan berarti jarak Tino terhadap papan target sebesar 90 meter. jarak titik A terhadap spanduk adalah panjang garis AC. merupakan jarak titik T terhadap papan target. teorema Phytagoras berperan untuk menyelesaikan masalah jarak.19 berikut ini. diilustrasikan pada gambar berikut. Gambar 9. Ilustrasi keadaan tersebut diberikan pada Gambar 9. Cermati garis g1. Posisi Tino. sedang merancang ukuran sebuah tulisan pada sebuah spanduk. Panjang garis BC bukanlah jarak sesungguhnya jarak si B terhadap spanduk. yang akan dipasang sebuah perempatan jalan. Tetapi panjang garis g2. walaupun panjang garis itu tersebut adalah 120 meter. Untuk menentukan jarak si B terhadap bidang (spanduk). karena garis AC tegak lurus terhadap bidang spanduk. dengan posisi 75 m. metode menghitung jarak antara satu objek ke suatu bidang harus membentuk lintasan garis lurus yang tegak lurus terhadap bidang.19 Sudut pandang dua orang terhadap suatu spanduk Pada Gambar 9.6 Suatu perusahaan iklan. Tulisan/ikon pada spanduk tersebut diatur sedemikian sehingga. dan papan target kita misalkan suatu bidang yang diletakkan dengan p satuan jarak dari titik T. Titik C' merupakan projeksi titik C pada bidang yang sama (spanduk). Tino berhasil menembak pusat sasaran pada papan target. pada tembakan ketiga.20 Jarak titik B ke titik C 316 Buku Guru Kelas X . Sama halnya dengan garis g3.Dari dua hasil pergantian posisi. bukan berarti garis tersebut menjadi jarak titik T terhadap papan target. Jadi jarak sebenarnya titik B terhadap spanduk sama dengan jarak titik B terhadap titik C'. dapat kita sebut sebagai posisi titik T. Gambar 9.19. Masalah-9. Jelasnya untuk keadaan ini.

Definisi 9.2 X Misalkan X adalah suatu bidang datar. 5 6 25 36 4 2 3 34 42 33 4 2 3 b) Jarak titik P terhadap BC. Jarak antara titik P terhadap bidang X. merupakan jarak titik P ke tiitk berat bidang X. berarti kita akan menghitung jarak titik terhadap 24 3 4 5 6 PB = PC = garis.EFGH titik pusat P Penyelesaian Cermati gambar kubus di atas. Pastikan hasil kerja yang diperoleh siswa sama dengan hasil perkerjaan di atas! Matematika 317 . ♦ Minta siswa untuk menentukan ulang jarak titik P terhadap garis BC. dan 4 panjang 5 6 7 8 9 ruang CE =28 3 cm. memiliki panjang rusuk 8 cm. maka panjang segmen garis 1 1 11 11 1 1 2 13 13 24 3 3 4 4 5 6 7 8 9 BP = BH = CE =24 3 cm. BC = 8 cm cermati segitiga sama kaki BPC pada Gambar 9. Lebih jelas kondisi tersebut. Titik P terletak pada pusat kubus tersebut. Tentunya.EFGH.5 Perhatikan kubus di samping. berlaku: PT 2 = PB 2 − BT 2 PT 2 = 5 3 Gambar 9.21 Kubus ABCD. Hitunglah jarak a) Titik B ke P! b) Titik P ke BC! Gambar 9. Contoh 9.22 Segitiga sama kaki BPC 7 ( ) 2 − (4) 2 = 32 PT 2 = 4 2 cm. 4 5 6 7 8 9 bahwa panjang AC = 8 2 cm diagonal a) Karena P merupakan titik terletak pada pusat kubus. dengan mudah kamu dapat menentukan 3 .22 Dari segitiga samakaki di atas. dan titik berada diluar P P merupakan sebuah titik yang Jarak titik P ke bidang X bidang X. dengan menggunakan cara lain. Kubus ABCD.

maka kedua garis tidak pernah berpotongan meskipun kedua garis diperpanjang.OPQR memiliki panjang rusuk 6 cm. 318 Buku Guru Kelas X .NR = RT. maka berlaku: 2 3 3 24 57. sekarang kita akan memperhatikan rusuk-rusuk yang sejajar dalam suatu bangun ruang.Contoh 9.24 Dua garis sejajar. Perhatikan segitiga KLR.23 Kubus KLMN. Gambar 9.6 3 =53 46 . Nah. tentukanlah jarak titik N ke bidang KMR Penyelesaian Untuk memudahkan kita menyelesaikan persoalan di atas.OPQR 2 3 KM = 6 2 cm 3 RT 4 =53 6 cm 7 3 NT = 3 2 cm 4 8 4 5 9 5 6 6 7 7 8 8 9 9 Sekarang. cermati bahwa segitiga KMR menjadi bidang penghubung menentukan panjang titik N ke bidang KMR.6 Sebuah kubus KLMN. Jarak antara Dua Garis dan Dua Bidang yang Sejajar Mari kita cermati gambar berikut ini. 6 7 8 9 Gambar 9. yaitu NS. sehingga 68 79 8diperoleh: 9 4 5 NT. e.NS ⇔ .NS NS =22 3 cm. dan jika kedua garis tidak berhimpit. k dan l dipotong secara tegak lurus oleh garis m Garis k dan l dikatakan sejajar jika jarak antara kedua garis tersebut selalu sama (konstan). Dengan menggunakan perbandingan panjang rusuk segitiga. ada baiknya kita mendeskripsikan sebagai berikut.

Gambar 9. Jika AB = 4 satuan luas dan CD =12 satuan. bidang PSTW sejajar dengan bidang QRVU. titik B dan bidang ACGE! b. Balok PQRS. berapa jauh titik P dari garis CD? 4. 6. Hitunglah jarak antara a. jarak antara AB dan RS! 6 7 Matematika 319 . Misalnya. Balok ABCD. Hitunglah jarak antara a. jarak antara QR dan AD! b. Diketahui balok ABCD.EFGH dengan AB = 4 cm. 7 Tentukan 8 9 rusuk2tegak a. semua rusuk pasangan rusuk yang sejajar pasti sama panjang. panjang OR adalah … 5. titik P dan garis RT! 2. dan BF = 10 cm.TUVW dengan panjang rusuk 5 cm. Lebih lanjut.PQRS memiliki rusuk 3 dan 4 5 alas AB = 4 cm. Rusuk PQ memotong rusuk QU dan QR secara tegak lurus. maka sudut segitiga PQR adalah 90°. titik P dan A! c. titik G dan bidang CDEF! 3. OQ = 12 cm. titik Q terletak di dalam PQRS sedemikian rupa sehingga OP = 3 cm. yang terletak pada bidang PQRS. BC = 8 cm. titik V dan titik A! b. titik A dan garis SQ! d.TUVW pada Gambar 9. titik Q dan garis RW! e. rusuk PQ sejajar dengan RS. 3 AP 4 =52 6 cm.TUVW Uji Kompetensi 9.25 Balok PQRS.25. Tentukan jarak antara titik R dengan bidang PWU pada kubus PQRS. BC = 3 2 cm. Garis AB dan CD sejajar dan berjarak 4 satuan. dan jarak antara kedua bidang tersebut adalah panjang rusuk yang menghubungkan kedua bidang. Diberikan persegi panjang PQRS. Titik A adalah titik tengah RT. Misalnya. misalkan AD memotong BC di titik P di antara kedua garis.1 1 Diketahui kubus PQRS. TUVW! Panjang rusuk kubus 12 cm.

Mari kita cermati masalah di bawah ini. Candi Borobudur memiliki 10 tingkat (melambangkan sepuluh tingkatan Bodhisattva yang harus dilalui untuk mencapai kesempurnaan menjadi Buddha) terdiri dari 6 tingkat berbentuk bujur sangkar. tahukah kamu ukuran candi tersebut? Ternyata. Tetapi. kita akan mengkaji sudut yang terbentuk pada bangun lain misalnya limas atau kerucut. 3 tingkat berbentuk bundar melingkar.5 m atau TR = 34. dan sebuah stupa utama sebagai puncaknya. luas bangunan candi adalah 123 m × 123 m dengan Gambar 9. maka panjang AB = BC = CD = AD = 123 m. dan masalah nyata disekitarmu yang melibatkan titik. Mungkin. atau sudut siku-siku. Buatlah laporan hasil kerja kelompokmu dan sajikan di depan kelas. yaitu 34. Garis tinggi TR memotong diagonal AC dan DB secara tegak lurus. dan tinggi candi.26 Limas T.5 m dan memiliki 1460 relief. pada subbab ini.5 m. ekonomi. candi tersebut berbentuk limas persegi.25 Gambar Candi Borobudur tinggi bangunan 34. Selidikilah sifat-sifat geometri di dalam permasalahan tersebut dan ujilah kebenarannya. garis. Alternatif Penyelesaian Jika kita mengamati kerangkanya. serta 72 stupa.ABCD .7 Candi Borobudur merupakan salah satu aset budaya Indonesia yang berharga dan terkenal. seperti yang diilustrasikan berikut ini.Projek Himpunlah permasalahan teknik bangunan. bangun datar dan bangun ruang. pada segitiga TAR berlaku 320 Buku Guru Kelas X Gambar 9. Karena alas Candi Borobudur berbentuk persegi. Masalah-9. 2. Selanjutnya. tujuan parawisata ini bukanlah sesuatu hal yang baru bagi kamu. Oleh karena itu. Menemukan Konsep Sudut pada Bangun Ruang Jika kita memperhatikan sudut yang dibentuk oleh rusuk-rusuk pada kubus dan balok. 504 Arca Buddha. semua sudut yang terbentuk adalah sebesar 90°.

dinyatakan tan ∠ATR = AR 61.TR2 + AR2 = TA2.27 Jembatan dengan tiang penyangga besi Matematika 321 . besar ∠BTR = ∠CTR = ∠DTR ≈ 68. yaitu 395°. 5 2 cos = A = = 0. Perhatikan Ilustrasi berikut! Gambar di samping menunjukkan kondisi sebuah jembatan dengan kerangka besi. dan TDR adalah sama besar. 25 = 12537 TA = 12537 = 111.(∠ATR) = 136. dapat kita tentukan dengan menentukan besar sudut ATR pada segitiga siku-siku TAR. sehingga diperoleh: 2 Karena bidang ABCD merupakan persegi. Jika keadaan tersebut.75 + 1190. Gambar 9. Dengan menggunakan perbandingan cosinus. Susunan besi-besi pada jembatan membentuk sudut-sudut. TCR . yaitu sebesar 2. Jadi. berlaku bahwa TA = TB = TC = TD = 112 m. untuk menentukan besar sudut yang dibentuk oleh TA terhadap bidang alas. Jadi besar sudut dipuncak candi merupakan ∠ATC atau besar ∠BTD. 5 Nilai arctan ∠ATR = 68. mari kita perhatikan segitiga TAR.7°. TR 34. TBR.5 m. Jelasnya besar sudut TAR. 20 dengan AR = 2 2  123 3  5 TA =   2   + (34. Jelasnya. Selanjutnya.35°. Dengan menggunakan perbandingan tangen. TA 112 Dengan menggunakan kalkulator atau tabel trigonometri. 5 2 = = 2. sudut-sudut terbentuk diilustrasikan sebagai berikut. 52. 5)   2 TA = 11346. Sedangkan besar sudut yang terbentuk di puncak candi. 968 ≈ 112 m. sudut kemiringan yang dibentuk sisi miring dari dasar candi ke puncak candi adalah sebesar 395°. berlaku AR 61. nilai arcos A = 395°.35°. ditungkan dalam kajian geometris. 77. 123 2 m dan TR = 34.

7 Tentukanlah besar sudut yang dibentuk diagonal bidang ABCD pada suatu balok ABCD. Contoh 9. Sifat dua garis dalam satu bidang yang sama Misalkan garis k dan garis l berpotongan secara sembarang. dengan menggunakan perbandingan sinus bahwa: TS Sin= B = TB 1 s 2 =1 2 s 2 2 2 322 Buku Guru Kelas X . Hubungan kedua sudut yang sama besar ini disebut dua sudut yang bertolak belakang.Gambar 9. Penyelesaian Cermati segitiga BTC.28 Ilustrasi beberapa dua garis berpotong menghasilkan sudut yang sama besar Pada satu bidang.EFGH dengan panjang rusuk s cm. hasil perpotongan satu garis berwarna hitam dengan satu garis berwarna. Secara umum. dapat kita tuliskan sifat-sifat sudut yang dihasilkan dua garis dalam bidang sebagai berikut. maka pasangan sudut yang dihasilkan (ada dua pasang) besarnya sama. menghasilkan dua sudut yang masing-masing besarnya sama.

maka besar sudut C = 45°. Gambar 9. Garis AG dan garis BG! b.EFG Matematika 323 . Tentukanlah besar sudut yang dibentuk: a. Akibatnya.29. Garis AG dan garis AB! Gambar 9. TB adalah tiang bendera dengan TC dan TA adalah tali pandu. Meskipun terdapat 4 segitiga yang terbentuk pada bidang alas kubus ABCD.EFG dengan alas berupa segitiga sama sisi ABC dengan sisi 6 cm dan panjang rusuk tegak 10 cm. Minta siswa untuk memperhatikan Gambar 9.30. besar sudut BTC = 90°. Tiang bendera tersebut disambung dan diikat menjadi sebuah tiang. Tiang tersebut berdiri tegak dengan bantuan tali yang diikat pada tongkat dan ditarik dengan kuat ke pasak yang sudah ditancapkan ke tanah ketiga arah.29 Tiang bendera ♦ Minta siswa untuk memisalkan tiang bendera dan tali merupakan sebuah garis.18 dapat disketsa kembali dengan lebih sederhana. Sudut antara Dua Garis dalam Ruang Ilustrasi. kondisinya berlaku sama untuk setiap sudut yang terkait titik perpotongan diagonal bidang ABCD. Gambar 9. Gambar 9.31 Prisma segitiga ABC. Dari Gambar 9.8 Sebuah prisma segitiga ABC. jelas kita lihat bahwa sudut yang dibentuk oleh TB dan TA adalah α dan sudut yang dibentuk oleh TB dan TC adalah β. Satu tim pramuka membuat tiang bendera dari tiga tongkat dan tali pandu.30 Sudut pada 2 garis Contoh 9.EFGH.30. a. Karena TB = TC. Perhatikan Gambar 9. artinya besar sudut B = 45°.Maka arcsin B = 45°.

09) = 360 – 150.18 = 29.EFGH Buku Guru Kelas X . titik Q di tengah CD.EFGH.32 Kubus ABCD. Berapakah besar sudut antara garis AH dan BQ? Penyelesaian Perhatikan gambar! Untuk mendapatkan sudut yang dibentuk oleh garis AH dan BQ. Contoh 9. maka nilai α adalah sebagai berikut. BC = 8 cm dan CG = 8 cm.Penyelesaian Berdasarkan Gambar 9. ∠AGB = α = 180 – 2 ∠GAB = 180 – 2β = 180 – 2(75. Dengan perbandingan nilai cosinus.82°.09° 6 Karena ∆ABG adalah segitiga sama kaki. diperoleh: AG1 3 = cos β = AG 136 = 0.9 Perhatikan gambar! Pada balok ABCD.31 AB = BC = AC = 6 cm AE = BF = CG = 10 cm Perhatikan segitiga AEG siku-siku di E sehingga dengan teorema phytagoras: AG = AE 2 + EG 2 AG = 100 + 36 AG = 136 dan ABG Perhatikan segitiga sama kaki AGB.82 Berarti besar sudut α adalah 29.257247878 β = arc cos 0. Jika panjang AB = 12 cm.257247878 = 75. kita perlu menggeser garis AH sepanjang rusuk EF sehingga garis 324 Gambar 9.

57) 57) = 55 55°. 128 128 b. CQ = 6 sehingga dengan teorema Phytagoras diperoleh. siku-siku di C. siku-siku di F. BG = BF 2 + FG 2 = 82 + 82 = 128 Perhatikan segitiga QCG.55. sehingga: 10 − x 6.AH dapat diwakili garis BG. BC = 8. QG = QC 2 + CG 2 = 82 + 62 = 100 = 10 Perhatikan segitiga QBG dengan α adalah sudut garis QB dan BG. FG = 8 sehingga dengan teorema Phytagoras diperoleh. QG 2 − QO 2 = BG 2 − BO 2 100 − x 2 = 128 − (10 − x) 2 100 − x 2 = 128 − (10 − x) 2 100 − x 2 = 128 − 100 + 20 x − x 2 100 = 28 + 20 x 72 = 20 x atau x = 3. arccos( arccos = .33 berikut! Matematika 325 . 57 atau α = 0.(0. Perhatikan segitiga BCQ. BF = 8. Masing-masing anak panah menancap tepat di pusat sebuah bidang sasaran seperti pada Gambar 9. Dengan teorema phytagoras pada segitiga siku-siku QOG dan BOG. Kedua pemanah tersebut berhasil memanah tepat pada sasaran. 6 Perhatikan segitiga BOG siku-siku di O. 4 cos α = = ≈ 0. BQ = BC 2 + CQ3 = 82 + 62 = 100 = 10 Perhatikan segitiga BFG. CG = 8.55º. Sudut yang dibentuk adalah α. CQ = 6 sehingga dengan teorema Phytagoras diperoleh. Sudut antara Garis dan Bidang pada Bangun Ruang ♦ Minta siswa untuk memahami Ilustrasi berikut! Ilustrasi 1 Dua orang pemanah sedang latihan memanah di sebuah lapangan. siku-siku di C.

• Kemudian berikan pertanyaan lagi gar siswa memperhatikan posisi kedua anak panah tersebut terhadap bidang. 326 Buku Guru Kelas X . bagaimana pengamatannya terhadap ilustrasi tersebut? Harapan jawabannya yaitu siswa mengatakan kedua anak panah menancap tepat pada sasaran yaitu pada pusat bidang. Perhatikan Gambar 9.34 (b). • Berikan penjelasan kepada siswa dengan memisalkan anak panah tersebut adalah sebuah garis dan papan target anak panah adalah sebuah bidang (sebut bidang A dan B serta garis h dan k) sehingga diilustrasikan kembali posisi anak panah tersebut seperti gambar berikut. kita sebut membentuk sudut 90° terhadap bidang. Gambar 9. anak panah yang menancap pada bidang adalah sebuah ilustrasi bahwa sebuah garis dapat memotong sebuah bidang di satu titik. garis h selalu tegak lurus terhadap semua garis yang ada pada bidang.Gambar 9. Garis yang tegak lurus pada bidang.33 Anak panah • Tanyakan kepada siswa. Dapatkah anda menentukan besar sudut yang lain tersebut? Mari kita pelajari ilustrasi berikut. Garis k tidak tegak lurus terhadap bidang atau garis k tidak membentuk sudut 90° terhadap bidang tetapi membentuk sudut yang lain dengan bidang. Diharapkan siswa memahami bahwa posisi kedua anak panah tersebut tentu sangat berbeda.34 (a). Perhatikan Gambar 9.34 Perpotongan garis dengan bidang di satu titik Dengan demikian. sehingga garis h disebut tegak lurus terhadap bidang.

Misalkan PT atau QS adalah tinggi badan bapat tersebut.38 Sketsa sederhana bidang miring 1 Matematika 327 . Dapatkah kamu tentukan sudut yang dibentuk oleh badan bapak tersebut dengan bidang miring? Gambar 9. Pada siang hari pada pukul 12. Dengan demikian. Gambar 9. ♦ Minta siswa untuk memahami Masalah 9. matahari akan bersinar tepat di atas pohon tersebut sehingga bayangan pohon tersebut merupakan projeksi orthogonal pada lapangan. Seorang bapak sedang berdiri di tangga dengan kemiringan x0.35 Bayangan pohon miring Gambar 9.8 Perhatikan tangga berikut. Kita ambil sebuah garis DC atau AB sedemikian PT tegak lurus dengan AB atau QS tegak lurus dengan DC.8.00. sudut yang dibentuk oleh PQ dengan bidang adalah sudut yang dibentuk oleh garis PQ dengan proyeksinya pada bidang tersebut yaitu sudut QPR. Masalah-9.36 Proyeksi PQ ke bidang Sebuah pohon tumbuh miring di sebuah lapangan.35 disebut sudut α.Ilustrasi 2 Perhatikan gambar! Gambar 9. Pada Gambar 9.37 Bidang miring Alternatif Penyelesaian Mari kita sederhanakan sketsa bidang miring tersebut. Misalkan garis PQ adalah pohon sehingga projeksi PQ adalah PR seperti gambar.

Perhatikan juga bahwa garis PR terletak pada bidang sehingga PR tegak lurus dengan PT ataupun pada QS. sudut yang dibentuk oleh badan bapak tersebut dengan permukaaan bidang miring adalah 90° + x°.EFGH 328 Buku Guru Kelas X . Titik P di tengah rusuk GH dan titik Q di tengah FG. Sudut yang dibentuk badan bapak tersebut dengan permukaan bidang miring akan diwakili oleh sudut yang dibentuk oleh garis PT dengan garis PR.39 Sketsa sederhana bidang miring Perhatikan bahwa sudut TPR adalah pelurus dengan sudut UPR sehingga: ∠TPR + ∠UPR = 180° ∠TPR + 90° – x° = 180° ∠TPR = 90° – x° Dengan demikian. Tentukanlah sudut antara garis CG dengan bidang BDPQ.10 Pada kubus ABCD. Perhatikan segitiga PUR dengan siku-siku di U atau sudut U adalah 90°.40 Kubus ABCD. Dengan demikian garis PR akan mewakili bidang miring tersebut. ∠UPR + ∠PUR + ∠PRU = 180° ∠UPR + 90° + x° = 180° ∠UPR = 90° – x° Gambar 9. Kita sederhanakan kembali sketsa di atas. Penyelesaian Perhatikan gambar di bawah ini! Gambar 9.EFGH dengan panjang rusuk 12 cm. Contoh 9.

Marilah kita mengamati dan mempelajari ilustrasi berikut.Jika kita perpanjang garis BQ. Kamu tentu masih ingat konsep kesebangunan bukan. Perhatikan kesebangunan antara segitiga TBC dengan segitiga TQG. kita akan mencoba menemukan konsep sudut antara dua bidang pada bangun ruang. yaitu: 6 TG GQ TG GQ TG = atau = ⇔ = TC CB TG + GC CB TG + 12 12 ⇔ 2TG = TG + 12 ⇔ TG = 12 AC 2 2 2 2 2 AC AC = AB 2 + BC AC2 = atau 12 AB + + BC 12212 ×2 2 + 12 2 2CM 12 = × 2 =2 6 CM 2 = =6 2 12 AC = 2 2 2 AC = 12 × 2 AC AC = AB 2 + BC 2 122 + 122 AC 122 2 2 CM = =6 2 =× 12 AC 2 2 2 2 2 2 AC = AB + BC 12 + 12 12 × 2 2 CM = =6 2 sehingga 2 Perhatikan segitiga TCM. CG. Kemudian MO CM 6 2 1 perhatikan segitiga TCM. Sudut antara Dua Bidang pada Bangun Ruang Pada sub-bab ini. TM adalah garis tinggi. coba kamu cari dengan sin dan cos. dan DP maka ketiga garis akan berpotongan di satu titik T. Perhatikan segitiga sama kaki TBD. tan α = = tan α = = 2. 5°  4 Selain dicari dengan tan. siku-siku di B Matematika 329 . Perhatikan segitiga ABC. ON TC 24 4 Dengan menggunakan kalkulator maka  1 α = arctan  2  = 19. siku-siku di C TM = TC 2 + CM 2 atau TM = (24) 2 + (6 2 ) 2 TM = 576 + 72 TM = 648 Perhatikan segitiga TBD berpotongan dengan garis TC di titik T sehingga sudut yang dibentuk TBD dan garis TC adalah α. apakah hasilnya sama? c.

Jika atap halte dibuat tidak sejajar dengan lantai maka dapatkah anda tentukan sudut yang dibentuk oleh atap dan lantai halte tersebut. Perhatikan gambar.Ilustrasi 3 Perhatikan gambar buku berikut. Sebuah buku terdiri dari beberapa halaman terbuka seperti Gambar 9.41 Buku Gambar 9. Halaman per halaman merupakan bentuk dari sebuah bidang. 330 Buku Guru Kelas X . Masalah-9. dan tulang buku tersebut dimisalkan dengan sebuah garis k.43 Halte Alternatif Penyelesaian Mari kita sederhanakan sketsa gambar tersebut. kita ambil sampul buku depan dengan sampul belakang.42 Berkas atau buku Berdasarkan gambar di atas. Kita sebut sampul buku depan adalah bidang α dan sampul buku belakang adalah bidang β.41. Dengan demikian. Misalkan saja. Kumpulan tersebut sering disebut dengan berkas.43. Perhatikan bahwa garis PQ tegak lurus dengan garis k dan garis RQ tegak lurus juga dengan garis k. kedua sampul buku berpotongan di tulang buku atau bidang α dan bidang β berpotongan di garis k. Gambar 9. sudut yang dibentuk oleh bidang α dan bidang β adalah sudut yang dibentuk oleh garis PQ dan RQ.9 Sebuah halte berbentuk seperti Gambar 9. Gambar 9. Tentu saja anda sudah mengerti bahwa buku memiliki tulang buku.

kedua bidang tidak bersentuhan. Karena bidang atap tidak dibangun sejajar maka sudah pasti bahwa kedua bidang pasti berpotongan dan membentuk sudut walaupun secara visual.ABCD Bidang TAD dan bidang TBC berpotongan pada titik T. Untuk mendapatkan garis perpotongan kedua bidang maka kita dapat memperpanjang rusuk-rusuk kedua bidang. Dengan demikian. garis PQ adalah perpotongan kedua bidang. Contoh 9. Jika α adalah sudut yang dibentuk oleh bidang TAD dengan bidang TBC. Kita sebut saja bidang lantai adalah bidang α dan bidang β. Matematika 331 . CD = 10. dengan panjang TA = 13. Rusuk AE diperpanjang menjadi AP Rusuk BF diperpanjang menjadi BP Rusuk DH diperpanjang menjadi DQ Rusuk CG diperpanjang menjadi CQ Dari gambar dapat kita lihat.45 Limas T. Perhatikan gambar di sebelah kanan anda. Garis tinggi TAD adalah TP dan garis tinggi TBC adalah TQ sehingga sudut yang dibentuk oleh bidang TAD dan bidang TBC diwakili oleh garis tinggi TP dan TQ sehingga sudut yang dibentuk oleh kedua bidang adalah sudut α. tentukanlah besar α. Penyelesaian Gambar 9. Garis ST tegak lurus dengan PQ dan garis UT juga tegak lurus dengan PQ.11 Sebuah limas T.ABCD.Gambar 9. sudut antara bidang α dan bidang β adalah φ.44 Sketsa sederhana halte Pengamatan kita terfokus pada bidang atap dan lantai. AB = 12.

maka: TP = TA2 − AP 2 TP = 132 − 52 TP = 144 = =12 12 PO 6 sin β = = TP 12 Perhatikan segitiga TPQ. Tentukanlah sudut antar bidang ACH dengan bidang ACF. 4. Perhatikan segitiga TAD. Dengan menggunakan teorema Phytagoras. 2. maka: sin β = menggunakan Dengan 2 PO 6 6 PO sin sin ββ== == TP 12 12 TP 11 11   atau 30 sin ββ== atau ββ== arc sin arcsin sin == °° 30   22 22   Dengan demikian sudut α = 2β atau α = 60°. Buku Guru Kelas X .EFGH. Pada kubus ABCD. jarak bidang ACH dengan bidang BEG. kita akan mencari besar sudut α sebagai berikut. 1 atau β = 30° perbandingan sinus. (Rusuk kubus p cm. Tentukanlah 332 Tentukanlah besar sudut yang dibentuk oleh bidang PQRSTU dengan alas ABCD.Kemudian. Uji Kompetensi 9. 3.2 1 Sebuah kubus ABCD. Perhatikan gambar berikut. Jika AP adalah perpanjangan rusuk AB sehingga AB : BP = 2 : 1 dan FQ adalah perpanjangan FG sehingga FP : FG = 3 : 2 maka tentukanlah jarak antara titik P dan Q.EFGH dengan panjang rusuk p cm.EFGH dengan panjang rusuk a cm. Pada kubus ABCD. untuk p bilangan real positif).

dengan panjang HG = 15 cm. dan DH = 24 cm. Hitunglah 10. Sudut yang terbentuk antara TC dan AC adalah 40°. GF = 8 cm dan BF = 9 cm. Titik X berada di tengah rusuk CR. Panjang HB b. dengan sudut BAC = 90° dan panjang AB =16 cm. Segitiga ABC adalah segitiga yang terletak pada sebuah bidang datar. Besar sudut antara HP dan EFGH c. Titik X berada pada rusuk AB yang berjarak 3 cm dari titik B. Besar sudut PXA d. Panjang AT c. Panjang BC 7. Sebuah limas berdiri setinggi 26 cm di atas bidang datar dengan alas berbentuk bidang segi enam 333 Matematika . Hitunglah: a. Perhatikan gambar balok berikut a. Panjang HP jika P adalah tengah-tengah BC b. Besar sudut antara HP dan FG d. Hitunglah : a. AD = 8 cm. panjang TC adalah 25 cm. Besar sudut antara DF dan bidang EFGH 9. Gambar di bawah ini merupakan balok dengan alas EFGH. Hitunglah besar sudut HXG dan ABFE. Sudut yang terbentuk antara TB dan AB b. Besar sudut antara AX dan bidang alas c.EFGH memiliki panjang rusuk-rusuk AB = 6 cm. BD = 10 cm. Hitunglah: a. Sebuah balok ABCD. Besar sudut BDC c. Panjang AX b.5. Sebuah kubus dengan panjang rusuk 12 cm. Besar sudut antara HB dan bidang CDHG d. Besar sudut antara HB dan bidang ABCD 8. Titik T terletak tepat di atas titik A. Besar sudut antara BS dan bidang alas 6.

Projek Perhatikan berbagai objek yang kamu temui di sekelilingmu. tinggi menara tersebut. Buatlah laporanmu dan sajikan di depan kelas. tentukan jarak 9 antara kedua perahu tersebut. Hitunglah a. Jika diketahui balok ABCD. Panjang rusuk dari piramid b. 13. Perahu A bergerak ke arah Barat dengan sudut depresi 35° dan perahu B bergerak ke arah Utara dengan sudut depresi 40°. 11. 334 Buku Guru Kelas X . Pada limas beraturan T. ia berjalan 70 m ke arah Utara dan 2 3 dm 4 dan 5 6 7 8 9 TA = TB = TC = TD = menemukan bahwa sudut elevasi ABCD adalah persegi dengan sisi dari posisi yang baru ini. dengan sudut elevasi 40°.ABCD. Tentukanlah besar sudut yang dibentuk bidang ADHE dan bidang 14. C adalah dm. Tentukanlah besar sudut antara 25°. Besarnya sudut antara rusuk piramid dengan alas. Hitunglah panjang OB dan bidang TAB dan bidang TCD. Kemudian 12.EFGH 2 3 . Jika tinggi merkusuar adalah 85 m dari permukaan laut. BC 4 = 51 6 dengan AB = dan 7BF 8 = 5. Seorang pengamat mengamati dua buah perahu dari menara merkusuar. beraturan yang memiliki panjang rusuk 12 cm. Pilihlah minimal tiga objek dan rancang masalah yang pemecahannya menerapkan sifat dan rumus jarak titik ke garis atau jarak titik ke bidang. Seorang lelaki berdiri di titik B. yang berada di Timur menara OT BDHF.

Garis BH merupakan diagonal ruang kubus ABCD. 18. EF. 4. 6. 7. maka garis EF sejajar dengan bidang CDGH.EFGH. 20. 15. 19. dan EH. berlaku. Garis AF dan garis BE adalah dua garis yang bersilangan. 8. Titik E terletak pada garis AE. 5. maka garis EF tegak lurus dengan bidang BCGF. PENUTUP Pada kubus ABCD. 21. 14. Bidang ABFE sejajar dengan bidang CDHG. EF. EFGH. Jarak antara dua garis sejajar adalah jarak salah satu titik di salah satu garis ke garis yang lain. 335 Matematika . Garis EF tegak lurus dengan salah satu garis pada bidang BCGF. AEHD. 3. Bidang BCHE merupakan bidang diagonal. dan EH. 12. 16. Bidang ADHE berpotongan dengan bidang BCHE. Garis EF dan garis CD adalah dua garis yang sejajar. Jarak antara dua titik adalah panjang ruas garis terpendek yang menghubungkan dua titik tersebut. Jarak antara sebuah titik ke sebuah garis adalah jarak titik ke proyeksinya pada garis. 10. 9. 11. Garis AF merupakan diagonal bidang ABFE 13. 2. 1.D. Jarak antara sebuah titik ke sebuah bidang adalah jarak titik ke proyeksinya pada bidang. EFGH yang memuat garis AE. Bidang ABFE berpotongan tegak lurus dengan bidang ABCD. Garis EF dan CG adalah dua garis yang saling tegak lurus. 17. Jarak dua garis bersilangan adalah panjang ruas garis yang tegak lurus pada kedua garis tersebut. ∠AUE = ∠BUF dan ∠AUB = ∠EUF. Jarak antara dua bidang yang sejajar adalah jarak dari salah satu titik pada bidang yang satu ke bidang yang lain. Garis EF sejajar dengan salah satu garis pada bidang CDHG. Garis EF terletak pada bidang ABFE dan EFGH. Titik E terletak pada bidang ABFE.

Selanjutnya kita akan membahas materi tentang limit fungsi. Dalam bahasan ini kita akan mempelajari sifat-sifat limit fungsi aljabar yang selanjutnya akan diuraikan dalam pemecahan masalah dan penyelesaian beberapa masalah dengan menggunakan beberapa sifat limit fungsi yang dipelajari.22. Kita telah mempelajari materi geometri tentang jarak dan sudut antara titik. 336 Buku Guru Kelas X . garis dan bidang serta penerapannya dalam pemecahan masalah nyata. Sudut antara garis dengan bidang adalah sudut antara garis tersebut dengan projeksinya pada bidang.

KOMPETENSI DASAR DAN PENGALAMAN BELAJAR Kompetensi Dasar Setelah mengikuti pembelajaran limit fungsi.Bab Limit Fungsi A. • mengajak kerjasama tim dalam menemukan solusi permasalahan. siswa memperoleh pengalaman belajar: • mampu berpikir kreatif. 3. merumuskan aturan dan sifat limit fungsi aljabar melalui pengamatan contoh-contoh. menghayati kesadaran hak dan kewajiban serta toleransi terhadap berbagai perbedaan di dalam masyarakat majemuk sebagai gambaran menerapkan nilai-nilai matematis. siswa mampu: 1. konsisten dan jujur serta menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. memilih strategi yang efektif dan menyajikan model matematika dalam memecahkan masalah nyata tentang limit fungsi aljabar. bertanggungjawab. kritis. • mengajak siswa untuk menerapkan matematika dalam kehidupan sehari-hari. memahami konsep limit fungsi aljabar dengan menggunakan konteks nyata dan menerapkannya. • • • • Limit fungsi Pendekatan (kiri dan kanan) Bentuk tentu dan tak tentu Perkalian sekawan . 5. 4. Pengalaman Belajar Melalui pembelajaran materi limit fungsi. menghayati pola hidup disiplin. • mengajak untuk melakukan penelitian dasar dalam membangun konsep. • mampu berpikir kritis dalam mengamati permasalahan. 2. • siswa mampu memodelkan permasalahan.

B. PETA KONSEP Fungsi Materi Prasayarat Masalah Otentik Fungsi Aljabar Daerah Asal Limit Fungsi Aljabar Daerah Hasil Limit Fungsi pada Suatu Titik Sifat Limit Fungsi Aljabar 338 Buku Guru Kelas X .

Dengan demikian. Berdasarkan konsep umum matematika yang diperoleh dari permasalahan tersebut. Dari data yang kita peroleh. masalah alergi yang serupa dapat diatasi bila kembali terjadi. kita dapat memodelkan batas dosis pemakaian antibiotik tersebut. Menemukan Konsep Limit Fungsi Kita akan mencoba mencari pengertian atau konsep pendekatan suatu titik ke titik yang lain dengan mengamati dan memecahkan masalah.1 dan memberikan waktu untuk mengamati gambar tersebut. kita melakukan pengamatan terhadap respon tubuh yang sedang alergi terhadap suatu zat dengan tingkat dosis obat antibiotik. Dia melihat objek seakan akan semakin mengecil seiring dengan bertambah jauhnya mobil melintas. Ia berdiri sambil memandang mobil yang melintas masuk jalan tersebut. untuk pendekatan berapa meterkah jauhnya mobil melintas agar penjaga pintu masuk jalan tol sudah tidak dapat melihatnya lagi? Berdiskusilah dengan teman-temanmu! 1. kita mampu menyelesaikan kembali permasalahan yang serupa.1 Jalan Tol ♦ Arahkan siswa melihat Gambar: 10. menganalisa data dan menarik kesimpulan. konsep dapat kita peroleh dengan mengamati. Perhatikan dan amatilah contoh ilustrasi berikut.C. Percobaan yang kita lakukan adalah sebuah konsep pendekatan terhadap solusi permasalahan tersebut. Jadi. Gambar 10. MATERI PEMBELAJARAN Dalam kehidupan sehari-hari. Ilustrasi Seorang Satpam berdiri mengawasi mobil yang masuk pada sebuah jalan tol. Jika kita analisis lebih lanjut. Sebagai contoh. Matematika 339 . Kemudian dia memandang terus mobil sampai melintas di kejauhan jalan tol. Bantu mereka untuk berani memberikan komentar kenapa obyek pada gambar seakan-akan mengecil? Arahkan mereka mengingat kembali perbandingan pada kesebangunan. berbagai permasalahan yang kita hadapi dapat melahirkan berbagai konsep matematika. Akhirnya dia sama sekali tidak dapat melihat objek tersebut.

Setelah terbang selama 1 menit.2 Gambar 10. Alternatif Penyelesaian Perhatikan gambar dari ilustrasi Masalah 10. c bilangan real. dengan a.Masalah-10. n bilangan real. Tunjukkanlah pola lintasan terbang lebah tersebut? Petunjuk: Pilihlah strategi numerik untuk menunjukkan pendekatan. kemudian bandingkan kembali jawaban kamu dengan strategi yang lain.1 Perhatikan masalah berikut. – Model umum kurva linear adalah f(t) = mt + n dengan m. b. Seekor lebah diamati sedang hinggap di tanah pada sebuah lapangan. model fungsi lintasan lebah tersebut berdasarkan gambar di atas adalah: 340 Buku Guru Kelas X . lebah tersebut telah mencapai ketinggian maksimum sehingga ia terbang datar setinggi 5 meter selama 1 menit. ♦ Amatilah model yang kamu peroleh. Pada suatu saat.3 Ilustrasi gerakan lebah Jadi. Pada menit berikutnya.2 Lebah lurus ke tanah sampai mendarat kembali pada akhir menit ketiga. lebah tersebut diamati terbang membentuk sebuah lintasan parabola. ♦ Cobalah kamu tunjukkan grafik lintasan terbang lebah tersebut. lebah tersebut terbang menukik Gambar 10. ♦ Coba kamu modelkan fungsi lintasan lebah tersebut! Petunjuk: – Model umum kurva parabola adalah f(t) = at2 + bt + c.

.. fungsi kuadrat tersebut adalah f(t) = –5t2 + 10t....... (1) dengan a... n bilangan real.0) ke fungsi kuadrat f(t)= at2 + bt + c diperoleh 2. Matematika 341 ...5) ke fungsi linear f(t) = mt + n. Lebah tersebut terbang konstan pada ketinggian 5 maka fungsi lintasan tersebut adalah f(t) = 5....0) ke fungsi linear f(t) = mt + n. Dengan demikian..0).. Dengan mensubstitusi n = –3m ke 5 = 2m + n maka diperoleh m = – 5 dan n = 15. 10.. 7.... diperoleh 0 = 3m + n atau n = –3m... model fungsi lintasan lebah tersebut adalah: −5t 2 + 10t  f (t ) =  5  −5t + 15  jika 0 ≤ t ≤ 1 jika 1 ≤ t ≤ 2 . Fungsi linear yang dimaksud adalah f(t) = –5t + 15. • Kemudian lebah terbang mencapai ketinggian maksimum 5 meter pada waktu t = 1 sampai t = 2.0).. 6....at 2 + bt + c  5 f (t ) =   mt + n  jika 0 ≤ t ≤ 1 jika 1 ≤ t ≤ 2 jika 2 ≤ t ≤ 3 ... (2) jika 2 ≤ t ≤ 3 Selanjutnya limit fungsi pada saat t = 1 dan t = 2 dapat dicermati pada tabel berikut.. 8 Substitusi titik C(3. disebut titik awal O(0.. m. Substitusi titik A(1. 5.... Dari ilustrasi. Substitusi titik O(0.. • Misalkan posisi awal lebah pada saat hinggap di tanah adalah posisi pada waktu t = 0 dengan ketinggian 0.. Berdasarkan data tersebut........ 4... c....5) ke fungsi kuadrat f(t)= at2 + bt + c diperoleh a + b + c = 5 atau a + b = 5. di titik A(1.... Substitusi titik B(2. −b 3. lebah kembali terbang menukik sampai hinggap kembali di tanah dengan ketinggian 0. b.. kita akan menentukan fungsi lintasan lebah. dengan langkah-langkah berikut. 1. Jadi...5) dan B(2... 9. diperoleh data sebagai berikut..5). Karena fungsi kuadrat mencapai maksimum pada saat t = 1 maka =11 atau = 2 a b = –2a. di titik C(3.... • Pada akhir waktu t = 2... Dengan mensubstitusi b = –2a ke a + b = 5 maka diperoleh a = –5 dan b = 10.... diperoleh 5 = 2m + n.

2 5 1.95 0.999 5 1 5 1.Tabel 10.8 4. Untuk t mendekati 1 − 5t2+ = 5 5 (makna t → 1– adalah nilai t yang didekati dari kiri) lim +15 10 t= − t →1 t →1+ lim 5 = 5 (makna t → 1+ adalah nilai t yang didekati dari kanan) Ternyata saat t mendekati 1 dari kiri .3 3. Demikian juga saat t mendekati 2 dari kanan. Demikian saat t mendekati 1 dari kanan.95 2.1 Nilai pendekatan y = f(t) pada saat t mendekati 1 t f(t) 0.1 4. nilai fungsi f(t) = 5 mendekati 5. Kita − 5t 2 + 10t = 5 = lim 5 .9995 0.9 5 1.1 5 1. t →1 t →1 II.5 2. Perhatikan strategi lainnya. nilai fungsi y = f(t) = –5t + 15 mendekati 5.5 Dari pengamatan pada tabel.80 0. Hal ini dapat dinyatakan lim 5 = lim − 5t 2 + 10t = 5.01 5 1.999 5 2 5 2.7 5 1. Dengan demikian fungsi + − lintasan lebah mempunyai limit sebesar 5 pada saat t mendekati 2.995 2.8 5 1.01 4.99 4. Dengan demikian fungsi lintasan lebah menulisnya lim − + mempunyai limit sebesar 5 pada saat t mendekati 1.2 4 2. nilai fungsi f(t) = 5 mendekati 5.3 5 Tabel 10.55 0.9 4.2 Nilai pendekatan y = f(t) pada saat t mendekati 2 t f(t) 1.7 4. Mari perhatikan nilai fungsi pada t mendekati 1 dari kiri dan kanan. Untuk t mendekati 2 lim 5 = 5 (makna t → 2– adalah nilai t yang didekati dari kiri) − t →2 t → 2+ lim − 5t + 15 = 5 (makna t → 2+ adalah nilai t yang didekati dari kanan) Ternyata saat t mendekati 2 dari kiri. sebagai berikut: I.99 5 1.001 5 1. dapat kita lihat bahwa y akan mendekati 5 pada saat t mendekati 1 dan y akan mendekati 5 pada saat t mendekati 2.001 4. nilai fungsi y = f(t) = –5t2 + 10t mendekati 5. t →2 t →2 342 Buku Guru Kelas X .

Budi dan Candra) sedang bermain tebak angka.001 Budi : 2. seperti pada Gambar 10.999 Candra : 3. Ani : Sebutkanlah bilangan real yang paling dekat ke 3? Budi : 2 Candra : 4 Budi : 2.01 Budi : 2.4 Ilustrasi limit sebagai Candra : 3. Ani memberikan pertanyaan dan kedua temannya akan berlomba memberikan jawaban yang terbaik. dituliskan x → 3).5 Budi : 2. Demikianlah mereka terus-menerus memberikan jawaban sebanyak mungkin sampai akhirnya mereka menyerah untuk mendapatkan bilangan-bilangan terdekat ke-3.Masalah-10. Pada awalnya Budi dan Candra mengambil bilangan yang terdekat ke 3 dari kiri dan kanan sehingga mereka menjawab 2 dan 4.0001 pendekatan nilai Alternatif Penyelesaian Kedua teman Ani berlomba memberikan jawaban bilangan terdekat ke 3.4.9 Candra : 3.2 Tiga anak (sebut nama mereka: Ani. Berdasarkan pemahaman kasus ini. Ternyata masih ada bilangan real lain yang terdekat ke 3. sehingga ia menjawab 3.9999 Gambar 10.5 Candra : 3. Hal ini membuat Candra ikut bersaing untuk mencari bilangan lain.5. Jika dimisalkan x sebagai variabel yang dapat menggantikan jawaban-jawaban Budi dan Candra maka x akan disebut bilangan yang mendekati 3 (secara matematika. Perhatikanlah percakapan mereka berikut. ternyata ketidakmampuan teman-teman Ani untuk menyebutkan semua bilangan tersebut telah membuktikan bahwa begitu banyak bilangan real di antara bilangan real lainnya.99 Candra : 3.1 Budi : 2. sehingga Budi harus memberi bilangan yang lebih dekat lagi ke 3 dari kiri.5. maka Budi menyebut 2. Matematika 343 .

Setelah pondasi yang kokoh dibangun (Gambar 10. beberapa badan jembatan yang telah dibentuk dengan ukuran tertentu diangkat dan disambungkan satu sama lain pada setiap pondasi yang telah tersedia (Gambar 10. sebagai berikut: 344 Buku Guru Kelas X . Lihat pada Gambar 10.5 B) sehingga terbentuk sebuah jembatan layang yang panjang (Gambar 10.5 C). Jika setiap pondasi merupakan titik-titik pada himpunan X dan badan jembatan merupakan kurva yang dipenuhi oleh fungsi y = f(x) maka hubungan antara pondasi dan badan jembatan merupakan sebuah pemetaan atau fungsi.Masalah-10. Tentu saja kedua blok badan jembatan yang terhubung mempunyai garis pemisah (Gambar 10.3 (A) (B) Gambar 10. Pilih salah satu pondasi sebagai titik yang akan didekati.5 B). x ∈ X. Misalkan X dan Y ada-lah himpunan yang tidak kosong. Ingat kembali pengertian sebuah fungsi X Y pada bab sebelumnya.5 A). Manfaatkan jawaban siswa untuk melahirkan sebuah konsep dan pendefinisian tentang limit fungsi. y ∈ Y.5 B. apakah kedua blok badan jembatan tersebut mempunyai limit pada garis persambungan tersebut? Berikan ide-ide secara bebas dan terbuka. sebuah fungsi f memetakan setiap f x y = f(x) anggota himpunan X ke tepat satu anggota himpunan Y. ♦ Arahkan siswa berdiskusi untuk memikirkan. Sebuah jembatan layang dibangun pada sebuah kota untuk mengatasi masalah kemacetan jalan raya.6 Pemetaan anggap garis pemisah pada persambungan kedua blok badan jembatan sebagai ilustrasi x ≠ c. Kita Gambar 10. Perhatikan ilustrasi berikut.5 Jembatan layang (C) Kata limit dapat dipandang sebagai nilai batas.

7 3.3 Nilai fungsi f(x) = x + 1 pada saat x mendekati 2 x y 1 2 1. ♦ Ada banyak bilangan real yang dapat ditentukan Menurut kamu.1 3. Hitung nilai f(x) untuk setiap nilai x yang diberikan? 3.7 2. yang demikian ♦ Setiap peta x juga mendekati peta 2.5 2. x →c Catatan: lim f ( x ) = L dibaca limit fungsi f(x) untuk x mendekati c sama dengan L. ♦ Tampak bahwa pendekatan ada dari kiri dan kanan tabel. Seperti yang telah dijelaskan di awal bab ini. sebagai berikut.99 2. Kemudian amatilah nilai-nilai f(x) dari kiri dan kanan. Ada atau tidakkah suatu nilai pendekatan f(x) pada saat x mendekati c tersebut? x →c Contoh 10. 1.9 2. Kita menyatakan bahwa f mendekati L ketika x mendekati c yang terdefinisi pada selang/interval yang memuat c kecuali mungkin di c sendiri. Kita menentukan x mendekati 2. dengan langkah-langkah pengamatan sebagai berikut. Mari kita amati kembali konsep limit fungsi tersebut dengan mengambil strategi numerik. Tabel 10.1 Misalkan f sebuah fungsi f : R → R dan misalkan L dan c bilangan real. Kemudian amatilah tabel berikut.01 3.01 2. apa yang terjadi jika y hanya mendekati yang mendekati 2.7 3 4 Apakah pengamatanmu? Perhatikanlah tabel tersebut.001 2.001 3. kita tetapkan pengertian limit fungsi. Tetapi ada baiknya kita harus menguji kembali konsep tersebut.999 2.9 1.1 Misalkan fungsi f(x) = x + 1 untuk x ∈ R. Kita dapat memberikan beberapa pengamatan sebagai berikut. Definisi 10. 4. Berdasarkan masalah dan contoh di atas.7 1.5 2. sebuah pengamatan pada permasalahan akan melahirkan pengertian dan konsep umum.999 … … 2 ? … … 2. lim f ( x ) = L jika dan hanya jika f(x) mendekati L untuk semua x mendekati c. Tentukanlah titik-titik x yang mendekati c dari kiri dan kanan! 2.5 3. Matematika 345 . dari sebelah kiri atau kanan ♦ Setiap titik x mempunyai peta di y oleh fungsi saja? Apakah ada fungsi yang diberikan.1 2. kemudian kita tentukan nilai y oleh fungsi y = f(x) pada tabel berikut.99 1.5 1.

Secara geometri dapat diperlihatkan sebagai berikut. Jika fungsi f(x) = Tabel 10.99 0.99 1.001 2.7 Grafik Fungsi f(x) = x + 1 Secara matematika. Nilai-nilai pendekatan f(x) untuk nilai-nilai x yang mendekati 1 dapat dilihat pada tabel berikut.7 1. pada saat x mendekati 1 x y 0 1 0.9 1.01 1.9 0. dapat dilihat nilai f(x) akan mendekati 2 pada saat x mendekati 1.1 2.7 2. 346 Buku Guru Kelas X .Perhatikan sketsa berikut: Gambar 10.5 2.2 x 2 − 1 ( x + 1)( x − 1) x2 − 1 = untuk x ∈ R.01 2.4 Nilai fungsi y = f(x) mendekati 2. x ≠ 1.001 1. fungsi f(x) = x + 1 mendekati 3 pada saat x mendekati 2 dapat dituliskan sebagai berikut.5 0.7 0.7 2 3 Berdasarkan nilai tabel di atas.1 1.5 1.5 1.999 … … 1 ? … … 1. lim ( x + 1) = 3 x→2 Bagaimanakah jika f(x) tidak terdefinisi pada titik x + 1? Perhatikan contoh berikut ini! Contoh 10. Misal y = = x +1 x −1 x −1 x −1 untuk x ≠ 1.999 1.

8 Grafik fungsi f(x) x2 − 1 = x + 1 dengan x ≠ 1 akan mendekati 2 x −1 pada saat x mendekati 1 dituliskan sebagai berikut.Diskusi Perhatikanlah gambar di samping! Coba diskusikan kembali dengan temanmu. Gambar 10. Secara matematika.9 Grafik fungsi f(x) terkait limit Matematika 347 . Arahkan siswa untuk menghubungkan definisi limit tersebut dengan keempat gambar berikut dan berikan mereka kesempatan untuk memberikan komentar dan saling menanggapi. fungsi f ( x) = lim x →1 x2 − 1 =2 x −1 ♦ Arahkan siswa untuk membentuk kelompok diskusi 2 atau 4 orang. Guru harus memberikan kesimpulan akhir. Ingatkan kembali siswa tentang definisi limit fungsi di atas. apa maksud dari gambar bulatan kosong pada kurva fungsi pada saat x = 1? Gambar 10.

Melalui pemahaman siswa tentang definisi limit fungsi.7 2 3 Berdasarkan tabel di atas.998 … … 1 ? … … 1.25 0.3 Perhatikan fungsi berikut:  x2 jika f ( x) =   x + 1 jika x ≤1 x >1 Jika y = f(x) maka nilai-nilai pendekatan f(x) untuk nilai-nilai x mendekati 1 dapat dilihat pada tabel berikut.Contoh 10.1 2.81 0. x ≤1 tidak memiliki limit di titik x >1 ♦ Arahkan siswa mengkaitkan contoh ini ke definisi.5 0. Gambar 10.7 2.5 2. Guru harus memberi kesimpulan akhir.001 2.999 0. Hal ini mengakibatkan f(x) tidak mempunyai limit pada saat x mendekati 1.001 1.5 Nilai fungsi y = f(x) mendekati 2.01 1.5 1. Secara geometri dapat diperlihatkan sebagai berikut.7 0.01 2. berikan mereka waktu membuat sebuah contoh dan mempresentasikan di depan kelas.9 0. pada saat x mendekati 1 x y 0 0 0.99 0.10 Grafik fungsi f(x)  x2 jika Dengan demikian fungsi f ( x) =   x + 1 jika x = 1.1 1. Tabel 10.98 0. f(x) akan mendekati 1 pada saat x mendekati 1 dari kiri sementara f(x) mendekati 2 pada saat x mendekati 1 dari kanan. 348 Buku Guru Kelas X .49 0.

2.... Tabel 10........99 0.9 2 0.(2) + x →1 ♦ Arahkan siswa untuk menggambar fungsi tersebut! Berikan waktu kepada siswa untuk menjelaskan pendapatnya kemudian guru mengajak siswa mengambil kesimpulan...01 2 1.1 1............8 2 2 2 Apa yang kamu peroleh dari Tabel 10.. Contoh 10.2 2 0.9 0.(1) + x →1 Contoh 10.999 2 … … 1 ? … … 1.. pada saat x mendekati 1 x y 0 2 0..... Perhatikanlah... dengan... Kita akan mencoba mengamati sifat-sifat limit fungsi pada beberapa contoh dan tabel nilai-nilainya.....8 1.. dengan.......4 Jika f(x) = 2 maka nilai pendekatan f(x) pada saat x mendekati 1 dapat ditunjukkan pada tabel berikut........ jika x mendekati 1 dari kiri dan kanan maka nilai y akan mendekati 2 dari kiri dan kanan...... Sifat-Sifat Limit Fungsi Perhatikan kembali beberapa contoh berikut......1 2 1.....5 0..... Berdasarkan (1) dan (2) secara induktif diperoleh sifat berikut...2 0.99 2 0..5 2 0.2 0...99 0. Tabel 10.. Diberikan beberapa nilai-nilai x yang mendekati 1.5 1..01 1...6 Nilai pendekatan f(x) = 2..7 Nilai pendekatan f(x) = x.5 0.999 0. Hal ini dapat ditulis secara matematika.001 1.....01 1. 349 Matematika ..5 2 1.6? Kita dapat mengamati pergerakan nilai-nilai x dan f(x) pada tabel tersebut.8 2 2 Kita dapat mengamati pergerakan nilai-nilai x dan f(x) pada tabel tersebut..5 Jika f(x) = x maka nilai pendekatan f(x) pada saat x mendekati 1 dapat ditunjukkan pada tabel berikut.5 1.. x →1− lim x = 1 = lim x .....1 1. pada saat x mendekati 1 x y 0 0 0. x →1− lim 2 = 2 = lim 2 .001 2 1. Hal ini dapat kita tuliskan secara matematika..999 … … 1 ? … … 1.. jika x mendekati 1 dari kiri dan kanan maka nilai y akan mendekati 1 dari kiri dan kanan.....001 1....9 0..

21 1.96 0. Tabel 10.8 2 2 2 xx x=x1.Sifat-1 Misalkan f suatu fungsi dengan f : R → R dan L.25 1. Tabel 10.98 0.8 3.1 2.999 0. x →c x →c x →c lim f ( x ) = L jika dan hanya jika lim f ( x ) = L = lim f ( x) − + Contoh 10.01 2.5 2 1.2 0.25 0.7 Jika f(x) = 2x2 maka nilai pendekatan f(x) pada saat x mendekati 1 dapat ditunjukkan pada tabel berikut.62 0.81 0.9 1.9.08 0.5 0.99 … … 1 ? … … 1.00 1.6 Jika f(x) = x2 maka nilai pendekatan f(x) pada saat x mendekati 1 dapat ditunjukkan pada tabel berikut.02 1. Berdasarkan Tabel 10.00 1.04 1.5 0.42 1.2 0.04 0. maka x →1 lim x 2 = x →1 lim x × x x →1 = = 1 × 1 = 1 lim x × lim x x →1 x →1 Contoh 10.5 0.999 1. lim xx x=x1.5 2. maka Berdasarkan Tabel 10. lim x →1 lim 2 x 2 = lim 2 × xx× xx x →1 x →1 350 Buku Guru Kelas X x →1 = x →1 = 2×1×1 = 2 lim 2 × lim x × lim x x →1 .01 2.99 0.9 Nilai pendekatan f(x) = 2x2 pada saat x mendekati 1 x y 0 0 0.99 1.1 1.8. c bilangan real.9 0.23 2 4 Nilai pendekatan f(x) pada saat x mendekati 1 adalah 1.8 Nilai pendekatan f(x) = x2 pada saat x mendekati 1 x y 0 0 0.001 2.99 … … 1 ? … … 1.001 2.

5 1.98 … … 1 ? … … 1.001 1.1 1.9 2 pada saat x mendekati 1 2x − x 2 0.99 1.06 4. maka x →1 x →1 lim 2 x 2 + lim 2 x = x →1 x →1 lim 2 x 2 + lim 2 x x →1 x →1 = 2+2 = 4 Contoh 10.94 4.94 1.52 0.62 xx x 2 x 2 = 2 dan lim Berdasarkan Contoh 10.5 0. Jika f(x) = 2x2 + 2x maka nilai pendekatan f(x) pada saat x mendekati 1 dapat ditunjukkan pada tabel berikut.1 1. Jika f(x) = 2 Tabel 10.26 1.11 Nilai pendekatan f(x) = x y 0.78 0.1 0.0 3.999 … 2.10 Nilai pendekatan f(x) = 2x2 + 2x pada saat x mendekati 1 x y 0 0 0.01 … 1 ? … 1.7 –25 7.999 3.7 dan Tabel 10.Contoh 10. Tabel 10.01 … 1.001 1.99 0.5 1.5 7.14 2.8 diperoleh lim =x1. lim 2 = 2 atau x →1 2 x − x lim 2 2 x →1 lim 2 = x →1 2 x − x lim 2 x 2 − x x →1 = = lim 2 x →1 x →1 lim 2 x 2 − lim x x →1 2 =2 2 −1 Matematika 351 .49 2 Berdasarkan tabel di atas.67 0.00 1.9 0.9 2 maka nilai pendekatan f(x) pada saat x mendekati 1 dapat ditun2x − x jukkan pada tabel berikut.42 3.99 0.8 1.7 0.01 4.5 2 12.

25t2 + 0.5t (cm)2. lim x=c x →c 3. 352 Buku Guru Kelas X . lim x →c x →c x →c Contoh 10. asalkan lim 9.Perhatikanlah sifat-sifat limit fungsi berikut: Sifat-2 Misalkan f dan g adalah fungsi yang mempunyai limit pada x mendekati c. lim k =k x →c 2. Kecepatan perubahan pertambahan luas bidang tersebut pada saat t = 5 menit adalah . lim [ f ( x) ] = lim f ( x)  x →c  x →c  n n n f ( x ) = n lim f ( x ) f ( x) > 0 bilamana n genap . lim  x →c  g x →c lim g ( x)   ( x)    x →c  8. Penyelesaian Kecepatan perubahan pertambahan luas adalah besar pertambahan luas dibandingkan dengan besar selisih waktu.. lim[ f ( x) × g ( x)] = lim f ( x)  × lim g ( x)  x →c  x →c   x →c  f ( x)   f ( x)   lim x →c   dengan lim g ( x) ≠ 0 = 7. lim lim ff ( gk (x [kf ]→c= → lim[ ( x )] lim f lim ( x)    = dengan g ( x) x→ →c c x x c   xc →c →c ≠ 0    lim x →c g ( x)  x→ lim g( x) x     x →c  6.10 Sebuah bidang logam dipanaskan di bagian tengah dan memuai sehingga mengalami pertambahan luas sebagai fungsi waktu f(t) = 0. 1.. lim + + → xx cc x→ cc    x x→ →c c x→ → c x x→ → c       lim f( x)  = (x )− x) x) f ( x)  − lim g ( x)  5. dengan k dan c adalah bilangan real serta n adalah bilangan bulat positif. lim[kf ( x)] = k lim f ( x)  x →c  x →c    lim    lim[ ) (( x )] lim xx )) × lim gg (( x ) lim[ fff( ( (x x x ) )× ± ±g g g ( x x ) )]= = = lim limfff(( ( x ) ± ± lim g (x x ) ) 4.

75 2.5 4.5(5) = 8.00025 3.125 3.25t2 + 0.25 5 5.01 5. 5) lim lim 0.1 0.9999 ∆t = t – 5 –4 –3 –2 –1 –0.001 –0.000300002 0.0001 0.975 2.01 0.75 1. 25t + 0.025 3.1 –0.75 lim (0.999975 ? 3. Alternatif Penyelesaian lainnya f(t) = 0.030025 0.5625 3.001 5. 5(0.Perhatikan tabel! Tabel 10. 5t + 3. 5(0.5t f(5) = 0. 5(0.99975 2.5 2.9 4. 75 = lim t →5 t −5 = lim t →5 0. 5t ) − f (5) f (t ) − f (5) lim = t →5 t →5 t −5 t −5 2 0.5 –0.25 3.1 5.000299997 0 0.0000 0. 5) t →5 t →5 t −5 t −5 353 Matematika .5 6 Dengan melihat tabel di atas.4375 –0.01 –0.0001 0.000025 3.0001 5.875 2. pada saat t mendekati 5 maka ∆t mendekati 0 dan f(t) akan mendekati 3 (cm2/menit). 25t 2 + 0.001 0.75 –5 –2.00300025 0. 5)(t − 5) 0.029975 –0. 5t + 3.3025 1.9975 2.25 2. 5t 2 + t − 17.25(5)2 + 0.12 Nilai pendekatan pada saat t mendekati 5 12 1 2 3 4 4.999 4.00299975 –0.99 4.25 ∆f/∆t 2 2.2975 –0.5 1 ∆f = f(t) – f(5) –8 –6. 5t − 8.0025 3.

25h  0.0.5h kecepatan sesaat sesaat pertambahan pertambahan luas luas bidang bidang adalah: adalah: kecepatan lim h0 f (c  h)  f (c ) h = lim (0.5 h fc (c 0.25c 2  0.5c 0. 5(0. 5t + 3.25( )2 0.5 0.25c 2  0.25c (c+hh ) 2+ 0.5  3.5c c .25 0.5( cc+ ))= c h ch +0 0.5( h h 0.25c 2+0. beri bantuan berupa pertanyaan atau mengingatkan konsep terkait yang sudah dimiliki siswa.25 h2+ 0. 5)(t − 5) lim m 0.5 0.5)h h Kelas = Buku lim (0Guru .5 ch+  0.5) karena h  0 h0 = 0. Jika siswa tidak dapat mengerjakannya.5cX  0. 5(0.25 c 2+ 0.25h  0. 5) 0. 5t + 3.5c  0.5c) h0 h = lim 0.11  f (Pemuaian c) dan untuk t2  c  h diperoleh Untuk t1  c diperoleh Gambar logamperubahan pada waktu waktu t=c f (tuntuk c  h) sehingga perubahan Untuk t1 = perambahan c diperoleh luas f(t1) bidang = f(c) dan perubahan waktu t2 = c + h diperoleh 2)  f ( perubahan perambahan luas bidang f ( t ) = f ( c + h ) sehingga 2 f (c) 0.5c f(c) = 0.25 0. 5(0. t=c+h t=c Alternatif Penyelesaian lainnya f (t ) v(t) = dimana v(t) adalah kecepatan pertambahan luas t f(t) adalah pertambahan luas f(t) t adalah pertambahan luas Posisi awal Posisi setelah pemuaian Gambar 10. 5)(t − 5) lim lim lim 0. 5) = t →5 t →5 t →5 t −5 t −5 + t − 17. 5t 2 + t − 17.25c2 2 2 f( + hh )) = 0. Beri kesempatan bagi siswa yang lain untuk memberi komentar.5ch  0.11: Pemuaian logam pada waktu t = c f (t1 )10.5h)  (0.5) = 3 ♦ Berikan waktu pada siswa menggunakan manipulasi aljabar pada proses limit di atas! Beri kesempatan bagi siswa untuk menjelaskan jawabannya.5c  0.5c  0.5(0.5 Kecepatan sesaat pertambahan luas bidang pada t = 5 adalah 0. 5(0.5h h0 h h0 = lim 354 (0. 5t + 3. 5) 0.5ch  0.0 .25h 2  0.5(5)  0. 5(0. 5t + 3.25h 2  0. 5) = lti t →5 →5 −5 t −5 = 0.5 × 5 + 3.

5 Kecepatan sesaat pertambahan luas bidang pada t = 5 adalah 0. Pada saat mereka menentukan beberapa nilai di daerah asalnya. 0 ° Matematika 355 . nilai f(1) = dan − x − 1 0 x x + 4 x x2 x4 − 1 0 1 1 f(–1) = . Coba kita pelajari permasalahan yang dihadapi oleh grup diskusi berikut.25c 2  0. − + x →c x →c Nilai L yang kita maksud adalah bentuk tentu limit. memfaktorkan.25h  0. mereka mendapatkan kesulitan untuk 377 BUKU PEGANGAN GURU menentukan nilai di daerah hasilnya.5 = 0. Untuk f(x) = .5h h0 h h0 = lim h0 (0. Menurut kamu.5c  0. sebagai berikut: 1.5(5)  0. Menentukan Limit Fungsi Pada bagian ini.0 (cm2/menit). apakah penyebab permasalahan mereka? Jika kita pelajari lebih teliti. Lina dan Wati sedang menghadapi permasalahan bentuk tak tentu suatu limit. mereka sulit mendapatkan nilai fungsi untuk − x − 1 0 x x + 4 x x2 + 4 x = 0 karena jika nilai 0 disubstitusi juga ke fungsi maka mereka memperoleh f(0) = ∞ – ∞. Lina dan Wati adalah teman satu kelompok belajar di kelasnya.5) karena h  0 = 0.5)h h = lim (0.5c) h0 h = lim 0. mereka sulit − mendapatkan nilai fungsi untuk x = 1 dan x − 1 0 x x + 4 x x2 + 4 x4 − 1 0 1 1 x = – 1 karena jika disubstitusi nilai 1 atau –1 ke fungsi. kita akan menentukan limit secara numerik. Suatu hari mereka mendapat tugas dari guru untuk menggambar beberapa grafik fungsi dengan mencari sebanyak mungkin titik-titik yang dilalui fungsi tersebut. 3. − x − 1 0 x x + 4 x x2 + 4 x4 − 1 0 1 1 2. Coba kita tampilkan kembali sifat suatu limit.0 Kecepatan sesaat pertambahan luas bidang pada t = 5 adalah 0. c bilangan real. (cm2/menit).25h  0.25c 2  0.5  3.5c  0.5c  0.5c  0.5ch  0.kecepatan sesaat pertambahan luas bidang adalah: lim h0 f (c  h)  f (c ) h = lim (0. Untuk f(x) = x4 − 1 0 1 1 .5 = 3.5h)  (0. .5c + 0.25h 2  0. jika kita substitusikan nilai 0 ° c ke fungsi f(x) sehingga f(c) adalah bentuk-bentuk tak tentu seperti . dan perkalian sekawan. lim f ( x ) = L jika dan hanya jika x →c lim f( x) = L = lim f( x) .5ch  0. Jadi.25h 2  0. Misalkan f suatu fungsi dengan f : R → R dan L. ∞ – ∞.5(5) + 0.

248 0.252 0.333 1.143 0.302 0.250 0.9 1.01 2.7 1. Ingat: x – a sekawan dengan x + a.3 2.1 2. Contoh 10.250 Dengan melihat tabel di atas. Cara II (Faktorisasi) x 2 − 3 x + 2 ( x − 2)( x − 1) x 2 − 3 x + 2 ( x − 2)( x − 1) Perhatikan bahwa f(x) = dapat kita ubah menjadi f(x) = x2 − 4 ( x − 2)(( x + 2) ( x − 2)(( x + 2) x2 − 4 sehingga: ( x − 2)( x − 1) x 2 − 3x + 2 lim = lim 2 Dapatkah anda meneliti untuk x → 2 x→2 ( x − 2)( x + 2) x −4 2 ( x − 2)( x − 1) (x x −1 3)x + 12 x 2 + x − 1 − lain 2x + 5 untuk menyelesaikan lim lim lim = karena x≠2 2 a → 2 ( x − 2( x + 2) a x→2 ( x x a →− 2 permasalahan limit fungsi ) 44 +2 − x+2 mendapatkan metode yang tesebut. jika x mendekati 2.5 0.001 2. dan lain-lain maka bentuk tersebut gagal menjadi nilai limit fungsi tersebut. 2.999 0. Substitusikan x = c ke fungsi sehingga diperoleh f(c) = L . 356 Buku Guru Kelas X .11 Tentukanlah nilai lim x 2 − 3x + 2 x→2 x2 − 4 Cara I (Numerik) x 2 − 3x + 2 Jika lim y= maka pendekatan nilai fungsi pada saat x mendekati 2 ditunjukkan a →2 x2 − 4 pada tabel berikut: Tabel 10.268 0.5 1.13 Nilai pendekatan f(xlim )= a →2 x y 1.00.189 0. Jika L merupakan salah satu bentuk tak tentu maka kita harus mencari bentuk tentu limit fungsi tersebut dengan memilih strategi: mencari beberapa titik pendekatan (numerik).25. Perhatikan beberapa contoh soal dan penyelesaian berikut. dll. dengan pengamatan berikut: 1. ∞∞.99 x 2 − 3x + 2 pada saat x mendekati 2 x2 − 4 2 ? 2. perkalian sekawan. misi kita dalam limit fungsi adalah mencari bentuk tentu dari limit fungsi. memfaktorkan. maka y = f(x) akan mendekati 0. Oleh karena itu.231 0.

25 Contoh 10. 2 = lim lim x →− 2 2 x x x+ +2 2 x+ +2 2 xx →− 22 x →− x + +x x− −1 1+ + 2 2x x+ +5 5 2 ( x + x − 1) − (2 x + 5) = lim = lim x→− →−2 2 x ( x + 2) x 2 + x − 1 + 2 x + 5 ( ) = lim = lim x →−2 x →−2 ( x + 2) ( x2 − x − 6 x2 + x − 1 + 2 x + 5 ) 357 Matematika f ( x) = ( x 2 + 1) ( x + 1) ( x − 1) ( x + 1) ( x − 1) .1 –2.594 –2.001 –2.499 x 2 + x − 1 − 2 x + 5 pada saat x mendex+2 –2 ? – 1.12 ( x − 2)( x − 1) ( x − 1) 1 x2 + x − 1 − 2x + 5 lim lim Tentukanlah a→−2 ( x − 2( x + 2) a → 2 ( x + 2) 4 x x+2 Cara I (Numerik) m ( x − 1) 1 − 2)( x − 1) x2 + x − 1 − 2x + 5 lim Misalkan lim y = .3 –2.5 2.9 –1.lim ( x − 2)( x − 1) ( x − 1) 1 x2 + x − 1 − 2x + 5 lim lim = a → 2 ( x − 2( x + 2) a → 2 ( x + 2) 4 a →−2 x+2 = 0.530 –2.763 Dengan melihat tabel di atas.999 –2.528 2.599 – 2.5 – 1.14 Nilai pendekatan f(x) = kati –2 x y –2.01 –2.3 –2.99 –1. jika nilai x mendekati –2 maka y = f(x) akan mendekati –2.7 – 2.501 –2.5 Cara II (Perkalian sekawan) Perhatikan bahwa y = x2 + x − 1 − 2x + 5 bentuk sekawan dari x+2 lim lim lim x →−2 xx →− 22 →− x2 + x − 1 − 2x + 5 x2 + x − 1 − 2x + 5 dapat kita dengan lim x2 + x − ubah 1− 2 x + 5 mengalikan x →−2 x+2 x+2 x2 + x − 1 − 2x + 5 x 2 + x − 1 − 2 x + 5 sehingga: lim x →−2 x+2 ( ) ( ) 2 2 2 x x x2 + +x x− −1 1− − 2 2x x+ +5 5 x2 + +x x− −1 1− − 2 2x x+ +5 5 x x2 + +x x− −1 1+ + 2 2x x+ +5 5 lim . = .8 –1. Pendekatan nilai fungsi pada saat x mendekati 2 x+2 − 2( x + 2) a → 2 ( x + 2) 4 a →−2 ditunjukkan pada tabel berikut: Tabel 10.501 –2.

9 1. 5 = − Contoh 10.1 2.3 2.00 1 ? 1.001 2.69 –1.49 –1.98 –0.81 –0.99 1.44 1. jika nilai x mendekati 1 maka y = f(x) akan mendekati 2 dan jika nilai x mendekati –1 maka y = f(x) akan mendekati 2.001 2.8 1.8 1. = lim = lim x →−2 x →−2 ( x + 2) 2 ( ( x − 3)( x + 2) x2 + x − 1 + 2x + 5 ( x − 3) ) karena x ≠ −2 = lim lim = x →−2 x →−2 ( x + x −1 + 2x + 5 ) 5 2 = − 2. maka f1( )1= ) = .99 1.01 2.64 0.999 2.98 0.02 1.21 1.999 2.2 2.21 –1.13 Tentukanlah nilai lim x →1 x4 − 1 x4 − 1 dan lim x →−1 x 2 − 1 x2 − 1 4 x 4x− −1 00 00 1 Jika f ( fx ()x= ) = 2 2 .9 1.81 0.44 –1.02 x4 − 1 0 0 (1) =x mendekati .64 –0. Cara I (Numerik) Misalkan y = f ( x) = x4 − 1 0 0 .2 2.00 –0.15 Nilai pendekatan f ( x) = 2 pada saat (1) =x mendekati . f (−1) = –1 pada saat dan f 2 x −1 0 0 –1 ? –0. f.01 2.7 1. Pendekatan . ( f− (1 − )1= ) = .7 1. f (−1) = 1 dan f x −1 0 0 x y 0.00 1.3 2.00 Dengan melihat tabel-tabel di atas. Cara II (Faktorisasi) x 2 + 1) ( x + 1) ( x − 1) ( x4 − 1 f ( x ) = Perhatikan bahwa dapat kita ubah menjadi f ( x) = x2 − 1 ( x + 1) ( x − 1) sehingga: 358 Buku Guru Kelas X .69 Tabel 10.1 2.16 Nilai pendekatan f ( x) = x y –1.49 0. Karena kita harus mencari bentuk tentu dan danf ( −1 x x− 1 00 00 limit fungsi tersebut pada saat x mendekati 1 dan –1. f (− fungsi dan f (1) = nilai 1) = pada saat x mendekati 1 dan –1 2 x −1 0 0 ditunjukkan pada tabel berikut: x4 − 1 0 0 Tabel 10.

1 –0.06 0. jika nilai x semakin mendekati 0 maka y = f(x) akan semakin mendekati –0. Pendekatan nilai fungsi pada saat x mende− x →0 x x + 4 x x2 + 4 kati 0 ditunjukkan pada tabel berikut: Tentukanlah lim Tabel 10.05 0.01 –0.1 –0.001 –0.1 () x + 1 () x −1 x (+ x1 + 1 x)+ 1+ 1 x)− 1 − 1) () (x () (x () () x −1 ≠ dan lim = lim lim lim x (Karena + 1 lim x − 11 + 1 x + 1 x ≠ 0) ( ) x x 1 x + 1 () x −1 x −1 x+ 1+ x)− 1 − 1) ( ( () () () x + 1 () x + 1 () x −1 () −1 = lim x + 1 lim −1karena lim + 1 x ≠ 1 dan x ≠ –1 4 2 2 2 2 2 2 x →1 x →1 x →1 x →1 x →1 −1 x →1 x →1 x + 1 () x −1 () 2 x →1 ( ) 2 = lim 12 + 1 x →1 = 2 dan 4 x1 − (x (x ) (− ) 1) (Karena ( x(2 x+2 1+) 1 ) (+x1+) 1 x4 x − 1 −1 2 2 2 x lim ≠(1 dan +11 x ≠ 0) lim lim2 2 = lim lim lim lim x2 x + 1 + 1lim −( 1 − +x 1 + ) 1) x →− x →− 1 x1 x x →− x →− 1 1 ( x(+ x →− x →− 1 1 x →− x →− 1 1 x x x + 1 − − 1 − 1 − 1 1 1 )( )( ) ) 2 ( x + 1) ( x + 1) ( x − 1) lim x 2 + 1 lim −1 2 + 1 −1 lim ( karena ) x ≠ 1 dan x ≠ –1 = x →−1 x →−1 − 1 x →−1 ( x + 1) ( x − 1) + 1) ( x + 1) ( x − 1) 2 lim x 2 + = 1 lim ( −1) + 1 x →− 1 x →− 1 + − x 1 x 1 ( )( ) = 2 Contoh 10.2 –0.01 –0. Cara II (Faktorisasi) 1 1 x 2 + 4 −1 x + 4 1 x2 + 4 − x + 4 − − Fungsi f(x) = dapat kita ubah menjadi2 f(x) = x x + 4 x x2 + 4 x ( x2 + x 4x x4 + 4 )x x + 4 x ( x 2 + 4 ) ( x + 4 ) ) (+ sehingga: Matematika 359 .14 1 1 − x →0 x x + 4 x x2 + 4 Cara I (Numerik) 1 1 Misalkan ylim = .06 pada saat x mendekati 0 0.2 –0.08 –0.06 0.3 –0.06.08 –0.07 –0.17 Nilai pendekatan f (x) = x y –0.3 –0.04 –0.001 –0.06 Dengan melihat tabel di atas.07 1 x x+4 0 ? − 1 x x2 + 4 0.

2)   = lim lim  lim =  lim    x →0 x →0  2 x x →0 x →0   2 +4 (   + x x 4 x ) ()    x +4 ( x + 4)        2 2     1 +4 − x +4 +4 + x +4  lim   lim x 1 x2 + 4− x+ 4.lim x →0 1 1 x2 + 4 − x + 4 = lim − x →0 x x + 4 x x2 + 4 x ( x2 + 4) ( x + 4)   2    1 +4 − x +4  x    1 x2 + 4− x+ 4   = lim = lim    x →0   2 x  x →0    +4 +4 x x x    x2 + 4 ( x+ 4) ( )   ()      2    1 x     1 x2 + 4− x+ 4 +4 − x +4 (Sifat-10. =  lim   2 2 x →0 x →0  2 x 2 +4 + 2 +4    x →0 x →0 2 +4 ( x x x x 4) +4  x ) () 4 + 4 x x + +   4 x x + +   (          1 x    1 1 x− −1   lim lim =   lim =  lim   2 2  x →0 x →0 2 2 +4 + 2 +4  x →0 x →0 2 +4 ( x x   4 x x +  ) () 4 4 x x + + +   4 4 x x + +   ( )      1  1 −1 1  −  =   =    4 4     4  4  1 1 = = − − 16 16 360 Buku Guru Kelas X .   2  x x →0 →0  2 x 2 +4 +   x →0 x →0  2 +4 ( x x 4 +  x x 4 + x )   x +4+ x+4   x +4 ( x + 4) ()        2   2 − x  1 1  lim x   lim  1 1 x − x.   =   lim . x x2 + 4+ x+ 4   =  =  lim lim .

Sebuah garis y – 2x – 3 = 0 menyinggung kurva y = x2 + x + 2. lim x →1 x2 + x − 1 − 2x − 1 = . 1 B. 5. –2 D. –1 E. –2 D. 1 sampai no. Carilah metode lain untuk mendapatkan titik singgung tersebut! c.1 Pilihlah strategi pendekatan atau numerik untuk menentukan nilai limit fungsi pada soal no.Uji Kompetensi 10.. 2 C. –1 E.. Tentukan nilai limit fungsi berikut dengan menggunakan dua atau lebih metode penyelesaian! Bandingkan jawaban yang anda peroleh! Matematika 361 . 0 4. Kemudian anda pilih strategi lain dan membandingkan jawaban anda dengan jawaban anda pada srategi sebelumnya. 8 8 C. 0 1  1 1  3. 1.. 1 B. lim −   = . – E. x →1 x − 1  3x + 1 x+3 A. lim x →1 5. lim x →1 jika −1 ≤ x ≤ 1 jika x < −1 7.. a. 6.. x→2 x 2 − 4 A... –2 D. – E. 2 1 1 B. –2 D. 2 C. 8 8 C. 0 2. x+3−2 x2 + 2 x − 3 = . 2 1 1 B. 0 2x + 2 − x + 3 = . –2 D.  x3 − 1  x −1   f ( x) =  2x + 1   2x + 3 − x + 2  x +1  jika x >1 A. Sketsalah dan analisislah limit fungsi di x = –1 dan x = 1.. 1 B. x2 − 1 A. Gunakan strategi numerik untuk mendapatkannya! b. Sketsalah permasalahan tersebut! 8.. Coba kamu tunjukkan koordinat pendekatan kedua kurva (titik singgung).. –1 E. 0 Selesaikanlah permasalahan berikut. 2 C. lim x3 − 2 x 2 = . 2x − 2 A.

Rancanglah minimal dua masalah terkait informasi yang kamu peroleh dan buatlah pemecahannya. Jika f(x) = 3x2 maka tentukanlah 9. Jika f(x) = 3x2 maka tentukanlah x → 2013 x   2  f ( x − 4h ) − f ( x + 22013 h)    3 f ( x)  lim = x maka lim  f( x )−2f  − x h →0  3 h x → 2013 x − 2013    2  Projek Himpun informasi penerapan limit fungsi dalam bidang teknik. dan teknologi informasi. Buat laporan hasil kerja kelompokmu. Tentukanlah nilai limit fungsi f ( x + 2h ) − f ( x ) x− 2 f(x) = dengan menggulim 3 h →0 h x2 − 3 4 b. dan sajikan di depan kelas. masalah nyata. fisika. 362 Buku Guru Kelas X . Jika fungsi f ( x) − 2 f  − x  = x maka lim  c. a. Jika f(x) = 3x2 maka tentukanlah nakan numerik dan perkalian sekawan pada saat x mendekati 2. f ( x + 2h ) − f ( x − 2h ) lim h h →0   3  2013 10.

terdapat beberapa hal penting yang menjadi kesimpulan dari hasil penemuan berbagai konsep dan aturan tentang limit. apabila limit kiri sama dengan limit kanan fungsi di titik c. tetapi c bilangan real. g(x) adalah fungsi yang mempunyai nilai limit pada x mendekati c. fungsi f mendekati L pada saat x mendekati c dapat kita tuliskan dengan: lim f ( x) = L x →c 6. Tidak semua fungsi mempunyai limit di titik c. g ( x lim[f f(( xx )) × = x→ c lim f ( x ) × lim g ( x )  x →c x → c  dengan c    x→ ) ≠ 0 lim = lim g(x   x →c g ( x) x →c lim g ( x)     x →c f ( x)   lim   f ( x)   x →c   lim dengan lim = g ( x) ≠ 0 f. lim k =k a. Misalkan f(x). dengan k dan c adalah bilangan real serta n adalah bilangan bulat positif. disajikan sebagai berikut. x →c lim x = c b.D. x →c c. yang menjadi domain fungsi adalah himpunan bilangan real di mana fungsi tersebut terdefinisi. Penentuan limit suatu fungsi di suatu titik c. Suatu fungsi f mempunyai limit di titik c. Titik c tidak harus anggota daerah asal fungsi. 1. 4. sangat bergantung pada kedudukan titik c dan domain fungsi tersebut. PENUTUP Setelah kita membahas materi limit ini. ff ( ) × g )] lim xx )) lim gg (( xx ) lim [kf ( x ) ±= g( (x x ) ]= =f lim ± lim ) lim[ (x x )] k ( x )f → xx cc  x→ cc    → x→ x →c x → c  lim  )] lim f ( x)      e. 3. Dalam pembahasan limit fungsi pada buku ini. 2. Sebuah fungsi f dikatakan mempunyai limit di titik c jika dan hanya jika nilai fungsi untuk x dari kiri dan kanan menuju ke bilangan yang sama.  x →c  x →c lim g ( x)   g ( x)    x →c  Matematika 363 . lim[kf ( x)] = k lim f ( x)  x →c  x →c  ×   f(( d. 5 Misalkan f sebuah fungsi yang terdefinisi pada himpunan bilangan real dan c dan L adalah bilangan real.

x →c x →c 7. standar deviasi. Selanjutnya kita akan membahas tentang materi statistika. ananda harus menguasai tentang fungsi. fungsi. Semua apa yang ananda sudah pelajari sangat berguna untuk melanjutkan bahasan berikutnya dan seluruh konsep dan aturan-aturan matematika dibangun dari situasi nyata dan diterapkan dalam pemecahan masalah kehidupan. operasi hitung bilangan dan pengukuran. Pada jenjang yang lebih tinggi. modus. 364 Buku Guru Kelas X . dan sebagainya. lim [ f ( x) ] = lim f ( x)  x →c  x →c  n lim n f ( x) = n lim f ( x) h. quartil. median. Hal ini sangat berguna dalam penentuan nilai rata-rata.n g. limit fungsi dan fungsi yang kontinu sebagai prasyarat untuk mempelajari statistik. Materi prasyarat yang harus ananda kuasai adalah himpunan.

bekerja sama menyelesaikan masalah. menyajikan data nyata dalam bentuk tabel atau diagram/plot tertentu yang sesuai dengan informasi yang ingin dikomunikasikan. • berpikir Independen mengajukan ide secara bebas dan terbuka. 5. kritis. bertanggungjawab. 4. • • • • • • • Mean (rata-rata) Ukuran Pemusatan Ukuran Letak Median Modus Kuartil Desil . • mengamati keteraturan data. memahami berbagai penyajian data dalam bentuk tabel atau diagram/plot yang sesuai untuk mengkomunikasikan informasi dari suatu kumpulan data melalui analisis perbandingan berbagai variasi penyajian data. konsisten. siswa memperoleh pengalaman belajar: • melatih berpikir kritis dan kreatif. • mengamati aturan susunan objek. menghayati rasa percaya diri. menghayati kesadaran hak dan kewajiban serta toleransi terhadap berbagai perbedaan di dalam masyarakat majemuk sebagai gambaran menerapkan nilai-nilai matematis. motivasi internal.Bab Statistika A. menghayati pola hidup disiplin. • berkolaborasi. 2. KOMPETENSI DASAR DAN PENGALAMAN BELAJAR Kompetensi Dasar Melalui proses pembelajaran statistika. Pengalaman Belajar Melalui pembelajaran materi statistika. siswa mampu 1. dan jujur serta menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. dan sikap peduli lingkungan melalui kegiatan kemanusiaan dan bisnis dan dalam kehidupan sehari-hari. 3.

B. PETA KONSEP B. PETA KONSEP Statistika Mempelajari tentang Masalah Otentik Pengumpulan Data Penyajian Data Pengolahan Data mewakili dari Tabel Diagram Grafik Ukuran Penyebaran  Standar deviasi Populasi Sampel Ukuran Pemusatan  Rata-rata  Median  Modus Ukuran Letak  Kuartil  Desil  Presentil 366 Buku Guru Kelas X .

Data Tunggal Pada subbab ini. Tabel 11. 1. Data merupakan hal yang sangat diperlukan untuk memberikan keterangan atau informasi yang diperoleh dari suatu pengamatan. Yogyakarta yang memproduksi berbagai produk. Bagaimana harus menyusun informasi mengenai data tersebut? Matematika 367 . akan dipelajari data-data yang muncul dalam kehidupan seharihari. misalnya.1. Lembaga survei tersebut memperoleh data produksi sepuluh UKM untuk tahun 2012 yakni sebagai berikut (dalam satuan Unit). Data dapat berupa angka.C. makanan kering.1 Data Jumlah Produksi Barang UKM di Yogyakarta UKM Jumlah Produksi (unit) A 400 B 550 C 600 D 700 E 350 F 450 G 650 H 600 I 750 J 600 Berdasarkan data pada Tabel 11. MATERI PEMBELAJARAN Ceritakan kepada siswa bahwa materi statistika sangat diperlukan dalam penyelesaian permasalahan kehidupan sehari-hari. dan aksesoris. Selain itu data juga harus objektif sesuai dengan kenyataan. menghitung kekayaan penduduk. dan memiliki hubungan terhadap permasalahan/kejadian yang akan diselesaikan. tahun 2012. lembaga survei ini memberikan data statistik kepada pemerintah (khususnya menteri keuangan dan perdagangan) untuk merespon keadaan UKM di Yogyakarta.1 Data Tingkat Produksi Barang UKM di Yogyakarta Sebuah lembaga survey menemukan bahwa terdapat 10 Usaha Kecil Menengah (UKM) yang tersebar di propinsi D. menentukan besar pajak yang harus dibayarkan. para pimpinan instansi atau pihak yang berkepentingan. ataupun karakteristik. lambang. Perhatikan masalah tingkat produksi pertahun beberapa UKM di Yogyakarta. dan yang paling sering didengar adalah untuk menghitung cepat (quick count) dalam suatu pemilihan umum. menghitung populasi penduduk. Data yang diperoleh sebaiknya merupakan data yang sifatnya merupakan perwakilan dari kejadian. Masalah-11.I. Secara umum. menghitung laba dari penjualan. dari suatu data dapat digali informasi-informasi penting sebagai pertimbangan seseorang untuk mengambil keputusan yang akan dilakukannya. misalnya untuk menghitung hasil panen. seperti: kerajinan tangan.

368 Buku Guru Kelas X .Alternatif Penyelesaian Untuk memudahkan pengolahan data tersebut. Tabel 11.2 Data Jumlah Produksi Barang UKM di Yogyakarta UKM A B C D E F G H I J Total Jumlah Produksi (dalam satuan unit) 400 550 600 700 350 450 650 600 750 600 5. datum ke-1 + datum ke-2 + datum ke-3 + .. rata-rata (mean) dirumuskan sebagai berikut.1 sudah dalam bentuk tabel. lembaga tersebut ingin menyampaikan informasi tentang rata-rata tingkat produksi produk UKM di Yogyakarta.650 x= = 565 10 Artinya. tetapi mari kita sajikan dalam tampilan yang lebih menarik lagi. untuk dapat dibandingkan dengan tingkat produksi UKM di provinsi lain. seperti Tabel 11. Untuk data tunggal.2 berikut ini.650 Kemudian. diperoleh: x= 400 + 550 + 600 + 700 + 350 + 450 + 650 + 600 + 750 + 600 10 5.. terlebih dahulu disajikan dalam tampilan yang lebih menarik. + datum ke-n Mean( x) = banyak datum Untuk data di atas. rata-rata tingkat produksi setiap UKM di Yogyakarta pada tahun 2012 adalah 565 unit. a. Penyajian Data Tabel Sebenarnya data yang diperoleh lembaga survei pada Tabel 11.

Pada data di atas. Hasil pengurangan ini dalam statistik disebut dengan jangkauan data (range). modus data dari Tabel 11.1 adalah 600. 450.1 sebagai berikut. Nilai tengah data (median) adalah statistik yang membagi dua data pada bagian yang sama. Definisi 11. 600. dirumuskan sebagai berikut: • Jika banyak data genap. 550. Jika data terendah diurutkan sampai data tertinggi. median  2  Matematika 369 . 600. Jadi. diperoleh jangkauannya 400. 350 400 450 550 600 600 600 650 700 750 Bagian-1 Bagian-2 Catatan: Ingat definisi datum sewaktu kamu di SMP! 600 + 600 = 600. sebesar 600 unit. 700. 400. 750 Jika data tertinggi dikurang dengan data terendah diperoleh: Datum tertinggi – datum terendah = 750 – 350 = 400. dari 10 data yang tersaji. 650. n : banyak data.1 Datum yang paling sering muncul disebut modus. n : banyak data Median = 2  n + 1 Mediandata = Datum nilai ke  dirumuskan:  . terdapat tiga UKM yang memiliki jumlah produksi yang sama. Dalam arti statistik. Sifat-1 Jangkauan Data = Datum tertinggi – Datum terendah = xmaks – xmin Dari urutan data tersebut diperoleh nilai tengah data (median). median dirumuskan: Jadi median data = Sifat-2 • n n  Datum ke   + Datum ke  + 1 2 2    . diperoleh urutan data Tabel 11. terdapat 3 angka yang paling sering muncul. Selain rata-rata data tersebut. yaitu 600. n : genap Jika banyak ganjil. 600. formula untuk menentukan median. 2 Secara umum. 350.

Dengan pendekatan datum interpolasi berikut.. Untuk keadaan seperti ini. n : banyak data Median = 2  n + 1 Median = Datum nilai ke   . 4 4 2(10 + 1) 1 1 1 1 1 2 3 3 4 Letak Q2 = Datum ke = Datum ke-5 . Misalkan terdapat data x1.  .Sifat-3 n n  Datum ke   + Datum ke  + 1 2 2     . n : banyak data. Kuartil tengah (Q2) 350 400 450 550 600 600 600 650 700 750 Kuartil bawah (Q1) Kuartil atas (Q3) Letak Q1 = Datum ke 1. Q2 ditentukan melalui pendekatan datum interpolasi berikut.. diggunakan pola pendekatan atau interpolasi.(10 + 1) 3 1.(10 + 1) 3 = Datum ke-2 . 4 5 6 2 3 4 3 4 2 3 Analog dengan Q1. 4 4 4 4 Artinya Q1 terletak di antara datum ke-2 (x2) dan datum ke-3 (x3). x3 . 1 1  Q2 = x5 + ( x6 − x5 ) ⇔ Q2 = 600 + (600 − 600) = 600. 5. mungkin juga terletak di antara dua datum. Sifat-4  i (n + 1)  Letak Q1 = Datum ke. n : genap  2  Selanjutnya. Statistik yang membagi data menjadi empat bagian disebut Kuartil. Melihat kembali data di atas. kuartil 2 (Q2) atau kuartil tengah dan kuartil 3 (Q3) atau kuartil atas. lembaga survei tersebut ingin menyajikan data tersebut dalam empat bagian utama. kita akan menentukan statistik yang membagi data menjadi empat bagian. xn dengan x1 ≤ x2 ≤ x3 ≤ …≤ xn. Kuartil 1 (Q1) atau kuartil bawah. 3 3  Q1 = x2 + ( x3 − x2 ) ⇔ Q1 = 400 + (450 − 400) = 437. 2 2 370 Buku Guru Kelas X . x2. n : banyak data  4  Letak Qi tidak selalu pada posisi datum ke-i.. Letak tiap kuartil didefinisikan sebagai berikut. merupakan statistik yang membagi data menjadi empat bagian yang sama.

maka 1 data dibagi menjadi 10 kelompok yang sama. datum maksimum. dan Q3. hampir sama dengan menentukan kuartil Di pada data tunggal. 3(10 + 1) 1 1 1 1 1 2 3 3 4 = Datum ke-8 . ….5 xmin = 350 Q2 = 600 Q3 =662. D5. Ukuran statistik ini disebut Desil. yaitu statistik yang terdiri dari: datum minimum. sebab kuartil Q1. x2. Q2. D8. dan D9. nilai statistik Q3 dihitung melalui pendekatan datum interpolasi. Letak setiap Di didefinisikan sebagai berikut. Desil ke-i untuk data tunggal adalah: i . Susunan statistik lima serangkai ini. Definisi 11. 4 4 Kembali ke persoalan kita di atas. x3. dengan tiap kelompok memiliki 10 data. Letak Q3 = Datum ke Dengan adanya nilai Q1. xn dengan x1 ≤ x2 ≤ x3 ≤ … ≤ xn. Jika banyak data ≥ 10. D7. 4 5 6 2 3 4 3 4 2 3 Analog juga dengan Q1 dan Q2. Tentu saja terdapat 9 desil. Q2 dan Q3 membagi data menjadi empat kelompok yang sama. 1 1  Q3 = x8 + ( x9 − x8 ) ⇔ Q2 = 650 + (700 − 650) = 662. seperti berikut ini. Q2 Q1 xmin Q3 xmax Untuk data di atas. Cara menentukan Di pada suatu data tunggal.Sebagai catatan nilai Q2 = Median. 5. D2. Q2 dan Q3. D6.(N + 1) Di = Datum ke 10 Matematika 371 .2 Misalkan x1. yaitu D1. D4. Q1.5 xmax = 750 Statistik terurut memiliki kuartil jika banyak data ≥ 4 . lembaga survei tersebut ingin menyajikan statistik lima serangkai. statistik lima serangkainya adalah: Q1 = 437. D3.

10 10 Untuk ukuran statistik desil yang lain. hanya ditentukan D3 dan D7. 10 10 1 7(10 + 1) um ke − 7 . D2. Untuk keadaan seperti ini. Dalam kajian persoalan kita di atas. D8. jika dideskripsikan dalam diagram garis akan terbentuk sebagai berikut. dan jumlah penjualan barang. silahkan kamu tentukan dan cek dengan hasil kerjaan teman sekelasmu yang lain. perkembangan nilai tukar mata uang suatu negara. Diagram garis biasanya digunakan untuk menggambarkan suatu kondisi yang berlangsung secara kontinu. kita tentukan letak D3. D4. menyajikan data statistik dengan menggunakan garis-garis lurus yang menghubungkan komponen-komponen pengamatan (waktu dan hasil pengamatan jumlah produksi). D3. Perhatikan kembali data di atas. 10 10 1 1  D3 = x3 + ( x4 − x3 ) = 450 + (550 − 450) = 460. b. Penyajian Data dalam Diagram Garis (Line Diagram) Penyajian data dalam diagram garis berarti. Letak D7 = datum ke = datu 10 10 1 1  D7 = x7 + ( x8 − x7 ) = 600 + (650 − 600) = 605. Letak Di tidak selalu pada posisi datum ke-i. dan D9. 350 400 450 550 600 600 600 650 700 750 Langkah awalnya. Untuk data jumlah Produksi UKM di Yogyakarta. 3(10 + 1) 1 Letak D3 = datum ke = datum ke − 3 . Pada buku ini. D7. D6. misalnya data jumlah penduduk. 372 Buku Guru Kelas X . D5. kita mengggunakan pola pendekatan atau interpolasi. mungkin juga terletak di antara dua datum. kita dapat menentukan D1.

– hanya satu UKM. staf lembaga survei tersebut menyampaikan informasi bahwa. selain penyajian data tersebut. Untuk itu diperlukan penyajian data dalam bentuk diagram lingkaran (pie chart). Matematika 373 . Total produk yang dihasilkan kesepuluh UKM tersebut adalah sebesar 5650 unit.1 Diagram garis jumlah produksi UKM di Yogyakarta Tentunya.100% Total Produksi Semua UKM Secara lengkap. Selanjutnya. yaitu UKM I yang mampu menghasilkan sebanyak 750 unit produk dalam tahun 2012. dan UKM F hanya mampu menghasilkan produk UKM kurang dari 500 unit dalam tahun 2012. Oleh karena itu. Definisi 11. c. Diagram Lingkaran (Pie Chart) Melalui diagram ini.Gambar 11. tahun 2012. disajikan pada diagram berikut ini.3 % produksi UKM X = Jumlah Produksi UKM X . staf tersebut ingin menyampaikan data produksi UKM tersebut dalam tingkat persentase. akan ditunjukkan besar persentase tingkat produksi tiap UKM. UKM E. – masih ada tiga UKM . persentase produksi setiap UKM. didefinisikan sebagai berikut. Tolong bantu Staf tersebut untuk menyampaikan informasi penting mengenai jumlah produksi barang UKM di Yogyakarta. yaitu UKM A. tingkat persentase produksi setiap UKM.

Bantulah staf tersebut untuk memberikan informasi menarik dari diagram lingkaran di atas! Selain ketiga penyajian data di atas. masih ada cara penyajian data yang lain. lembaga survei ingin merangkumkan informasi menarik dari data tersebut.2 Persentase tingkat produksi kesepuluh UKM Setelah diagram lingkaran terbentuk.5 Berdasarkan data tersebut. menteri bermaksud menerapkan kenaikan gaji buruh bersifat situasional. Rata-Rata Gaji Buruh Gaji buruh menjadi topik perbincangan di kalangan buruh dan kalangan pengusaha. Hasil pembahasan dengan para pengusaha dari kelima kota tersebut adalah rumusan kenaikan gaji buruh dengan sistem subsidi silang. yang disesuaikan dengan kondisi perkembangan perusahaan yang ada di kota tersebut. Misalnya dengan diagram batang (chart). Pada tahun 2012. menteri terkait dengan masalah ini merilis gaji buruh di 8 kota besar di negara tersebut sebagai berikut (dalam ratusan ribu rupiah) Nama Kota A B C D E F G H Besar Gaji 25 18 22 20 17 19 22 22. dan diagram daun. 374 Buku Guru Kelas X . Silahkan diskusikan dengan teman sekelasmu tentang penyajian data tersebut dengan diagram batang dan diagram daun.Jumlah Produksi (dalam satuan unit) 11% 13% 11% 11% 7% 10% 11% 12% 8% 6% Gambar 11.

620.000.000.00 Gaji setelah Kenaikan Rp 2.00 Rp 2.000.000.00 Rp 204.4 Besar Gaji Buruh Sebelum dan Sesudah Kenaikan Gaji di 8 Kota Nama Kota A B C D E F G H Total Besar Gaji Rp2.00 % Kenaikan Gaji 8% 12% 8% 12% 12% 12% 8% 8% Nominal Kenaikan Gaji Rp 200.200.00.00 Rp 228. Berapakah rata-rata gaji buruh setelah mengalami kenaikan gaji? Alternatif Penyelesaian Tabel berikut ini menyajikan besar kenaikan gaji di setiap kota.000.000.800.000.170.271.00 Rp 1.00 Rp 2.00 Rp 176. Buruh yang memiliki gaji kurang atau sama dengan Rp 2.000.000.240.700.128.000.000.000.000.000.430.00 Pada Tabel 11.00 Rp18. Rata-rata gabungan gaji buruh yang baru dapat dihitung melalui rumus berikut.170. Dengan menggunakan rata-rata kenaikan dan rata-rata gaji buruh sebelum kenaikan gaji.000.000.00 Rp 180.000.000 diberi kenaikan gaji sebesar 8%.00 Rp 176. Tabel 11.250 8 8 Jadi.000.376.376.271. Selain rata-rata besar gaji buruh tersebut.900.00 Rp1.000 = = 2.550.500.00 Rp1.00 Rp 216.700.904.00 Rp 240.00 Rp 2.000. dapatkah kamu menentukan rata-rata besar gaji buruh setelah mendapat kenaikan gaji? Matematika 375 .000.00 Rp2.00 Rp 2.000.00 Rp1.200.000.000.00 Rp 2.00 Rp1. dari tabel tersebut juga bisa kita tentukan rata-rata besar kenaikan gaji dan besar rata-rata gaji sebelum mendapat kenaikan.000.000. x Gab = x A + xB + xC + xD + xE + xF + xG + xH 18.00 Rp2.000 diberi kenaikan gaji sebesar 12% dan buruh yang memiliki gaji lebih dari Rp 2. rata-rata besar gaji buruh setelah mendapat % kenaikan gaji adalah Rp2.000.016. memaparkan besar kenaikan gaji dan besar gaji yang diterima buruh setelah memperoleh persentasi kenaikan gaji.250.4.00 Rp 2.000.000.00 Rp16.000.00 Rp2.00 Rp2.250.000.

(a10 + t ). + (a10 + t ) + (a11 + t ) + (a12 + t ) 6(a1 + 11b) + 12t 12 12 1 X 2012 = (a1 + 11b) + t.. 2 Median data baru ditentukan: Data ke-6 + Data ke-7 (a6 + t ) + (a7 + t ) a6 + a7 + 2t 1 Median = = = = (2a1 + 11b) + t. Kondisi ini juga berimbas terhadap kegemarannya. (a2 + t ). data koleksi barang-barang tersebut memenuhi pola aritmetika berikut. a11. Selidikilah perubahan rata-rata dan median data di atas. Pak Suprapto berhasil mengembangkan usaha tersebut menjadi supermarket. a2. . a + a2 + a3 + . a2 + t. a10. 2 2 2 2 X 2012 = 376 Buku Guru Kelas X . a1. + a10 + a11 + a12 6(a1 + 11b) 1 = (a1 + 22b) X 2011 = 1 = 12 12 2 Karena a1. a3. …. Alternatif Penyelesaian Data tahun 2011. a12 + t. (a1 + t ).. a11. a12 telah tersusun dari yang terkecil hingga yang tertinggi. maka median data tersebut adalah: Data ke-6 + Data ke-7 a6 + a7 1 Median = = = (2a1 + 11b) 2 2 2 Selanjutnya mari kita perhatikan pola data tahun 2012.. a3. (a3 + t ).Masalah-12.. Sejak akhir tahun 2011. …. a11 + t.2 Data Berpola Aritmetika Sewaktu Pak Suprapto memiliki usaha “Toko Serba Ada”. sedemikian sehingga barang-barang koleksi tersebut mengikuti pola: a1 + t. a11. a12 memiliki pola aritmetika. …. Artinya bahwa beda dua suku yang berurutan sama... (a12 + t ) (a1 + t ) + (a2 + t ) + (a3 + t ) + . a2. a10. a10. a3 + t. beliau mampu menikmati hobinya sebagai kolektor barang-barang antik.. a3. a10 + t. Pada tahun 2011. a12. diketahui bahwa: a1. …. (a11 + t ). a2.

bahwa pertambahan setiap nilai data sebesar t. x1 − x . sudah didefinisikan bahwa deviasi rata-rara adalah nilai mutlak setiap data terhadap rata-rata data.5. Dalam konteks penelitian karya ilmiah yang menyangkut statitika. x3 = 6.2. Tentukanlah deviasi rata n Alternatif Penyelesaian Deviasi rata-rata merupakan ukuran statistik yang dapat digunakan untuk melihat variasi data.1 Terdapat beberapa kemungkinan terhadap perubahan nilai data. selama perubahan data tersebut tetap mengikuti pola aretmatika. Sebagai kesimpulan dari data di atas adalah bahwa data yang berpola aritmetika memiliki nilai statistik rata-rata sama dengan nilai median.0. nilai kedua statistik juga tetap sama. Perhatikan. ♦ Ujilah penguasaan siswa terhadap materi yang telah dipelajari. x + x + x3 + x4 + x5 20 x= 1 2 = = 6. mengakibatkan pertambahan rata-rata dan median data baru sebesar t. 5 5 Deviasi rata-rata = x1 − x + x2 − x + x3 − x + x4 − x + x6 − x 5 Matematika 377 . dan x5 = 8. Jika deviasi rata-rata nilai tersebut dinyatakan dengan rumus ∑ n i =1 rata data yang diketahui pada Masalah-11. Bagaimana perubahan nilai ukuran pusat data tersebut? Masalah-11. nilai deviasi rata-rata mungkin menjadi nilai statistik yang penting. x2 = 5.3 Deviasi Rata-Rata Diketahui x1 = 3. Dalam soal di atas.0. di antaranya setiap nilai data mungkin akan berkurang sebesar q atau akan dikali sebesar p.5. x4 = 7.0. kita perlukan rata-rata terlebih dahulu. Oleh karena itu. Meskipun ada perubahan pada data lama. Berikan latihan berikut sebagai penguatan siswa dalam pemahaman konsep! Latihan 11.

378 Buku Guru Kelas X 4. 1 . = Deviasi rata-rata = 3. 480. b. dan 10% bagi pegawai dengan gaji lebih dari Rp 500. dan kuartil atas data tersebut.1 1 Data penjualan radio setiap bulan di suatu toko pada tahun 2002 adalah sebagai berikut: 2 0 . 4 . 650. Tentukanlah nilai p + 3q. Diberikan data tentang tinggi badan 20 siswa (dalam cm) sebagai berikut. 3 . 5 Nilai ujian mata pelajaran Fisika diberikan dalam tabel berikut. 156 158 160 169 160 156 160 162 164 160 156 160 160 166 170 157 156 178 155 155 Deskripsikanlah data tersebut dalam bentuk diagram batang. kuartil bawah. 3. Tentukanlah besarnya kenaikan gaji mereka. 260. 4. 9 . Uji Kompetensi 11. 9 . Pegawai dengan gaji kurang dari Rp 500. 5 5 5 Jadi deviasi rata-rata data di atas adalah 1. 2. 700. Jika lifespan dokter adalah 35 tahun dan lifespan jaksa adalah 50 tahun. 6. Tahun lalu gaji awal 5 orang pegawai baru dalam ribuan rupiah sebagai berikut. 1 0 . 5 + 2 7 = = 1. Suatu data dengan rata-rata 16 dan jangkauan 6. diperoleh data baru dengan jangkauan 9 dan rata-rata menjadi 30. Persentasi siswa yang lulus dan tidak lulus ujian mata pelajaran tersebut. . 5 − 6 + 5 − 6 + 6 − 6 + 7. kemudian tentukanlah ukuran pemusatannya. Dengan bertambahnya harga barang-barang kebutuhan pokok.000. Hasil survei tentang lifespan (ratarata lama hidup) manusia di suatu komunitas adalah 40 tahun (terdiri atas dokter dan jaksa). 5 + 1 + 0 + 1. pihak perusahaan memberikan kebijakan untuk kenaikan gaji mereka.000 mendapat kenaikan gaji sebesar 15%. 5 − 6 + 8 − 6 2. Nilai 5 6 5 7 4 8 6 9 1 10 1 Frekuensi 3 Seorang siswa dinyatakan lulus jika nilai ujian siswa tersebut di atas ratarata. Jika setiap nilai data dikali p kemudian ditambahkan 2q. 8 . 11 . 360.4. Modus dan median data di atas. Tentukanlah. 1 2 . 1 2 . 9 . a. Tentukanlah perbandingan banyaknya jumlah dokter dan banyaknya dalam komunitas tersebut. Tentukanlah median.

Carlos Teves mampu mencetak (x + 1)gol. Hitunglah perubahannya.000. Carlos Teves. Hitunglah sumbangan rata-rata ke12 pilatelis dari Sidoarjo. Podolski. mengidolakan 8 striker pemain bola terkenal. berniat untuk membantu bencana alam Gunung Merapi. Alexander Pato. dan Diego Milito. ukuran apakah yang mengalami perubahan?. yang memiliki x . Buatlah laporanmu dan sajikan di depan kelas. Misalkan suatu data x1. Tentukanlah banyak gol yang berhasil dicetak setiap striker pada satu pertandingan. …. Setelah ditambahkan dengan sumbangan 15 pilatelis dari kota Sidoarjo. (x + 5). ratarata kumulatif menjadi Rp 65. (x + 4). rata-rata sumbangan 25 pilatelis adalah sebesar Rp 50. Projek Himpunlah informasi berupa data statistik dalam bidang ekonomi. kuartil. Dari kota Lamongan. x2. Bagaimana perubah terhadap data jika semua nilai data ditambah sebesar s. x3. dan (2x + 1) gol oleh Alexander Pato. Fernando Torres. Selesaikanlah masalah tersebut menerapkan aturan-aturan statistik yang sudah kamu pelajari. Jika rata-rata banyak gol yang dicetak oleh mereka adalah 7 gol.7. Usia 5 6 7 Frekuensi 3 5 8 4 8 Hitunglah usia rata-rata 16 orang yang masih tinggal di kota tersebut. jangkaun. Di suatu komunitas pecinta koleksi prangko. Jika pada tahun ini 3 orang yang berusia 7 tahun dan seorang yang berusia 8 tahun pindah ke luar kota A. 9.000. kependudukan. Sedangkan 6 striker lainnya mencetak gol sebanyak :(x + 2). Tabel berikut menunjukkan usia 20 orang naik di kota A. kemudian hitunglah perubahannya. median. Pada tahun 2010. Roney. (x + 6). dan meteorologi yang menerapkan berbagai konsep dan aturan statistik dalam menganalisis data. (x + 7). modus. yaitu Cristiano Ronaldo. Seorang penggemar bola. 10. pada tahun 2010. Matematika 379 . Jika semua nilai data dikali r. 8. 2 tahun lalu. xn dengan x1 < x2 < x3 < … < xn. (x + 3). Leonil Messi. dia mencatat banyak gol yang dicetak mereka dalam satu pertandingan.

57 ≈ 9 Buku Guru Kelas X 380 . jika data yang diamati banyaknya n dan banyak kelas adalah k. banyaknya kelas = 1 + 3. Pengolahan Data Data di atas masih belum berurutan.4 Kepala Sekolah SMA Negeri Unggulan ingin meningkatkan prestasi hasil belajar siswa. cobalah mengurutkan data dimulai dari data terkecil hingga data terbesar 38 48 49 51 56 60 60 61 63 63 63 65 66 67 67 68 70 70 70 71 71 72 72 72 73 74 74 75 75 76 76 78 79 79 80 80 80 81 81 81 82 82 83 83 84 85 86 87 88 88 88 89 90 90 90 91 91 91 92 93 93 93 97 98 dari data yang telah terurut di atas dapat diperoleh: • Data terbesar = 98 dan Data terkecil = 38 • Menentukan banyak kelas Menurut Sturges. Untuk itu perlu diadakan evaluasi untuk melihat statistik berupa mean. Dapatkah kamu membantu guru matematika untuk menemukan statistik data tersebut? Data ulangan siswa semester diperoleh: 79 80 70 68 92 48 90 92 85 76 48 90 92 85 76 88 78 74 70 38 80 63 76 49 84 61 83 88 81 82 61 83 88 81 82 51 71 72 82 70 81 91 56 65 63 74 89 73 90 97 60 66 98 93 81 93 72 91 67 88 75 83 79 86 Alternatif Penyelesaian 1.2. sehingga. modus.3 (1.806) = 1 + 5. Penyajian Data Kelompok Masalah-11. Guru matematika telah memiliki data nilai ulangan siswa kelas 10. maka berlaku k = 1 + 3.9598 ≈ 7 • Menentukan panjang interval kelas jangkauan panjang kelas== panjang kelas banyak kelas 60 = 7 = 8.3 log n. median dan lainnya.3 log 64 = 1 + 3.

57 = 8. dst. dapat ditulis 9 kelas I = 38 – 46 kelas II = 47 – 55 .4.jangkauan banyak kelas 60 = = 7 = 8. 57 ≈ 9 panjang kelas = Adakah cara yang lain yang kalian temukan dalam menentukan panjang kelas? • Menentukan batas kelas interval ambil data yang terurut di atas sembilan data 38 39 40 41 42 43 44 45 46 . Tabel frekuensi Kelas 38 – 46 47 – 55 Turus (Tally) Frekuensi | ||| |||| || |||| |||| |||| |||| ||||1 |||| || |||| |||| |||| | |||| | | ||| |||| || |||| |||| |||| |||| |||| ||||3|| |||| |||| |||| | |||| | 56 – 64 | ||| |||| || |||| |||| |||| |||| |||| |||| || 7|||| |||| |||| | |||| | 65| – ||| 73 |||| || |||| |||| |||| |||| |||| |||| || |||| |||| 14 |||| | |||| | 82 | ||| |||| 74 || –|||| |||| |||| |||| |||| |||| || |||| |||| |||| | |||| | 17 – 91 | ||| |||| || |||| |||| ||||83|||| |||| |||| || |||| |||| |||| | |||| | 100 ||| |||| || |||| |||| |||| |||| |||| |||| 92 || – |||| |||| |||| | |||| | Total 16 6 64 • Menentukan titik tengah Titik tengah diperoleh dari: 1 1 1 1 1 2 3 3 4 Titik tengah = [batas bawah + batas atas] 5 6 2 3 4 3 4 2 3 dengan hasil pengolahan data di atas dapat disajikan tabel statistik sebagai berikut. . Matematika 381 . . • Menentukan frekuensi gunakanlah sistem turus (tally) untuk mencari frekuensi data Tabel 11.

Tabel 11.5 Tabel Frekuensi No 1 2 3 4 5 6 7 Kelas 38 – 46 47 – 55 56 – 64 65 – 73 74 – 82 83 – 91 92 – 100 Total Titik tengah 42 51 60 69 78 87 96 Frekuensi 1 3 7 14 17 16 6 64 2. + fk xk f1 + f2 + f3 + . Menentukan Mean dengan Rumus Mean x= fi xi ∑ i =1 fi ∑ i =1 k k = f1x1 + f2 x2 + f3 x3 + . Nilai Statistik Data Berkelompok • Mean Terdapat dua cara untuk menghitung data berkelompok yaitu: 1. Hitung hasil kali frekuensi dengan nilai tengah (fi.. Hitung mean dengan menggunakan rumus x= ∑f x i =1 k i k i ∑f i =1 i dengan menggunakan langkah-langkah di atas diperoleh tabel frekuensi.... xi) untuk setiap kelas Langkah 3. + fk dengan : fi = frekuensi kelas ke-i xi = nilai tengah kelas ke-i Langkah 1. 382 Buku Guru Kelas X . Tentukan nilai tengah setiap kelas Langkah 2.

Langkah 3. Langkah 4. Kurangkan setiap nilai tengah kelas dengan mean sementara dan catat hasilnya dalam kolom di = xi – xs.17 65 2.392 576 i ∑fx i =1 1 1 = 4.326 1. Langkah-langkah di atas diselesaikan pada tabel berikut: Tabel 11.7 Perhitungan Rataan sementara No 1 2 3 Kelas 38 – 46 47 – 55 56 – 64 65 – 73 Titik tengah Frekuensi di = xi – xs (fi) xs = 78 (xi) 42 1 –36 51 60 69 3 7 14 –27 –18 –9 fi. Hitung hasil kali fidi dan tuliskan hasilnya pada sebuah kolom. di –36 –81 –126 –126 4 Matematika 383 .875 mean = x = ∑fx i =1 k k i i ∑f i =1 i 4.6 Penghitungan Rata-rata (Mean) No 1 2 3 4 5 6 7 Kelas 38 – 46 47 – 55 56 – 64 65 – 73 74 – 82 83 – 91 92 – 100 Total Titik tengah (xi) 42 51 60 69 78 87 96 k i =1 i Frekuensi (fi) 1 3 7 14 17 16 6 64 fx ∑ f =∑ i =1 i k k fi. Menentukan mean dengan rumus rata-rata sementara mean = x = xs + f i di ∑ i =1 fi ∑ i =1 k k dimana : fi = frekuensi kelas ke-i xs = Rata-rata sementara Langkah 1.875 = 76. Tabel 11. dan hitung totalnya. Hitung mean dengan menggunakan rumus rataan sementara. Ambil nilai tengah dengan frekuensi terbesar sebagai mean sementara xs. Langkah 2. xi 42 153 420 966 1.

17 64 ♦ Dapatkah kamu membandingkan yang terbaik dari kedua cara di atas? ♦ Dapatkah kamu memiliki cara yang lain dalam menentukan rataan (mean)? • Modus dengan menggunakan rumus modus:  d1  M o = tb + k    d1 + d 2  dimana: Mo = modus. tb = tepi bawah kelas modus.No 5 6 7 Kelas 74 – 82 83 – 91 92 – 100 Total Titik tengah (xi) 78 87 96 Frekuensi (fi) 17 6 16 k di = xi – xs xs = 78 0 9 18 k fi. k = panjang kelas d1 = selisih frekuensi kelas modus dengan kelas sebelumnya d2 = selisih frekuensi kelas modus dengan kelas sesudahnya Tabel 11. di 0 144 108 fi di = –117 ∑ i =1 diperoleh: Mean = xs + fi d ∑ =i 64 i =1 ∑fd i =1 k i k i ∑f i =1 i Mean = 78 + −117 = 76. 384 Buku Guru Kelas X .8 Perhitungan Modus No 1 2 3 4 5 6 7 Kelas 38 – 46 47 – 55 56 – 64 65 – 73 74 – 82 83 – 91 92 – 100 Titik tengah (xi) 42 51 60 69 78 87 96 1 3 7 14 d =3 17 1 d2 = 1 16 6 Frekuensi (fi) dari data di atas dapat ditentukan sebagai berikut.

5. 5 + 3.5. k = panjang kelas N = banyak datum dari statistik terurut= F = frekuensi kumulatif tepat sebelum kelas median fm = frekuensi kelas median dari data sebelumnya diperoleh k =9. 25 • ♦ Dengan menggunakan teknik histogram gambarlah serta tentukan modusnya? Median dengan menggunakan rumus median: N   2 −F Median = tb + k    fm    dimana: tb = tepi bawah kelas median. 75 M o = 80. Oleh karena itu tb = 73. N = 64. fm = 17 diperoleh: N   2 −F Median = tb + k    fm     64   2 − 25  = 73. Tampak modus terletak pada kelas 74 – 82 dengan frekuensi f = 17 dan panjang kelas k = 9. modus data di atas adalah:  d1  M o = tb + k    d1 + d 2   3  = 73. 205 Matematika 385 . 5 + 9    17    = 73. 5 + 6. dan d1 = 1 – 14 = 3 serta d2 = 17– 16 = 1. tb =73. 5 + 9    3 + 1 = 73. jadi. 705 = 77.

2 1 Data pada tabel di bawah ini tentang berat pada siswa 50 siswa. Projek Himpunlah minimal lima permasalahan dalam bidang ekonomi. b) Dengan menggunakan nilai x dan y. kependudukan. modul dan kuartil (Q1.000. dan Q3) dari data di atas. a) Jika modus data di atas adalah Rp 830. Gaji (× Rp 10. dan meteorologi yang menerapkan berbagai konsep dan aturan statistik dalam menganalisis data. 2.000) 66 – 70 71 – 75 76 – 80 81 – 85 86 – 90 91 – 95 96 – 100 Frekuensi 3 3 x 36 24 y 9 67 – 72 Tentukanlah mean. dan banyak data 120 .000. 3 3 6 5 6 4 8 7 4 8 5 8 5 8 5 6 8 4 Ubahlah data di atas menjadi data berdistribusi frekuensi berkelompok. Selesaikanlah masalah tersebut menerapkan aturan-aturan statistik yang sudah kamu pelajari. Buatlah laporanmu dan sajikan di depan kelas. tentukanlah nilai Q1 dan Q 2.705 = 77.205 Apakah hubungan dari ketiga pemusatan data di atas? diskusikan dengan temanmu! Uji Kompetensi 11. Berat Badan (kg) 31 – 36 37 – 42 43 – 48 49 – 54 55 – 60 61 – 66 Frekuensi 4 6 9 14 10 5 2 Kemudian deskripsikan data tersebut dalam diagram batang. c) Tentukan rata-rata gaji jika setiap data mendapat tambahan sebesar Rp 50. median. Hasil observasi tentang berapa kali 18 siswi berhias dalam 1 hari sebagai berikut. tentukanlah nilai x–y. 5 + 3. Q2. 3. = 73. Gaji karyawan suatu pabrik ditampilkan dalam tabel berikut. 386 Buku Guru Kelas X .

Data adalah seluruh keterangan.. = ∑ fi i f1 x1 + f 2 x2 + f 3 x3 + . Mean untuk data berkelompok dengan rumusan rataan sementara didefinisikan dengan x = xs + ∑fd i =1 k i k i ∑f i =1 dengan: fi = frekuensi kelas ke-i. n : banyak data Median = Data ke. + 1 n n    2  Data keke. Jika banyak data ≥ 10. n banyak data . dan Q3 membagi data menjadi empat kelompok yang sama. dengan setiap kelompok memiliki data. Mean untuk data berkelompok didefinisikan dengan = x ∑fx i =1 k i k i =1 dengan fi = frekuensi kelas ke-i. n : banyak data   2 Median = b. 7. n : banyak data Median =   + Data 2 2  . + 1  2  .. 6.  n +1  2   Median = Data ke. + f k 10.  + Data ke. beberapa konsep perlu kita rangkum guna untuk mengingatkan kamu kembali akan konsep yang nantinnya sangat berguna bagi kamu sebagai berikut. 2. PENUTUP Berdasarkan materi yang telah kita uraikan di atas. 3. untuk data tunggal didefinisikan atas dua a. 8.. Median adalah nilai tengah data.D. maka kita dapat membagi data menjadi 10 kelompok yang 1 sama. Data yang paling sering muncul disebut modus. Q2. 1. Statistik yang membagi data menjadi 10 bagian disebut Desil. Untuk data ganjil 2  n +1 . 9. xs = rata-rata sementara i Matematika 387 . 4. Statistik yang membagi data menjadi empat bagian disebut Kuartil. informasi atau fakta tentang sesuatu hal atau permasalahan. xi = nilai tengah kelas ke-i.. Jangkauan Data = Data tertinggi – Data terendah = xmaks – xmin. Untuk data genap n  n Data ke. :  2   5. Statistik terurut memiliki kuartil jika banyak data ≥ 4. f k xk f1 + f 2 + f 3 + . sebab kuartil Q1. Ukuran statistik ini disebut 10 Desil.

Median untuk data berkelompok didefinisikan dengan Median = tb + k    fm    Dengan tb = tepi bawah kelas median. k = panjang kelas. Selanjutnya kita akan membahas tentang peluang dari suatu kejadian dengan melakukan berbagai percobaan. k = panjang kelas. Penyajian data statistik yang sudah terkumpul dapat disajikan dalam bentuk tabel dan diagram. d1 = selisih frekuensi kelas modus dengan kelas sebelumnya. 388 Buku Guru Kelas X . Modus untuk data berkelompok didefinisikan denganM o = tb + k    d1 + d 2  dengan tb = tepi bawah kelas modus. Konsep-konsep dasar di atas harus anda pahami dengan baik karena akan membantu dalam pemecahan masalah dalam kehidupan anda seharihari. 13. fm = frekuensi kelas median. d1  11. N = banyak data dari statistik terurut = • f i . Beberapa hal yang telah kita rangkum di atas adalah modal dasar bagi kamu dalam belajar statistika. F = frekuensi kumulatif tepat sebelum kelas median. d2 = selisih frekuensi kelas modus dengan kelas sesudahnya. N   2 =F 12.

dan jujur serta menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. 4. konsisten. 3.Bab Peluang A. memahami konsep peluang suatu kejadian menggunakan berbagai objek nyata dalam suatu percobaan menggunakan frekuensi relatif. • • • • • Percobaan Kejadian Ruang Sampel Titik Sampel Frekuensi Relatif . memanipulasi. siswa memperoleh pengalaman belajar: • berdiskusi. kritis. bertanggungjawab. • berpikir tingkat tinggi dalam menyelidiki. menghayati rasa percaya diri. siswa mampu 1. KOMPETENSI DASAR DAN PENGALAMAN BELAJAR Kompetensi Dasar Melalui proses pembelajaran peluang. dan sikap peduli lingkungan melalui kegiatan kemanusiaan dan bisnis dan dalam kehidupan sehari-hari. Pengalaman Belajar Melalui pembelajaran materi peluang. dan mengaplikasikan konsep dan prinsip-prinsip peluang dalam memecahkan masalah otentik. menghayati kesadaran hak dan kewajiban serta toleransi terhadap berbagai perbedaan di dalam masyarakat majemuk sebagai gambaran menerapkan nilai-nilai matematis. motivasi internal. • berkolaborasi memecahkan masalah otentik dengan pola interaksi edukatif. bertanya dalam menemukan konsep dan prinsip peluang melalui pemecahan masalah autentik yang bersumber dari fakta dan lingkungan. menghayati pola hidup disiplin. 2. menyajikan hasil penerapan konsep peluang untuk menjelaskan berbagai objek nyata melalui percobaan menggunakan frekuensi relatif. 5.

PETA KONSEP Masalah Otentik Peluang dapat dihitung melalui nilai Frekuensi Relatif P K   nK  nS  0  P K   1 dihitung menggunakan Titik Sampel Ruang Sampel disusun menggunakan Tabel Diagram Pohon Diagram Kartesius Cara Mendaftar 390 Buku Guru Kelas X BUKU PEGANGAN SISWA 415 . PETA KONSEP B.B.

dadu. yaitu sisi angka dan sisi gambar. melambungkan koin. Pernahkah kamu melihat koin (uang logam)? Jika kamu perhatikan maka akan terdapat dua sisi. Lakukanlah kegiatan ini secara bertahap. maka kemungkinan yang muncul bisa sisi gambar (G) atau angka (A). maka kemungkinan sisi koin yang muncul AA atau AG atau GG. Jika koin tersebut dilempar sebanyak satu kali. MATERI PEMBELAJARAN 1. Jika koin dilempar sebanyak dua kali. Jika koin tersebut ditos (dilambungkan) maka sisi koin yang akan muncul adalah gambar atau angka. Bagaimana jika pelemparan koin tersebut dilakukan berkali-kali. Selanjutnya mengorganisasikan siswa belajar melalui pemecahan masalah nyata yang memanfaatkan berbagai konsep dan aturan peluang. apakah banyak sisi gambar dan banyak sisi angka yang muncul relatif sama? Kegiatan 1 Lakukanlah kegiatan melempar sebuah koin sebanyak 120 kali bersama dengan temanmu.1 Hasil dari Percobaan Pelemparan sebuah Koin Tahap (i) I II III IV V VI Banyak Pelemparan (ii) 20 40 60 80 100 120 BMSG (iii) 8 BMSA (iv) 12 BMSG/BP (v) BMSG/BP (vi) 8 12 8 12 20 20 20 20 Keterangan: BMSG adalah Banyak Muncul Sisi Gambar BMSA adalah Banyak Muncul Sisi Angka BP adalah Banyak Percobaan Matematika 391 .C. dan catatlah hasilnya ke dalam tabel berikut: Tabel 12. serta mencatat data dari hasil percobaan. Menemukan Konsep Peluang dengan Frekuensi Relatif ♦ Arahkan siswa menemukan konsep peluang dari berbagai situasi nyata.

kita melakukan percobaan menggunakan dadu bermata 6. Lakukanlah kegiatan melambungkan sebuah dadu sebanyak 120 kali bersama dengan temanmu satu kelompok. Dalam percobaan ini. buatlah dugaanmu bagaimana perbandingan frekuensi munculnya gambar dan angka? c) Benarkah dugaan bahwa data pada kolom 3 dan 4. hasilnya relatif sama dan nilai perbandingan banyaknya muncul gambar atau angka dengan banyaknya 1 1 1 1 1 2 3 3 4 percobaan. frekuensi relatif munculnya gambar adalah 8 12 8 dari 20 kali percobaan. 20 20 Coba bandingkan frekuensi relatif tiap-tiap banyak pelemparan yang tertera pada Tabel 12. ditulis fr (A) = . Frekuensi munculnya angka adalah 8 1220 20 12 dari 20 kali percobaan.1 di atas dan cobalah diskusikan dengan temanmu beberapa pertanyaan berikut: a) Sebelum melakukan percobaan. nilainya perbandingannya mendekati ? 5 6 2 3 4 3 4 2 3 Misalkan banyak percobaan melambungkan sebuah koin adalah 20 kali dan hasilnya diperoleh frekuensi munculnya gambar adalah 8 kali dan munculnya angka adalah 12 kali. apakah banyak (frekuensi) munculnya gambar relatif sama dengan banyak (frekuensi) munculnya angka? b) Jika pelemparan koin tersebut dilakukan 20 sampai 120 kali.1 di atas! Apakah keenam frekuensi relatif dari tiap-tiap percobaan tersebut mendekati suatu nilai tertentu? Kesimpulan apa yang dapat kamu kemukakan? Kegiatan 2 Dalam kegiatan 2 ini. buatlah dugaanmu. Perhatikan data pada Tabel 12. ditulis fr (G) = . hasilnya relatif sama? d) Benarkah dugaan bahwa data pada kolom 5 dan 6. Lakukanlah kegiatan ini secara bertahap.2 Hasil dari Percobaan Pelemparan Sebuah Dadu Bermata 6 Tahap (1) I II III IV V VI Banyak Pelemparan (2) 20 40 60 80 100 120 Frekuensi Muncul 1 (3) 2 (4) 3 (5) 4 (6) 5 (7) 6 (8) 1 (8) 2 (10) Frekuensi Relatif 3 (11) 4 (12) 5 (13) 6 (14) 392 Buku Guru Kelas X . dan catatlah hasilnya ke dalam tabel berikut: Tabel 12.

ditulis fr(1) = . frekuensi relatif munculnya 3 5 12 3 8 2 25 30 14 + mata 1. apakah banyak (frekuensi) munculnya mata 1. hasilnya relatif sama dan nilai perbandingan banyaknya muncul mata 1. (12). dan (8). 3. ditulis fr(2) = 3 . 1. 4. ditulis fr(6) = . Frekuensi 20 20 20 5 20 5 80 80 44 12 3 8 2 25 30 14 munculnya mata 2 adalah 3 dari 20 kali percobaan. dan (14). Tentukanlah frekuensi relatif dari tiap-tiap hasil percobaan tersebut.1 Hasil percobaan pemeriksaan kualitas 20 lampu LED di suatu laboratorium fisika diperoleh hasil lampu berkualitas baik 12 dan 8 lampu berkualitas buruk. buatlah dugaanmu bagaimana perbandingan frekuensi munculnya mata 1.1 di atas! Apakah keenam mata dadu memiliki frekuensi relatif dari tiaptiap percobaan tersebut mendekati suatu nilai tertentu? Kesimpulan apa yang dapat kamu kemukakan? Untuk lebih memamahami frekuensi relatif perhatikan beberapa masalah di bawah ini: Masalah-12. 3. 5. (4).Perhatikan data pada Tabel 12. Benarkah dugaan bahwa data pada kolom (9). 3. dan 6? 3. buatlah dugaanmu. 2. 4. Jika pelemparan dadu tersebut dilakukan 20 sampai 120 kali. 5. Sebelum melakukan percobaan. 4. dan 6 dengan banyaknya percobaan. 2. 5. (7). 2. (13). 3. (6). (10). dan 5 adalah 3 dari 20 kali percobaan. Selanjutnya 20 20 20 5 20 5 80 80 44 44 coba bandingkan frekuensi relatif dari tiap-tiap banyak pelemparan yang tertera pada Tabel-12. hasilnya relatif sama? 4.2 di atas dan cobalah diskusikan dengan temanmu beberapa pertanyaan berikut. 4. Dalam percobaan ini.1 Lampu LED Matematika 393 . Benarkah dugaan bahwa data pada kolom (3). (5). (11). 5 Frekuensi + 20 20 20 5 20 5 80 80 44 3 5 12 3 8 2 25 30 14 7 + + munculnya mata 6 adalah 5 dari 20 kali percobaan. 2. nilainya perbandingannya mendekati 1 ? 6 Misalkan banyak percobaan melambungkan sebuah dadu adalah 20 kali dan hasilnya diperoleh frekuensi munculnya mata 1 sampai mata 5 adalah 3 kali dan munculnya mata 6 adalah 5 kali. dan 6 relatif sama banyaknya? 2. Gambar 12.

Diketahui: frekuensi kualitas baik = 12 total seluruh percobaan = 20 maka frekuensi relatif kualitas baik adalah: Frekuensi kualitas baik Frekuensi relatif = Total percobaan 3 5 12 3 8 2 25 30 14 7 17 6 + + + Frekuensi relatif bola lampu kualitas baik = 20 20 20 5 20 5 80 80 44 44 44 44 3 5 12 3 8 2 25 30 14 7 17 6 + + + = 20 20 20 5 20 5 80 80 44 44 44 44 b.3 Hasil Percobaan Kulitas Lampu Kejadian Baik Buruk Total Frekuensi 12 8 20 Dengan menggunakan data tabel di atas dapat kita peroleh: a. Diketahui: frekuensi kualitas buruk = 8 total seluruh percobaan = 20 maka frekuensi relatif bola lampu kualitas buruk adalah: Frekuensi kualitas rusak Frekuensi relatif = Total percobaan 3 5 12 3 8 2 25 30 14 7 17 6 + + + Frekuensi relatif bola lampu kualitas buruk = 20 20 20 5 20 5 80 80 44 44 44 44 3 5 12 3 8 2 25 30 14 7 17 6 + + + = 20 20 20 5 20 5 80 80 44 44 44 44 394 Buku Guru Kelas X .Alternatif Penyelesaian Dari data di atas dapat kita bentuk dalam tabel berikut: Tabel 12.

2 Dari 80 percobaan putaran jarum jam pada gambar di samping diperoleh: Tabel 12.2 Putaran jarum jam Tentukanlah frekuensi relatif tiap angka yang diperoleh dari percobaan di atas? Tentukanlah total frekuensi relatif percobaan tersebut! Alternatif Penyelesaian I. Dengan menggunakan data dari tabel di atas dapat diperoleh: a) Frekuensi relatif muncul angka 1. yaitu: Total frekuensi = 25 + 30 + 25 80 80 80 = 1 Matematika 395 . yaitu: Frekuensi muncul angka 1 Frekuensi muncul angka 2 Frekuensi Frekuensi relatif = Total percobaan Tota Total percobaan 3 5 12 3 8 2 25 30 14 7 17 6 + + + Frekuensi relatif = 20 20 20 5 20 5 80 80 44 44 44 44 b) Frekuensi relatif muncul angka 2. yaitu: muncul angka 1 Frekuensi muncul angka 2 Frekuensi muncul angka 3 Frekuensi relatif = Total per rcobaan Total percobaan percobaan 3 5 12 3 8 2 25 30 14 7 17 6 + + + = 20 20 20 5 20 5 80 80 44 44 44 44 II.Masalah-12. yaitu: Frekuensi muncul angka 1 Frekuensi muncul angka 2 Frekuensi muncul angka 3 Frekuensi relatif = Total per rcobaan Total percobaan Total percobaan 3 5 12 3 8 2 25 30 14 7 17 6 + + + = 20 20 20 5 20 5 80 80 44 44 44 44 c) Frekuensi relatif muncul angka 3.4 Hasil Percobaan Putaran Jam Angka Frekuensi 1 25 2 30 3 25 Gambar 12. Dari frekuensi relatif tiap-tiap muncul angka diperoleh total frekuensi relatif putaran jam.

1 Divisi quality control suatu perusahaan lampu ingin menguji coba kualitas produk lampu baru model LED.3 Lampu LED 396 Buku Guru Kelas X . Pengertian Percobaan. C konstanta Ingat! Frekuensi relatif akan mendekati peluang jika percobaan dilakukan sebanyak mungkin.1 Misalkan K suatu kejadian dalam suatu percobaan. Jika terdapat dua buah lampu yang yang akan diuji maka tentukanlah kemungkinankemungkinan hasil percobaan tersebut. Jika kejadian K muncul sebanyak k kali (0 < k < n). maka frekuensi relatif munculnya kejadian K ditentukan dengan rumus: k frr ( (K E)) = n b. Frekuensi Relatif Kejadian K (fr(K)) adalah hasil bagi banyaknya hasil dalam K dengan banyaknya percobaan. Gambar 12. Definisi 12. Berdasarkan kedua kegiatan dan permasalahan di atas. Dua kemungkinan hasil yang diperoleh pada percobaan ini adalah Buruk (R) dan Baik (B). Berdasarkan informasi di atas. Jika n mendekati tak-hingga maka cenderung konstan mendekati nilai tertentu. peluang munculnya kejadian K ditentukan dengan rumus P(K) = C. Kejadian. sebagai berikut. mari kita tetapkan pengertian frekuensi relatif kejadian munculnya suatu objek dalam sebuah percobaan. Dengan demikian. Nilai tertentu ini adalah peluang munculnya kejadian K. Misalkan suatu percobaan dilakukan sebanyak n kali. Titik Sampel dan Ruang Sampel Perhatikan ilustrasi berikut ini! Ilustrasi 12. 2. proses menghitung peluang suatu kejadian dengan pendekatan nilai frekuensi relatif dapat dirumuskan sebagai berikut: a.

(L.R). Kemungkinan hasil yang muncul pada satu percobaan pemutaran jarum jam tersebut adalah roti isi (R).R). (B.4 Putaran Menu Sarapan Penyelesaian Dari hasil satu kali pemutaran jarum jam. maka akan terdapat 4 kemungkinan yang akan terjadi. yaitu BB. RB.B)} dengan n(S) = 4. kemungkinan yang terjadi adalah Buruk (R) dan Baik (B).R).2 Seorang koki menentukan menu sarapan siswa asrama sekolah dengan menggunakan putaran jarum jam. (L.L)} n(S) = 9 • Coba kamu perluas contoh di atas dengan menambahkan menu sarapan dan jumlah putaran jam! Hasil apa saja yang kamu peroleh? Diskusikan bersama teman kelompokmu! Matematika 397 . (R. Kemungkinan-kemungkinan tersebut dinamakan anggota ruang sampel. dapatkah kamu menentukan kemungkinan hasi-hasil yang muncul untuk dua kali putaran? Gambar 12. kemungkinan hasil percobaan tersebut adalah: • {R} merupakan kejadian munculnya menu sarapan roti isi • {N} merupakan kejadian munculnya menu sarapan nasi goreng • {L} merupakan kejadian munculnya menu sarapan lontong sayur.L). dan RR.N). BR. nasi goreng (N). (R. Himpunan kemungkinan hasil dari pemutaran jarum jam dapat ditulis: S = {R.L} dengan banyak anggota ruang sampel n(S) = 3.N).R).N. lontong sayur (L). (L. (B.L). Ilustrasi 12. Dengan mendaftarkan setiap kemungkinan hasil yang muncul untuk dua kali percobaan pemutaran jarum jam dapat diperoleh: S = {(R.Penyelesaian Pengambilan sebuah bola lampu. Dalam sekali percobaan sekaligus.N). (N. (N.B). Untuk menentukan ruang sampel dapat disajikan dengan beberapa cara sebagai berikut! S = {(R. (N. (R.R).

– {5} merupakan kejadian muncul mata dadu 5. 3. Pada percobaan pelemparan satu buah dadu sisi enam kejadian-kejadiannya adalah – {1} merupakan kejadian muncul mata dadu 1. akan dihasilkan 36 kemungkinan munculnya pasangan mata dadu.5 Dadu sisi enam Gambar 12. – {3} merupakan kejadian muncul mata dadu 3. Enam kemungkinan hasil seperti yang disajikan pada Gambar 12.Perhatikan contoh berikut ini! Contoh 12. Gambar 12.6 Hasil pelemparan sebuah dadu Kegiatan melempar dadu disebut dengan percobaan. 5. Kejadian (E) merupakan himpunan bagian dari ruang sampel. Hasil munculnya mata 1. Adapun yang menjadi ruang sampel dari hasil pelemparan sebuah dadu adalah S = {1. dan 6 adalah titik-titik sampel. Kemungkinankemungkinan itu disajikan sebagai berikut. Jadi titik sampel adalah semua hasil yang mungkin terjadi dari sebuah percobaan. 3. 6}. Perhatikan ilustrasi berikut ini! Pada kegiatan pelemparan dua dadu sekaligus.1 Pada kegiatan pelemparan sebuah dadu sisi enam.7 Dua dadu 398 Buku Guru Kelas X . 4. – {2} merupakan kejadian muncul mata dadu 2. Kemungkinan-kemungkinan itu disajikan pada tabel ruang sampel dari hasil pelemparan dua dadu. 4. 2. 5. Ruang Sampel (S) adalah suatu himpunan yang anggotanya adalah titiktitik sampel. – {4} merupakan kejadian muncul mata dadu 4. 2. sebagai berikut: Gambar 12. akan dihasilkan enam kemungkinan munculnya mata dadu. – {6} merupakan kejadian muncul mata dadu 6.6 adalah semua hasil yang mungkin terjadi dalam suatu percobaan.

3} {5.4} {6.1).6} {4.4} 5 {1. Jadi kejadian (K) dapat ditulis K = {(1. mana yang menjadi pilihan pengawal tersebut dan berapa maksimal uang yang ia peroleh.Tabel 12.3).3} 4 {1. Kejadian (K) merupakan himpunan bagian dari ruang sampel.2).2} 3 {1.1)}.5} {3.5} {5.(3. Misalnya kejadian (K) adalah muncul mata dadu pertama dan kedua yang jika dijumlahkan hasilnya adalah 6.6} {5.(5. Jika pilihan pengawal tersebut adalah munculnya dua gambar (GG) atau dua angka (AA) maka pengawal tersebut mendapat hadiah 1 milyar rupiah dalam satu kali pelemparan. Banyak hasil yang mungkin terjadi adalah 36. (4. (2.4} {5.5).1} {5. Matematika 399 . (5.(2.(4.6} Kegiatan melempar dua dadu di atas disebut dengan percobaan.4} {2.1} {3. Coba selesaikan masalah di atas setelah mempelajari hal berikut.5} {6.4} {4. Jadi banyak titik sampelnya 36 buah.5} {4. (3.1} {6. Himpunan dari semua kejadian yang mungkin terjadi atau himpunan dari semua titik-titik sampel dinamakan Ruang Sampel (S). Agar pengawal mendapat uang yang lebih banyak.6} {2.4).3} {2.3} {4.3 Seorang raja ingin memberikan hadiah kepada pengawalnya yang sudah mengabdi dengan baik selama 30 tahun.1} {2.2} {2. Kemungkinan pasangan mata dadu yang muncul dengan jumlah 6 adalah (1.3} {6.2 {3. Jika pilihan pengawal adalah munculnya angka dan gambar (AG) atau gambar dan angka (GA) sebanyak 15 kali dari 30 pelemparan maka pengawal memperoleh hadiah 25 milyar.2} {4.5} 6 {1.4).6} {6.5} {2. Jumlah uang yang akan diberikan tergantung pilihan pengawal dari hasil pelemparan dua buah koin sekaligus sebanyak 30 kali pelemparan.1} 2 {1.1} {4.5).2} {5.3} {3.4} {3.5 Ruang Sampel dari Hasil Pelemparan Dua Dadu Dadu (I\II) 1 2 3 4 5 6 1 {1.6} {3. Raja tersebut memiliki uang sebesar 60 milyar rupiah. Cara Penyajian dan Penentuan Ruang Sampel Masalah-12. 3.2).3).2} {6.

dan koin II muncul A. (A.Masalah-12. • Koin I muncul G. Kemungkinan-kemungkinan tersebut dinamakan anggota ruang sampel.9 Diagram kartesius ruang sampel dua koin Karena ruang sampel adalah himpunan semua hasil yang mungkin maka dari pelemparan dua koin sekaligus diperoleh S = {(A. dan koin II muncul G. yaitu sebagai hasil pemetaan dua titik yang berurutan pada sumbu absis dan ordinat. (G. Untuk menentukan ruang sampel dapat disajikan sebagai berikut! Terdapat empat kemungkinan hasil yang muncul pada suatu pelemparan dua koin. dan koin II muncul G.A). Gambar 12. yaitu: • Koin I muncul A. GA. AG. yaitu AA. dan koin II muncul A.A). maka akan terdapat 3 kemungkinan yang akan terjadi. dan GG. • Koin I muncul G.8 Dua koin Alternatif Penyelesaian Dengan menggunakan diagram kartesius dapat diinterpretasikan cara penyajian kemungkinan hasil tersebut. Misalkan kejadian K adalah munculnya hanya satu sisi angka maka 400 Buku Guru Kelas X . • Koin I muncul A.G)} dengan n(S) = 4. (G.G).4 Dalam sekali pelemparan dua buah koin. yaitu: Gambar 12.

(M1. Matematika 401 . Masalah-12. B2 maka dengan menggunakan cara tabulasi (tabel) dapat dituliskan seluruh kemungkinan hasil yang muncul dari pengambilan dua kelereng sekaligus sebagai berikut: Tabel 12.A)} dengan n(K) = 2. M2. M3.M3). (M1. B2) (M2 B2) (M3 B2) (M5 B2) – (M4 B2) B2 (M4 B1) dengan banyak anggota ruang sampel n(S) = 15. M4. Alternatif Penyelesaian Misalkan keempat kelereng merah disimbolkan dengan M1. Dilakukan percobaan dengan mengambil 2 kelereng sekaligus.M4). M3) (M2 M3) – – – – M3 (M1. Kejadian K adalah munculnya kelereng merah sekaligus diperoleh: K = {(M1.6 Tabel Kemungkinan Hasil Pencabutan Kelereng Kelereng M1 M2 M3 M4 M5 M6 (M1.K = {(A.M4).M4)} dengan banyak anggota kejadian n(K) = 6.M2). M4) (M3 M4) – – – (M2 M4) M4 (M1. (M2. (M2. dan dua kelereng biru disimbolkan B1.M3). B1) (M2 B1) (M3 B1) – – B2 (M1.G). Dapatkah kamu menentukan kemungkinan hasil yang diperoleh 1 bola merah dan 1 bola biru dari percobaan tersebut? Jika kejadian K adalah munculnya dua kelereng merah sekaligus maka tentukanlah kemungkinan hasil dalam kejadian K. (M3. (G.5 Suatu kotak berisi 4 kelereng merah dan 2 kelereng biru. M2) – – – – – M2 (M1.

(M1.M4.H2).H1.M2.M4).H2).M3. (M2. c.M3. Kemungkinan kejadian K2 adalah munculnya tiga kelereng merah sekaligus c. (M1. (M1.M3.M4.M3.M4).M2.M3.H1).M4.H2).M4. (M1. (M1.H2).M3.M4. (M1.H2)} dengan banyak anggota kejadian n(K1) = 12.H1).H1).H2)} dengan banyak anggota ruang sampel n(S) = 20.H2). b.M4).6 Suatu kotak berisi 4 kelereng merah dan 2 kelereng hijau.H2).H2).M2.H1). (M1.H1).M3.M4)} dengan banyak anggota kejadian n(K3) = 16. Kejadian K3 adalah munculnya paling sedikit dua kelereng mereah diperoleh: K3 = {(M1.Masalah-12. (M2.M3. (M1. (M3.M2.H2).M3). (M2.M3). (M1.H1).M2.H2).M3.H1). a.M3. (M2. (M2.H1).H1). (M2. (M1.M4.H1).M3.H2).M4.M4.H2). (M2.H1). 402 Buku Guru Kelas X .M4. Kemungkinan K3 hasil yang diperoleh paling sedikit 2 bola merah dari percobaan tersebut? Alternatif Penyelesaian Misalkan keempat kelereng merah disimbolkan dengan M1. (M2. (M4.M4.M4. M2.M2.M2.M3. (M1. (M1.M2.H2).M4. (M1. (M2.H1).M4.H2). (M2. (M2. (M2. M3. (M1. (M2. (M1.M4). (M3. Tentukanlah: a.M4.H1. b.H2).H1.M2. (M3. (M1. Dilakukan percobaan dengan mengambil 3 kelereng sekaligus.H1).H1).M4. yaitu: S = {(M1.H1).M3.M3. dan dua kelereng hijau disimbolkan H1. (M1. Kemungkinan kejadian K1 adalah munculnya dua kelereng merah dan satu kelereng hijau. (M1. M4.M3.H1). (M1. (M2.M4).M4)} dengan banyak anggota kejadian n(K2) = 4.M2.H1).M2. Kejadian K2 adalah munculnya tiga kelereng merah sekaligus diperoleh: K2 = {(M1.H2) {(M1.H2).M4). Kejadian K1 adalah munculnya dua kelereng merah dan satu kelereng hijau sekaligus diperoleh: K1 = {(M1.M3. (M2.M4.M3). (M3.M4). (M1.H2). (M1.H1.M4. (M1.M3. (M2. H2 maka dengan cara mendaftar diperoleh kemungkinan hasil yang muncul pada percobaan di atas. (M1.H1).M4.H2).H2). (M3. (M2. (M3.M2.M3.H2).

Pada pelemparan dua buah dadu. cara penyajian ruang sampel dan titik sampel manakah yang lebih baik? Berikan alasan! Dari pola yang terbentuk dalam penentuan banyaknya anggota ruang sampel menggunakan 1. Sifat-1 1. untuk menghitung banyaknya anggota ruang sampel dalam pelemparan n buah koin dan n buah dadu dapat ditulis sebagai berikut. Banyaknya anggota ruang sampel pelemparan n koin adalah 2n.7 Tabel Penentuan Anggota Ruang Sampel Banyak Objek Banyak anggota ruang sampel n(S) Koin 1 2 3  N 2=2 1 Dadu 6 = 61 36 = 62 216 = 63   6n 4 = 22 8 = 23  2 n Secara umum. Tabel 12. Latihan 12. K merupakan kejadian munculnya mata dadu yang jumlahnya lebih besar sama dengan dua.♦ Memberi kesempatan kepada siswa untuk menyelesaikan latihan dalam kelompok belajar.2 1. 2. 403 Matematika . Mungkinkah suatu kejadian sama dengan ruang sampel. 4.. Dapatkah kamu temukan kejadian diluar K? Jelaskan. dan 3 objek percobaan seperti koin dan dadu kita dapat mengetahui berapa banyak anggota ruang sampel dengan menggunakan n objek percobaan. Minta salah satu kelompok untuk menyajikan hasil kerjanya di depan kelas dan minta siswa pada kelompok lain untuk mengkritisi hasil kerja kelompok penyaji dan menjembatani perbedaan pola pikir antar kelompok. 3. Perhatikan pola yang disajikan pada tabel berikut. 2. tentukanlah kejadian K? 2. Untuk percobaan-percobaan di atas. Banyaknya anggota ruang sampel pelemparan n dadu adalah 6n.

A. dan (3. (G.G).5). Kemungkinan hasil mata dadu biru dan kuning yang muncul adalah (1. ♦ Jika dadu merah muncul angka 1 maka mata dadu biru dan kuning harus berjumlah 7. akan muncul tiga sisi koin.A. (A. ♦ Jika dadu merah muncul angka 3 maka mata dadu biru dan kuning harus berjumlah 5. Kemungkinan hasil mata dadu biru dan kuning yang muncul adalah (1. (G.G).G). yakni merah.G. (G.G). (A.A). ♦ Jika dadu merah muncul angka 4 maka mata dadu biru dan kuning harus berjumlah 4. (4. (3.G). (G.A. (A.Masalah-12.1). (A.G.G. (A.4). Alternatif Penyelesaian Dalam setiap pelemparan 3 buah koin sekaligus. (2. Ada beberapa kemungkinan hasil yang akan muncul agar jumlah 3 mata dadu adalah 8.3). Hitunglah banyak kemungkinan hasil lemparan sehingga jumlah ketiga mata dadu yang muncul adalah 8? Alternatif Penyelesaian Pandang satu dadu. Banyak anggota ruang sampel adalah n(S) = 8. Kita daftar setiap kejadian yang mungkin yang terjadi dari satu kali pelemparan 3 koin sekaligus. (2.2). ♦ Jika dadu merah muncul angka 2 maka mata dadu biru dan kuning harus berjumlah 6. Masalah-12.G).A).A).G). Dengan demikian ruang sampel percobaan tersebut adalah S = {(A. Tentukan ruang sampel dan banyak anggota ruang sampel. (3. Berbagai kemungkinan hasil yang terjadi disajikan sebagai berikut.3). (A. (5. (2.A. Kemungkinan hasil mata dadu biru dan kuning yang muncul adalah (1. dan (6. biru.G.3).A).G.2).A).A.5).A). dan (G.G. (G. yaitu dadu merah.1). dan kuning dilempar bersamasama.A.A). 404 Buku Guru Kelas X . (G.1). (4.2) dan (5.1).A.A).6). Kemungkinan hasil mata dadu biru dan kuning yang muncul adalah (1.4).4). (G. Semua kemungkinan munculnya sisi koin adalah (A.3).A. dan (4.G)}. (3. (2.8 Tiga dadu yang berbeda warna.7 Dhani melakukan percobaan dengan melambungkan tiga buah mata koin ke atas secara bersamaan.G.2).G.

1). Kejadian (K) adalah himpunan bagian dari ruang sampel. Berdasarkan berbagai informasi yang diperoleh dari hasil percobaan di atas. Kemungkinan hasil mata dadu biru dan kuning yang muncul adalah (1. kita tetapkan definisi peluang suatu kejadian sebagai berikut. Latihan 12. 2.2) dan (2. Coba selesaikan dengan cara yang lain! ♦ Ujilah pemahaman siswa dengan mengajukan soal latihan berikut. kita tetapkan definisi titik sampel. dan kejadian sebagai berikut. Titik sampel adalah hasil yang mungkin dari sebuah percobaan. Berdasarkan definisi titik sampel ruang sampel di atas. ruang sampel. Definisi 12. ♦ Jika dadu merah muncul angka 6 maka mata dadu biru dan kuning harus berjumlah 2. banyak kemungkinan hasil yang terjadi dalam pelemparan 3 buah dadu secara bersama-sama dengan syarat jumlah ketiga mata dadu yang muncul 8 adalah 6 + 5 + 4 + 3 + 2 + 1 = 21.1). 3.3 Tentukanlah banyak kemungkinan hasil yang terjadi dari hasil pelemparan 3 dadu dengan syarat jumlah ketiga mata dadu yang muncul adalah 9. Jadi. Matematika 405 .♦ Jika dadu merah muncul angka 5 maka mata dadu biru dan kuning harus berjumlah 3.2 1. Ruang sampel (S) adalah himpunan semua hasil yang mungkin dari suatu percobaan. Kemungkinan hasil mata dadu biru dan kuning yang muncul adalah (1.

3. 4. ditulis: n( K ) P (K ) = n(S ) n(A) : Banyak titik sampel dalam A. Kemudian tentukan juga peluang munculnya dua mata dadu yang jumlahnya lebih dari atau sama dengan 2 dan kurang dari atau sama dengan 12.2 Peluang suatu kejadian A adalah hasil bagi banyak hasil dalam A dengan banyak anggota ruang sampel dari suatu percobaan. …. 2.9 Dalam pelemparan dua dadu sekaligus. dengan 2 ≤ x ≤12 Peluang 1 0 2 1 3 2 4 3 5 4 6 5 7 6 8 5 9 4 10 3 11 2 12 1 0 0 10 1 0 21 2 03 12 03 12 4 03 14 23 5 14 25 36 4 25 36 0 4 36 5 36 4 36 5 16 4 36 52 6 36 56 0 36 36 36 14 3625 0 36 1 4 362 50 3 6 1 436 2 5 03 6 143625 36 4 36 5 6 = 1= 1= 1= 1= 1= 1= 1 =1 =1 =1 =1 36 36 36 36 36 36 36 36 36 36 36 36 36 36 36 36 36 36 36 36 36 36 36 36 36 36 36 36 36 36 36 36 36 36 36 36 36 36 36 36 36 36 36 36 36 36 36 36 36 36 36 36 36 36 36 36 36 36 36 36 36 36 36 36 36 36 36 36 0 1 2 3 4 5 6 36 =1 36 36 36 36 36 36 36 36 406 Buku Guru Kelas X .8 Peluang Penjumlahan Dua Dadu Jumlah Jumlah Dua Mata Dadu yang Muncul Peluang Jumlah dua mata dadu yang muncul (x). Masalah-12. tentukan peluang munculnya dua mata dadu yang jumlahnya 1. n(S) : Banyak anggota ruang sampel. disajikan tabel sebagai berikut. Alternatif Penyelesaian Untuk memudahkan mendaftar nilai peluang dari semua kemungkinan yang terjadi dan hasil penjumlahan dua mata dadu yang muncul. 12. Tabel 12.Definisi 12.

Jika dalam satu set kartu bridge ingin dicabut kartu as sekop (lihat Gambar 12. (9s). dan sekop = S maka ruang sampel dari satu set kartu bridge adalah: S = {(ks). (9k). (8s). (kw). (9h). 1]. (6w). (3s). (6s). (qh). Jika dimisalkan wajik = W. seorang pemain mencabut sebuah kartu untuk mendapatkan kartu as untuk menjadi tambahan nilainya. (5k). (kh). klaver = K. (8h). peluang terambilnya kartu bernomor 10 adalah: n( K 2 ) 4 1 P (= K2 ) = = = n( S ) 52 13 Berdasarkan berbagai pemecahan masalah penentuan nilai peluang suatu kejadian yang telah diuraikan di atas. (7h). (2h). (jh).10). (10k). (6h). (3h). (8w). Matematika 407 . (5h). (qs). maka diperoleh K2 = {(10w). (2k). maka diperoleh K1 = {(ass)} sehingga n(K1) = 1. (10s). hati = H. (3k). (ass). (5w). (10h). (2w).10 Kartu Bridge Alternatif Penyelesaian Pada percobaan menggunakan satu set kartu bridge terdapat empat jenis kartu. dan sekop (♠). (2s). yakni: wajik (♦). (asw)} Misal K1 adalah pengambilan kartu as sekop. klaver (♣). Tentukan nilai ruang sampel dan nilai peluang terambilnya kartu as sekop! Berapa peluang terambilnya kartu bernomor 10? Gambar 12. (qk). (7s). (8k). (4s). (7w). (5s). (9w). (10h). (jk). sehingga n(K2) = 4 Jadi. (4k).Masalah-12. 7k). (3w). (qw). (js). (10w).10 Di awal pertandingan olah raga kartu bridge. hati (♥). (kk). (10k). maka nilai peluang suatu kejadian dapat dipastikan terletak pada interval [0. (10s)}. (ash). (4h). peluang terambilnya kartu as sekop adalah: n( K1 ) 1 P (= K1 ) = = n( S ) 52 Misal E2 adalah pengambilan kartu bernomor 10. (ask). Kita tetapkan sifat nilai peluang sebagai berikut. (4w). Jadi. (jw). (6k).

1. Buktikan jika A. 0 ≤ P(K) ≤ 1 2. B ⊆ S maka P(A ∪ B) = P(A) + P(B) – P(A ∩ B).Sifat-3 Misalkan K suatu kejadian dan S adalah ruang contoh dalam sebuah percobaan. Kejadian ini pasti terjadi. Kita ketahui bahwa n(A∪B) = n(A) + n(B) – n(A∩B) n( A ∪ B ) n( A) + n( B ) − n( A ∩ B ) n( A) n( B ) n( A ∩ B )  ∞  ∞ P(A∩B) = + − P   A1  = ∑ P( Ai )! n( S ) n( S ) n( S ) n( S ) n( S )  i =1  i =1 n( A ∪ B ) n( A) + n( B ) − n( A ∩ B ) n( A) n( B ) n( A ∩ B )  ∞  ∞ + − P   A1  = ∑ P( Ai )! = n( S ) n( S ) n( S ) n( S ) n( S )  i =1  i =1 n( A) + n( B ) − n( A ∩ B ) n( A) n( B ) n( A ∩ B )  ∞  ∞ + − P   A1  = ∑ P ( Ai )! = n( S ) n( S ) n( S ) n( S )  i =1  i =1 408 Buku Guru Kelas X . P(∅) = 0 Peluang suatu kejadian adalah 1 berarti bahwa kejadian tersebut pasti terjadi dan peluang kejadian adalah 0 berarti bahwa kejadian tersebut mustahil terjadi. Peluang kejadian K memenuhi P(K).2 Contoh sederhana kejadian yang pasti terjadi adalah kejadian munculnya angka mata dadu kurang dari 7 dalam pelambungan mata dadu adalah 1.11 Interpretasi peluang Contoh 12. P(S) = 1 3. Sudahkah tahu kamu alasannya? Jelaskan! Penyelesaian Misalkan A. Gambar 12. B adalah kejadian dan S adalah ruang sampel dari suatu percobaan. Kita telah pelajari operasi gabungan dan irisan dua himpunan. Peluang tersebut dapat diinterpretasikan pada gambar berikut. Bukti: Ingat kembali materi himpunan yang telah dipelajari di SMP.

Jika sebuah dadu dan sebuah mata koin dilemparkan secara bersamaan. coklat. Luna ingin menghadiri sebuah pesta.. Dengan menggunakan diagram pohon tentukan ruang sampel percobaan tersebut? 4.. A2. Jika saat kembali dari Bogor ke Bekasi. maka banyak cara perjalanan orang tersebut? Matematika 409 . Buktikan bahwa n( B ) n( A ∩ B )  ∞  ∞ P   A1  = ∑ P ( Ai )! − n( S ) n( S )  i =1  i =1 Uji Kompetensi 12. Buatlah ruang sampel beserta titik sampelnya! 3. Seseorang berangkat dari kota Bekasi ke kota Bogor melalui Depok kemudian kembali lagi ke Bekasi juga melalui Depok. . kopi. ia tidak mau menggunakan bus yang sama. nasi rames. dimana Ai ∩ Aj = ∅. Dua buah dadu dilemparkan dan menghasilkan bilangan prima pada salah satu mata dadu. i ≠ j. A3. tentukanlah ruang sampel dari tiga buah dadu tersebut ! 6. lempar hingga jatuh ke lantai. 2. Sedangkan menu makanan berupa nasi rendang. Dapatkah kamu menentukan ruang sampel dan titik sampelnya? Adakah kamu temukan? Jelaskan. = P(A) + P(B) – P(A ∩ B) Jadi. dan putih. Dari kota Bekasi ke kota Depok dilayani oleh 4 bus dan dari Depok ke Bogor oleh 3 bus. ia memiliki baju blus bunga kotakkotak dan bergaris untuk pasangan rok berwarna biru tua.. hitunglah berapa banyak pasangan pakaian yang dapat dipakai Luna jika ia juga membeli blus motif polos? 5. Lambungkan tiga mata dadu secara bersamaan. dan jus. Berapa banyak pilihan yang dapat dipesan oleh pengunjung? Sajikan dalam diagram pohon. P(A∪B) = P(A) + P(B) – P(A ∩ B) Latihan 12.4 Untuk semua kejadian A1. 7. Menu minuman hari ini di rumah makan Minang adalah teh. nasi ayam.1 1. Ambil sebuah paku payung sebagai percobaan. dan nasi kebuli.

jika 20 orang dipilih secara acak. 1. maka peluang ada dua orang yang berulang tahun pada hari yang sama adalah.8. Jika hanya ada dua orang yang bisa jadi sopir.. 5. dan 7 akan dibentuk bilangan dengan 4 angka dan tidak boleh ada angka yang diulang. jika diambil dua bola secara acak. 6 warna putih dan 7 warna hijau. a. Projek Rancanglah minimal lima buah masalah dan terapankan konsep dan prinsip peluang dalam pemecahannya.5}.. 11. . 4. 3. Lima orang akan pergi ke pantai menggunakan sebuah mobil berkapasitas 6 tempat duduk. 4. 2. Dengan demikian K ={2. Berapa banyak bilangan yang nilainya kurang dari 5.11 Pada pelemparan sebuah dadu.. . Dari angka-angka 0. Buatlah laporan dan sajikan hasilnya di depan kelas. 5 warna hitam. tentukan peluang muculnya angka ganjil pada dadu. Berapa banyak bilangan dapat dibentuk? b.. Berapa banyak bilangan ganjil yang dapat dibentuk? c. Anggap satu tahun 365 hari. maka banyaknya cara mengatur tempat duduk mereka di dalam mobil adalah .3.000 yang dapat dibentuk? 9..6} dan Kc = {1. Masalah tersebut dirancang dari dunia nyata di sekitarmu. 10.4. n( K ) 3 1 3 1 Peluang kejadian K adalah P = (K ) = = = P( K c ) = n( S ) 6 2 6 2 410 Buku Guru Kelas X . Peluang Komplemen Suatu Kejadian Masalah-12. melalui penentuan peluang munculnya angka genap pada dadu! Alternatif Penyelesaian Misalkan K adalah kejadian munculnya angka genap pada dadu dan Kc adalah kejadian munculnya angka ganjil pada dadu. maka peluang yang terambil bola berwarna sama adalah .. Di dalam kotak terdapat 18 bola identik (berbentuk sama).

9 dan 10. n( S ) 6 2 12 12 Dari hasil pemecahan kedua masalah di atas. ternyata jumlah peluang kejadian K dan peluang kejadian bukan K atau Kc adalah 1. n(K c ) 3 1 c Jadi. 7. peluang munculnya angka mata dadu yang berjumlah kurang dari atau sama n( Ac ) 3 1 1 11 P = (A ) = = adalah . 4. Misalkan K adalah kejadian munculnya dua mata dadu yang jumlahnya kurang dari atau sama dengan 10 dan Kc adalah kejadian munculnya dua mata dadu yang berjumlah lebih dari 10.12 Tentukanlah peluang munculnya dadu yang berjumlah kurang dari atau sama dengan 10 pada pelemparan 2 dadu. 6.6)} atau n(Kc) = 3. Alternatif Penyelesaian Sebelumnya telah kita ketahui banyaknya anggota ruang sampel dalam pelemparan 2 mata dadu adalah 36. (6. n( S ) 6 2 6 2 Masalah-12.n( K ) c3 1 3 1 Sedangkan peluang P = ( K )kejadian = = K adalah = P( K c ) = . Kemungkinan munculnya mata dadu yang berjumlah kurang atau sama dengan 10. 5. Secara matematis kita dapat rumuskan bahwa: Matematika 411 . 3. P ( K ) = = = n ( S ) 36 12 karena P ( K ) = 1 − P ( K c ) P(K ) =1− c P(K ) = 11 12 1 12 Jadi.6). dengan 10 .5). 8. yaitu jumlah dua mata dadu yang hasilnya 2. Kemungkinan kejadian munculnya mata dadu berjumlah 11 dan 12 adalah Kc ={(5. (6. yaitu jumlah dua mata dadu adalah 11 dan 12.

1.2. (1.2).1.3).3).2). peluang terbesar munculnya jumlah mata dadu jumlahnya 6 adalah saat n = 1 1 5 10 9 5 1 dengan nilai peluangnya . (2.1).1. (5.3. maka jumlah setiap n mata dadu adalah kurang dari atau sama dengan enam (n ≤ 6). (1.1.1).1)} D5 = {(1.1.1.1).2. (1.1. maka P(K) + P(Kc) = 1 atau P(K) = 1 – P(Kc) Untuk lebih mendalami sifat di atas.1.4. (3.3).1. perhatikan masalah berikut! Masalah-13 Putra melambungkan n dadu.1)} D6 = {1.1).1.1. (3.1.2.1} Maka diperoleh peluangnya masing-masing: 1 5 10 9 5 11 5 10 9 • P(D1) = 2 • P(D ) = 6 6 63 64 65 666 62 4 63 64 1 5 10 9 5 1 5 10 9 5 • P(D2) = 2 3 4 5 6• 2 P(D )= 6 6 6 6 6 6 6 6 63 5 6 4 65 1 5 10 9 5 1 1 5 10 9 5 1 • P(D3) 2 = 3 4 • P(D ) = 5 6 6 6 6 6 6 66 6 2 63 6 4 6 65 6 6 5 1 65 6 6 1 66 Jadi.1. (2.1. 2 3 4 5 6 6 6 6 6 6 6 412 Buku Guru Kelas X . (1.1). (3.4).2.1. (4.1. (1.1.2.2.3. (4. Untuk n berapakah. (1. (2.1).1.2).1).2). (1.1.2).1. kemudian ia menghitung peluang terjadinya jumlah mata dadu sama dengan 6.1. (3. diperoleh: D1 = {6} D2 = {(1. (2.1).2.2.1. (2. peluangnya paling besar? Alternatif Penyelesaian Karena dadu yang dilambungkan bermata enam. (1.2.3).1.1.1.1).3.1).1.2).1)} D4 = {(1.2). (1.3.2. (1. Misalkan Dn ={jumlah mata dadu 6.Sifat-1 Misalkan K suatu kejadian dari sebuah percobaan.1.4).1.5). (2.2. (1.1.1).1. (3.2. (2.1.2.1). n ≤ 6}. agar peluang terjadinya jumlah mata dadu sama dengan 6.1)} D3 = {(1.

Buktikan jika A. maka A ∩ B = ∅ 2) Jika kejadian A tidak saling lepas dengan kejadian maka A ∩ B ≠ ∅ Dengan demikian n(B ∩ Ac) = n(B) – n(A ∩ B) n ( B ∪ Ac ) n ( B ) − n ( A ∩ B ) n ( B ) n ( A ∩ B ) c − P(B ∩ A ) = n(S ) n(S ) n(S ) n(S ) n ( B ∪ Ac ) n ( B ) − n ( A ∩ B ) n ( B ) n ( A ∩ B ) − = n(S ) n(S ) n(S ) n(S ) n ( B ∪ Ac ) n ( B ) − n ( A ∩ B ) n ( B ) n ( A ∩ B ) − = n(S ) n(S ) n(S ) n(S ) = P(B) – P(A ∩ B) Jadi.Contoh 12. Kita ketahui bahwa n ( B ∪ Ac ) = n( B ) + n( Ac ) − n ( B ∩ Ac ) = n( B ) + n( S ) − n ( A ) − n ( B ∩ Ac ) = n( B ) + n( S ) − n ( A ) + n ( B ∩ Ac ) ( ) = n( B ) + n( S ) − ( n ( A ) + n ( B ) − n ( A ∩ B ) ) = n( B ) + n( S ) − n ( A ∪ B ) 1) Jika kejadian A saling lepas dengan kejadian B. P(B ∩ Ac) = P(B) – P(A ∩ B) Matematika 413 . B adalah kejadian dan S adalah ruang sampel dari suatu percobaan. Kita telah pelajari operasi gabungan dan irisan dua himpunan. B ⊆ S maka P(B ∩ Ac) = P(B) – P(A ∩ B) Penyelesaian Ingat kembali materi himpunan yang telah dipelajari di SMP.3 Misalkan A.

Setengah dari jumlah murid lakilaki dan setengah dari jumlah murid perempuan berambut keriting. Peluang seorang pemain basket akan melempar bola tepat masuk ring 0. Carli. Adapun jurusan B dipilih oleh 2897 dengan daya tampung 50. Dengan membandingkan data sebelumnya mengenai banyaknya orang yang memilih jurusan tersebut dengan daya tampungnya menjadi salah satu triknya. Tetangga baru yang belum anda kenal katanya mempunyai 2 anak. Misalkan K kejadian no plat merupakan bilangan berulang. Apabila seorang murid dipilih secara acak untuk mengerjakan soal. Jika ia melempar sebanyak 70 kali. Anda perlu juga mempertimbangkan kemungkinan masuk jurusan tersebut. Jika E adalah kejadian jumlah tiga mata dadu >10. Ahok.Uji Kompetensi 12. Setiap tiket diambil secara acak dan punya peluang yang sama untuk terpilih. mungkin sebagian dari anda berniat melanjutkan ke tingkat yang lebih tinggi yakni perguruan tinggi. tentukan peluang K. Anda tahu salah satunya adalah lakilaki.7. dan Dido akan berfoto bersama secara berdampingan. Tiga mata dadu dilemparkan secara bersamaan. maka peluang terpilihnya dua orang tersebut suami-isteri? 10. Jurusan manakah peluang anda lulus lebih besar? 2. Berapakah peluang bahwa murid yang terpilih itu laki-laki atau berambut keriting? 7. Jika anda memilih sebuah jurusan pada PTN selain mempertimbangkan minat dan bakat. • Berapakah peluang kejadian K? • Hitunglah Peluang diluar kejadian K? 3. hitunglah kemungkinan banyaknya bola yang tepat masuk ring? 6.2 1. Dua puluh tiket diberi nomor dari 1 sampai dengan 20. Misalkan. Hitung Peluang kedua anak tetangga baru anda semuanya lakilaki? 9. Nomor plat kendaraan terdiri dari empat digit angka. Kelas XIIA terdiri dari 10 murid laki-laki dan 20 murid perempuan. Hitung peluang Ahok dan Carli selalu berdampingan? 414 Buku Guru Kelas X 5. . Jurusan A pada tahun sebelumnya dipilih oleh 3432 orang dan daya tampungnya 60. Jika sebuah dadu dilempar 5 kali. 4. Berapakah peluang mata dadu yang muncul selalu ganjil? 8. Dalam sebuah klinik dokter spesialis kandungan terdapat enam pasang suami-isteri. Setelah lulus SMA. Jika dipilih dua orang secara acak dari ruangan tersebut. Badu. Anda akan memilih jurusan A dan B.

Berapa probabilitas bahwa tiket yang terpilih ialah tiket dengan nomor berkelipatan 3 atau 5? 11.. 6 warna putih dan 7 warna hijau. maka peluang yang terambil bola berwarna sama adalah . maka peluang ada dua orang yang berulang tahun pada hari yang sama adalah.. 12. . dan sumber lain). Anggap satu tahun 365 hari. Di dalam kotak terdapat 18 bola identik (berbentuk sama). . jika 20 orang dipilih secara acak. jika diambil dua bola secara acak. Matematika 415 . buku.. Projek Himpun minimal lima sifat peluang dari berbagai sumber (internet. Buktikan kelima sifat tersebut dan buatlah laporan hasil kerjamu serta sajikan di dalam kelas. 5 warna hitam.

8. Ditulis Banyak kejadian yang muncul Frekuensi relatif = rcobaan Banyak per 2. Frekuensi relatif dari suatu kejadian dalam suatu percobaan adalah perbandingan banyaknya kejadian yang terjadi dalam suatu percobaan dengan banyaknya percobaan dilakukan. Artinya jika peluang sebuah kejadian K adalah 0 maka kejadian K tidak terjadi. Titik sampel adalah semua kejadian yang mungkin terjadi dari sebuah percobaan. 9. 3. Konsep-konsep dasar di atas harus kamu pahami dengan baik karena akan membantu dalam pemecahan masalah dalam kehidupan sehari-hari. PENUTUP Berdasarkan sajian materi terkait berbagai konsep peluang di atas. Beberapa hal yang telah kita rangkum di atas adalah modal dasar bagi kamu dalam belajar peluang secara lebih mendalam pada jenjang pendidikan yang lebih tinggi. beberapa hal penting dapat kita rangkum sebagai berikut. 416 Buku Guru Kelas X . dimana n(K) adalah banyaknya kejadian K yang dirumuskan: P ( K ) = n( S ) terjadi dan n(S) adalah banyak anggota ruang sampel suatu percobaan. 1. Ada beberapa cara untuk menyajikan semua kejadian yang mungkin muncul dalam suatu percobaan. yaitu: cara mendaftar. Kejadian (K) adalah himpunan bagian dari ruang sampel S. disimbolkan dengan Kc. menggunakan tabel. 5.D. 6. dan menggunakan diagram pohon. Peluang suatu kejadian K adalah hasil bagi banyaknya kemungkinan kejadian K terjadi dengan banyaknya anggota ruang sampel dari suatu percobaan. 7. Peluang sebuah kejadian K tepat berada diantara nol dan satu. menggunakan diagram cartesisus. ditulis P(K) + P(Kc) = 1. sedangkan jika peluang kejadian K adalah 1 maka kejadian K pasti terjadi. ditulis dengan: 0 ≤ P(K) ≤ 1. 4. Jika K suatu kejadian dalam sebuah percobaan. maka kejadian yang berada di luar K adalah seluruh kejadian yang tidak terdaftar di K. maka jumlah nilai peluang kejadian K dan nilai peluang kejadian komplemen K adalah 1. Jika K merupakan sebuah kejadian. n( K ) . Ruang sampel (S) adalah suatu himpunan yang anggotanya semua kejadian yang mungkin terjadi dalam percobaan atau suatu himpunan yang anggotanya titiktitik sampel. disebut komplemen dari kejadian K.

(3) tutor sebaya dalam implementasi model pembelajaran koperatif tipe jigsaw. Peserta didik dikatakan menguasai secara tuntas seluruh kompetensi dasar pada pokok bahasan atau mata pelajaran matematika pada kelas tertentu. Pemberian pembelajaran remedial meliputi dua langkah pokok. Pembelajaran tuntas (mastery learning) dalam proses pembelajaran berbasis kompetensi dimaksudkan adalah pendekatan dalam pembelajaran yang mempersyaratkan peserta didik menguasai secara tuntas seluruh kompetensi dasar pokok bahasan atau mata pelajaran tertentu. yaitu berpikir kritis dan kreatif) lebih mendalami materi terkait kompetensi atau kegiatan peserta didik yang melampaui persyaratan minimal yang ditentukan oleh kurikulum dan tidak semua peserta didik dapat melakukannya. Pendekatan pembelajaran yang diterapkan dalam pelaksanaan pengayaan melalui (1) pembelajaran berbasis masalah dan proyek untuk melatih peserta didik berpikir kritis dan kreatif. (2) pemberian tugas tersrtuktur yang dilakukan secara mandiri dan pemberian feetback atas hasil kerja peserta didik. Sebaliknya peserta didik dikatakan tidak tuntas. Bagi peserta didik yang memperoleh hasil penilaian/uji kompetensi pada pokok bahasan mata pelajaran matematika kurang dari KKM. yaitu pertama mendiagnosis kesulitan belajar dan kedua memberikan perlakuan (treatment) pembelajaran remedial. wajib diberi pembelajaran remedial. dan (4) kerjasaman sekolah dengan orang tua/wali peserta didik mengatasi masalah belajar peserta didik. wajib diberi pembelajaran pengayaan. apabila peserta didik tersebut memperoleh hasil penilaian/uji kompetensi lebih besar atau sama dengan dari Kriteria Ketuntasan Minimum (≥ KKM) yang ditetapkan dalam kurikulum. Pengertian dan Prosedur Pelaksanaan Pembelajaran Remedial dan Pengayaan Pengertian dan Prosedur Pelaksanaan Pembelajaran Remedial dan Pengayaan Kurikulum Matematika 2013 adalah kurikulum berbasis kompetensi dengan pendekatan pembelajaran tuntas. Bagi peserta didik yang memperoleh hasil penilaian/uji kompetensi pada pokok bahasan mata pelajaran matematika kurang dari KKM. ketangguhan diri beradaptasi dan 417 Matematika . Bantuan dalam pembelajaran remedial mencakup (1) mengkaji ulang materi pada kompetensi dasar yang belum dicapai peserta didik.PETUNJUK TEKNIS PELAKSANAAN REMEDIAL DAN PENGAYAAN A. Pembelajaran pengayaan adalah pembelajaran yang memberikan pengalaman (membangun berpikir tingkat tinggi. Pembelajaran remedial pada hakikatnya adalah pemberian bantuan bagi peserta didik yang mengalami kesulitan atau kelambatan belajar.

Seluruh hasil belajar siswa yang tampak pada hasil penilaian/uji kompetensi dan asesmen otentik/portofolio dijadikan bahan kajian guru. dan kepala sekolah. kemudian hasilnya dianalisis untuk menentukan kompetensi dasar yang telah dikuasai dan belum dikuasai serta mengetahui kesulitan belajar peserta didik. Secara garis besar. Apabila peserta didik belum tuntas menguasai suatu kompetensi dasar harus mengikuti proses pembelajaran remedial kemudian dilakukan penilaian ulang untuk mengukur pencapaian kompetensi. keterampilan proses.memecahkan masalah. dan (3) pemanfaatan IT dan ICT dalam proses pembelajaran. guru konseling. Penilaian terhadap hasil pembelajaran menggunakan sistem penilaian patokan dan berkelanjutan dalam arti semua indikator ditagih. proyek. Untuk mengukur penguasaan kompetensi perlu dikembangkan suatu penilaian yang mencakup seluruh kompetensi dasar pada pokok bahasan tertentu atau pada satu mata pelajaran matematika dengan menggunakan indikator yang telah ditetapkan oleh pendidik. alur utama pelaksanaan pembelajaran remedial dan pengayaan disajikan pada skema berikut. chek up diri dan asesmen kerjasama kelompok. Hasil belajar tersebut dilaporkan kepada pemangku kepentingan (terutama pada orang tua) setiap bulannya. 418 Buku Guru Kelas X . (2) pemberian asesmen portofolio tambahan berbasis masalah.

Asesmen Portofolio 1. Tes Diagnostik Kesulitan Belajar 2. 2. Wawancara KKM  Penilaian Kompetensi < KKM Pengayaan Analisis Hasil Penilaian Remedial Portofolio Tambahan Uji Kompetensi  KKM LULUS TUNTAS LAPORAN BULANAN PADA ORANG TUA Gambar: Alur Utama Pelaksanaan Remedial dan Pengayaan BUKU PEGANGAN GURU Matematika 419 446 . Tes Kemampuan Awal Pengamatan Proses Pembelajaran Pengamatan Aktivitas Siswa Tes Diagnostik Kesulitan Belajar I R A R K I S PROSES PEMBELAJARAN MATERI BARU 1. 3. 4. Pengamatan Aktivitas Siswa 2.MATERI PRASYARAT H I R A R K I S H 1.

Sebagai alternatif soal yang akan diujikan untuk penilaian/uji kompetensi pada setiap bab (bahasan) disajikan sebagai berikut. C.1 Sederhanakanlah    ÷  2 2  3x × y   9x y  1. 4 + b maka pasangan (a. 1..b) adalah .67. Soal untuk Penilaian Kompetensi Siswa Guru matematika di sekolah dapat berkoordinasi dengan teman guru di Musyawarah Guru Mata Pelajaran Matematika atau mengembangkan sendiri soal yang akan digunakan untuk penilaian/uji kompetensi diakhir setiap bab (bahasan)i pada buku siswa atau buku guru.B. Mengatasi kesulitan belajar siswa untuk mencapai kompetensi dasar yang ditetapkan pada kurikulum matematika 2013 dengan ukuran melewati Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Tentukan jumlah pangkat tiga dari bilangan-bilangan tersebut.4 Salah satu rumus yang digunakan untuk menaksir populasi yang menempati suatu situs adalah P = ak dengan a luas (dalam are) dan k konstata. 1.2 Jumlah dua bilangan berturutan adalah 13.3 Jika a dan b bilangan asli dan a ≤ b sehingga bilangan rasional. 2. Tujuan Pembelajaran Remedial dan Pengayaan Pelaksanaan pembelajaran remedial dan pengayaan bertujuan untuk 1. 3 2 420 Buku Guru Kelas X . 3.. baik secara individu maupun klasikal. 1. dan dalam matematika sendiri) harus mewakili indikator kopetensi dasar yang akan dicapai. Memberikan penglaman belajar dan keterampilan berpikir yang lebih mendalam dan lebih luas terkait kompetensi dasar yang ditetapkan pada kurikulum matematika 2013. Sebuah situs purbakala memiliki luas 7000 are. Soal yang dikembangkan dari sisi ranah kognitif dan psikomotor (keterampilan aplikasi matematika dan koneksi matematika dengan dunia nyata. 3+ a 1. taksirlah jumlah penduduk yang ada di sekitar situs pada masa itu. bidang ilmu lain. Soal untuk Penilaian/Uji Kompetensi Pada Bab I 36( x × 2 y ) 2   12 x(3 y ) 2  . Mencapai ketuntasan belajar peserta didik mencapai kompetensi dasar yang ditetapkan pada kurikulum matematika 2013. Apabila nilai k untuk situs tersebut adalah 0.

Panjang tubuhnya empat perlima dari panjang keseluruhan ikan. 2. f (x x− ) xb a  b dengan a.2 Seekor ikan mas himpunan memiliki ekor yang panjangnya sama dengan panjang 3.1. x∈ R dan x > 0 . a. dan a. 3. umur Ibu adalah 21 tahun lebihnya dari 1/3 umurnya pada 5 tahun yang lalu. Buktikan |a| = a dan |a × b| = |a| × |b| 2. tentukan nilai 4 dari  a log ( bc )  2 !   1 1. 3.2.5 Seekor burung camar laut dari ketinggian 28 meter melihat ikan pada jarak 25 m sehingga ia terbang menukik ke permukaan laut dan menyelam sejauh 3 meter dan langsung bergerak kembali ke permukaan dan langsung terbang kembali ke angkasa seperti gambar. b adalah bilangan real. c bilangan positif. Buktikan jika |a| = |b| dan |a + b| = |c| maka |a| ≤ |c|.3 Misalkan a dan b bilangan real. 2. 2.1 Tentukan himpunan penyelesaian sistem persamaan linier 3x – 4y = 2 dan 3. x bilangan real dan tentukan titik potongnya terhadap Sumbu-x. Tentukanlah berapa umur Ibu saat ini. 36 m Jika kita andaikan permukaan laut sebagai sumbu x maka fungsi pergerakan burung tersebut adalah f ( x) = a+ dengan a. 5 Soal Penilaian/Uji Kompetensi Pada Bab III x + 2untuk y = 7 dengan cara grafik dan determinan. Soal untuk Penilaian/Uji Kompetensi Pada Bab II 2. Tentukan penyelesaian sistem persamaan linier 3x – 4y = 2 kepalanya ditambah seperlima panjang tubuhnya.4 Misalkan a. Soal untuk Penilaian/Uji Kompetensi Pada Bab III 3.6 Gambarkanlah grafik fungsi f(x) = 2 log( x + 2). clog b = 2 .2 Gambarkanlah grafik fungsi f(x) = |3x + 1|. berapa panjang keseluruhan ikan tersebut ?. b. 2. (1 inci = 2. b. riel.c ≠ 1. 3. Panjang tubuhnya empat dan 5x + 2y = 7 dengan cara grafik dan determinan. Jika kita andaikan permukaan laut sebagai sumbu x maka fungsi pergerakan Tentukanlah nilai a dan b tersebut.1 Umur Ibu 2 tahun yang lalu adalah 1/3 kali umur Ibu pada c tahun yang akan datang dengan adalah bilangan bulat positif. Jika panjang kepala ikan adalah 5 inci. b adalah bilangan burung tersebut adalah Tentukanlah nilai a dan b tersebut. 1. Seekor ikan mas memiliki ekor yang panjangnya sama 421 dengan panjang Matematika kepalanya ditambah seperlima panjang tubuhnya. 54 . dan c bilangan real.5 Jika alog b = 4. Sekarang.

100. berapa panjang keseluruhan ikan tersebut? (1 inci = 2. 1 0 4. dan C. Buktikan A × A–1 = I.400 lensa yang dihasilkan dalam satu minggu.000. Jika hanya mesin A dan C yang bekerja.5 Misalkan p adalah jumlah maksimum dikurangi jumlah minimum dari himpunan penyelesaian yang memenuhi sistem pertidaksamaan linear di bawah ini. b.000. SS.-. Jika matriks    e−3f   Rt = T.perlima dari panjang keseluruhan ikan.3 Sebuah pabrik memiliki 3 buah mesin A. Masingmasing harga per sak (satu karung) pupuk adalah Rp. Terdapat tiga jenis pupuk (Urea. 000. TSP} yang harus digunakan para petani agar hasil panen padi lebih maksimal. 200.3 Diketahui matriks A =   . dengan I matriks identitas perkalian matriks. e. 5. c. dan f! 4.1 Diketahui matriks T =   b+c   e − 2d a − 2b  8 4 0  2d + c  dan R =  2 10 −1 . 2x + 5y ≤ 600 4x + 3y ≤ 530 2x + y ≤ 240 a) Gambarkanlah pertidaksamaan pada sistem linier tersebut. 3. Berapa banyak lensa yang dihasilkan oleh tiap-tiap mesin dalam satu minggu.-. Tentukanlah matriks A . Jika panjang kepala ikan adalah 5 inci. b) Tentukanlah nilai p! 4.700 lensa yang dapat dihasilkan dalam satu minggu. Rp. 120. Soal untuk Penilaian/Uji Kompetensi Pada Bab IV  −3a 4.200 lensa yang dapat dihasilkan dalam satu minggu.2 Misalkan matriks A3×3. Banyak pupuk yang dibutuhkan Sumarno sebanyak Buku Guru Kelas X 422 . dan Rp.4 Sumarno memiliki dua  hektar  sawah yang ditanami padi dan sudah saatnya diberi pupuk. Jika ketiganya bekerja.4 Selidikilah apakah sistem persamaan linear berikut adalah homogen dan tentukan bilangan bulat yang memenuhi sistem persamaan linier berikut x + y + z = 0 7x + 3y – 5z = 0 3 –2x – y + z = 0 2 3. 0 −1 65 4. B. d. 3. maka tentukanlah nilai a. 54 cm). 4. Jika hanya mesin A dan B bekerja. 3.

Jika  c d  determinan dari matriks determinan P adalah α. d∈R. dan asesmen kerjasama kelompok. Pemakaian pupuk Urea 2 kali banyaknya dari pupuk SS. c. 2. Jika jumlah peserta yang mengikuti remedial lebih dari 20% tetapi kurang dari 50%. maka tindakan yang dilakukan adalah pemberian tugas terstruktur baik secara kelompok dan tugas mandiri. Tunjukkan bahwa jika A adalah invertible. chek up diri. maka tindakan yang dilakukan adalah pemberian bimbingan secara khusus. dengan α∈R. a.020.  xc − sa xd − sd  4. Sementara dana yang disediakan Sumarno untuk membeli pupuk adalah Rp. b. Jika jumlah peserta didik yang mengikuti remedial maksimal 20%. D. Sebelum asesmen 423 Matematika . Bentuk Pelaksanaan Pembelajaran Pengayaan Bentuk pembelajaran pengayaan adalah pemberian asesmen portofolio tambahan yang memuat asesmen masalah otentik. Tugas yang diberikan berbasis pada berbagai kesulitan belajar yang dialami peserta didik dan meningkatkan kemampuan peserta didik mencapai kompetensi dasar tertentu. maka tindakan yang dilakukan adalah pemberian pembelajaran ulang dengan model dan strategi pembelajaran yang lebih inovatif berbasis pada berbagai kesulitan belajar yang dialami peserta didik yang berdampak pada peningkatan kemampuan untuk mencapai kompetensi dasar tertentu. misalnya bimbingan perorangan oleh guru dan tutor sebaya. c. proyek.-.000. 40 sak (karung). Selesaikan dengan menggunakan Determinan Matriks.5 Sebuah matriks P ordo 2 × 2 dengan P = 2   dimana a. Bentuk Pelaksanaan Pembelajaran Remedial dan Pengayaan 1. Beberapa alternatif bentuk pelaksanaan pembelajaran remedial di sekolah.6 Misalkan A dan B matriks berordo n × n. Bentuk Pelaksanaan Pembelajaran Remedial Bentuk pembelajaran remedial tergantung pada jumlah peserta didik yang mengalami kegagalan mencapai kompetensi dasar yang ditetapkan. Tentukanlah b   a Q=  dengan x∈R. Jika jumlah peserta didik yang mengikuti remedial lebih dari 50%. keterampilan proses. b. Berapa sak masing-masing jenis pupuk yang harus dibeli Sumarno. a b  4. 6. maka detB = det(A–1 BA).

antara lain melalui: tes IQ. Materi Pembahasan Dalam Pembelajaran Remedial Materi pembahasan dalam pembelajaran remedial adalah materi (bahasan) terkait kompetensi dasar yang belum dicapai oleh siswa. berpikir mandiri. dan asesmen kerjasama kelompok. Keterampilan yang dibangun melalui materi matematika yang dipelajari adalah kemampuan berpikir tingkat tinggi (berpikir kritis dan kreatif) serta kemampuan adaptif terhadap perubahan. Identifikasi kemampuan berlebih peserta didik dapat dilakukan. belajar mandiri. keterampilan proses. dengan tolok ukur KKM yang ditetapkan. superior dan berpikir abstrak. dan sebagainya. 424 Buku Guru Kelas X . pengamatan. E. penggunaan teknologi dan membangun kerjasama antar siswa dan orang lain yang lebih memahami masalah yang diajukan dalam asesmen. dan memiliki banyak minat. wawancara. Materi Pembahasan Dalam Pembelajaran Pengayaan Materi pembahasan pada pembelajaran pengayaan bertumpu pada pengembangan kompetensi dasar wajib yang tertera pada kurikulum matematika 2013. Tindakan-tindakan pada proses pembelajaran memberi perhatian pada pemahaman peserta didik dan mengatasi kesulitan belajar yang dialami siswa. chek up diri. misal belajar lebih cepat. proyek. ini dikembangkan terlebih dahulu dilakukan identifikasi kemampuan belajar berdasarkan jenis serta tingkat kelebihan belajar peserta didik. keingintahuan lebih tinggi. termasuk pengembagan kompetensi dasar peminatan. tes inventori. Pembelajaran pengayaan dapat dilaksanakan melalui belajar kelompok. bimbingan khusus dari guru dan para ahli (mentor). F. Materi pembahasan dituangkan dalam asesmen masalah otentik. menyimpan informasi lebih mudah.

Educational psychology. Bornok. United States of America: The Association for Supervision and Curriculum Development (ASCD). Inc. Strings and Geometry. Slavin. United States of America: Clay Mathematics Institute. Cambridge. United Kingdom: United Kingdom at the University Press. Bruce. and technology (new practice for new millennium. Grades 7 –12. Howard. theories and practice. Magurn A. Howard. Committee on science and mathematics teacher preparation. United States of America: RAND. California Mathematics. Mathematical Proficiency for All Students (Toward a Strategic Research and Development Program in Mathematics Education). Hefferon. center for education national research council (2001). United States of America: Saint Michael’s College Colchester. Gross. Surabaya: Program Pascasarjana UNESA. Chris. Linear Algebra. USA: Academic Press. (2001). Consepts. New York: University of Cambridge. (2002). Skills. (1994). United States of America: the national academy of sciences. Robert. Jim (2006). Notes on Logic and Set Theory. Rorres. dkk. J.Anton. (2008). Sinaga. John Wiley & Sons. Johnstone. Fourth Edition. The Essentials of Mathematics. (2002). Douglas. (2005). A Course in Probability Theory. mathematics. Matematika 425 . Pengembangan Model Pembelajaran Matematika Berdasarkan Masalah Berbasis Budaya Batak. P.T. Kai Lai. Columbus-USA. Masschusetts: Allyn and Bacon Publishers. E. Encyclopedia of Mathematics and Its Applications. Ball. (2007). (2003). Deborah Loewenberg. The McGraw-Hill Companies. (2004). M. Elementary Linear Algebra with Applications. Gauntlett. Checkley . Educating Teachers of science. Inc. Kathy (2006). Chung. and Problem Solving 7. M.

Matematika XI IPA. Haese. Surabaya: Unesa. Ayu Kurniasih. dkk. Matematika Inovatif. Australia: Haese & Harris Publication. R. Mathematics For Yhe International Student (International Baccalaureate Mathematics HL Course). Jakarta: Pusat Perbukuan. John A. (2005). (2010). Oon Seng. Jakarta: Pusat Perbukuan Depdiknas. (1990). S. Sordijanto. 2009. dkk. Nugroho. dkk.Soejadi. D. 426 Buku Guru Kelas X . Matematika ke 2. (2009). A Problem Solving Approach. United States of America: Allyn & Bacon. Kangiran Marthen. Diah. Owen. Elementary school mathematics: teaching developmentally. Singapore: Federal Publication (S) Pte Lsd. Siswanto. P. M. Bruce. Jakarta: Pusat Perbukuan. (1995). Urban. (2004). Martin. Makalah. Depdikinas. Tan. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan. Elementary and Middle School Mathematics (teaching developmentally). Pembelajaran Matematika Realistik. New York: Longman. 2011. R. Matematika. J. (2009). Mathematics. Van de Walle. Van de Walle. (2010). Jhon. Depdiknas. Haese. (2009).

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful