Hak Cipta © 2013 pada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Dilindungi Undang-Undang
MILIK NEGARA TIDAK DIPERDAGANGKAN

Disklaimer: Buku ini merupakan buku guru yang dipersiapkan Pemerintah dalam rangka implementasi Kurikulum 2013. Buku guru ini disusun dan ditelaah oleh berbagai pihak di bawah koordinasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, dan dipergunakan dalam tahap awal penerapan Kurikulum 2013. Buku ini merupakan “dokumen hidup” yang senantiasa diperbaiki, diperbaharui, dan dimutakhirkan sesuai dengan dinamika kebutuhan dan perubahan zaman. Masukan dari berbagai kalangan diharapkan dapat meningkatkan kualitas buku ini. Katalog Dalam Terbitan (KDT) Indonesia. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Matematika : buku guru / Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.— Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, 2013. xxii, 426 hlm. : ilus. ; 25 cm. Untuk Kelas X ISBN 978-602-282-026-0(jilid lengkap) ISBN 978-602-282-027-7 (jilid 1)

1. Matematika — Studi dan Pengajaran I. Judul II. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan 510 Kontributor Naskah : Bornok Sinaga, Pardomuan J.N.M.S. Sinambela, Andri Kristianto Sitanggang, Tri Andri Hutapea, Sudianto Manulang, Lasker Pengarapan Sinaga, Mangara Simanjorang, dan Yuza Terzalgi Bayuzetra. : Agung Lukito dan Sisworo. : Politeknik Negeri Media Kreatif, Jakarta.

Penelaah Penyelia Penerbitan

Cetakan Ke-1, 2013 Disusun dengan huruf Times New Roman, 11 pt.

ii

Buku Guru Kelas X

Kata Pengantar
Matematika adalah bahasa universal untuk menyajikan gagasan atau pengetahuan secara formal dan presisi sehingga tidak memungkinkan terjadinya multi tafsir. Penyampaiannya adalah dengan membawa gagasan dan pengetahuan konkret ke bentuk abstrak melalui pendefinisian variabel dan parameter sesuai dengan yang ingin disajikan. Penyajian dalam bentuk abstrak melalui matematika akan mempermudah analisis dan evaluasi selanjutnya. Permasalahan terkait gagasan dan pengetahuan yang disampaikan secara matematis akan dapat diselesaikan dengan prosedur formal matematika yang langkahnya sangat presisi dan tidak terbantahkan. Karenanya matematika berperan sebagai alat komunikasi formal paling efisien. Perlu kemampuan berpikir kritis-kreatif untuk menggunakan matematika seperti uraian di atas: menentukan variabel dan parameter, mencari keterkaitan antar variabel dan dengan parameter, membuat dan membuktikan rumusan matematika suatu gagasan, membuktikan kesetaraan antar beberapa rumusan matematika, menyelesaikan model abstrak yang terbentuk, dan mengkonkretkan nilai abstrak yang diperoleh. Buku Matematika Kelas X untuk Pendidikan Menengah ini disusun dengan tujuan memberi pengalaman konkret-abstrak kepada peserta didik seperti uraian diatas. Pembelajaran matematika melalui buku ini akan membentuk kemampuan peserta didik dalam menyajikan gagasan dan pengetahuan konkret secara abstrak, menyelesaikan permasalahan abstrak yang terkait, dan berlatih berfikir rasional, kritis dan kreatif. Sebagai bagian dari Kurikulum 2013 yang menekankan pentingnya keseimbangan kompetensi sikap, pengetahuan dan keterampilan, kemampuan matematika yang dituntut dibentuk melalui pembelajaran berkelanjutan: dimulai dengan meningkatkan pengetahuan tentang metode-metode matematika, dilanjutkan dengan keterampilan menyajikan suatu permasalahan secara matematis dan menyelesaikannya, dan bermuara pada pembentukan sikap jujur, kritis, kreatif, teliti, dan taat aturan. Buku ini menjabarkan usaha minimal yang harus dilakukan peserta didik untuk mencapai kompetensi yang diharapkan. Sesuai dengan pendekatan yang dipergunakan dalam Kurikulum 2013, peserta didik diberanikan untuk mencari dari sumber belajar lain yang tersedia dan terbentang luas di sekitarnya. Peran guru sangat penting untuk meningkatkan dan menyesuaikan daya serap peserta didik dengan ketersedian kegiatan pada buku ini. Guru dapat memperkayanya dengan kreasi dalam bentuk kegiatankegiatan lain yang sesuai dan relevan yang bersumber dari lingkungan sosial dan alam. Sebagai edisi pertama, buku ini sangat terbuka dan terus dilakukan perbaikan dan penyempurnaan. Untuk itu, kami mengundang para pembaca memberikan kritik, saran dan masukan untuk perbaikan dan penyempurnaan pada edisi berikutnya. Atas kontribusi tersebut, kami ucapkan terima kasih. Mudah-mudahan kita dapat memberikan yang terbaik bagi kemajuan dunia pendidikan dalam rangka mempersiapkan generasi seratus tahun Indonesia Merdeka (2045). Jakarta, Mei 2013 Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh

Matematika

iii

Bapak, Ibu guru kami yang terhormat, banyak hal yang sudah kita lakukan sebagai usaha membelajarkan peserta didik dengan harapan, mereka berketuhanan, berperikemanusiaan, berpengetahuan, dan berketerampilan melalui pendidikan matematika. Harapan dan tugas mulia ini cukup berat, menuntut tanggung jawab yang tidak habis-habisnya dari generasi ke generasi. Banyak masalah pembelajaran matematika yang kita hadapi, bagaikan menelusuri sebuah lingkaran dengan titik-titik masalah yang tak berhingga banyaknya. Tokoh pendidikan matematika Soedjadi dan Yansen Marpaung menyatakan, kita harus berani memilih/menetapkan tindakan dan menghadapi resiko untuk meningkatkan kualitas pendidikan matematika di setiap sekolah tempat guru melaksanakan tugas profesionalitasnya. Artinya, guru sebagai orang yang pertama dan yang utama bertindak sebagai pengembang kurikulum yang mengenal karakteristik siswa dengan baik, dituntut bekerjasama memikirkan jalan keluar permasalahan yang terjadi. Pola pembelajaran yang bagaimana yang sesuai dengan karakteristik matematika dan karakteristik peserta didik di sekolah Bapak/Ibu ?. Salah satu alternatif, kita akan mengembangkan pembelajaran matematika berbasis paham konstruktivisme. Buah pikiran ini didasari prinsip bahwa: (1) setiap anak lahir di bumi, mereka telah memiliki potensi, (2) cara berpikir, bertindak, dan persepsi setiap orang dipengaruhi budaya, (3) matematika adalah produk budaya, yaitu hasil konstruksi sosial dan sebagai alat penyelesaian masalah kehidupan, dan (4) matematika adalah hasil abstraksi pikiran manusia. Untuk itu diperlukan perangkat pembelajaran, media pembelajaran, asesmen otentik dalam pelaksanaan proses pembelajaran di kelas. Model pembelajaran yang menganut paham konstruktivistik yang relevan dengan karakteristik matematika dan tujuan pembelajaran matematika cukup banyak, seperti (1) model pembelajaran berbasis masalah, (2) pembelajaran kontekstual, (3) pembelajaran kooperatif dan banyak model pembelajaran lainnya. Bapak/Ibu dapat mempelajarinya secara mendalam melalui aneka sumber pembelajaran. Pokok bahasan yang dikaji dalam buku petunjuk guru ini, antara lain: (1) eksponen dan logaritma, (2) persamaan dan pertidaksamaan linier, (3) sistem persamaan dan pertidaksamaan linier, (4) matriks, (5) relasi dan fungsi, (6) barisan dan deret, (7) persamaan dan fungsi kuadrat, (8) limit dan (9) peluang yang tertera dalam kurikulum 2013. Berbagai konsep, aturan dan sifat-sifat dalam matematika ditemukan melalui penyelesaian masalah nyata, media pembelajaran, yang terkait dengan materi yang diajarkan. Seluruh materi yang diajarkan berkiblat pada pencapaian kompetensi yang ditetapkan dalam kurikulum matematika 2013. Semua petunjuk yang diberikan dalam buku ini hanyalah pokok-pokoknya saja. Oleh karena itu, Bapak dan Ibu guru dapat mengembangkan dan menyesuaikan dengan keadaan dan suasana kelas saat pembelajaran berlangsung. Akhirnya, tidak ada gading yang tak retak. Rendahnya kualitas pendidikan matematika adalah masalah kita bersama. Kita telah diberi talenta yang beragam, seberapa besar buahnya yang dapat kita persembahkan padaNya. Taburlah rotimu di lautan tanpa batas, percayalah kamu akan mendapat roti sebanyak pasir di tepi pantai. Mari kita lakukan tugas mulia ini sebaik-baiknya, semoga buku petunjuk guru ini dapat digunakan dan bermanfaat dalam pelaksanaan proses pembelajaran matematika di sekolah. Jakarta, Pebruari 2013 Tim Penulis

iv

Buku Guru Kelas X

Surat untuk Guru .............................................................................................................. iv Daftar Isi ............................................................................................................................ v Deskripsi Singkat Model Pembelajaran Berbasis Konstruktivistik .................................... x Pedoman Penyusunan Rencana Pembelajaran .............................................................. xv Fase Konstruksi Matematika ............................................................................................ xviii Contoh Analisis Topik ................................................................................................. xix Peta Konsep Matematika SMP Kelas X ........................................................................... xxi Bab 1 Eksponen dan Logaritma ................................................................................ 1 A. Kompetensi Dasar dan Pengalaman Belajar .............................................. 1 B. Peta Konsep ............................................................................................... 2 C. Materi Pembelajaran ................................................................................... 3 1. Menemukan konsep Eksponen ............................................................ 3 2. Pangkat Bulat Negatif .......................................................................... 9 3. Pangkat 0 ............................................................................................. 10 4. Sifat-Sifat Pangkat Bulat Positif ........................................................... 10 5. Pangkat Pecahan ................................................................................. 16 Uji Kompetensi 1.1 ............................................................................................. 18 6. Bentuk Akar .......................................................................................... 20 7. Hubungan Bentuk Akar dan Bilangan Berpangkat ............................... 21 8. Operasi Pada Bentuk Akar ................................................................... 22 a. Operasi Penjumlahan dan Pengurangan Bentuk Akar ................. 22 b. Operasi Perkalian dan Pembagian Bentuk Akar ........................... 23 c. Merasionalkan Penyebut Berbentuk Akar .................................... 23 Uji Kompetensi 1.2 ............................................................................................. 29 9. Menemukan Konsep Logaritma ........................................................... 32 10. Sifat-sifat Logaritma ............................................................................. 37 Uji Kompetensi 1.3 ............................................................................................. 43 Penutup.............................................................................................................. 44 Bab 2 Persamaan dan Pertidaksamaan Linear ........................................................ 46

A. Kompetensi Dasar dan Pengalaman Belajar .............................................. 46 B. Peta Konsep ............................................................................................... 47 C. Materi Pembelajaran ................................................................................... 48 1. Menemukan konsep Nilai Mutlak ........................................................ 48 2. Persamaan Linear ................................................................................ 53 Uji Kompetensi 2.1 ............................................................................................. 60 3. Aplikasi Nilai Mutlak Pada Persamaan Linier ....................................... 62 4. Pertidaksamaan Linear ........................................................................ 63 5. Aplikasi Nilai Mutlak pada Pertidaksamaan Linear .............................. 67 Uji Kompetensi 2.2 ............................................................................................. 69 Penutup ................................................................................................. 71

Matematika

v

Bab 3

Sistem Persamaan dan Pertidaksamaan Linear ........................................... 73

A. Kompetensi Dasar dan Pengalaman Belajar .............................................. 73 B. Peta konsep ................................................................................................ 74 C. Materi Pembelajaran ................................................................................... 75 1. Menemukan konsep Sistem Persamaan linear dua variabel ............... 75 Uji Kompetensi 3.1 ............................................................................................. 87 2. Menemukan Konsep Sistem Persamaan Linear tiga variabel ............. 88 Uji Kompetensi 3.2 ............................................................................................. 97 3. Penyelesaian Sistem Persamaaan Linear .......................................... 99 a. Menentukan Himpunan Penyelesaian Sistem Persamaan Linear Dua variabel .................................................... 99 b. Menentukan Himpunan Penyelesaian Sistem Persamaan linear Tiga Variabel .................................................... 106 Uji Kompetensi 3.3 ............................................................................................. 111 4. Sistem Pertidaksamaan Linear Dua Variabel ....................................... 114 Uji kompetensi 3.4 ............................................................................................. 118 Penutup ................................................................................................. 120 Bab 4 Matriks ................................................................................................. 122

A. Kompetensi Dasar dan Pengalaman Belajar .............................................. 122 B. Peta Konsep ............................................................................................... 123 C. Materi Pembelajaran ................................................................................... 124 1. Menemukan Konsep Matriks ................................................................ 124 2. Jenis-Jenis Matriks ............................................................................... 131 3. Transpos Matriks .................................................................................. 134 4. Kemandirian Dua Matriks ..................................................................... 137 Uji Kompetensi 4.1 ............................................................................................. 139 5. Memahami Operasi Sederhana Matriks serta Menerapkannya Dalam Pemecahan Masalah ................................................................ 141 a. Operasi Hitung pada Matriks ......................................................... 141 Uji Kompetensi 4.2 ............................................................................................. 152 6. Determinan dan Invers Matriks ............................................................ 154 Uji Kompetensi 4.3 ............................................................................................. 164 Penutup ................................................................................................. 167 Bab 5 Relasi dan Fungsi ............................................................................................ 168

A. Kompetensi Dasar dan Pengalaman Belajar .............................................. 168 B. Peta Konsep ............................................................................................... 169 C. Materi Pembelajaran ................................................................................... 170 1. Menemukan Konsep Relasi ................................................................. 170 2. Beberapa sifat Relasi ........................................................................... 176 3. Menemukan Konsep Fungsi ................................................................ 179 Uji Kompetensi 5.1 ............................................................................................. 189 Penutup ................................................................................................. 191

vi

Buku Guru Kelas X

Bab 6

Barisan dan Deret ............................................................................................ 192

A. Kompetensi Dasar dan Pengalaman Belajar .............................................. 192 B. Peta Konsep ............................................................................................... 193 C. Materi Pembelajaran ................................................................................... 194 1. Menemukan Pola Barisan dan Deret ................................................... 194 2. Menemukan Konsep Barisan dan Deret Aritmatika ............................. 201 a. Barisan Aritmatika ......................................................................... 201 b. Induksi Matematika ....................................................................... 207 c. Deret Aritmetika ............................................................................. 208 Uji Kompetensi 6.1 ............................................................................................. 213 3. Menemukan Konsep Barisan dan Deret Geometri .............................. 214 a. Barisan Geometri ......................................................................... 214 b. Deret Geometri ............................................................................. 216 Uji Kompetensi 6.2 ............................................................................................. 220 Penutup ................................................................................................. 221 Bab 7 Persamaan dan Fungsi Kuadrat ..................................................................... 222 A. Kompetensi Dasar dan Pengalaman Belajar............................................... 222 B. Peta Konsep ............................................................................................... 223 C. Materi Pembelajaran ................................................................................... 224 1. Persamaan Kuadrat ............................................................................. 224 a Menemukan Konsep Persamaan Kuadrat Satu Peubah ............... 224 Uji Kompetensi 7.1 ............................................................................................. 236 b. Menentukan Akar-akar Persamaan Kuadrat ................................. 237 c. Menemukan Rumus Untuk Menentukan Hasil Jumlah dan Hasil Kali Akar-akar Persamaan Kuadrat ...................................................... 241 d. Persamaan Kuadrat dengan Akar-akar x1 dan x2 ....................... 242 Uji Kompetensi 7.2 ............................................................................................. 243 2. Fungsi Kuadrat...................................................................................... 244 a. Menemukan Konsep Fungsi Kuadrat ............................................ 244 Uji Kompetensi 7.3 ............................................................................................. 255 b. Grafik Fungsi Kuadrat ................................................................... 256 c. Hubungan Persamaan Kuadrat dan Fungsi Kuadrat .................... 263 Uji Kompetensi 7.4 ............................................................................................. 264 Penutup ................................................................................................. 265 Bab 8 Trigonometri ................................................................................................. 267

A. Kompetensi Dasar dan Pengalaman Belajar .............................................. 267 B. Peta Konsep ............................................................................................... 268 C. Materi Pembelajaran ................................................................................... 269 1. Ukuran Sudut (Derajat dan Radian)...................................................... 269 Uji Kompetensi 8.1 ............................................................................................. 273 2. Konsep Dasar Sudut ............................................................................ 274 3. Perbandingan Trigonometri pada Segitiga Siku-Siku ........................... 277

Matematika

vii

Uji Kompetensi 8.2 ............................................................................................. 280 4. Nilai Perbandingan Trigonometri Sudut Istimewa ................................ 282 5. Perbandingan Trigonometri untuk sudut 300, 450, 600........................... 286 6. Grafik Fungsi Trigonometri ................................................................... 295 Uji Kompetensi 8.3 ............................................................................................. 300 Penutup ................................................................................................. 302 Bab 9 Geometri ................................................................................................ 304 A. Kompetensi Dasar dan Pengalaman Belajar .............................................. 304 B. Peta Konsep ............................................................................................... 305 C. Materi Pembelajaran ................................................................................... 306 1. Menemukan Konsep Jarak Titik, Garis, dan bidang ............................. 306 a. Kedudukan Titik ............................................................................. 306 b. Jarak Antara Titik dan Titik ............................................................ 308 c. Jarak Titik ke Garis ........................................................................ 311 d. Jarak Titik ke Bidang ..................................................................... 314 e. Jarak antara Dua Garis dan Dua Bidang yang Sejajar ................. 318 Uji Kompetensi 9.1 ............................................................................................. 319 2. Menemukan Konsep Sudut pada Bangun Ruang ................................ 320 a. Sudut antara Dua Garis dalam ruang ............................................ 323 b. Sudut antara Garis dan Bidang pada Bangun Ruang ................... 325 c. Sudut antara Dua Bidang pada Bangun Ruang ............................ 329 Uji Kompetensi 9.2 ............................................................................................. 332 Penutup ................................................................................................. 335 Bab 10 Limit Fungsi ................................................................................................. 337

A. Kompetensi Dasar dan Pengalaman Belajar .............................................. 337 B. Peta Konsep ............................................................................................... 338 C. Materi Pembelajaran ................................................................................... 339 1. Menemukan Konsep Limit Fungsi......................................................... 339 2. Sifat-Sifat Limit Fungsi ......................................................................... 349 3. Menentukan Limit Fungsi ..................................................................... 355 Uji Kompetensi 10.1 ........................................................................................... 361 Penutup ................................................................................................. 363 Bab 11 Statistika ................................................................................................. 365 A. Kompetensi Dasar dan Pengalaman Belajar .............................................. 365 B. Peta Konsep ............................................................................................... 366 C. Materi Pembelajaran ................................................................................... 367 1. Data Tunggal ........................................................................................ 367 Uji Kompetensi 11.1 ........................................................................................... 378 2. Penyajian Data Kelompok .................................................................... 380 Uji Kompetensi 11.2 ........................................................................................... 386 Penutup ................................................................................................. 387

viii

Buku Guru Kelas X

....................................................................... 410 Uji Kompetensi 12..... Kejadian...... 425 Matematika ix ...................Bab 12 Peluang .................................................................... Peluang Komplemen Suatu Kejadian ................................................................................2 ..................................... 389 A............. 416 Petunjuk Teknis Pelaksanaan Remedial dan Pengayaan................................................................. 417 B....... 396 3................... Menemukan Konsep Peluang dengan Frekuensi Relatif ........................................................................ 424 F........ 420 C........................................................ 399 Uji Kompetensi 12........................... Titik Sampel......................... 417 A...................... Materi Pembahasan Dalam Pembelajaran Remedial ............................... 424 Daftar Pustaka ...... Pengertian Percobaan.......... 414 Penutup ............... Peta Konsep .............. Pengertian dan Prosedur Pelaksanaan Pembelajaran Remedial dan Pengayaan .................................. Materi Pembelajaran . Tujuan Pembelajaran Remedial dan Pengayaan ............................................ dan ruang Sampel ................. Bentuk Pelaksanaan Pembelajaran Remedial dan Pengayaan .......... 390 C....................... 423 E............................................ 389 B................................ 420 D......................... Soal untuk Penilaian Kompetensi Siswa ................................................. Cara Penyajian dan Penentuan Ruang Sampel ....................................1 ..................... 391 1.............. 391 2............. Materi Pembahasan Dalam Pembelajaran Pengayaan ................................................ Kompetensi Dasar dan Pengalaman Belajar ............................... 409 4............

Dengan demikian. Kemudian guru menumbuhkan persepsi positif dan motivasi belajar pada diri siswa melalui pemaparan manfaat materi matematika yang dipelajari dalam penyelesaian masalah kehidupan serta meyakinkan siswa. Rancangan model pembelajaran yang diterapkan mengikuti 5 (lima) komponen utama model pembelajaran yang dijabarkan sebagai berikut. bertindak. hasil penyelesaian masalah. jika siswa terlibat aktif dalam merekonstruksi konsep dan prinsip matematika melalui penyelesaian masalah yang bersumber dari fakta dan lingkungan kehidupan siswa dengan strategi penyelesaian yang menerapkan pola interaksi sosial yang pahami siswa dan guru. dan pembelajaran lebih bermakna sebab setiap informasi baru dikaitkan dengan apa x Buku Guru Kelas X . dan (4) matematika adalah hasil abstraksi pikiran manusia. Sintaks Pengelolaan pembelajaran terdiri 5 tahapan pembelajaran. (5) seluruh hasil kerja selalu dipresentasikan di depan kelas untuk menemukan berbagai konsep. yaitu: a. diagram. Apersepsi Tahap apersepsi diawali dengan menginformasikan kepada siswa kompetensi dasar dan indikator yang akan dicapai siswa melalui pembelajaran materi yang akan diajarkan. (4) upaya guru mengorganisasikan bekerjasama dalam kelompok belajar. (2) siswa diberi kebebasan berpikir memahami masalah.DESKRIPSI SINGKAT MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS KONSTRUKTIVISTIK Model pembelajaran yang diterapkan dalam buku ini. (3) matematika adalah hasil konstruksi sosial dan sebagai alat penyelesaian masalah kehidupan. mereka telah memiliki potensi. skema. (1) setiap anak lahir di bumi. informasi baru berupa pengetahuan lebih bertahan lama di dalam ingatan siswa. melatih siswa berkomunikasi menggunakan grafik. dan persepsi setiap orang dipengaruhi nilai budayanya. (2) cara berpikir. aturan matematika yang ditemukan melalui proses pembelajaran. siswa akan lebih baik menguasai materi yang diajarkan. Pembelajaran matematika yang diharapkan dalam praktek pembelajaran di kelas adalah (1) pembelajaran berpusat pada aktivitas siswa. (3) guru melatih dan membimbing siswa berpikir kritis dan kreatif dalam menyelesaikan masalah. dilandasi teori pembelajaran yang menganut paham konstruktivistik yang memberi perhatian pada aspek-aspek kognisi dan mengangkat berbagai masalah real world yang sangat mempengaruhi aktifitas dan perkembangan mental siswa selama proses pembelajaran dengan prinsip bahwa. 1. mengajukan ide-ide secara bebas dan terbuka. dan variabel. membangun strategi penyelesaian masalah.

dan Masalah Pada tahap orientasi masalah dan penyelesaian masalah. masukan bandingan pemikiran. contoh analogi. Guru menanamkan nilai-nilai matematis (jujur. guru meminta salah satu kelompok mempresentasikan hasil kerjanya di depan kelas dan memberi kesempatan pada kelompok lain memberi tanggapan berupa kritikan disertai alasan-alasan. berbeda agama dengan tujuan agar siswa terlatih bekerjasama. Kriteria untuk memilih hasil diskusi kelompok yang akan dipresentasikan antara lain: jawaban kelompok berbeda dengan jawaban xi Matematika . Guru memfasilitasi siswa dengan buku siswa. c. Selanjutnya guru mengajukan permasalahan matematika yang bersumber dari lingkungan kehidupan siswa. maka salah seorang dari anggota kelompok bertanya pada guru sebagai panutan. serta mendorong siswa bekerjasama. memotivasi dan mengarahkan jalannya diskusi agar lebih efektif. yakni keheterogenan anggota kelompok dari segi karakteristik (kemampuan dan jenis kelamin) siswa. Antar anggota kelompok saling bertanya-jawab. bantuan jalan keluar sampai saatnya siswa dapat mengambil alih tugas-tugas penyelesaian masalah. konsisten. Selanjutnya. berdiskusi) dengan kelompok lain dengan arahan guru. Mempresentasikan dan Mengembangkan Hasil Kerja Pada tahapan ini. berkomunikasi. b. guru meminta siswa mencoba memahami masalah dan mendiskusikan hasil pemikiran melalui belajar kelompok. memberi kemudahan pengerjaan siswa. tangguh menghadapi masalah) dan nilai-nilai budaya agar para siswa saling berinteraksi secara sosio kultural. berbeda budaya. Pembentukan kelompok belajar menerapkan prinsip kooperatif. guru memusatkan pembelajaran pada siswa dalam kelompok belajar untuk menyelesaikan masalah. mencari ide dan jalan keluar penyelesaian masalah. menumbuhkan rasa toleransi dalam perbedaan. saling membantu dan berbagi informasi. Guru meminta siswa memahami masalah secara individu dan mendiskusikan hasil pemikirannya dalam kelompok. merenungkan hasil pemikiran teman.yang diketahui siswa dan menunjukkan secara nyata kegunaan konsep dan prinsip matematika yang dipelajari dalam kehidupan. Selanjutnya guru memberi scaffolding. bertanya. dan dilanjutkan berdialog secara interaktif (berdebat. berdebat. yaitu berupa pemberian petunjuk. mengajukan ide-ide. Interaksi Sosial di antara Siswa. Sesekali guru mengajukan pertanyaan menguji pemahaman/penguasaan penyaji dan dapat ditanggapi oleh kelompok lain. Lembar Aktivitas Siswa (LAS) dan Asesmen Otentik. Setiap kelompok memadu hasil pemikiran dan menuangkannya dalam sebuah LAS yang dirancang guru. Jika semua anggota kelompok mengalami kesulitan memahami dan menyelesaikan masalah. struktur. Guru. saling memberi ide dalam penyelesaian masalah.

Tujuan lain tahapan ini adalah melatih siswa terampil menyajikan hasil kerjanya melalui penyampaian ide-ide di depan umum (teman satu kelas). kelompok penyaji akan diuji oleh kelompok lain dan guru tentang penguasaan dan pemahaman mereka atas penyelesaian masalah yang dilakukan. guru melakukan evaluasi materi akademik dengan pemberian kuis atau meminta siswa membuat peta konsep atau memberi tugas di rumah atau membuat peta materi yang dipelajari. Dengan demikian kelompok penyaji bisa lebih dari satu. Menganalisis dan Mengevaluasi Proses dan Hasil Penyelesaian Masalah Pada tahapan ini. xii Buku Guru Kelas X . untuk memampukan siswa berinteraksi/berkolaborasi dengan orang lain. serta melengkapi hasil pemikiran siswa dengan memberikan contoh dan bukan contoh konsep. Sehingga pertimbangan-pertimbangan secara objektif akan muncul di antara siswa. Selanjutnya. diturunkan beberapa sifat dan aturan-aturan. menguji pemahaman siswa dalam proses penemuan konsep dan prinsip. Tujuan tahapan ini adalah untuk mengetahui keefektifan hasil diskusi dan hasil kerja kelompok pada tahapan sebelumnya. guru meminta siswa memberi alasan. apakah objek itu termasuk contoh atau bukan contoh konsep. Berdasar konsep yang ditemukan/direkonstruksi. Setelah konsep ditemukan. ada ide penting dalam hasil diskusi kelompok yang perlu mendapat perhatian khusus. Selanjutnya siswa diberi kesempatan mengerjakan soal-soal tantangan untuk menunjukkan kebergunaan konsep dan prinsip matematika yang dimiliki. Dengan mengajukan sebuah objek. Dalam penyajiannya. guru mendorong terjadinya diskusi kelas dan mendorong siswa mengajukan ide-ide secara terbuka dengan menanamkan nilai soft skill. Selama presentasi hasil kerja.dari kelompok lain. Keterampilan mengomunikasikan ide-ide tersebut adalah salah satu kompetensi yang dituntut dalam pembelajaran berdasarkan masalah. Temuan Objek Matematika dan Penguatan Skemata Baru Objek-objek matematika berupa model (contoh konsep) yang diperoleh dari proses dan hasil penyelesaian masalah dijadikan bahan inspirasi dan abstraksi konsep melalui penemuan ciri-ciri konsep oleh siswa dan mengkonstruksi konsep secara ilmiah. Dengan cara tersebut dimungkinkan tiap-tiap kelompok mendapatkan pemikiran-pemikiran baru dari kelompok lain atau alternatif jawaban yang lain yang berbeda. Sesekali guru menguji pemahaman siswa atas konsep dan prinsip yang ditemukan. d. e. guru melakukan teorema pengontrasan melalui pengajuan contoh dan bukan contoh. guru membantu siswa atau kelompok mengkaji ulang hasil penyelesaian masalah. Guru memberi kesempatan bertanya atas hal-hal yang kurang dipahami.

membimbing. guru tidak boleh terlalu mendominasi siswa. kebebasan mengajukan pendapat. guru terlebih dahulu memberi kesempatan pada siswa lainnya memberikan tanggapan dan merangkum hasilnya. sehingga fungsi guru sebagai fasilitator. menunjukkan kelemahan atas pemahaman siswa dan memancing mereka menemukan jalan keluar untuk mendapatkan penyelesaian masalah yang sesungguhnya. Ketika siswa bekerja menyelesaikan tugas-tugas. kritikan. berdialog dan berdebat. guru harus memberikan kesempatan pada siswa untuk mengungkapkan hasil pemikirannya secara bebas dan terbuka. motivator dan mediator dalam pembelajaran. bersifat membantu dan gotong royong) untuk menghasilkan penyelesaian masalah yang disepakati bersama. Jika ada siswa yang bertanya. para siswa diizinkan berbahasa daerah dalam menyampaikan pertanyaan. pendapat terhadap temannya maupun pada guru. Dalam interaksi sosio kultural. Tingkah laku guru dalam menanggapi hasil pemikiran siswa berupa pertanyaan atau kesulitan yang dialami dalam menyelesaikan masalah harus bersifat mengarahkan. 3. maka guru saatnya memberi penjelasan atau bantuan/memberi petunjuk sampai siswa dapat mengambil alih penyelesaian masalah pada langkah berikutnya. Siswa dalam kelompok saling bekerjasama dalam menyelesaikan masalah. Sistem Pendukung Agar model pembelajaran ini dapat terlaksana secara praktis dan efektif. memotivasi dan membangkitkan semangat belajar siswa. Sistem Sosial Pengorganisasian siswa selama proses pembelajaran menerapkan pola pembelajaran kooperatif. sebelum guru memberikan penjelasan/bantuan. Jika keseluruhan siswa mengalami kesulitan. saling bertanya/ berdiskusi antara siswa yang lemah dan yang pintar. mencermati pemahaman siswa atas objek matematika yang diperoleh dari proses dan hasil penyelesaian masalah. Matematika xiii . Prinsip Reaksi Model pembelajaran yang diterapkan dalam buku ini dilandasi teori konstruktivis dan nilai budaya dimana siswa belajar yang memberi penekanan pembelajaran berpusat pada siswa. guru diwajibkan membuat suatu rancangan pembelajaran yang dilandasi teori pembelajaran konstruktivis dan nilai soft skill matematis yang diwujudkan dalam setiap langkahlangkah pembelajaran yang ditetapkan dan menyediakan fasilitas belajar yang cukup. Untuk mewujudkan tingkah laku tersebut. guru selalu menanamkan nilai-nilai soft skill dan nilai matematis. guru mengontrol jalannya diskusi dan memberikan motivasi agar siswa tetap berusaha menyelesaikan tugas-tugasnya. Dalam interaksi sosio kultural di antara siswa dan temannya. 4.2.

lembar kerja siswa. daya lihat dan kemampuan). Penerimaan individu atas perbedaan-perbedaan yang terjadi (perbedaan pola pikir. Dengan demikian terbentuk dengan sendirinya rasa memiliki. komponen-komponen model. maka suatu saat diharapkan siswa xiv Buku Guru Kelas X . Retensi pengetahuan matematika yang dimiliki siswa dapat bertahan lebih lama sebab siswa terlibat aktif di dalam proses penemuannya. Kebermaknaan pembelajaran yang melahirkan pemahaman. Motivasi belajar secara internal akan menimbulkan kecintaan terhadap dewi matematika. dan media pembelajaran yang diperlukan. Siswa memandang bahwa matematika terkait dan inklusif di dalam budaya. buku siswa. Pemahaman siswa terhadap obek-objek matematika dibangun berdasarkan pengalaman budaya dan pengalaman belajar yang telah dimiliki sebelumnya. Dampak pengiring yang akan terjadi dengan penerapan model pembelajaran berbasis konstruktivistik adalah siswa mampu menemukan kembali berbagai konsep dan aturan matematika dan menyadari betapa tingginya manfaat matematika bagi kehidupan sehingga dia tidak merasa terasing dari lingkungannya. Kebergunaan akan menimbulkan motivasi belajar secara internal dari dalam diri siswa dan rasa memiliki terhadap matematika akan muncul sebab matematika yang dipahami adalah hasil rekonstruksi pemikirannya sendiri. Jika matematika bagian dari budaya siswa. dan persepsi positif siswa terhadap matematika dan budayanya. objek-objek abstraksi dari lingkungan budaya. serta berkembangnya kemampuan berkolaborasi antara siswa. dan pemahaman mendasari kemampuan siswa mentransfer pengetahuannya dalam menyelesaikan masalah. Dampak Instruksional dan Pengiring yang Diharapkan Dampak langsung penerapan pembelajaran ini adalah memampukan siswa merekonstruksi konsep dan prinsip matematika melalui penyelesaian masalah dan terbiasa menyelesaikan masalah nyata dilingkungan siswa. petunjuk pelaksanaan dan seluruh perangkat pembelajaran yang digunakan seperti rencana pembelajaran. siswa terbiasa menganalisis secara logis dan kritis memberikan pendapat atas apa saja yang dipelajari menggunakan pengalaman belajar yang dimiliki sebelumnya. buku guru. Kemampuan menyelesaikan masalah tidak rutin menyadarkan siswa akan kebergunaan matematika. Selain dampak di atas. pemahaman. sikap. 5. Bercinta dengan dewi matematika berarti penyatuan diri dengan keabstrakan yang tidak memiliki batas atas dan batas bawah tetapi bekerja dengan simbol-simbol.Dalam hal ini dikembangkan buku model yang berisikan teori-teori pendukung dalam melaksanakan pembelajaran. Matematika sebagai ilmu pengetahuan tidak lagi dipandang sebagai hasil pemikiran dunia luar tetapi berada pada lingkungan budaya siswa yang bermanfaat dalam menyelesaikan permasalahan di lingkungan budayanya.

6. buku petunjuk guru. 5. 2. Materi pokok yang akan diajarkan. cara bertingkah laku. 4. Alokasi waktu: banyak jam pertemuan untuk setiap pokok bahasan tidak harus sama tergantung kepadatan dan kesulitan materi untuk tiap-tiap pokok bahasan. berbagi pengetahuan. saling membantu. yaitu fasilitas pembelajaran yang harus dipersiapkan oleh guru. objek-objek budaya. Berdasarkan analisis kurikulum matematika ditetapkan hal-hal berikut 1. otonomi dan kebebasan siswa. Kelengkapan. dan peta konsep (contoh disajikan di bawah). misalnya: rencana pembelajaran. Materi prasyarat. termasuk analisis topik. PEDOMAN PENYUSUNAN RENCANA PEMBELAJARAN Penyusunan rencana pembelajaran berpedoman pada kurikulum matematika 2013 dan sintaksis Model Pembelajaran. laboratorium. Dalam hal ini perlu dilakukan tes kemampuan awal siswa. Kompetensi dasar dan indikator pencapaian kompetensi dasar untuk tiap-tiap pokok bahasan. cara berpikir. seperti menyelesaikan masalah autentik (masalah bersumber dari fakta dan lingkungan budaya). dan alat peraga jika dibutuhkan. toleransi terhadap ketidakpastian dan masalah-masalah non rutin.memiliki cara tersendiri memeliharanya dan menjadikannya Landasan Makna (Landaan makna dalam hal ini berpihak pada sikap. kepercayaan diri. buku siswa. Penentuan rata-rata banyak jam pelajaran untuk satu pokok bahasan adalah hasil bagi jumlah jam efektif untuk satu semester dibagi banyak pokok bahasan yang akan diajarkan untuk semester tersebut. memberikan pengalaman belajar bagi siswa. 3. Rumusan indikator dan kompetensi dasar harus disesuaikan dengan prinsip-prinsip pembelajaran matematika berdasarkan masalah. keterampilan proses keilmuan. lembar aktivitas siswa (LAS). cara mengingat apa yang dipahami oleh siswa sebagai pelakupelaku budaya). Hasil belajar yang akan dicapai melalui kegiatan pembelajaran antara alain: Produk : Konsep dan prinsip-prinsip yang terkait dengan materi pokok Matematika xv . Dampak pengiring yang lebih jauh adalah hakikat tentatif keilmuan. kumpulan masalah-masalah yang bersumber dari fakta dan lingkungan budaya siswa. berkolaborasi. yaitu materi yang harus dikuasai oleh siswa sebagai dasar untuk mempelajari materi pokok. berdiskusi dalam menyelesaikan masalah.

Kegiatan guru pada tahap apersepsi budaya antara lain: a. soft skill dan kebergunaan matematika. dan berpikir kreatif). Mengajukan masalah yang bersumber dari fakta dan lingkungan budaya siswa xvi Buku Guru Kelas X . merencanakan penyelesaian masalah. berpikir tingkat tinggi (berpikir kritis. Membentukan kelompok b. Memberi kesempatan pada siswa menanyakan hala-hal yang sulit dimengerti pada materi sebelumnya. (5) menganalisis dan mengevaluasi proses dan hasil penyelesaian masalah. b. jujur mengungkapkan pendapat dan senang belajar matematika. tangguh menghadapi masalah. yaitu: (1) apersepsi budaya. (3) persentase dan mengembangkan hasil kerja. bekerjasama. pola pikir deduktif. interaksi sosial dalam penyelesaian masalah. (2) orientasi dan penyelesaian masalah. Memberikan motivasi belajar pada siswa melalui penanaman nilai matematis. Menjelaskan pola interaksi sosial. d. (4) temuan objek matematika dan penguatan skemata baru. menyajikan hasil kerja dan menganalisis serta mengevaluasi kembali hasil penyelesaian masalah. menjelaskan peranan siswa dalam menyelesaikan masalah. Kegiatan yang dilakukan untuk setiap tahapan pembelajaran dijabarkan sebagai berikut: 1. Sintaksis pembelajaran adalah langkah-langkah pembelajaran yang dirancang dan dihasilkan dari kajian teori yang melandasi model pembelajaran berbasis konstruktivistik. Kegiatan guru pada tahap penyelesaian masalah dengan pola interaksi edukatif antara lain: a. c. Sintaks model pembelajaran terdiri dari 5 langkah pokok. Sehingga skenario pembelajaran yang terdapat pada rencana pembelajaran disusun mengikuti setiap langkah-langkah pembelajaran (sintaks). Afektif : Menghargai budaya. Menginformasikan indikator pencapaian kompetensi dasar. Kognitif : Kemampuan matematisasi. kemampuan abstraksi. Menciptakan persepsi positif dalam diri siswa terhadap budayanya dan matematika sebagai hasil konstruksi sosial. memodelkan masalah secara matematika. Sementara. penerimaan individu atas perbedaan yang ada. kemampuan berkomunikasi. Psikomotor : Keterampilan menyelesaikan masalah. rencana pembelajaran adalah operasional dari sintaks. ketrampilan berkolaborasi. Proses : Apersepsi budaya. 2. e.

Meminta siswa memahami masalah secara individual dan kelompok Mendorong siswa bekerjasama menyelesaikan tugas-tugas Membantu siswa merumuskan hipotesis (dugaan). Menguji pemahaman siswa 4. Mengarahkan siswa membangun konsep dan prinsip secara ilmiah b. Memberi kesempatan melakukan konektivitas konsep dan prinsip dalam mengerjakan soal tantangan e. Mengontrol jalannya diskusi agar pembelajaran berjalan dengan efektif e. Memberi kesempatan pada kelompok mempresentasikan hasil penyelesaian masalah di depan kelas b. Kegiatan guru pada tahap menganalisis dan mengevaluasi proses dan hasil penyelesaian masalah antara lain: a. Membantu siswa mendefinisikan dan mengorganisasikan tugas-tugas belajar yang berkaitan dengan masalah d. f. Kegiatan guru pada tahap persentasi dan mengembangkan hasil kerja antara lain: a. Mengkondisikan antar anggota kelompok berdiskusi. Membantu siswa mengkaji ulang hasil penyelesaian masalah b. d. Mendorong keterbukaan. e. Menguji pemahaman siswa atas konsep yang ditemukan melalui pengajuan contoh dan bukan contoh konsep c. Matematika xvii . Memotivasi siswa untuk terlibat dalam penyelesaian masalah yang selektif c. Membantu dan memberi kemudahan pengerjaan siswa dalam menyelesaikan masalah dalam pemberian solusi 3. Memberikan scaffolding 5. proses-proses demokrasi f. Mengevaluasi materi akademik: memberi kuis atau membuat peta konsep atau peta materi. Membimbing. c. Mendorong siswa mengekspresikan ide-ide secara terbuka j. Kegiatan guru pada tahap temuan objek matematika dan penguatan skemata baru antara lain: a. Membimbing siswa menyajikan hasil kerja c. Membantu siswa menemukan konsep berdasarkan masalah d. mendorong/mengarahkan siswa menyelesaikan dan mengerjakan LKS g. Memberikan scaffolding pada kelompok atau individu yang mengalami kesulitan h. berdebat dengan pola kooperatif i. Memberi kesempatan kelompok lain mengkritisi/menanggapi hasil kerja kelompok penyaji dan memberi masukan sebagai alternatif pemikiran.

xviii Buku Guru Kelas X .

Matematika xix .

xx Buku Guru Kelas X .

Matematika xxi .

.

2. • • • • Bilangan Pokok (Basis) Perpangkatan Eksponen Logaritma . • membuktikan sifat-sifat dan aturan matematika yang berkaitan dengan eksponen dan logaritma berdasarkan konsep yang sudah dimiliki. • menafsirkan hasil pemecahan masalah. konsisten dan jujur serta menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Pengalaman Belajar Melalui pembelajaran materi eksponen dan logaritma. menghayati pola hidup disiplin. memilih dan menerapkan aturan eksponen dan logaritma sesuai dengan karakteristik permasalahan yang akan diselesaikan dan memeriksa kebenaran langkah-langkahnya.Bab Eksponen dan Logaritma A. • menyelesaikan model Matematika untuk memperoleh solusi permasalahan yang diberikan. • merancang model Matematika dari sebuah permasalahan autentik yang berkaitan dengan eksponen dan logaritma.berdasarkan ciriciri yang dituliskan sebelumnya. KOMPETENSI DASAR DAN PENGALAMAN BELAJAR Kompetensi Dasar Setelah mengikuti pembelajaran eksponen dan logaritma siswa mampu: 1. menyajikan masalah nyata menggunakan operasi aljabar berupa eksponen dan logaritma serta menyelesaikannya menggunakan sifat-sifat dan aturan yang telah terbukti kebenarannya. 3. • membuktikan berbagai sifat terkait eksponen dan logaritma. • menuliskan dengan kata-katanya sendiri konsep persamaan kuadrat. kritis. bertanggungjawab. • menerapkan berbagai sifat eksponen dan logaritma dalam pemecahan masalah. siswa memperoleh pengalaman belajar: • mengkomunikasikan karakteristik masalah otentik yang pemecahannya terkait eksponen dan logaritma.

PETA KONSEP Himpunan Materi prasyarat Masalah Otentik Fungsi Eksponen Unsur Bilangan Eksponen Fungsi Basis Pangkat Hasil Operasi Fungsi Logaritma Bilangan Logaritma Unsur Basis Numerus Hasil Logaritma Sifat-sifat Eksponen Sifat-sifat Logaritma BUKU PEGANGAN SISWA 2 2 Buku Guru Kelas X . PETA KONSEP B.B.

berdiskusi.C. Di dalam proses pemecahan masalah-masalah yang diberikan. Peneliti tersebut ingin mengetahui banyak bakteri sebagai hasil pembelahan dan mencari tahu banyak bakteri dalam waktu 8 jam. kamu menuliskan konsep eksponen dengan pemahaman sendiri. Untuk itu perhatikan dan selesaikan dengan cermat permasalahan-permasalahan yang diberikan. SMP/MTs. ukuran kebenarannya adalah apabila konsep tersebut diterima pada struktur matematika yang sudah ada sebelumnya. Pada kultur bakteri tersebut. simbolsimbol. kamu secara individu menuliskan ciri-ciri eksponen dan mendiskusikan hasilnya dengan temanmu. konsep-konsep. jumlah bakteri tersebut menjadi 40. berupaya mencari ide-ide kreatif. Matematika 3 . kamu cermati objek-objek yang dilibatkan dalam permasalahan yang diberikan. menggunakan variabel-variabel. 1. rumus-rumus yang saling bertentangan. Kamu lebih dahulu berusaha memikirkan. bahkan pada materi yang baru saja kamu pelajari. yaitu. artinya. kamu selesaikan masalah yang disajikan di bawah ini secara berkelanjutan. mencoba memecahkan masalah di dalam kelompok belajar. Pegang teguh sifat matematika.000 bakteri dan setelah 2 jam kemudian. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa jumlah bakteri pada akhir 3 jam adalah 10. Jika prinsip (rumus-rumus. ukuran kebenarannya dapat dibuktikan kebenarannya menggunakan konsep atau aturan yang sudah ada sebelumnya. baik di tingkat SD/MI. Menemukan Konsep Eksponen Untuk menemukan konsep eksponen.1 Seorang peneliti bidang mikrobiologi di sebuah lembaga penelitian sedang mengamati pertumbuhan suatu bakteri di sebuah laboratorium mikrobiologi. Matematika menganut kebenaran konsistensi. tidak boleh ada di dalamnya unsur-unsur. sifat-sifat) yang ditemukan. Demikian juga kamu tidak boleh mengabaikan atau melupakan konsep-konsep dan aturan-aturan matematika yang telah dipelajari sebelumnya. Berdasarkan ciri-ciri tersebut. Jika sebuah konsep ditemukan. matematika bersandar pada kesepakatan. MATERI PEMBELAJARAN Banyak permasalahan kehidupan yang penyelesaiannya terkait dengan konsep dan aturan-aturan dalam matematika. satu bakteri membelah menjadi r bakteri setiap jam. Objek-objek itu menjadi bahan aspirasi/inspirasi. saling terkait materinya. dan bersifat abstrak sebab matematika adalah hasil abstraksi pemikiran manusia. Dari beberapa model matematika yang melibatkan eksponen.000 bakteri. karena terkadang ada konsep matematika melekat pada objek itu yang tidak kita sadari dan ternyata sebagai kata kunci dalam penyelesaian masalah. Masalah-1.

......... ... ♦ Organisasikan siswa belajar dalam kelompok dengan banyak anggota kelompok 4-5 orang untuk mendiskusikan model matematika yang ditemukan secara individu......... Kita substitusi ke formula di atas.000 bakteri dan setelah 5 jam terdapat 40.. Arahkan siswa memahami masalah dan meminta siswa menuliskan informasi yang diketahui dalam masalah dan menuliskan apa yang ditanyakan...... Penyelesaian: Misalkan jumlah bakteri pada awalnya (t = 0) adalah x0. × r × x0 atau secara ringkas ditulis t faktor xt = r t x0 . Alternatif Penyelesaian Diketahui: Satu bakteri membelah menjadi r bakteri untuk setiap jam. .000 bakteri.. ..... Guru menjembatani perbedaan hasil pemikiran antar siswa dalam setiap kelompok dan menuliskan hasil pemikiran bersama pada LAS..... .. Jumlah bakteri pada akhir 3 jam adalah 10..♦ Ajukan masalah pada siswa dengan membagikan Lembar Aktivitas Siswa (LAS).. b......... Berapa banyak bakteri sebagai hasil pembelahan. maka 4 Buku Guru Kelas X .. Ditanya: a......... ♦ Meminta siswa membuat tabel laju pertumbuhan bakteri terhadap waktu setiap jam.. (1) dengan t dalam jam.. ..1 diketahui bahwa pada akhir 3 jam terdapat 10. Isilah tabel berikut! Jam ke-t Jumlah bakteri (xt) 0 x0 1 rx0 ..... kita dapat membuat hubungan pertumbuhan jumlah bakteri (xt) tersebut terhadap perubahan waktu (t).... x0 adalah jumlah bakteri saat t = 0 dan r adalah banyak bakteri setelah pembelahan terjadi pada setiap jam..... . Arahkan siswa menemukan model matematika yang menyatakan hubungan banyak bakteri hasil pembelahan pada saat waktu tertentu... xt = r × r × r × . Berapa jumlah bakteri dalam waktu 8 jam...... Dari hasil pengamatan data pada tabel di atas.................. jumlahnya menjadi 40..... ... Diharapkan siswa menuliskan hal berikut.....000 bakteri dan setelah 2 jam kemudian........ Pada Masalah-1...000 bakteri.

000 = x3 10.000 r 5 x0 =4 r 3 x0 r2 = 4 r=2 Jadi. peneliti tersebut menemukan bahwa 1 bakteri membelah menjadi 2 bakteri untuk setiap 15 menit.000. Dengan demikian x0 = 1. Masalah-1. ditemukan r2 = 4 maka r = 2.250. Apakah r = –2 tidak berlaku? Minta siswa memberi alasan.2 dan memfasilitasi siswa terhadap alat yang dibutuhkan. Untuk mendapatkan banyak bakteri pada awalnya atau t = 0.000 bakteri. Lipatlah kertas tersebut di tengah-tengah sehingga garis lipatan membagi dua bidang kertas menjadi dua bagian yang sama.000 dan x5 = r5x0 = 40.diperoleh x3 = r3x0 = 10. ♦ Ajukan Masalah 1. Jembatani jika ada cara yang berbeda hasil kerja di antara kelompok atau di antara siswa. Jadi. substitusi r = 2 ke persamaan r3x0 = 10. Temukanlah pola yang menyatakan hubungan banyak lipatan dengan banyak bidang kertas yang terbentuk.000 x5 40.250 ke persamaan (1).2 Diberikan selembar kertas berbentuk persegi panjang. Matematika 5 .2 t 15 120 8 )(  ) x8 = (2 1250 x120 =  2 5  (1250) = 320.000 sehingga 8x0 = 10. peneliti mendapatkan jumlah bakteri sudah mencapai 320.000   Dalam Masalah-1. setelah 8 jam.1. ♦ Guru meminta salah satu kelompok untuk mempresentasikan hasil kerjanya di depan kelas dan kelompok siswa yang lain untuk memberi tanggapan terhadap hasil kerja kelompok penyaji. pola pertumbuhan bakteri tersebut dinyatakan xt = 1250. Subtitusikan x0 = 1.

.. misalkan k adalah banyak bidang kertas yang terbentuk sebagai hasil lipatan bidang permukaan kertas menjadi dua bagian yang sama..... Pola Perkalian 2=2 4=2×2 8=2×2×2 . Berdasarkan persamaan (1) dan (2)........... diperoleh Dari persamaan (1) xt = r tx0... Banyak Lipatan 1 2 3 4 5 Banyak Bidang Kertas 2 4 8 ................. k dapat dinyatakan dalam n....... .. Dari persamaan (2) kn = an....... Berdasarkan tabel di atas. 6 Buku Guru Kelas X .. .. Untuk menyederhanakan penulisan hasil kali bilangan yang sama....... N ♦ Meminta beberapa siswa mempersentasikan hasil kerjanya di depan kelas dan memita siswa lain menanggapi hasil pemikiran temannya........ (2) ♦ Meminta siswa menguji kebenaran persamaan kn = an dengan mensubtitusikan nilai n dan a ke persamaan tersebut.... Arahkan siswa menemukan model matematika yang menyatakan hubungan banyak lipatan kertas dan banyak bidang kertas yang terbentuk........... r adalah bilangan pokok dan t adalah eksponen dari r. Selanjutnya guru meminta siswa mengamati dan mencermati data pada tabel. Diharapkan siswa menuliskan hal berikut Alternatif Penyelesaian Tabel keterkaitan antara banyak lipatan dengan banyak bidang kertas yang terbentuk... . ........ n adalah banyak lipatan.. Diharapkan siswa menemukan model matematika yang menyatakan hubungan banyaknya bidang kertas dengan banyaknya lipatan....... kita dapat menggunakan notasi pangkat..♦ Meminta siswa membuat tabel keterkaitan antara banyak lipatan dengan banyak bidang kertas yang terbentuk. Bilangan berpangkat didefinisikan sebagai berikut.. yaitu kn = 2n .. a adalah bilangan pokok dan n adalah eksponen dari a......

Catatan: 1.. tidak semua a0 dengan a bilangan real hasilnya adalah 1. 12. Pada Definisi-1. mengapa demikian? 3.3 berikut! Masalah-1.... Jika n adalah sebuah variabel (variabel sebagai eksponen dari a). × a dengan a sebagai basis n faktor bilangan pokok dan n sebagai pangkat. 8 .. 7 .Definisi 1. × a sebanyak n faktor. Setiap 1 jam separuh zat itu dikeluarkan oleh ginjal.5 ♦ Meminta siswa melengkapi data pada tabel dan mencoba menggambarkan pasangan titik-titik tersebut pada sistem koordinat kartesius! Matematika 7 .1 Misalkan a bilangan real dan n bilangan bulat positif. dapat ditulis a n = a × a × a × ... ini hanya berlaku ketika semesta n∈N.1 di atas. an adalah hasil kali bilangan a sebanyak n faktor.. 2... Perhatikan Masalah-1. Sebab an = a × a × .. a1 cukup ditulis a. maka perlu dicermati semestanya dimana variabel itu dibicarakan.. Bila 100 mg zat itu disuntikkan ke tubuh manusia. Hati-hati dengan bilangan pokok a = 0. 6 . berapa miligram zat itu yang tersisa dalam darah setelah: 1) t = 1 jam? 2) t = 2 jam? 3) t = 3 jam? 4) Buatlah model matematika pengurangan zat tersebut dari tubuh melalui ginjal! 5) Gambarlah grafik model persamaan yang ditemukan! Alternatif Penyelesaian Langkah awal isilah tabel berikut: t Jumlah zat z(t) 1 50 2 25 3 4 .3 Suatu zat yang disuntikkan ke dalam tubuh manusia akan dikeluarkan dari darah melalui ginjal.. 5 . kita sepakati.. Coba tanyakan pada gurumu.

.. 5 .1) di bawah ini..1 persamaan zt = 100  dengan t adalah banyak jam... f(x) = 3-x f(x) = 2-x tersebut pada sistem koordinat kartesius! f(x) f(x) = 2x f(x) = 3x x Gambar 1.... Latihan 1. Dalam paparan jelaskan mengapa kita perlu mengetahui sifat-sifat tersebut! 8 Buku Guru Kelas X . bagaimana perilaku grafik ketika x f(x) = 3x menuju - dan ketika x menuju ? Apakah grafik itu sampai berpotongan atau f(x) = 3–x BUKU PEGANGAN SISWA 8 ♦ Organisasikan siswa belajar dalam kelompok.1: Grafik Fungsi Eksponensial f(x) = 2x f(x) = 2x f(x) = –3 2-x f(x) = 3x f(x) = 3-x -3 -2 -1 0 x 1x 2 3 4 –2 –1 0 1 2 3 4 f(x) = 2–x Diskusikan dengan teman satu kelompokmu.. Minta siswa menuliskan paling sedikit 5 (lima) sifat grafik fungsi eksponen dan hasil kerja kelompok disajikan di depan kelas..5 4 .1 Grafik fungsi eksponen Gambar-1. Isilah nilai-nilai Selanjutnya perhatikan gambar grafik fungsi di bawah ini. Isilah secara lengkap data pada tabel dan coba gambarkan data-data (pasangan titik) Selanjutnya perhatikan grafik fungsi (Gambar 1..1 Amati grafik di atas. 2 T 1 z(t) = 100  2 t 1 50 2 25 3 12. fungsi tersebut dan sajikan nilai-nilai tersebut pada tabel yang diberikan. 6 ... 7 .. 8 . Tuliskan sedikitnya 5 (lima) sifat grafik fungsi eksponen dan presentasi hasilnya di depan kelas.. Isilah nilai-nilai yang dilalui yang dilalui fungsi tersebut dan sajikan nilai-nilai tersebut pada tabel yang diberikan.

. 2. x adalah variabel b adalah bilangan pokok atau basis c adalah koefisien x cx adalah eksponen dari b.. dan c bilangan real... tentukan nilai x −3 ( y 4 ) = ..1 Matematika 9 . didefinisikan 1 a−m =   a m Definisi di atas dijelaskan sebagai berikut: m  1   1  1  1   1  −m a =   =       .    a   a  a  a   a  sebanyak m faktor = 1 a × a × a × . Penyelesaian: y4 24 16 x −3 ( y 4 ) = 3 = = = −2 3 x ( −2 ) −8 Contoh 1.. m bilangan bulat positif. b..Definisi 1. × a m faktor = 1 am Jika nilai x = –2 dan y = 2. Pangkat Bulat Negatif Definisi 1.3 Untuk a adalah bilangan real dan a ≠ 0.2 Fungsi Eksponen adalah suatu fungsi yang dinyatakan dalam bentuk y = f(x) = a(bcx) dengan a.

hasil pemangkatannya adalah 1. × a m faktor n faktor • Perhatikan a m = a × a × a × .3. Pangkat Nol Definisi 1. apakah benar perpangkatan adalah perkalian berulang? • Bagaimana jika a bukan bilangan? • Bagaimana jika m dan n bukan bilangan bulat positif? Sifat-2 Jika a bilangan real dan a ≠ 0... n a 10 Buku Guru Kelas X . Sifat-1 Jika a bilangan real.. × a × a × a × a × .. m faktor = a×a×a×a×a×a m+n =a m+n Diskusikan dalam kelompokmu. m dan n bilangan bulat positif maka am × an = am+n Bukti: a m × a n = a × a × a × . maka a0 = 1. Sifat-sifat Pangkat Bulat Positif Coba buktikan sifat-sifat pangkat bulat positif menggunakan definisi bilangan berpangkat yang telah dipelajari sebelumnya.. dan hasil pemangkatan 3 dengan 0. 23 = 8 33 = 27 2 2 = 4 32 = 9 21 = 2 31 = 3 0 2 = 1 30 = 1 Perhatikan hasil pemangkatan 2 dengan 0. maka am = a m−n .4 Untuk a bilangan real dan a ≠ 0. × a . perhatikan pola hasil pemangkatan bilangan-bilangan berikut dengan bilangan 0. Untuk lebih memahami definisi di atas.. m dan n bilangan bulat positif. 4.

an m−n Bukti: am am . tanya an pada guru! Pada Sifat-1 di atas.. maka am = 1. × a ( m − n ) faktor =a m a Jadi n = a(m-n)...4).× ×a a ×a ×a ×. terkait bilangan bulat positif m dan n.... (b) m = n... = am –n Matematika 11 ..× m      a am am m m faktor faktor m n n faktor faktor n faktor = = = a× ×a a× ×a a× ×.× m− −n n)) faktor faktor ( m − n ) faktor    ((m   n n faktor faktor m faktor m faktor m n faktor = a × a × a × .. × ... × a   a a a a× a× a× aa a a a× ×a a× ×a a× ×. ....× ×a a a a × a × a × . dengan m.... × a m faktor = 1 = a0 (hal ini sesuai dengan Definisi 1...... sebab m = n = an am a × a × a × . Dengan demikian a a× a× a× a a a× ×a a× ×a a× ×.× ×a a a × a × a × .× a • Pada persyaratan Sifat-2. × a ×a ×a ×.× a = m faktor a × a × a × .Bukti: am m faktor = (sesuai definisi) n a × a × a ×. Apa arti a ≠ 0? • Bagaimana jika a = 0? Apa dampaknya pada hasil pembagian? am ? Jika kamu tidak tahu. dan (c) m < n. n bilangan bulat positif dan m > n a b) Kasus m = n Jika m = n.. a) Kasus m > n Jika m dan n bilangan bulat positif dan m > n maka m – n > 0... yaitu (a) m > n. . . ×a .. Ada 3 (tiga) kemungkinan......× a a n faktor a × a × a × .... × a  = =     n n n   a × a × a × ..

4 Misalkan a bilangan real dan a ≠ 0.. × a   =         m faktor m faktor m faktor m faktor         a × a × a × .. m dan n adalah bilangan bulat positif.. × a   a × a × a × .. × a  =   m × n faktor   m n n faktor (a ) = a m × n (terbukti) Definisi 1. a m = p adalah bilangan real positif..  a × a × a × .× a m n faktor       a × a × a × ...2 Buktikan sendiri untuk m < n.. m bilangan bulat positif. apakah syarat m dan n bilangan positif diperlukan untuk Sifat 3 dan Sifat 4. sehingga pm = a. 1 Diskusi Minta siswa berdiskusi dengan temannya satu kelompok. 12 Buku Guru Kelas X ..Latihan 1. Bagaimana jika m dan n adalah salah satu atau keduanya bilangan negatif.. × a  . maka (am)n = amn Bukti: (a ) m n = a m × a m × a m ×... × a   a × a × a × . Jelaskan perbedaan hasilnya dengan kasus (a)... Sifat-3 Jika a bilangan real dan a ≠ 0.

Jadi. maka ⇔ ma> > a mm! (terbukti) a a (b) Perlukah syarat a > 1? Misalkan kita ambil a bilangan real yang memenuhi a < 1 dan n > m. a syarat >a a ! adalah bilangan real. maka a n > a m ! n m bila a < 1 dan n > m. maka maka . maka Apakah an > am ! yang terjadi? Pilih a = –2. modifikasi ketentuan di atas supaya berlaku untuk a ≥ 1? .Contoh 1. a > 1 dan n n >> mm . apakah yang terjadi? 3 (–2) = (–2) × (–2) × (–2) = –8 (–2)2 = (–2) × (–2) = 4 Dengan demikian. am > 0. dengan n > m. . tidak benar n>m bahwa . maka Jadi. ! Diskusi Berdiskusilah dengan temanmu satu kelompok. maka an an >> am a! ! Bukti: Karena a > 1 dan n > m.× na >m m>n > (Karena 0 a n > 0.maka maka a nn – >m a m> ! 0 dan an > 0. Matematika 13 . . Analisis pernyataan pada Contoh 1. maka a > a .tidak maka a n > a m ! n m boleh dikurangi (syarat cukup) untuk membuktikan n > m. = ⇔ > 1 1− ×m am a m a am am n n a n a 1 × a m > 1× a m a m = 0 a < 1 n > m n> m. a m > 0) . Akibatnya. an = –8 < 4 = am atau a n < a m. Bagaimanakah bila 0 < a < 1 dan a < 0? • Buat aturan hubungan antara an dan am untuk bermacam-macam nilai a di atas! • Buat laporan terkait hasil diskusi kelompokmu.2 m (a) Buktikan jika a ∈ R.2! • Apa akibatnya bila syarat a > 1 tidak dipenuhi? • Perlukah diperkuat dengan syarat n > m. dan a > 1 dan n > m. maka pilih a nn = >3 am dan ! m = 2. berlaku ⇔ an = a n − m (Lihat Sifat-1 di atas) m a n an an a ann m n − m n−m a m a? Beri alasanmu!) = ⇔ > 1 (Mengapa × > 1 × > =1 a a a m am a am am am n an an n−m a n > 1 . > maka 0? Jelaskan! an > am ! • Bolehkah syarat a > 1 di atas diganti a ≥ 1? Jelaskan! • Bila tidak boleh.

Contoh 1.1 3 3 3 3 3 faktor = 2× 2× 2 3× 3× 3 3 faktor 14 = 2 33 3 Buku Guru Kelas X . 22 × 25 = 2 × 2 × 2 × 2 × 2 × 2 × 2 dengan menggunakan Sifat-1 2 faktor 5 faktor = 2× 2× 2× 2× 2× 2× 2 7 faktor =2 2.   =   ×   ×   dengan menggunakan Definisi 1. =2 3 6 3× 2 ( 2 × 3= ) 2= ( 2 × 3) × ( 2 × 3) × ( 2 × 3) dengan menggunakan Definisi 1. 7 = 22 + 5 25 2 × 2 × 2 × 2 × 2 = dengan menggunakan Sifat-2 kasus b 25 = 12 × 2 × 2 × 2 × 2 = 20 (2 = ) 2= ( 2 ) × ( 2 ) 3 2 5−5 3 3 3 faktor dengan menggunakan Sifat-3 = ( 2 × 2 × 2) × ( 2 × 2 × 2) 3 faktor = 2× 2× 2× 2× 2× 2 6 faktor 4.1 = 2 × 2 × 2 × 3× 3× 3 3 faktor 3 faktor = 2 ×3 3 3 3 2 2 2 2 5. 3. Ujilah kebenaran hasilnya! 1.3 Terapkan berbagai sifat eksponen untuk menentukan hasil operasi bilangan pada soal yang disajikan pada contoh.

4 dan Contoh 1. Bukti: Karena n > m dengan n dan m bilangan bulat negatif. maka –n dan –m adalah bilangan bulat positif dan –m > –n. disebut sifat apakah dalam konsep perkalian? • Minta siswa membuat laporan hasil diskusi kelompoknya. −m a a a a an > 1 ⇔ an > am (terbukti) am Contoh 1. Selanjutnya manfaatkan sifat-sifat perpangkatan dan perkalian dari bilangan berpangkat.Diskusi • Arahkan siswa berdiskusi dengan temannya untuk memperoleh rumus perpangkatan sebagai hasil pemahaman terhadap Contoh 1. saat periode keberapa berulang. a−m an 1 1 atau Karena a > 1 maka − n = m > 1 (Gunakan sifat a − m = m ). Cermati sifat satuan pada tabel di atas. Contoh 1.5 Berdasarkan sifat bilangan 7.5 di atas. tentukan bilangan satuan dari 71234 tanpa menghitung tuntas. Perhatikan bilangan satuan dari perpangkatan dari 7 berikut? Perpangkatan 7 71 72 73 74 75 76 77 78 Nilai 7 49 343 2401 16807 117649 823543 5764801 Bilangan Satuan 7 9 3 1 7 9 3 1 ♦ Minta siswa melanjutkan langkah berikutnya untuk menemukan satuan dari 71234. Matematika 15 .4 Buktikan jika a > 1 dan n > m dengan n dan m bilangan bulat negatif maka an > am. Masih ingatkah kamu.

3. Jika n. 5. Bilangan tersebut mempunyai bilangan satuan yang berulang untuk periode 4 sehingga. a q = c. 8. m. Demikian juga bila 7 diganti dengan angka yang lain [1. q ≥ 2. Pangkat Pecahan Selanjutnya kita akan analisis sifat perpangkatan bilangan real dengan pangkat pecahan. Definisi 1.atau a q = a p . . kita dapat operasikan: 71234 = 7(4 × 308 + 2). n bilangan bulat positif didefinisikan m  1 a n =  an  . n n m p m + p    bilangan pecahan n ≠ 0.5 Misalkan a bilangan real dan a ≠ 0. q ≥ 2 maka  a n   a n  = ( a ) n . Dengan menggunakan sifat eksponen. p q p q p p adalah bilangan q q p pecahan q ≠ 0. 6.   m Definisi 1. aq Sifat-4 p m dan adalah Misalkan a adalah bilangan real dan a ≠ 0 dengan a > 0. 4. angka terakhir dari 71234 adalah 9.a sehingga c = a p .6 Misalkan a bilangan real dan a ≠ 0 dengan a > 0. 2. 9] 5.    16 Buku Guru Kelas X . maka kita peroleh: 71234 = 7(4 x 308) × 72 Ingat: am+n = am x an 71234 = (74)308 × 72 Ingat: am×n = (am)n = (an)m 71234 = (74)308 × 72 sehingga satuan dari [71234] = satuan dari [(74)308 × 72] Satuan dari [71234] = satuan dari [(1)308] × satuan dari [72] Satuan dari [71234] = 1 × 9 Satuan dari [71234] = 9 Jadi.

. n ≠ 0..× a n × a n ×. × .. a × a. . maka  a n   a q  = a n q . × a a a a a a a × a a × a × a × a a × a × a                        mfaktor                       m faktor p faktor p faktor          1 1 1   11 1 1 1  1 1p 1 1 1 1  m  1  1  m  p   n   nn  n n n n   nn n  a = × × aa ×× ×n a ⇔  a n  a n ⇔ an ×a .      Sifat-5 Matematika 17 . . m. dan adalah bilangan pecahan n m+ p n p  m    dengan n ≠ 0. jika a adalah bilangan real dengan a > 0. dan bilangan pecahan n q m p m  p  +   q..    m p Jika a adalah bilangan real dan a ≠ 0 dengan a > 0... jika a bilangan real dan a ≠ 0.× ann   a  =     m +      m p faktor + p faktor   m+ p m+ p         m p p m+ p   m  p   1  n  m +1 (Ingat Definisi n n = ⇔  a n  a n ⇔ = a a a) =(a ) n 1.. n adalah bilangan bulat positif.× a n ⇔  a n  a n ⇔ ×a an n× a. . serta n...Bukti: Berdasarkan Sifat-4..... a  a  =     mfaktor        m faktor p faktor p faktor      1 1 1 1 1 1 p 1   m  1  n n  m  p   n an = × ×a × a n ×.. × × × × .. × . Dengan demikian   m n m p  m  n   1   1  n n = a a a       an         m p m 1 1 1 1 1 1 1 p 1 m p 1 p 1 p p 1   11 1 1 1 1 1   m  m  n   m   n    1   m   p   1  n n n n n n n n n n n n n n n n n n nn n   nn n n  n    = = ⇔ ⇔ a a a a a a a a a a = a × a × = × .5) (terbukti)      ( =  ann           p m Jadi.× a n ×n an × × an a. q ≥ 2 maka  a n   a n  = ( a ) n . .  1 maka a =  a n  ..

122 (−5)6 × 252 d. × (2 y ) 2 . 25 × 29 × 212 b. 3 p q × (−3) × 4    . (a × b × c) × 33 × (b (b × .cc )) 27 a 5 4 3  24a 3 × b8   4b3 × a  h.  ÷ 2 3 2     −12(qr )  3. 44 22 11 11      22 a. untuk x = 2 24 x dan y = 3 2 −4a 3 × 2b5 e. 2 xy 2 2  3 3  x  ⋅   (− y ) 1 1 3  4 . sederhanakanlah bentuk berikut.  8a     b  x x 55 11 1 22 2x 5 2 22 f.   × (−q) × p 5  q   1  c.   ÷  2 2  3x × y   9x y  −3( p q ) 2  (− p )3 × (− q ) 2 × r 3   2 pqr 3  j. (42)3 2. Dengan menggunakan sifat bilangan berpangkat. . (−5)3 ×   ×   ×    15   3   5  2 4 5 3x 2 × y 3 c. 2 3 (−2 p ) × (−3q )  p 2 untuk p = 4 dan q = 6 18 Buku Guru Kelas X . a. y 5 × ( x × z )3  2  x ×y 3 b3 . Sederhanakanlah operasi bilangan berpangkat berikut.  ×  5 3  6a × b   2a  3 2  36( x × 2 y ) 2   12 x(3 y ) 2  i. a. d. Hitunglah hasil operasi bilangan berpangkat berikut. (– a × b )) × ×   ÷ aa  bb  22 55 2 4 q e.1 1.Uji Kompetensi 1. 125 37 × 73 × 2 d. ⋅ − − − ⋅ − ×        33    22 66  1   10   9  b. 25 × 36 × 46 25 × 35 × 42 c. untuk x = dan y = 2 3 xy 2 bb 33 − aa − 3 33⋅ ⋅ b (( − − aa ⋅⋅ b ) ÷  g. 2 22 × ÷ 2 22 ( 4 4 y) ) ÷÷ ⋅ ⋅⋅ ⋅ × ⋅ (⋅( yy ) 4 × xx xyy y 33 y y 33 x x x 3y 3 44 2  3 3  x  ×   (− y ) 3 4     d. 2x3 × 7x4 × (3x)2  −2 p  2 2 4 b.

Projek Bilangan yang terlalu besar atau terlalu kcil seringkali dituliskan dalam notasi eksponen yang dituliskan sebagai a E b yang nilainya adalah a × 10b. Pemenang di antara kalian adalah yang dapat mencari hasilnya dengan melakukan perkalian sesedikit mungkin. 4x = 0. Cari besaran-besaran fisika. 9. 8. tentukan juga angka satuan yang diperoleh bilangan-bilangan tersebut yang dipangkatkan.000 km/det.125 x 2 c. 3.. Berapa banyak perkalian yang kamu lakukan untuk mendapatkan nilai akhirnya? Bandingkan jawabanmu dengan temanmu.. 2 ) .   =1 5 7 6 1 2 2 3 5 1 2 3 (( 6) ) 26 62 bilangan satuan dari berdasarkan sifat angka 6. Apakah prosedur tersebut dapat dipergunakan untuk pangkat positif berapapun? 6. 9. 52012 (62010 + 32009. Misalkan cepatan cahaya adalah 300. Matematika 19 . Sehingga 0. Selanjutnya berdasarkan sifat angka 2. Bagaimana cara termudah untuk 2008 2013 2012 2011 mencari 3 (10 + 5 . Sederhanakanlah a 3b 2 − a 3b 2 a b −a b 12. dan ekonomi yang nilainya dinyatakan dengan notasi eksponen. Coba tuliskan prosedur mengalikan yang paling sedikit perkaliannya untuk menghitung 764.. Hitunglah 1−4 + 2−4 + 3−4 + 4−4 + . Tunjukkan bahwa 12001 + 22001 + 32001 + … + 20012001 adalah kelipatan 13. 4. 5.000052 ditulis sebagai 5. Misalkan kamu diminta menghitung 764. Tentukan tanpa menghitung tuntas.2 E 5. tentukan bilangan satuan dari 71234 + 72341 + 73412 + 74123 tanpa menghitung tuntas! 7. 2x = 8 b. 8. kimia. = . astronomi.. 11. 22008 ) 10.! 1−4 + 3−4 + 5−4 + 7 −4 + . Tentukan nilai x yang memenuhi a. sehingga dalam notasi eksponen ditulis sebagai 3 E 8 m/det. .4... Berdasarkan sifat angka 7. Tentukan hasil dari (2n + 2 ) 2 − 22 × 22 n 2n × 2n + 2 5.

. Bilangan rasional terdiri atas bilangan bulat. maka berapa nilai h? Alternatif Penyelesaian 3 2 h = 3 3 b 2 ⇔ h = 3 8 ⇔ h = 3 3 64 ⇔ h = 3 3 4 × 4 × 4 ⇔ h = 12 Akar ke-n atau akar pangkat n dari suatu bilangan a dituliskan sebagai n a .141592653… dan sebagainya. Bilangan rasional berbeda dengan bilangan irrasional. Contoh bilangan irrasional. Jika nilai b = 8.718. Bilangan rasional adalah a bilangan yang dapat dinyatakan dalam bentuk . misalnya 2 = 1.. kebergunaan mempelajari bentuk akar di bidang ekonomi. Sedangkan. � = 3. Diharapkan siswa memiliki motivasi belajar matematika.4 Seorang ahli ekonomi menemukan bahwa harga (h) dan banyak barang (b) dapat dinyatakan dalam persamaan h = 3 3 b 2 . 20 Buku Guru Kelas X . ♦ Arahkan siswa masalah berikut untuk menunjukkan kepada siswa. Bentuk Akar Pengakaran (penarikan akar) suatu bilangan merupakan inversi dari pemangkatan suatu bilangan. Akar dilambangkan dengan notasi ” ”. Sebelum mempelajari bentuk akar. dan bilangan pecahan desimal. kamu harus memahami konsep bilangan rasional dan irrasional terlebih dahulu. Bilangan irrasional merupakan bilangan yang mengandung pecahan desimal tak berhingga dan tak berpola. dengan a adalah bilangan pokok/basis dan n adalah indeks/eksponen akar.6... Bentuk akar dan pangkat memiliki kaitan erat. dengan a dan b bilangan bulat dan b b ≠ 0.. Bentuk akar dapat diubah menjadi bentuk pangkat dan sebaliknya. bilangan pecahan murni. bilangan irrasional adalah bilangan yang tidak dapat dinyatakan dalam bentuk pecahan. e = 2.. Masalah-1.414213562373. Perhatikan permasalahan berikut.

6 disimpulkan p 2 = 1 3 1 3 1 3 p. 1. perhatikan contoh berikut. Berdasarkan Sifat-5. jika a adalah bilangan real dan a ≠ 0 dengan a > 0. 20 ⇔ adalah bentuk akar 3 2.3 Cermatilah dan buktikan apakah berlaku secara umum bahwa p n = 1 n p. Contoh: 25 dan 64 bukan bentuk akar. jika dan hanya jika hasil n n a disebut bentuk akar a adalah bilangan irrasional. Hubungan Bentuk Akar dan Bilangan Berpangkat Perlu diketahui bahwa bilangan berpangkat memiliki hubungan dengan bentuk akar. p dan m p n m+ p m adalah bilangan pecahan n ≠ 0. karena nilai 25 adalah 5 dan nilai 64 adalah 8. Tetapi ingat. Perhatikan untuk kasus di bawah ini 1 1 1 1 1 1 + + 3 3 p × p × p = p3 × p3 × p3 = p3 3 3 3 = p1 = p dan perhatikan juga bahwa p × p × p = p . q ≥ 2 maka  n   n  a a    =(a) n . Latihan 1. sehingga berdasarkan Definisi 7. n    3 2 2 Perhatikan bahwa p3 × p3 p× × p3 p= = p 3p 2 1 1 1 1 1 1 1 1 + + 3 2 = p1 = p dan perhatikan bahwa 1 p × p = p. adalah bukan bentuk akar. Matematika 21 .6 disimpulkan p 3 = 1 3 p. tidak semua bilangan yang berada dalam tanda akar merupakan bilangan irrasional. keduanya bukan bilangan irrasional. Agar lebih jelas. sehingga berdasarkan Definisi 7. Jika n.7 Misalkan a bilangan real dan n bilangan bulat positif.Definisi 1. Bilangan irrasional yang menggunakan tanda akar ( ) dinamakan bentuk akar. karena 3 27 ⇔ =3 27 ⇔ 7.

Operasi pada Bentuk Akar m n pm = ( p) n m sebagaimana diberikan a.( ( n n 2 2 2 p2 .6 Tentukan hasil penjumlahan dan pengurangan berikut dalam bentuk yang sederhana! 1. dan r adalah bilangan real dan r ≥ 0 berlaku sifat-sifat berikut. 5 + 3 (tidak dapat disederhanakan karena akarnya tidak senama) 2−3 3 4 () 3. q. 3 3 x − 3 x = ( 3 − 1) 3 x = 2 3 x 22 Buku Guru Kelas X . sehingga berdasarkan sifat perkalian bilangan berpangkat diperoleh:  2  2  p3  = p   Jadi. Secara umum dapat disimpulkan bahwa p n = pada Definisi-6. 3 5 + 4 5 = ( 3 + 4 ) 5 = 7 5 2. Untuk setiap p.Perhatikan bahwa p 3 × p 3 × p 3 = p 2. p n r + q n r = ( p + q) n c r p n r − q n r = ( p − q) n c r Perhatikan contoh berikut ini! Contoh 1. 8. Operasi Penjumlahan dan Pengurangan Bentuk Akar Operasi penjumlahan dan pengurangan pada bentuk akar dapat dilakukan apabila bentuk akarnya senama. Bentuk akar senama adalah bentuk akar yang mempunyai eksponen dan basis sama. p 3 = 2 3 3 mm m m× n ingat! pp ) ) ==pp Ingat. 2 3 4 − 3 3 4 = = − 3 4 4.

3 + 7 . maka a n c × b n d = ab n cd 3) Buktikan: jika a. Sifat perkalian dan pembagian bentuk akar dapat dicermati pada beberapa contoh berikut. 5 . c. Merasionalkan Penyebut Bentuk Akar Kita tahu bahwa bentuk-bentuk akar seperti 2 . dst merupakan bilangan irrasional. dan d bilangan real.4 1) Buktikan: jika a bilangan real dan a > 0. d ≠ 0.b. maka n a n = a 2) Buktikan: jika a. maka an c a n c = bn d b d c. Matematika 23 . 2 − 6 . Jika bentuk akar tersebut menjadi penyebut pada suatu pecahan. c > 0 dan d > 0. q Contoh 1. dan d bilangan real. c. b. c > 0 dan d > 0. b.7 3 1) = 8 3 1 3 = 23 2= 2= 2 6 1 6 = 26 2= 2= 2 6 3 2) 6 = 64 3) 4 3 5 × 2 3 7 = (4 × 2)( 3 5 × 7 ) = 8 3 35 1 1 4) 3 5 5 × 5 7 5 = (3 × 5)(5 5 × 5 7 ) = 15(5 35 ) = 1535 512 5) 6) 33 4 3 3 4 = 43 5 4 5 24 3 2 4 3 = 34 5 3 5 12 Latihan 1. Operasi Perkalian dan Pembagian Bentuk Akar p Pada pangkat pecahan telah dinyatakan bahwa a q = a p . maka dikatakan sebagai penyebut irasional.

. = q q q q Diskusi Menurutmu mengapa penyebut bilangan pecahan berbentuk akar harus dirasionalkan? Mengapa kita harus mengalikan p dengan q q q ? q q p p Karena nilai q selalu positif. perlu kita pahami bentuk-bentuk campuran bilangan rasional dan bilangan irrasional.236068. Contoh (1) 5 + 7 = 2. 1) Merasionalkan bentuk Bentuk p q q q . maka = 1.. Cara merasionalkan penyebut suatu pecahan bergantung pada bentuk pecahan itu sendiri.. dan p+ q r p− q 2) Merasionalkan bentuk Sebelum kita merasionalkan bentuk-bentuk akar di atas. Proses ini dinamakan merasionalkan penyebut. prinsip dasarnya sama.645751. Jadi perkalian dengan q q q q p tidak akan mengubah nilai namun menyebabkan penyebut menjadi bilangan q rasional.. Akan tetapi. + 24 Buku Guru Kelas X . . p+ q p− q r . Penyebut irrasional dapat diubah menjadi bilangan rasional. p dirasionalkan dengan cara mengalikannya dengan q q p p p q = . (bilangan irrasional). yaitu mengalikan dengan bentuk akar sekawannya. Contoh 2 + 7 = 2 + 2.. = 4. 645751. r r . a) Jika bilangan rasional dijumlahkan dengan bilangan irrasional maka hasilnya bilangan irrasional.... b) Jika bilangan irrasional dijumlahkan dengan bilangan irrasional maka hasilnya bilangan irrasional.

. maka hasilnya dapat bilangan rasional atau bilangan irrasional. Jika dua bilangan irrasional dikurangkan.. d) Jika Bilangan irrasional dikalikan dengan bilangan irrasional.881643. Jika perkalian bentuk sekawan tersebut dilakukan maka dapat merasionalkan bentuk akar. bagaimana hasilnya? c) Jika bilangan rasional dikalikan dengan bilangan irrasional. bentuk p + q dan p − q juga saling sekawan.. dan p+ q r . maka hasilnya bilangan irrasional. p+ q p− q r . = 4. yaitu.. 1 1− 2 1 3− 4 1 2− 3 × × × = + + + 1+ 2 1− 2 3+ 4 3− 4 2+ 3 2− 3 25 Matematika . + + + + = . ) ( ( ) ) ( ) ( ) ( p− q ) Contoh 1. Contoh 2 × 5 = 2 5 .645575.8 Pikirkan cara termudah untuk menghitung jumlah bilangan-bilangan berikut 1 1 1 1 1 . Sehingga ( p + q )( p − q ) = ( p ) − ( q ) = p − q ( p + q )( p − q ) = p − ( q ) = p − q 2 2 2 2 2 ( p + q dan Bentuk p + q dan bentuk p − q saling sekawan.....? 1+ 2 2+ 3 3+ 4 4+ 5 99 + 100 Permasalahan di atas dapat diselesaikan dengan cara merasionalkan penyebut tiap suku. r r . p− q Untuk merasionalkan bentuk dapat dilakukan dengan memperhatikan sifat perkalian (a + b) (a – b) = a2 – b2. . 2. Contoh: • 5 × 125 = 5 × 5 5 = 25 (25 adalah bilangan rasional) • 3× 5 3= × 15 5 =( 15 adalah bilangan irrasional) e) n a disebut bentuk akar apabila a adalah bilangan irrasional. (bilangan irrasional) (2) 2 5 + (-2 5 ) = 0 (bilangan rasional).

+ 4+ 5 4− 5 1 99 − 100 × 99 + 100 99 − 100 = 1− 2 2− 3 3− 4 4− 5 99 − 100 + + + + .. 1 Perhatikan pola bilangan di ruas kanan... diperoleh persamaan: 3 13 ⇔ ( P 2 + )2 − = 0 2 4 26 Buku Guru Kelas X . Dengan menguadratkan ruas kiri dan kanan. + −1 −1 −1 −1 −1 = – 1 + 2 − 2 + 3 − 3 + 4 − 4 + 5 − . 1 P= 1 3+ 1 3+ 3 + ..9 Berapakah nilai 1 3+ 3+ 1 3 + . − 99 + 100 = − 1 + 100 = −1 + 10 = 9 .. Misalkan.... 1 4− 5 × + .. diperoleh 1 P2 = 1 3+ 1 3+ 3 + .. Contoh 1. 1 P2 = 3 + P2 ⇔ P 2 (3 + P 2 ) = 1 ⇔ ( P 2 ) 2 + 3P 2 − 1 = 0 Dengan mengubah ke bentuk kuadrat sempurna...

2 2 3+ 2 (kalikan penyebut dengan bentuk sekawannya) = × 3− 2 3− 2 3+ 2 = = = 2(3 + 2 ) (3 − 2 )(3 + 2 ) b.. 3 + .. 2 + 2 2 3 3+ 2 9 −2 9− 2 + 6 2 6+2 2 2 = = 7 7 6 2 2 6 = =7+ +7 7 7 7 7 (( )) 3 3 6− 3 = × 6+ 3 6+ 3 6− 3 = = (kalikan penyebut dengan bentuk sekawannya) (6 + 3 )(6 − 3 ) Matematika 3(6 − 3 ) 18 − 3 3 36 − 3 18 − 3 3 = 33 6 3 = − 11 11 27 .10 Rasionalkan penyebut pecahan-pecahan berikut. Ingat materi persamaan kuadrat di SMP. nilai dari 1 1 Dapatkah kamu selesaikan. 2 3 13   2 3 13  P P + − ⇔  + +  =0    2 2  2 2     3 13 ⇔ P2 = − + 2 2 3 13 1 ⇔ P= − + atau P = 2 13 − 6 2 2 2 Jadi..  2 2    Dapatkah kamu beri alasannya? 1 1 = 2 = 13 − adalah 2 613 − 6 2 1 2 1 3+ 3+ 1 1 3+ 3+ 3 + . Contoh 1. (P 2 )2 + 3P 2 − 1 = 0 dengan rumus abc pada persamaan kuadrat?  2 3 13  P + +   = 0 tidak memenuhi.. a.

Perhatikan proses berikut ini! Diskusikanlah masalah berikut dengan temanmu! ( ( p+ q p− )( q )( p+ q p− ) q) Dari hasil kegiatan yang kamu lakukan. kamu akan memperoleh bentuk sederhananya menjadi ( p + q) ± 2 pq . b. perhatikan contoh berikut! 28 Buku Guru Kelas X . yaitu. 18 − 3 3 36 − 3 18 − 3 3 = 33 3 6 = − 11 11 4 4 7 4 4 7+ 5 + 5 = × = × 7 7 7 7− 5 7− 5 7+ 5 − 5 − 5 + 5 = = = = ( 4 4 ( 7 + 5 7+ 5 7 − 5 7− 5 )( ) (kalikan penyebut dengan bentuk sekawannya) 7 + 5 7+ 5 ) 4 +4 4 7 7+ 4 5 5 7 −5 7− 5 4 +4 4 7 7+ 4 5 5 = = 2 2 = 2 7 7+ 2 5 5 =2 +2 3) Menyederhanakan bentuk khusus. Selanjutnya. bentuk a. ( p + q) ± 2 pq Sekarang kita akan menyederhanakan bentuk akar yang mempunyai bentuk ( p + q) ± 2 pq .3 3 6− 3 = × 6+ 3 6+ 3 6− 3 = = (6 + 3 )(6 − 3 ) 3(6 − 3 ) c.

15 20 48 f. 3 f. 5 d. 3a + 5 d. Sederhanakanlah bentuk berikut ini! a. 12 24 15 b. tentukan 2+ 3 nilai a + b! 4. 15 − 1 75 2 − 3 7 11 b. Rasionalkan penyebut pecahanpecahan berikut ini! a. 4+ 2 2a c. + 2+ 8 2− 8 c. 2 e. Sederhanakan bentuk akar berikut ini! 29 Matematika . 9−4 5 = ( 5+ 3 ) 2 = 5+ 3 5−4 5 +4 = ( 5−2 ) 2 = 5−2 Uji Kompetensi 1. pecahan3 5 − 10 xy x+ y 10 12 14 + + 5+ 6 6+ 7 7+ 8 2− 3 = a + b 6 .Contoh 1. d. 8 + 2 15 = (5 + 3) + 2 5 × 3 = 5 + 2 5 × 3 + 3 = b.2 1.11 Sederhanakan bentuk akar berikut ini! a. 3 a 18 2. e. 4 3+ 2 − 3 5 + 2 −1 3− 2 2a c. 24 + 54 − 150 96 3. Jika 5. Rasionalkan penyebut pecahan berikut ini! 1 a. 5− 3 4− 2 b.

. 2 + 2 + + 2++ ... e... Jika(3+4)(3 2 +4 2 )(3 4 +4 4 )(3 8 +4 8 ) (316+416) (332+432) = (4x–3y).. 5 + 2 6 c.000 c. 1+ 1+ 1 1 1+ 1 . (OSN 2005/2006) 3..001 6. 1 2 + 21 1 b.. maka x–y = .000. Tentukanlah nilai dari: a. 1 1 1 1 + . + + + 2+ 3 3+ 4 4+ 5 1. Nyatakan b dalam a dan c pada SOAL TANTANGAN 1. 5... 43 + 12 7 d... 21 − 4 5 21 + 8 5 2. 4..000.. 19 + 8 3 b.. 30 Buku Guru Kelas X . Jika a..000 + 1.b adalah bilangan asli dan a ≤ b sehingga 3 + a adalah 4+ b bilangan rasional. Bentuk 4 49 − 20 6 dapat disederhanakan menjadi . 54 + 14 5 + 12 − 2 35 + 32 − 10 7 = 7. a. + 2+ 3 3+ 4 3 3 b c 3 c a = abc. + 4+ 5 1. 2 3 3 2 3 3 2 3 3 . maka pasangan (a.000 + 1..000.b) adalah . 1 = a− b + .

Beri contoh penerapan prosedur yang kamu rancang. Matematika 31 . bukanlah bilangan irrasional.. dapat dinyatakan dalam bentuk pecahan.333. 3) Apakah lebih baik menggunakan angka yang kamu peroleh daripada 22 menggunakan 7 Buat laporan projek ini dan paparkan di depan kelas. Kenyataannya.. a.333. Berdasarkan penjelasan di atas π yang bilangan irrasional tidak mungkin 22 22 sama dengan ... Rancang sebuah prosedur untuk mengkonversi bilangan pecahan desimal tak hingga dengan desimal berulang menjadi bilangan pecahan. 7 7 22 1) Berapakah kesalahan terhadap nilai π? 7 2) Dengan menggunakan prosedur yang kamu rancang di atas cari 22 pecahan yang lebih mendekati nilai π daripada (kesalahannya 7 lebih kecil). karena dapat dinyatakan 1 sebagai pecahan murni . Sebagai contoh 0. b.× Projek Tidak semua bilangan pecahan desimal tak hingga adalah bilangan irrasional. bilangan pecahan desimal tak 3 hingga dengan desimal berulang seperti 0. karena adalah pendekatan untuk nilai π sebenarnya.

Sebagai gambaran. dengan logaritma perhitungan ini akan menjadi lebih sederhana.00. Berapa lama Yusuf menyimpan uang tersebut agar menjadi Rp1.000.2 × 10 3. Suara paling keras yang dapat didengar oleh orang yang sehat tanpa merusak gendang telinga memiliki intensitas 1 triliun (1.464. Skala ini dinamakan I decibel. dan didefinisikan sebagai D = 10 log .000.00 di dalam sebuah celengan yang terbuat dari tanah liat. berikut ini adalah tabel intensitas bunyi beberapa objek. 32 Buku Guru Kelas X .2 × 10 8.000) kali lebih kuat dari pada suara paling rendah yang bisa didengar. Menemukan Konsep Logaritma Telinga manusia dapat mendengar suara dengan intensitas yang rentangnya luar biasa. Selama ini dia berhasil menabung uangnya sejumlah Rp1.0 × 10–12 5. dan I0 m adalah intensitas bunyi paling minimum yang bisa didengar orang yang sehat. Agar uangnya lebih aman.100. Menghitung intensitas bunyi dengan rentang begitu besar tentu sangat tidak nyaman. Alexander Graham Bell (1847–1922) menggunakan logaritma untuk menghitung skala bunyi.3 × 10 Banyak masalah kehidupan yang penyelesaiannya melibatkan berbagai aturan dan sifat logaritma.1 Intensitas bunyi beberapa suara Intensitas Bunyi W     m2  –10 –6 –4 2 Intensitas Bunyi Ambang batas bawah pendengaran Suara bisik-bisik Percakapan normal Lalu lintas padat Pesawat jet lepas landas 1. Ia senang berhemat dan menabung uang. Masalah-1. Cermatilah masalah berikut. ( ) Tabel 1.000.5 × 10 8.000. yaitu 1.0 × 10–12. Logaritma merupakan suatu operasi hitung. dengan D adalah skala decibel I0 bunyi. Namun. ia menabung uangnya di sebuah bank dengan bunga 10% per tahun.000.5 Yusuf adalah seorang pelajar kelas X di kota Kupang. I adalah intensitas bunyi dengan satuan Watt per meter persegi W 2 .9.

Sehingga bila ada persamaan 2x = 8.00 Rp1. Buat tabel keterkaitan antara jumlah uang Yusuf dengan waktu penyimpanan.1)4 Dari tabel di atas.464. Dalam pembahasan sebelumnya.100 = 1. b = 1.000 (1 + 0.100.00 Rp121. kita telah membahas tentang pemangkatan suatu bilangan. maka nilai x yang memenuhi persamaan tersebut adalah x = 3. 464100. kita akan menyelesaikan permasalahan di atas dengan menggunakan logaritma.000.1)t.100. kita peroleh 1.1)3 1.1).000. Bagaimana cara menentukan nilai c = t = 4? Permasalahan ini dapat diselesaikan menggunakan invers dari eksponen.00 Rp1. Hal ini dapat dikaitkan dengan bentuk eksponen yang sudah dipelajari sebelumnya.000.00 Pola Total Uang pada saat t 1.000.464.00 Rp110.000.000 (1+0.000. Tabel 1.00 Rp1.000. didefinisikan sebagai berikut.000. yaitu logaritma. Ditanya: Berapa tahun (t) Yusuf menabung agar uangnya menjadi (Mt) = 1. dan c = t. setelah kita mengenal sifatsifat logaritma.00 Rp133.100 = 1.2 Perhitungan besar suku bunga pada setiap akhir tahun t Akhir Tahun 0 1 2 3 4 Bunga uang (10% × Total Uang) 0 Rp100. Jika 4 = t. Kita tahu bahwa 23 hasilnya adalah 8 yang dapat ditulis 23 = 8.464.100 Alternatif Penyelesaian Perhatikan pola pertambahan jumlah uang Yusuf setiap akhir tahun pada tabel sebagai berikut. Diketahui: Modal awal (M0) = 1. jelas kita lihat bahwa Yusuf harus menabung selama 4 tahun agar uangnya menjadi Rp1.464.000.1)4.000. yaitu ac = b.000.000. Matematika 33 .00.100.1)2 1.464.000 (1+0. dituliskan sebagai “log”.1.000.00 Rp1.000 dan besar uang tabungan setelah sekian tahun (Mt) = 1.000.000. Perhatikan Tabel-1.1)1 1.000 (1+0. Pahami masalah dan tuliskan informasi yang diketahui pada soal. maka persamaan tersebut menjadi 1.464. besar bunga yang disediakan bank untuk satu tahun adalah 10% = 0.100. dengan memisalkan a = (1 + 0. Selanjutnya. Selanjutnya temukan model matematika yang menyatakan hubungan total uang simpanan dengan waktu menyimpan dan bunga uang.00 Total = Modal + Bunga Rp1.1)0 1.000 (1+0.331.210.000 (1+0.000.100.2 di atas. Logaritma.000 (1+0.

Bila pertambahan penduduk 1% per tahun. e adalah bilangan Euler). Meminta siswa mendiskusikan dengan temannya. dimana: a disebut basis (0 < a < 1 atau a > 1) b disebut numerus (b > 0) c disebut hasil logaritma Diskusi a > 0 a ≠ 1 dalam definisi di atas? Demikian juga dengan b > 0.8 Misalkan a.Definisi 1. • 2x = 5 ⇔ x = 2log 5 (notasi ⇔ dibaca jika dan hanya jika) • 3y = 8 ⇔ y = 3log 8 • 5z = 3 ⇔ z = 5log 3 Catatan: ♦ Jika logaritma dengan basis e (yaitu e ≈ 2.6 Di tahun 2013 jumlah penduduk Negara X adalah 100 juta orang. Mengapa ada syarat a > 0 dan a ≠1 Berdasarkan definisi di atas. jumlah penduduk menjadi dua kali lipat. ♦ Bilangan pokok (basis) 10 tidak ditulis. Persentase pertambahan penduduk per tahun adalah 1% Ditanya: a) Jumlah penduduk pada tahun 2017 dan tahun 2038 b) Pada tahun berapa. 34 Buku Guru Kelas X .718…. c ∈ R. Masalah-1. a a≠ ≠1 1. sehingga 10log a = log a. dan b > 0 maka alog b = c jika dan hanya jika ac = b. kita dapatkan bentuk-bentuk berikut. a a> >0 0. maka e log b ditulis ln b. berapa jumlah penduduk negara itu pada akhir tahun 2017 dan tahun 2038? Pada tahun berapa penduduk negara itu menjadi dua kali lipat? Diketahui: Jumlah penduduk Negara X pada tahun 2013 adalah 100 juta jiwa. b.

01)2 100 (1+0.401. kita peroleh 104.3 di atas.01)1 100 (1+0. Bagaimana cara menentukan nilai c = t = 4? Selanjutnya bagaimana menentukan jumlah penduduk pada akhir tahun 2038 dan tahun berapa jumlah penduduk Negara X menjadi duakali lipat. • Ujilah pemahaman siswa.0201 1.060401 Dari tabel di atas.01)t..01 1. kita akan menyelesaikan permasalahan di atas dengan menggunakan logaritma. bagaimana menemukan hubungan Pt dengan P0 sehingga Pt = P0 (e rt).401 = 100 (1+0.030301 101 102. Berdiskusilah dengan teman dan guru.01).060..01)4 2013 2014 2015 2016 2017 1 1.060.01)4. Diskusi • Misalkan P0 adalah jumlah penduduk pada saat t = 0.01)0 100 (1+0. dan diketahui nilai e ≈ 2. apakah siswa mengerti makna ketika t = 0.718. dengan memisalkan a = (1 + 0.060. jelas kita lihat bahwa total penduduk pada akhir tahun 2017 adalah 104. Hal ini dapat dikaitkan dengan bentuk eksponen yang sudah dipelajari sebelumnya. Matematika 35 .401. dan Pt adalah jumlah penduduk pada akhir tahun t.. maka persamaan tersebut menjadi 104.0301 104. b = 104. Tabel 1.3 Perhitungan jumlah penduduk Negara X untuk setiap tahun Akhir Tahun Pertambahan penduduk (1% × total penduduk) (juta) 0 Total = Jumlah Penduduk awal + Pertambahan (juta) 100 Pola Total Penduduk pada saat t 100 (1+0. Perhatikan Tabel-1. Selanjutnya. maka P0 = 100 juta. dan c = t.060.01)3 100 (1+0.401 = 100 (1+0. yaitu ac = b.01 103. Jika 4 = t. setelah kita mengenal sifat-sifat logaritma.Penyelesaian Jumlah penduduk di awal (P0) = 100 juta Misalkan: Pt adalah jumlah penduduk pada tahun t r adalah persentase pertambahan penduduk.

Minta siswa berdiskusi dengan temannya untuk mencari sedikitnya 5 sifat dari fungsi logaritma. f(x) x Gambar 1.Selanjutnya cermati grafik fungsi y = f(x) = 2log x. Minta siswa menyajikan hasil diskusi di depan kelas. f(x) = 3log x dan f(x) = – 3log x yang disajikan berikut.2 Grafik Fungsi Logaritma Diskusi Berdasarkan grafik di atas dan definisi tentang logaritma.4 Perhitungan Nilai Fungsi Logaritma x 1 1 1 1 1 1 1 1 2 3 4 2 3 4 2 3 4 1 0 0 0 0 2 3 4 8 9 f(x) = 2log x f ( x) = log x f ( x) = 3 log x f ( x) = log x 1 3 1 2 36 Buku Guru Kelas X . Isilah tabel berikut. Perhatikan grafik fungsi di atas. Tabel 1. f(x) = – 2log x.

a > 0 dan a ≠ 1.9. Matematika 37 . log 1000 = 3 maka 103 = 1000 3. oleh karena itu terdapat 3 sifat dasar logaritma.Mari kita definisikan fungsi logaritma. a ≠ 1 serta x > 0. Definisi 1. 2 a. Contoh 1. Sifat-sifat Logaritma Dari Definisi 1. alog 1 = 0 3. yaitu: Sifat-6. Tulislah bentuk pangkat dari: 11 a. alog a = 0 2. log 121 = 2 maka 112 = 121 3 b. x adalah variabel (peubah bebas) dan a adalah bilangan pokok atau basis.9 Fungsi Logaritma adalah suatu fungsi yang didefinisikan oleh y = f(x) = alog x dengan a bilangan real. alog an = n Sifat-sifat tersebut dapat diturunkan langsung dari definisi logaritma. log 1 = 0 karena 20 = 1 2 c.12 1. Tulislah bentuk logaritma dari: a. a > 0. log 128 = 7 karena 27 = 128 10. 25 = 32 maka 2log 32 = 5 b. 2–2 = maka 2log = –2 4 4 2. Hitunglah nilai logaritma berikut. Sifat Dasar Logaritma Misalkan a dan n bilangan real. 43 = 64 maka 4log 64 = 3 1 1 c. log 2 = 1 karena 21 = 2 2 b. log 81 = 4 maka 34 = 81 c. maka 1. logaritma merupakan inversi dari perpangkatan.

Contoh 1. a ≠ 1. 2. berlaku a log ( b × c ) = a log b + a log c Bukti: Berdasarkan Definisi 1. 38 Buku Guru Kelas X . b. berlaku b a log   = a log b − a log c c Bukti: Berdasarkan Definisi 1.6. a ≠ 1. dan b > 0. dan c bilangan real dengan a > 0. b. log a = x ⇔ ax = a sehingga x = 1 atau alog a = 1 log 1 = y ⇔ ay = 1. maka diperoleh b ax b = ⇔ = ax–y c ay c b a x–y ⇔ a log    = log a c • Simbol ⇔ dibaca jika dan hanya jika • Apakah kamu mengerti maknanya? Jika tidak bertanya kepada guru. maka y = 0 a log an = z ⇔ ax = an sehingga z = n serta alog an = n a a BEBERAPA SIFAT OPERASI LOGARITMA Sifat-7 Untuk a. Karena a0 = 1. 3. maka: b × c = ax × ay ⇔ b × c = ax+y ⇔ alog (b × c) = x + y Substitusi nilai x dan y ⇔ alog (b × c) = alog b + alog c (terbukti) Sifat-8 Untuk a.6 maka diperoleh: a log b = x ⇔ b = a x a log c = y ⇔ c = a y Dengan mengalikan nilai b dengan c. dan c bilangan real positif. diperoleh: a log b = x ⇔ b = ax a log c = y ⇔ c = ay Dengan membagikan nilai b dengan c. dan b > 0.13 1.

. Sifat-9 ⇔ x = ⇔ a c c log b log a c c substitusi nilai x log b = log b (terbukti) log a Matematika 39 . × a   n faktor   m faktor log b n = a log b + a log b + . diperoleh: a log b = x ⇔ b = ax Terdapat bilangan pokok c sedemikian sehingga: c log b = clog ax ⇔ clog b = x clog a ingat. b. dan n bilangan real. a ≠ 1. + a log b n faktor a ingat. dan c bilangan real positif. Sifat-10 a log b n = n a log b (terbukti) Sifat-10 Untuk a. b ⇔ a log    = x – y c ⇔ a Substitusi nilai x dan y b a a log   = log b – log c (terbukti) c   Sifat-9 Untuk a. berlaku a log b n = n a log b Bukti: ⇔ ⇔ a   log b n = a log  b × b × b × ... dan c ≠ 1.. b. × b  ingat. a m = a × a × a × . b > 0..8. berlaku c log b 1 a log b c= b = log a log a Bukti: Berdasarkan Definisi 1.. a ≠ 1. a > 0. b ≠ 1.

n bilangan bulat dan m ≠ 0. berlaku a log b × b log c = a log c Bukti: Berdasarkan Definisi 1. b. sehingga diperoleh ac = b Buku Guru Kelas X . Sifat pokok 2 log a 1 ⇔ a log b = b (terbukti) log a ⇔ a log b = b b log b =b Bukti: (coba sendiri) Logaritma saling invers dengan eksponen. Misalkan alog b = c. c = by ⇔ alog b × blog c = alog c (terbukti) Sifat-12 Untuk a dan b bilangan real positif dengan a ≠ 1. dengan m. Kita subtitusikan alog b = c ke ac = ( a ) 40 a log b . berlaku n am log b n = (alog b). m Bukti: (Silahkan coba sendiri) Sifat-13 Untuk a dan b bilangan real positif a ≠ 1.Karena c adalah bilangan sembarang dengan ketentuan di atas dapat dipenuhi c = b sehingga diperoleh Sifat-11 Untuk a. Sifat 6 ⇔ alog b × blog c = alog by ingat. c = by ⇔ alog b × blog c = y alog b × blog b ingat. Sifat pokok 2 ⇔ alog b × blog c = y alog b ingat. dan c bilangan real positif dengan a ≠ 1 dan c ≠ 1. berlaku a a log b ingat.6 maka diperoleh: a log b = x ⇔ b = ax b log c = y ⇔ c = by a log b × blog c = alog ax × blog by ⇔ alog b × blog c = alog b × blog by ingat.

000 + log (1.464.1 1.1)t ⇔ log 1.464.000.Untuk mendalami sifat-sifat di atas. Cermatilah kembali Tabel 1.00.000 14.2.100 = log 1.641 ⇔ log = t log 1.464.000.1  10  ⇔ 4 log (1.1)t ⇔ log 1. Kita dapat menyatakan hubungan total jumlah uang untuk t tahun sebagai berikut: Mt = M0 (1+i)t dimana Mt : total jumlah uang diakhir tahun t t : periode waktu i : bunga uang Dengan menggunakan notasi di atas.1 1.464.100 – log 1. Mt = 1.100 = 1.100 = log [1.5.14 Mari kita tinjau kembali Masalah-1.100.000 11  ⇔ log    = t log 1.464. Kita akan menyelesaikan masalah tersebut dengan menggunakan konsep logaritma.1)t ] ⇔ log 1.000.1 ⇒ t = 4 Jadi.000. perhatikan beberapa contoh berikut.000.464. Contoh 1. Yusuf harus menabung selama 4 tahun agar mendapatkan uang sebesar Rp1.000 (1+0.464.1 Ditanya : t Penyelesaian 1.000.1 10.100 ⇔ log = t log 1. i = 0.000 = t log1. maka soal tersebut dapat dituliskan sebagai berikut: Diketahui : M0 = 1.100.000.15 Misal log2 a adalah notasi untuk (log a)2.000 (1. 4 Contoh 1.1) = t log 1. Berapakah nilai a yang memenuhi log2 a + log a = 6? Matematika 41 .

Contoh 1.Penyelesaian Misal P = log a log2 a + log a = 6 ⇔ (log a)2+ (log a) = 6 ⇔ P2 + P – 6 = 0 ⇔ (P + 3)(P – 2) = 0 ⇔ P = –3 atau P = 2 ⇔ log a = –3 atau log a = 2 ⇔ a = 10–3 atau a =102 Jadi. a a 42 Buku Guru Kelas X . yaitu. b = atau b = a–2. blog a = a a ⇔ log b − a 2 −1 = 0 P ⇔ P2 – P – 2 = 0 ⇔ (P + 1)(P – 2) = 0 ⇔ P = –1 atau P = 2 ⇔ alog b = –1 atau alog b = 2 ⇔ P − Sekarang akan kita nyatakan b dalam a.001 atau a = 100. nilai a yang memenuhi persamaan di atas adalah a = 0.16 Nyatakan b dalam a supaya berlaku alog b – 2blog a = 1! Penyelesaian a log b – 2blog a = 1 Ingat. a a 2 −1 = 0 log b 1 log b Misalkan: P = alog b log b = –1 ⇔ a log b = a −1 atau alog b = 2 ⇔ a log b = a2−1 ⇔ b = a–1 ⇔ b = a–2 1 ⇔ b = a 1 Jadi.

log 0. Gemuruh suara Air terjun Niagara memiliki skala decibel 90.5 b. Pada awal tahun. Tulislah bentuk pangkat dari: a. Pesawat jet yang baru lepas landas yang memiliki intensitas 8. Tulislah bentuk logaritma dari: a. log 18 b.3010.000. log 104 5 b. Jika 2log 3 = a dan 3log 5 = b. 0625 = 4 1 2 c. nyatakan bentuk berikut dalam a dan b! 2 a. Pak Thomas menabung Rp2.Uji Kompetensi 1. log 125 1 3 c.000. log = −2 9 7.4771 dan log 7 = 0. Percakapan normal yang memiliki intensitas 3. Jika perhitungan bunga tiga bulanan.8451 tentukan: a. log 3 = 0. Rony menabung uang di bank sebesar Rp125. log 410 5 f. log 1 8. log 10. log 15 4 b. log 0. log 75 43 Matematika . a. 222 333 111 222 a a − log ax x 1 d.01 = –2 0 .00. log 1 7 9. log 0. b.5 d. 53 = 125 b. log 27 2 d. berapakah besar bunga yang diterima Pak Thomas? 3. log a + log b − log ab 2 a c. Berapa jumlah uang Rony pada akhir tahun ke delapan jika bank memberi suku bunga majemuk 6% setahun? 2. 61 = 6 6.3 1.00 selama 5 tahun dengan bunga 12% per tahun.2 × 10–6 Watt per meter kuadrat. Hitunglah nilai dari: a. Sederhanakan 2 22 2 22 a. log 10. 4.3 × 102 Watt per meter kuadrat. 102 = 100 c. Diketahui log 2 = 0. Tentukan intensitas bunyi dari air terjun tersebut. Tentukan skala decibel suara berikut. Ia menyimpan uang tersebut selama 8 tahun. log 3 2 = 3 1 3 d.25 4 e. 64 64 16 16 ×× × log log log 64 −− − ×× × log log log 16 a log 2 x + 3 ( a log x − a log y ) b.000. log 21 c. 43 = 64 d. Apakah intensitas tersebut masih aman untuk telinga manusia? 5.

D.. Cari informasi ada berapa macam skala logaritma biasa dipergunakan dan beri contoh penelitian agar skala logaritma tersebut dipergunakan. Nyatakan p dalam q supaya berlaku p log q – 6 qlog p = 1! 17. log 50 16. a. alog b > 0! 15. log 150 100 f. Buktikan bahwa untuk a > b > 0. Cari informasi tentang besaran lain yang menggunakan skala logaritma. Jika a adalah bilangan bulat positif. Buktikan log 1 = 0 dan log 10=1! 14. nyatakan b dalam a yang memenuhi persamaan a log2 (ba + a) – alog (ba + a)3 + 2 = 0 SOAL TANTANGAN 19. 2log2 a adalah notasi untuk (2log a)2. 1.. tentukan nilai alog b – b log a! 12. Untuk a > 0. c bilangan positif. Jika b = a4. 44 Buku Guru Kelas X . Jika 4log a = p dan 8log b = q maka tentukanlah a5 3 11. PENUTUP Berdasarkan sajian materi terkait berbagai konsep dan sifat eksponen dan logaritma di atas.25 c. Berapakah nilai a yang memenuhi 2 × log2 a + log a = 6? 1 b a5 3 b a5 3 b . maka berapakah nilai a yang memenuhi 2log2 (a2 – 6a) + 2log (a2 – 6a)2 = 8. b. 18. a ≠ 1. Untuk membedakan analisis menggunakan logaritma bahkan digambarkan grafik dalam skala logaritma. log 5 30 e. Projek Skala logaritma dipergunakan untuk banyak keperluan selain menyatakan intensitas bunyi. Konsep eksponen dan logaritma dapat ditemukan kembali dari berbagai pemecahan masalah nyata di sekitar kehidupan kita. Buat laporan hasil pengamatan dan sajikan di depan kelas. dalam p dan q. log2 a adalah notasi untuk (log a)2. Jika alog b = 4. c ≠ 1. a dan b bilangan real positif. beberapa hal penting dapat kita rangkum sebagai berikut. a log b < 0 dan sebaliknya untuk 0 < a < b. tentukan nilai  a log ( bc )4  2 !   13. clog b = 4 dan a. log 36 2 d.

akan kita temukan konsep dan sifat-sifat persamaan dan pertidaksamaan linier dari berbagai situasi nyata kehidupan disekitar kita. Eksponen dan logaritma adalah dua operasi yang saling berbalikan. maka logaritma dari b dengan basis yang sama. Jika grafik fungsi eksponen dicerminkan terhadap sumbu y = x. Artinya jika suatu basis a dieksponenkan dengan c dan hasilnya adalah b. tetapi operasi eksponen belum tentu perpangkatan. 6. kita akan mempelajari persamaan dan pertidaksamaan linier yang melibatkan variabel berpangkat satu. c ∈ R . Misalnya 23 = 8 maka 3 8 = 2 4. Sama halnya dengan penemuan kembali konsep eksponen dan logaritma melalui pemecahan masalah nyata. Perbedaannya terletak pada semesta pembicaraannya. Sifat-sifat perpangkatan dapat digunakan untuk menurunkan sifat-sifat penarikan akar. x sebagai eksponen dari p. maka hasilnya adalah bilangan semula. jangan melompat-lompat. tetapi 23 = 8. Operasi eksponen adalah perluasan dari operasi perpangkatan yang sudah dipelajari di Sekolah Dasar dan SMP. 0 < a < 1. tetapi semesta pembicaraan pada eksponen tergantung variabel sebagai eksponen dari basisnya. Secara mendalam. 7. Perpangkatan dan penarikan akar adalah dua operasi yang saling berkebalikan. b. Operasi perpangkatan pasti merupakan eksponen. maka diperoleh grafik fungsi logaritma. Matematika 45 . Artinya jika suatu bilangan dipangkatkan dan hasilnya diakarkan dengan pangkat akar yang sama dengan pangkat bilangan sebelumnya. 5. Penguasaan berbagai konsep dan sifat-sifat eksponen dan logaritma adalah prasayarat untuk mempelajari fungsi eksponen dan fungsi logaritma sebab fungsi eksponen melibatkan bilangan eksponen dan fungsi logaritma melibatkan logaritma. jika ac = b maka a log b = c. berbagai sifat-sifat dari fungsi eksponen dan logaritma serta penerapannya akan dibahas dipokok bahasan peminatan. harus dipelajari secara terurut. Perlu kami tekankan bahwa mempelajari materi matematika mulai bahasan 1 sampai 12. Dapat ditulis misal a.2. Misalnya px = q. a ≠ 1 dan b > 0. hasilnya adalah c sebagai eksponen dari a. Pada Bahasan 2 (Bab 2). Penguasaan kamu pada materi eksponen dan logaritma akan berguna untuk mempelajari materi pada bab berikutnya. 3. Semesta pembicaraaan pada operasi perpangkatan adalah bilangan. yaitu a. dimana x dan p belum tentu bilangan. 3 adalah sebuah bilangan pangkat dari 2. sebab sangat dimungkinkan penguasaan materi pada bahasan berikutnya didasari penguasaan materi pada bahasan sebelumnya.

kritis. • mampu berpikir kritis dalam mengamati permasalahan. konsisten dan jujur serta menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.Bab Persamaan dan Pertidaksamaan Linear A. memahami dan menganalisis konsep nilai mutlak dalam persamaan dan pertidaksamaan serta menerapkannya dalam penyelesaian masalah nyata. menerapkan konsep nilai mutlak dalam persamaan dan pertidaksamaan linear dalam memecahkan masalah nyata. • mengajak kerjasama tim dalam menemukan solusi permasalahan. 2. siswa memperoleh pengalaman belajar: • mampu berpikir kreatif. 3. menghayati pola hidup disiplin. bertanggungjawab. KOMPETENSI DASAR DAN PENGALAMAN BELAJAR Kompetensi Dasar Setelah mengikuti pembelajaran ini siswa mampu: 1. • • • • Orde linear Lebih dari Kurang dari Nilai mutlak . • mampu menghadapi permasalahan pada kasus linear dalam kehidupan sehari-hari. • siswa mampu memodelkan permasalahan. Pengalaman Belajar Melalui pembelajaran materi persamaan dan pertidaksamaan linear. • mengajak untuk melakukan penelitian dasar dalam membangun konsep. • mengajak siswa untuk menerapkan matematika dalam kehidupan sehari-hari.

PETA KONSEP Matematika 47 .B.

48 Buku Guru Kelas X . hal ini berarti bahwa pasukan akan bergerak melawan arah sejauh 3 langkah. tidak ditentukan arah. Sebuah perintah dari pimpinan pasukan: “Maju 4 langkah. Menemukan Konsep Nilai Mutlak Ilustrasi: Kegiatan pramuka adalah salah satu kegiatan ekstrakurikuler yang diadakan di sebuah sekolah. jalan!”. ♦ Motivasi siswa mempelajari persamaan dan pertidaksamaan linear dengan menunjukkan kebergunaan berbagai konsep dan aturan matematika dalam pemecahan masalah nyata. hal ini berarti jarak pergerakan barisan adalah 4 langkah ke depan. ♦ Uji pemahaman siswa terhadap berbagai kasus yang disajikan. Motivasi siswa melalui pemaparan manfaat mempelajari persamaan dan pertidaksamaan linier. Orientasi siswa pada situasi nyata untuk membangun inspirasi penemuan konsep nilai mutlak. 1. Besar pergerakan langkah pasukan tersebut merupakan nilai mutlak. berarti mutlak 4 langkah dari posisi diam dan “mundur 3 langkah. kita akan mempelajari beberapa ilustrasi dan kasus untuk memahami dan menemukan konsep nilai mutlak (absolut). Arahkan siswa mempresentasikan hasil kerja kelompok dan kelompok lain diberi kesempatan menanggapi hasil kerja kelompok penyaji.1 Anak Pramuka yang dilihat adalah nilainya. MATERI PEMBELAJARAN Pada saat ini.C. bukan arahnya. Sebuah grup pramuka sedang belajar baris berbaris di lapangan sekolah pada hari Sabtu. . Lebih jelasnya. berarti mutlak 3 langkah dari posisi diam. jalan!”. Beri kesempatan pada siswa bertanya dan mengajukan ide-ide secara bebas dan terbuka. Demikian seterusnya. Dalam hal ini. Jika perintah pimpinan pasukan: “Mundur 3 langkah. Gambar 2. mari bersama-sama mempelajari kasus-kasus di bawah ini. “Maju 4 langkah”. Beri kesempatan pada siswa berdiskusi dalam kelompok belajar agar mereka terlatih bekerjasama menemukan alternatif strategi penyelesaian masalah.

Tentukanlah berapa langkah yang dijalani anak tersebut! Alternatif Penyelesaian Kita definisikan lompatan ke depan adalah searah dengan sumbu x positif. Banyak langkah yang dijalani si anak merupakan konsep nilai mutlak. Dari posisi diam. dan akhirnya 1 langkah ke belakang. kita misalkan bahwa x = 0 adalah posisi diam si anak. Anak panah yang pertama di atas garis bilangan menunjukkan.2 Sketsa lompatan Dari gambar di atas. langkah pertama si anak sejauh 2 langkah ke depan (mengarah ke sumbu x positif). kemudian 3 langkah ke belakang. anak panah kedua menunjukkan 3 langkah si anak ke belakang (mengarah ke sumbu x negatif) dari posisi akhir langkah pertama. Dapatkah kamu membuat sketsa lompatan anak tersebut? b. karena kita hanya menghitung banyak langkah. si anak melompat ke depan 2 langkah. dengan demikian lompatan ke belakang adalah searah dengan sumbu x negatif. Misalnya mundur 3 langkah dinyatakan dengan harga mutlak negatif 3 (|-3|). Matematika 49 . kita dapat melihat pergerakan akhir si anak dari posisi awal adalah 1 langkah saja ke belakang (x = –1). dilanjutkan 2 langkah ke depan. bukan arahnya. Tentukanlah berapa langkah posisi akhir anak tersebut dari posisi semula! c. demikianlah seterusnya sampai akhirnya si anak berhenti pada langkah ke 5.Masalah-2.1 Seorang anak bermain lompat-lompatan di lapangan. Perhatikan sketsa berikut: Ke belakang 1 langkah Ke depan 2 langkah Ke depan 2 langkah Ke belakang 3 langkah Ke belakang 1 langkah Gambar 2. Permasalahan: a. Sehingga banyak langkah anak tersebut adalah |2| + |-3| + |2| + |-1| + |-1| = 9 (9 langkah). Jadi. Banyak langkah dapat dinyatakan dengan nilai mutlak dari sebuah bilangan bulat. kemudian 1 langkah ke belakang. Banyak langkah selalu dinyatakan dengan bilangan bulat positif walaupun arahnya ke arah sumbu x negatif.

.y) –4 4 (–4. Dari contoh pada tabel tersebut.1 Nilai Mutlak Nilai Negatif –2 –3 –4 –5 Nilai Mutlak 2 3 4 5 0 2 3 5 Nilai Mutlak Dari ilustrasi dan tabel di atas... x –3 –2 –1 –3 –2 –1 0 0 1 1 2 2 3 3 4 4 |–x| = x |0| – 0 –x –x .3 di atas.1 berikut. kita melihat bahwa nilai mutlak akan bernilai positif atau nol... dapatkah kamu menarik sebuah kesimpulan tentang pengertian nilai mutlak tersebut? Jika x adalah variabel pengganti semua bilangan real. dapatkah kamu menentukan nilai mutlak x tersebut? Perhatikan bahwa x elemen himpunan bilangan real. kita tuliskan dengan x ∈ R.Perhatikan Tabel 2.. Nilai mutlak adalah jarak antara bilangan itu dengan nol pada garis bilangan real. .2) 50 Buku Guru Kelas X .4) (2.1) 2 2 jika x ≥ 0 . Perhatikan garis bilangan berikut.2) –1 1 (–1. –1 . kita akan mencoba menggambar grafik f ( x) =  − x Perhatikan beberapa titik yang mewakili grafik fungsi di atas.3 Selang Nilai Mutlak Berdasarkan Gambar 2. Definisi 2.4) –2 2 (–2.. jika x < 0 4 4 (4. x x Gambar 2.0) 1 1 (1. Tabel 2... |3| = 3 |–3| = 3 |–2| = 2 –3 –2 –1 0 1 2 3 4 |x| = x –x . didefinisikan x =  − x jika jika x≥0 x<0 x Berikutnya.. –1 0 0 1 1 2 2 . –1 0 1 2 . Nilai Non Negatif 0 2 3 5 Tabel 2. Kita lakukan beberapa percobaan perpindahan posisi sebagai berikut. dapat diperoleh definisi nilai mutlak berikut..1 x Misalkan x bilangan real..2 Pasangan Titik pada Fungsi f ( x) = x x y=f(x) (x.1) 0 0 (0.

2) Contoh 2. .. dengan langkah-langkah berikut. . Ajukan kasus berikut untuk lebih mendalami grafik tersebut. .. materi..3 Grafik f ( x)  x  2 dari berbagai kemungkinan nilai bilangan riel. . y ( x. 0 2 (0.1 tabel di atas! Lengkapilah Langkah 2. . ..... 2 . 4 2 (4. dengan langkah– Gambar 2.2) 1 .. dengan langkah-langkah berikut.. .. pada bidang koordinat Gambarkan grafik f ( x) =kartesius. ..... Beri kesempatan pada siswa menganalisis masalah dan makna nilai mutlak Tabel 2.4: Grafik y = f(x)=|x| ♦ Motivasi siswa secara internal melalui menunjukkan kebergunaan Langkah 1. Selanjutnya minta siswa menggambarkan grafik fungsi f ( x) = x − 2 ..... mari kita buat grafik f ( x) = x − 2 ... x − 2 yang menyatakan besar simpangan pada titik x = 2. Buatlah tabel untuk menunjukkan pasangan titik-titik yang mewakili grafik tersebut. 3 . 0 2 (0... 2 .2) 1 .. Langkah 1... –1 .. ..3 Pasangan Titik pada Fungsi f ( x) = x − 2 x y (x.. ♦ Meminta siswa melengkapi tabel yang ada pada buku siswa seperti yang tertera pada tabel di bawah ini. Sekarang.y) –3 5 (–3.. 4 2 (4. Letakkanlah titik – titik yang kamu peroleh pada tabel di atas. ..... Buatlah tabel untuk menunjukkan pasangan titik-titik yang mewakilimempelajari nilai mutlak dalam kehidupan sehari-hari. Tabel 2.2) BUKU PEGANGAN SISWA 48 Matematika 51 ... disajikan dalam koordinat kartesius sebagai berikut.5) –2 . mari kita bersama-sama menentukan grafik f ( x)  x  2 . y) -3 5 (-3.5) -2 .. Sekarang. 3 ... -1 . x langkah berikut.4: Grafik y = ( ) | | Gambar 2. y x Berdasarkan definisi dan gambar grafik di atas dapat kita simpulkan bahwa harga |x| Latihan 1 pada dasarnya menyatakan besar simpangan dari titik x = 0.. Titik-titik yang kita peroleh pada tabel..

Bagaimana dengan penyimpangan pada grafik 9 4 1 0 1 4 9 x untuk p bilangan real.5 Hubungan x dan x Lihatlah penyimpangan grafik terhadap sumbu x. Hubungkanlah titik-titik yang sudah kamu letakkan di koordinat tersebut sesuai dengan urutan nilai x. mari kita amati hubungan antara x dengan x 2 pada tabel berikut. x 3 2 1 0 1 2 3 3 2 1 1 x amati Selanjutnya. mari kita hubungan antara0|x| dengan 2 22 x x 3 pada tabel berikut.3 pada koordinat kartesius. Latihan 2 Latihan 2.Lengkapilah tabel di atas! Langkah 2. dengan 52 Guru menjelaskan kepada siswa hubungan antara x2 Buku Guru Kelas X tabel di atas. Hubungkanlah titik – titik yang sudah kamu letakkan di bidang koordinat tersebut sesuai dengan urutan nilai x. Minta siswa menarik kesimpulan? Bagaimana dengan penyimpangan pada grafik f ( x)  x  p ? Perhatikan grafik f ( x) = x − 2 Tabel 2.1 Perhatikan gambar grafik dan grafik.6 Titik Grafik f(x) = |x–2| Langkah 3. berdasarkan .5 Titik Grafik f(x) = |x–2| Langkah 3. Gambar 2. y x Gambar 2. Lihatlah penyimpangan grafik terhadap sumbu x. Dapatkah kamu beri kesimpulan? x -3 -2 -1 0 3 f (1x) = x 2− p terhadap sumbu x. 2 2 Selanjutnya. Letakkanlah titik-titik yang kamu peroleh pada Tabel 2.

. Pada hari Minggu dia menghabiskan dari uang yang 2 3 4 3 4 dimilikinya...000. .. ≥≥ .2 Dari definisi nilai mutlak yang kita berikan..Tabel 2. Sekarang dia masih memiliki 2 3 4 3 4 uang sisa belanjaan sebanyak Rp1.... Persamaan Linear ♦ Orientasi siswa pada Masalah-1. jika .2 Andi dalam tiga hari berturut-turut membelanjakan uangnya untuk membeli 1 1 1 2 3 keperluan sekolah.. Masalah-2. .... jika Cobalah mendiskusikannya dengan temanmu! 2...2 berikut. . dia membelanjakan uangnya Rp4.. Arahkan siswa belajar dalam kelompok! Beri bantuan bagi siswa atau kelompok yang mengalami masalah...4 Hubungan |x| dan x x 2 x2 1 1 1 1 2 4 2 2 3 9 3 3 –3 9 3 3 –2 4 2 2 –1 1 1 1 0 0 0 0 |x| x2 Dapatkah kamu mengambil kesimpulan hubungan antara |x| dengan tabel di atas? x 2 berdasarkan Latihan 2. .000. . Sementara uang yang dibelanjakan 1 1 1 2 3 pada hari Selasa hanya dari belanjaan hari Senin. .00. Matematika 53 . jika ax ax ++ bb==  << jika . Pada hari Senin. dapatkah anda berikan pendefinisian berikut....00 lebih sedikit dari uang yang dia belanjakan hari Minggu... .. Beri kesempatan pada siswa bertanya dan mengajukan ide-ide secara bebas dan terbuka. .. .

000 x x = + − 4.000 + 6. Misal banyak uang Andi = x Dari yang diketahui diperoleh 1 1 1 1 1 2 3 3 4 Belanja hari Minggu = x 5 6 2 3 4 3 4 2 3 1 1 1 1 1 2 3 3 4 Belanja hari Senin = x – 4000 5 6 2 3 4 3 4 2 3 1 x  Belanja hari Selasa =  − 4. 5 6 2 3 4 3 4 2 3 Ditanya: • Buatlah model matematika dari permasalahan di atas.000 (kalikan kedua ruas dengan 6).000 x = 26.000  + 1.000 = 7x – 26.000   3 2 2 2 x 4.000 + x – 8. yaitu: Uang Andi = jumlah uang yang dibelanjakan + sisa uang sehingga penyelesaian permasalahan ini.Dapatkah kamu membuat model dari kasus permasalahan tersebut? Buatlah model tersebut.000  3 2  Kita buat sebuah persamaan dari kasus ini. 54 Buku Guru Kelas X . 1 1 1 1 1 2 3 3 4 Belanja hari Selasa = × belanja hari Senin. • Tentukan berapa uang Andi sebelum dibelanjakan.000  +  − 4.00 lebih sedikit dari belanja hari Minggu. adalah: x  x   1 x x =   +  − 4. 5 6 2 3 4 3 4 2 3 Belanja hari Senin = Rp4. Penyelesaian Marilah kita bersama-sama menyelesaikan permasalahan ini.00.000 Dengan demikian uang Andi mula-mula adalah Rp 26.0 000 + − + 1. apakah kamu dapat menentukan uang Andi sebelum dibelanjakan? Diketahui: 1 1 1 1 1 2 3 3 4 Belanja hari Minggu = × jumlah uangnya.000. 2 2 6 3 6x = 3x + 3x – 24.000.

selisih umur mereka 3 tahun. terdapat sepasang manula yang tinggal di rumah tua. Pada saat sensus penduduk awal tahun 2013. yaitu 11 tahun setelah proklamasi. Nenek berusia 20 tahun. Amatilah mereka bekerja. kakek dan nenek tersebut belum memiliki KTP. Masalah-2.3 Di sebuah desa.3. Saat itu nenek berusia 20 tahun. Untuk pembuatan KTP. kemungkinan tahun lahir nenek dan kakek adalah 1936 dan 1933. ♦ Beri kesempatan pada siswa mencoba menyelesaikan kasus 4. Jika sekarang awal tahun 2013 maka usia nenek adalah: N = (20 – 11) + (2013 – 1945) atau N = 77 tahun sehingga dengan K – N = 3 membuat K = 80 tahun. kakek dan nenek diminta data tanggal lahir mereka. tetapi mereka tidak pernah mengetahui tanggal lahirnya. tetapi melalui contoh-contoh analogi. berkeliling mencermati berbagai kesulitan yang dialami siswa. Selanjutnya kita mendapatkan konsep mencari dugaan tahun lahir mereka dengan: Tahun lahir + Usia = Tahun sekarang sehingga dugaan tahun lahir mereka adalah: TN + 77 = 2013 atau TN = 1936 TK + 80 = 2013 atau TK = 1933 Dengan demikian. ujilah pemahaman siswa atas berbagai proses penyelesaian masalah. memberi kesempatan bertanya terhadap hambatan yang dialami. Matematika 55 . yaitu 11 tahun sesudah proklamasi 1945. Berilah bantuan pada siswa yang mengalami kesulitan.♦ Rancang lembar aktivitas siswa dalam memecahkan masalah 2. Beri kesempatan pada siswa memikirkan penyelesaian masalah. Mereka hanya mengingat bahwa saat menikah. mengingatkan kembali pengetahuan yang telah dimiliki siswa. Organisasikan siswa belajar dalam kelompok. Guru dapat memberikan bantuan ketika siswa mengalami masalah. Dapatkah kamu membuat persamaan linear dari persoalan di atas? Dapatkah kita ketahui tahun lahir mereka? Diketahui: Umur kakek – umur nenek = 3 Misalkan: Umur kakek = K Umur nenek = N Tahun lahir kakek = TK Tahun lahir nenek = TN K – N = 3.

2. Apakah kamu dapat menentukan umur ayah saat ini? Tentukanlah nilai c pada kasus tersebut! Alternatif Penyelesaian 1. Berdasarkan informasi masalah di atas. Sekarang. Sekarang. Misalkan umur ayah sekarang adalah x tahun. apakah kasus berikut logis? Umur Ayah 5 tahun yang lalu adalah 2/3 kali umurnya pada c tahun yang akan datang. Diskusi Coba anda teliti kasus berikut! Dapatkah kamu menjawab dan memberi komentar. 56 Buku Guru Kelas X . (c adalah bilangan bulat positif). umur ayah saat ini adalah 32 tahun. 1 Artinya: x = ( x − 7) + 27 5 3. umur ayah adalah 6 tahun lebihnya dari 1/2 kali umurnya 7 tahun yang lalu. dapat dituliskan Umur ayah 4 tahun yang lalu 2/3 kali umur ayah pada c tahun yang akan datang. Model yang telah diperoleh. kita selesaikan sebagai berikut: 1 1 1 2 3 x – 4 = (x + c) ⇔ x = 2c + 12 (notasi ⇔ dibaca jika dan hanya jika) 2 3 4 3 4 1 x = (x + 7) + 27 5 ⇔ 4x – 128= 0 ⇔ x = 32 Kita substitusi x = 32 ke x = 2c + 12 Diperoleh 32 = 2c + 12 atau c = 10 Jadi. umur ayah adalah 27 tahun lebihnya dari 1/5 umurnya pada 7 tahun yang lalu.Masalah-2. 2 atau x − 4 = ( x + c) 3 Umur ayah sekarang 27 tahun lebihnya dari 1/5 kali umurnya pada 7 tahun yang lalu.4 Umur ayah 4 tahun yang lalu adalah 2/3 kali umur ayah pada c tahun yang akan datang.

2 1. b ∈ R. Diberikan persamaan linear x – 4y = 12. y ∈ R.2 Persamaan linear satu variabel adalah persamaan yang didefinisikan ax + b = 0 dengan a.y: variabel a : koefisien dari x b : koefisien dari y c : konstanta persamaan Contoh 2. Definisi 2. dimana x. Gambarkanlah grafiknya! Penyelesaian Pertama-tama kita tentukan nilai x dan y yang memenuhi persamaan x – 4y = 12 dan kita buat pada tabel berikut. sebagai berikut. ♦ Arahkan siswa berdiskusi dengan temanya satu kelompok. untuk setiap x. Berapa banyak pasangan (x. dan meminta siswa mengisi tabel di atas untuk mendapatkan titik-titik yang dilalui grafik persamaan x – 4y = 12. dimana x : variabel a : koefisien dari x b : konstanta Definisi 2. bentuk umum dari persamaan linear satu variabel dan dua variabel. Secara induktif. y) yang memenuhi persamaan tersebut? Matematika 57 . a dan b tidak keduanya nol.Ketiga permasalahan di atas adalah sebuah pemahaman konsep dari bentuk persamaan linear satu variabel dan dua variabel. b ∈ R dan a ≠ 0.3 Persamaan linear dua variabel adalah persamaan yang didefinisikan ax + by + c = 0 dengan a.

y) yang memenuhi persamaan x – 4y = 12 adalah tak hingga banyaknya.y) untuk grafik x – 4y = 12 x y (x.5 dapat dinyatakan bahwa pasangan (x. Gambar 2. 0) serta memotong sumbu y pada titik (0.0) 13 1 1 1 2 3 2 3 4 3 4 16 1 … … … … … … … … … 1 1 1 2 3 (13.–3) 12 0 (12. untuk setiap x ∈ R. 58 Buku Guru Kelas X . Gambarlah grafik persamaan linear tersebut! Penyelesaian Pertama-tama kita tentukan nilai x dan y yang memenuhi persamaan y = 3x – 4 dan kita buat pada tabel berikut.….(12. khususnya diketahui bahwa grafik x – 4y = 12 ini memotong sumbu x pada titik (12. dapat kita gambarkan grafik x – 4y = 12 pada sumbu koordinat dengan menggunakan pasangan (x. 2 3 4 3 4 Dari data pasangan titik sebagai anggota himpunan penyelesaian persamaan. –3). ).1) 2 3 4 3 4 Dari data Tabel 2. ) (16.3 Diberikan persamaan linear y = 3x – 4.Tabel 2. yaitu 1 1 1 2 3 HP = {(0.0).1).–3).}.5 Pasangan titik (x.7 Grafik x – 4y = 12 Contoh 2. y) tersebut.(16.y) 0 –3 (0.(13.

0) dan memotong 3 sumbu y pada titik (0..8 Grafik y = 3x – 4 Definisi 2. Himpunan penyelesaian persamaan linear ax + by = c adalah himpunan semua pasangan (x.–16). Dari data Tabel 2. –10) –1 –7 (–1. y) yang memenuhi persamaan y = 3x – 4 adalah tak hingga banyaknya. yaitu 4 HP = {(–4.6 Pasangan titik (x. y) yang memenuhi persamaan linear tersebut. b.y) –4 –16 (–4. Gambar 2.0    . Matematika 59 . y) tersebut.–4)..(–1.4 Misalkan a.–13) –2 –10 (–2. dapat 4 dikatakan bahwa grafik y = 3x – 4 memotong sumbu x pada titik ( .(0.( .Tabel 2.–10)..–13).6 dapat dinyatakan bahwa pasangan (x. –4) 4 3 0 4   3 .}. –7) 0 –4 (0. Selanjutnya kita gambarkan grafik y = 3x – 4 pada koordinat kartesius dengan menggunakan pasangan nilai (x. 3 Dari data pasangan titik sebagai anggota himpunan penyelesaian. dan c bilangan real dan a.(–2. … .. b keduanya tidak nol.0) ….y) untuk grafik y = 3x – 4 x y (x.-7).(–3. –4). –16) –3 –13 (–3.

Psikotes =78. Dapatkah sebuah persamaan linear dua variabel memiliki anggota himpunan penyelesaian adalah tepat satu atau penyelesaian tunggal? Beri contoh persamaanya! 2. Total nilai tes tidak boleh kurang dari 793. Berapa umur remaja tersebut yang berkurang sampai dia berumur 40 tahun? 2. Ahli kesehatan merilis informasi bahwa. Windy adalah seorang calon suster yang telah mengikuti tes dengan hasil sebagai berikut: Tes Tertulis= 75. 5x – 3y=7 1 1 1 2 3 b. 60 Buku Guru Kelas X . 1. Salah satu penyakit sosial remaja sekarang ini adalah merokok.1 1. Perhatikan grafik di bawah ini! 3. dan Tes Wawancara=85.3. y–4x–1=0 2 3 4 3 4 1 1 1 2 3 c. Dapatkah sebuah persamaan linear dua variabel tidak memiliki anggota himpunan penyelesaian? Beri contoh persamaannya! Uji Kompetensi 2. tentukanlah persamaan linear yang memenuhi pasangan titik-titik tersebut. Tentukan nilai terendah Tes Keterampilannya agar ia dapat diterima di rumah sakit tersebut. berdiskusilah dengan temanmu satu kelompok untuk menjawab beberapa pertanyaan berikut.5 menit. yaitu tes tertulis. y = –5x 2 3 4 3 4 4. Tentukanlah himpunan penyelesaian untuk setiap persamaan linear berikut ini! a. Seorang remaja mulai merokok 1 (satu) batang rokok perhari sejak umur 15 tahun.SEHAT. Untuk dapat diterima sebagai suster di RS. Dari pasangan titik-titik yang diberikan. seorang calon suster akan menjalani tes sebanyak 4 kali.Diskusi Berdasarkan Definisi-2. psikotes. akibat menghisap satu batang rokok akan mengurangi waktu hidup seseorang selama 5. tes ketrampilan. dan wawancara dengan perbandingan hasil tes berturut-turut adalah 4 : 3 : 2 : 1.

persamaan linear dua variabel memiliki dua koefisien dan satu konstanta. selidiki apakah hanya ada satu persamaan linear dua variabel yang melalui dua titik yang sama. semua persamaan linear dua variabel melalui dua titik yang sama sebenarnya adalah sama. Apakah ini berarti ada beberapa persamaan linear dua variabel berbeda yang melalui dua titik yang sama. Berat astronot dan pesawatnya ketika mendarat di bulan tidak boleh melebihi 200 kg. tentukan batas tinggi badan agar digolongkan dalam katagori kelebihan berat badan. Tentukan berat maksimum astronot di bumi! 6. Ataukah walaupun banyak. Misal. Selidiki apa implikasi dari kenyataan ini. Berat pesawat di bumi 900 kg dan berat benda di bulan 1/6 dari berat benda di bumi. dengan W adalah berat badan (kg). Gambarkanlah grafik g(x) = |2x–1| untuk 1 < x < 10! • Projek Perhatikan bahwa persamaan linear dua variabel dapat dibuat grafiknya asal diketahui dua titik yang dilaluinya. Ia menggunakan indeks berat badannya dengan rumus I = W/h². berapa berat badan maksimal supaya tergolong berat badan normal? b. Seorang penderita diabetes sedang mengontrol berat badannya. Nilai I yang dimiliki setiap orang memiliki arti sebagai berikut.5. Padahal. Jika orang tersebut sudah memiliki berat badan 80 kg dan yang akan dikontrol adalah tinggi badan dengan melakukan suatu terapi tertentu. 7. • 25 < I berarti berat badan normal • 25 < I < 30 berarti kelebihan berat badan 30 < I < 35 berarti obesitas ringan • 35 < I < 40 berarti obesitas sedang • 40 < I berarti obesitas kronis a. Matematika 61 . Jika tinggi badan orang tersebut 175 cm. Buat laporan hasil kegiatanmu dan paparkan di depan kelas. dan h adalah tinggi badan (meter).

3. Selanjutnya kamu akan menyelesaikan penerapan konsep nilai mutlak tersebut ke persamaan linier. Kamu diharapkan mampu memahami aplikasi kedua konsep tersebut. Dari sketsa di atas. Sehingga diperoleh x = p + q atau x = p – q. Tunjukkanlah sketsa penurunan minimum dan peningkatan maksimum debit air sungai tersebut! Gambar 2. Jika debit air sungai tersebut adalah p liter/detik pada cuaca normal. Memunculkan keingintahuan siswa kebergunaan materi nilai mutlak dan persamaan linear terkait debit air. Karena perubahan debit air tersebut bernilai q maka |x – p| = q. Masalah-2. Perubahan debit pada cuaca tidak normal adalah sebesar q liter/detik. 62 Buku Guru Kelas X .9 Sungai Alternatif Penyelesaian Telah kamu ketahui bahwa penyimpangan dari suatu nilai tertentu dapat dinyatakan dengan harga mutlak.5 Sungai Bengawan Solo sering meluap pada musim hujan dan kering dimusim kemarau. tampak jelas bahwa penurunan minimum debit air adalah (p – q) liter/detik dan peningkatan maksimum debit air adalah (p + q) liter/detik. Misalkan debit air sungai = x Simpangan x terhadap nilai pada cuaca normal = |x – p|. Aplikasi Nilai Mutlak pada Persamaan Linear ♦ Motivasi siswa belajar nilai mutlak kaitannya dengan persamaan linier. Kamu telah menerima pemahaman lewat pengamatan terhadap beberapa kasus pada nilai mutlak dan persamaan linear satu dan dua variabel.

I < B. batas nilai cukup seorang pelajar agar dinyatakan lulus dari ujian. Umur bibi satu tahun lebih muda dari ayah B – 1 = A atau B < A Dengan mengamati pola di atas. dan bibi lebih tua dibanding ibu. Ayah lebih tua dari ibu A > I atau I < A c. Matematika 63 . dan B < A. Sehingga kesimpulan adalah paman lebih tua dibanding ayah. Urutan umur mereka mulai dari tertua ke termuda adalah P > A > B > I. yaitu A < P. Perhatikan masalah berikut! Masalah-2. dan bibinya berdasarkan umur mereka yang lebih tua. lowongan kerja mensyaratkan pelamar dengan batas usia tertentu. Budi berencana mengurutkan umur antara ayah. diperoleh informasi sebagai berikut.4. Contohnya. ayah lebih tua dibanding bibi. dan batas berat bersih suatu kendaraan yang diperbolehkan oleh dinas angkutan umum.6 Ayah Budi lebih muda dibanding pamannya tetapi lebih tua dari ibunya. Ayah lebih muda dibanding paman A<P b. banyak kita jumpai kasus yang melibatkan pembatasan suatu hal. Umur bibi hanya satu tahun lebih tua dari umur ibu B + 1 = I atau B > I d. paman. Pertidaksamaan Linear Dalam kehidupan sehari-hari. ibu. Sementara umur bibinya hanya satu tahun lebih tua dari umur ibunya tetapi satu tahun lebih muda dari umur ayahnya. a. Dapatkah kamu membantu Budi dalam mengatasi permasalahan tersebut? Alternatif Penyelesaian Pertama sekali didefinisikan variabel-variabelnya sebagai berikut: Umur ayah = A Umur ibu = I Umur paman = P Umur bibi = B Dari penjelasan permasalahan di atas. I < A.

35 = 0.475x – 0. Sehingga diperoleh |(0.025x – 0.05 dengan menggunakan kesetaraan x = x 2 Buku Guru Kelas X .66 = 0.475x + 0. juga masih lebih sedikit dibanding dengan tangkapan Pak Yusuf dan Pak Doni. mereka menghitung banyak ikan yang mereka dapatkan masing-masing. Simpangan antara keduanya dapat dinyatakan sebagai selisih harga mutlak. Masalah-2. Dia berencana menembak obyek yang telah ditentukan di sebuah perbukitan. Mereka selalu memancing ikan di sungai setiap Sabtu. 025 x − 0. Walaupun banyak ikan yang ditangkap Pak Anto dikali dua. dan kesimpulan yang kamu ambil berdasarkan hubungan-hubungan tersebut.05 ⇔ |0.5x + 0.35 = 0. Berdasarkan cerita di atas.33) – (0. dan Pak Doni gemar memancing.Diskusi Meminta siswa mendiskusikan masalah urutan berikut dengan menggunakan metodenya sendiri! Pak Anto.05 m oleh pengaruh-pengaruh perubahan arah tersebut? Alternatif Penyelesaian Lintasan peluru seharusnya 2y – x – 0.10 Tentara menembak sehingga kemung-kinan lintasan peluru dapat berubah menjadi y – 0.7 Seorang tentara melakukan latihan menembak di sebuah daerah kosong warga sipil. 02) 2 ≤ 0.66 = 0. setelah mereka selesai memancing. Pak Yusuf.02| ≤ 0. Banyak ikan yang ditangkap Pak Anto ternyata lebih daripada banyak ikan yang ditangkap Pak Yusuf. hubungan antar variabel berdasarkan informasi yang ada. maka pola lintasan peluru yang mengarah ke objek diperkirakan memenuhi persamaan 2y – x – 0. Kenyataannya y – 0. Kecepatan angin dan hentakan senjata akan mempengaruhi pergerakan peluru Gambar 2.35)| ≤ 0. Pada jarak berapakah lintasan peluru akan menyimpang 0.475x – 0. Jika x = 0 adalah posisi diam tentara tersebut.05 ⇔ 64 (0. dapatkah kamu menentukan urutan mereka berdasarkan banyak ikan yang mereka tangkap? Dalam metode kasus dijelaskan variabel yang dipergunakan. Suatu hari.

⇔ (0,025x – 0,02)2 ≤ (0,05)2 ⇔ (0,025x – 0,02)2 – (0,05)2 ≤ 0 ⇔ [0,025x + 0,03][0,025x – 0,07] ≤ 0 Nilai pembuat nol adalah x = –1,2 atau x = 2,8 Selang nilai x yang membuat pertidaksamaan bernilai negatif adalah –1.2 ≤ x ≤ 2,8, tetapi karena x = 0 adalah posisi diam tentara atau posisi awal peluru, maka lintasan peluru haruslah pada interval x ≥ 0. Dengan demikian, interval –1,2 ≤ x ≤ 2,8 akan kita iriskan kembali dengan x ≥ 0 seperti berikut.

{x|0 ≤ x ≤ 2,8} Jadi, penyimpangan lintasan peluru akibat pengaruh kecepatan angin dan hentakan senjata sebesar 0,05 m terjadi sejauh 2,8 m dari posisi awal. Permasalah di atas dapat dinyatakan dengan grafik sebagai berikut.

Gambar 2.11 Lintasan Peluru

Dari Gambar 2,11, jelas kita lihat bahwa grafik lintasan peluru yang diprediksi mengalami penyimpangan (garis putus-putus). Penyimpangan sejauh 0,05 m akan terjadi sampai x = 2,8 m.

Matematika

65

Contoh 2.4
Selesaikanlah pertidaksamaan berikut dengan metode umum |2x + 1| ≥ |x –3|! Penyelesaian Langkah 1: Ingat bahwa x = x 2 sehingga: 2x + 1 ≥ x − 3 ⇔

( 2 x + 1) ≥ ( x − 3) 2 2 ⇔ ( 2 x + 1) ≥ ( x − 3)
2

2

⇔ 4 x2 + 4 x + 1 ≥ x2 − 6 x + 9 ⇔ 3 x 2 + 10 x − 8 ≥ 0 ⇔ ( 3x − 2 ) ( x + 4 ) ≥ 0

( bentuk kuadrat )

Langkah 2: Menentukan pembuat nol. x= 2 atau x = −4 3

Langkah 3: Letakkan pembuat nol dan tanda pada garis bilangan Langkah 4: Menentukan interval penyelesaian. Dalam hal ini, interval penyelesaian merupakan selang nilai x yang membuat pertidaksamaan bernilai positif, sesuai dengan tanda pertidaksamaan pada soal di atas. Dengan demikian arsiran pada interval di bawah ini adalah interval penyelesaian pertidaksamaan tersebut.

Langkah 5: Menuliskan kembali interval penyelesaian 2  HP =  x x ≤ −4 atau x ≥  3  Permasalahan di atas dapat diselidiki dengan memperlihatkan grafik y = |2x + 1| dan grafik y = |x + 3|, untuk setiap x ∈ R. Berdasarkan grafik pada Gambar 2.4, kita memperoleh grafik sebagai berikut. 66
Buku Guru Kelas X

f(x) = |2x + 1| f(x) = |x – 3|

1 1 1 2 3 2 3 4 3 4

Gambar 2.12 Grafik f(x) = |2x + 1| dan f(x) = |x + 3|

Pertidaksamaan |2x + 1| ≥ |x – 3| dapat dilihat sebagai grafik fungsi f(x) = |2x + 1| berada di atas grafik f(x) = |x – 3|. Dari Gambar 2.11 terlihat bahwa pernyataan itu 2   benar untuk nilai x dalam himpunan  x | x ≤ −4 atau x ≥ , x ∈ R  . Coba gambar 3   sendiri lanjutan kurvanya.

5. Aplikasi Nilai Mutlak pada Pertidaksamaan Linear Selanjutnya kita akan mengaplikasikan konsep nilai mutlak ke pertidaksamaan linier, dengan memahami dan meneliti kasus-kasus berikut.

Masalah-2.8
Seorang bayi lahir prematur di sebuah Rumah Sakit Ibu dan Anak dengan berat badan 2.200 gram. Untuk mengatur suhu tubuh bayi tetap stabil, maka harus diinkubator selama beberapa hari. Suhu inkubator harus dipertahankan berkisar antara 32OC hingga 35OC selama 2 hari. Ternyata jika berat badan berada pada interval BB: 2.100–2.500 gram, maka suhu inkubator yang harus dipertahankan adalah 34OC. Jika pengaruh Gambar 2.13 Inkubator suhu ruangan membuat suhu inkubator menyimpang sebesar 0.2OC maka hitunglah interval perubahan suhu inkubator!

Matematika

67

Alternatif Penyelesaian Pada kasus bayi ini, kita sudah mendapatkan data dan suhu inkubator yang harus dipertahankan selama 1–2 hari semenjak kelahiran adalah 34°C. Misalkan T adalah segala kemungkinan perubahan suhu inkubator akibat pengaruh suhu ruangan, dengan perubahan yang diharapkan sebesar 0.2OC, maka nilai mutlak suhu tersebut dapat kita modelkan, sebagai berikut: |T – 34OC| ≤ 0,2OC Kasus ini dapat kita selesaikan melalui cara berikut. Cara I. (Dengan mengamati sketsa)
0,2°C 0,2°C ... 33,8°C ... 33,9°C ... 34°C ... 34,1°C ... 34,2°C ... Gambar 2.14 Interval perubahan suhu

sehingga interval kenaikan suhu inkubator adalah interval T |33,8OC ≤ T ≤ 34,2OC}. Cara II. (Secara Aljabar) Dengan mengingat bahwa T = T 2 maka: |T – 34OC| ≤ 0,2OC ⇔ (T − 34∞ C) 2 ≤ 0.2∞ C (kuadratkan) O 2 O ⇔ (T – 34 C) ≤ (0,2 C)2 ⇔ (T – 34OC)2 – (0,2OC)2 ≤ 0 ⇔ [(T – 34OC) – (0,2OC)] [(T – 34OC) + (0,2OC)] ≤ 0 ⇔ [T – 34,2OC] [T – 33,8OC] ≤ 0 Nilai pembuat nol adalah T = 34,2OC atau T = 33,8OC
33,8°C 34,2°C

{T |33,8OC ≤ T ≤ 34,2OC}

68

Buku Guru Kelas X

Uji Kompetensi 2.2
Selesaikan soal-soal berikut. x 1. Sketsalah grafik y = − 2 + 6, un3 tuk setiap nilai x bilangan real dengan terlebih dahulu menampilkan pasangan titik-titik yang dilalui grafik tersebut.
x y (x,y) 3 7 (3,7) 4 ... ... 5 ... ... 6 6 (6,6) 7 ... ... 8 ... ... 9 7 (9,7) 10 ... ...

4. Buktikan: a. |a + b| ≤ |a| + |b| b. |a – b| ≤ |a| + |b| 5. Buktikan bahwa grafik persamaan linear dua variabel adalah garis lurus! 6. Gambarkanlah semua titik (x,y) pada bidang yang memenuhi |x + y| + |x – y| = 2. 7. Gambarkanlah himpunan penyelesaian ketaksamaan linear berikut ini, dalam bentuk diagram garis! a. 4 < |x + 2| + |x –1| < 5 b. |x – 2| ≤ |x +1| Pilihlah jawaban yang benar. x − 1 ax 8. Pertidaksamaan 2 x − a < + 2 3 mempunyai penyelesaian x > 5. Nilai a adalah ... (A) 2 (B) 3 (C) 4 (D) 5 (E) 6 9. Semua nilai x yang memenuhi 0 < |x – 3| ≤ 3 adalah ... (A) {x|0 < x < 3 atau 3 < x ≤ 6, x ∈ R} (B) {x|0 ≤ x < 3 atau 3 < x ≤ 6, x ∈ R} (C) {x|0 ≤ x ≤ 3 atau 3 < x ≤ 6, x ∈ R} (D) {x|0 ≤ x ≤ 3 atau 3 < x < 6, x ∈ R} (E) {x|0 < x < 3 atau 3 < x <6, x ∈ R}

2. Seekor burung camar laut terbang pada ketinggian 17 meter melihat ikan pada jarak 25 meter sehingga ia terbang menukik ke permukaan laut dan menyelam sejauh 3 meter dan langsung bergerak kembali ke permukaan dan langsung terbang kembali seperti gambar.

Jika kita asumsikan permukaan laut sebagai sumbu x maka fungsi pergerakan burung tersebut adalah f(x) = |x – a| + b dengan a, b, dan x adalah bilangan real. Tentukanlah nilai a dan b tersebut! 3. Buktikan: a. |x2| = x2 b. |x2 – 2x + 1| = x2 – 2x + 1 Petunjuk: x = x 2

Matematika

69

10. Himpunan penyelesaian dari |3x + 2| > 5 adalah ... 1 1 1 2 3 (A) {x|x < – atau x > 0, x ∈ R} 2 3 4 3 4 7 (B) {x|x< – atau x > 1, x ∈ R} 3 (C) {x|x < –1 atau x > 1, x ∈ R} 1 1 1 2 3 (D) {x|x < – atau x > 1, x ∈ R} 2 3 4 3 4 1 1 1 2 3 (E) {x|x < – atau x > 0, x ∈ R} 2 3 4 3 4

Projek
Dalam kehidupan sehari-hari terdapat banyak besaran-besaran yang nilainya dinyatakan dalam persamaan linear. Misalkan saja besar tagihan telepon terhadap pemakaian. • Dapatkan informasi tentang besaran-besaran yang nilainya dinyatakan dengan persamaan linear dan bagaimana bentuk persamaan linear tersebut. • Demikian juga dengan nilai mutlak. Ketelitian selalu dinyatakan dengan nilai mutlak, karena ketelitian tidak memperhatikan apakah penyimpangan pada nilai sebenarnya adalah positif atau negatif. Dengan kata lain, penyimpangan sebesar –0,05 adalah sama tidak telitinya dengan penyimpangan sebesar 0,05. • Dapatkan informasi tentang pengguanan nilai mutlak dalam kehidupan sehari-hari yang kamu jumpai. • Buat laporan tentang hasil pencarian dan pengkajianmu serta paparkan hasilnya di depan kelas. Akan lebih menarik apabila kamu juga membandingkan beberapa alternatif pembayaran yang ditawarkan oleh penyedia jasa (misalnya: telepon, listrik) untuk menentukan alternatif mana yang paling menguntungkan sesuai dengan penggunaan.

70

Buku Guru Kelas X

D. PENUTUP
Setelah kita membahas materi persamaan dan pertidaksamaan linear, maka dapat diambil berbagai simpulan sebagai acuan untuk mendalami materi yang sama pada jenjang yang lebih tinggi dan mempelajari bahasan berikutnya. Beberapa simpulan disajikan sebagai berikut. 1. Nilai mutlak dari sebuah bilangan adalah positif. Hal ini sama dengan akar dari

2.

3.

4.

5.

6.

0 sebuah bilangan selalu positif. Misal a ∈ R, maka a 2 = a = { −aa,, aa ≥ < 0 . Dengan demikian grafik fungsi nilai mutlak selalu berada di atas sumbu x. Persamaan dan pertidaksamaan linear dapat diperoleh dari persamaan atau fungsi nilai mutlak yang diberikan. Misalnya, jika diketahui |ax + b| = c, untuk a, b, c ∈ R, maka menurut definisi nilai mutlak diperoleh persamaan ax + b = c. Demikian juga untuk pertidaksamaan linear. Bentuk umum dari persamaan linear dinyatakan: a1x1 + a2x2 + a3x3 + ... + anxn = 0 dengan setiap koefisien dan variabelnya merupakan bilangan-bilangan real. Jika a2 = a3 = ... = an = 0, maka diperoleh persamaan linear satu variabel dan apabila a3 = a4 = ... = an = 0, maka diperoleh persamaan linear dua variabel. Pertidaksamaan linear adalah suatu kalimat terbuka yang menggunakan pertidaksamaan <, ≤, >, dan ≥. Misal a1x1 + a2x2 + a3x3 + ... + anxn > 0 dengan setiap koefisien dan variabelnya merupakan bilangan-bilangan real. Jika a2 = a3 = ... = an = 0, maka ditemukan pertidaksamaan linear satu variabel dan apabila a3 = a4 = ... = an =0, maka diperoleh pertidaksamaan linear dua variabel. Himpunan penyelesaian suatu persamaan dan pertidaksamaan linear adalah suatu himpunan yang anggotanya nilai variabel yang memenuhi persamaan atau pertidaksamaan tersebut. Banyak anggota himpunan penyelesaiannya sebuah persamaaan linear dapat (1) tepat satu, (2) lebih dari satu (berhingga atau tak berhingga banyak penyelesaian), atau (3) tidak punya penyelesaian. Grafik persamaan linear satu atau dua variabel adalah sebuah garis lurus yang mungkin memotong sumbu x dan sumbu y atau tidak memotong sumbu x tetapi memotong sumbu y atau hanya memotong sumbu y.

Konsep dan sifat-sifat persamaan dan pertidaksamaan linear telah kita temukan dan kita terapkan dalam penyelesaian masalah kehidupan dan penyelesaian masalah matematika. Penguasaan kamu terhadap berbagai konsep dan sifat-sifat persamaan dan pertidaksamaan linear adalah syarat perlu untuk mempelajari bahasan sistem persamaan linear dua variabel dan tiga variabel serta sistem pertidaksamaan linear dengan dua variabel. Kita akan temukan konsep dan berbagai sifat sistem persamaan
Matematika

71

linear dua dan tiga variabel melalui penyelesaian masalah nyata yang sangat bermanfaat bagi dunia kerja dan kehidupan kita. Persamaan dan pertidaksamaan linear memiliki himpunan penyelesaian demikian juga sistem persamaan dan pertidaksamaan linear. Pada bahasan sistem persamaan linear dua dan tiga variabel, kamu pelajari berbagai metode penyelesainya untuk menentukan himpunan penyelesaian sistem persamaan dan pertidaksamaan tersebut. Seluru konsep dan aturan-aturan yang kita temukan diaplikasikan dalam penyelesaian masalah yang menuntut kamu berpikir kreatif, tangguh menghadapi masalah, mengajukan ide-ide secara bebas dan terbuka, baik terhadap teman maupun terhadap guru.

72

Buku Guru Kelas X

Bab

Sistem Persamaan dan Pertidaksamaan Linear
A. KOMPETENSI DASAR DAN PENGALAMAN BELAJAR Kompetensi Dasar
Setelah mengikuti pembelajaran sistem persamaan dan pertidaksamaan linear, siswa mampu: 1. menghayati rasa percaya diri, motivasi internal dan sikap peduli lingkungan melalui kegiatan kemanusiaan dan bisnis dan dalam kehidupan sehari-hari; 2. memahami konsep sistem persamaan linear dua dan tiga variabel serta pertidaksamaan linear dua variabel dan mampu menerapkan berbagai strategi yang efektif dalam menentukan himpunan penyelesaiannya serta memeriksa kebenaran jawabannya dalam penyelesaian masalah matematika; 3. menggunakan SPLDV, SPLTV dan sistem pertidaksamaan linear dua variabel (SPtLDV) untuk menyajikan masalah kontekstual dan menjelaskan makna tiap besaran secara lisan maupun tulisan; 4. Membuat model matematika berupa SPLDV, SPLTV, dan SPtLDV dari situasi nyata dan matematika, serta menentukan jawab dan menganalisis model sekaligus jawabnya; 5. membuat model matematika berupa persamaan dan pertidaksamaan linear dua variabel yang melibatkan nilai mutlak dari situasi nyata dan matematika, serta menentukan jawab dan menganalisis model sekaligus jawabnya.

Pengalaman Belajar
Melalui pembelajaran materi sistem persamaan dan pertidaksamaan linear, siswa memperoleh pengalaman belajar: • menjelaskan karakteristik masalah otentik yang penyelesaiannya terkait dengan model matematika sebagai SPLDV atau SPLDV; • merancang model matematika dari sebuah permasalahan otentik yang merupakan SPLDV atau SPLDV; • menyelesaikan model matematika untuk memperoleh solusi permasalahan yang diberikan; • menginterpretasikan hasil penyelesaian masalah yang diberikan; • menemukan ciri-ciri SPLDV atau SPLDV dari model matematika; • menuliskan konsep SPLDV atau SPLDV berdasarkan ciri-ciri yang ditemukan dengan bahasanya sendiri.

• • • •

SPL SPLDV SPLTV Himpunan Penyelesaian

B. PETA KONSEP
B.

PETA KONSEP

Masalah Otentik

Persamaan

Persamaan Linear Sistem Persamaan Linear Sistem Persamaan Linear Dua Variabel (SPLDV)

Pertidaksamaan Linear Sistem Pertidaksamaan Linear Sistem Pertidaksamaan Linear Dua Variabel (SPtLDV)
Menentukan Daerah Penyelesaian

Grafik SPtLDV Eliminasi
Menentukan HP

Substitusi
Eliminasi & Substitusi

Metode Grafik Determinan Sistem Persamaan Linear Tiga Variabel (SPLTV) Eliminasi
Menentukan HP

Himpunan Penyelesaian SPLDV

Grafiik SPLDV

Substitusi Eliminasi & Substitusi Determinan

Himpunan Penyelesaian SPLTV

Buku Guru Kelas X BUKU PEGANGAN SISWA

74

74

C. MATERI PEMBELAJARAN
1. Menemukan Konsep Sistem Persamaan linear Dua Variabel Persamaan dan sistem persamaan linear dua variabel sudah kamu pelajari saat duduk di kelas VIII SMP. Pada saat ini kita perdalam kajian, pemahaman dan jangkauan pemikiran tentang konsep sistem persamaan linear dari apa yang kamu sudah miliki sebelumnya. Pola pikir dan cara belajar yang dituntut dalam mempelajari materi ini, kamu berupaya menemukan ide-ide, berpikir kritis dan kreatif dalam mencari strategi penyelesaian masalah dan mengungkapkannya, berdiskusi dengan teman, mengajukan pertanyaan kepada guru dan teman kelompok. Banyak permasalahan dalam kehidupan nyata yang menyatu dengan fakta dan lingkungan budaya kita terkait dengan sistem persamaan linear. Permasalahanpermasalahan tersebut kita jadikan bahan inspirasi dan menyusun model-model Matematika yang ditemukan dari proses penyelesaiannya. Model matematika tersebut, kita jadikan bahan abstraksi untuk membangun konsep sistem persamaan linear dan konsep sistem persamaan linear dua variabel.
♦ Untuk menemukan konsep sistem persamaan linear dua variabel, ajukan pada siswa Masalah-3.1, dan Masalah 3.2 secara berkelanjutan untuk dipecahkan. Upayakan siswa lebih dahulu berusaha memikirkan, bersusah payah mencari ide-ide, berdiskusi dalam kelompok, mencari pemecahan masalah di dalam kelompok. Guru boleh memberikan anak tangga pada siswa, tetapi upayakan mereka sendiri yang memanjatnya menuju tingkat pemahaman dan proses berpikir yang lebih tinggi. Dari beberapa model matematika berupa sistem persamaan linear yang diperoleh dari langkah pemecahan masalah, minta siswa secara individu maupun menuliskan ciri-ciri sistem persamaan linear dua variabel. Berdasarkan ciri-ciri tersebut meminta siswa menuliskan konsep sistem persamaan linear dua variabel dengan kata-katanya sendiri. Kemudian mendiskusikan hasilnya dengan teman satu kelompok.

Cermatilah masalah berikut!

Masalah-3.1
Kartu bergambar dapat dijadikan bahan inspirasi menemukan konsep dan aturan yang terkait dengan sistem persamaan linear melalui masalah yang dirancang.
Gambar 3.1 Kartu Bergambar

Anto bermain kartu Remi bersama temannya. Ketika mereka selesai bermain, Budi, adiknya Anto mengumpulkan kartu-kartu tersebut. Kemudian Ia asyik
Matematika

75

membangun rumah bertingkat yang diberi nama Rumah Kartu. Susunan kartu untuk setiap tingkatnya dapat dicermati pada gambar berikut.

Rumah Kartu 1 Tingkat

Rumah Kartu 2 Tingkat

Rumah Kartu 3 Tingkat

Rumah Kartu 4 Tingkat

Gambar 3.2 Rumah Kartu Bertingkat

Setelah Budi menyusun beberapa rumah kartu bertingkat, ia bertanya dalam pikirannya, bagaimana hubungan di antara banyak kartu dan banyak tingkat rumah. Berapa banyak kartu yang dibutuhkan untuk membangun rumah kartu 30 tingkat? Dapatkah kamu membantu Budi untuk menyelesaikan masalah tersebut? Sebelum kamu menyelesaikan masalah tersebut, kira-kira apakah tujuan masalah tersebut dipecahkan terkait materi? Pikirkan strategi apa yang kamu gunakan. Selesaikanlah masalah di atas. Agar pekerjaan kamu lebih efektif renungkan dan pikirkan beberapa pertanyaan berikut: 1) informasi apa saja yang kamu temukan dalam masalah tersebut? 2) konsep apa saja yang terkait untuk menemukan hubungan antara banyak tingkat rumah dan banyak kartu yang digunakan untuk setiap tingkatnya? 3) bagaimana strategi kamu menemukan hubungan antara banyak tingkat rumah dan banyak kartu bergambar yang digunakan? 4) misalkan t menyatakan banyak tingkat rumah dan k banyak kartu yang dipakai untuk setiap tingkat. Dapatkah kamu rumuskan aturan yang memasangkan banyak tingkat rumah dengan banyak kartu bergambar yang digunakan? 5) adakah kesulitan yang harus didiskusikan dengan teman atau bertanya kepada guru untuk menentukan hubungan antara t dan k? 6) apakah aturan pemasangan yang kamu rumuskan memenuhi situasi penyusunan kartu pada gambar di atas? 7) adakah sistem persamaan linear kamu temukan dari rumusan hubungan antara banyak kartu dan banyak tingkat? 8) dapatkah kamu menjawab permasalahan Budi? Berapa banyak kartu yang digunakan untuk membangun rumah kartu 30 tingkat?

76

Buku Guru Kelas X

Alternatif Penyelesaian Berdasarkan Gambar 3.2 di atas, diperoleh informasi sebagai berikut. Rumah kartu bertingkat 1 mengunakan kartu sebanyak 2 buah. Rumah kartu bertingkat 2 mengunakan kartu sebanyak 7 buah. Rumah kartu bertingkat 3 mengunakan kartu sebanyak 15 buah. Rumah kartu bertingkat 4 mengunakan kartu sebanyak 26 buah. Sehingga banyak tingkat dan banyak kartu dapat dikorespondensikan satu-satu membentuk suatu relasi sama dengan atau banyak kartu dapat dinyatakan dalam banyak tingkat rumah.
♦ Minta siswa menemukan aturan yang memasangkan banyak tingkat dengan banyak kartu. Diharapkan siswa melakukan hal berikut.

Banyak Tingkat Rumah (t) 1 2 3

Banyak Kartu (k) 2 7 15 26

Pola Banyak Kartu 1+1+0 4+2+1 9+3+3 16 + 4 + 6

4

♦ Arahkan siswa melihat pola, bahwa bilangan 1, 4, 9, 16 adalah kuadrat dari bilangan 1, 2, 3, 4 dan bilangan-bilangan 1, 2, 3, 4 adalah bilangan tingkat itu sendiri. Kemudian tanyakan pada siswa apakah bilangan 0, 1, 3, dan 6 dapat dinyatakan dalam t2 dan t. Diharapkan siswa menyatakan relasi berikut.

Misal x dan y adalah bilangan yang akan ditentukan sekaitkan dengan banyak kartu dan banyak tingkat rumah yang dinyatakan dalam persamaan berikut. k = x t2 + y t …………………………………………. (Persamaan-a)
♦ Untuk menentukan nilai x dan y, minta siswa mencermati kembali Gambar-3.2 di atas untuk mendapatkan dua persamaan linear dengan variabel x dan y yang saling terkait. Diharapkan siswa melakukan hal berikut:

Untuk t = 1 dan k = 2 diperoleh persamaan x + y = 2 Untuk t = 2 dan k = 7 diperoleh persamaan 4x + 2y = 7 Dengan demikian kita peroleh dua buah persamaan linear dua variabel, yaitu .....................(Persamaan-1)  x + y = 2......................................................  rsamaan-2) 4 x + 2 y = 7......................................................................(Per
Matematika

77

♦ Minta siswa mengingat kembali materi yang telah dipelajari sebelumnya di SMP tentang cara menentukan himpunan penyelesaian dua buah persamaan linear dengan berbagai metode (eliminasi, substitusi, eliminasi dan substitusi, serta metode grafik biarkan siswa yang menentukan cara apa yang mereka gunakan). Kemudian menyuruh siswa menentukan nilai x dan y. Diharapkan siswa memilih salah satu metode dan menggunakannya menentukan nilai variabel x dan y. Sebagai alternatif pilihan siswa adalah metode eliminasi.

Nilai x dan y dapat ditentukan sebagai berikut: x + y = 2 × 4 4x + 4y = 8 4x + 2y = 7 × 1 4x + 2y = 7 – 1 1 1 1 1 2 3 3 4 2y = 1 ⇒ y = 5 6 2 3 4 3 4 2 3 x + y = 2 × 2 2x + 2y = 4 4x + 2y = 7 × 1 4x + 2y = 7 – 1 1 1 1 1 2 3 3 4 –2x = –2 ⇒ x = 5 6 2 3 4 3 4 2 3  3 1   Diperoleh himpunan penyelesaiannya adalah  ,   .  2 2  
♦ Minta siswa mengevaluasi hasil yang diperoleh, apakah hasil yang diperoleh adalah solusi terbaik. Diharapkan siswa melakukan hal berikut.

k = xt 2 + yt 3 1 2 = (1) 2 + (1) (pernyataan benar) 3 2 2 x=  3 1 2  ⇒ 7 = (2) 2 + (2) (pernyataan benar) 1 2 2 y= 3 2 1 2  15 = (3) + (3) (pernyataan benar) 2 2 1 3 26 = (4) 2 + (4) (pernyataan benar) 2 2 Dapat disimpulkan, aturan pengaitan banyak tingkat dengan banyak kartu yang digunakan untuk membangun rumah kartu adalah k = xt2 + yt dengan nilai 1 1 1 1 1 2 3 31 41 1 1 1 2 3 3 4 konstanta x dan y adalah dan . 5 6 2 3 4 3 4 25 36 2 3 4 3 4 2 3 78
Buku Guru Kelas X

♦ Selanjutnya mita siswa menentukan banyak kartu yang digunakan membuat rumah kartu dengan 30 tingkat. Diharapkan siswa melakukan hal berikut.

1 1 1 1 1 1 1 2 1 3 1 3 1 14 1 21 3 13 1 4 1 2 1 3 1 3 1 4 1 2 3 3 4 Untuk t = 30, diperoleh k = t2 + t = (30)2 + (30) 5 6 2 3 5 4 6 3 2 4 3 2 54 3 6 32 43 2 4 3 5 3 6 4 2 2 3 3 4 3 4 2 3 1 1 1 1 1 2 3 3 4 k = (900) + 15 = 1365 5 6 2 3 4 3 4 2 3 Jadi, banyak kartu yang dibutuhkan membangun rumah kartu bertingkat 30 adalah 1365 buah kartu.

Perhatikan masalah berikut yang dirancang pada sebuah rumah adat salah satu suku di Indonesia.

Masalah-3.2
Atap rumah terbuat dari ijuk pohon aren (Nira). Perbandingan banyak ijuk yang digunakan untuk menutupi permukaan atap bagian bawah dengan permukaan atap bagian tengah adalah 7 : 4. Perbandingan tinggi permukaan atap bagian bawah dengan tinggi permukaan atap bagian tengah adalah 3 : 2. Coba tentukan berapa panjang alas penampang atap bagian bawah dan tengah.
Gambar 3.3 Rumah Adat

♦ Arahkan siswa memahami masalah, menggali informasi yang terkandung dalam masalah dan menginterpretasikan masalah dalam gambar dengan memperhatikan bentuk asli rumah Batak Karo pada gambar di atas. Katakan pada siswa, sebelum kamu memecahkan masalah, koordinasi pengetahuan dan keterampilan yang kamu sudah miliki untuk menemukan aturan-aturan, hubunganhubungan dan struktur-struktur yang belum diketahui. Pahamilah masalah di atas, artinya kamu tuliskan hal apa yang diketahui, apa yang ditanyakan, dan interpretasikan masalah dalam gambar. Beberapa pertanyaan yang perlu dipikirkan agar pekerjaan kamu lebih efektif. 1) Adakah konsep dan aturan matematika yang sudah dipelajari di SMP terkait dengan pemecahan masalah yang diberikan ? 2) Bagaimana menggunakan variabel untuk menyatakan masalah dalam matematika? 3) Perhatikan konsep apa yang melekat pada atap rumah bagian bawah dan tengah! 4) Apa yang dimaksud dua bangun dikatakan kongruen dan lakukan perbandingan panjang sisi-sisi kedua bangun tersebut untuk memperoleh persamaan tinggi penampang atap?

Matematika

79

5) Adakah sistem persamaan linear yang kamu temukan? 6) Bagaimana cara menentukan nilai variabel pada persamaan dengan menggunakan manipulasi aljabar dan metode yang kamu pelajari di SMP? 7) Berdasarkan nilai variabel yang kamu peroleh, dapatkah permasalahan di atas dijawab?

Alternatif Penyelesaian Diketahui: Perbandingan luas penampang atap bagian bawah dengan bagian tengah adalah 7 : 4. Perbandingan tinggi penampang atap bagian bawah dengan bagian tengah adalah 3 : 2. Ukuran garis puncak masing-masing atap adalah 4m Ditanya: a. Panjang alas penampang atap bagian bawah b. Panjang alas penampang atap bagian tengah Penyelesaian: Diharapkan siswa dapat mengilustrasikan masalah seperti gambar berikut.

♦ Menyuruh siswa memperhatikan konsep apa yang melekat pada penampang atap rumah adat tersebut.

Diharapkan siswa dapat mencermati trapesium ABCD dan melakukan hal berikut. Misalkan panjang AB = a1, ST = a2, dan DC = a3 = 4m Misal: Luas penampang atap bawah (ABCD) = L1 Luas penampang atap tengah (STCD) = L2 Karena penampang atap rumah berbentuk trapesium, maka 1 1 1 1 1 2 3 3 4 L = (AB + DC) × tinggi 5 16 2 3 4 3 4 2 3 1 1 1 1 1 2 3 3 4 L = × (a1 + a3) × t1 5 16 2 3 4 3 4 2 3 1 1 1 1 1 2 3 3 1 4 1 1 1 1 2 3 3 4 L2 = (ST + DC) × tinggi = × (a2 + a3) × t2 5 6 2 3 4 3 4 2 5 3 6 2 3 4 3 4 2 3 80

Buku Guru Kelas X

siswa diharapkan melakukan matematisasi dan menemukan persamaan linear dengan variabel a1 dan a2 dengan melakukan hal berikut.(Persamaan-1) ♦ Minta siswa mengingat kembali apa yang dimaksud dua bangun dikatakan sebangun dan mencermati bahwa trapesium ABCD dan trapesium STCD adalah sebangun. dapat diartikan bahwa L1 : L2 = 7 : 4. 1 1 1 1 1 2 3 3 1 4 1 1 1 1 2 3 3 4 PB = (a1 – a3) dan SQ = (a2 – a3) 5 6 2 3 4 3 4 2 5 3 6 2 3 4 3 4 2 3 Karena trapesium ABCD dan trapesium STCD adalah sebangun maka a a− a3 3 3 a 4− 4 3 3 a − PBPB t1 t1 a1 − = = ⇒ 1 3 = = 1 1 = = SQSQ t2 t2a2 a −2a− a2 a −24− 4 2 2 3 a3 2 2 a1 − a3 3 a1 − 4 3 =⇒ = a2 − a3 2 a2 − 4 2 ⇒ 2a1 – 8 = 3a2 – 12 ⇒ 2a1 – 3a2 = – 4 ∴ 2a1 – 3a2 = – 4 …………………………………. ( a1 + a3 ) t1 = 7 ( a2 + a3 ) t2 4 ( at +=a3 7 3 ( a1 + 4 ) 7 ( a1 + 4 ) 3 ) t1 a3 = 4m dan t1 : 1 : 2 =⇒ = 2 ( a2 + a3 ) t 2 4 2 ( a2 + 4 ) 4 ( a2 + 4 ) + a3 ) t1 7 3 ( a1 + 4 ) ( a1 7 7 ( a1 + 4 ) = =⇒ = ( a2 + a3 ) t 2 4 2 ( a2 + 4 ) 4 ( a2 + 4 ) 6 L1 : L2 = 7 : 4 ⇒ = 7 6 ⇒ 6a1 + 24 = 7a2 + 28 ⇒ 6a1 – 7a2 = 4 ∴ 6a1 – 7a2 = 4 ………………………………………. yaitu: PB t1 = SQ t2 Matematika 81 .Karena perbandingan banyak ijuk yang digunakan menutupi penampang atap bagian bawah dengan banyaknya ijuk yang digunakan menutupi atap bagian tengah adalah 7 : 4. ♦ Arahkan siswa melakukan matematisasi dan manipulasi aljabar untuk mendapatkan model matematika berupa persamaan linear. kita telah memperoleh dua persamaan linear dengan variabel a1 dan a2 yang saling terkait. Dari hasil pengamatan tersebut..…(Persamaan-2) Dengan demikian.

Diharapkan siswa menemukan 2 sistem persamaan linear berikut..(Persamaan-1) 6a1 − 7 a2 = 4................................... Dari Persamaan-1 diperoleh 7 4 6a1 – 7a2 = 4 ⇒ a1 = a2 + ……………………..8)}... Sebagai alternatif pilihan siswa adalah metode subtitusi. substitusi.............. eliminasi dan substitusi.......(Persamaan-3) 6 6 Subtitusikan persamaan-3 ke persamaan-2. diperoleh a1 = 4 7 ⇒ 2  a2 +  − 3a2 = −4 6 6 4 −32 4 7 4 14 8 18 24 ⇒ a2 = − a2 + − a2 = − − a2 2  a2 +  − 3 4 2 + 6 6 6 6 6 6 6 6 6 −32 14 14 8 8 18 18 24 24 4 4 −32 = == −4 −4 a2a+ == − −⇒ − − a2a a2 2 + − − a2 2 66 66 66 66 66 66 ⇒ a2 = 8 a2 = 8 ⇒ a1 = 7 4 a2 + ⇒ 2a1– 3a2 = –4 6 6 ⇒ a1 = 10 7 4 56 4 60 a2 + = + = 6 6 6 6 6 Himpunan penyelesaian persamaan linear 6a1 – 7a2 = 4 dan 2a1 – 3a2 = – 4 adalah {(10. Kemudian menyuruh siswa menentukan nilai a1 dan a2....... ♦ Menyuruh siswa menemukan sistem persamaan linear pada langkah pemecahan masalah-1. Dengan demikian diperoleh panjang alas penampang atap bagian bawah a1 = 10m dan panjang alas penampang atap bagian tengah a2 = 8m. berdasarkan pengetahuan yang telah dimiliki sebelumnya di SMP.........  amaan-2)  2a1 − 3a2 = −4.................................(Persa ♦ Minta siswa mengingat kembali berbagai metode (eliminasi.... 82 Buku Guru Kelas X ........... serta metode grafik biarkan siswa yang menentukan cara apa yang mereka gunakan) untuk menentukan himpunan penyelesaian dua buah persamaan linear . dan 2............... Diharapkan siswa memilih salah satu metode dan menggunakannya.....

..... Perhatikan kembali setiap langkah penyelesaian Masalah-3............... – Memuat persamaan dengan dua variabel.........................................  amaan-2) 2a1 − 3a2 = −4....• • Dari pemecahan masalah-1 diperoleh sistem persamaan linear ... Kemudian suruh siswa menemukan sistem persamaan linear dua variabel pada langkah pemecahan Masalah 3. suruh siswa menuliskan pengertian sistem persamaan linear dua variabel dengan kata-katanya sendiri dan hasilnya diskusikan secara klasikal................................................. Ciri-ciri sistem persamaan linear dua variabel.......2................(Persa ♦ Minta siswa mengingat kembali pengertian sistem persamaan linear dua variabel yang telah dipelajari di SMP dan mencermati kembali Persamaan-1 dan 2 pada langkah pemecahan Masalah 3.......................................................(Persa ♦ Guru meminta siswa menuliskan ciri-ciri sistem persamaan linear dua variabel secara individual dan mendiskusikan hasilnya secara kelompok................(Persamaan-1) 6a1 − 7 a2 = 4............................................(Persamaan-1)  x + y = 2................  amaan-2) 2a1 − 3a2 = −4.......1 dan Masalah-3....  rsamaan-2) 4 x + 2 y = 7............... Diharapkan siswa mendapatkan dua sistem persamaan linear dua variabel berikut • • Dari pemecahan masalah-1 diperoleh sistem persamaan linear ..... – Merupakan sistem persamaan linear ......................2...... Dari hasil diskusi siswa secara klasikal ditetapkan............ Diharapkan siswa menuliskan ciri-ciri berikut.........................1 dan 3....................... Himpunan penyelesaian persamaan linear 6a1 – 7a2 = 4 dan 2a1 – 3a2 = – 4 adalah {(10...........................................(Persamaan-1)  x + y = 2............................(Persamaan-1) 6a1 − 7 a2 = 4............ Dengan demikian diperoleh panjang alas penampang atap bagian bawah a1 = 10m dan panjang alas penampang atap bagian tengah a2 = 8m....... Masih ingatkah kamu contoh sistem persamaan linear dua variabel ketika belajar di SMP.............................2..(Per Dari pemecahan masalah-2 diperoleh sistem persamaan linear ... Matematika 83 .............................8)}..................1 dan 3.....(Per Dari pemecahan masalah-2 diperoleh sistem persamaan linear ...... Berdasarkan ciri-ciri sistem persamaan linear di atas.....  rsamaan-2) 4 x + 2 y = 7......

.......2 Sistem persamaan linear dua variabel (SPLDV) adalah suatu sistem persamaan linear dengan dua variabel... a2......... b2. y : variabel a1...... Sistem persamaan linear dua variabel merupakan sistem persaman linear ........... dengan koefisien-koefisien persamaan adalah bilangan real. Kemudian diskusikan hasilnya dengan temanmu secara klasikal. b1...1 Diberikan dua persamaan 84 1 1 + = 4 dan 2x + 3y = 2... ajukan contoh dan bukan contoh yang ada pada buku siswa...............  samaan-2) a2 x + b2 y = c2 ....1 Sistem persamaan linear adalah himpunan beberapa persamaan linear yang saling terkait...... a2 dan b2 tidak keduanya 0......... a1 dan b1 tidak keduanya 0... Definisi 3.....♦ Coba temukan contoh sistem persamaan linear dari setiap permasalahan yang merupakan sistem persamaan linear dua variabel.. x.. Berikut ini...... apakah sistem persamaan yang diberikan termasuk contoh atau bukan contoh sistem persamaan linear dua variabel dan cermati pemahaman siswa melalui alasan-alasan yang diberikan.......(Persamaan-1) a1 x + b1 y = c1 ... a2 : koefisien variabel x b1......(Pers dengan a1.. c2 : konstanta persamaan ♦ Untuk lebih memahami definisi di atas. ♦ Tuliskan secara individu definisi sistem persamaan linear dua variabel berdasarkan ciri-ciri yang ditemukan.... c1........ Kedua persamaan ini tidak x y Buku Guru Kelas X . Bentuk umum sistem persamaan linear dengan dua variabel x dan y adalah .... b2 : koefisien variabel y c1......... ♦ Temukan ciri-ciri sistem persamaan linear tersebut dan diskusikan dengan temanmu secara klasikal...... didefinisikan sistem persamaan linear dua variabel...... Contoh 3....... dan c2 bilangan real. Definisi 3.. Minta siswa memberikan alasan...

maka akan ditun14n + 3 jukkan adanya bilangan bulat s dan t sehingga (21n + 4)s + (14n + 3)t = 1.... Matematika 85 . pecahan 21n + 4 tidak dapat disederhanakan. Pers-2 Dari Persamaan 1 dan 2 diperoleh s = –2 dan t = 3. maka 3s + 2t = 0 ... Untuk membuktikan pecahan Bukti: Pecahan adalah 1. 21n + 4 tidak dapat disederhanakan.. 21n + 4 tidak dapat disederhanakan.... Contoh 3. Masalah-3. maka FPB dari (21n + 4) dan (14n +3 14n + 3 Karena FPB dari (21n + 4) dan (14n +3) adalah 1 maka ada bilangan bulat s dan t sedemikian hingga (21n + 4)s + (14n + 3)t = 1.. (21n + 4)s + (14n + 3)t = 1 ⇒ 21ns + 14nt + 4s + 3t = 1 ⇒ 7n (3s + 2t) + (4s + 3t) = 1 Agar persamaan 7n (3s + 2t) + (4s + 3t) = 1 dipenuhi untuk setiap n.2 Diberikan dua persamaan x = 3 dan y = –2..3 Buktikan bahwa untuk setiap n. Untuk lebih mendalami sistem persamaan linear di atas cermatilah masalah berikut. Kedua persamaan linear tersebut membentuk sistem persamaan linear dua variabel sebab kedua persamaan linear tersebut dapat dinyatakan dalam bentuk x + 0y = 3 dan 0x + y = –2 dan pemaknaan setiap variabel pada kedua persamaan adalah sama... Jika persamaan + = 4 diselesaikan diperoleh persamaan x + y x y = 4xy tidak linear.....1 1 membentuk sistem persamaan linear dua variabel sebab persamaan + = 4 bukan x y 1 1 persamaan linear... Pers-1 4s + 3t = 1 . 14n + 3 ♦ Minta siswa mencoba sendiri untuk membuktikan masalah di atas..

Untuk mendalami pemahaman kamu. kedua persamaan memiliki suku konstan adalah nol dan grafik kedua persamaan berimpit. untuk x = 0.3 Sistem persamaan linear homogen merupakan sistem persamaan linear dengan suku konstan sama dengan nol dan memenuhi salah satu dari dua hal berikut: 1.0). Sistem tersebut hanya mempunyai penyelesaian trivial. Di samping itu. Diberikan 2x + 3y = 0 dan 4x + 6y = 0. –2). Contoh 3. 2. Sistem persamaan linear ini memiliki suku konstan adalah nol dan mempunyai penyelesaian tunggal. 2) dan termasuk (0. Apabila sebuah SPLDV mempunyai penyelesaian tidak semuanya nol dikatakan memiliki penyelesaian yang tak trivial. (–3. misalnya. Diberikan 3x + 5y = 0 dan 2x + 7y = 0. Definisi 3. Apabila sebuah SPLDV hanya memiliki penyelesaian x = 0 dan y = 0 disebut penyelesaian trivial. (3. 2. yaitu.Selanjutnya perhatikan kedua sistem persamaan linear dua variabel berikut. Kita subtitusikan persamaan y = – (σ – 3) x ke persamaan x + (σ – 3) y = 0. y = 0. 1. Sehingga diperoleh x + (σ – 3) (–σ + 3) x = 0 ⇒ x + (–σ2 + 6σ – 9) x = 0 ⇒ x = (σ2 – 6σ + 9) x 86 Buku Guru Kelas X . Sistem persamaan linear ini memiliki lebih dari satu penyelesaian. Sistem tersebut mempunyai tak terhingga banyak penyelesaian tak trivial selain penyelesaian trivial.3 Untuk nilai σ apakah sistem persamaan (σ − 3) x + y = 0   x + (σ − 3) y = 0  mempunyai penyelesaian yang tak trivial? Penyelesaian (σ – 3) x + y = 0 ⇔ y = – (σ – 3) x. mari cermati contoh berikut. Kedua sistem persamaan linear di atas adalah sistem persamaan linear yang homogen.

b. ♦ Coba uji nilai σ = 4 atau σ = 2 ke dalam persamaan. y ∈ R dan 2x – 3z = 3.Agar mempunyai penyelesaian tak trivial. Lihat gambar berikut! 2. atau memiliki tepat satu penyelesaian atau memiliki tak berhingga penyelesaian! Berapa banyak kartu persegi dan segitiga yang harus diambil dari tumpukan kartu agar jumlah gambar kerbau 33 dan jumlah gambar burung 100. Angga anak Pak Purwoko memiliki setumpuk kartu.1 1. Jika perahu tersebut bergerak berlawanan dengan arah arus sungai dapat menempuh jarak 51km dalam 3 jam. 3. Berapa kecepatan perahu dan kecepatan aliran air sungai? Matematika 87 . Sehingga diperoleh (σ2 – 6σ + 9) = 1 ⇒ σ2 – 6σ + 8 = 0 • Ingat makna a × b = 0 ⇒ (σ – 4)(σ – 2) = 0 ⇒ σ = 4 atau σ = 2 Agar sistem persamaan (σ – 3) x + y = 0 dan x + (σ – 3) y = 0 mempunyai penyelesaian yang tak trivial. xy + 5z = 4. Uji Kompetensi 3. SOAL TANTANGAN 4. pastilah σ = 4 atau σ = 2. Apakah benar sistem tersebut memiliki penyelesaian yang tak trivial. Apakah persamaan-persamaan di bawah ini membentuk sistem persamaan linear dua variabel? Berikan alasan atas jawabanmu! a. Keseluruhan kartu dapat dipilah menjadi dua bagian menurut bentuknya. Satu jenis lagi berbentuk segitiga yang di dalamnya terdapat gambar seekor kerbau dan dua ekor burung. x – 3 = 0 dan y – 5 = 1. maka x ≠ 0. Jelaskan mengapa penyelesaian sebuah sistem persamaan linear (SPL) adalah salah satu dari tiga kemungkinan berikut: tidak punya penyelesaian. Sebuah perahu yang bergerak searah arus sungai dapat menempuh jarak 46km dalam 2 jam. Satu jenis berbentuk persegi yang di dalamnya terdapat gambar seekor kerbau dan empat ekor burung.

4 Ukiran patung dan ornamen 88 Buku Guru Kelas X . Pak Wayan memiliki keterampilan memahat patung yang diwarisi dari Kakeknya. Dalam melakukan pekerjaannya. Kemudian SPLDV yang kamu peroleh diinterpretasikan hasilnya. Uraikan deskripsi pemodelan tersebut dan langkahlangkah yang kamu ambil untuk dapat menyatakan pemodelan tersebut dalam SPLDV. Nenek moyang kita memiliki keahlian seni ukir (seni pahat). Buat dalam bentuk laporan dan paparkan di depan kelas. Perbedaan sistem persamaan linear dua variabel dengan sistem persamaan linear tiga variabel terletak pada banyak variabel yang akan ditentukan nilainya. Menemukan Konsep Sistem Persamaan linear Tiga Variabel Konsep persamaan linear dan sistem persamaan linear dua variabel sudah kamu temukan dari masalah yang bersumber dari fakta dan lingkungan budayamu.Projek Cari sebuah SPLDV yang menyatakan pemodelan nyata yang kamu jumpai di lingkungan sekitarmu. Dengan cara yang analog kita akan menemukan konsep sistem persamaan linear tiga variabel melalui penyelesaian masalah-masalah nyata. yaitu Gede dan Putu yang sedang duduk di bangku sekolah SMK Jurusan Teknik Bangunan. ornamen-ornamen yang memiliki nilai estetika yang cukup tinggi. Sekarang cermati beberapa masalah yang diajukan. 2. Gambar 3. Mereka dapat membuat berbagai jenis patung. ia dibantu dua anaknya.

Putu. masing-masing bagian pekerjaan. Waktu yang dibutuhkan membuat patung dan ornamen: Pak Wayan dan Putu adalah 7 bulan Pak Wayan dan Gede adalah 6 bulan Putu dan Gede adalah 8 bulan Ditanya: a.Masalah-3. Putu. dan menggali informasi yang terkandung dalam masalah. dan Gede. Jika Pak Wayan bekerja bersama Gede. Alternatif Penyelesaian Diketahui: Pesanan pembuatan ukiran patung dan ornamen rumah dengan batas waktu 5 bulan. Pak Wayan dan Putu dapat menyelesaikan keempat jenis ukiran di atas dalam waktu 7 bulan. b. dan x zx y y z 2 8 Matematika 89 . Berapa lama waktu yang digunakan Pak Wayan. dan z. 1⇒ . 8 +8 = + = . Karena Putu dan Gede bekerja setelah pulang sekolah. hubungan-hubungan dan struktur-struktur yang belum diketahui). Misalkan: Waktu yang dibutuhkan (bulan) Pak Wayan adalah x Waktu yang dibutuhkan (bulan) Putu adalah y Waktu yang dibutuhkan (bulan) Gede adalah z Berarti pekerjaan yang dapat diselesaikan Pak Wayan.4 Suatu ketika Pak Wayan mendapat pesanan membuat 3 ukiran patung dan 1 ornamen rumah dari seorang turis asal Belanda dengan batas waktu pembuatan diberikan selama 5 bulan. sesuai batas waktu yang diberikan? ♦ Arahkan siswa memahami masalah. Diharapkan siswa melakukan hal berikut. mereka dapat menyelesaikan pesanan dalam waktu 6 bulan. dan Gede dengan waktu 1 1 1 1 1 1 1 x. Dapatkah pesanan ukiran diselesaikan. jika mereka bekerja sendiri-sendiri. y. Dapatkah waktu pesanan dipenuhi? ♦ Bantu siswa melakukan kegiatan matematisasi (kegiatan mengkoordinasi pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki untuk menemukan aturan-aturan. mereka berdua membutuhkan waktu 8 bulan untuk menyelesaikan pesanan ukiran tersebut.

Karena Putu dan Gede membutuhkan 8 bulan  y z menyelesaikan pekerjaan. (Persamaan-1) x y x y 7 ♦ Bila Pak Wayan dan Gede bekerja bersama dalam satu bulan dapat menyelesaikan 1 1  +  bagian pekerjaan.1 + 1 ⇒ ⇒=r + + . ♦ Arahkan siswa menemukan tiga buah persamaan linear yang saling terkait dari persamaan a. q = . maka hal ini dapat dimaknai 1 1 1 1 1 7 + 7 = 1 ⇒ + = ……………………………. Karena Wayan dan Putu membutuhkan 7 bulan x y menyelesaikan pekerjaan. maka hal ini dapat dimaknai 1 1 1 1 1 6 + 6 = 1 ⇒ + = …………………………….♦ Bila Pak Wayan dan Putu bekerja bersama dalam satu bulan dapat menyelesaikan 1 1  +  bagian pekerjaan. b. (Persamaan-1) 7 6 8 90 Buku Guru Kelas X . dan r = ke dalam persamaan-a. maka hal ini dapat dimaknai 1 1 1 1 1 8 + 8 = 1 ⇒ + = ……………………………. dan r = . dan c di atas. 1 1 1 1 1 11 1 1 Misalkan: p = .+ q8 = = dan = 8 + 8= 1 + ⇒ 8 =. dan c x y x zy z x y z diperoleh tiga persamaan linear yang saling terkait. yaitu 1 1 1 p + q = ⇒ 7p + 7q = 1 ………………………………. (Persamaan-3) y z y z 8 • Temukan tiga persamaan linear yang saling terkait dari persamaan-1. b. 2. x y x z y zx y z 1 1 1 1 1 11 1 1 Mensubtitusikan pemisalan p = . q = . dan 3 di atas! 1 11 1 1 11 1 1 11 1 1 1 1 • Miasalkan p8 =8 . q. Diharapkan siswa melakukan kegiatan berikut. dan r dengan memilih salah satu metode yang telah dipelajari sebelumnya! Sebagai alternatif pilihan adalah metode campuran eliminasi dan subtitusi. Karena Wayan dan Gede membutuhkan 6 bulan x z menyelesaikan pekerjaan.= = x zx x z zy z y y8 z z 8 8 • Tentukan nilai p. (Persamaan-2) x z x z 6 ♦ Bila Putu dan Gede bekerja bersama dalam satu bulan dapat menyelesaikan 1 1  +  bagian pekerjaan.

Sebagai alternatif pilihan siswa adalah metode campuran eliminasi dan subtitusi. 76 y 672 34 672 1 50 r = dan r = ⇒z= = 13. (Persamaan-3) ♦ Minta siswa menentukan nilai p. 8 x 672 62 1 34 672 q = dan q = ⇒y= = 19. (Persamaan-2) 8 ⇒ 8q + 8r = 1 ……………………………….. q dan r dengan memilih salah satu metode yang telah dipelajari sebelumnya. (Persamaan-1) Dengan menerapkan metode eliminasi pada persamaan-c dan 1 diperoleh 8q + 8r = 1 × 42 336q + 336r = 42 42q – 42r = –1 × 8 336q – 336r = –8 – Dari 672 r = 50 diperoleh r = r= 672r = 50 50 34 62 672 672 672 50 34 62 50 34 62 disubtitusikan ke persamaan 8q + 8r = 1 diperoleh q = 672 672 672 672 672 672 50 34 62 50 34 62 q= disubtitusikan ke persamaan 7p + 7q = 1 diperoleh p = 672 672 672 672 672 672 Sebelumnya telah kita misalkan 1 62 672 p = dan p = ⇒x= = 10.1 1 p+r= 7 6 1 1 1 q+r= 7 6 8 1 ⇒ 6p + 6r = 1 ………………………………. 44 z 672 50 Matematika 91 . Dengan menerapkan metode eliminasi pada persamaan-a dan b diperoleh: 7p + 7q = 1 × 6 42p + 42q = 6 6p + 6r = 1 × 7 42p + 42r = 7 – 42q – 42r = –1 ∴ 42q – 42r = –1 …………………………………………….

karyawan. Selanjutnya bantu siswa mengevaluasi apakah pesanan dapat dipenuhi dengan batas waktu yang ditentukan.♦ Ingatkan kembali siswa pada pengetahuan sebelumnya bahwa waktu yang dibutuhkan menyelesaikan pekerjaan adalah hasil bagi jarak (satu unit pesanan) yang ditempuh dengan kecepatan (keahlian dalam bekerja). dan para pedagang dapat dicermati lebih jauh. maka ternyata pekerjaan (pesanan) tersebut dapat diterima dan dipenuhi. dan coklat. maka Pak Wayan dapat menyelesaikan sendiri pesanan dalam waktu 10. dan sebagai pedagang (khususnya yang tinggal di daerah wisata Danau Toba). dan I Gede dapat menyelesaikan sendiri pesanan dalam waktu 13. karyawan perkebunan sawit. Putu dan Gede menyelesaikan 1 set pesanan ukiran. Cermati masalah petani di daerah Toba berikut ini! Mata pencaharian rakyat di Daerah Tapanuli pada umumnya adalah sebagai petani padi dan palawija.76 bulan.6 bulan Karena waktu yang diberikan turis adalah 5 bulan. 92 Buku Guru Kelas X . matematisasi. Jadi. Keterkaitan dan kebergunaan Matematika (khususnya materi sistem persamaan linear ) untuk menyelesaikan masalah yang dialami para petani. kita temukan konsep dan aturan-aturan Matematika secara formal. y.44 bulan. dan generalisasi). Diharapkan siswa melakukan kegiatan berikut Karena x. karet. melakukan abstraksi. idealisasi. Sekarang mari kita angkat sebuah permasalahan yang dihadapi para petani padi di Kecamatan Porsea di Kabupaten Toba Samosir. dan z berturut-turut menyatakan waktu yang dibutuhkan Pak Wayan. Ketika kita menyelesaikan masalah-masalah tersebut menggunakan kerja matematika (coba-gagal. waktu yang diperlukan Pak Wayan dan kedua anaknya untuk menyelesaikan 1 set pesanan ukiran patung dan ornamen. jika Pak Wayan dan kedua anaknya bekerja secara bersama-sama. Permasalahannya terkait pemakaian pupuk yang harganya cukup mahal. jika mereka bekerja secara bersama-sama adalah 1 t = 34 50   62 + +   672 672   672 = 672 146 t = 4. Putu dapat menyelesaikan sendiri pesanan dalam waktu 19.84 bulan. Jika bekerja secara individual. pemodelan masalah secara Matematika.

00.000..020.... Sebagai alternatif pilihan siswa adalah metode eliminasi dan subtitusi. Banyak pupuk yang dibutuhkan Pak Panjaitan sebanyak 40 karung.. (Persamaan-1) x = 2y ………………………………………………. Rp120.000..000z = 4.000.020.....00.00.... – Banyak pupuk yang dibutuhkan 40 karung...00.Masalah-3.. Misalkan: x adalah banyak pupuk Urea yang dibutuhkan (karung) y adalah banyak pupuk SS yang dibutuhkan (karung) z adalah banyak pupuk TSP yang dibutuhkan (karung) Berdasarkan informasi di atas diperoleh hubungan-hubungan sebagai berikut. Pemakaian pupuk Urea 2 kali banyaknya dari pupuk SS. TSP} yang harus digunakan agar hasil panen padi lebih maksimal.00. Ditanya: Berapa karung untuk tiap-tiap jenis pupuk yang harus dibeli Pak Panjaitan? ♦ Bantu siswa melakukan kegiatan matematisasi (kegiatan mengkoordinasi pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki untuk menemukan aturan-aturan. (Persamaan-2) 750x + 120. Diharapkan siswa melakukan hal berikut.00.00. y dan z dengan memilih salah satu metode yang telah dipelajari sebelumnya. SS. hubungan-hubungan dan struktur-struktu yang belum diketahui).000. Rp120. TSP. – Dana yang tersedia Rp4. Harga per karung setiap jenis pupuk adalah Rp75.000 …. Alternatif Penyelesaian Diketahui: – Tiga jenis pupuk: Urea.000. Harga per karung untuk setiap jenis pupuk Rp75..000.….000. Berapa karung untuk setiap jenis pupuk yang harus dibeli Pak Panjaitan. Diharapkan siswa melakukan kegiatan berikut... dan Rp150.5 Pak Panjaitan memiliki dua hektar sawah yang ditanami padi dan sudah saatnya diberi pupuk.. – Pemakaian pupuk Urea 2 kali lebih banyak dari pupuk SS.000..……………………………………….00. SS..020. x + y + z = 40 . Terdapat tiga jenis pupuk (Urea. Gambar 3. Sementara dana yang disediakan Pak Panjaitan untuk membeli pupuk adalah Rp4.5: Pematang sawah Pak Panjaitan dan Rp150. Matematika 93 . (Persamaan-3) ♦ Minta siswa menentukan nilai x.000y + 150...

. diperoleh z = 7...........000 x + 120.......• Subtitusikan Persamaan-2 ke dalam Persamaan-1...... 3y + z = 40 × 15 45y + 15z = 600 27y + 15z = 402 × 1 27y + 15z = 402 – 18y = 198 18y = 198 ⇒ y = 11 y = 11 dan x = 2y ⇒ x = 22 Dengan subtitusikan x = 22 dan y = 11 ke persamaan x + y + z = 40.... sehingga diperoleh x = 2y dan 75x + 120y + 150z = 4......000 y + 150..5 diperoleh sistem persamaan linier .................  .020 Sederhanakan persamaan sehingga diperoleh ∴ 27y + 15z = 402 …………………………......................... Kemudian suruh siswa menemukan sistem persamaan linear tiga variabel pada langkah pemecahan Masalah 3.. sehingga diperoleh x = 2y dan x + y + z = 40 ⇒ 2y + y + z = 40 ∴ 3y + z = 40 ……………………………………….........020 ⇒ 270y + 150z = 4.... Dapat diinterpretasikan bahwa banyak pupuk yang harus dibeli Pak Panjaitan dengan uang yang tersedia adalah 22 sak pupuk Urea........... dan 7 sak pupuk TSP......5.............. ♦ Minta siswa mengingat kembali pengertian sistem persamaan linear dua variabel yang telah dipelajari sebelumnya dan mencermati kembali Persamaan-1....…… (Persamaan-5) Untuk menentukan nilai y atau z................................ Dengan demikian nilai x = 22....  ersamaan-2) 6 p + 6r = 1............. (Persamaan-3)  94 Buku Guru Kelas X • ............ (Persamaan-2)  x = 2 y..... 75......... y = 11........... dan z = 7....... 2 dan 3 pada langkah pemecahan Masalah 3... (Persamaan-1)  x + y + z = 40....... • Dari penyelesaian Masalah 3...... (Pe 8q + 8r = 1........................... (Persamaan-3)  Dari penyelesaian Masalah 3.4 dan 3......000.......... (Persamaan-1) 7 p + 7 q = 1...000 z = 4.020 ⇒ 150y + 120y + 150z = 4.............. Diharapkan siswa mendapatkan sistem persamaan linear tiga variabel berikut......... ...... terapkan metode eliminasi terhadap Persamaan-4 dan Persamaan-5............4 diperoleh sistem persamaan linear ..5.....................4 dan 3..... 11 sak pupuk SS........ (Persamaan-4) • Subtitusikan Persamaan-2 ke dalam Persamaan-3...................................020.............................

c1... (Persamaan-2) a2 x + b2 y + c3 z = d 2 .... 2p + 3q – r = 6.. d2... (Persamaan-1) a1 x + b1 y + c1 z = d1 ........... dan z adalah . d2........  ... b1. Dari hasil diskusi siswa secara klasikal ditetapkan... Notasi: Bentuk umum sistem persamaan linear dengan tiga variabel x............. Definisi 3..... c2......... b2...... dan c2 tidak ketiganya 0.4 Sistem persamaan linear tiga variabel adalah suatu sistem persamaan linear dengan tiga variabel...... b3... dan a3... a2.. Berikan alasan...... y.... apakah sistem persamaan yang diberikan termasuk contoh atau bukan contoh sistem persamaan linear dua variabel atau tiga variabel? Contoh 3. – Merupakan sistem persamaan linear – Memuat tiga persamaan linear dengan tiga variabel • Berdasarkan ciri-ciri sistem persamaan linear tiga variabel di atas.... d1.......... b1........ y. x y z Matematika 95 .... a3.. d3 : konstanta persamaan ♦ Untuk lebih memahami definisi di atas.... (Persamaan-3) 3 3 3  3 dengan a1... z2...... b2.......... z : variabel a1.... suruh siswa menuliskan pengertian sistem persamaan linear tiga variabel dengan katakatanya sendiri dan hasilnya diskusikan secara klasikal....... dan c3 tidak ketiganya 0.. b2.... Ciri-ciri sistem persamaan linear tiga variabel..3 Diberikan tiga persamaan 1 1 1 + + = 2 .....♦ Suruh siswa menuliskan ciri-ciri sistem persamaan linear tiga variabel secara individual dan mendiskusikan hasilnya dengan teman secara klasikal......... a x + b y + c z = d . Diharapkan siswa menuliskan ciri-ciri berikut.. pahami contoh dan bukan contoh berikut ini........ dan c1 tidak ketiganya 0. b3... a2........ dan d3 bilangan real....... x........ a2..... a3 : koefisien variabel x b1..... a1.. b3 : koefisien variabel y z1.. dan p + 3q = 3. c3........ z3 : koefisien variabel z d1.........

y. maka SPLTV itu disebut memiliki penyelesaian yang tak trivial. 1. Sistem persamaan linear ini memiliki lebih dari satu penyelesaian. Ketiga persamaan linear tersebut membentuk sistem persamaan linear tiga variabel sebab ketiga persamaan linear tersebut dapat dinyatakan dalam bentuk x + 0 y + 0 z = −2   0x + y + 0z = 5  2x − 3y − z = 8   dan variabel-variabelnya saling terkait.–2. Apabila suatu SPLTV memiliki himpunan penyelesaian (x. SPLTV yang homogen memiliki dua kemungkinan. Sistem persamaan linear ini memiliki suku konstan nol dan mempunyai penyelesaian tunggal. Jika persamaan + + = 2 persamaan + x y z x y z diselesaikan diperoleh persamaan z(x + y) + xy = 2xyz yang tidak linier. Selanjutnya perhatikan beberapa sistem persamaan linear tiga variabel (SPLTV) berikut.4 Diberikan dua persamaan x = –2. (–3. y = 5.0. Selain itu. z) = (0. kedua persamaan memiliki suku konstan nol dan grafik kedua persamaan adalah berimpit. misalnya. dan x – 2y + z = 0.0). Sebuah SPLTV dengan semua konstanta sama dengan nol disebut SPLTV homogen. 2. (3. 2. 96 Buku Guru Kelas X . 0). Contoh 3. selain contoh di atas.Ketiga persamaan ini tidak membentuk sistem persamaan linear tiga variabel sebab 1 1 1 1 1 1 + = 2 bukan persamaan linier. Bila salah satu konstantanya tidak nol. maka SPLTV tersebut tidak homogen.0) dan termasuk (0. Diberikan SPLTV 3x + 5y + z = 0. Minta siswa mencoba menuliskan definisi SPLTV yang homogen dan berikan contohnya. yaitu untuk x = y = z = 0. yaitu memiliki penyelesaian yang trivial atau memiliki banyak penyelesaian nontrivial selain satu penyelesaian trivial. Apabila penyelesaian suatu SPLTV tidak semuanya nol. maka SPLTV itu disebut memiliki penyelesaian trivial (x = y = z = 0). dan 2x – 3y – z = 8.0). Diberikan SPLTV 2x + 3y + 5z = 0 dan 4x + 6y + 10z = 0. 0. Alasan kedua adalah variabel-variabelnya tidak saling terkait. 2x + 7y + z = 0.

Apakah persamaan-persamaan 4. Temukan bilangan-bilangan positif tersebut? yang memenuhi persamaan x + y + z = 9 dan x + 5y + 10z = 44! Matematika 97 . Dapatkah kamu membentuk jumlah yang sama! sistem persamaan linear dari 5. 3.2 1. Diberikan tiga buah persamaan 1 1 1 1 3 3 1 1 3 3 1 1 7 7 3 3 1 1 1 1 Isilah lingkaran kosong pada + + + = =9 + + + = = . Berapakah nilai t agar sistem tersebut Panjang tubuhnya empat perlima tidak memiliki penyelesaian. 2x – 4y + 3z =3 b. Seekor ikan mas memiliki ekor x+y+z=4 yang panjangnya sama dengan z=2 panjang kepalanya ditambah (t2 – 4)z = t – 2 seperlima panjang tubuhnya. Apakah termasuk sistem kosong pada “bintang ajaib” dengan persamaan linear tiga variabel? sebuah bilangan sehingga bilanganBerikan alasan! bilangan pada satu garis memiliki b. y = 1. Jika penyelesaian dan tak berhingga panjang kepala ikan adalah 5 cm. di bawah ini membentuk sistem persamaan linear tiga variabel? Berikan alasan atas jawabanmu! a. Diberikan sistem persamaan linear ketiga persamaan tersebut? berikut. + 7 x y y zz x y y zz 3 x y y zz “bintang ajaib” dengan sebuah x x 3 x bilangan sehingga bilangan-bilangan 1 3 1 7 3 1 1 = 9 + + = + + =7 pada satu garis memiliki jumlah x y z 3 x y z yang sama! Isilah lingkaran a. x – 2y + 3z = 0.Uji Kompetensi 3. dan x + 5z =8 2. banyak penyelesaian? berapa panjang keseluruhan ikan 6. 2x + 5y – 2z = 7. satu dari panjang keseluruhan ikan. dan + + + = =7 + + 9.

2 kg jenis B.00. SOAL TANTANGAN Seorang penjual beras.000.00. Diberikan dua persamaan sebagai berikut: 7 a − 6b − 2c = 9  6a + 7b − 9c = −2 Tentukan nilai dari a2 + b2 – c2! 8. Harga beras jenis mana yang paling mahal? Projek Cari sebuah SPLTV yang menyatakan permasalahan nyata yang kamu temui di lingkungan sekitarmu. Uraikan permasalahan tersebut dan langkah-langkah yang kamu lakukan untuk menyatakan dalam SPLTV.7. Campuran beras pertama terdiri dari 1 kg jenis A.500. mencampur tiga jenis beras. Campuran beras kedua terdiri dari 2 kg jenis A dan 3 kg jenis B dijual dengan harga Rp 19. Kemudian selesaikan SPLTV yang diperoleh dan interpretasikan hasilnya. 98 Buku Guru Kelas X . dan 3 kg jenis C dijual dengan harga Rp19.00. Campuran beras ketiga terdiri dari 1 kg jenis B dan 1 kg jenis C dijual dengan harga Rp 6250. Buat laporan hasil kerja dan paparkan di depan kelas.

metode eliminasi. dan campuran ketiga metode tersebut. situasi masalah.……………………………………………. metode substitusi. Sekarang mari kita ulang kembali mempelajari metode-metode tersebut. yaitu titik (0. Metodemetode tersebut antara lain: metode grafik. Sebelumnya kamu telah ketahui bahwa grafik persamaan linear dua variabel berupa garis lurus..3. Pada langkah penyelesaian Masalah 3.. ♦ Menentukan titik-titik potong terhadap sumbu koordinat untuk Persamaan-1 x y x+y=2 0 2 2 0 Diperoleh titik-titik potong kurva x + y = 2 terhadap sumbu koordinat. 0). 2) dan (2.2.……………………………………………. Matematika 99 .. ♦ Menyuruh siswa menggambarkan grafik Persamaan-1 dan Persamaan-2 menggunakan pengetahuan yang telah dimiliki sebelumnya pada bidang koordinat. Di kelas VIII SMP. Diharapkan siswa melakukan hal berikut..1 telah diperoleh sistem persamaan linear dua variabel x + y = 2 . Mari kita terapkan langkah-langkah di atas. kamu telah mempelajari berbagai metode menentukan himpunan penyelesaian suatu sistem persamaan linear dua variabel (SPLDV). 1) Metode Grafik Berdasarkan Definisi 3. dan waktu yang tersedia.. Penyelesaian Sistem Persamaan Linear a. (Persamaan-2) Bagaimana menggambar grafik Persamaan-1 dan 2 di atas untuk memperoleh sistem persamaan linear tersebut. SPLDV terbentuk dari dua persamaan linear yang saling terkait.. (Persamaan-1) 4x + 2y = 7 .. Menentukan Himpunan Penyelesaian Sistem Persamaan linear Dua Variabel ♦ Minta siswa mengingat kembali berbagai metode yang digunakan untuk menentukan himpunan penyelesaian sistem persamaan linear dua variabel (SPLDV) yang telah dipelajari di SMP... Penggunaan yang lebih efektif dan efisien dari keempat metode tersebut dalam penyelesaian soal tergantung sistem persamaan linear yang diberikan...

0). Nilai x dan y dapat ditentukan sebagai berikut. 100 Buku Guru Kelas X . 2 42 4 7 7 ♦ Menarik garis lurus dari titik (0.6 Grafik persamaan linear Berdasarkan gambar grafik x + y = 2 dan 4x + 2y = 7.   .1. yaitu titik (0. ). kedua garis lurus tersebut 1 1 1 1 1 2 1 3 1 3 1 4 1 1 2 3 3 4 berpotongan pada sebuah titik.  2 2   2) Metode Eliminasi Metode eliminasi yang kamu kenal di SMP sudah kita terapkan terhadap SPLDV x + y = 2 dan 4x + 2y = 7 pada langkah penyelesaian Masalah-3.♦ Menentukan titik-titik potong terhadap sumbu koordinat untuk Persamaan-2 4x + 2y = 7 x y 0 7 7 4 2 7 7 4 2 0 Diperoleh titik-titik potong kurva 4x + 2y = 7 terhadap 7 77 7 sumbu koordinat. 5 6 2 3 4 3 5 4 6 2 2 3 3 4 3 4 2 3 Sehingga himpunan penyelesaian sistem persamaan linear x + y = 2 dan 4x + 2y = 7  3 1   adalah  . 0) dan dari titik (0. ) dan ( . 2) ke titik (2. ) ke titik 2 4 7 7 ( . 0). 2 4 Gambar 3. yaitu titik ( .

b1......... bagaimana cara menentukan variabel sistem persamaan linear penyelesaiannya dengan metode eliminasi? ♦ Minta siswa menemukan himpunan penyelesaian SPLDV secara umum berdasarkan konsep dan bentuk umum sistem persamaan linear dua variabel yang telah ditemukan dengan mempedomani langkah penyelesaian metode eliminasi di atas..(Persamaan-1) a1 x + b1 y = c1 ........2..  2 2   Sekarang mari kita pecahkan masalah berikut......   ............ b2.................. (a2b1 − a1b2 ) 101 – (a2b1 – a1b2) y = a2c1 – a1c2 (a2b1 – a1b2) y = a2c1 – a1c2 ⇒ y = Matematika . a1 x + b1 y = c1 a2 x + b2 y = c2 × a2 × a1 a1 a2 x + a2b1 y = a2c1 a1 a2 x + a1b2 y = a1c2 (a2 c1 − a1c2 ) ... Berdasarkan Definisi 3....... hal ini dapat dilakukan jika koefisien a1....x + y = 2 × 4 4x + 4y = 8 4x + 2y = 7 × 1 4x + 2y = 7 – 1 1 1 1 1 2 3 3 4 2y = 1 ⇒ y = 5 6 2 3 4 3 4 2 3 x + y = 2 × 2 2x + 2y = 4 4x + 2y = 7 × 1 4x + 2y = 7 – 1 1 1 1 1 2 3 3 4 –2x = –3 ⇒ x = 5 6 2 3 4 3 4 2 3  3 1   Diperoleh himpunan penyelesaian kedua persamaan adalah  .... Ingat...  samaan-2) a2 x + b2 y = c2 ............ dan a2 tidak nol. Langkah-1: Lakukan eliminasi terhadap variabel x dari Persamaan-1 dan 2..... a1 dan b1 tidak keduanya nol....... bentuk umum SPLDV x dan y adalah .....(Pers dengan a1...... dan c2 bilangan real...... a2dan b2 tidak keduanya nol............... c1.... Berdasarkan bentuk umum sistem persamaan linear dua variabel.............. a2...

.. b1.b2 c1 ) ( a2 c1 ....... a2 dan b2 tidak keduanya nol..... dan c2 bilangan real. hal ini dapat dilakukan jikan koefisien b1 dan b2 keduanya tidak nol....(Persamaan-1) a1 x + b1 y = c1 ......b 2 c1 ) = . a1 x + b1 y = c1 a2 x + b2 y = c2 × b2 × b1 a1 b2 x + b1b2 y = b2c1 a2 b1 x + b1b2 y = b1c2 – (a1b2 – a2b1) x = b2c1 – b1c2 (a1b2 – a2b1) x = b2c1 – b1c2 ⇒ x = ( b2 c1 . b2....b1c2 ) ( b1c2 .. c1....a b )   .... c1................ a2. a1 dan b1 tidak keduanya nol....... b2..........a b ) ........a1b2 ) Sistem persamaan linear dengan dua peubah x dan y adalah a1 x + b1 y = c1 a2 x + b2 y = c2 dengan a1... dan a1. bentuk umum sistem persamaan linear dengan dua variabel x dan y dinotasikan sebagai berikut.......... 102 Buku Guru Kelas X .... 2 1 1 2     2 1 1 2 • Menyuruh siswa menunjukkan/menguji kebenaran bahwa pasangan berurutan (b c − b c ) (a2 c1 − a1c2 ) x = 1 2 2 1 dan y = merupakan solusi sistem persamaan (a2b1 − a1b2 ) (a2b1 − a1b2 ) linear dengan mengganti nilai x dan y pada persamaan a1 x + b1 y = c1 dan a2 x + b2 y = c2.2. 3) Metode Substitusi Berdasarkan Definisi 3......... dan c2 bilangan real.  samaan-2) a2 x + b2 y = c2 .......(Pers dengan a1..... a2..a 2 b1 ) ( a2 b1 .a1 c2 )   Himpunan penyelesaian adalah   (a b ..    ( b1 c2 . a2........ dan b2 tidak keduanya nol... .. b1..Langkah-2: Lakukan eliminasi terhadap variabel y dari Persamaan-1 dan 2 Ingat.............. ( a1b2 .. dan b1 tidak keduanya nol...... (a b ...

(a b − a b )  .Dari Persamaan-1 diperoleh c b a1 x + b1 y = c1 dan a1 ≠ 0 ⇒ x = − 1 y + 1 a1 a1 c1 b1 x= − y+ subtitusi ke persamaan a2 x + b2 y = c2 dan diperoleh a1 a1 ⇒ − ⇒ − ⇒ b1 c y + 1 + b2 y = c2 a1 a1 a2b1 a c ab ac y+ 2 1 + 1 2 y= 1 2 a1 a1 a1 a1 (a1b2 − a2b1 ) (a c − a2 c1 ) y= 1 2 a1 a1 ⇒ y= (a c − a c ) c b y = 2 1 1 2 substitusi ke persamaan x = − 1 y + 1 dan diperoleh (a2b1 − a1b2 ) a1 a1 x=− c1a c1 b22b b1 ( a2 c1 − b1a c22c) a1c2 ) c1 b1 ( a1c2 − b1a c) a (1a (2ac (1a)2b1 − (1a )1 − a1b2 ) 1 − 11 2 − 2c a1c2 ) + c1 ⇒ x = ⇒ −a −c x=− b x= b 1 ( a2 c1 + 1 ( a1c2 + 2 c1 ) + c1 ( a2 b1 − a1b2 ) x =− a −− a a a1b2 ) b22b −1a b22b a1 (xa= a b22b a⇒ a )1 − a1b2 ) + a )1 − a1b (2a)2b+ )1 − 1 a 1 2 b1 a 1 (1 1 1 ( a2 b1 a 1 (1 a1(( a2b a a a 1 − a1b2 ) 1 ( a2 b1 − a1b2 ) 1 1 ( a2 b1 − a1b2 ) c)2 − b2 c1 ) c ( b1cx (2b 2 −b 1 1 b ⇒x= ⇒ = ( 1c2 − b2 c1 ) ⇒ x = a1b2 ) b22b ( a2b1 − a ((1a )1 − a2b 1 − a1b2 )    ( b1c2 − b2 c1 ) ( a2 c1 − a1c2 )   Dengan demikian himpunan penyelesaian adalah   (a b − a b ) . 2 1 1 2    2 1 1 2  Sekarang mari kita pecahkan masalah berikut dengan mengikuti langkah metode substitusi di atas. ( a2 c1 − a1c2 ) . Bagaimana menentukan himpunan penyelesaian sistem persamaan linear dua variabel dengan metode substitusi? ♦ Mengarahkan siswa menentukan himpunan penyelesaian sistem persamaan linear dua variabel secara umum berdasarkan konsep dan bentuk umum sistem persamaan linear dua variabel yang telah ditemukan dengan mempedomani langkah penyelesaian metode substitusi di atas. ( a2b1 − a1b2 ) Matematika 103 .

........  ersamaan-2) a2 x + b2 y = c2 . a2.......a b ) .........b2 c1 ) ( a2 c1 .................Alternatif Penyelesaian Berdasarkan Definisi 3...... c1.....a1c2 )    Dengan demikian himpunan penyelesaian adalah   (a b ...a b )  .. b2...................... (Pe dengan a1...a11b22 ) 1 c1 ( b1 b1b c2c− a − a1c2 ) c (1a(1a 2 b1 − a1b2 ) 2 c1 2 c1 ) b( a ca (a 1 2 .2.... dan c2 bilangan real... ............. dan b1 tidak keduanya nol... bentuk umum sistem persamaan linear dengan dua variabel x dan y dinotasikan sebagai berikut.... b1... (Persamaan-1)  a1 x + b1 y = c1 ......a2 c1 ) 1 ( a2 b1 − a1b2 ) 2 c1 .... dan b2 tidak keduanya nol. dan a1... (a b ..... a2.... 1 2  2 1  2 1 1 2   104 Buku Guru Kelas X ................a1c2 )+ 1 c1 ⇒ x = x ++ =− −a 1 a b x= + x ⇒ = a1b aa a2b1 − a1b2 ) a1 ( ) a1a1 2 b1 − a1b2 ) 1 (( a11( a2 aa ( a22b11 −− 1b2 ) 1 a2 b1 − a1b2 ) 1 ( a2 b1 − a1b2 ) ⇒ ⇒x x= = c ((b -b b22c b c22 − c 11 11)) b ((a -a a11b a b b ) 22 11 − 22) ⇒ y=   ( b1c2 .. Dari Persamaan-1 diperoleh a1x + b1y = c1 dan a1 ≠ 0 ⇒ x = − x =− c b1 y+ 1 a1 a1 c b1 y + 1 subtitusi ke persamaan a2x + b2y = c2 dan diperoleh a1 a1  b1b1 c1c1  a22 − +y b2= yc= c ++ +b ⇒ a  − yy 2 2 a1 a1 a1  2  a1 ⇒ − ⇒ ac a2b1 a c ac y+ 2 1 + 1 2 y= 2 3 a1 a1 a1 a1 (a1b2 − a2b1 ) (a c − a2 c1 ) y= 1 2 a1 a1 (a2 c1 − a1c2 ) (a2b1 − a1b2 ) a2c c1 − a1c c2 ) (a c b1 -a ( ) substitusi ke b1 +c1 1 dandi yy= ke persamaan persamaanx x= =−− dan diperoleh y = y perolah = ( a2 b1 − a1 b2 ) substitusi a1 aa1 a1 ( a22b11 ....

... b1.. c1......  ersamaan-2)  a2 x + b2 y = c2 .............. 4) Metode Eliminasi dan Substitusi Masalah-3........ Langkah-1: Lakukan eliminasi terhadap variabel x a1 x + b1 y = c1 × a2 a1 a2 x + a2b1 y = a2c1 a2 x + b2 y = c2 × a1 a1 a2 x + a1b2 y = a1c2 (a2 c1 − a1c2 ) ... Berdasarkan Definisi 3.... (Pe dengan a1.... a2 dan b2 tidak keduanya nol............ dan diperoleh (a2b1 − a1b2 )  ( a2 c1 − a1c2 )   ( a2 c1 − a1c2 )  a1 x + b1   (a b − a b )   = c1 ⇒ a1 x = c1 − b1   (a b − a b )    2 1 1 2   2 1 1 2  105 Matematika ......................................... Diharapkan siswa berkesimpulan hasilnya sama..♦ Menyuruh siswa membandingkan penentuan himpunan penyelesaian SPLDV melalui metode eliminasi dan substitusi..... dan c2 bilangan real...... a1 x + b1 y = c1... (a2b1 − a1b2 ) – (a2b1 – a1b2) y = a2c1 – a1c2 (a2b1 – a1b2) y = a2c1 – a1c2 ⇒ y = Langkah-2: Lakukan substitusi nilai y terhadap salah satu persamaan (a c − a c ) y = 2 1 1 2 substitusi ke dalam Persamaan-1............2.... bentuk umum SPLDV dengan variabel x dan y adalah ............. (Persamaan-1)  a1 x + b1 y = c1 .... a2.. b2... a1 dan b1 tidak keduanya nol..9 Bagaimana menentukan himpunan penyelesaian sistem persamaan linear dua variabel dengan metode campuran eliminasi dan substitusi? ♦ Minta siswa menentukan himpunan penyelesaian SPLDV secara umum berdasarkan konsep dan bentuk umum sistem persamaan linear dua variabel yang telah ditemukan dengan metode campuran eliminasi dan substitusi.

Sehingga penentuan himpunan penyelesaian SPLTV dilakukan dengan cara atau metode yang sama dengan penentuan penyelesaian SPLDV. dan campuran eliminasi substitusi (kamu coba sendiri) untuk menentukan penyelesaian SPLTV adalah cara determinan. Bagaimana menentukan himpunan penyelesaian sistem persamaan linear tiga variabel dengan metode Sarrus? ♦ Menyuruh siswa menentukan himpunan penyelesaian SPLTV secara umum berdasarkan konsep dan bentuk umum sistem persamaan linear dua variabel yang telah ditemukan dengan mempedomani langkah penyelesaian metode eliminasi di atas untuk menemukan metode Sarrus. menggunakan invers matriks yang akan kamu pelajari di kelas XII. Sekarang kita akan temukan penyelesaian sistem persamaan linear tiga variabel dengan metode Sarrus.   ( a2b1 − a1b2 ) ( a2b1 − a1b2 )     . kecuali dengan metode grafik.⇒x= ⇒x= ( a2b1 − a1b2 )  ( a2 c1 − a1c2 )  + b1   (a b − a b )   a1 ( a2b1 − a1b2 )  2 1 1 2  ( b1c2 − b2 c1 ) c1 ( a2b1 − a1b2 ) Dengan demikian himpunan penyelesaian adalah     ( b1c2 − b2 c1 ) ( a2c1 − a1c2 )     . gambarkan grafiknya dalam sumbu kordinat dan tentukan penyelesaiannya. Selanjutnya minta siswa memberi contoh SPLDV untuk tiga kasus. tentukan berapa kemungkinan penyelesaian suatu SPLDV. Cara lain yang dapat kamu gunakan selain metode eliminasi. substitusi. Buat laporan hasil kerja kelompokmu dan sajikan di depan kelas! b. 106 Buku Guru Kelas X . Menentukan Himpunan Penyelesaian Sistem Persamaan linear Tiga Variabel Perbedaan antara sistem persamaan linear dua variabel (SPLDV) dengan sistem persamaan linear tiga variabel (SPLTV) terletak pada banyak persamaan dan variabel yang digunakan. Diskusi Minta siswa mendiskusikan kedudukan kedua garis dalam satu sumbu kordinat.

....................... (( a b c + a b c + a b c ) − ( a b c + a b c + a b c )) z= 2 1 2 1 2 1 2 3 1 1 3 3 1 1 3 2 1 1 2 3 1 1 3 3 1 1 3 2 1 2 1 1 3 2 1 2 3 1 1 3 1 2 1 2 1 2 1 1 2 3 1 3 2 1 1 2 1 3 1 1 3 1 2 1 2 3 1 1 1 2 3 1 3 2 1 2 1 3 1 2 1 3 1 3 2 3 1 3 1 2 2 1 2 1 2 3 3 2 1 1 3 1 2 3 1 2 1 2 3 3 2 1 2 1 3 3 2 1 1 3 2 1 3 1 2 3 3 1 2 2 3 1 2 3 1 3 2 1 1 3 2 2 1 3 1 2 3 3 2 2 107 ... b2....... a x + b y + c z = d .................. dan c2 tidak ketiganya 0... c3.........(Persamaan-2) a2 x + b2 y + c2 z = d 2 ....................(Persamaan-1) a1 x + b1 y + c1 z = d1 ..(Persamaan-3) 3 3 3  3 dengan a1....4................ b2........... a2...... bentuk umum sistem persamaan linear dengan tiga variabel x. dan a3...... a1.……….... a2... dan c1 tidak ketiganya 0......... c1................. dan c3 tidak ketiganya 0.......Berdasarkan Defenisi 3... b3.……................. b3.. d2.. b1....... c2.................. y...... dan z adalah .. d1.……… (Persamaan-5) Langkah-3: Eliminasi variabel y dari Persamaan-4 dan Persamaan-5 (a2b1 – a1b2)y + (a2c1 – a1c2)z = a2d1 – a1d2 × (a3b1 – a1b3) (a3b1 – a1b3)y + (a3c1 – a1c3)z = a3d1 – a1d3 × (a2b1 – a1b2) Dari hasil perkalian koefisien variabel y pada Persamaan-4 terhadap Persamaan-5 dan hasil perkalian koefisien variabel y pada Persamaan-5 terhadap Persamaan-4 maka diperoleh (( a d − a d ) ( a b − a b ) − ( a d − a d ) ( a b − a b )) (( a c − a c ) ( a b − a b ) − ( a c − a c ) ( a b − a b )) (( a a b d − a a b d − a a b d ) − ( a a b d − a a b d − a a b d )) z= (( a a b c − a a b c − a a b c ) − ( a a b c − a a b c − a a b c )) (( a b d − a b d − a b d ) − ( a b d − a b d − a b d )) z= (( a b c − a b c − a b c ) − ( a b c − a b c − a b c )) Matematika ( a b d + a b d + a b d ) − (a b d + a b d + a b d ) ) ( z= ... a3............. Langkah-1: Eliminasi variabel x dari Persamaan-1 dan Persamaan-2 a1x + b1y + c1z = d1 × a2 a1a2x + a2b1y + a2c1z = a2d1 a2x + b2y + c2z = d2 × a1 a1a2x + a1b2y + a1c2z = a1d2 – (a2b1 – a1b2)y + (a2c1 – a1c2)z = a2d1 – a1d2 (a2b1 – a1b2)y + (a2c1 – a1c2)z = a2d1 – a1d2 ….. b1..... dan d3 bilangan real............…… (Persamaan-4) Langkah-2: Eliminasi variabel x dari Persamaan-1 dan Persamaan-3 a1x + b1y + c1z = d1 × a3 a1a3x + a3b1y + a3c1z = a3d1 a3x + b3y + c3z = d3 × a1 a1a3x + a1b3y + a1c3z = a1d3 – (a3b1 – a1b3)y + (a3c1 – a1c3)z = a3d1 – a1d3 (a3b1 – a1b3)y + (a3c1 – a1c3)z = a3d1 – a1d3 …....  .

Sehingga memudahkan dalam mencari penyelesaian SPLTV. a b c a b  2 2 • Lakukan pada pembilang dan penyebut. z= (( a b c + a b c + a b c ) − ( a b c + a b c + a b c )) z= 2 1 2 1 2 1 2 3 1 1 3 3 1 1 3 2 1 1 2 3 1 1 3 3 1 1 3 2 1 2 1 1 3 2 1 2 3 1 1 3 1 2 1 2 1 2 1 1 2 3 1 3 2 1 1 2 1 3 1 1 3 1 2 1 2 3 1 1 1 2 3 1 3 2 1 2 1 3 1 2 1 3 1 3 2 3 1 3 1 2 2 1 2 1 2 3 3 2 1 1 3 1 2 3 1 2 1 2 3 3 2 1 2 1 3 3 2 1 1 3 2 1 3 1 2 3 3 1 2 2 3 1 2 3 1 3 2 1 1 3 2 2 1 3 1 2 3 3 2 2 ♦ Bimbing siswa melakukan kegiatan matematisasi (mengkoordinasi pengetahuan dan keterampilan yang telah dimiliki siswa sebelumnya untuk menemukan aturan-aturan. d1 b1 x= c1 d1 b1 d 2 b2 d 3 b3 a1 b1 a 2 b2 a 3 b3 y= a1 d1 c1 a1 d1 a 2 d2 a 3 d3 a1 b1 a 2 b2 a 3 b3 d 2 b2 c2 d 3 b 3 c3 a1 b1 c1 a2 b 2 c 2 a3 b3 c3 a2 d 2 c 2 a3 d 3 c3 a1 b1 c1 a2 b 2 c 2 a3 b3 c3 Diskusi Perhatikan ciri penyelesaian untuk x. SPLTV harus dibentuk dalam standar. dan z di atas.  2 2 2   a3 b3 c3 a3 b3   ♦ Meminta siswa menemukan pola secara analogi untuk memperoleh nilai variabel x dan y dengan mencermati cara penentuan nilai variabel z. y. Ketiga ciri-ciri tersebut mudah diingat. Sebelum metode Sarrus digunakan. Diharapkan siswa.(( a d − a d ) ( a b − a b ) − ( a d − a d ) ( a b − a b )) (( a c − a c ) ( a b − a b ) − ( a c − a c ) ( a b − a b )) (( a a b d − a a b d − a a b d ) − ( a a b d − a a b d − a a b d )) z= (( a a b c − a a b c − a a b c ) − ( a a b c − a a b c − a a b c )) (( a b d − a b d − a b d ) − ( a b d − a b d − a b d )) z= (( a b c − a b c − a b c ) − ( a b c − a b c − a b c )) ( ( a b d + a b d + a b d ) − (a b d + a b d + a b d ) ) . hubungan-hubungan dan struktur-struktur yang belum diketahui).  a1 b1 d1 a1 b1   a b d a b  Petunjuk: 2 2 2  2 2 • Jumlahkan hasil perkalian bilangan-bilangan  a3 b3 d3 a3 b3    pada garis penuh dan hasilnya dikurangi dengan z= jumlah hasil perkalian bilangan-bilangan pada  a1 b1 c1 a1 b1  garis putus-putus. Nilai variabel z di atas dapat dinyatakan sebagai hasil perkalian koefisien-koefisien variabel x. 108 Buku Guru Kelas X . y dan konstanta pada sistem persamaan linear yang diketahui.

..…..... ♦ Bimbing siswa menerapkan metode Sarrus untuk menentukan nilai variabel x..Pada langkah penyelesaian Masalah 3. Diarahkan siswa melakukan hal berikut.. (Persamaan-1) x = 2y ……………………………………………............ y.... Ingat untuk menggunakan metode Sarrus semua variabel harus pada ruas kiri.........….......... Diharapkan siswa melakukan kegiatan berikut..............020 ………………………...... x + y + z = 40 ………………………………………..... (Persamaan-1) x – 2y = 0 ……………………………………………..... (Persamaan-3 Berdasarkan SPLTV di atas diperoleh a1 = 1 a2 = 1 a3 = 75 b1 = 1 b2 = –2 b3 = 120 c1 = 1 c2 = 0 c3 = 150 d1 = 40 d2 = 0 d3 = 4020... 40 0 4020 x= 1 1 75 1 -2 120 1 -2 120 1 0 150 1 0 150 40 1 0 -2 4020 120 ( −8040 + 0 + 0 ) − ( −12000 + 0 + 0 ) 3960 = = = 22 1 1 180 ( −150 + 0 + 150 ) − ( −300 + 0 + 120 ) 1800 1 -2 75 120 1 1 75 40 0 4020 ( 0 + 0 + 6000 ) − ( 0 + 0 + 4020 ) 1980 = = = 11 1 1 180 180 1 -2 75 120 1 109 -2 Matematika 120 ( −6000 + 0 + 4020 ) − ( −8040 + 4800 ) 1260 = =7 = 1 180 180 -2 120 1 40 1 1 0 0 75 4020 150 y= 1 1 1 1 -2 0 75 120 150 1 1 75 z= 1 1 75 1 40 -2 0 120 4020 1 1 -2 0 120 150 1 1 75 1 1 75 .... (Persamaan-2) 75 + 120y + 150z = 4. Untuk itu SPLTV di atas diubah menjadi x + y + z = 40 ……………………………………….....(Persamaan-2) 75 + 120y + 150z = 4....... (Persamaan-3) ♦ Meminta siswa menerapkan metode Sarrus untuk menentukan himpunan penyelesaian SPLTV tersebut dan membandingkannya dengan himpunan penyelesaian yang telah diperoleh sebelumnya...020 ……………………….. dan semua konstanta berada pada ruas kanan. dan z.5 diperoleh sebuah sistem persamaan linear tiga variabel sebagai berikut....

Ciri-ciri himpunan penyelesaian suatu SPL – Suatu himpunan yang anggotanya pasangan terurut dari variabel-variabel persamaan (misal x. dan z).7)}. Ternyata hasilnya sama dengan himpunan penyelesaian yang diperoleh dengan metode eliminasi dan substitusi sebelumnya. 110 Buku Guru Kelas X . Definisi 3.1 40 1 0 75 4020 y= 1 1 1 -2 75 120 1 1 0 150 1 0 150 1 1 75 40 0 4020 ( 0 + 0 + 6000 ) − ( 0 + 0 + 4020 ) 1980 = = = 11 1 1 180 180 1 -2 75 120 1 40 1 -2 0 75 120 4020 z= 1 1 1 1 -2 0 75 120 150 1 1 1 -2 75 120 ( −6000 + 0 + 4020 ) − ( −8040 + 4800 ) 1260 = =7 = 1 1 180 180 1 -2 75 120 Berdasarkan hasil perhitungan di atas diperoleh himpunan penyelesaian SPLTV tersebut adalah H = {(22. Berdasarkan ciri-ciri himpunan penyelesaian SPL di atas. dan z) memenuhi setiap persamaan pada SPL tersebut. ♦ Minta siswa mengingat kembali pengetahuan tentang himpunan penyelesaian suatu sistem persamaan linear yang telah dipelajari di SMP dan memperhatikan himpunan penyelesaian sistem persamaan linear. y. Suruh siswa menuliskan ciri-ciri suatu himpunan merupakan himpunan penyelesaian SPL dan hasilnya diskusikan secara klasikal.6 Himpunan penyelesaian sistem persamaan linear adalah himpunan semua penyelesaian sistem persamaan linear. y. Definisi 3. Dari hasil diskusi siswa secara klasikal ditetapkan. minta siswa menuliskan dengan kata-katanya sendiri pengertian himpunan penyelesaian SPL dan hasilnya diskusikan secara klasikal.5 Penyelesaian sistem persamaan linear adalah nilai-nilai variabel yang memenuhi setiap persamaan linear pada sistem persamaan tersebut. Diharapkan siswa menuliskan ciri-ciri himpunan penyelesaian sebagai berikut.11. – Nilai variabel-variabel tersebut (misal x.

Angka satuannya tiga lebih dari pada angka puluhan. berturut-turut didefinisikan sebagai berikut. 3. 4. Tiga tukang cat. Jika angka ratusan dan angka puluhan ditukar letaknya. Tentukan waktu yang dibutuhkan masing-masing tukang. Joni dan Deni memerlukan tambahan waktu 8 jam kerja lagi untuk menyelesaikan pengecatan rumah. himpunan penyelesain sistem persamaan linear tersebut. Suatu hari. Definisi 3. Tentukanlah himpunan penyelesaian setiap sistem persamaan linear berikut ini tanpa menggunakan cara aljabar. Jika hanya mesin A dan C yang bekerja. bekerja secara bersama-sama. Jika ketiganya bekerja.3 1. Jika hanya mesin A dan B bekerja. y. Berapa banyak lensa yang dihasilkan oleh tiap-tiap mesin dalam satu minggu? 4. jika bekerja sendirian! 2. Sedangkan untuk SPLDV dan SPLTV. B. Sebuah pabrik memiliki 3 buah mesin A.700 lensa yang dapat dihasilkan dalam satu minggu. Sebuah bilangan terdiri dari atas tiga angka yang jumlahnya 9. y) yang memenuhi setiap persamaan linear pada sistem persamaan tersebut. z) yang memenuhi setiap persamaan linear pada sistem persamaan tersebut. dan C. 5. dapat mengecat eksterior (bagian luar) sebuah rumah dalam waktu 10 jam kerja. ketiga tukang ini bekerja mengecat rumah serupa ini selama 4 jam kerja. Deni dan Ari. melainkan melalui metode grafik! 111 Matematika . Definisi 3. diperoleh bilangan yang sama.7 Himpunan penyelesaian sistem persamaan linear dengan dua variabel adalah himpunan semua pasangan terurut (x.200 lensa yang dapat dihasilkan dalam satu minggu. setelah itu Ari pergi karena ada suatu keperluan mendadak.400 lensa yang dihasilkan dalam satu minggu. Joni. Tentukan bilangan tersebut! 3.8 Himpunan penyelesaian sistem persamaan linear dengan tiga variabel adalah himpunan semua triple terurut (x. Uji Kompetensi 3. Pengalaman Deni dan Ari pernah bersama-sama mengecat rumah yang serupa dalam 15 jam kerja.

. i. a2x + b2y = c2 maka tentukan nilai a) Tentukan syarat yang dimiliki 2  1 1 1 1   1 1   sistem supaya memiliki grafik a  b + c  + b  c + a  + c  a + a         seperti gambar (i) dan (ii)! = . Jika a + b + c = 0 dengan a... Kembali perhatikan sistem persamaan linear dua variabel. O (i) X garis linear 1 garis linear 2 O X garis linear 1 garis linear 2 (ii) Setiap simbol pada gambar di atas mewakili sebuah bilangan. dengan a ≠ 0. b. 3x – 2y = 2 –x + 5y = 21 1 1 1 1 1 2 3 3 4 iv. Diketahui xy xz yz = c. x–y=3 5x +3y = 9 ii. b ≠ 0. = b dan = x+ y x+z y+z 9. Jumlah bilangan pada setiap baris terdapat di kolom kanan dan jumlah bilangan setiap kolom terdapat di baris bawah. c ≠ 0. 4x – y = 8 5 6 2 3 4 3 4 2 3 12x + 7y = –4 5. dan tidak memiliki solusi! 8. xy xz yz = a. 2x – y = 0 7x + 2y = 11 iii. Tentukan bilangan pengganti simbol-simbol. memiliki banyak solusi.! 112 Buku Guru Kelas X . = b dan = Gambar (i) danx + (ii) merupakan y x+z y+z grafik sistem persamaan linear dua c ≠ 0. tentukan syaratnya dan gambarkan! 6. Perhatikan kedua grafik sistem persamaan linear di bawah ini! Y Y b) Jelaskanlah perbedaan himpunan penyelesaian grafik (i) dan (ii)! 7..! variabel. a1x + b1y = c1 a2x + b2y = c2 Mungkinkah sistem tersebut tidak memiliki himpunan penyelesaian? Jika ya. a1x + b1y = c1 10. Diberikan sistem persamaan linear tiga variabel. Tentukan nilai x = . a1x + b1y + c1z = d1 a2x + b2y + c2z = d2 a3x + b3y + c3z = d3 Tentukan syarat yang dipenuhi sistem supaya memiliki solusi tunggal. dan = a.

= –1. Temukanlah bilangan tersebut. mereka dapat menyelesaikan pekerjaan itu dalam waktu 6 jam. 4x + y = 6 3x +2y = 10 Trisna bersama dengan Ayah dan Kakek sedang memanen tomat di ladang mereka. b. 13. Bilangan kedua sama dengan enam kali bilangan pertama setelah dikurangi satu. maka akan selesai persamaan-persamaan berikut waktu a + b 2 b + dalam c a+c 3 8 jam. dan =– . Bilangan kedua juga sama dengan bilangan pertama dikuadratkan dan ditambah tiga. bekerja sendiri-sendiri? 12. Ayah. jika mereka Hitunglah (a – b)c. = . 14 Dengan menggunakan kertas berpetak. dan Kakek untuk menyelesaikan a+b 2 a b+ + ab c+ b 2 a +2 bc+bc 3+ c a +ac+ c 3 3 panenan tersebut. Pekerjaan memanen tomat itu dapat diselesaikan mereka dalam waktu 4 jam. tentukanlah himpunan penyelesaian melalui grafik setiap sistem persamaan berikut ini! i. Nilai-nilai a. Jika Trisna bersama kakeknya bekerja bersamasama. Matematika 113 . Diberi dua bilangan. dan c memenuhi pekerjaan 25ab 1 15bc 5ac 1 itu.Jika Ayah dan kakek menyelesaikan 11. Berapa waktu 25ab 1 25 15ab bc 25ab 1 5ac 1 15bc 15 1 bc5ac 5ac 1 1 yang diperlukan Trisna. 3x + 2y = 9 x + 3y = 10 ii.

ternyata untuk membangun rumah tipe A dibutuhkan tanah seluas 100 m2 dan untuk membangun rumah tipe B dibutuhkan tanah seluas 75 m2. yaitu. Sistem Pertidaksamaan linear Dua Variabel Masalah-3. (pertidaksamaan 1 dan pertidaksamaan 2) banyak rumah tipe A dan tipe B yang dapat dibangun dihitung dengan menggunakan konsep sistem persamaan linear dua variabel seperti berikut. 4x + 3y = 400  × 1 → 4x + 3y = 400 x + y = 125  × 3 → 3x + 3y = 375 – x = 25 untuk x = 1.1000. (2) Dari kedua keterbatasan di atas. Alternatif Penyelesaian Misalkan: x : banyak rumah tipe A yang akan dibangun y : banyak rumah tipe B yang akan dibangun 1) Banyak rumah tipe A dan tipe B yang dapat dibangun a) Keterbatasan yang dimiliki Pak Rendi adalah: Luas tanah yang diperlukan untuk membangun rumah tipe A dan tipe B di atas tanah seluas 10. maka banyak rumah yang direncanakan akan dibangun paling banyak 125 unit.000m2 ditentukan oleh pertidaksamaan: 100x + 75y ≤ 10. maka y = 125 – x y = 125 – 25 = 100 114 Buku Guru Kelas X .4.(1) b) Jumlah rumah yang akan dibangun x + y ≤ 125…………………………………………………………. pertidaksamaan ini disederhanakan menjadi: 4x + 3y ≤ 400 ……………………………………………………….11 Pak Rendi berencana membangun 2 tipe rumah. dan 2) gambarkanlah daerah penyelesaian pada bidang kartesius berdasarkan batasan-batasan yang telah diuraikan.000 m2. Setelah dia berkonsultasi dengan arsitek (perancang bangunan). Jika kamu adalah arsitek Pak Rendi maka: 1) bantulah Pak Rendi menentukan berapa banyak rumah tipe A dan tipe B yang dapat dibangun sesuai dengan kondisi luas tanah yang ada dan jumlah rumah yang akan dibangun. tipe A dan tipe B di atas sebidang tanah seluas 10. Karena dana yang dimilikinya terbatas.

terlebih dahulu kita cari titik potong dengan sumbu x yang terjadi jika y = 0 dan titik potong dengan sumbu y yang terjadi jika x = 0. Agar kita mudah menggambar garis ini. dan rumah tipe B sebanyak 100 unit. Pak Rendi dapat membangun rumah tipe A sebanyak 25 unit. Jika pertidaksamaan tersebut bernilai benar maka daerah yang memuat titik P(x. Daerah penyelesaian pertidaksamaan 4x + 3y ≤ 400. 0). Maka garis 4x + 3y = 400 memotong sumbu y di titik (0. 400 Untuk garis 4x + 3y = 400. 2) Grafik daerah penyelesaian pada diagram kartesius Untuk menggambar daerah penyelesaian pada diagram kartesius dilakukan langkah-langkah sebagai berikut. Jika garis 4x + 3y = 400 digambar pada diagram kartesius maka garis tersebut akan membagi dua daerah. kemudian mensubstitusikan titik tersebut ke pertidaksamaan 4x + 3y ≤ 400. dengan cara mengambil sebarang titik misal P(x. Langkah 1 Menggambar garis dengan persamaan 4x + 3y = 400 dan garis x + y = 125.125) dan memotong sumbu x di titik (125. Matematika 115 . Diskusikanlah dengan teman-temanmu. bagaimana caranya untuk mencari banyak rumah tipe A dan tipe B yang dapat dibangun selain yang sudah kita temukan di atas sesuai dengan keterbatasan yang ada.3. jika y = 0 maka x = 125 jika x = 0 maka y = 125 Maka gari x + y = 125 memotong sumbu y di titik (0. Untuk garis x + y = 125. Selanjutnya menyelidiki daerah mana yang menjadi daerah penyelesaian dari pertidaksamaan 4x + 3y ≤ 400.3) dan memotong sumbu y di titik (100. 4 jika x = 0. yaitu daerah 4x + 3y < 400 dan daerah 4x + 3y > 400. Langkah 2 Menentukan daerah penyelesaian pertidaksamaan 4x + 3y ≤ 400 dan x + y ≤ 125. maka y = 133. Dengan cara yang sama maka daerah penyelesaian pertidaksamaan x + y ≤ 125 juga dapat diketahui. 0). Hal ini berarti: dengan keterbatasan yang ada. jika y = 0 maka x = = 100.y) merupakan daerah penyelesaiannya. 133. jika bernilai salah maka daerah tersebut bukan daerah penyelesaian pertidaksamaan 4x + 3y ≤ 400.y) pada salah satu daerah. ♦ Organisasikan siswa dalam kelompok belajar dalam memecahkan masalah.

x + 3y ≤ 6. maka daerah penyelesaian sistem pertidaksamaan digambarkan sebagai berikut. ♦ Arahkan siswa menggambarkan kedua pertidaksamaan di atas untuk menentukan titik potong grafik persamaan x + 3y =0 dan 3x + y =a dan daerah fungsi f yang dibatasi kedua pertidaksamaan yang diketahui pada soal.y) = x + y adalah m = –1. Mempelajari sistem pertidaksamaan linear dua variabel berguna untuk menentukan nilai maksimum suatu fungsi dengan domain suatu himpunan tertentu.7. x ≥ 0. maka nilai a = …? Penyelesaian Misalkan f(x. Jadi diperoleh 3a − 6 18 − a xP = dan yP = . Setelah langkah 1. dan y ≥ 0. berarti 3a − 6 18 − a + = 4 ⇒ 2a = 20 ⇒ a = 10.y) = x + y pada himpunan A = {x ≥ 0. Daerah yang diarsir dua kali merupakan daerah penyelesaian dari sistem pertidaksamaan linier. Titik P adalah perpotongan dari garis x + 3y = 6 dan 3x + y = a. Gambar 3.y) = x + y adalah 4. Mengingat gradien dari f(x. Dari Gambar 3. dan 3 di atas dilakukan.y) = x + y Pertidaksamaan-1: x + 3y ≤ 6 Pertidaksamaan-2: 3x + y ≤ a. 2. daerah yang diarsir merupakan daerah penyelesaian. Perhatikan contoh berikut! Apakah kita perlu membatasi nilai x > 0 dan nilai y > 0? Mengapa? Berikan penjelasanmu. 8 8 116 Buku Guru Kelas X .7 Daerah penyelesaian untuk sistem pertidaksamaan linier Contoh 3.3 x + y ≤ a} adalah 4. 8 8 Nnilai maksimum f(x. y ≥ 0. Langkah 3 Mengarsir daerah yang merupakan daerah penyelesaian masing-masing pertidaksamaan. maka f akan mencapai maksimum di titik P.5 Jika nilai maksimum f(x.

Sistem pertidaksamaan linear adalah himpunan pertidaksamaan linear yang saling terkait dengan koefisien variabelnya bilangan-bilangan real.0) 3 4 5 6 7 8 9 x Gambar 3. 8 8 Karena nilai maksimum f(x. mari kita tetapkan konsep sistem pertidaksamaan linear dua variabel sebagai berikut.y) (6. Definisi 3.10) 2 1 2 3 P (x.2) (0.y) = x + y adalah 4 maka nilai a = 10.0) (10. Titik P adalah perpotongan dari garis x + 3y = 6 dan 3x + y = a.y) = x + y adalah 4.y) = x + y adalah m = –1. Matematika 117 .9 1.y 10 8 6 4 (0. maka f akan mencapai maksimum di titik P. 3x + y ≤ a Mengingat gradien dari f(x.8 Daerah penyelesaian untuk sistem pertidaksamaan linear x + 3y ≤ 6. agar nilai maksimum f(x. maka 3a − 6 18 − a + = 4 ⇒ 2a = 20 ⇒ a = 10. Berdasarkan masalah dan contoh di atas. 8 8 Dengan demikian. Sistem pertidaksamaan linear dua variabel adalah suatu sistem pertidaksamaan linear yang memuat dua variabel dengan koefisien bilangan real. Jadi diperoleh 3a − 6 18 − a xP = dan yP = . 2.

Pendapatan 118 Buku Guru Kelas X . Sekelompok tani transmigran mendapatkan 6 ha tanah yang dapat ditanami padi. dan palawija lain.y) yang memenuhi sistem pertidaksamaan linear tersebut. Produksi Tani. sedangkan palawija lainnya ternyata tidak menguntungkan. Definisi 3. tak lebih dari 480 Kg.4 1.11 Daerah penyelesaian sistem pertidaksamaan linear adalah daerah tempat kedudukan titik-titik yang memenuhi sistem pertidaksamaan linear tersebut. dan untuk 1 kuintal jagung diperlukan 9 jam-orang tenaga dan 2 Kg pupuk.10 Penyelesaian sistem pertidaksamaan linear dua peubah adalah himpunan semua pasangan titik (x. sedangkan air dan sumber daya lainnya dianggap cukup tersedia. Pupuk juga terbatas. jagung. Kondisi tanah memungkinkan menghasilkan 50 kuintal padi per ha atau 20 kuintal jagung per ha. 2x + 5y ≤ 600 4x + 3y ≤ 530 2x + y ≤ 240 a) Gambarkanlah pertidaksamaan sistem linear tersebut! b) Tentukanlah nilai p! 3. Uji Kompetensi 3. Diketahui pula bahwa untuk menghasilkan 1 kuintal padi diperlukan 12 jam-orang tenaga dan 4 Kg pupuk. dengan syarat tambahan x > 0 dan y <0! c) Selanjutnya dapatkah kamu menentukan himpunan penyelesaian sistem tersebut untuk syarat x < 0 dan y > 0? Jelaskan! 2. Karena keterbatasan sumber daya petani harus menentukan berapa bagian yang harus ditanami padi dan berapa bagian yang harus ditanami jagung. Dalam suatu masa tanam tenaga yang tersedia hanya 1590 jam-orang. Misalkan p adalah jumlah maksimum dari himpunan penyelesaian yang memenuhi sistem di bawah ini.Definisi 3. Diberikan sistem pertidaksamaan linier: x–y≥3 5x + 3y ≥ 9 a) Gambarkan grafik pertidaksamaan pada sistem tersebut! b) Tentukanlah himpunan penyelesaian sistem tersebut.

Jika harga Fluin Rp200. berapa kapsul Fluin dan berapa kapsul Fluon harus dibeli supaya cukup untuk menyembuhkannya dan meminimumkan ongkos pembelian total? Unsur Aspirin Bikorbonat Perkapsul Fluin 2 5 1 Fluin 1 8 6 Kodein Projek Bersama temanmu amati permasalahan di sekitarmu atau dari sumber lain (buku. Masalah bagi petani ialah bagaimanakah rencana produksi yang memaksimumkan pendapatan total? Artinya berapa ha tanah ditanami padi dan berapa ha tanah ditanami jagung? 3.00 dan Fluon Rp300. mencari persamaan atau pertidaksamaan yang menyatakan hubungan antar variabel tersebut. Jika diberikan sistem pertidaksamaan linear seperti berikut ini. Masing-masing memuat tiga unsur (ingredient) utama dengan kadar kandungannya tertera dalam Tabel 3. seseorang yang sakit flu akan sembuh jika dalam tiga hari (secara diratakan) minimum menelan 12 grain aspirin.petani dari 1 kuintal padi adalah Rp32.000. dan lain-lain) yang dapat dinyatakan dalam sistem persamaan linear atau sistem pertidaksamaan linear. Matematika 119 . selesaikan sistem yang kamu peroleh.00 per kapsul. dan interpretasikan hasilnya.00 sedang dari 1 kuintal jagung Rp20. Suatu pabrik farmasi menghasilkan dua jenis kapsul obat flu yang diberi nama Fluin dan Fluon. 74 grain bikarbonat dan 24 grain kodein. dan dianggap bahwa semua hasil tanamnya selalu habis terjual. Buat laporan atas kegiatanmu ini dan paparkan hasilnya di depan kelas.000.00.1. Formulasikan masalah tersebut dengan mendefinisikan variabel-variabel terkait. a) Syarat apakah yang harus dipenuhi agar sistem memiliki solusi tunggal? b) Syarat apakah yang harus dipenuhi agar sistem tidak memiliki solusi? 4. Menurut dokter. a1x + b1y ≥ c1 dan x ≥ 0 a2x + b2y ≥ c2 dan y ≥ 0. internet.

yaitu untuk x = y = z = 0. Apabila penyelesaian sebuah sistem persamaan linear semuanya nilai variabelnya adalah nol. Sistem tersebut hanya mempunyai penyelesaian trivial. b. Konsep sistem persamaan linear dan sistem pertidaksamaan ini didasari oleh konsep persamaan dan pertidaksamaan dalam sistem bilangan real. Model matematika dari permasalahan sehari-hari seringkali menjadi sebuah model sistem persamaan linear atau sistem pertidaksamaan linier. Himpunan penyelesaian dari sistem persamaan linear adalah himpunan semua nilai variabel yang memenuhi sistem persamaan tersebut. 5. yaitu jika tidak terdapat titik perpotongan sehingga sistem tidak mempunyai penyelesaian.y) terletak pada sebuah garis jika dan hanya jika bilangan-bilangan x dan y memenuhi persamaan tersebut. sebagai berikut. 6. dengan a1. 1. maka penyelesaian sistem persamaan linear tersebut akan bersesuaian dengan titik perpotongan dari garis g1 dan garis g2. Secara tafsiran geometri dari selesaian suatu sistem persamaan linear. Sistem tersebut mempunyai tak terhingga banyaknya anggota himpunan penyelesaian yang tak trivial sebagai tambahan penyelesaian trivial. 4. Misal diberikan sistem persamaan linear 3x + 5y + z = 0 dan 2x + 7y + z = 0.D. b2. misal garis g1 dan garis g2. Grafik persamaan-persamaan ini merupakan garis. Sistem persamaan linear ini memiliki suku konstanta adalah nol dan mempunyai penyelesaian yang tunggal. Sistem persamaan linear disebut homogen apabila suku konstantanya adalah nol dan salah satu dari dua hal berikut dipenuhi. maka penyelesaian tersebut dikatakan penyelesaian trivial. dengan a1 dan a2 tidak keduanya nol dan b1 dan b2 tidak keduanya nol. a. sehingga sifat-sifat persamaan linear dan pertidaksamaan linear dalam sistem bilangan real banyak digunakan sebagai pedoman dalam menyelesaikan suatu sistem persamaan linear dan sistem pertidaksamaan linear. b1. Karena titik (x. 120 Buku Guru Kelas X . c2 anggota bilangan real. 2. maka terdapat tiga kemungkinan. a2. PENUTUP Berberapa hal penting yang perlu dirangkum terkait konsep dan sifat-sifat sistem persamaan linear dan pertidaksamaan linear. c1. 3. yaitu (a) garis g1 dan garis g2 sejajar dan tidak berpotongan. diberikan sistem persamaan dengan 2 persamaan dan 2 variabel. Apabila sebuah sistem persamaan linear mempunyai anggota himpunan penyelesaiannya dari nilai variabel yang tidak semuanya nol disebut memiliki penyelesaian yang tak trivial. Berdasarkan hal itu. a1x + b1y = c1 dan a2x + b2y = c2.

sehingga sistem hanya mempunyai tepat satu (tunggal) penyelesaian. pengurangan dan perkalian akan dibahas secara mendalam dan dimanfaatkan dalam penyelesaian masalah matematika dan masalah otentik. Matematika 121 . artinya terdapat tak terhingga banyak titik perpotongan. Kita akan menemukan konsep dan sifat-sifat matriks melalui penyelesaian masalah nyata. Matriks adalah bentuk lain sebuah sistem persamaan linear. Sistem Persamaan linear (SPL) mempunyai tiga kemungkinan penyelesaian. artinya setiap sistem persamaan linear dapat disajikan dalam bentuk matriks. Sifat-sifat matriks terhadap operasi penjumlahan. Penguasaan kamu tentang sistem persamaan dan pertidaksamaan linear adalah prasyarat mutlak mempelajari bahasan matriks dan program linear. Dalam hal ini sistem mempunyai tak terhingga banyak penyelesaian. mempunyai satu selesaian dan mempunyai tak terhingga banyak selesaian. (c) garis g1 dan garis g2 berimpit.(b) garis g1 dan garis g2 berpotongan pada satu titik. 7. yaitu tidak mempunyai selesaian. Selanjutnya kita lakukan operasi hitung pada dua atau lebih matriks dan menentukan determinannya.

konsisten dan jujur serta menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. • mengamati keteraturan data. bertanggungjawab. kritis. bekerja sama menyelesaikan masalah. siswa memperoleh pengalaman belajar: • melatih berpikir kritis dan kreatif. • • • • • Elemen Matriks Ordo Matriks Matriks Persegi Matriks Identitas Transpos Matriks . 5.Bab Matriks A. Pengalaman Belajar Melalui pembelajaran materi matriks. • berpikir Independen mengajukan ide secara bebas dan terbuka. 4. menghayati pola hidup disiplin. memahami konsep matriks sebagai representasi numerik dalam kaitannya dengan konteks nyata. memahami operasi sederhana matriks serta menerapkannya dalam pemecahan masalah. 2. • berkolaborasi. menghayati rasa percaya diri. • mengamati aturan susunan objek. siswa mampu: 1. menghayati kesadaran hak dan kewajiban serta toleransi terhadap berbagai perbedaan di dalam masyarakat majemuk sebagai gambaran menerapkan nilai-nilai matematis. KOMPETENSI DASAR DAN PENGALAMAN BELAJAR Kompetensi Dasar Setelah mengikuti pembelajaran matriks. motivasi internal dan sikap peduli lingkungan melalui kegiatan kemanusiaan dan bisnis dalam kehidupan sehari-hari. 3.

B. PETA KONSEP SISTEM PERSAMAAN LINIER MASALAH OTENTIK MATERI PRASYARAT MATRIKS Kolom Baris Persegi Panjang Persegi Segitiga Diagonal Transpos Identitas JENIS MATRIKS Operasi UNSUR-UNSUR MATRIKS Elemen Baris Elemen Kolom Relasi Kesamaan Penjumlahan Pengurangan Perkalian Invers Determinan Matematika 123 . PETA KONSEP B.

Diketahui data hasil penjualan tiket penerbangan tujuan Medan dan Surabaya. seperti data rekening listrik atau telepon. Tampilan informasi dalam suatu tabel lebih tersusun baik dibandingkan dalam bentuk paragraf. maupun brosur harga jual sepeda motor. selama empat hari berturut-turut disajikan dalam tabel berikut. Tumbuhkan motivasi internal dalam diri siswa melalui menunjukkan kebergunaan mempelajari matriks dalam kehidupan. klasemen akhir Liga Super Indonesia. dapat kamu lihat bahwa data yang terbentuk terdiri atas bilangan-bilangan yang tersusun dalam baris dan kolom. Menemukan Konsep Matriks Informasi yang terdapat dalam suatu koran atau majalah tidak senantiasa berupa teks bacaan yang terdiri atas sederetan kalimat yang membentuk paragraf. tidak hanya sebatas pada koran atau majalah saja. ♦ Arahkan siswa menemukan konsep matriks dari berbagai situasi nyata yang dekat dengan kehidupan siswa. Dalam kehidupan sehari-hari. Data tersebut. Tabel 4. Susunan bilangan seperti inilah yang dinamakan sebagai matriks. dapat kamu sederhanakan dengan cara menghilangkan semua keterangan (judul baris dan kolom) pada tabel. Sebagai gambaran awal mengenai materi matriks. dan mengganti tabel dengan kurung siku menjadi bentuk seperti berikut: 3 4 2 5  7 1 3 2    Berdasarkan bentuk tersebut. MATERI PEMBELAJARAN 1. tetapi ada kalanya disampaikan dalam bentuk sebuah tabel. kemudian banyaknya tiket yang habis terjual untuk tiap-tiap kota setiap harinya. 124 Buku Guru Kelas X .1: Keterangan situasi tiket penerbangan ke Medan dan Surabaya Tujuan Medan Surabaya Hari ke I 3 7 II 4 1 III 2 3 IV 5 2 Pada saat kamu membaca tabel di atas maka hal pertama yang kamu perhatikan adalah kota tujuan.C. mari kita cermati uraian berikut ini. banyak informasi atau data yang ditampilkan dalam bentuk tabel. data perolehan nilai dan absensi siswa. dari sebuah agen tiket. Hal seperti ini sering kita temui.

jika nomor peserta ujian adalah NIS siswa-51. Masalah-4. NIS siswa-13. NIS siswa-14. Misalnya. NIS siswa-53.... empat kolom. . Jika nomor peserta ujian adalah NIS siswa-12.2. NIS siswa-51. yang ditempelkan di tempat duduk siswa. NIS siswa-12. Demikian pula. Berikut ini akan kita cermati lebih dalam lagi mengenai matriks dari masalahmasalah kehidupan kita sehari-hari. nomor ujian peserta di ruang A adalah NIS siswa-11. …. dan jika nomor ujian peserta adalah NIS siswa-34. NIS siswa-22. pihak sekolah menempatkan siswa dalam ruang Gambar 4. NIS siswa-13. NIS siswa-14.1 Pelaksanaan Ujian Nasional ujian dengan pola nomor ujian melalui Nomor Induk Siswa (NIS). dalam bentuk baris dan kolom. dapat kita nyatakan sebagai berikut. NIS siswa-44. itu berarti posisi peserta saat ujian berada pada baris ke1 lajur ke-2. NIS siswa-52. Meja Pengawas Ujian  NIS 11  NIS 21   NIS 31   NIS 41   NIS 51 NIS 12 NIS 22 NIS 32 NIS 42 NIS 52 NIS 13 NIS 23 NIS 33 NIS 43 NIS 53 NIS 14  NIS 24   NIS 34   NIS 44  NI IS 54   Gambar 4. dan NIS siswa-54 dengan mudah memahami posisi mereka dalam ruang ujian tersebut. NIS siswa-21. untuk setiap peserta ujian yang memiliki nomor ujian NIS siswa-11. Untuk memudahkan pengaturan peserta ujian dalam suatu ruangan. NIS siswa-54. Tentukan susunan peserta ujian ditinjau dari pola Nomor Induk Siswa (NIS)! Alternatif Penyelesaian Susunan peserta ujian jika dilihat dari NIS. artinya posisi peserta tersebut saat ujian berada pada baris ke-3 kolom ke-4. artinya posisi siswa saat ujian berada pada baris ke-5 kolom ke-1. NIS siswa-12. Tentunya. NIS siswa-21.1. biasanya disusun dalam lima baris. NIS siswa-53.1 Masihkah kamu ingat posisi duduk sewaktu kamu mengikuti Ujian Nasional SMP? Maksimal siswa dalam satu ruang ujian hanya 20 peserta. seperti yang disajikan pada Gambar 4. Denah posisi tempat duduk peserta ujian berdasarkan NIS Matematika 125 . NIS siswa-23.

setiap manager supermarket memiliki aturan untuk menempatkan setiap koleksi barang yang tersedia. Untuk memaksimalkan waktu liburan. 4 kolom. Coba kita perhatikan gambar berikut ini! KOLEKSI Peralatan Dapur KOLEKSI Sabun KOLEKSI Roti dan Biskuit KOLEKSI Sampho dan Pasta Gigi KOLEKSI Beras dan Tepung KOLEKSI Permen dan Coklat KOLEKSI Detergen dan Pembersih KOLEKSI Susu KOLEKSI Mie Instan KOLEKSI Bumbu Dapur KOLEKSI Minyak dan Gula KOLEKSI Minuman Botol Gambar 4. kolom ke-4 adalah koleksi bumbu dapur.2 Masalah lain yang terkait dengan susunan dapat kita amati susunan barangbarang pada suatu supermarket. Koleksi beras dan tepung terdapat pada baris ke-3.3 Ruang koleksi barang-barang pada suatu supermarket Tentukanlah posisi koleksi beras dan tepung pada susunan di atas! Alternatif Penyelesaian Gambar di atas mendeskripsikan ruangan koleksi barang-barang suatu supermarket. Masalah-4. kolom ke-2. ♦ Guru menjelaskan bagaimana susunan koleksi barang supermarket jika tersusun bertingkat. Koleksi barang yang terdapat pada baris ke-2. yang terdiri atas tiga baris. Bandung–Bogor 126 km Bandung–Semarang 367 km Bandung–Cirebon 130 km Bandung–Yogyakarta 428 km 126 Buku Guru Kelas X .3 Seorang wisatawan lokal hendak berlibur ke beberapa tempat wisata yang ada di pulau Jawa. mengenai posisi setiap koleksi barang dalam ruang tersebut. Tentunya.Masalah-4. dia mencatat jarak antar kota-kota tersebut sebagai berikut. ♦ Guru memeriksa hasil kerjaan siswa.

dapat dituliskan sebagai berikut. seandainya wisatawan tersebut memulai perjalanannya dari Bandung! Kemudian berikan makna setiap angka dalam susunan tersebut. terdiri dari 6 baris dan 6 kolom. Matematika 127 . Bandung Bandung Cirebon Semarang Yogyakarta Surabaya Bogor 0 130 367 428 675 125 Cirebon 130 0 237 317 545 256 Semarang Yogyakarta 367 237 0 115 308 493 428 317 115 0 327 554 Surabaya 675 545 308 327 0 801 Bogor 126 256 493 554 801 0 Dari tampilan di atas. Alternatif Penyelesaian Wisatawan akan memulai perjalanannya dari Bandung ke kota-kota wisata di Pulau Jawa. Bandung–Surabaya 675 km Bogor–Cirebon 256 km Bogor–Surabaya 801 km Cirebon–Yogyakarta 317 km Bogor–Semarang 493 km Surabaya–Semarang 308 km Bogor–Yogyakarta 554 km Surabaya–Yogyakarta 327 km Cirebon–Surabaya 545 km Semarang–Yogyakarta 115 km Cirebon–Semarang 237 km Tentukanlah susunan jarak antar kota tujuan wisata. dia cukup jelas mengetahui jarak antar kota tujuan wisata. Jika kita ingin menampilkan susunan jarak-jarak tersebut.  0 130 367 428 675 126  130 0 237 317 545 256    367 237 0 115 308 493  A= → 5 0 327 554   428 317 115  675 545 308 437 0 801     126 256 493 554 801 0   Susunan jarak antar kota di pulau Jawa ini. Jarak-jarak antar kota tujuan wisata dituliskan sebagai berikut.

4 Diagram rute pengiriman barang Alternatif Penyelesaian Kata kunci pada persoalan ini adalah keterhubungan antar dua kota.4 Pak Margono yang tinggal di kota P memiliki usaha jasa pengiriman barang.  0 0  Matriks representasi keterhubungan antar dua kota. dinyatakan sebagai berikut: 0. kecuali ke kota V. ♦ Guru mengerjakan lintasan mana yang terpendek untuk membawa barang dari kota P ke kota V! V 0 0  1  → Susunan angka-angka berbentuk persegi.Masalah-4. fungsi keterhubungan antar dua kota tersebut. untuk i ≠ j Dari gambar di atas. Nyatakanlah persoalan pengiriman barang tersebut dalam bentuk matriks. untuk i = j aij =  1. Suatu ketika. Jika setiap dua kota yang terhubungkan diberi bobot 1. secara matematis. dapat kita nyatakan dalam bentuk matriks seperti berikut. P P 0 R 1 X = Q 1  T 1 V 0 R 1 0 1 0 0 Q 1 1 0 1 1 T 1 0 1 0 0 128 Buku Guru Kelas X . Gambar 4. sedangkan dua kota yang tidak terhubungkan diberi bobot 0. disebut matriks X yang anggota-anggotanya terdiri dari angka 1 dan 0. perusahaan pak Margono menerima order mengirim barang ke kota V. Keterhubungan antar dua kota ini. kota P terhubungan dengan semua kota.

j = 1. menyatakan elemen matriks pada baris ke-i dan kolom ke-j. Dari empat masalah di atas.. Susunan bilangan itu diletakkan di dalam kurung biasa “ ( )” atau kurung siku “ [ ] “. jika diperhatikan ordo suatu matriks. masalah yang dikaji adalah aturan susunan posisi setiap objek dan benda dinyatakan dalam aturan baris dan kolom. Biasanya pelabelan suatu matriks dinyatakan dengan huruf kapital.. n Am×n : m menyatakan banyak baris matriks A. i = 1. yang menyatakan banyak baris dan kolom matriks A. 3. Definisi 4.. 3. B.1 Matriks adalah susunan bilangan yang diatur menurut aturan baris dan kolom dalam suatu jajaran berbentuk persegi atau persegipanjang.  a11 a  21 =  a31     am1 a12 a22 a32 am 2 a13 a23 a33 am 3 a1n  a2 n   a3n    amn   → baris ke-1 → baris ke-2 → baris ke-3 → baris ke-m Amxn kolom ke-m kolom ke-3 kolom ke-2 kolom ke-1 aij bilangan real. dan seterusnya. m menyatakan banyak baris dan n menyatakan banyak kolom matriks A. C. …. Objek-objek yang disusun pada setiap baris dan kolom harus memiliki karakter yang sama. .. Secara umum. dapat diketahui banyaknya elemen pada matriks itu. Jadi.. m. 2. Banyak baris dan kolom dikondisikan pada kajian objek yang sedang diamati. . menyatakan ordo (ukuran) matriks A. matriks didefinisikan sebagai berikut. diberikan matriks A. misalnya A. Secara umum. Notasi m × n. Ingat. Matematika 129 . D. 2. n menyatakan banyak kolom matriks A.

berturut-turut berumur 46 tahun dan 43 tahun. dan Wahyu (12 tahun). ij a34   nilai a . Dia sendiri berumur 14 tahun. ditentukan dengan a = ij–1. matriks A berordo 4 × 4 yang dimaksud adalah: 1 1  = A4×A = 4 1  1 1 1 1 2 4 8 .Masalah-4. 3 9 27   4 16 64  Contoh 4. sebagai berikut (berdasarkan urutan umur dalam keluarga Teguh). Ibu.1 Teguh. dia mampu mengkreasikan susunan matriks. akan menyusun anggota keluarganya berdasarkan umur dalam bentuk matriks. siswa kelas X SMA Panca Budi. Ningrum (22 tahun). Dia memiliki Ayah. secara berurut. Selain itu dia juga memiliki kakak dan adik. yang merepresentasikan umur anggota keluarga Teguh. A = [aij] yang memenuhi kondisi aij = i(j–1)! Alternatif Penyelesaian  a11 a12 a  21 a22 Matriks A Matriks A4× = 4  a31 a32   a41 a42 a13 a23 a33 a43 a14  a24   . a44  ij ij • a11 = 11–1 = 1 • a31 = 31–1 = 1 • a12 = 12–1 = 1 • a32 = 32–1 = 3 • a13 = 13–1 = 1 • a33 = 33–1 = 9 4–1 • a14 = 1 = 1 • a34 = 34–1 = 27 • a21 = 21–1 = 1 • a41 = 41–1 = 1 • a22 = 22–1 = 2 • a42 = 42–1 = 4 3–1 • a23 = 2 = 4 • a43 = 43–1 = 16 • a24 = 24–1 = 8 • a44 = 43–1 = 64 Jadi.5 Tentukanlah matriks 4 × 4. nilai a ditentukan dengan aij = i j −1 . Sekar (19 tahun). 130 Buku Guru Kelas X . Berbekal dengan materi yang dia pelajari di sekolah dan kesungguhan dia dalam berlatih.

yang merepresentasikan umur semua T2×1 =  22 =   5×1  22  wanita pada keluarga Teguh. matriks baris berordo 1 × 4 yang merepresentasikan umur Teguh dan saudaranya. matriks baris berordo 1 × 2 yang merepresentasikan umur orang tua Teguh. minimal dua cara dengan cara yang berbeda.i. T1×4 = [22 19 14 12]. Matriks Kolom Matriks kolom adalah matriks yang terdiri dari satu kolom saja.  19   19   12   Matematika 131 . berikut ini akan disajikan jenis-jenis matriks. Jenis-Jenis Matriks Contoh 4. ordo matriks seperti ini. 2. Secara detail. a. Matriks kolom berordo m × 1. T1×2 = [46 43]. 1 × n. Alternatif susunan II T2×3  46 43  46 43 22  22 19  = T3×2 =     19 14 12   14 12   Matriks T3×2 adalah matriks berordo 3 × 2. dengan m banyak baris pada kolom matriks tersebut. b. Alternatif susunan I Matriks T2×3  46 43  46 43 22  22 19  T2×3 =  T3×2 =     19 14 12    14 12   adalah matriks persegipanjang dengan berordo 2 × 3. menyajikan beberapa variasi ordo matriks yang merepresentasikan umur anggota keluarga Teguh. dengan n banyak kolom pada matriks tersebut. Biasanya. Perhatikan matriks kolom berikut  46 ini!  43  43    . T  kolom  matriks berordo 3 × 1.1 di atas. Matriks Baris Matriks baris adalah matriks yang terdiri dari satu baris saja. ♦ Guru memberikan susunan matriks yang lain. ii.

Matriks Segitiga Mari kita perhatikan matriks F berordo 4 × 4.  46 43  46 43 22   19  T2×3 =  matriks persegipanjang berordo 2 × 3. matriks persegipanjang berordo 3 × 2. yang merepresentasikan umur  22 19  orang tua Teguh dan kedua kakaknya. yaitu semua elemen matriks yang terletak pada garis diagonal dari sudut kiri bawah ke sudut kanan atas.  14 12   d. yang merepresentasikan umur kedua   orang tua Teguh dan ketiga saudaranya. Matriks Persegipanjang Matriks persegipanjang adalah matriks yang banyak barisnya tidak sama dengan banyak kolomnya. yang merepresentasikan T3×2 =   22 19  umur semua anggota keluarga Teguh. 43  T2×1 =   22   19    46   43   T5×1 =  22  . misalnya: 132 Buku Guru Kelas X . matriks kolom berordo 5 × 1. yang merepresen2× 2 =  22  . Jika terdapat pola susunan pada suatu matriks persegi. Matriks ini memiliki ordo n × n. e. 19   12   c. Jika kita meninjau matriks persegi berordo 4 × 4 di bawah ini. Matriks seperti ini memiliki ordo m × n. Matriks Persegi Matriks persegi adalah matriks yang mempunyai banyak baris dan kolom sama. a12 a22 a32 a42 a13 a23 a33 a43 a14  a24   a34   a44  Diagonal Samping matriks H T2×2  a11  a  46 42  = H 4×4  21   a31  22 19    a41 Diagonal Utama matriks H Diagonal utama suatu matriks. T  19 14 12   tasikan umur anggota keluarga Teguh.  14 12    46 43  . yaitu semua elemen matriks yang terletak pada garis diagonal dari sudut kiri atas ke sudut kanan bawah. matriks persegi berordo 2 × 2.  46 43 T2×2 =   . Diagonal samping matriks.

f. g. Matematika 133 . Matriks Diagonal Dengan memperhatikan konsep matriks segitiga di atas. jika kita cermati kombinasi pola tersebut pada suatu matriks persegi. Jadi. Matriks Identitas Mari kita cermati kembali matriks persegi dengan pola seperti matriks berikut ini. kecuali elemen diagonal utama tidak semuanya bernilai nol”.  −2 0  0  0 7 12  13 0 0 5 1 0  −8 4  G F=  3 8 10 2 6   0 13  2 −4 2  maka matriks persegi yang berpola seperti matriks F dan G disebut matriks segitiga. matriks segitiga merupakan suatu matriks persegi berordo n × n dengan elemen-elemen matriks di bawah atau di atas diagonal utama semuanya nol. seperti matriks berikut ini. disebut matriks diagonal. 2  Y = 0  0 12 0   B=0  0  0 0 0 0 0  0 3  0 0 6 0 0 4 0 0 0 0 0 0 0 3 0 0 0  0  0 1  maka matriks persegi dengan pola “semua elemennya bernilai nol. 3 5 0 0  −2 0 F = 0  0 3 5 0 0 7 12  13   5 −8 4  F = 3 2 6   0 13  2 0 0 0 5       0 0 1 0 8 10 −4 2 0 0 0 5       atau jika polanya seperti berikut ini.

Karena begitu banyak koleksi buku tersebut.5. Pak Susilo berniat akan menghibahkan semua buku-buku tersebut ke kampung halamannya. seperti berikut: 0 • O2×3 =  0 0 • O3×2 =  0 0  0 0 . 3.• I 4×4 1 0  = 0  0 0 1 0 0 0 0 1 0 0 0  0  1 1 • I 3×3 =  0  0 1 • I 2×2 =  0 0 0 1 0  0 1  0 1  Cermati pola susunan angka 1 dan 0 pada ketiga matriks persegi di atas. Matriks Nol Jika elemen suatu matriks semuanya bernilai nol. Transpos Matriks Pak Susilo. Sebelum akan dibawa pengangkutan. Parman. Matriks identitas dinotasikan sebagai I berordo n × n. yaitu di Tegal. majalah. 134 Buku Guru Kelas X . atau  0 • O1×3 = [0 0 0] . atau 0 0  0 0  . memiliki banyak koleksi buku. maka disebut matriks nol. Jika suatu matriks persegi unsur diagonal utamanya adalah 1 dan unsur yang lainnya semua nol disebut matriks identitas. ditambah lagi ruang koleksinya tidak memadai. cucunya. dan novel yang pernah dia beli maupun terima selama dia masih aktif sebagai pegawai PLN. membantu menyusun buku-buku tersebut dalam tumpukan-tumpukan seperti pada Gambar 4. pensiunan PLN. h.

berubah menjadi:  BKo  MS   MT =  BMo  BMa    BF BKi NP MF BR BB BI KK MI BP BS BA MF           B6×3 Dengan memperhatikan kedua matriks B3×6 dan B6×3. Pihak pengangkutan menyusun semua koleksi tersebut menurut barisan buku yang terdekat ke truk. ternyata memiliki relasi.5. dengan sudut pandang dari ruang baca. karena halaman rumah Pak Susilo yang tidak cukup untuk ruang gerak truk sehingga truk harus diparkir di sebelah Barat ruang baca Pak Susilo. Relasi yang dimaksud dalam hal ini adalah “perubahan posisi elemen matriks”. Diagram susunan koleksi buku-buku Jika direpresentasikan semua koleksi tersebut dalam matriks. Kita sebut matriks B. Matriks B. atau disebut transpos matriks. akan diperoleh matriks persegi panjang berordo 3 × 6.  BKo MS MT BMo BMa BF  B3×6  BB BI   BKi NP MF BR    KK MI BP BS BA MF   Selanjutnya.Ruang Baca P e n g a n g k u t a n Buku Komik Majalah Sport Majalah Teknik Buku Motivasi Buku Matematika Buku Fisika Buku Kimia Novel Petualang Majalah Furniture Buku Rohani Buku Budaya Bahasa Inggris Koleksi Kamus Majalah Intisari Buku Peta Buku Sejarah Buku Autbiography Majalah Fashion Gambar 4. dalam kajian yang sama. yang diberi simbol Bt sebagai 135 Matematika .

setiap elemen baris ke-2 pada matriks B menjadi elemen kolom ke-2 pada matriks Bt. Jika A =  [–3 4 6 8 19]. Namun beberapa buku menotasikan transpos matriks B dengan atau B'. maka C 10 15 20 6 b. setiap elemen baris ke-1 pada matriks B menjadi elemen kolom ke-1 pada matriks Bt. adalah A S a.  −3 2 5 3 1 0 4 2 3 5 7  3 10 6  14 9     t t     S = transpos matriks =. 136 Buku Guru Kelas X .transpos matriks B. ♦ Untuk menunjukkan (At + Bt) = (A + B)t. dapat kita pahami perubahan ordo matriks.2 5 4 8 12 3 2 6 4 3 5 10 15 6 9 2 S= 5  3 2 5 8 6 2 7 12 4 Dari pembahasan contoh di atas. maka transpos matriks berordo n × m. Misalnya. . demikian seterusnya. guru menjelaskan pembuktian dengan mengambil sembarang matriks Am×n dan Bm×n sebagai berikut. maka 2 5 8 6 5 4  5 15 9    6 9 12  8          3 7 12 4  3 2  7 20 23   19  1 14 c. maka 6 C= 2 5  5 15 9      8     3 6 9 12    7 20 23 3 7  −3   19 14 2 2   1 0 5 3 1  2 5 3   4 7   3 10 6       t  At =  6  C = 14 9 4 2  . Perubahan yang dimaksud dalam hal ini adalah. Jika C =  2  3 0 5 9 4 5 8 7 12 3 1 14 2 3  0 9 5 7   2 .  20  S =  2 5 8 6  5 15 9   5 4 8 12    12  8          7 20 23 3 2 6 4  3 7 12 4    19    −3 1 0 5 3  1 14 2 5 3 4 3 5 7   0 9  3 10 6    14 9 4 2   St =  t t      = = = A C . jika matriks awal berordo m × n. hingga semua elemen baris pada matriks matriks B menjadi elemen kolom pada matriks Bt. maka C t =  5 4 8 12  6    4 3 2 6 4  Contoh 4. Hal inilah yang menjadi aturan menentukan transpos matriks suatu matriks. ♦ Guru menjelaskan kepada siswa bahwa transpos dari matriks identitas adalah matriks itu sendiri. Diberikan matriks S =  5 10 15 20  . maka C t =  0 9 5 7  .

 a11 + b11 a + b  12 12 t t ( Am×n ) = ( Bm×n ) =  a13 + b13     a1n + b1n a21 + b21 a22 + b22 a23 + b23 a2 n + b2 n a31 + b31 a32 + b32 a33 + b33 a3n + b3n am1 + bm1  am 2 + bm 2   am 3 + bm 3    amn + bmn   Sedangkan transpose matriks A + B.  a11 + b11 a +b  21 21 t + Bm×n ) =  a31 + b31     am1 + bm1  a11 + b11 a + b  12 12 =  a13 + b13     a1n + b1n a12 + b12 a22 + b22 a32 + b32 am 2 + bm 2 a21 + b21 a22 + b22 a23 + b23 a2 n + b2 n a13 + b13 a23 + b23 a33 + b33 am 3 + bm 3 a31 + b31 a32 + b32 a33 + b33 a3n + b3n a1n + b1n  a2 n + b2 n   a3n + b3n    amn + bmn   am1 + bm1  am 2 + bm 2   am 3 + bm 3  . Gambar di bawah ini mendeskripsikan denah pembagian gedung-gedung ruko tersebut. dituliskan.6 Denah komplek ruko Matematika 137 . Kemandirian Dua Matriks Pada suatu kompleks perumahan ruko di daerah Tangerang memiliki ukuran yang sama dan bentuk bangun yang sama. Gedung 6A Gedung 7A Gedung 8A Gedung 9A Gedung 10A Gedung 5A Gedung 4A Gedung 3A Gedung 2A Gedung 1A J A L A N Gedung 5B Gedung 4B Gedung 3B Gedung 2B Gedung 1B Gedung 6B Gedung 7B Gedung 8B Gedung 9B Gedung 10B Blok A Gerbang Utama Blok B Gambar 4.   amn + bmn   t ( Am×n 4.

kita akan mengkaji dalam konteks matriks. Dari ilustrasi di atas.2 Matriks A dan matriks B dikatakan sama (A = B). kita temukan nilai a. Jadi. c. Artinya 10 Ruko di Blok A dan Blok B dibagi dalam dua jajaran. dan 2c = 6 maka c = 3. Sedangkan matriks Q merupakan matriks berordo 2 × 3. kesamaan Pt = Q     77     33 66 77   3a − c 6 4  . dan d yang memenuhi matriks Pt = Q. dengan 3b   2a − 4 4   b − 5 3a − c  P =  d + 2a 2c  . = . • 2a – 4 = –4 maka a = 0. penempatan setiap Ruko di Blok A sama dengan penempatan Ruko di Blok B.  dan Q =  3 6 7     7   4  Penyelesaian Karena P merupakan matriks berordo 3 × 2. Selain itu. a = 0. Dua matriks dikatakan sama jika memenuhi sifat berikut ini. c = 3. dan d sebagai berikut: • 3b = 3 maka b =1. dan d = –3. • Karena a = 0 maka d = –3. aij = bij (untuk semua nilai i dan j). 138 Buku Guru Kelas X . Oleh karena itu berlaku kesamaan matriks Pt = Q. dapat dituliskan: . b = 1.= Akibatnya. ii. c. 7     b−5 = 3   Dari kesamaan di atas. Dari denah di atas dapat dicermati bahwa Blok A sama dengan Blok B. Contoh 4. Definisi 4. karena banyak Ruko di Blok A sama dengan banyak Ruko di Blok B. maka Pt merupakan matriks berordo 2 × 3. jika dan hanya jika: i. b. 2a −− 44 dd ++ 2a 2a 2 a Dengan Pt =   3b 2c 2c   3b  2a − 4  3b  d + 2a 2c 4 7 −− 44    b b− 5 5 3a 3a cc 44   − . b.3 Tentukanlah nilai a. Setiap elemen yang seletak pada matriks A dan matriks B mempunyai nilai yang sama. Ordo matriks A sama dengan ordo matriks B.

dikatakan bahwa terdapat relasi antara berat badan dengan tinggi badan seseorang. silahkan tanyakan pada gurumu! Matematika 139 . Jelaskan nilai kebenaran untuk setiap pernyataan berikut ini! a. Buatlah matriks yang terdiri dari 5 baris dan 3 kolom. Menurut kamu. 1 jika i − j ≤ 1 −aturan: dengan  1 jika i − j > 1 aij =  ! −1 jika i − j ≤ 1  8. Tentukanlah matriks berordo 5 × 5. Jika elemen suatu matriks merupakan anggota bilangan kuadrat. Petunjuk: Jika kamu belum paham arti syarat cukup dan syarat perlu. Serta tentukan transpos matriksnya! 6. Silahkan jelaskan! 2. Menurut kamu.1 1. Dua matriks yang berordo sama merupakan syarat perlu bagi dua matriks yang sama. Dua matriks yang sama merupakan syarat cukup bagi dua matriks yang sama. dengan semua elemennya adalah 15 bilangan prima yang pertama. Bisakah kamu merepresentasikan persoalan tersebut ke dalam matriks? (Silahkan gunakan data berat badan dan tinggi badan teman sekelasmu)! 9. apakah ada batasan banyak baris dan kolom untuk membentuk suatu matriks? Jelaskan! 3. 8  7     0  tentukanlah : a. Dari matriks M dan N. teknologi apakah yang menggunakan konsep matriks yang sedang kita pelajari ini? Tolong deskripsikan! 5. Diketahui matriks M = [2 6 12 7 11] 2 4   6 dan N =   . b. Elemen baris ke-1 kolom ke-3 pada matriks M! b. Elemen baris ke-7 pada matriks N.Uji Kompetensi 4. Elemen kolom ke-1 baris ke-5 pada matriks N! c. buatlah matriks yang terdiri dari 7 baris dan 2 kolom! Serta tentukan transpos matriksnya! 1 jika i − j > 1 aij =  ! 7. Menurut ilmu kedokteran. Selisih elemen baris ke-6 pada matriks N terhadap elemen kolom ke-2 pada matriks M! e. Hasil perkalian elemen baris ke-2 pada matriks N dengan elemen kolom ke-4 pada matriks M! d. Coba berikan contoh yang lain (selain yang disajikan di atas) mengenai matriks yang dapat dijumpai dalam kehidupan seharihari! 4.

e. Masalah Penugasan Pengasuh Bayi. 10 −1  8 4 0 dan R =  . Samad mewakili teman-teman yang lainnya membeli 10 buah buku Matematika dan 6 buah buku Biologi. a b c  A= . C= 1 2 4   p q r D= .000 untuk semuanya. c. tentukanlah nilai a. Samad harus membayar Rp 740. dan f! a 13. Anas mewakili beberapa temannya untuk membeli 5 buah buku Matematika dan 4 buah buku Biologi. nilai nol artinya a − 2b   −3apengasuh klien tidak cocok dengan  T = b+ c 2klien d + c bayi dan nilai sepuluh untuk    yang sangat cocok dengan pengasuh. 2 3 e − d e − f   Tabel peringkat tersebut sebagai berikut! Nama Pengasuh Bayi Tarsi KLIEN Ibu Ratna Ibu Santi Ibu Bonita 7 5 3 6 Inem 4 9 5 5 Wati 7 3 6 0 Nurlela 3 8 2 4 Marni 10 7 9 8 12. Biro tersebut mengevaluasi tingkat kecocokan antara klien dan pengasuh bayi dalam sebuah tabel dengan skala nol sampai sepuluh. Pada saat yang bersamaan. 1 2 4  p q r D= . Jelaskan! 14. d e f  2 1  B= 0 2 . Sebuah biro jasa penyedia pengasuh bayi mempunyai empat klien dan lima pengasuh. b. s t u  −3a T =  b+c   e − 2d t 10.d e f  2 1  B= 0 2 . s t u 140 Buku Guru Kelas X t .  u v w d e f  Syarat apakah yang harus dipenuhi supaya matriks A sama dengan matriks X?. Untuk matriks-matriks berikut.000. Diketahui matriks A =  d b e c r X =  f u s v t w  Ibu Soimah Bagaimanakah biro jasa tersebut menugaskan pengasuh-pengasuhnya agar dapat memaksimumkan jumlah angka kecocokan antara klien dengan pengasuh? r s t  a b c  A X = =  dan matriks  . Diketahui matriks-matriks a − 2b  8 2d + c   dan R =  2  e−3f   4 0 . Dia harus membayar sebesar Rp 410.  3 4  2 0 3 . Pada tahun ajaran baru.  3 4  2 0 3 C=  . tentukan pasangan-pasangan matriks yang sama. − 2 10 1   a) Tentukan transpos dari matriks T! b) Jika Rt = T. Nyatakanlah persoalan tersebut dalam bentuk matriks dan selesaikanlah! 11. d.

Biaya untuk bahan ditangani oleh sebuah departemen dan upah buruh ditangani oleh pabrik departemen lainnya. geometri.Projek Temukan contoh penerapan matriks dalam ilmu komputer. Pikirkan bagaimana susunan buku teks. maka biaya total yang dikeluarkan oleh perusahaan untuk kedua pabrik tersebut dapat diperoleh. Pabrik di Surabaya (dalam Jutaan) Baju Bahan Buruh 200 20 Jas 600 80 Bahan Buruh Pabrik di Jakarta (dalam Jutaan) Baju 125 25 Jas 450 90 Jika kita misalkan matriks biaya di Surabaya. Kamu dapat membuat pengkodean dari bukubuku tersebut agar para pembaca dan yang mencari buku tertentu mudah untuk mendapatkannya. Operasi Hitung pada Matriks 1) Penjumlahan Dua Matriks Untuk memudahkan kita memahami penjumlahan dua matriks. dan teknologi informasi. Memahami Operasi Sederhana Matriks serta Menerapkannya dalam Pemecahan Masalah a. Matematika 141 . tersedia buku aljabar.6 Sebuah perusahaan garmen memiliki dua pabrik yang berlokasi di Jakarta dan Surabaya. bidang ilmu fisika. Perusahaan itu memproduksi dua jenis produk. biologi. mari kita cermati contoh masalah berikut ini. yaitu baju dan jas. seperti: buku matematika. dan IPS dari berbagai jenisnya (misalnya jenis buku matematika. Biaya untuk setiap jenis produk diberikan pada matriks berikut. Buat laporan hasil kerja kelompokmu dan hasilnya disajikan di depan kelas. Masalah-4. 5. fisika. kimia. statistika. sebagai berikut. sebagai matriks S dan biaya matriks di Jakarta sebagai matriks J. Selanjutnya coba terapkan berbagai konsep dan aturan matriks dalam menyusun buku teks di sebuah perpustakaan. dan lain-lain) tampak pada susunan baris dan kolom sebuah matriks. kimia.

ditulis C = A + B. kita tidak dapat melakukan operasi penjumlahan terhadap kedua matriks. 1 0 1   1+1 3 + 0 5 +1   2 3 6  Jika dimisalkan R = P + Q. adalah sebagai berikut: Total Biaya Pabrik (dalam Jutaan) Baju Bahan Buruh 325 45 Jas 1050 170 Penjumlahan kedua matriks biaya di atas dapat dioperasikan diakibatkan kedua matriks biaya memiliki ordo yang sama. melalui pembahasan di atas. Seandainya ordo kedua matriks biaya tersebut berbeda. P + Q =  = . maka hasil jumlah matriks P dan Q adalah 142 Buku Guru Kelas X 2+2 3+ 0 4+8   = 5 +1    .4 2 2 8 10 2 4  10 + 2 a) Jika diketahui matriks P =  P+Q =  . yaitu 2 × 2. Ordo matriks hasil penjumlahan dua matriks adalah sama dengan memiliki ordo yang sama dengan matriks yang dijumlahkan. Nah. tentunya dapat didefinisikan penjumlahan dua matriks dalam konteks matematis.♦ Total biaya bahan untuk baju = 200 + 125 = 325 ♦ Total biaya bahan untuk jas = 600 + 450 = 1050 ♦ Total biaya buruh untuk baju = 20 + 25 = 45 ♦ Total biaya buruh untuk jas = 80 + 90 = 170 Jika keempat total biaya tersebut dinyatakan dalam matriks. Q= . matriks C juga berordo m × n dengan elemen-elemen ditentukan oleh: cij = aij + bij (untuk semua i dan j). maka   1 0 1  1 3 5  1+1 2 2 8 10 + 2 2 + 2 4 + 8  12 4 12  Q= . Contoh 4.3 Misalkan A dan B adalah matriks berordo m × n dengan elemen-elemen aij dan bij. Catatan: Dua matriks dapat dijumlahkan hanya jika memiliki ordo yang sama. Jika matriks C adalah jumlah matriks A dengan matriks B. Definisi 4.

6   1 3 7   6 3 1  12 4 12    b) RDiketahui = matriks  . Matriks –B dalam merupakan matriks yang elemennya berlawanan dengan setiap elemen yang bersesuaian matriks B. maka kita harus memikirkan matriks nol dengan ordo yang sama dengan matriks tidak nol yang sedang dikaji. Contoh 4. maka mari kita tunjukkan bahwa T + O = T 2 3 6  O + T = T!   dan 1 3 7   Matriks O dalam hal ini adalah matriks nol berordo 3 × 3. I.  −2  9  a) Jika K =  3  dan L = 7  . ditulis: A – B = A + (–B).5 Mari kita cermati contoh berikut ini. Pengurangan matriks A dengan matriks B didefinisikan sebagai jumlah antara matriks A dengan lawan dari matriks –B. T = 5 5 0 . Y =  6 8  . Demikian juga halnya untuk matriks identitas. 2) Pengurangan Dua Matriks Rumusan penjumlahan dua matriks di atas dapat kita terapkan untuk memahami konsep pengurangan matriks A dengan matriks B. karena matriks tersebut akan dijumlahkan dengan matriks T berordo 3 × 3 juga.6 3 1  12   .  5    −5     0   1 3 2 4 2 3 5      X =  5 7  . jika dikatakan matriks nol. Misalkan A dan B adalah matriks-matriks berordo m × n. maka        5   5   −2   −9   −11      K − L = K + (− L) =   3  +  −7  =  −4  . T =  5 5 0  . dan Z =   7 11 13      9 11  10 12   17 19 23  Matematika 143 .  6 3 1  0 0 0  6 + 0 3 + 0 1 + 0   6 3 1          T +O =   5 5 0  + 0 0 0 =  5 + 0 5 + 0 0 + 0  =  5 5 0  = T  1 3 7    0 0 0 1 + 0 3 + 0 7 + 0     1 3 7   12 R= 2 4 3 0 0 0   6 3 1  0 + 6 0 + 3 0 + 1   6 3 1          O +T =  0 0 0 +  5 5 0  =  0 + 5 0 + 5 0 + 0  =  5 5 0  = T  0 0 0   1 3 7     0 + 1 0 + 3 0 + 7   1 3 7   Dalam kajian selanjutnya.

maka  −9   −11  −2  5   5       −4  . (kenapa)?  2 4   −1 −3  1 1      Jadi. K − L = K + (− L) =  3  +  −7  =  −4  2 3 5 1 3 25  4  −5   0   b) Diketahui matriks-matriks .  10 12     −9 −11   1 1  Dari pemahaman contoh di atas. dan Z =  7 11 13      9 11  10 12   17 19 23  Jika ada. Artinya. (–B) dalam hal ini sebenarnya hasil kali bilangan –1 dengan emua elemen matriks B. Y . 3) Perkalian Suatu Bilangan Real dengan Matriks Dalam aljabar matriks. seperti yang berlaku pada penjumlahan dua matriks. hanya bagian i) saja yang dapat ditentukan. Sebelumnya. ♦ Guru mengarahkan siswa untuk menunjukkan bahwa sifat komutatif berlaku untuk penjumlahan matriks. pengurangan dua matriks dapat juga dilakukan dengan mengurangkan langsung elemen-elemen yang seletak dari kedua matriks tersebut. menurut aturan pengurangan dua matriks. Sedangkan matriks Z berordo 3 × 2. yaitu berordo 3 × 2. A – B = A + (–B). maka − 2   9      5  5  dan L =  7  Jika K =  3     . ii) dan iii) tidak dapat dioperasikan. yaitu: A – B = [aij] – [bij]. Oleh karena itu perkalian real terhadap matriks juga disebut sebagai perkalian skalar dengan matriks. Y =  6 8  . Penyelesaian Matriks X dan Y memiliki ordo yang sama. dan berikut:   X   Z sebagai       X =  5 7  . Y − X =   6 8  +  −5 −7  = 1 1 . bilangan real k sering disebut sebagai skalar. 7 K − L = K + (− L) =  3  +  − =  −11  −9   −2         5 5 0 −            . pada kajian pengurangan dua matriks. Oleh karena itu. dan Z =  7 11 13   1 3 2 4 2 3 5       9 11 10 12  17 19 23          X =  5 7  . Y =  6 8  . tentukan pengurangan-pengurangan matriks berikut ini: i) Y – X ii) Y – Z iii) X – Z. −2  9    7 Jika K =  3  dan L =    . tetapi tidak berlaku untuk pengurangan dua matriks. 144 Buku Guru Kelas X .

dinotasikan: C = k.. dengan k = –1. maka = Jika 0 8 6− maka 1 = = 1 8 1  0  = 1 1 = 1   =     3 3 12 30 15 × × × × × − × − 12 3 3 ( ) ( ) 1 1 1 3 1 1 1 3 4 4 4 4    1  3 ×  1 4   × × ×48 ×60 × 2 48 3 5 60 3 2 ×48 48  3 − 3 3    − − 1 4 − − 1 1 − 4    ×   1  2 30 10 1 1 15      4   4 4 4  4 4 4 4    4  × (−3) × (−12 ) 3 1  1 1 1 .B. Contoh 4.aij (untuk semua i dan j). maka × 302.30 maka . = = = 1 3 44  4 4  0  3 8 6   =        14 −1 − 1 1 ) 3 3 −3 1 −12   15 3 M ... 24  2 ×1 L 0 ×     5 6 2 3 3 4 2 24  3 3 3 3 32 3 3   − 3 − − 3 − 12 1 3 12   1 3  2 4  1      1 11 × 30 1 1 1 × 15  1 1× 12 3  2 × 2 2 × 3  4 6   × 3 × − 3 × − 12 ( ) ( ) × (−3) × (−12)   3×3  1  × 4 2 × =8   1   33 33 3 3 3 12 30 10  15     3  4 5 . perkalian skalar dengan matriks dirumuskan sebagai berikut. 0 18  = × 24 ×  1 )) Jika 8 6 .H =  2 × 15      1 1 1 1     3 3 b) Jika L= 0 24 5 18 .  36 45 54  =  48 60 145 2 Matematika     10 10 5 5 8 8 6 6   1 4 1 − 4 − − −  10 5 8 6 3 3 × ×24 24 4 4 −1 −4 3 3 × ×60 60 4 4 3 × 24 4 3 × 60 4 . Matriks C adalah hasil perkalian bilangan real k terhadap matriks A. 12 5  . maka = Jika . maka =      =  1 1 1 3 3 3 4 4 .4 Misalkan A adalah suatu matriks berordo m × n dengan elemen-elemen aij dan k adalah suatu bilangan real. maka b) Jika Jika L L= =1 maka L= × × 0 18 0 24 18 = = 0 b) 0 8 10  .  =  01 8 1 1  3 3 3 6 3 18 . bila matriks C berordo m × n dengan elemen-elemennya ditentukan oleh: cij = k.matriks (–B) dapat kita tulis sebagai: –B = k. = = . Definisi 4.     48 60 2 × × × × 48 × 60 × 2  1 −1 −4      4 4 4 4 4  4  12 24 36 1 8 2     = . maka L = 0 18 0 × = 1 1 1 3 1× 24 1 1 × 3      10 2 24 2 4  4 10 5 4  10 5      2 ×1  2 ×      3  × × × 12 24 36 × × × × 12 12 24 36 × 12 2 3 3       1 1 1 3   1 3   4 4 4 4 4 4 4 4   0  3 −3 6 12  . Secara umum.   4 4 6 30 2 1 1 1 1 1 2 3 3 4 1 1 1 1 1 1 1              =× 2  × ×24 × 2 2 4 0 2 24 18 18 .6 4 6 6 2 2 3 3 2 2× ×2 2 2 2× ×3 3     4           .× maka = 48 60 2 12 18 36 45 54 48 60  2 12 15 18 36× 24 45 1 54             48  1 1 × 12 × 24   × 36 × 12 36   60 72 1 1 1 3 4 4      ×  × 48   × 48 × (−3) × (−12) 4 4 4 4 4  43 × 60 × 2   =   3 3  13 −1 −4    4 4 4    4 1 1 1 3 3 3    × 48 × 60 × 3 2 6 × 48  1× 60 × 2 1 1 3 3 3    1 8 42×    × 12     12 24 36  × 12 4 10 45  4 24 × 24 × 36  =  4 × 36   4 =  1  43  4 = . a) a) Jika Jika H H= = maka 2 8 10 10 4 4 5 5 2 . 4  4 4 4  48 60 2 12 15 18 36 45 54 + 0 8 6  . maka =     2         2 2 4 1 1 2 2 2 × × 1 1 2 2 × × 2 2 4        1 1 1 4 61 1 3    2 3 2 × 2 2 × 1× × ×30 × × × 12 15 12 30 15    4   3 3 3 3  3 3 a) Jika H = . maka 0 24 0 1 24 6× × × 1836 = 5  4 ×10 12 8 2 12 24 24 36 6L 1 8 2      × × 36   × 12 12 24  3     2 3 3 3 12 24 36   = .H = = 2 2× ×4 4 2 2× ×5 5 =8 .H .H =  × 4 2× 12 5  152 4 15 12  5  =  8 10  .A..

m13 p.m2 n   q.m21 p.mm 3 146 Buku Guru Kelas X .m 21   p.m12  ( p + q ).m22 21  =  ( p + q).m33 q.M m×n + q. maka matriks C berordo m × n dengan elemen-elemen cij = (p + q)aij untuk setiap i dan j. 45 54  2   48 60  2  −12   3 1 × (−3) 3 1 × 24 4 1 × 60 4      1 × (−12)   3  1  3 × 36   × 4 4 = 1  3 × × 2  4 4   3 Diskusi Diskusikan dengan temanmu satu kelompok masalah berikut.mm 2 p.mmn   Misal.m32    ( p + q).m11  p.m ( p + q ).m31     p.mm 2 q.m23 q.m33 p. p dan q adalah bilangan real.m3n    q. M suatu matriks berordo m × n dengan elemen-elemen aij.mm1 p.   3 4 = 0  1 −3 ) Jika 10 8 −1   3 6 =   36 12 15 18     3   1 ×3   3 1 5  4 × 12 1 3 6 .mm1    ( p + q ). Sehingga (p + q) M = p × M + q x M.mm 3 p.m33 ( p + q ).m22 p.m1n  q.m31     p.m22 q.  m11 m  21 =  m31     mm1 m12 m22 m32 mm 2 m13 m23 m33 mm 3 m1n  m2 n   m3n  .mm 3 q.m2 n    q.m1n  ( p + q ). maka   mmn   q. q merupakan anggota Himpunan Bilangan Real.mm1 ( p + q ).m12 p.mmn   ( p + q ).M m×n ( p + q ).m3n  +  q. dan untuk p.m1n   q.mm 2 p.m32 p.M m×n + q. maka =   4 4  1 × 48  −4   4 1 8 2  12 24 36  = = .m23 ( p + q).M m×n =  p.m11  p.m31 ( p + q).m12 q. Jika C = (p + q) × M.mmn   q.m11 ( p + q ). M m×n p.m13 ( p + q ).m32 q.m23 p. • Dengan mengambil sembarang matriks Mm×n.m13 q.m3n    ( p + q ).m2 n   ( p + q).

8  Matematika 147 . Untuk matriks P dan Q berordo m × n.L 5 6 2 23 4  6 30 2 3 24 3 4 8 10   6 3  4 18  =  0 2 3  16    3 15 12 4 5 9 .  0 24 18  dan p = 2 dan 5 6 2 3 4 3 4 2 3   6 8 16   Kita dapat memahami bahwa: 12 1 1 1 11 1 q ×q L = = ×. dan c suatu skalar. 5 6  2 3 dan Q =  d) Diketahui matriks P =   . Jika c = −1. terbukti bahwa p.Mm×n + q. =    −3 −3 3 3   5 7  8 10   Diskusi Diskusikan dengan temanmu satu kelompok bahwa jika matrik P dan Q merupakan dua matriks berordo sama. m11 m  21 = ( p + q )  m31     mm1 m12 m22 m32 mm 2 m13 m23 m33 mm 3 m1n  m2 n   m3n    mmn   = ( p + q ) M m× n . c bilangan real. Tentunya hasil c × (P – Q) sama dengan c × P – c × Q.( P − Q) = −1. 0 .    = −1. maka  8 10  5 7    2 3  5 6    −3 −3 3 3 − c. Jadi. Silahkan diskusikan bahwa c × (P + Q) = c × P + c × Q.  . 12 30 10  1 1 1 1 1 2 3 3 4  3) Dengan menggunakan matriks L =  q= .Mm×n = (p + q)Mm×n. maka c × (P – Q) = c × P – c × Q. dan c adalah bilangan real.

dan sepeda motor. 8    6 8 16   Karena p dan q adalah skalar. komputer. Sekarang. tunjukkan bahwa: p × (q × L) = (p × q). maka kita akan peroleh: 6 p. pihak perusahaan mempertimbangkan harga per satuan peralatan tersebut. Untuk itu. 4) Perkalian Dua Matriks Masalah-4.  p × (q × L) 0  3 15 12 4 5  12 30 10    9  =  0 24 18  . merupakan langkah lebih efektif untuk menyelesaikan p × (q × L). 148 Buku Guru Kelas X . yaitu cabang 1 di kota Palembang. p dan q adalah skalar anggota Himpunan bilangan real. untuk matriks M berordo m × n. Lengkapnya. rincian data tersebut disajikan sebagai berikut.7 Suatu perusahaan yang bergerak pada bidang jasa akan membuka tiga cabang besar di pulau Sumatera. Handphone (unit) Cabang 1 Cabang 2 Cabang 3 7 5 4 Komputer (unit) 8 6 5 Sepeda Motor (unit) 3 2 2 Harga Handphone (jutaan) Harga Komputer (jutaan) Harga Sepeda Motor (jutaan) 2 5 15 Perusahaan ingin mengetahui total biaya pengadaan peralatan tersebut di setiap cabang. ternyata dengan mengalikan p dengan q terlebih dahulu. yaitu handphone.( q. kemudian mengalikannya dengan matriks L. diperlukan beberapa peralatan untuk membantu kelancaran usaha jasa tersebut. cabang 2 di kota Padang.L. Jika kita mengalikan hasil p dengan q. dan cabang 3 di kota Pekanbaru.= L)2 =× 2. Di sisi lain. Alternatif Penyelesaian ♦ Guru menyuruh siswa untuk menyelesaikan persoalan di atas tanpa menggunakan konsep matriks.

 4 5 2 15    Untuk menentukan total biaya pengadaan peralatan tersebut di setiap cabang. = Rp99.000. maka operasi perkalian terhadap kedua matriks itu tidak dapat dilakukan.  5 .000  .000   R3×1 =   70.00 Jadi. 7 Kita misalkan.000.000.   merepresentasikan harga per unit setiap peralatan. total biaya pengadaan peralatan di setiap unit dinyatakan dalam matriks berikut:  99. Seandainya terdapat satu saja elemen baris ke-1 pada matriks C tidak memiliki pasangan dengan elemen kolom ke-1 pada matriks D. 5 2 15    7 8 3   2   5 6 D2  =   .000. matriks C3×3 =  5   4 masalah tersebut dengan menggunakan konsep 8 3  2    merepresentasikan jumlah unit yang 6 2  .00 • Cabang 3 Total biaya = (4 unit handphone × 2 juta) + (5 unit komputer × 5 juta) + (2 unit komputer × 5 juta) = Rp43. Jadi. Matematika 149 .000.  5 .000. yang setiap peralatan yang dibutuhkan di setiap cabang.Sekarang.000. kita akan menyelesaikan matriks.000. bahwa setiap elemen baris pada matriks C berkorespondensi satu-satu dengan setiap elemen kolom pada matriks D.00 • Cabang 2 Total biaya = (5 unit handphone × 2 juta) + (6 unit komputer × 5 juta) + (2 unit sepeda motor × 15 juta) = Rp70. dan matriks 3× 1. dapat disimpulkan operasi perkalian dua matriks dapat dilakukan jika banyak baris pada matriks C sama dengan banyak kolom pada matriks D. kita peroleh sebagai berikut.   43.000.000   Dapat kita cermati dari perkalian di atas. • Cabang 1 Total biaya = (7 unit handphone × 2 juta) + (8 unit komputer × 5 juta) + (3 unit sepeda motor ×15 juta).

b23 + a13 . matriks A dapat dikalikan dengan matriks B jika banyak baris matriks A sama dengan banyak kolom B.b31 a31 .b23 + a33 . dan Bn× p =  b31 b32 b33            anp  amn   am1 am 2 am 3  an1 an 2 an 3  Jika C adalah matriks hasil perkalian matriks Am×n terhadap matriks Bn×p.b32 a11 . diperoleh dengan cara mengalikan elemen baris ke-i dari matriks A terhadap elemen kolom ke-j dari matriks B. maka • Matriks C berordo m × p.b a32 a33  b31 b b  a11 A  b 13 11 12 32 34  13    a31 perkalian     a ab ab . b21 b22 b23  21 22 23 a b11 b  a11 a12 A   b  13 11 12 12 b13 13   .b13 + a32 .b21 + a23 .B  = .b31 a11 . 3× 3 3 a12 A a b11 b12 B b 23  a11  .=  31    a a a b b b 31 32 34 32 33 b b b  a a a   A.b22 + a23 . dinotasikan C = A × B.b32 a31 . kita dapat menyatakan perkalian dua matriks sebagai berikut. A× 22 23 21 21 22 22 23 23 3× 3 ×  21      b31 b32 b32 b34 b33 31  a31 a32 a33  b       a11 . untuk memudahkan kita mengerti akan konsep di atas! Contoh 4. Misalkan matriks An×m dan matriks Bp×n.b21 + a23 . dan 133  21 13 33   a31 B  b31 b32 b33  a32 = a  b22 b23  A3×3 =  3×3 b21  a21 a22 a23  .b12 + a32 . Proses menentukan elemen-elemen hasil perkalian dua matriks dipaparkan sebagai berikut.b21 + a13 .b23 + a23 . b1 p  a1n   b11 b12 b13  a11 a12 a13 b a  b2 p  a2 n   21 b22 b23   21 a22 a23 b3 p  Am×n =  a31 a32 a33 a3n  .b32 a21 .b13 + a12 .b22 + a33 .B =   b b b B .b11 + a12 . Hasil perkalian matriks A berordo n × m terhadap matriks B berordo p × n adalah suatu matriks berordo m × p.b31 a21 . kemudian dijumlahkan.b12 + a22 . • Elemen-elemen matriks C pada baris ke-i dan kolom ke-j. dinotasikan cij.bnj Mari kita pelajari contoh-contoh di bawah ini.b33   150 Buku Guru Kelas X .7 b12 b13  b11  a11 a12 a13  11 12 13      =  a21 a22 a b22 b23 a) Diketahui matriks 3× ×3 = b21 22 23  . Dinotasikan cij = ai1.b13 + a22 .b12 + a12 . dan  .b11 + a22 .b22 + a13 .b3j + … + ain.  31 32 34  a12   b matriks hasil matriks dana matriks B.b33    a21 .b1j + ai2.b2j + ai3.b11 + a22 . Secara matematis.b33   =  a21 .

dengan meng.4 + 6.1 3. akan ditemukan matriks identitas.1 5.     1 2 0     5.♦ Guru mengarahkan siswa menemukan hasil perkalian matriks B terhadap matriks A. n = 1.1 1. diperoleh: 1.× . (A4)503 = I. .8 Penyelesaian Mari cermati langkah-langkah berikut! 0 −1 0 −1  −1 0  1 0  A2 = A × A =  × = = −1 ×      = −1 × I = − I 1 0  1 0   0 −1 0 1  Jika A2 = –I.3 + 6. bersama siswa memeriksa apakah hasil perkalian matriks A dan matriks B sama dengan hasil perkalian matriks B dan matriks A. 2013 dapat kita tuliskan sebagai berikut: 2013 = 4.(503)+1) = (A4)503. ….(503) + 1. untuk setiap pangkat matriks A kelipatan 2. Tentukanlah A2013! 1 2 0   3 4A  1 0   5 6      Contoh 4.2 1.3 + 4.2 + 4. 1 1 22   2  2 33 44    .2 + 2. 151 Matematika .3 + 2. akibatnya berlaku.  2 3 4  = 3. 3. Akibatnya. dan In = I.0  16 27 20     5 6       Dengan menggunakan hasil diskusi yang kamu peroleh pada contoh a). maka A4 = I. Artinya. A2013 = A(4.4 + 2. Matriks A4 = I. Sehingga ditemukan kesimpulan bahwa tidak berlaku sifat komutatif pada perkalian matriks.2 5. 2.2 + 6.A1. Selanjutnya.4 + 4. silahkan 1 2 1 2 2 3 4  0 −1  2 3 4     ? 0 −1 3 4 3 4 periksa apakah matriks  dapat dikalikan dengan matriks ?             1 2 0   5 6  1 0   1 2 0   5 6  1 0      Berikan penjelasanmu! 1 2 2 3 4  0 −1  ? Diketahui matriks =  .2 3. b) Mari kita tentukan hasil perkalian matriks  3    3 44  1 1 22 00        5  5 66   gunakan konsep perkalian dua matriks di atas.0   4 7 4  1 2  3 4  .0  = 10 17 12  . Selanjutnya.

 4 7    5. 3 5 6   matriks-matriks berordo 5 × 2. B =  4  .   3 2 1           1 2    6    0 1 −2    0 0 1  1 0 0  1 2 3  3 5 6  152 d)  0 1Guru 0 X  Buku  . Berikan contoh permasalahan 2.2  . 0   8 8 10   2     −3 c)  4  0 0 2 1 2  1 0 0    1 Uji Kompetensi 4. 0 −1 A2013 = I × A = A =  . Jika Misalnya diketahui persamaan ada tentukanlah ukuran matriks matriks A. 0 b) 6. dan E berturut-turut adalah  0 1 0  . 4 2 6   b) 6.Kelas  0 0 1    1 3 2    .  4 7     5 0  suatu matriks persegi ♦ Pola pengerjaan di atas hanya berlaku untuk kondisi jika pangkat memiliki hubungan dengan matriks identitas. dengan matriks tersebut! A dan B matriks yang diketahui. Apa yang dapat kamu jelaskan demana antara pernyataan matriks ngan operasi pembagian matriks? di bawah ini yang terdefinisi. 1 0   −2 3   1 2 a)   −1 −4  . B =   .Oleh karena itu. Jadi guru harus mampu memotivasi  −1 siswa untuk giat latihan dengan soal-soal lanjutan. 0 1 0  −2    0 0 1   1.X = B. C= [ 21 305] . (a) BA (d) AB + B Bagaimana kita menentukan matriks (b) AC + D (e) E (A + B) X? Tolong paparkan di depan kelas! (c) AE + B (f) E (AC) 4. 0 0 1    1 3 2   4 × 2.    d)  C. D =  5 4  dan F = [ 2 4 6] 4 2 1 0 c)  . a)   −1 −4  . Diketahui matriks-matriks  0 5  2 2  −1 −2 −1 0      4 2 6   A = [ 2 3 5] .  . dan 5 × 4. D. Tentukanlah yang 3. Misalkan A dan B adalah matriks1 0 0  1 2 3  matriks berordo 4 × 5 dan misalkan. D = 5 . C =   . Tentukanlah hasil perkalian matriksdalam kehidupan sehari-hari yang matriks berikut! menerapkan konsep perkalian matriks! (Selain konteks persoalan  −2 3   1 2 yang sudah disajikan pada buku ini).  3 2 1         8 8 10   2  1 6     t  2 3 2  −3 0 2  1 0 0   −2 −1 0    A = 4 .

dan C =  . Z) = 4X – 2Y + Z. Z) didefinisikan sebagai F (X. dan s 1 1 3 pada persamaan matriks berikut! 14. 11. Diketahui matriks G =  . 10. Kemudian selesaikanlah! A= 6. J = G . B. B= . Tentukanlah F (A. i.  t dan X suatu matriks berordo 2 × 3 serta memenuhi persamaan A+X=B. maka elemen kolom ke-1 matriks AB juga semuanya nol. 1 . Jika A= 3 2 3 3 5 . r. q. Tentukanlah nilai-nilai p. Y. Tunjukkan bahwa Ar. 3B. Tentukanlah nilai kebenaran setiap 1 0 pernyataan di bawah ini! Untuk H= 0 1B = ] . B=  2 4 6  −4 10 7 9  . Jika matriks C =  1 3 1   . maka 8  r a  8 −3  7 3 1 1   5  .      A= . I =  0 1 0  .(A + B) AB juga semuanya nol. yaitu: 1 0 0  2 4  t H = [1 0 1] . I adalah setiap matriks A[1 dan 0 1  matriks persegi. C)! F (2A. b) Jika elemen pada baris ke-1 13. Berikan beberapa matriks A dan B yang memenuhi kesamaan (A + B)t = At + Bt! 8. 2 4 6 dan lima matriks yang dapat dipilih untuk dikalikan dengan matriks G.0 1  . Tentukan matriks X! 7.   0 1 2 3 6 8     2 4 dan C =  .  2 D= 5  1 3 t 61 4  dan F = [ 2 4  ] . Diketahui matriks-matriks: dengan matriks I merupakan matriks 1 1 1 2 2 4  identitas berordo 3 × 3. = − 3 2  p q  5 6   −15 14  tentukanlah C – 4C + C – 4I. 0 0 a) Jika elemen pada kolom ke-1 pada matriks A semuanya nol. J = G . A2 – B2 = (A – B). 4 4 2     1 1   Matriks yang manakah dapat dikalikan terhadap matriks G? Kemudian tentukan hasilnya! Matematika 153 .  A=   3 2  0 1 di  2atas.  Dari semua matriks pasangan matriks manakah yang dapat dijumlahkan dan dikurangkan. B = 1 2 . Y. untuk semua matriks A matriks persegi! 9. Berikan dua matriks yang memenuhi kesamaan: pada matriks A semuanya nol. K =  4 4   0 0 1   0  3 2 4 5   t 0 . K =  dan L =  0  . 2C)! 1 2 3  12.As = A(r+s). (A + B)2 = A2 + B2 maka elemen baris ke-1 matriks ii. 6 8   Jika F (X.

00. dan banyak hal lain yang perlu disaksikan.00. 154 Buku Guru Kelas X . Dengan niat yang sama. Oleh karena itu. biasanya diselenggarakan sekitar Juli setiap tahunnya. hasil industri kreatif. Tahun 2012. Berapakah total uang tiket yang akan dibayar oleh Pak Asep. 6. kita misalkan x : harga tiket dewasa y : harga tiket anak-anak.000.8 Pekan Raya Jakarta.000. Acara ini menampilkan berbagai hal menarik tentang ibukota negara Indonesia. kebudayaan Betawi. jika dia harus menambah 3 tiket dewasa dan 2 tiket anak-anak? Alternatif Penyelesaian Cara I Untuk menyederhanakan masalah di atas. dan teknik yang melibatkan konsep dan operasi dua buah matriks atau lebih.15. keluarga Pak Asep membeli 2 tiket dewasa dan 3 tiket anakanak seharga Rp 190. Tentukanlah nilai x dan y yang memenuhi syarat berikut ini!  y 1 2 G= a)  dan G = I 0 x    −3 1  2 b) Y =  dan F = xF + y. seperti pameran teknologi terbaru.I  −2 5 I adalah matriks identitas berordo 2 × 2. transportasi. keluarga Pak Tatang akan menghadari kegiatan tersebut dengan membeli 3 tiket dewasa dan 2 tiket anak-anak seharga Rp 210. Determinan dan Invers Matriks Masalah-4. Buat laporan hasil kerjamu dan paparkan di depan kelas. persoalan di atas dinyatakan dalam persamaan linear dua peubah seperti berikut. Projek Himpunlah minimal lima masalah di bidang ekonomi. Ujilah apakah berlaku berbagai sifat operasi matriks di dalam pemecahan masalah tersebut.

... apakah .......000 3 3 22 210 210  semua sistem persamaan linear dua variabel memiliki        ..........(3) = a1 b1 a1 b1 a2 b2 a2 b2 155 Matematika . ...000 Matriks yang merepresentasikan kedua persamaan tersebut adalah:  3 2   x   210. dapat ditulis menjadi: c1 b1 a1 c1 c2 b2 a2 c2 x = dan y .  == Silahkan . Diskusi Menurut kamu...b1) disebut sebagai determinan matriks a1b1 b1  aa  a1 a1b1 b1    a1 a1b1 b1  1 1 b A= A ....000  ... melalui soal latihan. (1)       Mengingat kembali bentuk umum persamaan linier... A.m .... yaitu – Memiliki solusi tunggal – Memiliki tak hingga banyaknya solusi – Tidak memiliki solusi Dalam konsep matriks.... ♦ Untuk memastikan apakah siswa telah paham bahwa SPLDV memiliki 3 kemungkinan himpunan penyelesaian..000 yy ....b2 – a2....000 22 33   190 190     ++ by ==c1 c1  cc aa b1 aa bb xx   1x 1x 1y ......000 xx ... Serta guru harus memastikan bahwa siswa mampu menunjukkan solusi sistem tersebut dengan salah cara menentukan himpunan penyelesaian SPLDV. atau det..Banyak tiket yang dibeli Pak Tatang : 3x + 2y = 210.. det.......... nilai (a1.. . (2) a1 × b2 − a2 × b1 a1 × b2 − a2 × b1 ♦ Guru harus mampu mengarahkan siswa untuk mengingat kembali cara menentukan himpunan penyelesaian SPLDV.  dinotasikan ..  diskusikan dengan temanmu. nilai x dan y pada persamaan (2).( A ) |A |m ... dengan matriks  a  a b b  a  a b b  atau  a  a b b=A a2 2 b 22 2  2   2 2 2  2    2 2 2  2  Oleh karena itu...000   2 3  ×  y  = 190.. a1b2 ≠ a2b1 ..    penyelesaian? .× .......000 Banyak tiket yang dibeli Pak Asep : 2x + 3y = 190.... dinotasikan atau det.  == 1 1 → → 1 1 1 1      cc aa aa ++ bb yy==cc yy   2x 2x 22 2 2 bb 22 22 22       Solusi persamaan tersebut adalah: b ×c −b ×c a × c − a2 × c1 x = 2 1 1 2 dan y = 1 2 .isalkan isalkan matriks matriks = ....

dengan menerapkan persamaan (3). akibatnya persa y 2 3 190. Cara II Dengan menggunakan persamaan:  3 2   x   210.000 150. dan B =  .000 y= = = = 30.. .5 Misalkan A matriks berordo n × n.000.000 − 380.00.000 570. 3 2 9−4 5 2 3 Jadi.000      maan tersebut menjadi : A.X = B.000 x= = = = 50.  a b  −1  d −b  1 1 Misalkan A matriks persegi.000 3 630. maka dia harus menambah uang tiket sebesar Rp 210.0000.dengan a1 a2 b ≠ 0.00 dan untuk anak-anak adalah Rp 30.00.000. …………………………………………………….000 − 420.  y  = 190.  det. Adj . A =  . Total biaya tiket yang harus dibayar Pak Asep adalah Rp 400.000   2 3  . 3 2 9−4 5 2 3 3 210.c)  −c a   c d  dinotasikan A–1: 156 Buku Guru Kelas X .000. Karena Pak Asep ingin menambah 3 tiket dewasa dan 2 tiket anak.000.000  Kita misalkan matriks A =  .0000. A (a.d − b.000 2 190. b2 Kembali ke persamaan (1). maka diperoleh: 210. berordo 2×2.A Maka = invers matriks A = A.000 250. harga tiket Pekan Raya Jakarta untuk orang dewasa adalah Rp 50.00. X =   .000 3 190. (4) Persoalan kita: bagaimana menentukan matriks X pada persamaan (4)? Persoalan kita: bagaimana menentukan matriks X pada persamaan (4)? Definisi 4. Matriks A–1 adalah invers matriks A jika dan hanya jika A × A–1 = A–1 × A = I.000        3 2  x  210.

dengan syarat det. .    22 33 −− 3 2 2   3  190.A.000 . dinotasikan Adjoin A.000  Ditemukan jawaban yang sama dengan cara I.000  1 –1 a− ×B B. (A–1.disebut denganadjoin .000 .  y  30.000  ⇔ A × X = B ⇔ X = A       Karena A adalah matriks tak singular.d − b. Oleh karena itu.X = X)……………………………………………… (5) Rumusan ini berlaku secara umum.    .X = A–1B I. namun ada beberapa teknik yang harus diperhatikan.d ≠ b . dengan a × d ≠ b × c. Matematika 157 . Tetapi perlu pertimbangan pemilihan cara yang digunakan menyelesaikan persoalannya.c)  −c a   Salah satu sifat invers matrik adalah A–1.A = A.000 .A ≠ 0.A–1 = I.000 5 150 ..A−1 =  d −b  1 × . (semua ruas dikalikan A–1). .000 . Untuk selanjutnya akan dikaji pada subbab berikut.× == ⇔  y =     .000  Diperoleh   =   ⇔ x = 50. maka matriks A memiliki invers.000. Akibatnya persamaan (4) dapat dimodifikasi menjadi: A–1.000   33 −− × == . matriks A.000 dan y = 30.000  1 x  250 50 1  250    50  ⇔X = X= = .A). ( a × d − b × c )  −c a   A−1 =  d −b  1 a.X = A–1B X = A–1B (karena I. langkah kita lanjutkan menentukan matriks X.  2 3  ×  y  = 190. 22  210. (a.000 y   5 150 30    30  X= ⇔X = ⇔ 1 1  x  50.  3 2   x   210.000  2 3  2 3 x .c.X = A–1B.000 . Kembali ke persamaan matriks.

Yaitu sebagai berikut: 158 Buku Guru Kelas X .  32 x + 50 y + 30 z = 206  32 50 30    z     206   Sebelum ditentukan penyelesaian masalah di atas. yaitu Airbus 100. Ada beberapa cara untuk menentukan det. dan VIP. Jumlah kursi penumpang dari tiga jenis pesawat tersebut disajikan pada tabel berikut. Kategori Kelas Turis Kelas Ekonomi Kelas VIP Airbus 100 50 30 32 Airbus 200 75 45 50 Airbus 300 40 25 30 Perusahaan telah mendaftar jumlah penumpang yang mengikuti perjalanan wisata ke negara A.A. terlebih dahulu kita periksa apakah matriks A adalah matriks tak singular. perusahaan tersebut mempunyai tiga jenis pesawat.Masalah-4. dan Airbus 300. antara lain Metode Sarrus.9 Sebuah perusahaan penerbangan menawarkan perjalanan wisata ke negara A. Airbus 200. seperti pada tabel berikut. ekonomi. kita misalkan: x: banyaknya pesawat Airbus 100 y: banyaknya pesawat Airbus 200 z: banyaknya pesawat Airbus 300 Sistem persamaan yang terbentuk adalah: 50 x + 75 y + 40 z = 305  50 75 40   x   305        30 x + 45 y + 25 z = 185  ⇔  30 45 25 . Setiap pesawat dilengkapi dengan kursi penumpang untuk kelas turis.  y  = 185  . Kategori Kelas Turis Kelas Ekonomi Kelas VIP Jumlah Penumpang 305 185 206 Berapa banyak pesawat dari yang harus dipersiapkan untuk perjalanan tersebut? Alternatif Penyelesaian Untuk memudahkan kita menyelesaikan masalah ini.

a22. 50 75 40 50 75 40 50 75 30 45 25 = 30 45 25 30 45 32 50 30 32 50 30 32 50 + + + = (50.75) = –100. 305 305   185 185   206 206  x= = x 50 50  30  30   32  32  50 50  30  30   32  32 z= = z 50 50   30 30   32  32  75 40 40  75  45 25 25 45    50 30 −300 300  =− 50 30  =3 = 75 40 40 −100 100 = 3  − 75  45 25 25 45    50 30   50 30  75 305 305  75  45 185 185  45    50 2 0 6 200 −200  =− 50 206  = 2.25.30) + (75.25.a13 – a32.a12.a31 + a13.30.45.a21.a11 – Untuk matriks pada masalah 4.50) – (32.9. = 75 40 40 100 = 2. −100  − 75  45 25 25 45    50 30  50 30   50 50   30 30   32 32  = y= y 50 50  30  30   32  32  305 305 185 185 206 206 5 75 7 45 45 50 50 40  40  25 25    30 100 −100  =− 30  =1 = 40 100 = 1 −100  − 40  25 25    30  30   Matematika 159 . Analog dengan persamaan (3).a33 a33.a21.45.32) + (40.a22.40) – (50.50) – (30. a13 a11 a12 a23 a21 a22 a33 a31 a32 + + + + a12.30.a23. kita dapat menggunakan determinan matriks untuk menyelesaikan persoalan di atas. maka deteminan A adalah: a33   a13 a11 a23 = a21 a33 a31 = a11.a23.Misalnya matriks A3×3 a11 a21 a31 a12 a22 a32  a11 =  a21   a31 a12 a22 a32 a12 a22 a32 a13  a23   .a32 – a31.

000   = 3. yaitu:  4 5  1 2  19 28 A. 160 Buku Guru Kelas X .3 − 2.000) = 150. Sekarang akan kita bandingkan dengan nilai |A|.  2 6  3 4   20 28 Jika matriks A.  3 4  2 6 Tunjukka n bahwa det( A.B = )A B ! A). B.000) − 2.(190.000 = 30.B =. Tunjukkan A.B.B =  .2 5   2 3   Tentunya.000   2 190.000 2  190. maka nilai  210.Oleh karena itu. Dengan menggunakan konsep determinan.000) − 2.(210. ♦ Guru memandu siswa mengerjakan cara II untuk menyelesaikan masalah Pembelian Tiket PRJ.000 y= 3 2 3.B) = 19 28 20 28 = –28.B tersebut kita peroleh det(A.|B|.000 = 50.det(B).000) = 250. mari kita tentukan terlebih dahulu matriks A. Contoh 4.000 x=  3. det( Penyelesaian Sebelum kita menentukan determinan A.3 − 2.9 1 2  4 5 Diketahui A =  dan matriks B =  .(210. = . banyak pesawat Airbus 100 yang disediakan: 3 unit banyak pesawat Airbus 200 yang disediakan: 1 unit banyak pesawat Airbus 300 yang disediakan: 2 unit.000 3   = 3. hasil di atas sama dengan hasil yang dikerjakan pada dua cara yang telah disajikan di atas.(190.2 5 3 2 2 3   dan  3 210.

B.  xc − sa xd − sb  d d  a b → baris 1 Q = Penyelesaian xc − sa xd − sb → baris 2 a b  a b  a Jika P =  b  . dan k adalah skalar. c.C| = |A|.A B=  . = jika . Sedangkan bahwa det(A.A.det(B) = –28.|B|.|C|.B. d ∈ R. dengan α ∈ R. 4 5  1 2  19 28  4 5  1 2  19 28 = A.10 a b  Sebuah matriks P berordo 2 × 2 dengan P =   dimana a.A. xc xdq21 = kali →hasil baris 2* skalar × terhadap p21 – hasil kali skalar s terhadap p21. guru dapat menunjukkan melalui contoh-contoh. yaitu: matriks Q = . Tentukanlah determinan dari matriks b   a a b  P= Q=   dengan x.A) = k. melalui pembuktian induksi matematik.C|=|A|. ♦ Untuk menelusuri determinan k. dan C berordo n × n. ♦ Guru memandu siswa untuk menyelesaikan Latihan 4. B.det(A). Coba telusuri.1. dan determinan matriks P adalah α. B .det(B) = 14. b. y ∈ R. jika siswa mengalami kesulitan berikan arahan dan petunjuk untuk menjawab soal tersebut. maka berlaku P =   = Q = c d  c d  xc − sa + sa xd − sb + sb ad – bc = α.(–2) = –28. dan C berordo n × n.B.|C| untuk setiap matriks-matriks A.B) = det(A).1 1) Selidiki apakah |A. dan = maka  . nilai determinan matriks k. Latihan 4.maka A .|B|. yaitu apakah |A. c d  Jika determinan P adalah α. Dengan matriks det( A) = 14. )  2 B  det(B  =  2 6  3 4   20 28  6  3 4   20 28 Nilai det(A). = –2. Contoh 4. * a b Elemen → baris 1 Q memiliki hubungan dengan matriks P. untuk setiap matriks . 161 Matematika . Pastikan hasil pekerjaan siswa. 2) Jika matriks A adalah matriks persegi berordo 2 × 2. Selanjutnya. guru memberikan kesempatan siswa untuk menyelidiki apakah det(k. sehingga siswa dapat memahami pola yang terbentuk.

d a b → baris 1 xc − sa xd − sb → baris 2 b   a  ab b   a a b  = matriks Q1 = P =  baris Q Elemen 1 matriks QP == elemen dalam hal ini adalah a bP. i  b xe − b. pola terdapat pada soal di atas dan untuk kondisi matriks P3×3 adalah berlaku secara umum untuk sembarang matriks berordo n × n dengan pola elemen matriks seperti yang disajikan pada Contoh 4. c d  c d  Jadi |Q| = xα.10. dengan matriks. b a b  kelipatan matriks P.   2− Q =xd  xc − sa d d  mengoperasikan elemen baris matriks elemen baris xc − sa + sa xd − sb + sb → baris 1 b → barisa1 a b menjadi: q21 dapat dioperasikan * = Q Q =* axc −b baris 1 → (q21) =xc s. a Ambil sembarang matriks P3×3 =  d  g Q3×3 b e h c f  . akibatnya peroleh: −11 − sb Q→ sa xd baris 2sa xd − sb → = kita . → baris 2* Menurut sifat determinan matriks (silahkan minta penjelasan lebih lanjut dari guru  a b  a b = xα .q + q21 . Matematika).  = α .s   Q3×3 a =  xd   xg b xe xh c xf   xi    a =  xd − a.s   xi − c. Mereduksi  xc − sa  d dbaris   xd − sb  sb  Q menjadi  2 matriks P.s c  xf − c. matriks  a mereduksi Tujuan kita sekarang adalah Q menjadi P= Q=  Adapun langkah-langkahnya adalah − sa xd − sb  d  sebagai   xcberikut. maka Q = x.s 162 Buku Guru Kelas X .s xh − b. xc → baris 2 b xd → baris 1* . baris 2 xc xd → baris 2* a b a b Q = Q = xc − sa + sa xd − sb + sb xc − sa + sa xd − sb + sb Q = Q = a xc b xd a → baris 1* Q* = .s   xg − a.q22 = hasil kali skalar × terhadap p22 – hasil kali skalar s terhadap p22. ♦ Guru menunjukkan kepada siswa.

Guru memandu siswa untuk menyelesaikan Latihan 4. akan diperoleh matriks Q yang baru. yaitu Misal matriks P madalah matriks berordo 3 × 3.s xh − b. dengan |P| = α dan matriks Q berordo 3 × 3 dan mengikuti pola seperti contoh di atas.s xf − c. dengan |P| = α dan matriks Q berordo 3 × 3 dan mengikuti pola seperti contoh di atas.s  Q3×3 =   xd xe xf     xg − a.α.s    xg xh xi   Oleh karena itu. Tentukan determinan matriks Q! Latihan 4. |Q| = x. yaitu b c   a a b c    =  xd − a.Q3×3 Dengan menggunakan operasi baris elementer.s xe − b.2.s xi − c. maka determinan matriks tersebut selalu x. Untuk semua matriks persegi dan elemen matriks mengikuti pola di atas.2 Misalkan P matriks berordo 3 × 3.α. Tentukan determinan matriks Q! Matematika 163 .

Untuk matriks-matriks P dan Q adalah matriks berordo n × n.Uji Kompetensi 4. Tentukanlah determinan matriks tersebut! 8.  g h i   tentukanlah:  d e f  g d   h i d e e a) f f    !    a) g h h i i !  a  a)  g ! b c       a b c   3   a b c a 3b 3c   3 3 3  )  −d −e − f  3a a b 3b b 3c c   !   − ! b) gf  4−  d − e f !h 4i  −d −e − b)  4     4 g 4 h 4 i     4 g 4h 4i   3. Setelah berkonsultasi dengan a b c   2. Diketahui matriks R adalah matriks berordo n × n dengan elemen kolom ke-1 semuanya nol. Selidiki bahwa det(An) = (det A)n. Apakah det(PQ) = det(QP)? Jelaskan! 10. Jika elemen baris ke-1 suatu matriks persegi adalah semuanya nol. Tentukanlah determinan matriks tersebut. Berikanlah contoh penyangkal untuk setiap pernyataan yang tidak berlaku! a) det(2A) = 2. 1 3 z −5 5. untuk setiap:  −2 a) A =  1 2  b) A = 1  5 3 dengan n = 2 4  −1 3  2 4  dengan n = 3 −3 6   kamu generalisasikan untuk matriks 5 7   z berordo M 0 z + 1 n ×6n!  = 0  6. Diketahui   d e f  = –8. Selidiki z −1bahwa det(C+D) = detC + = setiap 2 z matrik −6 C . |M| ≠ 0. dan D detD! Untuk 3 1− z merupakan matriks persegi. Jika matriks M adalah matriks berordo 2 × 2. Berikan juga contohnya! 11. 3 1− z 1 3 z −5 7. 9. dengan PQ ≠ QP. yang memenuhi  0 0 2 z − 1   ini! persamaan berikut 1 0 −3 z −1 = 2 z −6 . Tentukanlah nilaiz. Tentukan hubungan |M| dengan detM–1. Masalah Nutrisi Winarno bermaksud mengikuti ujian saringan masuk perwira.3 1. Tentukanlah z yang memenuhi persamaan berikut! 5 7  z 0 z + 1 6   =0  0 2 z − 1 0  1 0 −3 4.det(A) b) |A2| = |A|2 c) det(I + A) = 1 + det(A) Untuk matriks A merupakan matriks persegi. Coba 164 Buku Guru Kelas X . Periksalah kebenaran setiap pernyataan berikut ini.

165 Matematika . d) Paket mana yang menawarkan biaya termurah? 13. protein. dan karbohidrat dalam setiap sumber gizi ditunjukkan oleh matriks G. dan commercial. Paket I terdiri 4 malam menginap. c) Dengan menggunakan perkalian matriks. Paket III dengan 5 malam menginap. dan coklat.000. Sebuah toko penjual cat eceran memiliki persedian tiga jenis cat eksterior. dan makan di restoran yang ditunjuk Rp 90. sedangkan inventaris toko pada awal minggu dalam matriks S berikut ini. kuning. 12 16  Kalsium   Kalsium  32 16 24 G = 12 Protein   24 G = 32 Protein  20 8   Karbohidrat   20 8 Karbohidrat   Biskuit A Biskuit Biskuit C I 18 B 25  Sumber  24 J =  24 18 25 Sumber I  Sumber II   25 32 16 J = 25 32 16  Sumber II  a. 4 tempat wisata dan 7 kali makan. dan jumlah (dalam satuan gram) setiap sumber zat gizi yang dikonsumsi dalam setiap biskuit ditunjukkan oleh matriks J. Sewa hotel Rp 400. yaitu regular. Pengalaman perwira tersebut menyarankan untuk mencampurkan dua sumber zat gizi dalam jumlah yang berbeda untuk menghasilkan tiga jenis biskuit. Tentukanlah jumlah kalsium dalam biskuit B! b. Paket II dengan 3 malam menginap. Banyak penjualan cat (dalam gallon) selama satu minggu dicatat dalam matriks R. tranportasi dan makan. Hitunglah G. deluxe.00 per malam. Masalah alokasi sumber daya. Tentukan inventaris toko pada akhir minggu. Masalah Persediaan Toko Cat. biru. Cat-cat tersebut tersedia dalam empat pilihan warna yaitu.000.seorang perwira dan memperoleh saran mengenai pola makanan yang hendak dikonsumsi lebih baik dimasak sendiri. b) Nyatakan matriks paket yang ditawarkan. hitam.000. Jumlah (dalam satuan gram) kalsium. a) Nyatakan matriks harga sewa hotel.00. Agen perjalanan menawarkan paket perjalanan ke Bali. tentukan matriks biaya untuk tiap paket.00.J dan jelaskan arti dari setiap elemen matriks tersebut! 12. 3 tempat wisata dan 5 kali makan. 4 tempat wisata Sumber Sumber I II dan tidak ada makan. Biru Hitam Kuning Coklat  5 2 4 1  Regular   Regular 2 8 4 1 5 R= 3 1 6 Deluxe  3 1 8 6 R = 6 Deluxe  3 5 7  Commercial  6 3 5 7 3  Commercial Biru Hitam Coklat 1 Kuning 2 0 Regular     3 1 2 0   S = 1 0 2 4  Regular Deluxe S = 1 0 2 4 Deluxe 5 1 3 2  Commercial  5 1 3 2  Commercial a. tranprotasi ke tiap tempat wisata Rp 80.

tunjukkan bahwa (B–1)–1 = B dan [Bt]–1 = [B–1]t! 15. b. Tentukan inventaris toko yang baru. Buatlah laporan hasil kerjamu dan sajikan di depan kelas. x+y=3 2x – y = 0 Tentukanlah nilai x dan y yang memenuhi sistem tersebut dengan menggunakan konsep matriks. Jika toko tersebut menerima kiriman stok baru yang dicatat dalam matriks T. Selidiki sifat invers matriks yang diterapkan pada pemecahan masalah tersebut. dan matematika terkait penerapan konsep determinan dan invers matriks. Diberikan suatu sistem persamaan linier dua variabel. Dengan menggunakan matriks persegi. transportasi. Tentukanlah determinan dari matriks  n2  M =  (n + 1) 2  ( n + 2) 2  (n + 1) 2 ( n + 2) 2 (n + 3) 2 (n + 2) 2   (n + 3) 2  ! (n + 4) 2   16. 166 Buku Guru Kelas X . 14. Projek Himpun minimal tiga permasalahan dalam bidang ekonomi.

6. 2. antara lain: 1. yang elemenelemennya merupakan hasil perkalian elemen baris matriks A dan elemen kolom matriks B. Selanjutnya kita akan bahas tentang relasi dan fungsi. anda harus mempelajari ulang tentang konsep dan sifat-sifat himpunan. PENUTUP Setelah telah selesai membahas materi matriks di atas. Sebuah matriks A ditransposkan menghasilkan matriks At dengan elemen baris matriks A berubah menjadi elemen kolom matriks At. hasinya menjadi matriks A atau (At)t = A. sebab semua relasi dan fungsi didefinisikan pada domainnya yang berupa himpunan. Demikian juga daerah kawan dan daerah hasil suatu relasi dan fungsi adalah suatu himpunan. Perkalian dua atau lebih matriks. Untuk mempelajari relasi dan fungsi. maka a. kA=Ak b. A+B=B+A b. 7. maka berlaku Ap×q × Bq×r = Cp×r. Dalam operasi penjumlahan dua matriks berlaku sifat komutatif dan assosiatif. Dua buah matriks hanya dapat dikalikan apabila banyaknya kolom dari matriks yang dikali sama dengan banyaknya baris dari matriks pengalinya. Matematika 167 . a. Hasil kali dua buah matriks menghasilkan sebuah matriks baru. Matriks yang memiliki invers adalah matriks persegi dengan nilai determinannya tidak nol (0). Misal jika Ap×q dan Bq×r adalah dua buah matriks. Tetapi perkalian matriks dengan skalar memenuhi sifat komutatif dan assosiatif. misal jika A dan B adalah matriks. Misal jika k adalah skalar. Penjumlahan sebarang matriks dengan matriks identitas penjumlahan hasilnya matriks itu sendiri. Hasil perkalian matriks A dengan matriks identitas perkalian. 8. hasilnya adalah matriks A. ada beberapa hal penting sebagai kesimpulan yang dijadikan pengangan dalam mendalami dan membahas materi lebih lanjut.D. tidak memenuhi sifat komutatif. k(A ± B) = kA ± kB 9. Hasil kali sebuah matriks dengan suatu skalar atau suatu bilangan real k akan menghasilkan sebuah matriks baru yang berordo sama dan memiliki elemenelemen k kali elemen-elemen dari matriks semula. A + (B + C) = (A + B) + C 5. Matriks adalah susunan bilangan-bilangan dalam baris dan kolom. A. 3. dan B adalah matriks maka berlaku. 4. Dengan demikian matriks At ditrasposkan kembali. 10. Matriks identitas penjumlahan adalah matriks nol.

• • • • • Relasi Fungsi Daerah asal (domain) Daerah kawan (kodomain) Daerah hasil (range) Melalui pembelajaran relasi dan fungsi siswa memperoleh pengalaman belajar: • menemukan konsep relasi dan fungsi melalui pemecahan masalah otentik. bertanggungjawab.Bab Relasi dan Fungsi A. memahami daerah asal. KOMPETENSI DASAR DAN PENGALAMAN BELAJAR Setelah mengikuti pembelajaran ini siswa mampu: 1. menghayati pola hidup disiplin. • menjelaskan konsep daerah asal (domain). • menuliskan sifat-sifat relasi. himpunan pasangan terurut. daerah kawan (kodomain). • berpikir tingkat tinggi dalam menyelidiki dan mengaplikasikan konsep relasi dan fungsi dalam memecahkan masalah otentik. . • berkolaborasi memecahkan masalah aktual dengan pola instalasi sosial kultur. 2. 3. mengidentifikasi relasi yang disajikan dalam berbagai bentuk yang merupakan fungsi. dan daerah hasil suatu relasi antara dua himpunan yang disajikan dalam berbagai bentuk (grafik. • menyatakan sebuah fungsi dengan diagram panah. himpunan pasangan berurutan. atau ekspresi simbolik). daerah kawan. daerah kawan (kodomain). dan diagram venn. konsisten dan jujur serta menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. dan daerah hasil (range) suatu relasi. kritis. • menjelaskan konsep daerah asal (domain). himpunan pasangan berurutan. • menyatakan sebuah relasi dengan diagram panah. • menggunakan konsep dan prinsip relasi dan fungsi untuk memecahkan masalah otentik. dan diagram venn. • menuliskan dengan kata-katanya sendiri konsep relasi berdasarkan sifat-sifat yang dituliskan sebelumnya. dan daerah hasil (range) suatu fungsi.

PETA PETA KONSEP KONSEP RELASI DAN FUNGSI Masalah Otentik HIMPUNAN Diagram Venn Himpunan Pasangan Berurutan Diagram Kartesius Jika: 1) Setiap anggota domain berpasangan dengan anggota kodomain 2) Setiap anggota domain berpasangan dengan tepat satu anggota kodomain DAERAH ASAL FUNGSI DAERAH KAWAN DAERAH HASIL RELASI Dinyatakan dengan Matematika 169 . B.B.

C. (1) Grup band favorit Tono adalah Band B. Grup Band Favorit Tono • Doli • Nurhasanah • Siti • Tedy • Kelompok Siswa • Band A • Band B • Band C • Band D • Band E Grup Band Gambar 5. ♦ Guru mengarahkan siswa agar mampu menduga fakta-fakta yang kita temukan di atas? 170 Buku Guru Kelas X . MATERI PEMBELAJARAN 1. tanpa ada penjelasan yang lebih terperinci dapat ditemukan fakta-fakta berikut. (6) Tidak ada siswa yang grup band favoritnya Band A. (4) Grup band favorit Tedy adalah Band E. Menemukan Konsep Relasi Gambar di bawah merupakan hubungan antara kelompok siswa dengan kelompok grup band favoritnya. (5) Siti tidak memiliki grup band favorit dari kelompok grup band yang diberikan. (2) Grup band favorit Doli adalah Band C. (3) Nurhasanah band favorit Tono adalah Band D.1 Grup band favorit sejumlah siswa Dari gambar di atas.

67 di Kabupaten Sorong. Terdapat 6 orang siswa (Marko. ditunjukkan sebagai Gambar 5. (Tedy. Band D). Crisneldi. masalah berikut. bola volley. dari Gambar 5. relasinya adalah ‘grup band favorit’. Sugino.1 dapat ditemukan beberapa hal karena ada garis panah yang menghubungkan kelompok siswa dengan kelompok grup band. Relasi yang ada pada Gambar 5. Himpunan pasangan berurutan Nurhasanah kelompok siswa direlasikan dengan Doli grup band favoritnya adalah: {(Tono. bulu tangkis. Band B). Untuk perhatikan memahami pengertian relasi.Bandingkan dengan gambar berikut. Selain dengan diagram panah. 1) Marko ikut pertandingan bola kaki dan bola volley. dengan aturan menghubungkan adalah: ‘Grup band favorit’.2 tidak dapat ditemukan hubungan antara kelompok siswa dengan merek handpone yang ada karena tidak ada garis berpanah yang menghubungkan yang diberikan. Pada Gambar 5. Felix.2 Kelompok siswa dan merek handpone Perhatikan kedua gambar di atas.1 disebut relasi antara kelompok siswa dengan grup band. Masalah 5. Felix ikut pertandingan bulu Himpunan Siswa Himpunan Siswa 171 . Rendi dan Abdullah) yang akan mengikuti pertandingan tersebut. Band E)} Band A Band B Band C Band D Band E Jika dinyatakan dengan diagram Himpunan Grup Band Himpunan Grup Band Gambar 5. (Doli.1 di atas jika dinyatakan dengan himpunan Tedy pasangan berurutan ditunjukkan Siti sebagai berikut. tenis meja.3 Relasi “ siswa penggemar band” kartesius. Felix Dome Meliani Abdul Cyntia • • • • • • Merek A • Merek B • Merek C • Merek D • Merek E Merek Handphone Kelompok Siswa Gambar 5. SMA Negeri 1 Sorong akan mengirimkan siswanya untuk mengikuti pertandingan antar SMA untuk Matematika pertandingan sepak bola. Untuk memahami pengertian relasi. Band C). Aturan menghubungkan kelompok siswa dengan kelompok grup band pada gambar 5. Relasi pada Gambar 5. dan catur. relasi seperti ini biasa disebut dengan relasi yang dinyatakan dengan diagram panah. relasi dapat juga dinyatakan dengan himpunan pasangan berurutan dan dengan menggunakan diagram kartesius seperti berikut.3 Relasi ”siswa penggemar band” berikut. Pasangkanlah siswa dengan pertandingan yang akan diikuti dengan ketentuan berikut.1 Dalam rangka memperingati HUT RI ke.1 di atas ditandai dengan sebuah garis berpanah dari kelompok siswa menuju kelompok grup band favorit. Tono (Nurhasanah. perhatikan masalah berikut.

himpunan pasangan berurutan. 1) Udin ikut pertandingan tenis lapangan dan bola volley. Dayu ikut pertandingan catur. Abdullah dan Tono ikut pertandingan tenis meja. Dayu ikut pertandingan catur. Alternatif Penyelesaian ♦ Arahkan siswa untuk memasangkan pertandingan yang akan diikuti secara hati-hati. 3) Udin dan Dayu ikut pertandingan bola kaki. Siti ikut pertandingan bola volley. 5) Keenam siswa ikut pertandingan bola kaki. SMA Negeri 1 Sorong akan mengirimkan siswanya untuk mengikuti pertandingan antar SMA untuk pertandingan sepak bola. bulu tangkis. Joko ikut pertandingan bulu tangkis.Masalah-5. Udin. Joko ikut pertandingan badminton. Abdullah ikut pertandingan tenis meja. dan Tono) yang akan mengikuti pertandingan tersebut. Joko. Siti. 6) Tono akan mengikuti seluruh pertandingan.1 Dalam rangka memperingati HUT RI ke. dan Tono ikut pertandingan tenis meja.67 di Kabupaten Sorong. Abdullah ikut pertandingan tenis meja. Joko ikut pertandingan badminton. dan Tono ikut pertandingan bola kaki. Siti ikut pertandingan bola volley. dan Tono ikut pertandingan tenis meja. Perlu dimulai guru. Dayu ikut pertandingan catur. dan catur. bola volley. Dayu. Pasangkanlah siswa dengan pertandingan yang akan diikuti dengan ketentuan berikut. a) Dengan diagram panah b) Dengan himpunan pasangan berurutan 172 Buku Guru Kelas X . dan diagram kartesius karena hal tersebut telah dipelajari sewaktu duduk di bangku SMP. Joko ikut pertandingan badminton. Terdapat 6 orang siswa (Udin. tenis meja. Tono ikut pertandingan catur. Joko. untuk memasangkan hubungan dimaksud dapat dinyatakan dengan 3 cara yaitu: 1) diagram panah. 4) Siti ikut pertandingan bola volley. Siti ikut pertandingan bola volley. Abdullah. 1) Udin ikut pertandingan bola kaki dan bola volley. Alternatif penyelesaian masalah ditunjukkan sebagai berikut. 2) Siti ikut pertandingan bola volley. Abdullah dan Tono ikut pertandingan bola volley.

(Udin. bola volley). dengan cara yang sama dengan butir (1) silahkan kerjakan butir (2) sampai butir (6). bola volley). tenis meja)} c) Dengan diagram kartesius Catur Tenis meja Jenis pertandingan Badminton Bola kaki Bola volley Tenis lapangan Udin Joko Dayu Siti Abdullah Tono Kelompok siswa Gambar 5.5 Deskripsi pasangan antara siswa dengan jenis pertandingan 2) Sebagai latihanmu. (Joko. . (Dayu.4 Pasangan setiap siswa yang mengikuti pertan-dingan olahraga Himpunan pasangan berurutan: {(Udin. tenis meja). (Abdullah. 2) Sebagai latihanmu. (Siti. catur).Ikut pertandingan Udin • Joko • Dayu • Siti • Abdullah • Tono • • T. Lapangan • Bola Volley • Bola kaki • Badminton • Tenis meja • Catur Kelompok siswa Kelompok pertandingan Gambar 5.5: Deskripsi pasangan antara siswa dengan jenis pertandingan (2) sampai butir (6). bola kaki). kita temukan definisi relasi sebagai berikut. dengan cara yang sama dengan butir (1) silahkan kerjakan butir Gambar 5. badminton). Matematika 173 Berdasarkan contoh dan alternatif penyelesaian masalah di atas. (Tono.

dan himpunan kedua yaitu himpunan olah raga yang akan dipertandingkan. Hany. himpunan pertama yaitu himpunan siswa dan himpunan kedua yaitu himpunan grup band. Himpunan pertandingan yang akan diikuti disebut dengan daerah kawan. dan himpunan yang anggotanya adalah anggota daerah kawan yang memiliki pasangan dengan anggota daerah asal disebut dengan daerah hasil. Himpunan daerah asal adalah: {Jaya. • Dany makanan kesukaannya adalah martabak. himpunan pertama yaitu himpunan siswa SMA Negeri 1 Sorong yang akan mengikuti pertandingan. Pada Masalah-5. mi goreng.1. pizza.1. • Hany makanan kesukaannya adalah bakso. Catatan: 1) Relasi dapat terbentuk apabila terdapat dua buah atau lebih himpunan/kelompok yang memiliki anggota yang akan dipasangkan satu dengan yang lain. martabak}. Himpunan daerah kawan adalah: {bakso. Berdasarkan Gambar 5. Perhatikan Masalah 5. Pada Gambar 5. terlihat bahwa tanda panah mengarah dari anggota himpunan siswa yang akan ikut bertanding ke anggota himpunan pertandingan yang akan di ikuti. martabak}. mi goreng. Dari Gambar 5.6 di atas diperoleh data: • Relasi himpunan siswa dengan himpunan makanan adalah “Makanan kesukaan”.6 himpunan siswa disebut dengan daerah asal. nama siswa terhubung dengan grup band favoritnya. siswa yang akan bertanding dihubungkan dengan jenis pertandingan yang akan diikuti.1 Misalkan A dan B adalah himpunan. • Jaya dan Budogol makanan kesukaannya adalah nasing goreng. Pada Gambar 5. 174 Buku Guru Kelas X .1. nasi goreng. Dany}. • Nia makanan kesukaannya adalah mi goreng. • Tidak ada siswa yang makanan kesukaannya adalah pizza. Budogol. himpunan makanan disebut dengan daerah kawan. Himpunan daerah hasil adalah: {bakso. Berdasarkan contoh dan alternatif penyelesaian masalah di atas. Pada Masalah-5. Himpunan yang anggotanya adalah anggota daerah kawan yang memiliki pasangan di daerah asal disebut dengan daerah hasil. Relasi dari A ke B adalah aturan pengaitan/ pemasangan anggota-anggota A dengan anggota-anggota B. Nia.1. nasi goreng. 2) Relasi dapat terbentuk apabila ada aturan yang mengaitkan antara anggota himpunan yang satu dengan anggota himpunan yang lain. ditemukan definisi relasi sebagai berikut. Definisi 5.1 untuk point (1). Himpunan yang anggotanya akan dipasangkan pada kegiatan-1 yaitu himpunan siswa disebut dengan daerah asal.

dan daerah hasil (range). Pertanyaan Kritis Apakah ada kemungkinan bahwa anggota daerah kawan sama dengan anggota daerah hasil? Berikan alasanmu! • Untuk lebih memahami definisi di atas. Definisi 5.2 Daerah asal atau biasa disebut dengan domain suatu relasi adalah himpunan tidak kosong dimana sebuah relasi didefinisikan. Matematika 175 . Penyelesaian Pasangan terurut setiap anggota himpunan A dengan setiap anggota himpunan B dapat ditunjukkan pada diagram berikut. Definisi 5.b.1 Diberikan himpunan A = {a.c.3 Daerah kawan atau biasa disebut dengan kodomain suatu relasi adalah himpunan tidak kosong dimana anggota domain memiliki pasangan sesuai relasi yang didefinisikan.2.3.d} dan B = {1. daerah kawan (kodomain). sebagai berikut. ditemukan definisi daerah asal (domain). Pasangkanlah secara terurut setiap anggota himpunan A dengan setiap anggota himpunan B.4 Daerah hasil atau biasa disebut dengan range suatu relasi adalah sebuah himpunan bagian dari daerah kawan (kodomain) yang anggotanya adalah pasangan anggota domain yang memenuhi relasi yang didefinisikan.Berdasarkan contoh-contoh di atas. Definisi 5. buatlah contoh dan bukan contoh relasi dalam kehidupanmu sehari-hari.4.5}. Contoh 5.

Definisi 5.5).3). 2.1).2).4).y)│ ∀ x ∈ A dan y ∈ B}.1).(b.2 Diberikan himpunan P = {1. 3}.(a. Didefinisikan relasi R pada himpunan P dengan hasil relasi adalah himpunan S = {(1. Pasangan dinyatakan dalam bentuk himpunan A × B = {(a. (1. p) ∈ R.2). Relasi R tersebut bersifat reflektif sebab setiap anggota himpunan P berpasangan atau berelasi dengan dirinya sendiri. Secara umum himpunan pasangan berurutan dinyatakan sebagai berikut.3).(d. (3.…. Dapat ditulis A × B = {(x.(b.1). 2. Contoh 5.5)}. (2.2)}. (3. Relasi pasangan berurutan dari A ke B adalah suatu aturan pengaitan yang memasangkan setiap anggota himpunan A ke setiap anggota himpunan B.(b.(b.3).A a b c d B 1 2 3 4 5 Berdasarkan diagram di atas dapat disimpulkan bahwa banyak anggota himpunan pasangan berurutan anggota himpunan A dan himpunan B sebanyak 4 × 5 = 40 buah pasangan.2).5 Misalkan A dan B dua buah himpunan.(a.(a.3).2). Relasi R dikatakan bersifat refleksif jika untuk setiap p ∈ P berlaku (p.5).(b. Beberapa Sifat Relasi Sifat-1: Sifat Reflektif Misalkan R sebuah relasi yang didefinisikan pada himpunan P.(a.4). 176 Buku Guru Kelas X . (2.

yaitu 5 tidak berelasi dengan dirinya sendiri atau (5. Didefinisikan relasi R pada himpunan Q dengan R = {(a. dengan a.2). 2. (4. maka diperoleh R = {(2. 5}. Relasi R dikatakan bersifat simetris. (5. 5) bukan anggota R. (5. Relasi R tersebut tidak bersifat simetris karena (4. Relasi R tersebut bersifat simetris sebab untuk setiap (x.b ∈ Q}. berlaku (y.5). apabila untuk setiap (x. (4.1).5).b ∈ C}. Relasi R tersebut bersifat reflektif sebab setiap anggota himpunan Q berpasangan atau berelasi dengan dirinya sendiri. (4. (4.y) ∈ R.5 Diberikan himpunan P = {1. y) │ x kelipatan y. Didefinisikan relasi R pada himpunan A dengan R = {(x.2). sehingga diperoleh R = {(2.6 Diberikan himpunan A = {2.4. Contoh 5.dengan a. 4. Sifat-2: Sifat Simetris Misalkan R sebuah relasi pada sebuah himpunan P. Contoh 5. y ∈ A}. (1.2)}.5). 3}.4) bukan anggota R. Contoh 5. maka diperoleh S = {(2.4).Contoh 5.x) ∈ R. Didefinisikan relasi R pada himpunan P dengan R = {(1.2) anggota R tetapi (2.2).2)}.2).b)│ a kelipatan dari b.2). Didefinisikan relasi R pada himpunan C dengan R = {(a. x.5}. (1.4). (2. Relasi R tersebut tidak bersifat refleksif sebab ada anggota himpunan C. x) ∈ R. y) ∈ R berlaku (y.4).4.3). (2. Matematika 177 .3)}.4 Diberikan himpunan C = {2. (3. (2.1) . (3.5}. (5. (4. (2. (4.3 Diberikan himpunan Q = {2.2)}.b)│ a + b < 9.2).4).1).

Sifat-3: Sifat Transitif Misalkan R sebuah relasi pada sebuah himpunan P.3). (2. Didefinisikan relasi pada himpunan P dengan hasil relasi adalah himpunan R = {(1.1). Relasi R tersebut bersifat antisimetris. 178 Buku Guru Kelas X .y) ∈ R dan (y. Relasi R tersebut bersifat transitif sebab (x.2) ∈ R dan (2.10 Diberikan S = {1. (1. (2.8 Diberikan himpunan C = {1.y) ∈ R dan (y.1)∈ R. (3. 2.z) ∈ R.2).1). (3. Didefinisikan relasi R pada himpunan C dengan R = { (a. tetapi (2. 2.1) ∈ R dan (1.2)}.2).z) ∈ R maka berlaku (x. (1.4).1).9 Diberikan himpunan C = {2. Contoh 5. Sifat-4: Sifat Antisimetris Misalkan R sebuah relasi pada sebuah himpunan P.z) ∈ R maka berlaku (x. (5. (3.2). (2. 5}. Relasi R tidak memenuhi sifat transitif. Relasi R dikatakan bersifat antisimetris.x) ∈ R berlaku x = y. Relasi R tersebut tidak bersifat antisimetris sebab terdapat (1.3).2) ∈ R. a. (2. (2. 4. (3. Relasi R bersifat transitif. Contoh 5.2).b) ∈ a kelipatan b. Didefinisikan relasi R pada himpunan S dengan R = {(1. (1.2). sebab terdapat (1.1).1).5). apabila untuk setiap (x. tetapi 1 ≠ 2. (2.3)}. Contoh 5.2). Didefinisikan relasi R dengan R = {(1.z) ∈ R. Contoh 5. 3}. (4.y) ∈ R dan (y.3)}.b ∈ C} sehingga diperoleh R = {(2. 3}.2). 2. (4.1) ∈ R. 3}. apabila untuk setiap (x.2)}.7 Diberikan himpuan P = {1.

Suatu hari bapak Martono ingin mengetahui data-data tentang mereka. dan lama waktu belajar dalam satu hari.1). Alvenia. dan Aleks merupakan sahabat yang selalu bersama-sama dalam setiap kegiatan sekolah. Amos. Relasi R disebut relasi ekivalensi jika dan hanya jika relasi R memenuhi sifat refleksif. Apakah ada kemungkinan bahwa anggota himpunan A memiliki pasangan yang yang sama dengan salah satu anggota himpunan B? Berikan penjelasanmu! Matematika 179 . Didefinisikan relasi pada himpunan P dengan R = {(1. 2. (2. simetris dan transitif. 5. Nyatakanlah sebuah relasi yang mungkin menurut anda yang menggambarkan lama waktu belajar lima orang sahabat itu. 2.2). Contoh 5. (2. dan berapa banyak saudara mereka. 3}. Anita.2 Lima orang siswa yaitu: Afnita.11 Diberikan himpunan P = {1. (3. simetris. Menemukan Konsep Fungsi Masalah-5. 3. b. Oleh karena itu relasi R merupakan relasi ekivalensi. 3. Relasi R tersebut bersifat refleksif. hal itu diperlukannya sebagai bahan motivasi untuk temanteman satu kelas mereka. 8}. Bapak Martono adalah guru matematika yang senang dengan persahabatan yang mereka bina karena mereka selalu memiliki nilai paling bagus dari antara temanteman sekelasnya. Data-data yang diinginkan berupa: berapa jam ratarata waktu belajar mereka dalam satu hari. • Coba kamu bekerjasama dengan temanmu menunjukkan bahwa R memenuhi sifat reflektif. 4. a. simetris. dan transitif.3)}.1). Apakah ada kemungkinan bahwa anggota himpunan A berpasangan dengan dua atau lebih anggota himpunan B? Berikan penjelasanmu! d. 6.2).Sifat-5: Sifat Ekuivalensi Misalkan R sebuah relasi pada sebuah himpunan P. 1) Kelima sahabat itu satu himpunan misalnya himpunan A. Apakah semua anggota himpunan A pasti memiliki pasangan dengan anggota himpunan B? Berikan penjelasanmu! c. 7. (1. dan transitif. himpunan B = {1.

b. Amos. 6. 8}Alvenia. Untuk semua relasi yang mungkin. 2. Diketahui: A = { Afnita. maka diantara kelima sahabat itu dan kemungkinan bisa dari waktu 1 s/d 8 jam. 4. semua anggota himpunan c. 2. Aleks} Alternatif Penyelesaian {1. Apakah ada kemungkinan bahwa anggota himpunan C memiliki pasangan yang dengan dua atau lebih anggota himpunan D? Berikan penjelasanmu! yang d. apakah semua anggota himpunan C memiliki Apakah b. Diketahui: A B == {Afnita. Untuk relasi yang mungkin. Aleks} 1.7: Relasi Relasi rata-rata jam belajar Gambar rata-rata jam belajar b. Oleh sebab anggota himpunan B telah dibatasi dari b. anggota himpunan akan dipasangkan dengan salah satu anggota di himpunan B . 5. Nilai rata-rataAwaktu belajar seseorang hanya ada satu nilai. Nilai rata-rata waktu himpunan B dengan relasi rata-rata lamasehingga waktu belajar. Anita. 3. bisa seluruhnya memiliki rata-rata waktu belajar jam setiap c. Jawabannya tidak. Relasi yang mungkin yang menggambarkan rata-rata lama waktu belajar a. Jawabannya adalah tidak. Nyatakanlah sebuah relasi yang mungkin menurut anda yang Alternatif Penyelesaian Berikan penjelasanmu! 1. ada semua kemungkinan bahwa anggotaapakah himpunan C berpasangan dengan 2 C memiliki pasangan dengan anggota himpunan D? Berikan atau lebih anggota himpunan D? Berikan penjelasanmu! penjelasanmu! c. Anita. Apakah ada kemungkinan bahwa anggota himpunan C berpasangan d. A B A B Gambar5. D = {1. 3. Anggota himpunan A dipasangkan dengan c. Amos. Anggota himpunan A dipasangkan dengan anggota anggota himpunan B dengan relasi rata-rata lama waktu belajar.2) Jika kelima sahabat itu dibuat dalam satu himpunan misalnya himpunan C.7: 5. 3. Alvenia. Jawabannya adalah tidak. 4}. Buku Guru Kelas X EGA BUKU PEGANGAN SISWA 180 . Nyatakanlah sebuah relasi yang mungkin menurut anda yang menggambarkan 2) Kelima sahabat itu membentuk satu himpunan misalnya himpunan C. a. dan data tentang banyak saudara mereka ada di anggota himpunan D yang anggotanya. 7. Jawabannya tidak. D = {1. Oleh sebab anggota himpunan B telah dibatasi waktu 1 s/d 8 jam. belajar seseorang hanya ada satu nilai. 4}. Relasi yang mungkin rata-rata lama waktu belajar a. maka diantara kelima sahabat itu dan kemungkinan seluruhnya memiliki rata-rata waktu belajar lebih lebih dari 8dari jam8setiap hari. 3. 2. menggambarkan 6. lima orang sahabat itu. 8} a. hari. sama Apakah adasalah kemungkinan bahwa anggota himpunan C memiliki dengan satu anggota himpunan D? Berikan penjelasanmu! pasangan yang yang sama dengan salah satu anggota himpunan D? pasangan dengan anggota himpunan D? Berikan penjelasanmu! menggambarkan banyak saudara kelima orang sahabat itu. a.yang 4. dan banyak saudarabanyak kelima saudara orang sahabat itu. sehingga anggota himpunan A akan 180 dipasangkan dengan salah satu anggota di himpunan B. 2. B= {1. 7. 5. data tentang mereka membentuk himpunan.

yang Banyak saudara seseorang hanya ada memiliki sama dengan salah satu anggota di . Amos. satu anggota di himpunan D. 4} a) Relasi yang mungkin yang menggambarkan banyak saudara kelima orang a) Relasi yang mungkin yang menggambarkan banyak saudara kelima orang sahabat itu. Anggota himpunan A dipasangkan dengan anggota di anggota himpunan D. Banyak saudara seseorang dimungkinkan sama dengan banyak saudara orang lain. ditunjukkan pada diagram panah berikut. sehingga anggota himpunan C akan dipasangkan dengan salah pasangan dengan anggota himpunan D. Oleh karena data tentang saudara c) Jawabannya tidak. satu nilai. C Gambar 5. sehingga anggota-anggota himpunan C himpunan memungkinkan B dengan relasi banyakpasangan saudara. D = {1. Alvenia. sehingga anggota-anggota himpunan A memungkinkan memiliki pasangan yang sama dengan salah tentang banyak saudara mereka ada di anggota himpunan D yang anggotanya. ditunjukkan pada diagram panah berikut. Banyak saudara hanya ada satu nilai. kelima sahabat itu ada b) Jawabannya ya. sehingga anggota-anggota himpunan A memungkinkan memiliki pasangan yang sama dengan salah 2. Anggota A dipasangkan dengan anggota banyak saudara orang lain. d) Jawabannya ya. Jika kelima sahabat dibuat dalam satubelajar himpunan himpunan C. Alvenia. Nilai rata-rata waktu belajar seseorang dimungkinkan sama dengan nilai rata-rata waktu belajar orang lain. d) Jawabannya ya. 3. Oleh karena data tentang banyak saudara kelima sahabat itu ada di anggota himpunan D. sahabat itu. Kelima membentuk satu himpunan misalnya himpunan C. Aleks} tentang banyak saudara mereka himpunan D. 3. d. Amos.8 Relasi banyak saudara Gambar 5. himpunan sehinggaD anggota himpunan C akan dipasangkan dengan salah satu anggota di himpunan D. Matematika 181 Masalah 5. 2. satu anggota di himpunan B. 4} Diketahui: C= {Afnita.3 . maka anggota himpunan Cseseorang pasti memiliki himpunan B dengan relasi seluruh banyak saudara. Jawabannya ya.8 : Relasi banyak saudara D C D b) Jawabannya ya. satu anggota di himpunan B. 2. itu Anita. sehingga anggota-anggota himpunan C memungkinkan memiliki pasangan yang sama dengan salah satu anggota di himpunan D.d. Aleks} D = {1. Anita. Banyak himpunan saudara seseorang dimungkinkan sama dengan c) Jawabannya tidak. Nilai rata-rata waktu belajar seseorang dimungkinkan sama 2. dan data Diketahui: C = { sahabat Afnita. dan data denganitu nilai rata-rata waktu orangmisalnya lain. Jawabannya ya. maka seluruh anggota himpunan C pasti memiliki pasangan dengan anggotabanyak himpunan D.

. berikut.. uraian fakta untuk semua relasi yang diberikan adalah sebagai Dari gambar di atas. Relasi 1: Relasi 1: Relasi 1: Relasi Relasi 1:1: Semua anggota himpunan P memiliki pasangan dengan anggota himpunan Semua anggota himpunan Pmemiliki memiliki pasangan dengan anggota himpunan QQ -. berikut.Semua Semua anggota himpunan memiliki pasangan yang tunggal dengan anggota Dari--gambar di atas.Ada Ada anggota himpunan Pyang yang berpasangan dengan dua buah anggota himpunan anggota himpunan P berpasangan dengan dua buah anggota Ada anggota himpunan yang berpasangan dengan dua buah anggota himpunan – -Semua anggota himpunan Q memiliki pasangan dengan anggota himpunan P. Perhatikan relasi-relasi yang ditunjukkan pada gambar berikut..3 Perhatikan relasi-relasi yang ditunjukkan pada gambar berikut. berikut.. Ada anggota himpunan PP yang berpasangan dengan dua buah anggota himpunan Q..Ada anggota himpunan Q yang tidak memiliki pasangan dengan anggota himpunan Ada anggota himpunan yang tidak memiliki pasangan dengan anggota himpunan .Semua anggota himpunan QQ memiliki pasangan dengan anggota himpunan PP – Relasi Semua anggota himpunan P memiliki pasangan dengan anggota himpunan Q Relasi 2: Relasi 2: 2: Relasi 2: Relasi 2: – Semua anggota himpunan memiliki pasangan yang tunggal dengan Semua anggota himpunan P memiliki pasangan dengan anggota himpunan -. (2) (2) (2) R (2) (2) (2) (3) (3) (3) (3) (3) (3) R P Q P Q P Q (4) (4) (4) (4) (4) (4) R (5) (5)(5) (5) (5) R (5) (6) R (6) (6) (6) (6) (6) \\\\\\ \\\ \\\\\\ P Q P Q P Q Dari gambar atas. Q. Ada anggota himpunan yang tidak memiliki pasangan dengan anggota himpunan Ada anggota himpunan QQ yang tidak memiliki pasangan dengan anggota himpunan --. Perhatikan relasi-relasi yang ditunjukkan pada gambar berikut. uraian fakta untuk semua relasi yang diberikan adalah sebagai Dari gambar didi atas. Q.Ada anggota himpunan QQ yang tidak memiliki pasangan dengan anggota himpunan 182 P PP P PBuku Guru Kelas X EGA EGA EGA BUKU PEGANGAN SISWA BUKU PEGANGAN SISWA BUKU PEGANGAN SISWA EGA BUKU PEGANGAN SISWA EGA BUKU PEGANGAN SISWA 182 182 182 182 182 . erer er erer (1) (1) (1) (1) (1) (1) R Perhatikan relasi-relasi yang ditunjukkan pada gambar berikut. Perhatikan relasi-relasi yang ditunjukkan pada gambar berikut.Semua Semua anggota himpunan PP memiliki pasangan dengan anggota himpunan QQ anggota anggota himpunan P memiliki pasangan dengan anggota himpunan Q Semua anggota himpunan memiliki pasangan dengan anggota himpunan Semua anggota himpunan PP memiliki pasangan dengan anggota himpunan QQ himpunan Q Ada anggota himpunan P yang berpasangan dengan dua buah anggota himpunan himpunan -. berikut. Perhatikan relasi-relasi yang ditunjukkan pada gambar berikut. uraian fakta untuk semua relasi yang diberikan adalah sebagai Dari gambar atas.Masalah-5..-1: Semua anggota himpunan Q pasangan dengan anggota himpunan P Relasi Semua anggota himpunan memiliki pasangan dengan anggota himpunan . uraian fakta untuk semua relasi yang diberikan adalah sebagai Dari gambar didi atas.Semua anggota himpunan PP memiliki pasangan dengan anggota himpunan QQ Semua anggota himpunan P memiliki pasangan yang tunggal dengan anggota Semua anggota himpunan Puntuk memiliki pasangan yang tunggal dengan anggota Semua anggota himpunan P memiliki pasangan yang tunggal dengan anggota . uraian fakta untuk semua relasi yang diberikan adalah sebagai ♦ Guru harus mengarahkan agar siswa mampu menemukan fakta-fakta yang berkaitan berikut.Semua anggota himpunan P pasangan dengan anggota himpunan Q Semua anggota himpunan memiliki pasangan dengan anggota himpunan Alternatif Penyelesaian . uraian fakta semua relasi yang diberikan adalah sebagai anggota himpunan PP memiliki pasangan yang tunggal dengan anggota himpunan Q himpunan Q Q berikut. Q. Q. dengan perkawanan relasi-relasi yang diberikan.himpunan himpunan Q himpunan Q Semua anggota himpunan Q memiliki pasangan dengan anggota himpunan Semua anggota himpunan Qmemiliki memiliki pasangan dengan anggota himpunan PP --.

– Semua anggota himpunan Q memiliki pasangan dengan anggota himpunan P. relasi 2 dan relasi 4 merupakan contoh fungsi. – Ada anggota himpunan P yang berpasangan dengan dua buah anggota himpunan Q. – Ada anggota himpunan Q yang tidak memiliki pasangan dengan anggota himpunan P. – Ada anggota himpunan Q yang tidak memiliki pasangan dengan anggota himpunan P. 183 Matematika . – Semua anggota himpunan Q memiliki pasangan dengan anggota himpunan P. Relasi 6: – Ada anggota himpunan P yang tidak memiliki pasangan dengan anggota himpunan Q. Dari gambar di atas. – Semua anggota himpunan P memiliki pasangan dengan anggota himpunan Q. – Ada anggota himpunan P yang berpasangan dengan semua anggota himpunan Q. – Semua anggota himpunan P memiliki pasangan yang tunggal dengan anggota himpunan Q. Syarat sebuah relasi menjadi fungsi adalah sebagai berikut. – Semua anggota himpunan P memiliki pasangan yang tunggal dengan anggota himpunan Q. Relasi 4: – Semua anggota himpunan P memiliki pasangan dengan anggota himpunan Q. – Ada anggota himpunan Q yang tidak memiliki pasangan dengan anggota himpunan P. uraian fakta untuk semua relasi yang diberikan adalah sebagai berikut. Relasi 3: – Semua anggota himpunan P memiliki pasangan dengan anggota himpunan Q. Relasi 1. – Ada anggota himpunan P yang berpasangan dengan dua buah anggota himpunan Q.Relasi 2: – Semua anggota himpunan P memiliki pasangan dengan anggota himpunan Q. Relasi 5: – Ada anggota himpunan P yang tidak memiliki pasangan dengan anggota himpunan Q.

Relasi 3: – Semua anggota himpunan P memiliki pasangan dengan anggota himpunan Q. Relasi 6: – Ada anggota himpunan P yang tidak memiliki pasangan dengan anggota himpunan Q. – Semua anggota himpunan P memiliki pasangan yang tunggal dengan anggota himpunan Q. – Semua anggota himpunan Q memiliki pasangan dengan anggota himpunan P. – Ada anggota himpunan Q yang tidak memiliki pasangan dengan anggota himpunan P. Relasi 4: – Semua anggota himpunan P memiliki pasangan dengan anggota himpunan Q. – Ada anggota himpunan P yang berpasangan dengan dua buah anggota himpunan Q. – Semua anggota himpunan Q memiliki pasangan dengan anggota himpunan P. – Ada anggota himpunan P yang berpasangan dengan semua anggota himpunan Q. – Ada anggota himpunan Q yang tidak memiliki pasangan dengan anggota himpunan P. Relasi 2: – Semua anggota himpunan P memiliki pasangan dengan anggota himpunan Q. 184 Buku Guru Kelas X . Relasi 5: – Ada anggota himpunan P yang tidak memiliki pasangan dengan anggota himpunan Q. – Ada anggota himpunan Q yang tidak memiliki pasangan dengan anggota himpunan P. – Ada anggota himpunan P yang berpasangan dengan dua buah anggota himpunan Q. relasi 2 dan relasi 4 merupakan contoh fungsi. Relasi 1.Relasi 1: – Semua anggota himpunan P memiliki pasangan dengan anggota himpunan Q – Semua anggota himpunan P memiliki pasangan yang tunggal dengan anggota himpunan Q – Semua anggota himpunan Q memiliki pasangan dengan anggota himpunan P. Syarat sebuah relasi menjadi fungsi adalah sebagai berikut.

12 Diketahui fungsi f : x → f(x) dengan rumus fungsi f(x) = px – q.3 di atas. 2) Relasi 5 bukan fungsi karena: a. secara simbolik ditulis menjadi f : A → B. dengan demikian dapat ditulis menjadi: f : x → y. Berdasarkan contoh-contoh di atas kita temukan definisi fungsi sebagai berikut. dibaca: fungsi f memetakan setiap anggota A dengan tepat satu anggota B. B. sedemikian sehingga y = f(x). Matematika 185 .6 Misalkan A dan B himpunan. dan relasi 6 bukan fungsi. Definisi 5. Jika f(1) = –3 dan f(4) = 3. E}. kemudian tuliskanlah rumus fungsinya. D. Ada anggota himpunan P yang memiliki pasangan tidak tunggal dengan anggota himpunan Q yaitu {C}. – Semua anggota himpunan P memiliki pasangan yang tunggal dengan anggota himpunan Q.6 di atas. b. Fungsi f dari A ke B adalah suatu aturan pengaitan yang memasangkan setiap anggota himpunan A dengan tepat satu anggota himpunan B. Tentukanlah nilai p dan q.– Semua anggota himpunan P memiliki pasangan dengan anggota himpunan Q. dibaca: fungsi f memetakan x ke y. relasi 5. Penyelesaian 1) Relasi 3 bukan fungsi karena ada anggota himpunan P yang berpasangan tidak tunggal dengan anggota himpunan Q yaitu D yang berpasangan dengan 4 dan 5 meskipun seluruh anggota himpunan P memiliki pasangan di anggota himpunan Q. 3) Relasi 6 bukan merupakan fungsi karena ada anggota himpunan P yang tidak memiliki pasangan dengan aggota himpunan Q yaitu {D}. Contoh 5. Definisi 5. Jika f memetakan suatu elemen x ∈ A ke suatu y ∈ B dikatakan bahwa y adalah peta dari x oleh fungsi f dan peta ini dinyatakan dengan notasi f(x) dan x disebut prapeta dari y. Perhatikan kembali Masalah 5. Ada anggota himpunan P yang tidak memiliki pasangan dengan anggota himpunan Q yaitu {A. berilah alasan mengapa relasi 3.

..........13 Diketahui fungsi f dengan rumus f(x) = 2 x + 6 ....................... 186 Buku Guru Kelas X .... (2) Coba kamu jelaskan mengapa demikian? Jika persamaan 1) dan persamaan 2) dieliminasi maka diperoleh: -3 = p – q 3 = 4p – q _ -6 = p – 4p → –6 = –3p → p = 2 Substitusi nilai p = 2 ke persamaan –3 = p – q Sehingga diperoleh: –3 = 2 – q –3 = 2 – q → q = 2 + 3 → q = 5 Jadi diperoleh p = 2 dan q = 5 Berdasarkan kedua nilai ini............ (1) Coba kamu jelaskan mengapa demikian? Jika f(4) = 3 maka f(x) = px – q → 3 = 4p – q . 2x ≥ -6 ↔ x ≥ -3.. dan Rumus fungsi Jika f(1) = –3 maka f(x) = px – q → –3 = p – q ......... Contoh 5... Ditanya p.....Penyelesaian Diketahui f(x) = px – q............. q...... maka rumus fungsi f(x) = px – q menjadi f(x) = 2x – 5......... Tentukanlah domain fungsi f agar memiliki pasangan di anggota himpunan bilangan real.... Penyelesaian Diketahui: f(x) = 2 x + 6 Ditanya: domain f Domain fungsi f memiliki pasangan dengan anggota himpunan bilangan real apabila 2x + 6 ≥ 0....... f(1) = -3 f(4) = 3.

maka f(1+1) = 2f(1) → f(2) = 2. Matematika 187 .f(2) = 2. Jika 1 berpasangan dengan 4 dan f(x+1) = 2f(x).4 = 8 → f(3) = 2. Diskusi Diskusikan dengan temanmu: a) Berapakah pasangan dari x = 2013? b) Bagaimana cara paling cepat untuk menemukan pasangan dari x = 2013? ♦ Guru mengarahkan dan memberi petunjuk untuk menentukan pasangan 2013 dan cara paling cepat untuk menentukannya.8 = 16 → f(4) = 2. b) Apakah f terdefinisi untuk 2x + 6 < 0? c) Apakah x = –4 memiliki pasangan? Mengapa? Contoh 5. Berapakah pasangan dari x = 4? Penyelesaian Diketahui: f : x  f(x) f(1) = 4 f(x+1) = 2 f(x) Ditanya: f(4)? → f(x+1) = 2f(x) → untuk x = 1.f(3) = 2.14 Diketahui f suatu fungsi f : x  f(x).Diskusi Diskusikan dengan temanmu: a) Mengapa fungsi f memiliki pasangan di anggota himpunan bilangan real apabila 2x + 6 ≥ 0.f(1) = 2.16 = 32 → maka x = 4 berpasangan dengan 32 atau f(4) = 32.

15 x+2 Diketahui f sebuah fungsi yang memetakan x ke y dengan rumus y = . apakah x = memiliki pasangan di anggota himpunan real? 5 6 2 3 4 3 4 2 3 Mengapa? c) Berikan syarat agar f: x  y dapat terdefinisi. 2x − 6 Ditanya: rumus fungsi y ke x. dimana 2x – 6 ≠ 0 dan x anggota bilangan real. 2x − 6 Tuliskanlah rumus fungsi jika g memetakan y ke x. Penyelesaian x+2 Diketahui f sebuah fungsi yang memetakan x ke y dengan rumus y = . d) Berikan syarat agar g: y  x dapat terdefinisi. 2x − 6 Tuliskanlah rumus fungsi jika g memetakan y ke x. Diskusi Diskusikan dengan temanmu: a) Jika f: x  y. x+2 Diketahui: y = . ( x + 2) (6 y + 2) x = → y = (kedua ruas kalikan dengan 2x – 6) (2 x − 6) (2 y − 1) → (2x – 6)(y) = x + 2 → 2xy – 6y = x + 2 → 2xy – x = 6y + 2 → x(2y – 1) = 6y + 2 ( x + 2) (6 y + 2) y= → x = (kedua ruas bagi dengan 2y – 1) (2 x − 6) (2 y − 1) x+2 Maka fungsi g memetakan y ke x dengan rumus: g(y) = 2x − 6 ♦ Guru mengarahkan siswa untuk memahami masalah berikut yang disajikan berikut ini.Contoh 5. Mengapa? 188 Buku Guru Kelas X . apakah x = 3 memiliki pasangan di anggota himpunan real? 1 1 1 1 1 2 3 3 4 b) Jika g: y  x.

9. Dahniar)} 4) Jika siswa direlasikan dengan Krisantus). apakah x = memiliki pasangan di anggota terhadap B dengan relasi berikut. 7) Diketahui f(2x–3) = 4x–7. 3. kawan. (Riwanti. x + 1 . b) Relasi pasangan berurutan: Kemudian periksa apakah relasi Krisantus). Maradona. berikut. punan B dengan relasi B = 2A b) + 2. 2 xy – 6y = x +2 d) Berikan syarat agar g: y  x dapat terdefinisi. Marsius. 5. dan daerah asilnya! Diskusikan dengan temanmu! a) a) Jika f: x  y. Apakah gai fungsi dari y. (Ramsida. Nora). (Felix. 10. kodomain. Apakah relasi c) c) tersebut merupakan fungsi? Berikan penjelasanmu! EGA x +1 BUKU PEGANGAN SISWA 5) Jika f(x) = . himpunan 11. Pasaribu). (Ramsida. (Felix. UJI daerah semua anak dapat dipasangkan? Maka fungsi g memetakan y ke x dengan rumus: . maka untuk x2 187 ≠1 tentukanlah f(–x). Marisa. sangkan dengan anggota himd) Berikan syarat agar g: y  x dapat terdefinisi. kawan. Mengapa? 8. 7. a) Fungsi pasangan berurutan: {(Yaska. c) tidak. Krisantus). dan 11 tahun.y merupakan bilangan real. a) di anggota himpunan real? 5} dan himpunan B = {2. dan range dari relasi berikut.Pasaribu). (Felix. b) Anggota himpunan A dipaUJI KOMPETENSI-5. tuliskanlah x sebax −1 Matematika 189 . kodomain. maka nilai dari f(17) – f (7) adalah….1 sangkan dengan anggota himP Q 1) Tentukanlah domain. Nora). 12}. yang terbentuk adalah fungsi atau Pasaribu).(Riwanti. b) Fungsi pasangan berurutan: {(Yaska. apakah R x = 3 memiliki pasangan 3) Diberikan himpunan A = {1. Mengapa? a) Anggota himpunan A dipac) Berikan syarat agar f: x  y dapat terdefinisi. Dahniar)} tanggal kelahirannya. Nora). x −1 6) Jika y = 2) Sekumpulan anak yang terdiri atas EGA BUKU PEGANGAN SISWA 5 orang yaitu (Margono. Kemudian 187 tentukanlah syarat kedua rumus fungsi tersebut agar terdefinisi untuk setiap x. Martohap) berturut-turut berusia 6. dan range dari relasi berikut.1 1) Tentukanlah daerah asal. {(Yaska. apakah x = y= memiliki pasangan di anggota himpunan real? Mengapa? c) Berikan  (2 x-6)(y) = syarat x + 2 agar f: x  y dapat terdefinisi. punan B dengan relasi B = A + 1.Mengapa? b) Jika g: y  x. 3.real? Nyatakanlah relasi A b) Jika g: y  x. dan daerah hasil dari relasi Tentukanlah daerah asal. daerah 1) Tentukanlah domain. (Ramsida. 4. 10. 4. Dahniar)} (Riwanti.  2xy – x = 6y + 2  x(2y – 1) = 6y + 2  Uji Kompetensi 5.1 KOMPETENSI-5. 6. Pasangkanlah usia masing-masing anak pada bilangan prima yang kurang dari 15. 2.

(3) transitif. 4. 3. fungsi f dengan rumus . BUKU PEGANGAN SISWA 189 190 Buku Guru Kelas X . Relasi memiliki sifat.. 2. Tetapi sebuah relasi belum tentu merupakan fungsi. dan saat turun. Tetapi sebuah himpunan belum tentu merupakan relasi..Tentukan f 1998(11)! 10) Diketahui fungsi f dengan rumus f = 1 x − 8 . antisimetris. jika daerah asalnya merupakan sumbu X. b x x    x x  b maka f(a+b)= . Projek 1. Jika sebuah relasi memenuhi sifat reflektif. Manakah yang merupakan fungsi. b2b 2  x  2  x  a 2a 1 1 − = 2 2 + + −    2 2 . lurus. dan buat interval saat kapan lebah tersebut relasi tersebut dikatakan relasi ekuivalen. beberapa kesimpulan yang dapat dinyatakan sebagai pengetahuan awal untuk mendalami dan melanjutkan bahasan berikutnya. Tentukanlah daerah asal 2 fungsi f agar memiliki pasangan di anggota himpunan bilangan real. 11) Perhatikan gambar berikut! sumbu x. Dari pernyataan (1) dan (2) disimpulkan bahwa setiap fungsi dan relasi adalah Rancanglah sebuah masalah terkait lintasan seekor lebah yang terbang himpunan. Setiap relasi adalah himpunan. Beberapa kesimpulan disajikan sebagai berikut. antara lain (1)saat reflektif. dan (4) sifat terkadang naik. bergerak lurus dan terkadang turun pada tertentu. 11) Perhatikan gambar berikut! 10) Diketahui Manakah yang√ merupakan fungsi. xx 8) Bila f(x) = = aa 9) Misalkan f(n) didefiniskan kuadrat dari penjumlahan digit n. simetris dan transitif. waktu (2) simetris. maka Tuliskan ciri-ciri fungsi tersebut. Misalkan juga f(f(n)) dan f 3(n) didefinisikan f(f(n)) dan f 3(n) didefinisikan f(f(f(n))) dan seterusnya. Setiap fungsi merupakan relasi. bergerak naik. a) b) c) d) PENUTUP Berdasarkan uraian materi pada bahasan 5 ini. Buatlah laporan hasil kerja kelompokmu EGA dan sajikan di depan kelas. Tentukanlah domain fungsi f agar jika daerah asalnya merupakan memiliki pasangan di anggota himpunan bilangan real.

3. dan (4) sifat antisimetris. fungsi injektif. fungsi ganjil dan fungsi genap. Fungsi yang demikian disebut juga pemetaan. Setiap fungsi merupakan relasi. 1. (2) simetris. dan sebagainya. PENUTUP Berdasarkan uraian materi pada bahasan 5 ini. surjektif. dan fungsi satu-satu. Setiap relasi adalah himpunan. seperti fungsi naik dan turun. maka relasi tersebut dikatakan relasi ekuivalen. Tetapi sebuah relasi belum tentu merupakan fungsi. Jika sebuah relasi memenuhi sifat reflektif. (3) transitif. Fungsi adalah bagian dari relasi yang memasangkan setiap anggota daerah asal (domain) dengan tepat satu anggota daerah kawan (kodomain). Barisan adalah sebuah fungsi dengan domain bilangan asli dan daerah hasilnya adalah suatu himpunan bagian dari bilangan real. Jadi pengetahuan kamu tentang relasi dan fungsi sangat menentukan keberhasilan kamu Matematika 191 . Untuk lebih mendalami materi fungsi anda dapat mempelajari berbagai jenis fungsi pada sumber belajar yang lain. 5. Selanjutnya akan dibahas tentang barisan dan deret. simetris dan transitif. Beberapa kesimpulan disajikan sebagai berikut. 4. Dari pernyataan (1) dan (2) disimpulkan bahwa setiap fungsi dan relasi adalah himpunan. antara lain (1) reflektif. beberapa kesimpulan yang dapat dinyatakan sebagai pengetahuan awal untuk mendalami dan melanjutkan bahasan berikutnya. Tetapi sebuah himpunan belum tentu merupakan relasi. Relasi memiliki sifat. 2. 6.D.

Bab Barisan dan Deret A. siswa memperoleh pengalaman belajar: • menemukan konsep dan pola barisan dan deret melalui pemecahan masalah otentik. konsisten dan jujur serta menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. KOMPETENSI DASAR DAN PENGALAMAN BELAJAR Kompetensi Dasar Setelah mengikuti pembelajaran barisan dan deret. kritis. 2. 3. siswa mampu: 1. menghayati pola hidup disiplin. • berkolaborasi memecahkan masalah aktual dengan pola interaksi sosial kultur. • • • • • Pola Bilangan Beda Rasio Suku Jumlah n suku pertama . Pengalaman Belajar Melalui pembelajaran materi barisan dan deret aritmetika dan geometri atau barisan lainnya. bertanggungjawab. memprediksi pola barisan dan deret aritmetika dan geometri atau barisan lainnya melalui pengamatan dan memberikan alasannya. menyajikan hasil menemukan pola barisan dan deret dan penerapannya dalam penyelesaian masalah sederhana. kreatif) dalam menyelidiki dan mengaplikasikan konsep dan pola barisan dan deret dalam memecahkan masalah otentik. • berpikir tingkat tinggi (berpikir kritis.

B. B. PETA KONSEP PETA KONSEP Fungsi Materi prasyarat Masalah Otentik Barisan Bilangan Syarat Suku awal Beda Unsur Barisan Aritmetika Barisan Geometri Suku awal Rasio Suku ke-n Deret Aritmetika Deret Geometri Suku ke-n Jumlah n suku pertama Jumlah n suku pertama Matematika 193 BUKU PEGANGAN SISWA 193 .

2 Beberapa kelereng dikelompokkan dan disusun sehingga setiap kelompok tersusun dalam bentuk persegi sebagai berikut: Gambar 6. Dalam proses pembelajaran barisan dan deret berbagai konsep dan aturan matematika terkait barisan dan deret akan ditemukan melalui pemecahan masalah. metode.2 Jumlah Kelereng pada Setiap Kelompok 194 Buku Guru Kelas X . 9. melihat pola susunan bilangan. Hal itu dilakukan dengan alasan agar permasalahan tersebut dapat menjawab kebutuhan yang diinginkan. 16. 4. menemukan berbagai strategi sebagai alternatif pemecahan masalah. skema. Tahukah anda maksud/arti dari pola? Pernahkah anda melihat pola dalam kehidupan sehari-hari? Ajukan masalah berikut kepada siswa. atau aturan matematika tertentu. MATERI PEMBELAJARAN 1. tabel dan simbolsimbol. Membangun hubungan-hubungan dengan melibatkan objek-objek nyata serta mengkomunikasikan permasalahan melalui diagram.1 Susunan Kelereng Kelereng dihitung pada setiap kelompok dan diperoleh barisan: 1. Guru melatih siswa berpikir independen.C. K1 1 K2 4 K3 9 K4 16 K5 25 Gambar 6. mengajukan ide-ide secara bebas dan terbuka. Menemukan Pola Barisan dan Deret Organisasikan siswa belajar dengan mengamati dan mengkritisi masalah nyata kehidupan yang dapat dipecahkan arif dan kreatif melalui proses matematisasi. 25. untuk mengetahui berapa banyak jeruk dalam tumpukan? Masalah-6. Permasalahan-permasalahan yang dijumpai dalam kehidupan biasanya dapat diselesaikan dengan menerapkan suatu cara.

Apakah ada pola yang lain pada barisan tersebut? Silahkan amati kembali tabel berikut! Matematika 195 .. Alternatif penyelesaian ini tidak efektif dan tidak efisien karena harus menyusun kembali banyak kelereng untuk kelompok berikutnya. Perhatikan tabel berikut! Tabel 6. 36 K6 2.....1 Pola banyak kelereng pada setiap kelompok Kelompok K1 K2 K3 K4 K5 . Banyak Kelereng 1 4 9 16 25 .3 Jumlah kelereng pada kelompok ke-6 Kn Dengan pola barisan pada tabel di atas.. ?=n×n Gambar 6. Kemungkinan metode yang dapat digunakan adalah membuat susunan benda berikutnya dan menghitung kembali banyak kelereng pada susunan itu. bilangan berikutnya adalah K6 = 6 × 6 = 36 dan bilangan pada K15 = 15 × 15 = 225. Alternatif penyelesaian lainnya adalah menemukan pola barisan tersebut. 3. ? Pola 1=1×1 4=2×2 9=3×3 16 = 4 × 4 25 = 5 × 5 .Permasalahan: Dapatkah kamu temukan bilangan berikutnya pada barisan tersebut? Dapatkah kamu temukan pola barisan tersebut? Tentukan banyak kelereng pada kelompok ke-15? Alternatif Penyelesaian 1.

. Amatilah barisan huruf tersebut terlebih dahulu! Tentukanlah huruf pada urutan 25 × 33! Penyelesaian Pertama. ? = n + n × (n – 1) Kn Jadi pola barisan adalah K n = n + n × (n − 1) sehingga bilangan berikutnya adalah dan bilangan pada K15 = 15 + 15 × 14 = 225..2 Pola banyak kelereng pada setiap kelompok Kelompok K1 K2 K3 K4 K5 .. ? Pola 1 =1+0 =1+1×0 4 =2+2 =2+2×1 9 =3+6 =3+3×2 16 = 4 + 12 = 4 + 4 × 3 25 = 5 + 20 = 5 + 5 × 4 .1 Perhatikan barisan huruf berikut: A B B C C C D D D D A B B C C C D D D D A B B C C C D D D D .. huruf pada urutan 1 sama dengan huruf pada urutan 11. urutan 31 dan seterusnya. bukan? Perulangan kelompok huruf terjadi pada setiap kelipatan 10 huruf pertama.. huruf pada urutan ke-864 sama dengan huruf pada urutan ke-4 atau C. Jika kamu amati dengan teliti. Silahkan pelajari pola barisan pada beberapa contoh berikut. Banyak Kelereng 1 4 9 16 25 . kelompok huruf ABBCCCDDDD pada urutan 1 sampai 10 berulang.. Kamu dapat dengan mudah menentukan bilangan-bilangan berikutnya pada sebuah barisan bilangan jika dapat menemukan pola barisannya. Tabel 6. sebagai berikut: A B B C C C 1 2 3 4 5 6 D D D D A B B C C C D D D D . huruf pada urutan 25 × 33 adalah huruf pada urutan 32 × 27 = 864 atau 864 = 860 + 4 = 86 × 10 + 4 sehingga perulangan kelompok huruf tersebut mengalami perulangan sebanyak 86 kali. 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 . Contoh 6. urutan 21. Dengan demikian.. Kedua. kita perlihatkan urutan setiap huruf pada barisan.. bukan? Perhatikan tabel di bawah ini! 196 Buku Guru Kelas X ... Jadi...

. suku ke-11 = 0.3 Urutan barisan huruf Urutan ke 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Huruf A B B C C C D D D D Urutan ke 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 Huruf A B B C C C D D D D . . . u 2004 un menyatakan suku ke-n pada barisan dengan n = 1.. . .2 Sebuah barisan bilangan dituliskan sebagai berikut: 12345678910111213141516171 81920212223242526. ? ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ u1 u 2 u 3 u 4 u 5 u 6 u 7 u8 u 9 u10 u11 u12 u13 u14 u15 u16 u17 u18 .. sehingga suku ke-10 = 1. . .. .Tabel 6. 5. Urutan ke 851 852 853 854 855 856 857 858 859 860 Huruf A B B C C C D D D D Urutan ke 861 862 863 864 Huruf A B B C Contoh 6... Mencari banyak suku pada barisan bilangan satuan (1sampai 9): 1. Dapatkah anda temukan bilangan yang menempati suku ke-2004? Penyelesaian Mari kita amati kembali barisan tersebut.. Matematika 197 . 8. puluhan dan ratusan sebagai berikut: Langkah 1.... 3. ....... 2.... 4. . 4...... Kita akan mencari bilangan yang menempati suku ke-2004 dengan menghitung banyak suku pada bilangan satuan. sebagai berikut: 1 2 3 4 5 6 7 8 9 1 0 1 1 1 2 1 3 1 ... 7. 2.. suku ke-12 = 1 dan seterusnya. 3.. 9 Banyak suku pada barisan bilangan satuan adalah 1 × 9 = 9 suku. .. . 6..

109 terdapat 3 × 10 suku = 30 suku 110.... 103. .. . . 111. . Contoh 6..29 terdapat 2 × 10 suku = 20 suku .. 122.. .. 21. maka barisan di atas disajikan dalam tabel berikut.Langkah 2. 692... Jadi..3 1 1 1 1 1 1 1 Tentukan pola barisan . . .. Mencari banyak suku pada barisan bilangan puluhan (100 sampai 999) Jika ratusan (1 sampai 6) 100.. . banyak suku pada barisan 1 sampai 99 adalah 9 + 180 = 189 suku. 691.. Tentukanlah banyak suku 2 6 12 20 30 42 9900 pada barisan tersebut! Penyelesaian Jika adalah suku ke-n dari sebuah barisan dengan n = 1.. 23... 92.. . Mencari banyak suku pada barisan bilangan puluhan (10 sampai 99) 10. . .19 terdapat 2 × 10 suku = 20 suku 20.... 22.. 129 terdapat 3 × 10 suku = 30 suku 690. 112.. 93. 113. 101. . Langkah 3. 2. 693. 198 Buku Guru Kelas X . Suku berikutnya (suku ke-1990) adalah barisan bilangan dengan ratusan 7 sebagai berikut. . 123. 699 terdapat 3 × 10 suku = 30 suku Banyak suku untuk barisan bilangan ratusan dengan ratusan 1 sampai 6 adalah 6 × 10 × 30 = 1800 suku Jadi terdapat sebanyak 9 + 180 + 1800 = 1989 suku pada barisan bilangan 1 sampai dengan 699 sehingga suku ke-1989 adalah 9.. 13. 12.. 90. 91. 3. 9 7 0 0 7 0 1 7 0 2 7 0 3 7 0 4 ↓ u1989 ↓ u1990 ↓ ↓ ↓ ↓ ↓ u1995 ↓ u1996 ↓ u1997 ↓ u1998 ↓ u1999 ↓ u 2000 ↓ ↓ ↓ ↓ u1991 u1992 u1993 u1994 u 2001 u 2002 u 2003 u 2004 Bilangan pada suku ke-2004 adalah 4. 119 terdapat 3 × 10 suku = 30 suku 120. 99 terdapat 2 × 10 suku = 20 suku Banyak suku pada barisan bilangan puluhan adalah 9 × 20 = 180 suku. . 11.... 102. . 121.

. 3. 1 n +n 2 ?= 1 Berdasarkan pola barisan un = 2 yang telah diperoleh pada tabel di bawah maka n +n 1 un = atau 9900 1 1 ⇔ 2 = n + n 9900 ⇔ n2 + n = 9900 ⇔ n2 + n – 9900 = 0 ⇔ (n – 99)(n + 100) = 0 ⇔ n = 99 1 1 1 1 1 1 1 . maka deret dari barisan di atas disajikan dalam tabel berikut.. 2.... . . . .. ? Pola 1 1 = 2 12 + 1 1 1 = 6 22 + 2 1 1 = 12 32 + 3 1 1 = 20 42 + 4 1 1 = 30 52 + 5 1 1 = 42 62 + 6 . Matematika 199 .4 Pola Barisan Suku ke u1 u2 u3 u4 u5 u6 . . .Tabel 6. un Nilai 1 2 1 6 1 12 1 20 1 30 1 42 . 2 6 12 20 30 42 9900 Barisan Jika sn adalah jumlah n suku pertama dari sebuah barisan dengan n = 1. .. terdiri dari 99 suku... ..

. sn = n n +1 1 2 3 4 5 99 .. 2 3 4 5 6 100 n .. s1... . .Tabel 6... .. + un Jumlah suku-suku Nilai 1 2 2 3 3 4 4 5 5 6 6 7 . . 2 6 12 20 30 42 9900 100 Jika sn adalah jumlah n suku pertama dari sebuah barisan dengan n = 1. sn.. sn u1 u1 + u2 u1 + u2 + u3 u1 + u2 + u3 + u4 u1 + u2 + u3 + u4 + u5 + u6 u1 + u2 + u3 + u4 + u5 + u6 ..5: Pola Deret Deret s1 s2 s3 s4 s5 s6 .... s3. + = Karena n = 99 maka s99 = + + + .. 3.. adalah Berdasarkan tabel di atas. sebuah barisan dengan pola sn = n +1 1 1 1 1 1 1 1 99 + + + .... s2.. 200 Buku Guru Kelas X .. 2. .. . ..... yaitu .. u1 + u2 + u3 + u4 + u5 + u6 + . + un–1 + un dan sn–1 = u1 + u2 + u3 + .. + un–1 maka sn = sn–1 + un atau un = sn – sn–1. . . atau sn = u1 + u2 + u3 + .

suku ke-10 pada barisan tersebut adalah 485. Menemukan Konsep Barisan dan Deret Aritmetika Pada sub-bab di atas. Barisan Aritmetika Masalah-6.4 Suatu barisan dengan pola deret sn = 2n3 – 3n2. 2. Misalkan m = n – 1 maka sn −1 = 2(n − 1)3 − 3(n − 1)2 sn −1 = (2n3 − 6n 2 + 6n − 2) − (3n 2 − 6n + 3) sn −1 = 2n3 − 9n 2 + 12n − 5 Jadi.Contoh 6.2 Perhatikan gambar tumpukan jeruk di samping ini! Bagaimana cara menentukan atau menduga banyak buah dalam satu tumpukan? Gambar 6. un = sn − sn −1 = (2n3 − 3n 2 ) − (2n3 − 9n 2 + 12n − 5) un = 6n 2 − 12n + 5 Pola barisan tersebut adalah un = 6n 2 − 12n + 5 sehingga: u10 = 6(10) 2 − 12(10) + 5 = 600 − 120 + 5 = 485 Jadi. a. Tentukan pola barisan tersebut kemudian tentukanlah suku ke-10! Penyelesaian Dengan rumus un = sn – sn–1 maka dapat ditentukan sn = 2n3 – 3n2 atau sm = 2m3 – 3m2.4 Tumpukan Buah Jeruk Matematika 201 . kita telah membicarakan masalah pola dari barisan dan deret bilangan secara umum. kita akan belajar menemukan konsep barisan dan deret aritmetika. Berikutnya.

coba suruh siswa untuk melakukan dengan susunan segi empat. Jeruk itu dapat disusun membentuk sebuah piramida.Alternatif Penyelesaian Jika diperhatikan Gambar 6. lalu tanyakan apa yang ditemukan. Selanjutnya ajak siswa untuk memperhatikan bilangan-bilangan tersebut.7 berikut.5. Selanjutnya organisasikan siswa belajar dalam kelompok untuk mendiskusikan cara atau pola yang dibangun secara individu. bilangan ketiga dengan bilangan keempat dan seterusnya.7. seperti Gambar 6.6 Susunan bulatan bentuk segitiga ♦ Tanyakan kepada siswa mengapa harus dengan susunan segitiga.5 Susunan piramida jeruk Jumlah jeruk pada bagian bawah tumpukan akan lebih banyak dibandingkan pada susunan paling atas. Misalkan susunan jeruk tersebut disederhanakan menjadi sebuah susunan segitiga. banyak sankisnya 21. ♦ Arahkan siswa membangun pola dengan memilih strategi berpikir secara bebas. seperti yang disajikan pada Gambar 6. jembatani dengan meminta salah satu kelompok menyajikan hasil kerjannya. untuk susunan segitiga berikutnya. Gambar 6. sehingga selisih banyak sankis berikutnya adalah 6. maka diperoleh susunan dari beberapa jeruk. bilangan kedua dengan bilangan ketiga.6. ternyata diperoleh selisih antara bilangan pertama dengan bilangan kedua. Pola susunan banyak jeruk dalam tumpukan ♦ Meminta siswa mengecek. Gambar 6. Jika terjadi perbedaan pola pikir. Gambar 6. Selanjutnya meminta siswa mencermati dua suku yang berurutan. 202 Buku Guru Kelas X .

4. … 203 Matematika . ♦ Meminta siswa untuk membuat sebuah barisan dengan beda membentuk barisan baru yaitu barisan aritmatika tingkat 1. Bila bilangan tersebut membentuk barisan perhatikan polanya pada Gambar 6. 60. 5..3 Perhatikan masalah berikut! Jika tinggi satu buah anak tangga adalah 20 cm. ditemukan susunan bilangan 20. Ternyata beda antara setiap dua bilangan yang berdekatan membentuk barisan yang baru yaitu 2. yaitu 1. Perhatikan skema berikut. 3. 40. Gambar 6.. 15. 80..8.. 4.Banyaknya bulatan yang tersusun dari setiap kelompok dapat dituliskan dengan bilangan. 10. disebut “Barisan Aritmetika” dan barisan 1. 10..8 tersebut.9: Tangga Alternatif Penyelesaian Untuk menentukan tinggi tangga maka permasalahan di atas diurutkan menjadi: Dari uraian di atas. berapakah tinggi tangga jika terdapat 15 buah anak tangga? Tentukanlah pola barisan? Gambar 6. 5. ♦ Selanjutnya minta siswa mempresentasikan hasil kerjanya di depan kelas dan mendorong siswa lain untuk mengkritisi hasil kerja siswa yang menyaji. disebut “Barisan Aritmetika Tingkat Dua”. 3. Masalah-6. 6. 6. 3. 5. 4... adalah tetap yaiti 1.. 3.. 15. Pola turunan banyak jeruk dalam tumpukan Beda setiap dua bilangan yang berdekatan pada barisan 2. Dengan demikian barisan 2... . 3.

dapat dituliskan un = a + (n – 1). 63 helai kain batik selesai dikerjakan pada bulan ke-n. Berarti tinggi tangga tersebut sampai anak tangga yang ke-15 adalah 300 cm. dapat dituliskan jumlah kain batik sejak bulan pertama seperti di bawah ini. Masalah-6. 9. 63 = 6 + (n – 1). 204 Buku Guru Kelas X . 12.. un = n × 20 = 20n Cermati pola bilangan un = 20n.3 (n merupakan bilangan asli). pada bulan berapakah Mbak Suci menyelesaikan 63 helai kain batik? Alternatif Penyelesaian Dari Masalah-6.3 = 15 Demikian seterusnya bertambah 3 helai kain batik untuk bulan-bulan berikutnya sehingga bulan ke-n : un = 6 + (n–1).3 = 12 Bulan IV : u4 = 6 + 3. Untuk menentukan n. Bulan I : u1 = a = 6 Bulan II : u2 = 6 + 1. Dengan pola kerja tersebut.4.3 63 = 3 + 3n n = 20. pada bulan ke-20.…. seorang pengerajin batik di Gunung Kidul. Permintaan kain batik terus bertambah sehingga Mba Suci harus menyediakan 9 helai kain batik pada bulan kedua. 15.4 Mbak Suci. dan 12 helai pada bulan ketiga.3 = 9 Bulan III : u3 = 6 +2. maka pola susunan bilangan 6. Jadi. Mbak Suci mampu menyelesaikan 63 helai kain batik. Dia menduga.. Sesuai dengan pola di atas. ia dapat menyelesaikan 6 helai kain batik berukuran 2.un : suku ke-n u1 = 20 = 1 × 20 u2 = 40 = 2 × 20 u3 = 60 = 3 × 20 u4 = 80 = 4 × 20 u5 = 100 =5 × 20 . jumlah kain batik untuk bulan berikutnya akan 3 lebih banyak dari bulan sebelumnya. sehingga u15 = 15 × 20 = 300. dapat diperoleh dari. Jika beda antara dua bilangan berdekatan di notasikan “b”.4 m × 1.5 m selama 1 bulan.b.

. un adalah suku ke-n. u4. = un – u(n–1) u adalah bilangan asli sebagai nomor suku. …. Rumus suku ke-n dari barisan tersebut dinyatakan sebagai berikut. Berdasarkan definisi di atas maka diperoleh bentuk umum barisan aritmetika sebagai berikut.b … un = u1 + (n – 1)b Sifat-1 Jika u1..b u4 = u3 + b = u1 + 3. Beda.1 Barisan aritmetika adalah barisan bilangan yang beda setiap dua suku yang berurutan adalah sama. u5. u5. un Setiap dua suku yang berurutan pada barisan aritmetika memiliki beda yang sama.5 Setiap hari Orlyn menabungkan sisa uang jajannya. u4. ….Definisi 6. Uang yang ditabung setiap hari selama enam hari mengikuti pola barisan aritmetika dengan suku pertama a = 500 dan beda b = 500. Bagaimana cara mengetahui banyaknya uang Orlyn yang ditabung pada hari ke-6? Matematika 205 . maka diperoleh u1 = a u2 = u1 + 1. b = u2 – u1 = u3 – u2 = u4 – u3 = .b u3 = u2 + b = u1 + 2. dinotasikan “b” memenuhi pola berikut. un = a + (n – 1)b a = u1 adalah suku pertama barisan aritmetika b adalah beda barisan aritmetika Masalah-6. u2.b u5 = u4 + b = u1 + 4. u3. un merupakan suku-suku barisan aritmetika. u2. u3. u1.

… tentukan suku ke-15 ! b. … Diketahui: u1 = a = 4. (–3) = –47 206 Buku Guru Kelas X . maka u15 = a + (15 – 1)b. – 8. – 5. 2. – 5.1 = 15 b. Karena un = a + (n – 1)b maka u6 = (a + 5b) = 500 + 5(500) = 500 + 2500 = 3000 Berarti tabungan Orlyn pada hari ke-6 adalah Rp3000. 1. 4. u3 = 3. u4 = –5 …. 5. 6. 1. …. 4. – 2. u3 = –2. 3. – 8. maka u18 = a + (18 – 1)b. Karena un = a + (n – 1)b. 2. – 2. … Dari barisan bilangan tersebut. Contoh 6. 6.Alternatif Penyelesaian Penyelesaian Masalah-6. b = u2 – u1 = u3 – u2 = u4 – u3 = –3. u2 = 1. Karena un = a + (u – 1)b. diketahui bahwa u1 = a = 1. 5. b = u2 – u1 = u3– u2 = 1. u18 = 4 + (18 – 1). 4. 4.00.5 Tentukan nilai dari suku yang ditanya pada barisan di bawah ini! a. u15 = 1 + (15 – 1). 3. u2 = 2.5 dapat dilakukan dengan membuat barisan aritmetika dari uang yang ditabung Orlyn kemudian menentukan suku terakhirnya. 1. … tentukan suku ke-18! Penyelesaian a. 1.

Prinsip pembuktian induktif dapat diilustrasikan dengan proses menaiki anak Gambar 6. 2 1. 2. 2. yaitu 1 + 2 + … + n sama dengan n(n + 1) ! 2 Penyelesaian Misalkan pernyataan P(n) = 1 + 2 + … + n = n(n + 1) . P(1) bernilai benar. Contoh 6. Induksi Matematika Misalkan untuk setiap bilangan asli n kita mempunyai pernyataan P(n). 1.6 Selidiki apakah jumlah n bilangan asli pertama.10 Anak Tangga tangga. yaitu: (k + 1) ( (k + 1) + 1) 1 + 2 + … + k + (k + 1) = 2 Bukti: Dengan menggunakan manipulasi aljabar diperoleh: k (k + 1) 1 + 2 + … + k + (k + 1) = + (k + 1) 2 Matematika 207 . maka P(n – 1) benar untuk setiap n ≥ 1. Akan dibuktikan pernyataan tersebut benar untuk n = k + 1. Maka P(n) benar untuk setiap n bilangan asli. Anggap pernyataan tersebut benar untuk n = k yakni: k (k + 1) 1+2+…+k= . Menunjukkan pernyataan tersebut benar untuk n = 1. diperoleh untuk n = 1 peryataan tersebut benar. P(1) bernilai benar disebut langkah dasar sedangkan jika P(n) benar. maka P(n + 1) benar untuk setiap n ≥ 1 disebut langkah induktif. 2 1(1 + 1) = 1 maka 2 3.b. Jika P(n) benar.

. P(n) = n(n + 1) adalah benar.6 dan suruh siswa untuk memahami masalahnya! Masalah-6. ♦ Guru mengarahkan siswa meenyelediki kebenaran pernyataan 1 + 3 + 5 + 7 + .(k + 2) = 2 (k + 1). c. Selanjutnya minta siswa mempresentasikan hasil pemahamannya di depan kelas dan mendorong siswa lain untuk mengkritisi hasil kerja siswa yang menyaji. P(n) = 1 + 2 + … + n = bilangan asli.. + (2n – 1) = n2 dengan menggunakan pembuktian induksi matematika.11: Tangga 208 Buku Guru Kelas X .6 Perhatikan kembali gambar di samping! Apakah kamu masih ingat tentang masalah anak tangga? Jika membuat sebuah anak tangga dibutuhkan 40 buah batu bata. berapa banyak batu bata yang dibutuhkan untuk membuat 80 buah anak tangga? Gambar 6. Beri kesempatan pada siswa bertanya hal-hal yang tidak dipahami. ♦ Ajukan masalah 6 pada siswa. minta siswa memahami masalahnya dengan pemahamannya sendiri.k (k + 1) 2(k + 1) + 2 2 (k + 1). Deret Aritmetika ♦ Ajak siswa untuk memperhatikan masalah 6. 2 n(n + 1) adalah benar untuk n anggota himpunan 2 Jadi. ( (k + 1) + 1) = 2 = Berarti untuk n = k + 1.

320. + (40 + 40 + 40 + 40 + 40) Tangga ke-1 Tangga ke-2 Tangga ke-3 Tangga ke-4 Tangga ke-. bahwa..Alternatif Penyelesaian Untuk menentukan banyaknya batu bata yang dibutuhkan dalam membuat anak tangga pertama sampai anak tangga yang ke 80 dapat diilustrasikan seperti gambar berikut. Berdasarkan gambar di atas dapat disimpulkan bahwa banyak batu bata yang dibutuhkan untuk membuat 80 buah anak tangga: 40 + (40 + 40) + (40 + 40 + 40) + (40 + 40 + 40 + 40) + . 280. 200. Cukup jelas. u1 = 40 dan b = 40... 40 + 80 + 120 + 160 + 200 + 240 + 280 + 320 + 400 + . Karena pertanyaan dalam masalah ini adalah banyak batu bata yang diperlukan untuk membuat 80 anak tangga. s80 = 40 + 80 + 120 + 160 + 200 + 240 + 280 + 320 + 360 + 400 + … + 3160 + 3200 Matematika 209 . 240. 2 Jadi. Perhatikan pola berikut: (40 + 80) × 2 • s2 = 40 + 80 = = 120 2 (40 + 160) × 4 • s4 = 40 + 80 + 120 + 160 = = 400 2 (40 + 240) × 6 • s6 = 40 + 80 + 120 + 160 + 200 + 240 = = 840 2 (40 + 320) × 8 • s8= 40 + 80 + 120 + 160 + 200 + 240 + 280 + 320 = = 1440.. 120. untuk menghitung jumlah 80 suku pertama. 160.. 80.…. 360. bukan banyak batu bata yang diperlukan membuat tangga ke-80 maka banyak batu bata harus dijumlahkan.. dilakukan dengan pola di atas. + 3160 + 3200 sebanyak 80 suku sn adalah jumlah n suku pertama pada barisan. 400. Tangga ke-80 Susunan banyak batu bata membentuk barisan aritmetika: 40.

s(n–1). + u(n–1) + un Untuk menentukan jumlah n suku pertama. … dengan sn = u1 + u2 + u3 + .. ♦ Guru mengarahkan siswa menyelidiki rumusan pola untuk menghitung jumlah 3 suku pertama. Definisi 6. (2) Dengan menjumlahkan persamaan (1) dan (2).000.2 Deret aritmetika adalah barisan jumlah n suku pertama barisan aritmetika.. banyak batu bata yang diperlukan untuk membuat 80 anak tangga adalah 129. 2 Jadi.. ♦ Guru memastikan siswa mampu memanipulasi cara pembentukan pola di atas. dinyatakan sebagai berikut. diperoleh: 2sn = 2a + (n – 1)b + 2a + (n – 1)b + 2a + (n – 1)b + … + 2a + (n – 1)b 2sn = n (2a + (n – 1)b) 1 sn = n ( 2a + ( n − 1) b ) 2 210 Buku Guru Kelas X . sn.= (40 + 3200) × 80 = 129. (1) Persamaan 1) diubah menjadi sn = (a + (n – 1)b) + … + (a + 2b) + (a + b) + a ……………. . ditentukan rumus berikut: sn = a + (a + b) + (a + 2b) + … + (a + (n – 1)b) …………….. s1 = u1 s2 = u1 + u2 s3 = u1 + u2 + u3 s4 = u1 + u2 + u3 + u4 . Susunan jumlah suku-suku barisan aritmetika.... s(n–1) = u1 + u2 + u3 + u4 + u5 + … + u(n–1) sn = u1 + u2 + u3 + u4 + u5 + … + u(n–1) + un n merupakan bilangan asli. 15 suku pertama. 5 suku pertama.000 buah batu bata. s2. s1. s3..

n n sn = (2a + (n – 1)b) = (u1 + un) 2 2 Contoh 6. Contoh 6. Selanjutnya akan ditentukan nilai n sebagai berikut: un = 99 ⇔ a + (n – 1)b = 99 ⇔ 9 + (n – 1)9 = 99 ⇔ 9 + 9n – 9 = 99 ⇔ 9n = 99 ⇔ n = 10 Jadi. sehingga un = a + (n – 1)b ⇔ 50 = a + (n – 1).8 Diketahui a + (a + 1) + (a + 2) + .Sifat-2 sn = u1 + u2 + u3 + u4 + u5 + … + un–1 + un merupakan jumlah n suku pertama barisan aritmetika. 99 Bilangan-bilangan tersebut membentuk barisan aritmetika dengan a = 9. 27. 18. b = 9. Dengan menggunakan rumus jumlah n suku pertama deret aritmetika diperoleh: 1 1 sn = n ( a + un ) atau s10 = (10)(9 + 99) = 540 2 2 Dengan demikian.1 ⇔ a = 51 – n. dan un = 99. 211 Matematika . Jika a bilangan bulat positif. …. Penyelesaian Suku ke-n barisan bilangan di atas adalah 50.. maka nilai a = . + 50 = 1139... banyak bilangan yang habis dibagi 9 diantara 1 dan 50 adalah 10. 9 + 18 + 27 + 36 + 45 + … + 99 = 540.7 Carilah jumlah bilangan bulat antara 1 dan 100 yang habis dibagi 9! Penyelesaian Bilangan bulat yang habis dibagi 9 diantara 1 dan 50 adalah 9..

Contoh 6. 212 Buku Guru Kelas X . Jika nilai a bilangan bulat positif maka nilai yang memenuhi adalah n = 34 sehingga nilai a = 17. Jadi. Buat contoh. ♦ Jika siswa lupa akan konsep menentukan akar-akar persamaan kuadrat. diperoleh n2 – 101n + 2278 = 0. maka tentukanlah suku ke-10 pada barisan tersebut! Penyelesaian Dengan mengingat kembali rumus deret aritmetika tingkat satu: n b sn = (2a + (n – 1)b) = n2 + (a – b)n 2 2 maka sn = (m3 – 1) n2 – (m3 + 2) n + m – 3 akan menjadi deret aritmetika tingkat satu jika m – 3 = 0 atau m = 3 sehingga sn = 26n2 – 11n. Dengan mensubtitusikan a = 51– n. atau 2 2 ⇔ 2278 = n ( (2.(n – 34) = 0. guru mengingatkan kembali kepada siswa.n + 2278 = 0 ⇔ (n – 67).a + (n – 1)1). n = 67 atau n = 34.a + (n − 1) ).Jumlah n suku pertama adalah 1. n2 – 101.139 sehingga n n sn = (2a + (n – 1)b) ⇔ 1139 = (2. u10 = s10 – s9 = 2490– 2007 = 483.9 Diketahui deret aritmetika tingkat satu dengan sn adalah jumlah n suku pertama. diperoleh. Jika sn = (m3 – 1) n2 – (m2 + 2) n + m – 3.

3 + 3... 56 + 51 + 46 + 41 + . –22 – 16 – 10 – 4 – .. bc ca ab  n ( n + 1)  1 + 2 + 3 + . Huruf apakah yang menempati urutan 2634? 10..2 + 2. Tentukan banyak suku dari deret berikut! a. 1. 6.4 + . 3 + 6 + 9 + 12 + . Tentukanlah jumlah 20 suku pertama! 5. –3 128 1. berulang sampai tak hingga.. – 107 3. + n (n + 1) = b. Bila a. c. Diketahui barisan yang dibentuk oleh semua bilangan asli 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 … Angka berapakah yang terletak pada bilangan ke 2013? (bilangan ke-12 adalah angka 1 dan bilangan ke-15 adalah angka 2). –12 – 8 – 4 . = – 36 c..4 + .. Diketahui barisan yang dibentuk oleh semua bilangan asli 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 … Angka berapakah yang terletak pada bilangan ke 2004 ? (bilangan ke-12 adalah angka 1 dan bilangan ke-15 adalah angka 2). 1 + 6 + 11 + 16 + ..1 1.. e... sampai dengan 18 suku. Gunakan induksi matematika untuk 2. sampai dengan 10 suku.... d... ... 3+ . + n ( n + 1) = 3 d. 6 + 9 + 12 + 15 + . Diketahui deret aritmetika dengan suku ke-7 dan suku ke-10 berturutturut adalah 25 dan 37. sampai dengan 14 suku. b. – 12 n ( n + 1) ( n + 2 ) c.. Banyak bilangan asli yang kurang dari 999 yang tidak habis dibagi 3 atau 5 adalah…. 10 + 14 + 18 + 22 + .– 20 +– 2. b.. –3 – 7 – 11 – 15 . ..   2  3 3 3 3 2 9. 8.. + n =  b. 50 + 46 + 42 + 38 + . Tentukan banyak suku dan jumlah membuktikan persamaan berikut ini deret aritmetika berikut! benar! a. 213 Matematika . sampai dengan 10 suku.. = 756 b. 72 + 66 + 60 + 54 + . Tentukan jumlah deret aritmetika berikut! a. sampai dengan 20 suku.. 2 + 8 + 14 + 30 + . buktikan bahwa ketiga suku berurutan berikut ini juga membentuk barisan aritmetika 1 1 1 . 7.. + 104 a. = 640 4.Uji Kompetensi 6.. Pola A B B C C C D D D D A B B CCCDDDDABBCCCDD D D .. c merupakan suku berurutan yang membentuk barisan aritmetika.... 4 + 9 + 14 + 19 + ..

dan masalah nyata di sekitarmu..   . Menemukan Konsep Barisan dan Deret Geometri a. 1 . ..1.r ... maka susunan bilangan tersebut  1  1 1  1 1  1 1  dapat dinyatakan dengan 1. .. Barisan Geometri Perhatikan susunan bilangan 1. teknologi informasi.Projek Himpunlah minimal tiga buah masalah penerapan barisan dan deret aritmatika dalam bidang fisika. 1 . . . Jika nilai perbandingan dua suku beru1 u2 un −1 2 urutan dimisalkan r dan nilai suku pertama adalah a. = n = . = . 1 . 2 4 8 u u2 u3 1 = = .r = a. …  2 2 2 4 2 8 2 Perhatikan gambar berikut! Nilai perbandingan Sehingga: • u1 = a = 1 11 1 1 11 1 1 11 1 1 1     1  • 1.   . Ujilah berbagai konsep dan aturan barisan dan deret aritmatika di dalam pemecahan masalah tersebut.   . . ⇔ 2  1            22 22 42 24 82 28 2 2    2  214 Buku Guru Kelas X .u = u1. . Buatlah laporan hasil kerjamu dan sajikan di depan kelas! 3.1  .1 u =1 u 1.

    .= u2. = . . Gambar 6.  . perhatikan bagian kertas tersebut yang membentuk sebuah barisan bilangan.1 u =u = 1. . ⇔  . .r2 . . Kertas terbagi menjadi 4 bagian yang sama besar. Setelah melipat. Berikut ini disajikan satu bagian kertas. tentunya dengan mudah kamu pahami bahwa.r.. .  .r2. .1 1.14 Selembar Kertas pada Lipatan Kedua Orlando terus melipat dua kertas yang sedang terlipat sebelumnya. ia selalu membuka hasil lipatan dan mendapatkan kertas tersebut terbagi menjadi 2 bagian sebelumnya.1 u 5 = .r = a. . Kertas terbagi menjadi 2 bagian yang sama besar.r = a. Sekarang.r = a.  .r = a.1u = 1 1.13 Selembar Kertas pada Lipatan Pertama Kertas yang sedang terlipat ini. . =u ..1 1 11 1 111  11 1 1 11 1 1 1   1     1   1     1 1  • 1.r3   . . = u4. = 1.r3.1.r = a. Gambar 6.  ..rn–1 Orlando memiliki selembar kertas.  .  ⇔   3  2  2 22 2 42 2 82 22 2 4 2 2 8 2 2  2   8   4   2      2  2 23 3 1 1 1 1 1 1 1  1  1    1 1   1  1 11 11 • 1.r = a.1 = 1. Matematika 215 . kemudian dilipat dua kembali olehnya.1 u =1 u 1 .r = a. un = un–1. 4  3 4  3 4 2 2 2 2 8 4 2  8  2   2 2     2 2 2 22 11 1 1 1 11 11 1 1  1  1    1     1  11 • 1. ⇔ .12 Selembar Kertas Ia melipat kertas tersebut menjadi dua bagian yang sama besar. . 1.4. 5 =  .1    . u .rn–2 r = a. 2 3 2 3 2 3 Gambar 6.   . u      ..   2 2 2 2 2 2 4 2 2 2 2 8 2 4 2 8 2                  Dari pola di atas.r4 .  .u3.

u3.. Rasio. n . Barisan bilangan ini disebut barisan geometri.. n adalah bilangan asli. = n = 2.15 Pantulan Bola Pandang dan amatilah kembali gambar di atas! Tampak pada Gambar 6. un merupakan susunan suku-suku barisan geometri.. u1 u2 un −1 Definisi 6. maka suku ke-n dinyatakan un = arn–1. dinotasikan r merupakan nilai perbandingan dua suku berurutan. dengan u1 = a dan r adalah rasio. u1 u2 u3 un −1 Sifat-3 Jika u1. yaitu 2 = 3 = .3 Barisan geometri adalah barisan bilangan yang nilai pembanding (rasio) antara dua suku yang berurutan selalu tetap. Nilai r dinyatakan: r = u u2 u3 u4 = = = . …. b. Cermati masalah di bawah ini! Masalah-6. Deret Geometri Analog dengan konsep deret aritmetika. Misalkan 216 Buku Guru Kelas X .. u2 .15 bahwa terdapat 2 kali lintasan bola yang sama tingginya setelah pantulan pertama.Setiap dua suku berurutan dari barisan bilangan tersebut memiliki perbandingan yang u u u sama.8 Sebuah bola jatuh dari gedung setinggi 3 meter ke lantai dan memantul kembali 4 setinggi kali dari tinggi sebelumnya 5 Tentukanlah panjang lintasan bola tersebut sampai pada pantulan ke-10! Gambar 6. deret geometri juga penjumlahan bilangan-bilangan berurutan yang memiliki pola geometri.

+ un 3 3+ 3+ 3+ 12 9 25 − 16 = 3( ) = 3( ) 5 5 5 12 48 61 125 − 64 + = 3( ) = 3( ) 5 25 25 25 12 48 192 369 625 − 256 + + = 3( ) = 3( ) 5 25 125 125 125 . s2 . 3( ).... Tabel 6.. .. 3 ( ) 5 51 52 5n −1 510 − 410 Sehingga s10 = 3( ) 59 217 Matematika .. ♦ Pandu siswa untuk mengambil kesimpulan dari pengamatan terhadap tabel diatas jika pantulan terjadi terus..6 Tinggi Pantulan Bola Pantulan ke ..a ketinggian awal bola dan misalkan t tinggi pantulan maka tinggi pantulan bola dapat diberikan pada tabel berikut.. 51 − 41 52 − 4 2 53 − 43 5n − 4 n . u1 u2 u3 u4 ♦ Arahkan siswa untuk mengisi tabel pada pantulan berikutnya. s1 ...7 deret bilangan tersebut adalah sebuah barisan jumlah. . ... yaitu 3( 0 )...... + u10) ⇔ S = 2 (u1 + u2 + u3 + u4 + . 3 ( ). Misalkan panjang lintasan bola sampai pantulan ke-10 adalah S... 0 3 1 12/5 2 48/25 3 192/125 ..7 Deret Pantulan Bola Jumlah suku-suku Nilai S1 S2 S3 S4 . ss n n = 3( 5n − 4n ) 5n −1 Berdasarkan Tabel 6. sn ... .. + u10) – u1 ⇔ S = 2s10 – u1 dimana Deret Tabel 6.. S = u1 + 2 (u2 + u3 + u4 + . u1 + u2 + u3 + u4 ... Sn u1 u1 + u2 u1 + u2 + u3 u1 + u2 + u3 + u4 . Tinggi pantulan (m) Suku ke ... .. s3 .

. Sifat-4 Jika suatu deret geometri suku pertama adalah u1 = a. sn = sn = r < 1. dan rasio = r. s . rsn = ar + ar2 + ar3 + … + arn …………… (2) Sekarang.4 Deret geometri adalah barisan jumlah n suku pertama barisan geometri. panjang lintasan bola sampai pantulan ke-10 adalah S = 2s10 – u1 atau 510 − 410 S = 6( )−3 59 ♦ Arahkan siswa mengerjakan terlebih dahulu. r > 1. sn = sn = . diperoleh sn – rsn = (a + ar + ar2 + … + arn–1) – (ar + ar2 + ar3 + … + arn) sn(1 – r) = a – arn a − ar n sn = sn = 1− r 218 Buku Guru Kelas X . Bentuk umum: atau sn = u1 + u2 + u3 + … + un sn = a + ar + ar2 + … + arn – 1 dengan u1 = a. didapatkan Persamaan 2 berikut. selisih persamaan (1) dengan (2).1. r r> >1 1. sn = a + ar + ar2 + … + arn–1 …………… (1) Dengan mengalihkan kedua ruas persamaan 1 dengan r.Jadi. untuk r 1 1− −r r r− −1 1 r iii. maka jumlah n suku pertama adalah a(1 − r n )a (1 − r na)(r n − 1)a (r n − 1) i.. untuk r = 1. untuk <. dan r adalah rasio. sn = na. ii. Bukti: i. r > r1 1− r r −1 r −1 1− r s snn = = a a(( 1 1− −r rnn)) a((r rnn − −1 1 )) a snn = = r< <1 1. Definisi 6.

u2 u3 u4 1 r = = = = .. maka jumlah 10 suku pertama ditentukan melalui rumus. 2. s10 =  1 1 4 Pertanyaan Kritis Perhatikan pola barisan bilangan berikut! a) 1. … Tentukanlah suku ke-10 dari pola barisan di atas! Apakah barisan tersebut termasuk barisan aritmetika atau barisan geometri?   1 10  4 1 −    10   4   16  1  =  1 −   .10 Tentukan jumlah 10 suku pertama dari deret geometri berikut ini! 1 1 4 + 1 + + + . 4 16 Penyelesaian Pertama harus ditentukan rasio deret bilangan tersebut. 4. Untuk membuktikan prinsip ini. 9. … c) 3. diserahkan kepada siswa. 4.. r < 1. … b) 1. 5. 3. 16. Contoh 6. 9. 1− r ii.   3 3  2  4 Matematika 219 . 7. a (1 − r n ) sn = 1− r   1 10  4 1 −     4  = Akibatnya. u1 u2 u3 4 Karena r < 1. Rumus jumlah n suku pertama deret geometri adalah n sn = a (1 − r ) . 1.

untuk semua n bilangan asli. Jika suku ketiga ditambah 3 dan suku kedua dikurangi 1. maka hasilnya menjadi 5 kali suku pertama.5%? 8. Misalnya. maka x100 = . x2 . Berapakah jarak lintasan seluruhnya? 6. ekonomi Indonesia akan mengalami pertumbuhan sebesar 6.. Untuk memeriksa sebuah barisan merupakan barisan geometri apakah cukup hanya dengan menentukan rasio dua suku berturutan? Jelaskan dengan menggunakan contoh! 2. jumlah u1 + u2 = 60. Tentukan Hasil kali dari ketiga bilangan tersebut! 4. + xn = n3. Jika suku ketiga barisan aritmetika ditambah 8.5% per tahun selama tiga tahun ke depan. Berdasarkan analisis. Tentukan beda dari barisan aritmetika tersebut! 3. dan u3 + u4 = 15. Pertumbuhan ekonomi biasanya dalam persen. x3. berapakah jumlah penduduknya setelah 70 tahun apabila pertumbuhannya 2. Tiga bilangan positif membentuk barisan geometri dengan rasio r > 1. Jika jumlah semua suku deret geometri tak hingga adalah 72 220 Buku Guru Kelas X dan jumlah semua sukunya yang berindeks ganjil adalah 48. 9.2 1. pertumbuhan penduduk adalah 2% per tahun artinya jumlah penduduk bertambah sebesar 2% dari jumlah penduduk tahun sebelumnya. diperoleh barisan geometri. Tentukan PDB pada tahun ketiga apabila PDB tahun ini PDBnya sebesar 125 triliun rupiah. Tiga bilangan membentuk barisan aritmetika... Jika suku tengah ditambah 4. maka terbentuk sebuah barisan aritmetika yang jumlahnya 30.. Jumlah penduduk desa pada awalnya 500 orang.. . Pertumbuhan penduduk biasanya dinyatakan dalam persen. pertumbuhan ekonomi suatu negara sebesar 5% per tahun artinya terjadi pertambahan Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar 5% dari PDB tahun sebelumnya. Suku-suku barisan geometri tak hingga adalah positif. tentukan suku ke-3 deret tersebut! 7. Pertambahan penduduk menjadi dua kali setiap 10 tahun. Jika barisan x1. Misalnya. Pemantulan ini berlangsung terus menerus hingga bola berhenti. tentukan jumlah suku barisan itu! 5. Sebuah bola jatuh dari ketinggian 8m dan memantul kembali de 3 ngan ketinggian kali tinggi sebe5 lumnya.… memenuhi x1 + x2 + x3 + .Uji Kompetensi 6.

Apabila harga emas sekarang ini adalah Rp200. tentukan harga sabun tersebut empat tahun lagi. 6. seperti barisan naik dan turun. barisan harmonik. Berdasarkan analisis. 5. 1. Projek Himpunlah minimal tiga buah masalah penerapan barisan dan deret geometri dalam bidang fisika. Buatlah laporan hasil kerjamu dan sajikan di depan kelas. Tentu kamu wajib mengulangi mempelajari materi persamaan linear. ekonomi Indonesia akan mengalami inflasi sebesar 8% per tahun selama 5 tahun mendatang. Kamu dapat menggunakan sumber bacaan lain untuk lebih mendalami sifat-sifat barisan dan deret. barisan fibbonaci. D.10. sebab materi tersebut adalah prasyarat utama mempelajari persamaan dan fungsi kuadrat. Masih banyak jenis barisan yang akan kamu pelajari pada jenjang yang lebih tinggi. Hasil bagi dua suku berurutan disebut rasio. 2. 4. Barisan bilangan adalah sebuah fungsi dengan domainnya himpunan bilangan asli dan rangenya suatu himpunan bagian dari himpunan bilangan real. Matematika 221 . Kenaikan harga barang-barang disebut inflasi. Deret aritmetika adalah jumlah suku-suku barisan aritmetika. Barisan aritmetika adalah barisan bilangan yang memiliki beda dua suku berurutan selalu tetap. PENUTUP Beberapa hal penting sebagai kesimpulan dari hasil pembahasan materi barisan dan deret. teknologi informasi dan masalah nyata di sekitarmu. relasi dan fungsi.000. Barisan geometri adalah barisan bilangan yang memiliki hasil bagi dua suku berurutan adalah tetap. 3. dan lain sebagainya. Deret geometri adalah jumlah suku-suku dari barisan geometri. Selanjutnya kita akan membahas materi persamaan dan fungsi kuadrat.00 per gram. disajikan sebagai berikut. Ujilah berbagai konsep dan aturan barisan dan deret geometri di dalam pemecahan masalah tersebut.

• menurunkan sifat-sifat dan aturan matematika yang berkaitan dengan persamaan dan fungsi kuadrat berdasarkan konsep yang sudah dimiliki. menganalisis persamaan kuadrat dalam berbagai bentuk penyajian masalah kontekstual. menghayati pola hidup disiplin. • menentukan akar-akar persamaan kuadrat dengan pemfaktoran. • menafsirkan hasil pemecahan masalah. • menentukan jumlah dan hasil kali akar-akar persamaan kuadrat. • menggambarkan grafik fungsi kuadrat. menganalisis grafik fungsi dari data terkait masalah nyata dan menentukan model matematika berupa fungsi kuadrat. KOMPETENSI DASAR DAN PENGALAMAN BELAJAR Kompetensi Dasar Setelah mengikuti pembelajaran persamaan siswa mampu: 1. • menuliskan konsep persamaan dan fungsi kuadrat. memahami persamaan dan fungsi kuadrat. • menuliskan ciri-ciri persamaan dan fungsi kuadrat. dan rumus abc. jika diberi tiga titik yang tidak segaris. • menyusun persamaan kuadrat yang akar-akarnya memenuhi kondisi tertentu. konsisten dan jujur serta menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Memahami konsep dan prinsip persamaan dan fungsi kuadrat serta menggambarkan grafiknya dalam sistem koordinat. 6. • menyelesaikan model matematika untuk memperoleh solusi permasalahan yang diberikan. memahami persamaan dan fungsi kuadrat. Pengalaman Belajar Melalui pembelajaran materi fungsi kuadrat. 8. menganalisis persamaan kuadrat dari data terkait masalah nyata dan menentukan model matematika berupa persamaan kuadrat dan fungsi kuadrat. siswa memperoleh pengalaman belajar: • menjelaskan karakteristik masalah otentik yang pemecahannya terkait dengan model matematika sebagai persamaan kuadrat. 3. dari beberapa model matematika. 5. • menentukan persamaan sumbu simetri dan titik puncak grafik fungsi kuadrat. 2. bertanggungjawab. • menggunakan konsep dan prinsip fungsi kuadrat untuk memecahkan masalah otentik dan soal-soal. 4.Bab Persamaan dan Fungsi Kuadrat A. • • • • • • • • • • Persamaan Kuadrat Peubah Koefisien Konstanta Akar-akar Persamaan Fungsi kuadrat Parabola Sumbu Simetri Titik Puncak Nilai Maksimum dan Minimum . • menjelaskan kaitan fungsi kuadrat dan persamaan kuadrat. • menggunakan konsep dan prinsip persamaan kuadrat untuk memecahkan masalah otentik. memilih strategi dan menerapkan untuk menyelesaikan masalah nyata serta memeriksa kebenaran jawabannya. memilih strategi dan menerapkan untuk menyelesaikan persamaan kuadrat serta memeriksa kebenaran jawabannya. kritis. • menentukan fungsi kuadrat. memahami berbagai bentuk ekspresi yang dapat diubah menjadi persamaan kuadrat dan mengidentifikasi sifatsifatnya. • merancang model matematika dari sebuah permasalahan otentik yang berkaitan dengan persamaan dan fungsi kuadrat. melengkapkan kuadrat sempurna. 7. berdasarkan ciri-ciri yang ditemukan dengan bahasanya sendiri.

c)  y = ax2 + bx + c  y = a(x – x1)(x – x2) 2  y = a(x – x1) 2  y = a(x – h) + k Tabel Koordinat Diskriminan D = b2 – 4ac a>0 a<0 D>0 D=0 D<0 Nilai Maks. Sumbu simetri x  b 2 a Titik Potong Sumbu absis Titik balik maks atau min P = b 2 a .  D 2 a  Sketsa Grafik Karakteristik Fungsi Kuadrat Menyusun Fungsi Kuadrat Grafik Fungsi Kuadrat Matematika 223 223 BUKU PEGANGAN SISWA .B. KONSEP Materi Prasyarat HIMPUNAN FUNGSI RELASI Masalah Otentik FUNGSI KUADRAT f(x) = ax2 + bx + c. b.PETA PETA KONSEP B. a  0 Daerah asal Daerah kawan Daerah hasil Koefisien Persamaan Fungsi kuadrat (a. Atau Min y   D 4a Pers. a  0 PERSAMAAN KUADRAT ax2 + bx + c = 0.

3. bersifat abstrak sebab matematika adalah hasil abstraksi pemikiran manusia. dan rumus-rumus yang saling bertentangan. ajukan pada siswa masalah-1. saling terkait materinya. SMP. unsurunsur. simbol-simbol. Matematika menganut kebenaran konsistensi atau tidak boleh ada di dalamnya. dan 4 secara berkelanjutan untuk dipecahkan. Untuk itu perhatikan dan selesaikan dengan cermat permasalahan-permasalahan yang diberikan. Objek-objek itu menjadi bahan aspirasi/inspirasi. baik di tingkat SD. Biarkan siswa lebih dahulu berusaha memikirkan. mencari Pemecahan masalah di dalam kelompok belajar. minta siswa secara individu menuliskan ciri-ciri persamaan kuadrat dan hasilnya didiskusikan dengan teman satu kelompok. 224 Buku Guru Kelas X . ♦ Untuk menemukan konsep persamaan kuadrat. Di dalam proses pemecahan masalah-masalah yang diberikan. Jika prinsip (rumus-rumus. jika konsep yang ditemukan. Alat ukur kebenarannya. bahkan pada materi yang baru saja kamu pelajari. ukuran kebenarannya apabila konsep tersebut diterima pada struktur matematika yang sudah ada sebelumnya. Demikian juga kamu tidak boleh mengabaikan atau melupakan konsep-konsep dan aturan-aturan matematika yang telah dipelajari sebelumnya. sering kita temukan dalam permasalahan kehidupan nyata yang menyatu/bersumber dari fakta dan lingkungan budaya kita.C. bersusah payah mencari ide-ide. Dalam menyelesaikan masalah matematika. kamu bisa pada kesepakatan antara kamu dan teman-teman serta guru. Secara khusus keterkaitan konsep dan prinsip-prinsip persamaan kuadrat. berdiskusi. MATERI PEMBELAJARAN 1. sifat-sifat) yang ditemukan. kamu cermati objek-objek budaya atau objek lingkungan budaya yang dilibatkan dalam permasalahan yang diberikan. konsep-konsep. PERSAMAAN KUADRAT a. karena terkadang ada konsep matematika melekat pada objek itu yang tidak kita sadari dan ternyata sebagai kata kunci dalam penyelesaian masalah. 2. ukuran kebenarannya dapat dibuktikan kebenarannya menggunakan konsep atau aturan yang sudah ada sebelumnya. Berdasarkan ciri-ciri tersebut minta siswa menuliskan konsep persamaan kuadrat dengan kata-katanya sendiri. Dari beberapa model matematika berupa persamaan kuadrat. Menemukan Konsep Persamaan Kuadrat Satu Peubah Banyak permasalahan dalam kehidupan yang pemecahannya terkait dengan konsep dan aturan-aturan dalam matematika. menggunakan variabelvariabel. Konsep persamaan kuadrat dapat dibangun/ditemukan di dalam pemecahan permasalahan yang kita hadapi.

Tinggi atap Kamu ilustrasikan masalah di atas seperti gambar berikut! • Memperhatikan konsep apa yang melekat pada penampang depan atap rumah adat tersebut. Gambar 7.1.1 Rumah Adat ♦ Arahkan siswa memahami masalah dan menginterpretasikan masalah dalam gambar serta memperhatikan bentuk asli rumah adat Batak pada Gambar 7. Ia menginginkan luas penampang atap bagian depan 12 m2. Panjang alas penampang atap b. Di dalam penampang dibentuk sebuah persegi panjang tempat ornamen (ukiran) Batak dengan ukuran lebar 2 m dan tingginya 3 m. Alternatif Penyelesaian Diketahui: Luas penampang atap bagian depan 12 m2 Ukuran persegi panjang tempat ornamen adalah 3 m × 2 m Ditanya: a.Masalah-7. Bantulah Pak Silaban menentukan panjang alas penampang atap dan tinggi atap bagian depan! Gambar 7.2 Penampang Atap Bagian atas Matematika 225 .1 Arsitek Ferdinand Silaban merancang sebuah rumah adat Batak di daerah Tuk-tuk di tepi Danau Toba.

................................. Kedua segitiga tersebut 2 + 3 3 x sebangun....... Karena penampang atap rumah berbentuk segitiga sama kaki................ (2) ⇒t = x ♦ Mengarahkan siswa memanfaatkan persamaan (a) dan (b) untuk memperoleh model matematika berupa persamaan kuadrat.......x – x + 1 = 0 Apa makna dari a  b = 0 menentukan nilai-nilai x dengan melakukan manipulasi aljabar pada persamaan (1). ........... ⇒t = 1 x + 2 + x) 12 = t ( x 2 Perhatikan segitiga CTB dan segitiga GFB.......................................2x + 1 = 0  x2 ........... maka 1 Luas = × panjang alas × tinggi 2 1 L = × ( AE + EF + FB ) × t 2 1 12 = t ( x + 2 + x) 2 2 1 = t (1 1 +× x) ........ Diharapkan siswa melakukan hal berikut...........6x + 3 = 0  x2 ...................... dari persamaan (a) dan (b) 3 3diperoleh x t= x (b) Subtitusikan persamaan 2) ke persamaan 1) sehingga diperoleh Sehingga diperoleh 12 = ( 3  3x ) (1 + x)  12x = (3 + 3x) (1 + x) x  12x = 3 + 3x + 3x + 3x2  3x2 + 6x – 12x + 3 = 0  3x2 ......... bagaimana cara 226 Buku Guru Kelas X Berdasarkan persamaan (1) akan ditentukan nilai-nilai x x2 .... Misalkan panjang AE = FB = x m.......................... (3) (1) Ingat kembali materi persamaan kuadrat yang telah dipelajari di SMP............... 12 = t (1 + x) GT TB t 1+ x = ⇔ = GF FB 3 x 3 + 3 x ....... Diharapkan siswa melakukan hal berikut............ (1) Luas = panjang alas × tinggi 2 GT TB t 1+ x = ⇔ = apa yang dimaksud dua bangun dikatakan sebangun dan menyuruh ♦ Ingatkan kembali 1 3 GF FB =siswa × + +x L ( AE EF FB ) ×segitiga t memperhatikan CTB dan segitiga GFB.....Kamu cermati segitiga sama kaki ABC dan lakukan hal berikut.........2x + 1 = 0 . Kedua segitiga tersebut sebangun.........

 12x = 3 + 3x + 3x + 3x2  3x2 + 6x – 12x + 3 = 0  3x2 . cukup banyak) tanpa menggunakan kalkulator dengan waktu cukup memiliki warisan dari leluhur cara menjumlahkan dan mengalikan bilangan. dengan x. gunakan jari tanganmu dan pecahkan Masalah (banyak telur. singkat.3 Jari Tangan 227 Matematika 227 . Sementara orang tua tersebut tidak pernah menduduki jenjang pendidikan. Agar kamu mengetahuinya. Ternyata mereka bilangan.x – x + 1 = 0  x (x – 1) – 1(x -1) = 0  (x -1) (x – 1) = 0  (x – 1)2 = 0 x=1 Dengan menggunakan nilai nilait. Berdasarkan (1) akan ditentukan nilai-nilai x. 3 −3 3 3x x = 6. Ternyataorang mereka memiliki warisan dari leluhur cara menjumlahkan dan mengalikan Sementara tua tersebut tidak pernah menduduki jenjang pendidikan. pada pers (1). Berdasarkan persamaan (1) akan ditentukan nilai-nilai x x2 . mengetahuinya. bagaimana cara menentukan nilai-nilai x dengan melakukan manipulasi aljabar Apa makna dari a  b = 0 6m. 5 < x.mampu mampu menghitung harga telur Sering kita temui orangorang tua yang sudah lanjut usia. y ∈ N Gambar 7. x = 5 dan y ≥ 5. Coba bantu temukan aturan perkalian untuk menentukan hasilPEGANGAN kali bilangan x dan y dengan BUKU SISWA a. dengan x. menghitung harga telur (banyak telur. y ∈ N b.2 berikut. Sering kita temui tua yang sudah lanjut usia.6x + 3 = 0  x2 .2x + 1 = 0 (1) ♦ Meminta siswa mengingat kembali materi persamaan kuadrat yang telah di Ingat kembali materi persamaan kuadrat yang telah dipelajari didipelajari SMP. Masalah-7. bagaimana cara menentukan nilai-nilai x persamaan dengan melakukan manipulasi aljabar pada persamaan (1). y < 10.2 Nenek moyang salah satu suku di Indonesia dalam melakukan operasi hitung penjumlahan dan perkalian mereka menggunakan basis lima dengan fakta bahwa banyak jari tangan kiri atau kanan adalah lima.t Dengan menggunakan nilaixxakan akan ditentukan ditentukan nilai Untuk =diperoleh 1 diperoleht t== Untuk x =x1 6 m.2x + 1 = 0  x2 . Agar kamu 7. cukup banyak) tanpa menggunakan kalkulator dengan waktu cukup singkat. x x Sehingga diperolehpanjang panjang alas dan tinggi penampang atap atap rumah adalah adalah 4 m dan 4m dan Sehingga diperoleh alas dan tinggi penampang rumah • Apa makna dari a × b = 0 dan apa kaitannya dan apa kaitannya dengan dengan (x – 1) ( 0 – 1) = 0 (x x– –1) 1)=(x SMP. gunakan jari tanganmu dan pecahkan masalah 7.2 berikut. = 6.

y ∈ N (misalnya. diperoleh x × y = (a + b) 2z + (z – a) (z – b). Sebelum menemukan aturan perkalian bilangan-bilangan yang dibatasi pada bagian a) dan b). ada berapa banyak jari yang terpakai dan yang tidak terpakai pada pencacahan kedua kali? 2) Setelah kamu mencacah satu kali bilangan y di tangan kanan. y < 10. y ∈ N. b < z 1. hitung (z – b) 6. Selanjutnya siswa diharapkan melakukan langkah-langkah berikut. dengan x. coba pilih dua bilangan x dan y. x. 5 < x. yaitu (a + b) 2z 4. dengan x. kalikan hasil langkah 1) dan 2). 5 < x. a < z y = z + b. hitung (z + z ) = 2z 3. yaitu (a + b) 2z + (z – a) (z – b) 8. hitung (z – a) 5. yaitu (z – a) (z – b) 7. y < 10. bekerjasama dengan temanmu satu kelompok untuk menemukan aturan perkalian dua buah bilangan x dan y. Ingat apa arti basis 5. y ∈ N 228 Buku Guru Kelas X . ada berapa banyak jari yang terpakai dan yang tidak terpakai pada pencacahan kedua kali? 3) Berapa jumlah banyak jari yang terpakai pada tangan kiri dan banyak jari yang terpakai pada tangan kanan pada saat pencacahan kedua kali? 4) Berapa hasil kali jumlah jari yang terpakai di tangan kiri dan jari di tangan kanan dengan hasil pada langkah 3)? 5) Berapa banyak jari yang tidak terpakai di tangan kiri saat pencacahan kedua kali ? 6) Berapa banyak jari yang tidak terpakai di tangan kanan saat pencacahan kedua kali? 7) Berapa hasil kali bilangan pada langkah 5) dan 6)? 8) Berapa hasil jumlah bilangan pada langkah 4) dan 7) Berdasarkan 8 langkah penentuan hasil perkalian bilangan x dan y. kalikan hasil langkah 4) dan 5). y < 10. jumlahkan hasil langkah 3) dan 6). hitung (a + b) 2. Alternatif Penyelesaian Misalkan: z adalah bilangan basis (dalam contoh = 5) x = z + a. 5 < x. 6 × 8). lakukan pencacahan bilangan 6 di jari tangan kiri dan bilangan 8 di jari tangan kanan.♦ Arahkan siswa untuk mencoba menentukan hasil kali bilangan 6 dan 8 sebelum menemukan prosedur yang berlaku secara umum. Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut! 1) Setelah kamu mencacah satu kali bilangan x di tangan kiri.

. ia pergi ke tambak tersebut naik perahu melalui sungai yang berada di belakang rumahnya... Awali kerja kamu dengan memilih dua bilangan x = 5 dan y ≥ 5............. Jika laju air sungai 4 km/jam dan jarak tambak dari rumah 6 km.. Setiap pagi. Gambar 7.. agar pekerjaan kamu lebih efektif renungkan beberapa pertanyaan berikut... berapa laju perahu dalam air yang tenang? Ilustrasi masalah dapat dicermati pada gambar berikut. apa yang dapat kamu simpulkan dari keadaan perahu? 3) Coba temukan bentuk perasamaan kuadrat dalam langkah pemecahan masalah tersebut? Matematika 229 ...1 Cermati aturan perkalian pada bagian a) dan mencoba menemukan aturan perkalian bilangan pada bagian b)........ Masalah-7.45 = 0 ......Untuk contoh di atas diperoleh 6 × 8 = (a + b) 2z + (z – a)(z – b) 48 = 8z + (z – 1) (z – 3) ∴ z2 + 4z .... 1) Bagaimana kecepatan perahu saat menuju hulu sungai dan kecepatan perahu saat Pak Anas pulang? 2) Jika diasumsikan perahu tidak pernah berhenti sebelum sampai ditujuan.. Ingat apa arti basis 5....... lakukan pencacahan bilangan x di jari tangan kiri dan bilangan y di jari tangan kanan. y ∈ N.4 Sungai Selesaikanlah masalah di atas.......3 Pak Anas memiliki tambak ikan mas di hulu sungai yang berada di belakang rumahnya. Dengan perahu memerlukan waktu 1 jam lebih lama menuju tambak dari pada pulangnya..... dengan x................. (1) Latihan 7.

3) kuadrat dalam dalam langkah langkah pemecahan pemecahan masalah masalah tersebut? tersebut? 3) Coba Coba temukan temukan bentuk bentuk perasamaan perasamaan kuadrat Alternatif Alternatif Penyelesaian Penyelesaian Misalkan V dengan V Va = =4 4 km/jam km/jam Misalkan Va adalah adalah kecepatan kecepatan air air sungai sungai dengan a a adalah kecepatan perahu kehulu V Vhu hu adalah kecepatan perahu kehulu V adalah kecepatan perahu saat pulang Vhi hi adalah kecepatan perahu saat pulang Alternatif Penyelesaian Vt adalah kecepatan perahu dalam air air tenang tenang dalam Misalkan V Vta adalah adalahkecepatan kecepatanperahu air sungai dengan Va = 4 km/jam t adalah waktu yang diperlukan menuju Tambak 1 t1Vadalah adalah kecepatan perahu kehulu waktu yang diperlukan menuju Tambak hu t2V adalah kecepatandigunakan perahu saat pulangrumah (pulang) waktu menuju hi adalah waktu yang yang digunakan menuju rumah (pulang) t2 adalah V adalah kecepatan perahu dalam air tenang t S adalah jarak tambak dari rumah Pak Anas tambak dari rumah menuju Pak Anas S t1adalah adalahjarak waktu yang diperlukan Tambak adalah waktu yang digunakan menuju rumah (pulang) Bagaimana perahu saat pergi kehulu dan saat saat menuju hilir (pulang)? (pulang)? 2 Bagaimanatkecepatan kecepatan perahu saat pergi kehulu dan menuju hilir S adalah jarak tambak dari rumah Pak Anas Kecepatan saat menuju hulu sungai Asahan menentang menentang kecepatan air air dan saat Pak Kecepatan perahu perahu saat menuju hulu sungai Asahan Bagaimana kecepatan perahu saat pergi kehulu dan saat menuju kecepatan hilir (pulang)?dan saat Pak Anas kecepatan perahu searah dengan kecepatan air sungai sungai mengalir... 4. (1)  x x2 – – 64 64 = =0 0 (1) (1) 2 x x2 – – 64 64 = =0 0  ( (x x– – 8) 8) ( (x x+ + 8) 8) = =0 0  x x-8 8= =0 0 atau atau x x+ +8 8= =0 0  x x= =8 8 atau atau x x= = -8 -8 Kecepatan perahu di air tenang adalah Vat = x = 8 km/jam.......... Sehingga.. kecepatan perahu searah dengan kecepatan air sungai mengalir.......... Tentu kamu mengenal 230 Buku Guru Kelas X . Kecepatan perahu saat menuju sungai menentang kecepatan air mengalir.. kecepatan perahuhulu searah dengan kecepatan air Sehingga..4 yang akan dibahas..6x + 24 = x + 4x – 4x ......... 231 BUKU 231 BUKU PEGANGAN PEGANGAN SISWA SISWA Kejadian dalam Masalah 7. Diasumsikan Diasumsikan perahu tidak pernah berhenti sebelum sampai di tujuan berarti x x≠ ≠– –4 4 dan dan x x≠ ≠ 4....... = x km/jam maka Jika V Jika dimisalkan dimisalkan Vat at = x km/jam maka Sehingga...t2 = S  t1 =1 1 V = 1 . Nilai x = –8 tidak berlaku sebab kecepatan perahu bergerak maju selalu bernilai positif..... S S S t . dan saat Pak Anas pulang...16 6 x + 24 6 x + 24 = x 6x + 24 ...... sering dialami oleh penggembala kerbau di tengah padang rumput yang penuh dengan pepohonan..16 6 6   x x-4 4 x x 2 48 48 = =x x2 – – 16 16 2 ...t2 = V hu Vhu Vhi hi 6 6 =1 =1   4 4 6 6( (x x+ + 4) 4) – –6 6( (x x– – 4) 4) = =( (x x+ + 4) 4) ( (x x– – 4) 4) 2 2 + 4x – 4x .......... Anas pulang..... Jika dimisalkan Vat = x km/jam maka V =x – 4 dan V =x + 4 hu = hi = V x– –4 4 dan dan V Vhi x+ +4 4 Vhu hu =x hi = x Diasumsikan perahu tidak pernah berhenti sebelum sampai sampai di di tujuan tujuan berarti berarti........... pulang........

Masalah-7. VyP = 0 Matematika 231 . Tiba-tiba ia melihat seekor burung pengganggu tanaman yang berada di pohon dengan ketinggian 8m dari tanah. untuk mengusir burung tersebut ternyata batu ketapel mengenai burung saat batu mencapai ketinggian maksimum. Ronald mengarahkan ketapelnya dengan sudut 30o. batu bergerak lurus berubah beraturan.5 Posisi Burung di Pohon Coba jelaskan pada temanmu pernyataan berikut.ketapel yang sering digunakan para petani untuk mengusir burung dikala padi sedang menguning. apa artinya? Renungkan beberapa pertanyaan berikut. batu bergerak lurus beraturan. ♦ Arahkan siswa memahami masalah dan menginterpretasikan masalah dalam gambar. Gambar 7. Ilustrasi masalah. agar kamu lebih mudah memecahkan masalah. Berapa kecepatan batu bergerak? (gravitasi bumi = 10 m/det2). Pada Sumbu-x. Mari kita temukan sebuah model matematika berupa persamaan kuadrat dari permasalahan berikut. batu bergerak lurus berubah beraturan Saat batu mencapai ketinggian maksimum dan mengenai burung. Voy = Vo sin a Pada Sumbu-x. batu bergerak lurus beraturan Pada Sumbu-y. dapat kamu cermati pada gambar di bawah ini. apa artinya? Pada Sumbu-y.4 Ronald anak Pak Sulaiman sedang asyik menunggang kerbau. Diharapkan siswa melakukan hal berikut. Alternatif Penyelesaian Diketahui: hmaks = 8 m dan a = 30o Vox = Vocos a.

...640 ) = 0  V0 = ..1...4 2 ... (positif).640 = 0 BUKU PEGANGAN SISWA = 0 ...8 10 m/det tidak berlaku sebab kecepatan anak ketapel bergerak arah ke atas (positif).....640 atau V0 = 640  V0 = ..3. VyP = 0 VyP = V0y – gt  0 = V0y – gt  toP =  toP = hmax = V0y toP – = V0 sin  V0 y g V0 sin α g 1 2 gt oP 2 V0 sin α 1  V0 sin α  – g   g 2   g  2 2 • Apa yang dimaksud ketinggian Apa yang dimaksud ketinggian maksimum yang dicapai anak maksimum yang dicapai anak ketapel..8 10 atau V0 = 8 10 1 2 V0 2 8= 1 8= 80 V0 80 233 (1) (1) Jadi kecepatan batu (anak) ketapel meluncur adalah V0 = 8 10 m/det. ketapel.....8 10 m/det tidak berlaku sebab kecepatan anak ketapel bergerak arah ke atas V0 = . 7...8 10 m/det.3. Bagaimana kecepatan Bagaimana kecepatan ketapel saat anak ketapel saat anak mencapai mencapai ketinggian maksimum ketinggian maksimum 1 V0 sin α  hmax = 2 g Untuk hmax = 8 m.. apakah berlaku? 232 Buku Guru Kelas 0 X V0 = ..2.. V0y = V0 sin  Pada Sumbu-x. dan 7....640 = 0  (V0 + 640 )(V0 .. Jadi kecepatan batu (anak) ketapel meluncur adalah V0 = 8 10 m/det.....640 atau V0 = 640  V0 = ...2. 7.........640 ) = 0  (V0 + 640 ) = 0 atau (V0 .  = 300.640 = 0  (V0 + 640 )(V0 . Temukan persamaan kuadrat pada langkah pemecahan masalah 7..8 10 m/det... apakah berlaku? Bagaimana untuk V = .... (1)  V0 ... 7.640 ......8 10 atau V0 = 8 10  V0 = .Diketahui: hmax = 8m dan  = 300 V0x = V0 cos . dan 7...... Bagaimana untuk V0 = . batu bergerak lurus beraturan Pada Sumbu-y.640 ) = 0 V02 2 V0 .........640 ) = 0  (V0 + 640 ) = 0 atau (V0 . dan g = 10 m/det2 diperoleh 2 1 V0 sin 30 0 1 V0 sin α  hmax = 8= 2 10 2 g   2 8= 2 1 1 4 V0 2 10    V02 2 ...... batu bergerak lurus berubah beraturan Saat batu mencapai ketinggian maksimum dan mengenai burung....... 7....1..4 Temukan persamaan kuadrat pada langkah pemecahan masalah 7......

8 10 m/det tidak berlaku sebab kecepatan anak ketapel bergerak arah ke atas (positif). • Sebuah persamaan • Pangkat tertinggi peubahnya adalah 2 dan pangkat terendah adalah 0 • Koefisien variabelnya adalah bilangan real • Koefisien variabel berpangkat 2. coba kamu tuliskan pengertian persamaan kuadrat dengan kata-katamu sendiri dan diskusikan hasilnya dengan temanmu secara klasikal. dan 7.8 10 m/det. diharapkan siswa menemukan beberapa persamaan kuadrat berikut. Diharapkan siswa menuliskan ciri-ciri perasamaan kuadrat sebagai berikut. 7. 7. • x2 – 2x + 1 = 0 • z2 + 4z – 45 = 0 • 3z2 + 2z – 85 = 0 • x2 – 64 = 0 • v02 – 640 = 0 ♦ Suruh siswa untuk menuliskan ciri-ciri dari persamaan kuadrat secara individual dan mendiskusikannya dengan teman secara klasikal. Matematika 233 .2. tidak sama dengan nol • Koefisien variabel berpangkat 1 dan 0 dapat bernilai 0. apakah berlaku? V0 = . Berdasarkan ciri-ciri persamaan kuadrat di atas.Jadi kecepatan batu (anak) ketapel meluncur adalah V0 = 8 10 m/det. Ciri-ciri persamaan kuadrat. ♦ Suruh siswa menemukan persamaan kuadrat pada langkah Pemecahan Masalah 7.1. berdasarkan pengetahuan yang telah dimiliki sebelumnya di SMP. Dari hasil diskusi siswa secara klasikal ditetapkan didefinisi berikut.3.4. • Bagaimana untuk V0 = .

Contoh 7. bukan persamaan kuadrat sebab persamaan 2x + 5 = 0 dapat dibentuk menjadi persamaan 0x2 + 2x + 5 = 0. dengan a. Keterangan: x adalah variabel atau peubah a adalah koefisien dari x2 b adalah koefisien dari x c adalah konstanta persamaan Contoh 7. b = 20 dan c = 0.1 Persamaan kuadrat dalam x adalah suatu persamaan yang berbentuk ax2 + bx + c = 0. yaitu x dan y. tetapi koefisien x2 adalah nol. sebab koefisien x2 adalah 0. b. Ketinggian bola dari tanah untuk setiap detiknya ditentukan fungsi waktu h(t) = 20t – 5t2. h(t) = 0 ⇒ h(t) = 20t – 5t2 = 0. dan c bilangan real dan a ≠ 0. dengan koefisien a = -5 ≠ 0. h(t) = 0.Definisi 7. Berdasarkan Definisi 7. Persamaan 20t – 5t2 = 0 termasuk persamaan kuadrat sebab persamaan 20t – 5t2 = 0 dapat ditulis menjadi -5t2 + 20t + 0 = 0. Persamaan 2x + 5 = 0 adalah persamaan linear satu peubah.1. Saat bola tiba di atas tanah. apa yang kamu temukan? Penyelesaian Saat bola tiba di atas tanah. Contoh 7. yaitu t.2 Sebuah bola bergerak dari ketinggian h m.1 Persamaan 2x + 5 = 0. bukan persamaan kuadrat satu peubah sebab persamaan tersebut memuat dua peubah. 234 Buku Guru Kelas X .1 persamaan 20t – 5t2 = 0 merupakan persamaan kuadrat dengan satu variabel.3 Persamaan x2 + y2 – 2x + 5 = 0. Hal ini menunjukkan bahwa persamaan 2x + 5 = 0 tidak memenuhi syarat Definisi 7.

800 . Karena dana terbatas. ukuran pan Gambaran tanah dan penampang lintang lapangan bola basket dapat digamba x 60 .000 = 1. koefisien adalah dan konstanta persamaan adalah 800. Dapatkah kamu menemukan sebuah persamaan kuadrat dari masalah ini? Penyelesaian: Penyelesaian sebagai berikut. yaitu x dan y.800 – 90x + xlapangan Luas lapangan basket adalah 1. maka x luas lapangan yang direncanakan adalah 1000 m2.x x 2 Luas lapangan basket adalah 1.000 m2.– Berdasarkan Definisi 7.90 x + x2 BUKU PETUNJUK GURU Matematika 235 . Gambaran tanah dan penampang lintang lapangan bola basket dapat digambarkan sebagai berikut. Tanah kosong yang tanah dikurangi x ×m ukuran lebar dikurangi m.2 Persamaan x2 + y2 – 2x + 5 = 0.Bukan Contoh 7.  1. maka luas lapangan Di depan sebuah sekolah akan dibangun lapangan bola basket. Karena basket berbentuk pe 2 ⇒ 0 = 800 – 90x + x panjang maka luas lapangan basket dinyatakan dalam x x. bukan persamaan kuadrat satu peubah sebab persam Latihan 7. Tanah kosong tersedia berukuran 60m  30m. Untuk memperoleh luas yang diinginkan.2 Di depan sebuah sekolah akan dibangun lapangan bola basket. L = 1000 dan L = (60 – x)(30 x)  1. Untuk memperoleh luas yang diinginkan. ukuran sebuah persamaan kuadrat dari masalah ini ? panjang tanah dikurangi x m dan ukuran lebar dikurangi x m.000 m . Dapatkah kamu menem tersedia berukuran 60 m 30dan m. Karena dana terbatas.1 di atas.000 = 1. Karena lapangan basket berbentuk persegi Gambar-5 panjang maka luas lapangan basket dapat dinyatakan dalam x.000 = (60 – x)(30 – x) persamaan 2 0 = 800 – 90x + x adalah persamaan kuadrat dengan variabel x.x 1000 m2 30 .000 = (60 – x)(30 – x) 2 ⇒ 1. direncanakan adalah 1000m2.2 tersebut memuat dua peubah. yaitu L = 1000 dan L = (60 – x)(30 – x) ⇒ 1. Contoh 7. yaitu –90 Koefisien x2 pada persamaan 0 = 800 – 90xdapat + x2 adalah 1.

. Jika a + b + c = 0 dengan a.1 1. . Robert semakin lelah.. Jika tinggi semula kerucut 3 cm. 1 jari-jari kerucut sem bertambah a.Uji Kompetensi 7. Apakah persamaan yang diberikan 4. . . Dua tegak buah diketahui jenis printer 3. Jika a3 + b3 = 637 dan a + b = 13. Berapa lama waktu yang adalah. Dua buah jenis printer akan digunakan untuk mencetak satu set buku b. 236 Buku Guru Kelas X . maka dengan penambahan volume kamaka rena tingginya bertambah 24 cm. 7. Jenis printer pertama. Robert set buku adalah 4 jam. Jarak sekolah digunakan untuk sekaligus. maka waktu mengenderai sepeda. x + = 0. .. Bentuk faktorisasi adalah. . . Pada sebuah kerucut lingkaran maka nilai dari (a–b )2 adalah. Jika tinggi semula kerucut 3 cm. tegak diketahui 6. . Robert berangkat kesekolah 2 digunakan sekaligus. jam lebih cepat dari jenis printer jenis kedua untuk menyelesaikan c 2. Jika penambahan . Jika perlambatan maka nilai terbesar yang mungkin sepedanya mengalami yang mungkin dari a3 + 4a2+9988 2 km/jam. adalah. maka nilai terbesar dari 5. Bentuk faktorisasi dari : 4kn + 6ak + volume karena jari-jarinya ber. Jika . Karena untuk mencetak satu set buku. untuk mencetak satu set buku. x ≠ 0.. . 3. digunakan Robert sampai di sekolah. 24 cm. Pada sebuah kerucut lingkaran bahwa:komputer penambahan volume kare merupakan persamaan kuadrat? akan digunakan untuk mencetak satu jarinya bertambah sepanjang 24 cm sama dengan penambahan volume karena tin Berikan alasanmu! set buku. y ≠ 0. 6. tambah sepanjang 24 cm sama 8. 8. . berapakah x komputer jam lebih cepat dari jenis printer 1 4. maka nilai dari ( . . Buatlah laporan hasil kerjamu dan sajikan di depan kelas. b. ) adalah. Jika kedua printer printer pertama. ) ( ) ( )] [ ( berapakah jari-jari kerucut semula ? Projek Rancanglah minimal dua masalah nyata di lingkungan sekitarmu yang terkait dengan persamaan kuadrat dan berilah penyelesaian kedua masalah tersebut. Berapa waktu mencetak satu set buku 4 jam. Jika kedua yang jenis printer digunakan dari rumahnya 12 km. kedua untuk menyelesaikan cetakan x 1 satu set buku. mencetak maka satu waktu yang dig satu set buku. x2y = 0. y ∈ R.dari : 6an + 9a2 adalah. Jika a2 + a – 3 = 0. printer Berapa jenis waktukedua yang dibutuhkan printe berangkat dengan untuk kecepatan awal yangadalah dibutuhkan sepeda bergerak 7kedua km/jam. . bahwa: 7. c ≠ 0. kecepatan 5.

. Menentukan Akar-akar Persamaan Kuadrat Ada beberapa cara (aturan) menentukan akar-akar (penyelesaian) persamaan kuadrat... untuk a = 1...... m + n = b dan m × n = c.. c adalah bilangan real dan a ≠ 0... dan konstanta c........ ♦ Meminta siswa membuat tabel keterkaitan antara banyak lipatan dengan banyak bidang kertas yang terbentuk. cara memfaktorkan... 237 Matematika ....... Berdasarkan Definisi-7..... Aturan tersebut seluruhnya diturunkan dari konsep (Definisi-7. b.. 1) Cara Pemfaktoran Temukan pola atau aturan memfaktorkan.......... (1) Perhatikan bentuk (x + m)(x + n) = 0 ⇒ (x2 + nx) + (mx + m × n) = 0 ⇒ x2 + (m + n)x + m × n = 0 .... x.. Arahkan siswa menemukan model matematika yang menyatakan hubungan banyak lipatan kertas dan banyak bidang kertas yang terbentuk.. mari kita coba memecahkan masalah-masalah yang diberikan.. Agar lebih terarah pembahasan kita....... Cara pemfaktoran dapat kita lakukan dengan memperhatikan koefisien x2.... (2) Berdasarkan Persamaan-1 dan 2 diperoleh x2 + bx + c = x2 + (m + n)x + m × n = 0 Menggunakan sifat persamaan. melengkapkan kuadrat sempurna..... dan rumus ABC. Ketiga aturan ini memiliki kelebihan dan kelemahan terkait dengan efisiensi waktu yang digunakan untuk menentukan akar-akar sebuah persamaan kuadrat..... dengan a. maka diperoleh m + n = b dan m × n = c....... Aturan tersebut antara lain........ Nilai-nilai x dapat kita tentukan dengan cara pemfaktoran. ∴ ax2 + bx + c = (x + m)(x + n) = 0..... kita memiliki bentuk umum persamaan kuadrat ax2 + bx + c = 0...... Nilai-nilai x yang memenuhi persamaan ax2 + bx + c = (x + m)(x + n) = 0 adalah x = -m atau x = –n......... melengkapkan kuadrat sempurna.... dan menemukan rumus ABC berdasarkan konsep persamaan kuadrat untuk menentukan akar-akarnya (harga-harga x yang memenuhi persamaan)....... • Jika a = 1 a = 1 ⇒ ax2 + bx + c = 0 ⇒ x2 + bx + c = 0 .. Diharapkan siswa menuliskan hal berikut........b...1) yang telah kita temukan....1..

. 5 x = – atau x = –  . m + n = b dan m × n = ac.. 5 a ≠ 1. dengan a........ –  z + 255)) = 0 a a a 3 3  3  238 Buku Guru Kelas X m = 17 n = –15 m+n=2=b m × n = –255 = ac .....5 ⇒ ((a2x2 + anx) + ( amx + m  × n)) = 0 a a a 3 3  3  1 m n 1 −17  −17  5 ⇒ (a2x2 + a(m + n) x + m ... 5 = 0 3z2 + 2z – 85 = ( 9z2 +6z – 255) a a a 3 3  3  1 m n 1 −17  −17  ⇒ ( 9z2 +3(17 ....1. b... kita telah peroleh persamaan kuadrat 3z2 + 2z – 85 = 0. Untuk menentukan harga z yang memenuhi sebagai berikut.. untuk a a a 3 3  3  1 m n 1 −17  −17  2 Nilai x yang memenuhi persamaan ax + bx + c = (ax + m)(ax + n adalah ) = 0.-515)  z + (17 × (–15)) = 0 a a a 3 3  3  1 m n 1 −17  −17  5(45 ⇒ ((9z2 +51z) ... bentuk umum persamaan kuadrat ax2 + bx + c = 0. 5  a a a 3 3  3  1 m n 1 1 − m 17 n  − 1 17 −17  −17  . 1 m n 1 −17  −17  ....... (2) a a a 3 3  3  Berdasarkan Persamaan-1 dan 2 diperoleh.. • Jika a < 1 atau a > 1 Berdasarkan Definisi-7.... ∴ ax2 + bx + c = (ax + m)(ax + n) = 0. 5 . 5  a a a 3 3  3  1 m n 1 −17  −17  . kita telah menerapkan cara pemfaktoran ini.. 1 m n 1 −17  −17 1 m  2n 1 −17  −17  .... c adalah bilangan real dan a ≠ 0..× n) = 0  a a a 3 3  3a a a 3 3  3  Menggunakan sifat persamaan maka diperoleh m + n = b dan m × n = ac.. 5 a≠0⇒ ≠0  a a a 3 3  3  1 m n 1 − 17 − 17   ax2 + bx + c = (a2x2 + abx + ac ) = 0 . (1) a a a 3 3  3  1 m n 1 −17  −17  Perhatikan bentuk ((ax + m)(ax + n )) = 0....× n) = 0 . 1 m n 1 −17  −17  .a 52 5 (a2x2 + abx + ac )= ( x + a(m + n) x + m .Perhatikan persamaan kuadrat yang kita peroleh dari beberapa permasalahan di atas yang memiliki koefisien x2. 5  ..... 1 m n 1 −17  −17  ..5 ⇒ ((ax + n)ax + m( ax + n ))  = 0 a a a 3 3  3  1 m n 1 −17  −17  .. a a a 3 a a 3 a  33 3   3  Perhatikan masalah-2 bagian b............. a = 1..

1 1   ((3 ((3z z+ + 17)3 17)3z z- 15(3 15(3z z+ + 17)) 17)) = =0 0 3 3
  (3 (3z z+ + 17)(3 17)(3z z– – 15) 15) = =0 0 atau atau (3 (3z z+ + 17)( 17)(z z– – 5) 5) = =0 0

 17  17 atau z = 5 atau himpunan penyelesaian Harga-harga atau z = 5 atau himpunan penyelesaian Harga-harga z z yang yang memenuhi memenuhi adalah adalah z z= = 3 3 1 m n 1 −17  −17  17   2 17 , =  2+ 5 ⇒ ((3z + 17)3 z,– 15(3 z + 17)) 0 2 z 85 = 0 adalah Hp = persamaan 3 z   + 2 z 85 = 0 adalah Hp = persamaan 3 z ,5 5   a a a 3 3  3 3     3 . . ⇒ (3z + 17)(3z – 15) = 0 atau (3z + 17)(z – 5) = 0 2) 2) Cara Cara Melengkapkan Melengkapkan Kuadrat Kuadrat Sempurna Sempurna 1 m n akar-akar 1 −17  −persamaan 17  Untuk menemukan aturan penentuan kuadrat dengan Untuk Nilai-nilai menemukan aturan penentuan kuadrat penyelesaian dengan cara cara 5 z yang memenuhi adalah zakar-akar = atau z ,= 5 atau himpunan  persamaan a a a 3 3  3  melengkapkan kuadrat kuadrat sempurna sempurna cermati cermati beberapa beberapa pertanyaan pertanyaan berikut. berikut. melengkapkan m n − − 1 1 17 17   , 5? a) yang melengkapkan kuadrat 3z2 + 2 z – 85 = 0 adalah Hp =sempurna .  a) Apa Apapersamaan yang dimaksud dimaksud melengkapkan kuadrat sempurna ? a a a 3 3  3  2 2 2 b) b) Apakah Apakah kamu kamu masih masih ingat ingat pelajaran pelajaran di di SMP SMP bahwa bahwa ( (a a+ +b b) )2 = =a a2 + +2 2ab ab + +b b2 2 c) kamu membentuk kuadrat 2) Cara Melengkapkan Kuadrat Sempurna +b bx x+ +c c= = 0, 0, dengan dengan a a, ,b b, ,c c adalah adalah c) Dapatkah Dapatkah kamu membentuk persamaan persamaan kuadrat a ax x2 +
2 2 2 bilangan real bilangan real dan dan a a≠ ≠0 0 dalam dalam bentuk bentuk ( (a a+ +b b) )2 = =a a2 + +2 2ab ab + +b b2. . ♦ Minta siswa menemukan pola, bagaimana cara melengkapkan sebuah persamaan kuadrat untuk menentukan nilai-nilai x yang memenuhi dan tanyakan apa kelemahan d) Apakah seluruh seluruh bentuk bentuk persamaan persamaan kuadrat kuadrat dapat dapat ditentukan akarnya dengan teknik d) Apakah ditentukan akarnya dengan teknik cara tersebut. Diharapkan jawaban siswa sebagai berikut. kuadrat kuadrat sempurna sempurna ? ?

Berdasarkan Definisi-7.1, kita memiliki bentuk persamaan kuadrat Berdasarkan Definisi-7.1, kita memilikibentuk bentuk umum persamaan kuadrat Berdasarkan Definisi-7.1, kita memiliki umumumum persamaan kuadrat 2 2 2 ax += bx c = 0,a dengan a, b,bilangan c adalahreal bilangan real dan a a ≠= 0. + 0, dengan , dan 0. 1 ax + bx bx +c c = 0, + dengan a ,b b, ,c c adalah adalah bilangan real dan a a≠ ≠ 0. Untuk Untuk a = 1 Untuk a = 1 ax +
2 2 ax + bx bx + +c c= =0 0 x x2 + + bx bx + +c c-c c= =0 0– –c c ax2 +
2 2 1 1  1 b 1 b    +  = x +      + bx bx + = –c c b b 2  2  –   2   2   2 2

2 x2

2 1 1 1 b 1 b)2  2 =   ( x +   –c c  (x + b) =  b  – 2  2 2  2  2

2

2 1 1 1 b   (x x+ + 1b b) ) = =    , jika jika   ( b c c, 2   2  2 2  

2

2 1  1 b     b c c 0 0 2    2   2

1 x x = =-1 b b   2 2

2 1  1     c , jika  b 2b   c , jika  2  

2

2 1  1    c  0  b 2b  c  0  2  

BUKU BUKU PEGANGAN PEGANGAN SISWA SISWA

Matematika

239 239 239

3) Menggunakan Menggunakan Rumus Rumus ABC ABC 3) Minta siswa siswa menemukan menemukan rumus rumus abc abc,, bagaimana bagaimana cara cara menentukan menentukan nilai-nilai nilai-nilai x x yang yang Minta
3) Menggunakan Rumus ABC rumus memenuhi persamaan dengan rumus abc abc.. Diharapkan Diharapkan jawaban jawaban siswa siswa sebagai sebagai memenuhi persamaan dengan
♦ Minta siswa berikut. berikut.
2 Berdasarkan Definisi-7.1, Definisi-7.1, bentuk bentuk umum umum persamaan persamaan kuadrat kuadrat ax ax2 + bx bx + +c c= = 0, 0, Berdasarkan +

menemukan rumus abc, bagaimana cara menentukan nilai-nilai x yang memenuhi persamaan dengan rumus abc. Diharapkan jawaban siswa sebagai berikut.

Berdasarkan Definisi-7.1, bentuk umum persamaan kuadrat ax2 + bx + c = 0, dengan dengan a a,, b b,, c c adalah adalah bilangan bilangan real real dan dan a a≠ ≠ 0. 0. dengan a , b, c adalah bilangan real dan a ≠ 0.

b c c b ax22 + + bx bx + +c c= = 0, 0, a a≠ ≠0 0 x x22 + +b x x+ +c = =0 0 x x22 + +b x x+ +c = =0 0 ax a a a a a a a a

Menyuruh siswa siswa Menyuruh melakukan melakukan

b b b c  b 2 b 2 c x + +b x x+ + = +      = +  2a  a a  2a a  2a   2  a a   
x22

2

2

Menyuruh siswa  (x +  (x + melakukan manimanipulasi manipulasi pulasi aljabar, aljabar, dengan aljabar, dengan dengan mengingat sifat persamaan. ( (x x+ + mengingat sifat  mengingat sifat

b 22 b ) = = ) 2a a 2

b c b 2 c    - 2a  a  2a   a 

2

persamaan. persamaan.

b  b22  4ac ac  4 b  b   ) =    )=   2   2  2a a 4 a 2 4 a    
2a a 2 2a a 2 b22  4 4ac ac b

1 b x x= =-b   1 

b b22  4ac ac b  b 4  x    x11,,22 
Sifat-1

2a a 2

2 + c = 0, dengan a, b, dan c bilangan real dan a ≠ 0, Persamaan kuadrat ax2 + bx 2 Persamaan kuadrat ax + bx bx + +c c= = 0, 0, dengan dengan a a,, b b,, c c adalah adalah bilangan bilangan real real dan dan Persamaan kuadrat ax + maka akar-akar persamaan tersebut adalah

x1, 2 =

a≠ ≠−0 0,,± maka maka rumus abc abc untuk untuk menentukan menentukan akar-akar akar-akar persamaan persamaan tersebut tersebut a b b 2 − 4rumus ac
. 2a  b  b22  4ac x11,,22    b  b  4ac adalah x adalah

2a a 2

♦ Suruh siswa mencermati nilai diskriminan dan menentukan sifat-sifat akar sebuah persamaan kuadrat. Diharapkan siswa dapat menemukan hal berikut.

Suruh siswa siswa mencermati mencermati nilai nilai diskriminan diskriminan dan dan menentukan menentukan sifat-sifat sifat-sifat akar akar sebuah sebuah Suruh persamaan kuadrat. kuadrat. Diharapkan Diharapkan siswa siswa dapat dapat menemukan menemukan hal hal berikut. berikut. persamaan Sifat akar-akar akar-akar persamaan persamaan kuadrat kuadrat dapat dapat ditinjau ditinjau dari dari nilai nilai diskriminan, diskriminan, yaitu yaitu Sifat =b – – 4ac ac.. Sifat Sifat akar-akar X tersebut adalah. adalah. 240 = 4 Buku akar-akar Guru Kelas tersebut
2 b2

D D

2 1) jika jika D D> > 0, 0, maka maka persamaan persamaan kuadrat kuadrat ax ax2 + bx bx + +c c= = 0, 0, dengan dengan a a,, b b,, c c adalah adalah bilangan bilangan 1) +

real dan dan a a≠ ≠0 0 memiliki memiliki dua dua akar akar real real yang yang berbeda. berbeda. Misalkan Misalkan kedua kedua akar akar tersebut tersebut x x1 1 real dan x x2 maka x x1 ≠x x2 2,, maka 1≠ 2.. dan

Sifat akar-akar persamaan kuadrat dapat ditinjau dari nilai diskriminan, yaitu D = b2 – 4ac. Sifat akar-akar tersebut adalah. 1) Jika D > 0, maka persamaan kuadrat ax2 + bx + c = 0, dengan a, b, c adalah bilangan real dan a ≠ 0 memiliki dua akar real yang berbeda. Misalkan kedua akar tersebut x1 dan x2, maka x1 ≠ x2. 2) Jika D = 0, maka persamaan kuadrat ax2 + bx + c = 0, dengan a, b, c adalah bilangan real dan a ≠ 0 memiliki dua akar real yang sama (kembar). Misalkan kedua akar tersebut x1 dan x2, maka x1 ≠ x2. D = 0 ⇒ b2 – 4ac = 0 ⇒ b 2 − 4ac = 0 −b ± b 2 − 4ac −b = 2a 2a

b2 − 4ac 0 ⇒ x12 ==

−b ± b 2 − 4ac −b = 2a 2a

−b ± b 2 − 4ac −b b 2 − 4ac = 0 ⇒ x1 = x2 = 2a 2a 3) Jika D < 0, maka persamaan kuadrat ax2 + bx + c = 0, dengan a, b, c adalah bilangan real dan a ≠ 0 memiliki dua akar kompleks (tidak real) yang berbeda. Misalkan kedua akar tersebut x1 dan x2, maka x1 ≠ x2.

c. Menemukan Rumus Untuk Menentukan Hasil Jumlah dan Hasil Kali Akar-akar Persamaan Kuadrat Akar-akar sebuah persamaan kuadrat adalah bilangan-bilangan yang dapat dijumlahkan atau dikalikan. Bagaimana menentukan hasil jumlah dan hasil kali akara) Dapatkah kamu menentukan akar-akar persamaan kuadrat dengan aturan yang su akar dan kaitannya dengan koefisien-koefisien persamaan kuadrat tersebut? Untuk itu selesaikanlah masalah berikut. kamu miliki ? Aturan mana yang kamu pilih dari tiga cara di atas terkait den
menemukan hasil jumlah hasil kali persamaan kuadrat? Temukan aturan (rumus) rumus menentukan hasildan jumlah dan akar-akar hasil kali akar-akar persamaan b)kuadrat! Bagaimana syarat menjumlahkan dan mengalikan dua bentuk akar ?
♦ Mengarahkan siswa menemukan rumus hasil jumlah dan hasil kali akar-akar persamaan dalam koefisien-koefisien persamaan tersebut? kuadrat dengan memanfaatkan rumus ABC. Diharapkan siswa dapat melakukan hal berikut.

c) Dapatkah kamu menyatakan hasil jumlah dan hasil kali akar-akar persamaan kua

Alternatif Penyelesaian

di atas, akar-akar kuadrat persamaan kuadrat adalah BerdasarkanBerdasarkan rumus ABC rumus di atas,ABC akar-akar persamaan adalah sebagai berikut.

x1 

 b  b 2  4ac  b  b 2  4ac dan x2  2a 2a  b  b 2  4ac  b  b 2  4ac + 2a 2a
b a

a. Jumlah Akar-akar Persamaan Kuadrat x1 + x2 = x1 + x2 =
Matematika

241

b. Hasil Kali Akar-akar Persamaan Kuadrat

dalam dalam koefisien-koefisien koefisien-koefisien persamaan persamaan tersebut? tersebut? Alternatif Alternatif Penyelesaian Penyelesaian Berdasarkan Berdasarkan rumus rumus ABC ABC di di atas, atas, akar-akar akar-akar persamaan persamaan kuadrat kuadrat adalah adalah
2 2  4ac 4ac b b2  ac dan x   b b2  ac b  b 4 b  b 4 x  2 x1 x   dan 2 1 2 2 2a a 2a a a. Jumlah Akar-akar a. Jumlah Jumlah Akar-akar Akar-akar Persamaan Persamaan Kuadrat Kuadrat a. Persamaan Kuadrat 2  b  b 4 b  b b2  4ac ac +  b x + x = 1 2 x1 + x2 = + 2 a 2a  b b + x2 = x x1 = 1 + x2 a a 2 b 4 b2  4ac ac 2 a 2a

b. Hasil b. PersamaanKuadrat Kuadrat b. Hasil Hasil Kali Kali Akar-akar Akar-akar Persamaan Persamaan Kuadrat
2 2        b b  b b2  4 4ac ac  b b  b b2  4 4ac ac        x  x = x1 1  x2 2=     2 a 2 a     2 a 2 a       
2 2 b b2  ( (b b2  4 4ac ac) ) x  x = 2 x1  x = 2 1 2 2 4 4a a c c  x2 = x = x1 1  x2 a a

Berdasarkan kedua rumus di atas, disimpulkan Sifat-2 Berdasarkan Berdasarkan kedua kedua rumus rumus di di atas, atas, disimpulkan disimpulkan Persamaan kuadrat ax2 + bx + c = 0, dengan a, b, c adalah bilangan real dan 2 kuadrat ax + = a ≠ 0 Persamaan dengan akar-akar x maka Persamaan kuadratx1 dan ax2 + +2,bx bx +c c diperoleh = 0, 0, dengan dengan a a,, b b,, c c adalah adalah bilangan bilangan real real − b c dan dan xdan maka diperoleh 1 2, x1 + x2 x = x1 × x2 = dan a a≠ ≠0 0 dengan dengan akar-akar akar-akar x diperoleh 1 dan x 2, maka a a c  b c  b x + x = dan x  x = x1 dan x1 1 + x2 2= 1  x2 2= a a a a d. Persamaan Kuadrat Dengan Akar-akar x1 dan x2 Pada materi sebelumnya kita telah menemukan konsep persamaan kuadrat. Kemudian kita dapat menentukan akar-akar persamaan kuadrat tersebut dengan aturan-aturan yang telah ditemukan. Sekarang bagaimana menemukan sebuah persamaan kuadrat, jika SISWA akar-akarnya diketahui ? Untuk itu pecahkanlah masalah 241 BUKU 241 BUKU PEGANGAN PEGANGAN SISWA berikut.
Sebuah persamaan kuadrat memiliki akar-akar x1 dan x2. Temukanlah persamaan kuadrat yang dimaksud.
♦ Mengarahkan siswa menemukan persamaan kuadrat, jika diketahui akar-akarnya dengan memanfaatkan rumus hasil jumlah dan hasil kali akar-akar persamaan yang diinginkan. Diharapkan siswa dapat melakukan hal berikut.

242

Buku Guru Kelas X

Mengarahkan siswa menemukan persamaan kuadrat, jika diketahui akar-akarnya dengan memanfaatkan rumus hasil jumlah dan hasil kali akar-akar persamaan yang diinginkan. Diharapkan siswa dapat melakukan hal berikut. Jika Jika diketahui akar-akar persamaan x dan dapat menemukan diketahui akar-akar persamaan kuadrat kuadrat x dan x2 x maka kitakita dapat menemukan 2 maka 11 persamaan kuadratnya. Berdasarkan definisi-1, kita memiliki bentuk umum persamaan persamaan kuadrat ax2 + bx + c = 0, dengan a, b, c adalah bilangan real dan a ≠ 0. kuadrat ax2 + bx + c = 0, dengan b a, b, c c adalah bilangan real dan a ≠ 0
2

persamaan kuadratnya. Berdasarkan definisi-1, kita memiliki bentuk umum

ax2 + bx + c = 0, a ≠ 0 ⇒ x2 + x + = 0 cc a b ax + bx + c = 0, a ≠ 0  x2 + x + =x0)x + x × x = 0 2 ⇒ + 1 2 1 2 ax – (xa Sifat-3 ⇒ (x – x )x –x (x – x ) = 0  x2 – x1  x21 x +2 x1  x1 2=0 ⇒ (x – x1)(x – x2) = 0  (x – x1) x – x2 (x – x1) = 0

b a c x1  x2 = a

x1 + x2 =

 (x -– x1)(x – x2) = 0

Persamaan kuadrat dengan akar-akar x1 dan x2 adalah (x – x1)(x – x2) = 0.

Uji Kompetensi (x - 7.2 x1)(x – x2) = 0

Persamaan kuadrat dengan akar-akar x1 dan x2 adalah

1. Persamaan (m – 1)x2 + 4x + 2m = 0 lebih cepat 1 jam dari mesin jenis mempunyai akar-akar real. Tentukan 2 kedua. Sementara jika2 kedua nilai m yang memenuhi! dan x2 Persamaan (m – 1)x + 4x + 2m = 1. Persamaan Kuadrat Dengan Akar-akar x1 mesin 2. Jika a dan b adalah akar-akar sekaligus, dapat 0 mempunyai akar-akar2real. Tentukan nilai mdigunakan yang memenuhi! persamaan ax + bx +x c2 = Persamaan (m – 1) + 0, 4x + 2m menggiling = at Dengan Akar-akar x1 dan x2kuadrat satu peti padi selama 6 2. Jika  dan  adalah akar-akar persamaan kuadrat ax2 + bx + c = 0, tunjukkan bahwa tunjukkan bahwa jam. akar real. Tentukan nilai m yang memenuhi! 4 2 2 2 a. Berapa b  4 ab c  2 a c b 2 jam 4ac waktu yang digu42 2 akar-akar persamaana. kuadrat ax tunjukkan bahwa 4 +  =+ bx + c = 0, b. (   ) = 2 4 nakan mesin jenis pertama a a 2 2 2 2 untuk menggiling satu peti padi. 4ab c  2a c b  4ac 2 2 3. Akar-akar persamaan kuadrat x 2 x + 5 = 0 adalah p dan q . Temukan persamaan b. (   ) = b. Berapa jam waktu yang digunaa2 a4 kan mesin jenis kedua untuk kuadrat yang akar-akarnya (p + 2) dan (q + 2)! 3. persamaan x2 persamaan – an kuadrat x2 - 2 x +Akar-akar 5 = 0 adalah p dan q.kuadrat Temukan menggiling satu peti padi. 4. Dua mesin penggiling padi digunakan2 untuk menggiling satu peti padi. 2x + buah 5 = 0jenis adalah p dan q. Temukan 5. Jika a + a – 3 = 0, maka nilai terbesar akarnya (p + 2) dan (q + 2)! persamaan kuadrat yang akar1 yang mungkin menggiling satu peti mesin lebihdari cepat jam dari mesin esin penggiling padiUntuk digunakan untuk menggiling satu peti jenis padi.3pertama akarnya (p + 2) dan (q + 2)!padi, 2 2 .... a +4 a + 9988 adalah 4. Dua buah jenis mesin penggiling 1 6. Pada sebidang tanah akan didirikansatu Sementara jika kedua digunakan sekaligus, dapat menggiling satu peti padi, mesinjenis jeniskedua. pertama lebih cepat jam mesin dari mesin padi digunakan untuk menggiling sebuah sekolah SD. Bentuk tanah 2 peti selama jam. menggiling satupadi peti padi.6 Untuk dan ukuran tanah dapat dilihat pada ntara jika kedua mesin digunakan sekaligus, dapatpertama menggiling satu satu peti padi, mesin jenis a. Berapa jam waktu yang digunakan mesin gambar. jenis pertama untuk menggiling satu peti am. padi. ktu yang digunakan mesin jenis pertama untuk menggiling satu peti 243 b. Berapa jam waktu yang digunakan mesin jenis kedua untuk menggiling satu peti Matematika

padi. ktu yang digunakan mesin jenis kedua untuk menggiling satu peti 5. Jika maka nilai terbesar yang mungkin dari maka nilai terbesar yang mungkin dariadalah. . . .

Berapakah ukuran ba dapat dilihat pada gambar. dapat dilihat pada gambar. 2 luas bangunan 1500 m ? E dapat dilihat pada gambar. C 5.5. Jika maka nilai nilaiterbesar terbesar yang mungkin dari ukuran bangunan luas bangunan 1500 Jika maka yang mungkin dari F C Berapakah sekolah agar Berapakah ukura C 2 Berapakah ukuran bangunan sekolah agar E luas bangunan 1500 m ? E F adalah. adalah. .. .. .. luas bangunan 1 F D A luas bangunan 1500 m2? B 100 m E F E F SD. Bentuk tanah D B A 6. Pada sebidang tanah akan didirikan sebuah sekolah dan ukuran tanah D B E 6. Pada sebidang tanah akan didirikan sebuah sekolah SD. Bentuk tanah dan ukuran tanah A 100 m F 100 m 7. , nilai dari dapatdilihat dilihat pada pada gambar. gambar. dapat D B A D B A 100 m C 100 m 7. , nilai dari C Berapakah ukuran bangunan sekolah agar 8. Jika √ √ 7. , nilai dari sekolah agar D B Berapakah ukuran bangunan A 100 m 2 untuk1500 m ? 2 luas bangunan nilai yang mungk 8. Jika √√ 7. √ , nilai dari luasJika bangunan 1500 ,m ? dari 8. √maka 7. nilai √ √ untuk E nilai yang mungkin untuk untuk , nilai 7.F E dari 9. Hasil pemfaktoran dari : maka nilai yang mu 8. Jika √√ √ F 8. √√ Jika adalah √ ada √… √ untuk untuk maka nilai yang mungkin 8. Jika √ √ 9. Hasil pemfaktoran dari : adalah. . . D B 9. Hasil pemfaktoran dari : A adalah √√ 100 m √D B untuk √… A 100 9. m Hasil pemfaktoran dari : 9. Hasil pemfaktoran dari : adalah. . . adalah … √ √ , nilai dari 7. 9. Hasil pemfaktoran dari : adalah. .... .. 7. , nilai dari
padi.

50 m

50 m

50 m

9. Hasil pemfaktoran dari :

untuk 8. Jika √ untuk √

8. Jika √

50 m 50 m

50 m

50 m

50

9. Hasil √ pemfaktoran dari :

Projek

maka nilai yang mungkin

Himpunlah informasi penggunaan sifat-sifat dan aturan yang berlaku pada persamaan kuadrat di bidang ekonomi, fisika, dan teknik bangunan. Kamu dapat mencari informasi tersebut dengan menggunakan internet, buku-buku dan sumber lain yang relevan. Temukan berbagai masalah dan pemecahannya menggunakan aturan dan sifat-sifat akar persamaan kuadrat. Buatlah laporan hasil kerjamu dan sajikan di depan kelas!

maka nilai yang mungkin

adalah … adalah. adalah … ..

adalah. . .

2. FUNGSI KUADRAT
BUKU PEGANGAN SISWA a. Menemukan Konsep Fungsi Kuadrat BUKU PEGANGAN SISWA Fungsi kuadrat sering kita temukan dalam permasalahan kehidupan nyata BUKU PEGANGAN SISWA yang menyatu pada fakta dan lingkungan budaya kita. Konsep fungsi kuadrat dapat BUKU PEGANGAN SISWA ditemukan di dalam pemecahan permasalahan yang kita hadapi. Untuk itu perhatikan BUKU PEGANGAN SISWA dengan cermat permasalahan-permasalahan yang diberikan. 243 BUKU PEGANGAN SISWASISWA BUKU PEGANGAN
♦ Untuk menemukan konsep fungsi kuadrat, ajukan pada siswa masalah-8, 9, dan 10 secara berkelanjutan untuk dipecahkan. Berikan kesempatan pada siswa lebih dahulu berusaha memikirkan, bersusah payah mencari ide-ide, berdiskusi, mencari Pemecahan masalah di dalam kelompok. Dari beberapa model matematika berupa fungsi kuadrat, minta siswa secara individu maupun kelompok berdiskusi menuliskan ciri-ciriPEGANGAN fungsi kuadrat dan berdasarkan ciri-ciri tersebut minta siswa menuliskan konsep BUKU SISWA fungsi kuadrat dengan kata-katanya sendiri.

243

243

243

244

Buku Guru Kelas X

Masalah-7.5
Untuk pengadaan air bersih bagi masyarakat desa, anak rantau dari desa tersebut sepakat membangun tali air dari sebuah sungai di kaki pegunungan ke rumah-rumah penduduk. Sebuah pipa besi yang panjangnya s dan berdiameter d ditanam pada kedalaman 1 m di bawah permukaan air sungai sebagai saluran air. Tentukanlah debit air yang mengalir dari pipa tersebut. (Gravitasi bumi adalah 10 m/det2).

2) Bagaimana tekanan air pada pangkal pipa dan diujung pipa dan aturan apa yang terka dengan keadaan tersebut? aturan pada pertanyaan 2)?
7.6saat Sumber Air Bersih mengingat rumus debit Gambar zat cair, Kamu belajar di Sekolah Dasar kelas V ?

3) Dapatkah kamu menentukan kecepatan air yang keluar dari mulut pipa menggunak

4) Dapatkah kamu menentukan besarnya debit air yang mengalir dari pipa denga 5) Apa keterkaitan luas penampang pipa dengan kecepatan air mengalir.
♦ Arahkan siswa memahami masalah dan menginterpretasikan masalah dalam gambar.

Alternatif Penyelesaian
Alternatif Penyelesaian

V2

A2 h1

Pipa

A1 …………………… …………………… h Sungai …………………… …………………… …………………… p1 = gh ……………………

h2

Gambar 7.7 Ilustrasi Posisi Pipa di Dalam Sungai

Gambar 7.7: Ilustrasi Posisi Pipa di Dalam Sungai Misalkan: Misalkan: p1 adalah tekanan air pada mulut pipa p2 adalah tekanan air pada ujung pipa p 1 adalah tekanan air pada mulut pipa h adalah kedalaman pipa di bawah permukaan air sungai. h adalah ketinggian pipa dari permukaan p tekanan air pada ujung pipa tanah. 21 adalah

h adalah kedalaman pipa di bawah permukaan air sungai. h1 adalah ketinggian pipa dari permukaan tanah. h2 adalah ketinggian permukaan air sungai. V1 adalah kecepatan air sungai mengalir V2 adalah kecepatan air mengalir dari ujung pipa.
Matematika

245

h2 adalah ketinggian permukaan air sungai. V1 adalah kecepatan air sungai mengalir V2 adalah kecepatan air mengalir dari ujung pipa. A1 adalah penampang permukaan air sungai A2 adalah penampang permukaan ujung pipa
♦ Membantu siswa mengkoordinasi pengetahuan dan keterampilannya untuk menemukan aturan-aturan, hubungan-hubungan, struktur-struktur yang belum diketahui. Mengajak siswa menganalisis, apa yang terjadi jika A1 jauh lebih luas dari A2. Diharapkan jawaban siswa sebagai berikut.

Jika A1 >>> A2 maka V1 <<< V2, akibatnya V1 menuju 0 (nol).

Kecepatan air mengalir dari pipa adalah V  gh Kecepatan air mengalir dari pipa adalah V = V2 gh  Kecepatan air mengalir dari pipa adalah = Kecepatan air mengalir dari pipa adalah V ==2 gh 22 gh Kecepatan Kecepatan air mengalir dari pipa adalah VV = =pipa 2 gh  airair mengalir dari pipa adalah 2 gh Debit yang mengalir dari sebuah adalah volume air yang mengalir persatuan wa Debit air yang mengalir dari sebuah pipa adalah volume air yang mengalir persatuan waktu. Debit air yang mengalir dari sebuah pipa pipa adalah volume air yang mengalir persatuan waktu. Debit mengalir dari sebuah pipa adalah volume air yang mengalir persatuan air yang mengalir dari sebuah adalah volume air yang mengalir persatuan waktu. Debit air yang mengalir dari sebuah pipa adalah volume air yang mengalir persatuan waktu. Debit air yang mengalir dari sebuah pipa adalah volume air air yang mengalir persatuan waktu. Debit air yang mengalir dari sebuah pipa adalah volume yang mengalir persatuan waktu. waktu.

Karena tekanan air pada pangkal pipa Jika >>> A maka V akibatnya V 0 (nol). Jika Jika A1 >>> A maka V <<< V ,<<< akibatnya V1 menuju 0 dan (nol). A A maka VV <<< V ,V akibatnya V menuju 0 (nol). A1A >>> A <<< V ,2,akibatnya V menuju 0 (nol).pipa sama maka berdasarkan gamb >>> V2 akibatnya V1V menuju 0diujung (nol). Jika >>> A maka V <<< akibatnya 0 (nol). 1 2 1menuju 2 1 2 2 1 1A 2 1 2maka 11 11 2 2 1 11 Jika A11 >>> A2 2 maka V1 <<< V2, akibatnya V1 menuju 0 (nol). Karena tekanan air pada pangkal pipa dan diujung pipa sama maka berdasarkan atas persamaan Karena tekanan air pada pangkal pipa dan diujung pipa sama maka berdasarkan gambar di di Karena tekanan air diperoleh pada pangkal pipa pipa dan diujung pipa pipa sama maka berdasarkan gambar di Karena tekanan air pada pangkal dan diujung sama maka berdasarkan gambar didi Karena tekanan air pada pangkal pipa dan diujung pipa sama maka berdasarkan gambar Karena tekanan air pada pangkal pipa dan diujung pipa sama maka berdasarkan gambar Karena di tekanan air pada pangkal pipa dan diujung pipa sama maka berdasarkan gambar di gambar atas diperoleh persamaan atas diperoleh persamaan atas diperoleh persamaan atas diperoleh persamaan 1 1 atas diperoleh persamaan atas diperoleh persamaan atas diperoleh p1 + persamaan  gh1 +  V12 = p2 + gh2 +  V22 2 2 1 11 1 12 1 2 11 2 2 2 2 22 11 2= gh +  = p gh p V V2 p1 + p 1 gh +  = p +  gh +  V V  gh + p +  gh + V p+  gh +  = p +  gh ++ 1 1 V 1 2 1 2 2 11+ 1 22 22 1= 1 2 V 1V 2 2 2 22 +  gh +  p +  gh +  p V V 1 1 1 2 2 p1 + gh   2V11 = p2 + gh 2V2 2 21 + 222 22 +12 2 2 2 g(h1 – h2) = 2 V22 (karena V12 menuju nol) 1 121 11 2 2 2 2 2 2 22  ( h – (karena menuju nol) V V1 g(h – )– =  nol) nol) V V1 menuju ( hg )h = (karena V V1V 22 2 menuju 1  g ( –h ) ==  (karena nol) V 1h 2) 1g 2h 1 2h 1 2 2 (karena 2 22 2 1menuju  g ( h – ) =  (karena menuju nol) V 1 2 g(h1 – h2  nol) V1V 2V2 2 (karena 2) = 2 2 1menuju 1 2 2 gh = V 2 (karena h = h – h ) 1 2 2 1 21 112 2 2 2= h (karena h = h – h ) gh = V gh =gh (karena h – ) V (karena h = h – h ) = V 1 gh 2=1 2V 2 1 h =1 2h1 1–2h2) 2 2 (karena 22 (karena –2) h2) gh =2 2 V hh == h1h – gh V 2 2 = 1h 2 2 (karena 22 2gh = V22  V2 = 2 gh 2 2 22 2 gh =  V =2 gh gh V 2gh =  = 2 V 2gh =V V2V = 22 gh = 22 gh V 2= 2 2gh 2 2 2 2V 2 gh V 2=  VV 2 gh= = 2 gh V 22  2 = 2 gh Kecepatan air mengalir dari pipa adalah V =

2 gh

. 1 2 1 1 2 11 q 2 = 2 2 (  d )( 2 gh ) (penampang pipa berbentuk lingkaran, luas penampang pipa adal  q = ( d )( (penampang pipa berbentuk lingkaran, luas penampang pipa adalah A 2 gh = )(  ) (penampang pipa pipa berbentuk lingkaran, luas luas penampang pipa pipa adalah A q = (q q 2 gh = (d1 d2 )( ) berbentuk lingkaran, penampang adalah AA 2 gh d )( ) )(penampang pipa berbentuk lingkaran, luas penampang pipa adalah ( 2 gh 4 gh ) (penampang (penampangpipa pipa berbentuk lingkaran, luas penampang pipa 4d 2 )( 2 q (penampang berbentuk lingkaran, luas penampang pipa adalah A 4= (4 4 1 q = ( 4  d )( 2 gh ) (penampang pipa berbentuk lingkaran, luas penampang pipa adalah A 1 2 1 2 12 4 1 21 2 22 22  = r d diameter , d ddiameter adalah diameter pipa) adalah A adalah diameter   r , adalah adalah pipa) pipa) =  = r2 d d adalah diameter pipa) ==  r = d ,d d pipa) 1,  = r == d ,= ddadalah diameter pipa) 2 2 4  = 4 r =4 d , d adalah diameter pipa) 4 4 1yang Debit air4 dari pipa dinyatakan dalam fungsi berikut  d2,mengalir = r2 = d adalah diameter pipa) 4 Debit air yang mengalir dari pipa dinyatakan dalam fungsi berikut Debit air yang mengalir dari pipa dinyatakan dalam fungsi berikut Debit air yang mengalir dari pipa dinyatakan dalam fungsi berikut Debit air yang mengalir dari pipa dinyatakan dalam fungsi berikut Debit air yang mengalir dari pipa dinyatakan dalam fungsi berikut Debit air yang mengalir dari pipa dinyatakan dalam fungsi berikut 246 Buku Guru Kelas X Debit air yang mengalir dari pipa dinyatakan dalam fungsi berikut 20 20 20 20 2 2 2 220  (= d = ) d ,dd  R , d, 0 R, d  0 (1)   q( d) =(q (q )d ,) d  ,  0 (1) (1)  q d )d ( ) d ,R d R ,R d 0  ( ) )= ( (20 )( d  ,d d2  (1)  q (d = ) d0  (1)  2  q(d) =  R, d  0 (1)  )d , d4 4 ( 4 44 4 20  q(d) = ( (1)  )d2, d R, d  0 4 Kain tenun yang berasal dari Sumatera Barat atau yang lebih dikenal dengan songket KainKain tenun yang berasal dari Sumatera Barat atau yang lebih dikenal dengan songket tenun yang berasal dari Sumatera atau yang lebih dikenal dengan songket Kain tenun yang berasal dari Sumatera Barat atau yang lebih dikenal dengan songket Kain tenun yang berasal dariBarat Sumatera Barat atau yang lebih dikenal dengan son Kain tenun yang berasal dari Sumatera Barat atau yang lebih dikenal dengan songket

.

. .. .

.

1 q = (  d2 )( 2 gh ) (penampang pipa berbentuk lingkaran, luas penampang pipa adalah A 4
= r2 =

1 2  d , d adalah diameter pipa) 4

Debit air yang mengalir dari pipa dinyatakan dalam fungsi berikut  q(d) = (
20  )d2, d R, d  0 .................................................. (1) 4

(1)

Kain berasal dari Sumatera atau lebih yang dikenal lebih dikenal Kain tenuntenun yang yang berasal dari Sumatera Barat Barat atau yang dengan songket dengan songket Minangkabau merupakan suatu hasil karya tradional yang perlu Minangkabau suatu hasil karya tradional yang perlu dipertahankan. dipertahankan. merupakan kekayaan motifnya ternyata juga memiliki arti dan nilai kebersamaan kekayaan tersendiri.ternyata Adapunjuga jenis-jenis motif dari nilai kain kebersamaan songket Minangkababu tersebut jenis-jenis motifnya memiliki arti dan tersendiri. Adapun diantaranya adalah motif Pucuk Rabuang, motif Itiak Pulang Patang, motif Kaluak motif kain songket tersebut diantaranya adalah motif Pucuk Paku, dari dan yang lainnya. Minangkababu Motif Kaluak Paku misalnya memiliki makna bahwa kita Rabuang, sebagai manusia haruslah mawas diriKaluak sejak kecil, dan perlu belajar sejak dini mulai motif Itiak Pulang Patang, motif Paku, dan yang lainnya. Motif Kaluak Paku dari keluarga. Pendidikan dalam keluarga menjadi bekal utama untuk menjalankan misalnya memiliki maknaSetelah bahwa dewasa kita sebagai manusia haruslah mawas diri sejak kecil, dan kehidupan di masyarakat. kita harus bergaul ke tengah masyarakat, sehingga bekal hidup dari keluarga bisa menjadikan diri lebih kuat dan tidak mudah terpengaruh hal negatif. Selain itu juga, motif Kaluak Paku juga memiliki makna lainnya, yaitu seorang pemimpin harus mampu menjadi teladan bagi masyarakat yang 247 BUKU PEGANGAN ada disekitarnya. UkuranSISWA panjang dan lebar kain songket cukup bervariasi. Ukuran panjang dan lebar kain songket cukup bervariasi. Sekarang mari kita perhatikan salah satu jenis kain songket yaitu kain sonket motif Kaluak Paku, dalam hal ini kita jadikan bahan inspirasi mengangkat masalah matematika terkait fungsi kuadrat.

Masalah-7.6
Sebuah kain songket dengan ukuran panjang 9 m dan lebar 3 m. Di bagian 4 4 tengah terdapat 5 bagian daerah yang 451 m m. Tentukan ukuran luas seluruhnya 400 bagian kain songket yang berwarna merah dan daerah berambu benang.
Gambar 7.8 Kain Songket

♦ Pahamilah masalah di atas, artinya kamu tuliskan hal apa yang diketahui, apa yang ditanyakan, dan interpretasikan dalam gambar. Gunakan variabel untuk menyatakan masalah dalam matematika. Ingat konsep dan aturan-aturan apa saja yang terkait dengan masalah yang dihadapi sehingga dapat terpecahkan.

Matematika

247

Cermatilah beberapa pertanyaan yang mengarahkan kamu bekerja lebih efektif. 1) Berbentuk apakah daerah bagian dalam kain songket. Bagaimana kamu menentukan luas daerah tersebut? 2) Apakah ada keterkaitan konsep dan prinsip persamaan kuadrat untuk menentukan ukuran daerah bagian dalam kain songket? Alternatif Penyelesaian Misalkan:

9 3 27 451 1 7 m 4 4 16 400 10 5 9 3 27 451 1 7 Lebar kain songket adalah = m. 4 4 16 400 10 5 Lebar daerah berwarna merah dan berambu benang adalah x m. Akibatnya panjang dan lebar daerah bagian dalam masing-masing (p – 2x) m dan (l – 2x) m Panjang kain songket adalah p = Secara keseluruhan, bagian-bagian kain songket dapat digambarkan sebagai berikut.

Karena daerah bagian dalam kain songket berbentuk persegi panjang, maka luas bagian dalam kain songket adalah L1 = ( p − 2 x)(1 − 2 x) Menanyakan pada siswa, jika
harga x berubah bagaimana   3 9 L1 ( x) =  − 2 x   − 2 x  nilai L1 apakah ikut berubah?   4 4 27  18 6  −  +  x + 4 x2 L1 ( x) = 16  4 4  27 ∴ L1 ( x) = 4 x 2 − 6 x + , x ∈ R, x ≥ 0 .............. ........................... (Pers. 1) 16 9 3 27 451 1 7 Pada soal diketahui luas daerah bagian dalam kain songket L1(x) = m2, sehingga 4 4 16 400 10 5 Persamaan-1 dapat dijadikan dalam bentuk persamaan kuadrat

248

Buku Guru Kelas X

451 27 ⇒ L1 ( x) = 4 x 2 − 6 x + 400 16 27 451 ⇒ = 4 x2 − 6 x + 16 400 675 451 ⇒ 4 x2 − 6 x + − =0 400 400 14 ⇒ 4 x2 − 6 x + =0 25 14   1  ⇒  2x −   2x −  = 0 5  5  7 1 ⇒ x = atau x = 5 10 Ukuran panjang dan lebar daerah kain songket yang berwarna merah ditentukan sebagai berikut L1 ( x) = 1 9 1 41 ⇒ p1 = p − 2 x = − = m 10 4 5 20 3 1 11 1 x = ⇒ l1 = l − 2 x = − = m 10 4 5 20 x= 9 3 9 27 3 451 27 1 4517 1 7 Ukuran panjang dan lebar daerah berambu benang adalah m × m. 4 4 16 4 4 400 16 10 4005 10 5 9 3 27 451 1 7 Untuk harga x = tidak berlaku sebab menghasilkan panjang p1dan lebar l1 bernilai 4 negatif. 4 16 400 10 5 Kenyataan hidup terkadang berbeda dengan apa yang kita harapkan. Seperti Pak Ketut yang memiliki ijazah Sarjana Pertanian, telah lama dan berulangkali melamar pekerjaan di kota Jakarta. Ternyata, ia belum beruntung memanfaatkan ijazahnya sampai saat ini. Akhirnya, ia kembali ke Pulau Dewata dan berencana membuat keramba ikan Gurami dan Udang. Tetapi, ia mendapat masalah sebagai berikut.

Matematika

249

Masalah-7.7
Pak Ketut memiliki jaring jala sepanjang 60 m. Ia ingin membuat keramba ikan gurami dan udang. Kedua keramba ikan dibuat berdampingan, seperti tampak pada gambar berikut.
Gambar 7.9 Keramba Ikan Gurami dan Udang

♦ Arahkan siswa memahami masalah dan menginterpretasikan masalah dalam gambar dan memperhatikan Gambar-7.9 di buku siswa.

Misalkan panjang keramba y m dan lebarnya x m, serta kelilingnya keramba k m. Tentukanlah ukuran keramba agar luasnya maksimum! Alternatif Penyelesaian Penampang permukaan keramba dapat digambarkan sebagai berikut.

Gambar 7.10 Posisi Tambak

Karena panjang jaring jala yang tersedia adalah 60 m maka keliling keseluruhan permukaan keramba ikan adalah 1 1 1 1 1 2 3 3 4 K = 2y + 3x = 60 ⇒ 2y = 60 – 3x ⇒ y = 30 – x 5 6 2 3 4 3 4 2 3 Luas keseluruhan permukaan keramba ikan adalah L = panjang × lebar L=y×x 250

Buku Guru Kelas X

1 1 1 1 1 2 3 3 4 1 1 1 1 1 2 3 3 4 y = 30 – x ⇒ L = y × x ⇒ L = (30 – x)x 5 6 2 3 4 3 4 2 3 5 6 2 3 4 3 4 2 3 ⇒ L = 30x – x2 Karena luas permukaan keramba tergantung nilai x maka persamaan fungsi luas dapat dinyatakan sebagai berikut. 1 1 1 1 1 2 3 3 4 ∴ L(x) = 30x – x2, x ∈ R, x ≥ 0 5 6 2 3 4 3 4 2 3 Dengan mengambil beberapa harga x, diperoleh beberapa harga L dan disajikan pada

Dengan mengambil beberapa harga x, diperoleh beberapa harga L dan disajikan pada tabel berikut.tabel berikut Nilai x Nilai L
7.1 Nilai L dengan x merupakan bilangan bulat genap positif Tabel Tabel 7.1: Nilai L dengan x merupakan bilangan bulat genap positif

0 0

2 54

4 96

6

8

10

12

14 126

16 96

18 54

20 0

126 144 150 144

Sekarang mari kita gambarkan grafik fungsi L(x) = 30x – x2 3 pada bidang koordinat Sekarang maribantuan kita gambarkan fungsi (x) tabel = 30di x atas. – x2 pada bidang koordinat dengan nilai-nilai x grafik dan L yang ada L pada

dengan bantuan nilai-nilai x dan L yang ada pada tabel di atas. 200
175

L

2

L
200 175 150 125 100 75

150 125 100 75 50 25 0 2

P (10, 150)

P (10,150)
x

4 6 8 10 12 14 16 18 20 Gambar 7.11 Grafik Fungsi Kuadrat

Coba cermati harga-harga x dan l di dalam Tabel 7.1 dan grafik fungsi 50 l(x) =25 30x – 3 x2, x ≥ 0 memiliki ciri-ciri sebagai berikut. 2

x a) Kurva 0 terbuka 2 ke 4 bawah6 10 12 16 18 20 b) Grafik memotong sumbu-x pada dua titik yang berbeda yaitu titik (0, 0) dan titik (20, Gambar 0). 7.11: Grafik Fungsi Kuadrat Coba cermati harga-harga x dan L di dalam tabel 7.1 dan grafik fungsi L(x) = 30x –
Matematika

3 2 x, x 251 2

 0 memiliki ciri-ciri sebagai berikut. a) Kurva terbuka ke bawah b) Grafik memotong sumbu-x pada dua titik yang berbeda yaitu titik (0, 0) dan

4 4 16 400 10 5 (x) = 30x – 3 x . Dari hasil diskusi siswa secara klasikal ditetapkan. d ≥ 0. Diharapkan siswa menemukan beberapa fungsi kuadrat berikut. d) Garis x = 10 membagi dua luas (sama besar) daerah di bawah kurva. • Koefisien variabel berpangkat 1 dan 0 dapat bernilai 0. sehingga garis x = 10 dapat dikatakan sebagai sumbu simetri grafik fungsi 3 L(x) = 30x – x2. suruh siswa menuliskan pengertian fungsi kuadrat dengan kata-katanya sendiri dan hasilnya diskusikan secara klasikal. 150). • • •  20  2 q(d) =   3 π  d .c) Grafik fungsi mencapai puncak pada titik (10. x ≥ 0. • Sebuah fungsi • Memuat sebuah variabel bebas atau peubah bebas • Pangkat tertinggi variabel bebasnya adalah 2 dan pangkat terendahnya adalah 0 • Koefisien variabel bebas adalah bilangan real • Koefisien variabel berpangkat 2 tidak sama dengan nol. yaitu x = 10 m dan y = 15 m 3 x = 10 m dan y = 30 – x ⇒ y = 15 m 2 Luas maksimum permukaan keramba ikan adalah L= 150 m2 ♦ Menyuruh siswa menemukan fungsi kuadrat pada langkah Pemecahan Masalah-8. berdasarkan pengetahuan yang telah dimiliki sebelumnya di SMP. x ∈ R. x ≥ 0. 2 Berdasarkan grafik fungsi di atas. 252 Buku Guru Kelas X . Ciri-ciri fungsi kuadrat. dan 10. 9. luas maksimum diperoleh saat lebar dan panjang permukaan keramba ikan. 2 2 ♦ Menyuruh siswa untuk meuliskan ciri-ciri dari fungsi kuadrat secara individual dan hasilnya didiskusikan secara klasikal. ♦ Berdasarkan ciri-ciri fungsi kuadrat di atas. x ∈ R. Diharapkan siswa menuliskan ciri-ciri fungsi kuadrat sebagai berikut. d ∈ R.   9 3 27 451 1 7 l1(x) = 4x2 – 6x + .

b. Berarti koefisien x2 adalah 0. Fungsi g dapat dinyatakan. dengan a. ajukan beberapa contoh dan bukan contoh fungsi kuadrat yang ada pada buku siswa dan meminta siswa memberikan alasan mengapa fungsi yang diberikan merupakan fungsi kuadrat atau bukan fungsi kuadrat. dengan f(x) = ax2 + bx + c. didefinisikan fungsi f : A → B. b. B ⊂ R. a. bahwa a ≠ 0. Dengan : x adalah variabel bebas atau peubah bebas a adalah koefisien dari x2 b adalah koefisien dari x c adalah konstanta persamaan f(x) adalah nilai fungsi yang tergantung pada nilai variabel x. dan c adalah bilangan real dan a ≠ 0. Contoh 7. 253 Matematika .2 Fungsi kuadrat dalam x adalah suatu fungsi yang berbentuk f(x) = ax2 + bx + c. Contoh 7. Apakah fungsi h merupakan fungsi kuadrat? • Diharapkan siswa memberikan jawaban sebagai berikut. t ∈ R.Definisi 7. ∀ x ∈ A. Fungsi g ini disebut juga fungsi konstan.5 Didefinisikan h(t) = (t – 2)2. g(x) = c ⇒ g(x) = 0x2 + 0x + c. Hal ini tidak memenuhi syarat Definisi-7. c ∈ R dan a ≠ 0. Apakah fungsi g merupakan fungsi kuadrat? • Diharapkan siswa memberikan jawaban sebagai berikut.2 di atas. didefinisikan fungsi g : A → B. c ∈ B. Fungsi g bukan merupakan fungsi kuadrat sebab nilai fungsi g adalah konstanta c untuk setiap x anggota domain A.4 Misalkan A. Misalkan A. h merupakan fungsi kuadrat sebab 1) h merupakan suatu fungsi. ♦ Untuk lebih memahami konsep fungsi kuadrat di atas. B ⊂ R. dengan g(x) = c. Cermati pemahaman siswa dari alasan-alasan yang diberikan.

x. 3) Koefisien t2 adalah a = 1 ≠ 0. dan konstantanya adalah a = 1. dan c = 8. ∀ x ∈ A Apakah fungsi f merupakan fungsi kuadrat? • Diharapkan siswa memberikan jawaban sebagai berikut. b = 3. b) Pangkat tertinggi variabel x adalah 2. Fungsi f(x) = x3. ∀ x ∈ A. 254 Buku Guru Kelas X . dengan f (x) = x2 + 3x + 8. Pangkat tertinggi variabel t adalah 2. Didefinisikan f : A → B. f merupakan fungsi kuadrat sebab a) f merupakan fungsi dengan daerah asal (domain) f adalah Df = A. y ∈ R} Didefinisikan f : A → B f : x → x3. c) Koefisien x2. Contoh 7. t ∈ R. x ∈ R} B = {y | -8 ≤ y < 20. Apakah fungsi f merupakan fungsi kuadrat? • Diharapkan siswa memberikan jawaban sebagai berikut.2) h(t) = (t – 2)2 = t2 – 4t + 2. Contoh 7.7 Misalkan himpunan A = {x | 0 ≤ x ≤ 3.6 Misalkan himpunan A = {x | -2 ≤ x < 3. x ∈ R} dan B = {y | 8 ≤ y ≤ 26. ∀ x ∈ A. y ∀ R} . dan daerah hasil (range) f adalah Rf = B. bukan merupakan fungsi kuadrat sebab pangkat tertinggi dari variabel x adalah 3.

2x dari lembaran seng yang lebarnya 30 seng terhadap Sumbux cm dan Sumbuy sebuah Talang Air dari lembaran yang lebarnya 30 dengan melipat lebarn cm dengan melipat lebarnya atas tiga sehingga terbentuk persegi panjang 2. x  A UJI KOMPETENSI-7. Titik A(x. Misalkan himpunan A = x  0  x  3.1.2x y Pak ukuran x Suradi a) Jika L menyatak daerah agar persegi volume air yang tertampung x maksimal. Bantulah menentukan Pak ukuran Uji Kompetensi 7. Titik A(x. Dari titik A dibu Bantulah Pak Suradi menentukan a) Jika L menyatakan luas daerah panjang dengan diagonal OA. y) lah L sebagai fungsi x. Pekerjaan Pak Suradi adalah 2. Dari x x 1. nyatakan kan konsep dan aturan fungsi kuadrat. Titik A(x. y Pekerjaan  R Didefinisikan f : A  B. bagian seperti terlihat pada Gambar. Ia mendapat sebuah Talang Air dari lembaran seng yang lebarnya 30 cm denga atas tiga bagian seperti terlihat pada Gambar. atas tiga bagian seperti terlihat pada Gambar. y) terletak pada garis g dengan persamaan 2 x + y = 10. A (x.3 4. x  A Didefinisikan f : A  B.3 1. dengan f (x) = x2 + 3x + 8. ukuran x agar volume air yang Sumbupersegi yang terbentuk. y) yang terbentuk. n lah L sebagai fung b) Apakah L sebaga x dalam x ? merupakan fungsi 2. dengan f (x) = x2 + 3x + 8. UJI KOMPETENSI-7.Didefinisikan f : A  B f : x  x3. Buatlah pemecahan tersebut dalam sebuah laporan serta sajikan di depan kelas. x  R dan B = y  8  y  26. 0 A (x.3 x Bantulah menentukan x 30 . pesanan membu pesanan membuat sebuah Talang Air titik A dibuat garis-garis tegak lurus 30 . garis-garis tegak lurus terhadap x PEGANGAN dan panjang Sumbuy sehingga terbentuk perse BUKU SISWA Projek a) Jika L menyatakan luas daerah persegi panjang Rancanglah permasalahan terkait gerakan peluru dan ekonomi yang menerapyang masalah terbentuk. y) terletak pada garis g dengan persamaan 2 x + y = 10. Perhatikan Gambar berikut. SumbuPerhatikan garis-garis tegak lurus terhadap x dan Sumbu-y sehingga gambar berikut! panjang dengan diagonal OA. b) Apakah L sebagai fungsi merupakan fungsi kuadrat x dalam x ? 0 Matematika 255 BUKU PEGANGAN SISWA 253 . b) Apakah L sebagai fungsi merupakan y fungsi kuadrat dalam x? tertampung maksimal. x  A Pak Suradi adalah pembuat Talang Air. Perhatikan Gambar berikut. dengan diagonal OA. Pekerjaan Pak Suradi adalah pembuat Talang Air. y) terletak pada garis g air yang terta volume pembuat Talang Air. nyatakan lah L sebagai fungsi x. Ia mendapat maksimal. Ia mendapat dengan persamaan 2 x + y = 10.

Berarti y dapat dinyatakan dalam x. x  0 dan ingat kembali bagaimana menggambar grafik fungsi 4 apa saja yang kamu butuhkan untuk menggambar grafik fungsi 1) Pikirkan . 2) Apa perbedaan fungsi kuadrat f(x )=(  ) x2.6 56. x R. Temukan kuadrat y = f(x) = (R dari grafik kuadrat  ) x2. tabel b y = f(x )4 =f (0) = 0. x R.51 14.6 30 40 20 30 . 20 Perhatikan fungsi kuadrat y = f(x) = (  ) x2. bagaimana menggambarkan grafik persamaan fungsi kuadrat♦ di SMP. diperoleh nilai y = f(x) disajikan dalam tabel berikut. x R. yang menyataka 20 20 20 4 2 Perhatikan fungsi kuadrat yang menyatakan menyatakan = (x) ).x x ∈R R. Besarnya debit air yang mengalir dari Ingat kembali.17 5) Dapatkah kamu memberikan kedua grafik fungsi kuadrat tersebut? debit konsep air yang mengalir dari pipa.51 14. Misalkan ukuran diameter pipa adalah x dan besar 4 debit air yang mengalir 20 Masalah 7. Misalkan ukuran diameter pipa adalah x dan besar debit air yang20 mengalir menyatakan besar debit air yang mengalir dari sebuah pipa adalah q(d) = (  ) d2. x R.6 56.8.kuadrat  )y  4 4 4 20 f(x) = (  ) x2. fx  R (dari ) x .kuadrat x  R fy  x2 x R. x R.R x 0 0. x R. x  0 dengan fungsi kuadrat 4 kuadrat diyang SMP. diperoleh nilai yf = (x ) disajikan dalam 4) Bagaimana komponen-komponen fungsi setelah dicerminkan? besarnya debit air yang mengalir dari pipa.  0. Jika x = 0. maka debit nilai air adalah y = f(x) = f(0) = 0. x R. Jika = 0. (. p 4 butuhkan untuk air yang mengalir adalah y. x ≥ 0. x  R  besarnya ukuran (x)grafik pipa. 0. x yang besarnya Perhatikan fungsi kuadrat y = f(perbedaan x) = () x2.kita telah . memberikan 5) kamu perbedaan kedua grafik kuadrat tersebut? 3) Dapatkah Apa kaitan konsep pencerminan dengan masalah ini? = f(x) disajikan x 0 dan1 2setelah 3 dicerminkan? 4 6) Bagaimana Bilamana grafik memotong sumbu x memotong sumbu y ? 4) komponen-komponen grafik fungsi y = perbedaan f(x) 0 3. yaitu y = f(x) = memperoleh grafik fungsi 20  ) x2. x R dari grafik fungsi kuadrat  ) xperoleh 4 2. x∈ R dari grafik fungsi Ingat kembali.04 31. BUKU PEGANGAN SISWA besarnya ukuran diameter (x) pipa. x x≥ . bagaimana menggambarkan grafik persamaan fungsi kuadrat dan 2 memanfaatkan sifat pencerminan untuk memperoleh grafik persamaan memanfaatkan sifat pencerminan untuk memperoleh grafik persamaan fun . x maka air adalah 2 y = f(x) = () x . diperoleh y= (xf) disajikan Untuk beberapa nilai xx diberikan. d R. y = f(x) = ( )x 420 y = f(x) = ( ) x2. maka debit air adalah 255 y = f(x) = f(0) = sebagai berikut. Besarnya debit air yang mengalir dari pipa 1) Pikirkan 20 apa saja yang kamu menggambar grafik fungsi 20 20 ) x 2. Grafik Fungsi Kuadrat 20 20 diameter 2 2.04 31. 0yang 3. x  0. 4 20 adalah y. dapat f(x) = ( menyatakan besarn Perhatikan fungsipersamaan kuadrat y =  Grafik persamaan fungsi kuadrat di255 BUKU PEGANGAN SISWA ) yang x2. y = f(x) = (. dalam tabel berikut.xx ) =R (.. d ∈ R.17 y = f(x) 50 0 3. x R dari grafik fungsi kuadrat f(x) = ( 4 Beberapa pertanyaan arahan yang perlu kamu cermati untuk 2 Temukan grafik fungsi kuadrat y = f(x) = ( 20 ) x .17 20 6) Bilamana grafik memotong sumbu x dan memotong sumbu y? y = f(x) 2 20 0. x  0. d ≥ 0. d  0. x R. x  256 Buku Guru Kelas X 4 20 60 70 y = f(x) = (  ) x2. bagaimana menggambarkan grafik persamaan fungsi kuadrat d x 0memanfaatkan 1 2 sifat 3 pencerminan 4 untuk memperoleh grafik persamaan fungsi kuad baru. x  0 dapat digambarkan debit air yang mengalir dari pipa. yaitu y = f(x) = (  ) x2. x R.51 14.d R. x  0 x 0 1 2 3 4 4 50 60 40 56. x  R. Jika = 0. d  0. 4 memperoleh grafik fungsi Siswa kembali. x  0. x R. x  0. dengan fungsi kuadrat 2) Apa fungsi (x ) f= ( = (  ) 4 4 4 debit air yang mengalir dari pipa. bagaimana menggambarkan grafik persamaan fungsi k Untuk beberapa nilai x diberikan. x R. Besarnya debit air yang mengalir dari pipa tergantu 4 sebagai berikut. Besarnya debit air yang mengalir daridebit pipaair tergantung 3) Apa kaitan dengan masalah ini? besarnya ukuran diameter (x) pipa.11 adalah y. 4 20 2 Masalah 7. Jika x = 0. x  0 dan ingat kembali bagaimana menggambar grafik fungsi f(x) = ( kuadrat  ) xdan fungsi kuadrat yang baru.debit maka adalah y = f(x) 20 pencerminan pipa tergantung besarnya ukuran diameter (x) pipa. yaitu y = f(x) = (  ) x2. x  0. x ∈ R.04 31. x  4 4 20 gambarkan sebagai berikut. x .diingatkan 20 Ingat kembali. 20 y 70 y = f(x) = (  ) x2. Berarti y dapat dinyatakan dalam x. Misalkan ukuran grafikfungsi pipa adalah x dan fungsi besar debit y = f(x) = ( ) xd . x . 2 Grafik persamaan fungsi kuadrat y = f(x) = (  ) x .. y Untuk beberapa nilai x diberikan. diperoleh nilai yfungsi dalam tabel berikut.diameter Untuk beberapa nilai x diberikan. 4 memanfaatkan sifat pencerminan untuk memperoleh grafik persamaan fungsi kuadrat 20 yang baru. Berarti y dapat dinyatakan dalam x. baru. x R. x 4 4 yang menyatakan besar debit air yang mengalir dari sebuah pipa adalah q(d) = Beberapa pertanyaan arahan yang perlu kamu cermati untuk 20 2 x2 . x  0 dapat d Grafik fungsi kuadrat y) =xf(. . x  0.11 grafik Dari hasil pemecahan persamaan fungsi kuadrat Temukan fungsi kuadrat y Masalah = f(x) =7. 2 = (x )= p grafik fungsi kuadrat f(x) = ( x2 .

== ( ( 20 20 2 2 0 terhadap Sumbu-y. x  R nilai y = f(x) disajikan 70 60 Untuk diberikan.  ) x2. x R. x R.x .2. maka diperoleh sebuah parabola berikut. Memiliki sumbu simetri yang membagi daerah sama yaitusama garis xgaris = 0 xyaitu membagi dua • Memiliki Nilai diskriminan. 0) 10 = 0 dan nilai minimum y yang =0 f(0) =0 x Memiliki sumbu simetri membagi dua daerah kurva sama besar.x RR dan parabola di atas adalah Ciri-ciri fungsi kuadrat y20 == f(f x == ( ( 2 4  20 20 70 2  )x Ciri-ciri fungsi kuadrat y = f ( x ) = ( . 2 Gambar 7. . 0) Dengan mencerminkan grafikMatematika persamaan fungsi kuadrat y = f(x) = Kurva menyinggung sumbu xx pada titik O(0. x 00  y = f(x) = ( 20  ) x2. 0) dan nilai minimum y = f(0) • Kurva menyinggung pada dan nilai minimum y sumbu == f(0) == 0 20 2 Gambar 7. 20 20 70 )x )x .6 56. Besarnya air f ( = ( xdebit xx  RRyang meng ) ) 44 4 y y 4 y 60 ’ 60 ’ besarnya ukuran diameter 70 D (x) pipa. 0)  titik puncak (titik balik minimum) di titik OO (0.x Sumbux dan x dan 2 20 0 terhadap Sumbu. x  x 0.04 31. bagaimana menggambarkan grafik persam xx R. 0) Memiliki titik puncak (titik balik minimum) di titik O titik (0.13: Grafik fungsi == ( ( 4 ) ) x x.x  Gambar 7. D = b2yang – dua 4ac = 0 kurva 0 1 2 3 4 5 6 dan nilai minimum y= =0 f(0)y = 0 f(0)x dan nilai minimum 0 titik O(0. maka diperoleh sebuah parabola berikut. x R. 0) Kurva menyinggung sumbu pada titik O(0. 0) 40 4 4 60 4 menyelidiki sifat-sifat grafik fungsi kuadrat yang ditemukan.  ) xR . terhadap x  R terhadap Sumbu20 Cerminkan grafik grafik fungsi fungsi kuadrat y = f(xy )= =f ((x) =  )4 x2. Jika x = 0. x R. Ciri-ciri fungsi kuadrat y = f(x) = (  ) x . 4 20 2 Dengan mencerminkan mencerminkan grafik persamaan fungsi kuadrat y = kuadrat f( x) = ( y  ) x2.13: Grafik fungsi(x () x) . Nilai diskriminan. x  0. x  R dan parabola di atas adalah 50 y = f(x) = ( ) 4 sebagai berikut. menyelidiki sifat-sifat grafik grafik fungsi fungsi kuadrat yang ditemukan. x R. ) xR. fx () x) = ( x.2 x . x R. x dan parabola di atas adalah Ciri-ciri fungsi kuadrat dan parabola di atas adalah )) x2 . menyelidiki sifat-sifat grafik fungsi kuadrat ditemukan. x  0. y 70 60 50 40 30 20 10 )x )2x .x Sumbuxxdan ) )x2 4 menyelidiki sifat-sifat kuadrat yang ditemukan. x R. 20 50 2 adalah a = 20 >> Koefisien Koefisien 20 2 x2xadalah a = 00  • 20 30 2 adalah a = > 0  Koefisien x 4 0 Koefisien x adalah a =  > 4 40 4 • Kurva terbuka 4 ke atas 20  Kurva terbuka ke atas 30  Kurva ke atas (titik10  • Kurva terbuka ke atas Memiliki titik puncak balik minimum) di titik O (0. 1 4 2 5 3 6 4 5 6 -6 -3 -5 -4 -3 -2 0-1 1 0 2Grafik 20 3 -6 -6 -5 -4 -2 -1 2 -5 -4 -3 -2 -1 1 2 3 4 5 6 20 4 2 Gambar 7.X 0 1 2 3 4 y = f(x) 0 Rx .13: Grafik fungsi fungsi (x) = ( (x) =  x 4 4 x sifat pencerminan untuk memperoleh grafik p 1 1 22 3 3 4 4 5 5 6memanfaatkan 6 20 Gambar 7. ya y 0 y 20 2 60 20 Ciri-ciri fungsi kuadrat y () x ) x .13: Grafik ( ) x . yaitu garis Memiliki simetri yang membagi dua daerah kurva sama  • Memiliki titik sumbu puncak (titik balik minimum) di O (0. Cerminkan grafik fungsi kuadrat y = f ( x ) = ( x xRRterhadap terhadap Sumbudan Cerminkan grafik fungsi kuadrat 4 y = f(x) = ( y4 . yaitu garisxx==00  Memiliki sumbu simetri yang dua daerah kurva sama besar. x  0 dapat digambarkan 4 Grafik persamaan fungsi kuadrat y = f(x) = ( sebagai berikut.12: Grafik fungsi = f(x) = (  ) x2.51 14. diperoleh f(x)→ =nilai (f(x) x x 4 40 4 60 D' D ’ 40 60 50 D D ’ D’ ’ 50 30 D 50 CC 30 CC 40 x 0 1 2 3 4 40 20 40 ’ ’ 20 30 B ’ C' C’ B C 30 C B y= C 30 C f(x) 0 B 3. x  RR 20 2 4 20 sebagai berikut.04 31. 0) Kurva terbuka ke terbuka atas 20 Memiliki Memiliki titik puncak (titik balik minimum) di titik (0. x R dan parabola di atas adalah 2       2 20 ( 20 Cerminkan kuadrat ) xR . x  R Gambar 7.51 14. D b – 4 ac = 0 4  Nilai diskriminan. 20 yang 2 . maka diperoleh parabola berikut. maka debit air a DD D 20 50 2 20 70 50 beberapa = ( ) x2. 2D = b – 4ac = 20  Nilai diskriminan. 0) besar. x  x  2 0 terhadap Sumbu-y. = 0 garis 6 kurva -6 sumbu -5 -4 simetri -3 -2 membagi -1 1 2 3 4 daerah 5 besar.0.17 20  ) x2. 20 x Dengan grafik persamaan fungsi Perhatikan fungsi kuadrat y 4 = f(x) = ( 4  ) x . Ingat kembali. 0) 257 Kurva menyinggung sumbusumbu x padax titik O(0. x  0 4 . x R.R x .R.x  00 dapat dapat digambarkan digambarkan 3.6 56. x R. yaitubesar. D = b – 4ac = 0  Kurva menyinggung pada titik O(0.12: Grafik fungsi = f(x)yang = ( baru.  70 debit air yang sebuah mengalir dari pipa.17 10 255 BUKU PEGANGAN SISWA 10 20 ’ ’ A A 20 20 ’ A A ’ B xx 0 B B' B B 10 0B 10 256 256 1 2 3 4 5 6 10 -6 -5 -4 -3 -2 -1 ’ 1 2 3 4 5 6 ’ -3 -6 -5A -4 A -2 A -1 A x 20 0 A' persamaan fungsi kuadrat A' xx y = f(x) = (  ) x2. D = b – 4ac = 0= 2  Nilai diskriminan.

fungsi x R menjadi = =f((x4 )= () x .50 B’ B 10 ’ 40 A A 70 C’( 20 30 0 f(x) = ) x2.  0) R  benda bayangannya selalu berlawanan arah.x R dan  • Meminta grafik fungsi Gambar 7. Secara bayangan grafik persamaan fungsi kuadrat y = f(x) setelah dicerminkan 60 20 2 D’ y 4 D O(0. x(0.4 x  R dan parabola pencerminan  = f(x) = ( Ciri-ciri . 0) Sumbux) adalah sebagai 4 4 fungsi kuadrat y terhadap = f ( )= ( x2. Perubahan ) 2 20perubahan 50 Kurva ke atas xnegatif. x Rkembali dan parabola hasil pencerminan pencerminan bahwa arah  garis 0. Dengan mengingat kembali sifat-sifat pencerminan bahwa arah benda dengan 4 Gambar 7. x 2  3 R 4terhadap i diskriminan. x   x 4 R berubah dari bernilai diikuti dan nilai y = f (0) = 40  4  x . Denganterhadap mengingat kembali sifat-sifat pencerminan bahwa arah benda dengan 2adalah sebagai berikut.13: Grafik fungsi ( x ) = ( ) x2 . 0 ditemukan. D=b – 4acKita = -6 -5 -4 -3 B -2 -1 1 2 B 3 4 55 66 4 4 A10 ’ A 20 2 20 0 va menyinggung sumbu x pada titik O(0. Diharapkan siswa 10 1 2 3 4 5 6 -6 -5 -4 -3 -2 -1 2 ’ 20  Koefisien x adalah a =A  > 20 A0 20 2 40 B’ Ciri-ciri B kuadrat y = f ( x ) = ( ) x . Secara lengkap bayangan grafik persamaan ) )setelah terbuka ke atas = fx (x = (. 0) 50 dan nilai f(0) = 0 f(0) =4 danminimum nilai minimum 0 257 U PEGANGAN SISWA  Memiliki sumbu simetri2 yang membagi dua daerah kurva sama besar. 40 4 4   20 30  Memiliki titik puncak (titik balik (0. Ciri-ciri fungsi kuadrat y = fminimum) (x) = ) x2= . 1 2 3 4 5 6 -6 -5 -4 -3 -2 -1 20 2  Memiliki titik puncak (titik balik minimum) titik O    dengan Gambar 7. Sehingga nilai fungsi ku 20 0 2 2 3 kuadrat x  Kurva menyinggung sumbu x pada O(0. Sehingga nilai y = f(x) = 2 2 20 adalah a =  Koefisien x  <0 Ko efisien x adalah a = – 2 adalah a = < 0  Koefisien x  terhadap sumbux (Gambar-7. x R terhadap Sumbu-x atau Ciri-ciri fungsi y (y == f(x ) = ) x . menyelidiki sifat-sifat grafik terhadap Sumbux adalah sebagai berikut 60 70  Memiliki titik 60 40puncak (titik balik minimum) di titik O (0.sama yaitu besar. Dengan kembali sifat-sifat pencerminan de Cerminkan fungsi y(= f4 (x)= (. 0) va terbuka ke atas 60 50 y 20 lai minimum y = f(0) = 0 20 D’ C’50 D f(x)C 30 kuadrat =( )x2( . xkurva y 50 2 40 4 40 miliki titik puncak 2 (titik balik minimum) di grafik titik O (0. f ( x ) = ( ) x . x 0 )1 x . x R 70b – 4ac = 0 terhadap Sumbuadalah sebagai berikut 20 x  Nilai diskriminan. yaitu garis y = 0 40 20 Nilai diskriminan. Sehingga nilai fungsi kuadrat 2 bayangannya selalu BUKU PEGANGAN SISWA terhadap sumbux (Gambar-7. 4 a = lengkap 0 fisien x adalah  >  Kurva terbuka ke atas R. Sehingga nilai y = f ( x ) = minkan grafik kuadrat y kuadrat = f(x) = ) (x. yai Cerminkan fungsi y = f ( x ) )daerah x2f(x) . D = b – 4 ac = ’ – 4 ac = 0  Nilai diskriminan. x  R terhadap Sumbu-x atau  4 20 f(x) = ( ) x2. menyelidiki grafik fungsi kuadrat inkan grafik fungsi kuadrat y = f(x) = ( ) x . BUKU PEGANGAN SISWA Gambar 7. x   ) x2fungsi  Ciri-ciri kuadrat R dan hasil pencerGambar Grafik fungsi f(x dan grafik pencerminan f(xhasil ) parabola 4 4 4 berlawanan arah.terbuka x -5  -4 R 4  ) x2 A’ fungsi A ke atas 4  = atau garis mengingat kembali sifat-sifatxpencerminan bahwa 20 arah 0 20 y 2 0.13: Grafik (x) = (  Kurva . . D(= b – ac 0 R . x R dan parabola grafik persamaan fungsi kuadrat y = f(x) setelah dicerminkan 6 6 5 5 4 3 2 1 1234564 3 2 1 0 0 01 02 03 04 05 06 01 02 03 04 05 06 07  Memiliki titik puncak (titik balik maksimum) di 0) titik O (0. 0) x f(x) = )x Rbahwa 1 grafik 2 3 4 5 6 kuadrat garis =-4 0.x ) x2.14: Grafik fungsi f(xfungsi ) dan grafik pencerminan f(x) Kitayang cerminkan grafik kuadrat y = f(x) =(  ) x2.14: Grafik fungsi f(x) dan grafik pencerminan f(x) 20 fungsi 2 20kuadrat 2 nya selalu berlawanan arah.14: = fy (x ) )) x . D0) = 2 puncak iki titik (titik balik minimum) di titik O (0.14) sumbu-x (Gambar-7. D = b – 4ac = 0 B f(0) = 0 30 B 4 60 20 nilai minimum y= 10 sama C’ dan D’dua 3030 kurva C D f(x) = ( )x2.dan di atas adalah  10 parabola y= f(x )x= (– Secara lengkap bayangan grafik persamaan fungsi 20 2 4 dan nilai minimum y fungsi = =a 0 = y = f( 200 x > 0 20  Koefisien yf(0)kuadrat 2adalah R . x x = R 0 miliki sumbu simetri yang membagi daerah besar. x RPerubahan menjadi ytersebut = f0 (x) = (fungsinya dari y = f(xpositif ) =4 ( menjadi  ) minimum  ) x2. yaitugaris Afungsi 20 A’ grafik 50 menyelidiki sifat-sifat kuadrat yang ditemukan. D= –44ac 10 -2 -1B -6 ’ Nilai -5 -3 10 10 nilai minimum y = f(0) = 0 ’ C C A A30 20 bayangannya selalu berlawanan arah. Perubahan tersebut diikuti 20 yelidiki sifat-sifat grafik fungsi kuadrat ditemukan. yaitu garis x )x 20 Memiliki sumbu simetri yang membagi dua daerah kurva   4 10 berikut Kurva menyinggung sumbu x pada titik O(0. Sehingga fungsi kuadrat y = f( 2 4 Sumbu-xnilai minkan grafik fungsi kuadrat y = f(x) = (20  )2 xsifat-sifat .x R = 20  Memiliki sumbu simetri yang membagi dua sama besar. x R terhadap Sumbu-x  )0) 1 4 5 6 y= 20 ’ 0 -6 -5 -3 nkan grafik fungsi kuadrat y0 = x)-4 = ( ) xfungsi Sumbu -6 f( -5 -4 -3 -2 -2 -1 -1 1. D = b C 30 dan nilai minimum C f(0) = 0  Kurva menyinggung Sumbu x pada titik O(0. x Rx  ) xSumbu70 20 4 ’ 40 diskriminan. Secara bayangan grafik persamaan fungsi kuadrat y = f ( x ) setelah dicerminkan 2  x . 0 2 cerminkan grafik f(x) =titik (x dan x2 . Perubahan tersebut di diikuti  x . x R . 20 4 menyinggung sumbu x pada titik O(0. 70 Memiliki  Kurva terbuka ke bawah BUKU PEGANGAN SISWA sumbu sumbu simetri simetri yang membagi dua kurva sama besar.14) adalah 4 bagai berikut 4 •  Kurva t erbuka ke bawah Kurva terbuka ke bawah 20 y  Kurva terbuka ke bawah = Koefisien x2 adalah  < 0 balik maksimum) di titik O(0. Perubahan tersebut diikuti 20 20 20 a = > 0 ien x adalahperubahan  2 2  fungsinya dari y = f(x) = ( 20  ) x .13: Grafik fungsi ( x ) = (  60 ’A A 20 4070 4 x D f(x) = ( D  0 ) x2. x R parabola di 10 40 4 ’ 4 terhadap 20fungsi kuadrat yang ASumbu-x A dan menyelidiki sifat-sifat grafik x’ C’ B B 30 C melakukan hal berikut.atas x2 adalah R  ungsi kuadraty = f(x = (  )x . 257 PEGANGAN • SISWA Memiliki titik a puncak (titik 0) 4 hasil pencerminan 123456- .13:kuadrat Grafik )= )x . x  R 4 4 dari bernilai positif menjadi negatif. x R terhadap 0. x R menjadi y = f(x) = ( 4 . Sehingga nilai fungsi kuadrat 70 4 a= Koefisien x adalah  >0 70   4 4 60 60  Memiliki sumbu simetri yang membagi dua daerah kurva sama 20 20 2 Gambar 7. 0) Kita cerminkan grafik fungsi kuadrat = =R( terhadap . 0) 204 fungsi kuadrat annya selalu • berlawanan arah. yaitu garis x fungsi =4 0 kuadrat yang ditemukan. x  R   Memiliki titik puncak (titik balik maksimum) di titik O (0. x sama besar. Dengan sifat-sifat pencerminan bah x 1 2 b3 5 = 6 0 kembali B -4 40  diskriminan.14) adalah 20 y Ciri-ciri fungsi kuadrat y = f(x) = ( ) x . xarah  R benda terhadap -6y-5 -3 -2 ditemukan. minan terhadap sumbux (Gambar-7. -1 mengingat lidiki sifat-sifat grafik fungsi kuadrat yang 20 4 2 f(x) = ( )x . D = b2 – 4ac = 0 B B 10 ’  Kurva menyinggung Sumbu x pada titik O(0. 0) titik puncak (titik balik maksimum) di titik O (0.dicerminkan perubahan fungsinya dari y= f(x )=  ) x2. 4 Cerminkan 4 2 grafik fungsi kuadrat y = f(x) = (  ) x2. Dengan mengingat sifat-sifat 20 fungsi 20 20 2 2 kuadrat y 7. garis y yaitu = 0 garis y = 0  Memiliki yang membagi dua daerah kurva 60 Memiliki ’ 20 258 2 daerah D f Buku Guru Kelas X ( x ) = ( ) x . 0)  Kurva menyinggung Sumbu x pada titik O(0.2 x 3R menjadi -6 -5 -4 dicerminkan -3 -2 ( -1 4 Sumbu5 6 y 20 kuadrat y = f(x) setelah terhadap -6 -5 -4 -3 -2 -1 1 2 3 4 5 6 4 x adalah sebagai berikut. 0) ’ 20garis y = 2 mengingat 0 0. x ’ Gambar 7. Dengan   x  R berubah dari bernilai positif menjadi negatif.xR 20 berlawanan bayangannya selalu arah. x  Ry C 1 2 3 4 5 6 4 -6 -5 -4 -3 -2 -1 60 ’ 20 20 D D 70B B’ f(x) =20 ( )x 50 y 10 4 ) x2.O x  R 0) dan parabola di atas adala 2 di 4titik tersebut perubahan fungsinya dari menjadi 30  2 diikuti  20 20  Nilai diskriminan.13: Grafik fungsi (xdan ) = 50 (parabola ) bernilai x2.14) adalah = 0. x  R dan  Kita cerminkan grafik fungsi kuadrat terhadap x adalah 20 10 1 parabola 2 3 Sumbu4 di 5 atas 6 -6 -3 -2 -1 Gambar 7. xterbuka R di  20 20 berubah dari positif menjadi negatif. x  R   Kurva menyinggung sumbu x pada titik 0) 50 iki sumbu simetri yang membagi dua daerah kurva sama besar. x R terhadap danyang ditemukan. xlengkap  4 R berubah dari bernilai positif menjadi negatif. x 50 R ’ 1 2 3 4 5 6 -6 -5 -4 -3 -2 -1 C 4 3060 C 40 D’ D 2050 ’ ’ 20 2 2 C fungsi B siswa mencerminkan B C Ciri-ciri y = f30 (x( )x= ( ( 20 )x . 0) 20  Nilai ’ diskriminan.

Temukan titik potong grafik dengan sumbu x dan sumbu y. Masalah-7. dengan a. b.8 Diberikan fungsi kuadrat f(x) = ax2 + bx + c. b.2.• • • Memiliki sumbu simetri yang membagi dua daerah kurva sama besar. d. x ∈ R. x ∈ R. b. Temukan sifat-sifat grafik fungsi kuadrat f(x) = ax2 + bx + c. 0). c. b c  f ( x) = ax 2 + bx + c. dengan a. ♦ Diharapkan siswa melakukan hal berikut. bentuk umum fungsi kuadrat adalah f(x) = ax2 + bx + c. dengan a. dengan a.12 berikut. c adalah bilangan real dan a ≠ 0. b. c adalah bilangan real dan a ≠ 0. c adalah bilangan real dan a ≠ 0 dari grafik fungsi kuadrat g(x) = ax2. Temukan persamaan garis simetri (sumbu simetri) dan titik puncak grafik fungsi kuadrat tersebut. D = b2 – 4ac = 0 Kurva menyinggung Sumbu x pada titik O(0. yaitu garis y = 0 dan nilai minimum f(0) = 0 Nilai diskriminan. 0) ♦ Meminta siswa menyimpulkan hasil pencerminan grafik fungsi kuadrat di atas. Alternatif Penyelesaian Berdasar Definisi 7. b. ♦ Mengajak siswa menemukan persamaan garis simetri dan titik puncak grafik fungsi kuadrat dengan mengajukan Masalah-7. a ≠ 0 a a  Matematika 259 . a. Disimpulkan Misalkan g(x) = ax2. Temukan grafik fungsi kuadrat f(x) = ax2 + bx + c. x ∈ R dengan sumbu simetri adalah Sumbu-y dan memiliki titik puncak O (0. a ≠ 0 ⇒ f ( x) = a  x 2 + x +  . c adalah bilangan real dan a ≠ 0 terkait nilai koefisien a dan titik puncak parabola. a ≠ 0. jika dicerminkan terhadap Sumbu-x maka diperoleh g*(x) = -ax2.

b. a ≠ 0 x ⇒ f ( x) = a  +    2  2a   4a 2   2 2 b  −  b 2 − 4ac  . a ≠ 0 2    −b    − D  ≠ 0 f ( x) = a  x −    +  .  2a    4a   Diharapkan siswa menyimpulkan hal berikut. a ≠ 0 ⇒ f ( x) = a  x +     2a   4a   2 2 −b  −  − D  . a ≠ 0 ⇒ f ( x) = a  x −     2a   4a   2 Misalkan g(x) = ax2. pergeseran grafik persamaan fungsi kuadrat g(x) = ax2. Grafik persamaan fungsi g(x) = ax2. x ∈ R. yang digeser Sumbudigeser  x −  sejauh   +    2a    4a   2a    4a    satuan ke arah Sumbu-y. Grafik persamaan fungsi g(x) = ax2. x ∈ R digeser dalam arah Sumbu-x negatif   −b    − D  untuk mendapatkan grafik persamaan fungsi f ( x) = g  x −    +   jika  2a    4a   dan hanya jika ab > 0 (a dan b bertanda sama).  2a    4a      −b    − D   −b    − D  +  kearah f ( x) =sejauh g  x −   satuan fx ( xdan )=g x ∈ R. x ∈ R. • Meminta salah satu kelompok mendemonstrasikan di papan tulis. 260 Buku Guru Kelas X . a. 2 2 2  2 b b2 + c  . a ≠ 0 ⇒ f ( x) = a  x 2 + x+ b 2 − 2  a 4a 2 4a 2 a   2 2 2 b  −  b 2 − 4ac  . x ∈ R digeser dalam arah Sumbu-x positif   −b    − D  untuk mendapatkan grafik persamaan fungsi f ( x) = g  x −    +   jika  2a    4a   dan hanya jika ab < 0 (a dan b berlawanan tanda). Sesuai dengan sifat transformasi geser diperoleh arah pergeseran sebagai berikut. a ≠ 0 menjadi grafik persamaan   −b    − D  fungsi kuadrat f ( x) = g  x −    +   dan menyimpulkan arah pergeseran. x ∈ R    −b    − D  2 Grafik fungsi f ( x) = g  x −    +   adalah grafik fungsi kuadrat g(x) = ax . a    −b    − D    ⇒ f ( x) = g  x −    +   2a    4a     2a    4a    2 dan g ( x) = ax .

memiliki a. c adalah bilangan real dan a ≠ 0. ). Titik puncak P ( • −b − D . Diharapkan siswa menyimpulkan sebagai berikut. 2a 4a −b dan 2a Dari beberapa sajian grafik persamaan fungsi kuadrat sebelumnya turunkan sifatsifat grafik persamaan fungsi kuadrat dan menyajikan beberapa kemungkinan kondisi grafik tersebut terkait dengan koefisien x2 . dapat diturunkan beberapa sifat. x ∈ R digeser dalam arah Sumbu-y negatif untuk mendapatkan    −b    − D   −b    − D  + grafik fungsi f ( x) = g  x −    +  f (  x)jika = g dan jika < 0 (a dan b  x −hanya     2a    4a   2a    4a    bertanda sama). dengan a.c. x ∈ R digeser dalam arah Sumbu-y positif   −b    − D  untuk mendapatkan grafik persamaan fungsi f ( x) = g  x −    +   jika 2a    4a      −b    − D  + f ( x) = g dan jika > 0 (a dan b berlawanan tanda). Sifat-4 Grafik fungsi kuadrat f(x) = ax2 + bx + c. Matematika 261 . b. Grafik g(x) = ax2. c adalah bilangan  2a    4a   real dan a ≠ 0. b. dengan a. Diharapkan siswa menyimpulkan sebagai berikut. 2   −b    − D  Dari fungsi kuadrat f ( x) = a  x −    +   . Persamaan sumbu simetri x = b. nilai diskriminan dan nilai fungsi tersebut.  x −hanya     2a    4a   d. Grafik persamaan fungsi g(x) = ax2. ♦ Meminta siswa menyimpulkan aturan menentukan persamaan garis sumbu simetri dan titik puncak grafik fungsi kuadrat. Meminta siswa menyimpulkan aturan menentukan persamaan garis sumbu simetri dan titik puncak grafik fungsi kuadrat.

b 2 D )) + ( ). Jika D > 0 maka grafik y = f(x) memotong Sumbu-x pada dua titik berbeda (D adalah diskriminan) b. persamaan fungsi f(x) grafik = a(x persamaan .  D 2a balik maksimum P( 4a . c adalah bilangan real dan dan a ≠ 0. SISWA 261 262 Buku Guru Kelas X . ).( ) )2 fungsi dan c bilangan real a ≠ 0 terbuka 2a ke bawah 4a dan memiliki titik balik maksimum −b − D . dan c bilangan real a ≠ 0 terbuka ke 4 atas b  D . P( Sifat-6 2a 4a Sifat-7 Grafik persamaan fungsi kuadrat f(x) = ax2 + bx + c. b. dengan a. dengan a. dengan a. + ( kuadrat ) terbuka persamaan fungsi f(x)grafik = a(xpersamaan . maka f(x) = ke ax2 + bx + c. dengan2 a.( b D Jika kuadrat a > 0.  b). nilai diskriminan dan nilai fungsi tersebut. 2a 4a lik minimum P( b D Jika kuadrat a < 0. b. c adalah bilangan real dan a 2a 4a berapa sifat. ). dengan a. Misal D = b – 4ac (D adalah diskriminan) a.kuadrat dan menyajikan beberapa kemungkinan kondisi grafik oefisien x2 . Jika D = 0 maka grafik y = f(x) menyinggung Sumbu-x pada satu titik k y = f(x) memotong Sumbux pada duaytitik c. Sifat-5 = a(x .( ) )2 fungsi + ( kuadrat ) terbuka ke 2a a dan memiliki titik balik minimum b. maka f(x) = ax2 + bx + c. b. c bilangan real kuadrat f(x) = ax2 + bx + c. b. Jika D < 0 maka grafik = f(xberbeda ) tidak memotong Sumbu-x Pada gambar berikut diperlihatkan berbagai kemungkinan letak parabola terhadap Sumbu-x.

Sifat-8 Jika sebuah fungsi kuadrat diberi nilai k. adalah nilai x yang jika disubtitusikan ke persamaan fungsi kuadrat tersebut mengakibatkan ax2 + bx + c = 0. b. dan menemukan keterkaitan kedua konsep.3. Persamaan kuadrat adalah suatu persamaan aljabar yang dinyatakan dalam bentuk ax2 + bx + c = 0. dengan k ∈ R maka diperoleh sebuah persamaan kuadrat. b. c adalah bilangan real dan a ≠ 0. serta menyatakan konsep yang satu dari konsep yang lain. 0) dan (x2. Hubungan Persamaan Kuadrat dan Fungsi Kuadrat ♦ Meminta siswa mencermati kembali Definisi-1 dan Definisi-2. Fungsi kuadrat adalah suatu fungsi yang dinyatakan dalam bentuk f(x) = ax2 + bx + c. Jadi persamaan kuadrat dapat diperoleh dari fungsi kuadrat dengan mengganti nilai fungsi f dengan suatu bilangan real. dengan a. Matematika 263 . • • Kita cermati konsep persamaan kuadrat dan fungsi kuadrat sebagai berikut. 0) adalah titik-titik potong kurva fungsi kuadrat tersebut terhadap sumbu-x. Berdasarkan kedua konsep di atas jelas kelihatan bahwa pembuat nol fungsi kuadrat y = f(x) = ax2 + bx + c. c adalah bilangan real dan a ≠ 0. dengan a. Nilai x yang memenuhi persamaan kuadrat ax2 + bx + c = 0 inilah yang menjadikan f(x) = 0 dan titik (x1.

x ∈ R. Diantara sisi BC diberi titik F dengan panjang BF = AE. Buat laporan hasil kerjamu dan sajikan di depan kelas.4 1. Temukan grafik fungsi kuadrat f(x) = 4x2 – 8x + 3 dari grafik fungsi kuadrat g(x) = 4x2! Projek Rancanglah masalah nyata yang melibatkan grafik fungsi kuadrat pada bidang teknik bangunan dan fisika. b. Tentukan daerah hasil fungsi f ! 6. Persegi ABCD dengan panjang sisinya a cm. Pada sisi AB diberi titik E dengan panjang AE adalah x cm. Sebuah fungsi kuadrat mempunyai nilai maksimum -3 pada saat x = 2. 3. x ∈ R .(untuk setiap x bilangan real) a. Buatlah pemecahan masalah tersebut dengan menerapkan berbagai sifat grafik fungsi kuadrat yang telah kamu pelajari. Panjang EB = FC. sedangkan untuk x = . Tentukan luas minimum segi empat EFGH di bawah ini ! 4. x ∈ R. f(x) =-2x2–3x+7.Uji Kompetensi 7. Gambarkanlah grafik fungsi kuadrat di bawah ini.2 fungsi bernilai -11. f(x) = 3x2+5x-4. Tentukan fungsi kuadrat tersebut ! 2. 264 Buku Guru Kelas X . Tentukan luas minimum DEF ! 5. Daerah asal fungsi kuadrat f(x) = -2x2 + 4x + 3 adalah himpunan A = {x |-2 ≤ x ≤ 3.

Jumlah dan Hasil 3. maka parabola terbuka ke atas. PENUTUP 6. Rumus abc. Rumus abc adalah sebagai berikut. D.Rumus Rumus untuk menentukan akar-akar persamaan kuadrat atau sering dis Rumus untuk menentukan Rumus untuk akar-akar menentukan persamaan akar-akar kuadrat persamaan atau sering kuadrat disebut atau dengan sering disebut Rumus abc adalah sebagai berikut. Tentukan daerah hasil fungsi f ! a. Menggunakan Rumus abc.c ax cara berikut. b. a ≠ 0. Jikaa. dapatdan dirangkum sebagai berikut. berhubungan erat dengan koefisien+ bx + c = 0. Bentuk persamaan kuadrat dengan akar-akar x dan x adalah (x . Beberapa Bentukkuadrat. ( ) ( ) R . Bentukpersamaan Kuadrat Sempurna. b. 2  2a a Hasil Kali Akar-Akar Persamaan Kuadrat 3. 2  b  b  4ac 5. umum kuadrat adalah kuadrat. maka berlaku. Bentuk persamaan kuadrat dengan akar-akar x1 dan x x )( xx adalah x2)) = ( 0 x . sebagai berikut. dengan a. Jika a > 0. x 2  dan 2 dan x adalah (x . Jika D < 0. b c . 0. grafik fungsi kuadrat dapat diilustrasikan sebagi bentuk lintasan lengkung atau parabola dengan karakteristik sebagai berikut. b. berikut. Bentuk persamaan kuadrat dengan akar-akar 2 adalah (x1-dan 2– 4. c. a. b. b. Melengkapkan b. x1  x 2   x1 . b. 1 x2 2 koefisien a. Matematika 265 .1x )( x–x =0 1 2 1 2 Rumus abc adalah Rumus sebagai abc berikut. 264 BUKU PEGANGAN BUKU SISWA PEGANGAN SISWA a. b. Menggunakan Menggunakan abc. Untuk menentukan akar-akar suatu persamaan kuadrat dapat dilaku 2. dengan . Memfaktorkan. c materi ∈R dan a ≠ berikutnya. dengan R a ≠ . dengan c. Jika D = 0. Jumlah2 dan 3. = c 0.x1)(x – x2) 4. + bx +pada c = 0. Gambarkanlah grafik fungsi kuadrat di bawah ini. x2  x1  x 2   x1  x  x1 . pada Telah kita temukan Telah konsep kitaTelah temukan dan aturan konsep yang berlaku aturan pada yang persamaan berlaku dan fungsi persamaan kita temukan konsep dan aturan yang berlaku pada persa kuadrat. c ∈ R dan a ≠ 0. ( ) ( ) b.(untuk di bawah setiap x ini. Untuk akar-akar menentukan suatu persamaan akar-akar suatu kuadrat persamaan dapat dilakukan kuadrat dapat dengan dilakukan cara Memfaktorkan. b. bdan . Bentuk Melengkapkan Kuadrat Sempurna. Memfaktorkan. Jika a < 0. dan c. berhubungan dengan koefisienerat denga Akar-akar persamaan Akar-akar kuadrat persamaan ax kuadrat ax koefisien a. Rumus untuk menentukan akar-akar kuadrat atau sering disebut c. Melengkapkan Bentuk Kuadrat Sempurna. b. berikut. e. x1b. 2 b  b  b 2  4ac  b  2a x1. x 2  dan b b c c a a dan x1dan . a. c. 2  x1. Jumlah Kali dan HasilPersamaan Kali Akar-Akar Kuadrat Persamaan Kuadrat Akar-akar persamaan kuadrat ax2+ bx + c = 0. pada bahasan dapat dirangkum dapat sebagai dirangkum berikut. berikut. Melengkapkan Bentuk Kuadrat Sempurna. persamaan maka ku berlaku. Beberapa hal yang penting sebagai pegangan kita untuk 2 melanjutkan melanjutkan bahasan materi berikutnya. dapat dirangkum sebagai ber 1.merupakan Jika x1 dan akar-akar x2 merupakan persamaan akar-akar kuadrat. d. maka parabola terbuka ke bawah. Bentuk umum 1. berhubungan + bx + c = erat 0. maka parabola menyinggung sumbu x. Bentuk persamaan kuadrat dengan akar-akar x 1 a a a a 2 4. berhubungan erat d 2 2 2 Akar-akar persamaan kuadrat ax + bx + c = 0. maka parabola memotong sumbu x di dua titik. adalah sebagai berikut. Untuk menentukan akar-akar suatu persamaan kuadrat dapat dilakukan dengan 2 2  + c = 0. dan c. dengan + bx a + .(untuk setiap x bilang ( ) a. a. 2. dan koefisien c. ax2 + bx ax + bx +dan c =a 0.x1)(x 4.dan dan c. b 0. Persamaan Bentuk umum kuadrat Persamaan adalah kuadrat adalah 1. axmateri melanjutkan pada bahasan berikutnya. Bentuk umum Persamaan kuadrat adalah 2. Jumlah dan HasilAkar-Akar Kali Akar-Akar Persamaan Kuadrat 3. hal Persamaan yang Beberapa penting hal sebagai yang penting pegangan sebagai kita untuk pegangan mendalami kita untuk dan men 1. Dari BUKU PEGANGAN SISWA bentuk aljabar tersebut. Beberapa halPENUTUP yang penting sebagai pegangan kita untuk mendalami dan melanjutkan materi pada bahasan berikutnya. Untuk menentukan 2. Jika x1 dan x2 merupakan akar-akar persama koefisien a.. b c berlaku. Jika x dan x merupakan akar-akar persamaan kuadrat. maka parabola tidak memotong maupun menyinggung sumbu x. c aR aR ≠ dan 0.6. berlaku. ( ) Telah PENUTUP kita temukan konsep dan aturan yang berlaku pada persamaan dan fungsi PENUTUP kuadrat. Menggunakan Rumus abc. 2  4ac x1. Jika D > 0.(untuk bilangan setiap real) x bilangan re a. Gambarkanlah 6. Karakteristik Grafik Fungsi Kuadrat Fungsi kuadrat memiliki bentuk umum dengan a.grafik Gambarkanlah fungsi kuadrat grafik di fungsi bawahkuadrat ini. b. Memfaktorkan.

Menentukan persamaan sumbu simetri x = − . diperoleh jika x = 0. b. sudut. Menentukan nilai ekstrim grafik y = . dan bidang pada bidang datar dan ruang dimensi tiga. 2a D d. 266 Buku Guru Kelas X . −4a  b D . diperoleh jika y = 0. garis. e. Demikian juga. Menentukan titik potong dengan sumbu y. b  2a 4a  Kita telah menemukan berbagai konsep dan sifat-sifat yang berlaku pada persamaan dan fungsi kuadrat.6. Penguasaan kamu pada materi pada setiap bahasan akan bermanfaat dalam mendalami materi selanjutnya. Koordinat titik balik sebuah grafik fungsi kuadrat adalah  − c. . Langkah-langkah yang diperlukan untuk membuat sketsa grafik fungsi kuadrat y = ax2 + bx adalah sebagai berikut a. Selanjutnya akan kita bahas tentang geometri terkait kedudukan titik. kita telah terapkan dalam berbagai pemecahan masalah nyata. Menentukan titik potong dengan sumbu x.

3. • • • • • • Sudut Derajat Radian Kuadran Perbandingan Sudut (Sinus. menemukan sifat-sifat dan hubungan antar perbandingan trigonometri dalam segitiga sikusiku. memahami dan menentukan hubungan perbandingan trigonometri dari sudut di setiap kuadran. memilih dan menerapkan dalam penyelesaian masalah nyata dan matematika. motivasi internal dan sikap peduli lingkungan melalui kegiatan kemanusiaan dan bisnis dan dalam kehidupan sehari-hari. 2. tangen. cotangen. 4. menghayati pola hidup disiplin.Bab Trigonometri A. 6. memahami konsep fungsi Trigonometri dan menganalisis grafik fungsinya serta menentukan hubungan nilai fungsi Trigonometri sudut-sudut istimewa. 5. KOMPETENSI DASAR DAN PENGALAMAN BELAJAR Kompetensi Dasar Setelah mengikuti pembelajaran ini siswa mampu: 1. kritis. • berpikir tingkat tinggi (berpikir kritis dan kreatif) dalam menyelidiki dan mengaplikasikan konsep trigonometri dalam memecahkan masalah otentik. Pengalaman Belajar Melalui pembelajaran materi trigonometri. 7. siswa memperoleh pengalaman belajar: • menemukan konsep perbandingan trigonometri melalui pemecahan masalah otentik. konsisten dan jujur serta menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. menghayati rasa percaya diri. cosecan. bertanggungjawab. dan secan) Identitas trigonometri . • berkolaborasi memecahkan masalah aktual dengan pola interaksi sosial kultur. menghayati kesadaran hak dan kewajiban serta toleransi terhadap berbagai perbedaan di dalam masyarakat majemuk sebagai gambaran menerapkan nilai-nilai matematis.Cosinus. memahami konsep perbandingan trigonometri pada segitiga siku-siku melalui penyelidikan dan diskusi tentang hubungan perbandingan sisi-sisi yang bersesuaian dalam beberapa segitiga sikusiku sebangun.

PETA KONSEP Segitiga Materi Prasayarat Masalah Otentik Segitiga Siku-siku Perbandingan Sisi-sisi dalam Segitiga sin α cos α tan α sec tan α cosec α cot α Segitiga Siku-siku 268 Buku Guru Kelas X .B.

1. ada dua ukuran yang digunakan untuk menentukan besar suatu sudut. kamu dapat mendeskripsikan untuk beberapa satuan putaran yang lain. maka α = =1 r radian. terlebih dahulu perkenalkan kepada siswa tentang ukuran sudut dalam derajat dan radian. Berikan pemahaman kepada siswa tentang ukuran sudut dalam derajat dan radian! Ajak siswa untuk mencermati Gambar 8.1! 1. Singkatnya.1. dari Gambar 8. Tanda “O” dan “rad” berturut-turut menyatakan simbol derajat dan radian. AB = OA = OB. Sebelum kita memahami hubungan “derajat dengan radian”. Cermati gambar 360 berikut ini! 1 1 1 1 1 1 1 1 1 putaran putaran putaran putaran putaran putaran putaran putaran putaran 360 360 4360 4 2 4 2 2 Gambar 8. Jika panjang busur tidak sama dengan r.2 Ukuran radian Definisi 8. perhatikan Gambar 8. maka cara menentukan besar sudut tersebut dalam satuan radian diselesaikan menggunakan rumus perbandingan: Gambar 8. Satu radian diartikan sebagai ukuran sudut pusat α yang panjang busurnya sama dengan jari-jari.C.2. AB Jika besar ∠AOB = α . putaran penuh = 360O.1 Deskripsi besar rotasi 1 putaran Tentunya. mari kita pelajari teori mengenai radian. Ukuran Sudut (Derajat dan Radian) Pada umumnya.1 Besar ∠AOB = AB rad r Matematika 269 . atau 1O didefenisikan 1 sebagai besarnya sudut yang dibentuk oleh kali putaran penuh. MATERI PEMBELAJARAN Sebelum memahami menemukan konsep dasar sudut. yaitu derajat dan radian. ajukan pada siswa Gambar 8. Biarkan siswa lebih dahulu memahami besarnya rotasi.

1 Perhatikan jenis ukuran sudut berikut ini.° 5 6 2 3 4 3 4 2 3 3. bahwa 1 putaran penuh sama dengan 2π rad.2 360O = 2� rad atau 1O = ≠ rad atau 1 rad = 57. rad = . berapa besar putaran dalam derajat per detik? Berapa putaran dalam radian per detik? 270 Buku Guru Kelas X . putaran 4.. hubungan satuan derajat dengan satuan radian.. 5. putaran = × 360O = 120O ⇔ 120O = 120 × rad = � rad.. 1 1 1 1 1 2 3 3 4 1.. Sudut yang dibentuk jarum jam. saat pukul 14. dan ubahlah..Lebih lanjut. 180 2 3 4180 3 4 2 2 3 3 4 3 4 2 3 180 2 3 4 3 4 2 3 ≠ 1 1 1 ≠2 3 1 3 1 4 1 2 3 3 4 ≠ 1 1 1 ≠ 2 31 31 4 1 2 3 3 4 4. putaran = × 360O = 240O ⇔ 240O = 240 × rad = � rad.. putaran = × 360O = 180O ⇔ 180O = 180 × rad = � rad.3 ≠ 1 1 1 ≠2 3 1 3 1 4 1 2 3 3 4 ≠ 1 ≠1 1 1 1 2 1 3 2 3 3 43 4 1. putaran = × 360O = 270O ⇔ 270O = 270 × rad = � rad. 180 2 3 4180 3 4 2 2 3 3 4 3 4 2 3 180 2 3 4180 3 4 2 2 3 3 4 3 4 2 3 ≠ 1 1 1 ≠ 2 31 31 4 1 2 3 3 4 ≠ 1 1 ≠ 1 2 13 13 1 4 2 3 3 4 5. Definisi 8. putaran = .° 5 6 2 3 4 3 4 2 3 1 1 1 1 1 2 3 3 4 2 putaran = .40. 180 2 3 4180 3 4 2 2 3 3 4 3 4 2 3 180180 2 32 4 3 3 4 4 3 2 43 2 3 ≠ 1 1 1 ≠ 2 31 3 1 4 1 2 3 3 4 ≠ 1 1 1 2 3 3 4 3... 135° = . 180 2 3 4180 3 4 22 3 3 4 3 4 2 3 180 2 3180 4 3 2 4 3 2 4 3 3 4 2 3 ♦ Minta siswa untuk memahami contoh 1. rad = . 180 2 3 4180 3 4 2 2 3 3 4 3 4 2 3 180 180 2 3 2 43 3 4 43 2 4 3 2 3 ≠ 1 1 1 ≠ ≠ ≠ 2 31 31 4 1 2 3 3 4 1 1 11 1 21 3 23 3 4 3 4 2. Contoh 8. Jika suatu alat pemancar berputar 60 putaran dalam setiap menit. Definisi 8. sama dengan berapa radian?. putaran = × 360O = 90O ⇔ 90O = 90 × rad = � rad.3O 180 Perhatikan hubungan secara aljabar antara derajat dengan radian berikut ini. Seperti dinyatakan dalam definisi berikut.. π rad = ....

1 putaran = 360° = 2π rad. yaitu sebanyak 365 hari. dan bertanda “negatif” jika arah putarannya searah dengan jarum jam. putaran = π rad. arah putaran memiliki makna dalam sudut. Selanjutnya. alat tersebut melakukan rotasi sebanyak 60 putaran. 180 5 6 2 3 5 4 6 3 2 43 24 335 46 22 33 4 3 4 2 3 ≠ 4. Untuk memudahkannya. Karena 1 putaran = 2π rad. Pemancar berputar sebanyak 1 putaran. artinya dalam 1 detik. Sudut bertanda negatif Gambar 8. 1 2 3 6 5 10 360°.3 Sudut berdasarkan arah putaran Matematika 271 . pertama sekali diperkenalkan oleh bangsa Babilonia.Penyelesaian 1 1 1 1 1 2 3 3 4 1 1 1 1 1 2 3 3 1. Dalam kajian geometris. Arah putaran sudut juga dapat diperhatikan pada posisi sisi akhir terhadap sisi awal. artinya pemancar tersebut berputar sebesar 2π rad/detik. Suatu sudut bertanda “positif” jika arah putarannya berlawanan dengan arah putaran jarum jam.55 adalah 30°. 1 1 1 ≠ 1 1 1 1 2 1 31 31 421 31 31 41 1 2 3 3 4 3. mari kita cermati deskripsi berikut ini. Jika setiap menit. 5 6 2 3 4 3 4 2 3 5. 135° = 135° × rad = π rad = × putaran = putaran. Karena 1 putaran penuh = 360°. 360° = 2π rad. jadi pemacar tersebut berputar sebesar 360°/detik. 5 56 62 23 34 43 34 10 42 23 3 10 1 1 1 1 11 21 31 311411 21 31 1 3 11 42 13 13 1 4 2 180 3O 3 4 2. Jadi. Sudut yang terbentuk pada pukul 11. Oleh karena itu. Hitungan satu tahun pada kalender Babilonia. 30° = 30° × rad = 180 1 1 1 1 1 2 3 3 4 π rad. putaran = × (2π rad) = π rad = π × 5 6 2 3 45 36 42 235346 32 43 5 24 6 33 24 32 43 3 ≠ 4 2 3 = 60°. Sudut bertanda positif b. sudut didefinisikan sebagai hasil rotasi dari sisi awal (initial side) ke sisi akhir (terminal side). π rad = 5 6 2 3 4 3 4 2 3 5 6 2 3 4 3 4 2 1 11 11 11 11 12 23 1 33 34 4 1 × putaran = putaran = × 360° = 36°. Sisi awal Sisi akhir Sisi akhir Sisi awal a. Selain itu.

180°. memiliki sisi-sisi akhir (terminal side) yang berimpit. bahwa untuk menyatakan suatu sudut.4 Sudut secara geometri dan pembatas kuadran Kuadran IV 270O – 360O 0O 90O Kuadran I 0O – 90O Definisi 8. a) 60° b) –45° c) 120° d) 600° 272 Buku Guru Kelas X . 270° dan 360°. jika sisi awal berimpit dengan sumbu x dan sisi terminal terletak pada salah satu kuadran pada koordinat kartesius. Besar sudut pada setiap kuadran Gambar 8. Dalam koordinat kartesius. β (betha). γ (gamma). α (alpha). dan θ (tetha). seperti A.4 Sudut-sudut koterminal adalah dua sudut ditempatkan pada posisi standar. disebut sudut standar (baku). C. dan tentukan posisi setiap sudut pada koordinat kartesius. yaitu 0°. Y Kuadran II 90O – 180O α β X 180O Kuadran III 180O – 270O a. Untuk memantapkan pemahaman akan sudut baku dan pembatas kuadran. seperti yang dideskripsikan pada gambar di bawah ini. seperti. Sudut baku dan sudut koterminal 270O b. jika sudut yang dihasilkan sebesar α. maka sudut β disebut sebagai sudut koterminal.2 Gambarkanlah sudut-sudut baku di bawah ini. B. 90°. Selain itu. lazimnya menggunakan huruf Yunani. Contoh 8. dan D. dan juga menggunakan huruf-huruf kapital. Jika sisi akhir berada pada salah satu sumbu pada koordinat tersebut. cermati contoh dan pembahasan di bawah ini. sudut yang seperti ini disebut pembatas kuadran. Sebagai catatan.

Sisi awal terletak pada sumbu X dan sisi terminal OR terletak di kuadran III. 3. Sisi awal terletak pada sumbu X dan sisi terminal OP terletak di kuadran II. putaran 6 5 10 2. Misalkan. 90° c. f. 5 3 7 7 ≠ 5≠ ≠ 3 ≠ ≠ 7 ≠ ≠ 7 ≠ ≠ 8 ≠ ≠ 8≠ a. 0. sudut θ merupakan sudut lancip dan sudut β adalah sudut tumpul. 180° d. tentukan posisi setiap sudut tersebut. a. d. Tentukanlah sudut komplemen dan suplemen setiap sudut di bawah ini. 12 7 12 5 7 8 5 16 8 15 16 15 5≠ 7 3≠ 7≠ 8 7≠ 8≠ ≠ 5≠ 3 b. 87. e. Jika kita perhatikan jam. Untuk setiap besar sudut di bawah ini. 30° b.54° Matematika 273 . 2β – θ 4.4° b. nyatakan setiap sudut di atas. 300° b. 105° d. 2β d. 12 12 7 7 5 5 8 16 8 16 15 15 7.Penyelesaian  a) b) c) d) Sisi awal terletak pada sumbu X dan sisi terminal OA terletak di kuadran I. a. a. putaran c. a. Perhatikan kombinasi setiap sudut dan kedua sudut tersebut. Sisi awal terletak pada sumbu X dan sisi terminal OA terletak di kuadran IV. ubahlah ke bentuk satuan derajat dan radian. 68° b. putaran 6 5 10 6 5 10 1 2 3 b. a. 120° 6. dan tentukanlah posisinya. 1 2 3 1 2 3 a. Ubahlah sudut-sudut berikut ke bentuk radian. dalam satuan radian. berapa kali kah dalam 1 hari terbentuk sudut-sudut di bawah ini. 12 12 7 5 7 8 5 16 8 15 16 15 3≠ 3 7≠ 7≠ 8≠ 8≠ ≠ 5 ≠ ≠ 5 ≠ 7 ≠ 7 c. 45° c. Ubahlah sudut-sudut berikut ke bentuk derajat. Besar sudut dalam satuan derajat berikut ini.1 1. Gambar 8.5 Sudut pada setiap kuadran Uji Kompetensi 8. 1200° Selanjutnya. 3θ c. 225° f. –270° c. 90° d. 15° c. 36° d. θ + β b. 96° 5. 135° e.

4 m) FG = tinggi Dani (1. Dia pernah bertanya kepada ayahnya tentang tinggi tiang bendera di lapangan itu.2 m) GC = panjang bayangan Dani Berdasarkan gambar segitiga di atas terdapat tiga buah segitiga.Projek Himpun berbagai informasi penerapan sudut pada bidang fisika dan masalah nyata. Buatlah laporanmu dan sajikan di depan kelas. Dani adalah anak yang baik dan suka bertanya. Dani melihat bayangan setiap benda ditanah.4m dan 32m.6 Model tiang bendera dan orang Dimana: AB = tinggi tiang bendera (8 m) BC = panjang bayangan tiang (32 m) DE = tinggi pak Yahya (1. Dani masih kelas II Sekolah Dasar. 2.Tetapi dia tidak dapat mengukur panjang bayangannya sendiri karena bayangannya mengikuti pergerakannya. namanya Dani. yaitu 6. Dia mengambil tali meteran dan mengukur panjang bayangan ayahnya dan panjang bayangan tiang bendera. Coba rancang pemecahan masalah terkait informasi yang kamu peroleh.2m. 274 Buku Guru Kelas X . Konsep Dasar Sudut ♦ Ajak siswa untuk memahami deskripsi berikut. Suatu sore. yaitu ∆ABC.6m. Ayahnya menjawab 8m. Dia mempunyai seorang anak. Tinggi pak Yahya adalah 1. ∆DEC. apakah siswa dapat mengukur bayangannya sendiri? Konsep kesebangunan pada segitiga terdapat pada cerita tersebut. disaat dia menemani ayahnya membersihkan rumput liar di lapangan. ♦ Tanyakan kepada siswa bagaimana jika mereka berperan sebagai Dani. Dengan senyum.6 m) EC = panjang bayangan pak Yahya (6. Pak Yahya adalah seorang penjaga sekolah. dan ∆FGC sebagai berikut. Tinggi badannya 1. Mari kita gambarkan segitiga sesuai cerita di atas. A D F C B E G Gambar 8.

1. bantu siswa agar siswa mampu memahami masalahnya dan dapat menyelesaikan dengan caranya sendiri. 2 f = = = f = 48 f = 4.97 FG DE AB 1. 48 . 52 1088 Perbandingan ini disebut dengan cosinus sudut C. 6 8 sisi di depan sudut c. ditulis tan x0 = 0. 4 32 sisi di samping sud dut b.24 EC BC 4. 48 43. selanjutnya dengan alas an kesebangunan maka akan diperoleh sebagai berikut.8 . 25 GC EC BC 4.7 Kesebangunan ♦ Berikan pemahaman tentang sifat yang berlaku pada kesebangunan. 6 8 sisi di depan sudut a.Gambar 8. Jika tidak ada siswa yang mampu menyelesaikannya. 2 1. 2 1. 4 Dengan menggunakan teorema Phytagoras diperoleh nilai dari FC = g = 24. ditulis sin x0 = 0.25 Dari ketiga segitiga tersebut.⇒ Diperoleh DE EC 1. = = = = = = = 0. Jika siswa mengalami kesulitan. = = = = = = = 0. 24 FC DC AC 24. 48 43. ditulis cos x0 = 0. GC = = = = = = = 0. 8 6. Perhatikan perbandingan berikut. ajak siswa untuk memahami alternatif penyelesaian yang diberikan. terdapat perbandingan yang sama. Berdasarkan ∆ABC. ∆DEC. 6 6. ∆DEC. ♦ Ajukan Masalah 9. dan ∆FGC diperoleh perbandingan sebagai berikut. Karena ∆ABC. 52 1088 sisi miring segitiga Perbandingan ini disebut dengan sinus sudut C. 8 6. minta siswa untuk memahami masalah yang diajukan. Matematika 275 . FG DE AB 1. 97 FC DC AC sisi miring segitiga 24. dan ∆FGC adalah sebangun maka berlaku FG GC 1. 4 32 sisi di i samping sudut Perbandingan ini disebut dengan tangen sudut C.

Jika sudut elevasi guru pertama 600 dan guru kedua 300 maka dapatkah anda menghitung tinggi tiang bendera tersebut? Gambar 8. Guru pertama berdiri tepat 10 m di depan guru kedua.8 Tiang Bendera Memahami dan Merencanakan Pemecahan Masalah Misalkan tempat berdiri tegak tiang bendera.Masalah-8.1 Dua orang guru dengan tinggi badan yang sama yaitu 170 cm sedang berdiri memandang puncak tiang bendera di sekolahnya. Dimana: AC = tinggi tiang bendera DG = tinggi guru pertama EF = tinggi guru kedua DE = jarak kedua guru Gambar 8.3 sebagai berikut. maka dapat diperoleh Gambar 9.9 Model masalah tiang bendera Alternatif Penyelesaian Berdasarkan pengalaman kita di awal pembicaraan di atas maka kita memiliki perbandingan. Ujung puncak tiang bendera dan kepala kedua guru juga diwakili oleh titik. sebagai berikut: 30° 10 × tan 60° × tan 30° AB AB AB AB AB AB AB  AB 10 × tan AB  60° × tan  =  = BG = 10 + tan 60° = ⇔  10 + tan 60 30 ° °  tan 60° − tan 30° tan 60 BG tan 60° BF 10 BG + BGtan BF60°10  + BG  ° − tan  60° tan AB AB AB AB AB  10 × tan 60° × tan 30°  = + AB = (10 tan 30° = 10 ⇔  + BG) × tan 30° BG tan 60° BF 10 + BG  tan 60°  tan 60° − tan 30° AB AB AB AB AB  10 × tan 60° × tan 30°  =⇔ AB = 10 +  × tan 30° BG tan 60° BF 10 + BG  tan 60°  tan 60° − tan 30° ⇔ AB × tan 60° = (10 × tan 60° + AB) × tan 30° ⇔ AB × tan 60° = 10 × tan 60° × tan 30° + AB × tan 30° 276 Buku Guru Kelas X . dan kedua guru tersebut adalah titik.

10 G tan 60° BF 10 + BG  tan 60°  tan 60° − tan 30° Pada peradaban kehidupan budaya Dayak. kajian mengenai trigonometri sudah tercermin dari berbagai ikon kehidupan mereka. para arsitekturnya. Misalnya. Apakah para Arsitektur tersebut mempelajari trigonometri juga? 3. akan dipahami konsep perbandingan trigonometri pada suatu segitiga siku-siku. dapat dicermati bahwa dinding dengan lantai saling tegak lurus membentuk sudut siku-siku dan sapu membentuk sisi miring. misalnya.11 Posisi Sapu di dinding Gambar 8.11 berikut. Perbandingan Trigonometri pada Segitiga Siku-Siku Pada subbab ini. Rumah adat tersebut berdiri kokoh sebagai hasil Gambar 8.10 Rumah Adat Suku Dayak hubungan yang tepat antara besar sudut yang dikaitkan dengan panjang sisi-sisinya. Dalam kehidupan sehari-hari sering kita jumpai bentuk segitiga siku-siku. Ilustrasinya Matematika 277 . meletakkan posisi sapu. sudah menerapkan kesetimbangan bangunan pada rumah adat yang mereka ciptakan.11. ⇔ AB × tan 60° – AB × tan 30° = 10 × tan 60° × tan 30° ⇔ AB × (tan 60° – tan 30°) = 10 × tan 60° × tan 30° AB AB AB AB AB  10 × tan 60° × tan 30°  = = 10 +⇔ AB  BG tan 60° BF 10 + BG  tan 60°  tan 60° − tan 30° Jadi.12 Segitiga PBJ Dari Gambar 8. Gambar 8. Perhatikan Gambar 8. tinggi tiang bendera adalah: B AB AB AB AB  10 × tan 60° × tan 30°  =AC = AB + +atau AC  BC = + 17 m.

BJ BJ PJ PB Sin J PJ Cos J PB T 4. dan JB. cosecan suatu sudut didefinisikan sebagai panjang sisi miring dengan sisi PB PJ PB BJ 1 BJ 1 PJ 1 1 1 1 di depan sudut. Selain itu. Jika diperhatikan aturan perbandingan di atas. sinus suatu sudut didefinisikan sebagai perbandingan panjang sisi di depan PB PJ PB BJ 1 BJ 1 PJ 1 sudut dengan sisi miring. B. J. ditulis cosec J = . tangen J. ditulis sin J = . tangen suatu sudut didefinisikan sebagai perbandingan panjang sisi di depan PB PJ PB BJ 1 BJ 1 PJ sudut dengan sisi di samping sudut.disajikan pada Gambar 8. dan sisi di depan sudut tentunya dapat mudah diperhatikan. BJ BJ PJ PB Sin J PJ Cos J PB Tan J 2. yaitu PB.5 1 J sin J ' 1. secan suatu sudut didefinisikan sebagai perbandingan panjang sisi miring PB PJ PB BJ BJ 1 1 1 PJ 1 1 dengan sisi di samping sudut. dan ketiga sudutnya.J = = = BJ BJ PJ PB Sin J PJ Cos J J 'PB Tan J' sin cos J tan J '. ditulis tan J = . sisi di samping sudut. cotangen J. 278 Buku Guru Kelas X . Sudut yang menjadi perhatian adalah sudut lancip pada segitiga siku-siku tersebut.12. cosinus suatu sudut didefinisikan sebagai perbandingan panjang sisi di PB PJ PB BJ 1 BJ 1 PJ samping sudut dengan sisi miring cosinus J. cotangen suatu sudut didefinisikan sebagai perbandingan sisi di samping PB PJ PB BJ 1 BJ 1 PJ 1 sudut dengan sisi di depan sudut. berturut-turut yaitu. PJ. yaitu ∠J dan ∠B. silahkan rumuskan ke enam jenis perbandingan sudut untuk sudut B.12. karena yang telah didefinisikan perbadingan sudut untuk sudut lancip J. BJ BJ PJ PB Sin J PJ Cos J PB 3. ♦ Agar siswa lebih memahami konsep perbandingan. ditulis sec J = .J J= BJ BJ PJ PB Sin J PJ Cos Jsin PB J J' J ' Tan cos tan J 5. secan J. ditulis cos J = . konsep matematika lain yang perlu diingat kembali adalah teorema Phytagoras. 6. Nah. ajak siswa untuk memahami dan mempelajari contoh-contoh soal berikut. Adapun hubungan perbandingan antara sudut lancip dan sisi-sisi segitiga siku-siku BPJ di atas.J atau sec J . Definisi 8. dan P adalah sudut siku-siku. pengenalan akan sisi miring. Dari Gambar 8. cosecan J. ditulis cotan J = atau cotan BJ BJ PJ PB Sin J PJ Cos J PB Tan J 1 1 J= . dapat disebut sisi-sisi segitiga sikusiku berturut-turut. cos J ' tan J '. atau cosec = J = .

8 Diketahui tan M = . 15 tentukanlah sin M dan cos M! Gambar 8. hanya satu sisi yang diketahui panjang sisinya.3 Diberikan segitiga siku-siku ABC. Contoh 8. siku-siku di ∠ABC. 2.1. Bagian 1. Artinya.dan 3. Namun. bahwa yang disebut sisi pada suatu segitiga siku-siku tidak selalu miring. dan tan A. Panjang sisi miring 5 Panjang sisi di depan sudut A 4 = Panjang sisi di samping sudut A 3 Gambar 8. kita mulai dari tan M = . dengan Teorema Phytagoras diperoleh panjang sisi = 5 satuan.14 Segitiga siku-siku KLM Penyelesaian Jika pada contoh 3 diketahui panjang sisi datar dan sisi tegak segitiga.Contoh 8. yaitu sisi KL.13 Segitiga siku-siku Perlu diketahui. BC = 4 satuan. 8 Untuk menjawab contoh ini.1. bahwa Matematika 279 . Jika Panjang sisi AB = 3 satuan. dengan menggunakan Definisi 8. cos C. Tentukanlah sin A. Selanjutnya. maka berlaku: Panjang sisi di depan sudut A 4 • sin A = = Panjang sisi miring 5 • cos A = • tan A = Panjang sisi di samping sudut A 3 = . untuk menentukan perbandingan trigonometri yang diinginkan bukanlah persoalan mudah.4 Perhatikan segitiga siku-siku di samping ini. tetapi sisi miring selalu dihadapan sudut siku-siku. menurut 15 Definisi 8. Penyelesaian Untuk segitiga di samping. pada contoh ini.

Nyatakanlah jawaban Anda dalam bentuk paling sederhana. Pada sebuah segitiga KLM.tan M = Panjang sisi di depan sudut M KL 8 = = Panjang sisi di samping sudut M LM 15 Jadi. Diketahui suatu segitiga siku-siku. Tentukanlah nilai sinus. Sekarang. berlaku sin M = dan 5 6 2 3 4 3 4 2 3 panjang sisi KL = 10 cm. dapat dipelajari berbagai kombinasi persoalan mengenai nilai perbandingan trigonometri pada suatu segitiga siku-siku. b) c) 280 Buku Guru Kelas X . Tentukanlah 2 nilai cosinus. dan tangen untuk sudut P dan R pada setiap segitiga siku-siku di bawah ini. dengan mudah diperoleh KM = 17. tentukanlah panjang sisi segitiga yang lain. 4. Tentukanlah nilai sinus. dan tangen untuk sudut lancip T. dengan nilai sinus salah satu sudut 3 lancipnya adalah . kosinus. a) 2. cosinus. Luas segitiga siku-siku RST. dengan 1 1 1 1 1 2 3 3 4 siku-siku di L. dengan sisi tegak RS adalah 20 cm2. dan LM =15. panjang sisi KL = 8. tentunya dengan Teorema Phytagoras. untuk menentukan nilai sin M dan cos K tentunya sudah mudah. Panjang sisi miring KM 17 Dari kedua contoh di atas. sudah dapat ditentukan panjang sisi KM. 3. Panjang sisi di depan sudut M KL 8 = dan • sin M = Panjang sisi miring LM 17 • cos K Panjang sisi di samping sudut K LM 15 = = . Uji Kompetensi 8.2 1. Nah. tangen sudut tersebut.

5. diketahui sin θ = . tan B = cos B c) cosec2 A – cotan2 A = 1 c) 6. Panjang PQ = 1. 5 Tentukanlah nilai x. Di bawah ini diberikan tiga segitiga 2 siku-siku. 7. Selesaikanlah masalah tersebut dan buat laporannya serta sajikan di depan kelas. tentukan nilai 24 tan X dan tan Z. siku-siku di R. Tunjukkan bahwa: a) sin2 A + cos2 A = 1 sin B b. cos Z = . Dalam segitiga siku-siku ABC. seperti gambar di samping. a) b) 8. Diketahui segitiga PRS. ∠RQS = α dan ∠RPS = γ. Tentukanlah panjang sisi RS! Projek Rancanglah masalah nyata minimal tiga buah terkait penerapan perbandingan nilai sisi segitiga dan terkait trigonometri di bidang teknik bangunan dan bidang matematika. Perhatikan segitiga siku-siku di bawah ini. Diketahui sin x + cos x = 3 dan tan x = 1. diketahui panjang BC = a dan ∠ABC =. 281 Matematika . Pada segitiga XYZ dengan siku-siku 20 di Y. Tentukanlah panjang garis tinggi AD. tentukanlah nilai sin x dan cos x! 10. 9.

Misalkan titik A (x. Mari kita perhatikan gambar di samping.4. berlaku : y x y Gambar 8. Gambar 8. Selain itu. dari segitiga siku-siku yang terdapat di kuadran I.15 Segitiga siku-siku AOX • sin α = . kita dapat telusuri perbedaan nilai tanda untuk ketiga perbandingan trigonometri yang utama.16 Kombinasi sudut pada koordinat Cartesius 282 Buku Guru Kelas X . y). tangen dan kebalikannya untuk domain sudut dalam satuan derajat atau radian. r r x Dengan mempertimbangkan semua kombinasi koordinat titik pada koordinat Kartesius. yang berada di kuadran I r r x y x y • cos α = . cosinus. panjang OA = r dan sudut AOX = α. r r x y x y • tan α = . ♦ Ajak siswa untuk memahaminya melalui pembahasan berikut ini. Nilai Perbandingan Trigonometri Sudut Istimewa Pada awal subbab ini informasikan kepada siswa bahwa akan didiskusikan mengenai nilai sinus. nilai semua perbandingan tersebut juga akan dipelajari pada setiap kuadran dalam koordinat Kartesius.

misalnya pada Gambar 8. r = 17. pada Gambar 8. berlaku: 15 8 • cos θ = .18 Titik B (15.16 (b). Tentukanlah nilai sin α dan tan α. serta cos θ dan tan θ! Penyelesaian 1. Karena x = –12. A (–12. Oleh karena itu. dan y = 5.5) dan ∠XOA = α.17 Titik A (–12. 17 17 15 8 • tan θ = – . garis putus-putus adalah proyeksi sumbu Y di kuadran II. 13 12 2. Garis putus-putus pada gambar menyatakan proyeksi setiap sumbu. r = 13. misalnya.16(a).–8) dan ∠XOB = θ. 13 12 5 5 • tan α = – . Untuk x =15. dan y = –8. dan y = 5. dengan menggunakan teorema Phytagoras diperoleh sisi miring. disajikan pada gambar berikut ini. y = –8. dengan menggunakan teorema Phytagoras diperoleh sisi miring. sangat jelas bahwa titik tersebut terletak di kuadran kedua.5 Misalkan diketahui titik-titik berikut ini: 1. karena x = –12. B (15. garis putus-putus melengkung menyatakan dua sudut yang besarnya sama.5) pada kuadran II Gambar 8. –8) pada kuadran IV Matematika 283 . Secara geometris. Contoh 8. Dengan memperhatikan koordinat titik A (–12. Sedangkan garis putus-putus melengkung menyatakan besar sudut yang besarnya sama. karena x = 15.5). Titik B (15. Oleh karena itu. –8). 2. diperoleh : 5 5 • sin α = . 17 17 Gambar 8. berada di kuadran IV.

4 6 1 5 = 5 12 sin θ 3 Dari gambar di samping. Sudut θ yang terletak di kuadran II menjadi penentu tanda nilai perbandingan trigonometri. kebalikan dari kondisi pada contoh 5. dan sin θ 3 12 20 20 4 16 16 12 = • cos β = . cos θ = – . Dalam koordinat Cartesius. Selanjutnya. 4 6 1 5 1 4 16 16 12 cos θ = – . tentukan nilai sin β dan cos β.20 tan β = – 16 IV 12 284 Buku Guru Kelas X . dapat diperhatikan pada contoh berikut ini.6 Jika diketahui: 4 6 1 5 1 4 16 16 12 1. tentukan nilai cosec θ dan cotan θ. θ berada di = kuadran=II. tan β = – . Contoh 8. mudah kita pahami bahwa: 4 6 1 5 1 4 16 16 12 Gambar 8.–8) pada kuadran IV • cosec θ = = = 5 12 sin θ 3 sin θ 3 12 20 20 6 1 5 1 4 16 16 12 • cotan= θ= = 12 sin θ 3 sin θ 3 12 20 20 Dengan pemahaman yang sama.19 Titik B (15. 5 12 sin θ 3 sin θ 3 12 20 20 Penyelesaian 1. tanyakan juga kepada siswa tentang nilai-nilai sudut perbandingan geometri.♦ Beri penjelasan kepada siswa terkait contoh 4. 3 12 20 20 Gambar 8. 5 12 sin θ 3 sin θ 3 12 20 20 4 6 1 5 1 4 16 16 12 2. β berada = di kuadran = IV. Dengan segitiga 6 1 5 = 12 sin θ 3 1 5 1 = sin θ 3 sin θ seperti pada gambar di samping. dengan β di kuadran IV sebagai berikut: θ 3 atribut sin 12 20 20 siku-siku yang sudah lengkap. digambarkan = sebagai = berikut: 5 12 sin θ 3 sin θ 3 12 20 20 4 5 2. dengan mudah kita menentukan: 1 4 16 16 12 • sin = β = – . dapat kita gambarkan 1 4 16 16 12 tan β= = – .

semua nilai perbandingan trigonometri bernilai positif. y < 0 ( −) y y =− (+)r r ( −) x x • cos α = =− (+)r r ( −) y y • tan α = =+ ( −) x x • sin α = ( −) y y =− (+)r r ( −) x x • cos α = =− (+)r r ( −) y y • tan α = =+ ( −) x x • sin α = Gambar 8. selainnya bertanda negatif. 3) Di kuadran III. y > 0 (+) y y =+ (+)r r (+) x x • cos α = =+ (+)r r (+) y y • tan α = =+ (+) x x • sin α = Di Kuadran III : x < 0.20 dan pengalaman pembahasan Contoh 8. 2) Di kuadran II.6 di atas. Selanjutnya bersama-sama dengan siswa menyimpulkan beberapa hal berikut. hanya tan α dan cotan α yang bernilai positif. dengan pengetahuan dari Gambar 8. 4) Di kuadran IV. selainnya bertanda negatif. y > 0 Di Kuadran II : x < 0.   Matematika 285 . termasuk kebalikan setiap perbandingan sudut tersebut.5 dan 8. 21 Nilai tanda perbandingan trigonometri untuk setiap kuadran ♦ Ajak siswa untuk membuat kesimpulan dari hasil yang sudah dikerjakan. y < 0 (+) y y =+ (+)r r ( −) x x • cos α = =− (+)r r (+) y y • tan α = =− ( −) x x • sin α = Di Kuadran IV : x > 0. yaitu: Di Kuadran I : x > 0. 1) Pada kuadran I. hanya cos α dan sec α yang bernilai positif. selainnya bertanda negatif. dapat kita merumuskan nilai perbandingan trigonometri di setiap kuadran. hanya sin α dan cosec α yang bernilai positif. Tentunya.

22 Segitiga siku-siku yang memuat sudut 30°. 30°. Mari perhatikan segitiga MPL di bawah ini. misalkan panjang sisi jika kita menentukan nilai perbandingan trigonometri untuk setiap sudut 30° dan 60°.dan 60° 286 Buku Guru Kelas X . 330°. Perbandingan Trigonometri untuk Sudut 30°. kita akan kaji nilai-nilai perbandingan tersebut di kuadran I. Segitiga tersebut adalah segitiga siku-siku yang mengandung sudut 30°. yang artinya sudut-sudut yang nilai perbandingan trigonometri dapat ditentukan secara eksak. dan 90° merupakan sudut istimewa di kuadran I. 270°). Selanjutnya (120°. 360°) berturut-turut adalah sudut-sudut istimewa di kuadran ke-II.22 (b). 315°. Dari Gambar 8. ke-III. Pertama sekali. Perhatikan gambar berikut. dan (300°.45°. sudut-sudut istimewa tersebut dinyatakan dalam satuan radian. salah satu diantaranya.45°. 45°. yaitu. 60°.Sebagai tambahan agar siswa dapat mengingat Banyak cara mengingat nilai tanda perbandingan trigonometri di setiap kuadran. 180°).dan 60°. 45° dan 60° Mari perhatikan perbandingan sisi-sisi segitiga siku-siku istimewa. Pada beberapa referensi yang lain. 225°. Misalnya. dan ke-IV. 135°. Pembahasan selanjutnya. bagaimana nilai-nilai perbandingan trigonometri untuk setiap sudut istimewa. 5.22 Bagan untuk mengingat nilai perbandingan trigonom Dalam kajian trigonometri ada istilah sudut istemewa. (210°. Gambar 8. 150°. 240°. Gambar 8.

Dengan teorema phytagoras.45°. Matematika 287 . • sin 0° = 0 • cos 0° = 1 • tan 0° = 0 dan untuk menentukan nilai perbandingan sudut pada saat sudut 90°. mari kita cermati gambar berikut ini.30°.1 berikut. silahkan diskusikan dan kaji bersama teman-temanmu melalui gambar segitiga ABC pada Gambar 8.60° dan 90°.0). Oleh karena itu berlaku: 3 1 3 = 2 2 1 • cos 60° = 2 Gambar 8. dapat ditentukan nilai semua sudut istimewa.22(a). digunakan titik B(1.1). nilai setiap perbandingan trigonometri pada setiap sudut istimewa 0°. yaitu dengan cara menentukan Gambar 8. di sajikan di Tabel 8.23 Segitiga sikusiku MPL 3 • tan 60° = = 3 1 Untuk menentukan nilai perbandingan trigonometri untuk sudut 45°. • sin 90° = 1 • cos 90° = 0 • tan 90° tak terdefinisi Selengkapnya. Secara umum. diperoleh panjang MP = 1 • sin 30° = 2 3 1 3 • cos 30° = = 2 2 1 3 • tan 30° = = 3 3 • sin 60° = 3 . Misalnya untuk titik A (0.24 Perbandingan Trigonometri setiap koordinat titik pada lingkaran dengan jari-jari 1. Untuk menentukan nilai perbandingan trigonometri pada saat 0° dan 90°.

minta siswa untuk memperhatikan nilai perbandingan trigonometri untuk semua sudut istimewa Tabel 8.1 Nilai Perbandingan Trigonometri pada Kuadran Pertama Sudut sin cos tan 0° 0 1 0 30° 45° 60° 90° 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 2 3 2 3 3 3 3 3 3 2 3 3 2 3 2 2 2 2 2 2 2 2 3 2 2 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 3 3 2 3 3 3 3 3 2 2 3 3 2 2 3 2 2 2 2 2 2 3 3 2 2 2 2 1 1 1 1 1 3 1 2 1 3 tak terdefinisi 1 1 1 1 3 3 3 3 2 2 2 3 2 2 2 2 3 2 2 Dengan menggunakan Gambar 8. II. dan tabel 8. minta siswa untuk berdidkusi dengan temannya untuk menentukan nilai perbandingan trigonometri pada sudutsudut istimewa di kuadran I. II. III. dan IV. III.2 Tabel lengkap Nilai perbandingan trigonometri pada kuadran I.Tabel 8. dan IV Sudut 0° 30° 45° 60° 90° 120° 135° 150° 180° − − − Sin 0 Cos 1 Tan 0 1 11 11 1 1 1 1 1 1 1 − − 2 −− − 23− −− 3 − − 33 3 2 3− 3 −− 3 3 − 2 22 22 2 2 2 2 3 3 3 1 1 1 1 1 1 1 11 − 2 − − 2 3 −− 3 − 3 − 3 − 3 − 3 2 2 2 2 2 3 2 3 1 1 1 1 1 1 2 −1 1 1 3 − 3 −1 1 1 3 − − − − − 2 − 2 − 3 − 3 − 3 − 3 − 3 − 3 2 2 2 3 2 2 2 2 2 2 3 3 1 1 1 1 1 − 2 − 3 − 3 − 3 2 2 2 3 − 0 tak terdefinisi 1 1 1 1 −1 − −1 2 −1 3 − 3 −1 3 2 − 3 − 3 − 3 − 2 2 2 3 2 2 2 3 –1 1 1 1 1 1 1 1 1 − 2 − − 3 − −3 − 2 − 3 3 − 3 − 3 2 2 2 2 3 2 2 3 − 1 1 1 1 1 1 1 11 1 1 − −2 − − 2 − 32 − 33 −− 3 3 3− 3−− 3− 2 2 2 2 2 2 2 32 3 3 0 –1 0 288 Buku Guru Kelas X .21.1. Sebagai pedoman untuk memastikan hasil kerja siswa.

Adapun cara yang dilakukannya adalah menggambarkan sisi di hadapan sudut dengan panjang 1 satuan dan menggambarkan sisi miring sebuah segitiga dengan panjang 2. Matematika 289 . tugasnya adalah menentukan nilai α (besar sudut)! 5 6 2 3 4 3 4 2 3 Alternatif Penyelesaian Penyelesaian I: Langkah-langkah yang dilakukannya adalah 1. Masalah-8.2 Seorang anak ingin menentukan besar sudut dari sebuah perbandingan trigonometri.2 berikut ini kepada siswa dan ajak siswa untuk berdiskusi dengan temannya. 1 1 1 1 1 2 3 3 4 sin α = . Diberikan kepadanya perbandingan sebagai berikut.Sudut 210° 225° 240° 270° 300° 315° 330° 360° − − Sin Cos Tan 1 1 1 11 1 1 1 11 1 1 − − −3 − − 2− − − 2 3− − 3 − 3 3− 3 2− 3 3 − 3 2 2 2 22 3 2 2 22 3 3 1 1 1 1 1 1 1 1 1 − − 2 2 − 3 −− 3 − 3 − 3 − 3 − 3 2 2 2 2 2 2 3 3 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 − − − −2 − 2 −3 − 3 3− − 3 −3 3 2 − 3 − 3 − −3 − 2 2 2 2 2 2 2 2 3 2 3 3 0 tak terdefinisi 1 1 1 1 1 1 1 1 2 −1 3 − 3 −1 1 1 3 − − − 2 − 3 − 3 − 3 − 3 − 3 −− −− 2 3 2 2 2 2 3 2 2 2 2 2 3 3 − –1 1 1 1 11 1 1 1 − 2 − 3 − 3 −− 23 − 3 − 3 − 3 2 2 2 23 2 2 3 − 1 1 11 1 1 1 1 1 1 1 1 − − − 3 − 33 −− 3 3 2− − − 3 −− 2 − 2 − 3 3 − 3 2 2 22 2 2 2 2 3 2 3 3 0 1 0 –1 ♦ Berikan masalah 8. Menggambarkan sebuah segitiga siku-siku dan menerapkan sifat perbandingan sinus.

yaitu 1 1 1 1 1 2 3 3 4 α = sin–1 = 30°.1 1 1 1 1 1 2 3 3 4 1. 3. Selanjutnya dia mengukur besar sudut dari segitiga siku-siku yang sudah terbentuk dengan menggunakan busur derajat. 5 6 2 3 4 3 4 2 3 1 1 1 1 1 2 3 3 4 1 1 1 1 1 2 3 3 4 2.2. Invers dari sin–1 selanjutnya dituliskan dengan arcsin . Alternatif yang mungkin dilakukan adalah dengan melihat tabel. Penyelesaian II: 1. kuadran II. 5 6 2 3 4 3 4 2 3 5 6 2 3 4 3 4 2 3 Penyelesaian III: 1. Tentukan nilai β jika cos β = ! 5 6 2 3 4 3 4 2 3 2. III. Alternatif penyelesaian yang lain yaitu dengan menggunakan kalkulator.2. Tentukan nilai θ jika tan θ = 0! 290 Buku Guru Kelas X . kuadran. Berdasarkan pengukuran yang dilakukan ternyata diperoleh besarnya sudut α adalah 30°. Untuk kasus nilai perbandingan trigonometri sudut istimewa pada kuadran I. dan kuadran IV dapat menggunakan Tabel 8. Dengan fasilitas yang dimiliki kalkulator dapat diperoleh invers nilai sin. Latihan 8.

maka nilai 2 2 3 2 3 3 6 Contoh 8. Perhatikan gambar! 3 3 Sehingga untuk nilai cos x = 2 3 2 3 3 3 3 3 1 − 3 3 = 2 2 3 2 3 3 6 3 3 3 3 1 − 3 3 = 2 2 3 2 3 3 6 3 3 3 3 1 − 3 3 = 2 2 3 2 3 3 6 − 3 3 1 3 3 2 3 6 3 3 3 3 1 − cos x = 3 3– Karena nilai cos bernilai negatif di kuadran ke IV.25! Tunjukkan bahwa sin θ  tan θ = cos θ 2  sin θ + cos 2 θ = 1  tan 2 θ + 1 = cosec 2θ Matematika 291 . Misalnya invers dari cos x = y maka inversnya adalah x = arcos y. dan x tumpul berapakah nilai dari cos x? 3 Penyelesaian Jika x tumpul. Penulisan ini juga berlaku untuk perbandingan trigonometri lainnya. sehingga gambar segitiga siku-siku berada di kuadran ke IV.7 Perhatikan Gambar 8. Latihan 8. maka x berada di kuadran ke IV. invers dari tan x = y maka inversnya adalah x = arctan y.2 Jika tan x = − 1 3 .

(2) 2 2 2 cos θ cos θ cos θ Jika kita lanjutkan membagi kedua ruas persamaan (1) dengan sin2 θ. = . sedangkan tan cos θ x x r bahwa: sehingga berlaku sin θ y sin θ = tan θ ⇔ = tan θ cos θ x cos θ Perlu kita kenalkan.. cos θ = .....(sin θ) =   .   = 2 ..……………………………………… (1) Persamaan ini disebut sebagai persamaan identitas trigonometri. r r r2 r Jadi ditemukan: sin2 θ + cos2 θ =1 .. y sin θ r y Gambar 8.Penyelesaian Dari Gambar 8..25 Segitiga siku-siku = = cos θ x x y r sin θ r y = θ= .....      2  2  2 2 r 2 x2  r x r rr r  r r Jumlah dari sinus kuadrat teta dengan cosinus kuadrat teta dinyatakan sebagai berikut: y 2 x2 y 2 + x2 r 2 sin 2 θ + cos 2 θ = 2 + 2 = = 2 = 1.... 2 2 2 y x  y  y y x y cos θsin =2θ . Dari persamaan ini kita dapat menemukan turunan rumusan dalam trigonometri... dan tan θ = ... jika sin θ θ = . (dengan syarat cos2 θ ≠ 0)..... (sin2 θ dibaca sinus kuadrat teta). maka berlaku: 292 Buku Guru Kelas X ..25 berlaku: y x sin θ = .. Misalnya........maka r r r x2 rr r 2 2 2 2 2 y 2y  x  y y y 2x y  y   y  2 ..... bahwa (sin θ)(sin θ) = (sin θ)2 = sin2 θ. r r Nilai perbandingan sin θ dan cos θ dinyatakan sebagai berikut.. Tetapi perlu diingat bahwa. = (sin θ). sin2 θ ≠ sin θ2. 2 Tentunya.. maka persamaan (1) berubah menjadi: sin 2 θ cos 2 θ 1 + = ⇔ tan 2 θ + 1 = sec 2 θ ……………………………….. = Sama halnya untuk memahami cos θ = . jika kedua ruas persamaan tersebut dibagi cos2 θ.

……………………. tentukanlah jarak pengamat ke pesawat jika : θ = 30°...3 Di daerah pedesaan yang jauh dari Bandar udara...26. sin2 30° = . Dengan sudut elevasi pengamat (Bolang) terhadap pesawat adalah sebesar θ. (sudahkah 5 6 2 3 4 3 4 2 3 kamu tahu alasannya?). maka 2α = 30°. Misalnya.. θ = 90°.. Gambar 8. mengamati sebuah pesawat udara. Matematika 293 . α = 15°.. (3) 2 2 sin θ sin θ sin 2 θ Formula di atas berlaku. dan θ = 120°. Masalah-8... kebiasan anak-anak jika melihat/mendengar pesawat udara sedang melintasi perkampungan mereka. 4 4 2 2  1 1 1 1 1 2 3 3 4 Tolong ingat kembali bahwa.. Oleh karena itu berlaku: 2 2 1 1  1 3 sin 2 2α + cos 2 2α = sin 2 30° + cos 2 30° =   +  3  = + = 1.. Alternatif Penyelesaian Ilustrasi persoalan di atas dapat disajikan pada Gambar 8. yang terbang dengan ketinggian 20 km. tetapi sin (30°)2 = sin 900° = 0.sin 2 θ cos 2 θ 1 + = ⇔ 1 + cotan 2θ = cosec 2θ .26 Sketsa pengamatan terhadap pesawat udara dengan sudut elevasi θ. Bolang. untuk semua satuan sudut yang sama.

3 cos π t S = 23. 884 + 4. maka pesawat tepat berada di atas si Bolang. sebagai berikut S = 23. 3 cos π t 6 ( ) dengan t = waktu (bulan) t = 1 merepresentasikan hasil penjualan bulan Januari tahun 2010. 442.1 + 0. d sin 30° 1 2 20 20 20  Untuk θ = 90°. Tentukanlah prediksi penjualan pada bulan Pebruari 2010 dan bulan April 2011. Produksi hasil penjualan bulanan (dalam satuan ribuan unit) selama 2 tahun diprediksi. maka sin 30° = Artinya. 3 cos(60°) 1 S = 23. maka bulan Pebruari 2010 menyatakan waktu t = 2. 3. 20 20 20 ⇔ d= = = 40 km. 1. d sin 120° 3 3 2 Dapatkah kamu ilustrasikan bagaimana posisi pengamatan si Bolang dengan besar sudut elevasi.Untuk menentukan jarak pengamat terhadap pesawat. d sin 90° 1  Untuk θ = 30°.1 + 0.1 + 0. (kenapa?). Prediksi penjualan mainan pada bulan Pebruari 2010. 442t + 4.4 Sebuah perusahaan memproduksi mainan.   = 26. Masalah-8. Alternatif Penyelesaian Jika bulan Januari tahun 2010 menyatakan waktu t = 1. 984 + 4. waktu t = 2 adalah: S = 23. dengan diketahui ketinggian terbang pesawat.(2) + 4.  Untuk θ = 120°. maka sin 120° = 40 20 20 20 ⇔ d= = = 3 km. θ = 120°. kita menentukan sin θ. maka sin 90° = ⇔ d= = = 20 km. dengan sudut elevasi 90°.134 2 294 ( 6) Buku Guru Kelas X . dan bulan April 2011 menyatakan t = 16. sehingga sama dengan tinggi terbangnya pesawat.

2. 5 6 2 3 4 3 4 2 3 Pasangan nilai x dengan nilai perbandingan sin x merupakan suatu koordinat titik pada grafik fungsi sinus.  . Grafik Fungsi Trigonometri a.2π] 5 6 2 3 4 3 4 2 3 − 2= −– sin 3 − 4∈− 5 − 6 − 7 − 8 − 9 b) sin x + x. hanya berlaku untuk x = 30°.172 + 4. 442. nilai sin x = – . 150°.(16) + 4. 3. 6. Contoh 8. karena perbandingan 5 6 2 3 4 3 4 2 3 trigonometri hanya bernilai positif di kuadran I dan II.  −  = 28 . mari kita selesaikan persamaan berikut ini. 1 1 1 1 1 2 3 3 4 a) sin x = .134 unit.172 + 4. 360°].2π] merupakan domain untuk menyelesaikan persamaan pada bagian a). Sedangkan untuk 1 1 1 1 1 2 3 3 4 x = 210° dan x = 330°.022 unit. 3 cos 16π 6 S = 23. 442. Jadi banyaknya mainan yang terjual pada bulan Pebruari 2010 adalah sebanyak 26. 3 cos(960°) S = 30. x ∈ [0.1 + 0.(16) + 4.8 Tentukanlah nilai x yang memenuhi setiap persamaan di bawah ini: 1 1 1 1 1 2 3 3 4 a) sin x = .022 S = 30. Prediksi penjualan mainan pada bulan April 2011. x [0.2π] Penyelesaian x ∈ [0.  . Grafik Fungsi y = sin x. −  . x ∈ [0°.  240°. yaitu koordinat: 1  1  1  1   30°. Dengan menggunakan nilai-nilai sudut yang telah diberikan di atas. 3 cos( 240°) (kenapa cos(960°) = cos( 240°)?) ( )  1 28. t = 16 adalah: S = 23.  210°. maka prediksi penjualan pada bulan April 2011 adalah 28. 022  2 Karena jumlah penjualan dalam ribuan unit. dan x = 150°. −  2  2  2  2  Matematika 295 .1 + 0.

− 2 . 2 2 2 2         Sebagai kumulatif hasil semua pasangan titik-titik di atas.− untuk 4 − x =5 60°. • sin x = 1. (180°. 7 − 8 − 9 5 6 2 3 4 3 4 2 3 Oleh karena itu. untuk x = 90° sin x = – 1. Akibatnya berlaku: (90°. untuk x = 270°. (360°. 2  .1). 2 3  .  240°. 1 1 1 1 1 2 3 3 4 1 1 1 1 1 2 3 3 4 • sin − x2 = − 3 . 135°. − serta 8 − sin 9− x =2– − 3 pada − 4saat − x 5= − 240°. Akibatnya diperoleh: (0°. tentunya. 120°. Oleh karena itu berlaku: 1 1 1 1         3  .27.27 Grafik fungsi y = sin x. Selain itu juga.−− Jika 63 kamu −− 74 −− 85 −− 96 − 5 6 2 3 4 3 4 2 3 sudah menguasai Tabel 9. (270°.  315°. sekarang kita memiliki pasangan titik: Selain pasangan titik besar sudut dan nilai perbandingan trigonometri di atas. x ϵ [0°. − dan 6 − x =7 120°. kita sajikan pada Gambar 8.  45°. tentunya dengan mudah. 6 − 7 − 8 − 5 6 2 3 4 3 4 2 3 5 6 2 3 4 3 4 2 3 dan x = 300°.0). 1 1 1 1 1 2 3 3 4 kita harus menguasai bahwa nilai sin x = − 2 pada − 3saat − x4= − 45°5dan − x6= − 135°. 3 . masih terdapat pasangan koordinat yang lain.1). kamu dapat menyebutkan bahwa nilai x yang memenuhi adalah x = – 225° dan x = – 315°.  300°.360°] 296 Buku Guru Kelas X . Gambar 8.2.0).  225°. 2 3  .  60°. untuk x = 180° dan x = 360°.0).1 1 1 1 1 2 3 3 4 b) Persamaan sin x + − 2 =−– sin 3 − x⇔ 4 2−sin5x − = −6 2−atau −7 3 sin − −x 8= 4− –−− 9 52. − 2  . 2 2         1 1 1 1         2  . yaitu: • sin x = 0.

x ϵ [0°. untuk suatu persamaan kuadrat kita membutuhkan akar-akar persamaan kuadrat tersebut. maka fungsi y = cosec x.28). b. • Jika fungsi y = sin x. x ∈ [0°. Tentunya.9 Mari cermati beberapa persamaan di bawah ini. Nilai konstanta a yang memenuhi untuk fungsi di bawah ini adalah a = 2. mengakibatkan perubahan pada nilai maksimum dan nilai minimum fungsi. untuk domain [0°.360°]. Secara manual. x ∈ [0°. Gambar 8. Penyelesaian 1) Persamaan (cos x)2 – 2. 1) (cos x)2 – 2. tetapi tentunya ada beberapa perbedaan yang anda harus cermati dan pahami. akan kita bandingkan grafik fungsi di atas dengan grafik fungsi y = cos x. Grafik Fungsi y = cos x.cos x = – 1. Silahkan temukan pasangan-pasangan titik untuk fungsi tersebut.Grafik y = sin x memiliki nilai ymax = 1 dan ymin = –1.28 Grafik fungsi y = a sin x.360°].360°].cos − 5 − 6 − 7 − x 9 – 2 = 0. grafik di atas dapat kamu gambarkan pada kertas dengan spasi yang jelas.360°] Contoh 8. Oleh karena itu dapat kita tulis: Matematika 297 . Adanya konstanta. Berikut ini juga diberikan grafik fungsi sinus (Gambar 8. a ϵ R Selanjutnya. 2) − 8. kemudian sketsakan.cos x = – 1 merupakan persamaan trigonomteri berbentuk persamaan kuadrat.

cos − x 9 – 2 = 0 dapat kita sederhanakan menjadi: 1 1 1 1 1 2 3 3 4 − 2 .− 5 6 2 3 4 3 4 2 3 1 1 1 1 1 2 3 3 4 − 3 −untuk 4 −x5 − 7 − 8 − 9 Nilai x yang memenuhi persamaan cos x = − 2 adalah =− 45°6 dan 5 6 2 3 4 3 4 2 3 1 1 1 1 1 2 3 3 4 − 3 − untuk 4 − 5 − 6 − 7 x = 315° (lihat Tabel 9.         Selanjutnya.cos x + 1 = 0 ⇔ (cos x – 1). Akibatnya. kita dapat menuliskan pasangan titik-titik berikut: • 1 1 1 1          45°. (180°.1) 3 − 4 − 52) − Persamaan 6 − 7 − 8. Oleh karena itu.1).0). kita temukan pasangan titik: (0°. (cos x)2 – 2. Sedangkan untuk cos x = – − 2 berlaku 5 6 2 3 4 3 4 2 3 x = 135° dan x = 225°.2).  225°. 2 2  . berikut ini disajikan pada grafik berikut.–1). . . (90°. silahkan bentuk pasangan-pasangan titik yang lain.2. Nilai cos x = – 1 berlaku untuk x = 180° dan cos x = 0 untuk x = 90° dan x = 270°.(cos x – 1) = 0 atau (cos x – 1)2 = 0 ⇔ cos x = 1.0) dan (360°. dengan menggunakan semua pasangan-pasangan titik di atas.2 2   315°. 2 2  .29 Grafik fungsi y = cos x.360°] 298 Buku Guru Kelas X .2 2  . (270°. 135°. dapat kita lihat dari Tabel 8. x ϵ [0°. Gambar 8.cos − x 3 –− 40 −⇔5cos − x6= − − 2 7 − 3 8− − 4 9− 5 − 6 − 7 − 8 − 9 2 2= . Nilai x yang memenuhi persamaan cos x = 1 adalah x = 0° dan x = 360° (kembali sesuaikan dengan Tabel 9. Jadi.2).

Gambar 8. kurva bergerak dari y = 1 hingga mencapai kembali y = 1. menggambarkan grafik fungsi y = sin x dan y = cos x.30 Grafik fungsi y = cos bx.360°] dapat kita gambarkan sebagai berikut. x ϵ [0°. untuk x ∈ [0°. x ∈ [0°. untuk x ∈ [0°. b ∈ R . dapat kita cermati bahwa seiring bertambahnya domain fungsi y = cos x. Cermati dan tentukan perbedaan dengan grafik y = cos x.360°]. • Minta siswa untuk menentukan pasangan titik-titik yang dilalui grafik fungsi y = secx.360°].31 Grafik fungsi y = tan x.360°]. x ϵ [0°. Gambar 8.30 di bawah ini adalah grafik y = cos bx.360°] Matematika 299 .360°]. Gambar 8. Kemudian sajikan pasangan titik-titik tersebut dalam grafik fungsi trigonometri. x ∈ [0°. b ϵ R c.Dari grafik di atas. grafik fungsi y = tan x. Nilai maksimum fungsi y = cos x memiliki nilai ymaks = 1 dan nilai ymin = – 1. Dengan cara yang sama. Grafik Fungsi y = tan x.

nilai y = tan x menuju tak terhingga. Tentukanlah nilai sinus.360°]. cosinus. x ϵ [0°. untuk x → 90° dan x → 270° (dari kiri).Grafik di atas. Perhatikan nilai fungsi disaat x →90° dan x → 270° (dari kanan). c. mengenai nilai maksimum dan nilai minimum fungsi. apa yang dapat kalian simpulkan dari gambar di atas? Selanjutnya.3 1. a. dan cotangen setiap sudut yang dinyatakan. dan a ϵ R Uji Kompetensi 8. 2. Gambar 8. secan. nilai y = tan x menuju negatif tak terhingga. Khususnya. • Dengan keadaan ini.32 Grafik fungsi y = tan ax. Sebaliknya. cosec. b. tangen untuk setiap titik yang disajikan berikut: 300 Buku Guru Kelas X . berbeda dengan grafik y = sin x dan y =cos x. Perhatikan setiap gambar di bawah ini. cermati grafik di bawah. cosinus. tentukanlah nilai sinus. tangen. d.

cosec x. cos x.75) a. Diketahui π sin β 2 sec β 3 ≤ β ≤ 3π .5. Berikan alasanmu. Untuk 30° < x < 90°. Diketahui β berada di kuadran III. sin β b cos β 2 sec β 3 sin β π ≤ β c. 8 cosec α Diberikan tan α = − dengan sin α > 0. a.2. dan Y2 = a cos bx.360°]. Tentukanlah nilai maksimum dan minimum kedua fungsi. + 1 + cos A 1 − cos A b. b. Tentukanlah : 301 Matematika . tentukanlah: cos 2y 4 2 sec β − tan β sec 2 β + tan 2 β 4. (cosec A – cotan A). dan 120° 8. Jika diketahui Y1 = a sin bx.–2) d. maka nilai 2. a. R(–5. dan nilai 2 2 tan β + 1 tan β − 1 2 cotan β=3 tidak terdefinisi. 3 < y < 150°. Periksalah kebenaran setiap pernya. sec 2 β + tan 2 β perbandingan trigonometri. keempat kuadran.(cos α) 8 cosec α d. (sin B + cos B)2 + (sin B – cos B)2 c. − 15 cotan α 5 6.(1 + cos A) 10. Q(–5. x ∈ [0°. Sederhanakanlah bentuk persamaan berikut ini. + sec β 2 sin 2 β + 2 cos 2 β sin α > 0 cos α > 0 tan β sin α < 0 tan α < 0 cos α < 0 sin α > 0 Tentukanlah letak sudut α untuk setiap kondisi tanda nilai perbandingan.2) c. sec α c. Di kuadran I. P(5.–7. 2 2 tan β + 1 tan β − 1 2 a. T(3. dan gambarkanlah gambar kedua fungsi. c. Di bawah ini disajikan tabel yang a. cos x.sin x < dan cos β = – .sin β 3 2 sec β π ≤ β ≤ 3π d. ≤ 3π 2 2 tan β + 1 tan β − 1 2 3. (sin α). nilai sinus selalu a. taan berikut. sin A sin A a. + sec β 2 sin 2 β + 2 cos 2 β tan β menjelaskan tanda nilai beberapa sec β − tan 2 β b.12) b. sec x dan sin x selalu mimiliki nilai tanda yang sama di 7. Sederhanakanlah bentuk ekspresi berikut. b ∈ R . tentukanlah: 15 cotan α a. 9.7. cos α b.cotan x + sin x cosinus.tan x lebih besar daripada nilai b.

d. c. Buatlah laporanmu dan sajikan di depan kelas. selainnya bertanda negatif. selainnya bertanda negatif. b. cosinus. Pada kuadran II. Buatlah analisis sifat-sifat grafik sinus. hanya tan α dan cotan α yang bernilai positif. termasuk kebalikan setiap perbandingan sudut tersebut. 302 Buku Guru Kelas X . 2. Pada segitiga siku-siku ABC berlaku jumlah kuadrat sisi siku-siku sama dengan kuadrat sisi hypothenusanya atau secara simbolik ditulis a2 + b2 = c2 dengan c merupakan panjang sisi miring dan a serta b panjang sisi-sisi yang lain dari segitiga siku-siku tersebut. a. hanya cos α dan sec α yang bernilai positif. Pada kuadran III. PENUTUP 1. tan A = c c b 3. Pada gambar segitiga siku-siku ABC dengan sudut siku-sikku berada di C. Nilai perbandingan trigonometri pada tiap kuadran berlaku sebagai berikut. hanya sin α dan cosec α yang bernilai positif. semua nilai perbandingan trigonometri bernilai positif. maka berlaku perbandingan trigonometri berikut. Pada kuadran IV. selainnya bertanda negatif. Pada kuadran I. a b a a. sin A = c c b a b a b. cos A = c c b a b a c. dan tangen dalam permasalahan tersebut.Projek Himpunlah informasi penerapan grafika fungsi trigonometri dalam bidang fisika dan teknik elektro serta permasalahan di sekitarmu. D.

Nilai perbandingan trigonometri pada kuadran I adalah sebagai berikut.4. Sudut sin 0° 0 30° 45° 60° 90° − 1 11 1 111 1 1 1 1 1 1 −− 2 − − − −2 3 −2 − −3 −3 3−3 − 3 −3 3 3 − 2 22 2 222 2 2 3 3 3 cos − 1 11 1 1 11 1 1 1 1 0 1 1 − − 3− − 2 3− −− − 3 3 −2 − 2 − 3 3 − 3 − 3 − 3 2 2 2 2 23 2 2 3 2 2 3 tidak terdefinisi − 1 1 tan1 1 11 1 0 1 1 − 3 2 − 3 − − 3 −− 32 − 3 − 3 − 2 2 2 32 2 2 3 Matematika 303 .

garis dan bidang melalui demonstrasi menggunakan alat peraga atau media lainnya. 3. siswa memperoleh pengalaman belajar: • menemukan konsep dan prinsip geometri melalui pemecahan masalah otentik. memahami konsep jarak dan sudut antara titik. • • • • • • • Titik Garis Bidang Ruang Jarak Sudut Diagonal . • berpikir tingkat tinggi dalam menyelidiki dan mengaplikasikan konsep dan prinsip-prinsip bangun datar dan ruang dalam geometri untuk memecahkan masalah otentik. memiliki motivasi internal dan merasakan keindahan dan keteraturan matematika dalam perhitungan jarak dan sudut antara titik. KOMPETENSI DASAR DAN PENGALAMAN BELAJAR Kompetensi Dasar Setelah mengikuti pembelajaran ini siswa mampu: 1. menggunakan berbagai prinsip bangun datar dan ruang serta dalam menyelesaikan masalah nyata berkaitan dengan jarak dan sudut antara titik. Pengalaman Belajar Melalui pembelajaran materi geometri. • berkolaborasi memecahkan masalah aktual dengan pola interaksi sosial kultur. 2. garis dan bidang dilakukan dengan menggunakan sifat-sifat bangun datar dan ruang. garis dan bidang.Bab Geometri A.

Bidang Unsur Bidang Sudut Diagonal Bidang Diagonal Ruang Matematika 305 . PETA KONSEP Masalah Otentik OBJEK GEOMETRI Titik Sudut Titik Sudut Dimensi 2 Dimensi 3 Rusuk Unsur Sisi Bidang Sudut Bangun Datar Jarak dan Sudut antar Titik. Garis. Bidang Bangun Ruang Jarak dan Sudut antar Titik.B. Garis.

2a Jembatan penyeberangan Gambar 9. Kedudukan Titik ♦ Ajak siswa untuk menyimak ilustrasi berikut! Berikan pertanyaan agar siswa dapat memahami tentang kedudukan titik.1b. Gambar 9. Garis. Gambar berikut akan mencoba pemahaman kamu terhadap kedudukan titik dengan garis.1a dan Gambar 9. Apa yang bisa kamu lihat? Misalkan kabel listrik adalah suatu garis dan burung adalah titik. Kita dapat melihat bahwa lokomotif tidak terletak atau melalui jembatan penyeberangan. maka dapat dikatakan bahwa tempat hinggap burung pada kabel listrik merupakan sebuah titik yang terletak pada suatu garis.2a Garis dan titik Jika dimisalkan jembatan penyeberangan merupakan suatu garis dan lokomotif kereta adalah suatu titik. Artinya jika dihubungkan dengan garis dan titik maka dapat disebut bahwa contoh di atas merupakan suatu titik yang tidak terletak pada garis. dan Bidang a. Gambar 9. MATERI PEMBELAJARAN 1.1b Titik pada garis Perhatikan Gambar 9. Menemukan Konsep Jarak Titik.1a Burung Gambar 9.C. 306 Buku Guru Kelas X .1b. yang dapat dilihat pada Gambar 9.

Matematika 307 . Sebuah titik dikatakan terletak pada sebuah bidang jika titik itu dapat dilalui bidang seperti terlihat pada titik A pada gambar dan sebuah titik dikatakan terletak di luar bidang jika titik itu tidak dapat dilalui bidang. dapat diperoleh: a.4 Kubus ABCD. Tentukan titik sudut kubus yang berada di luar garis g! Gambar 9. Untuk lebih melengkapi pemahaman kedudukan titik terhadap garis. b. Pertanyaan: a.3b. Masalah-9. dan H. Segmen atau ruas garis AB sebagai wakil garis g. Gambar 9. E.3a Bola di lapangan Gambar 9. Minta siswa untuk menyelesaikannya sendiri.3a dan Gambar 9. dengan bola sebagai titik dan lapangan sebagai bidang. titik sudut kubus yang berada di luar garis g adalah titik C. G. perhatikan pula Gambar 9. Jika ada hambatan beri bantuan berdasarkan konsep dan prinsip yang telah diketahui siswa sebelumnya. titik sudut kubus yang terletak pada garis g adalah titik A dan B. D. F. ♦ Ajak siswa untuk memahami masalah-masalah berikut.EFGH dan garis g Alternatif Penyelesaian Pandang kubus ABCD. Perhatikanlah kubus tersebut.1 Sebuah kardus berbentuk kubus ABCD.EFGH dan garis g dari gambar di atas.EFGH. Tentukan titik sudut kubus yang terletak pada garis g! b.3b Dua titik A dan B Gambar di atas merupakan contoh kedudukan titik terhadap bidang.

• Titik sudut yang berada di luar bidang CDGH adalah A.EFGH pada Gambar 9. Rumah Andi dan Bedu dipisahkan oleh hutan sehingga harus menempuh mengelilingi hutan untuk sampai ke rumah mereka. E. G. Jika suatu titik dilalui oleh garis atau bidang. B. titik sudut kubus apa saja yang terletak pada bidang DCGH! b. maka dikatakan titik terletak pada garis tersebut. dan F.EFGH. tentukanlah: a. dan H. maka titik itu berada di luar bidang.2 Rumah Andi. Gambar 9. maka dikatakan titik itu terletak pada bidang. 2) Jika suatu titik tidak dilalui garis maka dikatakan titik tersebut berada di luar garis. pada bidang CDGH dapat diperoleh: • Titik sudut yang berada di bidang CDGH adalah D. apakah titik memiliki jarak terhadap garis dan apakah titik memiliki jarak terhadap bidang? b. C. 3) Jika suatu titik dilewati suatu bidang. titik sudut kubus apa saja yang berada di luar bidang DCGH! Penyelesaian Pandang kubus ABCD. Jarak antara rumah Bedu dan Andi adalah 4 km sedangkan jarak antara rumah Bedu dan Cintia 3 km.EFGH Definisi 9. 4) Jika titik tidak dilewati suatu bidang.6 Peta rumah 308 Buku Guru Kelas X .1 1) Jika suatu titik dilalui garis. Dapatkah kamu menentukan jarak sesungguhnya antara rumah Andi dan Cintia? Gambar-9. Jarak antara Titik dan Titik Masalah-9. dan Cintia berada dalam satu pedesaan.Contoh 9.5 Kubus ABCD. Bedu.1 Perhatikan kubus ABCD.5! Terhadap bidang DCGH.

Dari hasil di atas disimpulkan bahwa jarak antara titik A dan C adalah 5. Berapa jarak antar kedua mobil ketika sudah berhenti di setiap ujung arah? Alternatif Penyelesaian Diketahui: Misalkan: Mobil A = titik A. B.7 Segitiga siku-siku Masalah-9. Ia mengamati dua buah mobil yang yang sedang melaju berlainan arah. dan Cintia diwakili oleh tiga titik yakni A. maka jarak antara rumah Andi dan Cintia diperoleh 5 km. Gambar 9.3 Seorang satpam sedang mengawasi lalu lintas kendaraan dari atap suatu gedung apartemen yang tingginya 80 m mengarah ke lapangan parkir. Gambar 9. dan C. Bedu.Alternatif Penyelesaian Misalkan rumah Andi. memiliki sudut pandang 50° Mobil B = titik B. Dengan membuat segitiga bantu yang siku-siku maka ilustrasi di atas dapat digambarkan menjadi: Dengan memakai prinsip teorema Phytagoras. Terlihat mobil A sedang bergerak ke arah Utara dan mobil B bergerak ke arah Barat dengan sudut pandang masing-masing sebesar 50° dan 45°. Tinggi gedung = 80 m Ditanya: Jarak antar kedua mobil sesudah berhenti? Perhatikan ilustrasi masalah dalam gambar berikut. maka dapat diperoleh panjang dari titik A dan C. pada segitiga siku-siku ABC. memiliki sudut pandang 45°.8 Posisi mobil dari gedung Matematika 309 . yaitu: AC = ( AB ) 2 + ( BC ) 2 AC = (4) 2 + (3) 2 AC = 25 AC = 5.

310 Buku Guru Kelas X . Pada segitiga TAO. 49 Maka diperoleh. dan C Jarak titik A (1.8. kamu dapat tunjukkan panjang segmen garis AB dan BC. 22) 2 10918. diperoleh AB = = = ( AO) 2 + ( BO) 2 (80) 2 + (67.49 m. B.2 Perhatikan posisi titik titik berikut ini! Gambar 9. Contoh 9. Dengan cara yang sama.1) ke C (4. tan 45° = OT 80 OT = ⇔ BO = = 67.9 Koordinat titik A. OT 80 OT tan 45° = = ⇔ AO = = 80 tan 45° AO AO Pada segitiga TOB. AC = (4 − 1) 2 + (1 − 1) 2 = 3. 22 tan 50° BO AO Masih dengan menggunakan teorema Phytagoras pada segitiga AOB. kita memfokuskan perhatian terhadap segitga AOT dan segitiga BOT.1) dapat ditentukan melalui formula. 52 = 104. panjang AO dapat ditentukan dengan menggunakan perbandingan tangen. yaitu 2 dan 13 . jarak antara kedua mobil tersebut adalah 104.Dari Gambar 9.

kemudian pergilah ke lapangan sepakbola yang ada di sekolahmu. maka jarak antara titik A dan B adalah: AB = ( AC )2 + (BC )2 c. Titik dikatakan terletak pada garis. lakukan berulang-ulang sehingga kamu menemukan jarak yang minimum antara titik penalti dengan garis gawang tersebut! Gambar 9.1 Titik A.4 Bentuklah tim kelompokmu. Dalam hal ini. B. Ukurlah jarak antara titik penalti terhadap titik yang berada di garis gawang. Jarak Titik ke Garis ♦ Ajak siswa untuk memahami letak titik pada garis. Diharapkan siswa sudah mengetahui kedudukan titik terhadap garis. Dari pembahasan di atas. jarak titik ke garis adalah nol. Gambar 9. dengan kata lain kita akan mengkaji jarak titik terhadap garis dengan kegiatan dan permasalahan berikut. ♦ Minta siswa untuk memahami Gambar 9. dan AC memenuhi Theorema Phytagoras. dan C adalah titik-titik sudut segitiga ABC dan siku-siku di C.10 Titik terletak pada garis Masalah-9. Titik A dan titik B dikatakan sebagai titik yang segaris atau kolinear. BC.11 Lapangan sepakbola Matematika 311 . dapat disimpulkan. Untuk selanjutnya mari kita cermati kemungkinan jarak titik yang tidak terletak pada suatu garis. jika titik tersebut dilalui oleh garis. Ambil alat ukur sejenis meteran yang digunakan untuk mengukur titik penalti terhadap garis gawang. yaitu titik terletak pada garis atau titik berada di luar garis.Tentunya panjang ketiga segmen AB. ♦ Jelaskan kepada siswa bahwa terdapat dua kemungkinan titik pada garis. (Silahkan tunjukkan!).6. kita dapat melihat bahwa titik A dan B terletak pada garis g. Rumus 9.

Contoh 9. Kemudian ambil alat ukur sehingga kamu peroleh jarak antara titik P dengan kelima titik tersebut. P' merupakan projeksi titik P pada garis l. bagaimana menentukan jarak dari titik P ke garis l? Apa yang dapat kamu simpulkan? Sekarang. yaitu P'.13 Projeksi titik P pada garis l garis l . PC. BD Gambar 9. dan E.1 Jarak Titik Penalti Titik Jarak P dan A P dan B P dan C P dan D Gambar 9.14 Kubus ABCDEFGH 312 Buku Guru Kelas X .12 Jarak titik P dan E Apakah panjang ruas garis PA. Tentukanlah beberapa titik yang akan diukur. adalah sama? Menurutmu. Sedangkan. PB.EFGH. Tentu saja akan diperoleh bayangan titik P pada garis. CD! b. PD. PE. C. Tabel 8. coba kamu bayangkan ada cahaya yang menyinari titik P tepat di atasnya. misalkan titik-titik tersebut adalah A. D. Untuk itu kita dapat mengatakan bahwa panjang PP' merupakan jarak titik P ke Gambar 9. Tentukan projeksi titik A pada garis a. B. Isilah hasil pengukuran kamu pada tabel yang tersedia. jarak titik p ke garis l adalah PP'.3 Diketahui kubus ABCD. Jadi.Alternatif Penyelesaian Jika dimisalkan titik penalti adalah titik P dan garis gawang merupakan garis lurus l.

Gambar 9. RT merupakan 5 6 2 3 4 3 4 2 3 diagonal ruang kubus sehingga berdasarkan sifat kubus.TUVW. Gambar 9. Proyeksi titik A pada garis BD Jika dari titik A ditarik garis yang tegak lurus terhadap segmen garis BD maka diperoleh titik T sebagai hasil proyeksinya (AT ^ BD). Proyeksi titik A pada garus CD Jika dari titik A ditarik garis yang tegak lurus terhadap segmen garis CD maka diperoleh titik D sebagai hasil proyeksinya (AD ^ CD). lalu minta siswa untuk menghitung jarak antara i.Penyelesaian a.17.16 Proyeksi titik A pada garis BD Contoh 9. Titik X terletak pada pusat kubus tersebut.TUVW dengan titik pusat X 1 1 1 1 1 2 3 3 4 Karena X adalah titik tengah ruas garis RT.15 Proyeksi titik A pada garis CD b. seperti yang disajikan pada Gambar 9. titik X dan garis PQ Alternatif Penyelesaian Diketahui panjang rusuk kubus a = 4 cm. maka jarak RX = RT. 1 1 1 1 1 2 3 3 4 RX = RT 5 6 2 3 4 3 4 2 3 Matematika 313 .4 Sebuah kubus PQRS. titik R dan X ii. i.17 Kubus PQRS. panjang rusuknya 4 cm. Gambar 9. panjang diagonal ruang kubus adalah a 3 = 4 3 sehingga. ♦ Jelaskan pada siswa mengenai arti titik pusat kubus (bangun ruang).

ii. 1 1 1 1 1 2 3 3 4 1 1 1 1 1 2 3 3 4 3=4 X'Q = PQ = 2. Jarak Titik ke Bidang Dalam satu bidang. jarak antara titik X ke PQ adalah 2 2 cm. 3 4 5 6 7 8 9 d. 314 Buku Guru Kelas X . kita akan menentukan panjang XX'.1 1 1 1 1 2 3 3 4 a 3 =∙ 4 3 = 5 6 2 3 4 3 4 2 3 a 3=4 = 2 3 a 3=4 Diperoleh. Mari kita cermati masalah berikut ini yang terkait dengan masalah jarak titik terhadap suatu bidang. jarak titik R ke X adalah 2 3 cm. Dengan menggunakan segitiga siku-siku XX'Q. kita dapat menemukan titik-titik dan membentuk garis. Jarak antara X dan PQ adalah panjang ruas garis XX'. Perhatikan gambar berikut. sementara XQ = a QW 2 3 sehingga 5 6 2 3 4 3 4 2 3 5 6 2 3 4 3 4 2 3 2 2 XX' = ( XQ) − ( X ' Q) = (2 3 ) 2 − 22 = 12 − 4 =2 2 Jadi.

18 Seorang pemanah sedang melatih kemampuan memanah Tino. seorang atlet panahan. Gambar 9. Oleh karena itu. Matematika 315 . Keadaan tesebut dapat kita ilustrasikan sebagai berikut. mencoba mengganti jarak posisi tembak semula terhadap papan target sedemikian sehingga mampu menembak tepat sasaran. s = v. dengan waktu 3 detik. mesin pencatat kecepatan menunjukkan. tetapi belum tepat sasaran. sedang mempersiapkan diri untuk mengikuti satu pertandingan besar tahun 2012. Kondisi awal. Pada satu sesi latihan di sport center. Tino.Masalah-9. jarak antara posisi Tino terhadap papan target dapat diperoleh dari rumusan berikut. Berapakah jarak minimal posisi Tino terhadap target? Alternatif Penyelesaian Tentunya.t ⇔ 3 × 40 = 120 m.5 Perhatikan gambar berikut ini. lintasan yang dibentuk anak panah menuju papan target berupa garis lurus. meskipun kecepatan dan waktu berubah sesuai dengan perubahan jarak. kecepatan anak panah 40 m/det.

karena garis AC tegak lurus terhadap bidang spanduk.20 Jarak titik B ke titik C 316 Buku Guru Kelas X . Sama halnya dengan garis g3. walaupun panjang garis itu tersebut adalah 120 meter. Tino berhasil menembak pusat sasaran pada papan target.Dari dua hasil pergantian posisi. Panjang garis BC bukanlah jarak sesungguhnya jarak si B terhadap spanduk. pada tembakan ketiga.19. Jadi jarak sebenarnya titik B terhadap spanduk sama dengan jarak titik B terhadap titik C'. Titik C' merupakan projeksi titik C pada bidang yang sama (spanduk). setiap orang (yang tidak mengalami gangguan mata) dapat melihat dan membaca dengan jelas spanduk tersebut. metode menghitung jarak antara satu objek ke suatu bidang harus membentuk lintasan garis lurus yang tegak lurus terhadap bidang. merupakan jarak titik T terhadap papan target. Gambar 9. jarak titik A terhadap spanduk adalah panjang garis AC. sedang merancang ukuran sebuah tulisan pada sebuah spanduk. Masalah-9. Ilustrasi keadaan tersebut diberikan pada Gambar 9. dapat kita sebut sebagai posisi titik T. diilustrasikan pada gambar berikut. Tetapi panjang garis g2. Cermati garis g1.19 berikut ini. dengan posisi 75 m. Posisi Tino. Gambar 9. bukan berarti garis tersebut menjadi jarak titik T terhadap papan target. yang akan dipasang sebuah perempatan jalan. Jelasnya untuk keadaan ini. teorema Phytagoras berperan untuk menyelesaikan masalah jarak. bukan berarti jarak Tino terhadap papan target sebesar 90 meter. dan papan target kita misalkan suatu bidang yang diletakkan dengan p satuan jarak dari titik T.6 Suatu perusahaan iklan. Untuk menentukan jarak si B terhadap bidang (spanduk). Tulisan/ikon pada spanduk tersebut diatur sedemikian sehingga. Jadi.19 Sudut pandang dua orang terhadap suatu spanduk Pada Gambar 9.

22 Dari segitiga samakaki di atas. Pastikan hasil kerja yang diperoleh siswa sama dengan hasil perkerjaan di atas! Matematika 317 .2 X Misalkan X adalah suatu bidang datar.22 Segitiga sama kaki BPC 7 ( ) 2 − (4) 2 = 32 PT 2 = 4 2 cm.EFGH titik pusat P Penyelesaian Cermati gambar kubus di atas. berarti kita akan menghitung jarak titik terhadap 24 3 4 5 6 PB = PC = garis. Tentunya. BC = 8 cm cermati segitiga sama kaki BPC pada Gambar 9. dan titik berada diluar P P merupakan sebuah titik yang Jarak titik P ke bidang X bidang X.Definisi 9. dengan menggunakan cara lain. Jarak antara titik P terhadap bidang X. Lebih jelas kondisi tersebut.5 Perhatikan kubus di samping. dengan mudah kamu dapat menentukan 3 . Titik P terletak pada pusat kubus tersebut. 5 6 25 36 4 2 3 34 42 33 4 2 3 b) Jarak titik P terhadap BC. memiliki panjang rusuk 8 cm. Hitunglah jarak a) Titik B ke P! b) Titik P ke BC! Gambar 9. Contoh 9. 4 5 6 7 8 9 bahwa panjang AC = 8 2 cm diagonal a) Karena P merupakan titik terletak pada pusat kubus. dan 4 panjang 5 6 7 8 9 ruang CE =28 3 cm. maka panjang segmen garis 1 1 11 11 1 1 2 13 13 24 3 3 4 4 5 6 7 8 9 BP = BH = CE =24 3 cm. berlaku: PT 2 = PB 2 − BT 2 PT 2 = 5 3 Gambar 9.EFGH.21 Kubus ABCD. ♦ Minta siswa untuk menentukan ulang jarak titik P terhadap garis BC. Kubus ABCD. merupakan jarak titik P ke tiitk berat bidang X.

6 7 8 9 Gambar 9.NS ⇔ . e. maka berlaku: 2 3 3 24 57. 318 Buku Guru Kelas X .OPQR memiliki panjang rusuk 6 cm. Nah.23 Kubus KLMN.6 3 =53 46 . yaitu NS. Jarak antara Dua Garis dan Dua Bidang yang Sejajar Mari kita cermati gambar berikut ini.NR = RT.24 Dua garis sejajar. k dan l dipotong secara tegak lurus oleh garis m Garis k dan l dikatakan sejajar jika jarak antara kedua garis tersebut selalu sama (konstan). Dengan menggunakan perbandingan panjang rusuk segitiga. cermati bahwa segitiga KMR menjadi bidang penghubung menentukan panjang titik N ke bidang KMR. Perhatikan segitiga KLR. Gambar 9. dan jika kedua garis tidak berhimpit. maka kedua garis tidak pernah berpotongan meskipun kedua garis diperpanjang. tentukanlah jarak titik N ke bidang KMR Penyelesaian Untuk memudahkan kita menyelesaikan persoalan di atas. sehingga 68 79 8diperoleh: 9 4 5 NT.NS NS =22 3 cm.6 Sebuah kubus KLMN. sekarang kita akan memperhatikan rusuk-rusuk yang sejajar dalam suatu bangun ruang. ada baiknya kita mendeskripsikan sebagai berikut.OPQR 2 3 KM = 6 2 cm 3 RT 4 =53 6 cm 7 3 NT = 3 2 cm 4 8 4 5 9 5 6 6 7 7 8 8 9 9 Sekarang.Contoh 9.

Tentukan jarak antara titik R dengan bidang PWU pada kubus PQRS. titik Q terletak di dalam PQRS sedemikian rupa sehingga OP = 3 cm.1 1 Diketahui kubus PQRS.25. Lebih lanjut.TUVW pada Gambar 9. yang terletak pada bidang PQRS. titik Q dan garis RW! e. 6. dan jarak antara kedua bidang tersebut adalah panjang rusuk yang menghubungkan kedua bidang. bidang PSTW sejajar dengan bidang QRVU. titik G dan bidang CDEF! 3. titik P dan A! c. BC = 8 cm. TUVW! Panjang rusuk kubus 12 cm. misalkan AD memotong BC di titik P di antara kedua garis. rusuk PQ sejajar dengan RS. jarak antara AB dan RS! 6 7 Matematika 319 .PQRS memiliki rusuk 3 dan 4 5 alas AB = 4 cm. Jika AB = 4 satuan luas dan CD =12 satuan. maka sudut segitiga PQR adalah 90°. BC = 3 2 cm.TUVW dengan panjang rusuk 5 cm. Titik A adalah titik tengah RT. Misalnya. titik B dan bidang ACGE! b. titik P dan garis RT! 2.TUVW Uji Kompetensi 9. 3 AP 4 =52 6 cm. Hitunglah jarak antara a.25 Balok PQRS. Diketahui balok ABCD. OQ = 12 cm. Misalnya. semua rusuk pasangan rusuk yang sejajar pasti sama panjang. Balok ABCD. 7 Tentukan 8 9 rusuk2tegak a. Gambar 9. titik A dan garis SQ! d. berapa jauh titik P dari garis CD? 4. Balok PQRS. dan BF = 10 cm. Rusuk PQ memotong rusuk QU dan QR secara tegak lurus. Hitunglah jarak antara a. titik V dan titik A! b.EFGH dengan AB = 4 cm. Garis AB dan CD sejajar dan berjarak 4 satuan. panjang OR adalah … 5. Diberikan persegi panjang PQRS. jarak antara QR dan AD! b.

Tetapi. maka panjang AB = BC = CD = AD = 123 m. bangun datar dan bangun ruang. dan sebuah stupa utama sebagai puncaknya.26 Limas T. Menemukan Konsep Sudut pada Bangun Ruang Jika kita memperhatikan sudut yang dibentuk oleh rusuk-rusuk pada kubus dan balok. atau sudut siku-siku. kita akan mengkaji sudut yang terbentuk pada bangun lain misalnya limas atau kerucut. ekonomi. 2. seperti yang diilustrasikan berikut ini.25 Gambar Candi Borobudur tinggi bangunan 34. candi tersebut berbentuk limas persegi.Projek Himpunlah permasalahan teknik bangunan. 3 tingkat berbentuk bundar melingkar. Buatlah laporan hasil kerja kelompokmu dan sajikan di depan kelas. tahukah kamu ukuran candi tersebut? Ternyata. Oleh karena itu. garis. serta 72 stupa. tujuan parawisata ini bukanlah sesuatu hal yang baru bagi kamu. Karena alas Candi Borobudur berbentuk persegi. Garis tinggi TR memotong diagonal AC dan DB secara tegak lurus. dan tinggi candi.5 m dan memiliki 1460 relief. luas bangunan candi adalah 123 m × 123 m dengan Gambar 9. dan masalah nyata disekitarmu yang melibatkan titik. Masalah-9.ABCD . Mungkin. Mari kita cermati masalah di bawah ini. pada subbab ini. Selanjutnya. yaitu 34. Candi Borobudur memiliki 10 tingkat (melambangkan sepuluh tingkatan Bodhisattva yang harus dilalui untuk mencapai kesempurnaan menjadi Buddha) terdiri dari 6 tingkat berbentuk bujur sangkar.5 m atau TR = 34. pada segitiga TAR berlaku 320 Buku Guru Kelas X Gambar 9.5 m. Alternatif Penyelesaian Jika kita mengamati kerangkanya. semua sudut yang terbentuk adalah sebesar 90°. Selidikilah sifat-sifat geometri di dalam permasalahan tersebut dan ujilah kebenarannya.7 Candi Borobudur merupakan salah satu aset budaya Indonesia yang berharga dan terkenal. 504 Arca Buddha.

TR 34. Jadi. Jelasnya. Perhatikan Ilustrasi berikut! Gambar di samping menunjukkan kondisi sebuah jembatan dengan kerangka besi. berlaku AR 61. nilai arcos A = 395°. Sedangkan besar sudut yang terbentuk di puncak candi. yaitu sebesar 2. 123 2 m dan TR = 34. untuk menentukan besar sudut yang dibentuk oleh TA terhadap bidang alas. dan TDR adalah sama besar. Jadi besar sudut dipuncak candi merupakan ∠ATC atau besar ∠BTD.35°. 5)   2 TA = 11346. 968 ≈ 112 m. berlaku bahwa TA = TB = TC = TD = 112 m. Dengan menggunakan perbandingan tangen. 77.35°.27 Jembatan dengan tiang penyangga besi Matematika 321 . sehingga diperoleh: 2 Karena bidang ABCD merupakan persegi.7°. Jika keadaan tersebut. Jelasnya besar sudut TAR. yaitu 395°. TBR. 5 2 cos = A = = 0. 5 Nilai arctan ∠ATR = 68. 52. dinyatakan tan ∠ATR = AR 61. 20 dengan AR = 2 2  123 3  5 TA =   2   + (34.(∠ATR) = 136. 5 2 = = 2. mari kita perhatikan segitiga TAR.5 m. Selanjutnya.75 + 1190.TR2 + AR2 = TA2. TA 112 Dengan menggunakan kalkulator atau tabel trigonometri. 25 = 12537 TA = 12537 = 111. sudut kemiringan yang dibentuk sisi miring dari dasar candi ke puncak candi adalah sebesar 395°. ditungkan dalam kajian geometris. Dengan menggunakan perbandingan cosinus. Susunan besi-besi pada jembatan membentuk sudut-sudut. dapat kita tentukan dengan menentukan besar sudut ATR pada segitiga siku-siku TAR. TCR . sudut-sudut terbentuk diilustrasikan sebagai berikut. besar ∠BTR = ∠CTR = ∠DTR ≈ 68. Gambar 9.

7 Tentukanlah besar sudut yang dibentuk diagonal bidang ABCD pada suatu balok ABCD. hasil perpotongan satu garis berwarna hitam dengan satu garis berwarna. menghasilkan dua sudut yang masing-masing besarnya sama.Gambar 9. Secara umum. dapat kita tuliskan sifat-sifat sudut yang dihasilkan dua garis dalam bidang sebagai berikut. Penyelesaian Cermati segitiga BTC. maka pasangan sudut yang dihasilkan (ada dua pasang) besarnya sama. Contoh 9. dengan menggunakan perbandingan sinus bahwa: TS Sin= B = TB 1 s 2 =1 2 s 2 2 2 322 Buku Guru Kelas X . Hubungan kedua sudut yang sama besar ini disebut dua sudut yang bertolak belakang.EFGH dengan panjang rusuk s cm.28 Ilustrasi beberapa dua garis berpotong menghasilkan sudut yang sama besar Pada satu bidang. Sifat dua garis dalam satu bidang yang sama Misalkan garis k dan garis l berpotongan secara sembarang.

30.18 dapat disketsa kembali dengan lebih sederhana. artinya besar sudut B = 45°.29 Tiang bendera ♦ Minta siswa untuk memisalkan tiang bendera dan tali merupakan sebuah garis. TB adalah tiang bendera dengan TC dan TA adalah tali pandu. Tiang tersebut berdiri tegak dengan bantuan tali yang diikat pada tongkat dan ditarik dengan kuat ke pasak yang sudah ditancapkan ke tanah ketiga arah. maka besar sudut C = 45°.30.30 Sudut pada 2 garis Contoh 9. Satu tim pramuka membuat tiang bendera dari tiga tongkat dan tali pandu. Akibatnya. Sudut antara Dua Garis dalam Ruang Ilustrasi.29.EFGH. Minta siswa untuk memperhatikan Gambar 9.EFG Matematika 323 . Dari Gambar 9. Tiang bendera tersebut disambung dan diikat menjadi sebuah tiang. Garis AG dan garis BG! b. a. Gambar 9. Gambar 9.Maka arcsin B = 45°.EFG dengan alas berupa segitiga sama sisi ABC dengan sisi 6 cm dan panjang rusuk tegak 10 cm. Tentukanlah besar sudut yang dibentuk: a. Perhatikan Gambar 9. kondisinya berlaku sama untuk setiap sudut yang terkait titik perpotongan diagonal bidang ABCD. Karena TB = TC. Garis AG dan garis AB! Gambar 9. Meskipun terdapat 4 segitiga yang terbentuk pada bidang alas kubus ABCD. Gambar 9. besar sudut BTC = 90°.31 Prisma segitiga ABC. jelas kita lihat bahwa sudut yang dibentuk oleh TB dan TA adalah α dan sudut yang dibentuk oleh TB dan TC adalah β.8 Sebuah prisma segitiga ABC.

257247878 β = arc cos 0. Dengan perbandingan nilai cosinus.82°. ∠AGB = α = 180 – 2 ∠GAB = 180 – 2β = 180 – 2(75.9 Perhatikan gambar! Pada balok ABCD.31 AB = BC = AC = 6 cm AE = BF = CG = 10 cm Perhatikan segitiga AEG siku-siku di E sehingga dengan teorema phytagoras: AG = AE 2 + EG 2 AG = 100 + 36 AG = 136 dan ABG Perhatikan segitiga sama kaki AGB. Contoh 9. Berapakah besar sudut antara garis AH dan BQ? Penyelesaian Perhatikan gambar! Untuk mendapatkan sudut yang dibentuk oleh garis AH dan BQ.EFGH Buku Guru Kelas X .Penyelesaian Berdasarkan Gambar 9.257247878 = 75. maka nilai α adalah sebagai berikut.EFGH. BC = 8 cm dan CG = 8 cm.09° 6 Karena ∆ABG adalah segitiga sama kaki. Jika panjang AB = 12 cm. diperoleh: AG1 3 = cos β = AG 136 = 0. titik Q di tengah CD.18 = 29.82 Berarti besar sudut α adalah 29.32 Kubus ABCD.09) = 360 – 150. kita perlu menggeser garis AH sepanjang rusuk EF sehingga garis 324 Gambar 9.

55. BF = 8. CQ = 6 sehingga dengan teorema Phytagoras diperoleh. 128 128 b. CG = 8. Kedua pemanah tersebut berhasil memanah tepat pada sasaran. siku-siku di F. QG 2 − QO 2 = BG 2 − BO 2 100 − x 2 = 128 − (10 − x) 2 100 − x 2 = 128 − (10 − x) 2 100 − x 2 = 128 − 100 + 20 x − x 2 100 = 28 + 20 x 72 = 20 x atau x = 3.(0. Perhatikan segitiga BCQ. 4 cos α = = ≈ 0. siku-siku di C.57) 57) = 55 55°. QG = QC 2 + CG 2 = 82 + 62 = 100 = 10 Perhatikan segitiga QBG dengan α adalah sudut garis QB dan BG.AH dapat diwakili garis BG. 6 Perhatikan segitiga BOG siku-siku di O.55º. sehingga: 10 − x 6.33 berikut! Matematika 325 . 57 atau α = 0. BC = 8. Dengan teorema phytagoras pada segitiga siku-siku QOG dan BOG. Masing-masing anak panah menancap tepat di pusat sebuah bidang sasaran seperti pada Gambar 9. BQ = BC 2 + CQ3 = 82 + 62 = 100 = 10 Perhatikan segitiga BFG. CQ = 6 sehingga dengan teorema Phytagoras diperoleh. FG = 8 sehingga dengan teorema Phytagoras diperoleh. BG = BF 2 + FG 2 = 82 + 82 = 128 Perhatikan segitiga QCG. siku-siku di C. arccos( arccos = . Sudut antara Garis dan Bidang pada Bangun Ruang ♦ Minta siswa untuk memahami Ilustrasi berikut! Ilustrasi 1 Dua orang pemanah sedang latihan memanah di sebuah lapangan. Sudut yang dibentuk adalah α.

34 Perpotongan garis dengan bidang di satu titik Dengan demikian. • Berikan penjelasan kepada siswa dengan memisalkan anak panah tersebut adalah sebuah garis dan papan target anak panah adalah sebuah bidang (sebut bidang A dan B serta garis h dan k) sehingga diilustrasikan kembali posisi anak panah tersebut seperti gambar berikut.34 (a). Perhatikan Gambar 9. Garis k tidak tegak lurus terhadap bidang atau garis k tidak membentuk sudut 90° terhadap bidang tetapi membentuk sudut yang lain dengan bidang. Garis yang tegak lurus pada bidang. sehingga garis h disebut tegak lurus terhadap bidang. Gambar 9. Diharapkan siswa memahami bahwa posisi kedua anak panah tersebut tentu sangat berbeda. anak panah yang menancap pada bidang adalah sebuah ilustrasi bahwa sebuah garis dapat memotong sebuah bidang di satu titik. bagaimana pengamatannya terhadap ilustrasi tersebut? Harapan jawabannya yaitu siswa mengatakan kedua anak panah menancap tepat pada sasaran yaitu pada pusat bidang. kita sebut membentuk sudut 90° terhadap bidang. Perhatikan Gambar 9.34 (b). 326 Buku Guru Kelas X . Dapatkah anda menentukan besar sudut yang lain tersebut? Mari kita pelajari ilustrasi berikut.33 Anak panah • Tanyakan kepada siswa. • Kemudian berikan pertanyaan lagi gar siswa memperhatikan posisi kedua anak panah tersebut terhadap bidang. garis h selalu tegak lurus terhadap semua garis yang ada pada bidang.Gambar 9.

Seorang bapak sedang berdiri di tangga dengan kemiringan x0. Kita ambil sebuah garis DC atau AB sedemikian PT tegak lurus dengan AB atau QS tegak lurus dengan DC.8 Perhatikan tangga berikut. Pada Gambar 9. matahari akan bersinar tepat di atas pohon tersebut sehingga bayangan pohon tersebut merupakan projeksi orthogonal pada lapangan. Dengan demikian.Ilustrasi 2 Perhatikan gambar! Gambar 9.00. Misalkan garis PQ adalah pohon sehingga projeksi PQ adalah PR seperti gambar. Masalah-9. ♦ Minta siswa untuk memahami Masalah 9. Misalkan PT atau QS adalah tinggi badan bapat tersebut. Gambar 9. Pada siang hari pada pukul 12. sudut yang dibentuk oleh PQ dengan bidang adalah sudut yang dibentuk oleh garis PQ dengan proyeksinya pada bidang tersebut yaitu sudut QPR.38 Sketsa sederhana bidang miring 1 Matematika 327 . Dapatkah kamu tentukan sudut yang dibentuk oleh badan bapak tersebut dengan bidang miring? Gambar 9.35 disebut sudut α.8.35 Bayangan pohon miring Gambar 9.36 Proyeksi PQ ke bidang Sebuah pohon tumbuh miring di sebuah lapangan.37 Bidang miring Alternatif Penyelesaian Mari kita sederhanakan sketsa bidang miring tersebut.

Dengan demikian garis PR akan mewakili bidang miring tersebut. Sudut yang dibentuk badan bapak tersebut dengan permukaan bidang miring akan diwakili oleh sudut yang dibentuk oleh garis PT dengan garis PR. Perhatikan segitiga PUR dengan siku-siku di U atau sudut U adalah 90°.39 Sketsa sederhana bidang miring Perhatikan bahwa sudut TPR adalah pelurus dengan sudut UPR sehingga: ∠TPR + ∠UPR = 180° ∠TPR + 90° – x° = 180° ∠TPR = 90° – x° Dengan demikian.10 Pada kubus ABCD. Titik P di tengah rusuk GH dan titik Q di tengah FG.Perhatikan juga bahwa garis PR terletak pada bidang sehingga PR tegak lurus dengan PT ataupun pada QS. sudut yang dibentuk oleh badan bapak tersebut dengan permukaaan bidang miring adalah 90° + x°.EFGH 328 Buku Guru Kelas X . Tentukanlah sudut antara garis CG dengan bidang BDPQ. ∠UPR + ∠PUR + ∠PRU = 180° ∠UPR + 90° + x° = 180° ∠UPR = 90° – x° Gambar 9. Contoh 9. Penyelesaian Perhatikan gambar di bawah ini! Gambar 9.EFGH dengan panjang rusuk 12 cm.40 Kubus ABCD. Kita sederhanakan kembali sketsa di atas.

Perhatikan segitiga ABC. tan α = = tan α = = 2. yaitu: 6 TG GQ TG GQ TG = atau = ⇔ = TC CB TG + GC CB TG + 12 12 ⇔ 2TG = TG + 12 ⇔ TG = 12 AC 2 2 2 2 2 AC AC = AB 2 + BC AC2 = atau 12 AB + + BC 12212 ×2 2 + 12 2 2CM 12 = × 2 =2 6 CM 2 = =6 2 12 AC = 2 2 2 AC = 12 × 2 AC AC = AB 2 + BC 2 122 + 122 AC 122 2 2 CM = =6 2 =× 12 AC 2 2 2 2 2 2 AC = AB + BC 12 + 12 12 × 2 2 CM = =6 2 sehingga 2 Perhatikan segitiga TCM. 5°  4 Selain dicari dengan tan. Perhatikan segitiga sama kaki TBD. Perhatikan kesebangunan antara segitiga TBC dengan segitiga TQG. TM adalah garis tinggi. siku-siku di B Matematika 329 . kita akan mencoba menemukan konsep sudut antara dua bidang pada bangun ruang. Marilah kita mengamati dan mempelajari ilustrasi berikut. coba kamu cari dengan sin dan cos.Jika kita perpanjang garis BQ. Kemudian MO CM 6 2 1 perhatikan segitiga TCM. ON TC 24 4 Dengan menggunakan kalkulator maka  1 α = arctan  2  = 19. Sudut antara Dua Bidang pada Bangun Ruang Pada sub-bab ini. siku-siku di C TM = TC 2 + CM 2 atau TM = (24) 2 + (6 2 ) 2 TM = 576 + 72 TM = 648 Perhatikan segitiga TBD berpotongan dengan garis TC di titik T sehingga sudut yang dibentuk TBD dan garis TC adalah α. dan DP maka ketiga garis akan berpotongan di satu titik T. CG. Kamu tentu masih ingat konsep kesebangunan bukan. apakah hasilnya sama? c.

kedua sampul buku berpotongan di tulang buku atau bidang α dan bidang β berpotongan di garis k. Sebuah buku terdiri dari beberapa halaman terbuka seperti Gambar 9.9 Sebuah halte berbentuk seperti Gambar 9. sudut yang dibentuk oleh bidang α dan bidang β adalah sudut yang dibentuk oleh garis PQ dan RQ. Dengan demikian. Misalkan saja. dan tulang buku tersebut dimisalkan dengan sebuah garis k. Kumpulan tersebut sering disebut dengan berkas. Jika atap halte dibuat tidak sejajar dengan lantai maka dapatkah anda tentukan sudut yang dibentuk oleh atap dan lantai halte tersebut.43 Halte Alternatif Penyelesaian Mari kita sederhanakan sketsa gambar tersebut. Masalah-9.41. Perhatikan gambar. 330 Buku Guru Kelas X .42 Berkas atau buku Berdasarkan gambar di atas. Gambar 9. kita ambil sampul buku depan dengan sampul belakang.41 Buku Gambar 9. Halaman per halaman merupakan bentuk dari sebuah bidang.43.Ilustrasi 3 Perhatikan gambar buku berikut. Gambar 9. Perhatikan bahwa garis PQ tegak lurus dengan garis k dan garis RQ tegak lurus juga dengan garis k. Tentu saja anda sudah mengerti bahwa buku memiliki tulang buku. Kita sebut sampul buku depan adalah bidang α dan sampul buku belakang adalah bidang β.

Karena bidang atap tidak dibangun sejajar maka sudah pasti bahwa kedua bidang pasti berpotongan dan membentuk sudut walaupun secara visual. dengan panjang TA = 13. AB = 12. Rusuk AE diperpanjang menjadi AP Rusuk BF diperpanjang menjadi BP Rusuk DH diperpanjang menjadi DQ Rusuk CG diperpanjang menjadi CQ Dari gambar dapat kita lihat.ABCD. Garis tinggi TAD adalah TP dan garis tinggi TBC adalah TQ sehingga sudut yang dibentuk oleh bidang TAD dan bidang TBC diwakili oleh garis tinggi TP dan TQ sehingga sudut yang dibentuk oleh kedua bidang adalah sudut α. Matematika 331 . Contoh 9. Garis ST tegak lurus dengan PQ dan garis UT juga tegak lurus dengan PQ. sudut antara bidang α dan bidang β adalah φ.ABCD Bidang TAD dan bidang TBC berpotongan pada titik T.11 Sebuah limas T.44 Sketsa sederhana halte Pengamatan kita terfokus pada bidang atap dan lantai. garis PQ adalah perpotongan kedua bidang. Penyelesaian Gambar 9.Gambar 9. Untuk mendapatkan garis perpotongan kedua bidang maka kita dapat memperpanjang rusuk-rusuk kedua bidang.45 Limas T. Kita sebut saja bidang lantai adalah bidang α dan bidang β. CD = 10. kedua bidang tidak bersentuhan. tentukanlah besar α. Jika α adalah sudut yang dibentuk oleh bidang TAD dengan bidang TBC. Dengan demikian. Perhatikan gambar di sebelah kanan anda.

4. 1 atau β = 30° perbandingan sinus. (Rusuk kubus p cm.2 1 Sebuah kubus ABCD. kita akan mencari besar sudut α sebagai berikut.EFGH dengan panjang rusuk a cm. Tentukanlah sudut antar bidang ACH dengan bidang ACF. 3.EFGH dengan panjang rusuk p cm. Dengan menggunakan teorema Phytagoras. Pada kubus ABCD. maka: sin β = menggunakan Dengan 2 PO 6 6 PO sin sin ββ== == TP 12 12 TP 11 11   atau 30 sin ββ== atau ββ== arc sin arcsin sin == °° 30   22 22   Dengan demikian sudut α = 2β atau α = 60°. Pada kubus ABCD. Jika AP adalah perpanjangan rusuk AB sehingga AB : BP = 2 : 1 dan FQ adalah perpanjangan FG sehingga FP : FG = 3 : 2 maka tentukanlah jarak antara titik P dan Q. Tentukanlah 332 Tentukanlah besar sudut yang dibentuk oleh bidang PQRSTU dengan alas ABCD. Perhatikan gambar berikut. Uji Kompetensi 9. jarak bidang ACH dengan bidang BEG. 2. Buku Guru Kelas X . untuk p bilangan real positif). maka: TP = TA2 − AP 2 TP = 132 − 52 TP = 144 = =12 12 PO 6 sin β = = TP 12 Perhatikan segitiga TPQ.Kemudian.EFGH. Perhatikan segitiga TAD.

Panjang AX b. Besar sudut antara HP dan FG d. Hitunglah besar sudut HXG dan ABFE. Hitunglah 10. Hitunglah: a. Segitiga ABC adalah segitiga yang terletak pada sebuah bidang datar. Besar sudut antara HB dan bidang CDHG d.EFGH memiliki panjang rusuk-rusuk AB = 6 cm. Perhatikan gambar balok berikut a. Besar sudut antara DF dan bidang EFGH 9. dengan panjang HG = 15 cm. Panjang HB b. Sebuah limas berdiri setinggi 26 cm di atas bidang datar dengan alas berbentuk bidang segi enam 333 Matematika . Sudut yang terbentuk antara TB dan AB b. Hitunglah: a. Panjang HP jika P adalah tengah-tengah BC b. Titik X berada pada rusuk AB yang berjarak 3 cm dari titik B. dan DH = 24 cm. BD = 10 cm. Gambar di bawah ini merupakan balok dengan alas EFGH. Titik X berada di tengah rusuk CR. GF = 8 cm dan BF = 9 cm. Besar sudut antara HP dan EFGH c. Besar sudut antara BS dan bidang alas 6. Titik T terletak tepat di atas titik A. Besar sudut antara AX dan bidang alas c.5. Besar sudut PXA d. Hitunglah : a. AD = 8 cm. Sudut yang terbentuk antara TC dan AC adalah 40°. panjang TC adalah 25 cm. Panjang AT c. Panjang BC 7. Besar sudut BDC c. Sebuah balok ABCD. Sebuah kubus dengan panjang rusuk 12 cm. Besar sudut antara HB dan bidang ABCD 8. dengan sudut BAC = 90° dan panjang AB =16 cm.

Hitunglah a. C adalah dm. Kemudian 12. Buatlah laporanmu dan sajikan di depan kelas. Projek Perhatikan berbagai objek yang kamu temui di sekelilingmu. tinggi menara tersebut. Hitunglah panjang OB dan bidang TAB dan bidang TCD. dengan sudut elevasi 40°. Besarnya sudut antara rusuk piramid dengan alas. Pada limas beraturan T. 334 Buku Guru Kelas X .ABCD. Jika diketahui balok ABCD. tentukan jarak 9 antara kedua perahu tersebut. BC 4 = 51 6 dengan AB = dan 7BF 8 = 5. Pilihlah minimal tiga objek dan rancang masalah yang pemecahannya menerapkan sifat dan rumus jarak titik ke garis atau jarak titik ke bidang. beraturan yang memiliki panjang rusuk 12 cm. Perahu A bergerak ke arah Barat dengan sudut depresi 35° dan perahu B bergerak ke arah Utara dengan sudut depresi 40°. 13. ia berjalan 70 m ke arah Utara dan 2 3 dm 4 dan 5 6 7 8 9 TA = TB = TC = TD = menemukan bahwa sudut elevasi ABCD adalah persegi dengan sisi dari posisi yang baru ini. Tentukanlah besar sudut antara 25°. Panjang rusuk dari piramid b. Seorang pengamat mengamati dua buah perahu dari menara merkusuar. Jika tinggi merkusuar adalah 85 m dari permukaan laut. Tentukanlah besar sudut yang dibentuk bidang ADHE dan bidang 14. Seorang lelaki berdiri di titik B.EFGH 2 3 . 11. yang berada di Timur menara OT BDHF.

Bidang ADHE berpotongan dengan bidang BCHE. 20. 21. Garis EF terletak pada bidang ABFE dan EFGH.D. EFGH. 6. 17. berlaku. Garis EF dan CG adalah dua garis yang saling tegak lurus. Garis AF merupakan diagonal bidang ABFE 13. EF. dan EH. Bidang ABFE berpotongan tegak lurus dengan bidang ABCD. maka garis EF sejajar dengan bidang CDGH. 9. Titik E terletak pada garis AE. 10. 8. EFGH yang memuat garis AE. 15. 18.EFGH. 14. 11. Garis EF sejajar dengan salah satu garis pada bidang CDHG. Garis AF dan garis BE adalah dua garis yang bersilangan. Jarak antara sebuah titik ke sebuah garis adalah jarak titik ke proyeksinya pada garis. Garis EF tegak lurus dengan salah satu garis pada bidang BCGF. Jarak antara dua bidang yang sejajar adalah jarak dari salah satu titik pada bidang yang satu ke bidang yang lain. maka garis EF tegak lurus dengan bidang BCGF. 335 Matematika . Garis EF dan garis CD adalah dua garis yang sejajar. Jarak antara sebuah titik ke sebuah bidang adalah jarak titik ke proyeksinya pada bidang. Bidang ABFE sejajar dengan bidang CDHG. 7. Bidang BCHE merupakan bidang diagonal. 2. AEHD. 4. Titik E terletak pada bidang ABFE. 19. 3. 16. Jarak dua garis bersilangan adalah panjang ruas garis yang tegak lurus pada kedua garis tersebut. Jarak antara dua garis sejajar adalah jarak salah satu titik di salah satu garis ke garis yang lain. 5. ∠AUE = ∠BUF dan ∠AUB = ∠EUF. dan EH. Jarak antara dua titik adalah panjang ruas garis terpendek yang menghubungkan dua titik tersebut. EF. Garis BH merupakan diagonal ruang kubus ABCD. 1. PENUTUP Pada kubus ABCD. 12.

Selanjutnya kita akan membahas materi tentang limit fungsi. Kita telah mempelajari materi geometri tentang jarak dan sudut antara titik.22. Sudut antara garis dengan bidang adalah sudut antara garis tersebut dengan projeksinya pada bidang. garis dan bidang serta penerapannya dalam pemecahan masalah nyata. 336 Buku Guru Kelas X . Dalam bahasan ini kita akan mempelajari sifat-sifat limit fungsi aljabar yang selanjutnya akan diuraikan dalam pemecahan masalah dan penyelesaian beberapa masalah dengan menggunakan beberapa sifat limit fungsi yang dipelajari.

merumuskan aturan dan sifat limit fungsi aljabar melalui pengamatan contoh-contoh. 2. bertanggungjawab. memahami konsep limit fungsi aljabar dengan menggunakan konteks nyata dan menerapkannya. 3. Pengalaman Belajar Melalui pembelajaran materi limit fungsi. • mengajak kerjasama tim dalam menemukan solusi permasalahan. • mengajak siswa untuk menerapkan matematika dalam kehidupan sehari-hari.Bab Limit Fungsi A. kritis. 5. • mengajak untuk melakukan penelitian dasar dalam membangun konsep. • siswa mampu memodelkan permasalahan. menghayati kesadaran hak dan kewajiban serta toleransi terhadap berbagai perbedaan di dalam masyarakat majemuk sebagai gambaran menerapkan nilai-nilai matematis. • mampu berpikir kritis dalam mengamati permasalahan. menghayati pola hidup disiplin. siswa mampu: 1. KOMPETENSI DASAR DAN PENGALAMAN BELAJAR Kompetensi Dasar Setelah mengikuti pembelajaran limit fungsi. 4. siswa memperoleh pengalaman belajar: • mampu berpikir kreatif. konsisten dan jujur serta menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. • • • • Limit fungsi Pendekatan (kiri dan kanan) Bentuk tentu dan tak tentu Perkalian sekawan . memilih strategi yang efektif dan menyajikan model matematika dalam memecahkan masalah nyata tentang limit fungsi aljabar.

PETA KONSEP Fungsi Materi Prasayarat Masalah Otentik Fungsi Aljabar Daerah Asal Limit Fungsi Aljabar Daerah Hasil Limit Fungsi pada Suatu Titik Sifat Limit Fungsi Aljabar 338 Buku Guru Kelas X .B.

Dia melihat objek seakan akan semakin mengecil seiring dengan bertambah jauhnya mobil melintas. masalah alergi yang serupa dapat diatasi bila kembali terjadi. Kemudian dia memandang terus mobil sampai melintas di kejauhan jalan tol. Jika kita analisis lebih lanjut. Jadi. Dari data yang kita peroleh. MATERI PEMBELAJARAN Dalam kehidupan sehari-hari. Ia berdiri sambil memandang mobil yang melintas masuk jalan tersebut. kita dapat memodelkan batas dosis pemakaian antibiotik tersebut. untuk pendekatan berapa meterkah jauhnya mobil melintas agar penjaga pintu masuk jalan tol sudah tidak dapat melihatnya lagi? Berdiskusilah dengan teman-temanmu! 1. Dengan demikian. Matematika 339 . berbagai permasalahan yang kita hadapi dapat melahirkan berbagai konsep matematika. kita mampu menyelesaikan kembali permasalahan yang serupa. kita melakukan pengamatan terhadap respon tubuh yang sedang alergi terhadap suatu zat dengan tingkat dosis obat antibiotik. Perhatikan dan amatilah contoh ilustrasi berikut. Bantu mereka untuk berani memberikan komentar kenapa obyek pada gambar seakan-akan mengecil? Arahkan mereka mengingat kembali perbandingan pada kesebangunan. Berdasarkan konsep umum matematika yang diperoleh dari permasalahan tersebut. Percobaan yang kita lakukan adalah sebuah konsep pendekatan terhadap solusi permasalahan tersebut.C.1 Jalan Tol ♦ Arahkan siswa melihat Gambar: 10. konsep dapat kita peroleh dengan mengamati. Akhirnya dia sama sekali tidak dapat melihat objek tersebut. menganalisa data dan menarik kesimpulan. Gambar 10. Sebagai contoh. Ilustrasi Seorang Satpam berdiri mengawasi mobil yang masuk pada sebuah jalan tol. Menemukan Konsep Limit Fungsi Kita akan mencoba mencari pengertian atau konsep pendekatan suatu titik ke titik yang lain dengan mengamati dan memecahkan masalah.1 dan memberikan waktu untuk mengamati gambar tersebut.

Alternatif Penyelesaian Perhatikan gambar dari ilustrasi Masalah 10.2 Lebah lurus ke tanah sampai mendarat kembali pada akhir menit ketiga.3 Ilustrasi gerakan lebah Jadi. kemudian bandingkan kembali jawaban kamu dengan strategi yang lain.1 Perhatikan masalah berikut. n bilangan real.2 Gambar 10. lebah tersebut terbang menukik Gambar 10. dengan a. c bilangan real. model fungsi lintasan lebah tersebut berdasarkan gambar di atas adalah: 340 Buku Guru Kelas X . Pada menit berikutnya. ♦ Cobalah kamu tunjukkan grafik lintasan terbang lebah tersebut. – Model umum kurva linear adalah f(t) = mt + n dengan m. lebah tersebut telah mencapai ketinggian maksimum sehingga ia terbang datar setinggi 5 meter selama 1 menit. lebah tersebut diamati terbang membentuk sebuah lintasan parabola. Tunjukkanlah pola lintasan terbang lebah tersebut? Petunjuk: Pilihlah strategi numerik untuk menunjukkan pendekatan.Masalah-10. Seekor lebah diamati sedang hinggap di tanah pada sebuah lapangan. Pada suatu saat. ♦ Coba kamu modelkan fungsi lintasan lebah tersebut! Petunjuk: – Model umum kurva parabola adalah f(t) = at2 + bt + c. ♦ Amatilah model yang kamu peroleh. Setelah terbang selama 1 menit. b.

Jadi. Dengan mensubstitusi b = –2a ke a + b = 5 maka diperoleh a = –5 dan b = 10. b........ Fungsi linear yang dimaksud adalah f(t) = –5t + 15. Dengan demikian..... (2) jika 2 ≤ t ≤ 3 Selanjutnya limit fungsi pada saat t = 1 dan t = 2 dapat dicermati pada tabel berikut..... (1) dengan a. 10. Lebah tersebut terbang konstan pada ketinggian 5 maka fungsi lintasan tersebut adalah f(t) = 5.... Matematika 341 .. dengan langkah-langkah berikut....0) ke fungsi kuadrat f(t)= at2 + bt + c diperoleh 2..5) ke fungsi linear f(t) = mt + n..0)... Dengan mensubstitusi n = –3m ke 5 = 2m + n maka diperoleh m = – 5 dan n = 15. c. Dari ilustrasi. model fungsi lintasan lebah tersebut adalah: −5t 2 + 10t  f (t ) =  5  −5t + 15  jika 0 ≤ t ≤ 1 jika 1 ≤ t ≤ 2 .. 4..5). diperoleh data sebagai berikut..... m. Substitusi titik A(1.. fungsi kuadrat tersebut adalah f(t) = –5t2 + 10t.at 2 + bt + c  5 f (t ) =   mt + n  jika 0 ≤ t ≤ 1 jika 1 ≤ t ≤ 2 jika 2 ≤ t ≤ 3 . 5. 6. n bilangan real..... −b 3....0).. • Misalkan posisi awal lebah pada saat hinggap di tanah adalah posisi pada waktu t = 0 dengan ketinggian 0. lebah kembali terbang menukik sampai hinggap kembali di tanah dengan ketinggian 0. diperoleh 5 = 2m + n. • Pada akhir waktu t = 2. • Kemudian lebah terbang mencapai ketinggian maksimum 5 meter pada waktu t = 1 sampai t = 2.. di titik A(1..5) dan B(2. 8 Substitusi titik C(3.. 9.... di titik C(3. Berdasarkan data tersebut... 7...... Substitusi titik O(0...... kita akan menentukan fungsi lintasan lebah. Karena fungsi kuadrat mencapai maksimum pada saat t = 1 maka =11 atau = 2 a b = –2a.5) ke fungsi kuadrat f(t)= at2 + bt + c diperoleh a + b + c = 5 atau a + b = 5..0) ke fungsi linear f(t) = mt + n. disebut titik awal O(0.. Substitusi titik B(2..... 1. diperoleh 0 = 3m + n atau n = –3m.

2 Nilai pendekatan y = f(t) pada saat t mendekati 2 t f(t) 1.995 2.8 5 1.99 5 1.01 4. nilai fungsi f(t) = 5 mendekati 5. Dengan demikian fungsi lintasan lebah menulisnya lim − + mempunyai limit sebesar 5 pada saat t mendekati 1.001 4.9 5 1.99 4.9 4.5 2.80 0.8 4. t →1 t →1 II. Demikian juga saat t mendekati 2 dari kanan. Dengan demikian fungsi + − lintasan lebah mempunyai limit sebesar 5 pada saat t mendekati 2. dapat kita lihat bahwa y akan mendekati 5 pada saat t mendekati 1 dan y akan mendekati 5 pada saat t mendekati 2. Mari perhatikan nilai fungsi pada t mendekati 1 dari kiri dan kanan.2 4 2. Hal ini dapat dinyatakan lim 5 = lim − 5t 2 + 10t = 5.1 5 1.7 5 1.55 0.95 0.3 5 Tabel 10. nilai fungsi y = f(t) = –5t + 15 mendekati 5. Untuk t mendekati 2 lim 5 = 5 (makna t → 2– adalah nilai t yang didekati dari kiri) − t →2 t → 2+ lim − 5t + 15 = 5 (makna t → 2+ adalah nilai t yang didekati dari kanan) Ternyata saat t mendekati 2 dari kiri.01 5 1.1 Nilai pendekatan y = f(t) pada saat t mendekati 1 t f(t) 0.95 2.2 5 1. nilai fungsi y = f(t) = –5t2 + 10t mendekati 5.3 3.1 4.9995 0. Demikian saat t mendekati 1 dari kanan. Kita − 5t 2 + 10t = 5 = lim 5 .5 Dari pengamatan pada tabel.7 4.999 5 1 5 1. sebagai berikut: I. Untuk t mendekati 1 − 5t2+ = 5 5 (makna t → 1– adalah nilai t yang didekati dari kiri) lim +15 10 t= − t →1 t →1+ lim 5 = 5 (makna t → 1+ adalah nilai t yang didekati dari kanan) Ternyata saat t mendekati 1 dari kiri .Tabel 10.999 5 2 5 2. t →2 t →2 342 Buku Guru Kelas X . nilai fungsi f(t) = 5 mendekati 5. Perhatikan strategi lainnya.001 5 1.

Budi dan Candra) sedang bermain tebak angka.1 Budi : 2.4.5. Perhatikanlah percakapan mereka berikut. Jika dimisalkan x sebagai variabel yang dapat menggantikan jawaban-jawaban Budi dan Candra maka x akan disebut bilangan yang mendekati 3 (secara matematika.Masalah-10.001 Budi : 2. seperti pada Gambar 10. Pada awalnya Budi dan Candra mengambil bilangan yang terdekat ke 3 dari kiri dan kanan sehingga mereka menjawab 2 dan 4.5. dituliskan x → 3). Demikianlah mereka terus-menerus memberikan jawaban sebanyak mungkin sampai akhirnya mereka menyerah untuk mendapatkan bilangan-bilangan terdekat ke-3. ternyata ketidakmampuan teman-teman Ani untuk menyebutkan semua bilangan tersebut telah membuktikan bahwa begitu banyak bilangan real di antara bilangan real lainnya.9 Candra : 3.9999 Gambar 10. Hal ini membuat Candra ikut bersaing untuk mencari bilangan lain. sehingga ia menjawab 3. Ani memberikan pertanyaan dan kedua temannya akan berlomba memberikan jawaban yang terbaik.999 Candra : 3.99 Candra : 3. Berdasarkan pemahaman kasus ini.5 Budi : 2. sehingga Budi harus memberi bilangan yang lebih dekat lagi ke 3 dari kiri. maka Budi menyebut 2.4 Ilustrasi limit sebagai Candra : 3.0001 pendekatan nilai Alternatif Penyelesaian Kedua teman Ani berlomba memberikan jawaban bilangan terdekat ke 3.01 Budi : 2. Matematika 343 .5 Candra : 3.2 Tiga anak (sebut nama mereka: Ani. Ani : Sebutkanlah bilangan real yang paling dekat ke 3? Budi : 2 Candra : 4 Budi : 2. Ternyata masih ada bilangan real lain yang terdekat ke 3.

6 Pemetaan anggap garis pemisah pada persambungan kedua blok badan jembatan sebagai ilustrasi x ≠ c.Masalah-10. Manfaatkan jawaban siswa untuk melahirkan sebuah konsep dan pendefinisian tentang limit fungsi. ♦ Arahkan siswa berdiskusi untuk memikirkan. Sebuah jembatan layang dibangun pada sebuah kota untuk mengatasi masalah kemacetan jalan raya. beberapa badan jembatan yang telah dibentuk dengan ukuran tertentu diangkat dan disambungkan satu sama lain pada setiap pondasi yang telah tersedia (Gambar 10. y ∈ Y. sebagai berikut: 344 Buku Guru Kelas X . Pilih salah satu pondasi sebagai titik yang akan didekati. Kita Gambar 10.5 B) sehingga terbentuk sebuah jembatan layang yang panjang (Gambar 10. Misalkan X dan Y ada-lah himpunan yang tidak kosong.5 C). Jika setiap pondasi merupakan titik-titik pada himpunan X dan badan jembatan merupakan kurva yang dipenuhi oleh fungsi y = f(x) maka hubungan antara pondasi dan badan jembatan merupakan sebuah pemetaan atau fungsi. Ingat kembali pengertian sebuah fungsi X Y pada bab sebelumnya.5 B). Setelah pondasi yang kokoh dibangun (Gambar 10. apakah kedua blok badan jembatan tersebut mempunyai limit pada garis persambungan tersebut? Berikan ide-ide secara bebas dan terbuka. Perhatikan ilustrasi berikut. Tentu saja kedua blok badan jembatan yang terhubung mempunyai garis pemisah (Gambar 10.5 A). x ∈ X.3 (A) (B) Gambar 10.5 B. sebuah fungsi f memetakan setiap f x y = f(x) anggota himpunan X ke tepat satu anggota himpunan Y. Lihat pada Gambar 10.5 Jembatan layang (C) Kata limit dapat dipandang sebagai nilai batas.

9 1. Ada atau tidakkah suatu nilai pendekatan f(x) pada saat x mendekati c tersebut? x →c Contoh 10. Mari kita amati kembali konsep limit fungsi tersebut dengan mengambil strategi numerik. kemudian kita tentukan nilai y oleh fungsi y = f(x) pada tabel berikut. ♦ Ada banyak bilangan real yang dapat ditentukan Menurut kamu. sebuah pengamatan pada permasalahan akan melahirkan pengertian dan konsep umum. Berdasarkan masalah dan contoh di atas. 1. x →c Catatan: lim f ( x ) = L dibaca limit fungsi f(x) untuk x mendekati c sama dengan L. sebagai berikut. Hitung nilai f(x) untuk setiap nilai x yang diberikan? 3.999 2.5 3. Definisi 10.1 2.3 Nilai fungsi f(x) = x + 1 pada saat x mendekati 2 x y 1 2 1.999 … … 2 ? … … 2.7 2.99 2. Kemudian amatilah nilai-nilai f(x) dari kiri dan kanan.01 2.1 Misalkan f sebuah fungsi f : R → R dan misalkan L dan c bilangan real.9 2. dari sebelah kiri atau kanan ♦ Setiap titik x mempunyai peta di y oleh fungsi saja? Apakah ada fungsi yang diberikan. Tetapi ada baiknya kita harus menguji kembali konsep tersebut.01 3. Matematika 345 . Kemudian amatilah tabel berikut.7 1. Tabel 10.5 2.001 2. yang demikian ♦ Setiap peta x juga mendekati peta 2.5 1. Kita dapat memberikan beberapa pengamatan sebagai berikut. dengan langkah-langkah pengamatan sebagai berikut.7 3 4 Apakah pengamatanmu? Perhatikanlah tabel tersebut.99 1.7 3. Tentukanlah titik-titik x yang mendekati c dari kiri dan kanan! 2.1 Misalkan fungsi f(x) = x + 1 untuk x ∈ R. Kita menyatakan bahwa f mendekati L ketika x mendekati c yang terdefinisi pada selang/interval yang memuat c kecuali mungkin di c sendiri. kita tetapkan pengertian limit fungsi. lim f ( x ) = L jika dan hanya jika f(x) mendekati L untuk semua x mendekati c. ♦ Tampak bahwa pendekatan ada dari kiri dan kanan tabel.001 3. apa yang terjadi jika y hanya mendekati yang mendekati 2. 4. Kita menentukan x mendekati 2.5 2. Seperti yang telah dijelaskan di awal bab ini.1 3.

dapat dilihat nilai f(x) akan mendekati 2 pada saat x mendekati 1. 346 Buku Guru Kelas X . Secara geometri dapat diperlihatkan sebagai berikut.001 2. Jika fungsi f(x) = Tabel 10.01 1.5 0. fungsi f(x) = x + 1 mendekati 3 pada saat x mendekati 2 dapat dituliskan sebagai berikut. x ≠ 1.7 Grafik Fungsi f(x) = x + 1 Secara matematika. Misal y = = x +1 x −1 x −1 x −1 untuk x ≠ 1.2 x 2 − 1 ( x + 1)( x − 1) x2 − 1 = untuk x ∈ R.99 1.9 0.4 Nilai fungsi y = f(x) mendekati 2.01 2.7 2. pada saat x mendekati 1 x y 0 1 0.1 2.5 1.001 1.7 0.9 1.1 1.7 1. lim ( x + 1) = 3 x→2 Bagaimanakah jika f(x) tidak terdefinisi pada titik x + 1? Perhatikan contoh berikut ini! Contoh 10.99 0.5 1.999 1.5 2. Nilai-nilai pendekatan f(x) untuk nilai-nilai x yang mendekati 1 dapat dilihat pada tabel berikut.999 … … 1 ? … … 1.7 2 3 Berdasarkan nilai tabel di atas.Perhatikan sketsa berikut: Gambar 10.

Secara matematika. Ingatkan kembali siswa tentang definisi limit fungsi di atas.8 Grafik fungsi f(x) x2 − 1 = x + 1 dengan x ≠ 1 akan mendekati 2 x −1 pada saat x mendekati 1 dituliskan sebagai berikut. fungsi f ( x) = lim x →1 x2 − 1 =2 x −1 ♦ Arahkan siswa untuk membentuk kelompok diskusi 2 atau 4 orang.9 Grafik fungsi f(x) terkait limit Matematika 347 . Gambar 10. apa maksud dari gambar bulatan kosong pada kurva fungsi pada saat x = 1? Gambar 10.Diskusi Perhatikanlah gambar di samping! Coba diskusikan kembali dengan temanmu. Guru harus memberikan kesimpulan akhir. Arahkan siswa untuk menghubungkan definisi limit tersebut dengan keempat gambar berikut dan berikan mereka kesempatan untuk memberikan komentar dan saling menanggapi.

Guru harus memberi kesimpulan akhir.9 0. f(x) akan mendekati 1 pada saat x mendekati 1 dari kiri sementara f(x) mendekati 2 pada saat x mendekati 1 dari kanan. Gambar 10.10 Grafik fungsi f(x)  x2 jika Dengan demikian fungsi f ( x) =   x + 1 jika x = 1.99 0.7 2.001 2.25 0. Hal ini mengakibatkan f(x) tidak mempunyai limit pada saat x mendekati 1. Melalui pemahaman siswa tentang definisi limit fungsi.81 0. 348 Buku Guru Kelas X .5 2. Tabel 10.01 1.7 0.01 2.1 1.998 … … 1 ? … … 1. pada saat x mendekati 1 x y 0 0 0.5 Nilai fungsi y = f(x) mendekati 2. berikan mereka waktu membuat sebuah contoh dan mempresentasikan di depan kelas. Secara geometri dapat diperlihatkan sebagai berikut.49 0.001 1.7 2 3 Berdasarkan tabel di atas. x ≤1 tidak memiliki limit di titik x >1 ♦ Arahkan siswa mengkaitkan contoh ini ke definisi.Contoh 10.999 0.5 1.5 0.3 Perhatikan fungsi berikut:  x2 jika f ( x) =   x + 1 jika x ≤1 x >1 Jika y = f(x) maka nilai-nilai pendekatan f(x) untuk nilai-nilai x mendekati 1 dapat dilihat pada tabel berikut.1 2.98 0.

... x →1− lim 2 = 2 = lim 2 .2 0...8 2 2 2 Apa yang kamu peroleh dari Tabel 10... jika x mendekati 1 dari kiri dan kanan maka nilai y akan mendekati 1 dari kiri dan kanan....99 0.6? Kita dapat mengamati pergerakan nilai-nilai x dan f(x) pada tabel tersebut.999 2 … … 1 ? … … 1....... Tabel 10.....5 2 1.5 2 0.999 … … 1 ? … … 1..001 2 1.4 Jika f(x) = 2 maka nilai pendekatan f(x) pada saat x mendekati 1 dapat ditunjukkan pada tabel berikut.5 1.2 0..1 1.999 0.. Tabel 10. x →1− lim x = 1 = lim x ..9 0..1 2 1.1 1.....(1) + x →1 Contoh 10....9 0.5 0.....001 1.8 2 2 Kita dapat mengamati pergerakan nilai-nilai x dan f(x) pada tabel tersebut..... 349 Matematika ..2 2 0.........5 Jika f(x) = x maka nilai pendekatan f(x) pada saat x mendekati 1 dapat ditunjukkan pada tabel berikut....99 2 0.... dengan. pada saat x mendekati 1 x y 0 2 0..5 1. Sifat-Sifat Limit Fungsi Perhatikan kembali beberapa contoh berikut.............. Hal ini dapat ditulis secara matematika....9 2 0.2..(2) + x →1 ♦ Arahkan siswa untuk menggambar fungsi tersebut! Berikan waktu kepada siswa untuk menjelaskan pendapatnya kemudian guru mengajak siswa mengambil kesimpulan.01 1.. pada saat x mendekati 1 x y 0 0 0..99 0...001 1. Perhatikanlah. dengan...7 Nilai pendekatan f(x) = x.5 0. jika x mendekati 1 dari kiri dan kanan maka nilai y akan mendekati 2 dari kiri dan kanan... Kita akan mencoba mengamati sifat-sifat limit fungsi pada beberapa contoh dan tabel nilai-nilainya...... Diberikan beberapa nilai-nilai x yang mendekati 1..01 1..... Berdasarkan (1) dan (2) secara induktif diperoleh sifat berikut..... Contoh 10.01 2 1. Hal ini dapat kita tuliskan secara matematika.....8 1..6 Nilai pendekatan f(x) = 2.

7 Jika f(x) = 2x2 maka nilai pendekatan f(x) pada saat x mendekati 1 dapat ditunjukkan pada tabel berikut.04 1. maka Berdasarkan Tabel 10.00 1. Tabel 10.62 0.9.8 Nilai pendekatan f(x) = x2 pada saat x mendekati 1 x y 0 0 0.9 0.99 0.001 2.81 0.9 Nilai pendekatan f(x) = 2x2 pada saat x mendekati 1 x y 0 0 0.9 1. Berdasarkan Tabel 10.04 0. x →c x →c x →c lim f ( x ) = L jika dan hanya jika lim f ( x ) = L = lim f ( x) − + Contoh 10.8 3.1 1.42 1.99 … … 1 ? … … 1. maka x →1 lim x 2 = x →1 lim x × x x →1 = = 1 × 1 = 1 lim x × lim x x →1 x →1 Contoh 10.25 0.5 2 1.01 2.98 0.1 2.999 1.21 1.5 2. Tabel 10.5 0.2 0.99 … … 1 ? … … 1.8.Sifat-1 Misalkan f suatu fungsi dengan f : R → R dan L.96 0.01 2.8 2 2 2 xx x=x1.23 2 4 Nilai pendekatan f(x) pada saat x mendekati 1 adalah 1.001 2.00 1.999 0.5 0.02 1.6 Jika f(x) = x2 maka nilai pendekatan f(x) pada saat x mendekati 1 dapat ditunjukkan pada tabel berikut.25 1.5 0.99 1. lim xx x=x1. lim x →1 lim 2 x 2 = lim 2 × xx× xx x →1 x →1 350 Buku Guru Kelas X x →1 = x →1 = 2×1×1 = 2 lim 2 × lim x × lim x x →1 .2 0.08 0. c bilangan real.

001 1.7 dan Tabel 10.1 1. Tabel 10.06 4.67 0.1 1.11 Nilai pendekatan f(x) = x y 0.14 2.7 –25 7.Contoh 10.98 … … 1 ? … … 1.49 2 Berdasarkan tabel di atas.999 3. Jika f(x) = 2x2 + 2x maka nilai pendekatan f(x) pada saat x mendekati 1 dapat ditunjukkan pada tabel berikut.0 3.7 0.1 0.01 … 1.42 3.5 7.8 diperoleh lim =x1.5 2 12.99 0.5 1.01 … 1 ? … 1. maka x →1 x →1 lim 2 x 2 + lim 2 x = x →1 x →1 lim 2 x 2 + lim 2 x x →1 x →1 = 2+2 = 4 Contoh 10.001 1.52 0.5 1. Jika f(x) = 2 Tabel 10.00 1.94 1.10 Nilai pendekatan f(x) = 2x2 + 2x pada saat x mendekati 1 x y 0 0 0.8 1.9 0.26 1.9 2 maka nilai pendekatan f(x) pada saat x mendekati 1 dapat ditun2x − x jukkan pada tabel berikut.94 4. lim 2 = 2 atau x →1 2 x − x lim 2 2 x →1 lim 2 = x →1 2 x − x lim 2 x 2 − x x →1 = = lim 2 x →1 x →1 lim 2 x 2 − lim x x →1 2 =2 2 −1 Matematika 351 .99 1.78 0.999 … 2.01 4.99 0.5 0.9 2 pada saat x mendekati 1 2x − x 2 0.62 xx x 2 x 2 = 2 dan lim Berdasarkan Contoh 10.

352 Buku Guru Kelas X . dengan k dan c adalah bilangan real serta n adalah bilangan bulat positif.Perhatikanlah sifat-sifat limit fungsi berikut: Sifat-2 Misalkan f dan g adalah fungsi yang mempunyai limit pada x mendekati c. lim lim ff ( gk (x [kf ]→c= → lim[ ( x )] lim f lim ( x)    = dengan g ( x) x→ →c c x x c   xc →c →c ≠ 0    lim x →c g ( x)  x→ lim g( x) x     x →c  6. Kecepatan perubahan pertambahan luas bidang tersebut pada saat t = 5 menit adalah .. lim [ f ( x) ] = lim f ( x)  x →c  x →c  n n n f ( x ) = n lim f ( x ) f ( x) > 0 bilamana n genap . lim x=c x →c 3. lim + + → xx cc x→ cc    x x→ →c c x→ → c x x→ → c       lim f( x)  = (x )− x) x) f ( x)  − lim g ( x)  5. lim[ f ( x) × g ( x)] = lim f ( x)  × lim g ( x)  x →c  x →c   x →c  f ( x)   f ( x)   lim x →c   dengan lim g ( x) ≠ 0 = 7.10 Sebuah bidang logam dipanaskan di bagian tengah dan memuai sehingga mengalami pertambahan luas sebagai fungsi waktu f(t) = 0. Penyelesaian Kecepatan perubahan pertambahan luas adalah besar pertambahan luas dibandingkan dengan besar selisih waktu. lim  x →c  g x →c lim g ( x)   ( x)    x →c  8. lim k =k x →c 2. 1. lim x →c x →c x →c Contoh 10. asalkan lim 9.25t2 + 0.5t (cm)2. lim[kf ( x)] = k lim f ( x)  x →c  x →c    lim    lim[ ) (( x )] lim xx )) × lim gg (( x ) lim[ fff( ( (x x x ) )× ± ±g g g ( x x ) )]= = = lim limfff(( ( x ) ± ± lim g (x x ) ) 4..

0000 0.75 2.0001 5.2975 –0.00299975 –0.0001 0.01 0.75 1.999975 ? 3.029975 –0.Perhatikan tabel! Tabel 10.0001 0.001 5.5625 3.12 Nilai pendekatan pada saat t mendekati 5 12 1 2 3 4 4.75 lim (0.3025 1.000299997 0 0.5 4.975 2. 5(0.25 5 5. 5t + 3.5(5) = 8.125 3.001 0. 5)(t − 5) 0.25 2.4375 –0.25 3. 5t ) − f (5) f (t ) − f (5) lim = t →5 t →5 t −5 t −5 2 0.875 2. 5) lim lim 0. Alternatif Penyelesaian lainnya f(t) = 0.01 5. 5(0.25t2 + 0.1 0.25 ∆f/∆t 2 2.00300025 0.99975 2.1 –0.5t f(5) = 0.00025 3.9 4.9975 2.75 –5 –2.000025 3.001 –0. 5(0. 5t + 3. 75 = lim t →5 t −5 = lim t →5 0.030025 0. 5t − 8.0025 3.025 3.5 1 ∆f = f(t) – f(5) –8 –6.99 4.5 2. 5) t →5 t →5 t −5 t −5 353 Matematika .5 6 Dengan melihat tabel di atas.5 –0.25(5)2 + 0.01 –0.9999 ∆t = t – 5 –4 –3 –2 –1 –0. 5t 2 + t − 17. pada saat t mendekati 5 maka ∆t mendekati 0 dan f(t) akan mendekati 3 (cm2/menit). 25t + 0. 25t 2 + 0.000300002 0.1 5.999 4.

5c 0.25h  0. 5t + 3. beri bantuan berupa pertanyaan atau mengingatkan konsep terkait yang sudah dimiliki siswa. 5) 0. 5(0. Beri kesempatan bagi siswa yang lain untuk memberi komentar.5c c . 5t + 3. 5)(t − 5) lim m 0. 5) = t →5 t →5 t →5 t −5 t −5 + t − 17. 5t + 3. t=c+h t=c Alternatif Penyelesaian lainnya f (t ) v(t) = dimana v(t) adalah kecepatan pertambahan luas t f(t) adalah pertambahan luas f(t) t adalah pertambahan luas Posisi awal Posisi setelah pemuaian Gambar 10.25 c 2+ 0.5)h h Kelas = Buku lim (0Guru .5 ch+  0.5c f(c) = 0.25h 2  0.5c  0.25h  0. 5) 0.25 h2+ 0.5ch  0. 5(0.5h h0 h h0 = lim 354 (0.5) karena h  0 h0 = 0.11: Pemuaian logam pada waktu t = c f (t1 )10. 5t 2 + t − 17.5 Kecepatan sesaat pertambahan luas bidang pada t = 5 adalah 0.5 0.5c  0.5h)  (0.5( h h 0. Jika siswa tidak dapat mengerjakannya.25 0.5ch  0.0 .25 0.25h 2  0.25c 2  0.5h kecepatan sesaat sesaat pertambahan pertambahan luas luas bidang bidang adalah: adalah: kecepatan lim h0 f (c  h)  f (c ) h = lim (0.5(5)  0.25c2 2 2 f( + hh )) = 0. 5)(t − 5) lim lim lim 0.25( )2 0.25c 2  0.0.5(0.5 0.25c (c+hh ) 2+ 0.25c 2+0.5) = 3 ♦ Berikan waktu pada siswa menggunakan manipulasi aljabar pada proses limit di atas! Beri kesempatan bagi siswa untuk menjelaskan jawabannya.5cX  0.11  f (Pemuaian c) dan untuk t2  c  h diperoleh Untuk t1  c diperoleh Gambar logamperubahan pada waktu waktu t=c f (tuntuk c  h) sehingga perubahan Untuk t1 = perambahan c diperoleh luas f(t1) bidang = f(c) dan perubahan waktu t2 = c + h diperoleh 2)  f ( perubahan perambahan luas bidang f ( t ) = f ( c + h ) sehingga 2 f (c) 0.5 × 5 + 3.5  3. 5) = lti t →5 →5 −5 t −5 = 0. 5t + 3.5( cc+ ))= c h ch +0 0. 5(0. 5(0. 5(0.5c) h0 h = lim 0.5 h fc (c 0.5c  0.

mereka mendapatkan kesulitan untuk 377 BUKU PEGANGAN GURU menentukan nilai di daerah hasilnya.5h)  (0. Menurut kamu. Untuk f(x) = x4 − 1 0 1 1 .5  3.5) karena h  0 = 0. ∞ – ∞. .5c  0.kecepatan sesaat pertambahan luas bidang adalah: lim h0 f (c  h)  f (c ) h = lim (0.0 Kecepatan sesaat pertambahan luas bidang pada t = 5 adalah 0.5c + 0. Suatu hari mereka mendapat tugas dari guru untuk menggambar beberapa grafik fungsi dengan mencari sebanyak mungkin titik-titik yang dilalui fungsi tersebut.5ch  0.5ch  0. Untuk f(x) = . jika kita substitusikan nilai 0 ° c ke fungsi f(x) sehingga f(c) adalah bentuk-bentuk tak tentu seperti .5c  0.25c 2  0. Coba kita tampilkan kembali sifat suatu limit.0 (cm2/menit).25h 2  0.5h h0 h h0 = lim h0 (0.5 = 3.5)h h = lim (0. − + x →c x →c Nilai L yang kita maksud adalah bentuk tentu limit. (cm2/menit).25h  0. lim f ( x ) = L jika dan hanya jika x →c lim f( x) = L = lim f( x) . − x − 1 0 x x + 4 x x2 + 4 x4 − 1 0 1 1 2. apakah penyebab permasalahan mereka? Jika kita pelajari lebih teliti.5c  0. mereka sulit mendapatkan nilai fungsi untuk − x − 1 0 x x + 4 x x2 + 4 x = 0 karena jika nilai 0 disubstitusi juga ke fungsi maka mereka memperoleh f(0) = ∞ – ∞. mereka sulit − mendapatkan nilai fungsi untuk x = 1 dan x − 1 0 x x + 4 x x2 + 4 x4 − 1 0 1 1 x = – 1 karena jika disubstitusi nilai 1 atau –1 ke fungsi. nilai f(1) = dan − x − 1 0 x x + 4 x x2 x4 − 1 0 1 1 f(–1) = .25h 2  0. Misalkan f suatu fungsi dengan f : R → R dan L.5(5)  0. Lina dan Wati sedang menghadapi permasalahan bentuk tak tentu suatu limit. Pada saat mereka menentukan beberapa nilai di daerah asalnya. Jadi.25h  0. memfaktorkan. kita akan menentukan limit secara numerik.5 Kecepatan sesaat pertambahan luas bidang pada t = 5 adalah 0.5c) h0 h = lim 0. Lina dan Wati adalah teman satu kelompok belajar di kelasnya. 3.5c  0. Menentukan Limit Fungsi Pada bagian ini. 0 ° Matematika 355 .5 = 0. dan perkalian sekawan.5(5) + 0. sebagai berikut: 1. Coba kita pelajari permasalahan yang dihadapi oleh grup diskusi berikut.25c 2  0. c bilangan real.

248 0.5 0.252 0.7 1.9 1.333 1. Cara II (Faktorisasi) x 2 − 3 x + 2 ( x − 2)( x − 1) x 2 − 3 x + 2 ( x − 2)( x − 1) Perhatikan bahwa f(x) = dapat kita ubah menjadi f(x) = x2 − 4 ( x − 2)(( x + 2) ( x − 2)(( x + 2) x2 − 4 sehingga: ( x − 2)( x − 1) x 2 − 3x + 2 lim = lim 2 Dapatkah anda meneliti untuk x → 2 x→2 ( x − 2)( x + 2) x −4 2 ( x − 2)( x − 1) (x x −1 3)x + 12 x 2 + x − 1 − lain 2x + 5 untuk menyelesaikan lim lim lim = karena x≠2 2 a → 2 ( x − 2( x + 2) a x→2 ( x x a →− 2 permasalahan limit fungsi ) 44 +2 − x+2 mendapatkan metode yang tesebut. Contoh 10.25.302 0. jika x mendekati 2. ∞∞. perkalian sekawan. Perhatikan beberapa contoh soal dan penyelesaian berikut. dll.00. 2. maka y = f(x) akan mendekati 0.231 0.3 2. Jika L merupakan salah satu bentuk tak tentu maka kita harus mencari bentuk tentu limit fungsi tersebut dengan memilih strategi: mencari beberapa titik pendekatan (numerik). Oleh karena itu. dan lain-lain maka bentuk tersebut gagal menjadi nilai limit fungsi tersebut. misi kita dalam limit fungsi adalah mencari bentuk tentu dari limit fungsi.5 1. Substitusikan x = c ke fungsi sehingga diperoleh f(c) = L .250 0. dengan pengamatan berikut: 1.99 x 2 − 3x + 2 pada saat x mendekati 2 x2 − 4 2 ? 2. memfaktorkan.999 0.268 0.250 Dengan melihat tabel di atas.01 2.11 Tentukanlah nilai lim x 2 − 3x + 2 x→2 x2 − 4 Cara I (Numerik) x 2 − 3x + 2 Jika lim y= maka pendekatan nilai fungsi pada saat x mendekati 2 ditunjukkan a →2 x2 − 4 pada tabel berikut: Tabel 10.143 0.001 2.13 Nilai pendekatan f(xlim )= a →2 x y 1.189 0. 356 Buku Guru Kelas X .1 2. Ingat: x – a sekawan dengan x + a.

763 Dengan melihat tabel di atas.5 2.12 ( x − 2)( x − 1) ( x − 1) 1 x2 + x − 1 − 2x + 5 lim lim Tentukanlah a→−2 ( x − 2( x + 2) a → 2 ( x + 2) 4 x x+2 Cara I (Numerik) m ( x − 1) 1 − 2)( x − 1) x2 + x − 1 − 2x + 5 lim Misalkan lim y = .9 –1. Pendekatan nilai fungsi pada saat x mendekati 2 x+2 − 2( x + 2) a → 2 ( x + 2) 4 a →−2 ditunjukkan pada tabel berikut: Tabel 10.528 2.501 –2.001 –2.5 Cara II (Perkalian sekawan) Perhatikan bahwa y = x2 + x − 1 − 2x + 5 bentuk sekawan dari x+2 lim lim lim x →−2 xx →− 22 →− x2 + x − 1 − 2x + 5 x2 + x − 1 − 2x + 5 dapat kita dengan lim x2 + x − ubah 1− 2 x + 5 mengalikan x →−2 x+2 x+2 x2 + x − 1 − 2x + 5 x 2 + x − 1 − 2 x + 5 sehingga: lim x →−2 x+2 ( ) ( ) 2 2 2 x x x2 + +x x− −1 1− − 2 2x x+ +5 5 x2 + +x x− −1 1− − 2 2x x+ +5 5 x x2 + +x x− −1 1+ + 2 2x x+ +5 5 lim .3 –2. = .5 – 1.594 –2.99 –1.499 x 2 + x − 1 − 2 x + 5 pada saat x mendex+2 –2 ? – 1.999 –2. 2 = lim lim x →− 2 2 x x x+ +2 2 x+ +2 2 xx →− 22 x →− x + +x x− −1 1+ + 2 2x x+ +5 5 2 ( x + x − 1) − (2 x + 5) = lim = lim x→− →−2 2 x ( x + 2) x 2 + x − 1 + 2 x + 5 ( ) = lim = lim x →−2 x →−2 ( x + 2) ( x2 − x − 6 x2 + x − 1 + 2 x + 5 ) 357 Matematika f ( x) = ( x 2 + 1) ( x + 1) ( x − 1) ( x + 1) ( x − 1) .7 – 2.lim ( x − 2)( x − 1) ( x − 1) 1 x2 + x − 1 − 2x + 5 lim lim = a → 2 ( x − 2( x + 2) a → 2 ( x + 2) 4 a →−2 x+2 = 0.599 – 2.530 –2.3 –2.8 –1.01 –2.501 –2.1 –2. jika nilai x mendekati –2 maka y = f(x) akan mendekati –2.14 Nilai pendekatan f(x) = kati –2 x y –2.25 Contoh 10.

= lim = lim x →−2 x →−2 ( x + 2) 2 ( ( x − 3)( x + 2) x2 + x − 1 + 2x + 5 ( x − 3) ) karena x ≠ −2 = lim lim = x →−2 x →−2 ( x + x −1 + 2x + 5 ) 5 2 = − 2.00 1 ? 1.16 Nilai pendekatan f ( x) = x y –1.02 1.49 –1.2 2.49 0.99 1.01 2.2 2.7 1. maka f1( )1= ) = .3 2.001 2.69 Tabel 10.1 2.1 2.00 –0. jika nilai x mendekati 1 maka y = f(x) akan mendekati 2 dan jika nilai x mendekati –1 maka y = f(x) akan mendekati 2.01 2.99 1.69 –1. Pendekatan .64 0.44 1.98 –0.9 1.00 1.8 1.02 x4 − 1 0 0 (1) =x mendekati .13 Tentukanlah nilai lim x →1 x4 − 1 x4 − 1 dan lim x →−1 x 2 − 1 x2 − 1 4 x 4x− −1 00 00 1 Jika f ( fx ()x= ) = 2 2 . Cara II (Faktorisasi) x 2 + 1) ( x + 1) ( x − 1) ( x4 − 1 f ( x ) = Perhatikan bahwa dapat kita ubah menjadi f ( x) = x2 − 1 ( x + 1) ( x − 1) sehingga: 358 Buku Guru Kelas X . Karena kita harus mencari bentuk tentu dan danf ( −1 x x− 1 00 00 limit fungsi tersebut pada saat x mendekati 1 dan –1.98 0.21 1.00 Dengan melihat tabel-tabel di atas. Cara I (Numerik) Misalkan y = f ( x) = x4 − 1 0 0 .001 2.7 1.64 –0.81 –0. ( f− (1 − )1= ) = .15 Nilai pendekatan f ( x) = 2 pada saat (1) =x mendekati .999 2.3 2. f (−1) = 1 dan f x −1 0 0 x y 0.21 –1.8 1.9 1.81 0. f (− fungsi dan f (1) = nilai 1) = pada saat x mendekati 1 dan –1 2 x −1 0 0 ditunjukkan pada tabel berikut: x4 − 1 0 0 Tabel 10. f (−1) = –1 pada saat dan f 2 x −1 0 0 –1 ? –0.44 –1. 5 = − Contoh 10.999 2. f.

07 1 x x+4 0 ? − 1 x x2 + 4 0.1 () x + 1 () x −1 x (+ x1 + 1 x)+ 1+ 1 x)− 1 − 1) () (x () (x () () x −1 ≠ dan lim = lim lim lim x (Karena + 1 lim x − 11 + 1 x + 1 x ≠ 0) ( ) x x 1 x + 1 () x −1 x −1 x+ 1+ x)− 1 − 1) ( ( () () () x + 1 () x + 1 () x −1 () −1 = lim x + 1 lim −1karena lim + 1 x ≠ 1 dan x ≠ –1 4 2 2 2 2 2 2 x →1 x →1 x →1 x →1 x →1 −1 x →1 x →1 x + 1 () x −1 () 2 x →1 ( ) 2 = lim 12 + 1 x →1 = 2 dan 4 x1 − (x (x ) (− ) 1) (Karena ( x(2 x+2 1+) 1 ) (+x1+) 1 x4 x − 1 −1 2 2 2 x lim ≠(1 dan +11 x ≠ 0) lim lim2 2 = lim lim lim lim x2 x + 1 + 1lim −( 1 − +x 1 + ) 1) x →− x →− 1 x1 x x →− x →− 1 1 ( x(+ x →− x →− 1 1 x →− x →− 1 1 x x x + 1 − − 1 − 1 − 1 1 1 )( )( ) ) 2 ( x + 1) ( x + 1) ( x − 1) lim x 2 + 1 lim −1 2 + 1 −1 lim ( karena ) x ≠ 1 dan x ≠ –1 = x →−1 x →−1 − 1 x →−1 ( x + 1) ( x − 1) + 1) ( x + 1) ( x − 1) 2 lim x 2 + = 1 lim ( −1) + 1 x →− 1 x →− 1 + − x 1 x 1 ( )( ) = 2 Contoh 10.01 –0.05 0.2 –0.06 pada saat x mendekati 0 0.3 –0.001 –0.06.1 –0.06 0.1 –0.01 –0.3 –0. Pendekatan nilai fungsi pada saat x mende− x →0 x x + 4 x x2 + 4 kati 0 ditunjukkan pada tabel berikut: Tentukanlah lim Tabel 10.06 Dengan melihat tabel di atas.08 –0.14 1 1 − x →0 x x + 4 x x2 + 4 Cara I (Numerik) 1 1 Misalkan ylim = .04 –0.17 Nilai pendekatan f (x) = x y –0. jika nilai x semakin mendekati 0 maka y = f(x) akan semakin mendekati –0.06 0. Cara II (Faktorisasi) 1 1 x 2 + 4 −1 x + 4 1 x2 + 4 − x + 4 − − Fungsi f(x) = dapat kita ubah menjadi2 f(x) = x x + 4 x x2 + 4 x ( x2 + x 4x x4 + 4 )x x + 4 x ( x 2 + 4 ) ( x + 4 ) ) (+ sehingga: Matematika 359 .08 –0.2 –0.07 –0.001 –0.

  =   lim .2)   = lim lim  lim =  lim    x →0 x →0  2 x x →0 x →0   2 +4 (   + x x 4 x ) ()    x +4 ( x + 4)        2 2     1 +4 − x +4 +4 + x +4  lim   lim x 1 x2 + 4− x+ 4. =  lim   2 2 x →0 x →0  2 x 2 +4 + 2 +4    x →0 x →0 2 +4 ( x x x x 4) +4  x ) () 4 + 4 x x + +   4 x x + +   (          1 x    1 1 x− −1   lim lim =   lim =  lim   2 2  x →0 x →0 2 2 +4 + 2 +4  x →0 x →0 2 +4 ( x x   4 x x +  ) () 4 4 x x + + +   4 4 x x + +   ( )      1  1 −1 1  −  =   =    4 4     4  4  1 1 = = − − 16 16 360 Buku Guru Kelas X .lim x →0 1 1 x2 + 4 − x + 4 = lim − x →0 x x + 4 x x2 + 4 x ( x2 + 4) ( x + 4)   2    1 +4 − x +4  x    1 x2 + 4− x+ 4   = lim = lim    x →0   2 x  x →0    +4 +4 x x x    x2 + 4 ( x+ 4) ( )   ()      2    1 x     1 x2 + 4− x+ 4 +4 − x +4 (Sifat-10. x x2 + 4+ x+ 4   =  =  lim lim .   2  x x →0 →0  2 x 2 +4 +   x →0 x →0  2 +4 ( x x 4 +  x x 4 + x )   x +4+ x+4   x +4 ( x + 4) ()        2   2 − x  1 1  lim x   lim  1 1 x − x.

0 1  1 1  3. –1 E. Gunakan strategi numerik untuk mendapatkannya! b.. –2 D. –2 D. 8 8 C. 2x − 2 A. 8 8 C. 1 B. Coba kamu tunjukkan koordinat pendekatan kedua kurva (titik singgung). x+3−2 x2 + 2 x − 3 = . –1 E.. –2 D. x →1 x − 1  3x + 1 x+3 A. a. Sketsalah permasalahan tersebut! 8... Sebuah garis y – 2x – 3 = 0 menyinggung kurva y = x2 + x + 2. 2 C.. lim x3 − 2 x 2 = . 2 1 1 B. – E. 6. 1. 1 sampai no.. 2 C. lim −   = . 0 Selesaikanlah permasalahan berikut. Sketsalah dan analisislah limit fungsi di x = –1 dan x = 1.. 5. lim x →1 5. –1 E. 0 2. x→2 x 2 − 4 A. 1 B. – E. Tentukan nilai limit fungsi berikut dengan menggunakan dua atau lebih metode penyelesaian! Bandingkan jawaban yang anda peroleh! Matematika 361 . lim x →1 jika −1 ≤ x ≤ 1 jika x < −1 7. –2 D..Uji Kompetensi 10.1 Pilihlah strategi pendekatan atau numerik untuk menentukan nilai limit fungsi pada soal no. lim x →1 x2 + x − 1 − 2x − 1 = . 0 4. –2 D. x2 − 1 A. Kemudian anda pilih strategi lain dan membandingkan jawaban anda dengan jawaban anda pada srategi sebelumnya.. 1 B.  x3 − 1  x −1   f ( x) =  2x + 1   2x + 3 − x + 2  x +1  jika x >1 A. 2 C. Carilah metode lain untuk mendapatkan titik singgung tersebut! c.. 0 2x + 2 − x + 3 = . 2 1 1 B.

dan teknologi informasi. Jika f(x) = 3x2 maka tentukanlah x → 2013 x   2  f ( x − 4h ) − f ( x + 22013 h)    3 f ( x)  lim = x maka lim  f( x )−2f  − x h →0  3 h x → 2013 x − 2013    2  Projek Himpun informasi penerapan limit fungsi dalam bidang teknik. fisika. Rancanglah minimal dua masalah terkait informasi yang kamu peroleh dan buatlah pemecahannya. masalah nyata. dan sajikan di depan kelas. Tentukanlah nilai limit fungsi f ( x + 2h ) − f ( x ) x− 2 f(x) = dengan menggulim 3 h →0 h x2 − 3 4 b. f ( x + 2h ) − f ( x − 2h ) lim h h →0   3  2013 10. Jika f(x) = 3x2 maka tentukanlah 9. 362 Buku Guru Kelas X . a. Jika f(x) = 3x2 maka tentukanlah nakan numerik dan perkalian sekawan pada saat x mendekati 2. Buat laporan hasil kerja kelompokmu. Jika fungsi f ( x) − 2 f  − x  = x maka lim  c.

apabila limit kiri sama dengan limit kanan fungsi di titik c. 2. Penentuan limit suatu fungsi di suatu titik c. lim k =k a. 4. Misalkan f(x). 1. sangat bergantung pada kedudukan titik c dan domain fungsi tersebut. x →c c. Suatu fungsi f mempunyai limit di titik c. fungsi f mendekati L pada saat x mendekati c dapat kita tuliskan dengan: lim f ( x) = L x →c 6. x →c lim x = c b. Sebuah fungsi f dikatakan mempunyai limit di titik c jika dan hanya jika nilai fungsi untuk x dari kiri dan kanan menuju ke bilangan yang sama. g(x) adalah fungsi yang mempunyai nilai limit pada x mendekati c. yang menjadi domain fungsi adalah himpunan bilangan real di mana fungsi tersebut terdefinisi. g ( x lim[f f(( xx )) × = x→ c lim f ( x ) × lim g ( x )  x →c x → c  dengan c    x→ ) ≠ 0 lim = lim g(x   x →c g ( x) x →c lim g ( x)     x →c f ( x)   lim   f ( x)   x →c   lim dengan lim = g ( x) ≠ 0 f. tetapi c bilangan real. Titik c tidak harus anggota daerah asal fungsi.  x →c  x →c lim g ( x)   g ( x)    x →c  Matematika 363 . lim[kf ( x)] = k lim f ( x)  x →c  x →c  ×   f(( d.D. dengan k dan c adalah bilangan real serta n adalah bilangan bulat positif. 3. terdapat beberapa hal penting yang menjadi kesimpulan dari hasil penemuan berbagai konsep dan aturan tentang limit. ff ( ) × g )] lim xx )) lim gg (( xx ) lim [kf ( x ) ±= g( (x x ) ]= =f lim ± lim ) lim[ (x x )] k ( x )f → xx cc  x→ cc    → x→ x →c x → c  lim  )] lim f ( x)      e. 5 Misalkan f sebuah fungsi yang terdefinisi pada himpunan bilangan real dan c dan L adalah bilangan real. disajikan sebagai berikut. Tidak semua fungsi mempunyai limit di titik c. PENUTUP Setelah kita membahas materi limit ini. Dalam pembahasan limit fungsi pada buku ini.

Hal ini sangat berguna dalam penentuan nilai rata-rata. Semua apa yang ananda sudah pelajari sangat berguna untuk melanjutkan bahasan berikutnya dan seluruh konsep dan aturan-aturan matematika dibangun dari situasi nyata dan diterapkan dalam pemecahan masalah kehidupan. x →c x →c 7.n g. operasi hitung bilangan dan pengukuran. ananda harus menguasai tentang fungsi. modus. Selanjutnya kita akan membahas tentang materi statistika. standar deviasi. quartil. dan sebagainya. fungsi. Pada jenjang yang lebih tinggi. median. limit fungsi dan fungsi yang kontinu sebagai prasyarat untuk mempelajari statistik. lim [ f ( x) ] = lim f ( x)  x →c  x →c  n lim n f ( x) = n lim f ( x) h. Materi prasyarat yang harus ananda kuasai adalah himpunan. 364 Buku Guru Kelas X .

bekerja sama menyelesaikan masalah. KOMPETENSI DASAR DAN PENGALAMAN BELAJAR Kompetensi Dasar Melalui proses pembelajaran statistika. 4. dan jujur serta menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. siswa memperoleh pengalaman belajar: • melatih berpikir kritis dan kreatif. siswa mampu 1.Bab Statistika A. • • • • • • • Mean (rata-rata) Ukuran Pemusatan Ukuran Letak Median Modus Kuartil Desil . menyajikan data nyata dalam bentuk tabel atau diagram/plot tertentu yang sesuai dengan informasi yang ingin dikomunikasikan. kritis. 2. bertanggungjawab. konsisten. 5. motivasi internal. • mengamati aturan susunan objek. • berpikir Independen mengajukan ide secara bebas dan terbuka. menghayati rasa percaya diri. Pengalaman Belajar Melalui pembelajaran materi statistika. menghayati kesadaran hak dan kewajiban serta toleransi terhadap berbagai perbedaan di dalam masyarakat majemuk sebagai gambaran menerapkan nilai-nilai matematis. 3. menghayati pola hidup disiplin. dan sikap peduli lingkungan melalui kegiatan kemanusiaan dan bisnis dan dalam kehidupan sehari-hari. • berkolaborasi. memahami berbagai penyajian data dalam bentuk tabel atau diagram/plot yang sesuai untuk mengkomunikasikan informasi dari suatu kumpulan data melalui analisis perbandingan berbagai variasi penyajian data. • mengamati keteraturan data.

PETA KONSEP B.B. PETA KONSEP Statistika Mempelajari tentang Masalah Otentik Pengumpulan Data Penyajian Data Pengolahan Data mewakili dari Tabel Diagram Grafik Ukuran Penyebaran  Standar deviasi Populasi Sampel Ukuran Pemusatan  Rata-rata  Median  Modus Ukuran Letak  Kuartil  Desil  Presentil 366 Buku Guru Kelas X .

Lembaga survei tersebut memperoleh data produksi sepuluh UKM untuk tahun 2012 yakni sebagai berikut (dalam satuan Unit). tahun 2012. dan aksesoris.1 Data Tingkat Produksi Barang UKM di Yogyakarta Sebuah lembaga survey menemukan bahwa terdapat 10 Usaha Kecil Menengah (UKM) yang tersebar di propinsi D. dari suatu data dapat digali informasi-informasi penting sebagai pertimbangan seseorang untuk mengambil keputusan yang akan dilakukannya. lembaga survei ini memberikan data statistik kepada pemerintah (khususnya menteri keuangan dan perdagangan) untuk merespon keadaan UKM di Yogyakarta. Data dapat berupa angka. para pimpinan instansi atau pihak yang berkepentingan. ataupun karakteristik. makanan kering. MATERI PEMBELAJARAN Ceritakan kepada siswa bahwa materi statistika sangat diperlukan dalam penyelesaian permasalahan kehidupan sehari-hari. Yogyakarta yang memproduksi berbagai produk. menghitung kekayaan penduduk.I. menghitung laba dari penjualan. Perhatikan masalah tingkat produksi pertahun beberapa UKM di Yogyakarta. Secara umum. 1. menghitung populasi penduduk. misalnya. seperti: kerajinan tangan. Data merupakan hal yang sangat diperlukan untuk memberikan keterangan atau informasi yang diperoleh dari suatu pengamatan. akan dipelajari data-data yang muncul dalam kehidupan seharihari. dan memiliki hubungan terhadap permasalahan/kejadian yang akan diselesaikan. Data Tunggal Pada subbab ini. menentukan besar pajak yang harus dibayarkan.1 Data Jumlah Produksi Barang UKM di Yogyakarta UKM Jumlah Produksi (unit) A 400 B 550 C 600 D 700 E 350 F 450 G 650 H 600 I 750 J 600 Berdasarkan data pada Tabel 11. Selain itu data juga harus objektif sesuai dengan kenyataan. lambang. dan yang paling sering didengar adalah untuk menghitung cepat (quick count) dalam suatu pemilihan umum. Bagaimana harus menyusun informasi mengenai data tersebut? Matematika 367 . Masalah-11.C. misalnya untuk menghitung hasil panen.1. Tabel 11. Data yang diperoleh sebaiknya merupakan data yang sifatnya merupakan perwakilan dari kejadian.

650 x= = 565 10 Artinya. Tabel 11. lembaga tersebut ingin menyampaikan informasi tentang rata-rata tingkat produksi produk UKM di Yogyakarta. a.650 Kemudian. terlebih dahulu disajikan dalam tampilan yang lebih menarik. rata-rata (mean) dirumuskan sebagai berikut.2 berikut ini. + datum ke-n Mean( x) = banyak datum Untuk data di atas. Penyajian Data Tabel Sebenarnya data yang diperoleh lembaga survei pada Tabel 11. 368 Buku Guru Kelas X .Alternatif Penyelesaian Untuk memudahkan pengolahan data tersebut. untuk dapat dibandingkan dengan tingkat produksi UKM di provinsi lain.2 Data Jumlah Produksi Barang UKM di Yogyakarta UKM A B C D E F G H I J Total Jumlah Produksi (dalam satuan unit) 400 550 600 700 350 450 650 600 750 600 5. seperti Tabel 11.. tetapi mari kita sajikan dalam tampilan yang lebih menarik lagi. datum ke-1 + datum ke-2 + datum ke-3 + .1 sudah dalam bentuk tabel. diperoleh: x= 400 + 550 + 600 + 700 + 350 + 450 + 650 + 600 + 750 + 600 10 5. Untuk data tunggal.. rata-rata tingkat produksi setiap UKM di Yogyakarta pada tahun 2012 adalah 565 unit.

Hasil pengurangan ini dalam statistik disebut dengan jangkauan data (range). n : genap Jika banyak ganjil. 600. yaitu 600. Dalam arti statistik. 400. 350 400 450 550 600 600 600 650 700 750 Bagian-1 Bagian-2 Catatan: Ingat definisi datum sewaktu kamu di SMP! 600 + 600 = 600. n : banyak data Median = 2  n + 1 Mediandata = Datum nilai ke  dirumuskan:  . Pada data di atas. 750 Jika data tertinggi dikurang dengan data terendah diperoleh: Datum tertinggi – datum terendah = 750 – 350 = 400. terdapat 3 angka yang paling sering muncul. formula untuk menentukan median. diperoleh jangkauannya 400. sebesar 600 unit. Jadi. 350. modus data dari Tabel 11. Sifat-1 Jangkauan Data = Datum tertinggi – Datum terendah = xmaks – xmin Dari urutan data tersebut diperoleh nilai tengah data (median). Definisi 11.1 adalah 600. terdapat tiga UKM yang memiliki jumlah produksi yang sama. 2 Secara umum.1 Datum yang paling sering muncul disebut modus. 550. Selain rata-rata data tersebut. 600. 600. n : banyak data. Nilai tengah data (median) adalah statistik yang membagi dua data pada bagian yang sama. dari 10 data yang tersaji. diperoleh urutan data Tabel 11. dirumuskan sebagai berikut: • Jika banyak data genap. Jika data terendah diurutkan sampai data tertinggi. median dirumuskan: Jadi median data = Sifat-2 • n n  Datum ke   + Datum ke  + 1 2 2    . 700. 450.1 sebagai berikut. median  2  Matematika 369 . 650.

4 4 2(10 + 1) 1 1 1 1 1 2 3 3 4 Letak Q2 = Datum ke = Datum ke-5 . Q2 ditentukan melalui pendekatan datum interpolasi berikut. x2. 3 3  Q1 = x2 + ( x3 − x2 ) ⇔ Q1 = 400 + (450 − 400) = 437. 5. Letak tiap kuartil didefinisikan sebagai berikut. n : genap  2  Selanjutnya. merupakan statistik yang membagi data menjadi empat bagian yang sama. 2 2 370 Buku Guru Kelas X . Dengan pendekatan datum interpolasi berikut. Misalkan terdapat data x1. Melihat kembali data di atas. x3 . 4 4 4 4 Artinya Q1 terletak di antara datum ke-2 (x2) dan datum ke-3 (x3). diggunakan pola pendekatan atau interpolasi. n : banyak data Median = 2  n + 1 Median = Datum nilai ke   . Kuartil tengah (Q2) 350 400 450 550 600 600 600 650 700 750 Kuartil bawah (Q1) Kuartil atas (Q3) Letak Q1 = Datum ke 1. 4 5 6 2 3 4 3 4 2 3 Analog dengan Q1. Statistik yang membagi data menjadi empat bagian disebut Kuartil.. 1 1  Q2 = x5 + ( x6 − x5 ) ⇔ Q2 = 600 + (600 − 600) = 600. Untuk keadaan seperti ini.(10 + 1) 3 = Datum ke-2 . kita akan menentukan statistik yang membagi data menjadi empat bagian. xn dengan x1 ≤ x2 ≤ x3 ≤ …≤ xn. kuartil 2 (Q2) atau kuartil tengah dan kuartil 3 (Q3) atau kuartil atas..Sifat-3 n n  Datum ke   + Datum ke  + 1 2 2     . Kuartil 1 (Q1) atau kuartil bawah. n : banyak data  4  Letak Qi tidak selalu pada posisi datum ke-i. mungkin juga terletak di antara dua datum. lembaga survei tersebut ingin menyajikan data tersebut dalam empat bagian utama. n : banyak data.(10 + 1) 3 1. Sifat-4  i (n + 1)  Letak Q1 = Datum ke.  ..

D7. dan Q3. maka 1 data dibagi menjadi 10 kelompok yang sama. 5. 4 5 6 2 3 4 3 4 2 3 Analog juga dengan Q1 dan Q2. D6.5 xmax = 750 Statistik terurut memiliki kuartil jika banyak data ≥ 4 . Q2 dan Q3. Definisi 11. Desil ke-i untuk data tunggal adalah: i . Tentu saja terdapat 9 desil. Cara menentukan Di pada suatu data tunggal. x2. dan D9. D5. Susunan statistik lima serangkai ini. Q2 Q1 xmin Q3 xmax Untuk data di atas. seperti berikut ini. …. yaitu statistik yang terdiri dari: datum minimum. Q2. 4 4 Kembali ke persoalan kita di atas. 3(10 + 1) 1 1 1 1 1 2 3 3 4 = Datum ke-8 . datum maksimum.5 xmin = 350 Q2 = 600 Q3 =662. xn dengan x1 ≤ x2 ≤ x3 ≤ … ≤ xn.Sebagai catatan nilai Q2 = Median. x3. nilai statistik Q3 dihitung melalui pendekatan datum interpolasi. D3. yaitu D1. lembaga survei tersebut ingin menyajikan statistik lima serangkai. statistik lima serangkainya adalah: Q1 = 437. dengan tiap kelompok memiliki 10 data. Jika banyak data ≥ 10. D4.2 Misalkan x1. Ukuran statistik ini disebut Desil. sebab kuartil Q1. D8. Letak setiap Di didefinisikan sebagai berikut. Q2 dan Q3 membagi data menjadi empat kelompok yang sama. Q1.(N + 1) Di = Datum ke 10 Matematika 371 . Letak Q3 = Datum ke Dengan adanya nilai Q1. D2. hampir sama dengan menentukan kuartil Di pada data tunggal. 1 1  Q3 = x8 + ( x9 − x8 ) ⇔ Q2 = 650 + (700 − 650) = 662.

dan jumlah penjualan barang. mungkin juga terletak di antara dua datum. jika dideskripsikan dalam diagram garis akan terbentuk sebagai berikut. 350 400 450 550 600 600 600 650 700 750 Langkah awalnya. Letak Di tidak selalu pada posisi datum ke-i. perkembangan nilai tukar mata uang suatu negara. D8. Perhatikan kembali data di atas. Untuk data jumlah Produksi UKM di Yogyakarta. misalnya data jumlah penduduk. Untuk keadaan seperti ini. kita tentukan letak D3. D4. Diagram garis biasanya digunakan untuk menggambarkan suatu kondisi yang berlangsung secara kontinu. menyajikan data statistik dengan menggunakan garis-garis lurus yang menghubungkan komponen-komponen pengamatan (waktu dan hasil pengamatan jumlah produksi). kita mengggunakan pola pendekatan atau interpolasi. 10 10 Untuk ukuran statistik desil yang lain. kita dapat menentukan D1. D3. b. 372 Buku Guru Kelas X . hanya ditentukan D3 dan D7. D2. Letak D7 = datum ke = datu 10 10 1 1  D7 = x7 + ( x8 − x7 ) = 600 + (650 − 600) = 605. silahkan kamu tentukan dan cek dengan hasil kerjaan teman sekelasmu yang lain. D7. dan D9. Penyajian Data dalam Diagram Garis (Line Diagram) Penyajian data dalam diagram garis berarti. Pada buku ini. 3(10 + 1) 1 Letak D3 = datum ke = datum ke − 3 . D6. Dalam kajian persoalan kita di atas. 10 10 1 1  D3 = x3 + ( x4 − x3 ) = 450 + (550 − 450) = 460. 10 10 1 7(10 + 1) um ke − 7 . D5.

tahun 2012. dan UKM F hanya mampu menghasilkan produk UKM kurang dari 500 unit dalam tahun 2012. – masih ada tiga UKM . staf lembaga survei tersebut menyampaikan informasi bahwa. akan ditunjukkan besar persentase tingkat produksi tiap UKM. staf tersebut ingin menyampaikan data produksi UKM tersebut dalam tingkat persentase.Gambar 11. Oleh karena itu. didefinisikan sebagai berikut. Tolong bantu Staf tersebut untuk menyampaikan informasi penting mengenai jumlah produksi barang UKM di Yogyakarta. tingkat persentase produksi setiap UKM. yaitu UKM I yang mampu menghasilkan sebanyak 750 unit produk dalam tahun 2012. Selanjutnya. Total produk yang dihasilkan kesepuluh UKM tersebut adalah sebesar 5650 unit. UKM E. selain penyajian data tersebut. persentase produksi setiap UKM.100% Total Produksi Semua UKM Secara lengkap. Definisi 11. Diagram Lingkaran (Pie Chart) Melalui diagram ini. yaitu UKM A.1 Diagram garis jumlah produksi UKM di Yogyakarta Tentunya. – hanya satu UKM. Matematika 373 . c.3 % produksi UKM X = Jumlah Produksi UKM X . disajikan pada diagram berikut ini. Untuk itu diperlukan penyajian data dalam bentuk diagram lingkaran (pie chart).

374 Buku Guru Kelas X .5 Berdasarkan data tersebut. Hasil pembahasan dengan para pengusaha dari kelima kota tersebut adalah rumusan kenaikan gaji buruh dengan sistem subsidi silang. lembaga survei ingin merangkumkan informasi menarik dari data tersebut. Bantulah staf tersebut untuk memberikan informasi menarik dari diagram lingkaran di atas! Selain ketiga penyajian data di atas. Pada tahun 2012. Rata-Rata Gaji Buruh Gaji buruh menjadi topik perbincangan di kalangan buruh dan kalangan pengusaha. Misalnya dengan diagram batang (chart). menteri terkait dengan masalah ini merilis gaji buruh di 8 kota besar di negara tersebut sebagai berikut (dalam ratusan ribu rupiah) Nama Kota A B C D E F G H Besar Gaji 25 18 22 20 17 19 22 22. yang disesuaikan dengan kondisi perkembangan perusahaan yang ada di kota tersebut. dan diagram daun.2 Persentase tingkat produksi kesepuluh UKM Setelah diagram lingkaran terbentuk.Jumlah Produksi (dalam satuan unit) 11% 13% 11% 11% 7% 10% 11% 12% 8% 6% Gambar 11. menteri bermaksud menerapkan kenaikan gaji buruh bersifat situasional. Silahkan diskusikan dengan teman sekelasmu tentang penyajian data tersebut dengan diagram batang dan diagram daun. masih ada cara penyajian data yang lain.

00 Rp1.000.00 Rp2.200.00 Rp18.000.00 Gaji setelah Kenaikan Rp 2.430.000. memaparkan besar kenaikan gaji dan besar gaji yang diterima buruh setelah memperoleh persentasi kenaikan gaji.000.000.620.00 Rp 2. Berapakah rata-rata gaji buruh setelah mengalami kenaikan gaji? Alternatif Penyelesaian Tabel berikut ini menyajikan besar kenaikan gaji di setiap kota. Rata-rata gabungan gaji buruh yang baru dapat dihitung melalui rumus berikut.000.00 Rp 2.240.00 Rp2.000.00 Rp 176.000.00 Rp1. Tabel 11.00 Rp 2.00 Rp2.000.00 Rp 228.00 Rp 180.000.271. Dengan menggunakan rata-rata kenaikan dan rata-rata gaji buruh sebelum kenaikan gaji. dari tabel tersebut juga bisa kita tentukan rata-rata besar kenaikan gaji dan besar rata-rata gaji sebelum mendapat kenaikan.4.170.00 Rp 2. Buruh yang memiliki gaji kurang atau sama dengan Rp 2.00 Rp 2.550.250.376.00 Rp16.00 Rp 2.000 = = 2.800.900.000.000.000.00.00 Rp 216.000. x Gab = x A + xB + xC + xD + xE + xF + xG + xH 18.000. Selain rata-rata besar gaji buruh tersebut. dapatkah kamu menentukan rata-rata besar gaji buruh setelah mendapat kenaikan gaji? Matematika 375 .000.200.904.128.000.4 Besar Gaji Buruh Sebelum dan Sesudah Kenaikan Gaji di 8 Kota Nama Kota A B C D E F G H Total Besar Gaji Rp2.000 diberi kenaikan gaji sebesar 12% dan buruh yang memiliki gaji lebih dari Rp 2.250.376.000.700.250 8 8 Jadi.00 Rp 204.000.00 Rp2.00 Rp1.000. rata-rata besar gaji buruh setelah mendapat % kenaikan gaji adalah Rp2.000.000.00 Rp 176.00 % Kenaikan Gaji 8% 12% 8% 12% 12% 12% 8% 8% Nominal Kenaikan Gaji Rp 200.000 diberi kenaikan gaji sebesar 8%.000.170.016.000.000.00 Rp 240.700.00 Pada Tabel 11.00 Rp1.271.000.000.00 Rp 1.000.500.000.000.

. a10. a3. a10. a1. + (a10 + t ) + (a11 + t ) + (a12 + t ) 6(a1 + 11b) + 12t 12 12 1 X 2012 = (a1 + 11b) + t. (a3 + t ). a2.2 Data Berpola Aritmetika Sewaktu Pak Suprapto memiliki usaha “Toko Serba Ada”. Artinya bahwa beda dua suku yang berurutan sama.. a2 + t. a12 telah tersusun dari yang terkecil hingga yang tertinggi. …. maka median data tersebut adalah: Data ke-6 + Data ke-7 a6 + a7 1 Median = = = (2a1 + 11b) 2 2 2 Selanjutnya mari kita perhatikan pola data tahun 2012. a10. beliau mampu menikmati hobinya sebagai kolektor barang-barang antik. a + a2 + a3 + . a3. a11. …. Pak Suprapto berhasil mengembangkan usaha tersebut menjadi supermarket. a12. a11. (a1 + t ). sedemikian sehingga barang-barang koleksi tersebut mengikuti pola: a1 + t.. (a11 + t ). …. Pada tahun 2011. a2.. (a12 + t ) (a1 + t ) + (a2 + t ) + (a3 + t ) + . diketahui bahwa: a1.. a11 + t.. Alternatif Penyelesaian Data tahun 2011. a2. a3 + t.. (a10 + t ). Selidikilah perubahan rata-rata dan median data di atas. 2 2 2 2 X 2012 = 376 Buku Guru Kelas X . …. + a10 + a11 + a12 6(a1 + 11b) 1 = (a1 + 22b) X 2011 = 1 = 12 12 2 Karena a1. (a2 + t ). data koleksi barang-barang tersebut memenuhi pola aritmetika berikut.Masalah-12. Sejak akhir tahun 2011. a12 memiliki pola aritmetika. Kondisi ini juga berimbas terhadap kegemarannya. a3. a10 + t. a11. 2 Median data baru ditentukan: Data ke-6 + Data ke-7 (a6 + t ) + (a7 + t ) a6 + a7 + 2t 1 Median = = = = (2a1 + 11b) + t. . a12 + t.

Bagaimana perubahan nilai ukuran pusat data tersebut? Masalah-11. x4 = 7. ♦ Ujilah penguasaan siswa terhadap materi yang telah dipelajari. nilai deviasi rata-rata mungkin menjadi nilai statistik yang penting. 5 5 Deviasi rata-rata = x1 − x + x2 − x + x3 − x + x4 − x + x6 − x 5 Matematika 377 .5. Perhatikan. Jika deviasi rata-rata nilai tersebut dinyatakan dengan rumus ∑ n i =1 rata data yang diketahui pada Masalah-11.5.1 Terdapat beberapa kemungkinan terhadap perubahan nilai data. bahwa pertambahan setiap nilai data sebesar t. Dalam soal di atas. Meskipun ada perubahan pada data lama.0. Berikan latihan berikut sebagai penguatan siswa dalam pemahaman konsep! Latihan 11. sudah didefinisikan bahwa deviasi rata-rara adalah nilai mutlak setiap data terhadap rata-rata data.3 Deviasi Rata-Rata Diketahui x1 = 3. x1 − x . di antaranya setiap nilai data mungkin akan berkurang sebesar q atau akan dikali sebesar p. x2 = 5. kita perlukan rata-rata terlebih dahulu. Sebagai kesimpulan dari data di atas adalah bahwa data yang berpola aritmetika memiliki nilai statistik rata-rata sama dengan nilai median. mengakibatkan pertambahan rata-rata dan median data baru sebesar t. dan x5 = 8. selama perubahan data tersebut tetap mengikuti pola aretmatika. nilai kedua statistik juga tetap sama. Dalam konteks penelitian karya ilmiah yang menyangkut statitika. Tentukanlah deviasi rata n Alternatif Penyelesaian Deviasi rata-rata merupakan ukuran statistik yang dapat digunakan untuk melihat variasi data. x3 = 6.0.0. x + x + x3 + x4 + x5 20 x= 1 2 = = 6. Oleh karena itu.2.

5 + 2 7 = = 1. 360. 5 − 6 + 8 − 6 2. 5 Nilai ujian mata pelajaran Fisika diberikan dalam tabel berikut. Jika setiap nilai data dikali p kemudian ditambahkan 2q. 5 − 6 + 5 − 6 + 6 − 6 + 7. 3 . = Deviasi rata-rata = 3. 700. 378 Buku Guru Kelas X 4. pihak perusahaan memberikan kebijakan untuk kenaikan gaji mereka. Uji Kompetensi 11. 4 . Tentukanlah. Tentukanlah median. 5 + 1 + 0 + 1. 2. Suatu data dengan rata-rata 16 dan jangkauan 6. 8 . 6. 480. 260. 9 . kuartil bawah. 650. 1 2 . . dan kuartil atas data tersebut. Tentukanlah besarnya kenaikan gaji mereka. Modus dan median data di atas. 11 . b. kemudian tentukanlah ukuran pemusatannya. Tahun lalu gaji awal 5 orang pegawai baru dalam ribuan rupiah sebagai berikut. Nilai 5 6 5 7 4 8 6 9 1 10 1 Frekuensi 3 Seorang siswa dinyatakan lulus jika nilai ujian siswa tersebut di atas ratarata.000 mendapat kenaikan gaji sebesar 15%. 9 . Diberikan data tentang tinggi badan 20 siswa (dalam cm) sebagai berikut. diperoleh data baru dengan jangkauan 9 dan rata-rata menjadi 30. Pegawai dengan gaji kurang dari Rp 500. Tentukanlah perbandingan banyaknya jumlah dokter dan banyaknya dalam komunitas tersebut. 1 2 . 156 158 160 169 160 156 160 162 164 160 156 160 160 166 170 157 156 178 155 155 Deskripsikanlah data tersebut dalam bentuk diagram batang.4. 3. 9 . a. Persentasi siswa yang lulus dan tidak lulus ujian mata pelajaran tersebut. Jika lifespan dokter adalah 35 tahun dan lifespan jaksa adalah 50 tahun. Hasil survei tentang lifespan (ratarata lama hidup) manusia di suatu komunitas adalah 40 tahun (terdiri atas dokter dan jaksa). 1 0 . dan 10% bagi pegawai dengan gaji lebih dari Rp 500. 4.000. Tentukanlah nilai p + 3q. 5 5 5 Jadi deviasi rata-rata data di atas adalah 1. 1 . Dengan bertambahnya harga barang-barang kebutuhan pokok.1 1 Data penjualan radio setiap bulan di suatu toko pada tahun 2002 adalah sebagai berikut: 2 0 .

8.7. Fernando Torres. Sedangkan 6 striker lainnya mencetak gol sebanyak :(x + 2). (x + 7). 2 tahun lalu.000. berniat untuk membantu bencana alam Gunung Merapi. dan meteorologi yang menerapkan berbagai konsep dan aturan statistik dalam menganalisis data. Tentukanlah banyak gol yang berhasil dicetak setiap striker pada satu pertandingan. Seorang penggemar bola. dan (2x + 1) gol oleh Alexander Pato. (x + 5). Carlos Teves. jangkaun. dan Diego Milito. Setelah ditambahkan dengan sumbangan 15 pilatelis dari kota Sidoarjo. 9. median. Tabel berikut menunjukkan usia 20 orang naik di kota A. Jika rata-rata banyak gol yang dicetak oleh mereka adalah 7 gol. ratarata kumulatif menjadi Rp 65. Jika pada tahun ini 3 orang yang berusia 7 tahun dan seorang yang berusia 8 tahun pindah ke luar kota A. kuartil.000. Roney. Hitunglah perubahannya. modus. ukuran apakah yang mengalami perubahan?. Di suatu komunitas pecinta koleksi prangko. Selesaikanlah masalah tersebut menerapkan aturan-aturan statistik yang sudah kamu pelajari. 10. mengidolakan 8 striker pemain bola terkenal. Buatlah laporanmu dan sajikan di depan kelas. …. Alexander Pato. yaitu Cristiano Ronaldo. yang memiliki x . x3. Usia 5 6 7 Frekuensi 3 5 8 4 8 Hitunglah usia rata-rata 16 orang yang masih tinggal di kota tersebut. Dari kota Lamongan. (x + 3). Matematika 379 . Jika semua nilai data dikali r. kependudukan. pada tahun 2010. (x + 4). Podolski. Carlos Teves mampu mencetak (x + 1)gol. (x + 6). Projek Himpunlah informasi berupa data statistik dalam bidang ekonomi. xn dengan x1 < x2 < x3 < … < xn. dia mencatat banyak gol yang dicetak mereka dalam satu pertandingan. Hitunglah sumbangan rata-rata ke12 pilatelis dari Sidoarjo. x2. kemudian hitunglah perubahannya. Pada tahun 2010. Leonil Messi. Misalkan suatu data x1. rata-rata sumbangan 25 pilatelis adalah sebesar Rp 50. Bagaimana perubah terhadap data jika semua nilai data ditambah sebesar s.

Guru matematika telah memiliki data nilai ulangan siswa kelas 10.3 log 64 = 1 + 3.806) = 1 + 5. 57 ≈ 9 Buku Guru Kelas X 380 . Penyajian Data Kelompok Masalah-11.3 (1. sehingga. cobalah mengurutkan data dimulai dari data terkecil hingga data terbesar 38 48 49 51 56 60 60 61 63 63 63 65 66 67 67 68 70 70 70 71 71 72 72 72 73 74 74 75 75 76 76 78 79 79 80 80 80 81 81 81 82 82 83 83 84 85 86 87 88 88 88 89 90 90 90 91 91 91 92 93 93 93 97 98 dari data yang telah terurut di atas dapat diperoleh: • Data terbesar = 98 dan Data terkecil = 38 • Menentukan banyak kelas Menurut Sturges. Pengolahan Data Data di atas masih belum berurutan.2.3 log n. Dapatkah kamu membantu guru matematika untuk menemukan statistik data tersebut? Data ulangan siswa semester diperoleh: 79 80 70 68 92 48 90 92 85 76 48 90 92 85 76 88 78 74 70 38 80 63 76 49 84 61 83 88 81 82 61 83 88 81 82 51 71 72 82 70 81 91 56 65 63 74 89 73 90 97 60 66 98 93 81 93 72 91 67 88 75 83 79 86 Alternatif Penyelesaian 1. Untuk itu perlu diadakan evaluasi untuk melihat statistik berupa mean. maka berlaku k = 1 + 3. banyaknya kelas = 1 + 3.4 Kepala Sekolah SMA Negeri Unggulan ingin meningkatkan prestasi hasil belajar siswa.9598 ≈ 7 • Menentukan panjang interval kelas jangkauan panjang kelas== panjang kelas banyak kelas 60 = 7 = 8. modus. median dan lainnya. jika data yang diamati banyaknya n dan banyak kelas adalah k.

dst.jangkauan banyak kelas 60 = = 7 = 8. 57 ≈ 9 panjang kelas = Adakah cara yang lain yang kalian temukan dalam menentukan panjang kelas? • Menentukan batas kelas interval ambil data yang terurut di atas sembilan data 38 39 40 41 42 43 44 45 46 . . Matematika 381 . dapat ditulis 9 kelas I = 38 – 46 kelas II = 47 – 55 . Tabel frekuensi Kelas 38 – 46 47 – 55 Turus (Tally) Frekuensi | ||| |||| || |||| |||| |||| |||| ||||1 |||| || |||| |||| |||| | |||| | | ||| |||| || |||| |||| |||| |||| |||| ||||3|| |||| |||| |||| | |||| | 56 – 64 | ||| |||| || |||| |||| |||| |||| |||| |||| || 7|||| |||| |||| | |||| | 65| – ||| 73 |||| || |||| |||| |||| |||| |||| |||| || |||| |||| 14 |||| | |||| | 82 | ||| |||| 74 || –|||| |||| |||| |||| |||| |||| || |||| |||| |||| | |||| | 17 – 91 | ||| |||| || |||| |||| ||||83|||| |||| |||| || |||| |||| |||| | |||| | 100 ||| |||| || |||| |||| |||| |||| |||| |||| 92 || – |||| |||| |||| | |||| | Total 16 6 64 • Menentukan titik tengah Titik tengah diperoleh dari: 1 1 1 1 1 2 3 3 4 Titik tengah = [batas bawah + batas atas] 5 6 2 3 4 3 4 2 3 dengan hasil pengolahan data di atas dapat disajikan tabel statistik sebagai berikut.4. . • Menentukan frekuensi gunakanlah sistem turus (tally) untuk mencari frekuensi data Tabel 11.57 = 8.

xi) untuk setiap kelas Langkah 3.5 Tabel Frekuensi No 1 2 3 4 5 6 7 Kelas 38 – 46 47 – 55 56 – 64 65 – 73 74 – 82 83 – 91 92 – 100 Total Titik tengah 42 51 60 69 78 87 96 Frekuensi 1 3 7 14 17 16 6 64 2. + fk xk f1 + f2 + f3 + . Hitung mean dengan menggunakan rumus x= ∑f x i =1 k i k i ∑f i =1 i dengan menggunakan langkah-langkah di atas diperoleh tabel frekuensi.. Tabel 11.... 382 Buku Guru Kelas X . Tentukan nilai tengah setiap kelas Langkah 2. Menentukan Mean dengan Rumus Mean x= fi xi ∑ i =1 fi ∑ i =1 k k = f1x1 + f2 x2 + f3 x3 + . Hitung hasil kali frekuensi dengan nilai tengah (fi. + fk dengan : fi = frekuensi kelas ke-i xi = nilai tengah kelas ke-i Langkah 1. Nilai Statistik Data Berkelompok • Mean Terdapat dua cara untuk menghitung data berkelompok yaitu: 1.

7 Perhitungan Rataan sementara No 1 2 3 Kelas 38 – 46 47 – 55 56 – 64 65 – 73 Titik tengah Frekuensi di = xi – xs (fi) xs = 78 (xi) 42 1 –36 51 60 69 3 7 14 –27 –18 –9 fi. Langkah-langkah di atas diselesaikan pada tabel berikut: Tabel 11.392 576 i ∑fx i =1 1 1 = 4.326 1. dan hitung totalnya.17 65 2. Hitung mean dengan menggunakan rumus rataan sementara. Tabel 11. xi 42 153 420 966 1. Ambil nilai tengah dengan frekuensi terbesar sebagai mean sementara xs. di –36 –81 –126 –126 4 Matematika 383 . Hitung hasil kali fidi dan tuliskan hasilnya pada sebuah kolom. Langkah 3. Kurangkan setiap nilai tengah kelas dengan mean sementara dan catat hasilnya dalam kolom di = xi – xs. Langkah 2. Langkah 4. Menentukan mean dengan rumus rata-rata sementara mean = x = xs + f i di ∑ i =1 fi ∑ i =1 k k dimana : fi = frekuensi kelas ke-i xs = Rata-rata sementara Langkah 1.875 mean = x = ∑fx i =1 k k i i ∑f i =1 i 4.875 = 76.6 Penghitungan Rata-rata (Mean) No 1 2 3 4 5 6 7 Kelas 38 – 46 47 – 55 56 – 64 65 – 73 74 – 82 83 – 91 92 – 100 Total Titik tengah (xi) 42 51 60 69 78 87 96 k i =1 i Frekuensi (fi) 1 3 7 14 17 16 6 64 fx ∑ f =∑ i =1 i k k fi.

tb = tepi bawah kelas modus.17 64 ♦ Dapatkah kamu membandingkan yang terbaik dari kedua cara di atas? ♦ Dapatkah kamu memiliki cara yang lain dalam menentukan rataan (mean)? • Modus dengan menggunakan rumus modus:  d1  M o = tb + k    d1 + d 2  dimana: Mo = modus. 384 Buku Guru Kelas X . k = panjang kelas d1 = selisih frekuensi kelas modus dengan kelas sebelumnya d2 = selisih frekuensi kelas modus dengan kelas sesudahnya Tabel 11. di 0 144 108 fi di = –117 ∑ i =1 diperoleh: Mean = xs + fi d ∑ =i 64 i =1 ∑fd i =1 k i k i ∑f i =1 i Mean = 78 + −117 = 76.No 5 6 7 Kelas 74 – 82 83 – 91 92 – 100 Total Titik tengah (xi) 78 87 96 Frekuensi (fi) 17 6 16 k di = xi – xs xs = 78 0 9 18 k fi.8 Perhitungan Modus No 1 2 3 4 5 6 7 Kelas 38 – 46 47 – 55 56 – 64 65 – 73 74 – 82 83 – 91 92 – 100 Titik tengah (xi) 42 51 60 69 78 87 96 1 3 7 14 d =3 17 1 d2 = 1 16 6 Frekuensi (fi) dari data di atas dapat ditentukan sebagai berikut.

5 + 6. 705 = 77. 205 Matematika 385 . 75 M o = 80. tb =73. 5 + 9    17    = 73. 5 + 9    3 + 1 = 73.5. 25 • ♦ Dengan menggunakan teknik histogram gambarlah serta tentukan modusnya? Median dengan menggunakan rumus median: N   2 −F Median = tb + k    fm    dimana: tb = tepi bawah kelas median. Tampak modus terletak pada kelas 74 – 82 dengan frekuensi f = 17 dan panjang kelas k = 9. fm = 17 diperoleh: N   2 −F Median = tb + k    fm     64   2 − 25  = 73. modus data di atas adalah:  d1  M o = tb + k    d1 + d 2   3  = 73. k = panjang kelas N = banyak datum dari statistik terurut= F = frekuensi kumulatif tepat sebelum kelas median fm = frekuensi kelas median dari data sebelumnya diperoleh k =9. 5 + 3. Oleh karena itu tb = 73.5. N = 64. jadi. dan d1 = 1 – 14 = 3 serta d2 = 17– 16 = 1.

tentukanlah nilai x–y. a) Jika modus data di atas adalah Rp 830. median.000) 66 – 70 71 – 75 76 – 80 81 – 85 86 – 90 91 – 95 96 – 100 Frekuensi 3 3 x 36 24 y 9 67 – 72 Tentukanlah mean. 386 Buku Guru Kelas X .705 = 77. Projek Himpunlah minimal lima permasalahan dalam bidang ekonomi.205 Apakah hubungan dari ketiga pemusatan data di atas? diskusikan dengan temanmu! Uji Kompetensi 11. dan meteorologi yang menerapkan berbagai konsep dan aturan statistik dalam menganalisis data. Gaji karyawan suatu pabrik ditampilkan dalam tabel berikut. Hasil observasi tentang berapa kali 18 siswi berhias dalam 1 hari sebagai berikut. kependudukan. modul dan kuartil (Q1. tentukanlah nilai Q1 dan Q 2. 3 3 6 5 6 4 8 7 4 8 5 8 5 8 5 6 8 4 Ubahlah data di atas menjadi data berdistribusi frekuensi berkelompok. Selesaikanlah masalah tersebut menerapkan aturan-aturan statistik yang sudah kamu pelajari. = 73. 3.000. Berat Badan (kg) 31 – 36 37 – 42 43 – 48 49 – 54 55 – 60 61 – 66 Frekuensi 4 6 9 14 10 5 2 Kemudian deskripsikan data tersebut dalam diagram batang. 5 + 3. Gaji (× Rp 10.000. b) Dengan menggunakan nilai x dan y.2 1 Data pada tabel di bawah ini tentang berat pada siswa 50 siswa. dan Q3) dari data di atas. dan banyak data 120 . c) Tentukan rata-rata gaji jika setiap data mendapat tambahan sebesar Rp 50. 2. Buatlah laporanmu dan sajikan di depan kelas. Q2.

Data yang paling sering muncul disebut modus. Statistik yang membagi data menjadi empat bagian disebut Kuartil. Ukuran statistik ini disebut 10 Desil. 1. dengan setiap kelompok memiliki data. xs = rata-rata sementara i Matematika 387 . 2. Mean untuk data berkelompok dengan rumusan rataan sementara didefinisikan dengan x = xs + ∑fd i =1 k i k i ∑f i =1 dengan: fi = frekuensi kelas ke-i. = ∑ fi i f1 x1 + f 2 x2 + f 3 x3 + . Jika banyak data ≥ 10. 6. untuk data tunggal didefinisikan atas dua a..  n +1  2   Median = Data ke.D. informasi atau fakta tentang sesuatu hal atau permasalahan. Jangkauan Data = Data tertinggi – Data terendah = xmaks – xmin. Q2. 8. Untuk data ganjil 2  n +1 . Mean untuk data berkelompok didefinisikan dengan = x ∑fx i =1 k i k i =1 dengan fi = frekuensi kelas ke-i. Statistik yang membagi data menjadi 10 bagian disebut Desil. 3. f k xk f1 + f 2 + f 3 + . Statistik terurut memiliki kuartil jika banyak data ≥ 4. n : banyak data Median =   + Data 2 2  . :  2   5. sebab kuartil Q1. Untuk data genap n  n Data ke. Median adalah nilai tengah data. n : banyak data Median = Data ke.  + Data ke. dan Q3 membagi data menjadi empat kelompok yang sama. xi = nilai tengah kelas ke-i. n : banyak data   2 Median = b. 9.. n banyak data . maka kita dapat membagi data menjadi 10 kelompok yang 1 sama.. beberapa konsep perlu kita rangkum guna untuk mengingatkan kamu kembali akan konsep yang nantinnya sangat berguna bagi kamu sebagai berikut. + 1  2  . + f k 10. 7. Data adalah seluruh keterangan. PENUTUP Berdasarkan materi yang telah kita uraikan di atas. + 1 n n    2  Data keke. 4..

Konsep-konsep dasar di atas harus anda pahami dengan baik karena akan membantu dalam pemecahan masalah dalam kehidupan anda seharihari. d1 = selisih frekuensi kelas modus dengan kelas sebelumnya. d1  11. Modus untuk data berkelompok didefinisikan denganM o = tb + k    d1 + d 2  dengan tb = tepi bawah kelas modus. 13. k = panjang kelas. Selanjutnya kita akan membahas tentang peluang dari suatu kejadian dengan melakukan berbagai percobaan. fm = frekuensi kelas median. Penyajian data statistik yang sudah terkumpul dapat disajikan dalam bentuk tabel dan diagram. N = banyak data dari statistik terurut = • f i . N   2 =F 12. 388 Buku Guru Kelas X . Median untuk data berkelompok didefinisikan dengan Median = tb + k    fm    Dengan tb = tepi bawah kelas median. d2 = selisih frekuensi kelas modus dengan kelas sesudahnya. k = panjang kelas. Beberapa hal yang telah kita rangkum di atas adalah modal dasar bagi kamu dalam belajar statistika. F = frekuensi kumulatif tepat sebelum kelas median.

3. dan sikap peduli lingkungan melalui kegiatan kemanusiaan dan bisnis dan dalam kehidupan sehari-hari. dan jujur serta menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. menyajikan hasil penerapan konsep peluang untuk menjelaskan berbagai objek nyata melalui percobaan menggunakan frekuensi relatif. Pengalaman Belajar Melalui pembelajaran materi peluang. siswa mampu 1. bertanya dalam menemukan konsep dan prinsip peluang melalui pemecahan masalah autentik yang bersumber dari fakta dan lingkungan. • • • • • Percobaan Kejadian Ruang Sampel Titik Sampel Frekuensi Relatif . memanipulasi. • berkolaborasi memecahkan masalah otentik dengan pola interaksi edukatif. • berpikir tingkat tinggi dalam menyelidiki. konsisten. 5. memahami konsep peluang suatu kejadian menggunakan berbagai objek nyata dalam suatu percobaan menggunakan frekuensi relatif. motivasi internal. 4. KOMPETENSI DASAR DAN PENGALAMAN BELAJAR Kompetensi Dasar Melalui proses pembelajaran peluang. 2. menghayati pola hidup disiplin. bertanggungjawab.Bab Peluang A. menghayati kesadaran hak dan kewajiban serta toleransi terhadap berbagai perbedaan di dalam masyarakat majemuk sebagai gambaran menerapkan nilai-nilai matematis. menghayati rasa percaya diri. kritis. siswa memperoleh pengalaman belajar: • berdiskusi. dan mengaplikasikan konsep dan prinsip-prinsip peluang dalam memecahkan masalah otentik.

B. PETA KONSEP B. PETA KONSEP Masalah Otentik Peluang dapat dihitung melalui nilai Frekuensi Relatif P K   nK  nS  0  P K   1 dihitung menggunakan Titik Sampel Ruang Sampel disusun menggunakan Tabel Diagram Pohon Diagram Kartesius Cara Mendaftar 390 Buku Guru Kelas X BUKU PEGANGAN SISWA 415 .

Jika koin dilempar sebanyak dua kali. Selanjutnya mengorganisasikan siswa belajar melalui pemecahan masalah nyata yang memanfaatkan berbagai konsep dan aturan peluang. maka kemungkinan yang muncul bisa sisi gambar (G) atau angka (A). Bagaimana jika pelemparan koin tersebut dilakukan berkali-kali. Menemukan Konsep Peluang dengan Frekuensi Relatif ♦ Arahkan siswa menemukan konsep peluang dari berbagai situasi nyata. dadu.1 Hasil dari Percobaan Pelemparan sebuah Koin Tahap (i) I II III IV V VI Banyak Pelemparan (ii) 20 40 60 80 100 120 BMSG (iii) 8 BMSA (iv) 12 BMSG/BP (v) BMSG/BP (vi) 8 12 8 12 20 20 20 20 Keterangan: BMSG adalah Banyak Muncul Sisi Gambar BMSA adalah Banyak Muncul Sisi Angka BP adalah Banyak Percobaan Matematika 391 . Lakukanlah kegiatan ini secara bertahap. melambungkan koin.C. serta mencatat data dari hasil percobaan. Pernahkah kamu melihat koin (uang logam)? Jika kamu perhatikan maka akan terdapat dua sisi. dan catatlah hasilnya ke dalam tabel berikut: Tabel 12. apakah banyak sisi gambar dan banyak sisi angka yang muncul relatif sama? Kegiatan 1 Lakukanlah kegiatan melempar sebuah koin sebanyak 120 kali bersama dengan temanmu. yaitu sisi angka dan sisi gambar. Jika koin tersebut dilempar sebanyak satu kali. maka kemungkinan sisi koin yang muncul AA atau AG atau GG. Jika koin tersebut ditos (dilambungkan) maka sisi koin yang akan muncul adalah gambar atau angka. MATERI PEMBELAJARAN 1.

ditulis fr (A) = . Lakukanlah kegiatan ini secara bertahap.1 di atas dan cobalah diskusikan dengan temanmu beberapa pertanyaan berikut: a) Sebelum melakukan percobaan. hasilnya relatif sama dan nilai perbandingan banyaknya muncul gambar atau angka dengan banyaknya 1 1 1 1 1 2 3 3 4 percobaan. dan catatlah hasilnya ke dalam tabel berikut: Tabel 12. Lakukanlah kegiatan melambungkan sebuah dadu sebanyak 120 kali bersama dengan temanmu satu kelompok. Dalam percobaan ini. hasilnya relatif sama? d) Benarkah dugaan bahwa data pada kolom 5 dan 6.1 di atas! Apakah keenam frekuensi relatif dari tiap-tiap percobaan tersebut mendekati suatu nilai tertentu? Kesimpulan apa yang dapat kamu kemukakan? Kegiatan 2 Dalam kegiatan 2 ini. kita melakukan percobaan menggunakan dadu bermata 6. Perhatikan data pada Tabel 12. apakah banyak (frekuensi) munculnya gambar relatif sama dengan banyak (frekuensi) munculnya angka? b) Jika pelemparan koin tersebut dilakukan 20 sampai 120 kali. nilainya perbandingannya mendekati ? 5 6 2 3 4 3 4 2 3 Misalkan banyak percobaan melambungkan sebuah koin adalah 20 kali dan hasilnya diperoleh frekuensi munculnya gambar adalah 8 kali dan munculnya angka adalah 12 kali. ditulis fr (G) = . Frekuensi munculnya angka adalah 8 1220 20 12 dari 20 kali percobaan. buatlah dugaanmu bagaimana perbandingan frekuensi munculnya gambar dan angka? c) Benarkah dugaan bahwa data pada kolom 3 dan 4. frekuensi relatif munculnya gambar adalah 8 12 8 dari 20 kali percobaan.2 Hasil dari Percobaan Pelemparan Sebuah Dadu Bermata 6 Tahap (1) I II III IV V VI Banyak Pelemparan (2) 20 40 60 80 100 120 Frekuensi Muncul 1 (3) 2 (4) 3 (5) 4 (6) 5 (7) 6 (8) 1 (8) 2 (10) Frekuensi Relatif 3 (11) 4 (12) 5 (13) 6 (14) 392 Buku Guru Kelas X . buatlah dugaanmu. 20 20 Coba bandingkan frekuensi relatif tiap-tiap banyak pelemparan yang tertera pada Tabel 12.

(13). ditulis fr(1) = . hasilnya relatif sama dan nilai perbandingan banyaknya muncul mata 1. (6). 5. 5 Frekuensi + 20 20 20 5 20 5 80 80 44 3 5 12 3 8 2 25 30 14 7 + + munculnya mata 6 adalah 5 dari 20 kali percobaan. ditulis fr(2) = 3 . Gambar 12. apakah banyak (frekuensi) munculnya mata 1. Selanjutnya 20 20 20 5 20 5 80 80 44 44 coba bandingkan frekuensi relatif dari tiap-tiap banyak pelemparan yang tertera pada Tabel-12. dan 6 relatif sama banyaknya? 2. dan (14). 3. (11). 1.1 di atas! Apakah keenam mata dadu memiliki frekuensi relatif dari tiaptiap percobaan tersebut mendekati suatu nilai tertentu? Kesimpulan apa yang dapat kamu kemukakan? Untuk lebih memamahami frekuensi relatif perhatikan beberapa masalah di bawah ini: Masalah-12. nilainya perbandingannya mendekati 1 ? 6 Misalkan banyak percobaan melambungkan sebuah dadu adalah 20 kali dan hasilnya diperoleh frekuensi munculnya mata 1 sampai mata 5 adalah 3 kali dan munculnya mata 6 adalah 5 kali. buatlah dugaanmu bagaimana perbandingan frekuensi munculnya mata 1. buatlah dugaanmu. Frekuensi 20 20 20 5 20 5 80 80 44 12 3 8 2 25 30 14 munculnya mata 2 adalah 3 dari 20 kali percobaan. 3. (7).1 Hasil percobaan pemeriksaan kualitas 20 lampu LED di suatu laboratorium fisika diperoleh hasil lampu berkualitas baik 12 dan 8 lampu berkualitas buruk. 2. Benarkah dugaan bahwa data pada kolom (3). Dalam percobaan ini. Sebelum melakukan percobaan. 2. dan 6? 3. (10). 2.Perhatikan data pada Tabel 12. Tentukanlah frekuensi relatif dari tiap-tiap hasil percobaan tersebut. (4). 2. 3. 5. frekuensi relatif munculnya 3 5 12 3 8 2 25 30 14 + mata 1. dan 5 adalah 3 dari 20 kali percobaan. 4. ditulis fr(6) = . 5. 3. Jika pelemparan dadu tersebut dilakukan 20 sampai 120 kali. 4. (12). 4. Benarkah dugaan bahwa data pada kolom (9). hasilnya relatif sama? 4.1 Lampu LED Matematika 393 .2 di atas dan cobalah diskusikan dengan temanmu beberapa pertanyaan berikut. (5). 4. dan 6 dengan banyaknya percobaan. dan (8).

Alternatif Penyelesaian Dari data di atas dapat kita bentuk dalam tabel berikut: Tabel 12. Diketahui: frekuensi kualitas buruk = 8 total seluruh percobaan = 20 maka frekuensi relatif bola lampu kualitas buruk adalah: Frekuensi kualitas rusak Frekuensi relatif = Total percobaan 3 5 12 3 8 2 25 30 14 7 17 6 + + + Frekuensi relatif bola lampu kualitas buruk = 20 20 20 5 20 5 80 80 44 44 44 44 3 5 12 3 8 2 25 30 14 7 17 6 + + + = 20 20 20 5 20 5 80 80 44 44 44 44 394 Buku Guru Kelas X .3 Hasil Percobaan Kulitas Lampu Kejadian Baik Buruk Total Frekuensi 12 8 20 Dengan menggunakan data tabel di atas dapat kita peroleh: a. Diketahui: frekuensi kualitas baik = 12 total seluruh percobaan = 20 maka frekuensi relatif kualitas baik adalah: Frekuensi kualitas baik Frekuensi relatif = Total percobaan 3 5 12 3 8 2 25 30 14 7 17 6 + + + Frekuensi relatif bola lampu kualitas baik = 20 20 20 5 20 5 80 80 44 44 44 44 3 5 12 3 8 2 25 30 14 7 17 6 + + + = 20 20 20 5 20 5 80 80 44 44 44 44 b.

yaitu: Frekuensi muncul angka 1 Frekuensi muncul angka 2 Frekuensi muncul angka 3 Frekuensi relatif = Total per rcobaan Total percobaan Total percobaan 3 5 12 3 8 2 25 30 14 7 17 6 + + + = 20 20 20 5 20 5 80 80 44 44 44 44 c) Frekuensi relatif muncul angka 3.2 Putaran jarum jam Tentukanlah frekuensi relatif tiap angka yang diperoleh dari percobaan di atas? Tentukanlah total frekuensi relatif percobaan tersebut! Alternatif Penyelesaian I. yaitu: Frekuensi muncul angka 1 Frekuensi muncul angka 2 Frekuensi Frekuensi relatif = Total percobaan Tota Total percobaan 3 5 12 3 8 2 25 30 14 7 17 6 + + + Frekuensi relatif = 20 20 20 5 20 5 80 80 44 44 44 44 b) Frekuensi relatif muncul angka 2.4 Hasil Percobaan Putaran Jam Angka Frekuensi 1 25 2 30 3 25 Gambar 12.2 Dari 80 percobaan putaran jarum jam pada gambar di samping diperoleh: Tabel 12. Dengan menggunakan data dari tabel di atas dapat diperoleh: a) Frekuensi relatif muncul angka 1. yaitu: muncul angka 1 Frekuensi muncul angka 2 Frekuensi muncul angka 3 Frekuensi relatif = Total per rcobaan Total percobaan percobaan 3 5 12 3 8 2 25 30 14 7 17 6 + + + = 20 20 20 5 20 5 80 80 44 44 44 44 II. yaitu: Total frekuensi = 25 + 30 + 25 80 80 80 = 1 Matematika 395 .Masalah-12. Dari frekuensi relatif tiap-tiap muncul angka diperoleh total frekuensi relatif putaran jam.

Frekuensi Relatif Kejadian K (fr(K)) adalah hasil bagi banyaknya hasil dalam K dengan banyaknya percobaan. Dengan demikian. mari kita tetapkan pengertian frekuensi relatif kejadian munculnya suatu objek dalam sebuah percobaan. maka frekuensi relatif munculnya kejadian K ditentukan dengan rumus: k frr ( (K E)) = n b. Definisi 12. sebagai berikut. proses menghitung peluang suatu kejadian dengan pendekatan nilai frekuensi relatif dapat dirumuskan sebagai berikut: a. Dua kemungkinan hasil yang diperoleh pada percobaan ini adalah Buruk (R) dan Baik (B). Jika n mendekati tak-hingga maka cenderung konstan mendekati nilai tertentu. Berdasarkan informasi di atas. Berdasarkan kedua kegiatan dan permasalahan di atas. Jika terdapat dua buah lampu yang yang akan diuji maka tentukanlah kemungkinankemungkinan hasil percobaan tersebut. peluang munculnya kejadian K ditentukan dengan rumus P(K) = C. Kejadian. Titik Sampel dan Ruang Sampel Perhatikan ilustrasi berikut ini! Ilustrasi 12. Nilai tertentu ini adalah peluang munculnya kejadian K.3 Lampu LED 396 Buku Guru Kelas X . Jika kejadian K muncul sebanyak k kali (0 < k < n). Gambar 12.1 Divisi quality control suatu perusahaan lampu ingin menguji coba kualitas produk lampu baru model LED.1 Misalkan K suatu kejadian dalam suatu percobaan. Pengertian Percobaan. C konstanta Ingat! Frekuensi relatif akan mendekati peluang jika percobaan dilakukan sebanyak mungkin. Misalkan suatu percobaan dilakukan sebanyak n kali. 2.

Ilustrasi 12.N).N.4 Putaran Menu Sarapan Penyelesaian Dari hasil satu kali pemutaran jarum jam.2 Seorang koki menentukan menu sarapan siswa asrama sekolah dengan menggunakan putaran jarum jam. Himpunan kemungkinan hasil dari pemutaran jarum jam dapat ditulis: S = {R. kemungkinan hasil percobaan tersebut adalah: • {R} merupakan kejadian munculnya menu sarapan roti isi • {N} merupakan kejadian munculnya menu sarapan nasi goreng • {L} merupakan kejadian munculnya menu sarapan lontong sayur.L)} n(S) = 9 • Coba kamu perluas contoh di atas dengan menambahkan menu sarapan dan jumlah putaran jam! Hasil apa saja yang kamu peroleh? Diskusikan bersama teman kelompokmu! Matematika 397 . kemungkinan yang terjadi adalah Buruk (R) dan Baik (B). (L.R). (L. (R.R).R). Dengan mendaftarkan setiap kemungkinan hasil yang muncul untuk dua kali percobaan pemutaran jarum jam dapat diperoleh: S = {(R. nasi goreng (N). (B. Kemungkinan-kemungkinan tersebut dinamakan anggota ruang sampel. (R. Untuk menentukan ruang sampel dapat disajikan dengan beberapa cara sebagai berikut! S = {(R.N). maka akan terdapat 4 kemungkinan yang akan terjadi. dan RR.B)} dengan n(S) = 4.L} dengan banyak anggota ruang sampel n(S) = 3. RB. lontong sayur (L). yaitu BB. Kemungkinan hasil yang muncul pada satu percobaan pemutaran jarum jam tersebut adalah roti isi (R). dapatkah kamu menentukan kemungkinan hasi-hasil yang muncul untuk dua kali putaran? Gambar 12. (N.R). Dalam sekali percobaan sekaligus.R). (N.L). BR.Penyelesaian Pengambilan sebuah bola lampu.B). (B. (N. (L.N). (R.L).

1 Pada kegiatan pelemparan sebuah dadu sisi enam.6 adalah semua hasil yang mungkin terjadi dalam suatu percobaan. Kejadian (E) merupakan himpunan bagian dari ruang sampel. 5. 2. 2. dan 6 adalah titik-titik sampel.6 Hasil pelemparan sebuah dadu Kegiatan melempar dadu disebut dengan percobaan. Kemungkinankemungkinan itu disajikan sebagai berikut. 5. – {2} merupakan kejadian muncul mata dadu 2. akan dihasilkan 36 kemungkinan munculnya pasangan mata dadu. sebagai berikut: Gambar 12. 4.7 Dua dadu 398 Buku Guru Kelas X . Kemungkinan-kemungkinan itu disajikan pada tabel ruang sampel dari hasil pelemparan dua dadu. – {6} merupakan kejadian muncul mata dadu 6. – {5} merupakan kejadian muncul mata dadu 5. Enam kemungkinan hasil seperti yang disajikan pada Gambar 12. akan dihasilkan enam kemungkinan munculnya mata dadu. 3.5 Dadu sisi enam Gambar 12. 4. – {3} merupakan kejadian muncul mata dadu 3. Hasil munculnya mata 1.Perhatikan contoh berikut ini! Contoh 12. Jadi titik sampel adalah semua hasil yang mungkin terjadi dari sebuah percobaan. – {4} merupakan kejadian muncul mata dadu 4. Pada percobaan pelemparan satu buah dadu sisi enam kejadian-kejadiannya adalah – {1} merupakan kejadian muncul mata dadu 1. Perhatikan ilustrasi berikut ini! Pada kegiatan pelemparan dua dadu sekaligus. Ruang Sampel (S) adalah suatu himpunan yang anggotanya adalah titiktitik sampel. Adapun yang menjadi ruang sampel dari hasil pelemparan sebuah dadu adalah S = {1. Gambar 12. 6}. 3.

(5.5).1} {4.4} 5 {1.5} {6.5 Ruang Sampel dari Hasil Pelemparan Dua Dadu Dadu (I\II) 1 2 3 4 5 6 1 {1. (4.3).Tabel 12.6} Kegiatan melempar dua dadu di atas disebut dengan percobaan.2 {3.4} {2.4} {3. Raja tersebut memiliki uang sebesar 60 milyar rupiah.3} {5. Banyak hasil yang mungkin terjadi adalah 36.6} {4.1).1} {2.4).2} 3 {1.(3.1} 2 {1. Himpunan dari semua kejadian yang mungkin terjadi atau himpunan dari semua titik-titik sampel dinamakan Ruang Sampel (S).1} {5. Matematika 399 .2). Misalnya kejadian (K) adalah muncul mata dadu pertama dan kedua yang jika dijumlahkan hasilnya adalah 6.1} {3.4} {4. Kejadian (K) merupakan himpunan bagian dari ruang sampel.2} {5.(2. (3. Jadi banyak titik sampelnya 36 buah.4).5} {4.2} {4.4} {5. Jadi kejadian (K) dapat ditulis K = {(1. (5. Jika pilihan pengawal tersebut adalah munculnya dua gambar (GG) atau dua angka (AA) maka pengawal tersebut mendapat hadiah 1 milyar rupiah dalam satu kali pelemparan.5} {3.3} {2.3} {4.5). Cara Penyajian dan Penentuan Ruang Sampel Masalah-12.5} {2. Jumlah uang yang akan diberikan tergantung pilihan pengawal dari hasil pelemparan dua buah koin sekaligus sebanyak 30 kali pelemparan. (2. Jika pilihan pengawal adalah munculnya angka dan gambar (AG) atau gambar dan angka (GA) sebanyak 15 kali dari 30 pelemparan maka pengawal memperoleh hadiah 25 milyar.3} {3. mana yang menjadi pilihan pengawal tersebut dan berapa maksimal uang yang ia peroleh. Coba selesaikan masalah di atas setelah mempelajari hal berikut.6} {2.3).2). Kemungkinan pasangan mata dadu yang muncul dengan jumlah 6 adalah (1.4} {6.6} {5. Agar pengawal mendapat uang yang lebih banyak.2} {2. 3.(4.3} 4 {1.5} {5.3} {6.1)}.1} {6.5} 6 {1.6} {3.3 Seorang raja ingin memberikan hadiah kepada pengawalnya yang sudah mengabdi dengan baik selama 30 tahun.6} {6.2} {6.

dan koin II muncul A.G)} dengan n(S) = 4. dan koin II muncul G. (A. • Koin I muncul G. dan GG. Gambar 12.8 Dua koin Alternatif Penyelesaian Dengan menggunakan diagram kartesius dapat diinterpretasikan cara penyajian kemungkinan hasil tersebut.G). yaitu: • Koin I muncul A. Misalkan kejadian K adalah munculnya hanya satu sisi angka maka 400 Buku Guru Kelas X . Untuk menentukan ruang sampel dapat disajikan sebagai berikut! Terdapat empat kemungkinan hasil yang muncul pada suatu pelemparan dua koin. dan koin II muncul G. yaitu sebagai hasil pemetaan dua titik yang berurutan pada sumbu absis dan ordinat.A).Masalah-12. maka akan terdapat 3 kemungkinan yang akan terjadi.4 Dalam sekali pelemparan dua buah koin. AG. • Koin I muncul G. • Koin I muncul A. yaitu: Gambar 12. (G. dan koin II muncul A. (G. GA.A). yaitu AA.9 Diagram kartesius ruang sampel dua koin Karena ruang sampel adalah himpunan semua hasil yang mungkin maka dari pelemparan dua koin sekaligus diperoleh S = {(A. Kemungkinan-kemungkinan tersebut dinamakan anggota ruang sampel.

A)} dengan n(K) = 2. Alternatif Penyelesaian Misalkan keempat kelereng merah disimbolkan dengan M1. Matematika 401 .M2).M4). M2. (G. Dapatkah kamu menentukan kemungkinan hasil yang diperoleh 1 bola merah dan 1 bola biru dari percobaan tersebut? Jika kejadian K adalah munculnya dua kelereng merah sekaligus maka tentukanlah kemungkinan hasil dalam kejadian K.M4).M4)} dengan banyak anggota kejadian n(K) = 6. (M3.5 Suatu kotak berisi 4 kelereng merah dan 2 kelereng biru.M3). (M2. B1) (M2 B1) (M3 B1) – – B2 (M1. M3. (M1. dan dua kelereng biru disimbolkan B1.M3). (M1. M4. M3) (M2 M3) – – – – M3 (M1. Masalah-12.K = {(A. B2) (M2 B2) (M3 B2) (M5 B2) – (M4 B2) B2 (M4 B1) dengan banyak anggota ruang sampel n(S) = 15.G).6 Tabel Kemungkinan Hasil Pencabutan Kelereng Kelereng M1 M2 M3 M4 M5 M6 (M1. Kejadian K adalah munculnya kelereng merah sekaligus diperoleh: K = {(M1. Dilakukan percobaan dengan mengambil 2 kelereng sekaligus. (M2. M4) (M3 M4) – – – (M2 M4) M4 (M1. M2) – – – – – M2 (M1. B2 maka dengan menggunakan cara tabulasi (tabel) dapat dituliskan seluruh kemungkinan hasil yang muncul dari pengambilan dua kelereng sekaligus sebagai berikut: Tabel 12.

H2). (M1.H2) {(M1.H1.M3. (M1. (M2.M3. (M1. (M1. (M2.H2).H2).M2.M3. Kejadian K1 adalah munculnya dua kelereng merah dan satu kelereng hijau sekaligus diperoleh: K1 = {(M1.H2).M3). (M1. (M1.H1. (M1. Dilakukan percobaan dengan mengambil 3 kelereng sekaligus.M4. (M2. b.H2).M3.H1).H2).H1. (M1.M4.M4.H1).M4.H1).M4.M2.M3.H1).M3).M3.M2. M3. (M3.M2.M2. (M3. (M4.H2). H2 maka dengan cara mendaftar diperoleh kemungkinan hasil yang muncul pada percobaan di atas.H2).M3.M4.M3.H1). dan dua kelereng hijau disimbolkan H1. (M2.M4). Tentukanlah: a.H1).M4.M3. yaitu: S = {(M1.M4. (M1.M4.M4).M2.H1). (M2. (M1. (M2.M4)} dengan banyak anggota kejadian n(K3) = 16. (M2.6 Suatu kotak berisi 4 kelereng merah dan 2 kelereng hijau.H2). (M1.M2.M2.H1).M3. (M1.H2).M4. (M1.M4. Kejadian K2 adalah munculnya tiga kelereng merah sekaligus diperoleh: K2 = {(M1.M2. (M3. Kemungkinan K3 hasil yang diperoleh paling sedikit 2 bola merah dari percobaan tersebut? Alternatif Penyelesaian Misalkan keempat kelereng merah disimbolkan dengan M1.M4. (M2.M3. 402 Buku Guru Kelas X .H2).H1.M4). M4.M4)} dengan banyak anggota kejadian n(K2) = 4. (M2. (M2. (M1. (M3.M3). a.H2).M4. (M1.M4).H1).H2). (M2. (M2. (M3.M3.M2.M2. (M1.M4). b.H1).H2).H2).M4). (M1. c. Kemungkinan kejadian K2 adalah munculnya tiga kelereng merah sekaligus c. (M2. Kemungkinan kejadian K1 adalah munculnya dua kelereng merah dan satu kelereng hijau.H2).H1).M3.M4.H1).M2.M4. (M1. (M1.M4.M4.H2).H1).H1).Masalah-12.H2).H2)} dengan banyak anggota ruang sampel n(S) = 20. (M1.H2)} dengan banyak anggota kejadian n(K1) = 12.M4).M3. (M3.H1).M3.H1). (M2. (M2.H2). (M1.M3.M4.H1).M3. (M2. Kejadian K3 adalah munculnya paling sedikit dua kelereng mereah diperoleh: K3 = {(M1.M3.H1). M2. (M2. (M1. (M1.

cara penyajian ruang sampel dan titik sampel manakah yang lebih baik? Berikan alasan! Dari pola yang terbentuk dalam penentuan banyaknya anggota ruang sampel menggunakan 1. 4. 2.2 1. Pada pelemparan dua buah dadu.. 2.7 Tabel Penentuan Anggota Ruang Sampel Banyak Objek Banyak anggota ruang sampel n(S) Koin 1 2 3  N 2=2 1 Dadu 6 = 61 36 = 62 216 = 63   6n 4 = 22 8 = 23  2 n Secara umum. Banyaknya anggota ruang sampel pelemparan n dadu adalah 6n. Mungkinkah suatu kejadian sama dengan ruang sampel. Untuk percobaan-percobaan di atas. Perhatikan pola yang disajikan pada tabel berikut. tentukanlah kejadian K? 2. Latihan 12.♦ Memberi kesempatan kepada siswa untuk menyelesaikan latihan dalam kelompok belajar. untuk menghitung banyaknya anggota ruang sampel dalam pelemparan n buah koin dan n buah dadu dapat ditulis sebagai berikut. Minta salah satu kelompok untuk menyajikan hasil kerjanya di depan kelas dan minta siswa pada kelompok lain untuk mengkritisi hasil kerja kelompok penyaji dan menjembatani perbedaan pola pikir antar kelompok. K merupakan kejadian munculnya mata dadu yang jumlahnya lebih besar sama dengan dua. Banyaknya anggota ruang sampel pelemparan n koin adalah 2n. Tabel 12. Sifat-1 1. 3. Dapatkah kamu temukan kejadian diluar K? Jelaskan. 403 Matematika . dan 3 objek percobaan seperti koin dan dadu kita dapat mengetahui berapa banyak anggota ruang sampel dengan menggunakan n objek percobaan.

3). (G. Masalah-12.A. Kemungkinan hasil mata dadu biru dan kuning yang muncul adalah (1.G. Kemungkinan hasil mata dadu biru dan kuning yang muncul adalah (1.8 Tiga dadu yang berbeda warna. (G.A.G).G).A). Hitunglah banyak kemungkinan hasil lemparan sehingga jumlah ketiga mata dadu yang muncul adalah 8? Alternatif Penyelesaian Pandang satu dadu. Ada beberapa kemungkinan hasil yang akan muncul agar jumlah 3 mata dadu adalah 8.4).A). (A. Dengan demikian ruang sampel percobaan tersebut adalah S = {(A.3).A).A.A. (4. (2. Semua kemungkinan munculnya sisi koin adalah (A.A). (2. 404 Buku Guru Kelas X . (5. Kemungkinan hasil mata dadu biru dan kuning yang muncul adalah (1.4). akan muncul tiga sisi koin. dan (3.G). (G.A. (A.A). Kemungkinan hasil mata dadu biru dan kuning yang muncul adalah (1. ♦ Jika dadu merah muncul angka 4 maka mata dadu biru dan kuning harus berjumlah 4.A).2).2). Berbagai kemungkinan hasil yang terjadi disajikan sebagai berikut. (3.1). dan kuning dilempar bersamasama. Alternatif Penyelesaian Dalam setiap pelemparan 3 buah koin sekaligus.1).3). (4. ♦ Jika dadu merah muncul angka 1 maka mata dadu biru dan kuning harus berjumlah 7. dan (G.2).Masalah-12. yaitu dadu merah.G. (G.G.A). Kita daftar setiap kejadian yang mungkin yang terjadi dari satu kali pelemparan 3 koin sekaligus. (3. (A.1).7 Dhani melakukan percobaan dengan melambungkan tiga buah mata koin ke atas secara bersamaan.5).G). (G.A).1).G). yakni merah. ♦ Jika dadu merah muncul angka 3 maka mata dadu biru dan kuning harus berjumlah 5.G.6).G)}.A. (3. (A.G).2) dan (5. (2. biru. ♦ Jika dadu merah muncul angka 2 maka mata dadu biru dan kuning harus berjumlah 6.G. (G.A. Tentukan ruang sampel dan banyak anggota ruang sampel.4).G.5). (A.3). (2. dan (6. (A.G).A.G. dan (4.G. Banyak anggota ruang sampel adalah n(S) = 8. (G.

Kemungkinan hasil mata dadu biru dan kuning yang muncul adalah (1. Latihan 12. Coba selesaikan dengan cara yang lain! ♦ Ujilah pemahaman siswa dengan mengajukan soal latihan berikut. kita tetapkan definisi peluang suatu kejadian sebagai berikut. Kejadian (K) adalah himpunan bagian dari ruang sampel. 3.1). Matematika 405 .2 1. Jadi. kita tetapkan definisi titik sampel. Definisi 12. Ruang sampel (S) adalah himpunan semua hasil yang mungkin dari suatu percobaan. dan kejadian sebagai berikut.♦ Jika dadu merah muncul angka 5 maka mata dadu biru dan kuning harus berjumlah 3. Kemungkinan hasil mata dadu biru dan kuning yang muncul adalah (1. Berdasarkan definisi titik sampel ruang sampel di atas.1).3 Tentukanlah banyak kemungkinan hasil yang terjadi dari hasil pelemparan 3 dadu dengan syarat jumlah ketiga mata dadu yang muncul adalah 9. banyak kemungkinan hasil yang terjadi dalam pelemparan 3 buah dadu secara bersama-sama dengan syarat jumlah ketiga mata dadu yang muncul 8 adalah 6 + 5 + 4 + 3 + 2 + 1 = 21. Berdasarkan berbagai informasi yang diperoleh dari hasil percobaan di atas. ruang sampel.2) dan (2. 2. ♦ Jika dadu merah muncul angka 6 maka mata dadu biru dan kuning harus berjumlah 2. Titik sampel adalah hasil yang mungkin dari sebuah percobaan.

4. Kemudian tentukan juga peluang munculnya dua mata dadu yang jumlahnya lebih dari atau sama dengan 2 dan kurang dari atau sama dengan 12. 3. dengan 2 ≤ x ≤12 Peluang 1 0 2 1 3 2 4 3 5 4 6 5 7 6 8 5 9 4 10 3 11 2 12 1 0 0 10 1 0 21 2 03 12 03 12 4 03 14 23 5 14 25 36 4 25 36 0 4 36 5 36 4 36 5 16 4 36 52 6 36 56 0 36 36 36 14 3625 0 36 1 4 362 50 3 6 1 436 2 5 03 6 143625 36 4 36 5 6 = 1= 1= 1= 1= 1= 1= 1 =1 =1 =1 =1 36 36 36 36 36 36 36 36 36 36 36 36 36 36 36 36 36 36 36 36 36 36 36 36 36 36 36 36 36 36 36 36 36 36 36 36 36 36 36 36 36 36 36 36 36 36 36 36 36 36 36 36 36 36 36 36 36 36 36 36 36 36 36 36 36 36 36 36 0 1 2 3 4 5 6 36 =1 36 36 36 36 36 36 36 36 406 Buku Guru Kelas X . ditulis: n( K ) P (K ) = n(S ) n(A) : Banyak titik sampel dalam A. disajikan tabel sebagai berikut.2 Peluang suatu kejadian A adalah hasil bagi banyak hasil dalam A dengan banyak anggota ruang sampel dari suatu percobaan. 12. Alternatif Penyelesaian Untuk memudahkan mendaftar nilai peluang dari semua kemungkinan yang terjadi dan hasil penjumlahan dua mata dadu yang muncul. 2.8 Peluang Penjumlahan Dua Dadu Jumlah Jumlah Dua Mata Dadu yang Muncul Peluang Jumlah dua mata dadu yang muncul (x). n(S) : Banyak anggota ruang sampel. …. Tabel 12. Masalah-12.9 Dalam pelemparan dua dadu sekaligus. tentukan peluang munculnya dua mata dadu yang jumlahnya 1.Definisi 12.

(qw). (qk). (8h). (3s). sehingga n(K2) = 4 Jadi. (10s). (10s)}. (10k). peluang terambilnya kartu bernomor 10 adalah: n( K 2 ) 4 1 P (= K2 ) = = = n( S ) 52 13 Berdasarkan berbagai pemecahan masalah penentuan nilai peluang suatu kejadian yang telah diuraikan di atas. (6s). (kk).10). dan sekop = S maka ruang sampel dari satu set kartu bridge adalah: S = {(ks). (8w). (ash). (7w). (3h). (qs). Matematika 407 . Jika dalam satu set kartu bridge ingin dicabut kartu as sekop (lihat Gambar 12. 7k). (3k). maka diperoleh K1 = {(ass)} sehingga n(K1) = 1.10 Kartu Bridge Alternatif Penyelesaian Pada percobaan menggunakan satu set kartu bridge terdapat empat jenis kartu. (9h). hati (♥). (js). klaver (♣). (10h). (6w). (9s). (9k). (asw)} Misal K1 adalah pengambilan kartu as sekop. (8s). (qh). (2k). (4s). (3w).Masalah-12. dan sekop (♠). yakni: wajik (♦). Jadi. (7s). (2h). (8k). (10k). (kh). (ass). Jika dimisalkan wajik = W. 1]. Kita tetapkan sifat nilai peluang sebagai berikut. (5w). maka nilai peluang suatu kejadian dapat dipastikan terletak pada interval [0. (10h). (4k). (kw). (4h). (jw). (2s). maka diperoleh K2 = {(10w). (7h). Tentukan nilai ruang sampel dan nilai peluang terambilnya kartu as sekop! Berapa peluang terambilnya kartu bernomor 10? Gambar 12. (6h). (6k).10 Di awal pertandingan olah raga kartu bridge. (jk). (9w). (2w). klaver = K. (ask). (5s). (5k). hati = H. (4w). seorang pemain mencabut sebuah kartu untuk mendapatkan kartu as untuk menjadi tambahan nilainya. (5h). peluang terambilnya kartu as sekop adalah: n( K1 ) 1 P (= K1 ) = = n( S ) 52 Misal E2 adalah pengambilan kartu bernomor 10. (10w). (jh).

Kita telah pelajari operasi gabungan dan irisan dua himpunan. Bukti: Ingat kembali materi himpunan yang telah dipelajari di SMP. Peluang tersebut dapat diinterpretasikan pada gambar berikut. Gambar 12. B ⊆ S maka P(A ∪ B) = P(A) + P(B) – P(A ∩ B). B adalah kejadian dan S adalah ruang sampel dari suatu percobaan. 0 ≤ P(K) ≤ 1 2. Peluang kejadian K memenuhi P(K). Sudahkah tahu kamu alasannya? Jelaskan! Penyelesaian Misalkan A. Buktikan jika A. Kita ketahui bahwa n(A∪B) = n(A) + n(B) – n(A∩B) n( A ∪ B ) n( A) + n( B ) − n( A ∩ B ) n( A) n( B ) n( A ∩ B )  ∞  ∞ P(A∩B) = + − P   A1  = ∑ P( Ai )! n( S ) n( S ) n( S ) n( S ) n( S )  i =1  i =1 n( A ∪ B ) n( A) + n( B ) − n( A ∩ B ) n( A) n( B ) n( A ∩ B )  ∞  ∞ + − P   A1  = ∑ P( Ai )! = n( S ) n( S ) n( S ) n( S ) n( S )  i =1  i =1 n( A) + n( B ) − n( A ∩ B ) n( A) n( B ) n( A ∩ B )  ∞  ∞ + − P   A1  = ∑ P ( Ai )! = n( S ) n( S ) n( S ) n( S )  i =1  i =1 408 Buku Guru Kelas X .Sifat-3 Misalkan K suatu kejadian dan S adalah ruang contoh dalam sebuah percobaan. Kejadian ini pasti terjadi.11 Interpretasi peluang Contoh 12.2 Contoh sederhana kejadian yang pasti terjadi adalah kejadian munculnya angka mata dadu kurang dari 7 dalam pelambungan mata dadu adalah 1. P(∅) = 0 Peluang suatu kejadian adalah 1 berarti bahwa kejadian tersebut pasti terjadi dan peluang kejadian adalah 0 berarti bahwa kejadian tersebut mustahil terjadi. P(S) = 1 3. 1.

Lambungkan tiga mata dadu secara bersamaan. Jika saat kembali dari Bogor ke Bekasi. ia tidak mau menggunakan bus yang sama. Dengan menggunakan diagram pohon tentukan ruang sampel percobaan tersebut? 4. kopi. maka banyak cara perjalanan orang tersebut? Matematika 409 . nasi rames. Seseorang berangkat dari kota Bekasi ke kota Bogor melalui Depok kemudian kembali lagi ke Bekasi juga melalui Depok.. nasi ayam. Jika sebuah dadu dan sebuah mata koin dilemparkan secara bersamaan. Luna ingin menghadiri sebuah pesta. dan putih. Ambil sebuah paku payung sebagai percobaan. dimana Ai ∩ Aj = ∅. Buktikan bahwa n( B ) n( A ∩ B )  ∞  ∞ P   A1  = ∑ P ( Ai )! − n( S ) n( S )  i =1  i =1 Uji Kompetensi 12. A2. Dari kota Bekasi ke kota Depok dilayani oleh 4 bus dan dari Depok ke Bogor oleh 3 bus. hitunglah berapa banyak pasangan pakaian yang dapat dipakai Luna jika ia juga membeli blus motif polos? 5. A3. tentukanlah ruang sampel dari tiga buah dadu tersebut ! 6. lempar hingga jatuh ke lantai. Dua buah dadu dilemparkan dan menghasilkan bilangan prima pada salah satu mata dadu. dan nasi kebuli. = P(A) + P(B) – P(A ∩ B) Jadi. Berapa banyak pilihan yang dapat dipesan oleh pengunjung? Sajikan dalam diagram pohon. 2. i ≠ j.1 1. Buatlah ruang sampel beserta titik sampelnya! 3.4 Untuk semua kejadian A1. Menu minuman hari ini di rumah makan Minang adalah teh.. P(A∪B) = P(A) + P(B) – P(A ∩ B) Latihan 12.. ia memiliki baju blus bunga kotakkotak dan bergaris untuk pasangan rok berwarna biru tua. dan jus. Dapatkah kamu menentukan ruang sampel dan titik sampelnya? Adakah kamu temukan? Jelaskan. coklat. . Sedangkan menu makanan berupa nasi rendang. 7.

6 warna putih dan 7 warna hijau..4. Berapa banyak bilangan ganjil yang dapat dibentuk? c.3. Berapa banyak bilangan yang nilainya kurang dari 5. 10. Anggap satu tahun 365 hari.000 yang dapat dibentuk? 9.. Dari angka-angka 0. tentukan peluang muculnya angka ganjil pada dadu. 5.11 Pada pelemparan sebuah dadu. 4.. jika 20 orang dipilih secara acak. maka banyaknya cara mengatur tempat duduk mereka di dalam mobil adalah . Masalah tersebut dirancang dari dunia nyata di sekitarmu. Peluang Komplemen Suatu Kejadian Masalah-12. jika diambil dua bola secara acak. Lima orang akan pergi ke pantai menggunakan sebuah mobil berkapasitas 6 tempat duduk.6} dan Kc = {1.. Buatlah laporan dan sajikan hasilnya di depan kelas. n( K ) 3 1 3 1 Peluang kejadian K adalah P = (K ) = = = P( K c ) = n( S ) 6 2 6 2 410 Buku Guru Kelas X . . maka peluang ada dua orang yang berulang tahun pada hari yang sama adalah. 3. Projek Rancanglah minimal lima buah masalah dan terapankan konsep dan prinsip peluang dalam pemecahannya. 1. 2. melalui penentuan peluang munculnya angka genap pada dadu! Alternatif Penyelesaian Misalkan K adalah kejadian munculnya angka genap pada dadu dan Kc adalah kejadian munculnya angka ganjil pada dadu.. 4. Di dalam kotak terdapat 18 bola identik (berbentuk sama).. Dengan demikian K ={2.5}. 11.8. 5 warna hitam. Berapa banyak bilangan dapat dibentuk? b. maka peluang yang terambil bola berwarna sama adalah . a. . Jika hanya ada dua orang yang bisa jadi sopir. dan 7 akan dibentuk bilangan dengan 4 angka dan tidak boleh ada angka yang diulang.

(6. 8. 7. n(K c ) 3 1 c Jadi.n( K ) c3 1 3 1 Sedangkan peluang P = ( K )kejadian = = K adalah = P( K c ) = . Kemungkinan kejadian munculnya mata dadu berjumlah 11 dan 12 adalah Kc ={(5. yaitu jumlah dua mata dadu yang hasilnya 2. P ( K ) = = = n ( S ) 36 12 karena P ( K ) = 1 − P ( K c ) P(K ) =1− c P(K ) = 11 12 1 12 Jadi. dengan 10 . Misalkan K adalah kejadian munculnya dua mata dadu yang jumlahnya kurang dari atau sama dengan 10 dan Kc adalah kejadian munculnya dua mata dadu yang berjumlah lebih dari 10. ternyata jumlah peluang kejadian K dan peluang kejadian bukan K atau Kc adalah 1.5).12 Tentukanlah peluang munculnya dadu yang berjumlah kurang dari atau sama dengan 10 pada pelemparan 2 dadu. 3. 4. Secara matematis kita dapat rumuskan bahwa: Matematika 411 . 5. n( S ) 6 2 12 12 Dari hasil pemecahan kedua masalah di atas. Kemungkinan munculnya mata dadu yang berjumlah kurang atau sama dengan 10. Alternatif Penyelesaian Sebelumnya telah kita ketahui banyaknya anggota ruang sampel dalam pelemparan 2 mata dadu adalah 36. 6.6). 9 dan 10.6)} atau n(Kc) = 3. yaitu jumlah dua mata dadu adalah 11 dan 12. peluang munculnya angka mata dadu yang berjumlah kurang dari atau sama n( Ac ) 3 1 1 11 P = (A ) = = adalah . n( S ) 6 2 6 2 Masalah-12. (6.

(2. (1.1).1). (3.2. (2.2). (2.1).1.1. (3. 2 3 4 5 6 6 6 6 6 6 6 412 Buku Guru Kelas X .3). (1. (2. kemudian ia menghitung peluang terjadinya jumlah mata dadu sama dengan 6. (1.1. (1. (1. n ≤ 6}.3).4.1.1.3.Sifat-1 Misalkan K suatu kejadian dari sebuah percobaan.1).1. Untuk n berapakah.1). (5.2.1)} D5 = {(1.2.1. (3. (3.1.1.1. diperoleh: D1 = {6} D2 = {(1.2.2. (2.1.2. maka P(K) + P(Kc) = 1 atau P(K) = 1 – P(Kc) Untuk lebih mendalami sifat di atas.1).2.1)} D6 = {1.1. agar peluang terjadinya jumlah mata dadu sama dengan 6.3).1).1. (3.2).1).1). (1.1.1)} D3 = {(1.1.1).2.1.1.4). perhatikan masalah berikut! Masalah-13 Putra melambungkan n dadu. Misalkan Dn ={jumlah mata dadu 6.1.2).2. (2.2).1. (1. maka jumlah setiap n mata dadu adalah kurang dari atau sama dengan enam (n ≤ 6).1)} D4 = {(1. (4.3.5). (1.1.2. (1.1.1).3). (1.1.1).3.2).1.1. peluangnya paling besar? Alternatif Penyelesaian Karena dadu yang dilambungkan bermata enam. peluang terbesar munculnya jumlah mata dadu jumlahnya 6 adalah saat n = 1 1 5 10 9 5 1 dengan nilai peluangnya .1.2. (4.4).3. (2.1.1.1.1.2).2).2.1.1.2.1} Maka diperoleh peluangnya masing-masing: 1 5 10 9 5 11 5 10 9 • P(D1) = 2 • P(D ) = 6 6 63 64 65 666 62 4 63 64 1 5 10 9 5 1 5 10 9 5 • P(D2) = 2 3 4 5 6• 2 P(D )= 6 6 6 6 6 6 6 6 63 5 6 4 65 1 5 10 9 5 1 1 5 10 9 5 1 • P(D3) 2 = 3 4 • P(D ) = 5 6 6 6 6 6 6 66 6 2 63 6 4 6 65 6 6 5 1 65 6 6 1 66 Jadi. (1.

Contoh 12.3 Misalkan A. Kita telah pelajari operasi gabungan dan irisan dua himpunan. maka A ∩ B = ∅ 2) Jika kejadian A tidak saling lepas dengan kejadian maka A ∩ B ≠ ∅ Dengan demikian n(B ∩ Ac) = n(B) – n(A ∩ B) n ( B ∪ Ac ) n ( B ) − n ( A ∩ B ) n ( B ) n ( A ∩ B ) c − P(B ∩ A ) = n(S ) n(S ) n(S ) n(S ) n ( B ∪ Ac ) n ( B ) − n ( A ∩ B ) n ( B ) n ( A ∩ B ) − = n(S ) n(S ) n(S ) n(S ) n ( B ∪ Ac ) n ( B ) − n ( A ∩ B ) n ( B ) n ( A ∩ B ) − = n(S ) n(S ) n(S ) n(S ) = P(B) – P(A ∩ B) Jadi. Kita ketahui bahwa n ( B ∪ Ac ) = n( B ) + n( Ac ) − n ( B ∩ Ac ) = n( B ) + n( S ) − n ( A ) − n ( B ∩ Ac ) = n( B ) + n( S ) − n ( A ) + n ( B ∩ Ac ) ( ) = n( B ) + n( S ) − ( n ( A ) + n ( B ) − n ( A ∩ B ) ) = n( B ) + n( S ) − n ( A ∪ B ) 1) Jika kejadian A saling lepas dengan kejadian B. P(B ∩ Ac) = P(B) – P(A ∩ B) Matematika 413 . B ⊆ S maka P(B ∩ Ac) = P(B) – P(A ∩ B) Penyelesaian Ingat kembali materi himpunan yang telah dipelajari di SMP. B adalah kejadian dan S adalah ruang sampel dari suatu percobaan. Buktikan jika A.

2 1. Jika dipilih dua orang secara acak dari ruangan tersebut. Apabila seorang murid dipilih secara acak untuk mengerjakan soal. Dengan membandingkan data sebelumnya mengenai banyaknya orang yang memilih jurusan tersebut dengan daya tampungnya menjadi salah satu triknya. Setengah dari jumlah murid lakilaki dan setengah dari jumlah murid perempuan berambut keriting. Tetangga baru yang belum anda kenal katanya mempunyai 2 anak. • Berapakah peluang kejadian K? • Hitunglah Peluang diluar kejadian K? 3. tentukan peluang K. Jurusan A pada tahun sebelumnya dipilih oleh 3432 orang dan daya tampungnya 60. Berapakah peluang bahwa murid yang terpilih itu laki-laki atau berambut keriting? 7.7. Adapun jurusan B dipilih oleh 2897 dengan daya tampung 50. Kelas XIIA terdiri dari 10 murid laki-laki dan 20 murid perempuan. mungkin sebagian dari anda berniat melanjutkan ke tingkat yang lebih tinggi yakni perguruan tinggi. Jika ia melempar sebanyak 70 kali. Jika E adalah kejadian jumlah tiga mata dadu >10. Anda perlu juga mempertimbangkan kemungkinan masuk jurusan tersebut. Badu. . Carli. Hitung Peluang kedua anak tetangga baru anda semuanya lakilaki? 9. Anda akan memilih jurusan A dan B. Misalkan. Berapakah peluang mata dadu yang muncul selalu ganjil? 8. Jika anda memilih sebuah jurusan pada PTN selain mempertimbangkan minat dan bakat. Misalkan K kejadian no plat merupakan bilangan berulang. Anda tahu salah satunya adalah lakilaki.Uji Kompetensi 12. hitunglah kemungkinan banyaknya bola yang tepat masuk ring? 6. Nomor plat kendaraan terdiri dari empat digit angka. Setiap tiket diambil secara acak dan punya peluang yang sama untuk terpilih. Jika sebuah dadu dilempar 5 kali. Ahok. dan Dido akan berfoto bersama secara berdampingan. Hitung peluang Ahok dan Carli selalu berdampingan? 414 Buku Guru Kelas X 5. Dua puluh tiket diberi nomor dari 1 sampai dengan 20. maka peluang terpilihnya dua orang tersebut suami-isteri? 10. Peluang seorang pemain basket akan melempar bola tepat masuk ring 0. Jurusan manakah peluang anda lulus lebih besar? 2. 4. Setelah lulus SMA. Dalam sebuah klinik dokter spesialis kandungan terdapat enam pasang suami-isteri. Tiga mata dadu dilemparkan secara bersamaan.

12. ..Berapa probabilitas bahwa tiket yang terpilih ialah tiket dengan nomor berkelipatan 3 atau 5? 11. 6 warna putih dan 7 warna hijau. Di dalam kotak terdapat 18 bola identik (berbentuk sama). 5 warna hitam. maka peluang yang terambil bola berwarna sama adalah . jika 20 orang dipilih secara acak. Matematika 415 . . maka peluang ada dua orang yang berulang tahun pada hari yang sama adalah. Buktikan kelima sifat tersebut dan buatlah laporan hasil kerjamu serta sajikan di dalam kelas... jika diambil dua bola secara acak. Anggap satu tahun 365 hari. buku. Projek Himpun minimal lima sifat peluang dari berbagai sumber (internet. dan sumber lain).

Jika K merupakan sebuah kejadian. Ada beberapa cara untuk menyajikan semua kejadian yang mungkin muncul dalam suatu percobaan. Kejadian (K) adalah himpunan bagian dari ruang sampel S. ditulis dengan: 0 ≤ P(K) ≤ 1. disebut komplemen dari kejadian K. 4. yaitu: cara mendaftar. beberapa hal penting dapat kita rangkum sebagai berikut. Peluang sebuah kejadian K tepat berada diantara nol dan satu. 416 Buku Guru Kelas X . sedangkan jika peluang kejadian K adalah 1 maka kejadian K pasti terjadi. 8. dan menggunakan diagram pohon.D. 5. Titik sampel adalah semua kejadian yang mungkin terjadi dari sebuah percobaan. 9. Ditulis Banyak kejadian yang muncul Frekuensi relatif = rcobaan Banyak per 2. menggunakan diagram cartesisus. Konsep-konsep dasar di atas harus kamu pahami dengan baik karena akan membantu dalam pemecahan masalah dalam kehidupan sehari-hari. 1. Ruang sampel (S) adalah suatu himpunan yang anggotanya semua kejadian yang mungkin terjadi dalam percobaan atau suatu himpunan yang anggotanya titiktitik sampel. dimana n(K) adalah banyaknya kejadian K yang dirumuskan: P ( K ) = n( S ) terjadi dan n(S) adalah banyak anggota ruang sampel suatu percobaan. Peluang suatu kejadian K adalah hasil bagi banyaknya kemungkinan kejadian K terjadi dengan banyaknya anggota ruang sampel dari suatu percobaan. Frekuensi relatif dari suatu kejadian dalam suatu percobaan adalah perbandingan banyaknya kejadian yang terjadi dalam suatu percobaan dengan banyaknya percobaan dilakukan. Beberapa hal yang telah kita rangkum di atas adalah modal dasar bagi kamu dalam belajar peluang secara lebih mendalam pada jenjang pendidikan yang lebih tinggi. 6. maka jumlah nilai peluang kejadian K dan nilai peluang kejadian komplemen K adalah 1. maka kejadian yang berada di luar K adalah seluruh kejadian yang tidak terdaftar di K. Artinya jika peluang sebuah kejadian K adalah 0 maka kejadian K tidak terjadi. disimbolkan dengan Kc. ditulis P(K) + P(Kc) = 1. Jika K suatu kejadian dalam sebuah percobaan. PENUTUP Berdasarkan sajian materi terkait berbagai konsep peluang di atas. n( K ) . menggunakan tabel. 7. 3.

yaitu berpikir kritis dan kreatif) lebih mendalami materi terkait kompetensi atau kegiatan peserta didik yang melampaui persyaratan minimal yang ditentukan oleh kurikulum dan tidak semua peserta didik dapat melakukannya. Peserta didik dikatakan menguasai secara tuntas seluruh kompetensi dasar pada pokok bahasan atau mata pelajaran matematika pada kelas tertentu. Pendekatan pembelajaran yang diterapkan dalam pelaksanaan pengayaan melalui (1) pembelajaran berbasis masalah dan proyek untuk melatih peserta didik berpikir kritis dan kreatif. Pembelajaran remedial pada hakikatnya adalah pemberian bantuan bagi peserta didik yang mengalami kesulitan atau kelambatan belajar. wajib diberi pembelajaran pengayaan. wajib diberi pembelajaran remedial.PETUNJUK TEKNIS PELAKSANAAN REMEDIAL DAN PENGAYAAN A. apabila peserta didik tersebut memperoleh hasil penilaian/uji kompetensi lebih besar atau sama dengan dari Kriteria Ketuntasan Minimum (≥ KKM) yang ditetapkan dalam kurikulum. dan (4) kerjasaman sekolah dengan orang tua/wali peserta didik mengatasi masalah belajar peserta didik. yaitu pertama mendiagnosis kesulitan belajar dan kedua memberikan perlakuan (treatment) pembelajaran remedial. (3) tutor sebaya dalam implementasi model pembelajaran koperatif tipe jigsaw. Bagi peserta didik yang memperoleh hasil penilaian/uji kompetensi pada pokok bahasan mata pelajaran matematika kurang dari KKM. ketangguhan diri beradaptasi dan 417 Matematika . Pembelajaran pengayaan adalah pembelajaran yang memberikan pengalaman (membangun berpikir tingkat tinggi. Pembelajaran tuntas (mastery learning) dalam proses pembelajaran berbasis kompetensi dimaksudkan adalah pendekatan dalam pembelajaran yang mempersyaratkan peserta didik menguasai secara tuntas seluruh kompetensi dasar pokok bahasan atau mata pelajaran tertentu. Sebaliknya peserta didik dikatakan tidak tuntas. Bagi peserta didik yang memperoleh hasil penilaian/uji kompetensi pada pokok bahasan mata pelajaran matematika kurang dari KKM. Bantuan dalam pembelajaran remedial mencakup (1) mengkaji ulang materi pada kompetensi dasar yang belum dicapai peserta didik. (2) pemberian tugas tersrtuktur yang dilakukan secara mandiri dan pemberian feetback atas hasil kerja peserta didik. Pemberian pembelajaran remedial meliputi dua langkah pokok. Pengertian dan Prosedur Pelaksanaan Pembelajaran Remedial dan Pengayaan Pengertian dan Prosedur Pelaksanaan Pembelajaran Remedial dan Pengayaan Kurikulum Matematika 2013 adalah kurikulum berbasis kompetensi dengan pendekatan pembelajaran tuntas.

Penilaian terhadap hasil pembelajaran menggunakan sistem penilaian patokan dan berkelanjutan dalam arti semua indikator ditagih.memecahkan masalah. Hasil belajar tersebut dilaporkan kepada pemangku kepentingan (terutama pada orang tua) setiap bulannya. alur utama pelaksanaan pembelajaran remedial dan pengayaan disajikan pada skema berikut. Apabila peserta didik belum tuntas menguasai suatu kompetensi dasar harus mengikuti proses pembelajaran remedial kemudian dilakukan penilaian ulang untuk mengukur pencapaian kompetensi. dan (3) pemanfaatan IT dan ICT dalam proses pembelajaran. Seluruh hasil belajar siswa yang tampak pada hasil penilaian/uji kompetensi dan asesmen otentik/portofolio dijadikan bahan kajian guru. Secara garis besar. keterampilan proses. guru konseling. 418 Buku Guru Kelas X . Untuk mengukur penguasaan kompetensi perlu dikembangkan suatu penilaian yang mencakup seluruh kompetensi dasar pada pokok bahasan tertentu atau pada satu mata pelajaran matematika dengan menggunakan indikator yang telah ditetapkan oleh pendidik. proyek. kemudian hasilnya dianalisis untuk menentukan kompetensi dasar yang telah dikuasai dan belum dikuasai serta mengetahui kesulitan belajar peserta didik. dan kepala sekolah. chek up diri dan asesmen kerjasama kelompok. (2) pemberian asesmen portofolio tambahan berbasis masalah.

4. Wawancara KKM  Penilaian Kompetensi < KKM Pengayaan Analisis Hasil Penilaian Remedial Portofolio Tambahan Uji Kompetensi  KKM LULUS TUNTAS LAPORAN BULANAN PADA ORANG TUA Gambar: Alur Utama Pelaksanaan Remedial dan Pengayaan BUKU PEGANGAN GURU Matematika 419 446 . Asesmen Portofolio 1.MATERI PRASYARAT H I R A R K I S H 1. Tes Diagnostik Kesulitan Belajar 2. Tes Kemampuan Awal Pengamatan Proses Pembelajaran Pengamatan Aktivitas Siswa Tes Diagnostik Kesulitan Belajar I R A R K I S PROSES PEMBELAJARAN MATERI BARU 1. 2. 3. Pengamatan Aktivitas Siswa 2.

1. 1. Mengatasi kesulitan belajar siswa untuk mencapai kompetensi dasar yang ditetapkan pada kurikulum matematika 2013 dengan ukuran melewati Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). 3+ a 1.2 Jumlah dua bilangan berturutan adalah 13.B. baik secara individu maupun klasikal.b) adalah . dan dalam matematika sendiri) harus mewakili indikator kopetensi dasar yang akan dicapai. 2. C.3 Jika a dan b bilangan asli dan a ≤ b sehingga bilangan rasional. Memberikan penglaman belajar dan keterampilan berpikir yang lebih mendalam dan lebih luas terkait kompetensi dasar yang ditetapkan pada kurikulum matematika 2013. 1. Soal yang dikembangkan dari sisi ranah kognitif dan psikomotor (keterampilan aplikasi matematika dan koneksi matematika dengan dunia nyata..67.. Sebagai alternatif soal yang akan diujikan untuk penilaian/uji kompetensi pada setiap bab (bahasan) disajikan sebagai berikut. 4 + b maka pasangan (a. Soal untuk Penilaian/Uji Kompetensi Pada Bab I 36( x × 2 y ) 2   12 x(3 y ) 2  . bidang ilmu lain. Tentukan jumlah pangkat tiga dari bilangan-bilangan tersebut. 3. Mencapai ketuntasan belajar peserta didik mencapai kompetensi dasar yang ditetapkan pada kurikulum matematika 2013. Soal untuk Penilaian Kompetensi Siswa Guru matematika di sekolah dapat berkoordinasi dengan teman guru di Musyawarah Guru Mata Pelajaran Matematika atau mengembangkan sendiri soal yang akan digunakan untuk penilaian/uji kompetensi diakhir setiap bab (bahasan)i pada buku siswa atau buku guru. Tujuan Pembelajaran Remedial dan Pengayaan Pelaksanaan pembelajaran remedial dan pengayaan bertujuan untuk 1. 3 2 420 Buku Guru Kelas X . Sebuah situs purbakala memiliki luas 7000 are.1 Sederhanakanlah    ÷  2 2  3x × y   9x y  1. Apabila nilai k untuk situs tersebut adalah 0. taksirlah jumlah penduduk yang ada di sekitar situs pada masa itu.4 Salah satu rumus yang digunakan untuk menaksir populasi yang menempati suatu situs adalah P = ak dengan a luas (dalam are) dan k konstata.

Soal untuk Penilaian/Uji Kompetensi Pada Bab III 3.5 Seekor burung camar laut dari ketinggian 28 meter melihat ikan pada jarak 25 m sehingga ia terbang menukik ke permukaan laut dan menyelam sejauh 3 meter dan langsung bergerak kembali ke permukaan dan langsung terbang kembali ke angkasa seperti gambar. tentukan nilai 4 dari  a log ( bc )  2 !   1 1. 2. dan c bilangan real. Jika kita andaikan permukaan laut sebagai sumbu x maka fungsi pergerakan Tentukanlah nilai a dan b tersebut.6 Gambarkanlah grafik fungsi f(x) = 2 log( x + 2). b adalah bilangan real. 2. Tentukan penyelesaian sistem persamaan linier 3x – 4y = 2 kepalanya ditambah seperlima panjang tubuhnya.2 Gambarkanlah grafik fungsi f(x) = |3x + 1|. riel. Soal untuk Penilaian/Uji Kompetensi Pada Bab II 2. f (x x− ) xb a  b dengan a. 2. 3. dan a. c bilangan positif. Buktikan jika |a| = |b| dan |a + b| = |c| maka |a| ≤ |c|. Sekarang. (1 inci = 2. Jika panjang kepala ikan adalah 5 inci.c ≠ 1. x∈ R dan x > 0 . clog b = 2 . Buktikan |a| = a dan |a × b| = |a| × |b| 2. a. 36 m Jika kita andaikan permukaan laut sebagai sumbu x maka fungsi pergerakan burung tersebut adalah f ( x) = a+ dengan a.2. berapa panjang keseluruhan ikan tersebut ?. b.1. 5 Soal Penilaian/Uji Kompetensi Pada Bab III x + 2untuk y = 7 dengan cara grafik dan determinan. b adalah bilangan burung tersebut adalah Tentukanlah nilai a dan b tersebut. 54 .3 Misalkan a dan b bilangan real. 3. 2.5 Jika alog b = 4. Panjang tubuhnya empat dan 5x + 2y = 7 dengan cara grafik dan determinan. umur Ibu adalah 21 tahun lebihnya dari 1/3 umurnya pada 5 tahun yang lalu. x bilangan real dan tentukan titik potongnya terhadap Sumbu-x. Tentukanlah berapa umur Ibu saat ini. Panjang tubuhnya empat perlima dari panjang keseluruhan ikan. b.1 Umur Ibu 2 tahun yang lalu adalah 1/3 kali umur Ibu pada c tahun yang akan datang dengan adalah bilangan bulat positif. 1. 3. Seekor ikan mas memiliki ekor yang panjangnya sama 421 dengan panjang Matematika kepalanya ditambah seperlima panjang tubuhnya.4 Misalkan a.2 Seekor ikan mas himpunan memiliki ekor yang panjangnya sama dengan panjang 3.1 Tentukan himpunan penyelesaian sistem persamaan linier 3x – 4y = 2 dan 3.

Jika ketiganya bekerja. dengan I matriks identitas perkalian matriks. 54 cm). 3. Soal untuk Penilaian/Uji Kompetensi Pada Bab IV  −3a 4. dan Rp. Jika hanya mesin A dan B bekerja. d. B.-. 120.-.5 Misalkan p adalah jumlah maksimum dikurangi jumlah minimum dari himpunan penyelesaian yang memenuhi sistem pertidaksamaan linear di bawah ini. 4. c. SS.000. e.3 Diketahui matriks A =   .700 lensa yang dapat dihasilkan dalam satu minggu.4 Selidikilah apakah sistem persamaan linear berikut adalah homogen dan tentukan bilangan bulat yang memenuhi sistem persamaan linier berikut x + y + z = 0 7x + 3y – 5z = 0 3 –2x – y + z = 0 2 3.1 Diketahui matriks T =   b+c   e − 2d a − 2b  8 4 0  2d + c  dan R =  2 10 −1 . Tentukanlah matriks A . b. Jika hanya mesin A dan C yang bekerja. Rp.2 Misalkan matriks A3×3. dan f! 4. 1 0 4. dan C. Jika matriks    e−3f   Rt = T. Berapa banyak lensa yang dihasilkan oleh tiap-tiap mesin dalam satu minggu.200 lensa yang dapat dihasilkan dalam satu minggu. berapa panjang keseluruhan ikan tersebut? (1 inci = 2. 2x + 5y ≤ 600 4x + 3y ≤ 530 2x + y ≤ 240 a) Gambarkanlah pertidaksamaan pada sistem linier tersebut. Terdapat tiga jenis pupuk (Urea. Jika panjang kepala ikan adalah 5 inci. 3.perlima dari panjang keseluruhan ikan. 100. Buktikan A × A–1 = I. Banyak pupuk yang dibutuhkan Sumarno sebanyak Buku Guru Kelas X 422 . 0 −1 65 4. 5. b) Tentukanlah nilai p! 4. TSP} yang harus digunakan para petani agar hasil panen padi lebih maksimal. 000. 3.4 Sumarno memiliki dua  hektar  sawah yang ditanami padi dan sudah saatnya diberi pupuk.400 lensa yang dihasilkan dalam satu minggu.000. maka tentukanlah nilai a. 200.3 Sebuah pabrik memiliki 3 buah mesin A. Masingmasing harga per sak (satu karung) pupuk adalah Rp.

40 sak (karung). proyek. b. Selesaikan dengan menggunakan Determinan Matriks. Bentuk Pelaksanaan Pembelajaran Remedial Bentuk pembelajaran remedial tergantung pada jumlah peserta didik yang mengalami kegagalan mencapai kompetensi dasar yang ditetapkan. Tugas yang diberikan berbasis pada berbagai kesulitan belajar yang dialami peserta didik dan meningkatkan kemampuan peserta didik mencapai kompetensi dasar tertentu. Tentukanlah b   a Q=  dengan x∈R. d∈R. Sementara dana yang disediakan Sumarno untuk membeli pupuk adalah Rp. chek up diri. Bentuk Pelaksanaan Pembelajaran Pengayaan Bentuk pembelajaran pengayaan adalah pemberian asesmen portofolio tambahan yang memuat asesmen masalah otentik. Jika jumlah peserta didik yang mengikuti remedial lebih dari 50%. c. maka tindakan yang dilakukan adalah pemberian bimbingan secara khusus. Bentuk Pelaksanaan Pembelajaran Remedial dan Pengayaan 1.-.020. maka detB = det(A–1 BA). a. Jika jumlah peserta yang mengikuti remedial lebih dari 20% tetapi kurang dari 50%. D.6 Misalkan A dan B matriks berordo n × n. keterampilan proses. Beberapa alternatif bentuk pelaksanaan pembelajaran remedial di sekolah.5 Sebuah matriks P ordo 2 × 2 dengan P = 2   dimana a. maka tindakan yang dilakukan adalah pemberian pembelajaran ulang dengan model dan strategi pembelajaran yang lebih inovatif berbasis pada berbagai kesulitan belajar yang dialami peserta didik yang berdampak pada peningkatan kemampuan untuk mencapai kompetensi dasar tertentu. 2. maka tindakan yang dilakukan adalah pemberian tugas terstruktur baik secara kelompok dan tugas mandiri. dan asesmen kerjasama kelompok. misalnya bimbingan perorangan oleh guru dan tutor sebaya. c.  xc − sa xd − sd  4. Jika  c d  determinan dari matriks determinan P adalah α. Tunjukkan bahwa jika A adalah invertible. Pemakaian pupuk Urea 2 kali banyaknya dari pupuk SS. 6. dengan α∈R. b.000. Jika jumlah peserta didik yang mengikuti remedial maksimal 20%. Sebelum asesmen 423 Matematika . a b  4. Berapa sak masing-masing jenis pupuk yang harus dibeli Sumarno.

Keterampilan yang dibangun melalui materi matematika yang dipelajari adalah kemampuan berpikir tingkat tinggi (berpikir kritis dan kreatif) serta kemampuan adaptif terhadap perubahan. menyimpan informasi lebih mudah. 424 Buku Guru Kelas X . dan memiliki banyak minat. dan sebagainya. Materi pembahasan dituangkan dalam asesmen masalah otentik. keingintahuan lebih tinggi. superior dan berpikir abstrak. Identifikasi kemampuan berlebih peserta didik dapat dilakukan. misal belajar lebih cepat. pengamatan. berpikir mandiri. penggunaan teknologi dan membangun kerjasama antar siswa dan orang lain yang lebih memahami masalah yang diajukan dalam asesmen. antara lain melalui: tes IQ. E. dan asesmen kerjasama kelompok. Tindakan-tindakan pada proses pembelajaran memberi perhatian pada pemahaman peserta didik dan mengatasi kesulitan belajar yang dialami siswa. termasuk pengembagan kompetensi dasar peminatan. Pembelajaran pengayaan dapat dilaksanakan melalui belajar kelompok. keterampilan proses. Materi Pembahasan Dalam Pembelajaran Remedial Materi pembahasan dalam pembelajaran remedial adalah materi (bahasan) terkait kompetensi dasar yang belum dicapai oleh siswa. chek up diri. ini dikembangkan terlebih dahulu dilakukan identifikasi kemampuan belajar berdasarkan jenis serta tingkat kelebihan belajar peserta didik. proyek. wawancara. dengan tolok ukur KKM yang ditetapkan. F. Materi Pembahasan Dalam Pembelajaran Pengayaan Materi pembahasan pada pembelajaran pengayaan bertumpu pada pengembangan kompetensi dasar wajib yang tertera pada kurikulum matematika 2013. tes inventori. belajar mandiri. bimbingan khusus dari guru dan para ahli (mentor).

Inc. M. and technology (new practice for new millennium. Gauntlett. Chung. Pengembangan Model Pembelajaran Matematika Berdasarkan Masalah Berbasis Budaya Batak. Slavin. Grades 7 –12. (2001). United States of America: the national academy of sciences. J. (2002). Howard. California Mathematics. Linear Algebra. P. Chris. The Essentials of Mathematics. Johnstone. Howard. mathematics. Cambridge. United States of America: Clay Mathematics Institute. United Kingdom: United Kingdom at the University Press. Inc. Surabaya: Program Pascasarjana UNESA. United States of America: The Association for Supervision and Curriculum Development (ASCD). (2004). Gross. United States of America: Saint Michael’s College Colchester. Elementary Linear Algebra with Applications. Masschusetts: Allyn and Bacon Publishers.Anton. Encyclopedia of Mathematics and Its Applications. Robert. Hefferon. Bruce. Matematika 425 . M. Notes on Logic and Set Theory. Douglas. (1994). (2008). center for education national research council (2001). Deborah Loewenberg.T. Strings and Geometry. Ball. (2005). A Course in Probability Theory. Kathy (2006). Bornok. USA: Academic Press. Skills. New York: University of Cambridge. Educational psychology. Educating Teachers of science. (2003). theories and practice. United States of America: RAND. Mathematical Proficiency for All Students (Toward a Strategic Research and Development Program in Mathematics Education). Checkley . The McGraw-Hill Companies. Rorres. Fourth Edition. John Wiley & Sons. E. Columbus-USA. Kai Lai. Jim (2006). Magurn A. and Problem Solving 7. Sinaga. Committee on science and mathematics teacher preparation. Consepts. (2002). dkk. (2007).

Surabaya: Unesa. A Problem Solving Approach. (2009). 2011. Matematika ke 2. John A. Singapore: Federal Publication (S) Pte Lsd. R. United States of America: Allyn & Bacon. Mathematics. Martin. (2010). Depdikinas. (2005). (1995). dkk. Depdiknas. Haese. (2009). S. Elementary and Middle School Mathematics (teaching developmentally). Jhon. Mathematics For Yhe International Student (International Baccalaureate Mathematics HL Course). Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan. (2004). (2009). Van de Walle. Bruce. Matematika. 2009. (1990). Pembelajaran Matematika Realistik. Kangiran Marthen. Sordijanto. New York: Longman. Owen. Matematika Inovatif. dkk. Makalah.Soejadi. Australia: Haese & Harris Publication. Elementary school mathematics: teaching developmentally. Urban. dkk. P. Jakarta: Pusat Perbukuan. Ayu Kurniasih. D. M. (2010). Jakarta: Pusat Perbukuan. Siswanto. J. Tan. Matematika XI IPA. Haese. R. Nugroho. Jakarta: Pusat Perbukuan Depdiknas. Oon Seng. 426 Buku Guru Kelas X . Diah. Van de Walle.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Cancel anytime.