P. 1
MIKROBA TANAH

MIKROBA TANAH

|Views: 61|Likes:
MIKROBA DALAM TANAH SEBAGAI PENGURAI ZAT PENCEMAR
MIKROBA DALAM TANAH SEBAGAI PENGURAI ZAT PENCEMAR

More info:

Published by: Rani Lavigne Luvph Paramore on Dec 03, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/28/2014

pdf

text

original

MIKROBA TANAH

June 17, 2009 · by Chrysant ·

in Environmental. ·

8 Votes

Susunan mikroba di dalam tanah sebagian besar terdiri dari bakteri, fungi, dan mikroalga. Populasi mikroba dalam tanah dipengaruhi oleh beberapa faktor yang mempengaruhi pertumbuhan mikroba yaitu: 1) jumlah dan macam zat hara,

2)

kelembaban,

3)

tingkat aerasi,

4)

suhu,

5)

pH, dan

6)

perlakuan pada tanah seperti penambahan pupuk atau banjir yang dapat menyebabkan peningkatan jumlah

mikroba.

Populasi mikroba di dalam tanah terbagi menjadi 3 golongan (Kusnadi et al., 2003), 1) Golongan autotonus, yaitu golongan mikroba yang selalu tetap didapatkan di dalam tanah dan tidak tergantung kepada pengaruh lingkungan luar seperti iklim, temperatur, kelembaban; 2) Golongan zimogenik, yaitu golongan mikroba yang kehadirannya di dalam tanah diakibatkan oleh adanya pengaruh luar yang baru, misalnya penambahan senyawa organik; 3) Golongan transien, yaitu golongan mikroba yang kehadirannya bersamaan dengan adanya penambahan mikroba secara sengaja, misalnya dalam bentuk inokulumRhizobium atau Azotobacter ke dalam tanah. Mikroba tanah berfungsi sebagai agen biokemik dalam pengubahan senyawa organik yang kompleks menjadi senyawa anorganik. Perubahan senyawa kimia didalam tanah, terutama pengubahan senyawa organik yang mengandung karbon, nitrogen, sulfur, dan fosfor menjadi senyawa anorganik. Proses ini disebut mineralisasi, didalamnya terlibat sejumlah besar perubahan senyawa kimia serta peranan bermacam-macam spesies mikroba. Mikroorganisme Anggota

Bakteri

Ordo Pseudomonadales dan Eubatcerialeus

Actinomycetes

Genus Streptomyces (pleomorfisme dan berfilamen)

Jamur

Kelas Phycomycetes (Rhizopus, Mucor, Absidia) , kelas Deuteromycetes (Penicililum,Aspergillus, Alternaria, Stemphylum, Hormodendrum)

terutama tanah dengan kelembaban yang mencukupi dengan mengandung kandungan substrat yang cukup banyak. mengatur masuknya nutrient dan air ke dalam sel. yaitu suatu enzim yang dapat menghasilkan radikal hidroksil yang mampu merombak lignin menjadi zat yang dapat didegradasi oleh bakteri. dan Protozoa. Jumlah tersebut akan berkurang pada kedalaman tanah (Foth. o Jamur Jamur hidup dalam tanah dengan jumlah yang sangat besar dan memperbanyak diri dengan spora serta bersifat heterothropis dengan memanfaatkan karbon sebagai sumber karbon. Sel jamur umumnya termasuk golongan eukaryotes. Beberapa kelompok mikroorganisme yang pentig dalam kaitannya dengan mobilitas dan keberadaan zat pencemar. karena beberapa diantaranya seperti white rot fungi mempunyai kemampuan untuk merombak zat lignin. membrane sel yang merupakan lapisan semipermeabel. merupakan bakteri yang dapat mereduksi sulfat menjadi sulfide. Tanah merupakan lingkungan yang baik bagi mikroorganisme. Berdasarkan bentuknya Eubacteria dapat berbentuk bulat (cocci). Membran dan dinding sel adalah bagian terpenting dari sel abkteri. Bakteri dari kelompok Actinomycetes seperti Nocardia dan Mycobacterium memiliki peran penting dalam mendegradasi hidrokarbon yang berasal dari minyak bumi. yaitu: o o o Eubacteria Mycobacteria Spirochetes Eubacteria merupakan bakteri terbanyak yang terdapat di dalam tanah yang umumnya bergerak menggunakan flagella dan mempunyai dinding sel yang tebal dan kaku. terutama pada horison A. yaitu mikroorganisme yang selnya tidak memiliki organ inti. Eldrien dan PCB (watts. Algae. Terdapat korelasi yang kuat bahwa semakin banyak kandungan organik tanah dan oksigen. Berdasarkan struktur dinding sel dan pergerakannya. Keberadaan seperti bakteri dan jamur di dalam tanah paling dominan terdapat pada horison A dan B. Berdasarkan dinding selnya. 1991). B dan C. Tidak kurang 28 jenis spesies mikroorganisme ditemukan dalam tanah dan air tanah yang tercemar (Rainwater. terutama organic antara lain: Bakteri. maka jumlah dan jenis mikroorganismenya juga semakin tinggi. Jamur penting dalam mendegradasi zat organik sisa tanaman. Sedangkan mycobacteria bergerak dengan melayang (gliding) dan spirochetes bergerak menggunakan filamen. karena memiliki ikatan ßglycosidic. Selain lignin radikal hidroksil dapat mendegradasi chlorinated pestisida seperti DDT. yang merupakan suatu polimer yang terdapat di dalam bahan tanaman (misalnya kayu) yang sangat sulit dirombak oleh enzim bakteri. Diperkirakan terdapat tidak kurang satu juta bakteri dalam 1 gram tanah. walaupun pada kedalaman 900 meter dibawah permukaan tanah aktivitas mikroorganisme masih ditemukan (Bower.Penghuni tanah dapat berupa hewan tingkat rendah sampai hewan tingkat tinggi. Pada kedalaman ribuan meter di dalam tanah pun ditemukan kehidupan mikroorganisme (McNabb dan Dunlap. Tidak kurang 23 jenis bakteri yang mampu mendegradasi hidrokarbon alifatik. Bakteri yang dapat digunakan dalam mendegradasi zat pencemar dalam tanah antara lain Pseudomonas. Jamur. tongkat (rod) dan helix seperti vibrio dan spirilla. 1977). Nocardia. Mycobacterium. 1984). Arthrobacter dan Bacillus. Kepadatan tertinggi makhluk hidup dalam tanah ditemui pada horison A. 1978). 1975). Contoh Eubacteria berbentuk vibrio yaitu Desulfurbio. Bakteri dan jamur merupakan kelompok yang memiliki peran yang terpenting dalam kaitannya dengan mobilitas dan keberadaan zat pencemar. . dimana seluruhnya hidup atau dapat ditemukan dalam tanah (Bitton. B dan C dan yang paling banyak terdapat di horison A. bakteri sendiri dapat dibagi menjadi tiga kelompok. mycobacteria dan spirochetes memiliki dinding sel yang tipis dan fleksibel. Bakteri dapat hidup subur dalam tanah. 1984). Jamur mampu mengeluarkan suatu enzim peroxidase. o Bakteri Bakteri dan cyanobacteria termasuk dalam golongan prokaryotes.

dan menumbuhkan sel khamir. Oleh sebab itu dengan adanya Actinomycetes dalam tanah. untuk membawa stok kultur. Beberapa jenis jamur seperti Phanerochaete chrysosporium dan P. temperatur. agar Sabouroud untuk isolasi jamur dan agar nutrisi untuk bakteri. . Fungi imperfekti dan Basidiomycetes. Untuk membuatnya. Yeast Glycerol Agar berfungsi untuk isolasi. Beberapa jebs jamur dari kelompok ragi (yeast) telah diidentifikasikan mempunyai kemampuan untuk mendegradasi hidrokarbon alifatik dan pestisida. dalam artian mikroorganisme heterotrof. dan untuk mengisolasi organisme dalam kultur murni. Agar dilarutkan dengan komposisi lain dan disterilisasi dengan autoklaf pada 121°C selama 15 menit. Na merupakan salah satu media yang umum digunakan dalam prosedur bakteriologi seperti uji biasa dari air. enumerasi. Jenis medium yang digunakan adalah agar yeast glycerol untuk media pertumbuhan actinomycetes. Media ini merupakan media sederhana yang dibuat dari ekstrak beef. serta melindungi akar rambut tersebut. Lingkungan tanah akan berbeda dari satu lokasi dengan lokasi lainnya. Selain agar kedua jenis mdium lain ditambahkan 10mg Aureomycin (klortetrasiklin) per mililiter medium untuk menghambat pertumbuhan bakteri. polycyclic aromatic. bahkan beberapa dapat mendegradasi zat pencemar organik dalam tanah yang berbahaya. chlorocarbon. PCB dan beberapa jenis pestisida seperti DDT. yaitu Phycomycetes. Pada umumnya Actinomycetes terdapat di dalam sub strat alam yaitu terutama segala jenis dan macam tanah. Kemudian siapkan wadah sesuai yang dibutuhkan. Aktivitas jamur yang hidup di sekitar akar tumbuhan (rhizosphere). kecuali pada tanah asam seperti humus hutan dan rawa —rawa . dan agar. Ascomycetes. pH. kandungan gas oksigen dan komposisi organik maupun anorganik tanah. produk pangan. Selain itu aktivitas jamur di daerah perakaran menarik bakteri yang menguntungkan seperti rhizobia yang pada akhirnya dapat meningkatkan aktivitas biologis jamur. pepton. semua bahan dicampur dengan ditambah CaCO 3 terlebih dahulu sebanyak 0. Jamur tersebut diatas juga mampu mendegradasi lignin. terutama tanah sawah sangat panting artinya untuk mengontrol perkembangan mikroba tanah terutama yang pathogen. lindane serta zat pewarna seperti azo dyes (Lewandoski 1990 dan Dhawale. Jenis mikroba tanah sangat bervariasi sehingga untuk menganalisanya diperlukan salah satu metodenya yaitu metode pengenceran. NA juga digunakan untuk pertumbuhan mayoritas dari mikroorganisme yang tidak selektif. 1990). pepton 10 g. Jamur diklasifikasikan kedalam empat kelas.5 g lalu dilarutkan dengan akuades. sordida. 1992). Beberapa jamur dapat hidup pada rentang pH rendah 4-5 dan pH tinggi sampai dengan 10. untuk pertumbuhan sampel pada uji bakteri.000 ml dan 15 g agar/L. membentuk simbiose dengan akar tanaman membantu dalam menarik air tanah. telah diidentifikasikan memiliki kemampuan dalam mendegradasi zat pencemar berbahaya di dalam tanah seperti pentachlorophenol dengan konsentrasi sampai dengan 500 ppm (Lamar. hampir tidak ada di temukan. jamur memiliki kemampuan untuk hidup pada rentang pH yang lebih luas. NaCl 5 g. karena menambah luas permukaan. Nutrien agar adalah medium umum untuk uji air dan produk dairy. sewage. PGYA dapat digunakan untuk mengidentifikasi mikroba terutama sel khamir. Kemudian dimasukkan dalam erlenmeyer dan disumbat dengan kapas lalu disterilisasi pada suhu 121°C selama 15 menit. sehingga memungkinkan terdapatnya ” plant — diseases dapat di hindarkan dan tanah akan menjadi lebih sehat karena babas dari mikroba pathogen. air desitilat 1.Bila dibandingkan dengan bakteri. Dengan adanya dekstrosa yang terkandung dalam media ini. Basidiomycetes merupakan jamur yang aktif di dalam tanah untuk pelapukan dan degradasi zat organik yang berasal dari tumbuhan. Faktor yang mempengaruhi dan menentukan jenis mikroba pada suatu sampel tanah adalah kelembaban. Untuk komposisi nutrien adar adalah eksrak beef 10 g.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->