A.

Pengertian PTK Penelitian Tindakan Kelas (PTK) pertama kali diperkenalkan oleh ahli psikologi sosial Amerika yang bernama Kurt Lewin pada tahun 1946. Inti gagasan Lewin inilah yang selanjutnya dikembangkan oleh ahli-ahli lain seperti Stephen Kemmis, Robin McTaggart, John Elliot, Dave Ebbutt, dan sebagainya. PTK di Indonesia baru dikenal pada akhir dekade 80-an. Oleh karenanya, sampai dewasa ini keberadaannya sebagai salah satu jenis penelitian masih sering menjadikan pro dan kontra, terutama jika dikaitkan dengan bobot keilmiahannya. Jenis penelitian ini dapat dilakukan didalam bidang pengembangan organisasi, manejemen, kesehatan atau kedokteran, pendidikan, dan sebagainya. Di dalam bidang pendidikan penelitian ini dapat dilakukan pada skala makro ataupun mikro. Dalam skala mikro misalnya dilakukan di dalam kelas pada waktu berlangsungnya suatu kegiatan belajarmengajar untuk suatu pokok bahasan tertentu pada suatu mata kuliah. Untuk lebih detailnya berikut ini akan dikemukan mengenai hakikat PTK. Menurut John Elliot bahwa yang dimaksud dengan PTK ialah kajian tentang situasi sosial dengan maksud untuk meningkatkan kualitas tindakan di dalamnya (Elliot, 1982). Seluruh prosesnya, telaah, diagnosis, perencanaan, pelaksanaan, pemantauan, dan pengaruh menciptakan hubungan yang diperlukan antara evaluasi diri dari perkembangan profesional. Pendapat yang hampir senada dikemukakan oleh Kemmis dan Mc Taggart, yang mengatakan bahwa PTK adalah suatu bentuk refleksi diri kolektif yang dilakukan oleh peserta–pesertanya dalam situasi sosial untuk meningkatkan penalaran dan keadilan praktik-praktik itu dan terhadap situasi tempat dilakukan praktikpraktik tersebut (Kemmis dan Taggart, 1988). Menurut Carr dan Kemmis seperti yang dikutip oleh Siswojo Hardjodipuro, dikatakan bahwa yang dimaksud dengan istilah PTK adalah suatu bentuk refleksi diri yang dilakukan oleh

para partisipan (guru, siswa atau kepala sekolah) dalam situasisituasi sosial (termasuk pendidikan) untuk memperbaiki rasionalitas dan kebenaran (a) praktik-praktik sosial atau pendidikan yang dilakukan dilakukan sendiri, (b) pengertian mengenai praktik-praktik ini, dan (c) situasi-situasi ( dan lembaga-lembaga ) tempat praktik-praktik tersebut dilaksanakan (Harjodipuro, 1997). Lebih lanjut, dijelaskan oleh Harjodipuro bahwa PTK adalah suatu pendekatan untuk memperbaiki pendidikan melalui perubahan, dengan mendorong para guru untuk memikirkan praktik mengajarnya sendiri, agar kritis terhadap praktik tersebut dan agar mau utuk mengubahnya. PTK bukan sekedar mengajar, PTK mempunyai makna sadar dan kritis terhadap mengajar, dan menggunakan kesadaran kritis terhadap dirinya sendiri untuk bersiap terhadap proses perubahan dan perbaikan proses pembelajaran. PTK mendorong guru untuk berani bertindak dan berpikir kritis dalam mengembangkan teori dan rasional bagi mereka sendiri, dan bertanggung jawab mengenai pelaksanaan tugasnya secara profesional. Berdasarkan pendapat-pendapat di atas, jelaslah bahwa dilakukannya PTK adalah dalam rangka guru bersedia untuk mengintropeksi, bercermin, merefleksi atau mengevalusi dirinya sendiri sehingga kemampuannya sebagai seorang guru/pengajar diharapkan cukup professional untuk selanjutnya, diharapkan dari peningkatan kemampuan diri tersebut dapat berpengaruh terhadap peningkatan kualitas anak didiknya, baik dalam aspek penalaran; keterampilan, pengetahuan hubungan sosial maupun aspek-aspek lain yang bermanfaat bagi anak didik untuk menjadi dewasa. Masalah PTK harus berawal dari guru itu sendiri yang berkeinginan memperbaiki dan meningkatkan mutu pembelajrannya di sekolah dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan. Dengan dilaksanakannya PTK, berarti guru juga berkedudukan sebagai peneliti, yang senantiasa bersedia meningkatkan kualitas kemampuan mengajarnya. Upaya

peningkatan kualitas tersebut diharapkan dilakukan secara sistematis, realities, dan rasional, yang disertai dengan meneliti semua “ aksinya di depan kelas sehingga gurulah yang tahu persis kekurangan-kekurangan dan kelebihannya. Apabila di dalam pelaksanaan “aksi” nya masih terdapat kekurangan, dia akan bersedia mengadakan perubahan sehingga di dalam kelas yang menjadi tanggungjawabnya tidak terjadi permasahan. Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud dengan PTK ialah suatu penelitian yang dilakukan secara sistematis reflektif terhadap berbagai tindakan yang dilakukan oleh guru yang sekaligus sebagai peneliti, sejak disusunnya suatu perencanaan sampai penilaian terhadap tindakan nyata di dalam kelas yang berupa kegiatan belajarmengajar, untuk memperbaiki kondisi pembelajaran yang dilakukan. Sementara itu, dilaksanakannya PTK di antaranya untuk meningkatkan kualitas pendidikan atau pangajaran yang diselenggarakan oleh guru/pengajar-peneliti itu sendiri, yang dampaknya diharapkan tidak ada lagi permasalahan yang mengganjal di kelas. Penelitian Tindakan Kelas (PTK)/Classroom Action Research (CAR) juga dikenal dengan nama : a. Participatory Research b. Collaborative Research c. Emancipatory Research d. Action Learning e. Contextual Action Learning B. Karakteristik PTK PTK memiliki sejumlah karakteristik sebagai berikut : 1. Bersifat siklis, artinya PTK terlihat siklis-siklis (perencanaan, pemberian tindakan, pengamatan dan refleksi), sebagai prosedur baku penelitian. 2. Bersifat longitudinal, artinya PTK harus berlangsung dalam jangka waktu tertentu (misalnya 2-3 bulan) secara kontinyu

6. bukan menurut sudut pandang orang luar yang berjarak dengan hal yang diteliti. PTK hanya menuntut penggunaan statistik yang sederhana. Hasilnyapun tidak untuk digenaralisasi meskipun mungkin diterapkan oleh orang lain dan ditempat lain yang konteksnya mirip.3. bukan "sekali tembak" selesai pelaksanaannya. dalam arti guru sebagai peneliti sekaligus pelaku perubahan dan sasaran yang perlu diubah. dan situasi pembelajaran menjadi lebih baik dan memenuhi harapan. bukan kerepresentasifan (keterwakilan jumlah) sampel secara kuantitatif. Menggunakan konteks alamiah kelas. bukan bermaksud membangun teori dan menguji hipotesis. 5. 7. untuk memperoleh data yang diperlukan. 4. kepentingan dan tercapainya tujuan penelitian. Bermaksud mengubah kenyataan. Sebab itu. 10. artinya dalam pelaksanaan PTK selalu terjadi kerja sama atau kerja bersama antara peneliti (guru) dan pihak lain demi keabsahan dan tercapainya tujuan penelitian. artinya PTK memandang pembelajaran menurut sudut pandang orang dalam yang tidak berjarak dengan yang diteliti. bukan yang rumit. 9. artinya kelas sebagai ajang pelaksanaan PTK tidak perlu dimanipulasi dan atau direkayasa demi kebutuhan. 8. artinya PTK menggarap kasus-kasus spesifik atau tertentu dalam pembelajaran yang sifatnya nyata dan terjangkau oleh guru. Bersifat partisipatoris. Mengutamakan adanya kecukupan data yang diperlukan untuk mencapai tujuan penelitian. Ini berarti guru berperan ganda. . Bersifat partikular-spesifik jadi tidak bermaksud melakukan generalisasi dalam rangka mendapatkan dalil-dalil. Bersifat kaloboratif atau kooperatif. Bersifat kasuistik. yakni sebagai orang yang meneliti sekaligus yang diteliti pula. Bersifat emik (bukan etik).

fleksibel Baku. penelitian Format Sesuai kebutuhan Baku. untuk pelayanan/ generalisasi pembinaan. kaku Penelitian Sampel Representativitas Harus representatif sampel tidak diperhatikan Instrumen Tidak ada uji Perlu uji vailditas & validitas dan reliabilitas instrumen reliabilitas instrumen Analisis Seketika. kontekstual Umum. sering analisis statistik yang menggunakan rumit analisis statistik yang rumit Hipotesis Perlu hipotesis Perlu hipotesis tinadakan. dapat digeneralisasi Tujuan Memperbaiki Memgembangkan pembelajaran/ teori.Berdasarkan karakteristik tersebut dapat dibandingkan PTK dengan penelitian NON-PTK. segera. formal Laporan Manfaat Khusus. tidak untuk digeneralisasi . Perbandingan PTK dan penelitian kelas non PTK Aspek PTK Non PTK Masalah Dari peneliti (Guru) Bukan dari peneliti Peneliti Harus peneliti (Guru) Dapat orang lain Utama Desain Lentur. formal. Dapat ditunda (waktu Data tidak menggunakan lain).

2. C. 2011. refleksi (reflection). Permasalahan yang muncul di kelas dan usaha untuk memperbaiki dari permasalahan tersebut muncul dari dalam guru sendiri secara alami. Penelitian melalui refleksi diri (self-reflection inquiry). Alur PTK Penelitian tindakan kelas merupakan proses pengkajian melalui sistem berdaur atau siklus dari berbagai kegiatan pembelajaran. tingkatan atau daur yang memungkinkan terjadinya kerja kelompok maupun kerja mandiri secara intensif. 4.Berikut ini merupakan karakteristik PTK dan merupakan menjadi pembeda dengan jenis penelitian lain (Hamzah dkk. Peneliti memberikan perlakuan atau treatment yang berupa tindakan yang terencana untuk memecahkan permasalahan dan sekaligus meningkatkan kualitas yang dapat dirasakan implikasinya oleh subjek yang diteliti. (1992) menyatakan prosedur PTK dilaksanakan dengan 4 kegiatan utama atau tahapan yaitu Plan (perencanaan). 2011) adalah sebagai berikut: 1. Action (tindakan). observation . dan revisi (revision). Kemmis dan Mc Taggart. PTK mensyaratkan guru mengumpulkan data dari apa yang telah dilakukannya sendiri (bukan bersumber dari orang lain) melalui refleksi diri untuk menemukan kelemahan dan kekuatan dari tindakan yang telah dilakukannya dan mencoba memperbaiki kelemahan dan mengulangi bahkan menyempurnakan tindakan-tindakan yang dianggap sudah baik. 3. pelaksanaan (action). Sukardi. bukan dari dan oleh orang lain. observasi (observation). Langkah-langkah yang penelitian yang direncanakan selalu dalam bentuk siklus. Siklus penelitian tersebutyang memiliki pola: perencanaan (planning). Masalah dalam PTK dipicu oleh munculnya kesadaran pada diri guru bahwa praktik yang dilakukannya selama ini di kelas mempunyai masalah yang perlu diselesaikan.

Tahapan yang dilaksaksanakan pada tahap perencanaan meliputi identifikasi masalah. dan reflection (refleksi). Sebagai bagian dari perencanaan. guru sebagai peneliti harus berkolaborasi (bekerja sama) dan berdiskusi dengan sejawat untuk membangun kriteria dan kesamaan bahasa dan persepsi dalam merancang tindakan perbaikan. perumusan masalah. Alur pelaksanaan PTK dapat digambarkan seperti pada Gambar berikut: Secara ringkas tahapan kegiatan di atas dapat dijelaskan sebagai berikut: 1. Planning (Rencana) Rencana merupakan kegiatan pokok pada tahap awal yang harus dilakukan guru sebelum melakukan PTK. Dengan perencanaan yang baik guru pelaksana PTK akan lebih mudah untuk mengatasi kesulitan dan mendorong guru untuk bertindak dengan lebih efektif. dan formulasi tindakan dalam bentuk hipotesis tindakan. analisis masalah. Adapun tahapannya adalah sebagai berikut : .(pengamatan).

Dalam proses perenungan itu terbuka peluang bagi guru untuk menemukan kelemahan-kelemahan praktek pembelajaran yang selama ini dilakukan secara tanpa disadari. Manakala guru merasa puas terhadap apa yang ia lakukan terhadap proses pembelajaran di kelasnya. mengenai apa saja yang telah dilakukan dalam proses pembelajaran dalam rangka mengidentifikasi sisi-sisi lemah yang mungkin ada. serta berfikir balik. Dengan kata lain. agar guru dapat menerapkan PTK dalam upayanya untuk memperbaiki dan/atau meningkatkan layanan pembelajaran secara lebih professional. permasalahan yang diangkat dalam PTK harus benar-benar merupakan masalah- . merenung. pertama-tama yang harus dimiliki guru adalah perasaan ketidakpuasan terhadap praktek pembelajaran yang selama ini dilakukannya. guru perlu memulainya sedini mungkin begitu ia merasakan adanya persoalan-persoalan dalam proses pembelajaran.a. untuk memanfaatkan secara maksimal potensi PTK bagi perbaikan proses pembelajaran. Dengan kata lain guru harus mampu merefleksi. Identifikasi Masalah Pertanyaan yang mungkin timbul bagi guru pemula PTK adalah : bagaimana memulai Penelitian Tindakan Kelas ? Untuk dapat menjawab pertanyaan tersebut. Meskipun sebenarnya terdapat banyak hambatan yang dialami dalam pengelolaan proses pembelajaran. ia dituntut keberaniannya untuk mengatakan secara jujur khususnya kepada dirinya sendiri mengenai sisi-sisi lemah masih terdapat dalam implementasi program pembelajaran yang dikelolanya. yang kemudian dapat memicu dimulainya sebuah PTK Oleh sebab itu. Oleh karena itu. sulit kiranya bagi guru untuk memunculkan pertanyaan seperti di atas.

guru. interaksi. kurikulum. Berbekalkan kejujuran dan kesadaran untuk mengidentifikasi masalah. pembelajaran dan hasil belajar siswa. beberapa contoh pertanyaan yang diajukan guru pada diri sendiri. bukan permasalahanyang disarankan. Dengan berangkat dari gagasan-gagasan awal tersebut. bahan ajar. untuk mendorong pikiran dalam mengembangkan fokus permasalahan. guru dapat berbuat sesuatu untuk memperbaiki keadaan dengan menggunakan PTK. 1) Apa yang sedang terjadi di kelas saya ? 2) Masalah apa yang ditimbulkan oleh kejadian itu ? 3) Apa pengaruh masalah tersebut bagi kelas saya? 4) Apa yang terjadi jika masalah tersebut saya biarkan? 5) Apa yang dapat saya lakukan untuk mengatasi masalah tersebut? Pada tahap ini. yang paling penting adalah menghasilkan gagasan-gagasan awal mengenai permasalahan aktual yang dialami oleh guru di kelas. Menurut Hopkins (1993) guru dapat menemukan permasalahan tersebut bertitik tolak dari gagasangagasan yang masih bersifat umum mengenai keadaan yang perlu diperbaiki. b. apalagi ditentukan oleh pihak luar. Permasalahan tersebut dapat berangkat (bersumber) dari siswa. Analisis Masalah Setelah memperoleh permasalahanpermasalahan melalui proses identifikasi tersebut. maka guru peneliti selanjutnya melakukan analisis terhadap masalah-masalah tersebut untuk menentukan . kita dapat bertanya pada diri sendiri.masalah yang dihayati oleh guru dalam praktek pembelajaran yang dikelolanya.

dan 5) Kaitkan PTK yang akan dilaksanakan dengan prioritas-prioritas yang ditetapkan dalam rencana pengembangan sekolah. Dalam hubungan ini. kurang kerjasama dalam diskusi dan eksperimen). Beberapa hal yang perlu menjadi pertimbangan bagi guru dalam menganalisis permasalahan adalah sebagai berikut: 1) Pilih permasalahan yang dirasa penting oleh guru sendiri dan siswanya. maka guru selanjutnya perlu merumuskan permasalahan secara lebih jelas. atau topik yang melibatkan guru dalam serangkaian aktivitas yang memang diprogramkan oleh sekolah 2) Jangan memilih masalah yang berada di luar kemampuan dan/atau kekuasaan guru untuk mengatasinya 3) Pilih dan tetapkan permasalahan yang skalanya cukup kecil dan terbatas 4) Usahakan untuk bekerja sama dalam pengembangan fokus penelitian. sikap siswa dalam berdiskusi atau sikap siswa dalam melakukan percobaan. Perumusan Masalah Setelah mengidentifikasi dan menganalisisnya. spesifik. c. akan ditemukan permasalahan yang sangat mendesak untuk diatasi seperti misalnya penguasaan materi pelajaran pada topik pewarisan sifat. Permasalahan tersebut jika tidak segera diselesaikan akan menimbulkan dampak negatif yang besar (Tidak tercapainya Kriteria Ketuntasan Minimal. dan .urgensi penyelesaiannya. Walaupun demikian. tidak semua permasalahan dalam pembelajaran yang dapat diatasi dengan PTK (seperti kesalahan-kesalahan faktual dan/atau konseptual yang terdapat dalam buku paket).

jenis data yang perlu dikumpulkan termasuk prosedur pengumpulan data serta cara menginterpretasikannya. Agar dapat menyusun hipotesis tindakan dengan tepat. Jadi hipotesis adalah alternatif yang diduga dapat memecahkan masalah yang ingin diatasi dengan penyelenggaraan PTK. Perumusan permasalahan yang lebih tajam itu dapat dilakukan diagnosis kemungkinan-kemungkinan penyebab yang lebih cermat. Bentuk rumusan hipotesis tindakan berbeda dengan rumusan hipotesis ”penelitian formal”. Hipotesis Tindakan Alternatif perbaikan yang akan ditempuh dirumuskan dalam bentuk hipotesis tindakan yaitu dugaan mengenai perubahan perbaikan yang akan terjadi jika suatu tindakan dilakukan. Perumusan Masalah harus jelas. sehingga terbuka peluang untuk menjajaki alternatif-alternatif tindakan perbaikan yang diperlukan. Termasuk yang berbentuk latihan guna meningkatkan keterampilan untuk melakukan tindakan perbaikan yang dimaksud. d. guru sebagai peneliti perlu melakukan : . dinyatakan dengan kalimat tanya. (dijelaskan lebih lanjut pada bagian penyusunan proposal PTK). Perumusan masalah yang jelas akan membuka peluang bagi guru untuk menetapkan tindakan perbaikan (alternatif solusi) yang perlu dilakukannya. maka hipotesis tindakan adalah dugaan guru tentang cara terbaik untuk mengatasi masalah. penetapan tindakan perbaikan yang akan dicobakan itu juga memberikan arahan kepada guru untuk melakukan berbagai persiapan. Disamping itu.operasional. Jika hipotesis penelitian formal menyatakan adanya hubungan antara dua kelompok atau lebih.

alternatif tindakan perbaikan hendaknya mempunyai landasan yang mantap secara konseptual.. peneliti dsb. namun tetap ada dalam jangkauan kemampuan guru untuk melaksanaannya dalam kondisi dan situasi sekolah yang aktual. 3) Kajian pendapat dan saran pakar pendidikan khususnya yang telah disampaikan dalam kegiatan ilmiah. Terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam merumuskan hipotesis tindakan.. 2) Diskusi dengan rekan sejawat. Disamping itu juga perlu ditetapkan cara penilaiannya sehingga dapat memfasilitasi pengumpulan serta analisis data secara cepat namun tepat. pakar pendidikan. 4) Kajian teoritik di bidang pelajaran pendidikan. perlu dikaji ulang dan dievaluasi dari segi relevansinya dengan tujuan. 4) Pikirkan dengan seksama perubahan-perubahan (baca : perbaikan-perbaikan) yang secara implisit dijanjikan melalui hipotesis tindakan itu. 3) Pilih alternatif tindakan serta prosedur implementasi yang dinilai paling menjanjikan hasil optimal. 5) Kajian hasil-hasil penelitian yang relevan dengan permasalahan. dapat dijadikan landasan untuk membangun hipotesis. 2) Setiap alternatif tindakan perbaikan yang dipertimbangkan. kelayakan teknis serta keterlaksanaannya. dan 6) Hasil kajian tersebut.1) Merefleksikan pengalaman sendiri sebagai guru. Dengan kata lain. 1) Rumusan alternatif tindakan perbaikan berdasarkan hasil kajian. baik . selama program perbaikan ini diimplementasikan.

psikologis. Oleh karena itu. PTK dilakukan bukan karena ditugaskan oleh atasan atau bukan karena didorong oleh imbalan finansial.. apabila didukung oleh kemampuan dan komitmen guru yang merupakan aktornya. Setelah diperoleh gambaran awal hipotesis tindakan. sebagai aktor PTK guru hendaknya cukup realistis dalam menghadapi kenyataan keseharian dunia sekolah dimana ia berada dan melaksanakan tugasnya Untuk melakukan tindakan agar menghasilkan dampak/hasil sebagaimana yang diharapkan. Menurut Soedarsono (1997). harus ditetapkan sedemikian rupa sehingga masih dalam batas-batas kemampuan siswa. Selain itu keberhasilan pelaksanaan PTK juga ditentukan oleh adanya komitmen guru yang tergugah untuk melakukan tindakan perbaikan.yang berupa proses dan hasil belajar siswa maupun teknik mengajar guru. untuk melaksanakan PTK kadang-kadang masih diperlukan peningkatan kemampuan guru melalui berbagai bentuk pelatihan sebagai komponen penunjang. maka selanjutnya perlu dilakukan pengkajian terhadap kelayakan dari masing-masing hipotesis tindakan itu dari segi ”jarak” antara situasi nyata dengan situasi idel yang dijadikan rujukan. Dengan kata lain. diperlukan kelayakan hipotesis tindakan terlebih dahulu. maupun etik. sosial dan budaya. Implementasi suatu PTK akan berhasil. Kemampuan siswa juga perlu diperhitungkan baik dari segi fisik. Dengan kata lain. kondisi dan situasi yang diprasyaratkan untuk penyelenggaraan suatu tindakan perbaikan dalam rangka PTK. Dengan . ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam mengkaji kelayakan hipotesis tindakan adalah sebagai berikut . Dipihak lain.

perbaikan iklim di kelas dan di sekolah justru dapat dijadikan sebagai salah satu sasaran PTK dan Karena sekolah juga sebuah organisasi. Fasilitas dan sarana pendukung yang tersedia di kelas atau di sekolah juga perlu diperhitungkan. iklim kerja sekolah juga menentukan keberhasilan penyelenggaraan PTK.. Namun pertimbangan ini tidak dapat diartikan sebagai kecendrungan untuk mempertahankan status kuo. Dengan kata lain. peneliti perlu melakukan berbagai persiapan sehingga komponen yang direncanakan dapat dikelola dengan baik. 2) Membuat perangkat dan skenario pembelajaran (Silabus. Langkah-langkah persiapan yang perlu ditempuh adalah sebagai berikut : 1) Menentukan Jadwal dan Materi pembelajaran. maka guru dituntut untuk dapat mengusahakan/memilih fasilitas dan sarana yang diperlukan. demi keberhasilan PTK. Dengan kata lain. RPP. LKS.. maka selain iklim belajar sebagaimana dikemukan di atas. dukungan dari kepala sekolah serta rekan-rekan sejawat guru. Persiapan Pelaksanaan Tindakan Sebelum dilaksanakan penelitian. dapat memperbesar peluang keberhasilan PTK e. dll) yang berisikan langkahlangkah yang dilakukan guru. keberhasilan PTK juga sangat tergantung pada iklim belajar di kelas atau di sekolah. Sebab pelaksanaan PTK dengan mudah dapat terganggu oleh kekurangan dukungan fasilitas penyelenggaraan. disamping bentukbentuk kegiatan yang dilakukan siswa dalam . Selain kemampuan siswa sebagai perseorangan. Oleh karena itu.kata lain seyogyanya tidak dilaksanakan apabila diduga akan berdampak merugikan siswa.

. sehingga dapat menumbuhkan serta mempertebal kepercayaan diri dalam pelaksanaan yang sebenarnya.. efek-efek tindakan. Kegiatan pelaksanakan tindakan dilaksanakan sesuai jadwal yang ditetapkan dan pada saat yang bersamaan kegiatan pelaksanaan tindakan ini juga diikuti dengan kegiatan observasi.rangka implementasi tindakan perbaikan yang telah direncanakan. 4) Mempersiapkan cara merekam dan menganalisis mengenai proses dan hasil tindakan perbaikan. kalau perlu juga dalam bentuk pelatihanpelatihan. dan Sebagai pelaku PTK. lingkungan dan hambatan-hambatan yang muncul. Observation (Pengamatan) Pengamatan ini berfungsi untuk melihat dan mendokumentasikan pengaruh-pengaruh yang diakibatkan oleh tindakan dalam kelas. 5) Melakukan simulasi pelaksanaan. dll. hal-hal yang perlu dicatat oleh peneliti adalah proses dari tindakan. guru harus terbebas dari rasa gagal dan takut berbuat kesalahan. 3) Mempersiapkan fasilitas dan sarana pendukung yang diperlukan di kelas seperti gambar-gambar dan alat-alat peraga. Hasil pengamatan ini merupakan dasar dilakukannya refleksi sehingga pengamatan yang dilakukan harus dapat menceritakan keadaan yang sesungguhnya. Secara umum observasi adalah upaya merekam segala peristiwa dan kegiatan yang terjadi selama tindakan . Dalam pengamatan. maka langkah selanjutnya adalah melaksanakan skenario tindakan perbaikan yang telah direncanakan dalam situasi yang aktual. 3. 2. Action (Pelaksanaan Tindakan) Jika semua perencanaan tindakan telah disiapkan.

penafsiran (penginterprestasian). sistesis. Hasil dari refleksi adalah diadakannya revisi terhadap perencanaan yang telah dilaksanakan. Observasi dapat dilakukan secara terbuka dan tertutup. maka akan dapat menimbulkan resiko. melainkan hanya menyiapkan kertas kosong untuk merekam kegiatan pembelajaran yang diamati. Diskusi mengacu kepada penerapan sasaran serta pengembangan strategi perbaikan untuk menentukan perencanaan berikutrnya 4. keterampilan observasi. yang akan dipergunakan untuk memperbaiki kinerja guru pada . Observasi kelas akan memberikan manfaat apabila pelaksanaannya diikuti dengan diskusi balikan. pengamat tidak menggunakan lembar observasi. namun juga tidak terseret oleh kaidah umum yang tanpa kecuali menafsirkan interprestasi dalam pelaksanaan observasi. Reflection (Refleksi) Refleksi disini meliputi kegiatan: analisis. menjelaskan dan menyimpulkan. Pelaksanaan Observasi perlu memperhatikan prinsip: perencanaan bersama. lebih-lebih apabila pengamat adalah juga pelaksana tindakan. bahwa makna dari perangkat fakta karena proses erosi yang terjadi dalam ingatan. Pada observasi terbuka. pengamat telah menyiapkan dan menggunakan lembar observasi untuk merekam aktivitas pembelajaran yang diamati. Mekanisme perekaman hasil observasi perlu dirancang agar tidak mencampur adukkan antara fakta dan interprestasi. Pada observasi tertutup. lebih-lebih apabila pengamat hasil observasi yang telah secara utuh karena proses erosi yang terjadi dalam ingatan. kriteria. Apabila yang terakhir ini dilakukan sehingga yang direkam hanyalah fakta tanpa interprestasi.perbaikan berlangsung (dalam hal ini pada saat pembelajaran berlangsung). Hasil diskusi diinterprestasikan secara bersama-sama oleh pelaksana tindakan dan pengamat. fokus observasi. dan balikan.

data dalam PTK dapat dikumpulkan dengan . apa yang telah dihasilkan atau yang belum berhasil dituntaskan dengan tindakan perbaikan yang telah dilakukan. seperti pada Gambar diatas D. Sebagai planning untuk siklus selanjutnya. Seperti halnya penelitian jenis lain. atau perubahan sebagaimana yang diharapkan. Hal ini karena masalah yang diangkat dalam PTK bersifat kasuistik.untuk memperjelas fasefase dalam penelitian tindakan siklus spiralnya dan bagaimana pelaksanaannya. dan atau perubahan sebagaimana yang diharapkan. peningkatan. maka berarti sekaligus peneliti (guru) telah berhasil menemukan model dan prosedur tindakan yang memberikan jaminan terhadap upaya pemecahan masalah tersebut. artinya masalah yang spesifik terjadi dan dihadapi oleh guru yang melakukan PTK tersebut dan alternatif pemecahan masalah yang dilakukan belum tentu akan memberikan hasil yang sama untuk kasus serupa. maka analisis data dalam PTK bertujuan bukan untuk digeneralisasikan. Dengan demikian. melainkan untuk memperoleh bukti kepastian apakah terjadi perbaikan. penelitian tindakan tidak dapat dilaksanakan dalam sekali pertemuan karena hasil refleksi membutuhkan waktu untuk melakukannya. dan untuk menentukan tindak lanjut dalam rangka pencapaian berbagai tujuan sementara lainnya. Oleh karena itu ketika suatu PTK berhasil menunjukkan terjadinya perbaikan. Dengan kata lain. refleksi merupakan kajian terhadap keberhasilan atau kegagalan dalam pencapaian tujuan sementara. peningkatan. Refleksi dalam PTK adalah upaya untuk mengkaji apa yang telah terjadi dan/atau tidak terjadi. Analisa Data PTK Berbeda dengan penelitian lainnya.pertemuan selanjutnya. Hasil refleksi itu digunakan untuk menetapkan langkah lebih lanjut dalam upaya mencapai tujuan PTK. Bagaimana teknik analisis data dalam PTK sangat tergantung pada data yang terkumpul.

dan atau perubahan ke arah yang lebih baik jika dibandingkan keadaan sebelumnya. lembar masukan peserta didik (refleksi tindakan). cara menjawab dan penalarannya. frekuensi dan kualitas pertanyaan. soal prestasi. tugas portofolio. visual gambar. partisipasi. konsep diri. Semua instrumen tersebut harus dipersiapkan secara baik dan matang sebelum kita mulai melakukan PTK. seperti: catatan harian. peningkatan. memfokuskan. lapangan. berkala. Pada umumnya analisis kualitatif terhadap data PTK dapat dilakukan dengan tahap-tahap: menyeleksi. dan lain-lain. lembar angket/kuesioner. tabel) dengan alur sajian yang sistematis dan logis. dan bermakna dari data yang tidak berguna). yang dapat dianalisis deskriptif dan sajian visual yang menggambarkan bahwa tindakan yang dilakukan dapat menimbulkan adanya perbaikan.menggunakan berbagai instrumen penelitian (alat monitoring). dan lain-lain. misalnya tentang kesiapan peserta didik dalam mengikuti pelajaran. mengklasifikasi. Data dapat berupa angka maupun non-angka (kalimat atau kata-kata). Model analisis kualitatif yang terkenal adalah model Miles & Hubberman (1992: 20) yang meliputi : reduksi data (memilah data penting. dokumen. instrumen perekam gambar/suara (video). menyederhanakan. berpikir kritis. kreativitas. relevan. penyimpulan dari hasil yang disajikan (dampak PTK dan efektivitasnya). pedoman wawancara. lembar observasi. membuat abstraksi atas kesim-pulan makna hasil analisis. minat. kemandirian. . Analisis data difokuskan pada sasaran/variabel/objek yang akan diperbaiki/ditingkatkan. lembar penilaian unjuk kerja. mengorga-nisasi (mengaitkan gejala secara sistematis dan logis). sajian deskriptif (narasi. motivasi. kualitas kerjasama kelompok. aktivitas.

E. Laporan Penelitian Tindakan Kelas PTK Penulisan laporan PTK dilakukan setelah proses penelitian selesai. 2. Dimanfaatkan oleh guru untuk bahan kenaikkan pangkat. Sebagai sumber bagi peneliti lain atau peneliti yang sama dalam memperoleh inspirasi untuk melakukan penelitian lanjutan. maka PTK diselesaikan pada siklus 1. Jika dari hasil analisis dan refleksi. jika hasil siklus 2 juga belum memuaskan. Banyaknya siklus tergantung pada ketercapaian indikator kinerja (keberhasilan) yang sudah direncanakan. .Model analisis ini dapat digambarkan sebagai berikut: Pengumpulan Data Penyajian Data Reduksi Data Verifikasi/Penarikan Kesimpulan Jika dari hasil analisis dan refleksi. hasil yang didapat menunjukkan keberhasilan dan menurut peneliti (sebaiknya setelah berdiskusi dengan sejawat) permasalahan sudah dapat diatasi. Tetapi sebaiknya PTK dilaksanakan tidak kurang dari 2 siklus. Mungkin anda bertanya-tanya berapa siklus PTK dilaksanakan? Pada dasarnya tidak ada ketentuan berapa siklus harus dilakukan. maka dirancang kembali rencana perbaikan yang akan dilaksanakan pada siklus 2 dengan tahapan kegiatan yang sama dengan siklus 1. Pembuatan laporan penelitian tindakan kelas bertujuan untuk : 1. indikator keberhasilan belum tercapai. dilanjutkan lagi dengan siklus berikutnya. Penelitian dapat dilanjutkan pada siklus berikutnya (siklus 3).

pelaksana dan penilai hasil belajar yang terjadi di kelasnya. Dari permasalahan tersebut melalui penelitian maka diperoleh tindakan apa yang perlu dilakukan agar terjadi perbaikan dan peningkatan mutu pembelajaran. Dengan demikian melalui laporan penelitian tindakan kelas guru akan memperoleh manfaat sebagai berikut : 1. Sebagai bahan agar orang atau peneliti lain dapat memberikan saran dan kritik konstruktif untuk perbaikan penelitian tersebut. Setiap aktivitas PTK dilaporkan oleh peneliti secara jelas dan terperinci dari masalah tersebut. 3. . cara menganalisis dan merefleksi serta bagaimana hasilnya. dan 4. kelemahan dan permasalahan yang dirasakan dalam proses pembelajaran. Sebagai acuan atau perbandingan bagi peneliti untuk mengambil tindakan dalam menangani masalah yang serupa atau sama dengan modifikasi-modifikasi tertentu. pengamatan (observasi) dan refleksi. tindakan (pelaksanaan). cara mengobservasi. penelitian tindakan kelas dalam melaporkan hasil penelitian juga mengikuti aturan pelaporan kegiatan ilmiah. Seperti penelitian formal. Khususnya bagi guru sebagai perencana. Pada hakikatnya laporan PTK merupakan upaya menceritakan kembali seluruh kegiatan dari awal sampai akhir kegiatan. laporan PTK bermanfaat sebagai bahan kajian dan umpan balik untuk melakukan introspeksi dengan melihat kekurangan . Dapat digunakan sebagai bahan masukan untuk inovasi pembelajaran. mulai dari perencanaan. Dapat digunakan sebagai bahan masukan untuk mengembangkan kurikulum tingkat kelas. Laporan penelitian tindakan kelas memberikan banyak manfaat baik bagi guru sendiri maupun bagi orang lain. Mendapat pengalaman nyata Untuk memperbaiki pembelajaran 2.3.

mudah dibaca dan mudah dipahami oleh siapa pun yang memerlukannya. Dengan demikian melalui laporan penelitian masyarakat luas akan memperoleh pengetahuan tentang hasil penelitian.4. laporan PTK juga memberikan manfaat bagi guru lain maupun bagi masyarakat luas yang memerlukan informasi dan pengalaman guna perbaikan pembelajaran. Sistematika Laporan Penelitian Tindakan Kelas Laporan penelitian tidak hanya akan dibaca dan dimanfaatkan oleh peneliti itu sendiri atau si pembuat laporan. bahkan manfaat yang lebih besar adalah untuk penyebaran dan pengembangan kemajuan dunia ilmu pengetahuan dan teknologi. F. maupun akademik 6. dan disertasi. Orang lain tersebut dapat berupa pihak yang memberi tugas. sehingga bagian demi bagiannya mudah ditemukan. logis dan tertata sedemikian rupa. penguji untuk karya ilmiah dalam bentuk skripsi. Guru berperan aktif menyumbangkan pengetahuan dan keterampilan sendiri Di samping memberikan manfaat pada guru sebagai perencana dan pelaksanan kegiatan pembelajaran di kelasnya . maupun masyarakat luas yang ingin mengtahui hasil-hasil penelitian guna pengembangan dan kemajuan ilmu pengetahuan. Oleh karena itu laporan penelitian termasuk laporan penelitian tindakan kelas harus disusun secara sistematis. Sistematika laporan penelitian adalah pengaturan isi laporan penelitian berdasarkan komponen-komponen dan . Lebih jauh dari itu hasil penelitian yang dilaporkan akan mendapat tanggapan berupa tindak lanjut yang bermanfaat bagi kemajuan dan perkembangan ilmu penmgetahuan. Dapat digunakan untuk meningkatkan kepekaan atau profesionalisme guru 5. Guru lebih percaya diri untuk berkembang secara profesional. tetapi akan dibaca dan dimanfaatkan oleh orang lain yang memerlukannya. thesis.

Tujuan pnelitian d. Kajian Pustaka a. Pendahuluan a. Abstrak 4. Latar Belakang Masalah b. tidak berbeda dengan laporan penelitian pada umumnya. pelaksanaan. Sampai saat ini telah banyak sekali format sistematika laporan yang dapat digunakan sebagai panduan dalam menulis laporan hasil penelitian. Kajian teori b. dan perlu tidaknya suatu bagian dipaparkan kepada para pembaca. kelas. Rumusan Maslah c. Pada dasarnya sistematika laporan penelitian tindakan kelas. penekanan materi yang dilaporkan. karakteristik siswa dsb. Hasil penelitian terdahulu 3. pengumpulan dan pengolahan data. Bagian awal Laporan memuat komponen-komponen : 1. bagian inti dan bagian akhir. Daftar Isi ( bila ada daftar table .urutannya sehingga laporan tersebut membentuk satu kesatuan yang utuh. Senua format sistematika laporan pada dasarnya mempunyai cakupan yang hampir sama. Deskripsi per-siklus kegiatan (rencana.) b. Waktu. yang terdiri atas bagian awal. Halaman Judul (Cover luar dan cover dalam) 2. refleksi) dst. Pelaksanaan Penelitian a. seperti terlihat pada sistematika sebagai berikut: A. Perbedaanya hanya terletak pada susunan atau uruutsn penyajian. Manfaat Penelitian 2. .daftar gambar dan daftar lampiran) B. Kata Pengantar 5. mata pelajaran. pengamatan. Subyek Penelitian ( Lokasi. Bagian Inti/Isi Laporan mencakup komponenkomponen : 1. Lembar Pengesahan 3.

b. singkat. daftar tabel dan daftar gambar 1. Lembar Pengesahan Lembar pengesahan meuat tanda tangan yang menunjukkan legalitas laporan penelitian yang terdiri atas a. waktu /tahun dilaksanakan penelitian. Saran C. dan lembaga tempat peneliti bertugas serta peruntukan apa penelitian itu dilakukan.4. Daftar Pustaka 2. 2. kata pengantar dan daftar isi. Deskripsi per-siklus (data tentang rencana. Bagian Akhir Laporan terdiri atas komponenkomponen 1. Tanda tangan peneliti (ketua Peneliti). Judul dirumuskan dengan kalimat yang jelas. Kesimpulan dan Saran a. Pembahasan dari setiap siklus 5. Halaman judul biasanya terdiri atas cover luar dan cover dalam. refleksi). . Hasil Penelitian dan pembahasan a. Kesimpulan b. Penjelasan Isi Komponen Laporan Penelitian Tindakan Kelas A. abstrak. memuat halaman judul. Tanda tangan pendamping penelitian apabila penelitian tersebut dilaksanakan secara kolaboratif. Lampiran G. Bagian awal laporan Penelitian. Halaman Judul Halaman judul memuat judul penelitian. b. pengamatan pelaksanaan. kegagalan lengkap dengan data. nama peneliti lokasi. komunikatif dan menggambarkan upaya atau tindakan yang penting untuk perbaikan dan peningkatan mutu pembelajaran. subyek. kenerhasilan. lembar pengesahan.

sehingga memudahkan para pembaca untuk mencaridan memahaminya. hasil penelitian dan pembahasan. 4. Apabila terdapat gambar dan tabel yang dimuat maka perlu dicantumkan pula daftar tabel dan daftar gambar. ketua lembaga penelitian dan ain berikut stempel lembaganya 3. Melalui abstrak para pembaca dalam waktu yang cepat akan memperoleh gambaran umum dan menyeluruh tentang hasil penelitian yang dilaporkan. Abstrak Abstrak menyajikan saripati komponen-komponen penelitian mulai dari judul. prosedur pelaksanaan penelitian. dekan fakultas. dan tindakan yang dilakukan untuk perbaikan pembelajaran. kajian pustaka. 1. diketik satu spasi. Kata Pengantar Yang penting dalam kata pengantar adalah uraian yang mengantarkan para pembaca laporan kepada permaslahan yang diteliti. permasalahan. Daftar Isi Menyajikan sistematika isi laporan secara lebih rinci disertai halaman untuk setiap bagian. Tanda tangan atasan ( Kepala sekolah. prosedur pelaksanaan penelitian. penilik atau kepala dinas). Bagian Inti /Isi Laporan Penelitian Tindakan Kelas Bagian inti memuat pendahuluan. B. hasil temuan dan rekomendasi. Abstrak yang baik tidak lebih dari satu halaman. Dalam kata pengantar dapat pula disampaikan ucapan dan terima kasih pada pihak-pihak yang telah membantu dan berkontribusi dalam penelitian 5. judul bab dan subsub bab. tujuan.c. dan Kesimpulan serta saran. Pendahuluan Pendahuluan merupakan komponen awal isi laporan penelitian yang memuat latar belakang .

tujuan penelitian ( tujuan perbaikan). Latar Belakang Masalah Latar belakang masalah berisi uraian yang menjelaskan mengapa masalah itu timbul dan penting dipecahkan melalui penelitian. b. Ungkapkan pula kerugian apa yang akan timbul apabila masalah tersebut dibiarkan tidak diteliti dan dipecahkan. Pengetahuan yang luas dan terpadu mengenai teori-teori dan hasil-hasil penelitian para pakar terdahulu akan sangat membantu memudahkan merumuskan masalah yang akan diteliti. garis besar metode penelitian dan teknik pengumpulan serta pengolahan data. setelah didahului uraian tentang masslah . lokasi dan sampel penelitian. manfaat penelitian. Perumusan Masalah Hasil identifikasi dan analisis masalah yang dilakukan dengan baik akan membantu seorang peneliti mudah merumuskan masalah yang akan diteliti. Untuk mempermudah perumusan masalah dapat dinyatakan dalam bentuk kalimat tanya.masalah. perumusah masalah. identifikasi dan analisis masalah. dan keuntungan apa yang akan diperokleh apabila masalah tersebut diteliti dan dipecahkan. Dalam latar belakang penelitian tindakan kelas memuat alasan yang terkait dengan kegelisahan dan kepedulian peneliti terhadap peningkatan mutu proses pembelajaran yang sedang dilakukannya di kelas. Disamping itu berbagai kondisi empiris di lapangan yang mendorong dilakukannya identifikasi masalah dan perumusan masalah dan mendorong perlunya penelitian tindakan dan peningkatan mutu pembelajaran dilakukan. a.

Rumusan tujuan penelitian biasanya terdiri atas tujuan umum yang menggambarkan secara singkat tentang apa yang ingin dicapai melalui penelitian. Tujuan Penelitian Tujuan penelitian dalam PTK terkait dengan tujuan perbaikan pembelajaran yang nmenggambarkan hasil yang ingin dicapai setelah penelitian selesai dilakukan. Dalam metode penelitian dibahas: setting penelitian. Metode Penelitian Metode penelitian adalah cara yang ditempuh untuk memecahkan permasalahan penelitian. bagi sekolah bahkan umumnya manfaat hasil penelitian bagi inovasi pendidikan pada umumnya dan bnagi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Kegunaan Penelitian Pada bagian ini cantum nilai kegunaan hasil penelitian khusunya bagi peningkatan kualitas pembelajaran. dan tujuan khusus yang secara spesifik dirumuskan dalam bentuk butir-butir yang mengacu pada pertanyaan-pertanyaan penelitian. analisis data. seperti jumlah siswa. . indicator kerja. d. variabel-variabel yang diteliti serta kaitan antar variabel. subjek penelitian. Subyek penelitian diungkapkan kelas berapa penelitian dilakukan dan bagaimana karakteristik kelas tersebut. validasi data. Oleh karena itu tujuan penelitian harus konsisten dengan rumusan masalah dan sekaligus mencerminkan proses penelitiannya.penelitian. sumber data. e. c. Dalam setting penelitian diungkap mengenai waktu dan tempat penelitian (akan lebih baik apabila dibuat jadwal penelitian dalam bentuk bagan). teknik dan alat pengumpulan data. prosedur prnrlitian. bagi guru.

regresi. wawancara) yang divalidasi datanya melalui triangulasi sumber. bila belum tercapai harus dilanjutkan ke siklus berikutnya. Indicator kinerja atau juga disebut indicator keberhasilan merupakan tolok ukur keberhasilan kinerja dari tindakan yang dilakukan. Metode penelitian yang diuraikan dalam pendahuuan ini hanya garis besarnya yang mencakup juga garis besar teknik pengumpulan . Sumber data PTK dapat berasal dari guru. Data kualitatif hasil pengamatan dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif kualitatif berdasarkan hasil observasi dan refleksi dari tiaptiap siklus. Jadi dalam PTK tidak menggunakan analisis statistik seperti korelasi. Berhentinya PTK tergantung dari ketercapaian indicator kerja. dan alat. kategori kelas dan sejenisnya. Pemilihan jenis alat pengumpul data tergantung variabel yang diteliti. Analisis data dapat dilakukan dengan teknik kuantitatif dan kualitatif. Validasi data untuk mengetahui ketepatan alat pengumpul data yang dipilih oleh peneliti. Hasil belajar (nilai tes) yang divalidasi instrument dengan menggunakan validitas teoritik (kisi-kisi) maupun validitas empiric (validitas butir soal). metode. dan wawancar. latar belakang sosial ekonomi. Teknik dan alat pengumpulan data bisa berwujud tes (butir soal). Proses pembelajaran (observasi. Data kuantitatif menggunakan analisis deskriptif komparatif. dan kepala sekolah.komposisi siswa menurut jenis kelamin. dll. yaitu membandingkan rata-rata kondisi awal dan tiap siklus. observasi (lembar observasi). siswa.

di elas. Kajian Pustaka Memuat hasil kajian pustaka berupa teori-teori. pelaksanaan. 2. Ada lima tahapan pelaksanaan penelitian tindakan. jenis kelamin. hati-hati dan cermat sebab keberhasilan pada masalah analisis ini akan menentukan keberhasilan keseluruhan proses pelaksanaan PTK. 3. refleksi.dan pengolahan data. Pengembangan Fokus Masalah Penelitian. karakteristik siswa yang menjadi sampel penelitian meliputi (jumlah. di sekolah). prestasi. Prosedur Pelaksanaan penelitian Pada bagian ini diuraikan tahapan dan siklus pelaksanaan penelitian tindakan kelas yang mencakup subyek penelitian terdiri atas tempat ( di mana penelitian dilakukan. psikologis dan lain-lain). Kajian Pustaka dimaksudkan untuk menampilkan mengapa dan bagaimana teori dan hasil penelitian terdahulu dipergunakan oleh peneliti. Sedangkan secara rinci metode penelitian diuraikan pada prosedur penelitian. namun dalam kenyataannya tahapan ini merupakan siklus kegiatan (Raka Joni 1998). Proses analisis masalah perlu dilakukan dengan hati yang jernih. . kemampuan. Untuk itu perlu pemecahan masalah. pengumpulan data. Adapun tahapantahapan tersebut meliputi: a. pendapat para pakar yang relevan dengan masalah yang menjadi fokus penelitian. pengalaman empiris hasil penelitian terdahulu. dalam mata pelajaran apa. usia. Cantumkan pula prosedur setiap siklus kegiatan penelitian mulai dari perencanaan. latar belakang sosial ekonomi. waktu penelitian ( termasuk jadwal dan siklus penelitian).

f. tape recorder atau catatan siswa. Pelaksanaan Tindakan dan Observasi. reflektif yaitu kemampuan untuk mencermati kembali secara rinci semua yang telah dilakukan. yang diikuti dengan kegiatan observasi dan refleksi. c. yaitu pertemuan perencanaan. Subyek yang Diteliti. Perencanaan Tindakan Lanjutan. Perencanaan Tindakan. fokus. Dalam observasi hal-hal yang harus diperhatikan adalah perencanaan bersama. observasi kelas dan pembahasan umpan balik. d. tergantung pada isi teori atau konsep yang digunakan. penentuan kriteria. mencari beberapa alternatif pemecahan masalah yang kiranya mudah dan aplikatif. obyek mana atau siapa-siapa yang merupakan sumber data. Observasi juga dapat dilakukan dengan menggunakan video. Jika semua telah dipersiapkan maka selanjutnya adalah melaksanakan pada siklus. perlu dikemukakan elemen-elemen mana. Maksudnya adalah memformulasikan tindakan yang tepat untuk mengatasi masalah tersebut. hasil analisis dan refleksi akan memutuskan apakah tindakan yang telah dilaksanakan telah dapat mengatasi masalah . Analisis dan Refleksi. e. tindakan ini adalah mengembangkan kemampuan berpikir. keterampilan observasi dan umpan balik. Sedangkan dalam melakukan observasi ada tiga fase kegiatan.b. Observasi adalah upaya mengamati dan mendokumentasikan hal-hal yang terjadi selama tindakan berlangsung. Dalam PTK disebut hipotesis tindakan yaitu suatu perubahan yang diduga bakan terjadi jika suatu tindakan dilakukan. Dalam hal menjelaskan subyek penelitian atau sumber informasi/data.

4. Teknik Pengolahan dan Analisis Data. tahap validasi dilakukan melalui teknik: saturasi atau penjenuhan. pengguna hasil penelitian bersangkutan dan kepada para peneliti . teknik pengolahan dan analisis data akan dilakukan secara kualitatif. Jika hasilnya belum memuaskan atau belum terselesaikan. maka dilakukan tindakan lanjutan. Tahap Validasi. g. Hasil Penelitian dan Pembahasan Pada bagian ini disajikan hasil penelitian sesuai dengan urutan tujuan penelitian dan perbaikan. member check. audit trail dan expert opinion. Saran dapat ditujukan pada pembuat kebijakan. Pembahasan hasil harus dikaitkan dan mengacu pada teori. Kesimpulan dan Saran Pada bab ini disajikan pemaknaan / pemaknaan penelitian berupa kesimpulan tentang hasil penelitian yang diperoleh. pengalaman praktis atau hasil penelitian terdahulu yang terdapat dalam kajian pustaka. Saran mesti disusun merujuk pada kesimpulan. yang merujuk pada tujuan penelitian. mengkategorikan dan mengklarifikasi berdasarkan analisis kaitan logisnya kemudian ditafsirkan dalam konteks keseluruhan permasalahan penelitian. Kualitas pembahasan hasil penelitian menggambarkan tingkat profesionalitas peneliti untuk memperbaiki mutu pembelajaran 5.atau belum. Pada umumnya pembahasan ini merupakan hasil refleksi mengenai rencana dan tindakan yang dikaitkan dengan berbagai teori. Setiap sajian hasil dapat langsung disertai dengan pembahasan yang mmerupakan alasan mengapa hasilnya seperti itu. h.

Cara penulisan daftar pustaka dapat dilihat pada contoh khusus cara penulisan. jurnal. 1. film atau kaset yang pernah dikutif atau digunakan dalam penelitian dan penulisan laporannya sebagai bentuk karya ilmiah. pedoman observasi. Di samping itu setiap lampiran diberi judul lampiran. artikel. ditulis dengan jarak antar baris satu spasi. Video. Setiap lampiran diberi nomor urut sesuai dengan urutan penggunaannya. berminat melakukan penelitian C. catatan lapangan. dokumen resmi atau sumber lain dari internet) dapat pula dalam bentuk tercetak seperti CD. foto-foto kegiatan dan lain-lain. Sedanghkan jarak antara sumbersumber tertulisyang saling berurutan adalah dua spasi. . Daftar pustaka Memuat semua sumber tertulis (buku. Misalnya lembar instrumen. Lampiran Lampiran berisi semua dokumen yang digunakan dalam penelitian dan penulisan laporannya. tanpa nomor urut.berikutnya yang selanjutnya. Sumber tertulis/tercetak yang memakan tempat lebih dari satu baris. 2. Bagian Akhir Laporan Penelitian Bagian akhir suatu laporan penelitian memuat daftar pustaka dan lampiran. Cara menulis daftar pustaka Pola UPI (2006) berurutan secara alfabetis.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful