P. 1
Penaksiran Potensi Hutan Rakyat-klinik Tani

Penaksiran Potensi Hutan Rakyat-klinik Tani

|Views: 266|Likes:
Published by Hendry Stiaone

More info:

Published by: Hendry Stiaone on Dec 04, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/20/2015

pdf

text

original

PENAKSIRAN POTENSI KAYU HUTAN RAKYAT

Oleh : Rohman Fakultas Kehutanan UGM Bahan Pelatihan Mana emen Pen!elolaan Hutan Rak"at Tin auan As#ek $e!alitas %an As#ek Kelesta&ian Klaten' ()*(+ Mei ,)+(

A-

Pen.ahuluan Bagi sebagian besar petani hutan rakyat, kayu yang ditanam di alas, tegal, atau

pekarangan, dianggap sebagai tabungan atau simpanan yang dapat digunakan sewaktuwaktu. Kayu tersebut pada dasarnya merupakan kekayaan atau asset keluarga yang bersangkutan. Suatu keluarga sebenarnya dapat diibaratkan sebagai suatu perusahaan. Dalam suatu perusahaan, kekayaan atau asset selalu dinilai atau diinventarisir setiap jangka waktu tertentu. Di kantor instansi pemerintah misalnya, tiap tahun ada stock opname barang-barang inventaris untuk mengetahui berapa penambahan, pengurangan, kerusakan, atau data lainnya selama periode tertentu. Di kehutanan, Perum Perhutani misalnya, inventarisasi dilakukan tiap 1 tahun sekali yang terkenal dengan risalah hutan. Semua kegiatan tersebut pada dasarnya bertujuan untuk mengetahui #otensi atau asset yang dimiliki oleh suatu perusahaan yang sangat berman!aat untuk penyusunan peren"anaan. Para petani hutan rakyat, se"ara tidak langsung sering melakukan inventarisasi terhadap tegakan atau pohon-pohon yang dimiliki di lahannya. Kalau kita bertanya berapa jumlah pohon jati yang dimiliki oleh petani, se"ara umum, untuk lahan tegal yang tidak terlalu luas, mereka dapat menjawab jumlah dan besar #diameternya$ dengan perkiraan. %etapi kalau kita bertanya berapa volume kayu yang dimiliki, mungkin sulit mendapat pertani yang dapat menjawab. &umlah dan diameter pohon dalam suatu lahan, bagi petani memang wajar untuk diketahui karena sistem penjualan kayu yang berlaku di tingkat petani sebagian besar didasarkan pada jumlah dan besarnya pohon yang akan dijual. &arang transaksi antar petani dengan pembeli dilakukan dalam satuan volume. Di samping pengetuhan petani mengenai jumlah dan diameter pohon, pengetahuan mengenai perhitungan volume pohon dan menaksirnya untuk seluruh tegakan akan sangat

1

yaitu . Keliling #"m$ .* m dari permukaan 1 . seringkali pengukuran keliling #K$ lebih banyak dilakukan. +amun demikian tidak semua data yang ingin diketahui dalam inventarisasi hutan dapat diukur dengan mudah. B. Pada umumnya diameter setinggi dada diukur pada ketinggian batang 1. 'palagi kalau petani sudah punya pengetahuan tentang so&timen dan kualitas ka"u. dengan menggunakan rumus yang berlaku untuk lingkaran. Karena keterbatasan alat yang tersedia. Pengukuran merupakan langkah awal yang menjadi dasar untuk melakukan perhitungan #misal volume$ se"ara obyekti!..i&i Pengukuran mempunyai arti yang sangat penting dalam inventarisasi hutan rakyat. K D .an Kelilin! Diameter merupakan salah satu parameter pohon yang mempunyai arti penting dalam penaksiran volume. tetapi tinggi pohon agak sulit untuk diukur dengan pasti dan hanya mudah dengan penaksiran.berman!aat terutama kaitannya dengan negosiasi harga dalam penjualan kayu.Pen!uku&an %iamete& . +. Diameter pohon dengan mudah dapat diukur melalui kelilingnya. Diamater #"m$ K . dan lain-lain. %etapan #*. D .an Penaksi&an /olume Pohon Be&. yang la0im dipilih adalah diameter setinggi dada.Pen!uku&an . (ntuk mengetahui volume pohon perlu data diameter dan tinggi pohon. baru kemudian dirubah ke diameter #D$.(mumnya harga-harga kayu yang sering dipublikasikan ke masyarakat adalah dalam satuan volume yang dikaitkan dengan kualitas dan ukuran diameter.-------. )isal kayu dengan kualitas utama diameter * up harganya sekian juta rupiah per m*. .1/$ Dalam mengukur diameter.

b. * . Pengukuran diameter setinggi dada juga menghadapi masalah bila bentuk batang di sekitar ketinggian 1. 2etak pengukuran diameter pohon yang tidak normal. (ntuk pohon yang ber"abang dua atau lebih.1$. misalnya membesar.tanah. atau ber"abang dua. e. (ntuk batang yang membesar atau menge"il. pengukuran diameter pohon bergantung pada letak per"abangan itu. pengukuran dilakukan di atasnya dan pohon tersebut dianggap terdiri atas dua pohon atau lebih sesuai dengan jumlah "abangnya. ". 2etak pengukuran diameter pohon yang tidak lurus. Penentuan pangkal batang pada lereng yang miring dengan mengambil bagian atas permukaan tanah. Penentuan pangkal batang pada pohon mengrove.1$ dan di atas 1. penentuan tempat setinggi dada biasanya diambil dari permukaan tanah bagian atas. (ntuk jelasnya. Keterangan. yaitu ber"abang di bawah 1.* m. d. menge"il. Bila per"abangan terletak di bawah 1. penentuan diameter setinggi dada bagi pohon-pohon yang tidak normal.* m tidak normal. Pengukuran Diameter Setinggi Dada untuk Pohon dengan Bentuk Batang 'bnormal. pohon berbanir dan pohon pada hutan mangrove dapat dilukiskan dengan gambar sebagai berikut. a. Bila per"abangan terletak di atas 1. Di atas areal yang topogra!inya miring. pohon tetap dianggap hanya satu dan pengukuran diameternya dilakukan di bawah per"abangan. dengan mengambil rata-rata diameter d1 dan d1. pengukuran diameter dilakukan dengan menghitung rata-rata diameter bentuk normal yang terletak di atas dan di bawah bagian yang tidak normal tersebut.* m #d. Pengukuran diameter pohon yang ber"abang dua.* m.* m #d.

5$ / . Suatu pohon yang sudah diketahui diameter dan tingginya dapat dibayangkan sebagai suatu tabung yang diameter ujung dan pangkalnya tidak sama atau seperti 3tiang listrik4. Dalam inventore hutan biasanya dikenal beberapa ma"am tinggi pohon. yaitu tinggi pohon dari pangkal batang di permukaan tanah sampai "abang pertama yang membentuk tajuk. 0 1 23. yaitu tinggi dari pangkal pohon sampai pun"ak pohon. bilangan bentuk #umumnya dipakai . yaitu. Bersama diameter. volume pohon d . 1$ %inggi batang bebas "abang. tinggi pohon merupakan parameter lain yang mempunyai arti penting dalam penaksiran volume pohon. diameter pohon t . Pengukuran tinggi pohon berdiri dapat dilakukan se"ara langsung atau se"ara tidak langsung. yaitu tinggi batang yang pada saat inventore laku dijual dalam perdagangan.Pen!uku&an Tin!!i Setelah diameter. (.. /$ %inggi tunggak.Pe&hitun!an /olume Pohon Sebagaimana dijelaskan di atas bahwa parameter diameter dan tinggi pohon merupakan parameter penting untuk perhitungan volume pohon. tinggi pohon bebas "abang ! . Pengukuran tinggi pohon se"ara langsung dapat dilakukan dengan mnggunakan tongkat berukuran. × t × 4 untuk v .. *$ %inggi batang komersial. Se"ara umum volume pohon berdiri dapat dihitung dengan rumus seabagai berikut . Pengukuran tinggi se"ara tidak langsung pada dasarnya dengan menggunakan prinsip-prinsip ilmu uku& su. yaitu tinggi pangkal pohon yang ditinggalkan pada waktu penebangan. 1$ %inggi total. 'lat pengukur tinggi dengan prinsip ini antara lain christens hypsometer dan hagameter.ut.. tinggi pohon diperlukan untuk menaksir volume pohon.

Nama Petani : Alamat : No 6enis Pohon Pohon + .i umlahkan maka akan /O$UME*n"a. 6aranya dengan mengukur tiap-tiap pohon yang ada di seluruh lahan tersebut kemudian dihitung volume masing-masing pohon dengan rumus di atas. Kemudian volume dari 1 diketahui taksiran volume selu&uh lahan.Blanko Penaksiran Potensi dapat disajikan sebagai berikut .5.Penaksi&an Potensi Te!akan Hutan Rak"at Petani hutan rakyat dapat menaksir potensi kayu di lahanya masing-masing. . 'pabila di lahan yang dimilikinya terdapat 1 pohon maka tiap pohon diukur diameter dan tingginya dan dihitung pohon tersebut .as Tin!!i /olume 89m: 5a. :olume #m*$ .an! 8m: Total 8m: 8m(: Reka#itulasi #otensi kayu tiap petani atau gabungannya dapat dibuat sebagai berikut . &umlah Pohon #batang$ : . (ntuk menaksir potensi volume kayu selu&uh #etani dapat dilakukan dengan men umlahkan selu&uh #otensi .a&i masin!*masin! #etani. &enis %anaman Potensi Per Kelas Diamater 1 -18 "m 1 -18 "m 9* "m + : + : + : 71 "m + &umlah + : &ati )ahoni Sono '"a"ia Dll 6UM$AH + . ( --- $uas $ahan : 6enis $ahan : Te!al7Peka&an!an7Alas %iamete& Tin!!i Be.

Dengan demikian akan ada sampel petani sebanyak 1=1=1 . 'pabila gambaran keadaan hutan rakyat diseluruh wilayah desa relati! seragam.e&a#a lahan milik se. +o +ama <% Dusun %egal 2uas lahan #m1$ Pekarangan 'las Data ini umumnya tersedia di Pemerintahan Desa 1.ak te&se.a!ai sam#el)isal di suatu desa terdapat = dusun. Pilih petani sebagai sampel se"ara a"ak di tiap-tiap <% sesuai jumlah yang diren"anakan.ia"a untuk in0enta&isasi selu&uh lahan ti./ KK petani.esa' teta#i .i suatu . .iselesaikan . %iap dusun dipilih 1 <% se"ara a"ak.a#at . )isal dipilih 1 dusun se"ara a"ak. @ . Siapkan data kepemilikan lahan hutan rakyat #umumnya alas>tegal>pekarangan$ dari tiap KK di seluruh desa dengan dirin"i tiap <% dan tiap Dusun atau data di seluruh <% sampel #kalau menggunakan sampling$. ?itung rata-rata volume di tiap <% sebagai berikut .en!an han"a men!uku& . dan tiap <% dipilih 1 KK se"ara a"ak. /. 1. Pemilihan sampel petani tiap <% dapat juga se"ara proporsional.e. <% yang jumlah petaninya lebih banyak dipilih sampel petani lebih banyak. ?itung potensi volume dan jumlah pohon tiap jenis pohon masing-masing petani sampel. maka dapat diambil sampel se"ara random. *. tiap dusun terdapat > <%.Ba!aimana kalau in!in menaksi& #otensi hutan &ak"at .ia< Masalah ini .)-() Kepala Keluarga #KK$ yang memiliki hutan rakyat. dan tiap <% terdapat . 2akukan inventarisasi seluruh lahan milik petani yang terpilih sebagai sampel. &umlah tersebut dapat bervariasi sesuai dana yang tersedia.. Penaksiran potensi volume seluruh desa dapat dilakukan dengan tahapan sebagai berikut . Di lahan milik / petani terpilih tersebut dilakukan pengukuran seluruh pohon 8sensus: pada masing-masing lahan.

&umlahkan potensi volume pohon tiap petani sampel #bukan volume per hektar$. setelah diinventarisasi diperoleh volume pohon sebanyak 1. @. <ata-rata potensi seluruh dusun dihitung sebagai berikut .usun #/ <%$ dan diambil 1 sampel <%. b. rata-rata per ha @ m*>ha <% AA luas lahan seluruh petani . maka rata-rata di <% tersebut  @ petani sampel . )isal .. 5 . ha = / m*>ha$ <ata-rata : . %aksiran potensi seluruh <%  )isal warga di suatu <% * KK dengan total luas lahan petani seluruh <% sebesar 1 ha.@ m*>ha. #1 ha = @ m*>ha$ B #.a!ilah hasilnya dengan jumlah petani sampel <% tersebut..a. maka potensi volume <% tersebut  1 ha = @ m*>ha . 6umlahkan hasil perhitungan volume per hektar dari seluruh petani sampel #point a$ di seluruh <% dan . ?itung potensi volume per hektar dari tiap lahan petani sampel. rata-rata potensi per ha / m*>ha.)) m(. . dihitung sebagai berikut . ha.@ m*>ha. maka rata-rata potensi volume per hektar <% tersebut  ** . )isal jumlah volume seluruh lahan petani sampel #1 orang$ ** m * dan luas lahan sampel 1 petani tersebut . )isal luas lahan si ' sebesar ...----------------------------------------------.. . <% A luas lahan seluruh petani 1 ha. .5 m*>ha #1 ha B .. ha. . ha. b..5.+. ha$ m*. 1 .. m* maka volume per hektar di lahan petani tersebut. <ata-rata potensi suatu . Bagi hasil penjumlahan point a dengan jumlah luas lahan sampel seluruh petani. m*>ha. maka volume per hektar  1. . )isal hasil perhitungan volume per hektar dari 1 sebesar @ 'tau a./.

)isal luas total lahan hutan rakyat di dusun ' #/ <%$ sebesar 1.an /olume tia# enis- C ...5 m*>ha . ha = /. 5. )isal diperoleh rata-rata sebesar . Perhitungan di atas dapat diterapkan untuk mengetahui umlah #ohon .. maka potensi volume dusun tersebut  1. m*>ha . ha.=-))) m(.?-@== m(. m*>ha dan luas lahan hutan rakyat seluruh desa sebesar . 6ara menghitung rata-rata volume dusun sampel sama dengan "ara menghitung rata-rata volume <%. maka potensi di desa tersebut . ha = . Potensi seluruh desa diperoleh sebagai berikut  ?itung rata-rata potensi dari 1 dusun sampel. ha.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->