P. 1
Hadits Penuntun Perilaku

Hadits Penuntun Perilaku

4.0

|Views: 5,023|Likes:
Published by aimsalim92

More info:

Published by: aimsalim92 on Aug 20, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/31/2013

pdf

text

original

Hadits-hadits tentang larangan adu domba atau menebar fitnah sangat
banyak sekali, ada yang shahih, hasan, dhaif dan maudhu’. Namun saya
hanya akan menyebutkan hadits-hadits yang shahih dan hasan saja.
Pertama: Rasulullah SAW bersabda, “Tidak akan masuk surga tukang

fitnah.”155

Dalam riwayat lain, Rasulullah SAW bersabda, “Tidak akan
masuk surga orang yang suka mengadu domba.”
Al Ghazali berkata, “Al Qattat sama dengan An Nammam (pengadu
domba).” Namun menurut Al Hafizh Ibnu Hajar, An Nammam adalah
orang yang menceritakan dan menyebar cerita. Sedangkan Al Qattat adalah
orang yang mencuri dengar lalu menebarkannya.”
Yang jelas, An Nammam dan Al Qattat sama-sama menebar
pembicaraan dari seseorang kepada orang lain dengan tujuan merusak dan
menimbulkan permusuhan.
Rasulullah SAW mengecam mereka agar mereka tidak menyakiti orang
lain dengan menebarkan rahasia mereka, menebar pembicaraan, fitnah,
tipu muslihat dan senang melihat permusuhan. Rasulullah SAW juga
memberitahukan bahwa orang yang bersifat demikian tidak akan pernah
merasakan kenikmatan di dalam surga.

154 Lihat: Tafsîr Ibni Katsîr (4/419).
155 HR. Bukhari dalam Shahîh-nya, Kitab Adab, bab: Apa yang dimakruhkan dari adu domba
(10/88)(Fathul Bâri). HR. Muslim dalam Shahîh-nya, bab: Larangan keras adu domba (2/112)(An
Nawawi). HR. Abu Daud (4871) juga Tirmidzi (22027).

e-Book dari http://www.Kaunee.com ______________________________________________________________ 79

Kedua: Diriwayatkan dari Ibnu Umar RA, Rasulullah SAW bersabda,
“Pengadu domba, pencela dan pendendam itu di dalam neraka.”156
Dalam hadits ini, Rasulullah SAW menjelaskan bahwa tiga orang ini:
pengadu domba, pencela atau orang yang suka mencela, menyakiti dengan
lisan juga dengan kata-kata yang tidak sopan dan orang yang suka berbuat
yang batil, menggunakan kemulian dalam kemaksitan juga kezaliman serta
mengganggu harga diri atau kehormatan orang lain, mereka semua akan di
masukkan ke dalam api nereka yang berkobar di hari kiamat nanti dengan
sebab perbuatan yang mereka lakukan berupa kerusakan yang mereka
timbulkan, kemaksiatan, penyia-nyiaan terhadap kemaslahatan orang lain
dan perbuatan buruk lainnya.
Ketiga: Dari Asma’ Binti Yazid, Rasulullah SAW bersabda, “Maukah
kalian kuberi tahu siapakah orang terbaik dari kalian?” Para sahabat
menjawab, “Tentu, ya Rasul.” Rasulullah SAW bersabda, “Yaitu orang yang
bila melihat apa saja, ia langsung ingat kepada Allah SWT.” Kemudian
beliau bersabda lagi, “Maukah kalian kuberi tahu siapakah orang terburuk
di antara kalian, yaitu orang yang suka mengadu domba, orang yang suka
melihat permusuhan antara dua orang yang saling cinta dan orang yang
mencari-cari kejelekan orang-orang yang baik.”157
Dalam hadits ini, Rasulullah SAW memberitahukan bahwa hamba Allah
yang terbaik adalah orang yang jika melihat manusia, mereka langsung
mengakui keberadaan Allah SWT dan langsung memuji-Nya. Sedangkan
hamba yang terburuk adalah orang yang suka mengadu domba di antara
manusia, menimbulkan kerusakan di antara mereka, memisahkan dua
orang yang saling cinta dan orang yang selalu mencari keaiban orang
mulia yang bersih dari perbuatan dosa.
Oleh karena itu, berhati-hatilah terhadap orang-orang jahat seperti ini
dan kenalilah sifat-sifat mereka, di antaranya ada tiga:
- Suka menimbulkan kerusakan, suka menimbulkan perpecahan,
menyalakan api fitnah dan permusuhan.
- Suka merusak hubungan kasih sayang dengan menciptakan
pertentangan antara dua orang yang saling cinta dan dengan
menciptakan pertikaian antara mereka.
- Suka menuduh orang-orang yang baik secara sembrono atau tanpa
pembuktian terlebih dahulu, suka mencela, mengumpat dan
menyebut keburukan orang-orang suci.
Keempat: Dari Abu Darda RA, Rasulullah SAW bersabda, “Maukah
kalian kuberi tahu amalan yang lebih tinggi derajatnya daripada puasa,

156 HR. Al Haitsami dalam Mujamma’-nya (8/91). Ia berkata, “Hadits ini diriwayatkan oleh Ath
Thabrani dari Muhammad Bin Yazid Bin Sufyan dari bapaknya. Kedua orang ini lemah, padahal
sebelumnya termasuk orang yang tsiqah.” HR. Al Mundziri dalam At Targhîb wa At Tarhîb (3/497).
157 HR. Al Haitsami dalam Mujamma’-nya (8/93). Ia berkata, “Hadits ini diriwayatkan oleh Ahmad
dalam Musnad-nya. Dalam sanad riwayat ini ada Syahr Bin Haubasy, ia termasuk orang yang tsiqah,
begitu juga para perawi dalam sanad Ahmad lainnya.”

Hadits-hadits Penuntun Akhlaq dan Keluarga_____________________________________________________ 80

shalat dan sedekah?” Para sahabat menjawab, “Tentu, ya Rasul.” Rasulullah
SAW bersabda, “Mendamaikan orang yang bertikai, sebab rusaknya
hubungan orang yang bertikai dapat menimbulkan kebinasaan.”158
Dalam sebuah riwayat, Rasulullah SAW juga pernah bersabda, “Aku
tidak bermaksud Al Hâliqah itu adalah tukang cukur rambut, namun yang
kumaksudkan adalah yang mencukur agama.”
Dalam hadits ini, Rasulullah SAW memberitahukan kepada kita sebuah
amalan yang lebih tinggi derajatnya di sisi Allah SWT daripada puasa,
shalat dan sedekah sunah, yaitu mendamaikan pertikaian yang terjadi di
antara kalian dengan saling bantu dan saling mengayomi serta
menciptakan suasana saling cinta dan gotong royong, menyatukan dua
orang yang saling bermusuhan, menghentikan pertengkaran,
memadamkan api fitnah dan menenangkan gejolak jiwa, sebab kerusakan
yang ditimbulkan dari semua itu merupakan kebinasaan dan pengurasan
terhadap setiap kebaikan, menimbulkan permusuhan, dosa dan bahkan
dapat mengorbankan jiwa yang tidak berdosa serta dapat menyebabkan
harta benda terbuang sia-sia.
Rasulullah SAW juga memberitahukan maksud Al Hâliqah di sana, agar
tidak dikira bahwa Al Hâliqah itu artinya tukang cukur rambut. Akan tetapi
beliau menegaskan bahwa itu hanya kata pinjaman yang artinya mencukur
agama, yakni menghilangkan norma-norma agama dan menghilangkan
pahala.

Dalam hadits ini juga ada anjuran untuk mendamaikan antara manusia
dan menghilangkan kebencian serta berusaha menciptakan suasana saling
cinta, tolong menolong dalam kebaikan dan takwa.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->