P. 1
Issue Etik Dalam Pelayanan Kebidanan

Issue Etik Dalam Pelayanan Kebidanan

|Views: 62|Likes:
Published by Feizal Ardiansyah

More info:

Published by: Feizal Ardiansyah on Dec 05, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/04/2014

pdf

text

original

ISU ETIK MORAL DAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN DALAM PELAYANAN KEBIDANAN

Oleh Sri Agustiana

Secara umum etik dapat dibedakan atas 2 kelompok: 1. Yg berkaitan dg sopan santun, di dlm pergaulan, baik di dlm tata tertib masyarakat maupun tata di dlm organisasi 2. Yg berkaitan dg sikap tindak tanduk orang dlm menjalankan tugas profesinya yg biasa disebut Kode Etik Profesi.

Sebelum melihat masalah etik yg mungkin timbul dlm pelayanan kebidanan, maka perlu dipahami hal-hal sbb: 1. LEGISLASI: Ketetapan hukum yg mengatur hak & kewajiban seseorang yg berhub erat dg. tindakan.

2. LISENSI: Pemberian ijin praktik sebelum diperkenankan melakukan pekerjaan yg telah ditetapkan. Tujuannya untuk membatasi pemberian wewenang dan untuk meyakinkan klien.

3. DEONTOLOGI / TUGAS: Keputusan yg diambil berdasarkan keserikatan/ berhubungan dg tugas. Dalam pengambilan keputusan, perhatian utama pada tugas.

Hak berbeda dg keinginan. INSTUSIONST: Keputusan diambil berdasarkan dilema etik dr kasus perkasus. . kebutuhan & kepuasan. HAK : Keputusan berdasarkan hak seseorang yg tidak dpt diganggu.4. 5.

BENEFICIENCE: Keputusan yg diambil harus selalu menguntungkan pasien. . 7.6. MAL – EFICIENCE : Keputusan yg diambil merugikan pasien.

8. karena Bidan mengalami kegagalan dalam melaksanakan tugas. . Melakukan tindakan yg menciderai klien d. Gagal melakukan tugas/ kewajiban pada pasien b. Klien cidera. Tdk melaksanakan tugas sesuai dg standar c. MALPRAKTIK / LALAI : a.

Gagal mengkomunikasikan. .MALPRAKTIK TERJADI KARENA: 1. Ceroboh 2. Lupa 3.

. serta membutuhkan pembuktian.Topik yg menarik unt didiskusikan & sesuatu yg memungkinkan setiap orang mempunyai pendapat.Masalah pokok yg berkembang di masyarakat atau suatu lingkungan yg blm tentu benar. . PENGERTIAN ISU : adalah : .DI DALAM ISU ETIK PELAYANAN KEBIDANAN PERLU MEMAHAMI TENTANG . 1.

MORAL Moral berasal dr bhs latin : Mos. ETIK Antara Moral & Etik keduanya mengandung arti yg sama yaitu adat kebiasaan Meskipun bahasanya berbeda Kalau Etik berasal dr bhs Yunani. berarti kebiasaan.2. adat Moral mempunyai etimologi yg sama dg Etik 3. .

4. tetapi juga bisa berupa kejadian/ peristiwa luar biasa seperti terjadinya perang atau konflik bersenjata. Isu moral mencakup hal-hal penting mengenai baik & buruk dlm kehidupan sehari-hari. . ISU MORAL Menurut Oxford Dictionary of English (2002) Issue is an important topic for discussion.

Keputusan untuk terminasi kehamilan 4. Aborsi 2.CONTOH ISU MORAL: 1. . dll. Euthanasia 3.

5. . .Konflik moral terjadi karena adanya perbedaan antara prinsip moral antar individu. padahal keduanya berbeda.Konflik moral menyebabkan dilema moral. KONFLIK MORAL .Terkadang kita menganggap bahwa dilema dan konflik moral adalah hal yg sama. .

Ada seorang pasien inpartu datang ke tempat parktiknya. Hasil pemeriksaan penapisan awal menunjukkan presentasi bokong dg taksiran berat janin 3900 gram. . Status obstetri pasien adalah G1 P0 AB 0. dg kesejahteraan ibu dan janin baik. Maka Bidan tsb menganjurkan dan memberi konseling pd pasien mengenai kasusnya dan untuk dilakukan tindakan rujukan.Contoh kasus dlm konflik moral: Ada seorang Bidan yg berpraktik mandiri di rumah.

.Lanjutan Kasus ………………… Namun pasien & keluarganya menolak dirujuk dan bersikukuh untuk tetap melahirkan di bidan tsb karena pertimbangan biaya & kesulitan lainnya. . ( lihat : Kepmenkes RI 900/Menkes/SK/VII/2002 Tentang Registrasi Dan Praktik Bidan ). Melihat kasus ini maka bidan dihadapkan pada konflik moral yg bertentangan dg prinsip moral & otonomi maupun pelayanan dlm kebidanan…….

. contoh: Bila seorang bidan berprinsip untuk menjunjung tinggi autonomi. sehingga sering kali menimbulkan konflik bagi bidan.Menurut Johnson (1990) terdapat 2 tipe Konflik Moral : 1. Konflik dalam prinsip yang sama. autonomi siapa yg ia perjuangkan? Autonomi Bidan atau autonomi kliennya? Keduanya memiliki kedudukan & kepentingan yg sama.

. Konflik dalam prinsip yg berbeda contoh: Dalam kasus ibu yg menolak episiotomi.2. bidan memiliki konflik antara kewajiban untuk menghargai hak hidup janin sekaligus menghargai autonomi dan keinginan sang ibu.

. DILEMA MORAL .Menurut Campbell (1984) Dilema Moral merupakan : situasi yg menghadapkan individu pada 2 pilihan & tak satupun dr pilihan itu dianggap sebagai jalan keluar yg paling tepat.6.

sehingga sulit menetapkan pilihan yg tepat.Dilema moral berkaitan dg prinsip benar dan salah yg dlm situasi sulit. . seperti berada di persimpangan jalan. individu dituntut untuk memilih satu dari 2 pilihan yg ada.Saat terjadi dilema. alternatif yg ada tampaknya setara atau sama saja.. .

2. kesejahteraan pasien atau klien.Dilema moral menurut Campbell adalah suatu keadaan di mana dihadapkan pada 2 alternatif pilihan. memperhatikan kondisi dan keamanan pasien. Menjamin bahwa tidak ada tindakan yg menghilangkan sesuatu bagian (omission) disertai rasa tanggungjawab. Ketika mencari solusi atau pemecahan masalah harus mengingat akan tanggungjawab profesional yaitu: 1. yg kelihatannya sama atau hampir sama & membutuhkan pemecahan masalah. Tindakan selalu ditujukan untuk peningkatan kenyamanan. .

perineum masih tebal dan kaku. Bila bidan melakukan tindakan tanpa persetujuan pasien. Bidan berharap bayinya selamat. Sementara waktu berjalan terus denyut jantung janin menunjukkan keadaan fetal distres dan hal ini mengharuskan bidan untuk melakukan tindakan episiotomi. bagaimana ditinjau dari segi etik & moral? Bila Bidan tidak melakukan tindakan. dilakukan karena untuk melindungi bayinya. . apa yg akan terjadi pada bayinya ……………. Ternyata selama kala II kemajuan kala II berlangsung lambat. Sewaktu dilakukan anamnese dia mengatakan tidak mau diepisiotomi. tetapi ibu tetap tidak menyetujuinya. Jika bidan melakukan episiotomi tanpa persetujuan pasien.Contoh kasus dalam Dilema Moral Seorang ibu primipara masuk kamar bersalin dlm keadaan inpartu. maka bidan akan dihadapkan pada suatu tuntutan dari pasien. Sementara itu ada bidan yg memberitahukan bahwa dia pernah melakukan hal ini tanpa persetujuan pasien. Sehingga inilah merupakan contoh gambaran dilema moral. Keadaan ini dijelaskan kepada ibu oleh bidan. tetapi ibu tetap pada pendiriannya menolak diepisiotomi.

akan tetapi jika bidan tetap melakukan episiotomi. . contoh : Pada kasus si ibu yg menolak episiotomi. Kedua alasan yang ada sama kuat. pada kasus tsb jika bidan mengikuti keinginan si ibu berarti bidan sudah menghormati autonomi si ibu.Menurut Beauchamp dan Childress (1994) Ada 2 bentuk dilema moral: 1. Bila alternatif tindakan sama kuat Terdapat alasan yg sama kuat untuk melakukan atau tidak melakukan tindakan. berarti bidan telah menyelamatkan si bayi.

. Pada kasus tsb jika bidan mengikuti keinginan si remaja tsb. Contoh: seorang remaja yg hamil karena pergaulan bebas ingin menggugurkan kandungan nya. Bila alternatif tindakan tidak sama kuat Satu tindakan dianggap benar sedangkan tindakan lainnya dianggap salah.2. maka ia bisa dianggap malpraktik karena melakukan aborsi tanpa medikasi medis yang jelas.

pertentangan batin atau pertentangan antara nilai-nilai yg diyakini bidan dg kenyataan yg ada. Dilema muncul karena terbentur pada konflik moral.Dalam praktik kebidanan seringkali bidan dihadapkan pada beberapa permasalahan yg dilematis. artinya pengambilan keputusan yg sulit berkaitan dg etik. .

Memilih atau mengambil keputusan dlm persalinan. Kegagalan dlm proses persalinan 4. Persetujuan dalam proses melahirkan 2. .Beberapa permasalahan pembahasan etik dalam kehidupan sehari-hari adalah sbb: 1. Konsep normal dalam pelayanan kebidanan 6. 3. Pelaksanaan USG dlm kehamilan 5. Bidan dan pendidikan sex.

Transplantasi organ 4. Tehnik reproduksi dan kebidanan . Perawatan intensif pada bayi 2.Ada beberapa masalah etik yg berhubungan dg tehnologi. contohnya sbb: 1. Skrening bayi 3.

yaitu: 1. Penelitian dalam masalah kebidanan yg sensitif . Otonomi bidan dan kode etik profesional 3. Pengambilan keputusan dan penggunaan etik 2. Etik dalam penelitian kebidanan 4.Etik berhubungan erat dg profesi.

8. 5. 10. 7. . 3. 6. 2.Beberapa contoh mengenai isu etik dlm pelayanan kebidanan adalah berhubungan dg: 1. Agama / kepercayaan Hubungan dg pasien Hubungan dokter dg bidan Kebenaran Pengambilan keputusan Pengambilan data Kematian Kerahasiaan Aborsi AIDS In-Virto Fertilization. 9. 4. 11.

yaitu : 1.PENGAMBILAN KEPUTUSAN DALAM PELAYANAN KEBIDANAN Menurut George R Terry. . lebih subyektif dan mudah terpengaruh. Terdapat 5 hal pokok dlm pengambilan keputusan. Pengambilan keputusan adalah pemilihan alternatif perilaku tertentu dari 2 atau lebih alternatif yg ada. INTUISI: Berdasarkan perasaan.

2. PENGALAMAN Mewarnai pengetahuan praktis. seringnya terpapar suatu kasus meningkatkan kemampuan mengambil keputusan terhdp suatu kasus. FAKTA keputusan lebih riil. 3. valid dan baik. .

transparan dan konsisten. WEWENANG Lebih bersifat rutinitas 5. . RASIONAL Keputusan bersifat obyektif.4.

Masalah : terstruktur. faktor tidak konstan 4. .Faktor-faktor yg mempengaruhi pengambilan keputusan: 1. Kondisi : faktor-faktor yg menentukan daya gerak 5. Tujuan antara atau obyektif. insidentil 3. rutin. Situasi : faktor konstan. Posisi atau kedudukan 2. tidak terstruktur.

Kerangka pengambilan keputusan dlm asuhan kebidanan memperhatikan halhal sbb: 1. Bidan harus menghargai wanita sebagai individu & melayani dg rasa hormat 3. Bidan harus mempunyai responsibility dan accountability 2. Pusat perhatian pelayanan bidan adalah safety and wellbeing mother .

ajaran intrinsik. .4. kemampuan berpikir kritis. kemampuan membuat keputusan klinis yg logis. Bidan berusaha menyokong pemahaman ibu tentang kesejahteraan ibu & menyatakan pilihannya pada pengalaman situasi yg aman. Sumber proses pengambilan keputusan dlm kehidupan adalah knowledge. 5.

iman. lingkungan sosial . Tidak mungkin dielakkan d.situasi. CIRI KEPUTUSAN YG ETIS MELIPUTI: a. Dipengaruhi oleh norma.PENGAMBILAN KEPUTUSAN YANG ETIS 1. Sering menyangkut pilihan yg sukar c. Mempunyai pertimbangan benar salah b.

Untuk mengetahui masalahmasalah yg perlu diperhatikan . Untuk menerapkan norma-norma terhadap situasi 2).2. Untuk melakukan perbuatan yg tepat dan berguna 3). SITUASI a. Mengapa kita perlu situasi : 1).

prasangka & faktor-faktor subyektif lain. . Pengertian kita terhadap situasi sering dipengaruhi oleh kepentingan. Kerumitan situasi& keterbatasan pengetahuan kita 2). Kesulitan-kesulitan dalam mengerti situasi: 1).b.

Menggunakan sarana ilmiah dan keterangan para ahli 3). 4). 2). Memperluas pandangan tentang situasi.c. Kepekaan terhadap kebutuhan orang lain . Melakukan penyelidikan yg memadai. Bagaimana kita memperbaiki pengertian kita tentang situasi: 1). Kepekaan terhadap pekerjaan 5).

TEORI UTILITARISME .Ketika keputusan dibuat seharusnya memaksimalkan kesenangan dan meminimalkan ketidaksenangan. .TEORI-TEORI PENGAMBILAN KEPUTUSAN 1.Mengutamakan adanya konsekuensi kepercayaan adanya kegunaan. .Dipercaya bahwa semua manusia mem punyai perasaan menyenangkan dan perasaan sakit .

Ada 2 bentuk teori utilitarisme: 1. Utilitarisme berdasar tindakan : Prinsip : Setiap tindakan ditujukan untuk keuntungan yg akan menghasilkan hasil atau tingkatan yg lebih besar.Prinsip umum dalam utilitarisme adalah : Didasari bahwa tindakan moral menghasilKan kebahagiaan yg besar bila menghasilKan jumlah atau angka yg besar. .

2. aturan yg baik akan menghasilkan keuntungan yg maksimal . .Tindakan dikatakan baik bila didasari aturan moral yg baik. Utilitarisme berdasar aturan Modifikasi antara utilitarisme tindakan dan aturan moral.Tindakan individu didasarkan atas prinsip kegunaan dan aturan moral .

.. .Suatu perbuatan dinilai baik. bahwa kesenangan & kebahagiaan dinilai secara kualitatif.Tidak ada seorangpun yg tidak berguna bagi yg lain. . jika kebahagiaan melebihi ketidakbahagiaan.Menurut filsuf John Stuart Mili (1864).

.. Brandt. . jika sesuai dg aturan moral yg berlaku dan berguna pada suatu masyarakat.Menurut Richard B. bahwa perbuatan dinilai baik secara moral.Kebahagiaan terbesar adalah milik semua orang yg bisa dirasakan berguna bagi banyak orang.

akan menjadi jelek lagi. TEORI DEONTOLOGY . tetapi jika digunakan dg kehendak yg jahat. kesehatan. jika digunakan dg baik oleh kehendak manusia. sesuatu dikatakan baik dalam arti sesungguhnya adalah kehendak yg baik. . kekayaan.Menurut Immanuel Kant (1724-1804). kepandaian adalah baik.2.

Bertindak sesuai kewajiban disebut legalitas. .- - Kehendak menjadi baik jika bertindak karena kewajiban Kalau seseorang bertindak karena motif tertentu atau keinginan tertentu berarti disebut tindakan yg tidak baik.

Kewajiban untuk mengatakan kebenaran merupakan kewajiban utama.D Ross (1877-1971) setiap manusia mempunyai intuisi akan kewajiban. semua kewajiban berlaku langsung pada diri kita. termasuk kewajiban kesetiaan. . .dsb. keadilan berbuat baik.. ganti rugi.Menurut W. terimakasih.

. .Dengan memahami kewajiban akan terhindar dari keputusan yg menimbulkan konflik atau dilema.Contoh yg lain adalah bila berjanji harus ditepati.. bila meminjam harus dikembalikan. dsb.

Menurut Aristippos (433-355 SM) sesuai kodratnya setiap manusia mencari kesenangan dan menghindari ketidaksenangan. TEORI HEDONISME .Akan tetapi ada batas untuk mencari kesenangan.3. Hal yg penting adalah menggunakan ke senangan dg baik dan tidak terbawa oleh kesenangan. .

kebebasan dari keresahan jiwa juga. tetapi kebebasan dari rasa nyeri.Menurut Epikuros (341-270 SM) dalam menilai kesenangan (hedone) tidak hanya kesenangan inderawi. . Apa tujuan terakhir dari kehidupan manusia adalah kesenangan..

.Menurut John Locke (1632-1704). kita sebut baik bila meningkatkan kesenangan dan sebaliknya dinamakan jahat kalau mengurangi kesenangan atau menimbulkan ketidaksenangan. .

4. . . TEORI EUDEMONISME . bahwa dalam setiap kegiatannya manusia mengejar suatu tujuan. ingin mencapai sesuatu yg baik bagi kita.Menurut filsuf Yunani Aristoteles (384322 SM) dalam buku Ethika Nikomakheia.Seringkali kita mencapai suatu tujuan untuk mencapai suatu tujuan yg lain lagi.

Seseorang mampu mencapai tujuannya jika mampu menjalankan fungsinya dg baik. .Semua orang akan menyetujui bahwa tujuan terakhir hidup manusia adalah kebahagiaan (eudaimonia). .Manusia mencapai kebahagiaan dg menjalankan kegiatan yg rasional. . keunggulan manusia adalah akal dan budi..

Keutamaan intelektual 2. yaitu : 1.. Keutamaan moral. .Ada 2 macam keutamaan.

1999: tanggung jawab bidan meliputi : 1.DIMENSI ETIK DALAM PERAN BIDAN Menurut United Kingdom Central Council (UKCC). Menyediakan pelayanan yg berkualitas dan informasi dan nasehat yg tidak bias yg didasarkan pada evidence based . Mempertahankan dan meningkatkan keamanan ibu dan bayi 2.

termasuk dg teman sejawatnya atau kolega sehingga bagaimana agar menguntungkan untuk praktik dan menguntungkan untuk tujuan.3. Mendidik dan melatih calon bidan untuk dapat bekerja sama dalam profesi dan memberikan pelayanan dg memiliki tanggung jawab yg sama. .

Antara anggota profesi dan klien 2. Anggota profesi dan profesi kesehatan 4.DIMENSI KODE ETIK MELIPUTI : 1. Sesama anggota profesi. . Antara anggota profesi dan sistem kesehatan 3.

Menghargai otonomi 2. .PRINSIP KODE ETIK TERDIRI DARI : 1. Memperlakukan manusia dg adil 5. Mencegah tindakan yg dapat merugikan 4. Menjelaskan dg benar 6. Melakukan tindakan yg benar 3. Menjaga kerahasiaan. Menepati janji yg telah disepakati 7.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->