Laporan praktikum Larutan

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar belakang Kata larutan (solution) sering dijumpai. Larutan merupakan campuran homogen antar dua atau lebih zat berbeda jenis. Ada dua komponen utama pembentukan larutan, yaitu zat terlarut (solution), dan pelarut (solvent). Fasa larutan dapat berupa fasa gas, cair, atau fasa padat bergantung pada sifat kedua komponen pembentukan larutan. Apabila fase larutan dan fase zat-zat pembentukannya sama, zat yang berada dalam jumlah terbanyak umumnya disebut pelarut sedangkan zat lainnya sebagai zat terlarutnya.[1] Larutan baku primer berfungsi untuk membakukan atau untuk memastikan konsentrasi larutan tertentu, yaitu larutan atau pereaksi yang ketepatan/kepastian konsentrasinya sukar diperoleh melalu pembuatannya secara langsung. Disamping larutan baku primer, dikenal juga larutan baku sekunder, larutan ini kebekuannya (kapasitas molaritasnya) ditetapkan langsung terhadap larutan baku primer.[2] Berdasarkan hal tersebut maka dilakukan percobaan ini, untuk mengetahu pembuatan larutan dan standarisasi suatu larutan.

B.

Rumusan Masalah Rumusan masalah dalam percobaan ini adalah sebagai berikut:

1. Bagaiman cara mengetahui pembuatan larutan baku asam klorida (HCl) 0,1N. 2. Bagaimana cara pembakuan larutan asam klorida (HCl) 0,1N dengan natrium karbonat (Na2CO3).

Mahasiswa dapat mengetahui cara menstandarisasi suatu larutan. larutan tidak jenuh.1N 2. Sebelum mencapai titik jenuh. Manfaat Percobaan Manfaat dalam percobaan ini yaitu: 1. Suatu larutan mengandung satu zat terlarut atau lebih dari satu pelarut. Mahasiswa dapat membedakan larutan baku primer dengan larutan baku sekunder.C. Zat terlarut merupakan komponen yang jumlahnya sedikit. D.[3] .1N dengan natrium karbonat (Na2CO3). sedangkan pelarut adalah komponene yang terdapat dalam jumlah yang banyak. 3. Suatu larutan dengan jumlah maksimum zat terlarut pada temperatur tertentu disebut larutan jenuh. Larutan Campuran zat-zat yang homogeny disebut larutan. 2. Untuk mengetahui pembuatan larutan asam klorida (HCl) 0. Tujuan Tujuan dalam pecobaan ini adalah sebagai berikut: 1. BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Untuk mengetahui cara pembakuan larutan asam klorida( HCl) 0.1N. Mahasiswa dapat mengetahui cara pembuatan larutan asam klorida (HCl) 0. yang memiliki komposisi merata atau serba sama di seluruh volumenya.

dan sebagainya. Larutan gas Zat penyusun campuran antar gas antar uap (dalam semua perbandingan). Jenis-jenis Larutan Jenis larutan 1. Larutan tak jenuh (unsaturated-solution). O2 dalam air dan seterusnya 2. gas N2 dalam b. cair atau fasa padat yang bergantung pada sifat kedua komponen pembentuk larutan. Zat cair terlarut dalam zat padat logam titanium. c. Contoh: iod dalam alkohhol. masih ada beberapa macam penggolongan lain teradap larutan. Apabila fasa larutan dan fasa zat-zat pembentukannya sama. Berdasarkan banyak jenis zat yang menyusun larutan. Sedangkan ditinjau dari kemampuan suatu zat melarut ke dalam sejumlah pelarut pada suhu tertentu. Larutan cair 3. asam asetat dalam air. zat cair. larutan kuarterner (4 jenis zat penyusun). padat (disebut aliasi) Seng dalam tembaga (disebut kuningan). Larutan padat a. larutan yang masih dapat melarutkan sejumlah zat terlarutnya. Selain itu. Tabel 1. dikenal: 1. dikenal larutan elektrolit (larutan yang dapat menghantarkan arus listrik). dan larutan non elektrolit (larutan yang tidak dapat mengantarkan arus listrik). zat yang berada dalam jumlah terbanyak umumnya disebut pelarut sedangkan zat lainnya sebagai zat terlarutnya.Fasa larutan dapat berupa fasa gas. dikenal larutan biner (tersusun dari dua jenis zat). karbon dalam besi (disebut baja). Zat padat terlarut dalam zat Raksa dalam logam emas (amalgam). .[4] Menurut sifat hantaran listriknya. atau gas melarut kedalam pelarut pelarut cair. larutan terner (3 jenis zat penyusun). timah dalam tembaga (disebut perunggu). Gas terlarut dalam zat padat Gas H2 dalam logam paladium. Contoh: ”udara” dengan N2 sebagai pelarut Zat padat.

misalnya mol. Tabel 3. larutan yang mengandung zat terlarut melebii jumlah maksimalnya. Konsentrasi Larutan Konsentrasi didefinisikan sebagai jumlah zat terlarut dalam setiap satuan larutan atau pelarut. B. massa rumus. dan ekivalen.2. larutan yang mengandung zat terlarut dalam jumlah maksimal pada suhu tertentu. Larutan jenuh (saturated-solution). misalnya satuan berat atau satuan volume atau dalam satuan kimia. Larutan lewat jenuh (supersaturated-solution). Pada umumnya konsentrasi dinyatakan dalam satuan fisik. Satuan konsentrasi Lambang Satuan fisika: % W/W Nama persen berat terlarut gram larutan % V/V persen volume terlarut mL larutan % W/V Persen terlarut mL larutan % mg persen miligram terlarut 100 mL larutan Ppm parts per million terlarut 1L larutan Ppb parts per billion terlarut 1L larutan Sifat kimia: X Definisa gram zat X 100 mL zat X 100 gram zat X 100 mg zat X 100 1 mg zat X 100 1 µ g zat X 100 fraksi mol mol zat terlarut mol zat terlarut+mol pelarut massa rumus zat terlarut liter larutan mol zat terlarut F M Formal Molar . 3.

ppb (bagian per milliard). parts per mllion. Kedua cara tersebut masing-masing tergantung dari penggunaan bahan baku.[5] C. Harus dapat larut dalam pelarut yang cocok. Bahan baku adalah bahan kimia yang dapat dipergunakan untuk membuat larutan baku primer (primary standary solution) dan untuk menetapkan kenormalan larutan baku sekunder (secondary standard solution). keformalan (F). kenormalan (N). persen berat-volume %W/V. . Harus murni atau mudah dimurnikan 2. Harus dapat dikeringkan dan tidak higroskopik 3.M Molal kg pelarut mol zat terlarut kg pelarut Ekivalen zat terlarut Liter larutan Seperseribu mol muatan Osmols liter larutan N Normal m Eq Osm Miliekivalen Osmolar Cara menyatakan konsentrasi dalam satuan fisik yaitu. Harus dapat bereaksi secara stoikiometri dengan larutan yang akan distandarisasikan atau zat yang akan ditetapkan kadarnya. 1. % W/W. ppm (bagian per sejuta). Harus mantap dalam keadaan murni maupun dalam larutan 4. Cara menyatakan konsentrasi dalam satuan kimia yaitu. parts per billion. kemolaran (M). h.[6] Menurut Tim Kimia dalam penuntun kimia anorganik (2011). 1. 5. gram zat terlarut dalam satu liter larutan. persen volume % V/V. kemolalan (m) dan fraksi mol. Larutan Baku Larutan baku adalah larutan yang kepekaannya diketahui dengan tepat dan dapat dibuat melalui dua cara. persen berat. milligram zat terlarut dalam satu milliliter larutan. syarat-syarat yang harus dimiliki bahan baku adalah sebagai berikut.

kesalahan-kesalahan selama proses pembuatan seperti pengeringan. Stabil (tidak menyerap H2O dan CO2. Larutannya bersifat stabil. tidak mudah menguap. 3. Zat yang stabil berarti memiliki rumus kimia dan akan memudahkan penimbangan. mudah dan tidak berubah pada pengeringan). yaitu larutan atau pereaksi yang ketepatan/kepastian konsentrasinya sukar diperoleh melalui pembuatannya secara langsung. reagen yang digunakan untuk analisis kuantitatif harus mempunyai spesifikasi reagen-analar (AR). tidak bereaksi dengan udara. Larutan yang sukar dibuat secara kuantitatif ini selanjutnya dapat berfungsi sebagai larutan baku (disebut larutan baku sekunder) setelah dibakukan jika larutan tersebut bersifat stabil sehingga dapat digunakan untuk menetapkan konsentrasi larutan lain atau kadar suatu cuplikan.[8] Dalam hal tingkat kemurnian. agar pengaruh kekurangan ketelitian sewaktu penimbangan menjadi sekecil-kecilnya. Kemurniannya tinggi (pengotornys tidak melebihi 0. Mr) atau bobot ekuivalen (BE) tinggi.[7] Larutan baku primer harus dibuat seteliti dan setepat mungkin (secara kuantitatif). pengukuran (penimbangan) dan pemindahan zat juga harus dihindarkan kecuali karena kesalahan alat. Memiliki bobot molekul (BM. Selain syarat-syarat tersebut harus dipenuhi. 4. tidak terurai. Zat yang dapat digunakan sebagai zat baku primer arus memenuhi persyaratan seperti berikut: 1.6. Bobot setara hendaknya besar. D. Larutan Baku Primer dan Sekunder Larutan baku primer berfungsi untuk membakukan atau untuk memastikan konsentrasi larutan tertentu.02%) 2. .

larutan yang diperoleh akan terukur secara teliti dan tepat dan melalui pengemasan atau penyimpanan yang baik akan bertahan lama. Akurasinya sama dengan metode gravimetri. biasanya melalui metode titrimetri. maka harus dapat diketahui dengan suhu indicator.[12] . Contoh: perak nitrat (AgNO3). c. KMnO4. analisi volumetric juga dikenal sebagai titrimetri. Syarat-syarat larutan baku sekunder: a. maka larutan ini dapat berfungsi sebagai larutan baku dan langsung dapat digunakan tanpa harus dibakukan lagi. selain itu jika reagen penitrasi yang diberikan berlebih.[10] Larutan baku sekunder adalah suatu larutan dimana konsentrasinya ditentukan dengan jalan pembakuan menggunakan larutan baku primer. b. jika suatu larutan baku sekunder bersifat stabil dan dikemas atau disimpan dengan benar.dengan demikian. Analisi Volumetri Megukur volume larutan adalah jauh lebih cepat dibandingkan dengan menimbang berat suatu zat dengan suatu metode gravimetri. dikenal juga larutan baku sekunder. Derajat kemurnian lebih rendah daripada larutan baku primer Mempunyai BE yang tinggi untuk memperkecil kesalahan penimbangan Larutannya relatif stabil dalam penyimpanan. besi (II) sulfat (Fe(SO4)2). reaksi berlangsung kuantitatif dan tidak ada reaksi samping. dimana zat yang akan dianalisis dibiarkan bereaksi dengan zat lain yang konsentrasinya diketahui dan dialirkan dalam buret dalam bentuk larutan. maka syaratnya adalah reaksi harus berlangsung secara cepat. dapat dilarutkan dan menghasilkan larutan baku (molaritas atau normalitasnya) disebut larutan larutan baku primer. Disamping larutan baku primer. Larutan sekunder kebakuannya (kapasitas molaritasnya) ditetapkan langsung terhadap larutan baku primer. Konsentrasi larutan yang tidak diketahui (analit) kemudian dihitung.[11] E.[9] Suatu zat yang memenuhi syarat-syarat diatas.

1 dan menjadi warna kuning pada pH diatas 4. karena pada titik ekivalen tidak tepat memotong pada bagian curam dari kurva titrasi.4.[13] Indikator metil orange (methyl orange) MO merupakan indikator asam-basa yang berwarna merah dalam suasana asam dan berwarna jingga dalam suasana basa. dengan trayek pH 3. Tidak dapat digunakan untuk titrasi asam kuat oleh basa kuat. Struktur indikator ini adalah sebagai berikut: . . Indikator metal orange (MO) ini berubah warna dari merah pada pH dibawah 3.4 jadi warna transisinya adalah orange. hal ini disebabakan karena titrasi ini saling menetralkan sehingga akan berhenti pada pH 7.1 – 4.F. Penggunaan methyl orange (MO) dalam titrasi : 1. Indikator Methyl Orange (MO) Metil Orange (Methyl Orange) MO adalah senyawa organik dengan rumus C14H14N3NaO3S dan biasanya dipakai sebagai indikator dalam titrasi asam basa.

Soda didapatkan dari sumber alam dan kalium karbonat (K2CO3). titrasi harus dihentikan asal sudah terjadi perubahan warna. Titrasi basa lemah oleh asam kuat. Asam Klorida (HCl) Asam klorida (HCl) adalah larutan akuatik dari gas hidrogen klorida (HCl). dapat dipakai. Natrium Karbonat (Na2CO3) Natrium karbonat (Na2CO3) atau soda. Asam klorida (HCl) harus ditangani dengan wewanti keselamatan yang tepat karena merupakan cairan yang sangat korosif. Asam klorida (HCl) adalah asam kuat karena berdisosiasi penuh dalam air. asam kuat merupakan komponen utama dalam asam lambung. tetapi harus hati-hati.2. Asam klorida (HCl) oleh karenanya dapat digunakan untuk membuat garam klorida (Cl-).[15] H. untuk konsentrasi 0. Metil orange (MO) dapat dipakai tetapi titrasi harus dihentikan setelah warna berubah.[14] G. 3. H+ ini bergabung dengan molekul air membentuk ion hidronium (H3O+). Soda dan garam natrium klorida (NaCl) mengandung unsur yang sama. seperti natrium klorida (NaCl). HCl + H2O → H3O+ + Cl− Ion lain yang terbentuk adalah ion klorida (Cl−). Hidrogen klorida (HCl) adalah asam monoprotik yang berarti dapat berdisosiasi melepaskan satu H+ hanya sekali. 4. Titrasi garam dari asam lemah oleh asam kuat. Senyawa ini juga digunakan secara luas dalam industri. Jelas tidak boleh digunakan karena pada pH + 9. Natrium dan penemuan ini mengakibatkan banyak orang berusaha membuat soda dari garam. Soda adalah bahan dasar penting bukan hanya untuk keperluan sehari-hari (seperti sabun) tetapi juga untuk produk industri yang lebih canggih (seperti gelas).[16] .1 M. yang juga digunakan dalam sabun dan dapatkan dalam bentuk abu kayu. Titrasi asam lemah oleh basa kuat. Dalam larutan asam klorida.

Samata Gowa. Fakultas Sains dan Teknologi. B.00 WITA : Laboratorium Kimia Analitik.BAB III METODE PERCOBAAN A. Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar. 29 April 2011 : PukuL 08. Waktu dan Tempat Waktu dan tempat dilaksanakanya percobaan ini adalah sebagai berikut: Hari/Tanggal Waktu Tempat : Jumat. Alat dan Bahan 1.00-11. Alat .

Prosedur Kerja 1.1N. asam klorida (HCl) pekat. aquades. Menimbang natrium karbonat (Na2CO3) 0. hingga berwarna kuning pucat. pipet skala 5 mL. corong. Pembuatan standarisasi asam klorida (HCl) 0. Ke mudian mendinginkan dalam eksikator selama 15 menit. dan menghomongenkan. kasa asbes. pipet volume 25 mL. pipet tetes. Pembuatan larutan asam klorida (HCl) 0. kemudian menambahkan sedikit aquades dan titrasi kembali dilanjutkan hingga terjadi perubahan warna merah muda sampai konstan dan menentukan volume titrasi. 2.labu ukur 500 mL. labu ukur 50 mL. eksikator. natrium karbonat (Na2CO3). .Alat yang digunakan dalam percobaan ini yaitu oven. spatula. statif. 2. gelas kimia 250 mL. buret asam 50 mL. gelas kimia 300 mL. b. Menambahkan 2 tetes indikator metil orange (MO) warna kuning.1N a. gegep besi. cawan petri. batang pengaduk dan labu semprot. selanjutnya menitrasi dengan asam klorida (HCl) 0. c.1 gram. gelas kimia 300 mL. kemudian memasukkan ke dalam erlemeyer dan larutkan dengan aquades 25 mL. Memipet 4. neraca analitik. C.1459 mL HCl pekat 37% ke dalam labu ukur 500 ml b. dan tissue. Mengeringkan natrium karbonat (Na2CO3) dalam oven selama 30 menit dengan suhu 250oC. metil orange (MO). Menghimpitkan dengan aquades sampai tanda batas.1N dengan natrium karbonat (Na2CO3) a. Bahan Bahan yang digunakan dalam percobaan ini yaitu. erlemeyer 250 mL. gelas kimia 100 mL.

1N 2.1N 4. Standarisasi larutan asam klorida (HCl0 0.1N dengan natrium karbonat (Na2CO3) anh 0.1 mL V2 = 20.1 gr Na2CO3 (kering) dilarutkan dengan 25 ml aquades larutan Na2CO3 (bening) tambah 2 tetes indikator MO larutan kuning ditambahkan aquades larutan kuning pucat Berlaku secara duplo.1459 mL HCL pekat 37% dipipet dimasukkan dalam labu ukur 500 mL larutan HCl 0. Pembuatan larutan asam klorida (HCl) 0. Hasil Pengamatan 1.1N dalam 500 mL Diketahui: % HCl = 37% BST = 36.2 mL B. Reaksi 2HCl (l) + Na2CO3 (s) C.5 gr/mol 2NaCl(aq) + CO2 (g) + H2O (aq) dititrasi larutan merah muda konstan dititrasi larutan kuning pucat ditimbang ditimbang . Perhitungan 1.BAB IV HASIL DAN PEMBAASAN A. Pembuatan larutan asam klorida (HCl) 0. V1 = 20.

? Penyelesaian: G = L x N x Bst N(HCl) = L x Bst G 50 ml .06 N V2 = 12. N2 500 mL . 12.1 mL V1 (HCl) = 20.1 gr BM Na2CO3 = 106 gr/mol Bst Na2CO3 = 53 gr/mol Ditanyakan :N(HCl) setalah standarisasi. 0.5 gr/mol N2 = 12. . 12.2 mL Vrata-rata (HCl) = 20. N = V2 .1N dipipet 4. .02015 L Massa Na2CO3 = 0. 2.06 N 50 ml . . .BJ = 1.15 mL = 0.19 gr/L x 1000 36.06 N V1 . N1 = V2 . Standarisasi larutan asam klorida (HCl) 0. kemudian mengimpitkannya.1N dengan natrium karbonat (Na2CO3) anh Diketahui : V1 (HCl) = 20.06 N = 4.1459 mL Jadi. N .1N = V2 . .1459 mL HCl pekat 37% dan dilarutka dalam labu ukur 500 mL. untuk membuat larutan asam klorida (HCl) 0.? Penyelesaian: N = % x BJ x 1000 BM = 37% x 1. .19 gr/L V1 = 500 mL Ditanyakan V2 .

Larutan baku primer adalah suatu larutan yang telah diketahui secara tepat konsentrasinya melalui metode gravimetri.02015 L x 53 gr = 0.= 0. yang bertindak sebagai larutan baku primer adalah asam klorida (HCl) karena berat molekulnya lebih kecil dan derajat kemurnian lebih rendah daripada larutan baku primer. yaitu zat terlarut (solution). Bahan baku adalah bahan kimia yang dapat dipergunakan untuk membuat larutan baku primer dan untuk menetapkan kenormalan larutan baku sekunder. dikenal larutan baku. Sedangkan yang . sedangkan larutan baku sekunder adalah suatu larutan dimana konsentrasinya ditentukan dengan jalan pembakuan menggunakan larutan baku primer dan biasanya melalui metode titrimetri. Pada percobaan ini. Kedua cara tersebut masing-masing tergantung dari penggunaan bahan baku. larutannya relatif stabil dalam penyimpanan. dan pelarut (solvent). dimana larutan baku adalah larutan yang kepekaannya diketahui dengan tepat dan dapat dibuat melalui dua cara.1 gr D. Dalam pembuatan larutan.0936 N 0.0936 mol/L = 0. Ada dua komponen utama pembentukan larutan. Pembahasan Larutan merupakan campuran homogen antar dua atau lebih zat berbeda jenis.

1N.0936 N. Pengeringan ini dilakukan agar H2O yang mengikat natrium karbonat (Na2CO3) bias hilang. Hal yang pertama yang dilakukan yaitu. dimurnikan. kemudian larutan natrium karbonat (Na2CO3) yang dilarutkan dan ditambahkan indikator metil orange (MO) dititrasi dengan asam klorida (HCl) hingga warna larutan berubah menjadi kuning pucat. Pada pembuatan larutan asam klorida (HCl) 0. Hal ini menandakan bahwa tingkat kesalahan dalam percobaan ini sangat kecil karena hasil perhitungan dan hasil teori hampir mendekati 0. kemudian menambahkan 2 tetes indikator metil orange (MO) dan larutan berwarna kuning. Hal ini dilakukan secara duplo dan V1 : 20. Setelah kuning pucat maka ditambahkan lagi aquades sedikit demi sedikit agar warna larutan cepat memudar.bertindak sebagai larutan baku primer adalah natrium karbonat (Na2CO3). dimasukkan ke dalam buret asam 50 mL.15 mL atau 0. dikeringkan dan disimpan dalam keadaan murni. Larutan asam klorida (HCl) yang dibuat dalam 500 mL. hingga didapatkan titik ekivalen dan titik akhir titrasi. . 1459 mL asam klorida (HCl) pekat dan memasukkan ke dalam labu ukur 500 mL dan menghimpitkannya sampai tanda batas. Pada pembuatan larutan asam klorida (HCl) O. karena berat molekulnya lebih besar. serta menghomogenkan. tidak bersifat higroskopis dan tidak berubah berat dalam penimbangan di udara. kemudian melanjutkankan lagi titrasi. penambahan indikator metil orange (MO) berfungsi sebagai larutan penunjuk.1 mL dan V2 : 20. Selanjutnya menimbang 0.1N. Hal yang pertama yang dilakukan mengeringkan natrium karbonat (Na2CO3.1N dan standarisasi larutan HCl dengan natrium karbonat (Na2CO3).10H2O) selama 30 menit pada suhu 250oC.02015 L. Konsentrasi asam klorida setelah standarisasi dengan natrium karbonat (Na2CO3) yaitu 0.1 gr natrium karbonat (Na2CO3) dan melarutkannya ke dalam erlemeyer 250 mL dengan penambahan 25mL aquades. memipet 4. mudah diperoleh.2 mL sehingga volume rata-ratanya adalah 20.

15 mL atau 0.02015 L dan kosentrasi normalitas asam klorida (HCl) setelah standarisasi adalah 0.BAB V PENUTUP A. B.1N menggunakan voleme titrasi 20. pada pembuatan larutan HCl O.0936 N. Kesimpulan Kesimpulan dalam percobaan ini yaitu. Saran .

. sebaiknya menggunakan indikator metal orange (MO) camin indigo (merah tua) yang mengubah campuran dari hijau ke abu-abu netral yang dapat memudahkan terjadinya titik akhir titrasi.Saran dalam percobaan ini.

h. 2011 Ripani..M. http:///F:/Praktek Analitik / referensi / refensi larutan / Natrium karbonat html. Jakarta: UI-Press. http:///F:/Praktekanalitik/Referensi/Refensi larutan/Index. op.M. (03 Mei 2011) “LarutanBaku”. Penuntun Kimia Anorganik. h. 1 (Bandung: PT Citra Aditiya Bakti. h. 2-3 [6] Tim Kimia. op. h.html (03 Mei 2011). Kimia Larutan. Konsep Dasar Kimia Analitik.php. “Sintesi Bahan Anorganik”. Khopkar. (03 Mei 2011) “Metil Orange (Methyl Orange) MO”. h.php. Membuat Reagen Kimia. http:///F:/Praktek Analitik /referensi/ refensi larutan / indikator-MO. 36 .cit. http:///F:/Praktek Analitik /referensi/refensi larutan/Metil Orange (Methyl Orange) MO.09 Februari 2011). 2006 S. 2011). Bandung: PT Citra Aditiya Bakti.htm. Kimia Larutan. 1 [2] Ibid. http:///F:/Praktek Analitik / referensi / refensi larutan / Asam klorida. 15 Juli 2010. (03 Mei 2011). html. 1996 Mulyono HAM.html. 124 Ibid h. (03 Mei 2011) [1] Mulyono HAM. Makassar: UIN. 1996). 125 [3] Hiskia Achmad. h.“Indikator Asam Basa”. Jakarta: Bumi Aksara. 09 Februari 2010. [10] [11]“Larutan Baku”. Membuat Reagen Kimia. op.cit. (Jakarta: Bumi Aksara. h. 1-2 [5] Hiskia Achmad. (Jakarta: UI-Press. h.htm. [12] S. (Makassar: UIN. [4] Mulyono HAM. Khopkar. 125 Ibid.cit. (03 Mei 2011) “Asam Klorida”. 1 HAM.DAFTAR PUSTAKA Hiskia Achmad. 2008). 09 Februari 2010. Konsep Dasar Kimia Analitik. [7] Mulyono [8] [9]Ibid. 2008 Tim Kimia. http: /// /Praktekanalitik /Referensi /Refensi larutan /Index. Penuntun Kimia Anorganik. 2006).

http:///F:/Praktek Analitik / referensi / refensi larutan / Asam _klorida.htm [14]Ripani. http:///F:/Praktek Analitik /referensi/ refensi larutan / indikator-MO. (03 Mei 2011).. htm [16]“sintesi Bahan Anorganik”. 15 Juli 2010. [15]“Asam Klorida”.Orange (Methyl Orange) MO”.html. http:///F:/Praktek Analitik / referensi / refensi larutan / Natrium karbonat htm [13] “Metil . 09 Februari 2011). “Indikator Asam Basa”. file:///F:/Praktek Analitik /referensi/refensi larutan/Metil Orange (Methyl Orange) MO.