STUDI KOMPETENSI GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM PELAKSANAAN EVALUASI PEMBELAJARAN DI SMA NEGERI 88 JAKARTA

Skripsi Diajukan Kepada Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Untuk Memenuhi Persyaratan Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Islam (S.Pd.I)

Oleh : Hanifah Lubis 104011000177

Dibawah Bimbingan

Drs. H. Paimun NIP: 150 012 567

Dra. Manerah NIP : 150 268 585

JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN UIN SYARIF HIYATULLAH JAKARTA 1429 H / 2008 M

LEMBAR PERNYATAAN
Saya yang bertanda tangan di bawah ini : a. Nama Lengkap b. N I M : Hanifah Lubis : 104011000177

c. Fakultas / Jurusan : F I T K / Pendidikan Agama Islam d. Judul Skripsi : Studi Kompetensi Guru Pendidikan Agama Islam Dalam Pelaksanaan Evaluasi Pembelajaran Di SMA Negeri 88 Jakarta

Dengan ini menyatakan bahwa : 1. Skripsi ini merupakan hasil karya penulis yang diajukan untuk memenuhi salah satu persyaratan memperoleh gelar Strata 1 (S1) di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta 2. Semua sumber yang penulis gunakan dalam penulisan skripsi ini telah penulis cantumkan dengan ketentuan yang berlaku di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta 3. Jika dikemudian hari terbukti bahwa skripsi ini bukan hasil karya penulis, maka penulis bersedia menerima sanksi yang berlaku di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Jakarta, 14 Agustus 2008

Hanifah Lubis

i

ABSTRAK

Hanifah Lubis 104011000177 Pendidikan Agama Islam “Studi Kompetensi Guru Agama Islam Dalam Pelaksanaan Evaluasi Pembelajaran di SMA Negeri 88 Jakarta “ Skripsi ini mengkaji tentang kompetensi guru Pendidikan Agama Islam dalam hal pelaksanaan evaluasi pembelajaran. Pembahasan skripsi ini dimaksudkan untuk mengetahui kompetensi guru Pendidikan Agama Islam yang berkaitan dengan evaluasi pembelajaran, serta untuk mengetahui pelaksanaan evaluasi pembelajaran Pendidikan Agama Islam di sekolah. Kompetensi guru merupakan kemampuan, keahlian dan keterampilan yang harus dimiliki oleh guru dalam menjalankan proses pembelajaran yang meliputi perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran sampai kepada pengevaluasian. Dalam hal pengevaluasian, seorang guru dikatakan berkompeten apabila memahami teknik dan prosedur evaluasi, serta mampu melaksanakan evaluasi sehingga didapat hasil evaluasi yang digunakan untuk memperbaiki proses belajar menagajar. Pelaksanaan evaluasi tersebut dimulai dari perencanaan evaluasi, pembuatan soal tes, mengolah dan menganalisis hasil tes hingga menginterpretasi dan menindaklanjuti hasil evaluasi. Penelitian pada skripsi ini menggunakan metode deskripsi analisis dengan jenis penelitian lapangan (field research) dan ditunjang oleh referensi-referensi yang berkaitan dengan tema yang dibahas di skripsi ini (library research). Adapun yang menjadi tolok ukur kompetensi guru dalam pelaksanaan evaluasi pembelajaran adalah skor acuan yang dapat mengkategorikan guru Pendidikan Agama Islam berkompetensi tinggi, sedang atau rendah. Dan setelah dilakukan penelitian di SMAN 88 Jakarta, maka dapat disimpulkan bahwa guru Pendidikan Agama Islam di SMAN 88 Jakarta memiliki kompetensi yang tinggi dalam pelaksanaan evaluasi pembelajaran.

ii

Oleh karena itu. Pimpinan dan seluruh staf administrasi Perpustakaan Utama. perhatian serta arahan untuk membimbing penyusunan skripsi ini. 5. Penulis menyadari bahwa dalam proses penulisan skripsi ini banyak sekali kesulitan dan hambatan yang didapati baik dari segi moril maupun materil. penasehat akademik yang telah membantu penulis baik berupa motivasi dan arahan dalam perkuliahan. Ketua dan Sekretaris Jurusan Pendidikan Agama Islam Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Ibu Dr. karena atas Rahmat. Shalawat serta Salam semoga ALLAH SWT limpahkan kepada Nabi Muhammad SAW keluarga. sahabat dan kerabatnya serta kepada seluruh pengikutnya. Seluruh Dosen. iii . Sururin M. Namun berkat pertolongan ALLAH SWT berupa kesungguhan dan bantuan dari berbagai pihak akhirnya skripsi ini dapat diselesaikan.Ag. Staf dan karyawan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta yang telah banyak memberikan ilmu pengetahuan kepada penulis selama perkuliahan 4. 3.KATA PENGANTAR ÈÓã Çááå ÇáÑÍãä ÇáÑÍíã Dengan mengucapkan Hamdalah kepada Allah SWT Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Perpustakaan FITK yang telah memberikan kesempatan kepada penulis untuk meminjamkan buku-buku yang penulis butuhkan sebagai referensi yang berkaitan dengan skripsi ini. Bapak Drs. penulis menyampaikan ucapan terima kasih kepada : 1. Dekan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta 2. 6. pembimbing skripsi yang dengan kesabaran dan keikhlasan meluangkan waktu dan pikiran. Berkah dan HidayahNya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini. H Paimun dan Ibu Dra. Manerah.

Nahdiana S. Nurjanah. Jakarta. Teman-teman seperjuangan PAI 2004 kelas E (Teh Aida. Zaim) dan teman-teman lainnya yang tidak bisa disebutkan namanya satu persatu akan tetapi tanpa mengurangi rasa hormat penulis. Kepala SMAN 88 Jakarta Ibu Hj. partisipasi dibalas oleh ALLAH SWT dan mudah-mudahan skripsi ini bermanfaat dan sekaligus dapat menambah ilmu kita semua.7. wakabid kesiswaan. Ayah Armen Lubis dan Mama Mas’udah Nasution tercinta yang tak hentihentinya mendoakan. wakabid kurikulum. memberi limpahan kasih sayang sejak penulis lahir hingga sekarang dan motivasi baik secara moril mapun materil. Ade dan Bang Endin) dan keponakan ku tersayang Syaddad yang selalu memberikan semangat dan hari-hari yang ceria. Pd. Mulyadi.U. Staf T. Bang Ipul. Ridwan. Feni. 9. 10. Bpk Endang Iskandar dan Ibu Eriwati). Semoga segala perhatian. Abdullah Husaeri. para dewan guru yang telah membantu dalam penelitian skripsi ini (Bpk Ahmad Tasirin. semoga ALLAH SWT memberikan kebahagiaan dunia dan akhirat atas seluruh perjuangan yang Ayah dan Mama lakukan. 8. Kakak ku tercinta (Rani. 11. Serta semua pihak yang telah berpartisipasi dalam penulisan skripsi ini. 14 Agustus 2008 Hanifah Lubis iv . Finta.

............................. 20 Kesesuaian tipe soal dengan materi pelajaran ..................................................... 1 Kisi-kisi angket .......... 48 Tabel................... 22 Menyiapkan kunci jawaban ........................ 34 Tabel............................. 52 Tabel...... 24 Verifikasi data .... 54 Tabel................. 9 Pemilihan teknik evaluasi ............. 55 Tabel..........DAFTAR TABEL Tabel........... 52 Tabel............................................. 19 Daya pembeda .. 3 Keadaan Karyawan SMAN 88 ....... 44 Tabel....... 50 Tabel........................ 58 vii ................................... 50 Tabel.................................................................................................. 57 Tabel..................... 58 Tabel........................................................................................... 53 Tabel.................................................................. 56 Tabel.................................... 47 Tabel........................................................ 16 Jumlah butir soal sesuai dengan submateri ................ 13 Kisi-kisi butir soal sebagai dasar penyusunan soal .. 10 Membuat kisi-kisi butir soal ......................... 4 Keadaan Siswa SMAN 88 ............... 55 Tabel..... 49 Tabel............................................... 54 Tabel............. 2 Keadaan Guru SMAN 88 Jakarta ........................................... 44 Tabel... 12 Frekuensi dalam kegiatan evaluasi................ 15 penggunaan instrumen non tes .. 21 Menggunakan tes lisan ..... 51 Tabel. 5 Sarana dan Prasarana ..................... 7 Perumusan evaluasi pembelajaran sesuai dengan Karakteristik Siswa ..................... 14 Aspek tujuan pembelajaran pada saat penyusunan butir soal................................. 43 Tabel.. 18 Taraf kesukaran .............................. 11 Menggunakan penilaian acuan patokan .......... 41 Tabel..... 8 Menetapkan aspek evaluasi pembelajaran ...................................... 6 Tujuan perumusan evaluasi pembelajaran ...................................................... 17 Validitas dan reliabilitas soal ...................................... 49 Tabel... 23 Tugas untuk mengevaluasi proses belajar mengajar .................................... 48 Tabel...............

............................. 44 Mengadakan pembahasan materi diluar KBM ... 62 Tabel............. 43 Memadukan tes tertulis.......... 34 Soal remedial ....................................................................... 73 viii ............... 30 Melaporkan hasil evaluasi kepada kepala sekolah.. 65 Tabel...... 65 Tabel................................................. 26 Memberitahukan setiap hasil tes ........ 42 Memberikan Bimbingan dan konseling pada siswa yang sering remedial ...........Tabel......... 63 Tabel....................................................... 41 Memberikan tugas tamgahan disamping tes remedial .... 61 Tabel................................. 38 Mengambil keputusan untuk menindaklanjuti PBM................. 25 Memberitahukan skor pada setiap butir soal ...... lisan dan perbuatan dalam evaluas................................ 36 Menindaklanjuti hasil evaluasi ............................................ 71 Tabel.................................. 28 Membantu cara penyelesaian............... 64 Tabel....................... 31 Menyusun profil kemajuan kelas .................. 69 Tabel....... 33 Membatasi remedial .......... 70 Tabel.............. 32 Mengadakan remedial .... 61 Tabel..... 60 Tabel..................................................... 63 Tabel.. 59 Tabel.. 29 Klasifikasi kesalahan siswa ................................ 69 Tabel...... 40 Memberikan pelajaran tambahan bagi siswa yang remedial ....................................................................................... 71 Tabel.......... 68 Tabel....... 37 Mengubah teknik atau metode mengajar setelah evaluasi... 46 Hasil kompetensi guru PAI dalam evaluasi pembelajaran .. 72 Tabel............. 68 Tabel............................... 45 Skoring Kompetensi guru PAI dalam pelaksanaan evaluasi pembelajaran ................. 67 Tabel... 66 Tabel...................................... 35 Peningkatan nilaia setelah remedial ...... 39 Melanjutkan ke materi berikutnya bila terdapat banyak siswa yang remedial......................... 66 Tabel.............. 27 Membahas hasil evaluasi .......

Dede Rosyada.Pd. Jakarta 2 September 2008 Panitia Ujian Munaqasah Ketua Panitia (Ketua Jurusan / Prodi) Dr. diajukan kepada Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. M. H.I) dalam bidang Pendidikan Agama Islam. dan dinyatakan lulus dalam ujian munaqasah pada 2 September 2008 dihadapan dewan penguji.A NIP : 150 283 322 Tanggal TandaTangan __________ ____________ ___________ ____________ ___________ ____________ ___________ ____________ Mengetahui Dekan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Prof.LEMBAR PENGESAHAN Skripsi berjudul : “Studi Kompetensi Guru Pendidikan Agama Islam Dalam Pelaksanaan Evaluasi Pembelajaran di SMAN 88 Jakarta”. M.A NIP : 150 231 356 .Fattah Wibisono. Karena itu. Safiudin Shidiq. A.A NIP : 150 229 477 Penguji I Drs. H. Dr.A NIP : 150 236 009 Sekretaris Jurusan / Prodi Drs. Alisuf Sabri NIP : 150 033 454 Penguji II Siti Khadijah M. M. penulis berhak memperoleh gelar Sarjana (S.

.......DAFTAR ISI Lembar Pernyataan .............................. 7 BAB II : KAJIAN TEORI A..... Macam-macam Kompetensi Guru ............................................................................................. 32 C...................... 33 v ............ Pembatasan dan Perumusan Masalah ................................. 25 C............ 22 3................................................................................ Latar Belakang Masalah.............................................................. 8 1.................. Pengertian. Langkah-langkah Evaluasi .... 12 B......................... Tujuan...... Pengertian Kompetensi Guru.... Urgensi Kompetensi Guru............................................................................ Evaluasi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam ..................................... 18 2....... 8 2.................... iii Daftar Isi ............ i Abstrak... Metode Penelitian .......... Evaluasi Pembelajaran .......................................................... 6 C.............. Prinsip-Prinsi Evaluasi ............................................... 30 BAB III : METODOLOGI PENELITIAN A.. v Daftar Tabel.............. Tekhnik Evaluasi ........................................................... 32 B.............. vii BAB I : PENDAHULUAN A... 6 D............... Manfaat Penelitian ................ Kompetensi Guru PAI................................................. 7 E................................................................................... ii Kata Pengantar ............................ Tujuan Penelitian ..................................... 10 3........ Identifikasi Masalah...... Populasi dan Sampel .......... 23 4...... Variabel penelitian........................... 1 B........................ Fungsi Evaluasi.................................................................... 18 1.......................................................................................................

....... Interpretasi Data ...... Sarana dan Prasarana.................................................................. Sejarah Singkat Sekolah............... Gambaran Umum Sekolah .......................... Struktur Organisasi ................................ 41 5........ Deskripsi Data .. Kesimpulan................................. Data Siswa ........................... 33 E............................ 46 C.................. 44 7................... 39 4........................................................... 44 6...... 37 3........................................................................... Pengolahan dan Analisis Data ............................................ 77 LAMPIRAN vi ......D........ 35 BAB IV : HASIL PENELITIAN A............................................................. Teknik Pengolahan dan Analisis Data ............................................... 75 DAFTAR PUSTAKA.................. Visi dan Misi .... 46 B............................................................... 72 BAB V : PENUTUP A. 45 A................................. 74 B. Kurikulum dan Sistem Belajar Mengajar......... 37 1.. Data Guru dan Karyawan ........................................................... Teknik Pengumpulan Data ......................... Saran ............. 37 2...................

I) Oleh: Hanifah Lubis 104011000177 JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA 1429 H / 2008 M .Pd.STUDI KOMPETENSI GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM PELAKSANAAN EVALUASI PEMBELAJARAN DI SMAN 88 JAKARTA Skripsi Diajukan Kepada Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Untuk Memenuhi Persyaratan Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Islam (S.

LAMPIRAN .

pendidikan adalah sebuah proses transfer nilai-nilai dari orang dewasa (guru atau orang tua) kepada anak-anak agar menjadi dewasa dalam segala hal. Pendidikan merupakan masalah yang penting bagi setiap bangsa yang sedang membangun. Berdasarkan fungsi dan tujuan pendidikan nasional yang tertuang dalam UU No.20 Tahun 2003 (Sisdiknas. Upaya perbaikan dibidang pendidikan merupakan suatu keharusan untuk selalu dilaksanakan agar suatu bangsa dapat maju dan berkembang seiring dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Beberapa upaya dilaksanakan antara lain penyempurnaan kurikulum. pasal 3). Dalam artian. Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang 1 . peningkatan kompetensi guru melalui penataran-penataran. perbaikan sarana-sarana pendidikan. Hal ini dilaksanakan untuk meningkatkan mutu pendidikan bangsa dan terciptanya manusia Indonesia seutuhnya. Latar Belakang Masalah Pendidikan adalah usaha orang dewasa dalam pergaulan dengan anak-anak untuk memimpin jasmani dan rohani kearah kedewasaan.-33 -1- 1 BAB I PENDAHULUAN A. dan lain-lain..

guru hendaknya memiliki perencanaan (planing) pengajaran yang cukup matang. Mulyasa. Kemampuan guru dalam merencanakan dan melaksanakan proses pembelajaran merupakan faktor utama dalam mencapai tujuan pengajaran. mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Guru sebagai pendidik mengandung arti yang sangat luas. Remaja Rosdakarya. Komponenkomponen yang terpenting adalah tujuan. Cet Ke-1. melaksanakan kegiatan yang direncanakan dan melakukan penilaian terhadap hasil dari proses belajar mengajar. maka guru harus memiliki dan menguasai perencanaan kegiatan belajar mengajar. karena pengajaran adalah suatu sistem. Salah satu usaha untuk mengoptimalkan pembelajaran adalah dengan memperbaiki pengajaran yang banyak dipengaruhi oleh guru.. berakhlak mulia. Keterampilan merencanakan dan melaksanakan proses belajar mengajar ini sesuatu yang erat kaitannya dengan tugas dan tanggung jawab guru sebagai pengajar yang mendidik. Untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas kegiatan belajar mengajar yang dilakukan oleh guru. materi. Perencanaan pengajaran tersebut erat kaitannya dengan berbagai unsur seperti tujuan pengajaran. Standar Kompetensi Sertifikasi Guru. kegiatan Dr.-33 -2- 2 bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa serta mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.sehat. keberhasilan pendidikan ditentukan oleh keberhasilan pelaksanaan kegiatan belajar mengajar. Sebagai pengajar. berilmu. maka dalam lembaga pendidikan formal yaitu sekolah.2007). E. tidak sebatas memberikan bahan-bahan pengajaran tetapi menjangkau etika dan estetika perilaku dalam menghadapi tantangan kehidupan di masyarakat. bahan pengajaran. yakni keterpaduan antara kegiatan guru dengan kegiatan siswa.1 Untuk mencapai tujuan yang diinginkan tersebut. (Bandung: PT.cakap. kreatif. evaluasi. maka perbaikannya pun harus mencakup keseluruhan komponen dalam sistem pengajaran tersebut. Bagaimana siswa belajar banyak ditentukan oleh bagaimana guru mengajar. h-4 1 .

maka semua itu tidak akan membuahkan hasil yang maksimal. Ia berkata” Rasulullah SAW bersabda: Jika urusan diserahkan kepada yang bukan ahlinya. Dalam syari’at Islam. meniscayakan mempunyai ilmu atau keahlian (kompetensi) yang sesuai dengan kebutuhan jabatan tersebut. Oleh karena itu. Bila kompetensi ini tidak ada pada diri seorang guru. Sebab secanggih apapun suatu kurikulum dan sehebat apapun sistem pendidikan. Artinya : ”Dari Abu Hurairah r. Namun bila seseorang tidak mempunyai kompetensi dibidangnya maka tunggulah saat-saat kehancurannya. (pendidik). tanpa kualitas guru yang baik. Hal ini sejalan dengan dengan pesan kompetensi itu sendiri yang menuntut adanya profesionalitas dan kecakapan diri. Unsur-unsur tersebut merupakan bagian integral dari keseluruhan tanggung jawab guru dalam proses pembelajaran. maka nantikanlah saat kehancurannya” (H. dijelaskan bahwa seseorang yang menduduki suatu jabatan tertentu. meskipun tidak terpaparkan secara jelas.a. guru diharapkan memiliki kompetensi yang diperlukan untuk melaksanakan tugas dan fungsinya secara efektif dan efisien. metode mengajar. namun terdapat hadits yang menjelaskan bahwa segala sesuatu itu harus dilakukan oleh ahlinya (orang yang berkompeten dalam tugasnya tersebut). . Kompetensi merupakan salah satu kualifikasi guru yang terpenting. Saat ini. maka ia tidak akan berkompeten dalam melakukan tugasnya dan hasilnya pun tidak akan optimal.R Bukhori) Dari hadits ini.-33 -3- 3 belajar. dalam segi kurikulum salah satu upaya yang dilakukan pemerintah untuk meningkatkan mutu pendidikan adalah dengan memberlakukan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP).. Yang paling penting dalam hal ini adalah faktor guru. dan evaluasi.

ia juga melaksanakan tugas pendidikan dan pembinaan bagi peserta didik. atau kebijakan perlakuan terhadap siswa terkait dengan konsep belajar tuntas. kemampuan guru mengembangkan proses pembelajaran serta penguasaannya terhadap bahan ajar. h. 1994).-33 -4- 4 Terlebih lagi bagi seorang guru agama. (Jakarta: PAU-PAI. dan yang sangat diperlukan untuk membuat alternatif-alternatif keputusan..2004). guru juga dituntut dapat melaksanakan evaluasi dan pengadministrasiannya.2 Sedemikian pentingnya evaluasi ini sehingga kelas yang baik tidak cukup hanya didukung oleh perencanaan pembelajaran. tanpa diimbangi dengan kemampuan melakukan evaluasi terhadap perencanaan kompetensi siswa yang sangat menentukan dalam konteks perencanaan berikutnya. (Bandung: PT. Cet Ke 1. Dalam arti luas evaluasi adalah suatu proses merencanakan. memperoleh dan menyediakan informasi. guru Pendidikan Agama Islam dituntut untuk memiliki keterampilan profesional dalam menjalankan tugas pembelajaran. Evaluasi dipandang sebagai masukan yang diperoleh dari proses pembelajaran yang dapat dipergunakan untuk mengetahui kekuatan dan kelemahan berbagai komponen yang terdapat dalam suatu proses belajar mengajar. 174 2 .h. ia harus mempunyai nilai lebih dibandingkan dengan guru-guru lainnya.3 4 Subari. selain menguasai materi dan dapat mengolah program belajar mengajar. dan juga tidak cukup dengan kemampuan guru dalam menguasai kelas. disamping melaksanakan tugas keagamaan. (Jogjakarta: Bumi Aksara. Kemampuan guru dalam melakukan evaluasi merupakan kompetensi guru yang sangat penting. ia membantu pembentukan kepribadian. Remaja Rosdakarya. 2001). Guru agama. Dengan tugas yang cukup berat tersebut. h. Universitas Terbuka. Prinsip-Prinsip dan Teknik Evaluasi Pengajaran. Supervisi Pendidikan. Cet ke 2.4 Dalam hal memperoleh dan menyediakan Prasetya Irawan. Evaluasi Proses Belajar Mengajar.1 3 Ngalim Purwanto. pembinaan akhlak disamping menumbuhkan dan mengembangkan keimanan dan ketaqwaan para siswa. Dengan komptensi yang dimiliki.3 Atau dengan kata lain tidak ada satupun usaha untuk memperbaiki mutu proses belajar mengajar yang dapat dilakukan dengan baik tanpa disertai langkah evaluasi.

aspek evaluasi pembelajaran ini diabaikan. Dimana guru terlalu memperhatikan saat yang bersangkutan memberi pelajaran saja. evaluasi menempati posisi yang sangat strategis dalam proses pembelajaran. Kemampuan yang harus dimiliki oleh guru yang kemudian menjadi suatu kegiatan rutin yaitu membuat tes. melakukan pengukuran. Evaluasi pembelajaran merupakan suatu usaha untuk memperbaiki mutu proses belajar mengajar. Berdasarkan uraian di atas. sehingga guru dapat menentukan keputusan atau perlakuan terhadap siswa tersebut. Oleh karena itu. Apakah perlu diadakannya perbaikan atau penguatan. Namun. pada saat guru membuat soal ujian atau tes (formatif) . Informasi-informasi yang diperoleh dari pelaksanaan evaluasi pembelajaran pada gilirannya digunakan untuk memperbaiki kualitas proses belajar mengajar. dan mengevaluasi dari kompetensi siswa-siswanya sehingga mampu menetapkan kebijakan pembelajaran selanjutnya.-33 -5- 5 informasi. serta menentukan rencana pembelajaran berikutnya baik dari segi materi maupun rencana strateginya. Seringkali dalam proses belajar mengajar. guru setidaknya mampu menyusun instrumen tes maupun non tes. maka penulis merasa terdorong untuk mengkaji dan meneliti lebih lanjut mengenai kompetensi guru khususnya guru Pendidikan Agama Islam dalam melaksanakan tugas-tugasnya yang berkaitan dengan kegiatan evaluasi pembelajaran dalam bentuk skripsi yang berjudul ”STUDI KOMPETENSI GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM PELAKSANAAN EVALUASI PEMBELAJARAN DI SMAN 88 JAKARTA” . mampu membuat keputusan bagi posisi siswa-siswanya.. soal tes disusun seadanya atau seingatnya saja tanpa harus memenuhi penyusunan soal yang baik dan benar serta pengolahan evaluasi pembelajaran yaitu pada pelaksanaan evaluasi formatif. Guru harus mampu mengukur kompetensi yang telah dicapai oleh siswa dari setiap proses pembelajaran atau setelah beberapa unit pelajaran. hal ini dikarenakan seorang guru akan mendapatkan informasiinformasi sejauh mana tujuan pengajaran yang telah dicapai siswa. apakah telah dicapai harapan penguasaannya secara optimal atau belum.

Kompetensi guru Pendidikan Agama Islam merupakan tuntutan yang harus dimiliki oleh guru Pendidikan Agama Islam agar dapat meningkatkan kemampuan dan keterampilan dalam mengajarkan bidang keagamaan sehingga proses pembelajaran akan berjalan optimal.. 2. Pembatasan dan Perumusan Masalah Mengingat luasnya ruang lingkup yang diuraikan. Informasi-informasi yang diperoleh dari pelaksanaan evaluasi pembelajaran pada gilirannya digunakan untuk memperbaiki kualitas proses belajar mengajar. maka penulis akan membatasi ruang lingkup permasalahan yang akan dibahas sebagai berikut: 1. Bagaimanakah kompetensi Guru Pendidikan Agama Islam dalam pelaksanaan evaluasi pembelajaran ? 2. maka dalam penelitian ini dirumuskan sebagai berikut: 1. Kompetensi yang dimaksud disini adalah kemampuan yang harus dimiliki oleh seorang guru Pendidikan Agama Islam dalam pelaksanaan proses belajar mengajar khusunya kompetensi profesional. maka untuk menghindari pembiasan dalam memahami pembahasan. Evaluasi pembelajaran yang akan dikaji adalah evaluasi formatif Pendidikan Agama Islam yang pada pelaksanaannya lebih dikenal dengan Ulangan Harian . Identifikasi Masalah Dari penjelesan latar belakang diatas maka penulis mengidentifikasi masalah sebagai berikut : 1. Pentingnya evaluasi pembelajaran yang merupakan suatu usaha untuk memperbaiki mutu proses belajar mengajar. Bagaimana Pelaksanaan Evaluasi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam yang diterapkan di SMA Negeri 88 ? . 2. Dengan memperhatikan Pembatasan Masalah di atas.-33 -6- 6 B. C.

Manfaat Penelitian Adapun hasil dari penelitan ini diharapkan berguna bagi dunia pendidikan dan sebagai masukan bagi guru betapa pentingnya kompetensi guru dalam meningkatkan mutu pembelajaran dan keterkaitan kompetensi guru dalam pelaksanaan evaluasi pembelajaran. dan mengetahui pelaksanaan evaluasi pembelajaran Pendidikan Agama Islam di sekolah E. Tujuan Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kompetensi guru Pendidikan Agama Islam dalam melaksanakan tugas-tugasnya yang berkaitan dengan evaluasi proses pembelajaran. .-33 -7- 7 D. sehingga didapatkan hasil belajar yang optimal. ..

Oleh karena itu. Dengan kata lain. diperlukanlah sosok guru yang mempunyai kualifikasi.-33 -8- 8 BAB II KAJIAN TEORI A. Kompetensi Guru PAI 1. 8 . khususnya pendidikan formal di sekolah. Pengertian Kompetensi Guru Pendidikan merupakan sesuatu yang penting dan utama dalam konteks pembangunan bangsa dan negara.. Dalam situasi pendidikan. Ini disebabkan guru berada di barisan terdepan dalam pelaksanaan pendidikan. guru merupakan komponen yang penting dalam meningkatkan mutu pendidikan. Hal ini dapat terlihat dari tujuan nasional bangsa Indonesia yang salah satunya yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa yang menempati posisi yang strategis dalam pembukaan UUD 1945. kompetensi dan dedikasi yang tinggi dalam menjalankan tugas profesionalnya. Dengan demikian upaya perbaikan apapun yang dilakukan untuk meningkatkan pendidikan tidak akan memberikan sumbangan yang signifikan tanpa didukung oleh guru yang profesional dan berkompeten. guru merupakan komponen yang paling berpengaruh terhadap terciptanya proses dan hasil pendidikan yang berkualitas.

10 Pengertian kompetensi ini.2005). Menurut kamus bahasa Indonesia. h-71 6 Moch. keterampilan dan kemampuan yang dituntut oleh jabatan seseorang. Sebagai agen pembelajaran guru memiliki peran sentral dan cukup strategis antara lain sebagai fasilitator. ( Jakarta: Prestasi Pustaka Publisher. kompetensi dapat diartikan 6 (kewenangan) kekuasaan untuk menentukan atau memutuskan suatu hal. mengemukakan bahwa kompetensi merupakan perilaku yang rasional untuk mencapai tujuan yang dipersyaratkan sesuai dengan kondisi yang diharapkan.. kompetensi adalah suatu hal yang menggambarkan kualifikasi atau kemampuan seseorang.5 Guru yang profesional pada intinya adalah guru yang memiliki kompetensi dalam melakukan tugas pendidikan dan pengajaran.-33 -9- 9 Satu kunci pokok tugas dan kedudukan guru sebagai tenaga profesional menurut ketentuan pasal 4 UU Guru dan Dosen adalah sebagai agen pembelajaran (Learning Agent) yang berfungsi meningkatkan kualitas pendidikan nasional. h-14 7 Kunandar. Masalah-masalah Ilmu Keguruan. pemacu.8 Kompetensi merupakan suatu tugas yang memadai atas kepemilikan pengetahuan. (Bandung: PT.7 Charles E.51 8 Moch. h-4 10 Kunandar. Cet ke 17. Kompetensi berasal dari kata competency.2007) h. maka kompetensi guru mengandung arti kemampuan seseorang guru dalam melaksanakan kewajiban-kewajiban secara bertanggung jawab dan layak atau kemampuan dan kewenangnan guru dalam melaksanakan Trianto dan Titik Triwulan Tutik.9 Kompetensi juga berarti sebagai pengetahuan. (Jakarta: Bina Aksara. Istilah kompetensi sebenarnya memiliki banyak makna yang diantaranya adalah sebagai berikut: Menurut Usman. Menjadi Guru Profesional. Uzer Usman. Guru Profesional:Implementasi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidkan Dan Sukses Dalam Sertifikasi Guru….Cet ke-3. motivator. Kompetensi dan Kesejahteraan. Guru Profesional:Implementasi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidkan Dan Sukses Dalam Sertifikasi Guru (Jakarta: Raja Grafindo persada. h-14 9 Roestiyah N. jika digabungkan dengan sebuah profesi yaitu guru atau tenaga pengajar.1989).2005). 2007).K. Sertifikasi Guru dan Upaya Peningkatan Kualifikasi. Johnson. keterampilan dan nilai-nilai dasar yang direfleksikan dalam kebiasaan berpikir dan bertindak. Remaja Rosdakarya. Remaja Rosdakarya. baik yang kualitatif maupun kuantitatif. perekayasa pembelajaran. (Bandung: PT. h-5 2 5 . Uzer Usman. dan pemberi inspirasi belajar bagi peserta didik. Menjadi Guru Profesional. Cet ke 17. Cet Ke 1. yang berarti kemampuan atau kecakapan.

Cet ke 17. Guru agama di samping melaksanakan tugas pengajaran. Urgensi Kompetensi Guru Proses belajar mengajar merupakan suatu proses yang mengandung serangkaian perbuatan guru dan siswa atas dasar hubungan timbal balik yang berlangsung dalam situasi edukatif untuk mencapai tujuan tertentu. h-95 14 Zakiyah Daradjat..13 Guru agama berbeda dengan guru-guru bidang studi lainnya. pencegah perbuatan salah dan munkar yang paling ampuh. (Bandung: PT. pembinaan akhlak serta menumbuhkembangkan keimanan dan ketaqwaan para peserta didik. Maka kompetensi guru agama Islam adalah kewenangan untuk menentukan Pendidikan Agama Islam yang akan diajarkan pada jenjang tertentu di sekolah tempat guru itu mengajar. Menjadi Guru Profesional. Pendidikan Islam Dalam Keluarga dan Sekolah .(Jakarta: Ruhama. 2. terutama dalam mencapai ketentraman bathin dan kesehatan mental pada umumnya. h-14 12 Kunandar. Namun seorang guru agama hendaknya memiliki kemampuan paedagogis atau hal-hal mengenai tugas-tugas kependidikan seorang guru agama tersebut.11 Pengertian kompetensi guru adalah seperangkat penguasaan kemampuan yang harus ada dalam diri guru agar dapat mewujudkan kinerjanya secara tepat dan efektif. ia membantu pembentukan kepribadian. jika pengertian kompetensi guru tersebut dikaitkan dengan Pendidikan Agama Islam yakni pendidikan yang sangat penting bagi kehidupan manusia.2005). Dalam proses 11 Moch.10 - 10 profesi keguruannya.1995).12 Namun. Pendidikan Islam Dalam Keluarga dan Sekolah …. Remaja Rosdakarya. yaitu memberitahukan pengetahuan keagamaan.14 Kemampuan guru khususnya guru agama tidak hanya memiliki keunggulan pribadi yang dijiwai oleh keutamaan hidup dan nilai-nilai luhur yang dihayati serta diamalkan. Agama Islam merupakan bimbingan hidup yang paling baik. Uzer Usman. h-99 . . ia juga melaksanakan tugas pengajaran dan pembinaan bagi peserta didik. Guru Profesional:Implementasi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidkan Dan Sukses Dalam Sertifikasi Guru…h-55 13 Zakiyah Daradjat. Cet Ke-2.-33 . pengendali moral yang tiada taranya.

akan tetapi sebagian besar ditentukan oleh kompetensi guru yang mengajar dan membimbing para siswa. Agar tujuan pendidikan tercapai. Masalah kompetensi guru merupakan hal urgen yang harus dimiliki oleh setiap guru dalam jenjang pendidikan apapun. Agar proses pembelajaran dapat dilaksanakan secara efektif dan efisien. Dengan kompetensi tersebut. Tujuan. dan sebagainya. Cet Ke-4. h-36 15 . (Jakarta: Bumi Aksara. struktur dan isi kurikulumnya. Pendidikan Guru Berdasarkan Pendekatan Kompetensi.15 Dalam hubungan dengan kegiatan dan hasil belajar siswa. Ini dikarenakan kurikulum pendidikan haruslah disusun berdasarkan kompetensi yang dimiliki oleh guru. Proses belajar mengajar dan hasil belajar para siswa bukan saja ditentukan oleh sekolah. Oleh karena itu. sistem penyampaian. kompetensi guru berperan penting. Oemar Hamalik. yang dimulai dengan lingkungan belajar yang kondusif dan efektif. Kompetensi guru sangat penting dalam rangka penyusunan kurikulum.2006).Dr. baik secara akademis maupun non akademis. maka guru mempunyai tugas dan peranan yang penting dalam mengantarkan peserta didiknya mencapai tujuan yang diharapkan. Di antara kriteria-kriteria kompetensi guru yang harus dimiliki meliputi: Prof. program pendidikan.11 - 11 belajar mengajar tersirat adanya satu kesatuan kegiatan yang tak terpisahkan antara siswa yang belajar dan guru yang mengajar..Dr. h-36 16 Prof. maka guru harus melengkapi dan meningkatkan kompetensinya. sudah selayaknya guru mempunyai berbagai kompetensi yang berkaitan dengan tugas dan tanggungjawabnya. maka akan menjadikan guru profesional. …. sehingga belajar para siswa berada pada tingkat optimal16. pola. Guru yang terampil mengajar tentu harus pula memiliki pribadi yang baik dan mampu melakukan social adjustment dalam masyarakat.-33 . evaluasi. hendaknya direncanakan sedemikian rupa agar relevan dengan tuntutan kompetensi guru secara umum. Dengan demikian diharapkan guru tersebut mampu menjalankan tugas dan tanggung jawab sebaik mungkin. Guru yang berkompeten akan lebih mampu mengelola kelasnya. Oemar Hamalik. Pendidikan Guru Berdasarkan Pendekatan Kompetensi.

yakni terhadap tugas-tugas yang tidak semata di dalam kelas. 1989). yaitu kemampuan guru dalam berbagai keterampilan atau berperilaku. terkandung dalam macam-macam kompetensi guru. susila. h-18 Dede Rosyada.-33 . menghargai pekerjaan dan sikap dalam menghargai hal-hal yang berkenaan dengan tugas dan profesinya. Kompetensi personal guru menunjuk perlunya struktur kepribadian dewasa yang mantap. dinamik (reflektif serta berupaya untuk maju). guru harus memenuhi dua kategori yaitu memiliki capability dan loyality. Dasar-Dasar Proses Belajar Mengajar. Kompetensi guru meliputi kompetensi kepribadian. Kompetensi Personal Dalam kompetensi personal ini telah mencakup kompetensi kepribadian dan kompetensi sosial yang merupakan modal dasar bagi guru dalam menjalankan tugas dan keguruannya secara profesional. yakni guru itu harus memiliki kemampuan dalam bidang ilmu yang diajarkannya. Paradigma Pendidikan demokratis: Sebuah Model Pelibatan Masyarakat Dalam Penyelenggaraan Pendidikan. Macam-macam Kompetensi Guru Secara umum. Mulyasa. Kompetensi kepribadian sangat besar pengaruhnya terhadap pertumbuhan dan perkembangan pribadi para peserta didik.12 - 12 1) Kompetensi kognitif.h-112-113 19 Dr.2007). guru menyiapkan dan mengembangkan sumber daya manusia (SDM). dan bertanggung jawab.17 3. Kompetensi ini juga sangat penting dalam membentuk kepribadian anak. Jakarta: Prenada Media. kompetensi sosial dan kompetensi profesional. (Bandung: Sinar Baru. yaitu kompetensi yang berkaitan dengan intelektual.18 Kedua kategori. 2004 . a. (Bandung: PT. Remaja Rosdakarya. capability dan loyality tersebut. E. h-117 18 17 . Cet Ke-1.. memiliki kemampuan teoritik tentang mengajar yang baik dan mulai perencanaan. tapi sebelum dan sesudah kelas. 2) Kompetensi afektif. Standar Kompetensi Sertifikasi Guru. yaitu kompetensi atau kemampuan bidang sikap. implementasi sampai evaluasi dan memiliki loyalitas keguruan.19 Nana Sudjana. 3) Kompetensi psikomotorik. serta mensejahterakan masyarakat. kemajuan negara dan bangsa pada umumnya.

Cet Ke-1 h-55-57 22 Samana. Guru hendaknya Dr. 8. guru hendaknya tidak kehilangan prinsip serta nilai hidup yang diyakininya. Guru mampu berperan sebagai pemimpin. Terdapat sepuluh kemampuan dasar keguruan yang menjadi tolok ukur kinerjanya sebagai pendidik profesional. Guru hendaknya dapat menggunakan waktu luangnya secara bijaksana dan produktif b. Penguasaan bahan ajar dari para guru sangatlah menentukan keberhasilan pengajarannya. Guru bersikap bersahabat dan terampil berkomunikasi dengan siapapun demi tujuan yang baik. diantaranya adalah sebagai berikut:22 1. kompetensi profesional adalah kemampuan penguasaan materi pembelajaran secara luas dan mendalam yang memungkinkan membimbing peserta didik memenuhi standar kompetensi yang ditetapkan dalam standar nasional pendidikan. Guru adalah pribadi yang bermental sehat dan stabil 9. E.13 - 13 Sedangkan kompetensi sosial dimaksudkan bahwa guru mampu memfungsikan dirinya sebagai makhluk sosial di masyarakat dan lingkungannya sehingga mampu berkomunikasi dan bergaul secara efektif dengan peserta didik. Bersedia ikut berperan serta dalam bebagai kegiatan sosial.Profesionalisme keguruan. Guru dituntut menguasai bahan ajar. 10.20 Menurut A. Kompetensi Profesional Dalam standar nasional pendidikan. Mulyasa. Guru hendaknya mampu bertindak jujur dan bertanggungjawab 3.1994). 5. Standar Kompetensi Sertifikasi Guru. Dalam persahabatan dengan siapapun. orang tua dan wali peserta didik.-33 . 12. baik di lingkup sekolah maupun luar sekolah 4. kompetensi personal-sosial adalah sebagai berikut:21 1. Guru mampu berbuat kreatif dengan penuh perhitungan 11. Guru menghayati serta mengamalkan nilai hidup (termasuk nilai moral dan keimanan) 2. Guru tampil secara pantas dan rapi. tenaga kependidikan. 7.S Lardizabal. 6. serta masyarakat sekitar. Guru hendaknya mampu bertindak tepat waktu dalam janji dan penyelesaian tugas-tugasnya. Profesionalisme keguruan… h-61-69 20 21 .…. Guru mampu berperan serta aktif dalam pelestarian dan pengembangan budaya masyarakatnya.(Yogyakarta:Kanisius.. h-173-174 Samana. sesama pendidik.

koreksi jawaban siswa serta pemberian skor. Guru mampu mengolah program belajar mengajar. Kemampuan guru dalam membuat. prosedur-metode. organisator. 6. Guru mampu mengelola interaksi belajar mengajar. membantu siswa berani menghadapi masalah hidup. pengadministrasian proses serta hasil penilaian dan tindak lanjut penilaian hasil belajar berupa pengajaran remedial serta layanan bimbingan belajar dan seluruh tahapan penilaian tersebut perlu diselaraskan dengan kemampuan sistem pengajaran. inspirator.-33 . Mampu menjadi partisipan yang baik dalam pelayanan B. optimalisasi dan integrasi perkembangan diri siswa. Jadi kegiatan penilaian yang meliputi penyusunan alat ukur (tes). 5. 3. data penilaian yang akurat sangat membantu untuk menentukan arah perkembangan diri siswa. menguasai secara mendalam serta berstruktur bahan ajar. Guru mampu menggunakan media dan sumber pengajaran. membantu siswa untuk mengenali serta menerima diri serta potensinya membantu menentukan pilihan-pilihan yang tepat dalam hidup. strategi-teknik pengajaran. 8. guru mampu berperan sebagai motivator. Guru mampu mengelola kelas. Guru yang menguasai dasar keilmuan dengan mantap akan dapat memberi jaminan bahwa siswanya belajar sesuatu yang bermakna dari guru yang bersangkutan. 4. selaras dengan perkembangan mental siswa. menguasai bahan ajar wajib (pokok). . Guru mampu menilai prestasi siswa untuk kepentingan pengajaran. penyelenggaraan tes. mengorganisasi. membantu penyelenggaraan administrasi kelas serta sekolah. Dalam pengajaran guru dituntut cakap dalam aspek didaktismetodis agar siswa dapat belajar giat. dan mampu merancang penggunaan fasilitas pengajaran. asas pengajaran. mampu menjabarkan serta mengorganisasikan bahan ajar secara sistematis. bahan ajar pengayaan dan bahan ajar penunjang dengan baik untuk keperluan pengajarannya.14 - 14 2. dan merawat serta menyimpan alat pengajaran dan atau media pengajaran adalah penting dalam upaya meningkatkan mutu pengajaran Guru menguasai landasan-landasan kependidikan. fasilitator.K di sekolah. ikut serta dalam layanan B. Keahlian guru dalam pengukuran dan penilaian hasil belajar siswa mempunyai dampak yang luas. dan menggunakan norma tertentu.K di sekolah.. Yang pertama-tama perlu dipahami oleh guru secara fungsional adalah bahwa penilaian pengajaran merupakan bagian integral dari sistem pengajaran. dan lain-lain. 7. usaha guru menciptakan situasi sosial kelasnya yang kondusif untuk belajar sebaik mungkin. pengelolaan skor. relevan dengan tujuan instruksional khusus (TIK). selaras dengan tuntutan perkembangan ilmu serta tekhnologi (mutakhir) dan dengan memperhatikan kondisi serta fasilitas yang ada di sekolah dan atau yang ada di lingkungan sekolah. Guru mengenal fungsi serta program pelayanan BK. memandu usaha. evaluator. Guru diharapkan menguasai secara fungsional tentang pendekatan sistem pengajaran.

Pemahaman wawasan / landasan kependidikan Pemahaman terhadap peserta didik pengembangan kurikulum / silabus Perancangan pembelajaran Pelaksanaan pembelajaran yang mendidik dan dialogis Pemanfaatan tekhnologi pembelajaran Evaliasi Hasil Belajar (EHB) Pengembangan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimilikinya. (Jakarta : eLSAS. Tuntutan kompetensi dibidang penelitian kependidikan ini merupakan tantangan kualitatif bagi guru untuk masa kini dan yang akan datang. Guru mengenal dan mampu ikut penyelenggaraan administrasi sekolah. perancangan dan pelaksanaan pembelajaran. Mulyasa.….-33 . Membangun Profesionalitas Guru…. E. h-75 162 24 25 . kompetensi profesional dan kompetensi sosial. 3. diperlukan adanya standar kompetensi. Kompetensi Paedagogik Yang dimaksud dengan kompetensi paedagogik adalah kemampuan mengelola pembelajaran peserta didik. menentukan bahwa kompetensi guru meliputi kompetensi padagogik. 7. dan pengembangan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimilikinya. 6. Standar Kompetensi Sertifikasi Guru. Membangun Profesionalitas Guru. hAsrorun Ni’am.24 Kompetensi ini meliputi pemahaman terhadap peserta didik. kompetensi kepribadian..15 - 15 9. guru dituntut cakap atau mampu bekerjasama secara terorganisasi dalam pengelolaan kelas. 8. 5. 23 Asrorun Ni’am. 4. Berdasarkan UU Sisdiknas No.23 a. 10. Guru memahami prinsip-prinsip penelitian pendidikan dan mampu menafsirkan hasil-hasil penelitian pendidikan untuk kepentingan pengajaran. Untuk keberhasilan dalam mengemban peran sebagai guru. 14 tentang guru dan dosen pasal 10. 2006). evaluasi hasil belajar. Kompetensi paedagogik merupakan kemampuan guru dalam pengelolaan pembelajaran peserta didik yang sekurang-kurangnya meliputi hal-hal sebagai berikut25 : 1. 2.h-199 Dr. Cet Ke 1.

Kompetensi kepribadian sangat besar pengaruhnya terhadap pertumbuhan dan perkembangan pribadi para peserta didik. Mulyasa. Standar Kompetensi Sertifikasi Guru.-33 .135-136 26 27 . Bergaul secara santun dengan masyarakat sekitar d.…. sesama pendidik. Membangun Profesionalitas Guru…. sosiologis. Kompetensi sosial merupakan kemampuan guru sebagai bagian dari masyarakat yang sekurang-kurangnya memiliki kompetensi untuk28: 1.h-199 Dr.h-199 30 E. tulisan dan isyarat 2. Menggunakan teknologi komunikasi dan informasi secara fungsional 3.26 Dalam standar nasional pendidikan. dewasa. h. tenaga kependidikan.27 c. Bergaul secara efektif dengan peserta didik. dan sebagainya Asrorun Ni’am. Kompetensi Kepribadian Kompetensi Kepribadian adalah kemampuan kepribadian yang mantap. Standar Kompetensi Sertifikasi Guru. Adapun ruang lingkup kompetensi profesional sebagai berikut30 : 1. Mengerti dan dapat menerapkan landasan kependidikan baik filosofi. menjadi teladan bagi peserta didik dan berakhlak mulia. orang tua / wali peserta didik. Kompetensi Profesional Yang dimaksud kompetensi profesional adalah kemampuan penguasaan materi pelajaran secara luas dan mendalam. psikologis. Kompetensi Sosial Kompetensi sosial adalah kemampuan guru sebagai bagian dari masyarakat untuk berkomunikasi dan bergaul secara efektif dengan peserta didik. arif. Kompetensi kepribadian ini memiliki peran dan fungsi yang sangat penting dalam membentuk kepribadian anak. guna menyiapkan dan mengembangkan sumber daya manusia (SDM) serta mensejahterakan masyarakat.….16 - 16 b. h-117 28 E. orang tua / wali peserta didik dan masyarakat sekitar. tenaga kependidikan. h. Mulyasa. dan bangsa pada umumnya. kemajuan negara. berakhlak mulia.29 Kompetensi profesional merupakan kemampuan penguasaan materi. dan berwibawa. sesama pendidik.. Standar Kompetensi Sertifikasi Guru. dikemukakan bahwa yang dimaksud dengan kompetensi kepribadian adalah kemampuan kepribadian yang mantap. Membangun Profesionalitas Guru…. E.…. Mulyasa. stabil.173 29 Asrorun Ni’am. pembelajaran secara luas dan mendalam yang memungkinkan membimbing peserta didik memenuhi standar kompetensi yang ditetapkan dalam standar nasional pendidikan. dan 4. Berkomunikasi secara lisan. arif dan berwibawa serta menjadi teladan peserta didik.

mengolah dan menginterpretasikan hasil penilaian 7. Mengerti dan dapat menerapkan metode pembelajaran yang bervariasi 5.31 1. Guru Profesional:Implementasi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidkan Dan Sukses Dalam Sertifikasi Guru…h-66 32 Kunandar. Dengan demikian. Mengerti dan dapat menerapkan teori belajar sesuai taraf perkembangan peserta didik 3. media dan sumber belajar yang relevan 6. menilai teknik dan prosedur penilaian 9. Dengan demikian. menggunakan hasil penilaian untuk perbaikan proses belajar mengajar 8. dalam hal penilaian atau evaluasi. menilai keefektifan program pengajaran Dalam standar kompetensi guru DKI Jakarta. hasil penilaian dapat dijadikan tolok ukur keberhasilan proses pembelajaran dan umpan balik bagi pendidik untuk meningkatkan kualitas proses pembelajaran yang dilakukan. guru yang berkompeten mampu melaksanakan evaluasi proses dan hasil serta manfaat pembelajaran yaitu dengan:32 31 Kunandar. ditinjau dari sudut profesionalisme tugas kependidikan maka dalam melaksanakan kegiatan penilaian yang merupakan salah satu ciri yang melekat pada pendidik profesional.17 - 17 2. Mampu mengorganisasikan dan melaksanakan program pembelajaran 7.. Mempelajari bermacam-macam teknik dan prosedur penilaian 3. Mampu menumbuhkan kepribadian peserta didik Dengan diberlakukannya kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) saat ini. Mempelajari fungsi penilaian 2. Mempelajari kriteria penilaian teknik dan proseur penialaian 5. Guru Profesional:Implementasi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidkan Dan Sukses Dalam Sertifikasi Guru…h-68 . Hal tersebut dilakukan karena salah satu indikator keberhasilan pembelajaran ditentukan oleh tingkat keberhasilan yang dicapai peserta didik. Adanya komponen-komponen yang menunjukkan kualitas mengevaluasi akan lebih memudahkan para guru untuk terus meningkatkan kualitas menilainya. hal penguasaan teknik evaluasi. Menyusun teknik dan prosedur penilaian 4. Mampu mengembangkan dan menggunakan berbagai alat. Menggunakan teknik dan dan prosedur penilaian 6. Seorang pendidik profesional selalu menginginkan umpan balik atas proses pembelajaran yang dilakukannya. berarti bahwa setiap guru memungkinkan untuk dapat memiliki kompetensi menilai secara baik dan menjadi guru yang bermutu. Mampu melaksanakan evaluasi hasil belajar peserta didik 8.-33 . Mampu menangani dan mengembangkan bidang studi yang menjadi tanggung jawabnya 4.

Ngalim Purwanto..M. Fungsi Evaluasi Dalam pendidikan terjadi proses belajar mengajar yang sistematis. M. diantaranya adalah: 1) Menurut Norman Gronlund. evaluasi mengandung beberapa pengertian. Prinsip-Prinsip dan Teknik Evaluasi Pengajaran. sedang siswa sebagai orang yang mengalami dan terlibat aktif untuk memperoleh perubahan yang terjadi pada diri siswa setelah mengikuti proses belajar mengajar. guru diharuskan memiliki kemampuan mengevaluasi ketercapaian belajar siswa. h-3 33 . Masing-masing komponen pengajaran tidak bersifat terpisah atau berjalan sendiri-sendiri. Evaluasi Pembelajaran 1. Cet Ke-12. Selain memiliki kemampuan untuk menyusun bahan pelajaran dan keterampilan menyajikan bahan untuk mengkondisikan keaktifan belajar siswa. Evaluasi berasal dari bahasa Inggris yaitu evaluation.P. Mengidentifikasi berbagai jenis alat atau cara penilaian Menentukan metode yang tepat dalam menilai hasil belajar Membuat dan mengembangkan alat evaluasi sesuai kebutuhan Menentukan kriteria keberhasilan dalam melakukan evaluasi Menganalisis hasil evaluasi dan melaksanakan tindak lanjut B. 2. evaluasi adalah Drs. Menurut Mehrens dan Lehmann yang dikutip oleh Ngalim Purwanto.-33 . memperoleh dan menyediakan informasi yang sangat diperlukan untuk membuat alternatif-alternatif keputusan33. Dalam hubungan dengan kegiatan pengajaran. yang dikutip oleh Ngalim Purwanto dalam buku Prinsip-Prinsip dan Teknik Evaluasi Pengajaran. maka guru bertugas melakukan suatu kegiatan yaitu penilaian atau evaluasi atas ketercapaian siswa dalam belajar. Guru sebagai pengarah dan pembimbing. Proses belajar mengajar pada dasarnya adalah interaksi yang terjadi antara guru dan siswa untuk mencapai tujuan pendidikan. karena evaluasi merupakan salah satu komponen penting dari kegiatan belajar mengajar. (Bandung: PT. Remaja Rosdakarya. 3. Tujuan. 2004). Pengertian. evaluasi dalam arti luas adalah suatu proses merencanakan. saling bergantung dan berkesinambungan. 4. 5. yang terdiri dari banyak komponen. tetapi harus berjalan secara teratur.18 - 18 1.

yakni perilaku awal (entry behavior) siswa. yang bersangkutan dengan kapabilitas siswa. Secara sistemik. Seorang pendidik harus mengetahui sejauh mana keberhasilan pengajarannya tercapai dengan baik dan untuk memperbaiki serta mengarahkan pelaksanaan proses belajar mengajar. Prinsip-Prinsip dan Teknik Evaluasi Pengajaran. Evaluasi pembelajaran adalah evaluasi terhadap proses belajar mengajar. Evaluasi Pendidkan. 4) Evaluasi adalah suatu alat untuk menentukan apakah tujuan pendidikan dan apakah proses dalam pengembangan ilmu telah berada di jalan yang diharapkan. (Bandung: PT. sedalamdalamnya. Remaja Rosdakarya. evaluasi pendidikan adalah penaksiran terhadap pertumbuhan dan kemajuan siswa kearah tujuan-tujuan atau nilainilai yang telah ditetapkan di dalam kurikulum. 3) Dalam rangka pengembangan sistem instruksional.-33 .P. 2) Wrightstone dan kawan-kawan.19 - 19 suatu proses yang sistematis untuk menentukan keputusan sampai sejauh mana tujuan dicapai oleh siswa. Cet Ke-12. dan untuk memperoleh keputusan tersebut maka diperlukanlah sebuah proses evaluasi dalam pembelajaran atau yang disebut juga dengan evaluasi pembelajaran. Ngalim Purwanto. Cet Ke-3. h-6 34 . 2) Evaluasi ialah kegiatan mengumpulkan data seluas-luasnya.34 Selanjutnya. (Jakarta: Bumi Aksara. mendeskripsikan pengertian evaluasi sebagai berikut:35 1) Evaluasi adalah proses memahami atau memberi arti.2001). komponen input Drs. evaluasi merupakan suatu kegiatan untuk menilai seberapa jauh program telah berjalan seperti yang telah direncanakan.. Roestiyah dalam bukunya Masalah-masalah ilmu keguruan yang kemudian dikutip oleh Slameto. M.M. h-3 35 Drs. guna mengetahui sebab akibat dan hasil belajar siswa yang dapat mendorong dan mengembangkan kemampuan belajar. 2004). mendapatkan dan mengkomunikasikan suatu informasi bagi petunjuk pihak-pihak pengambil keputusan. evaluasi pembelajaran diarahkan pada komponen-komponen sistem pembelajaran yang mencakup komponen raw input. Slameto.

Anas Sudijono.(Jakarta: PT. media). yaitu evaluasi yang dilaksanakan pada akhir program belajar mengajar untuk melihat tingkat keberhasilan proses belajar mengajar itu sendiri. h-171 Nana Sudjana.(Bandung: PT.Drs. h-16 37 36 . maka evaluasi pembelajaran dikategorikan ke dalam penilaian formatif atau evaluasi formatif. metode. Cet Ke-3.Drs. komponen output ialah hasil pembelajaran yang menandai ketercapaian tujuan pembelajaran. Cet ke-1. (Jakarta: Bumi Aksara.37 Menurut Anas Sudijono. Ed. Remaja Rosdakarya. komponen administratif (alat.2006). Pengantar Evaluasi Pendidikan…. RajaGrafindo Persada. komponen proses ialah prosedur pelaksanaan pembelajaran. h-23 39 Prof. 1-6. yaitu dilaksanakan pada setiap kali satuan program pelajaran atau subpokok bahasan dapat diselesaikan. waktu. serta kegiatan belajar yang dilaksanakan oleh peserta. Oemar Hamalik.38 Secara umum. Adapun yang menjadi tujuan khusus dari kegiatan evluasi dalam bidang pendidikan adalah: 1) Untuk merangsang kegiatan peserta didik dalam menempuh program pendidikan. Pengantar Evaluasi Pendidikan. evaluasi formatif ialah evaluasi yang dilaksankan ditengah-tengah atau pada saat berlangsungnya proses pembelajaran. h-5 38 Prof.36 Dilihat dari fungsinya yaitu dapat memperbaiki program pengajaran. evaluasi bertujuan untuk:39 1) Memperoleh data pembuktian yang akan menjadi petunjuk sampai dimana tingkat kemampuan dan tingkat keberhasilan peserta didik dalam pencapaian tujuan-tujuan kurikuler setelah menempuh proses pembelajaran dalam jangka waktu yang telah ditentukan.. 1995). dana). 1991). komponen kurikulum (program studi. Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. Anas Sudijono. 2) Mengukur dan menilai sampai di manakah efektifitas mengajar dan metode-metode mengajar yang telah diterapkan atau dilaksanakan oleh pendidik. Kurikulum dan Pembelajar.-33 ..20 - 20 instrumental yakni kemampuan profesional guru atau tenaga kependidikan. dalam bidang penidikan. dengan tujuan untuk mengetahui sejauh mana peserta didik ”telah terbentuk” sesuai dengan tujuan pengajaran yang telah ditentukan.

- -33

- 21 -

21

2) Untuk mencari dan menemukan faktor-faktor penyebab keberhasilan peserta didik dalam mengikuti program pendidikan, sehingga dapat dicari dan ditemukan jalan keluar atau cara-cara perbaikannya.40 Evaluasi dalam pembelajaran dilakukan untuk kepentingan pengambilan keputusan, misalnya tentang akan digunakan atau tidaknya suatu pendekatan, metode, atau teknik. Tujuan utama dilakukan evaluasi proses pembelajaran adalah sebagai berikut: 1) Menyiapkan informasi untuk keperluan pengambilan keputusan dalam proses pembelajaran. 2) Mengidentifikasi bagian yang belum dapat terlaksana sesuai dengan tujuan. 3) Mencari alternatif tindak lanjut, diteruskan, diubah atau dihentikan.41 Dalam keadaan pengambilan keputusan proses pembelajaran, evaluasi sangat penting karena telah memberikan informasi mengenai keterlaksanaan proses belajar mengajar, sehingga dapat berfungsi sebagai pembantu dan pengontrol pelaksanaan proses belajar mengajar. Di samping itu, fungsi evaluasi proses adalah memberikan informasi tentang hasil yang dicapai, maupun kelemahan-kelemahan dan kebutuhan tehadap perbaikan program lebih lanjut yang selanjutnya informasi ini sebagai umpan balik (feedback) bagi guru dalam mengarahkan kembali penyimpangan-penyimpangan dalam pelaksanaan rencana dari rencana semula menuju tujuan yang akan dicapai.42 Dengan demikian, betapa penting fungsi evaluasi itu dalam proses belajar mengajar. Dalam keseluruhan proses pendidikan, secara garis besar evaluasi berfungsi untuk:43 1) Mengetahui kemajuan kemampuan belajar murid. Dalam evaluasi formatif, hasil dari evaluasi selanjutnya digunakan untuk memperbaiki cara belajar siswa. 2) Mengetahui status akademis seseorang siswa dalam kelasnya.
Prof.Drs. Anas Sudijono, Pengantar Evaluasi Pendidikan,…. h-17 Drs. Ahmad Sofyan,M.Pd, dkk,Evaluasi Pembelajaran IPA Berbasis Kompetensi,(Jakarta: UIN Jakarta Press,2006), Cet Ke-1,h-31-32 42 Drs. Ahmad Sofyan,M.Pd, dkk,Evaluasi Pembelajaran IPA Berbasis Kompetensi,…. h-32 43 Drs. Slameto, Evaluasi Pendidkan,….h-15-16
40 41

- -33

- 22 -

22

3) Mengetahui penguasaan, kekuatan dalam kelemahan seseorang siswa atas suatu unit pelajaran. 4) Menegtahui efisiensi metode mengajar yang digunakan guru. 5) Menunjang pelaksanaan B.K di sekolah. 6) Memberi laporan kepada siswa dan orang tua 7) Hasil evaluasi dapat digunakan untuk keperluan promosi siswa. 8) Hasil evaluasi dapat digunakan untuk keperluan pengurusan (streaming) 9) Hasil evaluasi dapat digunakan untuk keperluan perencanaan pendidikan, serta 10) Memberi informasi kepada masyarakat yang memerlukan, dan 11) Merupakan feedback bagi siswa, guru dan program pengajaran. 12) Sebagai alat motivasi belajar mengajar 13) Untuk keperluan pengembangan dan perbaikan kurikulum sekolah yang bersangkutan.44 Bagi guru fungsi evaluasi perlu diperhatikan dengan sungguh-sungguh agar evaluasi yang diberikan benar-benar mengenai sasaran. Hal ini didasarkan karena hampir setiap saat guru melaksanakan kegiatan evaluasi untuk menilai keberhasilan belajar siswa serta program pengajaran.

2. Prinsip-Prinsip Evaluasi Prinsip diperlukan sebagai pemandu dalam kegiatan evaluasi. Oleh karena itu evaluasi dapat dikatakan terlaksana dengan baik apabila dalam pelaksanaannya senantiasa berpegang pada prinsip-prinsip berikut ini:45 a. Prinsip Kontinuitas (terus menerus/ berkesinambungan) Artinya bahwa evaluasi itu tidak hanya merupakan kegiatan ujian semester atau kenaikan saja, tetapi harus dilaksanakan secara terus menerus untuk mendapatkan kepastian terhadap sesuatu yang diukur dalam kegiatan belajar mengajar dan mendorong siswa untuk belajar mempersiapkan dirinya bagi kegiatan pendidikan selanjutnya. b. Prinsip Comprehensive (keseluruhan) Seluruh segi kepribadian murid, semua aspek tingkah laku, keterampilan, kerajinan adalah bagian-bagian yang ikut ditest, karena itu maka item-item test

Drs. M. Ngalim Purwanto,M.P, Prinsip-Prinsip dan Teknik Evaluasi Pengajaran,…. h-7 Drs. Tayar Yusuf, Drs. Jurnalis Etek, Keragaman Teknik Evaluasi dan Metode Penerapan Jiwa Agama, (Jakarta: IND-HILL-CO,1987), Cet Ke-1, h-48-51
44 45

- -33

- 23 -

23

harus disusun sedemikian rupa sesuai dengan aspek tersebut (kognitif, afektif, psikomotorik) c. Prinsip Objektivitas Objektif di sini menyangkut bentuk dan penilaian hasil yaitu bahwa pada penilaian hasil tidak boleh memasukkan faktor-faktor subyektif, faktor perasaan, faktor hubungan antara pendidik dengan anak didik. d. Evaluasi harus menggunakan alat pengukur yang baik evaluasi yang baik tentunya menggunakan alat pengukur yang baik pula, alat pengukur yang valid. e. Evaluasi harus dilaksanakan dengan sungguh-sungguh kesungguhan itu akan kelihatan dari niat guru, minat yang diberikan dalam penyelenggaraan test, bahwa pelaksanaan evaluasi semata-mata untuk kemajuan si anak didik, dan juga kesungguhan itu diharapkan dari semua pihak yang terlibat dalam kegiatan belajar mengajar itu, bukan sebaliknya.

3. Teknik Evaluasi Istilah teknik dapat diartikan sebagai alat. Jadi teknik evaluasi berarti alat yang digunakan dalam rangka melakukan kegiatan evaluasi. Berbagai macam teknik penilaian dapat dilakukan secara komplementer (saling melengkapi) sesuai dengan kompetensi yang dinilai, teknik penilaian yang dimaksud antara lain melaui tes, observasi, penugasan, inventori46, jurnal47, penilaian diri dan penilaian antar teman yang sesuai dengan karakteristik kompetensi dan tingkat perkembangan peserta didik.48 Dalam konteks evaluasi hasil proses pembelajaran di sekolah dikenal adanya 2 macam teknik, yaitu teknik tes, maka evaluasi dilakukan dengan jalan menguji peserta didik, sedangkan teknik non test, maka evaluasi dilakukan dengan tanpa menguji peserta didik.

46 Inventori merupakan teknik penilaian melalui skala psikologis yang dipakai untuk mengngkapkan sikap, minat dan persepsi peserta didik terhadap objek psikologis. 47 Jurnal merupakan catatan pendidik selama proses pembelajaran yang berisi informasi hasil pengamatan terhadap kekuatan dan kelemahan peserta didik yang berkait dengan kinerja ataupun sikap dan perilaku peserta didik yang dipaparkan secara deskriptif. 48 www. dikmenum.go.id, Perangkat Penilaian KTSP SMA/ Rancangan Penilaian Hasil Belajar, h-3

- -33

- 24 -

24

a. Teknik tes Tes adalah alat atau prosedur yang dipergunakan dalam rangka pengukuran dan penilaian dibidang pendidikan yang berbentuk pemberian tugas atau serangkaian tugas baik berupa pertanyaan-pertanyaan atau perintah-perintah oleh testee sehingga dapat dihasilkan nilai yang melambangkan tingkah laku dengan nilai-nilai yang dicapai oleh testee lainnya atau dibandingkan dengan nilai standar tertentu.49 Ditinjau dari segi fungsi yang dimiliki oleh tes sebagai alat pengukur perkembangan belajar peserta didik, tes dibedakan menjadi tiga golongan: 1) Tes diagnostik adalah tes yang digunakan untuk mengetahui kelemahankelemahan siswa sehingga berdasarkan kelemahan-kelemahan siswa tersebut dapat dilakukan pemberian perlakuan yang tepat.50 2) Tes formatif, adalah tes yang bertujuan untuk mengetahui sudah sejauhmanakah peserta didik telah terbentuk sesuai dengan tujuan pengajaran yang telah ditentukan setelah mereka mengikuti proses pembelajaran dalam jangka waktu tertentu. Di sekolah–sekolah tes formatif ini dikenal dengan istilah ”ulangan harian”. 3) Tes sumatif adalah tes hasil belajar yang dilaksanakan setelah sekumpulan satuan program pengajaran selesai diberikan, di sekolah tes ini dikenal dengan ”ulangan umum”, dimana hasilnya digunakan untuk mengisi nilai raport atau mengisi Surat Tanda Tamat Belajar (STTB) atau Ijazah.51 Apabila ditinjau dari segi cara mengajukan pertanyaan dan cara memberikan jawabannya, tes dapat dibedakan menjadi dua golongan, yaitu, tes tertulis dan tes lisan.52

Prof.Drs. Anas Sudijono, Pengantar Evaluasi Pendidikan,… h-67 Prof. Dr. Suharsimi Arikunto, Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan,(Jakarta: PT. Bumi Aksara, 2002), Cet Ke-4, h-34 51 Prof.Drs. Anas Sudijono, Pengantar Evaluasi Pendidikan,…h-71-72 52 Prof.Drs. Anas Sudijono , Pengantar Evaluasi Pendidikan,… h- 75
49 50

- -33

- 25 -

25

b. Teknik non tes Dengan teknik non tes, maka penilaian atau evaluasi hasil belajar peserta didik dilakukan dengan tanpa menguji peserta didik, melainkan dilakukan dengan:53 1) Skala bertingkat (Rating scale) Skala menggambarkan suatu nilai yang berbentuk angka terhadap sesuatu hasil pertimbangan. 2) Quesioner (Angket) Yaitu sebuah daftar pertanyaan yang harus diisi oleh orang yang akan diukur (responden) 3) Daftar cocok (Check list) Yaitu deretan pernyataan dimana responden yang dievaluasi tinggal membubuhkan tanda cocok (!) ditempat yang sudah disediakan. 4) Wawancara (Interview) Suatu metode atau cara yang digunakan untuk mendapatkan jawaban dari responden dengan jalan tanya jawab sepihak. 5) Pengamatan (observation) Suatu tehnik yang dilakukan dengan cara mengadakan pengamatan secara teliti serta pencatatan secara sistematis. 6) Riwayat hidup Gambaran tentang keadaan seseorang selama dalam masa kehidupannya.

4. Langkah-langkah Evaluasi Evaluasi merupakan bagian integral dari pendidikan atau pengajaran sehingga perencanaan atau penyusunan, pelaksanaan dan pendayagunaannyapun tidak dapat dipisahkan dari keseluruhan program pendidikan atau pengajaran.54

53 54

Prof. Dr. Suharsimi Arikunto, Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan,…h-27-31 Drs. Slameto, Evaluasi Pendidkan…, h-45

. afektif atau psikomotorik c) Memilih dan menentukan teknik yang akan dipergunakan didalam pelaksanaan evaluasi misalnya apakah menggunakan teknik tes atau non tes d) Menyusun alat-alat pengukur yang dipergunakan dalam pengukuran dan penilaian hasil belajar peserta didik. b) Menetapkan aspek-aspek yang akan dievaluasi. misalnya dengan menyelenggarakan tes pembelajaran 3) Melakukan verifikasi data Verifikasi data dimaksudkan untuk memisahkan data yang baik (yang dapat memperjelas gambaran yang akan diperoleh mengenai diri individu atau sekelompok individu yang sedang dievaluasi dari data yang kurang baik (yang akan mengaburkan gambaran yang akan diperoleh apabila data itu ikut serta diolah) 4) Mengolah dan menganalisis data Mengolah dan menganalisis hasil evaluasi dilakukan dengan memberikan makna terhadap data yang telah berhasil dihimpun dalam kegiatan evaluasi. misalnya aspek kognitif. norma atau kriteria yang akan dijadikan pegangan atau patokan dalam memberikan interpretasi terhadap data hasil evaluasi. seperti butirbutir soal tes e) Menentukan tolok ukur.… h. 5) Memberikan interpretasi dan menarik kesimpulan Interpretasi terhadap data hasil evaluasi belajar pada hakikatnya adalah merupakan verbalisasi dari makna yang terkandung dalam data yang telah mengalami pengolahan dan penganalisaan 6) Tindak lanjut hasil evaluasi 55 Prof. Anas Sudijono Pengantar Evaluasi Pendidikan.26 - 26 Hasil dari evaluasi yang diperoleh selanjutnya dapat digunakan untuk memperbaiki cara belajar siswa (fungsi formatif). 2) Menghimpun data Dalam evaluasi pembelajaran. wujud nyata dari kegiatan menghimpun data adalah melaksanakan pengukuran.Drs. Hal ini disebabkan evaluasi tanpa tujuan maka akan berjalan tanpa arah dan mengakibatkan evaluasi menjadi kehilangan arti dan fungsinya. 93-97 .-33 . Agar evaluasi dapat dilaksanakan tepat pada waktu yang diharapkan dan hasilnya tepat guna dan tepat arah. f) Menentukan frekuensi dari kegiatan evaluasi hasil belajar itu sendiri. perlu mengikuti langkah-langkah berikut ini:55 1) Menyusun rencana evaluasi hasil belajar Perencanaan evaluasi hasil belajar itu umumnya mencakup: a) Merumuskan tujuan dilaksanakannya evaluasi.

Perangkat Penilaian KTSP SMA/ Rancangan Penilaian Hasil Belajar. guru mata pelajaran sejenis pada satuan pendidikan (MGMP sekolah) melakukan : ! pengembangan indikator pencapaian KD. kisi-kisi. terpadu. terbuka. Adapun langkah-langkah evaluasi (penilaian) berdasarkan penilaian KTSP adalah sebagai berikut :56 1. Kegiatan yang dilakukan oleh pendidik pada tahap ini meliputi: 1) Melaksanakan penilaian menggunakan instrumen yang telah dikembangkan. tenang dan nyaman dengan menerapkan prinsip valid. instrumen penilaian (berupa tes.27 - 27 Bertitik tolak dari data hasil evaluasi yang telah disusun. h. diolah.18 56 . adil. ! pembuatan rancangan program remedial dan pengayaan setiap KD..-33 . 2. Strategi penilaian meliputi pemilihan metode dan teknik penilaian.go. dan kondisi satuan pendidikan (daya dukung. penugasan. ! penetapan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) masing-masing mata pelajaran melalui analisis indikator dengan memperhatikan karakteristik peserta didik (kemampuan rata-rata peserta didik/intake). 2) Pada awal semester pendidik menginformasikan KKM dan silabus mata pelajaran yang di dalamnya memuat rancangan dan kriteria penilaian kepada peserta didik. diatur. Perencanaan Penilaian Perencanaan penilaian mencakup penyusunan kisi-kisi yang memuat indikator dan strategi penilaian. dikmenum. dianalisis dan disimpulkan sehingga dapat diketahui apa makna yang terkandung didalamya. serta pemilihan bentuk instrumen penilaian. Secara teknis kegiatan pada tahap perencanaan penilaian oleh pendidik sebagai berikut: 1) Menjelang awal tahun pelajaran. ! penyusunan rancangan penilaian (teknik dan bentuk penilaian) yang sesuai. 2) Memeriksa hasil pekerjaan peserta didik mengacu pada pedoman www. objektif. maka pada akhirnya evaluasi akan dapat mengambil keputusan atau merumuskan kebijakan-kebijakan yang akan dipandang perlu sebagai tindak lanjut dari kegiatan evaluasi tersebut.id. Pelaksanaan penilaian Pelaksanaan penilaian adalah penyajian penilaian kepada peserta didik. Penilaian dilaksanakan dalam suasana kondusif. karakteristik setiap indikator (kesulitan/kerumitan atau kompleksitas). menyeluruh. dan akuntabel. misalnya kompetensi guru. pengamatan. dan sebagainya) dan pedoman penskoran. menggunakan acuan criteria. 3) Pendidik mengembangkan indikator penilaian. fasilitas sarana dan prasarana).

3. tugas-tugas. Tindak lanjut hasil analisis Analisis hasil penilaian telah dilakukan perlu ditindak lanjuti. Untuk penilaian yang dilakukan oleh pendidik hasil penilaian masing-masing peserta didik dibandingkan dengan KKM. mengenai kekuatan dan kelemahannya. 4) Pendidik yang menilai ujian praktik melaporkan hasil penilaiannya . Hasil pekerjaan peserta didik untuk setiap penilaian dikembalikan kepada masing-masing peserta didik disertai balikan/komentar yang mendidik misalnya. dan ulangan akhir semester atau ulangan kenaikan kelas). 5. pendidik melakukan kegiatan sebagai berikut: 1) Menghitung/menetapkan nilai mata pelajaran dari berbagai macam penilaian (hasil ulangan harian. Ini merupakan informasi yang dapat dimanfaatkan oleh peserta didik untuk (a) mengetahui kemajuan hasil belajarnya.28 - 28 penskoran. (c) memotivasi diri untuk belajar lebih baik. 2) Melaporkan hasil penilaian mata pelajaran dari setiap peserta didik pada setiap akhir semester kepada pimpinan satuan pendidikan melalui wali kelas atau wakil bidang akademik dalam bentuk nilai prestasi belajar (meliputi aspek pengetahuan. praktik.. Pelaporan hasil penilaian Pelaporan hasil penilaian disajikan dalam bentuk profil hasil belajar peserta didik. dan sikap) disertai deskripsi singkat sebagai cerminan kompetensi yang utuh. 3) Memberi masukan hasil penilaian akhlak kepada guru Pendidikan Agama dan hasil penilaian kepribadian kepada guru Pendidikan Kewarganegaraan sebagai informasi untuk menentukan nilai akhir semester akhlak dan kepribadian peserta didik. Analisis ini bermanfaat untuk mengetahui kemajuan hasil belajar dan kesulitan belajar peserta didik.-33 . Analisis hasil penilaian Kegiatan yang dilakukan oleh pendidik pada tahap analisis adalah menganalisis hasil penilaian menggunakan acuan kriteria yaitu membandingkan hasil penilaian masing-masing peserta didik dengan standar yang telah ditetapkan. Kegiatan yang dilakukan oleh pendidik sebagai tindak lanjut hasil analisis meliputi: 1) Pelaksanaan program remedial untuk peserta didik yang belum tuntas (belum mencapai KKM) untuk hasil ulangan harian dan memberikan kegiatan pengayaan bagi peserta didik yang telah tuntas. ulangan tengah semester. 2) Pengadministrasian semua hasil penilaian yang telah dilaksanakan. (b) mengetahui kompetensi yang belum dan yang sudah dicapainya. serta untuk memperbaiki pembelajaran. Pada tahap pelaporan hasil penilaian. untuk mengetahui kemajuan hasil belajar dan kesulitan belajar peserta didik. dan (d) memperbaiki strategi belajarnya. 4.

sampai dimanakah guru Rancangan Penilaian Hasil belajar. h 2 H.C Witherington. ia dinyatakan lulus pada mata pelajaran tertentu. Ed-3. penilaian lebih diarahkan kepada pertanyaan. lengkap. Penilaian menggunakan acuan kriteria.57 Baik tidaknya suatu evaluasi dapat ditentukan berdasarkan keadaan tes itu seluruhnya atatu berdasarkan kebaikan setiap soal dalam tes itu.59 Pada pelaksanaan evaluasi khususnya evaluasi formatif (penilaian formatif). Apabila peserta didik telah mencapai standar kompetensi yang telah ditetapkan.29 - 29 kepada pimpinan satuan pendidikan melalui wakil pimpinan bidang akademik (kurikulum). Tehnik-Tehnik Belajar dan Mengajar.. 3) Obyektifitas Suatu tes dapat dikatakan sebagai tes belajar yang obyektif apabila tes tersebut disusun dan dilaksanakan ”menurut apa adanya”. W. Apabila peserta didik belum mencapai standar. h-156-157 59 Prof. 4) Praktis Tes belajar tersebut dilaksanakan dengan mudah. dimana saja. 1986). yang mengandung pengertian bahwa pekerjaan mengoreksi.Drs. pemberian skor dan penentuan nilainya terhindar dari unsur-unsur subyektivitas yang melekat pada diri penyusunan tes.58 2) Reliabilitas Suatu tes dikatakan reliabel apabila skor-skor atau nilai-nilai yang diperoleh peserta ujian untuk pekerjaan ujiannya adalah stabil. diperiksa dan dinilai. Bruto. 1) Validitas Suatu tes dikatakan valid atau sah. maksudnya hasil yang dicapai peserta didik dibandingkan dengan kriteria atau standar yang ditetapkan. Dalam KTSP. ia harus mengikuti program remedial atau perbaikan sehingga ia mencapai kompetensi minimal yang ditetapkan. dan oleh siap saja ujian itu dilaksanakn. kalau tes itu betul-betul mengukur apa yang hendak diukurnya. sederhana. tetapi dalam pada itu ada beberapa syarat yang harus diperhatikan pada penyusunan setiap soal dan juga pada penyusunan seluruh tes. kapan saja.… h-93-97 58 57 .H.-33 . Pengantar Evaluasi Pendidikan. harus dapat mengukur tingkat hasil belajar yang tercapai dalam pelaksanaan suatu tujuan yang dikehendaki.dkk. (Bandung: Jemmars. Anas Sudijono.

Pengantar Ilmu Pendidikan.S. h-7 62 Drs.Ag. kompetensi yang dikembangkan terfokus pada aspek kognitif dan pengetahuan dan aspek afektif atau perilaku. C. b. h. M Alisuf Sabri .60 Untuk penilaian kelompok mata pelajaran Agama dan Akhlak mulia. 2005).Pd. 2004). Evaluasi formatif ditujukan untuk memperoleh umpan balik dari upaya pengajaran yang telah dilakukan oleh guru.S. H. Pendidikan Agama Islam Berbasis Kompetensi Konsep dan Implementasi.id. Penilaian hasil belajar untuk kelompok mata pelajaran Agama dilakukan melalui61 : a. (Bandung: PT. ulangan dan atau penugasan untuk mengukur aspek kognitif peserta didik.go. Pendidikan agama Islam adalah suatu usaha untuk mengasuh peserta didik agar senantiasa dapat memahami ajaran Islam secara menyeluruh. dikmenum. Pengamatan terhadap perubahan perilaku dan sikap untuk menilai perkembangan afeksi dan kepribadian peserta didik. alokasi waktu untuk mengajarkan Pendidikan Agama Islam disediakan waktu 2 jam pelajaran perminggu62. Dian Andayani. Ujian. (Jakarta: UIN Jakarta Press.-33 . Cet Ke-1. dimana secara keseluruhan mata pelajaran Pendidikan Agama Islam melingkupi Al Qur’an dan Abdul Madjid. Menurut Zakiyah Daradjat. Remaja Rosdakarya. Cet Ke-1. Jadi dengan kata lain dengan melihat hasil yang diperoleh siswa dapat diketahui keberhasilan atau ketidakberhasilan guru mengajar. Hal ini akan digunakan oleh guru untuk memperbaiki proses belajar mengajar. Evaluasi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam.30 - 30 telah berhasil menyampaikan bahan pelajaran kepada siswanya. h-130-132 61 www. Pendidikan Agama Islam merupakan usaha sadar yang dilakukan pendidik dalam rangka mempersiapkan peserta didik untuk meyakini. Di sekolah–sekolah umum. yang langsung dikenai penilaiannya tetap siswa. meskipun dalam evaluasi formatif ini keberhasilan guru yang dinilai.118 60 . Perangkat Penilaian KTSP SMA/ Rancangan Penilaian Hasil Belajar.. memahami dan mengamalkan ajaran Islam melalui kegiatan bimbingan pengajaran atau pelatihan yang telah ditentukan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

keimanan.31 - 31 Al Hadits.64 Drs. fiqh atau ibadah.63 Sehingga pelaksanaan evaluasi pembelajarannya pun sama dengan mata pelajaran lainnya.24 63 64 . Drs.Pengantar Ilmu Pendidikan. Melakukan evaluasi tentang hasil Pendidikan Agama Islam kepada muridmurid dapat berlangsung secara terulis atau lisan. Mengenai pelajaran Pendidikan Agama Islam ini adalah lebih baik para guru mengevaluasinya secara harian karena hal demikian lebih obyektif. disamping evaluasi secara periodik yang memang wajar dilakukan pada waktu-waktu yang tepat Sekurang-kurangnya ada 3 faktor tentang agama yang harus dievaluasi pada diri seorang anak: 1) Pengetahuan para siswa tentang agama Islam 2) Pelaksanaan praktik ibadah dan amaliyahnya 3) Penghayatan jiwa agama atau akhlak yang baik sehari-hari atau kepribadian mereka. Tayar Yusuf. Jurnalis Etek. H. Kedudukan Pendidikan Agama Islam di sekolah umum hanya merupakan salah satu program atau mata pelajaran atau bidang studi yang kedudukannya sama dengan bidang studi atau mata pelajaran lainnya. akhlak. keselarasan dan keseimbangan hubungan manusia dengan Allah SWT.-33 . dan sejarah sekaligus menggambarkan bahwa ruang lingkup Pendidikan Agama Islam mencakup perwujudan keserasian. pada periode waktu-waktu tertentu dan yang bersifat rutin sehari-hari pula. sesama manusia. efektif dan membawa kepada naturalistik pengalaman dan penghayatannya kepada kepribadian anak. (Jakarta: IND-HILL-CO.… h-119 Drs. makhluk lainnya maupun lingkungan. M Alisuf Sabri .1987). Cet Ke-1. Keragaman Teknik Evaluasi dan Metode Penerapan Jiwa Agama.. diri sendiri. h.

. benda. h-97 66 Hermawan Rasito. B.32 - 32 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A.66 Populasi juga dapat diartikan keseluruhan objek yang ingin diteliti.-33 .(Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. Oleh karena itu yang menjadi populasi pada penelitian ini adalah jumlah keseluruhan guru Pendidikan Agama Islam yang mengajar di SMAN 88 Jakarta 65 Suharsimi Arikunto. 1998). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. tumbuh-tumbuhan dan pristiwa sebagai sumber data yang memiliki karakteristik tertentu dalam sebuah penelitian. h-49 32 . hewan.(Jakarta:Rineka Cipta. Populasi dan Sampel Populasi adalah keseluruhan objek penelitian yang terdiri dari manusia. Pengantar Metodologi Penelitian. Variabel penelitian Yang dimaksud dengan variabel adalah apa yang menjadi titik perhatian suatu penelitian65 Dalam penelitian ini yang menjadi variabel penelitian adalah kompetensi guru Pendidikan Agama Islam dalam pelaksanaan evaluasi pembelajaran. 1992). Cet ke-11.

67 Mengingat dengan terbatasnya jumlah guru Pendidikan Agama Islam Di SMAN 88 Jakarta.. 2. Penelitian dan Penilaian Pendidikan. C. Metode Penelitian Metode yang digunakan dalam peneitian skripsi ini adalah metode deskriptif analisis yang ditunjang oleh data yang diperoleh melalui penelitian kepustakaan (Library Research).1989). Teknik Pengumpulan Data Adapun teknik yang digunakan dalam mengumpulkan data dalam penelitian ini adalah: 1. Observasi Observasi adalah pengamatan dan pencatatan yang sistematis terhadap gejala-gejala yang diteliti. penulis terjun langsung ke lapangan atau dilakukan di sekolah dengan melalui observasi. 2000). Wawancara Yaitu mengajukan sejumlah pertanyaan lisan yang langsung ditujukan kepada orang yang paling banyak mengetahui permasalahan yang diteliti yaitu 67 68 Nana Sudjana. Adapun penelitian kepustakaan (Library Research) adalah menelaah.(Bandung: Sinar Baru. dan penelitian lapangan (Field Research). sehingga betul-betul mewakili populasi.-33 . guna memperoleh data yang jelas dan representatif D. (Jakarta: Bumi Aksara. wawancara.68 Observasi ini dilakukan dengan mengamati instrumen-instrumen dalam proses evaluasi serta data yang dapat menunjang kelengkapan penelitian ini. h- 54 . Metodologi Penelitian Sosial. maka penelitian akan dilakukan kepada seluruh guru Pendidikan Agama Islam di SMAN 88 Jakarta sebanyak 3 orang guru Pendidikan Agama Islam. Cet Ke-3. Penelitian lapangan (Field Research).33 - 33 Sedangkan sampel adalah sebagian dari populasi yang memiliki sifat dan karakteristik yang sama. h-84 Husaini Usman. sehingga penelitian ini disebut juga dengan penelitian populasi. angket dan studi dokumentasi. mengkaji dan mempelajari berbagai literature (referensi) yang erat kaitannya dengan masalah yang akan dibahas.

2.Penyusunan Alat Ukur . 18 c.10.Penulisan Soal .7 (kognitif. Pengolahan dan Analisis .6.16. serta guru Pendidikan Agama Islam.Pemilihan Tehnik Evaluasi . Perencanaan Evaluasi Pembelajaran Indikator . Angket ini diberikan kepada guru bidang studi Pendidikan Agama Islam yang mengajar di SMAN 88 JAKARTA.Perumusan Tujuan . Adapun kisi-kisi angket dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: Tabel. 1 Kompetensi Guru Pendidikan Agama Islam Dalam Pelaksanaan Evaluasi Pembelajaran Dimensi a.Frekuensi Evaluasi b.34 - 34 Kepala SMAN 88 Jakarta. Afektif.21.15.Identifikasi daya serap siswa Nomor 19. sehingga diperoleh data dan informasi tentang kompetensi guru Pendidikan Agama Islam dalam melaksanakan evaluasi pembelajaran.4.Penetapan Aspek Item Nomor Evaluasi 1. 22 .Kesesuaian soal dengan materi .Pemberian skor atau angka .Tipe soal .12. 13. guna memperoleh data pelaksanaan evaluasi pembelajaran.14.Daya pembeda Nomor 8. Psikomotorik) .9.-33 .20..Validitas dan reliabilitas .Penentuan Kriteria . Penyusunan Soal Tes .5. Angket Angket adalah daftar pertanyaan tertulis yang diberikan kepada responden baik secara langsung maupun tidak langsung. 17. 3.3.11.

Editing Dalam mengolah data. dan pengayaan 33.35 - 35 d. maka selanjutnya penulis memberikan skor tehadap butir-butir pertanyaan yang terdapat dalam angket.28.b. Teknik Pengolahan dan Analisis Data Teknik analisis data merupakan cara yang digunakan untuk menguraikan keterangan-keterangan atau data yang diperoleh agar data tersebut dapat dipahami bukan saja oleh orang yang mengumpulkan data tapi juga oleh orang lain. .Penyusunan program remedial 29.24.34.31.27.-33 .. yaitu melakukan edit.Menyusun profil kelas . pertama kali yang harus dilakukan adalah editing. penulis melakukan langkah-langkah sebagai berikut: 1. yaitu a.c dan d. Adapun pemberian skor untuk tiap jawaban adalah: Selalu (S) Sering (SR) Kadang-kadang (KK) Tidak Pernah (TP) 4 3 2 1 . Untuk mengolah data hasil penelitian.30. 25. sehingga terhindar dari kekeliruan dan kesalahan. Butir jawaban yang terdapat dalam angket ada empat.Penentuan kualitas murid Nomor 23.26. memilih atau meneliti angket satu persatu tentang kelengkapan dan kebenaran pengisian angket. Interpretasi dan Lanjut Evaluasi Tindak Hasil . 2. Skoring Setelah melewati tahap editing.35 E.32.

. yaitu dengan menggunakan rumus statistik (prosentase) yang digunakan untuk mendeskripsikan hasil penelitian dengan rumus sebagai berikut: P = f x 100 % N P : Prosentase Jawaban f : frekuensi N : Number of Cases (banyaknya responden) Setelah penulis melakukan penghitungan. Skor 100-129 : Menunjukkan kompetensi guru Pendidikan Agama Islam dalam pelaksanaan evaluasi pembelajaran di SMAN 88 Jakarta sedang. Skor 70-99 : Menunjukkan kompetensi guru Pendidikan Agama Islam dalam pelaksanaan evaluasi pembelajaran di SMAN 88 Jakarta kurang tinggi. Skor 40-69 : Menunjukkan kompetensi guru Pendidikan Agama Islam dalam pelaksanaan evaluasi pembelajaran di SMAN 88 Jakarta rendah. Skor 130-160 : Menunjukan kompetensi guru Pendidikan Agama Islam dalam pelaksanaan evaluasi pembelajaran di SMAN 88 Jakarta tinggi . tabulating dan Analisis Tabulasi adalah perhitungan terhadap data yang sudah diberikan skor berdasarkan jenis data yang dikumpulkan yaitu data kualitatif yang kemudian diubah menjadi kuantitatif. maka teknik yang digunakan adalah analisis statistik. selanjutnya penulis mengkategorikan tentang kompetensi guru Pendidikan Agama Islam dan pelaksanaan evaluasi pembelajaran berdasarkan skor yang diperoleh dari angket yang diberikan kepada guru Pendidikan Agama Islam di SMAN 88 JAKARTA.36 - 36 3.-33 .

Visi dan Misi Visi ” SMA Negeri 88 Jakarta lembaga pendidikan. Sekolah yang berlokasi di Jl. cerdas. pembelajaran dan pelatihan siswa untuk menjadi manusia yang berakhlak mulia. sekolah ini telah di pimpin oleh 7 orang kepala sekolah dengan berbagai kemajuan yang telah didapat dari masing-masing kepala sekolah yang memimpin. Sejak dimulainya proses belajar mengajar pada tahun 1986.-33 . berkualitas dan memiliki kecakapan hidup” 37 . sekolah ini dibangun di atas tanah seluas 3101m dengan nomor sertifikat akta notaris 693812 dan nomor statistik sekolah 30101404140. karena belum adanya penomoran sekolah. 2.. pada awalnya dinamakan sekolah Baru.37 - 37 BAB IV HASIL PENELITIAN A. Sejarah Singkat Sekolah SMAN 88 didirikan pada tahun 1986. Sawo kelurahan Baru kecamatan Pasar Rebo Jakarta Timur ini. Gambaran Umum Sekolah 1.

Perikehidupan. . membuka cakrawala berpikir. Kekarsaan dan kekaryaan yang inovatif 6. Kegiatan keagamaan yang komprehensif 2. Beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa 2. dan memberdayakan potensi diri ” Indikator : 1. Perekayasaan yang tertib dan positif. berbangsa dan bernegara yang normatif 5. Berbudi pekerti luhur dan berkepribadian tinggi 3. Cerdas dan terampil sesuai kompetensi 6. Setia kawan.. Mandiri dan tangguh dalam menghadapi tantangan 4.-33 . tebal rasa kebangsaan dan cinta tanah air 5. Perilaku sosial yang kondusif 3. Berdisiplin untuk mencapai prestasi Misi ” Membangun nurani. Persaingan belajar yang kompetitif 4.38 - 38 Indikator : 1.

pd Dra. Karno. Tumpal Marpaung. S.39 - 39 3.Pd Dewan Guru Wali Kelas Siswa . S.Si Kepala T. Sri Endrawati.U Suradi.-33 . Ida Hidayah Staf Bidang Keuangan Hj. Struktur Organisasi Struktur Organisasi SMA Negeri 88 Jakarta Kepala SMAN 88 Hj. S.Pd Andi Sudiana D.. S. Hj.Pd Wakabid Kesiswaan Dra. S. M. S.Sos Wakabid Kurikulum Kasno. MM Staf Kesiswaan Drs.Pd Staf Kurikulum Toni Saptoni Sulastri. Nahdiana.Pd Ketua Komite Drs. M. Sri Nurhidayati.

Sos Kepegawaian M.. S.40 - 40 Struktur Pegawai Tata Usaha SMAN 88 Jakarta Kepala Tata Usaha Suradi.Pd Kesiswaan Fahrur Rodji. Naseh Bendahara PKC Cardono Inventaris Surawan. S Pekarya Asep Sutrisno Pekarya Muchtar Amin Pekarya Suparno Keamanan Mawardi Keamanan Sujanto .Sos Perpustakaan Sutrisna Perpustakaan Rosmini Sihombing Penerima KS Wasitun Penerima KS Masrikin Persuratan Sumisdi. S. S.-33 .

Ahmad Tasirin Drs. Inggris Guru Bhs. Adapun jumlah guru yang terdapat di SMAN 88 berjumlah 57 orang . pendidikan dan jabatan Jenis No Nama Pendidikan Jabatan Kelamin 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 Hj. S. Inggris Guru Penjaskes Guru Penjaskes Guru Matematika Guru Matematika . MM Rismarine P.Pd Dra. Pd Dra. MM Usman Girsang Elidona Siahaan.Pd Drs. R. Endang Iskandar Eriwati.Pd Matsasih Erim Sirait. S. Dian Rosdianingsih Sri N Presti. perlu didukung guru yang memadai sesuai dengan kebutuhan sekolah. Marpaung. Indonesia Guru Bhs.Pd Endri Budiastuti. Inggris Guru Bhs. Mulyanah Dra. B. Ikhsanudin Dra.Sedangkan karyawan yang bertugas diluar lingkup pengajar berjumlah 15 orang.Pd P L L P L L L P P P L P P L P P L P P L S1 S1 S1 SARMUD S1 S1 S2 S1 S1 S1 S1 S1 S1 S1 S1 S1 S1 S1 S1 S1 Kepala Sekolah Guru PAI Guru PAI Guru PAI Guru PKn Guru PKn Guru Bhs. L Tobing. Nahdiana. Agus Budi H.Pd Dasman S. S.-33 . BA Muslim Gadja. Indonesia Guru Sejarah Guru Sejarah Guru Bhs.Pd Drs. Ida Hidayah Drs. Indonesia Guru Bhs.. Inggris Guru Bhs.2 Keadaan Guru SMAN 88 Jakarta menurut jenis kelamin. Indonesia Guru Bhs. Rincian lebih lanjut tentang data guru dapat dilihat pada tabel berikut : Tabel. SS Drs. T. S.41 - 41 4. S. M. S. Data Guru dan Karyawan Untuk menunjang kelancaran proses belajar mengajar. S.

Juwarsono Dra. Dwi Suharyadi Dra.Pd Drs. S. Hj. S.Pd Dra. Hj. Tatik Setiowati Dra.Pd Dyah Wahyuni.MM Hj. Sri Wijayanti Andi Sudiana D.Pd Sari Rahayu.A Dra. S. Sri Endrawati.Pd Endah Damayanti.SriNurhidayati.42 - 42 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 Kasno. Raulina Siagian Syafrizal. Lestari. Sri Hartati L P L L P P P P P L P P P P L L P P P L P L L P L L P P P P P S1 S1 S1 D3 S1 S1 S1 S2 S1 S1 S2 S1 S1 S1 S1 D3 S1 S1 S1 S1 S1 S1 S1 S1 S1 S1 S1 S1 S1 S1 S1 Wakabid Kurikulum Guru Matematika Guru Matematika Guru Fisika Guru Fisika Guru Fisika Guru Fisika Wakabid Kesiswaan Guru Biologi Guru Biologi Guru Kimia Guru Kimia Guru Kimia Guru Ekonomi Guru Ekonomi Guru Akuntansi Guru Akuntansi Guru Sosiologi Guru Sosiologi Guru Sosiologi Guru Geografi Guru Geografi Guru Seni rupa Guru Seni Musik Guru T I K Guru T I K Guru T I K Guru Bhs.Pd Dra. S.Pd Dra. Tin Hartini. S.Pd Santoso. Lisken Butar Butar Dra.Hj.-33 . S. S.Pd Agung Wahyudi B. Perancis Guru B P / B K Guru B P / B K Guru B P / B K . Arina Seri Dra. Dwi Korona S.Pd Dra. S. S. S. S. Maria Wulan Dra.Pd Puroyo Bektiarso Ellis suryani. S. R. MM Sulastri.Pd Dra Sri Suratmi Trijono Toni Saptoni Urasni Silitonga. Simanjuntak Ari Murwanto Drs..

bidang tugas. pendidikan No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 Nama Suradi.-33 . S. 3 Keadaan Karyawan SMAN 88 Jakarta menurut jenis kelamin..Pd Nurita Saragih. S. Adapun mengenai keadaan karyawan atau staf Tata Usaha dapat dilihat pada tabel di bawah : Tabel.Pd Fahrur Rodji.Jepang Dari tabel diatas dapatlah diketahui bahwa sebagian besar guru berlatar belakang pendidikan S1. S Zaenal Bayuansyah Nargentika L L P P L L S1 S1 S1 S1 S1 S1 Guru B P / B K Guru B P / B K Guru Pendakris Guru Pendakat Guru Bhs.Pak Maria Anna. S. S. begitu pula dengan guru Pendidikan Agama Islam. Naseh Cardono Surawan. S. S Muchtar Amin Jenis Kelamin L L L L L P P L L L L Pendidikan S1 D3 D3 S1 D3 D3 D3 D3 S1 S1 SMA Bidang Tugas Kepala Tata usaha Kepegawaian Bendahara PKC Inventaris Perpustakaan Perpustakaan Penerima KS Penerima KS Persuratan Kesiswaan Pekarya .Arab Guru Bhs.Sos Sutrisna Rosmini S Wasitun Masrikin Sumisdi.Sos M. Dengan demikian guru-guru bidang studi agama islam memiliki spesifikasi bidang keilmuan agama yang memadai yang dapat mendukung proses belajar mengajar di bidangnya masing-masing.43 - 43 52 53 54 55 56 57 Bambang Suprapto Marient Tambunan.

4 Keadaan siswa SMAN 88 menurut jenis kelamin No Kelas 1 X 2 XI IA 3 XI IS 4 XII IA 5 XII IS Jumlah Laki-Laki 99 33 80 30 85 324 Perempuan 101 47 80 48 67 343 Jumlah 200 80 160 78 152 667 6. 2 rombongan belajar untuk kelas XI IA dan XII IA. B. Wakil Kepala Sekolah R.-33 . Kelas R. Kepala Sekolah R.44 - 44 12 13 14 15 Asep sutrisno Suparno Sujanto Mawardi L L L L SMA SMA SMA SMA Pekarya Pekarya Keamanan Keamanan 5.. Sarana dan Prasarana Adapun sarana dan prasarana yang mendukung proses belajar mengajar di SMAN 88 antara lain sebagai berikut : Tabel. Adapun keadaan siswa SMAN 88 pada tahun ajaran 20072008 adalah sebagai beikut : Tabel. Osis R. Guru R. Tata Usaha R.K Jumlah 1 1 1 1 18 1 1 Kondisi Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik . 5 Keadaan sarana dan prasarana SMAN 88 menurut jumlah dan kondisinya No 1 2 3 4 5 6 7 Sarana R.P / B. sedangkan untuk kelas XI IS dan XII IS masing-masing terdapat 4 rombongan belajar. SMAN 88 membagi jumlah siswanya ke dalam 6 rombongan belajar untuk kelas X. Data Siswa Dalam hal kapasitas jumlah siswa.

perlengkapan sekolah yang tersedia guna menunjang jalannya proses belajar mengajar adalah meja. papan tulis. OHP. kursi belajar. komputer. yang disusun berdasarkan kebutuhan peserta didik dan masyarakat khususnya untuk lingkungan Jakarta. yaitu kelas X merupakan program umum yang diikuti oleh seluruh peserta didik.45 - 45 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 R. Pengorganisasian kelas-kelas pada SMAN 88 dibagi pada dua kelompok. . setiap mata pelajaran dialokasikan waktu 1 jam pembelajaran 40-45 menit. dengan jumlah pertemuan sebanyak 42 jam per minggu. Struktur kurikulum disusun berdasarkan standar kompetensi lulusan dan standar kompetensi mata pelajaran. Untuk jam pembelajaran sendiri.. dan kelas XI dan XII merupakan program penjurusan yang terdiri atas program IPA dan Program IPS. LCD 7. Kurikulum dan Sistem Belajar Mengajar Sejak Tahun pembelajaran 2006-2007 di SMAN 88 Jakarta menerapkan kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) / Kurikilum SMAN 88 Jakarta. Struktur kurikulum SMAN 88 meliputi substansi pembelajaran yang ditempuh dalam satu jenjang pendidikan selama tiga tahun mulai kelas X sampai dengan kelas XII. sehingga minggu efektif dalam satu tahun pelajaran (dua semester) adalah 36-38 minggu. Koperasi Laboratorium Fisika dan Kimia Laboratorium Biologi Laboratorium Komputer Musholla Kantin WC Guru WC Siswa Lapangan Olah Raga Lapangan Parkir Rumah Jaga 1 1 1 1 1 1 2 2 1 1 1 Kurang Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik Cukup Baik Baik Baik Baik Selain sarana diatas.-33 .

peneliti dapatkan melalui angket yang diberikan kepada guru Pendidikan Agama Islam yang berjumlah 3 orang.46 - 46 Adapun mengenai sistem belajar mengajar yang diterapkan adalah sistem klasikal. Selain itu peneliti juga memperoleh data melalui wawancara dan observasi. peneliti mendapatkan data-data yang berkaitan dengan pelaksanaan evaluasi pembelajaran yang dibuat oleh guru Pendidikan agama Islam dan juga data mengenai profil sekolah yang diteliti. sedangkan observasi peneliti lakukan untuk memperoleh data mengenai identitas para guru Pendidikan Agama Islam maupun program pelaksanaan evaluasi pembelajaran. yaitu 7 item pertanyaan mengenai perencanaan evaluasi pembelajaran. peneliti mendapat gambaran mengenai kompetensi guru dalam pelaksanaan evaluasi pembelajaran. 11 item mengenai penyusunan soal tes. Pengolahan dan Analisis Data Dalam angket yang diberikan kepada responden ada 40 soal yang diajukan. C.. artinya dalam penyampaian pelajaran sebagian besar dilakukan di dalam kelas dengan metode pembelajaran yang bervariasi. Dari pertanyaan tersebut diberi pilihan jawaban kepada responden untuk memudahkan responden dalam mengisi jawaban dari angket tersebut. Deskripsi Data Data penelitian tentang kompetensi guru Pendidikan Agama Islam dalam pelaksanaan evaluasi pembelajaran di SMAN 88 Jakarta.-33 . Dan berdasarkan penyebaran angket ke guru Pendiikan Agama Islam di SMAN 88. Berdasarkan observasi tersebut. maka setiap item dibuat tabulasi yang merupakan proses merubah data instrumen pengumpulan data . 4 item mengenai pengolahan dan analisis evaluasi pembelajaran dan 13 item mengenai interpretasi dan tindak lanjut hasil evaluasi. B. Untuk memudahkan analisa hasil data hasil penelitian tersebut. Wawancara peneliti lakukan kepada kepala SMAN 88 untuk mendapatkan data mengenai upaya atau program yang dilakukan kepala sekolah untuk meningkatkan kompetensi guru Pendidikan agama Islam di SMAN 88.

66% 33. Selalu b. Tidak pernah Jumlah F 2 1 3 P 66. Kompetensi guru Pendidikan agama Islam dalam membuat perencanaan evaluasi pembelajaran Pada kategori ini peneliti memberikan 7 item pertanyaan yang disebarkan kepada responden untuk melihat sejauh mana kompetensi mereka dalam membuat perencanaan evaluasi pembelajaran. dapat dilihat pada tabel-tabel berikut yang terbagi dalam 4 kategori : a. maka evaluasi pembelajaran akan berjalan tanpa arah dan mengakibatkan eavaluasi menjadi kehilangan fungsi. sebab tanpa tujuan yang jelas. Untuk lebih jelasnya aspek-aspek tersebut.-33 . 6 Apakah Bapak / Ibu merumuskan tujuan dilaksanakannya evaluasi? No 1 Jawaban a. .3 %.dan tidak pernah 0%. sering 0 %.6 %. Sering c.33% 100% Perumusan tujuan dilaksanakan evaluasi pembelajaran sangat penting.. Pada tabel diatas menunjukkan bahwa guru Pendidikan Agama Islam di SMAN 88 yang penulis teliti. Hal ini ditujukan dengan persentasi data sebagai berikut: yang menjawab selalu 66. kadang-kadang 33. Tabel. Kadang-kadang d. sebagian besar sudah membuat perumusan tujuan dilaksanakan evaluasi pembelajaran.47 - 47 (angket) menjadi tabel-tabel angka (persentase).

Tidak pernah Jumlah 1 3 33. Sering c. Kadang-kadang d. hanya 33. Kadang-kadang d..33% Jika dilihat dari persentasi data pada tabel diatas yang menunjukkan bahwa. afektif. 0 % untuk jawaban kadang-kadang dan 33. 7 Apakah Bapak / Ibu merumuskan tujuan evaluasi sesuai dengan karakteristik peserta didik yang akan dievaluasi ? No 2 Jawaban a.33% 100% F 1 1 P 33. Sering c.48 - 48 Tabel. 8 Apakah Bapak / Ibu menetapkan aspek-aspek (kognitif.3 % guru Pendidikan Agama Islam yang memilih jawaban selalu. Selalu b. Selalu b. 33.3 % menjawab sering.33% 33.3 % yang menjawab tidak pernah. psikomotorik) dalam perencanaan evaluasi ? No 3 Jawaban a. Tidak pernah Jumlah F 3 3 P 100% 100% .-33 . dalam hal merumuskan tujuan evaluasi pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik siswa. Tabel.

kadang-kadang dan tidak pernah persentasinya 0 %. Kadang-kadang d. Sering c. Tidak pernah Jumlah F 2 1 3 P 66. sehingga untuk pilihan jawaban sering.33% 100% Dari tabel diatas menunjukkan bahwa guru Pendidikan Agama Islam di SMAN 88 sebagian besar memilih dan menentukan tehnik evaluasi yaitu tes ataukah non tes yang akan dipergunakan dalam pelaksanaan evaluasi pembelajaran. Tabel. sering 0 %. Hal ini dapat dilihat dari persentasi data sebagai berikut : yang menjawab selalu sebanyak 66.6%. hal ini dapat dilihat pada tabel diatas yang menunjukan bahwa: yang menjawab selalu sebanyak 100 %.33% 66. maupun psikomotorik).3 % dan tidak pernah 0 %. afektif.49 - 49 Pada saat membuat perencanaan evaluasi pembelajaran. kadang-kadang 33.66% 100% . Sering c. 9 Apakah Bapak / Ibu Memilih dan menentukan teknik evaluasi (tes/nontes)yang akan dipergunakan didalam pelaksanaan evaluasi ? No 4 Jawaban a. Kadang-kadang d. Tidak pernah Jumlah F 1 2 3 P 33.66% 33. Tabel. seluruh guru Pendidikan Agama Islam di SMAN 88 sudah menetapkan aspek-aspek evaluasi (baik aspek kognitif.. Selalu b. Selalu b.-33 . 10 Apakah Bapak / Ibu membuat kisi-kisi butir soal ? No 5 Jawaban a.

Selalu b. Selalu b. Tidak pernah Jumlah F 2 1 3 P 66. 12 Apakah Bapak / Ibu menentukan frekuensi dari kegiatan evaluasi pembelajaran ? No 7 Jawaban a.33% 100% Pada tebel diatas menunjukkan bahwa hampir keseluruhan guru Pendidikan Agama Islam di SMAN 88 sudah menggunakan penilaian acuan patokan (PAP) dalam penentuan kriteria evaluasi pembelajaran.50 - 50 Dalam hal menyusun alat ukur evaluasi pembelajaran. 33.11 Apakah Bapak / Ibu menggunakan penilaian acuan patokan (PAP) dalam evaluasi pembelajaran ? No 6 Jawaban a. hal ini dinyatakan dari persentasi data sebagai berikut : yang memilih jawaban selalu sebanyak 66. yang menjawab kadang-kadang dan tidak pernah sebanyak 0 % Tabel. Sering c. Sering c.6 %. Tabel. Kadang-kadang d. hal ini dapat dilihat dari persentasi data sebagai berikut : yang memilih selalu sebanyak 33. kadang-kadang 66.3 % untuk jawaban sering. sering 0 %..6 % dan tidak pernah 0 %. Kadang-kadang d. guru Pendidikan Agama Islam sebagian besar jarang membuat kisi-kisi butir soal.3 %. Tidak pernah Jumlah F 3 3 P 100% 100% .-33 .66% 33.

hal dapat dilihat dari keseluruhan guru yang menjawab selalu. meskipun guru Pendidikan agama Islam di SMAN 88. Kompetensi guru Pendidikan Agama Islam dalam menyusun soal tes Pada kategori ini penulis memberikan 11 item pertanyaan mengenai kompetensi guru dalam menyusun soal tes. kadang-kadang dan tidak pernah sebanyak 0 %. . seorang guru melaksanakan evaluasi pembelajaran. Tabel..3 % dan untuk pilihan jawaban sering dan tidak pernah sebanyak 0 %. Karena baik tidaknya seorang guru dalam menyusun soal tes sangat mempengaruhi hasil evalusi yang akan diperoleh dan juga mempengaruhi keputusan-keputusan yang akan diambil oleh seorang guru mengenai proses belajar mengajar nantinya. b. kadangkadang sebanyak 33. dengan persentasi data sebagai berikut : yang menjawab selalu 100 %. maka sebagian besar guru akan menggunakan kisi-kisi tersebut sebagai dasar penyusunan tes. jarang membuat kisi-kisi soal.66% 33. Hal ini terlihat dari persentasi data yang menunjukkan bahwa : guru yang menjawab selalu sebanyak 66. Selalu b. dan untuk jawaban sering.33% 100% Dalam hal penulisan soal tes.-33 . Tidak pernah Jumlah F 2 1 3 P 66.51 - 51 Guru-guru Pendidikan agama Islam di SMAN 88. 6 %. 13 Apakah Bapak / Ibu menggunakan kisi-kisi butir soal sebagai dasar penyusunan tes ? No 8 Jawaban a. namun jika dalam penulisan soal sudah ada kisi-kisi soal. Sering c. sangat memperhatikan penentuan kapan dan berapa kali. Kadang-kadang d.

Kadang-kadang d.33% 66.. sangat memperhatikan aspek tujuan pembelajaran yang dirumuskan indikator pada saat penyusunan butir-butir soal. untuk menilai aspek afektif tersebut maka diperlukanlah instrumen non tes. Namun dalam hal evaluasi pembelajaran. 14 Apakah Bapak / Ibu memperhatikan aspek tujuan pembelajaran yang dirumuskan indikator pada saat penyusunan butir-butir soal ? No 9 Jawaban a. Selalu b. sedangkan yang memilih jawaban sering. Hal ini ditunjukkan dengan persentasi data sebagai berikut : yang menjawab selalu sebanyak 100 %.-33 . Selalu b. Kadang-kadang d. Tidak pernah Jumlah F 3 3 P 100% 100% Pada tabel diatas menunjukkan bahwa keseluruhan guru Pendidikan Agama Islam di SMAN 88. Sering c. 15 Dalam aspek afektif.52 - 52 Tabel. Sering c.66% 100% Pendidikan Agama Islam adalah ilmu pengetahuan yang lebih mengedepan aspek afektif dalam pembelajarannya. apakah Bapak/Ibu menggunakan instrumen non tes ? No 10 Jawaban a. Jika dilihat dari tabel diatas maka dapat diketahui bahwa sebagian besar . kadang-kadang dan tidak pernah sebanyak 0 % Tabel. Tidak pernah Jumlah F 1 2 3 P 33.

16 Dalam menentukan jumlah butir soal.66% 100% Pada tabel diatas menunjukkan bahwa hampir keseluruhan guru Pendidikan agama Islam di SMAN 88 sudah menentukan jumlah butir soal sesuai dengan submateri. Sering c.66 % untuk jawaban kadang-kadang dan 0 % untuk jawaban sering dan tidak pernah.-33 . . Selalu b. dan tidak pernah sebanyak 0 %. Tidak pernah Jumlah F 1 2 3 P 33.6 % . apakah Bapak/Ibu membuat sesuai dengan submateri ? No 11 Jawaban a. hal ini ditunjukkan dengan persentasi data sebagai berikut : sebanyak 33. Kadang-kadang d..53 - 53 guru Pendidikan Agama Islam di sekolah yang penulis teliti. Tabel. 66.33% 66.3 % untuk jawaban sering sebanyak 0 %.33 % yang menjawab selalu. menunjukkan persentasi data sebagai berikut : yang menjawab selalu sebanyak 33. kadang-kadang sebanyak 66.

33% 100% Soal dikatakan baik apabila telah validitas dan reliabilitasnya telah diuji oleh guru terlebih dahulu sebelum diteskan kepada siswa. Namun dari tabel di atas menunjukkan persentasi data bahwa : guru Pendidikan Agama Islam yang selalu menguji valid dan reliabel butir soal sebanyak 33.3 % untuk jawaban kadang-kadang dan 0 % untuk yang menjawab tidak pernah. Tidak pernah Jumlah F 2 1 3 P 66. Sering c. Tabel..54 - 54 Tabel. Kadang-kadang d. Tidak pernah Jumlah F 1 1 1 3 P 33.3 %.3 %. Selalu b.33% 33.66% 33. Sering c.33% 100% Pada tabel diatas menunjukkan bahwa guru Pendidikan Agama Islam di sekolah yang penulis teliti sudah mempertimbangkan taraf kesukaran dalam . 33.17 Dalam pembuatan soal. Kadang-kadang d. Selalu b.33% 33.-33 . apakah bapak/Ibu memperhatikan validitas dan reliabitas butir soal ? No 12 Jawaban a. 18 Apakah Bapak/Ibu mempertimbangkan taraf kesukaran dalam penulisan soal ? No 13 Jawaban a. yang menjawab sering menguji valid dan reliabel butir soal 33.

sebaiknya seorang guru harus memperhatikan daya pembeda pada setiap butir soalnya. Ini ditunjukkan dengan persentasi sebagai berikut : yang memilih jawaban selalu 66. Kadang-kadang d. Selalu b. Sering c. sering 33. yang menjawab sering 33. Tidak pernah Jumlah F 2 1 3 P 66. Tabel. Kadang-kadang d.20 Apakah Bapak/Ibu memperhatikan kesesuaian antara tipe soal dengan materi pelajaran ? No 15 Jawaban a.3 %.66% 33. Tidak pernah Jumlah F 2 1 3 P 66. dan untuk pilihan kadangkadang dan tidak pernah sebanyak 0 %. dan untuk yang menjawab kadang-kadang dan tidak pernah 0 %. 19 Apakah Bapak / Ibu memperhatikan daya pembeda pada setiap penulisan butir soal ? No 14 Jawaban a.33% 100% Dalam penulisan soal. Ini ditunjukkan dengan hasil persentasi data sebagai berikut : yang menjawab selalu sebanyak 66.3 %.6 %.6 %.33% 100% . Selalu b. Dari tabel diatas dapat diketahui bahwa sebagian besar guru Pendidikan agama Islam di SMAN 88 sudah memperhatikan daya pembeda pada setiap penulisan butir soal. Sering c.66% 33. Tabel..55 - 55 penulisan soal.-33 .

-33 . sudah memperhatikan kesesuaian antara tipe soal dengan materi pelajaran. sering sebanyak 33. guru di SMAN 88 menggunakan tes lisan untuk materi tentang AlQur’an dengan persentasi data sebagai berikut : yang menjawab selalu 33. Tabel. Kadang-kadang d. dimana jenis tes tersebut harus disesuaikan dengan materi yang akan diujikan. apakah Bapak/Ibu menggunakan tes lisan? No 16 Jawaban a.33% 33. .3 %.56 - 56 Dari tabel diatas menunjukkan bahwa hampir keseluruhan guru Pendidikan agama Islam di SMAN 88. yang memilih jawaban kadang-kadang 33. Dalam pembelajaran Pendidikan agama Islam.3 %.3 %.33% 33.6 %.21 Untuk materi tentang Al Qur’an. Tidak pernah Jumlah F 1 1 1 3 P 33. tidak pernah 0 %.3 %.. sering dengan persentasi 33.33% 100% Terdapat bermacam-macam jenis tes dalam evaluasi pembelajaran dan di antaranya adalah tes lisan. dan tidak pernah sebanyak 0 %. Sering c. yang menjawab kadang-kadang sebanyak 0 %. Hal ini ditunjukkan dengan persentasi data sebagai berikut :yang menjawab selalu sebanyak 66. Selalu b.

dan tidak pernah sebanyak 0 %.6 %. c. Sering c. Selalu b. Mengolah dan menganalisis hasil evaluasi dilakukan dengan maksud untuk memberikan makna terhadap data yang telah berhasil dihimpun dalam kegiatan evaluasi . Kadang-kadang d.3 %. Hal ini ditunjukkan dengan hasil persentasi sebagai berikut : yang menjawab selalu 33..57 - 57 Tabel. kadang-kadang 66.-33 .66% 100% Berdasarkan tabel diatas menunjukkan bahwa pada saat menyusun soal tes. yang menjawab sering 0 %. Tidak pernah Jumlah F 1 2 3 P 33. Kompetensi guru Pendidikan agama Islam dalam mengolah dan menganalisis hasil tes Pada kategori ini penulis ingin mengetahui bagaimana guru Pendidikan agama Islam dalam mengolah dan menganalisis hasil tes dari evaluasi pembelajaran yang telah dilaksanakan. 22 Apakah bapak/Ibu menyiapkan kunci jawaban pada saat penyusunan soal ? No 18 Jawaban a.33% 66. sebagian guru Pendidikan Agama Islam di SMAN 88 jarang menyiapkan kunci jawaban.

66% dan 0 % untuk tidak pernah memberikan tugas sebagai evaluasi pembelajaran.33% 66.-33 . apakah Bapak/Ibu memberikan tugas untuk mengevaluasi proses belajar mengajar ? No 19 Jawaban a. menunjukkan bahwa guru Pendidikan agama Islam di SMAN 88 yang selalu memberikan tugas sebagai evaluasi pembelajaran selain tes sebanyak 0 %.58 - 58 Tabel. Berikut adalah persentasi data yang diperoleh dari hasil jawaban . kemudian harus disaring terlebih dahulu sebelum diolah lebih lanjut.66% 100% Berdasarkan persentasi data pada tabel di atas mengenai pemberian tugas sebagai evaluasi pembelajaran selain tes. Selalu b. Tabel. 24 Apakah Bapak/Ibu melakukan verifikasi data? No 20 Jawaban a. Kadang-kadang d. Sering c. Kadang-kadang d. Proses penyaringan ini disebut juga dengan verifikasi data. Tidak pernah Jumlah F 1 2 3 P 33. sering memberikan tugas sebagai evaluasi pembelajaran selain tes sebanyak 33.3 %. 23 Selain tes.. Sering c. kadang-kadang 66. Tidak pernah Jumlah F 3 3 P 100% 100% Data yang telah berhasil dihimpun. Selalu b.

3 % guru Pendidikan Agama Islam di SMAN 88 yang menjawab selalu memberitahukan skor pada setiap butir soal yang akan dijawab oleh siswa.3 %. dan 0 % untuk jawaban yang tidak pernah memberitahukan skor pada setiap butir soal yang akan dijawab oleh siswa. untuk pilihan jawaban sering sebanyak 0 %. 25 Apakah Bapak/ Ibu memberitahukan skor pada setiap butir soal yang akan dijawab oleh siswa ? No 21 Jawaban a. serta guru yang tidak pernah melakukan verifikasi data sebanyak 0 %. Kadang-kadang d. Selalu b.-33 . Tidak pernah Jumlah F 1 1 1 3 P 33. . Sering c.33% 100% Disamping penyusunan dan pelaksanaan tes. begitu juga untuk guru Pendidikan agama Islam yang menjawab kadang-kadang sebanyak 33.3 %. bagi guru yang menjawab sering memberitahukan skor pada setiap butir soal sebanyak 33.33% 33.. Berdasarkan tabel diatas dapat diketahui bahwa: sebanyak 33. guru yang menjawab kadang-kadang melakukan verifikasi data sebanyak 100 %. Tabel.59 - 59 guru Pendidikan agama Islam di SMAN 88 mengenai verifikasi data : yang selalu melakukan verifikasi data sebanyak 0 %. memberi skor merupakan pekerjaan yang menuntut ketekunan bagi guru.33% 33.

..-33 . Tidak pernah Jumlah F 2 1 3 P 66. Kompetensi guru Pendidikan agama Islam dalam menginterpretasi dan menindaklanjuti hasil evaluasi pembelajaran. 26 Apakah Bapak / Ibu memberitahukan setiap hasil evaluasi kepada siswa ? No 22 Jawaban a.60 - 60 Tabel. yang menjawab kadang-kadang memberitahukan setiap hasil evaluasi kepada siswa sebanyak 33.3 %.33% 100% Tabel diatas menunjukkan bahwa sebagian besar guru Pendidikan Agama Islam di sekolah yang penulis teliti sudah melakukan pemberitahuan setiap hasil evaluasi kepada siswa. d. Hal ini dapat dilihat dari hasil persentasi data berikut ini : guru yang menjawab selalu memberitahukan setiap hasil evaluasi kepada siswa sebanyak 66. Sering c. Selalu b. Atas dasar interpretasi tersebut pada akhirnya dapat dikemukakan kesimpulan-kesimpulan yang tentunya harus mengacu kepada tujuan dilakukannya evaluasi itu sendiri. Kadang-kadang d. dan untuk pilihan jawaban sering dan tidak pernah masing-masing sebanyak 0 %.6 %. Pada kategori ini penulis ingin mengetahui bagaimana guru Pendidikan Agama Islam di SMAN 88 melakukan interpretasi terhadap data hasil evaluasi yang pada dasarnya adalah verbalisasi dari makna yang terkandung dalam hasil evaluasi yang telah diolah dan dianalisis.66% 33.

. maka guru akan mengidentifikasi sejauhmana daya serap siswa dalam materi yang dujikan tersebut.3 % guru Pendidikan Agama Islam di SMAN 88 yang menjawab sering membahas hasil evaluasi.6 % guru Pendididkan agama Islam di SMAN 88 yang menjawab kadang-kadang dalam membahas hasil evaluasi.61 - 61 Tabel. Berikut adalah hasil persentasi data yang diperoleh berdasarkan tabel diatas : sebanyak 66.33% 66. sedangkan untuk jawaban selalu dan tidak pernah mendapatkan respon 0%.66% 100% Dengan adanya pembahasan mengenai hasil evaluasi yang telah dilaksanakan. Kadang-kadang d.66% 100% . Sering c. Kadang-kadang d. Selalu b.-33 . Selalu b. Tidak pernah Jumlah F 1 2 3 P 33.33% 66. Tabel. Apakah Bapak / Ibu membahas hasil evaluasi yang telah dilaksanakan ? No 23 Jawaban a. 27 Setelah hasil evaluasi diolah. dan hanya 33. Sering c. Tidak pernah Jumlah F 1 2 3 P 33. 28 Jika ada soal-soal yang tidak dapat diselesaikan oleh siswa apakah Bapak / Ibu membantu cara penyelesaiannya ? No 24 Jawaban a.

6 %.62 - 62 Tabel diatas menunjukkan sebagian guru Pendidikan agama Islam di SMAN 88. guru yang yang menjawab sering hanya 33. Ini dapat terlihat dari hasil persentasi data sebagai berikut : yang menjawab kadang-kadang 66. jarang membantu siswanya dalam menyelesaikan soal-soal yang tidak dapat diselesaikan. Sering c.. apakah Bapak / Ibu mengklasifikasikan kesalahan-kesalahan yang dilakukan oleh siswa dalam menjawab soal ? No 25 Jawaban a.3 %.33% 66.3 %. hal ini ditnjukkan dengan hasil persentasi data sebagai berikut: yang menjawab selalu 0 %. selalu 0 % dan tidak pernah 0 % . Selalu b.-33 . dan 0 % untuk pilihan jawaban tidak pernah. Tabel. sering 33. kadang-kadang sebanyak 66. Kadang-kadang d.6 %.66% 100% Berdasarkan tabel diatas dapat diketahui bahwa guru Pendidikan Agama Islam di SMAN 88 melakukan klasifikasi terhadap kesalahan-kesalahan yang dilakukan siswa dalam menjawab soal. Tidak pernah Jumlah F 1 2 3 P 33. 29 Untuk mengetahui kelemahan-kelemahan siswa dalam pemahaman suatu materi.

Dari hasil respon guru Pendidikan agama Islam di SMAN 88 yang kemudian diolah menjadi persentasi data menunjukkan bahwa : guru yang menjawab selalu melaporkan hasil evaluasi kepada pihak sekolah sebanyak 0 %. Tabel.66% 33. yang nantinya juga akan mempengaruhi prestasi akademik sekolah.33% 100% . Sering c. ini dikarenakan pihak sekolah akan mengetahui bagaimana perkembangan pembelajaran setiap bidang studi. Selalu b..3 %. kadang-kadang 66. sering 33. Tidak pernah Jumlah F 1 2 3 P 33.66% 100% Memberitahukan hasil evaluasi kepada kepala sekolah dan guru bidang studi lainnya merupakan hal yang cukup penting.63 - 63 Tabel. Tidak pernah Jumlah F 2 1 3 P 66. Kadang-kadang d. Kadang-kadang d. Selalu b.33% 66. 31 Apakah Bapak / Ibu menyusun profil kemajuan siswa ? No 27 Jawaban a. dan tidak pernah 0 %. Sering c.-33 . 30 Apakah Bapak/ Ibu melaporkan hasil evaluasi kepada kepala sekolah dan guru bidang studi lainnya ? No 26 Jawaban a.6 %.

sering 33.6 %. dan yang menjawab tidak pernah 33.3 %. . Tabel.6 %. Berikut ini adalah hasil persentasi data mengenai pengadaan remedial : yang menjawab selalu sebanyak 66. Selalu b. Tidak pernah Jumlah F 2 1 3 P 66. 32 Apakah Bapak / Ibu langsung mengadakan perbaikan terhadap siswa yang nilainya kurang dari standar setelah evaluasi dilaksanakan ? No 28 Jawaban a.3 %. kadang-kadang 0 % dan tidak pernah sebanyak 0 %. Hal ini dapat dilihat berdasarkan tabel diatas yang kemudian ditunjukkan dengan persentasi data sebagai berikut : guru Pendidikan agama Islam di SMAN 88 yang memilih jawaban selalu dan sering masingmasing sebanyak 0 %.33% 100% Tabel diatas menunjukkan kesiapan guru Pendidikan Agama Islam di SMAN 88 yang langsung mengadakan remedial terhadap siswa yang nilainya masih rendah..-33 . Kadang-kadang d. yang menjawab kadang-kadang 66.64 - 64 Penyusunan profil kemajuan kelas bertujuan untuk mengetahui keefektifan pengajaran. Sering c.66% 33.

Tabel.. Kadang-kadang d.33% 66.66% 33. Hal ini dapat diketahui dari hasil jawaban guru . Sering c. kadang-kadang 0 % dan sebanyak 66.3 % guru selalu membatasi berapa kali seharusnya siswa melakukan remedial.-33 . Tidak pernah Jumlah F 1 2 3 P 33. 33 Apakah Bapak / Ibu membatasi berapakali seharusnya siswa nilainya kurang dari kkm melakukan perbaikan ? No 29 Jawaban a. apakah ada kesamaan dengan soal yang diteskan sebelumnya ? No 30 Jawaban a. 0 % untuk guru yang sring membatasi remedial.65 - 65 Tabel. 34 Dalam pembuatan soal remedial. Berikut ini adalah persentasi data mengenai batas remedial : sebanyak 33.66% 100% Berdasarkan tabel diatas sebagian besar guru Pendidikan Agama Islam di SMAN 88 tidak membatasi berapa kali seharusnya siswa melakukan remedial. Kadang-kadang d. Sering c. Tidak pernah Jumlah F 2 1 3 P 66. Selalu b.6 % guru Pendidikan agama Islam di SMAN 88 tidak pernah membatasi berapa kali seharusnya siswa melakukan remedial. Selalu b.33% 100% Tabel diatas menunjukkan adanya kesamaan soal remedial dengan soal yang diujikan sebelumnya.

-33 .6 %. tidak pernah 0 %. Berdasarkan tabel diatas dapat dilihat bahwa siswa di SMAN 88 mengalami peningkatan nilai setelah diadakannya remedial. adapun hasil persentasi datanya adalah sebagai berikut : yang menjawab selalu 0 %. sering 0 %.33% 100% Pelaksanaan remedial akan dikatakan baik apabila adanya peningkatan nilai antar sebelum dengan setelah dilakukannya remedial. 35 Apakah siswa mengalami peningkatan nilai setelah dialkukannya remedial ? No 31 Jawaban a.66% 33. kadang-kadang 33. sering 66. Sering c. Kadang-kadang d.66 - 66 Pendidikan Agama Islam yang kemudian dipersentasikan sebagai berikut : guru Pendidikan Agama Islam yang menjawab selalu sebanyak 66.3 % dan tidak pernah Tabel. Sering c.33% 100% . Kadang-kadang d. Tidak pernah Jumlah F 2 1 3 P 66. Tabel.6 %..66% 33. 36 Apakah Bapak/ Ibu menindaklanjuti setiap hasil avluasi pembelajaran untuk memperbaiki proses belajar mengajar ? No 32 Jawaban a. Selalu b. Tidak pernah Jumlah F 2 1 3 P 66. kadang-kadang 33.3 %. Selalu b.

67 - 67 Setiap kegiatan evaluasi menuntut adanya tindak lanjut yang konkret.-33 . 37 Apakah Bapak/ Ibu pernah mengubah metode atau teknik mengajar setelah diadakannya evaluasi pembelajaran ? No 33 Jawaban a. kadangkadang 33. sering 33. Hal ini ditunjukkan dengan persentasi data sebagai berikut: guru yang menjawab selalu sebanyak 33.3 %. 3 % dan tidak pernah 0 %. Berikut ini adalah hasil persentasi yang diolah berdasarkan jawaban guru Pendidikan Agama Islam di SMAN 88 : guru yang menjawab selalu 0 %.33% 33. Selalu b.3 %. .. yang menjawab sering sebanyak 66. Sering c.33% 33.6 %. Kadang-kadang d. maka evaluasi itu hanya sampai kepada pernyataan saja.33% 100% Tabel diatas menunjukkan bahwa guru Pendidikan Agama Islam di SMAN 88 pernah mengubah metode atau teknik mengajar setelah diadakannya evaluasi pembelajaran.3 % dan tidak pernah 0 %. karena apabila tanpa diikuti oleh tindak lanjut yang konkret. Tabel. kadangkadang 33. Tidak pernah Jumlah F 1 1 1 3 P 33.

dianalisis dan disimpulkan sehingga dapat diketahui apa makna yang terkandng di dalamnya. Kadang-kadang d.33% 66. Selalu b. dianalisi dan disimpilkan. Tidak pernah Jumlah F 1 2 3 P 33.66% 33. 39 Apakah Bapak/ Ibu tetap melanjutkan ke materi berikutnya apabila terdapat setengah dari jumlah siswa di kelas memerlukan perbaikan ? No 35 Jawaban a. kadang-kadang 33. sering 66.-33 . Hal ini dapat ditunjukkan dari persentasi data sebagai berikut : guru yang menjawab selalu 0 %.. Berdasarkan tabel diatas dapat diketahui sebagian besar guru Pendidikan agama Islam di SMAN 88 sering mengambil keputusan untuk menindaklanjuti proses belajar mengajarnya di kelas.3 % dan tidak pernah 0 %.6 %. Sering c. Selalu b. Tidak pernah Jumlah F 2 1 3 P 66. Apakah Bapak/Ibu mengambil keputusan untuk menindaklanjuti proses belajar mengajar ? No 34 Jawaban a. 38 Setelah hasil evalausi diolah. jarang (kadang-kadang) melanjutkan ke materi berikutnya apabila . maka guru akan dapat mengambil keputusan untuk menindaklanjuti proses belajar-mengajarnya di kelas. Sering c.33% 100% Setelah data hasil evaluasi diolah.68 - 68 Tabel. Kadang-kadang d.66% 100% Tabel diatas menujukkan bahwa guru Pendidikan Agama Islam di SMAN 88. Tabel.

Selalu b. 41 Apakah Bapak / Ibu memberikan tugas tambahan kepada murid yang nilainya kurang disamping tes remedial ? No 37 Jawaban a. adapun hasil persentasi datanya adalah sebagai berikut : yang menjawab selalu 0 %.69 - 69 setengah dari jumlah siswa di kelas memerlukan perbaikan. Tidak pernah Jumlah F 3 3 P 100% 100% Berdasarkan tabel di atas guru Pendidikan Agama Islam di SMAN 88 memberikan pelajaran tambahan kepada murid yang nilainya masih kurang disamping tes remedial.. Kadang-kadang d. 40 Apakah Bapak / Ibu memberikan pelajaran tambahan kepada seluruh siswa untuk memperbaiki proses belajar mengajar ? No 36 Jawaban a. Selalu b. sering 0 %. Kadang-kadang d. Sering c. Tabel. sering 0 %. Hal ini dapat dilihat dari persentasi data sebagai berikut : guru yang menjawab selalu 33. kadang-kadang 100 %. Tidak pernah Jumlah F 1 2 3 P 33. dan tidak pernah 0% Tabel.66% 100% . % dan tidak pernah 0 %.-33 . yang menjawab kadang-kadang sebanyak 66.33% 66. Sering c.3 %.

kadangkadang 66. meskipun telah melakukan remedial beberapa kali.66% 100% Tabel diatas menunjukkan perhatian guru Pendidikan Agama Islam kepada siswa yang nilainya sering dibawah standar.3 %. Sering c. Tabel.33% 66.3%. yang kemudian diolah dalam persentasi data sebagai berikut : guru yang menjawab selalu 0 %. 42 Apakah Bapak / Ibu memberikan bimbingan dan konseling kepada siswa yang nialinya sering di bawah standar ? No 38 Jawaban a.. .6 %.70 - 70 Bagi siswa yang belum lulus. Hal ini dapat terlihat pada tabel diatas. terkadang guru Pendidikan Agama Islam di SMAN 88 memberikan tugas tambahan untuk membantu memperbaiki nilai siswa tersebut. hal ini ditunjukkan dengan persentasi data sebagai berikut : guru yang menjawab selalu 0 %. kadang-kadang 66. Tidak pernah Jumlah F 1 2 3 P 33. yang menjawab sering 33. tidak pernah 0 %. Kadang-kadang d.-33 . Selalu b. yang menjawab sering 33. % dan tidak pernah 0 %.

43 Untuk mengetahui pemahamn siswa. yang menjawab sering 33.71 - 71 Tabel. lisan dan perbuatan dalam evaluasi pembelajaran. Kadang-kadang d. kadang-kadang 33.33% 33. hal tersebut ditunjukkan dengan persentasi data sebagai berikut : . Sering c.3 %.3 % dan tidak pernah adalah 0 %.-33 . Selalu b.33% 33. Kadang-kadang d. Apakah Bapak / Ibu lebih memadukan tes tertulis. Sering c. 44 Apakah Bapak / Ibu mengadakan pembahasan materi-materi Pendidikan Agama Islam di luar KBM (pada saat ekstrakurikuler Rohis) ? No 40 Jawaban a. Adapun persentasi data mengenai hal tersebut adalah sebagai berikut : guru yang memilih jawaban selalu 33.3%.33% 100% Tabel di atas menunjukkan bahwa guru Pendidikan Agama Islam di SMAN 88 memadukan tes tertulis. dapat diketahui bahwa guru Pendidikan agama Islam terkadang mengadakan jam tambahan dalam membahas materi Pendidikan Agama Islam. lisan dan perbuatan dalam evaluasi pembelajaran ? No 39 Jawaban a.. Tabel. Tidak pernah Jumlah F 3 3 P 100% 100% Berdasarkan tabel di atas. Tidak pernah Jumlah F 1 1 1 3 P 33. Selalu b.

72 - 72 guru yang menjawab selali 0 %. guru yang memilih jawaban kadangkadang 100% dan tidak pernah 0 %. D. Interpretasi Data Setelah dianalisis dengan skor perolehan dan dengan melihat gambaran tentang identitas responden. maka semakin baik kemampuannya dalam melakukan pelaksanaan evaluasi pembelajarannya” Adapun hasil pengolahan dan interpretasi data akan dijabarkan dalam tabel berikut : Tabel 45 Skoring kompetensi guru Pendidikan Agama Islam dalam pelaksanaan evaluasi pembelajaran Responden A B C 1 4 4 2 2 4 3 1 3 4 4 4 4 4 4 2 5 4 2 2 6 4 4 3 7 4 4 4 8 4 2 4 9 4 4 4 10 2 4 2 Butir Soal 11 12 2 4 4 3 2 2 13 4 4 3 14 4 4 3 15 4 3 4 16 4 3 2 17 3 4 4 18 4 2 2 19 2 3 2 20 2 2 2 21 3 2 4 Responden A B C 22 2 4 4 23 3 2 2 24 3 2 2 25 3 2 2 26 2 3 2 27 2 2 1 28 4 3 4 29 1 4 1 30 4 4 2 Butir Soal 31 32 33 3 3 4 3 3 3 2 2 2 34 3 3 2 35 2 4 2 36 2 2 2 37 3 2 3 38 3 2 2 39 4 3 2 40 2 2 2 Skor 127 121 97 Dalam menganalisis kompetensi guru pendidikan agama Islam dalam pelaksanaan evaluasi pembelajaran peneliti melihat beberapa aspek yaitu : perencanaan evaluasi pembelajaran Penyusunan soal tes Pengolahan dan analisis hasil evaluasi Interpretasi dan tindak lanjut hasil evaluasi ..-33 . sering 0 %. maka dapat diinterpretasikan bahwa : ” Semakin tinggi tingkat kompetensi keguruan yang dimiliki oleh seorang guru Pendidikan agama Islam.

menganalisis dan mengolah hasil evaluasi serta menginterpretasi dan menindaklanjuti pada umumnya adalah ”Sedang” dan hanya 1 orang guru yang berada pada kriteria ”Kurang tinggi”. strata 1 serta memiliki masa tugas dan pengalaman yang cukup lama. menyusun soal.. jurusan Pendidikan Agama Islam. hal ini dapat diperkuat dari hasil wawancara kepala SMAN 88 yang mengatakan bahwa guru di SMAN 88 telah memenuhi kriteria kompetensi keguruan akan tetapi masih harus ditingkatkan lagi agar lebih maksimal dan juga hasil wawancara guru Pendidikan Agama Islam SMAN 88 yang sudah memahami teknik dan prosedur evaluasi dengan cukup baik.73 - 73 Adapun hasil yang diperoleh mengenai kompetensi guru pendidikan agama Islam di SMAN 88 dalam pelaksanaan evaluasi pembelajaran adalah sebagai berikut : Tabel 46 Hasil Kompetensi Guru Pendidikan agama Islam Dalam Pelaksanaan Evaluasi Pembelajaran ` Rentang Skor 40-69 70-99 100-129 130-160 Kriteria Rendah Kurang tinggi Sedang Tinggi Jumlah 1 2 - Dari tabel diatas dapat disimpulkan bahwa kompetensi guru Pendidikan Agama Islam dalam pelaksanaan evaluasi pembelajaran di SMAN 88 dimulai dari merencanakan.-33 . . akan tetapi pada pelaksanaannya kurang diterapkan secara optimal. guru yang memiliki kompetensi yangSedang ternyata adalah guru yang berasal dari fakultas Tarbiyah . Jika dilihat dari identitas responden.

Guru Pendidikan Agama Islam di SMAN 88 adalah guru yang memiliki kompetensi yangcukup atau sedang dalam pelaksanaan evaluasi pembelajaran. Pada dasarnya evaluasi pembelajaran bertujuan untuk mengetahui informasiinformasi yang dibutuhkan untuk memperbaiki proses pembelajaran. Hal ini dapat dilihat dari kemampuan dan keahlian para guru pada saat melaksanakan evaluasi pembelajaran dengan sudah memperhatikan dan memahami prosedur dan teknik-teknik evaluasi pendidikan dan juga dapat menafsirkan hasil dari evaluasi yang telah dilaksanakan yang kemudian ditindaklanjuti untuk memperoleh pembelajaran yang lebih optimal. Akan 74 . Kesimpulan Dari hasil penelitian yang telah dilakukan oleh penulis di SMA Negeri 88 Jakarta yang mengkaji tentang ” Kompetensi guru Pendidikan Agama Islam dalam melaksanakan evaluasi pembelajaran ” dapat disimpulkan sebagai berikut : 1.-33 ..74 - 74 BAB V PENUTUP A. 2.

2. team teaching. menyusun profil kemajuan kelas agar guru dapat mengidentifikasi kembali kelemahan dan kekuatan komponen pembelajaran. para guru Pendidikan Agama Islam di SMAN 88 lebih memperhatikan lagi pelaksanaan evaluasi pembelajaran dengan selalu membuat kisi-kisi butir soal agar isi yang dimaksud di dalam soal lebih terarah. guru diharuskan lebih memperkaya skill kompetensinya dalam evaluasi dengan lebih memahami lagi tentang teknik dan prosedur evaluasi pendidikan hingga menafsirkan hasil dari pelaksanaan evaluasi tersebut dan didapatkan keputusan yang tepat demi tercapainya tujuan pembelajaran. 3.-33 . Adapun beberapa hal yang dilakukan oleh kepala SMA Negeri 88 Jakarta dalam meningkatkan kompetensi guru Pendidikan Agama Islam diantaranya adalah dengan menyalurkan wadah MGMP (Musyawarah Guru Mata Pelajaran). mengolah dan menganalisis hasil tes yang kemudian dilanjutkan dengan menginterpretasi serta menindaklanjuti hasil evaluasi. In Haouse Training baik dengan mengundang tutor dari luar ataupun dengan teman sejawat. B. guru sebagai evaluator sudah seharusnya dapat melaksanakan proses evaluasi dengan baik. Meskipun guru Pendidikan Agama Islam di SMAN 88 telah memiliki kompetensi yang sedang dalam pelaksanaan evaluasi pembelajaran. yaitu pada pelaksanaan evaluasi pembelajaran di SMAN 88 Jakarta sebagian besar sudah berjalan berdasarkan langkah-langkah evaluasi pendidikan. Saran 1. sehingga akan lebih baik lagi apabila. Hal itulah yang kemudian diterapkan di SMAN 88 Jakarta. .. dan juga dengan membantu para siswa dalam memeberikan arahan cara penyelesaian soal-soal yang tidak dapat dipecahkan oleh siswa. menyusun soal tes. oleh karena itu.75 - 75 tetapi proses pelaksanaannya tetap mengacu kepada langakah-langkah evaluasi pendidikan. Dalam evaluasi pembelajaran. pelaksanaan evaluasi pembelajaran tersebut dimulai dari merumuskan perencanaan evaluasi.

Pihak sekolah juga hendaknya ikut berperan aktif dalam memperhatikan pelaksanaan evaluasi pembelajaran yang dilakukan oleh guru dengan mengontrol setiap laporan hasil evaluasi dan juga ikut berpartisipasi dalam peningkatan kompetensi guru Pendidikan Agama Islam dalam pelaksanaan evaluasi pembelajaran. .-33 ..76 - 76 3.

. Pengantar Metodologi Penelitian. M Alisuf . Kurikulum dan Pembelajar. 1998 Suatu Pendekatan Daradjat.1995 Hamalik. Jakarta: Bina Aksara. 1992 Rosyada. Hermawan. dan Dian Andayani.2007 Madjid. Pendidikan Guru Berdasarkan Pendekatan Kompetensi. Profesionalisme Keguruan. Universitas Terbuka. Zakiyah.Abdul. Remaja Rosdakarya. Pendidikan Agama Islam Berbasis Kompetensi Konsep dan Implementasi. Jakarta : eLSAS. 2004 Sabri. Roestiyah Masalah-masalah Ilmu Keguruan. Remaja Rosdakarya. Suharsimi.Jakarta:Rineka Cipta.1989 Ni’am.Pengantar Ilmu Pendidikan. Standar Kompetensi Sertifikasi Guru. Evaluasi Proses Belajar Mengajar.2004 Rasito. Jakarta: PAU-PAI. 2004 Mulyasa.77 - 77 DAFTAR PUSTAKA Arikunto. Jakarta: Prenada Media. Remaja Rosdakarya. Jakarta: UIN Jakarta Press.Yogyakarta:Kanisius. Jakarta: Bumi Aksara.2007 N. A. Jakarta: Ruhama.K. Bandung: PT. Prasetya. Bandung: PT..2006 Irawan. 2005 Samana.Dede Paradigma Pendidikan Demokratis: Sebuah Model Pelibatan Masyarakat Dalam Penyelenggaraan Pendidikan. Membangun Profesionalitas Guru.. E. (Bandung: PT.Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. Prosedur Penelitian Praktek. Prinsip-Prinsip dan Teknik Evaluasi Pengajaran.1994 77 . Ngalim. 2001 Kunandar. Asrorun. 2006 Purwanto.-33 . Oemar. Jakarta: Bumi Aksara. Pendidikan Islam Dalam Keluarga dan Sekolah. Guru Profesional:Implementasi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidkan Dan Sukses Dalam Sertifikasi Guru Jakarta: Raja Grafindo persada. 1995 .

Sertifikasi Guru dan Upaya Peningkatan Kualifikasi. 1991 Trianto dan Titik Triwulan Tutik. Penelitian dan Penilaian Pendidikan. 2000 Uzer Usman. Supervisi Pendidikan. Anas. Husaini.dikmenum. Evaluasi Pendidikan. Pengantar Evaluasi Pendidikan.Evaluasi Pembelajaran IPA Berbasis Kompetensi. 2007 Usman. Rancangan Penilaian Hasil Belajar.2006 Subari. Perangkat Penilaian KTSP SMA/ 1. Nana. 2008 78 .Jakarta: PT.dkk.78 - 78 Slameto. Jakarta: Bumi Aksara. Remaja Rosdakarya. Ahmad dkk.1987 http: www. Tayar.H. 1986 Yusuf. Bandung: Jemmars.go. Drs.2005 Witherington. RajaGrafindo Persada. Bandung: Sinar Baru. Jogjakarta: Bumi Aksara.1989 . Moch. Bruto.2006 Sudjana.Jakarta: UIN Jakarta Press.Bandung: PT.Dasar-Dasar Proses Belajar Mengajar.2001 Sofyan. 1989 . Jurnalis Etek.Metodologi Penelitian Sosial.Bandung: PT. H..id/ data app/kurikulum/5. Tehnik-Tehnik Belajar dan Mengajar.Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. Keragaman Teknik Evaluasi dan Metode Penerapan Jiwa Agama. Jakarta: Bumi Aksara. Kompetensi dan Kesejahteraan. Jakarta: Prestasi Pustaka Publisher. Remaja Rosdakarya.-33 .C W. 1994 Sudijono. Jakarta: IND-HILL-CO.Bandung: Sinar Baru. Menjadi Guru Profesional.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful